Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 231
Page 1
MEMIMPIN KEUANGAN
BERKELANJUTAN
DI ERA BARU
BANK EMAS
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 2
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
MEMIMPIN KEUANGAN
BERKELANJUTAN
DI ERA BARU BANK EMAS
BSI melangkah ke tahun 2025 dengan keyakinan bahwa keberlanjutan
bukan lagi pilihan, tetapi amanah. Sebagai Bank Syariah yang menyediakan
layanan Bank Emas pertama di Indonesia, BSI membawa perspektif baru
tentang bagaimana keuangan syariah dapat menjadi kekuatan perubahan,
menghubungkan nilai spiritual, kesejahteraan sosial, dan kelestarian
lingkungan dalam satu perjalanan yang utuh.
Dalam era baru ini, BSI menempatkan keberlanjutan sebagai fondasi setiap
langkah, dari memperkuat pembiayaan hijau, menghadirkan solusi digital
yang inklusif, mendorong pemberdayaan masyarakat, hingga menghidupkan
potensi sosial melalui instrumen ZISWAF dan wakaf produktif.
BSI percaya bahwa keberlanjutan tumbuh dari nilai, komitmen, dan
konsistensi. Karena itu, Perseroan terus membangun kemitraan, memperluas
gerakan ekonomi hijau, memperkuat literasi syariah, dan menghadirkan
ekosistem yang mendukung generasi mendatang untuk hidup lebih baik.
Dengan memimpin era baru Bank Emas, BSI menegaskan komitmen
untuk memastikan bahwa pertumbuhan tidak hanya dikejar, tetapi juga
diwariskan, sebagai manfaat, sebagai keberkahan, dan sebagai masa depan
yang lebih seimbang bagi Indonesia.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 1
Page 3
TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
DAFTAR ISI
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN
1 DI ERA BARU BANK EMAS
2 DAFTAR ISI
PROFIL PERUSAHAAN
4 KONTRIBUSI KEBERLANJUTAN 2025
43 Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan
8 PENCAPAIAN PENTING
46 Identitas Perusahaan
48 Skala Perusahaan
48 Informasi Mengenai Pegawai
52 Wilayah Operasional
Produk, Layanan dan
54 Kegiatan Usaha yang Dijalankan
TENTANG LAPORAN 55 Rantai Pasok
55 Entitas Hilir dan Relasi Bisnis lainnya
13 Tentang Laporan
56 Keanggotaan Asosiasi
14 Proses Penentuan Topik Material
56 Perubahan Perusahaan yang Bersifat
17 Pengelolaan Topik Material Signifikan pada Organisasi
Hubungan dengan Pemangku
20 Kepentingan
LAPORAN DIREKSI
59 Laporan Direksi
STRATEGI KEBERLANJUTAN
Tanggung Jawab Laporan Keberlanjutan
66
Tahun Buku 2025
23 Penjelasan Strategi Keberlanjutan
31 Policy Commitment
35 Proses untuk Memulihkan Dampak Negatif
TATA KELOLA KEBERLANJUTAN
IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN
69 Struktur dan Komposisi Tata Kelola
71 Conflict of Interest
37 Kinerja Aspek Ekonomi
Nominasi dan Seleksi Dewan Komisaris,
39 Kinerja Aspek Lingkungan Hidup 72
Dewan Pengawas Syariah dan Direksi
40 Kinerja Aspek Sosial Penilaian Kinerja Dewan Komisaris, Dewan
73
Pengawas Syariah dan Direksi
Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris
74
dan Direksi
76 Kepatuhan Terhadap Hukum dan Peraturan
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
2 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 4
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
77 Kode Etik 147 Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan
dan Didistribusikan
77 Whistleblowing System
148 Bantuan Finansial dari Pemerintah
Anti-Korupsi, Anti-Fraud, dan
78
Pengendalian Gratifikasi 149 Praktik Pengadaan Barang dan Jasa
83 Perdagangan Orang Dalam 151 Kinerja Lingkungan Hidup
Pelindungan Data Pribadi 151 Aspek Umum
83
152 Aspek Material
Penerapan Standar dan Pedoman
Keberlanjutan Internasional ISO 152 Aspek Energi
86
26000:2010 – Guidance on Social
Responsibility
155 Aspek Air
Aktivitas Lobi dan Kontribusi Politik 157 Aspek Keanekaragaman Hayati
88
157 Aspek Emisi
Penerapan Program Anti Pencucian Uang
(APU), Pencegahan Pendanaan Terorisme 161 Aspek Limbah dan Efluen
88 (PPT) dan Pencegahan Pendanaan
Proliferasi Senjata Pemusnah Massal
162 Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan
Hidup
(PPPSPM)
Penerapan Keuangan Berkelanjutan
163 Kinerja Sosial
89
163 Komitmen untuk Memberikan Layanan
Penanggung Jawab Penerapan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara
89
Keuangan Berkelanjutan Kepada Konsumen
Pengembangan Kompetensi Terkait 172 Aspek Ketenagakerjaan
93
Keuangan Berkelanjutan
190 Aspek Masyarakat
Manajemen Risiko atas Penerapan
95 200 Privasi dan Keamanan Data Nasabah
Keuangan Berkelanjutan
Permasalahan Terhadap Penerapan 203 Tanggung Jawab Pengembangan Produk
98 dan/atau Jasa Keberlanjutan
Keuangan Berkelanjutan
100 Memperkuat Tata Kelola BSI pada Risiko 203 Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa
dan Peluang Terkait Iklim Keuangan Berkelanjutan
203 Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi
Keamanannya Bagi Pelanggan
204 Dampak Produk/Jasa
204 Jumlah Produk yang Ditarik Kembali
205 Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap
Produk dan/atau Jasa
KINERJA KEBERLANJUTAN 206 Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen
133 Kegiatan Membangun Budaya 207 Lembar Umpan Balik
Keberlanjutan
208 Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan
134 Kinerja Ekonomi Keberlanjutan Tahun 2023
134 Perbandingan Target dan Kinerja 209 Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan
Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/
atau Investasi, Pendapatan dan Laba POJK.03/2017
Rugi
211 Indeks Isi Consolidated Set
137 Perbandingan Target dan Kinerja of GRI Standard
Portofolio, Target Pembiayaan, atau
Investasi Pada Instrumen Keuangan atau 218 Sustainability Accounting Standard Board
(SASB) Standards Commercial Bank
Proyek yang Sejalan dengan Keuangan
Berkelanjutan 219 Indeks IFRS S1 dan S2
146 Meningkatkan Ekosistem Islam 223 Tautan Standar GRI dengan TPB
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 3
Page 5
TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KONTRIBUSI
KEBERLANJUTAN 2025
BSI terus memperkuat implementasi ESG melalui 3 pilar utama yaitu sustainable banking,
sustainable operation & sustainable beyond banking. Pada pilar sustainable banking, portofolio
pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp73,92 triliun, terdiri dari Rp15,66 triliun pembiayaan
hijau, Rp58,26 triliun pembiayaan sosial, serta Rp396 miliar pembiayaan kendaraan listrik, dan
didukung penerbitan Rp5 triliun Sukuk Berkelanjutan Tahap II. Pada pilar sustainable operation
BSI melaksanakan kegiatan operasional melalui penggunaan sarana prasarana hijau yang
mendukung keberlanjutan di antaranya pembangunan Green Building Landmark BSI Aceh
dan BSI Tower Jakarta, pemasangan panel surya, mesin daur ulang botol plastik, stasiun pengisian
kendaraan listrik, panel surya, pengoperasian 144 kendaraan listrik, dan penghitungan emisi cakupan 1
& 2 dengan mempergunakan aplikasi digital carbon tracking. BSI juga terus meningkatkan transformasi
digital, strategi proaktif dalam perlindungan & keamanan data pribadi. Pada pilar sustainable beyond
banking, BSI terus memperluas inklusivitas salah satunya dengan mempekerjakan 41% pegawai
perempuan serta menyalurkan Rp400 miliar dana ZISWAF melalui 5 pilar yaitu:
ESG Highlights
BANKING
Portofolio Pembiayaan Portofolio Pembiayaan Portofolio Pembiayaan Portofolio Sukuk
Berkelanjutan 23,18% dari total Hijau 21,20% Sosial 78,80% Kendaraan Listrik Keberlanjutan
pembiayaan, yang terdiri dari: Tahap II
RP
73,92 Tn Rp
15,66 Tn Rp
58,26Tn Rp
396 M Rp
5 Tn
ESG Rating 1st Global Islamic Bank
OPERASIONAL
Gedung perkantoran
ramah lingkungan:
11 13 70 144
Landmark BSI Aceh & BSI Panel Surya di Outlet BSI Stasiun pengisian daya Unit mesin penjual kendaraan listrik
Tower dan Desa Binaan BSI kendaraan listrik di Kantor botol daur ulang di operasional
Pusat & Gerai BSI Jabodetabek & Bali
Peluncuran pelacakan
karbon digital: Artikel ESG BSI: 140.147 articles
tCO2e Halaman Utama ESG BSI:
19.374,40 cakupan 1*
Perempuan
Laki-
https://ir.bankbsi.co.id/esg/home.html laki 41%
59%
tCO2e
70.356,55 cakupan 2* Untuk mencapai kesetaraan gender dan
pemberdayaan perempuan, BSI berkomitmen
41%
menciptakan lingkungan kerja yang inklusif. karyawan perempuan
Catatan: Cakupan 1 untuk bahan bakar; Cakupan 2 untuk listrik. (2025)
BEYOND BANKING Komposisi Pencairan
Jumlah Orang
Pilar yang Terdampak
(%) (Rp Miliar)
(‘000)
Rp
400 M
Pilar Ekonomi 6,6% 26,4 591,1
Pilar Pendidikan 28,7% 114,8 23
Pilar Kemanusiaan 37,2% 148,8 599,1
Total Nilai Penyaluran UPZ BSI,
Pilar Kesehatan 3% 11,8 27,3
Zakat, Infak, Dana Sosial, dan
Pilar Dakwah dan Advokasi 9,5% 38,2 45,9
Wakaf per Desember 2025
Amil 15% 60 -
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
4 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 6
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KONTRIBUSI KEBERLANJUTAN 2025
BSI terus memperkuat implementasi keuangan berkelanjutan sesuai dengan POJK No. 51/
POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten,
dan Perusahaan Publik, yang tercermin dari pertumbuhan stabil pembiayaan berbasis sosial dan
hijau. Komposisi portofolio pembiayaan hijau menunjukkan kontribusi yang signifikan di berbagai
segmen lingkungan. Per Desember 2025, portofolio pembiayaan hijau Perseroan didominasi oleh
produk ramah lingkungan (eco-efficient) sebesar 41,15%, diikuti pengelolaan sumber daya hayati dan
penggunaan lahan berkelanjutan sebesar 36,90%, kegiatan lain dari kegiatan usaha berwawasan
lingkungan lainnya sebesar 10,14%, transportasi ramah lingkungan sebesar 6,05%, energi terbarukan
sebesar 4,54%, bangunan berstandar keberlanjutan sebesar 0,65%, serta pengelolaan air dan air limbah
berkelanjutan sebesar 0,58%. Komposisi ini mencerminkan komitmen BSI dalam memperkuat dampak
lingkungan dan sosial melalui pengembangan portofolio pembiayaan berkelanjutan yang terdiversifikasi.
Rincian pada Perbankan Berkelanjutan
Dasar Regulasi
Komposisi Portofolio Pembiayaan Hijau
menurut Segmen
%
Energi Terbarukan
4,32%
OTORITAS JASA KEUANGAN 4,54% 22 bps
REPUBLIK INDONESA
SALINAN
PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN Pengelolaan SDA Hayati dan
NOMOR 51/POJK.03/2017 48,74%
Penggunaan Lahan yang
TENTANG
Berkelanjutan (1184 bps)
PENERAPAN KEUANGAN BERKELANJUTAN 36,90%
BAGI LEMBAGA KEUANGAN, EMITEN, DAN
PERUSAHAAN PUBLIK
Transportasi Ramah
Keuangan Berkelanjutan di BSI mengikuti Lingkungan
2,25%
380 bps
POJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Pedoman 6,05%
Pelaksanaan Keuangan Berkelanjutan untuk
Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan
Pengelolaan Air dan
Perusahaan Publik. Limbah yang Berkelanjutan
0,65%
0,58% (7 bps)
+11.2%
+15.23% Produk yang Dapat Mengurangi
41,27%
Penggunaan Sumber Daya
+12.06% 72.86 (13 bps)
41,15%
+10.59% 66.49
57.70
51.49
46.56 78,82% Bangunan Berwawasan
0,95%
Lingkungan yang Memenuhi
78,82% Standar 0,65% (30 bps)
78,80%
81,22%
84,75%
Kegiatan Usaha dan/atau
1,82%
Kegiatan Lain dari Kegiatan Usaha
21,18% 21,18% Berwawasan Lingkungan 10,14% 832 bps
18,78% 21,20%
15,25%
2021 2022 2023 2024 2025
Aktivitas Bisnis Berbasis Hijau (KUBL) Aktivitas Bisnis Berbasis Sosial (KUBS) Desember 2024 Desember 2025
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 5
Page 7
TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KONTRIBUSI KEBERLANJUTAN 2025
Sebagai bagian dari komitmen sosial Bank Syariah Indonesia (BSI), Penyaluran dana
zakat disalurkan ke baznas sesuai ketentuan dan dibantu oleh BSI Maslahat dalam
pendistribusiannya sebagai mitra pengelola Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf
(ZISWAF), sehingga memastikan kontribusi sosial Bank memberikan dampak
yang terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Sepanjang periode pelaporan, BSI
Maslahat menyalurkan dana ZISWAF ke lima fokus utama, yaitu pendidikan sebesar
Rp114,8 miliar, kesehatan Rp11,8 miliar, kemanusiaan Rp148,8 miliar, pemberdayaan
ekonomi Rp26,4 miliar, serta program dakwah dan advokasi Rp38,2 miliar, yang secara
keseluruhan menjangkau jutaan penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.
Sejalan dengan itu, zakat perusahaan dan karyawan BSI terus menunjukkan tren
peningkatan, dari Rp268 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp289 miliar hingga
Desember 2025, mencerminkan kinerja keuangan BSI yang semakin solid sekaligus
memperkuat peran Bank dalam mendorong kesejahteraan sosial dan pembangunan
berkelanjutan melalui pengelolaan ZISWAF yang amanah dan profesional.
Kontribusi Progresif untuk Indonesia
BSI Maslahat merupakan sarana BSI dalam penyaluran ZISWAF (Zakat, Infak,
Sedekah, dan Wakaf), dengan fokus pada bidang berikut:
Pendidikan Kesehatan kemanusiaan Ekonomi Dakwah dan
Advokasi
Rp
114,8 M Rp
11,8 M Rp
148,8 M Rp
26,4 M Rp
38,2 M
23.000 27.300 599.100 591.100 45.900
penerima manfaat penerima manfaat penerima manfaat penerima manfaat penerima manfaat
Zakat Perusahaan dan Karyawan BSI
Zakat perusahaan dan karyawan BSI pada tahun 2025
meningkat sejalan dengan peningkatan profitabilitas
yang dicatat.
289
268
223
173
2022 2023 2024 2025
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
6 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 8
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KONTRIBUSI KEBERLANJUTAN 2025
Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI berperan aktif dalam
pengembangan Islamic ecosystem di Indonesia, termasuk penguatan ekosistem
haji, melalui penyaluran Dana Pihak Ketiga yang terarah dan berkelanjutan.
Sepanjang periode pelaporan, dana disalurkan ke lima segmen, yaitu Masjid dan
Jamaah, Pesantren dan Wali Santri, Sekolah Islam & Guru/Wali Murid, Gaya Hidup
Halal, dan Haji & Umroh, dengan total dana masing-masing mencapai Rp7,5 triliun,
Rp2,1 triliun, Rp9,3 triliun, Rp1,2 triliun, dan Rp15,9 triliun. Pertumbuhan dana yang
konsisten pada seluruh segmen mencerminkan kontribusi BSI dalam memperluas
inklusi keuangan syariah, memperkuat institusi keagamaan dan pendidikan, serta
mendukung gaya hidup halal dan perencanaan ibadah haji yang berkelanjutan.
Masjid Pesantren Sekolah Islam Gaya Hidup Halal Haji & Umroh
(juta) +18,8% (ribu) +6,1% (ribu) +10,7% (ribu) +14,7% (juta) +24,3%
1,23 142 551 98 6,93
1,03 134 498 85 5,39
2024 2025 2024 2025 2024 2025 2024 2025 2024 2025
Masjid & Jamaah Pesantren & Wali Santri Sekolah & Guru/Wali Murid Makanan Halal, Tabungan Haji
Mode, RS
Total Dana Pihak Ketiga
Rp 7,5 Tn Rp 2,1 Tn Rp 9,3 Tn Rp 1,2 Tn Rp 15,9 Tn
8,21% YoY 42,7% YoY 7,1% YoY 41,5% YoY 10,0% YoY
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 7
Page 9
TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
PENCAPAIAN PENTING
MILESTONE ESG BSI
»» Peningkatan
2024
aktivitas Green
Campaign (115
Electric Vehicle,
6 Unit Charging
Station dan 1
»» Pembangunan Green Building
2023
Green Building Landmark Aceh
Landmark BSI Certification).
Aceh. »» Dibentuknya
»» Pelaporan data ESG Group.
»» Penetapan Taksonomi »» Pengembangan
Hijau
2022
Visi dan Misi Digital Carbon
Keberlanjutan. Indonesia Tracking untuk
»» Implementasi untuk 450 mendapatkan
Sustainability debitur baseline emisi
KPI. terbesar. karbon.
»» Melaksanakan »» Penerbitan
ESG Scoring Sukuk
2021
»» Langkah awal sebagai bagian Mudharabah
bersinergi bersama dari pengajuan Berlandaskan
mempersembahkan pembiayaan. Keberlanjutan
beragam layanan »» Program Green Berkelanjutan
dan produk Campaign dan I BSI Tahap I
perbankan syariah Eco-Lifestyle Tahun 2024.
di bawah entitas
PT Bank Syariah
Indonesia Tbk (BSI).
»» Pembentukan UPZ
Baznas BSI oleh
BAZNAS RI No 19
Tahun 2021
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
8 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 10
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
PENCAPAIAN PENTING
2025
»» Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan mencapai Rp73,92 triliun, mencakup Green
Financing dan Social Financing sebagai wujud komitmen BSI dalam keuangan
berkelanjutan.
»» Menjadi Pionir 1st Digital Carbon Tracking pada Bank Syariah, memanfaatkan
teknologi untuk pemantauan emisi secara periodik.
»» 2 Gedung Green Building bersertifikasi “Gold Certified”, mendukung operasional
ramah lingkungan di Landmark BSI Aceh dan BSI Tower Jakarta.
»» Pemasangan 8 Panel Surya untuk mendukung pengurangan emisi dari operasional
kantor, dan 3 Panel Surya di Desa Binaan BSI.
»» Penggunaan 144 Kendaraan Listrik, memperkuat komitmen transisi energi bersih
dalam operasional.
»» Total Nilai Penyaluran UPZ BSI, Zakat, Infak, Dana Sosial, dan Wakaf mencapai 400
miliar, memperluas dampak sosial bagi masyarakat.
»» 41% Pegawai Perempuan, sebagai wujud komitmen BSI terhadap inklusivitas dan
kesetaraan gender.
»» Pemasangan 70 unit Recycle Bottle Vending Machine di Jabodetabek & Bali,
mendukung gaya hidup berkelanjutan dan edukasi lingkungan.
»» Menandatangani Principles for Responsible Banking (PRB) serta bergabung
sebagai anggota United Nations Environment Programme Finance Initiative (UNEP
FI).
»» Menandatangani MoU terkait Akselerasi Pengembangan Ekosistem Keuangan
Berkelanjutan dengan Global Green Growth Institute (GGGI).
»» Menandatangani MoU terkait Inisiasi Efisiensi Energi dengan Basel Agency for
Sustainable Energy (BASE).
»» Meraih penghargaan pilar sosial dalam kategori “Empower Vulnerable Community”
di ajang ESG Now Awards 2025 melalui Implementasi Green Zakat Desa BSI.
»» Meraih 4 penghargaan dari Euromoney Islamic Finance Awards 2025 dalam bidang
ESG dan Wealth Management, yakni The World’s Best Islamic Bank for ESG, Asia’s
Best Islamic Bank for ESG, dan Indonesia’s Best Islamic Bank for ESG. Selain itu, BSI
juga berhasil mendapatkan Indonesia’s Best Islamic Bank for Wealth Management.
»» Meraih penghargaan sebagai “Best Mudharabah Sukuk in Southeast Asia 2024” di
ajang 18th Annual Deal & Solution and ESG Award yang dihelat di Malaysia.
»» Mencatat peningkatan signifikan Bloomberg ESG Score dari 3,9 pada tahun
sebelumnya menjadi 5,6, yang mengantarkan Perseroan meraih peringkat 1 sebagai
Global Islamic Bank.
»» Pelaksanaan Climate Risk Stress Test terhadap 100% portofolio.
»» Peluncuran Green Zakat Framework.
»» Pembentukan Working Group ESG ASBISINDO.
»» Peluncuran ESG Landing Page.
»» Penerbitan Sustainability Sukuk Tahap II sebesar Rp5 triliun.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 9
Page 11
TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
PENCAPAIAN PENTING
ESG Rating
ESG Risk Rating #7th Legend: Bloomberg Legend: S&P Global
(Lower is better) Bloomberg ESG Rank S&P Global ESG Rank
(skala 0-10, higher is better) (skala 0-100, higher is better)
Medium Risk #5th
Medium Risk
Medium Risk 28,5
27,3 #1st
26,8 #4th
#9th 32
2022 2023 2024 Rank 5,6
3,9 21
2,2 17
Last Update: 2024 ESG Score
Legend: Sustainalytics Jun 24 Dec 24 Dec 25 2022 2023 2024
Severe High Medium Low Negligible
40+ 30-40 20-30 10-20 0-10
Keanggotaan dan Advokasi
BSI menjadi
1X
anggota UNEP BSI menjadi Anggota
FI Signatory ESG Working Group
Pertemuan Perbanas
3X
Pertemuan 23
ESG BSI menjadi
Narasumber dalam
Forum berbagai forum
BSI menjadi Ketua ESG Working
Group Asbisindo
Penghargaan
ESG Now Awards 2025-Republika:
Category: Empower Vulnerable Community.
Euromoney Islamic Finance Awards 2025
1. The World’s Best Islamic Bank for ESG
2. Asia’s Best Islamic Bank for ESG
3. Indonesia’s Best Islamic Bank for ESG
Katadata Green Initiative Awards 2025:
Environmental Zakat Management – Green Zakat
BAZNAS Award 2025:
Alpha Southeast Asia Awards:
1. Bank Penyedia Layanan Pembayaran
Best Mudharabah Sukuk in
Zakat Terbaik BAZNAS RI
Southeast Asia 2024
2. Supporting Partner
3. Perusahaan Pembayar Zakat Badan
Teladan BAZNAS RI
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
10 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 12
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
PENCAPAIAN PENTING
Sustainable Banking Sustainable Operation Sustainable Beyond Banking
1. Penguatan fondasi ESG, termasuk 1. Operasional Ramah Lingkungan: 1. Jumlah Agen BSI meningkat sebesar
penyempurnaan visi keberlanjutan, a. Pengoperasian 2 gedung 6,39% dibandingkan tahun 2024.
komitmen, serta aktivitas di seluruh bersertifikasi Green Building Gold 2. Distribusi ZISWAF pada tahun 2025
pilar Sustainable Banking. Certified, yaitu Landmark Aceh memberikan manfaat bagi lebih
2. Pengembangan kebijakan dan BSI Tower, Jakarta. dari 1,2 juta orang, melalui program-
dan prosedur ESG, seperti ESG b. Penggunaan 8 panel surya pada program di berbagai pilar:
Guiding Principle, SPO Keuangan fasilitas operasional Perseroan a. Pilar Ekonomi: 591.100 penerima
Berkelanjutan, pemutakhiran untuk mendukung pengurangan manfaat dengan total penyaluran
Industry Acceptance Criteria (IAC), emisi dan efisiensi energi. Selain Rp26,4 miliar.
Green Sector Classification. itu, 3 unit panel surya dipasang b. Pilar Pendidikan: 23.000 penerima
3. Limitasi brown sektor, yaitu industri di Desa Binaan BSI sebagai manfaat dengan total penyaluran
batu bara, industri migas, dan bagian dari dukungan Perseroan Rp114,8 miliar.
pertambangan migas. terhadap pengembangan c. Pilar Kemanusiaan: 599.100
4. Pembentukan ESG Sub-Committee masyarakat dan pemanfaatan penerima manfaat dengan total
di bawah Komite Manajemen Risiko. energi terbarukan. penyaluran Rp148,8 miliar.
5. ESG Working Group di bawah Komite c. Implementasi pengolahan air d. Pilar Kesehatan: 27.300 penerima
Manajemen Risiko. (water treatment / Water Station manfaat dengan total penyaluran
6. Penyaluran pembiayaan RO) di beberapa lokasi gedung Rp11,8 miliar.
berkelanjutan mencapai Rp73,92 BSI, termasuk RO Bandung & RO e. Pilar Dakwah & Advokasi: 45.900
triliun, terdiri dari Rp58,26 triliun Surabaya. penerima manfaat dengan total
pembiayaan sosial dan Rp15,66 triliun d. Penggunaan 100% lampu LED penyaluran Rp38,2 miliar.
pembiayaan hijau. yang hemat energi di seluruh 3. Pada 2025, BSI meluncurkan Green
7. Penerbitan Sustainability Sukuk jaringan kantor. Zakat Framework, menjadikan BSI
dengan total Rp8 triliun (Tahap e. Penggunaan teknologi inverter sebagai pionir dalam pengelolaan
1: Rp3T, Tahap 2: Rp5T), serta & refrigerant volume (VRF) pada zakat yang selaras dengan tujuan
penyelarasan dengan Sustainability sistem pendingin ruangan. lingkungan (environmental impact).
Sukuk Framework. f. Pemanfaatan 144 unit kendaraan
8. Penguatan sumber pendanaan listrik (EV) sebagai armada
berkelanjutan melalui Deposito operasional ramah lingkungan.
Wakaf. g. Kolaborasi SPKLU BSI x PLN.
9. Perluasan pembiayaan Electric h. Pemanfaatan Pembangkit Listrik
Vehicle (EV) yang mencapai Rp396 Tenaga Surya (PLTS) pada lokasi
miliar pada 2025. operasional tertentu.
10. Peluncuran ESG Mutual/Maslahat 2. Digital Carbon Tracking.
Fund. 3. Green Initiatives
11. Penguatan infrastruktur ESG a. 1 Home 1 Tree, penanaman pohon
internasional melalui kerja sama untuk setiap pembiayaan rumah.
dengan GGGI untuk pengembangan b. Water Station RO Bandung &
Sustainability Sukuk Framework, Surabaya.
peningkatan kapasitas, dan c. Kartu Syariah Ramah Lingkungan.
dukungan proses menuju Accredited 4. Green Business Culture (GBC)
Entity Green Climate Fund (GCF). a. Vol. 1 – Webinar Green Business
12. Keanggotaan UNEP FI dan penan- Culture
datanganan Principles for Responsi- b. Vol. 2 – ESG Refreshment Module
ble Banking (PRB) sebagai pengua- (KPI seluruh pegawai)
tan komitmen keberlanjutan global. c. Vol. 3 – Knowledge Sharing Forum:
ESG Guiding Principle
d. Vol. 4 – Training ISO 26000
e. Vol. 5 - Sustainability Mastery IFRS
S1 & S2
f. Podcast GBC bertema ESG & Op-
erational Excellence
g. Green Ramadhan Campaign
5. Penguatan Keamanan Informasi
a. Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 un-
tuk Sistem Manajemen Keamanan
Informasi.
b. Cyber Security Scorecard BSI
meraih predikat “A”, menunjukkan
ketahanan keamanan digital yang
kuat.
6. Penyempurnaan fitur berkelanjutan
pada SuperApp BYOND by BSI.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 11
Page 13
01
01 IKHTISAR UTAMA STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
TENTANG
LAPORAN
[GRI 2-2, 2-3, 2-4] [S2.MT.l1]
Laporan ini merupakan wujud amanah
Perseroan dalam menghadirkan keterbukaan
dan akuntabilitas kepada seluruh pemangku
kepentingan. Setiap pengungkapan
mencerminkan tanggung jawab kami dalam
menciptakan nilai dan kebermanfaatan yang
berkelanjutan. Melalui transparansi, kami
menapaki perjalanan keberlanjutan dengan
integritas.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
12 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 14
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
TENTANG LAPORAN
Laporan Keberlanjutan BSI Laporan ini diterbitkan secara
tahun 2025 disusun dengan tahunan bersamaan dengan
mengacu pada ketentuan publikasi Laporan Tahunan
dalam Peraturan Otoritas Bank. Periode pelaporan
Jasa Keuangan (POJK) Nomor yang dicakup adalah 1 Januari
51/POJK.03/2017 mengenai hingga 31 Desember 2025,
Penerapan Keuangan selaras dengan periode Laporan
Berkelanjutan bagi Lembaga Keuangan BSI. Tidak terdapat
Jasa Keuangan, Emiten, dan penyajian ulang informasi
Perusahaan Publik, serta pada laporan ini. Laporan
Surat Edaran OJK Nomor 16/ dipublikasikan pada 26 Maret
SEOJK.04/2021 tentang Bentuk 2026.
dan Isi Laporan Tahunan
Emiten atau Perusahaan Untuk memperoleh informasi
Publik. Penyusunan laporan ini tambahan terkait laporan ini,
juga mengikuti Consolidated para pemangku kepentingan
GRI Standards 2021, GRI G4 dapat menghubungi kontak
Sector Disclosures Financial berikut:
Services, International Financial
Reporting Standards (IFRS) Muhammad Syukron Habiby
S1 dan S2, ASEAN Corporate Senior Vice President
Governance Scorecard (ACGS), Environmental Social & Governance Group
serta Sustainability Accounting
Standards Board (SASB)
Standards.
Laporan Keberlanjutan BSI PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk
tahun 2025 memuat data dan
informasi yang bersumber dari
kantor pusat di Jakarta serta Kantor Pusat
seluruh jaringan kantor yang Gedung The Tower
tersebar di Indonesia. BSI tidak Jl. Gatot Subroto No. 27 Kelurahan Karet Semanggi,
memiliki entitas anak sehingga Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan 12930
laporan ini hanya mencakup Telepon : +62 21 30405999
entitas BSI sebagaimana Fax : +62 21 30421888
tercantum dalam Laporan Email : esg.group@bankbsi.co.id
Keuangan.
LAPORAN TAHUNAN 2025
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 13
Page 15
01 IKHTISAR UTAMA STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
PROSES PENENTUAN
TOPIK MATERIAL
[GRI 3-1, 3-2]
Berdasarkan rangkaian proses identifikasi, evaluasi, komitmen BSI terhadap aspek keberlanjutan,
dan penelaahan yang dilakukan oleh Manajemen termasuk kehadiran produk syariah unggulan
BSI bersama para pemangku kepentingan seperti tabungan haji dan bullion bank, serta
dan ahli independen, serta telah memperoleh pengembangan layanan Bank Emas, mencakup
persetujuan Direksi, penetapan topik material BSI Emas Digital dan fasilitas jual beli, penitipan,
BSI terus disempurnakan untuk mencerminkan serta pencetakan emas fisik secara aman melalui
prioritas keberlanjutan yang relevan. Pada tahun BYOND. Inisiatif strategis tersebut memperkuat
2024, topik material mencakup Kinerja Ekonomi, kontribusi BSI terhadap inklusi keuangan,
Portofolio Produk, dan Privasi Nasabah. diversifikasi produk berkelanjutan, dan tata kelola
transaksi emas yang transparan.
Memasuki tahun 2025, ruang lingkup topik
material diperbarui menjadi Kinerja Ekonomi, Penetapan topik material BSI tahun 2025
Portofolio Produk dan Jasa, Dampak Ekonomi dilakukan melalui tahapan berikut:
Tidak Langsung, Emisi, Penilaian Lingkungan
Pemasok (termasuk nasabah), Pelatihan dan
Pendidikan, Kesehatan dan Keselamatan
Nasabah, serta Pemasaran dan Pelabelan.
Perluasan ini mencerminkan peningkatan
Penelaahan isu keberlanjutan (ekonomi, lingkungan, sosial termasuk hak asasi
manusia) terhadap aktivitas dan relasi bisnis Bank
Identifikasi dampak aktual dan potensial (ekonomi, lingkungan, sosial termasuk
hak asasi manusia) terkait aktivitas dan relasi bisnis Bank
Penilaian signifikansi dampak
Melakukan prioritasi dampak signifikan yang akan dilaporkan dalam Laporan
Keberlanjutan
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
14 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 16
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
PROSES PENENTUAN TOPIK MATERIAL
Pemangku
Kepentingan Alasan
Kategori Topik Material Isu Utama TPB
yang Bersifat Material
Terdampak
Topik Kinerja •• Nilai ekonomi langsung •• Pemegang Kinerja ekonomi positif
Ekonomi Ekonomi yang dihasilkan dan Saham BSI pada tahun 2025
didistribusikan oleh BSI •• Pegawai merupakan wujud nyata
•• Implikasi finansial, risiko, dan komitmen Bank dalam
peluang yang timbul dari mengelola aspek ekonomi
perubahan iklim secara efektif dan
•• Kewajiban terkait program konsisten. Oleh karena
pensiun manfaat pasti dan itu, BSI perlu menjaga
program pensiun lainnya dan meningkatkan
pertumbuhan ekonomi
untuk mendukung
pembangunan
berkelanjutan di masa
mendatang.
Portofolio •• Persentase portofolio •• Pemegang Portofolio produk
Produk dan berdasarkan lini bisnis, Saham mencerminkan komitmen
Layanan wilayah, ukuran, dan sektor •• Pegawai BSI dalam memajukan
•• Nilai moneter produk dan •• Nasabah keuangan berkelanjutan.
layanan yang memberikan Pada tahun 2025,
manfaat sosial pada setiap BSI meningkatkan
lini bisnis dampak positif bagi
•• Nilai moneter produk dan pemangku kepentingan
layanan yang memberikan melalui penerbitan
manfaat lingkungan pada Sustainability Sukuk
setiap lini bisnis yang dialokasikan untuk
•• Pengembangan Unlocking kegiatan berorientasi
New Business melalui keberlanjutan. Portofolio
Bullion Bank; pertumbuhan ini berperan strategis
berkelanjutan pada dalam mendukung
portofolio pembiayaan dan kinerja keuangan,
investasi pertumbuhan bisnis, serta
perluasan pembiayaan
berkelanjutan.
Dampak •• Kontribusi terhadap dampak •• Masyarakat Mendukung
Ekonomi Tidak sosial dan lingkungan •• Nasabah pembangunan
Langsung melalui proyek yang dibiayai sosial-ekonomi serta
Sustainability Sukuk menciptakan dampak
•• Nilai ekonomi bagi keberlanjutan jangka
masyarakat melalui panjang.
pemberdayaan,
pembangunan infrastruktur,
dan penguatan ekosistem
•• Dukungan terhadap
ketahanan UMKM dan
pertumbuhan ekonomi lokal
•• Perluasan inklusi keuangan
melalui layanan syariah yang
mudah diakses
Topik Emisi •• Pengukuran dan •• Lingkungan Penting untuk mengelola
Lingkungan pengelolaan emisi Cakupan •• Masyarakat risiko transisi menuju
1, Cakupan 2, dan Cakupan 3 ekonomi rendah karbon
(financed emissions) dan memastikan
•• Inisiatif pengurangan emisi kepatuhan pada regulasi.
pada operasional (kendaraan
listrik, panel surya, green
building, dll.)
•• Perencanaan transisi iklim
selaras target Net Zero
nasional
•• Identifikasi sektor beremisi
tinggi dalam portofolio
pembiayaan
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 15
Page 17
01 IKHTISAR UTAMA STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
PROSES PENENTUAN TOPIK MATERIAL
Pemangku
Kepentingan Alasan
Kategori Topik Material Isu Utama TPB
yang Bersifat Material
Terdampak
Topik Penilaian •• Penilaian lingkungan •• Mitra Kerja / Mengurangi risiko
Lingkungan Lingkungan terhadap pemasok Pemasok lingkungan dalam rantai
Pemasok dan nasabah korporasi nilai serta memperkuat
(termasuk berdampak tinggi kepatuhan terhadap
nasabah) •• Integrasi risiko ESG dan iklim aspek ESG.
dalam proses pengadaan
dan pembiayaan
•• Pemantauan kepatuhan
terhadap standar dan
regulasi lingkungan
•• Penilaian risiko keberlanjutan
dalam rantai nilai
Topik Pelatihan dan •• Pelatihan ESG sebagai •• Pegawai Kapabilitas ESG menjadi
Sosial Pendidikan bagian dari KPI pegawai dan •• Nasabah kunci dalam mendukung
pengembangan kompetensi strategi keberlanjutan
•• Penguatan kesadaran dan proses pengambilan
internal melalui program keputusan.
Green Business Culture
•• Pelatihan wajib bagi organ
tata kelola terkait keuangan
berkelanjutan dan risiko
iklim
•• Pengembangan kapabilitas
untuk mendukung
implementasi ESG di seluruh
Bank
Kesehatan dan •• Pengawasan keamanan •• Nasabah Melindungi keselamatan
Keselamatan produk dan layanan melalui •• Regulator nasabah dan
Nasabah tata kelola produk yang meminimalkan risiko
bertanggung jawab operasional.
•• Perlindungan data nasabah,
keamanan transaksi, dan
keandalan operasional
•• Transparansi atas risiko dan
fitur produk
•• Pemantauan dan
penanganan keluhan terkait
keselamatan produk
Pemasaran •• Kepatuhan terhadap akurasi, •• Nasabah Pengungkapan yang
dan Pelabelan kewajaran, dan regulasi •• Regulator akurat mencegah
dalam pemasaran produk •• Investor informasi menyesatkan
•• Pencegahan klaim dan menjaga integritas
menyesatkan, terutama produk.
untuk produk berkelanjutan
•• Pelabelan produk yang
jelas terkait fitur, risiko, dan
kesesuaian syariah
•• Penguatan kepercayaan
melalui standar komunikasi
yang transparan
Pelatihan •• Pengenalan dan •• Penerima Mengurangi angka
Pemberdayaan pengelolaan pemberdayaan Manfaat kemiskinan absolut dan
Masyarakat Masyarakat •• Masyarakat kesenjangan.
•• Pembentukan dan
Pengelolaan organisasi
kelembagaan
•• Pelatihan produk dan
pemasaran
•• Pelatihan dan pengelolaan
unsur lingkungan dalam
menjalankan pemberdayaan
•• Pelatihan keuangan untuk
masyarakat
•• Penguatan spiritual melalui
kegiatan keagamaan
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
16 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 18
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
PENGELOLAAN TOPIK MATERIAL
[GRI 3-3]
Dalam mengelola setiap topik material, BSI perencanaan, pemantauan, dan pengendalian
mengidentifikasi dampak aktual dan potensial, kinerja secara terintegrasi.
baik positif maupun negatif, yang timbul dari
aktivitas operasional dan hubungan bisnis, Portofolio Produk dan Jasa
termasuk dampaknya terhadap ekonomi, BSI terus memperkuat penerapan prinsip
lingkungan, sosial, serta hak asasi manusia. BSI keuangan berkelanjutan di seluruh portofolio
menetapkan kebijakan dan tindakan untuk produk dan jasanya. Pengembangan produk
mencegah serta memitigasi dampak negatif, berkelanjutan dilakukan melalui hadirnya BSI
menangani dampak aktual melalui mekanisme Deposito Wakaf, yang memberi peluang bagi
remedi, serta mengoptimalkan dampak positif. nasabah untuk berinvestasi sambil menyalurkan
Pelibatan pemangku kepentingan, termasuk manfaat wakaf sebagai amal jariyah. Selain itu,
kelompok rentan, dilakukan melalui saluran pengembangan Bank Emas, yang mencakup
komunikasi yang aman, bermakna, dan layanan jual beli emas, penyimpanan emas
memastikan partisipasi gender yang setara. digital, serta fasilitas cetak emas fisik melalui
Jika terdapat dampak pada komunitas lokal, BSI BYOND, menjadi bagian dari inovasi BSI untuk
menyediakan mekanisme remedi yang mencakup meningkatkan literasi dan akses masyarakat
konsultasi dan penanganan kehilangan aset atau terhadap instrumen emas yang aman, modern,
penghidupan. dan transparan.
Efektivitas pengelolaan dipantau melalui indikator Dalam mendukung inklusi dan keberlanjutan,
kinerja, target, dan evaluasi berkala yang disusun BSI menyalurkan pembiayaan pada Kegiatan
dalam rencana kerja tahunan dan Rencana Aksi Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan
Keuangan Berkelanjutan (RAKB), serta diperkuat Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS). Pada
oleh umpan balik dari pemangku kepentingan. tahun 2025, pembiayaan kepada sektor UMKM
Pendekatan ini diuraikan lebih lanjut pada mencapai Rp52,6 triliun, sementara pembiayaan
masing-masing topik material berikut: pada Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan
(KKUB) mencapai Rp73,92 triliun, yang secara
nyata mendorong pertumbuhan sektor UMKM
TOPIK EKONOMI dan aktivitas usaha berkelanjutan.
Kinerja Ekonomi Komitmen BSI terhadap pembiayaan UMKM dan
BSI terus memperkuat pengelolaan kinerja kegiatan berkelanjutan tercermin dalam RAKB,
ekonomi melalui implementasi Rencana Bisnis yang ditinjau setiap tahun untuk memastikan
Bank (RBB) yang disusun secara adaptif terhadap kesesuaian dengan prioritas jangka pendek satu
dinamika industri dan arah strategi jangka tahun dan rencana jangka menengah lima tahun.
panjang. Penguatan ini ditopang oleh fokus BSI Pada 2025, BSI kembali menerbitkan Sustainability
dalam menjaga profitabilitas, kualitas aset, serta Sukuk yang ditujukan untuk mendukung proyek-
pengembangan portofolio yang berkelanjutan. proyek berorientasi keberlanjutan. Instrumen ini
Pengelolaan kinerja ekonomi yang efektif kembali mendapatkan respons positif dari pasar,
diharapkan dapat mempertahankan tingkat dengan tingkat oversubscribe mencapai 4,4 kali.
kepercayaan pemegang saham serta mendukung
daya saing BSI di industri perbankan syariah. Dampak Ekonomi Tidak Langsung
Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia,
Evaluasi kinerja ekonomi dilakukan dengan BSI berperan strategis dalam mendorong
memonitor realisasi indikator utama dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya
target RBB tahun 2025. Proses ini dikoordinasikan melalui penguatan UMKM, pemberdayaan
oleh Strategic Planning & Performance masyarakat, dan perluasan akses inklusi
Management Group yang menjalankan fungsi keuangan. Sepanjang 2025, BSI memperluas
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 17
Page 19
01 IKHTISAR UTAMA STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
PENGELOLAAN TOPIK MATERIAL
pembiayaan sosial mencapai Rp58,26 triliun
serta meningkatkan penyaluran pembiayaan
pada Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan
(KUBL) sebesar Rp15,66 triliun melalui sektor-
sektor prioritas seperti energi terbarukan,
pertanian berkelanjutan, dan pembiayaan rumah
terjangkau.
Ekosistem pemberdayaan masyarakat juga
diperkuat melalui Program Desa BSI, Sentra tahun 2025, pembiayaan sosial
UMKM BSI, portal UMKM, dan Salam Digital mencapai
Rp
58,26
yang memudahkan pelaku usaha mikro
mengakses pembiayaan syariah secara digital.
Di sisi distribusi layanan, perluasan BSI Agen triliun
menjangkau 176 kabupaten blank spot dengan
jumlah agen mencapai 3.063, menyediakan akses
layanan keuangan dasar bagi masyarakat yang pembiayaan pada Kategori Kegiatan
sebelumnya belum terlayani. Usaha Berkelanjutan (KKUB) mencapai
Melalui TJSL bersama BSI Maslahat, termasuk
program pendidikan, kesehatan, ekonomi
produktif, dan sosial kemasyarakatan, BSI
memberikan dampak ekonomi tidak langsung
Rp
73,92 triliun
yang signifikan dalam bentuk peningkatan
pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan
kerja, serta penguatan ketahanan ekonomi lokal.
Penilaian Lingkungan terhadap Pemasok dan
TOPIK LINGKUNGAN Nasabah
Dalam rangka memastikan bahwa rantai pasok
Emisi dan pembiayaan BSI berjalan secara bertanggung
Pada 2025, BSI memperkuat kinerja pengelolaan jawab, BSI menerapkan ESG screening bagi
emisi melalui penerapan penuh Digital Carbon pemasok dan nasabah berisiko tinggi. Proses
Tracking, yang mencatat emisi GRK bank wide pengadaan mensyaratkan pemasok memenuhi
dari seluruh jaringan kantor. ketentuan lingkungan, tidak menggunakan
tenaga kerja anak atau paksa, dan mengikuti
Upaya penurunan emisi dilakukan melalui standar K3.
peningkatan efisiensi energi, penggunaan solar
panel di lima lokasi, pemanfaatan 100% lampu LED, Pada sisi pembiayaan, BSI memperkuat penilaian
perluasan armada electric vehicle, pembangunan risiko lingkungan dan sosial melalui penilaian
green building tersertifikasi, serta pengoperasian kelayakan pembiayaan, serta penerapan prinsip
water station RO yang mengurangi sampah kehati-hatian untuk sektor berisiko tinggi. BSI
botol plastik dan jejak karbon. Inisiatif-inisiatif juga menerapkan exclusion list internal serta
berkelanjutan ini memperkuat komitmen BSI mengikuti pedoman KUBL/KUBS OJK dalam
menuju target Net Zero Emission dan sejalan menyalurkan pembiayaan berkelanjutan.
dengan standar internasional seperti Greenhouse
Gas (GHG) Protocol Corporate Accounting and Sepanjang 2025, BSI tidak menemukan pemasok
Reporting Standard dan Partnership for Carbon atau mitra pembiayaan yang menimbulkan
Accounting Financials (PCAF). dampak lingkungan signifikan, mencerminkan
efektivitas proses seleksi dan pengawasan yang
diterapkan.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
18 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 20
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
PENGELOLAAN TOPIK MATERIAL
TOPIK SOSIAL Kesehatan dan Keselamatan Pelanggan
BSI memastikan bahwa seluruh produk dan
Pelatihan dan Pendidikan layanan, termasuk pembiayaan berkelanjutan,
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas SDM, layanan digital BYOND, dan ESG Mutual/Maslahat
BSI menerapkan pengembangan kompetensi Fund, telah melalui evaluasi keamanan, kesehatan,
berbasis experience–engagement–education, dan kepatuhan sebelum diluncurkan. Proses ini
didukung platform digital Learning Management dilakukan melalui SPO Produk/Aktivitas Baru
System (LMS). Sepanjang 2025, BSI melaksanakan (PAB) dan mencakup analisis risiko operasional,
program pengembangan kepemimpinan, teknologi, syariah, serta perlindungan konsumen.
pelatihan teknis IT, risiko, operasional, serta
integrasi modul ESG sesuai arah RAKB 2025. Seluruh produk signifikan (100%) telah dievaluasi
dan tidak terdapat insiden ketidakpatuhan terkait
Perseroan memperkuat budaya bisnis kesehatan atau keselamatan pelanggan pada
berkelanjutan melalui program komunikasi tahun 2025. Peningkatan keamanan siber juga
internal bEbku (Belajar ESG Bareng Aku) yang dilakukan melalui penerapan ISO/IEC 27001:2022,
bertujuan meningkatkan pemahaman dan pemantauan kerentanan TI, serta penguatan
kapabilitas ESG di seluruh organisasi. Sepanjang sistem perlindungan data pribadi sesuai UU PDP.
tahun pelaporan, Perseroan menyelenggarakan
berbagai sesi pembelajaran, antara lain Green Pemasaran dan Pelabelan
Business Culture yang diikuti oleh 3.947 pegawai, BSI berkomitmen untuk memastikan bahwa
ESG Refreshment dengan partisipasi 16.166 seluruh informasi produk disampaikan secara
pegawai, ESG Guiding Principle yang diikuti oleh tepat, akurat, dan sesuai regulasi. Pada 2025, BSI
882 pegawai, sosialisasi ISO 26000 dengan 33 memperkuat marketing governance melalui
pegawai, serta program Sustainability Mastery pemantauan pesan komunikasi, pengawasan
with IFRS yang diikuti oleh 19 pegawai. Inisiatif materi pemasaran, serta pemastian keselarasan
ini mencerminkan komitmen Perseroan dalam dengan standar periklanan dan prinsip syariah.
membangun pemahaman keberlanjutan yang
komprehensif serta memperkuat integrasi prinsip Informasi mengenai fitur, risiko, dan manfaat
ESG dalam aktivitas operasional dan pengambilan produk disampaikan melalui berbagai kanal,
keputusan. termasuk website, BYOND, media sosial, brosur,
BSI Agen, dan kantor cabang. Sepanjang 2025,
BSI tidak mencatat insiden ketidakpatuhan
terhadap pemasaran produk maupun pelabelan,
mencerminkan efektivitas mekanisme kontrol
dan transparansi informasi kepada nasabah.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 19
Page 21
01 IKHTISAR UTAMA STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
HUBUNGAN DENGAN
PEMANGKU KEPENTINGAN
[OJK E.4] [GRI 2-29, FS5]
Pelibatan pemangku kepentingan merupakan dengan kebutuhan mereka. Pendekatan ini
elemen yang tidak terpisahkan dari keberlanjutan memastikan bahwa masukan, harapan, dan isu-isu
bisnis BSI. Bank memahami bahwa hubungan yang disampaikan pemangku kepentingan dapat
yang terkelola dengan baik tidak hanya ditangkap secara akurat dan digunakan sebagai
mendukung kelangsungan operasional, tetapi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan,
juga menciptakan nilai jangka panjang bagi pengembangan program, serta penguatan tata
masyarakat dan para pemangku kepentingan. kelola keberlanjutan.
Oleh karena itu, BSI mengidentifikasi pemangku
kepentingan berdasarkan tingkat pengaruh, Informasi dan umpan balik dari pemangku
ketergantungan, serta tanggung jawab yang kepentingan tersebut juga menjadi salah satu
dimiliki terhadap aktivitas Bank, sebagaimana dasar dalam proses penetapan topik material
diatur dalam Standar Prosedur Operasional BSI. Dengan demikian, keterlibatan pemangku
Corporate Secretary & Communication Group kepentingan tidak hanya menjadi sarana
(CSG). komunikasi, tetapi juga bagian integral dari proses
pengambilan keputusan strategis dan penetapan
Proses pelibatan dilakukan secara terstruktur prioritas keberlanjutan Bank.
melalui mekanisme yang telah ditetapkan Bank,
di mana setiap kelompok pemangku kepentingan
dihubungkan melalui pendekatan yang relevan
Pemangku
Basis Identifikasi Metode Pendekatan Topik Utama
Kepentingan
Pemegang saham Tanggung jawab dan 1. Rapat Umum Pemegang Saham 1. Memperkukuh Kinerja keuangan
dan investor pengaruh (RUPS) satu kali dalam satu tahun dan keberlanjutan
2. Rapat Umum Pemegang Saham 2. Menyelenggarakan RUPS dan
Luar biasa (RUPSLB), sesuai RUPSLB
kebutuhan 3. Menyusun dan menyajikan laporan
3. Publikasi laporan keuangan setiap 4. Pembagian deviden
triwulan 5. Publikasi dan keterbukaan informasi
4. Laporan Tahunan, setiap tahun 6. Pertemuan investor yang
5. Laporan Keberlanjutan, setiap tahun dilaksanakan oleh unit kerja
hubungan investor
Pegawai Ketergantungan 1. Sarana komunikasi internal seperti 1. Hubungan industrial yang kondusif
e-mail dan memo internal 2. Pemenuhan hak pekerja sesuai
2. Pelaksanaan sesuai kebutuhan dengan ketentuan
3. Pengembangan diri sesuai dengan 3. Kesetaraan dalam pengembangan
jadwal pelatihan diri, pelatihan, karier
4. Kesehatan, keamanan dan 4. Sarana kerja dengan
keselamatan kerja memperhatikan keamanan,
5. Kegiatan pegawai seperti olahraga kesehatan, dan keselamatan kerja
dan hobi secara berkala 5. Pembahasan isu keberlanjutan
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
20 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 22
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
HUBUNGAN DENGAN PEMANGKU KEPENTINGAN
Pemangku
Basis Identifikasi Metode Pendekatan Topik Utama
Kepentingan
Pemerintah dan Pengaruh 1. Laporan kepatuhan, minimal satu 1. Kepatuhan pada peraturan
Regulator kali setahun 2. Menyusun dan menyampaikan RBB
2. Menyerahkan Rencana Bisnis Bank dan RAKB
(RBB) dan Laporan Realisasi RBB 3. Menyusun dan menyerahkan
kepada Otoritas Jasa Keuangan laporan sesuai regulasi
(OJK) 4. Menjalin komunikasi dengan
3. Menyerahkan Rencana Aksi pemerintah dan regulator
Keuangan Berkelanjutan (RAKB) ke 5. Mematuhi hukum yang berlaku
OJK 6. Pelaksanaan kebijakan antikorupsi
4. Menyerahkan laporan-laporan
yang sesuai dengan peraturan yang
berlaku. Frekuensi sesuai regulasi
5. Kerja sama penyelenggaraan acara
sesuai kebutuhan
Nasabah Ketergantungan 1. Aktivitas transaksi perbankan 1. Menyediakan informasi produk dan
syariah di kantor atau jaringan Bank layanan
2. Contact center, baik melalui telepon 2. Penyediaan sarana penyelesaian
maupun sarana lain. Frekuensi kendala/ keluhan (contact center
setiap saat 24 jam)
3. Produk dan layanan perbankan yang 3. Pengembangan jaringan, produk,
mudah, aman dan terpercaya dan layanan perbankan yang aman,
nyaman, dan terpercaya
4. Penerapan kebijakan anti korupsi
dan anti-fraud
5. Implementasi kebijakan keamanan
data nasabah
6. Melaksanakan survei kepuasan
pelanggan
Mitra Kerja/ Pemasok Ketergantungan 1. Kontrak pengadaan barang dan jasa 1. Mekanisme proses pengadaan yang
Lokal 2. Penilaian mitra kerja secara adil dan transparan
transparan 2. Tidak ada pungutan biaya dan
3. Penandatanganan pakta integritas konflik kepentingan dalam proses
pengadaan
3. Menjalankan sistem manajemen anti
penyuapan
Industri Sejenis Pengaruh 1. Informasi perkembangan, peluang 1. Kemudahan update perkembangan
dan tantangan industri perbankan industri melalui keanggotaan
syariah asosiasi industri dan profesional
2. Informasi regulasi terkait industri, 2. Kerja sama dalam peningkatan
khususnya perbankan syariah kapabilitas dan daya saing
3. Pertemuan secara periodik dengan 3. Mendukung pengembangan iklim
asosiasi industri perbankan dan persaingan usaha yang sehat
perbankan syariah, serta asosiasi
profesi
Masyarakat dan Pengaruh, Tanggung 1. Pengembangan program Tanggung 1. Pembinaan hubungan yang
Lingkungan Jawab Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) harmonis dengan masyarakat
sesuai rencana 2. Pengembangan dan implementasi
2. Dukungan dalam program program TJSL untuk mendukung
peningkatan kesejahteraan pemberdayaan masyarakat.
3. Kemudahan akses pada layanan 3. Melestarikan lingkungan
perbankan 4. Memberikan kesempatan kerja
4. Kerja sama dengan mitra penyalur kepada masyarakat sesuai
ZIS dalam kegiatan TJSL setiap kebutuhan dan ketentuan Bank
tahun 5. Melaksanakan program literasi
keuangan
6. Meningkatkan pembiayaan KKUB
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 21
Page 23
02
02 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
STRATEGI
KEBERLANJUTAN
Strategi keberlanjutan
kami berakar pada nilai
amanah dan prinsip
maslahat bagi seluruh
pemangku kepentingan.
Setiap langkah dirancang
untuk menghadirkan
keseimbangan antara
pertumbuhan usaha dan
tanggung jawab sosial
serta lingkungan. Dengan
landasan nilai tersebut,
kami membangun
masa depan yang lebih
berkelanjutan.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
22 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 24
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
PENJELASAN
STRATEGI KEBERLANJUTAN
[OJK A.1, FS1] [GRI 2-22] [IFRS S1-STRATEGY, IFRS S2-STRATEGY,
IFRS S1-METRIC AND TARGET, IFRS S2-METRIC AND TARGET,
IFRS S1-RISK MANAGEMENT, IFRS S2-RISK MANAGEMENT]
Keberlanjutan merupakan bagian penting dari tujuan BSI. Sebagai bank syariah, BSI
memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan menciptakan manfaat
sosial bagi generasi mendatang, sesuai dengan prinsip Maqashid Syariah yang
mencakup Hifdz Ad-Din (menjaga agama), Hifdz An-Nafs (menjaga jiwa), Hifdz Al-‘Aql
(menjaga akal), Hifdz Al-Maal (menjaga harta), Hifdz An-Nasl (menjaga keturunan),
dan Hifdz Al-Bi’ah (menjaga lingkungan). Nilai dasar ini menjadi landasan BSI dalam
merumuskan strategi dan praktik keberlanjutan di seluruh aktivitas usaha.
Sebagai wujud komitmen, BSI terus memperkuat struktur tata kelola keberlanjutan,
termasuk pembentukan Environmental Social & Governance (ESG) Group di bawah
supervisi Wakil Direktur Utama melalui Surat Keputusan Direksi No.04/239-KEP/
DIR, serta penetapan ESG Working Group di bawah Risk Management Committee.
Penguatan tata kelola juga diwujudkan melalui penyusunan dan penerbitan Standar
Prosedur Operasional (SPO) Keuangan Berkelanjutan dan ESG Guiding Principles
sebagai pedoman utama penerapan keberlanjutan di seluruh unit kerja.
Selaras dengan visi “The Best Global Islamic Bank Based on Implementation of
Sustainable Finance,” BSI mengembangkan kerangka kerja keuangan berkelanjutan
yang mencakup tiga pilar utama: Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan
Sustainable Beyond Banking. Dalam pilar Sustainable Banking, BSI berkomitmen
menjadi leader in sustainable product innovation. Pada pilar Sustainable Operation,
BSI menetapkan target mencapai net zero emission in operation. Sementara pada
pilar Sustainable Beyond Banking, BSI berfokus untuk menjadi leader in the ZISWAF
ecosystem guna memberikan dampak sosial yang berkontribusi pada pencapaian
SDGs.
Menguatkan langkah yang telah dimulai pada 2024, pada tahun 2025 BSI mencapai
tonggak penting dengan menandatangani Principles for Responsible Banking (PRB)
serta bergabung sebagai anggota United Nations Environment Programme Finance
Initiative (UNEP FI). Keanggotaan dan komitmen global ini memperkuat posisi BSI
dalam penerapan standar keberlanjutan internasional sebagaimana diarahkan dalam
POJK No. 51/2017, sekaligus mempertegas peran BSI dalam mendukung agenda
keberlanjutan global, SDGs, dan transisi menuju ekonomi rendah karbon yang inklusif.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 23
Page 25
02 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
PENJELASAN STRATEGI KEBERLANJUTAN
The Best Global Islamic Bank Based on Implementation of Sustainable Finance
SUSTAINABLE SUSTAINABLE SUSTAINABLE
BANKING OPERATION BEYOND BANKING
Unique in Sustainable Net Zero Emission Leader in ZISWAF
Product Innovation in Operation Ecosystem for Social
Impact to Achieve SDGs
1. Integrating ESG Aspect 4. Achieving NZE in Operations 7. Financial Inclusion
in Business Process (Carbon Tracking. Green 8. Distribution of ZISWAF
(ESG Framework, Risk Business Culture)
Management & Policy) 5. Digital Transformation
2. Develop Sustainable Product 6. Proactive Strategy on Data
3. Portfolio Management Privacy & Security
(Focus sector and portfolio
development)
Strengthening ESG Governance, Capacity Development, Collaboration, & Disclosure
Hifdz Ad-Din (memelihara agama), Hifdz An-Nafs (memelihara jiwa), Hifdz Al-’Aql (memelihara akal), Hifdz
Al-Maal (memelihara harta), Hifdz An-Nasl (memelihara keturunan), Hifdz Al-Biah (memelihara lingkungan)
BSI telah merumuskan Roadmap ESG 2021–2025 sebagai panduan dalam mewujudkan Visi dan Misi
Keberlanjutan, dengan tujuan memastikan implementasi yang terarah dan berkesinambungan sebagai
berikut: [S2.MT.h1, S2.MT.h2, S2.MT.h3]
2021 2022 2023 2024 2025
1. Portofolio Green 1. Portofolio Green 1. Portofolio Green 1. Portofolio Green 1. Portofolio Green
minimal Rp4,36 minimal Rp7 Triliun minimal Rp10,7 tumbuh sesuai tumbuh sesuai RBB
Triliun 2. 60% pegawai Triliun Rencana Bisnis Bank 2. Reporting sukuk
2. 5% pegawai mendapatkan 2. 70% pegawai (RBB) subordinasi atau
mendapatkan pelatihan mendapatkan 2. Penerbitan Sukuk sustainability sukuk
pelatihan sustainable finance pelatihan Subordinasi Rp5-7,5 3. 90% pegawai
sustainable finance awareness dan sustainable finance Triliun untuk modal mendapatkan
awareness dan 10% pegawai unit awareness dan Tier 2 pelatihan
5% pegawai unit bisnis dan rekanan 20% pegawai unit 3. 80% pegawai sustainable finance
bisnis dan rekanan mengikuti pelatihan bisnis dan rekanan mendapatkan awareness dan
mengikuti pelatihan mitigasi risiko mengikuti pelatihan pelatihan 60% pegawai unit
mitigasi risiko lingkungan mitigasi risiko sustainable finance bisnis dan rekanan
lingkungan. 3. Mengikuti lingkungan awareness dan mengikuti pelatihan
3. Tersedianya Sustainable Banking 3. Instalasi panel 40% pegawai unit mitigasi risiko
prosedur Assessment (SUSBA) surya 1 (satu) kantor bisnis dan rekanan lingkungan
sustainable finance. 4. Mengikuti indeks cabang, plasticpay mengikuti pelatihan 4. ESG Risk Rating
4. Terlaksananya 1 Saham SRI KEHATI untuk 27 titik, mitigasi risiko 5. Carbon Tracking
(satu) sub program 5. Pemasangan panel penanaman pohon lingkungan 6. Green Campaign/
Eco Lifestyle surya 2 (dua) titik dan green activity 4. ESG Risk Rating Eco Lifestyle
jaringan kantor dan 5. Carbon Tracking 7. Aktivitas TJSL/CSR
Reverse Vending 6. Green Campaign/
Machine dan Eco Lifestyle (Green
Plasticpay Collection Building, Charging
Point di 50 titik Station, Electric
6. Implementasi Vehicle, Green
E-DOC BSI Culture, Penanaman
Pohon)
7. Aktivitas TJSL/CSR
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
24 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 26
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
PENJELASAN STRATEGI KEBERLANJUTAN
BSI juga telah menetapkan berbagai program dalam RAKB yang mencakup rencana jangka menengah
selama 5 (lima) tahun, yaitu periode 2021–2025.
Target Jangka Panjang BSI Tahun 2021-2025
Tahun Target Kegiatan Prioritas Indikator Keberhasilan
2021 A. Pengembangan Produk dan/atau Jasa yang A. Pengembangan Produk dan/atau Jasa yang sesuai
sesuai Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)
(KKUB) »» Outstanding (OS) UMKM pada Desember 2021
»» Portofolio UMKM minimal Rp36,42 triliun
»» Portofolio Green Financing/Portofolio Hijau »» OS Portofolio Hijau Non UMKM pada Desember
Non UMKM (segmen wholesale) 2021 minimal Rp4,36 triliun
B. Pengembangan Kapasitas Internal Bank: B. Pengembangan Kapasitas Internal Bank:
»» Pelatihan mengenai Sustainable Finance »» 5% pegawai mendapat pelatihan mengenai
Awareness Sustainable Finance Awareness
»» Pelatihan untuk pegawai dan rekanan »» 5% pegawai unit bisnis dan rekanan (developer/
(developer/nasabah) mengenai Mitigasi nasabah) mengikuti pelatihan Mitigasi Risiko
Risiko Lingkungan Lingkungan
»» Penyusunan E-Modul dan Digital Learning »» Tersedianya E-Modul dan Digital Learning
Sosialisasi keuangan berkelanjutan untuk Sosialisasi keuangan berkelanjutan untuk Unit
Unit Bisnis dan Support. Bisnis dan Support.
C. Peningkatan Tata Kelola Penyusunan Standar C. Peningkatan Tata Kelola Tersedianya SPO/PTO
Prosedur Operasional (SPO)/Petunjuk Teknis Sustainable Finance
Operasional (PTO) Sustainable Finance
Aktivitas Pendukung Aktivitas Pendukung
A. Green Campaign A. Green Campaign
Menciptakan “Eco Lifestyle” dalam lingkungan Terlaksananya 1 (satu) sub program “Eco Lifestyle”
kantor
B. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan B. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Menjalankan program BSI Integrated »» Socio-economic: program pemberdayaan
Social Action dengan pendekatan untuk masyarakat berbasis desa (ex-legacy bank) di 14
pengembangan di aspek socio-economic, desa
spiritual, people dan environment »» Spiritual: re-branding Mobil Musholla ex-BSM
menjadi branding BSI. Penambahan 1 (unit) Mobil
Ambulance
»» People: lanjutan program Islamic Sociopreneur
Development Program (ISDP) & pengadaan Test
Swab/PCR/Genose/Vaksin bagi masyarakat
»» Environment: 3 (tiga) kali dalam setahun
melakukan Green Campaign
2022 A. Pengembangan Produk dan/atau Jasa yang A. Pengembangan Produk dan/atau Jasa yang
sesuai Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan sesuai Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan
(KKUB) (KKUB)
»» Portofolio UMKM »» OS UMKM pada Desember 2022 minimal Rp44,8
»» Portofolio Hijau Non UMKM triliun
»» Rasio Portofolio Pembiayaan »» OS Portofolio Hijau Non UMKM pada Desember
Berkelanjutan 2022 minimal Rp7 triliun
»» Rasio Pembiayaan Berkelanjutan terhadap Total
Pembiayaan minimal 22%
B. Pengembangan Kapasitas Internal Bank: B. Pengembangan Kapasitas Internal Bank:
»» Pelatihan mengenai Sustainable Finance »» Minimal 60% pegawai mendapat pelatihan
Awareness untuk segenap pegawai mengenai Sustainable Finance Awareness
»» Pelatihan Green Financing dan Mitigasi »» Minimal 10% pegawai unit bisnis mengikuti
Risiko Lingkungan pelatihan Green Financing dan Mitigasi Risiko
Lingkungan
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 25
Page 27
02 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
PENJELASAN STRATEGI KEBERLANJUTAN
Tahun Target Kegiatan Prioritas Indikator Keberhasilan
C. Peningkatan Tata Kelola C. Peningkatan Tata Kelola
Updating Ketentuan PTO Sustainable Finance »» Updating & penyesuaian Kebijakan Pembiayaan
pro Keuangan Berkelanjutan (penambahan terkait
Risiko Lingkungan, Sosial, Tata Kelola/Iklim)
»» Penyempurnaan SPO & PTO terkait Keuangan
Berkelanjutan
»» Penyampaian kinerja keuangan berkelanjutan di
public expose triwulanan
Aktivitas Pendukung Aktivitas Pendukung
A. Green Campaign A. Green Campaign
Efisiensi – Go Efisiensi – Go Green
»» Pemasangan Panel Surya »» Pemasangan Panel Surya di 2 (dua) titik lokasi
»» Pemasangan Reverse Vending Machine dan Jaringan Kantor
Plasticpay Collection Point »» Pemasangan Reverse Vending Machine dan
»» E-Doc BSI (digitalisasi korespondensi Plasticpay Collection Point di 50 titik lokasi seluruh
berbasis web) untuk pengurangan Indonesia
penggunaan kertas di Unit Kerja Kantor »» E-Doc BSI (digitalisasi korespondensi berbasis
Pusat dan Outlet web) untuk pengurangan penggunaan kertas di
Unit Kerja Kantor Pusat dan Outlet sudah pilot
project di Q1
B. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan B. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Menjalankan program BSI Integrated Socio-economic
Social Action dengan pendekatan untuk »» Penambahan Desa BSI minimal 5 desa
pengembangan pada aspek socio-economic,
spiritual, people dan environment Spiritual
»» Penyelesaian pembangunan Masjid BSI Bakauheni
»» Lanjutan Rebranding dan Maintenance Masjid
»» Tebar Hewan Qurban pada Momen Idul Adha 1443
H
People
»» Lanjutan implementasi program “BSI Scholarship”
»» Launching program “BSI Enterpreneurship 2022
(ISDP)”
Environment
Penanaman pohon di daerah rawan bencana
(Banten, Jawa Barat, & Kalimantan Barat) dengan
total 1000 pohon
Charity
Pemberian donasi yang bersifat socio business
Penyaluran dan pendistribusian TJSL direncanakan
penyaluran & pendistribusian TJSL tahun 2021
melalui BAZNAS dan LAZNAS BSI MASLAHAT dengan
menggunakan sumber dana sebagai berikut:
»» Dana Zakat: 2,5% dari laba tahun 2021 (EBT) – RKAT
BAZNAS
»» Dana Sosial / TBDSP: + Rp 32 Miliar – RAKB OJK
2023 A. Pengembangan Produk dan/atau Jasa yang B. Pengembangan Produk dan/atau Jasa yang sesuai
sesuai Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)
(KKUB) »» OS UMKM pada Desember 2023 minimal Rp50,15
»» Pembiayaan UMKM triliun
»» Green Financing (pada segmen wholesale) »» OS Portofolio Hijau Non UMKM pada Desember 22
minimal Rp10,7 triliun
»» Rasio Pembiayaan berkelanjutan terhadap Total
pembiayaan 23%
B. Pengembangan Kapasitas Internal Bank: B. Pengembangan Kapasitas Internal Bank:
»» Pelatihan mengenai Sustainable Finance »» Minimal 70% pegawai mendapat pelatihan
Awareness mengenai Sustainable Finance Awareness
»» Pelatihan untuk pegawai dan rekanan »» Minimal 20% pegawai unit bisnis & rekanan
(developer/nasabah) mengenai Mitigasi (developer/ nasabah) mengikuti pelatihan Mitigasi
Risiko Lingkungan Risiko Lingkungan
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
26 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 28
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
PENJELASAN STRATEGI KEBERLANJUTAN
Tahun Target Kegiatan Prioritas Indikator Keberhasilan
C. Peningkatan Tata Kelola C. Peningkatan Tata Kelola
Penyempurnaan Sistem informasi debitur »» Penyusunan Ketentuan Internal sebagai antisipasi
yang pro Sustainable Finance terbitnya POJK tentang Taksonomi Hijau Indonesia
di tahun 2023
»» Menyelenggarakan FGD/workshop terkait
kebijakan sektoral berdasarkan pemetaan risiko
tinggi environmental dan social di tingkat
portofolio. Secara lengkap (referensi: SUSBA Sector)
»» Menyampaikan permohonan assessment
Sustainable Banking Assessment (SUSBA) untuk 8
(delapan) bank di setiap negara.
»» Penyampaian kinerja keuangan berkelanjutan di
public expose Triwulanan.
Aktivitas Pendukung Aktivitas Pendukung
A. Green Campaign A. Green Campaign
Menciptakan “Eco Lifestyle” dalam lingkungan »» Instalasi panel surya di 1 kantor Jaringan (Kantor
kantor Cabang Mataram) carry over dari 2022.
»» Penambahan mesin RVM minimal 27 titik di
seluruh Indonesia
»» Penyampaian inisiasi Program “penanaman pohon
untuk nasabah griya dan pegawai BSI”, total 5.000
pohon
»» Penyampaian inisiasi menu green activity dalam
BSI Mobile
»» Lanjutan Implementasi E-Doc di kantor pusat &
Outlet
B. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan B. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Menjalankan program BSI Integrated Socio-economic
Social Action dengan pendekatan untuk »» Penambahan Desa BSI minimal 5 (lima) lokasi
pengembangan diaspek socio-economic,
spiritual, people dan environment Spiritual
Maintenance dan Optimalisasi Masjid BSI Tebar
Hewan Qurban pada Momen Idul Adha 1443 H
People
Lanjutan implementasi program “BSI Scholarship”
(1.000 peserta)
Environment
Pengadaan 1 Electric Vehicle Charging di Masjid BSI
Charity
Pemberian donasi Socio Business Rp6 miliar.
2024 A. Pengembangan Produk dan/atau Jasa yang A. Pengembangan Produk dan/atau Jasa yang sesuai
sesuai Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)
(KKUB) »» Pembiayaan UMKM pada Desember 2024, minimal
»» Pembiayaan UMKM mencapai Rp54,19 Triliun
»» Green Financing (pada segmen wholesale) »» Green Financing (pada segmen wholesale), pada
»» Pendanaan dengan Sukuk Berkelanjutan Desember 2024 minimal mencapai Rp13 Triliun
»» Rasio Pembiayaan berkelanjutan terhadap Total
pembiayaan 24%
»» Penerbitan Sustainability Sukuk.
B. Pengembangan Kapasitas Internal Bank: B. Pengembangan Kapasitas Internal Bank:
»» Pelatihan mengenai Sustainable Finance »» Minimal 80% pegawai mendapat pelatihan
Awareness mengenai Sustainable Finance Awareness
»» Pelatihan untuk pegawai dan rekanan »» Minimal 30% pegawai unit bisnis & rekanan
(developer/nasabah) mengenai Mitigasi (developer/ nasabah) mengikuti pelatihan Mitigasi
Risiko Lingkungan Risiko Lingkungan
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 27
Page 29
02 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
PENJELASAN STRATEGI KEBERLANJUTAN
Tahun Target Kegiatan Prioritas Indikator Keberhasilan
C. Peningkatan Tata Kelola C. Peningkatan Tata Kelola
Review Tata Kelola terkait Sustainable Terlaksananya Review Tata Kelola Sustainable
Finance Finance
»» Update PTO TBDSP
»» Carbon tracking
»» ESG Rating
2024 Aktivitas Pendukung Aktivitas Pendukung
A. Green Campaign A. Green Campaign
Menciptakan “Eco Lifestyle” dalam lingkungan Terlaksananya 4 (empat) subprogram “Eco Lifestyle”
kantor »» Electric Vehicle
»» Penyediaan charging station
»» Green Building
»» Penanaman bibit pohon
B. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan B. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Menjalankan program BSI Integrated »» Socio-economic: Optimalisasi Desa BSI dan
Social Action dengan pendekatan untuk penambahan minimal 3 (tiga) Desa BSI
pengembangan di aspek socio-economic, »» Spiritual: maintenance dan pembangunan 1 masjid,
spiritual, people dan environment pengadaan mobil mushola
»» People: lanjutan BSI Scholarship
»» Environment: Optimalisasi program charity dan
environment.
2025 A. Pengembangan Produk dan/atau Jasa yang A. Pengembangan Produk dan/atau Jasa yang sesuai
sesuai Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)
(KKUB) »» Pembiayaan UMKM tumbuh sesuai target RBB
»» Pembiayaan UMKM 2025
»» Green Financing (pada segmen wholesale) »» Green Financing (pada segmen wholesale)
»» Menerbitkan Sukuk Subordinasi tumbuh sesuai target RBB
»» Sustainable financing ratio »» Menerbitkan sukuk subordinasi Rp 5-7,5 triliun
untuk modal tier 2
»» Sustainable financing ratio >25%
B. Pengembangan Kapasitas Internal Bank: B. Pengembangan Kapasitas Internal Bank:
- Pelatihan mengenai Sustainable Finance »» Minimal 90% pegawai mendapat pelatihan
Awareness mengenai Sustainable Finance Awareness
- Pelatihan untuk pegawai dan rekanan »» Minimal 50% pegawai unit bisnis & rekanan
(developer/nasabah) mengenai Mitigasi (developer/ nasabah) mengikuti pelatihan Mitigasi
Risiko Lingkungan Risiko Lingkungan
C. Peningkatan Tata Kelola C. Peningkatan Tata Kelola
Review Tata Kelola terkait Sustainable Finance Review Tata Kelola terkait Sustainable Finance
»» Mengikuti Sri Kehati Index
Aktivitas Pendukung Aktivitas Pendukung
A. Green Campaign A. Green Campaign
Menciptakan “Eco Lifestyle” dalam lingkungan Terlaksananya 4 (empat) subprogram “Eco Lifestyle”
kantor »» Electric Vehicle
»» Penyediaan charging station
»» Green Building
»» Penanaman 10.000 bibit pohon.
B. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan B. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Menjalankan program BSI Integrated »» Socio-economic: Optimalisasi Desa BSI dan
Social Action dengan pendekatan untuk penambahan minimal 3 (tiga) Desa BSI
pengembangan pada aspek socio-economic, »» Spiritual: maintenance dan pembangunan 1 (satu)
spiritual, people dan environment. masjid, pengadaan mobil mushola
»» People: lanjutan BSI Scholarship
»» Environment: Optimalisasi program charity dan
environment.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
28 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 30
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
PENJELASAN STRATEGI KEBERLANJUTAN
Tahun 2025 merupakan tahun kelima pelaksanaan Governance Review terkait implementasi
rencana jangka panjang BSI, dengan fokus Sustainable Finance.
pada sejumlah prioritas keberlanjutan. Prioritas
pertama mencakup pengembangan produk Pada kegiatan pendukung, BSI menjalankan
dan/atau jasa sesuai KKUB, melalui pembiayaan Green Campaign untuk membangun budaya
UMKM, penyaluran green financing pada segmen “Eco Lifestyle” di lingkungan kantor serta
wholesale, penerbitan Sukuk Subordinasi, serta melaksanakan tanggung jawab sosial dan
peningkatan rasio pembiayaan berkelanjutan. lingkungan melalui program BSI Integrated Social
Action yang mencakup aspek sosial-ekonomi,
Prioritas kedua berfokus pada peningkatan spiritual, masyarakat, dan lingkungan.
kapasitas internal, melalui pelatihan Sustainable
Finance Awareness serta pelatihan mitigasi Pencapaian target keberlanjutan pada tahun 2025
risiko lingkungan bagi pegawai dan mitra yang tertuang di dalam RAKB adalah sebagai
seperti developer dan nasabah. Selain itu, BSI berikut:
juga melanjutkan penguatan tata kelola melalui
Kategori Capaian Tahun 2025
A. Pengembangan Produk dan/ •• Pembiayaan hijau tumbuh 10,6%.
atau Jasa yang Memenuhi •• Portofolio sosial tumbuh 11,1%.
Kriteria KKUB
•• Jumlah pembiayaan berkelanjutan tumbuh 11,2%.
•• Penerbitan Sustainability Sukuk sebesar Rp5 triliun untuk penguatan modal Tier 2.
•• Pengembangan produk ESG Mutual Fund.
B. Pengembangan Kapasitas •• 90% pegawai menerima pelatihan Sustainable Finance Awareness.
Internal Bank •• 100% Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah, telah mengikuti
pelatihan Sustainable Finance Awareness.
C. Peningkatan Tata Kelola •• Pemutakhiran Industry Acceptance Criteria (IAC).
•• Melakukan climate risk stress testing pada 100% portofolio BSI.
•• ESG Risk Rating – Medium Risk.
•• Menerbitkan Impact Report ESG Sukuk.
Kegiatan Pendukung – A. Green •• Mengadakan 12 kali kampanye Signature Campaign - BSI Sustainable Movement.
Campaign •• Menyediakan dan mengimplementasikan Digital Carbon Tracking.
•• Menyelesaikan penyusunan Roadmap Net Zero Emission (NZE) sesuai arahan
Direksi.
•• Menambah 1 Unit Green Building Gold Certified, yaitu BSI Tower Jakarta.
•• Menambah 24 unit kendaraan listrik (electric vehicle).
•• Menambah 7 unit charging station di BSI Tower dan Area Saharjo-Hasanuddin.
•• Menambah panel surya di 8 Outlet BSI dan 3 Desa Binaan BSI.
•• Menanam 15.000 pohon melalui program 1 Home 1 Tree (BSI Griya).
•• Mengimplementasikan Kartu Syariah Ramah Lingkungan.
•• Menyalurkan beasiswa Sustainability on Campus kepada 8 mahasiswa dari 7
universitas.
•• Menyelenggarakan Green Business Culture sebanyak 19 kali.
Kegiatan Pendukung – B. •• Menuntaskan asesmen ISO 26000 dan perhitungan SROI pada 3 titik UMKM
Tanggung Jawab Sosial dan mustahik dan 3 titik desa binaan BSI.
Lingkungan •• Mengembangkan 3 Desa BSI tambahan, yaitu Desa di Makassar, Labuan Bajo, dan
Sabang, Aceh.
•• Meluncurkan Program BSI Scholarship 2025.
•• Melaksanakan optimalisasi distribusi zakat di 10 Kantor Wilayah BSI.
•• Mengimplementasikan Pilot Project Green Zakat di Pulau Sanane, Makassar.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 29
Page 31
02 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
PENJELASAN STRATEGI KEBERLANJUTAN
Desember 2025
Jumlah dan Kualitas Pembiayaan berdasarkan Nominal
Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (Dalam Jutaan Rupiah)
a. Energi terbarukan 710
b. Efisiensi Energi -
c. Pencegahan dan pengendalian Polusi -
d. Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan Lahan yang 5.777
Berkelanjutan
e. Konservasi Keanekaragaman Hayati Darat dan Air -
f. Transportasi Ramah Lingkungan 948
g. Pengelolaan Air dan Air Limbah yang Berkelanjutan 91
h. Adaptasi Perubahan Iklim -
i. Produk yang dapat Mengurangi Penggunaan Sumber Daya dan Menghasilkan 6.442
Lebih Sedikit Polusi (Eco-Efficient)
j. Bangunan Berwawasan Lingkungan yang Memenuhi Standar atau Sertifikasi 101
yang Diakui Secara Nasional, Regional, atau Internasional
k. Kegiatan Usaha dan/atau Kegiatan Lain dari Kegiatan Usaha Berwawasan 1.588
Lingkungan Lainnya
l. Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial 58.265
STRATEGI DALAM PENGELOLAAN lingkungan, serta instrumen pasar modal
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT berkelanjutan seperti sustainability sukuk.
KEBERLANJUTAN Peluang ini dapat mendorong pertumbuhan
[IFRS S1-STRATEGY, IFRS S2-STRATEGY, IFRS S1-METRIC
AND TARGET, IFRS S2-METRIC AND TARGET, IFRS S1-RISK pendapatan pembiayaan dan fee based income,
MANAGEMENT, IFRS S2-RISK MANAGEMENT] [GRI 201-2] sekaligus memperkuat daya saing jangka
panjang Bank. Sejalan dengan itu, BSI terus
Dalam menetapkan arah strategisnya, BSI turut mengembangkan metodologi dan sistem untuk
memperhitungkan berbagai risiko dan peluang menilai dampak finansial dari risiko dan peluang
keberlanjutan, termasuk yang berkaitan dengan iklim secara lebih kuantitatif, selaras dengan
perubahan iklim. Pengelolaan risiko iklim ketentuan regulator dan standar internasional.
diintegrasikan ke dalam sistem manajemen risiko
Bank, dimulai dari proses identifikasi risiko dan Strategi yang tercantum dalam ESG Roadmap
peluang iklim, dilanjutkan dengan pengukuran dan RAKB disusun berdasarkan identifikasi risiko
menggunakan metrik untuk risiko fisik dan peluang keberlanjutan tersebut. Untuk
maupun transisi. BSI kemudian menilai potensi mendukung proses ini, BSI telah membentuk
dampaknya terhadap kondisi finansial, serta ESG Working Group pada tahun 2024 di bawah
melakukan evaluasi untuk menentukan langkah- koordinasi Risk Management Committee (RMC).
langkah strategis dalam mengelola konsekuensi ESG Working Group berperan memberikan
dari risiko iklim tersebut. Risiko dan peluang dukungan analitis dan rekomendasi kepada RMC
keberlanjutan, termasuk aspek perubahan iklim dalam merumuskan berbagai usulan kebijakan
serta pengaruhnya terhadap model bisnis, rantai yang kemudian dibahas dan diputuskan dalam
nilai, strategi, dan posisi keuangan pada tahun rapat komite.
2025 dapat dilihat secara rinci pada bagian
Memperkuat Tata Kelola BSI pada Risiko dan Sejak penyusunan RAKB dimulai, BSI telah
Peluang Terkait Iklim. menyesuaikan model bisnis dengan memperkuat
pembiayaan UMKM, meningkatkan porsi
Selain menghadapi berbagai risiko, BSI juga pembiayaan berkelanjutan, serta menerbitkan
melihat peluang yang lahir dari transisi menuju Sustainability Sukuk. Pengembangan kapasitas
ekonomi rendah karbon, seperti meningkatnya internal juga menjadi bagian dari penyesuaian
kebutuhan pembiayaan hijau, proyek energi tersebut agar seluruh proses dan SDM selaras
terbarukan, pengembangan gedung ramah dengan arah keberlanjutan Bank.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
30 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 32
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
POLICY COMMITMENT
[GRI 2-23, GRI 2-24, FS9]
Dalam menjalankan operasionalnya, BSI selalu 12. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 8
memastikan kepatuhan terhadap seluruh Tahun 2023 tentang Penerapan Program Anti
ketentuan hukum yang berlaku, baik di tingkat Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan
nasional maupun internasional. Sejumlah regulasi Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan
nasional yang menjadi dasar penyelenggaraan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal di Sektor
kegiatan usaha BSI antara lain sebagai berikut: Jasa Keuangan.
1. Undang-undang Republik Indonesia No. 8 13. Peraturan Bank Indonesia No. 3 Tahun
Tahun 1999 tentang Pelindungan Konsumen 2023 tentang Pelindungan Konsumen Bank
berikut segala perubahannya. Indonesia.
2. Undang-undang Republik Indonesia No. 14. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor
21 tanggal 16 Juli 2008 tentang Perbankan 30/SEOJK.07/2017 tentang Pelaksanaan
Syariah berikut segala perubahannya. Edukasi dalam rangka meningkatkan Literasi
3. Undang-undang Republik Indonesia No. 4 Keuangan kepada Konsumen dan/atau
Tahun 2023 Tentang Pengembangan dan Masyarakat.
Penguatan Sektor Keuangan. 15. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 7/
4. Peraturan Presiden Nomor 111 tahun 2022 SEOJK.07/2015 tentang Pedoman Penilaian
tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa di
Pembangunan Berkelanjutan. Sektor Jasa Keuangan.
5. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 2 Tahun 16. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.
2024 tentang Penerapan Tata Kelola Syariah 13/SEOJK.07/2014 tentang Perjanjian Baku
Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha berikut segala perubahannya.
Syariah. 17. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/
6. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/ SEOJK.07/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan
POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Layanan Pengaduan Konsumen di sektor Jasa
Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Keuangan.
Emiten, dan Perusahaan Publik. 18. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 3/
7. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 18/ SEOJK.03/2021 Tahun 2021 tentang Pelaporan
POJK.07/2018 tentang Layanan Pengaduan dan Permintaan Informasi Debitur Melalui
Konsumen di Sektor Jasa Keuangan, Sistem Layanan Informasi Keuangan.
sebagaimana telah diubah sebagian oleh 19. Bye Laws 2023 tentang Penanganan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 22 Penundaan Transaksi Transfer Dana Antar
Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen Bank.
dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan. 20. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor
8. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 61/ 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan
POJK.07/2020 Tahun 2020 tentang Lembaga Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan
Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional.
Keuangan. 21. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
9. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 65/ 18 Tahun 2023 tentang Penerbitan dan
POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Persyaratan Efek Bersifat Utang dan Sukuk
Risiko Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Berlandaskan Keberlanjutan.
Usaha Syariah.
10. Peraturan Anggota Dewan Gubernur No. 20 Selain berpedoman pada regulasi nasional,
Tahun 2023 tentang Tata Cara Pelaksanaan Perseroan juga mengikuti berbagai ketentuan
Pelindungan Konsumen Bank Indonesia. internasional, termasuk United Nations (UN)
11. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 31/ Guiding Principles on Business and Human
POJK.07/2020 tentang Penyelenggaraan Rights, United Nations Framework Convention
Layanan Konsumen dan Masyarakat di Sektor on Climate Change (UNFCCC), serta International
Jasa Keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan, Labour Organization (ILO) Declaration on
sebagaimana telah diubah oleh Peraturan Fundamental Principles and Rights at Work yang
Otoritas Jasa Keuangan No. 22 Tahun 2023 telah diratifikasi ke dalam peraturan nasional.
tentang Pelindungan Konsumen dan Perseroan juga merujuk pada Undang-undang
Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan. Nomor 16 Tahun 2016 mengenai Pengesahan Paris
Agreement to the United Nations Framework
Convention on Climate Change.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 31
Page 33
02 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
POLICY COMMITMENT
Di samping itu, BSI memastikan bahwa kegiatan operasionalnya sejalan dengan standar internasional,
yang tercermin dari perolehan berbagai sertifikasi ISO berikut:
Masa Berlaku
Sertifikasi
Sejak Sampai
ISO/IEC 27001:2022 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi 24 Maret 2024 23 Maret 2027
ISO 22301:2019 tentang Business Continuity Management System 5 Juni 2023 4 Juni 2026
ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu 4 Februari 2023 3 Februari 2027
Sebagai wujud kepatuhan terhadap berbagai ketentuan hukum yang berlaku, BSI telah menetapkan
sejumlah kebijakan internal yang disusun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang relevan.
Kebijakan ini memastikan bahwa operasional BSI tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat
serta menyediakan mekanisme penyelesaian apabila risiko tersebut muncul.
Kebijakan tersebut dilengkapi dengan pelaksanaan uji tuntas dan penerapan prinsip kehati-hatian.
Prinsip ini juga tercermin dalam Kebijakan Manajemen Risiko BSI, yang menegaskan bahwa setiap
transaksi dan aktivitas operasional diawasi serta dikendalikan secara ketat.
Kebijakan internal dan proses uji tuntas yang diterapkan BSI adalah sebagai berikut:
Kebijakan Uji Tuntas Penanggung Jawab Tanggal Terbit Terakhir
Kebijakan Tata Kelola ISO 37301:2021 tentang 1. Policy & Procedure Group 7 Juli 2025
Sistem Manajemen 2. Compliance & Anti Money
Kepatuhan tersertifikasi Laundering (AML) –
pada ruang lingkup Anti Countering – Countering
Money Laundering & Financing of Terorism (CFT)
Countering Financing of Group (CAC)
Terorism
Kebijakan Manajemen Laporan Tingkat Kesehatan Enterprise Risk Management 9 Desember 2024
Risiko Bank dan Profil Risiko Group
Kebijakan Sistem Pelaksanaan audit Satuan Unit Kerja Audit 19 September 2025
Pengendalian Intern (KSPI)
Kebijakan Anti-Fraud Laporan Anti-Fraud yang IT Fraud & Risk Group 7 Agustus 2025
disampaikan ke OJK
pada setiap semester,
ISO 37001:2016 tentang
Sistem Manajemen Anti-
Penyuapan (Anti-Bribery
Management System/
ABMS)
Kebijakan Dana dan Jasa Survei kepuasan nasabah 1. Retail Deposit Solution 23 September 2025
Group
2. Wealth Management
Group
3. Institutional Banking Group
Kebijakan Teknologi ISO/IEC 27001:2022 tentang IT Strategic Planning Group 22 Juli 2024
Informasi Sistem Manajemen
Keamanan Informasi
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
32 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 34
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
POLICY COMMITMENT
Kebijakan Uji Tuntas Penanggung Jawab Tanggal Terbit Terakhir
Kebijakan Treasury Evaluasi berkala 1. Treasury & Global Market 4 Juli 2025
Group,
2. International &
Financial Institution Group
Kebijakan Hukum, ISO 37001:2016 tentang 1. Compliance Group, 9 Mei 2025
Kepatuhan, Anti Pencucian Sistem Manajemen Anti- 2. Legal Group,
Uang, Pencegahan Penyuapan (Anti-Bribery 3. Anti Money Laundering
Pendanaan Te r o r i s m e Management System/ – Countering Financing
dan Pencegahan ABMS) of Terrorism (AML - CFT)
Pendanaan Proliferasi Group
Senjata Pemusnah Massal
(APU, PPT dan PPPSPM)
Kebijakan Pembiayaan Evaluasi berkala 1. Consumer Business 1 Group 5 November 2025
2. Consumer Business 2
Group
3. Card Business Group
4. Gold & Pawning Business
Group
5. Small Medium Enterprise
(SME) Business Group
6. Micro Business Group
7. Transaction Banking
Wholesale
8. Corporate Business 1 Group
9. Corporate Business 2 Group
10. Corporate Business 3 Group
11. Corporate Finance &
Solution Group
12. Commercial Business 1
Group
13. Commercial Business 2
Group
14. Bullion Business Group
Kebijakan Penyertaan Evaluasi berkala Corporate Development Office 23 Mei 2025
Modal dan Pengelolaan
Perusahaan Anak
Kebijakan Human Capital Improvement survei Human Human Capital Strategy & 12 Desember 2025
Capital Policy Policy Group
Kebijakan Akuntansi Pelaksanaan audit Corporate Finance & 28 Juli 2025
Accounting Group
Kebijakan Internal Audit Pelaksanaan audit internal Wholesale & Corporate Center 29 Agustus 2025
Audit Group
Kebijakan Operasional Evaluasi berkala 1. Procurement & Fixed 28 Agustus 2025
yang di dalamnya Asset Group
mencakup pengaturan 2. Customer Care Group
mengenai: 3. Strategic Planning &
a. Prinsip Kehati-hatian Performance Management
b. Pengadaan dan Group
pengelolaan aset 4. Corporate Secretary Group
c. Layanan dan Kerja sama 5. Data Protection Group
dengan pihak ketiga 6. Compliance Group
d. Pengelolaan Anggaran
e. Tata Kelola
Kesekretariatan
f. Pelindungan Data
Pribadi
g. Pemenuhan Prinsip
Syariah
h. Pelindungan dan
Pengaduan Nasabah.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 33
Page 35
02 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
POLICY COMMITMENT
Dalam hal pemenuhan dan penegakan hak Sebagai bagian dari penguatan implementasi,
asasi manusia, BSI telah menerapkan PTO terkait Bank juga menyelenggarakan kegiatan
Pedoman Saling Menghargai Sesama Pegawai di refreshment dan kuis untuk mengukur tingkat
Lingkungan Kerja (RWP). Pedoman ini menjadi pemahaman Pegawai terhadap ketentuan internal
acuan bagi seluruh insan BSI untuk menciptakan serta meningkatkan awareness atas kebijakan
lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi, yang berlaku. Terkait aspek keberlanjutan, PPG
kekerasan, dan pelecehan, serta membangun berkoordinasi dengan unit bisnis dan fungsi
budaya kerja yang inklusif, menghargai ESG menyelenggarakan KSF bertema “BebKu –
keberagaman dan kesetaraan, termasuk bagi Belajar ESG Bareng Aku” yang diikuti oleh seluruh
pegawai berkebutuhan khusus, sebagai bagian Pegawai Kantor Pusat dan Jaringan.
dari komitmen BSI dalam menjunjung tinggi
hak asasi manusia. Sepanjang tahun 2025, tidak Pada tahun 2025, Bank melakukan pembaruan
terdapat pelanggaran HAM dalam seluruh Kebijakan Tata Kelola Perusahaan yang berlaku
aktivitas operasional BSI. efektif 7 Juli 2025, yang mencakup penguatan
prinsip dan penerapan keuangan berkelanjutan
Seluruh kebijakan telah disahkan oleh Direksi serta tata kelola ESG, termasuk pengaturan
dan diberlakukan sesuai lingkupnya. Kebijakan Sustainability of Sharia Banking Principles
tertentu seperti Kebijakan Manajemen Risiko yang terdiri atas tujuh aspek, yaitu Syariah,
dan Kebijakan Anti-Fraud disosialisasikan secara Nasabah, Strategi Bisnis, Operasional Perbankan,
terbuka melalui situs resmi Bank www.bankbsi. Manajemen Risiko, Sumber Daya Manusia, dan
co.id. Sementara itu, kebijakan yang bersifat Pengembangan Masyarakat. Selain itu, Bank juga
internal disampaikan melalui New Policy System mengatur ketentuan Keuangan Berkelanjutan
(NPS) yang dapat diakses oleh seluruh jaringan pada Standar Prosedur Operasional (SPO)
internal BSI. Untuk kebijakan yang ditujukan Keuangan Berkelanjutan yang berlaku efektif 31
kepada mitra bisnis namun tidak dipublikasikan Juli 2025.
di situs resmi, sosialisasi dilakukan melalui
pertemuan dan dituangkan dalam dokumen Dalam rangka memperkuat integrasi keberlanjutan
kontrak kerja. ke dalam manajemen risiko, selama tahun 2025
Bank melakukan pemutakhiran ketentuan
Kebijakan-kebijakan tersebut kemudian yang memuat aspek keberlanjutan, antara lain
dijabarkan ke dalam Standar Prosedur Operasional melalui SPB Portfolio Guideline, yang mencakup
serta Petunjuk Teknis Operasional sebagai peninjauan limit portofolio pembiayaan sektor
panduan kerja bagi seluruh pegawai. Untuk brown dengan mempertimbangkan realisasi
memastikan implementasi yang optimal, BSI juga bauran Energi Baru Terbarukan (EBT), reklasifikasi
menyelenggarakan pelatihan yang diperlukan sektor industri internal dengan mengacu pada
agar seluruh kebijakan dapat dipahami dan Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan khususnya
diterapkan secara konsisten. Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan, serta
penetapan parameter Portfolio Green Financing
Sepanjang tahun 2025, Bank memastikan yang selaras dengan kebijakan OJK, prinsip Do No
seluruh komitmen kebijakan dipublikasikan Significant Harm (DNSH), dan Exclusion List Bank.
dan diperbarui secara berkala sesuai dengan
SPP Pembuatan Kebijakan dan Prosedur, yang Selain itu, Bank memperkuat penerapan Industry
mewajibkan peninjauan kebijakan sekurang- Acceptance Criteria dengan menetapkan aspek
kurangnya satu kali dalam satu tahun atau setiap lingkungan sebagai salah satu critical factor dalam
saat apabila diperlukan. Fungsi Policy & Procedure proses seleksi calon nasabah. Pada kebijakan
Group (PPG) sebagai pengelola kebijakan pembiayaan masing-masing segmen, penilaian
melakukan sosialisasi atas setiap perubahan risiko pembiayaan dilakukan secara kuantitatif dan
ketentuan Bank kepada seluruh unit terkait kualitatif, termasuk asesmen risiko lingkungan
melalui mekanisme resmi, antara lain email blast dan sosial melalui kepemilikan dokumen AMDAL/
dalam bentuk infografis dan Executive Summary UKL-UPL/SPPKL, analisis dampak lingkungan,
serta pelaksanaan Knowledge Sharing Forum serta keamanan lokasi usaha atau proyek.
(KSF), Refreshment dan Quiz guna memastikan
kebijakan dapat dipahami dan diterapkan secara
konsisten dalam operasional harian.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
34 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 36
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
PROSES UNTUK
MEMULIHKAN DAMPAK NEGATIF
[GRI 2-25, 418-1]
Salah satu potensi dampak negatif dari aktivitas Dalam meningkatkan efektivitas mekanisme
operasional BSI adalah kemungkinan terjadinya pemulihan dampak negatif, BSI melibatkan para
kesalahan atau kelalaian dalam pemrosesan pemangku kepentingan sebagai pengguna
Data Pribadi nasabah. Untuk mengantisipasi hal utama sistem pengaduan melalui survei kepuasan,
tersebut, BSI telah menetapkan Kebijakan Privasi umpan balik pelapor, dan evaluasi tren pengaduan
PT Bank Syariah Indonesia Tbk yang mengatur untuk meninjau dan menyempurnakan desain
ketentuan mengenai perolehan, pengumpulan, serta operasional mekanisme pengaduan.
pemrosesan, penyimpanan, pembaruan, Efektivitas mekanisme tersebut dipantau melalui
penyajian, pengumuman, transfer, distribusi, indikator seperti ketepatan waktu penyelesaian,
pengungkapan, hingga penghapusan Data tingkat kepatuhan terhadap SLA, kualitas tindak
Pribadi nasabah, baik melalui sistem elektronik lanjut, dan tingkat penyelesaian kasus.
maupun non-elektronik.
Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat pengaduan
Kebijakan Privasi tersebut disusun sebagai upaya maupun insiden baru yang berkaitan dengan
melindungi seluruh informasi nasabah, termasuk kehilangan Data Pribadi nasabah atau
Data Pribadi yang dapat mengidentifikasi pelanggaran privasi nasabah di Bank Syariah
individu secara langsung maupun tidak langsung. Indonesia (BSI). Dengan demikian, tidak terdapat
Di dalamnya juga diatur hak nasabah, termasuk tindakan kompensasi atau perbaikan yang perlu
hak untuk mengajukan ganti rugi secara materiil dilakukan terkait perlindungan data dan privasi
maupun non-materiil apabila terjadi pelanggaran nasabah pada periode pelaporan.
akibat kesalahan atau kelalaian BSI dalam
memproses Data Pribadi.
Pemulihan atas dampak negatif dilakukan
melalui berbagai saluran pengaduan seperti BSI
Call 14040, mobile banking, email contactus@
bankbsi.co.id, serta kantor cabang dan kantor
pusat. Penanganan pengaduan mengacu pada
SPO Pelindungan dan Pengaduan Nasabah,
sehingga 85,59% pengaduan pada tahun 2025
dapat diselesaikan dalam waktu maksimal empat
hari kerja, lebih cepat dari Service Level Agreement
(SLA) yang ditetapkan regulator. Pemantauan
menunjukkan bahwa sistem pengaduan BSI
mampu menyelesaikan kasus secara tepat waktu,
terlihat dari penyelesaian 100% pengaduan sesuai
SLA serta meningkatnya tingkat kepuasan pelapor.
Setiap pengaduan diproses melalui mekanisme
tiket bernomor untuk memastikan pemantauan
yang transparan hingga penyelesaiannya.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 35
Page 37
03
03 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
IKHTISAR KINERJA
KEBERLANJUTAN
[OJK B]
Ikhtisar ini merefleksikan perjalanan Perseroan dalam
mewujudkan komitmen keberlanjutan sepanjang
tahun. Setiap capaian merupakan hasil dari ikhtiar
berkelanjutan untuk memberikan dampak yang bernilai
bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui proses ini,
pertumbuhan tidak hanya diukur dari kinerja, tetapi
juga dari kebermanfaatan.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
36 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 38
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA ASPEK EKONOMI [OJK B.1]
Pertumbuhan
Uraian Satuan 2023 2024 2025
2025 (YoY)
Dalam Miliar
Total Pembiayaan 240.316 278.481 318.844 14,49%
Rupiah
- Pembiayaan pada Retail Dalam Miliar
42.258 49.380 52.258 5,83%
Banking Rupiah
- Pembiayaan pada Dalam Miliar
67.511 77.218 90.800 17,59%
Wholesale Banking Rupiah
- Consumer, Gold Business & Dalam Miliar
130.547 151.883 175.787 15,74%
Card Rupiah
Dalam Miliar
Dana Pihak Ketiga 293.776 327.454 380.488 16,20%
Rupiah
Pendapatan Pengelolaan Dalam Miliar
22.252 25.298 28.265 11,73%
Dana Sebagai Mudharib Rupiah
Dalam Miliar
Pendapatan Usaha Lainnya 4.204 5.556 6.937 24,84%
Rupiah
Dalam Miliar
Laba Bersih 5.704 7.006 7.568 8,02%
Rupiah
Total Penerima Manfaat Individu 333.000 1.544.913 1.286.519 (20%)
Implementasi Program Sosial
Perusahaan Lembaga 1.019 2.255 1.799 (31%)
Penyaluran Implementasi Dalam Miliar
286,62 385,37 400 30,9%
Program Sosial Perusahaan Rupiah
Penyaluran Zakat Perusahaan
Dalam Miliar
dan Pegawai BSI kepada 223 268,6 289,4 16%
Rupiah
BAZNAS RI
Pembiayaan sesuai Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)*
Dalam Miliar
Portofolio Pembiayaan Hijau 12.235 14.084 15.657 11,2%
Rupiah
Dalam Miliar
Portofolio Pembiayaan Sosial 45.469 52.415 58.265 11,16%
Rupiah
Dalam
Pemasok/ 701 413 337 (18,40%)
Total Pemasok dalam Negeri Vendor
% 99,43 99,04 98,81% 0,23%
Keterangan: * Pembiayaan KKUB merupakan Produk Ramah Lingkungan Bank
Sustainability Sukuk Dalam Rupiah
Sustainability Sukuk Tahap 1 Sustainability Sukuk Tahap 2
2025 Rp
3.000.000.000.000 2025 Rp
5.000.000.000.000
Total Rp
8.000.000.000.000
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 37
Page 39
03 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA ASPEK EKONOMI
Pembiayaan Sesuai Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)
Dalam Miliar Rupiah
Pembiayaan Hijau (KUBL)
Energi Terbarukan Pengelolaan Sumber Daya Alam Transportasi Ramah Lingkungan
Hayati dan Penggunaan Lahan
yang Berkelanjutan
2025 Rp
710 2025 Rp
5.777 2025 Rp
948
16,67% 15,85% 199,27%
Pengelolaan Air dan Air Limbah Produk yang Dapat Mengurangi Bangunan Berwawasan Lingkungan
yang Berkelanjutan Penggunaan Sumber Daya dan yang Memenuhi Standar atau
Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi Sertifikasi yang Diakui Secara
(Eco-Efficient) Nasional, Regional, atau Internasional
2025 Rp
91 2025 Rp
6.442 2025 Rp
101
0,25% 10,83% 24,37%
Kegiatan Usaha dan/ atau Kegiatan Total Green Financing (KUBL)
Lain dari Kegiatan Usaha Berwawasan
Lingkungan Lainnya
2025 Rp
1.588 2025 Rp
15.657
520,09% 11,17%
Pembiayaan Sosial (KUBS) Dalam Miliar Rupiah
Pembiayaan UMKM Total Pembiayaan Sosial (KUBS) ESG Financing/Pembiayaan
Berkelanjutan (KKUB)
2025 52.578
Rp 2025 58.265
Rp 2025 Rp
73.922
0,31% 11,16% 11,16%
BSI Agen
Jumlah Agen (agen) Jumlah Transaksi (Juta kali) Nilai Transaksi (triliun rupiah)
2023 2024 2025 2023 2024 2025 2023 2024 2025
86.200 119.295 126.916 19,6 26,9 30,7 43,80 59,02 75,25
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
38 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 40
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA ASPEK LINGKUNGAN HIDUP [OJK B.2]
Pembiayaan Sesuai Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)
Penggunaan Listrik (kWh) Penggunaan Air (m3) Pelestarian Keanekaragaman Hayati
(Pohon)
2023 2024 2025 2023 2024 2025 2023 2024 2025
2.117.285** 80.779.932* 86.473.880* 1.824** 48.401* 109.488 39.329 50.000 65.000
Penggunaan BBM (Liter) Penggunaan lampu LED (%) Keterangan:
* Data Penggunaan BBM, Listrik dan Air di tahun 2024
mencakup seluruh wilayah operasional BSI. Sampai
dengan tahun 2024, BSI belum melakukan perhitungan
atas limbah yang dihasilkan.
2023 2024 2025 2023 2024 2025
** Data tahun 2023 hanya mencakup wilayah Kantor Pusat
The Tower. Sampai dengan tahun 2024, BSI belum
281.983** 7.112.582* 7.780.884* 100 100 100 melakukan perhitungan atas limbah yang dihasilkan.
Reverse Vending Machine (RVM) & Infrastruktur Hijau
70 unit di 27.198 kg 143,99 ton Co2eq
90 titik lokasi Reduksi Sampah Plastik Reduksi Jejak Karbon
Kendaraan Listrik
2 Green Building Gold 8 Solar Panel di Outlet BSI
144 Kendaraan Listrik
Certified, Landmark BSI
Aceh dan BSI Tower Jakarta
3 Solar Panel di Desa
Binaan BSI (120 motor dan 24 mobil)
Water Station Bank Syariah Indonesia (BSI)
Berkontribusi mengurangi sampah
10 Fasilitas 330.194
air minum kemasan sebanyak
Air Minum Gratis Air Minum dalam Liter 550.323 botol plastik
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 39
Page 41
03 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA ASPEK SOSIAL [OJK B.3]
Dampak Positif
Turnover Pegawai (Persentase) Jam Pelatihan (Jam)
2023 3,77 2023 1.392.792
2024 3,21 2024 258.103
2025 5,09 2025 1.182.406
Biaya Pelatihan (miliar rupiah) Komposisi Pegawai
Penyandang Disabilitas (Orang)
2023 90,64 2023 7
2024 141,59 2024 7
2025 140.22 2025 1
Survei Kepuasan Nasabah (%) UMKM Binaan (UMKM)
2023 60,60 (Rationally Royal) 2023 3.009
2024 64,91 (Engaged) 2024 4.478
2025 66,5 (Engaged) 2025 5.251
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
40 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 42
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA ASPEK SOSIAL
Dampak Negatif
Sebagaimana dijelaskan pada bagian Pemulihan Dampak Negatif dalam laporan ini, kegiatan
operasional BSI dapat menimbulkan risiko kesalahan atau kelalaian dalam pemrosesan Data
Pribadi nasabah. Untuk mengantisipasi hal tersebut, BSI telah menetapkan Kebijakan Privasi
PT Bank Syariah Indonesia Tbk yang mengatur ketentuan mengenai perolehan, pengumpulan,
pemrosesan, penyimpanan, pembaruan, penyajian, pengumuman, transfer, distribusi,
pengungkapan, hingga penghapusan atau pemusnahan data nasabah, termasuk Data Pribadi,
melalui sistem elektronik maupun non-elektronik.
Selain itu, potensi keluhan juga dapat muncul ketika nasabah belum sepenuhnya memahami
produk atau layanan yang ditawarkan Bank. Untuk memastikan perlindungan nasabah, BSI
menerapkan Kebijakan Pelindungan dan Pengaduan Nasabah yang mengatur bahwa hak-
hak nasabah harus menjadi bagian penting dalam setiap proses pemasaran dan penyediaan
layanan. Hak-hak tersebut mencakup:
1. Hak untuk mendapatkan penjelasan dari Bank mengenai istilah, frasa, dan/atau kalimat
yang mudah dimengerti mengenai produk dan layanan Bank.
2. Hak untuk mendapatkan informasi baik mengenai produk dana dan jasa yang diterbitkan
Bank maupun produk dan jasa pihak lain yang dipasarkan melalui Bank.
3. Hak untuk mendapatkan informasi apabila terdapat perubahan, penambahan dan atau
pengurangan yang dilakukan pada fitur produk dan jasa layanan Bank maupun pihak lain
yang dipasarkan melalui Bank.
4. Hak untuk mengetahui karakteristik produk dana dan jasa Bank atau pihak lain secara
memadai terutama mengenai manfaat, risiko dan biaya-biaya serta perhitungan nisbah/
bagi hasil yang melekat pada produk dan jasa tersebut; serta hak untuk mengetahui
jaminan terhadap produk dan layanan yang ditawarkan Bank.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 41
Page 43
04
04 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
PROFIL
PERUSAHAAN
[OJK C]
Bab ini
menggambarkan
identitas Perseroan,
arah usaha, serta
peran kami dalam
memberikan nilai bagi
masyarakat. Sebagai
lembaga keuangan
syariah, kami
menjunjung tinggi
prinsip keadilan,
kebermanfaatan,
dan tanggung
jawab. Fondasi inilah
yang membentuk
perjalanan
dan komitmen
keberlanjutan kami.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
42 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 44
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
VISI, MISI, DAN
NILAI KEBERLANJUTAN
[OJK C.1]
VISI BSI
Menjadi Top 10 bank syariah global berdasarkan
kapitalisasi pasar dalam waktu 5 tahun.
VISI KEBERLANJUTAN
The Best Global Islamic Bank Based on
Implementation of Sustainable Finance.
MISI
MISI BSI
KEBERLANJUTAN
1. Memberikan akses solusi BSI juga telah mengembangkan misi implementasi
keuangan Syariah di keuangan berkelanjutan yang selaras dengan misi
Indonesia. BSI yaitu:
2. Menjadi bank besar yang 1. Memberikan akses keuangan berkelanjutan di
memberikan nilai terbaik Indonesia dengan produk dan layanan yang
bagi para pemegang sesuai dengan kebutuhan nasabah.
saham. 2. Menjadi bank yang memberikan nilai terbaik
3. Menjadi perusahaan pilihan bagi para pemegang saham melalui kontribusi
dan kebanggaan para terhadap ekonomi, sosial dan lingkungan.
talenta terbaik Indonesia. 3. Menjadi perusahaan yang memberdayakan
seluruh pegawai agar memiliki kesadaran dan
perhatian dalam menerapkan prinsip keuangan
berkelanjutan pada operasional perbankan.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 43
Page 45
04 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
VISI, MISI, DAN NILAI KEBERLANJUTAN
NILAI KEBERLANJUTAN
Keberlanjutan telah menjadi salah satu fokus kesetaraan, dan inklusivitas (diversity,
utama bagi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). equality, inclusivity/DEI) di lingkungan kerja.
Sebagai perbankan berbasis syariah, sudah Pencapaian target Net Zero Emission juga
menjadi kewajiban bagi kami untuk menjaga didukung program digital transformation
lingkungan dan memberikan manfaat sosial yang sejalan dengan strategi BSI. Digital
demi masa depan. Hal ini sejalan dengan tranformation mengintegrasikan teknologi
Maqashid Syariah yang terdiri dari Hifdz Ad-Din digital ke dalam seluruh aspek operasional,
(memelihara agama), Hifdz An-Nafs (memelihara strategi, dan budaya organisasi untuk
jiwa), Hifdz Al’Aql (memelihara akal), Hifdz Al-Maal menciptakan nilai tambah, meningkatkan
(memelihara harta), Hifdz An-Nasb (memelihara efisiensi, dan memberikan pengalaman yang
keturunan), dan Hifdz Al-Bi’ah (memelihara lebih baik kepada pelanggan atau pemangku
lingkungan). Dalam implementasinya, kepentingan. BSI telah menerapkan
Pelindungan Data Pribadi (PDP) yang
BSI senantiasa berkomitmen dalam menjalankan mengacu pada Undang-undang No. 27 Tahun
kegiatan usaha yang bertanggung jawab serta 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi,
memberikan nilai tambah yang berkelanjutan Undang-undang No. 10 Tahun 1998 tentang
untuk kebaikan dunia dan akhirat. Internalisasi Perbankan, Undang- Undang No. 21 Tahun
Nilai Keberlanjutan BSI terwujud dalam 3 (tiga) 2008 tentang Perbankan Syariah beserta
Pilar Keberlanjutan, yakni: perubahannya, dan peraturan perundang-
undangan lainnya di bidang pelindungan Data
1. Pilar Sustainable Banking: Pribadi dan jasa keuangan, serta regulasi yang
Unique in Sustainable Product Innovation diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan dan/
Pada pilar pertama, BSI fokus dalam atau Bank Indonesia. Komitmen BSI dalam
menjalankan aktivitas bisnis Bank yang pengelolaan data nasabah juga tercermin dari
berkelanjutan dengan komitmen “Unique telah dimilikinya ISO/IEC 27001:2022 tentang
in Sustainable Product Innovation”. Hal ini Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
diwujudkan melalui integrasi aspek ESG pada
seluruh aktivitas bisnis BSI yang mencakup 3. Pilar Sustainable Beyond Banking:
pengelolaan aspek risiko dan aspek bisnis Leader In Ziswaf Ecosystem For Social
melalui pengembangan produk/layanan Impact To Achieve SDGs
keuangan dan pengelolaan portofolio yang Pada pilar ketiga, BSI memperluas komitmen
berkelanjutan termasuk membantu nasabah terhadap keberlanjutan dengan melakukan
dapat berperan dalam ekonomi rendah karbon penajaman kegiatan di luar bisnis inti
dan aktivitas bisnis yang berkelanjutan. perbankan dan operasional dalam aspek
sosial untuk meningkatkan skala ekonomi
2. Pilar Sustainable Operation: masyarakat melalui berbagai program
Net Zero Emission in Operation pemberdayaan dengan memberdayakan
Pilar ini merupakan bentuk dukungan BSI masyarakat serta komunitas dalam rangka
untuk menyelaraskan target Net Zero Emission mencapai sinergi antara pertumbuhan bisnis
Pemerintah Indonesia pada tahun 2060. dan kemaslahatan. Salah satu bentuk program
Pada pilar kedua, dalam rangka mendukung tersebut adalah dengan menyediakan titik
pencapaian salah satu target keberlanjutan akses melalui BSI Agen. BSI Agen merupakan
yaitu Net Zero Emission pada operasional, agen Laku Pandai atau Layanan Keuangan
BSI memastikan integrasi prinsip-prinsip ESG Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan
di seluruh kegiatan bisnis yang mencakup Inklusif. Terdapat 119 Kabupaten daerah
aspek kesadaran (awareness), operasional blankspot yang sudah dilayani oleh BSI Agen.
ramah lingkungan, penerapan teknologi Jumlah BSI Agen yang tersebar di seluruh
untuk menjaga pelindungan data pribadi daerah Indonesia pada tahun 2025 meningkat
nasabah, mitigasi risiko atas perubahan iklim, 5,98% dibandingkan dengan tahun 2024 yang
hingga pengelolaan sumber daya manusia jumlahnya sebanyak 119.295 agen.
(SDM) yang memperluas keberagaman,
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
44 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 46
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 45
Page 47
04 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
IDENTITAS PERUSAHAAN
[OJK C.2] [GRI 2-1, 2-6]
NAMA PERUSAHAAN [GRI 2-1] KEPEMILIKAN [GRI 2-1]
PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk Saham Seri A Dwiwarna:
Negara Republik Indonesia 1 Lembar
Saham Seri B Dwiwarna:
• PT Bank Mandiri (Persero) Tbk:
51,47%
• PT Bank Negara Indonesia
PENYESUAIAN NAMA PERUSAHAAN
(Persero) Tbk: 23,24%
PT BANK SYARIAH INDONESIA • PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk (Persero) Tbk: 15,38%
• Pemegang Saham Lainnya
(termasuk Publik): 9,91%
NAMA SINGKAT
BSI DASAR HUKUM PENDIRIAN
• Berita Negara RI No.43 – 28 Mei
1971-Tambahan No. 242.
• Berita Negara RI No. 85 - 23
Oktober 2009 - Tambahan No.
BIDANG USAHA [GRI 2-6]
26142.
Bank Umum Berdasarkan Prinsip • Berita Negara RI No. 96 - 1
Syariah Desember 2009 Tambahan No.
27908.
• Akta No. 8 - 8 Januari 2018 yang
dibuat oleh Notaris Fathia Helmi
S.H.
TANGGAL PENDIRIAN
• Akta No. 38 - 14 Januari 2021 yang
1 Februari 2021 dibuat oleh Notaris Jose Dima
Satria S.H., M.Kn.
BENTUK PERUSAHAAN MODAL DITEMPATKAN DAN
DISETOR PENUH
Perseroan Terbatas (PT) Terbuka
Rp23.064.630.069.000
MODAL DASAR KODE SAHAM
Rp40.000.000.000.000 BRIS
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
46 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 48
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
IDENTITAS PERUSAHAAN
IZIN USAHA [GRI 2-1] DATA JARINGAN KANTOR
• Surat Keputusan Gubernur Bank • 10 Kantor Wilayah
Indonesia No.10/67/KEP.GBI/ • 153 Kantor Cabang (KC)
DpG/2008 tanggal 16 Oktober 2008. • 1 Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN)
• Surat Keputusan Gubernur Bank • 896 Kantor Cabang Pembantu (KCP)
Indonesia No.11/63/KEP.GBI/ • 60 KCP Mobile (dhi: MKK)
DpG/2009 tanggal 15 Desember • 81 Kantor Fungsional (KF)
2009. • 28 Konter Layanan Priority
• Surat Keputusan Dewan • 756 Konter Layanan Gadai
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan • 6.000 Anjungan Tunai Mandiri (ATM)
No. 4/KDK.03/2021 tanggal
27 Januari 2021.
JUMLAH PEGAWAI [OJK C.3]
PENCATATAN DI BURSA EFEK 16.581 orang
INDONESIA per 31 Desember 2025
9 Mei 2018
AKSES INFORMASI [GRI 2-1]
SEKRETARIS PERUSAHAAN KANTOR PUSAT
Wisnu Sunandar Gedung The Tower
Email: Jl. Gatot Subroto No.27, Karet
corporate.secretary@bankbsi.co.i Semanggi, Setiabudi,
Jakarta Selatan, 12930,
Indonesia
Telepon : 021-30405999
INVESTOR RELATION Faks : (021) 30421888
Rizky Budinanda Website : www.bankbsi.co.id
Email: investor-relations@bankbsi.co.id Email : contactus@bankbsi.co.id
MEDIA SOSIAL
CALL CENTER @banksyariahindonesia, @lifewithbsi,
@BSIMobile
14040
1500789 (khusus melayani nasabah @bankbsi_id, @bsihelp
perusahaan dan institusi)
Bank Syariah Indonesia
Bank Syariah Indonesia
Catatan:
Informasi alamat kantor cabang dan kantor perwakilan telah disajikan secara lengkap pada Laporan Tahunan bagian Profil Perusahaan.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 47
Page 49
04 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
SKALA PERUSAHAAN
[OJK C.3]
Bagian ini menyajikan gambaran mengenai skala perusahaan BSI sebagai dasar pemahaman atas
ukuran, kapasitas, dan ruang lingkup operasional Perseroan. Informasi lengkap mengenai skala
Perseroan ditampilkan pada tabel berikut:
Uraian Satuan 2023 2024 2025
Pendapatan Pengelolaan
Dalam Miliar Rupiah 22.252 25.298 28.265
Dana Sebagai Mudharib
Laba Bersih Dalam Miliar Rupiah 5.704 7.006 7.568
Total Aset Dalam Miliar Rupiah 353.624 408.613 456.193
Total Liabilitas Dalam Miliar Rupiah 85.595 102.281 104.929
Dana Syirkah Temporer Dalam Miliar Rupiah 229.290 261.291 299.311
Total Ekuitas Dalam Miliar Rupiah 38.739 45.041 51.953
Nama Pemegang Saham dan Persentase Saham Seri A Saham Seri A Saham Seri A
Dwiwarna: Negara Dwiwarna: Negara Dwiwarna: Negara
Republik Indonesia 1 Republik Indonesia 1 Republik Indonesia 1
Lembar Lembar Lembar
Saham Seri B Saham Seri B Saham Seri B
Dwiwarna: Dwiwarna: Dwiwarna:
• PT Bank Mandiri • PT Bank Mandiri • PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk (Persero) Tbk (Persero) Tbk
51,47% 51,47% 51,47%
• PT Bank Negara • PT Bank Negara • PT Bank Negara
Indonesia Indonesia Indonesia
(Persero) Tbk (Persero) Tbk (Persero) Tbk
23,24% 23,24% 23,24%
• PT Bank Rakyat • PT Bank Rakyat • PT Bank Rakyat
Indonesia Indonesia Indonesia
(Persero) Tbk (Persero) Tbk (Persero) Tbk
15,38% 15,38% 15,38%
• Pemegang Saham • Pemegang Saham • Pemegang Saham
Lainnya (termasuk Lainnya (termasuk Lainnya (termasuk
Publik) 9,91% Publik) 9,91% Publik) 9,91%
Jumlah Pegawai Dalam Orang 17.909 17.234 16.581
Jaringan ATM Dalam Unit 2.571 5.425 6.000
INFORMASI MENGENAI PEGAWAI guaranteed hours. Sepanjang 2025 hingga tiga
[OJK C.3] [GRI 2-7, 2-8] tahun terakhir, struktur tenaga kerja BSI tetap
stabil tanpa perubahan yang signifikan.
Hingga 31 Desember 2025, BSI memiliki total
16.581 pegawai, yang terdiri dari 16.274 pegawai Pada tahun yang sama, BSI juga didukung
tetap dan 307 pegawai tidak tetap/kontrak. oleh 8.584 tenaga alih daya yang ditempatkan
Laporan ini menyajikan profil ketenagakerjaan pada fungsi Business dan Support. Selain itu,
BSI secara menyeluruh untuk periode 2022–2025, BSI membuka kesempatan magang bagi 178
mencerminkan penyebaran pegawai di seluruh mahasiswa tingkat akhir di Kantor Pusat, terutama
jaringan operasional nasional. pada unit Business, Risk, dan Support, sebagai
bagian dari kontribusi terhadap pengembangan
Data ketenagakerjaan disusun menggunakan talenta masa depan.
pendekatan head count pada akhir periode
pelaporan. Seluruh pegawai BSI merupakan Komposisi tenaga kerja BSI ditampilkan sebagai
pekerja penuh waktu, dan Bank tidak berikut:
mempekerjakan pegawai dengan skema non-
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
48 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 50
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
SKALA PERUSAHAAN
Komposisi Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin
(dalam satuan orang)
Pria Wanita Jumlah
2023 10.542 2023 7.367 2023 17.909
2024 10.168 2024 7.066 2024 17.234
2025 9.798 2025 6.783 2025 16.581
Komposisi Pegawai Berdasarkan Kewarganegaraan dan Jenis Kelamin
(dalam satuan orang)
2023 2024 2025
Kewarganegaraan
Pria Wanita Jumlah Pria Wanita Jumlah Pria Wanita Jumlah
Indonesia 17.245 664 17.909 10.168 7.066 17.234 9.798 6.783 16.581
Asing - - - - - - - - -
Jumlah 17.245 664 17.909 10.168 7.066 17.234 9.798 6.783 16.581
Komposisi Pegawai Berdasarkan Level Jabatan dan Jenis Kelamin
(dalam satuan orang)
2023 2024 2025
Level Jabatan
Pria Wanita Jumlah Pria Wanita Jumlah Pria Wanita Jumlah
Senior Manager 75 21 96 69 26 95 67 25 92
Middle Manager 352 103 455 371 112 483 412 132 544
Manager 1.702 538 2.240 1.785 578 2.363 1.851 632 2.483
Officer 3.679 2.148 5.827 3.587 2.189 5.776 3.510 2.170 5.680
Staff 4.734 4.557 9.291 4.356 4.161 8.517 3.958 3.824 7.782
Jumlah 10.542 7.367 17.909 10.168 7.066 17.234 9.798 6.783 16.581
Komposisi Pegawai Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin
(dalam satuan orang)
2023 2024 2025
Usia
Pria Wanita Jumlah Pria Wanita Jumlah Pria Wanita Jumlah
< 25 tahun 76 158 234 92 142 234 138 134 272
25-30 tahun 1.393 2.040 3.433 1.028 1.557 2.585 700 1.077 1.777
30-35 tahun 2.419 2.056 4.475 2.149 1.912 4.061 1.957 1.873 3.830
35-40 tahun 3.294 1.967 5.261 3.263 2.135 5.398 2.999 2.174 5.173
40-45 tahun 1.959 698 2.657 2.113 806 2.919 2.293 922 3.215
45-50 tahun 1.004 334 1.338 1.035 364 1.399 1.208 446 1.654
> 50 tahun 397 114 511 488 150 638 503 157 660
Jumlah 10.542 7.367 17.909 10.168 7.066 17.234 9.798 6.783 16.581
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 49
Page 51
04 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
SKALA PERUSAHAAN
Komposisi Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin
(dalam satuan orang)
Tingkat 2023 2024 2025
Pendidikan Pria Wanita Jumlah Pria Wanita Jumlah Pria Wanita Jumlah
Doktoral 7 3 10 11 3 14 11 4 15
Magister 652 291 943 693 323 1.016 710 345 1.055
Sarjana 8.943 6.257 15.200 8.610 5.993 14.603 8.307 5.753 14.060
Diploma 910 810 1.720 829 743 1.572 747 675 1.422
SMA 30 6 36 25 4 29 23 6 29
Jumlah 10.542 7.367 17.909 10.168 7.066 17.234 9.798 6.783 16.581
Komposisi Pegawai Berdasarkan Status Kepegawaian dan Jenis Kelamin
(dalam satuan orang)
2023 2024 2025
Tingkat Pendidikan
Pria Wanita Jumlah Pria Wanita Jumlah Pria Wanita Jumlah
Tetap (PKWTT) 10.220 7.025 17.245 9.860 6.831 16.691 9.625 6.649 16.274
Tidak Tetap (PKWT 322 342 664 308 235 543 173 134 307
– Kontrak)
Jumlah 10.542 7.367 17.909 10.168 7.066 17.234 9.798 6.783 16.581
Komposisi Pegawai Berdasarkan Wilayah dan Jenis Kelamin
(dalam satuan orang)
2023 2024 2025
Wilayah
Pria Wanita Jumlah Pria Wanita Jumlah Pria Wanita Jumlah
Kantor Pusat 3.278 1.495 4.773 3.308 1.485 4.793 3.644 1.779 5.423
Region I - Aceh 1.223 801 2,024 1.155 776 1.931 998 677 1.675
Region II - Medan 598 454 1,052 570 427 997 484 358 842
Region III - Palembang 830 594 1.424 787 571 1.358 694 498 1.192
Region IV - Jakarta I 640 707 1.347 600 671 1.271 563 614 1.177
Region V - Jakarta II 516 555 1.071 500 541 1.041 464 504 968
Region VI - Bandung 609 464 1.073 558 445 1.003 507 423 930
Region VII - Semarang 714 562 1.276 686 525 1.211 622 473 1.095
Region VIII - Surabaya 1.137 874 2.011 1.062 825 1.887 969 740 1.709
Region IX - Kalimantan 425 399 824 400 368 768 365 336 701
Region X - Makassar 572 462 1.034 542 432 974 488 381 869
Jumlah 10.542 7.367 17.909 10.168 7.066 17.234 9.798 6.783 16.581
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
50 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 52
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
SKALA PERUSAHAAN
Komposisi Pegawai Tetap Berdasarkan Wilayah dan Jenis Kelamin
(dalam satuan orang)
2023 2024 2025
Wilayah
Pria Wanita Jumlah Pria Wanita Jumlah Pria Wanita Jumlah
Kantor Pusat 3.154 1.384 4.538 1.429 3.161 4.590 3.525 1.729 5.254
Region I - Aceh 1.084 647 1.731 648 1.030 1.678 949 606 1.555
Region II - Medan 594 453 1.047 426 565 991 484 357 841
Region III - Palembang 822 590 1.412 569 782 1.351 694 498 1.192
Region IV - Jakarta I 638 703 1.341 666 599 1.265 563 614 1.177
Region V - Jakarta II 512 553 1.065 533 497 1.030 464 501 965
Region VI - Bandung 607 461 1.068 443 556 999 505 423 928
Region VII - Semarang 713 554 1.267 524 686 1.210 622 472 1.094
Region VIII - Surabaya 1.115 834 1.949 804 1.048 1.852 969 740 1.709
Region IX - Kalimantan 413 389 802 358 396 754 362 330 692
Region X - Makassar 568 457 1025 431 540 971 488 379 867
Jumlah 10.220 7.025 17.245 6.831 9.860 16.691 9.625 6.649 16.274
Komposisi Pegawai Tidak Tetap/Kontrak Berdasarkan Wilayah dan Jenis Kelamin
(dalam satuan orang)
2023 2024 2025
Wilayah
Pria Wanita Jumlah Pria Wanita Jumlah Pria Wanita Jumlah
Kantor Pusat 124 111 236 147 56 203 119 50 169
Region I - Aceh 139 154 293 125 128 253 49 71 120
Region II - Medan 4 1 5 5 1 6 - 1 1
Region III - Palembang 8 4 12 5 2 7 - - -
Region IV - Jakarta I 2 4 6 1 5 6 - - -
Region V - Jakarta II 4 2 236 3 8 11 - 3 3
Region VI - Bandung 2 3 6 2 2 4 2 - 2
Region VII - Semarang 1 8 5 - 1 1 - 1 1
Region VIII - Surabaya 22 40 9 14 21 35 - - -
Region IX - Kalimantan 12 10 22 4 10 14 3 6 9
Region X - Makassar 4 5 9 2 1 3 - 2 2
Jumlah 322 342 664 308 235 543 173 134 307
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 51
Page 53
04 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
SKALA PERUSAHAAN
Komposisi Pekerja yang Bukan Pegawai (Tenaga Alih Daya) Berdasarkan Jenis Kelamin dan
Penempatan [GRI 2-8]
(dalam satuan orang)
2023 2024 2025
Wilayah
Pria Wanita Jumlah Pria Wanita Jumlah Pria Wanita Jumlah
Region I - Aceh 913 272 1.185 953 293 1.246 1.061 398 1.459
Region II - Medan 540 75 615 490 49 539 675 98 773
Region III - Palembang 458 101 559 461 109 570 588 104 692
Region IV - Jakarta I 525 91 616 492 52 544 646 97 743
Region V - Jakarta II 709 113 822 694 129 823 866 168 1.034
Region VI - Bandung 537 101 638 534 99 633 680 142 822
Region VII - Semarang 427 49 476 412 40 452 540 54 594
Region VIII - Surabaya 482 61 543 449 29 478 550 68 618
Region IX - Kalimantan 689 82 771 638 29 667 763 91 854
Region X - Makassar 293 73 366 300 76 376 358 111 469
Region X - Banjarmasin 303 72 375 326 89 415 384 142 526
Jumlah 5.876 1.090 6.966 5.749 994 6.743 7.111 1.473 8.584
WILAYAH OPERASIONAL [OJK C.3] [GRI 2-1]
BSI menjalankan operasionalnya di berbagai wilayah di Indonesia serta memiliki kehadiran internasional
di Dubai, Uni Emirat Arab. Hingga Desember 2025, jaringan layanan BSI mencakup 1 Kantor Pusat, 10
Kantor Wilayah, 153 Kantor Cabang, 1 Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN), 896 Kantor Cabang Pembantu
(KCP), 60 KCP Mobile (MKK), 81 Kantor Fungsional (KF), 28 Konter Layanan Priority, 756 Konter Layanan
Gadai, serta 6.000 Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
Rincian tabel jaringan kantor BSI dapat dilihat pada tabel berikut:
Jenis Kantor 2021 2022 2023 2024 2025
Kantor Wilayah 10 10 10 10 10
Kantor Cabang (KC) 272 153 153 153 153
Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) - - 1 1 1
Kantor Cabang Pembantu (KCP) 985 959 886 886 896
KCP Mobile (dhi: MKK) - 60 60 60 60
Kantor Fungsional (KF) 34 96 91 91 81
Kantor Kas (KK) 74 - - - -
Payment Point (PP) 179 - - - -
Konter Layanan Priority 11 16 20 23 28
Layanan Gadai 530 734 765 754 756
Anjungan Tunai Mandiri (ATM) 2.618 2.548 2.571 5.425 6.000
Keterangan:
- PP tahun 2022 Reformat menjadi KFO (cfm. POJK No.16 Tahun 2022)
- KK tahun 2022 Reformat menjadi KCP (cfm. POJK No.16 Tahun 2022)
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
52 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 54
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
Jaringan Kantor Per Wilayah Tahun 2025
Jenis Kantor
Wilayah KCP Konter Layanan Layanan
KC KCLN KCP KF
Mobile Priority Gadai
Kantor Wilayah 1 16 - 122 1 7 2 77
Kantor Wilayah 2 15 - 78 7 5 2 59
Kantor Wilayah 3 16 - 85 8 2 2 74
Kantor Wilayah 4 15 - 120 10 9 8 86
Kantor Wilayah 5 15 - 89 2 8 6 64
Kantor Wilayah 6 12 - 71 6 0 3 65
Kantor Wilayah 7 13 - 94 7 12 3 70
Kantor Wilayah 8 20 - 127 10 23 2 129
Kantor Wilayah 9 16 - 52 5 0 1 55
Kantor Wilayah 10 15 - 58 4 15 2 77
Jumlah 153 - 896 60 81 31 756
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 53
Page 55
04 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
PRODUK, LAYANAN DAN
KEGIATAN USAHA YANG DIJALANKAN
[OJK C.4] [GRI 2-6]
Mengacu pada perubahan Anggaran Dasar Penjelasan menyeluruh mengenai berbagai
Nomor 37 tanggal 17 Mei 2024, tujuan pendirian produk dan layanan BSI dapat ditemukan pada
BSI adalah menyelenggarakan kegiatan Laporan Tahunan dalam bagian Profil Perusahaan,
perbankan yang berlandaskan prinsip syariah yang tersedia melalui tautan berikut: https://
serta ketentuan perundang-undangan yang ir.bankbsi.co.id/.
berlaku. Untuk mewujudkan tujuan tersebut,
BSI menjalankan kegiatan usaha utama yang BSI melayani beragam segmen pasar, antara lain
didukung oleh berbagai kegiatan penunjang. wholesale banking, hubungan kelembagaan, ritel,
Uraian lengkap mengenai kegiatan usaha utama serta segmen treasury banking dan kantor pusat.
dan penunjangnya telah disampaikan secara
terperinci dalam Laporan Tahunan pada bagian
Segmen Usaha Pasar Dilayani
Profil Perusahaan. Seluruh aktivitas usaha yang
tercantum dalam Anggaran Dasar telah dijalankan Wholesale Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Banking dan anak perusahaannya, Badan
oleh Bank. Usaha Milik Daerah (BUMD) dan
anak perusahaannya, lembaga
Sampai dengan akhir tahun 2025, BSI menawarkan negara, multinational company,
serta bank dan lembaga keuangan
beragam produk dan layanan yang disesuaikan bukan bank (termasuk modal
dengan kebutuhan serta profil masing-masing ventura non linkage).
nasabah. Seluruh produk dan layanan tersebut Hubungan Pengelolaan dana nasabah dan
dikelompokkan dalam empat kategori utama, Kelembagaan transaksi- transaksi lainnya milik
nasabah Kementerian Negara/
yaitu individu, perusahaan, digital banking, dan Lembaga, BUMN, Perguruan Tinggi
kartu. Uraian setiap kategori disajikan sebagai Negeri/Swasta, Rumah Sakit dan
Swasta Bonafide.
berikut:
Ritel Small Medium Enterprise (SME),
Mikro dan Konsumer.
Kategori Jenis Produk dan Layanan
Treasury Banking Melayani produk-produk di luar
dan Kantor Pusat pembiayaan, produk simpanan dan
Individu •• Bisnis non simpanan.
•• Emas
•• Haji dan Umroh
•• Investasi
•• Pembiayaan
•• Prioritas
•• Tabungan
•• Transaksi
Perusahaan •• Cash Management
•• Treasury
•• Service
•• Pembiayaan
•• Simpanan
Digital Banking SuperApps BYOND
Kartu •• Kartu Pembiayaan
•• Kartu Debit
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
54 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 56
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
RANTAI PASOK
[GRI 2-6]
Untuk memastikan operasional Bank berjalan optimal, BSI bekerja sama dengan jaringan pemasok
yang menyediakan berbagai kebutuhan penting, mulai dari perlengkapan kantor, penyedia tenaga
kerja, layanan transportasi, hingga konsultan dan kontraktor yang terlibat dalam pembangunan serta
pengawasan infrastruktur. Dukungan pemasok ini menjadi bagian penting dalam rantai nilai BSI. Sampai
dengan Desember 2025, BSI telah menyelesaikan 1.153 kegiatan pengadaan dan bermitra dengan 337
pemasok.
Uraian 2023 2024 2025
Pengadaan Barang dan Jasa IT 449 314 400
Pengadaan Barang dan Jasa Non-IT 438 364 463
Pengadaan Renovasi/Relokasi 86 195 290
Jumlah Pengadaan 973 873 1.153
Jumlah Pemasok Barang dan Jasa
Jumlah Pemasok
Keterangan 2023 2024 2025
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Pemasok Dalam Negeri 701 99,43 413 99,04 333 98,81
Pemasok Luar Negeri 4 0,57 4 0,96 4 1,19
Jumlah 705 100 417 100 337 100
ENTITAS HILIR DAN
RELASI BISNIS LAINNYA
[GRI 2-6]
Hingga 31 Desember 2025, BSI tidak memiliki entitas anak, entitas asosiasi, maupun hubungan usaha
dalam bentuk ventura bersama.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 55
Page 57
04 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KEANGGOTAAN ASOSIASI
[OJK C.5] [GRI 2-28]
Sebagai upaya memahami dinamika terbaru dalam industri perbankan syariah, perubahan regulasi,
perkembangan ekonomi, serta kebutuhan nasabah, BSI terus berperan aktif dalam berbagai asosiasi dan
organisasi profesi. Sampai dengan akhir tahun 2025, BSI tercatat sebagai anggota di sejumlah asosiasi
nasional maupun internasional berikut:
No. Asosiasi Posisi Skala
1. Perhimpunan Bank-bank Nasional (Perbanas) Anggota Nasional
2. Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Ketua Umum Nasional
3. Islamic Financial Services Board (IFSB) Anggota Internasional
4. Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa di Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK) Anggota Nasional
5. Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan Perbankan (FKDKP) Anggota Nasional
6. Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Anggota Nasional
7. Asosiasi Bank Agen Penjual Efek Reksa Dana Indonesia (ABAPERDI) Anggota Nasional
8. Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Anggota Nasional
9. Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Anggota Nasional
10. Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Anggota Nasional
11. Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Anggota Nasional
12. Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Anggota Nasional
13. Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FK IJK) Anggota Nasional
14. Forum Human Capital Indonesia (FHCI) Anggota Nasional
15. Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA) Anggota Nasional
16. Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN – MUI) Anggota Nasional
17. Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Anggota Nasional
18. Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia (APUVINDO) Anggota Nasional
19. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Anggota Nasional
20. United Nations Environment Programme Finance Initiative Anggota Internasional
Selain berpartisipasi sebagai anggota, BSI juga memiliki peran signifikan dalam beberapa asosiasi
industri, terutama melalui posisi Ketua Umum pada Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO).
Peran ini memberikan kontribusi strategis bagi pengembangan kebijakan perbankan syariah nasional,
advokasi regulasi, serta sinergi antar pelaku industri. Dalam asosiasi lainnya, BSI aktif dalam forum diskusi,
kelompok kerja, dan program pengembangan industri, yang mendukung penguatan praktik perbankan
syariah dan peningkatan tata kelola sektor jasa keuangan.
PERUBAHAN YANG BERSIFAT
SIGNIFIKAN PADA ORGANISASI
[OJK C.6] [GRI 2-6]
Pada periode pelaporan 2025, tidak terdapat perubahan signifikan terkait sektor usaha, rantai nilai,
pemasok utama, entitas hilir, maupun hubungan bisnis lainnya dibandingkan periode pelaporan
sebelumnya. Seluruh aktivitas inti, lini produk dan layanan, proses pengadaan, serta kemitraan bisnis
strategis berjalan konsisten dengan tahun sebelumnya.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
56 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 58
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 57
Page 59
05
03 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
LAPORAN
DIREKSI
[OJK D.1] [GRI 2-22]
Direksi merefleksikan
perjalanan Perseroan dalam
menghadapi dinamika,
tantangan, dan peluang
sepanjang tahun. Setiap
keputusan diambil dengan
menjunjung amanah dan
keberlanjutan sebagai prioritas
utama. Melalui kepemimpinan
yang bertanggung jawab,
Perseroan terus menciptakan
nilai jangka panjang
bagi seluruh pemangku
kepentingan.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
58 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 60
LAPORAN DIREKSI
Dalam menjalankan tanggung jawab tata kelola dan
kepemimpinan strategis, Direksi berkomitmen untuk
mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam
bisnis dan operasional Bank, serta menghadirkan
kemaslahatan bagi lingkungan, sosial & tata kelola.
Direksi meyakini bahwa keberlanjutan bukan sekadar
kepatuhan terhadap standar lingkungan, sosial, dan
tata kelola (ESG), melainkan sebuah manifestasi
nyata dari nilai-nilai Maqashid Syariah yang menjadi
fondasi dalam mencapai Visi Keberlanjutan BSI
untuk menjadi The Best Global Islamic Bank Based
on Sustainable Finance, dan juga mendukung Asta
Cita Pemerintah dalam mendorong kemandirian
bangsa melalui ekonomi syariah dan ekonomi hijau.
Tahun ini ditandai dengan langkah strategis BSI
dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah
melalui pengembangan produk emas sebagai pilar
bisnis baru untuk memberikan akses bagi seluruh
lapisan masyarakat dalam memiliki aset yang aman,
stabil, dan berkelanjutan. BSI terus mentransformasi
bisnis dan operasional Bank agar semakin efisien dan
ramah lingkungan. Seluruh inisiatif ini bermuara pada
satu tujuan besar, memastikan keberadaan Bank
Syariah Indonesia menjadi denyut nadi keuangan
syariah yang menciptakan nilai sosial, lingkungan,
dan ekonomi bagi umat dan negeri. [GRI 2-22]
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 59
Page 61
05 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
LAPORAN DIREKSI
PARA PEMANGKU KEPENTINGAN YANG
KAMI HORMATI,
Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Pengembangan produk keuangan
Wabarakaatuh. berkelanjutan seperti penerbitan sustainability
sukuk tahap II, penguatan tata kelola berupa
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah pemutakhiran Industrial Acceptance Criteria
Subhanahu Wa Ta’ala atas limpahan rahmat- dan peningkatan tata kelola risiko iklim. BSI juga
Nya sehingga BSI mampu menjaga kinerja berkomitmen untuk menerapkan Principle
solid dan ketahanan usaha sepanjang 2025. Responsible Banking (PRB) dan menjadi
Direksi menyampaikan terima kasih kepada bagian dari United Nations Environment
para pemegang saham, mitra usaha, dan Programme Finance Initiative (UNEP FI).
seluruh pemangku kepentingan atas amanah Sebagai kelanjutan dari initial phase bottom up
dan dukungan yang menguatkan langkah Climate Risk Stress Test (CRST) yang memenuhi
keberlanjutan kami bagi umat dan bangsa. 51,63% portofolio pembiayaan di tahun 2024,
pada tahun 2025, CRST BSI dilakukan dengan
Pada 2025, total aset sebesar Rp456 triliun memenuhi 100% portofolio. Inisiatif strategis
(tumbuh sebesar 11,64% yoy), DPK meningkat lain adalah dilakukannya asesmen ISO 26000 &
menjadi Rp380 triliun dengan rasio CASA SROI pada program sosial BSI.
sekitar 61,62%, pembiayaan tumbuh hingga
Rp318 triliun, didukung ekosistem emas pasca Upaya BSI dalam memperkuat kapasitas
izin Bullion Bank dan transformasi digital internal pegawai terkait ESG, pada tahun 2025
BYOND yang mendorong peningkatan fee- BSI memasukkan modul ESG sebagai modul
based income dua digit. Dengan kualitas aset pembelajaran wajib yang termasuk dalam KPI
terjaga dan disiplin biaya, BSI membukukan pegawai serta unit kerja.
laba bersih sebesar Rp7.56 triliun.
BSI juga meluncurkan Kartu Syariah Ramah
Momentum strategis 2025, meliputi izin Lingkungan, pelaksanaan program “1 Home
Bullion Bank, penguatan ekosistem syariah 1 Tree”, kolaborasi SPKLU di masjid, dan
digital, dan perluasan inklusi keuangan, penandatanganan MoU “Efisiensi Energi”
menjadi sumber pertumbuhan baru yang bersama Basel Agency for Sustainable
berkelanjutan. BSI meneguhkan komitmen Energy (BASE). Hal ini merupakan upaya dan
untuk mewujudkan visi keberlanjutan sebagai komitmen bank dalam melakukan operasional
The Best Global Islamic Bank Based on ramah lingkungan.
Sustainable Finance melalui inisiatif strategis
keberlanjutan yang dilaksanakan sepanjang Sebagai bagian dari Islamic Banking dalam
tahun 2025 berlandaskan Peraturan OJK tatanan global, eksistensi BSI diperkuat dengan
No.51/POJK.03/2017 meliputi pengembangan kehadiran BSI sebagai perwakilan Indonesia
produk dan/atau jasa keuangan berkelanjutan, pada Side Event of 2025 United Nations
peningkatan kapasitas internal bank, Economic and Social Council (ECOSOC) Forum
penguatan tata kelola dan manajemen risiko on Financing for Development (FFD) yang
serta kebijakan yang mendorong inovasi diselenggarakan di Markas Besar Perserikatan
produk dan portofolio yang berkelanjutan. Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
60 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 62
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
LAPORAN DIREKSI
ANGGORO
EKO CAHYO
Direktur Utama
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 61
Page 63
05 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
LAPORAN DIREKSI
Serikat, dengan mempresentasikan konsep kelola dan manajemen risiko serta kebijakan
keuangan syariah untuk mendukung pencapaian yang mendorong inovasi produk dan portofolio
Sustainable Development Goals berkolaborasi yang berkelanjutan.
bersama BAPPENAS. •• Pilar Sustainable Operation memastikan
bahwa operasional Bank menuju arah yang
Untuk menegaskan komitmen industri perbankan lebih efisien dan rendah karbon melalui
syariah dalam mendukung implementasi peningkatan kapasitas internal Bank dengan
keuangan berkelanjutan, BSI dan Asosiasi Bank Green Business Culture, pengembangan
Syariah Indonesia (ASBISINDO) melakukan transformasi digital untuk pemantauan emisi
langkah proaktif melalui pembentukan Working Bank serta strategi proaktif pelindungan dan
Group ESG ASBISINDO. Dengan adanya keamanan data pribadi.
pembentukan Working Group ESG ASBISINDO, •• Pilar Sustainable Beyond Banking memperluas
diharapkan dapat memperluas sinergi & dampak manfaat sosial melalui inklusi keuangan,
positif penerapan ESG bagi negeri. pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui
pendayagunaan Zakat, Infaq, Sedekah, dan
Wakaf (ZISWAF).
“PERJALANAN BSI MENUJU BANK
SYARIAH GLOBAL TERBAIK MELALUI
KEUANGAN BERKELANJUTAN” MEWUJUDKAN KEUANGAN
BERKELANJUTAN SELARAS NILAI
Keberlanjutan menjadi agenda strategis global MAQASHID SYARIAH
yang menuntut tata kelola kuat, transparansi,
dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Sustainable Banking
Sepanjang 2025, BSI memperkuat fondasi Pilar Sustainable Banking menegaskan
keberlanjutan selaras Asta Cita Pemerintah, pengembangan produk dan/atau jasa
memastikan kontribusi nyata terhadap ketahanan keuangan berkelanjutan, penguatan tata kelola
ekonomi dan kesejahteraan umat. Sebagai dan manajemen risiko serta kebijakan yang
lembaga keuangan syariah, BSI menegaskan mendorong inovasi produk dan portofolio yang
amanah untuk menjaga keselarasan nilai berkelanjutan.
ekonomi–sosial–lingkungan sesuai Maqashid
Syariah. Dari sisi pembiayaan, portofolio pembiayaan
berkelanjutan tahun 2025 sebesar Rp15,66 triliun
Sejalan dengan visi menjadi The Best Global (tumbuh 11,2% dari tahun 2024). BSI melakukan
Islamic Bank Based on Sustainable Finance, penguatan tata kelola dalam kebijakan dan
Direksi mengawasi integrasi prinsip ESG manajemen risiko Bank meliputi penetapan Green
dalam strategi, kebijakan pembiayaan, dan Sector, penambahan aspek lingkungan dalam
budaya organisasi. Penguatan tata kelola analisis penyaluran pembiayaan di seluruh sektor,
dilakukan dengan penyempurnaan struktur, penurunan limit pembiayaan brown sector serta
peningkatan fungsi ESG di bawah supervisi Wakil melaksanakan analisis Climate Risk Management
Direktur Utama, serta penetapan ESG sebagai & Scenario Analysis (CRMS) pada 100% portofolio
Fundamental Enabler dalam RBB 2025–2030. pembiayaan bank sebagai wujud mitigasi risiko
iklim, yaitu risiko fisik dan risiko transisi. Dengan
Kerangka kerja ESG BSI dijalankan melalui tiga tata kelola yang baik, pembiayaan berkelanjutan
pilar, yaitu Sustainable Banking, Sustainable BSI akan terus tumbuh dengan sehat dan
Operation, dan Sustainable Beyond Banking, berkelanjutan.
yang menjadi landasan penguatan bisnis secara
holistik. Dari sisi pendanaan, penerbitan Sustainability
•• Pilar Sustainable Banking menegaskan Sukuk sebesar Rp5 triliun pada 2025 mendapatkan
pengembangan produk dan/atau jasa animo positif dari masyarakat dan oversubscribed
keuangan berkelanjutan, penguatan tata hingga 4,4 kali. Sustainability Sukuk tahun 2025
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
62 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 64
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
LAPORAN DIREKSI
merupakan kelanjutan Sustainability Sukuk tahun Sustainable Operation
lalu sebesar Rp3 triliun yang juga mendapatkan Pilar Sustainable Operation memastikan bahwa
animo yang baik. operasional Bank menuju arah yang lebih efisien
dan rendah karbon melalui peningkatan kapasitas
Keberhasilan penerbitan Sustainability Sukuk internal Bank dengan Green Business Culture,
mencerminkan bahwa dari sisi yield, instrumen ini pengembangan transformasi digital untuk
mendukung efisiensi pendanaan dengan imbal pemantauan emisi Bank serta strategi proaktif
hasil yang kompetitif dan memberikan manfaat pelindungan dan keamanan data pribadi.
jangka panjang. Dana yang dihimpun melalui
instrumen ini dimanfaatkan untuk mendorong BSI menjadi bank syariah pertama di Indonesia
pembiayaan berkelanjutan (pembiayaan hijau dan yang menerapkan Digital Carbon Tracking di 1.190
pembiayaan sosial). Bagi investor, Sustainability outlet, meningkatkan akurasi pemantauan emisi
Sukuk tidak hanya memberikan imbal hasil Scope 1 & 2 dari 83.404 ton CO₂-eq pada 2024
finansial, tetapi juga nilai tambah melalui menjadi 89.730 ton CO₂-eq pada 2025. Data ini
kontribusi terhadap sosial dan lingkungan. menjadi dasar mitigasi karbon yang lebih terukur
dan mendukung efisiensi biaya operasional
Dari sisi inovasi produk, pada tahun 2025, jangka panjang. Nilai keberlanjutan operasional
BSI menjadi Bank pertama di Indonesia juga diperkuat melalui ekspansi kendaraan
yang mendapatkan izin Bullion Bank. BSI listrik yang mencapai 144 unit, penggunaan
memanfaatkan momentum Bullion Bank ini 8 unit panel surya pada fasilitas operasional
melalui inovasi produk digital Tabungan Emas di Perseroan, penggunaan 3 unit panel surya pada
BYOND by BSI dan menjadi sumber pendapatan Desa Binaan BSI, pengoperasian 2 gedung Green
baru yang inklusif. Building bersertifikasi Gold, serta penyediaan
SPKLU bekerja sama dengan PLN. Inisiatif ini
Untuk menjaga integritas ekosistem emas secara mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan
end-to-end dan berkelanjutan, BSI menjalin menciptakan efisiensi energi yang berkelanjutan.
kemitraan dengan rantai pasok domestik yang
telah menerapkan standar internasional, yaitu Kontribusi sosial lingkungan diwujudkan melalui
London Bullion Market Association (LBMA) konservasi air, pembangunan Water Station, serta
Responsible Gold Guidance dan Organization penanaman 15.000 pohon tambahan, bagian
for Economic Co-Operation and Development dari total 50.000 pohon sejak 2022, dengan
(OECD) Due Dilligence Guidance for Responsible estimasi penyerapan lebih dari 4.129 ton CO₂-eq,
Supply Chain of Minerals. Kedua standar ini sebagai wujud komitmen menjaga keberlanjutan
memastikan bahwa emas yang diproduksi alam sebagai titipan (amanah) bagi generasi
dan diperdagangankan berasal dari sumber mendatang.
yang bertanggung jawab, bebas dari konflik,
pelanggaran HAM, pencucian uang, pendanaan BSI juga melakukan penguatan & internalisasi
terorisme, dan dampak lingkungan atau Green Business Culture dengan memasukkan
sosial yang merugikan. Hal ini meningkatkan Modul ESG sebagai bagian dari Key Performance
kepercayaan investor bahwa emas dalam Indicator (KPI) Pegawai & Unit Kerja. Sepanjang
ekosistem BSI dikelola secara bertanggung jawab tahun 2025, sebanyak 16.166 pegawai (97.2% dari
dan berkelanjutan. total pegawai) telah menyelesaikan Modul ESG
dengan nilai rata-rata 86,44.
Sepanjang tahun 2025, ekosistem emas digital
mencatat 531.329 nasabah dengan total emas Dalam penguatan tata kelola operasional
sebanyak 1.8 ton, serta pembiayaan cicil emas keamanan data, dan untuk memastikan integritas
mencapai 12.89 triliun dan gadai 10.02 triliun, dalam menjalankan operasional Bank, BSI
mendorong fee-based income tumbuh sebesar telah menerapkan langkah-langkah antara lain
25%. Pencapaian ini memperluas inklusi keuangan menunjuk Pejabat Pelindungan Data Pribadi,
syariah serta pertumbuhan berkelanjutan Bank. melakukan penerbitan serta pemutakhiran
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 63
Page 65
05 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
LAPORAN DIREKSI
ketentuan berkaitan dengan Pelindungan Data Pada bidang pendidikan, BSI melalui Education
Pribadi, Mempertahankan ISO/IEC 27001: Standar Pillar menyalurkan Rp114.8 miliar kepada 23.000
Internasional untuk Sistem Manajemen Keamanan penerima manfaat di 107 universitas dan 256
Informasi (Information Security Management sekolah. Dukungan ini meningkatkan akses
System / ISMS), dan menerapkan ISO/IEC 27701: pendidikan berkualitas, mendorong mobilitas
(Sistem Manajemen Informasi Privasi (Privacy sosial, dan juga memperkuat literasi keuangan
Information Management System/PIMS) yang syariah dan kerja sama dengan lembaga
merupakan pemenuhan terhadap regulasi privasi pendidikan sebagai bagian dari ekosistem
secara global. perbankan syariah.
Sustainable Beyond Banking Pada aspek kemanusiaan, nilai bantuan lebih dari
Pilar Sustainable Beyond Banking memperluas Rp148.8 miliar menjangkau 599.100 penerima
manfaat sosial melalui inklusi keuangan, manfaat melalui distribusi logistik, layanan
pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sosial, dan pemenuhan kebutuhan dasar. Pada
pendayagunaan Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf bulan Desember 2025, BSI dan BSI Maslahat
(ZISWAF). menyalurkan bantuan tambahan senilai Rp12
miliar atau 78,7 ton logistik untuk korban bencana
Sebagai bagian dari komitmen Beyond Banking, hidrometeorologi di Sumatra, terutama di Aceh,
pada tahun 2025, BSI menyalurkan Dana Zakat meningkatkan total distribusi menjadi 125 ton.
Perusahaan dan Zakat Pegawai sebesar Rp290 Bantuan tersebut mencakup dapur umum, posko
miliar melalui Badan Amil Zakat Nasional kesehatan, penyediaan air bersih, dan pengiriman
(BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Bangun relawan termasuk trauma healing bagi anak-anak
Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat. Penyaluran sebagai dukungan pemulihan sosial-ekonomi.
dana zakat dilakukan berdasarkan lima pilar Untuk menjaga stabilitas layanan keuangan
program, yaitu Pilar Ekonomi, Pendidikan, pada masa tanggap darurat, 136 dari 145 kantor
Kemanusiaan, Kesehatan, serta Dakwah dan BSI di Aceh kembali beroperasi didukung ATM,
Advokasi. Melalui seluruh pilar tersebut, penyaluran kas keliling, dan konektivitas satelit. Respons ini
dana zakat telah memberikan manfaat kepada memastikan akses layanan tetap tersedia sebagai
lebih dari 1.2 juta orang. bagian dari tanggung jawab bank menjaga
kepercayaan publik.
Dalam peningkatan pendayagunaan Dana
Zakat, BSI berkolaborasi bersama United Nations Pada dimensi spiritual, BSI menyalurkan Rp38,2
Development Program (UNDP) dan Badan Amil miliar melalui Dakwah dan Advocacy untuk
Zakat Nasional (BAZNAS) melakukan peluncuran 45.900 penerima manfaat melalui dukungan
Green Zakat Framework dihadiri oleh Menteri fasilitas ibadah dan pembinaan masyarakat.
Agama RI sebagai pendekatan inovatif dalam Upaya ini memperkuat keberkahan aktivitas
mengarahkan Dana Zakat untuk mendukung ekonomi syariah dan memastikan manfaat tidak
keberlanjutan lingkungan. hanya finansial tetapi juga spiritual.
Dalam pemberdayaan ekonomi, BSI mendukung Dalam peningkatan pendayagunaan Dana
5.251 pelaku UMKM dan 7.370 penerima manfaat Zakat, BSI berkolaborasi bersama United Nations
desa binaan melalui Sentra UMKM dan Desa Development Program (UNDP) dan Badan Amil
BSI di 20 desa, termasuk desa baru di Makassar, Zakat Nasional (BAZNAS) melakukan peluncuran
Labuan Bajo, dan Sabang. Pemberdayaan ini Green Zakat Framework dihadiri oleh Menteri
juga menyentuh UMKM perempuan (510), UMKM Agama RI sebagai pendekatan inovatif dalam
disabilitas (259), dan UMKM pesantren (35), mengarahkan Dana Zakat untuk mendukung
dengan total pembiayaan dan bantuan lebih dari keberlanjutan lingkungan. Hal ini memperkuat
Rp26,4 miliar. Upaya ini memperkuat kemandirian peran BSI sebagai Sahabat Finansial, Sosial dan
usaha, memperluas akses pembiayaan syariah, Spiritual bagi umat dan negeri.
serta membuka potensi basis nasabah baru.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
64 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 66
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
LAPORAN DIREKSI
AWARD & RATING dalam inovasi keuangan syariah berkelanjutan
dan penciptaan nilai bagi masyarakat serta
Atas pencapaian BSI sepanjang tahun 2025, BSI perekonomian nasional.
berhasil mendapatkan 3 penghargaan terkait ESG
dalam ajang Euromoney Islamic Finance Awards Perjalanan menuju keberlanjutan merupakan
2025 dan level Global, Asia & Indonesia. proses yang terus berkembang dan
membutuhkan ketangguhan serta tata kelola
BSI juga berhasil meningkatkan score ESG Rating yang baik. Dengan fondasi transformasi yang
di Bloomberg dari 3,9 menjadi 5,6 dan berhasil semakin kuat pada 2025, meliputi penguatan ESG,
meraih posisi pertama global islamic bank ESG digitalisasi, pembiayaan hijau dan sosial, serta
Rating di Bloomberg. transformasi Bullion Bank, BSI siap meningkatkan
kontribusi bagi pembangunan yang berkeadilan
dan berkelanjutan.
PENUTUP DAN APRESIASI
Kami berkomitmen menjaga integritas,
Pencapaian BSI dapat terwujud melalui memperluas kolaborasi, dan membuka ruang
dukungan dan kepercayaan para pemegang dialog dengan seluruh pemangku kepentingan
saham, regulator, mitra kerja, nasabah, dan agar langkah keberlanjutan BSI semakin
seluruh pemangku kepentingan. Atas nama memberikan manfaat nyata bagi umat dan negeri,
Direksi, kami menyampaikan apresiasi atas sinergi serta masa depan yang lebih baik.
dan kolaborasi yang telah memperkuat peran BSI
Wassalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
Jakarta, 26 Maret 2026
Anggoro Eko Cahyo
Direktur Utama
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 65
Page 67
05 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB LAPORAN
KEBERLANJUTAN TAHUN BUKU 2025
[GRI 2-14]
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa Laporan Keberlanjutan PT Bank Syariah
Indonesia (Persero) Tbk tahun buku 2025 telah disusun dengan mengacu pada Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga
Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik, dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan nomor 16/
SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik.
Seluruh informasi dalam Laporan ini telah dimuat secara lengkap sesuai regulasi tersebut dan kami
bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Keberlanjutan Perseroan.
DEWAN KOMISARIS
Muhadjir Effendy
Komisaris Utama
Felicitas Tallulembang Kamaruddin Amin Mochamad Agus Rofiudin
Komisaris Independen Komisaris Komisaris
Nizar Ahmad Saputra Addin Jauharudin Muhammad Syafii Antonio*
Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen
Meidy Ferdiansyah*
Komisaris
* Efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test)
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
66 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 68
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
TANGGUNG JAWAB LAPORAN
KEBERLANJUTAN TAHUN BUKU 2025
DIREKSI
Anggoro Eko Cahyo
Direktur Utama
Bob Tyasika Ananta Anton Sukarna Ade Cahyo Nugroho
Wakil Direktur Utama Direktur Sales & Distribution Direktur Finance & Strategy
Zaidan Novari Grandhis Helmi Harumansyah Kemas Erwan Husainy
Direktur Wholesale Transaction Direktur Risk Management Direktur Retail Banking
Banking
Muharto Hadi Suprapto Firman Nugraha Arief Adhi Sanjaya
Direktur Information Technology Direktur Treasury & International Direktur Compliance &
Banking Human Capital
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 67
Page 69
06
06
TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
TATA KELOLA
KEBERLANJUTAN
Tata kelola yang baik menjadi
landasan dalam menjaga
kepercayaan dan memastikan
praktik bisnis yang beretika.
Prinsip integritas, kepatuhan,
dan transparansi menjadi
pijakan dalam setiap proses
pengambilan keputusan.
Dengan tata kelola yang kuat,
keberlanjutan dijalankan
secara konsisten dan
bertanggung jawab.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
68 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 70
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
STRUKTUR DAN KOMPOSISI
TATA KELOLA
[GRI 2-9, 2-11]
Sebagai perusahaan terbuka yang tunduk pada ketentuan hukum di Indonesia, BSI
menerapkan struktur tata kelola yang berpedoman pada Undang-undang Nomor
40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas serta Peraturan OJK Nomor 2 Tahun 2024
mengenai Tata Kelola Syariah untuk Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah.
Struktur ini mencakup organ utama dan organ pendukung yang memastikan praktik
tata kelola berjalan efektif dan selaras dengan prinsip syariah.
Organ utama Perseroan terdiri atas Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan
Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi. Dewan Komisaris berjumlah 8
(delapan) orang, yang terdiri dari 1 (satu) Komisaris Utama, 3 (tiga) Komisaris, dan 4
(empat) Komisaris Independen. Direksi beranggotakan 10 (sepuluh) orang, meliputi 1
(satu) Direktur Utama, 1 (satu) Wakil Direktur Utama, dan 8 (delapan) Direktur. Dalam
struktur tersebut, Komisaris Utama dan Ketua Dewan Pengawas Syariah berperan
sebagai pimpinan badan tata kelola tertinggi.
Komposisi Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi mencerminkan
keberagaman serta keahlian yang relevan untuk mengelola dampak ekonomi, lingkungan,
dan sosial. Seluruh anggota Dewan Komisaris merupakan pihak non eksekutif, termasuk
4 (empat) Komisaris Independen sehingga fungsi pengawasan dapat dijalankan secara
objektif. Dengan tidak memegang jabatan manajerial, Komisaris Utama tetap bebas dari
potensi benturan kepentingan dalam proses pengawasan.
Direksi berperan sebagai organ eksekutif yang bertanggung jawab atas pengelolaan
operasional harian. Dalam proses nominasi dan penunjukan organ tata kelola, BSI
mengedepankan prinsip independensi, keberagaman, kompetensi profesional, serta
pemahaman terhadap aspek keberlanjutan.
Sebagai pelengkap organ utama, Perseroan membentuk organ pendukung melalui
berbagai komite di bawah Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi untuk
memastikan efektivitas pengawasan dan pengambilan keputusan. Dewan Komisaris
didukung oleh Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi, serta Komite Pemantau
Risiko. Direksi dibantu oleh Sekretaris Perusahaan, Satuan Kerja Audit Intern, Enterprise
Risk Management (SKMR), dan komite-komite seperti Business Committee, Asset and
Liability Committee, IT Steering Committee, Risk Management Committee, Policy &
Procedure Committee, dan Human Capital Committee.
Informasi mengenai masa jabatan, rangkap jabatan, keterwakilan gender, pengalaman
profesional, serta profil lengkap seluruh anggota organ tata kelola, termasuk uraian tugas
setiap komite, tersaji dalam Laporan Tahunan yang dapat diakses melalui tautan berikut:
www.bankbsi.co.id. Laporan tersebut diterbitkan secara terpisah namun menjadi bagian
integral dari Laporan Keberlanjutan ini. Susunan tata kelola BSI ditampilkan sebagai
berikut:
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 69
Page 71
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
STRUKTUR DAN KOMPOSISI TATA KELOLA
Struktur Good Corporate Governance
Annual General Meeting
Board of Commissioner
Komite Remunerasi &
Komite Pemantau Risiko Nominasi Komite Audit
Board of Sharia Oversight
Komite Syariah
Board of Directors
Komite Police & Human
Business IT Steering Manajemen Procedure Capital
Committee ALCO Committee Risiko Committee Committee
Identification, Measurement, Mitigation, Control
Internal
Audit
Business Unit Enterprice Risk
Banking Senior Ops Financing Human
(Revenue Procurement Management
Operational Risk (SOR) Strategy Capital
Generating) (SKMR)
Decentralized
Operational Compliance
Risk Taking Information Compliance Police &
Support Legal (Satuan Kerja
Unit Technology & Op. Risk Procedure
Kepatuhan)
(DCOR)
1st Line 1,5th Line 2nd Line 3rd Line
Independent
Risk Owner Independent Risk Management
Assurance
Alignment, Communication,
Accountability & Reporting Delegation, Direction & Oversight Coordination & Collaborations
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
70 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 72
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
CONFLICT OF INTEREST
[GRI 2-15]
Sebagai bagian dari penguatan budaya integritas di Dalam menjalankan fungsinya, Dewan Pengawas
seluruh lini organisasi, BSI menetapkan ketentuan Syariah dilarang:
pencegahan Benturan Kepentingan melalui Kode •• Menggunakan aset atau kedudukan Perseroan
Etik yang wajib dipatuhi oleh seluruh Jajaran untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau
Bank. Benturan Kepentingan dipahami sebagai pihak lain.
kondisi ketika seorang pegawai atau pejabat Bank, •• Menerima keuntungan pribadi dari Perseroan
dalam menjalankan tugas kedinasannya, memiliki selain remunerasi dan fasilitas resmi yang
kepentingan pribadi, keluarga, atau pihak lain ditetapkan RUPS.
yang dapat memengaruhi independensi dan •• Merangkap jabatan tidak sesuai dengan
objektivitas dalam pengambilan keputusan. ketentuan peraturan perundang-undangan.
Aturan ini berlaku menyeluruh bagi semua insan
BSI tanpa pengecualian. Hingga akhir periode pelaporan, seluruh anggota
Dewan Komisaris, DPS, dan Direksi tidak memiliki
Untuk memastikan perilaku yang beretika, setiap hubungan keuangan, hubungan keluarga, atau
Jajaran Bank diwajibkan untuk: hubungan kepengurusan dengan anggota
a. Menghindari tindakan atau aktivitas lainnya maupun pemegang saham pengendali,
yang berpotensi menimbulkan benturan baik secara langsung maupun tidak langsung.
kepentingan. Mereka juga tidak memiliki kepemilikan
b. Menjaga sikap profesional, bertanggung saham pada pemasok atau entitas lain yang
jawab, serta bebas dari pengaruh yang dapat berpotensi menimbulkan benturan kepentingan.
mengurangi objektivitas atau merugikan Kepemilikan saham mayoritas BSI berada pada
reputasi dan bisnis Bank. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 51,47%,
c. Tidak menyalahgunakan identitas atau atribut sehingga tidak terdapat pemegang saham
korporasi untuk kepentingan pribadi, dan pengendali tidak langsung.
penggunaannya hanya diperbolehkan dengan
persetujuan Bank. Pada tahun 2025, terdapat anggota Dewan
Komisaris dan Direksi yang memiliki saham
Selain itu, BSI juga memiliki kebijakan pengelolaan Perseroan. Berdasarkan POJK 4 Tahun 2024 dan
Benturan Kepentingan yang mengatur: POJK 2 Tahun 2024, DPS juga wajib melaporkan
a. Proses identifikasi, mitigasi, dan pengelolaan kepemilikan saham 5% atau lebih-baik pada BSI
benturan kepentingan, termasuk yang maupun pada bank atau perusahaan lain di dalam
berkaitan dengan transaksi afiliasi dan atau luar negeri.
transaksi intragroup.
b. Larangan bagi Direksi dan Dewan Komisaris Seluruh anggota Dewan Komisaris, Direksi,
untuk melakukan tindakan yang dapat dan DPS dipastikan tidak memiliki saham atau
merugikan Bank atau mengurangi potensi hubungan kepentingan pada perusahaan
keuntungan. lain yang dapat menimbulkan konflik. Tidak
c. Kewajiban untuk mengungkapkan adanya terdapat transaksi yang memenuhi kategori
benturan kepentingan dalam setiap proses transaksi benturan kepentingan sepanjang
pengambilan keputusan. tahun pelaporan. Informasi kepemilikan saham
Dewan Komisaris dan Direksi merujuk pada
Untuk Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Laporan Tahunan bagian Tata Kelola Perusahaan,
Pengawas Syariah, BSI menerapkan ketentuan sementara informasi mengenai transaksi
khusus, antara lain: berpotensi konflik mengacu pada bagian Analisis
•• Jika terjadi situasi di mana kepentingan Bank dan Pembahasan Manajemen.
bertentangan dengan kepentingan pribadi
salah satu anggota Direksi, maka kewenangan BSI berkomitmen mengelola setiap potensi
perwakilan Bank dialihkan kepada anggota benturan kepentingan secara transparan
Direksi lain yang tidak memiliki konflik. Apabila melalui kebijakan yang mencakup identifikasi,
seluruh Direksi memiliki konflik kepentingan, pencegahan, mitigasi, dan pengungkapan
Bank akan diwakili oleh Dewan Komisaris atau kepada pemangku kepentingan. Informasi
pihak yang ditunjuk. mengenai kepemilikan saham, hubungan
•• Jika tidak terdapat anggota Dewan Komisaris dengan pemegang saham pengendali, rangkap
yang dapat mewakili, RUPS berwenang jabatan, dan transaksi pihak berelasi disampaikan
menunjuk satu atau lebih pihak untuk secara terbuka untuk menjaga independensi dan
melaksanakan tugas tersebut. akuntabilitas seluruh organ tata kelola.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 71
Page 73
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
NOMINASI DAN SELEKSI
DEWAN KOMISARIS, DEWAN
PENGAWAS SYARIAH, DAN DIREKSI
[GRI 2-10]
Sebagai bagian dari komitmen terhadap Selain itu, nominasi Dewan Pengawas Syariah
tata kelola yang transparan, proses nominasi dilaksanakan oleh RUPS berdasarkan rekomendasi
anggota Dewan Komisaris dan Direksi dilakukan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia,
melalui usulan Dewan Komisaris kepada RUPS dengan mematuhi ketentuan OJK dan
berdasarkan rekomendasi Komite Nominasi dan peraturan perundang-undangan terkait. Seluruh
Remunerasi. Penetapan pengangkatan maupun pengangkatan anggota Dewan Komisaris, Direksi,
pemberhentian dilakukan oleh RUPS sesuai dan Dewan Pengawas Syariah wajib memenuhi
ketentuan Anggaran Dasar, dan berlaku efektif persyaratan hukum yang berlaku pada saat
setelah memperoleh persetujuan OJK. penetapan.
Informasi selengkapnya mengenai mekanisme
Dalam proses nominasi dan seleksi, BSI nominasi dan seleksi, termasuk komposisi
menetapkan kriteria yang mengutamakan keberagaman Dewan Komisaris, Direksi, dan
profesionalisme, integritas, independensi, Dewan Pengawas Syariah, disajikan secara rinci
kompetensi, serta keberagaman. Selain dalam Laporan Tahunan bagian Tata Kelola
mempertimbangkan rekam jejak dan keahlian, Perusahaan www.bankbsi.co.id.
BSI memasukkan pandangan pemangku
kepentingan, terutama pemegang saham melalui
RUPS, serta memenuhi ketentuan regulator
melalui pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan
(fit and proper test).
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
72 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 74
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
PENILAIAN KINERJA DEWAN KOMISARIS,
DEWAN PENGAWAS SYARIAH,
DAN DIREKSI
[GRI 2-18]
Sebagai bagian dari mekanisme tata kelola RUPS memiliki kewenangan untuk
yang akuntabel, evaluasi kinerja Dewan memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan
Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Direksi sewaktu-waktu dengan mencantumkan
Syariah dilaksanakan melalui RUPS Tahunan. alasan yang sah, apabila anggota Dewan tersebut:
Dalam forum tersebut, Direksi menyampaikan 1. Tidak/kurang dapat memenuhi kewajibannya
Laporan Tahunan, sementara Dewan Komisaris yang telah disepakati dalam kontrak
menyampaikan laporan atas pelaksanaan fungsi manajemen;
pengawasan sepanjang tahun berjalan. Penilaian 2. Tidak dapat menjalankan tugasnya dengan
terhadap Dewan Pengawas Syariah dilakukan baik;
melalui self-assessment yang dilaksanakan setiap 3. Melanggar ketentuan anggaran dasar dan/
semester dan hasilnya disampaikan kepada OJK atau peraturan perundang-undangan yang
untuk memperoleh persetujuan. berlaku;
4. Melakukan tindakan yang melanggar etika dan/
Selain itu, Dewan Pengawas Syariah juga wajib atau kepatutan yang seharusnya dihormati
menyampaikan Laporan Hasil Pengawasan secara sebagai anggota Direksi;
berkala kepada Departemen Perbankan Syariah 5. Terlibat dalam tindakan yang merugikan
OJK serta Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Perseroan dan/atau negara;
Indonesia. Aspek ESG, termasuk implementasi 6. Dinyatakan bersalah dengan putusan
Keuangan Berkelanjutan, merupakan salah pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum
satu indikator kinerja utama (Key Performance tetap;
Indicator/KPI) Direksi yang memperoleh 7. Alasan lainnya yang dinilai tepat oleh RUPS
pengawasan langsung dari Dewan Komisaris. demi kepentingan dan tujuan Perseroan.
Setiap tahun, BSI juga menyerahkan RAKB
kepada OJK yang ditandatangani oleh Direksi dan
disetujui oleh Dewan Komisaris.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 73
Page 75
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KEBIJAKAN REMUNERASI
DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
[GRI 2-19, 2-20, 2-21]
BSI telah menetapkan kebijakan remunerasi bagi Dalam menentukan besaran remunerasi, BSI
Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas menerapkan prinsip kehati-hatian dengan
Syariah yang berpedoman pada Peraturan OJK mempertimbangkan antara lain kinerja keuangan,
No. 59/POJK.03/2017 tentang Penerapan Tata kecukupan pembentukan pencadangan kerugian
Kelola dalam Pemberian Remunerasi bagi Bank penurunan nilai, kewajaran dibandingkan peer
Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Kebijakan group, serta keselarasan dengan tujuan dan strategi
ini mencakup remunerasi tetap berupa gaji dan jangka panjang Bank. Kinerja keberlanjutan juga
tunjangan, serta remunerasi tidak tetap seperti menjadi bagian dari pertimbangan, termasuk
insentif kinerja tahunan. BSI tidak memberikan capaian KPI ESG dan implementasi RAKB.
sign-on bonus. Ketentuan pembayaran
terminasi mengikuti regulasi yang berlaku, Penetapan remunerasi dilakukan melalui
termasuk penerapan clawback apabila terdapat mekanisme sebagai berikut:
pelanggaran, serta penyediaan manfaat pensiun 1. Komite Nominasi dan Remunerasi melakukan
sesuai program Bank. evaluasi atas kebijakan remunerasi yang
berlaku.
Kebijakan remunerasi ini mengatur struktur 2. Komite memberikan rekomendasi kepada
kompensasi dan fasilitas lain yang disetujui Dewan Komisaris terkait remunerasi Dewan
melalui RUPS, mencakup: Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas
Syariah.
1. Remunerasi (keuangan) seperti gaji, 3. Dewan Komisaris menyampaikan usulan
tunjangan, kompensasi dalam bentuk saham, remunerasi, berupa gaji/honorarium dan
bonus, serta bentuk remunerasi lainnya. tantiem, kepada Pemegang Saham Pengendali
untuk kemudian diputuskan dalam RUPS.
2. Fasilitas non keuangan (natura) untuk
Dewan Komisaris dan Direksi, antara lain: Seluruh proses penentuan remunerasi
a. Tunjangan Hari Raya dilaksanakan oleh Komite Nominasi dan
b. Tunjangan Purna Jabatan Remunerasi yang bersifat independen di bawah
c. Tunjangan Perumahan dan Utilitas Dewan Komisaris. Komite mengevaluasi struktur
d. Fasilitas Kendaraan dan Tunjangan remunerasi dan memberikan rekomendasi
Transportasi kepada Dewan Komisaris untuk diajukan ke RUPS.
e. Fasilitas Kesehatan Dalam proses ini, Bank tidak menggunakan jasa
f. Club Membership dan keanggotaan asosiasi konsultan remunerasi eksternal. Keputusan
profesi pemegang saham melalui RUPS merupakan dasar
g. Fasilitas Komunikasi persetujuan akhir, dan seluruh usulan remunerasi
h. Fasilitas Kantor Non inventaris disahkan melalui mekanisme pemungutan suara
i. Fasilitas Perjalanan Dinas sesuai ketentuan tata kelola yang berlaku.
j. Fasilitas Bantuan Hukum
k. Hak Cuti
Komite Nominasi Rapat Umum
Dewan
3. Fasilitas non keuangan untuk Dewan dan Remunerasi
Komisaris
Pemegang
Saham
Pengawas Syariah, meliputi: Membuat Kajian
Pembahasan
Penyusunan Menetapkan
a. Tunjangan Hari Raya Remunerasi
Remunerasi
Remunerasi
b. Tunjangan Purna Jabatan
c. Fasilitas Kesehatan
d. Fasilitas Perjalanan Dinas
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
74 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 76
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KEBIJAKAN REMUNERASI DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
Sebagai bagian dari proses persetujuan remunerasi yang transparan, keputusan mengenai tantiem dan
gaji/honorarium bagi Dewan Komisaris dan Direksi ditetapkan dalam Mata Acara Rapat Keempat RUPS
Tahunan pada 16 Mei 2025. Berdasarkan hasil pemungutan suara, sebanyak 43.103.881.375 suara atau
98,5742401% menyatakan setuju, 171.150.059 suara atau 0,3914030% menyatakan abstain, dan 452.296.659
suara atau 1,0343570% menyatakan tidak setuju dari total saham dengan hak suara yang hadir.
Sebagai komitmen atas keterbukaan struktur remunerasi, BSI menyajikan rasio total kompensasi tahunan
rata-rata Direksi dibandingkan dengan median total gaji tahunan pegawai. Total kompensasi pegawai
meliputi gaji pokok, tunjangan, serta remunerasi variabel yang diterima selama tahun pelaporan.
Perhitungan rasio dilakukan dengan membandingkan kompensasi tahunan rata-rata Direksi dengan
median kompensasi tahunan seluruh pegawai. BSI juga mengungkapkan rasio persentase peningkatan
kompensasi tahunan rata-rata Direksi terhadap persentase peningkatan median gaji tahunan pegawai.
Informasi ini memberikan gambaran mengenai tingkat kesenjangan kompensasi dan pertumbuhan
remunerasi di dalam organisasi.
Rasio untuk tahun 2025 disajikan pada tabel berikut:
Uraian Rasio
Rasio total kompensasi tahunan rata-rata Direksi terhadap median total gaji tahunan untuk
23,47 : 1
semua pegawai.
Rasio persentase kenaikan total kompensasi tahunan rata-rata Direksi terhadap rasio
(1,18) : 1
peningkatan persentase median total gaji untuk semua pegawai.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 75
Page 77
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KEPATUHAN TERHADAP
HUKUM DAN PERATURAN
[GRI 2-27] [FN-CB-510A.1]
Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, keuangan, reputasi, atau hubungan dengan
BSI menjadikan kepatuhan terhadap hukum regulator dan pemangku kepentingan utama.
dan peraturan sebagai fondasi utama dalam
menjaga integritas operasional dan kepercayaan Ketidakpatuhan juga dikategorikan signifikan
publik. Seluruh aktivitas bisnis dijalankan sesuai apabila mengakibatkan gangguan layanan
ketentuan regulator, prinsip syariah, serta standar yang luas, temuan berisiko tinggi dari regulator,
tata kelola terbaik untuk memastikan bahwa setiap atau potensi kerugian finansial yang material.
proses, keputusan, dan interaksi berlangsung Berdasarkan definisi tersebut, sanksi moneter dan
secara transparan, bertanggung jawab, dan administratif yang diterima selama tahun 2025
bebas dari praktik yang melanggar hukum. tidak termasuk dalam kategori ketidakpatuhan
Melalui penerapan kebijakan etika, mekanisme signifikan.
pengaduan, serta sistem pengendalian internal
yang konsisten, BSI berkomitmen menciptakan Sepanjang tahun 2025, BSI mendapatkan 3 (tiga)
lingkungan kerja yang berintegritas tinggi dan pengenaan sanksi moneter yang dikenakan oleh
mendorong perilaku bisnis yang berkelanjutan Regulator kepada BSI yang diakibatkan oleh
serta berorientasi pada kepentingan pemangku kesalahan pelaporan serta 2 (dua) pengenaan
kepentingan. sanksi moneter yang dikenakan oleh Regulator
kepada BSI yang diakibatkan oleh keterlambatan
Pengelolaan Kepatuhan dan Evaluasi Sanksi penyampaian pelaporan.
Regulasi Tahun 2025
Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, BSI BSI telah melakukan tindak lanjut dengan
senantiasa berkomitmen untuk mematuhi membayar kepada Regulator sesuai dengan
regulasi dan peraturan perundang-undangan ketentuan. Namun demikian, sanksi moneter
yang berlaku. BSI mendefinisikan ketidakpatuhan maupun administrasi yang dikenakan kepada BSI
signifikan sebagai pelanggaran terhadap bukan merupakan kasus ketidakpatuhan yang
peraturan perundang-undangan yang berdampak signifikan. Rincian sanksi di tahun 2025 dapat
material terhadap operasional Bank, kondisi dilihat sebagai berikut:
Sanksi Moneter Tahun 2025
(Dalam Rupiah)
No. Nama Sanksi Instansi Jumlah Denda
1. Kesalahan dalam Data SLIK Otoritas Jasa Keuangan 61.050.000
2. Laporan Realisasi Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan 100.000
3. Keterlambatan Laporan Transaksi Keuangan Tunai Otoritas Jasa Keuangan 40.000.000
4. Kesalahan Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) Bank Indonesia 9.300.000
5. Keterlambatan Laporan Koreksi LBUT Bank Indonesia 7.900.000
Jumlah 118.350.000
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
76 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 78
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN
KODE ETIK WHISTLEBLOWING SYSTEM
[GRI 2-16, 2-26] [FN-CB-510a.2]
Sebagai lembaga keuangan syariah yang
mengedepankan integritas, PT Bank Syariah Sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga
Indonesia Tbk (BSI) menerapkan Kode Etik budaya integritas dan tata kelola yang sehat,
sebagai landasan perilaku seluruh insan Bank BSI mengimplementasikan Whistleblowing
dalam menjalankan tugas, mengambil keputusan, System (WBS) sebagai saluran aman bagi seluruh
dan berinteraksi dengan seluruh pemangku pemangku kepentingan termasuk pemasok,
kepentingan. Kode Etik ini menjadi panduan nasabah, dan pihak ketiga lainnya untuk
untuk memastikan setiap tindakan sesuai melaporkan dugaan pelanggaran. WBS dirancang
prinsip syariah, profesionalisme, serta nilai-nilai untuk memastikan setiap laporan mengenai
perusahaan, termasuk The Seven Fundamentals indikasi kecurangan, pelanggaran hukum,
of BSI yang menjadi dasar dalam membangun penyalahgunaan wewenang, pelanggaran
budaya kerja yang amanah, bertanggung jawab, etika, maupun ketidakpatuhan terhadap prinsip
dan berorientasi pelayanan. syariah dapat ditindaklanjuti secara objektif
dan bertanggung jawab. Mekanisme ini sejalan
Kode Etik BSI mengatur berbagai aspek dengan prinsip transparansi serta akuntabilitas
penting dalam menjaga kualitas tata kelola, yang diatur dalam kebijakan tata kelola
mulai dari pencegahan benturan kepentingan, perusahaan dan PTO WBS BSI Tahun 2025.
larangan gratifikasi (risywah), hingga kewajiban
menjaga kerahasiaan data serta akurasi BSI menjamin perlindungan penuh terhadap
informasi yang disampaikan. Setiap insan pelapor, termasuk kerahasiaan identitas serta
Bank diwajibkan menghindari seluruh bentuk isi laporan, dan memastikan bahwa seluruh
penyalahgunaan kewenangan, penggunaan informasi ditangani secara aman. Setiap
identitas korporasi yang tidak sesuai ketentuan, pengaduan diproses secara rahasia dan diselidiki
maupun pemanfaatan informasi internal untuk dengan kehati-hatian sambil tetap menghormati
kepentingan pribadi. Selain itu, Kode Etik juga hak-hak pihak yang terlibat. Pelapor diharapkan
menekankan pentingnya menjaga integritas memberikan informasi berbasis fakta dan beritikad
sistem perbankan, menghindari tindakan baik sesuai unsur pelaporan “5W + 1H” (what,
melanggar hukum, serta memastikan rekening who, where, when, why, how), serta menyertakan
pegawai dikelola secara bertanggung jawab dan bukti pendukung yang relevan, seperti dokumen
tidak digunakan untuk aktivitas yang tidak sesuai pembiayaan, surat, rekaman, atau bukti elektronik
prinsip syariah maupun ketentuan regulator. lainnya, sepanjang diperoleh tanpa melanggar
ketentuan hukum.
Untuk memperkuat penerapan Kode Etik, BSI
mewajibkan seluruh jajaran Bank melakukan Ruang lingkup pelanggaran yang dapat
annual disclosure sebagai bentuk komitmen dilaporkan melalui WBS sangat luas, mencakup
terhadap integritas pribadi dan profesional. kecurangan, penggelapan aset, pembocoran
Pengawasan atas implementasi Kode Etik informasi, tindak pidana perbankan, pelanggaran
dilakukan oleh unit yang membidangi kode etik perusahaan, benturan kepentingan,
Sumber Daya Manusia dan Kepatuhan, yang suap atau gratifikasi, tindakan tidak etis, hingga
berwenang mengusulkan pembaruan jika ketidakpatuhan syariah. Seluruh kategori tersebut
terjadi perubahan internal maupun eksternal menjadi perhatian penting bagi BSI dalam
yang dapat memengaruhi relevansi Kode Etik. menjaga kepercayaan publik dan memastikan
Setiap pelanggaran terhadap Kode Etik akan standar tata kelola yang tinggi.
dikenakan sanksi sesuai ketentuan kepegawaian
yang berlaku sehingga memastikan disiplin dan Selain sebagai sarana pelaporan, WBS juga
akuntabilitas tetap terjaga di seluruh tingkat menjadi kanal bagi pegawai dan pemangku
organisasi.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 77
Page 79
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN
kepentingan untuk meminta saran mengenai pada tingkat manajemen melalui sistem
penerapan etika bisnis, kepatuhan, serta tata pengendalian internal dan pemantauan risiko.
kelola keberlanjutan. Permintaan konsultasi dapat Apabila di periode berikutnya terdapat isu kritis
disampaikan melalui Unit Kepatuhan, Satuan yang memerlukan perhatian organ tata kelola
Kerja Manajemen Risiko, atau Unit ESG, termasuk tertinggi, jumlah dan sifat isu tersebut akan
melalui email internal, NPS, dan sesi sosialisasi diungkapkan secara transparan dalam Laporan
kebijakan yang dilakukan secara berkala. Keberlanjutan.
Untuk memudahkan pelaporan, BSI menyediakan
berbagai kanal WBS yang dapat diakses kapan ANTI KORUPSI, ANTI-FRAUD, DAN
saja, yaitu: PENGENDALIAN GRATIFIKASI
•• Website: https://whistleblowing.tips/wbs/@E-WBS Operasi-operasi yang Dinilai Memiliki Risiko
•• Email: e-wbsi@rsm.id [GRI 205-1]
•• Telepon/WA/SMS: 08117-851-851 BSI memahami bahwa risiko terjadinya tindakan
korupsi melekat pada seluruh unit kerja, seiring
Pada tahun 2025, BSI mencatat total 118 laporan dengan kewenangan pengelolaan anggaran
WBS, yang terdiri dari 11 laporan yang telah yang dijalankan secara mandiri oleh masing-
ditindaklanjuti, 11 laporan yang masih dalam proses masing unit. Sepanjang tahun 2025, manajemen
investigasi, 46 laporan yang dinyatakan tidak telah mengidentifikasi bahwa pengelolaan
memenuhi kriteria atau tidak layak ditindaklanjuti, anggaran tersebut merupakan risiko utama yang
serta 50 laporan yang ditutup karena kurangnya memerlukan pengendalian dan pengawasan
bukti atau tidak terbukti. Seluruh laporan yang memadai.
tersebut telah ditangani sesuai prosedur PTO
WBS, termasuk proses analisis awal, klarifikasi, Untuk meminimalkan potensi tersebut, BSI
investigasi lanjutan, serta dokumentasi hasil menerapkan berbagai program dan prosedur
temuan. BSI memastikan bahwa setiap laporan pencegahan korupsi yang sejalan dengan
memperoleh respons yang memadai dan secara ketentuan hukum berlaku. Mengacu pada
konsisten dipantau oleh Unit Kepatuhan dan Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang
Manajemen Risiko untuk memastikan efektivitas Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,
penanganan pengaduan dan peningkatan sebagaimana telah diubah dengan Undang-
budaya integritas di seluruh organisasi. undang No. 20 Tahun 2002, korupsi dipahami
sebagai penyalahgunaan kewenangan untuk
Penyampaian Isu Kritis kepada Organ Tata memperkaya diri sendiri atau pihak lain melalui
Kelola Tertinggi [GRI 2-16] tindakan yang bertentangan dengan hukum.
BSI memiliki mekanisme penyampaian isu kritis
kepada organ tata kelola tertinggi melalui jalur Salah satu bentuk yang dapat memicu praktik
pelaporan berjenjang yang melibatkan Direksi, korupsi adalah gratifikasi. Untuk mencegah
Komite Manajemen Risiko, dan Satuan Kerja terjadinya penyalahgunaan ini, BSI telah
Audit Internal. Isu yang dikategorikan sebagai menetapkan PTO Pengendalian Gratifikasi, yang
isu kritis meliputi kejadian yang berpotensi secara rutin disosialisasikan kepada seluruh
menimbulkan dampak material terhadap aspek pegawai agar dipahami dan diterapkan dalam
keuangan, operasional, kepatuhan, reputasi, aktivitas kerja sehari-hari.
atau keberlanjutan Bank. Apabila suatu isu
diklasifikasikan sebagai isu kritis dan memerlukan Melalui penerapan kebijakan pengendalian
penanganan segera, laporan khusus akan gratifikasi tersebut, BSI mendorong seluruh
disampaikan kepada Dewan Komisaris melalui pegawai untuk:
rapat koordinasi pengawasan atau melalui 1. Membangun nilai-nilai Good Corporate
mekanisme eskalasi yang telah ditetapkan. Governance dan menanamkan value integrity.
2. Tidak menerima dan/atau memberikan
Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat isu kritis gratifikasi yang berhubungan dengan
yang dikomunikasikan kepada Dewan Komisaris. jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban
Mayoritas potensi isu signifikan berhasil ditangani atau tugasnya.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
78 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 80
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN
3. Melaporkan setiap penerimaan gratifikasi 6. Jajaran Bank wajib mengedukasi pemberi
yang berhubungan dengan jabatannya dan atau pihak yang berpotensi memiliki benturan
berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya kepentingan dengan cara yang baik dan sopan
kepada Unit Pengendali Gratifikasi yang berada mengenai larangan penerimaan gratifikasi
di bawah koordinasi Unit Kerja Compliance. yang dianggap suap dan/atau gratifikasi
lainnya yang dilarang.
Selain pengendalian gratifikasi, BSI juga 7. Apabila Jajaran Bank mengetahui adanya
melaksanakan sejumlah prosedur pencegahan penerimaan gratifikasi yang dianggap suap
untuk menghadapi risiko korupsi, suap, kickback, dan tidak dilaporkan oleh penerima, maka
dan fraud lainnya, yang mencakup: yang bersangkutan dapat dilaporkan melalui
1. Pengendalian gratifikasi merupakan tugas sarana WBS.
dan tanggung jawab seluruh Jajaran Bank
2. Setiap jajaran Bank wajib menghindari dan
menolak pemberian gratifikasi dengan sopan
yang dapat dianggap sebagai pemberian suap Penerapan ISO 37001:2016 Sistem
(baik itu pemberian dari pihak eksternal Manajemen Anti Penyuapan (SMAP)
ataupun internal/sesama Jajaran Bank)
yang berhubungan dengan jabatannya dan Memasuki tahun 2025, BSI terus
berlawanan dengan kewajiban dan tugasnya mempertahankan penerapan Sertifikasi
sebagai Pejabat Bank. ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti
3. Apabila penerimaan gratifikasi tidak dapat Penyuapan (SMAP) yang telah dimiliki sejak
ditolak pada kesempatan pertama, maka 2021 dan diperbarui melalui resertifikasi pada
penerima gratifikasi wajib melaporkan 2024. Penerapan standar ini tetap menjadi
penerimaan gratifikasi tersebut dalam fondasi penting dalam memastikan seluruh
jangka waktu selambat-lambatnya 24 jam aktivitas bisnis BSI berjalan sesuai prinsip
sejak penerimaan kepada Unit Pengendali integritas, transparansi, dan tata kelola yang
Gratifikasi (Anti Bribery-Compliance & AML- bebas dari penyuapan. Sepanjang 2025,
CFT Group) disertai dengan bukti autentik BSI melanjutkan penguatan pengendalian
pengembalian gratifikasi, antara lain berita internal serta peningkatan kepatuhan
acara serah terima pengembalian barang untuk memastikan efektivitas penerapan
gratifikasi yang ditandatangani oleh penerima ISO 37001:2016. Manfaat dari keberlanjutan
dan pemberi atau bukti setoran/transfer jika penerapan ISO SMAP ini mencakup:
penerimaan dalam bentuk uang. 1. Mencegah Praktik Penyuapan
4. Jajaran Bank yang melakukan penolakan/ 2. Meningkatkan Kepatuhan Terhadap
penerimaan Gratifikasi, maka penerima Regulasi
gratifikasi wajib melaporkan hal tersebut 3. Meningkatkan Reputasi Perusahaan
kepada Unit Pengendali Gratifikasi melalui 4. Meminimalkan Risiko Hukum
email. antibribery@bankbsi.co.id dan/atau 5. Menciptakan Lingkungan Bisnis yang
melalui Whatsapp dengan nomor 08118 451 Etis
451 paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sejak 6. Meningkatkan Pengawasan dan
penerimaan gratifikasi dengan tembusan Akuntabilitas
kepada Kepala Unit Kerja Pelapor. 7. Menambah Nilai Kompetitif
5. Unit Pengendali Gratifikasi melakukan review 8. Memberikan Kepercayaan Kepada
atas pelaporan penerimaan gratifikasi dan Investor dan Pemangku Kepentingan
memutuskan jenis gratifikasi tersebut
(menjadi kelolaan Bank atau dapat dimiliki
oleh Pelapor) dan menerbitkan Surat
Keputusan Penetapan Gratifikasi selambat-
lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja sejak
laporan gratifikasi diterima lengkap berserta
dokumen pendukungnya.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 79
Page 81
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN
Komunikasi dan Pelatihan Tentang Kebijakan dan Prosedur [GRI 205-2]
Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman seluruh insan Bank
mengenai mekanisme pengendalian serta menanamkan budaya Awareness Anti-Fraud sesuai PTO
Pengendalian Gratifikasi. Sepanjang 2025, kegiatan sosialisasi ini terus diperluas dan diberikan kepada
seluruh pegawai BSI, termasuk Direksi dan Dewan Komisaris, sebagai bagian dari upaya penguatan
integritas di seluruh unit kerja.
Selain kepada internal, BSI juga memberikan edukasi anti-fraud kepada mitra bisnis melalui proses
pengadaan barang dan jasa, kegiatan vendor gathering, penandatanganan pakta integritas, dan
penerapan etika pengadaan di seluruh wilayah operasional. Upaya ini diperkuat dengan penyediaan
dan pembaruan informasi kebijakan anti-fraud melalui situs resmi BSI, memastikan seluruh pemangku
kepentingan memiliki akses yang jelas terhadap standar etika dan tata kelola yang diterapkan Bank.
Pada tahun 2025, program yang dijalankan meliputi:
1. Pelaksanaan Risk Awareness dan Anti-Fraud Campaign kepada seluruh pegawai melalui berbagai
media, baik online maupun offline, termasuk email blast, desktop notification, poster, infografis,
video, media sosial, dan monitoring onsite. Kegiatan ini mencakup penyebaran konten dan poster
anti-gratifikasi bekerja sama dengan Corporate Secretary & Communication Group melalui email
blast, WhatsApp blast, media sosial, dan website perusahaan dengan rincian sebagai berikut:
No. Tanggal Perihal Media
1. 30 Janari 2025 Videografis Complaince Awareness “Gratifikasi dari Email blast
Pandangan Islam”
2. 28 Februari 2025 Poster Himbauan Pengendalian Gratifikasi di Bulan Email blast
Suci Ramadhan 1446 H
3. 2 & 3 Maret 2025 Poster Larangan Gratifikasi Ramadhan 1446 H Website dan media Sosial BSI
4. 6 Maret 2025 Imbauan Pencegahan dan Pengendalian Gratifikasi Surat
Hari Raya Idul Fitri 1446 H
5. 6 Maret 2025 Imbauan Pencegahan dan Pengendalian Gratifikasi Nota
Hari Raya Idul Fitri 1446 H
6. 24 Maret 2025 Poster Sambut Idul Fitri tanpa Gratifikasi Email blast
7. 30 Maret 2025 Poster Indahnya idul Fitri tanpa Gratifikasi Media sosial BSI
8. 17 April 2025 Hari Kartini tema “Hentikan Gratifikasi Bangun Email blast
Integritas”
9. 19 Mei 2025 Hari Kebangkitan Nasional tema “Bangkit Bersama, Email blast
Tolak Gratifikasi untuk Indonesia Berintegritas”
10. 6 Juni 2025 Komitmen Anti Gratifikasi Insan BSI terkait Hari Media sosial dan website BSI
Raya Idul Adha
11. 10 Juni 2025 Hari Raya Idul Adha mengenai larangan menerima Email blast
gratifikasi hari Raya idul Adha`
12. 10 – 11 Juni 2025 Media Pelaporan Gratifikasi di BSI Desktop PC BSI
13. 8 – 9 Juli 2025 7 Langkah Mengindentifikasi Gratifikasi (PROVE IT) Desktop PC BSI
di BSI
14. 15 Agustus 2025 Hari Kemerdekaan RI Ke 80 tema “ Merdeka dari Email blast
Gratifikasi dan Suap”
15. 10 November 2025 Hari Pahlawan Email blast
16. 9 Desember 2025 Hari Antikorupsi Sedunia Email blast
17. 23 Desember 2025 Menyambut Tahun Baru 2026 Email blast
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
80 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 82
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN
2. Sosialisasi Anti Gratifikasi (Laa Risywah) kepada seluruh pegawai. Kegiatan ini bertujuan membangun
kesadaran pegawai terhadap pentingnya pencegahan gratifikasi serta memastikan pemahaman
yang selaras di seluruh unit kerja.
a. Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi dilakukan melalui sesi tatap muka yang diselenggarakan
secara daring maupun luring, sehingga dapat menjangkau seluruh pegawai tanpa batasan lokasi.:
Sasaran Sosialisasi Peserta Sosialisasi
PIHAK INTERNAL 7 Februari 2025 1. Seluruh sekretaris Direksi, Komisaris,
(Pegawai Organik 2. Dewan Pengawas Syariah, dan seluruh Group secara
dan Non Organik online (Teams)
BSI)
24 - 25 April 2025 RO II Medan
3 Juni 2025 HCS
11 Juni 2025 1. RCBM Banjarmasin,
2. RCBM Balikpapan,
3. ASBM Banjarmasin, dan
4. ASBM Balikpapan
14 Juni 2025 FOG Kantor Pusat
6 Agustus 2025 1. KCP Serang A Yani 1,
2. KCP JKT Gading Boulevard Raya,
3. KC Bekasi A Yani,
4. KCP JKT Rawamangun,
5. Area Consumer Business Manager,
6. Fancing Channel Manager
4 Oktober 2025 FCG Kantor Pusat
11 November 2025 RSC All Region
PIHAK EKSTERNAL 13 Oktober 2025 PT Mandiri Utama Finance (Mitra Kerja)
(Rekanan, Vendor,
Mitra kerja dan
Pihak ketiga lainnya)
b. Selain penyampaian materi, BSI juga melakukan kunjungan langsung ke unit kerja sebagai bagian
dari pengawasan atas pelaksanaan sosialisasi yang telah dilakukan, dengan rincian sebagai berikut:
No. Tanggal Unit Kerja Region
1. 24 - 25 April 2025 KC Lubuk Pakam II
2. 24 - 25 April 2025 KC Medan Juanda II
3. 20 Mei 2025 KC Semarang Padanaran VII
4. 21 Mei 2025 KCP Pemuda Klaten VII
5. 22 Mei 2025 KC Yogyakarta Kota Gede VII
6. 3-4 Juni 2025 KCP Bandung Rancaekek VI
7. 10-11 Juni 2025 KC Cirebon dr Cipto VI
8. 18 Juli 2025 KC Bandung Metro VI
9. 23 Juli 2025 KC Bandung Citarum VI
10. 11 Agustus 2025 KCP Bandung Surapati VI
11. 12 Agustus 2025 KC Bandung Antapani VI
12. 13 Agustus 2025 Area Pontianak IX
13. 14 Agustus 2025 RO IX Kalimantan IX
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 81
Page 83
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN
No. Tanggal Unit Kerja Region
14. 20 Agustus 2025 KC Bandung Pajajaran VI
15. 21 Agustus 2025 KCP Bandung Buah Batu 2 VI
16. 4 September 2025 KCP Bandung Dago VI
17. 8 September 2025 KCP Bandung RE Martadinata VI
18. 9 September 2025 KCP JKT Telkom Gatot Subroto IV
19. 9 September 2025 KCP Bandung Setrasari VI
20. 10 September 2025 KCP JKT Cikini IV
21. 10 September 2025 RFO & FC RO Bandung VI
22. 10 September 2025 KCP Bandung Kopo VI
23. 11 September 2025 KCP JKT Wahid Hasyim IV
24. 15 September 2025 KCP Cimahi Baros VI
25. 16 September 2025 KCP JKT Bendungan Hilir IV
26. 17 September 2025 KCP Cimahi VI
27. 8 Oktober 2025 KCP Cimahi Amir Macmud VI
28. 10 Oktober 2025 KCP Bandung Astana Anyar VI
Pada tahun 2025, BSI telah melaksanakan sosialisasi kebijakan anti-korupsi dan penandatanganan
pakta integritas kepada seluruh kelompok pemangku kepentingan internal dan eksternal. Seluruh
anggota Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah (100%) telah mengikuti sosialisasi
serta menandatangani pakta integritas. Dari total pegawai, seluruh pegawai (100%) juga telah menerima
sosialisasi kebijakan anti-korupsi dan anti-gratifikasi serta melakukan penandatanganan pakta integritas.
Selain itu, seluruh mitra bisnis (100%) telah memperoleh sosialisasi melalui proses pengadaan, vendor
gathering, serta penandatanganan pakta integritas. Penyampaian data kuantitatif ini memastikan
bahwa cakupan program anti-korupsi BSI dapat dievaluasi secara terukur dan transparan.
Insiden yang Terbukti dan Tindakan yang Diambil [GRI 205-3]
Pada tahun 2025, BSI tidak mencatat adanya insiden korupsi yang terbukti. Komitmen terhadap
penerapan prinsip anti-korupsi dan penguatan pengendalian internal memastikan bahwa seluruh
proses bisnis berjalan sesuai dengan ketentuan dan tidak ditemukan pelanggaran yang terkait dengan
tindak pidana korupsi sepanjang periode pelaporan.
Pada tahun 2025, BSI mencatat sejumlah insiden korupsi yang melibatkan 3 (tiga) pegawai tetap.
Atas insiden tersebut, 3 (tiga) pegawai tetap dikenakan pemutusan hubungan kerja. Tidak terdapat
pemutusan kontrak terhadap mitra maupun pengajuan laporan kasus fraud yang berasal dari publik.
Dalam rangka mencegah terulangnya kejadian serupa serta mendukung pencapaian zero corruption,
BSI memperkuat pengendalian internal, meningkatkan pemantauan berbasis risiko, serta memperluas
pelaksanaan program edukasi anti-korupsi di seluruh unit kerja.
Keterangan Jumlah (Orang) Status
Pegawai tetap 3 3 karyawan dikenakan pemutusan hubungan kerja
Pegawai tidak tetap 0 -
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
82 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 84
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN
PERDAGANGAN ORANG DALAM
Sebagai bank publik, BSI memiliki kewajiban untuk memastikan seluruh aktivitasnya sejalan dengan
ketentuan pasar modal serta menjunjung tinggi prinsip keadilan dan transparansi. Untuk itu, BSI
menerapkan kebijakan larangan insider trading yang mengatur bahwa seluruh pegawai, manajemen,
dan pihak yang memiliki akses terhadap informasi material non-publik dilarang memanfaatkan informasi
tersebut untuk keuntungan pribadi maupun pihak lain.
Pengawasan terhadap kepatuhan pasar modal dilakukan oleh Corporate Secretary bersama unit-unit
terkait yang memastikan bahwa setiap aktivitas yang melibatkan informasi material dilakukan sesuai
ketentuan dan dicatat secara transparan. BSI secara berkala memberikan edukasi dan sosialisasi
mengenai kewajiban pelaporan kepemilikan saham, batasan transaksi, dan ketentuan penggunaan
informasi material. Setiap potensi pelanggaran ditangani melalui proses verifikasi menyeluruh serta
dilaporkan kepada otoritas sesuai ketentuan.
Sepanjang 2025, BSI tidak mencatat adanya insiden insider trading. Hal ini menunjukkan efektivitas
pengendalian internal serta kesadaran tinggi seluruh pegawai dalam menjaga integritas dan kepatuhan
terhadap regulasi pasar modal.
PELINDUNGAN DATA PRIBADI
Pelindungan Data Pribadi
Pelindungan data pribadi di Indonesia berlandaskan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang
Pelindungan Data Pribadi, yang menjadi landasan hukum utama dalam pengelolaan dan pelindungan
data pribadi. Undang-undang ini mengatur hak subjek data, kewajiban pengendali dan/atau prosesor
data pribadi, mekanisme transfer data pribadi, serta sanksi atas pelanggaran ketentuan yang berlaku.
Regulasi tersebut menempatkan privasi sebagai bagian dari hak asasi manusia dan menuntut organisasi
untuk bertanggung jawab dalam mengelola data pribadi secara tepat sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Mengenal UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) Indonesia
Ringkasan pilar utama Undang-undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP)
sebagai hak asasi manusia di era digital.
Apa itu UU PDP? Prinsip Utama: Hak Subjek Data:
UU No. 27/2022 yang Sah, Adil, Transparan Kendali di Tangan Anda
mengaku data pribadi Pemrosesan data pribadi Individu berhak
sebagai hak wajib berdasarkan mengetahui, mengakses,
dasar manusia. persetujuan sah dari dan memperbaiki data
pemilik data. pribadinya.
Kewajiban Pengendali Sanksi Tegas: Tujuan Utama:
Data: Lindungi & Lapor Administratif & Pidana Menjaga Martabat
Wajib melindungi data dan Diterapkan untuk Warga Negara
memberi tahu jika terjadi memastikan pengelolaan Melindungi hak,
kebocoran (data breach). data yang bertanggung keamanan, dan reputasi
jawab dan adil. individu di dunia digital.
Siklus Pelindungan Data Pribadi
Bank telah mengatur tahapan proses dalam pelindungan data pribadi sebagai berikut:
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 83
Page 85
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN
Confidentiality Integrity Availability
01. Perolehan dan 02. Pengolahan dan 03. Penyimpanan
Pengumpulan Penganalisaan »» Pengamanan Data
»» Tujuan Pemrosesan »» Record of Processing »» Retensi Data
»» Dasar Pemrosesan Activities (ROPA)
»» Pembatasan »» Data Protection
Penggunaan dan Impact Assessment
Pengumpulan Data (DPIA)
04. Perbaikan dan 05. Penampilan, 06. Penghapusan atau
Pembaharuan Pengumuman, Transfer, Pemusnahan
»» Verifikasi Data Penyebarluasan atau Penghapusan dan
»» Memfasilitasi Subjek Pengungkapan Pemusnahan Sesuai
Data, melengkapi, »» Pemberian Notifikasi JRD
Membaharui Data ke Subjek Data »» Penetapan
»» Mematuhi Kriteria Mekanisme
Transfer Data ke Luar Penghapusan dan
Wilayah NKRI Pemusnahan
»» Pengendalian
Keamanan Data Pribadi
Maqashid Syariah dan Pelindungan Data Pribadi
Bank dalam menerapkan pelindungan data pribadi dalam konteks modern dapat dikaitkan langsung
dengan Maqashid Syariah, sebagai berikut:
Amanah di Era Digital: Menjaga Privasi dalam Bingkai Syariah
Krisis Data Global 2024: Apa itu Maqashid Syariah?
Lebih dari 5,5 Miliar Akun Bocor Tujuan utama hukum Islam untuk
Peningkatan hampir 8 kali lipat dari mewujudkan kemaslahatan dan
tahun sebelumnya, menunjukkan mencegah kemudaratan.
urgensi pelindungan data.
Menjaga Harga (Hifz al-Mal) Menjaga Jiwa dan Kehormatan (Hifz
Melindungi data perbankan dan al-Nafs & Hifz al-‘Ird)
aset ekonomi dari peniupuan dan Mencegah penyalahgunaan data
pencurian identitas. yang mengancam keselamatan dan
merusak nama baik individu.
Menjaga Akal (Hifz al-‘Aql) Perlindungan Data adalah Amanah
Mencegah manipulasi data dan Bukan sekedar kewajiban hukum,
informasi yang dapat menyesatkan tetapi tanggung jawab moral dan
pengambilan keputusan. religius di era digital
a. Hifz al-nafs (pelindungan jiwa)
Data pribadi yang bocor dapat membahayakan keselamatan seseorang, seperti alamat rumah dan
data kesehatan. Menjaga kerahasiaan data berarti menjaga keamanan jiwa.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
84 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 86
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN
b. Hifz al-‘aql (pelindungan akal) Integrasi tersebut memastikan kebijakan
Informasi pribadi yang disalahgunakan, seperti privasi yang ditampilkan kepada publik dan
manipulasi psikologis dan hoaks berbasis pemangku kepentingan selalu mutakhir,
data, dapat merusak akal sehat. Pelindungan konsisten, dan selaras di seluruh kanal digital
data mencegah eksploitasi yang merusak resmi BSI, serta meningkatkan transparansi
rasionalitas. dan akuntabilitas dalam pemrosesan data
pribadi.
c. Hifz al-nasl (pelindungan keturunan/martabat)
Privasi keluarga, rekam jejak digital, dan Securiti.AI juga menyediakan modul
data anak-anak perlu dijaga agar tidak fungsional untuk memperkuat implementasi
menimbulkan aib atau merusak kehormatan. pelindungan data pribadi secara menyeluruh,
meliputi:
d. Hifz al-mal (pelindungan harta) •• Record of Processing Activities (RoPA),
Data finansial, termasuk rekening, kartu untuk mendokumentasikan dan
kredit, dan transaksi, merupakan bagian dari memetakan seluruh aktivitas pemrosesan
harta. Kebocoran data dapat menyebabkan data pribadi secara terstruktur, sehingga
pencurian atau penipuan. BSI memiliki visibilitas atas seluruh jenis
data, tujuan pemrosesan, serta pihak-pihak
e. Hifz al-din (pelindungan agama) yang terlibat.
Data yang berkaitan dengan keyakinan •• Data Protection Impact Assessment (DPIA),
atau praktik ibadah termasuk data sensitif. yang digunakan untuk mengidentifikasi,
Menjaga kerahasiaannya berarti melindungi menganalisis, dan memitigasi risiko PDP
kebebasan beragama dari diskriminasi atau pada pemrosesan data pribadi yang
penyalahgunaan. terdapat di dalam seluruh produk dan
layanan serta kegiatan operasional BSI,
Pelindungan data pribadi merupakan khususnya yang berisiko tinggi terhadap
manifestasi kontemporer dari Maqashid Syariah hak dan kebebasan subjek data.
karena keduanya berorientasi pada penjagaan •• Data Breach Management, sebagai sarana
kemaslahatan, martabat, dan keamanan manusia. pengelolaan insiden kebocoran data
Regulasi modern seperti Undang-Undang secara sistematis, mulai dari pencatatan,
Pelindungan Data Pribadi di Indonesia maupun penilaian dampak, hingga tindak lanjut dan
GDPR di Eropa sejalan dengan nilai-nilai Maqashid pelaporan sesuai dengan ketentuan yang
Syariah dalam menjaga hak-hak dasar manusia. berlaku.
•• Data Subject Request (DSR), untuk
Sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, memfasilitasi pemenuhan hak-hak
Bank telah menerapkan pengaturan pelindungan subjek data, seperti hak akses, perbaikan,
data pribadi yang dituangkan dalam beberapa penghapusan, dan keberatan atas
inisiatif berikut: pemrosesan data pribadi, secara terkelola
dan terdokumentasi.
1. Implementasi Pelindungan Data Pribadi •• Sensitive Data Intelligence, yang
melalui Tools Pelindungan Data Pribadi memungkinkan BSI untuk mengidentifikasi
(Securiti.AI) dan mengelola data pribadi yang
Bank menggunakan sistem berbasis teknologi bersifat sensitif secara lebih akurat,
berupa aplikasi Securiti.AI sebagai platform guna memastikan penerapan kontrol
terintegrasi untuk mendukung pembaruan, pelindungan yang memadai.
pengelolaan, dan pengendalian kebijakan •• Universal Consent Management, untuk
privasi secara berkelanjutan sesuai dengan mengelola persetujuan (consent) subjek
perkembangan regulasi dan praktik terbaik data secara terpusat, transparan, dan dapat
pelindungan data pribadi. Aplikasi Securiti.AI ditelusuri, sesuai dengan prinsip lawful
telah terintegrasi dengan ekosistem digital BSI, basis for processing.
meliputi:
•• BSI Web Corporate;
•• BSI Investor Relations; dan
•• BSI Web Dubai.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 85
Page 87
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN
•• Cookie Consent Management, yang PENERAPAN STANDAR DAN PEDOMAN
memastikan pengelolaan persetujuan KEBERLANJUTAN INTERNASIONAL ISO
penggunaan cookie pada kanal digital BSI 26000:2010 – GUIDANCE ON SOCIAL
dilakukan secara transparan dan sesuai RESPONSIBILITY
dengan ketentuan PDP.
Sebagai bagian dari penguatan tata kelola
2. Penerapan Tata Kelola Pelindungan Data keberlanjutan dan komitmen terhadap praktik
Pribadi melalui Penguatan Kebijakan dan bisnis yang bertanggung jawab, BSI secara
Prosedur Bank berkelanjutan mengacu pada standar dan
Bank memastikan ketersediaan kebijakan dan pedoman internasional yang relevan. Salah satu
prosedur yang mendukung aktivitas bisnis dan pedoman utama yang digunakan adalah ISO
operasional terkait pelindungan data pribadi. 26000:2010 – Guidance on Social Responsibility,
Sepanjang tahun 2025, Bank telah: yang memberikan kerangka komprehensif
•• menerbitkan 4 ketentuan baru, dan mengenai prinsip, praktik, dan isu inti tanggung
•• melakukan 206 pemutakhiran ketentuan. jawab sosial organisasi.
Ketentuan tersebut mencakup kebijakan, Pada tahun 2025, BSI telah melaksanakan Gap
standar prosedur pengendalian, dan petunjuk Analysis terhadap implementasi ISO 26000:2010
teknis operasional yang mengatur seluruh untuk menilai tingkat kesesuaian kebijakan,
siklus pengelolaan data pribadi, mulai dari proses, dan praktik operasional Bank terhadap
pengumpulan hingga penghapusan data. prinsip-prinsip tanggung jawab sosial. Gap
Seluruh ketentuan disusun dengan mengacu Analysis ini dilakukan melalui penelaahan
pada peraturan perundang-undangan di dokumen, wawancara dengan unit kerja terkait,
Indonesia serta praktik terbaik di industri serta evaluasi atas praktik yang telah berjalan,
perbankan dan teknologi informasi, serta guna memastikan bahwa prinsip tanggung jawab
didukung oleh mekanisme pengawasan sosial telah terintegrasi secara memadai dalam
internal, pengelolaan risiko, dan peningkatan tata kelola dan aktivitas bisnis BSI.
kesadaran pegawai melalui sosialisasi dan
pelatihan berkelanjutan. Berdasarkan hasil Gap Analysis, BSI mencatat
tingkat kesesuaian (compliance) sebesar 91,7%
3. Penerapan ISO/IEC 27701 – Privacy Information terhadap persyaratan ISO 26000:2010. Capaian
Management System (PIMS) ini menunjukkan bahwa mayoritas prinsip
Untuk mendukung visi BSI sebagai dan subjek inti tanggung jawab sosial telah
bank syariah bertaraf global, Bank telah diimplementasikan secara efektif dan konsisten
mengimplementasikan standar internasional dalam operasional Bank. Sementara itu, sebanyak
ISO/IEC 27701 – Privacy Information 8,3% diidentifikasi sebagai Opportunity for
Management System (PIMS). Penerapan Improvement (OFI), yang mencerminkan area
standar ini memperkuat kerangka kerja penguatan berkelanjutan dan bukan merupakan
keamanan informasi dengan memastikan ketidaksesuaian yang bersifat material.
pengelolaan data pribadi dilakukan secara
sistematis, terukur, dan terdokumentasi Evaluasi kepatuhan tersebut mencakup seluruh
dengan baik, baik dalam peran Bank sebagai prinsip utama ISO 26000, yaitu akuntabilitas,
pengendali data maupun sebagai pemroses transparansi, perilaku etis, penghormatan
data. terhadap kepentingan pemangku kepentingan,
kepatuhan terhadap hukum, penghormatan
Melalui kelengkapan ketentuan internal terhadap norma perilaku internasional, serta
pelindungan data pribadi dan penerapan ISO/IEC penghormatan terhadap hak asasi manusia.
27701, Bank menegaskan komitmennya dalam Selain itu, penilaian juga dilakukan terhadap tujuh
melindungi hak privasi nasabah dan pemangku subjek inti tanggung jawab sosial, meliputi:
kepentingan lainnya sebagai bagian dari strategi •• Tata Kelola Organisasi,
keberlanjutan. •• Hak Asasi Manusia,
•• Praktik Ketenagakerjaan,
•• Lingkungan Hidup,
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
86 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 88
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN
•• Praktik Operasional yang Adil,
•• Isu Konsumen, dan
•• Pelibatan serta Pengembangan Masyarakat.
Hasil Gap Analysis menegaskan bahwa pendekatan keberlanjutan BSI bersifat holistik dan terintegrasi,
mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup, serta selaras dengan karakteristik BSI sebagai
bank syariah yang mengedepankan nilai etika, keadilan, dan kemaslahatan.
Area OFI yang teridentifikasi menjadi dasar bagi penyusunan rencana tindak lanjut (action plan) dalam
rangka penguatan kebijakan, prosedur, dan mekanisme implementasi tanggung jawab sosial secara
berkelanjutan. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip continual improvement dan komitmen BSI untuk
meningkatkan kualitas tata kelola keberlanjutan dari waktu ke waktu.
Hasil Gap Analysis ISO 26000:2010 dimanfaatkan sebagai referensi strategis dalam:
•• penguatan tata kelola keberlanjutan,
•• penyempurnaan kebijakan dan pedoman internal,
•• peningkatan koordinasi lintas fungsi, serta
•• penajaman proses identifikasi dan pengelolaan isu keberlanjutan yang material.
Dengan tingkat kesesuaian yang tinggi terhadap ISO 26000:2010 dan komitmen untuk menindaklanjuti
area penguatan yang teridentifikasi, BSI menegaskan perannya sebagai institusi perbankan syariah
yang bertanggung jawab, beretika, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang, sekaligus
memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan.
ISO 26000:2010 – Kesesuaian Tanggung Jawab Sosial
Tingkat Kepatuhan 91,7%
Pada tahun 2025, BSI telah melaksanakan Gap Analysis secara komprehensif terhadap
ISO 26000:2010, yang mengonfirmasi tingkat kesesuaian yang tinggi (91,7%) terhadap
prinsip-prinsip tanggung jawab sosial internasional, mencakup aspek tata kelola, hak
asasi manusia, praktik ketenagakerjaan, pengelolaan lingkungan hidup, pelindungan
konsumen, praktik operasional yang adil, serta pelibatan dan pengembangan
masyarakat.
Sisa 8,3% diidentifikasi sebagai Opportunity for Improvement (OFI), yang menjadi
dasar bagi peningkatan berkelanjutan atas tata kelola keberlanjutan, kebijakan, serta
integrasi lintas fungsi, tanpa adanya ketidaksesuaian yang bersifat material.
Hasil penilaian ini memperkuat komitmen BSI dalam menerapkan praktik keberlanjutan
yang beretika, akuntabel, dan berlandaskan nilai, sejalan dengan peran BSI sebagai bank
syariah terdepan yang berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang dan penguatan
kepercayaan pemangku kepentingan.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 87
Page 89
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
AKTIVITAS LOBI DAN
KONTRIBUSI POLITIK
BSI memastikan bahwa seluruh aktivitasnya selaras dengan ketentuan perundang-undangan tanpa
melakukan upaya untuk memengaruhi kebijakan publik atau keputusan pemerintah. Sepanjang tahun
2025, BSI tidak melakukan kegiatan lobi dalam bentuk apa pun yang berkaitan dengan penyusunan
regulasi atau kebijakan pemerintah.
Selain itu, BSI tidak memberikan kontribusi politik, baik berupa dana, fasilitas, maupun bentuk dukungan
lainnya kepada partai politik, kandidat, atau kegiatan politik. Kebijakan ini ditegakkan untuk menjaga
independensi dan integritas BSI.
PENERAPAN PROGRAM ANTI
PENCUCIAN UANG (APU),
PENCEGAHAN PENDANAAN
TERORISME (PPT) DAN PENCEGAHAN
PENDANAAN PROLIFERASI SENJATA
PEMUSNAH MASSAL (PPPSPM)
Sebagai lembaga keuangan syariah yang Implementasi program APU, PPT, dan PPPSPM
beroperasi dalam ekosistem perbankan nasional di BSI telah dijalankan sesuai ketentuan
dan global, BSI memiliki tanggung jawab strategis perundang-undangan serta international best
untuk menjaga integritas seluruh transaksi practices. Program ini mencakup lima pilar
keuangan serta memastikan produk dan layanan utama, yaitu pengawasan aktif Direksi dan Dewan
digunakan secara sah dan aman. Peran ini tidak Komisaris, kebijakan dan prosedur, pengendalian
hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap internal, sistem informasi manajemen, serta
regulasi, tetapi juga merupakan wujud penerapan pengembangan sumber daya manusia dan
nilai-nilai syariah dalam melindungi kemaslahatan pelatihan. Penjelasan lebih lengkap mengenai
dan mencegah kemudaratan. Oleh karena itu, BSI penerapan program APU, PPT, dan PPPSPM dapat
mendukung upaya penegakan hukum melalui ditemukan dalam Laporan Tahunan pada bagian
pelaksanaan program APU, PPT, dan PPPSPM. Tata Kelola Perusahaan yang dapat diakses
melalui tautan berikut: https://ir.bankbsi.co.id.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
88 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 90
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
PENERAPAN KEUANGAN
KEBERLANJUTAN
[OJK E]
PENANGGUNG JAWAB PENERAPAN Dewan Komisaris dan Direksi bertanggung jawab
KEUANGAN BERKELANJUTAN meninjau dan menyetujui Laporan Keberlanjutan,
[OJK E.1] [GRI 2-9, 2-12, 2-13, 2-14] [IFRS S1-GOVERNANCE, IFRS termasuk penetapan topik material serta
S2- GOVERNANCE] memastikan relevansi dan akurasi pengungkapan.
Peninjauan dilakukan setidaknya sekali setiap
Sebagai institusi yang berkomitmen pada prinsip tahun sebelum laporan diterbitkan.
keberlanjutan, BSI menerapkan tata kelola
ESG melalui keterlibatan aktif organ pengawas
dan pengelola. Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Komisaris/Komite Dewan Pengawas
Dewan Pengawas Syariah berperan memastikan Dewan Komisaris Terkait Syariah
bahwa proses dan kebijakan Keuangan
Berkelanjutan berjalan konsisten, sesuai regulasi, Direksi / Komite Direksi Terkait
dan mengikuti prinsip syariah. Keterlibatan
ini mencakup pemberian arahan strategis, ESG Working Group
pengawasan implementasi RAKB, penyusunan
Laporan Keberlanjutan, serta penetapan prioritas Unit Kerja Koordinator ESG
keberlanjutan Bank.
Unit Kerja Kontributor ESG
Dewan Komisaris memperoleh pembaruan rutin
dari Direksi dan Komite Manajemen Risiko terkait • Unit Bisnis • Unit Enabler
• Unit Support • Regional Office
identifikasi risiko dan peluang keberlanjutan.
Informasi tersebut menjadi dasar dalam
pengambilan keputusan strategis, khususnya
Untuk memperkuat koordinasi keberlanjutan,
terkait mitigasi dampak ekonomi, sosial, dan
BSI telah membentuk unit kerja khusus ESG
lingkungan. Selain mekanisme internal, Dewan
melalui Keputusan Direksi No. 04/219-KEP/DIR
Komisaris juga berperan dalam proses uji tuntas
tanggal 6 Juni 2024. Unit ini berada di bawah
(due diligence) melalui RUPS serta dialog dengan
supervisi langsung Wakil Direktur Utama dan
pemegang saham dan regulator sebagai bagian
terdiri dari dua fungsi utama: ESG Strategy &
dari engagement pemangku kepentingan.
Portfolio Management serta ESG Operations &
Communication. Kedua fungsi ini memastikan
Untuk menjaga efektivitas pengelolaan dampak,
integrasi aspek keberlanjutan ke dalam proses
Dewan Komisaris dan Direksi melakukan
bisnis, manajemen portofolio, pemantauan RAKB,
evaluasi minimal setiap triwulan mencakup
pelaporan keberlanjutan, serta komunikasi ESG
perkembangan implementasi RAKB, indikator
internal dan eksternal.
kinerja keberlanjutan, hasil rapat Komite
Pemantau Risiko, serta temuan terkait risiko ESG.
Pelaksanaan ESG juga melibatkan unit kontributor
Evaluasi berkala ini memastikan bahwa langkah
yang tersebar di seluruh organisasi, termasuk
mitigasi dan strategi keberlanjutan dijalankan
unit bisnis, support, enabler, dan kantor wilayah.
sesuai prinsip tata kelola yang baik.
Setiap unit berperan sesuai mandatnya untuk
mendukung kerangka, visi, dan komitmen ESG
Pelaporan keberlanjutan dilakukan melalui
Bank.
mekanisme berjenjang. Pejabat eksekutif
senior yang membawahi fungsi keberlanjutan
Dalam mekanisme tata kelola, hasil pelaksanaan
menyampaikan perkembangan RAKB dan kinerja
RAKB dilaporkan kepada Direksi, lalu diteruskan
ESG kepada Direksi setiap bulan. Direksi kemudian
kepada Dewan Komisaris untuk mendapatkan
melaporkan hasilnya kepada Dewan Komisaris
arahan. ESG Working Group melakukan
dalam rapat pengawasan triwulanan. Struktur ini
pemantauan dan evaluasi triwulanan atas prioritas
memastikan bahwa organ pengawas menerima
RAKB dan melaporkannya kepada RMC, yang
informasi yang memadai untuk menjalankan
kemudian meneruskan hasilnya kepada Direktur
fungsinya secara efektif.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 89
Page 91
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
PENERAPAN KEUANGAN KEBERLANJUTAN
Supervisi ESG Group dan Komite Audit. Selain itu, integrasi keberlanjutan ke dalam proses
pembahasan RAKB menjadi agenda tetap dalam bisnis, hingga pemantauan dan pelaporan
Rapat Dewan Komisaris dan Direksi (Rakomdir) pelaksanaan program keberlanjutan secara
untuk memastikan penyelarasan strategi. berkala.
Kinerja keberlanjutan Bank juga dilaporkan •• Seluruh SDM terkait: melaksanakan program
kepada pemegang saham dalam RUPS, di mana RAKB sesuai fungsi masing-masing.
seluruh pemegang saham dapat menyampaikan
pandangan terkait isu ESG atau LST. Penguatan tata kelola juga dilakukan melalui
penyelarasan aspek ESG dalam Arsitektur
Sebagai lembaga jasa keuangan, implementasi Kebijakan pembiayaan, meliputi:
ESG tercermin dalam RAKB tahunan. Pembagian •• Negative List dalam Kebijakan Pembiayaan,
tugas dan tanggung jawab Keuangan •• Portfolio Guideline,
Berkelanjutan adalah sebagai berikut: •• Exclusion List dalam SOP Pembiayaan, dan
•• Industry Acceptance Criteria.
•• Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah
berperan menyetujui RAKB serta memastikan Lebih lanjut, penguatan peran penanggung
implementasinya berjalan efektif melalui jawab Keuangan Berkelanjutan juga didukung
fungsi pengawasan, termasuk memastikan oleh penerbitan sejumlah kebijakan yang menjadi
keselarasan dengan prinsip syariah dan tata landasan implementasi keberlanjutan di seluruh
kelola yang terintegrasi. unit kerja. Kebijakan tersebut meliputi ESG
•• Dewan Direksi menetapkan arah keberlanjutan Guiding Principle, SOP on Sustainable Finance,
BSI, mencakup komitmen, strategi, dan peta serta Piloting Indonesian Sustainable Finance
jalan, sekaligus mengarahkan penyusunan Taxonomy untuk sektor hijau. Selain itu, BSI
dan pelaksanaan RAKB serta memastikan juga menetapkan Exclusion List dan melakukan
komunikasi keberlanjutan kepada regulator portfolio realignment pada brown sector untuk
dan pemangku kepentingan berjalan optimal. memastikan portofolio pembiayaan bergerak
•• Komite Manajemen Risiko merumuskan secara progresif menuju aktivitas rendah karbon
kebijakan pengelolaan risiko Bank, termasuk dan berkelanjutan.
risiko keberlanjutan dan risiko iklim, agar
selaras dengan kerangka manajemen risiko Dengan kerangka kebijakan tersebut, penanggung
secara menyeluruh. jawab implementasi Keuangan Berkelanjutan
•• Sub Komite ESG bertugas menetapkan pada tingkat unit kerja menjalankan fungsi
strategi ESG dan memastikan integrasi aspek koordinasi, pengawasan, dan eksekusi program
keberlanjutan dalam manajemen risiko, proses untuk menjamin penerapan ESG berlangsung
bisnis, serta keputusan operasional di seluruh efektif dan terukur.
lini.
•• ESG Group menjalankan fungsi koordinasi Penanggung jawab implementasi Keuangan
keberlanjutan, mulai dari penyusunan RAKB, Berkelanjutan pada tingkat unit kerja disajikan
sebagai berikut:
Unit Kerja Fungsi
Environmental Social & Governance Menyusun kerangka kerja, strategi, roadmap, komitmen dan target terkait
Group (ESG) implementasi keuangan berkelanjutan BSI. Selain itu, ESG berfungsi
dalam mengordinasikan dan mengawasi pelaksanaan RAKB serta
mengomunikasikan strategi dan implementasi program ESG kepada
stakeholder Bank melalui berbagai kegiatan dan publikasi.
Strategy Planning & Performance Membuat strategi dan Rencana Bisnis Bank yang akan dijalankan setiap
Management Group (SPM) tahunnya.
Pelaksana program:
1. Green Financing
2. Portofolio UMKM/Social Financing
3. Rasio Sustainable Financing
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
90 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 92
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
PENERAPAN KEUANGAN KEBERLANJUTAN
Unit Kerja Fungsi
Corporate Business: Melaksanakan penyaluran pembiayaan sesuai dengan prinsip keuangan
1. Corporate Business 1 Group berkelanjutan (Green Financing) serta mengembangkan produk perbankan
2. Corporate Business 2 Group yang mendukung prinsip keuangan berkelanjutan.
3. Corporate Business 3 Group
Pelaksana program:
1. Green Financing
2. Rasio Sustainable Financing
Commercial Business: Melaksanakan penyaluran pembiayaan sesuai dengan prinsip keuangan
1. Commercial Business 1 Group berkelanjutan (Green Financing) serta mengembangkan produk perbankan
2. Commercial Business 2 Group yang mendukung prinsip keuangan berkelanjutan.
Pelaksana program:
1. Green Financing
2. Rasio Sustainable Financing
Small Medium Enterprise Melaksanakan penyaluran pembiayaan sesuai dengan prinsip keuangan
berkelanjutan (Social Financing) serta mengembangkan produk perbankan
yang mendukung prinsip keuangan berkelanjutan.
Pelaksana program:
1. Portofolio UMKM/Social Financing
2. Rasio Sustainable Financing
Micro Business Group (MBG) Melaksanakan penyaluran pembiayaan sesuai dengan prinsip keuangan
berkelanjutan (Social Financing) serta mengembangkan produk perbankan
yang mendukung prinsip keuangan berkelanjutan.
Pelaksana program:
1. Portofolio UMKM/ Social Financing
2. Rasio Sustainable Financing
Islamic Ecosystem Solution Group Pelaksana program:
(ISE) Pengembangan produk
International & Financial Institution Pelaksana program:
Group (FIG) Pengembangan produk
Treasury & Global Market Group Pelaksana program:
(TGM) Pengembangan produk
Operational-Portfolio & Market Risk Pelaksana program:
Group (ERM) Pilar Tata Kelola & Kebijakan
AI & Data Strategy Group Pelaksana program:
1. Green Financing
2. Portofolio UMKM/Social Financing
Compliance & Anti Money Pelaksana program:
Laundering (AML) – Countering – Pelaksanaan Fungsi Pengawasan Kepatuhan
Countering Financing of Terorism
(CFT) Group (CAC)
Policy & Procedure Group (PPG) Pembuatan ketentuan internal untuk mendukung program keuangan
berkelanjutan.
Pelaksana program:
Pilar Tata kelola dan Kebijakan
Distribution Strategy Group (DSG) Mendukung terlaksananya implementasi program keuangan berkelanjutan
berkelanjutan di seluruh outlet BSI dan optimalisasi penyaluran pembiayaan
ekosistem bisnis retail pada titik tumbuh cabang yang telah ditetapkan.
Pelaksana program:
1. Digital Carbon Trading
2. Penyaluran pembiayaan berkelanjutan
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 91
Page 93
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
PENERAPAN KEUANGAN KEBERLANJUTAN
Unit Kerja Fungsi
Corporate Secretary & Menyusun dan menjalankan fungsi pendayagunaan ZISWAF, menjaga
Communication Group (CSG) kepatuhan dan tata kelola (governance), menjalankan komunikasi dan
management reputasi perusahaan.
Pelaksana program:
1. Signature campaign – BSI Sustainable Movement
2. 1 home 1 tree
3. Sustainability on Campus Collabs with BSI Rock
4. Green Business Culture Internal Campaign
5. ISO 26000 dan Perhitungan SROI
6. Desa Binaan BSI dengan Perhitungan dampak ESG
7. BSI Scholarship
8. Optimaliasi Distribusi Zakat
9. Waste Management Pilot Project (Circular Economy)
10. Pilot Project Green Zakat
11. Bantuan tanggap bencana Sumatera
Bank Syariah Indonesia Corporate Menyelenggarakan pelatihan/program untuk meningkatkan kapabilitas
University pegawai dalam rangka penerapan keuangan berkelanjutan.
Pelaksana program:
1. Sustainable finance awareness
2. Kewajiban pelatihan SF pengawasan dan pengurus BSI
3. Kewajiban pelatihan ESG
4. Green Business Culture Internal Campaign
Marketing & Communication Group Mendukung komunikasi pemasaran produk berdasarkan prinsip keuangan
(MCG) berkelanjutan.
Pelaksana program:
Signature campaign – BSI Sustainable Movement
Card Business Group (CBG) Pelaksana program:
Kartu Syariah Ramah Lingkungan
Human Capital Strategy & Policy Pelaksana program:
Group (HCP) 1. Sustainable finance awareness
2. Kewajiban pelatihan ESG
Procurement & Fixed Asset Group Melakukan pengadaan infrastruktur yang mendukung implementasi
(PFA) keuangan berkelanjutan
Pelaksana program:
1. Green Building
2. Electrical Vehicle
3. Charging Station
4. Panel Surya
Corporate Finance & Accounting Konsolidasi laporan keuangan terkait degan portofolio keuangan
Group (CFA) berkelanjutan dan penghimpunan dana zakat perusahaan.
Pelaksana program:
1. Optimalisasi Distribusi Zakat
2. Green Financing
3. Portofolio UMKM/ Social Financing
4. Rasio Sustainable Financing
Data Protection Group (DPR) Memastikan perlindungan data dan tata kelola yang baik sebagai bagian
dari pilar Governance dalam ESG.
Pelaksana Program:
Pilar Tata Kelola & Kebijakan
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
92 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 94
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
PENERAPAN KEUANGAN KEBERLANJUTAN
Unit Kerja Fungsi
BSI Maslahat Mitra Lembaga sosial BSI yang berperan dalam melakukan penyaluran
program-program pendayagunaan zakat.
Pelaksana program:
1. Panel Surya
2. ISO 26000 dan perhitungan SROI
3. Desa binaan BSI dengan perhitungan dampak ESG
4. BSI Scholarship
5. Optimalisasi Distribusi Zakat
6. Waste Management Pilot Project (Circular Economy)
7. Pilot Project Green Zakat
PENGEMBANGAN KOMPETENSI TERKAIT KEUANGAN BERKELANJUTAN
[OJK E.2] [GRI 2-17, FS4] [IFRS-S1-GOV, IFRS-S2-GOV]
Sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat implementasi ESG dan Keuangan Berkelanjutan, BSI
memastikan bahwa seluruh organ tata kelola dan pegawai memiliki kompetensi yang memadai terkait
keberlanjutan. BSI memahami bahwa penguasaan pengetahuan dan keterampilan khusus di bidang
keberlanjutan perlu ditingkatkan secara bertahap dan berkesinambungan seiring berkembangnya
standar dan regulasi global.
Untuk meningkatkan kapasitas pengawasan pada tingkat tertinggi, BSI secara rutin menyelenggarakan
pelatihan bagi Dewan Komisaris dan Direksi yang mencakup topik keuangan berkelanjutan, manajemen
risiko ESG, perkembangan regulasi, serta tren global terkait ekonomi hijau. Program ini dirancang
untuk memastikan bahwa organ tata kelola tertinggi memiliki pemahaman yang memadai dalam
menjalankan fungsi pengawasan, evaluasi strategi, dan pengambilan keputusan yang berdampak pada
aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Pelatihan ini juga menjadi bentuk pemenuhan tanggung jawab
fiduciary sebagaimana diatur dalam standar internasional terkait tata kelola keberlanjutan.
Di tingkat operasional, BSI melaksanakan berbagai program pelatihan dan peningkatan kompetensi bagi
pegawai melalui Bank Syariah Indonesia Corporate University. Program ini memberikan pemahaman
mengenai kebijakan, praktik, dan isu terkini di bidang keberlanjutan, serta mendorong penerapan
prinsip-prinsip ESG dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 16.166 pegawai telah mengikuti pelatihan Keuangan Berkelanjutan
(Sustainable Finance), termasuk materi terkait ESG. Rincian jenis pelatihan, topik, dan penyelenggara
disajikan pada tabel di bawah ini:
Pengembangan Kompetensi yang Mendukung Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Dewan
Komisaris
Jenis Pendidikan Materi Pendidikan dan
Nama Jabatan Tanggal Penyelenggara
dan Pelatihan Pelatihan
Muhadjir Komisaris Pelatihan Etika Perbankan pada 30 Juni 2025 IBI
Effendy Utama Penguatan Peran Perusahaan Terbuka;
Strategis Dewan Digitalisasi Perbankan; Tata
Komisaris Kelola & GCG; ESG & Climate
Risk Management
Felicitas Anggota Pelatihan Etika Perbankan pada 30 Juni 2025 IBI
Talullembang Dewan Penguatan Peran Perusahaan Terbuka;
Komisaris Strategis Dewan Digitalisasi Perbankan; Tata
Komisaris Kelola & GCG; ESG & Climate
Risk Management
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 93
Page 95
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
PENERAPAN KEUANGAN KEBERLANJUTAN
Jenis Pendidikan Materi Pendidikan dan
Nama Jabatan Tanggal Penyelenggara
dan Pelatihan Pelatihan
Addin Anggota Pelatihan Etika Perbankan pada 30 Juni 2025 IBI
Jauharuddin Dewan Penguatan Peran Perusahaan Terbuka;
Komisaris Strategis Dewan Digitalisasi Perbankan; Tata
Komisaris Kelola & GCG; ESG & Climate
Risk Management
Nizar A. Anggota Pelatihan Etika Perbankan pada 30 Juni 2025 IBI
Saputra Dewan Penguatan Peran Perusahaan Terbuka;
Komisaris Strategis Dewan Digitalisasi Perbankan; Tata
Komisaris Kelola & GCG; ESG & Climate
Risk Management
Meidy Anggota Pelatihan Etika Perbankan pada 30 Juni 2025 IBI
Firmansyah Dewan Penguatan Peran Perusahaan Terbuka;
Komisaris Strategis Dewan Digitalisasi Perbankan; Tata
Komisaris Kelola & GCG; ESG & Climate
Risk Management
Moch. Agus Anggota Pelatihan Etika Perbankan pada 30 Juni 2025 IBI
Rofiudin Dewan Penguatan Peran Perusahaan Terbuka;
Komisaris Strategis Dewan Digitalisasi Perbankan; Tata
Komisaris Kelola & GCG; ESG & Climate
Risk Management
Kamaruddin Anggota Pelatihan Etika Perbankan pada 30 Juni 2025 IBI
Amin Dewan Penguatan Peran Perusahaan Terbuka;
Komisaris Strategis Dewan Digitalisasi Perbankan; Tata
Komisaris Kelola & GCG; ESG & Climate
Risk Management
Pengembangan Kompetensi yang Mendukung Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Direksi
Jenis Pendidikan Materi Pendidikan dan
Nama Jabatan Tanggal Penyelenggara
dan Pelatihan Pelatihan
Sertifikasi Penguatan Kompetensi
Kualifikasi Manajemen Risiko Perbankan
Anggoro Eko Direktur
7 Bidang Sebagai Dukungan atas 5 Juni 2025 LSPKS
Cahyo Utama
Manajemen Tata Kelola dan Penerapan
Risiko Perbankan Keuangan Berkelanjutan
Sertifikasi
Penguatan Kompetensi
Direktur Kualifikasi 7
Manajemen Risiko Perbankan
Arif Adhi Compliance Tanpa Berjenjang
Sebagai Dukungan atas 18 Juni 2025 LSPKS
Sanjaya & Human Bidang
Tata Kelola dan Penerapan
Capital Manajemen
Keuangan Berkelanjutan
Risiko Perbankan
Penguatan Kompetensi
Direktur
Pelatihan Manajemen Risiko Perbankan
Firman Treasury &
Manajemen Sebagai Dukungan atas 2 Juli 2025 BSU
Nugraha International
Risiko Jenjang 7 Tata Kelola dan Penerapan
Banking
Keuangan Berkelanjutan
Penguatan Kompetensi
Direktur
Pelatihan Manajemen Risiko Perbankan
Information 18 dan 20
Muharto Manajemen Sebagai Dukungan atas LPPI
Technology Juni 2025
Risiko Jenjang 7 Tata Kelola dan Penerapan
(IT)
Keuangan Berkelanjutan
Seminar
Embedding Governance,
Internasional
Direktur Risk Financial, and Operational 13 November
Grandhis H H Manajemen Bank Indonesia
Management Risk Management into 2025
Risiko Bank
Digital Transformation
Indonesia 2025
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
94 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 96
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
PENERAPAN KEUANGAN KEBERLANJUTAN
Pengembangan Kompetensi yang Mendukung Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Senior
Executive Vice President (SEVP)
Jenis Pendidikan Materi Pendidikan dan
Nama Jabatan Tanggal Penyelenggara
dan Pelatihan Pelatihan
SEVP
Sukuk Mudharabah
Branding &
Kemas Erwan Berlandaskan
Communication Investor Gathering 5 Mei 2025 BSI
Husainy Keberlanjutan I Bank
/ Direktur Retail
BSI Tahap II Tahun 2025
Banking
Managing Risk &
SEVP Mid-Year Outlook Sustainability in
Ana Nurul K 24 Juni 2025 Infobank
Operations 2025 Economic Uncertainty &
Cyberheist
Penguatan kompetensi
manajemen risiko
Resertifikasi
M Misbahul SEVP Digital perbankan sebagai
Manajemen Risiko 24 Juni 2025 LSPKS
Munir Banking dukungan atas tata
Jenjang 7
kelola dan penerapan
keuangan berkelanjutan
Penguatan kompetensi
Pembekalan
manajemen risiko
Skema Sertifikasi
SEVP Funding & perbankan sebagai 25 Agustus
Ida Triana W Kualifikasi 7 Bidang ASBISINDO
Transaction dukungan atas tata 2025
Manajemen Risiko
kelola dan penerapan
Perbankan
keuangan berkelanjutan
Penguatan kompetensi
Sertifikasi manajemen risiko
19
SEVP Wholesale Manajemen Risiko perbankan sebagai
Ali Desember LSPKS
Risk Jenjang 7 Tahun dukungan atas tata
2025
2025 kelola dan penerapan
keuangan berkelanjutan
MANAJEMEN RISIKO ATAS PENERAPAN KEUANGAN BERKELANJUTAN
[OJK E.3, FS2, IFRS S1-RISK MANAGEMENT, IFRS S2-RISK MANAGEMENT, FN-CB-550a.1, FN-CB-550a.2]
Dalam mengimplementasikan keuangan berkelanjutan, BSI menerapkan manajemen risiko yang
terintegrasi dengan kerangka manajemen risiko Bank. Seluruh proses identifikasi, pengukuran,
pemantauan, dan pengendalian risiko telah memasukkan pertimbangan aspek ESG. Risiko yang muncul
dari implementasi keuangan berkelanjutan dikelola secara komprehensif melalui empat pilar utama,
yaitu: (1) pengawasan aktif Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah; (2) kecukupan
kebijakan, prosedur, dan penetapan limit; (3) efektivitas proses manajemen risiko; serta (4) penerapan
sistem pengendalian internal yang menyeluruh.
Sebagai bagian dari tata kelola risiko, Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah
menjalankan fungsi pengawasan atas risiko dan peluang keberlanjutan, termasuk risiko perubahan
iklim. Pengawasan dilakukan melalui penelaahan RAKB, laporan keberlanjutan, serta evaluasi berkala
terhadap strategi keberlanjutan Bank. Hal ini memastikan bahwa organ tata kelola tertinggi memahami
profil risiko ESG yang dihadapi Bank dan memiliki kapasitas untuk mengarahkan respons strategis.
Bank juga memiliki fungsi khusus yang memantau dan menilai risiko ESG secara berkesinambungan.
Pengelolaan portofolio pembiayaan mempertimbangkan faktor ESG, termasuk penetapan batasan
penyaluran pembiayaan kepada sektor-sektor berintensitas karbon tinggi. Pengaturan tersebut
tercermin dalam berbagai pedoman seperti Portfolio Guideline, Petunjuk Teknis Operasional Industry
Acceptance Criteria, serta Standar Prosedur Bisnis pada setiap segmen pembiayaan.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 95
Page 97
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
PENERAPAN KEUANGAN KEBERLANJUTAN
Risiko iklim dikelola melalui pengawasan atas dua kategori utama: risiko fisik dan risiko transisi. Risiko
fisik berasal dari kejadian alam ekstrem yang dipengaruhi perubahan iklim, sedangkan risiko transisi
timbul akibat perubahan kebijakan pemerintah, arah strategi pemangku kepentingan, perkembangan
teknologi, dan dinamika sosial dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon. Perubahan tersebut
menuntut BSI untuk menyesuaikan arah kebijakan dan strategi agar dapat memitigasi dampaknya
terhadap bisnis, reputasi, maupun nilai aset Bank.
Climate Risk Stress Testing
Risiko yang timbul akibat perubahan iklim menjadi tantangan baru bagi industri perbankan, sehingga
Bank perlu secara proaktif mengukur potensi dampaknya terhadap kinerja keuangan dan ketahanan
portofolio. Untuk itu BSI terus mengembangkan dan menerapkan CRST guna menilai ketahanan
portofolio Bank terhadap berbagai skenario perubahan iklim dalam horizon waktu yang berbeda.
Sejalan dengan panduan CRMS yang diterbitkan OJK, BSI juga berpartisipasi dalam 2nd Round Pilot
Project Climate Risk Stress Test (CRST) tahun 2025 yang diinisiasi oleh OJK. Melalui partisipasi ini,
BSI melakukan pengujian terhadap seluruh portofolio pembiayaan untuk menilai potensi dampak
perubahan iklim terhadap kinerja keuangan, strategi, tata kelola, serta kerangka manajemen risiko
Bank. Langkah ini mencerminkan komitmen BSI dalam memperkuat ketahanan portofolio pembiayaan
sekaligus mengintegrasikan risiko iklim ke dalam pengambilan keputusan bisnis secara terstruktur dan
berkelanjutan.
Hasil CRST digunakan sebagai dasar dalam penyesuaian strategi portofolio, termasuk pengelolaan
eksposur pada sektor beremisi tinggi serta peningkatan alokasi pada sektor hijau prioritas. Temuan
ini juga mendukung kontribusi BSI terhadap pencapaian target nasional Net Zero Emission serta
memperkuat kesiapan Bank dalam menghadapi dinamika transisi menuju ekonomi rendah karbon.
1. Current Policies: Mengasumsikan kebijakan iklim saat
Disorderly Too little, too late ini tidak berubah sehingga risiko fisik meningkat seiring
Low Transition risk High
dengan kenaikan suhu global di atas 1,5°C atau 2°C,
sedangkan risiko transisi tetap rendah karena minimnya
Delayed
Transition perubahan dalam kebijakan dan teknologi.
2. Delayed Transition:
Mengasumsikan bahwa emisi tahunan tidak akan berkurang
Net Zero
2050 (1,5ºC) hingga tahun 2030. Namun, setelah itu kebijakan yang
Current
Policies lebih ketat akan diterapkan untuk membatasi pemanasan
global hingga 2°C dan mengendalikan pembuangan CO2.
Orderly Hot house world
3. Net Zero 2050: Mengasumsikan langkah agresif diambil
untuk mencapai target emisi nol bersih pada 2050, dengan
Low Physical risk High kebijakan ketat dan perubahan ekonomi yang cepat untuk
membatasi kenaikan suhu global di bawah 1,5°C.
Pada tahun 2025, BSI telah menganalisis dampak risiko iklim dengan cakupan 100% dari total portofolio
pembiayaan, yang terdiri atas sektor prioritas dan sektor non-prioritas. Dalam melakukan uji ketahanan
iklim, BSI menggunakan framework dan skenario analisis yang ditetapkan oleh OJK dalam Buku
Panduan Climate Risk Management and Scenario Analysis Perbankan (CRMS). Pengujian dilakukan
dengan menggunakan skenario yang dirancang untuk menilai dampak risiko fisik dan risiko transisi
terhadap kinerja keuangan serta eksposur Bank secara keseluruhan.
Untuk menilai dampak risiko fisik, digunakan skenario kejadian iklim ekstrem seperti banjir dan
kebakaran hutan. Sementara itu, untuk menilai dampak risiko transisi, digunakan skenario transisi yang
dikembangkan oleh Network for Greening the Financial System (NGFS) yaitu Current Policies, Delayed
Transition, dan Net Zero 2050.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
96 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 98
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
PENERAPAN KEUANGAN KEBERLANJUTAN
Analisis skenario iklim pada sektor prioritas mencakup 46,97% dari total eksposur pembiayaan BSI.
Sektor-sektor tersebut meliputi:
1. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
2. Pertambangan dan Penggalian
3. Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas, dan Udara Dingin
4. Konstruksi
5. Pengangkutan dan Pergudangan
6. Industri Pengolahan
7. Pembiayaan konsumtif kepemilikan properti
Rincian pangsa portofolio pada masing-masing sektor disajikan pada tabel berikut:
Portofolio CRST
Jumlah
No. Klasifikasi Sektor %
(dalam Juta Rupiah)
1. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 24.622.168 8,84%
2. Pertambangan dan Penggalian 3.180.104 1,14%
3. Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas, dan Udara 6.389.043 2,29%
Dingin
Sektor Prioritas
4. Konstruksi 18.241.498 6,55%
5. Pengangkutan dan Pergudangan 7.956.673 2,86%
6. Industri Pengolahan 13.590.881 4,88%
7. Pembiayaan Konsumtif Kepemilikan Properti 56.834.046 20,41%
Jumlah Sektor Prioritas 130.814.413 46,97%
8. Sektor Non- Sektor Produktif selain Sektor 1 s.d. 6 64.408,71 23.13%
9. Prioritas Sektor Konsumtif selain Sektor 7 83.258.141 29.9%
Jumlah 278.481.267 100,00%
Pertanian, Kehutanan, Pertambangan dan Penggalian 1,14%
dan Perikanan 8,84%
Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air
Panas, dan Udara Dingin 2,29%
Konstruksi 6,55%
Sektor Konsumtif selain Pengangkutan dan
Sektor 7 29,90% Pergudangan 2,86%
Industri Pengolahan 4,88%
Pembiayaan Konsumtif
Kepemilikan Properti 20,41%
Sektor Produktif selain
Sektor 1 s.d. 6 23,13%
Hasil CRST menunjukkan bahwa dampak risiko iklim belum memberikan pengaruh yang signifikan
terhadap kinerja keuangan Bank, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang pada
seluruh skenario. Hasil analisis ini mencerminkan bahwa portofolio Bank saat ini relative tahan terhadap
skenario iklim yang diuji.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 97
Page 99
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
PENERAPAN KEUANGAN KEBERLANJUTAN
Pada risiko kredit, Sektor Pertanian, Kehutanan Selain itu, BSI terus meningkatkan kemampuan
dan Perikanan dan Sektor Pertambangan dan internal dalam menilai dan menginterpretasikan
Penggalian tercatat sebagai 2 sektor penyumbang hasil CRST, termasuk melalui peningkatan kualitas
financed emission terbesar. Hal ini disebabkan data, kapasitas pemodelan, serta koordinasi lintas
besarnya portofolio pada sektor dimaksud. Dalam fungsi. Pendekatan ini memastikan bahwa hasil
jangka panjang, sektor Penyediaan Listrik, Gas, CRST dapat digunakan secara optimal sebagai
Uap/Air Panas, dan Udara Dingin menjadi satu- bagian dari proses manajemen risiko yang sudah
satunya sektor yang menunjukkan potensi ada
dampak material akibat risiko iklim. Namun secara
sektoral, risiko iklim belum secara signifikan
mempengaruhi portofolio Bank. PERMASALAHAN TERHADAP PENERAPAN
KEUANGAN BERKELANJUTAN [OJK E.5]
Untuk risiko pasar, terjadi peningkatan capital
charge sejalan dengan skenario perubahan suku Dalam penerapan Keuangan Berkelanjutan,
bunga acuan dan penurunan Produk Domestik BSI masih menghadapi sejumlah tantangan,
Bruto (GDP). Pada risiko likuiditas, Liquidity terutama dalam memastikan integrasi aspek
Coverage Ratio (LCR) Bank tetap berada di atas ESG secara menyeluruh di seluruh proses bisnis
ketentuan minimum 100%, baik dalam skenario dan operasional. Tantangan tersebut mencakup
fisik maupun transisi. Hal ini menandakan bahwa kebutuhan peningkatan kapasitas pegawai,
Bank memiliki likuiditas yang cukup untuk ketersediaan dan konsistensi data ESG, serta
menghadapi potensi tekanan arus kas akibat harmonisasi proses internal agar tetap sejalan
perubahan iklim. dengan ketentuan regulator seperti POJK 51,
CRMS OJK, dan Taksonomi Hijau Indonesia, serta
Sementara itu, pada risiko operasional, terdapat standar global yang terus berkembang.
potensi penurunan nilai aset/kantor, namun
dampaknya tidak cukup signifikan. Hal tersebut Sebagai respons atas tantangan tersebut, BSI
dikarenakan sebagian besar kantor cabang Bank telah membentuk Unit Kerja Koordinator ESG
merupakan aset sewa sehingga kerugian akibat untuk memimpin penyusunan kerangka kerja,
penurunan nilai menjadi risiko pemilik atau visi, komitmen, strategi, dan inisiatif ESG, termasuk
Perusahaan asuransi. integrasi Keuangan Berkelanjutan ke dalam
proses bisnis. Selain itu, Unit Kerja Kontributor
Secara keseluruhan, permodalan Bank tetap ESG, yang berada di unit bisnis, support, enabler,
kuat, tercermin dari rasio kecukupan modal yang dan kantor wilayah, berperan aktif menerapkan
berada di atas hurdle rate pada seluruh skenario strategi ESG sesuai lingkup masing-masing,
yang diuji. Hasil analisa ini mengindikasikan sehingga penerapan ESG dapat berlangsung
bahwa strategi Bank saat ini memiliki ketahanan secara lebih konsisten dan terstruktur.
terhadap risiko iklim, namun tetap diperlukan
langkah proaktif untuk memperkuat kebijakan Sejalan dengan itu, BSI terus menyempurnakan
sektor, mengembangkan rencana transisi, dan mekanisme internal dan memperkuat koordinasi
meningkatkan integrasi risiko iklim ke dalam lintas unit sebagai bagian dari upaya berkelanjutan
manajemen risiko. dalam meningkatkan kualitas integrasi ESG,
tanpa memberikan komitmen yang melampaui
Untuk penguatan jangka panjang, BSI terus ketentuan regulator. Penguatan budaya ESG juga
meningkatkan kapabilitas internal dalam menjadi fokus penting, di mana pemahaman
melakukan analisis, pemanfaatan, dan integrasi pegawai terkait isu-isu keberlanjutan terus
hasil Climate Risk Stress Test (CRST) ke dalam ditingkatkan agar tata kelola dan implementasi
proses manajemen risiko dan pengambilan ESG dapat berjalan lebih efektif.
keputusan. Upaya ini dilakukan melalui
peningkatan kualitas dan ketersediaan data,
penguatan kapasitas pemodelan, serta penguatan
koordinasi lintas fungsi dalam Bank. Hasil CRST
diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih
optimal sebagai bagian dari proses manajemen
risiko yang telah berjalan.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
98 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 100
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
PENERAPAN KEUANGAN KEBERLANJUTAN
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 99
Page 101
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
[IFRS S1, IFRS S2]
TATA KELOLA
STRUKTUR TATA KELOLA KEBERLANJUTAN [S1.G.a, S2.G.b1]
Maqashid Syariah secara prinsip telah mencakup aspek pembangunan berkelanjutan. Sebagai
bank Syariah, BSI memahami bahwa tanggung jawab tidak hanya sebatas pada aspek ekonomi
dan profitabilitas, melainkan kemaslahatan manusia dan alam secara holistik. Adapun prinsip
Maqashid Syariah yang selaras dengan risiko dan peluang terkait keberlanjutan termasuk iklim
adalah Hifdz Al-Bi’ah (menjaga lingkungan). Hifdz Al-Bi’ah memberikan landasan normatif dan
strategis bagi BSI dalam mengelola dampak perubahan iklim. Bagi BSI, prinsip ini tidak hanya
bermakna etis, tetapi menjadi fundamental corporate value yang memengaruhi tata kelola
dan produk yang berorientasi pada keberlanjutan.
Keberlanjutan di BSI tidak hanya sebagai tanggung jawab bisnis, melainkan wujud nyata
pengamalan nilai-nilai syariah dalam mewujudkan kesejahteraan umat dan kelestarian
bumi. Dalam mewujudkan komitmen tersebut untuk mengawasi risiko dan peluang terkait
keberlanjutan termasuk iklim, BSI membentuk ESG Governance Structure yang telah tercantum
pada ESG Guiding Principle. Dengan demikian, BSI tidak hanya memperkuat resiliensi bisnis,
tetapi juga menciptakan nilai berkelanjutan bagi nasabah, pemegang saham, dan masyarakat.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
100 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 102
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
Komite Level Dewan Pengawas
Dewan Komisaris Dewan Komisaris Syariah (DPS)
Dewan Direksi Dewan Direksi
Steering Komite Manajemen Risiko (KMR)
Committee
Risk Management Committee
Unit Kerja
ESG Group – Permanent Voting Member
ESG Group sebagai Control Tower implementasi
Keuangan Berkelanjutan.
Kolaborasi seluruh lini unit kerja:
•• Unit Bisnis
•• Unit Support
•• Unit Enabler
•• Kantor Wilayah/Jaringan
PENGAWASAN DEWAN KOMISARIS & Dewan Pengawas Syariah
DEWAN PENGAWAS SYARIAH [S1.G.a, S1.G.b, 1. Menetapkan persetujuan Rencana Aksi
S1.G.c, S1.G.d, S2.G.a1, S2.G.a2, S2.G.a3, S2.G.a4] Keuangan Berkelanjutan (RAKB) BSI termasuk
inisiatif terkait iklim sesuai dengan prinsip-
Dalam mengimplementasikan komitmen pada prinsip syariah.
praktik bisnis yang berkelanjutan, BSI melibatkan 2. Mengawasi implementasi Keuangan
pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Dewan Berkelanjutan, pemenuhan target, dan inisiatif
Pengawas Syariah. Pengawasan aktif yang keberlanjutan berjalan dengan baik dan
dilakukan oleh Dewan Komisaris dan Dewan tercapai sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
Pengawas Syariah mencakup sebagai berikut: 3. Menjalankan Tata Kelola Terintegrasi Mandiri
Group dalam hal Implementasi Keuangan
Dewan Komisaris Berkelanjutan BSI sesuai dengan prinsip-
1. Menetapkan persetujuan Rencana Aksi prinsip syariah.
Keuangan Berkelanjutan (RAKB) BSI termasuk
inisiatif terkait iklim.
2. Mengawasi implementasi Keuangan KOMITE PEMANTAU RISIKO (KPR)
Berkelanjutan, pemenuhan target, dan inisiatif [S1.G.d, S2.G.a4]
keberlanjutan berjalan dengan baik dan
tercapai. BSI terus tumbuh dan merelevansikan proses
3. Menjalankan Tata Kelola Terintegrasi Mandiri bisnisnya dengan perkembangan dan perubahan
Group dalam hal Implementasi Keuangan tuntutan keberlanjutan, termasuk integrasi risiko
Berkelanjutan BSI. dan peluang terkait keberlanjutan termasuk
iklim. BSI telah melaporkan progres RAKB 2025
dan pengajuan insiatif RAKB 2026 pada Komite
Pemantau Risiko (KPR).
Komite Pemantau Risiko membantu Dewan
Komisaris dalam melaksanakan tugas dan
fungsi pengawasan khususnya untuk hal-hal
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 101
Page 103
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
yang berkaitan dengan pelaksanaan kebijakan tersebut untuk memastikan bahwa Bank
manajemen risiko. Dalam menjalankan tugas telah mengelola risiko secara memadai.
dan tanggung jawabnya Komite Pemantau Risiko c. Pelaksanaan rencana kerja dan tugas
didasarkan kepada Piagam Komite Pemantau Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja
Risiko yang diterbitkan melalui Surat Keputusan Manajemen Risiko.
Dewan Komisaris PT Bank Syariah Indonesia Tbk 4. Melakukan pertemuan secara berkala dengan
No.04/KEP-KOM/001/2024 tentang pedoman dan unit-unit kerja terkait guna membahas hal-hal
tata tertib kerja (piagam) komite pemantau risiko yang berada dalam lingkup pengawasannya.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk tanggal 1 Juli 2024. 5. Melaporkan hasil pemantauan dan penelaahan
Pada Piagam tersebut, tercantum tugas dan secara berkala, serta memberi masukan atas
tanggung jawab Komite Pemantau Risiko yang hal-hal yang perlu menjadi perhatian Dewan
meliputi hal-hal sebagai berikut: Komisaris.
6. Menyusun Pedoman dan Tata Tertib Kerja
1. Melakukan pemantauan dan evaluasi paling Komite Pemantau Risiko dan melakukan reviu
sedikit atas: secara berkala paling sedikit 1 (satu) kali dalam
a. Kesesuaian antara kebijakan manajemen 3 (tiga) tahun.
risiko dengan pelaksanaan kebijakan
tersebut.
b. Pelaksanaan rencana kerja dan tugas RAPAT GABUNGAN [S1.G.c, S2.G.a3]
Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja
Manajemen Risiko. Untuk merealisasikan pertumbuhan dan
c. Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, merelevansikan proses bisnisnya, pengintegrasian
pemantauan, pengendalian dan sistem risiko dan peluang terkait keberlanjutan termasuk
informasi manajemen risiko. iklim. BSI telah melakukan persetujuan pada
d. Kepatuhan Bank terhadap Anggaran Dasar, inisiatif-inisiatif RAKB 2026 pada Rapat Gabungan.
peraturan Otoritas Pengawas Bank dan Rapat Gabungan merupakan rapat yang berisikan
Pasar Modal, serta peraturan perundang- Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan
undangan lainnya yang terkait dengan Direksi. Berdasarkan hasil Rapat Gabungan pada
manajemen risiko. inisiatif-inisiatif RAKB 2026, telah disetujui sebanyak
2. Melakukan pemantauan dan penelaahan 15 usulan RAKB 2026 untuk terus merelevansikan
paling sedikit atas: proses bisnisnya pada pengintegrasian risiko dan
a. Laporan Profil Risiko peluang terkait keberlanjutan termasuk iklim.
b. Laporan Tingkat Kesehatan Bank berbasis
risiko
c. Laporan lainnya terkait dengan pengelolaan PENGAWASAN DIREKSI [S1.G.e, S2.G.a5]
10 (sepuluh) jenis risiko yaitu Risiko Kredit,
Risiko Pasar, Risiko Operasional, Risiko Dalam pelaksanaan komitmen pada praktik
Likuiditas, Risiko Hukum, Risiko Kepatuhan, bisnis yang berkelanjutan termasuk iklim, BSI
Risiko Reputasi, Risiko Stratejik, Risiko Imbal melibatkan Direksi. Pelaksanaan pada praktik
Hasil, Risiko Investasi tersebut dilakukan oleh Direksi mencakup pada
d. Kebijakan Pembiayaan Bank dan kebijakan hal-hal sebagai berikut:
lainnya yang diwajibkan Regulator untuk 1. Menetapkan arah Keberlanjutan BSI
disampaikan kepada Dewan Komisaris oleh (Komitmen, Kerangka Kerja, Strategi, dan Peta
Direksi. Jalan)
3. Memberikan rekomendasi kepada Dewan 2. Melakukan penyusunan Rencana Aksi
Komisaris paling sedikit atas: Keuangan Berkelanjutan (RAKB) termasuk
a. Hal-hal yang dapat mendukung inisiatif terkait iklim.
peningkatan efektivitas pelaksanaan 3. Mengkomunikasikan Keuangan Berkelanjutan
manajemen risiko di Bank kepada regulator dan shareholders.
b. Kesesuaian antara kebijakan manajemen
risiko Bank dengan pelaksanaan kebijakan
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
102 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 104
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
PERAN MANAJEMEN [S1.G.f, S2.G.b1, S2.G.b2, pada rapat Komite, RMC dibantu oleh Working
S2.G.b3] Group Risk Management Committee dengan
beranggotakan Group Head/setara yang telah
Sebagai wujud nyata komitmen BSI pada praktik dibentuk oleh Direksi.
bisnis yang berkelanjutan, manajemen secara
strategis telah menerapkan pendekatan proaktif Group Head Environmental, Social, and
terhadap risiko dan peluang terkait keberlanjutan Governance (ESG) menjadi salah satu Permanent
termasuk iklim yang tercermin pada inisiatif Voting Member dalam Working Group (WG) RMC
berikut. terkait pembahasan Keuangan Berkelanjutan.
•• 2021: Dalam hal ini mencakup Risiko dan Peluang
»» Pembentukan Departemen Sustainable terkait Keberlanjutan termasuk Iklim.
Finance di Corporate Secretary &
Communication Group (CSG) pada saat Pada tahun 2025, telah dilakukan WG dan RMC
merger. yang membahas mengenai Risiko dan Peluang
•• 2024: terkait Keberlanjutan termasuk Iklim sebanyak
»» Perubahan Departemen Sustainable tiga kali WG dan satu kali RMC. Pembahasan yang
Finance menjadi Sustainability & Social diusulkan pada saat WG mengenai Sosialisasi
di CSG melalui Surat Keputusan Direksi Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia
No.04/151-KEP/DIR tanggal 16 Mei 2024. (TKBI), Progres RAKB, dan Hasil Climate Risk
»» Pengembangan Departemen Sustainability Management & Scenario Analysis (CRMS).
& Social di CSG menjadi Environmental, Kemudian, pembahasan yang diangkat pada
Social, and Governance Group (ESG) melalui RMC mengenai Penetapan Industri Class Baru
Surat Keputusan Direksi No.04/239-KEP/ (termasuk sektor KUBL) dan Penetapan Kriteria
DIR tanggal 11 Juni 2024. Green Financing.
»» ESG menjadi salah satu anggota Working
Group Risk Management Committee BSI menghadapi Risiko dan Peluang terkait
melalui Surat Keputusan Direksi No. Keberlanjutan termasuk Iklim dengan cara
04/503A-KEP/DIR tanggal 14 Oktober 2024. berkolaborasi antara ESG Group dengan
Unit Bisnis, Unit Support, Unit Enabler, dan
Kantor Wilayah/Jaringan. ESG Group berfungsi
RISK MANAGEMENT COMMITTEE sebagai control tower implementasi keuangan
(RMC) [S1.G.f, S2.G.b1] berkelanjutan seperti melakukan koordinasi
dan konsolidasi bersama unit kerja terkait
Sejalan dengan peningkatan kompleksitas pelaksanaan program keuangan berkelanjutan,
usaha, BSI perlu diimbangi dengan penerapan melakukan penyusunan Dokumen RAKB BSI, dan
manajemen risiko yang efektif dan praktik Good menyampaikannya kepada regulator. Adapun
Corporate Governance (GCG) agar aktivitas fungsi pada Unit Bisnis, Unit Support, Unit Enabler,
usaha yang dilakukan tidak menimbulkan dan Kantor Wilayah/Jaringan untuk implementasi
kerugian yang melebihi kemampuan atau keuangan berkelanjutan seperti yang tercantum
mengganggu kelangsungan usaha BSI. Oleh pada Penanggung Jawab Penerapan Keuangan
sebab itu, pada tanggal 14 Oktober 2024 melalui Berkelanjutan.
Surat Keputusan Direksi No. 04/503A-KEP/DIR,
BSI menyempurnakan struktur organisasi Risk
Management Committee (RMC) Bank.
RMC adalah komite yang dibentuk untuk
membantu Direktur Utama dalam menjalankan
fungsi pengendalian melalui pembahasan risk
appetite, metodologi, dan penetapan strategi
atas hal-hal yang terkait dengan penerapan
manajemen risiko. Dalam hal pengusulan
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 103
Page 105
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
PENGENDALIAN DAN PROSEDUR Adapun cakupan pada SPO tersebut mencakup
IMPLEMENTASI KEUANGAN (1) Penerapan Aksi Keuangan Berkelanjutan, (2)
BERKELANJUTAN [S1.G.f, S2.G.b2, S2.G.b3] Sustainable Banking, (3) Sustainable Operation,
(4) Sustainable Beyond Banking, (5) Penyusunan
Dalam melakukan pengendalian terhadap risiko dan Pelaporan Rencana Aksi Keuangan
dan peluang terkait keberlanjutan termasuk Iklim, Berkelanjutan (RAKB).
manajemen menerbitkan pedoman integrasi
aspek-aspek ESG di BSI pada Standar Prosedur
Operasional (SPO) Keuangan Berkelanjutan dan ESG GUIDING PRINCIPLE
ESG Guiding Principle.
Selain SPO Keuangan Berkelanjutan, BSI
menerbitkan ESG Guiding Principle sebagai
SPO KEUANGAN BERKELANJUTAN pedoman bagi seluruh insan BSI. ESG Guiding
[S1.G.f, S2.G.b2] Principle merupakan suatu pedoman untuk
memberikan pemahaman kepada seluruh
SPO Keuangan Berkelanjutan merupakan komponen BSI dalam rangka mengintegrasikan
salah satu bentuk komitmen BSI dalam aspek ESG secara menyeluruh pada aktivitas
mengimplementasikan prinsip-prinsip keuangan bisnis dan operasional. Adapun tujuan dari ESG
berkelanjutan sesuai dengan ketentuan yang Guiding Principle sebagai berikut:
berlaku. SPO Keuangan Berkelanjutan diterbitkan 1. Memberikan pedoman integrasi aspek-aspek
sebagai tindak lanjut tata kelola Perusahaan yang ESG di BSI yang mencakup aktivitas bisnis dan
menjadi standar prosedur aktivitas ESG untuk operasional BSI.
tercapainya keuangan berkelanjutan. Adapun 2. Memberikan penjelasan atas komitmen dan
tujuan dari SPO Keuangan Berkelanjutan sebagai strategi BSI berkaitan dengan implementasi
berikut: Keuangan Berkelanjutan dan pencapaian
1. Menciptakan standarisasi dalam pelaksanaan target Net Zero Emissions (NZE).
fungsi dan/atau aktivitas Keuangan 3. Meningkatkan pemahaman dan kapabilitas
Berkelanjutan di seluruh unit kerja BSI aspek bisnis dan operasional BSI terkait aspek
2. Membangun dan memelihara citra BSI yang ESG secara merata kepada seluruh pegawai
positif dengan tetap mengedepankan shared BSI.
values BSI 4. Meningkatkan peningkatan kesadaran
3. Mendukung pelaksanaan visi, misi, dan nilai- integrasi ESG dalam praktik keuangan syariah
nilai budaya BSI secara lebih luas.
4. Mendukung aktivitas BSI dalam pelaksanaan 5. Menjadi acuan penyusunan strategi
aktivitas tata kelola Keuangan Berkelanjutan keberlanjutan termasuk penyusunan
secara efektif, efisien, dan berkesinambungan kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan
secara konsisten Keuangan Berkelanjutan dan implementasi
5. Membantu pemberdayaan masyarakat ESG.
berdasarkan prinsip-prinsip syariah.
6. Mengimplementasikan dan menjaga prinsip Cakupan pada ESG Guiding Principle mencakup
dan nilai dari Keuangan Berkelanjutan (1) Tata Kelola dan Organisasi, (2) Pengertian
7. Memastikan komunikasi yang efektif antara Umum, dan (3) BSI Sustainability Framework.
BSI dengan pemegang saham atau investor,
dan seluruh pemangku kepentingan
(Stakeholders)
8. Memastikan tersedianya sarana informasi
bagi para Pemegang Saham atau Investor,
dan seluruh pemangku kepentingan
(Stakeholders), untuk mendukung pencapaian
visi dan misi BSI.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
104 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 106
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
STRATEGI
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM, SERTA DAMPAK FINANSIAL [S1.S.a, S1.S.b,
S1.S.e, S2.S.a1, S2.S.a2, S2.S.a3, S2.S.d1, S2.S.d2]
BSI memahami dalam melakukan praktik bisnis yang berkelanjutan, dalam pelaksanaannya
terdapat risiko dan peluang terkait keberlanjutan termasuk iklim. Saat ini, BSI telah
mempertimbangkan salah satu risiko dan peluang terkait keberlanjutan yaitu Iklim.
Pertimbangan ini sebagai upaya mitigasi dan adaptasi BSI terhadap perubahan iklim. Risiko dan
peluang terkait iklim menggunakan framework dari Task Force on Climate-Related Financial
(TCFD) seperti gambar berikut:
Risiko Transisi (Transition Peluang (Opportunities)
Risks) •• Efisiensi Sumber Daya
•• Kebijakan dan Hukum •• Sumber Energi
•• Teknologi •• Produk/Layanan
•• Pasar •• Pasar
•• Reputasi Resiko Peluang •• Ketahanan
Risiko Fisik (Physical
Risks) Perencanaan Strategis &
•• Akut Manajemen Risiko
•• Kronis
Dampak Keuangan
Pendapatan Neraca / Laporan Aset & Liabilitas
Laporan Laba Rugi Laporan Arus Kas
Beban Posisi Keuangan Modal & Pembiayaan
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 105
Page 107
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
Risiko Terkait Iklim [S1.S.a, S2.S.a1, S2.S.a2]
Risiko iklim merupakan potensi dampak negatif dari perubahan iklim terhadap BSI meliputi risiko transisi
dan fisik. Proses manajemen risiko iklim dikelola secara terintegrasi ke dalam sistem manajemen risiko
Bank. Proses ini diawali dengan identifikasi risiko dan peluang iklim; pengukuran risiko iklim dengan
menetapkan beberapa metrik terkait risiko fisik dan risiko transisi; selanjutnya menilai dampak risiko
iklim terhadap finansial Bank; kemudian mengevaluasi dampak risiko iklim dan menyusun langkah-
langkah strategis yang diperlukan untuk mengelola dampak dari risiko iklim tersebut.
Risiko transisi merupakan risiko yang muncul akibat perubahan arah kebijakan pemerintah, kemajuan
teknologi, dan dinamika sosial seiring dengan bergesernya tujuan perekonomian dunia ke arah ekonomi
karbon. Risiko fisik merupakan risiko yang disebabkan oleh bencana alam yang parah (risiko fisik akut)
dan risiko yang secara bertahap terdampak oleh perubahan pola iklim dalam jangka panjang seperti
kenaikan temperatur dan permukaan air laut (risiko fisik kronis). Kedua faktor risiko iklim ini akan
berdampak terhadap model bisnis dan rantai nilai, strategi, dan kondisi keuangan. Dalam hal ini risiko
kredit, pasar, operasional, dan likuiditas BSI.
Faktor Risiko
Jenis Risiko Key Driver Potensi Dampak Finansial
Iklim
Transisi Kredit 1. Lower-carbon Perubahan kebijakan regulasi yang lebih ketat ke arah
economy lower-carbon economy dapat mempengaruhi kinerja
2. Carbon Pricing keuangan nasabah dan kemampuan bayar nasabah
3. Carbon Tax kepada Bank terutama nasabah dengan bisnis yang
sensitif atas peristiwa iklim ekstrem.
Perubahan Preferensi Penurunan pendanaan dan portofolio Bank akibat
Nasabah perubahan preferensi Nasabah.
Pasar Perubahan Peningkatan suku bunga yang disebabkan perubahan
makroekonomi akibat kebijakan iklim berpotensi mengakibatkan
penyesuaian skenario peningkatan yield surat berharga pemerintah dan
iklim koperasi, serta penurunan harga pasar surat berharga
yang berpengaruh pada pendapatan Bank.
Perubahan Preferensi Perubahan customer behavior ke produk ramah
Nasabah lingkungan dan berkelanjutan, berpotensi
mengakibatkan penurunan permintaan surat
berharga non-berkelanjutan yang berdampak pada
penurunan nilai surat berharga.
Operasional Lower-carbon Peningkatan biaya investasi akibat pergeseran
technology & teknologi dan infrastruktur yang ramah lingkungan.
infrastructure
Gap ESG Knowledge Peningkatan biaya pelatihan/pelatihan/sertifikasi
pegawai BSI dan biaya hire expertise.
Likuiditas Regulasi terkait prinsip 1. Penurunan HQLA sesuai perubahan nilai pasar
kehati-hatian yang berdasarkan penilaian risiko pasar.
membatasi sumber 2. Penarikan dana oleh debitur korporasi untuk biaya
pendanaan dari pasar karbon / investasi capital expenditure.
uang 3. Penurunan arus kas masuk sesuai proyeksi
peningkatan NPF risiko kredit.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
106 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 108
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
Faktor Risiko
Jenis Risiko Key Driver Potensi Dampak Finansial
Iklim
Fisik Kredit Risiko Fisik Akut 1. Kerusakan fisik agunan/properti nasabah
1. Badai mengakibatkan peningkatan Loss Given Default
2. Banjir (LGD) dan penurunan nilai aset nasabah.
3. Kebakaran Hutan 2. Penurunan Produktivitas lahan terutama
pada sektor pertanian dan perkebunan yang
Risiko Fisik Kronis mengakibatkan penurunan kemampuan
1. Kenaikan Suhu membayar nasabah.
2. Naiknya Permukaan
Operasional 1. Infrastructure Damage pada kantor cabang, ATM,
Laut
pusat data, dan equipment Bank
2. Operational Disruptions
3. Leading to Productivity Loss
Likuiditas Peningkatan penarikan dana setelah kejadian bencana
oleh nasabah individual, UMKM dan korporasi.
Peluang Terkait Iklim [S1.S.a, S2.S.a1]
BSI sebagai lembaga keuangan yang memiliki proposisi unik syariah dalam keuangan berkelanjutan,
BSI melihat perubahan iklim tidak hanya sebagai risiko, melainkan peluang untuk menciptakan nilai
tambah ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berimbang. Peluang tersebut selaras dengan upaya BSI
dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon yang berlandaskan Maqashid Syariah dalam
menciptakan nilai jangka panjang. Adapun peluang iklim dilihat oleh BSI meliputi efisiensi sumber daya,
sumber energi, produk/layanan, pasar, dan ketahanan.
Tipe Peluang Peluang Terkait Iklim Potensi Dampak Finansial
Efisiensi Sumber Daya 1. Penurunan penggunaan air dan energi Menurunkan biaya operasional melalui
melalui 2 unit Green Building serta Green efisiensi sumber daya
Business Culture
2. Penurunan penggunaan kertas melalui
E-Doc dan penggunaan kertas bekas
Sumber Energi Menggunakan 144 kendaraan listrik dalam Mengurangi dampak dari kenaikan
menunjang aktivitas operasional harga bahan bakar fosil di masa depan
Produk dan Layanan Sustainability Sukuk dan ESG Mutual Fund Meningkatkan pendapatan melalui
produk dan layanan yang rendah emisi
Pasar Akses pada pasar baru melalui produk dan Meningkatkan pendapatan melalui
layanan yang rendah emisi akses pasar baru
Ketahanan Penggunaan 8 unit panel surya pada fasilitas Menurunkan biaya penggunaan listrik
operasional Perseroan dan penggunaan 3
unit panel surya pada Desa Binaan BSI untuk
menghasilkan energi listrik.
Implikasi Investasi, Pendanaan, dan Sumber Daya [S2.S.d3]
Dalam merespons risiko dan peluang iklim, BSI mengalokasikan sumber daya keuangan dan non-
keuangan secara bertahap, antara lain melalui:
•• penerbitan dan pengembangan instrumen pendanaan berkelanjutan, termasuk sukuk berkelanjutan;
•• investasi pada infrastruktur ramah lingkungan dan teknologi pendukung operasional rendah karbon;
•• peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan ESG dan risiko iklim.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 107
Page 109
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
MANAJEMEN RISIKO IKLIM & ANALISIS SKENARIO
Mitigasi Dampak Risiko Iklim BSI melalui Climate Risk Management and Scenario Analysis (CRMS)
[S1.S.f, S2.S.e1, S2.S.e2, S2.S.e3]
BSI telah berpartisipasi kembali pada Pilot Project Climate Risk Management dan Scenario Analysis
(CRMS) pada tahun 2025. Pada tahun sebelumnya, BSI menggunakan 51,63% dari total Portofolio,
sedangkan pada tahun 2025, BSI menggunakan 100% dari total portofolio pada Pilot Project tersebut.
Partisipasi ini didasari oleh SEOJK No. S-37/D.03/2024 tanggal 04 November 2024 perihal Pelaksanaan
Tahap Lanjutan Pelaporan CRMS oleh Seluruh Bank Umum di Tahun 2025 dan SEOJK No. S-79/PB.01/2025
tanggal 28 Mei 2025 perihal Pembaruan Data Makroekonomi Buku 4 CRMS dan Pengunduran Tenggat
Waktu Pelaporan CRMS 2025.
Implementasi CRMS mengacu pada panduan yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penerapan
dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan kepatuhan atas
regulasi eksternal. Pada penerapan CRMS, BSI melakukan Climate Risk Stress Testing (CRST) yang
merupakan proses komprehensif untuk mengevaluasi sejauh mana risiko yang terkait dengan perubahan
iklim dapat mempengaruhi kinerja keuangan, strategi, tata kelola, serta kerangka manajemen risiko
Bank.
Cakupan Analisis Skenario [S2.S.e3, S2.S.e4, S2.S.e5]
Analisis yang dilakukan BSI mencakup evaluasi dampak perubahan iklim pada risiko kredit, risiko pasar,
risiko likuiditas dan risiko operasional dalam jangka pendek (1 tahun), jangka menengah (3 tahun) dan
jangka panjang (sampai dengan tahun 2050) sebagai berikut:
Jangka Risiko Risiko
Eksposur Kondisi Proyeksi Risiko Kredit Risiko Pasar
Waktu Operasional Likuiditas
Baseline Pembiayaan
3 Tahun Produktif Analisis Analisis
Short Term
Stress (2025-2027) (Termasuk Kualitatif Kualitatif
Risiko Transisi
UMKM)
Indonesia
Net Zero
2050
Pembiayaan
30 Tahun
Delayed Produktif
Long Term (2030, 2040,
Transition (Termasuk
2050)
UMKM)
Current Surat Utang
Policies
Baseline Pembiayaan
Kebakaran 1 Tahun Produktif
Risiko Fisik
Hutan (2025) (Termasuk
Indonesia
Stress
UMKM) Analisis Analisis
Kualitatif Kualitatif
Baseline Pembiayaan
1 Tahun
Banjir Pemilikan
(2025)
Stress Properti
Berdasarkan hasil implementasi CRMS, BSI telah menyusun analisis skenario iklim yang
mempertimbangkan dua kategori risiko utama yaitu Risiko Transisi dan Risiko Fisik, dalam konteks
operasi di Indonesia.
Untuk Risiko Transisi, BSI melakukan analisis dalam jangka waktu pendek dan menengah (2025 – 2027)
serta panjang (2030, 2040, dan 2050). Pada Risiko Transisi memengaruhi risiko bank lainnya seperti
risiko kredit, risiko pasar, risiko operasional dan likuiditas. Risiko kredit berpotensi meningkat karena
naiknya Probability of Default (PD) pada portofolio pembiayaan produktif, termasuk UMKM. Hal ini dapat
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
108 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 110
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
menaikkan CKPN sebagai langkah antisipasi yang disampaikan oleh OJK pada Buku CRMS,
penurunan kualitas kredit dan potensi kenaikan yakni Network for Greening the Financial System
NPL ketika nasabah gagal beradaptasi dengan (NGFS) Phase 4 dengan spesifikasi transisi seperti
transisi ekonomi hijau. Net Zero 2050 (jalur transisi orderly), Delayed
Transition (jalur transisi disorderly), dan Current
Risiko pasar berpotensi meningkat dikarenakan Policies (jalur transisi hot house). Pemilihan tiga
pergeseran suku bunga yang berdampak terhadap skenario tersebut disesuaikan dengan common
penurunan bucket kualitas aset atau peringkat practice di negara lain serta arah kebijakan transisi
kredit akibat perubahan makroekonomi. Risiko dan target penurunan emisi Indonesia.
operasional berpotensi meningkat dikarenakan
meningkatnya Operation Expenditure (OpEx)
dan biaya operasional akibat biaya energi dan
utilitas yang lebih tinggi selama transisi menuju
Disorderly Too little, too late
ekonomi rendah karbon. Risiko likuiditas
Low Transition risk High
meningkat dikarenakan penurunan Hiqh Quality
Delayed
Liquid Assets (HQLA) akibat penurunan nilai surat Transition
berharga korporasi dan pemerintah yang memiliki
eksposur tinggi karbon. Net Zero
2050 (1,5ºC) Current
Policies
Untuk Risiko Fisik, BSI hanya melakukan pada
Orderly Hot house world
jangka waktu pendek, yakni 2050 saja sesuai
dengan CRMS. Tidak hanya Risiko Transisi saja
Low Physical risk High
yang memengaruhi risiko bank, melainkan
Risiko Fisik juga yang berdampak terhadap risiko
kredit, risiko operasional, dan risiko likuditas. 1. Current Policies: Mengasumsikan kebijakan iklim
saat ini tidak berubah sehingga menghasilkan
Risiko kredit berpotensi meningkat dikarenakan
risiko fisik yang tinggi dengan kenaikan
mempertimbangkan dampak kejadian bencana suhu global di atas 1,5°C atau 2°C, sementara
dengan tingkat keparahan yang cukup tinggi risiko transisi tetap rendah karena minimnya
dan menyebabkan kerusakan pada aset fisik perubahan kebijakan dan teknologi.
debitur. Selain itu, bencana tersebut dapat 2. Delayed Transition: Mengasumsikan
pengurangan emisi tidak terjadi hingga tahun
menurunkan produktivitas usaha debitur. Risiko
2030. Namun setelah itu kebijakan yang lebih
operasional berpotensi meningkat dikarenakan ketat diterapkan untuk membatasi pemanasan
kejadian bencana dapat berakibat secara global di bawah 2°C dan mengendalikan emisi
langsung maupun tidak langsung terhadap aset CO₂.
bank maupun kegiatan operasional sehingga 3. Net Zero 2050: Mengasumsikan langkah
agresif diambil untuk mencapai target emisi
menimbulkan biaya tambahan yang arus
nol bersih pada 2050 dengan kebijakan ketat
dikeluarkan oleh bank. Risiko likuiditas berpotensi dan transformasi ekonomi yang cepat untuk
meningkat dikarenakan perubahan iklim dapat membatasi kenaikan suhu global di bawah 1,5°C.
memengaruhi nasabah dalam penarikan
simpanan dan permintaan kredit saat terjadinya
bencana alam.
Dalam perhitungan CRST yang telah dilakukan,
Desain dan Analisis Skenario BSI menggunakan data serta proyeksi
CRST dilakukan untuk menilai ketahanan Bank makroekonomi yang telah dirilis oleh OJK pada
terhadap perubahan iklim yang terdiri atas bulan Juni 2025. Data serta proyeksi ini digunakan
risiko transisi risiko fisik. Risiko iklim berpotensi sebagai acuan dasar dalam perhitungan. Indikator
memberikan dampak langsung pada risiko makroekonomi yang digunakan oleh BSI, di
keuangan di antaranya yaitu risiko kredit, pasar, antaranya Gross Domestic Product (GDP), Foreign
operasional, dan likuiditas BSI. Skenario yang Exchange Rate (FX Rate), Oil Price, Inflation, dan
digunakan oleh BSI sesuai dengan panduan Carbon Price.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 109
Page 111
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
GDP FX Rate
6,00 16.500,00
5,00 16.000,00
15.500,00
4,00 14.500,00
3,00 14.000,00
2,00 13.500,00
13.000,00
1,00
12.500,00
- 12.000,00
01/01/2026
01/01/2027
01/01/2029
01/01/2030
01/01/2031
01/01/2032
01/01/2033
01/01/2034
01/01/2035
01/01/2036
01/01/2037
01/01/2038
01/01/2039
01/01/2040
01/01/2041
01/01/2042
01/01/2043
01/01/2044
01/01/2045
01/01/2046
01/01/2047
01/01/2048
01/01/2049
01/01/2050
01/01/2025
01/01/2028
01/01/2025
01/01/2026
01/01/2027
01/01/2028
01/01/2029
01/01/2030
01/01/2031
01/01/2032
01/01/2033
01/01/2034
01/01/2035
01/01/2036
01/01/2038
01/01/2039
01/01/2040
01/01/2041
01/01/2042
01/01/2043
01/01/2044
01/01/2045
01/01/2046
01/01/2047
01/01/2048
01/01/2049
Current Policies Net Zero 2050 Delayed Transition Current Policies Net Zero 2050 Delayed Transition
Harga Minyak Inflasi
800,00 2,50
700,00
2,00
600,00
500,00 1,50
400,00
300,00 1,00
200,00
0,50
100,00
- -
01/01/2026
01/01/2027
01/01/2029
01/01/2030
01/01/2031
01/01/2032
01/01/2033
01/01/2034
01/01/2035
01/01/2036
01/01/2037
01/01/2038
01/01/2039
01/01/2040
01/01/2041
01/01/2042
01/01/2043
01/01/2044
01/01/2045
01/01/2046
01/01/2047
01/01/2048
01/01/2049
01/01/2050
01/01/2025
01/01/2028
01/01/2025
01/01/2026
01/01/2027
01/01/2028
01/01/2029
01/01/2030
01/01/2031
01/01/2032
01/01/2033
01/01/2034
01/01/2035
01/01/2036
01/01/2038
01/01/2039
01/01/2040
01/01/2041
01/01/2042
01/01/2043
01/01/2044
01/01/2045
01/01/2046
01/01/2047
01/01/2048
01/01/2049
Current Policies Net Zero 2050 Delayed Transition Current Policies Net Zero 2050 Delayed Transition
Harga Karbon versi 2024
12.000.000
10.000.000
8.000.000
6.000.000
4.000.000
2.000.000
-
2024 2026 2028 2030 2032 2034 2036 2038 2040 2042 2044 2046 2048 2050
Current Policies v2024 Delayed Transition v2024 Net Zero 2050 v2024
Pendekatan Perhitungan Skenario yang telah Dilakukan oleh BSI [S2.S.b2]
Pendekatan perhitungan yang telah dilakukan oleh BSI mengacu pada skenario OJK dalam mengestimasi
pengaruh perubahan iklim dan lingkungan terhadap risiko keuangan bank. Berikut merupakan
pendekatan perhitungan skenario yang telah dilakukan oleh BSI dengan mengacu skenario OJK.
Jenis Risiko Skenario OJK Pendekatan Perhitungan
Kredit Membagi risiko iklim menjadi 1. Risiko transisi, perhitungan CKPN didasarkan pada
2 faktor risiko, yaitu risiko pergeseran Profitability of Default (PD) sesuai dengan
transisi dan risiko fisik. Selain skenario yang ditetapkan yang dibagi menjadi skenario
itu, OJK memberikan beberapa jangka pendek (proyeksi 3 tahun), dan skenario jangka
referensi skenario yang dapat panjang (proyeksi 30 tahun)
dipertimbangkan dari NGFS 2. Risiko fisik, perhitungan CKPN didasarkan pada pergeseran
Tahap 4. Loss Given Default (LGD) dengan memperhitungkan risiko
kebakaran dan banjir untuk proyeksi 1 tahun
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
110 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 112
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
Jenis Risiko Skenario OJK Pendekatan Perhitungan
Pasar Pergeseran suku bunga sebagai 1. Perhitungan kurva imbal hasil didasarkan pada pergeseran
akibat dari risiko transisi dan suku bunga acuan sesuai dengan referensi skenario NGFS
asumsi stress, yaitu penurunan dari OJK yang kemudian akan dipertimbangkan dalam
bucket kualitas aset/peringkat perhitungan FRTB. Pergeseran ini dapat berdampak pada
kredit. Penilaian dilakukan nilai Sensitivitas Risiko Suku Bunga Umum (GIRR) dan
terhadap kecukupan modal Sensitivitas CSR (Non-Sekuritisasi).
(FRTB) dengan cakupan obligasi 2. Peningkatan bobot risiko akibat penurunan bucket/
pemerintah dan korporasi dalam rating yang dapat berdampak pada nilai Sensitivitas CSR
mata uang rupiah. (Non-Sekuritisasi), Credit Valuation Adjustment (CVA) dan
Default Risk Capital (DRC).
Operasional Memberikan beberapa 1. Terjadinya banjir dan kebakaran yang dapat berdampak
referensi skenario yang dapat langsung atau tidak langsung terhadap nilai aset Bank dan
dipertimbangkan. kegiatan operasional Bank sehingga dapat menimbulkan
biaya tambahan
2. Perhitungan risiko operasional berdasarkan biaya yang
dikeluarkan pada aset operasional Bank (kantor cabang
dan mesin) jika terjadi bencana.
3. Memproyeksikan kemungkinan timbulnya biaya
berdasarkan data historis
Likuiditas Memberikan beberapa 1. Peningkatan arus kas keluar akibat penarikan uang
skenario referensi yang dapat debitur akibat bencana alam (risiko fisik)
dipertimbangkan. 2. Perubahan yield curve makroekonomi, peningkatan NPL
pada risiko kredit, penarikan deposito korporasi (risiko
transisi)
Sesuai dengan skenario yang telah diadopsi oleh OJK, BSI melakukan penilaian risiko transisi pada PD
dan menganalisis dampaknya terhadap ECL. Selain itu, BSI melakukan penilaian risiko fisik pada LGD
dan menganalisis dampaknya terhadap ECL. Berikut merupakan framework yang digunakan oleh BSI
untuk perhitungan skenario iklim tersebut.
Perhitungan Dampak Pajak
Financial Modeling dan Scaling Forward-
Persiapan Data Karbon terhadap Kuantitas
Perhitungan KMV PD Looking PD dan ECL
(Q) dan Harga (P)
Data Laporan Keuangan
dalam level Debitur
(Pendapatan, Pengeluaran,
Aset, Utang, …) Metrik Keuangan yang
telah di-stress
Contoh: Pendapatan, HPP,
CAPEX, Utang, dll.
Data terkait Iklim tingkat
Perusahaan Simulasi Skenario
Transition Emisi GHG (Scope 1, 2 dan 3)
Risk Penilaian dan Kalibrasi
Risiko:
PD Stress
•• Distance-to-Default
•• Perubahan pada PD
Data Skenario Iklim
Diperoleh dari NGFS
dan disesuaikan sesuai
keperluan OJK (contoh: CKPN Stress
tingkat pertumbuhan
NDC, target pengurangan,
harga karbon, variabel
makroekonomi, dll)
Pengukuran dampak risiko transisi dilakukan dengan menghitung simulasi pengaruh variabel risiko
transisi seperti carbon emission dan carbon price pada kondisi keuangan nasabah. Perubahan variabel
seperti carbon emission dan carbon price akan berdampak pada penurunan kemampuan bayar nasabah
dan mempengaruhi PD nasabah pada tiap skenario. Pengaruh variabel risiko transisi akan berbeda-beda
pada tiap sektor usaha nasabah.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 111
Page 113
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
Banjir — Portofolio Hipotek
Lokasi properti (kota/
kabupaten), nilai properti
saat likuidasi Perhitungan Biaya
Kerusakan
Simulasi Skenario Menerapkan rasio kerusakan LGD Ter-stress
Risiko jaminan dan biaya revitalisasi
Fisik Kebakaran pada daerah berisiko tinggi
Hutan — Pertanian
Lokasi (kota/kabupaten), Stres Ekspektasi Kerugian
luas area, nilai agunan Kredit (ECL) dan Aset
Tertimbang Risiko (RWA)
Pengukuran dampak risiko fisik dilakukan mengacu pada panduan OJK, yaitu menganalisis dampak
bencana banjir yang diasumsikan terjadi pada Pembiayaan Kepemilikan Rumah (KPR) dan dampak
kebakaran yang diasumsikan terjadi pada pembiayaan sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.
Dampak risiko fisik diasumsikan akan meningkatkan Loss Given Default (LGD) nasabah yang terdampak.
Saat melakukan CRMS, BSI menggunakan data Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) untuk
mengidentifikasi wilayah berisiko.
Hasil Analisis Skenario Iklim [S1.S.c, S2.S.b1, S2.S.f1, S2.MT.d1]
BSI telah melakukan analisis skenario iklim yang mencakup sektor prioritas dan non-prioritas dengan total
pembiayaan sebanyak 100%. Sektor prioritas merupakan sektor yang berkontribusi untuk mempercepat
transisi menuju ekonomi rendah karbon pada Nationally Determined Contributions (NDC) Indonesia.
Pemerintah Indonesia mengidentifikasi lima sektor utama pengurangan emisi GRK sesuai dengan
target NDC, yaitu Energi, Pembuangan Limbah, Industrial Processes and Product Use (IPPU), Pertanian,
dan Kehutanan.
Selaras dengan sektor-sektor tersebut, terdapat sektor prioritas yang diidentifikasi sebagai sektor yang
merupakan sektor dengan intensitas emisi GRK tertinggi. Sektor-sektor tersebut termasuk dalam
cakupan analisis portofolio pada CRST 2025, antara lain 1) Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; 2)
Pertambangan dan Penggalian; 3) Pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin; 4) Konstruksi;
5) Pengangkutan dan Pergudangan; 6) Industri Pengolahan; dan 7) Pembiayaan Konsumtif Kepemilikan
Properti. Selain itu, BSI melakukan analisis skenario non-prioritas yaitu Sektor Produktif selain Sektor 1 - 6
dan Sektor Konsumtif selain Sektor 7. Berikut merupakan persentase pada setiap sektor yang digunakan
untuk analisis skenario:
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
1,1%
8,8% Pertambangan dan Penggalian
2,3%
Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air
Panas dan Udara Dingin
29,9% 6,6% Konstruksi
Sektor Konsumtif
selain Sektor 7 Pengangkutan dan Pergudangan
2,9%
4,9% Industri Pengolahan
20,4%
23,1%
Pembiayaan Konsumtif
Sektor Produktif selain Kepemilikan Properti
Sektor 1 s.d 6
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
112 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 114
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
Berdasarkan hasil analisis skenario iklim pada risiko transisi, dampak risiko iklim terhadap portofolio BSI
belum cukup terlihat dalam jangka pendek dan menengah, baik pada kondisi baseline dan stress. Dari
sisi pencadangan, terdapat peningkatan biaya CKPN yang perlu dicadangkan BSI untuk mengantisipasi
potensi kenaikan risiko kredit seiring dengan pertumbuhan pembiayaan. Berikut merupakan proyeksi
Rasio NPF dan CKPN dalam jangka Pendek dan Menengah.
Rasio NPF
Persentase
Baseline Stress
2.50%
2,02%
1,93%
2.00%
1,90% 1,96%
1.50%
1.00%
0.50%
0.00%
2024 2025 2026 2027
Biaya CKPN
Rp Miliar
Baseline Stress
12.000 11.695
11.672
11.000 10.777
10.291
10.231 10.710
10.000 10.291
10.072
9.000
2024 2025 2026 2027
Berdasarkan hasil analisis skenario iklim, terdapat pengaruh dampak risiko iklim pada portofolio BSI
dalam jangka panjang di seluruh skenario, meskipun belum secara signifikan terlihat. Hal ini terutama
dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi yang diproyeksikan cukup baik pada hampir seluruh skenario.
Disisi lain terdapat beberapa nasabah BSI yang memiliki struktur keuangan yang tidak cukup kuat,
sehingga dalam jangka panjang akan berpengaruh terhadap kemampuan membayar kewajiban kepada
Bank. Berikut merupakan proyeksi Rasio NPF dan CKPN dalam jangka panjang.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 113
Page 115
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
Rasio NPF
Net Zero Delayed Current Policies Persentase
2,50%
2,45%
2,45% 2,45%
2,45%
2,45%
2,44%
2,44%
2,40%
2,37%
2,37%
2,37%
2,35%
2030 2035 2040 2045 2050
Biaya CKPN
Net Zero Delayed Current Policies Rp Miliar
12.000
11.656
10.898 11.040
11.000
11.029
10.239 10.745
10.718
10.000 10.238
10.238
9.000
2030 2035 2040 2045 2050
NPF tertinggi BSI diproyeksikan terjadi pada bank dan peningkatan biaya operasional bank.
tahun 2040 dan 2050 sebesar 2,45%. Selain Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan
karena dampak risiko iklim, kondisi ini terutama pada CRST, dampak risiko fisik tidak terlalu
disebabkan oleh pergerakan faktor ekonomi signifikan terhadap penurunan nilai aset/Kantor
dan kondisi nasabah-nasabah pembiayaan Bank. Hal ini disebabkan sebagian besar kantor
yang secara struktural pada kondisi aktual per cabang bank merupakan aset sewa sehingga
Desember 2024, sudah berada pada kondisi yang kerugian akibat penurunan nilai menjadi risiko
memerlukan perhatian khusus. pemilik atau perusahaan asuransi.
Selain dampak dari faktor risiko iklim transisi,
BSI telah melakukan skenario iklim berdasarkan
faktor risiko iklim fisik. Dampak dari faktor risiko
ini dapat memengaruhi penurunan nilai aset
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
114 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 116
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
STRATEGI BSI DALAM MENGHADAPI RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM [S1.S.d,
S2.S.c1, S2.S.c2, S2.S.c3, S2.S.c4, S2.MT.e1]
Dalam mengelola risiko dan peluang terkait iklim, BSI membuat Strategic Planning Risk Management
sebagai upaya dalam mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Strategi ini dibuat untuk
mengantisipasi dampak terhadap model bisnis dan rantai nilai; strategi pengambilan keputusan; dan
posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas. Strategic Planning Risk Management ini, BSI melihat
akan berdampak kepada financial impact seperti Capital Adequacy Ratio (CAR), Operation Expenditure
(OpEx), Capital Expenditure (CapEx), Assets, dan Liabilities.
Strategic Planning Risk Management Financial Impact
[S1.S.d, S2.S.c1, S2.S.c2]
1. Penetapan framework Manajemen Risiko yang 1. - CAR: Peningkatan beban pencadangan
mempertimbangkan aspek ESG (CKPN) akibat nasabah gagal bayar
2. Penyusunan kebijakan yang mendukung pinjaman pada Bank dan penurunan rating
penyaluran pembiayaan yang berkelanjutan surat berharga
3. Penetapan strategi manajemen portofolio 2. + OpEx: Peningkatan biaya akibat
pembiayaan secara bertahap antara lain: investment on human capital & green
a. Pemberlakuan limit brown sector equipment
b. Peningkatan pembiayaan pada segmen rendah 3. + CapEx: Peningkatan biaya akibat
karbon yang sejalan dengan strategi Bank investasi pada green technology & green
4. Pengukuran dan analisis risiko iklim melalui CRMS infrastructure
secara berkala 4. + Assets: Peningkatan value Bank akan
5. Investasi pada surat berharga Pemerintah dan berdampak pada peningkatan asset
Korporasi yang fokus pada sektor ramah lingkungan 5. - Assets: Stranded Assets
6. Peningkatan green fund antara lain melalui 6. - Liabilities: Perubahan kebijakan iklim
penerbitan sukuk berkelanjutan yang tidak respon oleh Bank dan perubahan
7. Investasi pada teknologi dan infrastruktur yang customer behaviour akan berdampak pada
berkelanjutan penurunan portofolio pendanaan
8. Transfer risk dengan asuransi untuk kerugian akibat
physical risk (banjir dan kebakaran)
9. Relokasi kantor cabang/ATM yang terdapat pada
lokasi rawan banjir
Penentuan Strategic Planning Risk Management dipertimbangkan dari risiko dan peluang terkait iklim.
Selain itu, BSI telah menyusun action plan untuk memperkuat ketahanan bisnis dalam menghadapi
tantangan iklim berdasarkan hasil CRMS yang telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan. Action
plan ini tidak hanya dirancang sebagai bentuk mitigasi risiko, namun sebagai langkah untuk menangkap
peluang dalam transisi ekonomi rendah karbon.
Action plan pertama adalah menetapkan strategi pengelolaan portofolio pembiayaan sejalan dengan
hasil sensitivity analysis. Rencana strategi ini dilaksanakan melalui pengelolaan portofolio pembiayaan
terhadap sektor-sektor yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap risiko iklim menuju sektor-sektor hijau
dan rendah karbon. Saat ini, BSI telah menetapkan limit pada sektor-sektor yang menghasilkan emisi
karbon tinggi (brown sector) seperti Batubara, Industri Migas, dan Pertambangan Minyak dan Gas.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 115
Page 117
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
Action plan kedua adalah melakukan investasi iklim secara global, serta peningkatan kebutuhan
pada surat berharga pemerintah atau surat data pada tingkat portofolio dan sektor industri,
berharga korporasi pada sektor ramah Perseroan terus melakukan penyempurnaan
lingkungan. Rencana strategi ini bertujuan untuk kualitas, cakupan, dan konsistensi data yang
memperkuat kualitas aset dan membangun digunakan.
ketahanan portofolio secara keseluruhan. Action
plan ketiga adalah memastikan kecukupan Perseroan secara berkelanjutan meningkatkan
likuiditas dengan melakukan penempatan pada infrastruktur data, metodologi pengukuran, serta
aset likuid berkualitas tinggi dan meningkatkan proses pengumpulan dan validasi informasi guna
penghimpunan dana dengan run off rate rendah menghasilkan pengungkapan yang semakin
sesuai komponen LCR dan penerbitan sukuk komprehensif dan andal. Upaya peningkatan
berkelanjutan. Secara keseluruhan, hasil CRMS tersebut mencakup penguatan ketersediaan
menunjukkan permodalan bank masih di atas data historis, pengembangan parameter
limit yang ditetapkan regulator sehingga tidak analisis skenario, serta penyempurnaan model
diperlukan action plan khusus terkait permodalan. pengukuran dampak finansial yang selaras
dengan perkembangan praktik dan standar
internasional.
PENGEMBANGAN DATA KUANTITATIF
RISIKO DAN PELUANG IKLIM [S2.S.D4]
Dalam melakukan identifikasi, pengukuran, dan
analisis risiko serta peluang terkait iklim, Perseroan
telah menggunakan data kuantitatif yang
tersedia serta berbagai asumsi dan parameter
yang relevan sebagai dasar analisis. Namun
demikian, mengingat dinamika perubahan iklim,
perkembangan metodologi pengukuran risiko
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
116 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 118
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
MANAJEMEN RISIKO
KERANGKA KERJA MANAJEMEN RISIKO [S1.RM.d, S2.RM.c1]
BSI senantiasa memperkuat fondasi tata kelola dan pengelolaan risiko sebagai pilar
keberlanjutan bisnis dalam menjalankan peran sebagai institusi keuangan yang resilien
terhadap risiko dan peluang terkait keberlanjutan termasuk iklim. Hal ini diwujudkan melalui
pengembangan kerangka kerja manajemen risiko yang adaptif, terukur, dan selaras dengan
dinamika industri perbankan. Penguatan kapasitas pengendalian risiko dilakukan secara
terintegrasi pada seluruh lini organisasi, sehingga aktivitas usaha bank tetap berada dalam
koridor prinsip kehati-hatian dalam merespons perubahan makro ekonomi berupa risiko dan
peluang terkait keberlanjutan termasuk iklim.
BSI telah menerapkan manajemen risiko secara efektif sesuai dengan UU No. 4 Tahun 2023
tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan dan POJK No. 42 Tahun 2024
tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Lembaga Pembiayaan. BSI telah menerapkan
prinsip tata kelola yang mencakup keterbukaan, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi,
dan kewajaran. Selain itu, BSI mengikuti perkembangan dinamika industri dalam rangka
penerapan tata kelola yang baik agar tetap relevan.
Dalam menerapkan manajemen risiko, BSI mengoptimalisasi seluruh fungsi organ yang saling
melengkapi sehingga saling melengkapi dalam menciptakan pengendalian yang efektif.
Selain itu, optimalisasi seluruh fungsi ini dapat mendukung terciptanya integrasi informasi
yang digunakan untuk pelaporan maupun pengambilan keputusan. BSI menerapkan
manajemen risiko yang efektif dengan cara pengawasan aktif Dewan Komisaris, Direksi,
dan Dewan Pengawas Syariah; Kecukupan kebijakan, prosedur, dan limit risiko; Kecukupan
proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko serta sistem informasi
manajemen risiko; dan Sistem pengendalian internal yang menyeluruh. Berikut merupakan
struktur organisasi manajemen risiko yang terdapat pada BSI.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 117
Page 119
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah
Pilar Manajemen Risiko
Kecukupan Proses
Pengawasan Aktif, Dewan Kecukupan Kebijakan, Manajemen Risiko Sistem Pengendalian
Komisaris, Direksi dan Prosedur, dan Limit dan Sistem Informasi Intern yang Menyeluruh
Dewan Pengawas Syariah
Manajemn Risiko
SATUAN KERJA
Komite Dewan Komisaris & (Identifikasi Pengukuran, Assurance
Dewan Pengawas Syariah Komite Direksi
Pengawasan, dan Independen
Fungsi Pengawasan Pengendalian)
Komite Manajemen Risiko Business Satuan Kerja
Komite Pemantau Risiko
Committee Manajemen Risiko
(SKMR)
Komite Remunerasi Risiko
Risiko Kredit Komite
& Nominasi Kepatuhan
Pembiayaan
Risiko Imbah
BSI
Risiko Pasar
Hasil
Satuan Kerja
Komite Audit Operasional
Risiko Likuiditas Risiko Investasi Internal Audt
(Risk-Taking Unit)
Asset and
Liability
Risiko Committee
Komite Syariah Operasional
Risiko Hukum Emerging Risk
(Risiko Iklim) Policy & Satuan Kerja Audit
Procedure Intern SKAI
Risiko Stratejik Committee
Integrasi Risiko Terkait Iklim ke Dalam Sistem Manajemen Risiko Perusahaan [S1.RM.d, S2.RM.c1]
Kredit Kepatuhan
Pasar Imbah Hasil
Risk Tolerance
Risk Capacity
Risk Appetite
Likuiditas Investasi
Profil Risiko Iklim
Operasional
Hukum Emerging Risk
(Risiko Iklim)
Stratejik
Portofolio Guideline Pembiayaan
Kebijakan Risiko Iklim
Exclusion List
Standar Prosedur Bisnis
Review Risiko Iklim
Review, Pemantauan, dan Evaluasi Pembiayaan
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
118 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 120
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
RISIKO IKLIM PADA KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO [S1.RM.a, S2.RM.a3, S2.RM.a4]
Di tengah dinamika ekonomi dan perkembangan isu iklim global, BSI terus merelevansikan langkahnya
lewat penguatan ekonomi syariah yang berorientasi masa depan. Salah satu langkah yang ditempuh
oleh BSI adalah menerapkan manajemen risiko atas emerging risk pada Kebijakan Manajemen Risiko
Bank.
Emerging risk merupakan risiko baru yang sedang berkembang dengan data historis yang terbatas serta
berpotensi berdampak signifikan terhadap kelangsungan usaha Bank. Salah satu dari emerging risk
yang sudah BSI lihat adalah risiko Environmental, Social, dan Governance. Salah satu dari risiko tersebut
adalah risiko fisik dan risiko transisi yang terdapat pada risiko iklim. Melalui hal tersebut, BSI mengelola
risiko iklim yang berpengaruh terhadap permodalan Bank yang memuat prinsip identifikasi risiko,
pengukuran risiko, pemantauan risiko, pengendalian risiko, komunikasi risiko, review pengambilan risiko,
implementasi stratejik & rencana bisnis, penerapan risk culture, dan penerapan risk tolerance. Berikut
merupakan pengintegrasian Enterprise Risk Management di mana di dalamnya terdapat emerging risk
berupa climate risk.
Integrated Enterprise Risk Management
Implementasi Strategi &
Rencana Bisnis
Review
Penerapan
Pengambilan
Proses Bisnis Risiko
Budaya Risiko Permodalan
Managing Managing
Risk Penetapan
Komunikasi Risk Risk
Through Risiko
Front Middle Back Tolerance Through Regulatory
End End End Operation Capital
Capital
Pengendalian
Risiko
Identifikasi
Pemantauan Risiko
Risiko
Pengukuran Risiko
Mencakup 10 Jenis Risiko Bank Syariah termasuk Emerging Risk (antara lain: climate risk, cyber risk)
Fundamental Enabler
Organization & Human Capital Culture Data & System Tools & Methodology
IDENTIFIKASI, PENGUKURAN, PEMANTAUAN, PENGENDALIAN, DAN SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN RISIKO [S1.RM.a, S1.RM.b, S1.RM.c, S2.RM.a1, S2.RM.a3, S2.RM.a5]
Lingkungan internal dan eksternal perbankan terus mengalami perkembangan yang pesat. Hal ini
membuat risiko kegiatan usaha BSI semakin kompleks sehingga diperlukan kebutuhan penerapan
manajemen risiko yang memadai. BSI terus mengembangkan usahanya secara organik dan non-
organik demi mewujudkan visi BSI. Pertumbuhan organik dan non-organik menimbulkan risiko bagi
konglomerasi Bank, maka diperlukan manajemen risiko terintegrasi yang efektif. Kebijakan Manajemen
Risiko yang efektif dan memadai dapat mendukung pertumbuhan bisnis BSI secara optimal dengan
tetap mengedepankan prinsip prudensialitas. BSI perlu mengevaluasi Kebijakan Manajemen Risiko
secara berkala sesuai dengan perkembangan lingkungan internal dan eksternal Bank. Salah satu dari
perkembangan lingkungan eksternal Bank adalah perubahan iklim.
Saat ini, BSI telah melakukan identifikasi, pengukuran, pemantauan, pengendalian, dan sistem informasi
manajemen risiko termasuk emerging risk. Salah satu dari emerging risk tersebut adalah risiko iklim.
Berikut merupakan yang dilakukan oleh BSI dalam melakukan penerapan manajemen risiko tersebut.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 119
Page 121
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
Identifikasi Risiko •• Bank melakukan evaluasi terhadap sistem
•• Bank mengidentifikasi karakteristik risiko yang pengukuran Risiko secara berkala atau
melekat pada seluruh aktivitas Bank termasuk sewaktu-waktu dalam hal diperlukan untuk
emerging risk (termasuk risiko iklim) memastikan kesesuaian asumsi, akurasi,
•• Bank mengidentifikasi risiko dari produk dan kewajaran dan integritas data, serta prosedur
kegiatan usaha Bank. yang digunakan untuk mengukur risiko
•• Bank mengidentifikasi Risiko terhadap seluruh •• Bank melakukan stress testing dan kaji ulang
Risiko secara berkala serta termasuk sharia hasil stress testing secara berkala untuk
risk; mengambil langkah yang tepat dalam hal
•• Membuat metode atau sistem untuk perkiraan kondisi melebihi tingkat toleransi
melakukan proses identifikasi Risiko pada yang dapat diterima. Hasil stress testing dan kaji
seluruh produk dan kegiatan usaha. ulang menjadi masukan dalam menetapkan
•• Bank mengidentifikasi Risiko dengan atau mengubah kebijakan dan limit Risiko
memastikan bahwa Risiko dari produk dan Bank. Selain itu, Bank telah melakukan Climate
kegiatan usaha baru telah melalui penerapan Risk Stress Testing (CRST) untuk melihat
Manajemen Risiko yang layak sebelum produk kesiapan BSI dalam menghadapi risiko iklim.
atau kegiatan usaha diterbitkan
Pemantauan Risiko
Pengukuran Risiko •• Bank mengevaluasi eksposur Risiko melalui
•• Bank mengevaluasi kesesuaian asumsi, pemantauan dan pelaporan Risiko yang
sumber data, dan prosedur yang digunakan bersifat material atau berdampak terhadap
untuk mengukur risiko secara berkala. Evaluasi kondisi permodalan Bank; dan
dilakukan paling sedikit secara triwulanan •• Bank menyesuaikan proses pelaporan dalam
atau sewaktu-waktu yang disesuaikan dengan hal terdapat perubahan kegiatan usaha,
perkembangan usaha Bank dan kondisi produk, transaksi, faktor Risiko, teknologi
eksternal yang mempengaruhi kondisi Bank informasi, dan sistem informasi Manajemen
secara langsung; Risiko Bank yang bersifat material.
•• Bank melakukan pengukuran risiko secara •• Bank membuat sistem dan prosedur
berkala baik untuk produk, portofolio maupun pemantauan Risiko yang antara lain berupa
seluruh aktivitas bisnis Bank. pemantauan terhadap besar eksposur Risiko,
•• Bank menyesuaikan sistem pengukuran risiko toleransi Risiko, kepatuhan limit Risiko internal,
apabila terdapat perubahan kegiatan usaha dan hasil stress testing, serta konsistensi
bank, produk, transaksi, faktor risiko, yang pelaksanaan dengan kebijakan dan prosedur
bersifat material yang dapat mempengaruhi yang ditetapkan.
kondisi keuangan Bank. •• Bank menyiapkan suatu sistem rekam
•• Bank melakukan pengukuran risiko baik cadang (backup) dan prosedur yang efektif
secara kuantitatif maupun kualitatif, dengan untuk mencegah terjadinya gangguan dalam
menggunakan model/metode yang ditetapkan proses pemantauan Risiko dan melakukan
regulator dan atau yang dikembangkan oleh pengecekan serta penilaian kembali secara
Bank. berkala terhadap sistem rekam cadang
•• Bank mengaplikasikan model/metode tersebut.
pengukuran risiko disesuaikan pula dengan •• Bank memantau konsistensi pelaksanaan
sistem pelaporan data yang diwajibkan penerapan manajemen risiko dengan
oleh Bank Indonesia dan/atau Otoritas Jasa kebijakan dan prosedur yang ditetapkan.
Keuangan. •• Setiap unit kerja mempunyai tanggung jawab
•• Bank perlu melakukan validasi dalam rangka untuk memantau eksposur risiko di unit
mengatasi kelemahan yang dapat timbul kerjanya.
atas penggunaan model/metode pengukuran
risiko. Validasi tersebut dilakukan oleh satuan Pengendalian Risiko
kerja yang menjalankan fungsi internal audit •• Bank membuat sistem pengendalian Risiko
dan/atau satuan kerja lainnya yang independen yang memadai dengan mengacu pada
terhadap satuan kerja yang mengaplikasikan kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan.
model/metode pengukuran risiko.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
120 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 122
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
•• Bank melakukan Proses pengendalian Risiko Perseroan secara berkelanjutan melakukan
disesuaikan dengan eksposur Risiko maupun penyempurnaan kualitas dan cakupan data,
tingkat Risiko yang akan diambil dan toleransi termasuk peningkatan granularitas data
Risiko, serta Prinsip Syariah. operasional dan sektor industri, guna mendukung
akurasi pengukuran risiko dan efektivitas
Sistem Informasi Manajemen Risiko pengambilan keputusan. Proses validasi dan
Bank mengembangkan sistem informasi pengendalian kualitas data juga dilakukan secara
manajemen risiko yang mencakup laporan atau berkala sebagai bagian dari penguatan kerangka
informasi antara lain. manajemen risiko Perseroan.
•• Eksposur risiko baik eksposur kuantitatif
maupun kualitatif, secara keseluruhan
(komposit), per jenis risiko dan per jenis INTEGRASI RISIKO IKLIM TERHADAP
aktivitas fungsional; RISIKO BANK [S1.RM.d, S2.RM.a4, S2.RM.c1]
•• Kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur
serta penetapan limit; Risiko iklim merupakan salah satu dari emerging
•• Realisasi pelaksanaan manajemen risiko risk yang BSI miliki. CRMS yang telah dilakukan
dibandingkan dengan target yang ditetapkan. pada tahun 2025 mengetahui bahwa risiko iklim
berpengaruh terhadap risiko bank lainnya seperti
risiko kredit, pasar, operasional, dan likuiditas.
PENGGUNAAN INPUT, PARAMETER, Proses manajemen risiko iklim dikelola secara
DAN ANALISIS SKENARIO IKLIM [S2.RM.a2] terintegrasi ke dalam sistem manajemen risiko
bank. Proses ini diawali dengan identifikasi
Dalam proses identifikasi dan penilaian risiko risiko iklim; pengukuran risiko iklim dengan
terkait iklim, Perseroan menggunakan berbagai menetapkan beberapa metrik terkait risiko fisik
input, parameter, dan sumber data yang dan risiko transisi; selanjutnya menilai dampak
relevan untuk mendukung analisis risiko secara risiko iklim terhadap finansial Bank; kemudian
komprehensif. Data yang digunakan mencakup mengevaluasi dampak risiko iklim dan menyusun
informasi internal Perseroan, data portofolio langkah-langkah strategis yang diperlukan untuk
pembiayaan, karakteristik sektor industri nasabah, mengelola dampak dari risiko iklim tersebut.
serta referensi eksternal yang relevan, termasuk Berikut merupakan integrasi risiko iklim terhadap
publikasi ilmiah, skenario perubahan iklim global, bank lainnya yang meliputi jenis risiko iklim,
dan perkembangan praktik internasional. dampak, dan pengelolaan risiko.
Faktor Risiko Iklim Dampak Pengelolaan Risiko
Risiko Transisi Risiko transisi juga memberikan dampak yang 1. Penetapan framework
Risiko yang muncul signifikan terhadap risiko perbankan, di antaranya:: manajemen risiko yang
akibat perubahan arah mempertimbangkan aspek
kebijakan pemerintah, 1. Risiko Kredit LST/ESG.
kemajuan teknologi, dan •• Perubahan kebijakan regulasi oleh pemerintah/ 2. Penetapan strategi manajemen
dinamika sosial seiring otoritas yang lebih ketat seperti pengaturan portofolio pembiayaan dengan
dengan bergesernya tujuan carbon emission, carbon tax, dan peralihan mempertimbangkan aspek LST
perekonomian dunia ke teknologi dapat mempengaruhi kinerja melalui portfolio guideline.
arah ekonomi rendah keuangan nasabah dan kemampuan bayar 3. Secara bertahap, melakukan
karbon. nasabah kepada bank, terutama nasabah penurunan limit penyaluran
dengan bisnis yang sensitif atas peristiwa iklim pembiayaan pada nasabah
ekstrem atau perubahan kebijakan iklim. dengan sektor usaha yang
•• Perubahan preferensi konsumen yang menghasilkan emisi karbon
mengedepankan aspek ESG, berdampak tinggi.
terhadap penurunan pendapatan nasabah 4. Penyusunan kebijakan yang
dan berujung meningkatkan risiko gagal bayar mendukung penyaluran
bagi nasabah yang tidak dapat menyesuaikan pembiayaan ke arah green
rencana bisnis dengan kebijakan transisi dan financing.
perubahan teknologi ke arah green.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 121
Page 123
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
Faktor Risiko Iklim Dampak Pengelolaan Risiko
2. Risiko Pasar 5. Pengukuran dan analisis risiko
•• Peningkatan nilai tukar yang disebabkan iklim melalui Climate Risk
oleh perubahan kebijakan iklim sehingga Stress Test (CRST).
berpengaruh pada Posisi Devisa Neto (PDN) 6. Investasi pada surat berharga
Bank. pemerintah dan surat berharga
•• Perubahan customer behavior yang beralih ke korporasi pada sektor ramah
produk ramah lingkungan dan berkelanjutan, lingkungan.
berpotensi mengakibatkan penurunan 7. Peningkatan pendanaan
permintaan surat berharga non berkelanjutan melalui penghimpunan dana
yang berdampak pada penurunan nilai surat pihak ketiga dengan run off
berharga. rate rendah sesuai komponen
•• Peningkatan suku bunga atau perubahan LCR dan penerbitan sukuk
asumsi makro ekonomi lainnya berdasarkan berkelanjutan.
scenario NGFS mengakibatkan peningkatan 8. Investasi pada teknologi
yield surat berharga pemerintah dan korporasi, atau infrastruktur baru yang
serta penurunan harga pasar surat berharga berkelanjutan.
saat melakukan mark-to-market. 9. Peningkatan kompetensi
3. Risiko Likuiditas pegawai terkait ESG dan risiko
Risiko transisi berdampak pada penurunan iklim.
valuasi aset likuid berkualitas tinggi (HQLA), cash
outflow, dan cash inflow Bank. Penurunan tersebut
disebabkan oleh faktor penurunan valuasi surat
berharga, peningkatan run off rate, dan inflow rate.
4. Risiko Operasional
Risiko transisi berdampak pada potensi tambahan
biaya/cost yang harus dikeluarkan Bank untuk
melakukan:
•• investasi pada teknologi atau infrastruktur baru
yang berkelanjutan.
•• pelatihan pegawai terkait risiko iklim dan/atau
ESG.
•• rekrutmen pegawai baru untuk mengelola risiko
iklim akan direkrut bank.
•• implementasi pembiayaan atau pendanaan
yang berkelanjutan.
•• Inisiatif lain seperti jasa kerja sama dengan pihak
ketiga pada pengelolaan risiko iklim.
Risiko Fisik Risiko fisik berpotensi memberikan dampak yang
Risiko akibat dampak signifikan terhadap risiko perbankan, di antaranya:
langsung dari bencana
alam yang parah (risiko fisik 1. Risiko Kredit
akut) dan risiko yang secara Banjir dan kebakaran lahan berdampak pada:
bertahap terdampak oleh •• Kerusakan fisik agunan/properti nasabah yang
perubahan iklim dalam mengakibatkan penurunan harga agunan/
jangka panjang, misalnya properti yang berdampak pada peningkatan
kenaikan temperatur Loss Given Default (LGD).
permukaan air laut (risiko •• Penurunan produktivitas lahan terutama
fisik kronis), dan perubahan pada sektor pertanian dan perkebunan yang
pola curah hujan. mengakibatkan penurunan kemampuan bayar
nasabah.
2. Risiko Likuiditas
Kebakaran hutan atau banjir berpotensi
mengakibatkan penarikan dana yang tak terduga,
menghasilkan aliran keluar yang lebih besar dari
yang diperkirakan.
3. Risiko Operasional
Banjir dan kebakaran berpotensi merusak aset
bank seperti kantor cabang, ATM, pusat data atau
menghambat operasional bank secara keseluruhan.
Hal tersebut akan meningkatkan potensi kerugian
akibat penurunan pendapatan yang dihasilkan
karena bencana alam.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
122 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 124
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
Perubahan Proses Manajemen Risiko dari Aspek Tata Kelola dan Ekonomi
Periode Sebelumnya [S2.RM.a6] Aspek tata kelola dan ekonomi yang dianalisis
Perseroan secara berkelanjutan melakukan meliputi aspek manajemen, teknis, keuangan,
pengembangan dan penyempurnaan proses pemasaran, dan legal.
manajemen risiko terkait iklim sejalan dengan a. Aspek manajemen merupakan kriteria yang
perkembangan metodologi pengukuran berhubungan dengan organisasi/manajemen
risiko, dinamika perubahan iklim global, serta perusahaan antara lain kemampuan dan
peningkatan ekspektasi regulator dan pemangku pengalaman pengurus perusahaan dalam
kepentingan. Penyempurnaan tersebut bidang usaha bersangkutan.
mencakup penguatan integrasi risiko iklim b. Aspek teknis merupakan kriteria yang
dalam kerangka manajemen risiko perusahaan, berhubungan dengan aspek-aspek produksi
peningkatan proses pemantauan risiko, serta antara lain fasilitas produksi, kapasitas produksi,
pengembangan pendekatan analisis risiko yang lokasi usaha, tenaga kerja, dan bahan baku.
lebih komprehensif. c. Aspek keuangan merupakan kriteria yang
berhubungan dengan kondisi keuangan
Perseroan juga melakukan evaluasi berkala perusahaan antara lain berupa profitabilitas,
terhadap efektivitas kebijakan, prosedur, dan likuiditas, dan solvabilitas.
pengendalian yang diterapkan untuk memastikan d. Aspek pemasaran merupakan kriteria yang
keselarasan dengan perkembangan praktik berhubungan dengan aspek pemasaran
terbaik internasional dan standar pelaporan yang antara lain berupa jenis produk yang dijual,
berlaku. sarana pemasaran, dan saluran distribusi.
e. Aspek legal merupakan kriteria yang
berhubungan dengan aspek legalitas calon/
KEBIJAKAN PEMBIAYAAN YANG nasabah yang terdiri atas legalitas diri, legalitas
MENDUKUNG PERTUMBUHAN USAHA perizinan usaha nasabah, dan legalitas agunan.
NASABAH SECARA BERKELANJUTAN
[S1.RM.a, S2.RM.b1] Aspek Sosial
Aspek sosial merupakan kriteria yang
Untuk memastikan pertumbuhan bisnis nasabah berhubungan dengan aspek-aspek sosial pada
berjalan secara sehat dan berdaya tahan, BSI usaha nasabah. Adapun yang termasuk ke dalam
memandang penerapan kebijakan pembiayaan aspek sosial adalah kegiatan yang melibatkan
tidak hanya fokus pada aspek komersial, tetapi segala macam bentuk kerja paksa atau eksploitasi
juga mempertimbangkan keberlanjutan pada anak di bawah umur atau pelanggaran Hak
usaha nasabah dalam jangka panjang. Melalui Asasi Manusia (seperti: Prostitusi, perdagangan
pendekatan yang terstruktur dan berorientasi orang, penyelundupan tenaga kerja)
pada prinsip kehati-hatian, BSI melihat dapat
memberikan dukungan pembiayaan yang Aspek Lingkungan
mampu mendorong produktivitas, memperkuat Aspek lingkungan merupakan kriteria yang
daya saing, serta menciptakan nilai tambah yang berhubungan dengan aspek-aspek lingkungan
berkelanjutan bagi nasabah dan perekonomian. pada usaha nasabah yang terdiri atas namun tidak
Kebijakan ini menjadi landasan dalam memastikan terbatas pada izin usaha dan legalitas lingkungan.
setiap keputusan pembiayaan dikelola secara Berikut merupakan beberapa contoh aspek
bertanggung jawab. lingkungan yang perlu dipenuhi calon/nasabah
pada sektor industri Kelapa Sawit, Oil & Gas, Batu
Dalam Nota Analisa Pembiayaan (NAP), nasabah Bara, dan Industri Pengolahan pada Petunjuk
dianalisis pada aspek tata kelola dan ekonomi. Teknis Operasional (PTO) Industry Acceptance
NAP merupakan media untuk mengusulkan Criteria (IAC).
dan menganalisis pembiayaan dari calon/
nasabah untuk memperoleh persetujuan Komite
Pembiayaan Bank. Berikut merupakan aspek
tata kelola, ekonomi, sosial, dan lingkungan yang
dianalisis pada calon/nasabah BSI.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 123
Page 125
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
Sektor Kriteria yang Perlu Dipenuhi
1. Lahan Perkebunan tidak berada dalam area hutan lindung
2. Memiliki persetujuan AMDAL
Kelapa Sawit 3. Memiliki sertifikat ISPO / RSPO atau minimal memiliki kontrak kerjasama dengan
Lembaga Sertifikasi ISPO
4. Minimal Peringkat PROPER Biru
1. Memiliki persetujuan lingkungan AMDAL
Minyak dan Gas
2. Memiliki Plan of Development (POD) yang disetujui oleh SKK Migas
1. Hanya tahapan produksi (bukan eksplorasi)
Kebijakan Pembiayaan 2. Memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP)
Batu Bara 3. Memiliki CNC (Clean and Clear) dari Instansi terkait
4. Memiliki persetujuan AMDAL
Kebijakan Pembiayaan 1. Memiliki persetujuan lingkungan AMDAL
Industri Pengolahan 2. Memiliki sarana pengolahan limbah
DAFTAR BIDANG USAHA YANG 5. Kegiatan produksi, pengiriman, perdagangan,
TERMASUK DALAM DAFTAR penyembelihan hewan babi atau hewan
PENGECUALIAN [S1.RM.a, S2.RM.b1] lainnya yang diharamkan secara syariah.
6. Produksi atau perdagangan minuman
BSI sebagai Bank Syariah memiliki komitmen beralkohol.
untuk menghindari dan melarang pembiayaan 7. Kegiatan yang berdampak negatif pada Situs
yang melanggar prinsip-prinsip syariah dan Warisan Dunia UNESCO (UNESCO World
pokok-pokok syariah seperti prinsip keadilan dan Heritage Sites) atau kawasan lindung nasional
keseimbangan (‘adl wa tawazun), Kemaslahatan dan/atau internasional.
(maslahah), Universalisme (alamiyah), dan 8. Kegiatan perdagangan satwa liar atau produk
mengandung objek haram, riba, maysir, gharar, satwa liar (seperti gading, tanduk, sirip hiu).
risywah, bathil dan bersifat dzalim. Selain itu, BSI 9. Kegiatan penjaringan ikan di laut dengan
juga melarang pada pembiayaan yang tidak sah menggunakan jaring dengan panjang lebih
dan tidak lengkap akadnya, bertentangan dengan dari 2.5 km.
fatwa DSN MUI dan Opini DPS, bersifat spekulasi, 10. Produksi atau perdagangan bahan radioaktif
bertujuan jual beli perdagangan saham, dan (kec. peralatan medis dan peralatan lain yang
usaha yang dilarang oleh Peraturan Pemerintah. dianggap aman oleh IFC).
Berikut merupakan kegiatan usaha yang dihindari
dan dilarang untuk dibiayai.
ALUR PROSES PEMBERIAN
1. Kegiatan illegal logging (pembalakan liar), PEMBIAYAAN [S1.RM.a, S2.RM.a1, S2.RM.a3]
produksi dan perdagangan kayu atau produk
kehutanan lainnya dari hutan yang tidak Salah satu bentuk penerapan manajemen
dikelola secara lestari. risiko antara lain adalah kecukupan prosedur
2. Kegiatan yang melibatkan segala macam untuk mendukung aktivitas operasional
bentuk kerja paksa atau eksploitasi pada anak bisnis BSI. Sehubungan dengan hal tersebut,
di bawah umur atau pelanggaran Hak Asasi BSI telah menyusun Standar Prosedur Bisnis
Manusia (seperti: Prostitusi, perdagangan (SPB) Pembiayaan sesuai karakteristik bisnis.
orang, penyelundupan tenaga kerja). Dimana, aspek Tata Kelola dan Ekonomi, Sosial,
3. Kegiatan produksi, perdagangan, pengiriman dan Lingkungan menjadi aspek yang perlu
dan impor senjata di luar badan usaha/institusi dipenuhi untuk penyaluran pembiayaan kepada
resmi yang mendapat izin khusus/legalitas calon/nasabah. Berikut merupakan alur proses
khusus dari pemerintah. pembiayaan yang dilakukan oleh BSI.
4. Kegiatan produksi, perdagangan narkotika,
zat psikotropika dan zat adiktif di luar badan
usaha/ institusi resmi yang mendapat izin/
legalitas dari pemerintah.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
124 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 126
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
Financing Risk
Business Unit Rapat Teknis
Assessment Unit
Financing Recovery Financing
Kategori Pembiayaan
Unit Operation Unit
Proses penyaluran pembiayaan dimulai ketika KERANGKA KERJA MANAJEMEN
Business Unit menentukan target calon/nasabah RISIKO OPERASIONAL PADA RISIKO
dan menawarkan fasilitas pembiayaan. Penentuan IKLIM [S1.RM.a, S1.RM.b, S2.RM.a1, S2.RM.a5]
target ini diidentifikasi berdasarkan sektor
industri yang potensial yang diatur melalui SPB BSI telah mengimplementasikan kerangka kerja
Portfolio Guideline. Sektor industri yang potensial Manajemen risiko operasional yang komprehensif
merupakan sektor yang memiliki prospek yang dan terstruktur untuk mengelola risiko yang
baik dan BSI memiliki pengalaman dalam melekat dalam aktivitas operasionalnya. Salah
mengelola sektor industri tersebut. Ketika calon/ satu dari insiden risiko operasional yang telah
nasabah tertarik, Business Unit mengumpulkan ditentukan oleh BSI adalah bencana alam
data dan informasi calon/nasabah. Selanjutnya, seperti kebakaran, banjir, tsunami, gempa bumi,
Business Unit dan Financing Risk Assessment dan lain-lain. Dimana diketahui, insiden risiko
Unit bersama-sama membuat Nota Analisa operasional ini termasuk ke dalam faktor risiko
Pembiayaan (NAP) yang mencakup aspek Tata fisik dari risiko iklim. BSI melakukan pengelolaan
Kelola dan Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan. risiko operasional terkait iklim melalui tahapan
identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan
Sebelum diajukan kepada Komite Pembiayaan, pengendalian yang didukung oleh Operational
dilakukan pembahasan NAP dalam Rapat Teknis Risk Management Tools (ORM tools) meliputi
mengenai aspek teknis yang berkaitan dengan Risk & Control Self Assessment (RCSA), Key Risk
aspek legal, aspek syariah, dan kepatuhan Indicator (KRI), Loss Event Database (LED),
terhadap internal dan eksternal. Selanjutnya, Issue & Action Management (IAM), dan Control
dilakukan komite pembiayaan yang dilengkapi Testing (CT). Berikut merupakan kerangka
dengan sekretaris komite untuk dilakukan kerja manajemen risiko operasional dengan
pemutusan terhadap pengajuan pembiayaan ORM Tools yang tercantum pada Standar
kepada calon/nasabah. Apabila pengajuan Prosedur Pengendalian (SPP) Manajemen Risiko
pembiayaan calon/nasabah disetujui, selanjutnya Operasional dan Petunjuk Teknis Operasional
Financing Operation Unit mempersiapkan akad, (PTO) Operational Risk Management Tools.
pengikatan agunan dan asurans, dan pencairan
pembiayaan.
BSI sebagai bank syariah yang selalu
mengoptimalkan pertumbuhannya, BSI terus
menjaga portofolio pembiayaannya melalui
tindakan pemantauan/pengamatan. Hal ini
dilakukan agar dapat diketahui sedini mungkin
deviasi yang terjadi yang akan membawa akibat
terhadap menurunnya kualitas pembiayaan,
sehingga BSI dapat segera menyusun action
program untuk memperbaiki kualitas pembiayaan
tersebut melalui Financing Recovery Unit.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 125
Page 127
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
1
Risk & Control Self
Assessment (RCSA)
5
4 3 Inherent Residual Reporting
Issues & Action Loss Event Database Risk Risk Laporan Perangkat
Management (IAM) (LED) Risiko Operasional
(LRPO)
2
Key Risk Indikator
(KRI)
1 RCSA 2 KRI 3 LED 4 IAM 5 REPORTING
Identifikasi dan Perumusan, pelaksanaan, Pencatatan insiden risiko Pencatatan isu-isu Pelaporan informasi
pengukuran eksposur dan pengujian kecukupan operasional (operational terkait pengelolaan risiko efektivitas Minimum
risiko operasional kontrol yang diterapkan loss). operasional yang dapat Risiko Operasional (MRO)
(inherent risk dan control). untuk mengendalikan bersumber antara lain dari dan eksposur risiko
eksposur risiko. RCSA, KRI, LED, CT, DMTL, operasional baik untuk
issue lain, dan sumber internal maupun eksternal
eksternal yang lain. (Regulator).
Kerangka ini dimulai dengan pendekatan proaktif (kondisi aman), Kuning (perlu pemantauan ketat),
melalui RCSA. RCSA bersifat forward-looking, dan Merah (di atas batas toleransi). Pemantauan
di mana unit kerja mengidentifikasi potensi KRI dilakukan secara bulanan dan hasilnya juga
risiko operasional di masa depan berdasarkan di review oleh SOR. Status KRI menjadi bahan
proses bisnis utamanya. Dalam RCSA, unit kerja evaluasi yang krusial untuk mengantisipasi
melakukan pemetaan proses, mengidentifikasi potensi masalah.
risiko kunci dan pengendaliannya, serta
melakukan penilaian dengan menghitung Meskipun telah dilakukan upaya pencegahan
Inherent Risk (IHRR) yang merupakan perkalian dan pemantauan, insiden risiko operasional tetap
antara likelihood (kemungkinan) dan impact dapat terjadi. Untuk itu, Loss Event Database
(dampak). Selanjutnya, efektivitas pengendalian (LED) berfungsi sebagai alat untuk mencatat
yang dinilai (Control Score). Hasil akhirnya setiap insiden secara reactive. Setiap kejadian
adalah (Composite Risk Score), yaitu tingkat kerugian operasional wajib dicatat oleh unit
residual setelah pengendalian diterapkan. Hasil kerja. Pembebanan Insiden Risiko Operasional
penilaian RCSA ini kemudian di review dan dapat (PIRO) hanya dapat dilakukan setelah melalui
disesuaikan oleh Senior Operational Risk (SOR) proses verifikasi dan persetujuan dari pihak yang
untuk memastikan keakuratannya. berwenang. Insiden-insiden ini diklasifikasikan
ke dalam 7 tipe dasar kejadian kerugian, dimana
Berdasarkan hasil RCSA, khususnya untuk risiko salah satu dari kejadian kerugian adalah kerusakan
dengan peringkat Inherent Risk Medium to High aset fisik yang termasuk dari risiko terkait iklim.
dan High , unit kerja kemudian menetapkan Key Kerusakan aset fisik adalah kerugian yang timbul
Risk Indicator (KRI). KRI berfungsi sebagai sistem akibat kehilangan atau kerusakan pada aset fisik
peringatan dini untuk memantau indikator- yang disebabkan oleh bencana alam atau kejadian
indikator yang dapat memicu atau memperburuk lainnya.
eksposur risiko. Untuk setiap KRI, ditetapkan
ambang batas (threshold) tiga tingkat, yakni Hijau
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
126 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 128
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
Temuan-temuan yang bersumber dari RCSA, Saat ini, untuk terus beradaptasi dengan
Control Testing, KRI, laporan LED, DMTL hasil dinamika perubahan iklim, BSI telah menetapkan
audit Internal/eksternal, kemudian ditindaklanjuti Industry Class Baru (termasuk sektor KUBL) dan
melalui Issue & Action Management (IAM). IAM menetapkan Kriteria Green Financing. Selain
adalah alat untuk memantau dan mengelola itu, pembiayaan yang telah disalurkan oleh BSI
seluruh issue yang memerlukan tingkat lanjut. telah dilakukan pengelompokan berdasarkan
Unit kerja wajib memperbarui status realisasi dari sektor TKBI. Untuk risiko operasional, BSI telah
rencana tindak perbaikan ini secara berkala. memasukkan bencana alam pada Standar
Prosedur Pengendalian (SPP) Manajemen Risiko
Keempat pilar utama (RCSA, KRI, LED, dan IAM) Operasional. Melalui kiat-kiat dalam adaptasi
ini kemudian diintegrasikan dan dilaporkan iklim ini, menunjukkan bahwa BSI mendukung
secara menyeluruh dalam LPRO. LPRO ini sepenuhnya komitmen Indonesia pada Paris
menjadi dokumen sentral yang memberikan Agreement yang telah diratifikasi pada UU No. 16
gambaran utuh tentang profil risiko operasional Tahun 2016 dengan mempraktikkan bisnis yang
suatu unit kerja, yang kemudian disampaikan berkelanjutan.
kepada Struktur Komite Manajemen Risiko
(SKMR) yang membidangi Operational Risk.
Dengan demikian, BSI tidak hanya memiliki
mekanisme untuk mengidentifikasi, menilai,
memantau, dan mencatat risiko, tetapi juga
sistem yang memastikan bahwa semua masalah
ditindaklanjuti hingga tuntas, menciptakan
siklus manajemen risiko yang berkelanjutan dan
berkesinambungan termasuk risiko iklim.
ADAPTASI DAMPAK RISIKO IKLIM [S1.RM.b,
S2.RM.a5]
BSI secara berkelanjutan terus memperkuat
kapasitas dan ketangguhan dalam merespons
dinamika perubahan iklim, termasuk keragaman
dan kejadian ekstrem. Melalui penguatan proses,
kebijakan, dan manajemen risiko, BSI terus
berupaya meminimalkan dampak dan kerugian
yang timbul, sehingga operasional dan layanan
kepada nasabah tetap terjaga secara optimal di
tengah tantangan iklim yang terus berkembang.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya,
pada Kebijakan Manajemen Risiko, BSI telah
menambahkan emerging risk terkait risiko ESG
termasuk iklim. Selain itu, BSI telah membuat
unit kerja khusus untuk terus merelevansikan BSI
dengan perkembangan risiko ESG termasuk iklim,
yakni ESG Group yang dibuat berdasarkan Surat
Keputusan Direksi No.04/239-KEP/DIR tanggal 11
Juni 2024.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 127
Page 129
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
METRIKS DAN TARGET
MANAJEMEN DAN KINERJA EMISI OPERASIONAL [S2.MT.b1, S2.MT.b2, S2.MT.c1, S2.MT.c5,
S2.MT.h1. S2.MT.h5, S2.MT.i3]
BSI secara proaktif melakukan pengukuran dan pemantauan emisi operasional sebagai
dasar dalam mencapai komitmennya pada pilar Sustainable Operation dalam Sustainability
Framework, “Net Zero Emission in Operation”. Komitmen ini merupakan dukungan BSI untuk
Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.
BSI sebagai, “The First Sharia Bank in Indonesia Implemented Digital Carbon Tracking”, telah
melakukan perhitungan dan pemantauan emisi operasionalnya menggunakan Digital Carbon
Tracking. Digital Carbon Tracking merupakan sistem aplikasi/platform pencatatan yang telah
dikembangkan untuk perhitungan dan pemantauan emisi karbon BSI secara bankwide dalam
satuan tCO2e. Perhitungan dan pemantauan emisi operasional menunjukkan usaha BSI dalam
mengelola risiko dan peluang terkait iklim.
Saat ini, Digital Carbon Tracking hanya dapat menghitung emisi scope 1 dan 2. Emisi scope
1 adalah emisi GRK langsung yang terjadi dari sumber yang dimiliki atau dikendalikan oleh
entitas. Jika di BSI, emisi Scope 1 berasal dari penggunaan bahan bakar minyak di seluruh
wilayah operasional BSI. Emisi Scope 2 adalah emisi GRK tidak langsung dari pembangkitan
listrik, uap, pemanas atau pendingin yang dibeli atau diperoleh yang dikonsumsi oleh entitas.
Jika di BSI, emisi Scope 2 berasal dari penggunaan listrik di seluruh wilayah operasional BSI.
Untuk lebih mengetahui Digital Carbon Tracking, dapat diakses pada ESG Landing Page BSI,
https://ir.bankbsi.co.id/esg/green_initiatives.html.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
128 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 130
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan pada tahun 2025, emisi operasional yang dihasilkan
oleh BSI sebesar 89.730,95 tCO2e. Perhitungan emisi operasional yang dihasilkan tersebut berasal dari
perhitungan pada seluruh outlet yang BSI miliki, yakni sebanyak 1.190 outlet. Berikut merupakan emisi
operasional yang dihasilkan oleh BSI setiap tahunnya. Jika dibandingkan dengan tahun 2024, emisi
operasional BSI mengalami peningkatan sebesar 7,5%. Peningkatan emisi operasional ini disebabkan
pengoperasian BSI Tower dan eskpansi bisnis seperti penambahan outlet dan ATM. Namun, jika dilihat
berdasarkan intensitas emisi per revenue, intensitas emisi operasional BSI mengalami penurunan,
intensitas emisi pada tahun 2024 sebesar 2,70 tCO2e/Rp Miliar dan tahun 2025 sebesar 2,55 tCO2e/Rp
Miliar. Hal ini menunjukkan ekspansi bisnis terus diiringi dengan efisiensi dalam sumber daya.
Sejak BSI didirikan pada tahun 2021 hingga tahun 2025, Perseroan terus memperkuat inisiatif tersebut.
Secara kumulatif, BSI telah memiliki 2 unit Green Building, 144 unit kendaraan listrik, 13 unit stasiun
pengisian daya yang tersebar di kantor pusat dan gerai BSI, 8 solar panel di Outlet BSI dan 3 solar panel di
Desa Binaan BSI, 70 unit mesin penjual botol daur ulang yang beroperasi di 133 collection point di wilayah
Jabodetabek dan Bali, serta penanaman dan penyaluran sebanyak 65.000 pohon.
METODOLOGI PENGUKURAN EMISI OPERASIONAL [S1.MT.c, S2.MT.c2, S2.MT.c3]
Dalam melakukan perhitungan emisi operasional pada Digital Carbon Tracking, BSI mengacu pada
metodologi dari Greenhouse Gas (GHG) Protocol Corporate Accounting and Reporting Standard
untuk inventarisasi emisi gas rumah kaca. Selain itu, BSI menerapkan metodologi dari ISO 14064-1:2018
– Greenhouse Gas Bagian 1: Spesifikasi dengan panduan di tingkat organisasi untuk kuantifikasi dan
pelaporan emisi gas rumah kaca. Metodologi ini mengintegrasikan prinsip-prinsip seperti Relevance,
Completeness, Consistency, Transparency, dan Accuracy. Berikut merupakan persamaan yang
digunakan untuk melakukan perhitungan emisi GRK operasional BSI.
Emisi GRK = Operational Activity X Emission Factor X GWP
Keterangan:
Operational Activity: Jumlah energi atau konsumsi bahan bakar dari sumber emisi
Emission Factor: Koefisien yang menunjukkan emisi per unit aktivitas, spesifik untuk negara tertentu
GWP: Global Warming Potential, faktor yang digunakan untuk mengonversi berbagai jenis (GRK) CO2e
MANAJEMEN DAN KINERJA EMISI PEMBIAYAAN [S1.MT.b, S2.MT.a2, S2.MT.c6, S2.MT.k2]
BSI secara bertahap melakukan pengukuran dan pengelolaan emisi pembiayaan sebagai bagian dari
komitmennya pada pilar Sustainable Banking dalam Sustainability Framework, “Unique in Sustainable
Product Innovation”. Komitmen ini merupakan dukungan BSI dalam mendorong pembiayaan
berkelanjutan dan mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Emisi pembiayaan termasuk ke
dalam emisi GRK cakupan 3. Emisi GRK cakupan 3 merupakan emisi GRK tidak langsung (tidak termasuk
dalam emisi GRK cakupan 2) yang terjadi dalam rantai nilai entitas. Emisi pembiayaan merepresentasikan
emisi tidak langsung yang timbul dari aktivitas usaha nasabah yang dibiayai oleh BSI. Pada tahun 2025,
BSI telah melakukan pengukuran emisi pembiayaan dengan menggunakan portofolio pembiayaan
tahun 2024. Berikut merupakan emisi pembiayaan pada sektor prioritas dan non-prioritas berdasarkan
pemetaan yang dilakukan pada CRMS.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 129
Page 131
06 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
Outstanding Financed Intensitas Emisi
Sektor Industri (dalam Emission (tCO₂-eq/triliun
triliun Rupiah) (dalam tCO2-eq) Rupiah)
1. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 6,12 5.890.141 962.441,34
2. Pertambangan dan Penggalian 2,04 4.394.519 2.154.175,98
Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas, dan
3. 6,18 3.840.453 621.432,52
Udara Dingin
4. Konstruksi 16,92 13.316 787,00
5. Pengangkutan dan Pergudangan 6,58 189.502 28.799,70
6. Industri Pengolahan 7,26 1.207.045 166.259,64
7. Kredit Konsumtif Kepemilikan Properti 0,03 3.962 132.066,67
8. Sektor Produktif selain Sektor 1 s.d 6 17,01 613.398 36.061,02
9. Sektor Konsumtif selain Sektor 7 0,03 9.980 332.666,67
Grand Total 62,17 16.162.316 259.969,70
Dalam rangka mengelola emisi tersebut, BSI mengembangkan kerangka dalam mengintegrasikan
pertimbangan risiko dan peluang terkait iklim ke dalam kebijakan, proses, dan portofolio pembiayaan.
Upaya pengelolaan ini, mencerminkan peran BSI dalam mendukung transisi nasional menuju Net Zero
Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat. Dalam mengelola portofolio, BSI telah menetapkan limit
pada sektor-sektor yang menghasilkan emisi karbon tinggi (brown sector) seperti Batubara, Industri
Migas, dan Pertambangan Minyak dan Gas. Selain itu, BSI telah menerapkan manajemen risiko atas
emerging risk (risiko iklim) pada Kebijakan Manajemen Risiko Bank. BSI juga telah memasukkan aspek
tata kelola, sosial, dan lingkungan pada pembiayaan yang diajukan oleh calon/nasabah.
METODOLOGI PENGUKURAN EMISI PEMBIAYAAN [S1.MT.b, S1.MT.c, S2.MT.a2, S2.MT.c2, S2.MT.c3,
S2.MT.c4]
Dalam melakukan pengukuran emisi pembiayaan, BSI mengacu pada praktik dan metodologi yang diakui
secara internasional, yakni metodologi yang dikembangkan oleh Partnership for Carbon Accounting
Financials (PCAF) guna memastikan konsistensi, transparansi, dan relevansi data emisi yang dihasilkan.
Perhitungan yang telah dilakukan oleh BSI berdasarkan kualitas data tier 4, yakni melakukan proxy nilai
emisi beberapa perusahaan yang telah memiliki data emisi untuk perusahaan dengan karakteristik yang
sama dan belum memiliki publikasi atau perhitungan data emisi. Walaupun menggunakan kualitas data
tier 4, namun perhitungan yang dilakukan mencakup cakupan 1, cakupan 2, dan cakupan 3 upstream
serta downstream pada nasabah yang telah dibiayai. Jika berdasarkan kelas aset yang dikategorikan
oleh PCAF, BSI telah melakukan pengukuran pada kelas aset obligasi korporasi dan investasi ekuitas.
Berikut merupakan persamaan yang digunakan untuk melakukan perhitungan emisi GRK pembiayaan
BSI.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
130 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 132
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
■ Outstanding Amountc
Financed Emissions = ∑c■ X Company Emissions
EVIC or Total Equity + Debtc
Keterangan:
OS Amount: Pembiayaan yang diberikan kepada calon/nasabah
EVIC: Nilai perusahaan termasuk uang tunai
Total Equity: Total ekuitas calon/nasabah
Debt: Total hutang calon/nasabah
Company Emissions: Emisi yang dihasilkan oleh calon/nasabah
Penetapan Harga Karbon Internal [S2.MT.f1–f2]
Perseroan mempertimbangkan perkembangan penerapan mekanisme harga karbon dalam proses
pengelolaan risiko dan pengambilan keputusan bisnis. Evaluasi terhadap potensi penerapan harga
karbon dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan regulasi, kondisi pasar,
serta kesiapan internal Perseroan.
Carbon Credits / Offset [S2.MT.k1–k7]
Perseroan memantau perkembangan mekanisme kredit karbon dan skema offset sebagai bagian dari
upaya mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Penggunaan mekanisme tersebut, jika
relevan, mempertimbangkan kredibilitas, integritas lingkungan, serta keselarasan dengan standar dan
regulasi yang berlaku. Saat ini BSI, menunggu fatwa DSN-MUI terkait transaksi bursa karbon untuk
merelevansikan pertumbuhan bisnis BSI dengan risiko dan peluang terkait keberlanjutan khususnya
risiko iklim.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 131
Page 133
07
07
TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA
KEBERLANJUTAN
[OJK F]
Bab ini menyajikan
dampak nyata dari
upaya Perseroan dalam
menciptakan nilai
ekonomi, sosial, dan
lingkungan. Setiap
inisiatif diarahkan untuk
menghadirkan manfaat
yang berkelanjutan bagi
masyarakat dan generasi
mendatang. Melalui
perjalanan ini, kami terus
berupaya memberikan
kontribusi yang membawa
maslahat bagi Indonesia.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
132 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 134
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KEGIATAN MEMBANGUN BUDAYA
KEBERLANJUTAN [OJK F.1]
Dalam upaya memperkuat implementasi keuangan berkelanjutan, BSI membangun budaya
keberlanjutan yang melibatkan seluruh pegawai dan nasabah. Beragam inisiatif kampanye hijau
secara konsisten dilakukan di kantor pusat maupun jaringan kantor di seluruh Indonesia. Kampanye ini
bertujuan mendorong pengurangan penggunaan energi dan sumber daya, menekan konsumsi plastik
sekali pakai, serta mengedukasi gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Program-program utama dalam Green Campaign BSI meliputi:
GREEN BUSINESS CULTURE MELALUI
Hemat Listrik Hemat Bahan Bakar Hemat Air Hemat Kertas Hemat Sampah
Minyak (BBM)
1. Menggunakan listrik
seperlunya, seperti: 1. Menggunakan 1. Mengontrol debit Maksimalkan 1. Membawa dan
•• Tidak public air (aliran air) komunikasi dengan menggunakan tumbler
menyalakan transportation bila 2. Menghemat softfile melalui dalam beraktivitas
lampu pada memungkinkan penggunaan air media teams sesuai 2. Penyelenggara
ruangan yang 2. Menggunakan saat wudhu dengan Petunjuk rapat diharapkan
tidak digunakan electric vehicle bila 3. Menggunakan Teknis Operasional memberikan
•• Mencabut kabel memungkinkan sistem daur ulang File Sharing and himbauan kepada
perangkat 3. Menggunakan greywater untuk Collaboration dan tamu undangan untuk
elektronik ketika kendaraan secara menyiram toilet PTO Aplikasi Digital membawa tumbler
tidak digunakan efektif Korespondensi Internal 3. Menyediakan gelas
2. Membuka tirai E-Doc BSI PT Bank & pitcher di ruang
jendela untuk Syariah Indonesia, Tbk meeting
memaksimalkan Tanggal 27 September 4. Menyediakan tong
pencahayaan 2023 sampah pilah 3R
ruangan pada siang (reduce, reuse, recycle)
hari 5. Menghindari food
waste/makanan
berlebih
BSI juga menerapkan kebijakan penghematan kertas sebagai bagian dari kebijakan keberlanjutan.
Sumber terbesar sampah kertas berasal dari laporan dan korespondensi perbankan. Langkah efisiensinya
meliputi:
•• Penggunaan double-sided printing dan kertas bekas yang masih layak.
•• Digitalisasi permintaan percetakan melalui aplikasi online dan Procurement Management System.
•• Implementasi E-DOC BSI untuk digitalisasi korespondensi berbasis web.
BSI juga mendorong seluruh pegawai untuk menggunakan alat makan dan minum non-sekali pakai
sebagai upaya mengurangi sampah plastik dari pantry pegawai.
Selain itu, sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya keberlanjutan di lingkungan internal, BSI
tidak hanya menjalankan berbagai program edukasi melalui Green Business Culture (GBC), seperti
webinar, modul pembelajaran ESG, forum berbagi pengetahuan, hingga kampanye tematik, tetapi
juga memastikan bahwa semangat keberlanjutan diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari. Upaya
ini mencerminkan komitmen BSI untuk menjadikan perilaku ramah lingkungan sebagai bagian dari
standar operasional dan budaya kerja seluruh pegawai.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 133
Page 135
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA EKONOMI
PERBANDINGAN TARGET DAN KINERJA PRODUKSI,
PORTOFOLIO, TARGET PEMBIAYAAN, ATAU INVESTASI,
PENDAPATAN DAN LABA RUGI [OJK F.2, IFRS S1-METRIC AND TARGET]
BSI berhasil mencatat kinerja keuangan yang lebih baik pada tahun
2025 dibandingkan dengan tahun 2024. Realisasi pembiayaan, investasi,
pendapatan margin dan bagi hasil, serta laba setelah pajak menunjukkan
peningkatan yang konsisten. Peningkatan tersebut juga tercermin pada
pertumbuhan pembiayaan di segmen Retail Banking & Consumer,
Wholesale Banking, serta Dana Pihak Ketiga (DPK), yang seluruhnya
mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
134 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 136
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA EKONOMI
Realisasi Produksi, Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi
(Dalam miliar rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2023 Realisasi 2024 Realisasi 2025 Realisasi
2025 (YoY)
Dana Pihak Ketiga 293.776 327.454 380.488 16,20%
Pembiayaan 240.316 278.481 318.844 14,49 %
Penempatan pada BI & SB 86.906 100.780 83.695 -16,95 %
Pendapatan Margin dan Bagi Hasil 22.169 25.216 28.178 11,74 %
Laba Setelah Pajak 5.704 7.006 7.568 8,02 %
Penyaluran UMKM 45.469 52.415 52.578 0,31 %
Rincian kinerja pembiayaan pada segmen Retail Banking & Consumer disajikan pada tabel berikut,
yang menggambarkan perkembangan portofolio secara lebih detail berdasarkan jenis produk dan
pertumbuhan dari tahun ke tahun:
(Dalam miliar rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2023 Realisasi 2024 Realisasi 2025 Realisasi
2025 (YoY)
Retail Banking & Consumer 172.805 201.263 228.044 13,31%
SME 19.346 21.635 24.591 13,67%
Mikro 22.912 27.746 27.667 -0,28%
Bisnis Emas 7.198 12.825 22.907 78,60%
Griya 52.517 56.834 60.259 6,03%
Oto 4.186 5.387 6.410 18,99%
Mitraguna 51.336 59.984 68.433 14,09%
Pensiun 14.626 16.051 16.921 5,42%
Card 684 802 856 6,83%
Rincian pembiayaan pada segmen Wholesale Banking, yang mencakup pembiayaan Corporate dan
Commercial serta perkembangan kinerjanya dari tahun ke tahun, disajikan pada tabel berikut:
(Dalam miliar rupiah)
Pertumbuhan 2025
Uraian 2023 Realisasi 2024 Realisasi 2025 Realisasi
(YoY)
Corporate 52.714 58.720 70.843 11,87%
Commercial 14.797 18.498 19.957 13,25%
Total 67.511 77.218 90.800 17,59%
Selanjutnya, untuk memberikan gambaran lebih menyeluruh mengenai perkembangan DPK, berikut
ditampilkan rincian per jenis dana, giro, tabungan, dan deposito, beserta realisasi tahunan dan
pertumbuhan tahun 2025:
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 135
Page 137
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA EKONOMI
(Dalam miliar rupiah)
Pertumbuhan 2025
Uraian 2023 Realisasi 2024 Realisasi 2025 Realisasi
(YoY)
Giro 53.201 56.336 71.828 27,50%
Tabungan 124.726 140.534 162.628 15,72%
Tabungan Wadiah 47.026 55.280 63.311 14,53%
Tabungan Non Wadiah 77.700 85.254 99.317 16,49%
Deposito 115.848 130.584 146.033 11,83%
Untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai penyebaran portofolio pembiayaan
BSI, tabel berikut menyajikan rincian pembiayaan per sektor ekonomi beserta proporsi masing-masing
sektor dan perkembangannya selama periode pelaporan:
(Dalam Miliar Rupiah)
Sektor 2023 % 2024 % 2025 %
Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan 17.124 7,13 23.550 8,46 22.819 7,16%
Perikanan 765 0,32 720 0,26 606 0,19%
Pertambangan dan Penggalian 2.393 1,00 2.976 1,07 3.034 0,95%
Industri Pengolahan 11.806 4,91 12.765 4,58 12.943 4,06%
Listrik, Gas, dan Air 4.768 1,98 6.756 2,43 6.842 2,15%
Konstruksi 19.833 8,25 18.843 6,77 17.220 5,40%
Perdagangan Besar dan Eceran 17.484 7,28 19.747 7,09 30.649 9,61%
Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan
2.758 1,15 3.204 1,15 3.683 1,16%
Makan Minum
Transportasi, Pergudangan, dan
8.346 3,47 8.647 3,11 12.280 3,85%
Komunikasi
Perantara Keuangan 5.870 2,44 5.807 2,09 6.265 1,96%
Real Estate, Usaha Persewaan, dan Jasa
3.868 1,61 5.299 1,90 6.270 1,97%
Perusahaan
Administrasi Pemerintahan,
- 0,00 - 0,00 254 0,08%
Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib
Jasa Pendidikan 4.499 1,87 4.929 1,77 5.238 1,64%
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 6.818 2,84 9.402 3,38 11.049 3,47%
Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya,
3.315 1,38 3.732 1,34 3.681 1,15%
Hiburan, dan Perorangan Lainnya
Jasa Perorangan yang Melayani Rumah
160 0,07 168 0,06 148 0,05%
Tangga
Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya 4.499 1,87 - 0,00 - 0,00%
Rumah Tangga 130.481 54,30 151.918 54,55 175.849 55,15%
Bukan Lapangan Usaha Lainnya 30 0,01 19 0,01 13 0,00%
Jumlah 240.316 100 278.481 100 318.844 100,00%
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
136 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 138
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA EKONOMI
PERBANDINGAN TARGET DAN Penerapan KKUB BSI merujuk pada Pedoman
KINERJA PORTOFOLIO, TARGET Teknis POJK No. 51/POJK.03/2017 serta
PEMBIAYAAN, ATAU INVESTASI PADA diperkuat oleh kebijakan baru yang diterbitkan
INSTRUMEN KEUANGAN ATAU PROYEK sepanjang 2024–2025, seperti ESG Guiding
YANG SEJALAN DENGAN KEUANGAN Principle, SOP Sustainable Finance, Exclusion
BERKELANJUTAN [OJK F.3] [GRI FS3, FS6, FS7, FS8, List, serta partisipasi BSI dalam Piloting
FS10] [FN-CB-000.A, FN-CB-000.B, FN-CB-410A.2] [S2.MT.d3, Indonesian Sustainable Finance Taxonomy
S2.MT.e1] untuk sektor hijau. Dengan kerangka ini, proses
penilaian pembiayaan kini terintegrasi dengan
Keuangan Keberlanjutan evaluasi risiko keberlanjutan, klasifikasi hijau,
dan kesesuaian kegiatan usaha calon debitur
Sebagai bagian dari penerapan POJK 51/2017 dan dengan prinsip syariah dan ESG.
SEOJK 16/2021, BSI terus memperkuat integrasi
prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam Selain itu, perluasan portofolio keberlanjutan
strategi serta aktivitas pembiayaannya. Melalui juga didukung oleh pertumbuhan pembiayaan
RAKB, BSI meningkatkan portofolio pembiayaan pada sektor-sektor yang relevan, termasuk
dan investasi yang mendukung pembangunan energi, pertanian berkelanjutan, layanan
inklusif dan bernilai tambah bagi masyarakat. publik, dan industri yang mendukung transisi
ekonomi. Integrasi layanan emas melalui
Fokus utama Keuangan Berkelanjutan BSI pada Bank Emas/Bullion Bank yang berbasis real
tahun 2025 mencakup: asset juga memberikan fondasi tambahan
1. Pembiayaan Sesuai Kriteria Kegiatan Usaha bagi portofolio keberlanjutan, terutama pada
Berkelanjutan (KKUB) pembiayaan emas yang memiliki karakteristik
Pada tahun 2025, BSI semakin memperkuat konservatif dan mendukung inklusi keuangan.
implementasi pembiayaan berkelanjutan
melalui pendekatan yang lebih terstruktur Dalam menilai kelayakan pembiayaan, BSI
dan terintegrasi dengan strategi bisnis utama, menerapkan kriteria keuangan hijau, di
termasuk penguatan portofolio berbasis real mana setiap calon debitur wajib memenuhi
asset serta penerapan kebijakan ESG yang persyaratan analisis dampak lingkungan
diperbarui. Pengembangan portofolio yang berikut:
sejalan dengan KKUB menjadi salah satu
prioritas RAKB BSI, selaras dengan perluasan
instrumen pembiayaan yang mendukung
transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Pemenuhan semua
Tidak adanya polusi dan Tidak adanya pengaduan
Tidak ada pencemaran peraturan pemerintah yang
adanya pengolahan dari penghuni di
dalam proses produksi. berlaku, seperti kepemilikan
limbah sesuai ketentuan. lingkungan tempat usaha.
izin usaha.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 137
Page 139
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA EKONOMI
Setelah calon debitur memenuhi seluruh persyaratan dan kriteria keberlanjutan yang telah
ditetapkan, BSI melanjutkan proses melalui rangkaian pengawasan dan evaluasi yang dilaksanakan
secara berkala. Tahapan tersebut mencakup:
1. Melakukan evaluasi dan pengawasan perkembangan usaha nasabah yang dilakukan setiap tiga
bulan.
2. Pengawasan dan evaluasi dilakukan melalui beberapa media komunikasi antara lain video
conference, on the spot visit, pendampingan konsultan, watchlist quarterly review, dan annual
review.
3. Jika hasilnya memiliki potensi risiko ESG yang tinggi, Bank dapat melakukan peninjauan ulang
atas pembiayaan yang diberikan.
4. Jika terdapat nasabah yang berada dalam pengawasan karena terindikasi masalah lingkungan
atau sosial, Bank akan memberikan pendampingan, watchlist review per kuartal dan tahunan.
5. Bank juga melakukan pengembangan kapasitas internal dengan memberikan pelatihan
mengenai sustainable finance awareness, penyusunan e-Modul, serta pembelajaran digital
sosialisasi keuangan berkelanjutan untuk Unit Bisnis dan Support.
6. Ke depan, Bank berencana untuk memberikan program edukasi atau pelatihan terkait ESG
kepada debitur.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BSI juga terus memperluas portofolio usaha yang berorientasi
pada keberlanjutan. Tabel berikut menyajikan perkembangan portofolio pembiayaan berkelanjutan,
termasuk pembiayaan hijau serta pembiayaan sosial yang menjadi bagian dari strategi keberlanjutan
BSI:
Portofolio pada Proyek Berwawasan Lingkungan
(Dalam miliar rupiah)
Uraian 2023 2024 2025
Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan 57.704 66.499 73.922
Portofolio Pembiayaan Hijau 12.235 14.084 15.657
Portofolio Pembiayaan Sosial 45.469 52.415 58.260
Untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai alokasi pembiayaan berkelanjutan
BSI, tabel berikut menyajikan rincian portofolio Pembiayaan Hijau dan Pembiayaan Sosial:
Pembiayaan Pada Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan
(Dalam miliar rupiah)
Uraian 2023 2024 2025
Pembiayaan Hijau (KUBL)
a. Energi terbarukan 1.072 609 710
b. Efisiensi Energi - - -
c. Pencegahan dan Pengendalian Polusi - - -
d. Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan
4.806 6.865 5.777
Lahan yang Berkelanjutan
e. Konservasi Keanekaragaman Hayati Darat dan Air - - -
f. Transportasi Ramah Lingkungan 47 317 948
g. Pengelolaan Air dan Air Limbah yang Berkelanjutan 94 91 91
h. Adaptasi Perubahan Iklim - - -
i. Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber Daya
5.807 5.813 6.442
dan Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi (Eco-Efficient)
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
138 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 140
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA EKONOMI
Uraian 2023 2024 2025
j. Bangunan Berwawasan Lingkungan yang Memenuhi
Standar atau Sertifikasi yang Diakui Secara Nasional, 163 134 101
Regional, atau Internasional
k. Kegiatan Usaha dan/atau Kegiatan Lain dari Kegiatan Usaha
245 256 1.588
Berwawasan Lingkungan Lainnya
Jumlah Pembiayaan Hijau (KUBL) 12.235 14.084 15.657
Pembiayaan Sosial (KUBS)
Jumlah Pembiayaan Sosial (KUBS) 45.469 52.415 58.265
ESG Financing/Pembiayaan Berkelanjutan (KKUB) 57.704 66.499 73.922
Rasio ESG Financing (KKUB) Pembiayaan Berkelanjutan
24,07% 23,88% 23,18%
terhadap Total Pembiayaan
Pembiayaan Kendaraan Listrik (EV)
Sebagai bagian dari portofolio yang mendukung penerapan keuangan berkelanjutan, BSI menyediakan
fasilitas pembiayaan untuk kendaraan listrik. Pembiayaan EV tersebut ditampilkan sebagai berikut:
2023 2024 2025
Jenis Kendaraan Dalam Jutaan Dalam Jutaan Dalam Jutaan
NoA NoA NoA
Rupiah Rupiah Rupiah
Mobil Listrik 41.406 131 171.862 635 395.342 1.748
Motor Listrik 0 0 63 6 22 7
Jumlah 41.406 131 171.925 641 395.364 1.755
2. Investasi Surat Berharga
Sebagai bagian dari komitmen BSI untuk menerapkan prinsip investasi yang bertanggung jawab,
Perseroan turut mengalokasikan dana pada berbagai instrumen Surat Berharga Syariah. Rincian
investasi pada instrumen tersebut disajikan pada tabel berikut:
(Dalam miliar rupiah)
Uraian 2023 2024 2025
Investasi pada Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 1.372,91 1.572,91 2.445,37
Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS) 895 2.006,62 2.908,90
Sukuk Bank Indonesia 448,43 201,51 689,02
Reksa Dana 1.600,00* 2.500,00* 2.846,71
Efek Beragun Aset Syariah - Sharia Asset Backed Securities - Surat 27,3 27,3 27,3
Partisipasi (EBAS - SP)
*) dinyatakan kembali
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 139
Page 141
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA EKONOMI
3. Sustainability Sukuk
BSI terus memperkuat implementasi kebijakan keuangan berkelanjutan sebagai bagian dari
kontribusi nyata Perseroan dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang lebih bertanggung
jawab dan bernilai jangka panjang. Penerbitan Sustainability Sukuk BSI telah diselaraskan dengan
ketentuan POJK No. 18 Tahun 2023 mengenai penerbitan efek utang dan sukuk berlandaskan
keberlanjutan, sehingga memastikan kesesuaian instrumen dengan standar regulasi dan prinsip-
prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Komitmen ini diwujudkan melalui langkah strategis BSI sebagai pionir penerbitan Sukuk Mudharabah
Berlandaskan Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank BSI Tahap I Tahun 2024, senilai Rp3 triliun yang
diterbitkan pada Juni 2024. Instrumen ini dirancang untuk memperluas kapasitas pendanaan
atas pembiayaan yang mendukung pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di
Indonesia.
Memasuki tahun 2025, komitmen BSI terhadap pengembangan instrumen keuangan berkelanjutan
semakin diperkuat melalui keberhasilan penerbitan Sukuk Mudharabah Berlandaskan Keberlanjutan
Berkelanjutan I Bank BSI Tahap II Tahun 2025 dengan nilai sebesar Rp5 triliun. Pada saat yang sama,
BSI juga telah menyelesaikan pelunasan Sustainability Sukuk 2024 Seri A senilai Rp1,7 triliun pada
24 Juni 2025, menunjukkan tata kelola pendanaan yang disiplin dan kredibel. Kombinasi penerbitan
Tahap II 2025 dan pelunasan Tahap I 2024 semakin menegaskan posisi BSI sebagai pemimpin pasar
dalam instrumen keuangan berkelanjutan berbasis syariah di Indonesia.
Penyaluran dana diatur berdasarkan klasifikasi kegiatan berkelanjutan sesuai ketentuan OJK per
Desember 2025. Diagram berikut menampilkan ringkasan kategori KUBL dan KUBS yang menjadi
acuan utama dalam pengalokasian dana hasil penerbitan Sukuk:
Penggunaan Dana Hasil Penerbitan
Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS)
Layanan Infrastruktur Dasar yang Terjangkau
Energi Terbarukan
Baik dari Segi Akses Maupun Harga
Efisiensi Energi Akses terhadap Layanan Esensial
Pencegahan dan Pengendalian Polusi Perumahan yang Terjangkau
Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati &
Penciptaan Lapangan Kerja
Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan
Konservasi Keanekaragaman Hayati Darat Ketahanan Pangan dan Sistem Pangan
dan Air Berkelanjutan
Transportasi Ramah Lingkungan Peningkatan dan Pemberdayaan Sosio-Ekonomi
Pengelolaan Air dan Air Limbah
Berkelanjutan
Adaptasi Perubahan Iklim
Produk yang Mengurangi Penggunaan
Sumber Daya dan
Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi
Bangunan Berwawasan Lingkungan
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
140 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 142
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA EKONOMI
(Dalam miliar rupiah)
Uraian Per Desember 2025
Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS)
Akses Terhadap Layanan Esensial 4.019
Penciptaan Lapangan Kerja dan Program yang Dirancang untuk Mencegah dan/ 739
atau Mengurangi Pengangguran, termasuk Pembiayaan Usaha Kecil, Menengah dan
Pembiayaan Mikro
Ketahanan Pangan dan Sistem Pangan Berkelanjutan 205
Peningkatan dan Pemberdayaan Sosio-Ekonomi 78
Total KUBS 5.043
(Dalam miliar rupiah)
Uraian Per Desember 2025
Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)
Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan 1.143
Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber Daya dan Menghasilkan Lebih
1.124
Sedikit Polusi (Eco- Efficient)
Energi Terbarukan 650
Pengelolaan Air dan Air Limbah Berkelanjutan 38
Total KUBL 2.956
4. BSI Deposito Wakaf
BSI Deposito Wakaf merupakan salah satu inovasi produk syariah yang mengintegrasikan instrumen
investasi komersial dengan prinsip keuangan sosial Islam. Produk ini berbentuk deposito dengan
skema di mana nilai pokok yang ditempatkan oleh nasabah diperlakukan sebagai Wakaf Uang
Sementara, sementara hasil atau imbalannya disalurkan kepada Nazir untuk dikelola dalam berbagai
program sosial yang telah ditetapkan.
Melalui BSI Deposito Wakaf, nasabah diajak untuk berpartisipasi dalam investasi bernilai ibadah
yang bersifat sementara namun memberikan manfaat jangka panjang. Pokok dana tetap terjaga,
sementara pahalanya, melalui pemanfaatan hasil deposito untuk kemaslahatan umat, diupayakan
terus mengalir seperti konsep amal jariyah dalam ajaran Islam. Produk ini hadir untuk memfasilitasi
keinginan nasabah dalam berwakaf sambil memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan
sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, selaras dengan nilai syariah yang menekankan
keberlanjutan dan manfaat bersama. BSI Deposito Wakaf merupakan salah satu inovasi produk BSI
yang memiliki uniqueness value dan bukti peran perbankan syariah dalam penerapan keuangan
berkelanjutan.
BSI Deposito Wakaf Seri 1 Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB)
Bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa/i salah satu universitas negeri yang kurang mampu
Rp20.168 JT 254
Total BSI Deposito Wakif
Wakaf
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 141
Page 143
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA EKONOMI
BSI Deposito Wakaf Seri Insan BSI
Bantuan biaya pendidikan bagi putra/i pegawai BSI yang kurang mampu
Rp10.568 JT 3.338
Total BSI Deposito Wakif
Wakaf
BSI Deposito Wakaf Seri Pekerja Informal Masyarakat Ekonomi Syariah (MEST)
Bantuan biaya perlindungan Sosial JAMSOSTEK untuk Pekerja Informal
Rp429 JT 16
Total BSI Deposito Wakif
Wakaf
BSI Deposito Wakaf Seri Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB)
Bantuan Pembangunan Masjid Cirebon
Rp76 JT 18
Total BSI Deposito Wakif
Wakaf
BSI Deposito Wakaf Seri Alumni UIN Ar Raniry Banda Aceh
Bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa/i salah satu universitas negeri yang kurang mampu
Rp248 JT 40
Total BSI Deposito Wakif
Wakaf
BSI Deposito Wakaf Seri Alumni Universitas Sumatera Utara (USU)
Bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa/i salah satu universitas negeri yang kurang mampu
Rp948 JT 44
Total BSI Deposito Wakif
Wakaf
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
142 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 144
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA EKONOMI
BSI Deposito Wakaf Seri Alumni Ikatan Cendekia Muslim Indonesia (ICMI)
Bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa/i salah satu universitas negeri yang kurang mampu
Rp1.081 JT 39
Total BSI Deposito Wakif
Wakaf
BSI Deposito Wakaf Seri Alumni Universitas Insan Cita Indonesia (UICI)
Bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa/i salah satu universitas negeri yang kurang mampu
Rp3.717 JT 8
Total BSI Deposito Wakif
Wakaf
BSI Deposito Wakaf Seri Insan BSI Jilid 2
Bantuan biaya pendidikan bagi putra/i pegawai BSI yang kurang mampu
Rp3.749 JT 654
Total BSI Deposito Wakif
Wakaf
BSI Deposito Wakaf Seri Alumni IPB Jilid 2
Bantuan biaya pendidikan bagi putra/i pegawai BSI yang kurang mampu
Rp14.313 JT 46
Total BSI Deposito Wakif
Wakaf
BSI Deposito Wakaf Seri Insiatif Wakaf (Iwakaf)
Pemberdayaan Lahan Pesantren Rumah Tahfidz
Rp114 JT 14
Total BSI Deposito Wakif
Wakaf
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 143
Page 145
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA EKONOMI
BSI Deposito Wakaf Seri Yayasan Amanah Utama Tazkia
Bantuan Program Sosial Tazkia
Rp210 JT 5
Total BSI Deposito Wakif
Wakaf
BSI Deposito Wakaf Seri 13 - Alumni Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada
(KAGAMA)
Pembangunan Rumah Singgah KAGAMA
Rp61 JT 31
Total BSI Deposito Wakif
Wakaf
BSI Deposito Wakaf Seri Maqashid Syariah
Program Literasi Ekonomi Syariah melalui Al Quran Maqashid Syariah & Ibrah
Rp 3.878 JT 381
Total Deposito Wakif
Wakaf
BSI Deposito Wakaf Seri Yayasan Kota Wisata Darussalam
Bantuan Program Sosial Yayasan Kota Wisata Darussalam
Rp 3 JT 2
Total BSI Deposito Wakif
Wakaf
5. ESG Mutual/Mashalat Fund
Sebagai bagian dari penguatan Keuangan Keberlanjutan, BSI menghadirkan ESG Mutual/Maslahat
Fund, yaitu Reksa Dana Pasar Uang Syariah yang mengintegrasikan prinsip ESG dalam pengelolaan
dan pemanfaatan hasil investasinya. Melalui skema ini, sebagian hasil pengembangan (yield)
disalurkan untuk program sosial berwawasan lingkungan yang dikelola oleh BSI Maslahat, sehingga
investasi nasabah tidak hanya memberikan imbal hasil finansial, tetapi juga menciptakan dampak
sosial yang terukur.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
144 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 146
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA EKONOMI
Produk Maslahat Fund beroperasi melalui Implementasi program juga memberikan nilai
kolaborasi dengan manajer investasi, seperti tambah bagi perusahaan melalui peningkatan
Mandiri Manajemen Investasi dan Succor citra positif, eksposur publik dari berbagai kanal
Asset Management. Investor, baik retail, media, serta pelaporan pertanggungjawaban
institusi, maupun BSI sebagai anchor investor, yang transparan.
melakukan subscription ke Maslahat Money
Market Mutual Fund yang terdiri atas tiga kelas Selain memberikan kontribusi sosial, Maslahat
(A, B, dan C). Setiap kelas memiliki struktur Fund tetap memenuhi tata kelola keuangan
biaya dan persyaratan investasi yang berbeda, yang prudent melalui mekanisme financing
termasuk Maslahat Portion sebesar 0,10% line dan clean basis yang diatur berdasarkan
dari manajemen fee yang dialokasikan untuk Standar Prosedur Bisnis (SPB) untuk institusi
kegiatan sosial. Proses ini berjalan seiring keuangan. Mekanisme ini memastikan bahwa
dengan pengelolaan instrumen dasar seperti aliran dana dari investor sampai pada eksekusi
Sharia Time Deposit dan Sharia Government program sosial dilakukan secara akuntabel dan
Bond dengan tenor kurang dari satu tahun sesuai ketentuan syariah. Dengan pendekatan
dan estimasi imbal hasil 4,5–5%. terintegrasi ini, ESG Mutual/Maslahat Fund
menjadi instrumen pembiayaan berkelanjutan
Dana Maslahat yang terkumpul kemudian yang memperkuat strategi BSI dalam
disalurkan ke program sosial berorientasi mengembangkan investasi syariah yang
ESG sesuai prioritas BSI Maslahat. Salah berdampak.
satu program yang direncanakan adalah
Pembangunan Sanitasi Air Bersih, yang BSI akan mulai melaporkan capaian ESG
bertujuan menyediakan akses air bersih dan Mutual/Maslahat Fund secara lebih terstruktur
sanitasi berkelanjutan di berbagai wilayah. dalam Laporan Keberlanjutan tahun 2026.
Program ini sejalan dengan sejumlah SDGs, Pelaporan ini akan mencakup perkembangan,
khususnya tujuan 3 (Good Health and Well- akumulasi dana maslahat, dampak sosial-
being), 6 (Clean Water and Sanitation), dan lingkungan dari program yang didanai, serta
11 (Sustainable Cities and Communities). capaian kinerja ESG yang relevan.
BYOND – Membawa Investasi Emas Lebih Dekat bagi Semua
Tersedia Pembelian
Kepemilikan Cetak emas & Penjualan Tanpa Hambatan
emas mulai dari mulai dari Real-time Transaksi
Rp
50.000 2 gram 24/7 Rp-Grams
TERJANGKAU, LIKUID, DAN AMAN
Harga Terpercaya, Didukung oleh Tanpa
Asli, Aman & Emas Fisik Ribet
Kompetitif
Terjamin
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 145
Page 147
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA EKONOMI
Bank Emas BSI strategi Bank untuk mengarahkan portofolio
Pada tahun 2025, layanan Bank Emas menjadi salah ke produk berisiko rendah dan mendukung
satu pendorong utama pertumbuhan portofolio ketahanan pendapatan. Di sisi pendanaan, bank
pembiayaan BSI sekaligus mendukung strategi emas berperan dalam memacu peningkatan
diversifikasi instrumen keuangan berkelanjutan. pembukaan rekening dan mendorong penguatan
Sejak diresmikan pada 26 Februari 2025, bisnis CASA melalui penggabungan produk emas
emas menunjukkan akselerasi signifikan, selaras dengan tabungan haji (product bundling).
dengan peningkatan preferensi masyarakat
terhadap instrumen investasi yang aman dan Selain itu, pengembangan Bank Emas mendukung
sesuai prinsip syariah. Melalui penyediaan layanan tujuan pemerintah dalam hilirisasi emas nasional
jual beli, penitipan, cicil emas, gadai emas, serta dan pembentukan ekosistem bullion yang
integrasi penuh ke dalam ekosistem digital lebih transparan dan efisien. BSI menjadi satu-
BYOND by BSI, Bank Emas memperkuat akses satunya bank yang memiliki izin resmi OJK untuk
masyarakat untuk berinvestasi secara bertahap, kegiatan Penitipan Emas dan Perdagangan Emas,
inklusif, dan efisien. serta terus memperluas kapabilitas digital dan
infrastruktur untuk memastikan ketersediaan
Sepanjang 2025, total portofolio bisnis emas BSI pasokan fisik, keamanan penyimpanan, serta
mencapai Rp22,9 triliun, tumbuh 78,60% YoY, minimum pembelian yang terjangkau mulai dari
terdiri dari Cicil Emas Rp12,89 triliun dan Gadai Rp50.000 atau 0,05 gram.
Emas Rp10,02 triliun. Selain itu, saldo Tabungan
Emas meningkat menjadi 1,843 ton dengan Secara keseluruhan, pencapaian bisnis emas
volume penjualan 2,184 ton, serta jumlah rekening pada 2025 menunjukkan bahwa layanan
emas mencapai 531.329 CIF, di mana sekitar 76,5% bullion bank telah menjadi salah satu portofolio
merupakan Gen Z dan milenial. strategis BSI yang mendukung pencapaian
target pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan,
Kontribusi Bank Emas turut memperkuat peningkatan inklusi keuangan syariah, serta
pendapatan berbasis fee (FBI), di mana bisnis emas kontribusi terhadap penguatan ekosistem halal
menyumbang Rp270,14 miliar dari total FBI BSI nasional.
pada tahun 2025. Pertumbuhan ini selaras dengan
Highlight Kinerja Bank Emas BSI 2025
CICIL EMAS GADAI EMAS E-MAS
Pelanggan Baru 358.400 21.263 531.329
Pencairan/Saldo Emas Rp14.413 Miliar Rp32.478 Miliar 1,843 ton
∆ 92,38% YoY ∆ 52,87% YoY ∆ 315,44% Ytd
MENINGKATKAN EKOSISTEM ISLAM
Penguatan ekosistem Islam menjadi salah satu fokus utama BSI dalam mendorong pertumbuhan
industri keuangan dan perbankan syariah di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan aspirasi untuk
menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan bisnis syariah di tingkat global. Berbagai inisiatif terus
dilakukan BSI untuk memperluas dan memperkuat ekosistem Islam, antara lain:
•• Digitalisasi layanan haji dan umrah, termasuk perluasan fitur dan integrasi ekosistem perjalanan
ibadah.
•• Pengembangan produk-produk syariah yang inovatif dan memiliki nilai keberlanjutan seperti
deposito wakaf.
•• Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik regulator maupun lembaga edukasi,
dalam mendorong kebijakan yang mendukung serta peningkatan literasi keuangan syariah.
•• Penyediaan fasilitasi sertifikasi halal gratis (self-declare) bagi pelaku UMKM untuk membantu mereka
memenuhi standar usaha berbasis syariah.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
146 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 148
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA EKONOMI
Secara keseluruhan, capaian BSI dalam memperkuat ekosistem Islam pada tahun 2025 menunjukkan
peningkatan dibandingkan dengan tahun 2024, yang dirangkum sebagai berikut:
Pencapaian Ekosistem Islam BSI
Pencapaian
Uraian Satuan
2023 2024 2025
Zakat Perusahaan Dalam Miliar Rupiah 190 232 250
Zakat Pegawai Dalam Miliar Rupiah 33 36 39
Ziswaf Dalam Miliar Rupiah 1.523 1.709 2.065
Ziswaf Pemerintah & Non Pemerintah Nasabah 31.630 57.195 61.267
Ekosistem Haji Dalam Miliar Rupiah 14.638 17.656 19.614
Jumlah Outstanding Ekosistem Haji dan Umroh Nasabah 4.495.944 4.855.450 5.782.427
Ekosistem Sekolah Islam Dalam Miliar Rupiah 5.588 8.730 9.349
Jumlah Outstanding Ekosistem Sekolah Islam Nasabah 331.305 498.182 551.597
Ekosistem Masjid Dalam Miliar Rupiah 4.674 6.977 7.550
Jumlah Outstanding Ekosistem Masjid Nasabah 550.303 1.034.276 1.229.121
Ekosistem Pesantren Dalam Miliar Rupiah 1.122 1.437 2.051
Jumlah Outstanding Ekosistem Pesantren Nasabah 66.354 134.076 142.249
Industri Halal Dalam Miliar Rupiah 984 1.565 1.216
Jumlah Outstanding Industri Halal Nasabah 61.269 97.393 98.014
NILAI EKONOMI LANGSUNG YANG DIHASILKAN DAN DIDISTRIBUSIKAN
[GRI 201-1]
Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan menggambarkan manfaat ekonomi yang diperoleh secara nyata
melalui aktivitas operasional dan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perseroan. Sementara itu,
nilai ekonomi yang didistribusikan merujuk pada manfaat ekonomi yang dialokasikan kepada berbagai
pemangku kepentingan dalam suatu sistem ekonomi. Bagi BSI, nilai ekonomi yang dihasilkan terutama
berasal dari pendapatan pengelolaan dana sebagai mudharib serta pendapatan usaha lainnya. Nilai
ekonomi yang didistribusikan mencakup beban umum dan administrasi, biaya gaji dan tunjangan,
pembayaran dividen, serta alokasi dana investasi sosial termasuk program CSR.
Selisih antara nilai ekonomi yang dihasilkan dan nilai ekonomi yang didistribusikan menjadi nilai ekonomi
yang ditahan, yakni manfaat ekonomi yang belum dibagikan kembali dan tetap berada dalam Bank.
Pada tahun 2025, nilai ekonomi yang ditahan meningkat sebesar 12,03% menjadi Rp17.949.913 miliar,
lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp16.022.279 miliar. Seluruh perhitungan
Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan dan Didistribusikan (EVG&D) disusun berdasarkan laporan
keuangan BSI yang telah diaudit untuk tahun buku 2025, sehingga menjamin konsistensi, akurasi, dan
keandalan informasi.
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan
(Dalam miliar rupiah)
Uraian 2023* 2024 2025
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan
Pendapatan Pengelolaan Dana Sebagai Mudharib 22.251.743 25.298.203 28.265.491
Pendapatan Usaha Lainnya 4.204.466 5.556.479 6.936.596
Jumlah Nilai Ekonomi Dihasilkan 26.456.209 30.854.682 35.202.087
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 147
Page 149
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA EKONOMI
Uraian 2023* 2024 2025
Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
Beban Usaha Umum dan Administrasi 5.169.938 6.342.626 8.109.463
Beban Usaha Gaji dan tunjangan 5.035.215 5.284.136 5.496.617
Dividen 426.018 855.561 1.050.883
Beban Pajak 1.695.729 2.044.507 2.193.890
Investasi Masyarakat (TJSL)* 255.100 305.573 400.035
Jumlah Nilai Ekonomi Didistribusikan 12.582.000 14.832.403 17.252.174
Nilai Ekonomi yang Ditahan 13.874.209 16.022.279 17.949.913
Keterangan:
*Dana investasi masyarakat adalah penyaluran dana Ziswaf dan dana kebajikan melalui Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS)
BANTUAN FINANSIAL DARI PEMERINTAH [GRI 201-4]
Selama tahun pelaporan 2025, BSI tidak memperoleh bentuk dukungan finansial apa pun dari
Pemerintah. Hal ini mencakup tidak diterimanya fasilitas seperti insentif atau keringanan pajak, kredit
pajak, subsidi, maupun bentuk bantuan finansial lainnya.
Kondisi tersebut berlaku untuk seluruh yurisdiksi tempat BSI menjalankan operasionalnya, baik di
Indonesia maupun pada kantor cabang di luar negeri. Dengan demikian, seluruh aktivitas usaha BSI
pada tahun 2025 berlangsung tanpa ketergantungan pada dukungan finansial pemerintah.
PENGUATAN INFRASTRUKTUR EKONOMI DAN DAMPAK EKONOMI TIDAK
LANGSUNG [GRI 203-1, 203-2]
Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI berperan aktif dalam mendukung pembangunan
infrastruktur ekonomi serta mendorong dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan bagi
masyarakat. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam berbagai program strategis
pemerintah yang bertujuan memperkuat stabilitas ekonomi, memperluas inklusi keuangan, serta
mendorong pemerataan kesejahteraan di berbagai wilayah Indonesia.
Dukungan BSI terhadap pembangunan infrastruktur ekonomi tercermin melalui optimalisasi
penempatan dana pemerintah yang disalurkan kembali ke sektor riil, dukungan terhadap sistem
pengelolaan keuangan mitra pemerintah, dan pembiayaan perumahan rakyat melalui Program
Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan (FLPP), serta membiayai proyek infrastruktur Kerjasama
Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Inisiatif tersebut berkontribusi pada penyediaan hunian layak,
penguatan ekosistem keuangan, serta peningkatan kapasitas lembaga dan pelaku ekonomi di tingkat
nasional maupun daerah.
Sejalan dengan itu, kegiatan pembiayaan dan layanan BSI juga menghasilkan dampak ekonomi tidak
langsung yang signifikan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), dukungan terhadap koperasi
dan UMKM, serta pembiayaan mikro yang mendorong pertumbuhan usaha produktif. Dampak yang
dihasilkan mencakup peningkatan akses pembiayaan, penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai
pasok lokal, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah. Melalui pendekatan ini, BSI
berkontribusi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan selaras
dengan agenda pembangunan nasional.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
148 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 150
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA EKONOMI
Utilisasi Penempatan Support Terhadap Mendukung Program KDMP Program FLPP
Dana Kemenkeu Program MBG dan Penyaluran KUR (3 Juta Rumah)
BSI telah menyalurkan Memberikan dukungan BSI turut mendukung Total penyaluran FLPP BSI
100% pembiayaan yang secara langsung kepada aspirasi hingga Desember 2025:
berasal dari penempatan mitra BGN melalui
dana SAL pemerintah pembuatan:
80.000
Koperasi 23.487
Unit
Virtual Account Cash Management BSI turut melakukan
Realisasi Pembiayaan: System (CMS)
Penyaluran KUR BSI
10 Triliun
3,53 Triliun
Rp di 2025
Telah menjangkau >1.350
Realisasi Penyaluran BSI titik yang mayoritas berada
di 3 provinsi;
(Rp Miliar) Rp
25,8 Triliun
Aceh | Nusa Tenggara Barat | Penyaluran KUR
Rumah Tangga: 9.819
Sumatera Barat 2025: 0,71
2024: 0,27
82
Konstruksi:
Penyaluran pembiayaan 90.218 Nasabah
Lain-lain: 69 BSI Mitra BGN &
Pembiayaan Mikro
PRAKTIK PENGADAAN BARANG DAN JASA [GRI 204-1, 414-1]
Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian nasional, BSI terus
memperkuat keterlibatan pemasok dalam negeri dalam proses pengadaan barang dan jasa. Dalam
laporan ini, pemasok lokal merujuk pada mitra usaha yang beroperasi dan berdomisili di wilayah Republik
Indonesia. Sementara itu, lokasi operasional signifikan mengacu pada seluruh Kantor Wilayah BSI yang
menjadi pusat kegiatan bisnis utama di Indonesia.
Peningkatan penggunaan pemasok lokal tidak hanya mendukung perputaran ekonomi domestik, tetapi
juga membuka peluang kerja baru serta mengurangi ketergantungan terhadap barang dan jasa impor.
Nilai kontrak yang diberikan kepada pemasok selama tahun 2025 disajikan berikut:
2025
Keterangan Nilai Kontrak Pekerjaan
Persentase (%)
(dalam Jutaan Rupiah)
Pemasok Dalam Negeri Rp1.003.953.245.489.480 0,0012%
Pemasok Luar Negeri Rp12.271.166.695 99,9988%
Jumlah Rp1.003.965.516.656.170 100%
Untuk memastikan proses pengadaan berjalan secara etis, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan, BSI
menerapkan mekanisme procurement yang transparan dan selaras dengan prinsip syariah. Pengelolaan
pengadaan dilakukan oleh Unit Kerja Procurement & Fixed Asset Group sesuai Standar Prosedur
Operasional Procurement Tahun 2024 dan Petunjuk Teknis Operasional Pengadaan Barang dan Jasa.
Dalam pelaksanaannya, BSI menerapkan sembilan prinsip utama yaitu:
1. Syariah (Sharia Principle): Pemenuhan Prinsip Syariah menjadi fokus dalam kegiatan procurement.
2. Efektif: Procurement harus sesuai dengan kebutuhan/rencana yang telah ditetapkan dan memberikan
manfaat optimal bagi Bank.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 149
Page 151
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA EKONOMI
3. Efisien: Proses procurement dilaksanakan 9. Independen: Keputusan procurement diambil
untuk mencapai kualitas sesuai dengan secara objektif dan bebas dari tekanan pihak
standar yang ditetapkan, dalam waktu yang mana pun.
telah disepakati, dan dengan tingkat harga
yang terbaik. BSI juga memastikan pemasok mematuhi seluruh
4. Kompetitif/Terbuka dan Bersaing: Pelaksanaan ketentuan hukum dan regulasi yang relevan.
procurement terbuka bagi Penyedia Barang Penilaian pemasok dilakukan melalui Lembaga
dan Jasa yang memenuhi persyaratan, dengan Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
persaingan yang sehat dan berdasarkan (LKPP) untuk memastikan pemasok tidak
ketentuan dan prosedur yang transparan. terkait praktik negatif seperti pelanggaran K3,
5. Transparan: Semua ketentuan dan informasi diskriminasi, pekerja anak, kerja paksa, atau upah
mengenai pelaksanaan procurement, di bawah standar minimum. Selain itu, untuk
termasuk syarat teknis dan administrasi, tata pembangunan Gedung Landmark BSI Aceh
cara evaluasi, hasil evaluasi, dan penetapan dan BSI Tower Jakarta, BSI menerapkan kriteria
calon Penyedia Barang dan Jasa, bersifat tambahan berupa penggunaan material ramah
terbuka. lingkungan sebagai dukungan terhadap prinsip
6. Adil dan Wajar: Memberikan perlakuan yang keberlanjutan.
sama kepada semua calon Penyedia Barang
dan Jasa tanpa kecenderungan memberikan Survei Kepuasan Pemasok
keuntungan kepada pihak tertentu. Pada tahun 2025, BSI kembali melaksanakan
7. Akuntabel: Proses, hasil, dan pembayaran survei kepuasan pemasok untuk menilai
procurement dapat dipertanggungjawabkan. efektivitas proses pengadaan dan memastikan
8. Bertanggung Jawab: Proses procurement kualitas layanan kepada mitra tetap terjaga. Survei
dilaksanakan dengan hati-hati dan mematuhi dilakukan menggunakan skala Likert sebagai
ketentuan yang berlaku. metode penilaian, dengan kategori sebagai
berikut:
Nilai Skala Likert Kategori
< 1,00 Tidak Memuaskan
1,01 - 2,00 Kurang Memuaskan
2,01 - 3,00 Cukup Memuaskan
3,01 - 4,00 Memuaskan
4,01 - > 5 Sangat Memuaskan
Hasil survei kepuasan pemasok pada tahun 2025 menunjukkan skor sebagai berikut:
Indikator Penilaian Skor Kategori
Mekanisme Seleksi Rekanan 4,33 Sangat Memuaskan
Pelaksanaan Tahapan Proses Pengadaan 4,45 Sangat Memuaskan
Proses penyelesaian pembayaran pekerjaan 4,27 Sangat Memuaskan
Lain-lain:
1. Procurement & Fixed Asset Group (PFA) telah bertindak secara fair (tidak
memihak salah satu vendor) pada proses pengadaan barang dan jasa.
2. Pelayanan PFA dalam menyediakan fasilitas fisik kantor secara keseluruhan 4,63 Sangat Memuaskan
(penyediaan ruang tunggu, ruang rapat, counter informasi, kebersihan,
mushola, toilet, dan lainnya).
3. Keamanan dan pelayanan secara umum di lingkungan PFA.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
150 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 152
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA LINGKUNGAN HIDUP
ASPEK UMUM
Biaya Lingkungan Hidup [OJK F.4] [GRI 201-2]
BSI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan.
Walaupun kegiatan operasional Bank tidak memiliki dampak langsung terhadap
lingkungan fisik, BSI tetap mengambil peran melalui berbagai inisiatif ramah lingkungan.
Salah satunya adalah program penanaman pohon produktif di Desa Semoyo, Yogyakarta,
sebagai upaya rehabilitasi lahan dan peningkatan kualitas lingkungan.
Selain itu, BSI juga mulai beralih ke energi bersih melalui penggunaan kendaraan listrik
sebagai langkah mengurangi konsumsi bahan bakar fosil, serta menyediakan fasilitas
charging station untuk mendukung operasional kendaraan listrik tersebut. Biaya yang
dikeluarkan untuk berbagai kegiatan lingkungan tersebut disajikan sebagai berikut:
Keterangan Biaya
Green Initiatives - Pembangunan Green Building
Landmark BSI Aceh 324.600.000.000
BSI Tower Jakarta 693.000.000.000
Biaya Sewa Kendaraan Listrik 1.813.400.000
Biaya Pemasangan Wall Charging 45.010.500
Jumlah 1.019.458.410.500
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 151
Page 153
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA LINGKUNGAN HIDUP
ASPEK MATERIAL ASPEK ENERGI
Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan
[OJK F.5] [OJK F.6] [GRI 302-1, 302-2, 302-3]
Sebagai bagian dari komitmen BSI dalam Sebagai institusi yang bergerak di sektor
mendorong operasional yang lebih berkelanjutan, perbankan, kebutuhan energi BSI terutama
Bank terus mengoptimalkan pemanfaatan berasal dari dua sumber utama, yaitu listrik
teknologi digital untuk mengurangi untuk mendukung operasional kantor dan
ketergantungan pada material konvensional, BBM untuk kendaraan operasional. Sesuai
khususnya penggunaan kertas. Transisi dari karakteristik industrinya, BSI tidak menggunakan
dokumen fisik ke dokumen elektronik menjadi atau menjual energi dalam bentuk pemanas,
langkah penting dalam menekan jejak lingkungan pendingin, maupun uap, serta belum melakukan
sekaligus meningkatkan efisiensi proses kerja. pengukuran atas energi yang bersumber dari luar
Di samping digitalisasi, BSI juga menggunakan organisasi. Selain itu, Bank juga tidak melakukan
beragam material ramah lingkungan dalam penjualan energi listrik. Penghitungan konsumsi
mendukung aktivitas bisnisnya, antara lain: energi dilakukan dengan mengumpulkan data
•• Menggunakan recycled plastic pada top table pemakaian listrik dan BBM dari seluruh wilayah
meja kantor di BSI Tower. operasional dan mengonversinya ke dalam satuan
•• Papan MDF pada furniture custom. gigajoule.
•• Kaca yang dapat mereduksi panas di Gedung
Landmark Aceh. Untuk mengungkapkan intensitas energi, BSI
•• Menggunakan refrigerant dengan ODP 0 menggunakan total konsumsi energi internal
seperti R134A dan APAR berbahan CO2 di BSI (listrik dan BBM) dalam gigajoule sebagai
Tower. pembilang, sedangkan pembiayaan, pendapatan,
•• Menggunakan material yang merupakan hasil dan jumlah pegawai digunakan sebagai penyebut.
daur ulang seperti besi baja tulangan. Pendekatan ini hanya mencakup energi yang
•• Menggunakan material modular atau prefab dikonsumsi di dalam organisasi mengingat BSI
yang bertujuan untuk mengurangi sampah belum menghitung energi yang digunakan di luar
pada masa konstruksi, seperti material kaca batas operasionalnya.
facade dengan system unitize.
•• Menggunakan material sintered stone, yang Sejalan dengan komitmen pengurangan emisi
merupakan campuran bahan mineral alam dan efisiensi energi, BSI juga mulai memanfaatkan
yang dipadatkan dan dibakar pada suhu tinggi sumber energi terbarukan melalui pemasangan
yang digunakan untuk lantai maupun dinding. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di
•• Penggunaan marmoleum untuk material lantai sejumlah lokasi operasional, termasuk Kantor
BSI Tower, marmoleum merupakan lantai alami Cabang Mataram, Kantor Cabang Surabaya,
yang terbuat dari bahan- bahan yang alami. Kantor Cabang Mayestik, Landmark Aceh, dan
Sport Center BSI Pejompongan. Pada tahun 2025
dan 2024, konsumsi energi dihitung berdasarkan
penggunaan listrik dan BBM di seluruh jaringan
operasional BSI, sedangkan pada tahun 2023 data
masih terbatas pada Kantor Pusat The Tower.
Rincian penggunaan energi tersebut disajikan
sebagai berikut:
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
152 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 154
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA LINGKUNGAN HIDUP
Intensitas Pemakaian Energi
Energi Satuan 2023 2024 2025*
kWh 2.117.286 80.779.932 86.473.880
Listrik
Gigajoule 7.616 290.808 311.306
Liter 157.329 7.112.582 7.780.884
BBM
Gigajoule 6.027 243.250 266.106
Total Gigajoule 13.643 534.058 577.412
Jumlah Pembiayaan Dalam Miliar Rupiah 240.316 278.481 318.844
Jumlah Pendapatan Pengelolaan Dalam Miliar Rupiah 22.250 25.298 28.265
Dana Sebagai Mudharib
Total Pegawai Orang 17.909 17.234 16.581
Pembiayaan: Gigajoule/Triliun Rupiah 0,06 1,92 1,81
Pendapatan Pengelolaan Dana 0,61 21,11 20,43
Intensitas Pemakaian Energi Sebagai Mudharib: Gigajoule/Triliun
Rupiah
Pegawai: Gigajoule/Orang 0,76 30,99 34,82
Keterangan:
*Pengukuran penggunaan energi dengan menggunakan digital carbon tracking
Convert kWh ke Gigajoule: convertunits.com
Convert Liter ke Gigajoule: https://hextobinary.com/unit/energy/from/gasoline/to/gigajoule
Pemakaian Energi yang Terbarukan
Energi Satuan 2023 2024 2025
Penggunaan Panel Surya di Landmark Aceh kWp - 37,4 42.300,00
Penggunaan Panel Surya di BSI Tower kWh - - 30.880,00
Penggunaan Panel Surya di BSI KC Mayestik kWh - -
Penggunaan Panel Surya di KC Mataram kWh 52.926,8 58.795,20 42.913,10
Penggunaan Panel Surya di KC Bogor Pajajaran kWh - - 3.676,50
Penggunaan Panel Surya di KC Tasikmalaya kWh - - 6.378,70
Penggunaan Panel Surya di KC Basuki R. Surabaya kWh - 12.400,00 27.430,00
Penggunaan Panel Surya di Sportfield Pejompongan kWh - - -
Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan [OJK F.7] [GRI 302-4, 302-5]
Pada tahun 2025, BSI semakin memperkuat agenda efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan
sebagai bagian dari transformasi Sustainable Operations. Melalui pengembangan infrastruktur hijau
dan digitalisasi pengelolaan energi, BSI memastikan bahwa seluruh aktivitas operasional selaras dengan
prinsip ramah lingkungan. Inisiatif utama Bank meliputi pengoperasian 2 gedung Green Building
bersertifikasi Gold, Landmark BSI Aceh dan BSI Tower Jakarta, serta perluasan pemanfaatan panel surya
yang telah mencapai 8 lokasi, termasuk BSI Tower, Bogor Area, KC Tasik, Desa BSI Makassar, NTT, dan
Sabang.
Peningkatan efisiensi juga dicapai melalui penggunaan 144 kendaraan listrik sebagai armada operasional,
pengadaan lima unit charging station baru, serta penerapan 100% lampu LED di seluruh jaringan kantor.
Seluruh kantor BSI kini menggunakan sistem pendingin udara berteknologi inverter dan refrigerant
volume yang mampu menghemat energi, dilengkapi dengan pengaturan suhu ruangan yang dirancang
sesuai standar efisiensi. Program water treatment, PLTS, serta fasilitas ramah lingkungan lainnya turut
memperkuat pengurangan konsumsi energi berbasis fosil.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 153
Page 155
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA LINGKUNGAN HIDUP
Penerapan Digital Carbon Tracking yang diperluas di 2025 menjadi fondasi utama pengukuran energi
dan emisi BSI. Pengembangan ini memastikan perhitungan energi lebih akurat, periodik, dan mencakup
seluruh titik operasional. Bank kini dapat memantau tren penurunan energi dan efektivitas inisiatif
keberlanjutan secara berkelanjutan. Seluruh upaya ini mencerminkan kesiapan BSI untuk memasuki
peta jalan Net Zero Emission yang telah disusun dan mulai diimplementasikan secara bertahap.
Selain itu, pengukuran pengurangan energi pada tahun 2025 sudah dapat dilakukan secara terukur dan
dibandingkan dengan konsumsi energi tahun 2024. Oleh karena itu, data penggunaan energi tahun
2025 mencerminkan perubahan yang terjadi sebagai hasil langsung dari berbagai inisiatif efisiensi
energi, sehingga memungkinkan BSI untuk menyajikan perhitungan energi secara kuantitatif dan
akurat dibandingkan dengan tahun dasar 2024. Berikut adalah rincian energi BSI:
Uraian Satuan 2024 (Baseline) 2025
Konsumsi Listrik GJ 290.807,76 311.305,97
Konsumsi BBM GJ 243.250,30 266.106,23
Total Konsumsi Energi GJ 534.058,06 577.412,20
Pengurangan Kebutuhan Energi atas Produk dan Layanan [GRI 302-5]
Selain penurunan konsumsi energi operasional, BSI juga mencatat pengurangan kebutuhan energi
dari produk dan layanan yang ditawarkan kepada nasabah melalui percepatan digitalisasi. Pada tahun
2025, peningkatan penggunaan BYOND by BSI, BSI Mobile, transaksi digital, serta e-statement telah
mengurangi kebutuhan energi yang sebelumnya digunakan untuk layanan tatap muka, pemrosesan
dokumen fisik, dan operasional cabang. Perseroan melakukan estimasi potensi pengurangan kebutuhan
energi dari layanan digital yang dihitung dari penurunan konsumsi energi per transaksi seiring peralihan
transaksi ke kanal digital. Penghitungan tersebut dilakukan menggunakan metode Digital Carbon
Tracking dengan pendekatan perbandingan konsumsi energi antara transaksi digital dan transaksi fisik.
BSI memiliki 2 Unit Green Building Gold Certified, Landmark BSI Aceh dan BSI Tower Jakarta
1 2 3 4
Konsep Green Lampu LED hemat Kaca double-glass Pemanfaatan panel
Building BSI, berfokus energi, konsumsi high performance surya kapasitas
pada efisiensi energi daya hingga 77,25% untuk mengurangi 37,4 kWp untuk
& kenyamanan lebih rendah dari panas dan beban mendukung energi
lingkungan standar SNI pendingin bersih
5
Air alternatif: air
hujan & air daur
ulang untuk taman &
flushing toilet
6
Sistem AC efisien
dengan Coefficient of
Performance (COP)
tinggi
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
154 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 156
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA LINGKUNGAN HIDUP
ASPEK AIR Sumber 2023** 2024* 2025*
Air dari Pihak 1.824 48.401 109.488
Penggunaan Air [OJK F.8] Ketiga
Seluruh kegiatan operasional Bank menggunakan
Jumlah 1.824 48.401 109.488
pasokan air dari PDAM untuk kebutuhan domestik
seperti toilet, dapur, area wudhu, dan fasilitas Keterangan:
* Penggunaan air di tahun 2024 dan 2025 mencakup penggunaan air
gedung lainnya. Dengan semakin meningkatnya yang berasal dari The Tower, Wisma Mandiri, Graha Mandiri dan Dana
fokus pada efisiensi sumber daya, BSI memastikan Reksa
** Penggunaan air di tahun 2023 hanya mencakup penggunaan air yang
pengelolaan air dilakukan secara bertanggung berasal dari Kantor Pusat The Tower
jawab untuk menjaga keberlanjutan ketersediaan
air di seluruh lokasi operasional.
Selama 2025, BSI meningkatkan penerapan Water Station Bank Syariah Indonesia
sistem water treatment dan pemanfaatan air (BSI)
daur ulang di gedung-gedung baru maupun Pada tahun 2025, BSI memperluas
fasilitas hijau seperti Landmark BSI Aceh dan BSI inisiatif Water Station sebagai bagian dari
Tower Jakarta yang berstatus Green Building Gold komitmen terhadap operasional hijau dan
Certified. Pengelolaan ini termasuk pemanfaatan pengurangan sampah plastik di ruang
air hujan dan air hasil recycle untuk flushing toilet publik. Setelah menerapkan fasilitas Water
dan penyiraman taman, sejalan dengan konsep Station di Lapangan Gasibu, Bandung, BSI
bangunan hijau BSI. Program konservasi air menambah titik layanan baru di Surabaya
juga diperkuat dengan hadirnya Water Station untuk memastikan akses air minum
RO di Bandung dan Surabaya, yang tidak hanya aman semakin luas dan mudah dijangkau
mengurangi sampah plastik sekali pakai tetapi masyarakat. Program ini menjadi bagian
juga menekan konsumsi air komersial melalui dari upaya BSI dalam mengurangi konsumsi
penggunaan stasiun isi ulang. botol plastik sekali pakai, menekan emisi
karbon dari rantai produksi air kemasan,
BSI terus mendorong budaya hemat air melalui serta mendukung implementasi SDGs
kampanye internal, pemasangan imbauan di 6 (Clean Water and Sanitation) dan 11
area toilet dan wudhu, serta penerapan praktik (Sustainable Cities and Communities).
greywater reuse di fasilitas tertentu, seperti
pemanfaatan air wudhu untuk menyiram Water Station BSI dilengkapi teknologi
tanaman di Masjid BSI Cipali. Implementasi sistem filtrasi berlapis untuk mengubah air tanah
pengolahan air limbah (IPAL) memastikan bahwa atau air PDAM menjadi air siap minum
air yang dialirkan telah memenuhi baku mutu yang aman. Setiap lokasi menjalani uji
sesuai regulasi. laboratorium dan sertifikasi kelayakan
sebelum dioperasikan. Pemantauan
Sejalan dengan peningkatan akurasi data kualitas air dilakukan secara digital melalui
lingkungan lainnya, BSI mengintegrasikan sistem IoT, sehingga kondisi mesin dan
pencatatan air ke dalam sistem pengelolaan standar kualitas dapat diawasi secara real-
yang lebih modern. Pada tahun 2024 dan 2025, time. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari
cakupan pengukuran mencakup seluruh gedung rangkaian program keberlanjutan BSI yang
pusat termasuk The Tower, Wisma Mandiri, mendorong gaya hidup ramah lingkungan,
Graha Mandiri, dan Dana Reksa, menjadikan mendukung ekonomi sirkular, serta
data lebih komprehensif dibandingkan 2023. memperkuat budaya hemat energi dan
Data penggunaan air dari tiga tahun terakhir sumber daya di lingkungan masyarakat.
ditampilkan sebagai berikut:
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 155
Page 157
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA LINGKUNGAN HIDUP
Penggunaan Fasilitas Air Minum Gratis
1. Masjid BSI Rest Area Cipularang KM 88A 2. Masjid BSI Rest Area Cipali KM 116A
9.025 15.041 20.012 33.353
Air minum dalam liter Air minum dalam Air minum dalam liter Air minum dalam
kemasan 600ml kemasan 600ml
3. Gasibu Running Track, Area VIP 4. Plaza Setda A, Gedung Sate, Pemerintah
Provinsi Jawa Barat
196.326 327.210
Air minum dalam liter Air minum dalam 51.610 86.018
kemasan 600ml
Air minum dalam liter Air minum dalam
kemasan 600ml
5. Blok F, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat 6. Masjid Agung Trans Studio Bandung
14.272 23.788 9.328 15.547
Air minum dalam liter Air minum dalam Air minum dalam liter Air minum dalam
kemasan 600ml kemasan 600ml
7. Masjid Agung Tasikmalaya 8. Masjid Raya At Taqwa Kota Cirebon
5.304 8.840 14.074 23.457
Air minum dalam liter Air minum dalam Air minum dalam liter Air minum dalam
kemasan 600ml kemasan 600ml
9. Masjid Agung Indramayu 10. Masjid Al-Furqan, Universitas Pendidikan
Indonesia
7.400 12.333 2.843 4.738
Air minum dalam liter Air minum dalam Air minum dalam liter Air minum dalam
kemasan 600ml kemasan 600ml
TOTAL KONVERSI
330.194 550.323
Air minum dalam liter Air Minum dalam
Kemasan
Sejak awal pemasangan hingga akhir periode pelaporan 2025, 10 fasilitas Clean Drinking
Water Station yang dihadirkan oleh BSI dan BSI Maslahat telah memberikan kontribusi nyata
terhadap pengurangan sampah plastik dari air minum kemasan. Inisiatif ini tercatat berhasil
mengurangi penggunaan sebanyak 550.323 botol plastik, sekaligus menekan emisi karbon
sebesar 35,77 ton CO₂e.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
156 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 158
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA LINGKUNGAN HIDUP
ASPEK KEANEKARAGAMAN HAYATI Selain itu, melalui program “Sedekah Pohon untuk
Negeri” bekerja sama dengan BYOND by BSI,
Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat Bank melanjutkan penanaman pohon endemik di
atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Program
Keanekaragaman Hayati dan Usaha Konservasi ini berkontribusi pada upaya rehabilitasi habitat
Keanekaragaman Hayati [OJK F.9, F.10] Gajah Sumatera serta pelestarian spesies endemik
Sampai dengan akhir 2025, seluruh jaringan lainnya yang menghadapi ancaman kehilangan
operasional BSI tidak berada di dalam atau habitat. Secara keseluruhan, BSI telah menanam
berdekatan dengan kawasan konservasi maupun sebanyak 15.000 pohon sepanjang tahun 2025
area dengan sensitivitas keanekaragaman hayati melalui berbagai program penghijauan yang
yang tinggi. Walaupun tidak memiliki risiko terstruktur dan berkelanjutan.
langsung terhadap area konservasi, BSI tetap
menjalankan aksi pelestarian sebagai bagian dari
tanggung jawab lingkungannya. ASPEK EMISI
Sepanjang 2025, BSI memperluas program Digital Carbon Tracking Initiative
penghijauan melalui penanaman beragam jenis
pohon, termasuk pohon buah, trembesi, tabebuya, “The First Sharia Bank in Indonesia Implemented
dan MPTS, di beberapa lokasi seperti Sumatera Digital Carbon Tracking”
Barat, Karawang, dan Pati. Inisiatif ini tidak
hanya meningkatkan tutupan hijau, tetapi juga
mendukung ekosistem lokal dan mengurangi
potensi degradasi lahan.
DIGITAL CARBON TRACKING INITIATIVE
Regulatory Compliance Value Creation
1. SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 – Pedoman Teknis 1. Pioneer: BSI menjadi Bank Syariah pertama di
Penyusunan Laporan Keberlanjutan Indonesia yang mengembangkan Digital Carbon
Tracking bankwide.
2. Syariah-Aligned: Mendorong efisiensi dan
2. RAKB BSI 2024–2025 keberlanjutan sebagai bagian dari prinsip
•• Digital Carbon Tracking ditetapkan sebagai maslahah dan amanah.
aktivitas utama dalam implementasi 3. Innovative:
Keuangan Berkelanjutan. •• Otomatisasi perhitungan emisi seluruh jaringan
•• Menjadi fondasi penyusunan Roadmap Net kantor.
Zero Emission BSI. •• Integrasi data energi, PLTS, EV, Water Station
RO, Green Building, dan fasilitas operasional
3. Kepatuhan terhadap standar internasional
lainnya.
•• Perhitungan emisi menggunakan GHG
•• Dashboard periodik untuk manajemen pusat
Protocol (Corporate Standard).
dan regional.
•• Selaras dengan praktik pengungkapan emisi
4. Strategic: Menjadi dasar perhitungan tahun 2024
untuk SUSBA, S&P Global ESG Rating, dan
dan 2025 serta mendukung dalam penyusunan
UNEP-FI PRB.
Net Zero Emission Roadmap.
5. Transparent: Meningkatkan kualitas pelaporan ke
publik, regulator, dan lembaga pemeringkat ESG
global.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 157
Page 159
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA LINGKUNGAN HIDUP
Digital Carbon Tracking
Merupakan platform digital bankwide untuk pencatatan dan
perhitungan emisi karbon BSI dalam satuan Ton CO₂-eq yang Metodologi Perhitungan
mencakup: Menggunakan standar
•• Scope 1: BBM kendaraan operasional dan generator. internasional:
•• Scope 2: Konsumsi listrik seluruh jaringan (kantor pusat, kantor GHG Protocol – Corporate
cabang, green building). Standard untuk Scope 1 & 2.
Sistem ini digunakan sebagai dasar evaluasi kinerja emisi, penetapan
target reduksi, dan pemantauan implementasi Sustainable Operations.
Past vs Now (2025)
Past (sebelum 2024) Now (2025)
•• Perhitungan emisi dilakukan manual. •• Perhitungan emisi mencakup seluruh
•• Data terbatas pada kantor pusat (The Tower). jaringan BSI (bankwide).
•• Tidak ada integrasi otomatis antar-unit. •• Dijalankan melalui platform Digital Carbon
Tracking.
•• Diverifikasi oleh pihak independen untuk
meningkatkan akurasi dan kredibilitas.
•• Terintegrasi dengan program Sustainable
Operations.
Wilayah I Aceh
10.990,65
Wilayah II Medan
6.261,04
Wilayah IX Kalimantan
8.113,18
Kantor Pusat
10.131,87
Wilayah III Palembang
7.464,05 Wilayah IV Jakarta 1 Wilayah VIII Surabaya
9.160,07 10.814,85
Wilayah X Makassar
4.971,50
Wilayah V Jakarta 2
7.777,26
Wilayah VI Bandung Wilayah VII Semarang
6.411,69 7.634,80
Emisi GRK Cakupan 1, 2, dan
Wilayah
3 ( Ton CO -eq)
2
Kantor Pusat 10.132 Wilayah VI Bandung 6.412
Wilayah I Aceh 10.991 Wilayah VII Semarang 7.635
Wilayah II Medan 6.261 Wilayah VIII Surabaya 10.815
Wilayah III Palembang 7.464 Wilayah IX Kalimantan 8.113
Wilayah IV Jakarta 1 9.160 Wilayah X Makassar 4.971
Wilayah V Jakarta 2 7.777 Jumlah 89.731
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
158 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 160
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA LINGKUNGAN HIDUP
Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Emisi GRK yang dilaporkan terdiri dari:
Berdasarkan Jenisnya [OJK F.11] [GRI 305-1, 305-2, 305- •• Cakupan 1: emisi langsung dari konsumsi BBM
3, 305-4] [FN-CB-410b.1, FN- CB-410b.2, FN-CB-410b.3, FN-CB- kendaraan operasional.
410b.4] [S1.MT.a, S1.MT.f, S2.MT.a1, S2.MT.b2, S2.MT.i3, S2.MT.k2] •• Cakupan 2: emisi tidak langsung dari konsumsi
Sebagai bagian dari komitmen terhadap listrik seluruh jaringan kantor, dihitung
operasional berkelanjutan, BSI mengelola dan menggunakan pendekatan location-based.
memantau emisi gas rumah kaca melalui Digital •• Cakupan 3: emisi tidak langsung lainnya
Carbon Tracking, sebuah platform bankwide mencakup perjalanan dinas udara yang
yang mencatat dan menghitung emisi dalam dihitung menggunakan metodologi GHG
satuan ton CO₂-eq secara periodik. Tahun 2024 Protocol dan emisi pembiayaan yang
merupakan tahun awal penerapan penuh sistem dihitung menggunakan metodologi yang
yang mencakup seluruh wilayah operasional BSI, dikembangkan oleh Partnership for Carbon
sehingga memberikan cakupan data yang lebih Accounting Financials (PCAF).
akurat dan komprehensif. Sementara itu, pada
tahun 2023 perhitungan emisi masih terbatas Pada tahun 2025, BSI meningkatkan kualitas
pada penggunaan energi di kantor pusat The inventaris emisi melalui integrasi otomatis dengan
Tower, sebelum sistem digital diterapkan secara PLTS, penggunaan kendaraan listrik, Water Station
menyeluruh. RO, serta gedung hijau bersertifikasi. Peningkatan
ini mendukung penyusunan Roadmap Net Zero
Penghitungan emisi pada tahun 2024 dan 2025 Emission dan Climate Risk Stress Testing.
dilakukan menggunakan pendekatan operational
control dan mengacu pada Global Warming Selain total emisi, BSI menghitung intensitas GRK
Potential (GWP) dari Greenhouse Gas Protocol untuk menilai efisiensi emisi terhadap aktivitas
dan metodologi yang dikembangkan oleh bisnis. Intensitas dihitung berdasarkan ton
Partnership for Carbon Accounting Financials CO₂-eq per miliar rupiah pendapatan, dan ton
(PCAF). Proses ini mencakup, CO₂ yang dikonversi CO₂-eq per pegawai, dengan Scope 3 dilaporkan
menggunakan metodologi CO₂-eq terkini. BSI terpisah sesuai ketentuan GRI. Pendekatan
tidak menghasilkan emisi CO₂ biogenik sehingga pengukuran yang konsisten memastikan hasil
tidak terdapat pelaporan khusus untuk kategori pelaporan dapat dibandingkan dari tahun ke
tersebut. tahun. Rincian jumlah emisi GRK dan intensitasnya
pada tahun 2023–2025 disajikan pada tabel
berikut:
Emisi GRK Cakupan 1 dan Cakupan 2
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
Emisi GRK Cakupan 1 Ton CO -eq 145 17.685 19.374
2
Emisi GRK Cakupan 2 Ton CO -eq 1.577 65.719 70.356
2
Total Emisi GRK Cakupan 1 dan 2 Ton CO -eq 1.722 83.404 89.731
2
Jumlah Pendapatan Pengelolaan Dalam Miliar Rupiah 26.456 30.854 35.202
Dana Sebagai Mudharib
Total Pegawai Orang 24.875 23.977 25.165
Ton CO -eq/Miliar rupiah 0,07 2,70 2,55
2
Ton CO -eq/Orang 0,07 3,48 3,57
2
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 159
Page 161
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA LINGKUNGAN HIDUP
Intensitas Emisi Cakupan 3
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
Emisi GRK Cakupan 3 (Perjalanan
Ton CO2-eq 598 583 480
Dinas)
Emisi GRK Cakupan 3 (Financed
Ton CO2-eq - - 16.162.315
Emissions)
Total Emisi GRK Cakupan 3 Ton CO2-eq 598 583 16.162.795
Jumlah Pendapatan Dalam Miliar Rupiah 26.456 30.854 35.202
Total Pegawai Orang 24.875 23.977 25.165
Intensitas Emisi GRK Cakupan 3 Pendapatan:
0,023 0,019 0,014
(Perjalanan Dinas) Ton CO2-eq/Miliar Rupiah
Pegawai:
0,024 0,024 0,019
Ton CO2-eq/Orang
Intensitas Emisi GRK Cakupan 3 Pendapatan:
- - 459,12
(Financed Emissions) Ton CO2-eq/Miliar Rupiah
Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi Sementara itu, peningkatan pada emisi Cakupan
yang Dilakukan [OJK F.12] [GRI 305-5] 3 terutama dipengaruhi oleh penambahan
BSI terus memperkuat pengelolaan emisi kategori emisi yang dihitung pada periode
GRK sebagai bagian dari komitmen terhadap pelaporan, khususnya emisi pembiayaan
operasional yang berkelanjutan dan praktik bisnis (financed emissions). Cakupan pengukuran yang
yang bertanggung jawab. Sepanjang tahun 2025, semakin lengkap membuat pelaporan emisi
Bank melanjutkan berbagai inisiatif pengurangan Cakupan 3 tahun 2025 mencerminkan profil emisi
emisi melalui pemanfaatan energi terbarukan BSI secara lebih menyeluruh serta memperkuat
seperti panel surya (PLTS), penerapan 100% lampu transparansi pengungkapan keberlanjutan Bank.
LED, penggunaan teknologi AC inverter, perluasan Inventaris GRK BSI dihitung menggunakan
armada kendaraan listrik (EV), serta penyediaan metodologi GHG Protocol dengan konversi Global
Water Station RO untuk mengurangi emisi Warming Potential (GWP) untuk CO₂, sedangkan
yang timbul dari konsumsi air minum kemasan. perhitungan emisi pembiayaan mengacu pada
Berbagai langkah tersebut melengkapi program metodologi yang dikembangkan oleh Partnership
efisiensi energi lainnya sebagaimana dijelaskan for Carbon Accounting Financials (PCAF), sehingga
pada Aspek Energi dalam laporan ini. hasil yang disajikan tetap konsisten, andal, dan
dapat diperbandingkan dari tahun ke tahun.
Pada tahun pelaporan 2025, hasil pengelolaan emisi
menunjukkan perkembangan yang dipengaruhi
oleh penguatan metodologi penghitungan dan GRAFIK EMISI GRK CAKUPAN 3
perluasan cakupan data. Untuk emisi Cakupan 1 (FINANCED EMISSION)
Ton CO2-eq
dan Cakupan 2, penurunan belum terlihat secara
signifikan karena perhitungan emisi kini dilakukan
secara bankwide melalui Digital Carbon Tracking,
sehingga cakupan data menjadi lebih luas,
16.162.315
representatif, dan akurat dibandingkan periode
sebelumnya. Dengan pendekatan ini, inventaris
emisi BSI memberikan gambaran yang semakin - -
komprehensif atas jejak karbon operasional Bank. 2025 2024 2023
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
160 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 162
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA LINGKUNGAN HIDUP
Pengelolaan Emisi ODS dan Emisi Non GRK BSI saat ini sedang melakukan pemetaan
[GRI 305-6, 305-7] menyeluruh terhadap sumber dan alur limbah
Hingga Desember 2025, BSI tidak melakukan untuk mengidentifikasi potensi dampak
produksi, impor, maupun ekspor Ozone signifikan, termasuk titik timbulan dari sarana
Depleting Substances (ODS). Untuk mendukung operasional baru seperti Recycle Bottle Vending
operasional yang ramah lingkungan, seluruh Machine. Pemetaan mencakup klasifikasi limbah,
sistem pendingin ruangan di jaringan kantor lokasi timbulan, dan mekanisme pengelolaan.
BSI telah menggunakan refrigeran R32, yaitu Data kuantitatif terkait total timbulan limbah
refrigeran dengan nilai ODS nol dan efisiensi akan disampaikan setelah proses pemetaan dan
pendinginan yang lebih tinggi dibandingkan verifikasi selesai.
refrigeran konvensional. Penggunaan R32 ini juga
sejalan dengan upaya efisiensi energi BSI melalui Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen
penerapan AC inverter dan standar bangunan [OJK F.14, F.15] [GRI 306-2, 306-3, 306-4, 306-5]
hijau. BSI mengelola limbah dan efluen dengan
berpedoman pada prinsip keberlanjutan dan
Sebagai perusahaan berbasis jasa keuangan maqashid syariah (Hifdz Al-Bi’ah). Limbah yang
yang tidak menjalankan proses pembakaran dihasilkan dari operasional Bank mencakup
industri maupun kegiatan manufaktur, BSI tidak limbah non-B3 seperti kertas, plastik, dan sisa
menghasilkan emisi udara signifikan seperti NOx, makanan, serta limbah B3 berupa perangkat
SOx, VOC, POP, HAP, atau particulate matter. Oleh elektronik, baterai, lampu TL, dan tinta printer
karena itu, kategori emisi non-GRK tidak material bekas. Seluruh limbah tersebut ditangani oleh
bagi operasional Bank, dan sepanjang 2025 belum pihak ketiga berizin sesuai ketentuan, sehingga
dilakukan pengukuran emisi non-GRK di seluruh BSI tidak melakukan pembakaran, penimbunan,
wilayah kerja BSI. ataupun pembuangan mandiri. Untuk limbah
cair, pengolahannya dilakukan melalui Instalasi
Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dikelola oleh
ASPEK LIMBAH DAN EFLUEN pengelola gedung, dan sebagian air hasil olahan
digunakan kembali untuk kebutuhan sanitasi.
Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan
Berdasarkan Jenis [OJK F.13] [GRI 306-1, 306-3] Sepanjang 2025, BSI masih melanjutkan pemetaan
BSI menyadari bahwa aktivitas operasionalnya sumber, jenis, dan alur timbulan limbah untuk
menghasilkan timbulan limbah, baik limbah mengidentifikasi potensi dampak signifikan
non-B3 maupun limbah B3. Limbah non-B3 dan memastikan kesesuaian mekanisme
terutama berasal dari penggunaan kertas dalam pengelolaan dengan regulasi. Pemetaan ini
proses administrasi dan korespondensi, serta juga mencakup aktivitas yang memunculkan
limbah plastik dari konsumsi internal seperti timbulan baru, termasuk fasilitas green building
kemasan makanan dan alat makan sekali dan inisiatif keberlanjutan lainnya. Data kuantitatif
pakai. Upaya pengurangan limbah non-B3 mengenai total timbulan limbah, komposisi, dan
telah dilakukan melalui digitalisasi dokumen, pengalihannya akan disampaikan setelah proses
penggunaan E-Doc, serta penerapan inisiatif pemetaan dan standardisasi pencatatan selesai
Green Business Culture, termasuk penyediaan diterapkan di seluruh unit kerja.
Water Station RO untuk mengurangi penggunaan
botol plastik sekali pakai. Selama tahun 2025, tidak terdapat tumpahan
bahan berbahaya atau insiden lain yang
Selain itu, BSI juga menghasilkan limbah B3 berdampak signifikan terhadap lingkungan
seperti limbah elektronik, toner printer bekas, maupun kesehatan.
baterai, dan lampu TL. Sepanjang tahun 2025,
limbah tersebut tidak menimbulkan dampak
negatif yang signifikan terhadap lingkungan
maupun masyarakat karena telah dikelola melalui
pihak pengolah berizin sesuai ketentuan yang
berlaku.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 161
Page 163
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA LINGKUNGAN HIDUP
Reverse Vending Machine (RVM)
Sebagai bagian dari komitmen BSI dalam mengurangi sampah plastik dan mendorong ekonomi
sirkular, Bank melanjutkan kolaborasi strategis dengan PlasticPay melalui penyediaan RVM di
berbagai area publik dan jaringan kantor BSI. Program yang telah berjalan sejak 2021 ini bertujuan
meningkatkan kebiasaan masyarakat untuk memilah dan menyerahkan botol plastik bekas
minuman agar dapat didaur ulang menjadi produk bernilai tambah, sekaligus mengurangi
beban TPA dan potensi pencemaran lingkungan. Melalui aplikasi PlasticPay, pengguna cukup
memasukkan botol plastik ke mesin, memindai barcode, dan memperoleh poin yang dapat
ditukarkan dengan merchandise, dengan nilai setara Rp1 per poin. Sistem digital PlasticPay
memungkinkan seluruh transaksi dan volume sampah tercatat secara real-time sehingga program
dapat dimonitor secara terukur.
Hingga 2025, BSI telah mengoperasikan 70 unit RVM dan Collection Point di 90 lokasi, berhasil
mengumpulkan 27.198,09 kg botol plastik dan mendorong partisipasi 15.473 masyarakat. Upaya ini
juga berkontribusi terhadap pengurangan jejak karbon sebesar 143,99 ton CO₂-eq. Seluruh botol
plastik yang terkumpul telah diolah menjadi berbagai produk daur ulang yang memberi manfaat
ekonomi sekaligus mendukung praktik bisnis berkelanjutan. Produk-produk hasil daur ulang dari
botol plastik tersebut ditampilkan pada ilustrasi berikut:
Sebagai bagian dari perluasan program pengelolaan sampah plastik berbasis teknologi, pada tahun
2025 BSI bersama PlasticPay berhasil memperluas jangkauan penempatan RVM dan Collection Point
dengan rincian sebagai berikut:
Satuan 2023 2024 2025
Titik Lokasi Unit 50 70 90
Reduksi Sampah Plastik Kg 20.487 21.432 27.198
Reduksi Jejak Karbon Ton CO2-eq 108,4 113,4 144
ASPEK PENGADUAN TERKAIT LINGKUNGAN HIDUP
Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan [OJK F.16]
Sepanjang tahun 2025, BSI tidak menerima pengaduan apa pun yang berkaitan dengan isu lingkungan
hidup. Hal ini mencerminkan bahwa aktivitas operasional BSI tidak menimbulkan gangguan atau
dampak lingkungan yang memicu laporan dari masyarakat maupun pemangku kepentingan.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
162 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 164
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA SOSIAL
KOMITMEN UNTUK MEMBERIKAN LAYANAN ATAS PRODUK
DAN/ATAU JASA YANG SETARA KEPADA KONSUMEN
[OJK F.17] [GRI 416-1, FS13, FS14, FS15, FS16] [FN-CB-240a.4]
BSI berkomitmen untuk memastikan seluruh produk dan layanan
perbankan syariah dapat diakses secara setara oleh seluruh nasabah
tanpa membedakan gender, suku, ras, kondisi fisik, maupun keyakinan.
Setiap nasabah memiliki hak yang sama dalam memperoleh layanan
sesuai standar operasional, regulasi perlindungan konsumen, serta prinsip
syariah yang berlaku.
Komitmen ini diwujudkan melalui kepatuhan terhadap UU No. 8/1999
tentang Perlindungan Konsumen, POJK No. 22/2023, serta ketentuan
Bank Indonesia mengenai pelindungan konsumen. BSI juga menerapkan
SPO Pelindungan dan Pengaduan Nasabah yang diterbitkan pada tahun
2024, sebagai panduan untuk memastikan keamanan, transparansi, dan
keadilan sepanjang siklus produk dan layanan.
Dalam implementasinya, BSI menyediakan akses layanan yang setara,
termasuk fasilitas ramah disabilitas dan lansia, perlindungan data dan
aset nasabah, serta mekanisme self-assessment berkala untuk menilai
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 163
Page 165
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA SOSIAL
efektivitas pelaksanaannya. Penguatan fitur digital, melalui BYOND by BSI, BSI Mobile, peningkatan
jaringan agen, dan pusat layanan nasabah, memberikan kemudahan akses layanan kapan pun dan di
mana pun.
Untuk mendukung penyelesaian isu layanan, BSI menyediakan berbagai saluran pengaduan seperti
BSI Call 14040, BYOND by BSI, BSI Mobile, email, kantor cabang, dan Kantor Pusat. Kinerja penyelesaian
pengaduan juga melampaui SLA regulator, menegaskan komitmen BSI terhadap perlindungan
konsumen dan kualitas layanan.
BSI Agen
Sebagai bagian dari perluasan jangkauan layanan keuangan syariah serta upaya memperkuat ekosistem
inklusi keuangan nasional, BSI terus meningkatkan keberadaan BSI Agen di wilayah-wilayah yang tidak
terlayani oleh kantor cabang (blank spot). BSI Agen berperan sebagai perpanjangan tangan Bank untuk
menyediakan layanan perbankan dasar secara cepat, mudah, dan terjangkau melalui skema Laku Pandai.
JENIS LAYANAN
Perbankan Pembayaran & Pembelian
Cek Saldo, Tarik Tunai, Pulsa & Paket Data, Top Up wallet,
Transfer & Setor Tunai BPJS, PDAM
EKOSISTEM ISLAM
Layanan Haji Donasi
Pendaftaran & Pelunasan Haji Zakat & Infaq
Referral Produk Program Pemerintah
• Gadai • Program Keluarga Harapan
• Pembukaan Rekening • Program Bantuan Sembako
Tabungan Haji • Program PIP
• Program Kartu Tani
FITUR UTAMA
Setor/ Tarik/ Transfer BSI & Bank Lain
Pembayaran & Pembelian
Layanan Haji (Pendaftaran & Pelunasan Haji)
Donasi
Referral Produk (Tabungan & Gadai)
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
164 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 166
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA SOSIAL
Pada 2025, jaringan BSI Agen bertambah menjadi 129.916 agen di seluruh Indonesia, tumbuh 6,39%
dibandingkan 119.295 agen pada 2024. Peningkatan ini sejalan dengan strategi BSI dalam memperluas
keberadaan layanan syariah, memperkuat ekosistem digital, dan mendukung transaksi inklusif, termasuk
integrasi layanan melalui BYOND by BSI dan perluasan fitur pembiayaan mikro dan zakat/infaq digital.
Rincian perkembangan BSI Agen sepanjang 2023–2025 disajikan pada tabel berikut:
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
Jumlah Agen Agen 86.200 119.295 126.916
Jumlah Agen Aktif Agen 86.200 40.884 59.245
Jumlah Transaksi Juta kali 19,6 26,9 30,7
Nilai Transaksi Dalam Triliun Rupiah 43,80 59,02 75,25
Lokasi Agen Sebaran Jenis Usaha Agen
415 1.112
0,33% 0,88% 17.691 9.669
13,94% 7,62%
3.300 2.424
2,60% 1,91%
20.784
53.381 6.083 16,38%
42,06% 4,79%
3.980
62.625 3,14%
49,34% 72.368
57,02%
Kawasan Area Pinggir Jalan Kawasan Toko Showroom / Bengkel
Lainnya
Pemukiman Pasar Kelontong Kendaraan
Kawasan Sentra Kawasan Kedai Makanan Toko Pakaian &
Kawasan Industri Sentra Ponsel &
Niaga & Perkantoran Pendidikan & Minuman Fashion lainnya
Pulsa
Sebaran Demografi Lainnya (Top 6)
1,12% 1,45%
86.007 1,46% 1,42%
67,77% 40.909
32,23%
1,50% 1,72%
Non Urban Urban Toko ATK & Buku/ Showroom / Bengkel
Kios Tani/Sawit
Fotokoi/Percetakan Kendaraan
Mebel/Material/ Toko Kosmetik/
Laundry/Tylor/
Elektronik arfum/Salon
Konveksi
Sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusi keuangan syariah, BSI pada tahun 2025 berhasil
menjangkau 176 kabupaten yang sebelumnya termasuk kategori blank spot melalui distribusi 3.063 BSI
Agen. Perluasan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan akses layanan keuangan yang merata
hingga ke daerah terpencil. Rincian jumlah agen berdasarkan masing-masing provinsi disampaikan
pada tabel berikut:
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 165
Page 167
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA SOSIAL
No. Provinsi Jumlah Kabupaten Jumlah Agen
1. Bali 3 19
2. Bengkulu 4 135
3 DKI Jakarta 1 13
4. Gorontalo 5 95
5. Jambi 2 62
6. Jawa Tengah 1 19
7. Jawa Timur 2 424
8. Kalimantan Barat 4 110
9. Kalimantan Selatan 1 12
10. Kalimantan Tengah 10 579
11. Kalimantan Timur 1 1
12. Kalimantan Utara 2 4
13. Kepulauan Bangka Belitung 5 72
14. Kepulauan Riau 1 15
15. Lampung 3 199
16. Maluku 9 42
17. Maluku Utara 5 42
18. Nusa Tenggara Barat 1 5
19. Nusa Tenggara Timur 20 11
20. Papua 7 18
21. Papua Barat 7 4
22. Papua Barat Daya 5 22
23. Papua Pegunungan 8 3
24. Papua Selatan 4 6
25. Papua Tengah 8 4
26. Sulawesi Barat 3 13
27. Sulawesi Selatan 5 202
28. Sulawesi Tengah 6 146
29. Sulawesi Tenggara 13 179
30. Sulawesi Utara 11 257
31. Sumatera Barat 4 175
32. Sumatera Selatan 4 120
33. Sumatera Utara 11 55
Jumlah 176 3.063
BSI Agen berperan penting dalam memperluas produk tabungan dasar yang memungkinkan
akses masyarakat terhadap layanan perbankan masyarakat membuka rekening tanpa harus
syariah, khususnya bagi kelompok unbanked dan datang ke kantor cabang, sekaligus mendukung
underbanked. Melalui skema Laku Pandai, BSI fokus Pemerintah dan OJK dalam percepatan
menyediakan Basic Saving Account (BSA) sebagai inklusi keuangan nasional.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
166 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 168
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA SOSIAL
Inklusi dan Literasi Keuangan •• Program Mudik Bersama BUMN, yang
Sebagai bagian dari komitmen untuk menghadirkan fasilitas mudik bagi 385 peserta
menghadirkan layanan keuangan syariah yang disabilitas sekaligus memberikan edukasi
setara dan inklusif, BSI memperkuat penyediaan transaksi digital syariah dan pemahaman
fasilitas ramah disabilitas di seluruh outlet, produk keuangan.
mencakup parkir khusus difabel, ramp akses, •• Peringatan Hari Internasional Penyandang
antrean prioritas, kursi roda, toilet difabel, dan Disabilitas 2025 di Masjid BSI Cipularang, yang
ruang tunggu yang aman dan nyaman. Penguatan menghadirkan pelatihan kewirausahaan dan
kompetensi pegawai melalui pelatihan layanan literasi keuangan bagi komunitas tunanetra
disabilitas memastikan bahwa setiap nasabah (Pertuni) bekerja sama dengan Masjidpreneur.
dapat dilayani secara profesional dan inklusif. •• Edukasi digital keuangan syariah, termasuk
pengenalan BYOND by BSI, penggunaan QRIS
Selama 2025, BSI memperluas program syariah, dan pemahaman dasar pengelolaan
pemberdayaan ekonomi dan literasi keuangan keuangan bagi masyarakat kurang mampu
syariah bagi komunitas disabilitas melalui empat dan pelaku usaha disabilitas.
inisiatif utama:
Di samping itu, untuk memperluas manfaat bagi
•• Program UMKM DifaMart dan Peternakan kelompok rentan, BSI juga berperan aktif sebagai
Mithik, yang berhasil mendorong penyandang penyalur berbagai program bantuan pemerintah.
disabilitas untuk naik kelas sebagai pelaku Pada tahun 2025, BSI telah menyalurkan dukungan
usaha mandiri dan meningkatkan peluang kepada 3,4 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM)
mereka untuk mengakses pembiayaan syariah. dengan total realisasi mencapai 3,4 triliun. Berikut
rincian penyaluran bantuan pemerintah:
Penyaluran Bantuan Pemerintah
No. Jenis Bantuan Program Pemerintah
∑ KPM Nilai Bantuan (Rp)
1. Program Keluarga Harapan (PKH) 359,377 939.516.675.000
2. Program Sembako 566,167 972.316.800.000
3. Program Sembako Stimulus Ekonomi 538,121 215.248.400.000
4. Program Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan 489,698 440.728.200.000
Rakyat (BLTS Kesra)
5. Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) 24,074 37.081.800.000
6. Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) 54 1.080.000.000
7. Program Penyaluran Pupuk Subsidi 435,542 Dalam Bentuk Kuota (Kg)
8. Program Indonesia Pintar (PIP) Kemendikdasmen 323,223 180.692.400.000
9. Program Indonesia Pintar (PIP) Madrasah 95,717 71.735.625.000
10. Program Indonesia Pintar (PIP) Pondok Pesantren 37,522 33.187.200.000
11. Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah 740 110.977.846.802
12. Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pondok Pesantren 95 24.470.155.000
13. Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Raudhatul Athfal 326 8.593.500.000
14. Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) Kemenag 1,077 12.975.600.000
15. Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) Kemenag - PUSPENMA 2,959 19.529.400.000
16. Beasiswa Afirmasi Adiktif 10 120.000.000
17. Bantuan Insentif Ma’had Aly 670 1.675.000.000
18. Bantuan Halaqah Pondok Pesantren 60 3.000.000.000
19. Bantuan Musabaqah Qira'atil Kutub 763 2.647.000.000
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 167
Page 169
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA SOSIAL
Penyaluran Bantuan Pemerintah
No. Jenis Bantuan Program Pemerintah
∑ KPM Nilai Bantuan (Rp)
20. Bantuan Kemitraan Pesantren Pendidikan Keagamaan Islam 40 4.000.000.000
21. Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren 20 4.000.000.000
22. Bantuan Subsidi Upah 525,853 315.511.800.000
23. Bantuan Pemagangan 1,036 4.319.812.344
Jumlah 3,403,144 3.403.407.214.146
Guna memperkuat kapasitas agen serta memperluas jangkauan inklusi keuangan syariah, BSI pada
tahun 2025 kembali menyelenggarakan rangkaian Sosialisasi & Gathering BSI Agen yang diikuti oleh
agen aktif maupun calon agen di berbagai provinsi.
Program ini menjadi bagian penting dari komitmen BSI untuk menghadirkan layanan keuangan syariah
yang merata, aman, dan inklusif. Pelaksanaan kegiatan sepanjang 2025 dapat dilihat sebagai berikut:
Waktu
Nama Kegiatan Tujuan
Pelaksanaan
Gathering BSI Agen kepada Agen Travel Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Binaan Travel Umroh Sahid Tour Wilayah 15 Januari 2025 layanan keuangan di Islamic Ecosystem dan bisnis
Solo keagenan sebagai tambahan pendapatan usaha
Gathering BSI Agen kepada Nasabah
Update Fitur dan Program BSI Agen untuk meningkatkan
Calon Agen dan Agen Eksisting di 6 Februari 2025
layanan & kinerja BSI Agen
Balikpapan
Sosialisasi BSI Agen bersama dengan Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Rekanan BPJS Kesehatan Kota dan 11 Februari 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Kabupaten Cirebon sebagai tambahan pendapatan usaha
Gathering BSI Agen Kelolaan Area Update Fitur dan Program BSI Agen untuk meningkatkan
12 Februari 2025
Bandung Kota layanan & kinerja BSI Agen
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Pondok
21 Februari 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Pesantren Nurul Iman Parung Bogor
sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Komunitas
26 Februari 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Wakaf Uang MUI Jakarta
sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen dalam Kegiatan
13 Maret 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Rapat Kerja FSPP Provinsi Banten
sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Komunitas
15 Maret 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Persis Jakarta
sebagai tambahan pendapatan usaha
Gathering & Buka Puasa Bersama BSI Update Fitur dan Program BSI Agen untuk meningkatkan
21 Maret 2025
Agen Kelolaan Area Banten layanan & kinerja BSI Agen
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Pimpinan
16 April 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Pondok dan Assatidz Al UMM Bogor
sebagai tambahan pendapatan usaha
Akuisisi & Edukasi Fitur BSI Agen kepada
Pondok Pesantren Nurul Iman Parung 16 April 25 Edukasi fitur dan layanan BSI Agen untuk transaksi
Bogor
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Pimpinan
17 April 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Pondok Pesantren Tapak Sunan Jakarta
sebagai tambahan pendapatan usaha
Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Pondok, Assatidz dan Santri Pondok Nurul 23 April 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Iman Parung Bogor sebagai tambahan pendapatan usaha
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
168 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 170
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA SOSIAL
Waktu
Nama Kegiatan Tujuan
Pelaksanaan
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus
24 April 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Pondok & Assatidz Daarussofwah Depok
sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Mahasiwa
24 April 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Universitas Sultan Agen Tirtayasa
sebagai tambahan pendapatan usaha
Gathering BSI Agen kelolaan Area Update Fitur dan Program BSI Agen untuk meningkatkan
24 April 2025
Surabaya Kota dan Surabaya Raya layanan & kinerja BSI Agen
Sosialisasi BSI Agen kepada Pimpinan Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Pondok Pesantren mama Bakry Sadeng 30 April 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Bogor sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Pimpinan
30 April 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Pondok Pesantren Darul Furqon Bogor
sebagai tambahan pendapatan usaha
Sosialisasi BSI Agen kepada UIN Suska
3 Mei 2025 Akuisisi BSI Agen dan edukasi fitur dan layanan BSI Agen
Riau
Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Pondok dan Assatidz Pondok Pesantren 5 Mei 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Al Aulia Bogor sebagai tambahan pendapatan usaha
Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Pondok dan Assatidz Pondok Pesantren 5 Mei 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Markazul Qur’an Bogor sebagai tambahan pendapatan usaha
Gathering BSI Agen kelolaan Area Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
6 Mei 2025
Purwokerto program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
Gathering BSI Agen kelolaan Area Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
7 Mei 2025
Semarang Kota program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus
7 Mei 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
MTA Solo
sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus
7 Mei 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Pasar Kebayoran Lama
sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Rektor dan
8 Mei 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Jajaran di STAMI Depok
sebagai tambahan pendapatan usaha
Gathering BSI Agen kelolaan Area Padang Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
9 Mei 2025
pada Cluster Luar Kota Padang program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
Gathering BSI Agen kelolaan Bandung Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
9 Mei 2025
Kota & Bandung Raya program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
Gathering BSI Agen kelolaan Area Padang Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
12 Mei 2025
pada Cluster Dalam Kota Padang program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada BUMDES
15 Mei 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
seluruh Buleleng
sebagai tambahan pendapatan usaha
Sosialisasi Layanan Pengelolaan Dana Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Desa dan Keagenan BSI di BUMDES 26 Mei 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Kabupaten Lombok Tengah sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada BMT Laznas
26 Mei 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Yogyakarta
sebagai tambahan pendapatan usaha
Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus & Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Assatidz Pondok Pesantren Ibnu Taimiyah 26 Mei 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Bogor sebagai tambahan pendapatan usaha
Sosialisasi BSI Agen kepada BMT Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 27 Mei 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
(UMY) sebagai tambahan pendapatan usaha
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 169
Page 171
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA SOSIAL
Waktu
Nama Kegiatan Tujuan
Pelaksanaan
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Gathering BSI Agen bersama dengan
4 Juni 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Komunitas SRC Bandung
sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada MUI Jakarta 30 Juni 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Pondok
22 Juli 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Pesantren Sidogiri Pasuruan
sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Pondok
23 Juli 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Pesantren Gontor Ponorogo
sebagai tambahan pendapatan usaha
Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus
Pesantren Gontor, BMT Al Husna, BMT Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Dana Barokah, SDIT Al Umar, Penyuluh 23 Juli 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Agama Kemenag dan Agen di Lingkungan sebagai tambahan pendapatan usaha
Pondok Pesantren Watucongkol
Gathering dan Silaturahmi BSI Agen Area Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
24 Juli 2025
Balikpapan program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
Gathering dan Silaturahmi BSI AgenArea Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
24 Juli 2025
Banjarmasin program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
Gathering dan Silaturahmi BSI AgenArea Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
24 Juli 2025
Pontianak program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus
24 Juli 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Pondok Pesantren Salafiyah Situbondo
sebagai tambahan pendapatan usaha
Gathering dan Silaturahmi BSI AgenArea Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
25 Juli 2025
Solo program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
Gathering dan Silaturahmi BSI Agen Area Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
25 Juli 2025
Pekalongan program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus
25 Juli 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Universitas Al Azhar Jakarta
sebagai tambahan pendapatan usaha
Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
Gathering BSI Agen kelolaan Area Bekasi 20 Agustus 2025
program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada SRC Sehan
21 Agustus 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Area Fatmawati
sebagai tambahan pendapatan usaha
Sosialisasi Layanan Pengelolaan Dana Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Desa dan Keagenan BSI di BUMDES 27 Agustus 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Kabupaten Lombok Utara sebagai tambahan pendapatan usaha
Sosialisasi kepada Seluruh BSI Agen Mengedukasi seluruh Agen terkait APUPPT dan
27 Agustus 2025
terkait APUPPT via Daring Keamanan Transaksi di BSI Agen
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen di SMK Negeri Lebak
9 September 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Banten
sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus
10 September 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Universitas Padang
sebagai tambahan pendapatan usaha
Gathering BSI Agen kelolaan KCP Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
11 September 2025
Nusantara program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
Gathering BSI Agen kelolaan Cluster Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
12 September 2025
Samarinda program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
Pelatihan BSI Agen kepada KSPPS BMT
16 September 2025 Edukasi fitur dan layanan BSI Agen untuk transaksi
UGT Nusantara
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
170 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 172
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA SOSIAL
Waktu
Nama Kegiatan Tujuan
Pelaksanaan
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Komunitas
19 September 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Petani Kabupaten Cikalong Bandung
sebagai tambahan pendapatan usaha
Gathering BSI Agen kelolaan Area Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
19 September 2025
Bandung Raya program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Komunitas
19 September 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
UMKM Kota Medan
sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada BUMDES Pra
19 September 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
EPIKS OJK Medan
sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen dan Inisiasi Kerjasama
19 September 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
dengan Antam
sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen dengan KBIH Tour &
19 September 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Travel Cheria Holiday
sebagai tambahan pendapatan usaha
Sosialisasi BSI Agen & Penyaluran PIP Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
kepada Pondok Pesantren kelolaan KC 19 September 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Cianjur & Sukabumi Pelabuhan Ratu sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Gathering BSI Agen & Ngopi Emas kepada
19 September 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Nasabah Kelolaan Cluster Pondok Kopi
sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Gathering BSI Agen & Ngopi Emas kepada
19 September 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Nasabah Kelolaan Area Rawamangun
sebagai tambahan pendapatan usaha
Gathering BSI Agen kelolaan KC Rimbo Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
19 September 2025
Bujang program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada SOS & EPIKS
19 September 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
OJK Area Bandar Lampung
sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada LAZISNU
19 September 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Area Bandar Lampung
sebagai tambahan pendapatan usaha
Akuisisi menjadi BSI Agen dan mengedukasi fitur dan
Sosialisasi BSI Agen & Akuisisi kepada UIN
19 September 2025 layanan BSI Agen yang akan digunakan sebagai Mini
Padang
Bank
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada EPIKS OJK
30 September 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Ciamis
sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada MUI Jakarta 30 September 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
sebagai tambahan pendapatan usaha
Pelatihan Capacity Building SDM dan
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Penguatan Kelembagaan KDKMP,
8 Oktober 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
KOPWAN & KSPPS Dinas Koperasi dan
sebagai tambahan pendapatan usaha
Usaha Mikro Pemkab Sidoarjo
Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
Gathering BSI Agen kelolaan Area Palu 8 Oktober 2025
program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Koperasi dan
17 Oktober 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
KBIH Kota Bandung
sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Komunitas
29 Oktober 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
TDA Banjarmasin
sebagai tambahan pendapatan usaha
Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
Gathering BSI Agen kelolaan KCP Kapuas 30 Oktober 2025
program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 171
Page 173
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA SOSIAL
Waktu
Nama Kegiatan Tujuan
Pelaksanaan
Sosialisasi & Gathering BSI Agen Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Komunitas Koperasi Desa Merah Putih 30 Oktober 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
(KDMP) Kabupaten Nganjuk sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Komunitas
11 November 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
OCE OKE Jakarta
sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada KDKMP
17 November 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Bogor
sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus
27 November 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
MPDI Jakarta
sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada EPIKS OJK
9 Desember 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Jakarta
sebagai tambahan pendapatan usaha
Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada KBIH dan
9 Desember 2025 layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Kemenhaj Kota Tangerang
sebagai tambahan pendapatan usaha
Sosialisasi Program Akhir Tahun kepada
9 Desember 2025 Sosialisasi program peningkatan transaksi BSI Agen
Seluruh BSI Agen Secara Daring
Sosialisasi BSI Agen kepada Paguyuban
Edukasi BSI Agen & Sosialisasi Program BSI Agen untuk
SRC Bogor Dalam Acara Ulang Tahun SRC 9 Desember 2025
peningkatan transaksi
ke 17
ASPEK KETENAGAKERJAAN pengambilan keputusan. Lokasi operasional
signifikan adalah wilayah dengan konsentrasi
Kesetaraan Kesempatan Bekerja pegawai terbesar atau kontribusi bisnis tertinggi
[OJK F.18] [GRI 202-2, 405-1] terhadap kinerja Bank. Seluruh perhitungan rasio
Selama 2025, BSI semakin memperkuat tata dilakukan menggunakan data pegawai tetap.
kelola ketenagakerjaan yang adil dan inklusif. BSI
memastikan bahwa setiap individu mendapatkan Pada tahun 2025, sebanyak 567 Branch Manager
kesempatan kerja dan pengembangan karier yang bertugas di 567 kantor cabang (54,9%)
yang setara, tanpa memandang jenis kelamin, merupakan warga lokal, menunjukkan komitmen
latar belakang etnis, agama, kondisi fisik, usia, BSI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi
maupun karakteristik lainnya. Penerapan prinsip daerah melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
non-diskriminasi tersebut dilakukan melalui
proses rekrutmen yang objektif, skema penilaian Untuk memastikan kesetaraan dalam akses
kinerja yang transparan, serta kebijakan promosi pengembangan karier, BSI menjalankan berbagai
yang didasarkan pada kompetensi dan kinerja kebijakan Human Capital seperti SPO Human
pegawai. Capital, PTO Pengelolaan Pembelajaran, PTO
Penempatan & Penugasan, serta PTO Promosi
Dalam rangka meningkatkan kontribusi sosial yang memberikan akses pelatihan dan jenjang
di wilayah operasional, BSI juga menerapkan karier setara bagi seluruh pegawai. Selain itu,
kebijakan perekrutan talenta lokal secara lebih Bank juga memperkuat data dan pemantauan
terstruktur. BSI mendefinisikan talenta komunitas keragaman tenaga kerja, termasuk representasi
lokal sebagai individu yang berasal atau gender di posisi strategis dan distribusi pegawai
berdomisili pada provinsi lokasi operasional Bank. berdasarkan kelompok usia. Rincian keberagaman
Selain itu, BSI mendefinisikan manajemen senior manajemen dan pegawai dapat dilihat pada tabel
sebagai posisi setingkat Regional CEO dan Group berikut:
Head yang memiliki kewenangan strategis dalam
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
172 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 174
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA SOSIAL
Jenis Kelamin Kelompok Usia
Level Jabatan
Pria % Wanita % Jumlah <30 % 30-50 % >50 % Jumlah
Manajemen
Dewan Komisaris 7 87,50% 1 12,50% 8 0 0,00% 3 37,50% 5 62,50% 8
Dewan Pengawas 6 6
6 100,00% 0 0,00% 0 0,00% 1 16,70% 5 83,30%
Syariah
Direktur 10 100,00% 0 0,00% 10 0 0,00% 6 60,00% 4 40,00% 10
Executive
2 25,00% 6 75,00% 8 0 0,00% 1 12,50% 7 87,50% 8
Manager (PE)
Sub Total 25 78,13% 7 21,87% 32 0 0,00% 11 34,38% 21 65,63% 32
Pegawai
Senior Manager 67 0,40% 25 0,15% 92 0 0,00% 63 0,38% 29 0,17% 92
Middle Manager 412 2,48% 132 0,80% 544 0 0,00% 448 2,70% 96 0,58% 544
Manager 1.851 11,16% 632 3,81% 2.483 44 0,27% 2.259 13,62% 180 1,09% 2.483
Officer 3.510 21,17% 2.170 13,09% 5.680 736 4,44% 4.779 28,82% 165 1,00% 5.680
Staff 3.958 23,87% 3.824 23,06% 7.782 1.269 7,65% 6.494 39,17% 19 0,11% 7.782
Sub Total 9.798 59,01% 6.783 40,91% 16.581 2.049 12,36% 14.043 84,69% 489 2,95% 16.581
Grand Total 9.823 59,13% 6.790 40,87% 16.613 2.049 12,33% 14.054 84,60% 510 3,07% 16.613
BSI juga menunjukkan komitmen terhadap keberagaman yang diwujudkan melalui rekrutmen inklusif
bagi penyandang disabilitas. Melalui program bibit, magang inklusif, serta pendampingan tutor di
Change & Culture Academy, BSI memastikan kandidat disabilitas dapat mengikuti seluruh tahapan
rekrutmen secara adil. Pada 2025, BSI mempekerjakan 1 (satu) pegawai perempuan disabilitas, yang
ditempatkan pada posisi back office dan fungsi pendukung lain yang sesuai dengan kapabilitasnya.
Inisiatif-inisiatif tersebut memperkuat posisi BSI sebagai institusi yang memastikan lingkungan kerja
setara, inklusif, dan berorientasi pada pemberdayaan seluruh lapisan masyarakat. Berikut rincian
komposisi pegawai penyandang disabilitas:
Jenis Kelamin Kelompok Usia
Tahun
Pria % Wanita % Total <30 % 30-50 % >51 % Total
2025 - - 1 100% 1 1 100% - - - - 1
2024 7 54% 6 46% 13 13 100% - - - - 13
2023 7 54% 6 46% 13 13 100% - - - - 13
Sebagai bagian dari penguatan program kesejahteraan dan keterikatan pegawai, Bank menerapkan
kebijakan annual increment dan pemberian bonus sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan kontribusi
pegawai. Selain itu, Bank juga memberikan apresiasi umrah bagi pegawai terbaik sebagai penghargaan
atas komitmen dan pencapaian kinerja.
Dalam mendukung kesejahteraan pegawai secara menyeluruh, Bank menyelenggarakan berbagai
program well-being terintegrasi yang mencakup aspek fisik, mental, sosial, dan finansial. Pada aspek fisik,
program meliputi Health Talk, Virtual Sport Competition (walking dan running), serta Activity Challenge
untuk mendorong gaya hidup sehat. Dukungan terhadap kesehatan mental dilakukan melalui layanan
konsultasi psikolog dan berbagai inisiatif yang bersifat spiritual. Peningkatan literasi dan kesejahteraan
finansial pegawai difasilitasi melalui Financial Talk.
Selain itu, Bank menyediakan berbagai employee club sebagai wadah penyaluran minat dan bakat
pegawai, yang berperan dalam memperkuat rasa kebersamaan, inklusivitas, dan keterikatan pegawai di
lingkungan kerja.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 173
Page 175
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA SOSIAL
Rekrutmen dan Perputaran Pegawai [GRI 401-1]
Untuk memenuhi kebutuhan SDM yang kompeten dan berintegritas, BSI menjalankan proses rekrutmen
yang berpedoman pada prinsip kesetaraan, keadilan, dan transparansi. Seluruh tahapan seleksi
dilakukan tanpa membedakan gender, agama, ras, usia, kondisi fisik, ataupun latar belakang lainnya,
sesuai ketentuan dalam PTO Rekrutmen dan Seleksi BSI.
BSI meyakini bahwa pegawai yang unggul merupakan aset penting dalam mendorong kinerja bisnis
dan operasional. Oleh karena itu, Bank bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan eksternal
seperti pusat karier perguruan tinggi, media, dan lembaga pencari bakat untuk mendapatkan talenta
terbaik. Sepanjang 2025, BSI merekrut 352 pegawai baru.
Komposisi Rekrutmen Pegawai Baru Berdasarkan Kelompok Usia
(Dalam Orang)
Kelompok Usia 2023 2024 2025
21-30 tahun 229 512 290
31-40 tahun 24 49 45
41-50 tahun 17 15 12
>50 tahun 5 33 5
Jumlah 275 609 352
Komposisi Rekrutmen Pegawai Baru Berdasarkan Jenis Kelamin
(Dalam Orang)
Uraian 2023 2024 2025
Pria 147 369 223
Wanita 128 240 129
Jumlah 275 609 352
Komposisi Rekrutmen Pegawai Baru Berdasarkan Kewarganegaraan
(Dalam Orang)
2023 2024 2025
Kewarganegaraan
Pria Wanita Jumlah Pria Wanita Jumlah Pria Wanita Jumlah
Indonesia 128 147 275 369 240 609 223 129 352
Asing - - - - - - - - -
Jumlah 128 147 275 369 240 609 223 129 352
Komposisi Rekrutmen Pegawai Baru Berdasarkan Wilayah Kerja
(Dalam Orang)
Wilayah 2023 2024 2025
Jawa 266 586 331
Luar Jawa 9 23 21
Total 275 609 352
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
174 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 176
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA SOSIAL
Komposisi Rekrutmen Pegawai Baru Berdasarkan Jenjang Jabatan
(Dalam Orang)
Jenjang Jabatan 2023 2024 2025
Senior Manager 15 7 3
Middle Manager 15 23 13
Manager 15 42 32
Officer 212 491 265
Staff 18 46 39
Jumlah 275 609 352
Di samping pemenuhan kebutuhan organisasi yang berkembang, rekrutmen juga dilakukan untuk
menjaga kesinambungan operasional dengan menggantikan pegawai yang keluar. Sepanjang tahun
2025, Perseroan mencatat sebanyak 1.001 pegawai yang berhenti bekerja, meningkat dibandingkan
dengan 566 pegawai pada tahun 2024.
Komposisi Pegawai Berhenti Bekerja Berdasarkan Kelompok Usia
(Dalam Orang)
Kelompok Usia 2023 2024 2025
21-30 tahun 212 176 238
31-40 tahun 323 268 452
41-50 tahun 96 68 152
>50 tahun 57 54 159
Total 688 566 1.001
Komposisi Pegawai Berhenti Bekerja Berdasarkan Jenis Kelamin
(Dalam Orang)
Uraian 2023 2024 2025
Pria 373 280 590
Wanita 315 286 411
Total 688 566 1.001
Komposisi Pegawai Berhenti Bekerja Berdasarkan Wilayah Kerja
(Dalam Orang)
Wilayah 2023 2024 2025
Jawa 464 337 557
Luar Jawa 224 229 444
Total 688 566 1.001
Perputaran pegawai terjadi karena berbagai alasan seperti masa kontrak berakhir, pensiun, pengunduran
diri, pemutusan hubungan kerja, kondisi kesehatan, serta alasan pribadi lainnya. Pengajuan pengunduran
diri wajib dilakukan sekurangnya satu bulan sebelumnya, sesuai UU Ketenagakerjaan No. 13/2003 dan isi
Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Untuk memastikan konsistensi dan transparansi pelaporan, tingkat perputaran pegawai dihitung
menggunakan metode standar, yaitu jumlah pegawai yang berhenti bekerja selama periode pelaporan
dibagi dengan jumlah rata-rata pegawai dalam tahun berjalan. Perhitungan ini mencakup seluruh
kategori pemutusan hubungan kerja, termasuk pengunduran diri, pensiun, dan meninggal dunia, serta
disajikan berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin, dan wilayah kerja.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 175
Page 177
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA SOSIAL
Tingkat Perputaran Pegawai
(Dalam Orang)
Uraian 2023 2024 2025
Pegawai Baru (Rekrutmen) 275 609 352
Mengundurkan Diri 606 477 751
Pensiun 61 72 93
Meninggal Dunia 21 17 18
Tingkat Perputaran (Turnover) Pegawai 3,77% 3,21% 5,09%
Turnover Pegawai Berdasarkan Usia
(Dalam Orang)
Uraian 2023 2024 2025
21-30 tahun 212 176 238
31-40 tahun 323 268 452
41-50 tahun 96 68 152
>50 tahun 57 54 159
Turnover Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin
(Dalam Orang)
Uraian 2023 2024 2025
Pria 373 280 590
Wanita 315 286 411
Turnover Pegawai Berdasarkan Wilayah Kerja
(Dalam Orang)
Uraian 2023 2024 2025
Jawa 266 586 557
Luar Jawa 9 23 444
Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi [OJK F.22] [GRI 404-1, 404-2]
Sebagai bagian dari komitmen untuk membangun talenta yang unggul, BSI terus mendorong setiap
pegawai untuk mengembangkan kemampuan diri melalui program pelatihan dan pengembangan
yang terstruktur dan berjenjang. Pengembangan kompetensi dilakukan dengan fokus pada aspek dasar,
manajerial, dan kepemimpinan, melalui metode yang beragam seperti pelatihan kelas, mentoring, rotasi
jabatan, pembinaan kepemimpinan, serta sesi umpan balik.
Seluruh inisiatif pengembangan mengacu pada pendekatan experience–engagement–education
sebagaimana diatur dalam SPO Human Capital, dengan penyempurnaan kurikulum melalui platform
pembelajaran digital, Learning Management System (LMS), program leadership baru, serta integrasi
modul ESG bagi seluruh pegawai sejalan dengan RAKB 2025.
• Experience: Pengembangan melalui pengalaman langsung, seperti penugasan kerja, rotasi dan
mutasi, penugasan proyek strategis, detasering, magang internal maupun eksternal, serta on-the-job
training.
• Engagement: Pembelajaran melalui interaksi personal, antara lain melalui coaching, counselling,
dan mentoring yang diberikan oleh atasan atau fasilitator yang ditunjuk.
• Education: Pembelajaran secara sistematis melalui kelas tatap muka, pembelajaran mandiri, hingga
pelatihan berbasis digital sesuai kurikulum pembelajaran BSI.
Sesuai dengan pendekatan tersebut, BSI menyelenggarakan berbagai bentuk pelatihan seperti seminar,
workshop, knowledge sharing, dan kelas pengembangan kompetensi lainnya. Untuk memastikan
program tepat sasaran, penetapan kebutuhan pelatihan dilakukan melalui Training Needs Analysis
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
176 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 178
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA SOSIAL
yang mencakup perencanaan kinerja, review, serta evaluasi. Mekanisme ini memastikan setiap program
pengembangan mendukung pencapaian KPI pegawai dan selaras dengan rencana pengembangan
karier mereka.
Jumlah Peserta Pelatihan Berdasarkan Jenjang Jabatan
Jumlah Peserta (dalam orang)
Jenjang Jabatan
2023 2024 2025
Senior Manager 2.369 1.534 1.077
Middle Manager 13.381 7.866 7.390
Manager 71.757 73.023 30.403
Officer 178.424 120.222 69.301
Staff 255.105 167.341 92.027
Total 521.036 369.986 200.197
Statistik Pelatihan dan Pengembangan Pegawai BSI
Uraian Satuan 2023 2024 2025
Program Pelatihan Jenis 1.118 688 462
Jumlah Kepesertaan Pelatihan Orang 521.036 369.986 200.197
Rata-rata Durasi Jam Pelatihan Per Pegawai Jam/Pegawai 78 15 69
Biaya Pelatihan Dalam Miliar Rupiah 90,64 141,59 141,77
Rata-rata Jam Pelatihan Pegawai [OJK F.22]
Jumlah Pegawai yang Rata-rata Jam Pelatihan
Jam Pelatihan
Uraian Memperoleh Pelatihan Setiap Pegawai
2023 2024 2025 2023 2024 2025 2023 2024 2025
Keseluruhan 17.862 17.308 16.489 1.392.792 258.103 1.182.406 78 15 69
Berdasarkan Jenis Kelamin
Pria 10.543 10.228 9.739 594.990 141.623 698.433 56 13,8 69,15
Wanita 7.367 7.080 6.750 797.802 116.480 483.973 108 16,4 69,45
Berdasarkan Kategori Jabatan
Senior
95 91 90 14.938 233 5.473 157,24 3 54
Manager
Middle
446 483 528 53.475 1.939 39.464 119,90 4 73
Manager
Manager 2.235 2.343 2.456 246.884 12.771 180.665 110,46 5 71
Officer 5.798 5.760 5.653 496.120 202.423 437.064 85,57 35 74
Staff 9.288 8.631 7.765 581.375 40.737 519.740 62,59 5 64
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 177
Page 179
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA SOSIAL
Jumlah Pegawai Rata-rata Jam
yang Memperoleh Jam Pelatihan Pelatihan Setiap
Pelatihan Pegawai
2023 17.862 2023 1.392.792 2023 78
2024 17.308 2024 258.103 2024 15
2025 16.489 2025 1.182.406 2025 69
Pada tahun 2024, rata-rata jam pelatihan Penilaian Kinerja Pegawai [GRI 404-3]
menunjukkan penurunan karena adanya BSI menerapkan sistem penilaian kinerja yang
penyesuaian metodologi pencatatan yang kini menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas
hanya memasukkan pelatihan yang memenuhi untuk memastikan setiap pegawai memberikan
standar kategori layanan pembelajaran sesuai kontribusi optimal terhadap strategi dan tujuan
PTO Pengelolaan Pembelajaran. Kegiatan budaya Bank. Proses penilaian ini dijalankan berdasarkan
seperti Taujih, PHBI, dan podcast internal tidak Kebijakan Sistem Penilaian Kinerja Karyawan
lagi dihitung sebagai pelatihan. Selain itu, jumlah dan dilakukan secara konsisten melalui tahapan
pegawai pada 2024 lebih rendah dibandingkan yang terstruktur, mulai dari penetapan sasaran
tahun sebelumnya, sementara fokus pelatihan korporasi, penurunan target ke unit kerja, hingga
diarahkan pada penguatan kompetensi IT, penetapan KPI individu.
Operation, dan Sales yang banyak dilakukan
secara offline dengan biaya yang lebih tinggi. Pendekatan ini memastikan adanya
Berakhirnya program pelatihan massal SPPUR kesinambungan antara tujuan perusahaan, unit
(2021–2023), yang sebelumnya menyumbang kerja, dan pegawai, sehingga tercipta budaya kerja
volume pelatihan besar, turut mempengaruhi yang produktif dan berorientasi pada pencapaian
penurunan jam pelatihan pada 2024. hasil. Melalui proses evaluasi yang rutin, BSI
memastikan setiap pegawai mendapatkan
Namun, memasuki tahun 2025, rata-rata jam arahan pengembangan dan umpan balik yang
pelatihan kembali meningkat seiring optimalisasi diperlukan untuk mendukung peningkatan
platform pembelajaran digital, penambahan kinerja serta engagement pegawai.
kurikulum teknis untuk mendukung transformasi
digital, serta peningkatan modul ESG yang Siklus pengelolaan kinerja tahunan terdiri dari
diwajibkan bagi seluruh pegawai. Penguatan LMS, tiga tahap utama. Pertama, perencanaan kinerja,
peningkatan micro-learning, dan penambahan yaitu penyusunan KPI individu. Kedua, mid-year
pelatihan leadership juga turut mendorong review, yang dilakukan untuk menilai progres
peningkatan partisipasi. dan memberikan koreksi serta pembinaan bila
diperlukan. Ketiga, evaluasi akhir tahun, yang
Sebagai bagian dari pembinaan karier yang digunakan untuk menilai pencapaian kinerja
menyeluruh, BSI menyediakan Pelatihan secara menyeluruh.
Persiapan Masa Pensiun bagi pegawai yang
memasuki masa purnabakti. Program ini BSI juga menekankan pentingnya komunikasi dua
dilaksanakan berdasarkan kebijakan formal yang arah antara atasan dan pegawai selama proses
memastikan pelatihan berlangsung terencana pengelolaan kinerja. Melalui dialog ini, manajer
dan komprehensif dengan melibatkan pasangan dapat memberikan arahan, umpan balik, atau
pegawai. Pada 2025, pelatihan ini diikuti oleh 90 rekomendasi perbaikan guna membantu pegawai
pegawai, dengan rincian peserta sebagai berikut: mencapai kinerja yang lebih baik. Seluruh tahap
penilaian dilakukan melalui Sistem Informasi
Jumlah Peserta Pegawai (SIP) yang memudahkan penyimpanan,
Pelatihan (dalam orang) monitoring, serta pengarsipan data kinerja.
2023 2024 2025
Pelatihan Persiapan
90 216 90
Masa Pensiun
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
178 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 180
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA SOSIAL
Hasil evaluasi kinerja akhir tahun menjadi dasar penyusunan rencana pengembangan pegawai pada
tahun berikutnya. Pada tahun 2025, sebanyak 16.581 pegawai telah menerima performance and
career development review, yang terdiri dari 9.798 pegawai pria dan 6.783 pegawai wanita. Dari hasil
penilaian tersebut, 5.365 pegawai menerima promosi dan 3.059 pegawai memperoleh mutasi atau rotasi
penugasan.
Tinjauan Rutin Pegawai dan Jenjang Karier
Jumlah Pegawai yang Mendapatkan Hasil Penilaian dan Relevansi Pengembangan Karier
Tahun
Peninjauan Promosi Mutasi/Rotasi Demosi
2025 100% (16.581 orang pegawai) 5.365 3.059 0
2024 100% (17.234 orang pegawai) 5.150 5.699 0
2023 100% (17.909 orang pegawai) 2.435 4.869 0
2022 100% (18.581 orang pegawai) 1.144 5.690 0
Kebebasan Berserikat [GRI 2-30, 402-1]
BSI berkomitmen menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan saling menguntungkan bagi
seluruh pegawai. Dalam menjaga lingkungan kerja yang kondusif, Bank menyediakan ruang komunikasi
yang terbuka agar pegawai dapat menyampaikan aspirasi, masukan, maupun pendapat. Hal ini menjadi
bentuk penghargaan BSI terhadap hak dasar pekerja dan prinsip keadilan sosial.
Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang disepakati antara manajemen dan Serikat Pekerja berlaku bagi
seluruh pegawai BSI, baik mereka yang bergabung sebagai anggota serikat maupun yang tidak. Dengan
demikian, seluruh pegawai memperoleh perlakuan yang sama terkait hak, kewajiban, serta syarat kerja
sesuai ketentuan PKB dan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.
BSI menjamin kebebasan pegawai untuk berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat sesuai
koridor hukum. Bank telah membentuk Serikat Pekerja Bank Syariah Indonesia sebagai wadah resmi
bagi pegawai. Hingga akhir 2025, jumlah anggota Serikat Pekerja mencapai 8.732 orang atau 52,66%
dari total pegawai.
Jumlah Peserta Serikat Pekerja
Jumlah Pegawai Per Persentase
Serikat Pekerja Jumlah Anggota SP
Desember 2025
Anggota Serikat Pekerja BSI 16.581 8.732 52,66%
Untuk menjaga keharmonisan hubungan kerja, BSI memiliki mekanisme penyampaian keluh kesah
sebagaimana diatur dalam Pasal 55 Peraturan Perusahaan PT Bank Syariah Indonesia Tbk, yang menjadi
pedoman dalam proses penyampaian, penyelesaian, dan musyawarah atas perselisihan hubungan
industrial. Mekanisme ini memastikan setiap keluh kesah pegawai dapat ditangani secara adil, transparan,
dan konstruktif. Berikut adalah mekanisme penanganan keluh kesah pegawai:
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 179
Page 181
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA SOSIAL
Setuju atau
Tahapan Mekanisme Penyelesaian
Tidak
Penyampaian Keluh Kesah Mekanisme Penyelesaian
Tahap 1
»» Mengisi Formulir Keluh Kesah
Pertemuan dengan Atasan Langsung
»» Pendampingan Serikat Pekerja
(apabila diperlukan)
Tahap 2
Selesai
»» Mengisi Formulir Keluh Kesah Tahap 2
Pertemuan dengan Atasan Langsung
»» Pendampingan Serikat Pekerja
(apabila diperlukan)
Tahap 3 (perundingan Bipartit) Perundingan Bipartit antara Pegawai dengan
»» Mengisi Formulir Keluh Kesah Tahap 3 Pegawai Perwakilan di tingkat Kantor Wilayah/
»» Pendampingan Serikat Pekerja Group Supervisi dengan sepengetahuan Unit
(apabila diperlukan) Pengelola Sumber Daya Manusia
Tahapan 4 Proses Tripartit sampai dengan Pengadilan
Untuk menjaga hubungan industrial yang
Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa [OJK
kondusif, BSI menerapkan ketentuan
F.19][GRI 409-1]
pemberitahuan perubahan jam operasional
BSI senantiasa memperkuat sistem pencegahan
sesuai dengan SPO Cabang PT Bank Syariah
pekerja anak dan kerja paksa melalui kebijakan
Indonesia. Setiap penyesuaian jadwal operasional
ketenagakerjaan yang semakin terstruktur dan
wajib diinformasikan kepada kantor cabang
pengawasan yang lebih ketat terhadap rantai
paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sebelum
pasok. BSI memastikan bahwa seluruh proses
diberlakukan, dan kepada seluruh karyawan
rekrutmen hanya menerima kandidat berusia
sekurang-kurangnya 3 (tiga) hari kerja sebelumnya
minimum 24 (dua puluh empat) tahun, sesuai
agar proses penyesuaian dapat dilakukan dengan
dengan standar Perseroan, serta menerapkan
baik.
ketentuan jam kerja wajar 8 (delapan) jam per
hari dan 40 (empat puluh) jam per minggu yang
Kewajiban pemberitahuan ini juga tercantum
tercantum dalam Peraturan Perusahaan.
dalam PKB Serikat Pekerja BSI, yang mensyaratkan
manajemen untuk melakukan komunikasi
Penguatan aspek keberlanjutan juga dilakukan
transparan serta melibatkan perwakilan pegawai
pada proses pengadaan melalui verifikasi lebih
melalui proses konsultasi dan negosiasi sebelum
mendalam terhadap pemasok. Setiap rekanan
keputusan akhir ditetapkan. Dengan demikian,
wajib menyerahkan dokumen kepatuhan yang
seluruh pegawai mendapatkan kepastian
menegaskan tidak adanya tenaga kerja di bawah
mengenai mekanisme perubahan operasional
umur ataupun praktik kerja paksa. Komitmen
serta perlindungan atas hak-hak ketenagakerjaan
ini diperiksa secara berkala melalui mekanisme
mereka.
evaluasi pemasok, sejalan dengan kebijakan
pengadaan berkelanjutan BSI.
Hasil pemantauan tahun 2025 menunjukkan
bahwa tidak terdapat unit kerja maupun pemasok
yang dikategorikan memiliki risiko material
terkait insiden pekerja anak dan kerja paksa. BSI
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
180 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 182
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA SOSIAL
juga tidak menemukan adanya dampak sosial negatif sepanjang rantai pasok yang terkait dengan isu
tersebut. Pencapaian ini mencerminkan efektivitas pengawasan serta konsistensi penerapan praktik
ketenagakerjaan yang bertanggung jawab di seluruh lingkungan Bank.
Cuti Melahirkan [GRI 401-3]
BSI menerapkan kebijakan cuti melahirkan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja
yang mendukung kesejahteraan keluarga dan kesehatan reproduksi pegawai. Kebijakan cuti melahirkan
dalam PTO Cuti dan Izin BSI diselaraskan kembali dengan ketentuan UU No. 4 Tahun 2024 tentang
Kesejahteraan Ibu dan Anak, yang menekankan perlindungan optimal bagi ibu dan anak pada masa
krusial 1.000 hari pertama kehidupan. Melalui kebijakan ini, BSI memastikan pegawai wanita memperoleh
hak cuti melahirkan 90 hari serta akses perpanjangan cuti apabila memenuhi kondisi yang ditentukan
undang-undang.
Penguatan kebijakan juga mencakup dukungan bagi pegawai pria sebagai bagian dari tanggung jawab
keluarga. BSI memberikan cuti pendampingan melahirkan selama 2 (dua) hari kerja apabila melahirkan
di dalam kota yang sama dengan penempatan terakhir pegawai dan 4 (empat) hari kerja apabila
melahirkan di luar kota, yang jarak tempuhnya melebihi 80km dari kota penempatan terakhir pegawai.
Guna memastikan peran ayah dalam proses persalinan dan pemulihan keluarga dapat dijalankan
dengan baik. Sepanjang tahun 2025, 317 pegawai wanita menggunakan hak cuti melahirkan, sementara
295 pegawai pria mengambil cuti pendampingan sebagai wujud keterlibatan aktif dalam masa kelahiran
anak.
2023 2024 2025
Uraian
Wanita Pria Wanita Pria Wanita Pria
Jumlah pegawai yang berhak cuti 5.816 9.438 5.719 9.206 6.665 9.578
Jumlah pegawai yang mengambil hak cuti 372 398 391 343 317 295
Jumlah pegawai yang kembali setelah cuti 368 398 388 343 317 295
Jumlah pegawai yang tetap bekerja hingga 12
343 398 373 343 317 295
bulan setelah mengambil cuti
Return to work rate 98,92% 100,00% 99,23% 100,00% 100,00% 100,00%
Retention rate 93,21% 100,00% 96,13% 100,00% 100,00% 100,00%
Sistem Penetapan Remunerasi 3P
Pay for Position pegawai Pay for Person pegawai Pay for Performance pegawai
diberikan kompensasi sesuai diberikan kompensasi sesuai diberikan kompensasi sesuai
dengan posisi/ jabatannya. dengan keahlian individunya. dengan kinerjanya
Sistem Remunerasi, Kompensasi, dan Manfaat Pegawai [OJK F.20] [GRI 202-1, 401-2, 405-2]
BSI berkomitmen menerapkan sistem remunerasi yang kompetitif, transparan, dan selaras dengan prinsip
kesetaraan. Kebijakan remunerasi dirancang untuk memberikan penghargaan finansial maupun non-
finansial yang proporsional terhadap kontribusi pegawai, sekaligus mempertimbangkan kemampuan
Bank dan kondisi pasar tenaga kerja terkini. Penyesuaian remunerasi dilakukan secara berkala untuk
memastikan daya saing BSI sebagai institusi perbankan syariah nasional.
Dalam pelaksanaannya, BSI mengacu/mengambil nominal tertinggi dari Upah Minimum Provinsi (UMP)
atau Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK).
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 181
Page 183
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA SOSIAL
BSI juga melakukan analisis berkala terhadap memanfaatkan referensi pasar dan konsultan
perbandingan gaji dasar dan remunerasi antara sumber daya manusia. Penetapan remunerasi
pegawai perempuan dan laki-laki di setiap dilakukan dengan mempertimbangkan grade
kelompok jabatan. Rasio remunerasi pegawai jabatan, tanggung jawab pekerjaan, kinerja, serta
perempuan terhadap laki-laki adalah 100% standar biaya hidup dan ketentuan UMP/UMK di
pada setiap kelompok jabatan, karena struktur masing-masing wilayah operasional.
kompensasi ditetapkan berdasarkan jabatan,
tanggung jawab, dan kinerja tanpa pembedaan BSI memastikan kebijakan remunerasi dijalankan
gender. Selain itu, BSI menyediakan berbagai selaras dengan ketentuan regulator, termasuk
manfaat kerja tanpa pembedaan, termasuk peraturan OJK terkait pelaporan keberlanjutan
jaminan kesehatan, program pensiun, cuti, dan dan aspek kesetaraan gender, sebagai bagian dari
fasilitas kesejahteraan lainnya. komitmen Bank terhadap praktik ketenagakerjaan
yang adil dan transparan.
Untuk tenaga alih daya yang mendukung
operasional Bank, BSI mewajibkan seluruh Selain itu, BSI membangun budaya organisasi
penyedia tenaga kerja untuk membayar upah di yang inklusif dengan menolak segala bentuk
atas UMP/UMK, menyediakan manfaat kerja sesuai bias, termasuk bias gender, dalam pengelolaan
peraturan perundang-undangan, serta menjamin remunerasi, kompensasi, dan manfaat pegawai.
hak-hak tenaga kerja outsourcing secara setara. Upaya ini diperkuat melalui berbagai inisiatif
Ketentuan ini ditegakkan melalui perjanjian kerja internal serta kolaborasi dengan Danantara dalam
sama dan proses pengawasan kepatuhan yang mendorong kesetaraan gender dan lingkungan
dilakukan secara berkala. kerja yang saling menghormati dan menghargai.
Dalam memastikan kesetaraan dan keadilan Informasi rinci mengenai perbandingan upah
remunerasi, BSI secara berkala melakukan pegawai terendah terhadap UMP pada masing-
benchmarking dan survei gaji industri dengan masing provinsi disajikan pada tabel berikut:
Imbal Jasa Persentase
Provinsi UMP 2025 (Rp) Pegawai Tingkat
Terendah (Rp) Laki-laki Perempuan
Bali 2.996.561 3.900.000 130,15% 130,15%
Banten 2.905.120 3.900.000 134,25% 134,25%
Bengkulu 2.670.040 3.900.000 146,07% 146,07%
Daerah Istimewa Yogyakarta 2.264.081 3.900.000 172,26% 172,26%
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 5.396.671 5.396.761 100,00% 100,00%
Gorontalo 3.221.731 3.900.000 121,05% 121,05%
Jambi 3.234.535 3.900.000 120,57% 120,57%
Jawa Barat 2.191.233 3.900.000 177,98% 177,98%
Jawa Tengah 2.169.349 3.900.000 179,78% 179,78%
Jawa Timur 2.305.985 3.900.000 169,13% 169,13%
Kalimantan Barat 2.878.286 3.900.000 135,50% 135,50%
Kalimantan Selatan 3.496.195 3.900.000 111,55% 111,55%
Kalimantan Tengah 3.473.622 3.900.000 112,27% 112,27%
Kalimantan Timur 3.579.314 3.900.000 108,96% 108,96%
Kalimantan Utara 3.580.160 3.900.000 108,93% 108,93%
Kepulauan Bangka Belitung 3,876.600 3.900.000 100,60% 100,60%
Kepulauan Riau 3.623.654 3.900.000 107,63% 107,63%
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
182 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 184
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA SOSIAL
Imbal Jasa Persentase
Provinsi UMP 2025 (Rp) Pegawai Tingkat
Terendah (Rp) Laki-laki Perempuan
Lampung 2.893.070 3.900.000 134,80% 134,80%
Maluku 2.949.953 3.900.000 132,21% 132,21%
Maluku Utara 3.408.000 3.900.000 114,44% 114,44%
Nanggroe Aceh Darussalam 3.685.616 3.900.000 105,82% 105,82%
Nusa Tenggara Barat 2.602.931 3.900.000 149,83% 149,83%
Nusa Tenggara Timur 2.328.969 3.900.000 167,46% 167,46%
Papua 4.285.850 4.285.850 100,00% 100,00%
Papua Barat 3.615.000 3.900.000 107,88% 107,88%
Riau 3.508.775 3.900.000 111,15% 111,15%
Sulawesi Barat 3.104.430 3.900.000 125,63% 125,63%
Sulawesi Selatan 3.880.136 3.900.000 100,51% 100,51%
Sulawesi Tengah 2.915.000 3.900.000 133,79% 133,79%
Sulawesi Tenggara 3.073.552 3.900.000 126,89% 126,89%
Sulawesi Utara 3.775.425 3.900.000 103,22% 103,22%
Sumatera Barat 3.104.430 3.900.000 125,63% 125,63%
Sumatera Selatan 3.657.527 3.900.000 106,63% 106,63%
Sumatera Utara 3.775.425 3.900.000 103,22% 103,22%
Sebagai kelanjutan dari penerapan sistem kinerja, masa kerja, dan Key Performance
remunerasi yang kompetitif, BSI memperkuat Indicator (KPI). Pendekatan ini memastikan setiap
strategi penghargaan karyawan pada tahun pegawai memiliki kesempatan yang setara dalam
2025 dengan pendekatan total reward yang memperoleh kompensasi dan benefit.
mencakup aspek finansial, non-finansial, serta
dukungan kesejahteraan jangka panjang. Struktur Pemberian reward mencakup bonus tahunan,
remunerasi dirancang untuk memotivasi pegawai fasilitas kesehatan, cuti, pembiayaan pegawai, dan
dalam memberikan kinerja terbaik, mendukung manfaat kesejahteraan lainnya yang disesuaikan
pengembangan kompetensi, serta memastikan dengan kinerja pegawai, unit kerja, dan Bank secara
keberlangsungan talenta yang sejalan dengan keseluruhan. Di samping itu, BSI menyediakan
transformasi digital dan agenda Keuangan apresiasi non-finansial seperti program Umrah
Berkelanjutan yang diusung Bank. Kebijakan bagi pegawai terbaik, program recognition
ini juga menjadi sarana strategis bagi BSI untuk berbasis inovasi, bantuan kedukaan dan musibah,
mempertahankan pegawai berkinerja tinggi serta serta Fasilitas Pembiayaan Pegawai (FPP) yang
menarik talenta terbaik di industri perbankan semakin diperluas pada tahun 2025. Pendekatan
syariah. ini sejalan dengan budaya kerja berhasanah dan
penguatan employee engagement di seluruh
Dalam pelaksanaannya, BSI menerapkan prinsip lingkungan kerja.
fairness dan competitiveness, dengan proses
penetapan remunerasi yang berbasis kinerja, risiko, Sebagai bagian dari upaya retensi jangka panjang,
dan kebutuhan organisasi. Bank secara konsisten BSI melanjutkan implementasi Retention
mengikuti Survei Gaji Tahunan oleh lembaga Program yang diberikan kepada pegawai tetap
independen untuk menjaga daya saing struktur terpilih. Sementara itu, perbedaan manfaat
remunerasi. Seluruh keputusan remunerasi antara pegawai tetap dan tenaga alih daya tetap
dilakukan tanpa diskriminasi berdasarkan gender, berlaku sesuai regulasi, di mana pegawai tetap
suku, agama, kondisi fisik, atau latar belakang menerima manfaat penuh seperti BPJS, asuransi
lainnya, melainkan berdasarkan pencapaian tambahan, program pensiun, dan cuti keluarga.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 183
Page 185
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA SOSIAL
BSI memastikan penyedia tenaga alih daya memenuhi ketentuan upah minimum, hak ketenagakerjaan,
serta standar perlindungan sesuai peraturan yang berlaku.
Pegawai Pegawai
Bentuk Manfaat
Tetap Kontrak
Gaji pokok √ √
Asuransi Jiwa/BPJS Kesehatan √ √
Tunjangan Kesehatan, termasuk tunjangan kelahiran √ √
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Disabilitas – Termasuk dalam fasilitas
√ √
BP Jamsostek
Jaminan Pensiun (JP) – Termasuk dalam fasilitas BP Jamsostek √ √
Kesempatan Memiliki Saham √ -
Tunjangan Hari Raya √ √
Tunjangan Cuti Tahunan √ √
Program Pensiun Manfaat Pasti dan Program dan website DPLK, sehingga pencatatan iuran,
Pensiun Lainnya [GRI 201-3] investasi/pengembangan, status kepesertaan,
Sebagai bentuk komitmen dalam memastikan dan simulasi manfaat dapat diakses dengan lebih
keberlanjutan kesejahteraan pegawai setelah transparan oleh pegawai.
masa kerja berakhir, BSI menyelenggarakan
berbagai program pensiun yang dirumuskan Pada tahun 2025, BSI juga memperkuat proses
sesuai regulasi yang berlaku. Program-program aktuaria imbalan kerja dengan melakukan
ini bertujuan memberikan perlindungan finansial penilaian menggunakan metode PSAK 219 pada
yang memadai bagi pegawai ketika memasuki tanggal 31 Desember 2025. Hasilnya menunjukkan
masa purna bakti. Salah satunya adalah Program kewajiban imbalan pasti sebesar Rp404,347 miliar
Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dan aset program sebesar Rp137,497 miliar dengan
dengan program iuran pasti, yang diperuntukkan tingkat pendanaan 100% dalam pasar uang
bagi pegawai tetap melalui skema iuran bersama syariah. Dalam program iuran pasti yang dikelola
antara pegawai dan Bank, dilengkapi dengan oleh DPLK terpilih dengan jumlah iuran sebesar
manfaat pendukung lainnya. Rp200,343 milyar. Seluruh kewajiban pensiun
disajikan secara akurat dalam laporan posisi
Selain DPLK, BSI juga menjalankan Program keuangan konsolidasian sesuai standar akuntansi
Jaminan Hari Tua (JHT) melalui BPJS terbaru serta kebijakan risiko ketenagakerjaan
Ketenagakerjaan dam Program Jaminan Pensiun yang diperbarui di 2025.
(BPJS Pensiun). Formulasi kontribusi tetap sama:
pegawai menyumbang 5% dan perusahaan 10% Sepanjang 2025, BSI juga melakukan penyelarasan
untuk Program Iuran Pasti, sementara kontribusi data kepesertaan pensiun untuk memastikan
JHT 2% pegawai dan 3,7% perusahaan, dan Jaminan seluruh pegawai tetap terdaftar dalam skema
Pensiun (BPJS Pensiun) dengan porsi 1% pegawai yang sesuai dengan status kepegawaian dan
dan 2% perusahaan. Pada 2025, mekanisme kebijakan Bank. Rincian jumlah pegawai dalam
administrasi iuran semakin terintegrasi dengan masing-masing program pensiun disajikan pada
sistem Human Capital Information System (HCIS) tabel berikut:
No Uraian 2023 2024 2025
1. Program Pensiun Manfaat Pasti (PPUKP DPLK BRI atau Pooled Fund) 17.151 16.645 16.293
2. Program Pensiun Iuran Pasti 17.871 17.408 17.074
3 Program Jaminan Hari Tua 17.855 17.271 16.609
4. Program Jaminan Pensiun 17.855 17.271 16.609
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
184 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 186
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA SOSIAL
Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman Kesehatan dan Keselamatan Kerja
[OJK F.21] [GRI 403-1, 403-2, 403-7, 403-8]
BSI berkomitmen untuk menciptakan lingkungan BSI terus memperkuat implementasi K3 sebagai
kerja yang aman, sehat, dan mendukung bagian dari komitmen menciptakan lingkungan
produktivitas sebagai bagian dari penerapan kerja yang aman, sehat, dan mendukung
prinsip keberlanjutan. Sepanjang tahun 2025, Bank produktivitas pegawai. Pada 2025, seluruh
terus memperkuat implementasi Keselamatan penerapan K3 dijalankan sesuai ketentuan
dan Kesehatan Kerja (K3) melalui pemantauan nasional, termasuk UU Ketenagakerjaan, UU
rutin, penyempurnaan prosedur keselamatan di Cipta Kerja, serta UU Keselamatan Kerja, dan
seluruh unit kerja, serta penilaian berkala terhadap diintegrasikan ke dalam SOP Human Capital
kesiapan fasilitas kerja untuk mencapai target dan Peraturan Perusahaan yang diperbarui
zero accident. Upaya ini tidak hanya mencakup secara berkala. Seluruh pegawai, kontraktor, dan
keselamatan fisik, tetapi juga kesehatan psikis pihak terkait yang beraktivitas di lingkungan BSI
dan mental pegawai melalui program dukungan diwajibkan mematuhi pedoman tersebut sebagai
mental health serta kampanye internal terkait bentuk tata kelola operasional yang baik.
kesejahteraan.
Walaupun sistem K3 BSI belum mengacu
Dalam rangka memberikan perlindungan yang pada standar internasional seperti ISO 45001,
komprehensif, BSI menyediakan fasilitas asuransi proses inti K3 telah diterapkan secara konsisten,
kesehatan, kepesertaan BPJS Kesehatan dan seperti identifikasi bahaya, penilaian risiko,
BPJS Ketenagakerjaan, serta menyempurnakan serta pengendalian risiko yang relevan dengan
integrasi data perlindungan pegawai ke dalam operasional perbankan. Untuk meningkatkan
Human Capital Information System (HCIS). efektivitas penerapannya, pada 2025 BSI
Dengan demikian, monitoring hak dan manfaat memperluas mekanisme monitoring melalui
pegawai dapat dilakukan secara lebih transparan integrasi data risiko K3 ke dalam sistem internal
dan efisien. sehingga evaluasi dapat dilakukan secara lebih
menyeluruh dan komprehensif.
Selain itu, BSI memastikan terciptanya
lingkungan kerja yang aman, harmonis, dan Sebagai bagian dari penguatan pengelolaan risiko,
bebas dari tindakan tidak terpuji melalui BSI melaksanakan Risk and Threat Assessment
penerapan Respectful Workplace Policy (RWP). (RTA) di seluruh jaringan kantor. RTA mencakup
Kebijakan ini secara resmi diterbitkan pada penilaian kesiapan fasilitas gedung, keamanan
Januari 2026 sebagai penguatan komitmen fisik dan digital, infrastruktur data center, serta
Perseroan dalam membangun budaya kerja kondisi lingkungan kerja sesuai profil risiko
yang saling menghormati dan berintegritas. RWP masing-masing lokasi. Temuan RTA digunakan
berlaku bagi Direksi, Dewan Komisaris/Dewan untuk memperbarui SOP, meningkatkan fasilitas
Pengawas Syariah, seluruh pegawai, hingga mitra keselamatan, dan memastikan tindak lanjut atas
kerja eksternal, serta menjadi pedoman dalam langkah mitigasi di seluruh unit kerja.
mencegah pelecehan, kekerasan, diskriminasi,
maupun perilaku tidak hormat lainnya. Selain aspek pencegahan, BSI memperkuat
kesiapsiagaan darurat melalui pelatihan dan
Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah melakukan simulasi evakuasi, inspeksi fasilitas, serta
berbagai persiapan implementasi kebijakan peningkatan sarana keselamatan. Pegawai
tersebut, termasuk penyusunan kerangka memiliki hak menghentikan pekerjaan apabila
kebijakan, penguatan mekanisme pengendalian menghadapi situasi yang tidak aman tanpa
internal, serta pengembangan program sosialisasi risiko sanksi, serta dapat melaporkan kondisi
yang selanjutnya dilaksanakan setelah kebijakan berbahaya melalui kanal komunikasi internal
diterbitkan. yang dilindungi dari tindakan pembalasan. Setiap
insiden yang terjadi ditangani melalui investigasi
Dengan rangkaian inisiatif tersebut, BSI formal berbasis root cause analysis, kemudian
memastikan terciptanya ruang kerja yang aman, diikuti penetapan tindakan korektif dan perbaikan
inklusif, dan mendukung kesejahteraan seluruh berkelanjutan sesuai prinsip hierarchy of controls.
insan BSI.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 185
Page 187
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA SOSIAL
Dalam aspek kesehatan, BSI menyediakan perlindungan komprehensif melalui BPJS Kesehatan, BPJS
Ketenagakerjaan, asuransi tambahan, serta program kesehatan fisik dan mental yang terintegrasi dalam
program internal Bank. Sosialisasi terkait praktik kerja aman dan kesehatan kerja dilaksanakan secara
berkala untuk memperkuat budaya K3 di seluruh organisasi.
BSI juga mengelola risiko K3 yang muncul dari hubungan bisnis. Seluruh mitra pengelola gedung,
penyedia jasa keamanan, petugas kebersihan, teknisi, layanan cash-in-transit, dan penyedia fasilitas
data center diwajibkan memenuhi ketentuan K3 yang tertuang dalam perjanjian kerja, termasuk
penggunaan APD, sertifikasi kompetensi teknis, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan gedung.
BSI melakukan pemantauan melalui induksi K3, inspeksi lapangan, serta mekanisme pelaporan kondisi
berbahaya; pekerjaan akan dihentikan apabila ditemukan ketidaksesuaian hingga tindakan perbaikan
dilakukan.
Pada 2025, seluruh inisiatif K3 BSI menjangkau 100% pegawai, 100% pekerja pihak ketiga di lokasi kerja,
serta seluruh lokasi operasional signifikan. Dengan kerangka ini, BSI memastikan bahwa sistem K3
berjalan efektif, terukur, dan selaras dengan prinsip keberlanjutan.
Faktor Lingkungan & Prosedur Faktor Manusia & Komunikasi
Keselamatan Program RTA memastikan fasilitas seluruh kantor Secara rutin melaksanakan komunikasi,
BSI memenuhi standar K3 sesuai Standar Prosedur kampanye program keselamatan, dan
Operasional Human Capital, yaitu: sosialisasi K3 rutin untuk seluruh pegawai BSI
•• Alat Pemadam Api Ringan (APAR). terkait prosedur K3 dan prosedur evakuasi
•• Fire hydrant dan fire pump. jika terjadi kondisi kedaruratan, antara lain:
•• Sistem pengendali asap. •• Fire drill.
•• Sistem alarm. •• Meningkatkan pemahaman penggunaan
•• Water sprinkle. APAR dan APAB dan first response saat
•• Petunjuk jalur evakuasi. terjadi kebakaran.
•• Pembuatan ERP (Emergency Response Plan). •• Penanganan gempa bumi.
•• Penyediaan SOP (Standar Operasional Prosedur) •• Penanganan kondisi ancaman terorisme.
tanggap darurat. •• Penunjukan Captain Floor perlantai.
•• Memastikan Sistem proteksi gedung berfungsi •• Pembentukan ERT (Emergency Response
secara Otomatis dan Terintegrasi saat General Team).
Alarm/Fire Drill. •• Pembuatan WhatsApp Group untuk
•• Memastikan Sarana evakuasi sudah dilengkapi sarana komunikasi.
dengan tanda penunjukan dan sudah •• Mengadakan pelatihan tanggap darurat.
memenuhi standar operasional Gedung saat •• Mengadakan training penggunaan APAR.
terjadi Gempa bumi, Kebakaran dan Ancaman •• Melakukan simulasi keadaan darurat.
BOM.
Kesehatan Memastikan kondisi seluruh kantor BSI nyaman Melaksanakan berbagai kampanye kesehatan
dan sehat bagi pegawai dan seluruh pengunjung dan medical check up rutin bagi seluruh
dan memastikan Standar Prosedur Operasional pegawai BSI, antara lain yang berfokus pada:
untuk maintenance lingkungan kerja yang sehat •• Kesehatan paru-paru dan saluran
dimiliki oleh kantor-kantor BSI yang mencakup, pernapasan
antara lain: •• Mencegah penyakit jantung dan hipertensi
•• Fogging berkala •• Kesehatan gigi
•• Memasang UV-C Filter udara •• Masalah pencernaan, seperti GERD, maag,
•• Memastikan Sirkulasi Tata Udara Berfungsi batu empedu dan diare
dengan baik, termasuk SAG dan RAG Program •• Mencegah komplikasi diabetes gaya hidup
sehat
Employee Wellbeing: •• Kesehatan mata
•• Psychological Wellbeing Program •• Low back pain
•• Financial Wellbeing Program •• Menjaga kesehatan di bulan Ramadan
•• Physical Wellbeing Program
•• Workplace Wellbeing Program
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
186 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 188
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA SOSIAL
Faktor Lingkungan & Prosedur Faktor Manusia & Komunikasi
Untuk mendukung pengembangan sumber daya Menyelenggarakan sosialisasi dan komunikasi
manusia terbaik, BSI secara continue melaksanakan kesehatan seperti:
berbagai program untuk menciptakan pengalaman •• Healthy Talk
pegawai yang bermakna di BSI seperti: •• Let’s Walk & Be Health
•• Psychological wellbeing (contohnya: konseling •• News Letter dan Infosehat
kesehatan mental dengan psikolog, klub-klub
pegawai yang ingin menyalurkan hobi, Forum
LKS Bipartit)
•• Physical wellbeing (contohnya: klinik kesehatan,
wellness atau program edukasi kesehatan, dan
layanan medical check up in house)
•• Financial Wellbeing (contohnya: program
edukasi perencanaan keuangan, dan paket
remunerasi dan benefit yang layak dan
kompetitif bagi pegawai)
•• Workplace Wellbeing (contohnya: tersedianya
fasilitas ruang laktasi, day care, serta fitness
center)
Pelibatan Pegawai dalam Sistem K3 Wellness Program mencakup beberapa kegiatan
[GRI 403-4, 403-5] utama, yaitu:
BSI memperkuat keterlibatan pegawai dalam
penerapan K3 melalui mekanisme konsultasi •• Wellness Fair
rutin, rapat evaluasi, serta kanal pelaporan Dilaksanakan di Region Office dan Kantor
seperti Employee Care, Logic, dan media internal. Pusat, berisi rangkaian kegiatan seperti:
Pegawai didorong untuk memberikan masukan 1. Sosialisasi manfaat asuransi kesehatan
dan melaporkan kondisi berbahaya sebagai 2. Pemeriksaan kesehatan (Mini MCU,
bagian dari perbaikan berkelanjutan. fisioterapi, pemeriksaan mata, QRA,
konsultasi gizi)
Untuk memastikan kesiapsiagaan, BSI 3. Booth makanan dan minuman sehat
menugaskan floor warden di setiap lantai yang 4. Dokter Corner
telah memperoleh pelatihan K3, termasuk simulasi 5. Kegiatan olahraga seperti Zumba atau
tanggap darurat, identifikasi bahaya, penggunaan aerobik
APAR, dan prosedur evakuasi. Selain itu, seluruh
pegawai mengikuti pelatihan K3 dasar yang •• MCU In-House
mencakup pemahaman risiko kerja, pelaporan Bank bekerja sama dengan rumah sakit mitra
kondisi tidak aman, dan prosedur darurat. untuk menyediakan Medical Check Up di kantor
pusat dan jaringan agar pegawai lebih mudah
Melalui partisipasi aktif dan peningkatan mengakses layanan pemeriksaan kesehatan.
kompetensi ini, BSI memastikan seluruh pegawai •• Let’s Walk & Be Healthy
berperan langsung dalam menjaga keselamatan Program kompetisi jalan kaki berbasis virtual
dan meningkatkan kinerja K3 di seluruh unit kerja. yang bertujuan mendorong kebiasaan hidup
aktif dan meningkatkan kebugaran.
Program Kesehatan BSI [GRI 403-3, 403-6]
•• Health Talk
Dalam upaya menjaga kesehatan dan
Edukasi kesehatan yang dilakukan secara
kesejahteraan pegawai, BSI menyediakan
hybrid bersama dokter spesialis dengan
fasilitas asuransi kesehatan yang mencakup
berbagai tema, antara lain: kesehatan di bulan
pegawai, pasangan, serta hingga tiga orang anak.
Ramadhan, hidup produktif, perawatan kulit,
Selain perlindungan medis, BSI menjalankan
serta menjaga kesehatan di musim pancaroba.
Wellness Program, yaitu rangkaian inisiatif untuk
membangun gaya hidup sehat melalui edukasi, •• Newsletter & InfoSehat
layanan kesehatan preventif, dan aktivitas E-publikasi yang berisi tips kesehatan,
fisik yang dirancang untuk meningkatkan konsultasi dokter, informasi provider baru, serta
produktivitas pegawai. rangkuman kegiatan Wellness Program.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 187
Page 189
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA SOSIAL
BSI juga menyediakan BSI Medical Unit di Lantai »» Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan,
10 Gedung The Tower sebagai layanan kesehatan »» Respons terhadap aksi atau situasi
tingkat pertama bagi seluruh pegawai. Unit ini mengancam lainnya.
berfungsi untuk menangani keluhan kesehatan
umum dan memberikan akses kuratif secara Pelatihan tersebut menjadi bagian penting dari
cepat. Di samping fasilitas tersebut, BSI memiliki sistem K3 BSI untuk memastikan seluruh pegawai
BSI Club yang rutin menyelenggarakan beragam memahami tanggung jawab keselamatan dan
aktivitas olahraga guna membangun budaya mampu bertindak cepat dalam kondisi darurat.
hidup sehat dan memperkuat kebersamaan
pegawai. Kinerja K3 [GRI 403-9, 403-10]
Sepanjang tahun 2025, BSI berhasil
Dalam konteks kesehatan kerja, BSI menyediakan mempertahankan lingkungan kerja yang aman
layanan untuk mengidentifikasi, mengendalikan, melalui implementasi beragam program K3 yang
dan mengurangi risiko kesehatan di lingkungan konsisten dan terstruktur. Hasilnya, tidak terdapat
kerja melalui pemantauan kesehatan berkala, insiden kecelakaan kerja maupun fatality yang
penilaian kondisi kerja, serta tindak lanjut jika melibatkan pegawai maupun pihak eksternal
ditemukan potensi bahaya. Seluruh layanan seperti kontraktor, subkontraktor, dan mitra kerja.
diberikan oleh tenaga medis kompeten dan BSI juga tidak menerima laporan penyakit akibat
dilaksanakan sesuai prosedur internal serta kerja selama periode pelaporan.
regulasi nasional.
Sejalan dengan peningkatan kejadian
BSI memastikan semua pegawai memiliki akses kecelakaan kerja pada tahun 2025, Perseroan
setara terhadap layanan kesehatan, termasuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem
fasilitas pelaporan kondisi berisiko tanpa ancaman manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
pembalasan, sehingga aspek kesehatan tidak (K3) untuk mengidentifikasi akar penyebab dan
hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan memperkuat pengendalian risiko. Perseroan
mendukung kesejahteraan pegawai secara meningkatkan pelatihan dan sosialisasi K3,
menyeluruh. memperketat pengawasan terhadap aktivitas
berisiko, serta memperkuat mekanisme pelaporan
Pelatihan K3 [GRI 403-5] dan investigasi insiden guna mencegah kejadian
Sebagai bagian dari upaya pencegahan kecelakaan serupa.
kerja dan penyakit akibat kerja, BSI secara konsisten
menyelenggarakan berbagai program pelatihan Selain itu, Perseroan meningkatkan inspeksi rutin
K3 bagi pegawai dan pihak terkait. Pelatihan ini dan koordinasi antar unit kerja untuk memastikan
dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan, penerapan standar keselamatan secara konsisten.
kemampuan respons darurat, serta pemahaman Upaya ini merupakan bagian dari komitmen
risiko di lingkungan kerja. Perseroan dalam menciptakan lingkungan kerja
yang aman, melindungi kesejahteraan pegawai,
Rangkaian pelatihan K3 yang dilaksanakan pada dan menurunkan tingkat kecelakaan kerja secara
tahun 2025 meliputi: berkelanjutan.
•• Pembekalan dan Sertifikasi Business Continuity
Management Contingency Plan (BCMCP)
untuk memastikan setiap unit kerja mampu
merespons insiden dan mempertahankan
kelangsungan operasional.
•• Wellness Program sebagai edukasi pencegahan
kesehatan dan peningkatan kualitas hidup
pegawai.
•• Sertifikasi Disaster Leadership Management,
yang membekali pegawai dengan kompetensi
kepemimpinan dalam menghadapi situasi
darurat.
•• Pelatihan Petugas Keamanan, yang mencakup:
»» Penanganan konflik,
»» Prosedur pengamanan kantor,
»» Penanganan bencana gempa bumi,
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
188 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 190
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA SOSIAL
Rincian tingkat kecelakaan kerja adalah sebagai berikut:
Tingkat Kecelakaan Kerja
Tahun
Ringan Sedang Berat Fatal/Kematian
2025 Nihil 23 Nihil 1
2024 Nihil Nihil Nihil Nihil
2023 Nihil Nihil Nihil Nihil
2022 Nihil Nihil Nihil Nihil
Menciptakan Tujuan bagi Karyawan - BSI lebih dari sekadar Lembaga Keuangan tetapi
juga memiliki nilai-nilai spiritual dan sosial.
B S I
BANK SYARIAH INDONESIA
BSI Sahabat Finansial BSI Sahabat Spiritual BSI Sahabat Sosial,
berkontribusi untuk
Indonesia
Jalur Lingkungan Kerja yang Baik
Digilab - untuk Inkubasi Digital
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 189
Page 191
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA SOSIAL
BSI menciptakan work life balance bagi pegawai
ASPEK MASYARAKAT
Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar RVM PlasticPay di ratusan titik, serta kampanye
[OJK F.23] [GRI 203-1, 413-1, 413-2, 411-1]
green lifestyle yang mendukung pengurangan
Pada tahun 2025, BSI semakin memperkuat sampah plastik dan edukasi lingkungan. Seluruh
kontribusinya terhadap masyarakat sekitar inisiatif ini tidak hanya mendukung masyarakat
melalui rangkaian program pemberdayaan tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan
dan pembangunan sosial yang terintegrasi. di area operasional BSI.
Selain membuka akses kesempatan kerja,
BSI menjalankan program yang mencakup Sampai dengan akhir tahun 2025, BSI tidak
pengembangan ekonomi lokal, peningkatan mencatat adanya insiden yang berpotensi
kualitas SDM, serta dukungan terhadap ekosistem melanggar hak masyarakat adat atau
sosial di wilayah operasional. Program Desa BSI, menimbulkan dampak negatif signifikan
perluasan Sentra UMKM BSI, dan inkubasi UMKM terhadap komunitas lokal. Dengan demikian, tidak
binaan menjadi bagian dari upaya BSI untuk ada proses remediasi, investigasi, maupun tindak
membangun kemandirian ekonomi masyarakat lanjut yang diperlukan. Hal ini menunjukkan
sekaligus meningkatkan inklusivitas layanan bahwa seluruh aktivitas operasional BSI berjalan
keuangan syariah. sejalan dengan prinsip tanggung jawab sosial
dan penghormatan penuh terhadap hak-hak
BSI juga memberikan dukungan infrastruktur masyarakat.
sosial yang semakin luas pada 2025, termasuk
perbaikan fasilitas pendidikan, pembangunan
sentra UMKM baru, penyediaan sarana air minum
bersih melalui Water Station RO, serta dukungan
infrastruktur dasar di desa-desa binaan. Program
ini dilaksanakan secara pro bono sesuai dengan
kebijakan program sosial BSI dan berkontribusi
pada peningkatan akses layanan dasar, perluasan
peluang ekonomi, serta peningkatan kualitas
hidup masyarakat sekitar.
Di bidang lingkungan, BSI turut memperkuat
dampak positif melalui penanaman pohon
produktif, program Sedekah Pohon, penyebaran
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
190 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 192
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA SOSIAL
BSI Hadir Menyalurkan Bantuan kepada Korban Bencana
di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat
Aceh
Sumut Cakupan Wilayah Logistik
1. Aceh •• Bahan Pokok Sembako
18 Kabupaten/Kota •• Obat-obatan
2. Sumatera Utara •• Pakaian, Perlengkapan Ibadah
6 Kabupaten/Kota •• Hygiener Kit
3. Sumatera Barat •• Alat Komunikasi
9 Kabupaten/Kota •• Posko Kesehatan
•• Dapur Umum
•• Posko Trauma Healing
Nominal Jumlah Bantuan
Sumbar
Rp22,6 M 193,3 Ton
Terdiri atas 13 Tahap
Huntara Relaksasi Pembiayaan
90 unit 134 Ribu
di Aceh Tamiang Nasabah
Sebagai wujud kepedulian sosial dan respons Seluruh program dirancang dan dilaksanakan
tanggap bencana, BSI hadir menyalurkan bantuan dengan menjunjung tinggi prinsip Maqashid
kepada korban bencana banjir di Aceh, Sumatera Syariah serta selaras dengan Tujuan Pembangunan
Utara, dan Sumatera Barat melalui kolaborasi erat Berkelanjutan (TPB) yang relevan.
dengan pemerintah pusat dan daerah. Bantuan
disalurkan secara terstruktur mencakup wilayah Dalam pelaksanaannya, BSI secara aktif
terdampak di 33 kabupaten/kota, dengan total melibatkan masyarakat di seluruh wilayah
nilai bantuan mencapai Rp22,6 miliar dan volume operasional melalui program-program berbasis
logistik sebesar 193,3 ton yang terdiri atas bahan kebutuhan lokal, antara lain Program Desa BSI
pokok, obat-obatan, perlengkapan ibadah, dan Sentra UMKM BSI. Program-program tersebut
hygiene kit, alat komunikasi, hingga layanan disusun berdasarkan pemetaan dan keterlibatan
posko kesehatan. Selain bantuan darurat, BSI pemangku kepentingan, sehingga intervensi sosial
turut mendukung pemulihan pascabencana dan ekonomi dapat dilakukan secara tepat sasaran
melalui pembangunan 90 unit hunian sementara dan memberikan dampak yang berkelanjutan.
(huntara) serta relaksasi pembiayaan bagi 134 ribu Meskipun kegiatan operasional perbankan tidak
nasabah terdampak. Inisiatif ini mencerminkan menimbulkan dampak fisik langsung terhadap
komitmen BSI dalam memberikan dampak lingkungan maupun masyarakat sekitar, BSI
sosial yang nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi tetap melakukan evaluasi berkala terhadap
masyarakat di wilayah terdampak bencana. kantor pusat, kantor wilayah, dan kantor cabang.
Berdasarkan hasil evaluasi sepanjang tahun 2025,
Kontribusi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat tidak ditemukan dampak aktual maupun potensi
[OJK F.25] [GRI 203-2, 413-1, 413-2] dampak signifikan terhadap komunitas lokal.
Sebagai lembaga keuangan syariah, BSI
menjalankan tanggung jawab sosialnya secara Pada aspek ekonomi, BSI terus memperkuat
menyeluruh melalui berbagai inisiatif yang kontribusinya melalui pemberdayaan UMKM
memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dan pengembangan komunitas yang
lingkungan, dan para pemangku kepentingan. memberikan dampak ekonomi tidak langsung
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 191
Page 193
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA SOSIAL
bagi masyarakat. Program Desa BSI dan Sentra antara lain Undang-Undang No. 40 Tahun 2007
UMKM BSI mendorong peningkatan pendapatan, tentang Perseroan Terbatas, Undang-Undang
perluasan akses pasar, serta penguatan literasi No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal,
keuangan syariah. Selain itu, melalui kolaborasi Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang
dengan BSI Maslahat, BSI turut melaksanakan Pengelolaan Zakat, ketentuan internal Bank, serta
berbagai inisiatif pemberdayaan bagi kelompok Fatwa DSN-MUI No. 123/2018. Secara keseluruhan,
rentan, termasuk penyandang disabilitas, yang tujuan utama pelaksanaan program sosial BSI
berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan adalah membangun hubungan yang harmonis
sosial. dengan masyarakat, memastikan praktik bisnis
yang bertanggung jawab, memperkuat dukungan
Seluruh pelaksanaan program sosial publik, memberdayakan UMKM, serta mendukung
kemasyarakatan BSI dilakukan bersama Yayasan peningkatan kualitas lingkungan, pendidikan,
Bangun Sejahtera Indonesia Maslahat (BSI kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Maslahat) sebagai mitra strategis resmi. BSI
Maslahat bertanggung jawab atas penghimpunan, Dalam pelaksanaannya, BSI juga menggunakan
pendistribusian, dan pendayagunaan dana Zakat, sejumlah tolok ukur untuk menilai kontribusi
Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) secara program sosial terhadap peningkatan akses
profesional, transparan, dan akuntabel. Program- layanan dasar, perluasan peluang ekonomi,
program tersebut menjangkau berbagai kelompok dan peningkatan kualitas hidup masyarakat
penerima manfaat, termasuk fakir, miskin, mualaf, sekitar. Penilaian tersebut dilakukan dengan
gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. Penyaluran mempertimbangkan jumlah dan cakupan
zakat dilaksanakan melalui kerja sama dengan penerima manfaat, kesesuaian program dengan
BAZNAS RI, termasuk melalui pembentukan Unit kebutuhan komunitas setempat, jenis dukungan
Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS BSI sejak tahun yang diberikan, serta keberlanjutan manfaat yang
2021 untuk memperkuat tata kelola zakat internal dihasilkan. Selain itu, BSI turut memperhatikan
Bank. indikator seperti jumlah UMKM atau kelompok
masyarakat yang didampingi, pelaksanaan
Komitmen BSI dalam pelaksanaan program sosial pelatihan dan pemberdayaan, peningkatan
masyarakat memastikan bahwa setiap dana yang akses terhadap fasilitas atau layanan dasar, serta
dikelola memberikan manfaat yang optimal dan potensi peningkatan kapasitas, kemandirian, dan
tepat sasaran. Selain mendukung pemberdayaan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari
ekonomi, berbagai inisiatif juga mencakup evaluasi efektivitas program.
peningkatan sarana pendidikan, pembangunan
fasilitas pendukung UMKM, penyediaan akses air Untuk memberikan gambaran yang lebih
bersih melalui Water Station RO, serta partisipasi komprehensif mengenai dampak dan distribusi
dalam kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya program sosial sepanjang tahun 2025, berikut
yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas disajikan realisasi penyaluran dana sosial serta
hidup masyarakat. distribusi dana ZISWAF berdasarkan program
penyaluran:
Pelaksanaan program sosial BSI berlandaskan
kerangka hukum dan kebijakan yang berlaku,
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
192 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 194
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA SOSIAL
Realisasi Penyaluran Implementasi Program Sosial Perusahaan
Uraian 2023 2024 2025
Penyaluran Implementasi Program Sosial Perusahaan 268.617.144.447 385.375.965.605 400.035.566.113
Pencairan Jumlah Orang yang
Pilar Komposisi (%)
(Rp Miliar) Terdampak (‘000)
Pilar Ekonomi 6,6% 26,4 591,1
Pilar Pendidikan 28,7% 114,8 23
Pilar Kemanusiaan 37,2% 148,8 599,1
Pilar Kesehatan 3% 11,8 27,3
Pilar Dakwah dan Advokasi 9,5% 38,2 45,9
Amil 15% 60 -
BSI UMKM Center
Peran BSI UMKM Center semakin penting sebagai pusat penguatan kapasitas dan
pemberdayaan pelaku UMKM yang menjadi bagian utama portofolio KUBS BSI. Seiring
meningkatnya pembiayaan UMKM, UMKM Center berfungsi sebagai wadah inkubasi
usaha, pendampingan, literasi keuangan, dan fasilitasi akses pasar. Hingga tahun 2025, BSI
mengoperasikan empat UMKM Center di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar, dengan
total binaan sebanyak 5.649 UMKM, terutama pada sektor perdagangan besar dan eceran.
Ke depan, BSI menargetkan ekspansi UMKM Center ke wilayah lain untuk memperluas
jangkauan pemberdayaan.
Pembiayaan pada Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
BSI terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah
melalui peningkatan kapasitas pembiayaan serta program pendampingan yang lebih komprehensif.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan BSI dalam menjaga stabilitas dan ketahanan
ekonomi nasional. Inisiatif ini juga merupakan bagian dari portofolio KUBS, di mana UMKM menjadi
penerima manfaat utama dalam kerangka pembiayaan berkelanjutan BSI.
Hingga Desember 2025, penyaluran pembiayaan UMKM mencapai Rp52,58 triliun atau 16,52% terhadap
total penyaluran pembiayaan tahun 2025. Sementara itu, realisasi pembiayaan Inklusif Makroprudensial
mencapai Rp107,66 triliun atau 33,86% terhadap total pembiayaan (Selain pembiayaan kepada bank lain).
Realisasi tersebut secara nominal tumbuh 10,06% dibandingkan posisi Desember 2024 yang mencapai
Rp97,82 triliun. Realisasi tersebut masih berada di atas batas minimum yang ditetapkan regulator yaitu
sebesar minimal 30%.
BSI memahami bahwa UMKM memegang peranan penting dalam menggerakkan perekonomian
Indonesia. Sebagai tulang punggung ekonomi nasional, UMKM terus diberdayakan agar mampu
berkembang secara berkelanjutan dan berdaya saing global. Untuk itu, BSI memperluas akses
pembiayaan, membuka peluang pasar baru, dan menyediakan pendampingan usaha sesuai kebutuhan
pelaku UMKM.
Proporsi terbesar pembiayaan UMKM BSI, sekitar 32,13%, dialokasikan untuk perdagangan besar dan
eceran. Di sisi lain, BSI memastikan layanan pembiayaan bagi UMKM tetap mudah dijangkau melalui
jaringan outlet yang tersebar di 1.190 titik di seluruh Indonesia.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 193
Page 195
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA SOSIAL
Portofolio UMKM Per Sektor
(Dalam Miliar Rupiah)
Sektor 2023 % 2024 % 2025 %
Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan 9.482 20,85% 11.422 21,79% 11.815 22,49%
Perikanan 757 1,67% 715 1,36% 587 1,11%
Pertambangan dan Penggalian 253 0,56% 261 0,50% 378 0,72%
Industri Pengolahan 3.057 6,72% 3.516 6,71% 2.749 5,23%
Listrik, Gas, dan Air 163 0,36% 592 1,13% 316 0,60%
Konstruksi 1.548 3,40% 1.558 2,97% 1.616 3,07%
Perdagangan Besar dan Eceran 14.651 32,22% 16.527 31,53% 16.893 32,13%
Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan 2.452 5,39% 3.028 5,78% 3.304 6,28%
Makan Minum
Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi 983 2,16% 1.412 2,69% 1.496 2,85%
Perantara Keuangan 1.198 2,63% 1.014 1,93% 724 1,38%
Real Estate, Usaha Persewaan, dan Jasa 1.653 3,64% 1.752 3,34% 1.855 3,53%
Perusahaan
Jasa Pendidikan 3.042 6,69% 3.350 6,39% 3.315 6,30%
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 2.961 6,51% 3.501 6,68% 3.865 7,35%
Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, 3.133 6,89% 3.630 6,93% 3.529 6,71%
Hiburan, dan Perorangan Lainnya
Jasa Perorangan yang Melayani Rumah 136 0,30% 137 0,26% 137 0,26%
Tangga
Jumlah 45.469 100,00% 52.415 100,00% 52.578 100,00%
Uraian Satuan 2023 2024 2025
Penyaluran UMKM Dalam triliun rupiah 45,47 52,42 52,28
UMKM Binaan UMKM 3.009 4.478 5.649
Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat Dalam triliun rupiah 20,98 25,69 12,23
Selain menyediakan pembiayaan, BSI juga aktif memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui program
pendampingan dan pelatihan. Saat ini, BSI mengoperasikan UMKM Center di 4 (empat) kota besar, Aceh,
Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar, dan berencana memperluas keberadaannya ke wilayah lain agar
semakin banyak UMKM yang dapat merasakan manfaatnya.
UMKM Center berfungsi sebagai inkubator bisnis yang menyediakan pelatihan, pembinaan, serta
pendampingan usaha, termasuk dukungan untuk memperoleh legalitas usaha dan sertifikasi halal.
BSI juga mendorong UMKM binaannya untuk tampil pada berbagai expo dan bazar, baik di tingkat
nasional maupun internasional, serta memfasilitasi business matching dengan pembeli luar negeri
untuk memperluas akses pasar global. Pendekatan ini sekaligus memperkuat integrasi UMKM ke dalam
rantai pasok dan ekosistem pasar yang lebih luas, sehingga daya saing produk dapat meningkat secara
berkelanjutan.
Keberadaan UMKM Center menjadi salah satu cara BSI menjaring potensi UMKM baru sekaligus
membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas dan daya saing. Pada tahun 2025, UMKM binaan BSI
mencapai 5.649 pelaku usaha, dengan sebagian besar bergerak di sektor food & beverage dan fashion.
Sejalan dengan hal tersebut, hingga Desember 2025 BSI telah menyalurkan pembiayaan sebesar
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
194 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 196
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA SOSIAL
Rp48,84 miliar bagi UMKM binaan melalui UMKM Center. Pembiayaan ini diarahkan untuk usaha-usaha
yang memiliki ketahanan, berorientasi keberlanjutan, serta siap bertransformasi secara digital dan
berkembang ke pasar yang lebih luas.
BSI juga memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat ekosistem UMKM. Portal UMKM BSI
membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar global,
sementara Portal Salam Digital memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses
pembiayaan mikro secara digital. Pemanfaatan teknologi ini memastikan bahwa layanan KUBS tidak
hanya menjangkau secara fisik, tetapi juga menjawab kebutuhan pelaku UMKM dalam proses bisnis
yang semakin terdigitalisasi.
Untuk memperluas jejaring dan peluang pasar, BSI rutin menyelenggarakan berbagai ajang seperti BSI
UMKM Festival dan BSI International Expo, serta mengembangkan program penguatan kewirausahaan
seperti Talenta Wirausaha BSI (TWB) dan Aceh Muslimpreneur (AMP).
Melalui berbagai inisiatif ini, BSI berharap dapat terus mendorong pertumbuhan UMKM dan berkontribusi
dalam mewujudkan perekonomian Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.
Penyaluran Jumlah Nasabah Jumlah UMKM Jumlah Pembiayaan
Pembiayaan UMKM Pembiayaan UMKM Binaan kepada UMKM Binaan
Rp52,58 triliun 346 ribu 5.649 UMKM Rp48,84 Miliar
29,09% yoy 23,17% yoy
Talenta Wirausaha BSI
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyelenggarakan program Talenta Wirausaha BSI (TWB)
sebagai ajang kompetisi sekaligus wadah pelatihan dan pembinaan bagi para wirausaha muda
berbakat di seluruh Indonesia. Program ini merupakan bentuk nyata komitmen BSI dalam
memperkuat sektor UMKM melalui pengembangan generasi muda yang memiliki ide usaha
inovatif maupun ingin meningkatkan kapasitas bisnis yang telah dirintis.
Fokus BSI terhadap pemberdayaan UMKM sejalan dengan visi untuk menjadikan ekonomi
syariah sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui TWB dan
berbagai inisiatif lainnya, BSI mendorong UMKM agar tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga
tumbuh secara berkelanjutan. TWB menghadirkan rangkaian kegiatan kompetisi, pelatihan,
pendampingan, hingga pemberian penghargaan dan bantuan modal bagi wirausaha pemula
(start-up) maupun pelaku usaha yang sedang melakukan pengembangan usaha (scale-up).
Program ini terbuka bagi empat kategori peserta, yaitu pemula, rintisan, berdaya, dan santri.
Kategori pemula diperuntukkan bagi wirausaha yang masih mengembangkan ide bisnis;
kategori rintisan bagi pelaku usaha yang telah mencapai omzet tahunan sekitar Rp500 juta;
kategori berdaya bagi pelaku usaha dengan omzet setidaknya Rp500 juta dan memiliki masa
usaha minimal dua tahun; serta kategori santri yang berasal dari lingkungan pesantren.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 195
Page 197
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA SOSIAL
Jenis usaha yang dapat berpartisipasi meliputi makanan dan minuman, fashion, teknologi,
ekonomi kreatif & jasa, serta agribisnis. Tahapan kegiatan TWB meliputi kick-off, onboarding,
workshop, seleksi & penjurian, bootcamp, hingga grand final dan awarding.
Program TWB telah dilaksanakan sejak 2022 hingga 2025. Jumlah pendaftar TWB Tahun 2024 -
2025 mencapai 9.961 peserta, meningkat dibandingkan 8.386 pada 2023, dan 5.416 peserta pada
2022. BSI berharap TWB dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan syariah yang inklusif,
berkelanjutan, dan berdaya saing global. BSI juga menempatkan generasi muda Indonesia
sebagai motor penggerak ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja baru dan inovasi
usaha yang berkelanjutan.
BSI akan terus mendukung pemberdayaan UMKM nasional melalui pembiayaan, layanan
digital, serta pengembangan kapasitas kewirausahaan. Upaya ini sejalan dengan Asta Cita
ke-3 Pemerintahan Bapak Prabowo Subianto, yaitu meningkatkan lapangan kerja berkualitas,
mendorong kewirausahaan, memperkuat industri kreatif, dan memperluas pembangunan
infrastruktur.
BSI Aceh Muslimpreneur
BSI Aceh Muslimpreneur (BSI AMP) merupakan program pengembangan wirausaha muda
Aceh yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas, pendampingan, serta kompetensi bisnis
berbasis syariah. Sejak diluncurkan pada tahun 2023, program ini mendorong tumbuhnya
UMKM yang lebih inovatif, berdaya saing, dan sesuai dengan prinsip syariah, sehingga mampu
mendorong pelaku usaha Aceh untuk “naik kelas” dan menjangkau pasar internasional.
BSI AMP dirancang untuk melahirkan talenta wirausaha unggul yang dapat memberikan
kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah dan nasional. Peserta dibagi dalam tiga
kategori, yaitu Starter (pemilik ide bisnis), Scale-Up (omzet ≤ Rp200 juta dan masa usaha
kurang dari dua tahun), dan Sustainable (omzet > Rp200 juta dengan masa usaha lebih dari
dua tahun). Seluruh peserta melalui proses seleksi yang ketat, meliputi kurasi, pelatihan intensif,
dan pendampingan bisnis komprehensif agar siap berkembang secara berkelanjutan.
Dukungan BSI terhadap UMKM Aceh juga diwujudkan melalui program pembiayaan,
pendampingan usaha, serta peran BSI UMKM Center. Antusiasme ini menunjukkan komitmen
kuat generasi muda Aceh untuk mengembangkan usaha berbasis syariah.
Melalui BSI AMP, BSI berharap dapat membuka peluang yang lebih luas bagi wirausaha muda
Aceh untuk tumbuh secara mandiri, berdaya saing, dan memberikan dampak positif bagi
penguatan ekonomi daerah. Program ini membuktikan bahwa pengembangan kapasitas dan
kewirausahaan mampu menghasilkan transformasi nyata bagi pelaku UMKM Aceh.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
196 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 198
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA SOSIAL
Inspiration Story
Joni Anwar Afrizul – BSI Scholarship Mahasiswa
Joni Anwar Afrizul merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut
Teknologi Bandung (ITB). Ia merupakan anak sulung dari lima bersaudara yang berasal dari kawasan pedesaan
di Kota Padang, Sumatera Barat. Terlahir dari ayah yang bekerja sebagai petani dan ibu yang merupakan ibu
rumah tangga, kondisi ekonomi keluarga sempat membuat Joni merasa bahwa berkuliah di perguruan tinggi
negeri ternama adalah sebuah hal yang sulit diwujudkan. Bahkan, ia sempat berpikir bahwa pendidikannya
akan berhenti setelah lulus SMA dan melanjutkan membantu orang tua di sawah. Pada masa SD hingga
SMP, ia menjalani kehidupan seperti anak pada umumnya, lebih banyak bermain dan belum menunjukkan
prestasi akademik yang menonjol. Keterbatasan fasilitas belajar di rumah, termasuk penerangan yang kurang
memadai, membuatnya tidak pernah membayangkan bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Perjalanan hidupnya mulai berubah ketika ia menempuh pendidikan di MAN Insan Cendekia Padang
Pariaman. Di sana, kesadaran akan kondisi ekonomi keluarga membuatnya semakin termotivasi untuk
berjuang mengangkat derajat keluarganya. Sejak kelas 10, Joni mulai aktif bergabung dalam tim Olimpiade
kimia dan berlatih dengan penuh kesungguhan. Usaha yang konsisten tersebut membuahkan hasil ketika
ia berhasil meraih Medali Perak Olimpiade Sains Nasional (OSN) Kimia 2024. Selain itu, ia juga menorehkan
berbagai prestasi dalam ajang sains lainnya seperti Kompetisi Sains Madrasah (KSM), KoSSMI, Kompetisi Sains
Ruangguru (KSR), serta berbagai lomba kimia tingkat universitas. Rangkaian prestasi tersebut mengantarkan
Joni memperoleh BSI Scholarship saat masih duduk di bangku SMA, yang kemudian menjadi titik awal
munculnya harapan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Dengan dukungan penuh dari kedua orang tuanya, Joni bertekad untuk merantau demi meraih mimpinya
berkuliah di ITB. Ia sempat mengalami kekecewaan karena tidak lolos melalui jalur SNBP, namun tidak
menyerah dan kembali berjuang melalui jalur SNBT. Dalam proses persiapan tersebut, Joni juga mendapatkan
dukungan dari BSI Scholarship melalui program bimbingan belajar gratis yang membantunya mempersiapkan
diri menghadapi ujian. Berkat usaha yang terus dilakukan, doa yang tidak pernah putus dari dirinya dan orang
tuanya, serta dukungan dari BSI, Joni akhirnya berhasil lolos melalui jalur SNBT dan resmi menjadi bagian dari
salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Sri Martini & Siti Saroh – Program Kemanusiaan “Ibu Tangguh”
Kehilangan pasangan hidup saat pandemi menjadi titik terberat bagi banyak perempuan kepala keluarga,
termasuk Sri Martini dari Bojong Gede, Kabupaten Bogor, dan Siti Saroh dari Depok, Jawa Barat. Dalam duka
yang mendalam, keduanya harus menguatkan diri demi anak-anak dan keluarga. Bu Sri melanjutkan usaha
kecil berjualan ayam geprek untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara Bu Siti mencoba membuat
keripik pisang dan menjualnya di depan rumah sambil merawat anaknya yang masih berusia satu tahun.
Meski penuh keterbatasan, keduanya memilih untuk tidak menyerah pada keadaan.
Melalui dukungan Program Ibu Tangguh, perlahan kehidupan mereka mulai berubah. Bu Sri mendapatkan
bantuan modal dan pembinaan usaha yang membantunya mengembangkan bisnis hingga mampu
membuka kios nasi uduk dan warung kelontong sendiri. Sementara itu, Bu Siti berhasil mengembangkan
usaha keripiknya menjadi sebuah toko bernama Salsa Snack Store yang kini juga menampung berbagai
produk camilan dari produsen lokal. Dari usaha kecil yang dimulai dengan penuh perjuangan, kini Bu Siti
mampu meraih omzet hingga sekitar Rp10 juta setiap bulan.
Kisah mereka menjadi bukti bahwa dari keterpurukan dapat lahir kekuatan baru. Dengan ketekunan,
keberanian untuk bangkit, serta dukungan yang tepat, para ibu kepala keluarga mampu membangun
kemandirian ekonomi dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya. Bu Sri Martini dan Bu Siti Saroh
bukan hanya sosok ibu yang tangguh, tetapi juga inspirasi bahwa dari usaha sederhana, harapan besar dapat
tumbuh dan memberi manfaat bagi banyak orang di sekitarnya.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 197
Page 199
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA SOSIAL
Kegiatan Implementasi Program Sosial Perusahaan dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
[GRI 413-1]
Tujuan
Jenis Kegiatan Pembangunan Penjelasan Kegiatan Capaian
Berkelanjutan
PILAR EKONOMI
DESA BSI Desa BSI merupakan program pemberdayaan wilayah BSI telah berkontribusi
binaan yang difokuskan pada pengembangan ekonomi dengan mengintervensi
desa dengan mengoptimalisasi sumber daya lokal, seperti 4.019 KK/12.021 jiwa kategori
pertanian, peternakan, dan perkebunan. Kemudian miskin melalui program
penguatan aspek kelembagaan dan pemasaran, serta Desa BSI sebanyak 23 Desa
penerapan teknologi tepat guna. Program Desa BSI dari Periode 2018-2025
bertujuan untuk memberikan kontribusi terhadap (Mengintervensi 922 KK
pemberdayaan masyarakat dan pembangunan sosial di yang berhasil keluar dari
desa-desa di Indonesia, di antaranya: garis kemiskinan):
1. Adanya pengembangan ekonomi desa melalui • 3 Desa Program Tahun
penguatan sumber daya lokal untuk meningkatkan 2018-2021 (jumlah 200
kesejahteraan masyarakat . KK/728 Jiwa)
2. Peningkatan pendapatan masyarakat (mustahik) • 17 Desa Program Tahun
dengan mengoptimalkan sumber daya ekonomi lokal 2021-2023 (Jumlah 1.503
melalui penerapan teknologi yang tepat guna. KK / 5.329 Jiwa)
• 3 (tiga) Desa baru pada
Melalui program Desa BSI, BSI dan BSI Maslahat bercita-cita Tahun 2024-2025 (Jumlah
untuk lebih banyak membangun desa-desa di Indonesia 380 KK/1.313 Jiwa)
yang memiliki potensi sumber daya ekonomi, sehingga • UMKM sebanyak 54
nantinya mampu menjadi desa yang berkembang, baik binaan pada tahun
dari sisi ekonomi, sosial, dan spiritual. Dalam membantu 2022-2025 (Jumlah 1.936
desa binaan, BSI menerapkan strategi mulai dari aspek hulu KK/5.251 jiwa)
hingga hilir. Mulai dari mengelola dan mendayagunakan
dana ZIS kepada para mustahik penerima manfaat program,
program pembinaan pengembangan kluster usaha, hingga
akses pembiayaan dan kemudahan akses ke pasar. Melalui
program ini, BSI ingin memfasilitasi mustahik (penerima
manfaat) melalui penguatan dan pengembangan sumber
daya ekonomi lokal, sehingga dapat memberikan manfaat
yang berkelanjutan.
PILAR PENDIDIKAN
PESANTREN Program Pesantren Berdaya bertujuan untuk meningkatkan BSI telah mengintervensi
BERDAYA BSI kemandirian pesantren melalui pengembangan 2.830 penerima manfaat
sumber daya ekonomi dan kewirausahaan. Usaha yang santri Dhuafa yang berada
dikembangkan disesuaikan dengan potensi masing-masing di 19 Kabupaten, 8 Provinsi
pesantren, seperti usaha laundry dan lainnya. dengan 35 Pesantren dari
tahun 2022-2025.
BSI BSI Scholarship merupakan program beasiswa tingkat BSI telah memberikan
SCHOLARSHIP sarjana (S1) bertujuan untuk membentuk pemimpin masa beasiswa pendidikan
depan umat yang berkarakter, amanah, dan bisa menjadi kepada 10.221 mahasiswa
teladan dalam membangun keumatan, khususnya di dan pelajar tingkat SMP-
bidang industri ekonomi syariah. Program ini terdiri dari BSI SMA selama 2021-2025
Inspirasi yang menggunakan dana zakat dan BSI Prestasi di seluruh Indonesia
yang menggunakan dana infaq. Selain bantuan uang yang tersebar di seluruh
kuliah, program BSI Scholarship juga memiliki program Indonesia yang terdiri dari
pembinaan, seperti mentorship, literasi ekonomi syariah, 107 kampus dan 256 sekolah.
pembinaan karakter, keislaman, dan kepemimpinan.
Program ini bertujuan untuk:
1. Menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata
serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang
hayat untuk semua.
2. Akses yang sama ke pendidikan teknis, kejuruan dan
pendidikan tinggi.
3. Memperluas beasiswa pendidikan tinggi untuk negara-
negara berkembang.
Program beasiswa BSI Scholarship ini terdiri dari dua jenis
yaitu program BSI Scholarship Prestasi dan program BSI
Scholarship Inspirasi. Program BSI Scholarship Prestasi
merupakan program beasiswa yang ditujukan untuk
mahasiswa berprestasi dari berbagai kampus dan jurusan
yang telah ditetapkan. Sedangkan untuk Program BSI
Scholarship Inspirasi adalah beasiswa yang ditujukan untuk
pemerataan pendidikan bagi mahasiswa prasejahtera.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
198 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 200
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA SOSIAL
Tujuan
Jenis Kegiatan Pembangunan Penjelasan Kegiatan Capaian
Berkelanjutan
RUMAH QUR’AN Program Rumah Qur’an BSI merupakan wujud komitmen BSI telah memberikan
BSI Perseroan dalam mendukung penguatan nilai-nilai pengajaran kepada 138
keislaman dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Santri akhwat dan ikhwan
melalui pendidikan Al-Qur’an. Program ini bertujuan untuk hafizh qur’an dari tahun
menyediakan layanan pembelajaran dan pembinaan hafizh 2023-2025 di 8 lokasi yang
Al-Qur’an bagi masyarakat sebagai bagian dari kontribusi tersebar di 5 Provinsi, dan
Perseroan dalam pembangunan sosial yang berkelanjutan. telah meluluskan sebanyak
53 santri hafizh 30 juz.
PILAR KESEHATAN
CARE AND Program CARE AND RESCUE adalah inisiatif BSI yang BSI telah berkontribusi
RESCUE bertujuan untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan dengan memberikan
penanggulangan bencana. bantuan kepada 27 ribu
Program ini bertujuan untuk: penerima manfaat dan
1. Memenuhi kebutuhan darurat pada saat terjadi bencana. 107 lembaga di seluruh
2. Membentuk kesiapsiagaan terhadap adanya potensi Indonesia.
bahaya.
3. Membantu pemulihan masyarakat dan wilayah pasca
bencana.
PILAR KEMANUSIAAN
BANTUAN Program pemberian bantuan langsung merupakan BSI telah memberikan
LANGSUNG bukti komitmen Perseroan dalam membangun ekonomi manfaat kepada 599 ribu
syariah yang bermanfaat bagi masyarakat, baik secara jiwa penerima manfaat
sosial maupun ekonomi. Program ini bertujuan untuk selama tahun 2025 baik
memberikan fasilitas pelayanan kesehatan dalam bentuk berupa Program Respons
advokasi, pemeriksaan dan pengobatan kepada masyarakat Bencana, Pelayanan
dalam bentuk bantuan langsung. Kesehatan Kemanusiaan
seperti:
1. Bantuan Kebencanaan
di Aceh, Sumatera Utara
dan Sumatera Barat
2. Bantuan Air Minum
Gratis di Mesjid BSI.
3. Paket makan gratis
Warteg Mobile
4. Serta bantuan Palestina
dan lainnya.
PILAR DAKWAH DAN ADVOKASI
PEMBERDAYAAN Program Pemberdayaan Masjid bertujuan untuk BSI telah mengintervensi 30
MASJID menumbuhkan pemberdayaan ekonomi berbasis masjid Jiwa dan terbentuknya 12
agar berdaya dan mandiri dengan potensi yang dimiliki di unit Bisnis di 3 Masjid binaan
sekitar masjid. Program ini bertujuan untuk meningkatkan yang tersebar di wilayah
pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, Indonesia melalui program
kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh, serta Masjid BSI Empowerment
pekerjaan yang layak untuk semua. (pemberdayaan ekonomi
berbasis masjid).
MASJID BSI Program Masjid BSI bertujuan untuk menyediakan sarana Penyediaan sarana tempat
dan prasarana tempat ibadah yang layak, nyaman, dan ibadah Masyarakat yang
inklusif bagi masyarakat. Program ini bertujuan untuk juga sebagai destinasi
mendukung aktivitas peribadatan sekaligus menghadirkan yang menyediakan
ruang singgah yang aman dan nyaman bagi jamaah dan tempat nyaman bagi para
pengunjung sebagai bagian dari kontribusi Perseroan pengunjung atau jamaah
dalam memperkuat fungsi sosial dan keagamaan di tengah untuk beribadah dan
masyarakat. beristirahat sejenak. Saat
ini jumlah Masjid BSI sudah
mencapai 9 Masjid yang
tersebar di 6 Provinsi.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 199
Page 201
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA SOSIAL
01 02 03 04 05
Relevant & Robust Solid Modern People
Up-to date Compliance, Cooperation & Technology & Capability &
Policy and Risk Partnership System Culture
Procedure Management
& Methodology
Structure
PRIVASI DAN KEAMANAN DATA Kepatuhan terhadap UU PDP dan Penguatan
NASABAH [GRI 418-1] [FN-CB-230a.1, FN-CB-230a.2] Keamanan Data Nasabah
Sesuai Undang-undang No. 27 Tahun 2022 (UU
Di tengah meningkatnya digitalisasi layanan PDP), BSI sebagai pengendali dan pemroses
keuangan, BSI memandang perlindungan data data pribadi memiliki kewajiban hukum sebagai
pribadi nasabah sebagai aspek yang sangat berikut:
penting untuk menjaga kepercayaan dan •• Memiliki dasar pemrosesan data pribadi yang
memastikan keamanan aktivitas perbankan sah.
syariah. Oleh sebab itu, seluruh proses pengelolaan •• Melakukan perekaman seluruh aktivitas pem-
data pribadi dilakukan berdasarkan prinsip kehati- rosesan data pribadi.
hatian, kepatuhan regulasi, serta penguatan tata •• Melindungi, menjaga keamanan, dan keraha-
kelola berbasis risiko. siaan data pribadi.
•• Menunjuk Pejabat/ Petugas Pelindungan Data
BSI menerapkan Kebijakan Privasi PT Bank Pribadi.
Syariah Indonesia Tbk sebagai pedoman dalam •• Menyusun penilaian dampak pelindungan
proses pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, data pribadi (DPIA) untuk aktivitas berisiko
pemutakhiran, penggunaan, hingga pemusnahan tinggi.
data pribadi nasabah. Kebijakan ini disusun •• Melakukan pemrosesan data pribadi yang ter-
mengacu pada UU No. 27 Tahun 2022 tentang batas, spesifik, legal, transparan, dan sesuai tu-
Pelindungan Data Pribadi, UU Perbankan, UU juan pemrosesan.
Perbankan Syariah, serta peraturan OJK dan Bank •• Menyediakan bukti persetujuan sah dari sub-
Indonesia terkait pelindungan data. jek data.
Untuk memastikan pengelolaan keamanan Untuk memastikan pemenuhan kewajiban
informasi berlangsung sesuai standar tersebut, BSI secara berkala melakukan gap
internasional, BSI telah memperoleh dan assessment kepatuhan UU PDP.
menerapkan ISO/IEC 27001:2022 Sistem
Manajemen Keamanan Informasi, yang mencakup Sebagai tindak lanjut penerapan PDP di BSI, telah
mekanisme pengendalian akses, enkripsi, deteksi dibentuk Unit Kerja Data Protection (DPR).
ancaman, serta pemantauan keamanan secara
berkelanjutan. BSI juga bekerja sama dengan
pihak independen untuk melakukan monitoring
privasi dan melaporkan temuan secara berkala
kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika
(KOMINFO).
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
200 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 202
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
KINERJA SOSIAL
Penguatan Sistem Pelindungan Data dan seluruh jaringan operasional. Customer Care
Insiden Tahun 2025 Group bertanggung jawab mengelola seluruh
BSI membangun kerangka pelindungan data pengaduan melalui proses verifikasi, eskalasi, dan
yang diperkuat oleh Data Protection Group, yang penyelesaian yang mengikuti standar operasional
mengelola lima komponen kunci: tata kelola dan ketentuan regulator. Sepanjang tahun 2025,
privasi, siklus pemrosesan data, kontrol keamanan, BSI berhasil menyelesaikan 100% pengaduan
respons insiden, dan pemeliharaan bukti dalam waktu maksimal 4 (empat) hari kerja, lebih
kepatuhan. Sistem keamanan yang diterapkan cepat dibandingkan SLA regulasi 10 (sepuluh) hari
mencakup mitigasi risiko multi-lapis, termasuk kerja.
pengendalian akses, enkripsi, pemantauan
aktivitas siber, dan pelaporan insiden. Seluruh kanal layanan telah terhubung dengan
monitoring sistem internal sehingga memastikan
Apabila terdapat pengaduan terkait keamanan transparansi status pengaduan serta konsistensi
siber dari nasabah, BSI melakukan validasi internal kualitas layanan. Nasabah dapat menyampaikan
dan melakukan eskalasi kepada KOMINFO sesuai pengaduan melalui:
ketentuan. Selain itu, BSI juga mewajibkan mitra •• BSI Call 14040
eksternal untuk mematuhi standar keamanan •• BYOND by BSI (customer service menu)
informasi melalui klausul kontraktual yang diawasi •• BSI Mobile (live chat & form pengaduan)
secara rutin. •• Email contactus@bankbsi.co.id
•• Kantor Cabang BSI di seluruh Indonesia
Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat pengaduan •• Kantor Pusat
substansial terkait pelanggaran privasi maupun
insiden kehilangan, pencurian, atau kebocoran BSI menyediakan panduan pengaduan yang
data nasabah di seluruh jaringan operasional BSI. lebih komprehensif melalui website bankbsi.
Hasil ini mencerminkan efektivitas tata kelola co.id, termasuk persyaratan dokumen, tahapan
keamanan informasi serta kesiapan BSI dalam penyelesaian, serta SLA yang berlaku. Seluruh
menghadapi potensi risiko digital. mekanisme ini dievaluasi secara berkala untuk
memastikan respons yang cepat, perlindungan
Pengaduan Nasabah [OJK F.24] data nasabah, dan penyelesaian yang adil sesuai
Dalam rangka memperkuat pelindungan ketentuan perundang-undangan. Mekanisme
konsumen dan meningkatkan kualitas layanan, pengaduan yang tersedia pada website bankbsi.
BSI terus mengembangkan sistem penanganan co.id dan Annual Report adalah sebagai berikut:
pengaduan nasabah yang terintegrasi di
Penanganan Pengaduan Nasabah Bank Syariah Indonesia
Nasabah menyampaikan Nasabah akan Pengaduan nasabah
pengaduan secara lisan menerima informasi akan diproses oleh unit
melalui BSI Call 14040 dan penyelesaian kerja pengaduan Bank
pengaduan maksimal
menerima nomor pengaduan. 10 hari kerja dan Syariah Indonesia.
Untuk pengaduan secara dapat diperpanjang
tertulis disampaikan melalui selama 10 hari kerja
seluruh kantor cabang Bank berikutnya
Syariah Indonesia, Kantor
Pusat, BSI Mobile, BYOND by
BSI dan Email: contactus@
bankbsi.co.id
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 201
Page 203
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
KINERJA SOSIAL
Syarat Penyampaian Pengaduan
Jenis Pengaduan Nasabah Jenis Pengaduan
Lisan Dokumen Pengaduan: Perwakilan Nasabah
(BSI Call 14040) Identitas Nasabah yang masih Belum Diperkenankan
berlaku Dokumen lainnya terkait
pengaduan
Tertulis Dokumen Pengaduan:
kantor cabang Bank Syariah • Asli dan fotokopi bukti
Indonesia, Kantor Pusat, BSI identitas perwakilan nasabah
Mobile, BYOND by BSI dan Email: yang berlaku
contactus@bankbsi.co.id • Surat kuasa bermeterai yang
menyatakan bahwa nasabah
memberikan kewenangan
kepada perseorangan,
lembaga, atau badan hukum
yang mewakilinya bertindak
untuk dan atas nama nasabah
• Dokumen lainnya terkait
dengan pengaduan nasabah
“Penanganan pengaduan juga dapat disampaikan oleh Nasabah melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian
Sengketa (LAPS), layanan mediasi Bank Indonesia ataupun Otoritas Jasa Keuangan dengan kondisi pengaduan
tersebut telah terlebih dahulu diupayakan penyelesaiannya oleh Bank Syariah Indonesia.”
Sepanjang tahun 2025, terdapat 445.114 pengaduan nasabah yang diterima oleh BSI dan seluruh
pengaduan telah selesai ditindaklanjuti. Berikut adalah rincian pengaduan nasabah:
2023 2024 2025
Jenis Pengaduan Status Status Status
Jumlah Jumlah Jumlah
Penyelesaian Penyelesaian Penyelesaian
Kejahatan Eksternal 5.150 Selesai 8.390 Selesai 15.111 Selesai
Layanan 1.118 Selesai - Selesai 26 Selesai
Produk 28.461 Selesai 12.357 Selesai 22.155 Selesai
Proses/Transaksi dan Fasilitas 435.122 Selesai 338.533 Selesai 407.822 Selesai
Jumlah 469.851 Selesai 359.280 Selesai 445.114 Selesai
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
202 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 204
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
TANGGUNG JAWAB
PENGEMBANGAN PRODUK
DAN/ATAU JASA KEBERLANJUTAN
INOVASI DAN PENGEMBANGAN dan kriteria ESG. Produk ini membantu
PRODUK/JASA KEUANGAN memperluas akses masyarakat terhadap investasi
BERKELANJUTAN [OJK F.26] yang bertanggung jawab serta mendukung
akselerasi pembiayaan hijau dan sosial.
Sepanjang tahun 2025, BSI terus memperluas
inovasi produk dan layanan berkelanjutan Inovasi-inovasi tersebut menjadi fondasi penting
untuk mendukung implementasi Keuangan dalam pengembangan portofolio Keuangan
Berkelanjutan dan transisi menuju ekonomi Berkelanjutan BSI, sekaligus memperkuat
hijau sebagaimana disyaratkan dalam berbagai posisi BSI sebagai pelopor perbankan syariah
regulasi nasional serta standar internasional ESG. yang berorientasi ESG dan berperan aktif
Salah satu pencapaian utama adalah penguatan dalam mendukung agenda transisi energi serta
instrumen pembiayaan syariah berkelanjutan pembangunan berkelanjutan nasional.
melalui Sustainability Sukuk BSI, sukuk ESG
syariah pertama di Indonesia yang didukung
portofolio pembiayaan KUBL dan KUBS. Instrumen PRODUK/JASA YANG SUDAH
ini dirancang untuk memberikan dampak DIEVALUASI KEAMANANNYA BAGI
positif ekonomi, sosial, dan lingkungan sekaligus PELANGGAN
memenuhi mandat pembiayaan berkelanjutan [OJK F.27] [GRI 416-1, 416-2, 417-1, 417-2, 417-3]
nasional.
Memasuki tahun 2025, BSI terus memperkuat
Pada tahun 2025, BSI meningkatkan inisiatif tata kelola evaluasi keamanan dan kepatuhan
tersebut melalui penerbitan Sustainability Second produk sebagai bagian dari komitmen terhadap
Tier Sukuk, yang berfungsi sebagai instrumen perlindungan konsumen dan penerapan praktik
pendanaan jangka panjang untuk memperkuat perbankan yang bertanggung jawab. Setiap
permodalan Bank sekaligus memperluas produk dan layanan baru wajib melalui proses
dukungan bagi proyek-proyek hijau dan evaluasi komprehensif sesuai SPO Produk dan/
kegiatan usaha ramah lingkungan. Langkah ini atau Aktivitas Baru (SPO PAB), mencakup analisis
menegaskan komitmen BSI dalam membangun struktur produk, potensi risiko operasional, cyber
pipeline produk ESG syariah yang kredibel, terukur, & fraud risk, serta kajian dampak kesehatan
dan sesuai prinsip syariah. dan keselamatan bagi pengguna. Seluruh hasil
evaluasi menjadi dasar pengajuan persetujuan ke
Di ranah digital, BSI melakukan penyempurnaan OJK sebelum produk diluncurkan ke publik.
signifikan pada SuperApps BYOND by BSI,
termasuk integrasi fitur keamanan tingkat lanjut, BSI juga memperkuat standar evaluasi terhadap
otomasi analitik transaksi, dan perluasan layanan seluruh produk digital seiring peningkatan
sosial–spiritual. Penguatan keamanan siber keamanan siber, integrasi fitur pada aplikasi
diterapkan untuk memastikan perlindungan BYOND by BSI, serta penerapan ISO/IEC 27001:2022.
data nasabah sesuai standar ISO/IEC 27001:2022 Seluruh kategori produk signifikan, termasuk
dan ketentuan UU PDP 2022. Transformasi pembiayaan berkelanjutan, layanan digital, dana
BYOND juga menjadi bagian dari strategi BSI pihak ketiga, serta produk sosial syariah seperti
untuk menghadirkan layanan keuangan syariah instrumen investasi berkelanjutan ESG Mutual/
yang inklusif, mudah diakses, dan relevan bagi Maslahat Fund, telah melalui penilaian dampak
masyarakat luas. kesehatan dan keselamatan, serta evaluasi
kepatuhan komunikasi dan periklanan produk
Dalam pengembangan produk sosial syariah, (100%).
BSI meluncurkan ESG Mutual/ Maslahat Fund,
instrumen investasi berkelanjutan yang memberikan
pilihan bagi nasabah untuk berinvestasi pada
portofolio yang mengintegrasikan prinsip syariah
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 203
Page 205
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB PENGEMBANGAN PRODUK
DAN/ATAU JASA KEBERLANJUTAN
Untuk memastikan keterbukaan informasi, kelompok rentan dan wilayah blank spot. Produk-
seluruh materi pemasaran, iklan, dan edukasi produk tersebut memperluas inklusi keuangan,
produk dikembangkan mengikuti prinsip meningkatkan literasi syariah, dan mendukung
syariah, serta ketentuan etik komunikasi. Group pertumbuhan ekonomi lokal.
Marketing Communication juga melakukan
media monitoring dan klarifikasi publik untuk BSI juga mengidentifikasi adanya potensi
mengantisipasi potensi kesalahan informasi dampak negatif, khususnya terkait risiko
terkait produk. pengelolaan Data Pribadi nasabah. Untuk
itu, Bank menerapkan Kebijakan Privasi yang
Sepanjang 2025, BSI tidak mencatat adanya komprehensif dan memperkuat tata kelola data
insiden ketidakpatuhan, penarikan produk, atau melalui pembentukan PMO untuk pelindungan
pelanggaran terkait dampak kesehatan dan data, penunjukan PPDP, dan pembentukan
keselamatan produk, maupun pelanggaran Unit Data Protection. Seluruh pengelolaan data
terhadap regulasi atau kode etik komunikasi. diselaraskan dengan UU No. 27 Tahun 2022
Seluruh pengaduan yang masuk terkait informasi tentang Pelindungan Data Pribadi dan standar
produk berhasil diselesaikan tanpa menimbulkan ISO/IEC 27001:2022.
denda atau tindakan administratif.
Selain itu, BSI memastikan seluruh fitur, risiko,
manfaat, dan ketentuan produk disampaikan
DAMPAK PRODUK/JASA [OJK F.28] secara jelas dan transparan melalui berbagai kanal
komunikasi, sehingga risiko kesalahpahaman
Pada tahun 2025, BSI terus memperkuat maupun dampak negatif akibat kesalahan
penilaian dampak atas setiap produk dan layanan informasi dapat diminimalkan. Pendekatan ini
sebagai bagian dari implementasi keuangan memperkuat integritas produk dan memberi
berkelanjutan, perlindungan konsumen, dan tata nasabah pemahaman yang lebih baik sebelum
kelola risiko yang bertanggung jawab. Setiap menggunakan layanan BSI.
produk dievaluasi tidak hanya dari sisi manfaat
bisnis, tetapi juga dari dampak lingkungan, sosial,
serta potensi risiko bagi nasabah dan masyarakat. JUMLAH PRODUK YANG DITARIK
KEMBALI [OJK F.29]
Dari sisi dampak positif, produk dan layanan BSI
memberikan kontribusi nyata melalui peningkatan Sebagai bagian dari komitmen terhadap
portofolio pembiayaan berkelanjutan yang keamanan dan kualitas layanan, BSI menerapkan
memenuhi kriteria KKUB, penerbitan instrumen mekanisme Product Review & Quality Assurance
keberlanjutan seperti Sustainability Sukuk Tier- untuk seluruh produk pendanaan, pembiayaan,
2. Selain itu, peluncuran ESG Mutual/Maslahat dan layanan digital, termasuk BYOND by BSI, ESG
Fund semakin memperkuat ekosistem keuangan Mutual/Maslahat Fund, pembiayaan KKUB, serta
berkelanjutan BSI dengan menyediakan instrumen pasar modal seperti Sustainability
pilihan investasi syariah yang berorientasi pada Sukuk Tier-2. Sepanjang tahun 2025, hasil evaluasi
dampak sosial dan lingkungan. Seluruh inisiatif menunjukkan bahwa seluruh produk memenuhi
ini berkontribusi pada pengurangan emisi, standar kepatuhan, keamanan, dan kelayakan
pelestarian lingkungan, pemberdayaan UMKM, operasional. Dengan demikian, tidak terdapat
serta perluasan akses layanan dan investasi produk atau layanan BSI yang ditarik kembali
syariah bagi masyarakat. Pemanfaatan Digital selama periode pelaporan.
Carbon Tracking turut meningkatkan akurasi
pengukuran dan evaluasi dampak iklim atas
portofolio pembiayaan BSI secara lebih transparan
dan komprehensif.
Di sisi sosial, produk digital BYOND by BSI, jaringan
BSI Agen, dan layanan berbasis komunitas
memberikan akses layanan keuangan yang aman,
inklusif, dan mudah dijangkau terutama bagi
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
204 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 206
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
TANGGUNG JAWAB PENGEMBANGAN PRODUK
DAN/ATAU JASA KEBERLANJUTAN
SURVEI KEPUASAN PELANGGAN cabang, perluasan jaringan BSI Agen, serta
TERHADAP PRODUK DAN/ATAU JASA penguatan keamanan data nasabah melalui
[OJK F.30] implementasi ISO/IEC 27001:2022 dan penguatan
Data Protection Unit.
Sebagai upaya penguatan customer experience,
BSI secara konsisten melakukan Survei BSI juga memperluas pengukuran kepuasan
Satisfactory, Loyalty, and Engagement (SLE) untuk produk berkelanjutan, termasuk financing
yang mencakup pengalaman pelanggan di green/KKUB, Sustainability Sukuk, dan layanan
kantor cabang, platform digital, BSI Agen, BYOND zakat-digital, sehingga pengelolaan kualitas
by BSI, Contact Center, hingga layanan sosial layanan semakin terarah dan berbasis kebutuhan
syariah seperti ZISWAF. Tahun 2025 mencatat nasabah. Hasil survei ini menjadi landasan
peningkatan nilai SLE menjadi 66,50% dengan pengembangan layanan dan inovasi digital BSI
kategori “Engaged,” dipengaruhi oleh perbaikan untuk tahun-tahun berikutnya.
fitur BYOND, peningkatan kualitas layanan
Survei Kepuasan Pelanggan
Kepuasan Nasabah (Dalam Persentase)
Keterangan 2023 2024 2025
Skor Kategori Skor Kategori Skor Kategori
Satisfaction, Loyalty,
Rationally
and Engagement 60,60% 64,91% Engaged 66,50% Engaged
Royal
(SLE) Index
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 205
Page 207
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
VERIFIKASI TERTULIS DARI
PIHAK INDEPENDEN
[OJK G.1] [GRI 2-5]
Dalam upaya memperkuat akuntabilitas dan mencakup evaluasi terhadap keakuratan data,
kualitas pelaporan keberlanjutan, BSI terus kelengkapan pengungkapan, dan konsistensi
melakukan penyempurnaan proses penyusunan proses penyusunan laporan. Proses penunjukan
laporan dengan berpedoman pada Peraturan OJK lembaga assurance dilakukan melalui persetujuan
No. 51/POJK.03/2017, SE OJK No. 16/SEOJK.04/2021, Direksi dan diketahui oleh Dewan Komisaris
serta standar global Consolidated GRI Standards guna menjaga integritas tata kelola pelaporan
2021. Pada tahun 2025, BSI juga memastikan keberlanjutan.
bahwa seluruh pengungkapan terkait Keuangan
Berkelanjutan, aspek ESG, dan kinerja operasional Sepanjang proses verifikasi, BSI memastikan
yang relevan telah selaras dengan praktik terbaik bahwa tidak terdapat benturan kepentingan
industri serta pembaruan metodologi yang serta seluruh informasi yang disampaikan telah
digunakan dalam Digital Carbon Tracking dan diperiksa melalui mekanisme internal review
penilaian risiko keberlanjutan. lintas unit, termasuk ESG Group, Compliance,
Risk Management, dan Data Protection. Hal ini
Untuk menjamin kredibilitas dan keandalan memperkuat keyakinan bahwa laporan tahun 2025
laporan, BSI menunjuk PT BSI Group Indonesia disusun secara objektif, transparan, dan sejalan
sebagai pihak assurance independen yang dengan komitmen BSI untuk meningkatkan
melakukan verifikasi menggunakan AA1000 kualitas pelaporan dari tahun ke tahun.
Assurance Standard v3 Type 2 Moderate Level,
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
206 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 208
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
LEMBAR UMPAN BALIK
[OJK G.2 GRI 2-26]
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menerbitkan Laporan Keberlanjutan Tahun Buku 2025 sebagai bentuk
pertanggungjawaban atas kinerja ekonomi, sosial, lingkungan, serta pelaksanaan keuangan berkelanjutan kepada
seluruh pemangku kepentingan. Laporan ini disusun dengan mengacu pada ketentuan OJK dan standar GRI, serta
menjadi landasan dialog yang transparan antara BSI dan para pemangku kepentingan.
Sebagai bagian dari peningkatan berkelanjutan kualitas pelaporan, kami sangat mengapresiasi masukan, kritik, dan
saran dari Bapak/Ibu/Saudara setelah membaca laporan ini. Tanggapan dapat disampaikan melalui e-mail maupun
dengan mengirimkan kembali formulir ini melalui pos untuk kami gunakan sebagai bahan perbaikan Laporan
Keberlanjutan pada periode berikutnya.
1. Mohon beri tanda ceklis (√) pada kolom setuju atau tidak setuju.
Pertanyaan Setuju Tidak Setuju
Laporan ini telah memberikan informasi yang bermanfaat
mengenai kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan Perusahaan.
Data dan informasi yang diungkapkan mudah dipahami, lengkap,
transparan, dan berimbang.
Data dan informasi yang disajikan berguna dalam pengambilan
keputusan.
Laporan ini menarik dan mudah dibaca.
2. Mohon berikan nilai mengenai topik material yang terdapat dalam laporan Keberlanjutan ini (nilai 1 =
paling penting, 2 = penting, 3 = tidak penting, 4 = sangat tidak penting).
(……) Kinerja Ekonomi (……) Portofolio Produk dan Jasa (……) Privasi Nasabah
3. Mohon berikan komentar/saran/usulan bagi laporan ini.
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Identitas Pemangku Kepentingan
Nama :
Pekerjaan :
Institusi/Perusahaan :
Kontak (telepon, email) :
Kategori Pemangku Kepentingan
(……) Pemegang Saham dan investor (……) Pelanggan (……) Karyawan
(……) Pemerintah (……) Media (……) Mitra Usaha
(……) Masyarakat dan Komunitas (……) Lainnya, mohon sebutkan: __________________________
Saran dan tanggapan yang Anda berikan atas informasi yang disajikan dalam laporan ini mohon dikirimkan kepada:
Muhammad Syukron Habiby Head Office
Senior Vice President Gedung The Tower
Environmental Social & Governance Group Jl. Gatot Subroto No. 27 Kelurahan Karet Semanggi,
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan 12930
Telepo : +62 21 30405999
Fax : +62 21 30421888
Email : esg.group@bankbsi.co.id
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 207
Page 209
07 TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
TANGGAPAN TERHADAP UMPAN BALIK
LAPORAN KEBERLANJUTAN
TAHUN SEBELUMNYA
[OJK G.3]
Pada tahun 2025, BSI tidak menerima tanggapan, maupun mekanisme engagement yang dilakukan
masukan, maupun keberatan atas Laporan secara berkala. Ketiadaan umpan balik tersebut
Keberlanjutan periode sebelumnya melalui kanal menunjukkan bahwa tidak terdapat isu material
komunikasi pemangku kepentingan, termasuk atau ketidakjelasan informasi yang memerlukan
email, website Perseroan, Customer Care Group, tindak lanjut perbaikan atas laporan sebelumnya.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
208 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 210
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
DAFTAR PENGUNGKAPAN SESUAI
PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN
NOMOR 51/POJK.03/2017 [OJK G.4]
NO. INDEKS NAMA INDEKS HALAMAN
STRATEGI KEBERLANJUTAN
A.1 Penjelasan Strategi Keberlanjutan 23
IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN
B.1 Ikhtisar Kinerja Ekonomi 37
B.2 Ikhtisar Kinerja Lingkungan Hidup 39
B.3 Ikhtisar Kinerja Sosial 40
PROFIL PERUSAHAAN
C.1 Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan 43
C.2 Alamat Perusahaan 46
C.3 Skala Perusahaan 47
C.4 Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan 54
C.5 Keanggotaan pada Asosiasi 56
C.6 Perubahan Organisasi Bersifat Signifikan 56
PENJELASAN DIREKSI
D.1 Penjelasan Direksi 58
TATA KELOLA KEBERLANJUTAN
E.1 Penanggungjawab Penerapan Keuangan berkelanjutan 89
E.2 Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan berkelanjutan 93
E.3 Penilaian Risiko atas Penerapan Keuangan berkelanjutan 95
E.4 Hubungan dengan Pemangku Kepentingan 20
E.5 Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan berkelanjutan 98
KINERJA KEBERLANJUTAN
F.1 Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan 133
KINERJA EKONOMI
Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi,
F.2 134
Pendapatan dan Laba Rugi
Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi Pada
F.3 137
Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sejalan.
KINERJA LINGKUNGAN
Aspek Umum
F.4 Biaya Lingkungan Hidup 151
Aspek Material
F.5 Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan 152
Aspek Energi
F.6 Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan 152
F.7 Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan 153
Aspek Air
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 209
Page 211
TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
DAFTAR PENGUNGKAPAN SESUAI PERATURAN
OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 51/POJK.03/2017
NO. INDEKS NAMA INDEKS HALAMAN
F.8 Penggunaan Air 155
Aspek Keanekaragaman Hayati
Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau
F.9 157
Memiliki Keanekaragaman Hayati
F.10 Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati 157
Aspek Emisi
F.11 Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya 159
F.12 Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan 160
Aspek Limbah dan Efluen
F.13 Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis 161
F.14 Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen 161
F.15 Tumpahan yang Terjadi (Jika Ada) 161
Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
F.16 Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan 162
KINERJA SOSIAL
Komitmen LJK, Emiten, atau Perusahaan Publik untuk Memberikan Layanan atas Produk
F.17 163
dan/ atau Jasa yang Setara Kepada Konsumen
Aspek Ketenagakerjaan
F.18 Kesetaraan Kesempatan Bekerja 172
F.19 Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa 180
F.20 Upah Minimum Regional 181
F.21 Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman 185
F.22 Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai 176
Aspek Masyarakat
F.23 Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar 190
F.24 Pengaduan Masyarakat 201
F.25 Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) 191
Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan:
F.26 Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan berkelanjutan 203
F.27 Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya Bagi Pelanggan 203
F.28 Dampak Produk/Jasa 204
F.29 Jumlah Produk yang Ditarik Kembali 204
F.30 Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan 205
LAIN-LAIN
G.1 Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen, Jika Ada 206
G.2 Lembar Umpan Balik 207
G.3 Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya 208
Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017
G.4 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan 209
Perusahaan Publik
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
210 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 212
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
INDEKS ISI CONSOLIDATED SET
OF GRI STANDARD
Pernyataan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk telah melaporkan informasi yang
penggunaan dikutip dalam indeks konten GRI untuk periode 1 Januari 2025 hingga 31
Desember 2025 sesuai dengan (“in accordance”) pada Consolidated Set of
GRI Standard.
GRI 1 yang Digunakan GRI 1: Landasan 2021
Standar Sektor GRI G4 Suplemen Sektor Keuangan
yang berlaku
Pengungkapan Yang Tidak Dicantumkan
No. Rujukan
Indeks Isi Standar Persyaratan
No. Halaman Standar
GRI Judul yang Tidak Alasan Penjelasan
Indeks Sektor GRI
Dicantumkan
PENGUNGKAPAN UMUM
GRI 2: Organisasi dan Praktik Pelaporan
Pengungkapan Informasi mengenai
Umum 2021 2-1 46, 47, 52
organisasi
Entitas organisasi yang
2-2 termasuk dalam laporan 12
keberlanjutan
Periode pelaporan,
2-3 12
frekuensi, dan titik kontak
2-4 Penyajian kembali informasi 12
Assurance oleh Pihak
2-5 Eksternal 206
Aktivitas dan Karyawan
Aktivitas, rantai nilai, dan 46, 54, 55,
2-6
hubungan bisnis lainnya 56
2-7 Karyawan 48
Pekerja yang bukan
2-8 48, 52
merupakan karyawan
Tata Kelola Keberlanjutan
Struktur dan komposisi tata
2-9 69, 89
kelola
Nominasi dan seleksi badan
2-10 72
tata kelola tertinggi
Ketua badan tata kelola
2-11 69
tertinggi
Peran badan tata kelola
2-12 tertinggi dalam mengawasi 89
pengelolaan dampak
Pendelegasian wewenang
2-13 untuk tanggung jawab 89
mengelola dampak
Peran badan tata kelola
2-14 tertinggi dalam pelaporan 66, 89
keberlanjutan
2-15 Konflik kepentingan 71
Mengomunikasikan hal-hal
2-16 77, 78
kritis
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 211
Page 213
TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
INDEKS ISI CONSOLIDATED SET OF GRI STANDARD
Pengungkapan Yang Tidak Dicantumkan
No. Rujukan
Indeks Isi Standar Persyaratan
No. Halaman Standar
GRI Judul yang Tidak Alasan Penjelasan
Indeks Sektor GRI
Dicantumkan
Pengetahuan kolektif
2-17 93
badan tata kelola tertinggi
Mengevaluasi kinerja badan
2-18 73
tata kelola tertinggi
2-19 Kebijakan remunerasi 74
Proses untuk menentukan
2-20 74
remunerasi
Rasio kompensasi total
2-21 74
tahunan
Strategi Kebijakan dan Pelaksanaan
Pernyataan mengenai
2-22 strategi pembangunan 23, 58, 59
berkelanjutan
2-23 Komitmen kebijakan 31
Menanamkan komitmen
2-24 31
kebijakan dalam organisasi
Proses remediasi dampak
2-25 35
negatif
Mekanisme untuk saran
2-26 77, 207
dan masalah etika
Kepatuhan hukum dan
2-27 76
peraturan
2-28 Keanggotaan Asosiasi 56
Keterlibatan Pemangku Kepentingan
Pendekatan Pelibatan
2-29 20
Pemangku Kepentingan
Kesepakatan perundingan
2-30 179
kolektif
TOPIK MATERIAL
Proses Penentuan Topik
3-1 14
Material
GRI 3: Topik
Material 2021 3-2 Daftar Topik Material 14
3-3 Manajemen Topik Material 17
TOPIK EKONOMI
Kinerja Ekonomi
Nilai ekonomi langsung
201-1 yang dihasilkan dan 147
didistribusikan
Implikasi finansial serta
GRI 201: Kinerja 201-2 risiko dan peluang lain 30, 151
Ekonomi 2016 akibat dari perubahan iklim
Kewajiban program pensiun
201-3 manfaat pasti dan program 184
pensiun lainnya
Bantuan finansial yang
201-4 148
diterima dari pemerintah
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
212 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 214
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
INDEKS ISI CONSOLIDATED SET OF GRI STANDARD
Pengungkapan Yang Tidak Dicantumkan
No. Rujukan
Indeks Isi Standar Persyaratan
No. Halaman Standar
GRI Judul yang Tidak Alasan Penjelasan
Indeks Sektor GRI
Dicantumkan
Keberadaan Pasar
Rasio standar upah
karyawan
pemula berdasarkan jenis
202-1 181
GRI 202: kelamin terhadap upah
Keberadaan Pasar minimum
2016 regional
Proporsi manajemen senior
yang
202-2 172
berasal dari masyarakat
setempat
Dampak Ekonomi Tidak Langsung
Investasi infrastruktur dan
GRI 203: Dampak 203-1 148, 190
dukungan layanan
Ekonomi Tidak
Langsung 2016 Dampak ekonomi tidak
203-2 langsung 148, 191
yang signifikan
Praktik Pengadaan
GRI 204: Praktik
Pengadaan 2016 Proporsi pengeluaran untuk
204-1 149
pemasok lokal
Anti-Korupsi
Operasi dinilai untuk risiko
205-1 yang terkait dengan korupsi 78
GRI 205: Anti- Komunikasi dan pelatihan
Korupsi 2016 205-2 tentang kebijakan dan 80
prosedur anti-korupsi
Insiden korupsi yang
205-3 terbukti dan tindakan yang 82
diambil
DAMPAK LINGKUNGAN
Energi
Konsumsi energi dalam
302-1 152
organisasi
Konsumsi energi di luar
302-2 152
organisasi
GRI 302: Energi
2016 302-3 Intensitas energi 152
Pengurangan konsumsi
302-4 153
energi
Pengurangan pada energi
302-5 yang dibutuhkan untuk 153
produk dan jasa
Emisi
Emisi Gas Rumah Kaca
305-1 159
(CO2) (Cakupan 1) Langsung
GRI 305: Emisi Emisi energi GRK (Cakupan
305-2 159
2016 2) tidak langsung
Emisi GRK (Cakupan 3)
305-3 159
tidak langsung lainnya
305-4 Intensitas Emisi GRK 159
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 213
Page 215
TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
INDEKS ISI CONSOLIDATED SET OF GRI STANDARD
Pengungkapan Yang Tidak Dicantumkan
No. Rujukan
Indeks Isi Standar Persyaratan
No. Halaman Standar
GRI Judul yang Tidak Alasan Penjelasan
Indeks Sektor GRI
Dicantumkan
305-5 Pengurangan emisi GRK 160
Emisi zat perusak ozon
305-6 161
(ODS)
Nitrogen oksida (NOx),
sulfur oksida (SOx), dan
305-7 161
emisi udara yang signifikan
lainnya
Limbah
Timbulan limbah dan
306-1 dampak 161
signifikan terkait limbah
Pengelolaan dampak
GRI 306: Limbah 306-2 signifikan 161
2020 terkait limbah
306-3 Limbah yang dihasilkan 161
Limbah dialihkan dari
306-4 161
pembuangan
Limbah diarahkan ke
306-5 161
pembuangan
DAMPAK SOSIAL
Kepegawaian
Perekrutan karyawan baru
401-1 174
dan pergantian karyawan
Tunjangan yang diberikan
GRI 401: kepada karyawan
Kepegawaian 2016 purnawaktu yang tidak
401-2 181
diberikan kepada karyawan
sementara atau paruh
waktu
401-3 Cuti Melahirkan 181
Hubungan Tenaga Kerja/Manajemen
GRI 402:
Hubungan Tenaga Periode pemberitahuan
Kerja/ Manajemen minimum
402-1 179
2016 terkait perubahan
operasional
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Sistem manajemen
403-1 keselamatan dan kesehatan 185
kerja
Identifikasi bahaya,
GRI 403: 403-2 penilaian risiko, dan 185
Kesehatan dan investigasi insiden
Keselamatan 403-3 Layanan Kesehatan Kerja 187
Kerja 2018
Partisipasi, konsultasi, dan
komunikasi pekerja tentang
403-4 187
keselamatan dan kesehatan
kerja
Pelatihan bagi pekerja
403-5 mengenai keselamatan dan 187, 188
kesehatan kerja
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
214 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 216
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
INDEKS ISI CONSOLIDATED SET OF GRI STANDARD
Pengungkapan Yang Tidak Dicantumkan
No. Rujukan
Indeks Isi Standar Persyaratan
No. Halaman Standar
GRI Judul yang Tidak Alasan Penjelasan
Indeks Sektor GRI
Dicantumkan
Peningkatan kualitas
403-6 187
kesehatan pekerja
Pencegahan dan mitigasi
dampak dari keselamatan
403-7 dan kesehatan kerja yang 185
secara langsung terkait
hubungan bisnis
Pekerja yang tercakup
dalam sistem manajemen
403-8 185
keselamatan dan kesehatan
kerja
403-9 Kecelakaan kerja 188
403-10 Penyakit akibat kerja 188
Pelatihan dan Pendidikan
Rata-rata jam pelatihan per
404-1 176
tahun per karyawan
Program untuk
GRI 404: Pelatihan meningkatkan
dan Pendidikan 404-2 176
keterampilan karyawan dan
2016 program bantuan peralihan
Persentase karyawan
yang menerima tinjauan
404-3 178
rutin terhadap kinerja dan
pengembangan karier
Keanekaragaman dan Kesempatan Setara
GRI 405: Keanekaragaman badan
405-1 172
Keanekaragaman tata kelola dan karyawan
dan Kesempatan
Setara 2016 Rasio gaji pokok dan
405-2 remunerasi perempuan 181
dibandingkan laki-laki
Kerja Paksa atau Wajib Kerja
GRI 409: Kerja Operasi dan pemasok yang
Paksa atau Wajib berisiko signifikan terhadap
Kerja 2016 409-1 180
insiden kerja paksa atau
wajib kerja
Hak Masyarakat Adat
GRI 411: Hak Insiden pelanggaran
Masyarakat Adat yang melibatkan hak-hak
2016 411-1 190
masyarakat
Adat
Masyarakat Lokal
Operasi dengan
keterlibatan masyarakat
GRI 413: 413-1 lokal, penilaian 190, 191
Masyarakat Lokal dampak, dan program
2016 pengembangan
Operasi yang secara aktual
413-2 dan yang berpotensi 190, 191
memiliki
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 215
Page 217
TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
INDEKS ISI CONSOLIDATED SET OF GRI STANDARD
Pengungkapan Yang Tidak Dicantumkan
No. Rujukan
Indeks Isi Standar Persyaratan
No. Halaman Standar
GRI Judul yang Tidak Alasan Penjelasan
Indeks Sektor GRI
Dicantumkan
Kesehatan dan Keselamatan Pelanggan
Penilaian dampak
kesehatan dan keselamatan
416-1 163, 203
GRI 416: dari berbagai kategori
Kesehatan dan produk dan jasa
Keselamatan
Pelanggan 2016 Insiden ketidakpatuhan
sehubungan dengan
416-2 dampak kesehatan dan 203
keselamatan dari produk
dan jasa
Pemasaran dan Pelabelan
Persyaratan untuk
417-1 pelabelan dan 203
informasi produk dan jasa
GRI 417: Insiden ketidakpatuhan
Pemasaran dan sehubungan dengan
Pelabelan 2016 417-2 dampak kesehatan dan 203
keselamatan dari produk
dan jasa
Insiden ketidakpatuhan
417-3 terkait 203
komunikasi pemasaran
Privasi Pelanggan
Pengaduan yang berdasar
GRI 418: Privasi mengenai pelanggaran
Pelanggan 2016 terhadap
418-1 35, 200
privasi pelanggan dan
hilangnya
data pelanggan
G4 Suplemen Sektor Keuangan
Kebijakan dengan
komponen lingkungan
FS1 dan sosial yang spesifik 23
yang diaplikasikan pada lini
bisnis.
Prosedur untuk memeriksa
dan menyaring risiko
FS2 95
lingkungan dan sosial pada
lini bisnis.
Proses untuk memonitor
implementasi dan
G4 Suplemen kepatuhan klien terhadap
FS3 137
Sektor Keuangan persyaratan lingkungan
dan sosial, termasuk dalam
perjanjian atau transaksi
Proses untuk meningkatkan
kompetensi staf untuk
menerapkan kebijakan
FS4 93
dan prosedur lingkungan
dan sosial sebagaimana
diterapkan pada lini bisnis.
Interaksi dengan klien/
penanam modal/mitra
FS5 bisnis terkait risiko serta 20
kesempatan terkait
lingkungan dan sosial.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
216 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 218
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
INDEKS ISI CONSOLIDATED SET OF GRI STANDARD
Pengungkapan Yang Tidak Dicantumkan
No. Rujukan
Indeks Isi Standar Persyaratan
No. Halaman Standar
GRI Judul yang Tidak Alasan Penjelasan
Indeks Sektor GRI
Dicantumkan
Persentase dari portofolio
untuk lini bisnis menurut
FS6 wilayah, menurut ukuran 137
(contoh: mikro/ SME/besar),
dan menurut sektor
Nilai moneter dari produk
dan layanan yang dirancang
untuk memberikan
FS7 137
keuntungan sosial yang
spesifik untuk setiap lini
bisnis.
Nilai moneter dari produk
dan layanan yang dirancang
untuk memberikan
FS8 137
keuntungan lingkungan
yang spesifik untuk setiap
lini bisnis.
Cakupan dan frekuensi
FS9 audit serta prosedur 31
penilaian risiko
Persentase dan jumlah
perusahaan yang dimiliki
dalam portofolio institusi
FS10 yang telah berinteraksi 137
dengan organisasi yang
melaporkan tentang isu
lingkungan atau sosial
Titik akses di daerah
berpenduduk rendah atau
FS13 163
kurang beruntung secara
ekonomi berdasarkan jenis.
Inisiatif untuk
meningkatkan akses ke
FS14 layanan keuangan bagi 163
orang-orang yang kurang
beruntung.
Kebijakan untuk rancangan
FS15 dan penjualan produk dan 163
layanan yang adil.
Inisiatif untuk
meningkatkan literasi
FS16 163
keuangan berdasarkan jenis
atau penerima manfaat.
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 217
Page 219
TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
SUSTAINABILITY ACCOUNTING STANDARD
BOARD (SASB) STANDARDS COMMERCIAL
BANK
Topik Metrik Indeks Halaman
Sustainability Disclosure Topics & Metrics
(1) Number of data breaches, (2) percentage that
are personal data breaches, (3) number of account FN-CB-230a.1 200
Data Security holders affected
Description of approach to identifying and
FN-CB-230a.2 200
addressing data security risks
Number of participants in financial literacy initiatives
Financial Inclusion &
for unbanked, underbanked, or underserved FN-CB-240a.4 163
Capacity Building
customers
Incorporation of
Description of approach to incorporation of
Environmental, Social
environmental, social and governance (ESG) factors in FN-CB-410a.2 137
and, Governance Factors
credit analysis
in Credit Analysis
Absolute gross financed emissions, disaggregated by
FN-CB-410b.1 159
(1) Scope 1, (2) Scope 2 and (3) Scope 3
Gross exposure for each industry by asset class FN-CB-410b.2 159
Financed Emissions Percentage of gross exposure included in the
FN-CB-410b.3 159
financed emissions calculation
Description of the methodology used to calculate
FN-CB-410b.4 159
financed emissions
Total amount of monetary losses as a result of
legal proceedings associated with fraud, insider
trading, antitrust, anticompetitive behaviour, market FN-CB-510a.1 76
Business Ethics manipulation, malpractice, or other related financial
industry laws or regulations
Description of whistleblower policies and procedures FN-CB-510a.2 77
Systemic Risk Global Systemically Important Bank (GSIB) score, by
FN-CB-550a.1 95
Management category
Description of approach to integrate results of
mandatory and voluntary stress tests into capital
FN-CB-550a.2 95
adequacy planning, longterm corporate strategy, and
other business activities
Activity Metric
(1) Number and (2) value of checking and savings
accounts by segment: (a) personal and (b) small FN-CB-000.A 137
business
(1) Number and (2) value of loans by segment: (a)
FN-CB-000.B 137
personal, (b) small business, and (c) corporate
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
218 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 220
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
INDEKS IFRS S1 DAN S2
Indeks IFRS S1 dan IFRS S2 ini disajikan untuk memberikan referensi yang jelas dan terstruktur mengenai
keterkaitan antara pengungkapan keberlanjutan PT Bank Syariah Indonesia (Peersero) Tbk dengan
ketentuan dalam IFRS Sustainability Disclosure Standards. Indeks ini menunjukkan lokasi pengungkapan
yang relevan dalam laporan ini yang mencerminkan tata kelola, strategi, manajemen risiko, serta metrik
dan target terkait risiko dan peluang keberlanjutan, termasuk yang berkaitan dengan iklim.
Penyusunan indeks ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi, keterlacakan, dan keterbandingan
informasi, serta mendukung pemahaman pengguna laporan mengenai bagaimana risiko dan peluang
keberlanjutan dapat memengaruhi prospek, kinerja keuangan, dan ketahanan nilai PT Bank Syariah
Indonesia (Persero) Tbk dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
INDEKS IFRS S1
Pengungkapan Halaman
Tata Kelola
S1.G.a Peran dan tanggung jawab pengawasan Dewan Pengurus 100, 101
S1.G.b Keahlian dan kompetensi untuk mengawasi isu keberlanjutan 101
S1.G.c Frekuensi dan proses penerimaan informasi keberlanjutan 101, 102
S1.G.d Pertimbangan risiko dan peluang keberlanjutan dalam pengambilan keputusan 101
S1.G.e Pengawasan atas target serta keterkaitannya dengan remunerasi 102
S1.G.f Peran manajemen, pendelegasian, dan integrasi dengan pengendalian internal 103
Strategi
S1.S.a Risiko dan peluang terkait keberlanjutan yang mempengaruhi prospek usaha 105, 106, 107
S1.S.b Horizon waktu yang digunakan (jangka pendek, menengah, dan panjang) 105
S1.S.c Dampak terhadap model bisnis dan rantai nilai 112
S1.S.d Respons strategis serta trade-off yang dipertimbangkan 115
S1.S.e Dampak keuangan saat ini dan yang diantisipasi 105
S1.S.f Ketahanan strategi dan model bisnis 108
Manajemen Risiko
S1.RM.a Proses identifikasi, penilaian, dan prioritasi risiko 119, 123, 124, 125
S1.RM.b Penggunaan input, parameter, dan analisis skenario 119, 125, 127
S1.RM.c Proses pemantauan serta perubahan proses yang dilakukan 119
S1.RM.d Integrasi ke dalam kerangka manajemen risiko secara keseluruhan 117, 121
Metrik dan Target
S1.MT.a Metrik yang disyaratkan sesuai Standar ISSB yang berlaku 159
S1.MT.b Metrik kinerja spesifik entitas 129, 130
S1.MT.c Definisi, metodologi, asumsi, dan keterbatasan 129, 130
S1.MT.d Penetapan target serta periode dasar -
S1.MT.e Tonggak pencapaian, revisi, dan pemantauan kinerja -
S1.MT.f Persyaratan konsistensi dan keterbandingan 159
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 219
Page 221
TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
INDEKS IFRS S1 DAN S2
INDEKS IFRS S2
Pengungkapan Halaman
Tata Kelola
Pengawasan Dewan atas risiko dan peluang terkait iklim
Tanggung jawab dan mandat pengawasan iklim dalam TOR, mandat, deskripsi
S2.G.a1 101
peran, dan/atau kebijakan
S2.G.a2 Penilaian dan pengembangan keahlian serta kompetensi yang diperlukan 101
Alur informasi, termasuk frekuensi dan metode penyampaian pembaruan terkait
S2.G.a3 101, 102
iklim
Pertimbangan risiko dan peluang iklim dalam strategi, transaksi material,
S2.G.a4 101
manajemen risiko, dan trade-off
Pengawasan atas penetapan target, pemantauan kemajuan, serta keterkaitannya
S2.G.a5 102
dengan remunerasi atau metrik kinerja
Peran Manajemen dalam Proses Tata Kelola
Pendelegasian tanggung jawab iklim kepada peran manajemen atau komite, serta
S2.G.b1 100, 103
pengaturan pengawasannya
S2.G.b2 Pengendalian dan prosedur yang mendukung pengawasan oleh manajemen 103, 104
S2.G.b3 Integrasi pengendalian dan prosedur dengan fungsi internal lainnya 103, 104
Strategi
Identifikasi Risiko dan Peluang Terkait Iklim
S2.S.a1 Deskripsi risiko dan peluang terkait iklim yang memengaruhi prospek usaha 105, 106, 107
S2.S.a2 Klasifikasi risiko iklim, termasuk risiko fisik dan risiko transisi 105, 106
Horizon waktu (jangka pendek, menengah, dan panjang) serta keterkaitannya
S2.S.a3 105
dengan perencanaan
Dampak terhadap Model Bisnis dan Rantai Nilai
S2.S.b1 Dampak saat ini dan yang diantisipasi terhadap model bisnis dan rantai nilai 112
S2.S.b2 Konsentrasi risiko dan peluang berdasarkan geografi, aset, atau aktivitas operasional 110
Respons Strategis dan Perencanaan Transisi
S2.S.c1 Perubahan terhadap strategi, model bisnis, dan alokasi sumber daya 115
S2.S.c2 Tindakan mitigasi dan adaptasi, baik secara langsung maupun tidak langsung 115
S2.S.c3 Rencana transisi terkait iklim, termasuk asumsi dan ketergantungan utama 115
S2.S.c4 Kemajuan terhadap rencana dan target yang telah ditetapkan 115
Dampak Keuangan
S2.S.d1 Dampak keuangan saat ini terhadap posisi keuangan, kinerja, dan arus kas 105
S2.S.d2 Dampak keuangan yang diantisipasi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang 105
S2.S.d3 Implikasi terhadap investasi, pendanaan, dan sumber daya 107
S2.S.d4 Kondisi di mana informasi kuantitatif tidak dapat disajikan 116
Ketahanan Iklim dan Analisis Skenario
S2.S.e1 Penilaian ketahanan strategi dan model bisnis terhadap risiko iklim 108
S2.S.e2 Ketidakpastian dan kapasitas adaptasi 108
S2.S.e3 Input analisis skenario, skenario yang digunakan, asumsi, dan horizon waktu 108
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
220 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 222
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
INDEKS IFRS S1 DAN S2
Pengungkapan Halaman
S2.S.e4 Cakupan operasi yang termasuk dalam analisis 108
S2.S.e5 Periode pelaporan analisis skenario 108
Referensi Metrik
S2.S.f1 Topik pengungkapan lintas industri dan berbasis industri 112
Manajemen Risiko
Proses Risiko Terkait Iklim
S2.RM.a1 Input dan parameter yang digunakan, termasuk sumber data dan cakupan operasi 119, 124, 125
S2.RM.a2 Penggunaan analisis skenario iklim untuk identifikasi risiko 121
S2.RM.a3 Metode penilaian probabilitas dan besaran dampak risiko iklim 119, 124
S2.RM.a4 Prioritasi risiko iklim relatif terhadap risiko lainnya 119, 121
S2.RM.a5 Pendekatan pemantauan risiko iklim 125, 127
S2.RM.a6 Perubahan proses manajemen risiko sejak periode pelaporan sebelumnya 123
Proses Peluang Terkait Iklim
S2.RM.b1 Proses identifikasi, penilaian, prioritasi, dan pemantauan peluang terkait iklim 123, 124
S2.RM.b2 Penggunaan analisis skenario iklim untuk identifikasi peluang -
Integrasi dengan Manajemen Risiko Perusahaan
Keterkaitan proses risiko dan peluang iklim dengan kerangka manajemen risiko
S2.RM.c1 117, 118, 121
perusahaan
Metrik dan Target
Metrik Lintas Industri dan Berbasis Industri
S2.MT.a1 Pengungkapan kategori metrik lintas industri 159
S2.MT.a2 Pengungkapan metrik berbasis industri yang terkait dengan model bisnis dan
129, 130
aktivitas
Kinerja terhadap Target Terkait Iklim
Target yang ditetapkan oleh entitas dan target yang diwajibkan oleh peraturan
S2.MT.b1 128
perundang-undangan
S2.MT.b2 Metrik yang digunakan oleh tata kelola dan manajemen untuk mengukur kemajuan 128, 159
Metrik Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)
S2.MT.c1 Emisi GRK bruto absolut untuk Cakupan 1, Cakupan 2, dan Cakupan 3 128
S2.MT.c2 Pendekatan pengukuran, input, dan asumsi yang digunakan 129, 130
S2.MT.c3 Perubahan metodologi pengukuran dan alasan perubahan 129, 130
Pemisahan emisi Cakupan 1 dan Cakupan 2 berdasarkan kelompok konsolidasi dan
S2.MT.c4 130
investee lainnya
S2.MT.c5 Emisi Cakupan 2 berbasis lokasi serta penggunaan instrumen kontraktual 128
S2.MT.c6 Kategori emisi Cakupan 3 serta pengungkapan emisi pembiayaan, jika relevan 129
Metrik Paparan Risiko dan Peluang Iklim
S2.MT.d1 Risiko transisi: jumlah atau persentase aset atau aktivitas yang terekspos 112
S2.MT.d2 Risiko fisik: jumlah atau persentase aset atau aktivitas yang terekspos -
S2.MT.d3 Peluang terkait iklim: jumlah atau persentase aktivitas usaha yang selaras 137
Penempatan Modal
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 221
Page 223
TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
INDEKS IFRS S1 DAN S2
Pengungkapan Halaman
S2.MT.e1 Belanja modal atau investasi yang mendukung mitigasi dan adaptasi risiko iklim 115, 137
Penetapan Harga Karbon Internal
S2.MT.f1 Penerapan harga karbon dalam proses pengambilan keputusan 131
S2.MT.f2 Harga per ton dan pendekatan perhitungan -
Keterkaitan Remunerasi Eksekutif
S2.MT.g1 Pengaruh pertimbangan iklim terhadap remunerasi -
S2.MT.g2 Persentase remunerasi terkait iklim yang diakui pada periode berjalan -
Target Terkait Iklim
S2.MT.h1 Target kuantitatif dan kualitatif, termasuk target emisi GRK 24, 128
S2.MT.h2 Metrik target, tujuan, cakupan, wilayah geografis, atau unit usaha 24
S2.MT.h3 Periode target, tahun dasar, tonggak pencapaian, dan target antara 24
S2.MT.h4 Target absolut atau intensitas -
S2.MT.h5 Keterkaitan target dengan perjanjian internasional 128
Tata Kelola, Peninjauan, dan Revisi Target
S2.MT.i1 Validasi target dan metodologi oleh pihak ketiga -
S2.MT.i2 Proses peninjauan target -
S2.MT.i3 Metrik yang digunakan untuk memantau kemajuan 128, 159
S2.MT.i4 Revisi yang dilakukan dan dasar pertimbangannya -
Pelaporan Kinerja terhadap Target
S2.MT.j1 Kemajuan dan tren kinerja terhadap target -
Pengungkapan Tambahan Target Emisi GRK
S2.MT.k1 Jenis gas yang dicakup 131
S2.MT.k2 Cakupan Cakupan 1, 2, dan/atau 3 129, 159
S2.MT.k3 Target bruto atau neto serta keterkaitannya dengan dekarbonisasi sektoral -
S2.MT.k4 Rencana penggunaan kredit karbon dan asumsi ketergantungan -
S2.MT.k5 Verifikasi atau sertifikasi skema kredit karbon -
S2.MT.k6 Jenis kredit karbon dan mekanisme offset yang mendasari -
S2.MT.k7 Asumsi keberlanjutan dan integritas kredit karbon atau offset -
Referensi Metrik Lintas Industri dan Berbasis Industri
Pertimbangan atas Standar Keberlanjutan IFRS serta panduan metrik lintas industri
S2.MT.l1 12
dan berbasis industri
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
222 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 224
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
TAUTAN STANDAR GRI DENGAN TPB
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen untuk berkontribusi dalam pencapaian TPB/
SDGs di Indonesia. Dukungan disampaikan melalui tautan antara program/kegiatan yang dilakukan BSI
dengan GRI Standard dan SDGs, sesuai panduan Kompas TPB yang diterbitkan oleh GRI, United Nations
Global Compact, dan World Business Council for Sustainable Development (WBCSD), sebagaimana
tabel di bawah ini:
RELEVANSI GRI
TPB TUJUAN PENGUNGKAPAN JUDUL INDIKATOR
STANDAR
Mengakhiri GRI 413: Masyarakat 413-2 Operasi yang secara aktual dan yang
kemiskinan dalam Lokal berpotensi memiliki
segala bentuk di 2016 dampak negatif signifikan terhadap
mana pun. masyarakat setempat
GRI 202: Keberadaan 202-1 Rasio standar upah karyawan pemula
Pasar berdasarkan jenis kelamin terhadap upah
2016 minimum regional
GRI 203: Dampak 203-1 Investasi infrastruktur dan dukungan
Ekonomi layanan
Tidak Langsung
203-2 Dampak ekonomi tidak langsung yang
signifikan
G4 Suplemen Sektor FS6 Persentase dari portofolio untuk lini bisnis
Keuangan menurut wilayah, menurut ukuran (contoh:
mikro/SME/besar), dan menurut sektor.
FS7 Nilai moneter dari produk dan layanan yang
dirancang untuk memberikan keuntungan
sosial yang spesifik untuk setiap lini bisnis.
FS13 Titik akses di daerah berpenduduk rendah
atau kurang beruntung secara ekonomi
berdasarkan jenis.
FS14 Inisiatif untuk meningkatkan akses ke
layanan keuangan bagi orang-orang yang
kurang beruntung.
FS16 Inisiatif untuk meningkatkan literasi
keuangan berdasarkan jenis atau penerima
manfaat.
Mengakhiri GRI 411: Hak Masyarakat 411-1 Insiden Pelanggaran yang Melibatkan Hak-
kelaparan, Adat 2016 Hak Masyarakat Adat
mencapai
ketahanan pangan, GRI 413: Masyarakat 413-2 Operasi dengan Dampak Aktual dan
memperbaiki Lokal 2016 Potensial Negatif yang Signifikan pada
nutrisi dan Komunitas Lokal
mempromosikan
pertanian yang
berkelanjutan.
Menjamin GRI 305: Emisi 2016 305-1 Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
kehidupan
yang sehat dan 305-2 Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi
mendorong GRK
kesejahteraan bagi
semua orang di 305-3 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung
segala usia. lainnya
305-6 Emisi zat perusak ozon (BPO)
305-7 Nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx),
dan emisi udara signifikan lainnya
GRI 203: Dampak 203-2 Dampak ekonomi tidak langsung yang
Ekonomi Tidak signifikan
Langsung 2016
GRI 306: Limbah 2020 306-1 Timbulan limbah dan dampak signifikan
terkait limbah
306-2 Pengelolaan dampak signifikan terkait
limbah
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 223
Page 225
TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
TAUTAN STANDAR GRI DENGAN TPB
RELEVANSI GRI
TPB TUJUAN PENGUNGKAPAN JUDUL INDIKATOR
STANDAR
306-3 Limbah yang dihasilkan
306-4 Limbah dialihkan dari pembuangan
306-5 Limbah diarahkan ke pembuangan
GRI 401: Kepegawaian 401-2 Tunjangan yang diberikan kepada karyawan
2016 tetap yang tidak diberikan kepada karyawan
sementara atau paruh waktu
GRI 403: Kesehatan 403-6 Peningkatan kualitas kesehatan kerja
dan Keselamatan Kerja
2018 403-9 Kecelakaan kerja
403-10 Penyakit akibat kerja
Menjamin kualitas GRI 404: Pelatihan dan 404-1 Rata-rata jam pelatihan per tahun per
pendidikan yang Pendidikan 2016 karyawan
inklusif dan merata
serta meningkatkan
kesempatan belajar
sepanjang hayat
untuk semua pada
tahun 2030.
Mencapai GRI 2: Pengungkapan 2-9 Struktur dan komposisi tata kelola
kesetaraan Umum 2021
gender dan 2-10 Nominasi dan pemilihan badan tata kelola
memberdayakan tertinggi
semua perempuan
dan anak GRI 202: Keberadaan 202-1 Rasio standar upah karyawan pemula
perempuan. Pasar berdasarkan jenis
2016 kelamin terhadap upah minimum regional
GRI 203: Dampak 203-1 Investasi infrastruktur dan dukungan
Ekonomi Tidak layanan
Langsung 2016
GRI 401: Kepegawaian 401-1 Perekrutan karyawan baru dan perputaran
2016 karyawan
G
401-2 Tunjangan yang diberikan kepada karyawan
tetap yang tidak diberikan kepada karyawan
sementara atau paruh waktu
401-3 Cuti Melahirkan
404-1 Rata-rata jam pelatihan per tahun per
karyawan
GRI 404: Pelatihan dan 404-3 Persentase karyawan yang menerima
Pendidikan 2016 tinjauan rutin terhadap kinerja dan
pengembangan karir
GRI 405: Keberagaman 405-1 Keberagaman badan tata kelola dan
dan Kesetaraan karyawan
Kesempatan 2016
405-2 Rasio gaji pokok dan remunerasi
perempuan terhadap laki-laki
Memastikan GRI 306: Limbah 2020 306-1 Timbulan limbah dan dampak signifikan
masyarakat terkait limbah
mencapai akses
universal air bersih 306-2 Pengelolaan dampak signifikan terkait
dan sanitasi. limbah
Menjamin akses GRI 302: Energi 2016 302-1 Konsumsi energi di dalam organisasi
energi yang
terjangkau, andal, 302-2 Konsumsi energi di luar organisasi
berkelanjutan, dan
modern untuk 302-3 Intensitas energi
semua lapisan
302-4 Reduksi konsumsi energi
masyarakat.
302-5 Pengurangan kebutuhan energi dari produk
dan jasa
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
224 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 226
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
TAUTAN STANDAR GRI DENGAN TPB
RELEVANSI GRI
TPB TUJUAN PENGUNGKAPAN JUDUL INDIKATOR
STANDAR
Berusaha GRI 2: Pengungkapan 2-7 Karyawan
meningkatkan Umum 2021
pertumbuhan 2-30 Perjanjian kerja bersama
ekonomi yang
inklusif dan GRI 201: Kinerja 201-1 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan
berkelanjutan, Ekonomi 2016 didistribusikan
kesempatan kerja
GRI 203: Dampak 203-2 Dampak ekonomi tidak langsung yang
yang produktif dan
Ekonomi Tidak signifikan
menyeluruh serta
Langsung 2016
pekerjaan yang
layak untuk semua. GRI 204: Praktik 204-1 Proporsi pengeluaran untuk pemasok lokal
Pengadaan 2016
GRI 302: Energi 2016 302-1 Konsumsi energi di dalam organisasi
302-2 Konsumsi energi di luar organisasi
302-3 Intensitas energi
302-4 Reduksi konsumsi energi
302-5 Pengurangan kebutuhan energi dari produk
dan jasa
GRI 401: Kepegawaian 401-1 Perekrutan karyawan baru dan perputaran
2016 karyawan
401-2 Tunjangan yang diberikan kepada karyawan
tetap yang tidak diberikan kepada karyawan
sementara atau paruh waktu
401-3 Cuti Melahirkan
GRI 402: Hubungan 402-1 Periode pemberitahuan minimum terkait
Tenaga perubahan operasional
Kerja/Manajemen 2016
GRI 403: Kesehatan 403-1 Sistem manajemen kesehatan dan
dan Keselamatan Kerja keselamatan kerja
2018
403-2 Identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan
investigasi insiden
403-3 Layanan kesehatan kerja
403-4 Partisipasi pekerja, konsultasi, dan
komunikasi tentang kesehatan dan
keselamatan kerja
403-5 Pelatihan pekerja tentang kesehatan dan
keselamatan kerja
403-7 Pencegahan dan mitigasi dampak-dampak
keselamatan dan kesehatan kerja yang
secara langsung terkait dengan hubungan
bisnis
403-8 Pekerja yang tercakup dalam sistem
manajemen keselamatan dan kesehatan
kerja
403-9 Kecelakaan kerja
403-10 Penyakit akibat kerja
GRI 404: Pelatihan dan 404-1 Rata-rata jam pelatihan per tahun per
Pendidikan 2016 karyawan
404-2 Program untuk meningkatkan keterampilan
karyawan dan
program bantuan peralihan
404-3 Persentase karyawan yang menerima
tinjauan rutin terhadap
kinerja dan pengembangan karir
GRI 405: Keberagaman 405-1 Keberagaman badan tata kelola dan
dan karyawan
Kesetaraan
Kesempatan 2016 405-2 Rasio gaji pokok dan remunerasi
perempuan terhadap laki-laki
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 225
Page 227
TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
TAUTAN STANDAR GRI DENGAN TPB
RELEVANSI GRI
TPB TUJUAN PENGUNGKAPAN JUDUL INDIKATOR
STANDAR
G4 Suplemen Sektor FS6 Persentase dari portofolio untuk lini bisnis
Keuangan menurut wilayah, ukuran, dan sektor
FS7 Nilai moneter dari produk dan layanan yang
dirancang untuk
memberikan keuntungan sosial yang
spesifik untuk setiap lini
bisnis.
FS13 Titik akses di daerah berpenduduk rendah
atau kurang beruntung secara ekonomi
berdasarkan jenis.
FS14 Inisiatif untuk meningkatkan akses ke
layanan keuangan bagi orang-orang yang
kurang beruntung.
FS16 Inisiatif untuk meningkatkan literasi
keuangan berdasarkan jenis atau penerima
manfaat.
Membangun GRI 201: Kinerja 201-1 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan
infrastruktur Ekonomi 2016 didistribusikan
yang tangguh,
meningkatkan
industri inklusif dan GRI 203: Dampak 203-1 Investasi infrastruktur dan dukungan
berkelanjutan, serta Ekonomi Tidak layanan
mendorong inovasi. Langsung 2016
G4 Suplemen Sektor FS6 Persentase dari portofolio untuk lini bisnis
Keuangan menurut wilayah,
ukuran, dan sektor
FS7 Nilai moneter dari produk dan layanan yang
dirancang untuk
memberikan keuntungan sosial yang
spesifik untuk setiap lini bisnis.
Mengurangi GRI 2: Pengungkapan 2-7 Karyawan
Kesenjangan Intra Umum 2021
dan Antar Negara.
GRI 401: Kepegawaian 401-1 Perekrutan karyawan baru dan perputaran
2016 karyawan
GRI 404: Pelatihan dan 404-1 Rata-rata jam pelatihan per tahun per
Pendidikan 2016 karyawan
404-3 Persentase karyawan yang menerima
tinjauan rutin terhadap kinerja dan
pengembangan karir
GRI 405: Keberagaman 405-2 Rasio gaji pokok dan remunerasi
dan Kesetaraan perempuan terhadap laki-laki
Kesempatan 2016
G4 Suplemen Sektor FS1 Kebijakan dengan komponen lingkungan
Keuangan dan sosial yang spesifik yang diaplikasikan
pada lini bisnis.
FS2 Prosedur untuk memeriksa dan menyaring
risiko lingkungan dan sosial pada lini bisnis.
FS3 Proses untuk memonitor implementasi
dan kepatuhan klien terhadap persyaratan
lingkungan dan sosial, termasuk dalam
perjanjian atau transaksi
FS4 Proses untuk meningkatkan kompetensi
staf untuk menerapkan kebijakan
dan prosedur lingkungan dan sosial
sebagaimana diterapkan pada lini bisnis.
FS5 Interaksi dengan klien/penanam modal/
mitra bisnis terkait risiko serta kesempatan
terkait lingkungan dan sosial.
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
226 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 228
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
TAUTAN STANDAR GRI DENGAN TPB
RELEVANSI GRI
TPB TUJUAN PENGUNGKAPAN JUDUL INDIKATOR
STANDAR
FS7 Nilai moneter dari produk dan layanan yang
dirancang untuk memberikan keuntungan
sosial yang spesifik untuk setiap lini bisnis.
FS9 Cakupan dan frekuensi audit serta prosedur
penilaian risiko
FS10 Persentase dan jumlah perusahaan yang
dimiliki dalam portofolio institusi yang
telah berinteraksi dengan organisasi yang
melaporkan tentang isu lingkungan atau
sosial
FS13 Titik akses di daerah berpenduduk rendah
atau kurang beruntung secara ekonomi
berdasarkan jenis.
FS14 Inisiatif untuk meningkatkan akses ke
layanan keuangan bagi orang-orang yang
kurang beruntung.
FS15 Kebijakan untuk produk dan layanan
keuangan yang adil
FS16 Inisiatif untuk meningkatkan literasi
keuangan berdasarkan
jenis atau penerima manfaat.
Menjadikan kota GRI 203: Dampak 203-1 Investasi infrastruktur dan dukungan
dan pemukiman Ekonomi Tidak layanan
inklusif, aman, Langsung 2016
tangguh dan
berkelanjutan GRI 306: Limbah 2020 306-1 Timbulan limbah dan dampak signifikan
terkait limbah
306-2 Pengelolaan dampak signifikan terkait
limbah
306-3 Limbah yang dihasilkan
306-4 Limbah dialihkan dari pembuangan
306-5 Limbah diarahkan ke pembuangan
GRI 203: Dampak 203-1 Investasi infrastruktur dan dukungan
Ekonomi layanan
Tidak Langsung
G4 Suplemen Sektor FS7 Nilai moneter dari produk dan layanan yang
Keuangan dirancang untuk memberikan keuntungan
sosial yang spesifik untuk setiap lini bisnis.
Menjamin pola GRI 302: Energi 2016 302-1 Konsumsi energi di dalam organisasi
produksi dan
konsumsi yang
bertanggungjawab 302-2 Konsumsi energi di luar organisasi
302-3 Intensitas energi
302-4 Reduksi konsumsi energi
302-5 Pengurangan kebutuhan energi dari produk
dan jasa
GRI 305: Emisi 2016 305-1 Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
305-2 Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi
GRK
305-3 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung
lainnya
305-6 Emisi zat perusak ozon (BPO)
305-7 Nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx),
dan emisi udara signifikan lainnya
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 227
Page 229
TENTANG LAPORAN STRATEGI KEBERLANJUTAN IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN PROFIL PERUSAHAAN
TAUTAN STANDAR GRI DENGAN TPB
RELEVANSI GRI
TPB TUJUAN PENGUNGKAPAN JUDUL INDIKATOR
STANDAR
GRI 306: Limbah 2020 306-1 Timbulan limbah dan dampak signifikan
terkait limbah
306-2 Pengelolaan dampak signifikan terkait
limbah
306-3 Limbah yang dihasilkan
306-4 Limbah dialihkan dari pembuangan
306-5 Limbah diarahkan ke pembuangan
GRI 417: Pemasaran 417-1 Persyaratan untuk pelabelan dan informasi
dan produk dan jasa
Pelabelan 2016
Mengambil aksi GRI 201: Kinerja 201-2 Implikasi finansial serta risiko dan peluang
segera untuk Ekonomi 2016 lain akibat perubahan iklim
memerangi
perubahan iklim GRI 302: Energi 2016 302-1 Konsumsi energi di dalam organisasi
dan dampaknya
karena perubahan 302-2 Konsumsi energi di luar organisasi
iklim adalah
302-3 Intensitas energi
tantangan global
yang memengaruhi 302-4 Reduksi konsumsi energi
setiap orang.
302-5 Pengurangan kebutuhan energi dari produk
dan jasa
GRI 305: Emisi 2016 305-1 Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
305-2 Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi
GRK
305-3 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung
lainnya
305-6 Emisi zat perusak ozon (BPO)
305-7 Nitrogen oksi
Melestarikan dan GRI 305: Emisi 2016 305-1 Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
memanfaatkan
secara 305-2 Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi
berkelanjutan GRK
sumber daya
kelautan dan 305-3 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung
samudera untuk lainnya
pembangunan
305-6 Emisi zat perusak ozon (BPO)
berkelanjutan
305-7 Nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx),
dan emisi udara signifikan lainnya
Melindungi, GRI 305: Emisi 2016 305-1 Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
Merestorasi dan
Meningkatkan 305-2 Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi
Pemanfaatan GRK
Berkelanjutan
Ekosistem Daratan, 305-3 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung
Mengelola Hutan lainnya
Secara Lestari,
305-6 Emisi zat perusak ozon (BPO)
Menghentikan
Penggurunan, 305-7 Nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx),
Memulihkan dan emisi udara signifikan lainnya
Degradasi lahan,
serta Menghentikan
Kehilangan
Keanekaragaman
Hayati
MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
228 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 230
LAPORAN DIREKSI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN KINERJA KEBERLANJUTAN
TAUTAN STANDAR GRI DENGAN TPB
RELEVANSI GRI
TPB TUJUAN PENGUNGKAPAN JUDUL INDIKATOR
STANDAR
Menguatkan GRI 2: Pengungkapan 2-9 Struktur dan komposisi tata kelola
Masyarakat yang Umum 2021
Inklusif dan 2-10 Nominasi dan pemilihan badan tata kelola
Damai untuk tertinggi
Pembangunan
Berkelanjutan, 2-11 Ketua badan tata kelola tertinggi
Menyediakan
2-12 Peran badan tata kelola tertinggi dalam
Akses Keadilan
mengawasi pengelolaan dampak
untuk Semua,
dan Membangun 2-15 Benturan kepentingan
Kelembagaan yang
Efektif, Akuntabel,
dan Inklusif di 2-16 Komunikasi hal-hal penting
Semua Tingkatan.
2-23 Komitmen kebijakan
2-25 Proses untuk memulihkan dampak negatif
2-26 Mekanisme pemberian umpan balik/saran
dan menyampaikan
kekhawatiran
2-29 Pendekatan keterlibatan pemangku
kepentingan
GRI 205: Anti Korupsi 205-1 Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko
2016 terkait korupsi
205-2 Komunikasi dan pelatihan tentang
kebijakan dan prosedur anti korupsi
205-3 Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan
yang diambil
GRI 403: Kesehatan 403-4 Partisipasi pekerja, konsultasi, dan
dan Keselamatan Kerja komunikasi tentang kesehatan dan
2018 keselamatan kerja
403-9 Kecelakaan kerja
403-10 Penyakit akibat kerja
GRI 416: Kesehatan dan 416-1 Penilaian dampak kesehatan dan
Keselamatan keselamatan dari berbagai
Pelanggan kategori produk dan jasa
GRI 417: Pemasaran 417-2 Insiden ketidakpatuhan sehubungan
dan dengan dampak
Pelabelan 2016 kesehatan dan keselamatan dari produk
dan jasa
417-3 Insiden ketidakpatuhan terkait komunikasi
pemasaran
GRI 418: Privasi 418-1 Pengaduan yang berdasar mengenai
Pelanggan 2016 pelanggaran terhadap privasi pelanggan
dan hilangnya data pelanggan
Menguatkan Sarana Pelaksanaan dan Merevitalisasi Kemitraan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 229
Page 231
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk Kantor Pusat Gedung The Tower Jl. Gatot Subroto No. 27 Kelurahan Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan 1293 Kontak BSI Call - 14040 Telp. 62081584114040 contactus@bankbsi.co.id Facebook: Bank Syariah Indonesia Instagram: @banksyariahindonesia Youtube: Bank Syariah Indonesia Twitter: bankbsi_id
Names mentioned 68 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Syariah
p.2 ×4
unresolved
org
Bank Penyedia Layanan Pembayaran Best Mudharabah Sukuk
p.11
unresolved
org
Teladan BAZNAS RI MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK
p.11
unresolved
org
Bank Identifikasi
p.15
unresolved
org
Reporting Standard dan Partners
p.19
unresolved
org
Bank Indonesia
p.32 ×6
unresolved
org
Bank Umum Syariah
p.32 ×3
unresolved
org
Bank Sustainability Sukuk Dalam Rupiah Sustainability Sukuk Tahap
p.38
unresolved
org
Bank Indonesia. Komitmen BSI
p.45
unresolved
org
Bank Negara Indonesia PENYESUAIAN NAMA PERUSAHAAN (Persero) Tbk
p.47 ×2
unresolved
person
H. TANGGAL PENDIRIAN
p.47
unresolved
person
Jose Dima Satria S.H.
p.47
unresolved
org
Bank Syariah Indonesia Bank Syariah Indonesia Catatan
p.48
unresolved
org
Indonesia (Persero) Tbk
p.49 ×3
unresolved
org
Milik Negara
p.55
unresolved
org
Internasional
· Anggota
p.57 ×2
unresolved
person
Forum Komunikasi
· Direktur
p.57
unresolved
org
Bank Agen Penjual Efek Reksa Dana Indonesia
p.57
unresolved
org
Musyawarah Perbankan Daerah
p.57
unresolved
org
Sentral Efek Indonesia
p.57
unresolved
org
Amil Zakat Nasional
p.65
unresolved
org
Amil
p.65
unresolved
org
Amil BSI
p.65
unresolved
org
Departemen Perbankan Syariah
p.74
unresolved
org
PT Mandiri Utama Finance
p.82
unresolved
—
Pengaw
· Dewan Pengawas Syariah
p.90
unresolved
person
Muhadjir
· Komisaris
p.94
unresolved
—
Talullembang
· Dewan
p.94
unresolved
—
Jauharuddin
· Dewan
p.95
unresolved
—
Saputra
· Dewan
p.95
unresolved
—
Firmansyah
· Dewan
p.95
unresolved
—
Rofiudin
· Dewan
p.95
unresolved
—
Amin
· Dewan
p.95
unresolved
person
Kualifikasi
· Direktur
p.95
unresolved
—
Communication
· Investor Gathering
p.96
unresolved
org
Syariah
· Komisaris
p.102
unresolved
person
Berkelanjutan BSI
· Komisaris
p.102
unresolved
org
Departemen Sustainable
p.104
unresolved
org
Departemen Sustainability
p.104
unresolved
org
PT BSI Group Indonesia
p.207
unresolved
org
Bank Syariah Indonesia Instagram
p.231
unresolved
org
Bank Syariah Indonesia Twitter
p.231
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.