Skip to content
Back to announcement

01. Audit Report PT PPJ_per 31 Des 2025.pdf

Financial statement Text extracted PLAN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 46

Page 1
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk

Laporan Keuangan
Tanggal 31 Desember 2025
Dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut

Dan Laporan Auditor Independen
Page 2
                                     Daftar Isi

                                                      Halaman / Pages

Surat Pernyataan Direksi

Laporan Auditor Independen

Laporan Posisi Keuangan                                    1-2

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain          3

Laporan Perubahan Ekuitas                                    4

Laporan Arus Kas                                             5

Catatan atas Laporan Keuangan                              6 - 39
Page 3

          
Page 4
 Laporan No. 00357/2.0459/AU.1/03/1664-3/1/III/2026

                                      LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Pemegang Saham, Komisaris dan Direksi
PT Planet Properindo Jaya Tbk

Opini

Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Planet Properindo Jaya Tbk (“Perusahaan”), yang terdiri dari laporan
posisi keuangan tanggal 31 Desember 2025, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan
perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, serta catatan atas
laporan keuangan, termasuk ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan.

Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi
keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk tahun yang
berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Basis Opini

Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf Tanggung
Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan pada laporan kami. Kami independen terhadap
Perusahaan berdasarkan ketentuan etika yang relevan dalam audit kami atas laporan keuangan di Indonesia,
dan kami telah memenuhi tanggung jawab etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami yakin bahwa bukti
audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit kami.

Ketidakpastian Material Tentang Kelangsungan Usaha

Kami membawa perhatian ke Catatan 30 atas laporan keuangan terlampir yang menjelaskan tentang jumlah
liabilitas jangka pendek melebihi aset lancar pada tanggal 31 Desember 2025. Kondisi tersebut mengindikasi
adanya suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan
Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Perusahaan telah mengambil kebijakan dan
langkah-langkah bisnis untuk mengatasi kondisi tersebut. Laporan keuangan terlampir tidak mencakup
penyesuaian yang berasal dari kondisi tersebut dan disusun dengan anggapan bahwa Perusahaan akan
melanjutkan operasinya sebagai entitas yang berkemampuan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.
Opini kami tidak dimodifikasi sehubungan dengan hal-hal tersebut.

Hal Audit Utama

Hal audit utama adalah hal yang, menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang paling signifikan
dalam audit kami atas laporan keuangan periode kini. Hal tersebut disampaikan dalam konteks audit kami atas
laporan keuangan secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini kami atas laporan keuangan terkait, kami
tidak menyatakan suatu opini terpisah atas hal audit utama tersebut.

Selain hal yang diuraikan dalam paragraf Ketidakpastian Material yang terkait dengan Kelangsungan Usaha,
kami telah menentukan hal yang diuraikan di bawah ini sebagai hal audit utama yang dikomunikasikan dalam
laporan kami.

Hal audit utama yang teridentifikasi dalam audit kami diuraikan sebagai berikut:

Pendapatan Usaha

Pendapatan usaha Perusahaan menurun dari Rp14.534.752.332 pada tahun 2024 menjadi Rp12.700.881.657
pada tahun 2025, yang menunjukkan penurunan sebesar 12,6%. Pendapatan Perusahaan terutama berasal dari
operasional hotel Vue Palace di Bandung yang dikelola oleh Artotel Curated sebagai pihak ketiga.
Page 5
    Laporan No. 00357/2.0459/AU.1/03/1664-3/1/III/2026

Hal Audit Utama (Lanjutan)

Pendapatan Usaha (Lanjutan)

Pengakuan pendapatan menjadi hal audit utama karena: (i) pendapatan merupakan komponen signifikan dalam
laporan keuangan Perusahaan, mewakili seluruh sumber pendapatan utama Perusahaan; (ii) terdapat risiko
salah saji material terkait waktu pengakuan dan jumlah pendapatan yang diakui mengingat kompleksitas
transaksi yang berasal dari pengelolaan hotel oleh pihak ketiga (Artotel Curated); dan (iii) penurunan pendapatan
yang signifikan sebesar 12,6% memerlukan analisis lebih lanjut untuk memastikan bahwa penurunan tersebut
mencerminkan kondisi operasional yang sesungguhnya.

Bagaimana audit kami merespons Hal Audit Utama:
  Kami memperoleh pemahaman dan mengevaluasi kebijakan akuntansi Perusahaan terkait pengakuan
   pendapatan dan menilai kesesuaiannya dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia;
  Kami melakukan pengujian atas efektivitas pengendalian internal terkait siklus pendapatan, termasuk
   pemisahan tugas dalam proses penerimaan, pencatatan, dan pelaporan pendapatan;
  Kami memeriksa perjanjian kerjasama manajemen dengan Artotel Curated untuk memahami syarat dan
   ketentuan yang dapat mempengaruhi pengakuan pendapatan Perusahaan, termasuk mekanisme bagi hasil
   dan biaya manajemen fee;
  Kami melakukan pengujian substantif terhadap sampel transaksi pendapatan, termasuk memeriksa
   dokumen pendukung seperti laporan operasional hotel, faktur, dan bukti penerimaan pembayaran;
  Kami melakukan pengujian cut-off untuk memastikan pendapatan diakui pada periode yang tepat;
  Kami melakukan prosedur analitis dengan membandingkan pendapatan per bulan dan menganalisis tren
   serta fluktuasi yang signifikan, termasuk menganalisis penyebab penurunan pendapatan sebesar 12,6% dari
   tahun sebelumnya;
  Kami mengevaluasi kecukupan pengungkapan terkait pendapatan usaha dalam laporan keuangan sesuai
   dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Investasi Saham

Pada tahun 2025, Perusahaan mencatat investasi saham sebesar Rp20.510.000.000, yang merupakan akun
baru yang tidak ada pada tahun sebelumnya. Investasi ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar. Selain itu,
Perusahaan mengakui kerugian atas pelepasan aset sebesar Rp3.489.969.280 dan terdapat penurunan
signifikan pada aset tetap dari Rp81.766.465.209 (2024) menjadi Rp56.002.964.213 (2025), termasuk
penghapusan seluruh Bangunan dalam Penyelesaian sebesar Rp23.999.969.280 yang ada di tahun
sebelumnya.

Penilaian investasi saham dan transaksi pelepasan aset menjadi hal audit utama karena: (i) investasi saham
merupakan transaksi baru yang signifikan dengan nilai material (25,7% dari total aset);
(ii) penilaian atas investasi ini memerlukan pertimbangan profesional terkait metode pencatatan, penurunan nilai,
dan pengungkapan; (iii) kerugian pelepasan aset sebesar Rp3.489.969.280 dan perubahan signifikan dalam
komposisi aset tetap memerlukan evaluasi yang cermat.

Bagaimana audit kami merespons Hal Audit Utama:

      Kami memperoleh pemahaman atas sifat dan tujuan investasi sama, termasuk mengevaluasi perjanjian
       investasi, persentase kepemilikan, dan pengaruh signifikan Perusahaan atas entitas tersebut;
      Kami mengevaluasi ketepatan metode akuntansi yang diterapkan atas investasi saham sesuai dengan PSAK
       109 (Instrumen Keuangan);
      Kami menilai apakah terdapat indikasi penurunan nilai atas investasi saham sebesar Rp20.510.000.000 dan
       mengevaluasi kewajaran nilai tercatat investasi tersebut;
      Kami memeriksa dokumentasi pendukung atas transaksi pelepasan aset yang menimbulkan kerugian
       sebesar Rp3.489.969.280, termasuk mengevaluasi kewajaran harga pelepasan dan ketepatan pencatatan;
      Kami melakukan rekonsiliasi pergerakan aset tetap untuk memahami penyebab penurunan signifikan dari
       Rp81.766.465.209 menjadi Rp56.002.964.213, termasuk penghapusan Bangunan dalam Penyelesaian;
      Kami mengevaluasi hubungan antara investasi saham, pelepasan aset, dan perubahan komposisi aset tetap
       untuk memastikan konsistensi pencatatan transaksi;
      Kami mengevaluasi kecukupan pengungkapan terkait investasi saham dan pelepasan aset dalam laporan
       keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Page 6
Laporan No. 00357/2.0459/AU.1/03/1664-3/1/III/2026

Informasi Lainnya

Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain. Informasi lain terdiri dari informasi yang tercantum dalam
Laporan Tahunan 2025 (“Laporan Tahunan”). Laporan Tahunan diharapkan akan tersedia bagi kami setelah
tanggal laporan auditor independen ini.

Opini audit kami atas laporan keuangan terlampir tidak mencakup Laporan Tahunan, dan oleh karena itu, kami
tidak menyatakan bentuk keyakinan apapun atas Laporan Tahunan tersebut.

Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan terlampir, tanggung jawab kami adalah untuk membaca
Laporan Tahunan dan, dalam pelaksanaannya, mempertimbangkan apakah Laporan Tahunan mengandung
ketidakkonsistensian material dengan laporan keuangan terlampir atau pemahaman yang kami peroleh selama
audit, atau mengandung kesalahan penyajian material.

Ketika kami membaca Laporan Tahunan, jika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu kesalahan penyajian
material di dalamnya, kami diharuskan untuk mengomunikasikan hal tersebut kepada pihak yang bertanggung
jawab atas tata kelola dan melakukan tindakan yang tepat berdasarkan peraturan perundangundangan yang
berlaku.

Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola terhadap Laporan
Keuangan

Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan tersebut sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen
untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang
disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.

Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen bertanggung jawab untuk menilai kemampuan Perusahaan
dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya, hal-hal yang
berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha, kecuali
manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi Perusahaan atau menghentikan operasi, atau tidak memiliki
alternatif yang realistis selain melaksanakannya.

Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan keuangan
Perusahaan.

Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan

Tujuan kami adalah untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan secara
keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun
kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai merupakan
suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang dilaksanakan
berdasarkan Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal tersebut ada.
Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap material jika, baik
secara individual maupun secara agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan memengaruhi keputusan
ekonomi yang diambil oleh pengguna berdasarkan laporan keuangan tersebut.

Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan
mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kami juga:
 Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang
   disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan melaksanakan prosedur audit yang
   responsif terhadap risiko tersebut, serta memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk menyediakan
   basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan penyajian material yang disebabkan oleh
   kecurangan lebih tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat melibatkan kolusi,
   pemalsuan, penghilangan secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian pengendalian internal.
 Memperoleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk mendesain
   prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas
   keefektivitasan pengendalian internal Perusahaan.
Page 7
 Laporan No. 00357/2.0459/AU.1/03/1664-3/1/III/2026

Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan (Lanjutan)

   Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan
    pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.
   Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan,
    berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait dengan
    peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Perusahaan untuk
    mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu ketidakpastian
    material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor kami ke pengungkapan terkait
    dalam laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak memadai, harus menentukan apakah perlu
    untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan pada bukti audit yang diperoleh hingga tanggal
    laporan auditor kami. Namun, peristiwa atau kondisi masa depan dapat menyebabkan Perusahaan tidak
    dapat mempertahankan kelangsungan usaha.
   Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan secara keseluruhan, termasuk
    pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi dan peristiwa yang
    mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar.
   Memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat terkait informasi keuangan entitas atau aktivitas bisnis dalam
    Perusahaan untuk menyatakan opini atas laporan keuangan. Kami bertanggung jawab atas arahan,
    supervisi, dan pelaksanaan audit Perusahaan. Kami tetap bertanggung jawab sepenuhnya atas opini audit
    kami.

Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain, ruang
lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit signifikan, termasuk setiap defisiensi signifikan
dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit.

Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bahwa kami
telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan mengomunikasikan seluruh
hubungan, serta hal-hal lain yang dianggap secara wajar berpengaruh terhadap independensi kami, dan, jika
relevan, pengamanan terkait.

Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami menentukan hal-
hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan periode kini dan oleh karenanya menjadi
hal audit utama. Kami menguraikan hal audit utama dalam laporan auditor kami, kecuali peraturan perundang-
undangan melarang pengungkapan publik tentang hal tersebut atau ketika, dalam kondisi yang sangat jarang
terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal tidak boleh dikomunikasikan dalam laporan kami karena konsekuensi
merugikan dari mengomunikasikan hal tersebut akan diekspektasikan secara wajar melebihi manfaat
kepentingan publik atas komunikasi tersebut.


KANTOR AKUNTAN PUBLIK
HELIANTONO & REKAN




Andiek Nugroho., SE., Ak., MAk., CA., CPA
Registrasi Akuntan Publik No. AP. 1664

Jakarta, 26 Maret 2026
Page 8
                                   PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                      LAPORAN POSISI KEUANGAN
                                       31 Desember 2025 dan 2024
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                 Catatan                2025             2024

ASET

ASET LANCAR
Kas dan bank                                     2,4,27,28              267.606.401      517.067.106
Piutang usaha                                    2,5,27,28              492.047.350      777.186.122
Piutang lain-lain                                2,6,27,28
  Pihak berelasi                                     25                 543.621.248     1.176.928.572
  Pihak ketiga                                                                    -        46.359.961
Persediaan                                         2,7                  582.618.400       674.602.409
Pajak dibayar dimuka                              2,14a                  14.538.439        19.861.936
Beban dibayar di muka                              2,8                            -       166.666.670

Total Aset Lancar                                                     1.900.431.838     3.378.672.776

ASET TIDAK LANCAR
Persediaan                                          2,7                 955.671.238     1.006.630.387
Aset tetap                                          2,9              56.002.964.213    81.766.465.209
Aset Hak - Guna                                    2,10                 345.000.000       360.000.000
Investasi saham                                    2,11              20.510.000.000                 -

Total Aset Tidak Lancar                                              77.813.635.451    83.133.095.596

TOTAL ASET                                                           79.714.067.289    86.511.768.372




                        Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
                         tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                     1
Page 9
                                  PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                               LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
                                      31 Desember 2025 dan 2024
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                Catatan              2025                2024

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang lain-lain - pihak ketiga                  12,27,28           2.430.362.422       1.713.368.861
Beban akrual                                    13,27,28             436.046.843         306.435.229
Utang pajak                                      2,14b               167.356.974       1.017.389.259
Utang bank                                         15             22.408.033.629      23.898.476.747

Total Liabilitas Jangka Pendek                                    25.441.799.868      26.935.670.096

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pascakerja                      16                362.486.866         245.782.000

Total Liabilitas Jangka Panjang                                      362.486.866         245.782.000

TOTAL LIABILITAS                                                  25.804.286.734      27.181.452.096

EKUITAS

Modal dasar - 1.875.000.000 saham
 dengan nilai nominal Rp80 per saham
Modal ditempatkan dan disetor -
 896.709.596 saham                                 17              71.736.767.680      71.736.767.680
Tambahan modal disetor                             18               6.711.738.981       6.711.738.981
Penghasilan komprehensif lain                                         (34.855.422 )        38.520.038
Akumulasi rugi                                                    (24.503.870.684 )   (19.156.710.423 )

TOTAL EKUITAS                                                     53.909.780.555      59.330.316.276

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                      79.714.067.289      86.511.768.372




                      Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
                       tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                   2
Page 10
                                PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                   LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
                             Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal
                                    31 Desember 2025 dan 2024
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                 Catatan                2025                2024

PENDAPATAN USAHA                                   2,19              12.700.881.657      14.534.752.332

BEBAN POKOK PENDAPATAN                             2,20             (10.362.089.843 )    (10.966.518.713 )

LABA BRUTO                                                            2.338.791.814       3.568.233.619

Beban umum dan administrasi                        2,21               (1.849.567.301 )    (1.829.680.008 )
Pendapatan (beban) lain-lain - neto                2,22               (3.425.602.739 )        87.600.038

LABA USAHA                                                            (2.936.378.226 )    1.826.153.649

Penghasilan keuangan                                                       1.471.554           3.395.974
Biaya keuangan                                                        (2.412.253.589 )    (2.444.857.768 )

RUGI SEBELUM
 PAJAK PENGHASILAN                                                    (5.347.160.261 )      (615.308.145 )
Beban pajak penghasilan                              2                              -                   -

RUGI TAHUN BERJALAN                                                   (5.347.160.261 )      (615.308.145 )

RUGI KOMPREHENSIF LAIN                              16                   (73.375.460 )        (4.724.614 )

RUGI KOMPREHENSIF
 TAHUN BERJALAN                                                       (5.420.535.721 )      (620.032.759 )

RUGI NETO PER SAHAM                                 24                         (5,96 )             (0,69 )




                        Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
                         tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                     3
Page 11
                                    PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                     LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
                                 Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal
                                        31 Desember 2025 dan 2024
                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                               Tambahan Modal         Penghasilan
                            Modal Saham           Disetor           komprehensif lain      Akumulasi Rugi        Total Ekuitas

Saldo 1 Januari 2024          71.736.767.680        6.711.738.981          43.244.652        (18.541.402.278 )    59.950.349.035

Rugi tahun berjalan                        -                    -                     -         (615.308.145 )      (615.308.145 )

Rugi komprehensif lain                     -                    -           (4.724.614 )                    -          (4.724.614 )

Saldo 31 Desember 2024        71.736.767.680        6.711.738.981          38.520.038        (19.156.710.423 )    59.330.316.276

Rugi tahun berjalan                        -                    -                     -       (5.347.160.261 )     (5.347.160.261 )

Rugi komprehensif lain                     -                    -         (73.375.460 )                     -         (73.375.460 )

Saldo 31 Desember 2025        71.736.767.680        6.711.738.981         (34.855.422 )      (24.503.870.684 )    53.909.780.555




                         Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
                          tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                      4
Page 12
                                  PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                         LAPORAN ARUS KAS
               Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                        Catatan            2025             2024

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan                              19           12.986.020.429     14.526.436.364
Pembayaran kas kepada karyawan                          13,20,21        (3.444.545.753 )   (2.962.387.023 )
Pembayaran kas kepada pemasok                           8,12,20         (4.084.807.712 )   (5.194.693.811 )
Penerimaan penghasilan keuangan                                              1.471.554          3.395.974
Pembayaran beban keuangan                                  23           (2.412.253.589 )   (2.444.857.768 )
Pembayaran beban operasional lainnya                                    (3.116.851.351 )   (2.250.298.987 )

Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
 Aktivitas Operasi                                                         (70.966.422 )    1.677.594.749

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                                       9              (178.494.283 )     (189.014.768 )

Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Operasi                                (178.494.283 )     (189.014.768 )

ARUS KAS DARI
  AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang lain-lain dari pihak berelasi             27                         -    (1.511.029.472 )

Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
 Aktivitas Pendanaan                                                                  -    (1.511.029.472 )

PENURUNAN NETO KAS DAN BANK                                               (249.460.705 )      (22.449.491 )

KAS DAN BANK PADA AWAL TAHUN                               4               517.067.106       539.516.597

KAS DAN BANK PADA AKHIR TAHUN                              4               267.606.401       517.067.106




                          Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
                           tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                       5
Page 13
                                  PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                           Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                      31 Desember 2025 dan 2024
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM

  Pendirian Perusahaan dan Kegiatan Bisnis Perusahaan

  PT Planet Properindo Jaya Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Bandung berdasarkan akta No. 1 tanggal 7 Juni
  2003 dibuat di hadapan Lili Sugianto, S.H. Notaris di Bandung. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri
  Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C-22912
  HT.01.01.TH.2003. Tahun 2003, tanggal 26 September 2003. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami
  beberapa kali perubahan, terakhir Akta No. 05 tanggal 31 Mei 2024dari Rahayu Ningsih, S.H., Notaris di
  Jakarta, yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan
  Surat Keputusan No. AHU-0108094.AH.01.11.TAHUN.2024 tanggal 03 Juni 2024.

  Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan didirikannya Perusahaan adalah
  berusaha di bidang perhotelan. Ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan meliputi bidang penyediaan
  kamar tempat menginap, penyediaan tempat dan pelayanan makan dan minum, pelayanan pencucian/binatu,
  penyediaan fasilitas akomodasi dan pelayanan lain yang diperlukan bagi penyelenggaraan kegiatan usaha
  hotel.

  Perusahaan adalah pemilik Hotel Vue Palace, Artotel Curated yang berdomisili di Bandung dengan kantor
  beralamat di Jl. Otto Iskandar Dinata No. 3 Babakan Ciamis Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa
  Barat.

  Pada saat ini kegiatan utama Perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang perhotelan yaitu
  mengelola dan menyewakan Hotel Vue Palace, Artotel Curated di Bandung.

  Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha PT Wahana Tata Bangun, dengan PT Sosial Integrasi
  Internasional sebagai pemegang saham utama dan Tn. Antonyo Hartono Tanujaya sebagai pengendali
  terakhir.

  Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Perusahaan masing-masing memiliki 6 karyawan tetap.

  Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan

  Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai
  berikut:

  Komisaris
  Komisaris Utama        : Seto Andry Wibowo
  Komisaris              : Hannar Yogia

  Direksi
  Direktur Utama         : Antonyo Hartono Tanujaya
  Direktur               : Emilia Marlina Kiuk

  Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

  Komite Audit
  Ketua Komite Audit   : Hannar Yogia
  Anggota Komite Audit : Asen Julianto
  Anggota Komite Audit : Defi Desmiati




                                                      6
Page 14
                                    PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                             Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                        31 Desember 2025 dan 2024
                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM (lanjutan)

     Penawaran Umum Saham Perusahaan

     Pada tanggal 31 Agustus 2020, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif No S-238/D.04/2020 dari
     Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat sebanyak
     267.856.800 saham atau sebanyak 30% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai
     nominal Rp80 setiap saham dengan harga penawaran Rp112 setiap saham disertai dengan penerbitan
     Waran Seri I sebanyak 212.053.300 yang diberikan secara cuma-cuma dengan nilai nominal Rp80 per saham
     dengan harga pelaksanaan Rp130 per saham. Selisih lebih antara harga penawaran per saham dengan nilai
     nominal per saham dicatat sebagai “Tambahan Modal Disetor” setelah dikurangi biaya emisi saham, yang
     disajikan pada bagian ekuitas pada laporan posisi keuangan. Masa pelaksanaan waran yaitu mulai tanggal
     15 Maret 2021 sampai dengan 15 September 2023. Setiap pemegang 1 (satu) saham baru Perusahaan
     berhak membeli 1 (satu) waran. Bila waran tidak dilaksanakan sampai masa berlakunya habis, maka waran
     tersebut menjadi kedaluwarsa.

     Pada tanggal 31 Desember 2025 seluruh saham Perusahaan sejumlah 896.709.596 saham telah tercatat
     pada Bursa Efek Indonesia.

     Penerbitan Laporan Keuangan

     Laporan keuangan ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan, selaku pihak yang
     bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan, pada tanggal 26 Maret 2026.


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN

     Kebijakan akuntansi diterapkan secara konsisten dalam penyajian laporan keuangan kecuali bagi penerapan
     beberapa SAK yang telah direvisi dan berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2025, yaitu sebagai berikut:

     a.   Pernyataan Kepatuhan

          Laporan keuangan Perusahaan disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
          Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
          Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan
          Indonesia (DSAK-IAI), dan peraturan pasar modal antara lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan
          Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang Penyajian
          dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.

     b.   Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

          Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual, kecuali
          laporan arus kas yang menggunakan dasar kas.

          Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan (historical
          cost), kecuali untuk beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana yang
          diungkapkan pada kebijakan akuntansi dalam masing-masing akun tersebut.

          Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan
          mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

          Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsisten dengan yang
          digunakan dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
          2025, kecuali untuk penerapan amendemen PSAK yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2025
          seperti yang diungkapkan dalam Catatan ini.



                                                      7
Page 15
                                     PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                              Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                         31 Desember 2025 dan 2024
                              (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

     b.   Dasar Penyusunan Laporan Keuangan (lanjutan)

          Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah (“Rp”) yang juga
          merupakan mata uang fungsional Perusahaan.

     c.   Penerapan PSAK yang Baru dan Direvisi

          Perusahaan telah menerapkan menerapkan PSAK yang baru dan revisi, yang berlaku efektif tanggal
          1 Januari 2025:

          •   Amendemen PSAK 221 (sebelumnya PSAK 10): Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing -
              Kekurangan Ketertukaran
          •   PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74): Kontrak Asuransi
          •   Amendemen PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74 Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK
              117 (sebelumnya PSAK 74) dan PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71) - Informasi Komparatif

          Penerapan standar yang baru dan revisi tersebut tidak mengakibatkan perubahan substansial terhadap
          kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan
          untuk tahun berjalan.

     d.   Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

          Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah (“Rp”), yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.

          Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku
          pada tanggal transaksi.

          Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan
          dengan kurs yang berlaku saat itu. Pos non-moneter dalam mata uang asing yang diukur berdasarkan
          nilai historis tidak dijabarkan kembali. Selisih kurs yang timbul atas penyelesaian pos-pos moneter dan
          penjabaran kembali pos-pos moneter diakui pada laba rugi.

     e.   Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

          Sesuai dengan PSAK 224 (sebelumnya PSAK 7), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, suatu pihak
          dianggap berelasi jika salah satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara
          kepemilikan, secara langsung atau tidak langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara
          partisipasi dalam kebijakan keuangan dan operasional) atas pihak lain dalam mengambil keputusan
          keuangan dan operasional.

          Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 25 atas laporan
          keuangan.

     f.   Instrumen Keuangan

          Aset Keuangan

          Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal. Klasifikasi dan
          pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual - apakah
          semata dari pembayaran pokok dan bunga.




                                                        8
Page 16
                                       PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                           31 Desember 2025 dan 2024
                                (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

     f.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          Aset Keuangan (lanjutan)

          Aset keuangan diklasifikasikan dalam kategori berikut:
          • Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi.; dan
          • Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
             komprehensif lain.

          Aset keuangan Perusahaan meliputi kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset keuangan
          lainnya. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika
          tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

          Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

          (i)   Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi

                Perusahaan mengukur aset keuangan pada biaya diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
                (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas
                kontraktual; dan (2) persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal yang
                ditentukan untuk arus kas yang semata-mata pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok
                yang belum dibayar.

                Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan
                metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah dikurangi dengan penurunan
                nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi
                atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR
                dicatat dalam laba rugi. Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laba rugi.

                Kelompok aset keuangan ini meliputi kas dan bank, piutang usaha dan piutang lain-lain.

          (ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI

                Instrumen utang

                Perusahaan mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui OCI jika kedua kondisi berikut
                terpenuhi: (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan
                arus kas kontraktual dan penjualan; dan (2) persyaratan kontraktual dari aset keuangan
                menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang semata-mata pembayaran pokok
                dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.

                Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, pendapatan bunga, revaluasi
                selisih kurs, dan kerugian atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laba rugi dan dihitung
                dengan cara yang sama seperti aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
                Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui dalam OCI. Setelah penghentian pengakuan, perubahan
                nilai wajar kumulatif yang diakui di OCI didaur ulang menjadi laba rugi. Perusahaan tidak memiliki
                instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
                OCI.

                Perusahaan tidak memiliki instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang
                diukur pada OCI.




                                                         9
Page 17
                                     PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                              Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                         31 Desember 2025 dan 2024
                              (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

     f.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          Aset Keuangan (lanjutan)

          (ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI (lanjutan)

              Instrumen ekuitas

              Setelah pengakuan awal, Perusahaan dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitasnya
              secara tidak dapat dibatalkan sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui
              OCI jika definisi ekuitas sesuai PSAK 232 (sebelumnya PSAK 50): Instrumen Keuangan: Penyajian
              dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per
              instrumen.
              Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi keuntungan
              atau kerugian. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak
              pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Perusahaan memperoleh keuntungan dari hasil tersebut
              sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut
              adalah dicatat dalam OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak
              tunduk pada penilaian penurunan nilai.
          (iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
              Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk
              diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui
              laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai wajar. Aset keuangan diklasifikasikan
              sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali
              dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan
              sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang
              efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata pembayaran pokok dan bunga
              diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, terlepas dari model bisnisnya. Terlepas
              dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi
              atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan pada
              nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika hal tersebut menghilangkan, atau secara
              signifikan mengurangi, ketidak sesuaian akuntansi.

              Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi selanjutnya disajikan dalam laporan
              posisi keuangan sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi.

              Perusahaan memiliki aset keuangan lainnya, yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang
              diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

              Aset keuangan (atau mana yang lebih tepat, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok
              aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya pada saat: (1) hak untuk menerima arus kas yang
              berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau (2) Perusahaan telah mengalihkan hak mereka untuk
              menerima arus kas yang berasal dari aset atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang
              diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga dalam perjanjian “pass-
              through”; dan baik (a) Perusahaan telah secara substansial, mengalihkan seluruh risiko dan
              manfaat dari aset, atau (b) Perusahaan secara substansial tidak mengalihkan atau tidak memiliki
              seluruh risiko dan manfaat suatu aset, namun telah mengalihkan kendali atas aset tersebut.

          Liabilitas Keuangan

          Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71) diklasifikasikan sebagai berikut:

          •   Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
          •   Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.

                                                         10
Page 18
                                       PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                           31 Desember 2025 dan 2024
                                (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

     f.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          Liabilitas Keuangan (lanjutan)

          Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.

          Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan dalam hal pinjaman dan utang,
          termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

          Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.

          Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang,
          termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

          Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Perusahaan hanya memiliki liabilitas keuangan
          diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Liabilitas keuangan
          Perusahaan meliputi utang lain-lain, deposit tamu, beban akrual, dan utang bank. Liabilitas keuangan
          diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas
          jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.

          Pengukuran liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

          i)    Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi

                Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang
                dikenakan bunga) selanjutnya diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk
                di dalam biaya keuangan dalam laba rugi.

          ii)   Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

                Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi termasuk liabilitas
                keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan
                awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

                Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok untuk diperdagangkan jika mereka diperoleh
                untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini termasuk instrumen
                keuangan derivatif yang diambil Perusahaan yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai
                dalam hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71).
                Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali
                mereka ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif.

                Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laporan
                laba rugi.

          Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan atau
          kedaluwarsa.

          Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi
          pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
          substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut
          diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan selisih
          antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laba rugi.




                                                          11
Page 19
                                      PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                               Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                          31 Desember 2025 dan 2024
                               (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

     f.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai

          Metode pengakuan keuntungan atau kerugian yang timbul tergantung dari apakah derivatif tersebut
          dimaksudkan sebagai instrumen lindung nilai, dan jika demikian, sifat dari item yang dilindung nilai.

          Untuk derivatif yang dikategorikan sebagai lindung nilai arus kas, pada awal transaksi, Perusahaan
          mendokumentasikan hubungan antara instrumen lindung nilai dengan item yang dilindung nilai, beserta
          tujuan manajemen risiko dan strategi pelaksanaan transaksi lindung nilai. Perusahaan juga
          mendokumentasikan penilaiannya, pada saat dimulainya lindung nilai dan secara berkesinambungan,
          apakah derivatif yang digunakan dalam transaksi lindung nilai sangat efektif dalam menghapus dampak
          perubahan nilai wajar atas arus kas yang dilindung nilai.

          Nilai wajar penuh derivatif lindung nilai diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar atau liabilitas jangka
          panjang jika jatuh tempo yang tersisa untuk pokok yang dilindung nilai melebihi 12 bulan, dan sebagai
          aset lancar atau liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.

          Perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan dan memenuhi kriteria lindung nilai atas arus kas untuk
          tujuan akuntansi, bagian efektifnya, diakui di penghasilan komprehensif lain di dalam "cadangan lindung
          nilai arus kas". Ketika instrumen derivatif tersebut kadaluarsa atau tidak lagi memenuhi kriteria lindung
          nilai untuk tujuan akuntansi, maka keuntungan atau kerugian kumulatif di penghasilan komprehensif lain
          diakui pada laporan laba rugi.

          Perubahan nilai wajar derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai untuk tujuan akuntansi diakui
          langsung pada laporan laba rugi di dalam "(Kerugian) keuntungan perubahan nilai wajar derivatif -
          bersih".

          Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan

          Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
          keuangan jika, dan hanya jika, Perusahaan saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
          melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara
          neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

          Penurunan Nilai Aset Keuangan

          Perusahaan menerapkan model kerugian kredit ekspektasian ("ECL") untuk pengukuran dan
          pengakuan kerugian penurunan nilai. Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko
          kredit dari instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika
          melakukan penilaian, Perusahaan menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi
          sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah ECL. Dalam melakukan
          penilaian, Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan
          pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat
          pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa
          biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan
          perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak
          pengakuan awal.

          Perusahaan menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur ECL tersebut terhadap piutang
          usaha dan lain-lain tanpa komponen pendanaan yang signifikan.




                                                         12
Page 20
                                      PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                               Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                          31 Desember 2025 dan 2024
                               (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

     g.   Penentuan Nilai Wajar

          Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
          untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar di pasar utama (atau
          pasar yang paling menguntungkan) pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini (yaitu harga
          keluar) terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi dengan
          menggunakan teknik penilaian lain pada tanggal pengukuran.

          Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
          terjadi:
          (a) di pasar utama (principal market) untuk aset atau liabilitas tersebut; atau
          (b) jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan (most advantageous market)
               untuk aset atau liabilitas tersebut.

          Perusahaan mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan digunakan
          pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar
          bertindak dalam kepentingan ekonomis terbaiknya.

          Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
          menghasilkan manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
          terbaiknya (highest and best use) atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
          menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

          Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang
          memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat
          diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

          Hierarki nilai wajar dikategorikan dalam 3 (tiga) level input untuk teknik penilaian yang digunakan dalam
          pengukuran nilai wajar, sebagai berikut:

          (a) Input Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
              identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
          (b) Input Level 2 - input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi
              untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
          (c) Input Level 3 - input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.

          Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan menentukan
          apakah terjadi transfer antara Level di dalam hirarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan
          input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.

          Perusahaan menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko aset
          dan liabilitas, dan level hirarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar tersebut dikategorikan.

          Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
          untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
          pengukuran.

          Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
          terjadi di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan di
          mana Perusahaan memiliki akses pada tanggal tersebut.

          Jika tersedia, Perusahaan mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga
          kuotasian di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Jika harga kuotasian tidak tersedia di pasar aktif,
          Perusahaan menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan input yang dapat
          diobservasi dan relevan serta meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.


                                                        13
Page 21
                                     PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                              Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                         31 Desember 2025 dan 2024
                              (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

     g.   Penentuan Nilai Wajar (lanjutan)

          Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-
          pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm’s length market transactions), penggunaan nilai
          wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama, analisa arus kas yang didiskonto, atau model
          penilaian lain.

     h.   Kas dan Bank

          Kas dan bank terdiri dari kas dan bank yang tidak dipergunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi
          penggunaannya.

     i.   Dana Cadangan Untuk Penggantian Perabotan dan Perlengkapan Hotel

          Pemasukan yang diperoleh dari hasil pengelolaan hotel harus diambil sebagian terlebih dahulu untuk
          dimasukkan sebagai Dana Cadangan yang diperlukan untuk penggantian, penambahan perabotan dan
          semua perlengkapan yang tidak dapat digunakan lagi dalam pengelolaan hotel.

          Besar Dana Cadangan tersebut adalah sebagai berikut:
          a.   Tahun buku pertama sebesar 1% dari Pendapatan Total (Total Revenue).
          b.   Tahun buku kedua sebesar 1,5% dari Pendapatan Total (Total Revenue).
          c.   Tahun buku ketiga dan seterusnya sebesar 3% dari Pendapatan Total (Total Revenue).

          Dana Cadangan yang tidak digunakan dalam tahun-tahun yang bersangkutan dapat digunakan pada
          tahun-tahun berikutnya.

          Sampai dengan 31 Desember 2025 belum dibentuk dana cadangan untuk penggantian perabotan dan
          perlengkapan hotel.

     j.   Persediaan Hotel

          Persediaan hotel merupakan makanan dan minuman, perlengkapan hotel lainnya, peralatan operasional
          dan barang dagangan yang dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana
          yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang (weighted average
          method). Nilai realisasi bersih merupakan estimasi harga jual dari persediaan dikurangi seluruh biaya
          penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.

     k.   Beban Dibayar di Muka

          Beban dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaat masing-masing biaya yang bersangkutan
          dengan menggunakan metode garis lurus.

     I.   Investasi Saham

          Entitas asosiasi adalah seluruh entitas dimana Perusahaan memiliki pengaruh signifikan namun bukan
          pengendalian, biasanya melalui kepemilikan hak suara antara 20% dan 50%.
          Investasi entitas asosiasi dicatat dengan metode ekuitas. Sesuai metode ekuitas, investasi entitas
          asosiasi pada awalnya dicatat pada biaya dan nilai tercatat akan meningkat atau menurun untuk
          mengakui bagian investor atas laba rugi. Di dalam investasi Perusahaan atas entitas asosiasi termasuk
          goodwill yang diidentifikasi ketika akuisisi sejak tanggal perolehan.




                                                       14
Page 22
                                      PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                               Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                          31 Desember 2025 dan 2024
                               (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

     I.   Investasi Saham (lanjutan)

          Jika kepemilikan kepentingan pada entitas asosiasi berkurang, namun tetap memiliki pengaruh signifikan,
          hanya suatu bagian proporsional atas jumlah yang telah diakui sebelumnya pada penghasilan
          komprehensif lainnya yang direklasifikasi ke laba rugi.

          Bagian Perusahaan atas laba atau rugi entitas asosiasi pasca akuisisi diakui dalam laba rugi dan bagian
          atas mutasi penghasilan komprehensif lainnya pasca akuisisi diakui di dalam penghasilan komprehensif
          lainnya dan diikuti dengan penyesuaian pada jumlah tercatat investasi.

          Dividen yang akan diterima dari entitas asosiasi diakui sebagai pengurang jumlah tercatat investasi. Jika
          bagian Perusahaan atas kerugian entitas asosiasi sama dengan atau melebihi kepentingannya pada
          entitas asosiasi, termasuk piutang tanpa agunan, Perusahaan menghentikan pengakuan bagian
          kerugiannya, kecuali Perusahaan memiliki kewajiban atau melakukan pembayaran atas nama entitas
          asosiasi. Laba atau rugi yang belum direalisasi sebagai hasil dari transaksi transaksi antara Perusahaan
          dengan entitas asosiasi di eliminasi sesuai dengan jumlah kepentingan Perusahaan dalam entitas
          asosiasi. Kebijakan akuntansi entitas asosiasi, disesuaikan jika diperlukan, untuk menjamin konsistensi
          kebijakan akuntansi dengan yang digunakan oleh Perusahaan.


     m. Aset Tetap

          Aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset terdiri dari harga
          pembelian dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi
          dan kondisi yang diinginkan supaya aset siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen. Setelah
          pengakuan awal, aset tetap, kecuali tanah, diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
          penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan
          tidak disusutkan.

          Sesuai dengan ISAK 36, Perusahaan menganalisa fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak
          atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”)
          dalam menentukan akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat
          merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak
          atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada Perusahaan,
          melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Perusahaan menerapkan perlakuan
          akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 116 (sebelumnya PSAK 73),
          “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Perusahaan
          menerapkan PSAK 216 (sebelumnya PSAK 16) “Aset tetap”.

          Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang
          terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di masa depan
          berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya tersebut dapat diukur secara
          andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan pengakuannya pada tahun dimana pada saat
          penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan
          laba rugi.

          Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan jumlah tersusutkan
          selama estimasi manfaat aset tetap sebagai berikut:

                                                                                                      Tahun
          Bangunan dan Prasarana                                                                        40
          Mebel dan Perlatan                                                                           4-8




                                                         15
Page 23
                                     PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                              Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                         31 Desember 2025 dan 2024
                              (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

     m. Aset Tetap (lanjutan)

          Nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap ditelaah setiap akhir tahun keuangan
          atas pengaruh dari setiap perubahan estimasi akuntansi yang berlaku prospektif.

          Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan
          yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
          penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai selisih antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah
          tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada tahun
          aset tersebut dihentikan pengakuannya.


     n.   Sewa

          Perusahaan sebagai Penyewa

          Pada insepsi kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak adalah, atau mengandung, sewa. Suatu
          kontrak adalah atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan
          penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.

          Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang
          identifikasian, Perusahaan menilai apakah:
          -   Perusahaan memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat ekonomik dari
              penggunaan aset identifikasian selama periode penggunaan; dan
          -   Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Perusahaan memiliki
              hak ini ketika Perusahaan memiliki hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk
              mengubah cara dan tujuan penggunaan aset telah ditentukan sebelumnya:
              1.   Perusahaan memiliki hak untuk mengoperasikan aset identifikasian;
              2.   Perusahaan telah mendesain aset identifikasian dengan cara yang telah ditentukan
                   sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset itu akan digunakan.

          Pada insepsi atau penilaian kembali kontrak yang berisi komponen sewa, Perusahaan mengalokasikan
          imbalan dalam kontrak untuk setiap komponen sewa atas dasar harga tersendiri relatif dan harga
          tersendiri agregat dari komponen nonsewa. Akan tetapi, untuk sewa perbaikan di mana Perusahaan
          adalah penyewa, Perusahaan telah memilih untuk tidak memisahkan komponen nonsewa dan mencatat
          komponen sewa dan nonsewa sebagai komponen sewa tunggal.

          Pada saat permulaan sewa, penyewa mengakui aset hak-guna. Aset hak guna awalnya diukur pada
          harga perolehan, yang terdiri dari jumlah awal yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang
          dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah biaya langsung awal yang timbul dan
          estimasi biaya untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau merestorasi aset pendasar ke
          kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa, dikurangi insentif sewa yang diterima.

          Setelah tanggal permulaan, Perusahaan mengukur aset hak guna dengan menggunakan model biaya
          yang berkaitan aset tetap sesuai PSAK 216 (sebelumnya PSAK 16).

          Berdasarkan model biaya, aset hak guna diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
          dan akumulasi penurunan nilai. Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Perusahaan
          pada akhir masa sewa atau jika biaya perolehan aset hak guna mencerminkan bahwa penyewa akan
          mengeksekusi opsi beli, Perusahaan mendepresiasi hak guna sejak tanggal permulaan hingga akhir
          umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, Perusahaan mendepresiasi aset hak guna dari tanggal
          permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak guna atau akhir masa
          sewa.

                                                       16
Page 24
                                      PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                               Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                          31 Desember 2025 dan 2024
                               (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

     n.   Sewa (lanjutan)

          Perusahaan sebagai Penyewa (lanjutan)

          Liabilitas sewa pada awalnya diukur pada nilai kini dari pembayaran sewa yang terutang selama masa
          sewa, didiskontokan pada suku bunga implisit dalam sewa jika hal itu dapat segera ditentukan. Jika suku
          bunga implisit tersebut tidak dapat segera ditentukan, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman
          inkremental.

          Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri dari:
          •   Pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara-substansi dikurangi piutang insentif sewa;
          •   Pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga, awalnya diukur
              menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
          •   Jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh Perusahaan dalam jaminan nilai residual;
          •   Harga eksekusi opsi beli yang cukup pasti Perusahaan akan mengeksekusi; dan
          •   Pembayaran penalti untuk penghentian sewa lebih awal kecuali Perusahaan cukup pasti untuk tidak
              menghentikan kontrak lebih awal.

          Liabilitas sewa selanjutnya diukur kembali untuk mencerminkan perubahan dalam:

          •   Masa sewa (menggunakan tingkat diskonto yang direvisi);
          •   Penilaian opsi beli (menggunakan tingkat diskonto yang direvisi);
          •   Jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan dalam jaminan nilai residual (menggunakan tingkat
              diskonto yang tidak berubah); atau
          •   Pembayaran sewa masa depan sebagai akibat dari perubahan indeks atau suku bunga yang
              digunakan untuk menentukan pembayaran tersebut (menggunakan tingkat diskonto yang tidak
              berubah).

          Sewa jangka pendek

          Perusahaan memutuskan untuk tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka
          pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Perusahaan mengakui pembayaran sewa atas
          sewa tersebut sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

     o.   Liabilitas Imbalan Kerja

          Perusahaan menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya sesuai dengan Peraturan
          Pemerintah (“PP”) No. 35 tahun 2021 untuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 (Undang-Undang
          Cipta Kerja) yang diundangkan pada November 2020, sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang
          Republik Indonesia No. 6 tahun 2023 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor
          2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Program imbalan pasti ini tidak didanai.

          Liabilitas neto Perusahaan atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan pascakerja
          pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan liabilitas
          imbalan pascakerja dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dalam perhitungan
          aktuaria yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan.

          Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial,
          b) imbal hasil atas aset program, tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan dampak batas atas
          aset, tidak termasuk bunga, diakui di penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran
          kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.




                                                         17
Page 25
                                      PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                               Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                          31 Desember 2025 dan 2024
                               (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

     o.   Liabilitas Imbalan Kerja (lanjutan)

          Ketika program imbalan berubah atau terdapat kurtailmen atas program, bagian imbalan yang berubah
          terkait biaya jasa lalu, atau keuntungan atau kerugian kurtailmen, diakui di laba rugi pada saat terdapat
          perubahan atau kurtailmen atas program.

          Perusahaan menentukan (penghasilan) beban bunga neto atas (aset) liabilitas imbalan pascakerja neto
          dengan menerapkan tingkat bunga diskonto pada awal periode pelaporan tahunan untuk mengukur
          liabilitas imbalan pascakerja selama periode berjalan.

          Perusahaan mengakui keuntungan dan kerugian atas penyelesaian liabilitas imbalan pascakerja pada
          saat penyelesaian terjadi. keuntungan atau kerugian atas penyelesaian merupakan selisih antara nilai
          kini liabilitas imbalan pascakerja yang ditetapkan pada tanggal penyelesaian dengan harga
          penyelesaian, termasuk setiap aset program yang dialihkan dan setiap pembayaran yang dilakukan
          secara langsung oleh Perusahaan sehubungan dengan penyelesaian tersebut.

          Perusahaan mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap
          keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di laba rugi
          pada saat terjadinya.

     p.   Pengakuan Pendapatan dan Beban


          Perusahaan mengakui pendapatan sesuai dengan ketentuan PSAK 115 (sebelumnya PSAK 72),
          Perusahaan mengakui pendapatan pada saat dan sejauh pengalihan barang atau jasa kepada
          pelanggan akan mencerminkan jumlah yang diharapkan akan diterima Perusahaan dalam pertukaran
          untuk barang atau jasa tersebut. Dalam menerapkan Standar ini, Perusahaan mempertimbangkan
          syarat-syarat kontrak dan semua fakta dan keadaan yang relevan. Pendapatan diakui menggunakan
          penilaian 5 langkah:

          1. Identifikasi Kontrak dengan Pelanggan

             Kontrak adalah kesepakatan antara dua pihak atau lebih yang menciptakan hak dan kewajiban yang
             dapat dipaksakan.

          2. Identifikasi Kewajiban Pelaksanan dalam Kontrak

             Kewajiban pelaksanaan adalah janji kepada pelanggan untuk mengalihkan barang atau jasa (atau
             sekumpulan barang atau jasa) yang bersifat dapat dibedakan; atau serangkaian barang atau jasa
             bersifat dapat dibedakan yang secara substansial sama dan memiliki pola pengalihan yang sama
             kepada pelanggan. Bersifat dapat dibedakan artinya dapat dipisahkan, atau dapat diidentifikasi
             secara terpisah.

          3. Penetapan Harga Transaksi

             Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diperkirakan menjadi hak Grup dalam pertukaran untuk
             mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan, tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama
             pihak ketiga (misalnya, pajak pertambahan nilai). Jika imbalan yang dijanjikan dalam kontrak
             mencakup jumlah variabel, Grup mengestimasi jumlah imbalan yang diharapkan menjadi haknya
             dalam pertukaran untuk mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dikurangi
             estimasi jumlah variabel yang akan dibayar selama kontrak.




                                                        18
Page 26
                                       PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                           31 Desember 2025 dan 2024
                                (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

     p.   Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)

          4. Alokasi Harga Transaksi untuk Kewajiban Pelaksanaan

               Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual berdiri
               sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak
               dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif perlu diestimasi.

          5. Pengakuan Pendapatan ketika Kewajiban Pelaksanan Dipenuhi

               Pendapatan dari penjualan diakui sebagai representasi penyerahan barang atau jasa dengan jumlah
               yang secara tepat mewakili kewajiban yang dilakukan dan hak untuk menerima imbalan sebagai
               imbalan atas barang dan/atau jasa tersebut. Pengakuan pendapatan tergantung pada apakah
               pengalihan diselesaikan sepanjang waktu atau pada waktu tertentu. Pengalihan kendali
               diperhitungkan.

          Untuk setiap kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, pendapatan diakui dengan
          mengukur kemajuan penyelesaian kewajiban pelaksanaan tersebut berdasarkan pengukuran kemajuan
          yang tepat baik “Metode Keluaran” atau “Metode Masukan”.

          Biaya Mendapatkan Kontrak

          Biaya inkremental untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan diakui sebagai aset jika Perusahaan
          mengharapkan untuk memulihkan biaya tersebut. Biaya inkremental tersebut adalah biaya yang timbul
          untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan yang tidak akan terjadi jika kontrak tersebut tidak
          berhasil diperoleh.

          Biaya Pemenuhan Kontrak

          Suatu aset diakui untuk biaya yang timbul untuk memenuhi kontrak hanya jika biaya tersebut memenuhi
          semua kriteria berikut:

          a)    biaya terkait langsung dengan kontrak atau kontrak yang diantisipasi yang secara spesifik dapat
                diidentifikasi oleh Perusahaan;
          b)    biaya menghasilkan atau meningkatkan sumber daya Perusahaan yang akan digunakan untuk
                memenuhi (atau terus memenuhi) kewajiban pelaksanaan di masa depan; dan
          c)    biaya diharapkan dapat dipulihkan.

          Aset yang dihasilkan akan diamortisasi secara sistematis selama periode kontrak. Ketika biaya yang
          timbul dalam memenuhi kontrak dengan pelanggan berada dalam lingkup Pernyataan lain, biaya
          tersebut diperhitungkan sesuai dengan Pernyataan lainnya.

          Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).

     q.   Pajak Penghasilan

          Beban pajak penghasilan terdiri dari jumlah beban pajak kini dan pajak tangguhan.

          Pajak diakui sebagai pendapatan atau beban dan termasuk dalam laba rugi untuk periode berjalan,
          kecuali pajak yang timbul dari transaksi atau kejadian yang diakui di luar laba rugi. Pajak terkait dengan
          pos yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain, diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan
          pajak terkait dengan pos yang diakui langsung di ekuitas, diakui langsung di ekuitas.



                                                          19
Page 27
                                     PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                              Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                         31 Desember 2025 dan 2024
                              (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

     q.   Pajak Penghasilan (lanjutan)

          Pajak tangguhan (lanjutan)

          Pajak kini

          Pajak terutang kini didasarkan pada laba kena pajak tahun berjalan. Laba kena pajak berbeda dari laba
          yang dilaporkan dalam masing-masing laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain perusahaan
          dalam Perusahaan karena tidak termasuk pos-pos dari pendapatan atau beban yang dapat dikenakan
          pajak atau dikurangkan di tahun-tahun lainnya dan selanjutnya tidak termasuk pos-pos yang tidak dapat
          dikenakan pajak atau dikurangkan dari pajak.

          Liabilitas pajak kini masing-masing perusahaan di dalam Perusahaan dihitung dengan menggunakan
          tarif pajak yang berlaku atau secara substansial berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan.

          Manajemen secara berkala mengevaluasi jumlah yang dilaporkan di dalam Surat Pemberitahuan
          Tahunan (“SPT”) terkait dengan keadaan dimana peraturan pajak yang berlaku memerlukan interpretasi
          dan, jika diperlukan, manajemen akan menghitung provisi atas jumlah yang mungkin timbul.

          Pajak tangguhan

          Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar
          pengenaan pajak aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya dalam laporan keuangan pada akhir periode
          pelaporan.

          Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang kena pajak.

          Nilai tercatat dari aset dan liabilitas pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan
          diturunkan ketika tidak lagi terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang
          memungkinkan semua atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi. Aset pajak
          tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap tanggal pelaporan dan diakui sepanjang
          kemungkinan besar laba kena pajak di masa depan akan memungkinkan aset pajak tangguhan untuk
          dipulihkan.

          Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan
          berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan
          peraturan pajak yang berlaku atau yang secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.

          Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara
          hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan
          tersebut terkait dengan Perusahaan kena pajak yang sama dan otoritas perpajakan yang sama.

     r.   Laba Per Saham

          Berdasarkan PSAK 233 (sebelumnya PSAK 56), “Laba per Saham”, laba per saham dasar dihitung
          dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata
          tertimbang dari saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan yang disesuaikan dengan jumlah
          saham biasa yang dibeli kembali.

          Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas
          induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan dengan dampak dari
          semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif.




                                                        20
Page 28
                                     PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                              Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                         31 Desember 2025 dan 2024
                              (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3.   ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING

     Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi

     Penyusunan laporan keuangan mengharuskan manajemen Perusahaan untuk membuat pertimbangan,
     estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas,
     dan pengungkapan atas liabilitas kontijensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai
     pertimbangan, estimasi dan asumsi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai
     tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.

     Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
     memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk
     periode berikutnya diungkapkan dibawah ini.

     Perusahaan mendasarkan estimasi dan asumsi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan
     disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan
     pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada
     saat terjadinya.

     Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan
     akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan
     keuangan:

     Menentukan Mata Uang Fungsional

     Mata uang fungsional adalah mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana Perusahaan beroperasi.
     Manajemen mempertimbangkan mata uang yang paling memengaruhi pendapatan dan harga pokok
     penjualan dan indikator lainnya dalam menentukan mata uang yang paling sesuai mewakili dampak ekonomi
     yang mendasari transaksi, peristiwa dan kondisi.

     Menentukan Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

     Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
     keuangan dengan mempertimbangkan definisi yang ditetapkan PSAK 71 dipenuhi. Dengan demikian, aset
     keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti
     diungkapkan pada Catatan 2f pada laporan keuangan.

     Menentukan Penilaian Model Bisnis

     Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil pengujian semata pembayaran pokok dan
     bunga (“SPPI”) atas jumlah pokok terutang dan model bisnis. Perusahaan menentukan model bisnis pada
     tingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama untuk mencapai tujuan
     bisnis tertentu.

     Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang relevan termasuk bagaimana
     kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset dan bagaimana
     pengelolaannya. Perusahaan memantau aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau
     nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain yang dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk
     memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut konsisten dengan tujuan bisnis dimana aset
     tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penilaian berkelanjutan Perusahaan tentang apakah model
     bisnis yang memiliki aset keuangan yang tersisa masih sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi
     perubahan model bisnis dan oleh karena itu terdapat perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset
     keuangan tersebut.




                                                       21
Page 29
                                     PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                              Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                         31 Desember 2025 dan 2024
                              (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3.   ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

     Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi (lanjutan)

     Menentukan Peningkatan Risiko Kredit yang Signifikan

     ECL diukur sebagai penyisihan yang setara dengan ECL 12-bulan (“12mECL”) untuk aset tahap 1, atau ECL
     sepanjang umur untuk aset tahap 2 atau tahap 3. Suatu aset bergerak ke tahap 2 ketika risiko kreditnya telah
     meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Dalam menilai apakah risiko kredit suatu aset telah
     meningkat secara signifikan, Perusahaan mempertimbangkan informasi berwawasan ke depan yang wajar
     dan dapat didukung secara kualitatif dan kuantitatif.

     Menentukan dan Menghitung Penyisihan Kerugian

     Ketika mengukur ECL, Perusahaan menggunakan informasi berwawasan ke depan yang wajar dan dapat
     didukung, yang didasarkan pada asumsi untuk pergerakan masa depan dari berbagai pendorong ekonomi
     dan bagaimana pendorong ini akan saling memengaruhi.

     Loss given default adalah estimasi kerugian yang timbul karena gagal bayar (default). Hal ini didasarkan
     pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo dan yang diharapkan akan diterima pemberi
     pinjaman, dengan mempertimbangkan arus kas dari agunan dan peningkatan kredit integral.

     Probabilitas default merupakan input utama dalam mengukur ECL. Default adalah estimasi kemungkinan
     default selama jangka waktu tertentu, yang penghitungannya mencakup data historis, asumsi, dan
     ekspektasi kondisi masa depan.

     Menentukan Apakah Suatu Pengaturan adalah atau Mengandung Sewa

     Penentuan apakah suatu pengaturan merupakan atau mengandung sewa memerlukan pertimbangan yang
     cermat untuk menilai apakah pengaturan tersebut memberikan hak untuk memperoleh secara substansial
     semua manfaat ekonomik dari penggunaan aset selama periode penggunaan dan hak untuk mengarahkan
     penggunaan aset, bahkan jika pengaturan tersebut hak tidak secara eksplisit ditentukan dalam pengaturan.

     Penentuan Opsi Masa Sewa

     Masa sewa merupakan komponen signifikan dalam pengukuran aset hak-guna dan liabilitas sewa.
     Pertimbangan dilakukan dalam menentukan apakah terdapat opsi untuk memperpanjang sewa atau membeli
     aset pendasar cukup pasti akan dieksekusi, atau opsi untuk mengakhiri sewa tidak akan dieksekusi, ketika
     memastikan periode yang akan disertakan dalam masa sewa. Dalam menentukan masa sewa, semua fakta
     dan keadaan yang menciptakan insentif ekonomik untuk menggunakan opsi perpanjangan, atau tidak untuk
     menggunakan opsi penghentian, dipertimbangkan pada tanggal insepsi sewa.

     Faktor-faktor yang dipertimbangkan dapat mencakup pentingnya aset untuk operasi Perusahaan;
     perbandingan syarat dan ketentuan dengan harga pasar yang berlaku; timbulnya penalti yang signifikan;
     adanya perbaikan hak penyewaan yang signifikan; dan biaya serta masalah gangguan untuk mengganti
     aset. Perusahaan menilai kembali apakah cukup pasti untuk mengeksekusi opsi perpanjangan, atau tidak
     mengeksekusi opsi penghentian, jika terdapat peristiwa signifikan atau perubahan keadaan yang signifikan.

     Menentukan Suku Bunga Pinjaman Inkremental

     Jika suku bunga implisit dalam sewa tidak dapat segera ditentukan, suku bunga pinjaman inkremental
     diestimasi untuk mendiskontokan pembayaran sewa di masa mendatang untuk mengukur nilai kini liabilitas
     sewa pada tanggal permulaaan sewa. Suku bunga tersebut didasarkan pada estimasi Perusahaan yang
     harus dibayarkan oleh Perusahaan kepada pihak ketiga untuk meminjam dana yang diperlukan untuk
     memperoleh aset dengan nilai yang sama dengan aset hak-guna, dengan persyaratan, keamanan, dan
     lingkungan ekonomi yang serupa.


                                                       22
Page 30
                                    PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                             Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                        31 Desember 2025 dan 2024
                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


3.   ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

     Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi (lanjutan)

     Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan

     Manajemen melakukan penilaian analisis umur persediaan pada setiap tanggal pelaporan dan membentuk
     penyisihan untuk persediaan usang dan persediaan yang memiliki perputaran yang lambat, dengan
     mempertimbangkan nilai realisasi neto dari persediaan berdasarkan pada harga jual dan kondisi pasar saat
     ini. Jumlah tercatat persediaan diungkapkan di dalam Catatan 7 atas laporan keuangan.

     Menentukan Metode Penyusutan dan Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap

     Perusahaan mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan utilisasi dari aset yang
     diharapkan dan didukung dengan rencana dan strategi usaha dan perilaku pasar.

     Estimasi dari masa manfaat aset tetap adalah berdasarkan penelaahan Perusahaan terhadap praktek
     industri, evaluasi teknis internal dan pengalaman untuk aset yang setara.

     Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
     manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai
     dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Perusahaan
     menjalankan bisnisnya. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 9 atas laporan keuangan.

     Menentukan Pajak Penghasilan

     Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
     transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan
     usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah
     akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.

     Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Perusahaan
     menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan
     yang harus diakui sesuai dengan PSAK 237 (sebelumnya PSAK 57) “Provisi, Liabilitas Kontijensi dan Aset
     Kontijensi” dan ISAK 34 “Ketidakpastian dalam Perlakuan Pajak Penghasilan”. Perusahaan membuat
     analisis untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan jika liabilitas pajak
     untuk manfaat pajak yang belum diakui harus diakui.

     Perusahaan menelaah aset pajak tangguhan pada setiap tanggal pelaporan dan mengurangi nilai tercatat
     sepanjang tidak ada kemungkinan bahwa laba kena pajak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau
     seluruh aset pajak tangguhan. Perusahaan juga menelaah waktu yang diharapkan dan tarif pajak atas
     pemulihan perbedaan temporer dan menyesuaikan pengaruh atas pajak tangguhan yang sesuai. Penjelasan
     lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 14 atas laporan keuangan.


4.   KAS DAN BANK

                                                                          2025                   2024

     Kas                                                                     3.026.982                139.719
     Bank
       PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                      241.017.155            397.646.833
       PT Bank Central Asia Tbk                                            18.041.054             78.107.232
       PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan
          Banten Tbk                                                         3.905.134            29.521.643


                                                      23
Page 31
                                    PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                             Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                        31 Desember 2025 dan 2024
                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

4.   KAS DAN BANK (lanjutan)

       PT Bank KEB Hana Indonesia                                          1.616.076           11.651.679
     Total                                                               267.606.401          517.067.106


5.   PIUTANG USAHA

                                                                         2025                 2024

     Agen Wisata                                                         226.981.259          634.140.336
     PT Rumah Karya Entertaiment                                         161.128.111           87.600.038
     Kartu Kredit                                                         90.426.400           25.023.518
     Korporasi                                                            13.511.580           23.479.830
     Instansi Pemerintahan                                                         -            6.942.400

     Total                                                               492.047.350          777.186.122

     Berdasarkan Umur:

                                                                         2025                 2024

     Belum jatuh tempo dan tidak Mengalami penurunan nilai:
       Kurang dari 30 hari                                               356.585.296          534.660.088
       31 - 60 hari                                                                -          154.191.806
       61 - 90 hari                                                      135.462.054              734.190
       Lebih dari 90 hari                                                          -           87.600.038
     Total                                                               492.047.350          777.186.122


     Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Rumah Karya Entertaiment (Conclave Bar)
     sehubungan dengan pembukaan restoran dan bar yang berada di properti milik perusahaan (Catatan 26).

     Seluruh piutang usaha dari pihak ketiga didenominasi dalam mata uang rupiah.

     Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang usaha dapat ditagih, sehingga, tidak ada penurunan nilai
     yang diakui.


6.   PIUTANG LAIN-LAIN

                                                                         2025                 2024

     Pihak berelasi (Catatan 25)                                         543.621.248        1.176.928.572
     Pihak ketiga                                                                  -           46.359.961

     Total                                                               543.621.248        1.223.288.533

     Piutang lain-lain ke Pihak Ketiga merupakan piutang karyawan yang berkeyakinan bahwa seluruh piutang
     lain-lain dapat ditagih, sehingga, tidak ada penurunan nilai yang diakui.




                                                     24
Page 32
                                      PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                               Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                          31 Desember 2025 dan 2024
                               (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7.   PERSEDIAAN

                                                                              2025                2024

     Aset Lancar
       Bahan Baku                                                             303.675.053         399.855.079
       Perlengkapan                                                           278.943.347         274.747.330

     Subtotal                                                                 582.618.400         674.602.409

     Aset Tidak Lancar
       Perlengkapan operasional hotel                                         955.671.238        1.006.630.387

     Total                                                                 1.538.289.638         1.681.232.796

     Berdasarkan penelaahan pada akhir tahun berjalan, pihak manajemen berkeyakinan bahwa semua jenis
     persediaan masih dalam kondisi baik dan masih dapat digunakan.

8. BEBAN DIBAYAR DI MUKA

     Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, akun ini merupakan biaya digital marketing yang telah dibayar
     dimuka masing-masing sebesar Rp 0 dan Rp166.666.670.

9.   ASET TETAP

                                                                       2025
                                    Saldo Awal         Penambahan              Pengurangan        Saldo Akhir

     Biaya perolehan
       Tanah                        14.000.000.000                    -                      -    14.000.000.000
       Bangunan dan Prasarana       66.528.366.267                    -                      -    66.528.366.267
       Mebel dan Peralatan           6.350.726.037          178.494.283                      -     6.529.220.320
     Subtotal                       86.879.092.304          178.494.283                      -    87.057.586.587
     Aset dalam Penyelesaian
       Bangunan Hotel               23.999.969.280                     -        23.999.969.280                   -

     Total                         110.879.061.584          178.494.283         23.999.969.280    87.057.586.587

     Akumulasi Penyusutan
       Bangunan dan Prasarana       23.734.670.880         1.663.209.156                     -    25.397.880.036
       Mebel dan Peralatan           5.377.925.495           278.816.843                     -     5.656.742.338

     Total                          29.112.596.375         1.942.025.999                     -    31.054.622.374

     Nilai buku neto                81.766.465.209                                                56.002.964.213



                                                                       2024
                                    Saldo Awal         Penambahan              Pengurangan        Saldo Akhir

     Biaya perolehan
       Tanah                        14.000.000.000                    -                      -    14.000.000.000
       Bangunan dan Prasarana       66.528.366.267                    -                      -    66.528.366.267
       Mebel dan Peralatan           6.161.711.269          189.014.768                      -     6.350.726.037

     Subtotal                       86.690.077.536          189.014.768                      -    86.879.092.304


                                                      25
Page 33
                                       PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                           31 Desember 2025 dan 2024
                                (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

9.   ASET TETAP (lanjutan)

                                                                   2024 (lanjutan)
                                     Saldo Awal         Penambahan              Pengurangan          Saldo Akhir
     Aset dalam Penyelesaian
       Bangunan Hotel                23.999.969.280                     -                       -    23.999.969.280

     Total                          110.690.046.816                     -                       -   110.879.061.584

     Akumulasi Penyusutan
       Bangunan dan Prasarana        22.071.461.723         1.663.209.157                       -    23.734.670.880
       Mebel dan Peralatan            5.165.190.096           212.735.399                       -     5.377.925.495

     Total                           27.236.651.819         1.875.944.556                       -    29.112.596.375

     Nilai buku neto                 83.453.394.997                                                  81.766.465.209

     Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
                                                                               2025                  2024
     Beban pokok pendapatan (Catatan 20)                                     1.663.209.156          1.663.209.157
     Beban umum dan administrasi (Catatan 21)                                  278.816.843            212.735.399

     Total                                                                   1.942.025.999          1.875.944.556

     Pada tanggal 25 Juni 2025, Perusahaan melakukukan inbreng atau memasukkan aset ke PT Wahana
     Makmur Jaya yaitu berupa aset yang terdiri dari pekerjaan interior, peralatan, perlengkapan dan furniture
     pendukungnya untuk hotel di Lantai 9, 10 dan 11 Gedung Citi Hub, yang terletak di Jl. Boulevard Artha
     Gading Blok D, No, 3, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara dengan
     nilai seluruhnya sebesar Rp 20.510.000.000, nilai tersebut berdasarkan penilaian dari Kantor Jasa Penilai
     Publik (KJPP) Pung’s Zulkarnain dan Rekan dengan laporan tertanggal 16 Juni 2025 dengan laporan
     No. 00892/2.0004-01/PI/10/0378/I/VI/2025, atas inbreng tersebut Perusahaan menerima kompensasi
     berupa hak/kepemilikan 31.982 saham atau setara dengan nilai nominal Rp 31.982.000.000 saham PT
     Wahana Makmur Jaya (Catatan 11).

     Pada tanggal 31 Desember 2025, perhitungan rugi pelepasan aset tetap adalah sebagai berikut:

                                                                               2025                  2024
     Nilai wajar aset inbreng                                               20.510.000.000                         -

     Dikurangi Nilai Buku Aset:
     Bangunan Hotel                                                         (23.999.969.280 )                      -

     Rugi Pelepasan Aset Tetap (Catatan 23)                                  (3.489.969.280 )                      -

     Bangunan dan Prasarana merupakan Bangunan Hotel Vue Palace, Artotel Curated yang berdomisili di
     Jl. Otto Iskandardinata no.3 Bandung, dengan luas bangunan 7.408m2.

     Bangunan hotel dalam penyelesaian merupakan hotel yang berlokasi di CITI HUB Kelapa Gading sesuai
     dengan Surat Perintah Kerja No. 005/SPK/PPJ/VIII/2020 tanggal 2 Agustus 2020. Perusahaan mengadakan
     perjanjian kerja dengan PT Wahana Sugiharto Makmur, atas pekerjaan pembangunan Hotel 3 lantai di CITI
     HUB Kelapa Gading dengan nilai kontrak sebesar Rp23.999.969.280.




                                                       26
Page 34
                                     PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                              Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                         31 Desember 2025 dan 2024
                              (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

9.    ASET TETAP (lanjutan)

      Perusahaan memiliki sebidang tanah berdasarkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 224 tanggal 20
      Desember 2019 oleh Notaris Yunita Aristina, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Utara. Tanah seluas 17.370 m 2
      yang terletak di Kelurahan Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa
      Barat. Hak kepemilikan berupa Sertifikat Hak Milik Nomor: 116/Bojong Koneng. Penurunan Hak Milik yang
      sedang dalam proses penurunan hak menjadi Sertifikat Hak Guna Bangunan.

      Perusahaan juga memiliki sebidang tanah berdasarkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 225 tanggal
      20 Desember 2019 oleh Notaris Yunita Aristina, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Utara, dengan tanah total
      seluas 13.010 m2 yang terletak di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten
      Bogor, Provinsi Jawa Barat atas beberapa Sertifikat Hak Milik Nomor: 315/Karang Tengah seluas 3.270 m 2,
      Nomor: 316/Karang Tengah seluas 3.265 m2, Nomor: 317/Karang Tengah seluas 3.240 m2, Nomor:
      318/Karang Tengah seluas 3.235 m2. Penurunan Hak Milik menjadi Sertifikat Hak Guna Bangunan sedang
      dalam proses.

      Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bangunan dan tanah Perusahaan berupa hotel digunakan
      sebagai jaminan atas utang bank (Catatan 15).

      Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, aset tetap tertentu, kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap
      risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp 50.972.498.980.
      Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin
      timbul atas aset tersebut.

      Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang
      mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.


10.    ASET HAK – GUNA

                                                                           2025                   2024

      Tanah                                                                450.000.000            450.000.000
      Akumulasi penyusutan                                                (105.000.000 )          (90.000.000 )

      Jumlah                                                               345.000.000            360.000.000

      Perusahaan mengadakan perjanjian Sewa-Menyewa dengan Tn. Hartono Tanujaya atas sebidang tanah
      Sertifikat Hak Milik No. 481/Babakan Ciamis, seluas 3.020 m 2. yang kemudian didirikan sebuah bangunan
      Hotel dengan nama Hotel Vue Palace, Artotel Curated yang beralamat di Jl. Otto Iskandardinata no.3
      Bandung. Masa sewa ini berlaku selama 30 tahun sejak Hotel mulai beroperasional dengan harga sewa
      Rp450.000.000. Beban amortisasi sebesar Rp15.000.000 untuk tahun 2025 dan 2024 dicatat pada Beban
      Pokok Pendapatan (Catatan 20).




                                                       27
Page 35
                                   PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                            Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                       31 Desember 2025 dan 2024
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11. INVESTASI SAHAM
                                                                         2025                    2024

   PT Wahana Makmur Jaya                                              20.510.000.000                        -

   Pada tanggal 25 Juni 2025, berdasarkan Akta Perjanjian Inbreng No. 32 dan Akta Peningkatan Modal
   No. 33 dari Notaris Syarifudin, S.H., Perusahaan melakukan penyertaan modal bukan kas (inbreng) pada
   PT Wahana Makmur Jaya ("WMJ"), suatu entitas yang berkedudukan di Jakarta Utara dan bergerak di bidang
   pengembangan dan pengelolaan properti. Penyertaan modal berupa pengalihan aset interior, peralatan,
   perlengkapan dan furniture pendukung hotel di Lantai 9, 10 dan 11 Gedung Citi Hub, Jl. Boulevard Artha
   Gading Blok D No. 3, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dengan nilai seluruhnya sebesar Rp 20.510.000.000
   berdasarkan laporan penilaian KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan No. 00892/2.0004-
   01/PI/10/0378/1/VI/2025 tanggal 16 Juni 2025. Atas penyertaan tersebut, Perusahaan memperoleh 31.982
   saham baru dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per saham, atau setara dengan 13,79% kepemilikan pada
   WMJ setelah transaksi. Investasi ini dicatat dengan menggunakan metode biaya (cost method).

   Aset yang dialihkan sebelumnya tercatat sebagai bangunan dalam proses dengan nilai buku sebesar
   Rp 23.999.969.280. Selisih antara nilai buku dengan nilai penilaian sebesar Rp 3.489.969.280 diakui sebagai
   kerugian atas peralihan aset tetap pada beban lain-lain (Catatan 22).

12. UTANG LAIN-LAIN

                                                                         2025                    2024

      PT Artotel Indonesia                                               947.763.073             471.027.111
      Djitu Groseries                                                    127.601.600              49.260.000
      Berkah Putra Lestari                                               111.466.400             116.695.600
      PT Falco Security                                                   99.257.960             123.416.340
      CV Sidojaya                                                         79.995.500                       -
      PT Ganesha Multi Karya                                              73.581.500                       -
      CV Sun Prima                                                        56.938.339              47.732.863
      Dennis Catering                                                     40.442.969              46.046.000
      Bina Artha Loundry VP                                               34.361.605                       -
      Global Food                                                         31.467.250              29.345.000
      Ootigo                                                              19.156.400              31.658.500
      Tuti Mart                                                            7.833.358              33.697.900
      Bintang Mandiri                                                              -              36.579.700
      PT Calmic Indonesia                                                          -               4.272.748
      Lain-lain                                                          800.496.468             723.427.099

   Total                                                               2.430.362.422           1.713.368.861

   Utang kepada Artotel Group merupakan utang tagihan Manajemen Artotel Group kepada Perusahaan
   sehubungan dengan biaya jasa manajemen.

   Utang kepada Berkah Putra Lestari merupakan utang untuk pembelian bahan baku makanan oleh
   Perusahaan.




                                                    28
Page 36
                                  PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                           Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                      31 Desember 2025 dan 2024
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. BEBAN AKRUAL

                                                                     2025               2024

   Service Charge                                                    138.512.172        134.011.856
   Biaya Utilitas                                                    114.503.769        118.259.642
   Jasa Profesional                                                  163.500.000         32.700.000
   Gaji dan Tunjangan                                                 19.530.902         21.463.731
   Total                                                             436.046.843        306.435.229


14. PERPAJAKAN

   a.   Pajak Dibayar Dimuka

        Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, akun ini berkaitan dengan Pajak Penghasilan pasal 21
        dengan nilai masing-masing sebesar 14.538.439 dan Rp19.861.936.

   b.   Utang Pajak

                                                                     2025               2024

        Pajak Hotel dan Restoran                                     149.048.251        996.541.839
        Pajak Penghasilan
          Pasal 23                                                    18.308.723         20.847.420
        Jumlah                                                       167.356.974       1.017.389.259

   c.   Pajak Penghasilan Badan

                                                                     2025               2024

        Rugi Sebelum Pajak Penghasilan                             (5.347.160.261 )     (615.308.145 )
        Beda Temporer
          Tunjangan Pensiun Karyawan                                  43.329.406         (50.369.344 )
        Beda Permanen
          Beban Yang Tidak Dapat Dikurangkan Secara Pajak                        -       29.576.000

        Rugi Kena Pajak (Rugi Fiskal)                              (5.303.830.855 )     (636.101.489 )

        Akumulasi Rugi Fiskal
          2024                                                       (636.101.489 )                -
          2023                                                     (1.288.550.824 )   (1.288.550.824 )
          2022                                                     (1.962.905.623 )   (1.962.905.623 )
          2021                                                       (658.344.675 )     (658.344.675 )

        Total Akumulasi Rugi Fiskal                                (9.849.733.466 )   (4.545.902.611 )




                                                  29
Page 37
                                  PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                           Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                      31 Desember 2025 dan 2024
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. UTANG BANK

                                                                         2025                    2024

   Bank KEB Hana Indonesia                                            22.408.033.629          23.898.476.747

   Bank KEB Hana Indonesia

   Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit dan Pengakuan utang Nomor 17 tanggal 8 Maret 2013 yang dibuat
   dihadapan Hariyanti Poerbiantari, S.H, Notaris di Jakarta Utara, Perusahaan memperoleh Kredit Investasi
   dari Bank KEB Hana Indonesia. Perjanjian ini mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
   Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) Perpanjangan Fasilitas Pembiayaan antara Perusahaan
   dengan PT Bank KEB Hana Indonesia No.68/MK/X/2025/KRED tanggal 23 Oktober 2025 sebagai berikut:

   1. Fasilitas Kredit
   a. Jenis Kredit                    : Fixed Loan (FL) – Investasi - Uncommitted
      Plafon Kredit                   : Rp22.277.000.000
   b. Jenis Kredit                    : WCI-Uncommitted (Existing)
      Plafon Kredit                   : Rp2.200.000.000
      Tujuan Kredit                     Refinancing Pembelian dan Renovasi Hotel yang berlokasi di Jl. Otto
                                      : Iskandardinata - No.3, Kel.Babakan-Ciamis, Kec.Sumur Bandung, Jawa
                                        Barat.
      Jangka Waktu                    : 25 Oktober 2025 s/d 25 April 2026.
      Suku Bunga                      : 10% p.a (sepuluh persen per annum), efektif, mengambang (floating).
      Suku Bunga Dasar Kredit         : 8,5% p.a (Delapan koma lima persen per annum), Efektif (“SBDK”)
      Provisi                           0,25% p.a (nol koma dua lima persen per annum), dari Plafon Kredit,
                                      :
                                        dibayar dimuka, secara proproporsional untuk 6 (enam) bulan.
      Biaya Administrasi              : Rp1.250.000,- (Satu Juta Dua Ratus Lima ribu Rupiah), dibayar dimuka.
      Biaya Custody                     Rp 250.000,- ( dua ratus Lima ribu Rupiah), dibayar dimuka.
      Pembayaran Kewajiban              Kewajiban Perusahaan per bulannya hanya bunga yang dibayarkan pada
                                        tanggal 25 (dua puluh lima) setiap bulannya. Seluruh pokok pinjaman
                                      :
                                        akan dibayarkan oleh Perusahaan sekaligus pada akhir jangka waktu
                                        Fasilitas Kredit.

      Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan Jaminan Berjalan 1 (satu) unit Tanah dan Bangunan berupa
      Hotel, yang terletak di Jl. Otto Iskandardinata No. 3, Kelurahan Babakan Ciamis Kecamatan Sumur
      Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sesuai dengan SHM No.481/Babakan-Ciamis terdaftar atas
      nama Tn. Hartono Tanujaya, Ny. Nanirich Tanujaya, Ny. Allentina Tanujaya, Angela Tanujaya, Amelina
      Tanjaya.

   2. Perjanjian pinjaman ini juga mencakup persyaratan tertentu untuk melakukan hal-hal berikut:
      •   Wajib memberikan laporan secara tertulis apabila memperoleh fasilitas kredit / pinjaman dari pihak lain
          atau kreditur lain kepada Bank.
      •   Memberi kuasa kepada Bank untuk mendebet secara otomatis rekening giro atau tabungan atas nama
          Perusahaan untuk pembayaran angsuran Perusahaan untuk pembayaran angsuran pada tanggal yang
          telah ditentukan setiap bulannya dan biaya-biaya lain yang berhubungan dengan fasilitas kredit
          sebagaimana tercantum dalam SPPK ini.
      •   Wajib menerima petugas Bank yang melaksanakan kunjungan untuk penilaian aktivitas usaha.
      •   Wajib menyalurkan aktivitas keuangan usaha melalui rekening di Bank.
      •   Wajib menggunakan fasilitas kredit sesuai dengan tujuan penggunaan kredit.
      •   Wajib menjaga saldo rekening koran / tabungan pada Bank untuk pembebanan bunga/ angsuran
          minimum sejumlah 1 (satu) bulan.
      •   Wajib memberitahukan kepada Bank apabila melakukan perubahan Anggaran Dasar.
      •   Tidak melakukan penurunan modal dan perubahan pemegang saham mayoritas tanpa persetujuan
          terlebih dahulu dari Bank.

                                                    30
Page 38
                                  PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                           Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                      31 Desember 2025 dan 2024
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. UTANG BANK (lanjutan)

    Bank KEB Hana Indonesia (lanjutan)

    3. Pembiayaan Kewajiban
      Perusahaan wajib melakukan pembayaran selisih suku bunga sebesar 4,0% (empat persen), efektif,
      fixed, ditambah dengan suku bunga yang berjalan normal pada saat itu yang akan dibayarkan pada bulan
      Januari 2024 berturut - turut sampai dengan bulan November 2024, yang dibayarkan pada tanggal 25
      (dua puluh lima) setiap bulannya.

      Seluruh pokok pinjaman akan dibayarkan oleh Perusahaan sekaligus pada akhir jangka waktu per
      pencairan fasilitas kredit (dalam hal fasilitas tersebut memiliki tenor atau jangka waktu per pencairan).
      Atas keterlambatan pembayaran kewajiban kepada Bank, Perusahaan dikenakan denda sebesar 36,0%
      (tiga puluh enam persen) p.a.

      Syarat - syarat khusus:
       1.     Terhadap Selisih suku bunga Fasilitas Kredit FL lnvestasi milik Perusahaan, sisanya sebesar
              4,0% p.a (Empat Persen Per Annum), efektif fixed, akan dibebankan kembali pada bulan Januari
              2023 berturut - turut sampai dengan Agustus 2024 ditambah dengan bunga berjalan normal pada
              saat itu.
       2.     Jaminan wajib dinilai oleh appraisal intemal Bank dan appraisal independen dengan nilai yang
              dapat diterima oleh Bank. Appraisal internal Bank wajib dilakukan sebelum penandatanganan
              Perjanjian Kredit dan Jaminan, sedangkan untuk appraisal independen wajib dilampirkan
              selambat-lambatnya pada bulan Desember 2024.


16. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA

   Perusahaan menghitung dan membukukan imbalan pascakerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan
   Undang-Undang Cipta Kerja No. 11/2020. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pascakerja tersebut
   adalah 6 dan 6 orang pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.

   Risiko Tingkat Bunga

   Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program.

   Risiko Harapan Hidup

   Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada estimasi terbaik dari mortalitas peserta
   program baik selama dan setelah kontrak kerja. Peningkatan harapan hidup peserta program akan
   meningkatkan liabilitas program.

   Risiko Gaji

   Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program. Dengan
   demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program.




                                                     31
Page 39
                                    PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                             Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                        31 Desember 2025 dan 2024
                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

16. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (lanjutan)

   Beban imbalan pascakerja yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah
   sebagai berikut:

                                                                         2025                   2024
   Biaya jasa:
     Biaya jasa kini                                                      34.564.186             58.259.615
     Biaya bunga                                                           8.765.220             19.427.672
     Dampak kurtaimen                                                              -           (128.056.631 )
   Komponen dari biaya imbalan pasti yang diakui
     dalam laba rugi                                                      43.329.406             (50.369.344 )
   Komponen beban imbalan pasti yang diakui dalam
     penghasilan komprehensif lain                                        73.375.460               4.724.614

   Total                                                                 116.704.866             (45.644.730 )

   Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasti adalah sebagai berikut:

                                                                         2025                   2024

   Saldo awal                                                            245.782.000            291.426.730
   Biaya jasa kini                                                        34.564.186             58.259.615
   Biaya bunga                                                             8.765.220             19.427.672
   Kurtailmen-penyelesaian                                                         -           (128.056.631 )
   Komponen beban imbalan pasti yang diakui dalam
     Penghasilan komprehensif lain                                        73.375.460               4.724.614

   Saldo akhir                                                           362.486.866            245.782.000

   Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria Budi Ramdani
   untuk tanggal 31 Desember 2025 dengan nomor laporan 1258/PSAK/KKA-BR/II/2026 tanggal laporan
   23 Februari 2026 dan untuk 31 Desember 2024 Kantor Konsultan Aktuaria Budi Ramdani dengan nomor
   laporan 346/PSAK/KKA-BR /III-2025 tanggal laporan 13 Maret 2025. Asumsi utama yang digunakan dalam
   menentukan penilaian aktuarial adalah sebagai berikut:

                                                                        2025                    2024

   Tingkat diskonto per tahun                                                 6,62%                   7,13%
   Tingkat kenaikan gaji per tahun                                            8,00%                   8,00%
   Tingkat pensiun normal                                                   55 tahun                55 tahun
   Tabel amortisasi                                                        TMI-2019                TMI-2019
                                                                           (Average)               (Average)

   Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto, kenaikan
   gaji yang diharapkan dan mortalitas. Sensitivitas analisis di bawah ini ditentukan berdasarkan masing-
   masing perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan, dengan semua asumsi lain
   konstan.




                                                        32
Page 40
                                    PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                             Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                        31 Desember 2025 dan 2024
                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

16. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (lanjutan)

   Perubahan sebesar satu persen pada tingkat diskonto akan berdampak pada nilai kini liabilitas imbalan kerja
   dan biaya jasa kini:

                                                                            2025                     2024
   Kenaikan 1%:
   Nilai kini                                                               340.696.401              231.203.666
   Biaya jasa kini                                                           63.234.412               52.939.360
   Penurunan 1%:
   Nilai kini                                                               387.251.409              262.162.411
   Biaya jasa kini                                                           76.109.031               64.595.473

   Perubahan sebesar satu persen pada tingkat kenaikan gaji akan berdampak pada nilai kini liabilitas imbalan
   kerja dan biaya jasa kini:

                                                                            2025                     2024
   Kenaikan 1%:
   Nilai kini                                                               384.764.303              260.644.011
   Biaya jasa kini                                                           75.561.466               64.165.465
   Penurunan 1%:
   Nilai kini                                                               342.502.593              232.301.369
   Biaya jasa kini                                                           63.578.573               53.194.287

   Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam
   kewajiban imbalan pasti mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain
   karena beberapa asumsi tersebut mungkin berkorelasi.

   Selanjutnya, dalam menyajikan analisis sensitivitas di atas, nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan
   menggunakan metode projected unit credit pada akhir periode pelaporan, yang sama dengan yang
   diterapkan dalam menghitung liabilitas manfaat pasti yang diakui dalam laporan posisi keuangan.

   Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis sensitivitas
   dari tahun sebelumnya.


17. MODAL SAHAM

                                                                      31 Desember 2025 dan 2024
                                                         Jumlah            Persentase       Jumlah Modal
           Nama Pemegang Saham                           Saham            Pemilikan (%)         Disetor
   PT Wahana Tata Bangun                                599.462.500                66,85%        47.957.000.000
   Tn. Antonyo Hartono Tanujaya                          25.537.500                 2,85%         2.043.000.000
   Masyarakat (Masing-masing dibawah 5%)                271.709.596                30,30%        21.736.767.680

    Jumlah                                              896.709.596                  100%        71.736.767.680

   Informasi mengenai susunan pemegang saham dan kepemilikan saham Perusahaan per 31 Desember 2025
   adalah berdasarkan laporan dari PT Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek Perusahaan.

   Modal ditempatkan dan disetor penuh adalah saham biasa yang memberikan hak satu suara per saham dan
   berpartisipasi dalam dividen.




                                                       33
Page 41
                                  PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                           Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                      31 Desember 2025 dan 2024
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

18. TAMBAHAN MODAL DISETOR - NETO

                                                                     2025               2024

   Tambahan modal disetor dari
    Initial Public Offering (IPO) penawaran
    Perdana saham sebesar 271.709.596 saham
      Dengan nilai nominal Rp 80 yang ditawarkan Rp 130             8.571.417.600      8.571.417.600
    Pelaksanaan waran                                                     319.000            319.000
    Dikurangi dengan biaya emisi saham                             (1.859.997.619 )   (1.859.997.619 )

   Total                                                           6.711.738.981       6.711.738.981

19. PENDAPATAN USAHA

                                                                     2025               2024

   Hotel                                                          12.700.881.657      14.534.752.332

   Pendapatan usaha perusahaan merupakan pendapatan atas sewa kamar hotel, penjualan makanan,
   minuman dan lain-lain.

20. BEBAN POKOK PENDAPATAN

                                                                     2025               2024

   Gaji dan Tunjangan                                              3.485.540.386       3.002.529.186
   Penyusutan bangunan (catatan 9)                                 1.663.209.156       1.663.209.157
   Makanan dan Minuman                                             1.237.872.899       1.536.703.410
   Listrik dan Air                                                 1.167.093.468       1.324.359.941
   Operasional hotel                                               1.065.382.013       1.447.032.591
   Biaya layanan manajemen                                           810.980.764         892.541.102
   Perlengkapan dan peralatan Hotel                                  376.048.334         400.477.950
   Keamanan dan Kebersihan                                           280.413.352         463.459.264
   Telepon dan Internet                                              260.549.471         221.206.112
   Amortisasi aset hak-guna (catatan 10)                              15.000.000          15.000.000

   Total                                                          10.362.089.843      10.966.518.713

21. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

                                                                     2025               2024

   Perbaikan dan Pemeliharaan                                        423.773.321        513.538.253
   Jasa profesional                                                  472.472.044        256.054.200
   Penyusutan (catatan 9)                                            278.816.843        212.735.399
   Pemasaran                                                         216.882.797        262.362.861
   Biaya sewa                                                        169.503.623        184.715.849
   Biaya asuransi                                                     83.020.993        100.254.221
   Transportasi dan Perjalanan                                        47.675.041           9.441.288
   Imbalan pascakerja (catatan 16)                                    43.329.406        (50.369.344)
   Pajak Hotel dan Restoran                                              230.623        132.939.903
   Lain-lain                                                         113.862.610        208.007.378

   Total                                                           1.849.567.301       1.829.680.008



                                                  34
Page 42
                                     PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                              Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                         31 Desember 2025 dan 2024
                              (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

22. PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN - NETO

                                                                         2025                2024

   Biaya kerugian atas pelepasan aset                                 (3.489.969.280 )                 -
   Lain-lain - neto                                                       64.366.541          87.600.038

   Total                                                              (3.425.602.739 )        87.600.038


23. BIAYA KEUANGAN

                                                                         2025                2024

   Bunga pinjaman bank                                                 2.374.251.064        2.311.783.258
   Provisi dan administrasi bank                                          38.002.525          133.074.510

   Total                                                               2.412.253.589        2.444.857.768


24. RUGI NETO PER SAHAM DASAR

                                                                         2025                2024

   Rugi neto tahun berjalan                                           (5.347.160.261 )       (615.308.145 )

   Rata-rata tertimbang jumlah saham untuk perhitungan
    laba per saham dasar                                                 896.709.596         896.709.596

   Rugi per saham dasar                                                           (5,96 )           (0,69 )


25. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI

   Perusahaan melakukan transaksi usaha kepada pihak-pihak berelasi dimana menurut manajemen dilakukan
   dengan persyaratan dan kondisi normal sebagaimana hal nya bila dilakukan dengan pihak ketiga.

   Saldo dari transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

                                                                         2025                2024

   Aset lancar
   Piutang lain-lain
     Tn. Antonyo Hartono Tanujaya (Catatan 6)                            543.621.248        1.176.928.572

   Persentase terhadap total aset                                               0,68%               1,36%


   Perusahaan menyediakan remunerasi kepada Dewan Direksi masing-masing untuk periode 31 Desember
   2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                         2025                2024

   Dewan Direksi                                                         240.000.000         240.000.000

25. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI (lanjutan)

                                                     35
Page 43
                                   PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                            Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                       31 Desember 2025 dan 2024
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


   Sifat transaksi dan hubungan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:

           Pihak-pihak Berelasi                    Sifat Pihak Berelasi                 Sifat Transaksi

        Tn. Antonyo Hartono Tanujaya                Pemegang Saham                     Piutang Lain-Lain


26. INSTRUMEN KEUANGAN

   Kecuali untuk utang bank dan utang pemegang saham, manajemen menganggap bahwa jumlah tercatat
   aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diakui di dalam laporan posisi keuangan mendekati nilai
   wajarnya dikarenakan jangka waktu yang singkat atas instrumen keuangan tersebut dan beberapa instrumen
   keuangan tertentu ditentukan dengan menggunakan harga pasar yang dikutip dalam pasar aktif pada tanggal
   pelaporan.

   Perbandingan antara jumlah tercatat dan nilai wajar dari utang bank dan utang pemegang saham yang
   dimiliki oleh Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                            2025                                        2024
                               Jumlah                                      Jumlah
                               Tercatat             Nilai Wajar            Tercatat            Nilai Wajar

   Liabilitas
     Keuangan
     Utang bank              22.408.033.629        22.408.033.629         23.898.476.747       23.898.476.747

   Nilai wajar dari instrumen keuangan di atas diperkirakan sebagai nilai sekarang dari seluruh arus kas masa
   depan yang didiskontokan menggunakan tingkat bunga saat ini untuk instrumen dengan persyaratan yang
   sama, risiko kredit dan jatuh tempo yang sama.

   Manajemen menganggap bahwa nilai tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui dalam
   laporan posisi keuangan mendekati nilai wajarnya karena jatuh tempo jangka pendek dari instrumen
   keuangan, dan karena pengungkapan informasi nilai wajar tidak diperlukan.


27. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

   Perusahaan memiliki eksposur risiko dalam bentuk risiko kredit dan risiko likuiditas. Manajemen terus
   memantau proses manajemen risiko Perusahaan untuk memastikan keseimbangan yang sesuai antara
   risiko dan pengendalian yang dicapai. Kebijakan dan sistem manajemen risiko dipantau secara berkala untuk
   mencerminkan perubahan dalam kondisi pasar dan kegiatan Perusahaan.

   a.   Risiko kredit

        Risiko kredit adalah risiko dimana salah satu pihak atas instrumen keuangan atau kontrak pelanggan
        akan gagal memenuhi liabilitasnya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Tujuan
        Perusahaan adalah untuk mencari pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dan meminimalkan
        kerugian yang terjadi karena peningkatan eksposur risiko kredit. Perusahaan melakukan transaksi
        hanya dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Ini adalah kebijakan
        Perusahaan bahwa semua pelanggan yang akan melakukan transaksi secara kredit harus melalui
        prosedur verifikasi kredit. Selain itu, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan bahwa
        eksposur Perusahaan terhadap piutang tak tertagih tidak signifikan.




                                                     36
Page 44
                                   PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                            Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                       31 Desember 2025 dan 2024
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

27. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

   a.   Risiko kredit (lanjutan)

        Kas dan bank ditempatkan pada lembaga keuangan yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik.

        Eksposur maksimum atas risiko kredit adalah sebesar jumlah tercatat dari masing-masing kelas aset
        keuangan dalam laporan posisi keuangan. Perusahaan tidak memiliki jaminan yang diterima terkait
        dengan risiko ini.

        Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, kualitas kredit per kelas aset keuangan berdasarkan rating
        Perusahaan adalah berada dalam kategori belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai.

   c.   Risiko Likuiditas

        Risiko likuiditas (risiko pendanaan) adalah risiko dimana Perusahaan akan mengalami kesulitan dalam
        memperoleh dana guna memenuhi komitmennya atas instrumen keuangan.

        Pengelolaan terhadap risiko likuiditas dilakukan dengan cara menjaga profil jatuh tempo antara aset dan
        liabilitas keuangan, penerimaan tagihan yang tepat waktu, manajemen kas yang mencakup proyeksi
        dan realisasi arus kas hingga beberapa tahun ke depan serta memastikan ketersediaan pendanaan
        melalui komitmen fasilitas kredit.

        Tabel di bawah merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan pembayaran
        kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.

                                                                          2025
                                    Kurang dari             1 sampai               Lebih dari
                                   1 tahun / Less           2 tahun /            2 tahun / More         Total /
                                    than 1 year            1 to 2 years           than 2 years          Total

        Utang lain-lain -
          pihak ketiga                2.430.362.422                       -                       -    2.430.362.422
        Utang bank                   22.408.033.629                       -                       -   22.408.033.629

        Total                        24.838.396.051                       -                       -   24.838.396.051

                                                                          2024
                                    Kurang dari             1 sampai               Lebih dari
                                   1 tahun / Less           2 tahun /            2 tahun / More         Total /
                                    than 1 year            1 to 2 years           than 2 years          Total

        Utang lain-lain -
          pihak ketiga                1.713.368.861                       -                       -    1.713.368.861
        Utang bank                   23.898.476.747                       -                       -   23.898.476.747

        Total                        25.611.845.608                       -                       -   25.611.845.608

28. IKATAN

   •    Berdasarkan Surat Perjanjian Pengelolaan antara Perusahaan dengan PT Artotel Indonesia No.150/SU-
        MA/DIR/X/2021 tanggal 14 Oktober 2021, bahwa Perusahaan dan PT Artotel Indonesia telah melakukan
        perjanjian kerjasama pengelolaan dengan PT Artotel Indonesia dengan jangka waktu selama 10 tahun
        dengan syarat-syarat sebagai berikut:




                                                      37
Page 45
                                  PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                           Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                      31 Desember 2025 dan 2024
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

28. IKATAN (lanjutan)

       1.   Selama Jangka Waktu Perjanjian, Hotel akan menggunakan Merek “VUE PALACE, ARTOTEL
            CURATED”.
       2.   Pemilik wajib melakukan perancangan, kontruksi, furnishing dan melengkapi di atas lahan, sebuah
            Hotel yang sesuai dengan brand Standart ARTOTEL dengan ketentuan sebagai berikut:
            a. Memiliki sedikitnya 102 (seratus dua) kamar;
            b. Adanya ruang pertemuan;
            c. Lobby;
            d. Back-of-house facility; dan
            e. Fasilitas lain yang terkait.
       3.   Pemilik harus membayar tiap bulan kepada operator atas jasa yang telah diberikan berdasarkan
            Perjanjian ini termasuk seluruh imbalan jasa intensif selama masa perjanjian berlaku. Jumlah
            pembayaran Imbalan Kerja Manajemen sebesar 2% (Dua Persen) dihitung dari Gross Operating
            Revenue (GOR) dan Perusahaan harus membayar Imbalan Jasa Intensif sebesar 5% (lima persen)
            dihitung dari Gross Operating Profit (GOP). Pembayaran Imbalan Jasa insentif dan Imbalan Jasa
            Manajemen dilakukan setiap bulan.

       Perjanjian ini efektif sejak 1 Januari 2022, dan akan mulai mengakui pendapatan bersama pada periode
       buku 2025.

   •   Pada tanggal 25 April 2022, Perusahaan mengadakan perjanjian Kerja Sama tempat ruang usaha dengan
       PT Rumah Karya Entertaiment selaku Pengelola Conclave Bar dengan jangka waktu 10 tahun terhitung
       sejak tanggal ditandatanganinya dan dapat diperpanjang selama 5 tahun sebagai hak prioritas sesuai
       kesepakatan tertulis. Perusahaan berhak mendapatkan service tata kelola yang layak serta berasaskan
       ketertiban dan keamanan di dalam maupun luar Hotel Bar. Keuntungan didapat sebesar 2,5% dari omset
       apabila total Omset per bulan di bawah Rp1,7 Miliar dan 3% dari omset apabila total Omset per bulan di
       atas Rp1,7 Miliar.

   •   Pada tanggal 11 November 2021, The Peak Vue palace hotel membuat rincian anggaran dalam
       pembuatan design 3D kurang lebih 30 hari kerja setelah Commitment Fee ditransfer ke rekening BCA,
       kerja kurang lebih 30 hari setelah design 3D disetujui oleh pihak klien. Proses produksi dan pengerjaan
       interior dilakukan setelah gambar kerja dan RAB disetujui dan uang muka tahap 1 diterima oleh pihak
       kontraktor.

   •   Pada tanggal 23 September 2011, Perusahaan mengadakan perjanjian Sewa-Menyewa dengan
       Tn. Hartono Tanujaya atas sebidang tanah Sertifikat Hak Milik No. 481/Babakan Ciamis, seluas 3.020
       m2 yang terletak di Kelurahan Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Bandung, Jawa Barat.
       Masa sewa ini berlaku selama 30 tahun sejak Hotel mulai beroperasional dengan harga sewa
       Rp450.000.000. Perjanjian ini memiliki opsi perpanjangan masa sewa. Sampai dengan saat ini,
       Perusahaan menggunakan tanah ini sebagai lokasi Hotel Vue Palace milik Perusahaan. Hotel mulai
       beroperasi secara komersial tahun 2019. Beban sewa tanah sebesar Rp. 15.000.000. dicatat pada
       beban pokok pendapatan (catatan 19).

   •   Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Investasi Perusahaan dengan PT Wahana Makmur Jaya
       (WMJ) No: 001/WMJ-PPJ/V/2020 tanggal 14 Mei 2020, bahwa Perusahaan dan WMJ telah membuat
       dan menyetujui perjanjian kerjasama investasi dalam kegiatan pembangunan infrastruktur dan interior
       hotel serta penyediaan modal kerja hotel oleh pihak Perusahaan di gedung CITI HUB milik WMJ dengan
       nilai investasi sebesar Rp21.400.000.000. Obyek dalam perjanjian ini adalah area di lantai 9, 10 dan 11
       gedung CITI HUB seluas +/- 3.105 m2 yang terletak di Jl. Sentra Bisnis Artha Gading Blok D kav No. 3
       Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Perusahaan dapat melakukan pembangunan infrastruktur dan
       interior hotel dengan memperhatikan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan peraturan perundang-
       undangan yang berlaku. Perjanjian ini berlaku efektif sampai dengan 10 tahun berikut seluruh
       perubahan-perubahan dan perpanjangan-perpanjangan serta pembaharuannya, dan akan diperpanjang
       secara otomatis berdasarkan kesepakatan Perusahaan dan WMJ, kecuali disepakati lain oleh Para
       pihak secara tertulis.


                                                    38
Page 46
                                   PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
                                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                            Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                       31 Desember 2025 dan 2024
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

28. IKATAN (lanjutan)

   •    Bedasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) No. 005/SPK/PPJ/VIII/2020 tanggal 2 Agustus 2020 antara
        Perusahaan dengan PT Wahana Sugiharto Makmur, dengan ini Perusahaan telah memberikan perintah
        kerja untuk melakukan pekerjaan pembangunan hotel 3 (tiga) lantai di CITI HUB kelapa gading yang
        berlokasi di Jl. Sentra Bisnis Artha Gading Blok D kav No. 3 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara dengan
        nilai kontrak sebesar Rp23.999.969.280.

29. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS

    Aktivitas yang tidak memengaruhi arus kas adalah sebagai berikut:

                                                                          2025                  2024
   Penambahan investasi saham melalui
    inbreng aset tetap                                                  20.510.000.000                      -

30. KELANGSUNGAN USAHA

    Dalam menghadapi kondisi ini, manajemen Perusahaan telah mengambil kebijakan dan Langkah-Langkah
    sebagai berikut:

   1.   Melakukan restrukturisasi utang bank kepada PT Bank KEB Hana Indonesia (Catatan 23). Pihak Bank
        telah menyetujui perpanjangan jatuh tempo dari yang semula tanggal 25 Oktober 2025, diperpanjang 6
        bulan menjadi tanggal 25 April 2026.
   2.   Melakukan efisiensi beban operasional hotel dengan cara mengelola sendiri hotel Vue Palace milik
        Perusahaan.

    Manajemen berkeyakinan bahwa kebijakan dan langkah-langkah yang telah diambil Perusahaan saat ini
    dan yang akan dikerjakan di masa mendatang dapat memperkuat Perusahaan dalam melanjutkan
    operasinya sebagai entitas yang berkemampuan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.

31. PENERBITAN AMENDEMEN DAN PENYESUAIAN PSAK, PSAK DAN ISAK BARU

   DSAK-IAI telah menerbitkan amendemen dan penyesuaian PSAK, PSAK dan ISAK baru yang berdampak
   kepada, yang akan berlaku efektif untuk laporan keuangan dengan periode tahun buku yang dimulai pada
   atau setelah tanggal berikut:

   (a) 1 Januari 2026

        •  Amendemen PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan - Klasifikasi dan Pengungkapan
           Instrumen Keuangan
        • Amendemen PSAK 109: Instrumen Keuangan - Klasifikasi dan Pengungkapan Instrumen
           Keuangan
        • Amendemen PSAK         109: Instrumen Keuangan dan PSAK 107: Instrumen Keuangan:
           Pengungkapan - Kontrak yang Mengacu pada Listrik Bergantung Alam
        • Amendemen PSAK 207: Laporan Arus Kas - Metode Biaya Perolehan

   (b) 1 Januari 2027
       • PSAK 118: Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan

   Perusahaan masih mengevaluasi dampak dari amendemen dan penyesuaian PSAK, PSAK dan ISAK baru
   di atas dan belum dapat menentukan dampak yang timbul terkait dengan hal tersebut terhadap laporan
   keuangan secara keseluruhan



                                                     39

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.43 MB
Published28 Mar 2026
Pages46
Characters154,050
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 38 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PLANET PROPERINDO JAYA Tbk p.1 ×128
linked org PT Wahana Tata Bangun p.13 ×3
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.30 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.30 ×2
linked org PT Bank KEB Hana Indonesia p.31 ×11
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.14 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.14
possible person Syarifudin p.35
unresolved org KANTOR AKUNTAN PUBLIK HELIANTONO & REKAN p.7
unresolved org REKAN Andiek Nugroho. p.7
unresolved person MAk. p.7
unresolved person Lili Sugianto · Notaris p.13
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13 ×2
unresolved person Rahayu Ningsih p.13
unresolved org PT Sosial Integrasi Internasional p.13
unresolved person Antonyo Hartono Tanujaya p.13 ×12
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.14
unresolved org Bapepam-LK p.14 ×2
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat p.30
unresolved org Banten Tbk p.30
unresolved org PT Rumah Karya Entertaiment p.31 ×3
unresolved org PT Wahana Makmur Jaya p.33 ×5
unresolved org Pung’s Zulkarnain dan Rekan p.33 ×2
unresolved org PT Wahana Sugiharto Makmur p.33 ×2
unresolved person Yunita Aristina · Notaris p.34 ×3
unresolved org KJPP Pung's Zulkarnain p.35
unresolved org PT Artotel Indonesia p.35 ×4
unresolved org PT Falco Security p.35
unresolved org PT Ganesha Multi Karya p.35
unresolved org PT Calmic Indonesia p.35
unresolved org Bank KEB Hana Indonesia Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit p.37
unresolved person Hariyanti Poerbiantari · Notaris p.37
unresolved org Bank KEB Hana Indonesia. Perjanjian p.37
unresolved person Nanirich Tanujaya p.37
unresolved person Allentina Tanujaya p.37
unresolved — Masyarakat (Masing-masing dibawah 5%) p.40
unresolved org PT Adimitra Jasa Korpora p.40

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

FinancialStatement-2025-Tahunan-PLAN.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result