Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 246
Page 1
Page 2
Sanggahan dan Batasan Tanggung Jawab Disclaimer and Scope of Responsibility Laporan Keberlanjutan 2025 PT Teladan Prima Agro Tbk (yang selanjutnya disebut “TPA” atau “Perseroan” atau “kami”) disusun untuk memenuhi ketentuan regulator dan kebutuhan pemangku kepentingan atas informasi kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan Perseroan selama periode 1 Januari 2025 hingga 31 Desember 2025. The 2025 Sustainability Report of PT Teladan Prima Agro Tbk (hereinafter referred to as “TPA” or the “Company” or “we”) is prepared to comply with regulatory requirements and to meet the needs of stakeholders for information on the Company’s economic, social, and environmental performance during the period from 1 January 2025 to 31 December 2025. Penyajian laporan ini didasarkan pada The presentation of this report is based on factual data dan informasi faktual yang dapat and accountable data and information that dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta telah have undergone an internal verification process melalui proses verifikasi internal sesuai dengan in accordance with the principle of information prinsip keterbukaan informasi. transparency. Selain menyajikan capaian kinerja, Laporan In addition to presenting performance achievements, Keberlanjutan ini juga memuat rencana, strategi, this Sustainability Report also contains the Company’s dan prospek keberlanjutan Perseroan yang bersifat forward-looking plans, strategies, and sustainability proyektif. Informasi proyektif tersebut disusun prospects. Such forward-looking information is berdasarkan asumsi dan kondisi terkini yang berlaku prepared based on assumptions and prevailing pada saat laporan diterbitkan. Perlu dipahami bahwa conditions at the time the report is issued. It should realisasi di masa mendatang dapat berbeda secara be understood that future actual results may differ material akibat dinamika internal maupun eksternal, materially due to internal and external dynamics, termasuk perkembangan ekonomi, perubahan including economic developments, policy changes, kebijakan, serta kondisi lingkungan dan sosial. as well as environmental and social conditions. Dengan demikian, informasi dalam laporan ini Accordingly, the information in this report should be hendaknya digunakan secara bijak sebagai bahan used wisely as a consideration in decision-making. pertimbangan pengambilan keputusan. Perseroan The Company is not liable for any consequences tidak bertanggung jawab atas segala akibat arising from the use of information that deviates yang timbul dari penggunaan informasi yang from the intent and purpose of this report. menyimpang dari maksud penyusunan laporan ini.
Page 3
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Accelerating
Regeneration
Amid Challenges
2025 Laporan Keberlanjutan
Sustainability Report
Perjalanan keberlanjutan TPA pada tahun 2025 TPA’s sustainability journey in 2025 demonstrated
menunjukkan percepatan yang semakin terarah, increasingly focused acceleration, even as the industry
bahkan ketika industri menghadapi tantangan faces challenges from external uncertainties. Amid these
ketidakpastian eksternal. Di tengah dinamika tersebut, dynamics, TPA continues to strengthen its regenerative
TPA terus memperkuat pendekatan regeneratif melalui foundation through plantation management that
manajemen perkebunan yang memitigasi dampak mitigates impacts, while maintaining the sustainability
sekaligus menjaga keberlanjutan daya dukung of the ecosystem’s carrying capacity. This orientation is
ekosistem. Orientasi ini diwujudkan antara lain melalui realized, among others, through the implementation of
penerapan Regenerative Waste-to-Energy System a Regenerative Waste-to-Energy Resource System by
dengan optimasi Biogas Power Plant (BPP) yang optimizing the Biogas Power Plant (BPP), which converts
mengonversi limbah menjadi energi dan Kernel Crushing waste into energy, and Kernel Crushing Plant (KCP), which
Plant (KCP) yang mengolah by-product menjadi processes by-products into value-added products.
produk bernilai tambah. Pendekatan ini memastikan This approach ensures that productivity, operational
bahwa produktivitas, ketahanan operasional, dan nilai resilience, and sustainability value continue to advance
keberlanjutan dapat terus bergerak maju sekaligus while demonstrating TPA’s capacity to grow despite
mencerminkan kapasitas TPA untuk tumbuh di tengah challenges.
tantangan.
Momentum akselerasi tersebut diperkuat melalui This acceleration momentum is further reinforced
persiapan pembangunan BPP dan KCP kedua yang through preparations for the development of
menandai fase lanjutan ekspansi hilirisasi dan a second BPP and KCP, marking the next phase of
penguatan ekonomi sirkular. Bersamaan dengan itu, downstream expansion and the strengthening of the
TPA meningkatkan praktik konservasi, memperluas circular economy. At the same time, TPA is enhancing
adopsi energi bersih, mengoptimalkan pemanfaatan conservation practices, expanding the adoption of clean
limbah, serta mendorong pemberdayaan masyarakat energy, optimizing waste utilization, and promoting
dan pemasok lokal. Serangkaian langkah ini bukan community and local supplier empowerment. These
sekadar respons terhadap tantangan, tetapi menjadi measures are not merely a response to challenges
upaya strategis yang mempercepat transformasi TPA but represent a strategic effort to accelerate TPA’s
menuju rantai nilai kelapa sawit yang lebih tangguh, transformation toward a more resilient, low-emission
rendah emisi, dan memberikan nilai jangka panjang palm oil supply chain that delivers long-term value for
bagi seluruh pemangku kepentingan. all stakeholders.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 1
Page 4
Kesinambungan Tema
Theme Continuation
Komitmen terhadap praktik perkebunan dan pengolahan kelapa sawit
berkelanjutan yang diimplementasikan oleh Perseroan terus ditingkatkan
dalam upaya memberikan manfaat jangka panjang. Salah satu langkah
utamanya yaitu mengintegrasikan pendekatan ekonomi sirkular dengan
mitigasi perubahan iklim melalui fokus pada efisiensi sumber daya dan
pengelolaan limbah. Strategi ini diwujudkan melalui operasional fasilitas
Kernel Crushing Plant (KCP) yang mengolah Palm Kernel menjadi Crude
Palm Kernel Oil (CPKO) dan Palm Kernel Expeller (PKE) sehingga dapat
meningkatkan nilai tambah produk kelapa sawit. Selain itu, pengolahan
Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi biogas melalui fasilitas Biogas Power
Plant (BPP) mampu mengurangi emisi gas metana sekaligus menyediakan
energi terbarukan untuk mendukung operasional perusahaan.
Integrasi KCP dan BPP ini mencerminkan komitmen TPA terhadap
pendekatan reduce, reuse, dan recycle (3R), di mana limbah diubah
menjadi sumber daya yang bernilai tinggi. Inisiatif-inisiatif ini tidak
hanya mengurangi limbah dan emisi, tetapi juga mendukung Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan, khususnya terkait penurunan emisi gas
rumah kaca (GRK). Dengan menerapkan praktik ekonomi sirkular secara
menyeluruh, TPA mengambil langkah signifikan dalam kontribusi aktif
2024 untuk menciptakan ekosistem industri kelapa sawit yang regeneratif,
tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran TPA dalam
menghadapi tantangan perubahan iklim.
Circular Economy
The Company continues to strengthen its commitment to sustainable
and Climate Impact palm oil plantation and processing practices to deliver long-term benefits.
One of its key initiatives is integrating a circular economy approach with
climate change mitigation, focusing on resource efficiency and waste
management. This strategy is implemented through the operation of
the Kernel Crushing Plant (KCP), which processes Palm Kernel into Crude
Palm Kernel Oil (CPKO) and Palm Kernel Expeller (PKE) to enhance the
added value of palm oil products. Additionally, the conversion of Palm
Oil Mill Effluent (POME) into biogas through the Biogas Power Plant (BPP)
helps reduce methane gas emissions while providing renewable energy
to support company operations.
The integration of KCP and BPP reflects TPA’s commitment to the reduce,
reuse, and recycle (3R) approach, where waste is transformed into valuable
resources. These initiatives not only minimize waste and emissions but
also support the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in
reducing greenhouse gas (GHG) emissions. By comprehensively adopting
circular economy practices, TPA is taking significant steps in actively
contributing to the creation of a regenerative, resilient, and sustainable
palm oil industry, while reinforcing its role in addressing climate change
challenges.
2 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 5
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Kesadaran akan keberlanjutan perusahaan sebagai hasil dari inovasi dan
pengembangan secara berkesinambungan mendorong Perseroan terus
melakukan terobosan inovatif berwawasan sosial-lingkungan. Di tahun 2023,
hal ini diwujudkan melalui pembangunan fasilitas penghasil energi dan
pengolahan yang dinilai akan memperkuat rantai nilai bagi Perseroan dan
pemangku kepentingan, setelah mulai beroperasi secara komersial di tahun
2024.
Pertama, Perseroan membangun Biogas Power Plant untuk memperkuat
segmen usaha energi terbarukan melalui pemanfaatan limbah POME. Strategi
ini akan mendukung target Perseroan menuju ekonomi sirkular sekaligus
meningkatkan ketersediaan energi yang ramah lingkungan berbasis
biomassa. Kedua, Perseroan membangun Kernel Crushing Plant untuk
memproduksi Crude Palm Kernel Oil dan Palm Kernel Expeller sebagai produk
turunan dari Palm Kernel yang telah diproduksi sebelumnya. Strategi ini akan
mengoptimalkan penggunaan sumber daya dalam rantai produksi sekaligus
meningkatkan kinerja operasional dan keuangan Perseroan. Selain itu, strategi
ini juga dapat memperkuat posisi TPA dalam menghadapi potensi dinamika
dan tantangan bisnis ke depan. Dengan adanya optimasi pemanfaatan
POME menjadi biogas, TPA sebagai bagian dari industri perkebunan kelapa
sawit berkontribusi terhadap implementasi bauran energi terbarukan.
Awareness of the company’s sustainability as a result of continuous innovation
2023
and development has driven the Company to continue making innovative
breakthroughs with social-environmental perspective. In 2023, this was realized
through the construction of energy generation and processing facilities, expected
to strengthen the value chain for the Company and stakeholders, once the
Forging Resilience commercial operations commenced in 2024.
Through Strategic First, the Company builds the Biogas Power Plant to strengthen the renewable
energy business segment by utilizing the POME waste. This strategy will support the
Advancement Company’s target towards a circular economy while increasing the availability
of biomass-based environmentally friendly energy. Second, the Company
builds the Kernel Crushing Plant to produce Crude Palm Kernel Oil and Palm
Kernel Expeller as derivative products of Palm Kernel which has been produced
previously. This strategy will optimize the use of resources in the production chain
as well as improving the operational and financial performances of the Company.
Also, this strategy can also strengthen TPA position in facing the potential business
dynamics and future challenges. Through the optimization of POME utilization
into biogas, TPA being part of the palm oil plantation industry contributes to the
implementation of renewable energy mix.
Perseroan menunjukkan komitmen untuk menjalankan praktik bisnis budidaya
dan pengolahan kelapa sawit yang menjunjung tinggi kelestarian lingkungan
dan kebermanfaatan bagi sesama. Berlandaskan pada komitmen tersebut,
kami terus memperkuat strategi keberlanjutan sekaligus menerapkan
strategi ini secara inovatif pada seluruh operasi.
Penguatan strategi keberlanjutan kami lakukan melalui penyempurnaan
Kebijakan Sawit Lestari (KSL) yang melandasi setiap aksi keberlanjutan.
Kami telah menginisiasi sejumlah proyek dan program berbasis teknologi
yang berfokus pada karakteristik alami bentang alam perkebunan kelapa
sawit untuk mentransformasi operasi sehingga menciptakan keunggulan di
industri.
Pelaksanaan strategi keberlanjutan secara disiplin akan membantu kami
mewujudkan pertumbuhan jangka panjang yang solid, mempertahankan
kondisi alam yang lestari, dan menciptakan nilai sosial yang bermakna bagi
seluruh pemangku kepentingan.
The Company is demonstrating its commitment to conducting sustainable
palm oil cultivation and processing practices that uphold environmental
sustainability and benefit the society. On the basis of this commitment, we
continue to strengthen sustainability strategy while implementing innovative
approaches throughout our operations.
We strengthened our sustainability strategy by refining our Sustainable Palm
2022 Oil Policies (KSL), which provides a foundation for every sustainability action.
We have initiated several technology-based projects and programs focusing
on palm oil plantations’ natural characteristics to transform our operations
Transformative and attain excellence in the industry.
Innovations for A disciplined implementation of this comprehensive sustainability strategy will
help us to realize solid long-term growth, maintain sustainable environmental
a Sustainable Future conditions, and generate significant social value for all stakeholders.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 3
Page 6
Daftar Isi
Table of Contents
Sanggahan dan Batasan Tanggung Jawab /
ii
Disclaimer and Scope of Responsibility
Good Governance
1 Accelerating Regeneration Amid Challenges
2 Kesinambungan Tema / Theme Continuation
Struktur dan Mekanisme Tata Kelola /
4 Daftar Isi / Table of Contents 74
Governance Structure and Mechanism
Pengembangan Kompetensi Keberlanjutan
86 Badan Tata Kelola / Sustainability Competency
Pengantar Development of Governance Bodies
Introduction Praktik Bisnis Berkelanjutan / Sustainable Business
89
Practices
6 Ikhtisar Keberlanjutan / Sustainability Overview Penerimaan Masukan dan Penanganan Keluhan /
97
Feedback Reception and Grievance Handling
10 Pencapaian 2025 / 2025 Highlights
14 Tentang Laporan Keberlanjutan /
About the Sustainability Report
Agro-Ecological
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment 108
Perlindungan terhadap Keanekaragaman Hayati /
Biodiversity Protection
TGM Hotspot Alert: Sistem Informasi Terintegrasi
Pesan Direktur Utama / Message from dalam Upaya Pencegahan Kebakaran Lahan /
20 120
the President Director TGM Hotstpot Alert: Integrated Information System
30 Profil Perusahaan / Company Profile in Land Fire Prevention Effort
46 Strategi Keberlanjutan / Sustainability Strategy Pengendalian Hama Terpadu untuk Keberlanjutan
123 Perkebunan / Integrated Pest Management for
Pelibatan Pemangku Kepentingan / Stakeholder Sustainable Plantation
62
Engagement
Konservasi Tanah Berkelanjutan melalui
Penentuan Topik Material / Determination of Praktik Pengelolaan Proaktif / Sustainable Soil
66 127
Material Topics Conservation through Proactive Management
Practices
Optimasi Sumber Daya Alam melalui Pengelolaan
Air dan Limbah Cair (POME) /
130
Optimizing Natural Resources through Water and
Liquid Waste (POME) Management
Pengelolaan Limbah Berbasis Ekonomi Sirkular
137 Demi Kelestarian Ekosistem / Waste Management
through Circular Economy to Preserve Ecosystems
Menggerakkan Efisiensi Energi Demi Lingkungan
142 yang Lebih Baik / Driving Energy Efficiency toward
Better Environment
Komitmen Aktif dalam Pengurangan Emisi Gas
145 Rumah Kaca / Active Commitment in Reducing
Greenhouse Gas Emission
Berkomitmen pada Kepatuhan Lingkungan /
151
Committed to Environmental Compliance
4 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 7
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Apendiks
Socio-Territorial
Appendix
Praktik Ketenagakerjaan Berkelanjutan dalam Tanggung Jawab Laporan Keberlanjutan /
227
Mendorong Kesejahteraan dan Produktivitas / Sustainability Report Responsibility
154
Sustainable Employment Practices in Promoting
Daftar Pengungkapan Sesuai
Welfare and Productivity
228 POJK No. 51/POJK.03/2017 / List of Disclosures
Perlindungan terhadap Hak Keselamatan dan According to POJK No. 51/POJK.03/2017
172 Kesehatan Kerja / Protection of Occupational
Daftar Indeks GRI Standards 2021 Opsi
Health and Safety Rights
231 In Accordance / List of GRI Standards Indexes for
Membangun Talenta melalui Pengembangan 2021 In Accordance
183 Kompetensi dan Karier / Developing Talent
240 Glosarium / Glossary
through Competency and Career Growth
Tanggapan terhadap Lembar Umpan Balik
Membangun Masyarakat melalui Pelibatan dan
243 Laporan Tahun Sebelumnya / Response to
194 Pemberdayaan / Building Communities through
Previous Year’s Report Feedback Sheet
Engagement and Empowerment
245 Lembar Umpan Balik / Feedback Form
Keberlanjutan dan Kemamputelusuran Produk
204 Kelapa Sawit / Sustainability and Traceability of
Palm Oil Products
Economic Viability
Membangun Kepercayaan melalui Produk
210 Kualitas Unggul / Building Trust through
High-Quality Products
Inovasi Berkesinambungan untuk Peningkatan
213 Produktivitas / Continuous Innovation for
Improved Productivity
Kontribusi Nilai Ekonomi untuk Kesejahteraan
215 Bersama / Economic Value Contribution to
Shared Prosperity
Mendukung Pembangunan Nasional melalui
221 Komitmen Pajak / Supporting National
Development through Tax Commitment
Perubahan Iklim dan Implikasinya terhadap
223 Produktivitas / Climate Change and Its
Implications on Productivity
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 5
Page 8
Pengantar
Introduction
Ikhtisar Keberlanjutan
Sustainability Overview
Good Governance [POJK B.1, C.3]
Produk Ramah Lingkungan: Sertifikasi ISPO dan PROPER
Environmentally Friendly Products: ISPO Certifications and PROPER
Kabupaten Berau
Berau Regency
PT Tanjung Buyu
Perkasa Plantation
PT Inti Energi Kaltim
Provinsi Kalimantan Timur
Kabupaten Kutai Timur
East Kutai Regency
East Kalimantan Province
Samarinda
PT Sawit Prima Nusantara
PT Telen
Balikpapan
PT Gemilang Sejahtera Abadi
PT Telen
Prima Sawit
PT Cipta Davia Mandiri
Kabupaten Paser
Paser Regency
PT Multi
Jayantara Abadi
Kabupaten Kutai Kartanegara
Kutai Kartanegara Regency
PT Cahaya
Anugerah Plantation
6 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 9
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Konsumsi Air
Agro-Ecological [POJK B.2] Water Consumption
2025 1.664
megaliter / megaliters
2024 1.782 2023 1.814
Intensitas Penggunaan Air Produksi Limbah
Water Usage Intensity Waste Generated
2025 1,11 2025 586.906
m3/ton TBS / m3/ton of FFB ton / tons
2024 1,15 2023 1,16 2024 600.477 2023 608.163
Rasio Penggunaan Energi
Energi yang Dikonsumsi
Energy Consumed
Terbarukan
Renewable Energy Use Ratio
2025 466.856 2025 29,17
GJ %
2024 448.185 2023 442.256 2024 25,8 2023 26,4
Intensitas Energi TBS Olah Total Emisi GRK Cakupan 1 dan 2
Processed FFB Energy Intensity Total GHG Emissions Scope 1 and 2
2025 0,319 2025 279.654
GJ/ton / GJ/tons ton CO2eq / tons CO2eq
2024 0,324 2023 0,314 2024 341.149 2023 504.209
Intensitas Emisi CPO Entitas Anak Tersertifikasi ISPO
CPO Emissions Intensity ISPO-Certified Subsidiaries
2025 0,84 2025 9
ton CO2eq/ton CPO / ton CO2eq/tons CPO Entitas Anak / Subsidiaries
2024 1,05 2023 1,54 2024 8 2023 8
Biaya Kegiatan Lingkungan Areal HCV
Environmental Activities Expenditures HCV Area
2025 9,06 2025 9.719
miliar Rupiah / billion Rupiah ha
2024 5,22 2023 4,76 2024 4.669 2023 4.559
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 7
Page 10
Pengantar
Introduction
Socio-Territorial [PJOK B.1, B.3]
Ketenagakerjaan / Employment
Total Karyawan Durasi Pelatihan per Karyawan
Total Employees Training Duration per Employee
2025 12.248 2025 6,3
orang / person jam/orang / hours/person
2024 11.210 2023 11.359 2024 5,4 2023 5,2
Jam Kerja Aman
Safe Working Hours
2025 1.089.253
jam / hours
2024 891.815
2023 746.841
Pengembangan
Masyarakat
Community
Development
Pemasok TBS / FFB Suppliers
Penyaluran Dana
Tanggung Jawab Sosial
Total Pemasok TBS Luar Corporate Sosial Responsibility
2025 35
Total External FFB Suppliers
Fund Disbursement
juta Rupiah / million Rupiah
unit usaha / business units 2024 37
5.450,2
2023 30
4.535,5
Total Petani Plasma 2.497,4
2025 7.754
Total Plasma Farmers
orang / person 2024 7.454
2023 7.454
2025 2024 2023
8 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 11
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Economic Viability [POJK B.1]
Produksi / Production ribuan ton / thousand tons
Tandan Buah Segar (TBS) Tandan Buah Segar (TBS) Minyak Sawit Mentah
Fresh Fruit Bunches (FFB) yang Diolah (CPO)
Fresh Fruit Bunches (FFB) Processed Crude Palm Oil (CPO)
1.271,03 1.463,44
1.219,29 1.409,55
1.213,07 1.381,68
333,09
327,69
324,86
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
Inti Sawit (PK) Inti Sawit Mentah (CPKO) Bungkil Sawit (PKE)
Palm Kernel (PK) Crude Palm Kernel Oil (CPKO) Palm Kernel Expeller (PKE)
52,20 52,21
50,79
11,99 15,80
5,26 6,86
-* -*
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
Penjualan / Sales Kinerja Keuangan /
Financial Performance
ribuan ton / thousand tons 2025 2024 2023 jutaan Rupiah / million Rupiah
Minyak Sawit Mentah (CPO) 339,47 314,46 343,75
Pendapatan
Crude Palm Oil (CPO) Revenue
2025 5.421.392
Inti Sawit (PK)
31,97 40,10 55,17 2024 4.211.482
Palm Kernel (PK)
2023 4.007.082
Inti Sawit Mentah (CPKO)
12,01 4,62 -*
Crude Palm Kernel Oil (CPKO)
Bungkil Sawit (PKE) 18,56 4,59 -*
Laba Bersih
Palm Kernel Expeller (PKE) Net Profit
2025 1.106.615
* TPA baru memproduksi dan menjual produk CPKO dan PKE sejak tahun 2024 seiring dengan mulai 2024 825.594
beroperasinya KCP. / TPA just started producing and selling CPKO and PKE product since 2024,
following the commencement of operations of the KCP. 2023 451.794
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 9
Page 12
Pengantar
Introduction
Pencapaian 2025
2025 Highlights
Peristiwa Penting
Event Highlights
13 Juni / June 2025
Akuisisi PT Cipta Davia Mandiri
Acquisition of PT Cipta Davia Mandiri
Penandatangan Akta Pengambilalihan 99,99% saham PT Cipta
Davia Mandiri oleh Perseroan dari PT Rea Kaltim Plantations
sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha jangka
panjang. Langkah ini bertujuan untuk memperluas cakupan
wilayah operasional tanpa membuka lahan baru, sekaligus
meningkatkan efisiensi dan produktivitas melalui optimasi
aset yang telah ada.
The Company signed the Deed of Acquisition for 99.99% shares
of PT Cipta Davia Mandiri from PT Rea Kaltim Plantations
as part of its long-term business development strategy.
This step aims to expand the scope of operational areas
without clearing up new land, while enhancing efficiency and
productivity through the optimization of existing assets.
16-18 Desember / December 2025
Technical Kick-Off Meeting Project KCP dan BPP Kedua
Technical Kick-Off Meeting for the Second KCP and BPP
Sebagai tahap awal implementasi proyek strategis
penguatan hilirisasi dan ekonomi sirkular, Perseroan telah
menyelenggarakan Technical Kick Off Meeting untuk
pembangunan BPP dan KCP kedua. Momentum ini menjadi
forum penting untuk menyelaraskan pemahaman teknis,
ruang lingkup pekerjaan, serta target kinerja proyek di antara
seluruh pemangku kepentingan internal dan mitra teknis
yang terlibat.
As the initial stage of implementing the strategic project
to strengthen downstream development and the circular
economy, the Company held a Technical Kick-Off Meeting
for the construction of the second BPP and KCP. This
milestone served as an important forum to align technical
understanding, define the scope of work, and establish
project performance targets among all internal stakeholders
and involved technical partners.
10 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 13
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Penghargaan
Awards
The Best Corporate Transparency and Emission Reduction 2025
01 Tanggal Perolehan / Date Received
29 April 2025
Penyelenggara / Organizer
Investortrust
Penerima / Awardee
PT Teladan Prima Agro Tbk
Peringkat / Ranking
Green dan / and Sapphire
The Best Enterprise in Regulatory Compliance 2025
02 Tanggal Perolehan / Date Received
9 Mei / May 2025
Penyelenggara / Organizer
Hukumonline
Penerima / Awardee
PT Teladan Prima Agro Tbk
Peringkat / Ranking
Sapphire
03 04
Program Penilaian Peringkat Kinerja
Perusahaan dalam Pengelolaan
Lingkungan Hidup (PROPER) Tingkat
Nasional Tahun 2024 - 2025 /
National Public Disclosure Program for Program Penilaian Peringkat Kinerja
Environmental Compliance (PROPER) Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan
for 2024 - 2025 Hidup (PROPER) Tingkat Provinsi
Tanggal Perolehan / Date Received Tahun 2024 / Provincial Public Disclosure
28 Oktober / October 2025 Program for Environmental Compliance
Penyelenggara / Organizer (PROPER) for 2024
Menteri Lingkungan Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Tanggal Perolehan / Date Received
Indonesia (BPLH) / Minister of the Environment/ 23 Juni / June 2025
Environmental Control Agency of the Republic Penyelenggara / Organizer
of Indonesia (BPLH) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur /
Penerima / Awardee Provincial Government of East Kalimantan
TBP, TPS, dan / and TLN Penerima / Awardee
Peringkat / Ranking MJA
Biru / Blue Peringkat / Ranking
Hijau / Green
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 11
Page 14
Pengantar
Introduction
05 06
Program Penilaian Peringkat Kinerja
Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan
Hidup (PROPER) Tingkat Provinsi
Tahun 2024 / Provincial Public Disclosure
Program for Environmental Compliance Indonesia’s Most Innovative In-House
(PROPER) for 2024 Counsel Team 2025
Tanggal Perolehan / Date Received Tanggal Perolehan / Date Received
23 Juni / June 2025 3 Oktober / October 2025
Penyelenggara / Organizer Penyelenggara / Organizer
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur / Provincial hukumonline.com
Government of East Kalimantan
Penerima / Awardee
Penerima / Awardee PT Teladan Prima Agro Tbk
CAP dan / and TBP
Peringkat / Ranking
Peringkat / Ranking Plantation
Biru / Blue
Satya JKN Awards 2025
07 Tanggal Perolehan / Date Received
14 Oktober / October 2025
Penyelenggara / Organizer
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan / Social Security
Administering Body (BPJS) for Health
Penerima / Awardee
CAP
Peringkat / Ranking
_
Zero Accident
08 Tanggal Perolehan / Date Received
11 November / November 2025
Penyelenggara / Organizer
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur / Provincial Government of
East Kalimantan
Penerima / Awardee
TBP, TLN, TPS, CAP, dan / and MJA
Peringkat / Ranking
_
Best Under A Billion
09 Tanggal Perolehan / Date Received
25 November / November 2025
Penyelenggara / Organizer
Forbes Asia
Penerima / Awardee
PT Teladan Prima Agro Tbk
Peringkat / Ranking
_
12 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 15
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Sertifikasi
Certifications
1 2 3
4 5 6
7 8 9
Nama Sertifikasi Lembaga Sertifikasi Masa Berlaku Penerima
Certification Name Certification Body Validity Period Awardee
Sampai Tahun / Until 2026 1 PT Multi Jayantara Abadi
Sampai Tahun / Until 2027 2 PT Tanjung Buyu Perkasa Plantation
Sampai Tahun / Until 2027 3 PT Telen
TUV Rheinland Sampai Tahun / Until 2027 4 PT Cahaya Anugerah Plantation
Indonesian Sustainable Indonesia
Sampai Tahun / Until 2027 5 PT Sawit Prima Nusantara
Palm Oil (ISPO)
Sampai Tahun / Until 2027 6 PT Inti Energi Kaltim
Sampai Tahun / Until 2027 7 PT Gemilang Sejahtera Abadi
Sampai Tahun / Until 2029 8 PT Telen Prima Sawit
PT Mutuagung Lestari Sampai Tahun / Until 2029 9 PT Cipta Davia Mandiri
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 13
Page 16
Pengantar
Introduction
Tentang Laporan Keberlanjutan
About the Sustainability Report
Laporan Keberlanjutan 2025 TPA disusun sebagai The 2025 Sustainability Report of TPA is prepared
bagian dari komitmen Perseroan untuk menyajikan as part of the Company’s commitment to
kinerja keberlanjutan secara transparan kepada transparently present its sustainability performance
seluruh pemangku kepentingan. Laporan to all stakeholders. The Sustainability Report outlines
Keberlanjutan memuat komitmen, inisiatif, serta TPA’s commitments, initiatives, and performance
pencapaian kinerja TPA yang terstruktur dalam achievements, which are structured under
4 pilar keberlanjutan, yaitu Good Governance, 4 sustainability pillars, namely Good Governance,
Agro-Ecological, Socio-Territorial, dan Economic Agro-Ecological, Socio-Territorial, and Economic
Viability. Viability.
Untuk menjamin kelengkapan dan keterbandingan To ensure the completeness and comparability of
informasi, Laporan Keberlanjutan ini disusun dengan information, this Sustainability Report is prepared
mengacu pada GRI Standards 2021 dengan opsi with reference to the GRI Standards 2021 under
“in Accordance” yang diterbitkan oleh Global the “in Accordance” option, issued by the Global
Reporting Initiative (GRI), termasuk GRI Sektor 13: Reporting Initiative (GRI), including GRI Sector
Pertanian, Akuakultur, dan Perikanan Tangkap. Selain 13: Agriculture, Aquaculture, and Fishing. In addition,
itu, TPA juga mematuhi ketentuan SEOJK No. 16/2021 TPA also complies with the provisions of SEOJK
serta POJK No. 51/2017. Sebagai bentuk keterpautan No. 16/2021 and POJK No. 51/2017. To align with these
dengan regulasi, Laporan Keberlanjutan ini telah regulations, the report includes the corresponding
mencantumkan nomor pengungkapan GRI dan kode GRI disclosure numbers and Appendix II codes
Lampiran II POJK No. 51/2017 pada bagian relevan, of POJK No. 51/2017 in the relevant sections, with
dengan ringkasan kesesuaian ditampilkan pada a summary of alignment presented at the end of
bagian akhir dokumen. the document.
Seluruh data keuangan dalam Laporan Keberlanjutan All financial data in this Sustainability Report are
disajikan dalam mata uang Rupiah dengan format presented in Rupiah, using numerical formats
angka sesuai standar Indonesia, dan telah diaudit consistent with Indonesian standards, and have
oleh Kantor Akuntan Publik sebagai bagian dari been audited by a Public Accounting Firm as part of
Laporan Tahunan Perseroan. Untuk memastikan the Company’s Annual Report. To ensure accessibility
aksesibilitas bagi seluruh pemangku kepentingan, for all stakeholders, the Sustainability Report is
Laporan Keberlanjutan diterbitkan dalam 2 bahasa, published in 2 languages, namely Indonesian and
yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Selain English. In addition, quantitative data are presented
itu, data kuantitatif disajikan dengan pembanding with a 3-year comparison, enabling readers to
selama 3 tahun berturut-turut, sehingga analyze TPA’s sustainability performance trends over
memudahkan pembaca dalam menganalisis tren time.
kinerja keberlanjutan TPA dari waktu ke waktu.
14 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 17
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Prinsip Pelaporan
Reporting Principles
Kami melakukan penyusunan Laporan Keberlanjutan We prepared TPA’s Sustainability Report with
TPA dengan merujuk pada 8 prinsip pelaporan reference to the 8 reporting principles in accordance
sesuai dengan GRI 1: Landasan 2021, yaitu Akurasi, with GRI 1: Foundation 2021, namely Accuracy,
Keseimbangan, Kejelasan, Keterbandingan, Balance, Clarity, Comparability, Completeness,
Kelengkapan, Konteks Keberlanjutan, Ketepatan Sustainability Context, Timeliness, and Verifiability.
Waktu, dan Keterverifikasian. Informasi mengenai Information regarding the application of these
penerapan prinsip-prinsip tersebut kami sampaikan principles is presented as follows:
sebagai berikut:
Prinsip Laporan Implementasi pada Perseroan
Reporting Principle Implementation in the Company
TPA menyampaikan informasi yang benar dan cukup terperinci agar penilaian
Akurasi atas dampak dan kontribusi dapat dilakukan secara komprehensif.
Accuracy TPA provides accurate and sufficiently detailed information to enable
a comprehensive assessment of its impacts and contributions.
TPA melaporkan secara netral dan menyajikan gambaran yang seimbang atas
Keseimbangan dampak serta kontribusi, tanpa menekankan sisi positif secara berlebihan.
Balance TPA reports in a neutral manner and presents a balanced view of its impacts and
contributions without overstating positive aspects.
TPA menyajikan informasi dengan cara yang mudah diakses dan dipahami oleh
Kejelasan pemangku kepentingan.
Clarity TPA presents information in a way that is easily accessible and understandable
to stakeholders.
TPA memilih, menyusun, dan melaporkan informasi secara konsisten agar analisis
perubahan dampak dari waktu ke waktu dan perbandingan dengan organisasi
Keterbandingan lain dapat dilakukan.
Comparability
TPA selects, compiles, and reports information consistently to allow analysis of
changes in impacts over time and comparison with other organizations.
TPA menyediakan informasi yang memadai sehingga penilaian atas dampak
Kelengkapan dan kontribusi dapat dilakukan untuk periode pelaporan yang relevan.
Completeness TPA provides adequate information to enable the assessment of impacts and
contributions for the relevant reporting period.
TPA melaporkan kinerja dalam konteks pembangunan berkelanjutan yang lebih
Konteks Keberlanjutan luas, sehingga kontribusi dan dampak dapat dipahami secara proporsional.
Sustainability Context TPA reports its performance within the broader context of sustainable development,
so that its contributions and impacts can be understood proportionally.
TPA menyajikan informasi secara rutin dan tepat waktu agar dapat digunakan
Ketepatan Waktu dalam pengambilan keputusan oleh pemangku kepentingan.
Timeliness TPA presents information regularly and in a timely manner so it can be used by
stakeholders in decision-making.
TPA mengumpulkan, mencatat, menyusun, dan menganalisis informasi
Keterverifikasian sedemikian rupa sehingga dapat diteliti untuk menilai kualitasnya.
Verifiability TPA collects, records, compiles, and analyzes information in a way that allows it to
be examined to assess its quality.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 15
Page 18
Pengantar
Introduction
Siklus, Periode, dan Cakupan Laporan [GRI 2-2] [GRI 2-3]
Report Cycle, Period, and Scope
Laporan Keberlanjutan 2025 TPA disusun sebagai The 2025 Sustainability Report of TPA is prepared
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan as an integral part of TPA’s Annual Report, which is
Tahunan TPA yang diterbitkan secara tahunan. Edisi published annually. The edition released in March
yang terbit pada Maret 2026 ini merupakan Laporan 2026 marks the fifth Sustainability Report published
Keberlanjutan kelima yang dipublikasikan oleh TPA. by TPA. The reporting period covers performance
Periode pelaporannya mencakup kinerja mulai dari from 1 January to 31 December 2025, with additional
1 Januari hingga 31 Desember 2025, dengan explanations provided where data presented differ
penjelasan tambahan apabila terdapat data yang from this period. This Sustainability Report presents
disajikan berbeda dari periode tersebut. Laporan TPA’s sustainability performance achievements
Keberlanjutan ini menampilkan capaian kinerja throughout 2025, as well as includes two years
keberlanjutan TPA sepanjang tahun 2025, serta of comparative data on initiatives, policies, and
memuat keterbadingan data 2 tahun sebelumnya implementation results related to TPA’s sustainability
mengenai inisiatif, kebijakan, dan hasil implementasi pillars. All data presented cover the Company and
keberlanjutan pada pilar-pilar keberlanjutan TPA. its Subsidiaries as included in the Consolidated
Seluruh data yang disajikan mencakup data Perseroan Financial Statements, as outlined in the following
dan Entitas Anak sebagaimana tercakup dalam table:
Laporan Keuangan Konsolidasian dan sebagaimana
diuraikan dalam tabel berikut:
Entitas Anak
Subsidiary Lokasi Usaha Kegiatan Usaha
Akronim Nama Location of Operations Business Activities
Acronym Name
Perkebunan Kelapa Sawit dan
PT Tanjung Buyu Kabupaten Berau, Kalimantan Timur
TBP Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit
Perkasa Plantation Berau Regency, East Kalimantan
Palm Oil Plantation and Palm Oil Mill
Kabupaten Berau, Kalimantan Timur Perkebunan Kelapa Sawit
INK PT Inti Energi Kaltim
Berau Regency, East Kalimantan Palm Oil Plantation
Perkebunan Kelapa Sawit dan
Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur
TLN PT Telen Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit
East Kutai Regency, East Kalimantan
Palm Oil Plantation and Palm Oil Mill
PT Sawit Prima Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur Perkebunan Kelapa Sawit
SPN
Nusantara East Kutai Regency, East Kalimantan Palm Oil Plantation
Perkebunan Kelapa Sawit dan
Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur
TPS PT Telen Prima Sawit Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit
East Kutai Regency, East Kalimantan
Palm Oil Plantation and Palm Oil Mill
PT Gemilang Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur Perkebunan Kelapa Sawit
GSA
Sejahtera Abadi East Kutai Regency, East Kalimantan Palm Oil Plantation
Perkebunan Kelapa Sawit dan
PT Multi Jayantara Kabupaten Paser, Kalimantan Timur
MJA Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit
Abadi Paser Regency, East Kalimantan
Palm Oil Plantation and Palm Oil Mill
Kabupaten Kutai Kartanegara,
Perkebunan Kelapa Sawit dan
PT Cahaya Anugerah Kalimantan Timur
CAP Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit
Plantation Kutai Kartanegara Regency, East
Palm Oil Plantation and Palm Oil Mill
Kalimantan
Kabupaten Kutai Timur dan
Kabupaten Berau, Kalimantan Timur Energi Terbarukan
DL PT Daya Lestari
East Kutai Regency and Berau Regency, Renewable Energy
East Kalimantan
Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur Perkebunan Kelapa Sawit
CDM PT Cipta Davia Mandiri
East Kutai Regency, East Kalimantan Palm Oil Plantation
16 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 19
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Pernyataan Ulang Informasi [GRI 2-4]
Restatement of Information
Dalam Laporan Keberlanjutan 2025 ini, TPA In this 2025 Sustainability Report, TPA ensures that
memastikan seluruh data disajikan sesuai dengan all data are presented in accordance with the most
kondisi terbaru. Apabila terdapat perubahan recent conditions. Should there be any changes in
metodologi atau penyesuaian perhitungan dari methodology or adjustments to calculations from
laporan sebelumnya, informasi tersebut akan the previous report, such information will be marked
diberi penanda “disajikan kembali” pada indikator as “restated” on the relevant indicators. This marking
terkait. Mekanisme penandaan ini dimaksudkan mechanism is intended to maintain transparency
untuk menjaga transparansi dan memudahkan and help stakeholders understand any differences or
pemangku kepentingan memahami perbedaan updates in data presentation.
atau pembaruan dalam penyajian data.
Perubahan yang Bersifat Signifikan [POJK C.6] [GRI 2-6]
Significant Changes
Pada tahun 2025, Perseroan melakukan akuisisi In 2025, the Company completed a CDM acquisition
CDM sebagai langkah strategis untuk meningkatkan as a strategic step to boost production and one of
produksi dan salah satu rencana pengembangan the long-term business development plan. It was
usaha jangka panjang. Aksi korporasi ini merupakan a significant change in the Company’s structure and
perubahan signifikan dalam struktur dan skala business scale.
usaha Perseroan.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 17
Page 20
Pengantar
Introduction
Verifikasi oleh Pihak Independen [POJK G.1] [GRI 2-5]
Verification by an Independent Party
Laporan Keberlanjutan 2025 TPA belum dilakukan The 2025 Sustainability Report of TPA has not been
verifikasi oleh pihak independen. Meskipun demikian, verified by an independent party. Nevertheless,
seluruh data yang ditampilkan telah melalui proses all data presented have undergone a rigorous
validasi internal secara ketat untuk memastikan internal validation process to ensure the accuracy,
akurasi, konsistensi, dan kelengkapan informasi. consistency, and completeness of the information.
Akses Informasi atas Laporan Keberlanjutan [GRI 2-3]
Access to Information on the Sustainability Report
Laporan Keberlanjutan 2025 TPA ditujukan kepada The 2025 Sustainability Report of TPA is intended
seluruh pemangku kepentingan sebagai dasar for all stakeholders as a basis for assessing
untuk menilai kinerja keberlanjutan. Selain tersedia sustainability performance. In addition to
dalam bentuk cetak, Laporan Keberlanjutan ini juga the printed version, this Sustainability Report is also
dapat diakses melalui situs web resmi Perseroan di accessible through the Company’s official website
www.teladanprima.com atau melalui kontak resmi at www.teladanprima.com or via TPA’s official
TPA sebagai berikut: contact as follows:
PT Teladan Prima Agro Tbk
Beltway Office Park Tower B Lt. 7 : (021) 2960 0300
Jl. TB Simatupang No. 41 : (021) 2960 0333
Jakarta Selatan
: corsec@teladanprima.com
DKI Jakarta 12550
: www.teladanprima.com
18 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 21
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 19
Page 22
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
Pesan Direktur Utama [POJK D.1] [GRI 2-22]
Message from the President Director
Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat,
Distinguished Shareholders and Stakeholders,
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan We extend our praise and gratitude to Almighty God
Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, for His grace and blessings, which have enabled
sehingga TPA dapat melalui tahun 2025 dengan TPA to navigate 2025 while maintaining business
tetap menjaga kesinambungan usaha di tengah continuity amid increasingly complex industry
dinamika dan tantangan industri yang semakin dynamics and challenges. Throughout the reporting
kompleks. Sepanjang periode pelaporan, TPA terus period, TPA continued to conduct its operations
menjalankan kegiatan usaha secara bertanggung responsibly by placing sustainability as an integral
jawab dengan menempatkan keberlanjutan sebagai part of its strategy and decision-making processes,
bagian integral dari strategi dan pengambilan in line with its efforts to create long-term value for all
keputusan, seiring dengan upaya TPA menciptakan stakeholders.
nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku
kepentingan.
Tahun 2025 menjadi fase penting dalam The year 2025 marked an important phase in
perjalanan keberlanjutan TPA ketika tantangan TPA’s sustainability journey, as external challenges
eksternal, mulai dari dampak perubahan iklim intensified, ranging from the impacts of climate
dan meningkatnya tuntutan pasar terhadap change to increasing market demands for
praktik usaha yang transparan dan berkelanjutan. transparent and sustainable business practices.
Dalam konteks tersebut, Direksi menegaskan arah In this context, the Board of Directors reaffirmed
pengelolaan perkebunan yang tidak berhenti a plantation management direction that goes
pada upaya mengurangi dampak negatif, tetapi beyond merely reducing negative impacts,
secara aktif mendorong optimasi dampak actively promoting the optimization of positive
positif bagi setiap pemangku kepentingan. TPA contributions for every stakeholder. TPA has adopted
mengarahkan pendekatan regeneratif untuk a regenerative approach to strengthen plantation
memperkuat pengelolaan perkebunan, menjaga management, preserve biodiversity, and expand
keanekaragaman hayati, serta memperluas socio-economic benefits for communities through
manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat melalui the implementation of an integrated strategy
penerapan strategi yang terintegrasi antara that combines disciplined impact mitigation with
pengendalian dampak negatif secara disiplin dan the continuous enhancement of positive
penguatan kontribusi positif secara berkelanjutan di contributions across the entire value chain.
seluruh rantai nilai.
Komitmen tersebut juga tercermin dari langkah This commitment was also reflected in TPA’s
strategis TPA sepanjang 2025, termasuk akuisisi strategic initiatives throughout 2025, including
CDM sebagai salah satu peristiwa penting yang the acquisition of Cipta Davia Mandiri (CDM) as
memperluas wilayah operasional dan mendukung a significant milestone to expand the operational
peningkatan kapasitas produksi tanpa membuka area and support increased production capacity
lahan baru. Langkah ini menegaskan fokus TPA without opening new land area. This measure
dalam menyeimbangkan agenda pertumbuhan affirmed TPA’s focus in balancing its growth agenda
dengan prinsip tanggung jawab lingkungan, with environmental responsibility, compliance with
kepatuhan terhadap standar keberlanjutan, serta sustainability standards, as well as strengthening its
penguatan ketahanan usaha jangka panjang. long-term business resilience.
20 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 23
“
TPA mengakselerasi transformasi
regeneratif di tengah perkembangan
dunia bisnis yang kian mendorong
transparansi, dekarbonisasi, dan
praktik usaha berkelanjutan. TPA
berupaya terus mengoptimalkan
aset strategis, mulai dari BPP
hingga KCP, untuk meningkatkan
produktivitas, memperluas
nilai tambah, dan memperkuat
ketahanan operasional. Strategi
terintegrasi ini menempatkan TPA
pada jalur pertumbuhan yang lebih
tangguh dan rendah emisi.
TPA accelerated its regenerative
transformation amid evolving
business dynamics that
increasingly emphasize
transparency, decarbonization,
and sustainable business
practices. TPA continues to
optimize its strategic assets,
ranging from BPP to KCP, to
enhance productivity, expand
value added, and strengthen
operational resilience. This
integrated strategy positions
TPA on a more resilient and
lower-emission growth path.
”
Wishnu Wardhana
Direktur Utama
President Director
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 21
Page 24
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
Melalui Laporan Keberlanjutan ini, Direksi In this Sustainability Report, the Board of Directors
menyampaikan refleksi atas langkah-langkah presents a reflection on the strategic initiatives,
strategis, capaian, serta tantangan yang dihadapi achievements, and challenges faced by TPA in
TPA dalam mengimplementasikan KSL dan dukungan implementing its Sustainable Palm Oil Policy (KSL)
terhadap agenda pencapaian tujuan pembangunan and support to the achievement of Sustainable
berkelanjutan. Laporan ini diharapkan memberikan Development Goals. This report is expected to provide
gambaran yang utuh mengenai komitmen, kinerja, a comprehensive overview of TPA’s commitments,
dan arah keberlanjutan TPA, sekaligus menjadi performance, and sustainability direction, as
sarana komunikasi yang transparan, kredibel, dan well as a transparent, credible, and constructive
konstruktif bagi seluruh pemangku kepentingan. communication medium for all stakeholders.
Menavigasi Perusahaan dalam Navigating the Company in Facing
Menghadapi Tantangan dan Isu-Isu Sustainability Challenges and Issues
Keberlanjutan di Tengah Dinamika 2025 Amidst the 2025 Dynamics
Sepanjang tahun 2025, TPA menghadapi dinamika Throughout 2025, TPA encountered complex and
isu keberlanjutan yang kompleks dan saling terkait, interrelated sustainability issues encompassing
mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan economic, social, and environmental aspects
yang memerlukan respons terintegrasi. Isu-isu that required an integrated response. These
tersebut tidak hanya memengaruhi kinerja jangka issues not only affected short-term performance
pendek, tetapi juga menentukan ketahanan dan but also shaped the Company’s resilience and
daya saing Perseroan dalam jangka menengah dan competitiveness in the medium and long term, amid
panjang, seiring meningkatnya ekspektasi pasar, increasing expectations from the market, regulators,
regulator, dan pemangku kepentingan terhadap and stakeholders for sustainable and responsible
praktik usaha yang berkelanjutan dan bertanggung business practices.
jawab.
Dari sisi ekonomi, rata-rata harga CPO sepanjang From an economic perspective, the average CPO
2025 masih mendukung kinerja Perseroan, meskipun price throughout 2025 continued to support the
terjadi penurunan pada kuartal II dan IV. Dinamika Company’s performance, despite declines in the
ini menghadirkan tantangan dalam menjaga second and fourth quarters. These dynamics posed
stabilitas kinerja, sekaligus membuka peluang untuk challenges in maintaining performance stability,
memperkuat efisiensi biaya dan meningkatkan while also creating opportunities to strengthen cost
produktivitas sebagai fondasi daya saing jangka efficiency and enhance productivity as a foundation
panjang. Dari sisi operasional, TPA menghadapi for long-term competitiveness. Operationally, TPA
tantangan pencapaian target produksi kebun dan faced challenges in achieving estate and mill
pabrik akibat keterbatasan serta meningkatnya production targets due to limited availability and
persaingan pasokan TBS dari pihak ketiga increasing competition for third-party Fresh Fruit
(OCP). Bertambahnya perusahaan kelapa sawit Bunch (FFB) supply (OCP). The growing number
yang memiliki Pabrik Kelapa Sawit sendiri turut of palm oil companies operating their own Palm
memperketat persaingan dalam memperoleh Oil Mills further intensified competition for raw
bahan baku. Kondisi ini mendorong TPA menjaga materials. In response, TPA sought to maintain
kesinambungan pasokan melalui optimasi produksi supply continuity by optimizing nucleus estate
kebun inti, penguatan kemitraan dengan petani production, strengthening partnerships with plasma
plasma, serta pengelolaan rantai pasok yang lebih smallholders, and implementing a more integrated
terintegrasi guna mempertahankan stabilitas supply chain management approach to sustain
operasional di tengah tekanan pasar. operational stability amid market pressures.
22 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 25
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Dari sisi lingkungan, isu keberlanjutan pada 2025 From an environmental perspective, sustainability
dipengaruhi oleh tuntutan global terhadap praktik issues in 2025 were influenced by global demands for
usaha bebas deforestasi dan dapat ditelusuri deforestation-free and traceable business practices.
(traceable). Implementasi prinsip NDPE serta The implementation of No Deforestation, No Peat,
ketentuan EUDR menempatkan traceability rantai No Exploitation (NDPE) principles and European Union
pasok sebagai kebutuhan yang tidak terpisahkan Deforestation Regulation (EUDR) has positioned
dari akses pasar. Selain itu, agenda transisi supply chain traceability as integrated market access
menuju net zero emission semakin memperkuat requirement. In addition, the transition agenda
urgensi pengelolaan emisi GRK, efisiensi energi, toward net zero emissions has further reinforced
dan pemanfaatan energi hijau. Dalam konteks the urgency of managing GHG emissions, improving
operasional, TPA mengantisipasi risiko kebakaran energy efficiency, and utilizing green energy.
lahan melalui pengendalian hotspot serta penguatan In operational context, TPA mitigated land fire risks
sistem pencegahan dan penanganan kebakaran through hotspot monitoring, as well as strengthening
sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan the fire prevention and handling systems as part
lanskap. Perlindungan keanekaragaman hayati of the efforts to maintain landscape sustainability.
serta pengelolaan areal HCV juga menjadi perhatian The protection of biodiversity and the management
berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan of HCV areas also remained ongoing priorities in
ekosistem di sekitar wilayah operasional. preserving ecosystem balance around its operational
areas.
Dari sisi sosial, isu keberlanjutan pada 2025 From a social perspective, sustainability issues
dipengaruhi tantangan ketersediaan tenaga kerja, in 2025 were shaped by challenges in workforce
terutama di wilayah operasional yang berada pada availability, particularly in operational areas located
lokasi remote area dan menghadapi mobilitas in remote regions with high labor mobility. The
tenaga kerja yang tinggi. Ketersediaan SDM yang availability of competent human resources remains
kompeten menjadi faktor krusial dalam menjaga a crucial factor in maintaining operational continuity
kontinuitas operasi dan produktivitas. TPA juga and productivity. TPA also recognizes the increasingly
mencermati semakin pentingnya peran perusahaan important role of companies in creating more
dalam menciptakan dampak ekonomi yang lebih inclusive economic impacts for local communities.
inklusif bagi masyarakat lokal. Isu ini mendorong TPA This issue has encouraged TPA to strengthen
untuk memperkuat pelibatan masyarakat sekitar community involvement within its supply chain and
ke dalam rantai pasok dan rantai nilai, sehingga value chain, ensuring that its operations generate
keberadaan operasional TPA mampu menciptakan direct employment opportunities and sustainably
lapangan kerja langsung serta memperluas expand economic benefits. Meanwhile, occupational
manfaat ekonomi secara berkelanjutan. Di sisi lain, health and safety continues to be a top priority, given
isu keselamatan dan kesehatan kerja tetap menjadi the inherent risks associated with plantation and
perhatian utama, mengingat karakteristik aktivitas processing activities, which require the consistent
perkebunan dan pengolahan yang memiliki tingkat implementation of rigorous safety standards.
risiko inheren dan menuntut penerapan standar
keselamatan yang konsisten.
Selain isu utama tersebut, TPA juga mencermati Other than these key issues, TPA also monitored
meningkatnya ekspektasi pemangku kepentingan the increasing stakeholders’ expectations on
terhadap transparansi kinerja keberlanjutan, transparency of sustainability performance,
kualitas data lingkungan dan sosial, serta konsistensi quality of environmental and social data, as well
implementasi kebijakan di seluruh entitas as the consistency of policy implementation
operasional. Kondisi ini mendorong penguatan tata across all operational entities. This condition drives
kelola dan sistem pelaporan agar setiap inisiatif the strengthening of governance and reporting
keberlanjutan dapat dipantau, dievaluasi, dan systems to ensure every sustainability initiative can
dikomunikasikan secara kredibel. be monitored, evaluated, and communicated in
a credible manner.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 23
Page 26
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
Meneguhkan Kebijakan Sawit Reaffirming Sustainable Palm Oil Policy
Lestari sebagai Fondasi Strategis as the Strategic Foundation of TPA’s
Keberlanjutan TPA Sustainability
Komitmen, Nilai, dan Strategi TPA’s Sustainability Commitment, Values,
Keberlanjutan TPA and Strategy
Dalam merespons dinamika keberlanjutan In responding to sustainability dynamics throughout
sepanjang 2025, TPA menegaskan KSL sebagai 2025, TPA reaffirmed its Sustainability Commitment
kerangka strategis utama yang mengarahkan (KSL) as the primary strategic framework guiding the
komitmen, nilai, dan strategi Perseroan. KSL Company’s commitments, values, and strategies. The
memastikan ketahanan usaha, pengelolaan KSL ensures that business resilience, environmental
lingkungan, serta penciptaan nilai sosial dan management, and the creation of social and
ekonomi dijalankan secara terintegrasi dan terukur. economic value are carried out in an integrated and
Implementasinya diwujudkan melalui 4 pilar utama, measurable manner. Its implementation is realized
yaitu Good Governance, Agro-Ecological, Socio- through four main pillars, namely Good Governance,
Territorial, dan Economic Viability, yang menjadi Agro-Ecological, Socio-Territorial, and Economic
dasar analisis dan pengambilan keputusan atas isu Viability, serving as the foundation of analysis and
keberlanjutan. decision-making on sustainability issues.
Kepemimpinan sebagai Penjamin Leadership to Safeguard the Consistent KSL
Konsistensi Implementasi KSL Implementation
Dewan Komisaris dan Direksi memastikan The Board of Commissioners and Board of Directors
implementasi KSL dikelola melalui manajemen risiko ensure that the implementation of the Sustainability
terintegrasi berorientasi jangka panjang. Prinsip Commitment (KSL) is managed through
keberlanjutan tertanam dalam strategi, kebijakan, an integrated, long-term-oriented risk management
serta pengendalian internal, dengan pemantauan framework. Sustainability principles are embedded
berkala atas kinerja dan risiko utama. Pendekatan in the strategies, policies, and internal controls, with
ini menjaga pengelolaan risiko yang prudent serta regular monitoring of key performance and risks.
kesinambungan usaha yang selaras dengan tujuan This approach safeguards prudent risk management
jangka panjang Perseroan. and business continuity in alignment with the
Company’s long-term objectives.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengawasan This commitment is realized through oversight
efisiensi biaya dan energi, diversifikasi produk, of cost and energy efficiency, product
penguatan SDM dan keselamatan kerja, serta diversification, strengthening of human resources
pengelolaan lingkungan dan iklim yang konsisten. and occupational safety, as well as consistent
Kepemimpinan adaptif berbasis risiko memastikan environmental and climate management.
empat pilar KSL berfungsi sebagai pedoman The risk-based adaptive leadership ensures
operasional untuk menjaga ketahanan usaha dan the four KSL pillars function as operational guidelines
mendorong regenerasi secara bertanggung jawab. to maintain business resilience and encourage
a responsible regeneration.
Pencapaian Kinerja Keberlanjutan TPA TPA’s Sustainability Performance
Dibandingkan dengan Target Achievement Compared to Targets
Sepanjang 2025, TPA mengevaluasi kinerja Throughout 2025, TPA evaluated its sustainability
keberlanjutan berdasarkan pencapaian target performance based on the achievement of
operasional serta konsistensi penerapan nilai operational targets, and consistency of KSL
KSL dalam proses bisnis. Implementasi 4 pilar values implementation in the business processes.
KSL menjadi landasan penilaian dalam menjaga The implementation of 4 KSL pillars is the assessment
ketahanan usaha sekaligus mendorong agenda foundation in maintaining business resilience
regenerasi di tengah dinamika industri. while pushing the regeneration agenda amidst
the industry dynamics.
24 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 27
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Melalui pilar Good Governance, kami menjalankan Through the Good Governance pillar, we conduct
operasional secara transparan, akuntabel, dan our operations in a transparent, accountable, and
berlandaskan etika bisnis, didukung kepatuhan serta ethical manner, supported by consistent compliance
pengendalian internal yang konsisten. Sepanjang and internal controls. During the reporting year,
tahun pelaporan, Entitas Anak TBP, TPS, dan TLN Subsidiaries TBP, TPS, and TLN achieved a National
meraih PROPER Nasional peringkat Biru, sementara PROPER Blue rating, while MJA obtained a Regional
MJA memperoleh PROPER Daerah Hijau serta CAP PROPER Green rating and CAP and TBP received Blue
dan TBP peringkat Biru. Seluruh Entitas Anak juga ratings. All Subsidiaries have also been certified under
telah tersertifikasi ISPO. Capaian ini memperkuat ISPO. These achievements reinforce governance
kredibilitas tata kelola sekaligus memastikan credibility and ensure compliance with applicable
kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. regulations.
Pada pilar Agro-Ecological, kinerja 2025 In the Agro-Ecological pillar, 2025 performance
mencerminkan penerapan prinsip KSL melalui reflects the implementation of KSL principles through
larangan pembukaan lahan di areal HCV, HCS, prohibitions on land clearing in HCV, HCS, and
dan gambut, serta praktik perkebunan ramah peatland areas, as well as environmentally friendly
lingkungan. TPA secara konsisten mengelola dan plantation practices. TPA is consistently managing
memantau kawasan HCV serta keanekaragaman and monitoring its HCV areas and biodiversity to
hayati guna memastikan perlindungan ekosistem ensure ecosystem protection across operational
di seluruh wilayah operasional. Hingga akhir 2025, areas. As of the end of 2025, the HCV areas was
luas areal HCV tercatat 9.718,82 ha. Pemantauan recorded at 9,718.82 hectares. Periodic monitoring
berkala mengidentifikasi spesies kunci dan identifies key species and ecological indicators,
indikator ekologis, termasuk burung rangkong including hornbills that support forest regeneration
yang mendukung regenerasi hutan serta raptor and raptors that maintain the food chain balance.
yang berperan menjaga keseimbangan rantai This approach reaffirms TPA’s commitment to
makanan. Pendekatan ini menegaskan komitmen sustainably preserving landscape functions.
TPA dalam mempertahankan fungsi lanskap secara
berkelanjutan.
Sejalan dengan komitmen tersebut, TPA In line with this commitment, TPA optimized the
mengoptimalkan pencapaian target keberlanjutan achievement of its sustainability targets through
melalui peningkatan efisiensi sumber daya serta enhanced resource efficiency and environmental
mitigasi dampak lingkungan. Pemanfaatan energi impact mitigation. The utilization of renewable
terbarukan melalui BPP yang berfungsi sebagai energy through the Biogas Power Plant (BPP), which
methane capture menjadi bagian dari strategi functions as a methane capture facility, forms
penurunan emisi GRK. TPA juga mengoptimalkan part of the Company’s GHG emissions reduction
pemanfaatan by-product berupa TKKS dan POME strategy. TPA also optimizes the utilization of
untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan unsur by-products such as EFB and POME to maintain the
hara tanah. Sepanjang 2025, penggunaan energi health and nutrient balance of the soil. Throughout
terbarukan mencapai 136.181,33 GJ atau 29,17% dari 2025, the renewable energy use reached 136,181.33
total konsumsi energi, dengan pendekatan waste to GJ, or 29.17% of total energy consumption, using
energy pada BPP yang mendukung efisiensi energi waste-to-energy approach at the BPP that supports
dan pengurangan emisi. Intensitas emisi GRK tercatat energy efficiency and emissions reduction. GHG
menurun sebesar 20,19% dibandingkan tahun emission intensity was recorded to decreased by
sebelumnya. Selain itu, penggunaan agen hayati 20.19% compared to the previous year. In addition,
seperti Sycanus sp. diperkuat untuk mendukung the use of biological agents such as Sycanus sp. was
pengendalian hama yang ramah lingkungan. strengthened to support environmentally friendly
pest management.
Pada pilar Socio-Territorial, TPA mengedepankan In the Socio-Territorial pillar, TPA prioritizes respect
penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia, for human rights, occupational safety, as well as
keselamatan kerja, serta penciptaan nilai sosial creating social value for stakeholders. Throughout
bagi pemangku kepentingan. Sepanjang 2025, 2025, TPA maintained stable industrial relations and
TPA menjaga stabilitas hubungan industrial dan safe working environment with the support of 12,248
lingkungan kerja yang aman dengan dukungan employees and strengthening of the OHS system.
12.248 karyawan serta penguatan sistem K3. Compliance with labor rights was realized through
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 25
Page 28
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
Pemenuhan hak ketenagakerjaan diwujudkan the provision of benefits according to standards,
melalui penyediaan manfaat sesuai standar, improvement of work facilities, and ongoing
peningkatan fasilitas kerja, dan pengembangan competency development.
kompetensi berkelanjutan.
Sejalan dengan dinamika sosial di wilayah In line with social dynamics in operational areas,
operasional, TPA memanfaatkan bonus demografi TPA is utilizing the demographic bonus and
dan karakter masyarakat Kalimantan Timur yang heterogeneous characteristics of East Kalimantan
heterogen untuk mendukung ketersediaan tenaga communities to support workforce availability and
kerja dan keberagaman kompetensi. Di tingkat diversity of competencies. At community level, TPA
komunitas, TPA menyalurkan dana CSR sebesar distributed CSR funds amounted to Rp5.45 billion
Rp5,45 miliar serta melibatkan pemasok dan mitra and involved local suppliers and partners in 63.21%
lokal dalam 63,21% pengadaan barang dan jasa. of procurement activities. This approach strengthens
Pendekatan ini memperkuat keberlangsungan operational continuity while generating inclusive
operasional sekaligus menciptakan dampak sosial social and economic impacts.
dan ekonomi yang inklusif.
Pada pilar Economic Viability, TPA berfokus pada In the Economic Viability pillar, TPA focuses on creating
penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan dan sustainable and responsible economic value.
bertanggung jawab. Sepanjang 2025, ketahanan Throughout 2025, business resilience was reinforced
usaha diperkuat melalui efisiensi biaya, optimalisasi with cost efficiency, production optimization, and
produksi, serta diversifikasi produk untuk mengurangi product diversification to lower dependence on
ketergantungan pada komoditas primer. Produksi primary commodities. FFB production reached
TBS mencapai 1.271,03 ribu ton atau 95,64% dari 1,271.03 thousand tons or 95.64% of the target, but
target, namun meningkat 51,74 ribu ton atau 4,24% increased by 51.74 thousand tons or 4.24% compared
dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi tersebut to the previous year. The production consisted
terdiri atas 1.109,56 ribu ton (87,30%) kebun inti dan of 1,109.56 thousand tons (87.30%) from nucleus
161,48 ribu ton (12,70%) kebun plasma. plantations and 161.48 thousand tons (12.70%) from
plasma plantations.
TPA mencatat pendapatan sebesar Rp5.421,39 miliar TPA recorded revenue of Rp5,421.39 billion and net
dan laba bersih Rp1.106,62 miliar, tumbuh masing- profit of Rp1,106.62 billion, growing 28.73% and 34.04%
masing 28,73% dan 34,04% secara tahunan. Kontribusi year-on-year, respectively. The contribution of
diversifikasi semakin terlihat melalui penjualan diversification is increasingly visible in downstream
produk hilir CPKO dan PKE sebesar Rp307,48 miliar, CPKO and PKE product sales of Rp307.48 billion, an
meningkat 228,65%, didukung optimalisasi fasilitas increase of 228.65%, supported by optimization
pengolahan serta pengembangan kapasitas of processing facilities and further capacity
lanjutan. development.
Selain kinerja utama, TPA mencatat sejumlah Beyond its core performance, TPA recorded
pencapaian strategis sepanjang 2025. Optimalisasi several strategic achievements throughout 2025.
fasilitas KCP pertama yang telah beroperasi penuh The optimization of the first KCP, which has been fully
serta rencana pembangunan KCP dan BPP kedua operational, along with the planned development
menjadi tonggak penting dalam mendorong of the second KCP and BPP, marked significant
diversifikasi produk, diperkuat pelaksanaan sensus milestones in advancing product diversification.
produksi berbasis TPTS untuk meningkatkan akurasi These efforts were further supported by the
data operasional. implementation of a TPTS-based production census
to enhance the accuracy of operational data.
Komitmen terhadap tata kelola, transparansi, Commitment to governance, transparency, and
dan kepatuhan memperoleh pengakuan melalui compliance was recognized through various
berbagai penghargaan, termasuk The Best awards, including The Best Corporate Transparency
Corporate Transparency and Emission Reduction and Emission Reduction 2025, The Best Enterprise in
2025, The Best Enterprise in Regulatory Compliance Regulatory Compliance 2025, Best Under a Billion
2025, Best Under a Billion 2025, serta Indonesia’s 2025, and Indonesia’s Most Innovative In-House
Most Innovative In-House Counsel Team 2025. Counsel Team 2025.
26 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 29
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Dari aspek sosial dan ketenagakerjaan, TPA meraih From the social and labor perspective, TPA received
Satya JKN Awards 2025 dan Zero Accident Award the Satya JKN Awards 2025 and Zero Accident Award
sebagai cerminan konsistensi perlindungan tenaga as a reflection of consistent employee protection.
kerja. Di sisi lingkungan, pengoperasian BPP dan On the environmental side, the operation of BPP
penguatan pencegahan kebakaran lahan turut and strengthening of land fire prevention further
mendukung pengelolaan dampak yang lebih supported more sustainable impact management.
berkelanjutan.
Menangkap Momentum Peluang dan Seizing Momentum of Future
Prospek Usaha ke Depan Opportunities and Business Prospects
TPA memandang dinamika industri kelapa sawit TPA views the dynamics of the palm oil industry
sebagai tantangan sekaligus peluang untuk both as challenge and an opportunity to strengthen
memperkuat ketahanan dan keberlanjutan usaha. business resilience and sustainability. Projected
Proyeksi peningkatan permintaan CPO, ekspektasi growth in CPO demand, market expectation for
pasar terhadap praktik bertanggung jawab, serta responsible practices, and the need for efficiency and
kebutuhan efisiensi dan nilai tambah membentuk added value shape the future business prospects.
prospek usaha ke depan. Perbaikan kinerja Improvements in economic performance are
ekonomi diharapkan berlanjut melalui peningkatan expected to continue through enhanced productivity
produktivitas dan disiplin pengendalian biaya and cost control discipline.
Dari sisi ekonomi, peluang pertumbuhan From an economic perspective, growth opportunities
dioptimalkan melalui penguatan model bisnis are optimized through the strengthening of a value-
berbasis nilai tambah. Operasional KCP dan added business model. The operation of the KCP and
optimalisasi produk turunan, seperti CPKO dan PKE, the optimization of derivative products such as CPKO
memperluas sumber pendapatan serta mengurangi and PKE expand revenue streams while reducing
ketergantungan pada komoditas primer. Diversifikasi reliance on primary commodities. This diversification
ini mendorong peningkatan pendapatan dan drives increased revenue and productivity across the
produktivitas di seluruh rantai operasional. operational value chain.
Pada aspek lingkungan, peluang keberlanjutan From an environmental perspective, sustainability
difokuskan pada percepatan mitigasi emisi GRK dan opportunities are focused on accelerating GHG
pengurangan limbah. Pemanfaatan residu, termasuk emissions mitigation and waste reduction.
POME, sebagai sumber energi terbarukan melalui The utilization of residues, including POME, as
BPP menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi a renewable energy source through the BPP forms
dan peningkatan efisiensi energi. Upaya ini part of the Company’s decarbonization and energy
ditargetkan menurunkan emisi secara bertahap efficiency strategy. These efforts are aimed at
sekaligus meningkatkan kinerja lingkungan menuju gradually reducing emissions while enhancing
standar yang lebih tinggi, termasuk PROPER Hijau. environmental performance toward higher
Ke depan, TPA merencanakan penerapan teknologi standards, including achieving a PROPER Green rating.
photovoltaic melalui instalasi panel surya sebagai Going forward, TPA plans to implement photovoltaic
bagian dari diversifikasi sumber energi terbarukan di technology through the installation of solar panels
wilayah operasional. as part of the diversification of renewable energy
sources across its operational areas.
Dari aspek sosial, peluang keberlanjutan diperkuat From the social aspect, sustainability opportunity is
melalui pengelolaan SDM yang berkesinambungan, strengthened through continuous HR management,
mencakup pengendalian turnover, peningkatan including turnover control, competency development,
kompetensi, penyediaan fasilitas karyawan, serta provision of employee facilities, and strengthening
penguatan implementasi SMK3. Program CSR dan of the SMK3. CSR programs and local supplier
pelibatan pemasok lokal terus ditingkatkan untuk engagement continue to be enhanced to ensure
memastikan pertumbuhan usaha berjalan selaras that business growth is in line with improvement of
dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. community welfare.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 27
Page 30
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
Berlandaskan ESG Roadmap yang terarah, Guided by a well-defined ESG Roadmap,
meliputi peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, encompassing productivity enhancement, cost
penguatan kompetensi, penurunan emisi, serta efficiency, competency strengthening, emissions
peningkatan standar keselamatan dan lingkungan, reduction, and higher safety and environmental
kami optimis prospek usaha tetap terbuka dan standards, we remain confident that business
dikelola secara bertanggung jawab. Pertumbuhan prospects will continue to be promising and
tidak hanya diukur dari kinerja keuangan, tetapi juga responsibly managed. Growth is measured not only
dari kemampuan menciptakan nilai jangka panjang by financial performance, but also by the ability to
yang seimbang bagi pemangku kepentingan, create balanced, long-term value for stakeholders,
lingkungan, dan masyarakat. the environment, and society.
Menyikapi Tantangan serta Situasi Responding to External Economic,
Eksternal Ekonomi, Lingkungan Environmental, and Social Challenges
Hidup, dan Sosial yang Berpotensi That Potentially Affecting TPA’s Future
Memengaruhi Keberlanjutan TPA Sustainability
ke Depan
Kami menyadari bahwa keberlanjutan usaha ke We realize that future business sustainability will be
depan dipengaruhi dinamika eksternal yang semakin influenced by increasingly complex and interrelated
kompleks dan saling terkait. Volatilitas harga kelapa external dynamics. From an economic and public
sawit serta perkembangan permintaan global policy perspective, palm oil price volatility and
menjadi faktor utama yang membentuk prospek developments in global demand remain key factors
usaha. Kondisi ini membuka peluang peningkatan shaping business prospects. Such policies create
permintaan domestik, namun sekaligus menuntut opportunities for increased domestic demand, while
kesiapan operasional, efisiensi biaya, dan ketahanan simultaneously requiring operational readiness,
pasokan agar Perseroan tetap kompetitif. cost efficiency, and supply resilience to ensure
the Company remains competitive.
Pada aspek lingkungan, perubahan iklim menjadi From an environmental standpoint, climate change
faktor kunci yang memengaruhi kesinambungan represents a key factor affecting operational
operasional. Cuaca ekstrem, risiko banjir, dan potensi continuity. Extreme weather events, flood risks,
kebakaran lahan menuntut pengelolaan yang and the potential for land fires require adaptive
adaptif dan berbasis mitigasi risiko. Agenda global and risk-based management. Global agendas
seperti Net Zero Emission, perdagangan karbon, such as Net Zero Emission, carbon trading, and the
serta penerapan standar internasional, termasuk implementation of international standards, including
NDPE dan EUDR, semakin memperkuat tuntutan atas NDPE and EUDR, further reinforce the demand for
transparansi, kemamputelusuran,, dan pengelolaan transparency, traceability, and comprehensive
dampak lingkungan yang komprehensif. environmental impact management.
Dari sisi sosial dan ketenagakerjaan, meningkatnya From a social and labor perspective, growing
ekspektasi masyarakat terhadap praktik usaha public expectations for responsible, inclusive,
yang bertanggung jawab, inklusif, dan beretika and ethical business practices also influence
turut memengaruhi keberlanjutan usaha. business sustainability. Workforce dynamics and
Dinamika tenaga kerja dan penguatan kebijakan the strengthening of occupational health and
K3 mendorong Perseroan untuk terus menjaga safety (OHS) policies encourage the Company to
perlindungan pekerja, kepatuhan regulasi, serta continuously uphold worker protection, regulatory
hubungan industrial yang harmonis, seiring compliance, and harmonious industrial relations, in
meningkatnya perhatian publik terhadap isu ESG. line with heightened public attention to ESG issues.
Menghadapi kondisi tersebut, TPA menegaskan In response to these conditions, TPA affirms
pendekatan yang adaptif, terintegrasi, dan berbasis an adaptive, integrated, and risk-based approach
risiko dalam pengelolaan keberlanjutan. Penguatan to sustainability management. The strengthening
sistem, tata kelola, serta penyesuaian strategi of systems and governance, along with strategic
terhadap perubahan kebijakan dan ekspektasi adjustments in response to policy developments
pemangku kepentingan diyakini mampu menjaga and stakeholder expectations, is expected to
28 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 31
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
kesinambungan usaha sekaligus mempercepat safeguard business continuity while accelerating
agenda regenerasi sebagai fondasi pertumbuhan the regeneration agenda as the foundation for
jangka panjang yang bertanggung jawab. responsible long-term growth.
Penutup Closing
Kami menyadari bahwa capaian keberlanjutan We realize that sustainability achievements
hingga saat ini merupakan hasil kolaborasi dan achieved to date are the result of collaboration and
dukungan berbagai pihak. Keberhasilan TPA support from various stakeholders. TPA’s success in
dalam menjaga ketahanan usaha, meningkatkan maintaining business resilience, enhanced added
nilai tambah, serta memperkuat pengelolaan value, and strengthen management of social and
dampak sosial dan lingkungan tidak terlepas environmental impacts would not have been possible
dari kontribusi seluruh karyawan, arahan Dewan without the contributions of all employees, guidance
Komisaris, kepercayaan Pemegang Saham, serta of the Board of Commissioners, trust of Shareholders,
kemitraan yang solid dengan masyarakat, pemasok, and strong partnerships with communities, suppliers,
pelanggan, dan pemangku kepentingan lainnya. customers, and other stakeholders.
Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh We extend our appreciation to all TPA personnel for
insan TPA atas dedikasi dan profesionalisme dalam their dedication and professionalism in implementing
mengimplementasikan nilai keberlanjutan di setiap sustainability values across all operational lines.
lini operasional. Terima kasih juga kami sampaikan We also express our sincere gratitude to the Board of
kepada Dewan Komisaris, pemerintah, regulator, Commissioners, government authorities, regulators,
mitra usaha, dan masyarakat sekitar wilayah business partners, and communities surrounding
operasional atas dukungan dan kerja sama yang the operational areas for the continued support and
terjalin baik. constructive collaboration.
Ke depan, TPA berkomitmen memperkuat tata kelola, Going forward, TPA remains committed to
meningkatkan kinerja keberlanjutan, serta mengelola strengthen governance, enhance sustainability
risiko dan peluang secara adaptif di tengah dinamika performance, and managing risks and opportunities
industri dan perubahan global. Dengan dukungan adaptively amidst the industry dynamics and global
seluruh pemangku kepentingan, kami optimis dapat developments. With the support of all stakeholders,
melanjutkan transformasi menuju industri kelapa we strongly believe to be able to continue
sawit yang tangguh, regeneratif, dan berkelanjutan, the transformation toward a resilient, regenerative,
sekaligus berkontribusi positif bagi pembangunan and sustainable palm oil industry, while contributing
nasional dan generasi mendatang. positively to national development and future
generations.
Atas nama Direksi / On behalf of the Board of Directors of
PT Teladan Prima Agro Tbk,
Wishnu Wardhana
Direktur Utama
President Director
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 29
Page 32
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
Profil Perusahaan
Company Profile
TPA senantiasa menempatkan prinsip keberlanjutan sebagai dasar pengelolaan usaha agribisnis yang
dijalankan. TPA mengelola perkebunan kelapa sawit dan unit pengolahan dengan menerapkan praktik
budidaya berkelanjutan yang memperhatikan efisiensi sumber daya, perlindungan keanekaragaman
hayati, serta pengurangan emisi gas rumah kaca. Upaya ini didukung penerapan prinsip ekonomi sirkular
dalam rantai pasok, yang menjadi bagian dalam upaya meningkatkan produktivitas serta memperkuat
daya saing di industri kelapa sawit yang semakin kompetitif.
Dari aspek sosial, TPA berkomitmen menciptakan hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar melalui
pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas petani plasma, dan penyediaan akses kesehatan
maupun pendidikan. Dari sisi tata kelola, pengelolaan usaha dijalankan dengan mengedepankan
transparansi, akuntabilitas, serta manajemen risiko yang selaras dengan prinsip Good Corporate
Governance dan ekspektasi investor berbasis ESG.
Dengan landasan tersebut, TPA berfokus pada pertumbuhan bisnis yang sehat serta memastikan
kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pendekatan ini
menjadi cerminan komitmen jangka panjang TPA untuk menciptakan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan
secara seimbang, sekaligus mendukung ketahanan energi dan pangan berkelanjutan di Indonesia.
TPA consistently upholds the principle of sustainability
as the foundation of its agribusiness operations.
The Company manages oil palm plantations and
processing units by implementing sustainable
cultivation practices that emphasize resource efficiency,
biodiversity protection, and the reduction of greenhouse
gas emissions. These efforts are supported by the
application of circular economy principles across the
supply chain, which forms part of the efforts to enhance
productivity as well as strengthen competitiveness in
the increasingly challenging palm oil industry.
From a social perspective, TPA is committed to
fostering harmonious relationships with surrounding
communities through economic empowerment,
capacity building for plasma farmers, and
the provision of access to healthcare and education.
From a governance standpoint, business operations
are conducted with a focus on transparency,
accountability, and risk management aligned with
the principles of Good Corporate Governance and
ESG-based investor expectations.
With this foundation, TPA focuses on healthy business
growth as well as ensures tangible contributions to
the achievement of the Sustainable Development
Goals (SDGs). This approach reflects TPA’s long-term
commitment to creating balanced economic, social,
and environmental value, while supporting sustainable
energy and food resilience in Indonesia.
30 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 33
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Sekilas Teladan Prima Agro [POJK C.3, C.4, C.6] [GRI 2-1, 2-6]
Overview of Teladan Prima Agro
PT Teladan Prima Agro Tbk merupakan perusahaan PT Teladan Prima Agro Tbk is an agribusiness
agribisnis yang menjalankan usaha di bidang company engaged in oil palm plantation and
perkebunan kelapa sawit dan industri pengolahannya processing industries through 9 Subsidiaries,
melalui 9 Entitas Anak, serta 1 Entitas Anak di as well as 1 Subsidiary in renewable energy sector.
bidang energi terbarukan. Selain berfungsi sebagai In addition to functioning as a holding company, TPA
perusahaan holding, TPA juga mengembangkan also develops management consulting activities to
aktivitas konsultasi manajemen untuk mendukung support its business growth strategy. With a vision
strategi pertumbuhan bisnis. Dengan visi menjadi to become a world-class agribusiness company,
perusahaan agribisnis berkelas dunia, TPA TPA continues to strengthen its competitiveness
senantiasa memperkuat daya saing melalui praktik through sustainable cultivation practices,
budidaya berkelanjutan, pemanfaatan teknologi the utilization of integrated digital technology, and
digital terintegrasi, serta penerapan tata kelola yang the implementation of good governance in line with
baik sejalan dengan prinsip ESG. ESG principles.
Sampai dengan akhir tahun 2025, TPA mengelola As of the end of 2025, TPA manages a total plantation
lahan perkebunan seluas 64.430 Ha di Kalimantan area of 64,430 Ha in East Kalimantan, with main
Timur, dengan produk utama berupa minyak kelapa products consisting of crude palm oil (CPO) and
sawit (CPO) dan inti sawit (PK). Untuk meningkatkan palm kernel (PK). To enhance added value, TPA has
nilai tambah, TPA telah memproduksi produk turunan developed derivative products such as crude palm
berupa minyak inti sawit mentah (CPKO) dan bungkil kernel oil (CPKO) and palm kernel expeller (PKE),
sawit (PKE), sekaligus merambah bisnis energi while also expanding into the renewable energy
terbarukan melalui salah satu Entitas Anak sebagai business through one of its Subsidiaries as part of
langkah diversifikasi portofolio dan dukungan portfolio diversification and support for the transition
terhadap transisi menuju ekonomi rendah karbon. toward a low-carbon economy.
Seluruh kegiatan operasional TPA dijalankan All of TPA’s operational activities are carried out based
berdasarkan Kebijakan Sawit Lestari (KSL) yang on the sustainable Palm Oil Policy (KSL), which is
berlandaskan pada 4 pilar keberlanjutan, yaitu: founded on 4 sustainability pillars: Good Governance,
Good Governance, Agro-Ecological, Socio-Territorial, Agro-Ecological, Socio-Territorial, and Economic
dan Economic Viability. Penerapan precision Viability. The implementation of precision agriculture
agriculture ini memungkinkan TPA mengoptimalkan enables TPA to optimize resource utilization,
pemanfaatan sumber daya, meningkatkan efisiensi, improve efficiency, and minimize environmental
serta menekan dampak lingkungan, sehingga impacts, thereby supporting the achievement of
mendukung pencapaian standar keberlanjutan internationally recognized sustainability standards.
yang diakui secara internasional.
Sebagai wujud komitmen terhadap inovasi As a manifestation of its commitment to sustainable
berkelanjutan, TPA telah mengoperasikan KCP sejak innovation, TPA has been operating KCP since 2024
tahun 2024 dan BPP sejak tahun 2025. Bahkan di tahun and BPP since 2025. In the same year, the Company
yang sama, Perseroan meningkatkan kapasitas KCP even upgraded the capacity of the KCP and BPP by
dan BPP tersebut melalui pembangunan fasilitas constructing a second facilities. The KCP supports
kedua. KCP mendukung hilirisasi dengan mengolah downstreaming by processing palm kernels into
inti sawit menjadi produk bernilai tinggi seperti high-value products such as CPKO and PKE, while
CPKO dan PKE, sementara BPP memanfaatkan the BPP utilizes oil palm waste to generate renewable
limbah kelapa sawit untuk menghasilkan energi energy and reduce greenhouse gas emissions.
terbarukan sekaligus mengurangi emisi gas rumah These 2 initiatives reflect the application of circular
kaca. Kedua inisiatif ini mencerminkan penerapan economy principles, where waste is transformed
prinsip ekonomi sirkular, di mana limbah dijadikan into a source of clean energy, contributing directly to
sumber energi bersih, serta memberi kontribusi the achievement of the Sustainable Development
nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Goals (SDGs).
Berkelanjutan (SDGs).
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 31
Page 34
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
Dengan strategi tersebut, TPA menegaskan Through this strategy, TPA reinforces its long-term
komitmen jangka panjang untuk menghadirkan commitment to developing a business that is both
bisnis yang berdaya saing sekaligus bertanggung competitive and responsible toward the environment
jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. and surrounding communities. Moving forward, TPA
Ke depan, TPA berfokus pada peningkatan nilai will focus on enhancing product value, strengthening
tambah produk, penguatan efisiensi operasional, operational efficiency, and creating lasting positive
serta penciptaan dampak positif yang berkelanjutan impacts for all stakeholders.
bagi seluruh pemangku kepentingan.
Profil Perseroan [POJK C.2, C.4, C.5] [GRI 2-1, 2-6, 2-28]
Company Profile
Nama Perusahaan
Company Name
PT Teladan Prima Agro Tbk
Aktivitas Usaha
Line of Business
Aktivitas perusahaan holding dan aktivitas konsultasi manajemen lainnya, serta perkebunan kelapa sawit dan industri
pengolahan kelapa sawit melalui Entitas Anak.
Engaging in holding company and other management consultancy activities, as well as palm oil plantation and palm oil
processing industry through Subsidiaries.
Status Perusahaan Wilayah Operasi
Company Status Operational Areas
Perusahaan Terbuka Provinsi Kalimantan Timur: Kabupaten Berau, Kutai Timur, Paser, dan Kutai Kartanegara.
Public Company East Kalimantan Province: Berau, East Kutai, Paser, and Kutai Kartanegara Regencies.
Keterlibatan di
Kantor Cabang Asosiasi Industri
Kantor Pusat Representative Involvement in
Head Office Office Industrial Associations
Beltway Office Park Tower B Lt. 7 Jl. Gajah Mada S-4 Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit
Jl. TB Simatupang No. 41 Samarinda Indonesia (GAPKI) - Anggota (melalui
Jakarta Selatan Kalimantan Timur 75122 TBP, TLN, TPS, CAP, dan CDM).
DKI Jakarta 12550 : (0541) 743 426 Association of Indonesian Palm Oil
: (021) 2960 0300 Growers (GAPKI) - Member (through
: (021) 2960 0333 TBP, TLN, TPS, CAP, and CDM).
Instagram Situs / Website E-mail / E-mail
@teladanprimaagro www.teladanprima.com corsec@teladanprima.com
32 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 35
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Skala Operasi [POJK C.3, C.4] [GRI 2-6]
Scale of Operations
Lahan Perkebunan
Plantation Area
64.430 ha dari
ha from 17 lokasi kebun
plantations
Profil usia tanaman inti rata-rata
Average plant age of
16,1 tahun dan tanaman plasma
years and plasma plant
14,3 tahun
years
Fasilitas Pengolahan
Processing Facilities
6 Pabrik Kelapa Sawit (PKS)
Palm Oil Mills (PKS) 335 ton/jam
ton/hour
total kapasitas pengolahan
total processing capacity
1 Kernel Crushing Plant (KCP) 43.500 ton total kapasitas tangki penyimpanan
total storage tank capacity
1 Biogas Power Plant (BPP) 1,7 MW total kapasitas pembangkit listrik dari BPP
total power generation capacity from BPP
Volume Penjualan Volume Produksi
Sales Volume Production Volume
339.465 31.969 1.463.439 333.092
ton CPO ton PK ton TBS diolah ton CPO
tons of CPO tons of PK tons of FFB processed tons of CPO
12.012 18.560 52.197 11.991 15.803
ton CPKO ton PKE ton PK ton CPKO ton PKE
tons of CPKO tons of PKE tons of PK tons of CPKO tons of PKE
Kinerja Keuangan dan SDM
Financial and HR Performance
Total Aset Total Liabilitas Pendapatan Total Karyawan
Total Assets Total Liabilities Revenue Total Employee
Rp
6.018,03 Rp
2.373,12 Rp
5.421,39 12.248
miliar / billion miliar / billion miliar / billion karyawan / employee
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 33
Page 36
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
Produk dan Jasa [POJK C.4] [GRI 2-6]
Products and Services
Minyak Kelapa Sawit
Palm Oil
TPA membudidayakan tanaman kelapa sawit untuk menghasilkan TBS yang kemudian diolah menjadi CPO,
PK, CPKO, dan PKE. Saat ini, TPA memiliki 17 areal perkebunan kelapa sawit yang terintegrasi di 4 kabupaten
di Kalimantan Timur, yaitu Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan
Kabupaten Paser. Dengan 6 pabrik kelapa sawit (PKS) berkapasitas 335 ton TBS per jam dan 18 tangki
penyimpanan yang dapat menampung hingga 43.500 ton, TPA memproses TBS menjadi produk olahan
kelapa sawit di wilayah perkebunan. Pada 5 November 2024, melalui Entitas Anak TPS, TPA menyelesaikan
pembangunan KCP dengan kapasitas 100 ton per hari. Selain itu, pada akhir tahun 2025, Perseroan
juga memulai pembangunan KCP kedua dalam rangka meningkatkan nilai tambah. Pencapaian ini
memungkinkan TPA mengolah inti sawit menjadi CPKO dan PKE, yang akan mendiversifikasi produk dan
berkontribusi pada proyeksi peningkatan pendapatan TPA ke depan.
TPA cultivates oil palm to produce Fresh Fruit Bunches (FFB), which are then processed into Crude Palm
Oil (CPO), Palm Kernel (PK), Crude Palm Kernel Oil (CPKO), and Palm Kernel Expeller (PKE). Currently, TPA
operates 17 integrated oil palm plantation areas across four regencies in East Kalimantan, namely Berau,
Kutai Timur, Kutai Kartanegara, and Paser. With six palm oil mills (PKS) with a total capacity of 335 ton of FFB
per hour and 18 storage tanks capable of holding up to 43,500 ton, TPA processes FFB into palm oil products
directly within the plantation areas. On 5 November 2024, through its subsidiary TPS, TPA completed the
construction of a Kernel Crushing Plant (KCP) with a capacity of 100 ton per day. In addition, by the end of
2025, the Company started the construction of second KCP to improve the added value. This achievement
enables TPA to process palm kernels into CPKO and Palm Kernel Expeller (PKE), diversifying its product
offerings and contributing to the company’s projected revenue growth in the future.
Energi Terbarukan
Renewable Energy
Melalui PT Daya Lestari (DL), Perseroan menjalankan usaha yang berdasarkan pada energi terbarukan.
Saat ini, Perseroan memanfaatkan limbah berupa cangkang dan fiber dari mesokarp sawit yang akan
menghasilkan energi terbarukan berupa energi listrik. Energi tersebut selanjutnya diproses oleh DL untuk
dimanfaatkan dalam mendukung proses produksi pabrik kelapa sawit. Selain itu, DL menjalin skema Kerja
Sama Operasi (KSO) dengan TPS melakukan pengolahan POME menjadi energi listrik melalui BPP yang
berlokasi di Kabupaten Kutai Timur. Dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan, DL
juga menjalin KSO dengan TBP dan TLN untuk menyalurkan apabila terdapat kelebihan pasokan listrik
(excess power) kepada PT PLN (Persero). Pada akhir tahun 2025, Perseroan juga memulai pembangunan
kembali BPP kedua sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan penggunaan sumber energi
terbarukan dan efisiensi emisi GRK.
Through PT Daya Lestari (DL), the Company operates a business based on renewable energy. Currently,
the Company utilizes waste materials such as palm kernel shells and mesocarp fiber to generate generate
renewable energy in the form of electricity. This energy is then processed by DL to support the production
processes of the palm oil mills. In addition, DL has entered into an Operational Cooperation (KSO) scheme
with TPS to process palm oil mill effluent (POME) into electricity through a Biogas Power Plant (BPP) located
in East Kutai Regency. In order to optimize the utilization of renewable energy, DL has also established KSO
arrangements with TBP and TLN to channel excess power, if any, to PT PLN (Persero). By the end of 2025,
the Company also started the construction of second BPP as a strategic measure to optimize the utilization
of renewable energy and reducing GHG emission.
34 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 37
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Perkebunan dan Fasilitas Pengolahan [POJK C.3]
Plantations and Processing Facilities
Luasan Lahan Perkebunan (Ha) Fasilitas
Entitas Total Plantation Area (Ha)
Lokasi Pengolahan
Anak
Location Inti Processing
Subsidiary Plasma Total
Nucleus Facilities
TBP Kabupaten Berau, Kalimantan Timur 7.776 3.233 11.009
1 PKS
INK Berau Regency, East Kalimantan 1.407 121 1.528
TLN 13.636 2.712 16.348 2 PKS
SPN Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur 2.521 835 3.356 -
TPS *) East Kutai Regency, East Kalimantan 8.076 2.718 10.794 1 PKS
GSA 3.700 1.329 5.029 -
Kabupaten Paser, Kalimantan Timur
MJA 5.076 1.191 6.267 1 PKS
Paser Regency, East Kalimantan
Kabupaten Kutai Kartanegara,
CAP Kalimantan Timur 6.365 - 6.365 1 PKS
Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan
Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau,
Kalimantan Timur
DL **)
- - - -
East Kutai Regency and Berau Regency,
East Kalimantan
Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur
CDM 3.403 331 3.734 -
East Kutai Regency, East Kalimantan
Total 51.960 12.470 64.430 6 PKS
*)
Fasilitas pengolahan 1 unit KCP dengan kapasitas olah 100 ton/hari dan 1 unit pembangkit listrik BPP dengan kapasitas 1,7 MW. / Processing
facilities 1 unit KCP with a processing capacity of 100 tons/day and 1 unit BPP with a capacity of 1.7 MW.
**)
Kegiatan usaha DL bergerak dalam bidang energi terbarukan sehingga tidak memiliki lahan perkebunan maupun fasilitas pengolahan. /
DL is engaged in the renewable energy sector, so it has no plantation land or processing facility.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 35
Page 38
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
Total Luasan Kebun Inti dan Plasma
Total Nucleus and Plasma Plantation Area
(ha)
51.960
48.532 48.569 48.608 48.524 48.542
48.141 48.181 48.257
11.973 12.470
11.872 11.886 11.923 11.923 11.953 11.953 11.973
2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Inti Plasma
Nucleus Plasma
Total Kapasitas Olah Pabrik
Total Mill Processing Capacity
(ton TBS per jam / ton FFB per hour)
335 335 335 335
310
300
295 295
285
2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
36 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 39
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Visi dan Misi [POJK C.1]
Vision and Mission
VISI
Vision
Menjadi
perusahaan agribisnis
berkelas dunia.
To be a world-class
agribusiness
company.
MISI
Mission
Membangun
perusahaan agribisnis yang
memberikan kualitas terbaik dan
nilai tinggi melalui inovasi serta
berkomitmen terhadap seluruh
pemangku kepentingan dan
lingkungan secara berkelanjutan.
To build an agribusiness company
that provides the best quality and
high values through innovations and
is committed to all stakeholders and
the environment in a sustainable
manner.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 37
Page 40
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
Nilai Perusahaan
Corporate Values
Sejalan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik, perilaku bisnis TPA mengedepankan nilai-nilai
budaya dan harapan untuk mencerminkan perilaku setiap insan TPA di seluruh kegiatan operasional Perseroan
sebagaimana diuraikan berikut:
T E L
TANGGUH EMPATI LOYAL
Resilient Empathy Loyal
Keandalan, Respek untuk Setia dan bangga
ketabahan, dan menjaga hubungan menjadi Insan TPA
semangat juang harmonis dengan dengan dedikasi
pantang menyerah mengedepankan rasa terbaik dan semangat
untuk mencapai kemanusiaan. kekeluargaan.
keberhasilan.
Reliability, Respect to keep Loyal and proud
perseverance, and harmonious to be part of TPA
unwavering fighting relationships by personnel with utmost
spirit to achieve prioritizing humanity. dedication and a spirit
success. of togetherness.
• Percaya Diri • Respek • Dedikasi
• Gigih • Peduli • Kerja Sama
Perilaku • Profesional • Harmonis • Kekeluargaan
• Humanis
Kunci
• Confident • Respect • Dedication
Core • Persistent • Care • Collaboration
Conduct • Professional • Harmonious • Kinship
• Humanist
Internalisasi budaya perusahaan secara intensif dalam berbagai kesempatan dilakukan agar setiap insan TPA
memahami, menghayati, dan kemudian mengimplementasikan nilai-nilai TPA dalam setiap aktivitas profesinya.
38 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 41
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
In line with the implementation of good corporate governance, TPA’s business conduct puts forth corporate
values and expectations to reflect the behavior of every TPA employee in all Company’s operational activities
as described below:
A D A N
AMANAH DISIPLIN ADAPTIF KOMPETEN
Reliable Discipline Adaptive Competent
Bertanggung jawab Melakukan segala Mengelola perubahan Kecakapan
atas kepercayaan sesuatu sesuai secara proaktif dan melakukan pekerjaan
yang diberikan dengan aturan bijaksana melalui serta semangat
perusahaan dengan dan norma yang inovasi untuk dalam belajar untuk
keyakinan dan berlaku serta menjadi mendapatkan solusi. menjadi pribadi yang
integritas. panutan (role model). unggul.
Responsible for Do anything in line Proactively and wisely Skillful in working
the trust given by with applicable rules managing the change and eager to learn to
the company with and norms and be role through innovation for become an excellent
confidence and model. solution. person.
integrity.
• Bertanggung Jawab • Komitmen • Proaktif • Semangat Belajar
• Bertakwa • Taat Aturan/Patuh • Kreatif dan Inovatif • Unggul
• Integritas • Tegas • Bijaksana • Berorientasi pada
• Solutif Proses dan Hasil
• Responsible • Commitment • Proactive • Eager to learn
• Fear of God • Rules Compliant/ • Creative and Innovative • Excellence
• Integrity Submissive • Wise • Process and Result
• Assertive • Give Solutions Oriented
Intensive internalization of corporate culture on various occasions is carried out so that every TPA personnel
understands, lives, and then implements TPA values in every professional activity that they engage in.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 39
Page 42
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
Susunan Kepemilikan [POJK C.3] [GRI 2-1]
Ownership Structure
TPA didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 22 TPA was established based on Deed of Notary
tanggal 10 Mei 2004 yang dibuat di hadapan No. 22 dated 10 May 2004, drawn up before Notary Nila
Notaris Nila Noordjasmani Soeyasa Besar, S.H., Noordjasmani Soeyasa Besar, S.H., acting as substitute
selaku notaris pengganti dari Imas Fatimah, S.H. notary for Imas Fatimah, S.H. The establishment was
Pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan approved by the Minister of Justice of the Republic
dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui of Indonesia through Decree No. C-12966.HT.01.01.
Surat Keputusan No. C-12966.HT.01.01.TH.2004 TH.2004 dated 24 May 2004. Since its establishment,
tanggal 24 Mei 2004. Sejak didirikan, Anggaran the Company’s Articles of Association have been
Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali amended several times to align with prevailing laws
perubahan untuk menyesuaikan dengan ketentuan and regulations as well as business development
peraturan perundang-undangan dan kebutuhan needs. The most recent amendment was stipulated in
pengembangan usaha. Perubahan terakhir the Deed of Shareholders’ Resolution on Amendment
dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan to the Articles of Association No. 6 dated 11 May 2022,
Pemegang Saham Perubahan Anggaran Dasar drawn up before Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notary
No. 6 tanggal 11 Mei 2022, yang dibuat di hadapan in South Jakarta. This amendment was approved by
Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta the Ministry of Law and Human Rights through Decree
Selatan. Perubahan tersebut telah mendapatkan No. AHU-AH.01.03-0241623 dated 25 May 2022.
persetujuan dari Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia melalui Surat Keputusan
No. AHU-AH.01.03-0241623 tanggal 25 Mei 2022.
Adapun struktur kepemilikan saham TPA terdiri atas TPA’s shareholding structure consists of
Pemegang Saham Pengendali dan masyarakat. the Controlling Shareholder and the public.
Sebagai perusahaan terbuka, saham TPA As a publicly listed company, TPA’s shares are
diperdagangkan di BEI dengan kode emiten TLDN. traded on the IDX under the ticker symbol TLDN. The
Struktur kepemilikan saham TPA hingga akhir tahun shareholding structure of TPA as of the end of 2025 is
2025 diuraikan sebagai berikut: presented as follows:
Susunan Pemegang Saham per 31 Desember 2025
Structure of Shareholders on 31 December 2025
7,504%
0,169%
16,225%
59,877%
16,225%
PT Teladan Resources Wishnu Wardhana Masyarakat / Public
Ahmad Gunung Wiwoho Basuki
Tjokronegoro
40 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 43
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Struktur Bisnis Grup [GRI 2-2]
Group Business Structure
TPA menjalankan kegiatan usaha melalui sejumlah TPA conducts its business activities through
Entitas Anak yang bergerak di bidang perkebunan several Subsidiaries engaged in oil palm plantation
kelapa sawit dan industri pengolahan. Struktur bisnis and processing industries. The Group’s business
grup ini dirancang untuk menciptakan rantai pasok structure is designed to create an integrated supply
yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari chain from upstream to downstream, covering
pengelolaan perkebunan hingga pengembangan plantation management to the development
produk turunan dan energi terbarukan. Integrasi of derivative products and renewable energy.
ini menjadi fondasi TPA dalam memperkuat daya This integration serves as the foundation for TPA to
saing sekaligus mendukung penerapan prinsip strengthen its competitiveness while supporting
keberlanjutan di seluruh lini operasional. Informasi the implementation of sustainability principles
mengenai struktur bisnis grup TPA diuraikan sebagai across all operational lines. Information on TPA
berikut: Group’s business structure is presented as follows:
Wiwoho
PT Teladan Ahmad Wishnu Masyarakat
Basuki
Resources Gunung Wardhana Public
Tjokronegoro
59,877% 16,225% 16,225% 0,169% 7,504%
PT Teladan Prima Agro Tbk
TBP INK TLN SPN TPS GSA MJA CAP DL CDM
99,99% 99,99% 99,99% 99,99% 99,99% 99,99% 99,99% 99,99% 99,99% 99,99%
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 41
Page 44
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
Profil Karyawan [POJK C.3] [GRI 2-7]
Workforce Profile
Sumber daya manusia merupakan aset penting Human resources are a vital asset for TPA
bagi TPA dalam menjalankan strategi bisnis yang in implementing its sustainable business strategy.
berkelanjutan. Oleh karena itu, TPA senantiasa Therefore, TPA consistently maintains the composition
menjaga komposisi dan keberagaman karyawan and diversity of its employees as a reflection of
sebagai cerminan inklusivitas dan profesionalisme. inclusivity and professionalism. The demographic
Demografi karyawan TPA mencakup sebaran profile of TPA’s employees includes distribution by
berdasarkan status ketenagakerjaan, kelompok usia, employment status, age group, education level,
jenjang pendidikan, jenis kelamin, jenjang jabatan, gender, position level, location, and company.
lokasi, serta perusahaan. Hingga akhir tahun 2025, As of the end of 2025, TPA’s total number of employees
jumlah karyawan TPA mencapai 12.248 orang, was 12,248 people, an increase of 1,038 people or
meningkat 1.038 orang atau 9,26% dibandingkan 9.26% compared to 11,210 employees in the previous
tahun sebelumnya sebanyak 11.210 orang. Informasi year. Further information is presented as follows:
lebih lengkap diuraikan sebagai berikut:
Komposisi Karyawan berdasarkan Status
Workforce Composition by Status
364
2024 2023
Karyawan Tetap
10.647 10.262
Permanent Employee
2025 Karyawan Kontrak
563 1.097
Total Contract Employee
12.248 Total 11.210 11.359
11.884
Komposisi Karyawan berdasarkan Kelompok Usia
Workforce Composition by Age Group
69 2024 2023
1.820
2.103
18 – 24 Tahun
1.329 1.797
18 – 24 Years Old
25 – 34 Tahun
3.745 3.784
2025 25 – 34 Years Old
35 – 44 Tahun
Total 3.862 3.879
35 – 44 Years Old
12.248 4.168 45 – 54 Tahun
2.126 1.837
45 – 54 Years Old
4.088
≥55 Tahun
148 62
≥55 Years Old
Total 11.210 11.359
42 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 45
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Komposisi Karyawan berdasarkan Jenjang Pendidikan
Workforce Composition by Education
22 509
2024 2023
129
S2
1.667 24 25
Master Degree
S1
459 419
2025 Bachelor Degree
Total Diploma 156 137
12.248 SMP/SMA
2.294 2.079
Middle School/High School
9.921 SD/TK
8.277 8.699
Elementary School/Lower
Total 11.210 11.359
Komposisi Karyawan berdasarkan Jenis Kelamin
Workforce Composition by Gender
2.578 2024 2023
Pria
8.913 8.994
Male
2025 Wanita
2.297 2.365
Total Female
12.248 Total 11.210 11.359
9.670
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 43
Page 46
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
Komposisi Karyawan berdasarkan Jenjang Jabatan
Workforce Composition by Position Level
12 57 87 2024 2023
337
Executive Level 12 12
Senior Level 77 74
2025
Total Middle Level 86 74
12.248
Entry Level 309 295
11.755 Workers 10.726 10.904
Total 11.210 11.359
Komposisi Karyawan berdasarkan Lokasi
Workforce Composition by Location
Kantor
Office 2024 2023
186
109 kantor pusat
176 165
head office
kantor perwakilan
2025 104 101
representative office
1.088 Kebun
Plantation 2024 2023
2.233
1.105 area Berau
2.142 2.175
Berau area
area Kutai Timur
5.918 6.028
2025 East Kutai area
area Kutai Kartanegara
1.032 1.005
Kutai Kartanegara area
area Paser
6.734 1.051 1.086
Paser area
109 Pabrik
Mills 2024 2023
166
area Berau
167 159
113 Berau area
area Kutai Timur
2025 397 422
East Kutai area
area Kutai Kartanegara
117 119
Kutai Kartanegara area
405
area Paser
106 99
Paser area
Total
12.248 Total 11.210 11.359
44 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 47
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Komposisi Karyawan berdasarkan Perusahaan
Workforce Composition by Subsidiary
714 3 22 2024 2023
1.230 2.166
TPA 19 19
307 TBP 2.090 2.141
1.213
2025
INK 299 270
873 Total
12.248 TLN 3.090 3.128
3.152 SPN 543 533
1.970
TPS 1.967 2.039
598
GSA 870 896
MJA 1.170 1.198
Catatan / Note:
Total karyawan dihitung berdasarkan total individu yang CAP 1.162 1.135
berstatus bekerja di Perseroan per 31 Desember untuk
masing-masing periode (tahun) pelaporan. Seluruh
karyawan Perseroan bekerja secara purnawaktu. /
CDM - -
Total workforce is calculated based on the total
individuals with working status at the Company on 31 DL - -
December for each of the reporting period (year). All
Company employees are working full-time. Total 11.210 11.359
Tenaga Kerja yang Bukan Pekerja Langsung [GRI 2-8]
Indirect Workforce
Selain karyawan langsung, TPA juga melibatkan In addition to direct employees, TPA also engages
tenaga kerja dari pihak pemasok yang bekerja workers from suppliers who operate under mutually
berdasarkan kontrak atau prosedur yang telah agreed contracts or procedures. However, in this
disepakati bersama. Namun, dalam Laporan Sustainability Report, TPA has not presented the
Keberlanjutan ini TPA belum menyajikan jumlah number of indirect workers, as the figures are
tenaga kerja tidak langsung tersebut, mengingat dynamic and subject to periodic changes.
sifatnya yang dinamis dan mengalami perubahan
secara berkala.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 45
Page 48
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
Strategi Keberlanjutan [POJK A.1]
Sustainability Strategy
Keberlanjutan merupakan fondasi utama yang Sustainability serves as the fundamental foundation
mengarahkan seluruh langkah usaha yang TPA guiding all of TPA’s business activities in alignment
jalankan selaras dengan strategi pertumbuhan with its long-term growth strategy. TPA believes that
jangka panjang. TPA meyakini bahwa keberlanjutan sustainability is not merely an industry obligation, but
bukan hanya kewajiban industri, melainkan a genuine commitment to deliver lasting benefits
sebuah komitmen nyata untuk memberikan for the environment, community welfare, and
manfaat berkelanjutan bagi lingkungan hidup, the interests of all stakeholders. This commitment
kesejahteraan masyarakat, dan kepentingan is realized through the implementation of
seluruh pemangku kepentingan. Komitmen tersebut the 4 pillars of the KSL: Good Governance,
diwujudkan melalui penerapan 4 pilar KSL, yaitu Agro-Ecological, Socio-Territorial, and Economic
Good Governance, Agro-Ecological, Socio-Territorial, Viability. These 4 pillars form an integrated
dan Economic Viability. Keempat pilar ini menjadi framework that unites transparent governance
kerangka kerja yang menyatukan prinsip tata kelola principles, environmentally friendly agribusiness
yang transparan, praktik agribisnis yang ramah practices, social empowerment, and the creation of
lingkungan, pemberdayaan sosial, serta penciptaan sustainable economic value.
nilai ekonomi yang berkesinambungan.
Dalam praktiknya, TPA juga terus mengembangkan In practice, TPA continues to develop innovative
pendekatan inovatif, seperti penerapan ekonomi approaches, such as the application of circular
sirkular, pemanfaatan energi terbarukan, efisiensi economy principles, utilization of renewable
pemakaian sumber daya, hingga optimasi energy, resource efficiency, and optimization
pengelolaan limbah agar lebih produktif. Di sisi lain, of waste management for greater productivity.
TPA juga menegaskan kepedulian terhadap aspek At the same time, TPA emphasizes its concern for
sosial-ekologis melalui program pemberdayaan socio-ecological aspects through community
masyarakat, perlindungan keanekaragaman empowerment programs, biodiversity protection,
hayati, dan peningkatan kualitas hidup di wilayah and efforts to improve the quality of life in its
operasional. Dengan langkah terintegrasi tersebut, operational areas. Through these integrated efforts,
TPA berupaya menjaga keseimbangan antara TPA strives to maintain a balance between achieving
pencapaian kinerja bisnis yang solid dengan strong business performance and fulfilling its social
tanggung jawab terhadap sosial dan lingkungan. and environmental responsibilities.
Pilar Keberlanjutan Sustainability Pillars
Sebagai perusahaan agribisnis di sektor kelapa As an agribusiness company in the palm oil sector,
sawit, TPA menyadari bahwa setiap kegiatan TPA recognizes that every operational activity has
operasional membawa dampak yang luas terhadap broad impacts on the environment, society, and
lingkungan hidup, masyarakat, dan perekonomian. the economy. Plantation management activities
Aktivitas pengelolaan perkebunan dan industri and processing industries can generate economic
pengolahan dapat menghasilkan nilai ekonomi, value, while also potentially giving rise to ecological
sekaligus menimbulkan risiko ekologis, seperti risks such as greenhouse gas emissions, the use
emisi gas rumah kaca, penggunaan sumber daya of natural resources, and waste management.
alam, dan pengelolaan limbah. Di sisi lain, kegiatan On the other hand, TPA’s operations also influence
operasional TPA juga turut memengaruhi kondisi the social conditions of surrounding communities,
sosial masyarakat sekitar, mulai dari penciptaan from job creation to local community empowerment.
lapangan kerja hingga pemberdayaan komunitas
lokal.
46 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 49
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Oleh karena itu, TPA melakukan analisis berbasis Therefore, TPA conducts analyses based on
3 pilar ESG. Pendekatan ini memastikan setiap the 3 ESG pillars. This approach ensures that every
risiko dan peluang ditindaklanjuti melalui program risk and opportunity is addressed through measurable
yang terukur, dengan indikator kinerja (KPI) yang programs, with key performance indicators
selaras dengan praktik industri terkini, sehingga (KPIs) aligned with current industry practices,
pertumbuhan usaha tetap sejalan dengan tanggung so that business growth remains consistent with
jawab lingkungan dan sosial serta tata kelola yang environmental and social responsibility as well as
baik. Analisis mengenai risiko-risiko dan peluang good governance. The analysis of sustainability-
keberlanjutan yang berkaitan dengan kegiatan related risks and opportunities associated with TPA’s
usaha TPA diuraikan sebagai berikut: business activities is presented as follows:
Analisis Risiko dan Peluang terkait Operasi Bisnis TPA
Risk and Opportunity Analysis related to TPA’s Business Operations
Uraian Risiko Utama Peluang Utama
Description Main Risk Main Opportunity
• Peningkatan erosi akibat pembukaan • Penguatan praktik konservasi tanah dan
lahan dan aktivitas perkebunan dapat air (terracing, penanaman penutup tanah,
mengurangi kesuburan tanah dan buffer zone).
produktivitas. • Pemanfaatan POME untuk energi
• Potensi banjir dari perubahan tata air terbarukan (methane capture, BPP)
kebun dapat merusak infrastruktur dan sehingga menurunkan emisi dan biaya
mengganggu panen. energi.
• Emisi GRK (CO2, CH4, N2O) dari POME dan • Penerapan precision agriculture untuk
penggunaan pupuk kimia meningkatkan mengurangi input pupuk dan pestisida,
risiko iklim dan reputasi. sekaligus menjaga kualitas tanah dan air.
Geologi, Fisika, dan Kimia • Penurunan kualitas air, udara, dan tanah • Sertifikasi ISPO memperkuat kredibilitas
Geology, Physics, and dari efluen pabrik serta penggunaan keberlanjutan.
Chemistry pestisida berlebihan.
• Increased erosion due to land clearing • Strengthening soil and water conservation
and plantation activities may reduce soil practices (terracing, cover cropping, buffer
fertility and productivity. zones).
• Potential flooding from changes in • Utilizing POME for renewable energy
plantation water management may (methane capture, BPP), thereby reducing
damage infrastructure and disrupt emissions and energy costs.
harvesting activities. • Implementing precision agriculture to
• GHG emissions (CO2, CH4, N2O) from reduce fertilizer and pesticide inputs while
POME and chemical fertilizer use increase maintaining soil and water quality.
climate and reputational risks. • ISPO certification enhances sustainability
• Decline in water, air, and soil quality credibility.
resulting from mill effluents and excessive
use of pesticides.
• Perubahan vegetasi akibat ekspansi • Implementasi konservasi area HCV/HCS
kebun dapat menurunkan tutupan hutan untuk melindungi flora fauna liar.
dan mengurangi fungsi ekologis. • Program restorasi ekosistem di area
• Penurunan keanekaragaman hayati dari penyangga dan sempadan sungai.
habitat satwa liar yang terganggu. • Diversifikasi bisnis ke produk turunan
• Risiko reputasi dari isu deforestasi yang ramah lingkungan (CPKO).
sensitif secara global. • Mitigasi emisi GRK serta carbon trading.
• Changes in vegetation due to plantation • Implementation of HCV/HCS area
expansion may reduce forest cover and conservation to protect wildlife.
diminish ecological functions. • Ecosystem restoration programs in buffer
Biologi • Decline in biodiversity resulting from the zones and riverbanks.
Biology disturbance of wildlife habitats. • Business diversification into environmentally
• Reputational risks arising from globally friendly derivative products (CPKO).
sensitive deforestation issues. • GHG emission mitigation and carbon
trading.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 47
Page 50
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
Uraian Risiko Utama Peluang Utama
Description Main Risk Main Opportunity
• Konflik sosial terkait akses lahan dan • Pemberdayaan petani plasma untuk
distribusi manfaat dapat mengganggu meningkatkan produktivitas dan
operasional. kesejahteraan.
• Risiko ketenagakerjaan, seperti kecelakaan • Penciptaan lapangan kerja lokal yang
kerja, kondisi kerja kontrak, isu HAM di inklusif, termasuk untuk perempuan dan
rantai pasok. generasi muda.
• Ketimpangan manfaat ekonomi dapat • Pengembangan ekonomi lokal melalui
menimbulkan resistensi masyarakat lokal. belanja dan kemitraan dengan UMKM.
• Interaksi sosial-budaya yang tidak • Program sosial di bidang pendidikan,
harmonis dapat melemahkan hubungan kesehatan, dan infrastruktur yang
jangka panjang. memperkuat penerimaan sosial.
• Social conflicts related to land access and • Empowerment of plasma farmers to
benefit distribution may disrupt operations. improve productivity and welfare.
Sosial, Ekonomi, • Labor risks, such as workplace accidents, • Creation of inclusive local employment
dan Budaya contract-based employment conditions, opportunities, including for women and
Social, Economic, and human rights issues in the supply younger generations.
and Cultural chain. • Development of the local economy
• Unequal distribution of economic benefits through procurement and partnerships
may lead to resistance from local with MSMEs.
communities. • Social programs in education, health,
• Unharmonious social and cultural and infrastructure that strengthen social
interactions may weaken long-term acceptance.
relationships.
Analisis atas dampak operasi bisnis TPA telah We have conducted an in-depth analysis of the
kami lakukan secara mendalam dengan impacts of TPA’s business operations, taking into
mempertimbangkan relevansi serta tingkat account their relevance and level of materiality. The
materialitasnya. Hasil analisis tersebut kemudian results of this analysis then serve as the basis for TPA
menjadi dasar bagi TPA dalam merumuskan in formulating the four sustainability pillars, which
4 pilar keberlanjutan yang menjadi kerangka form the main framework of its long-term strategy.
utama strategi jangka panjang. Pilar-pilar ini These pillars serve as operational guidelines, while
berfungsi sebagai panduan operasional, sekaligus also reflecting TPA’s strategic priorities in balancing
mencerminkan prioritas strategis TPA dalam business interests with social and environmental
menyeimbangkan kepentingan bisnis dengan responsibility.
tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Pendekatan ini memungkinkan TPA untuk This approach enables TPA to identify the most
mengidentifikasi isu-isu yang paling relevan, baik relevant issues, both risks and opportunities, and to
risiko maupun peluang, serta merancang kebijakan design more targeted policies and programs. As a
dan program yang lebih terarah. Dengan demikian, result, every business decision consistently supports
setiap keputusan bisnis yang diambil senantiasa sustainable operations while delivering tangible
mendukung keberlanjutan usaha sekaligus benefits to stakeholders. The 4 sustainability pillars,
memberikan manfaat nyata bagi para pemangku outlined in the KSL, provide a solid foundation for TPA
kepentingan. Keempat pilar keberlanjutan yang to maintain consistency in implementing sustainable
terangkum dalam KSL menjadi fondasi kokoh bagi agribusiness practices. Through these pillars, TPA
TPA dalam menjaga konsistensi penerapan praktik reaffirms its commitment to fostering business
agribisnis berkelanjutan. Melalui pilar-pilar tersebut, growth that is competitive, environmentally friendly,
TPA menegaskan komitmen untuk menghadirkan socially inclusive, and aligned with good governance
pertumbuhan usaha yang kompetitif, ramah principles.
lingkungan, inklusif secara sosial, serta selaras
dengan prinsip tata kelola yang baik.
48 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 51
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Informasi lebih lengkap mengenai pilar-pilar KSL TPA More detailed information on TPA’s KSL pillars is
diuraikan sebagai berikut: presented as follows:
Pilar Kebijakan Sawit Lestari (KSL)
Sustainable Palm Oil Policies (KSL) Pillar
Sustainability
Good Agro- Socio- Economic
Governance Ecological Territorial Viability
Kebijakan Sawit Lestari / Sustainable Palm Oil Policies
Good Governance Agro-Ecological Socio-Territorial Economic Viability
Landasan pembentuk Bentuk tanggung Upaya perlindungan dan Kemampuan dan
perilaku, tindakan, dan jawab Perseroan dalam penciptaan nilai sosial kapasitas Perseroan
tata kelola Perseroan dalam melakukan pengelolaan bagi seluruh pemangku dalam menciptakan nilai
menjalankan segala bentuk dan pengawasan terhadap kepentingan. ekonomi yang wajar serta
aktivitas bisnis keseluruhan proses kerja berkelanjutan.
yang relevan. budidaya tanaman, produksi,
dan pengolahan hasil
perkebunan kelapa sawit
yang di integrasikan dengan
sumber daya alam dan
lingkungan hidup sekitar.
As a foundation to shape A form of Company’s Protection efforts and Company’s ability and
Company’s conduct, actions, responsibility in managing creation of social values capacity in creating a fair
and governance in carrying and overseeing the for all stakeholders. and sustainable economic
out various relevant business overall process of palm oil value.
activities. cultivation, production, and
processing, integrated with
the natural resources and
surrounding environment.
4 pilar keberlanjutan yang tertuang dalam KSL The 4 sustainability pillars set out in the KSL serve
menjadi landasan utama bagi TPA dalam mengelola as the main foundation for TPA in managing its
bisnis secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. business responsibly and sustainably. However,
Namun, dalam implementasinya, TPA tidak terlepas in practice, TPA faces various challenges that arise
dari berbagai tantangan yang muncul seiring with the complexity of the palm oil industry. These
kompleksitas industri kelapa sawit. Pilar-pilar tersebut pillars act as a compass guiding TPA to consistently
berperan sebagai kompas yang memandu TPA untuk carry out operations in line with sustainability
tetap konsisten menjalankan operasional yang sejalan principles, even while navigating diverse dynamics
dengan prinsip keberlanjutan, meskipun menghadapi at each stage of the business.
dinamika yang beragam di setiap tahapan bisnis.
TPA meyakini bahwa dengan berpegang teguh pada TPA believes that by adhering firmly to the
pilar keberlanjutan, Perseroan mampu beradaptasi sustainability pillars, the Company can adapt to
serta merespons tantangan yang timbul, baik and respond to emerging challenges in the short,
dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang. medium, and long term. These challenges may
Tantangan tersebut dapat mencakup aspek teknis include operational technical aspects as well as
operasional maupun faktor eksternal yang berada external factors beyond the Company’s control.
di luar kendali Perseroan. Secara umum, tantangan In general, the challenges include global palm oil
yang dihadapi mencakup dinamika industri kelapa industry dynamics, such as competitive pressures
sawit global, termasuk tekanan persaingan dan isu and sustainability issues; changes in regulations
keberlanjutan; perubahan regulasi dan kebijakan, and policies at both national and international
baik di tingkat nasional maupun internasional; levels; commodity price fluctuations affecting
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 49
Page 52
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
fluktuasi harga komoditas yang memengaruhi financial stability; and increasing stakeholder
stabilitas finansial; serta peningkatan ekspektasi expectations, ranging from consumers and investors
pemangku kepentingan, mulai dari konsumen, to communities, that demand higher sustainability
investor, hingga masyarakat, yang menuntut standards. More detailed information on these
standar keberlanjutan semakin tinggi. Informasi lebih challenges is presented as follows:
lengkap mengenai tantangan-tantangan tersebut
diuraikan sebagai berikut:
Tantangan terhadap Keberlanjutan Bisnis TPA [POJK E.5]
Challenges to TPA’s Business Sustainability
Pilar KSL Jangka Pendek Jangka Menengah Jangka Panjang
KSL Pillar Short-Term Medium-Term Long-Term
Implementasi Nilai-Nilai Pengelolaan Keterbukaan Pemenuhan Standar Keberlanjutan
Perusahaan dan Kemamputelusuran yang Semakin Kompleks
Rantai Pasok
Implementation of Corporate Supply Chain Transparency Complying with More Complex
Good
Values and Traceability Sustainability Standards
Governance
Management
• Pengelolaan Areal Konservasi • Kampanye Negatif Perubahan Iklim (El Nino & La Nina) dan
• Potensi Kebakaran Lahan Anti-Sawit Emisi GRK
• Potensi Banjir • Perubahan Landskap di
Sekitar Unit Operasional
• Pengelolaan POME
• Management of Conservation • Negative Campaign of Climate Change (El Nino & La Nina) and
Areas Management of Anti-Palm Oil GHG Emissions
Agro-Ecological Conservation Area • Landscape Changes
• Potential Land Fires Around Operational Units
• Potential Flooding • POME Management
• Keterbatasan Tenaga Kerja • Penyediaan Air Bersih Fasilitas dan Manfaat Kompetitif
Lokal Terampil • Pemenuhan Fasilitas dengan Perusahaan Lain
• Kenaikan Standar Upah Perumahan
Minimum
• Limited Availability of Skilled • Provision of Clean Water Competitive Facilities and Benefits
Socio-Territorial Local Labor • Fulfillment of Housing Compared to Other Companies
• Increase in Minimum Wage Facilities
Standards
Kenaikan Biaya Operasional. • Kebijakan Geopolitik Umur Tanaman yang Semakin
Dunia Bertambah Melewati Masa Puncak
• Kompetensi Pasar Produksi
dengan Minyak Nabati
Lainnya
Economic Increase of Operational Cost. • World Geopolitical Policy Increasing Plantation Age Beyond Peak
Viability • Market Competence with Production Period
Other Vegetable Oils
Dalam menghadapi beragam tantangan sekaligus In addressing various challenges while
mengoptimalkan potensi dampak yang timbul, optimizing potential impacts, TPA has formulated
TPA telah merumuskan strategi keberlanjutan yang a comprehensive sustainability strategy based
komprehensif dengan berlandaskan pada 4 pilar KSL. on the four KSL pillars. This strategy serves
Strategi ini menjadi pedoman dalam mengarahkan as a guideline for directing policies and operations ,
kebijakan dan operasional, sekaligus berfungsi while also functioning as a framework to ensure that
sebagai kerangka kerja untuk memastikan setiap every business action remains aligned with good
langkah bisnis tetap sejalan dengan prinsip tata governance principles, environmental sustainability,
kelola yang baik, kelestarian lingkungan, tanggung social responsibility, and the creation of long-term
jawab sosial, serta penciptaan nilai ekonomi jangka economic value.
panjang.
50 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 53
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Kebijakan Sawit Lestari: Landasan Strategi
Keberlanjutan
Sustainable Palm Oil Policy: The Foundation of a Sustainability Strategy
KSL merupakan pedoman utama bagi TPA The KSL serves as TPA’s main guideline to ensure
dalam memastikan seluruh kegiatan operasional that all operational activities are conducted in
dijalankan sesuai dengan prinsip keberlanjutan. accordance with sustainability principles. Through
Melalui pedoman ini, produksi kelapa sawit these guidelines, palm oil production is directed
diarahkan untuk memberikan keuntungan secara to generate economic benefits while also making
ekonomi, sekaligus memberikan kontribusi positif a positive contribution to the environment and
terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. KSL surrounding communities. TPA’s KSL comprises 11
TPA mencakup 11 butir kebijakan yang masing- policy points, each reinforcing the implementation of
masing memperkuat penerapan keempat pilar the Company’s four sustainability pillars. Consistent
keberlanjutan Perseroan. Penerapan KSL yang and comprehensive application of the KSL reflects
konsisten dan menyeluruh mencerminkan TPA’s commitment to supporting both government
komitmen TPA untuk mendukung upaya pemerintah and global efforts in achieving the 17 Sustainable
maupun masyarakat global dalam mewujudkan Development Goals (SDGs) initiated by the United
17 SDGs yang diinisiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Nations. The link between TPA’s KSL and the SDGs
Keterkaitan antara KSL TPA dengan agenda SDGs agenda is presented as follows:
tersebut diuraikan sebagai berikut:
Kebijakan Sawit Lestari
Sustainable Palm Oil Policy
Good Governance Agro-Ecological
1 2 3 4
Menjalankan usaha perkebunan Berkomitmen kuat dalam Tidak melakukan pengembangan Menerapkan efisiensi
dengan mematuhi peraturan membangun perilaku bisnis baru di areal hutan Stok Karbon penggunaan sumber daya
perundangan yang berlaku yang jujur dan berintegritas Tinggi, kawasan gambut, dalam kegiatan perusahaan;
dan berupaya memenuhi berlandaskan etika melalui serta mengelola areal kerja menjaga dan mengelola sumber
serta melampaui standar prinsip Tata Kelola Perusahaan yang memiliki Nilai Konservasi air dan tanah; meningkatkan
keberlanjutan yang relevan. yang baik. Mencegah dan Tinggi, dan menerapkan Praktik kemampuan pengelolaan
memberantas tindak pidana Tanpa Bakar dalam kegiatan limbah dan sampah serta
korupsi, penyuapan, dan perusahaan. meminimalkan penggunaan
pencucian uang dengan bahan kimia; dan secara
menekankan prinsip bertahap mengurangi emisi GRK.
transparansi serta akuntabilitas
dalam seluruh kegiatan
Perusahaan.
Conducting plantation business Strongly committed to fostering Not carrying out new Implementing efficient use
in compliance with applicable honest and integrity-driven developments in High Carbon of resources in all activities;
laws and regulations and striving business conduct based in Stock forest areas, peat areas, protecting and managing
to meet as well as exceed the ethical values through the as well as managing work areas water and land resources;
relevant sustainability standards. implementation of Good that have High Conservation improving waste management
Corporate Governance principles. Value, and implementing Zero capabilities and minimizing the
To prevent and eradicate Burning Practices in all activities. use of chemicals, and gradually
corruption, bribery, and money reducing GHG emissions.
laundering by enforcing the
principles of transparency
and accountability in all of the
Company’s activities.
Compliance with Laws Zero Burning Practices, Efficient and Accountable
& Exceed Sustainability Good Governance High Carbon Stock, & Natural Resources
Standards Implementation High Conservation Value Management Responsibly
Management
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 51
Page 54
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
Socio-Territorial
5 6 7 8
Menghormati dan melindungi Memberikan kompensasi kerja Memberi kebebasan dan/atau Menerapkan Standar Kesehatan
Hak Asasi Manusia (tidak yang layak dan jaminan sosial memfasilitasi kegiatan berserikat, Keselamatan Kerja yang
mentoleransi adanya ketenagakerjaan, berkomitmen menghormati hak berunding didukung oleh Tata Kelola,
diskriminasi suku, agama, ras, dalam pelatihan dan secara kolektif, dan mendorong sumber daya manusia,
kebangsaan, gender, kondisi fisik, pengembangan karyawan, serta terbentuknya koperasi. serta pemenuhan terhadap
status sosial, serta pandangan memastikan kesetaraan peluang seluruh sarana dan prasarana
politik); pemenuhan hak anak, dan perlakuan bagi para penunjang guna menciptakan
perlindungan dan larangan karyawan tanpa diskriminasi. lingkungan kerja yang aman dan
mempekerjakan anak; melarang nyaman.
segala bentuk kerja paksa,
intimidasi dan kekerasan,
pelecehan seksual, serta
melindungi hak reproduksi kaum
perempuan.
Respecting and protecting Providing decent work Providing freedom and/ Implementing Occupational
Human Rights (zero tolerance compensation and employment or facilitating association Health and Safety Standards
of discrimination on ethnicity, social security, committed activities, respecting the right supported by Governance,
religion, race, nationality, gender, to employee training and to collective bargaining, and human resources, and fulfilling
physical condition, social status, development, and ensuring encouraging all supporting facilities and
and political views); fulfilling of equal opportunity and the formation of cooperatives. infrastructure to build a safe and
children’s rights, protecting and treatment for employees without comfortable work environment.
prohibiting the employment of discrimination.
children; prohibiting all forms of
forced labor, intimidation and
violence, and sexual harassment,
and protecting women’s
reproductive rights.
Human Rights Respect and Respect Employee’ Right, Freedom of Association and OHS Standards
Protection Equal Treatment, & Welfare Cooperation Activities Implementation
Socio-Territorial Economic Viability
9 10 11
Melaksanakan Tanggung Melibatkan serta memfasilitasi Memperoleh hasil usaha optimal yang mampu telusur dengan
Jawab Sosial yang berorientasi petani dan komunitas lokal menerapkan praktik terbaik dan perbaikan berkesinambungan yang
pada pencapaian Tujuan ke dalam rantai pasokan berwawasan lingkungan di dalam seluruh proses kerja budidaya
Pembangunan Berkelanjutan, perusahaan dengan tanaman, proses produksi, dan pengolahan hasil.
menghormati hak-hak berlandaskan azas inklusivitas
masyarakat serta kearifan lokal, dan kemamputelusuran serta
serta membangun hubungan memberikan dorongan dan
yang harmonis dengan seluruh pengarahan untuk menerapkan
pemangku kepentingan. praktik usaha yang bertanggung
jawab dan berkelanjutan.
Carrying out Social Involving and facilitating Obtaining optimal business results that are traceable by
Responsibility oriented farmers and local communities implementing best practices and environmentally responsible
towards achieving Sustainable into the company’s supply continuous improvement across all stages of plantation cultivation,
Development Goals, respecting chain based on the principles production process, and product processing.
community rights and of inclusiveness and traceability
local wisdom, and building and providing encouragement
harmonious relationships with all and guidance to implement
stakeholders. responsible and sustainable
business practices.
SDGs-oriented Corporate Involvement of Local Farmers
Best Practices & Continuous Improvement for Optimum
Social Responsibility & Communities in Supply
Business Results
Chain
52 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 55
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Dukungan KSL terhadap Pencapaian SDGs
KSL’s Support to SDGs Achievement
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Korelasi dengan KSL
Sustainable Development Goals Correlation with KSL
1- Menghapus Kemiskinan / No Poverty 1 6 9 10
2- Mengakhiri Kelaparan / Zero Hunger 1 6 9
1 4 5 6
3- Kehidupan Sehat dan Sejahtera / Good Health and Well-Being
7 8 10
4- Pendidikan Bermutu / Quality Education 1 5 6
5- Kesetaraan Gender / Gender Equality 1 5 6
6- Akses Air Bersih dan Sanitasi / Clean Water and Sanitation 1 3 4 8
7- Energi Bersih dan Terjangkau / Affordable and Clean Energy 1 4
1 2 6 7
Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi / Decent Work and Economic
8-
Growth 8 10 11
9- Industri, Inovasi, dan Infrastruktur / Industry, Innovation, and Infrastructure 1 6 11
10 - Berkurangnya Kesenjangan / Reduce Inequalities 1 5 6 7 9
11 - Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan / Sustainable Cities and Communities 1 8
Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab / Responsible Consumption 1 4 11
12 -
and Production
13 - Penanganan Perubahan Iklim / Climate Action 1 3 4
14 - Menjaga Ekosistem Darat / Life on Land 1 3 4
Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat / Peace, Justice, and 1 2 9
15 -
Strong Institutions
16 - Kemitraan untuk Mencapai Tujuan / Partnerships for the Goals 1 10
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 53
Page 56
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
Roadmap ESG
ESG Roadmap
Sebagai bagian dari komitmen dalam menerapkan As part of its commitment to implementing
praktik agribisnis berkelanjutan, TPA telah memiliki sustainable agribusiness practices, TPA has
Roadmap ESG sebagai panduan strategis hingga established an ESG Roadmap as a strategic guide
tahun 2030. Roadmap ini dirancang untuk through 2030. This roadmap is designed to ensure
memastikan kepatuhan terhadap standar global compliance with global standards and stakeholder
dan ekspektasi pemangku kepentingan, serta expectations as well as to guide concrete actions to
untuk mengarahkan langkah-langkah nyata dalam strengthen competitiveness and create long-term
memperkuat daya saing dan menciptakan nilai value.
jangka panjang.
Fokus utama roadmap keberlanjutan Perseroan The main focus of the Company’s sustainability
diarahkan pada 3 prioritas besar yang terintegrasi roadmap is directed at three major priorities integrated
dalam prinsip People, Planet, dan Profit. Pada under the principles of People, Planet, and Profit. Under
aspek Planet, Perseroan memprioritaskan mitigasi the Planet aspect, the Company prioritizes climate
perubahan iklim dan pengurangan emisi GRK change mitigation and the reduction of greenhouse
melalui pembangunan dan pengoperasian BPP gas (GHG) emissions through the development and
yang mengoptimalkan pemanfaatan POME operation of Biogas Power Plants (BPP) that optimize
menjadi sumber energi terbarukan. Pendekatan ini the utilization of palm oil mill effluent (POME) as a
diupayakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan renewable energy source. This approach is intended
limbah dalam memperkuat daya dukung lingkungan. to optimize waste utilization in strengthening
environmental carrying capacity.
Pada aspek People, roadmap difokuskan pada Under the People aspect, the roadmap focuses
perlindungan dan peningkatan kesejahteraan on protecting and improving human welfare
manusia di sepanjang rantai nilai Perseroan. Fokus throughout the Company’s value chain. This focus is
ini diwujudkan melalui penguatan aspek K3 dengan realized through the strengthening of occupational
menekan angka kecelakaan kerja, pelatihan health and safety (OHS) by reducing workplace
berkelanjutan, serta pengawasan ketat terhadap accidents, implementing continuous training, and
penerapan standar operasional. Di saat yang sama, enforcing strict supervision of operational standard
Perseroan mendorong pemberdayaan sosial- compliance. At the same time, the Company
ekonomi masyarakat melalui kemitraan petani promotes the socio-economic empowerment of
plasma dan swadaya serta pelibatan masyarakat communities through partnerships with plasma
lokal secara berkelanjutan. and independent farmers, as well as sustained
engagement with local communities.
Sementara itu, pada aspek Profit, Perseroan Meanwhile, under the Profit aspect, the Company
menempatkan peningkatan nilai tambah dan positions value-added enhancement and
kinerja operasional sebagai penggerak utama operational performance as the main drivers of
keberlanjutan ekonomi. Pembangunan dan economic sustainability. The development and
pengoperasian KCP menjadi bagian dari strategi operation of the Kernel Crushing Plant (KCP) form
untuk meningkatkan nilai tambah produk. Upaya part of the strategy to increase product value added.
ini didukung oleh optimasi produktivitas kebun, These efforts are supported by the optimization of
peningkatan efisiensi produksi, serta penerapan plantation productivity, improvements in production
inovasi teknologi melalui TPTS dan TGM, yang efficiency, and the application of technological
memperkuat akurasi pengambilan keputusan, innovation through TPTS and TGM, which enhance
efisiensi biaya, dan tata kelola berintegritas. decision-making accuracy, cost efficiency, and
integrity-based governance.
54 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 57
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Melalui roadmap ini, TPA menargetkan capaian Through this roadmap, TPA targets measurable
yang terukur, seperti penurunan intensitas emisi, achievements, such as reductions in emission
peningkatan porsi energi terbarukan, peningkatan intensity, an increased share of renewable energy,
kontribusi sosial-ekonomi di wilayah operasional, serta enhanced socio-economic contributions in its
peningkatan nilai tambah produk yang dihasilkan operational areas, as well as increased product
dan pertumbuhan produktivitas kebun. Dengan value added and growth in plantation productivity.
struktur roadmap yang jelas, TPA optimis bahwa With a clear roadmap structure, TPA is confident
setiap langkah yang ditempuh akan memberikan that every step taken will generate positive impacts,
dampak positif, baik bagi keberlanjutan usaha both for business sustainability and stakeholder
maupun kesejahteraan pemangku kepentingan. well-being.
Komitmen terhadap Penerapan Commitment to Sustainability Strategy
Strategi Keberlanjutan [GRI 2-23, 2-24] Implementation [GRI 2-23, 2-24]
TPA menempatkan keberlanjutan sebagai TPA places sustainability as the main foundation in
fondasi utama dalam kegiatan perkebunan dan its palm oil plantation and processing activities. This
pengolahan kelapa sawit. Komitmen ini diwujudkan commitment is comprehensively implemented on
secara menyeluruh pada aspek lingkungan, the environmental aspect, transparent governance,
tata kelola yang transparan, tanggung jawab social responsibility, as well as economic
sosial, serta keberlanjutan ekonomi. Integrasi sustainability. The integration of sustainability
prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh proses principles into all business processes is aimed
bisnis diarahkan untuk menciptakan nilai jangka to create long-term value for stakeholders while
panjang bagi pemangku kepentingan sekaligus minimizing impacts on the environment and society.
meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan
masyarakat.
Komitmen tersebut dijalankan melalui kebijakan, This commitment is carried out through policies,
inisiatif, dan praktik terbaik yang mendukung initiatives, and best practices that support
pencapaian target keberlanjutan. Dengan the achievement of sustainability targets. With this
pendekatan ini, TPA memastikan pertumbuhan approach, TPA ensures that business growth not
usaha tidak hanya menghasilkan kinerja finansial only generating strong financial performance, but
yang kuat, tetapi juga kontribusi positif bagi also brings positive contributions for environmental
pelestarian lingkungan, kesejahteraan sosial, dan preservation, social welfare, and governance
tata kelola yang berintegritas. integrity.
Penerapan Komitmen Keberlanjutan Implementation of Sustainability
di Tahun 2025 Commitments in 2025
Sepanjang tahun 2025, TPA terus menunjukkan Throughout 2025, TPA continued to demonstrate
konsistensi dalam mengimplementasikan strategi consistency in implementing its sustainability
keberlanjutan melalui berbagai inisiatif yang strategy through various integrated initiatives.
terintegrasi. Komitmen ini diwujudkan dengan This commitment is realized by prioritizing innovation,
mengedepankan inovasi, efisiensi operasional, operational efficiency, and positive contributions to
serta kontribusi positif terhadap lingkungan the environment and communities. Some of the key
dan masyarakat. Beberapa pencapaian utama sustainability achievements in 2025 are outlined
keberlanjutan di tahun 2025 diuraikan sebagai as follows:
berikut:
1. Penguatan skala perusahaan melalui akuisisi 1. Strengthening the company’s scale through
sehingga dapat meningkatkan kapasitas acquisitions in order to increase productive
produktivitas tanpa membuka lahan baru; capacity without opening new land;
2. Penyelenggaraan sosialisasi anti-korupsi terkait 2. Implementation of anti-corruption socialization
dengan perkembangan peraturan dalam KUHAP related to regulatory developments under the
yang baru; new KUHAP;
3. Pemantauan spesies-spesies kunci yang menjadi 3. Monitoring of key species that serve as indicators
indikator kelestarian lingkungan pada areal HVC of environmental sustainability within TPA’s HCV
TPA; TPA areas;
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 55
Page 58
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
4. Penguatan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan 4. Strengthening of the circular economy through the
limbah sebagai sumber nilai tambah melalui utilization of waste as a source of value creation via
pengoperasian BPP, KCP, dan composting; the operation of the BPP, KCP, and composting; and
5. Peningkatan program-program yang mendukung 5. Enhancement of programs that support
kesejahteraan karyawan dan keluarga. the welfare of employees and their families.
Komitmen ini mencerminkan langkah nyata TPA This commitment reflects TPA’s tangible efforts
dalam mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam to integrate sustainability into every aspect of
setiap aspek bisnis, sekaligus menegaskan peran its business, while also reaffirming TPA’s role
TPA sebagai perusahaan agribisnis modern yang as a modern agribusiness company that is adaptive
adaptif terhadap tantangan. to challenges.
Teladan Green Metrics (TGM) Teladan Green Metrics (TGM)
TGM merupakan pilar utama TPA dalam memperkuat TGM serves as TPA’s key pillar in strengthening
transformasi menuju perusahaan berbasis the transformation toward a data-driven
data yang berfokus pada aspek keberlanjutan company focused on sustainability and
sekaligus peningkatan produktivitas. Melalui TGM, productivity improvement. Through TGM, various
berbagai indikator operasional penting dikelola critical operational indicators are managed
secara komprehensif, mencakup data kualitas comprehensively, including environmental quality
lingkungan, penggunaan pupuk dan pestisida, data, fertilizer and pesticide usage, hotspot monitoring
pemantauan hotspot untuk mencegah kebakaran to prevent land fires, employee performance, and
lahan, kinerja karyawan, hingga alokasi biaya. cost allocation. All of this data is automatically
Seluruh data ini dianalisis secara otomatis dengan analyzed using specialized algorithms, generating
algoritma khusus sehingga menghasilkan business business intelligence that enables management
intelligence yang membantu manajemen merespons to respond to challenges quickly, accurately, and
tantangan secara cepat, tepat, dan efisien. efficiently.
Seiring perkembangannya, TGM terus diperkuat Over time, TGM has been further strengthened
dengan pemutakhiran dataset yang relevan through the enhancement of datasets relevant to
dengan aspek operasional maupun keberlanjutan. both operational and sustainability aspects. As of the
Hingga akhir tahun 2025, TGM telah mengelola end of 2025, TGM managed 51 ESG datasets covering
51 dataset ESG yang meliputi aspek operasional, operational, financial, chemical usage, greenhouse
finansial, penggunaan bahan kimia, emisi gas gas emissions, biodiversity, and other aspects.
rumah kaca, keanekaragaman hayati, dan This enhancement reflects TPA’s commitment to
lainnya. Peningkatan ini mencerminkan komitmen establishing a more comprehensive data-driven
TPA dalam menghadirkan sistem pengelolaan management system. A key development includes
berbasis data yang semakin komprehensif. Salah the integration of an Early Warning System (EWS)
satu pengembangan penting adalah integrasi that utilizes satellite data to detect potential land
Early Warning System (EWS) yang memanfaatkan fires based on specific distance criteria. With timely
data satelit untuk mendeteksi potensi kebakaran information, fire response teams are able to act
lahan berdasarkan kriteria jarak tertentu. Dengan more quickly and effectively, thereby preventing the
informasi yang tepat waktu, tim pemadam wider spread of fires.
kebakaran dapat merespons lebih cepat dan efektif
sehingga mencegah penyebaran api secara luas.
TGM juga diperkaya dengan modul pengukuran TGM has also been enhanced with a carbon
carbon footprint yang merujuk pada standar footprint measurement module that refers to
Intergovernmental Panel on Climate Change the standards of the Intergovernmental Panel on
(IPCC) dan GHG Protocol. Modul ini memungkinkan Climate Change (IPCC) and the GHG Protocol.
identifikasi, penghitungan, serta pelaporan emisi GRK This module enables the identification, calculation,
secara lebih akurat dan sistematis di seluruh rantai and reporting of GHG emissions more accurately
nilai operasional TPA. Dengan data yang terstruktur, and systematically across TPA’s entire operational
TPA dapat menemukan peluang pengurangan emisi value chain. With structured data, TPA is able to
atau dekarbonisasi secara optimal, baik melalui identify opportunities for optimal emission reduction
efisiensi energi maupun pemanfaatan teknologi or decarbonization, both through energy efficiency
ramah lingkungan. initiatives and the adoption of environmentally
friendly technologies.
56 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 59
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Selain mendukung operasional internal, hasil In addition to supporting internal operations,
pengolahan data TGM juga dimanfaatkan the processed TGM data is also used to prepare
untuk penyusunan laporan ESG kuartalan yang quarterly ESG reports submitted to the Board of
disampaikan kepada Direksi. Dengan informasi Directors. With accurate and up-to-date information,
yang akurat dan terkini, manajemen puncak dapat top management can make fact-based decisions
membuat keputusan berbasis fakta sekaligus and respond effectively to dynamic changes. These
merespons dinamika secara tepat sasaran. data are subsequently published in the Sustainability
Data-data tersebut selanjutnya dipublikasikan Report to ensure TPA’s transparency and
melalui Laporan Keberlanjutan untuk memastikan accountability to all stakeholders, while reaffirming
transparansi dan akuntabilitas TPA kepada seluruh the company’s commitment to integrating
pemangku kepentingan, sekaligus menegaskan sustainability into every aspect of its business.
komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan
keberlanjutan ke dalam setiap aspek bisnisnya.
Teladan Productivity Technology Teladan Productivity Technology
Science (TPTS) Science (TPTS)
TPTS merupakan aplikasi berbasis data TPTS is a data science-based application developed
science yang dikembangkan untuk memantau, to monitor, analyze, and evaluate factors affecting
menganalisis, dan mengevaluasi faktor-faktor oil palm productivity. TPTS was initiated from
yang memengaruhi produktivitas kelapa sawit. a strategic need to address a stagnant productivity
Inisiasi TPTS berawal dari kebutuhan strategis untuk in several palm oil blocks entering a productive
menjawab tantangan produktivitas yang stagnan age of 8 to 15 years. By leveraging an extensive
di beberapa blok tanaman kelapa sawit yang telah database processed through internal algorithms,
memasuki umur produktif antara 8 hingga 15 tahun. TPTS provides objective and detailed information
Dengan memanfaatkan basis data yang ekstensif on plantation conditions, land potential, and crop
dan diproses melalui algoritme internal, TPTS health. This information assists the management
menyediakan informasi objektif dan terperinci terkait team in identifying issues early and taking timely,
kondisi perkebunan, potensi lahan, serta kesehatan appropriate actions to maintain productivity and
tanaman. Informasi ini membantu tim manajemen operational efficiency.
dalam mengidentifikasi permasalahan sejak dini
dan mengambil langkah tepat secara cepat untuk
menjaga produktivitas dan efisiensi operasional.
Monitoring Indikator Perubahan Iklim
Monitoring of Climate Change Indicators
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 57
Page 60
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
Seiring perkembangannya, TPTS ditransformasi Over time, TPTS has been transformed into
menjadi platform Expert System (ES) dengan an Expert System (ES) platform by integrating
mengintegrasikan teknologi Precision Agriculture, Precision Agriculture technologies, such as
seperti Remote Sensing (RS) dan Artificial Intelligence Remote Sensing (RS) and Artificial Intelligence (AI).
(AI). TPA juga telah mengoptimalkan dukungan citra TPA also optimized the use of high-resolution satellite
satelit beresolusi tinggi dan multi-spectral aerial and multi-spectral aerial imageries, allowing
imagery yang mampu memantau kondisi vegetasi, the company to precisely monitor vegetation
kelembapan tanah, kandungan klorofil, dan indeks conditions, soil moisture, chlorophyll content, and
fotosintesis tanaman secara presisi. Pendekatan plant photosynthesis indices. This approach replaces
ini menggantikan model konvensional dengan a conventional location-specific recommendation
rekomendasi spesifik berbasis lokasi, sehingga model, enabling each plantation block to receive
setiap blok tanaman dapat memperoleh intervensi targeted interventions in line with its specific abiotic
yang tepat sesuai kondisi abiotik dan biotiknya. and biotic conditions.
Keunggulan TPTS terletak pada kemampuannya The advantage of TPTS lies in its ability to integrate
mengintegrasikan berbagai sumber data secara various data sources in real-time. TPA integrates
real-time. TPA mengintegrasikan TPTS dengan TPTS with various internal data sources, such
berbagai sumber data internal, seperti produksi, as production, fertilization, rainfall, and topography,
pemupukan, curah hujan, dan topografi, serta data as well as external data, like weather conditions and
eksternal, seperti kondisi cuaca dan citra satelit. satellite imageries. Data updates and validation
Setiap bulan, pembaruan dan validasi data dilakukan are systematically done on a monthly basis to
secara sistematis untuk memastikan akurasi analisis ensure the accuracy of analysis and the reliability
dan keandalan model prediksi. Sistem ini juga of predictive models. The system is also equipped
dilengkapi dengan analytics dashboard dan laporan with an analytics dashboard and a quarterly report
triwulanan yang memberikan gambaran real-time providing the real-time overview of plant health in all
mengenai kondisi kesehatan tanaman di seluruh of the plantation blocks. More detailed information
blok kebun. Informasi lebih lengkap mengenai on the advantages of TPTS is outlined as follows:
keunggulan TPTS diuraikan sebagai berikut:
1. Optimasi Produktivitas 1. Optimizing Productivity
Menggunakan data dari sensor satelit untuk Utilizing the data from satellite sensor to monitor
memantau kondisi tanaman secara real-time plants conditions in real-time and data analysis
dengan analisis data dalam algoritma model within Machine Learning/Deep Learning (ML/DL)
Machine Learning/Deep Learning (ML/DL), TPTS algorithms, TPTS is able to generate efficient and
dapat memberikan rekomendasi informasi timely recommendation to detect and monitor
yang efisien dan tepat waktu dalam mendeteksi changes in plants’ health and productivity.
dan memantau perubahan kesehatan dan Improved monitoring quality and accuracy allow
produktivitas tanaman. Dengan peningkatan the management to make better decision and
kualitas dan akurasi pemantauan memungkinkan enhance production yield.
manajemen untuk mengambil keputusan yang
lebih baik dan meningkatkan hasil produksi.
2. Efisiensi Biaya 2. Cost Efficiency
Biaya operasional dapat ditekan melalui Lower operational cost can be achieved through
penggunaan input sumber daya yang lebih more efficient use of resources. AI in TPTS is able
efisien. AI dalam TPTS mampu menganalisis dan to analyze and learn the patterns and nature
mempelajari pola serta sifat data historis yang of good historical data and able to predict
sangat baik dan dapat memprediksi kebutuhan the future needs of resources as well as
sumber daya dan produktivitas tanaman di masa the plant productivity. In addition, TPTS also
depan. Selain itu, TPTS juga membantu dalam assists in identifying areas requiring special care,
mengidentifikasi area yang membutuhkan enabled a focused use of resources on area that
perawatan khusus, sehingga penggunaan truly need them.
sumber daya dapat difokuskan pada area yang
benar-benar membutuhkan.
3. Keberlanjutan Usaha 3. Business Sustainability
Keberlanjutan adalah salah satu fokus utama Sustainability is one of the primary focuses of
TPTS. Dengan memanfaatkan teknologi remote TPTS. By utilizing remote sensing technology,
sensing, TPTS dapat memantau dampak TPTS can monitor the environmental impact of
58 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 61
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
lingkungan dari aktivitas perkebunan dan plantation activities and ensure environmentally
memastikan praktik yang ramah lingkungan. TPTS friendly practices. TPTS also assists in identifying
juga membantu dalam mengidentifikasi dan and managing conservation areas within
mengelola area konservasi dalam prompt block prompt block profile management, thereby
profile management, sehingga keberlanjutan maintaining the environmental sustainability of
lingkungan perkebunan dapat terjaga. the plantations.
Pada implementasinya, TPTS melakukan beberapa In its implementation, TPTS carries out the following
program sebagai berikut: programs:
1. Block Profile Management: 1. Block Profile Management:
Pengetahuan dan pemahaman yang mendalam In-depth knowledge and understanding of
tentang variabilitas blok tanaman yang unik, the unique variability of each planting block,
termasuk topografi, jenis tanah, genetik, including topography, soil type, genetics, plant
populasi tanaman, serta kondisi mikroklimat population, and the microclimatic conditions of
di setiap blok sangat penting. each block, are crucial.
2. Crop Monitoring: 2. Crop Monitoring:
TPTS memanfaatkan citra satelit dan sensor TPTS is utilizing satellite imageries and sensors to
untuk memantau kesehatan tanaman secara monitor plants health in real-time. The usage of
real-time. Penggunaan deep learning dalam deep learning in the detection and classification
mendeteksi dan mengklasifikasikan kesehatan of palm oil tree health the accuracy level reached
pohon kelapa sawit dapat mencapai akurasi up to 97%.
hingga 97%.
3. Yield Gap Status: 3. Yield Gap Status:
Mengidentifikasi dan mengatasi kesenjangan Identifying and addressing the gap between
hasil antara potensi (site specific) atau target the potentials (site specific) or targets with actual
dan hasil aktual. yield.
4. Harvesting Interval & Road Condition Monitoring: 4. Harvesting Interval & Road Condition Monitoring:
Memantau interval panen dan kondisi jalan untuk Monitoring harvest interval and road conditions
memastikan efisiensi operasional. to ensure operational efficiency.
5. Weather Analysis & Forecast: 5. Weather Analysis & Forecast:
TPTS mengintegrasikan analisis data cuaca TPTS integrates historical weather data analysis
historis dan prediksi iklim ke depan dapat and climate prediction to assist with the proactive
membantu perencanaan strategis dan and adaptive strategic and operational planning.
operasional yang proaktif dan adaptif.
6. Early Detection System (Healthy and Unhealthy 6. Early Detection System (Healthy and Unhealthy
Palm Tree): Palm Tree):
Sistem deteksi kesehatan pohon kelapa sawit AI is used in the system to detect healthy and
menggunakan AI untuk mengidentifikasi pohon unhealthy palm tree in real-time and with
sawit yang sehat dan tidak sehat secara precision by utilizing multispectral/hyperspectral
real-time dan presisi melalui pemanfaatan data imageries data to detect plan stress due to
citra multispectral/hyperspectral untuk melihat drought, nutrient deficiency, and pest or disease
kondisi stres tanaman akibat kekeringan, defisiensi attack.
hara, dan serangan hama atau penyakit.
7. Soil Moisture, Nutrient, Pest, and Disease 7. Soil Moisture, Nutrient, Pest, and Disease
Monitoring: Monitoring:
Memantau kelembaban tanah, nutrisi, hama, dan Monitoring soil moisture, nutrition, pest, and
penyakit untuk memastikan kondisi optimal bagi disease to ensure an optimum condition for plant
pertumbuhan tanaman. growth.
8. Variable Rate Technology – Fertilizer Map 8. Variable Rate Technology – Fertilizer Map
Status: Status:
TPTS memberikan rekomendasi program TPTS is recommending fertilizing program tailored
pemupukan yang disesuaikan dengan kondisi to current plant health conditions and the specific
kesehatan tanaman terkini dan kebutuhan spesifik needs of each planting block/area. The usage of
setiap blok/area tanaman. Teknologi ini dapat this technology reduced fertilizer usage by up to
mengurangi penggunaan pupuk hingga 20%. 20%.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 59
Page 62
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
9. Yield Prediction (Site Yield Specific): 9. Yield Prediction (Site Yield Specific):
TPTS menggunakan model machine learning TPTS is using machine learning models to
untuk memprediksi hasil panen berdasarkan predict harvest yields based on weather
data cuaca dan kondisi tanah. Dalam Uji data and soil conditions. During the trial run
implementasi TPTS Yield Prediction Model of TPTS Yield Prediction Model (2024), using
(2024) menggunakan New Hybrid Machine/ New Hybrid Machine/Deep Learning Model with
Deep Learning Model dengan Multi-Variable Multi-Variable and Cross-Correlation data
dan Cross-Correlation data analytic meliputi analytics that includes satellite imageries index,
database indeks citra satelit, agroklimatologi, agroclimatology, and agronomy databases, TPTS
dan database agronomi mampu memberikan was able to improve yield prediction accuracy
peningkatan akurasi prediksi produksi TBS above 95% (P-value <0.05) over the last 3 years.
mencapai di atas 95% (P-value <0,05) selama
3 tahun terakhir.
Sepanjang 2025, TPA mengoptimalkan pemanfaatan Throughout 2025, TPA optimized the utilization of
TPTS yang memberikan dampak positif terhadap TPTS that brought positive impacts to operational
kesiapsiagaan operasional. Peringatan BMKG readiness. BMKG warning on the potential of La Niña
mengenai potensi La Niña pada akhir tahun at the end of the year prompted the strengthening
mendorong penguatan mitigasi risiko iklim guna of climate risk mitigation measures to maintain crop
menjaga produktivitas tanaman. productivity.
TPTS dikembangkan berbasis AI dan machine TPTS is developed based on AI and machine
learning/deep learning untuk menganalisis learning/ deep learning to analyze the periodicity of
periodisitas El Niño–Southern Oscillation (ENSO), El Niño-Southern Oscillation (ENSO), rainfall patterns,
pola curah hujan, cadangan air tanah, serta indeks groundwater reserves, and plant health indices. Data
kesehatan tanaman. Integrasi data dilakukan secara integration is conducted in real time through remote
real-time melalui teknologi remote sensing/satelit, sensing/satellite technology, Unmanned Aerial
Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Automatic Weather Vehicles (UAV), Automatic Weather Stations (AWS),
Station (AWS), dan Automatic Rainfall System (ARS). and Automatic Rainfall Systems (ARS).
Seluruh sistem mencakup areal perkebunan TPA di The system covers all TPA plantation areas in East
Kalimantan Timur dan terhubung dengan control Kalimantan and is connected to the control room at
room di Kantor Pusat Jakarta, sehingga mitigasi dan Jakarta Head Office, enabling climate mitigation and
adaptasi iklim dapat dilakukan secara cepat, presisi, adaptation to be carried out swiftly, precisely, and in
dan terkoordinasi. a coordinated manner.
Pemanfaatan TPTS diperkuat melalui pengembangan The utilization of TPTS is further strengthened through
Block Profile Management (BPM), yaitu basis data the development of Block Profile Management
komprehensif yang merekam informasi areal dan (BPM), a comprehensive database that records land
karakteristik tanaman hingga tingkat individu. BPM information and plant characteristics up to individual
terintegrasi dengan sistem Tree ID geo-tagging, level. BPM is integrated with Tree ID geo-tagging
sehingga setiap pokok sawit dapat dipantau secara system, allowing each palm tree to be continuously
berkelanjutan. monitored.
Pendekatan ini mendukung prinsip Site-Specific This approach supports the principles of Site-Specific
Management dengan menganalisis variabilitas Management by analyzing environmental variability
lingkungan per blok, mencakup faktor biotik dan per block, including biotic and abiotic factors that
abiotik yang memengaruhi kesehatan serta influence plant health and production potential.
potensi produksi tanaman. Berdasarkan data Based on this data, TPA applies plant condition
tersebut, TPA menerapkan klasifikasi kondisi pokok classification to identify normal trees or those
untuk mengidentifikasi tanaman normal maupun requiring special attention. This system enables
yang memerlukan perhatian khusus. Sistem ini timely and targeted interventions to maintain
memungkinkan intervensi yang cepat dan tepat productivity and enhance crop resilience against
guna menjaga produktivitas serta ketahanan climate-related pressures.
tanaman terhadap tekanan iklim.
60 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 63
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
TPA juga memperluas penerapan Internet of Things TPA also expanded the implementation of Internet
(IoT) dalam TPTS melalui pengembangan sistem of Things (IoT) within TPTS through the development
sensus produksi berbasis data digital. Pemanfaatan of a digital data-based production census system.
analisis big data serta algoritma prediksi hibrida The utilization of big data analytics and hybrid
berbasis machine learning dan deep learning predictive algorithms based on machine learning
memungkinkan estimasi jumlah janjang per pokok and deep learning enables the estimation of bunch
dan berat rata-rata TBS dengan tingkat akurasi count per tree and average FFB weight with high level
tinggi. of accuracy.
Transformasi ini menggantikan metode sensus This transformation replaces the manual census
manual yang sebelumnya dilakukan 3 kali setahun. method previously conducted three times per year.
Hasilnya, TPA mencatat efisiensi biaya sebesar 55,6% As a result, TPA recorded cost efficiencies of 55.6%
dibandingkan metode konvensional, dengan tingkat compared to conventional methods, with prediction
akurasi prediksi terhadap realisasi rata-rata di atas accuracy level against the average realization above
95%. 95%.
Komitmen pengembangan TPTS akan terus The TPTS development commitment will be
dilanjutkan melalui penyempurnaan algoritma dan continued through algorithm refinement and
penguatan proses ground truthing guna menekan strengthening of ground truthing processes to
tingkat kesalahan serta meningkatkan presisi reduce error rates and improve model precision. With
model. Dengan peningkatan berkelanjutan ini, TPA these continuous improvements, TPA is targeting
menargetkan implementasi sensus digital secara the full implementation of digital census systems
penuh dalam beberapa tahun mendatang sebagai in the coming years as part of its broader digital
bagian dari transformasi digital dan efisiensi transformation and operational efficiency initiatives
operasional di seluruh rantai produksi. across the entire production value chain.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 61
Page 64
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
Pelibatan Pemangku Kepentingan
Stakeholder Engagement
TPA menempatkan pemangku kepentingan sebagai TPA positions stakeholders as strategic partners in
mitra strategis dalam mendukung keberlanjutan supporting business sustainability. TPA recognizes
usaha. TPA menyadari bahwa keberhasilan jangka that long-term success can only be achieved
panjang hanya dapat dicapai melalui hubungan through strong relationships with stakeholders who
yang kuat dengan para pemangku kepentingan have significant influence or are directly affected
yang memiliki pengaruh signifikan maupun by operational activities. Therefore, stakeholder
terdampak langsung oleh kegiatan operasional. engagement is an essential part of TPA’s sustainability
Oleh karena itu, pelibatan pemangku kepentingan strategy.
menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan.
Sejalan dengan itu, TPA juga senantiasa menjaga In line with this, TPA continuously maintains
interaksi bersama pemangku kepentingan melalui interactions with stakeholders through various
berbagai saluran komunikasi, seperti forum communication channels, such as consultation
konsultasi, survei kepuasan pelanggan, pertemuan forums, customer satisfaction surveys, regular
rutin dengan investor, hingga mekanisme meetings with investors, and open grievance
pengaduan yang terbuka. Setiap bentuk pelibatan mechanisms. Each form of engagement is aimed
diarahkan untuk menjawab kebutuhan jangka at addressing short-term needs while anticipating
pendek sekaligus mengantisipasi risiko, menemukan risks, identifying innovation opportunities, and
peluang inovasi, dan memperkuat strategi strengthening long-term sustainability strategies.
keberlanjutan jangka panjang.
Untuk memastikan pelaksanaan yang sistematis, To ensure systematic, measurable, and continuous
terukur, dan berkesinambungan, TPA berpedoman implementation, TPA adheres to the AA1000
pada AA1000 Stakeholders Engagement Standard Stakeholder Engagement Standard 2015, which
2015 yang menekankan prinsip inklusivitas, emphasizes the principles of inclusivity, materiality,
materialitas, responsivitas, kelengkapan, dan dampak. responsiveness, completeness, and impact. Guided
Dengan berpedoman pada acuan tersebut, TPA by this framework, TPA identifies stakeholder groups
mengidentifikasi kelompok pemangku kepentingan based on the following criteria:
berdasarkan kriteria-kriteria sebagai berikut:
Pengaruh Ketergantungan Tanggung Jawab Perhatian Perspektif
Influence Dependency Responsibility Attention Perspective
Pihak tersebut Perseroan memiliki Perseroan memiliki Pihak tersebut Pihak tersebut dapat
memberikan ketergantungan tanggung jawab, membutuhkan memberikan sudut
pengaruh terhadap terhadap pihak baik saat ini atau perhatian dari pandang baru
keputusan yang tersebut, baik di masa yang akan Perseroan terkait yang sebelumnya
diambil oleh secara langsung datang, terhadap isu tata kelola, belum ada terhadap
Perseroan terkait maupun tidak pihak tersebut. lingkungan, sosial, isu penting yang
kelangsungan langsung. atau ekonomi. relevan.
usaha.
These parties The Company The Company has These parties require These parties
influence the depends on these a responsibility, the Company’s can provide new
Company’s parties, either either now or in the attention regarding perspectives
decisions regarding directly or indirectly. future, toward these governance, on important
business continuity. parties. environmental, relevant issues that
social, or economic were previously
issues. unavailable.
62 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 65
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, TPA Based on the established criteria, TPA identifies
mengidentifikasi kelompok pemangku kepentingan stakeholder groups that have a significant influence
yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kegiatan on business activities. Each group has different
usaha. Setiap kelompok memiliki kebutuhan dan needs and expectations, so TPA prepares tailored
harapan yang berbeda, sehingga TPA menyiapkan responses and strategies to address the interests of
respons dan strategi yang disesuaikan untuk each party. The identification process is carried out
menjawab kepentingan masing-masing pihak. carefully to ensure that all stakeholders within TPA’s
Proses identifikasi dilakukan secara cermat agar business ecosystem are accommodated according
seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem to their roles and influence. This approach enables
bisnis TPA dapat terakomodasi sesuai peran dan TPA to focus on current needs while also supporting
pengaruhnya. Pendekatan ini memungkinkan TPA the formulation long-term strategies capable
untuk berfokus pada kebutuhan saat ini maupun of addressing challenges and leveraging future
mendukung dalam merancang strategi jangka sustainability opportunities.
panjang yang mampu menjawab tantangan
sekaligus memanfaatkan peluang keberlanjutan di
masa depan.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 63
Page 66
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
Hasil dari proses identifikasi tersebut diuraikan The results of this identification process are outlined
sebagai berikut: as follows:
Pemangku Kepentingan dan Pelibatan Mereka [POJK E.4] [GRI 2-29]
Stakeholders and Their Engagement
Pemegang Saham dan Investor
Shareholders and Investors
Penetapan Dasar Metode Pelibatan
• Tanggung jawab; • RUPS (setidaknya setahun sekali);
• Perspektif; serta • Kunjungan (rutin); serta
• Pengaruh. • Konferensi dan rapat lainnya (sesuai kebutuhan).
Basis of Appointment Engagement Method
• Responsibility; • GMS (at least once a year);
• Perspective; and • Visits (regularly); and
• Influence. • Conferences and other meetings (as needed).
Aspek Keberlanjutan yang Relevan Respons Perseroan
• Transparansi, akuntabilitas, dan akurasi pelaporan kinerja • Menyediakan informasi terkini mengenai Perseroan pada
operasional dan keuangan; berbagai media, seperti situs web Perseroan dan situs
• Strategi di seluruh aspek keberlanjutan beserta web bursa efek;
pelaksanaannya; serta • Menyusun strategi peningkatan kinerja ekonomi dan
• Penghormatan hak-hak Pemegang Saham. keberlanjutan usaha; serta
• Mengedepankan penerapan prinsip-prinsip tata kelola
dalam menjalankan kegiatan operasional Perseroan.
Relevant Sustainability Aspects Company Response
• Transparency, accountability, and accuracy of operational • Provides the latest information about the Company
and financial performance reporting; on various media, i.e., Company’s websites and stock
• Strategies on all sustainability aspects and their exchange website;
implementation; and • Prepare strategies to improve the economic performance
• Respect for Shareholders’ rights. and business sustainability; and
• Prioritize the implementation of governance principles in
conducting the Company’s operational activities.
Karyawan
Employees
Penetapan Dasar Metode Pelibatan
• Tanggung jawab; • Serikat Pekerja TPA (rutin); serta
• Ketergantungan; • Forum komunikasi manajemen dan karyawan (sesuai
• Pengaruh; serta kebutuhan).
• Perhatian.
Basis of Appointment Engagement Method
• Responsibility; • TPA Labor Union (regularly); and
• Dependency; • Management and employee communication forums
• Influence; and (as needed).
• Attention.
Aspek Keberlanjutan yang Relevan Respons Perseroan
• Kesetaraan; • Menerapkan praktik ketenagakerjaan yang adil dan
• Kesehatan dan keselamatan kerja; bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan mengenai
• Kesejahteraan; ketenagakerjaan yang relevan;
• Pengembangan kompetensi; serta • Menyediakan sarana dan/atau prasarana K3 yang
• Kesempatan berkarier. memadai di seluruh wilayah operasional;
• Menyusun dan memenuhi kontrak kerja dan Peraturan
Perusahaan terkait pengelolaan ketenagakerjaan; serta
• Menyelenggarakan program pengembangan kompetensi
serta promosi jabatan.
Relevant Sustainability Aspects Company Response
• Equality; • Implement fair and responsible employment practices in
• Occupational health and safety; line with relevant employment regulations;
• Welfare; • Provide adequate OHS facilities and/or infrastructure in all
• Competency development; and operational areas;
• Career opportunities. • Prepare and fulfill work contracts and Company
Regulations on employment management; and
• Organize competency development program and job
promotions.
64 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 67
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Regulator
Regulator
Penetapan Dasar Metode Pelibatan
• Tanggung jawab; serta • Pertemuan bipartit (sesuai kebutuhan); serta
• Pengaruh. • Pertemuan dengan berbagai lembaga pemerintahan
(sesuai kebutuhan).
Basis of Appointment Engagement Method
• Responsibility; and • Bipartite meetings (as needed); and
• Influence. • Meetings with various government agencies (as needed).
Aspek Keberlanjutan yang Relevan Respons Perseroan
• Kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang mengikat; • Mengikuti perkembangan peraturan perundang-
serta undangan yang berlaku dan memastikan pemenuhannya;
• Dukungan terhadap program pemerintah di bidang serta
ekonomi, sosial, dan lingkungan. • Merealisasikan program tanggung jawab sosial dan
lingkungan sesuai dengan kebutuhan Perseroan dan
relevansinya dengan program pemerintah.
Relevant Sustainability Aspects Company Response
• Compliance with all binding regulations; and • Keeping abreast of prevailing laws and regulations and
• Support for government programs in economic, social, ensure its fulfilment; and
and environmental areas. • Realizing the social and environmental responsibility
program in line with Company’s needs and its relevance
to government programs.
Mitra Kerja (termasuk buyer, vendor, pemasok, agen, reseller, dan installer)
Business Partners (including buyer, vendors, suppliers, agents, resellers, and installers)
Penetapan Dasar Metode Pelibatan
• Tanggung Jawab; serta • Pelaksanaan kontrak pengadaan barang dan jasa (sesuai
• Ketergantungan. kebutuhan); serta
• Penilaian kinerja mitra kerja (setahun sekali).
Basis of Appointment Engagement Method
• Responsibility; and • Procurement contract implementation of goods and
• Dependency. services (as needed); and
• Evaluation of business partner performance
(once a year).
Aspek Keberlanjutan yang Relevan Respons Perseroan
• Proses pengadaan yang adil, transparan, dan sesuai • Melaksanakan pengadaan barang dan jasa sesuai
peraturan; dengan prinsip-prinsip GCG; serta
• Objektivitas dalam pemilihan mitra; serta • Menyusun kontrak kerja yang menguntungkan kedua
• Hubungan ekonomi yang saling menguntungkan. belah pihak.
Relevant Sustainability Aspects Company Response
• Fair, transparent, and compliant procurement process; • Conducting the procurement of goods and services in
• Objectivity in partner selection; and accordance with GCG principles; and
• Mutually beneficial economic relationships. • Preparing work contract that benefits both parties.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 65
Page 68
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
Penentuan Topik Material
Determination of Material Topics
Topik material merupakan isu prioritas yang Material topics is priority issues of significant
berdampak signifikan terhadap kinerja keberlanjutan impact on TPA’s sustainability performance and
TPA dan relevan bagi pemangku kepentingan. relevant to the stakeholders. Their identification and
Identifikasi dan penetapannya dilakukan secara determination are conducted systematically by
sistematis dengan mempertimbangkan tingkat considering the level of relevance and their impact on
relevansi serta dampaknya terhadap 4 pilar KSL: the 4 KSL pillars: Good Governance, Agro-Ecological,
Good Governance, Agro-Ecological, Socio-Territorial, Socio-Territorial, and Economic Viability. This process
dan Economic Viability. Proses ini memastikan ensures that the issues disclosed in the Sustainability
bahwa isu yang diungkapkan dalam Laporan Report are reflecting the Company’s strategic
Keberlanjutan mencerminkan prioritas strategis priorities while remaining aligned with stakeholder
Perseroan sekaligus selaras dengan ekspektasi expectations. Accordingly, material topics are used
pemangku kepentingan. Dengan demikian, topik as foundation to prepare sustainability strategies,
material menjadi landasan penyusunan strategi as well as an instrument for managing risks and
keberlanjutan serta instrumen pengelolaan risiko opportunities.
dan peluang.
Identifikasi dan Penentuan Identification and Prioritization of
Prioritas Topik [GRI 3-1] Material Topics [GRI 3-1]
Dalam penyusunan Laporan Keberlanjutan 2025, In preparing the 2025 Sustainability Report, TPA
TPA melaksanakan identifikasi dan penentuan carried out the identification and determination
topik material melalui tahapan terstruktur yang of material topics through a structured process
melibatkan pemangku kepentingan utama. Proses ini involving key stakeholders. This process aims to
bertujuan memperoleh perspektif komprehensif atas acquire a comprehensive perspective on issues that
isu yang paling relevan dan berdampak terhadap are most relevant and impactful to operations, the
operasional, lingkungan, serta keberlanjutan jangka environment, and long-term sustainability.
panjang.
Setiap topik dievaluasi berdasarkan tingkat relevansi Each topic is evaluated based on its level of
dan dampaknya untuk memastikan kesesuaian relevance and impact to ensure alignment with
dengan prioritas strategis dan harapan pemangku strategic priorities and stakeholder expectations.
kepentingan. Untuk memperkuat validitas, TPA juga To strengthen the validity, TPA also refers to the GRI
merujuk pada Standar Sektor GRI untuk Pertanian, Sector Standard for Agriculture, Aquaculture, and
Akuakultur, dan Perikanan sebagai panduan dalam Fisheries as guideline in reviewing and expanding
meninjau dan memperluas daftar topik agar tetap the list of topics to remain aligned with global
sejalan dengan perkembangan industri global. industry developments.
66 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 69
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Secara umum, proses kami dalam menentukan topik In general, our process for determining material
material tersebut diuraikan sebagai berikut: topics is outlined as follows:
Mengidentifikasi dan Menilai Dampak secara Berkesinambungan Menentukan Topik Material untuk Pelaporan
Continuous Impact Identification and Assessment Determining Material Topics for Reporting
Menguji topik
material dengan
Melibatkan berbagai pemangku pemangku
kepentingan dan pakar yang relevan. kepentingan dan
Involving various relevant pakar.
stakeholders and experts. Material topic testing
with stakeholders
and experts.
1 2 3 4
Memahami Mengidentifikasi Menilai Memprioritaskan
konteks dampak aktual signifikansi dampak yang
organisasi. dan potensial. dampak. paling signifikan
untuk pelaporan. Topik Material
Material Topic
Understanding Identifying Assessing Prioritizing the most
organizational the actual and the significance of significant impacts
context. potential impacts. impacts. for reporting.
Melakukan analisis Mengidentifikasi Menilai signifikansi Menetapkan
tentang aktivitas dampak aktual dan dampak yang ambang batas
dan hubungan potensial Perseroan sudah teridentifikasi untuk menentukan
bisnis, konteks terhadap tata kelola, untuk menentukan topik-topik mana
keberlanjutan lingkungan, sosial, dan skala prioritas di yang bersifat
terjadinya hal ekonomi, termasuk mana Perseroan material dan
ini, dan ikhtisar dampak terhadap memungkinkan menyusunnya dari
pemangku hak asasi manusia, mengambil tindakan paling signifikan ke
kepentingan. di seluruh aktivitas untuk menangani yang tidak signifikan.
dan hubungan bisnis dampak dan
Perseroan. menentukan topik
material untuk
pelaporan.
Analyzing business Identifying Assessing Determine
activities and the actual the significance of the threshold to
relationships, the and potential impacts identified determine material
sustainability Company’s impacts to determine the topic and arrange
context in which on governance, priority scale where them from the most
these occur, and environment, social, the Company can significant to least
stakeholders and economic aspect, take actions to handle significant.
overview. including impacts on the impacts and
human rights, in all determine the material
Company’s business topic for reporting.
activities and
relationships.
Daftar Topik Material dan Batasan List of Material Topics and Boundaries
Pada tahun 2025, TPA juga melakukan pengujian In 2025, TPA also conducted a materiality
kembali (materiality assessment) untuk memastikan assessment to ensure that the material topics used
topik material yang digunakan selaras dengan remain aligned with business dynamics, regulatory
dinamika bisnis, perkembangan regulasi, dan tren developments, and the latest sustainability trends,
keberlanjutan terkini, khususnya terkait roadmap ESG particularly in relation to the Company’s ESG
Perseroan. Hasil peninjauan tersebut menunjukkan roadmap. The review results indicated no changes to
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 67
Page 70
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
bahwa tidak terdapat perubahan daftar topik the list of material topics compared to 2024, ensuring
material dibandingkan tahun 2024, sehingga continued consistency in managing sustainability
konsistensi dalam pengelolaan isu-isu keberlanjutan issues. Information on the material topics included in
dapat terus terjaga. Informasi mengenai daftar topik TPA’s 2025 Sustainability Report is outlined as follows:
material dalam Laporan Keberlanjutan 2025 TPA
diuraikan sebagai berikut:
Topik-Topik Material dan Batasannya dalam Laporan Ini [GRI 3-2]
Material Topics and the Limitations in This Report
Batasan Topik Pengungkapan
Topic Limitation GRI Standards
Keterkaitan
Pilar KSL Topik Material 2021
dengan SDGs
KSL Pillar Material Topic Internal Eksternal GRI
Relation with SDGs
Internal External Standards
2021 Disclosure
Ketaatan terhadap Peraturan
Perundang-Undangan
GRI 2
Compliance with Laws and
Regulations
Komitmen terhadap Anti-Korupsi
GRI 205
Commitment to Anti-Corruption
Good
Keterbukaan dan Akuntabilitas
Governance GRI 2
Openness and Accountability
Sertifikasi Keberlanjutan (ISPO)
GRI 2
Sustainability Certification (ISPO)
Efisiensi Penggunaan Energi
GRI 302
Energy Use Efficiency
Efisiensi Penggunaan Air
GRI 303
Water Use Efficiency
Perlindungan terhadap Area
Konservasi GRI 304
Protection of Conservation Area
Mitigasi Emisi Gas Rumah Kaca
Greenhouse Gas Emissions GRI 305
Mitigation
Pengelolaan Limbah
GRI 306
Waste Management
Agro-
Ecological
Pengelolaan Risiko Kebakaran
GRI 304
Fire Risk Management
Pengelolaan Pupuk, Pestisida,
dan Bahan Kimia
GRI 13.6
Management of Fertilizer,
Pesticide, and Chemicals
Pengelolaan Hama Terpadu
GRI 13.4
Integrated Pest Management
68 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 71
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Batasan Topik Pengungkapan
Topic Limitation GRI Standards
Keterkaitan
Pilar KSL Topik Material 2021
dengan SDGs
KSL Pillar Material Topic Internal Eksternal GRI
Relation with SDGs
Internal External Standards
2021 Disclosure
Hak Asasi Manusia dan
Ketenagakerjaan
- GRI 401
Human Rights and Labour
Conditions
Kesehatan dan Keselamatan
Kerja (K3)
GRI 403
Occupational Health and Safety
(OHS)
Socio- Menjaga Hak Masyarakat Adat
Territorial Protecting Indigenous People’s - GRI 411 -
Rights
Pemberdayaan Masyarakat Lokal
Empowerment of Local - GRI 413
Communities
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan - GRI 413
Corporate Social Responsibility
Kinerja Keuangan
- GRI 201
Financial Performance
Produktivitas dan Efisiensi Biaya
Operasional
- GRI 201
Productivity and Operational
Cost Efficiency
Economic
Kualitas Produk (CPO dan PK)
Viability GRI 416 -
Product Quality (CPO and PK)
Kemamputelusuran
GRI 413
Traceability
TPA memastikan bahwa topik material dalam TPA ensures that the material topics in the 2025
Laporan Keberlanjutan 2025 mencakup isu yang Sustainability Report cover the most relevant issues
paling relevan bagi Perseroan dan pemangku to the Company and its stakeholders. This Report
kepentingan. Laporan ini menyajikan gambaran provides a comprehensive overview of significant
komprehensif atas isu signifikan sekaligus menjadi issues while serving as the basis for risk management,
dasar pengelolaan risiko, pemanfaatan peluang, opportunity utilization, and strengthening of TPA’s
dan penguatan strategi keberlanjutan jangka long-term sustainability strategy.
panjang TPA.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 69
Page 72
Komitmen Keberlanjutan TPA
TPA Sustainability Commitment
Tingkat Materialitas Materiality Level
TPA melakukan pemetaan topik material untuk TPA conducted a mapping of material topics
menentukan tingkat materialitas dalam Laporan to determine the level of materiality in 2025
Keberlanjutan 2025. Pemetaan ini memberikan Sustainability Report. This mapping provides a clear
gambaran jelas mengenai prioritas isu keberlanjutan overview of sustainability issue priorities, as well as
sekaligus tingkat kepentingan dan dampaknya. their level of importance and impact.
Penentuan materialitas mempertimbangkan The determination of materiality considers 2 key
2 dimensi utama, yaitu signifikansi dampak terhadap dimensions, namely significance of impacts on TPA’s
kinerja keberlanjutan TPA dan tingkat kepentingannya sustainability performance and level of importance
bagi pemangku kepentingan. Hasilnya menjadi to stakeholders. The results are used as the basis
dasar prioritas strategis dalam pengelolaan risiko, for strategic prioritization in risk management,
pemanfaatan peluang, serta penyusunan program opportunity utilization, as well as development
keberlanjutan yang lebih terarah. Uraian tingkat of more focused sustainability programs.
materialitas topik dalam Laporan Keberlanjutan The description of topics materiality levels in 2025
2025 disajikan sebagai berikut: Sustainability Report is presented as follows:
HIGH
AE6 ST2
GG1
GG3
GG2
Penting Bagi Pemangku Kepentingan
EV1
AE3 AE2 AE5
AE1 AE7 GG4
EV3
Importance to Stakeholders
EV2
ST5
AE8 ST1
ST3 EV4
ST4
AE4
LOW
LOW HIGH
Penting Bagi Perseroan
Importance to the Company
70 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 73
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Kode Keterangan Kode Keterangan
Code Description Code Description
GG1 Ketaatan terhadap Peraturan Perundang-Undangan Hak Asasi Manusia dan Ketenagakerjaan
ST1
Compliance with Laws and Regulations Human Rights and Labour Conditions
Komitmen terhadap Anti-Korupsi ST2 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
GG2
Commitment to Anti-Corruption Occupational Health and Safety (OHS)
Keterbukaan dan Akuntabilitas ST3 Menjaga Hak Masyarakat Adat
GG3
Openness and Accountability Protecting Indigenous People’s Rights
Sertifikasi Keberlanjutan (ISPO) ST4 Pemberdayaan Masyarakat Lokal
GG4
Sustainability Certification (ISPO) Empowerment of Local Communities
Efisiensi Penggunaan Energi ST5 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
AE1
Energy Use Efficiency Corporate Social Responsibility
AE2 Efisiensi Penggunaan Air Kinerja Keuangan
EV1
Water Use Efficiency Financial Performance
AE3 Perlindungan terhadap Area Konservasi EV2 Produktivitas dan Efisiensi Biaya Operasional
Protection of Conservation Area Productivity and Operational Cost Efficiency
AE4 Mitigasi Emisi Gas Rumah Kaca EV3 Kualitas Produk (CPO dan PK)
Greenhouse Gas Emissions Mitigation Product Quality (CPO and PK)
AE5 Pengelolaan Limbah EV4 Kemamputelusuran (Traceability)
Waste Management Traceability
AE6 Pengelolaan Risiko Kebakaran
Fire Risk Management
AE7 Pengelolaan Pupuk, Pestisida, dan Bahan Kimia
Management of Fertilizer, Pesticide, and Chemicals
AE8 Pengelolaan Hama Terpadu
Integrated Pest Management
Berdasarkan analisis material, menunjukkan bahwa sejumlah 47% dari total aspek masuk dalam kategori “High Importance”.
Based on the materiality analysis, it shows that 47% of the total aspects fall into the “High Importance” category.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 71
Page 74
Good Governance [GRI 3-3, 205] 72 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 75
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Dalam lanskap bisnis global yang semakin kompleks, In an increasingly complex global business
praktik good governance berperan penting landscape, good governance practices play
sebagai fondasi dalam menjaga keberlanjutan a critical role as the foundation for maintaining
dan ketahanan korporasi. Tren tata kelola saat ini corporate sustainability and resilience. Currently,
menitikberatkan pada kepatuhan terhadap regulasi, the governance trends emphasize on mere
integritas, transparansi, dan tanggung jawab regulatory compliance, integrity, transparency, and
sosial yang mencerminkan nilai keberlanjutan. Di social responsibility, reflecting sustainable values.
tengah tuntutan peningkatan akuntabilitas publik, Amid growing demands for public accountability,
digitalisasi proses bisnis, serta ekspektasi pemangku business process digitalization, and heightened
kepentingan terhadap praktik etis yang lebih kuat, stakeholder expectations for stronger ethical
tata kelola yang efektif menjadi fondasi penting untuk practices, effective governance remains essential to
menjaga kepercayaan dan reputasi perusahaan. maintaining corporate trust and reputation.
Sejalan dengan KSL pilar Good Governance, TPA In alignment with the Good Governance pillar of
menempatkan tata kelola yang baik sebagai KSL, TPA places sound governance at the core of
pilar utama dalam memastikan setiap kegiatan its operations to ensure that all business activities
usaha dijalankan secara beretika, transparan, dan are conducted ethically, transparently, and
bertanggung jawab. Komitmen ini diwujudkan responsibly. This commitment is realized through
melalui penerapan sistem pengendalian internal the implementation of a robust internal control
yang kuat, mekanisme audit reguler, serta kebijakan system, regular audit mechanisms, and policies on
pencegahan korupsi, anti-penyuapan, dan anti-corruption, anti-bribery, and anti-money
anti-pencucian uang. Selain itu, TPA terus laundering. In addition, TPA continues to strengthen the
memperkuat peran dan efektivitas Dewan Komisaris role and effectiveness of the Board of Commissioners
serta Direksi dalam pengambilan keputusan and the Board of Directors in making strategic
strategis berbasis prinsip-prinsip GCG. decisions based on GCG principles.
Melalui penguatan tata kelola yang terintegrasi Through the strengthening of governance integrated
dengan strategi keberlanjutan, TPA berupaya with its sustainability strategy, TPA seeks to ensure the
memastikan terciptanya praktik bisnis yang implementation of business practices that uphold
berintegritas, adaptif terhadap perkembangan integrity, remain adaptive to regulatory developments,
regulasi, serta mampu memberikan nilai tambah and generate added value for all stakeholders.
bagi seluruh pemangku kepentingan.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 73
Page 76
Good Governance
Struktur dan Mekanisme Tata Kelola
Governance Structure and Mechanism
“Struktur tata kelola yang kuat menjadi fondasi bagi TPA dalam menjaga integritas, transparansi,
dan akuntabilitas di setiap lini operasional untuk memastikan seluruh keputusan bisnis
dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan.”
“A robust governance structure serves as the foundation for TPA in upholding integrity, transparency,
and accountability across all operational lines, ensuring that every business decision is executed with
prudence and a commitment to sustainability.”
Tata Kelola Perusahaan yang Baik merupakan Good Corporate Governance (GCG) is a fundamental
fondasi penting bagi TPA dalam mencapai tujuan pillar for TPA in achieving its long-term growth and
pertumbuhan dan keberlanjutan jangka panjang. sustainability goals. By integrating ESG principles
Dengan mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam into every decision-making process, TPA ensures
setiap proses pengambilan keputusan, TPA that the business practice is always oriented toward
memastikan bahwa praktik usaha yang dijalankan financial performance while still considering social
senantiasa berorientasi pada kinerja finansial, and environmental impacts too. The implementation
dengan tetap memperhatikan dampak sosial dan of TPA governance is always in alignment with
lingkungan. Penerapan tata kelola TPA selalu selaras the applicable legal provisions in Indonesia, including
dengan ketentuan perundang-undangan yang Law No. 40 of 2007 on Limited Liability Companies,
berlaku di Indonesia, termasuk Undang-Undang Financial Services Authority Regulation (POJK)
No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, No. 21/POJK.04/2015 on Implementation of Corporate
POJK No. 21/POJK.04/2015 mengenai Pedoman Governance Guidelines for Public Companies,
Tata Kelola Perusahaan Terbuka, serta SEOJK as well as Financial Services Authority Circular (SEOJK)
No. 32/SEOJK.04/2015 mengenai Pedoman Tata No. 32/SEOJK.04/2015 on Corporate Governance
Kelola Emiten dan Perusahaan Publik. Dengan Guidelines for Issuers and Public Companies.
berlandaskan regulasi tersebut, TPA membangun Based on these regulations, TPA has established
sistem tata kelola yang transparan, akuntabel, dan a transparent, accountable, and adaptive
adaptif terhadap dinamika bisnis maupun tuntutan governance system to adapt with the business
pemangku kepentingan. dynamics or stakeholder demands.
74 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 77
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Struktur tata kelola TPA terdiri dari 3 organ utama. TPA’s governance structure comprises three principal
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan organs. The General Meeting of Shareholders (GMS)
pemegang kekuasaan tertinggi yang berwenang serves as the highest authority, empowered to
menetapkan keputusan strategis dan arah determine strategic decisions and policy directions.
kebijakan TPA. Dewan Komisaris menjalankan fungsi The Board of Commissioners performs a supervisory
pengawasan serta memberikan nasihat kepada function and provides advice to the Board of Directors
Direksi agar setiap kebijakan sejalan dengan prinsip to ensure that all policies align with sound, ethical,
tata kelola yang sehat, etis, dan berkelanjutan. and sustainable governance principles. Meanwhile,
Sementara itu, Direksi bertanggung jawab atas the Board of Directors is responsible for day-to-day
pengelolaan operasional sehari-hari, mulai dari operational management, from strategic formulation
perumusan strategi hingga implementasi kebijakan, to policy implementation, and for ensuring the
serta memastikan tercapainya sasaran kinerja yang achievement of established performance targets.
telah ditetapkan.
Untuk mendukung efektivitas tata kelola, ketiga To enhance governance effectiveness, the three
organ utama tersebut dilengkapi dengan principal organs are supported by committees
komite-komite dan unit kerja pendukung yang and dedicated units that strengthen oversight
berperan memperkuat pengawasan dan and ensure independent and objective decision-
memastikan pengambilan keputusan dilakukan making. Comprehensive internal control and risk
secara independen dan objektif. Mekanisme management mechanisms are also implemented
pengendalian internal dan manajemen risiko juga to maintain compliance, mitigate risks, and optimize
diimplementasikan secara menyeluruh, sehingga business opportunities.
TPA dapat menjaga kepatuhan, memitigasi risiko,
serta mengoptimalkan peluang usaha.
Informasi mengenai struktur tata kelola TPA lebih A more detailed overview of TPA’s governance
lengkap diuraikan sebagai berikut: structure is outlined below:
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 75
Page 78
Good Governance
Struktur Tata Kelola [POJK E.1] [GRI 2-9, 2-11]
Governance Structure
Komite
Committees
Komite Audit : • Iwa Kartiwa Hudaya (Ketua / Head)
Audit Committee • Djalaludin Djaprie (Anggota / Member)
• Iman Subekti (Anggota / Member)
Komite Nominasi dan Remunerasi : • Iwa Kartiwa Hudaya (Ketua / Head)
Nomination and Remuneration Committee • Sutarto Hadi (Anggota / Member)
• Indracahya Basuki (Anggota / Member)
Komite Manajemen Risiko dan Investasi : • Indracahya Basuki (Ketua / Head)
Risk Management and Investment Committee • Nurcahya Basuki (Anggota / Member)
Komite Keberlanjutan Usaha : • Dr. Yaya Rayadin (Ketua / Head)
dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan • Shakeb Afsah (Anggota / Member)
Sustainability and Corporate Social Responsibility Committee • Richard Bruce Ness*) (Anggota / Member)
*) Tidak lagi menjabat sebagai Anggota Komite
Keberlanjutan Usaha dan Tanggung Jawab
Sosial dikarenakan beliau meninggal dunia
pada 11 Agustus 2025. / No longer serves as
a Member of the Business Sustainability and
Social Responsibility Committee due to his
passing on 11 August 2025.
Perkebunan dan Logistik dan
Keberlanjutan
Agronomi Keberlanjutan
Teknik Keberlanjutan
Keberlanjutan
Sustainability Sustainability Sustainability
Sustainability
Plantation and Logistics and
Agronomy Engineering
Kepala Keuangan Kepala Direktur Direktur Direktur
Perusahaan
Keberlanjutan Sumber Daya
Keberlanjutan Director Director Director
dan Strategi
Sustainability Manusia
Sustainability
Noor Falich Imam Syaifullah Yayan Handian
Head of Corporate Head of Human
Finance and Strategy Resources Ginanjar
Wasisto Budi
Sutarto Hadi
Sulistio
Administrasi Administrasi Pabrik Kesehatan,
Agronomi dan Logistik Keamanan, dan
Agronomy Mill and Logistics Keberlanjutan
Strategi Perusahaan Operasi SDM Administration Administration Lingkungan
dan Pengembangan HR Operations Health, Safety,
Bisnis and Sustainable
Corporate Strategy Environment
and Business Operasi Operasi Pabrik
Development Pengembangan Agronomi Mill Operations
Karyawan dan Agronomy
Organisasi Operations Lingkungan Eksternal
People dan Hubungan
and Organization Teknik Berkelanjutan
Keuangan
Development Engineering External Environment
Perusahaan
Lisensi dan and Sustainability
Corporate Finance Pengembangan Relations
Sosial
License and
Social Development
Hubungan Investor Penelitian dan
Investor Relations Pengembangan
Research
and Development
Manajemen Data
dan Kinerja ESG
ESG Data &
Performance
Management
76 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 79
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Rapat Umum Pemegang Saham
General Meeting of Shareholders
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Komisaris Utama
President Commissioner
Indracahya Basuki
Komisaris Independen
Independent Commissioner
Iwa Kartiwa Hudaya
Direktur Utama
President Director
Wishnu Wardhana
Keuangan, Pemasaran dan
Keberlanjutan
Akuntansi, dan Pajak Keberlanjutan
Komersial
Sustainability Sustainability
Finance, Marketing and
Accounting, and Tax Commercial
Direktur Kepala Kantor dan Kepala Sekretaris
Direktur Kepala Audit
Director Director Divisi Transformasi
Keberlanjutan Perusahaan
Keberlanjutan Keberlanjutan
Internal
Head of CEO Office
Sustainability dan Legal
Sustainability Sustainability
Mahirudin Santos Ibrahim and Transformations
Head of Internal
Head of Corporate
Noor Audit
Division Secretary and Legal
Vacant Arya Wibisana Rachmat Nugroho
Akuntansi Hubungan Klien
Accounting Client Relations
Integrasi Sistem Sekretaris
dan Pengembangan Perusahaan
Perpajakan Pemasaran System Integration Corporate
Taxation Marketing and Development Secretary
Pengontrol Administrasi
Asisten Pribadi Legal dan Kepatuhan
Keuangan Penjualan
Direktur Utama Corporate Legal and
Finance Sales Compliance
Personal Assistant
Controller Administration
of President Director
Komunikasi
Pengadaan Manajemen Risiko Perusahaan
Procurement Risk Management Corporate
Communication
Hubungan Pemangku
Kepentingan
Stakeholder Relations
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 77
Page 80
Good Governance
Rapat Umum Pemegang Saham Tahun Buku 2024
General Meeting of Shareholders for the 2024 Financial Year
Rapat Umum Pemegang Saham General Meetings of Shareholders
RUPS merupakan organ tertinggi dalam tata kelola The GMS is the highest governance body of TPA,
TPA yang berwenang memastikan kebijakan authorized to ensure that the Company’s policies align
Perseroan selaras dengan kepentingan Pemegang with shareholders’ interests and GCG principles. As a
Saham dan prinsip GCG. Sebagai forum pengambilan forum for strategic decision-making, the GMS enables
keputusan strategis, RUPS menjadi wadah bagi shareholders to exercise their rights of oversight and
Pemegang Saham untuk menjalankan hak direction over the Company. Its authorities include
pengawasan dan pengarahan terhadap Perseroan. the approval of the Annual Report, assessment of the
Kewenangannya meliputi pengesahan Laporan accountability of the Board of Commissioners and the
Tahunan, penilaian pertanggungjawaban Dewan Board of Directors, determination of profit allocation,
Komisaris dan Direksi, penetapan penggunaan laba, amendments to the Articles of Association, and the
perubahan Anggaran Dasar, serta pengangkatan appointment and dismissal of members of the Board
dan pemberhentian anggota Dewan Komisaris dan of Commissioners and the Board of Directors. Through
Direksi. Melalui fungsi tersebut, RUPS memastikan these functions, the GMS ensures accountability,
akuntabilitas, transparansi, kepatuhan, dan transparency, compliance, and the sustainability of
keberlanjutan operasional TPA. TPA’s operations.
Sepanjang tahun 2025, TPA menyelenggarakan RUPS Throughout 2025, TPA held its Annual GMS on
Tahunan pada 24 April 2025. Agenda ini menjadi 24 April 2025. The agenda serves as an important
sarana penting bagi Pemegang Saham untuk forum for Shareholders to make decisions with
menetapkan keputusan yang berdampak langsung direct implications to the direction of TPA’s policy,
terhadap arah kebijakan TPA, termasuk strategi yang including strategies to support long-term growth of
mendukung pertumbuhan usaha jangka panjang. the business.
Informasi lebih lengkap mengenai kehadiran, More complete information on the attendance,
agenda, dan keputusan RUPS Tahunan disampaikan agenda, and the resolutions of the Annual GMS is
dalam Laporan Tahunan PT Teladan Prima available in the 2025 Annual Report of PT Teladan
Agro Tbk tahun 2025 yang disusun secara terpisah Prima Agro Tbk which is prepared separately from
dari Laporan Keberlanjutan ini. this Sustainability Report.
78 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 81
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Dewan Komisaris [GRI 2-12] Board of Commissioners [GRI 2-12]
Dewan Komisaris merupakan organ tata kelola The Board of Commissioners is TPA’s governance
TPA yang bertugas mengawasi kinerja Direksi body responsible for overseeing the performance
serta memberikan nasihat atas pengelolaan of the Board of Directors and providing advice on
Perseroan. Dalam menjalankan fungsinya, the management of the Company. In carrying out
Dewan Komisaris menekankan penerapan prinsip its duties, the Board of Commissioners emphasizes
tata kelola berkelanjutan agar operasional berjalan the implementation of sustainable governance
konsisten, transparan, dan optimal. Dewan Komisaris principles to ensure that operations are conducted
memastikan keselarasan Visi, Misi, dan strategi consistently, transparently, and optimally. It ensures
keberlanjutan TPA dengan dinamika bisnis serta alignment between TPA’s Vision, Mission, and
tantangan eksternal. Pengawasan tersebut tidak sustainability strategy with business dynamics
hanya menjaga kepatuhan terhadap regulasi, and external challenges. This oversight not only
tetapi juga memastikan setiap keputusan strategis safeguards regulatory compliance but also ensures
mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi that every strategic decision supports the creation of
seluruh pemangku kepentingan. long-term value for all stakeholders.
Untuk mendukung efektivitas pengawasan, TPA To support effective supervision, TPA ensures that
memastikan struktur Dewan Komisaris disusun secara the Board of Commissioners structure is
tepat dengan menjunjung prinsip keberagaman, appropriately composed by upholding the principles
independensi, dan profesionalisme. Dewan Komisaris of diversity, independence, and professionalism.
terdiri dari seorang Komisaris Utama yang mewakili The Board of Commissioners consists of a President
Pemegang Saham Pengendali dan seorang Commissioner representing the Controlling
Komisaris Independen yang mewakili Pemegang Shareholder and an Independent Commissioner
Saham Minoritas. Komposisi ini sesuai dengan representing Minority Shareholders. This composition
ketentuan perundang-undangan yang mewajibkan is in line with prevailing laws and regulations requiring
keberadaan Komisaris Independen guna menjamin the presence of an Independent Commissioner to
objektivitas dalam pengambilan keputusan. ensure objectivity in decision-making.
Dewan Komisaris TPA [GRI 2-9]
TPA Board of Commissioners
Pemangku Kepentingan
Nama Jabatan Masa Jabatan
Gender yang Terwakilkan
Name Position Term of Office
Represented Stakeholders
Komisaris Utama Pria Pemegang Saham Pengendali
Indracahya Basuki 2024 – 2027
President Commissioner Male Controlling Shareholders
Komisaris Independen Pria Pemegang Saham Minoritas
Iwa Kartiwa Hudaya 2024 – 2027
Independent Commissioner Male Minority Shareholders
Pelaksanaan tugas Dewan Komisaris didukung The duties of the Board of Commissioners are
oleh beberapa komite, yaitu Komite Audit; Komite supported by several committees, namely
Nominasi dan Remunerasi; Komite Manajemen the Audit Committee; the Nomination and
Risiko, GCG, dan Investasi; serta Komite Keberlanjutan Remuneration Committee; the Risk Management,
Usaha dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. GCG, and Investment Committee; and the
Komite-komite tersebut membantu pengawasan Business Sustainability and Corporate Social
secara lebih mendalam, mulai dari transparansi Responsibility Committee. These committees assist
Laporan Keuangan hingga pelaksanaan tanggung in conducting more in-depth oversight, ranging
jawab sosial dan lingkungan. Dengan struktur ini, from the transparency of Financial Statements to
Dewan Komisaris dapat melakukan pengawasan the implementation of social and environmental
yang komprehensif atas pengelolaan TPA serta responsibilities. Through this structure, the Board of
memperkuat akuntabilitas manajemen guna Commissioners is able to exercise comprehensive
mewujudkan tata kelola berkelanjutan yang selaras supervision over the management of TPA and
dengan Visi jangka panjang Perseroan. strengthen management accountability in order
to realize sustainable governance aligned with
the Company’s long-term Vision.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 79
Page 82
Good Governance
Anggota Komite di Bawah Dewan Komisaris TPA [GRI 2-9]
Committees Under the TPA Board of Commissioners
Pemangku Kepentingan
Nama Jabatan Masa Jabatan yang Terwakilkan
Gender
Name Position Term of Office Represented
Stakeholders
Komite Audit
Audit Committee
Iwa Kartiwa Ketua Komite Audit Pria Pemegang Saham Minoritas
2024 – 2027
Hudaya Head of the Audit Committee Male Minority Shareholders
Djalaludin Anggota Komite Audit Pria
2024 – 2027 -
Djaprie Member of the Audit Committee Male
Anggota Komite Audit Pria
Iman Subekti 2024 – 2027 -
Member of the Audit Committee Male
Komite Nominasi dan Remunerasi
Nomination and Remuneration Committee
Ketua Komite Nominasi dan
Iwa Kartiwa Remunerasi Pria Pemegang Saham Minoritas
2024 – 2027
Hudaya Head of the Nomination and Male Minority Shareholders
Remuneration Committee
Anggota Komite Nominasi dan
Pemegang Saham
Indracahya Remunerasi Pria
2024 – 2027 Pengendali
Basuki Member of the Nomination and Male
Controlling Shareholders
Remuneration Committee
Anggota Komite Nominasi dan
Remunerasi Pria
Sutarto Hadi 2024 – 2027 -
Member of the Nomination and Male
Remuneration Committee
Komite Manajemen Risiko, GCG, dan Investasi
Risk Management, GCG, and Investment Committee
Ketua Komite Manajemen Risiko, GCG,
Pemegang Saham
Indracahya dan Investasi Pria
2024 – 2027 Pengendali
Basuki Head of the Risk Management, GCG, Male
Controlling Shareholders
and Investment Committee
Anggota Komite Manajemen Risiko,
Pemegang Saham
Nurcahya GCG, dan Investasi Pria
2024 – 2027 Pengendali
Basuki Member of the Risk Management, Male
Controlling Shareholders
GCG, and Investment Committee
Komite Keberlanjutan Usaha dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Business Sustainability and Corporate Social Responsibility Committee
Ketua Komite Keberlanjutan Usaha
Dr. Yaya dan Tanggung Jawab Sosial Pria
2024 – 2027 -
Rayadin Head of the Business Sustainability Male
and Social Responsibility Committee
Anggota Komite Keberlanjutan Usaha
dan Tanggung Jawab Sosial Pria
Shakeb Afsah 2024 – 2027 -
Member of the Business Sustainability Male
and Social Responsibility Committee
Anggota Komite Keberlanjutan Usaha
Richard dan Tanggung Jawab Sosial Pria
2024 – 2027 -
Bruce Ness*) Member of the Business Sustainability Male
and Social Responsibility Committee
*) Tidak lagi menjabat sebagai Anggota Komite Keberlanjutan Usaha dan Tanggung Jawab Sosial dikarenakan beliau meninggal dunia pada
11 Agustus 2025. / No longer serves as a Member of the Business Sustainability and Social Responsibility Committee due to his passing on
11 August 2025.
80 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 83
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Informasi lebih lengkap mengenai pedoman kerja, More detailed information regarding the working
tugas dan tanggung jawab, pelaksanaan tugas, guidelines, implementation of duties, and meeting
serta kehadiran rapat Dewan Komisaris disampaikan attendance of the Board of Commissioners is
dalam Laporan Tahunan PT Teladan Prima presented in the 2025 Annual Report of PT Teladan
Agro Tbk tahun 2025 yang disusun secara terpisah Prima Agro Tbk which is prepared separately from
dari Laporan Keberlanjutan ini. this Sustainability Report.
Direksi [GRI 2-12] Board of Directors [GRI 2-12]
Direksi merupakan organ utama dalam struktur The Board of Directors is the principal organ within
tata kelola TPA yang bertanggung jawab penuh TPA’s governance structure, fully responsible for
atas pengelolaan perusahaan dan pelaksanaan managing the Company and overseeing its day-
kegiatan operasional sehari-hari. Direksi memiliki to-day operations. It is authorized to formulate
kewenangan untuk merumuskan strategi, strategies, implement policies, and ensure that all
melaksanakan kebijakan, dan memastikan seluruh activities are conducted in accordance with the
aktivitas berjalan sesuai dengan Anggaran Dasar Company’s Articles of Association, applicable laws
Perseroan, ketentuan perundang-undangan yang and regulations, and GCG principles.
berlaku, serta prinsip GCG.
Secara kolegial, Direksi memastikan seluruh Collectively, the Board of Directors ensures that all
aspek pengelolaan TPA sejalan dengan Visi, Misi, aspects of TPA’s management are aligned with
serta Nilai-Nilai Perusahaan, baik dalam jangka the Company’s Vision, Mission, and Core Values
pendek, menengah, maupun panjang. Direktur across the short, medium, and long term. The
Utama berperan penting dalam memimpin arah President Director plays a pivotal role in leading
strategi TPA, termasuk perencanaan program dan TPA’s strategic direction, including program planning
penyusunan anggaran tahunan untuk mendukung and the preparation of the annual budget to
pencapaian target bisnis serta inisiatif keberlanjutan. support the achievement of business targets and
Setiap kebijakan Direksi berorientasi pada kinerja sustainability initiatives. Each policy established by
finansial yang terintegrasi dengan aspek lingkungan, the Board of Directors is oriented toward financial
sosial, dan tata kelola sebagai bagian dari strategi performance integrated with environmental, social,
keberlanjutan Perseroan. and governance aspects as part of the Company’s
sustainability strategy.
Selain menjalankan pengelolaan TPA, Direksi juga In addition to managing TPA’s operations, the Board
mengemban tanggung jawab dalam manajemen of Directors is also responsible for risk management.
risiko. Pengelolaan risiko mencakup seluruh lini Risk oversight covers all business lines, ranging from
usaha, mulai dari kegiatan operasional di kebun dan operational activities at plantations and mills,under
pabrik yang menjadi tanggung jawab Manajer Kebun the responsibility of Estate and Mill Managers, to
dan Pabrik, hingga risiko strategis di tingkat korporasi strategic risks at the corporate level, which fall
yang menjadi tanggung jawab penuh Direksi. Dalam under the full responsibility of the Board of Directors.
praktiknya, Direksi secara aktif mengintegrasikan In practice, the Board actively integrates input
masukan dari karyawan, pemangku kepentingan from employees, external stakeholders, and local
eksternal, hingga komunitas lokal untuk memastikan communities to ensure that policies and programs
setiap kebijakan dan program berjalan adaptif serta remain adaptive and responsive to on-the-ground
responsif terhadap dinamika lapangan. dynamics.
Untuk mendukung pelaksanaan fungsi tersebut, To support the implementation of its function,
komposisi Direksi TPA dirancang secara proporsional the composition of TPA’s Board of Directors
dengan mempertimbangkan kompetensi, is proportionally designed by considering
pengalaman, dan latar belakang profesional yang the competencies, experiences, and various
beragam. Hal ini bertujuan untuk menciptakan professional background. This is aimed to create
kepemimpinan yang efektif, kolaboratif, dan an effective, collaborative leadership, capable
mampu merespons tantangan bisnis yang semakin to respond to increasingly complex business
kompleks. Direktur Utama memegang peran challenges. The President Director hold strategic
strategis dalam merumuskan arah kebijakan TPA, role in formulating TPA’s policy direction, while
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 81
Page 84
Good Governance
sementara direktur-direktur lainnya fokus pada the remaining Directors are focus on specific field of
bidang operasional tertentu, termasuk keuangan, operation, including finance, plantation, production,
perkebunan, produksi, hingga keberlanjutan. and, sustainability.
Direksi TPA [GRI 2-9]
TPA Board of Directors
Pemangku Kepentingan
Nama Jabatan Masa Jabatan
Gender yang Terwakilkan
Name Position Term of Office
Represented Stakeholders
Wishnu Direktur Utama Pria Pemegang Saham Pengendali
2024 – 2027
Wardhana President Director Male Controlling Shareholders
Direktur Perkebunan dan Agronomi Pria Pemegang Saham
Noor Falich 2024 – 2027
Plantation and Agronomy Director Male Shareholders
Direktur Logistik dan Teknik Pria Pemegang Saham
Imam Syaifullah 2024 – 2027
Logistic and Engineering Director Male Shareholders
Yayan H. Direktur Keberlanjutan Pria Pemegang Saham
2024 – 2027
Ginanjar Sustainability Director Male Shareholders
Direktur Keuangan, Akuntansi, dan
Pria Pemegang Saham
Mahirudin Pajak 2024 – 2027
Male Shareholders
Finance, Accounting, and Tax Director
Santos Ibrahim Direktur Pemasaran dan Komersial Pria Pemegang Saham
2024 – 2027
Noor Marketing and Commercial Director Male Shareholders
Dalam menjalankan koordinasi antara berbagai In coordinating between various directorates,
direktorat, Direktur Utama dibantu beberapa Direktur the President Director is assisted by several Directors
yang bertanggung jawab pada fungsi-fungsi utama, who are responsible for the following main functions:
yakni:
• Direktur Perkebunan dan Agronomi; • Plantation and Agronomy Director;
• Direktur Logistik dan Teknik; • Logistic and Engineering Director;
• Direktur Keberlanjutan; • Sustainability Director;
• Direktur Keuangan, Akuntansi, dan Pajak; serta • Finance, Accounting, and Tax Director; and
• Direktur Pemasaran dan Komersial. • Marketing and Commercial Director.
Pelaksanaan fungsi operasional pada tingkat Entitas The implementation of operational functions at the
Anak dikendalikan oleh Direktur Utama bersama Subsidiary level is controlled by the President Director
dengan Direktur Utama Entitas Anak. Mereka along with the President Directors of each Subsidiary.
didukung oleh beberapa fungsi operasional di Entitas They are supported by several operational functions in
Anak, yang dipimpin oleh Kepala Divisi, yaitu: [2-13] the subsidiaries, led by Division Heads, as follows: [2-13]
• Kepala Divisi Perkebunan dan Agronomi; • Plantation and Agronomy Division Head;
• Kepala Divisi Logistik dan Teknik; • Logistics and Engineering Division Head;
• Kepala Divisi Keberlanjutan; • Sustainability Division Head;
• Kepala Divisi Keuangan, Akuntansi, dan Pajak; • Finance, Accounting, and Tax Division Head;
• Kepala Divisi Pemasaran dan Komersial; • Marketing and Commercial Division Head;
• Kepala Divisi Sumber Daya Manusia; • Human Resources Division Head;
• Kepala Divisi Keuangan Perusahaan dan Strategi; • Corporate Finance and Strategy Division Head;
serta and
• Kepala Kantor dan Divisi Transformasi. • CEO Office and Transformation Division Head.
Informasi lebih lengkap mengenai pedoman kerja, More complete information regarding the work
tugas dan tanggung jawab, pelaksanaan tugas, guidelines, duties and responsibilities, implementation
serta kehadiran rapat Direksi disampaikan dalam of duties, as well as meeting attendance of the Board
Laporan Tahunan PT Teladan Prima Agro Tbk tahun of Directors is available in the 2025 Annual Report of
2025 yang disusun secara terpisah dari Laporan PT Teladan Prima Agro Tbk which is prepared
Keberlanjutan ini. separately from this Sustainability Report.
82 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 85
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Peran Badan Tata Kelola Tertinggi Role of the Highest Governance Body
dalam Pelaporan Keberlanjutan [GRI 2-14] in Sustainability Reporting [GRI 2-14]
Badan tata kelola tertinggi TPA berperan TPA’s highest governance body ensures the
memastikan integritas, transparansi, dan integrity, transparency, and accountability of the
akuntabilitas penyusunan Laporan Keberlanjutan. Sustainability Report preparation. As a publicly
Sebagai perusahaan publik yang tercatat di BEI dan listed company on the IDX and supervised by OJK,
diawasi OJK, TPA menyusun serta mempublikasikan TPA is preparing and publishes its Sustainability
Laporan Keberlanjutan setiap tahun bersamaan Report annually alongside the Annual Report,
dengan Laporan Tahunan, mengacu pada POJK by referring to POJK No. 51/POJK.03/2017 on
No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan the Implementation of Sustainable Financial for
Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, Financial Services Institutions, Issuers, and Public
dan Perusahaan Publik. Companies.
Direksi, dengan dukungan Direktur Keberlanjutan, The Board of Directors, supported by Sustainability
bertanggung jawab menelaah, menyetujui, dan Director, is responsible to review, approve, and ensure
memastikan keakuratan informasi yang dilaporkan, the accuracy of the reported information, including
termasuk penetapan topik material, penguatan the determination of material topics, strengthening
pengendalian internal, serta penjagaan kualitas dan of internal control, as well as maintaining the quality
transparansi laporan agar selaras dengan strategi and transparency of the report to align with TPA’s
keberlanjutan TPA. Seluruh informasi terlebih dahulu sustainability strategy. All information undergoes
melalui proses kajian menyeluruh sebelum diajukan a comprehensive review process prior to submission
untuk persetujuan. Dewan Komisaris bersama Direksi for approval. The Board of Commissioners and
kemudian melakukan evaluasi dan pengesahan akhir, Board of Directors then conduct the final evaluation
sehingga laporan memenuhi ketentuan regulasi serta and approval, ensuring the report complies with
sejalan dengan Visi, Misi, dan strategi keberlanjutan regulatory provisions and aligns with TPA’s Vision,
jangka panjang TPA. Mission, and long-term sustainability strategy.
Melalui komitmen ini, pelaporan keberlanjutan With this commitment, sustainability reporting
berfungsi sebagai sarana komunikasi resmi bagi serves as the official communication channel for
TPA untuk menyampaikan kinerja, tantangan, dan TPA in presenting its performance, challenges, and
capaian keberlanjutan kepada seluruh pemangku sustainability achievements to all stakeholders.
kepentingan. Dengan demikian, TPA menunjukkan Accordingly, TPA shows its commitment in integrating
komitmennya untuk mengintegrasikan prinsip ESG principles into every aspect of governance, while
ESG ke dalam setiap aspek tata kelola, sekaligus strengthening public trust on the responsible and
memperkuat kepercayaan publik terhadap praktik sustainable business practices conducted.
bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Pengangkatan Anggota Badan Appointment of Governance
Tata Kelola [GRI 2-10] Body Members [GRI 2-10]
Pengangkatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi The appointment of members of TPA’s Board
TPA dilakukan melalui RUPS secara transparan of Commissioners and Board of Directors is
dan akuntabel, berdasarkan rekomendasi Komite carried out through the GMS in a transparent and
Nominasi dan Remunerasi. Komite ini melakukan accountable manner, based on the Nomination and
penilaian menyeluruh atas kualifikasi calon, meliputi Remuneration Committee’s recommendation. This
kompetensi, pengalaman, rekam jejak, integritas, Committee conducts a comprehensive assessment
reputasi, keterwakilan Pemegang Saham, dan of candidates’ qualifications, including competence,
keberagaman. experience, track record, integrity, reputation,
representation of Shareholders, and diversity.
Dalam prosesnya, Komite Nominasi dan Remunerasi In the process, the Nomination and Remuneration
dapat berkoordinasi dengan Direksi, unit terkait, Committee may coordinate with the Board of
maupun pihak ketiga independen dengan Directors, relevant units, or independent third parties
sepengetahuan Dewan Komisaris. Hasil evaluasi upon Board of Commissioners acknowledgement.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 83
Page 86
Good Governance
diajukan kepada Dewan Komisaris untuk dibahas The evaluation results are submitted to the Board
dan selanjutnya direkomendasikan kepada of Commissioners for discussion and subsequently
Pemegang Saham melalui RUPS. Setelah disetujui, recommended to Shareholders through the GMS.
kandidat diangkat secara resmi sesuai masa Upon approval, candidates are officially appointed
jabatan yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar. in line with the term of office stipulated in the Articles
of Association.
Mekanisme ini memastikan setiap anggota This mechanism ensures every member of
Dewan Komisaris dan Direksi yang terpilih the selected Board of Commissioners and Board
memiliki kapabilitas sesuai kebutuhan TPA dalam of Directors has the capabilities according to TPA’s
menghadapi dinamika industri. Proses tersebut juga needs in facing the industry dynamics. The process
menegaskan komitmen TPA terhadap transparansi, also affirms TPA’s commitment to transparency,
independensi, dan tata kelola berkelanjutan, independence, and sustainable governance,
sehingga kepemimpinan Perseroan dijalankan enabling the Company’s leadership is carried out
secara profesional dengan orientasi pada prinsip professionally with orientation toward ESG principles
ESG dan kepentingan jangka panjang seluruh and long-term interests of all stakeholders.
pemangku kepentingan.
Informasi lebih lengkap mengenai proses nominasi Further information on the nomination process of
Dewan Komisaris dan Direksi disampaikan dalam the Board of Commissioners and Board of Directors
Laporan Tahunan PT Teladan Prima Agro Tbk tahun is provided in the 2025 Annual Report of PT Teladan
2025 yang disusun secara terpisah dari Laporan Prima Agro Tbk, which is prepared separately from
Keberlanjutan ini. this Sustainability Report.
Evaluasi Badan Tata Kelola Evaluation of the Governance
[GRI 2-18] Bodies [GRI 2-18]
Evaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi The performance evaluation of the Board of
merupakan bagian penting dalam menjaga Commissioners and Board of Directors is an important
efektivitas tata kelola dan keberlanjutan TPA. part in ensuring effective corporate governance
Evaluasi dilakukan secara berkala melalui RUPS, di and TPA’s sustainability. The evaluation is done
mana Pemegang Saham menilai kinerja kolegial periodically through the GMS, where Shareholders
dan individual kedua organ tersebut. Dalam forum assess both the collegial and individual performance
84 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 87
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
ini, Pemegang Saham mengesahkan Laporan of both organs. In this forum, Shareholders approve
Tahunan dan Laporan Keuangan serta memberikan the Annual Report and Financial Statements and
pembebasan tanggung jawab (acquit et de grant acquit et de charge for implementation of
charge) atas pelaksanaan fungsi pengawasan dan supervisory and management functions during the
pengelolaan selama periode berjalan. reporting period.
Evaluasi Dewan Komisaris berfokus pada efektivitas Evaluation of the Board of Commissioners focuses on
pengawasan, pemberian nasihat strategis kepada the effectiveness of supervision, provision of strategic
Direksi, implementasi kebijakan keberlanjutan, serta advice to the Board of Directors, implementation
kontribusi terhadap pencapaian Visi, Misi, dan tujuan of sustainability policies, and contribution to
jangka panjang TPA. Evaluasi ini juga menilai peran the achievement of TPA’s Vision, Mission, and
aktif Dewan Komisaris dalam menjaga integritas tata long-term objectives. It also evaluates the active
kelola dan keberlanjutan usaha. Hasilnya menjadi role of the Board of Commissioners in maintaining
dasar pertimbangan Pemegang Saham untuk governance integrity and business sustainability.
memperpanjang atau mengakhiri masa jabatan The results are used as basis for Shareholders’
pada periode berikutnya. consideration to extend or terminate the term of
office in the subsequent period.
Evaluasi Direksi dilakukan berdasarkan Key The Board of Directors evaluation is conducted based
Performance Indicators (KPI) yang ditetapkan Dewan on Key Performance Indicators (KPI) established
Komisaris. Indikator mencakup pencapaian RKAP, by the Board of Commissioners. Indicators include
kontribusi operasional masing-masing anggota, RKAP achievement, operational contributions
kepatuhan terhadap regulasi dan kebijakan internal, of each member, compliance with regulations
tingkat kehadiran rapat, serta penerapan prinsip and internal policies, meeting attendance rate,
tata kelola berkelanjutan di seluruh lini bisnis. Komite and implementation of sustainable governance
Nominasi dan Remunerasi memberikan penilaian principles across business lines. The Nomination
objektif yang disampaikan kepada Dewan Komisaris and Remuneration Committee provides an
sebagai rekomendasi. objective assessment submitted to the Board of
Commissioners as a recommendation.
Informasi lebih rinci mengenai evaluasi kinerja More detailed information on performance
Dewan Komisaris dan Direksi tersedia dalam Laporan evaluation of the Board of Commissioners and
Tahunan PT Teladan Prima Agro Tbk tahun 2025 yang Board of Directors is available in the 2025 Annual
disusun terpisah dari Laporan Keberlanjutan ini. Report of PT Teladan Prima Agro Tbk prepared
separately from this Sustainability Report.
Remunerasi Badan Tata Kelola [GRI 2-19, Remuneration for the Governance
2-20, 2-21] Bodies [GRI 2-19, 2-20, 2-21]
TPA berkomitmen menjaga reputasi sebagai TPA is committed to maintain its reputation as a
perusahaan dengan skema remunerasi yang company with a competitive, fair remuneration
kompetitif, adil, dan selaras dengan praktik terbaik scheme, in accordance with the industry best
industri. Kebijakan remunerasi ditinjau secara practice. The remuneration policy is reviewed
berkala dengan mempertimbangkan standar periodically by considering industry standards,
industri, kinerja Dewan Komisaris dan Direksi dalam performance of the Board of Commissioners and
mendukung keberlanjutan, serta pencapaian target Board of Directors in supporting sustainability, and
dan individu. Komposisi remunerasi tetap dan achievement of corporate and individual targets.
variabel dirancang seimbang untuk mendorong The composition of fixed and variable remuneration
kinerja keuangan yang berkelanjutan dan bernilai is designed to be balance to drive sustainable and
bagi seluruh pemangku kepentingan. valuable financial performance for all stakeholders.
Penetapan struktur dan besaran remunerasi The determination of remuneration structure and
dilakukan secara transparan melalui Komite amount is conducted transparently through the
Nominasi dan Remunerasi yang diketuai Komisaris Nomination and Remuneration Committee chaired
Independen. Komite melakukan kajian menyeluruh by the Independent Commissioner. The Committee
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 85
Page 88
Good Governance
dengan mempertimbangkan keterwakilan conducts a comprehensive review by considering
Pemegang Saham, kompleksitas tugas, kompetensi, Shareholder representation, complexity of duties,
pengalaman, reputasi, dan keberagaman. Keputusan competence, experience, reputation, and diversity.
diambil secara musyawarah atau mayoritas, Decisions are taken by deliberation or majority
kemudian diajukan kepada Dewan Komisaris untuk vote and subsequently submitted to the Board of
diputuskan melalui RUPS. Mekanisme ini memastikan Commissioners to be decided through the GMS. This
kebijakan remunerasi memiliki legitimasi yang kuat mechanism ensures the remuneration policy has
serta mencerminkan prinsip transparansi dan strong legitimacy and reflects the transparency and
akuntabilitas. accountability principles.
Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi mencakup Remuneration of the Board of Commissioners
gaji, fasilitas, tunjangan, dan/atau insentif. Komponen and Board of Directors includes salary, facilities,
tersebut dirancang sebagai insentif yang sehat untuk allowances, and/or incentives. These components
mendorong kinerja optimal, baik finansial maupun are designed as healthy incentives to encourage
non-finansial, termasuk pencapaian target ESG. optimal financial and non-financial performance,
Dengan demikian, remunerasi berfungsi sebagai including achievement of ESG targets. Thus,
penghargaan atas kinerja sekaligus pendorong remuneration functions as both a reward for
tata kelola yang berkelanjutan dan bernilai jangka performance and a driver of sustainable and long-
panjang. term value governance.
Karena alasan kerahasiaan data pengupahan, For confidentiality reasons regarding wage data,
TPA tidak mengungkapkan rasio-rasio terkait nilai TPA does not disclose remuneration-related ratios.
remunerasi.
Pengembangan Kompetensi Keberlanjutan
Badan Tata Kelola [POJK E.2] [GRI 2-17]
Sustainability Competency Development of Governance Bodies
“Dengan memperkuat kompetensi keberlanjutan di seluruh badan tata kelola, TPA membangun
kepemimpinan yang visioner sehingga mampu mengarahkan bisnis dengan prinsip
akuntabilitas, transparansi, dan tanggung jawab.”
“By strengthening its sustainability competencies in all governance bodies, TPA is able to nurture
visionary leadership to direct the business with accountability, transparency, and responsibility.”
TPA menyadari bahwa efektivitas penerapan tata TPA realizes that the effectiveness of sustainable
kelola berkelanjutan sangat ditentukan oleh kapasitas governance implementation is highly influenced
dan kompetensi keberlanjutan yang dimiliki oleh by sustainability capacity and competence of
Dewan Komisaris, Direksi, serta komite pendukung. the Board of Commissioners, Board of Directors, and
Oleh karena itu, TPA menempatkan pengembangan their supporting committees. Therefore, TPA prioritizes
kompetensi keberlanjutan sebagai prioritas penting the development of sustainability competencies to
dalam memperkuat peran organ tata kelola dalam strengthen the role of governance bodies in directing
mengarahkan dan mengawasi strategi bisnis. and overseeing the business strategy.
86 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 89
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Selama tahun berjalan, Dewan Komisaris, Direksi, Throughout the year, the Board of Commissioners,
dan komite pendukung mengikuti pelatihan, Board of Directors, and supporting committees
seminar, workshop, serta forum diskusi terkait isu participated in trainings, seminars, workshops, and
ESG. Materi mencakup tren industri kelapa sawit discussion forums related to ESG issues. Materials
berkelanjutan, ekonomi sirkular, mitigasi perubahan include sustainable palm oil industry trends, circular
iklim, manajemen risiko keberlanjutan, serta economy, climate change mitigation, sustainability
perkembangan regulasi nasional dan global di risk management, and developments in national
sektor agribisnis. Selain program eksternal, TPA juga and global regulations in agribusiness sector. Other
menyelenggarakan sesi knowledge sharing internal than external programs, TPA also organized internal
bersama praktisi dan konsultan keberlanjutan. knowledge-sharing sessions with sustainability
Inisiatif ini memastikan pembaruan kompetensi practitioners and consultants. This initiative ensures
yang berkelanjutan serta mendukung pengambilan continuous competency development and supports
keputusan strategis yang selaras dengan prinsip strategic decision-making aligned with sustainability
keberlanjutan. principles.
Informasi mengenai program pengembangan Details regarding the sustainability competency
kompetensi keberlanjutan yang diikuti oleh badan development programs attended by TPA’s
tata kelola TPA sepanjang tahun 2025 diuraikan governance bodies throughout 2025 are outlined
sebagai berikut: as follows:
Nama Jabatan Topik Pengembangan Kompetensi Penyelenggara
Name Position Competency Development Topic Organizer
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Indracahya Komisaris Utama Sosialisasi Penerapan KUHAP Internal TPA
Basuki President Commissioner Socialization on the Implementation of
the Criminal Procedure Code (KUHAP)
Iwa Kartiwa Komisaris Independen Sosialisasi Penerapan KUHAP Internal TPA
Hudaya Independent Socialization on the Implementation of
Commissioner the Criminal Procedure Code (KUHAP)
Direksi
Board of Directors
Wishnu Direktur Utama Sosialisasi Penerapan KUHAP Internal TPA
Wardhana President Director Socialization on the Implementation of
the Criminal Procedure Code (KUHAP)
Noor Falich Direktur Perkebunan Sosialisasi Penerapan KUHAP Internal TPA
dan Agronomi Socialization on the Implementation of
Plantation and Agronomy the Criminal Procedure Code (KUHAP)
Director
Imam Syaifullah Direktur Logistik Sosialisasi Penerapan KUHAP Internal TPA
dan Teknik Socialization on the Implementation of
Logistic and Engineering the Criminal Procedure Code (KUHAP)
Director
Yayan H. Ginanjar Direktur Keberlanjutan Sosialisasi Penerapan KUHAP Internal TPA
Sustainability Director Socialization on the Implementation of
the Criminal Procedure Code (KUHAP)
Mahirudin Direktur Keuangan, Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) 2025 GAPKI
Akuntansi,
dan Pajak
Finance, Accounting,
and Tax Director
Santos Ibrahim Direktur Pemasaran Palm Oil Conference 2025 Bursa Malaysia
Noor dan Komersial Derivatif (BMD)
Marketing and
Commercial Director
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 87
Page 90
Good Governance
Nama Jabatan Topik Pengembangan Kompetensi Penyelenggara
Name Position Competency Development Topic Organizer
Komite Keberlanjutan Usaha dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Business Sustainability and Corporate Social Responsibility Committee
Dr. Yaya Rayadin Ketua Komite Pelatihan dan Pre-Assessment Team Survey Kementerian
Keberlanjutan Usaha dan Program Konservasi Landskap Karaitan, Kehutanan, Balai
Tanggung Jawab Sosial Kalimantan Timur (bertindak sebagai Instruktur) Konservasi Sumber
Head of the Business Training and Pre-Assessment Team Survey for Daya Alam (BKSDA)
Sustainability and Social the Karaitan Landscape Conservation Program, Kalimantan Timur
Responsibility Committee East Kalimantan (acting as Instructor) Ministry of Forestry,
Natural Resources
Conservation
Agency (BKSDA)
East Kalimantan
Pelatihan Pengelolaan Lingkungan Tambang, HSE Edu Net
Reklamasi, Pascatambang, dan Keanekaragaman
Hayati (bertindak sebagai Instruktur)
Training on Mine Environmental Management,
Reclamation, Post-Mining, and Biodiversity
(acting as Instructor)
Teknik Monitoring Keanekaragaman Hayati ID Survey dan
Flora dan Fauna (bertindak sebagai Instruktur) Sucofindo
Techniques for Monitoring Flora and Fauna ID Survey and
Biodiversity (acting as Instructor) Sucofindo
Shakeb Afsah Anggota Komite ESG Data Management Environmental
Keberlanjutan Usaha dan Protection Agency
Tanggung Jawab Sosial (EPA), Government of
Member of the Business Ghana, and Various
Sustainability and Social Mining Companies
Responsibility Committee
Richard Bruce Anggota Komite - -
Ness*) Keberlanjutan Usaha dan
Tanggung Jawab Sosial
Member of the Business
Sustainability and Social
Responsibility Committee
*) Tidak lagi menjabat sebagai Anggota Komite Keberlanjutan Usaha dan Tanggung Jawab Sosial dikarenakan beliau meninggal dunia pada
11 Agustus 2025. / No longer serves as a Member of the Business Sustainability and Social Responsibility Committee due to his passing on
11 August 2025.
Melalui pengembangan kompetensi yang Through continuous competency development,
berkesinambungan, TPA menegaskan komitmennya TPA affirms its commitment in ensuring that
untuk memastikan bahwa organ badan tata kelola governance bodies possess the capacity to
memiliki kapasitas dalam mengelola aspek finansial manage financial and operational aspects, while
dan operasional, sekaligus memiliki pemahaman also equipped with a deep understanding on
mendalam terhadap tantangan dan peluang sustainability challenges and opportunities. This
keberlanjutan. Hal ini menjadi landasan penting agar serves as an essential foundation to ensure that
pengawasan dan arahan strategis yang diberikan both the oversight and strategic direction constantly
senantiasa mendukung pencapaian tujuan jangka supporting the achievement of TPA’s long-term
panjang TPA serta memberikan nilai tambah bagi objectives while creating added value for all of the
seluruh pemangku kepentingan. stakeholders.
88 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 91
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Praktik Bisnis Berkelanjutan
Sustainable Business Practices
“TPA membangun praktik bisnis keberlanjutan dengan tata kelola yang kuat, manajemen risiko
yang terintegrasi, dan budaya etika yang menuntun setiap insan perusahaan untuk berperilaku
bertanggung jawab.”
“TPA has been developing sustainable business practices with strong governance, integrated risk
management, and an ethical culture guiding every employee to act responsibly.”
TPA menerapkan praktik bisnis berkelanjutan TPA implements sustainable business practices
dengan menekankan tata kelola yang kuat melalui with an emphasize on strong governance through
manajemen risiko yang terintegrasi, kepatuhan integrated risk management, legal and regulatory
hukum dan peraturan, penerapan kode etik, compliance, code of ethics implementation, conflicts
pencegahan konflik kepentingan, serta kebijakan of interest prevention, and anti-corruption policies
anti-korupsi sebagai fondasi integritas perusahaan. as the basis of corporate integrity. This commitment
Komitmen ini diperkuat dengan pembangunan is strengthened by fostering sustainability culture
budaya keberlanjutan yang mendorong seluruh insan to encourages all TPA personnel to act responsibly
TPA untuk berperilaku bertanggung jawab terhadap to the environmental and social aspects, as well as
lingkungan dan sosial, sekaligus memastikan ensuring regulatory compliance. TPA also constantly
kepatuhan terhadap regulasi. Selain itu, TPA terus strengthens its credibility by obtaining nationally.
meningkatkan kredibilitasnya melalui pencapaian
sertifikasi keberlanjutan yang diakui secara nasional.
Manajemen Risiko [POJK E.3] [GRI 2-25] Risk Management [POJK E.3] [GRI 2-25]
TPA menempatkan manajemen risiko keberlanjutan TPA places sustainability risk management as the
sebagai fondasi ketahanan bisnis jangka panjang. foundation of long-term business resilience. Risks
Risiko dari kegiatan perkebunan, pengolahan kelapa from plantation activities, palm oil processing, and
sawit, dan energi terbarukan dikelola berdasarkan renewable energy are managed based on GCG
prinsip GCG untuk memitigasi dampak sejak dini, principles to mitigate impacts early on, maintain
menjaga keberlangsungan operasional, dan operational continuity, and support sustainability
mendukung tujuan keberlanjutan. objectives.
TPA menerapkan kerangka manajemen risiko TPA implements an integrated risk management
terintegrasi yang mengacu pada ISO 31000:2018 framework referring to ISO 31000:2018 and covering
dan mencakup seluruh lini bisnis, mulai dari unit all business lines, from operational units, supporting
operasional, unit pendukung, hingga tingkat units, to corporate level. Implementation is carried
korporasi. Penerapan dilakukan melalui pendekatan out using three lines of defence approach: the first line
three lines of defence: lini pertama oleh unit bisnis, is by business units, the second line is by Corporate
lini kedua oleh Corporate Risk & Compliance, dan lini Risk & Compliance, and the third line is by Internal
ketiga oleh Audit Internal yang menguji efektivitas Audit who independently testing the effectiveness of
pengendalian secara independen. controls.
Untuk memperkuat implementasi, TPA membentuk To strengthen implementation, TPA established
Komite Manajemen Risiko, GCG, dan Investasi guna a Risk Management, GCG, and Investment
mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam Committee to integrate sustainability principles into
kebijakan investasi serta memberikan masukan the investment policies and provide professional
profesional kepada manajemen. Evaluasi dilakukan input to the management. Evaluations are conducted
secara berkala, termasuk atas risiko berdampak periodically, including on high-impact risks such
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 89
Page 92
Good Governance tinggi, seperti kebakaran lahan, perubahan iklim, as land fires, climate change, and commodity dan fluktuasi harga komoditas. Hasilnya menjadi price fluctuations. The results are used as basis for dasar mitigasi dan penyempurnaan kebijakan. mitigation and policy refinement. With a structured Dengan sistem yang terstruktur dan berlapis, TPA and layered system, TPA is able to anticipate risks, mampu mengantisipasi risiko, menangkap peluang capture sustainable innovation opportunities, and inovasi berkelanjutan, serta memperkuat resiliensi strengthen business resilience and sustainability. dan keberlanjutan usaha. Informasi mengenai profil risiko beserta dengan Information regarding the risk profile and the review hasil tinjauan atas efektivitas manajemen risiko results of on the effectiveness of risk management disampaikan dalam Laporan Tahunan PT Teladan is presented in the 2025 Annual Report of PT Teladan Prima Agro Tbk tahun 2025 yang disusun secara Prima Agro Tbk, which is prepared separately from terpisah dari Laporan Keberlanjutan. this Sustainability Report. Kepatuhan terhadap Hukum dan Compliance with Laws and Peraturan [GRI 2-27] Regulations [GRI 2-27] TPA secara konsisten menjalankan praktik bisnis TPA consistently implements business practices berlandaskan prinsip GCG dan manajemen risiko based on GCG principles and disciplined risk yang disiplin. Komitmen ini diwujudkan melalui management. This commitment is realized through kepatuhan terhadap seluruh peraturan nasional compliance with all national and international dan internasional yang relevan dengan kegiatan regulations relevant to plantation activities, palm oil perkebunan, pengolahan kelapa sawit, energi processing, renewable energy, and capital market terbarukan, serta keterbukaan informasi di pasar disclosure. This approach ensures operations modal. Pendekatan ini memastikan operasional are conducted transparently, accountably, and berjalan transparan, akuntabel, dan bertanggung responsibly while minimizing potential stakeholder jawab, sekaligus meminimalkan potensi keluhan complaints. pemangku kepentingan. Untuk mendukung kepatuhan, TPA menerapkan To support compliance, TPA implements an internal sistem pengendalian internal serta fungsi Corporate control system and Corporate Risk & Compliance Risk & Compliance guna memastikan kebijakan function to ensure policies are always in line with selalu selaras dengan regulasi terbaru. Pelatihan the latest regulations. Periodic training on business berkala mengenai etika bisnis, anti-korupsi, ethics, anti-corruption, conflict of interest prevention, pencegahan konflik kepentingan, dan tata kelola and sustainable governance is also provided berkelanjutan juga diberikan kepada karyawan dan to employees and management to strengthen manajemen guna memperkuat budaya kepatuhan. compliance culture. Sepanjang periode pelaporan 2025, TPA tidak Throughout the 2025 reporting period, TPA received menerima sanksi material dari otoritas hukum no material sanctions from legal authorities or maupun regulator, termasuk OJK dan BEI. Capaian regulators, including OJK and IDX. This achievement ini mencerminkan efektivitas sistem kepatuhan serta reflects the effectiveness of compliance system komitmen Perseroan dalam menjaga integritas, and Company’s commitment in maintaining reputasi, dan kepercayaan pemangku kepentingan. integrity, reputation, and stakeholder trust. With Dengan disiplin kepatuhan yang terjaga, TPA maintained compliance discipline, TPA strengthens memperkuat fondasi tata kelola berkelanjutan dan the foundation of sustainable governance and mendukung pencapaian tujuan jangka panjang. supports the achievement of long-term objectives. 90 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 93
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Penghindaran dan Penanganan Konflik Avoidance and Handling of Conflicts of
Kepentingan [GRI 2-15] Interest [GRI 2-15]
TPA menempatkan pencegahan dan penanganan TPA places the prevention and handling of conflicts of
konflik kepentingan sebagai bagian penting dalam interest as an important part of maintaining integrity,
menjaga integritas, akuntabilitas, dan kepercayaan accountability, and stakeholder trust. All members of
pemangku kepentingan. Seluruh Direksi dan the Board of Directors and employees are required
karyawan wajib mematuhi Kode Etik dan Pedoman to comply with the Code of Ethics and Code of
Perilaku yang berlandaskan 4 pilar GCG, yaitu Conduct that are based on 4 GCG pillars, namely
perilaku beretika, akuntabilitas, transparansi, dan ethical behavior, accountability, transparency, and
keberlanjutan. Setiap individu menandatangani sustainability. Each individual signs an Integrity Pact
Pakta Integritas yang melarang tindakan berpotensi that prohibits actions that may potentially cause
menimbulkan konflik kepentingan serta merugikan conflicts of interest, harm the Company and its
Perseroan dan pemangku kepentingan. stakeholders.
TPA menerapkan mekanisme pencegahan dan TPA implements clear prevention and handling
penanganan yang jelas, termasuk sosialisasi Kode mechanisms, including dissemination of Code of
Etik, pembatasan rangkap jabatan, pengaturan Ethics, limitation of concurrent positions, regulation
transaksi afiliasi, serta sistem pelaporan pelanggaran of affiliated transactions, and whistleblowing system
yang menjamin kerahasiaan dan perlindungan that guarantees confidentiality and protection
pelapor. Setiap kasus ditangani secara transparan of reporter. Every case is handled transparently
dan objektif sesuai prosedur, dengan pengawasan and objectively in accordance with procedures,
unit kepatuhan dan dukungan Dewan Komisaris. supervised by compliance unit and supported by
the Board of Commissioners.
Kebijakan ini meminimalkan risiko dan menjaga This policy minimizes risks and safeguards TPA’s
reputasi serta kredibilitas TPA, sekaligus mendukung reputation and credibility, while supporting healthy,
tata kelola perusahaan yang sehat, transparan, dan transparent, and sustainable corporate governance.
berkelanjutan.
Anti-Korupsi [GRI 3-3, 205, 13.26.1] Anti-Corruption [GRI 3-3, 205, 13.26.1]
TPA memandang praktik suap dan korupsi sebagai TPA considers bribery and corruption as serious
kejahatan serius yang mengancam integritas, crimes that threaten integrity, cause financial
menimbulkan kerugian finansial, dan mengganggu losses, and disrupt business sustainability. Therefore,
keberlanjutan usaha. Karena itu, TPA mendukung TPA supports anti-corruption efforts through the
upaya pemberantasan korupsi melalui penerapan implementation of clean, transparent, and ethical
tata kelola yang bersih, transparan, dan beretika governance in line with regulations. This commitment
sesuai peraturan. Komitmen ini diwujudkan melalui is realized through Anti-Corruption and Anti-Bribery
Pedoman Anti-Korupsi dan Anti-Suap yang berlaku Guidelines applicable to all employees and business
bagi seluruh karyawan dan mitra kerja, serta partners, as well as the signing of an Integrity Pact
penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh by all TPA personnel. This policy is also applied
insan TPA. Kebijakan ini juga diterapkan kepada to business partners to ensure consistent ethical
mitra kerja guna memastikan standar etika yang standards throughout the Company’s value chain.
konsisten di seluruh rantai nilai Perseroan. [GRI 205-2, [GRI 205-2, 13.26.3]
13.26.3]
Sebagai bagian dari manajemen risiko, seluruh unit As part of risk management, all work units and
kerja dan Entitas Anak menjalani penilaian risiko Subsidiaries went through periodic corruption
korupsi secara berkala untuk mengidentifikasi area risk assessments to identify vulnerable areas
rawan dan menetapkan langkah mitigasi. Sosialisasi and determine mitigation measures. Regular
rutin mengenai anti-korupsi, anti-penyuapan, socialization on anti-corruption, anti-bribery, and
dan etika bisnis diberikan melalui berbagai media, business ethics is delivered through various media,
termasuk webinar bagi kantor pusat dan unit wilayah, including webinars for head office and regional units,
guna meningkatkan kesadaran dan kompetensi to enhance employee awareness and competence.
karyawan. [GRI 205-1, 13.26.2] [GRI 205-1, 13.26.2]
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 91
Page 94
Good Governance
Penerapan ini mendukung praktik bisnis yang This implementation supports business practices
bersih dari KKN, memperkuat budaya integritas, free from corruption, collusion, and nepotism,
meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, strengthens integrity culture, enhances stakeholder
dan mendorong kinerja berkelanjutan yang selaras trust, and drives sustainable performance in line with
dengan prinsip GCG. GCG principles.
Komunikasi dan Pelatihan Anti-Korupsi berdasarkan Wilayah
Anti-Corruption Communication and Training by Region
Telah Menerima Sosialisasi Telah Mengikuti Pelatihan
Kebijakan dan Prosedur Anti-Korupsi Anti-Korupsi
Wilayah Have Received Dissemination of Have Joined Anti-Corruption
Region Anti-Corruption Policies and Procedures Training
Persentase Persentase
Total Total
Percentage Percentage
Kantor Pusat Jakarta
170 26,44 17 36,96
Jakarta Head Office
Kantor Perwakilan
76 11,82 7 15,22
Representative Office
Kebun dan Pabrik
397 61,74 22 47,82
Plantation and Factory
Total 643 100 46 100
Sosialisasi Anti-Korupsi
Anti-Corruption Dissemination
Telah Menerima Sosialisasi Telah Mengikuti Pelatihan
Kebijakan dan Prosedur Anti-Korupsi Anti-Korupsi
Jenjang Jabatan Have Received Dissemination of Have Joined Anti-Corruption
Position Level Anti-Corruption Policies and Procedures Training
Persentase Persentase
Total Total
Percentage Percentage
Dewan Komisaris
1 0,16 - -
Board of Commissioners
Direksi
6 0,93 1 2,17
Board of Directors
Manajemen Senior
107 16,64 45 97,83
Senior Management
Staf
529 82,27 - -
Staff
Total 643 100 46 100
92 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 95
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Teladan Talks : Pelatihan Anti Korupsi
Teladan Talks : Anti-Corruption Training
Penguatan Kebijakan Anti-Korupsi dalam Mengakomodir
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Terbaru
Strengthening the Anti-Corruption Policy to Accommodate
the Latest Criminal Code (KUHP)
Sebagai perusahaan terbuka, TPA secara konsisten memperkuat penerapan kebijakan anti-korupsi
seiring dengan dinamika regulasi dan penguatan kerangka hukum nasional. Pemberlakuan KUHP baru per
2 Januari 2026, yang menetapkan korporasi sebagai subjek hukum pidana, semakin menegaskan pentingnya
penerapan sistem pencegahan yang efektif, terukur, dan berkelanjutan. Perkembangan regulasi tersebut telah
disosialisasikan kepada karyawan TPA melalui kegiatan Teladan Talks yang diselenggarakan pada Jumat,
5 Desember 2025, sebagai bagian dari upaya peningkatan pemahaman dan kesadaran terhadap risiko hukum
korporasi.
Selain itu, dalam merespons pengaturan baru terkait pertanggungjawaban pidana korporasi sebagaimana diatur
dalam Pasal 45 ayat (1) KUHP, termasuk risiko yang timbul apabila perusahaan membiarkan terjadinya tindak
pidana atau gagal melakukan langkah-langkah pencegahan, TPA telah memiliki Pedoman Anti-Korupsi dan
Anti-Penyuapan yang disahkan pada 24 November 2023. Pedoman tersebut juga telah memuat upaya memitigasi
risiko mens rea korporasi, selaras dengan ketentuan KUHP baru dan standar internasional ISO 37001, sekaligus
memperkuat pengawasan melalui kebijakan internal serta prosedur operasional yang jelas dan terintegrasi.
As a public company, TPA consistently strengthens the implementation of its anti-corruption policies in line with
evolving regulations and the enhancement of the national legal framework. The enactment of the new Criminal
Code effective 2 January 2026, which recognizes corporations as criminal law subjects, further underscores
the importance of implementing effective, measurable, and sustainable prevention systems. These regulatory
developments were communicated to TPA employees through the Teladan Talks session held on Friday,
5 December 2025, as part of efforts to enhance awareness and understanding of corporate legal risks.
Furthermore, in response to the new provisions on corporate criminal liability as stipulated in Article 45 paragraph
(1) of the KUHP, including risks arising if a company allows criminal acts to occur or fails to take preventive measures,
TPA has established Anti-Corruption and Anti-Bribery Guidelines, which were approved on 24 November 2023.
These Guidelines incorporate measures to mitigate the risk of corporate mens rea, in alignment with the provisions
of the new KUHP and the international standard ISO 37001, while also strengthening oversight through internal
policies and clear, integrated operational procedures.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 93
Page 96
Good Governance Atas berbagai komitmen yang direalisasikan Accordingly, with the various commitments realized untuk mencegah tindakan korupsi, sepanjang to prevent corruption, throughout 2025, TPA did not tahun 2025, TPA tidak mengidentifikasi ataupun identify or receive any reports of proven corruption menerima laporan mengenai tindak pidana korupsi act within TPA’s business environment. [GRI 205-3, yang terbukti terjadi dalam lingkungan bisnis TPA. 13.26.4] [GRI 205-3, 13.26.4] Membangun Budaya Keberlanjutan Establishing a Culture of Sustainability [POJK F.1] [POJK F.1] TPA berkomitmen menanamkan budaya TPA is committed to embedding a culture of keberlanjutan landasan seluruh aktivitas dan sustainability as the foundation of all activities and tanggung jawab karyawan. Kesadaran terhadap employee responsibilities. Awareness of operational dampak operasional pada aspek ESG diperkuat impacts on ESG aspects is reinforced through melalui perilaku ramah lingkungan, perlindungan environmentally responsible behavior, occupational terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, serta health and safety protection, and ethical, transparent, praktik bisnis yang etis, transparan, dan patuh and compliant business practices. regulasi. TPA juga mendorong budaya kerja berbasis data TPA also promotes a data-driven work culture (data-driven culture) untuk meningkatkan literasi to enhance data literacy and the effective use dan pemanfaatan akurasi data dalam pengambilan of accurate data in informed decision-making. keputusan secara bijak. Insan TPA juga dibekali Its employees are equipped with the knowledge, skills, dengan pengetahuan, keterampilan, dan tanggung and accountability needed to uphold the Company’s jawab yang mendukung komitmen keberlanjutan sustainability commitments. Perusahaan. Integrasi budaya ini diperkuat melalui sosialisasi, The integration of this culture is strengthened pelatihan, serta internalisasi nilai keberlanjutan through socialization, training, and internalization of dalam kebijakan dan prosedur, sehingga setiap sustainability values into policies and procedures, insan TPA berperan aktif menjaga kesinambungan allowing every TPA personnel to actively maintaining bisnis dan mendukung pertumbuhan jangka business continuity and supporting sustainable panjang yang berkelanjutan. long-term growth. Adapun program-program yang telah kami The programs implemented throughout 2025 to realisasikan sepanjang tahun 2025 dalam rangka foster a culture of sustainability within TPA’s business membangun budaya keberlanjutan di lingkungan environment are outlined as follows: bisnis TPA diuraikan sebagai berikut: 1. Mengikutsertakan karyawan dalam program 1. Involving employees in competency development pengembangan kompetensi terkait topik programs related to sustainability topics, both keberlanjutan, baik secara internal maupun internally and externally; eksternal; 2. Melakukan kampanye dalam topik keberlanjutan 2. Conducting internal sustainability campaigns di dalam internal TPA, seperti kampanye within TPA, such as campaigns on energy and gerakan efisiensi energi serta air, perilaku water efficiency, work behaviors that prioritize kerja yang mengedepankan K3, penerapan OHS, the implementation of anti-corruption and anti-korupsi, anti-penyuapan, dan prinsip anti-bribery measures, ethical business conduct perilaku usaha beretika di perusahaan, serta principles, and campaigns on global warming kampanye fenomena pemanasan global; phenomena; 3. Mendorong pemanfaatan teknologi digitalisasi 3. Promoting the use of digital technologies and dan aksi ramah lingkungan yang diterapkan environmentally friendly practices across all work pada seluruh unit kerja untuk mengurangi units to reduce paper and plastic usage; penggunaan kertas dan plastik; 94 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 97
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Digitalisasi pada Fasilitas Biogas Power Plant
Digitalization at the Biogas Power Plant Facility
4. Mengoptimalkan potensi penggunaan energi 4. Optimizing the potential use of renewable energy
terbarukan dan mitigasi emisi GRK; serta and GHG emission mitigation; and
5. Pelaksanaan Teladan Innovation & Improvement 5. The implementation of the Teladan Innovation
Awards (TIIAs) sebagai wadah pengembangan & Improvement Awards (TIIAs) as a platform
ide dan inovasi operasional. for the development of operational ideas and
innovations.
Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit The Indonesian Sustainable Palm
Berkelanjutan (Indonesian Sustainable Oil (ISPO) Certification System and
Palm Oil/ISPO) dan Program Penilaian the Public Disclosure Program for
Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Environmental Compliance (PROPER)
Pengelolaan Lingkungan Hidup
(Public Disclosure Program for
Environmental Compliance/PROPER)
TPA senantiasa memastikan pengelolaan usaha TPA consistently ensures that its palm oil agribusiness
agribisnis kelapa sawit dijalankan sesuai dengan operations are conducted in accordance with
standar keberlanjutan yang berlaku secara nationally applicable sustainability standards.
nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui This commitment is demonstrated through
partisipasi aktif dalam Sertifikasi ISPO serta PROPER active participation in ISPO certification and the
yang diselenggarakan oleh pemerintah. Keduanya government-administered PROPER program. Both
menjadi tolok ukur penting dalam menilai sejauh serve as key benchmarks in assessing the Company’s
mana perusahaan mampu mengelola dampak ESG ability to manage ESG impacts consistently and
secara konsisten dan berkelanjutan. sustainably.
Sepanjang tahun 2025, TPA melalui Entitas Anak Throughout 2025, TPA through its Subsidiaries have
berhasil meraih sejumlah capaian penting, antara achieved several important milestones, including:
lain:
• 9 Entitas Anak memperoleh sertifikasi ISPO, • 9 Subsidiaries obtained ISPO certification,
sebagai bukti penerapan praktik perkebunan demonstrating the implementation of responsible
kelapa sawit yang bertanggung jawab; palm oil plantation practices;
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 95
Page 98
Good Governance
• 3 Entitas Anak meraih penghargaan PROPER • 3 Subsidiaries received National PROPER
Nasional, yang mencerminkan keunggulan award, reflecting environmental management
pengelolaan lingkungan hidup sesuai standar excellence following the national standards; and
nasional; dan
• 5 Entitas Anak memperoleh penghargaan • 5 Subsidiaries received Regional PROPER award,
PROPER Daerah, sebagai bentuk pengakuan atas acknowledging the positive contributions made
kontribusi positif di tingkat wilayah. at the regional level.
Pencapaian ini menegaskan bahwa tata kelola This achievement affirms that TPA’s sustainability
keberlanjutan TPA telah berjalan optimal dan governance has run optimally and in line with
selaras dengan prinsip keberlanjutan industri kelapa sustainable palm oil industry principles. Success in
sawit. Keberhasilan dalam ISPO dan PROPER juga ISPO and PROPER also reflects TPA’s commitment to
merefleksikan komitmen TPA dalam mendukung support the government’s agenda on responsible
agenda pemerintah untuk pengelolaan sumber natural resource management, environmental
daya alam yang bertanggung jawab, pelestarian conservation, and the creation of sustainable
lingkungan, serta penciptaan manfaat berkelanjutan benefits for society.
bagi masyarakat.
Tata Kelola Teknologi Informasi Information Technology Governance
TPA terus memperkuat tata kelola teknologi TPA continues strengthen information technology
informasi (TI) sebagai pilar efisiensi operasional, (IT) governance as a pillar of operational efficiency,
transparansi, dan keberlanjutan bisnis. Melalui transparency, and business sustainability. Through
pembaruan blueprint dan roadmap digital, TPA updates of blueprint and digital roadmap, TPA directs
mengarahkan transformasi pada integrasi data transformation for cross-functional data integration,
lintas fungsi, efisiensi proses, dan penguatan GCG. process efficiency, and GCG strengthening.
Pengembangan TI dilakukan secara terukur agar IT development is conducted in a measured manner
sistem, infrastruktur, dan aplikasi mendukung to ensure systems, infrastructure, and applications
operasional yang semakin kompleks dan berbasis support increasingly complex and data-based
data. Sepanjang 2025, peningkatan kapabilitas TI operations. Throughout 2025, IT capability
meliputi: enhancements included the following:
1. Penguatan infrastruktur internet di seluruh estate 1. Internet infrastructure strengthening at all estates
dan mill untuk memastikan konektivitas stabil and mills to ensure stable connectivity and
dan integrasi data real-time; real-time data integration;
2. Implementasi Sistem Data Capture untuk panen 2. Implementation of a Data Capture System for
dan perawatan yang telah mencapai ±75% harvesting and maintenance, which has reached
wilayah operasional dan ditargetkan selesai ±75% of operational areas and targeted to be
pada 2026; serta completed in 2026; and
3. Pengembangan Sistem Asset Tracking berbasis 3. Development of a mobile-based Asset Tracking
mobile dengan QR Code dilakukan untuk System with QR Codes is conducted to improve
meningkatkan akurasi pencatatan aset tetap the accuracy of fixed asset recording and
dan memperkuat pengendalian internal. Sistem strengthen internal control. This system enables
ini memungkinkan pendataan aset secara cepat fast and transparent asset data collection, thus
dan transparan, sehingga mendukung proses supporting audit processes, asset management,
audit, pengelolaan aset, serta perencanaan and more efficient investment planning.
investasi yang lebih efisien.
Divisi TI menerapkan tata kelola berbasis agile IT Division implements agile delivery-based
delivery serta memperbarui SOP secara berkala governance and periodically updates SOP with
bersama manajemen lintas divisi untuk memastikan cross-divisional management to ensure
transparansi, akuntabilitas, dan keselarasan dengan transparency, accountability, and alignment with
strategi TPA. TPA’s strategy.
96 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 99
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Keamanan Data dan Manajemen Data Security and Cyber Risk Management
Risiko Siber
Aspek keamanan informasi menjadi prioritas utama Information security is a top priority aspect in TPA’s
dalam tata kelola IT TPA. Sistem perlindungan berlapis IT governance. Multi-layered protection systems
diterapkan melalui anti-virus, malware protection, are in place with antivirus and malware protection
dan pembatasan akses data berdasarkan otorisasi and data access restriction by user authorization.
pengguna. Penerapan kebijakan aktivitas jaringan The implementation of network activity policies is
dijalankan sesuai dengan kaidah keamanan standar carried out in accordance with standard security
untuk mencegah akses tidak sah, sementara principles to prevent unauthorized access, while
kebijakan backup harian dan penyimpanan data daily backup policies and data storage are executed
dijalankan redundancy serta penerapan DRC with redundancy, and the application of DRC forms
menjadi bagian dari protokol mitigasi risiko. part of the risk-mitigation protocol.
Insiden keamanan ditangani melalui mekanisme Any security incident is handled through incident
incident response protocol, dan audit internal response protocol, with routine internal audit
dilakukan secara rutin untuk memastikan kepatuhan performed to ensure compliance with security
terhadap kebijakan keamanan. Selain itu, seluruh policies. Also, all of the IT policies and systems are
kebijakan dan sistem IT telah mengacu pada following internationally recognized information
prinsip-prinsip keamanan informasi yang berlaku security principles.
secara internasional.
Inovasi Tata Kelola TI yang Berkelanjutan Sustainable IT Governance Innovation
Ke depan secara bertahap TPA menargetkan Going forward, TPA aims to progressively integrate its
integrasi pada sistem operasional, penguatan operational systems, strengthen data governance,
tata kelola data, dan digitalisasi di seluruh lini and accelerate digitalization across all business
bisnis. Pengembangan difokuskan pada akurasi lines. Development efforts focus on production
data produksi, keamanan data, dan integrasi data accuracy, data security, and supply chain
traceability rantai pasok. Transformasi ini traceability integration. This transformation is
diharapkan meningkatkan produktivitas, akurasi expected to enhance productivity, accuracy, and
dan transparansi sekaligus memperkuat kontribusi transparency, while reinforcing TPA’s contribution to
TPA terhadap pencapaian SDGs, khususnya Tujuan the achievement of the SDGs, particularly Goal 16 on
16 tentang Institusi yang Kuat dan Akuntabel. strong and accountable institutions.
Penerimaan Masukan dan
Penanganan Keluhan [GRI 2-16, 2-25, 2-26]
Feedback Reception and Grievance Handling
TPA menempatkan mekanisme penerimaan TPA places feedback and grievance handling
masukan dan penanganan keluhan sebagai mechanisms as important instrument to maintain
instrumen penting untuk menjaga transparansi, transparency, accountability, and stakeholder
akuntabilitas, dan kepercayaan pemangku trust. TPA provides various official communication
kepentingan. TPA menyediakan berbagai kanal channels for stakeholders to submit complaints
komunikasi resmi bagi pemangku kepentingan or feedback related to operational impacts. Every
untuk menyampaikan keluhan atau masukan terkait report is handled professionally, transparently, and in
dampak operasional. Setiap laporan ditangani a timely manner in accordance with the applicable
secara profesional, transparan, dan tepat waktu mechanisms to ensure effective resolution.
sesuai mekanisme yang berlaku guna memastikan
penyelesaian yang efektif.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 97
Page 100
Good Governance
Para pemangku kepentingan yang ingin Stakeholders who wish to submit complaints or
menyampaikan keluhan ataupun melaporkan report violations within TPA can utilize the following
pelanggaran di lingkungan TPA dapat memanfaatkan channels:
media sebagai berikut:
lapor@teladanprima.com (021) 2960 0300 www.teladanprima.com
Dalam implementasinya, TPA menjamin kerahasiaan In practice, TPA guarantees the confidentiality
identitas pelapor serta substansi laporan yang of reporter’s identity and the substance of
disampaikan, sekaligus memberikan akses kepada the report submitted, while also providing access
pelapor untuk memantau tindak lanjut atas laporan to the reporter to monitor the progress on their
mereka. Setiap aduan ditangani oleh unit terkait report. Every complaint is handled by the relevant
dalam struktur organisasi, dengan melibatkan units within the organizational structure, involving
Tim Audit Internal, Dewan Komisaris, maupun Internal Audit Team, Board of Commissioners, or
Direksi bila diperlukan. Eskalasi dilakukan secara Board of Directors if required. Any report require to be
cepat apabila terdapat laporan yang memerlukan handled from the highest governance body will have
penanganan oleh badan tata kelola tertinggi. prompt escalation. This approach ensures that all
Pendekatan ini memastikan bahwa seluruh laporan reports are managed seriously and in line with good
ditangani dengan serius dan sesuai prinsip tata corporate governance principles.
kelola perusahaan yang baik.
Selain menindaklanjuti laporan yang valid, TPA Other than following up on valid reports, TPA
juga mengedepankan koordinasi konstruktif also prioritizes constructive coordination with
dengan pemangku kepentingan melalui stakeholders carry out via forums, media, and face-
forum, media, maupun pertemuan tatap muka to-face meetings to identify any potential challenges
untuk mengidentifikasi potensi tantangan dan and formulating mutual solutions. By doing so,
merumuskan solusi bersama. Dengan demikian, TPA TPA is able to resolve complaint and at the same
dapat menyelesaikan keluhan dan memperkuat time strengthens harmonious relationships with
hubungan harmonis dengan para pemangku stakeholders and improves the quality of operational
kepentingan serta meningkatkan kualitas kinerja performance and corporate sustainability.
operasional dan keberlanjutan perusahaan.
Sepanjang periode pelaporan, TPA tidak menerima During the reporting period, TPA received no material
laporan atau keluhan material terkait pelanggaran report or complaint related to governance violation.
tata kelola. Hal ini mencerminkan komitmen This reflects the Company’s commitment in keeping
Perseroan dalam menjaga integritas, transparansi, integrity, transparency, and public trust, while also
serta kepercayaan publik, sekaligus mempertegas enforcing TPA’s openness culture in responding
budaya keterbukaan TPA dalam menanggapi setiap to any feedback and issues that may potentially
masukan dan isu yang berpotensi memengaruhi affecting its business sustainability.
keberlanjutan bisnis.
98 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 101
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 99
Page 102
Agro-Ecological [GRI 3-3:302, 3-3:303, 3-3:305, 3-3:306] 100 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 103
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Pilar Agro-Ecological menjadi fondasi kebijakan The Agro-Ecological pillar serves as the foundation
lingkungan TPA dalam menjaga keseimbangan of TPA’s environmental policy in maintaining
antara operasional dan kelestarian alam. Pilar ini balance between operations and environmental
mencakup pengelolaan keanekaragaman hayati, conservation. This pillar encompasses the
cadangan karbon, serta daya dukung dan daya management of biodiversity, carbon reserves, and
tampung lingkungan, sehingga seluruh aktivitas environmental carrying capacity, ensuring that all
bisnis tetap selaras dengan tujuan keberlanjutan business activities remain aligned with long-term
jangka panjang. sustainability objectives.
Sebagai perusahaan agribisnis di sektor perkebunan As an agribusiness company in the palm oil
dan pabrik kelapa sawit, TPA mengintegrasikan plantation and palm oil mill sector, TPA integrates
prinsip pengelolaan berkelanjutan dan bertanggung sustainable and responsible management
jawab dalam strategi dan operasional. Upaya principles into its strategy and operations. Efforts are
difokuskan pada minimisasi dampak lingkungan directed toward minimizing environmental impacts
melalui pendekatan preventif, evaluatif, dan through preventive, adaptive, and collaborative
kolaboratif, termasuk kemitraan dengan pemangku approaches, including strategic partnerships with
kepentingan lokal, nasional, dan global. Komitmen ini stakeholders at the local, national, and global levels.
selaras dengan target Net Zero Emission Indonesia This commitment is aligned with Indonesia’s Net Zero
2060, SDGs Tujuan 13 Penanganan Perubahan Iklim, Emissions 2060 target, SDG 13 on Climate Action, and
serta Perjanjian Paris. the Paris Agreement.
Urgensi penerapan pilar ini semakin meningkat The urgency of implementing this pillar continues
seiring dinamika iklim global. Data WRI Climate to intensify amid evolving global climate dynamics.
Watch (2025) menunjukkan sektor agribisnis Data from World Resources Institute Climate
menyumbang sekitar 11,8% emisi GRK global. Watch (2025) indicate that the agribusiness sector
Sementara itu, Copernicus Climate Change Service accounts for approximately 11.8% of global GHG
mencatat 11 tahun terakhir sebagai periode terpanas, emissions. Meanwhile, Copernicus Climate Change
dengan rata-rata suhu global 2023–2025 untuk Service reports that the past eleven years have
pertama kalinya melampaui 1,5°C di atas tingkat been the warmest on record, with the 2023–2025
pra-industri. Kondisi ini berdampak langsung pada global average temperature for the first time
sektor kelapa sawit, termasuk fluktuasi produktivitas, exceeding 1.5°C above pre-industrial levels. These
meningkatnya kerentanan infrastruktur, dan conditions have direct implications for the palm oil
intensitas cuaca ekstrem yang memengaruhi sector, including productivity fluctuations, increased
budidaya hingga pengolahan. Oleh karena itu, TPA infrastructure vulnerability, and intensified extreme
menempatkan mitigasi perubahan iklim sebagai weather affecting cultivation through processing.
prioritas strategis. Accordingly, TPA places climate change mitigation
as a strategic priority.
Sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan, TPA As part of its environmental responsibility, TPA
secara konsisten melakukan pemantauan dan consistently monitors and manages environmental
pengelolaan lingkungan di seluruh area perkebunan performance across all plantation and mill
dan pabrik, serta mengevaluasi kinerja lingkungan areas, conducting periodic evaluations to ensure
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 101
Page 104
Agro-Ecological
secara berkala untuk memastikan kegiatan operations comply with applicable standards and
operasional berjalan sesuai dengan standar dan sustainability principles. TPA also preserves 9,718.82
prinsip keberlanjutan. TPA juga menjaga areal HCV hectares of HCV and HCS areas (15.08% of its 64,430
dan HCS seluas 9.718,82 ha (15,08% dari 64.430 ha hectares of planted land), encompassing secondary
lahan tertanam), yang mencakup hutan sekunder, forests, riparian zones, mangroves, areas of local
zona riparian, mangrove, kawasan bernilai budaya cultural significance, and carbon sequestration
lokal, dan area penambatan karbon. Keberadaan zones. The protection of these areas underscores
areal ini menegaskan komitmen konservasi TPA TPA’s conservation commitment in maintaining
dalam menjaga keseimbangan ekosistem. ecosystem balance.
Untuk memperkuat implementasi pilar To strengthen the implementation of the Agro-
Agro-Ecological, TPA menetapkan 5 langkah Ecological Pillar, TPA has established five priority
prioritas sebagai berikut: actions as follows:
1. Pemanfaatan sumber daya alam (air dan 1. Efficient and effective utilization of natural
tanah) secara efisien dan efektif dengan resources, such as water and soil, by prioritizing
mengedepankan prinsip konservasi; the conservation principles;
2. Pengelolaan limbah secara optimal melalui 2. Optimal waste management through the
prinsip 3R serta tata kelola limbah B3 sesuai application of the 3R principles and the proper
standar Kementerian Lingkungan Hidup (KLH); handling of hazardous and toxic waste (B3) in
accordance with the standards of the Ministry of
Environment (KLH);
3. Pelestarian areal HCV untuk menjaga 3. Conservation of HCV areas to maintain its
keanekaragaman hayati, termasuk spesies flora biodiversity, including wild and or protected
fauna baik yang liar ataupun dilindungi; species;
4. Pengurangan intensitas emisi GRK pada seluruh 4. Reduction of greenhouse gas (GHG) emission
rantai proses bisnis utama; serta intensity across the main business processes;
and
5. Pengembangan TGM melalui modul perhitungan 5. Development of TGM through GHG emission
emisi GRK berbasis GHG Protocol, optimasi calculation module based on the GHG Protocol,
TGM Alert, serta penggunaan satelit pemantau TGM Alert optimization, and use of hotspot
hotspots yang mampu memvalidasi indikasi monitoring satellites, capable of validating land
kebakaran lahan. fire iindications.
Selain itu, TPA menerapkan prinsip ekonomi sirkular In addition, TPA applies circular economy principles
melalui pengoperasian BPP yang memanfaatkan through the operation of its biogas power plant (BPP),
limbah POME sebagai sumber energi listrik. Inisiatif which utilizes POME as a source of electricity energy.
ini diharapkan dapat menekan ketergantungan This initiative is expected to reduce dependence on
pada energi fosil, menciptakan nilai tambah fossil fuels, create added value from palm oil mill
dari limbah pabrik sawit, mendukung transisi waste, support the transition to clean energy, and
menuju energi bersih, serta memperkuat kinerja strengthen TPA’s decarbonization performance.
dekarbonisasi TPA. Keseluruhan inisiatif lingkungan Collectively, these environmental initiatives reflect
tersebut merefleksikan langkah nyata TPA dalam TPA’s concrete commitment to effective, efficient,
mewujudkan operasional yang efektif, efisien, dan and sustainable operations.
berkelanjutan.
Keseluruhan inisiatif lingkungan tersebut These initiatives reflect TPA’s tangible efforts to realize
merefleksikan langkah nyata TPA dalam mewujudkan effective, efficient, and sustainable operations. This
operasional yang efektif, efisien, dan berkelanjutan. commitment not only generates positive impacts
Komitmen ini tidak hanya memberikan dampak for the environment and surrounding communities,
positif bagi lingkungan dan komunitas sekitar, tetapi but also positions TPA as a globally competitive
juga menempatkan TPA sebagai pelaku agribisnis agribusiness player and a meaningful contributor to
yang berdaya saing global sekaligus kontributor global climate change mitigation efforts.
penting dalam upaya penanganan perubahan iklim
dunia.
102 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 105
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 103
Page 106
Agro-Ecological 104 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 107
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 105
Page 108
Agro-Ecological
Capaian Kinerja Lingkungan TPA Tahun 2023 – 2025
TPA Environmental Performance Achievements 2023 – 2025
Capaian
Aspek Satuan Achievement Keterangan
Aspect Unit Description
2025 2024 2023
Biaya Pengelolaan dan miliar
Ameliorasi Lingkungan Rupiah
9,06 5,22 4,74
Environmental Management billion
and Amelioration Costs Rupiah
Pemakaian Material
Materials Use
Produksi TBS Dari perkebunan inti dan plasma
ton 1.271.034 1.219.294 1.213.068
FFB Produced From nucleus and plasma plantations
Dari perkebunan inti, plasma, dan
pembelian TBS dari pihak ketiga
TBS yang Diolah
ton 1.463.439 1.381.677 1.409.552 From nucleus and plasma
FFB Processed
plantations, and FFB purchased from
third parties
Pupuk Organik POME, Kompos, dan TKKS
ton 2.022.331 1.804.790 1.737.237
Organic Fertilizer POME, Compost, and EFB
Pupuk Anorganik
ton 52.839 45.069 33.645
Inorganic Fertilizer
Pengelolaan Air
Water Management
Seluruhnya air permukaan; tidak
mengambil dari wilayah stres air; air
untuk boiler dan aneka proses sudah
Konsumsi Air untuk Proses diperhitungkan
megaliter 1.626 1.595 1.641
Water Consumption for Process All surface water; none taken from
water stress area; already calculated
water used in boiler and various
processes
Perubahan konsumsi air
Perubahan Konsumsi Air dibandingkan masing-masing tahun
% 1,93 (2,88) 18,40
Change in Water Consumption Year-on-year comparison of water
consumption
Pemakaian Air ke Aplikasi Lahan
megaliter 1.619 1.426 1.364
Water Used in Land Application
m3/ton TBS
Air untuk boiler dan aneka proses
olah
Intensitas Konsumsi Air sudah diperhitungkan
m /ton
3 1,11 1,15 1,16
Water Consumption Intensity Already calculated water used in
of FFB
boiler and various processes
processed
Penanganan Limbah
Waste Handling
Limbah Non-B3 yang Dihasilkan
ton 586.876 600.446 608.133
Non-B3 Waste Produced
Seluruh limbah B3 diangkut dan
dikelola oleh pihak ketiga yang
Limbah B3 yang Dihasilkan
ton 30 31 30 berizin
Hazardous Waste Produced
All B3 waste is transported and
managed by licensed third parties
Penggunaan Energi
Energy Use
Energi dari Sumber Terbarukan
GJ 136.181 115.783 116.835
Energy from Renewable Sources
106 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 109
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Capaian
Aspek Satuan Achievement Keterangan
Aspect Unit Description
2025 2024 2023
Energi dari Sumber Tak
Terbarukan
GJ 330.675 332.402 325.421
Energy from Non-Renewable
sources
Total Energi yang Dikonsumsi
GJ 466.856 448.185 442.256
Total Energy Consumed
GJ/ton TBS
olah
Intensitas Energi
GJ/ton 0,319 0,324 0,314
Energy Intensity
of FFB
processed
Reduksi Intensitas Energi
% 1,54 3,39 10,46
Energy Intensity Reduction
Mitigasi Emisi GRK
GHG Emissions Mitigation
Total Emisi GRK Cakupan 1 dan 2
Total GHG Emissions Scope 1 ton CO2eq 279.654 341.149 504.209
and 2
Methane Capture (BPP) dan
Reduksi Emisi GRK Biomassa (Serat & Cangkang)
ton CO2eq 67.750 8.580 8.657
GHG Emissions Reduction Methane Capture (BPP) and Biomass
(Fiber & Shell)
ton CO2eq/
ton TBS
olah
Intensitas Emisi GRK
ton CO2eq/ 0,19 0,25 0,36
GHG Emissions Intensity
ton of FFB
processed
ton CO2eq/
ton CPO
Intensitas Emisi GRK
ton CO2eq/ 0,84 1,05 1,54
GHG Emissions Intensity
ton of CPO
produced
ton CO2eq/
ton PK
Intensitas Emisi GRK
ton CO2eq/ 5,36 6,73 9,67
GHG Emissions Intensity
ton of PK
produced
Konservasi Keanekaragaman Hayati
Biodiversity Conservation
Luasan Lahan HCV HCV kategori 1, 2, 4, 5, 6
ha 9.719 4.669 4.559
Total HCV Area HCV category 1, 2, 4, 5, 6
Sertifikasi Industri
Industrial Certification
Total Entitas Anak
Bersertifikasi ISPO
9 8 8
Number of ISPO-Certified
Subsidiaries
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 107
Page 110
Agro-Ecological
Perlindungan terhadap
Keanekaragaman Hayati [GRI 3-3:304, 13.3.1]
Biodiversity Protection
“Komitmen TPA terhadap perlindungan keanekaragaman hayati tertuang dalam KSL yang
menegaskan komitmen untuk menjaga areal HCV dan HCS. Penerapannya terbukti menjaga
keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian alam, ditunjukkan oleh meningkatnya
vegetasi serta kehadiran berbagai satwa kunci yang menjadi indikator kelestarian ekosistem,
salah satunya adalah burung Rangkong.”
“TPA’s commitment to biodiversity protection is embedded in its KSL, which affirms the preservation
of HCV and HCS areas. Its implementation has demonstrated a balance between productivity and
environmental conservation, evidenced by increased vegetation cover and the presence of key wildlife
species serving as ecosystem health indicators, including the Hornbill.”
Sebagai perusahaan agribisnis yang beroperasi di As an agribusiness company operating in tropical
ekosistem tropis dengan keanekaragaman hayati ecosystems with high biodiversity, TPA is committed
tinggi, TPA berkomitmen memastikan seluruh to ensure all operations are in line with conservation
operasional selaras dengan prinsip konservasi. principles. This commitment is stated in TPA’s
Komitmen ini tercantum dalam KSL TPA poin 3 KSL point 3 on the sustainable management of
mengenai pengelolaan berkelanjutan areal bernilai high conservation value areas. TPA has allocated
konservasi tinggi. TPA telah mengalokasikan 9.718,82 9,718.82 hectares or 15.08% of the 64,430 hectares of
ha atau 15,08% dari 64.430 ha lahan tertanam planted area as HCV and HCS areas, that includes
sebagai areal HCV dan HCS, yang mencakup secondary forests, riparian zones, mangroves, and
hutan sekunder, kawasan riparian, mangrove, dan areas with local cultural value. These areas serve
area bernilai budaya lokal. Areal tersebut menjadi become the habitats for flora and fauna, including
habitat flora dan fauna, termasuk spesies endemik, endemic, protected, and endangered species whose
dilindungi, dan terancam punah yang kelestariannya sustainability is maintained.
dijaga.
Untuk menjaga fungsi ekologis, TPA melakukan To maintain ecological functions, TPA is implementing
perlindungan melalui pemasangan tapal batas protection through installment of boundary
dan rambu konservasi, patroli rutin, serta sosialisasi markers, conservation signboards, routine patrols,
kepada karyawan dan masyarakat sekitar. and socializations for employees and surrounding
Pemantauan flora dan fauna dilaksanakan secara communities. Monitoring of flora and fauna is also
berkala dengan pendekatan integrated monitoring conducted regularly with data driven integrated
berbasis data, mencakup keamanan areal HCV, monitoring approach, including the security of HCV
perlindungan spesies, dan evaluasi kondisi habitat. areas, species protection, and evaluation of habitat
Pengamatan satwa dilakukan menggunakan conditions Wildlife monitoring is conducted using
kamera trap untuk mendukung identifikasi spesies camera traps to allow for more comprehensive
secara lebih komprehensif. species identification.
Selain aspek teknis, TPA juga mendorong partisipasi Beyond technical aspect, TPA also encourages
masyarakat melalui edukasi konservasi, patroli community participation through conservation
bersama, serta pelatihan praktik ramah lingkungan. education, joint patrols, and training on
Dengan demikian, perlindungan keanekaragaman environmentally friendly practices. Thus, biodiversity
hayati tidak hanya menjadi tanggung jawab protection is not a sole corporate responsibility but
perusahaan, tetapi juga bagian dari kesadaran also a part of collective awareness.
kolektif.
108 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 111
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Upaya ini sejalan dengan target global, seperti SDGs These efforts are also aligned with global targets,
15 tentang Ekosistem Darat. Dengan pendekatan such as SDG 15 on Life on Land. With this approach,
tersebut, TPA berupaya meminimalkan dampak TPA strives to minimize negative impacts on
negatif terhadap ekosistem, serta memperkuat ecosystems and strengthens its contribution to
kontribusinya terhadap mitigasi perubahan iklim climate change mitigation and achievement of
dan pencapaian keberlanjutan jangka panjang. long-term sustainability.
Dampak Operasi terhadap Impact of Operations on
Keanekaragaman Hayati [POJK F.9] Biodiversity [POJK F.9] [GRI 304-2, 13.3.3]
[GRI 304-2, 13.3.3]
TPA memahami bahwa setiap aktivitas perkebunan TPA realizes that every plantation and mill activity
dan mill memiliki potensi menimbulkan dampak has a potential impact to the ecosystems, either
terhadap ekosistem, baik terhadap flora, fauna, on the flora, fauna, or the overall balance of
maupun keseimbangan lingkungan secara the ecosystem. These impacts may arise from
keseluruhan. Dampak tersebut dapat muncul melalui changes on land coverage, habitat fragmentation,
perubahan tutupan lahan, fragmentasi habitat, wildlife disturbance, changes to water and soil
gangguan terhadap satwa liar, serta perubahan quality due to the agricultural activities and palm
kualitas air dan tanah akibat aktivitas pertanian oil industry. TPA’s operational areas are located in
dan industri kelapa sawit. Wilayah operasional East Kalimantan Province, with natural landscape
TPA berlokasi di Provinsi Kalimantan Timur dengan of lowland tropical rainforests, and riparian areas
bentang alam yang meliputi ekosistem hutan hujan ecosystems with rich biodiversity.
tropis dataran rendah, dan daerah riparian yang
memiliki tingkat keanekaragaman hayati tinggi.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 109
Page 112
Agro-Ecological
Analisis mengenai kegiatan operasional TPA dan An analysis of TPA’s operational activities and their
dampaknya terhadap keanekaragaman hayati impacts on the biodiversity is presented below:
diuraikan sebagai berikut:
Kegiatan Dampak Lingkungan
Activities Environmental Impact
Pemupukan dan Pemupukan dengan material anorganik secara Excessive fertilization with inorganic material
Pengendalian berlebihan menyebabkan eutrofikasi dan causes eutrophication and disrupts aquatic
Gulma mengganggu ekosistem akuatik. Pengendalian ecosystems. Large-scale weed control with
Fertilization and gulma dengan pestisida dalam skala besar pesticides disrupts non-target species and
Weed Control berdampak pada terganggunya spesies disrupts the balance of pollinating insects and
non-target dan mengganggu keseimbangan terrestrial fauna.
serangga penyerbuk dan fauna terrestrial.
• Alih fungsi lahan menyebabkan perubahan • Land use change leads to changing
tutupan dari ekosistem heterogen menjadi the coverage of heterogenous ecosystem to
homogen, sehingga berpotensi terhadap homogenous, potentially increasing erosion
peningkatan erosi dan sedimentasi. and sedimentation.
• Alih fungsi lahan menyebabkan • Land use change disrupts the balance of
Alih Fungsi Lahan
terganggunya keseimbangan ekosistem dan the ecosystem and the biodiversity.
Land Use Change
keanekaragaman hayati.
• Dampak lanjutan dari alih fungsi lahan, yaitu • Subsequent impacts of land use change,
terganggunya ekosistem sebagai habitat namely disrupted ecosystem as animal habitat,
satwa sehingga terjadi masuknya satwa ke causing animals to enter housing areas and
permukiman dan areal operasional. operational areas.
Perlindungan dan Konservasi Protection and Conservation of
Ekosistem Habitat Flora dan Fauna Wild/Protected Flora and Fauna
Liar/Dilindungi [POJK F.10] [GRI 304-3, 13.3.4] Habitat Ecosystems [POJK F.10] [GRI 304-3, 13.3.4]
Keberadaan wilayah operasional yang berdekatan The proximity of operational areas to protected
dengan kawasan lindung tersebut menjadikan areas demands biodiversity impact management a
pengelolaan dampak terhadap keanekaragaman strategic priority. TPA places the protection of fauna
hayati sebagai prioritas strategis. TPA menempatkan and flora as an integral part of its sustainability strategy.
perlindungan fauna dan flora sebagai bagian integral The protection effort is done through a combination of
dari strategi keberlanjutan. Upaya ini dilakukan prevention, scientific monitoring, habitat restoration,
melalui kombinasi pencegahan, pemantauan ilmiah, and strengthened governance involving various
restorasi habitat, serta penguatan tata kelola yang stakeholders. TPA focuses its protection efforts on
melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Dalam key fauna species such as the Bornean Orangutan
aspek fauna, TPA memfokuskan perlindungan pada (Pongo pygmaeus morio), Proboscis Monkey (Nasalis
satwa-satwa kunci, seperti Orangutan Kalimantan larvatus), Müller’s gibbon (Hylobates muelleri), Langur
(Pongo pygmaeus morio), Bekantan (Nasalis (Trachypithecus auratus), Rhinoceros hornbill (Buceros
larvatus), Owa Kalawat (Hylobates muelleri), Lutung rhinoceros), and various protected bird species.
(Trachypithecus auratus), Burung Rangkong (Buceros
rhinoceros), hingga berbagai jenis aves lainnya yang
dilindungi.
Untuk memastikan perlindungan satwa berlangsung To ensure effective wildlife protection, TPA
efektif, TPA menerapkan sistem pemantauan implements a multi-layered biodiversity monitoring
biodiversitas dilakukan secara berlapis dengan system using camera traps and bioacoustics.
camera trap dan bioacoustics. Data yang diperoleh The collected data is analyzed to assess occupancy,
dianalisis untuk menilai occupancy, tingkat kehadiran level of wildlife presence, and population growth over
satwa, serta perubahan populasi dari tahun ke years. With this strategy, TPA is able to reduce risks
tahun. Melalui strategi ini, TPA dapat menekan risiko of disturbances to protected wildlife while ensuring
gangguan terhadap satwa dilindungi sekaligus functional habitats in the long-term.
memastikan habitat tetap fungsional dalam jangka
panjang.
110 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 113
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Di sisi lain, perlindungan flora juga menjadi prioritas In addition, flora protection is also a key priority. TPA
penting. TPA menetapkan zona lindung untuk spesies set out protected zones for species of conservation
berstatus konservasi, Damar (Agathis borneensis), status, including Damar (Agathis borneensis),
Pasang (Quercus gaharuensis), dan Meranti Putih Pasang (Quercus gaharuensis), and White Meranti
(Shorea lamellata), serta menjaga areal riparian (Shorea lamellata), and maintaining riparian areas
dan lahan miring dari aktivitas kimia. and high-contour areas of any chemical activities.
Untuk memperkuat komitmen, TPA juga menjalin To further strengthen its commitment, TPA has
kolaborasi dengan Ecology and Conservation also established collaboration with the Ecology
Center for Tropical Studies (Ecositrop), sebuah and Conservation Center for Tropical Studies
lembaga penelitian konservasi ekosistem tropis, (Ecositrop), a tropical ecosystem conservation
yang dilakukan sejak tahun 2012 dalam kegiatan research institution, which has been in place since
monitoring satwa dan flora di areal HCV. Dengan 2012 through wildlife and flora monitoring activities in
pendekatan komprehensif ini, TPA berupaya untuk HCV areas. Through this comprehensive approach,
terus meminimalkan dampak negatif operasional TPA strives to keep on minimizing the negative
terhadap keanekaragaman hayati, sekaligus operational impacts on biodiversity, while playing
berperan aktif dalam menjaga keberlangsungan an active role in safeguarding the sustainability of
spesies endemik dan ekosistem tropis yang menjadi endemic species and tropical ecosystems that serve
penyangga kehidupan. as vital life-support systems.
Wilayah Konservasi [GRI 304-1, 304-3, 13.3.2, 13.3.4]
Conservation Areas
Luas HCV
Entitas Anak Lokasi Geografis Kategori HCV Keterangan
HCV Area
Subsidiary Geographical Location HCV Category Description
(ha)
Kec. Talisayan dan Kec. Biatan,
Terdapat spesies terancam punah
Kab. Berau, Kalimantan Timur
dan spesies endemik Borneo.
TBP Talisayan and Biatan 525,57 1 3 4 6
There are endangered species and
Sub-districts, Berau Regency,
endemic to Borneo.
East Kalimantan
Terdiri dari sempadan sungai, hutan
mangrove, dan hutan di atas batu
Kec. Batu Putih, Kab. Berau,
kapur yang berada di dalam areal
Kalimantan Timur
INK 489,30 1 3 4 Perseroan.
Batu Putih Sub-district, Berau
Consists of riparian, mangrove
Regency, East Kalimantan
forest, and limestone forest within
Company’s concession.
Terdiri dari sungai, daerah resapan
Kec. Karangan, air yang masih berhutan, dan
Kab. Kutai Timur, areal dataran/perbukitan dengan
TLN Kalimantan Timur 501,00 1 3 4 vegetasi baik.
Karangan Sub-district, East Consists of river, forested water
Kutai Regency, East Kalimantan absorption area, and plains/hills
areas with good vegetation.
Terdiri dari hutan sekunder, mata
Kec. Kaubun, Kab. Kutai Timur, air, sempadan sungai, rawa, dan
Kalimantan Timur perbukitan.
SPN 388,91 1 4 5
Kaubun Sub-district, East Kutai Consists of secondary forest, natural
Regency, East Kalimantan springs, riparian zone, swamp, and
hills.
Kec. Muara Bengkal,
Terdiri dari sempadan sungai dan
Kab. Kutai Timur,
rawa.
TPS Kalimantan Timur 1.524,83 1 4 5
Consists of riparian zone and
Muara Bengkal Sub-district, East
swamp.
Kutai Regency, East Kalimantan
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 111
Page 114
Agro-Ecological
Luas HCV
Entitas Anak Lokasi Geografis Kategori HCV Keterangan
HCV Area
Subsidiary Geographical Location HCV Category Description
(ha)
Kec. Long Mesangat, Kab. Kutai
Area HCV berupa sempadan sungai,
Timur, Kalimantan Timur
area berhutan, dan mata air.
GSA Long Mesangat Sub-district, 580,40 1 3 4 5 6
HCV area consists of riparian zone,
East Kutai Regency,
forested lands, and springs.
East Kalimantan
Terdiri dari ekosistem rawa dan
Kec. Tanjung Harapan,
nipa, sempadan sungai, dan buffer
Kab. Paser, Kalimantan Timur
ekosistem pantai.
MJA Tanjung Harapan 259,31 1 3 4 5 6
Consists of swamp and nipa
Sub-district, Paser Regency, East
ecosystem, riparian, and buffer for
Kalimantan
coastal ecosystem.
Kec. Muara Kaman,
Kab. Kutai Kartanegara, Areal HCV berupa ekosistem hutan,
Kalimantan Timur sempadan sungai, dan mata air.
CAP 399,31 1 4 5 6
Muara Kaman Sub-district, Kutai HCV area consists of forest
Kartanegara Regency, East ecosystem, riparian, and springs.
Kalimantan
Area HCV terdiri dari ekosistem rawa
air tawar dan ekosistem kerangas.
Kabupaten Kutai Timur, Selain itu, terdapat juga spesies
Kalimantan Timur endemik Kalimantan.
CDM 5.050,19 1 2 3 4 5
East Kutai Regency, The HCV areas consist of freshwater
East Kalimantan swamp ecosystems and kerangas
ecosystems. Also, there are endemic
Kalimantan species.
Total 9.718,82
Keterangan / Remarks:
Tempat terkonsentrasinya nilai-nilai keanekaragaman hayati yang signifikan secara global, regional, atau nasional.
HCV 1
A place where significant biodiversity values are concentrated globally, regionally, or nationally.
Ekosistem dan mosaik pada level lanskap dan lanskap hutan yang utuh.
HCV 2 Ecosystems and mosaics at landscape level and intact forest landscapes.
Tempat yang terletak di dalam atau mencakup ekosistem yang langka atau terancam punah.
HCV 3 A place located in or including rare and endangered ecosystem.
Tempat yang menyediakan layanan ekosistem mendasar yang berada pada situasi kritis (jasa-jasa lingkungan alami).
HCV 4 A place that provides fundamental ecosystem services in critical situations (natural environment services).
Tempat yang fundamental untuk menyediakan kebutuhan dasar masyarakat setempat.
HCV 5 A fundamental place that provides basic needs for the local people.
Tempat yang penting sebagai identitas budaya dan tradisi masyarakat setempat.
HCV 6 An important place that showcases the culture and tradition of the local people.
Spesies Terpantau dan Dilindungi [GRI 304-4, 13.3.5]
Monitored and Protected Species
Spesies yang Dipantau Termasuk dalam Dilindungi oleh Peraturan Menteri
Kelas di Wilayah TPA Red List IUCN Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Class Species Monitored in Included in the IUCN Protected under the Minister of
TPA’s Concessions Red List Environment and Forestry Regulation
Fauna
Mamalia
46 19 14
Mammals
Primata
9 9 7
Primates
Non-Primata
37 10 7
Non-Primates
112 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 115
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Spesies yang Dipantau Termasuk dalam Dilindungi oleh Peraturan Menteri
Kelas di Wilayah TPA Red List IUCN Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Class Species Monitored in Included in the IUCN Protected under the Minister of
TPA’s Concessions Red List Environment and Forestry Regulation
Burung (Aves)
187 39 41
Birds (Aves)
Herpetofauna 64 1 1
Kupu-kupu
183 - 3
Butterflies
Capung
86 1 -
Dragonflies
Biota Aquatik
148 6 -
Aquatic Biota
Total 714 66 59
Flora
Pohon
273 24 -
Trees
Tumbuhan Bawah
119 1 1
Lower Plants
Total 392 25 1
Pemantauan dilaksanakan oleh TPA bekerja sama dengan akademisi dan peneliti dari Ecositrop. / Monitoring is conducted by TPA in collaboration
with academicians and researchers from Ecositrop.
Spesies yang Termasuk dalam Red List IUCN [GRI 304-4, 13.3.5]
Species Included in the IUCN Red List
Total Spesies yang Dipantau di Wilayah TPA
Tingkat Risiko Kepunahan Total Species Monitored in TPA’s Concessions
Extinction Risk Level
Fauna Flora
CR - Critically Endangered 1 -
EN - Endangered 7 4
VU - Vulnerable 20 12
NT - Near Threatened 38 9
LC - Least Concern 459 148
DD – Data Deficient 10 5
NE - Not Evaluated 179 214
Total 714 392
Pemantauan dilaksanakan oleh TPA bekerja sama dengan akademisi dan peneliti dari Ecositrop. / Monitoring is conducted by TPA in collaboration
with academicians and researchers from Ecositrop.
Daftar Fauna dan Flora Penting di Areal TPA
List of Important Fauna and Flora in TPA Area
Fauna
Sifat
Status
Kelompok Spesies Nama Lokal Characteristicts
No.
Group Species Local Name Waktu Aktif Stratifikasi
SST UU/PP IUCN CITES
Active Time Stratification
Acridotheres Kerak kerbau TD VU
1. Aves − NA Diurnal Arboreal
javanicus Water buffalo
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 113
Page 116
Agro-Ecological
Sifat
Status
Kelompok Spesies Nama Lokal Characteristicts
No.
Group Species Local Name Waktu Aktif Stratifikasi
SST UU/PP IUCN CITES
Active Time Stratification
Kangkareng
Anthracoceros hitam D VU II
2. Aves − Diurnal Arboreal
malayanus
Black hornbill
Rangkong
Buceros badak D VU II
3. Aves − Diurnal Arboreal
rhinoceros Rhinoceros
hornbill
Cica-daun
Chloropsis besar
4. Aves − D EN NA Diurnal Arboreal
sonnerati Greater green
leafbird
Bangau
Leptoptilos D VU
5. Aves tongtong − NA Diurnal -
javanicus
Lesser adjutant
Sempidan biru
Lophura ignita TD VU
6. Aves Blue-throated − NA Diurnal Terestrial
nobilis
barbet
Meiglyptes Caladi batu TD EN
7. Aves − NA Diurnal Arboreal
tristis Stone curlew
Betet ekor-
Psittacula panjang
8. Aves − D VU II Diurnal Arboreal
longicauda Long-tailed
parakeet
Rhyticeros Julang dompet D VU II
9. Aves − Diurnal Arboreal
subruficollis Wallet hornbill
Rhyticeros Julang emas D VU II
10. Aves − Diurnal Arboreal
undulatus Golden hornbill
Elang ikan
Icthyophaga kepala abu
11. Aves − D NT II Diurnal Arboreal
icthyaetus Ash-headed
fish eagle
Ophiophagus Ular raja kobra TD VU II Diurnal,
12. Herpetofauna - Terestrial
hannah King cobra Nokturnal
Berang-berang
Mamalia cakar kecil
13. Aonyx cinerea - TD VU I Diurnal -
Mammals Small-clawed
otter
Mamalia Arctictis Binturong D VU I Diurnal,
14. - Arboreal
Mammals binturong Bearcat Nokturnal
Mamalia Helarctos Beruang madu D VU I Diurnal, Terestrial,
15.
Mammals malayanus Sun bear Nokturnal Arboreal
Mamalia Hylobates Owa kelawat D EN I
16. Diurnal Arboreal
Mammals muelleri Müller’s gibbon
Berang-berang
Mamalia Lutrogale bulu-licin
17. - D VU I Diurnal -
Mammals perspicillata Smooth-
coated otter
Monyet
Mamalia Macaca ekor-panjang Terestrial,
18. - TD EN II Diurnal
Mammals fascicularis Long-tailed Arboreal
macaque
Beruk
Mamalia Macaca TD EN II Terestrial,
19. Pig-tailed - Diurnal
Mammals nemestrina Arboreal
macaque
114 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 117
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Sifat
Status
Kelompok Spesies Nama Lokal Characteristicts
No.
Group Species Local Name Waktu Aktif Stratifikasi
SST UU/PP IUCN CITES
Active Time Stratification
Bekantan
Mamalia Nasalis D EN I
20. Proboscis Diurnal Arboreal
Mammals larvatus
monkey
Mamalia Nycticebus Kukang D VU II
21. Nokturnal Arboreal
Mammals menagensis Slow loris
Orangutan
Mamalia Pongo Kalimantan Arboreal,
22. D CR I Diurnal
Mammals pygmaeus Bornean Terestrial
Orangutan
Mamalia Presbytis Lutung Kutai TD EN
23. NA Diurnal Arboreal
Mammals canicrus Kutai Langur
Mamalia Presbytis Lutung merah D VU II
24. Diurnal Arboreal
Mammals rubicunda Red Langur
Rusa/Payau
Mamalia D VU Diurnal,
25. Rusa unicolor Deer/Sambar - NA Tertetrial
Mammals Nokturnal
Deer
Babi
Mamalia TD VU Diurnal,
26. Sus barbatus berjenggot - NA Terestrial
Mammals Nokturnal
Bearded pig
Mamalia Trachypithecus Lutung kelabu D VU II
27. Diurnal Arboreal
Mammals cristatus Grey langur
Rasbora Ikan Wader TD VU
28. Pisces NA Diurnal −
lateristriata Spotted bard
Flora
Spesies Nama Lokal Status
No.
Species Local Name SST UU/PP IUCN Cites
1. Agathis borneensis Damar - TD EN NA
2. Aquilaria beccariana Gaharu - TD VU NA
3. Artocarpus anisophyllus Ara - TD VU NA
4. Artocarpus lowii Keledang - TD VU NA
5. Borassodendron borneensis Bendang/Kelapa hutan D NT NA
6. Ceriops decandra Bido-bido - TD NT NA
7. Diospyros lanceolata Kayu arang - TD VU II
8. Keruing - TD VU NA
Dipterocarpus gracilis
9. Durio kutejensis Elai TD VU NA
10. Ulin - TD VU NA
Eusideroxylon zwageri
11. Ficus benjamina Beringin - TD LC NA
12. Ficus dubia Kayu ara - TD NT NA
13. Rengas - TD NT NA
Gluta renghas
14. Merbau pantai - TD NT NA
Intsia bijuga
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 115
Page 118
Agro-Ecological
Spesies Nama Lokal Status
No.
Species Local Name SST UU/PP IUCN Cites
15. Koompassia excelsa Bangris/Sialang/Kempas - TD NT NA
16. Macaranga anceps Mahang/Makaranga - TD VU NA
17. Pisang abaka - TD NT NA
Musa abaca
18. Angsana - TD EN II
Pterocarpus indicus
19. Quercus gaharuensis Pasang TD VU NA
20. Semecarpus trengganuensis Mangga hutan - TD VU NA
21. Shorea balangeran Balangeran - TD VU NA
22. Meranti laut - TD EN NA
Shorea gratissima
23. Meranti merah/Meranti majau - TD VU NA
Shorea johorensis
24. Bangkirai - TD VU NA
Shorea laevis
25. Meranti putih TD EN NA
Shorea lamellata
26. Shorea leprosula Meranti tembaga - TD NT NA
27. Shorea pauciflora Meranti merah - TD NT NA
Keterangan / Remarks:
Spesies Sebaran Terbatas.
SST
Narrow-Spread Species.
Mengacu pada Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah.
UU/PP
Based on Laws and Government Regulations.
International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources, sebuah organisasi internasional yang
didedikasikan untuk konservasi sumber daya alam.
IUCN
International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources, an international organization dedicated to
the conservation of natural resources.
Convention on International Trade in Endangered Species, sebuah konvensi perdagangan internasional untuk tumbuhan
CITES dan satwa liar.
Convention on International Trade in Endangered Species, an international trade convention on wild flora and fauna.
Dilindungi berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990, PP No. 7 Tahun 1999, dan Peraturan Menteri LHK No. 106 Tahun 2018.
AB Protected by Law No. 5/1990, Government Regulation No. 7/1999, and Ministry of Environment and Forestry Regulation
No. 106/2018.
Dilindungi berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990, PP No. 7 Tahun 1999, dan Peraturan Menteri LHK No. 106 Tahun 2018.
B Protected by Law No. 5/1990, Government Regulation No. 7/1999, and Ministry of Environment and Forestry Regulation
No. 106/2018.
Endemik.
E
Endemic.
Terancam Punah.
EN
Endangered.
Rentan.
VU
Vulnerable.
Risiko Rendah.
LC
Least Concern.
Tidak boleh diperdagangkan secara internasional.
App. I
No international trading allowed.
Akan terancam punah apabila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan.
App. II
Will be endangered should illegal trade continues.
Hewan yang sebagian besar hidupnya dihabiskan di atas pepohonan/belukar.
Arboreal
Arboreal Animals that spend most of their time in trees/bush.
116 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 119
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Burung Rangkong: Spesies Kunci dan Penjaga Regenerasi Hutan
Hornbills: A Key Species and Guardian of Forest Regeneration
Burung Rangkong (Family Bucerotidae) merupakan satwa penting di hutan hujan tropis Kalimantan. Dari 62 jenis
Rangkong yang tersebar di benua Afrika dan Asia, 8 di antaranya terdapat di Kalimantan. Dari sebaran tersebut
5 jenis di antaranya tercatat berada dalam areal HCV TPA, seperti Kangkareng Hitam (Anthracoceros malayanus),
Kangkareng Perut Putih (Anthracoceros albirostris), Rangkong Badak (Buceros rhinoceros), Julang Emas (Rhyticeros
undulatus), dan Julang Jambul Hitam (Rhabdotorrhinus corrugatus). Keberadaan Burung Rangkong memiliki
peran ekologis strategis, yaitu:
1. Frugivora dan agen penyebar biji, di mana rangkong memakan buah dan menyebarkan biji melalui muntahan
atau feses yang dapat mempercepat regenerasi hutan;
2. Memiliki daya jelajah luas hingga 100.000 ha sehingga membuatnya efektif dalam menjaga konektivitas
ekosistem; serta
3. Menjadi salah satu indikator kesehatan hutan karena rangkong hanya dapat bertahan di habitat dengan pohon
besar sebagai tempat bersarang dan ketersediaan buah yang memadai.
Rangkong yang teridentifikasi di wilayah operasional TPA memiliki status konservasi yang beragam berdasarkan
penilaian IUCN, yaitu Vulnerable dan Endangered. Selain itu, sejumlah spesies Rangkong juga tercantum sebagai
satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutatan No. P.106, sehingga memerlukan
perhatian dan tindakan konservasi yang serius. TPA memastikan areal HCV tetap terpelihara sebagai habitat,
jalur pergerakan, dan sumber pakan bagi Rangkong, sekaligus memperkuat posisi TPA sebagai perusahaan yang
menjaga integritas lanskap hutan.
Hornbills (Family Bucerotidae) are important wildlife species in the tropical rainforests of Kalimantan. Of the 62
Hornbill species distributed across Africa and Asia, 8 are found in Kalimantan. Among these, 5 species have been
recorded within TPA’s HCV areas, including the Black Hornbill (Anthracoceros malayanus), Oriental Pied Hornbill
(Anthracoceros albirostris), Rhinoceros Hornbill (Buceros rhinoceros), Wreathed Hornbill (Rhyticeros undulatus),
and Black-casqued Hornbill (Rhabdotorrhinus corrugatus). The presence of hornbills plays a strategic ecological
role:
1. They are frugivores and act as seed dispersal agents, consuming fruits and dispersing seeds through regurgitation
or feces, which accelerates forest regeneration;
2. They have a wide range of movement—up to 100,000 hectares—making them effective in maintaining ecosystem
connectivity; and
3. They serve as indicators of forest health, as hornbills can only survive in habitats with large trees for nesting and
adequate fruit availability.
The hornbills identified in TPA’s operational area have various conservation statuses, based on IUCN assessment,
namely Vulnerable and Endangered. Further, some hornbill species are also listed as protected under the Minister
of Environment and Forestry Regulation No. P.106, thus requiring serious attention and conservation measures.
TPA ensures that HCV areas are preserved as habitat, movement corridors, and food sources for hornbills, further
strengthening TPA’s position as a company committed to safeguarding forest landscape integrity.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 117
Page 120
Agro-Ecological
Status Konservasi
Nama Lokal Nama Ilmiah conservation status
Local Name scientific
P.106 IUCN CITES
Kangkareng Hitam Anthracoceros malayanus D VU App. II
Kangkareng Perut Putih Anthracoceros albirostris D LC App. II
Rangkong Badak Buceros rhinoceros D VU App. II
Julang Emas Rhyticeros undulatus D VU App. II
Julang Jambul Hitam Rhabdotorrhinus corrugatus D EN App. II
Sumber Acuan / Reference Source: Keterangan / Remarks:
• Permen LHK No. 106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 (P.106) Dilindungi
D
• International Union for Conservation of Nature (IUCN) protected
• Convention on International Trade in Endangered Species of
VU Vulnerable (rentan)
Wild Fauna and Flora (CITES)
LC Least Concern (risiko rendah)
EN Endangered (genting)
App. II Appendix II
Hasil pengumpulan data biodiversitas menunjukkan Biodiversity data collection indicates that the HCV
bahwa areal HCV yang menjadi habitat Rangkong areas serving as hornbill habitat exhibit high levels
memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang of biodiversity. The presence of Hornbills as key
tinggi. Kehadiran Rangkong sebagai spesies indicator species of ecosystem sustainability reflects
indikator utama keberlanjutan ekosistem well-preserved forest habitat quality, given their
mencerminkan kualitas habitat hutan yang masih dependence on intact canopy cover, adequate food
terjaga, mengingat ketergantungan spesies ini trees, and stable forest structure. These findings
terhadap tutupan kanopi yang baik, ketersediaan suggest that TPA’s conservation efforts have
pohon pakan, serta stabilitas struktur hutan. Temuan generated positive impacts on the quality of natural
tersebut mengindikasikan bahwa upaya konservasi habitats surrounding its operational areas.
yang dilakukan TPA telah memberikan dampak
positif terhadap kualitas habitat alami di sekitar area
operasional.
Untuk menilai efektivitas upaya konservasi secara To scientifically assess the effectiveness of
ilmiah, TPA melakukan analisis biodiversity baseline conservation efforts, TPA carries out a biodiversity
yang mengacu pada data historis sejak 2010. Analisis baseline analysis by referring to historical data since
ini digunakan untuk mengevaluasi perubahan kondisi 2010. This analysis is used to evaluate changes in the
ekosistem pasca-operasional, terutama pada ecosystem conditions post-operation, particularly
kawasan yang sebelumnya mengalami degradasi. on previously degraded areas. This approach has
Melalui pendekatan ini, TPA dapat membandingkan allowed TPA to quantitatively compare the baseline
kondisi awal dengan kondisi terkini secara kuantitatif, against current conditions, including the species
termasuk indeks keanekaragaman spesies, tutupan diversity index, vegetation coverage, and functional
vegetasi, serta tingkat keberfungsian habitat bagi level of habitat for key fauna species such as
satwa kunci seperti Rangkong. Hornbills.
Hasil analisis menunjukkan adanya tren pemulihan Results from the analysis showed a positive
positif di beberapa area konservasi utama. Survei recovery trend in some key conservation areas.
lapangan dan pemantauan biodiversitas mencatat Field surveys and biodiversity monitoring recorded
peningkatan frekuensi kemunculan Rangkong dari an increasing frequency of Hornbill sightings over
118 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 121
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
tahun ke tahun, yang mengindikasikan membaiknya the years, indicating improving habitat quality and
kualitas habitat dan stabilitas ekosistem hutan. forest ecosystem stability. These findings reflect
Temuan ini mencerminkan efektivitas program the effectiveness of the HCV area protection and
perlindungan dan pengelolaan areal HCV yang management program, while strengthening the
dijalankan, sekaligus memperkuat keyakinan bahwa belief that the data-driven and indicator species
pendekatan konservasi berbasis data dan spesies conservation approach can generate a measurable
indikator mampu menghasilkan dampak ekologis and sustainable ecological impacts.
yang terukur dan berkelanjutan.
Dengan integrasi antara hasil biodiversity With the integration of biodiversity baseline results,
baseline, sistem pemantauan areal HCV, serta HCV areas monitoring system, as well as commitment
komitmen operasional berwawasan lingkungan, to environmentally responsible operations, TPA
TPA menegaskan posisi sebagai perusahaan affirms its position as a company that prioritizes the
yang mengedepankan keseimbangan antara balance between productivity and environmental
produktivitas dan kelestarian alam. sustainability.
Berang berang (Lutrogale perspicillata)
Smooth-coated otter (Lutrogale perspicillata)
Beruang madu (Helarctos malayanus)
Sun bear (Helarctos malayanus)
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 119
Page 122
Agro-Ecological
TGM Hotspot Alert: Sistem Informasi
Terintegrasi dalam Upaya Pencegahan
Kebakaran Lahan [POJK F.9] [GRI 304-2, 13.3.3]
TGM Hotspot Alert: Integrated Information System in
Land Fire Prevention Effort
“TPA mengoptimalkan TGM Hotspot Alert sebagai solusi strategis berbasis data dan citra
satelit untuk memperkuat sistem pencegahan kebakaran lahan. Melalui kecepatan deteksi
dan koordinasi lintas unit, TPA memastikan perlindungan lingkungan dari kebakaran berjalan
selaras dengan prinsip operasional berkelanjutan.”
“TPA optimizes TGM Hotspot Alert as a data driven strategic solution and satellite imageries to strengthen
its land fire prevention system. With rapid detection and cross-units coordination, TPA ensures
environment protection from fire is in line with its sustainable operations principle.”
Kebakaran lahan merupakan tantangan serius bagi Land fires pose a serious challenge to the agribusiness
industri agribisnis, khususnya TPA yang beroperasi industry, particularly for TPA, which operates in
di wilayah tropis dengan musim kemarau panjang. tropical regions with prolonged dry seasons.
Dampaknya meliputi penurunan produktivitas The impacts include declining palm oil productivity,
kelapa sawit, degradasi lingkungan, hilangnya environmental degradation, biodiversity loss,
keanekaragaman hayati, peningkatan emisi GRK, increased GHG emissions, and risks to employee
serta risiko terhadap kesehatan dan keselamatan and community health and safety. To mitigate these
karyawan dan masyarakat. Untuk memitigasi risiko risks, TPA implements a comprehensive prevention
tersebut, TPA menerapkan strategi pencegahan strategy through TGM Hotspot Alert, an integrated
komprehensif melalui TGM Hotspot Alert, yaitu sistem data-based information system designed to monitor
informasi terintegrasi berbasis data yang dirancang potential hotspots in real time and support rapid field
untuk memantau potensi titik api secara real-time response.
dan mendukung respons cepat di lapangan.
Sistem ini memanfaatkan teknologi remote sensing This system utilizes remote sensing technology
melalui data satelit Terra, Aqua, NOAA20, NOAA21, through Terra, Aqua, NOAA20, NOAA21, and SNPP
dan SNPP. Hotspot yang terdeteksi diklasifikasikan satellite data. The detected hotspots are classified
dalam 4 kategori risiko berdasarkan jarak dari into four risk categories based on distance from
wilayah konsesi: prioritas (di dalam), tinggi (0–2 concession areas: priority (within), high (0–2 km),
km), sedang (2–5 km), dan rendah (5–10 km). Data medium (2–5 km), and low (5–10 km). Data
diproses secara real-time dalam platform TGM dan is processed in real time in TGM platform and
otomatis diteruskan kepada Satgas Pengendalian automatically forwarded to Fire Control Task Force at
Kebakaran Lahan (SPKL) di tingkat operasional. the operational level.
Peringatan dini dapat disampaikan dalam 2–4 jam, Early warnings can be delivered 2–4 hours,
jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional significantly faster compared to conventional
yang memerlukan hingga 24 jam, sehingga efektif methods that require up to 24 hours, thus effectively
mencegah perluasan kebakaran dan meminimalkan preventing fire spread and minimizing environmental
dampak lingkungan. Selain itu, TPA menggunakan impact. In addition, TPA also uses drones for field
drone untuk verifikasi lapangan atas titik panas verification of hotspots or risk indications to ensure
atau indikasi risiko, guna memastikan langkah swift and accurate mitigation measures before fires
mitigasi dilakukan secara cepat dan tepat sebelum develops.
kebakaran berkembang.
120 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 123
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Sepanjang tahun 2025, TGM Hotspot System telah Throughout 2025, the TGM Hotspot System detected
mendeteksi sejumlah 1.156 indikasi titik hotspot yang a total of 1,156 hotspot indications within a radius of
berada pada radius 0 - 10 km dan mengirimkan alert 0–10 km and sent automated 387 alert notifications
387 indikasi titik hotspot dengan radius maksimum for indicated hotspots within 1 km to the Firefighting
1 km kepada Satgas Damkar di unit operasional. Task Force (Satgas Damkar) at the operational units.
Melalui sistem ini, TPA berhasil mencegah potensi Through this system, TPA successfully prevented
kebakaran yang berisiko meluas, sehingga tidak ada potential fires that could have spread, thereby
gangguan signifikan terhadap operasional maupun ensuring that there were no significant disruptions to
kerusakan besar terhadap ekosistem. operations or major damage to the ecosystem.
Pemantauan Indikasi Titik Hotspot 2025
Monitoring of Hotspot Indications in 2025
625
Jumlah Hotspot Indikatif /
5-10 Km (Very Low Risk)
Indicative Hotspot Count
Di dalam / Inside : 98
Di luar / Outside : 1.058
2-5 Km (Low Risk)
343
0-2 Km (Medium Risk)
Di dalam Konsesi (High Risk)
Inside the Concession
(High Risk)
105
83
Periode / Period
Kuartal I / Quarter I Kuartal II / Quarter II Kuartal III / Quarter III Kuartal IV / Quarter IV
TPA juga menerapkan sistem FDR yang di dasarkan TPA also implements the FDR system based on rainfall
pada data curah hujan, pola presipitasi, dan data, precipitation patterns, and air humidity to
kelembapan udara untuk memetakan tingkat create a fire risk map for all concession areas.
kerawanan kebakaran di seluruh areal konsesi. Operational units are using this data to schedule
Data ini menjadi dasar bagi unit operasional routine patrols and to adaptively guide fire
dalam menyusun jadwal patroli rutin, sekaligus prevention strategies. This approach is strengthens
memandu strategi pencegahan kebakaran with involvement of surrounding communities,
secara adaptif. Pendekatan ini diperkuat dengan local governments, and authorities, allowing for
keterlibatan masyarakat lokal, pemerintah daerah, an inclusive and sustainable fire prevention
dan lembaga berwenang, sehingga strategi strategies.
pencegahan kebakaran mampu berjalan inklusif
dan berkelanjutan.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 121
Page 124
Agro-Ecological
Early Warning System
Hotspots Workflow
2. 3.
TGM mengakses Data titik panas
sumber data titik diterima TGM, diproses
panas. melalui mobile
TGM accesses hotspot messenger system.
data source. Hotspot data received
by TGM, processed
through mobile
messenger system.
1.
Satelit mendeteksi titik
panas.
Satellites detect
hotspots.
1
2
3
4
4, 5, 6.
TGM mengirimkan
7. “Alert” ke koordinator
Petugas patroli memeriksa pemadam kebakaran
lokasi titik panas. Apabila maupun petugas
ditemukan titik api segera patroli melalui aplikasi
berkoordinasi dengan perpesanan dan email.
pemadam. TGM sends “Alerts” to
Patrol officers check the fire coordinator
the location of hotspots. and patrol officers via
6
If a hotspot is found as messaging application
a firespot, immediately and email.
coordinate with
the fire department.
Penggunaan Drone
pada area yang sulit
dijangkau
Use of drones in 5
hard-to-reach areas
7
8
8.
Tim pemadam
mengendalikan
kebakaran lahan.
Firefighting team
controls land fire.
122 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 125
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Pengendalian Hama Terpadu untuk
Keberlanjutan Perkebunan [POJK F.10] [GRI 304-2, 13.3.3]
Integrated Pest Management for Sustainable Plantation
“Pengendalian Hama Terpadu merupakan langkah strategis TPA dalam mengoptimasi penerapan
teknologi berbasis sains yang berwawasan lingkungan untuk mengendalikan hama secara efektif,
menjaga keseimbangan ekosistem, serta mendukung keberlanjutan produktivitas perkebunan.”
“Integrated Pest Management is TPA’s strategic measures in optimizing environmentally friendly
science-based technology for effective pest control, maintaining ecosystem balance, and supporting
the sustainability of plantation productivity.”
Perkebunan kelapa sawit pada dasarnya merupakan Palm oil plantations are basically monoculture
ekosistem monokultur yang cenderung homogen, ecosystems that tend to be homogeneous, with
sehingga memiliki potensi kerentanan yang tinggi potentially high vulnerability to specific pest and
terhadap gangguan hama dan gulma spesifik. Hama weed disturbances. Some of the commonly found
utama yang kerap menyerang tanaman kelapa sawit pests frequently attacking palm oil include limacodid
meliputi ulat api, tikus, rayap, dan kumbang tanduk, caterpillars, rats, termites, and rhinoceros beetles,
sementara gulma yang mendominasi umumnya while weeds are generally dominated by shrubs,
berasal dari kelompok semak, paku-pakuan, serta ferns, and grasses. Without any proper management,
rerumputan. Apabila tidak ditangani dengan tepat, pest attacks and excessive weed growth will reduce
serangan hama dan pertumbuhan gulma berlebihan plantation yield and pose environmental risks due
dapat menurunkan produktivitas kebun sekaligus to uncontrolled use of chemical pesticides.
menimbulkan risiko lingkungan akibat penggunaan
pestisida kimia yang tidak terkendali.
Menjawab tantangan tersebut, TPA menerapkan TPA is implementing an Integrated Pest Management
Program Pengendalian Hama Terpadu (PHT) sebagai (IPM) program to address those challenges,
strategi berkelanjutan dalam mengendalikan hama as a sustainable strategy to control pests and
dan penyakit secara ekologis melalui pemanfaatan diseases ecologically through the use biological
agen hayati dan pendekatan preventif. Sebagai agents and preventive approaches. As an example
contoh, pemanfaatan agen hayati dilakukan melalui of biological agent utilization, Barn Owl (Tyto alba) is
Burung Serak Jawa (Tyto alba) yang dimanfaatkan used as natural predator of rats, while other natural
sebagai predator alami tikus, sementara musuh enemies are used to suppress the populations of
alami lain digunakan untuk menekan populasi destructive insects. On the other hand, weed control
serangga perusak. Di sisi lain, pengendalian gulma is performed by combining manual techniques,
dilakukan melalui kombinasi teknik manual, kultur cultural practices, as well as utilizing the cover crops
teknis, serta pemanfaatan tanaman penutup tanah to enhance soil fertility while reducing the dominance
yang mampu meningkatkan kesuburan lahan of invasive weeds.
sekaligus mengurangi dominasi gulma invasif.
Seiring perkembangan teknologi, TPA juga Along with technological advancements, TPA
mengintegrasikan sistem TPTS berbasis sensor dan also integrates TPTS system based on sensors
citra satelit untuk mendeteksi potensi serangan and satellite imagery to detect any potential pest
hama sejak dini. Data penginderaan jauh ini attacks early on. This remote sensing data allows
memungkinkan identifikasi areal rawan serangan the identification of areas vulnerable to pest attack
hama dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan to be implemented quicker with better accuracy
terukur. Dengan pendekatan ini, risiko kerugian and measurably. This approach minimizes the risk
akibat lonjakan populasi hama dapat diminimalkan of losses due to pest population surge and lower the
sekaligus menurunkan ketergantungan terhadap dependence on chemical pesticides, and ultimately
pestisida kimia, yang pada akhirnya berdampak benefiting environmental quality and ecosystem
positif terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan health.
ekosistem.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 123
Page 126
Agro-Ecological
Selain aspek teknis, TPA secara konsisten In addition to the technical aspect, TPA consistently
memberikan pelatihan dan sosialisasi kepada provides training and disseminations to employees
karyawan mengenai penerapan PHT, identifikasi on IPM implementation, pest identification
hama di lapangan, serta praktik penggunaan in the field, and practice of safe, standardized use of
pestisida yang aman dan sesuai standar. Hal ini pesticides. These are crucial for building HR capacity
penting untuk membangun kapasitas SDM sekaligus and ensuring the implementation of cautious and
memastikan penerapan prinsip kehati-hatian dan sustainability principles in plantation management.
keberlanjutan dalam pengelolaan kebun.
Informasi mengenai program PHT yang telah Further information on the IPM program implemented
direalisasikan TPA lebih lengkap diuraikan sebagai by TPA is outlines as follows:
berikut:
Deteksi Dini Potensi Gangguan Hama Tanaman Early Detection of Potential Pest Disturbances
Tahapan utama dan pertama yang dilakukan dalam The primary and initial stage in oil palm pest control
upaya pengendalian hama tanaman kelapa sawit efforts begins with early detection. The earlier potential
dimulai dari deteksi dini, semakin awal potensi serangan pest attacks are identified, the better the risks can be
hama bisa diketahui maka risiko yang lebih besar managed, as pest infestations can lead to decreased
1. bisa dikendalikan karena serangan hama tanaman palm oil productivity and even plant death. This early
berdampak pada penurunan produktivitas kelapa sawit detection system is performed through pest census and
bahkan hingga kematian tanaman. Sistem deteksi dini using TPTS, as well as confirmation by direct field checking.
ini dilakukan melalui sensus hama dan menggunakan
TPTS, serta dikonfirmasi dengan pengecekan langsung di
lapangan.
Pengambilan Keputusan berdasarkan Ambang Batas Decision-Making Based on Pest Attack Thresholds
Serangan Hama
Setelah teridentifikasi munculnya gangguan hama, Once pest disturbances are identified, control actions are
maka kami memutuskan langkah pengendalian determined based on the threshold level of the infestation.
2. berdasarkan ambang batas tingkat serangan. Umumnya These are generally classified as light, moderate, or severe
dikelompokkan serangan ringan, sedang, dan berat attacks according to the technical categories established
berdasar kategori teknis yang telah ditetapkan di SOP. in the SOP. Pest control is conducted if the pest attack is
Pengendalian hama dilakukan apabila serangan hama classified as moderate attack.
ditetapkan sebagai serangan sedang.
Pengendalian secara Biologi Biological Control
Pengendalian hama melalui pendekatan biologi dengan Pest control is carried out using a biological approach by
memanfaatkan siklus hidup, habitat, dan musuh alami utilizing the life cycles, habitats, and natural predators of
hama untuk menekan populasinya. pests to suppress their populations.
• Pengendalian Ulat Pemakan Daun Kelapa Sawit • Control of Oil Palm Leaf-Eating Caterpillars
Jenis ulat yang mengganggu kelapa sawit yaitu ulat api The caterpillars that commonly infest oil palms are
dan ulat kantong terutama Setothosea sp., Mahasena limacodid caterpillars and bagworms, particularly
sp., dan Darna sp. Ulat tersebut merupakan makanan Setothosea sp., Mahasena sp., and Darna sp. These
utama dari predator Sycanus sp. Serangga predator caterpillars are the primary food source for the predator
tersebut sangat menyukai habitat pada populasi Sycanus sp. This predator thrives in habitats with Turnera
tanaman Turnera sp. sehingga dengan perbanyakan sp. plants. by cultivating Turnera sp., the population
tanaman inang Turnera sp. akan meningkatkan of Sycanus sp. increases, which helps reduce limacodid
populasi Sycanus sp. dan berdampak pada tekanan caterpillar and bagworm populations. Additionally,
atas populasi ulat api dan ulat kantong. Selain itu, Antigonon leptopus is bred and planted as a habitat for
3. juga dilakukan pembiakan dan penanaman Antigonon Eocanthecona sp., which functions similarly to control
leptopus sebagai habitat Eocanthecona sp. dengan the same caterpillar pests.
mekanisme yang sama seperti pada penanaman
Turnera sp. untuk menekan populasi ulat api dan ulat
kantong.
• Pengendalian Gulma • Weed Control
Sedangkan untuk mengatasi gulma, TPA To manage weeds, TPA uses ferns (Nephrolepis sp.)
memanfaatkan tanaman paku (Nephrolepis sp.) untuk to suppress weed growth in plantation areas.
menghambat pertumbuhan gulma di perkebunan.
• Pencegahan Gangguan Jamur Ganoderma pada • Ganoderma Fungal Prevention in Nurseries
Pembibitan
TPA memanfaatkan agen biologi Metharizium sp. TPA utilizes the biological agent Metarhizium sp.
untuk pengendalian Ganoderma. Mekanismenya to control Ganoderma. This agent works by producing
menghasilkan senyawa metabolit sekunder sebagai secondary metabolite compounds that act
biopestisida. as biopesticides.
124 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 127
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
• Pengendalian Ganoderma dengan Mikoriza • Ganoderma control with Mycorrhiza
Jamur kelompok Ganoderma merupakan salah satu Ganoderma fungi are one of the soil-borne pathogens
penyakit pada tanaman kelapa sawit yang berisiko that pose a high risk to palm oil crops. Conventional
tinggi dan berbasis soil borne. Penanganan secara handling of palm oil infected by Ganoderma involves
konvensional pada tanaman sawit yang telah terserang localized isolation and removal of the affected plants,
Ganoderma, yaitu dengan isolasi lokal dan dimatikan which can lead to significant losses in the case of
sehingga apabila terjadi serangan masif berpotensi widespread outbreaks. With science advancements,
kerugian yang besar. Seiring berkembangnya ilmu biological agent of microzia (Arbuscular Mycorrhizal
pengetahuan telah ditemukannya agen hayati berupa Fungi) have been identified as resistant to Ganoderma.
mikrozia (Arbuscular Mycorrhizal Fungi) yang bersifat TPA prioritizes the use of biological agents for
resisten terhadap Ganoderma. TPA mengutamakan Ganoderma control over chemical fungicides.
pengendalian Ganoderma dengan agen hayati
dibanding dengan fungisida kimia.
Pengendalian Mekanis Kombinasi Mechanical Combination Control
Pengendalian Kumbang Tanduk juga dilakukan secara Rhinoceros Beetle control is also carried out through
mekanis kombinasi dengan senyawa feromon sintetis a mechanical combination approach using synthetic
dan Light Trap. Feromon merupakan attractant bagi pheromone compounds and Light Trap. Pheromones
4. Kumbang Tanduk sehingga setelah mendekat kemudian act as attractants for Rhinoceros Beetles, drawing them
disiapkan perangkap dan dibasmi. Hal yang sama juga closer to be trapped and eliminated. Similarly, Light Trap
pada Light Trap, salah satu sifat Kumbang Tanduk adalah is used by taking advantage of the Rhinoceros Beetle’s
cenderung mendekat pada sumber cahaya. natural tendency to be attracted to light sources.
Pengendalian Secara Kimiawi Terbatas Limited Chemical Control
Gangguan gulma sering kali prosesnya lebih cepat dan Weed disturbances often progress more rapidly and
invasif daripada upaya pengendalian secara biologi. invasively than biological control efforts. Therefore,
Oleh karena itu, pada kondisi tertentu digunakan material under certain conditions, chemical-based materials are
berbasis bahan kimia untuk mengendalikan gulma, used to control weeds, particularly shrubs and grasses.
5. terutama kelompok semak dan rumput. Walaupun However, TPA is highly selective in choosing the category
demikian, TPA sangat selektif dalam memilih kategori dan and properties of chemical materials, ensuring they meet
sifat material kimia tersebut dengan ketentuan termasuk Green Label standard (Non-Hazardous Under Normal
Label Hijau (Tidak Berbahaya Pada Pemakaian Normal) Use) and use with correct dosage.
serta dengan dosis yang tepat.
Program PHT yang dilakukan secara konsisten IPM has been consistently implemented throughout
sepanjang tahun 2025 telah berhasil meningkatkan 2025, successfully improving plant health and
efektivitas kesehatan tanaman dan juga menjaga maintaining productivity, ensuring a more
produktivitas, sehingga memastikan operasional sustainable and environmentally-friendly operations
yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan di in all of TPA’s plantation areas.
seluruh area perkebunan TPA.
Pengelolaan Pestisida secara Terukur Measured Pesticide Management
melalui Optimasi Herbisida [GRI 13.6.1] through Herbicide Optimization [GRI 13.6.1]
Program Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang TPA’s Integrated Pest Management (IPM) program
diterapkan TPA menjadi strategi utama dalam serves as a key strategy to support the sustainability
mendukung keberlanjutan perkebunan kelapa sawit of palm oil plantations through measured and
melalui pengelolaan pestisida yang terukur dan responsible pesticide management. This approach
bertanggung jawab. Pendekatan ini menekankan emphasizes the optimization of herbicide use as
optimasi penggunaan herbisida sebagai bagian part of pesticide, coupled with efforts to reduce
dari pestisida, disertai upaya pengurangan overall reliance on synthetic chemical pesticides.
ketergantungan terhadap pestisida kimia sintetis The implementation of this approach is supported
secara keseluruhan. Pelaksanaannya didukung oleh by selective herbicide usage evaluations, as well as
evaluasi penggunaan herbisida yang selektif serta internal research on the development of fertilizers
riset internal untuk pengembangan pupuk dan agen and biological agents to reduce the use of chemicals.
hayati guna menekan penggunaan bahan kimia.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 125
Page 128
Agro-Ecological
Penggunaan herbisida selama 3 tahun terakhir Herbicide usage in the past 3 years are shown below:
diuraikan sebagai berikut:
Penggunaan Herbisida Tahun 1,17
1,08
2023 – 2025
1,03
Herbicide Usage in 2023 – 2025
(l/ha)
2023 2024 2025
Penggunaan herbisida dipantau dan dikelola secara Herbicide usage is closely monitored and managed.
terukur. Data menunjukkan tingkat pemakaian Data indicates herbicide usage in 2025 increased
herbisida tahun 2025 mengalami peningkatan to 1.17 liter/hectare, compared to 1.03 liter/hectare
menjadi 1,17 l/ha, dibandingkan tahun sebelumnya in previous year. It reflect the implementation of
sebesar 1,03 l/ha. Fluktuasi ini mencerminkan adaptive strategies, by considering field conditions,
penerapan strategi adaptif yang menyesuaikan such as severity of weed infestation, climate, and
dengan kondisi lapangan, seperti tingkat serangan planting pattern, while prioritizing efficiency.
gulma, iklim, dan pola tanam, dengan tetap
mengutamakan efisiensi.
Sementara itu, pestisida kimia sintetis hanya Meanwhile, synthetic chemical pesticides are used
digunakan sebagai opsi terakhir (last resort) ketika only as a last resort when biological methods are
metode biologis tidak mencukupi. TPA sangat selektif insufficient. TPA applies a highly selective approach
dalam memilih pestisida kimia sintetis, dengan in choosing synthetic chemical pesticides, with
dominasi senyawa aktif Paraquat dichloride dan predominant active ingredients being paraquat
Isopropil amina glyphosate. Komposisi penggunaan dichloride and isopropylamine glyphosate.
pestisida kimia sintetis tersebut diuraikan sebagai The composition of synthetic chemical pesticide
berikut: usage is outlined as follows:
Bahan Aktif Kelas B3 Kategori Persentase Penggunaan
Active Ingredient B3 Classification Category Usage Percentage
Berbahaya Tingkat Menengah
Paraquat dichloride II 0,04
Moderate Hazard
Kecil Kemungkinan Menimbulkan
Isopropilamina glifosat NA Bahaya Akut 99,96
Low Likelihood of Causing Acute Harm
WHO Standards, 2022.
Pada tahun 2025, 99,96% pestisida kimia sintetis yang In 2025, 99.96% of the synthetic chemical pesticides
digunakan termasuk kategori “Kecil Kemungkinan used fell under the category of “Low Likelihood of
Menimbulkan Bahaya Akut” (Low Likelihood of Causing Acute Harm,” and only 0.04% were classified
Causing Acute Harm), dan hanya 0,04% yang as Category II. All synthetic chemical pesticides used
masuk kategori II. Seluruh pestisida kimia sintetis by TPA are registered and duly licensed by the Ministry
yang digunakan TPA telah terdaftar dan memiliki of Agriculture. This achievement highlights TPA’s
izin edar dari Kementerian Pertanian. Capaian ini commitment to carry out operations in accordance
menegaskan komitmen TPA untuk menjalankan with regulatory requirements and minimizing the
kegiatan operasional yang sejalan dengan environmental impacts.
ketentuan peraturan serta meminimalkan dampak
lingkungan.
126 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 129
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Sosialisasi Penggunaan Herbisida Herbicide Use Awareness
Selain pengendalian teknis, TPA menaruh perhatian Beyond technical controls, TPA places strong
besar pada peningkatan kompetensi tenaga kerja emphasis on enhancing workforce competence
melalui pelatihan dan sosialisasi berkala. Materi through regular training and awareness programs.
pelatihan mencakup teknik aplikasi yang tepat, Training materials cover proper application
penggunaan APD, manajemen penyimpanan, serta techniques, the use of personal protective equipment
pemahaman piktogram pada kemasan herbisida (PPE), storage management, and interpretation
untuk mengenali potensi bahaya tertentu, seperti of pictograms on herbicide packaging to identify
toksisitas, risiko korosif, atau dampak terhadap potential hazards, such as toxicity, corrosive risks, or
lingkungan. Dengan demikian, pekerja mampu environmental impacts. Through these measures,
mengelola herbisida secara aman dan bertanggung workers are equipped to manage herbicides safely
jawab. and responsibly.
Konservasi Tanah Berkelanjutan melalui
Praktik Pengelolaan Proaktif [GRI 13.5.1]
Sustainable Soil Conservation through
Proactive Management Practices
“Konservasi tanah merupakan investasi jangka panjang TPA untuk menjaga kesuburan dan
kesehatan tanah serta menekan erosi pada perkebunan kelapa sawit.”
“Soil conservation is TPA’s future long-term investment to maintain soil fertility and health, as well as
reducing erosion in palm oil plantations.”
Pengendalian Erosi Tanah Soil Erosion Control
TPA memandang pengendalian erosi tanah sebagai TPA considers soil erosion control an important part
bagian penting dari upaya menjaga kesuburan dan of the efforts to maintain soil fertility and health
kesehatan tanah dalam operasional perkebunan in palm oil plantation operations. Erosion control
kelapa sawit. Pengendalian erosi bertujuan untuk aimed to minimize the loss of topsoil layer, which
menekan kehilangan lapisan tanah atas (topsoil) plays an important role in maintaining plantation
yang berperan penting dalam menjaga produktivitas productivity and ecosystem stability. Therefore, TPA
kebun serta stabilitas ekosistem. Oleh karena itu, is implementing measured and responsible soil
TPA menerapkan praktik pengelolaan tanah yang management practices to ensure the sustainability
terukur dan bertanggung jawab untuk memastikan of long-term productivity.
keberlanjutan produktivitas jangka panjang.
Dalam implementasinya, TPA menerapkan berbagai In practice, TPA implements various erosion control
upaya pengendalian erosi yang disesuaikan dengan efforts, adjusted to the topography and land
kondisi topografi dan karakteristik lahan. Langkah- characteristics. These measures include planting
langkah tersebut meliputi penanaman legume the legume cover crops (LCC) to protect the soil
cover crops (LCC) untuk melindungi permukaan surface, implementing terraced system in hilly areas,
tanah, penerapan sistem terasering pada area as well as managing and maintaining drainage
berbukit, serta pengelolaan dan perawatan network to control the surface water flow. Further, TPA
jaringan drainase guna mengendalikan aliran air designates HCV areas on land with specific slopes
permukaan. Selain itu, TPA menetapkan areal HCV and along the riverbanks as part of erosion control
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 127
Page 130
Agro-Ecological
pada lahan dengan tingkat kemiringan tertentu dan and soil protection strategy. This management is
di sepanjang sempadan sungai sebagai bagian dari further strengthened by planting the legume cover
strategi pengendalian erosi dan perlindungan tanah. crops, such as Mucuna sp. and Pueraria sp., which
Pengelolaan ini juga diperkuat dengan penanaman function to strengthen soil structure, reduce erosion
cover crops dari jenis legum, seperti Mucuna sp. risk, while enriching soil nutrients.
dan Pueraria sp., yang berfungsi memperkuat
struktur tanah, mengurangi risiko erosi, sekaligus
memperkaya unsur hara.
Di luar wilayah konsesi, TPA berkolaborasi dengan Outside the concession areas, TPA collaborates with
masyarakat sekitar melalui perbaikan drainase surrounding communities through village drainage
desa dan edukasi konservasi untuk mencegah improvements and conservation education to
erosi, abrasi, dan banjir. Pendekatan ini mendukung prevent erosion, abrasion, and flooding. This
stabilitas tanah, mencegah degradasi lahan, approach supports soil stability, prevent land
dan menjaga produktivitas perkebunan secara degradation, and maintain sustainable plantation
berkelanjutan. productivity.
Kesehatan dan Kesuburan Tanah Soil Health and Fertility
Selain pencegahan erosi, TPA menjaga kesehatan Other than erosion prevention, TPA maintains
tanah sebagai faktor kunci keberhasilan budidaya soil health as a key factor in sustainable palm
kelapa sawit berkelanjutan. Tanah yang sehat oil cultivation. Healthy soil functions as a growth
berfungsi sebagai media tumbuh yang menyimpan medium that stores nutrients, regulates the water
unsur hara, mengatur siklus air, dan menjaga cycle, and maintains plantation ecosystem balance.
keseimbangan ekosistem perkebunan.
Mengingat mayoritas kebun berada di wilayah tropis Given the majority of plantations are located in
lembap, perlindungan kualitas tanah menjadi prioritas. humid tropical regions, soil quality protection is
Pengelolaan yang baik meningkatkan daya serap a priority. Proper management enhances water
dan retensi air, mengurangi limpasan, serta menjaga absorption and retention, reduces runoff, and
kelembapan untuk mendukung pertumbuhan akar maintains moisture to support root growth and
dan produktivitas. Upaya ini mendorong hasil panen productivity. These efforts resulted in optimal yields
optimal sekaligus meminimalkan risiko degradasi while minimizing environmental degradation risks.
lingkungan.
Kami telah mengimplementasikan berbagai upaya We have implemented various initiatives to maintain
lainnya untuk menjaga kesehatan tanah perkebunan soil health in TPA plantations, as outlined below:
TPA sebagaimana diuraikan berikut:
1. Menggunakan pupuk kompos yang berasal 1. Utilizing compost fertilizer derived from plantation
dari perkebunan, seperti TKKS, untuk membantu waste, such as EFB, to help improve soil structure
memperbaiki struktur tanah dan menambah and increase organic matter;
bahan organik;
2. Menanam tanaman penutup legum di areal yang 2. Planting leguminous cover crops in newly opened
baru dibuka sebelum ditanami kelapa sawit; areas before palm oil planting;
3. Pengendalian gulma secara biologis dan 3. Controlling weeds biologically and selectively
selektif untuk menjaga keseimbangan populasi to maintain the balance of soil organism
organisme tanah; populations;
4. Aplikasi lahan dengan memanfaatkan limbah 4. Applying land treatment by utilizing liquid waste
cair atau POME sebagai bahan penyubur atau or POME as a soil conditioner or fertilizer;
pupuk;
128 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 131
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
5. Pemanfaatan limbah TKKS sebagai mulsa alami 5. Using Empty Fruit Bunches (EFB) as natural mulch
di sekitar pohon kelapa sawit untuk menjaga around palm trees to retain soil moisture and
kelembaban tanah dan menambah bahan increase organic matter; and
organik; serta
6. Optimasi fungsi embung dan rorak untuk 6. Optimizing the function of water reservoirs and
mendukung ketersediaan air. roraks to support water availability.
Selain itu, TPA menerapkan pemupukan berimbang In addition, TPA implements balanced fertilization
berdasarkan analisis laboratorium tanah dan daun based on soil laboratory and leaf analysis to
untuk memastikan kebutuhan hara terpenuhi secara ensure precise nutrient fulfillment. This data-based
tepat. Pendekatan berbasis data ini meningkatkan approach improves productivity while preventing
produktivitas sekaligus mencegah pemborosan resource inefficiency.
sumber daya.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 129
Page 132
Agro-Ecological
Optimasi Sumber Daya Alam
melalui Pengelolaan Air dan dan Limbah Cair
(POME) [GRI 3-3:303, 13.7.1]
Optimizing Natural Resources through Water and Liquid Waste (POME)
Management
“TPA mengintegrasikan pengelolaan air yang efisien secara bertanggung jawab untuk
membentuk siklus sumber daya yang berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan ekosistem
di sekitar area operasional.”
“TPA is integrating efficient water management responsibly to establish a sustainable resource cycle in
maintaining the ecosystem balance surrounding its operational areas. ”
TPA menyadari air sebagai sumber daya vital bagi TPA realizes water as a vital resource for the
keberlanjutan operasional perkebunan kelapa sustainability of palm oil plantation operations.
sawit. Karena itu, pengelolaan air yang efisien Therefore, efficient and environmentally friendly
dan ramah lingkungan menjadi prioritas untuk water management is prioritized to maintain
menjaga ketersediaan, mendukung produktivitas, availability, support productivity, and minimize
dan meminimalkan dampak lingkungan. TPA environmental impacts. TPA applies landscape-
menerapkan konservasi berbasis lanskap melalui based conservation through drainage management,
pengelolaan drainase, penampungan air hujan, dan rainwater harvesting, and control canals to maintain
kanal pengendali guna menjaga keseimbangan hydrological balance and prevent erosion and land
hidrologi serta mencegah erosi dan degradasi lahan. degradation.
Limbah cair (POME) juga dikelola secara terkontrol Liquid waste (POME) is managed in a controlled
sesuai ketentuan untuk mencegah pencemaran. manner, following the provisions to prevent pollution.
Pendekatan terintegrasi ini memastikan This integrated approach ensures efficient water
pemanfaatan air dan pengolahan POME berjalan utilization and POME treatment, supporting the
efisien, mendukung ekonomi sirkular, serta menjaga circular economy principles, and maintaining
keberlanjutan operasional jangka panjang. long-term operational sustainability.
TPA mencatat volume penggunaan air melalui flow TPA records water usage volume through flow meters
meter untuk mengukur efisiensi dan mendeteksi to measure efficiency and detect potential waste.
potensi pemborosan. Data tersebut juga menjadi This data also used as the basis of fulfilling taxation
dasar pemenuhan kewajiban perpajakan dan and licensing obligations. Surface water extraction
perizinan. Pengambilan air permukaan dilakukan is conducted efficiently and in line with regulations
secara efisien dan sesuai regulasi dengan by considering sustainability principles. With this
memperhatikan prinsip keberlanjutan. Melalui management, TPA is maintaining water availability
pengelolaan ini, TPA menjaga ketersediaan air for its operations, ecosystem balance, and the needs
bagi operasional, keseimbangan ekosistem, serta of the surrounding communities.
kepentingan masyarakat sekitar.
130 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 133
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Pemakaian Air dan Pengelolaannya Water Usage and Management [POJK F.8]
[POJK F.8] [GRI 303-1, 13.7.2] [GRI 303-1, 13.7.2]
Air merupakan sumber daya vital yang tidak Water is an irreplaceable vital resource for
tergantikan bagi keberlangsungan operasional the continued operations of palm oil plantation
perkebunan kelapa sawit maupun kehidupan as well as for the lives of surrounding communities.
masyarakat sekitar. Menyadari keterbatasan Realizing the limited resource, TPA always prioritizes
sumber daya ini, TPA senantiasa mengedepankan responsible water management by adopting
pengelolaan air secara bertanggung jawab dengan the principle of balancing production needs with
prinsip keseimbangan antara kebutuhan produksi dan environmental carrying capacity. This commitment
daya dukung lingkungan. Komitmen ini diwujudkan is realized through a landscape-based conservation
melalui strategi konservasi berbasis lanskap yang strategy regulating the drainage system to control
mengatur sistem drainase untuk mengendalikan excess water during in the rainy season while
kelebihan air pada musim hujan sekaligus menjaga maintaining groundwater availability in the dry
ketersediaan air tanah di musim kemarau. season.
Dalam operasionalnya, TPA menggunakan air untuk In its operations, TPA uses water in the processing
proses pengolahan TBS menjadi produk utama, of FFB into primary products, such as CPO and PK.
seperti CPO dan PK. Dengan 6 unit mill pabrik With 6 mills capable of processing 335 tons of FFB
berkapasitas total 335 ton TBS per jam, kebutuhan per hour, water consumption reaches around
air mencapai sekitar 1,11 m³ per ton TBS yang diolah. 1.11 m³ per ton FFB processed. In addition, water is
Selain itu, air juga digunakan untuk mendukung also used to support supporting facilities, such
sarana penunjang, seperti perumahan pekerja, as worker housing, public infrastructure, and
fasilitas umum, serta sanitasi domestik. Air diperoleh domestic sanitation. Water sourced from rivers in
dari aliran sungai dalam wilayah konsesi, kemudian the concession area is channeled into storage
dialirkan ke waduk penampungan sebelum diolah reservoirs before treated at water processing
di fasilitas pengolahan untuk memenuhi standar facilities to meet environmental quality standards.
baku mutu lingkungan. Untuk menjamin kualitas, To ensure quality, TPA routinely conducts laboratory
TPA secara rutin melakukan uji laboratorium dan testing and water quality monitoring.
monitoring kualitas air.
Instalasi Water Treatment Plant
Water Treatment Plant
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 131
Page 134
Agro-Ecological
Sebelum membuka perkebunan baru, TPA melakukan Before opening new plantations, TPA conducts
studi kelayakan untuk memastikan ketersediaan feasibility studies to ensure availability of water
sumber daya air, termasuk analisis curah hujan di resource, including rainfall analysis in the operational
wilayah operasional Kalimantan Timur yang beriklim areas in East Kalimantan with tropical climate.
tropis. TPA memaksimalkan kapasitas waduk pada TPA is maximizing reservoir capacity during the rainy
musim hujan sebagai cadangan saat kemarau, season as reserves for dry periods, with at least
dengan minimal satu waduk di setiap unit mill. Selain one reservoir in each mill unit. In addition, water
itu, embung dan mata air alami di areal konsesi turut reservoirs and natural springs within the concession
dikelola untuk menjaga keberlanjutan sumber daya areas are also managed to maintain water resource
air serta melindungi akses air bersih masyarakat sustainability and protect community access to
sekitar. clean water.
Penggunaan air dicatat melalui flow meter untuk Water usage is recorded using flow meters to
mengukur efisiensi dan mendeteksi pemborosan, measure efficiency and detect wastage, while
sekaligus mendukung kepatuhan perpajakan dan also supporting compliance with tax and licensing
perizinan. Pengambilan air permukaan dilakukan obligations. Surface water extraction is carried out
sesuai regulasi dan prinsip keberlanjutan, guna in line with regulations and sustainability principles
memastikan pasokan air operasional tetap terjaga, to maintain the availability of water supply for
ekosistem terlindungi, dan kepentingan masyarakat operations, protected ecosystems, and the interests
sekitar tetap terpenuhi. of surrounding communities remain fulfilled.
Konsumsi Air Tahun 2023 – 2025
Water Consumption in 2023 – 2025
Pengambilan Air Air Permukaan Konsumsi Air
Water Withdrawal Surface Water Water Consumption
[GRI 303-3, 13.7.4] [POJK F.8] [GRI 303-5, 13.7.6]
1.814 1.814 1.814
1.782 1.782 1.782
1.664 1.664 1.664
megaliter megaliter megaliter
megaliters megaliters megaliters
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
Proses dan Kebutuhan Pembuangan Air Pome yang diaplikasikan
Domestik Water Discharge pada Lahan
Processes and Domestic Usage [GRI 303-4, 13.7.5] POME Used in Land Aplication
1.814
1.782
1.619
1.664
1.426
megaliter megaliter megaliter
1.364
megaliters megaliters megaliters
N/A N/A N/A
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
132 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 135
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Sepanjang tahun 2025, TPA mengambil 1.664 Throughout 2025, TPA withdrew 1,664 megaliters
megaliter dari sumber air permukaan di masing- from surface water sources at each operational unit.
masing unit operasional. Air tersebut dioptimalkan Water extraction was optimized during peak flow in
pengambilannya pada debit puncak di musim the rainy season to avoid impacting the fulfillment of
penghujan sehingga tidak berdampak pada local community domestic needs. [GRI 303-3] [13.7.4]
pemenuhan kebutuhan domestik masyarakat lokal.
[GRI 303-3] [13.7.4]
TPA menerapkan sistem pengelolaan air terpadu TPA implements an integrated water management
dengan pendekatan closed-loop system guna system with a closed-loop approach to meet
memenuhi kebutuhan operasional dan domestik operational and employee domestic needs
karyawan, tanpa membuang air limbah ke badan air without discharging wastewater into natural
alami. Air yang digunakan dalam proses pengolahan water bodies. Water used in the FFB processing
TBS menghasilkan limbah cair yang dikenal sebagai produces liquid waste known as POME. This waste
POME. Limbah ini dikelola secara bertanggung is managed responsibly to prevent environmental
jawab sehingga tidak menimbulkan pencemaran pollution. [GRI 303-4, 13.7.5]
lingkungan. [GRI 303-4, 13.7.5]
POME memiliki kandungan organik tinggi dengan POME contains high organic content with significant
karakteristik Biological Oxygen Demand (BOD) Biological Oxygen Demand (BOD) characteristics,
yang signifikan, sehingga berpotensi mencemari posing a potential environmental pollution risk if
lingkungan bila tidak ditangani dengan baik. not properly managed. Therefore, TPA treats POME
Oleh karena itu, TPA mengelola POME melalui IPAL through the wastewater treatment plant (WWTP)
menggunakan sistem kolam anaerobik yang mampu using an anaerobic pond system capable of reducing
menurunkan kadar senyawa berbahaya. Selain itu, harmful compound levels. Additionally, POME is
POME juga dimanfaatkan melalui mekanisme Land utilized through a Land Application mechanism,
Application, yaitu pendistribusian POME ke lahan which involves distributing POME to plantation land
perkebunan menggunakan sistem perpipaan yang via a designated pipeline system. This method can
telah ditentukan. Metode ini dapat membantu assists in liquid waste management that contributes
pengelolaan limbah cair yang memberikan to improving soil fertility through nutrient addition.
kontribusi dalam meningkatkan kesuburan tanah
melalui penambahan unsur hara.
Sebelum melaksanakan Land Application, TPA Prior to implement Land Application, TPA conducts
melakukan kajian teknis dan memperoleh izin otoritas technical assessments and obtains regional
daerah untuk memastikan tidak terjadi dampak authority permits to ensure there is no adverse
negatif terhadap lingkungan. Pemantauan dilakukan environmental impacts. Monitoring is conducted
melalui sumur pantau di blok Land Application, through monitoring wells at the Land Application
non-Land Application, dan area sekitar permukiman, blocks, non-Land Application blocks, and areas
dengan pengujian laboratorium setiap 6 bulan. surrounding the residential complex, with laboratory
Hasil uji tahun 2025 menunjukkan kualitas air testing conducted every six months. The 2025 test
memenuhi baku mutu lingkungan. TPA juga results showed that water quality met environmental
memantau kualitas limbah cair setiap bulan sesuai standards. TPA also monitor the quality of liquid
ketentuan regulator. Hasil pengujian menunjukkan waste every month, following regulatory provisions.
parameter memenuhi standar, dengan pH 6–9 dan Test results also showed parameter within standards,
BOD di bawah 5.000 mg/liter. [GRI 303-2, 303-4, 13.7.3, with pH levels of 6–9 and BOD below 5,000 mg/liter.
13.7.5] [GRI 303-2, 303-4, 13.7.3, 13.7.5]
Selain dimanfaatkan untuk pupuk organik, POME Other than used as organic fertilizer, POME is processed
juga diolah lebih lanjut sebagai sumber energi further as a renewable energy source through the
terbarukan melalui BPP. Teknologi ini memanfaatkan Biogas Power Plant (BPP). This technology utilizes
gas metana hasil dekomposisi POME sebagai bahan methane gas produced from POME decomposition
bakar pembangkit listrik, sehingga mampu menekan as fuel for electricity generation, thereby reducing
emisi GRK. Energi yang dihasilkan digunakan untuk GHG emissions. The energy generated is used to
menyuplai kebutuhan operasional mill, serta supply the operational needs of mill, as well as
mendukung kebutuhan listrik perumahan karyawan supporting electricity needs for employee housing
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 133
Page 136
Agro-Ecological
di sekitar unit operasional. Dengan demikian, around operational units. Thus, the BPP plays an
BPP berperan penting dalam meningkatkan efisiensi important role in enhancing energy efficiency while
energi sekaligus menghadirkan solusi pasokan providing an environmentally friendly energy supply
energi yang ramah lingkungan. solution.
Mix Lagoon Digester pada Instalasi Biogas Power Plant
Mix Lagoon Digester on the Biogas Power Plant Installation
Komitmen TPA dalam pengelolaan limbah cair TPA’s commitment to liquid waste management is
ditunjukkan melalui pengawasan rutin yang demonstrated through routine monthly supervision
dilakukan setiap bulan sesuai dengan ketentuan in accordance with regulatory provisions. Monitoring
regulator. Hasil pemantauan menunjukkan tidak results show no pollution incidents throughout 2025,
ada insiden pencemaran sepanjang 2025, sehingga maintaining environmental performance at a very
kinerja lingkungan dapat dipertahankan pada level good level. With a strict liquid waste management
yang sangat baik. Dengan sistem pengelolaan system, TPA is able to balance operational
limbah cair yang ketat, TPA mampu menjaga sustainability with environmental conservation
keseimbangan antara keberlanjutan operasional responsibilities, while providing positive benefits for
dan tanggung jawab pelestarian lingkungan, the sustainability of the oil palm agribusiness sector
sekaligus memberikan manfaat positif bagi and the welfare of surrounding communities.
keberlanjutan sektor agribisnis kelapa sawit dan
kesejahteraan masyarakat sekitar.
134 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 137
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Pemakaian Pupuk Organik [POJK F.5] Organic Fertilizer Usage [POJK F.5]
Pemanfaatan pupuk organik menjadi salah satu Organic fertilizer utilization is one of TPA’s key
strategi utama TPA untuk menciptakan ekosistem strategies to create a healthy, productive, and
perkebunan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan. sustainable plantation ecosystem. This natural-
Pupuk berbasis sumber alami ini meningkatkan based organic fertilizers improve soil quality and
kualitas dan struktur tanah, memperkuat kapasitas structure, enhance carbon storage capacity, and
penyimpanan karbon, serta menjaga kelembapan. maintain moisture. The use of organic fertilizer
Penggunaannya turut mendukung keseimbangan also support ecosystem balance surrounding the
ekosistem di sekitar wilayah operasional. operational areas.
Sebagai implementasi prinsip ekonomi sirkular, As an implementation of circular economy,
TPA memanfaatkan limbah pabrik kelapa TPA utilizes palm oil mill waste as organic fertilizer.
sawit sebagai pupuk organik. POME diolah dan POME is processed and applied as liquid fertilizer,
diaplikasikan sebagai pupuk cair, sedangkan while EFB is used as mulch to maintain moisture and
TKKS digunakan sebagai mulsa untuk menjaga add nutrients. In 2025, TPA applied 1,619 megaliters of
kelembapan dan menambah unsur hara. Pada POME across 1,352.3 hectares and 316,158 tons of EFB
2025, TPA mengaplikasikan 1.619 megaliter POME di across 7,567 hectares. A portion of EFB is fermented
1.352,3 ha serta 316.158 ton TKKS di 7.567 ha. Sebagian for 50 days into high-quality compost. Total organic
TKKS difermentasi selama 50 hari menjadi kompos fertilizer utilization from POME and EFB in 2025 reached
berkualitas tinggi. Total pemanfaatan pupuk organik 1.93 million tons, supporting land productivity and
dari POME dan TKKS pada 2025 mencapai 1,93 juta maintaining environmental balance.
ton, mendukung produktivitas lahan sekaligus
menjaga keseimbangan lingkungan.
Selain itu, TPA juga memanfaatkan abu hasil In addition, TPA also utilizes ash from biomass
pembakaran biomassa (seperti cangkang sawit combustion (such as palm kernel shells and
dan serat) yang kaya akan unsur kalsium (Ca), fibers), which is rich in calcium (Ca), magnesium
magnesium (Mg), kalium (K), dan fosfor (P) sebagai (Mg), kalium (K), and phosphorus (P), as a natural
pupuk alami untuk meningkatkan kesuburan tanah. fertilizer to improve soil fertility. Ash application is
Aplikasi abu dilakukan secara terukur dan terkendali conducted in a measured and controlled manner
agar manfaat nutrisi dapat dimaksimalkan tanpa to maximize nutrient benefits without causing
menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. negative environmental impacts. This step supports
Langkah ini mendukung siklus nutrisi tertutup di dalam a closed nutrient cycle in the plantation, as well
perkebunan serta mengurangi ketergantungan as strengthening the resilience of the plantation
pada pupuk kimia, serta memperkuat ketahanan ecosystem.
ekosistem perkebunan.
TPA juga telah mengimplementasikan teknologi TPA is developing Geotube System technology as
Geotube System sebagai solusi rekayasa dalam an engineering solution in sludge management
pengelolaan lumpur (sludge) dari kolam limbah. from the waste ponds. This system is used to dry the
Sistem ini berfungsi untuk mengeringkan lumpur sludge efficiently through filtering and dewatering
secara efisien melalui proses penyaringan dan process, where water is separated from solid
dewatering, di mana air dipisahkan dari material content with porous geotextile medium. It allows
padat menggunakan media geotekstil berpori. the high-water content sludge to be converted into
Teknologi ini memungkinkan lumpur yang semula solid high-value material, that later is utilized as
memiliki kadar air tinggi dikonversi menjadi raw material for compost and organic application
bahan padat bernilai guna tinggi, yang kemudian at the plantation areas. This approach support
dimanfaatkan sebagai bahan baku kompos dan the waste-to-resource concept, by transforming
aplikasi organik di lahan perkebunan. Pendekatan production residue into product with agronomic
ini mendukung konsep waste-to-resource dengan value.
mengubah residu produksi menjadi produk yang
memiliki nilai agronomis.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 135
Page 138
Agro-Ecological Penggunaan pupuk organik terbukti mampu The use of organic fertilizers has proven effective menurunkan risiko pencemaran tanah dan air in reducing the risk of soil and water pollution often yang sering dikaitkan dengan penggunaan pupuk associated with chemical fertilizers, while also kimia, sekaligus meningkatkan biodiversitas increasing soil microorganism biodiversity that mikroorganisme tanah yang berperan penting plays an important role in maintaining ecosystem dalam menjaga kesehatan ekosistem. Dengan health. By increasing organic matter content, the soil menambah kandungan bahan organik, tanah becomes more friable, capable of absorbing water menjadi lebih gembur, mampu menyerap air dengan well, and supports more optimal plant growth. baik, dan mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih optimal. Upaya ini sejalan dengan komitmen TPA dalam This effort aligns with TPA’s commitment to mendukung Sustainability Initiative KSL 4, supporting the KSL 4 Sustainability Initiative, which yaitu mengurangi penggunaan bahan kimia aims to reduce the use of hazardous chemicals berbahaya dalam praktik perkebunan. Dengan in plantation practices. By prioritizing the use of mengutamakan pemanfaatan pupuk organik, TPA organic fertilizers, TPA has succeeded in closing berhasil menutup siklus nutrisi secara internal, the nutrient cycle internally, reducing dependence menekan ketergantungan pada input eksternal, on external inputs, and creating a more resilient, serta menciptakan sistem perkebunan kelapa sawit productive, and environmentally friendly oil palm yang lebih berdaya tahan, produktif, dan ramah plantation system. lingkungan. 136 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 139
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Pengelolaan Limbah Berbasis Ekonomi Sirkular
Demi Kelestarian Ekosistem [POJK F.13] [GRI 3 303:306, 306-1, 306-2, 13.8.1, 13.8.2, 13.8.3]
Waste Management through Circular Economy to Preserve Ecosystems
“TPA menegaskan bahwa keberlanjutan diwujudkan melalui langkah-langkah nyata dalam
operasional. Di tahun 2025, limbah organik diolah menjadi pupuk dan energi, sludge menjadi
pupuk, dan POME diubah menjadi sumber daya produktif sehingga menciptakan siklus ekonomi
sirkular yang menjaga harmoni antara industri dan alam.”
“TPA affirms that sustainability is realized through concrete operational actions. In 2025, organic waste
was processed into fertilizer and energy, sludge was converted into fertilizer, and POME was transformed
into productive resources, creating a circular economy cycle that sustains harmony between industry
and nature.”
TPA menempatkan pengelolaan limbah sebagai TPA regards waste management is an integral
bagian integral dari strategi keberlanjutan part of its sustainability strategy by implementing
perusahaan dengan menerapkan prinsip ekonomi circular economy principles. Operations producing
sirkular. Setiap kegiatan operasional yang CPO and PK inevitably generate both liquid and solid
menghasilkan CPO dan PK tidak terlepas dari waste. The primary liquid waste is POME, while solid
timbulan limbah, baik cair maupun padat. Limbah waste includes EFB, shells, and fiber. Based on their
cair utama berupa POME, sedangkan limbah padat characteristics, the wastes are classified into Non-B3
meliputi TKKS, cangkang, dan serat kelapa sawit. Waste and B3 Waste,, all of which will be managed
Berdasarkan karakteristiknya, limbah tersebut in accordance with regulations and sustainability
diklasifikasikan menjadi Limbah Non-B3 dan Limbah standards.
B3, yang seluruhnya dikelola sesuai regulasi dan
standar keberlanjutan.
Sejalan dengan komitmen KSL 4, TPA mengoptimalkan In line with the KSL 4 commitment, TPA optimizes
pemanfaatan limbah sebagai sumber daya the utilization of waste as an alternative resource.
alternatif. Cangkang dan serat dimanfaatkan Shells and fiber are utilized as boiler fuel to generate
sebagai bahan bakar boiler untuk menghasilkan steam and electricity, which are reused in mill
uap dan listrik yang digunakan kembali dalam operations and for domestic needs within the
operasional mill dan kebutuhan domestik di area concession area. This initiative enhances energy
konsesi. Inisiatif ini meningkatkan efisiensi energi, efficiency, reduces dependence on fossil fuels, and
mengurangi ketergantungan pada bahan bakar lowers GHG emissions.
fosil, dan menurunkan emisi GRK.
Dalam pengelolaan limbah cair, TPA mengoperasikan To manage liquid waste, TPA operates WWTP to
IPAL untuk memastikan POME tidak menimbulkan ensure that the POME causes no pollution. POME is
pencemaran. POME juga dimanfaatkan melalui Land also utilized through Land Application on specific
Application pada blok perkebunan tertentu untuk plantation blocks to enrich soil nutrients and
memperkaya kandungan hara tanah, sekaligus support crop productivity. A more detailed POME
mendukung produktivitas tanaman. Pengelolaan management has been elaborated in Water Usage
POME lebih lengkap sudah dijelaskan di bagian and Management section. All of these management
Pemakaian Air dan Pengelolaannya. Seluruh upaya efforts are carried out with technical studies, official
pengelolaan ini dilakukan dengan kajian teknis, izin permits, and regular quality monitoring to ensure
resmi, serta pemantauan kualitas secara berkala that the environmental parameters remain within
untuk memastikan parameter lingkungan tetap quality standards.
sesuai dengan baku mutu.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 137
Page 140
Agro-Ecological
Limbah B3 dikelola dengan prioritas tinggi karena Hazardous waste (B3) is managed with high priority
berpotensi membahayakan lingkungan. TPA due to its potential to harm the environment.
menerapkan prosedur ketat mulai dari identifikasi, TPA implements strict procedures, starting from
penyimpanan sementara di TPS B3, hingga identification, temporary storage at the B3 temporary
pengangkutan dan pengolahan akhir oleh pihak storage facility (TPS B3), to transportation and final
ketiga berizin resmi. Mitra tersebut memiliki izin treatment by officially licensed third parties. These
angkut, penyimpanan, dan pemanfaatan akhir partners hold transportation, storage, and final
dari Kementerian Perhubungan serta Kementerian utilization permits from the Ministry of Transportation
Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Seluruh proses and the Ministry of Environment and Forestry.
dijalankan sesuai SOP dan regulasi yang berlaku, All processes are carried out in accordance with SOPs
termasuk PP No. 22 Tahun 2021 dan Permen LHK and applicable regulations, including Government
No. 6 Tahun 2021. Regulation No. 22 of 2021 and Minister of Environment
and Forestry Regulation No. 6 of 2021.
Untuk memperkuat tata kelola, pengelolaan limbah To strengthen governance, TPA’s waste management
TPA mengacu pada standar nasional, seperti ISPO refers to national standards, such as ISPO and
dan PROPER. Kepatuhan ini tidak hanya memenuhi PROPER. This compliance not only fulfills regulatory
regulasi, tetapi juga menegaskan komitmen TPA requirements but also affirms TPA’s commitment
dalam melindungi lingkungan dan mendukung to environmental protection and support for
pencapaian SDGs. Dengan menerapkan prinsip the achievement of the SDGs. By implementing
ekonomi sirkular, TPA mengubah limbah menjadi circular economy principles, TPA converts waste
sumber daya bernilai tambah, mengurangi dampak into value-added resources, reduces environmental
lingkungan, dan meningkatkan efisiensi operasional. impact, and improves operational efficiency.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat This initiative demonstrates that sustainability can
selaras dengan manfaat ekonomi dan perlindungan be aligned with economic benefits and long-term
ekosistem jangka panjang. ecosystem protection.
Timbulan Limbah [POJK F.13] [GRI 306-3, 13.8.4]
Waste Generation
(ton / tons)
Komposisi Limbah 2025 2024 2023 Waste Composition
Limbah B3 30 31 30 B3 Waste
Limbah Non-B3 Non-B3 Waste
Fiber 175.917 177.055 194.765 Fiber
Cangkang Inti Sawit 88.472 115.482 108.232 Palm Kernel Shell
Tandan Kosong Kelapa Sawit
322.487 307.909 305.136 Empty Fruit Bunches (EFB)
(TKKS)
Total limbah Non-B3 586.876 600.446 608.133 Total Non-B3 Waste
Total Limbah 586.906 600.477 608.163 Total Waste
138 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 141
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Limbah Menurut Komposisi dan Penanganannya [POJK F.14] [GRI 306-4, 306-5, 13.8.5, 13.8.6]
Waste by Composition and Handling Method
(ton / tons)
Timbulan
Limbah yang Limbah yang
Limbah yang
Dihasilkan Dialihkan dari
Dikirimkan ke
Sepanjang Pembuangan
Pembuangan
Komposisi Limbah Tahun 2025 Akhir Waste Composition
Akhir
Waste Waste
Waste Sent to
Generation Diverted
Landfill
Throughout from Landfill
2025
Limbah B3 30 - 30 B3 Waste
Limbah Non-B3 Non- B3 Waste
Fiber 175.917 175.917 - Fiber
Cangkang Inti Sawit 88.472 88.472 - Palm Kernel Shell
Tandan Kosong Kelapa Sawit
322.487 322.487 - Empty Fruit Bunches (EFB)
(TKKS)
Total Limbah Non-B3 586.876 586.876 - Total Non- B3 Waste
Total Limbah 586.906 586.876 30 Total Waste
Pada tahun 2025, TPA mencatat timbulan limbah In 2025, TPA recorded waste generation of 586,876
sebesar 586.876 ton limbah non-B3 dan limbah tons of non-hazardous (non-B3) waste and B3
B3 sejumlah 30 ton di seluruh wilayah operasional. waste of 30 tons accross all operational areas.
Seluruh limbah non-B3 dikelola secara optimal dan All non-B3 waste was optimally managed and
dimanfaatkan kembali melalui berbagai proses reused in various palm oil production processes,
produksi kelapa sawit, sehingga memberikan nilai providing added value while reducing environmental
tambah sekaligus mengurangi beban lingkungan. burdens. Meanwhile, B3 waste was handled with strict
Sementara itu, limbah B3 ditangani dengan prosedur procedure through transportation and treatment
ketat melalui mekanisme pengangkutan dan mechanisms by officially licensed third parties
pengolahan oleh pihak ketiga berizin resmi di luar outside the operational areas. TPA ensured that
area operasional. TPA memastikan bahwa sepanjang throughout 2025, there was no waste posed potential
tahun 2025 tidak terdapat limbah yang berpotensi harm to public health or damaged the environment.
menimbulkan gangguan terhadap kesehatan
masyarakat maupun merusak lingkungan.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 139
Page 142
Agro-Ecological
Pemanfaatan Limbah menjadi Pupuk melalui Composting
Utilizing Waste into Fertilizer through Composting
Sebagai bagian dari komitmen untuk mengelola limbah secara bertanggung jawab dan mendukung perkebunan
berkelanjutan, TPA melalui TBP telah mengembangkan program composting yang memanfaatkan limbah
organik dari perkebunan kelapa sawit menjadi pupuk kompos dengan nilai hara tinggi. Insiatif ini bertujuan untuk
mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik di dalam siklus ekonomi sirkular.
Proses composting dilakukan dengan memanfaatkan kombinasi dari POME dan TKKS sebagai bahan baku. TKKS
mengalami proses dekomposisi alami melalui aktivitas mikroorganisme, yang secara bertahap menguraikan
material organik sehingga unsur hara di dalamnya menjadi lebih stabil dan tersedia bagi tanah. Melalui teknologi
pengomposan yang terintegrasi, limbah tersebut diolah hingga menghasilkan pupuk organik tanpa penambahan
bahan kimia, sehingga menghasilkan kompos berkualitas yang mendukung peningkatan kesuburan dan kualitas
tanah. Penerapan ini turut berkontribusi dalam mengurangi potensi pencemaran lingkungan serta mendukung
pertumbuhan tanaman kelapa sawit secara berkelanjutan.
Selain memberi manfaat ekologis, pemanfaatan limbah menjadi pupuk juga berdampak positif secara ekonomi,
karena memperkuat prinsip circular economy di dalam operasional TPA, di mana limbah tidak dianggap sebagai
beban, melainkan sebagai sumber daya alternatif yang dapat mendukung produktivitas sekaligus keberlanjutan
usaha.
As a part of its commitment to responsible waste management and to support sustainable plantation, TPA,
through TBP, has developed a composting program that converts organic waste from oil palm plantations into high
nutricient compost fertilizer. This initiative aims to optmise the usage of organic waste in economic circular cycle.
The composting process is carried out by utilizing a combination of POME and EFB as the raw materials. The EFB
is having a natural decomposition process through the activity of microorganisms, which gradually decomposes
organic material, making its nutrients more stable and available for the soil. Using integrated composting
technology, these wastes are processed to produce organic fertilizer without adding any chemicals, resulting
in quality compost that supports improved soil fertility and quality. This practice also contributes to reduce the
potential of environmental pollution and support the sustainable growth of palm oil.
In addition to providing ecological benefits, the use of waste as fertilizer also delivers positive economic impact, as
it strengthens the circular economy principle within TPA’s operations—where waste is not treated as a burden, but
as an alternative resource that supports productivity as well as business sustainability.
Pencegahan Risiko Tumpahan [POJK F.15] Spill Risks Prevention [POJK F.15]
[GRI 306-3, 13.8.4] [GRI 306-3, 13.8.4]
Tumpahan bahan kimia, minyak, bahan bakar, atau Spills of chemicals, oil, fuel, or other hazardous
zat-zat berbahaya lainnya dapat berdampak negatif substances can negatively impact soil, water, air
terhadap kualitas tanah, air, udara, keragaman quality, biodiversity, and human health. Therefore,
hayati, dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, kami we carefully manage the use of substances having
mengelola secara hati-hati penggunaan berbagai a spill risk. The company implements the following
bahan atau zat yang memiliki risiko untuk tumpah. policies to prevent spill risks:
Kebijakan yang Perseroan implementasikan dalam
mencegah risiko tumpahan antara lain sebagai
berikut:
1. Penyimpanan Bahan Bakar: Bahan bakar 1. Fuel Storage: Fuel is stored in designated
disimpan dalam tangki khusus yang dilengkapi tanks equipped with bounding (containment
bounding (pembatas) untuk mencegah barriers) to prevent spills from spreading into
tumpahan meluas ke lingkungan. Tangki ini the environment. These tanks are designed
dirancang sesuai standar keamanan lingkungan according to environmental safety standards
dan diperiksa secara rutin untuk memastikan and are inspected regularly to ensure reliability
keandalan serta mencegah risiko pencemaran and prevent soil or water contamination;
tanah atau air;
140 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 143
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
2. Penyimpanan Bahan Kimia: Bahan kimia 2. Chemical Storage: Chemicals are stored in
disimpan di gudang khusus yang berlokasi jauh specialized warehouses located away from
dari hunian dan sungai, dilengkapi rambu-rambu residential areas and water sources, equipped
keselamatan, dan ventilasi yang memadai. with safety signs, and adequate ventilation.
Gudang ini dirancang untuk mencegah risiko These warehouses are designed to prevent
kontaminasi dan diawasi oleh staf terlatih guna contamination risks and are supervised by
memastikan penanganan yang aman dan trained personnel to ensure safe handling and
sesuai standar perlindungan lingkungan; serta compliance with environmental protection
standards; and
3. Penyimpanan Pupuk: Pupuk disimpan di 3. Fertilizer Storage: Fertilizers are stored in separate
gudang terpisah yang aman dari hujan dan warehouses that are protected from rain and use
menggunakan material kedap air untuk waterproof materials to prevent dissolution. This
mencegah pelarutan. Sistem penyimpanan ini storage system ensures fertilizers remain intact,
memastikan pupuk terlindungi, aman digunakan, safe to use, and do not pollute the surrounding
dan tidak mencemari lingkungan sekitar. environment.
Efektivitas dari program tersebut tercermin dalam The effectiveness of the program is reflected in its
capaian tidak adanya insiden tumpahan bahan achievement of no incidents of chemical, oil, fuel,
kimia, minyak, bahan bakar, limbah, atau zat-zat waste, or other hazardous spills throughout 2025.
berbahaya lainnya selama tahun 2025. Dengan As a result, TPA did not experience any significant
demikian, tidak ada dampak negatif signifikan yang negative impacts related to spill incidents.
dialamatkan ke TPA yang berkaitan dengan insiden
tumpahan.
Penyimpanan Bahan Bakar Minyak
Fuel Storage
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 141
Page 144
Agro-Ecological
Menggerakkan Efisiensi Energi Demi
Lingkungan yang Lebih Baik [GRI 3-3:302]
Driving Energy Efficiency toward Better Environment
“Sepanjang 2025, TPA memperkuat efisiensi energi melalui pemanfaatan limbah padat sebagai
bahan bakar boiler serta pengoperasian BPP dengan menggunakan sumber energi gas metana.
Langkah ini menegaskan komitmen TPA dalam menghadirkan energi bersih, efisien, dan
berkelanjutan bagi lingkungan.”
“Throughout 2025, TPA strengthens its energy efficiency through the utilization of solid waste
as boiler fuel and BPP operation using methane gas as the source of energy. These efforts showed TPA’s
commitment in delivering clean, efficient, and sustainable energy for the environment.”
Efisiensi energi merupakan salah satu pilar penting Energy efficiency is one of the key pillars in TPA’s
dalam upaya TPA menjaga keberlanjutan operasional efforts to maintain operational sustainability while
sekaligus mengurangi dampak lingkungan. TPA reducing environmental impact. TPA believes that
meyakini bahwa pengelolaan energi yang bijaksana prudent energy management will be able to lower
mampu menekan biaya operasional, sekaligus operational costs and serves as a strategic step
menjadi langkah strategis dalam menurunkan emisi toward reducing GHG emissions and supporting
GRK dan mendukung agenda mitigasi perubahan climate change mitigation efforts.
iklim.
Untuk mencapai tujuan tersebut, TPA secara To achieve these goals, TPA consistently implements
konsisten menerapkan berbagai inisiatif efisiensi various energy efficiency initiatives, ranging from
energi, mulai dari optimasi penggunaan mesin optimizing the use of production machinery, regular
produksi, pemeliharaan berkala peralatan, hingga maintenance of equipment, to the use of renewable
pemanfaatan energi terbarukan. Salah satu langkah energy sources. One tangible measure is the
nyata adalah pemanfaatan limbah padat, seperti utilization of solid waste, such as palm shells and
cangkang dan serat kelapa sawit, sebagai bahan fibers, as boiler fuel. In addition, TPA also operates a
bakar boiler. Selain itu, TPA juga mengoperasikan BPP that uses POME as a source of renewable energy.
BPP yang memanfaatkan POME sebagai sumber The electricity generated is utilized to support mill
energi terbarukan. Listrik yang dihasilkan digunakan operational needs and partially distributed to meet
untuk mendukung kebutuhan operasional mill, dan the domestic needs of employees.
sebagian disalurkan untuk memenuhi kebutuhan
domestik karyawan.
Optimasi Pemanfaatan Energi Optimizing Energy Utilization
Operasional TPA memerlukan pasokan energi untuk TPA’s operations require energy supply to support
mendukung kegiatan mill, fasilitas pendukung, dan mill activities, supporting facilities, and workers’
hunian pekerja. Kebutuhan ini dipenuhi melalui housing. These needs are fulfilled through electricity
listrik dari turbin uap berbahan bakar biomassa generated from biomass-fueled steam turbines
(cangkang dan serat kelapa sawit) serta BBM (palm kernel shells and fiber) as well as fuel oil as
sebagai cadangan. Pemanfaatan limbah biomassa backup. The utilization of biomass waste supports
mendukung energi terbarukan, efisiensi, dan prinsip renewable energy, efficiency, and circularity
sirkularitas. principles.
142 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 145
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Produksi listrik dari boiler umumnya menghasilkan Electricity production from the boiler generally
surplus yang dimanfaatkan untuk kebutuhan generates a surplus, which is utilized for domestic
domestik dan operasional tambahan. Genset needs and additional operational requirements.
berbahan bakar solar tetap disiapkan sebagai Diesel-fueled generators remain prepared as backup
cadangan saat pemeliharaan, penurunan produksi during maintenance, decline in FFB production, or
TBS, atau untuk area yang belum terjangkau jaringan for areas not yet connected to the mill’s electricity
listrik mill. BBM juga digunakan untuk kendaraan network. Fuel oil is also used for operational vehicles,
operasional yang didominasi sepeda motor hemat which are predominantly fuel-efficient motorcycles.
bahan bakar
Dalam mendukung transisi energi berkelanjutan, TPA In supporting the sustainable energy transition, TPA
memanfaatkan biogas dari BPP untuk kebutuhan utilizes biogas from BPP to meet the energy needs of
energi KCP, sehingga mengurangi konsumsi fosil dan KCP, thereby reducing fossil fuel consumption and
emisi GRK. Penggunaan biosolar pada kendaraan GHG emissions. The use of biodiesel for operational
operasional turut memperluas diversifikasi energi vehicles further expands environmentally friendly
ramah lingkungan. energy diversification.
Dengan langkah ini, TPA berkomitmen mengelola With these measures, TPA is committed to manage
energi secara bijak, efisien, dan bertanggung jawab, energy wisely, efficiently, and responsibly to support
guna mendukung operasional yang berdaya saing competitive and environmentally conscious
sekaligus berwawasan lingkungan. operations.
Konsumsi Energi
Terbarukan 136.181
Renewable Energy
116.835
Consumption 115.783
[POJK F.6] [GRI 302-1]
(GJ)
Biomassa (Serat & Cangkang), Biogas (Metana) /
2023 2024 2025
Biomass (Fiber & Shell), Biogas (Methane)
Konsumsi Energi Tidak Terbarukan [POJK F.6] [GRI 302-1]
Non-Renewable Energy Consumption
Satuan
Sumber Tidak Terbarukan 2025 2024 2023 Non-Renewable Sources
Unit
kWh 692.232 703.950 590.489
Listrik Electricity
GJ 2.492 2.534 2.126
Liter 105.805 83.059 75.892
BBM - Bensin Fuel - Gasoline
GJ 3.619 2.841 2.596
Liter 8.408.403 8.472.203 8.308.282
BBM - Solar Fuel - Diesel Oil
GJ 324.564 327.027 320.700
Total Energi dari Sumber Total Energy from
GJ 330.675 332.402 325.421
Tidak Terbarukan Non-Renewable Sources
Total Konsumsi Energi GJ 466.856 448.185 442.256 Total Energy Consumed
Faktor konversi : 1 liter bensin = 0,0342 GJ. 1 liter solar = 0,0386 GJ. Energi yang dihasilkan dari fiber dan cangkang diukur secara langsung
menggunakan kWh meter dari genset turbin uap, di mana 1 kWh = 0,0036 GJ.
Conversion factors : 1 liter of gasoline = 0.0342 GJ. 1 liter of diesel oil = 0.0386 GJ. Energy generated from fiber and shells is measured directly
using a kWh meter at the steam turbine generator, where 1 kWh = 0.0036 GJ.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 143
Page 146
Agro-Ecological
Operasional Gas Engine Biogas Power Plant
Gas Engine Biogas Power Plant Operation
Konsumsi energi listrik yang diukur di atas merupakan The electricity consumption measured above is
penggunaan listrik untuk kebutuhan di kantor pusat the electricity usage for head office needs, obtained
yang diperolah TPA dari pasokan PLN. by TPA from PLN supply.
Intensitas Energi [GRI 302-3]
Energy Intensity
Satuan
Metrik 2025 2024 2023 Metric
Unit
Konsumsi Energi GJ 466.856 448.185 442.256 Energy Consumption
TBS yang Diolah ton 1.463.439 1.381.677 1.409.552 FFB Processed
GJ/ton TBS
olah
Intensitas Energi GJ/tons 0,319 0,324 0,314 Energy Intensity
of FFB
processed
Perhitungan intensitas energi dilakukan dengan Energy intensity is calculated by summing the
menjumlahkan energi yang dihasilkan dari seluruh total energy generated from all energy sources
sumber energi (kecuali energi listrik di kantor pusat) (excluding electricity used at the head office) (in GJ),
(dalam GJ), dan membaginya dengan total TBS and dividing it by the total FFB processed at the mills
yang diolah mill (dalam ton). Pada tahun 2025, (in tons). In 2025, the energy intensity of TPA’s product
intensitas energi produk di TPA tercatat sebesar was recorded at 0.319 GJ/ton, a decrease compared
0,319 GJ/ton, menurun dibandingkan tahun to the previous year.
sebelumnya.
144 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 147
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Reduksi Pemakaian Energi [POJK F.7] Energy Consumption Reduction [POJK F.7]
[GRI 302-4] [GRI 302-4]
TPA berkomitmen mengelola energi secara TPA is committed to managing energy responsibly
bertanggung jawab melalui prinsip efisiensi sejalan through efficiency principles in line with KSL 4.
dengan KSL 4. Komitmen ini diwujudkan dengan This commitment is realized through the utilization of
pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai energi palm oil waste as renewable energy, whereby shells
terbarukan, di mana cangkang dan serat digunakan and fiber are used as boiler fuel to substitute fossil
sebagai bahan bakar boiler pengganti fosil. Selain fuels. In addition, POME is utilized as feedstock for BPP
itu, POME dimanfaatkan sebagai bahan baku BPP to generate environmentally friendly electricity.
untuk menghasilkan listrik ramah lingkungan.
TPA juga menerapkan teknologi super heater TPA also applies super heater technology in its
pada boiler generasi baru untuk mengoptimalkan new-generation boilers to optimize heat utilization
pemanfaatan panas dan meningkatkan efisiensi and enhance energy efficiency. This technology
energi. Teknologi ini menaikkan suhu uap di atas titik increases steam temperature above the saturation
jenuh sehingga pembakaran biomassa lebih efisien, point, thereby enabling more efficient biomass
kehilangan panas berkurang, dan konsumsi energi combustion, reducing heat loss, and lowering energy
per ton TBS menurun. Inisiatif ini meningkatkan kinerja consumption per ton of FFB. This initiative improves
operasional sekaligus mendukung pengurangan operational performance while supporting the
emisi GRK. reduction of GHG emissions.
Komitmen Aktif dalam Pengurangan Emisi
Gas Rumah Kaca [GRI 3-3:305, 13.1.1]
Active Commitment in Reducing Greenhouse Gas Emission
Sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap isu As part of its responsibility toward climate change
perubahan iklim, TPA menegaskan komitmen aktif issues, TPA is actively committed to reducing
untuk menurunkan emisi GRK melalui strategi yang GHG emissions by implementing measurable
terukur dan berkesinambungan. Pemanfaatan and sustainable strategies. Palm oil waste, such
limbah kelapa sawit, seperti serat, cangkang, as fiber, palm kernel shells, and POME are utilized
dan POME dijadikan sumber energi terbarukan, as a renewable energy source, while BPP operation
sementara pengoperasian BPP mampu menekan significantly reduces methane emissions.
emisi metana secara signifikan.
Untuk memastikan pengendalian emisi GRK berjalan To ensure effective GHG emission control, TPA
efektif, TPA mengoptimalkan pemanfaatan TGM optimizes the use of TGM based on GHG Protocol.
berbasis GHG Protocol. Selain itu, konservasi areal Further, conservation of HCV and HCS areas is
HCV dan HCS dijaga sebagai penyerap karbon alami. maintained as natural carbon sinks. With these
Dengan langkah-langkah ini, TPA berupaya secara measures, TPA gradually reduces dependence on
bertahap mengurangi ketergantungan pada energi fossil energy, as well as strengthens contribution in
fosil, serta memperkuat kontribusi dalam pencapaian achieving SDG 13, namely Climate Action and driving
SDGs poin 13, yakni Penanganan Perubahan Iklim dan the transition toward a low-carbon future.
mendorong transisi menuju masa depan rendah
karbon.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 145
Page 148
Agro-Ecological
Emisi yang Dihasilkan [POJK F.11] [GRI 305-1, Emissions Generated [POJK F.11] [GRI 305-1,
305-2, 13.1.2] 305-2, 13.1.2]
Pemanasan global akibat akumulasi emisi GRK Global warming resulting from the accumulation
menjadi tantangan utama yang mempercepat of GHG emissions constitutes a major challenge
perubahan iklim. Sebagai perusahaan agribisnis, accelerating climate change. As an agribusiness
TPA menyadari bahwa aktivitas operasional, mulai company, TPA recognizes that its operational
dari pembukaan lahan, pemeliharaan, penggunaan activities, ranging from land clearing, maintenance,
bahan bakar fosil, pengolahan TBS, hingga fossil fuel consumption, FFB processing, to waste
pengelolaan limbah, berpotensi menghasilkan emisi management, have the potential to generate CO2,
CO2, CH2, dan N2O. CH2, and N2O emissions.
Untuk itu, pengelolaan dan pengurangan emisi Accordingly, emission management and reduction
menjadi prioritas strategi keberlanjutan. TPA constitute a priority within the sustainability
menghitung emisi Cakupan 1 (Scope 1) dari konsumsi strategy. TPA calculates Scope 1 emissions from fuel
bahan bakar, penggunaan pupuk, dan emisi metana consumption, fertilizer use, and methane emissions
POME berdasarkan IPCC Guidelines dan Greenhouse from POME based on the IPCC Guidelines and
Gas Protocol guna memperoleh konversi akurat the Greenhouse Gas Protocol to obtain accurate
dalam CO2e. TPA juga mengukur emisi Cakupan 2 conversion into CO2e. TPA also measures Scope 2
(Scope 2) dari konsumsi listrik PLN menggunakan emissions from PLN electricity consumption using
faktor emisi terbaru sesuai bauran energi nasional. the latest emission factors in accordance with the
national energy mix.
Selain itu, TPA juga mengukur emisi Cakupan TPA also measures Scope 2 emissions from electricity
2 (Scope 2) yang berasal dari penggunaan listrik PLN consumption supplied by PLN at operational units
di unit operasional dan kantor pusat. Data konsumsi and head office. Electricity consumption data is
listrik dicatat secara berkala, kemudian dikonversi recorded regularly and converted into CO2e using
ke CO2e menggunakan faktor emisi spesifik dari emission factors specific to PLN, updated according
PLN yang diperbarui sesuai bauran energi nasional. to the national energy mix. This approach ensures
Pendekatan ini memastikan hasil pengukuran emission measurements consistently reflect
emisi selalu mencerminkan kondisi energi terkini the current energy conditions in Indonesia.
di Indonesia.
Melalui penghitungan, pemantauan, dan pelaporan Through consistent measurement, monitoring, and
yang konsisten, TPA memastikan kebijakan reporting, TPA ensures its operational policies align
operasional selaras dengan target dekarbonisasi with national decarbonization targets and reinforces
nasional serta memperkuat komitmen menuju Net its commitment toward achieving Net Zero Emissions.
Zero Emissions.
Emisi GRK yang Dihasilkan [POJK F.11] [GRI 305-1, 305-2, 13.1.2, 13.1.3]
GHG Emissions Generated
Satuan
Sumber Emisi 2025 2024 2023 Emission Source
Unit
Emisi GRK Cakupan 1
GHG Emissions Scope 1
ton CO2eq
Stationary Combustion 4.386 5.555 5.254 Stationary Combustion
tons CO2eq
ton CO2eq
Mobile Combustion 9.793 11.029 10.950 Mobile Combustion
tons CO2eq
ton CO2eq
POME 191.511 260.607 430.656 POME
tons CO2eq
ton CO2eq
Pupuk 72.223 62.928 56.379 Fertilizer
tons CO2eq
146 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 149
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Satuan
Sumber Emisi 2025 2024 2023 Emission Source
Unit
ton CO2eq
Human Activities 1.110 1.030 969 Human Activities
tons CO2eq
ton CO2eq
Total Emisi GRK Cakupan 1 279.024 341.149 504.209 Total GHG Emissions Scope 1
tons CO2eq
Emisi GRK Cakupan 2 Tidak Langsung
Indirect GHG Emissions Scope 2
ton CO2eq
PLN Electricity 630 641 543 PLN Electricity
tons CO2eq
ton CO2eq
Total Emisi Cakupan 2 630 641 543 Total GHG Emissions Scope 2
tons CO2eq
ton CO2eq Total GHG Emissions
Total Emisi Cakupan 1 dan 2 279.654 341.790 504.752
tons CO2eq Scope 1 and 2
Intensitas Emisi GRK [POJK F.11] [GRI 305-4, 13.1.5]
GHG Emissions Intensity
Satuan
Metrik 2025 2024 2023 Metric
Unit
kg CO2eq/
0,191 0,247 0,358
kg TBS
kg CO2eq/
0,84 1,052 1,540
kg CPO
kg CO2eq/
Intensitas Emisi GRK 5,358 6,730 9,668 GHG Emission Intensity
kg PK
ton CO2eq/
Juta Rupiah
ton CO2eq/ 0,052 0,081 0,126
million
Rupiah
Nilai emisi GRK yang digunakan dalam perhitungan intensitas emisi GRK termasuk emisi dari proses transportasi produk, yang dilakukan oleh
pihak eksternal. Nilainya diaproksimasi menggunakan pendekatan standar. Intensitas emisi untuk CPO dan PK dihitung berdasarkan metode
perhitungan IPCC Guidelines. / GHG emission values used to calculate GHG emission intensity includes emissions from transportation of products,
performed by external parties. The values are approximated using standard approach. Emission intensity for CPO and for PK are calculated based
on IPCC Guidelines calculation method.
Selain melakukan pengukuran emisi GRK Cakupan In addition to measure Scope 1 and Scope
1 dan 2, TPA juga mulai memperluas cakupan 2 GHG emissions, TPA also started to expand
inventarisasi emisi GRK hingga ke Cakupan 3 its GHG emissions inventory to include Scope 3.
(Scope 3). Langkah ini bertujuan untuk memberikan This measure aims to provide better picture of TPA’s
gambaran yang lebih menyeluruh mengenai jejak carbon footprint, including indirect emission sources
karbon TPA, termasuk sumber-sumber emisi tidak occurring outside TPA’s direct operational control but
langsung yang terjadi di luar kendali operasional still closely related to the company’s value chain.
langsung TPA namun tetap terkait erat dengan
rantai nilai perusahaan.
Berdasarkan hasil analisis materialitas emisi, TPA Based on the emissions materiality analysis, TPA
mengidentifikasi beberapa kategori utama yang identified several key measurable categories,
dapat diukur, yaitu: namely:
1. Pembelian Barang dan Jasa, yang mencakup 1. Purchase of Goods and Services, including
emisi tidak langsung dari aktivitas pengadaan indirect emissions from the Company’s goods
barang dan jasa Perseroan; and services procurement activities;
2. Aktivitas terkait Bahan Bakar dan Energi, yang 2. Activities related to Fuel and Energy, including
mencakup emisi tidak langsung dari aktivitas indirect emissions from energy activities outside
energi di luar emisi yang telah diperhitungkan the unaccounted emissions under Scope 1 and
pada Cakupan 1 dan Cakupan 2; Scope 2;
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 147
Page 150
Agro-Ecological
3. Transportasi dan Distribusi Hulu, yaitu emisi dari 3. Upstream Transportation and Distribution, namely
kegiatan pengangkutan bahan baku dan input emissions from activities of transporting raw
produksi menuju fasilitas operasional Perseroan; materials and production input to the Company’s
operational facilities;
4. Perjalanan Dinas, yaitu emisi yang berasal dari 4. Business Travel, namely emissions from employee
perjalanan karyawan menggunakan moda travel using land or air transportation modes; and
transportasi darat maupun udara; serta
5. Perjalanan Harian Karyawan, yang mencerminkan 5. Daily Employee Commute, showing emissions
emisi dari aktivitas mobilitas karyawan menuju from employee mobility to and from the work
dan dari lokasi kerja. location.
Pengukuran emisi Cakupan 3 ini dilakukan secara The measurement of Scope 3 emissions is done
bertahap dengan menggunakan pendekatan gradually with activity-based approach and
berbasis data aktivitas (activity-based) dan faktor internationally recognized emission factors, such
emisi yang diakui secara internasional, seperti IPCC as IPCC and GHG Protocol. More information
dan GHG Protocol. Informasi mengenai emisi GRK regarding TPA’s Scope 3 GHG emissions is outlined
Cakupan 3 TPA diuraikan sebagai berikut: below:
Emisi GRK (Cakupan 3) Tidak Langsung Lainnya [GRI 305-3, 13.1.4]
Other indirect (Scope 3) GHG emissions
Satuan
Sumber Emisi 2025 Emission Source
Unit
ton CO2eq
Pembelian Barang dan Jasa 114.495,45 Procurement of Goods and Services
tons CO2eq
ton CO2eq
Barang Modal 15.132,22 Capital Goods
tons CO2eq
ton CO2eq
Aktivitas terkait Bahan Bakar dan Energi 5.202,02 Activities related to Fuel and Energy
tons CO2eq
ton CO2eq Upstream Transportation and
Transportasi dan Distribusi Hulu 5.022,18
tons CO2eq Distribution
ton CO2eq Downstream Transportation and
Transportasi dan Distribusi Hilir 7.253,47
tons CO2eq Distribution
ton CO2eq
Limbah yang Dihasilkan dalam Operasi 7,36 Waste Generated in Operations
tons CO2eq
ton CO2eq
Perjalanan Dinas 164,09 Business Travel
tons CO2eq
ton CO2eq
Perjalanan Harian Karyawan 208,38 Employee Daily Commute
tons CO2eq
ton CO2eq
Total Emisi GRK Cakupan 3 147.485,13 Total GHG Emissions Scope 3
tons CO2eq
Catatan / Notes :
Perseroan baru melakukan pengukuran emisi GRK Cakupan 3 sejak tahun 2025. / The Company only began measuring Scope 3 GHG emissions in 2025.
Inisiatif Reduksi Emisi [POJK F.12] Emission Reduction Initiative [POJK F.12]
[GRI 305-5, 13.1.6] [GRI 305-5, 13.1.6]
TPA terus memperkuat pengurangan emisi GRK TPA continues to strengthen GHG emission reductions
melalui inovasi, pemanfaatan energi alternatif, dan through innovation, the utilization of alternative
efisiensi operasional. Cangkang dan serat kelapa energy, and operational efficiency. Palm kernel
sawit dioptimalkan sebagai bahan bakar boiler untuk shells and fiber are optimized as boiler fuel to reduce
menekan penggunaan genset berbahan bakar solar the use of diesel-fueled generators and lower CO2
dan mengurangi emisi CO2. Seluruh operasional emissions. All diesel-based operations also utilize
berbasis diesel juga menggunakan biodiesel B40 B40 biodiesel in accordance with the national energy
sesuai kebijakan energi nasional. Upaya mitigasi policy. Greenhouse gas (GHG) mitigation efforts
GRK juga dilakukan melalui pengoperasian BPP yang are also carried out through the operation of the
beroperasi efektif sejak awal tahun 2025. Fasilitas BPP Biogas Power Plant (BPP), which has been operating
148 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 151
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
ini sekaligus sebagai Methane Capture kemudian effectively since early 2025. This BPP facility also
mengkonversi gas metana menjadi energi listrik. serves as a methane capture system, converting
methane gas into electrical energy.
Sepanjang 2025, TPA berhasil menurunkan emisi GRK Throughout 2025, TPA successfully reduced Scope
Cakupan 1 sebesar 67.750 ton CO2eq, mencerminkan 1 GHG emissions by 67,750 tons of CO2eq, reflecting
efektivitas diversifikasi energi terbarukan. the effectiveness of renewable energy diversification.
Reduksi Emisi (Cakupan 1)
Emission Reduction (Scope 1) 67.750
[POJK F.12] [GRI 305-5, 13.1.6]
(ton CO2eq / tons CO2eq)
Biogas 8.580
8.657
Biomassa
2023 2024 2025
Di sisi lain, TPA meningkatkan efisiensi energi dan On the other hand, TPA improves energy efficiency
menekan emisi melalui perawatan rutin peralatan and reduces emissions through routine maintenance
mill dan kebun agar beroperasi optimal, sehingga of mill and plantation equipment to ensure optimal
mengurangi konsumsi energi dan emisi GRK. Budaya operations, thereby reducing energy consumption
keberlanjutan juga diperkuat melalui edukasi internal and GHG emissions. A culture of sustainability is
yang mendorong penghematan energi, pemilahan also strengthened through internal education that
sampah, dan daur ulang. encourages energy conservation, waste segregation,
and recycling.
Melalui inisiatif ini, TPA menargetkan reduksi emisi Through these initiatives, TPA targets measurable
secara terukur sekaligus memperkuat komitmennya emission reductions while reinforcing its commitment
terhadap mitigasi perubahan iklim yang selaras to climate change mitigation in alignment with
dengan standar keberlanjutan nasional. national sustainability standards.
Komitmen Menuju Net Zero Emission Commitment Toward Net Zero Emissions
Inisiatif penurunan emisi GRK merupakan bagian The GHG emission reduction initiatives form part of
dari komitmen TPA mendukung agenda global TPA’s commitment to supporting the global climate
perubahan iklim, termasuk target Net Zero Emission change agenda, including the national Net Zero
2060 nasional. Komitmen ini diintegrasikan Emission 2060 target. This commitment is integrated
dalam operasional dan rantai pasok, sekaligus into operations and the supply chain, while ensuring
memastikan kepatuhan terhadap regulasi nasional compliance with national and international
dan internasional melalui penerapan praktik terbaik regulations through the implementation of industry
industri untuk menekan emisi secara berkelanjutan. best practices to sustainably reduce emissions.
Melalui komitmen ini, TPA memperkuat daya saing Through this commitment, TPA enhances its
sekaligus berkontribusi pada transisi menuju competitiveness while contributing to the transition
ekonomi rendah karbon. Upaya berkelanjutan toward a low-carbon economy. These ongoing
tersebut ditujukan untuk memastikan keberlanjutan efforts are intended to ensure business sustainability
bisnis yang memberi manfaat jangka panjang bagi that delivers long-term benefits for the environment,
lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang. communities, and future generations.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 149
Page 152
Agro-Ecological
Emisi GRK dan Bahan Lain GHG Emissions and Other Materials
[GRI 305-6, 305-7, 13.1.7, 13.1.8] [GRI 305-6, 305-7, 13.1.7, 13.1.8]
Selain memperkuat program reduksi emisi GRK, TPA In addition to strengthening its GHG emission
memastikan tidak menggunakan material yang reduction program, TPA ensures that it does not
berpotensi merusak ozon. Namun, operasional use materials that have the potential to damage
agribisnis tetap berpotensi menghasilkan emisi the ozone layer. However, agribusiness operations
lain seperti NOx, SOx, dan particulate matter (PM), may still generate other emissions such as NOx, SOx,
terutama dari pembakaran bahan bakar pada and particulate matter (PM), particularly from fuel
boiler, generator, dan kendaraan operasional. Oleh combustion in boilers, generators, and operational
karena itu, TPA mengelola emisi non-GRK secara vehicles. Therefore, TPA manages non-GHG emissions
terukur untuk memastikan seluruh pelepasan tetap in a measurable manner to ensure that all releases
memenuhi ambang batas regulasi lingkungan. remain within environmental regulatory thresholds.
TPA terus meningkatkan efisiensi energi untuk TPA continues to enhance energy efficiency to
menekan emisi NOx dan SOx. Pemanfaatan biomassa reduce NOx and SOx emissions. The utilization of
berupa cangkang dan serat kelapa sawit sebagai biomass in the form of palm kernel shells and fiber
bahan bakar boiler terbukti menurunkan intensitas as boiler fuel has been proven to lower emission
emisi dibandingkan bahan bakar fosil, sekaligus intensity compared to fossil fuels, while supporting
mendukung strategi dekarbonisasi dan perlindungan the decarbonization strategy and the protection of
kesehatan serta lingkungan. public health and the environment.
TPA melakukan perhitungan dan pemantauan TPA conducts calculation and monitoring of emission
beban emisi di seluruh unit pengolahan sesuai loads across all processing units in accordance with
pedoman teknis. Pengukuran dilakukan secara technical guidelines. Measurements are carried
berkala melalui uji cerobong dan uji emisi kendaraan, out periodically through stack testing and vehicle
serta dilaporkan secara transparan kepada instansi emission testing, and are reported transparently to
terkait. Informasi beban emisi rata-rata mill TPA the relevant authorities. Information on the average
selama 3 tahun terakhir disajikan sebagai berikut: emission load of TPA’s mill over the past three years
is presented as follows:
Beban Emisi
Emissions Load
(mg/Nm3)
Nitrogen Oksida / Partikulat / Sulfur Dioksida /
Nitrogen Oxides Particulate (PM) Sulfur Dioxide (SOx)
(NOx)
443,8
41,5
86,5
33,0
55,9 7,9 6,5
7,5 2,2
2023 2024 2025
150 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 153
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Berkomitmen pada Kepatuhan Lingkungan [POJK F.16]
Committed to Environmental Compliance
Kepatuhan terhadap regulasi lingkungan menjadi Compliance with environmental regulations forms
dasar TPA dalam menjaga keberlanjutan usaha the foundation for TPA in maintaining business
dan kelestarian ekosistem. Seluruh kebijakan dan sustainability and ecosystem preservation. All policies
operasional dijalankan sesuai peraturan di Indonesia, and operations are conducted in accordance with
mencakup pengelolaan limbah, pengendalian prevailing regulations in Indonesia, covering waste
emisi, pemanfaatan energi, dan perlindungan management, emission control, energy utilization,
keanekaragaman hayati, sebagai wujud tanggung and biodiversity protection, as a manifestation of
jawab hukum dan komitmen lingkungan serta sosial. legal responsibility as well as environmental and
social commitment.
Dalam implementasinya, TPA membangun sistem In its implementation, TPA established strict
pemantauan dan evaluasi lingkungan yang environmental monitoring and evaluation system,
ketat, didukung oleh alokasi sumber daya dan backed by adequate resource and budget allocation.
anggaran yang memadai. Program lingkungan The environment program conducted include
yang dilaksanakan meliputi pengelolaan limbah the management of liquid and solid waste,
cair dan padat, pengurangan emisi GRK, efisiensi GHG emission reduction, energy efficiency, and
energi, hingga penerapan ekonomi sirkular. Seluruh the implementation of circular economy. All of
upaya ini dijalankan dengan prinsip continuous these efforts are carried out under the continuous
improvement agar kinerja lingkungan perusahaan improvement principle to ensure the increasing
terus meningkat dan memberikan dampak positif company environmental performance and
yang berkelanjutan. Adapun biaya pengelolaan delivering sustainable positive impact. Environmental
lingkungan yang telah direalisasikan TPA sepanjang management expenditures realized by TPA in
3 tahun terakhir diuraikan sebagai berikut: the past 3 years are outlined in the below table:
Biaya Program Lingkungan [POJK F.4]
Environmental Programs Expenditures
(dalam jutaan Rupiah / in million Rupiah)
Kegiatan 2025 2024 2023 Activities
Perizinan 430 103 52 Legal
Pemantauan Lingkungan 4.460 2.917 2.644 Environment Monitoring
Pengelolaan Limbah B3 826 263 390 B3 Waste Management
Sertifikasi 1.660 889 825 Certification
Penilaian HCV 1.099 266 53 HCV Assessment
Pemantauan Keanekaragaman Biodiversity Monitoring in
588 777 777
Hayati di Areal HCV HCV Areas
Total 9.064 5.215 4.761 Total
Atas komitmen pengelolaan lingkungan, TPA For its commitment to environmental management,
meraih PROPER Nasional untuk 3 Entitas Anak dan TPA obtained the National PROPER rating for three
PROPER Daerah untuk 5 Entitas Anak. Capaian Subsidiaries and the Regional PROPER rating for five
ini mencerminkan kepatuhan terhadap standar Subsidiaries. This achievement reflects compliance
regulator dan konsistensi praktik operasional yang with regulatory standards and the consistency
ramah lingkungan, tanpa ada Entitas Anak di bawah of environmentally friendly operational practices,
kategori PROPER Biru. Sejak akhir 2022, seluruh Entitas with no Subsidiaries falling below the Blue PROPER
Anak juga telah tersertifikasi ISPO sebagai bukti category. Since the end of 2022, all Subsidiaries have
penerapan praktik agronomi dan bisnis kelapa sawit also been certified under ISPO as evidence of the
yang bertanggung jawab. implementation of responsible agronomic practices
and palm oil business practices.
Sepanjang 2025, tidak terdapat pengaduan Throughout 2025, there were no public complaints
masyarakat terkait kinerja lingkungan di sekitar related to environmental performance in the areas
wilayah operasi TPA. surrounding TPA’s operational sites.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 151
Page 154
Socio-Territorial [GRI 3-3:401, 3-3:403, 3-3:404, 3-3:405, 3-3:413, 3-3:414] 152 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 155
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Pilar Socio-territorial menjadi dasar implementasi The Socio-territorial Pillar serves as the foundation for
tanggung jawab sosial dan ketenagakerjaan TPA, the implementation of TPA’s social and employment
dengan memastikan kepatuhan terhadap standar responsibilities, by ensuring compliance with
dan regulasi serta penciptaan nilai tambah bagi standards and regulations as well as the creation
karyawan dan masyarakat. TPA memandang of added value for employees and the community.
karyawan sebagai penggerak utama keberlanjutan TPA views employees as the main drivers of business
usaha, sehingga menyediakan lingkungan kerja sustainability; therefore, it provides a healthy, safe,
yang sehat, aman, dan bebas diskriminasi, disertai and discrimination-free working environment,
remunerasi dan manfaat yang kompetitif. Jaminan accompanied by competitive remuneration and
kesehatan, perlindungan sosial, serta peluang benefits. Health insurance, social protection, and
pengembangan karier turut diberikan untuk career development opportunities are also provided
memperkuat kompetensi, menjaga produktivitas, to strengthen competencies, maintain productivity,
dan meningkatkan kesejahteraan jangka panjang. and enhance long-term welfare.
Bagi masyarakat, TPA menghadirkan dampak For the community, TPA delivers positive impact
positif melalui program pemberdayaan ekonomi, through economic empowerment, welfare, and
kesejahteraan, dan pendidikan guna memperkuat education programs to strengthen socio-economic
ketahanan sosial-ekonomi di sekitar wilayah resilience in areas surrounding its operations.
operasional. Inisiatif ini mencakup penciptaan These initiatives include job creation, skills training,
lapangan kerja, pelatihan keterampilan, dukungan educational support, as well as the empowerment
pendidikan, serta pemberdayaan petani plasma of plasma and independent smallholders to
dan swadaya agar terintegrasi dalam rantai pasok integrate them into a sustainable supply chain.
berkelanjutan. TPA juga berkolaborasi dengan TPA also collaborates with local governments and
pemerintah daerah dan pemangku kepentingan stakeholders to ensure that the programs are
untuk memastikan program berjalan relevan, efektif, implemented in a relevant, effective, and sustainable
dan berkelanjutan. manner.
Dengan melibatkan karyawan dan masyarakat By fostering inclusive and equitable engagement with
sekitar secara seimbang, TPA berupaya membangun employees and surrounding communities, TPA seeks
sistem sosial yang tangguh sekaligus menegaskan to build a resilient social system while reinforcing
perannya sebagai perusahaan yang bertanggung its role as a responsible company. Guided by the
jawab. Berlandaskan pilar Socio-territorial, Socio-Territorial pillar, TPA fosters collaboration with
TPA menumbuhkan kolaborasi dengan para stakeholders, cultivates harmonious relationships,
pemangku kepentingan, membangun hubungan and delivers sustainable contributions to shared
yang harmonis, serta menghadirkan kontribusi prosperity.
berkelanjutan bagi kesejahteraan bersama.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 153
Page 156
Socio-Territorial
Praktik Ketenagakerjaan Berkelanjutan dalam
Mendorong Peningkatan Kesejahteraan dan
Produktivitas [GRI 3-3:401]
Sustainable Employment Practices in Promoting Welfare and Productivity
“Bagi TPA, keberlanjutan berakar pada kekuatan sumber daya manusia. Sepanjang 2025,
fokus diarahkan pada pengembangan kompetensi, kepemimpinan, dan kesejahteraan untuk
membangun tenaga kerja yang produktif dan bernilai.”
“For TPA, sustainability is rooted in the strength of human resources. Throughout 2025, the focus
was directed toward competency development, leadership, and welfare to build a productive and
value-driven workforce.”
TPA memandang karyawan sebagai aset TPA views employees as primary assets and key
utama dan pemangku kepentingan kunci stakeholders in driving sustainable growth. Their
dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan. contributions support operational performance
Kontribusi mereka mendukung kinerja operasional while strengthening the local economy and
sekaligus memperkuat ekonomi lokal dan rantai sustainable supply chain. Therefore, employment
pasok berkelanjutan. Oleh karena itu, praktik practices constitute a priority, covering recruitment,
ketenagakerjaan menjadi prioritas, meliputi retention, career development, welfare, competitive
perekrutan, retensi, pengembangan karier, remuneration, and the implementation of equality
kesejahteraan, remunerasi kompetitif, serta and diversity principles.
penerapan prinsip kesetaraan dan keberagaman.
TPA menerapkan tata kelola ketenagakerjaan yang TPA implements fair and responsible employment
adil dan bertanggung jawab sesuai peraturan governance in accordance with prevailing laws
perundang-undangan, rekomendasi ILO, dan and regulations, ILO recommendations, and best
praktik terbaik industri kelapa sawit. Pendekatan ini practices in the palm oil industry. This approach
memastikan setiap pekerja memperoleh perlakuan ensures that every worker receives fair and inclusive
yang adil, inklusif, serta sesuai hak dan kewajibannya. treatment, in line with their rights and obligations.
Dengan menempatkan pekerja sebagai mitra By positioning workers as strategic partners, TPA
strategis, TPA menciptakan lingkungan kerja yang creates a productive, healthy, and safe working
produktif, sehat, dan aman untuk mendukung environment to support welfare and sustainable
kesejahteraan dan kinerja berkelanjutan. performance.
Sepanjang tahun 2025, TPA menjalankan serangkaian Throughout 2025, TPA implemented a series of
inisiatif strategis pengelolaan sumber daya manusia strategic human resource management initiatives
guna memastikan ketersediaan talenta unggul serta to ensure the availability of excellent talent and
peningkatan kompetensi berkelanjutan di seluruh continuous competency development across all work
unit kerja. Program-program tersebut difokuskan units. These programs were focused on leadership
pada penguatan kepemimpinan, pengembangan strengthening, talent development, corporate culture
talenta, pembentukan budaya perusahaan, serta establishment, as well as enhancement of technical
peningkatan kapabilitas teknis dan kinerja individu. capabilities and individual performance.
Dalam pengembangan kepemimpinan dan suksesi, To strengthen leadership development and succession
TPA menerapkan Talent Management untuk planning, TPA implements Talent Management to
menyiapkan suksesor posisi strategis, memperkuat prepare successors for strategic roles, reinforces its
kaderisasi melalui Management Training, serta leadership pipeline through Management Training,
meningkatkan kapasitas kepemimpinan melalui and enhances leadership capacity through the
Teladan Leadership Development Program (TLDP). Teladan Leadership Development Program (TLDP).
154 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 157
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Retensi dan pengembangan talenta dilakukan Talent retention and development are carried out
melalui program bagi karyawan berpotensi tinggi, through programs for high-potential employees,
penerapan Competency Based Human Resources the implementation of Competency Based Human
Management (CBHRM) di seluruh jenjang, serta Resources Management (CBHRM) at all levels, as
sertifikasi profesi perkebunan kelapa sawit yang well as palm oil plantation professional certification
difasilitasi BNSP sesuai SKKNI. facilitated by BNSP in accordance with SKKNI.
Dalam aspek budaya organisasi, TPA memperkuat In terms of organizational culture, TPA strengthens the
internalisasi nilai TELADAN melalui standarisasi internalization of TELADAN values through operational
operasional dan evaluasi berkala melalui Teladan standardization and periodic evaluation through the
Culture Fit Assessment guna memastikan Teladan Culture Fit Assessment to ensure alignment
keselarasan di setiap level. Kapabilitas inovasi dan at every level. Innovation capability and performance
kinerja ditingkatkan melalui Teladan Innovation & are enhanced through the Teladan Innovation &
Improvement Awards (TIIAs), evaluasi kinerja individu, Improvement Awards (TIIAs), individual performance
serta coaching berkala untuk mendorong efektivitas, evaluations, and periodic coaching to promote
akuntabilitas, dan produktivitas. effectiveness, accountability, and productivity.
Strategi Rekrutmen Tenaga Kerja Workforce Recruitment Strategies to
untuk Menjaga Retensi dan Stabilitas Maintain Retention and Work Climate
Iklim Kerja [GRI 3-3:401] Stability [GRI 3-3:401]
TPA merancang proses rekrutmen secara terstruktur TPA designed a structured recruitment process
untuk menjamin kesinambungan operasional to ensure operational continuity while nurturing
sekaligus mendukung pertumbuhan usaha. Proses its business growth. This process is started with
ini dilakukan melalui MPP, yang disusun oleh setiap MPP, set out by each work unit and approved
unit kerja dan mendapat persetujuan Manajemen. by Management. The MPP is prepared by considering
Penyusunan MPP ini mempertimbangkan berbagai multiple factors, such as employee turnover rates,
faktor, seperti tingkat perputaran karyawan, proyeksi business expansion projections, and demographic
ekspansi bisnis, hingga tren demografi tenaga kerja. trends of the workforce.
TPA memprioritaskan rekrutmen internal untuk TPA prioritizes internal recruitment to encourage
mendorong mobilitas karier dan optimalisasi talenta. career mobility and talent optimization.
Program Management Trainee di training center The Management Trainee program at the training
menjadi jalur utama pembentukan calon pemimpin, center serves as the primary pathway for developing
sementara rekrutmen eksternal difokuskan pada future leaders, while external recruitment is focused
posisi dengan keahlian spesifik. Seleksi dilakukan on positions requiring specific expertise. The selection
melalui psikotes dan culture fit assessment berbasis process is conducted through psychological testing
DISC profile untuk memastikan keselarasan dengan and culture fit assessments based on the DISC profile
tujuh nilai utama Teladan. to ensure alignment with TPA’s seven core values of
Teladan.
Prinsip inklusivitas dan non-diskriminasi diterapkan The principles of inclusivity and non-discrimination
dalam seluruh proses, tanpa membedakan suku, are applied throughout the entire process, without
agama, ras, kebangsaan, gender, kondisi fisik, distinction of ethnicity, religion, race, nationality,
status sosial, maupun pandangan politik. TPA juga gender, physical condition, social status, or political
membuka peluang bagi generasi muda melalui views. TPA also provides opportunities for young
partisipasi aktif dalam job fair universitas. Batas usia generations through active participation in university
minimum 18 tahun diberlakukan sesuai ketentuan job fairs. A minimum age requirement of 18 years
hukum untuk mencegah pekerja anak dan is enforced in accordance with legal provisions
menjunjung prinsip HAM sesuai KSL poin 5. to prevent child labor and uphold human rights
principles in line with KSL point 5.
Sepanjang 2025, TPA merekrut 71 karyawan untuk Throughout 2025, TPA recruited 71 employees to fill
mengisi posisi baru dan pengganti, mencakup new and replacement positions, covering staff and
level staf dan workers, dengan tingkat rekrutmen workers levels, with a recruitment rate of 10.04%.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 155
Page 158
Socio-Territorial
sebesar 10,04%. Strategi ini mendukung kebutuhan This strategy supports operational needs while
operasional sekaligus membuka peluang kerja, creating employment opportunities, particularly for
khususnya bagi fresh graduates. Informasi lebih fresh graduates. Further information regarding the
lanjut mengenai rekrutmen staf dan workers recruitment of staff and workers is presented as
diuraikan sebagai berikut: follows:
Rekrutmen Karyawan Staf dan Workers (Non-Staf) [GRI 401-1]
Staffs and Workers (Non-Staffs)-Level Recruitment
Rekrutmen Karyawan Staf dan Workers (Non-Staf) berdasarkan Gender
Staffs and Workers (Non-Staffs)-Level Recruitment by Gender
4
2024 2023
Pria
66 64
Male
2025 Wanita
1 -
Total Female
71 Total 67 64
67
Rekrutmen Karyawan Staf dan Workers (Non-Staf) berdasarkan Kelompok Usia
Staffs and Workers (Non-Staffs)-Level Recruitment by Age Group
2
2024 2023
Usia di Bawah 30 Tahun
20 34
23 Under 30 Years Old
2025 Usia 30 – 50 Tahun
47 29
Total 30 – 50 Years Old
71 Usia di Atas 50 Tahun
- 1
Above 50 Years Old
46
Total 67 64
Rekrutmen Karyawan Staf dan Workers (Non-Staf) berdasarkan Wilayah
Staffs and Workers (Non-Staffs)-Level Recruitment by Region
2024 2023
17 Jakarta 11 22
Kutai Kartanegara 3 2
2025 Paser 2 8
1
Total
41 1 Samarinda 2 5
71 5
Berau 11 3
Kutai Timur
6 38 24
East Kutai
Total 67 64
156 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 159
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Dalam menjaga retensi dan stabilitas iklim In maintaining employee retention and workplace
kerja, TPA menyadari bahwa employee turnover stability, TPA recognizes that employee turnover
menjadi tantangan utama di industri kelapa sawit remains a key challenge in the palm oil industry due
karena berdampak langsung pada keberlanjutan to its direct impact on operational sustainability.
operasional. Tingginya turnover meningkatkan biaya High turnover increases recruitment and training
rekrutmen dan pelatihan, menurunkan produktivitas, costs, reduces productivity, and may disrupt
serta berpotensi mengganggu stabilitas kerja. Faktor workforce stability. Contributing factors include
pemicu meliputi lokasi kebun di area terpencil, remote plantation locations, limited facilities, workload
keterbatasan fasilitas, beban kerja, hingga persepsi pressures, and perceptions of less competitive
kompensasi yang kurang kompetitif. compensation.
Dampak tersebut memengaruhi kinerja jangka These impacts affect short-term performance, work
pendek, kualitas kerja, dan pencapaian produktivitas. quality, and productivity achievement. Repeated
Biaya rekrutmen berulang dan waktu adaptasi recruitment costs and the adaptation period for new
karyawan baru menegaskan bahwa retensi employees emphasize that retention is a strategic
merupakan prioritas strategis dalam pengelolaan priority in human resources management.
sumber daya manusia.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, TPA To address these challenges, TPA implements
menerapkan strategi retensi melalui onboarding retention strategies through structured onboarding,
terstruktur, jalur karier yang jelas, pelatihan clear career paths, continuous training, as well as
berkelanjutan, serta kompensasi dan benefit competitive compensation and benefits. These
yang kompetitif. Program ini didukung kebijakan programs are supported by welfare policies such
kesejahteraan seperti bonus berbasis kinerja, as performance-based bonuses, health benefits,
tunjangan kesehatan, fasilitas perumahan, dan housing facilities, and educational support for
dukungan pendidikan bagi anak karyawan. employees’ children.
TPA juga memberikan penghargaan masa kerja bagi TPA also grants long-service awards to employees
karyawan dengan masa pengabdian 10, 15, hingga with 10, 15, and up to 20 years of service as a form of
20 tahun sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas dan appreciation for loyalty and dedication.
dedikasi.
TPA juga mengutamakan employee engagement TPA also prioritizes employee engagement by
melalui pelibatan karyawan dalam proses involving them in the decision-making processes
pengambilan keputusan dan forum komunikasi and regular communication forums, allowing
rutin, sehingga aspirasi karyawan dapat tersalurkan employees aspirations to be channeled. It creates
dengan baik. Hal ini menciptakan sense of belonging a sense of belonging and fostering a healthier, more
dan menumbuhkan iklim kerja yang lebih sehat inclusive work environment. Social, religious, sports
serta inklusif. Aktivitas sosial, keagamaan, olahraga, activities and work community development are also
dan pembinaan komunitas kerja juga menjadi part of efforts to build a sense of belonging among
bagian dari upaya membangun sense of belonging employees. With these comprehensive efforts, TPA is
di antara karyawan. Melalui upaya menyeluruh ini, able to reduce employee turnover, enhance loyalty
TPA mampu menekan angka perputaran karyawan, and job satisfaction.
memperkuat loyalitas, dan kepuasan kerja.
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 46 karyawan Throughout 2025, a total of 46 employees left TPA
meninggalkan TPA karena berbagai alasan. TPA for various reasons. TPA recorded the total number
mencatat total karyawan yang meninggalkan of employees resigned in 2025 from positions
pekerjaan mereka pada 2025 untuk posisi-posisi categorized as staff and workers (non-staff).
yang dikategorikan sebagai staf dan workers As a result, the employee turnover rate for staff
(non-staf). Dengan demikian, tingkat perputaran and non-staff levels during the same period was
karyawan tingkat staf dan workers (non-staf) 6.51% (including employee turnover within TPA and
pada periode yang sama adalah 6,51% (mencakup Associated Companies). More detailed information
perputaran karyawan di lingkup TPA dan Perusahaan regarding the turnover of staff and workers
Asosiasi). Informasi lebih lengkap mengenai (non-staff) is outlined below:
perputaran karyawan di level staf dan workers
(non-staf) diuraikan sebagai berikut:
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 157
Page 160
Socio-Territorial
Perputaran Karyawan Staf dan Workers (Non-Staf) [GRI 401-1]
Staff and Workers (Non-Staffs)-Level Turnover Rate
Perputaran Karyawan Staf dan Workers (Non-Staf) berdasarkan Gender
Staffs and Workers (Non-Staffs)-Level Turnover by Gender
2024 2023
Pria
17 40 60
Male
2025 Wanita
3 9
Total Female
46 Total 43 69
29
Perputaran Karyawan Staf dan Workers (Non-Staf) berdasarkan Kelompok Usia
Staffs and Workers (Non-Staffs)-Level Turnover by Age Group
7
12 2024 2023
Usia di Bawah 30 Tahun
7 24
2025 Under 30 Years Old
Usia 30 – 50 Tahun
Total 27 10
30 – 50 Years Old
46 Usia di Atas 50 Tahun
9 35
Above 50 Years Old
Total 43 69
27
Perputaran Karyawan Staf dan Workers (Non-Staf) berdasarkan Wilayah
Staffs and Workers (Non-Staffs)-Level Turnover by Region
2024 2023
4
Jakarta 4 13
6 Kutai Kartanegara - 3
2025 Paser - 6
21
Total 4
46 Samarinda 4 4
5 Berau 6 5
Kutai Timur
6 29 38
East Kutai
Total 43 69
158 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 161
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Penghentian Status Karyawan Staf dan Workers (Non-Staf)
Termination of Staffs and Workers (Non-Staffs)-Level Employee Status
Pria
Male 2024 2023
5 Permintaan Pribadi
20 24
Personal Request
Pendisiplinan
- 14
1 Disciplinary
2025 Meninggal Dunia - 2
Total Deceased
29 Pensiun 5 6
Retirement
Pensiun Dini - -
23 Early Retirement
Lain-Lain 15 14
Others
Total 40 60
Wanita
Female 2024 2023
17 Permintaan Pribadi
3 9
Personal Request
Pendisiplinan
- -
Disciplinary
2025 Meninggal Dunia - -
Total Deceased
17 Pensiun - -
Retirement
Pensiun Dini - -
Early Retirement
Lain-Lain - -
Others
Total 3 9
Keseimbangan Remunerasi Balanced Remuneration Improving
Meningkatkan Kesejahteraan Employee Welfare [GRI 3-3:202, 13.21.1]
Karyawan [GRI 3-3:202, 13.21.1]
TPA menempatkan kesejahteraan karyawan sebagai TPA places employee welfare as a fundamental pillar
salah satu fondasi utama dalam mendorong in driving productivity and business sustainability.
produktivitas dan keberlanjutan bisnis. Komitmen This commitment is realized through the
ini diwujudkan melalui penerapan kebijakan implementation of fair, proportional, and transparent
remunerasi yang adil, proporsional, dan transparan remuneration policies in compliance with applicable
sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang labor regulations. Compensation is determined
berlaku. Remunerasi diberikan berdasarkan based on position, expertise, performance, and
jabatan, keahlian, kinerja, serta perilaku kerja yang demonstrated work behavior, reflecting merit-based
ditunjukkan karyawan, sehingga mencerminkan principles while fostering a healthy and professional
prinsip meritokrasi sekaligus mendorong budaya work culture.
kerja yang sehat dan profesional.
Untuk mendukung kesejahteraan jangka panjang, To support long-term employee welfare, TPA
TPA menerapkan program benefit karyawan implements a comprehensive benefits program
yang komprehensif, mencakup perlindungan covering health protection, performance-based
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 159
Page 162
Socio-Territorial
kesehatan, kenaikan upah berbasis kinerja, serta salary increases, and career development through
pengembangan karier melalui pendidikan, pelatihan, education, training, and structured promotions.
dan promosi berjenjang. Pendekatan ini membuka This approach provides equal development
peluang pengembangan yang setara sekaligus opportunities while ensuring fair recognition of each
memastikan apresiasi yang adil atas kontribusi employee’s contribution.
setiap karyawan.
Informasi lebih lengkap mengenai fasilitas-fasilitas Further details on the benefits provided to TPA
yang diberikan kepada karyawan TPA dalam rangka employees to support their well-being are described
mendukung kesejahteraan mereka diuraikan below:
sebagai berikut:
Kebijakan Upah Minimum dan Kenaikan Gaji
Minimum Wage Policy and Salary Increases
Kami menetapkan upah minimum berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku di daerah maupun
nasional. Kenaikan gaji dilakukan mengacu kepada kinerja karyawan.
We set the minimum wage based on applicable regional and national regulations. Salary increases are
implemented based on employee performance.
Tunjangan Kesehatan dan Jaminan Sosial
Health Benefits and Social Security
Kami menyediakan tunjangan kesehatan melalui program BPJS Kesehatan. Adapun Jaminan Kecelakaan
Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Selain itu, pada level staf ditambahkan fasilitas tunjangan selain dari BPJS Kesehatan.
We provide health benefits through the BPJS Kesehatan program. Additionally, Work Accident Insurance,
Death Insurance, Old Age Security, and Pension Insurance are covered through the BPJS Ketenagakerjaan
program. Furthermore, for staff-level employees, additional health benefits are provided beyond BPJS
Kesehatan.
Permukiman Karyawan
Employee Housing
Wilayah operasional umumnya berada di remote area, oleh karena itu kami menyediakan fasilitas
permukiman karyawan yang dilengkapi dengan perumahan, klinik, sarana olahraga, jaringan air, jaringan
listrik, dan sarana peribadahan. TPA juga memastikan kebutuhan primer karyawan dapat terpenuhi, salah
satunya kebutuhan sumber air bersih. Program pembangunan sumur bor dan penyediaan filter air menjadi
bagian dari upaya memastikan ketersediaan air layak konsumsi.
Since our operational areas are generally located in remote areas, we provide employee housing facilities
equipped with residences, clinics, sports facilities, water and electricity networks, as well as places of worship.
TPA also ensures employees’ primary needs are met, for example access to clean water. The construction of
bore wells and provision of water filter program are some of the efforts to ensure the availability of potable water.
Program Koperasi Karyawan
Employee Cooperative Program
TPA memperkuat koperasi karyawan dengan memberikan subsidi agar harga kebutuhan pokok kompetitif
dibanding pasar luar kebun. Melalui koperasi ini, karyawan didorong untuk menabung dan meningkatkan
literasi finansial.
TPA strengthens its employee cooperative via subsidies, allowing competitive pricing of essential goods
compared to markets outside the estate. Through the cooperative, employees are encouraged to save and
improve financial literacy.
160 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 163
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Pemberian Cuti
Leave Policy
Pemberian hak cuti sekurang-kurangnya mengacu kepada peraturan perundangan-undangan yang
berlaku. Kami memberikan cuti tahunan, cuti haid, cuti paternal, dan cuti ibadah haji. TPA memberikan
hak cuti tahunan selama 12 hari kerja bagi setiap karyawan, dengan fleksibilitas untuk menggabungkan
jatah cuti hingga 2 tahun berturut-turut sehingga total menjadi 24 hari kerja. Kebijakan ini dirancang dalam
rangka memberikan ruang bagi karyawan untuk beristirahat dan berkumpul lebih lama dengan keluarga.
The provision of leave entitlements refers at a minimum to applicable laws and regulations. We provide
annual leave, menstrual leave, paternity leave, and hajj pilgrimage leave. TPA grants each employee
12 working days of annual leave, with flexibility to combine leave entitlements for up to 2 consecutive years,
totaling 24 working days. This policy is designed to provide give longer time for employees to rest and spend
quality time with their families.
TPA menetapkan struktur pengupahan berdasarkan TPA establishes a wage structure based on job
jenis pekerjaan, jabatan, dan golongan untuk type, position, and grade to ensure remuneration
memastikan remunerasi yang proporsional sesuai commensurate with roles, responsibilities, and
kontribusi dan kinerja. Skema berbasis kinerja ini performance. This performance-based scheme
mendorong motivasi, produktivitas, serta iklim kerja promotes motivation, productivity, and a healthy,
yang kompetitif dan sehat. competitive work environment.
Kebijakan tersebut dilengkapi sistem penghargaan The policy is complemented by a merit- and
berbasis prestasi dan kompetensi, sehingga setiap competency-based reward system, ensuring that
capaian yang memberikan nilai tambah bagi every achievement contributing added value to
perusahaan memperoleh apresiasi yang setimpal. the Company receives appropriate recognition.
Dengan operasional yang tersebar di berbagai With operations across various regions, TPA aligns
daerah, TPA menyesuaikan standar pengupahan its wage standards with the applicable Regency
berdasarkan lokasi kerja sesuai ketentuan Upah Minimum Wage (UMK) in each location. This
Minimum Kabupaten (UMK). Penetapan ini approach takes into account living costs, inflation,
mempertimbangkan kebutuhan hidup, inflasi, dan and prevailing local standards of adequacy.
standar kelayakan setempat.
Komitmen tersebut memastikan setiap karyawan This commitment ensures that every employee
menerima penghasilan yang layak dan mendukung receives fair income and supports their welfare.
kesejahteraan.
Selain memastikan kepatuhan terhadap upah In addition to ensuring compliance with minimum
minimum, TPA menjunjung kesetaraan upah bagi wage regulations, TPA upholds equal pay for men and
pria dan wanita pada posisi yang sama. Pada women in the same positions. In 2025, the ratio of the
2025, rasio upah terendah karyawan terhadap lowest employee wage to the applicable UMK in each
UMK di masing-masing kabupaten tercatat 1:1, regency was recorded at 1:1, reflecting regulatory
mencerminkan kepatuhan regulasi dan komitmen compliance and commitment to employee welfare.
terhadap kesejahteraan karyawan.
Informasi lebih rinci mengenai perbandingan upah More detailed information regarding the comparison
terendah dan UMK di wilayah operasional TPA between the lowest wage and the UMK in TPA’s
diuraikan sebagai berikut: operational areas is presented as follows:
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 161
Page 164
Socio-Territorial
Upah Minimum [POJK F.20] [GRI 202-1, 13.21.3]
Minimum Wage
Upah Minimum Kabupaten Imbal Jasa Karyawan Tingkat Terendah
Unit Usaha Kabupaten Rasio
Regency Minimum Wage Lowest-Level Employee Pay
Company Regency Ratio
(Rp) (Rp)
TBP Berau 4.396.211 4.396.211 1:1
INK Berau 4.396.211 4.396.211 1:1
Kutai
CAP 4.060.684 4.060.684 1:1
Kartanegara
Kutai Timur
TLN 4.257.422 4.257.422 1:1
East Kutai
Kutai Timur
SPN 4.257.422 4.257.422 1:1
East Kutai
Kutai Timur
TPS 4.257.422 4.257.422 1:1
East Kutai
Kutai Timur
GSA 4.257.422 4.257.422 1:1
East Kutai
Kutai Timur
CDM 4.257.422 4.257.422 1:1
East Kutai
MJA Paser 3.810.019 3.810.019 1:1
Selain memberikan upah yang kompetitif, TPA juga Other than providing competitive wage, TPA also
memberikan berbagai tunjangan sebagai bagian offers various allowances in its comprehensive
dari paket remunerasi yang komprehensif. Kebijakan remuneration package. This policy is true realization
ini merupakan wujud nyata komitmen TPA dalam of TPA’s commitment in maintaining employee
menjaga kesejahteraan dan stabilitas ekonomi welfare and economic stability, so that they can
karyawan, sehingga mereka mampu menjalankan perform their duties optimally. Allowances provided
tugas secara optimal. Berbagai tunjangan yang by TPA to its employees are further detailed in
diberikan oleh TPA kepada karyawan diuraikan the below table:
sebagai berikut:
Tunjangan Karyawan [GRI 401-2]
Employee Benefits
Jenis Tunjangan Karyawan Tetap Karyawan Kontrak
Type of Benefit/Allowance Permanent Employees Contract Employees
Dana Pensiun (BPJS Ketenagakerjaan)
Pension Fund (BPJS Ketenagakerjaan)
Tunjangan Jabatan
Job Allowance
Asuransi Kecacatan dan Kecelakaan Kerja
Occupational Accident and Disability Insurance
Asuransi Meninggal Dunia Akibat Kerja
Work-related Life Insurance
Asuransi Meninggal Dunia Bukan Akibat Kerja
Non Work-related Life Insurance
Jaminan Kesehatan bagi Karyawan
Employee Health Insurance
Jaminan Kesehatan bagi Pasangan Karyawan
Employee’s Partner Insurance
Jaminan Kesehatan bagi Anak Karyawan
Employee’s Child Insurance
162 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 165
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Jenis Tunjangan Karyawan Tetap Karyawan Kontrak
Type of Benefit/Allowance Permanent Employees Contract Employees
Cuti Melahirkan
Maternity Leave
Cuti Punya Anak
Parental Leave
Cuti Haid
Menstrual Leave
Cuti Menunaikan Haji
Leave for Hajj Pilgrimage
Tunjangan Hari Raya
Hari Raya Allowance
Pesangon
-
Severance
Tunjangan Natura (Catu Beras) untuk Karyawan di Unit
Operasional
Food (Rice) Allowance for Employees at Operating Units
Inovasi Program Insentif dan Motivasi Karyawan
Innovation in Employee Incentive and Motivation Program
Sebagai bentuk apresiasi dan strategi peningkatan motivasi kerja, TPA melaksanakan berbagai inovasi program
kesejahteraan karyawan pemanen di area operasional. Salah satu di antaranya adalah program Tapro (Tabungan
Produktivitas), yaitu sistem insentif berbasis kehadiran dan kinerja yang mendorong kedisiplinan sekaligus
meningkatkan produktivitas tenaga kerja di kebun. Melalui program ini, karyawan yang menunjukkan performa
dan komitmen tinggi memperoleh tambahan insentif sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya.
Selain itu, TPA juga memberikan penghargaan kepada karyawan pemanen terbaik yang dilaksanakan pada saat
peringatan acara Kemerdekaan Republik Indonesia maupun hari buruh. Hadiah yang diberikan berupa pemberian
sembako, barang elektronik, atau keperluan rumah tangga lainnya. Program-program ini menjadi wujud nyata
komitmen TPA dalam membangun lingkungan kerja yang produktif, kompetitif, dan berkeadilan, di mana
kesejahteraan karyawan menjadi bagian integral dari keberlanjutan operasional perusahaan.
As a token of appreciation and a strategy to boost work motivation, TPA held various harvester welfare innovations
in its operational areas. One of them is Tapro (Productivity Savings) Program, an attendance and performance-
based incentive system to promote discipline, as well as improve workforce productivity in estates. In the Tapro
program, employees demonstrating strong performance and commitment will receive additional incentives in the
form of award for their contributions.
TPA also awards the best harvester during the Indonesian Independence Day and Labor Day celebrations. Prizes
rewarded include basic necessities, electronics, or other household necessities. These programs are realization of
TPA’s commitment in creating productive, competitive and fair work environment, where employee welfare is as an
integral part of the Company’s sustainable operations.
TPA menempatkan kesejahteraan karyawan dan TPA places the welfare of employees and their
keluarganya sebagai bagian integral pengelolaan families as an integral part of human resources
SDM. Mengingat lokasi operasional yang jauh dari management. Considering operational locations
pusat ekonomi dan pendidikan, TPA menyediakan far from economic and educational centers,
hunian layak bagi karyawan dan keluarga. Dukungan TPA provides adequate housing for employees
ini membantu menjaga keseimbangan kerja dan and their families. This support helps maintain
kehidupan pribadi, sekaligus memberikan rasa work–life balance and provides security in fulfilling
aman dalam memenuhi kebutuhan dasar keluarga. basic family needs.
TPA juga mendukung pemenuhan hak pendidikan TPA also supports the fulfillment of employees’
anak karyawan dengan menyediakan akses children’s right to education by providing access to
pendidikan yang terjangkau dan berkualitas di affordable and quality education around operational
sekitar wilayah operasional. Hingga akhir 2025, areas. As of the end of 2025, TPA operated 11 schools
TPA mengoperasikan 11 sekolah dengan 96 tenaga with 96 teaching staff and 24 school buses for
pengajar serta 24 unit bus sekolah untuk layanan shuttle services. In addition, 64 childcare facilities
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 163
Page 166
Socio-Territorial
antar-jemput. Selain itu, tersedia 64 fasilitas were available across all Subsidiaries to support
penitipan anak di seluruh Entitas Anak guna employees with young children.
mendukung karyawan yang memiliki anak usia dini.
Melalui inisiatif tersebut, jumlah siswa di fasilitas Through these initiatives, the number of students in
pendidikan TPA mencapai 1.628 anak pada 2025. TPA’s educational facilities reached 1,628 children in
Capaian ini mencerminkan komitmen TPA dalam 2025. This achievement reflects TPA’s commitment
mendukung kesejahteraan karyawan dan keluarga to comprehensively supporting the welfare of
secara menyeluruh. Penyediaan hunian, pendidikan, employees and their families. The provision of
dan fasilitas pendukung lainnya bertujuan housing, education, and other supporting facilities
menciptakan lingkungan yang stabil dan sejahtera aims to create a stable and prosperous environment
guna menunjang produktivitas berkelanjutan. to support sustainable productivity.
Fasilitas Pendidikan
Educational Facilities
Total Bus Sekolah
Total Sekolah Total Guru Total Siswa Total School Buses
Total Schools Total Teachers Total Students
6 27 440
24
Total Tempat
Penitipan Anak
Total Childcare Units
5 69 1.188
Taman Kanak-Kanak / Kindergarten Sekolah Dasar / Elementary School
64
Sepanjang tahun 2025, TPA melanjutkan komitmen Throughout 2025, TPA continued its commitment
dalam mendukung akses pendidikan yang to provide proper education access for employees’
layak bagi anak karyawan melalui program children through the school buses rejuvenation and
peremajaan dan penambahan armada bus addition program, as well as capacity-building for
sekolah, serta peningkatan kapasitas tenaga educators. The school buses rejuvenation program
pendidik. Peremajaan bus sekolah dilakukan untuk aims to ensure the comfort and safety of students
memastikan kenyamanan dan keselamatan pelajar traveling to and from schools, particularly in and
dalam menempuh perjalanan dari dan ke sekolah, around the plantation areas with long commuting
khususnya di area perkebunan yang memiliki jarak distances.
tempuh cukup jauh.
Selain itu, TPA juga menyelenggarakan pelatihan TPA also organizes teacher training program based
bagi para guru dengan pendekatan deep on a deep and meaningful learning approach,
and meaningful learning yang berfokus pada focused to improve teaching quality, creativity in
peningkatan kualitas pembelajaran, kreativitas teaching and ability to nurture more meaningful
pengajaran, serta kemampuan dalam membangun teachers-students’ interactions. This program
interaksi yang lebih bermakna antara guru dan aimed to enrich the teaching methods, as well as
siswa. Program ini bertujuan memperkaya metode to stimulate students’ learning motivation through
pengajaran serta memperkuat semangat belajar an inspirational educational environment that is
siswa melalui lingkungan pendidikan yang lebih adaptive to changes.
inspiratif dan adaptif terhadap perubahan zaman.
164 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 167
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Dukungan terhadap Support for Family Well-Being through
Kesejahteraan Keluarga melalui Maternity Leave [GRI 401-3]
Cuti Melahirkan [GRI 401-3]
TPA menempatkan kesejahteraan karyawan dan TPA places employee and family welfare as an
keluarga sebagai bagian yang tidak terpisahkan inseparable part of its sustainable employment
dari kebijakan ketenagakerjaan berkelanjutan. policies. This commitment is realized through
Komitmen ini diwujudkan melalui pemberian cuti the provision of maternity leave for female
melahirkan (maternity leave) bagi karyawan wanita employees and paternity leave for male employees,
dan cuti ayah (paternity leave) bagi karyawan pria, in accordance with applicable regulations, while
sesuai peraturan yang berlaku serta mendukung fostering an inclusive and family-friendly work
lingkungan kerja yang inklusif dan ramah keluarga. environment.
Karyawan wanita berhak mendapatkan cuti Female employees are entitled to 90 days of
melahirkan selama 90 hari, yang dapat dimanfaatkan maternity leave, which may be taken before
sebelum maupun setelah proses persalinan. Fasilitas and/or after childbirth. This facility provides them
ini memberi kesempatan bagi mereka untuk with the opportunity to prepare for delivery and care
mempersiapkan kelahiran dan merawat bayi tanpa for their newborns without losing employment rights.
kehilangan hak ketenagakerjaan. Setelah cuti, After the leave period, employees are guaranteed
karyawan dijamin kembali ke posisi semula dengan to return to their original positions with unchanged
hak dan manfaat yang tetap berlaku. rights and benefits.
Karyawan pria memperoleh cuti ayah selama 2 hari Male employees are entitled to 2 days of paternity
untuk mendampingi persalinan dan memberikan leave to accompany childbirth and provide initial
dukungan awal. Kebijakan ini mendorong support. This policy encourages family involvement,
keterlibatan keluarga, memperkuat kesetaraan strengthens gender equality, and supports work–life
gender, serta mendukung keseimbangan kerja dan balance within a harmonious and collaborative work
kehidupan pribadi dalam lingkungan kerja yang environment.
harmonis dan kolaboratif.
Informasi mengenai total karyawan wanita yang Information on the total number of female employees
mengambil maternity leave dan kembali bekerja, who took maternity leave and returned to work,
serta total karyawan pria yang mengambil paternity as well as the total number of male employees who
leave untuk mendampingi istrinya yang melahirkan took paternity leave to support their spouses during
lebih lengkap diuraikan sebagai berikut: childbirth, is detailed below:
2025 2024 2023
Keterangan
Description Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Total Total Total
Male Female Male Female Male Female
Total karyawan yang berhak atas cuti
melahirkan
315 255 570 95 107 202 128 69 197
Total employee entitled to maternity
leave
Total karyawan yang mengambil cuti
melahirkan 210 154 364 95 103 198 128 69 197
Total employee taking maternity leave
Total karyawan yang kembali bekerja
pada periode laporan setelah cuti
berakhir 209 130 339 95 85 180 128 69 197
Total employee returning to work after
the leave ended
Total karyawan yang kembali bekerja
12 bulan setelah cuti berakhir
177 106 283 73 65 138 74 22 96
Total employee returning to work for
12 months after the leave ended
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 165
Page 168
Socio-Territorial
Keberagaman dan Kesetaraan Diversity and Equality in the Workplace
di Tempat Kerja [POJK F.18, F.19] [3-3:405, 13.15.1] [POJK F.18, F.19] [3-3:405, 13.15.1]
TPA menempatkan keberagaman dan kesetaraan TPA places diversity and equality as the foundation
sebagai fondasi praktik ketenagakerjaan of its sustainable employment practices.
berkelanjutan. Sebagai perusahaan yang beroperasi As a company operating within a multicultural society,
di masyarakat multikultural, TPA menjunjung TPA upholds inclusivity and anti-discrimination by
inklusivitas dan anti-diskriminasi dengan memastikan ensuring equal employment opportunities, access
kesempatan kerja, akses hak, dan pengembangan to rights, and career development without distinction
karier yang setara tanpa membedakan suku, of ethnicity, religion, race, nationality, gender,
agama, ras, kebangsaan, gender, kondisi fisik, status physical condition, social status, or political views.
sosial, maupun pandangan politik. Lingkungan kerja This fair work environment provides space for every
yang adil ini memberi ruang bagi setiap individu individual to grow and contribute optimally.
untuk berkembang dan berkontribusi optimal.
Bagi TPA, keberagaman juga merupakan kekuatan For TPA, diversity represents a strategic advantage
strategis yang meningkatkan daya saing. that strengthens competitiveness. An inclusive
Lingkungan inklusif memperkuat sense of belonging workplace enhances employee engagement
dan loyalitas, sekaligus mendorong kreativitas, and loyalty, while driving creativity, innovation,
inovasi, dan efektivitas melalui beragam perspektif and organizational effectiveness through diverse
dan pengalaman. perspectives and experiences.
Nilai kesetaraan diintegrasikan dalam rekrutmen, The principle of equality is integrated into
promosi, dan pengelolaan karier berbasis kompetensi. competency-based recruitment, promotion,
Sosialisasi inklusivitas dan anti-diskriminasi dilakukan and career management. Inclusivity and non-
secara berkala untuk memastikan terciptanya discrimination are regularly communicated to
tempat kerja yang adil dan setara. ensure the creation of a fair and equitable workplace.
Nilai-nilai inklusivitas dan anti-diskriminasi telah TPA TPA is implementing inclusivity and
implementasikan secara komprehensif pada seluruh anti-discrimination values comprehensively in all of
kegiatan operasional sebagaimana diuraikan berikut: its operational activities, as outlined below:
Kebijakan Rekrutmen yang Inklusif
Inclusive Recruitment Policy
Kami memastikan setiap calon kandidat pekerja memiliki kesempatan yang sama untuk berkarier di
TPA, tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, kebangsaan, gender, kondisi fisik, status sosial,
maupun pandangan politik.
We ensure that every job candidate has an equal opportunity to build a career at TPA, regardless of ethnicity,
religion, race, nationality, gender, physical condition, social status, or political views.implemented based on
employee performance.
Sistem Pengaduan untuk Kasus Diskriminasi dan Pelecehan
Grievance System for Discrimination and Harassment Cases
Kami memiliki mekanisme yang jelas untuk menangani laporan diskriminasi dan pelecehan di tempat kerja.
Melalui mekanisme ini, kami memastikan bahwa setiap kasus diselesaikan secara adil dan transparan
untuk menjaga integritas lingkungan kerja.
We have a well-defined mechanism to handle reports of discrimination and harassment in the workplace.
This system ensures that every case is addressed fairly and transparently, preserving the integrity of our
work environment.
166 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 169
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Pengukuran dan Pelaporan Kinerja Keberagaman
Diversity Performance Assesment and Reporting
Kami secara rutin mengumpulkan data tentang komposisi tenaga kerja berdasarkan gender, etnis, dan
kelompok lain untuk mengukur keberagaman serta melaporkannya secara internal.
We regularly collect data on workforce composition based on gender, ethnicity, and other groups to assess
diversity and reporting it internally.
Informasi mengenai komposisi karyawan TPA di Information on the composition of TPA employees
berbagai tingkatan yang menunjukkan keberagaman at various levels, reflecting diversity across criteria
pada berbagai kriteria yakni gender, usia, golongan, such as gender, age, employment category, and
dan tingkat pendidikan diuraikan sebagai berikut: education level, is outlined below:
Keberagaman Gender Staf dan Workers (Non-Staf) dalam Komposisi Badan Tata Kelola
dan Karyawan [GRI 405-1, 13.15.2]
Gender Diversity of Staffs and Workers (Non-Staffs) in Governance Bodies and Workforce
Composition
Pria Wanita
Male Female
Jabatan
Position Persentase Persentase
Total Total
Percentage Percentage
(Orang / Persons) (Orang / Persons)
(%) (%)
Executive-level 12 1,70 - -
Senior-level 78 11,03 5 0,71
Middle-level 76 10,75 11 1,56
Entry-level 308 43,56 29 4,10
Workers 93 13,15 95 13,44
Total 567 80,19 140 19,81
Pemberdayaan Perempuan Women’s Empowerment
Komitmen TPA terhadap inklusivitas dan kesetaraan TPA’s commitment to inclusivity and gender equality
gender diwujudkan melalui kebijakan anti- is reflected through consistent anti-discrimination
diskriminasi yang konsisten serta peningkatan peran policies and the enhancement of women’s roles
perempuan di seluruh lini bisnis. Hingga akhir 2025, across all business lines. As of the end of 2025,
partisipasi perempuan pada level staf dan workers women’s participation at staff and workers levels
mencapai 19,81%, mencerminkan peningkatan reached 19.81%, reflecting increased contribution in
kontribusi dalam operasional dan pengambilan operations and decision-making.
keputusan.
TPA memastikan akses yang setara terhadap TPA ensures equal access to career development,
pengembangan karier, kepemimpinan, dan leadership, and competency enhancement through
kompetensi melalui pelatihan, mentoring, training, mentoring, and capacity-building programs
serta program penguatan kapasitas untuk to prepare women for managerial and strategic
mempersiapkan perempuan di posisi manajerial positions.
dan strategis.
Untuk memperkuat perlindungan dan To strengthen protection and empowerment,
pemberdayaan, TPA membentuk Komite Gender TPA has established Gender Committees across
di seluruh Entitas Anak. Hingga akhir 2025, komite all Subsidiaries. As of the end of 2025, these
ini beranggotakan 243 orang dan berperan committees comprised 243 members and played
memfasilitasi komunikasi, menyuarakan perspektif a role in facilitating communication, voicing women’s
perempuan, serta menangani isu gender dengan perspectives, and addressing gender-related issues
dukungan penuh Manajemen guna memastikan with full Management support to ensure responsive
kebijakan yang responsif dan inklusif. and inclusive policies.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 167
Page 170
Socio-Territorial
Struktur Organisasi Komite Gender
Gender Committee Organizational Structure
Ketua
Chairman
Wakil Ketua
Vice Chairman
Anggota Perwakilan Anggota Perwakilan Anggota Perwakilan
Kebun Inti Kebun Plasma Pabrik
Representative Members Representative Members Representative Members
from Nucleus Plantations from Plasma Plantations from Palm Oil Mills
Kantor Besar Kantor Afdeling
Administrative Office Afdeling Office
Keberagaman Usia Staf dan Workers (Non-Staf) dalam Komposisi Badan Tata Kelola
dan Karyawan [GRI 405-1, 13.15.2]
Age Diversity of Staffs and Workers (Non-Staffs) in the Composition of the Governance
Bodies and Employees
18 – 24 Tahun 25 – 34 Tahun 35 – 44 Tahun 45 – 54 Tahun >55 Tahun
18 – 24 Years Old 25 – 34 Years Old 35 – 44 Years Old 45 – 54 Years Old >55 Years Old
Jabatan
Position Total Persentase Total Persentase Total Persentase Total Persentase Total Persentase
(Orang / Percentage (Orang / Percentage (Orang / Percentage (Orang / Percentage (Orang / Percentage
Persons) (%) Persons) (%) Persons) (%) Persons) (%) Persons) (%)
Executive-
- - - - 5 0,70% 2 0,30% 5 0,70%
level
Senior-
- - 4 0,60% 32 4,50% 30 4,20% 17 2,40%
level
Middle-
1 0,10% 11 1,60% 53 7,50% 21 3,00% 1 0,15%
level
Entry-level 24 3,40% 187 26,40% 94 13,30% 29 4,10% 3 0,45%
Workers 16 2,30% 78 11,00% 61 8,60% 24 3,40% 9 1,30%
Total 41 5,80% 280 39,60% 245 34,60% 106 15,00% 35 5,00%
168 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 171
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Keberagaman Tingkat Pendidikan Staf dan Workers (Non-Staf) dalam
Komposisi Badan Tata Kelola dan Karyawan [GRI 405-1, 13.15.2]
Educational Level Diversity of Staff and Workers (Non-Staff) in
the Composition of the Governance Bodies and Employees
S2 S1 Diploma SMP/SMA Lainnya
Master’s Bachelor’s Diploma High School/Middle School Others
Jabatan
Position Total Persentase Total Persentase Total Persentase Total Persentase Total Persentase
(Orang / Percentage (Orang / Percentage (Orang / Percentage (Orang / Percentage (Orang / Percentage
Persons) (%) Persons) (%) Persons) (%) Persons) (%) Persons) (%)
Executive-
7 1,00% 5 0,70% - - - - - -
level
Senior-
8 1,10% 67 9,50% 3 0,40% 5 0,70% - -
level
Middle-
3 0,40% 64 9,10% 9 1,30% 11 1,55% - -
level
Entry-level 4 0,60% 237 33,50% 44 6,20% 52 7,35% - -
Workers - - 74 10,50% 41 5,80% 73 10,30% - -
Total 22 3,10% 447 63,30% 97 13,70% 141 19,90% - -
Komitmen pada Praktik Ketenagakerjaan Commitment to Fair and
yang Adil dan Bebas Diskriminasi Non-Discriminatory Employment Practices
TPA menerapkan seluruh praktik ketenagakerjaan TPA implements all of its employment practices
berdasarkan prinsip keadilan, kesetaraan, dan based on the principles of fairness, equality,
penghormatan terhadap HAM. TPA menjunjung tinggi and respect of human rights. TPA upholds every
hak setiap karyawan untuk memperoleh perlakuan employee’s right to receive fair and equal treatment
yang adil dan setara, sekaligus meniadakan segala while eliminating any form of discrimination in the
bentuk diskriminasi dalam proses rekrutmen, recruitment, placement, and career development
penempatan, maupun pengembangan karier. processes. This commitment is realized through
Komitmen ini diwujudkan melalui kebijakan anti- consistent implementation of anti-discrimination
diskriminasi yang konsisten diterapkan di seluruh policies in all Subsidiaries. Throughout 2025, TPA
Entitas Anak. Sepanjang tahun 2025, TPA tidak received no report or complaint from stakeholders
menerima laporan ataupun pengaduan dari related to discriminatory practices while interacting
pemangku kepentingan terkait praktik diskriminatif with TPA. [GRI 3-3:406, 406-1, 13.15.1, 13.15.4]
dalam interaksi mereka dengan TPA. [GRI 3-3:406,
406-1, 13.15.1, 13.15.4]
Larangan terhadap Pekerja Anak dan Prohibition of Child Labor and Forced Labor
Kerja Paksa
Sebagai bagian dari kepatuhan terhadap KSL 5, TPA As part of compliance with KSL 5, TPA strictly prohibits
secara tegas melarang keterlibatan pekerja anak any use of child labor (under 18 years old) and any
(di bawah usia 18 tahun) dan segala bentuk kerja form of forced labor in all of its operational areas.
paksa di seluruh wilayah operasional. Kebijakan This policy also reflects TPA’s commitment to carry
ini sekaligus menegaskan komitmen TPA untuk out responsible business practices in line with
menjalankan praktik bisnis yang bertanggung both national regulations and international labor
jawab, sesuai dengan regulasi nasional maupun standards. The implementation of a comprehensive
standar ketenagakerjaan internasional. Penerapan employment practices is coupled with strict internal
kebijakan ketenagakerjaan yang komprehensif monitoring mechanism, ensuring that no activity has
disertai dengan mekanisme pengawasan internal a risk of child exploitation or human rights violation.
yang ketat, memastikan bahwa tidak ada aktivitas With these efforts, TPA strives to maintain the integrity
yang mengandung risiko eksploitasi anak maupun of its supply chain while protecting employees’ rights.
pelanggaran HAM lainnya. Dengan langkah ini, TPA [GRI 3-3:408, 3-3:409, 408-1, 409-1, 13.17.2, 13.17.2, 13.16.1,
berupaya menjaga integritas rantai pasok serta 13.16.2]
melindungi hak-hak pekerja. [GRI 3-3:408, 3-3:409,
408-1, 409-1, 13.17.2, 13.17.2, 13.16.1, 13.16.2]
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 169
Page 172
Socio-Territorial
Konsistensi dalam Menegakkan Consistent Upholding of Human Rights
Prinsip HAM Principles
Konsistensi penerapan prinsip kesetaraan The consistent implementation of equality principles
dan perlindungan HAM memberikan hasil and human rights protection has delivered positive
positif. Sepanjang periode pelaporan, TPA tidak results. Throughout the reporting period, TPA did not
mengidentifikasi risiko material maupun menerima identify any material risks nor receive any reports of
laporan pelanggaran HAM di seluruh unit operasional. human rights violations across all operational units.
Capaian ini menegaskan efektivitas kebijakan This achievement affirms the effectiveness of the
Perseroan dalam menciptakan lingkungan kerja Company’s policies in creating an inclusive, safe, and
yang inklusif, aman, dan menghormati martabat dignified work environment. [GRI 3-3:407, 407-1, 13.18.2]
setiap individu. [GRI 3-3:407, 407-1, 13.18.2]
Penerapan Prinsip Kesetaraan dalam Implementation of Wage Equality
Sistem Pengupahan Principles
Prinsip kesetaraan juga diimplementasikan TPA The principle of equality is also implemented across
dalam sistem pengupahan di seluruh level karyawan, TPA’s wage system at all employee levels, from
mulai dari posisi terendah hingga tertinggi. Penetapan entry-level to senior positions. Base salaries for
upah pokok untuk setiap jabatan dilakukan secara each role are determined objectively, taking into
objektif, dengan mempertimbangkan tanggung account responsibilities, duties, and job complexity,
jawab, tugas, serta kompleksitas pekerjaan, tanpa without regard to gender or other personal
membedakan gender atau faktor pribadi lainnya. factors. Accordingly, the wage structure reflects
Dengan demikian, struktur pengupahan yang professionalism and transparency, while supporting
diterapkan dapat mencerminkan profesionalisme an inclusive and equitable work environment.
dan transparansi, serta mendukung terciptanya [GRI 405-2, 13.15.3]
lingkungan kerja yang inklusif dan setara. [GRI 405-2,
13.15.3]
Rasio Perbandingan Upah Pokok dan Remunerasi berdasarkan Jabatan [GRI 405-2, 13.15.3]
Comparison Ratio of Base Salary and Remuneration by Position
-* Executive-level -*
1,14 Senior-level 1,00
0,81 Middle-level 1,00
1,50 Entry-level 1,00
1,01 Workers 1,00
Pria / Male Wanita / Female
* Tidak ada karyawan perempuan pada tingkatan jabatan ini. / No female employees on this level.
170 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 173
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Serikat Pekerja dan Peraturan Labor Unions and Company
Perusahaan [GRI 2-30, 407-1, 13.18.2] Regulations [GRI 2-30, 407-1, 13.18.2]
TPA menghormati kebebasan berserikat dan TPA respects freedom of association and assembly
berkumpul sebagai hak asasi yang fundamental. as fundamental human rights. TPA ensures that every
TPA memastikan setiap karyawan bebas membentuk employee is free to establish or join labor unions and
atau bergabung dengan serikat pekerja serta participate in bipartite forums in accordance with
berpartisipasi dalam forum bipartit sesuai regulasi. regulations.
Komitmen ini mendukung hubungan industrial This commitment supports harmonious and
yang harmonis dan produktif dengan menjunjung productive industrial relations by upholding equality,
kesetaraan, penghargaan terhadap aspirasi respecting employees’ aspirations, and promoting
karyawan, dan pengambilan keputusan yang inklusif. inclusive decision-making.
Di seluruh unit operasional, terdapat 5 serikat Across all operational units, there are 5 independent
pekerja independen yang terdaftar di Dinas Tenaga labor unions registered with the Regency Manpower
Kerja kabupaten serta 14 serikat pekerja berafiliasi. Office and 14 affiliated labor unions. The majority
Mayoritas karyawan tercatat sebagai anggota aktif, of employees are recorded as active members,
mencerminkan penghormatan TPA terhadap hak reflecting TPA’s respect for the right to organize.
berorganisasi.
Dialog bipartit dilaksanakan setiap 2–3 bulan untuk Bipartite dialogues are conducted every 2–3
membahas isu ketenagakerjaan, fasilitas, dan months to discuss employment issues, facilities, and
kebutuhan operasional, dengan melibatkan Komite operational needs, involving the Gender Committee
Gender guna memastikan perspektif kesetaraan. to ensure equality perspectives. TPA also provides
TPA juga menyediakan kotak saran anonim bagi anonymous suggestion boxes for employees.
karyawan. Peringatan Hari Buruh Nasional menjadi The commemoration of National Labor Day serves
momentum memperkuat komunikasi dan kolaborasi as momentum to strengthen communication and
antara manajemen dan serikat pekerja. collaboration between management and labor
unions.
Dalam membina hubungan industrial, TPA selalu In fostering industrial relations, TPA always adheres
berpedoman pada peraturan perundang- to all relevant labor regulations, further articulated
undangan ketenagakerjaan yang berlaku, yang through the Company Regulations (PP). These
kemudian dijabarkan dalam bentuk Peraturan regulations cover aspects such as work discipline,
Perusahaan (PP). Aturan ini mencakup aspek disiplin fulfillment of rights and responsibilities, social facilities,
kerja, pemenuhan hak dan kewajiban, fasilitas sosial, occupational safety guarantees, occupational
jaminan keselamatan kerja, kesehatan kerja, serta health, and dispute resolution mechanism. Collective
mekanisme penyelesaian perselisihan. Perjanjian Labor Agreement (PKB) is used on 2 Subsidiaries,
Kerja Bersama (PKB) diterapkan pada 2 Entitas Anak, namely TPS and CAP, while Company Regulation
yaitu TPS dan CAP, sedangkan Peraturan Perusahaan (PP) is used in 7 Subsidiaries, namely TBP, INK, TLN,
(PP) diterapkan pada 7 Entitas Anak, yaitu TBP, INK, SPN, GSA, MJA, and CDM.
TLN, SPN, GSA, MJA, dan CDM.
Hingga akhir tahun 2025, sebanyak 12.248 orang atau As of the end of 2025, a total of 12,248 people
100% karyawan TPA telah tercakup dalam ketentuan or 100% of TPA employees were covered under
PP maupun PKB. Pencapaian ini merefleksikan the provisions of either PP or CLA. This achievement
komitmen TPA untuk selalu mematuhi regulasi reflects TPA’s commitment to constantly comply with
ketenagakerjaan sekaligus menjaga hubungan labor laws while maintaining fair, transparent, and
industrial yang adil, transparan, dan produktif. productive industrial relations.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 171
Page 174
Socio-Territorial
Perlindungan terhadap Hak Keselamatan dan
Kesehatan Kerja [POJK F.21] [GRI 3-3:403, 13.19.1]
Protection of Occupational Health and Safety Rights
“Keselamatan kerja bukan sekadar kewajiban, melainkan budaya yang terus dibangun dan
diperkuat oleh TPA. Melalui disiplin, edukasi, dan kepedulian kolektif, budaya K3 tumbuh menjadi
fondasi keberlanjutan yang melindungi setiap insan TPA.”
“Occupational safety is not just an obligation but a culture continuously nurtured and strengthened
by TPA. With discipline, education, and collective awareness, OHS culture has become a foundation of
sustainability, protecting each TPA’s personnel.”
TPA menempatkan Keselamatan dan Kesehatan TPA places Occupational Health and Safety (OHS)
Kerja (K3) sebagai prioritas utama, dengan keyakinan as a top priority, believing that business success
bahwa keberhasilan bisnis bergantung pada depends on workforce protection. Employees are
perlindungan tenaga kerja. Karyawan dipandang regarded as valuable assets whose safety and
sebagai aset berharga yang keselamatan dan welfare must be safeguarded.
kesejahteraannya harus dijaga.
Oleh karena itu, seluruh kebijakan dan operasional Therefore, all policies and operations in both factories
di pabrik maupun perkebunan mengintegrasikan and plantations integrate OHS as a fundamental
K3 sebagai elemen fundamental keberlanjutan, element of sustainability, in line with KSL 8.
sejalan dengan KSL 8. Penerapannya didukung tata Its implementation is supported by governance,
kelola, kompetensi SDM, serta penyediaan sarana human resource competency, and adequate
dan prasarana yang memadai untuk menciptakan facilities and infrastructure to create a safe, healthy,
lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. and productive work environment.
Implementasi K3 didukung sistem pengendalian OHS implementation is supported by a systematic
risiko yang sistematis untuk mencegah kecelakaan risk control system to prevent occupational accidents
dan penyakit akibat kerja. TPA menjadikan kepatuhan and diseases. TPA considers compliance with OHS
terhadap regulasi K3 sebagai komitmen utama guna regulations as a primary commitment to avoid legal
menghindari sanksi hukum dan menjaga reputasi. sanctions and maintain its reputation.
Perlindungan karyawan dipandang sebagai Employee protection is viewed not only as an
kewajiban operasional sekaligus tanggung jawab operational obligation but also as a social
sosial yang memperkuat citra perusahaan. TPA juga responsibility that strengthens the Company’s
meyakini bahwa keberlanjutan pencapaian bisnis image. TPA also believes that the sustainability of
bergantung pada kinerja K3 yang prima. business achievements depends on excellent OHS
performance.
TPA menempatkan K3 sebagai prioritas dengan TPA prioritizes OHS by targeting the reduction of
menargetkan penurunan kecelakaan dan penyakit occupational accidents and diseases toward zero
akibat kerja hingga zero accident. Setiap unit accident. Each operational unit is required to build a
operasional diwajibkan membangun budaya safety culture as a fundamental employee right.
keselamatan sebagai hak dasar karyawan.
Untuk mendukung hal tersebut, TPA melibatkan To support this, TPA involves labor unions in
serikat pekerja dalam pemantauan kondisi kerja monitoring working conditions and encourages
dan mendorong partisipasi aktif karyawan. Langkah active employee participation. This measure
ini menjaga keberlangsungan bisnis dan efisiensi maintains business continuity and operational
operasional sekaligus menegaskan komitmen efficiency while reaffirming its commitment to
perlindungan maksimal bagi tenaga kerja. providing maximum protection for the workforce.
172 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 175
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Sistem Manajemen K3 [GRI 403-1, 403-4, 403-8, OHS Management System [GRI 403-1, 403-4,
13.19.2, 13.19.5, 13.19.9] 403-8, 13.19.2, 13.19.5, 13.19.9]
Untuk mengoptimalkan dan mengintegrasikan To optimize and integrate OHS policies, TPA
kebijakan K3, TPA mengadopsi SMK3 yang bertujuan has adopted the SMK3, aimed to enhance
untuk meningkatkan efektivitas perlindungan the effectiveness of workplace safety and health
keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, protection through planned, measurable, structured,
terukur, terstruktur, dan terintegrasi. Selain itu, SMK3 and integrated approach. SMK3 also helps prevent
juga mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja and reduce work accidents and occupational
dan penyakit akibat kerja dengan melibatkan diseases by actively involving management,
unsur manajemen, tenaga kerja, dan serikat, serta employees, and labor unions, while creating safe,
menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, comfortable, and efficient work environment to drive
dan efisien untuk mendorong produktivitas. productivity.
SMK3 dibentuk untuk memastikan kepatuhan SMK3 was established to ensure TPA’s compliance
TPA terhadap peraturan perundang-undangan with OHS-related laws and regulations, providing
di bidang K3 guna memastikan tenaga kerja workplace safety protection for employees while
mendapatkan perlindungan atas keselamatan kerja enhancing productivity. SMK3 encompasses policy
dan meningkatkan produktivitas. SMK3 mencakup formulation, planning, implementation, performance
penetapan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring and evaluation, as well as continuous
pemantauan dan evaluasi kinerja, serta upaya improvement efforts for all OHS-related programs.
peningkatan kinerja seluruh program yang terkait K3.
Kampanye Budaya K3 melalui Rambu-rambu
OHS Culture Campaign through Signages
Departemen Sustainability bertanggung jawab The Sustainability Department is responsible
merancang, mengimplementasikan, dan for designing, implementing, and managing
mengelola SMK3, serta bersama unit operasional the SMK3, and together with operational units,
memantau bahaya dan risiko kerja. Departemen monitoring workplace hazards and risks.
ini juga berkolaborasi dengan pimpinan unit untuk The Department also collaborates with unit leaders
membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan to establish Occupational Health and Safety
Kesehatan Kerja (P2K3) di setiap unit kerja. Committees (P2K3) in each work unit.
P2K3 terdiri atas pimpinan unit, ahli K3 sebagai The P2K3 consists of unit leaders, an OHS expert as
sekretaris, dan perwakilan karyawan. Melalui forum secretary, and employee representatives. Through
ini, karyawan dapat menyampaikan saran dan this forum, employees may submit suggestions
masukan terkait K3 kepada manajemen. P2K3 and input related to OHS to management. The P2K3
menjadi wujud implementasi SMK3 yang melibatkan represents the implementation of SMK3 involving all
seluruh karyawan. employees.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 173
Page 176
Socio-Territorial
Melalui P2K3 tersebut disusun program K3 demi The P2K3 facilitated the OHS program development,
mewujudkan KSL 8 berdasarkan SMK3. Program kerja aimed to achieve KSL 8 based in SMK3. OHS work
K3 tersebut meliputi: program include:
1. Menyusun dan memperbarui Hazard Identification, 1. Developing and updating Hazard Identification,
Risk Assessment, and Determining Controls Risk Assessment, and Determining Controls
(HIRADC); (HIRADC);
2. Sosialisasi awareness dan norma K3; 2. Socialization of OHS awareness and norms;
3. Drill penanggulangan kebakaran; 3. Fire response drills;
4. Sosialisasi mitigasi risiko K3; 4. Socialization of OHS risk mitigation;
5. Pelatihan pengendalian risiko K3; 5. Training on OHS risk control;
6. Kampanye K3; 6. OHS campaigns;
7. Mencatat rekaman kecelakaan kerja dan 7. Recording and evaluating work accidents and
penyakit akibat kerja serta evaluasinya; serta occupational diseases; and
8. Investigasi kecelakaan kerja dan nearmiss. 8. Investigation of work accidents and near-misses.
Unit operasional melalui P2K3 melaporkan kepada The operational unit, through P2K3, submits reports
instansi yang membidangi ketenagakerjaan dan to the local labor and OHS authorities on a quarterly
K3 di daerah setiap tiga bulan. Kinerja kebijakan basis. The effectiveness of OHS policies is reflected
K3 tercermin di dalam efektivitas program K3 in the impact of the OHS program on company’s
terhadap budaya perusahaan. Dalam rangka culture. To support continuous improvement, regular
perbaikan berkelanjutan maka dilakukan evaluasi evaluations of OHS performance are conducted.
secara berkala atas kinerja K3 tersebut. Evaluasi These evaluations are carried out through OHS audits,
dilakukan melalui audit K3 yang termuat di dalam incorporated into the ISPO audit and conducted
audit ISPO dengan frekuensi minimal setahun at least once a year. Based on these evaluations,
sekali. Berdasarkan evaluasi tersebut dilakukan corrective actions—both technical and systemic—
tindakan perbaikan baik secara teknis dan sistem are implemented to foster a sustainable OHS culture.
untuk mewujudkan budaya K3 yang berkelanjutan. [GRI 403-4, 13.19.5]
[GRI 403-4, 13.19.5]
Identifikasi Bahaya dan Risiko K3 Hazard Identification and Risk
[GRI 403-2, 13.19.3] Assesment of OHS
[GRI 403-2, 13.19.3]
Salah satu upaya awal yang ditempuh untuk One of the initial steps taken to protect workers
melindungi tenaga kerja atas risiko K3, yaitu dengan from OHS risks is by conducting Hazard and
menyusun Identifikasi dan Penilaian Bahaya dan Risk Identification and Assessment. This process
Risiko. Terdapat serangkaian proses yang bersifat involves a series of proactive and preventive
proaktif dan preventif untuk mewujudkan target measures to achieve the target, as illustrated in
tersebut, ditampilkan pada diagram alur berikut: the following flowchart:
Posedur pelaporan dan penyelidikan kejadian
Mengidentifikasi dan menilai Pelaporan secara berkala
hampir celaka (nearmiss), kecelakaan sedang,
risiko bahaya pada tempat kerja. ke Manajemen.
berat dan fatal.
Identifying and assessing danger Periodical report to
Reporting procedure and investigation of
risks at the workplace. Management.
nearmiss, moderate, major and fatal accidents.
Melakukan upaya Pengawasan keselamatan kerja
pengendalian risiko K3. di setiap kebun dan pabrik.
Conducting OHS risk Occupational safety monitoring
control efforts. in every estate and factories.
174 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 177
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Risiko/bahaya yang telah diidentifikasi dan dilakukan Identified hazards and risks that have been assessed
penilaian memerlukan langkah pengendalian untuk require control measures to reduce their severity to
menurunkan tingkat risiko/bahayanya menuju a safer level. Risk/hazard control through elimination
ke titik yang lebih aman. Pengendalian risiko/ offers the highest level of effectiveness, reliability,
bahaya dengan cara eliminasi memiliki tingkat and protection compared to other control methods.
efektivitas, keandalan, dan proteksi tertinggi di In the hierarchy of controls, effectiveness, reliability,
antara pengendalian lainnya. Pada urutan hierarki and protection decrease with each subsequent level.
setelahnya, tingkat efektivitas, keandalan, dan
proteksi menurun.
Pengendalian bahaya dan risiko merupakan suatu Hazard and risk control follows a hierarchical
hierarki yang dilakukan berurutan sampai dengan approach, implemented sequentially until the risk or
tingkat risiko/bahaya berkurang menuju titik yang hazard is reduced to a safer level. The hierarchy of
lebih aman. Hierarki pengendalian tersebut diuraikan controls is outlined as follows:
sebagai berikut:
More
Elimination
Effective Physically Remove the Hazard
Substitution Replace the Hazard
Engineering Controls Isolate People from the Hazard
Administrative Change the Way People Work
Controls
PPE Protect the Worker with
Less
Personal Protective Equipment
Effective
1. Eliminasi proses atau peralatan yang berbahaya; 1. Elimination of hazardous processes or equipment;
2. Substitusi proses, peralatan, atau bahan yang 2. Substitution of hazardous processes, equipment,
berbahaya; or materials;
3. Pengendalian teknis, dengan merancang proses, 3. Technical controls by designing better processes,
peralatan, mesin, dan tempat kerja yang lebih baik; equipment, machinery, and workplaces;
4. Pengendalian administratif, dengan melakukan 4. Administrative controls through training,
pelatihan, rotasi kerja, dan pengawasan; serta job rotation, and supervision; and
5. Penyediaan APD. 5. Provision of PPE.
Melalui Departemen Sustainability dan sinergi Through the Sustainability Department and synergy
dengan unit operasional, TPA menerapkan with operational units, TPA implements risk control
pengendalian risiko berdasarkan hierarki based on the hierarchy of controls, including
pengendalian hingga penyediaan Alat Pelindung Diri the provision of Personal Protective Equipment
(APD). APD disediakan sesuai jenis dan tingkat risiko (PPE). PPE is provided according to the type and
pekerjaan, diperbarui secara berkala, serta wajib level of occupational risk, updated periodically, and
digunakan pada pekerjaan tertentu. mandatory for certain tasks.
APD yang tersedia, seperti helm, sepatu bot anti- Available PPE, such as helmets, anti-slip boots,
selip, masker, sarung tangan, dan pelindung mata, masks, gloves, and eye protection, meets safety
memenuhi standar keselamatan dan dirancang standards and is designed for comfort, including
nyaman digunakan, termasuk di medan perkebunan in challenging plantation terrains, to encourage
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 175
Page 178
Socio-Territorial
yang menantang, guna mendorong kepatuhan compliance and minimize injuries and exposure to
dan meminimalkan cedera serta paparan bahan hazardous substances.
berbahaya.
Selain pencegahan, TPA menerapkan prosedur In addition to prevention, TPA implements effective
penanganan insiden yang efektif. Setiap kecelakaan incident handling procedures. Every occupational
kerja diinvestigasi untuk mengidentifikasi akar accident is investigated to identify root causes,
penyebab, menetapkan tindakan korektif, dan determine corrective actions, and assess impacts in
menilai dampaknya sesuai Prosedur Identifikasi dan accordance with the Risk Identification and Analysis
Analisis Risiko. Procedure.
TPA memastikan seluruh pekerja beroperasi dalam TPA ensures that all workers operate under controlled
kondisi risiko terkendali serta didorong melaporkan risk conditions and are encouraged to report unsafe
unsafe action atau unsafe condition melalui P2K3, actions or unsafe conditions through the P2K3, with
dengan jaminan perlindungan dari tindakan yang guaranteed protection from retaliatory actions.
merugikan pelapor. [GRI 403-4, 13.19.5] [GRI 403-4, 13.19.5]
Pelatihan K3 [GRI 403-5, 13.19.6] OHS Training [GRI 403-5, 13.19.6]
SDM merupakan faktor utama dalam mewujudkan Human resources are a key factor in realizing
lingkungan kerja yang aman dan sehat. Pemenuhan a safe and healthy work environment. Fulfilling
kompetensi sesuai jenis pekerjaan, peralatan, dan competencies in accordance with job type,
metode kerja memastikan tenaga kerja memahami equipment, and work methods ensures that
potensi risiko dan bahaya. Dengan kompetensi employees understand potential risks and hazards.
tersebut, TPA membangun budaya kerja berbasis K3 With these competencies, TPA builds an OHS-based
di seluruh wilayah operasional. work culture across all operational areas.
Sepanjang 2025, TPA menyelenggarakan pelatihan Throughout 2025, TPA conducted OHS training to
K3 untuk meningkatkan hard skill wajib dan soft enhance mandatory hard skills and employee soft
skill karyawan, termasuk Pelatihan Bersertifikat skills, including Certified Training by the Ministry
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, of Manpower of the Republic of Indonesia, among
antara lain: others:
• Ahli K3 Umum; • General OHS Expert;
• Operator Pesawat Angkat Angkut (PAA); • Lifting and Transport Equipment Operator (PAA);
• Hygiene Perusahaan, Ergonomi dan Kesehatan • Occupational Hygiene, Ergonomics, & Health
(Hyperkes); (Hyperkes)
• Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K); • First Aid (P3K);
• K3 Pemadaman Kebakaran kelas B, C, dan D; • OHS for Fire Safety Class B, C, and D;
• Teknisi K3 Listrik dan Pembinaan Pesawat Uap • OHS Electrician and Steam Boiler Supervision
Kelas 1 dan 2 (Operator Sterilizer); Class 1 and 2 (Sterilizer Operator);
• Sertifikasi Penggerak Mula Kelas 1; • Prime Mover Certification Class 1;
• Operator Pesawat Tenaga & Produksi; serta • Power & Production Equipment Operator; and
• Sertifikasi Juru Las Kelas 3. • Welder Certification Class 3.
Pelatihan wajib dalam lingkup K3 disampaikan Mandatory OHS training is delivered by competent
oleh para pakar dan fasilitator K3 yang kompeten experts and facilitators, licensed by the Ministry of
dan berlisensi Kemenaker. Peserta pelatihan Manpower. Training participants will receive licenses
akan mendapatkan lisensi dan kewenangan dari and authorization from the Ministry of Manpower
Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia atas of the Republic of Indonesia for specific OHS
suatu kecakapan pada bidang K3 tertentu. competencies.
176 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 179
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Pelatihan Penggunaan Bahan Kimia Chemical Handling Training for
bagi Karyawan [GRI 403-5, 13.19.6] Employees [GRI 403-5, 13.19.6]
Sebagai bagian dari komitmen K3, TPA secara rutin As part of its OHS commitment, TPA regularly conducts
menyelenggarakan pelatihan penggunaan bahan chemical handling training for employees involved
kimia bagi karyawan yang terlibat dalam operasional. in operations. This training ensures understanding of
Pelatihan ini memastikan pemahaman prosedur safe handling procedures and minimizes accident
penanganan yang aman serta meminimalkan risiko risks and health impacts.
kecelakaan dan dampak kesehatan.
Materi mencakup tata cara penggunaan, The materials include usage procedures, emergency
penanganan darurat, pengenalan simbol bahaya, handling, hazard symbol recognition, and proper
serta penggunaan APD yang tepat. Karyawan use of PPE. Employees are also equipped with an
juga dibekali pemahaman tentang pentingnya understanding of the importance of safety when
keselamatan dalam bekerja dengan bahan kimia working with hazardous chemicals.
berisiko.
TPA turut memberikan pelatihan penyimpanan TPA also provides training on chemical storage in
bahan kimia sesuai standar keamanan, dengan accordance with safety standards, with access
akses terbatas hanya bagi petugas berwenang. restricted to authorized personnel only. Warehouses
Gudang dilengkapi penandaan bahaya yang jelas are equipped with clear hazard signage to prevent
untuk mencegah potensi insiden. potential incidents.
Pelatihan dilaksanakan secara berkala bagi seluruh Training is conducted periodically for all relevant
karyawan terkait guna memastikan kompetensi employees to ensure competency in handling
dalam menangani bahan kimia secara aman dan chemicals safely and responsibly.
bertanggung jawab.
Pelayanan Kesehatan bagi Karyawan Employee Healthcare Services
[GRI 403-3, 403-6, 13.19.4, 13.19.7] [GRI 403-3, 403-6, 13.19.4, 13.19.7]
Sebagai perusahaan perkebunan dengan lokasi As a plantation company with operational
operasional yang jauh dari fasilitas kesehatan locations far from public healthcare facilities, TPA
umum, TPA menghadapi tantangan dalam faces challenges in providing healthcare services.
pemenuhan layanan kesehatan. Untuk itu, Perseroan Therefore, the Company provides healthcare
menyediakan fasilitas kesehatan di wilayah facilities in operational areas to support employees
operasional guna mendukung karyawan dan and their families.
keluarganya.
TPA berkomitmen menghadirkan layanan TPA is committed to delivering comprehensive
kesehatan komprehensif, meliputi akses medis, healthcare services, including medical access,
program pencegahan, pemeriksaan rutin, serta preventive programs, routine check-ups, as well
layanan darurat dan keluarga. Upaya ini menjaga as emergency and family services. These efforts
kesehatan fisik dan mental karyawan, meningkatkan maintain employees’ physical and mental health,
produktivitas, serta memastikan kesejahteraan tetap increase productivity, and ensure welfare is
terjaga meski di lokasi terpencil. preserved despite remote locations.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 177
Page 180
Socio-Territorial
Petugas Kesehatan Melakukan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
Health Officers Providing First Aid for Occupational Accidents
Informasi mengenai strategi penyediaan layanan Detailed information on the strategy for providing
kesehatan karyawan lebih lengkap diuraikan employee healthcare services is outlined below.
sebagai berikut.
Fasilitas dan Pelayanan Kesehatan di Unit Operasional
Healthcare Facilities and Services in Operational Units
Unit operasional perkebunan kelapa sawit mayoritas berada di remote area yang kurang menjangkau
fasilitas kesehatan milik pemerintah sehingga untuk memudahkan pelayanan kesehatan perusahaan
menyediakan fasilitas kesehatan berupa klinik di kebun.
Most palm oil plantation operational units are located in remote areas with limited access to government
healthcare facilities. To ensure accessible healthcare services, the company provides on-site clinics within
the plantations.
Pemeriksaan Kesehatan Rutin bagi Karyawan
Routine Health Check-ups for Employees
Pemeriksaan kesehatan pertama dilakukan pada proses rekrutmen karyawan operasional. Setelah
statusnya menjadi karyawan, maka dilakukan pemeriksaan kesehatan rutin, baik kategori umum maupun
khusus. Pemeriksaan kesehatan dilakukan minimal 1 kali setiap tahun, dan 2 kali bagi karyawan dengan
risiko kerja tinggi.
The initial health examination is conducted during the recruitment process for operational employees. Once
employed, they undergo regular health check-ups, covering both general and specialized categories. Health
check-ups are held at least once a year and twice a year for employees with high occupational risks.
178 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 181
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Penanganan Kecelakaan Kerja dan Perawatan Medis
Workplace Accident Management and Medical Care
Fasilitas unit pelayanan kesehatan juga berfungsi sebagai sarana penanganan kecelakaan kerja dan
perawatan medis darurat, baik untuk pekerja dan keluarga tertanggung pekerja.
The healthcare facilities also serve as centers for handling workplace accidents and providing emergency
medical care for both employees and their eligible dependents.
Asuransi Kesehatan
Health Insurance
TPA menyediakan asuransi kesehatan melalui program BPJS Kesehatan.
TPA provides health insurance through the BPJS Kesehatan program.
Inisiatif Kesehatan Preventif
Preventive Health Initiatives
Kami mengadakan program kebugaran dan gaya hidup sehat, seperti senam pagi, olahraga rutin, serta
kampanye gaya hidup sehat, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan
meningkatkan produktivitas.
We organize fitness and healthy lifestyle programs, such as morning exercise, regular sports activities, and
healthy lifestyle campaigns, to raise awareness of the importance of maintaining health and enhancing
productivity.
Penyediaan layanan kesehatan berkualitas di unit Provision of quality healthcare services in plantation
operasional perkebunan menjadi krusial mengingat operational units is crucial, considering the limited
keterbatasan akses fasilitas kesehatan umum di access to public healthcare facilities in remote
wilayah terpencil. Melalui pemeriksaan kesehatan areas. Through regular health check-ups, provision
rutin, penyediaan fasilitas medis yang memadai, of adequate medical facilities, as well as disease
serta program pencegahan penyakit dan asuransi prevention program and health insurance, TPA is
kesehatan, TPA menjaga kesehatan sekaligus maintaining both employee health and productivity.
produktivitas karyawan. Upaya ini mencerminkan These efforts reflect the company’s social
tanggung jawab sosial perusahaan terhadap responsibility towards the well-being of its employees
kesejahteraan karyawan dan masyarakat sekitar, and surrounding communities, while also supporting
serta mendukung keberlanjutan dan reputasi TPA TPA’s long-term sustainability and reputation.
dalam jangka panjang.
Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Unit Operasional
Healthcare Service Facilities at Operational Units
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 179
Page 182
Socio-Territorial
Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Workplace Accidents and
Kerja [GRI 403-9, 403-10, 13.19.10, 13.19.11] Occupational Diseases [GRI 403-9, 403-10,
13.19.10, 13.19.11]
TPA terus memantau statistik kecelakaan kerja dan TPA continuously monitors workplace accident and
penyakit akibat kerja, seperti jumlah insiden, frekuensi, occupational disease statistics, including the number
dan keparahan cedera, untuk mengevaluasi of incidents, frequency, and severity of injuries, to
efektivitas kebijakan dan program K3. Tingkat absensi evaluate the effectiveness of its OHS policies and
akibat cedera juga penting untuk menilai seberapa programs. Absenteeism due to injuries is also a key
baik kebijakan K3 yang diimplementasikan dalam indicator in assessing how well OHS policies protect
melindungi kesehatan pekerja. Selain itu, survei employees’ health. Also, employee satisfaction
kepuasan karyawan tentang K3 dapat digunakan surveys on OHS help identify improvement areas,
untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, ensuring that safety policies are perceived
memastikan bahwa kebijakan keselamatan as effective by the workforce.
dirasakan efektif oleh karyawan.
TPA memiliki sasaran untuk mencapai angka TPA aims to achieve zero workplace accidents
kecelakaan kerja nihil di seluruh wilayah operasi. across all operational areas. To accomplish this,
Untuk mewujudkannya, kami mendorong semua we encourage all stakeholders to implement OHS
pemangku kepentingan untuk melaksanakan systems and procedures rigorously, consistently, and
sistem dan prosedur K3 secara ketat, konsisten, with discipline. As a result, out of 1,648,472 recorded
dan disiplin. Hasilnya, dari 1.648.472 jam kerja yang working hours in 2025, TPA successfully logged
berhasil dicatatkan sepanjang tahun 2025, TPA 1,089,253 safe working hours without any workplace
mencatat 1.089.253 jam kerja aman dan nihil dari accidents. TPA ensures that every workplace accident
kecelakaan kerja. TPA memastikan bahwa setiap is promptly addressed and analyzed to identify root
kasus kecelakaan kerja segera ditanggulangi causes, preventing similar incidents in the future and
dan dianalisis untuk mencari pokok masalahnya, continuously improving the Company’s occupational
sehingga kejadian serupa di masa mendatang safety performance.
dapat dicegah dan kinerja keselamatan kerja
Perseroan menjadi lebih baik.
Metrik 2025 2024 2023 Matric
Jam kerja aman 1.089.253 891.815 746.841 Safe work hours
Total dan tingkat fatalitas Amount of fatality caused by
- - -
sebagai akibat kecelakaan kerja occupational accident
Amount and extent of
Total dan tingkat kecelakaan
occupational accident
kerja dengan konsekuensi tinggi - - -
with high consequence
(tidak termasuk fatalitas)
(not including fatality)
Amount and extent of
Total dan tingkat kecelakaan
33; 20,02 29; 19,95 34; 21,47 occupational accidents
kerja yang dapat dicatat
recorded
Total jam kerja 1.648.472 1.453.436 1.583.642 Amount of work hours
Sumber data kecelakaan kerja yang dicatat oleh TPA merupakan laporan kecelakaan kerja dari poliklinik di setiap wilayah operasinya. TPA
menghitung angka kecelakaan kerja berdasarkan 1.000.000 jam kerja aman yang dibukukan oleh seluruh karyawan. / TPA’s occupational
accident data was sourced from reports from the polyclinics in each operational area. TPA calculates the number of occupational accidents for
every 1,000,000 safe working hours accumulated by all employees.
Tabel berikut merangkum penyebab dan faktor The following table summarizes the common
risiko kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja causes and risk factors of workplace accidents
yang umum dijumpai di lingkungan industri kelapa or occupational diseases in the palm oil
sawit, yang relevan dengan bisnis TPA, serta upaya industry, relevant to TPA’s business, along with
pengendaliannya. the corresponding control measures.
180 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 183
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Faktor Risiko Penyebab Kecelakaan Kerja [GRI 403-10, 13.19.11]
Occupational Accident Risk Factors
Kegiatan Faktor Risiko Langkah Pengendalian
Activity Risk Factors Control Measures
Pemanenan TBS 1. Tertusuk duri buah sawit; 1. Sosialisasi K3 bekerja dengan selamat;
2. Tersayat/tertusuk alat panen; 2. Penggunaan sarung tangan pelindung;
3. Tertimpa TBS saat memanen atau memuat 3. Penggunaan kaca mata pelindung; serta
buah; 4. Penggunaan sepatu boot pelindung.
4. Terpercik serbuk sawit pada mata;
5. Tertimpa pelepah sawit; serta
FFB Harvesting 6. Tersengat tawon.
1. Pierced by FFB thorn; 1. Dissemination of OHS on work safety;
2. Cut/pierced by harvesting tools; 2. Usage of protective gloves;
3. Hit by falling FFB while harvesting or loading; 3. Usage of protective google; and
4. Eyes hurt by FFB dust; 4. Usage of protective boots.
5. Hit by falling frond; and
6. Stung by bees
Perawatan Tanaman 1. Terpapar bahan kimia; 1. Sosialisasi K3 bekerja dengan selamat;
dengan Herbisida 2. Bahan kimia terminum; serta 2. Penyimpanan bahan kimia pada gudang
Kimia 3. Bahan kimia terhirup. khusus;
3. Pemberian label B3 pada setiap kemasan
bahan kimia;
4. Memakai apron, masker, sarung tangan,
face shield, dan sepatu boots; serta
5. Pemasangan MSDS bahan kimia yang
Maintenance of terkait.
Plants with Chemical 1. Exposed to chemical substances; 1. Dissemination of OHS on work safety;
Herbicides 2. Ingestion of chemical substances; and 2. Storage of chemicals in specific warehouses;
3. Inhalation of chemical substances. 3. Labeling of hazardous and toxic (B3)
substances on every chemical package;
4. Wearing apron, mask, gloves, face shield,
and boots; and
5. Posting the MSDS for related chemicals.
Perawatan Tanaman Tersayat parang. Sosialisasi K3 bekerja dengan selamat.
Manual
Manual Maintenance Cut by sharp tools. Dissemination of OHS on work safety.
of Plants
Pemupukan Paparan pupuk pada kulit dan mata. 1. Sosialisasi K3 bekerja dengan selamat;
2. Penggunaan sarung tangan pelindung;
serta
3. Penggunaan kaca mata pelindung; serta
4. Pembuatan Instruksi kerja (IK) Pemupukan.
Manuring Fertilizer exposure on the eyes and skin. 1. Dissemination of OHS on work safety;
2. Usage of protective gloves;
3. Usage of protective google; and
4. Making Manuring Work Instruction (IK).
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 181
Page 184
Socio-Territorial
Kegiatan Faktor Risiko Langkah Pengendalian
Activity Risk Factors Control Measures
Operasional 1. Terpapar uap panas; 1. Sosialisasi K3 bekerja dengan selamat;
Pengolahan TBS di 2. Terpapar minyak panas; 2. Pemasangan rambu-rambu area berbahaya
PKS 3. Terjepit mesin operasional PKS; dan berisiko; serta
4. Terpapar uap boiler; 3. Menggunakan APD.
5. Terpapar panas pipa bakar;
6. Terhantam mesin operasional bergerak dan
Terhimpit lori;
7. Terpeleset;
8. Terkena B3;
9. Tersengat arus listrik; serta
10. Tertusuk tojok.
FFB Processing 1. Exposed to steam; 1. Dissemination of OHS on work safety;
Activities at Palm Oil 2. Exposed to hot oil; 2. Installation of signs of dangerous and high-
Mills 3. Clamped by machinery at palm oil mills; risk areas; and
4. Exposed to boiler steam;
5. Exposed to the heat from pipes; 3. Wearing PPE.
6. Hit by moving operational machines and
Crushed by lorry;
7. Slipping;
8. Exposed to B3;
9. Electric shock; and
10. Injured by loading spear.
Perawatan (Bengkel) 1. Tergores peralatan bengkel; 1. Sosialisasi K3 bekerja dengan selamat;
2. Terbelit mesin bubut; 2. Penggunaan sarung tangan pelindung;
3. Terkena gram besi; serta serta
4. Terkena percikan api las. 3. Penggunaan topeng pelindung.
Maintenance 1. Cut by workshop tools; 1. Dissemination of OHS on work safety;
(Workshop) 2. Entangled in lathe; 2. Usage of protective gloves; and
3. Hit by metal swarf; and 3. Usage of protective masks.
4. Exposed to welding sparks.
Operasional BPP dan 1. Terpapar panas gas engine; 1. Sosialisasi budaya K3;
KCP 2. Tersengat arus listrik; 2. Memasang papan amaran, larangan, dan
3. Kebakaran; simbol-simbol K3;
4. Kebocoran pipa gas; serta 3. Pemasangan barometer pada MLD;
5. Terjepit mesin olah. 4. Pemeriksaan kelayakan sarana dan
prasarana secara rutin;
5. Melengkapi mesin-mesin operasional
bergerak dengan pengaman; serta
6. Menggunakan APD.
BPP and KCP 1. Exposed to heat from gas engine; 1. Dissemination of OHS culture;
Operations 2. Electric shock; 2. Installation of warning, prohibition signeges,
3. Fire; and OHS symbols;
4. Gas pipe leak; and 3. Installation of barometer on MLD;
5. Clamped by processing machine. 4. Routine feasibility check of the facilities and
infrastructure;
5. Installing safety features on moving
operational machineries; and
6. Using PPE.
Sepanjang tahun 2025, TPA tidak mencatatkan Throughout 2025, TPA recorded no workplace
adanya kasus kecelakaan kerja yang tergolong accidents classified as Lost Time Injuries for three
pada Lost Time Injuries 3 hari atau di atasnya di days or higher at plantation sites or processing
lokasi perkebunan maupun pabrik pengolahan. mills. This achievement reflects the crucial role of
Pencapaian ini tidak terlepas dari peran tim OHS team, whose continuous efforts in optimizing
K3 yang senantiasa kami optimalkan untuk preventive measures have effectively mitigated
terus memaksimalkan tindakan pencegahan- potential workplace accident risks.
pencegahan terhadap setiap potensi risiko
kecelakaan kerja yang mungkin terjadi.
182 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 185
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Membangun Talenta melalui Pengembangan
Kompetensi dan Karier [POJK F.22] [GRI 3-3:404]
Developing Talent through Competency and Career Growth
“Membangun talenta berarti membangun masa depan. Sepanjang 2025, TPA memperluas
program pelatihan lintas jenjang dan memperkuat sistem karier berbasis merit, memastikan
setiap insan TPA tumbuh menjadi pemimpin yang kompeten dan berdaya saing global.”
“Developing talent means building the future. In 2025, TPA expanded its cross-level training program
and strengthen the merit-based career system, ensuring every TPA’s personnel has the opportunity to
grow as a competent leader with global competitiveness.”
Pengembangan kompetensi karyawan menjadi Employee competency development is a key
prioritas TPA untuk mendukung pertumbuhan priority for TPA in supporting long-term growth and
dan keberlanjutan jangka panjang. Strategi ini sustainability. This strategy strengthens human
memperkuat kapabilitas SDM melalui pelatihan capital capabilities through continuous training at
berkelanjutan di seluruh jenjang yang selaras dengan all levels aligned with the Company’s Vision and
Visi dan Misi Perseroan, sehingga karyawan memiliki Mission, ensuring employees possess technical,
kompetensi teknis, manajerial, dan profesional untuk managerial, and professional competencies to
menunjang keunggulan operasional. support operational excellence.
Teladan Future Leader Development Program
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 183
Page 186
Socio-Territorial
TPA juga menerapkan sistem pengembangan karier TPA also implements a structured, transparent,
yang terstruktur, transparan, dan berbasis merit, and merit-based career development system,
didukung penilaian kinerja yang objektif. Setiap supported by objective performance evaluations.
karyawan memperoleh jalur pengembangan yang Each employee is provided with a clear development
jelas guna meningkatkan keterampilan dan jenjang pathway to enhance skills and career progression,
karier, sekaligus mampu beradaptasi dengan while remaining adaptable to industry dynamics.
dinamika industri.
Komitmen kesetaraan akses dijaga dengan Commitment to equal access is maintained by
memastikan kesempatan yang sama tanpa ensuring equal opportunities without discrimination.
diskriminasi. Setiap individu dihargai berdasarkan Each individual is valued based on potential and
potensi dan kapabilitasnya, mendorong inovasi, capability, encouraging innovation, collaboration,
kolaborasi, serta budaya kerja yang inklusif dan and an inclusive and sustainable work culture.
berkelanjutan.
Adapun kebijakan dan inisiatif yang telah kami The policies and initiatives implemented to support
realisasikan terkait pengembangan kompetensi employee competency and career development are
serta karier karyawan sebagai berikut: as follows:
Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan Teknis
Technical Skills Training and Development
TPA secara berkala menyelenggarakan pelatihan teknis yang mencakup keterampilan berkaitan dengan
operasional perkebunan, misalnya perawatan tanaman, pemanenan, pengelolaan hama terpadu, dan
pengoperasian mesin-mesin pengolahan TBS. Selain itu, juga dilakukan pelatihan penggunaan aplikasi
digital pendukung, seperti PIS.
TPA regularly conducts technical training related to plantation operations skills, such as crop maintenance,
harvesting, integrated pest management, and the operation of FFB processing machinery. Additionally,
training is provided on the use of supporting digital applications, such as PIS.
Pelatihan Keterampilan Manajerial dan Kepemimpinan
Managerial and Leadership Skills Training
TPA menyediakan program pengembangan kepemimpinan untuk karyawan yang diproyeksikan ke posisi
manajerial, meliputi manajemen tim, pengambilan keputusan strategis, manajemen konflik, maupun
komunikasi efektif.
TPA offers leadership development programs for employees projected for managerial roles, covering team
management, strategic decision-making, conflict management, and effective communication.
Pelatihan Kompetensi Bersertifikat
Certified Competency Training
TPA mendorong karyawan untuk mendapatkan sertifikasi profesional, seperti Sertifikasi K3 Operator
Boiler,dan SIO Alat Berat.
TPA encourages employees to obtain professional certifications, such as the K3 Boiler Operator Certification
and SIO Heavy Equipment.
184 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 187
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Pelaksanaan Sekolah Kepemimpinan Madya
Implementation of Intermediate Leadership School
Pengembangan Keterampilan Non-Teknis
Non-Technical Skills Development
Selain keterampilan teknis, TPA juga menyelenggarakan pelatihan keterampilan non-teknis, seperti
kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja tim, problem solving, maupun kreativitas untuk meningkatkan
produktivitas karyawan.
In addition to technical skills, TPA conducts training on non-technical skills such as communication,
leadership, teamwork, problem-solving, and creativity to enhance employee productivity.
Rencana Pengembangan Karier yang Terstruktur
Structured Career Development Plan
TPA merancang jalur karier yang jelas, mulai dari level pemula hingga manajemen senior, dengan evaluasi
berkala berbasis KPI. Penilaian ini memberikan arahan bagi karyawan tentang keterampilan yang perlu
dikembangkan untuk mencapai promosi.
TPA designs a clear career path, from entry-level positions to senior management, with periodic KPI-based
evaluations. This assessment provides employees with guidance on the skills they need to develop to
achieve promotions.
Pengembangan Kompetensi untuk Tantangan Industri 4.0
Competency Development for Industry 4.0 Challenges
Di era digital, karyawan dilatih untuk familiar dan menyiapkan diri untuk perkembangan perusahaan ke
depan yang mengoptimalkan Internet of Things (IoT).
In the digital era, employees are trained to become familiar with and prepare for the company’s future
advancements by optimizing the Internet of Things (IoT).
Dengan pendekatan holistik ini, TPA memastikan With this holistic approach, TPA ensures that
bahwa karyawan memiliki kompetensi yang sesuai employees possess competencies aligned with the
dengan kebutuhan industri kelapa sawit, mendukung needs of the palm oil industry, supporting their career
pertumbuhan karier mereka, sekaligus mendorong growth while driving the company’s sustainability
keberlanjutan dan produktivitas Perseroan. and productivity.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 185
Page 188
Socio-Territorial
Program Pelatihan dan Employee Training and Competency
Pengembangan Kompetensi Development Program
Program pengembangan kompetensi karyawan TPA TPA’s employee competency development program
diarahkan pada 2 kategori kompetensi sebagaimana is structured into 2 key competency categories, as
diuraikan berikut: outlined below:
Kompetensi Teknis Generik Kompetensi Teknis Spesifik
Generic Technical Competencies Specific Technical Competencies
Keterampilan teknis yang penting untuk Keterampilan teknis yang penting untuk
dimiliki seluruh karyawan Perseroan, dimiliki oleh karyawan berdasarkan
sesuai model bisnis TPA. fungsi pekerjaan. Disesuaikan dengan
kebutuhan setiap divisi/departemen.
Kompetensi Essential technical skills to be possessed
Essential technical skills to be possessed
by all employees of the Company, in line
Teknis with TPA’s business model. by employees based on the respective
Hard Competency job functions. Tailored to the needs of
each division/department.
Kompetensi Inti Kompetensi Kepemimpinan
Core Competencies Leadership Competencies
Keterampilan atau perilaku yang Kemampuan dalam memimpin
perlu dan penting dimiliki seluruh dibutuhkan untuk mencapai target
karyawan Perseroan. Soft competency Perseroan, sehingga program ini diberikan
dikembangkan berdasarkan Visi, Misi, kepada karyawan yang telah menduduki
dan Nilai-Nilai Perusahaan. jabatan struktural tertentu, seperti head of
Kompetensi section/head of department.
Skills or behaviors that are essential
Non-Teknis to be possessed by all employees of The ability to lead is required to achieve
Soft Competency the Company. Soft competencies are the Company’s targets, so this program
developed based on the Company’s isprovided to employee in certain
Vision, Mission, and Values. structural positions, such as head of
section/head of department.
Program pengembangan kompetensi karyawan TPA’s employee competency development program
TPA dirancang secara strategis berdasarkan is strategically designed based on needs analysis,
analisis kebutuhan, hasil evaluasi kinerja, serta performance evaluation results, and individual
rencana pengembangan individu yang disetujui development plans approved by direct supervisors.
atasan langsung. Pendekatan ini memastikan This approach ensures relevant training to the
pelatihan relevan dengan kebutuhan perusahaan company’s needs and align with employee potential.
sekaligus selaras dengan potensi karyawan. Melalui With a sustainable system, TPA consistently
sistem berkelanjutan, TPA menjaga peningkatan maintains HR capability improvement to support the
kapabilitas SDM secara konsisten guna mendukung achievement of Company’s strategic goals. Several
pencapaian tujuan strategis Perseroan. Beberapa categories of competency development programs
kategori program pengembangan kompetensi yang that are regularly implemented are listed below:
dilaksanakan secara rutin diuraikan sebagai berikut:
186 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 189
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Managerial Development Program
Program ini ditujukan untuk mencetak Teladan Prima Future Leaders dengan mengasah kompetensi
kepemimpinan mereka secara berjenjang, mulai dari tahap dasar hingga eksekutif.
This program aims to develop Teladan Prima Future Leaders by systematically honing their leadership
competencies, progressing from foundational levels to executive roles.
Technical Development Program
Program ini ditujukan untuk mengasah kompetensi teknis dan umumnya diselenggarakan di Pusat Pelatihan TPA
(berlokasi di Talisayan, Kabupaten Berau). Fokus pelatihan adalah penguatan prosedur dan standar kerja serta
peningkatan produktivitas.
This program is designed to enhance technical competencies and is generally conducted at the TPA Training
Center in Talisayan, Berau Regency. The training focuses on strengthening procedures and work standards while
improving productivity.
Certified Development Program
Program ini diarahkan bagi karyawan yang ingin memperoleh sertifikasi sebagai prasyarat untuk menjalankan
pekerjaannya. Beberapa sertifikasi profesi yang dilaksanakan meliputi:
• Pelatihan Ahli K3 Umum;
• Bimbingan Teknis Kebakaran Hutan dan Lahan;
• Petugas P3K;
• HIPERKES & KK (Higiene Perusahaan, Kesehatan & Keselamatan Kerja);
• Gada Pratama;
• Pembinaan dan Sertifikasi K3 Operator Alat;
• Petugas Kebakaran Bangunan Gedung;
• Auditor ISPO;
• Sertifikasi CHR Business Partner (CHRBP);
• Sertifikasi BNSP Staf MSDM; serta
• Certified Internal Audit Professional.
Sertifikasi ini membantu memastikan bahwa karyawan memenuhi standar profesional dan peraturan, sekaligus
meningkatkan kompetensi mereka.
This program is designed for employees seeking certification as a prerequisite for their job roles. The professional
certifications offered include:
• General OHS Expert Training;
• Technical Guidance on Forest and Land Fire Prevention;
• P3K;
• Occupational Hygiene & Occupational Health and Safety (HIPERKES & KK);
• Gada Pratama (Basic Security Training);
• OHS Training and Certification for Equipment Operators;
• Building Fire Safety Officers;
• ISPO Auditor Certification;
• Certified Human Resources Business Partner (CHRBP);
• BNSP Certification for HR Staff; and
• Certified Internal Audit Professional.
These certifications help ensure that employees meet professional and regulatory standards while enhancing
their competencies.
Selain itu, TPA juga merealisasikan berbagai program Additionally, TPA has implemented various
pengembangan kompetensi sepanjang tahun 2025. competency development programs throughout
Beberapa di antaranya diuraikan sebagai berikut: 2025. Some of the programs are outlined as follows:
1. Future Leader Development Program (FLDP); 1. Future Leader Development Program (FLDP);
2. Sekolah Kepemimpinan Madya Teladan Mandor 2. Teladan Middle Leadership School for Harvest
Panen (SEPAMA-MPn) Batch 1 - 7; Foremen (SEPAMA-MPn) Batch 1–7;
3. Supporting Fundamental Traning Program (SFTP); 3. Supporting Fundamental Traning Program (SFTP);
4. Logistic Fundamental Training Program; serta 4. Logistics Fundamental Training Program; and
5. Training for Trainers. 5. Training for Trainers.
Dari berbagai program tersebut, secara agregat TPA From the various aforementioned programs, TPA
mencatatkan 77.302 jam pelatihan yang diikuti oleh recorded a total of 77,302 training hours attended by
1.972 orang peserta atau 16,10% dari jumlah karyawan 1,972 participants or 16.10% of TPA’s total workforce.
TPA. Dengan demikian, rata-rata karyawan TPA di Thus, in 2025, TPA employees have participated in
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 187
Page 190
Socio-Territorial
tahun 2025 telah mengikuti pelatihan selama 6,31 an average of 6.31 training hours per employee.
jam per karyawan. Informasi lebih lengkap mengenai More detailed information on the realization of TPA
realisasi program pelatihan karyawan TPA diuraikan employee training program is stated in the below
sebagai berikut: table:
Rata-Rata Jam Pelatihan per Tahun per Karyawan [GRI 404-1]
Average Hours of Training per Employee in One Year
Rata-Rata Jam Pelatihan per Tahun per Karyawan berdasarkan Gender
Average Hours of Training per Year per Employee by Gender
Pria Wanita
Male Female
7,4
6,6 6,5
2,0
1,0
0,2
2023 2024 2025
Rata-Rata Jam Pelatihan per Tahun per Karyawan berdasarkan Jabatan
Average Hours of Training per Year per Employee by Position
Executive-level Senior-level Middle-level Entry-level Workers
142,5
41,1
38,0 130,6
36,2
103,5
27,5
25,7
14,7 15,0
12,0
2,5
2,3
3,2 0,9
2023 2024 2025
188 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 191
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Rata-Rata Jam Pelatihan per Karyawan Tahun 2025 [GRI 404-1]
Average Hours of Training per Employee in 2025
Total Karyawan yang Rata-Rata Jam Pelatihan
Mengikuti Pelatihan Jam Pelatihan Setiap Karyawan
Uraian
Number of Employees Training Hours Individual Average
Description
Participating in Training (Jam / Hours) Training Time
(Orang / Person) (Jam/Orang / Hours/Person)
Rata-Rata Jam Pelatihan per Karyawan Tahun 2025 berdasarkan Gender
Average Hours of Training per Employee in 2025 by Gender
Pria
1.810 72.032 7,4
Male
Wanita
162 5.270 2
Female
Total 1.972 77.302 6,3
Rata-Rata Jam Pelatihan per Karyawan Tahun 2025 berdasarkan Jabatan
Average Hours of Training per Employee in 2025 by Position
Executive-level 9 144 12
Senior-level 150 1.248 15
Middle-level 231 3.148 36,2
Entry-level 903 44.020 130,6
Workers 679 28.742 2,5
Total 1.972 77.302 6,3
Program Pengembangan Karier Career Development Program
Pengembangan karier merupakan bagian strategis Career development is a strategic component of
TPA dalam mendukung pertumbuhan bisnis serta TPA in supporting business growth while increasing
meningkatkan motivasi dan loyalitas karyawan. employee motivation and loyalty. Career programs
Program karier dirancang terstruktur dan selaras are designed in a structured manner and aligned
dengan rencana pengembangan individu, didukung with individual development plans, supported by
evaluasi berkala melalui KPI, matriks kompetensi, periodic evaluations through KPIs, competency
penilaian 360 derajat, dan 9-box talent matrix. matrices, 360-degree assessments, and the 9-box
Hasil asesmen menjadi dasar penyusunan rencana talent matrix. Assessment results form the basis for
pengembangan yang dipersonalisasi, sehingga personalized development plans, ensuring each
setiap karyawan memiliki jalur karier yang jelas dan employee has a clear and equal career path.
setara.
TPA juga mengintegrasikan succession planning TPA also integrates succession planning to
untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan, ensure leadership continuity through training,
melalui pelatihan, rotasi lintas fungsi, dan sertifikasi cross-functional rotations, and external certifications.
eksternal. Sepanjang 2025, sebanyak 20 karyawan Throughout 2025, 20 staff-level employees were
level staf memperoleh promosi sebagai hasil promoted as a result of this program, reflecting
program ini, mencerminkan komitmen dalam the commitment to building competent and adaptive
membangun SDM yang kompeten dan adaptif. Ke human resources. Going forward, the program will
depan, program akan diperluas dengan indikator be expanded with more measurable performance
kinerja yang lebih terukur guna mendukung indicators to support continuous improvement.
peningkatan berkelanjutan.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 189
Page 192
Socio-Territorial
Leadership Development Program
Penilaian Kinerja Karyawan Employee Performance Assessment
[GRI 404-3] [GRI 404-3]
TPA melaksanakan penilaian kinerja minimal TPA conducts performance appraisals at least once
1 kali setahun secara objektif dan transparan a year in an objective and transparent manner
untuk memastikan pencapaian target bisnis to ensure the achievement of business targets
serta mendukung pengembangan karier. Sistem and support career development. This system is
ini diperkuat melalui talent management dan strengthened through talent management and
succession planning berbasis assessment center, succession planning based on assessment centers,
fit and proper test, serta succession committee fit and proper tests, and succession committee
meeting guna menjamin kesiapan talenta pada meetings to ensure talent readiness for strategic
posisi strategis. Program Teladan Operation and positions. The Teladan Operation and Potential Review
Potential Review (TOPER) juga dijalankan sebagai (TOPER) program is also implemented as a mid-
evaluasi tengah tahun dan penguatan coaching year evaluation and reinforcement of field manager
manajer lapangan. Hasil penilaian menjadi dasar coaching. Assessment results serve as the basis for
remunerasi dan apresiasi, sekaligus mendorong remuneration and recognition, while encouraging
produktivitas, loyalitas, dan motivasi kerja. productivity, loyalty, and work motivation.
Penilaian kinerja karyawan mencakup 2 aspek Employee performance assessment encompasses
sebagaimana diuraikan berikut: 2 aspects as outlined below:
KPI Individu Kompetensi dan Perilaku
Individual KPI Competency and Behavior
Penilaian KPI individu diturunkan dari Penilaian kompetensi dan perilaku
KPI Perseroan pada skala korporasi didasarkan pada keselarasan kompetensi
hingga tingkat divisi. Indikator ini dinilai inti dan kepemimpinan yang ditunjukkan
menggunakan metode Balanced Scorecard oleh individu dengan visi, misi, budaya kerja,
dengan 4 perspektif penilaian, yakni dan sasaran utama TPA.
finansial, pelanggan, proses bisnis internal, The assessment of competencies and
Aspek Penilaian serta pembelajaran dan pertumbuhan. behaviors is based on the alignment
Kinerja Individual KPI assessments are derived from
the company’s corporate-level KPIs and
of an individual’s core and leadership
competencies with TPA’s vision, mission,
Karyawan cascaded down to the divisional level. These work culture, and key objectives.
Employee indicators are evaluated using the Balanced
Scorecard method, which incorporates
Performance
4 assessment perspectives: financial,
Assessment Aspect customer, internal business processes, and
learning and growth.
190 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 193
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Pada 2025, seluruh karyawan TPA di berbagai unit In 2025, all TPA employees in various operational units
operasional mengikuti penilaian kinerja tahunan. participated in annual performance assessments.
Sejalan dengan hasil penilaian tersebut, sebanyak Based on the assessment results, 20 staff-level
20 karyawan level staf memperoleh promosi, serta employees were promoted, and several potential
sejumlah talenta potensial teridentifikasi untuk talents were identified for the succession planning
masuk program succession planning sebagai program, as an effort to strengthen leadership
upaya memperkuat keberlanjutan kepemimpinan. sustainability. More detailed information regarding
Informasi lebih lengkap mengenai hasil penilaian the employee performance appraisal results is
kinerja karyawan diuraikan sebagai berikut: provided below:
Karyawan yang Menerima Tinjauan Rutin terhadap Kinerja dan
Pengembangan Karier [GRI 404-3]
Employees Receiving Regular Performance and Career Development Reviews
(dalam % / in %)
Uraian 2025 2024 2023 Description
Karyawan yang Menerima Tinjauan Rutin berdasarkan Gender
Employees Receiving Regular Reviews by Gender
Pria 80,2 81,23 80,7 Male
Wanita 19,8 18,77 19,3 Female
Total 100 100 100 Total
Karyawan yang Menerima Tinjauan Rutin berdasarkan Jabatan
Employees Receiving Regular Reviews by Position
Executive-level 0,1 0,11 0,12 Executive-level
Senior-level 0,48 0,72 0,72 Senior-level
Middle-level 0,73 0,81 0,72 Middle-level
Entry-level 2,83 2,89 2,87 Entry-level
Workers (Non-Staff) 1,8 1,33 1,41 Workers (Non-Staff)
Workers (SKU B&H) 94,06 94,14 94,16 Workers (SKU B&H)
Total 100 100 100 Total
Selain melakukan evaluasi kinerja secara berkala, In addition to evaluating performance regularly,
TPA juga memberikan ruang bagi karyawan untuk TPA also provides employees with the opportunity
menilai sejauh mana perusahaan telah memenuhi to assess how well the company is meeting their
kebutuhan dan hak-hak mereka. Pada tahun 2025, needs and rights. In 2025, TPA held an employee
TPA melaksanakan employee engagement survey engagement survey to evaluate the satisfaction
sebagai bentuk evaluasi terhadap tingkat kepuasan and engagement level of employees. Its assessed
dan keterikatan karyawan. Survei ini menilai 5 aspek 5 key aspects, namely motivation, leadership,
utama yang mencakup motivasi, kepemimpinan, communication, welfare, and career opportunities.
komunikasi, kesejahteraan, dan peluang karier.
Hasil dari survei tersebut menjadi bahan evaluasi The results of the survey serve as a key input
penting dalam merumuskan langkah-langkah for evaluating and formulating more targeted
perbaikan berkelanjutan yang lebih tepat sasaran, continuous improvement measures aimed at
dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan enhancing employee welfare and productivity.
sekaligus produktivitas tenaga kerja. Dengan By listening to employees’ aspirations and needs
mendengarkan aspirasi serta kebutuhan yang expressed through the survey, TPA is able to identify
diungkapkan karyawan melalui survei, TPA mampu areas for improvement and design more responsive
mengidentifikasi area yang masih perlu ditingkatkan strategies.
dan merancang strategi yang lebih responsif.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 191
Page 194
Socio-Territorial
Melalui pendekatan ini, TPA berharap dapat Through this approach, TPA aims to enhance
meningkatkan tingkat retensi karyawan, employee retention, strengthen work motivation, and
memperkuat motivasi kerja, serta mendorong foster a healthier and more productive workplace.
terciptanya lingkungan kerja yang lebih sehat dan This commitment reflects TPA’s dedication to
produktif. Komitmen ini mencerminkan keseriusan maintaining harmonious and sustainability-oriented
TPA untuk terus memperkuat hubungan industrial industrial relations.
yang harmonis dan berorientasi pada keberlanjutan.
Pelaksanaan Fit and Proper Test Penilaian Karyawan
Implementation of Employee Fit and Proper Test Assessment
Persiapan Masa Purnakarya [GRI 404-2] Preparation for Retirement [GRI 404-2]
TPA memandang masa purnakarya sebagai fase TPA views retirement as an important phase, as
penting sekaligus bentuk apresiasi atas kontribusi well as an appreciation for employee contributions.
karyawan. Oleh karena itu, TPA menyediakan Accordingly, TPA provides financial support through
dukungan finansial melalui program Jaminan the Post-Employment Benefits (JHT) and Pension
Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) BPJS Security (JP) programs from BPJS Ketenagakerjaan,
Ketenagakerjaan, serta pelatihan pra-purnakarya as well as pre-retirement training to help
untuk membantu karyawan mempersiapkan masa employees preparing for retirement independently
pensiun secara mandiri dan bermakna. Program and meaningfully. This program includes health
ini mencakup edukasi kesehatan, pengelolaan education, financial management, investment
keuangan, perencanaan investasi, kewirausahaan, planning, entrepreneurship, and MSME visits for
serta kunjungan UMKM sebagai pembelajaran praktis. practical learning.
Pendekatan ini melengkapi dukungan finansial This approach complements financial support
dengan pembekalan non-finansial, termasuk with non-financial preparation, including health,
perencanaan kesehatan, psikologis, dan sosial, psychological, and social planning, enabling
sehingga karyawan dapat menjalani masa employees to enter retirement with a better quality
purnakarya dengan kualitas hidup yang lebih baik. of life. This commitment reflects TPA’s efforts to foster
Komitmen tersebut mencerminkan upaya TPA a sustainable workplace that cares for employee
dalam membangun lingkungan kerja berkelanjutan well-being beyond their tenure with the Company.
yang peduli pada kesejahteraan karyawan hingga
setelah masa kerja berakhir.
192 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 195
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Jaminan Hari Tua [GRI 201-3] Post-Employment Benefits [GRI 201-3]
TPA memastikan pemenuhan hak karyawan sesuai TPA ensures the fulfillment of employee rights in
dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku accordance with applicable labor regulations as
sebagai bagian dari komitmen Perusahaan dalam part of the Company’s commitment to maintaining
menjaga kesejahteraan tenaga kerja secara sustainable workforce welfare. All employees
berkelanjutan. Seluruh karyawan terdaftar dalam are registered in the employment social security
program jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS program of BPJS Ketenagakerjaan, namely Old Age
Ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Hari Tua (JHT) dan Security (JHT) and Pension Security (JP). The JHT
Jaminan Pensiun (JP). Program JHT memberikan program provides financial protection through the
perlindungan finansial melalui akumulasi iuran accumulation of contributions that can be utilized by
yang dapat dimanfaatkan karyawan pada saat employees upon reaching retirement age or under
memasuki usia pensiun atau dalam kondisi tertentu certain conditions in accordance with applicable
sesuai ketentuan yang berlaku, sementara program regulations, while the JP program provides monthly
JP memberikan manfaat pendapatan bulanan income benefits after employees enter retirement.
setelah karyawan memasuki masa pensiun.
TPA melakukan kontribusi pada kedua program TPA contributes to both programs proportionally in
tersebut secara proporsional sesuai dengan accordance with applicable laws and regulations.
ketentuan peraturan perundang-undangan yang As of the end of 2025, the total JHT and JP contributions
berlaku. Hingga akhir 2025, total iuran JHT dan JP paid by TPA reached Rp36.25 billion as fulfillment of
yang telah disetorkan TPA mencapai Rp36,25 miliar its participation obligations in the employment social
sebagai pemenuhan kewajiban kepesertaan dalam security program.
program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Selain kepesertaan dalam program tersebut, TPA In addition to participation in these programs,
juga mencatat liabilitas imbalan masa kerja guna TPA also records long-service benefit liabilities
memastikan terpenuhinya imbalan minimum yang to ensure the fulfillment of the minimum benefits
wajib dibayarkan kepada karyawan sesuai dengan required to be paid to employees based on
ketentuan peraturan perundang-undangan yang applicable laws and regulations. In accordance with
berlaku. Sesuai dengan PSAK 24 tentang Imbalan PSAK 24 on Employee Benefits, these defined benefit
Kerja, liabilitas imbalan pasti tersebut dihitung liabilities are calculated based on independent
berdasarkan penilaian aktuaria independen yang actuarial assessments that are updated annually.
diperbarui setiap tahun. Per 31 Desember 2025, total As of 31 December 2025, total long-service benefit
imbalan liabilitas masa kerja sebesar 9,24% dari liabilities accounted for 9.24% of TPA’s equity.
ekuitas TPA. Estimasi liabilitas imbalan kerja TPA The estimation of TPA’s employee benefit liabilities
dihitung oleh aktuaris independen KKA Azwir Arifin is calculated by the independent actuary KKA Azwir
dan Rekan. Arifin dan Rekan.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 193
Page 196
Socio-Territorial
Membangun Masyarakat melalui Pelibatan
dan Pemberdayaan [GRI 3-3:203, 3-3:411, 3-3:413, 13.14.1]
Building Communities through Engagement and Empowerment
“TPA membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat melalui pelibatan yang inklusif
dan pemberdayaan yang berkelanjutan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan
seiring dengan kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan.”
“TPA fosters harmonious community relationships through inclusive involvement and sustainable
empowerment to ensure that economic growth progresses in parallel with social welfare and
environmental sustainability.”
Keberhasilan operasional di sektor agribisnis Operational success in the agribusiness sector can
dapat ditentukan oleh kinerja internal perusahaan, be determined by company’s internal performance
maupun kualitas hubungan dengan masyarakat or quality of relationships with communities
di sekitar wilayah operasi. Kesadaran inilah yang surrounding its operational areas. This recognition
mendorong TPA untuk menempatkan pelibatan dan drives TPA to place community engagement
pemberdayaan komunitas sebagai bagian penting and empowerment as a core component of its
dari strategi keberlanjutan perusahaan. sustainability strategy.
Berbagai program sosial dirancang untuk Various social programs are designed to enhance
meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian community welfare and independence. Partnerships
masyarakat. Kemitraan dengan petani plasma dan with plasma and independent smallholders include
swadaya mencakup dukungan teknis, finansial, technical, financial, and market access support to
dan akses pasar guna meningkatkan produktivitas increase productivity and sustainable agronomic
serta praktik agronomi berkelanjutan, sekaligus practices, while strengthening a responsible supply
memperkuat rantai pasok yang bertanggung jawab. chain. Collaboration with local vendors and service
Kolaborasi dengan vendor dan penyedia jasa lokal providers also creates business opportunities and
juga membuka peluang usaha dan mendorong promotes regional economic growth.
pertumbuhan ekonomi daerah.
Di luar aspek ekonomi, TPA berkontribusi melalui Beyond economic aspects, TPA contributes
program pendidikan, kesehatan, dan peningkatan through education, health, and capacity-building
kapasitas, seperti beasiswa, pelatihan keterampilan, programs, such as scholarships, skills training,
dan layanan kesehatan dasar. Partisipasi dalam and basic healthcare services. Participation in
Musrenbang kabupaten serta dukungan infrastruktur, Regency Musrenbang forums as well as support
posyandu, dan tenaga pengajar turut memperkuat for infrastructure, integrated health service posts
peran sosial Perseroan. (posyandu), and teaching staff further strengthen
the Company’s social role.
Hubungan yang terbangun melalui pelibatan The relationships fostered through community
masyarakat ini diharapkan dapat mendukung engagement are expected to be able to support
keberlanjutan bisnis, juga memperkuat fondasi business sustainability, as well as strengthening the
sosial-ekonomi masyarakat yang lebih tangguh dan socio-economic foundation to allow for more resilient
mandiri. Dengan demikian, kehadiran TPA mampu and independent. Thus, TPA’s presence provides
memberi nilai tambah jangka panjang baik bagi long-term added value for both the company and
perusahaan maupun komunitas sekitar. its surrounding communities.
194 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 197
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Pengelolaan Dampak terhadap Managing of Impacts on Local
Masyarakat Sekitar [POJK F.23, F.24] [GRI 3-3:203, Communities [POJK F.23, F.24] [GRI 3-3:203, 203-2,
203-2, 3-3:413, 413-2, 13.12.1, 13.12.3, 13.22.1, 13.22.4] 3-3:413, 413-2, 13.12.1, 13.12.3, 13.22.1, 13.22.4]
Keberlanjutan operasional di industri kelapa sawit The sustainability of palm oil industry operations is
sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan highly dependent on a company’s ability to maintain
dalam menjaga interaksi yang harmonis dengan harmonious interactions with its surrounding
masyarakat sekitar. TPA memahami bahwa communities. TPA knows that these relationships can
hubungan ini dapat menimbulkan dampak yang have diverse impacts, positive and negative, from
beragam, baik yang bersifat positif maupun social, economic, and environmental dimensions.
negatif, mencakup aspek sosial, ekonomi, maupun Thus, all potential impacts are carefully managed
lingkungan. Oleh karena itu, setiap potensi dampak under inclusive policies and mitigation measures
dikelola secara terukur melalui kebijakan yang to minimize potential risks. Some major aspects
inklusif, serta diikuti dengan langkah mitigasi untuk requiring special attention, including land conflicts,
meminimalkan risiko yang mungkin timbul. Beberapa environmental pollution, community economic
aspek penting yang memerlukan perhatian khusus empowerment, cultural preservation, and workforce
termasuk konflik lahan, pencemaran lingkungan, welfare.
pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta
pelestarian budaya dan kesejahteraan tenaga kerja.
Informasi lebih lengkap mengenai analisis dampak Further details on the analysis of TPA’s operational
operasional TPA terhadap masyarakat sekitar impacts on the surrounding communities are
diuraikan sebagai berikut: outlined below:
Komponen Terdampak Deskripsi Pengelolaan dan Mitigasi
Affected Component Description Management and Mitigation
Pola Mata Pencaharian Kondisi mata pencaharian masyarakat Sosialisasi dan alokasi penerimaan pekerja
sebelum ada operasional perkebunan lokal.
umumnya berkebun, pemanfaat hutan, serta
nelayan.
Livelihood Pattern Prior to palm oil operations, the community Socialization and recruitment opportunity of
livelihood in general were planting/farming, local workers.
users of forest resources, as well as fishing.
Peluang Bekerja Kondisi masyarakat sebelum ada Alokasi penerimaan tenaga kerja lokal.
pengembangan perkebunan, yaitu
terbatasnya peluang bekerja.
Employment Opportunity Prior to palm oil plantations, the communities Recruitment opportunity of local workers.
faced limited employment opportunity.
Peluang Berusaha Adanya keterbatasan peluang berusaha Perseroan membuka peluang seluas-
saat sebelum adanya pengembangan luasnya kesempatan masyarakat lokal untuk
perkebunan. mengembangkan ekonomi dan masuk ke
dalam rantai pasokan. The
Business Opportunity Limited business opportunities prior to the The Company provides extensive
development of the plantation. opportunities for the local communities to
develop their economy by becoming part of
its supply chain.
Penguasaan Lahan Kondisi masyarakat sebelum adanya Penyelesaian tumpang tindih lahan dengan
operasional Perseroan fokus kegiatan pendekatan yang humanis dan taat prosedur
berladang dan memanfaatkan hutan, hukum.
sehingga berpotensi tumpang tindih
pemanfaatan lahan.
Land Ownership Prior to the Company’s operations, the Humanistic approach and legal compliance
communities mostly focused on farming are uphold in every land dispute resolution
and utilizing the forest produce/resources, effort.
leading to potential land use conflict.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 195
Page 198
Socio-Territorial
Komponen Terdampak Deskripsi Pengelolaan dan Mitigasi
Affected Component Description Management and Mitigation
Demografi Kondisi demografi sebelum ada operasional Penguatan kultural masyarakat lokal melalui
perkebunan relatif homogen. Keberadaan program CSR.
Perseroan berpotensi timbul kedatangan
penduduk dari luar daerah.
Demographic Prior to palm oil plantations, the demographic Cultural strengthening of local communities
was relatively homogenous. The Company’s through CSR program.
presence potentially led to more population
from outside the area.
Persepsi dan Sikap Kondisi persepsi dan sikap masyarakat Menyusun program CSR yang tepat dan
Masyarakat persepsi dan sikap akan ditentukan oleh meminimalkan konflik.
kinerja Perseroan.
Community Perception Company’s performance will very much Formulating the proper CSR program and
and Attitude determine the community perception and minimizing conflict.
attitude.
Dengan serangkaian upaya ini, TPA menegaskan Through these initiatives, TPA reaffirms its
komitmen untuk menjaga kualitas hidup masyarakat commitment to safeguarding the quality of life
sekitar, memperkuat reputasi sebagai entitas yang of surrounding communities, strengthening its
peduli, serta memastikan keberlanjutan operasional reputation as a responsible entity, and ensuring
jangka panjang. Pengelolaan dampak yang inklusif long-term operational sustainability. An inclusive
dan partisipatif diyakini mampu menciptakan and participatory approach to impact management
hubungan yang saling menguntungkan antara TPA is expected to foster mutually beneficial relationships
dan komunitas setempat. between TPA and local communities.
Pelibatan Peran Masyarakat Lokal Engagement of Local Communities
[GRI 3-3:204, 3-3:413, 413-1, 13.12.1, 13.12.2] [GRI 3-3:204, 3-3:413, 413-1, 13.12.1, 13.12.2]
Keterlibatan masyarakat lokal menjadi prioritas Engagement with local communities is a priority for
TPA dalam memastikan operasional yang inklusif TPA in ensuring inclusive and sustainable operations
dan berkelanjutan sesuai Pilar 4 KSL dan Kebijakan in line with KSL Pillar 4 and Policy 10. This commitment
10. Komitmen ini diwujudkan melalui pemberian is realized by providing employment opportunities
peluang kerja bagi masyarakat sekitar agar dapat for surrounding communities to directly contribute
berkontribusi langsung dalam kegiatan perkebunan. to plantation activities. In addition to serving as
Selain sebagai tenaga kerja, masyarakat juga terlibat employees, communities are also involved in the
dalam rantai pasok sebagai kontraktor, vendor, supply chain as contractors, vendors, and Fresh
dan pemasok TBS. Pendekatan ini membangun Fruit Bunch (FFB) suppliers. This approach builds
hubungan yang harmonis sekaligus meningkatkan harmonious relationships while increasing active
partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung community participation in supporting business
keberlanjutan bisnis. sustainability.
Hubungan kerja sama juga dibangun bersama Collaborative partnerships are also fostered with
petani plasma yang tergabung dalam koperasi. plasma farmers under cooperative schemes.
Melalui program ini, TPA menyalurkan bibit unggul, Through this program, TPA provides superior
bimbingan teknis, serta dukungan finansial untuk seedlings, technical guidance, as well as financial
memastikan praktik agronomi yang berkelanjutan. support to ensure sustainable agronomic practices.
Para asisten kebun secara rutin melakukan Estate assistants conduct regular assistance to
pendampingan kepada petani untuk menjaga support farmers in maintaining land productivity
produktivitas lahan dan kualitas hasil panen. TBS yang and crop quality. TPA acquired FFB from nucleus
diperoleh TPA berasal dari kebun inti, kebun plasma, estates, plasma plantations, and external suppliers
dan pemasok eksternal melalui sistem Outside Crop through the Outside Crop Purchase (OCP) system.
Purchase (OCP). Sistem ini memungkinkan TPA This system allows TPA to maintain planting rotation
untuk menjaga pengaturan rotasi tanam sekaligus and keeping continuous supply of raw materials.
menjaga kontinuitas pasokan bahan baku.
196 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 199
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Proses pengadaan TBS dari petani plasma dan petani FFB procurement process from plasma and
swadaya dijalankan sesuai standar ketat, termasuk independent smallholders follows are conducted
regulasi harga yang ditetapkan pemerintah daerah. under strict standards, including price regulations
TPA juga memastikan seluruh hasil panen dapat set by the local government. TPA also ensures that
ditelusuri dengan baik seperti yang dijelaskan dalam the harvest can be properly traced, as outlined in
bagian Keberlanjutan dan Kemamputelusuran the Sustainability and Traceability of Palm Oil
Produk Sawit, sehingga mendukung integritas rantai Products section, thus supporting supply chain
pasok. Dengan melibatkan petani plasma maupun integrity. By engaging plasma farmers and
petani swadaya, TPA berupaya memperkuat suplai independent smallholders, TPA strives to strengthen
bahan baku, sekaligus meningkatkan keterlibatan raw material supply, while improving engagement
dan kesejahteraan masyarakat lokal. and welfare of local communities.
Sebagai industri yang padat karya, TPA juga As a labor-intensive industry, TPA also opens up
membuka peluang lebih luas bagi masyarakat broader opportunities for local communities to
sekitar untuk terlibat sebagai kontraktor atau work as local contractors or vendors, assisting with
vendor lokal, mencakup berbagai kebutuhan mulai various needs, from infrastructure development,
dari pembangunan infrastruktur, pengadaan transportation services, and provision of operational
transportasi, hingga penyediaan barang dan jasa goods and services. In 2025, 63.21% of TPA’s total
operasional. Pada tahun 2025, tercatat sebesar procurement value for goods and services was
63,21% dari total nilai pengadaan barang dan jasa channeled to local suppliers in East Kalimantan,
TPA disalurkan kepada pemasok lokal di Kalimantan consisting of products such as plasma palm oil
Timur, mencakup produk-produk seperti buah fruits, fuel, rice, spare parts, and office furniture. This
sawit dari plasma, BBM, beras, suku cadang, hingga contribution is expected to keep on elevating regional
perabot kantor. Kontribusi ini juga diharapkan dapat economic growth, strengthening community
terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, resilience, and reinforcing TPA’s relationships with
memperkuat ketahanan komunitas, dan mempererat local stakeholders. [GRI 204-1]
hubungan TPA dengan masyarakat lokal. [GRI 204-1]
Investasi Sosial untuk Membangun Social Investment for Building
Masyarakat Tangguh dan Resilient and Self-Sufficient
Mandiri [POJK F.25] [GRI 3-3:203] Communities [POJK F.25] [GRI 3-3:203]
TPA menyadari bahwa keberlanjutan bisnis tidak TPA realizes long-term business sustainability is
terlepas dari keberhasilan dalam mendukung closely related to its success in supporting the SDGs
pencapaian SDGs. Dengan menjalankan berbagai achievement. By implementing various inclusive
program CSR yang inklusif dan partisipatif, TPA and participatory CSR programs, TPA is actively
berperan aktif dalam mempercepat pencapaian accelerating progress toward achieving SDGs while
target SDGs, sembari membangun masyarakat building more resilient, self-reliant, and prosperous
yang lebih tangguh, mandiri, dan sejahtera. communities. The CSR activities are guided by
Landasan utama program CSR ini adalah Peraturan Government Regulation No. 47/2012 on Corporate
Pemerintah No. 47/2012 tentang Tanggung Jawab Social and Environmental Responsibility, integrated
Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas, yang with Pillar 3 of KSL - Socio-Territorial: implementing
dipadukan dengan Pilar 3 KSL Socio-Territorial, social responsibility program oriented toward
yaitu: melaksanakan tanggung jawab sosial yang the achievement of Sustainable Development
berorientasi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Goals, respecting community rights and local
Berkelanjutan, menghormati hak-hak masyarakat wisdom, and building harmonious relationships with
serta kearifan lokal, serta membangun hubungan all stakeholders.
yang harmonis dengan seluruh pemangku
kepentingan.
Kegiatan CSR TPA difokuskan pada 7 bidang utama, TPA’s CSR activities focus on 7 key areas:
yaitu:
1. Ekonomi (SDGs 8); 1. Economy (SDG 8);
2. Pendidikan (SDGs 4); 2. Education (SDG 4);
3. Kesehatan (SDGs 3); 3. Health (SDG 3);
4. Infrastruktur (SDGs 9); 4. Infrastructure (SDG 9);
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 197
Page 200
Socio-Territorial 5. Sosial, Budaya, dan Keagamaan; 5. Social, Cultural, and Religious Affairs; 6. Lingkungan Hidup; serta 6. Environmental Conservation; and 7. Hubungan Kelembagaan. 7. Institutional Relations. Program di setiap bidang dirancang secara Programs in each area are designed participatively partisipatif melalui pemetaan sosial yang melibatkan through social mapping involving communities, masyarakat, tokoh lokal, dan pemerintah daerah, local leaders, and regional governments to ensure sehingga tepat sasaran dan berdampak nyata. relevance and tangible impact. Pelaksanaan CSR diawasi secara internal dan CSR implementation is monitored internally and eksternal serta dilaporkan berkala kepada externally and reported periodically to Shareholders Pemegang Saham dan pemerintah. Evaluasi and the government. Evaluation is conducted dilakukan melalui survei kepuasan dan umpan balik through satisfaction surveys and community masyarakat untuk memastikan efektivitas, relevansi, feedback to ensure effectiveness, relevance, and dan perbaikan berkelanjutan agar program tetap continuous improvement so that programs remain adaptif dan bernilai jangka panjang. adaptive and deliver long-term value. TPA menyadari tantangan pelaksanaan CSR, TPA recognizes challenges in CSR implementation, terutama partisipasi masyarakat yang belum particularly uneven community participation and the merata dan kecenderungan memilih program tendency to prefer short-term programs. Therefore, jangka pendek. Untuk itu, Divisi Humas dan CSR the Public Relations and CSR Division actively aktif melakukan edukasi dan sosialisasi guna conducts education and outreach to increase meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam community involvement in program planning and perencanaan dan implementasi program. implementation. Melalui strategi terukur ini, TPA berupaya Through this measurable strategy, TPA strives to menciptakan dampak nyata berupa masyarakat create tangible impacts in the form of resilient, yang tangguh, mandiri, dan sejahtera. Program independent, and prosperous communities. CSR mendukung ketahanan sosial-ekonomi lokal, CSR programs support local socio-economic keberlanjutan lingkungan, serta memastikan resilience, environmental sustainability, and ensure kehadiran perusahaan memberi manfaat selaras the Company’s presence delivers benefits aligned dengan kepentingan masyarakat dan tujuan SDGs. with community interests and the SDGs. Investasi Pemberdayaan Masyarakat Community Empowerment Investment Tahun 2025 [GRI 203-1, 13.22.3] in 2025 [GRI 203-1, 13.22.3] Investasi TPA dalam program CSR pada tahun In 2025, TPA invested a total of Rp5.45 billion 2025 mencapai Rp5,45 miliar, dengan fokus utama in CSR programs, with a primary focus on pada sektor pendidikan dan infrastruktur. Alokasi ini the education and infrastructure. This allocation mencerminkan komitmen TPA untuk mendukung reflects TPA’s commitment in supporting inclusive pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan, and sustainable social development, aligned with sejalan dengan SDGs yang menekankan pentingnya the SDGs emphasizing the importance of access to akses pendidikan berkualitas (SDG 4) serta quality education (SDG 4) as well as development pembangunan infrastruktur yang andal dan of reliable and sustainable infrastructure (SDG 9). berketahanan (SDG 9). Informasi lebih lengkap More information on the realization of TPA’s CSR mengenai realisasi investasi CSR TPA sepanjang investment throughout 2025 are presented below: tahun 2025 diuraikan sebagai berikut: 198 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 201
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Struktur Investasi CSR TPA Tahun 2025
TPA CSR Investment Structure in 2025
6,66% Bidang Ekonomi
0,18%
Economic Sector
7,53% 20,80% Bidang Pendidikan
Education Sector
Bidang Kesehatan
Health Sector
Bidang Infrastruktur
Infrastructure Sector
Bidang Sosial, Budaya, dan Keagamaan
22,24% Social, Cultural, and Religious Sector
Bidang Lingkungan Hidup
41,67% Environment Sector
Bidang Hubungan Kelembagaan
0,92% Institutional Relations Sector
Dari total dana CSR tersebut, porsi terbesar Of the total CSR budget, the infrastructure sector
dialokasikan untuk sektor infrastruktur sebesar had the largest portion of 41.67%. This investment
41,67%. Investasi ini diwujudkan melalui berbagai is realized through various programs to improve
program peningkatan akses dan kualitas pendidikan the education access and quality surrounding
di sekitar wilayah operasional, termasuk penyediaan operational areas, including the provision of learning
sarana belajar, dukungan beasiswa, serta program facilities, scholarship, and competency development
peningkatan kompetensi guru dan siswa. Upaya programs targeting teachers and students. These
ini bertujuan mencetak generasi yang cerdas dan efforts aim to produce an intelligent and competitive
berdaya saing, serta menjadi fondasi penting generation, also serves as a crucial foundation for
dalam menciptakan masyarakat yang tangguh dan creating a resilient and independent society in the
mandiri di masa depan. future.
Realisasi Anggaran CSR TPA
di Bidang Pendidikan
1.214,4 1.212,1
TPA CSR Budget Realization - 1.138,6
Education Sector
(dalam jutaan Rupiah /
in million Rupiah )
2023 2024 2025
Anggaran CSR TPA di bidang pendidikan tersebut A portion of TPA’s CSR budget in education was
salah satunya dialokasikan untuk memberikan specifically allocated for scholarship programs of
beasiswa pendidikan kepada siswa dan mahasiswa students and university scholars, as outlined below:
sebagaimana diuraikan berikut:
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 199
Page 202
Socio-Territorial
Total Penerima dan Nilai Beasiswa
Number of Recipients and Amount of Scholarships
(dalam jutaan Rupiah / in million Rupiah)
Beasiswa Siswa SMA Beasiswa Mahasiswa Total Beasiswa
dan Sederajat Perguruan Tinggi Total Scholarships
Scholarships for Scholarships for
SMA Students and eq. University Students
211,5
207
198 204
186
177
81
9 79
68
6 66 62
4,5 59
3
2 2
2023 2024 2025 2023 2024 2025 2023 2024 2025
Total Penerima / Number of Recepient Nilai (jutaan Rupiah) / Amount (million Rupiah)
Program Beasiswa Teladan
Teladan Scholarship Program
Program Beasiswa Teladan merupakan salah satu inisiatif unggulan TPA di bidang pengembangan sumber daya
manusia. Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat, khususnya
karyawan internal dan warga di sekitar wilayah operasional.
Sepanjang tahun 2025, terdapat 81 penerima beasiswa telah merasakan manfaat program ini, mencakup jenjang
pendidikan S1 hingga S2. Seleksi penerima dilakukan dengan pendekatan non-diskriminatif, berfokus pada prestasi
akademik, motivasi belajar, serta komitmen terhadap pembangunan daerah asal, tanpa membedakan latar
belakang sosial maupun gender.
Melalui program ini, TPA dapat membantu meningkatkan kapasitas pendidikan individu, serta memperkuat
ekosistem sosial dan ekonomi lokal. Para penerima beasiswa yang telah lulus kini berkontribusi baik di internal
perusahaan maupun di berbagai sektor profesional lain, menjadi agen perubahan positif di masyarakat. Inisiatif
ini mencerminkan komitmen TPA dalam membangun generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan mampu
mendukung keberlanjutan sosial-ekonomi jangka panjang di wilayah operasional perusahaan.
Teladan Scholarship Program is one of TPA’s flagship initiatives in HR development. The program is aimed to provide
access to quality education for the public, especially internal employees as well as communities from surrounding
the operational areas.
By 2025, there were 81 scholarship awardees for their bachelor (S1) and master (S2) degrees have benefited from
the program. The selection was done in non-discriminatory approach, by focusing on academic achievement,
learning motivation, and commitment to develop their local areas, without differentiating against the social or
gender background.
With the implementation of scholarship program, TPA is able to boost individual educational capacity while
strengthens the local social and economic ecosystem. Graduated scholarship awardees now contributing either
internally in the company or in various other professional sectors, becoming agents of positive change in the
communities. This initiative showcases TPA’s commitment in generating excellent, competitive youth capable of
sustaining the long-term social and economic in the company’s operational areas.
200 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 203
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Penyerahan Beasiswa Pendidikan
Scholarship Handover Ceremony
Program beasiswa TPA telah memberikan dampak TPA’s scholarship program has given real results in
nyata dalam membuka akses pendidikan berkualitas opening access to quality education and nurturing
sekaligus mendorong lahirnya generasi yang lebih a more empowered generation. By the end of 2025,
berdaya. Hingga akhir 2025, tercatat 10 penerima a total of 10 scholarship recipients have successfully
beasiswa berhasil menuntaskan pendidikan mereka completed their education and are now working
dan kini berkiprah di berbagai bidang. Sebagian in various fields. Some opted to build their careers
dari mereka memilih berkarier di TPA, menghadirkan at TPA, bringing new expertise and positive energy
keahlian baru dan energi positif yang memperkuat strengthening company’s development. Meanwhile,
pengembangan perusahaan. Sementara itu, others pursuing careers outside TPA also enrich
mereka yang berkarier di luar TPA turut memperkaya the broader professional community, using
komunitas profesional yang lebih luas dengan the knowledge and skills gained during their studies.
menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang This achievement reflects TPA’s consistency in
diperoleh selama masa studi. Capaian ini menjadi supporting education and youth empowerment as
bukti konsistensi TPA dalam mendukung pendidikan foundation to cultivate sustainable socio-economic
dan pemberdayaan generasi muda sebagai fondasi development.
pembangunan sosial-ekonomi yang berkelanjutan.
Selain sektor pendidikan, TPA mengalokasikan 41,67% Other than the education sector, TPA allocated
dana CSR untuk sektor infrastruktur dengan realisasi 41.67% of its CSR budget for infrastructure, amounting
sebesar Rp2,27 miliar. Kontribusi ini digunakan untuk to Rp2.27 billion. The allocation is used to support
mendukung ketersediaan fasilitas dasar, seperti provision of basic facilities such as roads, bridges,
pembangunan jalan, jembatan, dan saluran air yang and water channels that are highly needed by
sangat dibutuhkan masyarakat. Infrastruktur yang communities. Adequate infrastructure plays
memadai berperan penting dalam mempercepat a critical role in accelerating local economic growth,
pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan improve community mobility, and expanding access
mobilitas masyarakat, dan memperluas akses to basic social services. This initiative also supports
terhadap layanan sosial dasar. Langkah ini sekaligus government’s agenda to accelerate regional
mendukung agenda pemerintah dalam percepatan development.
pembangunan wilayah.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 201
Page 204
Socio-Territorial
Realisasi Anggaran CSR TPA
di Bidang Infrastruktur 2.271,2
TPA CSR Budget Realization -
Infrastructure Sector 1.955,4
(dalam jutaan Rupiah /
in million Rupiah )
487,2
2023 2024 2025
Komitmen TPA dalam investasi pemberdayaan TPA’s commitment to invest in community
masyarakat juga ditunjukkan melalui alokasi empowerment is also reflected through budget
dana pada sektor sosial-budaya dan keagamaan allocation to social, cultural, and religious sector
(7,53%), hubungan kelembagaan (6,66%), kesehatan (7.53%), institutional relations (6.66%), health
(0,92%), serta lingkungan hidup (0,18%). Pembagian (0.92%), and environmental (0.18%). This proportional
investasi yang proporsional ini memperlihatkan investment distribution reflects TPA’s holistic
pendekatan holistik TPA dalam menjawab kebutuhan approach in addressing the community needs, from
masyarakat, mulai dari peningkatan kesejahteraan improvement of physical well-being, strengthening
fisik, penguatan nilai sosial dan budaya, hingga social and cultural values, to environmental
menjaga kelestarian lingkungan. conservation.
Secara keseluruhan implementasi program CSR Overall, TPA has successfully realized 77% of
TPA telah terealisasi sebanyak 77% dari target its targeted CSR program, with an impacted
dengan masyarakat terdampak di 59 desa di community in 59 villages around operational
sekitar wilayah operasional. Seluruh program yang unit. All of the realized programs were proposed
terealisasi tersebut merupakan usulan langsung dari directly by the community, a testament of TPA’s
masyarakat, mencerminkan pendekatan partisipatif participatory approach in designing its social
TPA dalam merancang agenda sosial. Sejalan agenda. In alignment with the sustainability strategy,
dengan strategi keberlanjutan, TPA juga terus TPA gradually reducing the short-term or seasonal
mengurangi praktik CSR yang bersifat donasi sesaat donation-based CSR activities, prioritizing programs
atau musiman, dan lebih memprioritaskan program that generate long-term economic impact for
yang mampu menghadirkan dampak ekonomi the surrounding communities.
jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
Penyerahan Bantuan Bibit Durian
Distribution of Durian Seedling Assistance
202 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 205
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Penyaluran Dana Ekonomi Pendidikan
Economic Education
Tanggung Jawab Sosial
CSR Fund Disbursement
2025 1.133,5 2025 1.212,1
(jutaan Rupiah / million Rupiah) (jutaan Rupiah / million Rupiah)
2024 36,3 2023 222,2 2024 1.138,6 2023 1.214,4
Kesehatan Infrastruktur Sosial, Budaya,
Health Infrastructure dan Keagamaan
Social, Cultural,
and Religious
2025 50,1 2025 2.271,2 2025 410,5
(jutaan Rupiah / million Rupiah) (jutaan Rupiah / million Rupiah) (jutaan Rupiah / million Rupiah)
2024 36,8 2023 70,9 2024 487,2 2023 1.955,4 2024 381,9 2023 454,7
Lingkungan Hidup Hubungan Total
Environment Kelembagaan Total
Institutional Relations
2025 9,6 2025 363,2 2025 5.450,2
(jutaan Rupiah / million Rupiah) (jutaan Rupiah / million Rupiah) (jutaan Rupiah / million Rupiah)
2024 3,7 2023 53,7 2024 412,9 2023 564,2 2024 2.497,4 2023 4.535,5
Kepatuhan Sosial [POJK F.24] [GRI 411-1, 13.14.2] Social Compliance [POJK F.24] [GRI 411-1, 13.14.2]
Sebagai bagian dari pendekatan inklusif dan As part of its inclusive and transparent approach,
transparan, TPA menyediakan berbagai saluran TPA provides various communication channels for
komunikasi bagi pemangku kepentingan untuk stakeholders to submit input and complaints, either
menyampaikan masukan dan keluhan, baik melalui through suggestion boxes at operational units or
kotak saran di unit operasional maupun email khusus through dedicated email at lapor@teladanprima.
di lapor@teladanprima.com. Setiap umpan balik com. All feedback is followed up through open
ditindaklanjuti melalui komunikasi terbuka dengan communication, prioritizing deliberation and
mengedepankan musyawarah serta kepatuhan regulatory compliance.
terhadap regulasi.
Sepanjang 2025, tidak terdapat aduan terkait Throughout 2025, there was no complaint related
dampak sosial operasional TPA. Kami juga berhasil to social impacts from TPA’s operations. We also
menjaga lingkungan kerja yang bebas dari managed to maintain a work environment free from
sengketa lahan, pelanggaran hak masyarakat adat, land disputes, violation of indigenous peoples’ rights,
maupun permasalahan sosial lainnya. Capaian or any other social issues. This achievement reflects
ini mencerminkan kepatuhan sosial yang kuat, strong social compliance, strengthens public trust,
memperkuat kepercayaan publik, serta mendukung as well as supporting TPA’s operational sustainability
keberlanjutan operasional dan reputasi TPA sebagai and reputation as a responsible company.
perusahaan yang bertanggung jawab.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 203
Page 206
Socio-Territorial
Keberlanjutan dan Kemamputelusuran
Produk Kelapa Sawit [GRI 3-3:414]
Sustainability and Traceability of Palm Oil Products
“Transparansi rantai pasok menjadi fondasi kepercayaan dalam operasional TPA. Kami
menerapkan sistem kemamputelusuran terintegrasi untuk memastikan seluruh produk kelapa
sawit berasal dari sumber yang legal, etis, dan berkelanjutan.”
“Supply chain transparency is the foundation of trust in TPA’s operations. We implement an integrated
traceability system to ensure all palm oil products are sourced legally, ethically, and sustainably.”
Keberlanjutan dan kemamputelusuran menjadi Sustainability and traceability are priorities in TPA’s
prioritas dalam pengelolaan rantai pasok TPA, seiring supply chain management, with the increasing
meningkatnya tuntutan global terhadap praktik global demands for responsible agribusiness
agribisnis yang bertanggung jawab. Setiap tahapan practices. Every production phase is managed
produksi dikelola secara transparan dan selaras transparently and in accordance with national and
dengan standar keberlanjutan nasional maupun international sustainability standards to maintain the
internasional guna menjaga keseimbangan antara balance between economic growth, environmental
pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, protection, and social welfare.
dan kesejahteraan sosial.
Verifikasi dilakukan secara konsisten terhadap Verification is conducted consistently across nucleus
kebun inti, petani plasma, dan petani swadaya, estates, plasma smallholders, and independent
disertai monitoring dan evaluasi berkala, sehingga smallholders, accompanied by periodic monitoring
seluruh produk dapat ditelusuri asal-usulnya secara and evaluation to ensure full traceability of product
jelas. Pendekatan ini memperkuat kepercayaan origins. This approach strengthens customer trust,
pelanggan, meningkatkan keterlibatan pemangku increases stakeholder engagement, and adds
kepentingan, serta memberikan nilai tambah environmental value.
lingkungan.
TPA juga bermitra dengan petani plasma dan TPA also partners with plasma farmers and
swadaya melalui pelatihan praktik agronomi independent smallholders in sustainable
berkelanjutan, penyediaan bibit unggul, serta agronomic practices training, provision of superior
dukungan teknis dan akses pasar. Inisiatif ini seeds, as well as technical support and market
mendorong produktivitas sekaligus memastikan access. These initiatives boosts productivity while
kepatuhan terhadap standar keberlanjutan, serta ensuring compliance with sustainability standards,
berkontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya contributing to SDG achievement, particularly
ekonomi inklusif, ketahanan pangan, dan inclusive economy, food security, and land
perlindungan ekosistem darat. ecosystem protection.
Rantai Pasokan dan Kemamputelusuran Supply Chain and Traceability of Palm
Produk Kelapa Sawit [GRI 2-6, 13.23, 3-3:414] Oil Products [GRI 2-6, 13.23, 3-3:414]
Pemasok memegang peranan penting dalam Suppliers play a crucial role in supporting TPA’s
mendukung keberlanjutan rantai pasok TPA. sustainable supply chain. In addition to sourcing FFB
Selain memperoleh TBS dari perkebunan inti dan from the nucleus and plasma plantations, TPA also
plasma, TPA juga bermitra dengan petani swadaya engages with independent smallholders under the
melalui skema OCP. Keterlibatan petani plasma OCP scheme. The involvement of plasma farmers
dan swadaya dalam rantai pasok memberikan and independent smallholders in the supply chain
dampak ekonomi jangka panjang, seiring dengan provides long-term economic benefits, following
204 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 207
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
karakteristik tanaman kelapa sawit yang berumur the long lifespan of palm oil trees and the potential
panjang dan memungkinkan terciptanya hubungan for creating sustainable business relationships.
bisnis yang berkesinambungan. Dengan demikian, Therefore, TPA is able to secure the raw material
TPA dapat menjaga ketersediaan pasokan bahan availability and strengthens farmers’ welfare through
baku, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani the fair and mutually beneficial partnerships.
melalui pola kemitraan yang adil dan saling
menguntungkan.
Untuk menjamin kesinambungan dan kualitas To secure continuity and quality of its supplies, TPA
pasokan, TPA menempatkan inklusivitas dan places inclusivity and traceability as the 2 main
kemamputelusuran sebagai 2 pilar utama. pillars. Inclusivity guarantees equal participation for
Inklusivitas memastikan partisipasi setara bagi plasma farmers and independent smallholders in
petani plasma maupun swadaya dalam rantai TPA’s value chain, while traceability system enables
nilai TPA, sementara sistem kemamputelusuran every palm oil product to be traced back to their
memungkinkan setiap produk kelapa sawit dapat valid, legal, and sustainability-compliant sources.
ditelusuri ke sumber yang sah, legal, dan sesuai This approach enhances customer trust and adds
standar keberlanjutan. Pendekatan ini memperkuat value to TPA’s products in the global market.
kepercayaan pelanggan sekaligus menambah nilai
produk TPA di pasar global.
Prinsip inklusivitas dan kemamputelusuran tersebut The inclusivity and traceability principles are
sejalan dengan KSL 10 pilar Economic Viability, align with KSL pillar 10 of Economic Viability,
yang mendorong terciptanya rantai pasok yang which promotes the creation of an efficient,
efisien, transparan, dan bertanggung jawab. transparent, and responsible supply chain. With
Melalui penerapan prinsip ini, TPA memastikan the implementation of this principles, TPA ensures
praktik agribisnis berjalan berkelanjutan, serta a sustainable agribusiness practices while also
pada saat yang sama menjaga kesejahteraan safeguarding the well-being of local communities
masyarakat lokal yang terlibat di dalamnya. Dengan involved. Consequently, TPA’s sustainable supply
demikian, keberlanjutan rantai pasok TPA dapat chain is able to support the smooth operation of the
menopang kelancaran operasional perusahaan, company, while demonstrating a real contribution
sekaligus mencerminkan kontribusi nyata terhadap to local economic development and environmental
pembangunan ekonomi lokal dan perlindungan protection.
lingkungan.
Dukungan terhadap Pemasok Support for Suppliers in Adopting
untuk Mengadopsi Prinsip Sustainability Principles [GRI 414-2]
Keberlanjutan [GRI 414-2]
TPA terus memperkuat komitmen dalam TPA continues to reinforce its commitment to
memastikan bahwa seluruh pasokan TBS yang ensure that all FFB obtained are sourced in line
diperoleh sesuai dengan prinsip keberlanjutan. with sustainability principles. Acknowledging that
Kesadaran bahwa praktik petani OCP berpotensi OCP farmers’ practices pose environmental risks,
menimbulkan risiko lingkungan, khususnya terkait particularly to deforestation, peatland degradation,
deforestasi, degradasi lahan gambut, dan hilangnya and biodiversity loss, propelled TPA to provide
keanekaragaman hayati, mendorong TPA untuk ongoing support to the suppliers in the supply
memberikan dukungan berkelanjutan kepada para chain. One concrete measure is by implementing
pemasok dalam rantai pasokan. Salah satu langkah a strict screening for FFB suppliers, ensuring that
nyata adalah penerapan screening ketat terhadap all palm oil products marketed by TPA, both in
pemasok TBS, sehingga produk kelapa sawit yang the form of CPO and PK, are guaranteed not having
dipasarkan TPA, baik CPO maupun PK, dipastikan their raw materials originated from illegal practices or
tidak berasal dari praktik ilegal maupun lahan yang non-compliant land use.
tidak sesuai ketentuan.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 205
Page 208
Socio-Territorial
Lebih jauh, seluruh pemasok diwajibkan mematuhi Further, all suppliers are required to comply with TPA’s
komitmen keberlanjutan yang ditetapkan TPA, sustainability commitments, including KSL and NDPE.
termasuk KSL. Untuk memastikan kepatuhan tersebut, To ensure compliance, TPA tracks the traceability of
TPA melakukan pelacakan kemamputelusuran FFB supplies by applying various indicators such as
pasokan TBS melalui berbagai indikator, mulai dari plantation location, legality documentation, seed
lokasi lahan perkebunan, dokumen legalitas, varietas variety, and planting patterns. This mechanism is
bibit, hingga pola tanam. Mekanisme ini dilengkapi supplemented with educational and socialization
dengan kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada for plasma farmers or OCP to enhance their
petani plasma maupun OCP guna meningkatkan understanding of the importance of sustainability in
pemahaman mengenai pentingnya keberlanjutan the palm oil industry. Accordingly, suppliers are able
di industri kelapa sawit. Dengan demikian, para to focus on meeting market standards and driven to
pemasok dapat berfokus pada pemenuhan standar adopt more responsible agribusiness practices.
pasar, serta tergerak untuk mengadopsi praktik
agribisnis yang lebih bertanggung jawab.
Sepanjang tahun 2025, TPA memperluas program Throughout 2025, TPA extended its technical
pendampingan teknis kepada petani plasma dan assistance program for plasma farmers and
OCP melalui pelatihan agronomi berkelanjutan OCP through sustainable agronomy training and
serta dukungan akses pembiayaan. Langkah ini financing access. These efforts have proven effective
terbukti mendorong peningkatan produktivitas in boosting productivity and improving the quality
sekaligus memperbaiki kualitas pasokan TBS yang and sustainability compliance of FFB supplies. They
lebih konsisten dengan standar keberlanjutan. also reflects TPA’s active role in building an inclusive,
Upaya ini sekaligus mencerminkan peran aktif transparent, and resilient palm oil supply chain,
TPA dalam membangun rantai pasok sawit ensuring its benefits can be felt by the suppliers,
yang inklusif, transparan, dan tangguh, sehingga consumers, as well as the environment.
kebermanfaatannya dapat dirasakan baik oleh
pemasok, konsumen, maupun lingkungan.
Sampai dengan akhir tahun 2025, hubungan As of the end of 2025, our partnership program has
kemitraan yang kami jalankan telah menjangkau encompassed 35 external FFB suppliers, with total
35 pemasok TBS eksternal dengan total TBS yang FFB supplied as follows:
dihasilkan sebagai berikut:
Total TBS dalam Rantai Pasok TPA 2025
Total FFB in TPA Supply Chain 2025
13,15%
TBS Inti
Nucleus FFB
11,03%
TBS Plasma
75,82% Plasma FFB
TBS Luar
OCP FFB
Penilaian dan Pemantauan Risiko atas Assessment and Risk Monitoring of
Pemasok [GRI 3-3:#414, 414-1, 414-2] Suppliers [GRI 3-3:#414, 414-1, 414-2]
Setiap pemasok TPA diwajibkan memenuhi All TPA suppliers are required to meet technical,
persyaratan teknis, administratif, dan hukum administrative, and legal requirements to ensure
guna memastikan bahwa TBS yang dipasok tidak that the FFB supplied does not originate from areas
berasal dari kawasan yang berpotensi merusak that may threaten biodiversity, including protected
keanekaragaman hayati, termasuk hutan lindung, forests, peatlands, or water catchment areas. In
206 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 209
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
lahan gambut, maupun daerah resapan air. Selain addition, all suppliers must comply with product
itu, seluruh pemasok juga harus patuh pada standar quality standards, occupational health and safety
mutu produk, peraturan keselamatan dan kesehatan regulations, and environmental conservation
kerja, serta prinsip konservasi lingkungan dalam principles in their operations.
setiap kegiatan operasionalnya.
Seluruh pemasok TBS diwajibkan menandatangani All FFB suppliers are required to sign an integrity
pakta integritas sebagai bentuk komitmen terhadap pact as a commitment to implementing plantation
penerapan praktik perkebunan yang sejalan practices aligned with KSL and global sustainability
dengan KSL dan prinsip keberlanjutan global. standards. In ensuring compliance, TPA applies
Untuk memastikan kepatuhan, TPA menerapkan an initial screening mechanism for new suppliers,
mekanisme screening awal terhadap pemasok designed to assess sustainability performance
baru yang dirancang untuk menilai kinerja based on relevant social and environmental
keberlanjutan berdasarkan indikator sosial dan indicators. This process is stipulated in the Standard
lingkungan yang relevan. Proses ini dituangkan Operating Procedure for FFB Procurement, applied
dalam Prosedur Operasional Standar Pembelian consistently across all TPA units. Further evaluations
TBS yang berlaku secara konsisten di seluruh unit are conducted regularly with comprehensive
TPA. Evaluasi selanjutnya dilakukan secara berkala assessments to ensure supplier practices remain
melalui assessment menyeluruh guna memastikan aligned with Company’s sustainability standards.
praktik pemasok tetap sejalan dengan standar
keberlanjutan Perseroan.
Hingga akhir tahun 2025, sebanyak 3 pemasok TBS By the end of 2025, 3 new FFB suppliers successfully
baru berhasil lolos proses screening dan penilaian, passed the screening and assessment process,
serta resmi menandatangani pakta integritas topped by officially signed the integrity pact before
sebelum bergabung dalam rantai pasokan TPA. joining TPA’s supply chain. This achievement confirms
Pencapaian ini menegaskan bahwa setiap pemasok that every new supplier understands and commits to
baru memahami sekaligus berkomitmen pada the sustainable agribusiness principles set out under
prinsip agribisnis berkelanjutan sesuai kebijakan TPA. TPA’s policies.
Selain itu, TPA juga secara konsisten mengelola TPA also consistently managing the plasma estates
kebun plasma sebagai bagian integral dari as an integral part of its supply chain. In 2025, the
rantai pasokan. Pada 2025, luas kebun plasma managed plasma estate area reached 12,470 ha,
yang dikelola mencapai 12.470 ha setara dengan equivalent to 24% of the total nucleus plantation
24% dari total luas kebun inti, melampaui syarat area, 20% over the minimum requirement as
minimal 20% sesuai ketentuan PP No. 26 Tahun stipulated in Government Regulation No. 26 of 2021
2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Pertanian. on Agricultural Sector Implementation. It shows
Hal ini menunjukkan kepatuhan regulatif serta regulatory compliance and TPA’s commitment
komitmen TPA dalam mendukung inklusivitas serta to support inclusivity and the overall operational
keberlanjutan operasional secara menyeluruh. sustainability.
Sebagai bentuk dukungan tambahan, TPA As an additional support, TPA disbursed financial
menyalurkan bantuan keuangan kepada 7.754 petani assistance to 7,754 plasma farmers in Berau, East
plasma di Kabupaten Berau, Kutai Timur, dan Paser Kutai, and Paser regencies, with a total value of
dengan nilai mencapai Rp521,64 miliar sepanjang Rp521.64 billion throughout 2025. This support
tahun 2025. Dukungan ini diarahkan untuk mendorong is aimed at promoting land development and
pengembangan lahan serta meningkatkan increasing FFB productivity while ensuring that the
produktivitas TBS mereka, sekaligus memastikan plantation practices are following sustainability
praktik perkebunan dijalankan sesuai dengan standar standards established by TPA.
keberlanjutan yang ditetapkan oleh TPA.
Melalui kombinasi mekanisme penilaian, Through a combination of assessment mechanisms,
pemantauan berkala, dan dukungan finansial, TPA periodic monitoring, and financial support, TPA
berupaya menjaga keberlanjutan rantai pasok, strives to maintain supply chain sustainability while
sekaligus memperkuat kesejahteraan petani plasma strengthening the welfare of plasma smallholders
serta meningkatkan daya saing ekosistem agribisnis and enhancing the competitiveness of an inclusive
yang inklusif dan bertanggung jawab. and responsible agribusiness ecosystem.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 207
Page 210
Economic Viability [GRI 3-3:201, 3-3:207] 208 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 211
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Kondisi perekonomian tahun 2025 diwarnai dengan The global economy in 2025 was marked by
berbagai tantangan eksternal yang mendorong various external challenges that moderated growth
moderasi pertumbuhan secara global, termasuk worldwide, including among Emerging Market and
pada kelompok Emerging Market and Developing Developing Economies in Asia, which were projected
Economies di Asia yang diproyeksikan tumbuh to grow by 5.2%, slightly lower than the previous
5,2%, menurun dibandingkan realisasi tahun year’s realization of 5.3%. These global and regional
sebelumnya sebesar 5,3%. Tekanan global dan pressures also affected the national economy,
regional tersebut berdampak pada perekonomian which faced similar challenges. With a growth
nasional yang juga menghadapi tantangan target of 5.2%, Statistics Indonesia (BPS) recorded
serupa. Dengan target pertumbuhan sebesar Indonesia’s 2025 economic growth at 5.11%. Within
5,2%, Badan Pusat Statistik Republik Indonesia the industry, global sustainability trends increasingly
mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi require the agribusiness sector, including palm oil, to
Indonesia tahun 2025 sebesar 5,11%. Sementara prioritize profitability alongside sustainable supply
perkembangan dalam industri, tren keberlanjutan chain governance. At the national level, Indonesia
global menuntut sektor agribisnis termasuk kelapa continues to strengthen palm oil’s position as a
sawit untuk menempatkan aspek profitabilitas strategic commodity by promoting value-added
dan tata kelola rantai pasok secara berkelanjutan. development and production efficiency.
Di tingkat nasional, Indonesia terus memperkuat
posisi kelapa sawit sebagai komoditas strategis
dengan mendorong peningkatan nilai tambah dan
efisiensi produksi.
Bagi industri kelapa sawit nasional, tahun 2025 For Indonesia’s palm oil industry, 2025 marked
menjadi momentum penting dalam menghadapi a pivotal year in responding to global market shifts
perubahan pasar global dan tantangan iklim. and climate-related challenges. Deforestation-free
Kebijakan deforestation-free supply chain supply chain policies in the European Union, along
di pasar Uni Eropa serta perkembangan fenomena with evolving climate patterns that may affect crop
iklim yang berpotensi memengaruhi produktivitas productivity, have driven TPA to prioritize innovation,
tanaman mendorong TPA untuk mengedepankan applied research, and efficiency across its value
inovasi, riset terapan, dan efisiensi di seluruh chain. At the same time, opportunities to strengthen
rantai nilai. Di sisi lain, peluang untuk memperkuat economic resilience have emerged through the
ketahanan ekonomi muncul melalui pengembangan development of value-added downstream products,
produk turunan bernilai tambah, energi terbarukan renewable energy from palm oil waste, science-
dari limbah sawit, inovasi agronomi berbasis sains, based agronomic innovation, and a continued
serta komitmen untuk mengedepankan mutu dan commitment to quality and customer satisfaction.
kepuasan pelanggan.
Dalam konteks tersebut, TPA menempatkan In this context, TPA places KSL Economic Viability
KSL pilar Economic Viability sebagai salah satu pillar as one of the pillars of its sustainability strategy,
pilar strategi keberlanjutan yang menegaskan affirming the TPA’s commitment to best practices,
komitmen TPA terhadap praktik terbaik, perbaikan continuous improvement and environmentally
berkesinambungan dan pengelolaan sumber daya conscious resource management. All of the
yang berwawasan lingkungan. Seluruh inisiatif economic initiatives carried out, from research
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 209
Page 212
Economic Viability ekonomi yang dijalankan, mulai dari riset dan and development, diversification of downstream pengembangan, diversifikasi produk hilir, hingga products, to government tax revenue contribution, kontribusi terhadap pajak pemerintah, dilaksanakan are done under the social responsibility and long- dengan penuh tanggungjawab pada aspek sosial term sustainability principles. demi keberlanjutan jangka panjang. Selain itu, TPA secara aktif memperkuat ketahanan In addition, TPA is actively strengthens economic ekonomi yang mendukung adaptasi terhadap resilience supporting adaptation toward climate perubahan iklim, seperti fenomena El Niño dan change, including El Niño and La Niña phenomena. La Niña. Sistem ini membantu TPA menjaga stabilitas This system enables TPA to maintain production produksi dan efisiensi biaya, sekaligus memperkuat stability and cost efficiency while reinforcing resiliensi keuangan dalam jangka panjang. Dengan long-term financial resilience. Through a scientific, pendekatan ilmiah, inovatif, dan berbasis kebijakan innovative, and sustainability-driven policy keberlanjutan, pembahasan dalam bab ini approach, this chapter outlines TPA’s efforts to menggambarkan upaya TPA dalam menciptakan balance economic growth, business resilience, and keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, environmental responsibility as the foundation of ketahanan bisnis, dan tanggung jawab lingkungan sustainable development in Indonesia’s palm oil sebagai fondasi utama keberlanjutan di industri industry. kelapa sawit Indonesia. Membangun Kepercayaan melalui Produk Kualitas Unggul [POJK F.17, F.27, F.28, F.29, F.30] Building Trust through High-Quality Products Keberhasilan jangka panjang TPA ditentukan oleh TPA’s long-term success is determined by the kemampuan untuk menyediakan produk yang ability to provide high-quality and safe products berkualitas tinggi dan aman bagi pelanggan. Oleh for customers. Therefore, customer satisfaction karena itu, kepuasan pelanggan menjadi prioritas becomes the main priority. TPA consistently utama. TPA senantiasa menjaga reputasi dan citra maintains its reputation and positive image in positif di pasar dengan memenuhi spesifikasi kontrak the market by fulfilling contract specifications secara konsisten. Komitmen ini menjadi dasar dalam consistently. This commitment serves as the basis for membangun hubungan jangka panjang yang saling building long-term mutually beneficial relationships menguntungkan sekaligus memperkuat daya saing while strengthening competitiveness in the national di pasar nasional. market. Dalam menjaga mutu produk, TPA menerapkan In maintaining product quality, TPA applies strict standar ketat sejak tahap hulu melalui praktik standards from the upstream stage through GAP GAP, yang sejalan dengan prinsip dan kriteria ISPO. practices, which are in line with the principles and Seluruh Entitas Anak yang bergerak di budidaya dan criteria of ISPO. All Subsidiaries engaged in oil palm pengolahan kelapa sawit telah tersertifikasi ISPO, cultivation and processing have been ISPO certified, menegaskan bahwa proses produksi memenuhi affirming that the production process meets standar keberlanjutan. Langkah ini memperkuat sustainability standards. This measure strengthens strategi bisnis yang bertanggung jawab, di mana the responsible business strategy, where quality is kualitas ditentukan oleh pemenuhan standar teknis determined by fulfilment of technical standards and dan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan contributions to environmental conservation and kepatuhan sosial. social compliance. 210 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 213
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Komitmen tersebut diperkuat melalui penerapan KSL This commitment is strengthened through the
pilar Economic Viability, dengan mengoptimalkan implementation of KSL pillar Economic Viability,
kinerja usaha melalui praktik terbaik dan perbaikan by optimizing business performance through best
berkelanjutan yang berwawasan lingkungan practices and environmentally insightful continuous
pada seluruh proses budidaya dan pengolahan. improvements in all cultivation and processing
Pendekatan ini memastikan setiap produk processes. This approach ensures that each product
memenuhi standar kualitas pelanggan berbasis meets customer quality standards based on GAP.
GAP. Dengan konsistensi dan keandalan mutu, TPA With consistency and quality reliability, TPA delivers
menghadirkan nilai tambah berkelanjutan sekaligus sustainable added value while maintaining its
mempertahankan reputasi sebagai produsen CPO reputation as a leading CPO producer in Indonesia.
terkemuka di Indonesia.
Optimasi kinerja usaha diwujudkan melalui Optimization of business performance is realized
peningkatan nilai tambah produk turunan. Pada through increasing the added value of derivative
2025, volume penjualan CPKO mencapai 12,01 products. In 2025, CPKO sales volume reached
ribu ton, naik 160% dari 4,62 ribu ton pada tahun 12.01 thousand tons, an increase of 160% from 4.62
sebelumnya. Volume penjualan PKE juga meningkat thousand tons in the previous year. PKE sales volume
signifikan menjadi 18,56 ribu ton, tumbuh 304,35% also increased significantly to 18.56 thousand tons,
dari 4,59 ribu ton. growing 304.35% from 4.59 thousand tons.
Dari sisi nilai ekonomi, penjualan CPKO pada In terms of economic value, CPKO sales in 2025
2025 tercatat sebesar Rp296,65 miliar, meningkat were recorded at Rp296.65 billion, increasing 230%
230% dibandingkan Rp89,89 miliar pada tahun compared to Rp89.89 billion in the previous year.
sebelumnya. Penjualan PKE mencapai Rp10,83 PKE sales reached Rp10.83 billion, rising 195.58% from
miliar, naik 195,58% dari Rp3,66 miliar pada periode Rp3.66 billion in the previous period.
sebelumnya.
Untuk menjamin keamanan dan kualitas produk, TPA To ensure product safety and quality, TPA implements
menerapkan sistem pengendalian mutu terintegrasi an integrated quality control system from upstream
dari hulu hingga hilir. Proses dimulai dari seleksi TBS to downstream. The process begins with the
berkualitas, dilanjutkan dengan ekstraksi yang efisien selection of quality FFB, followed by extraction with
dan optimal, hingga pengiriman tepat waktu kepada optimal efficiency standards, and timely delivery
pelanggan. Sistem kendali mutu tersebut untuk to customers. This continuous control ensures that
memastikan setiap produk memenuhi spesifikasi each product meets contract specifications and is
kontrak dan adaptif terhadap dinamika pasar. responsive to market dynamics. Throughout 2025,
Sepanjang 2025, tidak terdapat laporan penarikan there were no reports of product recalls, affirming
produk, menegaskan bahwa seluruh produk dari TPA that all TPA products are safe and in accordance
memiliki kualitas tinggi sesuai spesifikasi kontrak dan with customer expectations.
aman.
Upaya menjaga mutu produk diperkuat melalui Efforts to maintain product quality are reinforced
inovasi pada berbagai aspek. TPA berinvestasi through innovation across multiple areas.
dalam perbaikan proses produksi, pengembangan TPA invests in process improvements, technological
teknologi, dan peningkatan kapasitas operasional development, and enhanced operational capacity
guna memastikan produksi yang efisien dan to ensure efficient and controlled production. Quality
terkendali. Improvement sistem pengujian kualitas testing systems have been strengthened through
dilakukan melalui pemanfaatan teknologi, seperti the use of technologies such as the Plantation
Plantation Information System (PIS) dan Nirfost Information System (PIS) and Nirfost, enabling
untuk pengiriman data produksi dan mutu secara fast and accurate transmission of production and
cepat dan akurat. Selain itu, implementasi Preventive quality data. In addition, the implementation of the
Management System SOLUMAN di seluruh mill SOLUMAN Preventive Management System across
meningkatkan keandalan peralatan dan mesin all mills enhances equipment reliability, minimizes
operasional meminimalkan gangguan, dan menjaga disruptions, and maintains processing stability.
stabilitas proses pengolahan
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 211
Page 214
Economic Viability
Efektivitas upaya tersebut dievaluasi melalui The effectiveness of these efforts is evaluated
survei kepuasan pelanggan. Pada 2025, survei through customer satisfaction surveys. In 2025,
mencatat skor 90,19% atau indeks 3,6 dari 4,0, yang the survey recorded a score of 90.19% or an index of
menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi. Secara 3.6 out of 4.0, indicating a high level of satisfaction. In
rinci, kualitas dan kuantitas produk memperoleh detail, product quality and quantity obtained 94.15%,
94,15%, pelayanan penjualan 88,19%, dan pelayanan sales service 88.19%, and after-sales service 89.58%.
purna jual 89,58%. Tidak adanya penarikan produk The absence of product recalls in the same period
sepanjang periode 2025 menunjukkan kuatnya further confirms TPA’s reputation as a consistent
komitmen TPA untuk menyediakan produk yang and reliable product provider capable of building
andal, berkualitas, dan konsisten sehingga mampu long-term customer loyalty.
memperkuat reputasi di antara para pelanggan.
Berlandaskan komitmen pada kualitas, inovasi, dan Based on its commitment to quality, innovation,
evaluasi berkelanjutan, TPA meneguhkan posisinya and continuous evaluation, TPA strengthens its
sebagai mitra terpercaya dalam penyediaan position as a trusted partner in the provision of
produk minyak sawit berkelanjutan. Pendekatan ini sustainable palm oil products. This approach ensures
memastikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus added value for customers while supporting business
mendukung pertumbuhan usaha yang selaras growth aligned with social and environmental
dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan, responsibility, thereby maintaining business
sehingga menjaga keberlanjutan bisnis dan sustainability and delivering broader contributions.
memberikan kontribusi yang lebih luas.
Petugas Lab Melakukan Pengujian Kualitas CPKO
Laboratory Officers Conducting CPKO Quality Testing
212 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 215
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Inovasi Berkesinambungan untuk
Peningkatan Produktivitas [POJK F.26]
Continuous Innovation for Improved Productivity
“TPA senantiasa menanamkan budaya perbaikan berkesinambungan melalui riset agronomi
berbasis data dan teknologi. Pendekatan ilmiah ini menjadi fondasi dalam mengoptimalkan
produktivitas kebun secara efisien, sekaligus memastikan setiap inovasi berjalan selaras
dengan prinsip keberlanjutan.”
“TPA continuously instilling a culture of continuous improvement through data-driven and technology
based agronomic research. This scientific approach is the foundation to optimize plantation productivity
efficiently, while ensuring that every innovation is in line with sustainability principles.”
Riset dan Pengembangan (R&D) menjadi pilar Research and Development (R&D) becomes
strategis TPA dalam mewujudkan operasional a strategic pillar of TPA in realizing sustainable,
perkebunan yang berkelanjutan, efisien, dan inovatif. efficient, and innovative plantation operations.
Sepanjang 2025, R&D difokuskan pada peningkatan Throughout 2025, R&D focused on increasing
produktivitas, efisiensi agronomi, serta penciptaan productivity, agronomic efficiency, and creating
nilai tambah melalui diversifikasi produk turunan added value through diversification of palm
sawit. derivative products.
Salah satu fokus utama adalah riset perubahan iklim. One of the main focuses is climate change research.
Pada 2025, TPA mengidentifikasi kondisi La Niña dan In 2025, TPA identified La Niña conditions and
mengantisipasinya melalui langkah mitigasi terukur. anticipated them through measurable mitigation
Pola curah hujan yang relatif lebih tinggi mendukung steps. Relatively higher rainfall patterns support water
ketersediaan air, pertumbuhan vegetatif, dan availability, vegetative growth, and flower formation.
pembentukan bunga. Mengingat siklus fisiologis Considering that the physiological cycle from
pembentukan janjang hingga panen memerlukan bunch formation to harvest requires approximately
sekitar 24 bulan, kondisi iklim yang kondusif saat 24 months, current conducive climate conditions
ini menjadi faktor strategis dalam menentukan become a strategic factor in determining plantation
produktivitas kebun pada tahun-tahun mendatang. productivity in the coming years.
Curah hujan tinggi pada fase La Niña juga High rainfall during the La Niña phase also poses
menimbulkan tantangan, terutama risiko challenges, particularly an increased risk of crop
peningkatan penyakit tanaman dan penurunan diseases and reduced natural pollination activity
aktivitas penyerbukan alami oleh kumbang by Elaeidobius camerunicus, which is sensitive to
Elaeidobius camerunicus yang sensitif terhadap humidity. A decline in its population may affect
kelembapan. Penurunan populasi kumbang dapat pollination efficiency and fruit set.
memengaruhi efisiensi polinasi dan pembentukan
buah.
Sebagai mitigasi, TPA menyiapkan media As a mitigation measure, TPA has prepared artificial
penyerbukan buatan dan menerapkan strategi pollination media and implemented preventive pest
pengendalian hama preventif. Pendekatan ini management strategies. This approach strengthens
memperkuat ketahanan terhadap fluktuasi iklim resilience to annual climate fluctuations and ensures
tahunan serta memastikan 2025 menjadi fondasi that 2025 serves as a foundation for long-term
produktivitas jangka panjang melalui pemeliharaan productivity through sustained crop health and
kesehatan tanaman dan optimalisasi pembentukan optimized bunch formation.
janjang secara berkelanjutan.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 213
Page 216
Economic Viability TPA juga mengembangkan riset untuk meningkatkan TPA also develops research to improve pollination efektivitas penyerbukan melalui pengelolaan habitat effectiveness through management of natural alami serangga penyerbuk dan penyediaan media pollinator insect habitats and provision of artificial penyerbukan buatan. Langkah ini menjaga stabilitas pollination media. This step maintains fruit set fruit set di tengah variabilitas iklim dan fluktuasi stability amid climate variability and pollinator populasi penyerbuk. population fluctuations. Dengan prinsip science-based decision making, TPA Guided by science-based decision-making mengintegrasikan riset agronomi, bioteknologi, dan principles, TPA integrates agronomic research, pengelolaan lingkungan guna menghadirkan solusi biotechnology, and environmental management to inovatif yang mendukung efisiensi produksi dan deliver innovative solutions that enhance production keberlanjutan jangka panjang. efficiency and support long-term sustainability. Peta Jalan dan Arah Strategis R&D R&D Roadmap and Strategic Direction Arah R&D TPA diselaraskan dengan RJPP dan TPA’s R&D direction is aligned with the RJPP and Business Plan, dengan menitikberatkan pada 3 fokus Business Plan, by focusing on three main focus areas, utama sebagai berikut: namely: 1. Efisiensi agronomi dan pengelolaan sumber 1. Agronomic efficiency and natural resource daya alam melalui riset formulasi pemupukan management through formulation research on berbasis bahan organik; organic-based fertilization; 2. Inovasi bioteknologi berkelanjutan; serta 2. Sustainable biotechnology innovation; and 3. Pengembangan produk hilir bernilai tambah 3. Development of downstream products with high tinggi. added value. Dalam mendukung agenda rencana strategis In advancing its strategic agenda, TPA focuses tersebut, berfokus pada pengembangan bahan on developing superior planting materials tanaman unggul melalui pendekatan generatif, through generative, vegetative, and tissue culture vegetatif, dan kultur jaringan; riset bioteknologi approaches; conducting biotechnology research untuk agen hayati; serta penerapan biological for biological agents; and implementing biological control menggunakan predator alami. Inisiatif control using natural predators. These initiatives ini menegaskan arah R&D TPA terhadap konsep reaffirm TPA’s R&D direction toward sustainable sustainable intensification, yaitu peningkatan intensification, enhancing productivity without produktivitas tanpa perluasan lahan baru. clearing new land areas. 214 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 217
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Kontribusi Nilai Ekonomi untuk
Kesejahteraan Bersama [GRI 3-3:201]
Economic Value Contribution to Shared Prosperity
“Kinerja ekonomi yang solid bukan hanya indikator keberhasilan usaha, melainkan fondasi
keberlanjutan yang menciptakan nilai bagi bangsa. Melalui ketahanan operasional dan kinerja
yang bertanggung jawab, TPA berkomitmen mendorong kesejahteraan, menggerakkan
pembangunan daerah, dan memperkuat masa depan yang berkelanjutan.”
“Solid economic performance is not merely an indicator of business success, but the foundation
of sustainability that creates value for the nation. Through operational resilience and responsible
performance, TPA is committed to advancing prosperity, driving regional development, and
strengthening a sustainable future.”
Kinerja ekonomi yang solid menjadi pilar utama Solid economic performance is a key pillar of TPA’s
keberlanjutan TPA, karena fondasi bisnis yang sustainability, as a strong business foundation
kuat memungkinkan Perseroan menghadirkan enables the Company to deliver tangible value to
manfaat nyata bagi para pemangku kepentingan. its stakeholders. Its participation in Indonesia’s palm
Partisipasi dalam industri kelapa sawit nasional oil industry supports national economic growth
turut mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia through export foreign exchange earnings, tax and
melalui kontribusi devisa ekspor, pembayaran levy payments, and value creation across the supply
pajak dan retribusi, serta penciptaan nilai tambah chain. Accordingly, the economic value generated
di sepanjang rantai pasok. Dengan demikian, nilai contributes to sustainable benefits for the broader
ekonomi yang dihasilkan memberikan dampak community.
berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Kontribusi tersebut diwujudkan melalui berbagai These contributions are realized through various
aspek. Secara fiskal, TPA konsisten membayar channels. From a fiscal perspective, TPA consistently
pajak, dividen, dan pungutan negara lainnya yang fulfills its obligations through the payment of taxes,
mendukung pembangunan nasional. Melalui rantai dividends, and other state levies that support
pasok yang melibatkan petani plasma, OCP, dan national development. Through a supply chain that
mitra lokal, TPA turut mendorong pertumbuhan engages plasma smallholders, OCP partners, and
ekonomi daerah. Kemitraan ini membuka peluang local vendors, TPA also promotes regional economic
usaha, menambah pendapatan, serta memperluas growth. These partnerships create business
akses pasar, transfer keterampilan, dan dukungan opportunities, increase incomes, and expand market
pembiayaan guna meningkatkan kesejahteraan access, skills transfer, and financing support to
bersama. enhance shared prosperity.
Selain kontribusi fiskal dan rantai pasok, keberadaan Beyond its fiscal and supply chain contributions,
TPA di wilayah operasional juga menciptakan TPA’s presence in its operational areas generates
multiplier effect. Aktivitas operasional TPA a multiplier effect. Its operations stimulate business
menumbuhkan peluang usaha di sektor transportasi, opportunities in transportation, logistics, trade, and
logistik, perdagangan, dan jasa pendukung lainnya, other supporting services, thereby strengthening
sehingga memperkuat dinamika ekonomi daerah. regional economic dynamics. This demonstrates
Hal ini menunjukkan bahwa TPA mampu berperan TPA’s role in advancing inclusive and sustainable
dalam mendukung pembangunan ekonomi yang economic development.
inklusif dan berkelanjutan.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 215
Page 218
Economic Viability
Melalui komitmen terhadap penciptaan nilai Through its commitment to economic value creation,
ekonomi, TPA menegaskan perannya sebagai entitas TPA affirms its role as a business entity that focuses not
bisnis yang berfokus pada kinerja internal sekaligus only on internal performance but also contributes to
berkontribusi pada kesejahteraan bersama. Strategi shared welfare. This strategy reflects that sustainability
ini mencerminkan bahwa keberlanjutan menuntut requires a balance between economic growth, social
keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, responsibility, and environmental preservation.
tanggung jawab sosial, dan pelestarian lingkungan. Thus, TPA acts as a development partner that provides
Dengan demikian, TPA hadir sebagai mitra long-term added value for the country, society, and
pembangunan yang memberikan nilai tambah all stakeholders.
jangka panjang bagi negara, masyarakat, dan
seluruh pemangku kepentingan.
Proses Ekstraksi CPKO
CPKO Extraction Process
216 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 219
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Profil Perkebunan TPA Tahun 2025
TPA’s Plantation Profile in 2025 (dalam Ha / in Ha)
Kebun Inti Kebun Plasma
Nucleus Plasma
274
181
51.686 12.289
Total Lahan Tertanam Total Lahan Tertanam
Total of Planted Area 51.960 Total of Planted Area 12.470
Tanaman Menghasilkan / Mature Plants Tanaman Belum Menghasilkan / Immature Plants
Profil Maturitas - Inti dan Plasma
Maturity Profile - Nucleus and Plasma
Matang Matang Muda Belum Matang
Prime Mature Mature Immature
12.237 ha 52 ha 181 ha
(19,31%) (8,57%) (39,77%)
51.127 ha 559 ha 274 ha
(80,69%) (91,43%) (60,23%)
Total Total Total
63.364 ha 611 ha 455 ha
>8 tahun
years
4-7 tahun
years
<4 tahun
years
Kebun Inti / Nucleus Kebun Plasma / Plasma
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 217
Page 220
Economic Viability
Perluasan Lahan melalui Akuisisi untuk Memperkuat Skala Perusahaan
Expansion of Land through Acquisition to Strengthen Company Scale
Strategi ekspansi TPA pada tahun 2025 diwujudkan melalui akuisisi CDM sebagai strategi ekstensifikasi untuk menguatkan
skala perusahaan. Akuisisi ini menambah 3.835 ha planted areal ke dalam portofolio TPA, sehingga memperluas basis
operasional. Keputusan akuisisi CDM didasari pertimbangan efisiensi dan keselarasan operasional, karena lokasi
CDM berada berdekatan dengan unit-unit eksisting TPA di Kalimantan Timur. Kedekatan geografis ini memungkinkan
optimalisasi pengelolaan, efisiensi logistik, dan sinergi operasional yang lebih kuat, sehingga mempercepat integrasi
aset maupun proses produksi.
Dari sisi korporasi, TPA mengakuisisi 99,99% saham CDM dari PT REA Kaltim Plantations dengan nilai transaksi Rp136,3
miliar, sebagaimana disampaikan dalam penyelesaian dokumen transaksi pada 13 Juni 2025. Aksi korporasi ini
merupakan bagian dari rencana penggunaan dana hasil IPO dan menjadi langkah penting dalam meningkatkan aset,
memperkuat volume produksi, serta mendukung pengembangan usaha jangka panjang TPA.
Dengan selesainya proses akuisisi dan masuknya CDM ke dalam struktur operasional, TPA memproyeksikan peningkatan
nilai ekonomi melalui kenaikan produksi TBS serta penguatan posisi kompetitif di industri kelapa sawit. Strategi ini
mencerminkan upaya TPA untuk terus tumbuh secara regeneratif dengan memperbesar kapasitas usaha tanpa
menambah tekanan ekologis.
TPA’s expansion strategy in 2025 was realized through the acquisition of CDM as an extensification strategy to strengthen
the Company’s scale. This acquisition adds 3,835 hectares of planted area to TPA’s portfolio, thereby expanding its
operational base. The decision to acquire CDM was driven by considerations of efficiency and operational alignment,
as CDM’s location is close to TPA’s existing units in East Kalimantan. This geographical proximity enables optimized
management, logistical efficiency, and stronger operational synergies, accelerating the integration of assets and
production processes.
At the corporate level, TPA acquired 99.99% of CDM’s shares from PT REA Kaltim Plantations for a transaction value of
Rp136.3 billion, as stated in the completion of transaction documents on 13 June 2025. This corporate action forms part
of the plan for the use of IPO proceeds and represents an important step in increasing assets, strengthening production
volume, and supporting TPA’s long-term business development.
With the completion of the acquisition process and the integration of CDM into the operational structure, TPA projects
an increase in economic value through higher FFB production and a strengthened competitive position in the palm oil
industry. This strategy reflects TPA’s commitment to continuing regenerative growth by expanding its business capacity
without adding ecological pressure.
Pencapaian Target Kinerja Operasional Achievement of Operational and
dan Finansial [POJK F.2] Financial Performance Targets [POJK F.2]
Kontribusi nilai ekonomi langsung TPA kepada TPA’s direct economic value distribution to
pemangku kepentingan bergantung pada konsistensi stakeholders is underpinned by consistent
kinerja operasional dan finansial. Di tengah dinamika operational and financial performance. Throughout
bisnis sepanjang 2025, harga CPO yang relatif 2025, relatively stable CPO prices served as the
stabil menjadi penopang utama kinerja keuangan. primary driver of financial resilience amid ongoing
Seperti tahun sebelumnya, meskipun produktivitas business dynamics. As in the previous year, although
kebun belum sepenuhnya mencapai target, kondisi plantation productivity was still progressing toward
harga yang kondusif tetap mendukung pencapaian targeted levels, supportive price conditions enabled
sasaran keuangan. Tren serupa berlanjut pada the Company to achieve its financial objectives. This
tahun berjalan, dengan kinerja keuangan tetap positive trajectory continued during the year, with
positif meskipun indikator produktivitas operasional solid financial results sustained while operational
belum sepenuhnya optimal. productivity continued to improve.
Dari sisi operasional, produktivitas kebun terjaga From the operational side, plantation productivity
melalui praktik budidaya berkelanjutan, pembinaan was maintained through sustainable cultivation
plasma, dan optimalisasi teknologi pertanian. practices, plasma development, and optimization
Sepanjang 2025, produksi TBS mencapai 1.271,03 of agricultural technology. Throughout 2025, FFB
ribu ton dan CPO sebesar 333,09 ribu ton. Capaian production reached 1,271.03 thousand tons and
ini mencerminkan stabilitas pasokan bahan CPO amounted to 333.09 thousand tons. This
baku sekaligus menjaga efisiensi dan daya saing achievement reflects stability of raw material
operasional. Keberhasilan tersebut turut didukung supply while maintaining operational efficiency and
penguatan kemitraan dengan petani plasma dan competitiveness. This success was also supported
OCP guna memperkokoh ketahanan rantai pasok by strengthening partnerships with plasma farmers
serta mendistribusikan manfaat ekonomi secara and OCP to reinforce supply chain resilience and
lebih merata. distribute economic benefits more evenly.
218 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 221
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Pada aspek finansial, TPA mencatatkan kinerja In the financial aspect, TPA recorded solid
solid dengan pendapatan Rp5,42 triliun dan laba performance with revenue of Rp5.42 trillion and net
bersih Rp1,11 triliun pada 2025. Capaian ini didukung profit of Rp1.11 trilion in 2025. This achievement was
strategi efisiensi biaya, pengendalian operasional supported by cost efficiency strategies, disciplined
yang disiplin, serta pengelolaan basis pelanggan operational control, and management of a customer
yang seluruhnya menyalurkan produk ke pasar base that entirely channels products to export
ekspor untuk menjaga stabilitas penjualan di markets to maintain sales stability amid global
tengah volatilitas harga CPO global. Kinerja tersebut CPO price volatility. This performance strengthens
memperkuat keberlanjutan bisnis jangka panjang long-term business sustainability while increasing
sekaligus meningkatkan kontribusi kepada negara contributions to the state through taxes, dividends,
melalui pajak, dividen, dan pungutan ekspor. and export levies.
Informasi lebih lengkap mengenai kinerja More detailed information regarding the Company’s
operasional dan finansial Perseroan disampaikan operational and financial performance is presented
dalam Laporan Tahunan PT Teladan Prima Agro Tbk in the 2025 Annual Report of PT Teladan Prima
tahun 2025 yang disusun secara terpisah dari Agro Tbk, prepared separately from this Sustainability
Laporan Keberlanjutan ini. Report.
Perbandingan Target dan Kinerja Comparison of Targets and
Portofolio, Target Pembiayaan, atau Performance of Portfolios, Financing
Investasi pada Instrumen Keuangan Targets, or Investments in Financial
atau Proyek yang Sejalan dengan Instruments or Projects Aligned with
Keuangan Berkelanjutan [POJK F.3] Sustainable Finance [POJK F.3]
Sampai dengan akhir tahun 2025, TPA tidak memiliki As of the end of 2025, TPA does not have or carry out
atau menjalankan program investasi pada instrumen any investment programs in financial instruments
keuangan atau proyek berkelanjutan sehingga tidak or sustainable projects; therefore, no information is
terdapat informasi mengenai perbandingan target available regarding comparisons of portfolio targets
dan kinerja portofolio, target pembiayaan, atau and performance, financing targets, or investments
investasi pada instrumen keuangan atau proyek in financial instruments or projects aligned with
yang sejalan dengan keuangan berkelanjutan. sustainable finance.
Distribusi Nilai Ekonomi [GRI 201-1, 13.22.2] Distribution of Economic Value [GRI 201-1, 13.22.2]
Distribusi nilai ekonomi merupakan wujud komitmen Distribution of economic value is the TPA’s
TPA dalam menghadirkan manfaat langsung commitment in presenting direct benefits to all of
bagi seluruh pemangku kepentingan. Melalui the stakeholders. Armed with solid operational and
kinerja operasional dan finansial yang solid, TPA financial performance, TPA ensures the Company’s
memastikan bahwa penciptaan nilai perusahaan value creation benefits employees, government,
memberikan manfaat bagi karyawan, pemerintah, suppliers, shareholders, and the general community.
pemasok, Pemegang Saham, dan masyarakat luas.
Sepanjang tahun 2025, distribusi nilai ekonomi TPA Throughout 2025, TPA has realized its distribution of
terealisasi dalam beberapa bentuk utama. Kepada economic value in several main areas. To employees,
karyawan, manfaat diberikan melalui gaji, tunjangan, benefits are provided through salaries, allowances,
dan program pengembangan kompetensi untuk and competency development programs to improve
meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas. welfare and productivity. To the government,
Kepada pemerintah, kontribusi diwujudkan melalui contributions are realized through payment of taxes,
pembayaran pajak, retribusi, dan kewajiban levies, and other obligations that support state
lainnya yang mendukung penerimaan negara dan revenue and national development. In addition,
pembangunan nasional. Selain itu, alokasi belanja allocation of expenditure to suppliers also creates
kepada pemasok turut menciptakan efek berganda a multiplier effect for local economic growth.
bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 219
Page 222
Economic Viability
TPA juga merealisasikan nilai ekonomi melalui TPA also realizes economic value through CSR
program CSR di bidang pendidikan, kesehatan, programs in education, health, and infrastructure
dan infrastruktur guna menjawab kebutuhan to respond to community needs. In addition, the
masyarakat. Selain itu, Perseroan mendistribusikan Company distributes dividends to Shareholders as
dividen kepada Pemegang Saham sebagai apresiasi appreciation for support and trust, while maintaining
atas dukungan dan kepercayaan, sekaligus menjaga balance between investor interests and capital
keseimbangan antara kepentingan investor dan strengthening for long-term sustainability.
penguatan modal untuk keberlanjutan jangka
panjang.
Informasi lebih lengkap mengenai distribusi nilai More detailed information regarding TPA’s economic
ekonomi TPA diuraikan sebagai berikut: value distribution are outlined below:
(dalam jutaan Rupiah / in million Rupiah)
Keterangan 2025 2024 2023 Description
Nilai Ekonomi yang Diciptakan
Economic Value Generated
Pendapatan dari Pelanggan 5.330.133 4.100.672 4.140.969 Revenue from Customers
Penerimaan Bunga 14.937 16.205 13.144 Receipts of Interest
Penerimaan dari Pelepasan Aset Proceeds from Disposal of
491 596 2.724
Tetap Fixed Assets
Pendapatan Lainnya 48.596 54.976 28.926 Other Incomes
Total Nilai Ekonomi yang Total Economic
5.394.157 4.172.449 4.185.763
Diciptakan Value Generated
Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
Economic Value Distributed
Pembayaran kepada Pemasok (2.869.917) (2.180.021) (2.114.444) Payments to Suppliers
Pembayaran kepada Karyawan (690.117) (616.614) (477.442) Payments to Employees
Pembayaran kepada Pemegang Payments to Shareholders in
(597.869) (158.361) (174.757)
Saham berupa Dividen Kas the form of Cash Dividends
Pembayaran Bunga kepada
(46.407) (67.036) (99.551) Interest Payments to Creditors
Pemberi Pinjaman
Pembayaran Pajak Penghasilan Payments of Corporate
(243.108) (167.883) (182.492)
Badan Income Tax
Penyaluran Dana Tanggung Distribution of Social
(5.450) (2.497) (4.536)
Jawab Sosial Responsibility Fund
Total Nilai Ekonomi yang Total Economic Value
(4.452.869) (3.192.412) (3.053.222)
Didistribusikan Distributed
Nilai Ekonomi yang Ditahan 941.288 980.037 1.132.541 Economic Value Retained
220 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 223
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Mendukung Pembangunan Nasional
melalui Komitmen Pajak [GRI 3-3:207, 207-1, 207-2, 207-3]
Supporting National Development through Tax Commitment
“Kepatuhan pajak bagi TPA bukan sekadar kewajiban, tetapi komitmen moral untuk
berkontribusi pada pembangunan negeri melalui praktik bisnis yang transparan, berintegritas,
dan berkelanjutan.”
“For TPA, tax compliance is not merely a legal obligation, but a moral commitment to contribute to
national development through transparent, ethical, and sustainable business practices.”
Kepatuhan perpajakan merupakan wujud kontribusi Tax compliance represents TPA’s tangible
nyata TPA terhadap pembangunan nasional. contribution to national development. By adhering to
Dengan mematuhi seluruh peraturan yang berlaku, all applicable regulations, TPA safeguards operational
TPA menjaga keberlanjutan operasional sekaligus sustainability while supporting economic growth.
mendukung pertumbuhan ekonomi. Pembayaran Its tax payments contribute to fiscal revenues, foreign
pajak tersebut berkontribusi pada penerimaan fiskal, exchange earnings, and the stability of sustainable
devisa negara, dan stabilitas pembangunan yang development.
berkelanjutan.
Untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas, To improve efficiency and accountability, TPA
TPA menerapkan strategi perencanaan pajak implements tax planning strategies that optimize
yang mengoptimalkan insentif fiskal, memastikan fiscal incentives, ensure timely payments, and adjust
pembayaran tepat waktu, serta menyesuaikan to regulatory updates. This strategy is reviewed
diri dengan pembaruan regulasi. Strategi ini annually by the Director of Finance, Accounting, and
ditinjau setiap tahun oleh Direktur Keuangan, Tax as the person in charge of tax policy, with full
Akuntansi, dan Pajak sebagai penanggung jawab support from the Tax Department. The department
kebijakan perpajakan, dengan dukungan penuh ensures that all transactions fulfill obligations in
Tax Department. Departemen tersebut memastikan accordance with regulations while conducting
seluruh transaksi memenuhi kewajiban sesuai periodic evaluation of tax policy implementation.
regulasi sekaligus melakukan evaluasi berkala atas
implementasi kebijakan perpajakan.
This commitment is strengthened through
Komitmen ini diperkuat melalui penyediaan kanal the provision of communication channels for
komunikasi bagi pemangku kepentingan, termasuk stakeholders, including the utilization of feedback
pemanfaatan umpan balik dari Direktorat Jenderal from the Directorate General of Taxes as evaluation
Pajak sebagai bahan evaluasi pelaporan dan material for reporting and compliance strategies
strategi kepatuhan yang dilaporkan secara berkala which are reported periodically to the Board of
kepada Direksi. Proses ini memastikan keterlibatan Directors. This process ensures top management
manajemen puncak dalam menjaga integritas involvement in maintaining tax compliance
kepatuhan perpajakan. TPA juga menegaskan tidak integrity. TPA also affirms that it is not involved in
terlibat dalam advokasi publik terkait kebijakan public advocacy related to tax policy, and focuses
pajak, dan berfokus pada penerapan regulasi secara on consistent and transparent implementation of
konsisten dan transparan. regulations.
Hingga akhir periode pelaporan 2025, TPA tetap As of the end of the 2025 reporting period,
beroperasi di satu yurisdiksi, yaitu Negara Kesatuan TPA remains operating in a single jurisdiction,
Republik Indonesia. Seluruh laporan konsolidasi namely the Republic of Indonesia. All consolidated
perpajakan disusun dan disampaikan kepada tax report is prepared and submitted to
Direktorat Jenderal Pajak sebagai otoritas pajak the Directorate General of Taxation as the official
resmi di Indonesia. Melalui kontribusi pajak yang tax authority in Indonesia. With compliant, timely,
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 221
Page 224
Economic Viability
patuh, tepat waktu, dan transparan, TPA menegaskan and transparent tax contributions, TPA is affirming
perannya dalam menjaga keberlanjutan bisnis its role in maintaining business continuation, as well
sekaligus mendukung pembangunan ekonomi as supporting national economic development for
nasional untuk kesejahteraan bersama. the common welfare.
Informasi mengenai pengungkapan perpajakan TPA Information regarding TPA’s 2025 tax disclosures is
untuk tahun 2025 diuraikan sebagai berikut: outlined below:
Pengungkapan Perpajakan TPA Tahun 2025 [GRI 207-4]
TPA Tax Disclosure in 2025
Nama Wajib Pajak Jenis Wajib Pajak
Taxpayer Name Taxpayer Type
PT Teladan Prima Agro Tbk Wajib Pajak Badan
Corporate Taxpayer
Aktivitas Utama Aktivitas perusahaan holding dan aktivitas konsultasi manajemen lainnya serta
perkebunan kelapa sawit dan industri pengolahan kelapa sawit melalui Entitas
Main Activity
Anak.
Activities as a holding company and other management consultancy activities
as well as oil palm plantation and processing industry via Subsidiaries.
Total Karyawan Penjualan
Total Employees Sales
12.248 Orang / Person Rp
5.421,39 miliar / billion
Berdasarkan total karyawan yang berstatus bekerja Tidak ada Entitas Anak atau entitas berelasi yang
per 31 Desember 2025. berdomisili pajak di luar negeri.
Based on the working employee headcount No Subsidiaries or related entities with overseas tax
on 31 December 2025. domicile.
Laba Sebelum Pajak Total Aset Selain Kas dan Setara Kas
Profit Before Tax Total Assets Other than Cash and Cash Equivalents
Rp
1.391,74 miliar / billion Rp
5.683,65 miliar / billion
Pajak Penghasilan Badan
Corporate Income Tax
Tahun Berjalan
Current Year
Rp
305,00 Ditangguhkan
Deferred
(Rp19,88)
miliar / billion miliar / billion
222 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 225
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Perubahan Iklim dan Implikasinya terhadap
Produktivitas [POJK 3-3:201, 201-2, 13.2.1, 13.2.2]
Climate Change and Its Implications on Productivity
“Melalui pendekatan berbasis data dan riset ilmiah, TPA melakukan mitigasi dan menjadikan
adaptasi perubahan iklim sebagai strategi bisnis berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan
Perusahaan terhadap dinamika lingkungan secara global.”
“Through a data-driven and science-based approach, TPA undertakes mitigation efforts and integrates
climate adaptation into its sustainable business strategy, strengthening the Company’s resilience to
evolving global environmental dynamics.”
Produktivitas kelapa sawit sangat dipengaruhi kondisi Oil palm productivity is highly dependent on
lingkungan, khususnya iklim dan cuaca. Perubahan environmental conditions, particularly climate
iklim menjadi tantangan signifikan karena berdampak and weather. Climate change poses a significant
langsung pada efisiensi operasional dan kinerja challenge as it directly affects operational efficiency
produksi. Fenomena El Niño dan La Niña memicu and production performance. El Niño and La Niña
fluktuasi curah hujan serta suhu yang memengaruhi phenomena trigger fluctuations in rainfall and
pertumbuhan, penyerbukan, dan pembentukan temperature, influencing plant growth, pollination,
buah. Analisis historis menunjukkan pergeseran pola and fruit set. Historical analysis indicates shifting
hujan yang berdampak pada ketersediaan air, pola rainfall patterns that affect water availability,
pemupukan, dan kualitas panen. Kondisi ini mendorong fertilization practices, and harvest quality. These
TPA untuk terus beradaptasi melalui strategi mitigasi conditions drive TPA to continuously adapt through
guna menjaga keberlanjutan produktivitas di tengah mitigation strategies to sustain productivity amid
dinamika iklim yang semakin kompleks. increasingly complex climate dynamics.
Dalam jangka pendek, kondisi tanah, ketersediaan In the short term, soil condition, nutrient availability,
nutrisi, dan cadangan air menjadi faktor kunci and water reserves are key determinants of FFB
bagi kualitas dan potensi kemelimpahan TBS. quality and yield potential. Changes in rainfall
Perubahan intensitas serta distribusi hujan dapat intensity and distribution may disrupt pollination
mengganggu penyerbukan dan memengaruhi and affect fruit set. To anticipate these risks, TPA
pembentukan buah. Untuk mengantisipasinya, implements efficient irrigation management, timely
TPA menerapkan pengelolaan irigasi yang efisien, and properly dosed fertilization, and sustainable
pemupukan tepat waktu dan dosis, serta praktik agronomic practices. These measures effectively
agronomi berkelanjutan. Langkah ini efektif menjaga maintain targeted productivity while minimizing the
produktivitas sesuai target sekaligus meminimalkan risk of declining harvest quality.
risiko penurunan kualitas panen.
Dalam jangka menengah tedapat potensi kenaikan In the medium term, rising global surface
suhu permukaan bumi secara global yang temperatures may intensify climate change,
berdampak pada perubahan iklim sehingga terjadi leading to El Niño and La Niña phenomena that pose
fenomena El Niño dan La Niña. Hal tersebut merupakan operational challenges. Extreme rainfall fluctuations
tantangan bagi operasional. Fluktuasi curah hujan can affect pollination efficiency and productivity,
ekstrem memengaruhi efisiensi penyerbukan while temperature shifts increase the risk of pest and
dan produktivitas, sementara peubahan suhu disease outbreaks.
meningkatkan serangan risiko hama dan penyakit.
Sebagai respons, TPA mengadopsi varietas sawit As a response, TPA adopts more drought-resistant
yang lebih tahan kekeringan, mengoptimalkan palm varieties, optimizes the utilization of Elaeidobius
pemanfaatan Elaeidobius sp. sebagai penyerbuk, sp. as pollinators, and strictly implements integrated
serta menerapkan manajemen hama terpadu pest management to maintain plant health and
secara ketat guna menjaga kesehatan tanaman production stability.
dan stabilitas produksi.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 223
Page 226
Economic Viability Upaya mitigasi TPA dilakukan melalui inovasi TPA’s mitigation efforts are implemented through agronomi berbasis teknologi digital, termasuk technology-driven agronomic innovation, including pemantauan kesehatan blok tanam near real-time, near real-time monitoring of planting block health, analisis data cuaca, dan aplikasi manajemen lahan. weather data analysis, and digital land management Pemanfaatan teknologi ini meningkatkan efisiensi applications. The use of these technologies enhances operasional, optimalisasi sumber daya, serta operational efficiency, optimizes resource utilization, kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim. Selain and strengthens adaptive capacity to climate itu, TPA bekerja sama dengan lembaga penelitian change. In addition, TPA collaborates with research untuk mengembangkan varietas sawit yang lebih institutions to develop palm varieties that are more tahan terhadap stres iklim guna memperkuat resilient to climate stress, reinforcing long-term ketahanan jangka panjang. sustainability. Dari sisi lingkungan, TPA mengelola risiko perubahan From an environmental perspective, TPA manages iklim melalui upaya pengurangan emisi GRK , climate change risks through GHG emissions optimalisasi enegi terbaukan, pengelolaan dan reduction, renewable energy optimization, and pelestarian areal HCV sehingga dalam jangka the management and conservation of HCV areas, panjang secara global mendukung pencegahan thereby contributing in the long term to global efforts kenaikan suhu permukaan bumi. to mitigate rising surface temperatures. Menindaklanjuti informasi BMKG pada pertengahan Following BMKG’s mid-2024 advisory on the potential 2024 terkait potensi La Niña di akhir 2025 yang La Niña event in late 2025, which may increase berisiko meningkatkan curah hujan dan genangan rainfall and flooding risks in East Kalimantan, TPA has di Kalimantan Timur, TPA mengoptimalkan TPTS enhanced its TPTS by integrating AI and machine dengan integrasi AI dan machine learning/ learning/deep learning technologies. These tools deep learning. Teknologi ini memperkuat analisis strengthen the analysis of ENSO dynamics, rainfall dinamika ENSO, pola hujan, cadangan air tanah, patterns, groundwater reserves, and crop health dan indeks kesehatan tanaman guna meningkatkan indices, thereby improving preparedness and kesiapsiagaan dan ketahanan operasional. operational resilience. Untuk meningkatkan akurasi, TPTS mengintegrasikan To increase accuracy, TPTS integrates real-time data data real-time dari remote sensing/satelit, UAV, from remote sensing/satellites, UAV, AWS, and ARS. AWS, dan ARS. Sistem ini mencakup seluruh area This system covers the entire plantation area and is perkebunan dan terhubung dengan control room connected to the control room at the Jakarta Head di Kantor Pusat Jakarta, sehingga perubahan iklim Office, so that climate changes can be monitored dapat dimonitor secara berkelanjutan. Integrasi continuously. This integration enables operational tersebut memungkinkan penyesuaian operasional, adjustments, ranging from harvest schedules, mulai dari jadwal panen, pemupukan, hingga fertilization, to water management, to be carried out manajemen air, dapat dilakukan secara cepat, quickly, accurately, and measurably. tepat, dan terukur. Selain aspek teknis, perubahan iklim juga berdampak Beyond technical aspects, climate change also pada persepsi pasar. Kesadaran pelanggan influences market perception. Customer awareness terhadap keberlanjutan kian meningkat, seiring of sustainability continues to rise, alongside growing dengan perhatian global terhadap emisi GRK dari global scrutiny of GHG emissions from the agricultural sektor pertanian. Untuk menjawab tantangan ini, sector. To address this challenge, TPA strengthens TPA terus memperkuat kepatuhan terhadap standar compliance with international sustainability keberlanjutan internasional melalui sertifikasi ISPO. standards through ISPO certification. This certification Sertifikasi ini menegaskan komitmen TPA terhadap reaffirms TPA’s commitment to environmental pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial management and social responsibility, while building sekaligus membangun kepercayaan pelanggan customer confidence that its CPO products meet bahwa produk CPO TPA memenuhi standar ekologi stringent ecological and product integrity standards. dan integritas produk yang ketat. 224 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 227
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Analisis perubahan iklim dilakukan dengan Climate change analysis is conducted by considering
mempertimbangkan dampak dinamika iklim dalam the impact of climate dynamics over a certain
jangka waktu tertentu terhadap implikasi keuangan period on the Company’s financial implications.
Perseroan. Perubahan pola iklim dapat meningkatkan Changes in climate patterns can increase pressure
tekanan terhadap produktivitas TBS karena on FFB productivity by affecting plant health and
memengaruhi kesehatan tanaman dan proses fruit formation processes, which may ultimately
pembentukan buah, yang pada akhirnya berpotensi impact production levels and revenue if not properly
memengaruhi tingkat produksi dan pendapatan managed. Changes in climate characteristics can
apabila tidak dikelola dengan baik. Perubahan also elevate the risk of pests and plant diseases,
karakteristik iklim juga dapat meningkatkan risiko resulting in additional control costs.
hama dan penyakit tanaman yang berdampak
pada tambahan biaya pengendalian.
Secara keseluruhan, TPA merespons perubahan iklim Overall, TPA responds to climate change through
melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup an integrated approach that includes emission
pengurangan emisi, konservasi keanekaragaman reduction, biodiversity conservation, technological
hayati, inovasi teknologi, dan pengelolaan sumber innovation, and sustainable resource management.
daya berkelanjutan. Pemahaman mendalam atas Deep understanding of climate risks and
risiko iklim serta penerapan strategi adaptif menjaga implementation of adaptive strategies maintain
daya saing sekaligus mendukung kelestarian competitiveness while supporting environmental
lingkungan. Komitmen ini memastikan operasional preservation. This commitment ensures adaptive,
yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan dalam productive, and sustainable operations in the long
jangka panjang. term.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 225
Page 228
Economic Viability 226 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 229
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Tanggung Jawab Laporan Keberlanjutan
Sustainability Report Responsibility
Pernyataan Anggota Dewan Komisaris dan Anggota Direksi tentang
Tanggung Jawab atas Laporan Keberlanjutan 2025 PT Teladan Prima Agro Tbk
Statement of Members of the Board of Commissioners and the Board of Directors
on the Responsibility for the 2025 Sustainability Report of PT Teladan Prima Agro Tbk
Kami, yang bertanda tangan di bawah ini, We, the undersigned, hereby declare that
menyatakan bahwa seluruh informasi dalam all information in the Sustainability Report of
Laporan Keberlanjutan PT Teladan Prima Agro Tbk PT Teladan Prima Agro Tbk for year 2025 has been
tahun 2025 telah dimuat secara lengkap dan fully contained and we shall be fully responsible to
bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi the correctness of contents in the Sustainability
Laporan Keberlanjutan Perseroan. Report of the Company.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. This statement is hereby made in all truthfulness.
Jakarta, Maret 2026
Jakarta, March 2026
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Indracahya Basuki Iwa Kartiwa Hudaya
Komisaris Utama Komisaris Independen
President Commissioner Independent Commissioner
Direksi
Board of Directors
Noor Falich Wishnu Wardhana Imam Syaifullah
Direktur Direktur Utama Direktur
Director President Director Director
Yayan H. Ginanjar Mahirudin Santos Ibrahim Noor
Direktur Direktur Direktur
Director Director Director
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 227
Page 230
Apendiks
Appendix
Daftar Pengungkapan sesuai POJK
No. 51/POJK.03/2017 [POJK G.4]
List of Disclosures According to POJK No. 51/POJK.03/2017
No. Indeks Halaman
Nama Indeks Index Name
Index No. Page
Strategi Keberlanjutan Sustainability Strategy
A.1 Penjelasan strategi keberlanjutan Explanation on sustainability strategy 46-50
Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan Summary of Sustainability Aspects Performance
B.1 Aspek ekonomi, paling sedikit memuat: Economic aspect, covering at least: 9
a. Kuantitas produk/jasa yang dijual Quantity of products/services sold 9
b. Pendapatan/penjualan Income/sales 9
c. Laba/rugi bersih Net profit/loss 9
d. Produk ramah lingkungan Environmentally friendly products 6
e. Pelibatan pihak lokal yang berkaitan dengan Local parties involvement related to 8
proses bisnis keuangan berkelanjutan the sustainable finance business process
B.2 Aspek lingkungan hidup, meliputi: Environmental aspect, including: 7
a. Penggunaan energi Energy usage 7
b. Pengurangan emisi yang dihasilkan Emission reduction 7
c. Pengurangan limbah dan efluen Reduction of waste and effluents 7
d. Pelestarian keanekaragaman hayati Conservation of biodiversity 7
B.3 Aspek sosial Social aspect 8
Profil Perusahaan Brief Profile of the Company
C.1 Visi, misi, dan nilai keberlanjutan Vision, mission, and sustainability value 37
C.2 Alamat perusahaan Company address 32
C.3 Skala usaha, paling sedikit memuat: Business scale, covering at least: 33
a. Total aset/kapitalisasi aset dan total kewajiban Total assets/asset capitalization and total 33
liabilities
b. Jumlah karyawan berdasarkan jenis kelamin, Total employees based on gender, position, 42-45
jabatan, usia, pendidikan, dan status age, education, and status of employment
ketenagakerjaan
c. Nama Pemegang Saham dan persentase Names of Sharesholders and their percentage 40
kepemilikan saham of share ownership
d. Wilayah operasional Operational areas 35
C.4 Produk, layanan, dan kegiatan usaha yang Brief explanation of products, services, and 31-34
dijalankan business activities
C.5 Keanggotaan pada asosiasi Membership in associations 32
C.6 Perubahan yang bersifat signifikan Significant changes 17
Penjelasan Direksi Directors’ Exposition
D.1 Penjelasan Direksi Directors’ exposition 20-29
a. Kebijakan untuk merespons tantangan dalam Policy to respond to challenges in 20-29
pemenuhan strategi keberlanjutan the fulfillment of sustainability strategy
b. Penerapan keuangan berkelanjutan Implementation of sustainable finance 20-29
c. Strategi pencapaian target Strategy to achieve the targets 20-29
228 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 231
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
No. Indeks Halaman
Nama Indeks Index Name
Index No. Page
Tata Kelola Keberlanjutan Sustainability Governance
E.1 Penanggung jawab penerapan keuangan Parties responsible for the implementation of 76-77
berkelanjutan sustainable finance
E.2 Pengembangan kompetensi terkait keuangan Competence development related to 86-88
berkelanjutan sustainable finance
E.3 Penilaian risiko atas penerapan keuangan Risk assessment related to the implementation 89-90
berkelanjutan of sustainable finance
E.4 Hubungan dengan pemangku kepentingan Relationships with stakeholders 62-65
E.5 Permasalahan terhadap penerapan Issues related to the implementation of 50
keuangan berkelanjutan sustainable finance
Kinerja Keberlanjutan Sustainability Performance
F.1 Kegiatan membangun budaya keberlanjutan Activities to foster sustainable finance 94-99
Kinerja Ekonomi Economic Performance
F.2 Perbandingan target dan kinerja produksi, Comparison of production targets vs. 218-219
portofolio, target pembiayaan/investasi, achievements, portfolio, financing/investment
pendapatan dan laba rugi targets, income and profit and loss
F.3 Perbandingan target dan kinerja portofolio, Comparison of portfolio targets and 219
target pembiayaan/investasi pada instrumen performance, financing/investment targets
keuangan atau proyek yang sejalan dengan in financial instruments or projects in line with
penerapan keuangan berkelanjutan the implementation of sustainable finance
Kinerja Lingkungan Hidup Environmental Performance
Aspek Umum General Aspect
F.4 Biaya lingkungan hidup Environmental expenditures 151
Aspek Material Materials Aspect
F.5 Penggunaan material yang ramah lingkungan Usage of environmentally-friendly materials 135-136
Aspek Energi Energy Aspect
F.6 Jumlah dan intensitas energi yang digunakan Amount and intensity of energy used 143
F.7 Upaya dan pencapaian efisiensi energi dan Efforts and achievements of energy efficiency 145
penggunaan energi terbarukan and use of renewable energy sources
Aspek Air Water Aspect
F.8 Penggunaan air Water usage 131-132
Aspek Keanekaragaman Hayati Biodiversity Aspect
F.9 Dampak dari wilayah operasional yang Impacts of operational areas located near 109-110
dekat atau berada di daerah konservasi atau or within conservation areas or areas with
memiliki keanekaragaman hayati biodiversity value
F.10 Usaha konservasi keanekaragaman hayati Efforts to conserve biodiversity 110-119
Aspek Emisi Emission Aspect
F.11 Jumlah dan intensitas emisi yang dihasilkan Amounts and intensity of emissions produced, 146-147
berdasarkan jenisnya by type
F.12 Upaya dan pencapaian pengurangan emisi Efforts and achievements of emission 148-150
yang dilakukan reduction
Aspek Limbah dan Efluen Waste and Effluents Aspect
F.13 Jumlah limbah dan efluen yang dihasilkan Amounts of waste and effluents produced, 138
berdasarkan jenis by type
F.14 Mekanisme pengelolaan limbah dan efluen Mechanism for managing waste and effluents 137-139
F.15 Tumpahan yang terjadi (jika ada) Spills (if any) 140-141
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 229
Page 232
Apendiks
Appendix
No. Indeks Halaman
Nama Indeks Index Name
Index No. Page
Aspek Pengaduan terkait Lingkungan Hidup Environmental Grievances Aspect
F.16 Jumlah dan materi pengaduan lingkungan Number and contents of environmental 151
hidup yang diterima dan diselesaikan grievances received and resolved
Kinerja Sosial Social Performance
F.17 Komitmen untuk memberikan layanan atas Commitment to providing equal level of 210
produk dan/atau jasa yang setara kepada products and or services to consumers
konsumen
Aspek Ketenagakerjaan Employment Aspect
F.18 Kesetaraan kesempatan bekerja Equality of employment opportunity 166-167
F.19 Tenaga kerja anak dan tenaga kerja paksa Child labor and forced labor 166-167
F.20 Upah minimum regional Minimum regional wage 162
F.21 Lingkungan bekerja yang layak dan aman Safe and decent working environment 172
F.22 Pelatihan dan pengembangan kemampuan Employee training and competence 183-188
pegawai development
Aspek Masyarakat Community Aspect
F.23 Dampak operasi terhadap masyarakat sekitar Impacts of operations on surrounding 195-196
communities
F.24 Pengaduan masyarakat Grievances from communities 203
F.25 Kegiatan tanggung jawab sosial lingkungan Environmental and social responsibility 197-198
(TJSL) activities
Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Sustainable Product/Service Development Responsibility
Berkelanjutan
F.26 Inovasi dan pengembangan produk/jasa Innovation and development of sustainable 213-314
keuangan berkelanjutan financial products/services
F.27 Produk/jasa yang sudah dievaluasi Products/services whose safety for customers 210-212
keamanannya bagi pelanggan have been evaluated
F.28 Dampak produk/jasa Impacts of products/services 210-212
F.29 Jumlah produk yang ditarik kembali Number of products recalled/withdrawn 210-212
F.30 Survei kepuasan pelanggan terhadap produk Customer satisfaction survey on sustainable 210-212
dan/atau jasa keuangan berkelanjutan finance products and/or services
Lain-Lain Others
G.1 Verifikasi tertulis dari pihak independen Written verification from an independent party 18
(jika ada) (if any)
G.2 Lembar umpan balik Feedback form 245
G.3 Tanggapan terhadap umpan balik laporan Response to the previous year’s sustainability 243
keberlanjutan tahun sebelumnya report’s feedback
G.4 Daftar pengungkapan sesuai Peraturan List of disclosures in accordance with 228-230
Otoritas Jasa Keuangan No. 51/POJK.03/2017 the Financial Services Authority Regulation
tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan No. 51/POJK.03/2017 on the Implementation
bagi Lembaga Jasa Keuangan of Sustainable Finance for Financial Services
Institutions
230 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 233
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Daftar Indeks GRI Standar 2021
Opsi In Accordance [GRI G.4]
List of GRI Standards Indexes for 2021 in Accordance Options
Pernyataan Penggunaan PT Teladan Prima Agro Tbk telah menyusun laporan sesuai dengan Standar GRI untuk
periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025.
Statement of Use PT Teladan Prima Agro Tbk has reported in accordance with the GRI Standards for
the period 1 January to 31 December 2025.
GRI 1 yang Digunakan GRI 1: Landasan 2021
GRI 1 Used GRI 1: Foundation 2021
Standar Sektor GRI GRI 13: Sektor Pertanian, Akuakultur, dan Perikanan Tangkap 2022
yang Berlaku
Applicable GRI Sector GRI 13: Agriculture, Aquaculture, and Capture Fisheries Sector 2022
Standard
Pengungkapan No. Rujukan
Disclosures Standar
Standar GRI Sektor GRI Halaman
No.
GRI Standards Indeks Nama Indeks No. GRI Sector Page
Index Index Name Standard
No. Reference
Pengungkapan Umum
General Disclosures
GRI 2: Pengungkapan 2-1 Rincian organisasi 32, 40
-
Umum 2021 Organizational details
GRI 2: General
2-2 Entitas yang dimasukkan dalam pelaporan 16, 41
Disclosures
keberlanjutan organisasi
2021
Entities included in the organization’s sustainability
reporting
2-3 Periode, frekuensi, dan titik kontak pelaporan 16, 18
Reporting period, frequency, and contact point
2-4 Penyajian kembali informasi 17
Restatements of information
2-5 Penjaminan eksternal 17
External assurance
2-6 Aktivitas, rantai nilai, dan hubungan bisnis lainnya 17, 31-34
Activities, value chain, and other business relationships
2-7 Tenaga Kerja 42-45
Employees
2-8 Pekerja yang bukan pekerja langsung 45
Workers who are not employees
2-9 Struktur dan komposisi tata kelola 76-77
Governance structure and composition
2-10 Pencalonan dan pemilihan badan tata kelola tertinggi 83-84
Nomination and selection of the highest governance
body
2-11 Ketua badan tata kelola tertinggi 76-77
Chair of the highest governance body
2-12 Peran badan tata kelola tertinggi dalam mengawasi 79, 81-82
manajemen dampak
Role of the highest governance body in overseeing the
management of impacts
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 231
Page 234
Apendiks
Appendix
Pengungkapan No. Rujukan
Disclosures Standar
Standar GRI Sektor GRI Halaman
No.
GRI Standards Indeks Nama Indeks No. GRI Sector Page
Index Index Name Standard
No. Reference
2-13 Delegasi tanggung jawab untuk mengelola dampak 82
Delegation of responsibility for managing impacts
2-14 Peran badan tata kelola tertinggi dalam pelaporan 83
keberlanjutan
Role of the highest governance body in sustainability
reporting
2-15 Konflik kepentingan 91
Conflicts of interest
2-16 Komunikasi masalah penting 97-98
Communication of critical concerns
2-17 Pengetahuan kolektif badan tata kelola tertinggi 86-88
Collective knowledge of the highest governance body
2-18 Evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi 84-85
Evaluation of the performance of the highest
governance body
2-19 Kebijakan remunerasi 85-86
Remuneration policies
2-20 Proses untuk menentukan remunerasi 85-86
Process to determine remuneration
2-21 Rasio kompensasi total tahunan 85-86
Annual total compensation ratio
2-22 Pernyataan tentang strategi pembangunan 20-29
berkelanjutan
Statement on sustainable development strategy
2-23 Komitmen kebijakan 55-56
Policy commitments
2-24 Menanamkan komitmen kebijakan 55-56
Embedding policy commitments
2-25 Proses untuk memperbaiki dampak negatif 89-90
Processes to remediate negative impacts
2-26 Mekanisme untuk mencari nasihat dan mengemukakan 97-98
masalah
Mechanisms for seeking advice and raising concerns
2-27 Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan 90
Compliance with laws and regulations
2-28 Asosiasi keanggotaan 32
Membership associations
2-29 Pendekatan untuk keterlibatan pemangku kepentingan 62-65
Approach to stakeholder engagement
2-30 Perjanjian perundingan kolektif 171
Collective bargaining agreements
Topik Material
Material topics
232 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 235
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Pengungkapan No. Rujukan
Disclosures Standar
Standar GRI Sektor GRI Halaman
No.
GRI Standards Indeks Nama Indeks No. GRI Sector Page
Index Index Name Standard
No. Reference
GRI 3: Topik Material 3-1 Proses untuk menentukan topik material - 66-67
2021 Process to determine material topics
GRI 3: Material Topics
3-2 Daftar topik material - 68-70
2021
List of material topics
Kinerja Ekonomi
Economic Performance
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 13.2.1 & 13.22.1 215
2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021
GRI 201: Kinerja 201-1 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan 13.22.2 219-220
Ekonomi 2016 didistribusikan
GRI 201: Economic Direct economic value generated and distributed
Performance 2016
201-2 Implikasi keuangan serta risiko dan peluang lain akibat 13.2.2 223-225
perubahan iklim
Financial implications and other risks and opportunities
due to climate change
201-3 Kewajiban program pensiun manfaat pasti dan - 193
program pensiun lainnya
Defined benefit plan obligations and other retirement
plans
Keberadaan Pasar
Market presence
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 13.21.1 159-161
2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021
GRI 202: Keberadaan 202-1 Rasio standar upah karyawan pemula berdasarkan 13.21.3 162
Pasar 2016 jenis kelamin terhadap upah minimum regional
GRI 202: Market Ratios of standard entry level wage by gender
Presence 2016 compared to local minimum wage
Dampak Ekonomi Tidak Langsung
Indirect economic impacts
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 13.22.1 194
2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021
GRI 203: Dampak 203-1 Investasi infrastruktur dan dukungan layanan 13.22.3 198-203
Ekonomi Tidak Infrastructure investments and services supported
Langsung 2016
203-2 Dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan 13.22.4 195-196
GRI 203: Indirect
Significant indirect economic impacts
Economic Impacts
2016
Praktik Pengadaan
Procurement practices
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 233
Page 236
Apendiks
Appendix
Pengungkapan No. Rujukan
Disclosures Standar
Standar GRI Sektor GRI Halaman
No.
GRI Standards Indeks Nama Indeks No. GRI Sector Page
Index Index Name Standard
No. Reference
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material - 196
2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021
GRI 204: Praktik 204-1 Proporsi pengeluaran untuk pemasok lokal - 197
Pengadaan 2016 Proportion of spending on local suppliers
GRI 204: Procurement
Practices 2016
Anti-Korupsi
Anti-Corruption
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 13.26.1 91
2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021
GRI 205: Anti-Korupsi 205-1 Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko terkait 13.26.2 91
2016 korupsi
GRI 205: Operations assessed for risks related to corruption
Anti-Corruption
2016 205-2 Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan dan 13.26.3 91-93
prosedur anti-korupsi
Communication and training about anti-corruption
policies and procedures
205-3 Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang diambil 13.26.4 94
Confirmed incidents of corruption and actions taken
Pajak
Tax
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material - 221
2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021
GRI 207: Pajak 2019 207-1 Pendekatan terhadap pajak - 221
GRI 207: Tax 2019 Approach to tax
207-2 Tata kelola, pengontrolan, dan manajemen - 221
risiko pajak
Tax governance, control, and risk management
207-3 Keterlibatan pemangku kepentingan dan pengelolaan - 221
kepedulian yang berkaitan dengan pajak
Stakeholder engagement and management of
concerns related to tax
207-4 Laporan per negara - 222
Country-by-country reporting
Energi
Energy
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material - 142
2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021
234 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 237
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Pengungkapan No. Rujukan
Disclosures Standar
Standar GRI Sektor GRI Halaman
No.
GRI Standards Indeks Nama Indeks No. GRI Sector Page
Index Index Name Standard
No. Reference
GRI 302: Energi 2016 302-1 Konsumsi energi dalam organisasi - 143
GRI 302: Energy 2016 Energy consumption within the organization
302-3 Intensitas energi - 144
Energy intensity
302-4 Pengurangan konsumsi energi - 145
Reduction of energy consumption
Air dan Efluen
Water and Effluents
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 13.7.1 130
2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021
GRI 303: Air dan 303-1 Interaksi dengan air sebagai sumber daya bersama 13.7.2 131-132
Efluen 2018 Interactions with water as a shared resource
GRI 303: Water and
303-2 Manajemen dampak yang berkaitan dengan 13.7.3 131-132
Effluents 2018
pembuangan air
Management of water discharge-related impacts
303-3 Pengambilan air 13.7.4 132
Water withdrawal
303-4 Pembuangan air 13.7.5 132
Water discharge
303-5 Konsumsi air 13.7.6 132
Water consumption
Keanekaragaman Hayati
Biodiversity
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 13.3.1 108
2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021
GRI 304: 304-1 Lokasi operasi yang dimiliki, disewa, dikelola, atau 13.3.2 111-112
Keanekaragaman berdekatan dengan, kawasan lindung dan kawasan
Hayati 2016 dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi di luar
GRI 304: Biodiversity kawasan lindung
2016 Operational sites owned, leased, managed in, or
adjacent to, protected areas and areas of high
biodiversity value outside protected areas
304-2 Dampak signifikan dari aktivitas, produk, dan jasa pada 13.3.3 109-110
keanekaragaman hayati
Significant impacts of activities, products, and services
on biodiversity
304-3 Habitat yang dilindungi atau direstorasi 13.3.4 110-119
Habitats protected or restored
304-4 Spesies Daftar Merah IUCN dan spesies daftar 13.3.5 112-113
konservasi nasional dengan habitat dalam wilayah
yang terkena efek operasi
IUCN Red List species and national conservation list
species with habitats in areas affected by operations
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 235
Page 238
Apendiks
Appendix
Pengungkapan No. Rujukan
Disclosures Standar
Standar GRI Sektor GRI Halaman
No.
GRI Standards Indeks Nama Indeks No. GRI Sector Page
Index Index Name Standard
No. Reference
Emisi
Emissions
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 13.1.1 145
2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021
GRI 305: Emisi 2016 305-1 Emisi GRK (Cakupan 1) langsung 13.1.2 146-147
GRI 305: Emissions Direct (Scope 1) GHG emissions
2016
305-2 Emisi GRK (Cakupan 2) tidak Langsung 13.1.3 147
Indirect (Scope 2) GHG emissions
305-3 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya 13.1.4 148
Other indirect (Scope 3) GHG emissions
305-4 Intensitas Emisi GRK 13.1.5 147
Intensity of GHG Emission
305-5 Pengurangan Emisi GRK 13.1.6 148-150
Reduction of GHG emissions
305-6 Emisi zat perusak ozon (ODS) 13.1.7 150
Emissions of ozone-depleting substances (ODS)
305-7 Nitrogen oksida (NOx), belerang oksida (SOx), dan emisi 13.1.8 150
udara signifikan lainnya
Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and other
significant air emissions
Limbah
Waste
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 13.8.1 137
2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021
GRI 306: Limbah 2020 306-1 Timbulan limbah dan dampak signifikan terkait limbah 13.8.2 137-138
GRI 306: Waste 2020 Waste generation and significant waste-related impacts
306-2 Manajemen dampak signifikan terkait limbah 13.8.3 137-138
Management of significant waste-related impacts
306-3 Timbulan limbah 13.8.4 138
Waste generated
306-4 Limbah yang dialihkan dari pembuangan akhir 13.8.5 139
Waste diverted from disposal
306-5 Limbah yang dikirimkan ke pembuangan akhir 13.8.6 139
Waste directed to disposal
Kepegawaian
Employment
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material - 154-155
2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021
GRI 401: 401-1 Perekrutan karyawan baru dan pergantian karyawan - 156-159
Kepegawaian 2016 New employee hires and employee turnover
GRI 401: Employment
401-2 Tunjangan yang diberikan kepada karyawan - 162-163
2016
purnawaktu yang tidak diberikan kepada karyawan
pada kurun waktu tertentu atau paruh waktu
Benefits provided to full-time employees that are not
provided to temporary or part-time employees
236 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 239
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Pengungkapan No. Rujukan
Disclosures Standar
Standar GRI Sektor GRI Halaman
No.
GRI Standards Indeks Nama Indeks No. GRI Sector Page
Index Index Name Standard
No. Reference
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Occupational Health and Safety
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 13.19.1 172
2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021
GRI 403: Kesehatan 403-1 Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja 13.19.2 173-174
dan Keselamatan Occupational health and safety management system
Kerja 2018
GRI 403: 403-2 Pengidentifikasian bahaya, penilaian risiko, dan 13.19.3 174-176
Occupational investigasi insiden
Health and Safety Hazard identification, risk assessment, and incident
2018 investigation
403-3 Layanan kesehatan kerja 13.19.4 177-179
Occupational health services
403-4 Partisipasi, konsultasi, dan komunikasi pekerja tentang 13.19.5 173-174, 176
kesehatan dan keselamatan kerja
Worker participation, consultation, and communication
on occupational health and safety
403-5 Pelatihan pekerja mengenai kesehatan dan 13.19.6 176-177
keselamatan kerja
Worker training on occupational health and safety
403-6 Peningkatan kualitas kesehatan pekerja 13.19.7 177-180
Promotion of worker health
403-8 Pekerja yang tercakup dalam sistem manajemen 13.19.9 173
kesehatan dan keselamatan kerja
Workers covered by an occupational health and safety
management system
403-9 Kecelakaan kerja 13.19.10 180
Work-related injuries
403-10 Penyakit akibat kerja 13.19.11 180
Work-related ill health
Pelatihan dan Pendidikan
Training and education
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material - 183-184
2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021
GRI 404: Pelatihan 404-1 Rata-rata jam pelatihan per tahun per karyawan - 188
dan Pendidikan 2016 Average hours of training per year per employee
GRI 404: Training and
Education 2016
404-2 Program untuk meningkatkan keterampilan karyawan - 192
dan program bantuan peralihan
Programs for upgrading employee skills and transition
assistance programs
404-3 Persentase karyawan yang menerima tinjauan rutin - 190-191
terhadap kinerja dan pengembangan karier
Percentage of employees receiving regular
performance and career development reviews
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 237
Page 240
Apendiks
Appendix
Pengungkapan No. Rujukan
Disclosures Standar
Standar GRI Sektor GRI Halaman
No.
GRI Standards Indeks Nama Indeks No. GRI Sector Page
Index Index Name Standard
No. Reference
Keanekaragaman dan Peluang Setara
Diversity and Equal Opportunity
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 13.15.1 166
2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021
GRI 405: 405-1 Keanekaragaman badan tata kelola dan karyawan 13.15.2 167
Keanekaragaman Diversity of governance bodies and employees
dan Peluang Setara
2016
GRI 405: Diversity
and Equal
Opportunity 2016
405-2 Rasio gaji pokok dan remunerasi perempuan 13.15.3 170
dibandingkan laki-laki
Ratio of basic salary and remuneration of women to
men
Non-Diskriminasi
Non-Discrimination
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 13.15.1 169
2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021
GRI 406: 406-1 Insiden diskriminasi dan tindakan perbaikan yang 13.15.4 169
Non-Diskriminasi dilakukan
2016 Incidents of discrimination and corrective actions taken
GRI 406:
Non-Discrimination
2016
Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif
Freedom of Association and Collective Bargaining
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 13.18.1 170
2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021
GRI 407: Kebebasan 407-1 Operasi dan pemasok di mana hak atas kebebasan 13.18.2 170-171
Berserikat dan berserikat dan perundingan kolektif mungkin berisiko
Perundingan Kolektif Operations and suppliers in which the right to freedom
2016 of association and collective bargaining may be at risk
GRI 407: Freedom
of Association and
Collective Bargaining
2016
Pekerja Anak
Child Labor
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 13.17.1 169
2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021
GRI 408: Pekerja Anak 408-1 Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap 13.17.2 169
2016 insiden pekerja anak
GRI 408: Child Labor Operations and suppliers at significant risk for incidents
2016 of child labor
238 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 241
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Pengungkapan No. Rujukan
Disclosures Standar
Standar GRI Sektor GRI Halaman
No.
GRI Standards Indeks Nama Indeks No. GRI Sector Page
Index Index Name Standard
No. Reference
Kerja Paksa atau Wajib Kerja
Forced or Compulsory Labor
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 13.16.1 169
2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021
GRI 409: Kerja Paksa 409-1 Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap 13.16.2 169
atau Wajib Kerja 2016 insiden kerja paksa atau wajib kerja
GRI 409: Forced or Operations and suppliers at significant risk for incidents
Compulsory Labor of forced or compulsory labor
2016
Hak Masyarakat Adat
Rights of Indigenous Peoples
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 13.14.1 194
2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021
GRI 411: Hak 411-1 Insiden pelanggaran yang melibatkan hak-hak 13.14.2 203
Masyarakat masyarakat adat
Adat 2016 Incidents of violations involving rights of indigenous
GRI 411: Rights of peoples
Indigenous Peoples
2016
Masyarakat Setempat
Local Communities
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 13.12.1 194, 196
2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021
GRI 413: Masyarakat 413-1 Operasi dengan keterlibatan masyarakat setempat, 13.12.2 196-197
Setempat 2016 penilaian dampak, dan program pengembangan
GRI 413: Local Operations with local community engagement, impact
Communities 2016 assessments, and
development programs
413-2 Operasi yang secara aktual dan yang berpotensi 13.12.3 195-196
memiliki dampak negatif signifikan terhadap
masyarakat setempat
Operations with significant actual and potential
negative impacts on local communities
Penilaian Sosial Pemasok
Supplier Social Assessment
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material - 206
2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021
GRI 414: Penilaian 414-1 Seleksi pemasok baru dengan menggunakan kriteria - 206-207
Sosial Pemasok 2016 sosial
GRI 414: Supplier New suppliers that were screened using social criteria
Social Assessment
2016 414-2 Dampak sosial negatif dalam rantai pasokan dan - 206-207
tindakan yang telah diambil
Negative social impacts in the supply chain and actions
taken
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 239
Page 242
Apendiks
Appendix
Glosarium
Glossary
AI Artificial Iintelligence HR Human Resources
APD Alat Pelindung Diri IDX Indonesia Stock Exchange
ARS Automatic Rainfall Station ILO International Labor Organization
AWS Automatic Weather Station INK PT Inti Energi Kaltim
Bahan Berbahaya dan Beracun / IoT Internet of Things
B3
Hazardous Material
IPAL Instalasi Pengolahan Air Limbah
BEI Bursa Efek Indonesia
IPM Integrated Pest Management
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
BMKG Geofisika / Meteorology, Climatology, and International Union for Conservation of
IUCN
Geophysics Agency Nature
BNSP Badan Nasional Sertifikasi Profesi Teknologi Informasi / Information
IT
Technology
BOD Biological Oxygen Demand
JHT Jaminan Hari Tua
BPP Biogas Power Plant
JP Jaminan Pensiun
CAP PT Cahaya Anugerah Plantation
K3 Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Competency Based Human
CBHRM KCP Kernel Crushing Plant
Resources Management
CDM PT Cipta Davia Mandiri Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme /
KKN
Corruption, Collusion, and Nepotism
CLA Collective Labor Agreement
Key Performance Indicator (Indikator
KPI
CPKO Crude Palm Kernel Oil Kinerja Utama)
CPO Crude Palm Oil Kebijakan Sawit Lestari / Sustainable Palm
KSL
Oil Policies
DL PT Daya Lestari
KUHP Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
DRC Data Disaster Recovery
MJA PT Multi Jayantara Abadi
EFB Empty Fruit Bunches
Manpower Planning (Rencana Kebutuhan
ENSO El Niño–Southern Oscillation MPP
Tenaga Kerja)
ESG Environmental, Social, Governance NKT Nilai Konservasi Tinggi
Fire Danger Rating (Tingkat Bahaya Outside Crop Purchase (Penerimaan Buah
FDR OCP
Kebakaran) Luar)
FFB Fresh Fruit Bunch OHS Occupational Health and Safety
GAP Good Agricultural Practices Otoritas Jasa Keuangan / Financial
OJK
GHG Green House Gas Services Authority
GMS General Meeting of Shareholders Panitia Pembina Keselamatan dan
P2K3
Kesehatan Kerja
GRK Gas Rumah Kaca
P3K Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
GSA PT Gemilang Sejahtera Abadi
PBB Perserikatan Bangsa-Bangsa
Global Warming Potential (Potensi
GWP Pengendalian Hama Terpadu / Integrated
Pemanasan Global) PHT
Pest Management
HAM Hak Asasi Manusia
PK Palm Kernel
HCS High Carbon Stock
PKB Perjanjian Kerja Bersama
HCV High Conservation Value
PKE Palm Kernel Expeller
240 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 243
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
PKO Palm Kernel Oil (Minyak Inti Kelapa Sawit) TGM Teladan Green Metrics
PKS Pabrik Kelapa Sawit / Palm Oil Mill Teladan Innovation & Improvement
TIIAs
Awards
Palm Oil Mill Effluent (Limbah Cair Kelapa
POME
Sawit) TKKS Tandan Kosong Kelapa Sawit
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan / TLN PT Telen
POJK
Financial Services Authority Regulation
TPS PT Telen Prima Sawit
Peraturan Pemerintah / Government
PP Tempat Penyimpanan Sementara
Regulation
TPS LB3 Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun /
PPE Personal Protective Equipment Hazardous Waste Storage
Rencana Jangka Panjang Perusahaan / TPTS Teladan Productivity Technology Science
RJPP
the Company Long-Term Plan
UAV Unmanned Aerial Vehicle
RUPS Rapat Umum Pemegang Saham
UMK Upah Minimum Kabupaten
Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan /
RKAP UN United Nations
Company’s Work Plan and Budget
Sustainable Development Goals WHO World Health Organization
SDG(s)
(Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) WWTP Wastewater Treatment Plant
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan /
SEOJK
as Financial Services Authority Circular
SIO Surat Ijin Operasional
SDM Sumber Daya Manusia
SKT Stok Karbon Tinggi
Sistem Manajemen Keselamatan dan
SMK3
Kesehatan Kerja
SPN PT Sawit Prima Nusantara
SOP Standard Operating Procedure
TBP PT Tanjung Buyu Perkasa Plantation
TBS Tandan Buah Segar
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 241
Page 244
Tanggapan terhadap Lembar Umpan Balik Laporan Tahun Sebelumnya [POJK G.3] Response to Previous Year’s Report Feedback Sheet TPA tidak memperoleh tanggapan dari para Following the release of the 2024 Sustainability Report, pemangku kepentingan setelah diterbitkannya the landfill site did not receive any response from Laporan Keberlanjutan 2024. Dengan demikian, stakeholders. Therefore, this report does not provide dalam laporan ini tidak terdapat informasi secara specific information about the actions taken by spesifik tentang tindak lanjut yang diambil TPA atas the landfill site in response to stakeholder feedback tanggapan dari pemangku kepentingan tahun from the previous year. sebelumnya. 242 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 245
Accelerating Regeneration Amid Challenges PT Teladan Prima Agro Tbk
Lembar Umpan Balik [POJK G.2]
Feedback Form
Laporan Keberlanjutan PT Teladan Prima Agro Tbk tahun The 2025 Sustainability Report of PT Teladan Prima
buku 2025 memberikan penjelasan terinci mengenai Agro Tbk presents a detailed description of
kinerja keberlanjutan Perseroan. Kami mengharapkan the Company’s sustainability performance. We look
masukan, umpan balik, dan saran yang membangun forward to your inputs, constructive feedback, and
setelah membaca Laporan Keberlanjutan ini, baik suggestions after reading this Sustainability Report,
melalui email ataupun dengan mengirimkan formulir ini either by email or by sending this form via physical
secara fisik. means.
Profil Anda / Your Profile
Nama / Name (optional) : ..............................................................................................................................................................................
Institusi/perusahaan / Institution/company : ..............................................................................................................................................................................
Surel / Email : ..............................................................................................................................................................................
Telepon/HP / Phone/Cell phone : ..............................................................................................................................................................................
Golongan Pemangku Kepentingan / Stakeholder Category
Pemegang Saham dan Investor/ Pelanggan / Customer Karyawan / Employee
Shareholder and Investor Media / Media Pemasok / Supplier
Serikat Pekerja / Labor Union Pemerintah / Government Organisasi Masyarakat/LSM /
Entitas Bisnis / Business Entity Community Organization/NGO
Lain-lain, mohon sebutkan
Other, please specify ........................................................................................................................................................................................................................................
Silakan pilih pernyataan di bawah ini yang terbaik dalam menggambarkan opini Anda: Ya Tidak
Please pick from the statements below that best describe your opinion: Yes No
1. Laporan ini mudah dimengerti. / This report is easy to understand.
2. Laporan ini bermanfaat bagi saya. / This report is useful for me.
3. Laporan ini menggambarkan kinerja keberlanjutan dengan jelas dan lugas. / This report describes the
sustainability performance in a concise and clear way.
Mohon berikan tanda centang pada topik-topik yang menurut Anda material bagi keberlanjutan PT Teladan Prima
Agro Tbk, atau yang ingin Anda ketahui lebih lanjut mengenai kinerja Perseroan dalam topik tersebut. / Please
tick the boxes next to the topics which you believe are material to the sustainability of PT Teladan Prima Agro Tbk,
or those that you would like to learn more about the Company’s performance in.
Kinerja Ekonomi: Kinerja Lingkungan: Kinerja Sosial:
Economic Performance: Environmental Performance: Social Performance:
Kinerja Ekonomi / Economic Material / Materials Ketenagakerjaan / Employment
Performance Energi / Energy Kesehatan dan Keselamatan Kerja /
Keberadaan Pasar / Market Air dan Efluen / Water and Occupational Health and Safety
Presence Effluents Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi /
Dampak Ekonomi Tidak Langsung / Keanekaragaman Hayati / Training and Competence Development
Indirect Economic Impacts Biodiversity Praktik Pengamanan / Security Practices
Praktik Pengadaan / Procurement Emisi / Emissions Komunitas Lokal / Local Communities
Practices
Limbah / Waste Kemamputelusuran Produk / Product
Anti-Korupsi / Anti-Corruption Traceability
Perpajakan / Tax
Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon agar lembar umpan balik ini dikirimkan kembali ke alamat: / Thank you for your
participation. Please send this feedback form to:
PT Teladan Prima Agro Tbk : corsec@teladanprima.com
Beltway Office Park Tower B Lt. 7 : (021) 2960 0300
Jl. TB Simatupang No. 41 : (021) 2960 0333
Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12550
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 243
Page 246
Names mentioned 95 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Tata Kelola
p.6 ×4
unresolved
person
Pesan
· Direktur Utama
p.6 ×2
unresolved
person
TGM Hotstpot Alert
· President Director
p.6 ×2
unresolved
org
PT Tanjung Buyu Perkasa Plantation
p.8
unresolved
org
PT Inti Energi Kaltim Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten
p.8
unresolved
org
PT Sawit Prima Nusantara
p.8
unresolved
org
PT Telen Balikpapan
p.8
unresolved
org
PT Gemilang Sejahtera Abadi
p.8
unresolved
org
PT Telen Prima Sawit
p.8 ×3
unresolved
org
PT Cipta Davia Mandiri Kabupaten Paser Paser Regency
p.8
unresolved
org
PT Multi Jayantara Abadi Kabupaten Kutai Kartanegara Kutai
p.8
unresolved
org
PT Cahaya Anugerah Plantation
p.8
unresolved
org
PT Cipta Davia Mandiri Acquisition
p.12
unresolved
org
PT Cipta Davia Mandiri Penandatangan Akta Pengambilalihan
p.12
unresolved
org
PT Cipta Davia Mandiri
p.12 ×3
unresolved
org
PT Rea Kaltim Plantations
p.12 ×2
unresolved
org
Menteri Lingkungan Hidup
p.13
unresolved
org
Pengendalian Lingkungan Hidup Republik
p.13
unresolved
org
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur
p.13 ×3
unresolved
org
Penyelenggara Jaminan Sosial
p.14
unresolved
org
PT Multi Jayantara Abadi Sampai Tahun
p.15
unresolved
org
PT Tanjung Buyu Perkasa Plantation Sampai Tahun
p.15
unresolved
org
PT Telen TUV Rheinland
p.15
unresolved
org
PT Cahaya Anugerah Plantation Indonesian Sustainable
p.15
unresolved
org
PT Sawit Prima Nusantara Palm Oil
p.15
unresolved
org
PT Inti Energi Kaltim Sampai Tahun
p.15
unresolved
org
PT Gemilang Sejahtera Abadi Sampai Tahun
p.15
unresolved
org
PT Tanjung Buyu
p.18
unresolved
org
Kabupaten Berau, Kalimantan Timur
p.18
unresolved
—
Berau Regency, East Kalimantan
p.18
unresolved
org
PT Inti Energi Kaltim
p.18
unresolved
org
PT Inti Energi Kaltim Berau Regency
p.18
unresolved
org
Palm Oil Plantation
p.18 ×2
unresolved
org
PT Telen
p.18
unresolved
org
PT Sawit Prima
p.18
unresolved
org
PT Gemilang
p.18
unresolved
org
PT Multi Jayantara
p.18
unresolved
org
Kabupaten Paser, Kalimantan Timur
p.18
unresolved
—
Paser Regency, East Kalimantan
p.18
unresolved
org
PT Cahaya Anugerah
p.18
unresolved
—
Kalimantan Timur
p.18
unresolved
—
Kutai Kartanegara Regency, East
p.18
unresolved
org
PT Daya Lestari
p.18 ×2
unresolved
org
PT Daya Lestari East Kutai Regency
p.18
unresolved
org
PT Cipta Davia Mandiri East Kutai Regency
p.18
unresolved
—
Keberlanjutan 2025 Sustainability
p.18
unresolved
org
PT PLN (Persero)
p.36 ×2
unresolved
person
Notary Nila Notaris Nila Noordjasmani Soeyasa Besar
· Notaris
p.42 ×3
unresolved
person
Imas Fatimah
p.42 ×2
unresolved
org
Minister of Justice
p.42
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.42
unresolved
person
Jose Dima Satria
· Notaris
p.42 ×3
unresolved
org
Ministry of Law and Human Rights
p.42
unresolved
org
PT Teladan
p.43 ×3
unresolved
org
Financial Services Authority
p.76 ×2
unresolved
person
Dr. Yaya Rayadin
· Ketua Komite
p.78 ×2
unresolved
org
PT Teladan Prima
p.80 ×2
unresolved
org
Teladan Agro Tbk
p.80 ×4
unresolved
org
Prima Agro Tbk
p.80 ×4
unresolved
person
Pria
· Komisaris Utama
p.81 ×4
unresolved
person
Male
· President Commissioner
p.81 ×9
unresolved
—
Hudaya
· Head of the Audit Committee
p.82 ×2
unresolved
person
Dr. Yaya
p.82
unresolved
person
Wishnu
· Direktur Utama
p.84 ×2
unresolved
org
Tata Kelola Tertinggi
p.85
unresolved
person
Nomination
· Komisaris
p.87
unresolved
person
Indracahya
· Komisaris Utama
p.89
unresolved
person
Sosialisasi Penerapan KUHAP
· Komisaris Utama
p.89 ×6
unresolved
person
Socialization
· President Commissioner
p.89 ×5
unresolved
person
Yayan H. Ginanjar
· Direktur
p.89 ×2
unresolved
person
H. Ginanjar
p.89 ×2
unresolved
person
Palm Oil Conference
· Direktur Pemasaran
p.89
unresolved
org
Kementerian Keberlanjutan
p.90
unresolved
org
Ministry of Forestry
p.90
unresolved
—
Shakeb Afsah
· Anggota Komite
p.90
unresolved
org
Directorate General of Taxes
p.223
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.223
unresolved
org
Directorate General of Taxation
p.223
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 1
ESG2025-TLDN.pdf
done