Skip to content
Back to announcement

AnnualReport2025-TLDN-att1.pdf

Other Text extracted TLDN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 246

Page 1

          
Page 2
Sanggahan dan
Batasan Tanggung Jawab
Disclaimer and Scope of Responsibility




Laporan Keberlanjutan 2025 PT Teladan Prima Agro Tbk (yang selanjutnya disebut “TPA” atau “Perseroan”
atau “kami”) disusun untuk memenuhi ketentuan regulator dan kebutuhan pemangku kepentingan
atas informasi kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan Perseroan selama periode 1 Januari 2025 hingga
31 Desember 2025.
The 2025 Sustainability Report of PT Teladan Prima Agro Tbk (hereinafter referred to as “TPA” or
the “Company” or “we”) is prepared to comply with regulatory requirements and to meet the needs of
stakeholders for information on the Company’s economic, social, and environmental performance during
the period from 1 January 2025 to 31 December 2025.


Penyajian     laporan     ini     didasarkan  pada    The presentation of this report is based on factual
data     dan    informasi     faktual  yang  dapat    and accountable data and information that
dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta telah       have undergone an internal verification process
melalui proses verifikasi internal sesuai dengan      in accordance with the principle of information
prinsip keterbukaan informasi.                        transparency.

Selain menyajikan capaian kinerja, Laporan            In addition to presenting performance achievements,
Keberlanjutan ini juga memuat rencana, strategi,      this Sustainability Report also contains the Company’s
dan prospek keberlanjutan Perseroan yang bersifat     forward-looking plans, strategies, and sustainability
proyektif. Informasi proyektif tersebut disusun       prospects. Such forward-looking information is
berdasarkan asumsi dan kondisi terkini yang berlaku   prepared based on assumptions and prevailing
pada saat laporan diterbitkan. Perlu dipahami bahwa   conditions at the time the report is issued. It should
realisasi di masa mendatang dapat berbeda secara      be understood that future actual results may differ
material akibat dinamika internal maupun eksternal,   materially due to internal and external dynamics,
termasuk perkembangan ekonomi, perubahan              including economic developments, policy changes,
kebijakan, serta kondisi lingkungan dan sosial.       as well as environmental and social conditions.

Dengan demikian, informasi dalam laporan ini          Accordingly, the information in this report should be
hendaknya digunakan secara bijak sebagai bahan        used wisely as a consideration in decision-making.
pertimbangan pengambilan keputusan. Perseroan         The Company is not liable for any consequences
tidak bertanggung jawab atas segala akibat            arising from the use of information that deviates
yang timbul dari penggunaan informasi yang            from the intent and purpose of this report.
menyimpang dari maksud penyusunan laporan ini.
Page 3
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                 PT Teladan Prima Agro Tbk




Accelerating
Regeneration
Amid Challenges

2025             Laporan Keberlanjutan
                 Sustainability Report




Perjalanan keberlanjutan TPA pada tahun 2025                  TPA’s sustainability journey in 2025 demonstrated
menunjukkan percepatan yang semakin terarah,                  increasingly focused acceleration, even as the industry
bahkan ketika industri menghadapi tantangan                   faces challenges from external uncertainties. Amid these
ketidakpastian eksternal. Di tengah dinamika tersebut,        dynamics, TPA continues to strengthen its regenerative
TPA terus memperkuat pendekatan regeneratif melalui           foundation through plantation management that
manajemen perkebunan yang memitigasi dampak                   mitigates impacts, while maintaining the sustainability
sekaligus menjaga keberlanjutan daya dukung                   of the ecosystem’s carrying capacity. This orientation is
ekosistem. Orientasi ini diwujudkan antara lain melalui       realized, among others, through the implementation of
penerapan Regenerative Waste-to-Energy System                 a Regenerative Waste-to-Energy Resource System by
dengan optimasi Biogas Power Plant (BPP) yang                 optimizing the Biogas Power Plant (BPP), which converts
mengonversi limbah menjadi energi dan Kernel Crushing         waste into energy, and Kernel Crushing Plant (KCP), which
Plant (KCP) yang mengolah by-product menjadi                  processes by-products into value-added products.
produk bernilai tambah. Pendekatan ini memastikan             This approach ensures that productivity, operational
bahwa produktivitas, ketahanan operasional, dan nilai         resilience, and sustainability value continue to advance
keberlanjutan dapat terus bergerak maju sekaligus             while demonstrating TPA’s capacity to grow despite
mencerminkan kapasitas TPA untuk tumbuh di tengah             challenges.
tantangan.


Momentum akselerasi tersebut diperkuat melalui                This acceleration momentum is further reinforced
persiapan pembangunan BPP dan KCP kedua yang                  through preparations for the development of
menandai fase lanjutan ekspansi hilirisasi dan                a second BPP and KCP, marking the next phase of
penguatan ekonomi sirkular. Bersamaan dengan itu,             downstream expansion and the strengthening of the
TPA meningkatkan praktik konservasi, memperluas               circular economy. At the same time, TPA is enhancing
adopsi energi bersih, mengoptimalkan pemanfaatan              conservation practices, expanding the adoption of clean
limbah, serta mendorong pemberdayaan masyarakat               energy, optimizing waste utilization, and promoting
dan pemasok lokal. Serangkaian langkah ini bukan              community and local supplier empowerment. These
sekadar respons terhadap tantangan, tetapi menjadi            measures are not merely a response to challenges
upaya strategis yang mempercepat transformasi TPA             but represent a strategic effort to accelerate TPA’s
menuju rantai nilai kelapa sawit yang lebih tangguh,          transformation toward a more resilient, low-emission
rendah emisi, dan memberikan nilai jangka panjang             palm oil supply chain that delivers long-term value for
bagi seluruh pemangku kepentingan.                            all stakeholders.




                                                          Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report         1
Page 4
Kesinambungan Tema
Theme Continuation


                                       Komitmen terhadap praktik perkebunan dan pengolahan kelapa sawit
                                       berkelanjutan yang diimplementasikan oleh Perseroan terus ditingkatkan
                                       dalam upaya memberikan manfaat jangka panjang. Salah satu langkah
                                       utamanya yaitu mengintegrasikan pendekatan ekonomi sirkular dengan
                                       mitigasi perubahan iklim melalui fokus pada efisiensi sumber daya dan
                                       pengelolaan limbah. Strategi ini diwujudkan melalui operasional fasilitas
                                       Kernel Crushing Plant (KCP) yang mengolah Palm Kernel menjadi Crude
                                       Palm Kernel Oil (CPKO) dan Palm Kernel Expeller (PKE) sehingga dapat
                                       meningkatkan nilai tambah produk kelapa sawit. Selain itu, pengolahan
                                       Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi biogas melalui fasilitas Biogas Power
                                       Plant (BPP) mampu mengurangi emisi gas metana sekaligus menyediakan
                                       energi terbarukan untuk mendukung operasional perusahaan.

                                       Integrasi KCP dan BPP ini mencerminkan komitmen TPA terhadap
                                       pendekatan reduce, reuse, dan recycle (3R), di mana limbah diubah
                                       menjadi sumber daya yang bernilai tinggi. Inisiatif-inisiatif ini tidak
                                       hanya mengurangi limbah dan emisi, tetapi juga mendukung Tujuan
                                       Pembangunan Berkelanjutan, khususnya terkait penurunan emisi gas
                                       rumah kaca (GRK). Dengan menerapkan praktik ekonomi sirkular secara
                                       menyeluruh, TPA mengambil langkah signifikan dalam kontribusi aktif

    2024                               untuk menciptakan ekosistem industri kelapa sawit yang regeneratif,
                                       tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran TPA dalam
                                       menghadapi tantangan perubahan iklim.
    Circular Economy
                                       The Company continues to strengthen its commitment to sustainable
    and Climate Impact                 palm oil plantation and processing practices to deliver long-term benefits.
                                       One of its key initiatives is integrating a circular economy approach with
                                       climate change mitigation, focusing on resource efficiency and waste
                                       management. This strategy is implemented through the operation of
                                       the Kernel Crushing Plant (KCP), which processes Palm Kernel into Crude
                                       Palm Kernel Oil (CPKO) and Palm Kernel Expeller (PKE) to enhance the
                                       added value of palm oil products. Additionally, the conversion of Palm
                                       Oil Mill Effluent (POME) into biogas through the Biogas Power Plant (BPP)
                                       helps reduce methane gas emissions while providing renewable energy
                                       to support company operations.

                                       The integration of KCP and BPP reflects TPA’s commitment to the reduce,
                                       reuse, and recycle (3R) approach, where waste is transformed into valuable
                                       resources. These initiatives not only minimize waste and emissions but
                                       also support the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in
                                       reducing greenhouse gas (GHG) emissions. By comprehensively adopting
                                       circular economy practices, TPA is taking significant steps in actively
                                       contributing to the creation of a regenerative, resilient, and sustainable
                                       palm oil industry, while reinforcing its role in addressing climate change
                                       challenges.




2     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 5
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                               PT Teladan Prima Agro Tbk




                                 Kesadaran akan keberlanjutan perusahaan sebagai hasil dari inovasi dan
                                 pengembangan secara berkesinambungan mendorong Perseroan terus
                                 melakukan terobosan inovatif berwawasan sosial-lingkungan. Di tahun 2023,
                                 hal ini diwujudkan melalui pembangunan fasilitas penghasil energi dan
                                 pengolahan yang dinilai akan memperkuat rantai nilai bagi Perseroan dan
                                 pemangku kepentingan, setelah mulai beroperasi secara komersial di tahun
                                 2024.

                                 Pertama, Perseroan membangun Biogas Power Plant untuk memperkuat
                                 segmen usaha energi terbarukan melalui pemanfaatan limbah POME. Strategi
                                 ini akan mendukung target Perseroan menuju ekonomi sirkular sekaligus
                                 meningkatkan ketersediaan energi yang ramah lingkungan berbasis
                                 biomassa. Kedua, Perseroan membangun Kernel Crushing Plant untuk
                                 memproduksi Crude Palm Kernel Oil dan Palm Kernel Expeller sebagai produk
                                 turunan dari Palm Kernel yang telah diproduksi sebelumnya. Strategi ini akan
                                 mengoptimalkan penggunaan sumber daya dalam rantai produksi sekaligus
                                 meningkatkan kinerja operasional dan keuangan Perseroan. Selain itu, strategi
                                 ini juga dapat memperkuat posisi TPA dalam menghadapi potensi dinamika
                                 dan tantangan bisnis ke depan. Dengan adanya optimasi pemanfaatan
                                 POME menjadi biogas, TPA sebagai bagian dari industri perkebunan kelapa
                                 sawit berkontribusi terhadap implementasi bauran energi terbarukan.

                                 Awareness of the company’s sustainability as a result of continuous innovation


   2023
                                 and development has driven the Company to continue making innovative
                                 breakthroughs with social-environmental perspective. In 2023, this was realized
                                 through the construction of energy generation and processing facilities, expected
                                 to strengthen the value chain for the Company and stakeholders, once the
   Forging Resilience            commercial operations commenced in 2024.

   Through Strategic             First, the Company builds the Biogas Power Plant to strengthen the renewable
                                 energy business segment by utilizing the POME waste. This strategy will support the
   Advancement                   Company’s target towards a circular economy while increasing the availability
                                 of biomass-based environmentally friendly energy. Second, the Company
                                 builds the Kernel Crushing Plant to produce Crude Palm Kernel Oil and Palm
                                 Kernel Expeller as derivative products of Palm Kernel which has been produced
                                 previously. This strategy will optimize the use of resources in the production chain
                                 as well as improving the operational and financial performances of the Company.
                                 Also, this strategy can also strengthen TPA position in facing the potential business
                                 dynamics and future challenges. Through the optimization of POME utilization
                                 into biogas, TPA being part of the palm oil plantation industry contributes to the
                                 implementation of renewable energy mix.



                                 Perseroan menunjukkan komitmen untuk menjalankan praktik bisnis budidaya
                                 dan pengolahan kelapa sawit yang menjunjung tinggi kelestarian lingkungan
                                 dan kebermanfaatan bagi sesama. Berlandaskan pada komitmen tersebut,
                                 kami terus memperkuat strategi keberlanjutan sekaligus menerapkan
                                 strategi ini secara inovatif pada seluruh operasi.

                                 Penguatan strategi keberlanjutan kami lakukan melalui penyempurnaan
                                 Kebijakan Sawit Lestari (KSL) yang melandasi setiap aksi keberlanjutan.
                                 Kami telah menginisiasi sejumlah proyek dan program berbasis teknologi
                                 yang berfokus pada karakteristik alami bentang alam perkebunan kelapa
                                 sawit untuk mentransformasi operasi sehingga menciptakan keunggulan di
                                 industri.

                                 Pelaksanaan strategi keberlanjutan secara disiplin akan membantu kami
                                 mewujudkan pertumbuhan jangka panjang yang solid, mempertahankan
                                 kondisi alam yang lestari, dan menciptakan nilai sosial yang bermakna bagi
                                 seluruh pemangku kepentingan.

                                 The Company is demonstrating its commitment to conducting sustainable
                                 palm oil cultivation and processing practices that uphold environmental
                                 sustainability and benefit the society. On the basis of this commitment, we
                                 continue to strengthen sustainability strategy while implementing innovative
                                 approaches throughout our operations.

                                 We strengthened our sustainability strategy by refining our Sustainable Palm

   2022                          Oil Policies (KSL), which provides a foundation for every sustainability action.
                                 We have initiated several technology-based projects and programs focusing
                                 on palm oil plantations’ natural characteristics to transform our operations
   Transformative                and attain excellence in the industry.

   Innovations for               A disciplined implementation of this comprehensive sustainability strategy will
                                 help us to realize solid long-term growth, maintain sustainable environmental
   a Sustainable Future          conditions, and generate significant social value for all stakeholders.




                                                 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                   3
Page 6
Daftar Isi
Table of Contents

         Sanggahan dan Batasan Tanggung Jawab /
ii
         Disclaimer and Scope of Responsibility
                                                               Good Governance
1        Accelerating Regeneration Amid Challenges
2        Kesinambungan Tema / Theme Continuation
                                                                    Struktur dan Mekanisme Tata Kelola /
4        Daftar Isi / Table of Contents                       74
                                                                    Governance Structure and Mechanism
                                                                    Pengembangan Kompetensi Keberlanjutan
                                                              86    Badan Tata Kelola / Sustainability Competency
     Pengantar                                                      Development of Governance Bodies
     Introduction                                                   Praktik Bisnis Berkelanjutan / Sustainable Business
                                                              89
                                                                    Practices

6        Ikhtisar Keberlanjutan / Sustainability Overview           Penerimaan Masukan dan Penanganan Keluhan /
                                                              97
                                                                    Feedback Reception and Grievance Handling
10       Pencapaian 2025 / 2025 Highlights
14       Tentang Laporan Keberlanjutan /
         About the Sustainability Report
                                                               Agro-Ecological

     Komitmen Keberlanjutan TPA
     TPA Sustainability Commitment                            108
                                                                    Perlindungan terhadap Keanekaragaman Hayati /
                                                                    Biodiversity Protection
                                                                    TGM Hotspot Alert: Sistem Informasi Terintegrasi
         Pesan Direktur Utama / Message from                        dalam Upaya Pencegahan Kebakaran Lahan /
20                                                            120
         the President Director                                     TGM Hotstpot Alert: Integrated Information System
30       Profil Perusahaan / Company Profile                        in Land Fire Prevention Effort

46       Strategi Keberlanjutan / Sustainability Strategy           Pengendalian Hama Terpadu untuk Keberlanjutan
                                                              123   Perkebunan / Integrated Pest Management for
         Pelibatan Pemangku Kepentingan / Stakeholder               Sustainable Plantation
62
         Engagement
                                                                    Konservasi Tanah Berkelanjutan melalui
         Penentuan Topik Material / Determination of                Praktik Pengelolaan Proaktif / Sustainable Soil
66                                                            127
         Material Topics                                            Conservation through Proactive Management
                                                                    Practices
                                                                    Optimasi Sumber Daya Alam melalui Pengelolaan
                                                                    Air dan Limbah Cair (POME) /
                                                              130
                                                                    Optimizing Natural Resources through Water and
                                                                    Liquid Waste (POME) Management
                                                                    Pengelolaan Limbah Berbasis Ekonomi Sirkular
                                                              137   Demi Kelestarian Ekosistem / Waste Management
                                                                    through Circular Economy to Preserve Ecosystems
                                                                    Menggerakkan Efisiensi Energi Demi Lingkungan
                                                              142   yang Lebih Baik / Driving Energy Efficiency toward
                                                                    Better Environment
                                                                    Komitmen Aktif dalam Pengurangan Emisi Gas
                                                              145   Rumah Kaca / Active Commitment in Reducing
                                                                    Greenhouse Gas Emission
                                                                    Berkomitmen pada Kepatuhan Lingkungan /
                                                              151
                                                                    Committed to Environmental Compliance




     4     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 7
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                PT Teladan Prima Agro Tbk




                                                              Apendiks
 Socio-Territorial
                                                              Appendix


      Praktik Ketenagakerjaan Berkelanjutan dalam                 Tanggung Jawab Laporan Keberlanjutan /
                                                            227
      Mendorong Kesejahteraan dan Produktivitas /                 Sustainability Report Responsibility
154
      Sustainable Employment Practices in Promoting
                                                                  Daftar Pengungkapan Sesuai
      Welfare and Productivity
                                                            228   POJK No. 51/POJK.03/2017 / List of Disclosures
      Perlindungan terhadap Hak Keselamatan dan                   According to POJK No. 51/POJK.03/2017
172   Kesehatan Kerja / Protection of Occupational
                                                                  Daftar Indeks GRI Standards 2021 Opsi
      Health and Safety Rights
                                                            231   In Accordance / List of GRI Standards Indexes for
      Membangun Talenta melalui Pengembangan                      2021 In Accordance
183   Kompetensi dan Karier / Developing Talent
                                                            240 Glosarium / Glossary
      through Competency and Career Growth
                                                                Tanggapan terhadap Lembar Umpan Balik
      Membangun Masyarakat melalui Pelibatan dan
                                                            243 Laporan Tahun Sebelumnya / Response to
194   Pemberdayaan / Building Communities through
                                                                Previous Year’s Report Feedback Sheet
      Engagement and Empowerment
                                                            245 Lembar Umpan Balik / Feedback Form
    Keberlanjutan dan Kemamputelusuran Produk
204 Kelapa Sawit / Sustainability and Traceability of
    Palm Oil Products




Economic Viability


      Membangun Kepercayaan melalui Produk
210   Kualitas Unggul / Building Trust through
      High-Quality Products
      Inovasi Berkesinambungan untuk Peningkatan
213   Produktivitas / Continuous Innovation for
      Improved Productivity

      Kontribusi Nilai Ekonomi untuk Kesejahteraan
215   Bersama / Economic Value Contribution to
      Shared Prosperity
      Mendukung Pembangunan Nasional melalui
221   Komitmen Pajak / Supporting National
      Development through Tax Commitment
      Perubahan Iklim dan Implikasinya terhadap
223   Produktivitas / Climate Change and Its
      Implications on Productivity




                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report           5
Page 8
     Pengantar
     Introduction




Ikhtisar Keberlanjutan
Sustainability Overview




            Good Governance [POJK B.1, C.3]


            Produk Ramah Lingkungan: Sertifikasi ISPO dan PROPER
            Environmentally Friendly Products: ISPO Certifications and PROPER


Kabupaten Berau
Berau Regency

                       PT Tanjung Buyu
                       Perkasa Plantation


      PT Inti Energi Kaltim




                                                                        Provinsi Kalimantan Timur
Kabupaten Kutai Timur
East Kutai Regency
                                                                          East Kalimantan Province

                                                           Samarinda
      PT Sawit Prima Nusantara



                       PT Telen
                                                           Balikpapan


      PT Gemilang Sejahtera Abadi


                       PT Telen
                       Prima Sawit


      PT Cipta Davia Mandiri




Kabupaten Paser
Paser Regency

                       PT Multi
                       Jayantara Abadi




Kabupaten Kutai Kartanegara
Kutai Kartanegara Regency

                       PT Cahaya
                       Anugerah Plantation




 6      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 9
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                               PT Teladan Prima Agro Tbk




                                                                               Konsumsi Air
             Agro-Ecological [POJK B.2]                                        Water Consumption


                                                                                 2025                   1.664
                                                                                                 megaliter / megaliters


                                                                                 2024       1.782    2023         1.814




                     Intensitas Penggunaan Air                                 Produksi Limbah
                     Water Usage Intensity                                     Waste Generated


                       2025                           1,11                       2025          586.906
                                   m3/ton TBS / m3/ton of FFB                                                 ton / tons


                       2024         1,15    2023           1,16                  2024 600.477        2023     608.163




                                                                               Rasio Penggunaan Energi
                     Energi yang Dikonsumsi
                     Energy Consumed
                                                                               Terbarukan
                                                                               Renewable Energy Use Ratio

                       2025          466.856                                     2025                    29,17
                                                            GJ                                                        %


                       2024    448.185      2023 442.256                         2024       25,8     2023         26,4




                     Intensitas Energi TBS Olah                                Total Emisi GRK Cakupan 1 dan 2
                     Processed FFB Energy Intensity                            Total GHG Emissions Scope 1 and 2


                       2025                    0,319                             2025          279.654
                                             GJ/ton / GJ/tons                                   ton CO2eq / tons CO2eq


                       2024      0,324      2023        0,314                    2024     341.149    2023 504.209




                     Intensitas Emisi CPO                                      Entitas Anak Tersertifikasi ISPO
                     CPO Emissions Intensity                                   ISPO-Certified Subsidiaries


                       2025                     0,84                             2025                               9
                      ton CO2eq/ton CPO / ton CO2eq/tons CPO                                 Entitas Anak / Subsidiaries


                       2024        1,05     2023          1,54                   2024           8    2023             8




                     Biaya Kegiatan Lingkungan                                 Areal HCV
                     Environmental Activities Expenditures                     HCV Area


                       2025                      9,06                            2025                    9.719
                                 miliar Rupiah / billion Rupiah                                                      ha


                       2024        5,22     2023         4,76                    2024      4.669     2023        4.559




                                                       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report               7
Page 10
     Pengantar
     Introduction




           Socio-Territorial [PJOK B.1, B.3]

Ketenagakerjaan / Employment

          Total Karyawan                                     Durasi Pelatihan per Karyawan
          Total Employees                                    Training Duration per Employee


             2025                  12.248                      2025                         6,3
                                       orang / person                        jam/orang / hours/person


             2024         11.210   2023       11.359           2024           5,4    2023        5,2




          Jam Kerja Aman
          Safe Working Hours


            2025       1.089.253
                                        jam / hours


             2024                       891.815

             2023                      746.841




                                                                                            Pengembangan
                                                                                            Masyarakat
                                                                                            Community
                                                                                            Development
Pemasok TBS / FFB Suppliers
                                                                                            Penyaluran Dana
                                                                                            Tanggung Jawab Sosial
         Total Pemasok TBS Luar                                                             Corporate Sosial Responsibility
                                                      2025        35
         Total External FFB Suppliers
                                                                                            Fund Disbursement
                                                                                            juta Rupiah / million Rupiah
         unit usaha / business units                  2024              37

                                                                                                  5.450,2
                                                      2023      30
                                                                                                                       4.535,5


         Total Petani Plasma                                                                                 2.497,4
                                                      2025            7.754
         Total Plasma Farmers

         orang / person                               2024        7.454


                                                      2023        7.454

                                                                                                        2025 2024 2023




 8     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 11
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                                       PT Teladan Prima Agro Tbk




                  Economic Viability [POJK B.1]

                  Produksi / Production                                                                                   ribuan ton / thousand tons




                      Tandan Buah Segar (TBS)                         Tandan Buah Segar (TBS)                    Minyak Sawit Mentah
                         Fresh Fruit Bunches (FFB)                         yang Diolah                                  (CPO)
                                                                  Fresh Fruit Bunches (FFB) Processed              Crude Palm Oil (CPO)

                             1.271,03                                       1.463,44
                                         1.219,29                                                  1.409,55
                                                    1.213,07                            1.381,68
                                                                                                                       333,09
                                                                                                                                           327,69
                                                                                                                                 324,86




                                 2025 2024 2023                                 2025 2024 2023                           2025 2024 2023



                             Inti Sawit (PK)                          Inti Sawit Mentah (CPKO)                     Bungkil Sawit (PKE)
                             Palm Kernel (PK)                           Crude Palm Kernel Oil (CPKO)             Palm Kernel Expeller (PKE)




                                 52,20              52,21
                                         50,79

                                                                                11,99                                    15,80

                                                                                         5,26                                     6,86

                                                                                                   -*                                      -*

                                 2025 2024 2023                                 2025 2024 2023                           2025 2024 2023




    Penjualan / Sales                                                                                         Kinerja Keuangan /
                                                                                                              Financial Performance
    ribuan ton / thousand tons                                 2025            2024             2023          jutaan Rupiah / million Rupiah



    Minyak Sawit Mentah (CPO)                               339,47             314,46           343,75
                                                                                                                           Pendapatan
    Crude Palm Oil (CPO)                                                                                                   Revenue
                                                                                                                           2025           5.421.392
    Inti Sawit (PK)
                                                               31,97            40,10              55,17                   2024           4.211.482
    Palm Kernel (PK)
                                                                                                                           2023           4.007.082
    Inti Sawit Mentah (CPKO)
                                                                12,01            4,62                   -*
    Crude Palm Kernel Oil (CPKO)

    Bungkil Sawit (PKE)                                        18,56             4,59                   -*
                                                                                                                           Laba Bersih
    Palm Kernel Expeller (PKE)                                                                                             Net Profit

                                                                                                                           2025           1.106.615
   * TPA baru memproduksi dan menjual produk CPKO dan PKE sejak tahun 2024 seiring dengan mulai                            2024                825.594
     beroperasinya KCP. / TPA just started producing and selling CPKO and PKE product since 2024,
     following the commencement of operations of the KCP.                                                                  2023                451.794




                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                         9
Page 12
      Pengantar
      Introduction




Pencapaian 2025
2025 Highlights


Peristiwa Penting
Event Highlights


  13         Juni / June 2025

 Akuisisi PT Cipta Davia Mandiri
 Acquisition of PT Cipta Davia Mandiri
 Penandatangan Akta Pengambilalihan 99,99% saham PT Cipta
 Davia Mandiri oleh Perseroan dari PT Rea Kaltim Plantations
 sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha jangka
 panjang. Langkah ini bertujuan untuk memperluas cakupan
 wilayah operasional tanpa membuka lahan baru, sekaligus
 meningkatkan efisiensi dan produktivitas melalui optimasi
 aset yang telah ada.
 The Company signed the Deed of Acquisition for 99.99% shares
 of PT Cipta Davia Mandiri from PT Rea Kaltim Plantations
 as part of its long-term business development strategy.
 This step aims to expand the scope of operational areas
 without clearing up new land, while enhancing efficiency and
 productivity through the optimization of existing assets.




  16-18              Desember / December 2025

 Technical Kick-Off Meeting Project KCP dan BPP Kedua
 Technical Kick-Off Meeting for the Second KCP and BPP
 Sebagai tahap awal implementasi proyek strategis
 penguatan hilirisasi dan ekonomi sirkular, Perseroan telah
 menyelenggarakan Technical Kick Off Meeting untuk
 pembangunan BPP dan KCP kedua. Momentum ini menjadi
 forum penting untuk menyelaraskan pemahaman teknis,
 ruang lingkup pekerjaan, serta target kinerja proyek di antara
 seluruh pemangku kepentingan internal dan mitra teknis
 yang terlibat.
 As the initial stage of implementing the strategic project
 to strengthen downstream development and the circular
 economy, the Company held a Technical Kick-Off Meeting
 for the construction of the second BPP and KCP. This
 milestone served as an important forum to align technical
 understanding, define the scope of work, and establish
 project performance targets among all internal stakeholders
 and involved technical partners.




 10     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 13
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                    PT Teladan Prima Agro Tbk




Penghargaan
Awards


                                            The Best Corporate Transparency and Emission Reduction 2025
  01                                        Tanggal Perolehan / Date Received
                                            29 April 2025
                                            Penyelenggara / Organizer
                                            Investortrust
                                            Penerima / Awardee
                                            PT Teladan Prima Agro Tbk
                                            Peringkat / Ranking
                                            Green dan / and Sapphire




                                            The Best Enterprise in Regulatory Compliance 2025
  02                                        Tanggal Perolehan / Date Received
                                            9 Mei / May 2025
                                            Penyelenggara / Organizer
                                            Hukumonline
                                            Penerima / Awardee
                                            PT Teladan Prima Agro Tbk
                                            Peringkat / Ranking
                                            Sapphire




  03                                                       04

   Program Penilaian Peringkat Kinerja
     Perusahaan dalam Pengelolaan
   Lingkungan Hidup (PROPER) Tingkat
       Nasional Tahun 2024 - 2025 /
  National Public Disclosure Program for                         Program Penilaian Peringkat Kinerja
  Environmental Compliance (PROPER)                          Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan
             for 2024 - 2025                                       Hidup (PROPER) Tingkat Provinsi
       Tanggal Perolehan / Date Received                      Tahun 2024 / Provincial Public Disclosure
           28 Oktober / October 2025                           Program for Environmental Compliance
          Penyelenggara / Organizer                                       (PROPER) for 2024
        Menteri Lingkungan Hidup/Badan
    Pengendalian Lingkungan Hidup Republik                              Tanggal Perolehan / Date Received
 Indonesia (BPLH) / Minister of the Environment/                               23 Juni / June 2025
  Environmental Control Agency of the Republic                           Penyelenggara / Organizer
              of Indonesia (BPLH)                                  Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur /
              Penerima / Awardee                                  Provincial Government of East Kalimantan
             TBP, TPS, dan / and TLN                                          Penerima / Awardee
              Peringkat / Ranking                                                    MJA
                   Biru / Blue                                                 Peringkat / Ranking
                                                                                  Hijau / Green




                                                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report         11
Page 14
     Pengantar
     Introduction




     05                                                                  06

          Program Penilaian Peringkat Kinerja
      Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan
            Hidup (PROPER) Tingkat Provinsi
       Tahun 2024 / Provincial Public Disclosure
        Program for Environmental Compliance                              Indonesia’s Most Innovative In-House
                   (PROPER) for 2024                                              Counsel Team 2025
               Tanggal Perolehan / Date Received                                Tanggal Perolehan / Date Received
                      23 Juni / June 2025                                           3 Oktober / October 2025
                  Penyelenggara / Organizer                                        Penyelenggara / Organizer
        Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur / Provincial                              hukumonline.com
                Government of East Kalimantan
                                                                                       Penerima / Awardee
                      Penerima / Awardee                                            PT Teladan Prima Agro Tbk
                       CAP dan / and TBP
                                                                                       Peringkat / Ranking
                      Peringkat / Ranking                                                   Plantation
                           Biru / Blue




                                            Satya JKN Awards 2025
 07                                         Tanggal Perolehan / Date Received
                                            14 Oktober / October 2025
                                            Penyelenggara / Organizer
                                            Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan / Social Security
                                            Administering Body (BPJS) for Health
                                            Penerima / Awardee
                                            CAP
                                            Peringkat / Ranking
                                            _




                                            Zero Accident
08                                          Tanggal Perolehan / Date Received
                                            11 November / November 2025
                                            Penyelenggara / Organizer
                                            Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur / Provincial Government of
                                            East Kalimantan
                                            Penerima / Awardee
                                            TBP, TLN, TPS, CAP, dan / and MJA
                                            Peringkat / Ranking
                                            _




                                            Best Under A Billion
09                                          Tanggal Perolehan / Date Received
                                            25 November / November 2025
                                            Penyelenggara / Organizer
                                            Forbes Asia
                                            Penerima / Awardee
                                            PT Teladan Prima Agro Tbk
                                            Peringkat / Ranking
                                            _




12     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 15
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                              PT Teladan Prima Agro Tbk




Sertifikasi
Certifications




                    1                                 2                                    3




                    4                                 5                                    6




                    7                                 8                                    9


   Nama Sertifikasi       Lembaga Sertifikasi        Masa Berlaku                         Penerima
  Certification Name       Certification Body        Validity Period                      Awardee

                                                 Sampai Tahun / Until 2026   1 PT Multi Jayantara Abadi

                                                 Sampai Tahun / Until 2027   2 PT Tanjung Buyu Perkasa Plantation

                                                 Sampai Tahun / Until 2027   3 PT Telen

                             TUV Rheinland       Sampai Tahun / Until 2027   4 PT Cahaya Anugerah Plantation
 Indonesian Sustainable        Indonesia
                                                 Sampai Tahun / Until 2027   5 PT Sawit Prima Nusantara
     Palm Oil (ISPO)
                                                 Sampai Tahun / Until 2027   6 PT Inti Energi Kaltim

                                                 Sampai Tahun / Until 2027   7 PT Gemilang Sejahtera Abadi

                                                 Sampai Tahun / Until 2029   8 PT Telen Prima Sawit

                          PT Mutuagung Lestari   Sampai Tahun / Until 2029   9 PT Cipta Davia Mandiri




                                                     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report          13
Page 16
      Pengantar
      Introduction




Tentang Laporan Keberlanjutan
About the Sustainability Report

Laporan Keberlanjutan 2025 TPA disusun sebagai             The 2025 Sustainability Report of TPA is prepared
bagian dari komitmen Perseroan untuk menyajikan            as part of the Company’s commitment to
kinerja keberlanjutan secara transparan kepada             transparently present its sustainability performance
seluruh    pemangku      kepentingan.    Laporan           to all stakeholders. The Sustainability Report outlines
Keberlanjutan memuat komitmen, inisiatif, serta            TPA’s commitments, initiatives, and performance
pencapaian kinerja TPA yang terstruktur dalam              achievements,     which     are   structured     under
4 pilar keberlanjutan, yaitu Good Governance,              4 sustainability pillars, namely Good Governance,
Agro-Ecological, Socio-Territorial, dan Economic           Agro-Ecological, Socio-Territorial, and Economic
Viability.                                                 Viability.

Untuk menjamin kelengkapan dan keterbandingan              To ensure the completeness and comparability of
informasi, Laporan Keberlanjutan ini disusun dengan        information, this Sustainability Report is prepared
mengacu pada GRI Standards 2021 dengan opsi                with reference to the GRI Standards 2021 under
“in Accordance” yang diterbitkan oleh Global               the “in Accordance” option, issued by the Global
Reporting Initiative (GRI), termasuk GRI Sektor 13:        Reporting Initiative (GRI), including GRI Sector
Pertanian, Akuakultur, dan Perikanan Tangkap. Selain       13: Agriculture, Aquaculture, and Fishing. In addition,
itu, TPA juga mematuhi ketentuan SEOJK No. 16/2021         TPA also complies with the provisions of SEOJK
serta POJK No. 51/2017. Sebagai bentuk keterpautan         No. 16/2021 and POJK No. 51/2017. To align with these
dengan regulasi, Laporan Keberlanjutan ini telah           regulations, the report includes the corresponding
mencantumkan nomor pengungkapan GRI dan kode               GRI disclosure numbers and Appendix II codes
Lampiran II POJK No. 51/2017 pada bagian relevan,          of POJK No. 51/2017 in the relevant sections, with
dengan ringkasan kesesuaian ditampilkan pada               a summary of alignment presented at the end of
bagian akhir dokumen.                                      the document.

Seluruh data keuangan dalam Laporan Keberlanjutan          All financial data in this Sustainability Report are
disajikan dalam mata uang Rupiah dengan format             presented in Rupiah, using numerical formats
angka sesuai standar Indonesia, dan telah diaudit          consistent with Indonesian standards, and have
oleh Kantor Akuntan Publik sebagai bagian dari             been audited by a Public Accounting Firm as part of
Laporan Tahunan Perseroan. Untuk memastikan                the Company’s Annual Report. To ensure accessibility
aksesibilitas bagi seluruh pemangku kepentingan,           for all stakeholders, the Sustainability Report is
Laporan Keberlanjutan diterbitkan dalam 2 bahasa,          published in 2 languages, namely Indonesian and
yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Selain          English. In addition, quantitative data are presented
itu, data kuantitatif disajikan dengan pembanding          with a 3-year comparison, enabling readers to
selama      3   tahun      berturut-turut, sehingga        analyze TPA’s sustainability performance trends over
memudahkan pembaca dalam menganalisis tren                 time.
kinerja keberlanjutan TPA dari waktu ke waktu.




 14     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 17
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                  PT Teladan Prima Agro Tbk




Prinsip Pelaporan
Reporting Principles



Kami melakukan penyusunan Laporan Keberlanjutan            We prepared TPA’s Sustainability Report with
TPA dengan merujuk pada 8 prinsip pelaporan                reference to the 8 reporting principles in accordance
sesuai dengan GRI 1: Landasan 2021, yaitu Akurasi,         with GRI 1: Foundation 2021, namely Accuracy,
Keseimbangan,      Kejelasan,      Keterbandingan,         Balance, Clarity, Comparability, Completeness,
Kelengkapan, Konteks Keberlanjutan, Ketepatan              Sustainability Context, Timeliness, and Verifiability.
Waktu, dan Keterverifikasian. Informasi mengenai           Information regarding the application of these
penerapan prinsip-prinsip tersebut kami sampaikan          principles is presented as follows:
sebagai berikut:


       Prinsip Laporan                                     Implementasi pada Perseroan
      Reporting Principle                                 Implementation in the Company

                                    TPA menyampaikan informasi yang benar dan cukup terperinci agar penilaian
           Akurasi                  atas dampak dan kontribusi dapat dilakukan secara komprehensif.
           Accuracy                 TPA provides accurate and sufficiently detailed information             to   enable
                                    a comprehensive assessment of its impacts and contributions.


                                    TPA melaporkan secara netral dan menyajikan gambaran yang seimbang atas
           Keseimbangan             dampak serta kontribusi, tanpa menekankan sisi positif secara berlebihan.
           Balance                  TPA reports in a neutral manner and presents a balanced view of its impacts and
                                    contributions without overstating positive aspects.


                                    TPA menyajikan informasi dengan cara yang mudah diakses dan dipahami oleh
           Kejelasan                pemangku kepentingan.
           Clarity                  TPA presents information in a way that is easily accessible and understandable
                                    to stakeholders.


                                    TPA memilih, menyusun, dan melaporkan informasi secara konsisten agar analisis
                                    perubahan dampak dari waktu ke waktu dan perbandingan dengan organisasi
           Keterbandingan           lain dapat dilakukan.
           Comparability
                                    TPA selects, compiles, and reports information consistently to allow analysis of
                                    changes in impacts over time and comparison with other organizations.


                                    TPA menyediakan informasi yang memadai sehingga penilaian atas dampak
           Kelengkapan              dan kontribusi dapat dilakukan untuk periode pelaporan yang relevan.
           Completeness             TPA provides adequate information to enable the assessment of impacts and
                                    contributions for the relevant reporting period.


                                    TPA melaporkan kinerja dalam konteks pembangunan berkelanjutan yang lebih
           Konteks Keberlanjutan    luas, sehingga kontribusi dan dampak dapat dipahami secara proporsional.
           Sustainability Context   TPA reports its performance within the broader context of sustainable development,
                                    so that its contributions and impacts can be understood proportionally.


                                    TPA menyajikan informasi secara rutin dan tepat waktu agar dapat digunakan
           Ketepatan Waktu          dalam pengambilan keputusan oleh pemangku kepentingan.
           Timeliness               TPA presents information regularly and in a timely manner so it can be used by
                                    stakeholders in decision-making.


                                    TPA mengumpulkan, mencatat, menyusun, dan menganalisis                    informasi
           Keterverifikasian        sedemikian rupa sehingga dapat diteliti untuk menilai kualitasnya.
           Verifiability            TPA collects, records, compiles, and analyzes information in a way that allows it to
                                    be examined to assess its quality.




                                                      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report               15
Page 18
      Pengantar
      Introduction




Siklus, Periode, dan Cakupan Laporan                                                        [GRI 2-2] [GRI 2-3]

Report Cycle, Period, and Scope



Laporan Keberlanjutan 2025 TPA disusun sebagai                 The 2025 Sustainability Report of TPA is prepared
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan                     as an integral part of TPA’s Annual Report, which is
Tahunan TPA yang diterbitkan secara tahunan. Edisi             published annually. The edition released in March
yang terbit pada Maret 2026 ini merupakan Laporan              2026 marks the fifth Sustainability Report published
Keberlanjutan kelima yang dipublikasikan oleh TPA.             by TPA. The reporting period covers performance
Periode pelaporannya mencakup kinerja mulai dari               from 1 January to 31 December 2025, with additional
1 Januari hingga 31 Desember 2025, dengan                      explanations provided where data presented differ
penjelasan tambahan apabila terdapat data yang                 from this period. This Sustainability Report presents
disajikan berbeda dari periode tersebut. Laporan               TPA’s sustainability performance achievements
Keberlanjutan ini menampilkan capaian kinerja                  throughout 2025, as well as includes two years
keberlanjutan TPA sepanjang tahun 2025, serta                  of comparative data on initiatives, policies, and
memuat keterbadingan data 2 tahun sebelumnya                   implementation results related to TPA’s sustainability
mengenai inisiatif, kebijakan, dan hasil implementasi          pillars. All data presented cover the Company and
keberlanjutan pada pilar-pilar keberlanjutan TPA.              its Subsidiaries as included in the Consolidated
Seluruh data yang disajikan mencakup data Perseroan            Financial Statements, as outlined in the following
dan Entitas Anak sebagaimana tercakup dalam                    table:
Laporan Keuangan Konsolidasian dan sebagaimana
diuraikan dalam tabel berikut:


                Entitas Anak
                 Subsidiary                          Lokasi Usaha                           Kegiatan Usaha
 Akronim                    Nama                 Location of Operations                    Business Activities
 Acronym                    Name
                                                                                    Perkebunan Kelapa Sawit dan
                 PT Tanjung Buyu          Kabupaten Berau, Kalimantan Timur
      TBP                                                                           Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit
                 Perkasa Plantation       Berau Regency, East Kalimantan
                                                                                    Palm Oil Plantation and Palm Oil Mill

                                          Kabupaten Berau, Kalimantan Timur         Perkebunan Kelapa Sawit
      INK        PT Inti Energi Kaltim
                                          Berau Regency, East Kalimantan            Palm Oil Plantation

                                                                                    Perkebunan Kelapa Sawit dan
                                          Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur
      TLN        PT Telen                                                           Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit
                                          East Kutai Regency, East Kalimantan
                                                                                    Palm Oil Plantation and Palm Oil Mill

                 PT Sawit Prima           Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur   Perkebunan Kelapa Sawit
      SPN
                 Nusantara                East Kutai Regency, East Kalimantan       Palm Oil Plantation

                                                                                    Perkebunan Kelapa Sawit dan
                                          Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur
      TPS        PT Telen Prima Sawit                                               Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit
                                          East Kutai Regency, East Kalimantan
                                                                                    Palm Oil Plantation and Palm Oil Mill

                 PT Gemilang              Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur   Perkebunan Kelapa Sawit
      GSA
                 Sejahtera Abadi          East Kutai Regency, East Kalimantan       Palm Oil Plantation

                                                                                    Perkebunan Kelapa Sawit dan
                 PT Multi Jayantara       Kabupaten Paser, Kalimantan Timur
      MJA                                                                           Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit
                 Abadi                    Paser Regency, East Kalimantan
                                                                                    Palm Oil Plantation and Palm Oil Mill

                                          Kabupaten Kutai Kartanegara,
                                                                                    Perkebunan Kelapa Sawit dan
                 PT Cahaya Anugerah       Kalimantan Timur
      CAP                                                                           Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit
                 Plantation               Kutai Kartanegara Regency, East
                                                                                    Palm Oil Plantation and Palm Oil Mill
                                          Kalimantan

                                          Kabupaten Kutai Timur dan
                                          Kabupaten Berau, Kalimantan Timur         Energi Terbarukan
      DL         PT Daya Lestari
                                          East Kutai Regency and Berau Regency,     Renewable Energy
                                          East Kalimantan

                                          Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur   Perkebunan Kelapa Sawit
      CDM        PT Cipta Davia Mandiri
                                          East Kutai Regency, East Kalimantan       Palm Oil Plantation




 16         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 19
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                            PT Teladan Prima Agro Tbk




Pernyataan Ulang Informasi                                   [GRI 2-4]

Restatement of Information



Dalam Laporan Keberlanjutan 2025 ini, TPA                In this 2025 Sustainability Report, TPA ensures that
memastikan seluruh data disajikan sesuai dengan          all data are presented in accordance with the most
kondisi terbaru. Apabila terdapat perubahan              recent conditions. Should there be any changes in
metodologi atau penyesuaian perhitungan dari             methodology or adjustments to calculations from
laporan sebelumnya, informasi tersebut akan              the previous report, such information will be marked
diberi penanda “disajikan kembali” pada indikator        as “restated” on the relevant indicators. This marking
terkait. Mekanisme penandaan ini dimaksudkan             mechanism is intended to maintain transparency
untuk menjaga transparansi dan memudahkan                and help stakeholders understand any differences or
pemangku kepentingan memahami perbedaan                  updates in data presentation.
atau pembaruan dalam penyajian data.




Perubahan yang Bersifat Signifikan                                            [POJK C.6] [GRI 2-6]

Significant Changes



Pada tahun 2025, Perseroan melakukan akuisisi            In 2025, the Company completed a CDM acquisition
CDM sebagai langkah strategis untuk meningkatkan         as a strategic step to boost production and one of
produksi dan salah satu rencana pengembangan             the long-term business development plan. It was
usaha jangka panjang. Aksi korporasi ini merupakan       a significant change in the Company’s structure and
perubahan signifikan dalam struktur dan skala            business scale.
usaha Perseroan.




                                                     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report      17
Page 20
      Pengantar
      Introduction




Verifikasi oleh Pihak Independen                                            [POJK G.1] [GRI 2-5]

Verification by an Independent Party



Laporan Keberlanjutan 2025 TPA belum dilakukan               The 2025 Sustainability Report of TPA has not been
verifikasi oleh pihak independen. Meskipun demikian,         verified by an independent party. Nevertheless,
seluruh data yang ditampilkan telah melalui proses           all data presented have undergone a rigorous
validasi internal secara ketat untuk memastikan              internal validation process to ensure the accuracy,
akurasi, konsistensi, dan kelengkapan informasi.             consistency, and completeness of the information.




Akses Informasi atas Laporan Keberlanjutan                                                             [GRI 2-3]

Access to Information on the Sustainability Report


Laporan Keberlanjutan 2025 TPA ditujukan kepada              The 2025 Sustainability Report of TPA is intended
seluruh pemangku kepentingan sebagai dasar                   for all stakeholders as a basis for assessing
untuk menilai kinerja keberlanjutan. Selain tersedia         sustainability   performance.     In     addition    to
dalam bentuk cetak, Laporan Keberlanjutan ini juga           the printed version, this Sustainability Report is also
dapat diakses melalui situs web resmi Perseroan di           accessible through the Company’s official website
www.teladanprima.com atau melalui kontak resmi               at www.teladanprima.com or via TPA’s official
TPA sebagai berikut:                                         contact as follows:




                                    PT Teladan Prima Agro Tbk
                                    Beltway Office Park Tower B Lt. 7              : (021) 2960 0300
                                    Jl. TB Simatupang No. 41                       : (021) 2960 0333
                                    Jakarta Selatan
                                                                                   : corsec@teladanprima.com
                                    DKI Jakarta 12550
                                                                                   : www.teladanprima.com




 18     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 21
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                 PT Teladan Prima Agro Tbk




                                            Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report   19
Page 22
          Komitmen Keberlanjutan TPA
          TPA Sustainability Commitment




Pesan Direktur Utama                                                          [POJK D.1] [GRI 2-22]

Message from the President Director




Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat,
Distinguished Shareholders and Stakeholders,


Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan           We extend our praise and gratitude to Almighty God
Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya,                for His grace and blessings, which have enabled
sehingga TPA dapat melalui tahun 2025 dengan              TPA to navigate 2025 while maintaining business
tetap menjaga kesinambungan usaha di tengah               continuity amid increasingly complex industry
dinamika dan tantangan industri yang semakin              dynamics and challenges. Throughout the reporting
kompleks. Sepanjang periode pelaporan, TPA terus          period, TPA continued to conduct its operations
menjalankan kegiatan usaha secara bertanggung             responsibly by placing sustainability as an integral
jawab dengan menempatkan keberlanjutan sebagai            part of its strategy and decision-making processes,
bagian integral dari strategi dan pengambilan             in line with its efforts to create long-term value for all
keputusan, seiring dengan upaya TPA menciptakan           stakeholders.
nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku
kepentingan.

Tahun 2025 menjadi fase penting dalam                     The year 2025 marked an important phase in
perjalanan keberlanjutan TPA ketika tantangan             TPA’s sustainability journey, as external challenges
eksternal, mulai dari dampak perubahan iklim              intensified, ranging from the impacts of climate
dan meningkatnya tuntutan pasar terhadap                  change to increasing market demands for
praktik usaha yang transparan dan berkelanjutan.          transparent and sustainable business practices.
Dalam konteks tersebut, Direksi menegaskan arah           In this context, the Board of Directors reaffirmed
pengelolaan perkebunan yang tidak berhenti                a plantation management direction that goes
pada upaya mengurangi dampak negatif, tetapi              beyond merely reducing negative impacts,
secara    aktif   mendorong     optimasi    dampak        actively promoting the optimization of positive
positif bagi setiap pemangku kepentingan. TPA             contributions for every stakeholder. TPA has adopted
mengarahkan        pendekatan   regeneratif   untuk       a regenerative approach to strengthen plantation
memperkuat pengelolaan perkebunan, menjaga                management, preserve biodiversity, and expand
keanekaragaman        hayati,  serta   memperluas         socio-economic benefits for communities through
manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat melalui            the implementation of an integrated strategy
penerapan strategi yang terintegrasi antara               that combines disciplined impact mitigation with
pengendalian dampak negatif secara disiplin dan           the    continuous      enhancement      of    positive
penguatan kontribusi positif secara berkelanjutan di      contributions across the entire value chain.
seluruh rantai nilai.

Komitmen tersebut juga tercermin dari langkah             This commitment was also reflected in TPA’s
strategis TPA sepanjang 2025, termasuk akuisisi           strategic initiatives throughout 2025, including
CDM sebagai salah satu peristiwa penting yang             the acquisition of Cipta Davia Mandiri (CDM) as
memperluas wilayah operasional dan mendukung              a significant milestone to expand the operational
peningkatan kapasitas produksi tanpa membuka              area and support increased production capacity
lahan baru. Langkah ini menegaskan fokus TPA              without opening new land area. This measure
dalam menyeimbangkan agenda pertumbuhan                   affirmed TPA’s focus in balancing its growth agenda
dengan prinsip tanggung jawab lingkungan,                 with environmental responsibility, compliance with
kepatuhan terhadap standar keberlanjutan, serta           sustainability standards, as well as strengthening its
penguatan ketahanan usaha jangka panjang.                 long-term business resilience.




 20    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 23
“
TPA mengakselerasi transformasi
regeneratif di tengah perkembangan
dunia bisnis yang kian mendorong
transparansi, dekarbonisasi, dan
praktik usaha berkelanjutan. TPA
berupaya terus mengoptimalkan
aset strategis, mulai dari BPP
hingga KCP, untuk meningkatkan
produktivitas, memperluas
nilai tambah, dan memperkuat
ketahanan operasional. Strategi
terintegrasi ini menempatkan TPA
pada jalur pertumbuhan yang lebih
tangguh dan rendah emisi.

TPA accelerated its regenerative
transformation amid evolving
business dynamics that
increasingly emphasize
transparency, decarbonization,
and sustainable business
practices. TPA continues to
optimize its strategic assets,
ranging from BPP to KCP, to
enhance productivity, expand
value added, and strengthen
operational resilience. This
integrated strategy positions
TPA on a more resilient and
lower-emission growth path.


                              ”
Wishnu Wardhana
Direktur Utama
President Director




                                     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report   21
Page 24
          Komitmen Keberlanjutan TPA
          TPA Sustainability Commitment




Melalui     Laporan    Keberlanjutan  ini,  Direksi       In this Sustainability Report, the Board of Directors
menyampaikan refleksi atas langkah-langkah                presents a reflection on the strategic initiatives,
strategis, capaian, serta tantangan yang dihadapi         achievements, and challenges faced by TPA in
TPA dalam mengimplementasikan KSL dan dukungan            implementing its Sustainable Palm Oil Policy (KSL)
terhadap agenda pencapaian tujuan pembangunan             and support to the achievement of Sustainable
berkelanjutan. Laporan ini diharapkan memberikan          Development Goals. This report is expected to provide
gambaran yang utuh mengenai komitmen, kinerja,            a comprehensive overview of TPA’s commitments,
dan arah keberlanjutan TPA, sekaligus menjadi             performance, and sustainability direction, as
sarana komunikasi yang transparan, kredibel, dan          well as a transparent, credible, and constructive
konstruktif bagi seluruh pemangku kepentingan.            communication medium for all stakeholders.



Menavigasi Perusahaan dalam                               Navigating the Company in Facing
Menghadapi Tantangan dan Isu-Isu                          Sustainability Challenges and Issues
Keberlanjutan di Tengah Dinamika 2025                     Amidst the 2025 Dynamics

Sepanjang tahun 2025, TPA menghadapi dinamika             Throughout 2025, TPA encountered complex and
isu keberlanjutan yang kompleks dan saling terkait,       interrelated sustainability issues encompassing
mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan            economic, social, and environmental aspects
yang memerlukan respons terintegrasi. Isu-isu             that required an integrated response. These
tersebut tidak hanya memengaruhi kinerja jangka           issues not only affected short-term performance
pendek, tetapi juga menentukan ketahanan dan              but also shaped the Company’s resilience and
daya saing Perseroan dalam jangka menengah dan            competitiveness in the medium and long term, amid
panjang, seiring meningkatnya ekspektasi pasar,           increasing expectations from the market, regulators,
regulator, dan pemangku kepentingan terhadap              and stakeholders for sustainable and responsible
praktik usaha yang berkelanjutan dan bertanggung          business practices.
jawab.

Dari sisi ekonomi, rata-rata harga CPO sepanjang          From an economic perspective, the average CPO
2025 masih mendukung kinerja Perseroan, meskipun          price throughout 2025 continued to support the
terjadi penurunan pada kuartal II dan IV. Dinamika        Company’s performance, despite declines in the
ini menghadirkan tantangan dalam menjaga                  second and fourth quarters. These dynamics posed
stabilitas kinerja, sekaligus membuka peluang untuk       challenges in maintaining performance stability,
memperkuat efisiensi biaya dan meningkatkan               while also creating opportunities to strengthen cost
produktivitas sebagai fondasi daya saing jangka           efficiency and enhance productivity as a foundation
panjang. Dari sisi operasional, TPA menghadapi            for long-term competitiveness. Operationally, TPA
tantangan pencapaian target produksi kebun dan            faced challenges in achieving estate and mill
pabrik akibat keterbatasan serta meningkatnya             production targets due to limited availability and
persaingan pasokan TBS dari pihak ketiga                  increasing competition for third-party Fresh Fruit
(OCP). Bertambahnya perusahaan kelapa sawit               Bunch (FFB) supply (OCP). The growing number
yang memiliki Pabrik Kelapa Sawit sendiri turut           of palm oil companies operating their own Palm
memperketat persaingan dalam memperoleh                   Oil Mills further intensified competition for raw
bahan baku. Kondisi ini mendorong TPA menjaga             materials. In response, TPA sought to maintain
kesinambungan pasokan melalui optimasi produksi           supply continuity by optimizing nucleus estate
kebun inti, penguatan kemitraan dengan petani             production, strengthening partnerships with plasma
plasma, serta pengelolaan rantai pasok yang lebih         smallholders, and implementing a more integrated
terintegrasi guna mempertahankan stabilitas               supply chain management approach to sustain
operasional di tengah tekanan pasar.                      operational stability amid market pressures.




 22    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 25
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                               PT Teladan Prima Agro Tbk




Dari sisi lingkungan, isu keberlanjutan pada 2025            From an environmental perspective, sustainability
dipengaruhi oleh tuntutan global terhadap praktik            issues in 2025 were influenced by global demands for
usaha bebas deforestasi dan dapat ditelusuri                 deforestation-free and traceable business practices.
(traceable). Implementasi prinsip NDPE serta                 The implementation of No Deforestation, No Peat,
ketentuan EUDR menempatkan traceability rantai               No Exploitation (NDPE) principles and European Union
pasok sebagai kebutuhan yang tidak terpisahkan               Deforestation Regulation (EUDR) has positioned
dari akses pasar. Selain itu, agenda transisi                supply chain traceability as integrated market access
menuju net zero emission semakin memperkuat                  requirement. In addition, the transition agenda
urgensi pengelolaan emisi GRK, efisiensi energi,             toward net zero emissions has further reinforced
dan pemanfaatan energi hijau. Dalam konteks                  the urgency of managing GHG emissions, improving
operasional, TPA mengantisipasi risiko kebakaran             energy efficiency, and utilizing green energy.
lahan melalui pengendalian hotspot serta penguatan           In operational context, TPA mitigated land fire risks
sistem pencegahan dan penanganan kebakaran                   through hotspot monitoring, as well as strengthening
sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan              the fire prevention and handling systems as part
lanskap. Perlindungan keanekaragaman hayati                  of the efforts to maintain landscape sustainability.
serta pengelolaan areal HCV juga menjadi perhatian           The protection of biodiversity and the management
berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan                     of HCV areas also remained ongoing priorities in
ekosistem di sekitar wilayah operasional.                    preserving ecosystem balance around its operational
                                                             areas.

Dari sisi sosial, isu keberlanjutan pada 2025                From a social perspective, sustainability issues
dipengaruhi tantangan ketersediaan tenaga kerja,             in 2025 were shaped by challenges in workforce
terutama di wilayah operasional yang berada pada             availability, particularly in operational areas located
lokasi remote area dan menghadapi mobilitas                  in remote regions with high labor mobility. The
tenaga kerja yang tinggi. Ketersediaan SDM yang              availability of competent human resources remains
kompeten menjadi faktor krusial dalam menjaga                a crucial factor in maintaining operational continuity
kontinuitas operasi dan produktivitas. TPA juga              and productivity. TPA also recognizes the increasingly
mencermati semakin pentingnya peran perusahaan               important role of companies in creating more
dalam menciptakan dampak ekonomi yang lebih                  inclusive economic impacts for local communities.
inklusif bagi masyarakat lokal. Isu ini mendorong TPA        This issue has encouraged TPA to strengthen
untuk memperkuat pelibatan masyarakat sekitar                community involvement within its supply chain and
ke dalam rantai pasok dan rantai nilai, sehingga             value chain, ensuring that its operations generate
keberadaan operasional TPA mampu menciptakan                 direct employment opportunities and sustainably
lapangan kerja langsung serta memperluas                     expand economic benefits. Meanwhile, occupational
manfaat ekonomi secara berkelanjutan. Di sisi lain,          health and safety continues to be a top priority, given
isu keselamatan dan kesehatan kerja tetap menjadi            the inherent risks associated with plantation and
perhatian utama, mengingat karakteristik aktivitas           processing activities, which require the consistent
perkebunan dan pengolahan yang memiliki tingkat              implementation of rigorous safety standards.
risiko inheren dan menuntut penerapan standar
keselamatan yang konsisten.

Selain isu utama tersebut, TPA juga mencermati               Other than these key issues, TPA also monitored
meningkatnya ekspektasi pemangku kepentingan                 the increasing stakeholders’ expectations on
terhadap     transparansi   kinerja    keberlanjutan,        transparency     of   sustainability    performance,
kualitas data lingkungan dan sosial, serta konsistensi       quality of environmental and social data, as well
implementasi      kebijakan   di   seluruh    entitas        as the consistency of policy implementation
operasional. Kondisi ini mendorong penguatan tata            across all operational entities. This condition drives
kelola dan sistem pelaporan agar setiap inisiatif            the strengthening of governance and reporting
keberlanjutan dapat dipantau, dievaluasi, dan                systems to ensure every sustainability initiative can
dikomunikasikan secara kredibel.                             be monitored, evaluated, and communicated in
                                                             a credible manner.




                                                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report      23
Page 26
          Komitmen Keberlanjutan TPA
          TPA Sustainability Commitment




Meneguhkan Kebijakan Sawit                                Reaffirming Sustainable Palm Oil Policy
Lestari sebagai Fondasi Strategis                         as the Strategic Foundation of TPA’s
Keberlanjutan TPA                                         Sustainability

Komitmen, Nilai, dan Strategi                             TPA’s Sustainability Commitment, Values,
Keberlanjutan TPA                                         and Strategy
Dalam       merespons   dinamika      keberlanjutan       In responding to sustainability dynamics throughout
sepanjang 2025, TPA menegaskan KSL sebagai                2025, TPA reaffirmed its Sustainability Commitment
kerangka strategis utama yang mengarahkan                 (KSL) as the primary strategic framework guiding the
komitmen, nilai, dan strategi Perseroan. KSL              Company’s commitments, values, and strategies. The
memastikan      ketahanan   usaha,     pengelolaan        KSL ensures that business resilience, environmental
lingkungan, serta penciptaan nilai sosial dan             management, and the creation of social and
ekonomi dijalankan secara terintegrasi dan terukur.       economic value are carried out in an integrated and
Implementasinya diwujudkan melalui 4 pilar utama,         measurable manner. Its implementation is realized
yaitu Good Governance, Agro-Ecological, Socio-            through four main pillars, namely Good Governance,
Territorial, dan Economic Viability, yang menjadi         Agro-Ecological, Socio-Territorial, and Economic
dasar analisis dan pengambilan keputusan atas isu         Viability, serving as the foundation of analysis and
keberlanjutan.                                            decision-making on sustainability issues.

Kepemimpinan sebagai Penjamin                             Leadership to Safeguard the Consistent KSL
Konsistensi Implementasi KSL                              Implementation
Dewan     Komisaris    dan    Direksi memastikan          The Board of Commissioners and Board of Directors
implementasi KSL dikelola melalui manajemen risiko        ensure that the implementation of the Sustainability
terintegrasi berorientasi jangka panjang. Prinsip         Commitment        (KSL)     is   managed       through
keberlanjutan tertanam dalam strategi, kebijakan,         an integrated, long-term-oriented risk management
serta pengendalian internal, dengan pemantauan            framework. Sustainability principles are embedded
berkala atas kinerja dan risiko utama. Pendekatan         in the strategies, policies, and internal controls, with
ini menjaga pengelolaan risiko yang prudent serta         regular monitoring of key performance and risks.
kesinambungan usaha yang selaras dengan tujuan            This approach safeguards prudent risk management
jangka panjang Perseroan.                                 and business continuity in alignment with the
                                                          Company’s long-term objectives.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengawasan           This commitment is realized through oversight
efisiensi biaya dan energi, diversifikasi produk,         of    cost    and      energy     efficiency,  product
penguatan SDM dan keselamatan kerja, serta                diversification, strengthening of human resources
pengelolaan lingkungan dan iklim yang konsisten.          and occupational safety, as well as consistent
Kepemimpinan adaptif berbasis risiko memastikan           environmental        and     climate      management.
empat pilar KSL berfungsi sebagai pedoman                 The risk-based adaptive leadership ensures
operasional untuk menjaga ketahanan usaha dan             the four KSL pillars function as operational guidelines
mendorong regenerasi secara bertanggung jawab.            to maintain business resilience and encourage
                                                          a responsible regeneration.



Pencapaian Kinerja Keberlanjutan TPA                      TPA’s Sustainability Performance
Dibandingkan dengan Target                                Achievement Compared to Targets

Sepanjang 2025, TPA mengevaluasi kinerja                  Throughout 2025, TPA evaluated its sustainability
keberlanjutan berdasarkan pencapaian target               performance based on the achievement of
operasional serta konsistensi penerapan nilai             operational targets, and consistency of KSL
KSL dalam proses bisnis. Implementasi 4 pilar             values implementation in the business processes.
KSL menjadi landasan penilaian dalam menjaga              The implementation of 4 KSL pillars is the assessment
ketahanan usaha sekaligus mendorong agenda                foundation in maintaining business resilience
regenerasi di tengah dinamika industri.                   while pushing the regeneration agenda amidst
                                                          the industry dynamics.




 24    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 27
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                              PT Teladan Prima Agro Tbk




Melalui pilar Good Governance, kami menjalankan            Through the Good Governance pillar, we conduct
operasional secara transparan, akuntabel, dan              our operations in a transparent, accountable, and
berlandaskan etika bisnis, didukung kepatuhan serta        ethical manner, supported by consistent compliance
pengendalian internal yang konsisten. Sepanjang            and internal controls. During the reporting year,
tahun pelaporan, Entitas Anak TBP, TPS, dan TLN            Subsidiaries TBP, TPS, and TLN achieved a National
meraih PROPER Nasional peringkat Biru, sementara           PROPER Blue rating, while MJA obtained a Regional
MJA memperoleh PROPER Daerah Hijau serta CAP               PROPER Green rating and CAP and TBP received Blue
dan TBP peringkat Biru. Seluruh Entitas Anak juga          ratings. All Subsidiaries have also been certified under
telah tersertifikasi ISPO. Capaian ini memperkuat          ISPO. These achievements reinforce governance
kredibilitas tata kelola sekaligus memastikan              credibility and ensure compliance with applicable
kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.                  regulations.

Pada     pilar   Agro-Ecological,   kinerja  2025          In the Agro-Ecological pillar, 2025 performance
mencerminkan penerapan prinsip KSL melalui                 reflects the implementation of KSL principles through
larangan pembukaan lahan di areal HCV, HCS,                prohibitions on land clearing in HCV, HCS, and
dan gambut, serta praktik perkebunan ramah                 peatland areas, as well as environmentally friendly
lingkungan. TPA secara konsisten mengelola dan             plantation practices. TPA is consistently managing
memantau kawasan HCV serta keanekaragaman                  and monitoring its HCV areas and biodiversity to
hayati guna memastikan perlindungan ekosistem              ensure ecosystem protection across operational
di seluruh wilayah operasional. Hingga akhir 2025,         areas. As of the end of 2025, the HCV areas was
luas areal HCV tercatat 9.718,82 ha. Pemantauan            recorded at 9,718.82 hectares. Periodic monitoring
berkala mengidentifikasi spesies kunci dan                 identifies key species and ecological indicators,
indikator ekologis, termasuk burung rangkong               including hornbills that support forest regeneration
yang mendukung regenerasi hutan serta raptor               and raptors that maintain the food chain balance.
yang berperan menjaga keseimbangan rantai                  This approach reaffirms TPA’s commitment to
makanan. Pendekatan ini menegaskan komitmen                sustainably preserving landscape functions.
TPA dalam mempertahankan fungsi lanskap secara
berkelanjutan.

Sejalan    dengan      komitmen    tersebut,    TPA        In line with this commitment, TPA optimized the
mengoptimalkan pencapaian target keberlanjutan             achievement of its sustainability targets through
melalui peningkatan efisiensi sumber daya serta            enhanced resource efficiency and environmental
mitigasi dampak lingkungan. Pemanfaatan energi             impact mitigation. The utilization of renewable
terbarukan melalui BPP yang berfungsi sebagai              energy through the Biogas Power Plant (BPP), which
methane capture menjadi bagian dari strategi               functions as a methane capture facility, forms
penurunan emisi GRK. TPA juga mengoptimalkan               part of the Company’s GHG emissions reduction
pemanfaatan by-product berupa TKKS dan POME                strategy. TPA also optimizes the utilization of
untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan unsur             by-products such as EFB and POME to maintain the
hara tanah. Sepanjang 2025, penggunaan energi              health and nutrient balance of the soil. Throughout
terbarukan mencapai 136.181,33 GJ atau 29,17% dari         2025, the renewable energy use reached 136,181.33
total konsumsi energi, dengan pendekatan waste to          GJ, or 29.17% of total energy consumption, using
energy pada BPP yang mendukung efisiensi energi            waste-to-energy approach at the BPP that supports
dan pengurangan emisi. Intensitas emisi GRK tercatat       energy efficiency and emissions reduction. GHG
menurun sebesar 20,19% dibandingkan tahun                  emission intensity was recorded to decreased by
sebelumnya. Selain itu, penggunaan agen hayati             20.19% compared to the previous year. In addition,
seperti Sycanus sp. diperkuat untuk mendukung              the use of biological agents such as Sycanus sp. was
pengendalian hama yang ramah lingkungan.                   strengthened to support environmentally friendly
                                                           pest management.

Pada pilar Socio-Territorial, TPA mengedepankan            In the Socio-Territorial pillar, TPA prioritizes respect
penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia,                   for human rights, occupational safety, as well as
keselamatan kerja, serta penciptaan nilai sosial           creating social value for stakeholders. Throughout
bagi pemangku kepentingan. Sepanjang 2025,                 2025, TPA maintained stable industrial relations and
TPA menjaga stabilitas hubungan industrial dan             safe working environment with the support of 12,248
lingkungan kerja yang aman dengan dukungan                 employees and strengthening of the OHS system.
12.248 karyawan serta penguatan sistem K3.                 Compliance with labor rights was realized through




                                                       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report       25
Page 28
          Komitmen Keberlanjutan TPA
          TPA Sustainability Commitment




Pemenuhan hak ketenagakerjaan diwujudkan                  the provision of benefits according to standards,
melalui penyediaan manfaat sesuai standar,                improvement of work facilities, and ongoing
peningkatan fasilitas kerja, dan pengembangan             competency development.
kompetensi berkelanjutan.

Sejalan dengan dinamika sosial di wilayah                 In line with social dynamics in operational areas,
operasional, TPA memanfaatkan bonus demografi             TPA is utilizing the demographic bonus and
dan karakter masyarakat Kalimantan Timur yang             heterogeneous characteristics of East Kalimantan
heterogen untuk mendukung ketersediaan tenaga             communities to support workforce availability and
kerja dan keberagaman kompetensi. Di tingkat              diversity of competencies. At community level, TPA
komunitas, TPA menyalurkan dana CSR sebesar               distributed CSR funds amounted to Rp5.45 billion
Rp5,45 miliar serta melibatkan pemasok dan mitra          and involved local suppliers and partners in 63.21%
lokal dalam 63,21% pengadaan barang dan jasa.             of procurement activities. This approach strengthens
Pendekatan ini memperkuat keberlangsungan                 operational continuity while generating inclusive
operasional sekaligus menciptakan dampak sosial           social and economic impacts.
dan ekonomi yang inklusif.

Pada pilar Economic Viability, TPA berfokus pada          In the Economic Viability pillar, TPA focuses on creating
penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan dan           sustainable and responsible economic value.
bertanggung jawab. Sepanjang 2025, ketahanan              Throughout 2025, business resilience was reinforced
usaha diperkuat melalui efisiensi biaya, optimalisasi     with cost efficiency, production optimization, and
produksi, serta diversifikasi produk untuk mengurangi     product diversification to lower dependence on
ketergantungan pada komoditas primer. Produksi            primary commodities. FFB production reached
TBS mencapai 1.271,03 ribu ton atau 95,64% dari           1,271.03 thousand tons or 95.64% of the target, but
target, namun meningkat 51,74 ribu ton atau 4,24%         increased by 51.74 thousand tons or 4.24% compared
dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi tersebut          to the previous year. The production consisted
terdiri atas 1.109,56 ribu ton (87,30%) kebun inti dan    of 1,109.56 thousand tons (87.30%) from nucleus
161,48 ribu ton (12,70%) kebun plasma.                    plantations and 161.48 thousand tons (12.70%) from
                                                          plasma plantations.

TPA mencatat pendapatan sebesar Rp5.421,39 miliar         TPA recorded revenue of Rp5,421.39 billion and net
dan laba bersih Rp1.106,62 miliar, tumbuh masing-         profit of Rp1,106.62 billion, growing 28.73% and 34.04%
masing 28,73% dan 34,04% secara tahunan. Kontribusi       year-on-year, respectively. The contribution of
diversifikasi semakin terlihat melalui penjualan          diversification is increasingly visible in downstream
produk hilir CPKO dan PKE sebesar Rp307,48 miliar,        CPKO and PKE product sales of Rp307.48 billion, an
meningkat 228,65%, didukung optimalisasi fasilitas        increase of 228.65%, supported by optimization
pengolahan serta pengembangan kapasitas                   of processing facilities and further capacity
lanjutan.                                                 development.

Selain kinerja utama, TPA mencatat sejumlah               Beyond its core performance, TPA recorded
pencapaian strategis sepanjang 2025. Optimalisasi         several strategic achievements throughout 2025.
fasilitas KCP pertama yang telah beroperasi penuh         The optimization of the first KCP, which has been fully
serta rencana pembangunan KCP dan BPP kedua               operational, along with the planned development
menjadi tonggak penting dalam mendorong                   of the second KCP and BPP, marked significant
diversifikasi produk, diperkuat pelaksanaan sensus        milestones in advancing product diversification.
produksi berbasis TPTS untuk meningkatkan akurasi         These efforts were further supported by the
data operasional.                                         implementation of a TPTS-based production census
                                                          to enhance the accuracy of operational data.

Komitmen terhadap tata kelola, transparansi,              Commitment to governance, transparency, and
dan kepatuhan memperoleh pengakuan melalui                compliance was recognized through various
berbagai penghargaan, termasuk The             Best       awards, including The Best Corporate Transparency
Corporate Transparency and Emission Reduction             and Emission Reduction 2025, The Best Enterprise in
2025, The Best Enterprise in Regulatory Compliance        Regulatory Compliance 2025, Best Under a Billion
2025, Best Under a Billion 2025, serta Indonesia’s        2025, and Indonesia’s Most Innovative In-House
Most Innovative In-House Counsel Team 2025.               Counsel Team 2025.




 26    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 29
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                              PT Teladan Prima Agro Tbk




Dari aspek sosial dan ketenagakerjaan, TPA meraih           From the social and labor perspective, TPA received
Satya JKN Awards 2025 dan Zero Accident Award               the Satya JKN Awards 2025 and Zero Accident Award
sebagai cerminan konsistensi perlindungan tenaga            as a reflection of consistent employee protection.
kerja. Di sisi lingkungan, pengoperasian BPP dan            On the environmental side, the operation of BPP
penguatan pencegahan kebakaran lahan turut                  and strengthening of land fire prevention further
mendukung pengelolaan dampak yang lebih                     supported more sustainable impact management.
berkelanjutan.



Menangkap Momentum Peluang dan                              Seizing Momentum of Future
Prospek Usaha ke Depan                                      Opportunities and Business Prospects

TPA memandang dinamika industri kelapa sawit                TPA views the dynamics of the palm oil industry
sebagai tantangan sekaligus peluang untuk                   both as challenge and an opportunity to strengthen
memperkuat ketahanan dan keberlanjutan usaha.               business resilience and sustainability. Projected
Proyeksi peningkatan permintaan CPO, ekspektasi             growth in CPO demand, market expectation for
pasar terhadap praktik bertanggung jawab, serta             responsible practices, and the need for efficiency and
kebutuhan efisiensi dan nilai tambah membentuk              added value shape the future business prospects.
prospek usaha ke depan. Perbaikan kinerja                   Improvements in economic performance are
ekonomi diharapkan berlanjut melalui peningkatan            expected to continue through enhanced productivity
produktivitas dan disiplin pengendalian biaya               and cost control discipline.

Dari   sisi   ekonomi,      peluang     pertumbuhan         From an economic perspective, growth opportunities
dioptimalkan melalui penguatan model bisnis                 are optimized through the strengthening of a value-
berbasis nilai tambah. Operasional KCP dan                  added business model. The operation of the KCP and
optimalisasi produk turunan, seperti CPKO dan PKE,          the optimization of derivative products such as CPKO
memperluas sumber pendapatan serta mengurangi               and PKE expand revenue streams while reducing
ketergantungan pada komoditas primer. Diversifikasi         reliance on primary commodities. This diversification
ini mendorong peningkatan pendapatan dan                    drives increased revenue and productivity across the
produktivitas di seluruh rantai operasional.                operational value chain.

Pada aspek lingkungan, peluang keberlanjutan                From an environmental perspective, sustainability
difokuskan pada percepatan mitigasi emisi GRK dan           opportunities are focused on accelerating GHG
pengurangan limbah. Pemanfaatan residu, termasuk            emissions    mitigation    and    waste   reduction.
POME, sebagai sumber energi terbarukan melalui              The utilization of residues, including POME, as
BPP menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi              a renewable energy source through the BPP forms
dan peningkatan efisiensi energi. Upaya ini                 part of the Company’s decarbonization and energy
ditargetkan menurunkan emisi secara bertahap                efficiency strategy. These efforts are aimed at
sekaligus meningkatkan kinerja lingkungan menuju            gradually reducing emissions while enhancing
standar yang lebih tinggi, termasuk PROPER Hijau.           environmental      performance     toward     higher
Ke depan, TPA merencanakan penerapan teknologi              standards, including achieving a PROPER Green rating.
photovoltaic melalui instalasi panel surya sebagai          Going forward, TPA plans to implement photovoltaic
bagian dari diversifikasi sumber energi terbarukan di       technology through the installation of solar panels
wilayah operasional.                                        as part of the diversification of renewable energy
                                                            sources across its operational areas.

Dari aspek sosial, peluang keberlanjutan diperkuat          From the social aspect, sustainability opportunity is
melalui pengelolaan SDM yang berkesinambungan,              strengthened through continuous HR management,
mencakup pengendalian turnover, peningkatan                 including turnover control, competency development,
kompetensi, penyediaan fasilitas karyawan, serta            provision of employee facilities, and strengthening
penguatan implementasi SMK3. Program CSR dan                of the SMK3. CSR programs and local supplier
pelibatan pemasok lokal terus ditingkatkan untuk            engagement continue to be enhanced to ensure
memastikan pertumbuhan usaha berjalan selaras               that business growth is in line with improvement of
dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.                community welfare.




                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report     27
Page 30
          Komitmen Keberlanjutan TPA
          TPA Sustainability Commitment




Berlandaskan    ESG     Roadmap      yang    terarah,     Guided by a well-defined ESG Roadmap,
meliputi peningkatan produktivitas, efisiensi biaya,      encompassing productivity enhancement, cost
penguatan kompetensi, penurunan emisi, serta              efficiency, competency strengthening, emissions
peningkatan standar keselamatan dan lingkungan,           reduction, and higher safety and environmental
kami optimis prospek usaha tetap terbuka dan              standards, we remain confident that business
dikelola secara bertanggung jawab. Pertumbuhan            prospects will continue to be promising and
tidak hanya diukur dari kinerja keuangan, tetapi juga     responsibly managed. Growth is measured not only
dari kemampuan menciptakan nilai jangka panjang           by financial performance, but also by the ability to
yang seimbang bagi pemangku kepentingan,                  create balanced, long-term value for stakeholders,
lingkungan, dan masyarakat.                               the environment, and society.



Menyikapi Tantangan serta Situasi                         Responding to External Economic,
Eksternal Ekonomi, Lingkungan                             Environmental, and Social Challenges
Hidup, dan Sosial yang Berpotensi                         That Potentially Affecting TPA’s Future
Memengaruhi Keberlanjutan TPA                             Sustainability
ke Depan

Kami menyadari bahwa keberlanjutan usaha ke               We realize that future business sustainability will be
depan dipengaruhi dinamika eksternal yang semakin         influenced by increasingly complex and interrelated
kompleks dan saling terkait. Volatilitas harga kelapa     external dynamics. From an economic and public
sawit serta perkembangan permintaan global                policy perspective, palm oil price volatility and
menjadi faktor utama yang membentuk prospek               developments in global demand remain key factors
usaha. Kondisi ini membuka peluang peningkatan            shaping business prospects. Such policies create
permintaan domestik, namun sekaligus menuntut             opportunities for increased domestic demand, while
kesiapan operasional, efisiensi biaya, dan ketahanan      simultaneously requiring operational readiness,
pasokan agar Perseroan tetap kompetitif.                  cost efficiency, and supply resilience to ensure
                                                          the Company remains competitive.

Pada aspek lingkungan, perubahan iklim menjadi            From an environmental standpoint, climate change
faktor kunci yang memengaruhi kesinambungan               represents a key factor affecting operational
operasional. Cuaca ekstrem, risiko banjir, dan potensi    continuity. Extreme weather events, flood risks,
kebakaran lahan menuntut pengelolaan yang                 and the potential for land fires require adaptive
adaptif dan berbasis mitigasi risiko. Agenda global       and risk-based management. Global agendas
seperti Net Zero Emission, perdagangan karbon,            such as Net Zero Emission, carbon trading, and the
serta penerapan standar internasional, termasuk           implementation of international standards, including
NDPE dan EUDR, semakin memperkuat tuntutan atas           NDPE and EUDR, further reinforce the demand for
transparansi, kemamputelusuran,, dan pengelolaan          transparency, traceability, and comprehensive
dampak lingkungan yang komprehensif.                      environmental impact management.

Dari sisi sosial dan ketenagakerjaan, meningkatnya        From a social and labor perspective, growing
ekspektasi masyarakat terhadap praktik usaha              public expectations for responsible, inclusive,
yang bertanggung jawab, inklusif, dan beretika            and ethical business practices also influence
turut     memengaruhi       keberlanjutan   usaha.        business sustainability. Workforce dynamics and
Dinamika tenaga kerja dan penguatan kebijakan             the strengthening of occupational health and
K3 mendorong Perseroan untuk terus menjaga                safety (OHS) policies encourage the Company to
perlindungan pekerja, kepatuhan regulasi, serta           continuously uphold worker protection, regulatory
hubungan industrial yang harmonis, seiring                compliance, and harmonious industrial relations, in
meningkatnya perhatian publik terhadap isu ESG.           line with heightened public attention to ESG issues.

Menghadapi kondisi tersebut, TPA menegaskan               In response to these conditions, TPA affirms
pendekatan yang adaptif, terintegrasi, dan berbasis       an adaptive, integrated, and risk-based approach
risiko dalam pengelolaan keberlanjutan. Penguatan         to sustainability management. The strengthening
sistem, tata kelola, serta penyesuaian strategi           of systems and governance, along with strategic
terhadap perubahan kebijakan dan ekspektasi               adjustments in response to policy developments
pemangku kepentingan diyakini mampu menjaga               and stakeholder expectations, is expected to




 28    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 31
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                              PT Teladan Prima Agro Tbk




kesinambungan usaha sekaligus mempercepat                  safeguard business continuity while accelerating
agenda regenerasi sebagai fondasi pertumbuhan              the regeneration agenda as the foundation for
jangka panjang yang bertanggung jawab.                     responsible long-term growth.



Penutup                                                    Closing

Kami menyadari bahwa capaian keberlanjutan                 We realize that sustainability achievements
hingga saat ini merupakan hasil kolaborasi dan             achieved to date are the result of collaboration and
dukungan berbagai pihak. Keberhasilan TPA                  support from various stakeholders. TPA’s success in
dalam menjaga ketahanan usaha, meningkatkan                maintaining business resilience, enhanced added
nilai tambah, serta memperkuat pengelolaan                 value, and strengthen management of social and
dampak sosial dan lingkungan tidak terlepas                environmental impacts would not have been possible
dari kontribusi seluruh karyawan, arahan Dewan             without the contributions of all employees, guidance
Komisaris, kepercayaan Pemegang Saham, serta               of the Board of Commissioners, trust of Shareholders,
kemitraan yang solid dengan masyarakat, pemasok,           and strong partnerships with communities, suppliers,
pelanggan, dan pemangku kepentingan lainnya.               customers, and other stakeholders.

Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh                 We extend our appreciation to all TPA personnel for
insan TPA atas dedikasi dan profesionalisme dalam          their dedication and professionalism in implementing
mengimplementasikan nilai keberlanjutan di setiap          sustainability values across all operational lines.
lini operasional. Terima kasih juga kami sampaikan         We also express our sincere gratitude to the Board of
kepada Dewan Komisaris, pemerintah, regulator,             Commissioners, government authorities, regulators,
mitra usaha, dan masyarakat sekitar wilayah                business partners, and communities surrounding
operasional atas dukungan dan kerja sama yang              the operational areas for the continued support and
terjalin baik.                                             constructive collaboration.

Ke depan, TPA berkomitmen memperkuat tata kelola,          Going forward, TPA remains committed to
meningkatkan kinerja keberlanjutan, serta mengelola        strengthen governance, enhance sustainability
risiko dan peluang secara adaptif di tengah dinamika       performance, and managing risks and opportunities
industri dan perubahan global. Dengan dukungan             adaptively amidst the industry dynamics and global
seluruh pemangku kepentingan, kami optimis dapat           developments. With the support of all stakeholders,
melanjutkan transformasi menuju industri kelapa            we strongly believe to be able to continue
sawit yang tangguh, regeneratif, dan berkelanjutan,        the transformation toward a resilient, regenerative,
sekaligus berkontribusi positif bagi pembangunan           and sustainable palm oil industry, while contributing
nasional dan generasi mendatang.                           positively to national development and future
                                                           generations.




                          Atas nama Direksi / On behalf of the Board of Directors of
                                       PT Teladan Prima Agro Tbk,




                                           Wishnu Wardhana
                                              Direktur Utama
                                             President Director




                                                       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report     29
Page 32
        Komitmen Keberlanjutan TPA
        TPA Sustainability Commitment




Profil Perusahaan
Company Profile


 TPA senantiasa menempatkan prinsip keberlanjutan sebagai dasar pengelolaan usaha agribisnis yang
 dijalankan. TPA mengelola perkebunan kelapa sawit dan unit pengolahan dengan menerapkan praktik
 budidaya berkelanjutan yang memperhatikan efisiensi sumber daya, perlindungan keanekaragaman
 hayati, serta pengurangan emisi gas rumah kaca. Upaya ini didukung penerapan prinsip ekonomi sirkular
 dalam rantai pasok, yang menjadi bagian dalam upaya meningkatkan produktivitas serta memperkuat
 daya saing di industri kelapa sawit yang semakin kompetitif.

 Dari aspek sosial, TPA berkomitmen menciptakan hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar melalui
 pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas petani plasma, dan penyediaan akses kesehatan
 maupun pendidikan. Dari sisi tata kelola, pengelolaan usaha dijalankan dengan mengedepankan
 transparansi, akuntabilitas, serta manajemen risiko yang selaras dengan prinsip Good Corporate
 Governance dan ekspektasi investor berbasis ESG.

 Dengan landasan tersebut, TPA berfokus pada pertumbuhan bisnis yang sehat serta memastikan
 kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pendekatan ini
 menjadi cerminan komitmen jangka panjang TPA untuk menciptakan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan
 secara seimbang, sekaligus mendukung ketahanan energi dan pangan berkelanjutan di Indonesia.


                                                 TPA consistently upholds the principle of sustainability
                                                 as the foundation of its agribusiness operations.
                                                 The Company manages oil palm plantations and
                                                 processing units by implementing sustainable
                                                 cultivation practices that emphasize resource efficiency,
                                                 biodiversity protection, and the reduction of greenhouse
                                                 gas emissions. These efforts are supported by the
                                                 application of circular economy principles across the
                                                 supply chain, which forms part of the efforts to enhance
                                                 productivity as well as strengthen competitiveness in
                                                 the increasingly challenging palm oil industry.

                                                 From a social perspective, TPA is committed to
                                                 fostering harmonious relationships with surrounding
                                                 communities through economic empowerment,
                                                 capacity    building  for   plasma    farmers, and
                                                 the provision of access to healthcare and education.
                                                 From a governance standpoint, business operations
                                                 are conducted with a focus on transparency,
                                                 accountability, and risk management aligned with
                                                 the principles of Good Corporate Governance and
                                                 ESG-based investor expectations.

                                                 With this foundation, TPA focuses on healthy business
                                                 growth as well as ensures tangible contributions to
                                                 the achievement of the Sustainable Development
                                                 Goals (SDGs). This approach reflects TPA’s long-term
                                                 commitment to creating balanced economic, social,
                                                 and environmental value, while supporting sustainable
                                                 energy and food resilience in Indonesia.




30   Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 33
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                    PT Teladan Prima Agro Tbk




Sekilas Teladan Prima Agro                                      [POJK C.3, C.4, C.6] [GRI 2-1, 2-6]

Overview of Teladan Prima Agro



PT Teladan Prima Agro Tbk merupakan perusahaan               PT Teladan Prima Agro Tbk is an agribusiness
agribisnis yang menjalankan usaha di bidang                  company engaged in oil palm plantation and
perkebunan kelapa sawit dan industri pengolahannya           processing industries through 9 Subsidiaries,
melalui 9 Entitas Anak, serta 1 Entitas Anak di              as well as 1 Subsidiary in renewable energy sector.
bidang energi terbarukan. Selain berfungsi sebagai           In addition to functioning as a holding company, TPA
perusahaan holding, TPA juga mengembangkan                   also develops management consulting activities to
aktivitas konsultasi manajemen untuk mendukung               support its business growth strategy. With a vision
strategi pertumbuhan bisnis. Dengan visi menjadi             to become a world-class agribusiness company,
perusahaan       agribisnis    berkelas  dunia,    TPA       TPA continues to strengthen its competitiveness
senantiasa memperkuat daya saing melalui praktik             through       sustainable    cultivation    practices,
budidaya berkelanjutan, pemanfaatan teknologi                the utilization of integrated digital technology, and
digital terintegrasi, serta penerapan tata kelola yang       the implementation of good governance in line with
baik sejalan dengan prinsip ESG.                             ESG principles.

Sampai dengan akhir tahun 2025, TPA mengelola                As of the end of 2025, TPA manages a total plantation
lahan perkebunan seluas 64.430 Ha di Kalimantan              area of 64,430 Ha in East Kalimantan, with main
Timur, dengan produk utama berupa minyak kelapa              products consisting of crude palm oil (CPO) and
sawit (CPO) dan inti sawit (PK). Untuk meningkatkan          palm kernel (PK). To enhance added value, TPA has
nilai tambah, TPA telah memproduksi produk turunan           developed derivative products such as crude palm
berupa minyak inti sawit mentah (CPKO) dan bungkil           kernel oil (CPKO) and palm kernel expeller (PKE),
sawit (PKE), sekaligus merambah bisnis energi                while also expanding into the renewable energy
terbarukan melalui salah satu Entitas Anak sebagai           business through one of its Subsidiaries as part of
langkah diversifikasi portofolio dan dukungan                portfolio diversification and support for the transition
terhadap transisi menuju ekonomi rendah karbon.              toward a low-carbon economy.

Seluruh kegiatan operasional TPA dijalankan                  All of TPA’s operational activities are carried out based
berdasarkan Kebijakan Sawit Lestari (KSL) yang               on the sustainable Palm Oil Policy (KSL), which is
berlandaskan pada 4 pilar keberlanjutan, yaitu:              founded on 4 sustainability pillars: Good Governance,
Good Governance, Agro-Ecological, Socio-Territorial,         Agro-Ecological, Socio-Territorial, and Economic
dan Economic Viability. Penerapan precision                  Viability. The implementation of precision agriculture
agriculture ini memungkinkan TPA mengoptimalkan              enables TPA to optimize resource utilization,
pemanfaatan sumber daya, meningkatkan efisiensi,             improve efficiency, and minimize environmental
serta menekan dampak lingkungan, sehingga                    impacts, thereby supporting the achievement of
mendukung pencapaian standar keberlanjutan                   internationally recognized sustainability standards.
yang diakui secara internasional.

Sebagai wujud komitmen terhadap inovasi                      As a manifestation of its commitment to sustainable
berkelanjutan, TPA telah mengoperasikan KCP sejak            innovation, TPA has been operating KCP since 2024
tahun 2024 dan BPP sejak tahun 2025. Bahkan di tahun         and BPP since 2025. In the same year, the Company
yang sama, Perseroan meningkatkan kapasitas KCP              even upgraded the capacity of the KCP and BPP by
dan BPP tersebut melalui pembangunan fasilitas               constructing a second facilities. The KCP supports
kedua. KCP mendukung hilirisasi dengan mengolah              downstreaming by processing palm kernels into
inti sawit menjadi produk bernilai tinggi seperti            high-value products such as CPKO and PKE, while
CPKO dan PKE, sementara BPP memanfaatkan                     the BPP utilizes oil palm waste to generate renewable
limbah kelapa sawit untuk menghasilkan energi                energy and reduce greenhouse gas emissions.
terbarukan sekaligus mengurangi emisi gas rumah              These 2 initiatives reflect the application of circular
kaca. Kedua inisiatif ini mencerminkan penerapan             economy principles, where waste is transformed
prinsip ekonomi sirkular, di mana limbah dijadikan           into a source of clean energy, contributing directly to
sumber energi bersih, serta memberi kontribusi               the achievement of the Sustainable Development
nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan                 Goals (SDGs).
Berkelanjutan (SDGs).


                                                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report         31
Page 34
             Komitmen Keberlanjutan TPA
             TPA Sustainability Commitment




Dengan strategi tersebut, TPA menegaskan                            Through this strategy, TPA reinforces its long-term
komitmen jangka panjang untuk menghadirkan                          commitment to developing a business that is both
bisnis yang berdaya saing sekaligus bertanggung                     competitive and responsible toward the environment
jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.                   and surrounding communities. Moving forward, TPA
Ke depan, TPA berfokus pada peningkatan nilai                       will focus on enhancing product value, strengthening
tambah produk, penguatan efisiensi operasional,                     operational efficiency, and creating lasting positive
serta penciptaan dampak positif yang berkelanjutan                  impacts for all stakeholders.
bagi seluruh pemangku kepentingan.



Profil Perseroan [POJK C.2, C.4, C.5] [GRI 2-1, 2-6, 2-28]
Company Profile


                                        Nama Perusahaan
                                        Company Name



                                        PT Teladan Prima Agro Tbk

    Aktivitas Usaha
    Line of Business

    Aktivitas perusahaan holding dan aktivitas konsultasi manajemen lainnya, serta perkebunan kelapa sawit dan industri
    pengolahan kelapa sawit melalui Entitas Anak.
    Engaging in holding company and other management consultancy activities, as well as palm oil plantation and palm oil
    processing industry through Subsidiaries.




    Status Perusahaan                        Wilayah Operasi
    Company Status                           Operational Areas

    Perusahaan Terbuka                       Provinsi Kalimantan Timur: Kabupaten Berau, Kutai Timur, Paser, dan Kutai Kartanegara.
    Public Company                           East Kalimantan Province: Berau, East Kutai, Paser, and Kutai Kartanegara Regencies.




                                                                                         Keterlibatan di
                                             Kantor Cabang                               Asosiasi Industri
    Kantor Pusat                             Representative                              Involvement in
    Head Office                              Office                                      Industrial Associations
    Beltway Office Park Tower B Lt. 7        Jl. Gajah Mada S-4                          Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit
    Jl. TB Simatupang No. 41                 Samarinda                                   Indonesia (GAPKI) - Anggota (melalui
    Jakarta Selatan                          Kalimantan Timur 75122                      TBP, TLN, TPS, CAP, dan CDM).
    DKI Jakarta 12550                            : (0541) 743 426                        Association of Indonesian Palm Oil
        : (021) 2960 0300                                                                Growers (GAPKI) - Member (through
        : (021) 2960 0333                                                                TBP, TLN, TPS, CAP, and CDM).




             Instagram                            Situs / Website                              E-mail / E-mail
             @teladanprimaagro                    www.teladanprima.com                         corsec@teladanprima.com




 32      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 35
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                                    PT Teladan Prima Agro Tbk




Skala Operasi [POJK C.3, C.4] [GRI 2-6]
Scale of Operations


                               Lahan Perkebunan
                               Plantation Area

                               64.430 ha dari
                                      ha from               17      lokasi kebun
                                                                    plantations

                               Profil usia tanaman inti rata-rata
                               Average plant age of
                                                                     16,1 tahun dan tanaman plasma
                                                                          years and plasma plant
                                                                                                                14,3 tahun
                                                                                                                     years




   Fasilitas Pengolahan
   Processing Facilities

    6 Pabrik Kelapa Sawit (PKS)
      Palm Oil Mills (PKS)                                335 ton/jam
                                                              ton/hour
                                                                                   total kapasitas pengolahan
                                                                                   total processing capacity

     1 Kernel Crushing Plant (KCP)                 43.500 ton                      total kapasitas tangki penyimpanan
                                                                                   total storage tank capacity

     1 Biogas Power Plant (BPP)                                 1,7 MW             total kapasitas pembangkit listrik dari BPP
                                                                                   total power generation capacity from BPP




   Volume Penjualan                                                      Volume Produksi
   Sales Volume                                                          Production Volume

   339.465                     31.969                                    1.463.439                              333.092
   ton CPO                     ton PK                                    ton TBS diolah                         ton CPO
   tons of CPO                 tons of PK                                tons of FFB processed                  tons of CPO



   12.012                      18.560                                    52.197               11.991              15.803
   ton CPKO                    ton PKE                                   ton PK               ton CPKO            ton PKE
   tons of CPKO                tons of PKE                               tons of PK           tons of CPKO        tons of PKE




   Kinerja Keuangan dan SDM
   Financial and HR Performance

            Total Aset                       Total Liabilitas                  Pendapatan                       Total Karyawan
            Total Assets                     Total Liabilities                 Revenue                          Total Employee

            Rp
                  6.018,03                   Rp
                                                2.373,12                       Rp
                                                                                    5.421,39                    12.248
            miliar / billion                 miliar / billion                  miliar / billion                 karyawan / employee




                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report              33
Page 36
         Komitmen Keberlanjutan TPA
         TPA Sustainability Commitment




Produk dan Jasa [POJK C.4] [GRI 2-6]
Products and Services

                                                Minyak Kelapa Sawit
                                                     Palm Oil
              TPA membudidayakan tanaman kelapa sawit untuk menghasilkan TBS yang kemudian diolah menjadi CPO,
              PK, CPKO, dan PKE. Saat ini, TPA memiliki 17 areal perkebunan kelapa sawit yang terintegrasi di 4 kabupaten
              di Kalimantan Timur, yaitu Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan
              Kabupaten Paser. Dengan 6 pabrik kelapa sawit (PKS) berkapasitas 335 ton TBS per jam dan 18 tangki
              penyimpanan yang dapat menampung hingga 43.500 ton, TPA memproses TBS menjadi produk olahan
              kelapa sawit di wilayah perkebunan. Pada 5 November 2024, melalui Entitas Anak TPS, TPA menyelesaikan
              pembangunan KCP dengan kapasitas 100 ton per hari. Selain itu, pada akhir tahun 2025, Perseroan
              juga memulai pembangunan KCP kedua dalam rangka meningkatkan nilai tambah. Pencapaian ini
              memungkinkan TPA mengolah inti sawit menjadi CPKO dan PKE, yang akan mendiversifikasi produk dan
              berkontribusi pada proyeksi peningkatan pendapatan TPA ke depan.
              TPA cultivates oil palm to produce Fresh Fruit Bunches (FFB), which are then processed into Crude Palm
              Oil (CPO), Palm Kernel (PK), Crude Palm Kernel Oil (CPKO), and Palm Kernel Expeller (PKE). Currently, TPA
              operates 17 integrated oil palm plantation areas across four regencies in East Kalimantan, namely Berau,
              Kutai Timur, Kutai Kartanegara, and Paser. With six palm oil mills (PKS) with a total capacity of 335 ton of FFB
              per hour and 18 storage tanks capable of holding up to 43,500 ton, TPA processes FFB into palm oil products
              directly within the plantation areas. On 5 November 2024, through its subsidiary TPS, TPA completed the
              construction of a Kernel Crushing Plant (KCP) with a capacity of 100 ton per day. In addition, by the end of
              2025, the Company started the construction of second KCP to improve the added value. This achievement
              enables TPA to process palm kernels into CPKO and Palm Kernel Expeller (PKE), diversifying its product
              offerings and contributing to the company’s projected revenue growth in the future.



                                                  Energi Terbarukan
                                                  Renewable Energy
              Melalui PT Daya Lestari (DL), Perseroan menjalankan usaha yang berdasarkan pada energi terbarukan.
              Saat ini, Perseroan memanfaatkan limbah berupa cangkang dan fiber dari mesokarp sawit yang akan
              menghasilkan energi terbarukan berupa energi listrik. Energi tersebut selanjutnya diproses oleh DL untuk
              dimanfaatkan dalam mendukung proses produksi pabrik kelapa sawit. Selain itu, DL menjalin skema Kerja
              Sama Operasi (KSO) dengan TPS melakukan pengolahan POME menjadi energi listrik melalui BPP yang
              berlokasi di Kabupaten Kutai Timur. Dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan, DL
              juga menjalin KSO dengan TBP dan TLN untuk menyalurkan apabila terdapat kelebihan pasokan listrik
              (excess power) kepada PT PLN (Persero). Pada akhir tahun 2025, Perseroan juga memulai pembangunan
              kembali BPP kedua sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan penggunaan sumber energi
              terbarukan dan efisiensi emisi GRK.
              Through PT Daya Lestari (DL), the Company operates a business based on renewable energy. Currently,
              the Company utilizes waste materials such as palm kernel shells and mesocarp fiber to generate generate
              renewable energy in the form of electricity. This energy is then processed by DL to support the production
              processes of the palm oil mills. In addition, DL has entered into an Operational Cooperation (KSO) scheme
              with TPS to process palm oil mill effluent (POME) into electricity through a Biogas Power Plant (BPP) located
              in East Kutai Regency. In order to optimize the utilization of renewable energy, DL has also established KSO
              arrangements with TBP and TLN to channel excess power, if any, to PT PLN (Persero). By the end of 2025,
              the Company also started the construction of second BPP as a strategic measure to optimize the utilization
              of renewable energy and reducing GHG emission.




 34    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 37
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                                      PT Teladan Prima Agro Tbk




Perkebunan dan Fasilitas Pengolahan [POJK C.3]
Plantations and Processing Facilities

                                                                               Luasan Lahan Perkebunan (Ha)                     Fasilitas
       Entitas                                                                   Total Plantation Area (Ha)
                                           Lokasi                                                                             Pengolahan
        Anak
                                          Location                              Inti                                           Processing
     Subsidiary                                                                               Plasma             Total
                                                                              Nucleus                                           Facilities

          TBP        Kabupaten Berau, Kalimantan Timur                           7.776           3.233           11.009
                                                                                                                                   1 PKS
          INK        Berau Regency, East Kalimantan                              1.407              121           1.528

          TLN                                                                  13.636             2.712         16.348             2 PKS

         SPN         Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur                     2.521             835           3.356               -

         TPS  *)     East Kutai Regency, East Kalimantan                        8.076             2.718         10.794             1 PKS

         GSA                                                                    3.700            1.329           5.029               -

                     Kabupaten Paser, Kalimantan Timur
         MJA                                                                    5.076             1.191          6.267             1 PKS
                     Paser Regency, East Kalimantan

                     Kabupaten Kutai Kartanegara,
         CAP         Kalimantan Timur                                           6.365              -             6.365             1 PKS
                     Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan

                     Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau,
                     Kalimantan Timur
         DL **)
                                                                                  -                -               -                 -
                     East Kutai Regency and Berau Regency,
                     East Kalimantan

                     Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur
         CDM                                                                    3.403              331           3.734               -
                     East Kutai Regency, East Kalimantan

         Total                                                                 51.960           12.470          64.430             6 PKS

*)
      Fasilitas pengolahan 1 unit KCP dengan kapasitas olah 100 ton/hari dan 1 unit pembangkit listrik BPP dengan kapasitas 1,7 MW. / Processing
      facilities 1 unit KCP with a processing capacity of 100 tons/day and 1 unit BPP with a capacity of 1.7 MW.
**)
      Kegiatan usaha DL bergerak dalam bidang energi terbarukan sehingga tidak memiliki lahan perkebunan maupun fasilitas pengolahan. /
      DL is engaged in the renewable energy sector, so it has no plantation land or processing facility.




                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                    35
Page 38
               Komitmen Keberlanjutan TPA
               TPA Sustainability Commitment




                                        Total Luasan Kebun Inti dan Plasma
                                         Total Nucleus and Plasma Plantation Area
                                                                           (ha)
                                                                                                                                                51.960


                                                      48.532            48.569            48.608            48.524            48.542
48.141            48.181            48.257




                                                                                                                     11.973                              12.470
         11.872            11.886            11.923            11.923            11.953            11.953                              11.973




  2017              2018              2019              2020               2021             2022              2023              2024               2025

                                                                 Inti                      Plasma
                                                                 Nucleus                   Plasma




                                                  Total Kapasitas Olah Pabrik
                                                      Total Mill Processing Capacity
                                                      (ton TBS per jam / ton FFB per hour)


                                                                                             335               335              335               335
                                                                            310
                                                           300
                           295           295

         285




     2017             2018             2019             2020               2021            2022              2023             2024              2025




36        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 39
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                  PT Teladan Prima Agro Tbk




Visi dan Misi           [POJK C.1]

Vision and Mission




                   VISI
                   Vision

             Menjadi
       perusahaan agribisnis
          berkelas dunia.
           To be a world-class
              agribusiness
               company.
                                                            MISI
                                                            Mission

                                                          Membangun
                                                 perusahaan agribisnis yang
                                             memberikan kualitas terbaik dan
                                               nilai tinggi melalui inovasi serta
                                               berkomitmen terhadap seluruh
                                                 pemangku kepentingan dan
                                             lingkungan secara berkelanjutan.
                                             To build an agribusiness company
                                              that provides the best quality and
                                            high values through innovations and
                                            is committed to all stakeholders and
                                              the environment in a sustainable
                                                          manner.




                                             Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report   37
Page 40
          Komitmen Keberlanjutan TPA
          TPA Sustainability Commitment




Nilai Perusahaan
Corporate Values

Sejalan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik, perilaku bisnis TPA mengedepankan nilai-nilai
budaya dan harapan untuk mencerminkan perilaku setiap insan TPA di seluruh kegiatan operasional Perseroan
sebagaimana diuraikan berikut:




                                            T                      E                          L
                                      TANGGUH                   EMPATI                     LOYAL
                                          Resilient           Empathy                       Loyal

                                        Keandalan,            Respek untuk             Setia dan bangga
                                     ketabahan, dan        menjaga hubungan            menjadi Insan TPA
                                     semangat juang         harmonis dengan             dengan dedikasi
                                    pantang menyerah      mengedepankan rasa         terbaik dan semangat
                                     untuk mencapai          kemanusiaan.                kekeluargaan.
                                       keberhasilan.
                                         Reliability,         Respect to keep           Loyal and proud
                                    perseverance, and           harmonious             to be part of TPA
                                    unwavering fighting       relationships by       personnel with utmost
                                      spirit to achieve    prioritizing humanity.    dedication and a spirit
                                          success.                                      of togetherness.




                                  • Percaya Diri          • Respek                  • Dedikasi
                                  • Gigih                 • Peduli                  • Kerja Sama
Perilaku                          • Profesional           • Harmonis                • Kekeluargaan
                                                          • Humanis
Kunci
                                  • Confident             • Respect                 • Dedication
Core                              • Persistent            • Care                    • Collaboration
Conduct                           • Professional          • Harmonious              • Kinship
                                                          • Humanist


Internalisasi budaya perusahaan secara intensif dalam berbagai kesempatan dilakukan agar setiap insan TPA
memahami, menghayati, dan kemudian mengimplementasikan nilai-nilai TPA dalam setiap aktivitas profesinya.




 38    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 41
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                              PT Teladan Prima Agro Tbk




In line with the implementation of good corporate governance, TPA’s business conduct puts forth corporate
values and expectations to reflect the behavior of every TPA employee in all Company’s operational activities
as described below:




          A                            D                            A                            N
       AMANAH                       DISIPLIN                    ADAPTIF                     KOMPETEN
        Reliable                   Discipline                   Adaptive                    Competent

   Bertanggung jawab            Melakukan segala            Mengelola perubahan              Kecakapan
    atas kepercayaan              sesuatu sesuai             secara proaktif dan         melakukan pekerjaan
     yang diberikan               dengan aturan               bijaksana melalui            serta semangat
   perusahaan dengan             dan norma yang                  inovasi untuk           dalam belajar untuk
      keyakinan dan            berlaku serta menjadi        mendapatkan solusi.          menjadi pribadi yang
        integritas.            panutan (role model).                                           unggul.
      Responsible for            Do anything in line       Proactively and wisely          Skillful in working
     the trust given by         with applicable rules      managing the change           and eager to learn to
    the company with           and norms and be role       through innovation for        become an excellent
      confidence and                   model.                     solution.                      person.
          integrity.




  • Bertanggung Jawab          • Komitmen                  • Proaktif                    • Semangat Belajar
  • Bertakwa                   • Taat Aturan/Patuh         • Kreatif dan Inovatif        • Unggul
  • Integritas                 • Tegas                     • Bijaksana                   • Berorientasi pada
                                                           • Solutif                       Proses dan Hasil
  • Responsible                • Commitment                • Proactive                   • Eager to learn
  • Fear of God                • Rules Compliant/          • Creative and Innovative     • Excellence
  • Integrity                    Submissive                • Wise                        • Process and Result
                               • Assertive                 • Give Solutions                Oriented


Intensive internalization of corporate culture on various occasions is carried out so that every TPA personnel
understands, lives, and then implements TPA values in every professional activity that they engage in.




                                                      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report          39
Page 42
          Komitmen Keberlanjutan TPA
          TPA Sustainability Commitment




Susunan Kepemilikan                                [POJK C.3] [GRI 2-1]

Ownership Structure



TPA didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 22                TPA was established based on Deed of Notary
tanggal 10 Mei 2004 yang dibuat di hadapan                   No. 22 dated 10 May 2004, drawn up before Notary Nila
Notaris Nila Noordjasmani Soeyasa Besar, S.H.,               Noordjasmani Soeyasa Besar, S.H., acting as substitute
selaku notaris pengganti dari Imas Fatimah, S.H.             notary for Imas Fatimah, S.H. The establishment was
Pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan               approved by the Minister of Justice of the Republic
dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui            of Indonesia through Decree No. C-12966.HT.01.01.
Surat   Keputusan     No.   C-12966.HT.01.01.TH.2004         TH.2004 dated 24 May 2004. Since its establishment,
tanggal 24 Mei 2004. Sejak didirikan, Anggaran               the Company’s Articles of Association have been
Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali                amended several times to align with prevailing laws
perubahan untuk menyesuaikan dengan ketentuan                and regulations as well as business development
peraturan perundang-undangan dan kebutuhan                   needs. The most recent amendment was stipulated in
pengembangan        usaha.    Perubahan      terakhir        the Deed of Shareholders’ Resolution on Amendment
dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan                   to the Articles of Association No. 6 dated 11 May 2022,
Pemegang Saham Perubahan Anggaran Dasar                      drawn up before Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notary
No. 6 tanggal 11 Mei 2022, yang dibuat di hadapan            in South Jakarta. This amendment was approved by
Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta            the Ministry of Law and Human Rights through Decree
Selatan. Perubahan tersebut telah mendapatkan                No. AHU-AH.01.03-0241623 dated 25 May 2022.
persetujuan    dari   Kementerian    Hukum       dan
Hak Asasi Manusia melalui Surat Keputusan
No. AHU-AH.01.03-0241623 tanggal 25 Mei 2022.

Adapun struktur kepemilikan saham TPA terdiri atas           TPA’s   shareholding      structure     consists   of
Pemegang Saham Pengendali dan masyarakat.                    the Controlling Shareholder and the public.
Sebagai     perusahaan    terbuka,  saham      TPA           As a publicly listed company, TPA’s shares are
diperdagangkan di BEI dengan kode emiten TLDN.               traded on the IDX under the ticker symbol TLDN. The
Struktur kepemilikan saham TPA hingga akhir tahun            shareholding structure of TPA as of the end of 2025 is
2025 diuraikan sebagai berikut:                              presented as follows:


                    Susunan Pemegang Saham per 31 Desember 2025
                             Structure of Shareholders on 31 December 2025

                                          7,504%

                             0,169%


                             16,225%



                                                                                59,877%

                              16,225%




      PT Teladan Resources                 Wishnu Wardhana                     Masyarakat / Public

      Ahmad Gunung                         Wiwoho Basuki
                                           Tjokronegoro




 40    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 43
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                               PT Teladan Prima Agro Tbk




Struktur Bisnis Grup                         [GRI 2-2]

Group Business Structure



TPA menjalankan kegiatan usaha melalui sejumlah              TPA conducts its business activities through
Entitas Anak yang bergerak di bidang perkebunan              several Subsidiaries engaged in oil palm plantation
kelapa sawit dan industri pengolahan. Struktur bisnis        and processing industries. The Group’s business
grup ini dirancang untuk menciptakan rantai pasok            structure is designed to create an integrated supply
yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari         chain from upstream to downstream, covering
pengelolaan perkebunan hingga pengembangan                   plantation management to the development
produk turunan dan energi terbarukan. Integrasi              of derivative products and renewable energy.
ini menjadi fondasi TPA dalam memperkuat daya                This integration serves as the foundation for TPA to
saing sekaligus mendukung penerapan prinsip                  strengthen its competitiveness while supporting
keberlanjutan di seluruh lini operasional. Informasi         the implementation of sustainability principles
mengenai struktur bisnis grup TPA diuraikan sebagai          across all operational lines. Information on TPA
berikut:                                                     Group’s business structure is presented as follows:




                                                                              Wiwoho
   PT Teladan               Ahmad                   Wishnu                                           Masyarakat
                                                                              Basuki
   Resources                Gunung                 Wardhana                                            Public
                                                                           Tjokronegoro


    59,877%                 16,225%                   16,225%                  0,169%                  7,504%




                                       PT Teladan Prima Agro Tbk




  TBP           INK      TLN          SPN       TPS           GSA        MJA        CAP         DL          CDM

 99,99%       99,99%   99,99%      99,99%     99,99%         99,99%     99,99%     99,99%     99,99%        99,99%




                                                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report       41
Page 44
          Komitmen Keberlanjutan TPA
          TPA Sustainability Commitment




Profil Karyawan                        [POJK C.3] [GRI 2-7]

Workforce Profile



Sumber daya manusia merupakan aset penting                       Human resources are a vital asset for TPA
bagi TPA dalam menjalankan strategi bisnis yang                  in implementing its sustainable business strategy.
berkelanjutan. Oleh karena itu, TPA senantiasa                   Therefore, TPA consistently maintains the composition
menjaga komposisi dan keberagaman karyawan                       and diversity of its employees as a reflection of
sebagai cerminan inklusivitas dan profesionalisme.               inclusivity and professionalism. The demographic
Demografi karyawan TPA mencakup sebaran                          profile of TPA’s employees includes distribution by
berdasarkan status ketenagakerjaan, kelompok usia,               employment status, age group, education level,
jenjang pendidikan, jenis kelamin, jenjang jabatan,              gender, position level, location, and company.
lokasi, serta perusahaan. Hingga akhir tahun 2025,               As of the end of 2025, TPA’s total number of employees
jumlah karyawan TPA mencapai 12.248 orang,                       was 12,248 people, an increase of 1,038 people or
meningkat 1.038 orang atau 9,26% dibandingkan                    9.26% compared to 11,210 employees in the previous
tahun sebelumnya sebanyak 11.210 orang. Informasi                year. Further information is presented as follows:
lebih lengkap diuraikan sebagai berikut:


        Komposisi Karyawan berdasarkan Status
        Workforce Composition by Status


                         364
                                                                                           2024          2023
                                                         Karyawan Tetap
                                                                                           10.647        10.262
                                                         Permanent Employee
                      2025                               Karyawan Kontrak
                                                                                             563          1.097
                       Total                             Contract Employee

                      12.248                             Total                              11.210       11.359




                      11.884



        Komposisi Karyawan berdasarkan Kelompok Usia
        Workforce Composition by Age Group




                        69                                                                 2024          2023
                               1.820
              2.103
                                                         18 – 24 Tahun
                                                                                            1.329         1.797
                                                         18 – 24 Years Old
                                                         25 – 34 Tahun
                                                                                           3.745         3.784
                      2025                               25 – 34 Years Old
                                                         35 – 44 Tahun
                       Total                                                               3.862         3.879
                                                         35 – 44 Years Old
                      12.248           4.168             45 – 54 Tahun
                                                                                            2.126         1.837
                                                         45 – 54 Years Old
      4.088
                                                         ≥55 Tahun
                                                                                             148            62
                                                         ≥55 Years Old

                                                         Total                             11.210        11.359




 42    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 45
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                  PT Teladan Prima Agro Tbk




      Komposisi Karyawan berdasarkan Jenjang Pendidikan
      Workforce Composition by Education



                 22 509
                                                                          2024         2023
                          129
                                            S2
                                1.667                                         24           25
                                            Master Degree
                                            S1
                                                                            459           419
                2025                        Bachelor Degree

                 Total                      Diploma                          156          137
               12.248                       SMP/SMA
                                                                           2.294        2.079
                                            Middle School/High School

       9.921                                SD/TK
                                                                           8.277        8.699
                                            Elementary School/Lower

                                            Total                          11.210       11.359




      Komposisi Karyawan berdasarkan Jenis Kelamin
      Workforce Composition by Gender



      2.578                                                               2024         2023
                                            Pria
                                                                           8.913       8.994
                                            Male
                2025                        Wanita
                                                                          2.297        2.365
                 Total                      Female

               12.248                       Total                         11.210       11.359

                                  9.670




                                             Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report    43
Page 46
             Komitmen Keberlanjutan TPA
             TPA Sustainability Commitment




       Komposisi Karyawan berdasarkan Jenjang Jabatan
       Workforce Composition by Position Level


                        12 57 87                                              2024     2023
                                   337
                                                     Executive Level              12       12

                                                     Senior Level                 77       74
                       2025
                       Total                         Middle Level                86        74
                      12.248
                                                     Entry Level                309      295


            11.755                                   Workers                  10.726   10.904

                                                     Total                    11.210   11.359




       Komposisi Karyawan berdasarkan Lokasi
       Workforce Composition by Location


                                                 Kantor
                                                 Office                       2024     2023
                                         186
       109                                           kantor pusat
                                                                                176      165
                                                     head office
                                                     kantor perwakilan
                       2025                                                     104       101
                                                     representative office




              1.088                              Kebun
                                                 Plantation                   2024     2023
                                         2.233
     1.105                                           area Berau
                                                                              2.142     2.175
                                                     Berau area
                                                     area Kutai Timur
                                                                              5.918    6.028
                       2025                          East Kutai area
                                                     area Kutai Kartanegara
                                                                              1.032     1.005
                                                     Kutai Kartanegara area
                                                     area Paser
                                         6.734                                 1.051   1.086
                                                     Paser area




              109                                Pabrik
                                                 Mills                        2024     2023
                                          166
                                                     area Berau
                                                                                167      159
      113                                            Berau area
                                                     area Kutai Timur
                       2025                                                    397       422
                                                     East Kutai area
                                                     area Kutai Kartanegara
                                                                                 117      119
                                                     Kutai Kartanegara area
                                           405
                                                     area Paser
                                                                                106       99
                                                     Paser area

                       Total
                      12.248                         Total                    11.210   11.359




44     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 47
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                 PT Teladan Prima Agro Tbk




        Komposisi Karyawan berdasarkan Perusahaan
        Workforce Composition by Subsidiary



                   714    3 22                                                        2024         2023
          1.230                        2.166
                                                           TPA                            19           19

                                            307            TBP                         2.090         2.141
      1.213
                         2025
                                                           INK                          299          270
      873                Total
                       12.248                              TLN                         3.090        3.128

                                           3.152           SPN                          543          533
          1.970
                                                           TPS                         1.967        2.039
                          598
                                                           GSA                          870          896

                                                           MJA                          1.170        1.198
 Catatan / Note:
 Total karyawan dihitung berdasarkan total individu yang   CAP                          1.162        1.135
 berstatus bekerja di Perseroan per 31 Desember untuk
 masing-masing periode (tahun) pelaporan. Seluruh
 karyawan Perseroan bekerja secara purnawaktu. /
                                                           CDM                             -            -
 Total workforce is calculated based on the total
 individuals with working status at the Company on 31      DL                              -            -
 December for each of the reporting period (year). All
 Company employees are working full-time.                  Total                       11.210      11.359




Tenaga Kerja yang Bukan Pekerja Langsung                                                             [GRI 2-8]

Indirect Workforce

Selain karyawan langsung, TPA juga melibatkan                    In addition to direct employees, TPA also engages
tenaga kerja dari pihak pemasok yang bekerja                     workers from suppliers who operate under mutually
berdasarkan kontrak atau prosedur yang telah                     agreed contracts or procedures. However, in this
disepakati bersama. Namun, dalam Laporan                         Sustainability Report, TPA has not presented the
Keberlanjutan ini TPA belum menyajikan jumlah                    number of indirect workers, as the figures are
tenaga kerja tidak langsung tersebut, mengingat                  dynamic and subject to periodic changes.
sifatnya yang dinamis dan mengalami perubahan
secara berkala.




                                                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report      45
Page 48
          Komitmen Keberlanjutan TPA
          TPA Sustainability Commitment




Strategi Keberlanjutan                                     [POJK A.1]

Sustainability Strategy

Keberlanjutan merupakan fondasi utama yang                Sustainability serves as the fundamental foundation
mengarahkan seluruh langkah usaha yang TPA                guiding all of TPA’s business activities in alignment
jalankan selaras dengan strategi pertumbuhan              with its long-term growth strategy. TPA believes that
jangka panjang. TPA meyakini bahwa keberlanjutan          sustainability is not merely an industry obligation, but
bukan hanya kewajiban industri, melainkan                 a genuine commitment to deliver lasting benefits
sebuah komitmen nyata untuk memberikan                    for the environment, community welfare, and
manfaat berkelanjutan bagi lingkungan hidup,              the interests of all stakeholders. This commitment
kesejahteraan masyarakat, dan kepentingan                 is realized through the implementation of
seluruh pemangku kepentingan. Komitmen tersebut           the 4 pillars of the KSL: Good Governance,
diwujudkan melalui penerapan 4 pilar KSL, yaitu           Agro-Ecological, Socio-Territorial, and Economic
Good Governance, Agro-Ecological, Socio-Territorial,      Viability. These 4 pillars form an integrated
dan Economic Viability. Keempat pilar ini menjadi         framework that unites transparent governance
kerangka kerja yang menyatukan prinsip tata kelola        principles, environmentally friendly agribusiness
yang transparan, praktik agribisnis yang ramah            practices, social empowerment, and the creation of
lingkungan, pemberdayaan sosial, serta penciptaan         sustainable economic value.
nilai ekonomi yang berkesinambungan.

Dalam praktiknya, TPA juga terus mengembangkan            In practice, TPA continues to develop innovative
pendekatan inovatif, seperti penerapan ekonomi            approaches, such as the application of circular
sirkular, pemanfaatan energi terbarukan, efisiensi        economy principles, utilization of renewable
pemakaian sumber daya, hingga optimasi                    energy, resource efficiency, and optimization
pengelolaan limbah agar lebih produktif. Di sisi lain,    of waste management for greater productivity.
TPA juga menegaskan kepedulian terhadap aspek             At the same time, TPA emphasizes its concern for
sosial-ekologis melalui program pemberdayaan              socio-ecological aspects through community
masyarakat,     perlindungan     keanekaragaman           empowerment programs, biodiversity protection,
hayati, dan peningkatan kualitas hidup di wilayah         and efforts to improve the quality of life in its
operasional. Dengan langkah terintegrasi tersebut,        operational areas. Through these integrated efforts,
TPA berupaya menjaga keseimbangan antara                  TPA strives to maintain a balance between achieving
pencapaian kinerja bisnis yang solid dengan               strong business performance and fulfilling its social
tanggung jawab terhadap sosial dan lingkungan.            and environmental responsibilities.



Pilar Keberlanjutan                                       Sustainability Pillars

Sebagai perusahaan agribisnis di sektor kelapa            As an agribusiness company in the palm oil sector,
sawit, TPA menyadari bahwa setiap kegiatan                TPA recognizes that every operational activity has
operasional membawa dampak yang luas terhadap             broad impacts on the environment, society, and
lingkungan hidup, masyarakat, dan perekonomian.           the economy. Plantation management activities
Aktivitas pengelolaan perkebunan dan industri             and processing industries can generate economic
pengolahan dapat menghasilkan nilai ekonomi,              value, while also potentially giving rise to ecological
sekaligus menimbulkan risiko ekologis, seperti            risks such as greenhouse gas emissions, the use
emisi gas rumah kaca, penggunaan sumber daya              of natural resources, and waste management.
alam, dan pengelolaan limbah. Di sisi lain, kegiatan      On the other hand, TPA’s operations also influence
operasional TPA juga turut memengaruhi kondisi            the social conditions of surrounding communities,
sosial masyarakat sekitar, mulai dari penciptaan          from job creation to local community empowerment.
lapangan kerja hingga pemberdayaan komunitas
lokal.




 46    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 49
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                      PT Teladan Prima Agro Tbk




Oleh karena itu, TPA melakukan analisis berbasis               Therefore, TPA conducts analyses based on
3 pilar ESG. Pendekatan ini memastikan setiap                  the 3 ESG pillars. This approach ensures that every
risiko dan peluang ditindaklanjuti melalui program             risk and opportunity is addressed through measurable
yang terukur, dengan indikator kinerja (KPI) yang              programs, with key performance indicators
selaras dengan praktik industri terkini, sehingga              (KPIs) aligned with current industry practices,
pertumbuhan usaha tetap sejalan dengan tanggung                so that business growth remains consistent with
jawab lingkungan dan sosial serta tata kelola yang             environmental and social responsibility as well as
baik. Analisis mengenai risiko-risiko dan peluang              good governance. The analysis of sustainability-
keberlanjutan yang berkaitan dengan kegiatan                   related risks and opportunities associated with TPA’s
usaha TPA diuraikan sebagai berikut:                           business activities is presented as follows:


Analisis Risiko dan Peluang terkait Operasi Bisnis TPA
Risk and Opportunity Analysis related to TPA’s Business Operations

         Uraian                             Risiko Utama                                   Peluang Utama
       Description                            Main Risk                                   Main Opportunity
                              • Peningkatan erosi akibat pembukaan            • Penguatan praktik konservasi tanah dan
                                lahan dan aktivitas perkebunan dapat            air (terracing, penanaman penutup tanah,
                                mengurangi        kesuburan tanah    dan        buffer zone).
                                produktivitas.                                • Pemanfaatan        POME   untuk   energi
                              • Potensi banjir dari perubahan tata air          terbarukan (methane       capture, BPP)
                                kebun dapat merusak infrastruktur dan           sehingga menurunkan emisi dan biaya
                                mengganggu panen.                               energi.
                              • Emisi GRK (CO2, CH4, N2O) dari POME dan       • Penerapan precision agriculture untuk
                                penggunaan pupuk kimia meningkatkan             mengurangi input pupuk dan pestisida,
                                risiko iklim dan reputasi.                      sekaligus menjaga kualitas tanah dan air.
 Geologi, Fisika, dan Kimia   • Penurunan kualitas air, udara, dan tanah      • Sertifikasi ISPO memperkuat kredibilitas
   Geology, Physics, and        dari efluen pabrik serta penggunaan             keberlanjutan.
        Chemistry               pestisida berlebihan.
                              • Increased erosion due to land clearing        • Strengthening soil and water conservation
                                and plantation activities may reduce soil       practices (terracing, cover cropping, buffer
                                fertility and productivity.                     zones).
                              • Potential flooding from changes in            • Utilizing POME for renewable energy
                                plantation water management may                 (methane capture, BPP), thereby reducing
                                damage        infrastructure  and   disrupt     emissions and energy costs.
                                harvesting activities.                        • Implementing precision agriculture to
                              • GHG emissions (CO2, CH4, N2O) from              reduce fertilizer and pesticide inputs while
                                POME and chemical fertilizer use increase       maintaining soil and water quality.
                                climate and reputational risks.               • ISPO certification enhances sustainability
                              • Decline in water, air, and soil quality         credibility.
                                resulting from mill effluents and excessive
                                use of pesticides.

                              • Perubahan vegetasi akibat ekspansi            • Implementasi konservasi area HCV/HCS
                                kebun dapat menurunkan tutupan hutan            untuk melindungi flora fauna liar.
                                dan mengurangi fungsi ekologis.               • Program restorasi ekosistem di area
                              • Penurunan keanekaragaman hayati dari            penyangga dan sempadan sungai.
                                habitat satwa liar yang terganggu.            • Diversifikasi bisnis ke produk turunan
                              • Risiko reputasi dari isu deforestasi yang       ramah lingkungan (CPKO).
                                sensitif secara global.                       • Mitigasi emisi GRK serta carbon trading.
                              • Changes in vegetation due to plantation       • Implementation       of     HCV/HCS     area
                                expansion may reduce forest cover and           conservation to protect wildlife.
                                diminish ecological functions.                • Ecosystem restoration programs in buffer
          Biologi             • Decline in biodiversity resulting from the      zones and riverbanks.
          Biology               disturbance of wildlife habitats.             • Business diversification into environmentally
                              • Reputational risks arising from globally        friendly derivative products (CPKO).
                                sensitive deforestation issues.               • GHG emission mitigation and carbon
                                                                                trading.




                                                          Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report               47
Page 50
           Komitmen Keberlanjutan TPA
           TPA Sustainability Commitment




          Uraian                             Risiko Utama                                  Peluang Utama
        Description                            Main Risk                                  Main Opportunity
                              • Konflik sosial terkait akses lahan dan         • Pemberdayaan petani plasma untuk
                                distribusi manfaat dapat mengganggu              meningkatkan        produktivitas    dan
                                operasional.                                     kesejahteraan.
                              • Risiko ketenagakerjaan, seperti kecelakaan     • Penciptaan lapangan kerja lokal yang
                                kerja, kondisi kerja kontrak, isu HAM di         inklusif, termasuk untuk perempuan dan
                                rantai pasok.                                    generasi muda.
                              • Ketimpangan manfaat ekonomi dapat              • Pengembangan ekonomi lokal melalui
                                menimbulkan resistensi masyarakat lokal.         belanja dan kemitraan dengan UMKM.
                              • Interaksi   sosial-budaya    yang     tidak    • Program sosial di bidang pendidikan,
                                harmonis dapat melemahkan hubungan               kesehatan,     dan    infrastruktur yang
                                jangka panjang.                                  memperkuat penerimaan sosial.
                              • Social conflicts related to land access and    • Empowerment of plasma farmers to
                                benefit distribution may disrupt operations.     improve productivity and welfare.
      Sosial, Ekonomi,        • Labor risks, such as workplace accidents,      • Creation of inclusive local employment
        dan Budaya              contract-based employment conditions,            opportunities, including for women and
      Social, Economic,         and human rights issues in the supply            younger generations.
        and Cultural            chain.                                         • Development of the local economy
                              • Unequal distribution of economic benefits        through procurement and partnerships
                                may lead to resistance from local                with MSMEs.
                                communities.                                   • Social programs in education, health,
                              • Unharmonious        social    and   cultural     and infrastructure that strengthen social
                                interactions may weaken long-term                acceptance.
                                relationships.



Analisis atas dampak operasi bisnis TPA telah                   We have conducted an in-depth analysis of the
kami    lakukan   secara      mendalam     dengan               impacts of TPA’s business operations, taking into
mempertimbangkan        relevansi   serta   tingkat             account their relevance and level of materiality. The
materialitasnya. Hasil analisis tersebut kemudian               results of this analysis then serve as the basis for TPA
menjadi dasar bagi TPA dalam merumuskan                         in formulating the four sustainability pillars, which
4 pilar keberlanjutan yang menjadi kerangka                     form the main framework of its long-term strategy.
utama strategi jangka panjang. Pilar-pilar ini                  These pillars serve as operational guidelines, while
berfungsi sebagai panduan operasional, sekaligus                also reflecting TPA’s strategic priorities in balancing
mencerminkan prioritas strategis TPA dalam                      business interests with social and environmental
menyeimbangkan kepentingan bisnis dengan                        responsibility.
tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Pendekatan      ini  memungkinkan        TPA     untuk          This approach enables TPA to identify the most
mengidentifikasi isu-isu yang paling relevan, baik              relevant issues, both risks and opportunities, and to
risiko maupun peluang, serta merancang kebijakan                design more targeted policies and programs. As a
dan program yang lebih terarah. Dengan demikian,                result, every business decision consistently supports
setiap keputusan bisnis yang diambil senantiasa                 sustainable operations while delivering tangible
mendukung        keberlanjutan    usaha      sekaligus          benefits to stakeholders. The 4 sustainability pillars,
memberikan manfaat nyata bagi para pemangku                     outlined in the KSL, provide a solid foundation for TPA
kepentingan. Keempat pilar keberlanjutan yang                   to maintain consistency in implementing sustainable
terangkum dalam KSL menjadi fondasi kokoh bagi                  agribusiness practices. Through these pillars, TPA
TPA dalam menjaga konsistensi penerapan praktik                 reaffirms its commitment to fostering business
agribisnis berkelanjutan. Melalui pilar-pilar tersebut,         growth that is competitive, environmentally friendly,
TPA menegaskan komitmen untuk menghadirkan                      socially inclusive, and aligned with good governance
pertumbuhan usaha yang kompetitif, ramah                        principles.
lingkungan, inklusif secara sosial, serta selaras
dengan prinsip tata kelola yang baik.




 48     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 51
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                           PT Teladan Prima Agro Tbk




Informasi lebih lengkap mengenai pilar-pilar KSL TPA                 More detailed information on TPA’s KSL pillars is
diuraikan sebagai berikut:                                           presented as follows:

Pilar Kebijakan Sawit Lestari (KSL)
Sustainable Palm Oil Policies (KSL) Pillar




                                                      Sustainability




                       Good                     Agro-                    Socio-                   Economic
                    Governance                Ecological                Territorial                Viability

                                 Kebijakan Sawit Lestari / Sustainable Palm Oil Policies

   Good Governance                   Agro-Ecological                   Socio-Territorial               Economic Viability

    Landasan pembentuk                 Bentuk tanggung                Upaya perlindungan dan             Kemampuan dan
    perilaku, tindakan, dan         jawab Perseroan dalam              penciptaan nilai sosial          kapasitas Perseroan
 tata kelola Perseroan dalam        melakukan pengelolaan             bagi seluruh pemangku           dalam menciptakan nilai
 menjalankan segala bentuk        dan pengawasan terhadap                  kepentingan.               ekonomi yang wajar serta
         aktivitas bisnis          keseluruhan proses kerja                                                berkelanjutan.
         yang relevan.           budidaya tanaman, produksi,
                                     dan pengolahan hasil
                                   perkebunan kelapa sawit
                                 yang di integrasikan dengan
                                    sumber daya alam dan
                                   lingkungan hidup sekitar.

   As a foundation to shape          A form of Company’s               Protection efforts and           Company’s ability and
 Company’s conduct, actions,      responsibility in managing          creation of social values       capacity in creating a fair
  and governance in carrying           and overseeing the               for all stakeholders.         and sustainable economic
 out various relevant business    overall process of palm oil                                                   value.
           activities.            cultivation, production, and
                                  processing, integrated with
                                   the natural resources and
                                   surrounding environment.


4 pilar keberlanjutan yang tertuang dalam KSL                        The 4 sustainability pillars set out in the KSL serve
menjadi landasan utama bagi TPA dalam mengelola                      as the main foundation for TPA in managing its
bisnis secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.                   business responsibly and sustainably. However,
Namun, dalam implementasinya, TPA tidak terlepas                     in practice, TPA faces various challenges that arise
dari berbagai tantangan yang muncul seiring                          with the complexity of the palm oil industry. These
kompleksitas industri kelapa sawit. Pilar-pilar tersebut             pillars act as a compass guiding TPA to consistently
berperan sebagai kompas yang memandu TPA untuk                       carry out operations in line with sustainability
tetap konsisten menjalankan operasional yang sejalan                 principles, even while navigating diverse dynamics
dengan prinsip keberlanjutan, meskipun menghadapi                    at each stage of the business.
dinamika yang beragam di setiap tahapan bisnis.

TPA meyakini bahwa dengan berpegang teguh pada                       TPA believes that by adhering firmly to the
pilar keberlanjutan, Perseroan mampu beradaptasi                     sustainability pillars, the Company can adapt to
serta merespons tantangan yang timbul, baik                          and respond to emerging challenges in the short,
dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.                       medium, and long term. These challenges may
Tantangan tersebut dapat mencakup aspek teknis                       include operational technical aspects as well as
operasional maupun faktor eksternal yang berada                      external factors beyond the Company’s control.
di luar kendali Perseroan. Secara umum, tantangan                    In general, the challenges include global palm oil
yang dihadapi mencakup dinamika industri kelapa                      industry dynamics, such as competitive pressures
sawit global, termasuk tekanan persaingan dan isu                    and sustainability issues; changes in regulations
keberlanjutan; perubahan regulasi dan kebijakan,                     and policies at both national and international
baik di tingkat nasional maupun internasional;                       levels; commodity price fluctuations affecting




                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report             49
Page 52
           Komitmen Keberlanjutan TPA
           TPA Sustainability Commitment




fluktuasi harga komoditas yang memengaruhi                      financial stability; and increasing stakeholder
stabilitas finansial; serta peningkatan ekspektasi              expectations, ranging from consumers and investors
pemangku kepentingan, mulai dari konsumen,                      to communities, that demand higher sustainability
investor, hingga masyarakat, yang menuntut                      standards. More detailed information on these
standar keberlanjutan semakin tinggi. Informasi lebih           challenges is presented as follows:
lengkap mengenai tantangan-tantangan tersebut
diuraikan sebagai berikut:


Tantangan terhadap Keberlanjutan Bisnis TPA [POJK E.5]
Challenges to TPA’s Business Sustainability

   Pilar KSL               Jangka Pendek                Jangka Menengah                     Jangka Panjang
   KSL Pillar                Short-Term                   Medium-Term                         Long-Term
                    Implementasi           Nilai-Nilai Pengelolaan Keterbukaan Pemenuhan Standar Keberlanjutan
                    Perusahaan                         dan     Kemamputelusuran yang Semakin Kompleks
                                                       Rantai Pasok
                    Implementation    of   Corporate Supply Chain Transparency Complying         with  More     Complex
     Good
                    Values                           and            Traceability Sustainability Standards
  Governance
                                                     Management
                    • Pengelolaan Areal Konservasi    • Kampanye          Negatif Perubahan Iklim (El Nino & La Nina) dan
                    • Potensi Kebakaran Lahan           Anti-Sawit                Emisi GRK
                    • Potensi Banjir                  • Perubahan Landskap di
                                                        Sekitar Unit Operasional
                                                      • Pengelolaan POME
                    • Management of Conservation • Negative Campaign of Climate Change (El Nino & La Nina) and
                      Areas      Management   of   Anti-Palm Oil            GHG Emissions
Agro-Ecological       Conservation Area          • Landscape      Changes
                    • Potential Land Fires         Around Operational Units
                    • Potential Flooding         • POME Management



                    • Keterbatasan Tenaga Kerja • Penyediaan Air Bersih      Fasilitas dan  Manfaat            Kompetitif
                      Lokal Terampil            • Pemenuhan        Fasilitas dengan Perusahaan Lain
                    • Kenaikan    Standar Upah    Perumahan
                      Minimum
                    • Limited Availability of Skilled • Provision of Clean Water Competitive Facilities and Benefits
Socio-Territorial     Local Labor                     • Fulfillment of Housing Compared to Other Companies
                    • Increase in Minimum Wage          Facilities
                      Standards
                    Kenaikan Biaya Operasional.       • Kebijakan   Geopolitik Umur   Tanaman    yang Semakin
                                                        Dunia                  Bertambah Melewati Masa Puncak
                                                      • Kompetensi     Pasar Produksi
                                                        dengan Minyak Nabati
                                                        Lainnya
   Economic         Increase of Operational Cost.     • World Geopolitical Policy Increasing Plantation Age Beyond Peak
    Viability                                         • Market Competence with Production Period
                                                        Other Vegetable Oils



Dalam menghadapi beragam tantangan sekaligus                    In    addressing       various    challenges    while
mengoptimalkan potensi dampak yang timbul,                      optimizing potential impacts, TPA has formulated
TPA telah merumuskan strategi keberlanjutan yang                a comprehensive sustainability strategy based
komprehensif dengan berlandaskan pada 4 pilar KSL.              on the four KSL pillars. This strategy serves
Strategi ini menjadi pedoman dalam mengarahkan                  as a guideline for directing policies and operations ,
kebijakan dan operasional, sekaligus berfungsi                  while also functioning as a framework to ensure that
sebagai kerangka kerja untuk memastikan setiap                  every business action remains aligned with good
langkah bisnis tetap sejalan dengan prinsip tata                governance principles, environmental sustainability,
kelola yang baik, kelestarian lingkungan, tanggung              social responsibility, and the creation of long-term
jawab sosial, serta penciptaan nilai ekonomi jangka             economic value.
panjang.




 50    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 53
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                                        PT Teladan Prima Agro Tbk




Kebijakan Sawit Lestari: Landasan Strategi
Keberlanjutan
Sustainable Palm Oil Policy: The Foundation of a Sustainability Strategy

KSL merupakan pedoman utama bagi TPA                                       The KSL serves as TPA’s main guideline to ensure
dalam memastikan seluruh kegiatan operasional                              that all operational activities are conducted in
dijalankan sesuai dengan prinsip keberlanjutan.                            accordance with sustainability principles. Through
Melalui pedoman ini, produksi kelapa sawit                                 these guidelines, palm oil production is directed
diarahkan untuk memberikan keuntungan secara                               to generate economic benefits while also making
ekonomi, sekaligus memberikan kontribusi positif                           a positive contribution to the environment and
terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. KSL                            surrounding communities. TPA’s KSL comprises 11
TPA mencakup 11 butir kebijakan yang masing-                               policy points, each reinforcing the implementation of
masing memperkuat penerapan keempat pilar                                  the Company’s four sustainability pillars. Consistent
keberlanjutan Perseroan. Penerapan KSL yang                                and comprehensive application of the KSL reflects
konsisten     dan     menyeluruh      mencerminkan                         TPA’s commitment to supporting both government
komitmen TPA untuk mendukung upaya pemerintah                              and global efforts in achieving the 17 Sustainable
maupun masyarakat global dalam mewujudkan                                  Development Goals (SDGs) initiated by the United
17 SDGs yang diinisiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa.                        Nations. The link between TPA’s KSL and the SDGs
Keterkaitan antara KSL TPA dengan agenda SDGs                              agenda is presented as follows:
tersebut diuraikan sebagai berikut:


Kebijakan Sawit Lestari
Sustainable Palm Oil Policy




                       Good Governance                                                              Agro-Ecological


                1                                   2                                     3                                    4
Menjalankan usaha perkebunan             Berkomitmen kuat dalam           Tidak melakukan pengembangan                  Menerapkan efisiensi
 dengan mematuhi peraturan             membangun perilaku bisnis           baru di areal hutan Stok Karbon          penggunaan sumber daya
  perundangan yang berlaku             yang jujur dan berintegritas            Tinggi, kawasan gambut,            dalam kegiatan perusahaan;
   dan berupaya memenuhi                berlandaskan etika melalui            serta mengelola areal kerja        menjaga dan mengelola sumber
   serta melampaui standar            prinsip Tata Kelola Perusahaan        yang memiliki Nilai Konservasi         air dan tanah; meningkatkan
  keberlanjutan yang relevan.            yang baik. Mencegah dan           Tinggi, dan menerapkan Praktik           kemampuan pengelolaan
                                       memberantas tindak pidana             Tanpa Bakar dalam kegiatan             limbah dan sampah serta
                                          korupsi, penyuapan, dan                    perusahaan.                   meminimalkan penggunaan
                                          pencucian uang dengan                                                      bahan kimia; dan secara
                                            menekankan prinsip                                                   bertahap mengurangi emisi GRK.
                                     transparansi serta akuntabilitas
                                          dalam seluruh kegiatan
                                                Perusahaan.
 Conducting plantation business       Strongly committed to fostering           Not carrying out new               Implementing efficient use
  in compliance with applicable         honest and integrity-driven        developments in High Carbon             of resources in all activities;
laws and regulations and striving        business conduct based in         Stock forest areas, peat areas,          protecting and managing
   to meet as well as exceed the         ethical values through the       as well as managing work areas            water and land resources;
relevant sustainability standards.        implementation of Good            that have High Conservation          improving waste management
                                     Corporate Governance principles.      Value, and implementing Zero          capabilities and minimizing the
                                          To prevent and eradicate        Burning Practices in all activities.   use of chemicals, and gradually
                                      corruption, bribery, and money                                                reducing GHG emissions.
                                        laundering by enforcing the
                                         principles of transparency
                                       and accountability in all of the
                                            Company’s activities.



    Compliance with Laws                                                      Zero Burning Practices,              Efficient and Accountable
    & Exceed Sustainability                 Good Governance                    High Carbon Stock, &                     Natural Resources
          Standards                          Implementation                  High Conservation Value               Management Responsibly
                                                                                   Management




                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                        51
Page 54
              Komitmen Keberlanjutan TPA
              TPA Sustainability Commitment




                                                               Socio-Territorial


                5                                     6                                   7                                     8
  Menghormati dan melindungi            Memberikan kompensasi kerja         Memberi kebebasan dan/atau            Menerapkan Standar Kesehatan
     Hak Asasi Manusia (tidak           yang layak dan jaminan sosial      memfasilitasi kegiatan berserikat,         Keselamatan Kerja yang
      mentoleransi adanya               ketenagakerjaan, berkomitmen         menghormati hak berunding               didukung oleh Tata Kelola,
  diskriminasi suku, agama, ras,             dalam pelatihan dan           secara kolektif, dan mendorong              sumber daya manusia,
kebangsaan, gender, kondisi fisik,     pengembangan karyawan, serta            terbentuknya koperasi.               serta pemenuhan terhadap
 status sosial, serta pandangan        memastikan kesetaraan peluang                                               seluruh sarana dan prasarana
 politik); pemenuhan hak anak,             dan perlakuan bagi para                                                 penunjang guna menciptakan
   perlindungan dan larangan             karyawan tanpa diskriminasi.                                            lingkungan kerja yang aman dan
mempekerjakan anak; melarang                                                                                                  nyaman.
   segala bentuk kerja paksa,
    intimidasi dan kekerasan,
     pelecehan seksual, serta
melindungi hak reproduksi kaum
            perempuan.

    Respecting and protecting                Providing decent work             Providing freedom and/              Implementing Occupational
  Human Rights (zero tolerance          compensation and employment           or facilitating association          Health and Safety Standards
  of discrimination on ethnicity,         social security, committed        activities, respecting the right         supported by Governance,
religion, race, nationality, gender,       to employee training and          to collective bargaining, and        human resources, and fulfilling
physical condition, social status,        development, and ensuring                   encouraging                    all supporting facilities and
 and political views); fulfilling of        equal opportunity and           the formation of cooperatives.       infrastructure to build a safe and
 children’s rights, protecting and     treatment for employees without                                            comfortable work environment.
  prohibiting the employment of                 discrimination.
 children; prohibiting all forms of
  forced labor, intimidation and
violence, and sexual harassment,
     and protecting women’s
        reproductive rights.




  Human Rights Respect and                Respect Employee’ Right,           Freedom of Association and                   OHS Standards
        Protection                       Equal Treatment, & Welfare             Cooperation Activities                   Implementation




      Socio-Territorial                                                         Economic Viability


                9                                    10                                                         11
   Melaksanakan Tanggung                Melibatkan serta memfasilitasi       Memperoleh hasil usaha optimal yang mampu telusur dengan
Jawab Sosial yang berorientasi            petani dan komunitas lokal       menerapkan praktik terbaik dan perbaikan berkesinambungan yang
   pada pencapaian Tujuan                  ke dalam rantai pasokan          berwawasan lingkungan di dalam seluruh proses kerja budidaya
 Pembangunan Berkelanjutan,                  perusahaan dengan                    tanaman, proses produksi, dan pengolahan hasil.
     menghormati hak-hak                berlandaskan azas inklusivitas
masyarakat serta kearifan lokal,        dan kemamputelusuran serta
 serta membangun hubungan                memberikan dorongan dan
yang harmonis dengan seluruh           pengarahan untuk menerapkan
    pemangku kepentingan.              praktik usaha yang bertanggung
                                           jawab dan berkelanjutan.

       Carrying out Social                 Involving and facilitating            Obtaining optimal business results that are traceable by
     Responsibility oriented           farmers and local communities          implementing best practices and environmentally responsible
towards achieving Sustainable             into the company’s supply         continuous improvement across all stages of plantation cultivation,
Development Goals, respecting           chain based on the principles                 production process, and product processing.
      community rights and             of inclusiveness and traceability
   local wisdom, and building           and providing encouragement
harmonious relationships with all        and guidance to implement
          stakeholders.                  responsible and sustainable
                                              business practices.



   SDGs-oriented Corporate              Involvement of Local Farmers
                                                                                 Best Practices & Continuous Improvement for Optimum
     Social Responsibility                & Communities in Supply
                                                                                                    Business Results
                                                  Chain




 52       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 55
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                      PT Teladan Prima Agro Tbk




Dukungan KSL terhadap Pencapaian SDGs
KSL’s Support to SDGs Achievement

                        Tujuan Pembangunan Berkelanjutan                                      Korelasi dengan KSL
                          Sustainable Development Goals                                       Correlation with KSL

 1-     Menghapus Kemiskinan / No Poverty                                                           1       6        9         10


 2-     Mengakhiri Kelaparan / Zero Hunger                                                              1       6         9


                                                                                                    1       4        5         6
 3-     Kehidupan Sehat dan Sejahtera / Good Health and Well-Being
                                                                                                        7       8         10


 4-     Pendidikan Bermutu / Quality Education                                                          1       5         6


 5-     Kesetaraan Gender / Gender Equality                                                             1       5         6


 6-     Akses Air Bersih dan Sanitasi / Clean Water and Sanitation                                  1       3        4         8


 7-     Energi Bersih dan Terjangkau / Affordable and Clean Energy                                          1        4


                                                                                                    1       2        6         7
        Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi / Decent Work and Economic
 8-
        Growth                                                                                          8       10        11


 9-     Industri, Inovasi, dan Infrastruktur / Industry, Innovation, and Infrastructure                 1       6         11


10 -    Berkurangnya Kesenjangan / Reduce Inequalities                                          1       5       6         7         9


 11 -   Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan / Sustainable Cities and Communities                          1        8

        Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab / Responsible Consumption                          1       4         11
12 -
        and Production

13 -    Penanganan Perubahan Iklim / Climate Action                                                     1       3         4


14 -    Menjaga Ekosistem Darat / Life on Land                                                          1       3         4

        Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat / Peace, Justice, and                           1       2         9
15 -
        Strong Institutions

16 -    Kemitraan untuk Mencapai Tujuan / Partnerships for the Goals                                        1        10




                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                       53
Page 56
          Komitmen Keberlanjutan TPA
          TPA Sustainability Commitment




Roadmap ESG
ESG Roadmap


Sebagai bagian dari komitmen dalam menerapkan             As part of its commitment to implementing
praktik agribisnis berkelanjutan, TPA telah memiliki      sustainable agribusiness practices, TPA has
Roadmap ESG sebagai panduan strategis hingga              established an ESG Roadmap as a strategic guide
tahun 2030. Roadmap ini dirancang untuk                   through 2030. This roadmap is designed to ensure
memastikan kepatuhan terhadap standar global              compliance with global standards and stakeholder
dan ekspektasi pemangku kepentingan, serta                expectations as well as to guide concrete actions to
untuk mengarahkan langkah-langkah nyata dalam             strengthen competitiveness and create long-term
memperkuat daya saing dan menciptakan nilai               value.
jangka panjang.

Fokus utama roadmap keberlanjutan Perseroan               The main focus of the Company’s sustainability
diarahkan pada 3 prioritas besar yang terintegrasi        roadmap is directed at three major priorities integrated
dalam prinsip People, Planet, dan Profit. Pada            under the principles of People, Planet, and Profit. Under
aspek Planet, Perseroan memprioritaskan mitigasi          the Planet aspect, the Company prioritizes climate
perubahan iklim dan pengurangan emisi GRK                 change mitigation and the reduction of greenhouse
melalui pembangunan dan pengoperasian BPP                 gas (GHG) emissions through the development and
yang    mengoptimalkan      pemanfaatan      POME         operation of Biogas Power Plants (BPP) that optimize
menjadi sumber energi terbarukan. Pendekatan ini          the utilization of palm oil mill effluent (POME) as a
diupayakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan               renewable energy source. This approach is intended
limbah dalam memperkuat daya dukung lingkungan.           to optimize waste utilization in strengthening
                                                          environmental carrying capacity.

Pada aspek People, roadmap difokuskan pada                Under the People aspect, the roadmap focuses
perlindungan dan peningkatan kesejahteraan                on protecting and improving human welfare
manusia di sepanjang rantai nilai Perseroan. Fokus        throughout the Company’s value chain. This focus is
ini diwujudkan melalui penguatan aspek K3 dengan          realized through the strengthening of occupational
menekan angka kecelakaan kerja, pelatihan                 health and safety (OHS) by reducing workplace
berkelanjutan, serta pengawasan ketat terhadap            accidents, implementing continuous training, and
penerapan standar operasional. Di saat yang sama,         enforcing strict supervision of operational standard
Perseroan mendorong pemberdayaan sosial-                  compliance. At the same time, the Company
ekonomi masyarakat melalui kemitraan petani               promotes the socio-economic empowerment of
plasma dan swadaya serta pelibatan masyarakat             communities through partnerships with plasma
lokal secara berkelanjutan.                               and independent farmers, as well as sustained
                                                          engagement with local communities.

Sementara itu, pada aspek Profit, Perseroan               Meanwhile, under the Profit aspect, the Company
menempatkan peningkatan nilai tambah dan                  positions      value-added      enhancement      and
kinerja operasional sebagai penggerak utama               operational performance as the main drivers of
keberlanjutan      ekonomi.     Pembangunan     dan       economic sustainability. The development and
pengoperasian KCP menjadi bagian dari strategi            operation of the Kernel Crushing Plant (KCP) form
untuk meningkatkan nilai tambah produk. Upaya             part of the strategy to increase product value added.
ini didukung oleh optimasi produktivitas kebun,           These efforts are supported by the optimization of
peningkatan efisiensi produksi, serta penerapan           plantation productivity, improvements in production
inovasi teknologi melalui TPTS dan TGM, yang              efficiency, and the application of technological
memperkuat akurasi pengambilan keputusan,                 innovation through TPTS and TGM, which enhance
efisiensi biaya, dan tata kelola berintegritas.           decision-making accuracy, cost efficiency, and
                                                          integrity-based governance.




 54    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 57
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                PT Teladan Prima Agro Tbk




Melalui roadmap ini, TPA menargetkan capaian                  Through this roadmap, TPA targets measurable
yang terukur, seperti penurunan intensitas emisi,             achievements, such as reductions in emission
peningkatan porsi energi terbarukan, peningkatan              intensity, an increased share of renewable energy,
kontribusi sosial-ekonomi di wilayah operasional, serta       enhanced socio-economic contributions in its
peningkatan nilai tambah produk yang dihasilkan               operational areas, as well as increased product
dan pertumbuhan produktivitas kebun.          Dengan          value added and growth in plantation productivity.
struktur roadmap yang jelas, TPA optimis bahwa                With a clear roadmap structure, TPA is confident
setiap langkah yang ditempuh akan memberikan                  that every step taken will generate positive impacts,
dampak positif, baik bagi keberlanjutan usaha                 both for business sustainability and stakeholder
maupun kesejahteraan pemangku kepentingan.                    well-being.



Komitmen terhadap Penerapan                                   Commitment to Sustainability Strategy
Strategi Keberlanjutan [GRI 2-23, 2-24]                       Implementation [GRI 2-23, 2-24]

TPA     menempatkan     keberlanjutan    sebagai              TPA places sustainability as the main foundation in
fondasi utama dalam kegiatan perkebunan dan                   its palm oil plantation and processing activities. This
pengolahan kelapa sawit. Komitmen ini diwujudkan              commitment is comprehensively implemented on
secara menyeluruh pada aspek lingkungan,                      the environmental aspect, transparent governance,
tata kelola yang transparan, tanggung jawab                   social responsibility, as well as economic
sosial, serta keberlanjutan ekonomi. Integrasi                sustainability. The integration of sustainability
prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh proses                 principles into all business processes is aimed
bisnis diarahkan untuk menciptakan nilai jangka               to create long-term value for stakeholders while
panjang bagi pemangku kepentingan sekaligus                   minimizing impacts on the environment and society.
meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan
masyarakat.

Komitmen tersebut dijalankan melalui kebijakan,               This commitment is carried out through policies,
inisiatif, dan praktik terbaik yang mendukung                 initiatives, and best practices that support
pencapaian      target     keberlanjutan. Dengan              the achievement of sustainability targets. With this
pendekatan ini, TPA memastikan pertumbuhan                    approach, TPA ensures that business growth not
usaha tidak hanya menghasilkan kinerja finansial              only generating strong financial performance, but
yang kuat, tetapi juga kontribusi positif bagi                also brings positive contributions for environmental
pelestarian lingkungan, kesejahteraan sosial, dan             preservation, social welfare, and governance
tata kelola yang berintegritas.                               integrity.

Penerapan Komitmen Keberlanjutan                              Implementation of Sustainability
di Tahun 2025                                                 Commitments in 2025
Sepanjang tahun 2025, TPA terus menunjukkan                   Throughout 2025, TPA continued to demonstrate
konsistensi dalam mengimplementasikan strategi                consistency in implementing its sustainability
keberlanjutan melalui berbagai inisiatif yang                 strategy through various integrated initiatives.
terintegrasi. Komitmen ini diwujudkan dengan                  This commitment is realized by prioritizing innovation,
mengedepankan inovasi, efisiensi operasional,                 operational efficiency, and positive contributions to
serta kontribusi positif terhadap lingkungan                  the environment and communities. Some of the key
dan masyarakat. Beberapa pencapaian utama                     sustainability achievements in 2025 are outlined
keberlanjutan di tahun 2025 diuraikan sebagai                 as follows:
berikut:
1. Penguatan skala perusahaan melalui akuisisi                1. Strengthening the company’s scale through
    sehingga     dapat     meningkatkan   kapasitas              acquisitions in order to increase productive
    produktivitas tanpa membuka lahan baru;                      capacity without opening new land;
2. Penyelenggaraan sosialisasi anti-korupsi terkait           2. Implementation of anti-corruption socialization
    dengan perkembangan peraturan dalam KUHAP                    related to regulatory developments under the
    yang baru;                                                   new KUHAP;
3. Pemantauan spesies-spesies kunci yang menjadi              3. Monitoring of key species that serve as indicators
    indikator kelestarian lingkungan pada areal HVC              of environmental sustainability within TPA’s HCV
    TPA;                                                         TPA areas;




                                                          Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report      55
Page 58
          Komitmen Keberlanjutan TPA
          TPA Sustainability Commitment




4. Penguatan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan         4. Strengthening of the circular economy through the
   limbah sebagai sumber nilai tambah melalui                utilization of waste as a source of value creation via
   pengoperasian BPP, KCP, dan composting;                   the operation of the BPP, KCP, and composting; and
5. Peningkatan program-program yang mendukung             5. Enhancement of programs that support
   kesejahteraan karyawan dan keluarga.                      the welfare of employees and their families.

Komitmen ini mencerminkan langkah nyata TPA               This commitment reflects TPA’s tangible efforts
dalam mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam             to integrate sustainability into every aspect of
setiap aspek bisnis, sekaligus menegaskan peran           its business, while also reaffirming TPA’s role
TPA sebagai perusahaan agribisnis modern yang             as a modern agribusiness company that is adaptive
adaptif terhadap tantangan.                               to challenges.

Teladan Green Metrics (TGM)                               Teladan Green Metrics (TGM)
TGM merupakan pilar utama TPA dalam memperkuat            TGM serves as TPA’s key pillar in strengthening
transformasi     menuju      perusahaan     berbasis      the     transformation       toward    a    data-driven
data yang berfokus pada aspek keberlanjutan               company          focused     on    sustainability   and
sekaligus peningkatan produktivitas. Melalui TGM,         productivity improvement. Through TGM, various
berbagai indikator operasional penting dikelola           critical operational indicators are managed
secara komprehensif, mencakup data kualitas               comprehensively, including environmental quality
lingkungan, penggunaan pupuk dan pestisida,               data, fertilizer and pesticide usage, hotspot monitoring
pemantauan hotspot untuk mencegah kebakaran               to prevent land fires, employee performance, and
lahan, kinerja karyawan, hingga alokasi biaya.            cost allocation. All of this data is automatically
Seluruh data ini dianalisis secara otomatis dengan        analyzed using specialized algorithms, generating
algoritma khusus sehingga menghasilkan business           business intelligence that enables management
intelligence yang membantu manajemen merespons            to respond to challenges quickly, accurately, and
tantangan secara cepat, tepat, dan efisien.               efficiently.

Seiring perkembangannya, TGM terus diperkuat              Over time, TGM has been further strengthened
dengan pemutakhiran dataset yang relevan                  through the enhancement of datasets relevant to
dengan aspek operasional maupun keberlanjutan.            both operational and sustainability aspects. As of the
Hingga akhir tahun 2025, TGM telah mengelola              end of 2025, TGM managed 51 ESG datasets covering
51 dataset ESG yang meliputi aspek operasional,           operational, financial, chemical usage, greenhouse
finansial, penggunaan bahan kimia, emisi gas              gas emissions, biodiversity, and other aspects.
rumah kaca, keanekaragaman hayati, dan                    This enhancement reflects TPA’s commitment to
lainnya. Peningkatan ini mencerminkan komitmen            establishing a more comprehensive data-driven
TPA dalam menghadirkan sistem pengelolaan                 management system. A key development includes
berbasis data yang semakin komprehensif. Salah            the integration of an Early Warning System (EWS)
satu pengembangan penting adalah integrasi                that utilizes satellite data to detect potential land
Early Warning System (EWS) yang memanfaatkan              fires based on specific distance criteria. With timely
data satelit untuk mendeteksi potensi kebakaran           information, fire response teams are able to act
lahan berdasarkan kriteria jarak tertentu. Dengan         more quickly and effectively, thereby preventing the
informasi yang tepat waktu, tim pemadam                   wider spread of fires.
kebakaran dapat merespons lebih cepat dan efektif
sehingga mencegah penyebaran api secara luas.

TGM juga diperkaya dengan modul pengukuran                TGM has also been enhanced with a carbon
carbon footprint yang merujuk pada standar                footprint measurement module that refers to
Intergovernmental Panel on Climate Change                 the standards of the Intergovernmental Panel on
(IPCC) dan GHG Protocol. Modul ini memungkinkan           Climate Change (IPCC) and the GHG Protocol.
identifikasi, penghitungan, serta pelaporan emisi GRK     This module enables the identification, calculation,
secara lebih akurat dan sistematis di seluruh rantai      and reporting of GHG emissions more accurately
nilai operasional TPA. Dengan data yang terstruktur,      and systematically across TPA’s entire operational
TPA dapat menemukan peluang pengurangan emisi             value chain. With structured data, TPA is able to
atau dekarbonisasi secara optimal, baik melalui           identify opportunities for optimal emission reduction
efisiensi energi maupun pemanfaatan teknologi             or decarbonization, both through energy efficiency
ramah lingkungan.                                         initiatives and the adoption of environmentally
                                                          friendly technologies.


 56    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 59
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                             PT Teladan Prima Agro Tbk




Selain mendukung operasional internal, hasil                In addition to supporting internal operations,
pengolahan     data   TGM    juga   dimanfaatkan            the processed TGM data is also used to prepare
untuk penyusunan laporan ESG kuartalan yang                 quarterly ESG reports submitted to the Board of
disampaikan kepada Direksi. Dengan informasi                Directors. With accurate and up-to-date information,
yang akurat dan terkini, manajemen puncak dapat             top management can make fact-based decisions
membuat keputusan berbasis fakta sekaligus                  and respond effectively to dynamic changes. These
merespons dinamika secara tepat sasaran.                    data are subsequently published in the Sustainability
Data-data tersebut selanjutnya dipublikasikan               Report to ensure TPA’s transparency and
melalui Laporan Keberlanjutan untuk memastikan              accountability to all stakeholders, while reaffirming
transparansi dan akuntabilitas TPA kepada seluruh           the company’s commitment to integrating
pemangku kepentingan, sekaligus menegaskan                  sustainability into every aspect of its business.
komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan
keberlanjutan ke dalam setiap aspek bisnisnya.



Teladan Productivity Technology                             Teladan Productivity Technology
Science (TPTS)                                              Science (TPTS)
TPTS      merupakan     aplikasi   berbasis     data        TPTS is a data science-based application developed
science yang dikembangkan untuk memantau,                   to monitor, analyze, and evaluate factors affecting
menganalisis, dan mengevaluasi faktor-faktor                oil palm productivity. TPTS was initiated from
yang memengaruhi produktivitas kelapa sawit.                a strategic need to address a stagnant productivity
Inisiasi TPTS berawal dari kebutuhan strategis untuk        in several palm oil blocks entering a productive
menjawab tantangan produktivitas yang stagnan               age of 8 to 15 years. By leveraging an extensive
di beberapa blok tanaman kelapa sawit yang telah            database processed through internal algorithms,
memasuki umur produktif antara 8 hingga 15 tahun.           TPTS provides objective and detailed information
Dengan memanfaatkan basis data yang ekstensif               on plantation conditions, land potential, and crop
dan diproses melalui algoritme internal, TPTS               health. This information assists the management
menyediakan informasi objektif dan terperinci terkait       team in identifying issues early and taking timely,
kondisi perkebunan, potensi lahan, serta kesehatan          appropriate actions to maintain productivity and
tanaman. Informasi ini membantu tim manajemen               operational efficiency.
dalam mengidentifikasi permasalahan sejak dini
dan mengambil langkah tepat secara cepat untuk
menjaga produktivitas dan efisiensi operasional.




        Monitoring Indikator Perubahan Iklim
        Monitoring of Climate Change Indicators




                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report    57
Page 60
           Komitmen Keberlanjutan TPA
           TPA Sustainability Commitment




Seiring perkembangannya, TPTS ditransformasi               Over time, TPTS has been transformed into
menjadi platform Expert System (ES) dengan                 an Expert System (ES) platform by integrating
mengintegrasikan teknologi Precision Agriculture,          Precision   Agriculture    technologies,    such     as
seperti Remote Sensing (RS) dan Artificial Intelligence    Remote Sensing (RS) and Artificial Intelligence (AI).
(AI). TPA juga telah mengoptimalkan dukungan citra         TPA also optimized the use of high-resolution satellite
satelit beresolusi tinggi dan multi-spectral aerial        and multi-spectral aerial imageries, allowing
imagery yang mampu memantau kondisi vegetasi,              the company to precisely monitor vegetation
kelembapan tanah, kandungan klorofil, dan indeks           conditions, soil moisture, chlorophyll content, and
fotosintesis tanaman secara presisi. Pendekatan            plant photosynthesis indices. This approach replaces
ini menggantikan model konvensional dengan                 a conventional location-specific recommendation
rekomendasi spesifik berbasis lokasi, sehingga             model, enabling each plantation block to receive
setiap blok tanaman dapat memperoleh intervensi            targeted interventions in line with its specific abiotic
yang tepat sesuai kondisi abiotik dan biotiknya.           and biotic conditions.

Keunggulan TPTS terletak pada kemampuannya                 The advantage of TPTS lies in its ability to integrate
mengintegrasikan berbagai sumber data secara               various data sources in real-time. TPA integrates
real-time. TPA mengintegrasikan TPTS dengan                TPTS with various internal data sources, such
berbagai sumber data internal, seperti produksi,           as production, fertilization, rainfall, and topography,
pemupukan, curah hujan, dan topografi, serta data          as well as external data, like weather conditions and
eksternal, seperti kondisi cuaca dan citra satelit.        satellite imageries. Data updates and validation
Setiap bulan, pembaruan dan validasi data dilakukan        are systematically done on a monthly basis to
secara sistematis untuk memastikan akurasi analisis        ensure the accuracy of analysis and the reliability
dan keandalan model prediksi. Sistem ini juga              of predictive models. The system is also equipped
dilengkapi dengan analytics dashboard dan laporan          with an analytics dashboard and a quarterly report
triwulanan yang memberikan gambaran real-time              providing the real-time overview of plant health in all
mengenai kondisi kesehatan tanaman di seluruh              of the plantation blocks. More detailed information
blok kebun. Informasi lebih lengkap mengenai               on the advantages of TPTS is outlined as follows:
keunggulan TPTS diuraikan sebagai berikut:
1. Optimasi Produktivitas                                  1.   Optimizing Productivity
    Menggunakan data dari sensor satelit untuk                  Utilizing the data from satellite sensor to monitor
    memantau kondisi tanaman secara real-time                   plants conditions in real-time and data analysis
    dengan analisis data dalam algoritma model                  within Machine Learning/Deep Learning (ML/DL)
    Machine Learning/Deep Learning (ML/DL), TPTS                algorithms, TPTS is able to generate efficient and
    dapat memberikan rekomendasi informasi                      timely recommendation to detect and monitor
    yang efisien dan tepat waktu dalam mendeteksi               changes in plants’ health and productivity.
    dan memantau perubahan kesehatan dan                        Improved monitoring quality and accuracy allow
    produktivitas tanaman. Dengan peningkatan                   the management to make better decision and
    kualitas dan akurasi pemantauan memungkinkan                enhance production yield.
    manajemen untuk mengambil keputusan yang
    lebih baik dan meningkatkan hasil produksi.
2. Efisiensi Biaya                                         2. Cost Efficiency
    Biaya operasional dapat ditekan melalui                   Lower operational cost can be achieved through
    penggunaan input sumber daya yang lebih                   more efficient use of resources. AI in TPTS is able
    efisien. AI dalam TPTS mampu menganalisis dan             to analyze and learn the patterns and nature
    mempelajari pola serta sifat data historis yang           of good historical data and able to predict
    sangat baik dan dapat memprediksi kebutuhan               the future needs of resources as well as
    sumber daya dan produktivitas tanaman di masa             the plant productivity. In addition, TPTS also
    depan. Selain itu, TPTS juga membantu dalam               assists in identifying areas requiring special care,
    mengidentifikasi area yang membutuhkan                    enabled a focused use of resources on area that
    perawatan khusus, sehingga penggunaan                     truly need them.
    sumber daya dapat difokuskan pada area yang
    benar-benar membutuhkan.
3. Keberlanjutan Usaha                                     3. Business Sustainability
    Keberlanjutan adalah salah satu fokus utama               Sustainability is one of the primary focuses of
    TPTS. Dengan memanfaatkan teknologi remote                TPTS. By utilizing remote sensing technology,
    sensing, TPTS dapat memantau dampak                       TPTS can monitor the environmental impact of




 58     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 61
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                PT Teladan Prima Agro Tbk




   lingkungan dari aktivitas perkebunan dan                     plantation activities and ensure environmentally
   memastikan praktik yang ramah lingkungan. TPTS               friendly practices. TPTS also assists in identifying
   juga membantu dalam mengidentifikasi dan                     and managing conservation areas within
   mengelola area konservasi dalam prompt block                 prompt block profile management, thereby
   profile management, sehingga keberlanjutan                   maintaining the environmental sustainability of
   lingkungan perkebunan dapat terjaga.                         the plantations.

Pada implementasinya, TPTS melakukan beberapa                In its implementation, TPTS carries out the following
program sebagai berikut:                                     programs:
1. Block Profile Management:                                 1. Block Profile Management:
   Pengetahuan dan pemahaman yang mendalam                       In-depth knowledge and understanding of
   tentang variabilitas blok tanaman yang unik,                  the unique variability of each planting block,
   termasuk topografi, jenis tanah, genetik,                     including topography, soil type, genetics, plant
   populasi tanaman, serta kondisi mikroklimat                   population, and the microclimatic conditions of
   di setiap blok sangat penting.                                each block, are crucial.
2. Crop Monitoring:                                          2. Crop Monitoring:
   TPTS memanfaatkan citra satelit dan sensor                    TPTS is utilizing satellite imageries and sensors to
   untuk memantau kesehatan tanaman secara                       monitor plants health in real-time. The usage of
   real-time. Penggunaan deep learning dalam                     deep learning in the detection and classification
   mendeteksi dan mengklasifikasikan kesehatan                   of palm oil tree health the accuracy level reached
   pohon kelapa sawit dapat mencapai akurasi                     up to 97%.
   hingga 97%.
3. Yield Gap Status:                                         3. Yield Gap Status:
   Mengidentifikasi dan mengatasi kesenjangan                   Identifying and addressing the gap between
   hasil antara potensi (site specific) atau target             the potentials (site specific) or targets with actual
   dan hasil aktual.                                            yield.
4. Harvesting Interval & Road Condition Monitoring:          4. Harvesting Interval & Road Condition Monitoring:
   Memantau interval panen dan kondisi jalan untuk              Monitoring harvest interval and road conditions
   memastikan efisiensi operasional.                            to ensure operational efficiency.
5. Weather Analysis & Forecast:                              5. Weather Analysis & Forecast:
   TPTS mengintegrasikan analisis data cuaca                    TPTS integrates historical weather data analysis
   historis dan prediksi iklim ke depan dapat                   and climate prediction to assist with the proactive
   membantu         perencanaan     strategis     dan           and adaptive strategic and operational planning.
   operasional yang proaktif dan adaptif.
6. Early Detection System (Healthy and Unhealthy             6. Early Detection System (Healthy and Unhealthy
   Palm Tree):                                                  Palm Tree):
   Sistem deteksi kesehatan pohon kelapa sawit                  AI is used in the system to detect healthy and
   menggunakan AI untuk mengidentifikasi pohon                  unhealthy palm tree in real-time and with
   sawit yang sehat dan tidak sehat secara                      precision by utilizing multispectral/hyperspectral
   real-time dan presisi melalui pemanfaatan data               imageries data to detect plan stress due to
   citra multispectral/hyperspectral untuk melihat              drought, nutrient deficiency, and pest or disease
   kondisi stres tanaman akibat kekeringan, defisiensi          attack.
   hara, dan serangan hama atau penyakit.
7. Soil Moisture, Nutrient, Pest, and Disease                7. Soil Moisture, Nutrient, Pest, and Disease
   Monitoring:                                                  Monitoring:
   Memantau kelembaban tanah, nutrisi, hama, dan                Monitoring soil moisture, nutrition, pest, and
   penyakit untuk memastikan kondisi optimal bagi               disease to ensure an optimum condition for plant
   pertumbuhan tanaman.                                         growth.
8. Variable Rate Technology – Fertilizer Map                 8. Variable Rate Technology – Fertilizer Map
   Status:                                                      Status:
   TPTS     memberikan     rekomendasi      program             TPTS is recommending fertilizing program tailored
   pemupukan yang disesuaikan dengan kondisi                    to current plant health conditions and the specific
   kesehatan tanaman terkini dan kebutuhan spesifik             needs of each planting block/area. The usage of
   setiap blok/area tanaman. Teknologi ini dapat                this technology reduced fertilizer usage by up to
   mengurangi penggunaan pupuk hingga 20%.                      20%.




                                                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report       59
Page 62
          Komitmen Keberlanjutan TPA
          TPA Sustainability Commitment




9. Yield Prediction (Site Yield Specific):                9. Yield Prediction (Site Yield Specific):
   TPTS menggunakan model machine learning                   TPTS is using machine learning models to
   untuk memprediksi hasil panen berdasarkan                 predict harvest yields based on weather
   data cuaca dan kondisi tanah. Dalam Uji                   data and soil conditions. During the trial run
   implementasi TPTS Yield Prediction Model                  of TPTS Yield Prediction Model (2024), using
   (2024) menggunakan New Hybrid Machine/                    New Hybrid Machine/Deep Learning Model with
   Deep Learning Model dengan Multi-Variable                 Multi-Variable and Cross-Correlation data
   dan Cross-Correlation data analytic meliputi              analytics that includes satellite imageries index,
   database indeks citra satelit, agroklimatologi,           agroclimatology, and agronomy databases, TPTS
   dan database agronomi mampu memberikan                    was able to improve yield prediction accuracy
   peningkatan akurasi prediksi produksi TBS                 above 95% (P-value <0.05) over the last 3 years.
   mencapai di atas 95% (P-value <0,05) selama
   3 tahun terakhir.

Sepanjang 2025, TPA mengoptimalkan pemanfaatan            Throughout 2025, TPA optimized the utilization of
TPTS yang memberikan dampak positif terhadap              TPTS that brought positive impacts to operational
kesiapsiagaan operasional. Peringatan BMKG                readiness. BMKG warning on the potential of La Niña
mengenai potensi La Niña pada akhir tahun                 at the end of the year prompted the strengthening
mendorong penguatan mitigasi risiko iklim guna            of climate risk mitigation measures to maintain crop
menjaga produktivitas tanaman.                            productivity.

TPTS dikembangkan berbasis AI dan machine                 TPTS is developed based on AI and machine
learning/deep    learning    untuk     menganalisis       learning/ deep learning to analyze the periodicity of
periodisitas El Niño–Southern Oscillation (ENSO),         El Niño-Southern Oscillation (ENSO), rainfall patterns,
pola curah hujan, cadangan air tanah, serta indeks        groundwater reserves, and plant health indices. Data
kesehatan tanaman. Integrasi data dilakukan secara        integration is conducted in real time through remote
real-time melalui teknologi remote sensing/satelit,       sensing/satellite technology, Unmanned Aerial
Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Automatic Weather          Vehicles (UAV), Automatic Weather Stations (AWS),
Station (AWS), dan Automatic Rainfall System (ARS).       and Automatic Rainfall Systems (ARS).

Seluruh sistem mencakup areal perkebunan TPA di           The system covers all TPA plantation areas in East
Kalimantan Timur dan terhubung dengan control             Kalimantan and is connected to the control room at
room di Kantor Pusat Jakarta, sehingga mitigasi dan       Jakarta Head Office, enabling climate mitigation and
adaptasi iklim dapat dilakukan secara cepat, presisi,     adaptation to be carried out swiftly, precisely, and in
dan terkoordinasi.                                        a coordinated manner.

Pemanfaatan TPTS diperkuat melalui pengembangan           The utilization of TPTS is further strengthened through
Block Profile Management (BPM), yaitu basis data          the development of Block Profile Management
komprehensif yang merekam informasi areal dan             (BPM), a comprehensive database that records land
karakteristik tanaman hingga tingkat individu. BPM        information and plant characteristics up to individual
terintegrasi dengan sistem Tree ID geo-tagging,           level. BPM is integrated with Tree ID geo-tagging
sehingga setiap pokok sawit dapat dipantau secara         system, allowing each palm tree to be continuously
berkelanjutan.                                            monitored.

Pendekatan ini mendukung prinsip Site-Specific            This approach supports the principles of Site-Specific
Management dengan menganalisis variabilitas               Management by analyzing environmental variability
lingkungan per blok, mencakup faktor biotik dan           per block, including biotic and abiotic factors that
abiotik yang memengaruhi kesehatan serta                  influence plant health and production potential.
potensi produksi tanaman. Berdasarkan data                Based on this data, TPA applies plant condition
tersebut, TPA menerapkan klasifikasi kondisi pokok        classification to identify normal trees or those
untuk mengidentifikasi tanaman normal maupun              requiring special attention. This system enables
yang memerlukan perhatian khusus. Sistem ini              timely and targeted interventions to maintain
memungkinkan intervensi yang cepat dan tepat              productivity and enhance crop resilience against
guna menjaga produktivitas serta ketahanan                climate-related pressures.
tanaman terhadap tekanan iklim.




 60    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 63
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                             PT Teladan Prima Agro Tbk




TPA juga memperluas penerapan Internet of Things            TPA also expanded the implementation of Internet
(IoT) dalam TPTS melalui pengembangan sistem                of Things (IoT) within TPTS through the development
sensus produksi berbasis data digital. Pemanfaatan          of a digital data-based production census system.
analisis big data serta algoritma prediksi hibrida          The utilization of big data analytics and hybrid
berbasis machine learning dan deep learning                 predictive algorithms based on machine learning
memungkinkan estimasi jumlah janjang per pokok              and deep learning enables the estimation of bunch
dan berat rata-rata TBS dengan tingkat akurasi              count per tree and average FFB weight with high level
tinggi.                                                     of accuracy.

Transformasi ini menggantikan metode sensus                 This transformation replaces the manual census
manual yang sebelumnya dilakukan 3 kali setahun.            method previously conducted three times per year.
Hasilnya, TPA mencatat efisiensi biaya sebesar 55,6%        As a result, TPA recorded cost efficiencies of 55.6%
dibandingkan metode konvensional, dengan tingkat            compared to conventional methods, with prediction
akurasi prediksi terhadap realisasi rata-rata di atas       accuracy level against the average realization above
95%.                                                        95%.

Komitmen pengembangan TPTS akan terus                       The TPTS development commitment will be
dilanjutkan melalui penyempurnaan algoritma dan             continued through algorithm refinement and
penguatan proses ground truthing guna menekan               strengthening of ground truthing processes to
tingkat kesalahan serta meningkatkan presisi                reduce error rates and improve model precision. With
model. Dengan peningkatan berkelanjutan ini, TPA            these continuous improvements, TPA is targeting
menargetkan implementasi sensus digital secara              the full implementation of digital census systems
penuh dalam beberapa tahun mendatang sebagai                in the coming years as part of its broader digital
bagian dari transformasi digital dan efisiensi              transformation and operational efficiency initiatives
operasional di seluruh rantai produksi.                     across the entire production value chain.




                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report     61
Page 64
             Komitmen Keberlanjutan TPA
             TPA Sustainability Commitment




Pelibatan Pemangku Kepentingan
Stakeholder Engagement

TPA menempatkan pemangku kepentingan sebagai                        TPA positions stakeholders as strategic partners in
mitra strategis dalam mendukung keberlanjutan                       supporting business sustainability. TPA recognizes
usaha. TPA menyadari bahwa keberhasilan jangka                      that long-term success can only be achieved
panjang hanya dapat dicapai melalui hubungan                        through strong relationships with stakeholders who
yang kuat dengan para pemangku kepentingan                          have significant influence or are directly affected
yang memiliki pengaruh signifikan maupun                            by operational activities. Therefore, stakeholder
terdampak langsung oleh kegiatan operasional.                       engagement is an essential part of TPA’s sustainability
Oleh karena itu, pelibatan pemangku kepentingan                     strategy.
menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan.

Sejalan dengan itu, TPA juga senantiasa menjaga                     In line with this, TPA continuously maintains
interaksi bersama pemangku kepentingan melalui                      interactions with stakeholders through various
berbagai saluran komunikasi, seperti forum                          communication channels, such as consultation
konsultasi, survei kepuasan pelanggan, pertemuan                    forums, customer satisfaction surveys, regular
rutin   dengan      investor, hingga    mekanisme                   meetings with investors, and open grievance
pengaduan yang terbuka. Setiap bentuk pelibatan                     mechanisms. Each form of engagement is aimed
diarahkan untuk menjawab kebutuhan jangka                           at addressing short-term needs while anticipating
pendek sekaligus mengantisipasi risiko, menemukan                   risks, identifying innovation opportunities, and
peluang inovasi, dan memperkuat strategi                            strengthening long-term sustainability strategies.
keberlanjutan jangka panjang.

Untuk memastikan pelaksanaan yang sistematis,                       To ensure systematic, measurable, and continuous
terukur, dan berkesinambungan, TPA berpedoman                       implementation, TPA adheres to the AA1000
pada AA1000 Stakeholders Engagement Standard                        Stakeholder Engagement Standard 2015, which
2015    yang     menekankan       prinsip  inklusivitas,            emphasizes the principles of inclusivity, materiality,
materialitas, responsivitas, kelengkapan, dan dampak.               responsiveness, completeness, and impact. Guided
Dengan berpedoman pada acuan tersebut, TPA                          by this framework, TPA identifies stakeholder groups
mengidentifikasi kelompok pemangku kepentingan                      based on the following criteria:
berdasarkan kriteria-kriteria sebagai berikut:




         Pengaruh            Ketergantungan            Tanggung Jawab              Perhatian              Perspektif
          Influence             Dependency               Responsibility             Attention             Perspective


        Pihak tersebut       Perseroan memiliki        Perseroan memiliki          Pihak tersebut      Pihak tersebut dapat
         memberikan           ketergantungan            tanggung jawab,            membutuhkan          memberikan sudut
      pengaruh terhadap        terhadap pihak           baik saat ini atau         perhatian dari          pandang baru
       keputusan yang           tersebut, baik         di masa yang akan         Perseroan terkait      yang sebelumnya
         diambil oleh         secara langsung           datang, terhadap           isu tata kelola,    belum ada terhadap
       Perseroan terkait        maupun tidak              pihak tersebut.       lingkungan, sosial,      isu penting yang
        kelangsungan              langsung.                                        atau ekonomi.              relevan.
            usaha.
         These parties          The Company             The Company has        These parties require      These parties
         influence the        depends on these            a responsibility,       the Company’s          can provide new
          Company’s              parties, either        either now or in the    attention regarding        perspectives
      decisions regarding    directly or indirectly.   future, toward these         governance,            on important
      business continuity.                                    parties.            environmental,       relevant issues that
                                                                                social, or economic      were previously
                                                                                       issues.             unavailable.




 62      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 65
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                            PT Teladan Prima Agro Tbk




Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, TPA           Based on the established criteria, TPA identifies
mengidentifikasi kelompok pemangku kepentingan            stakeholder groups that have a significant influence
yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kegiatan       on business activities. Each group has different
usaha. Setiap kelompok memiliki kebutuhan dan             needs and expectations, so TPA prepares tailored
harapan yang berbeda, sehingga TPA menyiapkan             responses and strategies to address the interests of
respons dan strategi yang disesuaikan untuk               each party. The identification process is carried out
menjawab kepentingan masing-masing pihak.                 carefully to ensure that all stakeholders within TPA’s
Proses identifikasi dilakukan secara cermat agar          business ecosystem are accommodated according
seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem              to their roles and influence. This approach enables
bisnis TPA dapat terakomodasi sesuai peran dan            TPA to focus on current needs while also supporting
pengaruhnya. Pendekatan ini memungkinkan TPA              the formulation long-term strategies capable
untuk berfokus pada kebutuhan saat ini maupun             of addressing challenges and leveraging future
mendukung dalam merancang strategi jangka                 sustainability opportunities.
panjang yang mampu menjawab tantangan
sekaligus memanfaatkan peluang keberlanjutan di
masa depan.




                                                      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report     63
Page 66
          Komitmen Keberlanjutan TPA
          TPA Sustainability Commitment




Hasil dari proses identifikasi tersebut diuraikan               The results of this identification process are outlined
sebagai berikut:                                                as follows:


Pemangku Kepentingan dan Pelibatan Mereka [POJK E.4] [GRI 2-29]
Stakeholders and Their Engagement
                                          Pemegang Saham dan Investor
                                            Shareholders and Investors
Penetapan Dasar                                                Metode Pelibatan
• Tanggung jawab;                                              • RUPS (setidaknya setahun sekali);
• Perspektif; serta                                            • Kunjungan (rutin); serta
• Pengaruh.                                                    • Konferensi dan rapat lainnya (sesuai kebutuhan).
Basis of Appointment                                           Engagement Method
• Responsibility;                                              • GMS (at least once a year);
• Perspective; and                                             • Visits (regularly); and
• Influence.                                                   • Conferences and other meetings (as needed).

Aspek Keberlanjutan yang Relevan                               Respons Perseroan
• Transparansi, akuntabilitas, dan akurasi pelaporan kinerja   • Menyediakan informasi terkini mengenai Perseroan pada
  operasional dan keuangan;                                      berbagai media, seperti situs web Perseroan dan situs
• Strategi di seluruh aspek keberlanjutan beserta                web bursa efek;
  pelaksanaannya; serta                                        • Menyusun strategi peningkatan kinerja ekonomi dan
• Penghormatan hak-hak Pemegang Saham.                           keberlanjutan usaha; serta
                                                               • Mengedepankan penerapan prinsip-prinsip tata kelola
                                                                 dalam menjalankan kegiatan operasional Perseroan.
Relevant Sustainability Aspects                                Company Response
• Transparency, accountability, and accuracy of operational    • Provides the latest information about the Company
  and financial performance reporting;                           on various media, i.e., Company’s websites and stock
• Strategies on all sustainability aspects and their             exchange website;
  implementation; and                                          • Prepare strategies to improve the economic performance
• Respect for Shareholders’ rights.                              and business sustainability; and
                                                               • Prioritize the implementation of governance principles in
                                                                 conducting the Company’s operational activities.



                                                      Karyawan
                                                      Employees
Penetapan Dasar                                                Metode Pelibatan
• Tanggung jawab;                                              • Serikat Pekerja TPA (rutin); serta
• Ketergantungan;                                              • Forum komunikasi manajemen dan karyawan (sesuai
• Pengaruh; serta                                                kebutuhan).
• Perhatian.
Basis of Appointment                                           Engagement Method
• Responsibility;                                              • TPA Labor Union (regularly); and
• Dependency;                                                  • Management and employee communication forums
• Influence; and                                                 (as needed).
• Attention.

Aspek Keberlanjutan yang Relevan                               Respons Perseroan
• Kesetaraan;                                                  • Menerapkan praktik ketenagakerjaan yang adil dan
• Kesehatan dan keselamatan kerja;                               bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan mengenai
• Kesejahteraan;                                                 ketenagakerjaan yang relevan;
• Pengembangan kompetensi; serta                               • Menyediakan sarana dan/atau prasarana K3 yang
• Kesempatan berkarier.                                          memadai di seluruh wilayah operasional;
                                                               • Menyusun dan memenuhi kontrak kerja dan Peraturan
                                                                 Perusahaan terkait pengelolaan ketenagakerjaan; serta
                                                               • Menyelenggarakan program pengembangan kompetensi
                                                                 serta promosi jabatan.
Relevant Sustainability Aspects                                Company Response
• Equality;                                                    • Implement fair and responsible employment practices in
• Occupational health and safety;                                line with relevant employment regulations;
• Welfare;                                                     • Provide adequate OHS facilities and/or infrastructure in all
• Competency development; and                                    operational areas;
• Career opportunities.                                        • Prepare and fulfill work contracts and Company
                                                                 Regulations on employment management; and
                                                               • Organize competency development program and job
                                                                 promotions.




 64    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 67
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                PT Teladan Prima Agro Tbk




                                                     Regulator
                                                     Regulator
Penetapan Dasar                                             Metode Pelibatan
• Tanggung jawab; serta                                     • Pertemuan bipartit (sesuai kebutuhan); serta
• Pengaruh.                                                 • Pertemuan dengan berbagai lembaga pemerintahan
                                                              (sesuai kebutuhan).
Basis of Appointment                                        Engagement Method
• Responsibility; and                                       • Bipartite meetings (as needed); and
• Influence.                                                • Meetings with various government agencies (as needed).

Aspek Keberlanjutan yang Relevan                            Respons Perseroan
• Kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang mengikat;       • Mengikuti    perkembangan    peraturan  perundang-
  serta                                                       undangan yang berlaku dan memastikan pemenuhannya;
• Dukungan terhadap program pemerintah di bidang              serta
  ekonomi, sosial, dan lingkungan.                          • Merealisasikan program tanggung jawab sosial dan
                                                              lingkungan sesuai dengan kebutuhan Perseroan dan
                                                              relevansinya dengan program pemerintah.
Relevant Sustainability Aspects                             Company Response
• Compliance with all binding regulations; and              • Keeping abreast of prevailing laws and regulations and
• Support for government programs in economic, social,        ensure its fulfilment; and
  and environmental areas.                                  • Realizing the social and environmental responsibility
                                                              program in line with Company’s needs and its relevance
                                                              to government programs.




              Mitra Kerja (termasuk buyer, vendor, pemasok, agen, reseller, dan installer)
         Business Partners (including buyer, vendors, suppliers, agents, resellers, and installers)
Penetapan Dasar                                             Metode Pelibatan
• Tanggung Jawab; serta                                     • Pelaksanaan kontrak pengadaan barang dan jasa (sesuai
• Ketergantungan.                                             kebutuhan); serta
                                                            • Penilaian kinerja mitra kerja (setahun sekali).
Basis of Appointment                                        Engagement Method
• Responsibility; and                                       • Procurement contract implementation of goods and
• Dependency.                                                 services (as needed); and
                                                            • Evaluation     of  business partner   performance
                                                              (once a year).

Aspek Keberlanjutan yang Relevan                            Respons Perseroan
• Proses pengadaan yang adil, transparan, dan sesuai        • Melaksanakan pengadaan barang dan jasa sesuai
  peraturan;                                                  dengan prinsip-prinsip GCG; serta
• Objektivitas dalam pemilihan mitra; serta                 • Menyusun kontrak kerja yang menguntungkan kedua
• Hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.                 belah pihak.
Relevant Sustainability Aspects                             Company Response
• Fair, transparent, and compliant procurement process;     • Conducting the procurement of goods and services in
• Objectivity in partner selection; and                       accordance with GCG principles; and
• Mutually beneficial economic relationships.               • Preparing work contract that benefits both parties.




                                                          Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report      65
Page 68
          Komitmen Keberlanjutan TPA
          TPA Sustainability Commitment




Penentuan Topik Material
Determination of Material Topics

Topik material merupakan isu prioritas yang               Material topics is priority issues of significant
berdampak signifikan terhadap kinerja keberlanjutan       impact on TPA’s sustainability performance and
TPA dan relevan bagi pemangku kepentingan.                relevant to the stakeholders. Their identification and
Identifikasi dan penetapannya dilakukan secara            determination are conducted systematically by
sistematis dengan mempertimbangkan tingkat                considering the level of relevance and their impact on
relevansi serta dampaknya terhadap 4 pilar KSL:           the 4 KSL pillars: Good Governance, Agro-Ecological,
Good Governance, Agro-Ecological, Socio-Territorial,      Socio-Territorial, and Economic Viability. This process
dan Economic Viability. Proses ini memastikan             ensures that the issues disclosed in the Sustainability
bahwa isu yang diungkapkan dalam Laporan                  Report are reflecting the Company’s strategic
Keberlanjutan mencerminkan prioritas strategis            priorities while remaining aligned with stakeholder
Perseroan sekaligus selaras dengan ekspektasi             expectations. Accordingly, material topics are used
pemangku kepentingan. Dengan demikian, topik              as foundation to prepare sustainability strategies,
material menjadi landasan penyusunan strategi             as well as an instrument for managing risks and
keberlanjutan serta instrumen pengelolaan risiko          opportunities.
dan peluang.



Identifikasi dan Penentuan                                Identification and Prioritization of
Prioritas Topik [GRI 3-1]                                 Material Topics [GRI 3-1]

Dalam penyusunan Laporan Keberlanjutan 2025,              In preparing the 2025 Sustainability Report, TPA
TPA melaksanakan identifikasi dan penentuan               carried out the identification and determination
topik material melalui tahapan terstruktur yang           of material topics through a structured process
melibatkan pemangku kepentingan utama. Proses ini         involving key stakeholders. This process aims to
bertujuan memperoleh perspektif komprehensif atas         acquire a comprehensive perspective on issues that
isu yang paling relevan dan berdampak terhadap            are most relevant and impactful to operations, the
operasional, lingkungan, serta keberlanjutan jangka       environment, and long-term sustainability.
panjang.

Setiap topik dievaluasi berdasarkan tingkat relevansi     Each topic is evaluated based on its level of
dan dampaknya untuk memastikan kesesuaian                 relevance and impact to ensure alignment with
dengan prioritas strategis dan harapan pemangku           strategic priorities and stakeholder expectations.
kepentingan. Untuk memperkuat validitas, TPA juga         To strengthen the validity, TPA also refers to the GRI
merujuk pada Standar Sektor GRI untuk Pertanian,          Sector Standard for Agriculture, Aquaculture, and
Akuakultur, dan Perikanan sebagai panduan dalam           Fisheries as guideline in reviewing and expanding
meninjau dan memperluas daftar topik agar tetap           the list of topics to remain aligned with global
sejalan dengan perkembangan industri global.              industry developments.




 66    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 69
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                            PT Teladan Prima Agro Tbk




Secara umum, proses kami dalam menentukan topik                        In general, our process for determining material
material tersebut diuraikan sebagai berikut:                           topics is outlined as follows:



    Mengidentifikasi dan Menilai Dampak secara Berkesinambungan                   Menentukan Topik Material untuk Pelaporan
          Continuous Impact Identification and Assessment                          Determining Material Topics for Reporting




                                                                                     Menguji topik
                                                                                   material dengan
                                Melibatkan berbagai pemangku                          pemangku
                              kepentingan dan pakar yang relevan.                  kepentingan dan
                                      Involving various relevant                        pakar.
                                      stakeholders and experts.                  Material topic testing
                                                                                  with stakeholders
                                                                                     and experts.




          1                       2                                3                       4

     Memahami              Mengidentifikasi                  Menilai               Memprioritaskan
      konteks              dampak aktual                   signifikansi             dampak yang
     organisasi.            dan potensial.                  dampak.                paling signifikan
                                                                                   untuk pelaporan.          Topik Material
                                                                                                              Material Topic
    Understanding            Identifying                   Assessing              Prioritizing the most
    organizational         the actual and              the significance of        significant impacts
       context.           potential impacts.                impacts.                  for reporting.



  Melakukan analisis         Mengidentifikasi          Menilai signifikansi          Menetapkan
   tentang aktivitas       dampak aktual dan             dampak yang                ambang batas
    dan hubungan           potensial Perseroan        sudah teridentifikasi       untuk menentukan
     bisnis, konteks      terhadap tata kelola,        untuk menentukan            topik-topik mana
     keberlanjutan      lingkungan, sosial, dan         skala prioritas di           yang bersifat
     terjadinya hal        ekonomi, termasuk            mana Perseroan               material dan
    ini, dan ikhtisar       dampak terhadap             memungkinkan              menyusunnya dari
       pemangku            hak asasi manusia,         mengambil tindakan          paling signifikan ke
      kepentingan.         di seluruh aktivitas        untuk menangani           yang tidak signifikan.
                         dan hubungan bisnis              dampak dan
                                Perseroan.             menentukan topik
                                                         material untuk
                                                           pelaporan.
  Analyzing business          Identifying                    Assessing                 Determine
     activities and           the actual               the significance of          the threshold to
   relationships, the       and potential               impacts identified        determine material
     sustainability      Company’s impacts               to determine the          topic and arrange
    context in which       on governance,              priority scale where       them from the most
   these occur, and      environment, social,           the Company can            significant to least
     stakeholders       and economic aspect,         take actions to handle            significant.
       overview.        including impacts on             the impacts and
                          human rights, in all       determine the material
                         Company’s business            topic for reporting.
                            activities and
                            relationships.



Daftar Topik Material dan Batasan                                      List of Material Topics and Boundaries

Pada tahun 2025, TPA juga melakukan pengujian                          In 2025, TPA also conducted a materiality
kembali (materiality assessment) untuk memastikan                      assessment to ensure that the material topics used
topik material yang digunakan selaras dengan                           remain aligned with business dynamics, regulatory
dinamika bisnis, perkembangan regulasi, dan tren                       developments, and the latest sustainability trends,
keberlanjutan terkini, khususnya terkait roadmap ESG                   particularly in relation to the Company’s ESG
Perseroan. Hasil peninjauan tersebut menunjukkan                       roadmap. The review results indicated no changes to




                                                              Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                 67
Page 70
           Komitmen Keberlanjutan TPA
           TPA Sustainability Commitment




bahwa tidak terdapat perubahan daftar topik                     the list of material topics compared to 2024, ensuring
material dibandingkan tahun 2024, sehingga                      continued consistency in managing sustainability
konsistensi dalam pengelolaan isu-isu keberlanjutan             issues. Information on the material topics included in
dapat terus terjaga. Informasi mengenai daftar topik            TPA’s 2025 Sustainability Report is outlined as follows:
material dalam Laporan Keberlanjutan 2025 TPA
diuraikan sebagai berikut:


Topik-Topik Material dan Batasannya dalam Laporan Ini [GRI 3-2]
Material Topics and the Limitations in This Report
                                                       Batasan Topik         Pengungkapan
                                                      Topic Limitation       GRI Standards
                                                                                                     Keterkaitan
  Pilar KSL            Topik Material                                             2021
                                                                                                    dengan SDGs
  KSL Pillar           Material Topic                Internal   Eksternal          GRI
                                                                                                 Relation with SDGs
                                                     Internal    External      Standards
                                                                             2021 Disclosure
               Ketaatan terhadap Peraturan
               Perundang-Undangan
                                                                                   GRI 2
               Compliance with Laws and
               Regulations

               Komitmen terhadap Anti-Korupsi
                                                                                 GRI 205
               Commitment to Anti-Corruption

    Good
               Keterbukaan dan Akuntabilitas
 Governance                                                                        GRI 2
               Openness and Accountability


               Sertifikasi Keberlanjutan (ISPO)
                                                                                   GRI 2
               Sustainability Certification (ISPO)


               Efisiensi Penggunaan Energi
                                                                                 GRI 302
               Energy Use Efficiency


               Efisiensi Penggunaan Air
                                                                                 GRI 303
               Water Use Efficiency

               Perlindungan terhadap Area
               Konservasi                                                        GRI 304
               Protection of Conservation Area
               Mitigasi Emisi Gas Rumah Kaca
               Greenhouse Gas Emissions                                          GRI 305
               Mitigation

               Pengelolaan Limbah
                                                                                 GRI 306
               Waste Management
    Agro-
  Ecological


               Pengelolaan Risiko Kebakaran
                                                                                 GRI 304
               Fire Risk Management



               Pengelolaan Pupuk, Pestisida,
               dan Bahan Kimia
                                                                                 GRI 13.6
               Management of Fertilizer,
               Pesticide, and Chemicals

               Pengelolaan Hama Terpadu
                                                                                 GRI 13.4
               Integrated Pest Management




 68     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 71
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                 PT Teladan Prima Agro Tbk




                                                      Batasan Topik        Pengungkapan
                                                     Topic Limitation       GRI Standards
                                                                                                  Keterkaitan
 Pilar KSL              Topik Material                                           2021
                                                                                                 dengan SDGs
 KSL Pillar             Material Topic              Internal   Eksternal         GRI
                                                                                               Relation with SDGs
                                                    Internal    External     Standards
                                                                           2021 Disclosure


                Hak Asasi Manusia dan
                Ketenagakerjaan
                                                                    -           GRI 401
                Human Rights and Labour
                Conditions


                Kesehatan dan Keselamatan
                Kerja (K3)
                                                                                GRI 403
                Occupational Health and Safety
                (OHS)

   Socio-       Menjaga Hak Masyarakat Adat
  Territorial   Protecting Indigenous People’s         -                        GRI 411                 -
                Rights
                Pemberdayaan Masyarakat Lokal
                Empowerment of Local                   -                        GRI 413
                Communities

                Tanggung Jawab Sosial
                Perusahaan                             -                        GRI 413
                Corporate Social Responsibility

                Kinerja Keuangan
                                                                    -           GRI 201
                Financial Performance

                Produktivitas dan Efisiensi Biaya
                Operasional
                                                                    -           GRI 201
                Productivity and Operational
                Cost Efficiency
  Economic
                Kualitas Produk (CPO dan PK)
   Viability                                                                    GRI 416                 -
                Product Quality (CPO and PK)

                Kemamputelusuran
                                                                                GRI 413
                Traceability



TPA memastikan bahwa topik material dalam                      TPA ensures that the material topics in the 2025
Laporan Keberlanjutan 2025 mencakup isu yang                   Sustainability Report cover the most relevant issues
paling relevan bagi Perseroan dan pemangku                     to the Company and its stakeholders. This Report
kepentingan. Laporan ini menyajikan gambaran                   provides a comprehensive overview of significant
komprehensif atas isu signifikan sekaligus menjadi             issues while serving as the basis for risk management,
dasar pengelolaan risiko, pemanfaatan peluang,                 opportunity utilization, and strengthening of TPA’s
dan penguatan strategi keberlanjutan jangka                    long-term sustainability strategy.
panjang TPA.




                                                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report     69
Page 72
                                                      Komitmen Keberlanjutan TPA
                                                      TPA Sustainability Commitment




   Tingkat Materialitas                                                                                    Materiality Level

   TPA melakukan pemetaan topik material untuk                                                             TPA conducted a mapping of material topics
   menentukan tingkat materialitas dalam Laporan                                                           to determine the level of materiality in 2025
   Keberlanjutan 2025. Pemetaan ini memberikan                                                             Sustainability Report. This mapping provides a clear
   gambaran jelas mengenai prioritas isu keberlanjutan                                                     overview of sustainability issue priorities, as well as
   sekaligus tingkat kepentingan dan dampaknya.                                                            their level of importance and impact.

   Penentuan       materialitas     mempertimbangkan                                                       The determination of materiality considers 2 key
   2 dimensi utama, yaitu signifikansi dampak terhadap                                                     dimensions, namely significance of impacts on TPA’s
   kinerja keberlanjutan TPA dan tingkat kepentingannya                                                    sustainability performance and level of importance
   bagi pemangku kepentingan. Hasilnya menjadi                                                             to stakeholders. The results are used as the basis
   dasar prioritas strategis dalam pengelolaan risiko,                                                     for strategic prioritization in risk management,
   pemanfaatan peluang, serta penyusunan program                                                           opportunity utilization, as well as development
   keberlanjutan yang lebih terarah. Uraian tingkat                                                        of   more      focused     sustainability   programs.
   materialitas topik dalam Laporan Keberlanjutan                                                          The description of topics materiality levels in 2025
   2025 disajikan sebagai berikut:                                                                         Sustainability Report is presented as follows:
                                                      HIGH




                                                                                                                      AE6                           ST2
                                                                                                                                        GG1
                                                                                                                GG3
                                                                                                                                              GG2
Penting Bagi Pemangku Kepentingan




                                                                                                                                  EV1
                                                                                                  AE3 AE2 AE5

                                                                                      AE1   AE7                             GG4
                                                                                                                                              EV3
                       Importance to Stakeholders




                                                                                                                  EV2
                                                                                            ST5
                                                                                AE8                                     ST1


                                                                                ST3         EV4

                                                                   ST4




                                                                         AE4
                                                      LOW




                                                             LOW                                                                                          HIGH


                                                                                            Penting Bagi Perseroan
                                                                                            Importance to the Company




             70                                     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 73
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                   PT Teladan Prima Agro Tbk




 Kode                         Keterangan                         Kode                     Keterangan
 Code                         Description                        Code                     Description

  GG1    Ketaatan terhadap Peraturan Perundang-Undangan                 Hak Asasi Manusia dan Ketenagakerjaan
                                                                  ST1
         Compliance with Laws and Regulations                           Human Rights and Labour Conditions

         Komitmen terhadap Anti-Korupsi                           ST2   Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
  GG2
         Commitment to Anti-Corruption                                  Occupational Health and Safety (OHS)

         Keterbukaan dan Akuntabilitas                            ST3   Menjaga Hak Masyarakat Adat
 GG3
         Openness and Accountability                                    Protecting Indigenous People’s Rights

         Sertifikasi Keberlanjutan (ISPO)                         ST4   Pemberdayaan Masyarakat Lokal
 GG4
         Sustainability Certification (ISPO)                            Empowerment of Local Communities

         Efisiensi Penggunaan Energi                              ST5   Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
  AE1
         Energy Use Efficiency                                          Corporate Social Responsibility

  AE2    Efisiensi Penggunaan Air                                       Kinerja Keuangan
                                                                  EV1
         Water Use Efficiency                                           Financial Performance

  AE3    Perlindungan terhadap Area Konservasi                    EV2   Produktivitas dan Efisiensi Biaya Operasional
         Protection of Conservation Area                                Productivity and Operational Cost Efficiency

  AE4    Mitigasi Emisi Gas Rumah Kaca                            EV3   Kualitas Produk (CPO dan PK)
         Greenhouse Gas Emissions Mitigation                            Product Quality (CPO and PK)

  AE5    Pengelolaan Limbah                                      EV4    Kemamputelusuran (Traceability)
         Waste Management                                               Traceability

  AE6    Pengelolaan Risiko Kebakaran
         Fire Risk Management

  AE7    Pengelolaan Pupuk, Pestisida, dan Bahan Kimia
         Management of Fertilizer, Pesticide, and Chemicals

  AE8    Pengelolaan Hama Terpadu
         Integrated Pest Management



Berdasarkan analisis material, menunjukkan bahwa sejumlah 47% dari total aspek masuk dalam kategori “High Importance”.
      Based on the materiality analysis, it shows that 47% of the total aspects fall into the “High Importance” category.




                                                          Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report              71
Page 74
Good Governance                                         [GRI 3-3, 205]




72   Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 75
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                 PT Teladan Prima Agro Tbk




Dalam lanskap bisnis global yang semakin kompleks,           In an increasingly complex global business
praktik good       governance berperan penting               landscape, good governance practices play
sebagai fondasi dalam menjaga keberlanjutan                  a critical role as the foundation for maintaining
dan ketahanan korporasi. Tren tata kelola saat ini           corporate sustainability and resilience. Currently,
menitikberatkan pada kepatuhan terhadap regulasi,            the governance trends emphasize on mere
integritas, transparansi, dan tanggung jawab                 regulatory compliance, integrity, transparency, and
sosial yang mencerminkan nilai keberlanjutan. Di             social responsibility, reflecting sustainable values.
tengah tuntutan peningkatan akuntabilitas publik,            Amid growing demands for public accountability,
digitalisasi proses bisnis, serta ekspektasi pemangku        business process digitalization, and heightened
kepentingan terhadap praktik etis yang lebih kuat,           stakeholder expectations for stronger ethical
tata kelola yang efektif menjadi fondasi penting untuk       practices, effective governance remains essential to
menjaga kepercayaan dan reputasi perusahaan.                 maintaining corporate trust and reputation.

Sejalan dengan KSL pilar Good Governance, TPA                In alignment with the Good Governance pillar of
menempatkan tata kelola yang baik sebagai                    KSL, TPA places sound governance at the core of
pilar utama dalam memastikan setiap kegiatan                 its operations to ensure that all business activities
usaha dijalankan secara beretika, transparan, dan            are    conducted      ethically,   transparently,   and
bertanggung jawab. Komitmen ini diwujudkan                   responsibly. This commitment is realized through
melalui penerapan sistem pengendalian internal               the implementation of a robust internal control
yang kuat, mekanisme audit reguler, serta kebijakan          system, regular audit mechanisms, and policies on
pencegahan       korupsi,   anti-penyuapan,     dan          anti-corruption,    anti-bribery,    and     anti-money
anti-pencucian uang. Selain itu, TPA terus                   laundering. In addition, TPA continues to strengthen the
memperkuat peran dan efektivitas Dewan Komisaris             role and effectiveness of the Board of Commissioners
serta Direksi dalam pengambilan keputusan                    and the Board of Directors in making strategic
strategis berbasis prinsip-prinsip GCG.                      decisions based on GCG principles.

Melalui penguatan tata kelola yang terintegrasi              Through the strengthening of governance integrated
dengan strategi keberlanjutan, TPA berupaya                  with its sustainability strategy, TPA seeks to ensure the
memastikan terciptanya praktik bisnis yang                   implementation of business practices that uphold
berintegritas, adaptif terhadap perkembangan                 integrity, remain adaptive to regulatory developments,
regulasi, serta mampu memberikan nilai tambah                and generate added value for all stakeholders.
bagi seluruh pemangku kepentingan.




                                                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report        73
Page 76
               Good Governance




Struktur dan Mekanisme Tata Kelola
Governance Structure and Mechanism




       “Struktur tata kelola yang kuat menjadi fondasi bagi TPA dalam menjaga integritas, transparansi,
       dan akuntabilitas di setiap lini operasional untuk memastikan seluruh keputusan bisnis
       dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan.”
       “A robust governance structure serves as the foundation for TPA in upholding integrity, transparency,
       and accountability across all operational lines, ensuring that every business decision is executed with
       prudence and a commitment to sustainability.”




Tata Kelola Perusahaan yang Baik merupakan                Good Corporate Governance (GCG) is a fundamental
fondasi penting bagi TPA dalam mencapai tujuan            pillar for TPA in achieving its long-term growth and
pertumbuhan dan keberlanjutan jangka panjang.             sustainability goals. By integrating ESG principles
Dengan mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam              into every decision-making process, TPA ensures
setiap proses pengambilan keputusan, TPA                  that the business practice is always oriented toward
memastikan bahwa praktik usaha yang dijalankan            financial performance while still considering social
senantiasa berorientasi pada kinerja finansial,           and environmental impacts too. The implementation
dengan tetap memperhatikan dampak sosial dan              of TPA governance is always in alignment with
lingkungan. Penerapan tata kelola TPA selalu selaras      the applicable legal provisions in Indonesia, including
dengan ketentuan perundang-undangan yang                  Law No. 40 of 2007 on Limited Liability Companies,
berlaku di Indonesia, termasuk Undang-Undang              Financial Services Authority Regulation (POJK)
No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas,             No. 21/POJK.04/2015 on Implementation of Corporate
POJK No. 21/POJK.04/2015 mengenai Pedoman                 Governance Guidelines for Public Companies,
Tata Kelola Perusahaan Terbuka, serta SEOJK               as well as Financial Services Authority Circular (SEOJK)
No. 32/SEOJK.04/2015 mengenai Pedoman Tata                No. 32/SEOJK.04/2015 on Corporate Governance
Kelola Emiten dan Perusahaan Publik. Dengan               Guidelines for Issuers and Public Companies.
berlandaskan regulasi tersebut, TPA membangun             Based on these regulations, TPA has established
sistem tata kelola yang transparan, akuntabel, dan        a    transparent,     accountable,     and     adaptive
adaptif terhadap dinamika bisnis maupun tuntutan          governance system to adapt with the business
pemangku kepentingan.                                     dynamics or stakeholder demands.




 74    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 77
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                             PT Teladan Prima Agro Tbk




Struktur tata kelola TPA terdiri dari 3 organ utama.       TPA’s governance structure comprises three principal
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan                 organs. The General Meeting of Shareholders (GMS)
pemegang kekuasaan tertinggi yang berwenang                serves as the highest authority, empowered to
menetapkan keputusan strategis dan arah                    determine strategic decisions and policy directions.
kebijakan TPA. Dewan Komisaris menjalankan fungsi          The Board of Commissioners performs a supervisory
pengawasan serta memberikan nasihat kepada                 function and provides advice to the Board of Directors
Direksi agar setiap kebijakan sejalan dengan prinsip       to ensure that all policies align with sound, ethical,
tata kelola yang sehat, etis, dan berkelanjutan.           and sustainable governance principles. Meanwhile,
Sementara itu, Direksi bertanggung jawab atas              the Board of Directors is responsible for day-to-day
pengelolaan operasional sehari-hari, mulai dari            operational management, from strategic formulation
perumusan strategi hingga implementasi kebijakan,          to policy implementation, and for ensuring the
serta memastikan tercapainya sasaran kinerja yang          achievement of established performance targets.
telah ditetapkan.

Untuk mendukung efektivitas tata kelola, ketiga            To enhance governance effectiveness, the three
organ   utama     tersebut dilengkapi   dengan             principal organs are supported by committees
komite-komite dan unit kerja pendukung yang                and dedicated units that strengthen oversight
berperan    memperkuat     pengawasan       dan            and ensure independent and objective decision-
memastikan pengambilan keputusan dilakukan                 making. Comprehensive internal control and risk
secara independen dan objektif. Mekanisme                  management mechanisms are also implemented
pengendalian internal dan manajemen risiko juga            to maintain compliance, mitigate risks, and optimize
diimplementasikan secara menyeluruh, sehingga              business opportunities.
TPA dapat menjaga kepatuhan, memitigasi risiko,
serta mengoptimalkan peluang usaha.

Informasi mengenai struktur tata kelola TPA lebih          A more detailed overview of TPA’s governance
lengkap diuraikan sebagai berikut:                         structure is outlined below:




                                                       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report     75
Page 78
                     Good Governance




Struktur Tata Kelola [POJK E.1] [GRI 2-9, 2-11]
Governance Structure




                                                        Komite
                                                       Committees

  Komite Audit                                                      : • Iwa Kartiwa Hudaya (Ketua / Head)
  Audit Committee                                                     • Djalaludin Djaprie (Anggota / Member)
                                                                      • Iman Subekti (Anggota / Member)

  Komite Nominasi dan Remunerasi                                    : • Iwa Kartiwa Hudaya (Ketua / Head)
  Nomination and Remuneration Committee                               • Sutarto Hadi (Anggota / Member)
                                                                      • Indracahya Basuki (Anggota / Member)

  Komite Manajemen Risiko dan Investasi                             : • Indracahya Basuki (Ketua / Head)
  Risk Management and Investment Committee                            • Nurcahya Basuki (Anggota / Member)

  Komite Keberlanjutan Usaha                                        : • Dr. Yaya Rayadin (Ketua / Head)
  dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan                                • Shakeb Afsah (Anggota / Member)
  Sustainability and Corporate Social Responsibility Committee        • Richard Bruce Ness*) (Anggota / Member)


*) Tidak lagi menjabat sebagai Anggota Komite
   Keberlanjutan Usaha dan Tanggung Jawab
   Sosial dikarenakan beliau meninggal dunia
   pada 11 Agustus 2025. / No longer serves as
   a Member of the Business Sustainability and
   Social Responsibility Committee due to his
   passing on 11 August 2025.




                                                            Perkebunan dan                Logistik dan
                                                             Keberlanjutan
                                                               Agronomi                  Keberlanjutan
                                                                                            Teknik                 Keberlanjutan
                                                                                                                   Keberlanjutan
                                                             Sustainability               Sustainability            Sustainability
                                                                                                                    Sustainability
                                                             Plantation and               Logistics and
                                                               Agronomy                    Engineering

   Kepala Keuangan                   Kepala                    Direktur                     Direktur                  Direktur
     Perusahaan
     Keberlanjutan                Sumber  Daya
                                  Keberlanjutan                  Director                    Director                  Director
     dan Strategi
      Sustainability                Manusia
                                   Sustainability
                                                             Noor Falich               Imam Syaifullah            Yayan Handian
     Head of Corporate            Head of Human
   Finance and Strategy             Resources                                                                        Ginanjar

    Wasisto Budi
                                 Sutarto Hadi
      Sulistio
                                                                  Administrasi             Administrasi Pabrik          Kesehatan,
                                                                   Agronomi                  dan Logistik             Keamanan, dan
                                                                   Agronomy                 Mill and Logistics         Keberlanjutan
      Strategi Perusahaan             Operasi SDM                Administration              Administration             Lingkungan
      dan Pengembangan               HR Operations                                                                     Health, Safety,
             Bisnis                                                                                                   and Sustainable
      Corporate Strategy                                                                                                Environment
        and Business                                                 Operasi                 Operasi Pabrik
        Development                 Pengembangan                    Agronomi                 Mill Operations
                                     Karyawan dan                 Agronomy
                                       Organisasi                 Operations                                        Lingkungan Eksternal
                                        People                                                                         dan Hubungan
                                    and Organization                                             Teknik                 Berkelanjutan
          Keuangan
                                     Development                                               Engineering          External Environment
         Perusahaan
                                                                 Lisensi dan                                         and Sustainability
      Corporate Finance                                        Pengembangan                                               Relations
                                                                    Sosial
                                                                  License and
                                                              Social Development
      Hubungan Investor                                                                                                Penelitian dan
       Investor Relations                                                                                             Pengembangan
                                                                                                                         Research
                                                                                                                     and Development




                                                                                                                     Manajemen Data
                                                                                                                      dan Kinerja ESG
                                                                                                                        ESG Data &
                                                                                                                       Performance
                                                                                                                       Management




 76       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 79
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                               PT Teladan Prima Agro Tbk




    Rapat Umum Pemegang Saham
      General Meeting of Shareholders




               Dewan Komisaris
           Board of Commissioners

                   Komisaris Utama
                President Commissioner

               Indracahya Basuki
               Komisaris Independen
              Independent Commissioner

              Iwa Kartiwa Hudaya




                   Direktur Utama
                   President Director

               Wishnu Wardhana




     Keuangan,                    Pemasaran dan
    Keberlanjutan
 Akuntansi, dan Pajak              Keberlanjutan
                                     Komersial
      Sustainability                Sustainability
        Finance,                    Marketing and
   Accounting, and Tax               Commercial

                                        Direktur           Kepala Kantor dan          Kepala Sekretaris
        Direktur                                                                                                  Kepala Audit
        Director                        Director           Divisi Transformasi
                                                              Keberlanjutan             Perusahaan
                                                                                        Keberlanjutan             Keberlanjutan
                                                                                                                    Internal
                                                            Head  of CEO Office
                                                               Sustainability            dan Legal
                                                                                         Sustainability           Sustainability
      Mahirudin                  Santos Ibrahim            and Transformations
                                                                                                                 Head of Internal
                                                                                       Head of Corporate
                                      Noor                                                                           Audit
                                                                 Division             Secretary and Legal


                                                                Vacant                Arya Wibisana            Rachmat Nugroho
           Akuntansi                    Hubungan Klien
          Accounting                    Client Relations

                                                               Integrasi Sistem              Sekretaris
                                                             dan Pengembangan               Perusahaan
          Perpajakan                      Pemasaran           System Integration            Corporate
           Taxation                        Marketing          and Development               Secretary



          Pengontrol                     Administrasi
                                                                Asisten Pribadi        Legal dan Kepatuhan
          Keuangan                        Penjualan
                                                                Direktur Utama         Corporate Legal and
            Finance                        Sales                                           Compliance
                                                              Personal Assistant
           Controller                   Administration
                                                              of President Director


                                                                                            Komunikasi
          Pengadaan                                           Manajemen Risiko              Perusahaan
         Procurement                                          Risk Management               Corporate
                                                                                          Communication




                                                                                       Hubungan Pemangku
                                                                                          Kepentingan
                                                                                       Stakeholder Relations




                                                               Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                     77
Page 80
               Good Governance




       Rapat Umum Pemegang Saham Tahun Buku 2024
       General Meeting of Shareholders for the 2024 Financial Year



Rapat Umum Pemegang Saham                                 General Meetings of Shareholders

RUPS merupakan organ tertinggi dalam tata kelola          The GMS is the highest governance body of TPA,
TPA yang berwenang memastikan kebijakan                   authorized to ensure that the Company’s policies align
Perseroan selaras dengan kepentingan Pemegang             with shareholders’ interests and GCG principles. As a
Saham dan prinsip GCG. Sebagai forum pengambilan          forum for strategic decision-making, the GMS enables
keputusan strategis, RUPS menjadi wadah bagi              shareholders to exercise their rights of oversight and
Pemegang Saham untuk menjalankan hak                      direction over the Company. Its authorities include
pengawasan dan pengarahan terhadap Perseroan.             the approval of the Annual Report, assessment of the
Kewenangannya meliputi pengesahan Laporan                 accountability of the Board of Commissioners and the
Tahunan, penilaian pertanggungjawaban Dewan               Board of Directors, determination of profit allocation,
Komisaris dan Direksi, penetapan penggunaan laba,         amendments to the Articles of Association, and the
perubahan Anggaran Dasar, serta pengangkatan              appointment and dismissal of members of the Board
dan pemberhentian anggota Dewan Komisaris dan             of Commissioners and the Board of Directors. Through
Direksi. Melalui fungsi tersebut, RUPS memastikan         these functions, the GMS ensures accountability,
akuntabilitas,    transparansi,   kepatuhan, dan          transparency, compliance, and the sustainability of
keberlanjutan operasional TPA.                            TPA’s operations.

Sepanjang tahun 2025, TPA menyelenggarakan RUPS           Throughout 2025, TPA held its Annual GMS on
Tahunan pada 24 April 2025. Agenda ini menjadi            24 April 2025. The agenda serves as an important
sarana penting bagi Pemegang Saham untuk                  forum for Shareholders to make decisions with
menetapkan keputusan yang berdampak langsung              direct implications to the direction of TPA’s policy,
terhadap arah kebijakan TPA, termasuk strategi yang       including strategies to support long-term growth of
mendukung pertumbuhan usaha jangka panjang.               the business.

Informasi lebih lengkap mengenai kehadiran,               More complete information on the attendance,
agenda, dan keputusan RUPS Tahunan disampaikan            agenda, and the resolutions of the Annual GMS is
dalam Laporan Tahunan PT Teladan Prima                    available in the 2025 Annual Report of PT Teladan
Agro Tbk tahun 2025 yang disusun secara terpisah          Prima Agro Tbk which is prepared separately from
dari Laporan Keberlanjutan ini.                           this Sustainability Report.




 78    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 81
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                 PT Teladan Prima Agro Tbk




Dewan Komisaris [GRI 2-12]                                   Board of Commissioners [GRI 2-12]

Dewan Komisaris merupakan organ tata kelola                  The Board of Commissioners is TPA’s governance
TPA yang bertugas mengawasi kinerja Direksi                  body responsible for overseeing the performance
serta memberikan nasihat atas pengelolaan                    of the Board of Directors and providing advice on
Perseroan.     Dalam     menjalankan     fungsinya,          the management of the Company. In carrying out
Dewan Komisaris menekankan penerapan prinsip                 its duties, the Board of Commissioners emphasizes
tata kelola berkelanjutan agar operasional berjalan          the implementation of sustainable governance
konsisten, transparan, dan optimal. Dewan Komisaris          principles to ensure that operations are conducted
memastikan keselarasan Visi, Misi, dan strategi              consistently, transparently, and optimally. It ensures
keberlanjutan TPA dengan dinamika bisnis serta               alignment between TPA’s Vision, Mission, and
tantangan eksternal. Pengawasan tersebut tidak               sustainability strategy with business dynamics
hanya menjaga kepatuhan terhadap regulasi,                   and external challenges. This oversight not only
tetapi juga memastikan setiap keputusan strategis            safeguards regulatory compliance but also ensures
mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi               that every strategic decision supports the creation of
seluruh pemangku kepentingan.                                long-term value for all stakeholders.

Untuk mendukung efektivitas pengawasan, TPA                  To support effective supervision, TPA ensures that
memastikan struktur Dewan Komisaris disusun secara           the      Board     of   Commissioners      structure    is
tepat dengan menjunjung prinsip keberagaman,                 appropriately composed by upholding the principles
independensi, dan profesionalisme. Dewan Komisaris           of diversity, independence, and professionalism.
terdiri dari seorang Komisaris Utama yang mewakili           The Board of Commissioners consists of a President
Pemegang Saham Pengendali dan seorang                        Commissioner          representing     the    Controlling
Komisaris Independen yang mewakili Pemegang                  Shareholder and an Independent Commissioner
Saham Minoritas. Komposisi ini sesuai dengan                 representing Minority Shareholders. This composition
ketentuan perundang-undangan yang mewajibkan                 is in line with prevailing laws and regulations requiring
keberadaan Komisaris Independen guna menjamin                the presence of an Independent Commissioner to
objektivitas dalam pengambilan keputusan.                    ensure objectivity in decision-making.


Dewan Komisaris TPA [GRI 2-9]
TPA Board of Commissioners
                                                                                       Pemangku Kepentingan
       Nama                    Jabatan             Masa Jabatan
                                                                        Gender            yang Terwakilkan
       Name                    Position            Term of Office
                                                                                      Represented Stakeholders
                      Komisaris Utama                                     Pria        Pemegang Saham Pengendali
 Indracahya Basuki                                   2024 – 2027
                      President Commissioner                              Male          Controlling Shareholders

                      Komisaris Independen                                Pria         Pemegang Saham Minoritas
 Iwa Kartiwa Hudaya                                  2024 – 2027
                      Independent Commissioner                            Male           Minority Shareholders


Pelaksanaan tugas Dewan Komisaris didukung                   The duties of the Board of Commissioners are
oleh beberapa komite, yaitu Komite Audit; Komite             supported      by    several   committees,     namely
Nominasi dan Remunerasi; Komite Manajemen                    the Audit Committee; the Nomination and
Risiko, GCG, dan Investasi; serta Komite Keberlanjutan       Remuneration Committee; the Risk Management,
Usaha dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.                  GCG, and Investment Committee; and the
Komite-komite tersebut membantu pengawasan                   Business Sustainability and Corporate Social
secara lebih mendalam, mulai dari transparansi               Responsibility Committee. These committees assist
Laporan Keuangan hingga pelaksanaan tanggung                 in conducting more in-depth oversight, ranging
jawab sosial dan lingkungan. Dengan struktur ini,            from the transparency of Financial Statements to
Dewan Komisaris dapat melakukan pengawasan                   the implementation of social and environmental
yang komprehensif atas pengelolaan TPA serta                 responsibilities. Through this structure, the Board of
memperkuat akuntabilitas manajemen guna                      Commissioners is able to exercise comprehensive
mewujudkan tata kelola berkelanjutan yang selaras            supervision over the management of TPA and
dengan Visi jangka panjang Perseroan.                        strengthen management accountability in order
                                                             to realize sustainable governance aligned with
                                                             the Company’s long-term Vision.




                                                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report         79
Page 82
                    Good Governance




Anggota Komite di Bawah Dewan Komisaris TPA [GRI 2-9]
Committees Under the TPA Board of Commissioners
                                                                                                         Pemangku Kepentingan
       Nama                           Jabatan                      Masa Jabatan                            yang Terwakilkan
                                                                                          Gender
       Name                           Position                     Term of Office                               Represented
                                                                                                                Stakeholders
 Komite Audit
 Audit Committee

 Iwa Kartiwa           Ketua Komite Audit                                                   Pria         Pemegang Saham Minoritas
                                                                      2024 – 2027
 Hudaya                Head of the Audit Committee                                          Male           Minority Shareholders

 Djalaludin            Anggota Komite Audit                                                 Pria
                                                                      2024 – 2027                                       -
 Djaprie               Member of the Audit Committee                                        Male

                       Anggota Komite Audit                                                 Pria
 Iman Subekti                                                         2024 – 2027                                       -
                       Member of the Audit Committee                                        Male

 Komite Nominasi dan Remunerasi
 Nomination and Remuneration Committee

                       Ketua Komite Nominasi dan
 Iwa Kartiwa           Remunerasi                                                           Pria         Pemegang Saham Minoritas
                                                                      2024 – 2027
 Hudaya                Head of the Nomination and                                           Male           Minority Shareholders
                       Remuneration Committee

                       Anggota Komite Nominasi dan
                                                                                                              Pemegang Saham
 Indracahya            Remunerasi                                                           Pria
                                                                      2024 – 2027                                Pengendali
 Basuki                Member of the Nomination and                                         Male
                                                                                                           Controlling Shareholders
                       Remuneration Committee

                       Anggota Komite Nominasi dan
                       Remunerasi                                                           Pria
 Sutarto Hadi                                                         2024 – 2027                                       -
                       Member of the Nomination and                                         Male
                       Remuneration Committee

 Komite Manajemen Risiko, GCG, dan Investasi
 Risk Management, GCG, and Investment Committee

                       Ketua Komite Manajemen Risiko, GCG,
                                                                                                              Pemegang Saham
 Indracahya            dan Investasi                                                        Pria
                                                                      2024 – 2027                                Pengendali
 Basuki                Head of the Risk Management, GCG,                                    Male
                                                                                                           Controlling Shareholders
                       and Investment Committee

                       Anggota Komite Manajemen Risiko,
                                                                                                              Pemegang Saham
 Nurcahya              GCG, dan Investasi                                                   Pria
                                                                      2024 – 2027                                Pengendali
 Basuki                Member of the Risk Management,                                       Male
                                                                                                           Controlling Shareholders
                       GCG, and Investment Committee

 Komite Keberlanjutan Usaha dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
 Business Sustainability and Corporate Social Responsibility Committee

                       Ketua Komite Keberlanjutan Usaha
 Dr. Yaya              dan Tanggung Jawab Sosial                                            Pria
                                                                      2024 – 2027                                       -
 Rayadin               Head of the Business Sustainability                                  Male
                       and Social Responsibility Committee

                       Anggota Komite Keberlanjutan Usaha
                       dan Tanggung Jawab Sosial                                            Pria
 Shakeb Afsah                                                         2024 – 2027                                       -
                       Member of the Business Sustainability                                Male
                       and Social Responsibility Committee

                       Anggota Komite Keberlanjutan Usaha
 Richard               dan Tanggung Jawab Sosial                                            Pria
                                                                      2024 – 2027                                       -
 Bruce Ness*)          Member of the Business Sustainability                                Male
                       and Social Responsibility Committee

*) Tidak lagi menjabat sebagai Anggota Komite Keberlanjutan Usaha dan Tanggung Jawab Sosial dikarenakan beliau meninggal dunia pada
   11 Agustus 2025. / No longer serves as a Member of the Business Sustainability and Social Responsibility Committee due to his passing on
   11 August 2025.




 80      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 83
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                  PT Teladan Prima Agro Tbk




Informasi lebih lengkap mengenai pedoman kerja,                More detailed information regarding the working
tugas dan tanggung jawab, pelaksanaan tugas,                   guidelines, implementation of duties, and meeting
serta kehadiran rapat Dewan Komisaris disampaikan              attendance of the Board of Commissioners is
dalam Laporan Tahunan PT Teladan Prima                         presented in the 2025 Annual Report of PT Teladan
Agro Tbk tahun 2025 yang disusun secara terpisah               Prima Agro Tbk which is prepared separately from
dari Laporan Keberlanjutan ini.                                this Sustainability Report.



Direksi [GRI 2-12]                                             Board of Directors [GRI 2-12]

Direksi merupakan organ utama dalam struktur                   The Board of Directors is the principal organ within
tata kelola TPA yang bertanggung jawab penuh                   TPA’s governance structure, fully responsible for
atas pengelolaan perusahaan dan pelaksanaan                    managing the Company and overseeing its day-
kegiatan operasional sehari-hari. Direksi memiliki             to-day operations. It is authorized to formulate
kewenangan        untuk     merumuskan    strategi,            strategies, implement policies, and ensure that all
melaksanakan kebijakan, dan memastikan seluruh                 activities are conducted in accordance with the
aktivitas berjalan sesuai dengan Anggaran Dasar                Company’s Articles of Association, applicable laws
Perseroan, ketentuan perundang-undangan yang                   and regulations, and GCG principles.
berlaku, serta prinsip GCG.

Secara kolegial, Direksi memastikan seluruh                    Collectively, the Board of Directors ensures that all
aspek pengelolaan TPA sejalan dengan Visi, Misi,               aspects of TPA’s management are aligned with
serta Nilai-Nilai Perusahaan, baik dalam jangka                the Company’s Vision, Mission, and Core Values
pendek, menengah, maupun panjang. Direktur                     across the short, medium, and long term. The
Utama berperan penting dalam memimpin arah                     President Director plays a pivotal role in leading
strategi TPA, termasuk perencanaan program dan                 TPA’s strategic direction, including program planning
penyusunan anggaran tahunan untuk mendukung                    and the preparation of the annual budget to
pencapaian target bisnis serta inisiatif keberlanjutan.        support the achievement of business targets and
Setiap kebijakan Direksi berorientasi pada kinerja             sustainability initiatives. Each policy established by
finansial yang terintegrasi dengan aspek lingkungan,           the Board of Directors is oriented toward financial
sosial, dan tata kelola sebagai bagian dari strategi           performance integrated with environmental, social,
keberlanjutan Perseroan.                                       and governance aspects as part of the Company’s
                                                               sustainability strategy.

Selain menjalankan pengelolaan TPA, Direksi juga               In addition to managing TPA’s operations, the Board
mengemban tanggung jawab dalam manajemen                       of Directors is also responsible for risk management.
risiko. Pengelolaan risiko mencakup seluruh lini               Risk oversight covers all business lines, ranging from
usaha, mulai dari kegiatan operasional di kebun dan            operational activities at plantations and mills,under
pabrik yang menjadi tanggung jawab Manajer Kebun               the responsibility of Estate and Mill Managers, to
dan Pabrik, hingga risiko strategis di tingkat korporasi       strategic risks at the corporate level, which fall
yang menjadi tanggung jawab penuh Direksi. Dalam               under the full responsibility of the Board of Directors.
praktiknya, Direksi secara aktif mengintegrasikan              In practice, the Board actively integrates input
masukan dari karyawan, pemangku kepentingan                    from employees, external stakeholders, and local
eksternal, hingga komunitas lokal untuk memastikan             communities to ensure that policies and programs
setiap kebijakan dan program berjalan adaptif serta            remain adaptive and responsive to on-the-ground
responsif terhadap dinamika lapangan.                          dynamics.

Untuk mendukung pelaksanaan fungsi tersebut,                   To support the implementation of its function,
komposisi Direksi TPA dirancang secara proporsional            the composition of TPA’s Board of Directors
dengan       mempertimbangkan          kompetensi,             is   proportionally designed     by   considering
pengalaman, dan latar belakang profesional yang                the competencies, experiences, and various
beragam. Hal ini bertujuan untuk menciptakan                   professional background. This is aimed to create
kepemimpinan yang efektif, kolaboratif, dan                    an effective, collaborative leadership, capable
mampu merespons tantangan bisnis yang semakin                  to respond to increasingly complex business
kompleks. Direktur Utama memegang peran                        challenges. The President Director hold strategic
strategis dalam merumuskan arah kebijakan TPA,                 role in formulating TPA’s policy direction, while




                                                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report       81
Page 84
                 Good Governance




sementara direktur-direktur lainnya fokus pada                the remaining Directors are focus on specific field of
bidang operasional tertentu, termasuk keuangan,               operation, including finance, plantation, production,
perkebunan, produksi, hingga keberlanjutan.                   and, sustainability.


Direksi TPA [GRI 2-9]
TPA Board of Directors
                                                                                         Pemangku Kepentingan
      Nama                       Jabatan                   Masa Jabatan
                                                                             Gender         yang Terwakilkan
      Name                       Position                  Term of Office
                                                                                        Represented Stakeholders
Wishnu             Direktur Utama                                             Pria      Pemegang Saham Pengendali
                                                             2024 – 2027
Wardhana           President Director                                         Male        Controlling Shareholders

                   Direktur Perkebunan dan Agronomi                           Pria            Pemegang Saham
Noor Falich                                                  2024 – 2027
                   Plantation and Agronomy Director                           Male              Shareholders

                   Direktur Logistik dan Teknik                               Pria            Pemegang Saham
Imam Syaifullah                                              2024 – 2027
                   Logistic and Engineering Director                          Male              Shareholders

Yayan H.           Direktur Keberlanjutan                                     Pria            Pemegang Saham
                                                             2024 – 2027
Ginanjar           Sustainability Director                                    Male              Shareholders

                   Direktur Keuangan, Akuntansi, dan
                                                                              Pria            Pemegang Saham
Mahirudin          Pajak                                     2024 – 2027
                                                                              Male              Shareholders
                   Finance, Accounting, and Tax Director

Santos Ibrahim     Direktur Pemasaran dan Komersial                           Pria            Pemegang Saham
                                                             2024 – 2027
Noor               Marketing and Commercial Director                          Male              Shareholders


Dalam menjalankan koordinasi antara berbagai                  In coordinating between various directorates,
direktorat, Direktur Utama dibantu beberapa Direktur          the President Director is assisted by several Directors
yang bertanggung jawab pada fungsi-fungsi utama,              who are responsible for the following main functions:
yakni:
• Direktur Perkebunan dan Agronomi;                           •   Plantation and Agronomy Director;
• Direktur Logistik dan Teknik;                               •   Logistic and Engineering Director;
• Direktur Keberlanjutan;                                     •   Sustainability Director;
• Direktur Keuangan, Akuntansi, dan Pajak; serta              •   Finance, Accounting, and Tax Director; and
• Direktur Pemasaran dan Komersial.                           •   Marketing and Commercial Director.

Pelaksanaan fungsi operasional pada tingkat Entitas           The implementation of operational functions at the
Anak dikendalikan oleh Direktur Utama bersama                 Subsidiary level is controlled by the President Director
dengan Direktur Utama Entitas Anak. Mereka                    along with the President Directors of each Subsidiary.
didukung oleh beberapa fungsi operasional di Entitas          They are supported by several operational functions in
Anak, yang dipimpin oleh Kepala Divisi, yaitu: [2-13]         the subsidiaries, led by Division Heads, as follows: [2-13]
• Kepala Divisi Perkebunan dan Agronomi;                      • Plantation and Agronomy Division Head;
• Kepala Divisi Logistik dan Teknik;                          • Logistics and Engineering Division Head;
• Kepala Divisi Keberlanjutan;                                • Sustainability Division Head;
• Kepala Divisi Keuangan, Akuntansi, dan Pajak;               • Finance, Accounting, and Tax Division Head;
• Kepala Divisi Pemasaran dan Komersial;                      • Marketing and Commercial Division Head;
• Kepala Divisi Sumber Daya Manusia;                          • Human Resources Division Head;
• Kepala Divisi Keuangan Perusahaan dan Strategi;             • Corporate Finance and Strategy Division Head;
   serta                                                         and
• Kepala Kantor dan Divisi Transformasi.                      • CEO Office and Transformation Division Head.

Informasi lebih lengkap mengenai pedoman kerja,               More complete information regarding the work
tugas dan tanggung jawab, pelaksanaan tugas,                  guidelines, duties and responsibilities, implementation
serta kehadiran rapat Direksi disampaikan dalam               of duties, as well as meeting attendance of the Board
Laporan Tahunan PT Teladan Prima Agro Tbk tahun               of Directors is available in the 2025 Annual Report of
2025 yang disusun secara terpisah dari Laporan                PT Teladan Prima Agro Tbk which is prepared
Keberlanjutan ini.                                            separately from this Sustainability Report.




 82    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 85
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                              PT Teladan Prima Agro Tbk




Peran Badan Tata Kelola Tertinggi                           Role of the Highest Governance Body
dalam Pelaporan Keberlanjutan [GRI 2-14]                    in Sustainability Reporting [GRI 2-14]

Badan tata kelola tertinggi TPA berperan                    TPA’s highest governance body ensures the
memastikan      integritas,  transparansi,     dan          integrity, transparency, and accountability of the
akuntabilitas penyusunan Laporan Keberlanjutan.             Sustainability Report preparation. As a publicly
Sebagai perusahaan publik yang tercatat di BEI dan          listed company on the IDX and supervised by OJK,
diawasi OJK, TPA menyusun serta mempublikasikan             TPA is preparing and publishes its Sustainability
Laporan Keberlanjutan setiap tahun bersamaan                Report annually alongside the Annual Report,
dengan Laporan Tahunan, mengacu pada POJK                   by referring to POJK No. 51/POJK.03/2017 on
No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan              the Implementation of Sustainable Financial for
Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten,           Financial Services Institutions, Issuers, and Public
dan Perusahaan Publik.                                      Companies.

Direksi, dengan dukungan Direktur Keberlanjutan,            The Board of Directors, supported by Sustainability
bertanggung jawab menelaah, menyetujui, dan                 Director, is responsible to review, approve, and ensure
memastikan keakuratan informasi yang dilaporkan,            the accuracy of the reported information, including
termasuk penetapan topik material, penguatan                the determination of material topics, strengthening
pengendalian internal, serta penjagaan kualitas dan         of internal control, as well as maintaining the quality
transparansi laporan agar selaras dengan strategi           and transparency of the report to align with TPA’s
keberlanjutan TPA. Seluruh informasi terlebih dahulu        sustainability strategy. All information undergoes
melalui proses kajian menyeluruh sebelum diajukan           a comprehensive review process prior to submission
untuk persetujuan. Dewan Komisaris bersama Direksi          for approval. The Board of Commissioners and
kemudian melakukan evaluasi dan pengesahan akhir,           Board of Directors then conduct the final evaluation
sehingga laporan memenuhi ketentuan regulasi serta          and approval, ensuring the report complies with
sejalan dengan Visi, Misi, dan strategi keberlanjutan       regulatory provisions and aligns with TPA’s Vision,
jangka panjang TPA.                                         Mission, and long-term sustainability strategy.

Melalui komitmen ini, pelaporan keberlanjutan               With this commitment, sustainability reporting
berfungsi sebagai sarana komunikasi resmi bagi              serves as the official communication channel for
TPA untuk menyampaikan kinerja, tantangan, dan              TPA in presenting its performance, challenges, and
capaian keberlanjutan kepada seluruh pemangku               sustainability achievements to all stakeholders.
kepentingan. Dengan demikian, TPA menunjukkan               Accordingly, TPA shows its commitment in integrating
komitmennya untuk mengintegrasikan prinsip                  ESG principles into every aspect of governance, while
ESG ke dalam setiap aspek tata kelola, sekaligus            strengthening public trust on the responsible and
memperkuat kepercayaan publik terhadap praktik              sustainable business practices conducted.
bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.



Pengangkatan Anggota Badan                                  Appointment of Governance
Tata Kelola [GRI 2-10]                                      Body Members [GRI 2-10]

Pengangkatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi            The appointment of members of TPA’s Board
TPA dilakukan melalui RUPS secara transparan                of Commissioners and Board of Directors is
dan akuntabel, berdasarkan rekomendasi Komite               carried out through the GMS in a transparent and
Nominasi dan Remunerasi. Komite ini melakukan               accountable manner, based on the Nomination and
penilaian menyeluruh atas kualifikasi calon, meliputi       Remuneration Committee’s recommendation. This
kompetensi, pengalaman, rekam jejak, integritas,            Committee conducts a comprehensive assessment
reputasi, keterwakilan Pemegang Saham, dan                  of candidates’ qualifications, including competence,
keberagaman.                                                experience, track record, integrity, reputation,
                                                            representation of Shareholders, and diversity.

Dalam prosesnya, Komite Nominasi dan Remunerasi             In the process, the Nomination and Remuneration
dapat berkoordinasi dengan Direksi, unit terkait,           Committee may coordinate with the Board of
maupun pihak ketiga independen dengan                       Directors, relevant units, or independent third parties
sepengetahuan Dewan Komisaris. Hasil evaluasi               upon Board of Commissioners acknowledgement.




                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report      83
Page 86
                Good Governance




diajukan kepada Dewan Komisaris untuk dibahas               The evaluation results are submitted to the Board
dan    selanjutnya   direkomendasikan   kepada              of Commissioners for discussion and subsequently
Pemegang Saham melalui RUPS. Setelah disetujui,             recommended to Shareholders through the GMS.
kandidat diangkat secara resmi sesuai masa                  Upon approval, candidates are officially appointed
jabatan yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar.               in line with the term of office stipulated in the Articles
                                                            of Association.

Mekanisme ini memastikan setiap anggota                     This mechanism ensures every member of
Dewan Komisaris dan Direksi yang terpilih                   the selected Board of Commissioners and Board
memiliki kapabilitas sesuai kebutuhan TPA dalam             of Directors has the capabilities according to TPA’s
menghadapi dinamika industri. Proses tersebut juga          needs in facing the industry dynamics. The process
menegaskan komitmen TPA terhadap transparansi,              also affirms TPA’s commitment to transparency,
independensi, dan tata kelola berkelanjutan,                independence, and sustainable governance,
sehingga kepemimpinan Perseroan dijalankan                  enabling the Company’s leadership is carried out
secara profesional dengan orientasi pada prinsip            professionally with orientation toward ESG principles
ESG dan kepentingan jangka panjang seluruh                  and long-term interests of all stakeholders.
pemangku kepentingan.

Informasi lebih lengkap mengenai proses nominasi            Further information on the nomination process of
Dewan Komisaris dan Direksi disampaikan dalam               the Board of Commissioners and Board of Directors
Laporan Tahunan PT Teladan Prima Agro Tbk tahun             is provided in the 2025 Annual Report of PT Teladan
2025 yang disusun secara terpisah dari Laporan              Prima Agro Tbk, which is prepared separately from
Keberlanjutan ini.                                          this Sustainability Report.



Evaluasi Badan Tata Kelola                                  Evaluation of the Governance
[GRI 2-18]                                                  Bodies [GRI 2-18]

Evaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi                The performance evaluation of the Board of
merupakan bagian penting dalam menjaga                      Commissioners and Board of Directors is an important
efektivitas tata kelola dan keberlanjutan TPA.              part in ensuring effective corporate governance
Evaluasi dilakukan secara berkala melalui RUPS, di          and TPA’s sustainability. The evaluation is done
mana Pemegang Saham menilai kinerja kolegial                periodically through the GMS, where Shareholders
dan individual kedua organ tersebut. Dalam forum            assess both the collegial and individual performance




 84      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 87
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                  PT Teladan Prima Agro Tbk




ini, Pemegang Saham mengesahkan Laporan                        of both organs. In this forum, Shareholders approve
Tahunan dan Laporan Keuangan serta memberikan                  the Annual Report and Financial Statements and
pembebasan tanggung jawab (acquit et de                        grant acquit et de charge for implementation of
charge) atas pelaksanaan fungsi pengawasan dan                 supervisory and management functions during the
pengelolaan selama periode berjalan.                           reporting period.

Evaluasi Dewan Komisaris berfokus pada efektivitas             Evaluation of the Board of Commissioners focuses on
pengawasan, pemberian nasihat strategis kepada                 the effectiveness of supervision, provision of strategic
Direksi, implementasi kebijakan keberlanjutan, serta           advice to the Board of Directors, implementation
kontribusi terhadap pencapaian Visi, Misi, dan tujuan          of sustainability policies, and contribution to
jangka panjang TPA. Evaluasi ini juga menilai peran            the achievement of TPA’s Vision, Mission, and
aktif Dewan Komisaris dalam menjaga integritas tata            long-term objectives. It also evaluates the active
kelola dan keberlanjutan usaha. Hasilnya menjadi               role of the Board of Commissioners in maintaining
dasar pertimbangan Pemegang Saham untuk                        governance integrity and business sustainability.
memperpanjang atau mengakhiri masa jabatan                     The results are used as basis for Shareholders’
pada periode berikutnya.                                       consideration to extend or terminate the term of
                                                               office in the subsequent period.

Evaluasi Direksi dilakukan berdasarkan Key                     The Board of Directors evaluation is conducted based
Performance Indicators (KPI) yang ditetapkan Dewan             on Key Performance Indicators (KPI) established
Komisaris. Indikator mencakup pencapaian RKAP,                 by the Board of Commissioners. Indicators include
kontribusi operasional masing-masing anggota,                  RKAP    achievement,     operational    contributions
kepatuhan terhadap regulasi dan kebijakan internal,            of each member, compliance with regulations
tingkat kehadiran rapat, serta penerapan prinsip               and internal policies, meeting attendance rate,
tata kelola berkelanjutan di seluruh lini bisnis. Komite       and implementation of sustainable governance
Nominasi dan Remunerasi memberikan penilaian                   principles across business lines. The Nomination
objektif yang disampaikan kepada Dewan Komisaris               and Remuneration Committee provides an
sebagai rekomendasi.                                           objective assessment submitted to the Board of
                                                               Commissioners as a recommendation.

Informasi lebih rinci mengenai evaluasi kinerja                More detailed information on performance
Dewan Komisaris dan Direksi tersedia dalam Laporan             evaluation of the Board of Commissioners and
Tahunan PT Teladan Prima Agro Tbk tahun 2025 yang              Board of Directors is available in the 2025 Annual
disusun terpisah dari Laporan Keberlanjutan ini.               Report of PT Teladan Prima Agro Tbk prepared
                                                               separately from this Sustainability Report.



Remunerasi Badan Tata Kelola [GRI 2-19,                        Remuneration for the Governance
2-20, 2-21]                                                    Bodies [GRI 2-19, 2-20, 2-21]

TPA berkomitmen menjaga reputasi sebagai                       TPA is committed to maintain its reputation as a
perusahaan dengan skema remunerasi yang                        company with a competitive, fair remuneration
kompetitif, adil, dan selaras dengan praktik terbaik           scheme, in accordance with the industry best
industri. Kebijakan remunerasi ditinjau secara                 practice. The remuneration policy is reviewed
berkala dengan mempertimbangkan standar                        periodically by considering industry standards,
industri, kinerja Dewan Komisaris dan Direksi dalam            performance of the Board of Commissioners and
mendukung keberlanjutan, serta pencapaian target               Board of Directors in supporting sustainability, and
dan individu. Komposisi remunerasi tetap dan                   achievement of corporate and individual targets.
variabel dirancang seimbang untuk mendorong                    The composition of fixed and variable remuneration
kinerja keuangan yang berkelanjutan dan bernilai               is designed to be balance to drive sustainable and
bagi seluruh pemangku kepentingan.                             valuable financial performance for all stakeholders.

Penetapan struktur dan besaran remunerasi                      The determination of remuneration structure and
dilakukan secara transparan melalui Komite                     amount is conducted transparently through the
Nominasi dan Remunerasi yang diketuai Komisaris                Nomination and Remuneration Committee chaired
Independen. Komite melakukan kajian menyeluruh                 by the Independent Commissioner. The Committee




                                                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report       85
Page 88
                Good Governance




dengan        mempertimbangkan         keterwakilan           conducts a comprehensive review by considering
Pemegang Saham, kompleksitas tugas, kompetensi,               Shareholder representation, complexity of duties,
pengalaman, reputasi, dan keberagaman. Keputusan              competence, experience, reputation, and diversity.
diambil secara musyawarah atau mayoritas,                     Decisions are taken by deliberation or majority
kemudian diajukan kepada Dewan Komisaris untuk                vote and subsequently submitted to the Board of
diputuskan melalui RUPS. Mekanisme ini memastikan             Commissioners to be decided through the GMS. This
kebijakan remunerasi memiliki legitimasi yang kuat            mechanism ensures the remuneration policy has
serta mencerminkan prinsip transparansi dan                   strong legitimacy and reflects the transparency and
akuntabilitas.                                                accountability principles.

Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi mencakup               Remuneration of the Board of Commissioners
gaji, fasilitas, tunjangan, dan/atau insentif. Komponen       and Board of Directors includes salary, facilities,
tersebut dirancang sebagai insentif yang sehat untuk          allowances, and/or incentives. These components
mendorong kinerja optimal, baik finansial maupun              are designed as healthy incentives to encourage
non-finansial, termasuk pencapaian target ESG.                optimal financial and non-financial performance,
Dengan demikian, remunerasi berfungsi sebagai                 including achievement of ESG targets. Thus,
penghargaan atas kinerja sekaligus pendorong                  remuneration functions as both a reward for
tata kelola yang berkelanjutan dan bernilai jangka            performance and a driver of sustainable and long-
panjang.                                                      term value governance.

Karena alasan kerahasiaan data pengupahan,                    For confidentiality reasons regarding wage data,
TPA tidak mengungkapkan rasio-rasio terkait nilai             TPA does not disclose remuneration-related ratios.
remunerasi.




Pengembangan Kompetensi Keberlanjutan
Badan Tata Kelola                         [POJK E.2] [GRI 2-17]

Sustainability Competency Development of Governance Bodies



       “Dengan memperkuat kompetensi keberlanjutan di seluruh badan tata kelola, TPA membangun
       kepemimpinan yang visioner sehingga mampu mengarahkan bisnis dengan prinsip
       akuntabilitas, transparansi, dan tanggung jawab.”
       “By strengthening its sustainability competencies in all governance bodies, TPA is able to nurture
       visionary leadership to direct the business with accountability, transparency, and responsibility.”




TPA menyadari bahwa efektivitas penerapan tata                TPA realizes that the effectiveness of sustainable
kelola berkelanjutan sangat ditentukan oleh kapasitas         governance implementation is highly influenced
dan kompetensi keberlanjutan yang dimiliki oleh               by sustainability capacity and competence of
Dewan Komisaris, Direksi, serta komite pendukung.             the Board of Commissioners, Board of Directors, and
Oleh karena itu, TPA menempatkan pengembangan                 their supporting committees. Therefore, TPA prioritizes
kompetensi keberlanjutan sebagai prioritas penting            the development of sustainability competencies to
dalam memperkuat peran organ tata kelola dalam                strengthen the role of governance bodies in directing
mengarahkan dan mengawasi strategi bisnis.                    and overseeing the business strategy.




 86     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 89
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                    PT Teladan Prima Agro Tbk




Selama tahun berjalan, Dewan Komisaris, Direksi,              Throughout the year, the Board of Commissioners,
dan komite pendukung mengikuti pelatihan,                     Board of Directors, and supporting committees
seminar, workshop, serta forum diskusi terkait isu            participated in trainings, seminars, workshops, and
ESG. Materi mencakup tren industri kelapa sawit               discussion forums related to ESG issues. Materials
berkelanjutan, ekonomi sirkular, mitigasi perubahan           include sustainable palm oil industry trends, circular
iklim, manajemen risiko keberlanjutan, serta                  economy, climate change mitigation, sustainability
perkembangan regulasi nasional dan global di                  risk management, and developments in national
sektor agribisnis. Selain program eksternal, TPA juga         and global regulations in agribusiness sector. Other
menyelenggarakan sesi knowledge sharing internal              than external programs, TPA also organized internal
bersama praktisi dan konsultan keberlanjutan.                 knowledge-sharing sessions with sustainability
Inisiatif ini memastikan pembaruan kompetensi                 practitioners and consultants. This initiative ensures
yang berkelanjutan serta mendukung pengambilan                continuous competency development and supports
keputusan strategis yang selaras dengan prinsip               strategic decision-making aligned with sustainability
keberlanjutan.                                                principles.

Informasi mengenai program pengembangan                       Details regarding the sustainability competency
kompetensi keberlanjutan yang diikuti oleh badan              development     programs  attended     by  TPA’s
tata kelola TPA sepanjang tahun 2025 diuraikan                governance bodies throughout 2025 are outlined
sebagai berikut:                                              as follows:


      Nama                    Jabatan               Topik Pengembangan Kompetensi                  Penyelenggara
      Name                    Position               Competency Development Topic                    Organizer
 Dewan Komisaris
 Board of Commissioners

 Indracahya           Komisaris Utama            Sosialisasi Penerapan KUHAP                     Internal TPA
 Basuki               President Commissioner     Socialization on the Implementation of
                                                 the Criminal Procedure Code (KUHAP)

 Iwa Kartiwa          Komisaris Independen       Sosialisasi Penerapan KUHAP                     Internal TPA
 Hudaya               Independent                Socialization on the Implementation of
                      Commissioner               the Criminal Procedure Code (KUHAP)

 Direksi
 Board of Directors

 Wishnu               Direktur Utama             Sosialisasi Penerapan KUHAP                     Internal TPA
 Wardhana             President Director         Socialization on the Implementation of
                                                 the Criminal Procedure Code (KUHAP)

 Noor Falich          Direktur Perkebunan        Sosialisasi Penerapan KUHAP                     Internal TPA
                      dan Agronomi               Socialization on the Implementation of
                      Plantation and Agronomy    the Criminal Procedure Code (KUHAP)
                      Director

 Imam Syaifullah      Direktur Logistik          Sosialisasi Penerapan KUHAP                     Internal TPA
                      dan Teknik                 Socialization on the Implementation of
                      Logistic and Engineering   the Criminal Procedure Code (KUHAP)
                      Director

 Yayan H. Ginanjar    Direktur Keberlanjutan     Sosialisasi Penerapan KUHAP                     Internal TPA
                      Sustainability Director    Socialization on the Implementation of
                                                 the Criminal Procedure Code (KUHAP)

 Mahirudin            Direktur Keuangan,         Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) 2025       GAPKI
                      Akuntansi,
                      dan Pajak
                      Finance, Accounting,
                      and Tax Director

 Santos Ibrahim       Direktur Pemasaran         Palm Oil Conference 2025                        Bursa Malaysia
 Noor                 dan Komersial                                                              Derivatif (BMD)
                      Marketing and
                      Commercial Director




                                                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report          87
Page 90
                    Good Governance




       Nama                       Jabatan                    Topik Pengembangan Kompetensi                          Penyelenggara
       Name                       Position                    Competency Development Topic                            Organizer
 Komite Keberlanjutan Usaha dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
 Business Sustainability and Corporate Social Responsibility Committee

 Dr. Yaya Rayadin       Ketua Komite                    Pelatihan dan Pre-Assessment Team Survey                Kementerian
                        Keberlanjutan Usaha dan         Program Konservasi Landskap Karaitan,                   Kehutanan, Balai
                        Tanggung Jawab Sosial           Kalimantan Timur (bertindak sebagai Instruktur)         Konservasi Sumber
                        Head of the Business            Training and Pre-Assessment Team Survey for             Daya Alam (BKSDA)
                        Sustainability and Social       the Karaitan Landscape Conservation Program,            Kalimantan Timur
                        Responsibility Committee        East Kalimantan (acting as Instructor)                  Ministry of Forestry,
                                                                                                                Natural Resources
                                                                                                                Conservation
                                                                                                                Agency (BKSDA)
                                                                                                                East Kalimantan

                                                        Pelatihan Pengelolaan Lingkungan Tambang,               HSE Edu Net
                                                        Reklamasi, Pascatambang, dan Keanekaragaman
                                                        Hayati (bertindak sebagai Instruktur)
                                                        Training on Mine Environmental Management,
                                                        Reclamation, Post-Mining, and Biodiversity
                                                        (acting as Instructor)

                                                        Teknik Monitoring Keanekaragaman Hayati                 ID Survey dan
                                                        Flora dan Fauna (bertindak sebagai Instruktur)          Sucofindo
                                                        Techniques for Monitoring Flora and Fauna               ID Survey and
                                                        Biodiversity (acting as Instructor)                     Sucofindo

 Shakeb Afsah           Anggota Komite                  ESG Data Management                                     Environmental
                        Keberlanjutan Usaha dan                                                                 Protection Agency
                        Tanggung Jawab Sosial                                                                   (EPA), Government of
                        Member of the Business                                                                  Ghana, and Various
                        Sustainability and Social                                                               Mining Companies
                        Responsibility Committee

 Richard Bruce          Anggota Komite                  -                                                       -
 Ness*)                 Keberlanjutan Usaha dan
                        Tanggung Jawab Sosial
                        Member of the Business
                        Sustainability and Social
                        Responsibility Committee

*) Tidak lagi menjabat sebagai Anggota Komite Keberlanjutan Usaha dan Tanggung Jawab Sosial dikarenakan beliau meninggal dunia pada
   11 Agustus 2025. / No longer serves as a Member of the Business Sustainability and Social Responsibility Committee due to his passing on
   11 August 2025.




Melalui    pengembangan          kompetensi    yang                     Through continuous competency development,
berkesinambungan, TPA menegaskan komitmennya                            TPA affirms its commitment in ensuring that
untuk memastikan bahwa organ badan tata kelola                          governance bodies possess the capacity to
memiliki kapasitas dalam mengelola aspek finansial                      manage financial and operational aspects, while
dan operasional, sekaligus memiliki pemahaman                           also equipped with a deep understanding on
mendalam terhadap tantangan dan peluang                                 sustainability challenges and opportunities. This
keberlanjutan. Hal ini menjadi landasan penting agar                    serves as an essential foundation to ensure that
pengawasan dan arahan strategis yang diberikan                          both the oversight and strategic direction constantly
senantiasa mendukung pencapaian tujuan jangka                           supporting the achievement of TPA’s long-term
panjang TPA serta memberikan nilai tambah bagi                          objectives while creating added value for all of the
seluruh pemangku kepentingan.                                           stakeholders.




 88      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 91
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                PT Teladan Prima Agro Tbk




Praktik Bisnis Berkelanjutan
Sustainable Business Practices



       “TPA membangun praktik bisnis keberlanjutan dengan tata kelola yang kuat, manajemen risiko
       yang terintegrasi, dan budaya etika yang menuntun setiap insan perusahaan untuk berperilaku
       bertanggung jawab.”
       “TPA has been developing sustainable business practices with strong governance, integrated risk
       management, and an ethical culture guiding every employee to act responsibly.”




TPA menerapkan praktik bisnis berkelanjutan                  TPA implements sustainable business practices
dengan menekankan tata kelola yang kuat melalui              with an emphasize on strong governance through
manajemen risiko yang terintegrasi, kepatuhan                integrated risk management, legal and regulatory
hukum dan peraturan, penerapan kode etik,                    compliance, code of ethics implementation, conflicts
pencegahan konflik kepentingan, serta kebijakan              of interest prevention, and anti-corruption policies
anti-korupsi sebagai fondasi integritas perusahaan.          as the basis of corporate integrity. This commitment
Komitmen ini diperkuat dengan pembangunan                    is strengthened by fostering sustainability culture
budaya keberlanjutan yang mendorong seluruh insan            to encourages all TPA personnel to act responsibly
TPA untuk berperilaku bertanggung jawab terhadap             to the environmental and social aspects, as well as
lingkungan dan sosial, sekaligus memastikan                  ensuring regulatory compliance. TPA also constantly
kepatuhan terhadap regulasi. Selain itu, TPA terus           strengthens its credibility by obtaining nationally.
meningkatkan kredibilitasnya melalui pencapaian
sertifikasi keberlanjutan yang diakui secara nasional.



Manajemen Risiko [POJK E.3] [GRI 2-25]                       Risk Management [POJK E.3] [GRI 2-25]

TPA menempatkan manajemen risiko keberlanjutan               TPA places sustainability risk management as the
sebagai fondasi ketahanan bisnis jangka panjang.             foundation of long-term business resilience. Risks
Risiko dari kegiatan perkebunan, pengolahan kelapa           from plantation activities, palm oil processing, and
sawit, dan energi terbarukan dikelola berdasarkan            renewable energy are managed based on GCG
prinsip GCG untuk memitigasi dampak sejak dini,              principles to mitigate impacts early on, maintain
menjaga       keberlangsungan    operasional,  dan           operational continuity, and support sustainability
mendukung tujuan keberlanjutan.                              objectives.

TPA menerapkan kerangka manajemen risiko                     TPA implements an integrated risk management
terintegrasi yang mengacu pada ISO 31000:2018                framework referring to ISO 31000:2018 and covering
dan mencakup seluruh lini bisnis, mulai dari unit            all business lines, from operational units, supporting
operasional, unit pendukung, hingga tingkat                  units, to corporate level. Implementation is carried
korporasi. Penerapan dilakukan melalui pendekatan            out using three lines of defence approach: the first line
three lines of defence: lini pertama oleh unit bisnis,       is by business units, the second line is by Corporate
lini kedua oleh Corporate Risk & Compliance, dan lini        Risk & Compliance, and the third line is by Internal
ketiga oleh Audit Internal yang menguji efektivitas          Audit who independently testing the effectiveness of
pengendalian secara independen.                              controls.

Untuk memperkuat implementasi, TPA membentuk                 To strengthen implementation, TPA established
Komite Manajemen Risiko, GCG, dan Investasi guna             a Risk Management, GCG, and Investment
mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam                 Committee to integrate sustainability principles into
kebijakan investasi serta memberikan masukan                 the investment policies and provide professional
profesional kepada manajemen. Evaluasi dilakukan             input to the management. Evaluations are conducted
secara berkala, termasuk atas risiko berdampak               periodically, including on high-impact risks such




                                                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report        89
Page 92
               Good Governance




tinggi, seperti kebakaran lahan, perubahan iklim,         as land fires, climate change, and commodity
dan fluktuasi harga komoditas. Hasilnya menjadi           price fluctuations. The results are used as basis for
dasar mitigasi dan penyempurnaan kebijakan.               mitigation and policy refinement. With a structured
Dengan sistem yang terstruktur dan berlapis, TPA          and layered system, TPA is able to anticipate risks,
mampu mengantisipasi risiko, menangkap peluang            capture sustainable innovation opportunities, and
inovasi berkelanjutan, serta memperkuat resiliensi        strengthen business resilience and sustainability.
dan keberlanjutan usaha.

Informasi mengenai profil risiko beserta dengan           Information regarding the risk profile and the review
hasil tinjauan atas efektivitas manajemen risiko          results of on the effectiveness of risk management
disampaikan dalam Laporan Tahunan PT Teladan              is presented in the 2025 Annual Report of PT Teladan
Prima Agro Tbk tahun 2025 yang disusun secara             Prima Agro Tbk, which is prepared separately from
terpisah dari Laporan Keberlanjutan.                      this Sustainability Report.



Kepatuhan terhadap Hukum dan                              Compliance with Laws and
Peraturan [GRI 2-27]                                      Regulations [GRI 2-27]

TPA secara konsisten menjalankan praktik bisnis           TPA consistently implements business practices
berlandaskan prinsip GCG dan manajemen risiko             based on GCG principles and disciplined risk
yang disiplin. Komitmen ini diwujudkan melalui            management. This commitment is realized through
kepatuhan terhadap seluruh peraturan nasional             compliance with all national and international
dan internasional yang relevan dengan kegiatan            regulations relevant to plantation activities, palm oil
perkebunan, pengolahan kelapa sawit, energi               processing, renewable energy, and capital market
terbarukan, serta keterbukaan informasi di pasar          disclosure. This approach ensures operations
modal. Pendekatan ini memastikan operasional              are conducted transparently, accountably, and
berjalan transparan, akuntabel, dan bertanggung           responsibly while minimizing potential stakeholder
jawab, sekaligus meminimalkan potensi keluhan             complaints.
pemangku kepentingan.

Untuk mendukung kepatuhan, TPA menerapkan                 To support compliance, TPA implements an internal
sistem pengendalian internal serta fungsi Corporate       control system and Corporate Risk & Compliance
Risk & Compliance guna memastikan kebijakan               function to ensure policies are always in line with
selalu selaras dengan regulasi terbaru. Pelatihan         the latest regulations. Periodic training on business
berkala mengenai etika bisnis, anti-korupsi,              ethics, anti-corruption, conflict of interest prevention,
pencegahan konflik kepentingan, dan tata kelola           and sustainable governance is also provided
berkelanjutan juga diberikan kepada karyawan dan          to employees and management to strengthen
manajemen guna memperkuat budaya kepatuhan.               compliance culture.

Sepanjang periode pelaporan 2025, TPA tidak               Throughout the 2025 reporting period, TPA received
menerima sanksi material dari otoritas hukum              no material sanctions from legal authorities or
maupun regulator, termasuk OJK dan BEI. Capaian           regulators, including OJK and IDX. This achievement
ini mencerminkan efektivitas sistem kepatuhan serta       reflects the effectiveness of compliance system
komitmen Perseroan dalam menjaga integritas,              and Company’s commitment in maintaining
reputasi, dan kepercayaan pemangku kepentingan.           integrity, reputation, and stakeholder trust. With
Dengan disiplin kepatuhan yang terjaga, TPA               maintained compliance discipline, TPA strengthens
memperkuat fondasi tata kelola berkelanjutan dan          the foundation of sustainable governance and
mendukung pencapaian tujuan jangka panjang.               supports the achievement of long-term objectives.




 90    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 93
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                 PT Teladan Prima Agro Tbk




Penghindaran dan Penanganan Konflik                            Avoidance and Handling of Conflicts of
Kepentingan [GRI 2-15]                                         Interest [GRI 2-15]

TPA menempatkan pencegahan dan penanganan                      TPA places the prevention and handling of conflicts of
konflik kepentingan sebagai bagian penting dalam               interest as an important part of maintaining integrity,
menjaga integritas, akuntabilitas, dan kepercayaan             accountability, and stakeholder trust. All members of
pemangku kepentingan. Seluruh Direksi dan                      the Board of Directors and employees are required
karyawan wajib mematuhi Kode Etik dan Pedoman                  to comply with the Code of Ethics and Code of
Perilaku yang berlandaskan 4 pilar GCG, yaitu                  Conduct that are based on 4 GCG pillars, namely
perilaku beretika, akuntabilitas, transparansi, dan            ethical behavior, accountability, transparency, and
keberlanjutan. Setiap individu menandatangani                  sustainability. Each individual signs an Integrity Pact
Pakta Integritas yang melarang tindakan berpotensi             that prohibits actions that may potentially cause
menimbulkan konflik kepentingan serta merugikan                conflicts of interest, harm the Company and its
Perseroan dan pemangku kepentingan.                            stakeholders.

TPA menerapkan mekanisme pencegahan dan                        TPA implements clear prevention and handling
penanganan yang jelas, termasuk sosialisasi Kode               mechanisms, including dissemination of Code of
Etik, pembatasan rangkap jabatan, pengaturan                   Ethics, limitation of concurrent positions, regulation
transaksi afiliasi, serta sistem pelaporan pelanggaran         of affiliated transactions, and whistleblowing system
yang menjamin kerahasiaan dan perlindungan                     that guarantees confidentiality and protection
pelapor. Setiap kasus ditangani secara transparan              of reporter. Every case is handled transparently
dan objektif sesuai prosedur, dengan pengawasan                and objectively in accordance with procedures,
unit kepatuhan dan dukungan Dewan Komisaris.                   supervised by compliance unit and supported by
                                                               the Board of Commissioners.

Kebijakan ini meminimalkan risiko dan menjaga                  This policy minimizes risks and safeguards TPA’s
reputasi serta kredibilitas TPA, sekaligus mendukung           reputation and credibility, while supporting healthy,
tata kelola perusahaan yang sehat, transparan, dan             transparent, and sustainable corporate governance.
berkelanjutan.



Anti-Korupsi [GRI 3-3, 205, 13.26.1]                           Anti-Corruption [GRI 3-3, 205, 13.26.1]

TPA memandang praktik suap dan korupsi sebagai                 TPA considers bribery and corruption as serious
kejahatan serius yang mengancam integritas,                    crimes that threaten integrity, cause financial
menimbulkan kerugian finansial, dan mengganggu                 losses, and disrupt business sustainability. Therefore,
keberlanjutan usaha. Karena itu, TPA mendukung                 TPA supports anti-corruption efforts through the
upaya pemberantasan korupsi melalui penerapan                  implementation of clean, transparent, and ethical
tata kelola yang bersih, transparan, dan beretika              governance in line with regulations. This commitment
sesuai peraturan. Komitmen ini diwujudkan melalui              is realized through Anti-Corruption and Anti-Bribery
Pedoman Anti-Korupsi dan Anti-Suap yang berlaku                Guidelines applicable to all employees and business
bagi seluruh karyawan dan mitra kerja, serta                   partners, as well as the signing of an Integrity Pact
penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh                  by all TPA personnel. This policy is also applied
insan TPA. Kebijakan ini juga diterapkan kepada                to business partners to ensure consistent ethical
mitra kerja guna memastikan standar etika yang                 standards throughout the Company’s value chain.
konsisten di seluruh rantai nilai Perseroan. [GRI 205-2,       [GRI 205-2, 13.26.3]
13.26.3]


Sebagai bagian dari manajemen risiko, seluruh unit             As part of risk management, all work units and
kerja dan Entitas Anak menjalani penilaian risiko              Subsidiaries went through periodic corruption
korupsi secara berkala untuk mengidentifikasi area             risk assessments to identify vulnerable areas
rawan dan menetapkan langkah mitigasi. Sosialisasi             and determine mitigation measures. Regular
rutin mengenai anti-korupsi, anti-penyuapan,                   socialization on anti-corruption, anti-bribery, and
dan etika bisnis diberikan melalui berbagai media,             business ethics is delivered through various media,
termasuk webinar bagi kantor pusat dan unit wilayah,           including webinars for head office and regional units,
guna meningkatkan kesadaran dan kompetensi                     to enhance employee awareness and competence.
karyawan. [GRI 205-1, 13.26.2]                                 [GRI 205-1, 13.26.2]



                                                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report       91
Page 94
                Good Governance




Penerapan ini mendukung praktik bisnis yang                This implementation supports business practices
bersih dari KKN, memperkuat budaya integritas,             free from corruption, collusion, and nepotism,
meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan,             strengthens integrity culture, enhances stakeholder
dan mendorong kinerja berkelanjutan yang selaras           trust, and drives sustainable performance in line with
dengan prinsip GCG.                                        GCG principles.


Komunikasi dan Pelatihan Anti-Korupsi berdasarkan Wilayah
Anti-Corruption Communication and Training by Region
                               Telah Menerima Sosialisasi                    Telah Mengikuti Pelatihan
                          Kebijakan dan Prosedur Anti-Korupsi                      Anti-Korupsi
        Wilayah              Have Received Dissemination of                 Have Joined Anti-Corruption
        Region           Anti-Corruption Policies and Procedures                     Training
                                                  Persentase                                    Persentase
                               Total                                          Total
                                                  Percentage                                    Percentage
Kantor Pusat Jakarta
                                  170                 26,44                     17                  36,96
Jakarta Head Office

Kantor Perwakilan
                                   76                  11,82                     7                   15,22
Representative Office

Kebun dan Pabrik
                                  397                 61,74                     22                   47,82
Plantation and Factory

Total                             643                  100                     46                     100



Sosialisasi Anti-Korupsi
Anti-Corruption Dissemination
                               Telah Menerima Sosialisasi                    Telah Mengikuti Pelatihan
                          Kebijakan dan Prosedur Anti-Korupsi                      Anti-Korupsi
   Jenjang Jabatan           Have Received Dissemination of                Have Joined Anti-Corruption
     Position Level      Anti-Corruption Policies and Procedures                    Training
                                                 Persentase                                    Persentase
                               Total                                         Total
                                                 Percentage                                    Percentage
Dewan Komisaris
                                    1                  0,16                     -                       -
Board of Commissioners

Direksi
                                   6                   0,93                     1                     2,17
Board of Directors

Manajemen Senior
                                  107                 16,64                   45                    97,83
Senior Management

Staf
                                529                   82,27                     -                       -
Staff

Total                           643                    100                    46                      100




 92     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 95
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                          PT Teladan Prima Agro Tbk




       Teladan Talks : Pelatihan Anti Korupsi
       Teladan Talks : Anti-Corruption Training




                     Penguatan Kebijakan Anti-Korupsi dalam Mengakomodir
                        Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Terbaru
                     Strengthening the Anti-Corruption Policy to Accommodate
                                  the Latest Criminal Code (KUHP)

    Sebagai perusahaan terbuka, TPA secara konsisten memperkuat penerapan kebijakan anti-korupsi
    seiring dengan dinamika regulasi dan penguatan kerangka hukum nasional. Pemberlakuan KUHP baru per
    2 Januari 2026, yang menetapkan korporasi sebagai subjek hukum pidana, semakin menegaskan pentingnya
    penerapan sistem pencegahan yang efektif, terukur, dan berkelanjutan. Perkembangan regulasi tersebut telah
    disosialisasikan kepada karyawan TPA melalui kegiatan Teladan Talks yang diselenggarakan pada Jumat,
    5 Desember 2025, sebagai bagian dari upaya peningkatan pemahaman dan kesadaran terhadap risiko hukum
    korporasi.
    Selain itu, dalam merespons pengaturan baru terkait pertanggungjawaban pidana korporasi sebagaimana diatur
    dalam Pasal 45 ayat (1) KUHP, termasuk risiko yang timbul apabila perusahaan membiarkan terjadinya tindak
    pidana atau gagal melakukan langkah-langkah pencegahan, TPA telah memiliki Pedoman Anti-Korupsi dan
    Anti-Penyuapan yang disahkan pada 24 November 2023. Pedoman tersebut juga telah memuat upaya memitigasi
    risiko mens rea korporasi, selaras dengan ketentuan KUHP baru dan standar internasional ISO 37001, sekaligus
    memperkuat pengawasan melalui kebijakan internal serta prosedur operasional yang jelas dan terintegrasi.
    As a public company, TPA consistently strengthens the implementation of its anti-corruption policies in line with
    evolving regulations and the enhancement of the national legal framework. The enactment of the new Criminal
    Code effective 2 January 2026, which recognizes corporations as criminal law subjects, further underscores
    the importance of implementing effective, measurable, and sustainable prevention systems. These regulatory
    developments were communicated to TPA employees through the Teladan Talks session held on Friday,
    5 December 2025, as part of efforts to enhance awareness and understanding of corporate legal risks.
    Furthermore, in response to the new provisions on corporate criminal liability as stipulated in Article 45 paragraph
    (1) of the KUHP, including risks arising if a company allows criminal acts to occur or fails to take preventive measures,
    TPA has established Anti-Corruption and Anti-Bribery Guidelines, which were approved on 24 November 2023.
    These Guidelines incorporate measures to mitigate the risk of corporate mens rea, in alignment with the provisions
    of the new KUHP and the international standard ISO 37001, while also strengthening oversight through internal
    policies and clear, integrated operational procedures.




                                                             Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                   93
Page 96
                   Good Governance




Atas berbagai komitmen yang direalisasikan                  Accordingly, with the various commitments realized
untuk mencegah tindakan korupsi, sepanjang                  to prevent corruption, throughout 2025, TPA did not
tahun 2025, TPA tidak mengidentifikasi ataupun              identify or receive any reports of proven corruption
menerima laporan mengenai tindak pidana korupsi             act within TPA’s business environment. [GRI 205-3,
yang terbukti terjadi dalam lingkungan bisnis TPA.          13.26.4]
[GRI 205-3, 13.26.4]




Membangun Budaya Keberlanjutan                              Establishing a Culture of Sustainability
[POJK F.1]                                                  [POJK F.1]


TPA     berkomitmen     menanamkan       budaya             TPA is committed to embedding a culture of
keberlanjutan landasan seluruh aktivitas dan                sustainability as the foundation of all activities and
tanggung jawab karyawan. Kesadaran terhadap                 employee responsibilities. Awareness of operational
dampak operasional pada aspek ESG diperkuat                 impacts on ESG aspects is reinforced through
melalui perilaku ramah lingkungan, perlindungan             environmentally responsible behavior, occupational
terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, serta             health and safety protection, and ethical, transparent,
praktik bisnis yang etis, transparan, dan patuh             and compliant business practices.
regulasi.

TPA juga mendorong budaya kerja berbasis data               TPA also promotes a data-driven work culture
(data-driven culture) untuk meningkatkan literasi           to enhance data literacy and the effective use
dan pemanfaatan akurasi data dalam pengambilan              of accurate data in informed decision-making.
keputusan secara bijak. Insan TPA juga dibekali             Its employees are equipped with the knowledge, skills,
dengan pengetahuan, keterampilan, dan tanggung              and accountability needed to uphold the Company’s
jawab yang mendukung komitmen keberlanjutan                 sustainability commitments.
Perusahaan.

Integrasi budaya ini diperkuat melalui sosialisasi,         The integration of this culture is strengthened
pelatihan, serta internalisasi nilai keberlanjutan          through socialization, training, and internalization of
dalam kebijakan dan prosedur, sehingga setiap               sustainability values into policies and procedures,
insan TPA berperan aktif menjaga kesinambungan              allowing every TPA personnel to actively maintaining
bisnis dan mendukung pertumbuhan jangka                     business continuity and supporting sustainable
panjang yang berkelanjutan.                                 long-term growth.

Adapun program-program yang telah kami                      The programs implemented throughout 2025 to
realisasikan sepanjang tahun 2025 dalam rangka              foster a culture of sustainability within TPA’s business
membangun budaya keberlanjutan di lingkungan                environment are outlined as follows:
bisnis TPA diuraikan sebagai berikut:
1. Mengikutsertakan karyawan dalam program                  1.   Involving employees in competency development
   pengembangan        kompetensi     terkait topik              programs related to sustainability topics, both
   keberlanjutan, baik secara internal maupun                    internally and externally;
   eksternal;
2. Melakukan kampanye dalam topik keberlanjutan             2. Conducting internal sustainability campaigns
   di dalam internal TPA, seperti kampanye                     within TPA, such as campaigns on energy and
   gerakan efisiensi energi serta air, perilaku                water efficiency, work behaviors that prioritize
   kerja yang mengedepankan K3, penerapan                      OHS, the implementation of anti-corruption and
   anti-korupsi, anti-penyuapan, dan prinsip                   anti-bribery measures, ethical business conduct
   perilaku usaha beretika di perusahaan, serta                principles, and campaigns on global warming
   kampanye fenomena pemanasan global;                         phenomena;
3. Mendorong pemanfaatan teknologi digitalisasi             3. Promoting the use of digital technologies and
   dan aksi ramah lingkungan yang diterapkan                   environmentally friendly practices across all work
   pada seluruh unit kerja untuk mengurangi                    units to reduce paper and plastic usage;
   penggunaan kertas dan plastik;




 94      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 97
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                              PT Teladan Prima Agro Tbk




        Digitalisasi pada Fasilitas Biogas Power Plant
        Digitalization at the Biogas Power Plant Facility



4. Mengoptimalkan potensi penggunaan energi                 4. Optimizing the potential use of renewable energy
   terbarukan dan mitigasi emisi GRK; serta                    and GHG emission mitigation; and
5. Pelaksanaan Teladan Innovation & Improvement             5. The implementation of the Teladan Innovation
   Awards (TIIAs) sebagai wadah pengembangan                   & Improvement Awards (TIIAs) as a platform
   ide dan inovasi operasional.                                for the development of operational ideas and
                                                               innovations.



Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit                             The Indonesian Sustainable Palm
Berkelanjutan (Indonesian Sustainable                       Oil (ISPO) Certification System and
Palm Oil/ISPO) dan Program Penilaian                        the Public Disclosure Program for
Peringkat Kinerja Perusahaan dalam                          Environmental Compliance (PROPER)
Pengelolaan Lingkungan Hidup
(Public Disclosure Program for
Environmental Compliance/PROPER)

TPA senantiasa memastikan pengelolaan usaha                 TPA consistently ensures that its palm oil agribusiness
agribisnis kelapa sawit dijalankan sesuai dengan            operations are conducted in accordance with
standar keberlanjutan yang berlaku secara                   nationally applicable sustainability standards.
nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui                   This commitment is demonstrated through
partisipasi aktif dalam Sertifikasi ISPO serta PROPER       active participation in ISPO certification and the
yang diselenggarakan oleh pemerintah. Keduanya              government-administered PROPER program. Both
menjadi tolok ukur penting dalam menilai sejauh             serve as key benchmarks in assessing the Company’s
mana perusahaan mampu mengelola dampak ESG                  ability to manage ESG impacts consistently and
secara konsisten dan berkelanjutan.                         sustainably.

Sepanjang tahun 2025, TPA melalui Entitas Anak              Throughout 2025, TPA through its Subsidiaries have
berhasil meraih sejumlah capaian penting, antara            achieved several important milestones, including:
lain:
• 9 Entitas Anak      memperoleh sertifikasi ISPO,          •   9 Subsidiaries obtained ISPO certification,
    sebagai bukti penerapan praktik perkebunan                  demonstrating the implementation of responsible
    kelapa sawit yang bertanggung jawab;                        palm oil plantation practices;




                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report      95
Page 98
                Good Governance




•    3 Entitas Anak meraih penghargaan PROPER               •   3 Subsidiaries received National PROPER
     Nasional, yang mencerminkan keunggulan                     award, reflecting environmental management
     pengelolaan lingkungan hidup sesuai standar                excellence following the national standards; and
     nasional; dan
•    5 Entitas Anak memperoleh penghargaan                  •   5 Subsidiaries received Regional PROPER award,
     PROPER Daerah, sebagai bentuk pengakuan atas               acknowledging the positive contributions made
     kontribusi positif di tingkat wilayah.                     at the regional level.

Pencapaian ini menegaskan bahwa tata kelola                 This achievement affirms that TPA’s sustainability
keberlanjutan TPA telah berjalan optimal dan                governance has run optimally and in line with
selaras dengan prinsip keberlanjutan industri kelapa        sustainable palm oil industry principles. Success in
sawit. Keberhasilan dalam ISPO dan PROPER juga              ISPO and PROPER also reflects TPA’s commitment to
merefleksikan komitmen TPA dalam mendukung                  support the government’s agenda on responsible
agenda pemerintah untuk pengelolaan sumber                  natural resource management, environmental
daya alam yang bertanggung jawab, pelestarian               conservation, and the creation of sustainable
lingkungan, serta penciptaan manfaat berkelanjutan          benefits for society.
bagi masyarakat.



Tata Kelola Teknologi Informasi                             Information Technology Governance

TPA terus memperkuat tata kelola teknologi                  TPA continues strengthen information technology
informasi (TI) sebagai pilar efisiensi operasional,         (IT) governance as a pillar of operational efficiency,
transparansi, dan keberlanjutan bisnis. Melalui             transparency, and business sustainability. Through
pembaruan blueprint dan roadmap digital, TPA                updates of blueprint and digital roadmap, TPA directs
mengarahkan transformasi pada integrasi data                transformation for cross-functional data integration,
lintas fungsi, efisiensi proses, dan penguatan GCG.         process efficiency, and GCG strengthening.
Pengembangan TI dilakukan secara terukur agar               IT development is conducted in a measured manner
sistem, infrastruktur, dan aplikasi mendukung               to ensure systems, infrastructure, and applications
operasional yang semakin kompleks dan berbasis              support increasingly complex and data-based
data. Sepanjang 2025, peningkatan kapabilitas TI            operations.     Throughout     2025,   IT   capability
meliputi:                                                   enhancements included the following:
1. Penguatan infrastruktur internet di seluruh estate       1. Internet infrastructure strengthening at all estates
    dan mill untuk memastikan konektivitas stabil               and mills to ensure stable connectivity and
    dan integrasi data real-time;                               real-time data integration;
2. Implementasi Sistem Data Capture untuk panen             2. Implementation of a Data Capture System for
    dan perawatan yang telah mencapai ±75%                      harvesting and maintenance, which has reached
    wilayah operasional dan ditargetkan selesai                 ±75% of operational areas and targeted to be
    pada 2026; serta                                            completed in 2026; and
3. Pengembangan Sistem Asset Tracking berbasis              3. Development of a mobile-based Asset Tracking
    mobile dengan QR Code dilakukan untuk                       System with QR Codes is conducted to improve
    meningkatkan akurasi pencatatan aset tetap                  the accuracy of fixed asset recording and
    dan memperkuat pengendalian internal. Sistem                strengthen internal control. This system enables
    ini memungkinkan pendataan aset secara cepat                fast and transparent asset data collection, thus
    dan transparan, sehingga mendukung proses                   supporting audit processes, asset management,
    audit, pengelolaan aset, serta perencanaan                  and more efficient investment planning.
    investasi yang lebih efisien.

Divisi TI menerapkan tata kelola berbasis agile             IT Division implements agile delivery-based
delivery serta memperbarui SOP secara berkala               governance and periodically updates SOP with
bersama manajemen lintas divisi untuk memastikan            cross-divisional  management         to   ensure
transparansi, akuntabilitas, dan keselarasan dengan         transparency, accountability, and alignment with
strategi TPA.                                               TPA’s strategy.




    96   Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 99
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                               PT Teladan Prima Agro Tbk




Keamanan Data dan Manajemen                                  Data Security and Cyber Risk Management
Risiko Siber
Aspek keamanan informasi menjadi prioritas utama             Information security is a top priority aspect in TPA’s
dalam tata kelola IT TPA. Sistem perlindungan berlapis       IT governance. Multi-layered protection systems
diterapkan melalui anti-virus, malware protection,           are in place with antivirus and malware protection
dan pembatasan akses data berdasarkan otorisasi              and data access restriction by user authorization.
pengguna. Penerapan kebijakan aktivitas jaringan             The implementation of network activity policies is
dijalankan sesuai dengan kaidah keamanan standar             carried out in accordance with standard security
untuk mencegah akses tidak sah, sementara                    principles to prevent unauthorized access, while
kebijakan backup harian dan penyimpanan data                 daily backup policies and data storage are executed
dijalankan redundancy serta penerapan DRC                    with redundancy, and the application of DRC forms
menjadi bagian dari protokol mitigasi risiko.                part of the risk-mitigation protocol.

Insiden keamanan ditangani melalui mekanisme                 Any security incident is handled through incident
incident response protocol, dan audit internal               response protocol, with routine internal audit
dilakukan secara rutin untuk memastikan kepatuhan            performed to ensure compliance with security
terhadap kebijakan keamanan. Selain itu, seluruh             policies. Also, all of the IT policies and systems are
kebijakan dan sistem IT telah mengacu pada                   following internationally recognized information
prinsip-prinsip keamanan informasi yang berlaku              security principles.
secara internasional.

Inovasi Tata Kelola TI yang Berkelanjutan                    Sustainable IT Governance Innovation
Ke depan secara bertahap TPA menargetkan                     Going forward, TPA aims to progressively integrate its
integrasi pada sistem operasional, penguatan                 operational systems, strengthen data governance,
tata kelola data, dan digitalisasi di seluruh lini           and accelerate digitalization across all business
bisnis. Pengembangan difokuskan pada akurasi                 lines. Development efforts focus on production
data produksi, keamanan data, dan integrasi                  data accuracy, data security, and supply chain
traceability   rantai    pasok.   Transformasi ini           traceability integration. This transformation is
diharapkan meningkatkan produktivitas, akurasi               expected to enhance productivity, accuracy, and
dan transparansi sekaligus memperkuat kontribusi             transparency, while reinforcing TPA’s contribution to
TPA terhadap pencapaian SDGs, khususnya Tujuan               the achievement of the SDGs, particularly Goal 16 on
16 tentang Institusi yang Kuat dan Akuntabel.                strong and accountable institutions.




Penerimaan Masukan dan
Penanganan Keluhan                               [GRI 2-16, 2-25, 2-26]

Feedback Reception and Grievance Handling

TPA    menempatkan      mekanisme    penerimaan              TPA places feedback and grievance handling
masukan dan penanganan keluhan sebagai                       mechanisms as important instrument to maintain
instrumen penting untuk menjaga transparansi,                transparency, accountability, and stakeholder
akuntabilitas, dan     kepercayaan    pemangku               trust. TPA provides various official communication
kepentingan. TPA menyediakan berbagai kanal                  channels for stakeholders to submit complaints
komunikasi resmi bagi pemangku kepentingan                   or feedback related to operational impacts. Every
untuk menyampaikan keluhan atau masukan terkait              report is handled professionally, transparently, and in
dampak operasional. Setiap laporan ditangani                 a timely manner in accordance with the applicable
secara profesional, transparan, dan tepat waktu              mechanisms to ensure effective resolution.
sesuai mekanisme yang berlaku guna memastikan
penyelesaian yang efektif.




                                                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report      97
Page 100
               Good Governance




Para   pemangku       kepentingan    yang   ingin         Stakeholders who wish to submit complaints or
menyampaikan keluhan ataupun melaporkan                   report violations within TPA can utilize the following
pelanggaran di lingkungan TPA dapat memanfaatkan          channels:
media sebagai berikut:




       lapor@teladanprima.com                (021) 2960 0300                   www.teladanprima.com



Dalam implementasinya, TPA menjamin kerahasiaan           In practice, TPA guarantees the confidentiality
identitas pelapor serta substansi laporan yang            of reporter’s identity and the substance of
disampaikan, sekaligus memberikan akses kepada            the report submitted, while also providing access
pelapor untuk memantau tindak lanjut atas laporan         to the reporter to monitor the progress on their
mereka. Setiap aduan ditangani oleh unit terkait          report. Every complaint is handled by the relevant
dalam struktur organisasi, dengan melibatkan              units within the organizational structure, involving
Tim Audit Internal, Dewan Komisaris, maupun               Internal Audit Team, Board of Commissioners, or
Direksi bila diperlukan. Eskalasi dilakukan secara        Board of Directors if required. Any report require to be
cepat apabila terdapat laporan yang memerlukan            handled from the highest governance body will have
penanganan oleh badan tata kelola tertinggi.              prompt escalation. This approach ensures that all
Pendekatan ini memastikan bahwa seluruh laporan           reports are managed seriously and in line with good
ditangani dengan serius dan sesuai prinsip tata           corporate governance principles.
kelola perusahaan yang baik.

Selain menindaklanjuti laporan yang valid, TPA            Other than following up on valid reports, TPA
juga   mengedepankan        koordinasi konstruktif        also prioritizes constructive coordination with
dengan      pemangku       kepentingan    melalui         stakeholders carry out via forums, media, and face-
forum, media, maupun pertemuan tatap muka                 to-face meetings to identify any potential challenges
untuk mengidentifikasi potensi tantangan dan              and formulating mutual solutions. By doing so,
merumuskan solusi bersama. Dengan demikian, TPA           TPA is able to resolve complaint and at the same
dapat menyelesaikan keluhan dan memperkuat                time strengthens harmonious relationships with
hubungan harmonis dengan para pemangku                    stakeholders and improves the quality of operational
kepentingan serta meningkatkan kualitas kinerja           performance and corporate sustainability.
operasional dan keberlanjutan perusahaan.

Sepanjang periode pelaporan, TPA tidak menerima           During the reporting period, TPA received no material
laporan atau keluhan material terkait pelanggaran         report or complaint related to governance violation.
tata kelola. Hal ini mencerminkan komitmen                This reflects the Company’s commitment in keeping
Perseroan dalam menjaga integritas, transparansi,         integrity, transparency, and public trust, while also
serta kepercayaan publik, sekaligus mempertegas           enforcing TPA’s openness culture in responding
budaya keterbukaan TPA dalam menanggapi setiap            to any feedback and issues that may potentially
masukan dan isu yang berpotensi memengaruhi               affecting its business sustainability.
keberlanjutan bisnis.




 98    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 101
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                 PT Teladan Prima Agro Tbk




                                            Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report   99
Page 102
Agro-Ecological                                          [GRI 3-3:302, 3-3:303, 3-3:305, 3-3:306]




100   Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 103
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                PT Teladan Prima Agro Tbk




Pilar Agro-Ecological menjadi fondasi kebijakan              The Agro-Ecological pillar serves as the foundation
lingkungan TPA dalam menjaga keseimbangan                    of TPA’s environmental policy in maintaining
antara operasional dan kelestarian alam. Pilar ini           balance between operations and environmental
mencakup pengelolaan keanekaragaman hayati,                  conservation.     This   pillar encompasses     the
cadangan karbon, serta daya dukung dan daya                  management of biodiversity, carbon reserves, and
tampung lingkungan, sehingga seluruh aktivitas               environmental carrying capacity, ensuring that all
bisnis tetap selaras dengan tujuan keberlanjutan             business activities remain aligned with long-term
jangka panjang.                                              sustainability objectives.

Sebagai perusahaan agribisnis di sektor perkebunan           As an agribusiness company in the palm oil
dan pabrik kelapa sawit, TPA mengintegrasikan                plantation and palm oil mill sector, TPA integrates
prinsip pengelolaan berkelanjutan dan bertanggung            sustainable       and     responsible    management
jawab dalam strategi dan operasional. Upaya                  principles into its strategy and operations. Efforts are
difokuskan pada minimisasi dampak lingkungan                 directed toward minimizing environmental impacts
melalui pendekatan preventif, evaluatif, dan                 through preventive, adaptive, and collaborative
kolaboratif, termasuk kemitraan dengan pemangku              approaches, including strategic partnerships with
kepentingan lokal, nasional, dan global. Komitmen ini        stakeholders at the local, national, and global levels.
selaras dengan target Net Zero Emission Indonesia            This commitment is aligned with Indonesia’s Net Zero
2060, SDGs Tujuan 13 Penanganan Perubahan Iklim,             Emissions 2060 target, SDG 13 on Climate Action, and
serta Perjanjian Paris.                                      the Paris Agreement.

Urgensi penerapan pilar ini semakin meningkat                The urgency of implementing this pillar continues
seiring dinamika iklim global. Data WRI Climate              to intensify amid evolving global climate dynamics.
Watch (2025) menunjukkan sektor agribisnis                   Data from World Resources Institute Climate
menyumbang sekitar 11,8% emisi GRK global.                   Watch (2025) indicate that the agribusiness sector
Sementara itu, Copernicus Climate Change Service             accounts for approximately 11.8% of global GHG
mencatat 11 tahun terakhir sebagai periode terpanas,         emissions. Meanwhile, Copernicus Climate Change
dengan rata-rata suhu global 2023–2025 untuk                 Service reports that the past eleven years have
pertama kalinya melampaui 1,5°C di atas tingkat              been the warmest on record, with the 2023–2025
pra-industri. Kondisi ini berdampak langsung pada            global average temperature for the first time
sektor kelapa sawit, termasuk fluktuasi produktivitas,       exceeding 1.5°C above pre-industrial levels. These
meningkatnya        kerentanan   infrastruktur,  dan         conditions have direct implications for the palm oil
intensitas cuaca ekstrem yang memengaruhi                    sector, including productivity fluctuations, increased
budidaya hingga pengolahan. Oleh karena itu, TPA             infrastructure vulnerability, and intensified extreme
menempatkan mitigasi perubahan iklim sebagai                 weather affecting cultivation through processing.
prioritas strategis.                                         Accordingly, TPA places climate change mitigation
                                                             as a strategic priority.

Sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan, TPA                As part of its environmental responsibility, TPA
secara konsisten melakukan pemantauan dan                    consistently monitors and manages environmental
pengelolaan lingkungan di seluruh area perkebunan            performance across all plantation and mill
dan pabrik, serta mengevaluasi kinerja lingkungan            areas, conducting periodic evaluations to ensure




                                                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report       101
Page 104
                     Agro-Ecological




secara berkala untuk memastikan kegiatan                  operations comply with applicable standards and
operasional berjalan sesuai dengan standar dan            sustainability principles. TPA also preserves 9,718.82
prinsip keberlanjutan. TPA juga menjaga areal HCV         hectares of HCV and HCS areas (15.08% of its 64,430
dan HCS seluas 9.718,82 ha (15,08% dari 64.430 ha         hectares of planted land), encompassing secondary
lahan tertanam), yang mencakup hutan sekunder,            forests, riparian zones, mangroves, areas of local
zona riparian, mangrove, kawasan bernilai budaya          cultural significance, and carbon sequestration
lokal, dan area penambatan karbon. Keberadaan             zones. The protection of these areas underscores
areal ini menegaskan komitmen konservasi TPA              TPA’s conservation commitment in maintaining
dalam menjaga keseimbangan ekosistem.                     ecosystem balance.

Untuk      memperkuat      implementasi     pilar         To strengthen the implementation of the Agro-
Agro-Ecological, TPA menetapkan 5 langkah                 Ecological Pillar, TPA has established five priority
prioritas sebagai berikut:                                actions as follows:
1. Pemanfaatan sumber daya alam (air dan                  1. Efficient and effective utilization of natural
   tanah) secara efisien dan efektif dengan                  resources, such as water and soil, by prioritizing
   mengedepankan prinsip konservasi;                         the conservation principles;
2. Pengelolaan limbah secara optimal melalui              2. Optimal waste management through the
   prinsip 3R serta tata kelola limbah B3 sesuai             application of the 3R principles and the proper
   standar Kementerian Lingkungan Hidup (KLH);               handling of hazardous and toxic waste (B3) in
                                                             accordance with the standards of the Ministry of
                                                             Environment (KLH);
3. Pelestarian    areal    HCV    untuk     menjaga       3. Conservation of HCV areas to maintain its
   keanekaragaman hayati, termasuk spesies flora             biodiversity, including wild and or protected
   fauna baik yang liar ataupun dilindungi;                  species;
4. Pengurangan intensitas emisi GRK pada seluruh          4. Reduction of greenhouse gas (GHG) emission
   rantai proses bisnis utama; serta                         intensity across the main business processes;
                                                             and
5. Pengembangan TGM melalui modul perhitungan             5. Development of TGM through GHG emission
   emisi GRK berbasis GHG Protocol, optimasi                 calculation module based on the GHG Protocol,
   TGM Alert, serta penggunaan satelit pemantau              TGM Alert optimization, and use of hotspot
   hotspots yang mampu memvalidasi indikasi                  monitoring satellites, capable of validating land
   kebakaran lahan.                                          fire iindications.

Selain itu, TPA menerapkan prinsip ekonomi sirkular       In addition, TPA applies circular economy principles
melalui pengoperasian BPP yang memanfaatkan               through the operation of its biogas power plant (BPP),
limbah POME sebagai sumber energi listrik. Inisiatif      which utilizes POME as a source of electricity energy.
ini diharapkan dapat menekan ketergantungan               This initiative is expected to reduce dependence on
pada energi fosil, menciptakan nilai tambah               fossil fuels, create added value from palm oil mill
dari limbah pabrik sawit, mendukung transisi              waste, support the transition to clean energy, and
menuju energi bersih, serta memperkuat kinerja            strengthen TPA’s decarbonization performance.
dekarbonisasi TPA. Keseluruhan inisiatif lingkungan       Collectively, these environmental initiatives reflect
tersebut merefleksikan langkah nyata TPA dalam            TPA’s concrete commitment to effective, efficient,
mewujudkan operasional yang efektif, efisien, dan         and sustainable operations.
berkelanjutan.

Keseluruhan       inisiatif  lingkungan      tersebut     These initiatives reflect TPA’s tangible efforts to realize
merefleksikan langkah nyata TPA dalam mewujudkan          effective, efficient, and sustainable operations. This
operasional yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.     commitment not only generates positive impacts
Komitmen ini tidak hanya memberikan dampak                for the environment and surrounding communities,
positif bagi lingkungan dan komunitas sekitar, tetapi     but also positions TPA as a globally competitive
juga menempatkan TPA sebagai pelaku agribisnis            agribusiness player and a meaningful contributor to
yang berdaya saing global sekaligus kontributor           global climate change mitigation efforts.
penting dalam upaya penanganan perubahan iklim
dunia.




102    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 105
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                 PT Teladan Prima Agro Tbk




                                            Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report   103
Page 106
                   Agro-Ecological




104   Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 107
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                 PT Teladan Prima Agro Tbk




                                            Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report   105
Page 108
                       Agro-Ecological




Capaian Kinerja Lingkungan TPA Tahun 2023 – 2025
TPA Environmental Performance Achievements 2023 – 2025
                                                         Capaian
             Aspek                 Satuan              Achievement                               Keterangan
             Aspect                 Unit                                                         Description
                                                2025         2024         2023
Biaya Pengelolaan dan               miliar
Ameliorasi Lingkungan              Rupiah
                                                   9,06         5,22         4,74
Environmental Management           billion
and Amelioration Costs             Rupiah

Pemakaian Material
Materials Use

Produksi TBS                                                                          Dari perkebunan inti dan plasma
                                     ton       1.271.034    1.219.294    1.213.068
FFB Produced                                                                          From nucleus and plasma plantations

                                                                                      Dari perkebunan inti, plasma, dan
                                                                                      pembelian TBS dari pihak ketiga
TBS yang Diolah
                                     ton       1.463.439    1.381.677    1.409.552    From      nucleus    and    plasma
FFB Processed
                                                                                      plantations, and FFB purchased from
                                                                                      third parties

Pupuk Organik                                                                         POME, Kompos, dan TKKS
                                     ton       2.022.331    1.804.790    1.737.237
Organic Fertilizer                                                                    POME, Compost, and EFB

Pupuk Anorganik
                                     ton         52.839       45.069       33.645
Inorganic Fertilizer

Pengelolaan Air
Water Management

                                                                                      Seluruhnya air permukaan; tidak
                                                                                      mengambil dari wilayah stres air; air
                                                                                      untuk boiler dan aneka proses sudah
Konsumsi Air untuk Proses                                                             diperhitungkan
                                  megaliter        1.626        1.595        1.641
Water Consumption for Process                                                         All surface water; none taken from
                                                                                      water stress area; already calculated
                                                                                      water used in boiler and various
                                                                                      processes

                                                                                      Perubahan      konsumsi       air
Perubahan Konsumsi Air                                                                dibandingkan masing-masing tahun
                                      %             1,93       (2,88)        18,40
Change in Water Consumption                                                           Year-on-year comparison of water
                                                                                      consumption

Pemakaian Air ke Aplikasi Lahan
                                  megaliter        1.619        1.426        1.364
Water Used in Land Application

                                  m3/ton TBS
                                                                                      Air untuk boiler dan aneka proses
                                     olah
Intensitas Konsumsi Air                                                               sudah diperhitungkan
                                    m /ton
                                     3               1,11         1,15         1,16
Water Consumption Intensity                                                           Already calculated water used in
                                    of FFB
                                                                                      boiler and various processes
                                  processed

Penanganan Limbah
Waste Handling

Limbah Non-B3 yang Dihasilkan
                                     ton        586.876     600.446       608.133
Non-B3 Waste Produced

                                                                                      Seluruh limbah B3 diangkut dan
                                                                                      dikelola oleh pihak ketiga yang
Limbah B3 yang Dihasilkan
                                     ton             30             31         30     berizin
Hazardous Waste Produced
                                                                                      All B3 waste is transported and
                                                                                      managed by licensed third parties

Penggunaan Energi
Energy Use

Energi dari Sumber Terbarukan
                                     GJ          136.181      115.783      116.835
Energy from Renewable Sources




106     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 109
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                 PT Teladan Prima Agro Tbk




                                                         Capaian
             Aspek                 Satuan              Achievement                           Keterangan
             Aspect                 Unit                                                     Description
                                                2025       2024       2023
Energi dari Sumber Tak
Terbarukan
                                      GJ        330.675    332.402    325.421
Energy from Non-Renewable
sources

Total Energi yang Dikonsumsi
                                      GJ        466.856    448.185    442.256
Total Energy Consumed

                                  GJ/ton TBS
                                     olah
Intensitas Energi
                                    GJ/ton        0,319      0,324      0,314
Energy Intensity
                                    of FFB
                                  processed

Reduksi Intensitas Energi
                                      %            1,54       3,39      10,46
Energy Intensity Reduction

Mitigasi Emisi GRK
GHG Emissions Mitigation

Total Emisi GRK Cakupan 1 dan 2
Total GHG Emissions Scope 1       ton CO2eq     279.654    341.149    504.209
and 2

                                                                                 Methane    Capture    (BPP)   dan
Reduksi Emisi GRK                                                                Biomassa (Serat & Cangkang)
                                  ton CO2eq      67.750     8.580       8.657
GHG Emissions Reduction                                                          Methane Capture (BPP) and Biomass
                                                                                 (Fiber & Shell)

                                  ton CO2eq/
                                    ton TBS
                                      olah
Intensitas Emisi GRK
                                  ton CO2eq/       0,19       0,25       0,36
GHG Emissions Intensity
                                   ton of FFB
                                  processed


                                  ton CO2eq/
                                    ton CPO
Intensitas Emisi GRK
                                  ton CO2eq/       0,84       1,05       1,54
GHG Emissions Intensity
                                  ton of CPO
                                   produced

                                  ton CO2eq/
                                     ton PK
Intensitas Emisi GRK
                                  ton CO2eq/       5,36       6,73       9,67
GHG Emissions Intensity
                                   ton of PK
                                   produced

Konservasi Keanekaragaman Hayati
Biodiversity Conservation

Luasan Lahan HCV                                                                 HCV kategori 1, 2, 4, 5, 6
                                      ha          9.719     4.669       4.559
Total HCV Area                                                                   HCV category 1, 2, 4, 5, 6

Sertifikasi Industri
Industrial Certification

Total Entitas Anak
Bersertifikasi ISPO
                                                       9          8          8
Number of ISPO-Certified
Subsidiaries




                                                       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report        107
Page 110
                     Agro-Ecological




Perlindungan terhadap
Keanekaragaman Hayati                                    [GRI 3-3:304, 13.3.1]

Biodiversity Protection



       “Komitmen TPA terhadap perlindungan keanekaragaman hayati tertuang dalam KSL yang
       menegaskan komitmen untuk menjaga areal HCV dan HCS. Penerapannya terbukti menjaga
       keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian alam, ditunjukkan oleh meningkatnya
       vegetasi serta kehadiran berbagai satwa kunci yang menjadi indikator kelestarian ekosistem,
       salah satunya adalah burung Rangkong.”
       “TPA’s commitment to biodiversity protection is embedded in its KSL, which affirms the preservation
       of HCV and HCS areas. Its implementation has demonstrated a balance between productivity and
       environmental conservation, evidenced by increased vegetation cover and the presence of key wildlife
       species serving as ecosystem health indicators, including the Hornbill.”




Sebagai perusahaan agribisnis yang beroperasi di          As an agribusiness company operating in tropical
ekosistem tropis dengan keanekaragaman hayati             ecosystems with high biodiversity, TPA is committed
tinggi, TPA berkomitmen memastikan seluruh                to ensure all operations are in line with conservation
operasional selaras dengan prinsip konservasi.            principles. This commitment is stated in TPA’s
Komitmen ini tercantum dalam KSL TPA poin 3               KSL point 3 on the sustainable management of
mengenai pengelolaan berkelanjutan areal bernilai         high conservation value areas. TPA has allocated
konservasi tinggi. TPA telah mengalokasikan 9.718,82      9,718.82 hectares or 15.08% of the 64,430 hectares of
ha atau 15,08% dari 64.430 ha lahan tertanam              planted area as HCV and HCS areas, that includes
sebagai areal HCV dan HCS, yang mencakup                  secondary forests, riparian zones, mangroves, and
hutan sekunder, kawasan riparian, mangrove, dan           areas with local cultural value. These areas serve
area bernilai budaya lokal. Areal tersebut menjadi        become the habitats for flora and fauna, including
habitat flora dan fauna, termasuk spesies endemik,        endemic, protected, and endangered species whose
dilindungi, dan terancam punah yang kelestariannya        sustainability is maintained.
dijaga.

Untuk menjaga fungsi ekologis, TPA melakukan              To maintain ecological functions, TPA is implementing
perlindungan melalui pemasangan tapal batas               protection through installment of boundary
dan rambu konservasi, patroli rutin, serta sosialisasi    markers, conservation signboards, routine patrols,
kepada karyawan dan masyarakat sekitar.                   and socializations for employees and surrounding
Pemantauan flora dan fauna dilaksanakan secara            communities. Monitoring of flora and fauna is also
berkala dengan pendekatan integrated monitoring           conducted regularly with data driven integrated
berbasis data, mencakup keamanan areal HCV,               monitoring approach, including the security of HCV
perlindungan spesies, dan evaluasi kondisi habitat.       areas, species protection, and evaluation of habitat
Pengamatan satwa dilakukan menggunakan                    conditions Wildlife monitoring is conducted using
kamera trap untuk mendukung identifikasi spesies          camera traps to allow for more comprehensive
secara lebih komprehensif.                                species identification.

Selain aspek teknis, TPA juga mendorong partisipasi       Beyond technical aspect, TPA also encourages
masyarakat melalui edukasi konservasi, patroli            community participation through conservation
bersama, serta pelatihan praktik ramah lingkungan.        education,     joint   patrols, and    training    on
Dengan demikian, perlindungan keanekaragaman              environmentally friendly practices. Thus, biodiversity
hayati tidak hanya menjadi tanggung jawab                 protection is not a sole corporate responsibility but
perusahaan, tetapi juga bagian dari kesadaran             also a part of collective awareness.
kolektif.




108    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 111
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                              PT Teladan Prima Agro Tbk




Upaya ini sejalan dengan target global, seperti SDGs       These efforts are also aligned with global targets,
15 tentang Ekosistem Darat. Dengan pendekatan              such as SDG 15 on Life on Land. With this approach,
tersebut, TPA berupaya meminimalkan dampak                 TPA strives to minimize negative impacts on
negatif terhadap ekosistem, serta memperkuat               ecosystems and strengthens its contribution to
kontribusinya terhadap mitigasi perubahan iklim            climate change mitigation and achievement of
dan pencapaian keberlanjutan jangka panjang.               long-term sustainability.



Dampak Operasi terhadap                                    Impact of Operations on
Keanekaragaman Hayati [POJK F.9]                           Biodiversity [POJK F.9] [GRI 304-2, 13.3.3]
[GRI 304-2, 13.3.3]


TPA memahami bahwa setiap aktivitas perkebunan             TPA realizes that every plantation and mill activity
dan mill memiliki potensi menimbulkan dampak               has a potential impact to the ecosystems, either
terhadap ekosistem, baik terhadap flora, fauna,            on the flora, fauna, or the overall balance of
maupun       keseimbangan      lingkungan   secara         the ecosystem. These impacts may arise from
keseluruhan. Dampak tersebut dapat muncul melalui          changes on land coverage, habitat fragmentation,
perubahan tutupan lahan, fragmentasi habitat,              wildlife disturbance, changes to water and soil
gangguan terhadap satwa liar, serta perubahan              quality due to the agricultural activities and palm
kualitas air dan tanah akibat aktivitas pertanian          oil industry. TPA’s operational areas are located in
dan industri kelapa sawit. Wilayah operasional             East Kalimantan Province, with natural landscape
TPA berlokasi di Provinsi Kalimantan Timur dengan          of lowland tropical rainforests, and riparian areas
bentang alam yang meliputi ekosistem hutan hujan           ecosystems with rich biodiversity.
tropis dataran rendah, dan daerah riparian yang
memiliki tingkat keanekaragaman hayati tinggi.




                                                       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report    109
Page 112
                      Agro-Ecological




Analisis mengenai kegiatan operasional TPA dan               An analysis of TPA’s operational activities and their
dampaknya terhadap keanekaragaman hayati                     impacts on the biodiversity is presented below:
diuraikan sebagai berikut:


       Kegiatan                                          Dampak Lingkungan
       Activities                                       Environmental Impact
Pemupukan dan        Pemupukan dengan material anorganik secara        Excessive fertilization with inorganic material
Pengendalian         berlebihan  menyebabkan     eutrofikasi    dan    causes eutrophication and disrupts aquatic
Gulma                mengganggu ekosistem akuatik. Pengendalian        ecosystems. Large-scale weed control with
Fertilization and    gulma dengan pestisida dalam skala besar          pesticides disrupts non-target species and
Weed Control         berdampak    pada    terganggunya       spesies   disrupts the balance of pollinating insects and
                     non-target dan mengganggu keseimbangan            terrestrial fauna.
                     serangga penyerbuk dan fauna terrestrial.

                     • Alih fungsi lahan menyebabkan perubahan         • Land use change leads to changing
                       tutupan dari ekosistem heterogen menjadi          the coverage of heterogenous ecosystem to
                       homogen, sehingga berpotensi terhadap             homogenous, potentially increasing erosion
                       peningkatan erosi dan sedimentasi.                and sedimentation.
                     • Alih     fungsi     lahan     menyebabkan       • Land use change disrupts the balance of
Alih Fungsi Lahan
                       terganggunya keseimbangan ekosistem dan           the ecosystem and the biodiversity.
Land Use Change
                       keanekaragaman hayati.
                     • Dampak lanjutan dari alih fungsi lahan, yaitu   • Subsequent impacts of land use change,
                       terganggunya ekosistem sebagai habitat            namely disrupted ecosystem as animal habitat,
                       satwa sehingga terjadi masuknya satwa ke          causing animals to enter housing areas and
                       permukiman dan areal operasional.                 operational areas.



Perlindungan dan Konservasi                                  Protection and Conservation of
Ekosistem Habitat Flora dan Fauna                            Wild/Protected Flora and Fauna
Liar/Dilindungi [POJK F.10] [GRI 304-3, 13.3.4]              Habitat Ecosystems [POJK F.10] [GRI 304-3, 13.3.4]

Keberadaan wilayah operasional yang berdekatan               The proximity of operational areas to protected
dengan kawasan lindung tersebut menjadikan                   areas demands biodiversity impact management a
pengelolaan dampak terhadap keanekaragaman                   strategic priority. TPA places the protection of fauna
hayati sebagai prioritas strategis. TPA menempatkan          and flora as an integral part of its sustainability strategy.
perlindungan fauna dan flora sebagai bagian integral         The protection effort is done through a combination of
dari strategi keberlanjutan. Upaya ini dilakukan             prevention, scientific monitoring, habitat restoration,
melalui kombinasi pencegahan, pemantauan ilmiah,             and strengthened governance involving various
restorasi habitat, serta penguatan tata kelola yang          stakeholders. TPA focuses its protection efforts on
melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Dalam              key fauna species such as the Bornean Orangutan
aspek fauna, TPA memfokuskan perlindungan pada               (Pongo pygmaeus morio), Proboscis Monkey (Nasalis
satwa-satwa kunci, seperti Orangutan Kalimantan              larvatus), Müller’s gibbon (Hylobates muelleri), Langur
(Pongo pygmaeus morio), Bekantan (Nasalis                    (Trachypithecus auratus), Rhinoceros hornbill (Buceros
larvatus), Owa Kalawat (Hylobates muelleri), Lutung          rhinoceros), and various protected bird species.
(Trachypithecus auratus), Burung Rangkong (Buceros
rhinoceros), hingga berbagai jenis aves lainnya yang
dilindungi.

Untuk memastikan perlindungan satwa berlangsung              To ensure effective wildlife protection, TPA
efektif, TPA menerapkan sistem pemantauan                    implements a multi-layered biodiversity monitoring
biodiversitas dilakukan secara berlapis dengan               system using camera traps and bioacoustics.
camera trap dan bioacoustics. Data yang diperoleh            The collected data is analyzed to assess occupancy,
dianalisis untuk menilai occupancy, tingkat kehadiran        level of wildlife presence, and population growth over
satwa, serta perubahan populasi dari tahun ke                years. With this strategy, TPA is able to reduce risks
tahun. Melalui strategi ini, TPA dapat menekan risiko        of disturbances to protected wildlife while ensuring
gangguan terhadap satwa dilindungi sekaligus                 functional habitats in the long-term.
memastikan habitat tetap fungsional dalam jangka
panjang.




 110     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 113
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                                PT Teladan Prima Agro Tbk




Di sisi lain, perlindungan flora juga menjadi prioritas         In addition, flora protection is also a key priority. TPA
penting. TPA menetapkan zona lindung untuk spesies              set out protected zones for species of conservation
berstatus konservasi, Damar (Agathis borneensis),               status, including Damar (Agathis borneensis),
Pasang (Quercus gaharuensis), dan Meranti Putih                 Pasang (Quercus gaharuensis), and White Meranti
(Shorea lamellata), serta menjaga areal riparian                (Shorea lamellata), and maintaining riparian areas
dan lahan miring dari aktivitas kimia.                          and high-contour areas of any chemical activities.

Untuk memperkuat komitmen, TPA juga menjalin                    To further strengthen its commitment, TPA has
kolaborasi dengan Ecology and Conservation                      also established collaboration with the Ecology
Center for Tropical Studies (Ecositrop), sebuah                 and Conservation Center for Tropical Studies
lembaga penelitian konservasi ekosistem tropis,                 (Ecositrop), a tropical ecosystem conservation
yang dilakukan sejak tahun 2012 dalam kegiatan                  research institution, which has been in place since
monitoring satwa dan flora di areal HCV. Dengan                 2012 through wildlife and flora monitoring activities in
pendekatan komprehensif ini, TPA berupaya untuk                 HCV areas. Through this comprehensive approach,
terus meminimalkan dampak negatif operasional                   TPA strives to keep on minimizing the negative
terhadap   keanekaragaman      hayati,   sekaligus              operational impacts on biodiversity, while playing
berperan aktif dalam menjaga keberlangsungan                    an active role in safeguarding the sustainability of
spesies endemik dan ekosistem tropis yang menjadi               endemic species and tropical ecosystems that serve
penyangga kehidupan.                                            as vital life-support systems.


Wilayah Konservasi [GRI 304-1, 304-3, 13.3.2, 13.3.4]
Conservation Areas
                                                    Luas HCV
 Entitas Anak         Lokasi Geografis                             Kategori HCV                             Keterangan
                                                    HCV Area
  Subsidiary        Geographical Location                          HCV Category                             Description
                                                      (ha)
                 Kec. Talisayan dan Kec. Biatan,
                                                                                                 Terdapat spesies terancam punah
                 Kab. Berau, Kalimantan Timur
                                                                                                 dan spesies endemik Borneo.
      TBP        Talisayan and Biatan                 525,57         1       3       4       6
                                                                                                 There are endangered species and
                 Sub-districts, Berau Regency,
                                                                                                 endemic to Borneo.
                 East Kalimantan

                                                                                                 Terdiri dari sempadan sungai, hutan
                                                                                                 mangrove, dan hutan di atas batu
                 Kec. Batu Putih, Kab. Berau,
                                                                                                 kapur yang berada di dalam areal
                 Kalimantan Timur
      INK                                             489,30             1       3       4       Perseroan.
                 Batu Putih Sub-district, Berau
                                                                                                 Consists of riparian, mangrove
                 Regency, East Kalimantan
                                                                                                 forest, and limestone forest within
                                                                                                 Company’s concession.

                                                                                                 Terdiri dari sungai, daerah resapan
                 Kec. Karangan,                                                                  air yang masih berhutan, dan
                 Kab. Kutai Timur,                                                               areal dataran/perbukitan dengan
      TLN        Kalimantan Timur                     501,00             1       3       4       vegetasi baik.
                 Karangan Sub-district, East                                                     Consists of river, forested water
                 Kutai Regency, East Kalimantan                                                  absorption area, and plains/hills
                                                                                                 areas with good vegetation.

                                                                                                 Terdiri dari hutan sekunder, mata
                 Kec. Kaubun, Kab. Kutai Timur,                                                  air, sempadan sungai, rawa, dan
                 Kalimantan Timur                                                                perbukitan.
      SPN                                             388,91             1       4       5
                 Kaubun Sub-district, East Kutai                                                 Consists of secondary forest, natural
                 Regency, East Kalimantan                                                        springs, riparian zone, swamp, and
                                                                                                 hills.

                 Kec. Muara Bengkal,
                                                                                                 Terdiri dari sempadan sungai dan
                 Kab. Kutai Timur,
                                                                                                 rawa.
      TPS        Kalimantan Timur                    1.524,83            1       4       5
                                                                                                 Consists   of   riparian   zone   and
                 Muara Bengkal Sub-district, East
                                                                                                 swamp.
                 Kutai Regency, East Kalimantan




                                                          Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                         111
Page 114
                           Agro-Ecological




                                                             Luas HCV
 Entitas Anak             Lokasi Geografis                                    Kategori HCV                                    Keterangan
                                                             HCV Area
  Subsidiary            Geographical Location                                 HCV Category                                    Description
                                                               (ha)
                     Kec. Long Mesangat, Kab. Kutai
                                                                                                                   Area HCV berupa sempadan sungai,
                     Timur, Kalimantan Timur
                                                                                                                   area berhutan, dan mata air.
       GSA           Long Mesangat Sub-district,                580,40         1       3       4       5       6
                                                                                                                   HCV area consists of riparian zone,
                     East Kutai Regency,
                                                                                                                   forested lands, and springs.
                     East Kalimantan

                                                                                                                   Terdiri dari ekosistem rawa dan
                     Kec. Tanjung Harapan,
                                                                                                                   nipa, sempadan sungai, dan buffer
                     Kab. Paser, Kalimantan Timur
                                                                                                                   ekosistem pantai.
       MJA           Tanjung Harapan                             259,31        1       3       4       5       6
                                                                                                                   Consists of swamp and nipa
                     Sub-district, Paser Regency, East
                                                                                                                   ecosystem, riparian, and buffer for
                     Kalimantan
                                                                                                                   coastal ecosystem.

                     Kec. Muara Kaman,
                     Kab. Kutai Kartanegara,                                                                       Areal HCV berupa ekosistem hutan,
                     Kalimantan Timur                                                                              sempadan sungai, dan mata air.
       CAP                                                       399,31            1       4       5       6
                     Muara Kaman Sub-district, Kutai                                                               HCV area consists of forest
                     Kartanegara Regency, East                                                                     ecosystem, riparian, and springs.
                     Kalimantan

                                                                                                                   Area HCV terdiri dari ekosistem rawa
                                                                                                                   air tawar dan ekosistem kerangas.
                     Kabupaten Kutai Timur,                                                                        Selain itu, terdapat juga spesies
                     Kalimantan Timur                                                                              endemik Kalimantan.
       CDM                                                     5.050,19        1       2       3       4       5
                     East Kutai Regency,                                                                           The HCV areas consist of freshwater
                     East Kalimantan                                                                               swamp ecosystems and kerangas
                                                                                                                   ecosystems. Also, there are endemic
                                                                                                                   Kalimantan species.

                          Total                                9.718,82

Keterangan / Remarks:

                Tempat terkonsentrasinya nilai-nilai keanekaragaman hayati yang signifikan secara global, regional, atau nasional.
  HCV    1
                A place where significant biodiversity values are concentrated globally, regionally, or nationally.

                Ekosistem dan mosaik pada level lanskap dan lanskap hutan yang utuh.
  HCV 2         Ecosystems and mosaics at landscape level and intact forest landscapes.

                Tempat yang terletak di dalam atau mencakup ekosistem yang langka atau terancam punah.
  HCV 3         A place located in or including rare and endangered ecosystem.

                Tempat yang menyediakan layanan ekosistem mendasar yang berada pada situasi kritis (jasa-jasa lingkungan alami).
  HCV 4         A place that provides fundamental ecosystem services in critical situations (natural environment services).

                Tempat yang fundamental untuk menyediakan kebutuhan dasar masyarakat setempat.
  HCV 5         A fundamental place that provides basic needs for the local people.

                Tempat yang penting sebagai identitas budaya dan tradisi masyarakat setempat.
  HCV 6         An important place that showcases the culture and tradition of the local people.




Spesies Terpantau dan Dilindungi [GRI 304-4, 13.3.5]
Monitored and Protected Species
                         Spesies yang Dipantau               Termasuk dalam                              Dilindungi oleh Peraturan Menteri
        Kelas                di Wilayah TPA                    Red List IUCN                            Lingkungan Hidup dan Kehutanan
        Class             Species Monitored in             Included in the IUCN                           Protected under the Minister of
                           TPA’s Concessions                     Red List                              Environment and Forestry Regulation
 Fauna

 Mamalia
                                       46                              19                                                      14
 Mammals

   Primata
                                         9                                9                                                     7
   Primates

   Non-Primata
                                        37                             10                                                       7
   Non-Primates




 112     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 115
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                                  PT Teladan Prima Agro Tbk




                         Spesies yang Dipantau              Termasuk dalam                  Dilindungi oleh Peraturan Menteri
         Kelas               di Wilayah TPA                   Red List IUCN                Lingkungan Hidup dan Kehutanan
         Class            Species Monitored in            Included in the IUCN               Protected under the Minister of
                           TPA’s Concessions                    Red List                  Environment and Forestry Regulation
 Burung (Aves)
                                      187                                39                                     41
 Birds (Aves)

 Herpetofauna                          64                                 1                                       1

 Kupu-kupu
                                      183                                 -                                      3
 Butterflies

 Capung
                                       86                                 1                                      -
 Dragonflies

 Biota Aquatik
                                      148                                 6                                      -
 Aquatic Biota

 Total                                714                                66                                     59

 Flora

 Pohon
                                      273                                24                                      -
 Trees

 Tumbuhan Bawah
                                       119                                1                                       1
 Lower Plants

 Total                                392                                25                                       1

Pemantauan dilaksanakan oleh TPA bekerja sama dengan akademisi dan peneliti dari Ecositrop. / Monitoring is conducted by TPA in collaboration
with academicians and researchers from Ecositrop.



Spesies yang Termasuk dalam Red List IUCN [GRI 304-4, 13.3.5]
Species Included in the IUCN Red List
                                                             Total Spesies yang Dipantau di Wilayah TPA
  Tingkat Risiko Kepunahan                                  Total Species Monitored in TPA’s Concessions
     Extinction Risk Level
                                                            Fauna                                               Flora
 CR - Critically Endangered                                      1                                                    -

 EN - Endangered                                                 7                                                    4

 VU - Vulnerable                                               20                                                     12

 NT - Near Threatened                                          38                                                     9

 LC - Least Concern                                           459                                                148

 DD – Data Deficient                                            10                                                    5

 NE - Not Evaluated                                            179                                               214

 Total                                                         714                                               392

Pemantauan dilaksanakan oleh TPA bekerja sama dengan akademisi dan peneliti dari Ecositrop. / Monitoring is conducted by TPA in collaboration
with academicians and researchers from Ecositrop.



Daftar Fauna dan Flora Penting di Areal TPA
List of Important Fauna and Flora in TPA Area
Fauna
                                                                                                                    Sifat
                                                                                 Status
         Kelompok            Spesies          Nama Lokal                                                       Characteristicts
 No.
           Group             Species          Local Name                                                Waktu Aktif Stratifikasi
                                                                  SST         UU/PP   IUCN    CITES
                                                                                                        Active Time Stratification
                         Acridotheres        Kerak kerbau                      TD      VU
  1.     Aves                                                        −                          NA          Diurnal           Arboreal
                         javanicus           Water buffalo




                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                  113
Page 116
                      Agro-Ecological




                                                                                                 Sifat
                                                                    Status
      Kelompok          Spesies       Nama Lokal                                            Characteristicts
No.
        Group           Species       Local Name                                       Waktu Aktif Stratifikasi
                                                        SST   UU/PP     IUCN   CITES
                                                                                       Active Time Stratification
                                      Kangkareng
                     Anthracoceros    hitam                     D        VU      II
2.    Aves                                               −                               Diurnal       Arboreal
                     malayanus
                                      Black hornbill
                                      Rangkong
                     Buceros          badak                     D        VU      II
3.    Aves                                               −                               Diurnal       Arboreal
                     rhinoceros       Rhinoceros
                                      hornbill
                                      Cica-daun
                     Chloropsis       besar
4.    Aves                                               −      D        EN     NA       Diurnal       Arboreal
                     sonnerati        Greater green
                                      leafbird
                                      Bangau
                     Leptoptilos                                D        VU
5.    Aves                            tongtong           −                      NA       Diurnal          -
                     javanicus
                                      Lesser adjutant
                                      Sempidan biru
                     Lophura ignita                            TD        VU
6.    Aves                            Blue-throated      −                      NA       Diurnal      Terestrial
                     nobilis
                                      barbet
                     Meiglyptes       Caladi batu              TD        EN
7.    Aves                                               −                      NA       Diurnal       Arboreal
                     tristis          Stone curlew
                                      Betet ekor-
                     Psittacula       panjang
8.    Aves                                               −      D        VU      II      Diurnal       Arboreal
                     longicauda       Long-tailed
                                      parakeet
                     Rhyticeros       Julang dompet             D        VU      II
9.    Aves                                               −                               Diurnal       Arboreal
                     subruficollis    Wallet hornbill
                     Rhyticeros       Julang emas               D        VU      II
10.   Aves                                               −                               Diurnal       Arboreal
                     undulatus        Golden hornbill
                                      Elang ikan
                     Icthyophaga      kepala abu
11.   Aves                                               −      D        NT      II      Diurnal       Arboreal
                     icthyaetus       Ash-headed
                                      fish eagle
                     Ophiophagus      Ular raja kobra          TD        VU      II      Diurnal,
12.   Herpetofauna                                       -                                            Terestrial
                     hannah           King cobra                                        Nokturnal
                                      Berang-berang
      Mamalia                         cakar kecil
13.                  Aonyx cinerea                       -     TD        VU      I       Diurnal          -
      Mammals                         Small-clawed
                                      otter
      Mamalia        Arctictis        Binturong                 D        VU      I       Diurnal,
14.                                                      -                                             Arboreal
      Mammals        binturong        Bearcat                                           Nokturnal
      Mamalia        Helarctos        Beruang madu              D        VU      I       Diurnal,     Terestrial,
15.
      Mammals        malayanus        Sun bear                                          Nokturnal     Arboreal
      Mamalia        Hylobates        Owa kelawat               D        EN      I
16.                                                                                      Diurnal       Arboreal
      Mammals        muelleri         Müller’s gibbon
                                      Berang-berang
      Mamalia        Lutrogale        bulu-licin
17.                                                      -      D        VU      I       Diurnal          -
      Mammals        perspicillata    Smooth-
                                      coated otter
                                      Monyet
      Mamalia        Macaca           ekor-panjang                                                    Terestrial,
18.                                                      -     TD        EN      II      Diurnal
      Mammals        fascicularis     Long-tailed                                                     Arboreal
                                      macaque
                                      Beruk
      Mamalia        Macaca                                    TD        EN      II                   Terestrial,
19.                                   Pig-tailed         -                               Diurnal
      Mammals        nemestrina                                                                       Arboreal
                                      macaque




114    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 117
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                         PT Teladan Prima Agro Tbk




                                                                                                          Sifat
                                                                        Status
         Kelompok          Spesies      Nama Lokal                                                   Characteristicts
No.
           Group           Species      Local Name                                              Waktu Aktif Stratifikasi
                                                            SST   UU/PP     IUCN   CITES
                                                                                                Active Time Stratification
                                        Bekantan
        Mamalia         Nasalis                                     D        EN      I
 20.                                    Proboscis                                                 Diurnal          Arboreal
        Mammals         larvatus
                                        monkey
        Mamalia         Nycticebus      Kukang                      D        VU      II
 21.                                                                                             Nokturnal         Arboreal
        Mammals         menagensis      Slow loris
                                        Orangutan
        Mamalia         Pongo           Kalimantan                                                                 Arboreal,
 22.                                                                D        CR      I            Diurnal
        Mammals         pygmaeus        Bornean                                                                    Terestrial
                                        Orangutan
        Mamalia         Presbytis       Lutung Kutai               TD        EN
 23.                                                                                NA            Diurnal          Arboreal
        Mammals         canicrus        Kutai Langur
        Mamalia         Presbytis       Lutung merah                D        VU      II
 24.                                                                                              Diurnal          Arboreal
        Mammals         rubicunda       Red Langur
                                        Rusa/Payau
        Mamalia                                                     D        VU                   Diurnal,
 25.                    Rusa unicolor   Deer/Sambar          -                      NA                             Tertetrial
        Mammals                                                                                  Nokturnal
                                        Deer
                                        Babi
        Mamalia                                                    TD        VU                   Diurnal,
 26.                    Sus barbatus    berjenggot           -                      NA                             Terestrial
        Mammals                                                                                  Nokturnal
                                        Bearded pig
        Mamalia         Trachypithecus Lutung kelabu                D        VU      II
 27.                                                                                              Diurnal          Arboreal
        Mammals         cristatus      Grey langur
                        Rasbora         Ikan Wader                 TD        VU
 28.    Pisces                                                                      NA            Diurnal              −
                        lateristriata   Spotted bard



Flora

                        Spesies                             Nama Lokal                                   Status
 No.
                        Species                             Local Name                    SST      UU/PP     IUCN          Cites

  1.    Agathis borneensis                     Damar                                       -         TD       EN            NA

  2.    Aquilaria beccariana                   Gaharu                                      -         TD       VU            NA

  3.    Artocarpus anisophyllus                Ara                                         -         TD       VU            NA

  4.    Artocarpus lowii                       Keledang                                    -         TD       VU            NA

  5.    Borassodendron borneensis              Bendang/Kelapa hutan                                  D        NT            NA

  6.    Ceriops decandra                       Bido-bido                                   -         TD       NT            NA

  7.    Diospyros lanceolata                   Kayu arang                                  -         TD       VU             II

  8.                                           Keruing                                     -         TD       VU            NA
        Dipterocarpus gracilis

  9.    Durio kutejensis                       Elai                                                  TD       VU            NA

 10.                                           Ulin                                        -         TD       VU            NA
        Eusideroxylon zwageri

 11.    Ficus benjamina                        Beringin                                    -         TD       LC            NA

 12.    Ficus dubia                            Kayu ara                                    -         TD       NT            NA

 13.                                           Rengas                                      -         TD       NT            NA
        Gluta renghas

 14.                                           Merbau pantai                               -         TD       NT            NA
        Intsia bijuga




                                                            Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                  115
Page 118
                            Agro-Ecological




                           Spesies                                 Nama Lokal                                      Status
 No.
                           Species                                 Local Name                        SST      UU/PP       IUCN       Cites

  15.      Koompassia excelsa                        Bangris/Sialang/Kempas                           -          TD         NT        NA

  16.      Macaranga anceps                          Mahang/Makaranga                                 -          TD         VU        NA

  17.                                                Pisang abaka                                     -          TD         NT        NA
           Musa abaca

  18.                                                Angsana                                          -          TD         EN         II
           Pterocarpus indicus

  19.      Quercus gaharuensis                       Pasang                                                      TD         VU        NA

  20.      Semecarpus trengganuensis                 Mangga hutan                                     -          TD         VU        NA

  21.      Shorea balangeran                         Balangeran                                       -          TD         VU        NA

  22.                                                Meranti laut                                     -          TD         EN        NA
           Shorea gratissima

  23.                                                Meranti merah/Meranti majau                      -          TD         VU        NA
           Shorea johorensis

  24.                                                Bangkirai                                        -          TD         VU        NA
           Shorea laevis

  25.                                                Meranti putih                                               TD         EN        NA
           Shorea lamellata

  26.      Shorea leprosula                          Meranti tembaga                                  -          TD         NT        NA

  27.      Shorea pauciflora                         Meranti merah                                    -          TD         NT        NA

Keterangan / Remarks:
                    Spesies Sebaran Terbatas.
         SST
                    Narrow-Spread Species.
                    Mengacu pada Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah.
        UU/PP
                    Based on Laws and Government Regulations.
                    International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources, sebuah organisasi internasional yang
                    didedikasikan untuk konservasi sumber daya alam.
        IUCN
                    International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources, an international organization dedicated to
                    the conservation of natural resources.
                    Convention on International Trade in Endangered Species, sebuah konvensi perdagangan internasional untuk tumbuhan
        CITES       dan satwa liar.
                    Convention on International Trade in Endangered Species, an international trade convention on wild flora and fauna.
                    Dilindungi berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990, PP No. 7 Tahun 1999, dan Peraturan Menteri LHK No. 106 Tahun 2018.
         AB         Protected by Law No. 5/1990, Government Regulation No. 7/1999, and Ministry of Environment and Forestry Regulation
                    No. 106/2018.
                    Dilindungi berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990, PP No. 7 Tahun 1999, dan Peraturan Menteri LHK No. 106 Tahun 2018.
          B         Protected by Law No. 5/1990, Government Regulation No. 7/1999, and Ministry of Environment and Forestry Regulation
                    No. 106/2018.
                    Endemik.
          E
                    Endemic.
                    Terancam Punah.
          EN
                    Endangered.
                    Rentan.
         VU
                    Vulnerable.
                    Risiko Rendah.
          LC
                    Least Concern.
                    Tidak boleh diperdagangkan secara internasional.
        App. I
                    No international trading allowed.
                    Akan terancam punah apabila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan.
        App. II
                    Will be endangered should illegal trade continues.
                    Hewan yang sebagian besar hidupnya dihabiskan di atas pepohonan/belukar.
    Arboreal
                    Arboreal Animals that spend most of their time in trees/bush.




 116        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 119
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                        PT Teladan Prima Agro Tbk




                Burung Rangkong: Spesies Kunci dan Penjaga Regenerasi Hutan
                 Hornbills: A Key Species and Guardian of Forest Regeneration




   Burung Rangkong (Family Bucerotidae) merupakan satwa penting di hutan hujan tropis Kalimantan. Dari 62 jenis
   Rangkong yang tersebar di benua Afrika dan Asia, 8 di antaranya terdapat di Kalimantan. Dari sebaran tersebut
   5 jenis di antaranya tercatat berada dalam areal HCV TPA, seperti Kangkareng Hitam (Anthracoceros malayanus),
   Kangkareng Perut Putih (Anthracoceros albirostris), Rangkong Badak (Buceros rhinoceros), Julang Emas (Rhyticeros
   undulatus), dan Julang Jambul Hitam (Rhabdotorrhinus corrugatus). Keberadaan Burung Rangkong memiliki
   peran ekologis strategis, yaitu:
   1. Frugivora dan agen penyebar biji, di mana rangkong memakan buah dan menyebarkan biji melalui muntahan
      atau feses yang dapat mempercepat regenerasi hutan;
   2. Memiliki daya jelajah luas hingga 100.000 ha sehingga membuatnya efektif dalam menjaga konektivitas
      ekosistem; serta
   3. Menjadi salah satu indikator kesehatan hutan karena rangkong hanya dapat bertahan di habitat dengan pohon
      besar sebagai tempat bersarang dan ketersediaan buah yang memadai.

   Rangkong yang teridentifikasi di wilayah operasional TPA memiliki status konservasi yang beragam berdasarkan
   penilaian IUCN, yaitu Vulnerable dan Endangered. Selain itu, sejumlah spesies Rangkong juga tercantum sebagai
   satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutatan No. P.106, sehingga memerlukan
   perhatian dan tindakan konservasi yang serius. TPA memastikan areal HCV tetap terpelihara sebagai habitat,
   jalur pergerakan, dan sumber pakan bagi Rangkong, sekaligus memperkuat posisi TPA sebagai perusahaan yang
   menjaga integritas lanskap hutan.
   Hornbills (Family Bucerotidae) are important wildlife species in the tropical rainforests of Kalimantan. Of the 62
   Hornbill species distributed across Africa and Asia, 8 are found in Kalimantan. Among these, 5 species have been
   recorded within TPA’s HCV areas, including the Black Hornbill (Anthracoceros malayanus), Oriental Pied Hornbill
   (Anthracoceros albirostris), Rhinoceros Hornbill (Buceros rhinoceros), Wreathed Hornbill (Rhyticeros undulatus),
   and Black-casqued Hornbill (Rhabdotorrhinus corrugatus). The presence of hornbills plays a strategic ecological
   role:
   1. They are frugivores and act as seed dispersal agents, consuming fruits and dispersing seeds through regurgitation
      or feces, which accelerates forest regeneration;
   2. They have a wide range of movement—up to 100,000 hectares—making them effective in maintaining ecosystem
      connectivity; and
   3. They serve as indicators of forest health, as hornbills can only survive in habitats with large trees for nesting and
      adequate fruit availability.

   The hornbills identified in TPA’s operational area have various conservation statuses, based on IUCN assessment,
   namely Vulnerable and Endangered. Further, some hornbill species are also listed as protected under the Minister
   of Environment and Forestry Regulation No. P.106, thus requiring serious attention and conservation measures.
   TPA ensures that HCV areas are preserved as habitat, movement corridors, and food sources for hornbills, further
   strengthening TPA’s position as a company committed to safeguarding forest landscape integrity.




                                                            Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                  117
Page 120
                         Agro-Ecological




                                                                                           Status Konservasi
            Nama Lokal                     Nama Ilmiah                                    conservation status
            Local Name                      scientific
                                                                               P.106                 IUCN              CITES

       Kangkareng Hitam            Anthracoceros malayanus                        D                   VU               App. II

       Kangkareng Perut Putih      Anthracoceros albirostris                      D                   LC               App. II

       Rangkong Badak              Buceros rhinoceros                             D                   VU               App. II

       Julang Emas                 Rhyticeros undulatus                           D                   VU               App. II

       Julang Jambul Hitam         Rhabdotorrhinus corrugatus                     D                   EN               App. II


       Sumber Acuan / Reference Source:                               Keterangan / Remarks:

       • Permen LHK No. 106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 (P.106)                        Dilindungi
                                                                           D
       • International Union for Conservation of Nature (IUCN)                         protected
       • Convention on International Trade in Endangered Species of
                                                                          VU           Vulnerable (rentan)
         Wild Fauna and Flora (CITES)

                                                                          LC           Least Concern (risiko rendah)

                                                                          EN           Endangered (genting)

                                                                        App. II        Appendix II




Hasil pengumpulan data biodiversitas menunjukkan                       Biodiversity data collection indicates that the HCV
bahwa areal HCV yang menjadi habitat Rangkong                          areas serving as hornbill habitat exhibit high levels
memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang                            of biodiversity. The presence of Hornbills as key
tinggi. Kehadiran Rangkong sebagai spesies                             indicator species of ecosystem sustainability reflects
indikator     utama      keberlanjutan      ekosistem                  well-preserved forest habitat quality, given their
mencerminkan kualitas habitat hutan yang masih                         dependence on intact canopy cover, adequate food
terjaga, mengingat ketergantungan spesies ini                          trees, and stable forest structure. These findings
terhadap tutupan kanopi yang baik, ketersediaan                        suggest that TPA’s conservation efforts have
pohon pakan, serta stabilitas struktur hutan. Temuan                   generated positive impacts on the quality of natural
tersebut mengindikasikan bahwa upaya konservasi                        habitats surrounding its operational areas.
yang dilakukan TPA telah memberikan dampak
positif terhadap kualitas habitat alami di sekitar area
operasional.

Untuk menilai efektivitas upaya konservasi secara                      To scientifically assess the effectiveness of
ilmiah, TPA melakukan analisis biodiversity baseline                   conservation efforts, TPA carries out a biodiversity
yang mengacu pada data historis sejak 2010. Analisis                   baseline analysis by referring to historical data since
ini digunakan untuk mengevaluasi perubahan kondisi                     2010. This analysis is used to evaluate changes in the
ekosistem pasca-operasional, terutama pada                             ecosystem conditions post-operation, particularly
kawasan yang sebelumnya mengalami degradasi.                           on previously degraded areas. This approach has
Melalui pendekatan ini, TPA dapat membandingkan                        allowed TPA to quantitatively compare the baseline
kondisi awal dengan kondisi terkini secara kuantitatif,                against current conditions, including the species
termasuk indeks keanekaragaman spesies, tutupan                        diversity index, vegetation coverage, and functional
vegetasi, serta tingkat keberfungsian habitat bagi                     level of habitat for key fauna species such as
satwa kunci seperti Rangkong.                                          Hornbills.

Hasil analisis menunjukkan adanya tren pemulihan                       Results from the analysis showed a positive
positif di beberapa area konservasi utama. Survei                      recovery trend in some key conservation areas.
lapangan dan pemantauan biodiversitas mencatat                         Field surveys and biodiversity monitoring recorded
peningkatan frekuensi kemunculan Rangkong dari                         an increasing frequency of Hornbill sightings over




 118    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 121
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                             PT Teladan Prima Agro Tbk




tahun ke tahun, yang mengindikasikan membaiknya            the years, indicating improving habitat quality and
kualitas habitat dan stabilitas ekosistem hutan.           forest ecosystem stability. These findings reflect
Temuan ini mencerminkan efektivitas program                the effectiveness of the HCV area protection and
perlindungan dan pengelolaan areal HCV yang                management program, while strengthening the
dijalankan, sekaligus memperkuat keyakinan bahwa           belief that the data-driven and indicator species
pendekatan konservasi berbasis data dan spesies            conservation approach can generate a measurable
indikator mampu menghasilkan dampak ekologis               and sustainable ecological impacts.
yang terukur dan berkelanjutan.

Dengan     integrasi   antara    hasil biodiversity        With the integration of biodiversity baseline results,
baseline, sistem pemantauan areal HCV, serta               HCV areas monitoring system, as well as commitment
komitmen operasional berwawasan lingkungan,                to environmentally responsible operations, TPA
TPA menegaskan posisi sebagai perusahaan                   affirms its position as a company that prioritizes the
yang mengedepankan keseimbangan antara                     balance between productivity and environmental
produktivitas dan kelestarian alam.                        sustainability.




       Berang berang (Lutrogale perspicillata)
       Smooth-coated otter (Lutrogale perspicillata)




       Beruang madu (Helarctos malayanus)
       Sun bear (Helarctos malayanus)




                                                       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report     119
Page 122
                     Agro-Ecological




TGM Hotspot Alert: Sistem Informasi
Terintegrasi dalam Upaya Pencegahan
Kebakaran Lahan                          [POJK F.9] [GRI 304-2, 13.3.3]

TGM Hotspot Alert: Integrated Information System in
Land Fire Prevention Effort



       “TPA mengoptimalkan TGM Hotspot Alert sebagai solusi strategis berbasis data dan citra
       satelit untuk memperkuat sistem pencegahan kebakaran lahan. Melalui kecepatan deteksi
       dan koordinasi lintas unit, TPA memastikan perlindungan lingkungan dari kebakaran berjalan
       selaras dengan prinsip operasional berkelanjutan.”
       “TPA optimizes TGM Hotspot Alert as a data driven strategic solution and satellite imageries to strengthen
       its land fire prevention system. With rapid detection and cross-units coordination, TPA ensures
       environment protection from fire is in line with its sustainable operations principle.”




Kebakaran lahan merupakan tantangan serius bagi               Land fires pose a serious challenge to the agribusiness
industri agribisnis, khususnya TPA yang beroperasi            industry, particularly for TPA, which operates in
di wilayah tropis dengan musim kemarau panjang.               tropical regions with prolonged dry seasons.
Dampaknya meliputi penurunan produktivitas                    The impacts include declining palm oil productivity,
kelapa sawit, degradasi lingkungan, hilangnya                 environmental      degradation,    biodiversity    loss,
keanekaragaman hayati, peningkatan emisi GRK,                 increased GHG emissions, and risks to employee
serta risiko terhadap kesehatan dan keselamatan               and community health and safety. To mitigate these
karyawan dan masyarakat. Untuk memitigasi risiko              risks, TPA implements a comprehensive prevention
tersebut, TPA menerapkan strategi pencegahan                  strategy through TGM Hotspot Alert, an integrated
komprehensif melalui TGM Hotspot Alert, yaitu sistem          data-based information system designed to monitor
informasi terintegrasi berbasis data yang dirancang           potential hotspots in real time and support rapid field
untuk memantau potensi titik api secara real-time             response.
dan mendukung respons cepat di lapangan.

Sistem ini memanfaatkan teknologi remote sensing              This system utilizes remote sensing technology
melalui data satelit Terra, Aqua, NOAA20, NOAA21,             through Terra, Aqua, NOAA20, NOAA21, and SNPP
dan SNPP. Hotspot yang terdeteksi diklasifikasikan            satellite data. The detected hotspots are classified
dalam 4 kategori risiko berdasarkan jarak dari                into four risk categories based on distance from
wilayah konsesi: prioritas (di dalam), tinggi (0–2            concession areas: priority (within), high (0–2 km),
km), sedang (2–5 km), dan rendah (5–10 km). Data              medium (2–5 km), and low (5–10 km). Data
diproses secara real-time dalam platform TGM dan              is processed in real time in TGM platform and
otomatis diteruskan kepada Satgas Pengendalian                automatically forwarded to Fire Control Task Force at
Kebakaran Lahan (SPKL) di tingkat operasional.                the operational level.

Peringatan dini dapat disampaikan dalam 2–4 jam,              Early warnings can be delivered 2–4 hours,
jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional             significantly faster compared to conventional
yang memerlukan hingga 24 jam, sehingga efektif               methods that require up to 24 hours, thus effectively
mencegah perluasan kebakaran dan meminimalkan                 preventing fire spread and minimizing environmental
dampak lingkungan. Selain itu, TPA menggunakan                impact. In addition, TPA also uses drones for field
drone untuk verifikasi lapangan atas titik panas              verification of hotspots or risk indications to ensure
atau indikasi risiko, guna memastikan langkah                 swift and accurate mitigation measures before fires
mitigasi dilakukan secara cepat dan tepat sebelum             develops.
kebakaran berkembang.




120    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 123
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                                                                PT Teladan Prima Agro Tbk




Sepanjang tahun 2025, TGM Hotspot System telah                                                      Throughout 2025, the TGM Hotspot System detected
mendeteksi sejumlah 1.156 indikasi titik hotspot yang                                               a total of 1,156 hotspot indications within a radius of
berada pada radius 0 - 10 km dan mengirimkan alert                                                  0–10 km and sent automated 387 alert notifications
387 indikasi titik hotspot dengan radius maksimum                                                   for indicated hotspots within 1 km to the Firefighting
1 km kepada Satgas Damkar di unit operasional.                                                      Task Force (Satgas Damkar) at the operational units.
Melalui sistem ini, TPA berhasil mencegah potensi                                                   Through this system, TPA successfully prevented
kebakaran yang berisiko meluas, sehingga tidak ada                                                  potential fires that could have spread, thereby
gangguan signifikan terhadap operasional maupun                                                     ensuring that there were no significant disruptions to
kerusakan besar terhadap ekosistem.                                                                 operations or major damage to the ecosystem.


                                                           Pemantauan Indikasi Titik Hotspot 2025
                                                           Monitoring of Hotspot Indications in 2025

                                                                                         625
 Jumlah Hotspot Indikatif /




                                                                                                                                           5-10 Km (Very Low Risk)
 Indicative Hotspot Count




                                   Di dalam / Inside :   98
                                   Di luar / Outside :   1.058

                                                                                                                                           2-5 Km (Low Risk)
                                                                                                                     343

                                                                                                                                           0-2 Km (Medium Risk)

                                                                                                                                           Di dalam Konsesi (High Risk)
                                                                                                                                           Inside the Concession
                                                                                                                                           (High Risk)
                                                                 105
                                      83


                                                                                                                                      Periode / Period
                              Kuartal I / Quarter I   Kuartal II / Quarter II   Kuartal III / Quarter III   Kuartal IV / Quarter IV




TPA juga menerapkan sistem FDR yang di dasarkan                                                     TPA also implements the FDR system based on rainfall
pada data curah hujan, pola presipitasi, dan                                                        data, precipitation patterns, and air humidity to
kelembapan udara untuk memetakan tingkat                                                            create a fire risk map for all concession areas.
kerawanan kebakaran di seluruh areal konsesi.                                                       Operational units are using this data to schedule
Data ini menjadi dasar bagi unit operasional                                                        routine patrols and to adaptively guide fire
dalam menyusun jadwal patroli rutin, sekaligus                                                      prevention strategies. This approach is strengthens
memandu       strategi pencegahan      kebakaran                                                    with involvement of surrounding communities,
secara adaptif. Pendekatan ini diperkuat dengan                                                     local governments, and authorities, allowing for
keterlibatan masyarakat lokal, pemerintah daerah,                                                   an inclusive and sustainable fire prevention
dan lembaga berwenang, sehingga strategi                                                            strategies.
pencegahan kebakaran mampu berjalan inklusif
dan berkelanjutan.




                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                         121
Page 124
                            Agro-Ecological




Early Warning System
Hotspots Workflow
                                                                   2.                      3.
                                                                   TGM mengakses           Data titik panas
                                                                   sumber data titik       diterima TGM, diproses
                                                                   panas.                  melalui mobile
                                                                   TGM accesses hotspot    messenger system.
                                                                   data source.            Hotspot data received
                                                                                           by TGM, processed
                                                                                           through mobile
                                                                                           messenger system.

 1.
 Satelit mendeteksi titik
 panas.
 Satellites detect
 hotspots.
                                    1




                                                               2

                                                               3



                                                                                       4



                                                                                           4, 5, 6.
                                                                                           TGM mengirimkan
 7.                                                                                        “Alert” ke koordinator
 Petugas patroli memeriksa                                                                 pemadam kebakaran
 lokasi titik panas. Apabila                                                               maupun petugas
 ditemukan titik api segera                                                                patroli melalui aplikasi
 berkoordinasi dengan                                                                      perpesanan dan email.
 pemadam.                                                                                  TGM sends “Alerts” to
 Patrol officers check                                                                     the fire coordinator
 the location of hotspots.                                                                 and patrol officers via
                                          6
 If a hotspot is found as                                                                  messaging application
 a firespot, immediately                                                                   and email.
 coordinate with
 the fire department.
                                        Penggunaan Drone
                                        pada area yang sulit
                                        dijangkau
                                        Use of drones in            5
                                        hard-to-reach areas




                     7




                                                                           8
                                                                                           8.
                                                                                           Tim pemadam
                                                                                           mengendalikan
                                                                                           kebakaran lahan.
                                                                                           Firefighting team
                                                                                           controls land fire.




122    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 125
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                  PT Teladan Prima Agro Tbk




Pengendalian Hama Terpadu untuk
Keberlanjutan Perkebunan                                     [POJK F.10] [GRI 304-2, 13.3.3]

Integrated Pest Management for Sustainable Plantation


       “Pengendalian Hama Terpadu merupakan langkah strategis TPA dalam mengoptimasi penerapan
       teknologi berbasis sains yang berwawasan lingkungan untuk mengendalikan hama secara efektif,
       menjaga keseimbangan ekosistem, serta mendukung keberlanjutan produktivitas perkebunan.”
       “Integrated Pest Management is TPA’s strategic measures in optimizing environmentally friendly
       science-based technology for effective pest control, maintaining ecosystem balance, and supporting
       the sustainability of plantation productivity.”




Perkebunan kelapa sawit pada dasarnya merupakan            Palm oil plantations are basically monoculture
ekosistem monokultur yang cenderung homogen,               ecosystems that tend to be homogeneous, with
sehingga memiliki potensi kerentanan yang tinggi           potentially high vulnerability to specific pest and
terhadap gangguan hama dan gulma spesifik. Hama            weed disturbances. Some of the commonly found
utama yang kerap menyerang tanaman kelapa sawit            pests frequently attacking palm oil include limacodid
meliputi ulat api, tikus, rayap, dan kumbang tanduk,       caterpillars, rats, termites, and rhinoceros beetles,
sementara gulma yang mendominasi umumnya                   while weeds are generally dominated by shrubs,
berasal dari kelompok semak, paku-pakuan, serta            ferns, and grasses. Without any proper management,
rerumputan. Apabila tidak ditangani dengan tepat,          pest attacks and excessive weed growth will reduce
serangan hama dan pertumbuhan gulma berlebihan             plantation yield and pose environmental risks due
dapat menurunkan produktivitas kebun sekaligus             to uncontrolled use of chemical pesticides.
menimbulkan risiko lingkungan akibat penggunaan
pestisida kimia yang tidak terkendali.

Menjawab tantangan tersebut, TPA menerapkan                TPA is implementing an Integrated Pest Management
Program Pengendalian Hama Terpadu (PHT) sebagai            (IPM) program to address those challenges,
strategi berkelanjutan dalam mengendalikan hama            as a sustainable strategy to control pests and
dan penyakit secara ekologis melalui pemanfaatan           diseases ecologically through the use biological
agen hayati dan pendekatan preventif. Sebagai              agents and preventive approaches. As an example
contoh, pemanfaatan agen hayati dilakukan melalui          of biological agent utilization, Barn Owl (Tyto alba) is
Burung Serak Jawa (Tyto alba) yang dimanfaatkan            used as natural predator of rats, while other natural
sebagai predator alami tikus, sementara musuh              enemies are used to suppress the populations of
alami lain digunakan untuk menekan populasi                destructive insects. On the other hand, weed control
serangga perusak. Di sisi lain, pengendalian gulma         is performed by combining manual techniques,
dilakukan melalui kombinasi teknik manual, kultur          cultural practices, as well as utilizing the cover crops
teknis, serta pemanfaatan tanaman penutup tanah            to enhance soil fertility while reducing the dominance
yang mampu meningkatkan kesuburan lahan                    of invasive weeds.
sekaligus mengurangi dominasi gulma invasif.

Seiring    perkembangan       teknologi, TPA  juga         Along with technological advancements, TPA
mengintegrasikan sistem TPTS berbasis sensor dan           also integrates TPTS system based on sensors
citra satelit untuk mendeteksi potensi serangan            and satellite imagery to detect any potential pest
hama sejak dini. Data penginderaan jauh ini                attacks early on. This remote sensing data allows
memungkinkan identifikasi areal rawan serangan             the identification of areas vulnerable to pest attack
hama dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan               to be implemented quicker with better accuracy
terukur. Dengan pendekatan ini, risiko kerugian            and measurably. This approach minimizes the risk
akibat lonjakan populasi hama dapat diminimalkan           of losses due to pest population surge and lower the
sekaligus menurunkan ketergantungan terhadap               dependence on chemical pesticides, and ultimately
pestisida kimia, yang pada akhirnya berdampak              benefiting environmental quality and ecosystem
positif terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan         health.
ekosistem.


                                                       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report        123
Page 126
                      Agro-Ecological




Selain aspek teknis, TPA secara konsisten                        In addition to the technical aspect, TPA consistently
memberikan pelatihan dan sosialisasi kepada                      provides training and disseminations to employees
karyawan mengenai penerapan PHT, identifikasi                    on    IPM      implementation,     pest   identification
hama di lapangan, serta praktik penggunaan                       in the field, and practice of safe, standardized use of
pestisida yang aman dan sesuai standar. Hal ini                  pesticides. These are crucial for building HR capacity
penting untuk membangun kapasitas SDM sekaligus                  and ensuring the implementation of cautious and
memastikan penerapan prinsip kehati-hatian dan                   sustainability principles in plantation management.
keberlanjutan dalam pengelolaan kebun.

Informasi mengenai program PHT yang telah                        Further information on the IPM program implemented
direalisasikan TPA lebih lengkap diuraikan sebagai               by TPA is outlines as follows:
berikut:


      Deteksi Dini Potensi Gangguan Hama Tanaman                  Early Detection of Potential Pest Disturbances
      Tahapan utama dan pertama yang dilakukan dalam              The primary and initial stage in oil palm pest control
      upaya pengendalian hama tanaman kelapa sawit                efforts begins with early detection. The earlier potential
      dimulai dari deteksi dini, semakin awal potensi serangan    pest attacks are identified, the better the risks can be
      hama bisa diketahui maka risiko yang lebih besar            managed, as pest infestations can lead to decreased
 1.   bisa dikendalikan karena serangan hama tanaman              palm oil productivity and even plant death. This early
      berdampak pada penurunan produktivitas kelapa sawit         detection system is performed through pest census and
      bahkan hingga kematian tanaman. Sistem deteksi dini         using TPTS, as well as confirmation by direct field checking.
      ini dilakukan melalui sensus hama dan menggunakan
      TPTS, serta dikonfirmasi dengan pengecekan langsung di
      lapangan.

      Pengambilan Keputusan berdasarkan Ambang Batas              Decision-Making Based on Pest Attack Thresholds
      Serangan Hama
      Setelah teridentifikasi munculnya gangguan hama,            Once pest disturbances are identified, control actions are
      maka kami memutuskan langkah pengendalian                   determined based on the threshold level of the infestation.
 2.   berdasarkan ambang batas tingkat serangan. Umumnya          These are generally classified as light, moderate, or severe
      dikelompokkan serangan ringan, sedang, dan berat            attacks according to the technical categories established
      berdasar kategori teknis yang telah ditetapkan di SOP.      in the SOP. Pest control is conducted if the pest attack is
      Pengendalian hama dilakukan apabila serangan hama           classified as moderate attack.
      ditetapkan sebagai serangan sedang.

      Pengendalian secara Biologi                                 Biological Control
      Pengendalian hama melalui pendekatan biologi dengan         Pest control is carried out using a biological approach by
      memanfaatkan siklus hidup, habitat, dan musuh alami         utilizing the life cycles, habitats, and natural predators of
      hama untuk menekan populasinya.                             pests to suppress their populations.
      • Pengendalian Ulat Pemakan Daun Kelapa Sawit               • Control of Oil Palm Leaf-Eating Caterpillars
        Jenis ulat yang mengganggu kelapa sawit yaitu ulat api       The caterpillars that commonly infest oil palms are
        dan ulat kantong terutama Setothosea sp., Mahasena           limacodid caterpillars and bagworms, particularly
        sp., dan Darna sp. Ulat tersebut merupakan makanan           Setothosea sp., Mahasena sp., and Darna sp. These
        utama dari predator Sycanus sp. Serangga predator            caterpillars are the primary food source for the predator
        tersebut sangat menyukai habitat pada populasi               Sycanus sp. This predator thrives in habitats with Turnera
        tanaman Turnera sp. sehingga dengan perbanyakan              sp. plants. by cultivating Turnera sp., the population
        tanaman inang Turnera sp. akan meningkatkan                  of Sycanus sp. increases, which helps reduce limacodid
        populasi Sycanus sp. dan berdampak pada tekanan              caterpillar and bagworm populations. Additionally,
        atas populasi ulat api dan ulat kantong. Selain itu,         Antigonon leptopus is bred and planted as a habitat for
 3.     juga dilakukan pembiakan dan penanaman Antigonon             Eocanthecona sp., which functions similarly to control
        leptopus sebagai habitat Eocanthecona sp. dengan             the same caterpillar pests.
        mekanisme yang sama seperti pada penanaman
        Turnera sp. untuk menekan populasi ulat api dan ulat
        kantong.
      • Pengendalian Gulma                                        • Weed Control
        Sedangkan       untuk     mengatasi    gulma,     TPA       To manage weeds, TPA uses ferns (Nephrolepis sp.)
        memanfaatkan tanaman paku (Nephrolepis sp.) untuk           to suppress weed growth in plantation areas.
        menghambat pertumbuhan gulma di perkebunan.
      • Pencegahan Gangguan Jamur Ganoderma pada                  • Ganoderma Fungal Prevention in Nurseries
        Pembibitan
        TPA memanfaatkan agen biologi Metharizium sp.               TPA utilizes the biological agent Metarhizium sp.
        untuk pengendalian Ganoderma. Mekanismenya                  to control Ganoderma. This agent works by producing
        menghasilkan senyawa metabolit sekunder sebagai             secondary     metabolite   compounds     that   act
        biopestisida.                                               as biopesticides.




124    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 127
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                       PT Teladan Prima Agro Tbk




      • Pengendalian Ganoderma dengan Mikoriza                     • Ganoderma control with Mycorrhiza
        Jamur kelompok Ganoderma merupakan salah satu                Ganoderma fungi are one of the soil-borne pathogens
        penyakit pada tanaman kelapa sawit yang berisiko             that pose a high risk to palm oil crops. Conventional
        tinggi dan berbasis soil borne. Penanganan secara            handling of palm oil infected by Ganoderma involves
        konvensional pada tanaman sawit yang telah terserang         localized isolation and removal of the affected plants,
        Ganoderma, yaitu dengan isolasi lokal dan dimatikan          which can lead to significant losses in the case of
        sehingga apabila terjadi serangan masif berpotensi           widespread outbreaks. With science advancements,
        kerugian yang besar. Seiring berkembangnya ilmu              biological agent of microzia (Arbuscular Mycorrhizal
        pengetahuan telah ditemukannya agen hayati berupa            Fungi) have been identified as resistant to Ganoderma.
        mikrozia (Arbuscular Mycorrhizal Fungi) yang bersifat        TPA prioritizes the use of biological agents for
        resisten terhadap Ganoderma. TPA mengutamakan                Ganoderma control over chemical fungicides.
        pengendalian Ganoderma dengan agen hayati
        dibanding dengan fungisida kimia.

      Pengendalian Mekanis Kombinasi                               Mechanical Combination Control
      Pengendalian Kumbang Tanduk juga dilakukan secara            Rhinoceros Beetle control is also carried out through
      mekanis kombinasi dengan senyawa feromon sintetis            a mechanical combination approach using synthetic
      dan Light Trap. Feromon merupakan attractant bagi            pheromone compounds and Light Trap. Pheromones
 4.   Kumbang Tanduk sehingga setelah mendekat kemudian            act as attractants for Rhinoceros Beetles, drawing them
      disiapkan perangkap dan dibasmi. Hal yang sama juga          closer to be trapped and eliminated. Similarly, Light Trap
      pada Light Trap, salah satu sifat Kumbang Tanduk adalah      is used by taking advantage of the Rhinoceros Beetle’s
      cenderung mendekat pada sumber cahaya.                       natural tendency to be attracted to light sources.

      Pengendalian Secara Kimiawi Terbatas                         Limited Chemical Control
      Gangguan gulma sering kali prosesnya lebih cepat dan         Weed disturbances often progress more rapidly and
      invasif daripada upaya pengendalian secara biologi.          invasively than biological control efforts. Therefore,
      Oleh karena itu, pada kondisi tertentu digunakan material    under certain conditions, chemical-based materials are
      berbasis bahan kimia untuk mengendalikan gulma,              used to control weeds, particularly shrubs and grasses.
 5.   terutama kelompok semak dan rumput. Walaupun                 However, TPA is highly selective in choosing the category
      demikian, TPA sangat selektif dalam memilih kategori dan     and properties of chemical materials, ensuring they meet
      sifat material kimia tersebut dengan ketentuan termasuk      Green Label standard (Non-Hazardous Under Normal
      Label Hijau (Tidak Berbahaya Pada Pemakaian Normal)          Use) and use with correct dosage.
      serta dengan dosis yang tepat.


Program PHT yang dilakukan secara konsisten                       IPM has been consistently implemented throughout
sepanjang tahun 2025 telah berhasil meningkatkan                  2025, successfully improving plant health and
efektivitas kesehatan tanaman dan juga menjaga                    maintaining       productivity,   ensuring a  more
produktivitas, sehingga memastikan operasional                    sustainable and environmentally-friendly operations
yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan di                  in all of TPA’s plantation areas.
seluruh area perkebunan TPA.



Pengelolaan Pestisida secara Terukur                              Measured Pesticide Management
melalui Optimasi Herbisida [GRI 13.6.1]                           through Herbicide Optimization [GRI 13.6.1]

Program Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang                      TPA’s Integrated Pest Management (IPM) program
diterapkan TPA menjadi strategi utama dalam                       serves as a key strategy to support the sustainability
mendukung keberlanjutan perkebunan kelapa sawit                   of palm oil plantations through measured and
melalui pengelolaan pestisida yang terukur dan                    responsible pesticide management. This approach
bertanggung jawab. Pendekatan ini menekankan                      emphasizes the optimization of herbicide use as
optimasi penggunaan herbisida sebagai bagian                      part of pesticide, coupled with efforts to reduce
dari pestisida, disertai upaya pengurangan                        overall reliance on synthetic chemical pesticides.
ketergantungan terhadap pestisida kimia sintetis                  The implementation of this approach is supported
secara keseluruhan. Pelaksanaannya didukung oleh                  by selective herbicide usage evaluations, as well as
evaluasi penggunaan herbisida yang selektif serta                 internal research on the development of fertilizers
riset internal untuk pengembangan pupuk dan agen                  and biological agents to reduce the use of chemicals.
hayati guna menekan penggunaan bahan kimia.




                                                          Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report              125
Page 128
                        Agro-Ecological




Penggunaan herbisida selama 3 tahun terakhir                  Herbicide usage in the past 3 years are shown below:
diuraikan sebagai berikut:


  Penggunaan Herbisida Tahun                                                                1,17
                                                                        1,08
  2023 – 2025
                                                                                  1,03
  Herbicide Usage in 2023 – 2025
  (l/ha)




                                                                       2023      2024      2025



Penggunaan herbisida dipantau dan dikelola secara             Herbicide usage is closely monitored and managed.
terukur. Data menunjukkan tingkat pemakaian                   Data indicates herbicide usage in 2025 increased
herbisida tahun 2025 mengalami peningkatan                    to 1.17 liter/hectare, compared to 1.03 liter/hectare
menjadi 1,17 l/ha, dibandingkan tahun sebelumnya              in previous year. It reflect the implementation of
sebesar 1,03 l/ha. Fluktuasi ini mencerminkan                 adaptive strategies, by considering field conditions,
penerapan strategi adaptif yang menyesuaikan                  such as severity of weed infestation, climate, and
dengan kondisi lapangan, seperti tingkat serangan             planting pattern, while prioritizing efficiency.
gulma, iklim, dan pola tanam, dengan tetap
mengutamakan efisiensi.

Sementara itu, pestisida kimia sintetis hanya                 Meanwhile, synthetic chemical pesticides are used
digunakan sebagai opsi terakhir (last resort) ketika          only as a last resort when biological methods are
metode biologis tidak mencukupi. TPA sangat selektif          insufficient. TPA applies a highly selective approach
dalam memilih pestisida kimia sintetis, dengan                in choosing synthetic chemical pesticides, with
dominasi senyawa aktif Paraquat dichloride dan                predominant active ingredients being paraquat
Isopropil amina glyphosate. Komposisi penggunaan              dichloride     and     isopropylamine      glyphosate.
pestisida kimia sintetis tersebut diuraikan sebagai           The composition of synthetic chemical pesticide
berikut:                                                      usage is outlined as follows:


        Bahan Aktif                Kelas B3                     Kategori                  Persentase Penggunaan
      Active Ingredient        B3 Classification                Category                     Usage Percentage
                                                   Berbahaya Tingkat Menengah
Paraquat dichloride                       II                                                         0,04
                                                   Moderate Hazard

                                                   Kecil Kemungkinan Menimbulkan
Isopropilamina glifosat                NA          Bahaya Akut                                      99,96
                                                   Low Likelihood of Causing Acute Harm

WHO Standards, 2022.


Pada tahun 2025, 99,96% pestisida kimia sintetis yang         In 2025, 99.96% of the synthetic chemical pesticides
digunakan termasuk kategori “Kecil Kemungkinan                used fell under the category of “Low Likelihood of
Menimbulkan Bahaya Akut” (Low Likelihood of                   Causing Acute Harm,” and only 0.04% were classified
Causing Acute Harm), dan hanya 0,04% yang                     as Category II. All synthetic chemical pesticides used
masuk kategori II. Seluruh pestisida kimia sintetis           by TPA are registered and duly licensed by the Ministry
yang digunakan TPA telah terdaftar dan memiliki               of Agriculture. This achievement highlights TPA’s
izin edar dari Kementerian Pertanian. Capaian ini             commitment to carry out operations in accordance
menegaskan komitmen TPA untuk menjalankan                     with regulatory requirements and minimizing the
kegiatan operasional yang sejalan dengan                      environmental impacts.
ketentuan peraturan serta meminimalkan dampak
lingkungan.




126        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 129
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                              PT Teladan Prima Agro Tbk




Sosialisasi Penggunaan Herbisida                           Herbicide Use Awareness
Selain pengendalian teknis, TPA menaruh perhatian          Beyond technical controls, TPA places strong
besar pada peningkatan kompetensi tenaga kerja             emphasis on enhancing workforce competence
melalui pelatihan dan sosialisasi berkala. Materi          through regular training and awareness programs.
pelatihan mencakup teknik aplikasi yang tepat,             Training materials cover proper application
penggunaan APD, manajemen penyimpanan, serta               techniques, the use of personal protective equipment
pemahaman piktogram pada kemasan herbisida                 (PPE), storage management, and interpretation
untuk mengenali potensi bahaya tertentu, seperti           of pictograms on herbicide packaging to identify
toksisitas, risiko korosif, atau dampak terhadap           potential hazards, such as toxicity, corrosive risks, or
lingkungan. Dengan demikian, pekerja mampu                 environmental impacts. Through these measures,
mengelola herbisida secara aman dan bertanggung            workers are equipped to manage herbicides safely
jawab.                                                     and responsibly.




Konservasi Tanah Berkelanjutan melalui
Praktik Pengelolaan Proaktif                                     [GRI 13.5.1]

Sustainable Soil Conservation through
Proactive Management Practices



       “Konservasi tanah merupakan investasi jangka panjang TPA untuk menjaga kesuburan dan
       kesehatan tanah serta menekan erosi pada perkebunan kelapa sawit.”
       “Soil conservation is TPA’s future long-term investment to maintain soil fertility and health, as well as
       reducing erosion in palm oil plantations.”




Pengendalian Erosi Tanah                                   Soil Erosion Control

TPA memandang pengendalian erosi tanah sebagai             TPA considers soil erosion control an important part
bagian penting dari upaya menjaga kesuburan dan            of the efforts to maintain soil fertility and health
kesehatan tanah dalam operasional perkebunan               in palm oil plantation operations. Erosion control
kelapa sawit. Pengendalian erosi bertujuan untuk           aimed to minimize the loss of topsoil layer, which
menekan kehilangan lapisan tanah atas (topsoil)            plays an important role in maintaining plantation
yang berperan penting dalam menjaga produktivitas          productivity and ecosystem stability. Therefore, TPA
kebun serta stabilitas ekosistem. Oleh karena itu,         is implementing measured and responsible soil
TPA menerapkan praktik pengelolaan tanah yang              management practices to ensure the sustainability
terukur dan bertanggung jawab untuk memastikan             of long-term productivity.
keberlanjutan produktivitas jangka panjang.

Dalam implementasinya, TPA menerapkan berbagai             In practice, TPA implements various erosion control
upaya pengendalian erosi yang disesuaikan dengan           efforts, adjusted to the topography and land
kondisi topografi dan karakteristik lahan. Langkah-        characteristics. These measures include planting
langkah tersebut meliputi penanaman legume                 the legume cover crops (LCC) to protect the soil
cover crops (LCC) untuk melindungi permukaan               surface, implementing terraced system in hilly areas,
tanah, penerapan sistem terasering pada area               as well as managing and maintaining drainage
berbukit, serta pengelolaan dan perawatan                  network to control the surface water flow. Further, TPA
jaringan drainase guna mengendalikan aliran air            designates HCV areas on land with specific slopes
permukaan. Selain itu, TPA menetapkan areal HCV            and along the riverbanks as part of erosion control




                                                      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report        127
Page 130
                     Agro-Ecological




pada lahan dengan tingkat kemiringan tertentu dan         and soil protection strategy. This management is
di sepanjang sempadan sungai sebagai bagian dari          further strengthened by planting the legume cover
strategi pengendalian erosi dan perlindungan tanah.       crops, such as Mucuna sp. and Pueraria sp., which
Pengelolaan ini juga diperkuat dengan penanaman           function to strengthen soil structure, reduce erosion
cover crops dari jenis legum, seperti Mucuna sp.          risk, while enriching soil nutrients.
dan Pueraria sp., yang berfungsi memperkuat
struktur tanah, mengurangi risiko erosi, sekaligus
memperkaya unsur hara.

Di luar wilayah konsesi, TPA berkolaborasi dengan         Outside the concession areas, TPA collaborates with
masyarakat sekitar melalui perbaikan drainase             surrounding communities through village drainage
desa dan edukasi konservasi untuk mencegah                improvements and conservation education to
erosi, abrasi, dan banjir. Pendekatan ini mendukung       prevent erosion, abrasion, and flooding. This
stabilitas tanah, mencegah degradasi lahan,               approach supports soil stability, prevent land
dan menjaga produktivitas perkebunan secara               degradation, and maintain sustainable plantation
berkelanjutan.                                            productivity.



Kesehatan dan Kesuburan Tanah                             Soil Health and Fertility

Selain pencegahan erosi, TPA menjaga kesehatan            Other than erosion prevention, TPA maintains
tanah sebagai faktor kunci keberhasilan budidaya          soil health as a key factor in sustainable palm
kelapa sawit berkelanjutan. Tanah yang sehat              oil cultivation. Healthy soil functions as a growth
berfungsi sebagai media tumbuh yang menyimpan             medium that stores nutrients, regulates the water
unsur hara, mengatur siklus air, dan menjaga              cycle, and maintains plantation ecosystem balance.
keseimbangan ekosistem perkebunan.

Mengingat mayoritas kebun berada di wilayah tropis        Given the majority of plantations are located in
lembap, perlindungan kualitas tanah menjadi prioritas.    humid tropical regions, soil quality protection is
Pengelolaan yang baik meningkatkan daya serap             a priority. Proper management enhances water
dan retensi air, mengurangi limpasan, serta menjaga       absorption and retention, reduces runoff, and
kelembapan untuk mendukung pertumbuhan akar               maintains moisture to support root growth and
dan produktivitas. Upaya ini mendorong hasil panen        productivity. These efforts resulted in optimal yields
optimal sekaligus meminimalkan risiko degradasi           while minimizing environmental degradation risks.
lingkungan.

Kami telah mengimplementasikan berbagai upaya             We have implemented various initiatives to maintain
lainnya untuk menjaga kesehatan tanah perkebunan          soil health in TPA plantations, as outlined below:
TPA sebagaimana diuraikan berikut:
1. Menggunakan pupuk kompos yang berasal                  1.   Utilizing compost fertilizer derived from plantation
    dari perkebunan, seperti TKKS, untuk membantu              waste, such as EFB, to help improve soil structure
    memperbaiki struktur tanah dan menambah                    and increase organic matter;
    bahan organik;
2. Menanam tanaman penutup legum di areal yang            2. Planting leguminous cover crops in newly opened
    baru dibuka sebelum ditanami kelapa sawit;               areas before palm oil planting;
3. Pengendalian gulma secara biologis dan                 3. Controlling weeds biologically and selectively
    selektif untuk menjaga keseimbangan populasi             to maintain the balance of soil organism
    organisme tanah;                                         populations;
4. Aplikasi lahan dengan memanfaatkan limbah              4. Applying land treatment by utilizing liquid waste
    cair atau POME sebagai bahan penyubur atau               or POME as a soil conditioner or fertilizer;
    pupuk;




128    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 131
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                        PT Teladan Prima Agro Tbk




5. Pemanfaatan limbah TKKS sebagai mulsa alami         5. Using Empty Fruit Bunches (EFB) as natural mulch
   di sekitar pohon kelapa sawit untuk menjaga            around palm trees to retain soil moisture and
   kelembaban tanah dan menambah bahan                    increase organic matter; and
   organik; serta
6. Optimasi fungsi embung dan rorak untuk              6. Optimizing the function of water reservoirs and
   mendukung ketersediaan air.                            roraks to support water availability.

Selain itu, TPA menerapkan pemupukan berimbang         In addition, TPA implements balanced fertilization
berdasarkan analisis laboratorium tanah dan daun       based on soil laboratory and leaf analysis to
untuk memastikan kebutuhan hara terpenuhi secara       ensure precise nutrient fulfillment. This data-based
tepat. Pendekatan berbasis data ini meningkatkan       approach improves productivity while preventing
produktivitas sekaligus mencegah pemborosan            resource inefficiency.
sumber daya.




                                                   Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report   129
Page 132
                     Agro-Ecological




Optimasi Sumber Daya Alam
melalui Pengelolaan Air dan dan Limbah Cair
(POME)          [GRI 3-3:303, 13.7.1]

Optimizing Natural Resources through Water and Liquid Waste (POME)
Management



       “TPA mengintegrasikan pengelolaan air yang efisien secara bertanggung jawab untuk
       membentuk siklus sumber daya yang berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan ekosistem
       di sekitar area operasional.”
       “TPA is integrating efficient water management responsibly to establish a sustainable resource cycle in
       maintaining the ecosystem balance surrounding its operational areas. ”




TPA menyadari air sebagai sumber daya vital bagi          TPA realizes water as a vital resource for the
keberlanjutan operasional perkebunan kelapa               sustainability of palm oil plantation operations.
sawit. Karena itu, pengelolaan air yang efisien           Therefore, efficient and environmentally friendly
dan ramah lingkungan menjadi prioritas untuk              water management is prioritized to maintain
menjaga ketersediaan, mendukung produktivitas,            availability, support productivity, and minimize
dan meminimalkan dampak lingkungan. TPA                   environmental impacts. TPA applies landscape-
menerapkan konservasi berbasis lanskap melalui            based conservation through drainage management,
pengelolaan drainase, penampungan air hujan, dan          rainwater harvesting, and control canals to maintain
kanal pengendali guna menjaga keseimbangan                hydrological balance and prevent erosion and land
hidrologi serta mencegah erosi dan degradasi lahan.       degradation.

Limbah cair (POME) juga dikelola secara terkontrol        Liquid waste (POME) is managed in a controlled
sesuai ketentuan untuk mencegah pencemaran.               manner, following the provisions to prevent pollution.
Pendekatan      terintegrasi   ini     memastikan         This integrated approach ensures efficient water
pemanfaatan air dan pengolahan POME berjalan              utilization and POME treatment, supporting the
efisien, mendukung ekonomi sirkular, serta menjaga        circular economy principles, and maintaining
keberlanjutan operasional jangka panjang.                 long-term operational sustainability.

TPA mencatat volume penggunaan air melalui flow           TPA records water usage volume through flow meters
meter untuk mengukur efisiensi dan mendeteksi             to measure efficiency and detect potential waste.
potensi pemborosan. Data tersebut juga menjadi            This data also used as the basis of fulfilling taxation
dasar pemenuhan kewajiban perpajakan dan                  and licensing obligations. Surface water extraction
perizinan. Pengambilan air permukaan dilakukan            is conducted efficiently and in line with regulations
secara efisien dan sesuai regulasi dengan                 by considering sustainability principles. With this
memperhatikan prinsip keberlanjutan. Melalui              management, TPA is maintaining water availability
pengelolaan ini, TPA menjaga ketersediaan air             for its operations, ecosystem balance, and the needs
bagi operasional, keseimbangan ekosistem, serta           of the surrounding communities.
kepentingan masyarakat sekitar.




130    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 133
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                               PT Teladan Prima Agro Tbk




Pemakaian Air dan Pengelolaannya                             Water Usage and Management [POJK F.8]
[POJK F.8] [GRI 303-1, 13.7.2]                               [GRI 303-1, 13.7.2]


Air merupakan sumber daya vital yang tidak                   Water is an irreplaceable vital resource for
tergantikan bagi keberlangsungan operasional                 the continued operations of palm oil plantation
perkebunan kelapa sawit maupun kehidupan                     as well as for the lives of surrounding communities.
masyarakat     sekitar.   Menyadari   keterbatasan           Realizing the limited resource, TPA always prioritizes
sumber daya ini, TPA senantiasa mengedepankan                responsible water management by adopting
pengelolaan air secara bertanggung jawab dengan              the principle of balancing production needs with
prinsip keseimbangan antara kebutuhan produksi dan           environmental carrying capacity. This commitment
daya dukung lingkungan. Komitmen ini diwujudkan              is realized through a landscape-based conservation
melalui strategi konservasi berbasis lanskap yang            strategy regulating the drainage system to control
mengatur sistem drainase untuk mengendalikan                 excess water during in the rainy season while
kelebihan air pada musim hujan sekaligus menjaga             maintaining groundwater availability in the dry
ketersediaan air tanah di musim kemarau.                     season.

Dalam operasionalnya, TPA menggunakan air untuk              In its operations, TPA uses water in the processing
proses pengolahan TBS menjadi produk utama,                  of FFB into primary products, such as CPO and PK.
seperti CPO dan PK. Dengan 6 unit mill pabrik                With 6 mills capable of processing 335 tons of FFB
berkapasitas total 335 ton TBS per jam, kebutuhan            per hour, water consumption reaches around
air mencapai sekitar 1,11 m³ per ton TBS yang diolah.        1.11 m³ per ton FFB processed. In addition, water is
Selain itu, air juga digunakan untuk mendukung               also used to support supporting facilities, such
sarana penunjang, seperti perumahan pekerja,                 as worker housing, public infrastructure, and
fasilitas umum, serta sanitasi domestik. Air diperoleh       domestic sanitation. Water sourced from rivers in
dari aliran sungai dalam wilayah konsesi, kemudian           the concession area is channeled into storage
dialirkan ke waduk penampungan sebelum diolah                reservoirs before treated at water processing
di fasilitas pengolahan untuk memenuhi standar               facilities to meet environmental quality standards.
baku mutu lingkungan. Untuk menjamin kualitas,               To ensure quality, TPA routinely conducts laboratory
TPA secara rutin melakukan uji laboratorium dan              testing and water quality monitoring.
monitoring kualitas air.




          Instalasi Water Treatment Plant
          Water Treatment Plant




                                                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report     131
Page 134
                            Agro-Ecological




Sebelum membuka perkebunan baru, TPA melakukan                         Before opening new plantations, TPA conducts
studi kelayakan untuk memastikan ketersediaan                          feasibility studies to ensure availability of water
sumber daya air, termasuk analisis curah hujan di                      resource, including rainfall analysis in the operational
wilayah operasional Kalimantan Timur yang beriklim                     areas in East Kalimantan with tropical climate.
tropis. TPA memaksimalkan kapasitas waduk pada                         TPA is maximizing reservoir capacity during the rainy
musim hujan sebagai cadangan saat kemarau,                             season as reserves for dry periods, with at least
dengan minimal satu waduk di setiap unit mill. Selain                  one reservoir in each mill unit. In addition, water
itu, embung dan mata air alami di areal konsesi turut                  reservoirs and natural springs within the concession
dikelola untuk menjaga keberlanjutan sumber daya                       areas are also managed to maintain water resource
air serta melindungi akses air bersih masyarakat                       sustainability and protect community access to
sekitar.                                                               clean water.

Penggunaan air dicatat melalui flow meter untuk                        Water usage is recorded using flow meters to
mengukur efisiensi dan mendeteksi pemborosan,                          measure efficiency and detect wastage, while
sekaligus mendukung kepatuhan perpajakan dan                           also supporting compliance with tax and licensing
perizinan. Pengambilan air permukaan dilakukan                         obligations. Surface water extraction is carried out
sesuai regulasi dan prinsip keberlanjutan, guna                        in line with regulations and sustainability principles
memastikan pasokan air operasional tetap terjaga,                      to maintain the availability of water supply for
ekosistem terlindungi, dan kepentingan masyarakat                      operations, protected ecosystems, and the interests
sekitar tetap terpenuhi.                                               of surrounding communities remain fulfilled.


Konsumsi Air Tahun 2023 – 2025
Water Consumption in 2023 – 2025


           Pengambilan Air                                 Air Permukaan                                Konsumsi Air
               Water Withdrawal                              Surface Water                          Water Consumption
               [GRI 303-3, 13.7.4]                                                             [POJK F.8] [GRI 303-5, 13.7.6]


                                 1.814                                       1.814                                       1.814
                         1.782                                       1.782                                       1.782
                 1.664                                       1.664                                      1.664

  megaliter                                   megaliter                                    megaliter
  megaliters                                  megaliters                                   megaliters




                  2025 2024 2023                              2025 2024 2023                             2025 2024 2023




        Proses dan Kebutuhan                           Pembuangan Air                          Pome yang diaplikasikan
              Domestik                                     Water Discharge                           pada Lahan
      Processes and Domestic Usage                         [GRI 303-4, 13.7.5]                 POME Used in Land Aplication


                                 1.814
                         1.782
                                                                                                         1.619
                 1.664
                                                                                                                 1.426
  megaliter                                   megaliter                                    megaliter
                                                                                                                         1.364
  megaliters                                  megaliters                                   megaliters




                                                               N/A    N/A    N/A

                  2025 2024 2023                              2025 2024 2023                             2025 2024 2023




132      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 135
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                          PT Teladan Prima Agro Tbk




Sepanjang tahun 2025, TPA mengambil 1.664                     Throughout 2025, TPA withdrew 1,664 megaliters
megaliter dari sumber air permukaan di masing-                from surface water sources at each operational unit.
masing unit operasional. Air tersebut dioptimalkan            Water extraction was optimized during peak flow in
pengambilannya pada debit puncak di musim                     the rainy season to avoid impacting the fulfillment of
penghujan sehingga tidak berdampak pada                       local community domestic needs. [GRI 303-3] [13.7.4]
pemenuhan kebutuhan domestik masyarakat lokal.
[GRI 303-3] [13.7.4]


TPA menerapkan sistem pengelolaan air terpadu                 TPA implements an integrated water management
dengan pendekatan closed-loop system guna                     system with a closed-loop approach to meet
memenuhi kebutuhan operasional dan domestik                   operational and employee domestic needs
karyawan, tanpa membuang air limbah ke badan air              without discharging wastewater into natural
alami. Air yang digunakan dalam proses pengolahan             water bodies. Water used in the FFB processing
TBS menghasilkan limbah cair yang dikenal sebagai             produces liquid waste known as POME. This waste
POME. Limbah ini dikelola secara bertanggung                  is managed responsibly to prevent environmental
jawab sehingga tidak menimbulkan pencemaran                   pollution. [GRI 303-4, 13.7.5]
lingkungan. [GRI 303-4, 13.7.5]

POME memiliki kandungan organik tinggi dengan                 POME contains high organic content with significant
karakteristik Biological Oxygen Demand (BOD)                  Biological Oxygen Demand (BOD) characteristics,
yang signifikan, sehingga berpotensi mencemari                posing a potential environmental pollution risk if
lingkungan bila tidak ditangani dengan baik.                  not properly managed. Therefore, TPA treats POME
Oleh karena itu, TPA mengelola POME melalui IPAL              through the wastewater treatment plant (WWTP)
menggunakan sistem kolam anaerobik yang mampu                 using an anaerobic pond system capable of reducing
menurunkan kadar senyawa berbahaya. Selain itu,               harmful compound levels. Additionally, POME is
POME juga dimanfaatkan melalui mekanisme Land                 utilized through a Land Application mechanism,
Application, yaitu pendistribusian POME ke lahan              which involves distributing POME to plantation land
perkebunan menggunakan sistem perpipaan yang                  via a designated pipeline system. This method can
telah ditentukan. Metode ini dapat membantu                   assists in liquid waste management that contributes
pengelolaan limbah cair yang memberikan                       to improving soil fertility through nutrient addition.
kontribusi dalam meningkatkan kesuburan tanah
melalui penambahan unsur hara.

Sebelum melaksanakan Land Application, TPA                    Prior to implement Land Application, TPA conducts
melakukan kajian teknis dan memperoleh izin otoritas          technical assessments and obtains regional
daerah untuk memastikan tidak terjadi dampak                  authority permits to ensure there is no adverse
negatif terhadap lingkungan. Pemantauan dilakukan             environmental impacts. Monitoring is conducted
melalui sumur pantau di blok Land Application,                through monitoring wells at the Land Application
non-Land Application, dan area sekitar permukiman,            blocks, non-Land Application blocks, and areas
dengan pengujian laboratorium setiap 6 bulan.                 surrounding the residential complex, with laboratory
Hasil uji tahun 2025 menunjukkan kualitas air                 testing conducted every six months. The 2025 test
memenuhi baku mutu lingkungan. TPA juga                       results showed that water quality met environmental
memantau kualitas limbah cair setiap bulan sesuai             standards. TPA also monitor the quality of liquid
ketentuan regulator. Hasil pengujian menunjukkan              waste every month, following regulatory provisions.
parameter memenuhi standar, dengan pH 6–9 dan                 Test results also showed parameter within standards,
BOD di bawah 5.000 mg/liter. [GRI 303-2, 303-4, 13.7.3,       with pH levels of 6–9 and BOD below 5,000 mg/liter.
13.7.5]                                                       [GRI 303-2, 303-4, 13.7.3, 13.7.5]


Selain dimanfaatkan untuk pupuk organik, POME                 Other than used as organic fertilizer, POME is processed
juga diolah lebih lanjut sebagai sumber energi                further as a renewable energy source through the
terbarukan melalui BPP. Teknologi ini memanfaatkan            Biogas Power Plant (BPP). This technology utilizes
gas metana hasil dekomposisi POME sebagai bahan               methane gas produced from POME decomposition
bakar pembangkit listrik, sehingga mampu menekan              as fuel for electricity generation, thereby reducing
emisi GRK. Energi yang dihasilkan digunakan untuk             GHG emissions. The energy generated is used to
menyuplai kebutuhan operasional mill, serta                   supply the operational needs of mill, as well as
mendukung kebutuhan listrik perumahan karyawan                supporting electricity needs for employee housing




                                                          Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report             133
Page 136
                    Agro-Ecological




di sekitar unit operasional. Dengan demikian,             around operational units. Thus, the BPP plays an
BPP berperan penting dalam meningkatkan efisiensi         important role in enhancing energy efficiency while
energi sekaligus menghadirkan solusi pasokan              providing an environmentally friendly energy supply
energi yang ramah lingkungan.                             solution.




       Mix Lagoon Digester pada Instalasi Biogas Power Plant
       Mix Lagoon Digester on the Biogas Power Plant Installation




Komitmen TPA dalam pengelolaan limbah cair                TPA’s commitment to liquid waste management is
ditunjukkan melalui pengawasan rutin yang                 demonstrated through routine monthly supervision
dilakukan setiap bulan sesuai dengan ketentuan            in accordance with regulatory provisions. Monitoring
regulator. Hasil pemantauan menunjukkan tidak             results show no pollution incidents throughout 2025,
ada insiden pencemaran sepanjang 2025, sehingga           maintaining environmental performance at a very
kinerja lingkungan dapat dipertahankan pada level         good level. With a strict liquid waste management
yang sangat baik. Dengan sistem pengelolaan               system, TPA is able to balance operational
limbah cair yang ketat, TPA mampu menjaga                 sustainability with environmental conservation
keseimbangan antara keberlanjutan operasional             responsibilities, while providing positive benefits for
dan tanggung jawab pelestarian lingkungan,                the sustainability of the oil palm agribusiness sector
sekaligus memberikan manfaat positif bagi                 and the welfare of surrounding communities.
keberlanjutan sektor agribisnis kelapa sawit dan
kesejahteraan masyarakat sekitar.




134    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 137
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                 PT Teladan Prima Agro Tbk




Pemakaian Pupuk Organik [POJK F.5]                            Organic Fertilizer Usage [POJK F.5]

Pemanfaatan pupuk organik menjadi salah satu                  Organic fertilizer utilization is one of TPA’s key
strategi utama TPA untuk menciptakan ekosistem                strategies to create a healthy, productive, and
perkebunan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.          sustainable plantation ecosystem. This natural-
Pupuk berbasis sumber alami ini meningkatkan                  based organic fertilizers improve soil quality and
kualitas dan struktur tanah, memperkuat kapasitas             structure, enhance carbon storage capacity, and
penyimpanan karbon, serta menjaga kelembapan.                 maintain moisture. The use of organic fertilizer
Penggunaannya turut mendukung keseimbangan                    also support ecosystem balance surrounding the
ekosistem di sekitar wilayah operasional.                     operational areas.

Sebagai implementasi prinsip ekonomi sirkular,                As an implementation of circular economy,
TPA     memanfaatkan        limbah      pabrik   kelapa       TPA utilizes palm oil mill waste as organic fertilizer.
sawit sebagai pupuk organik. POME diolah dan                  POME is processed and applied as liquid fertilizer,
diaplikasikan sebagai pupuk cair, sedangkan                   while EFB is used as mulch to maintain moisture and
TKKS digunakan sebagai mulsa untuk menjaga                    add nutrients. In 2025, TPA applied 1,619 megaliters of
kelembapan dan menambah unsur hara. Pada                      POME across 1,352.3 hectares and 316,158 tons of EFB
2025, TPA mengaplikasikan 1.619 megaliter POME di             across 7,567 hectares. A portion of EFB is fermented
1.352,3 ha serta 316.158 ton TKKS di 7.567 ha. Sebagian       for 50 days into high-quality compost. Total organic
TKKS difermentasi selama 50 hari menjadi kompos               fertilizer utilization from POME and EFB in 2025 reached
berkualitas tinggi. Total pemanfaatan pupuk organik           1.93 million tons, supporting land productivity and
dari POME dan TKKS pada 2025 mencapai 1,93 juta               maintaining environmental balance.
ton, mendukung produktivitas lahan sekaligus
menjaga keseimbangan lingkungan.

Selain itu, TPA juga memanfaatkan abu hasil                   In addition, TPA also utilizes ash from biomass
pembakaran biomassa (seperti cangkang sawit                   combustion (such as palm kernel shells and
dan serat) yang kaya akan unsur kalsium (Ca),                 fibers), which is rich in calcium (Ca), magnesium
magnesium (Mg), kalium (K), dan fosfor (P) sebagai            (Mg), kalium (K), and phosphorus (P), as a natural
pupuk alami untuk meningkatkan kesuburan tanah.               fertilizer to improve soil fertility. Ash application is
Aplikasi abu dilakukan secara terukur dan terkendali          conducted in a measured and controlled manner
agar manfaat nutrisi dapat dimaksimalkan tanpa                to maximize nutrient benefits without causing
menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.               negative environmental impacts. This step supports
Langkah ini mendukung siklus nutrisi tertutup di dalam        a closed nutrient cycle in the plantation, as well
perkebunan serta mengurangi ketergantungan                    as strengthening the resilience of the plantation
pada pupuk kimia, serta memperkuat ketahanan                  ecosystem.
ekosistem perkebunan.

TPA juga telah mengimplementasikan teknologi                  TPA is developing Geotube System technology as
Geotube System sebagai solusi rekayasa dalam                  an engineering solution in sludge management
pengelolaan lumpur (sludge) dari kolam limbah.                from the waste ponds. This system is used to dry the
Sistem ini berfungsi untuk mengeringkan lumpur                sludge efficiently through filtering and dewatering
secara efisien melalui proses penyaringan dan                 process, where water is separated from solid
dewatering, di mana air dipisahkan dari material              content with porous geotextile medium. It allows
padat menggunakan media geotekstil berpori.                   the high-water content sludge to be converted into
Teknologi ini memungkinkan lumpur yang semula                 solid high-value material, that later is utilized as
memiliki kadar air tinggi dikonversi menjadi                  raw material for compost and organic application
bahan padat bernilai guna tinggi, yang kemudian               at the plantation areas. This approach support
dimanfaatkan sebagai bahan baku kompos dan                    the waste-to-resource concept, by transforming
aplikasi organik di lahan perkebunan. Pendekatan              production residue into product with agronomic
ini mendukung konsep waste-to-resource dengan                 value.
mengubah residu produksi menjadi produk yang
memiliki nilai agronomis.




                                                          Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report       135
Page 138
                    Agro-Ecological




Penggunaan pupuk organik terbukti mampu                   The use of organic fertilizers has proven effective
menurunkan risiko pencemaran tanah dan air                in reducing the risk of soil and water pollution often
yang sering dikaitkan dengan penggunaan pupuk             associated with chemical fertilizers, while also
kimia,    sekaligus  meningkatkan  biodiversitas          increasing soil microorganism biodiversity that
mikroorganisme tanah yang berperan penting                plays an important role in maintaining ecosystem
dalam menjaga kesehatan ekosistem. Dengan                 health. By increasing organic matter content, the soil
menambah kandungan bahan organik, tanah                   becomes more friable, capable of absorbing water
menjadi lebih gembur, mampu menyerap air dengan           well, and supports more optimal plant growth.
baik, dan mendukung pertumbuhan tanaman yang
lebih optimal.

Upaya ini sejalan dengan komitmen TPA dalam               This effort aligns with TPA’s commitment to
mendukung     Sustainability  Initiative KSL  4,          supporting the KSL 4 Sustainability Initiative, which
yaitu mengurangi penggunaan bahan kimia                   aims to reduce the use of hazardous chemicals
berbahaya dalam praktik perkebunan. Dengan                in plantation practices. By prioritizing the use of
mengutamakan pemanfaatan pupuk organik, TPA               organic fertilizers, TPA has succeeded in closing
berhasil menutup siklus nutrisi secara internal,          the nutrient cycle internally, reducing dependence
menekan ketergantungan pada input eksternal,              on external inputs, and creating a more resilient,
serta menciptakan sistem perkebunan kelapa sawit          productive, and environmentally friendly oil palm
yang lebih berdaya tahan, produktif, dan ramah            plantation system.
lingkungan.




136    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 139
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                     PT Teladan Prima Agro Tbk




Pengelolaan Limbah Berbasis Ekonomi Sirkular
Demi Kelestarian Ekosistem                                      [POJK F.13] [GRI 3 303:306, 306-1, 306-2, 13.8.1, 13.8.2, 13.8.3]

Waste Management through Circular Economy to Preserve Ecosystems



       “TPA menegaskan bahwa keberlanjutan diwujudkan melalui langkah-langkah nyata dalam
       operasional. Di tahun 2025, limbah organik diolah menjadi pupuk dan energi, sludge menjadi
       pupuk, dan POME diubah menjadi sumber daya produktif sehingga menciptakan siklus ekonomi
       sirkular yang menjaga harmoni antara industri dan alam.”
       “TPA affirms that sustainability is realized through concrete operational actions. In 2025, organic waste
       was processed into fertilizer and energy, sludge was converted into fertilizer, and POME was transformed
       into productive resources, creating a circular economy cycle that sustains harmony between industry
       and nature.”




TPA menempatkan pengelolaan limbah sebagai                  TPA regards waste management is an integral
bagian     integral  dari   strategi  keberlanjutan         part of its sustainability strategy by implementing
perusahaan dengan menerapkan prinsip ekonomi                circular economy principles. Operations producing
sirkular.   Setiap  kegiatan     operasional  yang          CPO and PK inevitably generate both liquid and solid
menghasilkan CPO dan PK tidak terlepas dari                 waste. The primary liquid waste is POME, while solid
timbulan limbah, baik cair maupun padat. Limbah             waste includes EFB, shells, and fiber. Based on their
cair utama berupa POME, sedangkan limbah padat              characteristics, the wastes are classified into Non-B3
meliputi TKKS, cangkang, dan serat kelapa sawit.            Waste and B3 Waste,, all of which will be managed
Berdasarkan karakteristiknya, limbah tersebut               in accordance with regulations and sustainability
diklasifikasikan menjadi Limbah Non-B3 dan Limbah           standards.
B3, yang seluruhnya dikelola sesuai regulasi dan
standar keberlanjutan.

Sejalan dengan komitmen KSL 4, TPA mengoptimalkan           In line with the KSL 4 commitment, TPA optimizes
pemanfaatan limbah sebagai sumber daya                      the utilization of waste as an alternative resource.
alternatif. Cangkang dan serat dimanfaatkan                 Shells and fiber are utilized as boiler fuel to generate
sebagai bahan bakar boiler untuk menghasilkan               steam and electricity, which are reused in mill
uap dan listrik yang digunakan kembali dalam                operations and for domestic needs within the
operasional mill dan kebutuhan domestik di area             concession area. This initiative enhances energy
konsesi. Inisiatif ini meningkatkan efisiensi energi,       efficiency, reduces dependence on fossil fuels, and
mengurangi ketergantungan pada bahan bakar                  lowers GHG emissions.
fosil, dan menurunkan emisi GRK.

Dalam pengelolaan limbah cair, TPA mengoperasikan           To manage liquid waste, TPA operates WWTP to
IPAL untuk memastikan POME tidak menimbulkan                ensure that the POME causes no pollution. POME is
pencemaran. POME juga dimanfaatkan melalui Land             also utilized through Land Application on specific
Application pada blok perkebunan tertentu untuk             plantation blocks to enrich soil nutrients and
memperkaya kandungan hara tanah, sekaligus                  support crop productivity. A more detailed POME
mendukung produktivitas tanaman. Pengelolaan                management has been elaborated in Water Usage
POME lebih lengkap sudah dijelaskan di bagian               and Management section. All of these management
Pemakaian Air dan Pengelolaannya. Seluruh upaya             efforts are carried out with technical studies, official
pengelolaan ini dilakukan dengan kajian teknis, izin        permits, and regular quality monitoring to ensure
resmi, serta pemantauan kualitas secara berkala             that the environmental parameters remain within
untuk memastikan parameter lingkungan tetap                 quality standards.
sesuai dengan baku mutu.




                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                   137
Page 140
                         Agro-Ecological




Limbah B3 dikelola dengan prioritas tinggi karena             Hazardous waste (B3) is managed with high priority
berpotensi    membahayakan       lingkungan.  TPA             due to its potential to harm the environment.
menerapkan prosedur ketat mulai dari identifikasi,            TPA implements strict procedures, starting from
penyimpanan sementara di TPS B3, hingga                       identification, temporary storage at the B3 temporary
pengangkutan dan pengolahan akhir oleh pihak                  storage facility (TPS B3), to transportation and final
ketiga berizin resmi. Mitra tersebut memiliki izin            treatment by officially licensed third parties. These
angkut, penyimpanan, dan pemanfaatan akhir                    partners hold transportation, storage, and final
dari Kementerian Perhubungan serta Kementerian                utilization permits from the Ministry of Transportation
Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Seluruh proses                and the Ministry of Environment and Forestry.
dijalankan sesuai SOP dan regulasi yang berlaku,              All processes are carried out in accordance with SOPs
termasuk PP No. 22 Tahun 2021 dan Permen LHK                  and applicable regulations, including Government
No. 6 Tahun 2021.                                             Regulation No. 22 of 2021 and Minister of Environment
                                                              and Forestry Regulation No. 6 of 2021.

Untuk memperkuat tata kelola, pengelolaan limbah              To strengthen governance, TPA’s waste management
TPA mengacu pada standar nasional, seperti ISPO               refers to national standards, such as ISPO and
dan PROPER. Kepatuhan ini tidak hanya memenuhi                PROPER. This compliance not only fulfills regulatory
regulasi, tetapi juga menegaskan komitmen TPA                 requirements but also affirms TPA’s commitment
dalam melindungi lingkungan dan mendukung                     to environmental protection and support for
pencapaian SDGs. Dengan menerapkan prinsip                    the achievement of the SDGs. By implementing
ekonomi sirkular, TPA mengubah limbah menjadi                 circular economy principles, TPA converts waste
sumber daya bernilai tambah, mengurangi dampak                into value-added resources, reduces environmental
lingkungan, dan meningkatkan efisiensi operasional.           impact, and improves operational efficiency.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat           This initiative demonstrates that sustainability can
selaras dengan manfaat ekonomi dan perlindungan               be aligned with economic benefits and long-term
ekosistem jangka panjang.                                     ecosystem protection.


Timbulan Limbah [POJK F.13] [GRI 306-3, 13.8.4]
Waste Generation
                                                                                                            (ton / tons)


      Komposisi Limbah                 2025           2024                2023            Waste Composition
 Limbah B3                                 30              31                 30                           B3 Waste

 Limbah Non-B3                                                                                        Non-B3 Waste

   Fiber                               175.917        177.055            194.765                              Fiber

   Cangkang Inti Sawit                 88.472         115.482            108.232                  Palm Kernel Shell

   Tandan Kosong Kelapa Sawit
                                      322.487        307.909             305.136          Empty Fruit Bunches (EFB)
   (TKKS)

 Total limbah Non-B3                  586.876        600.446             608.133                 Total Non-B3 Waste

 Total Limbah                         586.906        600.477             608.163                         Total Waste




138        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 141
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                          PT Teladan Prima Agro Tbk




Limbah Menurut Komposisi dan Penanganannya [POJK F.14] [GRI 306-4, 306-5, 13.8.5, 13.8.6]
Waste by Composition and Handling Method
                                                                                                     (ton / tons)


                                 Timbulan
                               Limbah yang   Limbah yang
                                                                Limbah yang
                                Dihasilkan   Dialihkan dari
                                                                Dikirimkan ke
                                Sepanjang    Pembuangan
                                                                Pembuangan
        Komposisi Limbah        Tahun 2025        Akhir                             Waste Composition
                                                                     Akhir
                                 Waste           Waste
                                                                Waste Sent to
                               Generation       Diverted
                                                                  Landfill
                               Throughout     from Landfill
                                  2025
Limbah B3                             30                  -           30                            B3 Waste

Limbah Non-B3                                                                                  Non- B3 Waste

Fiber                             175.917            175.917          -                                  Fiber

  Cangkang Inti Sawit             88.472             88.472           -                    Palm Kernel Shell

  Tandan Kosong Kelapa Sawit
                                  322.487        322.487              -            Empty Fruit Bunches (EFB)
  (TKKS)

Total Limbah Non-B3              586.876         586.876              -                  Total Non- B3 Waste

Total Limbah                     586.906         586.876              30                          Total Waste


Pada tahun 2025, TPA mencatat timbulan limbah            In 2025, TPA recorded waste generation of 586,876
sebesar 586.876 ton limbah non-B3 dan limbah             tons of non-hazardous (non-B3) waste and B3
B3 sejumlah 30 ton di seluruh wilayah operasional.       waste of 30 tons accross all operational areas.
Seluruh limbah non-B3 dikelola secara optimal dan        All non-B3 waste was optimally managed and
dimanfaatkan kembali melalui berbagai proses             reused in various palm oil production processes,
produksi kelapa sawit, sehingga memberikan nilai         providing added value while reducing environmental
tambah sekaligus mengurangi beban lingkungan.            burdens. Meanwhile, B3 waste was handled with strict
Sementara itu, limbah B3 ditangani dengan prosedur       procedure through transportation and treatment
ketat melalui mekanisme pengangkutan dan                 mechanisms by officially licensed third parties
pengolahan oleh pihak ketiga berizin resmi di luar       outside the operational areas. TPA ensured that
area operasional. TPA memastikan bahwa sepanjang         throughout 2025, there was no waste posed potential
tahun 2025 tidak terdapat limbah yang berpotensi         harm to public health or damaged the environment.
menimbulkan gangguan terhadap kesehatan
masyarakat maupun merusak lingkungan.




                                                     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report     139
Page 142
                         Agro-Ecological




                       Pemanfaatan Limbah menjadi Pupuk melalui Composting
                          Utilizing Waste into Fertilizer through Composting

      Sebagai bagian dari komitmen untuk mengelola limbah secara bertanggung jawab dan mendukung perkebunan
      berkelanjutan, TPA melalui TBP telah mengembangkan program composting yang memanfaatkan limbah
      organik dari perkebunan kelapa sawit menjadi pupuk kompos dengan nilai hara tinggi. Insiatif ini bertujuan untuk
      mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik di dalam siklus ekonomi sirkular.

      Proses composting dilakukan dengan memanfaatkan kombinasi dari POME dan TKKS sebagai bahan baku. TKKS
      mengalami proses dekomposisi alami melalui aktivitas mikroorganisme, yang secara bertahap menguraikan
      material organik sehingga unsur hara di dalamnya menjadi lebih stabil dan tersedia bagi tanah. Melalui teknologi
      pengomposan yang terintegrasi, limbah tersebut diolah hingga menghasilkan pupuk organik tanpa penambahan
      bahan kimia, sehingga menghasilkan kompos berkualitas yang mendukung peningkatan kesuburan dan kualitas
      tanah. Penerapan ini turut berkontribusi dalam mengurangi potensi pencemaran lingkungan serta mendukung
      pertumbuhan tanaman kelapa sawit secara berkelanjutan.

      Selain memberi manfaat ekologis, pemanfaatan limbah menjadi pupuk juga berdampak positif secara ekonomi,
      karena memperkuat prinsip circular economy di dalam operasional TPA, di mana limbah tidak dianggap sebagai
      beban, melainkan sebagai sumber daya alternatif yang dapat mendukung produktivitas sekaligus keberlanjutan
      usaha.
      As a part of its commitment to responsible waste management and to support sustainable plantation, TPA,
      through TBP, has developed a composting program that converts organic waste from oil palm plantations into high
      nutricient compost fertilizer. This initiative aims to optmise the usage of organic waste in economic circular cycle.

      The composting process is carried out by utilizing a combination of POME and EFB as the raw materials. The EFB
      is having a natural decomposition process through the activity of microorganisms, which gradually decomposes
      organic material, making its nutrients more stable and available for the soil. Using integrated composting
      technology, these wastes are processed to produce organic fertilizer without adding any chemicals, resulting
      in quality compost that supports improved soil fertility and quality. This practice also contributes to reduce the
      potential of environmental pollution and support the sustainable growth of palm oil.

      In addition to providing ecological benefits, the use of waste as fertilizer also delivers positive economic impact, as
      it strengthens the circular economy principle within TPA’s operations—where waste is not treated as a burden, but
      as an alternative resource that supports productivity as well as business sustainability.




Pencegahan Risiko Tumpahan [POJK F.15]                              Spill Risks Prevention [POJK F.15]
[GRI 306-3, 13.8.4]                                                 [GRI 306-3, 13.8.4]


Tumpahan bahan kimia, minyak, bahan bakar, atau                     Spills of chemicals, oil, fuel, or other hazardous
zat-zat berbahaya lainnya dapat berdampak negatif                   substances can negatively impact soil, water, air
terhadap kualitas tanah, air, udara, keragaman                      quality, biodiversity, and human health. Therefore,
hayati, dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, kami                we carefully manage the use of substances having
mengelola secara hati-hati penggunaan berbagai                      a spill risk. The company implements the following
bahan atau zat yang memiliki risiko untuk tumpah.                   policies to prevent spill risks:
Kebijakan yang Perseroan implementasikan dalam
mencegah risiko tumpahan antara lain sebagai
berikut:
1. Penyimpanan Bahan Bakar: Bahan bakar                             1.   Fuel Storage: Fuel is stored in designated
   disimpan dalam tangki khusus yang dilengkapi                          tanks equipped with bounding (containment
   bounding      (pembatas)    untuk    mencegah                         barriers) to prevent spills from spreading into
   tumpahan meluas ke lingkungan. Tangki ini                             the environment. These tanks are designed
   dirancang sesuai standar keamanan lingkungan                          according to environmental safety standards
   dan diperiksa secara rutin untuk memastikan                           and are inspected regularly to ensure reliability
   keandalan serta mencegah risiko pencemaran                            and prevent soil or water contamination;
   tanah atau air;




140      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 143
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                            PT Teladan Prima Agro Tbk




2. Penyimpanan Bahan Kimia: Bahan kimia                  2. Chemical Storage: Chemicals are stored in
   disimpan di gudang khusus yang berlokasi jauh            specialized warehouses located away from
   dari hunian dan sungai, dilengkapi rambu-rambu           residential areas and water sources, equipped
   keselamatan, dan ventilasi yang memadai.                 with safety signs, and adequate ventilation.
   Gudang ini dirancang untuk mencegah risiko               These warehouses are designed to prevent
   kontaminasi dan diawasi oleh staf terlatih guna          contamination risks and are supervised by
   memastikan penanganan yang aman dan                      trained personnel to ensure safe handling and
   sesuai standar perlindungan lingkungan; serta            compliance with environmental protection
                                                            standards; and
3. Penyimpanan Pupuk: Pupuk disimpan di                  3. Fertilizer Storage: Fertilizers are stored in separate
   gudang terpisah yang aman dari hujan dan                 warehouses that are protected from rain and use
   menggunakan material kedap air untuk                     waterproof materials to prevent dissolution. This
   mencegah pelarutan. Sistem penyimpanan ini               storage system ensures fertilizers remain intact,
   memastikan pupuk terlindungi, aman digunakan,            safe to use, and do not pollute the surrounding
   dan tidak mencemari lingkungan sekitar.                  environment.

Efektivitas dari program tersebut tercermin dalam        The effectiveness of the program is reflected in its
capaian tidak adanya insiden tumpahan bahan              achievement of no incidents of chemical, oil, fuel,
kimia, minyak, bahan bakar, limbah, atau zat-zat         waste, or other hazardous spills throughout 2025.
berbahaya lainnya selama tahun 2025. Dengan              As a result, TPA did not experience any significant
demikian, tidak ada dampak negatif signifikan yang       negative impacts related to spill incidents.
dialamatkan ke TPA yang berkaitan dengan insiden
tumpahan.




       Penyimpanan Bahan Bakar Minyak
       Fuel Storage




                                                     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report        141
Page 144
                    Agro-Ecological




Menggerakkan Efisiensi Energi Demi
Lingkungan yang Lebih Baik                                    [GRI 3-3:302]

Driving Energy Efficiency toward Better Environment


       “Sepanjang 2025, TPA memperkuat efisiensi energi melalui pemanfaatan limbah padat sebagai
       bahan bakar boiler serta pengoperasian BPP dengan menggunakan sumber energi gas metana.
       Langkah ini menegaskan komitmen TPA dalam menghadirkan energi bersih, efisien, dan
       berkelanjutan bagi lingkungan.”
       “Throughout 2025, TPA strengthens its energy efficiency through the utilization of solid waste
       as boiler fuel and BPP operation using methane gas as the source of energy. These efforts showed TPA’s
       commitment in delivering clean, efficient, and sustainable energy for the environment.”




Efisiensi energi merupakan salah satu pilar penting       Energy efficiency is one of the key pillars in TPA’s
dalam upaya TPA menjaga keberlanjutan operasional         efforts to maintain operational sustainability while
sekaligus mengurangi dampak lingkungan. TPA               reducing environmental impact. TPA believes that
meyakini bahwa pengelolaan energi yang bijaksana          prudent energy management will be able to lower
mampu menekan biaya operasional, sekaligus                operational costs and serves as a strategic step
menjadi langkah strategis dalam menurunkan emisi          toward reducing GHG emissions and supporting
GRK dan mendukung agenda mitigasi perubahan               climate change mitigation efforts.
iklim.

Untuk mencapai tujuan tersebut, TPA secara                To achieve these goals, TPA consistently implements
konsisten menerapkan berbagai inisiatif efisiensi         various energy efficiency initiatives, ranging from
energi, mulai dari optimasi penggunaan mesin              optimizing the use of production machinery, regular
produksi, pemeliharaan berkala peralatan, hingga          maintenance of equipment, to the use of renewable
pemanfaatan energi terbarukan. Salah satu langkah         energy sources. One tangible measure is the
nyata adalah pemanfaatan limbah padat, seperti            utilization of solid waste, such as palm shells and
cangkang dan serat kelapa sawit, sebagai bahan            fibers, as boiler fuel. In addition, TPA also operates a
bakar boiler. Selain itu, TPA juga mengoperasikan         BPP that uses POME as a source of renewable energy.
BPP yang memanfaatkan POME sebagai sumber                 The electricity generated is utilized to support mill
energi terbarukan. Listrik yang dihasilkan digunakan      operational needs and partially distributed to meet
untuk mendukung kebutuhan operasional mill, dan           the domestic needs of employees.
sebagian disalurkan untuk memenuhi kebutuhan
domestik karyawan.



Optimasi Pemanfaatan Energi                               Optimizing Energy Utilization

Operasional TPA memerlukan pasokan energi untuk           TPA’s operations require energy supply to support
mendukung kegiatan mill, fasilitas pendukung, dan         mill activities, supporting facilities, and workers’
hunian pekerja. Kebutuhan ini dipenuhi melalui            housing. These needs are fulfilled through electricity
listrik dari turbin uap berbahan bakar biomassa           generated from biomass-fueled steam turbines
(cangkang dan serat kelapa sawit) serta BBM               (palm kernel shells and fiber) as well as fuel oil as
sebagai cadangan. Pemanfaatan limbah biomassa             backup. The utilization of biomass waste supports
mendukung energi terbarukan, efisiensi, dan prinsip       renewable energy, efficiency, and circularity
sirkularitas.                                             principles.




142    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 145
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                                          PT Teladan Prima Agro Tbk




Produksi listrik dari boiler umumnya menghasilkan                             Electricity production from the boiler generally
surplus yang dimanfaatkan untuk kebutuhan                                     generates a surplus, which is utilized for domestic
domestik dan operasional tambahan. Genset                                     needs and additional operational requirements.
berbahan bakar solar tetap disiapkan sebagai                                  Diesel-fueled generators remain prepared as backup
cadangan saat pemeliharaan, penurunan produksi                                during maintenance, decline in FFB production, or
TBS, atau untuk area yang belum terjangkau jaringan                           for areas not yet connected to the mill’s electricity
listrik mill. BBM juga digunakan untuk kendaraan                              network. Fuel oil is also used for operational vehicles,
operasional yang didominasi sepeda motor hemat                                which are predominantly fuel-efficient motorcycles.
bahan bakar

Dalam mendukung transisi energi berkelanjutan, TPA                            In supporting the sustainable energy transition, TPA
memanfaatkan biogas dari BPP untuk kebutuhan                                  utilizes biogas from BPP to meet the energy needs of
energi KCP, sehingga mengurangi konsumsi fosil dan                            KCP, thereby reducing fossil fuel consumption and
emisi GRK. Penggunaan biosolar pada kendaraan                                 GHG emissions. The use of biodiesel for operational
operasional turut memperluas diversifikasi energi                             vehicles further expands environmentally friendly
ramah lingkungan.                                                             energy diversification.

Dengan langkah ini, TPA berkomitmen mengelola                                 With these measures, TPA is committed to manage
energi secara bijak, efisien, dan bertanggung jawab,                          energy wisely, efficiently, and responsibly to support
guna mendukung operasional yang berdaya saing                                 competitive     and      environmentally     conscious
sekaligus berwawasan lingkungan.                                              operations.



  Konsumsi Energi
  Terbarukan                                                                                                         136.181
  Renewable Energy
                                                                                           116.835
  Consumption                                                                                           115.783

  [POJK F.6] [GRI 302-1]

  (GJ)




      Biomassa (Serat & Cangkang), Biogas (Metana) /
                                                                                           2023          2024         2025
      Biomass (Fiber & Shell), Biogas (Methane)




Konsumsi Energi Tidak Terbarukan [POJK F.6] [GRI 302-1]
Non-Renewable Energy Consumption
                                           Satuan
  Sumber Tidak Terbarukan                                     2025              2024                 2023         Non-Renewable Sources
                                            Unit
                                             kWh              692.232          703.950            590.489
 Listrik                                                                                                                                   Electricity
                                              GJ                 2.492            2.534               2.126
                                              Liter           105.805            83.059              75.892
 BBM - Bensin                                                                                                                       Fuel - Gasoline
                                              GJ                 3.619             2.841              2.596
                                              Liter        8.408.403          8.472.203        8.308.282
 BBM - Solar                                                                                                                        Fuel - Diesel Oil
                                              GJ             324.564            327.027           320.700
 Total Energi dari Sumber                                                                                                   Total Energy from
                                              GJ              330.675          332.402            325.421
 Tidak Terbarukan                                                                                                      Non-Renewable Sources
 Total Konsumsi Energi                        GJ             466.856           448.185           442.256                Total Energy Consumed

Faktor konversi      : 1 liter bensin = 0,0342 GJ. 1 liter solar = 0,0386 GJ. Energi yang dihasilkan dari fiber dan cangkang diukur secara langsung
                       menggunakan kWh meter dari genset turbin uap, di mana 1 kWh = 0,0036 GJ.
Conversion factors   : 1 liter of gasoline = 0.0342 GJ. 1 liter of diesel oil = 0.0386 GJ. Energy generated from fiber and shells is measured directly
                        using a kWh meter at the steam turbine generator, where 1 kWh = 0.0036 GJ.




                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                        143
Page 146
                     Agro-Ecological




        Operasional Gas Engine Biogas Power Plant
        Gas Engine Biogas Power Plant Operation




Konsumsi energi listrik yang diukur di atas merupakan     The electricity consumption measured above is
penggunaan listrik untuk kebutuhan di kantor pusat        the electricity usage for head office needs, obtained
yang diperolah TPA dari pasokan PLN.                      by TPA from PLN supply.


Intensitas Energi [GRI 302-3]
Energy Intensity
                                 Satuan
            Metrik                             2025        2024          2023                  Metric
                                  Unit
Konsumsi Energi                     GJ        466.856     448.185      442.256               Energy Consumption

TBS yang Diolah                    ton       1.463.439    1.381.677   1.409.552                     FFB Processed

                                GJ/ton TBS
                                   olah
Intensitas Energi                GJ/tons         0,319       0,324        0,314                   Energy Intensity
                                  of FFB
                                processed


Perhitungan intensitas energi dilakukan dengan            Energy intensity is calculated by summing the
menjumlahkan energi yang dihasilkan dari seluruh          total energy generated from all energy sources
sumber energi (kecuali energi listrik di kantor pusat)    (excluding electricity used at the head office) (in GJ),
(dalam GJ), dan membaginya dengan total TBS               and dividing it by the total FFB processed at the mills
yang diolah mill (dalam ton). Pada tahun 2025,            (in tons). In 2025, the energy intensity of TPA’s product
intensitas energi produk di TPA tercatat sebesar          was recorded at 0.319 GJ/ton, a decrease compared
0,319 GJ/ton, menurun dibandingkan tahun                  to the previous year.
sebelumnya.




144    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 147
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                  PT Teladan Prima Agro Tbk




Reduksi Pemakaian Energi [POJK F.7]                            Energy Consumption Reduction [POJK F.7]
[GRI 302-4]                                                    [GRI 302-4]


TPA berkomitmen mengelola energi secara                        TPA is committed to managing energy responsibly
bertanggung jawab melalui prinsip efisiensi sejalan            through efficiency principles in line with KSL 4.
dengan KSL 4. Komitmen ini diwujudkan dengan                   This commitment is realized through the utilization of
pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai energi                 palm oil waste as renewable energy, whereby shells
terbarukan, di mana cangkang dan serat digunakan               and fiber are used as boiler fuel to substitute fossil
sebagai bahan bakar boiler pengganti fosil. Selain             fuels. In addition, POME is utilized as feedstock for BPP
itu, POME dimanfaatkan sebagai bahan baku BPP                  to generate environmentally friendly electricity.
untuk menghasilkan listrik ramah lingkungan.

TPA juga menerapkan teknologi super heater                     TPA also applies super heater technology in its
pada boiler generasi baru untuk mengoptimalkan                 new-generation boilers to optimize heat utilization
pemanfaatan panas dan meningkatkan efisiensi                   and enhance energy efficiency. This technology
energi. Teknologi ini menaikkan suhu uap di atas titik         increases steam temperature above the saturation
jenuh sehingga pembakaran biomassa lebih efisien,              point, thereby enabling more efficient biomass
kehilangan panas berkurang, dan konsumsi energi                combustion, reducing heat loss, and lowering energy
per ton TBS menurun. Inisiatif ini meningkatkan kinerja        consumption per ton of FFB. This initiative improves
operasional sekaligus mendukung pengurangan                    operational performance while supporting the
emisi GRK.                                                     reduction of GHG emissions.




Komitmen Aktif dalam Pengurangan Emisi
Gas Rumah Kaca                         [GRI 3-3:305, 13.1.1]

Active Commitment in Reducing Greenhouse Gas Emission


Sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap isu                As part of its responsibility toward climate change
perubahan iklim, TPA menegaskan komitmen aktif                 issues, TPA is actively committed to reducing
untuk menurunkan emisi GRK melalui strategi yang               GHG emissions by implementing measurable
terukur dan berkesinambungan. Pemanfaatan                      and sustainable strategies. Palm oil waste, such
limbah kelapa sawit, seperti serat, cangkang,                  as fiber, palm kernel shells, and POME are utilized
dan POME dijadikan sumber energi terbarukan,                   as a renewable energy source, while BPP operation
sementara pengoperasian BPP mampu menekan                      significantly reduces methane emissions.
emisi metana secara signifikan.

Untuk memastikan pengendalian emisi GRK berjalan               To ensure effective GHG emission control, TPA
efektif, TPA mengoptimalkan pemanfaatan TGM                    optimizes the use of TGM based on GHG Protocol.
berbasis GHG Protocol. Selain itu, konservasi areal            Further, conservation of HCV and HCS areas is
HCV dan HCS dijaga sebagai penyerap karbon alami.              maintained as natural carbon sinks. With these
Dengan langkah-langkah ini, TPA berupaya secara                measures, TPA gradually reduces dependence on
bertahap mengurangi ketergantungan pada energi                 fossil energy, as well as strengthens contribution in
fosil, serta memperkuat kontribusi dalam pencapaian            achieving SDG 13, namely Climate Action and driving
SDGs poin 13, yakni Penanganan Perubahan Iklim dan             the transition toward a low-carbon future.
mendorong transisi menuju masa depan rendah
karbon.




                                                          Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report        145
Page 148
                      Agro-Ecological




Emisi yang Dihasilkan [POJK F.11] [GRI 305-1,                Emissions Generated [POJK F.11] [GRI 305-1,
305-2, 13.1.2]                                               305-2, 13.1.2]


Pemanasan global akibat akumulasi emisi GRK                  Global warming resulting from the accumulation
menjadi tantangan utama yang mempercepat                     of GHG emissions constitutes a major challenge
perubahan iklim. Sebagai perusahaan agribisnis,              accelerating climate change. As an agribusiness
TPA menyadari bahwa aktivitas operasional, mulai             company, TPA recognizes that its operational
dari pembukaan lahan, pemeliharaan, penggunaan               activities, ranging from land clearing, maintenance,
bahan bakar fosil, pengolahan TBS, hingga                    fossil fuel consumption, FFB processing, to waste
pengelolaan limbah, berpotensi menghasilkan emisi            management, have the potential to generate CO2,
CO2, CH2, dan N2O.                                           CH2, and N2O emissions.

Untuk itu, pengelolaan dan pengurangan emisi                 Accordingly, emission management and reduction
menjadi prioritas strategi keberlanjutan. TPA                constitute a priority within the sustainability
menghitung emisi Cakupan 1 (Scope 1) dari konsumsi           strategy. TPA calculates Scope 1 emissions from fuel
bahan bakar, penggunaan pupuk, dan emisi metana              consumption, fertilizer use, and methane emissions
POME berdasarkan IPCC Guidelines dan Greenhouse              from POME based on the IPCC Guidelines and
Gas Protocol guna memperoleh konversi akurat                 the Greenhouse Gas Protocol to obtain accurate
dalam CO2e. TPA juga mengukur emisi Cakupan 2                conversion into CO2e. TPA also measures Scope 2
(Scope 2) dari konsumsi listrik PLN menggunakan              emissions from PLN electricity consumption using
faktor emisi terbaru sesuai bauran energi nasional.          the latest emission factors in accordance with the
                                                             national energy mix.

Selain itu, TPA juga mengukur emisi Cakupan                  TPA also measures Scope 2 emissions from electricity
2 (Scope 2) yang berasal dari penggunaan listrik PLN         consumption supplied by PLN at operational units
di unit operasional dan kantor pusat. Data konsumsi          and head office. Electricity consumption data is
listrik dicatat secara berkala, kemudian dikonversi          recorded regularly and converted into CO2e using
ke CO2e menggunakan faktor emisi spesifik dari               emission factors specific to PLN, updated according
PLN yang diperbarui sesuai bauran energi nasional.           to the national energy mix. This approach ensures
Pendekatan ini memastikan hasil pengukuran                   emission     measurements      consistently  reflect
emisi selalu mencerminkan kondisi energi terkini             the current energy conditions in Indonesia.
di Indonesia.

Melalui penghitungan, pemantauan, dan pelaporan              Through consistent measurement, monitoring, and
yang konsisten, TPA memastikan kebijakan                     reporting, TPA ensures its operational policies align
operasional selaras dengan target dekarbonisasi              with national decarbonization targets and reinforces
nasional serta memperkuat komitmen menuju Net                its commitment toward achieving Net Zero Emissions.
Zero Emissions.


Emisi GRK yang Dihasilkan [POJK F.11] [GRI 305-1, 305-2, 13.1.2, 13.1.3]
GHG Emissions Generated
                                  Satuan
          Sumber Emisi                           2025         2024             2023       Emission Source
                                   Unit
 Emisi GRK Cakupan 1
 GHG Emissions Scope 1

                                  ton CO2eq
 Stationary Combustion                            4.386        5.555            5.254       Stationary Combustion
                                 tons CO2eq

                                  ton CO2eq
 Mobile Combustion                                9.793         11.029         10.950          Mobile Combustion
                                 tons CO2eq

                                  ton CO2eq
 POME                                            191.511     260.607          430.656                       POME
                                 tons CO2eq

                                  ton CO2eq
 Pupuk                                           72.223       62.928           56.379                    Fertilizer
                                 tons CO2eq




146      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 149
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                                    PT Teladan Prima Agro Tbk




                                          Satuan
          Sumber Emisi                                      2025            2024            2023                Emission Source
                                           Unit
                                         ton CO2eq
 Human Activities                                             1.110           1.030            969                        Human Activities
                                        tons CO2eq

                                         ton CO2eq
 Total Emisi GRK Cakupan 1                                279.024          341.149        504.209           Total GHG Emissions Scope 1
                                        tons CO2eq

 Emisi GRK Cakupan 2 Tidak Langsung
 Indirect GHG Emissions Scope 2

                                         ton CO2eq
 PLN Electricity                                               630              641            543                            PLN Electricity
                                        tons CO2eq

                                         ton CO2eq
 Total Emisi Cakupan 2                                         630              641            543          Total GHG Emissions Scope 2
                                        tons CO2eq

                                         ton CO2eq                                                                   Total GHG Emissions
 Total Emisi Cakupan 1 dan 2                              279.654          341.790        504.752
                                        tons CO2eq                                                                          Scope 1 and 2



Intensitas Emisi GRK [POJK F.11] [GRI 305-4, 13.1.5]
GHG Emissions Intensity
                                          Satuan
               Metrik                                       2025            2024            2023                       Metric
                                           Unit
                                         kg CO2eq/
                                                             0,191          0,247           0,358
                                           kg TBS

                                         kg CO2eq/
                                                             0,84            1,052           1,540
                                          kg CPO

                                         kg CO2eq/
 Intensitas Emisi GRK                                       5,358           6,730           9,668                  GHG Emission Intensity
                                           kg PK

                                        ton CO2eq/
                                        Juta Rupiah
                                        ton CO2eq/          0,052            0,081           0,126
                                          million
                                          Rupiah

Nilai emisi GRK yang digunakan dalam perhitungan intensitas emisi GRK termasuk emisi dari proses transportasi produk, yang dilakukan oleh
pihak eksternal. Nilainya diaproksimasi menggunakan pendekatan standar. Intensitas emisi untuk CPO dan PK dihitung berdasarkan metode
perhitungan IPCC Guidelines. / GHG emission values used to calculate GHG emission intensity includes emissions from transportation of products,
performed by external parties. The values are approximated using standard approach. Emission intensity for CPO and for PK are calculated based
on IPCC Guidelines calculation method.


Selain melakukan pengukuran emisi GRK Cakupan                             In addition to measure Scope 1 and Scope
1 dan 2, TPA juga mulai memperluas cakupan                                2 GHG emissions, TPA also started to expand
inventarisasi emisi GRK hingga ke Cakupan 3                               its GHG emissions inventory to include Scope 3.
(Scope 3). Langkah ini bertujuan untuk memberikan                         This measure aims to provide better picture of TPA’s
gambaran yang lebih menyeluruh mengenai jejak                             carbon footprint, including indirect emission sources
karbon TPA, termasuk sumber-sumber emisi tidak                            occurring outside TPA’s direct operational control but
langsung yang terjadi di luar kendali operasional                         still closely related to the company’s value chain.
langsung TPA namun tetap terkait erat dengan
rantai nilai perusahaan.

Berdasarkan hasil analisis materialitas emisi, TPA                        Based on the emissions materiality analysis, TPA
mengidentifikasi beberapa kategori utama yang                             identified several key measurable categories,
dapat diukur, yaitu:                                                      namely:
1. Pembelian Barang dan Jasa, yang mencakup                               1. Purchase of Goods and Services, including
   emisi tidak langsung dari aktivitas pengadaan                             indirect emissions from the Company’s goods
   barang dan jasa Perseroan;                                                and services procurement activities;
2. Aktivitas terkait Bahan Bakar dan Energi, yang                         2. Activities related to Fuel and Energy, including
   mencakup emisi tidak langsung dari aktivitas                              indirect emissions from energy activities outside
   energi di luar emisi yang telah diperhitungkan                            the unaccounted emissions under Scope 1 and
   pada Cakupan 1 dan Cakupan 2;                                             Scope 2;


                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                   147
Page 150
                           Agro-Ecological




3. Transportasi dan Distribusi Hulu, yaitu emisi dari                   3. Upstream Transportation and Distribution, namely
   kegiatan pengangkutan bahan baku dan input                              emissions from activities of transporting raw
   produksi menuju fasilitas operasional Perseroan;                        materials and production input to the Company’s
                                                                           operational facilities;
4. Perjalanan Dinas, yaitu emisi yang berasal dari                      4. Business Travel, namely emissions from employee
   perjalanan karyawan menggunakan moda                                    travel using land or air transportation modes; and
   transportasi darat maupun udara; serta
5. Perjalanan Harian Karyawan, yang mencerminkan                        5. Daily Employee Commute, showing emissions
   emisi dari aktivitas mobilitas karyawan menuju                          from employee mobility to and from the work
   dan dari lokasi kerja.                                                  location.

Pengukuran emisi Cakupan 3 ini dilakukan secara                         The measurement of Scope 3 emissions is done
bertahap dengan menggunakan pendekatan                                  gradually with activity-based approach and
berbasis data aktivitas (activity-based) dan faktor                     internationally recognized emission factors, such
emisi yang diakui secara internasional, seperti IPCC                    as IPCC and GHG Protocol. More information
dan GHG Protocol. Informasi mengenai emisi GRK                          regarding TPA’s Scope 3 GHG emissions is outlined
Cakupan 3 TPA diuraikan sebagai berikut:                                below:


Emisi GRK (Cakupan 3) Tidak Langsung Lainnya [GRI 305-3, 13.1.4]
Other indirect (Scope 3) GHG emissions
                                                  Satuan
             Sumber Emisi                                                    2025                         Emission Source
                                                   Unit
                                                 ton CO2eq
 Pembelian Barang dan Jasa                                                114.495,45                Procurement of Goods and Services
                                                tons CO2eq
                                                 ton CO2eq
 Barang Modal                                                               15.132,22                                     Capital Goods
                                                tons CO2eq
                                                 ton CO2eq
 Aktivitas terkait Bahan Bakar dan Energi                                   5.202,02                Activities related to Fuel and Energy
                                                tons CO2eq
                                                 ton CO2eq                                                 Upstream Transportation and
 Transportasi dan Distribusi Hulu                                            5.022,18
                                                tons CO2eq                                                                 Distribution
                                                 ton CO2eq                                              Downstream Transportation and
 Transportasi dan Distribusi Hilir                                           7.253,47
                                                tons CO2eq                                                                Distribution
                                                 ton CO2eq
 Limbah yang Dihasilkan dalam Operasi                                            7,36                    Waste Generated in Operations
                                                tons CO2eq
                                                 ton CO2eq
 Perjalanan Dinas                                                             164,09                                      Business Travel
                                                tons CO2eq
                                                 ton CO2eq
 Perjalanan Harian Karyawan                                                   208,38                          Employee Daily Commute
                                                tons CO2eq
                                                 ton CO2eq
 Total Emisi GRK Cakupan 3                                                 147.485,13                      Total GHG Emissions Scope 3
                                                tons CO2eq

Catatan / Notes :
Perseroan baru melakukan pengukuran emisi GRK Cakupan 3 sejak tahun 2025. / The Company only began measuring Scope 3 GHG emissions in 2025.




Inisiatif Reduksi Emisi [POJK F.12]                                     Emission Reduction Initiative [POJK F.12]
[GRI 305-5, 13.1.6]                                                     [GRI 305-5, 13.1.6]


TPA terus memperkuat pengurangan emisi GRK                              TPA continues to strengthen GHG emission reductions
melalui inovasi, pemanfaatan energi alternatif, dan                     through innovation, the utilization of alternative
efisiensi operasional. Cangkang dan serat kelapa                        energy, and operational efficiency. Palm kernel
sawit dioptimalkan sebagai bahan bakar boiler untuk                     shells and fiber are optimized as boiler fuel to reduce
menekan penggunaan genset berbahan bakar solar                          the use of diesel-fueled generators and lower CO2
dan mengurangi emisi CO2. Seluruh operasional                           emissions. All diesel-based operations also utilize
berbasis diesel juga menggunakan biodiesel B40                          B40 biodiesel in accordance with the national energy
sesuai kebijakan energi nasional. Upaya mitigasi                        policy. Greenhouse gas (GHG) mitigation efforts
GRK juga dilakukan melalui pengoperasian BPP yang                       are also carried out through the operation of the
beroperasi efektif sejak awal tahun 2025. Fasilitas BPP                 Biogas Power Plant (BPP), which has been operating




148      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 151
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                              PT Teladan Prima Agro Tbk




ini sekaligus sebagai Methane Capture kemudian              effectively since early 2025. This BPP facility also
mengkonversi gas metana menjadi energi listrik.             serves as a methane capture system, converting
                                                            methane gas into electrical energy.

Sepanjang 2025, TPA berhasil menurunkan emisi GRK           Throughout 2025, TPA successfully reduced Scope
Cakupan 1 sebesar 67.750 ton CO2eq, mencerminkan            1 GHG emissions by 67,750 tons of CO2eq, reflecting
efektivitas diversifikasi energi terbarukan.                the effectiveness of renewable energy diversification.


  Reduksi Emisi (Cakupan 1)
  Emission Reduction (Scope 1)                                                          67.750
  [POJK F.12] [GRI 305-5, 13.1.6]
  (ton CO2eq / tons CO2eq)




      Biogas                                                                   8.580
                                                                     8.657
      Biomassa

                                                                    2023       2024      2025




Di sisi lain, TPA meningkatkan efisiensi energi dan         On the other hand, TPA improves energy efficiency
menekan emisi melalui perawatan rutin peralatan             and reduces emissions through routine maintenance
mill dan kebun agar beroperasi optimal, sehingga            of mill and plantation equipment to ensure optimal
mengurangi konsumsi energi dan emisi GRK. Budaya            operations, thereby reducing energy consumption
keberlanjutan juga diperkuat melalui edukasi internal       and GHG emissions. A culture of sustainability is
yang mendorong penghematan energi, pemilahan                also strengthened through internal education that
sampah, dan daur ulang.                                     encourages energy conservation, waste segregation,
                                                            and recycling.

Melalui inisiatif ini, TPA menargetkan reduksi emisi        Through these initiatives, TPA targets measurable
secara terukur sekaligus memperkuat komitmennya             emission reductions while reinforcing its commitment
terhadap mitigasi perubahan iklim yang selaras              to climate change mitigation in alignment with
dengan standar keberlanjutan nasional.                      national sustainability standards.



Komitmen Menuju Net Zero Emission                           Commitment Toward Net Zero Emissions

Inisiatif penurunan emisi GRK merupakan bagian              The GHG emission reduction initiatives form part of
dari komitmen TPA mendukung agenda global                   TPA’s commitment to supporting the global climate
perubahan iklim, termasuk target Net Zero Emission          change agenda, including the national Net Zero
2060 nasional. Komitmen ini diintegrasikan                  Emission 2060 target. This commitment is integrated
dalam operasional dan rantai pasok, sekaligus               into operations and the supply chain, while ensuring
memastikan kepatuhan terhadap regulasi nasional             compliance with national and international
dan internasional melalui penerapan praktik terbaik         regulations through the implementation of industry
industri untuk menekan emisi secara berkelanjutan.          best practices to sustainably reduce emissions.

Melalui komitmen ini, TPA memperkuat daya saing             Through this commitment, TPA enhances its
sekaligus berkontribusi pada transisi menuju                competitiveness while contributing to the transition
ekonomi rendah karbon. Upaya berkelanjutan                  toward a low-carbon economy. These ongoing
tersebut ditujukan untuk memastikan keberlanjutan           efforts are intended to ensure business sustainability
bisnis yang memberi manfaat jangka panjang bagi             that delivers long-term benefits for the environment,
lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang.             communities, and future generations.




                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report     149
Page 152
                           Agro-Ecological




Emisi GRK dan Bahan Lain                                               GHG Emissions and Other Materials
[GRI 305-6, 305-7, 13.1.7, 13.1.8]                                     [GRI 305-6, 305-7, 13.1.7, 13.1.8]


Selain memperkuat program reduksi emisi GRK, TPA                       In addition to strengthening its GHG emission
memastikan tidak menggunakan material yang                             reduction program, TPA ensures that it does not
berpotensi merusak ozon. Namun, operasional                            use materials that have the potential to damage
agribisnis tetap berpotensi menghasilkan emisi                         the ozone layer. However, agribusiness operations
lain seperti NOx, SOx, dan particulate matter (PM),                    may still generate other emissions such as NOx, SOx,
terutama dari pembakaran bahan bakar pada                              and particulate matter (PM), particularly from fuel
boiler, generator, dan kendaraan operasional. Oleh                     combustion in boilers, generators, and operational
karena itu, TPA mengelola emisi non-GRK secara                         vehicles. Therefore, TPA manages non-GHG emissions
terukur untuk memastikan seluruh pelepasan tetap                       in a measurable manner to ensure that all releases
memenuhi ambang batas regulasi lingkungan.                             remain within environmental regulatory thresholds.

TPA terus meningkatkan efisiensi energi untuk                          TPA continues to enhance energy efficiency to
menekan emisi NOx dan SOx. Pemanfaatan biomassa                        reduce NOx and SOx emissions. The utilization of
berupa cangkang dan serat kelapa sawit sebagai                         biomass in the form of palm kernel shells and fiber
bahan bakar boiler terbukti menurunkan intensitas                      as boiler fuel has been proven to lower emission
emisi dibandingkan bahan bakar fosil, sekaligus                        intensity compared to fossil fuels, while supporting
mendukung strategi dekarbonisasi dan perlindungan                      the decarbonization strategy and the protection of
kesehatan serta lingkungan.                                            public health and the environment.

TPA melakukan perhitungan dan pemantauan                               TPA conducts calculation and monitoring of emission
beban emisi di seluruh unit pengolahan sesuai                          loads across all processing units in accordance with
pedoman teknis. Pengukuran dilakukan secara                            technical guidelines. Measurements are carried
berkala melalui uji cerobong dan uji emisi kendaraan,                  out periodically through stack testing and vehicle
serta dilaporkan secara transparan kepada instansi                     emission testing, and are reported transparently to
terkait. Informasi beban emisi rata-rata mill TPA                      the relevant authorities. Information on the average
selama 3 tahun terakhir disajikan sebagai berikut:                     emission load of TPA’s mill over the past three years
                                                                       is presented as follows:



                                                             Beban Emisi
                                                            Emissions Load
                                                              (mg/Nm3)

                                     Nitrogen Oksida /          Partikulat /           Sulfur Dioksida /
                                      Nitrogen Oxides         Particulate (PM)        Sulfur Dioxide (SOx)
                                           (NOx)


                                                   443,8




                                                                                                      41,5
                                            86,5
                                                                           33,0
                                     55,9                            7,9                        6,5
                                                              7,5                       2,2


                                                     2023           2024            2025




150       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 153
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                   PT Teladan Prima Agro Tbk




Berkomitmen pada Kepatuhan Lingkungan                                                                     [POJK F.16]

Committed to Environmental Compliance


Kepatuhan terhadap regulasi lingkungan menjadi                  Compliance with environmental regulations forms
dasar TPA dalam menjaga keberlanjutan usaha                     the foundation for TPA in maintaining business
dan kelestarian ekosistem. Seluruh kebijakan dan                sustainability and ecosystem preservation. All policies
operasional dijalankan sesuai peraturan di Indonesia,           and operations are conducted in accordance with
mencakup pengelolaan limbah, pengendalian                       prevailing regulations in Indonesia, covering waste
emisi, pemanfaatan energi, dan perlindungan                     management, emission control, energy utilization,
keanekaragaman hayati, sebagai wujud tanggung                   and biodiversity protection, as a manifestation of
jawab hukum dan komitmen lingkungan serta sosial.               legal responsibility as well as environmental and
                                                                social commitment.

Dalam implementasinya, TPA membangun sistem                     In its implementation, TPA established strict
pemantauan dan evaluasi lingkungan yang                         environmental monitoring and evaluation system,
ketat, didukung oleh alokasi sumber daya dan                    backed by adequate resource and budget allocation.
anggaran yang memadai. Program lingkungan                       The environment program conducted include
yang dilaksanakan meliputi pengelolaan limbah                   the management of liquid and solid waste,
cair dan padat, pengurangan emisi GRK, efisiensi                GHG emission reduction, energy efficiency, and
energi, hingga penerapan ekonomi sirkular. Seluruh              the implementation of circular economy. All of
upaya ini dijalankan dengan prinsip continuous                  these efforts are carried out under the continuous
improvement agar kinerja lingkungan perusahaan                  improvement principle to ensure the increasing
terus meningkat dan memberikan dampak positif                   company       environmental      performance      and
yang berkelanjutan. Adapun biaya pengelolaan                    delivering sustainable positive impact. Environmental
lingkungan yang telah direalisasikan TPA sepanjang              management expenditures realized by TPA in
3 tahun terakhir diuraikan sebagai berikut:                     the past 3 years are outlined in the below table:


Biaya Program Lingkungan [POJK F.4]
Environmental Programs Expenditures
                                                                                     (dalam jutaan Rupiah / in million Rupiah)

              Kegiatan               2025            2024                2023                     Activities
Perizinan                             430                 103              52                                           Legal
Pemantauan Lingkungan               4.460            2.917               2.644                   Environment Monitoring
Pengelolaan Limbah B3                 826             263                 390                     B3 Waste Management
Sertifikasi                          1.660            889                 825                                  Certification
Penilaian HCV                        1.099            266                  53                            HCV Assessment
Pemantauan Keanekaragaman                                                                       Biodiversity Monitoring in
                                      588                 777              777
Hayati di Areal HCV                                                                                            HCV Areas
Total                               9.064            5.215               4.761                                          Total

Atas komitmen pengelolaan lingkungan, TPA                       For its commitment to environmental management,
meraih PROPER Nasional untuk 3 Entitas Anak dan                 TPA obtained the National PROPER rating for three
PROPER Daerah untuk 5 Entitas Anak. Capaian                     Subsidiaries and the Regional PROPER rating for five
ini mencerminkan kepatuhan terhadap standar                     Subsidiaries. This achievement reflects compliance
regulator dan konsistensi praktik operasional yang              with regulatory standards and the consistency
ramah lingkungan, tanpa ada Entitas Anak di bawah               of environmentally friendly operational practices,
kategori PROPER Biru. Sejak akhir 2022, seluruh Entitas         with no Subsidiaries falling below the Blue PROPER
Anak juga telah tersertifikasi ISPO sebagai bukti               category. Since the end of 2022, all Subsidiaries have
penerapan praktik agronomi dan bisnis kelapa sawit              also been certified under ISPO as evidence of the
yang bertanggung jawab.                                         implementation of responsible agronomic practices
                                                                and palm oil business practices.

Sepanjang 2025, tidak terdapat pengaduan                        Throughout 2025, there were no public complaints
masyarakat terkait kinerja lingkungan di sekitar                related to environmental performance in the areas
wilayah operasi TPA.                                            surrounding TPA’s operational sites.

                                                          Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report               151
Page 154
Socio-Territorial                                        [GRI 3-3:401, 3-3:403, 3-3:404,
3-3:405, 3-3:413, 3-3:414]




152   Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 155
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                               PT Teladan Prima Agro Tbk




Pilar Socio-territorial menjadi dasar implementasi          The Socio-territorial Pillar serves as the foundation for
tanggung jawab sosial dan ketenagakerjaan TPA,              the implementation of TPA’s social and employment
dengan memastikan kepatuhan terhadap standar                responsibilities, by ensuring compliance with
dan regulasi serta penciptaan nilai tambah bagi             standards and regulations as well as the creation
karyawan dan masyarakat. TPA memandang                      of added value for employees and the community.
karyawan sebagai penggerak utama keberlanjutan              TPA views employees as the main drivers of business
usaha, sehingga menyediakan lingkungan kerja                sustainability; therefore, it provides a healthy, safe,
yang sehat, aman, dan bebas diskriminasi, disertai          and discrimination-free working environment,
remunerasi dan manfaat yang kompetitif. Jaminan             accompanied by competitive remuneration and
kesehatan, perlindungan sosial, serta peluang               benefits. Health insurance, social protection, and
pengembangan karier turut diberikan untuk                   career development opportunities are also provided
memperkuat kompetensi, menjaga produktivitas,               to strengthen competencies, maintain productivity,
dan meningkatkan kesejahteraan jangka panjang.              and enhance long-term welfare.

Bagi masyarakat, TPA menghadirkan dampak                    For the community, TPA delivers positive impact
positif melalui program pemberdayaan ekonomi,               through economic empowerment, welfare, and
kesejahteraan, dan pendidikan guna memperkuat               education programs to strengthen socio-economic
ketahanan sosial-ekonomi di sekitar wilayah                 resilience in areas surrounding its operations.
operasional. Inisiatif ini mencakup penciptaan              These initiatives include job creation, skills training,
lapangan kerja, pelatihan keterampilan, dukungan            educational support, as well as the empowerment
pendidikan, serta pemberdayaan petani plasma                of plasma and independent smallholders to
dan swadaya agar terintegrasi dalam rantai pasok            integrate them into a sustainable supply chain.
berkelanjutan. TPA juga berkolaborasi dengan                TPA also collaborates with local governments and
pemerintah daerah dan pemangku kepentingan                  stakeholders to ensure that the programs are
untuk memastikan program berjalan relevan, efektif,         implemented in a relevant, effective, and sustainable
dan berkelanjutan.                                          manner.

Dengan melibatkan karyawan dan masyarakat                   By fostering inclusive and equitable engagement with
sekitar secara seimbang, TPA berupaya membangun             employees and surrounding communities, TPA seeks
sistem sosial yang tangguh sekaligus menegaskan             to build a resilient social system while reinforcing
perannya sebagai perusahaan yang bertanggung                its role as a responsible company. Guided by the
jawab.     Berlandaskan     pilar  Socio-territorial,       Socio-Territorial pillar, TPA fosters collaboration with
TPA menumbuhkan kolaborasi dengan para                      stakeholders, cultivates harmonious relationships,
pemangku kepentingan, membangun hubungan                    and delivers sustainable contributions to shared
yang harmonis, serta menghadirkan kontribusi                prosperity.
berkelanjutan bagi kesejahteraan bersama.




                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report        153
Page 156
                            Socio-Territorial




Praktik Ketenagakerjaan Berkelanjutan dalam
Mendorong Peningkatan Kesejahteraan dan
Produktivitas                  [GRI 3-3:401]

Sustainable Employment Practices in Promoting Welfare and Productivity



       “Bagi TPA, keberlanjutan berakar pada kekuatan sumber daya manusia. Sepanjang 2025,
       fokus diarahkan pada pengembangan kompetensi, kepemimpinan, dan kesejahteraan untuk
       membangun tenaga kerja yang produktif dan bernilai.”
       “For TPA, sustainability is rooted in the strength of human resources. Throughout 2025, the focus
       was directed toward competency development, leadership, and welfare to build a productive and
       value-driven workforce.”




TPA    memandang        karyawan    sebagai     aset       TPA views employees as primary assets and key
utama     dan    pemangku     kepentingan      kunci       stakeholders in driving sustainable growth. Their
dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan.                 contributions support operational performance
Kontribusi mereka mendukung kinerja operasional            while strengthening the local economy and
sekaligus memperkuat ekonomi lokal dan rantai              sustainable supply chain. Therefore, employment
pasok berkelanjutan. Oleh karena itu, praktik              practices constitute a priority, covering recruitment,
ketenagakerjaan     menjadi    prioritas,    meliputi      retention, career development, welfare, competitive
perekrutan,    retensi,   pengembangan        karier,      remuneration, and the implementation of equality
kesejahteraan,    remunerasi     kompetitif,   serta       and diversity principles.
penerapan prinsip kesetaraan dan keberagaman.

TPA menerapkan tata kelola ketenagakerjaan yang            TPA implements fair and responsible employment
adil dan bertanggung jawab sesuai peraturan                governance in accordance with prevailing laws
perundang-undangan, rekomendasi ILO, dan                   and regulations, ILO recommendations, and best
praktik terbaik industri kelapa sawit. Pendekatan ini      practices in the palm oil industry. This approach
memastikan setiap pekerja memperoleh perlakuan             ensures that every worker receives fair and inclusive
yang adil, inklusif, serta sesuai hak dan kewajibannya.    treatment, in line with their rights and obligations.
Dengan menempatkan pekerja sebagai mitra                   By positioning workers as strategic partners, TPA
strategis, TPA menciptakan lingkungan kerja yang           creates a productive, healthy, and safe working
produktif, sehat, dan aman untuk mendukung                 environment to support welfare and sustainable
kesejahteraan dan kinerja berkelanjutan.                   performance.

Sepanjang tahun 2025, TPA menjalankan serangkaian          Throughout 2025, TPA implemented a series of
inisiatif strategis pengelolaan sumber daya manusia        strategic human resource management initiatives
guna memastikan ketersediaan talenta unggul serta          to ensure the availability of excellent talent and
peningkatan kompetensi berkelanjutan di seluruh            continuous competency development across all work
unit kerja. Program-program tersebut difokuskan            units. These programs were focused on leadership
pada penguatan kepemimpinan, pengembangan                  strengthening, talent development, corporate culture
talenta, pembentukan budaya perusahaan, serta              establishment, as well as enhancement of technical
peningkatan kapabilitas teknis dan kinerja individu.       capabilities and individual performance.

Dalam pengembangan kepemimpinan dan suksesi,               To strengthen leadership development and succession
TPA menerapkan Talent Management untuk                     planning, TPA implements Talent Management to
menyiapkan suksesor posisi strategis, memperkuat           prepare successors for strategic roles, reinforces its
kaderisasi melalui Management Training, serta              leadership pipeline through Management Training,
meningkatkan kapasitas kepemimpinan melalui                and enhances leadership capacity through the
Teladan Leadership Development Program (TLDP).             Teladan Leadership Development Program (TLDP).




154     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 157
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                  PT Teladan Prima Agro Tbk




Retensi dan pengembangan talenta dilakukan                     Talent retention and development are carried out
melalui program bagi karyawan berpotensi tinggi,               through programs for high-potential employees,
penerapan Competency Based Human Resources                     the implementation of Competency Based Human
Management (CBHRM) di seluruh jenjang, serta                   Resources Management (CBHRM) at all levels, as
sertifikasi profesi perkebunan kelapa sawit yang               well as palm oil plantation professional certification
difasilitasi BNSP sesuai SKKNI.                                facilitated by BNSP in accordance with SKKNI.

Dalam aspek budaya organisasi, TPA memperkuat                  In terms of organizational culture, TPA strengthens the
internalisasi nilai TELADAN melalui standarisasi               internalization of TELADAN values through operational
operasional dan evaluasi berkala melalui Teladan               standardization and periodic evaluation through the
Culture     Fit  Assessment       guna  memastikan             Teladan Culture Fit Assessment to ensure alignment
keselarasan di setiap level. Kapabilitas inovasi dan           at every level. Innovation capability and performance
kinerja ditingkatkan melalui Teladan Innovation &              are enhanced through the Teladan Innovation &
Improvement Awards (TIIAs), evaluasi kinerja individu,         Improvement Awards (TIIAs), individual performance
serta coaching berkala untuk mendorong efektivitas,            evaluations, and periodic coaching to promote
akuntabilitas, dan produktivitas.                              effectiveness, accountability, and productivity.



Strategi Rekrutmen Tenaga Kerja                                Workforce Recruitment Strategies to
untuk Menjaga Retensi dan Stabilitas                           Maintain Retention and Work Climate
Iklim Kerja [GRI 3-3:401]                                      Stability [GRI 3-3:401]

TPA merancang proses rekrutmen secara terstruktur              TPA designed a structured recruitment process
untuk menjamin kesinambungan operasional                       to ensure operational continuity while nurturing
sekaligus mendukung pertumbuhan usaha. Proses                  its business growth. This process is started with
ini dilakukan melalui MPP, yang disusun oleh setiap            MPP, set out by each work unit and approved
unit kerja dan mendapat persetujuan Manajemen.                 by Management. The MPP is prepared by considering
Penyusunan MPP ini mempertimbangkan berbagai                   multiple factors, such as employee turnover rates,
faktor, seperti tingkat perputaran karyawan, proyeksi          business expansion projections, and demographic
ekspansi bisnis, hingga tren demografi tenaga kerja.           trends of the workforce.

TPA memprioritaskan rekrutmen internal untuk                   TPA prioritizes internal recruitment to encourage
mendorong mobilitas karier dan optimalisasi talenta.           career     mobility    and      talent     optimization.
Program Management Trainee di training center                  The Management Trainee program at the training
menjadi jalur utama pembentukan calon pemimpin,                center serves as the primary pathway for developing
sementara rekrutmen eksternal difokuskan pada                  future leaders, while external recruitment is focused
posisi dengan keahlian spesifik. Seleksi dilakukan             on positions requiring specific expertise. The selection
melalui psikotes dan culture fit assessment berbasis           process is conducted through psychological testing
DISC profile untuk memastikan keselarasan dengan               and culture fit assessments based on the DISC profile
tujuh nilai utama Teladan.                                     to ensure alignment with TPA’s seven core values of
                                                               Teladan.

Prinsip inklusivitas dan non-diskriminasi diterapkan           The principles of inclusivity and non-discrimination
dalam seluruh proses, tanpa membedakan suku,                   are applied throughout the entire process, without
agama, ras, kebangsaan, gender, kondisi fisik,                 distinction of ethnicity, religion, race, nationality,
status sosial, maupun pandangan politik. TPA juga              gender, physical condition, social status, or political
membuka peluang bagi generasi muda melalui                     views. TPA also provides opportunities for young
partisipasi aktif dalam job fair universitas. Batas usia       generations through active participation in university
minimum 18 tahun diberlakukan sesuai ketentuan                 job fairs. A minimum age requirement of 18 years
hukum untuk mencegah pekerja anak dan                          is enforced in accordance with legal provisions
menjunjung prinsip HAM sesuai KSL poin 5.                      to prevent child labor and uphold human rights
                                                               principles in line with KSL point 5.

Sepanjang 2025, TPA merekrut 71 karyawan untuk                 Throughout 2025, TPA recruited 71 employees to fill
mengisi posisi baru dan pengganti, mencakup                    new and replacement positions, covering staff and
level staf dan workers, dengan tingkat rekrutmen               workers levels, with a recruitment rate of 10.04%.




                                                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report       155
Page 158
                               Socio-Territorial




sebesar 10,04%. Strategi ini mendukung kebutuhan           This strategy supports operational needs while
operasional sekaligus membuka peluang kerja,               creating employment opportunities, particularly for
khususnya bagi fresh graduates. Informasi lebih            fresh graduates. Further information regarding the
lanjut mengenai rekrutmen staf dan workers                 recruitment of staff and workers is presented as
diuraikan sebagai berikut:                                 follows:


Rekrutmen Karyawan Staf dan Workers (Non-Staf) [GRI 401-1]
Staffs and Workers (Non-Staffs)-Level Recruitment
           Rekrutmen Karyawan Staf dan Workers (Non-Staf) berdasarkan Gender
           Staffs and Workers (Non-Staffs)-Level Recruitment by Gender

                   4
                                                                                    2024         2023
                                                   Pria
                                                                                     66            64
                                                   Male
                   2025                            Wanita
                                                                                           1        -
                       Total                       Female

                        71                         Total                             67            64




                               67


           Rekrutmen Karyawan Staf dan Workers (Non-Staf) berdasarkan Kelompok Usia
           Staffs and Workers (Non-Staffs)-Level Recruitment by Age Group

                   2
                                                                                    2024         2023
                                                   Usia di Bawah 30 Tahun
                                                                                     20           34
      23                                           Under 30 Years Old
                   2025                            Usia 30 – 50 Tahun
                                                                                     47           29
                       Total                       30 – 50 Years Old

                        71                         Usia di Atas 50 Tahun
                                                                                      -             1
                                                   Above 50 Years Old
                                         46
                                                   Total                             67           64




           Rekrutmen Karyawan Staf dan Workers (Non-Staf) berdasarkan Wilayah
           Staffs and Workers (Non-Staffs)-Level Recruitment by Region


                                                                                    2024         2023

                                    17             Jakarta                            11          22

                                                   Kutai Kartanegara                  3            2
                   2025                            Paser                              2            8
                                          1
                       Total
       41                                 1        Samarinda                          2            5
                        71               5
                                                   Berau                              11           3
                                                   Kutai Timur
                                    6                                                38           24
                                                   East Kutai
                                                   Total                             67           64




156    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 159
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                PT Teladan Prima Agro Tbk




Dalam menjaga retensi dan stabilitas iklim                   In maintaining employee retention and workplace
kerja, TPA menyadari bahwa employee turnover                 stability, TPA recognizes that employee turnover
menjadi tantangan utama di industri kelapa sawit             remains a key challenge in the palm oil industry due
karena berdampak langsung pada keberlanjutan                 to its direct impact on operational sustainability.
operasional. Tingginya turnover meningkatkan biaya           High turnover increases recruitment and training
rekrutmen dan pelatihan, menurunkan produktivitas,           costs, reduces productivity, and may disrupt
serta berpotensi mengganggu stabilitas kerja. Faktor         workforce stability. Contributing factors include
pemicu meliputi lokasi kebun di area terpencil,              remote plantation locations, limited facilities, workload
keterbatasan fasilitas, beban kerja, hingga persepsi         pressures, and perceptions of less competitive
kompensasi yang kurang kompetitif.                           compensation.

Dampak tersebut memengaruhi kinerja jangka                   These impacts affect short-term performance, work
pendek, kualitas kerja, dan pencapaian produktivitas.        quality, and productivity achievement. Repeated
Biaya rekrutmen berulang dan waktu adaptasi                  recruitment costs and the adaptation period for new
karyawan baru menegaskan bahwa retensi                       employees emphasize that retention is a strategic
merupakan prioritas strategis dalam pengelolaan              priority in human resources management.
sumber daya manusia.

Untuk    mengatasi    tantangan   tersebut, TPA              To address these challenges, TPA implements
menerapkan strategi retensi melalui onboarding               retention strategies through structured onboarding,
terstruktur, jalur karier yang jelas, pelatihan              clear career paths, continuous training, as well as
berkelanjutan, serta kompensasi dan benefit                  competitive compensation and benefits. These
yang kompetitif. Program ini didukung kebijakan              programs are supported by welfare policies such
kesejahteraan seperti bonus berbasis kinerja,                as performance-based bonuses, health benefits,
tunjangan kesehatan, fasilitas perumahan, dan                housing facilities, and educational support for
dukungan pendidikan bagi anak karyawan.                      employees’ children.

TPA juga memberikan penghargaan masa kerja bagi              TPA also grants long-service awards to employees
karyawan dengan masa pengabdian 10, 15, hingga               with 10, 15, and up to 20 years of service as a form of
20 tahun sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas dan         appreciation for loyalty and dedication.
dedikasi.

TPA juga mengutamakan employee engagement                    TPA also prioritizes employee engagement by
melalui     pelibatan     karyawan     dalam    proses       involving them in the decision-making processes
pengambilan keputusan dan forum komunikasi                   and regular communication forums, allowing
rutin, sehingga aspirasi karyawan dapat tersalurkan          employees aspirations to be channeled. It creates
dengan baik. Hal ini menciptakan sense of belonging          a sense of belonging and fostering a healthier, more
dan menumbuhkan iklim kerja yang lebih sehat                 inclusive work environment. Social, religious, sports
serta inklusif. Aktivitas sosial, keagamaan, olahraga,       activities and work community development are also
dan pembinaan komunitas kerja juga menjadi                   part of efforts to build a sense of belonging among
bagian dari upaya membangun sense of belonging               employees. With these comprehensive efforts, TPA is
di antara karyawan. Melalui upaya menyeluruh ini,            able to reduce employee turnover, enhance loyalty
TPA mampu menekan angka perputaran karyawan,                 and job satisfaction.
memperkuat loyalitas, dan kepuasan kerja.

Sepanjang tahun 2025, sebanyak 46 karyawan                   Throughout 2025, a total of 46 employees left TPA
meninggalkan TPA karena berbagai alasan. TPA                 for various reasons. TPA recorded the total number
mencatat total karyawan yang meninggalkan                    of employees resigned in 2025 from positions
pekerjaan mereka pada 2025 untuk posisi-posisi               categorized as staff and workers (non-staff).
yang dikategorikan sebagai staf dan workers                  As a result, the employee turnover rate for staff
(non-staf). Dengan demikian, tingkat perputaran              and non-staff levels during the same period was
karyawan tingkat staf dan workers (non-staf)                 6.51% (including employee turnover within TPA and
pada periode yang sama adalah 6,51% (mencakup                Associated Companies). More detailed information
perputaran karyawan di lingkup TPA dan Perusahaan            regarding the turnover of staff and workers
Asosiasi). Informasi lebih lengkap mengenai                  (non-staff) is outlined below:
perputaran karyawan di level staf dan workers
(non-staf) diuraikan sebagai berikut:


                                                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report        157
Page 160
                              Socio-Territorial




Perputaran Karyawan Staf dan Workers (Non-Staf) [GRI 401-1]
Staff and Workers (Non-Staffs)-Level Turnover Rate
      Perputaran Karyawan Staf dan Workers (Non-Staf) berdasarkan Gender
      Staffs and Workers (Non-Staffs)-Level Turnover by Gender



                                                                           2024   2023
                                                  Pria
       17                                                                  40     60
                                                  Male
                     2025                         Wanita
                                                                            3      9
                     Total                        Female

                     46                           Total                    43     69
                                    29




      Perputaran Karyawan Staf dan Workers (Non-Staf) berdasarkan Kelompok Usia
      Staffs and Workers (Non-Staffs)-Level Turnover by Age Group


            7
                                   12                                      2024   2023
                                                  Usia di Bawah 30 Tahun
                                                                             7    24
                     2025                         Under 30 Years Old
                                                  Usia 30 – 50 Tahun
                     Total                                                  27     10
                                                  30 – 50 Years Old
                     46                           Usia di Atas 50 Tahun
                                                                            9     35
                                                  Above 50 Years Old

                                                  Total                    43     69
                27




      Perputaran Karyawan Staf dan Workers (Non-Staf) berdasarkan Wilayah
      Staffs and Workers (Non-Staffs)-Level Turnover by Region



                                                                           2024   2023
                              4
                                                  Jakarta                   4      13

                                     6            Kutai Kartanegara          -     3

                     2025                         Paser                      -     6
      21
                     Total               4
                     46                           Samarinda                 4      4


                                   5              Berau                     6      5

                                                  Kutai Timur
                          6                                                29     38
                                                  East Kutai

                                                  Total                    43     69




158   Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 161
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                             PT Teladan Prima Agro Tbk




        Penghentian Status Karyawan Staf dan Workers (Non-Staf)
        Termination of Staffs and Workers (Non-Staffs)-Level Employee Status


                    Pria
                    Male                                                              2024         2023
              5                                     Permintaan Pribadi
                                                                                       20            24
                                                    Personal Request
                                                    Pendisiplinan
                                                                                        -            14
        1                                           Disciplinary
                    2025                            Meninggal Dunia                     -             2
                    Total                           Deceased
                     29                             Pensiun                             5             6
                                                    Retirement
                                                    Pensiun Dini                        -             -
                              23                    Early Retirement
                                                    Lain-Lain                          15            14
                                                    Others
                                                    Total                              40           60



                   Wanita
                   Female                                                             2024         2023
                              17                    Permintaan Pribadi
                                                                                        3             9
                                                    Personal Request
                                                    Pendisiplinan
                                                                                        -             -
                                                    Disciplinary
                    2025                            Meninggal Dunia                     -             -
                    Total                           Deceased
                     17                             Pensiun                             -             -
                                                    Retirement
                                                    Pensiun Dini                        -             -
                                                    Early Retirement
                                                    Lain-Lain                           -             -
                                                    Others
                                                    Total                               3             9




Keseimbangan Remunerasi                                     Balanced Remuneration Improving
Meningkatkan Kesejahteraan                                  Employee Welfare [GRI 3-3:202, 13.21.1]
Karyawan [GRI 3-3:202, 13.21.1]

TPA menempatkan kesejahteraan karyawan sebagai              TPA places employee welfare as a fundamental pillar
salah satu fondasi utama dalam mendorong                    in driving productivity and business sustainability.
produktivitas dan keberlanjutan bisnis. Komitmen            This commitment is realized through the
ini diwujudkan melalui penerapan kebijakan                  implementation of fair, proportional, and transparent
remunerasi yang adil, proporsional, dan transparan          remuneration policies in compliance with applicable
sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang                labor regulations. Compensation is determined
berlaku.    Remunerasi      diberikan    berdasarkan        based on position, expertise, performance, and
jabatan, keahlian, kinerja, serta perilaku kerja yang       demonstrated work behavior, reflecting merit-based
ditunjukkan karyawan, sehingga mencerminkan                 principles while fostering a healthy and professional
prinsip meritokrasi sekaligus mendorong budaya              work culture.
kerja yang sehat dan profesional.

Untuk mendukung kesejahteraan jangka panjang,               To support long-term employee welfare, TPA
TPA menerapkan program benefit karyawan                     implements a comprehensive benefits program
yang   komprehensif, mencakup    perlindungan               covering health protection, performance-based




                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report    159
Page 162
                              Socio-Territorial




kesehatan, kenaikan upah berbasis kinerja, serta                   salary increases, and career development through
pengembangan karier melalui pendidikan, pelatihan,                 education, training, and structured promotions.
dan promosi berjenjang. Pendekatan ini membuka                     This approach provides equal development
peluang pengembangan yang setara sekaligus                         opportunities while ensuring fair recognition of each
memastikan apresiasi yang adil atas kontribusi                     employee’s contribution.
setiap karyawan.

Informasi lebih lengkap mengenai fasilitas-fasilitas               Further details on the benefits provided to TPA
yang diberikan kepada karyawan TPA dalam rangka                    employees to support their well-being are described
mendukung kesejahteraan mereka diuraikan                           below:
sebagai berikut:



            Kebijakan Upah Minimum dan Kenaikan Gaji
            Minimum Wage Policy and Salary Increases

            Kami menetapkan upah minimum berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku di daerah maupun
            nasional. Kenaikan gaji dilakukan mengacu kepada kinerja karyawan.
            We set the minimum wage based on applicable regional and national regulations. Salary increases are
            implemented based on employee performance.




            Tunjangan Kesehatan dan Jaminan Sosial
            Health Benefits and Social Security

            Kami menyediakan tunjangan kesehatan melalui program BPJS Kesehatan. Adapun Jaminan Kecelakaan
            Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
            Selain itu, pada level staf ditambahkan fasilitas tunjangan selain dari BPJS Kesehatan.
            We provide health benefits through the BPJS Kesehatan program. Additionally, Work Accident Insurance,
            Death Insurance, Old Age Security, and Pension Insurance are covered through the BPJS Ketenagakerjaan
            program. Furthermore, for staff-level employees, additional health benefits are provided beyond BPJS
            Kesehatan.




            Permukiman Karyawan
            Employee Housing

            Wilayah operasional umumnya berada di remote area, oleh karena itu kami menyediakan fasilitas
            permukiman karyawan yang dilengkapi dengan perumahan, klinik, sarana olahraga, jaringan air, jaringan
            listrik, dan sarana peribadahan. TPA juga memastikan kebutuhan primer karyawan dapat terpenuhi, salah
            satunya kebutuhan sumber air bersih. Program pembangunan sumur bor dan penyediaan filter air menjadi
            bagian dari upaya memastikan ketersediaan air layak konsumsi.
            Since our operational areas are generally located in remote areas, we provide employee housing facilities
            equipped with residences, clinics, sports facilities, water and electricity networks, as well as places of worship.
            TPA also ensures employees’ primary needs are met, for example access to clean water. The construction of
            bore wells and provision of water filter program are some of the efforts to ensure the availability of potable water.




            Program Koperasi Karyawan
            Employee Cooperative Program

            TPA memperkuat koperasi karyawan dengan memberikan subsidi agar harga kebutuhan pokok kompetitif
            dibanding pasar luar kebun. Melalui koperasi ini, karyawan didorong untuk menabung dan meningkatkan
            literasi finansial.
            TPA strengthens its employee cooperative via subsidies, allowing competitive pricing of essential goods
            compared to markets outside the estate. Through the cooperative, employees are encouraged to save and
            improve financial literacy.




160    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 163
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                      PT Teladan Prima Agro Tbk




            Pemberian Cuti
            Leave Policy

            Pemberian hak cuti sekurang-kurangnya mengacu kepada peraturan perundangan-undangan yang
            berlaku. Kami memberikan cuti tahunan, cuti haid, cuti paternal, dan cuti ibadah haji. TPA memberikan
            hak cuti tahunan selama 12 hari kerja bagi setiap karyawan, dengan fleksibilitas untuk menggabungkan
            jatah cuti hingga 2 tahun berturut-turut sehingga total menjadi 24 hari kerja. Kebijakan ini dirancang dalam
            rangka memberikan ruang bagi karyawan untuk beristirahat dan berkumpul lebih lama dengan keluarga.
            The provision of leave entitlements refers at a minimum to applicable laws and regulations. We provide
            annual leave, menstrual leave, paternity leave, and hajj pilgrimage leave. TPA grants each employee
            12 working days of annual leave, with flexibility to combine leave entitlements for up to 2 consecutive years,
            totaling 24 working days. This policy is designed to provide give longer time for employees to rest and spend
            quality time with their families.




TPA menetapkan struktur pengupahan berdasarkan                  TPA establishes a wage structure based on job
jenis pekerjaan, jabatan, dan golongan untuk                    type, position, and grade to ensure remuneration
memastikan remunerasi yang proporsional sesuai                  commensurate with roles, responsibilities, and
kontribusi dan kinerja. Skema berbasis kinerja ini              performance. This performance-based scheme
mendorong motivasi, produktivitas, serta iklim kerja            promotes motivation, productivity, and a healthy,
yang kompetitif dan sehat.                                      competitive work environment.

Kebijakan tersebut dilengkapi sistem penghargaan                The policy is complemented by a merit- and
berbasis prestasi dan kompetensi, sehingga setiap               competency-based reward system, ensuring that
capaian yang memberikan nilai tambah bagi                       every achievement contributing added value to
perusahaan memperoleh apresiasi yang setimpal.                  the Company receives appropriate recognition.

Dengan operasional yang tersebar di berbagai                    With operations across various regions, TPA aligns
daerah, TPA menyesuaikan standar pengupahan                     its wage standards with the applicable Regency
berdasarkan lokasi kerja sesuai ketentuan Upah                  Minimum Wage (UMK) in each location. This
Minimum     Kabupaten   (UMK).   Penetapan  ini                 approach takes into account living costs, inflation,
mempertimbangkan kebutuhan hidup, inflasi, dan                  and prevailing local standards of adequacy.
standar kelayakan setempat.

Komitmen tersebut memastikan setiap karyawan                    This commitment ensures that every employee
menerima penghasilan yang layak dan mendukung                   receives fair income and supports their welfare.
kesejahteraan.

Selain memastikan kepatuhan terhadap upah                       In addition to ensuring compliance with minimum
minimum, TPA menjunjung kesetaraan upah bagi                    wage regulations, TPA upholds equal pay for men and
pria dan wanita pada posisi yang sama. Pada                     women in the same positions. In 2025, the ratio of the
2025, rasio upah terendah karyawan terhadap                     lowest employee wage to the applicable UMK in each
UMK di masing-masing kabupaten tercatat 1:1,                    regency was recorded at 1:1, reflecting regulatory
mencerminkan kepatuhan regulasi dan komitmen                    compliance and commitment to employee welfare.
terhadap kesejahteraan karyawan.

Informasi lebih rinci mengenai perbandingan upah                More detailed information regarding the comparison
terendah dan UMK di wilayah operasional TPA                     between the lowest wage and the UMK in TPA’s
diuraikan sebagai berikut:                                      operational areas is presented as follows:




                                                          Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report              161
Page 164
                             Socio-Territorial




Upah Minimum [POJK F.20] [GRI 202-1, 13.21.3]
Minimum Wage
                               Upah Minimum Kabupaten        Imbal Jasa Karyawan Tingkat Terendah
 Unit Usaha    Kabupaten                                                                                 Rasio
                                Regency Minimum Wage               Lowest-Level Employee Pay
 Company        Regency                                                                                  Ratio
                                         (Rp)                                (Rp)
      TBP     Berau                       4.396.211                          4.396.211                     1:1

      INK     Berau                       4.396.211                          4.396.211                     1:1

              Kutai
      CAP                                 4.060.684                         4.060.684                      1:1
              Kartanegara

              Kutai Timur
      TLN                                 4.257.422                          4.257.422                     1:1
              East Kutai

              Kutai Timur
      SPN                                 4.257.422                          4.257.422                     1:1
              East Kutai

              Kutai Timur
      TPS                                 4.257.422                          4.257.422                     1:1
              East Kutai

              Kutai Timur
      GSA                                 4.257.422                          4.257.422                     1:1
              East Kutai

              Kutai Timur
      CDM                                 4.257.422                          4.257.422                     1:1
              East Kutai

      MJA     Paser                       3.810.019                          3.810.019                     1:1


Selain memberikan upah yang kompetitif, TPA juga           Other than providing competitive wage, TPA also
memberikan berbagai tunjangan sebagai bagian               offers various allowances in its comprehensive
dari paket remunerasi yang komprehensif. Kebijakan         remuneration package. This policy is true realization
ini merupakan wujud nyata komitmen TPA dalam               of TPA’s commitment in maintaining employee
menjaga kesejahteraan dan stabilitas ekonomi               welfare and economic stability, so that they can
karyawan, sehingga mereka mampu menjalankan                perform their duties optimally. Allowances provided
tugas secara optimal. Berbagai tunjangan yang              by TPA to its employees are further detailed in
diberikan oleh TPA kepada karyawan diuraikan               the below table:
sebagai berikut:


Tunjangan Karyawan [GRI 401-2]
Employee Benefits
                   Jenis Tunjangan                             Karyawan Tetap            Karyawan Kontrak
               Type of Benefit/Allowance                    Permanent Employees          Contract Employees
Dana Pensiun (BPJS Ketenagakerjaan)
Pension Fund (BPJS Ketenagakerjaan)

Tunjangan Jabatan
Job Allowance

Asuransi Kecacatan dan Kecelakaan Kerja
Occupational Accident and Disability Insurance

Asuransi Meninggal Dunia Akibat Kerja
Work-related Life Insurance

Asuransi Meninggal Dunia Bukan Akibat Kerja
Non Work-related Life Insurance

Jaminan Kesehatan bagi Karyawan
Employee Health Insurance

Jaminan Kesehatan bagi Pasangan Karyawan
Employee’s Partner Insurance

Jaminan Kesehatan bagi Anak Karyawan
Employee’s Child Insurance




162     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 165
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                    PT Teladan Prima Agro Tbk




                      Jenis Tunjangan                               Karyawan Tetap              Karyawan Kontrak
                  Type of Benefit/Allowance                      Permanent Employees            Contract Employees
Cuti Melahirkan
Maternity Leave

Cuti Punya Anak
Parental Leave

Cuti Haid
Menstrual Leave

Cuti Menunaikan Haji
Leave for Hajj Pilgrimage

Tunjangan Hari Raya
Hari Raya Allowance

Pesangon
                                                                                                           -
Severance

Tunjangan Natura (Catu Beras) untuk Karyawan di Unit
Operasional
Food (Rice) Allowance for Employees at Operating Units




                          Inovasi Program Insentif dan Motivasi Karyawan
                      Innovation in Employee Incentive and Motivation Program

    Sebagai bentuk apresiasi dan strategi peningkatan motivasi kerja, TPA melaksanakan berbagai inovasi program
    kesejahteraan karyawan pemanen di area operasional. Salah satu di antaranya adalah program Tapro (Tabungan
    Produktivitas), yaitu sistem insentif berbasis kehadiran dan kinerja yang mendorong kedisiplinan sekaligus
    meningkatkan produktivitas tenaga kerja di kebun. Melalui program ini, karyawan yang menunjukkan performa
    dan komitmen tinggi memperoleh tambahan insentif sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya.

    Selain itu, TPA juga memberikan penghargaan kepada karyawan pemanen terbaik yang dilaksanakan pada saat
    peringatan acara Kemerdekaan Republik Indonesia maupun hari buruh. Hadiah yang diberikan berupa pemberian
    sembako, barang elektronik, atau keperluan rumah tangga lainnya. Program-program ini menjadi wujud nyata
    komitmen TPA dalam membangun lingkungan kerja yang produktif, kompetitif, dan berkeadilan, di mana
    kesejahteraan karyawan menjadi bagian integral dari keberlanjutan operasional perusahaan.
    As a token of appreciation and a strategy to boost work motivation, TPA held various harvester welfare innovations
    in its operational areas. One of them is Tapro (Productivity Savings) Program, an attendance and performance-
    based incentive system to promote discipline, as well as improve workforce productivity in estates. In the Tapro
    program, employees demonstrating strong performance and commitment will receive additional incentives in the
    form of award for their contributions.

    TPA also awards the best harvester during the Indonesian Independence Day and Labor Day celebrations. Prizes
    rewarded include basic necessities, electronics, or other household necessities. These programs are realization of
    TPA’s commitment in creating productive, competitive and fair work environment, where employee welfare is as an
    integral part of the Company’s sustainable operations.



TPA menempatkan kesejahteraan karyawan dan                     TPA places the welfare of employees and their
keluarganya sebagai bagian integral pengelolaan                families as an integral part of human resources
SDM. Mengingat lokasi operasional yang jauh dari               management. Considering operational locations
pusat ekonomi dan pendidikan, TPA menyediakan                  far from economic and educational centers,
hunian layak bagi karyawan dan keluarga. Dukungan              TPA provides adequate housing for employees
ini membantu menjaga keseimbangan kerja dan                    and their families. This support helps maintain
kehidupan pribadi, sekaligus memberikan rasa                   work–life balance and provides security in fulfilling
aman dalam memenuhi kebutuhan dasar keluarga.                  basic family needs.

TPA juga mendukung pemenuhan hak pendidikan                    TPA also supports the fulfillment of employees’
anak karyawan dengan menyediakan akses                         children’s right to education by providing access to
pendidikan yang terjangkau dan berkualitas di                  affordable and quality education around operational
sekitar wilayah operasional. Hingga akhir 2025,                areas. As of the end of 2025, TPA operated 11 schools
TPA mengoperasikan 11 sekolah dengan 96 tenaga                 with 96 teaching staff and 24 school buses for
pengajar serta 24 unit bus sekolah untuk layanan               shuttle services. In addition, 64 childcare facilities




                                                          Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report               163
Page 166
                           Socio-Territorial




antar-jemput. Selain itu, tersedia 64 fasilitas               were available across all Subsidiaries to support
penitipan anak di seluruh Entitas Anak guna                   employees with young children.
mendukung karyawan yang memiliki anak usia dini.

Melalui inisiatif tersebut, jumlah siswa di fasilitas         Through these initiatives, the number of students in
pendidikan TPA mencapai 1.628 anak pada 2025.                 TPA’s educational facilities reached 1,628 children in
Capaian ini mencerminkan komitmen TPA dalam                   2025. This achievement reflects TPA’s commitment
mendukung kesejahteraan karyawan dan keluarga                 to comprehensively supporting the welfare of
secara menyeluruh. Penyediaan hunian, pendidikan,             employees and their families. The provision of
dan    fasilitas   pendukung     lainnya  bertujuan           housing, education, and other supporting facilities
menciptakan lingkungan yang stabil dan sejahtera              aims to create a stable and prosperous environment
guna menunjang produktivitas berkelanjutan.                   to support sustainable productivity.


Fasilitas Pendidikan
Educational Facilities

                                                                                         Total Bus Sekolah
       Total Sekolah                   Total Guru                   Total Siswa          Total School Buses
          Total Schools            Total Teachers                  Total Students

                     6                              27                             440
                                                                                                        24

                                                                                         Total Tempat
                                                                                         Penitipan Anak
                                                                                         Total Childcare Units
      5                           69                            1.188



      Taman Kanak-Kanak / Kindergarten         Sekolah Dasar / Elementary School
                                                                                                        64

Sepanjang tahun 2025, TPA melanjutkan komitmen                Throughout 2025, TPA continued its commitment
dalam mendukung akses pendidikan yang                         to provide proper education access for employees’
layak bagi anak karyawan melalui program                      children through the school buses rejuvenation and
peremajaan dan penambahan armada bus                          addition program, as well as capacity-building for
sekolah, serta peningkatan kapasitas tenaga                   educators. The school buses rejuvenation program
pendidik. Peremajaan bus sekolah dilakukan untuk              aims to ensure the comfort and safety of students
memastikan kenyamanan dan keselamatan pelajar                 traveling to and from schools, particularly in and
dalam menempuh perjalanan dari dan ke sekolah,                around the plantation areas with long commuting
khususnya di area perkebunan yang memiliki jarak              distances.
tempuh cukup jauh.

Selain itu, TPA juga menyelenggarakan pelatihan               TPA also organizes teacher training program based
bagi para guru dengan pendekatan deep                         on a deep and meaningful learning approach,
and meaningful learning yang berfokus pada                    focused to improve teaching quality, creativity in
peningkatan kualitas pembelajaran, kreativitas                teaching and ability to nurture more meaningful
pengajaran, serta kemampuan dalam membangun                   teachers-students’ interactions. This program
interaksi yang lebih bermakna antara guru dan                 aimed to enrich the teaching methods, as well as
siswa. Program ini bertujuan memperkaya metode                to stimulate students’ learning motivation through
pengajaran serta memperkuat semangat belajar                  an inspirational educational environment that is
siswa melalui lingkungan pendidikan yang lebih                adaptive to changes.
inspiratif dan adaptif terhadap perubahan zaman.




164    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 167
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                 PT Teladan Prima Agro Tbk




Dukungan terhadap                                            Support for Family Well-Being through
Kesejahteraan Keluarga melalui                               Maternity Leave [GRI 401-3]
Cuti Melahirkan [GRI 401-3]

TPA menempatkan kesejahteraan karyawan dan                   TPA places employee and family welfare as an
keluarga sebagai bagian yang tidak terpisahkan               inseparable part of its sustainable employment
dari kebijakan ketenagakerjaan berkelanjutan.                policies. This commitment is realized through
Komitmen ini diwujudkan melalui pemberian cuti               the provision of maternity leave for female
melahirkan (maternity leave) bagi karyawan wanita            employees and paternity leave for male employees,
dan cuti ayah (paternity leave) bagi karyawan pria,          in accordance with applicable regulations, while
sesuai peraturan yang berlaku serta mendukung                fostering an inclusive and family-friendly work
lingkungan kerja yang inklusif dan ramah keluarga.           environment.

Karyawan wanita berhak mendapatkan cuti                      Female employees are entitled to 90 days of
melahirkan selama 90 hari, yang dapat dimanfaatkan           maternity leave, which may be taken before
sebelum maupun setelah proses persalinan. Fasilitas          and/or after childbirth. This facility provides them
ini memberi kesempatan bagi mereka untuk                     with the opportunity to prepare for delivery and care
mempersiapkan kelahiran dan merawat bayi tanpa               for their newborns without losing employment rights.
kehilangan hak ketenagakerjaan. Setelah cuti,                After the leave period, employees are guaranteed
karyawan dijamin kembali ke posisi semula dengan             to return to their original positions with unchanged
hak dan manfaat yang tetap berlaku.                          rights and benefits.

Karyawan pria memperoleh cuti ayah selama 2 hari             Male employees are entitled to 2 days of paternity
untuk mendampingi persalinan dan memberikan                  leave to accompany childbirth and provide initial
dukungan     awal.  Kebijakan   ini  mendorong               support. This policy encourages family involvement,
keterlibatan keluarga, memperkuat kesetaraan                 strengthens gender equality, and supports work–life
gender, serta mendukung keseimbangan kerja dan               balance within a harmonious and collaborative work
kehidupan pribadi dalam lingkungan kerja yang                environment.
harmonis dan kolaboratif.

Informasi mengenai total karyawan wanita yang                Information on the total number of female employees
mengambil maternity leave dan kembali bekerja,               who took maternity leave and returned to work,
serta total karyawan pria yang mengambil paternity           as well as the total number of male employees who
leave untuk mendampingi istrinya yang melahirkan             took paternity leave to support their spouses during
lebih lengkap diuraikan sebagai berikut:                     childbirth, is detailed below:


                                                 2025                     2024                      2023
            Keterangan
            Description                  Pria   Wanita            Pria   Wanita             Pria   Wanita
                                                          Total                   Total                     Total
                                         Male   Female            Male   Female             Male   Female
Total karyawan yang berhak atas cuti
melahirkan
                                         315     255       570     95      107     202       128      69      197
Total employee entitled to maternity
leave

Total karyawan yang mengambil cuti
melahirkan                               210     154       364     95      103     198       128      69      197
Total employee taking maternity leave

Total karyawan yang kembali bekerja
pada periode laporan setelah cuti
berakhir                                 209     130       339     95      85      180       128      69      197
Total employee returning to work after
the leave ended

Total karyawan yang kembali bekerja
12 bulan setelah cuti berakhir
                                         177     106       283     73      65       138       74      22      96
Total employee returning to work for
12 months after the leave ended




                                                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report     165
Page 168
                              Socio-Territorial




Keberagaman dan Kesetaraan                                       Diversity and Equality in the Workplace
di Tempat Kerja [POJK F.18, F.19] [3-3:405, 13.15.1]             [POJK F.18, F.19] [3-3:405, 13.15.1]


TPA menempatkan keberagaman dan kesetaraan                       TPA places diversity and equality as the foundation
sebagai       fondasi      praktik    ketenagakerjaan            of    its    sustainable   employment       practices.
berkelanjutan. Sebagai perusahaan yang beroperasi                As a company operating within a multicultural society,
di masyarakat multikultural, TPA menjunjung                      TPA upholds inclusivity and anti-discrimination by
inklusivitas dan anti-diskriminasi dengan memastikan             ensuring equal employment opportunities, access
kesempatan kerja, akses hak, dan pengembangan                    to rights, and career development without distinction
karier yang setara tanpa membedakan suku,                        of ethnicity, religion, race, nationality, gender,
agama, ras, kebangsaan, gender, kondisi fisik, status            physical condition, social status, or political views.
sosial, maupun pandangan politik. Lingkungan kerja               This fair work environment provides space for every
yang adil ini memberi ruang bagi setiap individu                 individual to grow and contribute optimally.
untuk berkembang dan berkontribusi optimal.

Bagi TPA, keberagaman juga merupakan kekuatan                    For TPA, diversity represents a strategic advantage
strategis   yang     meningkatkan     daya   saing.              that strengthens competitiveness. An inclusive
Lingkungan inklusif memperkuat sense of belonging                workplace     enhances     employee     engagement
dan loyalitas, sekaligus mendorong kreativitas,                  and loyalty, while driving creativity, innovation,
inovasi, dan efektivitas melalui beragam perspektif              and organizational effectiveness through diverse
dan pengalaman.                                                  perspectives and experiences.

Nilai kesetaraan diintegrasikan dalam rekrutmen,                 The principle of equality is integrated into
promosi, dan pengelolaan karier berbasis kompetensi.             competency-based          recruitment,      promotion,
Sosialisasi inklusivitas dan anti-diskriminasi dilakukan         and career management. Inclusivity and non-
secara berkala untuk memastikan terciptanya                      discrimination are regularly communicated to
tempat kerja yang adil dan setara.                               ensure the creation of a fair and equitable workplace.

Nilai-nilai inklusivitas dan anti-diskriminasi telah TPA         TPA      is     implementing          inclusivity and
implementasikan secara komprehensif pada seluruh                 anti-discrimination values comprehensively in all of
kegiatan operasional sebagaimana diuraikan berikut:              its operational activities, as outlined below:



             Kebijakan Rekrutmen yang Inklusif
             Inclusive Recruitment Policy
             Kami memastikan setiap calon kandidat pekerja memiliki kesempatan yang sama untuk berkarier di
             TPA, tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, kebangsaan, gender, kondisi fisik, status sosial,
             maupun pandangan politik.
             We ensure that every job candidate has an equal opportunity to build a career at TPA, regardless of ethnicity,
             religion, race, nationality, gender, physical condition, social status, or political views.implemented based on
             employee performance.




             Sistem Pengaduan untuk Kasus Diskriminasi dan Pelecehan
             Grievance System for Discrimination and Harassment Cases
             Kami memiliki mekanisme yang jelas untuk menangani laporan diskriminasi dan pelecehan di tempat kerja.
             Melalui mekanisme ini, kami memastikan bahwa setiap kasus diselesaikan secara adil dan transparan
             untuk menjaga integritas lingkungan kerja.
             We have a well-defined mechanism to handle reports of discrimination and harassment in the workplace.
             This system ensures that every case is addressed fairly and transparently, preserving the integrity of our
             work environment.




166     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 169
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                     PT Teladan Prima Agro Tbk




               Pengukuran dan Pelaporan Kinerja Keberagaman
               Diversity Performance Assesment and Reporting
               Kami secara rutin mengumpulkan data tentang komposisi tenaga kerja berdasarkan gender, etnis, dan
               kelompok lain untuk mengukur keberagaman serta melaporkannya secara internal.
               We regularly collect data on workforce composition based on gender, ethnicity, and other groups to assess
               diversity and reporting it internally.



Informasi mengenai komposisi karyawan TPA di                    Information on the composition of TPA employees
berbagai tingkatan yang menunjukkan keberagaman                 at various levels, reflecting diversity across criteria
pada berbagai kriteria yakni gender, usia, golongan,            such as gender, age, employment category, and
dan tingkat pendidikan diuraikan sebagai berikut:               education level, is outlined below:


Keberagaman Gender Staf dan Workers (Non-Staf) dalam Komposisi Badan Tata Kelola
dan Karyawan [GRI 405-1, 13.15.2]
Gender Diversity of Staffs and Workers (Non-Staffs) in Governance Bodies and Workforce
Composition
                                                               Pria                                  Wanita
                                                               Male                                  Female
                  Jabatan
                  Position                                            Persentase                              Persentase
                                                    Total                                 Total
                                                                      Percentage                              Percentage
                                               (Orang / Persons)                     (Orang / Persons)
                                                                          (%)                                     (%)
Executive-level                                           12                1,70                -                    -

Senior-level                                             78                11,03                5                 0,71

Middle-level                                             76               10,75                 11                1,56

Entry-level                                             308               43,56                29                 4,10

Workers                                                  93                13,15               95                13,44

Total                                                   567               80,19               140                19,81


Pemberdayaan Perempuan                                          Women’s Empowerment
Komitmen TPA terhadap inklusivitas dan kesetaraan               TPA’s commitment to inclusivity and gender equality
gender diwujudkan melalui kebijakan anti-                       is reflected through consistent anti-discrimination
diskriminasi yang konsisten serta peningkatan peran             policies and the enhancement of women’s roles
perempuan di seluruh lini bisnis. Hingga akhir 2025,            across all business lines. As of the end of 2025,
partisipasi perempuan pada level staf dan workers               women’s participation at staff and workers levels
mencapai 19,81%, mencerminkan peningkatan                       reached 19.81%, reflecting increased contribution in
kontribusi dalam operasional dan pengambilan                    operations and decision-making.
keputusan.

TPA memastikan akses yang setara terhadap                       TPA ensures equal access to career development,
pengembangan      karier,  kepemimpinan,  dan                   leadership, and competency enhancement through
kompetensi     melalui    pelatihan, mentoring,                 training, mentoring, and capacity-building programs
serta program penguatan kapasitas untuk                         to prepare women for managerial and strategic
mempersiapkan perempuan di posisi manajerial                    positions.
dan strategis.

Untuk      memperkuat        perlindungan     dan               To strengthen protection and empowerment,
pemberdayaan, TPA membentuk Komite Gender                       TPA has established Gender Committees across
di seluruh Entitas Anak. Hingga akhir 2025, komite              all Subsidiaries. As of the end of 2025, these
ini beranggotakan 243 orang dan berperan                        committees comprised 243 members and played
memfasilitasi komunikasi, menyuarakan perspektif                a role in facilitating communication, voicing women’s
perempuan, serta menangani isu gender dengan                    perspectives, and addressing gender-related issues
dukungan penuh Manajemen guna memastikan                        with full Management support to ensure responsive
kebijakan yang responsif dan inklusif.                          and inclusive policies.


                                                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report           167
Page 170
                                      Socio-Territorial




Struktur Organisasi Komite Gender
Gender Committee Organizational Structure

                                                           Ketua
                                                        Chairman



                                                                                                         Wakil Ketua
                                                                                                         Vice Chairman




                           Anggota Perwakilan                         Anggota Perwakilan                     Anggota Perwakilan
                               Kebun Inti                               Kebun Plasma                              Pabrik
                          Representative Members                     Representative Members                Representative Members
                          from Nucleus Plantations                   from Plasma Plantations                  from Palm Oil Mills




           Kantor Besar                               Kantor Afdeling
        Administrative Office                          Afdeling Office



Keberagaman Usia Staf dan Workers (Non-Staf) dalam Komposisi Badan Tata Kelola
dan Karyawan [GRI 405-1, 13.15.2]
Age Diversity of Staffs and Workers (Non-Staffs) in the Composition of the Governance
Bodies and Employees
                    18 – 24 Tahun             25 – 34 Tahun              35 – 44 Tahun           45 – 54 Tahun             >55 Tahun
                  18 – 24 Years Old          25 – 34 Years Old          35 – 44 Years Old       45 – 54 Years Old         >55 Years Old
  Jabatan
  Position       Total     Persentase        Total     Persentase       Total    Persentase     Total    Persentase     Total    Persentase
               (Orang /    Percentage      (Orang /    Percentage     (Orang /   Percentage   (Orang /   Percentage   (Orang /   Percentage
               Persons)        (%)         Persons)        (%)        Persons)       (%)      Persons)       (%)      Persons)       (%)

Executive-
                   -                  -        -                 -        5         0,70%         2         0,30%         5         0,70%
level

Senior-
                   -                  -        4          0,60%          32         4,50%        30         4,20%        17         2,40%
level

Middle-
                   1          0,10%            11         1,60%          53         7,50%        21         3,00%          1        0,15%
level

Entry-level      24           3,40%          187       26,40%            94        13,30%        29         4,10%         3        0,45%

Workers           16          2,30%           78          11,00%         61        8,60%         24         3,40%         9         1,30%

Total             41          5,80%          280       39,60%          245        34,60%        106       15,00%         35        5,00%




168       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 171
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                                           PT Teladan Prima Agro Tbk




Keberagaman Tingkat Pendidikan Staf dan Workers (Non-Staf) dalam
Komposisi Badan Tata Kelola dan Karyawan [GRI 405-1, 13.15.2]
Educational Level Diversity of Staff and Workers (Non-Staff) in
the Composition of the Governance Bodies and Employees
                             S2                          S1                     Diploma                    SMP/SMA                   Lainnya
                           Master’s                   Bachelor’s                Diploma            High School/Middle School          Others
   Jabatan
   Position         Total      Persentase       Total      Persentase     Total      Persentase       Total     Persentase       Total    Persentase
                  (Orang /     Percentage     (Orang /     Percentage   (Orang /     Percentage     (Orang /    Percentage     (Orang /   Percentage
                  Persons)         (%)        Persons)         (%)      Persons)         (%)        Persons)        (%)        Persons)       (%)

 Executive-
                       7              1,00%          5        0,70%         -                  -         -              -            -           -
 level

 Senior-
                       8              1,10%         67        9,50%         3              0,40%         5         0,70%             -           -
 level

 Middle-
                       3          0,40%             64         9,10%        9              1,30%         11         1,55%            -           -
 level

 Entry-level           4          0,60%             237      33,50%        44              6,20%       52          7,35%             -           -

 Workers               -                 -          74        10,50%       41              5,80%        73        10,30%             -           -

 Total                22          3,10%         447          63,30%        97          13,70%          141        19,90%             -           -



Komitmen pada Praktik Ketenagakerjaan                                           Commitment to Fair and
yang Adil dan Bebas Diskriminasi                                                Non-Discriminatory Employment Practices
TPA menerapkan seluruh praktik ketenagakerjaan                                  TPA implements all of its employment practices
berdasarkan prinsip keadilan, kesetaraan, dan                                   based on the principles of fairness, equality,
penghormatan terhadap HAM. TPA menjunjung tinggi                                and respect of human rights. TPA upholds every
hak setiap karyawan untuk memperoleh perlakuan                                  employee’s right to receive fair and equal treatment
yang adil dan setara, sekaligus meniadakan segala                               while eliminating any form of discrimination in the
bentuk diskriminasi dalam proses rekrutmen,                                     recruitment, placement, and career development
penempatan, maupun pengembangan karier.                                         processes. This commitment is realized through
Komitmen ini diwujudkan melalui kebijakan anti-                                 consistent implementation of anti-discrimination
diskriminasi yang konsisten diterapkan di seluruh                               policies in all Subsidiaries. Throughout 2025, TPA
Entitas Anak. Sepanjang tahun 2025, TPA tidak                                   received no report or complaint from stakeholders
menerima laporan ataupun pengaduan dari                                         related to discriminatory practices while interacting
pemangku kepentingan terkait praktik diskriminatif                              with TPA. [GRI 3-3:406, 406-1, 13.15.1, 13.15.4]
dalam interaksi mereka dengan TPA. [GRI 3-3:406,
406-1, 13.15.1, 13.15.4]


Larangan terhadap Pekerja Anak dan                                              Prohibition of Child Labor and Forced Labor
Kerja Paksa
Sebagai bagian dari kepatuhan terhadap KSL 5, TPA                               As part of compliance with KSL 5, TPA strictly prohibits
secara tegas melarang keterlibatan pekerja anak                                 any use of child labor (under 18 years old) and any
(di bawah usia 18 tahun) dan segala bentuk kerja                                form of forced labor in all of its operational areas.
paksa di seluruh wilayah operasional. Kebijakan                                 This policy also reflects TPA’s commitment to carry
ini sekaligus menegaskan komitmen TPA untuk                                     out responsible business practices in line with
menjalankan praktik bisnis yang bertanggung                                     both national regulations and international labor
jawab, sesuai dengan regulasi nasional maupun                                   standards. The implementation of a comprehensive
standar ketenagakerjaan internasional. Penerapan                                employment practices is coupled with strict internal
kebijakan ketenagakerjaan yang komprehensif                                     monitoring mechanism, ensuring that no activity has
disertai dengan mekanisme pengawasan internal                                   a risk of child exploitation or human rights violation.
yang ketat, memastikan bahwa tidak ada aktivitas                                With these efforts, TPA strives to maintain the integrity
yang mengandung risiko eksploitasi anak maupun                                  of its supply chain while protecting employees’ rights.
pelanggaran HAM lainnya. Dengan langkah ini, TPA                                [GRI 3-3:408, 3-3:409, 408-1, 409-1, 13.17.2, 13.17.2, 13.16.1,
berupaya menjaga integritas rantai pasok serta                                  13.16.2]
melindungi hak-hak pekerja. [GRI 3-3:408, 3-3:409,
408-1, 409-1, 13.17.2, 13.17.2, 13.16.1, 13.16.2]




                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                       169
Page 172
                                  Socio-Territorial




Konsistensi dalam Menegakkan                                            Consistent Upholding of Human Rights
Prinsip HAM                                                             Principles
Konsistensi     penerapan          prinsip     kesetaraan               The consistent implementation of equality principles
dan     perlindungan       HAM       memberikan      hasil              and human rights protection has delivered positive
positif. Sepanjang periode pelaporan, TPA tidak                         results. Throughout the reporting period, TPA did not
mengidentifikasi risiko material maupun menerima                        identify any material risks nor receive any reports of
laporan pelanggaran HAM di seluruh unit operasional.                    human rights violations across all operational units.
Capaian ini menegaskan efektivitas kebijakan                            This achievement affirms the effectiveness of the
Perseroan dalam menciptakan lingkungan kerja                            Company’s policies in creating an inclusive, safe, and
yang inklusif, aman, dan menghormati martabat                           dignified work environment. [GRI 3-3:407, 407-1, 13.18.2]
setiap individu. [GRI 3-3:407, 407-1, 13.18.2]

Penerapan Prinsip Kesetaraan dalam                                      Implementation of Wage Equality
Sistem Pengupahan                                                       Principles
Prinsip kesetaraan juga diimplementasikan TPA                           The principle of equality is also implemented across
dalam sistem pengupahan di seluruh level karyawan,                      TPA’s wage system at all employee levels, from
mulai dari posisi terendah hingga tertinggi. Penetapan                  entry-level to senior positions. Base salaries for
upah pokok untuk setiap jabatan dilakukan secara                        each role are determined objectively, taking into
objektif, dengan mempertimbangkan tanggung                              account responsibilities, duties, and job complexity,
jawab, tugas, serta kompleksitas pekerjaan, tanpa                       without regard to gender or other personal
membedakan gender atau faktor pribadi lainnya.                          factors. Accordingly, the wage structure reflects
Dengan demikian, struktur pengupahan yang                               professionalism and transparency, while supporting
diterapkan dapat mencerminkan profesionalisme                           an inclusive and equitable work environment.
dan transparansi, serta mendukung terciptanya                           [GRI 405-2, 13.15.3]
lingkungan kerja yang inklusif dan setara. [GRI 405-2,
13.15.3]


Rasio Perbandingan Upah Pokok dan Remunerasi berdasarkan Jabatan [GRI 405-2, 13.15.3]
Comparison Ratio of Base Salary and Remuneration by Position


                                              -*          Executive-level               -*


            1,14                                            Senior-level                                              1,00


              0,81                                          Middle-level                                              1,00


       1,50                                                  Entry-level                                              1,00


           1,01                                                Workers                                                1,00



                               Pria / Male                                                     Wanita / Female

  * Tidak ada karyawan perempuan pada tingkatan jabatan ini. / No female employees on this level.




 170        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 173
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                  PT Teladan Prima Agro Tbk




Serikat Pekerja dan Peraturan                               Labor Unions and Company
Perusahaan [GRI 2-30, 407-1, 13.18.2]                       Regulations [GRI 2-30, 407-1, 13.18.2]

TPA menghormati kebebasan berserikat dan                    TPA respects freedom of association and assembly
berkumpul sebagai hak asasi yang fundamental.               as fundamental human rights. TPA ensures that every
TPA memastikan setiap karyawan bebas membentuk              employee is free to establish or join labor unions and
atau bergabung dengan serikat pekerja serta                 participate in bipartite forums in accordance with
berpartisipasi dalam forum bipartit sesuai regulasi.        regulations.

Komitmen ini mendukung hubungan industrial                  This commitment supports harmonious and
yang harmonis dan produktif dengan menjunjung               productive industrial relations by upholding equality,
kesetaraan,   penghargaan    terhadap   aspirasi            respecting employees’ aspirations, and promoting
karyawan, dan pengambilan keputusan yang inklusif.          inclusive decision-making.

Di seluruh unit operasional, terdapat 5 serikat             Across all operational units, there are 5 independent
pekerja independen yang terdaftar di Dinas Tenaga           labor unions registered with the Regency Manpower
Kerja kabupaten serta 14 serikat pekerja berafiliasi.       Office and 14 affiliated labor unions. The majority
Mayoritas karyawan tercatat sebagai anggota aktif,          of employees are recorded as active members,
mencerminkan penghormatan TPA terhadap hak                  reflecting TPA’s respect for the right to organize.
berorganisasi.

Dialog bipartit dilaksanakan setiap 2–3 bulan untuk         Bipartite dialogues are conducted every 2–3
membahas isu ketenagakerjaan, fasilitas, dan                months to discuss employment issues, facilities, and
kebutuhan operasional, dengan melibatkan Komite             operational needs, involving the Gender Committee
Gender guna memastikan perspektif kesetaraan.               to ensure equality perspectives. TPA also provides
TPA juga menyediakan kotak saran anonim bagi                anonymous suggestion boxes for employees.
karyawan. Peringatan Hari Buruh Nasional menjadi            The commemoration of National Labor Day serves
momentum memperkuat komunikasi dan kolaborasi               as momentum to strengthen communication and
antara manajemen dan serikat pekerja.                       collaboration between management and labor
                                                            unions.

Dalam membina hubungan industrial, TPA selalu               In fostering industrial relations, TPA always adheres
berpedoman       pada     peraturan   perundang-            to all relevant labor regulations, further articulated
undangan ketenagakerjaan yang berlaku, yang                 through the Company Regulations (PP). These
kemudian dijabarkan dalam bentuk Peraturan                  regulations cover aspects such as work discipline,
Perusahaan (PP). Aturan ini mencakup aspek disiplin         fulfillment of rights and responsibilities, social facilities,
kerja, pemenuhan hak dan kewajiban, fasilitas sosial,       occupational safety guarantees, occupational
jaminan keselamatan kerja, kesehatan kerja, serta           health, and dispute resolution mechanism. Collective
mekanisme penyelesaian perselisihan. Perjanjian             Labor Agreement (PKB) is used on 2 Subsidiaries,
Kerja Bersama (PKB) diterapkan pada 2 Entitas Anak,         namely TPS and CAP, while Company Regulation
yaitu TPS dan CAP, sedangkan Peraturan Perusahaan           (PP) is used in 7 Subsidiaries, namely TBP, INK, TLN,
(PP) diterapkan pada 7 Entitas Anak, yaitu TBP, INK,        SPN, GSA, MJA, and CDM.
TLN, SPN, GSA, MJA, dan CDM.

Hingga akhir tahun 2025, sebanyak 12.248 orang atau         As of the end of 2025, a total of 12,248 people
100% karyawan TPA telah tercakup dalam ketentuan            or 100% of TPA employees were covered under
PP maupun PKB. Pencapaian ini merefleksikan                 the provisions of either PP or CLA. This achievement
komitmen TPA untuk selalu mematuhi regulasi                 reflects TPA’s commitment to constantly comply with
ketenagakerjaan sekaligus menjaga hubungan                  labor laws while maintaining fair, transparent, and
industrial yang adil, transparan, dan produktif.            productive industrial relations.




                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report             171
Page 174
                           Socio-Territorial




Perlindungan terhadap Hak Keselamatan dan
Kesehatan Kerja                      [POJK F.21] [GRI 3-3:403, 13.19.1]

Protection of Occupational Health and Safety Rights



       “Keselamatan kerja bukan sekadar kewajiban, melainkan budaya yang terus dibangun dan
       diperkuat oleh TPA. Melalui disiplin, edukasi, dan kepedulian kolektif, budaya K3 tumbuh menjadi
       fondasi keberlanjutan yang melindungi setiap insan TPA.”
       “Occupational safety is not just an obligation but a culture continuously nurtured and strengthened
       by TPA. With discipline, education, and collective awareness, OHS culture has become a foundation of
       sustainability, protecting each TPA’s personnel.”




TPA menempatkan Keselamatan dan Kesehatan                      TPA places Occupational Health and Safety (OHS)
Kerja (K3) sebagai prioritas utama, dengan keyakinan           as a top priority, believing that business success
bahwa keberhasilan bisnis bergantung pada                      depends on workforce protection. Employees are
perlindungan tenaga kerja. Karyawan dipandang                  regarded as valuable assets whose safety and
sebagai aset berharga yang keselamatan dan                     welfare must be safeguarded.
kesejahteraannya harus dijaga.

Oleh karena itu, seluruh kebijakan dan operasional             Therefore, all policies and operations in both factories
di pabrik maupun perkebunan mengintegrasikan                   and plantations integrate OHS as a fundamental
K3 sebagai elemen fundamental keberlanjutan,                   element of sustainability, in line with KSL 8.
sejalan dengan KSL 8. Penerapannya didukung tata               Its implementation is supported by governance,
kelola, kompetensi SDM, serta penyediaan sarana                human resource competency, and adequate
dan prasarana yang memadai untuk menciptakan                   facilities and infrastructure to create a safe, healthy,
lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.              and productive work environment.

Implementasi K3 didukung sistem pengendalian                   OHS implementation is supported by a systematic
risiko yang sistematis untuk mencegah kecelakaan               risk control system to prevent occupational accidents
dan penyakit akibat kerja. TPA menjadikan kepatuhan            and diseases. TPA considers compliance with OHS
terhadap regulasi K3 sebagai komitmen utama guna               regulations as a primary commitment to avoid legal
menghindari sanksi hukum dan menjaga reputasi.                 sanctions and maintain its reputation.

Perlindungan   karyawan     dipandang    sebagai               Employee protection is viewed not only as an
kewajiban operasional sekaligus tanggung jawab                 operational obligation but also as a social
sosial yang memperkuat citra perusahaan. TPA juga              responsibility that strengthens the Company’s
meyakini bahwa keberlanjutan pencapaian bisnis                 image. TPA also believes that the sustainability of
bergantung pada kinerja K3 yang prima.                         business achievements depends on excellent OHS
                                                               performance.

TPA menempatkan K3 sebagai prioritas dengan                    TPA prioritizes OHS by targeting the reduction of
menargetkan penurunan kecelakaan dan penyakit                  occupational accidents and diseases toward zero
akibat kerja hingga zero accident. Setiap unit                 accident. Each operational unit is required to build a
operasional diwajibkan membangun budaya                        safety culture as a fundamental employee right.
keselamatan sebagai hak dasar karyawan.

Untuk mendukung hal tersebut, TPA melibatkan                   To support this, TPA involves labor unions in
serikat pekerja dalam pemantauan kondisi kerja                 monitoring working conditions and encourages
dan mendorong partisipasi aktif karyawan. Langkah              active employee participation. This measure
ini menjaga keberlangsungan bisnis dan efisiensi               maintains business continuity and operational
operasional sekaligus menegaskan komitmen                      efficiency while reaffirming its commitment to
perlindungan maksimal bagi tenaga kerja.                       providing maximum protection for the workforce.


172    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 175
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                          PT Teladan Prima Agro Tbk




Sistem Manajemen K3 [GRI 403-1, 403-4, 403-8,                  OHS Management System [GRI 403-1, 403-4,
13.19.2, 13.19.5, 13.19.9]                                     403-8, 13.19.2, 13.19.5, 13.19.9]


Untuk mengoptimalkan dan mengintegrasikan                      To optimize and integrate OHS policies, TPA
kebijakan K3, TPA mengadopsi SMK3 yang bertujuan               has adopted the SMK3, aimed to enhance
untuk meningkatkan efektivitas perlindungan                    the effectiveness of workplace safety and health
keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana,                protection through planned, measurable, structured,
terukur, terstruktur, dan terintegrasi. Selain itu, SMK3       and integrated approach. SMK3 also helps prevent
juga mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja                  and reduce work accidents and occupational
dan penyakit akibat kerja dengan melibatkan                    diseases by actively involving management,
unsur manajemen, tenaga kerja, dan serikat, serta              employees, and labor unions, while creating safe,
menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman,                    comfortable, and efficient work environment to drive
dan efisien untuk mendorong produktivitas.                     productivity.

SMK3 dibentuk untuk memastikan kepatuhan                       SMK3 was established to ensure TPA’s compliance
TPA terhadap peraturan perundang-undangan                      with OHS-related laws and regulations, providing
di bidang K3 guna memastikan tenaga kerja                      workplace safety protection for employees while
mendapatkan perlindungan atas keselamatan kerja                enhancing productivity. SMK3 encompasses policy
dan meningkatkan produktivitas. SMK3 mencakup                  formulation, planning, implementation, performance
penetapan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan,                 monitoring and evaluation, as well as continuous
pemantauan dan evaluasi kinerja, serta upaya                   improvement efforts for all OHS-related programs.
peningkatan kinerja seluruh program yang terkait K3.




           Kampanye Budaya K3 melalui Rambu-rambu
           OHS Culture Campaign through Signages


Departemen Sustainability bertanggung jawab                    The Sustainability Department is responsible
merancang,        mengimplementasikan,       dan               for designing, implementing, and managing
mengelola SMK3, serta bersama unit operasional                 the SMK3, and together with operational units,
memantau bahaya dan risiko kerja. Departemen                   monitoring   workplace    hazards     and     risks.
ini juga berkolaborasi dengan pimpinan unit untuk              The Department also collaborates with unit leaders
membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan                      to establish Occupational Health and Safety
Kesehatan Kerja (P2K3) di setiap unit kerja.                   Committees (P2K3) in each work unit.

P2K3 terdiri atas pimpinan unit, ahli K3 sebagai               The P2K3 consists of unit leaders, an OHS expert as
sekretaris, dan perwakilan karyawan. Melalui forum             secretary, and employee representatives. Through
ini, karyawan dapat menyampaikan saran dan                     this forum, employees may submit suggestions
masukan terkait K3 kepada manajemen. P2K3                      and input related to OHS to management. The P2K3
menjadi wujud implementasi SMK3 yang melibatkan                represents the implementation of SMK3 involving all
seluruh karyawan.                                              employees.




                                                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report            173
Page 176
                                Socio-Territorial




Melalui P2K3 tersebut disusun program K3 demi                     The P2K3 facilitated the OHS program development,
mewujudkan KSL 8 berdasarkan SMK3. Program kerja                  aimed to achieve KSL 8 based in SMK3. OHS work
K3 tersebut meliputi:                                             program include:
1. Menyusun dan memperbarui Hazard Identification,                1. Developing and updating Hazard Identification,
    Risk Assessment, and Determining Controls                        Risk Assessment, and Determining Controls
    (HIRADC);                                                        (HIRADC);
2. Sosialisasi awareness dan norma K3;                            2. Socialization of OHS awareness and norms;
3. Drill penanggulangan kebakaran;                                3. Fire response drills;
4. Sosialisasi mitigasi risiko K3;                                4. Socialization of OHS risk mitigation;
5. Pelatihan pengendalian risiko K3;                              5. Training on OHS risk control;
6. Kampanye K3;                                                   6. OHS campaigns;
7. Mencatat rekaman kecelakaan kerja dan                          7. Recording and evaluating work accidents and
    penyakit akibat kerja serta evaluasinya; serta                   occupational diseases; and
8. Investigasi kecelakaan kerja dan nearmiss.                     8. Investigation of work accidents and near-misses.

Unit operasional melalui P2K3 melaporkan kepada                   The operational unit, through P2K3, submits reports
instansi yang membidangi ketenagakerjaan dan                      to the local labor and OHS authorities on a quarterly
K3 di daerah setiap tiga bulan. Kinerja kebijakan                 basis. The effectiveness of OHS policies is reflected
K3 tercermin di dalam efektivitas program K3                      in the impact of the OHS program on company’s
terhadap budaya perusahaan. Dalam rangka                          culture. To support continuous improvement, regular
perbaikan berkelanjutan maka dilakukan evaluasi                   evaluations of OHS performance are conducted.
secara berkala atas kinerja K3 tersebut. Evaluasi                 These evaluations are carried out through OHS audits,
dilakukan melalui audit K3 yang termuat di dalam                  incorporated into the ISPO audit and conducted
audit ISPO dengan frekuensi minimal setahun                       at least once a year. Based on these evaluations,
sekali. Berdasarkan evaluasi tersebut dilakukan                   corrective actions—both technical and systemic—
tindakan perbaikan baik secara teknis dan sistem                  are implemented to foster a sustainable OHS culture.
untuk mewujudkan budaya K3 yang berkelanjutan.                    [GRI 403-4, 13.19.5]
[GRI 403-4, 13.19.5]




Identifikasi Bahaya dan Risiko K3                                 Hazard Identification and Risk
[GRI 403-2, 13.19.3]                                              Assesment of OHS
                                                                  [GRI 403-2, 13.19.3]


Salah satu upaya awal yang ditempuh untuk                         One of the initial steps taken to protect workers
melindungi tenaga kerja atas risiko K3, yaitu dengan              from OHS risks is by conducting Hazard and
menyusun Identifikasi dan Penilaian Bahaya dan                    Risk Identification and Assessment. This process
Risiko. Terdapat serangkaian proses yang bersifat                 involves a series of proactive and preventive
proaktif dan preventif untuk mewujudkan target                    measures to achieve the target, as illustrated in
tersebut, ditampilkan pada diagram alur berikut:                  the following flowchart:


                                         Posedur pelaporan dan penyelidikan kejadian
      Mengidentifikasi dan menilai                                                              Pelaporan secara berkala
                                         hampir celaka (nearmiss), kecelakaan sedang,
   risiko bahaya pada tempat kerja.                                                                  ke Manajemen.
                                                        berat dan fatal.
   Identifying and assessing danger                                                                 Periodical report to
                                            Reporting procedure and investigation of
         risks at the workplace.                                                                      Management.
                                         nearmiss, moderate, major and fatal accidents.




                                Melakukan upaya                        Pengawasan keselamatan kerja
                              pengendalian risiko K3.                    di setiap kebun dan pabrik.
                               Conducting OHS risk                     Occupational safety monitoring
                                 control efforts.                       in every estate and factories.




 174     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 177
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                PT Teladan Prima Agro Tbk




Risiko/bahaya yang telah diidentifikasi dan dilakukan        Identified hazards and risks that have been assessed
penilaian memerlukan langkah pengendalian untuk              require control measures to reduce their severity to
menurunkan tingkat risiko/bahayanya menuju                   a safer level. Risk/hazard control through elimination
ke titik yang lebih aman. Pengendalian risiko/               offers the highest level of effectiveness, reliability,
bahaya dengan cara eliminasi memiliki tingkat                and protection compared to other control methods.
efektivitas, keandalan, dan proteksi tertinggi di            In the hierarchy of controls, effectiveness, reliability,
antara pengendalian lainnya. Pada urutan hierarki            and protection decrease with each subsequent level.
setelahnya, tingkat efektivitas, keandalan, dan
proteksi menurun.

Pengendalian bahaya dan risiko merupakan suatu               Hazard and risk control follows a hierarchical
hierarki yang dilakukan berurutan sampai dengan              approach, implemented sequentially until the risk or
tingkat risiko/bahaya berkurang menuju titik yang            hazard is reduced to a safer level. The hierarchy of
lebih aman. Hierarki pengendalian tersebut diuraikan         controls is outlined as follows:
sebagai berikut:


   More

                            Elimination
   Effective                                                            Physically Remove the Hazard




                             Substitution                                           Replace the Hazard




                          Engineering Controls                          Isolate People from the Hazard



                              Administrative                             Change the Way People Work
                                Controls

                                     PPE                                      Protect the Worker with
   Less
                                                                        Personal Protective Equipment
   Effective


1. Eliminasi proses atau peralatan yang berbahaya;           1. Elimination of hazardous processes or equipment;
2. Substitusi proses, peralatan, atau bahan yang             2. Substitution of hazardous processes, equipment,
   berbahaya;                                                   or materials;
3. Pengendalian teknis, dengan merancang proses,             3. Technical controls by designing better processes,
   peralatan, mesin, dan tempat kerja yang lebih baik;          equipment, machinery, and workplaces;
4. Pengendalian administratif, dengan melakukan              4. Administrative     controls    through   training,
   pelatihan, rotasi kerja, dan pengawasan; serta               job rotation, and supervision; and
5. Penyediaan APD.                                           5. Provision of PPE.

Melalui Departemen Sustainability dan sinergi                Through the Sustainability Department and synergy
dengan    unit   operasional,   TPA    menerapkan            with operational units, TPA implements risk control
pengendalian      risiko  berdasarkan       hierarki         based on the hierarchy of controls, including
pengendalian hingga penyediaan Alat Pelindung Diri           the provision of Personal Protective Equipment
(APD). APD disediakan sesuai jenis dan tingkat risiko        (PPE). PPE is provided according to the type and
pekerjaan, diperbarui secara berkala, serta wajib            level of occupational risk, updated periodically, and
digunakan pada pekerjaan tertentu.                           mandatory for certain tasks.

APD yang tersedia, seperti helm, sepatu bot anti-            Available PPE, such as helmets, anti-slip boots,
selip, masker, sarung tangan, dan pelindung mata,            masks, gloves, and eye protection, meets safety
memenuhi standar keselamatan dan dirancang                   standards and is designed for comfort, including
nyaman digunakan, termasuk di medan perkebunan               in challenging plantation terrains, to encourage




                                                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report        175
Page 178
                           Socio-Territorial




yang menantang, guna mendorong kepatuhan                  compliance and minimize injuries and exposure to
dan meminimalkan cedera serta paparan bahan               hazardous substances.
berbahaya.

Selain pencegahan, TPA menerapkan prosedur                In addition to prevention, TPA implements effective
penanganan insiden yang efektif. Setiap kecelakaan        incident handling procedures. Every occupational
kerja diinvestigasi untuk mengidentifikasi akar           accident is investigated to identify root causes,
penyebab, menetapkan tindakan korektif, dan               determine corrective actions, and assess impacts in
menilai dampaknya sesuai Prosedur Identifikasi dan        accordance with the Risk Identification and Analysis
Analisis Risiko.                                          Procedure.

TPA memastikan seluruh pekerja beroperasi dalam           TPA ensures that all workers operate under controlled
kondisi risiko terkendali serta didorong melaporkan       risk conditions and are encouraged to report unsafe
unsafe action atau unsafe condition melalui P2K3,         actions or unsafe conditions through the P2K3, with
dengan jaminan perlindungan dari tindakan yang            guaranteed protection from retaliatory actions.
merugikan pelapor. [GRI 403-4, 13.19.5]                   [GRI 403-4, 13.19.5]




Pelatihan K3 [GRI 403-5, 13.19.6]                         OHS Training [GRI 403-5, 13.19.6]

SDM merupakan faktor utama dalam mewujudkan               Human resources are a key factor in realizing
lingkungan kerja yang aman dan sehat. Pemenuhan           a safe and healthy work environment. Fulfilling
kompetensi sesuai jenis pekerjaan, peralatan, dan         competencies in accordance with job type,
metode kerja memastikan tenaga kerja memahami             equipment, and work methods ensures that
potensi risiko dan bahaya. Dengan kompetensi              employees understand potential risks and hazards.
tersebut, TPA membangun budaya kerja berbasis K3          With these competencies, TPA builds an OHS-based
di seluruh wilayah operasional.                           work culture across all operational areas.

Sepanjang 2025, TPA menyelenggarakan pelatihan            Throughout 2025, TPA conducted OHS training to
K3 untuk meningkatkan hard skill wajib dan soft           enhance mandatory hard skills and employee soft
skill karyawan, termasuk Pelatihan Bersertifikat          skills, including Certified Training by the Ministry
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia,           of Manpower of the Republic of Indonesia, among
antara lain:                                              others:
• Ahli K3 Umum;                                           • General OHS Expert;
• Operator Pesawat Angkat Angkut (PAA);                   • Lifting and Transport Equipment Operator (PAA);
• Hygiene Perusahaan, Ergonomi dan Kesehatan              • Occupational Hygiene, Ergonomics, & Health
     (Hyperkes);                                               (Hyperkes)
• Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K);              • First Aid (P3K);
• K3 Pemadaman Kebakaran kelas B, C, dan D;               • OHS for Fire Safety Class B, C, and D;
• Teknisi K3 Listrik dan Pembinaan Pesawat Uap            • OHS Electrician and Steam Boiler Supervision
     Kelas 1 dan 2 (Operator Sterilizer);                      Class 1 and 2 (Sterilizer Operator);
• Sertifikasi Penggerak Mula Kelas 1;                     • Prime Mover Certification Class 1;
• Operator Pesawat Tenaga & Produksi; serta               • Power & Production Equipment Operator; and
• Sertifikasi Juru Las Kelas 3.                           • Welder Certification Class 3.

Pelatihan wajib dalam lingkup K3 disampaikan              Mandatory OHS training is delivered by competent
oleh para pakar dan fasilitator K3 yang kompeten          experts and facilitators, licensed by the Ministry of
dan berlisensi Kemenaker. Peserta pelatihan               Manpower. Training participants will receive licenses
akan mendapatkan lisensi dan kewenangan dari              and authorization from the Ministry of Manpower
Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia atas          of the Republic of Indonesia for specific OHS
suatu kecakapan pada bidang K3 tertentu.                  competencies.




176    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 179
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                    PT Teladan Prima Agro Tbk




Pelatihan Penggunaan Bahan Kimia                           Chemical Handling Training for
bagi Karyawan [GRI 403-5, 13.19.6]                         Employees [GRI 403-5, 13.19.6]

Sebagai bagian dari komitmen K3, TPA secara rutin          As part of its OHS commitment, TPA regularly conducts
menyelenggarakan pelatihan penggunaan bahan                chemical handling training for employees involved
kimia bagi karyawan yang terlibat dalam operasional.       in operations. This training ensures understanding of
Pelatihan ini memastikan pemahaman prosedur                safe handling procedures and minimizes accident
penanganan yang aman serta meminimalkan risiko             risks and health impacts.
kecelakaan dan dampak kesehatan.

Materi    mencakup  tata  cara   penggunaan,               The materials include usage procedures, emergency
penanganan darurat, pengenalan simbol bahaya,              handling, hazard symbol recognition, and proper
serta penggunaan APD yang tepat. Karyawan                  use of PPE. Employees are also equipped with an
juga dibekali pemahaman tentang pentingnya                 understanding of the importance of safety when
keselamatan dalam bekerja dengan bahan kimia               working with hazardous chemicals.
berisiko.

TPA turut memberikan pelatihan penyimpanan                 TPA also provides training on chemical storage in
bahan kimia sesuai standar keamanan, dengan                accordance with safety standards, with access
akses terbatas hanya bagi petugas berwenang.               restricted to authorized personnel only. Warehouses
Gudang dilengkapi penandaan bahaya yang jelas              are equipped with clear hazard signage to prevent
untuk mencegah potensi insiden.                            potential incidents.

Pelatihan dilaksanakan secara berkala bagi seluruh         Training is conducted periodically for all relevant
karyawan terkait guna memastikan kompetensi                employees to ensure competency in handling
dalam menangani bahan kimia secara aman dan                chemicals safely and responsibly.
bertanggung jawab.



Pelayanan Kesehatan bagi Karyawan                          Employee Healthcare Services
[GRI 403-3, 403-6, 13.19.4, 13.19.7]                       [GRI 403-3, 403-6, 13.19.4, 13.19.7]


Sebagai perusahaan perkebunan dengan lokasi                As a plantation company with operational
operasional yang jauh dari fasilitas kesehatan             locations far from public healthcare facilities, TPA
umum, TPA menghadapi tantangan dalam                       faces challenges in providing healthcare services.
pemenuhan layanan kesehatan. Untuk itu, Perseroan          Therefore, the Company provides healthcare
menyediakan fasilitas kesehatan di wilayah                 facilities in operational areas to support employees
operasional guna mendukung karyawan dan                    and their families.
keluarganya.

TPA     berkomitmen        menghadirkan    layanan         TPA is committed to delivering comprehensive
kesehatan komprehensif, meliputi akses medis,              healthcare services, including medical access,
program pencegahan, pemeriksaan rutin, serta               preventive programs, routine check-ups, as well
layanan darurat dan keluarga. Upaya ini menjaga            as emergency and family services. These efforts
kesehatan fisik dan mental karyawan, meningkatkan          maintain employees’ physical and mental health,
produktivitas, serta memastikan kesejahteraan tetap        increase productivity, and ensure welfare is
terjaga meski di lokasi terpencil.                         preserved despite remote locations.




                                                       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report          177
Page 180
                           Socio-Territorial




       Petugas Kesehatan Melakukan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
       Health Officers Providing First Aid for Occupational Accidents




Informasi mengenai strategi penyediaan layanan                Detailed information on the strategy for providing
kesehatan karyawan lebih lengkap diuraikan                    employee healthcare services is outlined below.
sebagai berikut.



           Fasilitas dan Pelayanan Kesehatan di Unit Operasional
           Healthcare Facilities and Services in Operational Units
           Unit operasional perkebunan kelapa sawit mayoritas berada di remote area yang kurang menjangkau
           fasilitas kesehatan milik pemerintah sehingga untuk memudahkan pelayanan kesehatan perusahaan
           menyediakan fasilitas kesehatan berupa klinik di kebun.
           Most palm oil plantation operational units are located in remote areas with limited access to government
           healthcare facilities. To ensure accessible healthcare services, the company provides on-site clinics within
           the plantations.




           Pemeriksaan Kesehatan Rutin bagi Karyawan
           Routine Health Check-ups for Employees
           Pemeriksaan kesehatan pertama dilakukan pada proses rekrutmen karyawan operasional. Setelah
           statusnya menjadi karyawan, maka dilakukan pemeriksaan kesehatan rutin, baik kategori umum maupun
           khusus. Pemeriksaan kesehatan dilakukan minimal 1 kali setiap tahun, dan 2 kali bagi karyawan dengan
           risiko kerja tinggi.
           The initial health examination is conducted during the recruitment process for operational employees. Once
           employed, they undergo regular health check-ups, covering both general and specialized categories. Health
           check-ups are held at least once a year and twice a year for employees with high occupational risks.




178   Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 181
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                   PT Teladan Prima Agro Tbk




           Penanganan Kecelakaan Kerja dan Perawatan Medis
           Workplace Accident Management and Medical Care

           Fasilitas unit pelayanan kesehatan juga berfungsi sebagai sarana penanganan kecelakaan kerja dan
           perawatan medis darurat, baik untuk pekerja dan keluarga tertanggung pekerja.
           The healthcare facilities also serve as centers for handling workplace accidents and providing emergency
           medical care for both employees and their eligible dependents.




           Asuransi Kesehatan
           Health Insurance
           TPA menyediakan asuransi kesehatan melalui program BPJS Kesehatan.
           TPA provides health insurance through the BPJS Kesehatan program.




           Inisiatif Kesehatan Preventif
           Preventive Health Initiatives

           Kami mengadakan program kebugaran dan gaya hidup sehat, seperti senam pagi, olahraga rutin, serta
           kampanye gaya hidup sehat, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan
           meningkatkan produktivitas.
           We organize fitness and healthy lifestyle programs, such as morning exercise, regular sports activities, and
           healthy lifestyle campaigns, to raise awareness of the importance of maintaining health and enhancing
           productivity.



Penyediaan layanan kesehatan berkualitas di unit              Provision of quality healthcare services in plantation
operasional perkebunan menjadi krusial mengingat              operational units is crucial, considering the limited
keterbatasan akses fasilitas kesehatan umum di                access to public healthcare facilities in remote
wilayah terpencil. Melalui pemeriksaan kesehatan              areas. Through regular health check-ups, provision
rutin, penyediaan fasilitas medis yang memadai,               of adequate medical facilities, as well as disease
serta program pencegahan penyakit dan asuransi                prevention program and health insurance, TPA is
kesehatan, TPA menjaga kesehatan sekaligus                    maintaining both employee health and productivity.
produktivitas karyawan. Upaya ini mencerminkan                These efforts reflect the company’s social
tanggung jawab sosial perusahaan terhadap                     responsibility towards the well-being of its employees
kesejahteraan karyawan dan masyarakat sekitar,                and surrounding communities, while also supporting
serta mendukung keberlanjutan dan reputasi TPA                TPA’s long-term sustainability and reputation.
dalam jangka panjang.




       Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Unit Operasional
       Healthcare Service Facilities at Operational Units




                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report             179
Page 182
                                   Socio-Territorial




Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat                                      Workplace Accidents and
Kerja [GRI 403-9, 403-10, 13.19.10, 13.19.11]                             Occupational Diseases [GRI 403-9, 403-10,
                                                                          13.19.10, 13.19.11]


TPA terus memantau statistik kecelakaan kerja dan                         TPA continuously monitors workplace accident and
penyakit akibat kerja, seperti jumlah insiden, frekuensi,                 occupational disease statistics, including the number
dan keparahan cedera, untuk mengevaluasi                                  of incidents, frequency, and severity of injuries, to
efektivitas kebijakan dan program K3. Tingkat absensi                     evaluate the effectiveness of its OHS policies and
akibat cedera juga penting untuk menilai seberapa                         programs. Absenteeism due to injuries is also a key
baik kebijakan K3 yang diimplementasikan dalam                            indicator in assessing how well OHS policies protect
melindungi kesehatan pekerja. Selain itu, survei                          employees’ health. Also, employee satisfaction
kepuasan karyawan tentang K3 dapat digunakan                              surveys on OHS help identify improvement areas,
untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan,                      ensuring that safety policies are perceived
memastikan        bahwa     kebijakan      keselamatan                    as effective by the workforce.
dirasakan efektif oleh karyawan.

TPA memiliki sasaran untuk mencapai angka                                 TPA aims to achieve zero workplace accidents
kecelakaan kerja nihil di seluruh wilayah operasi.                        across all operational areas. To accomplish this,
Untuk mewujudkannya, kami mendorong semua                                 we encourage all stakeholders to implement OHS
pemangku kepentingan untuk melaksanakan                                   systems and procedures rigorously, consistently, and
sistem dan prosedur K3 secara ketat, konsisten,                           with discipline. As a result, out of 1,648,472 recorded
dan disiplin. Hasilnya, dari 1.648.472 jam kerja yang                     working hours in 2025, TPA successfully logged
berhasil dicatatkan sepanjang tahun 2025, TPA                             1,089,253 safe working hours without any workplace
mencatat 1.089.253 jam kerja aman dan nihil dari                          accidents. TPA ensures that every workplace accident
kecelakaan kerja. TPA memastikan bahwa setiap                             is promptly addressed and analyzed to identify root
kasus kecelakaan kerja segera ditanggulangi                               causes, preventing similar incidents in the future and
dan dianalisis untuk mencari pokok masalahnya,                            continuously improving the Company’s occupational
sehingga kejadian serupa di masa mendatang                                safety performance.
dapat dicegah dan kinerja keselamatan kerja
Perseroan menjadi lebih baik.


               Metrik                         2025                 2024                   2023                       Matric
 Jam kerja aman                              1.089.253             891.815               746.841                          Safe work hours

 Total dan tingkat fatalitas                                                                               Amount of fatality caused by
                                                      -                  -                      -
 sebagai akibat kecelakaan kerja                                                                               occupational accident

                                                                                                                   Amount and extent of
 Total dan tingkat kecelakaan
                                                                                                                 occupational accident
 kerja dengan konsekuensi tinggi                      -                  -                      -
                                                                                                                 with high consequence
 (tidak termasuk fatalitas)
                                                                                                                  (not including fatality)

                                                                                                                   Amount and extent of
 Total dan tingkat kecelakaan
                                             33; 20,02           29; 19,95              34; 21,47                occupational accidents
 kerja yang dapat dicatat
                                                                                                                               recorded

 Total jam kerja                             1.648.472          1.453.436              1.583.642                   Amount of work hours

Sumber data kecelakaan kerja yang dicatat oleh TPA merupakan laporan kecelakaan kerja dari poliklinik di setiap wilayah operasinya. TPA
menghitung angka kecelakaan kerja berdasarkan 1.000.000 jam kerja aman yang dibukukan oleh seluruh karyawan. / TPA’s occupational
accident data was sourced from reports from the polyclinics in each operational area. TPA calculates the number of occupational accidents for
every 1,000,000 safe working hours accumulated by all employees.


Tabel berikut merangkum penyebab dan faktor                               The following table summarizes the common
risiko kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja                        causes and risk factors of workplace accidents
yang umum dijumpai di lingkungan industri kelapa                          or occupational diseases in the palm oil
sawit, yang relevan dengan bisnis TPA, serta upaya                        industry, relevant to TPA’s business, along with
pengendaliannya.                                                          the corresponding control measures.




180      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 183
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                      PT Teladan Prima Agro Tbk




Faktor Risiko Penyebab Kecelakaan Kerja [GRI 403-10, 13.19.11]
Occupational Accident Risk Factors
     Kegiatan                           Faktor Risiko                                 Langkah Pengendalian
      Activity                          Risk Factors                                    Control Measures
Pemanenan TBS          1. Tertusuk duri buah sawit;                         1. Sosialisasi K3 bekerja dengan selamat;
                       2. Tersayat/tertusuk alat panen;                     2. Penggunaan sarung tangan pelindung;
                       3. Tertimpa TBS saat memanen atau memuat             3. Penggunaan kaca mata pelindung; serta
                          buah;                                             4. Penggunaan sepatu boot pelindung.
                       4. Terpercik serbuk sawit pada mata;
                       5. Tertimpa pelepah sawit; serta
FFB Harvesting         6. Tersengat tawon.
                       1. Pierced by FFB thorn;                             1. Dissemination of OHS on work safety;
                       2. Cut/pierced by harvesting tools;                  2. Usage of protective gloves;
                       3. Hit by falling FFB while harvesting or loading;   3. Usage of protective google; and
                       4. Eyes hurt by FFB dust;                            4. Usage of protective boots.
                       5. Hit by falling frond; and
                       6. Stung by bees

Perawatan Tanaman      1. Terpapar bahan kimia;                             1. Sosialisasi K3 bekerja dengan selamat;
dengan Herbisida       2. Bahan kimia terminum; serta                       2. Penyimpanan bahan kimia pada gudang
Kimia                  3. Bahan kimia terhirup.                                khusus;
                                                                            3. Pemberian label B3 pada setiap kemasan
                                                                               bahan kimia;
                                                                            4. Memakai apron, masker, sarung tangan,
                                                                               face shield, dan sepatu boots; serta
                                                                            5. Pemasangan MSDS bahan kimia yang
Maintenance of                                                                 terkait.
Plants with Chemical   1. Exposed to chemical substances;                   1. Dissemination of OHS on work safety;
Herbicides             2. Ingestion of chemical substances; and             2. Storage of chemicals in specific warehouses;
                       3. Inhalation of chemical substances.                3. Labeling of hazardous and toxic (B3)
                                                                               substances on every chemical package;
                                                                            4. Wearing apron, mask, gloves, face shield,
                                                                               and boots; and
                                                                            5. Posting the MSDS for related chemicals.

Perawatan Tanaman      Tersayat parang.                                     Sosialisasi K3 bekerja dengan selamat.
Manual
Manual Maintenance     Cut by sharp tools.                                  Dissemination of OHS on work safety.
of Plants

Pemupukan              Paparan pupuk pada kulit dan mata.                   1. Sosialisasi K3 bekerja dengan selamat;
                                                                            2. Penggunaan sarung tangan pelindung;
                                                                               serta
                                                                            3. Penggunaan kaca mata pelindung; serta
                                                                            4. Pembuatan Instruksi kerja (IK) Pemupukan.
Manuring               Fertilizer exposure on the eyes and skin.            1. Dissemination of OHS on work safety;
                                                                            2. Usage of protective gloves;
                                                                            3. Usage of protective google; and
                                                                            4. Making Manuring Work Instruction (IK).




                                                          Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report              181
Page 184
                             Socio-Territorial




      Kegiatan                          Faktor Risiko                             Langkah Pengendalian
       Activity                         Risk Factors                                Control Measures
Operasional              1. Terpapar uap panas;                         1. Sosialisasi K3 bekerja dengan selamat;
Pengolahan TBS di        2. Terpapar minyak panas;                      2. Pemasangan rambu-rambu area berbahaya
PKS                      3. Terjepit mesin operasional PKS;                dan berisiko; serta
                         4. Terpapar uap boiler;                        3. Menggunakan APD.
                         5. Terpapar panas pipa bakar;
                         6. Terhantam mesin operasional bergerak dan
                             Terhimpit lori;
                         7. Terpeleset;
                         8. Terkena B3;
                         9. Tersengat arus listrik; serta
                         10. Tertusuk tojok.
FFB Processing           1. Exposed to steam;                           1. Dissemination of OHS on work safety;
Activities at Palm Oil   2. Exposed to hot oil;                         2. Installation of signs of dangerous and high-
Mills                    3. Clamped by machinery at palm oil mills;        risk areas; and
                         4. Exposed to boiler steam;
                         5. Exposed to the heat from pipes;             3. Wearing PPE.
                         6. Hit by moving operational machines and
                             Crushed by lorry;
                         7. Slipping;
                         8. Exposed to B3;
                         9. Electric shock; and
                         10. Injured by loading spear.

Perawatan (Bengkel)      1. Tergores peralatan bengkel;                 1. Sosialisasi K3 bekerja dengan selamat;
                         2. Terbelit mesin bubut;                       2. Penggunaan sarung tangan pelindung;
                         3. Terkena gram besi; serta                       serta
                         4. Terkena percikan api las.                   3. Penggunaan topeng pelindung.
Maintenance              1. Cut by workshop tools;                      1. Dissemination of OHS on work safety;
(Workshop)               2. Entangled in lathe;                         2. Usage of protective gloves; and
                         3. Hit by metal swarf; and                     3. Usage of protective masks.
                         4. Exposed to welding sparks.

Operasional BPP dan      1. Terpapar panas gas engine;                  1. Sosialisasi budaya K3;
KCP                      2. Tersengat arus listrik;                     2. Memasang papan amaran, larangan, dan
                         3. Kebakaran;                                     simbol-simbol K3;
                         4. Kebocoran pipa gas; serta                   3. Pemasangan barometer pada MLD;
                         5. Terjepit mesin olah.                        4. Pemeriksaan     kelayakan   sarana   dan
                                                                           prasarana secara rutin;
                                                                        5. Melengkapi      mesin-mesin   operasional
                                                                           bergerak dengan pengaman; serta
                                                                        6. Menggunakan APD.
BPP and KCP              1. Exposed to heat from gas engine;            1. Dissemination of OHS culture;
Operations               2. Electric shock;                             2. Installation of warning, prohibition signeges,
                         3. Fire;                                          and OHS symbols;
                         4. Gas pipe leak; and                          3. Installation of barometer on MLD;
                         5. Clamped by processing machine.              4. Routine feasibility check of the facilities and
                                                                           infrastructure;
                                                                        5. Installing safety features on moving
                                                                           operational machineries; and
                                                                        6. Using PPE.



Sepanjang tahun 2025, TPA tidak mencatatkan                    Throughout 2025, TPA recorded no workplace
adanya kasus kecelakaan kerja yang tergolong                   accidents classified as Lost Time Injuries for three
pada Lost Time Injuries 3 hari atau di atasnya di              days or higher at plantation sites or processing
lokasi perkebunan maupun pabrik pengolahan.                    mills. This achievement reflects the crucial role of
Pencapaian ini tidak terlepas dari peran tim                   OHS team, whose continuous efforts in optimizing
K3 yang senantiasa kami optimalkan untuk                       preventive measures have effectively mitigated
terus memaksimalkan tindakan pencegahan-                       potential workplace accident risks.
pencegahan terhadap setiap potensi risiko
kecelakaan kerja yang mungkin terjadi.




182    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 185
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                            PT Teladan Prima Agro Tbk




Membangun Talenta melalui Pengembangan
Kompetensi dan Karier                             [POJK F.22] [GRI 3-3:404]

Developing Talent through Competency and Career Growth



       “Membangun talenta berarti membangun masa depan. Sepanjang 2025, TPA memperluas
       program pelatihan lintas jenjang dan memperkuat sistem karier berbasis merit, memastikan
       setiap insan TPA tumbuh menjadi pemimpin yang kompeten dan berdaya saing global.”
       “Developing talent means building the future. In 2025, TPA expanded its cross-level training program
       and strengthen the merit-based career system, ensuring every TPA’s personnel has the opportunity to
       grow as a competent leader with global competitiveness.”




Pengembangan kompetensi karyawan menjadi                   Employee competency development is a key
prioritas TPA untuk mendukung pertumbuhan                  priority for TPA in supporting long-term growth and
dan keberlanjutan jangka panjang. Strategi ini             sustainability. This strategy strengthens human
memperkuat kapabilitas SDM melalui pelatihan               capital capabilities through continuous training at
berkelanjutan di seluruh jenjang yang selaras dengan       all levels aligned with the Company’s Vision and
Visi dan Misi Perseroan, sehingga karyawan memiliki        Mission, ensuring employees possess technical,
kompetensi teknis, manajerial, dan profesional untuk       managerial, and professional competencies to
menunjang keunggulan operasional.                          support operational excellence.




       Teladan Future Leader Development Program




                                                       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report   183
Page 186
                            Socio-Territorial




TPA juga menerapkan sistem pengembangan karier                 TPA also implements a structured, transparent,
yang terstruktur, transparan, dan berbasis merit,              and merit-based career development system,
didukung penilaian kinerja yang objektif. Setiap               supported by objective performance evaluations.
karyawan memperoleh jalur pengembangan yang                    Each employee is provided with a clear development
jelas guna meningkatkan keterampilan dan jenjang               pathway to enhance skills and career progression,
karier, sekaligus mampu beradaptasi dengan                     while remaining adaptable to industry dynamics.
dinamika industri.

Komitmen kesetaraan akses dijaga dengan                        Commitment to equal access is maintained by
memastikan kesempatan yang sama tanpa                          ensuring equal opportunities without discrimination.
diskriminasi. Setiap individu dihargai berdasarkan             Each individual is valued based on potential and
potensi dan kapabilitasnya, mendorong inovasi,                 capability, encouraging innovation, collaboration,
kolaborasi, serta budaya kerja yang inklusif dan               and an inclusive and sustainable work culture.
berkelanjutan.

Adapun kebijakan dan inisiatif yang telah kami                 The policies and initiatives implemented to support
realisasikan terkait pengembangan kompetensi                   employee competency and career development are
serta karier karyawan sebagai berikut:                         as follows:



            Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan Teknis
            Technical Skills Training and Development
            TPA secara berkala menyelenggarakan pelatihan teknis yang mencakup keterampilan berkaitan dengan
            operasional perkebunan, misalnya perawatan tanaman, pemanenan, pengelolaan hama terpadu, dan
            pengoperasian mesin-mesin pengolahan TBS. Selain itu, juga dilakukan pelatihan penggunaan aplikasi
            digital pendukung, seperti PIS.
            TPA regularly conducts technical training related to plantation operations skills, such as crop maintenance,
            harvesting, integrated pest management, and the operation of FFB processing machinery. Additionally,
            training is provided on the use of supporting digital applications, such as PIS.




            Pelatihan Keterampilan Manajerial dan Kepemimpinan
            Managerial and Leadership Skills Training
            TPA menyediakan program pengembangan kepemimpinan untuk karyawan yang diproyeksikan ke posisi
            manajerial, meliputi manajemen tim, pengambilan keputusan strategis, manajemen konflik, maupun
            komunikasi efektif.
            TPA offers leadership development programs for employees projected for managerial roles, covering team
            management, strategic decision-making, conflict management, and effective communication.




            Pelatihan Kompetensi Bersertifikat
            Certified Competency Training
            TPA mendorong karyawan untuk mendapatkan sertifikasi profesional, seperti Sertifikasi K3 Operator
            Boiler,dan SIO Alat Berat.
            TPA encourages employees to obtain professional certifications, such as the K3 Boiler Operator Certification
            and SIO Heavy Equipment.




184    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 187
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                 PT Teladan Prima Agro Tbk




       Pelaksanaan Sekolah Kepemimpinan Madya
       Implementation of Intermediate Leadership School




           Pengembangan Keterampilan Non-Teknis
           Non-Technical Skills Development
           Selain keterampilan teknis, TPA juga menyelenggarakan pelatihan keterampilan non-teknis, seperti
           kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja tim, problem solving, maupun kreativitas untuk meningkatkan
           produktivitas karyawan.
           In addition to technical skills, TPA conducts training on non-technical skills such as communication,
           leadership, teamwork, problem-solving, and creativity to enhance employee productivity.




           Rencana Pengembangan Karier yang Terstruktur
           Structured Career Development Plan
           TPA merancang jalur karier yang jelas, mulai dari level pemula hingga manajemen senior, dengan evaluasi
           berkala berbasis KPI. Penilaian ini memberikan arahan bagi karyawan tentang keterampilan yang perlu
           dikembangkan untuk mencapai promosi.
           TPA designs a clear career path, from entry-level positions to senior management, with periodic KPI-based
           evaluations. This assessment provides employees with guidance on the skills they need to develop to
           achieve promotions.




           Pengembangan Kompetensi untuk Tantangan Industri 4.0
           Competency Development for Industry 4.0 Challenges
           Di era digital, karyawan dilatih untuk familiar dan menyiapkan diri untuk perkembangan perusahaan ke
           depan yang mengoptimalkan Internet of Things (IoT).
           In the digital era, employees are trained to become familiar with and prepare for the company’s future
           advancements by optimizing the Internet of Things (IoT).




Dengan pendekatan holistik ini, TPA memastikan              With this holistic approach, TPA ensures that
bahwa karyawan memiliki kompetensi yang sesuai              employees possess competencies aligned with the
dengan kebutuhan industri kelapa sawit, mendukung           needs of the palm oil industry, supporting their career
pertumbuhan karier mereka, sekaligus mendorong              growth while driving the company’s sustainability
keberlanjutan dan produktivitas Perseroan.                  and productivity.




                                                       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report           185
Page 188
                           Socio-Territorial




Program Pelatihan dan                                        Employee Training and Competency
Pengembangan Kompetensi                                      Development Program

Program pengembangan kompetensi karyawan TPA                 TPA’s employee competency development program
diarahkan pada 2 kategori kompetensi sebagaimana             is structured into 2 key competency categories, as
diuraikan berikut:                                           outlined below:



                              Kompetensi Teknis Generik                    Kompetensi Teknis Spesifik
                              Generic Technical Competencies               Specific Technical Competencies

                              Keterampilan teknis yang penting untuk       Keterampilan teknis yang penting untuk
                              dimiliki seluruh karyawan Perseroan,         dimiliki oleh karyawan berdasarkan
                              sesuai model bisnis TPA.                     fungsi pekerjaan. Disesuaikan dengan
                                                                           kebutuhan setiap divisi/departemen.
      Kompetensi              Essential technical skills to be possessed
                                                                           Essential technical skills to be possessed
                              by all employees of the Company, in line
        Teknis                with TPA’s business model.                   by employees based on the respective
  Hard Competency                                                          job functions. Tailored to the needs of
                                                                           each division/department.




                              Kompetensi Inti                              Kompetensi Kepemimpinan
                              Core Competencies                            Leadership Competencies

                              Keterampilan      atau   perilaku yang       Kemampuan           dalam       memimpin
                              perlu dan penting dimiliki seluruh           dibutuhkan untuk mencapai target
                              karyawan Perseroan. Soft competency          Perseroan, sehingga program ini diberikan
                              dikembangkan berdasarkan Visi, Misi,         kepada karyawan yang telah menduduki
                              dan Nilai-Nilai Perusahaan.                  jabatan struktural tertentu, seperti head of
      Kompetensi                                                           section/head of department.
                              Skills or behaviors that are essential
      Non-Teknis              to be possessed by all employees of          The ability to lead is required to achieve
   Soft Competency            the Company. Soft competencies are           the Company’s targets, so this program
                              developed based on the Company’s             isprovided to employee in certain
                              Vision, Mission, and Values.                 structural positions, such as head of
                                                                           section/head of department.




Program pengembangan kompetensi karyawan                     TPA’s employee competency development program
TPA dirancang secara strategis berdasarkan                   is strategically designed based on needs analysis,
analisis kebutuhan, hasil evaluasi kinerja, serta            performance evaluation results, and individual
rencana pengembangan individu yang disetujui                 development plans approved by direct supervisors.
atasan langsung. Pendekatan ini memastikan                   This approach ensures relevant training to the
pelatihan relevan dengan kebutuhan perusahaan                company’s needs and align with employee potential.
sekaligus selaras dengan potensi karyawan. Melalui           With a sustainable system, TPA consistently
sistem berkelanjutan, TPA menjaga peningkatan                maintains HR capability improvement to support the
kapabilitas SDM secara konsisten guna mendukung              achievement of Company’s strategic goals. Several
pencapaian tujuan strategis Perseroan. Beberapa              categories of competency development programs
kategori program pengembangan kompetensi yang                that are regularly implemented are listed below:
dilaksanakan secara rutin diuraikan sebagai berikut:




186    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 189
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                      PT Teladan Prima Agro Tbk




          Managerial Development Program

          Program ini ditujukan untuk mencetak Teladan Prima Future Leaders dengan mengasah kompetensi
          kepemimpinan mereka secara berjenjang, mulai dari tahap dasar hingga eksekutif.
          This program aims to develop Teladan Prima Future Leaders by systematically honing their leadership
          competencies, progressing from foundational levels to executive roles.



          Technical Development Program

          Program ini ditujukan untuk mengasah kompetensi teknis dan umumnya diselenggarakan di Pusat Pelatihan TPA
          (berlokasi di Talisayan, Kabupaten Berau). Fokus pelatihan adalah penguatan prosedur dan standar kerja serta
          peningkatan produktivitas.
          This program is designed to enhance technical competencies and is generally conducted at the TPA Training
          Center in Talisayan, Berau Regency. The training focuses on strengthening procedures and work standards while
          improving productivity.


          Certified Development Program
          Program ini diarahkan bagi karyawan yang ingin memperoleh sertifikasi sebagai prasyarat untuk menjalankan
          pekerjaannya. Beberapa sertifikasi profesi yang dilaksanakan meliputi:
          • Pelatihan Ahli K3 Umum;
          • Bimbingan Teknis Kebakaran Hutan dan Lahan;
          • Petugas P3K;
          • HIPERKES & KK (Higiene Perusahaan, Kesehatan & Keselamatan Kerja);
          • Gada Pratama;
          • Pembinaan dan Sertifikasi K3 Operator Alat;
          • Petugas Kebakaran Bangunan Gedung;
          • Auditor ISPO;
          • Sertifikasi CHR Business Partner (CHRBP);
          • Sertifikasi BNSP Staf MSDM; serta
          • Certified Internal Audit Professional.
          Sertifikasi ini membantu memastikan bahwa karyawan memenuhi standar profesional dan peraturan, sekaligus
          meningkatkan kompetensi mereka.
          This program is designed for employees seeking certification as a prerequisite for their job roles. The professional
          certifications offered include:
          • General OHS Expert Training;
          • Technical Guidance on Forest and Land Fire Prevention;
          • P3K;
          • Occupational Hygiene & Occupational Health and Safety (HIPERKES & KK);
          • Gada Pratama (Basic Security Training);
          • OHS Training and Certification for Equipment Operators;
          • Building Fire Safety Officers;
          • ISPO Auditor Certification;
          • Certified Human Resources Business Partner (CHRBP);
          • BNSP Certification for HR Staff; and
          • Certified Internal Audit Professional.
          These certifications help ensure that employees meet professional and regulatory standards while enhancing
          their competencies.



Selain itu, TPA juga merealisasikan berbagai program            Additionally,   TPA    has implemented      various
pengembangan kompetensi sepanjang tahun 2025.                   competency development programs throughout
Beberapa di antaranya diuraikan sebagai berikut:                2025. Some of the programs are outlined as follows:
1. Future Leader Development Program (FLDP);                    1. Future Leader Development Program (FLDP);
2. Sekolah Kepemimpinan Madya Teladan Mandor                    2. Teladan Middle Leadership School for Harvest
   Panen (SEPAMA-MPn) Batch 1 - 7;                                 Foremen (SEPAMA-MPn) Batch 1–7;
3. Supporting Fundamental Traning Program (SFTP);               3. Supporting Fundamental Traning Program (SFTP);
4. Logistic Fundamental Training Program; serta                 4. Logistics Fundamental Training Program; and
5. Training for Trainers.                                       5. Training for Trainers.

Dari berbagai program tersebut, secara agregat TPA              From the various aforementioned programs, TPA
mencatatkan 77.302 jam pelatihan yang diikuti oleh              recorded a total of 77,302 training hours attended by
1.972 orang peserta atau 16,10% dari jumlah karyawan            1,972 participants or 16.10% of TPA’s total workforce.
TPA. Dengan demikian, rata-rata karyawan TPA di                 Thus, in 2025, TPA employees have participated in




                                                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report             187
Page 190
                            Socio-Territorial




tahun 2025 telah mengikuti pelatihan selama 6,31                     an average of 6.31 training hours per employee.
jam per karyawan. Informasi lebih lengkap mengenai                   More detailed information on the realization of TPA
realisasi program pelatihan karyawan TPA diuraikan                   employee training program is stated in the below
sebagai berikut:                                                     table:



Rata-Rata Jam Pelatihan per Tahun per Karyawan [GRI 404-1]
Average Hours of Training per Employee in One Year



              Rata-Rata Jam Pelatihan per Tahun per Karyawan berdasarkan Gender
                   Average Hours of Training per Year per Employee by Gender

                                                Pria                        Wanita
                                                Male                        Female


                                                       7,4

                                         6,6    6,5


                                                                                     2,0



                                                                              1,0


                                                                      0,2



                                            2023              2024                  2025




             Rata-Rata Jam Pelatihan per Tahun per Karyawan berdasarkan Jabatan
                  Average Hours of Training per Year per Employee by Position


      Executive-level       Senior-level                Middle-level                  Entry-level                 Workers

                                                                                            142,5
                                  41,1
                                                              38,0                                  130,6
                                                                      36,2
                                                                                    103,5


                                                       27,5
                           25,7

      14,7                               15,0
                   12,0
                                                                                                                          2,5
                                                                                                            2,3
             3,2                                                                                                    0,9


                                            2023              2024                  2025




188      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 191
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                  PT Teladan Prima Agro Tbk




Rata-Rata Jam Pelatihan per Karyawan Tahun 2025 [GRI 404-1]
Average Hours of Training per Employee in 2025
                     Total Karyawan yang                                              Rata-Rata Jam Pelatihan
                      Mengikuti Pelatihan                  Jam Pelatihan                  Setiap Karyawan
    Uraian
                     Number of Employees                   Training Hours                Individual Average
  Description
                    Participating in Training              (Jam / Hours)                    Training Time
                        (Orang / Person)                                            (Jam/Orang / Hours/Person)
 Rata-Rata Jam Pelatihan per Karyawan Tahun 2025 berdasarkan Gender
 Average Hours of Training per Employee in 2025 by Gender

 Pria
                               1.810                            72.032                              7,4
 Male

 Wanita
                                162                              5.270                               2
 Female

Total                          1.972                            77.302                             6,3

Rata-Rata Jam Pelatihan per Karyawan Tahun 2025 berdasarkan Jabatan
Average Hours of Training per Employee in 2025 by Position

Executive-level                   9                                144                               12

Senior-level                    150                              1.248                               15

Middle-level                     231                             3.148                             36,2

Entry-level                     903                             44.020                            130,6

Workers                         679                             28.742                              2,5

Total                          1.972                            77.302                             6,3




Program Pengembangan Karier                                    Career Development Program

Pengembangan karier merupakan bagian strategis                 Career development is a strategic component of
TPA dalam mendukung pertumbuhan bisnis serta                   TPA in supporting business growth while increasing
meningkatkan motivasi dan loyalitas karyawan.                  employee motivation and loyalty. Career programs
Program karier dirancang terstruktur dan selaras               are designed in a structured manner and aligned
dengan rencana pengembangan individu, didukung                 with individual development plans, supported by
evaluasi berkala melalui KPI, matriks kompetensi,              periodic evaluations through KPIs, competency
penilaian 360 derajat, dan 9-box talent matrix.                matrices, 360-degree assessments, and the 9-box
Hasil asesmen menjadi dasar penyusunan rencana                 talent matrix. Assessment results form the basis for
pengembangan yang dipersonalisasi, sehingga                    personalized development plans, ensuring each
setiap karyawan memiliki jalur karier yang jelas dan           employee has a clear and equal career path.
setara.

TPA juga mengintegrasikan succession planning                  TPA also integrates succession planning to
untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan,                   ensure leadership continuity through training,
melalui pelatihan, rotasi lintas fungsi, dan sertifikasi       cross-functional rotations, and external certifications.
eksternal. Sepanjang 2025, sebanyak 20 karyawan                Throughout 2025, 20 staff-level employees were
level staf memperoleh promosi sebagai hasil                    promoted as a result of this program, reflecting
program ini, mencerminkan komitmen dalam                       the commitment to building competent and adaptive
membangun SDM yang kompeten dan adaptif. Ke                    human resources. Going forward, the program will
depan, program akan diperluas dengan indikator                 be expanded with more measurable performance
kinerja yang lebih terukur guna mendukung                      indicators to support continuous improvement.
peningkatan berkelanjutan.




                                                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report       189
Page 192
                           Socio-Territorial




        Leadership Development Program




Penilaian Kinerja Karyawan                                     Employee Performance Assessment
[GRI 404-3]                                                    [GRI 404-3]


TPA melaksanakan penilaian kinerja minimal                     TPA conducts performance appraisals at least once
1 kali setahun secara objektif dan transparan                  a year in an objective and transparent manner
untuk memastikan pencapaian target bisnis                      to ensure the achievement of business targets
serta mendukung pengembangan karier. Sistem                    and support career development. This system is
ini diperkuat melalui talent management dan                    strengthened through talent management and
succession planning berbasis assessment center,                succession planning based on assessment centers,
fit and proper test, serta succession committee                fit and proper tests, and succession committee
meeting guna menjamin kesiapan talenta pada                    meetings to ensure talent readiness for strategic
posisi strategis. Program Teladan Operation and                positions. The Teladan Operation and Potential Review
Potential Review (TOPER) juga dijalankan sebagai               (TOPER) program is also implemented as a mid-
evaluasi tengah tahun dan penguatan coaching                   year evaluation and reinforcement of field manager
manajer lapangan. Hasil penilaian menjadi dasar                coaching. Assessment results serve as the basis for
remunerasi dan apresiasi, sekaligus mendorong                  remuneration and recognition, while encouraging
produktivitas, loyalitas, dan motivasi kerja.                  productivity, loyalty, and work motivation.

Penilaian kinerja karyawan mencakup 2 aspek                    Employee performance assessment encompasses
sebagaimana diuraikan berikut:                                 2 aspects as outlined below:


                              KPI Individu                                    Kompetensi dan Perilaku
                              Individual KPI                                  Competency and Behavior
                              Penilaian KPI individu diturunkan dari          Penilaian    kompetensi      dan     perilaku
                              KPI Perseroan pada skala korporasi              didasarkan pada keselarasan kompetensi
                              hingga tingkat divisi. Indikator ini dinilai    inti dan kepemimpinan yang ditunjukkan
                              menggunakan metode Balanced Scorecard           oleh individu dengan visi, misi, budaya kerja,
                              dengan 4 perspektif penilaian, yakni            dan sasaran utama TPA.
                              finansial, pelanggan, proses bisnis internal,   The assessment of competencies and
  Aspek Penilaian             serta pembelajaran dan pertumbuhan.             behaviors is based on the alignment
      Kinerja                 Individual KPI assessments are derived from
                              the company’s corporate-level KPIs and
                                                                              of an individual’s core and leadership
                                                                              competencies with TPA’s vision, mission,
    Karyawan                  cascaded down to the divisional level. These    work culture, and key objectives.
      Employee                indicators are evaluated using the Balanced
                              Scorecard method, which incorporates
     Performance
                              4 assessment perspectives: financial,
  Assessment Aspect           customer, internal business processes, and
                              learning and growth.




190     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 193
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                PT Teladan Prima Agro Tbk




Pada 2025, seluruh karyawan TPA di berbagai unit              In 2025, all TPA employees in various operational units
operasional mengikuti penilaian kinerja tahunan.              participated in annual performance assessments.
Sejalan dengan hasil penilaian tersebut, sebanyak             Based on the assessment results, 20 staff-level
20 karyawan level staf memperoleh promosi, serta              employees were promoted, and several potential
sejumlah talenta potensial teridentifikasi untuk              talents were identified for the succession planning
masuk program succession planning sebagai                     program, as an effort to strengthen leadership
upaya memperkuat keberlanjutan kepemimpinan.                  sustainability. More detailed information regarding
Informasi lebih lengkap mengenai hasil penilaian              the employee performance appraisal results is
kinerja karyawan diuraikan sebagai berikut:                   provided below:


Karyawan yang Menerima Tinjauan Rutin terhadap Kinerja dan
Pengembangan Karier [GRI 404-3]
Employees Receiving Regular Performance and Career Development Reviews
                                                                                                       (dalam % / in %)


               Uraian              2025                2024               2023                 Description
Karyawan yang Menerima Tinjauan Rutin berdasarkan Gender
Employees Receiving Regular Reviews by Gender
Pria                                80,2               81,23                80,7                                Male
Wanita                               19,8               18,77               19,3                             Female
Total                                100                 100                100                                 Total
Karyawan yang Menerima Tinjauan Rutin berdasarkan Jabatan
Employees Receiving Regular Reviews by Position
Executive-level                       0,1                0,11               0,12                      Executive-level

Senior-level                        0,48                0,72                0,72                         Senior-level

Middle-level                         0,73                0,81               0,72                        Middle-level
Entry-level                         2,83                2,89                2,87                          Entry-level
Workers (Non-Staff)                   1,8                1,33                1,41                Workers (Non-Staff)
Workers (SKU B&H)                  94,06               94,14               94,16                  Workers (SKU B&H)
Total                                100                 100                100                                 Total



Selain melakukan evaluasi kinerja secara berkala,             In addition to evaluating performance regularly,
TPA juga memberikan ruang bagi karyawan untuk                 TPA also provides employees with the opportunity
menilai sejauh mana perusahaan telah memenuhi                 to assess how well the company is meeting their
kebutuhan dan hak-hak mereka. Pada tahun 2025,                needs and rights. In 2025, TPA held an employee
TPA melaksanakan employee engagement survey                   engagement survey to evaluate the satisfaction
sebagai bentuk evaluasi terhadap tingkat kepuasan             and engagement level of employees. Its assessed
dan keterikatan karyawan. Survei ini menilai 5 aspek          5 key aspects, namely motivation, leadership,
utama yang mencakup motivasi, kepemimpinan,                   communication, welfare, and career opportunities.
komunikasi, kesejahteraan, dan peluang karier.

Hasil dari survei tersebut menjadi bahan evaluasi             The results of the survey serve as a key input
penting dalam merumuskan langkah-langkah                      for evaluating and formulating more targeted
perbaikan berkelanjutan yang lebih tepat sasaran,             continuous improvement measures aimed at
dengan     tujuan    meningkatkan    kesejahteraan            enhancing employee welfare and productivity.
sekaligus produktivitas tenaga kerja. Dengan                  By listening to employees’ aspirations and needs
mendengarkan aspirasi serta kebutuhan yang                    expressed through the survey, TPA is able to identify
diungkapkan karyawan melalui survei, TPA mampu                areas for improvement and design more responsive
mengidentifikasi area yang masih perlu ditingkatkan           strategies.
dan merancang strategi yang lebih responsif.




                                                       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report          191
Page 194
                          Socio-Territorial




Melalui pendekatan ini, TPA berharap dapat                Through this approach, TPA aims to enhance
meningkatkan       tingkat   retensi    karyawan,         employee retention, strengthen work motivation, and
memperkuat motivasi kerja, serta mendorong                foster a healthier and more productive workplace.
terciptanya lingkungan kerja yang lebih sehat dan         This commitment reflects TPA’s dedication to
produktif. Komitmen ini mencerminkan keseriusan           maintaining harmonious and sustainability-oriented
TPA untuk terus memperkuat hubungan industrial            industrial relations.
yang harmonis dan berorientasi pada keberlanjutan.




       Pelaksanaan Fit and Proper Test Penilaian Karyawan
       Implementation of Employee Fit and Proper Test Assessment



Persiapan Masa Purnakarya [GRI 404-2]                     Preparation for Retirement [GRI 404-2]

TPA memandang masa purnakarya sebagai fase                TPA views retirement as an important phase, as
penting sekaligus bentuk apresiasi atas kontribusi        well as an appreciation for employee contributions.
karyawan. Oleh karena itu, TPA menyediakan                Accordingly, TPA provides financial support through
dukungan finansial melalui program Jaminan                the Post-Employment Benefits (JHT) and Pension
Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) BPJS              Security (JP) programs from BPJS Ketenagakerjaan,
Ketenagakerjaan, serta pelatihan pra-purnakarya           as well as pre-retirement training to help
untuk membantu karyawan mempersiapkan masa                employees preparing for retirement independently
pensiun secara mandiri dan bermakna. Program              and meaningfully. This program includes health
ini mencakup edukasi kesehatan, pengelolaan               education, financial management, investment
keuangan, perencanaan investasi, kewirausahaan,           planning, entrepreneurship, and MSME visits for
serta kunjungan UMKM sebagai pembelajaran praktis.        practical learning.

Pendekatan ini melengkapi dukungan finansial              This approach complements financial support
dengan pembekalan non-finansial, termasuk                 with non-financial preparation, including health,
perencanaan kesehatan, psikologis, dan sosial,            psychological, and social planning, enabling
sehingga karyawan dapat menjalani masa                    employees to enter retirement with a better quality
purnakarya dengan kualitas hidup yang lebih baik.         of life. This commitment reflects TPA’s efforts to foster
Komitmen tersebut mencerminkan upaya TPA                  a sustainable workplace that cares for employee
dalam membangun lingkungan kerja berkelanjutan            well-being beyond their tenure with the Company.
yang peduli pada kesejahteraan karyawan hingga
setelah masa kerja berakhir.




192    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 195
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                              PT Teladan Prima Agro Tbk




Jaminan Hari Tua [GRI 201-3]                               Post-Employment Benefits [GRI 201-3]

TPA memastikan pemenuhan hak karyawan sesuai               TPA ensures the fulfillment of employee rights in
dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku              accordance with applicable labor regulations as
sebagai bagian dari komitmen Perusahaan dalam              part of the Company’s commitment to maintaining
menjaga kesejahteraan tenaga kerja secara                  sustainable workforce welfare. All employees
berkelanjutan. Seluruh karyawan terdaftar dalam            are registered in the employment social security
program jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS                program of BPJS Ketenagakerjaan, namely Old Age
Ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Hari Tua (JHT) dan          Security (JHT) and Pension Security (JP). The JHT
Jaminan Pensiun (JP). Program JHT memberikan               program provides financial protection through the
perlindungan finansial melalui akumulasi iuran             accumulation of contributions that can be utilized by
yang dapat dimanfaatkan karyawan pada saat                 employees upon reaching retirement age or under
memasuki usia pensiun atau dalam kondisi tertentu          certain conditions in accordance with applicable
sesuai ketentuan yang berlaku, sementara program           regulations, while the JP program provides monthly
JP memberikan manfaat pendapatan bulanan                   income benefits after employees enter retirement.
setelah karyawan memasuki masa pensiun.

TPA melakukan kontribusi pada kedua program                TPA contributes to both programs proportionally in
tersebut secara proporsional sesuai dengan                 accordance with applicable laws and regulations.
ketentuan peraturan perundang-undangan yang                As of the end of 2025, the total JHT and JP contributions
berlaku. Hingga akhir 2025, total iuran JHT dan JP         paid by TPA reached Rp36.25 billion as fulfillment of
yang telah disetorkan TPA mencapai Rp36,25 miliar          its participation obligations in the employment social
sebagai pemenuhan kewajiban kepesertaan dalam              security program.
program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Selain kepesertaan dalam program tersebut, TPA             In addition to participation in these programs,
juga mencatat liabilitas imbalan masa kerja guna           TPA also records long-service benefit liabilities
memastikan terpenuhinya imbalan minimum yang               to ensure the fulfillment of the minimum benefits
wajib dibayarkan kepada karyawan sesuai dengan             required to be paid to employees based on
ketentuan peraturan perundang-undangan yang                applicable laws and regulations. In accordance with
berlaku. Sesuai dengan PSAK 24 tentang Imbalan             PSAK 24 on Employee Benefits, these defined benefit
Kerja, liabilitas imbalan pasti tersebut dihitung          liabilities are calculated based on independent
berdasarkan penilaian aktuaria independen yang             actuarial assessments that are updated annually.
diperbarui setiap tahun. Per 31 Desember 2025, total       As of 31 December 2025, total long-service benefit
imbalan liabilitas masa kerja sebesar 9,24% dari           liabilities accounted for 9.24% of TPA’s equity.
ekuitas TPA. Estimasi liabilitas imbalan kerja TPA         The estimation of TPA’s employee benefit liabilities
dihitung oleh aktuaris independen KKA Azwir Arifin         is calculated by the independent actuary KKA Azwir
dan Rekan.                                                 Arifin dan Rekan.




                                                       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report        193
Page 196
                           Socio-Territorial




Membangun Masyarakat melalui Pelibatan
dan Pemberdayaan                               [GRI 3-3:203, 3-3:411, 3-3:413, 13.14.1]

Building Communities through Engagement and Empowerment



       “TPA membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat melalui pelibatan yang inklusif
       dan pemberdayaan yang berkelanjutan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan
       seiring dengan kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan.”
       “TPA fosters harmonious community relationships through inclusive involvement and sustainable
       empowerment to ensure that economic growth progresses in parallel with social welfare and
       environmental sustainability.”




Keberhasilan operasional di sektor agribisnis                   Operational success in the agribusiness sector can
dapat ditentukan oleh kinerja internal perusahaan,              be determined by company’s internal performance
maupun kualitas hubungan dengan masyarakat                      or quality of relationships with communities
di sekitar wilayah operasi. Kesadaran inilah yang               surrounding its operational areas. This recognition
mendorong TPA untuk menempatkan pelibatan dan                   drives TPA to place community engagement
pemberdayaan komunitas sebagai bagian penting                   and empowerment as a core component of its
dari strategi keberlanjutan perusahaan.                         sustainability strategy.

Berbagai    program   sosial  dirancang   untuk                 Various social programs are designed to enhance
meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian                      community welfare and independence. Partnerships
masyarakat. Kemitraan dengan petani plasma dan                  with plasma and independent smallholders include
swadaya mencakup dukungan teknis, finansial,                    technical, financial, and market access support to
dan akses pasar guna meningkatkan produktivitas                 increase productivity and sustainable agronomic
serta praktik agronomi berkelanjutan, sekaligus                 practices, while strengthening a responsible supply
memperkuat rantai pasok yang bertanggung jawab.                 chain. Collaboration with local vendors and service
Kolaborasi dengan vendor dan penyedia jasa lokal                providers also creates business opportunities and
juga membuka peluang usaha dan mendorong                        promotes regional economic growth.
pertumbuhan ekonomi daerah.

Di luar aspek ekonomi, TPA berkontribusi melalui                Beyond economic aspects, TPA contributes
program pendidikan, kesehatan, dan peningkatan                  through education, health, and capacity-building
kapasitas, seperti beasiswa, pelatihan keterampilan,            programs, such as scholarships, skills training,
dan layanan kesehatan dasar. Partisipasi dalam                  and basic healthcare services. Participation in
Musrenbang kabupaten serta dukungan infrastruktur,              Regency Musrenbang forums as well as support
posyandu, dan tenaga pengajar turut memperkuat                  for infrastructure, integrated health service posts
peran sosial Perseroan.                                         (posyandu), and teaching staff further strengthen
                                                                the Company’s social role.

Hubungan yang terbangun melalui pelibatan                       The relationships fostered through community
masyarakat ini diharapkan dapat mendukung                       engagement are expected to be able to support
keberlanjutan bisnis, juga memperkuat fondasi                   business sustainability, as well as strengthening the
sosial-ekonomi masyarakat yang lebih tangguh dan                socio-economic foundation to allow for more resilient
mandiri. Dengan demikian, kehadiran TPA mampu                   and independent. Thus, TPA’s presence provides
memberi nilai tambah jangka panjang baik bagi                   long-term added value for both the company and
perusahaan maupun komunitas sekitar.                            its surrounding communities.




194    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 197
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                                    PT Teladan Prima Agro Tbk




Pengelolaan Dampak terhadap                                             Managing of Impacts on Local
Masyarakat Sekitar [POJK F.23, F.24] [GRI 3-3:203,                      Communities [POJK F.23, F.24] [GRI 3-3:203, 203-2,
203-2, 3-3:413, 413-2, 13.12.1, 13.12.3, 13.22.1, 13.22.4]              3-3:413, 413-2, 13.12.1, 13.12.3, 13.22.1, 13.22.4]


Keberlanjutan operasional di industri kelapa sawit                      The sustainability of palm oil industry operations is
sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan                             highly dependent on a company’s ability to maintain
dalam menjaga interaksi yang harmonis dengan                            harmonious interactions with its surrounding
masyarakat sekitar. TPA memahami bahwa                                  communities. TPA knows that these relationships can
hubungan ini dapat menimbulkan dampak yang                              have diverse impacts, positive and negative, from
beragam, baik yang bersifat positif maupun                              social, economic, and environmental dimensions.
negatif, mencakup aspek sosial, ekonomi, maupun                         Thus, all potential impacts are carefully managed
lingkungan. Oleh karena itu, setiap potensi dampak                      under inclusive policies and mitigation measures
dikelola secara terukur melalui kebijakan yang                          to minimize potential risks. Some major aspects
inklusif, serta diikuti dengan langkah mitigasi untuk                   requiring special attention, including land conflicts,
meminimalkan risiko yang mungkin timbul. Beberapa                       environmental pollution, community economic
aspek penting yang memerlukan perhatian khusus                          empowerment, cultural preservation, and workforce
termasuk konflik lahan, pencemaran lingkungan,                          welfare.
pemberdayaan          ekonomi    masyarakat,    serta
pelestarian budaya dan kesejahteraan tenaga kerja.

Informasi lebih lengkap mengenai analisis dampak                        Further details on the analysis of TPA’s operational
operasional TPA terhadap masyarakat sekitar                             impacts on the surrounding communities are
diuraikan sebagai berikut:                                              outlined below:


 Komponen Terdampak                                       Deskripsi                             Pengelolaan dan Mitigasi
  Affected Component                                     Description                           Management and Mitigation
 Pola Mata Pencaharian                Kondisi mata pencaharian masyarakat               Sosialisasi dan alokasi penerimaan pekerja
                                      sebelum ada operasional perkebunan                lokal.
                                      umumnya berkebun, pemanfaat hutan, serta
                                      nelayan.
 Livelihood Pattern                   Prior to palm oil operations, the community       Socialization and recruitment opportunity of
                                      livelihood in general were planting/farming,      local workers.
                                      users of forest resources, as well as fishing.

 Peluang Bekerja                      Kondisi   masyarakat      sebelum         ada     Alokasi penerimaan tenaga kerja lokal.
                                      pengembangan        perkebunan,          yaitu
                                      terbatasnya peluang bekerja.
 Employment Opportunity               Prior to palm oil plantations, the communities    Recruitment opportunity of local workers.
                                      faced limited employment opportunity.

 Peluang Berusaha                     Adanya keterbatasan peluang berusaha              Perseroan membuka peluang seluas-
                                      saat sebelum adanya pengembangan                  luasnya kesempatan masyarakat lokal untuk
                                      perkebunan.                                       mengembangkan ekonomi dan masuk ke
                                                                                        dalam rantai pasokan. The
 Business Opportunity                 Limited business opportunities prior to the       The      Company      provides  extensive
                                      development of the plantation.                    opportunities for the local communities to
                                                                                        develop their economy by becoming part of
                                                                                        its supply chain.

 Penguasaan Lahan                     Kondisi  masyarakat   sebelum  adanya             Penyelesaian tumpang tindih lahan dengan
                                      operasional Perseroan fokus kegiatan              pendekatan yang humanis dan taat prosedur
                                      berladang dan memanfaatkan hutan,                 hukum.
                                      sehingga   berpotensi  tumpang   tindih
                                      pemanfaatan lahan.
 Land Ownership                       Prior to the Company’s operations, the            Humanistic approach and legal compliance
                                      communities mostly focused on farming             are uphold in every land dispute resolution
                                      and utilizing the forest produce/resources,       effort.
                                      leading to potential land use conflict.




                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                 195
Page 198
                                    Socio-Territorial




 Komponen Terdampak                                   Deskripsi                               Pengelolaan dan Mitigasi
  Affected Component                                 Description                             Management and Mitigation
 Demografi                           Kondisi demografi sebelum ada operasional        Penguatan kultural masyarakat lokal melalui
                                     perkebunan relatif homogen. Keberadaan           program CSR.
                                     Perseroan berpotensi timbul kedatangan
                                     penduduk dari luar daerah.
 Demographic                         Prior to palm oil plantations, the demographic   Cultural strengthening of local communities
                                     was relatively homogenous. The Company’s         through CSR program.
                                     presence potentially led to more population
                                     from outside the area.

 Persepsi dan Sikap                  Kondisi persepsi dan sikap masyarakat            Menyusun program CSR yang tepat dan
 Masyarakat                          persepsi dan sikap akan ditentukan oleh          meminimalkan konflik.
                                     kinerja Perseroan.
 Community Perception                Company’s performance will very much             Formulating the proper CSR program and
 and Attitude                        determine the community perception and           minimizing conflict.
                                     attitude.



Dengan serangkaian upaya ini, TPA menegaskan                           Through these initiatives, TPA reaffirms its
komitmen untuk menjaga kualitas hidup masyarakat                       commitment to safeguarding the quality of life
sekitar, memperkuat reputasi sebagai entitas yang                      of surrounding communities, strengthening its
peduli, serta memastikan keberlanjutan operasional                     reputation as a responsible entity, and ensuring
jangka panjang. Pengelolaan dampak yang inklusif                       long-term operational sustainability. An inclusive
dan partisipatif diyakini mampu menciptakan                            and participatory approach to impact management
hubungan yang saling menguntungkan antara TPA                          is expected to foster mutually beneficial relationships
dan komunitas setempat.                                                between TPA and local communities.



Pelibatan Peran Masyarakat Lokal                                       Engagement of Local Communities
[GRI 3-3:204, 3-3:413, 413-1, 13.12.1, 13.12.2]                        [GRI 3-3:204, 3-3:413, 413-1, 13.12.1, 13.12.2]


Keterlibatan masyarakat lokal menjadi prioritas                        Engagement with local communities is a priority for
TPA dalam memastikan operasional yang inklusif                         TPA in ensuring inclusive and sustainable operations
dan berkelanjutan sesuai Pilar 4 KSL dan Kebijakan                     in line with KSL Pillar 4 and Policy 10. This commitment
10. Komitmen ini diwujudkan melalui pemberian                          is realized by providing employment opportunities
peluang kerja bagi masyarakat sekitar agar dapat                       for surrounding communities to directly contribute
berkontribusi langsung dalam kegiatan perkebunan.                      to plantation activities. In addition to serving as
Selain sebagai tenaga kerja, masyarakat juga terlibat                  employees, communities are also involved in the
dalam rantai pasok sebagai kontraktor, vendor,                         supply chain as contractors, vendors, and Fresh
dan pemasok TBS. Pendekatan ini membangun                              Fruit Bunch (FFB) suppliers. This approach builds
hubungan yang harmonis sekaligus meningkatkan                          harmonious relationships while increasing active
partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung                           community participation in supporting business
keberlanjutan bisnis.                                                  sustainability.

Hubungan kerja sama juga dibangun bersama                              Collaborative partnerships are also fostered with
petani plasma yang tergabung dalam koperasi.                           plasma farmers under cooperative schemes.
Melalui program ini, TPA menyalurkan bibit unggul,                     Through this program, TPA provides superior
bimbingan teknis, serta dukungan finansial untuk                       seedlings, technical guidance, as well as financial
memastikan praktik agronomi yang berkelanjutan.                        support to ensure sustainable agronomic practices.
Para asisten kebun secara rutin melakukan                              Estate assistants conduct regular assistance to
pendampingan kepada petani untuk menjaga                               support farmers in maintaining land productivity
produktivitas lahan dan kualitas hasil panen. TBS yang                 and crop quality. TPA acquired FFB from nucleus
diperoleh TPA berasal dari kebun inti, kebun plasma,                   estates, plasma plantations, and external suppliers
dan pemasok eksternal melalui sistem Outside Crop                      through the Outside Crop Purchase (OCP) system.
Purchase (OCP). Sistem ini memungkinkan TPA                            This system allows TPA to maintain planting rotation
untuk menjaga pengaturan rotasi tanam sekaligus                        and keeping continuous supply of raw materials.
menjaga kontinuitas pasokan bahan baku.




 196      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 199
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                 PT Teladan Prima Agro Tbk




Proses pengadaan TBS dari petani plasma dan petani         FFB procurement process from plasma and
swadaya dijalankan sesuai standar ketat, termasuk          independent smallholders follows are conducted
regulasi harga yang ditetapkan pemerintah daerah.          under strict standards, including price regulations
TPA juga memastikan seluruh hasil panen dapat              set by the local government. TPA also ensures that
ditelusuri dengan baik seperti yang dijelaskan dalam       the harvest can be properly traced, as outlined in
bagian Keberlanjutan dan Kemamputelusuran                  the Sustainability and Traceability of Palm Oil
Produk Sawit, sehingga mendukung integritas rantai         Products section, thus supporting supply chain
pasok. Dengan melibatkan petani plasma maupun              integrity. By engaging plasma farmers and
petani swadaya, TPA berupaya memperkuat suplai             independent smallholders, TPA strives to strengthen
bahan baku, sekaligus meningkatkan keterlibatan            raw material supply, while improving engagement
dan kesejahteraan masyarakat lokal.                        and welfare of local communities.

Sebagai industri yang padat karya, TPA juga                As a labor-intensive industry, TPA also opens up
membuka peluang lebih luas bagi masyarakat                 broader opportunities for local communities to
sekitar untuk terlibat sebagai kontraktor atau             work as local contractors or vendors, assisting with
vendor lokal, mencakup berbagai kebutuhan mulai            various needs, from infrastructure development,
dari   pembangunan        infrastruktur,  pengadaan        transportation services, and provision of operational
transportasi, hingga penyediaan barang dan jasa            goods and services. In 2025, 63.21% of TPA’s total
operasional. Pada tahun 2025, tercatat sebesar             procurement value for goods and services was
63,21% dari total nilai pengadaan barang dan jasa          channeled to local suppliers in East Kalimantan,
TPA disalurkan kepada pemasok lokal di Kalimantan          consisting of products such as plasma palm oil
Timur, mencakup produk-produk seperti buah                 fruits, fuel, rice, spare parts, and office furniture. This
sawit dari plasma, BBM, beras, suku cadang, hingga         contribution is expected to keep on elevating regional
perabot kantor. Kontribusi ini juga diharapkan dapat       economic         growth,   strengthening      community
terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,                resilience, and reinforcing TPA’s relationships with
memperkuat ketahanan komunitas, dan mempererat             local stakeholders. [GRI 204-1]
hubungan TPA dengan masyarakat lokal. [GRI 204-1]

Investasi Sosial untuk Membangun                           Social Investment for Building
Masyarakat Tangguh dan                                     Resilient and Self-Sufficient
Mandiri [POJK F.25] [GRI 3-3:203]                          Communities [POJK F.25] [GRI 3-3:203]

TPA menyadari bahwa keberlanjutan bisnis tidak             TPA realizes long-term business sustainability is
terlepas dari keberhasilan dalam mendukung                 closely related to its success in supporting the SDGs
pencapaian SDGs. Dengan menjalankan berbagai               achievement. By implementing various inclusive
program CSR yang inklusif dan partisipatif, TPA            and participatory CSR programs, TPA is actively
berperan aktif dalam mempercepat pencapaian                accelerating progress toward achieving SDGs while
target SDGs, sembari membangun masyarakat                  building more resilient, self-reliant, and prosperous
yang lebih tangguh, mandiri, dan sejahtera.                communities. The CSR activities are guided by
Landasan utama program CSR ini adalah Peraturan            Government Regulation No. 47/2012 on Corporate
Pemerintah No. 47/2012 tentang Tanggung Jawab              Social and Environmental Responsibility, integrated
Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas, yang             with Pillar 3 of KSL - Socio-Territorial: implementing
dipadukan dengan Pilar 3 KSL Socio-Territorial,            social responsibility program oriented toward
yaitu: melaksanakan tanggung jawab sosial yang             the achievement of Sustainable Development
berorientasi pada pencapaian Tujuan Pembangunan            Goals, respecting community rights and local
Berkelanjutan, menghormati hak-hak masyarakat              wisdom, and building harmonious relationships with
serta kearifan lokal, serta membangun hubungan             all stakeholders.
yang harmonis dengan seluruh pemangku
kepentingan.

Kegiatan CSR TPA difokuskan pada 7 bidang utama,           TPA’s CSR activities focus on 7 key areas:
yaitu:
1. Ekonomi (SDGs 8);                                       1.   Economy (SDG 8);
2. Pendidikan (SDGs 4);                                    2.   Education (SDG 4);
3. Kesehatan (SDGs 3);                                     3.   Health (SDG 3);
4. Infrastruktur (SDGs 9);                                 4.   Infrastructure (SDG 9);




                                                       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report          197
Page 200
                           Socio-Territorial




5. Sosial, Budaya, dan Keagamaan;                         5. Social, Cultural, and Religious Affairs;
6. Lingkungan Hidup; serta                                6. Environmental Conservation; and
7. Hubungan Kelembagaan.                                  7. Institutional Relations.

Program di setiap bidang dirancang secara                 Programs in each area are designed participatively
partisipatif melalui pemetaan sosial yang melibatkan      through social mapping involving communities,
masyarakat, tokoh lokal, dan pemerintah daerah,           local leaders, and regional governments to ensure
sehingga tepat sasaran dan berdampak nyata.               relevance and tangible impact.

Pelaksanaan CSR diawasi secara internal dan               CSR implementation is monitored internally and
eksternal   serta    dilaporkan   berkala  kepada         externally and reported periodically to Shareholders
Pemegang Saham dan pemerintah. Evaluasi                   and the government. Evaluation is conducted
dilakukan melalui survei kepuasan dan umpan balik         through satisfaction surveys and community
masyarakat untuk memastikan efektivitas, relevansi,       feedback to ensure effectiveness, relevance, and
dan perbaikan berkelanjutan agar program tetap            continuous improvement so that programs remain
adaptif dan bernilai jangka panjang.                      adaptive and deliver long-term value.

TPA menyadari tantangan pelaksanaan CSR,                  TPA recognizes challenges in CSR implementation,
terutama partisipasi masyarakat yang belum                particularly uneven community participation and the
merata dan kecenderungan memilih program                  tendency to prefer short-term programs. Therefore,
jangka pendek. Untuk itu, Divisi Humas dan CSR            the Public Relations and CSR Division actively
aktif melakukan edukasi dan sosialisasi guna              conducts education and outreach to increase
meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam                community involvement in program planning and
perencanaan dan implementasi program.                     implementation.

Melalui strategi terukur ini, TPA berupaya                Through this measurable strategy, TPA strives to
menciptakan dampak nyata berupa masyarakat                create tangible impacts in the form of resilient,
yang tangguh, mandiri, dan sejahtera. Program             independent,      and  prosperous      communities.
CSR mendukung ketahanan sosial-ekonomi lokal,             CSR programs support local socio-economic
keberlanjutan  lingkungan, serta   memastikan             resilience, environmental sustainability, and ensure
kehadiran perusahaan memberi manfaat selaras              the Company’s presence delivers benefits aligned
dengan kepentingan masyarakat dan tujuan SDGs.            with community interests and the SDGs.



Investasi Pemberdayaan Masyarakat                         Community Empowerment Investment
Tahun 2025 [GRI 203-1, 13.22.3]                           in 2025 [GRI 203-1, 13.22.3]

Investasi TPA dalam program CSR pada tahun                In 2025, TPA invested a total of Rp5.45 billion
2025 mencapai Rp5,45 miliar, dengan fokus utama           in CSR programs, with a primary focus on
pada sektor pendidikan dan infrastruktur. Alokasi ini     the education and infrastructure. This allocation
mencerminkan komitmen TPA untuk mendukung                 reflects TPA’s commitment in supporting inclusive
pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan,       and sustainable social development, aligned with
sejalan dengan SDGs yang menekankan pentingnya            the SDGs emphasizing the importance of access to
akses pendidikan berkualitas (SDG 4) serta                quality education (SDG 4) as well as development
pembangunan infrastruktur yang andal dan                  of reliable and sustainable infrastructure (SDG 9).
berketahanan (SDG 9). Informasi lebih lengkap             More information on the realization of TPA’s CSR
mengenai realisasi investasi CSR TPA sepanjang            investment throughout 2025 are presented below:
tahun 2025 diuraikan sebagai berikut:




198    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 201
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                PT Teladan Prima Agro Tbk




                                     Struktur Investasi CSR TPA Tahun 2025
                                     TPA CSR Investment Structure in 2025


                          6,66%                          Bidang Ekonomi
               0,18%
                                                         Economic Sector
          7,53%                           20,80%         Bidang Pendidikan
                                                         Education Sector
                                                         Bidang Kesehatan
                                                         Health Sector
                                                         Bidang Infrastruktur
                                                         Infrastructure Sector
                                                         Bidang Sosial, Budaya, dan Keagamaan
                                            22,24%       Social, Cultural, and Religious Sector
                                                         Bidang Lingkungan Hidup
     41,67%                                              Environment Sector
                                                         Bidang Hubungan Kelembagaan
                                  0,92%                  Institutional Relations Sector




Dari total dana CSR tersebut, porsi terbesar              Of the total CSR budget, the infrastructure sector
dialokasikan untuk sektor infrastruktur sebesar           had the largest portion of 41.67%. This investment
41,67%. Investasi ini diwujudkan melalui berbagai         is realized through various programs to improve
program peningkatan akses dan kualitas pendidikan         the education access and quality surrounding
di sekitar wilayah operasional, termasuk penyediaan       operational areas, including the provision of learning
sarana belajar, dukungan beasiswa, serta program          facilities, scholarship, and competency development
peningkatan kompetensi guru dan siswa. Upaya              programs targeting teachers and students. These
ini bertujuan mencetak generasi yang cerdas dan           efforts aim to produce an intelligent and competitive
berdaya saing, serta menjadi fondasi penting              generation, also serves as a crucial foundation for
dalam menciptakan masyarakat yang tangguh dan             creating a resilient and independent society in the
mandiri di masa depan.                                    future.




 Realisasi Anggaran CSR TPA
 di Bidang Pendidikan
                                                                   1.214,4                1.212,1
 TPA CSR Budget Realization -                                                  1.138,6
 Education Sector
 (dalam jutaan Rupiah /
 in million Rupiah )




                                                                    2023       2024        2025




Anggaran CSR TPA di bidang pendidikan tersebut            A portion of TPA’s CSR budget in education was
salah satunya dialokasikan untuk memberikan               specifically allocated for scholarship programs of
beasiswa pendidikan kepada siswa dan mahasiswa            students and university scholars, as outlined below:
sebagaimana diuraikan berikut:




                                                      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report       199
Page 202
                                Socio-Territorial




                                    Total Penerima dan Nilai Beasiswa
                              Number of Recipients and Amount of Scholarships

                                             (dalam jutaan Rupiah / in million Rupiah)


           Beasiswa Siswa SMA                       Beasiswa Mahasiswa                          Total Beasiswa
              dan Sederajat                           Perguruan Tinggi                         Total Scholarships
             Scholarships for                         Scholarships for
           SMA Students and eq.                      University Students


                                                                                                                       211,5
                                                                                207
                                                    198                                       204
                                                                                                           186
                                                                   177

                                                                                                                  81
                          9                                               79
                                                                                         68
            6                                 66                                                     62
                                      4,5                   59
                    3
      2                         2

      2023           2024           2025        2023          2024          2025          2023         2024         2025


                Total Penerima / Number of Recepient                       Nilai (jutaan Rupiah) / Amount (million Rupiah)




                                             Program Beasiswa Teladan
                                            Teladan Scholarship Program

  Program Beasiswa Teladan merupakan salah satu inisiatif unggulan TPA di bidang pengembangan sumber daya
  manusia. Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat, khususnya
  karyawan internal dan warga di sekitar wilayah operasional.

  Sepanjang tahun 2025, terdapat 81 penerima beasiswa telah merasakan manfaat program ini, mencakup jenjang
  pendidikan S1 hingga S2. Seleksi penerima dilakukan dengan pendekatan non-diskriminatif, berfokus pada prestasi
  akademik, motivasi belajar, serta komitmen terhadap pembangunan daerah asal, tanpa membedakan latar
  belakang sosial maupun gender.

  Melalui program ini, TPA dapat membantu meningkatkan kapasitas pendidikan individu, serta memperkuat
  ekosistem sosial dan ekonomi lokal. Para penerima beasiswa yang telah lulus kini berkontribusi baik di internal
  perusahaan maupun di berbagai sektor profesional lain, menjadi agen perubahan positif di masyarakat. Inisiatif
  ini mencerminkan komitmen TPA dalam membangun generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan mampu
  mendukung keberlanjutan sosial-ekonomi jangka panjang di wilayah operasional perusahaan.
  Teladan Scholarship Program is one of TPA’s flagship initiatives in HR development. The program is aimed to provide
  access to quality education for the public, especially internal employees as well as communities from surrounding
  the operational areas.


  By 2025, there were 81 scholarship awardees for their bachelor (S1) and master (S2) degrees have benefited from
  the program. The selection was done in non-discriminatory approach, by focusing on academic achievement,
  learning motivation, and commitment to develop their local areas, without differentiating against the social or
  gender background.

  With the implementation of scholarship program, TPA is able to boost individual educational capacity while
  strengthens the local social and economic ecosystem. Graduated scholarship awardees now contributing either
  internally in the company or in various other professional sectors, becoming agents of positive change in the
  communities. This initiative showcases TPA’s commitment in generating excellent, competitive youth capable of
  sustaining the long-term social and economic in the company’s operational areas.




200       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 203
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                              PT Teladan Prima Agro Tbk




        Penyerahan Beasiswa Pendidikan
        Scholarship Handover Ceremony



Program beasiswa TPA telah memberikan dampak                TPA’s scholarship program has given real results in
nyata dalam membuka akses pendidikan berkualitas            opening access to quality education and nurturing
sekaligus mendorong lahirnya generasi yang lebih            a more empowered generation. By the end of 2025,
berdaya. Hingga akhir 2025, tercatat 10 penerima            a total of 10 scholarship recipients have successfully
beasiswa berhasil menuntaskan pendidikan mereka             completed their education and are now working
dan kini berkiprah di berbagai bidang. Sebagian             in various fields. Some opted to build their careers
dari mereka memilih berkarier di TPA, menghadirkan          at TPA, bringing new expertise and positive energy
keahlian baru dan energi positif yang memperkuat            strengthening company’s development. Meanwhile,
pengembangan        perusahaan.     Sementara   itu,        others pursuing careers outside TPA also enrich
mereka yang berkarier di luar TPA turut memperkaya          the broader professional community, using
komunitas profesional yang lebih luas dengan                the knowledge and skills gained during their studies.
menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang                This achievement reflects TPA’s consistency in
diperoleh selama masa studi. Capaian ini menjadi            supporting education and youth empowerment as
bukti konsistensi TPA dalam mendukung pendidikan            foundation to cultivate sustainable socio-economic
dan pemberdayaan generasi muda sebagai fondasi              development.
pembangunan sosial-ekonomi yang berkelanjutan.

Selain sektor pendidikan, TPA mengalokasikan 41,67%         Other than the education sector, TPA allocated
dana CSR untuk sektor infrastruktur dengan realisasi        41.67% of its CSR budget for infrastructure, amounting
sebesar Rp2,27 miliar. Kontribusi ini digunakan untuk       to Rp2.27 billion. The allocation is used to support
mendukung ketersediaan fasilitas dasar, seperti             provision of basic facilities such as roads, bridges,
pembangunan jalan, jembatan, dan saluran air yang           and water channels that are highly needed by
sangat dibutuhkan masyarakat. Infrastruktur yang            communities.        Adequate      infrastructure  plays
memadai berperan penting dalam mempercepat                  a critical role in accelerating local economic growth,
pertumbuhan      ekonomi      lokal,    meningkatkan        improve community mobility, and expanding access
mobilitas masyarakat, dan memperluas akses                  to basic social services. This initiative also supports
terhadap layanan sosial dasar. Langkah ini sekaligus        government’s agenda to accelerate regional
mendukung agenda pemerintah dalam percepatan                development.
pembangunan wilayah.




                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report      201
Page 204
                            Socio-Territorial




 Realisasi Anggaran CSR TPA
 di Bidang Infrastruktur                                                              2.271,2
 TPA CSR Budget Realization -
 Infrastructure Sector                                            1.955,4
 (dalam jutaan Rupiah /
 in million Rupiah )



                                                                            487,2


                                                                  2023      2024       2025



Komitmen TPA dalam investasi pemberdayaan                 TPA’s commitment to invest in community
masyarakat juga ditunjukkan melalui alokasi               empowerment is also reflected through budget
dana pada sektor sosial-budaya dan keagamaan              allocation to social, cultural, and religious sector
(7,53%), hubungan kelembagaan (6,66%), kesehatan          (7.53%), institutional relations (6.66%), health
(0,92%), serta lingkungan hidup (0,18%). Pembagian        (0.92%), and environmental (0.18%). This proportional
investasi yang proporsional ini memperlihatkan            investment distribution reflects TPA’s holistic
pendekatan holistik TPA dalam menjawab kebutuhan          approach in addressing the community needs, from
masyarakat, mulai dari peningkatan kesejahteraan          improvement of physical well-being, strengthening
fisik, penguatan nilai sosial dan budaya, hingga          social and cultural values, to environmental
menjaga kelestarian lingkungan.                           conservation.

Secara keseluruhan implementasi program CSR               Overall, TPA has successfully realized 77% of
TPA telah terealisasi sebanyak 77% dari target            its targeted CSR program, with an impacted
dengan masyarakat terdampak di 59 desa di                 community in 59 villages around operational
sekitar wilayah operasional. Seluruh program yang         unit. All of the realized programs were proposed
terealisasi tersebut merupakan usulan langsung dari       directly by the community, a testament of TPA’s
masyarakat, mencerminkan pendekatan partisipatif          participatory approach in designing its social
TPA dalam merancang agenda sosial. Sejalan                agenda. In alignment with the sustainability strategy,
dengan strategi keberlanjutan, TPA juga terus             TPA gradually reducing the short-term or seasonal
mengurangi praktik CSR yang bersifat donasi sesaat        donation-based CSR activities, prioritizing programs
atau musiman, dan lebih memprioritaskan program           that generate long-term economic impact for
yang mampu menghadirkan dampak ekonomi                    the surrounding communities.
jangka panjang bagi masyarakat sekitar.




        Penyerahan Bantuan Bibit Durian
        Distribution of Durian Seedling Assistance




202    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 205
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                   PT Teladan Prima Agro Tbk




Penyaluran Dana                                     Ekonomi                                    Pendidikan
                                                    Economic                                   Education
Tanggung Jawab Sosial
CSR Fund Disbursement

                                          2025              1.133,5                 2025                 1.212,1
                                              (jutaan Rupiah / million Rupiah)           (jutaan Rupiah / million Rupiah)


                                          2024       36,3    2023       222,2        2024      1.138,6   2023       1.214,4




           Kesehatan                                Infrastruktur                              Sosial, Budaya,
           Health                                   Infrastructure                             dan Keagamaan
                                                                                               Social, Cultural,
                                                                                               and Religious

 2025                       50,1          2025              2.271,2                 2025                  410,5
      (jutaan Rupiah / million Rupiah)        (jutaan Rupiah / million Rupiah)           (jutaan Rupiah / million Rupiah)


  2024      36,8     2023        70,9     2024      487,2    2023     1.955,4        2024       381,9    2023       454,7




           Lingkungan Hidup                         Hubungan                                   Total
           Environment                              Kelembagaan                                Total
                                                    Institutional Relations


 2025                        9,6          2025                363,2                 2025             5.450,2
      (jutaan Rupiah / million Rupiah)        (jutaan Rupiah / million Rupiah)           (jutaan Rupiah / million Rupiah)


  2024        3,7    2023        53,7     2024      412,9    2023      564,2         2024     2.497,4    2023      4.535,5




Kepatuhan Sosial [POJK F.24] [GRI 411-1, 13.14.2]             Social Compliance [POJK F.24] [GRI 411-1, 13.14.2]
Sebagai bagian dari pendekatan inklusif dan                   As part of its inclusive and transparent approach,
transparan, TPA menyediakan berbagai saluran                  TPA provides various communication channels for
komunikasi bagi pemangku kepentingan untuk                    stakeholders to submit input and complaints, either
menyampaikan masukan dan keluhan, baik melalui                through suggestion boxes at operational units or
kotak saran di unit operasional maupun email khusus           through dedicated email at lapor@teladanprima.
di lapor@teladanprima.com. Setiap umpan balik                 com. All feedback is followed up through open
ditindaklanjuti melalui komunikasi terbuka dengan             communication,      prioritizing deliberation  and
mengedepankan musyawarah serta kepatuhan                      regulatory compliance.
terhadap regulasi.

Sepanjang 2025, tidak terdapat aduan terkait                  Throughout 2025, there was no complaint related
dampak sosial operasional TPA. Kami juga berhasil             to social impacts from TPA’s operations. We also
menjaga lingkungan kerja yang bebas dari                      managed to maintain a work environment free from
sengketa lahan, pelanggaran hak masyarakat adat,              land disputes, violation of indigenous peoples’ rights,
maupun permasalahan sosial lainnya. Capaian                   or any other social issues. This achievement reflects
ini mencerminkan kepatuhan sosial yang kuat,                  strong social compliance, strengthens public trust,
memperkuat kepercayaan publik, serta mendukung                as well as supporting TPA’s operational sustainability
keberlanjutan operasional dan reputasi TPA sebagai            and reputation as a responsible company.
perusahaan yang bertanggung jawab.




                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report               203
Page 206
                           Socio-Territorial




Keberlanjutan dan Kemamputelusuran
Produk Kelapa Sawit                            [GRI 3-3:414]

Sustainability and Traceability of Palm Oil Products



       “Transparansi rantai pasok menjadi fondasi kepercayaan dalam operasional TPA. Kami
       menerapkan sistem kemamputelusuran terintegrasi untuk memastikan seluruh produk kelapa
       sawit berasal dari sumber yang legal, etis, dan berkelanjutan.”
       “Supply chain transparency is the foundation of trust in TPA’s operations. We implement an integrated
       traceability system to ensure all palm oil products are sourced legally, ethically, and sustainably.”




Keberlanjutan dan kemamputelusuran menjadi                     Sustainability and traceability are priorities in TPA’s
prioritas dalam pengelolaan rantai pasok TPA, seiring          supply chain management, with the increasing
meningkatnya tuntutan global terhadap praktik                  global demands for responsible agribusiness
agribisnis yang bertanggung jawab. Setiap tahapan              practices. Every production phase is managed
produksi dikelola secara transparan dan selaras                transparently and in accordance with national and
dengan standar keberlanjutan nasional maupun                   international sustainability standards to maintain the
internasional guna menjaga keseimbangan antara                 balance between economic growth, environmental
pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan,                  protection, and social welfare.
dan kesejahteraan sosial.

Verifikasi dilakukan secara konsisten terhadap                 Verification is conducted consistently across nucleus
kebun inti, petani plasma, dan petani swadaya,                 estates, plasma smallholders, and independent
disertai monitoring dan evaluasi berkala, sehingga             smallholders, accompanied by periodic monitoring
seluruh produk dapat ditelusuri asal-usulnya secara            and evaluation to ensure full traceability of product
jelas. Pendekatan ini memperkuat kepercayaan                   origins. This approach strengthens customer trust,
pelanggan, meningkatkan keterlibatan pemangku                  increases stakeholder engagement, and adds
kepentingan, serta memberikan nilai tambah                     environmental value.
lingkungan.

TPA juga bermitra dengan petani plasma dan                     TPA also partners with plasma farmers and
swadaya melalui pelatihan praktik agronomi                     independent     smallholders     in    sustainable
berkelanjutan, penyediaan bibit unggul, serta                  agronomic practices training, provision of superior
dukungan teknis dan akses pasar. Inisiatif ini                 seeds, as well as technical support and market
mendorong produktivitas sekaligus memastikan                   access. These initiatives boosts productivity while
kepatuhan terhadap standar keberlanjutan, serta                ensuring compliance with sustainability standards,
berkontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya                  contributing to SDG achievement, particularly
ekonomi     inklusif, ketahanan pangan,    dan                 inclusive economy, food security, and land
perlindungan ekosistem darat.                                  ecosystem protection.



Rantai Pasokan dan Kemamputelusuran                            Supply Chain and Traceability of Palm
Produk Kelapa Sawit [GRI 2-6, 13.23, 3-3:414]                  Oil Products [GRI 2-6, 13.23, 3-3:414]

Pemasok memegang peranan penting dalam                         Suppliers play a crucial role in supporting TPA’s
mendukung keberlanjutan rantai pasok TPA.                      sustainable supply chain. In addition to sourcing FFB
Selain memperoleh TBS dari perkebunan inti dan                 from the nucleus and plasma plantations, TPA also
plasma, TPA juga bermitra dengan petani swadaya                engages with independent smallholders under the
melalui skema OCP. Keterlibatan petani plasma                  OCP scheme. The involvement of plasma farmers
dan swadaya dalam rantai pasok memberikan                      and independent smallholders in the supply chain
dampak ekonomi jangka panjang, seiring dengan                  provides long-term economic benefits, following




204    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 207
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                             PT Teladan Prima Agro Tbk




karakteristik tanaman kelapa sawit yang berumur           the long lifespan of palm oil trees and the potential
panjang dan memungkinkan terciptanya hubungan             for creating sustainable business relationships.
bisnis yang berkesinambungan. Dengan demikian,            Therefore, TPA is able to secure the raw material
TPA dapat menjaga ketersediaan pasokan bahan              availability and strengthens farmers’ welfare through
baku, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani           the fair and mutually beneficial partnerships.
melalui pola kemitraan yang adil dan saling
menguntungkan.

Untuk menjamin kesinambungan dan kualitas                 To secure continuity and quality of its supplies, TPA
pasokan, TPA menempatkan inklusivitas dan                 places inclusivity and traceability as the 2 main
kemamputelusuran sebagai 2 pilar utama.                   pillars. Inclusivity guarantees equal participation for
Inklusivitas memastikan partisipasi setara bagi           plasma farmers and independent smallholders in
petani plasma maupun swadaya dalam rantai                 TPA’s value chain, while traceability system enables
nilai TPA, sementara sistem kemamputelusuran              every palm oil product to be traced back to their
memungkinkan setiap produk kelapa sawit dapat             valid, legal, and sustainability-compliant sources.
ditelusuri ke sumber yang sah, legal, dan sesuai          This approach enhances customer trust and adds
standar keberlanjutan. Pendekatan ini memperkuat          value to TPA’s products in the global market.
kepercayaan pelanggan sekaligus menambah nilai
produk TPA di pasar global.

Prinsip inklusivitas dan kemamputelusuran tersebut        The inclusivity and traceability principles are
sejalan dengan KSL 10 pilar Economic Viability,           align with KSL pillar 10 of Economic Viability,
yang mendorong terciptanya rantai pasok yang              which promotes the creation of an efficient,
efisien, transparan, dan bertanggung jawab.               transparent, and responsible supply chain. With
Melalui penerapan prinsip ini, TPA memastikan             the implementation of this principles, TPA ensures
praktik agribisnis berjalan berkelanjutan, serta          a sustainable agribusiness practices while also
pada saat yang sama menjaga kesejahteraan                 safeguarding the well-being of local communities
masyarakat lokal yang terlibat di dalamnya. Dengan        involved. Consequently, TPA’s sustainable supply
demikian, keberlanjutan rantai pasok TPA dapat            chain is able to support the smooth operation of the
menopang kelancaran operasional perusahaan,               company, while demonstrating a real contribution
sekaligus mencerminkan kontribusi nyata terhadap          to local economic development and environmental
pembangunan ekonomi lokal dan perlindungan                protection.
lingkungan.



Dukungan terhadap Pemasok                                 Support for Suppliers in Adopting
untuk Mengadopsi Prinsip                                  Sustainability Principles [GRI 414-2]
Keberlanjutan [GRI 414-2]

TPA    terus    memperkuat        komitmen   dalam        TPA continues to reinforce its commitment to
memastikan bahwa seluruh pasokan TBS yang                 ensure that all FFB obtained are sourced in line
diperoleh sesuai dengan prinsip keberlanjutan.            with sustainability principles. Acknowledging that
Kesadaran bahwa praktik petani OCP berpotensi             OCP farmers’ practices pose environmental risks,
menimbulkan risiko lingkungan, khususnya terkait          particularly to deforestation, peatland degradation,
deforestasi, degradasi lahan gambut, dan hilangnya        and biodiversity loss, propelled TPA to provide
keanekaragaman hayati, mendorong TPA untuk                ongoing support to the suppliers in the supply
memberikan dukungan berkelanjutan kepada para             chain. One concrete measure is by implementing
pemasok dalam rantai pasokan. Salah satu langkah          a strict screening for FFB suppliers, ensuring that
nyata adalah penerapan screening ketat terhadap           all palm oil products marketed by TPA, both in
pemasok TBS, sehingga produk kelapa sawit yang            the form of CPO and PK, are guaranteed not having
dipasarkan TPA, baik CPO maupun PK, dipastikan            their raw materials originated from illegal practices or
tidak berasal dari praktik ilegal maupun lahan yang       non-compliant land use.
tidak sesuai ketentuan.




                                                      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report      205
Page 208
                           Socio-Territorial




Lebih jauh, seluruh pemasok diwajibkan mematuhi            Further, all suppliers are required to comply with TPA’s
komitmen keberlanjutan yang ditetapkan TPA,                sustainability commitments, including KSL and NDPE.
termasuk KSL. Untuk memastikan kepatuhan tersebut,         To ensure compliance, TPA tracks the traceability of
TPA melakukan pelacakan kemamputelusuran                   FFB supplies by applying various indicators such as
pasokan TBS melalui berbagai indikator, mulai dari         plantation location, legality documentation, seed
lokasi lahan perkebunan, dokumen legalitas, varietas       variety, and planting patterns. This mechanism is
bibit, hingga pola tanam. Mekanisme ini dilengkapi         supplemented with educational and socialization
dengan kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada             for plasma farmers or OCP to enhance their
petani plasma maupun OCP guna meningkatkan                 understanding of the importance of sustainability in
pemahaman mengenai pentingnya keberlanjutan                the palm oil industry. Accordingly, suppliers are able
di industri kelapa sawit. Dengan demikian, para            to focus on meeting market standards and driven to
pemasok dapat berfokus pada pemenuhan standar              adopt more responsible agribusiness practices.
pasar, serta tergerak untuk mengadopsi praktik
agribisnis yang lebih bertanggung jawab.

Sepanjang tahun 2025, TPA memperluas program               Throughout 2025, TPA extended its technical
pendampingan teknis kepada petani plasma dan               assistance program for plasma farmers and
OCP melalui pelatihan agronomi berkelanjutan               OCP through sustainable agronomy training and
serta dukungan akses pembiayaan. Langkah ini               financing access. These efforts have proven effective
terbukti mendorong peningkatan produktivitas               in boosting productivity and improving the quality
sekaligus memperbaiki kualitas pasokan TBS yang            and sustainability compliance of FFB supplies. They
lebih konsisten dengan standar keberlanjutan.              also reflects TPA’s active role in building an inclusive,
Upaya ini sekaligus mencerminkan peran aktif               transparent, and resilient palm oil supply chain,
TPA dalam membangun rantai pasok sawit                     ensuring its benefits can be felt by the suppliers,
yang inklusif, transparan, dan tangguh, sehingga           consumers, as well as the environment.
kebermanfaatannya dapat dirasakan baik oleh
pemasok, konsumen, maupun lingkungan.

Sampai dengan akhir tahun 2025, hubungan                   As of the end of 2025, our partnership program has
kemitraan yang kami jalankan telah menjangkau              encompassed 35 external FFB suppliers, with total
35 pemasok TBS eksternal dengan total TBS yang             FFB supplied as follows:
dihasilkan sebagai berikut:


                               Total TBS dalam Rantai Pasok TPA 2025
                                 Total FFB in TPA Supply Chain 2025

               13,15%

                                                       TBS Inti
                                                       Nucleus FFB
      11,03%
                                                       TBS Plasma
                                      75,82%           Plasma FFB

                                                       TBS Luar
                                                       OCP FFB




Penilaian dan Pemantauan Risiko atas                       Assessment and Risk Monitoring of
Pemasok [GRI 3-3:#414, 414-1, 414-2]                       Suppliers [GRI 3-3:#414, 414-1, 414-2]

Setiap pemasok TPA diwajibkan memenuhi                     All TPA suppliers are required to meet technical,
persyaratan teknis, administratif, dan hukum               administrative, and legal requirements to ensure
guna memastikan bahwa TBS yang dipasok tidak               that the FFB supplied does not originate from areas
berasal dari kawasan yang berpotensi merusak               that may threaten biodiversity, including protected
keanekaragaman hayati, termasuk hutan lindung,             forests, peatlands, or water catchment areas. In




206     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 209
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                               PT Teladan Prima Agro Tbk




lahan gambut, maupun daerah resapan air. Selain              addition, all suppliers must comply with product
itu, seluruh pemasok juga harus patuh pada standar           quality standards, occupational health and safety
mutu produk, peraturan keselamatan dan kesehatan             regulations,    and    environmental conservation
kerja, serta prinsip konservasi lingkungan dalam             principles in their operations.
setiap kegiatan operasionalnya.

Seluruh pemasok TBS diwajibkan menandatangani                All FFB suppliers are required to sign an integrity
pakta integritas sebagai bentuk komitmen terhadap            pact as a commitment to implementing plantation
penerapan praktik perkebunan yang sejalan                    practices aligned with KSL and global sustainability
dengan KSL dan prinsip keberlanjutan global.                 standards. In ensuring compliance, TPA applies
Untuk memastikan kepatuhan, TPA menerapkan                   an initial screening mechanism for new suppliers,
mekanisme screening awal terhadap pemasok                    designed to assess sustainability performance
baru yang dirancang untuk menilai kinerja                    based on relevant social and environmental
keberlanjutan berdasarkan indikator sosial dan               indicators. This process is stipulated in the Standard
lingkungan yang relevan. Proses ini dituangkan               Operating Procedure for FFB Procurement, applied
dalam Prosedur Operasional Standar Pembelian                 consistently across all TPA units. Further evaluations
TBS yang berlaku secara konsisten di seluruh unit            are conducted regularly with comprehensive
TPA. Evaluasi selanjutnya dilakukan secara berkala           assessments to ensure supplier practices remain
melalui assessment menyeluruh guna memastikan                aligned with Company’s sustainability standards.
praktik pemasok tetap sejalan dengan standar
keberlanjutan Perseroan.

Hingga akhir tahun 2025, sebanyak 3 pemasok TBS              By the end of 2025, 3 new FFB suppliers successfully
baru berhasil lolos proses screening dan penilaian,          passed the screening and assessment process,
serta resmi menandatangani pakta integritas                  topped by officially signed the integrity pact before
sebelum bergabung dalam rantai pasokan TPA.                  joining TPA’s supply chain. This achievement confirms
Pencapaian ini menegaskan bahwa setiap pemasok               that every new supplier understands and commits to
baru memahami sekaligus berkomitmen pada                     the sustainable agribusiness principles set out under
prinsip agribisnis berkelanjutan sesuai kebijakan TPA.       TPA’s policies.

Selain itu, TPA juga secara konsisten mengelola              TPA also consistently managing the plasma estates
kebun plasma sebagai bagian integral dari                    as an integral part of its supply chain. In 2025, the
rantai pasokan. Pada 2025, luas kebun plasma                 managed plasma estate area reached 12,470 ha,
yang dikelola mencapai 12.470 ha setara dengan               equivalent to 24% of the total nucleus plantation
24% dari total luas kebun inti, melampaui syarat             area, 20% over the minimum requirement as
minimal 20% sesuai ketentuan PP No. 26 Tahun                 stipulated in Government Regulation No. 26 of 2021
2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Pertanian.               on Agricultural Sector Implementation. It shows
Hal ini menunjukkan kepatuhan regulatif serta                regulatory compliance and TPA’s commitment
komitmen TPA dalam mendukung inklusivitas serta              to support inclusivity and the overall operational
keberlanjutan operasional secara menyeluruh.                 sustainability.

Sebagai     bentuk    dukungan      tambahan,   TPA          As an additional support, TPA disbursed financial
menyalurkan bantuan keuangan kepada 7.754 petani             assistance to 7,754 plasma farmers in Berau, East
plasma di Kabupaten Berau, Kutai Timur, dan Paser            Kutai, and Paser regencies, with a total value of
dengan nilai mencapai Rp521,64 miliar sepanjang              Rp521.64 billion throughout 2025. This support
tahun 2025. Dukungan ini diarahkan untuk mendorong           is aimed at promoting land development and
pengembangan        lahan     serta    meningkatkan          increasing FFB productivity while ensuring that the
produktivitas TBS mereka, sekaligus memastikan               plantation practices are following sustainability
praktik perkebunan dijalankan sesuai dengan standar          standards established by TPA.
keberlanjutan yang ditetapkan oleh TPA.

Melalui     kombinasi     mekanisme     penilaian,           Through a combination of assessment mechanisms,
pemantauan berkala, dan dukungan finansial, TPA              periodic monitoring, and financial support, TPA
berupaya menjaga keberlanjutan rantai pasok,                 strives to maintain supply chain sustainability while
sekaligus memperkuat kesejahteraan petani plasma             strengthening the welfare of plasma smallholders
serta meningkatkan daya saing ekosistem agribisnis           and enhancing the competitiveness of an inclusive
yang inklusif dan bertanggung jawab.                         and responsible agribusiness ecosystem.


                                                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report     207
Page 210
Economic Viability                                       [GRI 3-3:201, 3-3:207]




208   Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 211
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                PT Teladan Prima Agro Tbk




Kondisi perekonomian tahun 2025 diwarnai dengan            The global economy in 2025 was marked by
berbagai tantangan eksternal yang mendorong                various external challenges that moderated growth
moderasi pertumbuhan secara global, termasuk               worldwide, including among Emerging Market and
pada kelompok Emerging Market and Developing               Developing Economies in Asia, which were projected
Economies di Asia yang diproyeksikan tumbuh                to grow by 5.2%, slightly lower than the previous
5,2%, menurun dibandingkan realisasi tahun                 year’s realization of 5.3%. These global and regional
sebelumnya sebesar 5,3%. Tekanan global dan                pressures also affected the national economy,
regional tersebut berdampak pada perekonomian              which faced similar challenges. With a growth
nasional yang juga menghadapi tantangan                    target of 5.2%, Statistics Indonesia (BPS) recorded
serupa. Dengan target pertumbuhan sebesar                  Indonesia’s 2025 economic growth at 5.11%. Within
5,2%, Badan Pusat Statistik Republik Indonesia             the industry, global sustainability trends increasingly
mencatat      realisasi  pertumbuhan     ekonomi           require the agribusiness sector, including palm oil, to
Indonesia tahun 2025 sebesar 5,11%. Sementara              prioritize profitability alongside sustainable supply
perkembangan dalam industri, tren keberlanjutan            chain governance. At the national level, Indonesia
global menuntut sektor agribisnis termasuk kelapa          continues to strengthen palm oil’s position as a
sawit untuk menempatkan aspek profitabilitas               strategic commodity by promoting value-added
dan tata kelola rantai pasok secara berkelanjutan.         development and production efficiency.
Di tingkat nasional, Indonesia terus memperkuat
posisi kelapa sawit sebagai komoditas strategis
dengan mendorong peningkatan nilai tambah dan
efisiensi produksi.

Bagi industri kelapa sawit nasional, tahun 2025            For Indonesia’s palm oil industry, 2025 marked
menjadi momentum penting dalam menghadapi                  a pivotal year in responding to global market shifts
perubahan pasar global dan tantangan iklim.                and climate-related challenges. Deforestation-free
Kebijakan      deforestation-free      supply  chain       supply chain policies in the European Union, along
di pasar Uni Eropa serta perkembangan fenomena             with evolving climate patterns that may affect crop
iklim yang berpotensi memengaruhi produktivitas            productivity, have driven TPA to prioritize innovation,
tanaman mendorong TPA untuk mengedepankan                  applied research, and efficiency across its value
inovasi, riset terapan, dan efisiensi di seluruh           chain. At the same time, opportunities to strengthen
rantai nilai. Di sisi lain, peluang untuk memperkuat       economic resilience have emerged through the
ketahanan ekonomi muncul melalui pengembangan              development of value-added downstream products,
produk turunan bernilai tambah, energi terbarukan          renewable energy from palm oil waste, science-
dari limbah sawit, inovasi agronomi berbasis sains,        based agronomic innovation, and a continued
serta komitmen untuk mengedepankan mutu dan                commitment to quality and customer satisfaction.
kepuasan pelanggan.

Dalam konteks tersebut, TPA menempatkan                    In this context, TPA places KSL Economic Viability
KSL pilar Economic Viability sebagai salah satu            pillar as one of the pillars of its sustainability strategy,
pilar strategi keberlanjutan yang menegaskan               affirming the TPA’s commitment to best practices,
komitmen TPA terhadap praktik terbaik, perbaikan           continuous improvement and environmentally
berkesinambungan dan pengelolaan sumber daya               conscious resource management. All of the
yang berwawasan lingkungan. Seluruh inisiatif              economic initiatives carried out, from research




                                                       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report          209
Page 212
                                Economic Viability




ekonomi yang dijalankan, mulai dari riset dan                   and development, diversification of downstream
pengembangan, diversifikasi produk hilir, hingga                products, to government tax revenue contribution,
kontribusi terhadap pajak pemerintah, dilaksanakan              are done under the social responsibility and long-
dengan penuh tanggungjawab pada aspek sosial                    term sustainability principles.
demi keberlanjutan jangka panjang.

Selain itu, TPA secara aktif memperkuat ketahanan               In addition, TPA is actively strengthens economic
ekonomi yang mendukung adaptasi terhadap                        resilience supporting adaptation toward climate
perubahan iklim, seperti fenomena El Niño dan                   change, including El Niño and La Niña phenomena.
La Niña. Sistem ini membantu TPA menjaga stabilitas             This system enables TPA to maintain production
produksi dan efisiensi biaya, sekaligus memperkuat              stability and cost efficiency while reinforcing
resiliensi keuangan dalam jangka panjang. Dengan                long-term financial resilience. Through a scientific,
pendekatan ilmiah, inovatif, dan berbasis kebijakan             innovative,   and     sustainability-driven  policy
keberlanjutan, pembahasan dalam bab ini                         approach, this chapter outlines TPA’s efforts to
menggambarkan upaya TPA dalam menciptakan                       balance economic growth, business resilience, and
keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi,                        environmental responsibility as the foundation of
ketahanan bisnis, dan tanggung jawab lingkungan                 sustainable development in Indonesia’s palm oil
sebagai fondasi utama keberlanjutan di industri                 industry.
kelapa sawit Indonesia.




Membangun Kepercayaan melalui Produk
Kualitas Unggul                    [POJK F.17, F.27, F.28, F.29, F.30]

Building Trust through High-Quality Products


Keberhasilan jangka panjang TPA ditentukan oleh                 TPA’s long-term success is determined by the
kemampuan untuk menyediakan produk yang                         ability to provide high-quality and safe products
berkualitas tinggi dan aman bagi pelanggan. Oleh                for customers. Therefore, customer satisfaction
karena itu, kepuasan pelanggan menjadi prioritas                becomes the main priority. TPA consistently
utama. TPA senantiasa menjaga reputasi dan citra                maintains its reputation and positive image in
positif di pasar dengan memenuhi spesifikasi kontrak            the market by fulfilling contract specifications
secara konsisten. Komitmen ini menjadi dasar dalam              consistently. This commitment serves as the basis for
membangun hubungan jangka panjang yang saling                   building long-term mutually beneficial relationships
menguntungkan sekaligus memperkuat daya saing                   while strengthening competitiveness in the national
di pasar nasional.                                              market.

Dalam menjaga mutu produk, TPA menerapkan                       In maintaining product quality, TPA applies strict
standar ketat sejak tahap hulu melalui praktik                  standards from the upstream stage through GAP
GAP, yang sejalan dengan prinsip dan kriteria ISPO.             practices, which are in line with the principles and
Seluruh Entitas Anak yang bergerak di budidaya dan              criteria of ISPO. All Subsidiaries engaged in oil palm
pengolahan kelapa sawit telah tersertifikasi ISPO,              cultivation and processing have been ISPO certified,
menegaskan bahwa proses produksi memenuhi                       affirming that the production process meets
standar keberlanjutan. Langkah ini memperkuat                   sustainability standards. This measure strengthens
strategi bisnis yang bertanggung jawab, di mana                 the responsible business strategy, where quality is
kualitas ditentukan oleh pemenuhan standar teknis               determined by fulfilment of technical standards and
dan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan              contributions to environmental conservation and
kepatuhan sosial.                                               social compliance.




210    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 213
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                PT Teladan Prima Agro Tbk




Komitmen tersebut diperkuat melalui penerapan KSL             This commitment is strengthened through the
pilar Economic Viability, dengan mengoptimalkan               implementation of KSL pillar Economic Viability,
kinerja usaha melalui praktik terbaik dan perbaikan           by optimizing business performance through best
berkelanjutan    yang    berwawasan      lingkungan           practices and environmentally insightful continuous
pada seluruh proses budidaya dan pengolahan.                  improvements in all cultivation and processing
Pendekatan     ini  memastikan      setiap    produk          processes. This approach ensures that each product
memenuhi standar kualitas pelanggan berbasis                  meets customer quality standards based on GAP.
GAP. Dengan konsistensi dan keandalan mutu, TPA               With consistency and quality reliability, TPA delivers
menghadirkan nilai tambah berkelanjutan sekaligus             sustainable added value while maintaining its
mempertahankan reputasi sebagai produsen CPO                  reputation as a leading CPO producer in Indonesia.
terkemuka di Indonesia.

Optimasi kinerja usaha diwujudkan melalui                     Optimization of business performance is realized
peningkatan nilai tambah produk turunan. Pada                 through increasing the added value of derivative
2025, volume penjualan CPKO mencapai 12,01                    products. In 2025, CPKO sales volume reached
ribu ton, naik 160% dari 4,62 ribu ton pada tahun             12.01 thousand tons, an increase of 160% from 4.62
sebelumnya. Volume penjualan PKE juga meningkat               thousand tons in the previous year. PKE sales volume
signifikan menjadi 18,56 ribu ton, tumbuh 304,35%             also increased significantly to 18.56 thousand tons,
dari 4,59 ribu ton.                                           growing 304.35% from 4.59 thousand tons.

Dari sisi nilai ekonomi, penjualan CPKO pada                  In terms of economic value, CPKO sales in 2025
2025 tercatat sebesar Rp296,65 miliar, meningkat              were recorded at Rp296.65 billion, increasing 230%
230% dibandingkan Rp89,89 miliar pada tahun                   compared to Rp89.89 billion in the previous year.
sebelumnya. Penjualan PKE mencapai Rp10,83                    PKE sales reached Rp10.83 billion, rising 195.58% from
miliar, naik 195,58% dari Rp3,66 miliar pada periode          Rp3.66 billion in the previous period.
sebelumnya.

Untuk menjamin keamanan dan kualitas produk, TPA              To ensure product safety and quality, TPA implements
menerapkan sistem pengendalian mutu terintegrasi              an integrated quality control system from upstream
dari hulu hingga hilir. Proses dimulai dari seleksi TBS       to downstream. The process begins with the
berkualitas, dilanjutkan dengan ekstraksi yang efisien        selection of quality FFB, followed by extraction with
dan optimal, hingga pengiriman tepat waktu kepada             optimal efficiency standards, and timely delivery
pelanggan. Sistem kendali mutu tersebut untuk                 to customers. This continuous control ensures that
memastikan setiap produk memenuhi spesifikasi                 each product meets contract specifications and is
kontrak dan adaptif terhadap dinamika pasar.                  responsive to market dynamics. Throughout 2025,
Sepanjang 2025, tidak terdapat laporan penarikan              there were no reports of product recalls, affirming
produk, menegaskan bahwa seluruh produk dari TPA              that all TPA products are safe and in accordance
memiliki kualitas tinggi sesuai spesifikasi kontrak dan       with customer expectations.
aman.

Upaya menjaga mutu produk diperkuat melalui                   Efforts to maintain product quality are reinforced
inovasi pada berbagai aspek. TPA berinvestasi                 through     innovation    across    multiple    areas.
dalam perbaikan proses produksi, pengembangan                 TPA invests in process improvements, technological
teknologi, dan peningkatan kapasitas operasional              development, and enhanced operational capacity
guna memastikan produksi yang efisien dan                     to ensure efficient and controlled production. Quality
terkendali. Improvement sistem pengujian kualitas             testing systems have been strengthened through
dilakukan melalui pemanfaatan teknologi, seperti              the use of technologies such as the Plantation
Plantation Information System (PIS) dan Nirfost               Information System (PIS) and Nirfost, enabling
untuk pengiriman data produksi dan mutu secara                fast and accurate transmission of production and
cepat dan akurat. Selain itu, implementasi Preventive         quality data. In addition, the implementation of the
Management System SOLUMAN di seluruh mill                     SOLUMAN Preventive Management System across
meningkatkan keandalan peralatan dan mesin                    all mills enhances equipment reliability, minimizes
operasional meminimalkan gangguan, dan menjaga                disruptions, and maintains processing stability.
stabilitas proses pengolahan




                                                          Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report     211
Page 214
                               Economic Viability




Efektivitas upaya tersebut dievaluasi melalui             The effectiveness of these efforts is evaluated
survei kepuasan pelanggan. Pada 2025, survei              through customer satisfaction surveys. In 2025,
mencatat skor 90,19% atau indeks 3,6 dari 4,0, yang       the survey recorded a score of 90.19% or an index of
menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi. Secara          3.6 out of 4.0, indicating a high level of satisfaction. In
rinci, kualitas dan kuantitas produk memperoleh           detail, product quality and quantity obtained 94.15%,
94,15%, pelayanan penjualan 88,19%, dan pelayanan         sales service 88.19%, and after-sales service 89.58%.
purna jual 89,58%. Tidak adanya penarikan produk          The absence of product recalls in the same period
sepanjang periode 2025 menunjukkan kuatnya                further confirms TPA’s reputation as a consistent
komitmen TPA untuk menyediakan produk yang                and reliable product provider capable of building
andal, berkualitas, dan konsisten sehingga mampu          long-term customer loyalty.
memperkuat reputasi di antara para pelanggan.

Berlandaskan komitmen pada kualitas, inovasi, dan         Based on its commitment to quality, innovation,
evaluasi berkelanjutan, TPA meneguhkan posisinya          and continuous evaluation, TPA strengthens its
sebagai mitra terpercaya dalam penyediaan                 position as a trusted partner in the provision of
produk minyak sawit berkelanjutan. Pendekatan ini         sustainable palm oil products. This approach ensures
memastikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus          added value for customers while supporting business
mendukung pertumbuhan usaha yang selaras                  growth aligned with social and environmental
dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan,              responsibility,  thereby     maintaining     business
sehingga menjaga keberlanjutan bisnis dan                 sustainability and delivering broader contributions.
memberikan kontribusi yang lebih luas.




       Petugas Lab Melakukan Pengujian Kualitas CPKO
       Laboratory Officers Conducting CPKO Quality Testing



212    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 215
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                               PT Teladan Prima Agro Tbk




Inovasi Berkesinambungan untuk
Peningkatan Produktivitas                                     [POJK F.26]

Continuous Innovation for Improved Productivity




       “TPA senantiasa menanamkan budaya perbaikan berkesinambungan melalui riset agronomi
       berbasis data dan teknologi. Pendekatan ilmiah ini menjadi fondasi dalam mengoptimalkan
       produktivitas kebun secara efisien, sekaligus memastikan setiap inovasi berjalan selaras
       dengan prinsip keberlanjutan.”
       “TPA continuously instilling a culture of continuous improvement through data-driven and technology
       based agronomic research. This scientific approach is the foundation to optimize plantation productivity
       efficiently, while ensuring that every innovation is in line with sustainability principles.”




Riset dan Pengembangan (R&D) menjadi pilar                  Research and Development (R&D) becomes
strategis TPA dalam mewujudkan operasional                  a strategic pillar of TPA in realizing sustainable,
perkebunan yang berkelanjutan, efisien, dan inovatif.       efficient, and innovative plantation operations.
Sepanjang 2025, R&D difokuskan pada peningkatan             Throughout 2025, R&D focused on increasing
produktivitas, efisiensi agronomi, serta penciptaan         productivity, agronomic efficiency, and creating
nilai tambah melalui diversifikasi produk turunan           added value through diversification of palm
sawit.                                                      derivative products.

Salah satu fokus utama adalah riset perubahan iklim.        One of the main focuses is climate change research.
Pada 2025, TPA mengidentifikasi kondisi La Niña dan         In 2025, TPA identified La Niña conditions and
mengantisipasinya melalui langkah mitigasi terukur.         anticipated them through measurable mitigation
Pola curah hujan yang relatif lebih tinggi mendukung        steps. Relatively higher rainfall patterns support water
ketersediaan air, pertumbuhan vegetatif, dan                availability, vegetative growth, and flower formation.
pembentukan bunga. Mengingat siklus fisiologis              Considering that the physiological cycle from
pembentukan janjang hingga panen memerlukan                 bunch formation to harvest requires approximately
sekitar 24 bulan, kondisi iklim yang kondusif saat          24 months, current conducive climate conditions
ini menjadi faktor strategis dalam menentukan               become a strategic factor in determining plantation
produktivitas kebun pada tahun-tahun mendatang.             productivity in the coming years.

Curah hujan tinggi pada fase La Niña juga                   High rainfall during the La Niña phase also poses
menimbulkan     tantangan,     terutama   risiko            challenges, particularly an increased risk of crop
peningkatan penyakit tanaman dan penurunan                  diseases and reduced natural pollination activity
aktivitas penyerbukan alami oleh kumbang                    by Elaeidobius camerunicus, which is sensitive to
Elaeidobius camerunicus yang sensitif terhadap              humidity. A decline in its population may affect
kelembapan. Penurunan populasi kumbang dapat                pollination efficiency and fruit set.
memengaruhi efisiensi polinasi dan pembentukan
buah.

Sebagai     mitigasi,  TPA    menyiapkan    media           As a mitigation measure, TPA has prepared artificial
penyerbukan buatan dan menerapkan strategi                  pollination media and implemented preventive pest
pengendalian hama preventif. Pendekatan ini                 management strategies. This approach strengthens
memperkuat ketahanan terhadap fluktuasi iklim               resilience to annual climate fluctuations and ensures
tahunan serta memastikan 2025 menjadi fondasi               that 2025 serves as a foundation for long-term
produktivitas jangka panjang melalui pemeliharaan           productivity through sustained crop health and
kesehatan tanaman dan optimalisasi pembentukan              optimized bunch formation.
janjang secara berkelanjutan.




                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report       213
Page 216
                                Economic Viability




TPA juga mengembangkan riset untuk meningkatkan           TPA also develops research to improve pollination
efektivitas penyerbukan melalui pengelolaan habitat       effectiveness through management of natural
alami serangga penyerbuk dan penyediaan media             pollinator insect habitats and provision of artificial
penyerbukan buatan. Langkah ini menjaga stabilitas        pollination media. This step maintains fruit set
fruit set di tengah variabilitas iklim dan fluktuasi      stability amid climate variability and pollinator
populasi penyerbuk.                                       population fluctuations.

Dengan prinsip science-based decision making, TPA         Guided     by    science-based       decision-making
mengintegrasikan riset agronomi, bioteknologi, dan        principles, TPA integrates agronomic research,
pengelolaan lingkungan guna menghadirkan solusi           biotechnology, and environmental management to
inovatif yang mendukung efisiensi produksi dan            deliver innovative solutions that enhance production
keberlanjutan jangka panjang.                             efficiency and support long-term sustainability.



Peta Jalan dan Arah Strategis R&D                         R&D Roadmap and Strategic Direction

Arah R&D TPA diselaraskan dengan RJPP dan                 TPA’s R&D direction is aligned with the RJPP and
Business Plan, dengan menitikberatkan pada 3 fokus        Business Plan, by focusing on three main focus areas,
utama sebagai berikut:                                    namely:
1. Efisiensi agronomi dan pengelolaan sumber              1. Agronomic efficiency and natural resource
   daya alam melalui riset formulasi pemupukan               management through formulation research on
   berbasis bahan organik;                                   organic-based fertilization;
2. Inovasi bioteknologi berkelanjutan; serta              2. Sustainable biotechnology innovation; and
3. Pengembangan produk hilir bernilai tambah              3. Development of downstream products with high
   tinggi.                                                   added value.

Dalam mendukung agenda rencana strategis                  In advancing its strategic agenda, TPA focuses
tersebut, berfokus pada pengembangan bahan                on     developing   superior  planting   materials
tanaman unggul melalui pendekatan generatif,              through generative, vegetative, and tissue culture
vegetatif, dan kultur jaringan; riset bioteknologi        approaches; conducting biotechnology research
untuk agen hayati; serta penerapan biological             for biological agents; and implementing biological
control menggunakan predator alami. Inisiatif             control using natural predators. These initiatives
ini menegaskan arah R&D TPA terhadap konsep               reaffirm TPA’s R&D direction toward sustainable
sustainable    intensification, yaitu peningkatan         intensification, enhancing productivity without
produktivitas tanpa perluasan lahan baru.                 clearing new land areas.




214    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 217
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                              PT Teladan Prima Agro Tbk




Kontribusi Nilai Ekonomi untuk
Kesejahteraan Bersama                                   [GRI 3-3:201]

Economic Value Contribution to Shared Prosperity



       “Kinerja ekonomi yang solid bukan hanya indikator keberhasilan usaha, melainkan fondasi
       keberlanjutan yang menciptakan nilai bagi bangsa. Melalui ketahanan operasional dan kinerja
       yang bertanggung jawab, TPA berkomitmen mendorong kesejahteraan, menggerakkan
       pembangunan daerah, dan memperkuat masa depan yang berkelanjutan.”
       “Solid economic performance is not merely an indicator of business success, but the foundation
       of sustainability that creates value for the nation. Through operational resilience and responsible
       performance, TPA is committed to advancing prosperity, driving regional development, and
       strengthening a sustainable future.”




Kinerja ekonomi yang solid menjadi pilar utama              Solid economic performance is a key pillar of TPA’s
keberlanjutan TPA, karena fondasi bisnis yang               sustainability, as a strong business foundation
kuat memungkinkan Perseroan menghadirkan                    enables the Company to deliver tangible value to
manfaat nyata bagi para pemangku kepentingan.               its stakeholders. Its participation in Indonesia’s palm
Partisipasi dalam industri kelapa sawit nasional            oil industry supports national economic growth
turut mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia               through export foreign exchange earnings, tax and
melalui kontribusi devisa ekspor, pembayaran                levy payments, and value creation across the supply
pajak dan retribusi, serta penciptaan nilai tambah          chain. Accordingly, the economic value generated
di sepanjang rantai pasok. Dengan demikian, nilai           contributes to sustainable benefits for the broader
ekonomi yang dihasilkan memberikan dampak                   community.
berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Kontribusi tersebut diwujudkan melalui berbagai             These contributions are realized through various
aspek. Secara fiskal, TPA konsisten membayar                channels. From a fiscal perspective, TPA consistently
pajak, dividen, dan pungutan negara lainnya yang            fulfills its obligations through the payment of taxes,
mendukung pembangunan nasional. Melalui rantai              dividends, and other state levies that support
pasok yang melibatkan petani plasma, OCP, dan               national development. Through a supply chain that
mitra lokal, TPA turut mendorong pertumbuhan                engages plasma smallholders, OCP partners, and
ekonomi daerah. Kemitraan ini membuka peluang               local vendors, TPA also promotes regional economic
usaha, menambah pendapatan, serta memperluas                growth. These partnerships create business
akses pasar, transfer keterampilan, dan dukungan            opportunities, increase incomes, and expand market
pembiayaan guna meningkatkan kesejahteraan                  access, skills transfer, and financing support to
bersama.                                                    enhance shared prosperity.

Selain kontribusi fiskal dan rantai pasok, keberadaan       Beyond its fiscal and supply chain contributions,
TPA di wilayah operasional juga menciptakan                 TPA’s presence in its operational areas generates
multiplier    effect.    Aktivitas  operasional   TPA       a multiplier effect. Its operations stimulate business
menumbuhkan peluang usaha di sektor transportasi,           opportunities in transportation, logistics, trade, and
logistik, perdagangan, dan jasa pendukung lainnya,          other supporting services, thereby strengthening
sehingga memperkuat dinamika ekonomi daerah.                regional economic dynamics. This demonstrates
Hal ini menunjukkan bahwa TPA mampu berperan                TPA’s role in advancing inclusive and sustainable
dalam mendukung pembangunan ekonomi yang                    economic development.
inklusif dan berkelanjutan.




                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report      215
Page 218
                                 Economic Viability




Melalui komitmen terhadap penciptaan nilai                Through its commitment to economic value creation,
ekonomi, TPA menegaskan perannya sebagai entitas          TPA affirms its role as a business entity that focuses not
bisnis yang berfokus pada kinerja internal sekaligus      only on internal performance but also contributes to
berkontribusi pada kesejahteraan bersama. Strategi        shared welfare. This strategy reflects that sustainability
ini mencerminkan bahwa keberlanjutan menuntut             requires a balance between economic growth, social
keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi,                  responsibility, and environmental preservation.
tanggung jawab sosial, dan pelestarian lingkungan.        Thus, TPA acts as a development partner that provides
Dengan demikian, TPA hadir sebagai mitra                  long-term added value for the country, society, and
pembangunan yang memberikan nilai tambah                  all stakeholders.
jangka panjang bagi negara, masyarakat, dan
seluruh pemangku kepentingan.




       Proses Ekstraksi CPKO
       CPKO Extraction Process




216    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 219
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                           PT Teladan Prima Agro Tbk




Profil Perkebunan TPA Tahun 2025
TPA’s Plantation Profile in 2025                                                                                 (dalam Ha / in Ha)



                       Kebun Inti                                                         Kebun Plasma
                        Nucleus                                                               Plasma

              274
                                                                                    181




                                               51.686                                                               12.289




   Total Lahan Tertanam                                                     Total Lahan Tertanam
   Total of Planted Area                 51.960                             Total of Planted Area           12.470

                    Tanaman Menghasilkan / Mature Plants                Tanaman Belum Menghasilkan / Immature Plants


Profil Maturitas - Inti dan Plasma
Maturity Profile - Nucleus and Plasma


             Matang                                   Matang Muda                                   Belum Matang
            Prime Mature                                   Mature                                      Immature

12.237 ha                                       52 ha                                         181 ha
 (19,31%)                                     (8,57%)                                      (39,77%)




                             51.127 ha                                       559 ha                                    274 ha
                             (80,69%)                                        (91,43%)                                  (60,23%)

               Total                                            Total                                    Total

            63.364 ha                                      611 ha                                      455 ha


              >8     tahun
                     years
                                                        4-7         tahun
                                                                    years
                                                                                                       <4    tahun
                                                                                                             years




                                         Kebun Inti / Nucleus           Kebun Plasma / Plasma




                                                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report             217
Page 220
                                       Economic Viability




             Perluasan Lahan melalui Akuisisi untuk Memperkuat Skala Perusahaan
              Expansion of Land through Acquisition to Strengthen Company Scale

      Strategi ekspansi TPA pada tahun 2025 diwujudkan melalui akuisisi CDM sebagai strategi ekstensifikasi untuk menguatkan
      skala perusahaan. Akuisisi ini menambah 3.835 ha planted areal ke dalam portofolio TPA, sehingga memperluas basis
      operasional. Keputusan akuisisi CDM didasari pertimbangan efisiensi dan keselarasan operasional, karena lokasi
      CDM berada berdekatan dengan unit-unit eksisting TPA di Kalimantan Timur. Kedekatan geografis ini memungkinkan
      optimalisasi pengelolaan, efisiensi logistik, dan sinergi operasional yang lebih kuat, sehingga mempercepat integrasi
      aset maupun proses produksi.

      Dari sisi korporasi, TPA mengakuisisi 99,99% saham CDM dari PT REA Kaltim Plantations dengan nilai transaksi Rp136,3
      miliar, sebagaimana disampaikan dalam penyelesaian dokumen transaksi pada 13 Juni 2025. Aksi korporasi ini
      merupakan bagian dari rencana penggunaan dana hasil IPO dan menjadi langkah penting dalam meningkatkan aset,
      memperkuat volume produksi, serta mendukung pengembangan usaha jangka panjang TPA.

      Dengan selesainya proses akuisisi dan masuknya CDM ke dalam struktur operasional, TPA memproyeksikan peningkatan
      nilai ekonomi melalui kenaikan produksi TBS serta penguatan posisi kompetitif di industri kelapa sawit. Strategi ini
      mencerminkan upaya TPA untuk terus tumbuh secara regeneratif dengan memperbesar kapasitas usaha tanpa
      menambah tekanan ekologis.
      TPA’s expansion strategy in 2025 was realized through the acquisition of CDM as an extensification strategy to strengthen
      the Company’s scale. This acquisition adds 3,835 hectares of planted area to TPA’s portfolio, thereby expanding its
      operational base. The decision to acquire CDM was driven by considerations of efficiency and operational alignment,
      as CDM’s location is close to TPA’s existing units in East Kalimantan. This geographical proximity enables optimized
      management, logistical efficiency, and stronger operational synergies, accelerating the integration of assets and
      production processes.

      At the corporate level, TPA acquired 99.99% of CDM’s shares from PT REA Kaltim Plantations for a transaction value of
      Rp136.3 billion, as stated in the completion of transaction documents on 13 June 2025. This corporate action forms part
      of the plan for the use of IPO proceeds and represents an important step in increasing assets, strengthening production
      volume, and supporting TPA’s long-term business development.

      With the completion of the acquisition process and the integration of CDM into the operational structure, TPA projects
      an increase in economic value through higher FFB production and a strengthened competitive position in the palm oil
      industry. This strategy reflects TPA’s commitment to continuing regenerative growth by expanding its business capacity
      without adding ecological pressure.




Pencapaian Target Kinerja Operasional                                Achievement of Operational and
dan Finansial [POJK F.2]                                             Financial Performance Targets [POJK F.2]

Kontribusi nilai ekonomi langsung TPA kepada                         TPA’s direct economic value distribution to
pemangku kepentingan bergantung pada konsistensi                     stakeholders     is  underpinned      by   consistent
kinerja operasional dan finansial. Di tengah dinamika                operational and financial performance. Throughout
bisnis sepanjang 2025, harga CPO yang relatif                        2025, relatively stable CPO prices served as the
stabil menjadi penopang utama kinerja keuangan.                      primary driver of financial resilience amid ongoing
Seperti tahun sebelumnya, meskipun produktivitas                     business dynamics. As in the previous year, although
kebun belum sepenuhnya mencapai target, kondisi                      plantation productivity was still progressing toward
harga yang kondusif tetap mendukung pencapaian                       targeted levels, supportive price conditions enabled
sasaran keuangan. Tren serupa berlanjut pada                         the Company to achieve its financial objectives. This
tahun berjalan, dengan kinerja keuangan tetap                        positive trajectory continued during the year, with
positif meskipun indikator produktivitas operasional                 solid financial results sustained while operational
belum sepenuhnya optimal.                                            productivity continued to improve.

Dari sisi operasional, produktivitas kebun terjaga                   From the operational side, plantation productivity
melalui praktik budidaya berkelanjutan, pembinaan                    was maintained through sustainable cultivation
plasma, dan optimalisasi teknologi pertanian.                        practices, plasma development, and optimization
Sepanjang 2025, produksi TBS mencapai 1.271,03                       of agricultural technology. Throughout 2025, FFB
ribu ton dan CPO sebesar 333,09 ribu ton. Capaian                    production reached 1,271.03 thousand tons and
ini mencerminkan stabilitas pasokan bahan                            CPO amounted to 333.09 thousand tons. This
baku sekaligus menjaga efisiensi dan daya saing                      achievement reflects stability of raw material
operasional. Keberhasilan tersebut turut didukung                    supply while maintaining operational efficiency and
penguatan kemitraan dengan petani plasma dan                         competitiveness. This success was also supported
OCP guna memperkokoh ketahanan rantai pasok                          by strengthening partnerships with plasma farmers
serta mendistribusikan manfaat ekonomi secara                        and OCP to reinforce supply chain resilience and
lebih merata.                                                        distribute economic benefits more evenly.




218     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 221
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                              PT Teladan Prima Agro Tbk




Pada aspek finansial, TPA mencatatkan kinerja               In the financial aspect, TPA recorded solid
solid dengan pendapatan Rp5,42 triliun dan laba             performance with revenue of Rp5.42 trillion and net
bersih Rp1,11 triliun pada 2025. Capaian ini didukung       profit of Rp1.11 trilion in 2025. This achievement was
strategi efisiensi biaya, pengendalian operasional          supported by cost efficiency strategies, disciplined
yang disiplin, serta pengelolaan basis pelanggan            operational control, and management of a customer
yang seluruhnya menyalurkan produk ke pasar                 base that entirely channels products to export
ekspor untuk menjaga stabilitas penjualan di                markets to maintain sales stability amid global
tengah volatilitas harga CPO global. Kinerja tersebut       CPO price volatility. This performance strengthens
memperkuat keberlanjutan bisnis jangka panjang              long-term business sustainability while increasing
sekaligus meningkatkan kontribusi kepada negara             contributions to the state through taxes, dividends,
melalui pajak, dividen, dan pungutan ekspor.                and export levies.

Informasi   lebih   lengkap   mengenai   kinerja            More detailed information regarding the Company’s
operasional dan finansial Perseroan disampaikan             operational and financial performance is presented
dalam Laporan Tahunan PT Teladan Prima Agro Tbk             in the 2025 Annual Report of PT Teladan Prima
tahun 2025 yang disusun secara terpisah dari                Agro Tbk, prepared separately from this Sustainability
Laporan Keberlanjutan ini.                                  Report.



Perbandingan Target dan Kinerja                             Comparison of Targets and
Portofolio, Target Pembiayaan, atau                         Performance of Portfolios, Financing
Investasi pada Instrumen Keuangan                           Targets, or Investments in Financial
atau Proyek yang Sejalan dengan                             Instruments or Projects Aligned with
Keuangan Berkelanjutan [POJK F.3]                           Sustainable Finance [POJK F.3]

Sampai dengan akhir tahun 2025, TPA tidak memiliki          As of the end of 2025, TPA does not have or carry out
atau menjalankan program investasi pada instrumen           any investment programs in financial instruments
keuangan atau proyek berkelanjutan sehingga tidak           or sustainable projects; therefore, no information is
terdapat informasi mengenai perbandingan target             available regarding comparisons of portfolio targets
dan kinerja portofolio, target pembiayaan, atau             and performance, financing targets, or investments
investasi pada instrumen keuangan atau proyek               in financial instruments or projects aligned with
yang sejalan dengan keuangan berkelanjutan.                 sustainable finance.



Distribusi Nilai Ekonomi [GRI 201-1, 13.22.2]               Distribution of Economic Value [GRI 201-1, 13.22.2]

Distribusi nilai ekonomi merupakan wujud komitmen           Distribution of economic value is the TPA’s
TPA dalam menghadirkan manfaat langsung                     commitment in presenting direct benefits to all of
bagi seluruh pemangku kepentingan. Melalui                  the stakeholders. Armed with solid operational and
kinerja operasional dan finansial yang solid, TPA           financial performance, TPA ensures the Company’s
memastikan bahwa penciptaan nilai perusahaan                value creation benefits employees, government,
memberikan manfaat bagi karyawan, pemerintah,               suppliers, shareholders, and the general community.
pemasok, Pemegang Saham, dan masyarakat luas.

Sepanjang tahun 2025, distribusi nilai ekonomi TPA          Throughout 2025, TPA has realized its distribution of
terealisasi dalam beberapa bentuk utama. Kepada             economic value in several main areas. To employees,
karyawan, manfaat diberikan melalui gaji, tunjangan,        benefits are provided through salaries, allowances,
dan program pengembangan kompetensi untuk                   and competency development programs to improve
meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas.               welfare and productivity. To the government,
Kepada pemerintah, kontribusi diwujudkan melalui            contributions are realized through payment of taxes,
pembayaran pajak, retribusi, dan kewajiban                  levies, and other obligations that support state
lainnya yang mendukung penerimaan negara dan                revenue and national development. In addition,
pembangunan nasional. Selain itu, alokasi belanja           allocation of expenditure to suppliers also creates
kepada pemasok turut menciptakan efek berganda              a multiplier effect for local economic growth.
bagi pertumbuhan ekonomi lokal.




                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report     219
Page 222
                                     Economic Viability




TPA juga merealisasikan nilai ekonomi melalui                     TPA also realizes economic value through CSR
program CSR di bidang pendidikan, kesehatan,                      programs in education, health, and infrastructure
dan infrastruktur guna menjawab kebutuhan                         to respond to community needs. In addition, the
masyarakat. Selain itu, Perseroan mendistribusikan                Company distributes dividends to Shareholders as
dividen kepada Pemegang Saham sebagai apresiasi                   appreciation for support and trust, while maintaining
atas dukungan dan kepercayaan, sekaligus menjaga                  balance between investor interests and capital
keseimbangan antara kepentingan investor dan                      strengthening for long-term sustainability.
penguatan modal untuk keberlanjutan jangka
panjang.

Informasi lebih lengkap mengenai distribusi nilai                 More detailed information regarding TPA’s economic
ekonomi TPA diuraikan sebagai berikut:                            value distribution are outlined below:

                                                                                        (dalam jutaan Rupiah / in million Rupiah)

         Keterangan                     2025               2024              2023                    Description
Nilai Ekonomi yang Diciptakan
Economic Value Generated

Pendapatan dari Pelanggan              5.330.133          4.100.672        4.140.969              Revenue from Customers

Penerimaan Bunga                          14.937            16.205             13.144                     Receipts of Interest
Penerimaan dari Pelepasan Aset                                                                    Proceeds from Disposal of
                                             491               596             2.724
Tetap                                                                                                          Fixed Assets
Pendapatan Lainnya                        48.596            54.976            28.926                           Other Incomes
Total Nilai Ekonomi yang                                                                                     Total Economic
                                       5.394.157      4.172.449            4.185.763
Diciptakan                                                                                                  Value Generated
Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
Economic Value Distributed
Pembayaran kepada Pemasok             (2.869.917)     (2.180.021)         (2.114.444)                 Payments to Suppliers
Pembayaran kepada Karyawan              (690.117)         (616.614)        (477.442)                Payments to Employees
Pembayaran kepada Pemegang                                                                     Payments to Shareholders in
                                       (597.869)          (158.361)         (174.757)
Saham berupa Dividen Kas                                                                        the form of Cash Dividends
Pembayaran Bunga kepada
                                        (46.407)          (67.036)          (99.551)         Interest Payments to Creditors
Pemberi Pinjaman
Pembayaran Pajak Penghasilan                                                                         Payments of Corporate
                                       (243.108)          (167.883)        (182.492)
Badan                                                                                                          Income Tax
Penyaluran Dana Tanggung                                                                                Distribution of Social
                                         (5.450)           (2.497)           (4.536)
Jawab Sosial                                                                                             Responsibility Fund
Total Nilai Ekonomi yang                                                                              Total Economic Value
                                     (4.452.869)     (3.192.412)         (3.053.222)
Didistribusikan                                                                                                 Distributed
Nilai Ekonomi yang Ditahan               941.288          980.037           1.132.541             Economic Value Retained




220    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 223
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                    PT Teladan Prima Agro Tbk




Mendukung Pembangunan Nasional
melalui Komitmen Pajak                                  [GRI 3-3:207, 207-1, 207-2, 207-3]

Supporting National Development through Tax Commitment



       “Kepatuhan pajak bagi TPA bukan sekadar kewajiban, tetapi komitmen moral untuk
       berkontribusi pada pembangunan negeri melalui praktik bisnis yang transparan, berintegritas,
       dan berkelanjutan.”
       “For TPA, tax compliance is not merely a legal obligation, but a moral commitment to contribute to
       national development through transparent, ethical, and sustainable business practices.”




Kepatuhan perpajakan merupakan wujud kontribusi            Tax     compliance      represents     TPA’s  tangible
nyata TPA terhadap pembangunan nasional.                   contribution to national development. By adhering to
Dengan mematuhi seluruh peraturan yang berlaku,            all applicable regulations, TPA safeguards operational
TPA menjaga keberlanjutan operasional sekaligus            sustainability while supporting economic growth.
mendukung pertumbuhan ekonomi. Pembayaran                  Its tax payments contribute to fiscal revenues, foreign
pajak tersebut berkontribusi pada penerimaan fiskal,       exchange earnings, and the stability of sustainable
devisa negara, dan stabilitas pembangunan yang             development.
berkelanjutan.

Untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas,            To improve efficiency and accountability, TPA
TPA menerapkan strategi perencanaan pajak                  implements tax planning strategies that optimize
yang mengoptimalkan insentif fiskal, memastikan            fiscal incentives, ensure timely payments, and adjust
pembayaran tepat waktu, serta menyesuaikan                 to regulatory updates. This strategy is reviewed
diri dengan pembaruan regulasi. Strategi ini               annually by the Director of Finance, Accounting, and
ditinjau setiap tahun oleh Direktur Keuangan,              Tax as the person in charge of tax policy, with full
Akuntansi, dan Pajak sebagai penanggung jawab              support from the Tax Department. The department
kebijakan perpajakan, dengan dukungan penuh                ensures that all transactions fulfill obligations in
Tax Department. Departemen tersebut memastikan             accordance with regulations while conducting
seluruh transaksi memenuhi kewajiban sesuai                periodic evaluation of tax policy implementation.
regulasi sekaligus melakukan evaluasi berkala atas
implementasi kebijakan perpajakan.
                                                           This    commitment       is  strengthened     through
Komitmen ini diperkuat melalui penyediaan kanal            the provision of communication channels for
komunikasi bagi pemangku kepentingan, termasuk             stakeholders, including the utilization of feedback
pemanfaatan umpan balik dari Direktorat Jenderal           from the Directorate General of Taxes as evaluation
Pajak sebagai bahan evaluasi pelaporan dan                 material for reporting and compliance strategies
strategi kepatuhan yang dilaporkan secara berkala          which are reported periodically to the Board of
kepada Direksi. Proses ini memastikan keterlibatan         Directors. This process ensures top management
manajemen puncak dalam menjaga integritas                  involvement in maintaining tax compliance
kepatuhan perpajakan. TPA juga menegaskan tidak            integrity. TPA also affirms that it is not involved in
terlibat dalam advokasi publik terkait kebijakan           public advocacy related to tax policy, and focuses
pajak, dan berfokus pada penerapan regulasi secara         on consistent and transparent implementation of
konsisten dan transparan.                                  regulations.

Hingga akhir periode pelaporan 2025, TPA tetap             As of the end of the 2025 reporting period,
beroperasi di satu yurisdiksi, yaitu Negara Kesatuan       TPA remains operating in a single jurisdiction,
Republik Indonesia. Seluruh laporan konsolidasi            namely the Republic of Indonesia. All consolidated
perpajakan disusun dan disampaikan kepada                  tax report is prepared and submitted to
Direktorat Jenderal Pajak sebagai otoritas pajak           the Directorate General of Taxation as the official
resmi di Indonesia. Melalui kontribusi pajak yang          tax authority in Indonesia. With compliant, timely,




                                                       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report          221
Page 224
                                    Economic Viability




patuh, tepat waktu, dan transparan, TPA menegaskan               and transparent tax contributions, TPA is affirming
perannya dalam menjaga keberlanjutan bisnis                      its role in maintaining business continuation, as well
sekaligus mendukung pembangunan ekonomi                          as supporting national economic development for
nasional untuk kesejahteraan bersama.                            the common welfare.

Informasi mengenai pengungkapan perpajakan TPA                   Information regarding TPA’s 2025 tax disclosures is
untuk tahun 2025 diuraikan sebagai berikut:                      outlined below:


Pengungkapan Perpajakan TPA Tahun 2025 [GRI 207-4]
TPA Tax Disclosure in 2025


                             Nama Wajib Pajak                                         Jenis Wajib Pajak
                             Taxpayer Name                                            Taxpayer Type

                             PT Teladan Prima Agro Tbk                                Wajib Pajak Badan
                                                                                      Corporate Taxpayer




   Aktivitas Utama                            Aktivitas perusahaan holding dan aktivitas konsultasi manajemen lainnya serta
                                              perkebunan kelapa sawit dan industri pengolahan kelapa sawit melalui Entitas
   Main Activity
                                              Anak.
                                              Activities as a holding company and other management consultancy activities
                                              as well as oil palm plantation and processing industry via Subsidiaries.




   Total Karyawan                                                Penjualan
   Total Employees                                               Sales

   12.248 Orang / Person                                         Rp
                                                                    5.421,39 miliar / billion
   Berdasarkan total karyawan yang berstatus bekerja             Tidak ada Entitas Anak atau entitas berelasi yang
   per 31 Desember 2025.                                         berdomisili pajak di luar negeri.
   Based on the working      employee    headcount               No Subsidiaries or related entities with overseas tax
   on 31 December 2025.                                          domicile.




   Laba Sebelum Pajak                         Total Aset Selain Kas dan Setara Kas
   Profit Before Tax                          Total Assets Other than Cash and Cash Equivalents

   Rp
      1.391,74 miliar / billion               Rp
                                                 5.683,65 miliar / billion


   Pajak Penghasilan Badan
   Corporate Income Tax

            Tahun Berjalan
            Current Year
                                            Rp
                                               305,00                      Ditangguhkan
                                                                           Deferred
                                                                                                     (Rp19,88)
                                              miliar / billion                                          miliar / billion




222     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 225
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                    PT Teladan Prima Agro Tbk




Perubahan Iklim dan Implikasinya terhadap
Produktivitas                [POJK 3-3:201, 201-2, 13.2.1, 13.2.2]

Climate Change and Its Implications on Productivity


       “Melalui pendekatan berbasis data dan riset ilmiah, TPA melakukan mitigasi dan menjadikan
       adaptasi perubahan iklim sebagai strategi bisnis berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan
       Perusahaan terhadap dinamika lingkungan secara global.”
       “Through a data-driven and science-based approach, TPA undertakes mitigation efforts and integrates
       climate adaptation into its sustainable business strategy, strengthening the Company’s resilience to
       evolving global environmental dynamics.”




Produktivitas kelapa sawit sangat dipengaruhi kondisi            Oil palm productivity is highly dependent on
lingkungan, khususnya iklim dan cuaca. Perubahan                 environmental conditions, particularly climate
iklim menjadi tantangan signifikan karena berdampak              and weather. Climate change poses a significant
langsung pada efisiensi operasional dan kinerja                  challenge as it directly affects operational efficiency
produksi. Fenomena El Niño dan La Niña memicu                    and production performance. El Niño and La Niña
fluktuasi curah hujan serta suhu yang memengaruhi                phenomena trigger fluctuations in rainfall and
pertumbuhan, penyerbukan, dan pembentukan                        temperature, influencing plant growth, pollination,
buah. Analisis historis menunjukkan pergeseran pola              and fruit set. Historical analysis indicates shifting
hujan yang berdampak pada ketersediaan air, pola                 rainfall patterns that affect water availability,
pemupukan, dan kualitas panen. Kondisi ini mendorong             fertilization practices, and harvest quality. These
TPA untuk terus beradaptasi melalui strategi mitigasi            conditions drive TPA to continuously adapt through
guna menjaga keberlanjutan produktivitas di tengah               mitigation strategies to sustain productivity amid
dinamika iklim yang semakin kompleks.                            increasingly complex climate dynamics.

Dalam jangka pendek, kondisi tanah, ketersediaan                 In the short term, soil condition, nutrient availability,
nutrisi, dan cadangan air menjadi faktor kunci                   and water reserves are key determinants of FFB
bagi kualitas dan potensi kemelimpahan TBS.                      quality and yield potential. Changes in rainfall
Perubahan intensitas serta distribusi hujan dapat                intensity and distribution may disrupt pollination
mengganggu penyerbukan dan memengaruhi                           and affect fruit set. To anticipate these risks, TPA
pembentukan buah. Untuk mengantisipasinya,                       implements efficient irrigation management, timely
TPA menerapkan pengelolaan irigasi yang efisien,                 and properly dosed fertilization, and sustainable
pemupukan tepat waktu dan dosis, serta praktik                   agronomic practices. These measures effectively
agronomi berkelanjutan. Langkah ini efektif menjaga              maintain targeted productivity while minimizing the
produktivitas sesuai target sekaligus meminimalkan               risk of declining harvest quality.
risiko penurunan kualitas panen.

Dalam jangka menengah tedapat potensi kenaikan                   In the medium term, rising global surface
suhu permukaan bumi secara global yang                           temperatures may intensify climate change,
berdampak pada perubahan iklim sehingga terjadi                  leading to El Niño and La Niña phenomena that pose
fenomena El Niño dan La Niña. Hal tersebut merupakan             operational challenges. Extreme rainfall fluctuations
tantangan bagi operasional. Fluktuasi curah hujan                can affect pollination efficiency and productivity,
ekstrem   memengaruhi       efisiensi    penyerbukan             while temperature shifts increase the risk of pest and
dan produktivitas, sementara peubahan suhu                       disease outbreaks.
meningkatkan serangan risiko hama dan penyakit.

Sebagai respons, TPA mengadopsi varietas sawit                   As a response, TPA adopts more drought-resistant
yang lebih tahan kekeringan, mengoptimalkan                      palm varieties, optimizes the utilization of Elaeidobius
pemanfaatan Elaeidobius sp. sebagai penyerbuk,                   sp. as pollinators, and strictly implements integrated
serta menerapkan manajemen hama terpadu                          pest management to maintain plant health and
secara ketat guna menjaga kesehatan tanaman                      production stability.
dan stabilitas produksi.


                                                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report         223
Page 226
                                 Economic Viability




Upaya mitigasi TPA dilakukan melalui inovasi              TPA’s mitigation efforts are implemented through
agronomi berbasis teknologi digital, termasuk             technology-driven agronomic innovation, including
pemantauan kesehatan blok tanam near real-time,           near real-time monitoring of planting block health,
analisis data cuaca, dan aplikasi manajemen lahan.        weather data analysis, and digital land management
Pemanfaatan teknologi ini meningkatkan efisiensi          applications. The use of these technologies enhances
operasional, optimalisasi sumber daya, serta              operational efficiency, optimizes resource utilization,
kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim. Selain       and strengthens adaptive capacity to climate
itu, TPA bekerja sama dengan lembaga penelitian           change. In addition, TPA collaborates with research
untuk mengembangkan varietas sawit yang lebih             institutions to develop palm varieties that are more
tahan terhadap stres iklim guna memperkuat                resilient to climate stress, reinforcing long-term
ketahanan jangka panjang.                                 sustainability.

Dari sisi lingkungan, TPA mengelola risiko perubahan      From an environmental perspective, TPA manages
iklim melalui upaya pengurangan emisi GRK ,               climate change risks through GHG emissions
optimalisasi enegi terbaukan, pengelolaan dan             reduction, renewable energy optimization, and
pelestarian areal HCV sehingga dalam jangka               the management and conservation of HCV areas,
panjang secara global mendukung pencegahan                thereby contributing in the long term to global efforts
kenaikan suhu permukaan bumi.                             to mitigate rising surface temperatures.

Menindaklanjuti informasi BMKG pada pertengahan           Following BMKG’s mid-2024 advisory on the potential
2024 terkait potensi La Niña di akhir 2025 yang           La Niña event in late 2025, which may increase
berisiko meningkatkan curah hujan dan genangan            rainfall and flooding risks in East Kalimantan, TPA has
di Kalimantan Timur, TPA mengoptimalkan TPTS              enhanced its TPTS by integrating AI and machine
dengan integrasi AI dan machine learning/                 learning/deep learning technologies. These tools
deep learning. Teknologi ini memperkuat analisis          strengthen the analysis of ENSO dynamics, rainfall
dinamika ENSO, pola hujan, cadangan air tanah,            patterns, groundwater reserves, and crop health
dan indeks kesehatan tanaman guna meningkatkan            indices, thereby improving preparedness and
kesiapsiagaan dan ketahanan operasional.                  operational resilience.

Untuk meningkatkan akurasi, TPTS mengintegrasikan         To increase accuracy, TPTS integrates real-time data
data real-time dari remote sensing/satelit, UAV,          from remote sensing/satellites, UAV, AWS, and ARS.
AWS, dan ARS. Sistem ini mencakup seluruh area            This system covers the entire plantation area and is
perkebunan dan terhubung dengan control room              connected to the control room at the Jakarta Head
di Kantor Pusat Jakarta, sehingga perubahan iklim         Office, so that climate changes can be monitored
dapat dimonitor secara berkelanjutan. Integrasi           continuously. This integration enables operational
tersebut memungkinkan penyesuaian operasional,            adjustments, ranging from harvest schedules,
mulai dari jadwal panen, pemupukan, hingga                fertilization, to water management, to be carried out
manajemen air, dapat dilakukan secara cepat,              quickly, accurately, and measurably.
tepat, dan terukur.

Selain aspek teknis, perubahan iklim juga berdampak       Beyond technical aspects, climate change also
pada persepsi pasar. Kesadaran pelanggan                  influences market perception. Customer awareness
terhadap keberlanjutan kian meningkat, seiring            of sustainability continues to rise, alongside growing
dengan perhatian global terhadap emisi GRK dari           global scrutiny of GHG emissions from the agricultural
sektor pertanian. Untuk menjawab tantangan ini,           sector. To address this challenge, TPA strengthens
TPA terus memperkuat kepatuhan terhadap standar           compliance       with   international     sustainability
keberlanjutan internasional melalui sertifikasi ISPO.     standards through ISPO certification. This certification
Sertifikasi ini menegaskan komitmen TPA terhadap          reaffirms TPA’s commitment to environmental
pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial          management and social responsibility, while building
sekaligus membangun kepercayaan pelanggan                 customer confidence that its CPO products meet
bahwa produk CPO TPA memenuhi standar ekologi             stringent ecological and product integrity standards.
dan integritas produk yang ketat.




224    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 227
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                             PT Teladan Prima Agro Tbk




Analisis perubahan iklim dilakukan dengan                   Climate change analysis is conducted by considering
mempertimbangkan dampak dinamika iklim dalam                the impact of climate dynamics over a certain
jangka waktu tertentu terhadap implikasi keuangan           period on the Company’s financial implications.
Perseroan. Perubahan pola iklim dapat meningkatkan          Changes in climate patterns can increase pressure
tekanan terhadap produktivitas TBS karena                   on FFB productivity by affecting plant health and
memengaruhi kesehatan tanaman dan proses                    fruit formation processes, which may ultimately
pembentukan buah, yang pada akhirnya berpotensi             impact production levels and revenue if not properly
memengaruhi tingkat produksi dan pendapatan                 managed. Changes in climate characteristics can
apabila tidak dikelola dengan baik. Perubahan               also elevate the risk of pests and plant diseases,
karakteristik iklim juga dapat meningkatkan risiko          resulting in additional control costs.
hama dan penyakit tanaman yang berdampak
pada tambahan biaya pengendalian.

Secara keseluruhan, TPA merespons perubahan iklim           Overall, TPA responds to climate change through
melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup               an integrated approach that includes emission
pengurangan emisi, konservasi keanekaragaman                reduction, biodiversity conservation, technological
hayati, inovasi teknologi, dan pengelolaan sumber           innovation, and sustainable resource management.
daya berkelanjutan. Pemahaman mendalam atas                 Deep understanding of climate risks and
risiko iklim serta penerapan strategi adaptif menjaga       implementation of adaptive strategies maintain
daya saing sekaligus mendukung kelestarian                  competitiveness while supporting environmental
lingkungan. Komitmen ini memastikan operasional             preservation. This commitment ensures adaptive,
yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan dalam            productive, and sustainable operations in the long
jangka panjang.                                             term.




                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report   225
Page 228
                              Economic Viability




226   Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 229
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                          PT Teladan Prima Agro Tbk




Tanggung Jawab Laporan Keberlanjutan
Sustainability Report Responsibility



Pernyataan Anggota Dewan Komisaris dan Anggota Direksi tentang
Tanggung Jawab atas Laporan Keberlanjutan 2025 PT Teladan Prima Agro Tbk
Statement of Members of the Board of Commissioners and the Board of Directors
on the Responsibility for the 2025 Sustainability Report of PT Teladan Prima Agro Tbk


Kami, yang bertanda tangan di bawah ini,                We, the undersigned, hereby declare that
menyatakan bahwa seluruh informasi dalam                all information in the Sustainability Report of
Laporan Keberlanjutan PT Teladan Prima Agro Tbk         PT Teladan Prima Agro Tbk for year 2025 has been
tahun 2025 telah dimuat secara lengkap dan              fully contained and we shall be fully responsible to
bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi              the correctness of contents in the Sustainability
Laporan Keberlanjutan Perseroan.                        Report of the Company.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.       This statement is hereby made in all truthfulness.


                                           Jakarta, Maret 2026
                                           Jakarta, March 2026


                                           Dewan Komisaris
                                        Board of Commissioners




               Indracahya Basuki                                     Iwa Kartiwa Hudaya
                  Komisaris Utama                                      Komisaris Independen
               President Commissioner                               Independent Commissioner




                                               Direksi
                                          Board of Directors




          Noor Falich                     Wishnu Wardhana                       Imam Syaifullah
             Direktur                        Direktur Utama                            Direktur
             Director                       President Director                         Director




      Yayan H. Ginanjar                       Mahirudin                       Santos Ibrahim Noor
             Direktur                            Direktur                              Direktur
             Director                            Director                              Director




                                                    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report     227
Page 230
                                                Apendiks
                                                Appendix




Daftar Pengungkapan sesuai POJK
No. 51/POJK.03/2017                                    [POJK G.4]

List of Disclosures According to POJK No. 51/POJK.03/2017


No. Indeks                                                                                                              Halaman
                                 Nama Indeks                        Index Name
Index No.                                                                                                                 Page
Strategi Keberlanjutan                                              Sustainability Strategy

      A.1        Penjelasan strategi keberlanjutan                  Explanation on sustainability strategy               46-50

Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan                                Summary of Sustainability Aspects Performance

      B.1        Aspek ekonomi, paling sedikit memuat:              Economic aspect, covering at least:                    9

        a.       Kuantitas produk/jasa yang dijual                  Quantity of products/services sold                     9

        b.       Pendapatan/penjualan                               Income/sales                                           9

        c.       Laba/rugi bersih                                   Net profit/loss                                        9

        d.       Produk ramah lingkungan                            Environmentally friendly products                      6

        e.       Pelibatan pihak lokal yang berkaitan dengan        Local   parties    involvement   related       to      8
                 proses bisnis keuangan berkelanjutan               the sustainable finance business process

   B.2           Aspek lingkungan hidup, meliputi:                  Environmental aspect, including:                       7

        a.       Penggunaan energi                                  Energy usage                                           7

        b.       Pengurangan emisi yang dihasilkan                  Emission reduction                                     7

        c.       Pengurangan limbah dan efluen                      Reduction of waste and effluents                       7

        d.       Pelestarian keanekaragaman hayati                  Conservation of biodiversity                           7

   B.3           Aspek sosial                                       Social aspect                                          8

Profil Perusahaan                                                   Brief Profile of the Company

      C.1        Visi, misi, dan nilai keberlanjutan                Vision, mission, and sustainability value             37

   C.2           Alamat perusahaan                                  Company address                                       32

   C.3           Skala usaha, paling sedikit memuat:                Business scale, covering at least:                    33

        a.       Total aset/kapitalisasi aset dan total kewajiban   Total assets/asset capitalization and total           33
                                                                    liabilities

        b.       Jumlah karyawan berdasarkan jenis kelamin,         Total employees based on gender, position,           42-45
                 jabatan, usia, pendidikan, dan status              age, education, and status of employment
                 ketenagakerjaan

        c.       Nama Pemegang Saham dan persentase                 Names of Sharesholders and their percentage           40
                 kepemilikan saham                                  of share ownership

        d.       Wilayah operasional                                Operational areas                                     35

   C.4           Produk, layanan, dan kegiatan usaha yang           Brief explanation of products, services, and         31-34
                 dijalankan                                         business activities

   C.5           Keanggotaan pada asosiasi                          Membership in associations                            32

   C.6           Perubahan yang bersifat signifikan                 Significant changes                                   17

Penjelasan Direksi                                                  Directors’ Exposition

      D.1        Penjelasan Direksi                                 Directors’ exposition                                20-29

        a.       Kebijakan untuk merespons tantangan dalam          Policy     to   respond    to     challenges   in    20-29
                 pemenuhan strategi keberlanjutan                   the fulfillment of sustainability strategy

        b.       Penerapan keuangan berkelanjutan                   Implementation of sustainable finance                20-29

        c.       Strategi pencapaian target                         Strategy to achieve the targets                      20-29




228         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 231
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                          PT Teladan Prima Agro Tbk




No. Indeks                                                                                                          Halaman
                             Nama Indeks                        Index Name
Index No.                                                                                                             Page
Tata Kelola Keberlanjutan                                       Sustainability Governance

    E.1        Penanggung jawab penerapan keuangan              Parties responsible for the implementation of        76-77
               berkelanjutan                                    sustainable finance

    E.2        Pengembangan kompetensi terkait keuangan         Competence       development        related   to     86-88
               berkelanjutan                                    sustainable finance

    E.3        Penilaian risiko atas penerapan keuangan         Risk assessment related to the implementation        89-90
               berkelanjutan                                    of sustainable finance

   E.4         Hubungan dengan pemangku kepentingan             Relationships with stakeholders                      62-65

   E.5         Permasalahan      terhadap         penerapan     Issues related to the implementation of                50
               keuangan berkelanjutan                           sustainable finance

Kinerja Keberlanjutan                                           Sustainability Performance

    F.1        Kegiatan membangun budaya keberlanjutan          Activities to foster sustainable finance             94-99

Kinerja Ekonomi                                                 Economic Performance

    F.2        Perbandingan target dan kinerja produksi,        Comparison of production targets vs.                 218-219
               portofolio, target  pembiayaan/investasi,        achievements, portfolio, financing/investment
               pendapatan dan laba rugi                         targets, income and profit and loss

    F.3        Perbandingan target dan kinerja portofolio,      Comparison       of  portfolio   targets     and       219
               target pembiayaan/investasi pada instrumen       performance, financing/investment targets
               keuangan atau proyek yang sejalan dengan         in financial instruments or projects in line with
               penerapan keuangan berkelanjutan                 the implementation of sustainable finance

Kinerja Lingkungan Hidup                                        Environmental Performance

Aspek Umum                                                      General Aspect

   F.4         Biaya lingkungan hidup                           Environmental expenditures                             151

Aspek Material                                                  Materials Aspect

   F.5         Penggunaan material yang ramah lingkungan        Usage of environmentally-friendly materials          135-136

Aspek Energi                                                    Energy Aspect

   F.6         Jumlah dan intensitas energi yang digunakan      Amount and intensity of energy used                   143

    F.7        Upaya dan pencapaian efisiensi energi dan        Efforts and achievements of energy efficiency         145
               penggunaan energi terbarukan                     and use of renewable energy sources

Aspek Air                                                       Water Aspect

   F.8         Penggunaan air                                   Water usage                                          131-132

Aspek Keanekaragaman Hayati                                     Biodiversity Aspect

   F.9         Dampak dari wilayah operasional yang             Impacts of operational areas located near            109-110
               dekat atau berada di daerah konservasi atau      or within conservation areas or areas with
               memiliki keanekaragaman hayati                   biodiversity value

   F.10        Usaha konservasi keanekaragaman hayati           Efforts to conserve biodiversity                     110-119

Aspek Emisi                                                     Emission Aspect

   F.11        Jumlah dan intensitas emisi yang dihasilkan      Amounts and intensity of emissions produced,         146-147
               berdasarkan jenisnya                             by type

   F.12        Upaya dan pencapaian pengurangan emisi           Efforts and       achievements     of   emission    148-150
               yang dilakukan                                   reduction

Aspek Limbah dan Efluen                                         Waste and Effluents Aspect

   F.13        Jumlah limbah dan efluen yang dihasilkan         Amounts of waste and effluents produced,               138
               berdasarkan jenis                                by type

   F.14        Mekanisme pengelolaan limbah dan efluen          Mechanism for managing waste and effluents           137-139

   F.15        Tumpahan yang terjadi (jika ada)                 Spills (if any)                                      140-141




                                                             Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                229
Page 232
                                                Apendiks
                                                Appendix




No. Indeks                                                                                                               Halaman
                                 Nama Indeks                        Index Name
Index No.                                                                                                                  Page
Aspek Pengaduan terkait Lingkungan Hidup                            Environmental Grievances Aspect

   F.16          Jumlah dan materi pengaduan lingkungan             Number and contents of environmental                    151
                 hidup yang diterima dan diselesaikan               grievances received and resolved

Kinerja Sosial                                                      Social Performance

   F.17          Komitmen untuk memberikan layanan atas             Commitment to providing equal level of                  210
                 produk dan/atau jasa yang setara kepada            products and or services to consumers
                 konsumen

Aspek Ketenagakerjaan                                               Employment Aspect

   F.18          Kesetaraan kesempatan bekerja                      Equality of employment opportunity                    166-167

   F.19          Tenaga kerja anak dan tenaga kerja paksa           Child labor and forced labor                          166-167

   F.20          Upah minimum regional                              Minimum regional wage                                   162

   F.21          Lingkungan bekerja yang layak dan aman             Safe and decent working environment                     172

   F.22          Pelatihan dan pengembangan kemampuan               Employee    training     and        competence       183-188
                 pegawai                                            development

Aspek Masyarakat                                                    Community Aspect

   F.23          Dampak operasi terhadap masyarakat sekitar         Impacts of      operations     on    surrounding      195-196
                                                                    communities

   F.24          Pengaduan masyarakat                               Grievances from communities                            203

   F.25          Kegiatan tanggung jawab sosial lingkungan          Environmental    and    social      responsibility    197-198
                 (TJSL)                                             activities

Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa                             Sustainable Product/Service Development Responsibility
Berkelanjutan

   F.26          Inovasi dan pengembangan produk/jasa               Innovation and development of sustainable             213-314
                 keuangan berkelanjutan                             financial products/services

   F.27          Produk/jasa  yang     sudah           dievaluasi   Products/services whose safety for customers          210-212
                 keamanannya bagi pelanggan                         have been evaluated

   F.28          Dampak produk/jasa                                 Impacts of products/services                          210-212

   F.29          Jumlah produk yang ditarik kembali                 Number of products recalled/withdrawn                 210-212

   F.30          Survei kepuasan pelanggan terhadap produk          Customer satisfaction survey on sustainable           210-212
                 dan/atau jasa keuangan berkelanjutan               finance products and/or services

Lain-Lain                                                           Others

    G.1          Verifikasi tertulis   dari   pihak   independen    Written verification from an independent party          18
                 (jika ada)                                         (if any)

   G.2           Lembar umpan balik                                 Feedback form                                          245

   G.3           Tanggapan terhadap umpan balik laporan             Response to the previous year’s sustainability         243
                 keberlanjutan tahun sebelumnya                     report’s feedback

   G.4           Daftar pengungkapan sesuai Peraturan               List of disclosures in accordance with               228-230
                 Otoritas Jasa Keuangan No. 51/POJK.03/2017         the Financial Services Authority Regulation
                 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan           No. 51/POJK.03/2017 on the Implementation
                 bagi Lembaga Jasa Keuangan                         of Sustainable Finance for Financial Services
                                                                    Institutions




230       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 233
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                     PT Teladan Prima Agro Tbk




Daftar Indeks GRI Standar 2021
Opsi In Accordance                             [GRI G.4]

List of GRI Standards Indexes for 2021 in Accordance Options



 Pernyataan Penggunaan         PT Teladan Prima Agro Tbk telah menyusun laporan sesuai dengan Standar GRI untuk
                               periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025.
     Statement of Use          PT Teladan Prima Agro Tbk has reported in accordance with the GRI Standards for
                               the period 1 January to 31 December 2025.

  GRI 1 yang Digunakan         GRI 1: Landasan 2021
         GRI 1 Used            GRI 1: Foundation 2021

    Standar Sektor GRI         GRI 13: Sektor Pertanian, Akuakultur, dan Perikanan Tangkap 2022
       yang Berlaku
  Applicable GRI Sector        GRI 13: Agriculture, Aquaculture, and Capture Fisheries Sector 2022
        Standard


                                               Pengungkapan                                 No. Rujukan
                                                 Disclosures                                  Standar
   Standar GRI                                                                               Sektor GRI      Halaman
                        No.
  GRI Standards       Indeks                         Nama Indeks                            No. GRI Sector     Page
                       Index                         Index Name                               Standard
                        No.                                                                  Reference

Pengungkapan Umum
General Disclosures

GRI 2: Pengungkapan   2-1       Rincian organisasi                                                            32, 40
                                                                                                  -
Umum 2021                       Organizational details
GRI 2: General
                      2-2       Entitas   yang    dimasukkan        dalam     pelaporan                       16, 41
Disclosures
                                keberlanjutan organisasi
2021
                                Entities included in the organization’s sustainability
                                reporting

                      2-3       Periode, frekuensi, dan titik kontak pelaporan                                16, 18
                                Reporting period, frequency, and contact point

                      2-4       Penyajian kembali informasi                                                     17
                                Restatements of information

                      2-5       Penjaminan eksternal                                                            17
                                External assurance

                      2-6       Aktivitas, rantai nilai, dan hubungan bisnis lainnya                         17, 31-34
                                Activities, value chain, and other business relationships

                      2-7       Tenaga Kerja                                                                  42-45
                                Employees

                      2-8       Pekerja yang bukan pekerja langsung                                             45
                                Workers who are not employees

                      2-9       Struktur dan komposisi tata kelola                                            76-77
                                Governance structure and composition

                      2-10      Pencalonan dan pemilihan badan tata kelola tertinggi                          83-84
                                Nomination and selection of the highest governance
                                body

                      2-11      Ketua badan tata kelola tertinggi                                             76-77
                                Chair of the highest governance body

                      2-12      Peran badan tata kelola tertinggi dalam mengawasi                            79, 81-82
                                manajemen dampak
                                Role of the highest governance body in overseeing the
                                management of impacts




                                                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report          231
Page 234
                                      Apendiks
                                      Appendix




                                           Pengungkapan                                    No. Rujukan
                                             Disclosures                                     Standar
   Standar GRI                                                                              Sektor GRI      Halaman
                      No.
  GRI Standards     Indeks                           Nama Indeks                           No. GRI Sector     Page
                     Index                           Index Name                              Standard
                      No.                                                                   Reference

                    2-13     Delegasi tanggung jawab untuk mengelola dampak                                   82
                             Delegation of responsibility for managing impacts

                    2-14     Peran badan tata kelola tertinggi dalam pelaporan                                83
                             keberlanjutan
                             Role of the highest governance body in sustainability
                             reporting

                    2-15     Konflik kepentingan                                                              91
                             Conflicts of interest

                    2-16     Komunikasi masalah penting                                                      97-98
                             Communication of critical concerns

                    2-17     Pengetahuan kolektif badan tata kelola tertinggi                                86-88
                             Collective knowledge of the highest governance body

                    2-18     Evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi                                    84-85
                             Evaluation of the        performance    of    the   highest
                             governance body

                    2-19     Kebijakan remunerasi                                                            85-86
                             Remuneration policies

                    2-20     Proses untuk menentukan remunerasi                                              85-86
                             Process to determine remuneration

                    2-21     Rasio kompensasi total tahunan                                                  85-86
                             Annual total compensation ratio

                    2-22     Pernyataan       tentang     strategi        pembangunan                        20-29
                             berkelanjutan
                             Statement on sustainable development strategy

                    2-23     Komitmen kebijakan                                                              55-56
                             Policy commitments

                    2-24     Menanamkan komitmen kebijakan                                                   55-56
                             Embedding policy commitments

                    2-25     Proses untuk memperbaiki dampak negatif                                         89-90
                             Processes to remediate negative impacts

                    2-26     Mekanisme untuk mencari nasihat dan mengemukakan                                97-98
                             masalah
                             Mechanisms for seeking advice and raising concerns

                    2-27     Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan                                           90
                             Compliance with laws and regulations

                    2-28     Asosiasi keanggotaan                                                             32
                             Membership associations

                    2-29     Pendekatan untuk keterlibatan pemangku kepentingan                              62-65
                             Approach to stakeholder engagement

                    2-30     Perjanjian perundingan kolektif                                                  171
                             Collective bargaining agreements

Topik Material
Material topics




232    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 235
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                      PT Teladan Prima Agro Tbk




                                                Pengungkapan                                 No. Rujukan
                                                  Disclosures                                  Standar
   Standar GRI                                                                                Sektor GRI         Halaman
                           No.
  GRI Standards          Indeks                        Nama Indeks                           No. GRI Sector        Page
                          Index                        Index Name                              Standard
                           No.                                                                Reference

GRI 3: Topik Material    3-1      Proses untuk menentukan topik material                             -            66-67
2021                              Process to determine material topics
GRI 3: Material Topics
                         3-2      Daftar topik material                                              -            68-70
2021
                                  List of material topics

Kinerja Ekonomi
Economic Performance

GRI 3: Topik Material    3-3      Manajemen topik material                                    13.2.1 & 13.22.1      215
2021                              Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021

GRI 201: Kinerja         201-1    Nilai ekonomi      langsung   yang    dihasilkan    dan         13.22.2        219-220
Ekonomi 2016                      didistribusikan
GRI 201: Economic                 Direct economic value generated and distributed
Performance 2016
                         201-2    Implikasi keuangan serta risiko dan peluang lain akibat         13.2.2         223-225
                                  perubahan iklim
                                  Financial implications and other risks and opportunities
                                  due to climate change

                         201-3    Kewajiban program pensiun        manfaat    pasti   dan            -              193
                                  program pensiun lainnya
                                  Defined benefit plan obligations and other retirement
                                  plans

Keberadaan Pasar
Market presence

GRI 3: Topik Material    3-3      Manajemen topik material                                        13.21.1         159-161
2021                              Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021

GRI 202: Keberadaan      202-1    Rasio standar upah karyawan pemula berdasarkan                  13.21.3           162
Pasar 2016                        jenis kelamin terhadap upah minimum regional
GRI 202: Market                   Ratios of standard entry level wage by gender
Presence 2016                     compared to local minimum wage

Dampak Ekonomi Tidak Langsung
Indirect economic impacts

GRI 3: Topik Material    3-3      Manajemen topik material                                        13.22.1          194
2021                              Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021

GRI 203: Dampak          203-1    Investasi infrastruktur dan dukungan layanan                    13.22.3        198-203
Ekonomi Tidak                     Infrastructure investments and services supported
Langsung 2016
                         203-2    Dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan                   13.22.4         195-196
GRI 203: Indirect
                                  Significant indirect economic impacts
Economic Impacts
2016

Praktik Pengadaan
Procurement practices




                                                            Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report              233
Page 236
                                            Apendiks
                                            Appendix




                                                Pengungkapan                                 No. Rujukan
                                                  Disclosures                                  Standar
   Standar GRI                                                                                Sektor GRI      Halaman
                           No.
  GRI Standards          Indeks                        Nama Indeks                           No. GRI Sector     Page
                          Index                        Index Name                              Standard
                           No.                                                                Reference

GRI 3: Topik Material    3-3      Manajemen topik material                                         -            196
2021                              Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021

GRI 204: Praktik         204-1    Proporsi pengeluaran untuk pemasok lokal                         -            197
Pengadaan 2016                    Proportion of spending on local suppliers
GRI 204: Procurement
Practices 2016

Anti-Korupsi
Anti-Corruption

GRI 3: Topik Material    3-3      Manajemen topik material                                       13.26.1        91
2021                              Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021

GRI 205: Anti-Korupsi    205-1    Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko terkait           13.26.2        91
2016                              korupsi
GRI 205:                          Operations assessed for risks related to corruption
Anti-Corruption
2016                     205-2    Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan dan                 13.26.3       91-93
                                  prosedur anti-korupsi
                                  Communication and training about anti-corruption
                                  policies and procedures

                         205-3    Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang diambil        13.26.4        94
                                  Confirmed incidents of corruption and actions taken

Pajak
Tax

GRI 3: Topik Material    3-3      Manajemen topik material                                         -            221
2021                              Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021

GRI 207: Pajak 2019      207-1    Pendekatan terhadap pajak                                        -            221
GRI 207: Tax 2019                 Approach to tax

                         207-2    Tata     kelola,   pengontrolan,     dan    manajemen            -            221
                                  risiko pajak
                                  Tax governance, control, and risk management

                         207-3    Keterlibatan pemangku kepentingan dan pengelolaan                -            221
                                  kepedulian yang berkaitan dengan pajak
                                  Stakeholder engagement         and    management      of
                                  concerns related to tax

                         207-4    Laporan per negara                                               -            222
                                  Country-by-country reporting

Energi
Energy

GRI 3: Topik Material    3-3      Manajemen topik material                                         -            142
2021                              Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021




234      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 237
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                       PT Teladan Prima Agro Tbk




                                               Pengungkapan                                   No. Rujukan
                                                 Disclosures                                    Standar
   Standar GRI                                                                                 Sektor GRI      Halaman
                           No.
  GRI Standards          Indeks                       Nama Indeks                             No. GRI Sector     Page
                          Index                       Index Name                                Standard
                           No.                                                                 Reference

GRI 302: Energi 2016     302-1    Konsumsi energi dalam organisasi                                   -           143
GRI 302: Energy 2016              Energy consumption within the organization

                         302-3    Intensitas energi                                                  -           144
                                  Energy intensity

                         302-4    Pengurangan konsumsi energi                                        -           145
                                  Reduction of energy consumption

Air dan Efluen
Water and Effluents

GRI 3: Topik Material    3-3      Manajemen topik material                                         13.7.1        130
2021                              Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021

GRI 303: Air dan         303-1    Interaksi dengan air sebagai sumber daya bersama                13.7.2        131-132
Efluen 2018                       Interactions with water as a shared resource
GRI 303: Water and
                         303-2    Manajemen   dampak      yang   berkaitan  dengan                13.7.3        131-132
Effluents 2018
                                  pembuangan air
                                  Management of water discharge-related impacts

                         303-3    Pengambilan air                                                 13.7.4          132
                                  Water withdrawal

                         303-4    Pembuangan air                                                  13.7.5         132
                                  Water discharge

                         303-5    Konsumsi air                                                    13.7.6         132
                                  Water consumption

Keanekaragaman Hayati
Biodiversity

GRI 3: Topik Material    3-3      Manajemen topik material                                         13.3.1        108
2021                              Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021

GRI 304:                 304-1    Lokasi operasi yang dimiliki, disewa, dikelola, atau            13.3.2        111-112
Keanekaragaman                    berdekatan dengan, kawasan lindung dan kawasan
Hayati 2016                       dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi di luar
GRI 304: Biodiversity             kawasan lindung
2016                              Operational sites owned, leased, managed in, or
                                  adjacent to, protected areas and areas of high
                                  biodiversity value outside protected areas

                         304-2    Dampak signifikan dari aktivitas, produk, dan jasa pada         13.3.3        109-110
                                  keanekaragaman hayati
                                  Significant impacts of activities, products, and services
                                  on biodiversity

                         304-3    Habitat yang dilindungi atau direstorasi                        13.3.4        110-119
                                  Habitats protected or restored

                         304-4    Spesies Daftar Merah IUCN dan spesies daftar                    13.3.5        112-113
                                  konservasi nasional dengan habitat dalam wilayah
                                  yang terkena efek operasi
                                  IUCN Red List species and national conservation list
                                  species with habitats in areas affected by operations




                                                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report             235
Page 238
                                           Apendiks
                                           Appendix




                                               Pengungkapan                                 No. Rujukan
                                                 Disclosures                                  Standar
   Standar GRI                                                                               Sektor GRI      Halaman
                           No.
  GRI Standards          Indeks                       Nama Indeks                           No. GRI Sector     Page
                          Index                       Index Name                              Standard
                           No.                                                               Reference

Emisi
Emissions

GRI 3: Topik Material    3-3      Manajemen topik material                                       13.1.1        145
2021                              Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021

GRI 305: Emisi 2016      305-1    Emisi GRK (Cakupan 1) langsung                                 13.1.2       146-147
GRI 305: Emissions                Direct (Scope 1) GHG emissions
2016
                         305-2    Emisi GRK (Cakupan 2) tidak Langsung                           13.1.3         147
                                  Indirect (Scope 2) GHG emissions

                         305-3    Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya                   13.1.4        148
                                  Other indirect (Scope 3) GHG emissions

                         305-4    Intensitas Emisi GRK                                           13.1.5         147
                                  Intensity of GHG Emission

                         305-5    Pengurangan Emisi GRK                                          13.1.6      148-150
                                  Reduction of GHG emissions

                         305-6    Emisi zat perusak ozon (ODS)                                   13.1.7        150
                                  Emissions of ozone-depleting substances (ODS)

                         305-7    Nitrogen oksida (NOx), belerang oksida (SOx), dan emisi        13.1.8        150
                                  udara signifikan lainnya
                                  Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and other
                                  significant air emissions

Limbah
Waste

GRI 3: Topik Material    3-3      Manajemen topik material                                       13.8.1         137
2021                              Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021

GRI 306: Limbah 2020     306-1    Timbulan limbah dan dampak signifikan terkait limbah          13.8.2        137-138
GRI 306: Waste 2020               Waste generation and significant waste-related impacts

                         306-2    Manajemen dampak signifikan terkait limbah                    13.8.3        137-138
                                  Management of significant waste-related impacts

                         306-3    Timbulan limbah                                               13.8.4          138
                                  Waste generated

                         306-4    Limbah yang dialihkan dari pembuangan akhir                   13.8.5          139
                                  Waste diverted from disposal

                         306-5    Limbah yang dikirimkan ke pembuangan akhir                    13.8.6          139
                                  Waste directed to disposal

Kepegawaian
Employment

GRI 3: Topik Material    3-3      Manajemen topik material                                         -         154-155
2021                              Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021

GRI 401:                 401-1    Perekrutan karyawan baru dan pergantian karyawan                 -         156-159
Kepegawaian 2016                  New employee hires and employee turnover
GRI 401: Employment
                         401-2    Tunjangan   yang     diberikan   kepada    karyawan              -          162-163
2016
                                  purnawaktu yang tidak diberikan kepada karyawan
                                  pada kurun waktu tertentu atau paruh waktu
                                  Benefits provided to full-time employees that are not
                                  provided to temporary or part-time employees



236     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 239
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                       PT Teladan Prima Agro Tbk




                                               Pengungkapan                                   No. Rujukan
                                                 Disclosures                                    Standar
   Standar GRI                                                                                 Sektor GRI      Halaman
                           No.
  GRI Standards          Indeks                         Nama Indeks                           No. GRI Sector     Page
                          Index                         Index Name                              Standard
                           No.                                                                 Reference

Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Occupational Health and Safety

GRI 3: Topik Material    3-3      Manajemen topik material                                        13.19.1          172
2021                              Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021

GRI 403: Kesehatan       403-1    Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja                13.19.2        173-174
dan Keselamatan                   Occupational health and safety management system
Kerja 2018
GRI 403:                 403-2    Pengidentifikasian    bahaya,   penilaian   risiko,   dan       13.19.3        174-176
Occupational                      investigasi insiden
Health and Safety                 Hazard identification, risk assessment, and incident
2018                              investigation

                         403-3    Layanan kesehatan kerja                                         13.19.4        177-179
                                  Occupational health services

                         403-4    Partisipasi, konsultasi, dan komunikasi pekerja tentang         13.19.5      173-174, 176
                                  kesehatan dan keselamatan kerja
                                  Worker participation, consultation, and communication
                                  on occupational health and safety

                         403-5    Pelatihan    pekerja   mengenai     kesehatan     dan           13.19.6        176-177
                                  keselamatan kerja
                                  Worker training on occupational health and safety

                         403-6    Peningkatan kualitas kesehatan pekerja                          13.19.7        177-180
                                  Promotion of worker health

                         403-8    Pekerja yang tercakup dalam sistem manajemen                    13.19.9          173
                                  kesehatan dan keselamatan kerja
                                  Workers covered by an occupational health and safety
                                  management system

                         403-9    Kecelakaan kerja                                                13.19.10         180
                                  Work-related injuries

                         403-10   Penyakit akibat kerja                                           13.19.11         180
                                  Work-related ill health

Pelatihan dan Pendidikan
Training and education

GRI 3: Topik Material    3-3      Manajemen topik material                                           -          183-184
2021                              Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021

GRI 404: Pelatihan       404-1    Rata-rata jam pelatihan per tahun per karyawan                     -             188
dan Pendidikan 2016               Average hours of training per year per employee
GRI 404: Training and
Education 2016

                         404-2    Program untuk meningkatkan keterampilan karyawan                   -             192
                                  dan program bantuan peralihan
                                  Programs for upgrading employee skills and transition
                                  assistance programs

                         404-3    Persentase karyawan yang menerima tinjauan rutin                   -           190-191
                                  terhadap kinerja dan pengembangan karier
                                  Percentage   of   employees    receiving   regular
                                  performance and career development reviews




                                                            Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report             237
Page 240
                                           Apendiks
                                           Appendix




                                                Pengungkapan                                   No. Rujukan
                                                  Disclosures                                    Standar
   Standar GRI                                                                                  Sektor GRI      Halaman
                           No.
  GRI Standards          Indeks                       Nama Indeks                              No. GRI Sector     Page
                          Index                       Index Name                                 Standard
                           No.                                                                  Reference

Keanekaragaman dan Peluang Setara
Diversity and Equal Opportunity

GRI 3: Topik Material    3-3      Manajemen topik material                                         13.15.1        166
2021                              Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021

GRI 405:                 405-1    Keanekaragaman badan tata kelola dan karyawan                    13.15.2        167
Keanekaragaman                    Diversity of governance bodies and employees
dan Peluang Setara
2016
GRI 405: Diversity
and Equal
Opportunity 2016

                         405-2    Rasio gaji pokok dan          remunerasi     perempuan           13.15.3        170
                                  dibandingkan laki-laki
                                  Ratio of basic salary and remuneration of women to
                                  men

Non-Diskriminasi
Non-Discrimination

GRI 3: Topik Material    3-3      Manajemen topik material                                         13.15.1        169
2021                              Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021

GRI 406:                 406-1    Insiden diskriminasi dan tindakan perbaikan yang                 13.15.4        169
Non-Diskriminasi                  dilakukan
2016                              Incidents of discrimination and corrective actions taken
GRI 406:
Non-Discrimination
2016

Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif
Freedom of Association and Collective Bargaining

GRI 3: Topik Material    3-3      Manajemen topik material                                         13.18.1        170
2021                              Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021

GRI 407: Kebebasan       407-1    Operasi dan pemasok di mana hak atas kebebasan                   13.18.2       170-171
Berserikat dan                    berserikat dan perundingan kolektif mungkin berisiko
Perundingan Kolektif              Operations and suppliers in which the right to freedom
2016                              of association and collective bargaining may be at risk
GRI 407: Freedom
of Association and
Collective Bargaining
2016

Pekerja Anak
Child Labor

GRI 3: Topik Material    3-3      Manajemen topik material                                         13.17.1        169
2021                              Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021

GRI 408: Pekerja Anak    408-1    Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap            13.17.2        169
2016                              insiden pekerja anak
GRI 408: Child Labor              Operations and suppliers at significant risk for incidents
2016                              of child labor




238     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 241
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                        PT Teladan Prima Agro Tbk




                                                Pengungkapan                                   No. Rujukan
                                                  Disclosures                                    Standar
   Standar GRI                                                                                  Sektor GRI      Halaman
                           No.
  GRI Standards          Indeks                       Nama Indeks                              No. GRI Sector     Page
                          Index                       Index Name                                 Standard
                           No.                                                                  Reference

Kerja Paksa atau Wajib Kerja
Forced or Compulsory Labor

GRI 3: Topik Material    3-3      Manajemen topik material                                         13.16.1         169
2021                              Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021

GRI 409: Kerja Paksa     409-1    Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap            13.16.2         169
atau Wajib Kerja 2016             insiden kerja paksa atau wajib kerja
GRI 409: Forced or                Operations and suppliers at significant risk for incidents
Compulsory Labor                  of forced or compulsory labor
2016

Hak Masyarakat Adat
Rights of Indigenous Peoples

GRI 3: Topik Material    3-3      Manajemen topik material                                         13.14.1         194
2021                              Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021

GRI 411: Hak             411-1    Insiden pelanggaran yang melibatkan hak-hak                      13.14.2         203
Masyarakat                        masyarakat adat
Adat 2016                         Incidents of violations involving rights of indigenous
GRI 411: Rights of                peoples
Indigenous Peoples
2016

Masyarakat Setempat
Local Communities

GRI 3: Topik Material    3-3      Manajemen topik material                                         13.12.1       194, 196
2021                              Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021

GRI 413: Masyarakat      413-1    Operasi dengan keterlibatan masyarakat setempat,                 13.12.2       196-197
Setempat 2016                     penilaian dampak, dan program pengembangan
GRI 413: Local                    Operations with local community engagement, impact
Communities 2016                  assessments, and
                                  development programs

                         413-2    Operasi yang secara aktual dan yang berpotensi                   13.12.3       195-196
                                  memiliki   dampak     negatif signifikan terhadap
                                  masyarakat setempat
                                  Operations with significant actual and potential
                                  negative impacts on local communities

Penilaian Sosial Pemasok
Supplier Social Assessment

GRI 3: Topik Material    3-3      Manajemen topik material                                           -             206
2021                              Management of material topics
GRI 3: Material Topics
2021

GRI 414: Penilaian       414-1    Seleksi pemasok baru dengan menggunakan kriteria                   -          206-207
Sosial Pemasok 2016               sosial
GRI 414: Supplier                 New suppliers that were screened using social criteria
Social Assessment
2016                     414-2    Dampak sosial negatif dalam rantai pasokan dan                     -          206-207
                                  tindakan yang telah diambil
                                  Negative social impacts in the supply chain and actions
                                  taken




                                                            Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report             239
Page 242
                                          Apendiks
                                          Appendix




Glosarium
Glossary



  AI       Artificial Iintelligence                        HR     Human Resources

 APD       Alat Pelindung Diri                             IDX    Indonesia Stock Exchange

 ARS       Automatic Rainfall Station                      ILO    International Labor Organization

 AWS       Automatic Weather Station                       INK    PT Inti Energi Kaltim

           Bahan Berbahaya dan Beracun /                   IoT    Internet of Things
  B3
           Hazardous Material
                                                           IPAL   Instalasi Pengolahan Air Limbah
  BEI      Bursa Efek Indonesia
                                                           IPM    Integrated Pest Management
           Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
 BMKG      Geofisika / Meteorology, Climatology, and              International Union for Conservation of
                                                           IUCN
           Geophysics Agency                                      Nature

 BNSP      Badan Nasional Sertifikasi Profesi                     Teknologi Informasi / Information
                                                            IT
                                                                  Technology
 BOD       Biological Oxygen Demand
                                                           JHT    Jaminan Hari Tua
 BPP       Biogas Power Plant
                                                            JP    Jaminan Pensiun
 CAP       PT Cahaya Anugerah Plantation
                                                            K3    Keselamatan dan Kesehatan Kerja
           Competency Based Human
CBHRM                                                      KCP    Kernel Crushing Plant
           Resources Management

 CDM       PT Cipta Davia Mandiri                                 Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme /
                                                           KKN
                                                                  Corruption, Collusion, and Nepotism
 CLA       Collective Labor Agreement
                                                                  Key Performance Indicator (Indikator
                                                           KPI
 CPKO      Crude Palm Kernel Oil                                  Kinerja Utama)

 CPO       Crude Palm Oil                                         Kebijakan Sawit Lestari / Sustainable Palm
                                                           KSL
                                                                  Oil Policies
  DL       PT Daya Lestari
                                                           KUHP   Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
 DRC       Data Disaster Recovery
                                                           MJA    PT Multi Jayantara Abadi
  EFB      Empty Fruit Bunches
                                                                  Manpower Planning (Rencana Kebutuhan
 ENSO      El Niño–Southern Oscillation                    MPP
                                                                  Tenaga Kerja)
 ESG       Environmental, Social, Governance               NKT    Nilai Konservasi Tinggi
           Fire Danger Rating (Tingkat Bahaya                     Outside Crop Purchase (Penerimaan Buah
 FDR                                                       OCP
           Kebakaran)                                             Luar)
  FFB      Fresh Fruit Bunch                               OHS    Occupational Health and Safety
 GAP       Good Agricultural Practices                            Otoritas Jasa Keuangan / Financial
                                                           OJK
 GHG       Green House Gas                                        Services Authority

 GMS       General Meeting of Shareholders                        Panitia Pembina Keselamatan dan
                                                           P2K3
                                                                  Kesehatan Kerja
 GRK       Gas Rumah Kaca
                                                           P3K    Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
 GSA       PT Gemilang Sejahtera Abadi
                                                           PBB    Perserikatan Bangsa-Bangsa
           Global Warming Potential (Potensi
 GWP                                                              Pengendalian Hama Terpadu / Integrated
           Pemanasan Global)                               PHT
                                                                  Pest Management
 HAM       Hak Asasi Manusia
                                                            PK    Palm Kernel
 HCS       High Carbon Stock
                                                           PKB    Perjanjian Kerja Bersama
 HCV       High Conservation Value
                                                           PKE    Palm Kernel Expeller




240     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 243
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                              PT Teladan Prima Agro Tbk




  PKO     Palm Kernel Oil (Minyak Inti Kelapa Sawit)          TGM     Teladan Green Metrics

  PKS     Pabrik Kelapa Sawit / Palm Oil Mill                         Teladan Innovation & Improvement
                                                              TIIAs
                                                                      Awards
          Palm Oil Mill Effluent (Limbah Cair Kelapa
 POME
          Sawit)                                             TKKS     Tandan Kosong Kelapa Sawit

          Peraturan Otoritas Jasa Keuangan /                  TLN     PT Telen
  POJK
          Financial Services Authority Regulation
                                                              TPS     PT Telen Prima Sawit
          Peraturan Pemerintah / Government
   PP                                                                 Tempat Penyimpanan Sementara
          Regulation
                                                            TPS LB3   Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun /
  PPE     Personal Protective Equipment                               Hazardous Waste Storage

          Rencana Jangka Panjang Perusahaan /                 TPTS    Teladan Productivity Technology Science
  RJPP
          the Company Long-Term Plan
                                                              UAV     Unmanned Aerial Vehicle
  RUPS    Rapat Umum Pemegang Saham
                                                              UMK     Upah Minimum Kabupaten
          Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan /
  RKAP                                                         UN     United Nations
          Company’s Work Plan and Budget

          Sustainable Development Goals                       WHO     World Health Organization
 SDG(s)
          (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan)                 WWTP     Wastewater Treatment Plant
          Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan /
 SEOJK
          as Financial Services Authority Circular

  SIO     Surat Ijin Operasional

  SDM     Sumber Daya Manusia

  SKT     Stok Karbon Tinggi

          Sistem Manajemen Keselamatan dan
 SMK3
          Kesehatan Kerja

  SPN     PT Sawit Prima Nusantara

  SOP     Standard Operating Procedure

  TBP     PT Tanjung Buyu Perkasa Plantation

  TBS     Tandan Buah Segar




                                                       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report    241
Page 244
Tanggapan terhadap Lembar Umpan Balik
Laporan Tahun Sebelumnya                                       [POJK G.3]

Response to Previous Year’s Report Feedback Sheet



TPA tidak memperoleh tanggapan dari para                  Following the release of the 2024 Sustainability Report,
pemangku kepentingan setelah diterbitkannya               the landfill site did not receive any response from
Laporan Keberlanjutan 2024. Dengan demikian,              stakeholders. Therefore, this report does not provide
dalam laporan ini tidak terdapat informasi secara         specific information about the actions taken by
spesifik tentang tindak lanjut yang diambil TPA atas      the landfill site in response to stakeholder feedback
tanggapan dari pemangku kepentingan tahun                 from the previous year.
sebelumnya.




242    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 245
Accelerating Regeneration Amid Challenges                                                                                                                                                                         PT Teladan Prima Agro Tbk




Lembar Umpan Balik                                                                                           [POJK G.2]

Feedback Form

Laporan Keberlanjutan PT Teladan Prima Agro Tbk tahun                                                                                     The 2025 Sustainability Report of PT Teladan Prima
buku 2025 memberikan penjelasan terinci mengenai                                                                                          Agro Tbk presents a detailed description of
kinerja keberlanjutan Perseroan. Kami mengharapkan                                                                                        the Company’s sustainability performance. We look
masukan, umpan balik, dan saran yang membangun                                                                                            forward to your inputs, constructive feedback, and
setelah membaca Laporan Keberlanjutan ini, baik                                                                                           suggestions after reading this Sustainability Report,
melalui email ataupun dengan mengirimkan formulir ini                                                                                     either by email or by sending this form via physical
secara fisik.                                                                                                                             means.

Profil Anda / Your Profile
Nama / Name (optional)                                                                                  : ..............................................................................................................................................................................
Institusi/perusahaan / Institution/company                                                              : ..............................................................................................................................................................................
Surel / Email                                                                                           : ..............................................................................................................................................................................
Telepon/HP / Phone/Cell phone                                                                           : ..............................................................................................................................................................................


Golongan Pemangku Kepentingan / Stakeholder Category
          Pemegang Saham dan Investor/                                                          Pelanggan / Customer                                                                              Karyawan / Employee
          Shareholder and Investor                                                              Media / Media                                                                                     Pemasok / Supplier
          Serikat Pekerja / Labor Union                                                         Pemerintah / Government                                                                           Organisasi Masyarakat/LSM /
          Entitas Bisnis / Business Entity                                                                                                                                                        Community Organization/NGO

Lain-lain, mohon sebutkan
Other, please specify     ........................................................................................................................................................................................................................................


    Silakan pilih pernyataan di bawah ini yang terbaik dalam menggambarkan opini Anda:                                                                                                                                                           Ya                  Tidak
            Please pick from the statements below that best describe your opinion:                                                                                                                                                               Yes                  No
 1. Laporan ini mudah dimengerti. / This report is easy to understand.
 2. Laporan ini bermanfaat bagi saya. / This report is useful for me.
 3. Laporan ini menggambarkan kinerja keberlanjutan dengan jelas dan lugas. / This report describes the
    sustainability performance in a concise and clear way.


Mohon berikan tanda centang pada topik-topik yang menurut Anda material bagi keberlanjutan PT Teladan Prima
Agro Tbk, atau yang ingin Anda ketahui lebih lanjut mengenai kinerja Perseroan dalam topik tersebut. / Please
tick the boxes next to the topics which you believe are material to the sustainability of PT Teladan Prima Agro Tbk,
or those that you would like to learn more about the Company’s performance in.
Kinerja Ekonomi:                                                                     Kinerja Lingkungan:                                                         Kinerja Sosial:
Economic Performance:                                                                Environmental Performance:                                                  Social Performance:
         Kinerja Ekonomi / Economic                                                            Material / Materials                                                        Ketenagakerjaan / Employment
         Performance                                                                           Energi / Energy                                                             Kesehatan dan Keselamatan Kerja /
         Keberadaan Pasar / Market                                                             Air dan Efluen / Water and                                                  Occupational Health and Safety
         Presence                                                                              Effluents                                                                   Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi /
         Dampak Ekonomi Tidak Langsung /                                                       Keanekaragaman Hayati /                                                     Training and Competence Development
         Indirect Economic Impacts                                                             Biodiversity                                                                Praktik Pengamanan / Security Practices
         Praktik Pengadaan / Procurement                                                       Emisi / Emissions                                                           Komunitas Lokal / Local Communities
         Practices
                                                                                               Limbah / Waste                                                              Kemamputelusuran Produk / Product
         Anti-Korupsi / Anti-Corruption                                                                                                                                    Traceability
         Perpajakan / Tax

Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon agar lembar umpan balik ini dikirimkan kembali ke alamat: / Thank you for your
participation. Please send this feedback form to:


       PT Teladan Prima Agro Tbk                                                                                                      : corsec@teladanprima.com
       Beltway Office Park Tower B Lt. 7                                                                                              : (021) 2960 0300
       Jl. TB Simatupang No. 41                                                                                                       : (021) 2960 0333
       Jakarta Selatan
        DKI Jakarta 12550




                                                                                                                              Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                                             243
Page 246

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size9.21 MB
Published27 Mar 2026
Pages246
Characters997,874
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 95 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Teladan Prima Agro Tbk p.2 ×214
linked org Pemerintah Provinsi p.13 ×3
linked org PT Mutuagung Lestari p.15
linked person Wishnu Wardhana p.23 ×5
linked person Ahmad Gunung p.42
linked — Wiwoho Basuki p.42
linked person Iwa Kartiwa Hudaya · Ketua Komite Audit p.78 ×8
linked person Sutarto Hadi p.78 ×3
linked person Indracahya Basuki p.78 ×5
linked person Richard Bruce Ness · Anggota Komite p.78 ×2
linked person Noor Falich · Direktur p.78 ×4
linked person Imam Syaifullah · Direktur p.78 ×4
linked person Santos Ibrahim Noor · Direktur p.229 ×3
possible org PT Teladan Resources p.42
possible person Nurcahya Basuki p.78
possible person Rachmat Nugroho p.79
possible person Mahirudin · Direktur p.89
unresolved org Tata Kelola p.6 ×4
unresolved person Pesan · Direktur Utama p.6 ×2
unresolved person TGM Hotstpot Alert · President Director p.6 ×2
unresolved org PT Tanjung Buyu Perkasa Plantation p.8
unresolved org PT Inti Energi Kaltim Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten p.8
unresolved org PT Sawit Prima Nusantara p.8
unresolved org PT Telen Balikpapan p.8
unresolved org PT Gemilang Sejahtera Abadi p.8
unresolved org PT Telen Prima Sawit p.8 ×3
unresolved org PT Cipta Davia Mandiri Kabupaten Paser Paser Regency p.8
unresolved org PT Multi Jayantara Abadi Kabupaten Kutai Kartanegara Kutai p.8
unresolved org PT Cahaya Anugerah Plantation p.8
unresolved org PT Cipta Davia Mandiri Acquisition p.12
unresolved org PT Cipta Davia Mandiri Penandatangan Akta Pengambilalihan p.12
unresolved org PT Cipta Davia Mandiri p.12 ×3
unresolved org PT Rea Kaltim Plantations p.12 ×2
unresolved org Menteri Lingkungan Hidup p.13
unresolved org Pengendalian Lingkungan Hidup Republik p.13
unresolved org Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur p.13 ×3
unresolved org Penyelenggara Jaminan Sosial p.14
unresolved org PT Multi Jayantara Abadi Sampai Tahun p.15
unresolved org PT Tanjung Buyu Perkasa Plantation Sampai Tahun p.15
unresolved org PT Telen TUV Rheinland p.15
unresolved org PT Cahaya Anugerah Plantation Indonesian Sustainable p.15
unresolved org PT Sawit Prima Nusantara Palm Oil p.15
unresolved org PT Inti Energi Kaltim Sampai Tahun p.15
unresolved org PT Gemilang Sejahtera Abadi Sampai Tahun p.15
unresolved org PT Tanjung Buyu p.18
unresolved org Kabupaten Berau, Kalimantan Timur p.18
unresolved — Berau Regency, East Kalimantan p.18
unresolved org PT Inti Energi Kaltim p.18
unresolved org PT Inti Energi Kaltim Berau Regency p.18
unresolved org Palm Oil Plantation p.18 ×2
unresolved org PT Telen p.18
unresolved org PT Sawit Prima p.18
unresolved org PT Gemilang p.18
unresolved org PT Multi Jayantara p.18
unresolved org Kabupaten Paser, Kalimantan Timur p.18
unresolved — Paser Regency, East Kalimantan p.18
unresolved org PT Cahaya Anugerah p.18
unresolved — Kalimantan Timur p.18
unresolved — Kutai Kartanegara Regency, East p.18
unresolved org PT Daya Lestari p.18 ×2
unresolved org PT Daya Lestari East Kutai Regency p.18
unresolved org PT Cipta Davia Mandiri East Kutai Regency p.18
unresolved — Keberlanjutan 2025 Sustainability p.18
unresolved org PT PLN (Persero) p.36 ×2
unresolved person Notary Nila Notaris Nila Noordjasmani Soeyasa Besar · Notaris p.42 ×3
unresolved person Imas Fatimah p.42 ×2
unresolved org Minister of Justice p.42
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.42
unresolved person Jose Dima Satria · Notaris p.42 ×3
unresolved org Ministry of Law and Human Rights p.42
unresolved org PT Teladan p.43 ×3
unresolved org Financial Services Authority p.76 ×2
unresolved person Dr. Yaya Rayadin · Ketua Komite p.78 ×2
unresolved org PT Teladan Prima p.80 ×2
unresolved org Teladan Agro Tbk p.80 ×4
unresolved org Prima Agro Tbk p.80 ×4
unresolved person Pria · Komisaris Utama p.81 ×4
unresolved person Male · President Commissioner p.81 ×9
unresolved — Hudaya · Head of the Audit Committee p.82 ×2
unresolved person Dr. Yaya p.82
unresolved person Wishnu · Direktur Utama p.84 ×2
unresolved org Tata Kelola Tertinggi p.85
unresolved person Nomination · Komisaris p.87
unresolved person Indracahya · Komisaris Utama p.89
unresolved person Sosialisasi Penerapan KUHAP · Komisaris Utama p.89 ×6
unresolved person Socialization · President Commissioner p.89 ×5
unresolved person Yayan H. Ginanjar · Direktur p.89 ×2
unresolved person H. Ginanjar p.89 ×2
unresolved person Palm Oil Conference · Direktur Pemasaran p.89
unresolved org Kementerian Keberlanjutan p.90
unresolved org Ministry of Forestry p.90
unresolved — Shakeb Afsah · Anggota Komite p.90
unresolved org Directorate General of Taxes p.223
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.223
unresolved org Directorate General of Taxation p.223

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result