Skip to content
Back to announcement

AnnualReport2025-BRIS-att2.pdf

Other Text extracted BRIS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 231

Page 1
MEMIMPIN KEUANGAN
    BERKELANJUTAN
          DI ERA BARU
           BANK EMAS




PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk
               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 2
LAPORAN DIREKSI   TATA KELOLA KEBERLANJUTAN   KINERJA KEBERLANJUTAN




MEMIMPIN KEUANGAN
BERKELANJUTAN
DI ERA BARU BANK EMAS
BSI melangkah ke tahun 2025 dengan keyakinan bahwa keberlanjutan
bukan lagi pilihan, tetapi amanah. Sebagai Bank Syariah yang menyediakan
layanan Bank Emas pertama di Indonesia, BSI membawa perspektif baru
tentang bagaimana keuangan syariah dapat menjadi kekuatan perubahan,
menghubungkan nilai spiritual, kesejahteraan sosial, dan kelestarian
lingkungan dalam satu perjalanan yang utuh.

Dalam era baru ini, BSI menempatkan keberlanjutan sebagai fondasi setiap
langkah, dari memperkuat pembiayaan hijau, menghadirkan solusi digital
yang inklusif, mendorong pemberdayaan masyarakat, hingga menghidupkan
potensi sosial melalui instrumen ZISWAF dan wakaf produktif.

BSI percaya bahwa keberlanjutan tumbuh dari nilai, komitmen, dan
konsistensi. Karena itu, Perseroan terus membangun kemitraan, memperluas
gerakan ekonomi hijau, memperkuat literasi syariah, dan menghadirkan
ekosistem yang mendukung generasi mendatang untuk hidup lebih baik.
Dengan memimpin era baru Bank Emas, BSI menegaskan komitmen
untuk memastikan bahwa pertumbuhan tidak hanya dikejar, tetapi juga
diwariskan, sebagai manfaat, sebagai keberkahan, dan sebagai masa depan
yang lebih seimbang bagi Indonesia.




                                                                      LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   1
Page 3
              TENTANG LAPORAN          STRATEGI KEBERLANJUTAN         IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN          PROFIL PERUSAHAAN




    DAFTAR ISI

          MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN
     1    DI ERA BARU BANK EMAS

     2    DAFTAR ISI
                                                                PROFIL PERUSAHAAN
     4    KONTRIBUSI KEBERLANJUTAN 2025
                                                                43      Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan
     8    PENCAPAIAN PENTING
                                                                46      Identitas Perusahaan

                                                                48      Skala Perusahaan

                                                                48         Informasi Mengenai Pegawai

                                                                 52        Wilayah Operasional

                                                                        Produk, Layanan dan
                                                                54      Kegiatan Usaha yang Dijalankan

    TENTANG LAPORAN                                              55     Rantai Pasok

                                                                 55     Entitas Hilir dan Relasi Bisnis lainnya
     13   Tentang Laporan
                                                                 56     Keanggotaan Asosiasi
     14   Proses Penentuan Topik Material
                                                                 56     Perubahan Perusahaan yang Bersifat
     17   Pengelolaan Topik Material                                    Signifikan pada Organisasi
          Hubungan dengan Pemangku
    20    Kepentingan




                                                                LAPORAN DIREKSI

                                                                 59     Laporan Direksi
    STRATEGI KEBERLANJUTAN
                                                                        Tanggung Jawab Laporan Keberlanjutan
                                                                66
                                                                        Tahun Buku 2025
     23   Penjelasan Strategi Keberlanjutan

     31   Policy Commitment

     35   Proses untuk Memulihkan Dampak Negatif




                                                                TATA KELOLA KEBERLANJUTAN


    IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN
                                                                69      Struktur dan Komposisi Tata Kelola

                                                                 71     Conflict of Interest
     37   Kinerja Aspek Ekonomi
                                                                        Nominasi dan Seleksi Dewan Komisaris,
     39   Kinerja Aspek Lingkungan Hidup                         72
                                                                        Dewan Pengawas Syariah dan Direksi
    40    Kinerja Aspek Sosial                                          Penilaian Kinerja Dewan Komisaris, Dewan
                                                                 73
                                                                        Pengawas Syariah dan Direksi
                                                                        Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris
                                                                 74
                                                                        dan Direksi

                                                                 76     Kepatuhan Terhadap Hukum dan Peraturan




    MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
2   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 4
LAPORAN DIREKSI          TATA KELOLA KEBERLANJUTAN   KINERJA KEBERLANJUTAN




77       Kode Etik                                    147       Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan
                                                                dan Didistribusikan
77       Whistleblowing System
                                                      148       Bantuan Finansial dari Pemerintah
         Anti-Korupsi, Anti-Fraud, dan
78
         Pengendalian Gratifikasi                     149       Praktik Pengadaan Barang dan Jasa

83       Perdagangan Orang Dalam                      151    Kinerja Lingkungan Hidup

         Pelindungan Data Pribadi                     151       Aspek Umum
83
                                                      152       Aspek Material
         Penerapan Standar dan Pedoman
         Keberlanjutan Internasional ISO              152       Aspek Energi
86
         26000:2010 – Guidance on Social
         Responsibility
                                                      155       Aspek Air

      Aktivitas Lobi dan Kontribusi Politik           157       Aspek Keanekaragaman Hayati
88
                                                      157       Aspek Emisi
      Penerapan Program Anti Pencucian Uang
      (APU), Pencegahan Pendanaan Terorisme           161       Aspek Limbah dan Efluen
88    (PPT) dan Pencegahan Pendanaan
      Proliferasi Senjata Pemusnah Massal
                                                      162       Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan
                                                                Hidup
      (PPPSPM)
      Penerapan Keuangan Berkelanjutan
                                                      163    Kinerja Sosial
89
                                                      163       Komitmen untuk Memberikan Layanan
         Penanggung Jawab Penerapan                             atas Produk dan/atau Jasa yang Setara
89
         Keuangan Berkelanjutan                                 Kepada Konsumen
         Pengembangan Kompetensi Terkait              172       Aspek Ketenagakerjaan
93
         Keuangan Berkelanjutan
                                                      190       Aspek Masyarakat
         Manajemen Risiko atas Penerapan
95                                                    200       Privasi dan Keamanan Data Nasabah
         Keuangan Berkelanjutan
         Permasalahan Terhadap Penerapan              203    Tanggung Jawab Pengembangan Produk
98                                                           dan/atau Jasa Keberlanjutan
         Keuangan Berkelanjutan

100   Memperkuat Tata Kelola BSI pada Risiko          203       Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa
      dan Peluang Terkait Iklim                                 Keuangan Berkelanjutan

                                                      203       Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi
                                                                Keamanannya Bagi Pelanggan

                                                      204       Dampak Produk/Jasa

                                                      204       Jumlah Produk yang Ditarik Kembali

                                                      205       Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap
                                                                Produk dan/atau Jasa
KINERJA KEBERLANJUTAN                                 206    Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen

133   Kegiatan Membangun Budaya                       207    Lembar Umpan Balik
      Keberlanjutan
                                                      208    Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan
134   Kinerja Ekonomi                                        Keberlanjutan Tahun 2023
134      Perbandingan Target dan Kinerja              209    Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan
         Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan,            Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/
         atau Investasi, Pendapatan dan Laba                 POJK.03/2017
         Rugi
                                                      211    Indeks Isi Consolidated Set
137      Perbandingan Target dan Kinerja                     of GRI Standard
         Portofolio, Target Pembiayaan, atau
         Investasi Pada Instrumen Keuangan atau       218    Sustainability Accounting Standard Board
                                                             (SASB) Standards Commercial Bank
         Proyek yang Sejalan dengan Keuangan
         Berkelanjutan                                219    Indeks IFRS S1 dan S2
146      Meningkatkan Ekosistem Islam                 223    Tautan Standar GRI dengan TPB




                                                                               LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   3
Page 5
                 TENTANG LAPORAN                        STRATEGI KEBERLANJUTAN                       IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN                           PROFIL PERUSAHAAN




    KONTRIBUSI
    KEBERLANJUTAN 2025
    BSI terus memperkuat implementasi ESG melalui 3 pilar utama yaitu sustainable banking,
    sustainable operation & sustainable beyond banking. Pada pilar sustainable banking, portofolio
    pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp73,92 triliun, terdiri dari Rp15,66 triliun pembiayaan
    hijau, Rp58,26 triliun pembiayaan sosial, serta Rp396 miliar pembiayaan kendaraan listrik, dan
    didukung penerbitan Rp5 triliun Sukuk Berkelanjutan Tahap II. Pada pilar sustainable operation
    BSI melaksanakan kegiatan operasional melalui penggunaan sarana prasarana hijau yang
    mendukung keberlanjutan di antaranya pembangunan Green Building Landmark BSI Aceh
    dan BSI Tower Jakarta, pemasangan panel surya, mesin daur ulang botol plastik, stasiun pengisian
    kendaraan listrik, panel surya, pengoperasian 144 kendaraan listrik, dan penghitungan emisi cakupan 1
    & 2 dengan mempergunakan aplikasi digital carbon tracking. BSI juga terus meningkatkan transformasi
    digital, strategi proaktif dalam perlindungan & keamanan data pribadi. Pada pilar sustainable beyond
    banking, BSI terus memperluas inklusivitas salah satunya dengan mempekerjakan 41% pegawai
    perempuan serta menyalurkan Rp400 miliar dana ZISWAF melalui 5 pilar yaitu:
    ESG Highlights


     BANKING



     Portofolio Pembiayaan                             Portofolio Pembiayaan             Portofolio Pembiayaan              Portofolio             Sukuk
     Berkelanjutan 23,18% dari total                   Hijau 21,20%                      Sosial 78,80%                      Kendaraan Listrik      Keberlanjutan
     pembiayaan, yang terdiri dari:                                                                                                                Tahap II

     RP
          73,92 Tn                                     Rp
                                                               15,66 Tn                  Rp
                                                                                                58,26Tn                     Rp
                                                                                                                                 396 M             Rp
                                                                                                                                                          5 Tn
                                                      ESG Rating                                     1st Global Islamic Bank




     OPERASIONAL

     Gedung perkantoran
     ramah lingkungan:
                                           11                                 13                                  70                            144
     Landmark BSI Aceh & BSI               Panel Surya di Outlet BSI          Stasiun pengisian daya              Unit mesin penjual            kendaraan listrik
     Tower                                 dan Desa Binaan BSI                kendaraan listrik di Kantor         botol daur ulang di           operasional
                                                                              Pusat & Gerai BSI                   Jabodetabek & Bali

                                           Peluncuran pelacakan
                                           karbon digital:                           Artikel ESG BSI: 140.147 articles

                                                                 tCO2e               Halaman Utama ESG BSI:
                                           19.374,40 cakupan 1*
                                                                                                                                                              Perempuan
                                                                                                                                                      Laki-
                                                                                     https://ir.bankbsi.co.id/esg/home.html                           laki    41%
                                                                                                                                                      59%

                                                                 tCO2e
                                           70.356,55 cakupan 2*                      Untuk mencapai kesetaraan gender dan
                                                                                     pemberdayaan perempuan, BSI berkomitmen
                                                                                                                                                     41%
                                                                                     menciptakan lingkungan kerja yang inklusif.                     karyawan perempuan
                   Catatan: Cakupan 1 untuk bahan bakar; Cakupan 2 untuk listrik.                                                                    (2025)




     BEYOND BANKING                                                                 Komposisi    Pencairan
                                                                                                                Jumlah Orang
                                                                   Pilar                                       yang Terdampak
                                                                                       (%)       (Rp Miliar)
                                                                                                                    (‘000)

     Rp
          400 M
                                                        Pilar Ekonomi                  6,6%         26,4            591,1

                                                        Pilar Pendidikan              28,7%         114,8            23

                                                        Pilar Kemanusiaan             37,2%        148,8            599,1
     Total Nilai Penyaluran UPZ BSI,
                                                        Pilar Kesehatan                 3%          11,8            27,3
     Zakat, Infak, Dana Sosial, dan
                                                        Pilar Dakwah dan Advokasi      9,5%         38,2            45,9
     Wakaf per Desember 2025
                                                        Amil                           15%           60               -




     MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
4    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 6
 LAPORAN DIREKSI                              TATA KELOLA KEBERLANJUTAN                            KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                                KONTRIBUSI KEBERLANJUTAN 2025



BSI terus memperkuat implementasi keuangan berkelanjutan sesuai dengan POJK No. 51/
POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten,
dan Perusahaan Publik, yang tercermin dari pertumbuhan stabil pembiayaan berbasis sosial dan
hijau. Komposisi portofolio pembiayaan hijau menunjukkan kontribusi yang signifikan di berbagai
segmen lingkungan. Per Desember 2025, portofolio pembiayaan hijau Perseroan didominasi oleh
produk ramah lingkungan (eco-efficient) sebesar 41,15%, diikuti pengelolaan sumber daya hayati dan
penggunaan lahan berkelanjutan sebesar 36,90%, kegiatan lain dari kegiatan usaha berwawasan
lingkungan lainnya sebesar 10,14%, transportasi ramah lingkungan sebesar 6,05%, energi terbarukan
sebesar 4,54%, bangunan berstandar keberlanjutan sebesar 0,65%, serta pengelolaan air dan air limbah
berkelanjutan sebesar 0,58%. Komposisi ini mencerminkan komitmen BSI dalam memperkuat dampak
lingkungan dan sosial melalui pengembangan portofolio pembiayaan berkelanjutan yang terdiversifikasi.



Rincian pada Perbankan Berkelanjutan



  Dasar Regulasi
                                                                                                            Komposisi Portofolio Pembiayaan Hijau
                                                                                                                      menurut Segmen

                                                                                                                                                                              %


                                                                                                                        Energi Terbarukan
                                                                                                                                                  4,32%

                                   OTORITAS JASA KEUANGAN                                                                                         4,54%                    22 bps
                                     REPUBLIK INDONESA



                                 SALINAN
                    PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN                                                        Pengelolaan SDA Hayati dan
                           NOMOR 51/POJK.03/2017                                                                                                                48,74%
                                                                                                               Penggunaan Lahan yang
                                 TENTANG
                                                                                                                         Berkelanjutan                                   (1184 bps)
                   PENERAPAN KEUANGAN BERKELANJUTAN                                                                                                         36,90%
                   BAGI LEMBAGA KEUANGAN, EMITEN, DAN
                            PERUSAHAAN PUBLIK



                                                                                                                    Transportasi Ramah
   Keuangan Berkelanjutan di BSI mengikuti                                                                                 Lingkungan
                                                                                                                                                2,25%

                                                                                                                                                                         380 bps
   POJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Pedoman                                                                                                        6,05%


   Pelaksanaan Keuangan Berkelanjutan untuk
   Lembaga    Jasa    Keuangan, Emiten, dan
                                                                                                                   Pengelolaan Air dan
   Perusahaan Publik.                                                                                        Limbah yang Berkelanjutan
                                                                                                                                                0,65%

                                                                                                                                                0,58%                     (7 bps)



                                                                         +11.2%

                                                      +15.23%                                            Produk yang Dapat Mengurangi
                                                                                                                                                             41,27%
                                                                                                             Penggunaan Sumber Daya
                                   +12.06%                                        72.86                                                                                    (13 bps)
                                                                                                                                                            41,15%
                +10.59%                                         66.49

                                             57.70
                          51.49
       46.56                                                                      78,82%                       Bangunan Berwawasan
                                                                                                                                                 0,95%
                                                                                                           Lingkungan yang Memenuhi
                                                                78,82%                                                       Standar            0,65%                     (30 bps)

                                             78,80%

                          81,22%
      84,75%
                                                                                                               Kegiatan Usaha dan/atau
                                                                                                                                                1,82%
                                                                                                       Kegiatan Lain dari Kegiatan Usaha
                                                                21,18%            21,18%                       Berwawasan Lingkungan               10,14%                 832 bps
                          18,78%             21,20%
       15,25%

       2021               2022               2023               2024              2025
        Aktivitas Bisnis Berbasis Hijau (KUBL)        Aktivitas Bisnis Berbasis Sosial (KUBS)                      Desember 2024            Desember 2025




                                                                                                                                      LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025                      5
Page 7
               TENTANG LAPORAN            STRATEGI KEBERLANJUTAN         IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN           PROFIL PERUSAHAAN




    KONTRIBUSI KEBERLANJUTAN 2025




        Sebagai bagian dari komitmen sosial Bank Syariah Indonesia (BSI), Penyaluran dana
        zakat disalurkan ke baznas sesuai ketentuan dan dibantu oleh BSI Maslahat dalam
        pendistribusiannya sebagai mitra pengelola Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf
        (ZISWAF), sehingga memastikan kontribusi sosial Bank memberikan dampak
        yang terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Sepanjang periode pelaporan, BSI
        Maslahat menyalurkan dana ZISWAF ke lima fokus utama, yaitu pendidikan sebesar
        Rp114,8 miliar, kesehatan Rp11,8 miliar, kemanusiaan Rp148,8 miliar, pemberdayaan
        ekonomi Rp26,4 miliar, serta program dakwah dan advokasi Rp38,2 miliar, yang secara
        keseluruhan menjangkau jutaan penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.
        Sejalan dengan itu, zakat perusahaan dan karyawan BSI terus menunjukkan tren
        peningkatan, dari Rp268 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp289 miliar hingga
        Desember 2025, mencerminkan kinerja keuangan BSI yang semakin solid sekaligus
        memperkuat peran Bank dalam mendorong kesejahteraan sosial dan pembangunan
        berkelanjutan melalui pengelolaan ZISWAF yang amanah dan profesional.




    Kontribusi Progresif untuk Indonesia



                                         BSI Maslahat merupakan sarana BSI dalam penyaluran ZISWAF (Zakat, Infak,
                                         Sedekah, dan Wakaf), dengan fokus pada bidang berikut:




        Pendidikan               Kesehatan              kemanusiaan              Ekonomi                    Dakwah dan
                                                                                                             Advokasi
       Rp
         114,8 M                 Rp
                                   11,8 M              Rp
                                                          148,8 M               Rp
                                                                                   26,4 M                  Rp
                                                                                                             38,2 M
           23.000                 27.300                   599.100                 591.100                     45.900
      penerima manfaat       penerima manfaat         penerima manfaat        penerima manfaat            penerima manfaat




    Zakat Perusahaan dan Karyawan BSI
    Zakat perusahaan dan karyawan BSI pada tahun 2025
    meningkat sejalan dengan peningkatan profitabilitas
    yang dicatat.


                                                289
                                  268
                     223
         173




        2022         2023         2024        2025




     MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
6    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 8
LAPORAN DIREKSI                   TATA KELOLA KEBERLANJUTAN                            KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                           KONTRIBUSI KEBERLANJUTAN 2025




   Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI berperan aktif dalam
   pengembangan Islamic ecosystem di Indonesia, termasuk penguatan ekosistem
   haji, melalui penyaluran Dana Pihak Ketiga yang terarah dan berkelanjutan.
   Sepanjang periode pelaporan, dana disalurkan ke lima segmen, yaitu Masjid dan
   Jamaah, Pesantren dan Wali Santri, Sekolah Islam & Guru/Wali Murid, Gaya Hidup
   Halal, dan Haji & Umroh, dengan total dana masing-masing mencapai Rp7,5 triliun,
   Rp2,1 triliun, Rp9,3 triliun, Rp1,2 triliun, dan Rp15,9 triliun. Pertumbuhan dana yang
   konsisten pada seluruh segmen mencerminkan kontribusi BSI dalam memperluas
   inklusi keuangan syariah, memperkuat institusi keagamaan dan pendidikan, serta
   mendukung gaya hidup halal dan perencanaan ibadah haji yang berkelanjutan.




          Masjid                     Pesantren                    Sekolah Islam                     Gaya Hidup Halal                       Haji & Umroh


(juta)           +18,8%          (ribu)          +6,1%            (ribu)          +10,7%             (ribu)          +14,7%              (juta)          +24,3%

                          1,23                           142                               551                                98                                  6,93



          1,03                            134                              498                                 85                                 5,39



         2024         2025                2024           2025              2024        2025                   2024        2025                    2024        2025
         Masjid & Jamaah           Pesantren & Wali Santri         Sekolah & Guru/Wali Murid                  Makanan Halal,                      Tabungan Haji
                                                                                                                Mode, RS




                                                                Total Dana Pihak Ketiga



    Rp     7,5 Tn                    Rp     2,1 Tn                     Rp    9,3 Tn                      Rp     1,2 Tn                     Rp     15,9 Tn
           8,21% YoY                       42,7% YoY                          7,1% YoY                          41,5% YoY                          10,0% YoY




                                                                                                                              LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025                 7
Page 9
                TENTANG LAPORAN      STRATEGI KEBERLANJUTAN     IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN       PROFIL PERUSAHAAN




     PENCAPAIAN PENTING




    MILESTONE ESG BSI


                                                                                                   »» Peningkatan




                                                                                            2024
                                                                                                      aktivitas Green
                                                                                                      Campaign (115
                                                                                                      Electric Vehicle,
                                                                                                      6 Unit Charging
                                                                                                      Station dan 1
                                                                     »» Pembangunan                   Green Building
                                                              2023



                                                                        Green Building                Landmark Aceh
                                                                        Landmark BSI                  Certification).
                                                                        Aceh.                      »» Dibentuknya
                                                                     »» Pelaporan data                ESG Group.
                                         »» Penetapan                   Taksonomi                  »» Pengembangan
                                                                        Hijau
                                  2022




                                            Visi dan Misi                                             Digital Carbon
                                            Keberlanjutan.              Indonesia                     Tracking untuk
                                         »» Implementasi                untuk 450                     mendapatkan
                                            Sustainability              debitur                       baseline emisi
                                            KPI.                        terbesar.                     karbon.
                                         »» Melaksanakan                                           »» Penerbitan
                                            ESG Scoring                                               Sukuk
    2021




           »» Langkah awal                  sebagai bagian                                            Mudharabah
              bersinergi bersama            dari pengajuan                                            Berlandaskan
              mempersembahkan               pembiayaan.                                               Keberlanjutan
              beragam layanan            »» Program Green                                             Berkelanjutan
              dan produk                    Campaign dan                                              I BSI Tahap I
              perbankan syariah             Eco-Lifestyle                                             Tahun 2024.
              di bawah entitas
              PT Bank Syariah
              Indonesia Tbk (BSI).
           »» Pembentukan UPZ
              Baznas BSI oleh
              BAZNAS RI No 19
              Tahun 2021




     MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
8    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 10
 LAPORAN DIREKSI         TATA KELOLA KEBERLANJUTAN      KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                        PENCAPAIAN PENTING
2025




               »» Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan mencapai Rp73,92 triliun, mencakup Green
                  Financing dan Social Financing sebagai wujud komitmen BSI dalam keuangan
                  berkelanjutan.
               »» Menjadi Pionir 1st Digital Carbon Tracking pada Bank Syariah, memanfaatkan
                  teknologi untuk pemantauan emisi secara periodik.
               »» 2 Gedung Green Building bersertifikasi “Gold Certified”, mendukung operasional
                  ramah lingkungan di Landmark BSI Aceh dan BSI Tower Jakarta.
               »» Pemasangan 8 Panel Surya untuk mendukung pengurangan emisi dari operasional
                  kantor, dan 3 Panel Surya di Desa Binaan BSI.
               »» Penggunaan 144 Kendaraan Listrik, memperkuat komitmen transisi energi bersih
                  dalam operasional.
               »» Total Nilai Penyaluran UPZ BSI, Zakat, Infak, Dana Sosial, dan Wakaf mencapai 400
                  miliar, memperluas dampak sosial bagi masyarakat.
               »» 41% Pegawai Perempuan, sebagai wujud komitmen BSI terhadap inklusivitas dan
                  kesetaraan gender.
               »» Pemasangan 70 unit Recycle Bottle Vending Machine di Jabodetabek & Bali,
                  mendukung gaya hidup berkelanjutan dan edukasi lingkungan.
               »» Menandatangani Principles for Responsible Banking (PRB) serta bergabung
                  sebagai anggota United Nations Environment Programme Finance Initiative (UNEP
                  FI).
               »» Menandatangani MoU terkait Akselerasi Pengembangan Ekosistem Keuangan
                  Berkelanjutan dengan Global Green Growth Institute (GGGI).
               »» Menandatangani MoU terkait Inisiasi Efisiensi Energi dengan Basel Agency for
                  Sustainable Energy (BASE).
               »» Meraih penghargaan pilar sosial dalam kategori “Empower Vulnerable Community”
                  di ajang ESG Now Awards 2025 melalui Implementasi Green Zakat Desa BSI.
               »» Meraih 4 penghargaan dari Euromoney Islamic Finance Awards 2025 dalam bidang
                  ESG dan Wealth Management, yakni The World’s Best Islamic Bank for ESG, Asia’s
                  Best Islamic Bank for ESG, dan Indonesia’s Best Islamic Bank for ESG. Selain itu, BSI
                  juga berhasil mendapatkan Indonesia’s Best Islamic Bank for Wealth Management.
               »» Meraih penghargaan sebagai “Best Mudharabah Sukuk in Southeast Asia 2024” di
                  ajang 18th Annual Deal & Solution and ESG Award yang dihelat di Malaysia.
               »» Mencatat peningkatan signifikan Bloomberg ESG Score dari 3,9 pada tahun
                  sebelumnya menjadi 5,6, yang mengantarkan Perseroan meraih peringkat 1 sebagai
                  Global Islamic Bank.
               »» Pelaksanaan Climate Risk Stress Test terhadap 100% portofolio.
               »» Peluncuran Green Zakat Framework.
               »» Pembentukan Working Group ESG ASBISINDO.
               »» Peluncuran ESG Landing Page.
               »» Penerbitan Sustainability Sukuk Tahap II sebesar Rp5 triliun.




                                                                                LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   9
Page 11
                           TENTANG LAPORAN                       STRATEGI KEBERLANJUTAN                        IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN                          PROFIL PERUSAHAAN




     PENCAPAIAN PENTING



      ESG Rating




      ESG Risk Rating                              #7th            Legend: Bloomberg                                          Legend: S&P Global
      (Lower is better)                                            Bloomberg ESG Rank                                         S&P Global ESG Rank
                                                                   (skala 0-10, higher is better)                             (skala 0-100, higher is better)


                                             Medium Risk                                                                                                                #5th
                             Medium Risk
      Medium Risk                                  28,5
                                27,3                                                                             #1st
            26,8                                                                                       #4th
                                                                                        #9th                                                                            32
           2022                  2023              2024            Rank                                           5,6
                                                                                                        3,9                                                      21
                                                                                         2,2                                          17
      Last Update: 2024                                            ESG Score


      Legend: Sustainalytics                                                          Jun 24          Dec 24    Dec 25             2022                         2023   2024


       Severe             High   Medium    Low     Negligible

          40+         30-40       20-30    10-20          0-10




      Keanggotaan dan Advokasi


                                                   BSI menjadi

                                                                                                                          1X
                                                   anggota UNEP                                                                              BSI menjadi Anggota
                                                   FI Signatory                                                                              ESG Working Group
                                                                                                                         Pertemuan           Perbanas




                                                            3X
                                                          Pertemuan                                                       23
                                                                                                                                             ESG BSI menjadi
                                                                                                                                             Narasumber dalam
                                                                                                                          Forum              berbagai forum
      BSI menjadi Ketua ESG Working
      Group Asbisindo




         Penghargaan


                                                                                                    ESG Now Awards 2025-Republika:
                                                                                                    Category: Empower Vulnerable Community.
         Euromoney Islamic Finance Awards 2025
         1. The World’s Best Islamic Bank for ESG
         2. Asia’s Best Islamic Bank for ESG
         3. Indonesia’s Best Islamic Bank for ESG
                                                                                                    Katadata Green Initiative Awards 2025:
                                                                                                    Environmental Zakat Management – Green Zakat



                                                                                                               BAZNAS Award 2025:
                                 Alpha Southeast Asia Awards:
                                                                                                               1. Bank Penyedia Layanan Pembayaran
                                 Best Mudharabah Sukuk in
                                                                                                                  Zakat Terbaik BAZNAS RI
                                 Southeast Asia 2024
                                                                                                               2. Supporting Partner
                                                                                                               3. Perusahaan Pembayar Zakat Badan
                                                                                                                  Teladan BAZNAS RI



     MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
10   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 12
     LAPORAN DIREKSI          TATA KELOLA KEBERLANJUTAN              KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                       PENCAPAIAN PENTING


Sustainable Banking                         Sustainable Operation                          Sustainable Beyond Banking

1.  Penguatan fondasi ESG, termasuk         1.   Operasional Ramah Lingkungan:             1. Jumlah Agen BSI meningkat sebesar
    penyempurnaan visi keberlanjutan,            a. Pengoperasian 2 gedung                    6,39% dibandingkan tahun 2024.
    komitmen, serta aktivitas di seluruh             bersertifikasi Green Building Gold    2. Distribusi ZISWAF pada tahun 2025
    pilar Sustainable Banking.                       Certified, yaitu Landmark Aceh           memberikan manfaat bagi lebih
2. Pengembangan kebijakan                            dan BSI Tower, Jakarta.                  dari 1,2 juta orang, melalui program-
    dan prosedur ESG, seperti ESG                b. Penggunaan 8 panel surya pada             program di berbagai pilar:
    Guiding Principle, SPO Keuangan                  fasilitas operasional Perseroan          a. Pilar Ekonomi: 591.100 penerima
    Berkelanjutan, pemutakhiran                      untuk mendukung pengurangan                  manfaat dengan total penyaluran
    Industry Acceptance Criteria (IAC),              emisi dan efisiensi energi. Selain           Rp26,4 miliar.
    Green Sector Classification.                     itu, 3 unit panel surya dipasang         b. Pilar Pendidikan: 23.000 penerima
3. Limitasi brown sektor, yaitu industri             di Desa Binaan BSI sebagai                   manfaat dengan total penyaluran
    batu bara, industri migas, dan                   bagian dari dukungan Perseroan               Rp114,8 miliar.
    pertambangan migas.                              terhadap pengembangan                    c. Pilar Kemanusiaan: 599.100
4. Pembentukan ESG Sub-Committee                     masyarakat dan pemanfaatan                   penerima manfaat dengan total
    di bawah Komite Manajemen Risiko.                energi terbarukan.                           penyaluran Rp148,8 miliar.
5. ESG Working Group di bawah Komite             c. Implementasi pengolahan air               d. Pilar Kesehatan: 27.300 penerima
    Manajemen Risiko.                                (water treatment / Water Station             manfaat dengan total penyaluran
6. Penyaluran pembiayaan                             RO) di beberapa lokasi gedung                Rp11,8 miliar.
    berkelanjutan mencapai Rp73,92                   BSI, termasuk RO Bandung & RO            e. Pilar Dakwah & Advokasi: 45.900
    triliun, terdiri dari Rp58,26 triliun            Surabaya.                                    penerima manfaat dengan total
    pembiayaan sosial dan Rp15,66 triliun        d. Penggunaan 100% lampu LED                     penyaluran Rp38,2 miliar.
    pembiayaan hijau.                                yang hemat energi di seluruh          3. Pada 2025, BSI meluncurkan Green
7. Penerbitan Sustainability Sukuk                   jaringan kantor.                         Zakat Framework, menjadikan BSI
    dengan total Rp8 triliun (Tahap              e. Penggunaan teknologi inverter             sebagai pionir dalam pengelolaan
    1: Rp3T, Tahap 2: Rp5T), serta                   & refrigerant volume (VRF) pada          zakat yang selaras dengan tujuan
    penyelarasan dengan Sustainability               sistem pendingin ruangan.                lingkungan (environmental impact).
    Sukuk Framework.                             f. Pemanfaatan 144 unit kendaraan
8. Penguatan sumber pendanaan                        listrik (EV) sebagai armada
    berkelanjutan melalui Deposito                   operasional ramah lingkungan.
    Wakaf.                                       g. Kolaborasi SPKLU BSI x PLN.
9. Perluasan pembiayaan Electric                 h. Pemanfaatan Pembangkit Listrik
    Vehicle (EV) yang mencapai Rp396                 Tenaga Surya (PLTS) pada lokasi
    miliar pada 2025.                                operasional tertentu.
10. Peluncuran ESG Mutual/Maslahat          2.   Digital Carbon Tracking.
    Fund.                                   3.   Green Initiatives
11. Penguatan infrastruktur ESG                  a. 1 Home 1 Tree, penanaman pohon
    internasional melalui kerja sama                 untuk setiap pembiayaan rumah.
    dengan GGGI untuk pengembangan               b. Water Station RO Bandung &
    Sustainability Sukuk Framework,                  Surabaya.
    peningkatan kapasitas, dan                   c. Kartu Syariah Ramah Lingkungan.
    dukungan proses menuju Accredited       4.   Green Business Culture (GBC)
    Entity Green Climate Fund (GCF).             a. Vol. 1 – Webinar Green Business
12. Keanggotaan UNEP FI dan penan-                   Culture
    datanganan Principles for Responsi-          b. Vol. 2 – ESG Refreshment Module
    ble Banking (PRB) sebagai pengua-                (KPI seluruh pegawai)
    tan komitmen keberlanjutan global.           c. Vol. 3 – Knowledge Sharing Forum:
                                                     ESG Guiding Principle
                                                 d. Vol. 4 – Training ISO 26000
                                                 e. Vol. 5 - Sustainability Mastery IFRS
                                                     S1 & S2
                                                 f. Podcast GBC bertema ESG & Op-
                                                     erational Excellence
                                                 g. Green Ramadhan Campaign
                                            5.   Penguatan Keamanan Informasi
                                                 a. Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 un-
                                                     tuk Sistem Manajemen Keamanan
                                                     Informasi.
                                                  b. Cyber Security Scorecard BSI
                                                     meraih predikat “A”, menunjukkan
                                                     ketahanan keamanan digital yang
                                                     kuat.
                                            6.   Penyempurnaan fitur berkelanjutan
                                                 pada SuperApp BYOND by BSI.




                                                                                                  LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025          11
Page 13
01
01            IKHTISAR UTAMA         STRATEGI KEBERLANJUTAN   IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




                               TENTANG
                               LAPORAN
                               [GRI 2-2, 2-3, 2-4] [S2.MT.l1]




        Laporan ini merupakan wujud amanah
        Perseroan dalam menghadirkan keterbukaan
        dan akuntabilitas kepada seluruh pemangku
        kepentingan. Setiap pengungkapan
        mencerminkan tanggung jawab kami dalam
        menciptakan nilai dan kebermanfaatan yang
        berkelanjutan. Melalui transparansi, kami
        menapaki perjalanan keberlanjutan dengan
        integritas.




     MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
12   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 14
  LAPORAN DIREKSI       TATA KELOLA KEBERLANJUTAN       KINERJA KEBERLANJUTAN




TENTANG LAPORAN
Laporan     Keberlanjutan     BSI     Laporan ini diterbitkan secara
tahun 2025 disusun dengan             tahunan bersamaan dengan
mengacu       pada    ketentuan       publikasi Laporan Tahunan
dalam      Peraturan     Otoritas     Bank.     Periode    pelaporan
Jasa Keuangan (POJK) Nomor            yang dicakup adalah 1 Januari
51/POJK.03/2017       mengenai        hingga 31 Desember 2025,
Penerapan             Keuangan        selaras dengan periode Laporan
Berkelanjutan bagi Lembaga            Keuangan BSI. Tidak terdapat
Jasa Keuangan, Emiten, dan            penyajian    ulang    informasi
Perusahaan       Publik,    serta     pada laporan ini. Laporan
Surat Edaran OJK Nomor 16/            dipublikasikan pada 26 Maret
SEOJK.04/2021 tentang Bentuk          2026.
dan Isi Laporan Tahunan
Emiten      atau     Perusahaan       Untuk memperoleh informasi
Publik. Penyusunan laporan ini        tambahan terkait laporan ini,
juga mengikuti Consolidated           para pemangku kepentingan
GRI Standards 2021, GRI G4            dapat menghubungi kontak
Sector Disclosures Financial          berikut:
Services, International Financial
Reporting Standards (IFRS)            Muhammad Syukron Habiby
S1 dan S2, ASEAN Corporate            Senior Vice President
Governance Scorecard (ACGS),          Environmental Social & Governance Group
serta Sustainability Accounting
Standards       Board     (SASB)
Standards.

Laporan     Keberlanjutan    BSI            PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk
tahun 2025 memuat data dan
informasi yang bersumber dari
kantor pusat di Jakarta serta               Kantor Pusat
seluruh jaringan kantor yang                Gedung The Tower
tersebar di Indonesia. BSI tidak            Jl. Gatot Subroto No. 27 Kelurahan Karet Semanggi,
memiliki entitas anak sehingga              Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan 12930
laporan ini hanya mencakup                  Telepon : +62 21 30405999
entitas    BSI     sebagaimana              Fax : +62 21 30421888
tercantum     dalam     Laporan             Email : esg.group@bankbsi.co.id
Keuangan.




                                                                                     LAPORAN TAHUNAN 2025
                                                                                LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   13
Page 15
01               IKHTISAR UTAMA          STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN      PROFIL PERUSAHAAN




     PROSES PENENTUAN
     TOPIK MATERIAL
     [GRI 3-1, 3-2]




     Berdasarkan rangkaian proses identifikasi, evaluasi,         komitmen BSI terhadap aspek keberlanjutan,
     dan penelaahan yang dilakukan oleh Manajemen                 termasuk kehadiran produk syariah unggulan
     BSI bersama para pemangku kepentingan                        seperti tabungan haji dan bullion bank, serta
     dan ahli independen, serta telah memperoleh                  pengembangan layanan Bank Emas, mencakup
     persetujuan Direksi, penetapan topik material                BSI Emas Digital dan fasilitas jual beli, penitipan,
     BSI terus disempurnakan untuk mencerminkan                   serta pencetakan emas fisik secara aman melalui
     prioritas keberlanjutan yang relevan. Pada tahun             BYOND. Inisiatif strategis tersebut memperkuat
     2024, topik material mencakup Kinerja Ekonomi,               kontribusi BSI terhadap inklusi keuangan,
     Portofolio Produk, dan Privasi Nasabah.                      diversifikasi produk berkelanjutan, dan tata kelola
                                                                  transaksi emas yang transparan.
     Memasuki tahun 2025, ruang lingkup topik
     material diperbarui menjadi Kinerja Ekonomi,                 Penetapan topik material BSI             tahun   2025
     Portofolio Produk dan Jasa, Dampak Ekonomi                   dilakukan melalui tahapan berikut:
     Tidak Langsung, Emisi, Penilaian Lingkungan
     Pemasok (termasuk nasabah), Pelatihan dan
     Pendidikan,     Kesehatan  dan   Keselamatan
     Nasabah, serta Pemasaran dan Pelabelan.
     Perluasan    ini   mencerminkan  peningkatan




                            Penelaahan isu keberlanjutan (ekonomi, lingkungan, sosial termasuk hak asasi
                            manusia) terhadap aktivitas dan relasi bisnis Bank




                            Identifikasi dampak aktual dan potensial (ekonomi, lingkungan, sosial termasuk
                            hak asasi manusia) terkait aktivitas dan relasi bisnis Bank




                            Penilaian signifikansi dampak




                            Melakukan prioritasi dampak signifikan yang akan dilaporkan dalam Laporan
                            Keberlanjutan




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
14    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 16
 LAPORAN DIREKSI              TATA KELOLA KEBERLANJUTAN                KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                       PROSES PENENTUAN TOPIK MATERIAL




                                                                       Pemangku
                                                                      Kepentingan              Alasan
 Kategori    Topik Material                Isu Utama                                                               TPB
                                                                          yang            Bersifat Material
                                                                       Terdampak

Topik        Kinerja            •• Nilai ekonomi langsung             •• Pemegang     Kinerja ekonomi positif
Ekonomi      Ekonomi               yang dihasilkan dan                   Saham        BSI pada tahun 2025
                                   didistribusikan oleh BSI           •• Pegawai      merupakan wujud nyata
                                •• Implikasi finansial, risiko, dan                   komitmen Bank dalam
                                   peluang yang timbul dari                           mengelola aspek ekonomi
                                   perubahan iklim                                    secara efektif dan
                                •• Kewajiban terkait program                          konsisten. Oleh karena
                                   pensiun manfaat pasti dan                          itu, BSI perlu menjaga
                                   program pensiun lainnya                            dan meningkatkan
                                                                                      pertumbuhan ekonomi
                                                                                      untuk mendukung
                                                                                      pembangunan
                                                                                      berkelanjutan di masa
                                                                                      mendatang.

             Portofolio         •• Persentase portofolio              •• Pemegang     Portofolio produk
             Produk dan            berdasarkan lini bisnis,              Saham        mencerminkan komitmen
             Layanan               wilayah, ukuran, dan sektor        •• Pegawai      BSI dalam memajukan
                                •• Nilai moneter produk dan           •• Nasabah      keuangan berkelanjutan.
                                   layanan yang memberikan                            Pada tahun 2025,
                                   manfaat sosial pada setiap                         BSI meningkatkan
                                   lini bisnis                                        dampak positif bagi
                                •• Nilai moneter produk dan                           pemangku kepentingan
                                   layanan yang memberikan                            melalui penerbitan
                                   manfaat lingkungan pada                            Sustainability Sukuk
                                   setiap lini bisnis                                 yang dialokasikan untuk
                                •• Pengembangan Unlocking                             kegiatan berorientasi
                                   New Business melalui                               keberlanjutan. Portofolio
                                   Bullion Bank; pertumbuhan                          ini berperan strategis
                                   berkelanjutan pada                                 dalam mendukung
                                   portofolio pembiayaan dan                          kinerja keuangan,
                                   investasi                                          pertumbuhan bisnis, serta
                                                                                      perluasan pembiayaan
                                                                                      berkelanjutan.

             Dampak             •• Kontribusi terhadap dampak         •• Masyarakat   Mendukung
             Ekonomi Tidak         sosial dan lingkungan              •• Nasabah      pembangunan
             Langsung              melalui proyek yang dibiayai                       sosial-ekonomi serta
                                   Sustainability Sukuk                               menciptakan dampak
                                •• Nilai ekonomi bagi                                 keberlanjutan jangka
                                   masyarakat melalui                                 panjang.
                                   pemberdayaan,
                                   pembangunan infrastruktur,
                                   dan penguatan ekosistem
                                •• Dukungan terhadap
                                   ketahanan UMKM dan
                                   pertumbuhan ekonomi lokal
                                •• Perluasan inklusi keuangan
                                   melalui layanan syariah yang
                                   mudah diakses

Topik        Emisi              •• Pengukuran dan                     •• Lingkungan   Penting untuk mengelola
Lingkungan                         pengelolaan emisi Cakupan          •• Masyarakat   risiko transisi menuju
                                   1, Cakupan 2, dan Cakupan 3                        ekonomi rendah karbon
                                   (financed emissions)                               dan memastikan
                                •• Inisiatif pengurangan emisi                        kepatuhan pada regulasi.
                                   pada operasional (kendaraan
                                   listrik, panel surya, green
                                   building, dll.)
                                •• Perencanaan transisi iklim
                                   selaras target Net Zero
                                   nasional
                                •• Identifikasi sektor beremisi
                                   tinggi dalam portofolio
                                   pembiayaan




                                                                                                  LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   15
Page 17
01                IKHTISAR UTAMA                STRATEGI KEBERLANJUTAN                  IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




     PROSES PENENTUAN TOPIK MATERIAL




                                                                            Pemangku
                                                                           Kepentingan                 Alasan
      Kategori      Topik Material              Isu Utama                                                                TPB
                                                                               yang               Bersifat Material
                                                                            Terdampak

     Topik         Penilaian         •• Penilaian lingkungan               •• Mitra Kerja /   Mengurangi risiko
     Lingkungan    Lingkungan           terhadap pemasok                      Pemasok         lingkungan dalam rantai
                   Pemasok              dan nasabah korporasi                                 nilai serta memperkuat
                   (termasuk            berdampak tinggi                                      kepatuhan terhadap
                   nasabah)          •• Integrasi risiko ESG dan iklim                        aspek ESG.
                                        dalam proses pengadaan
                                        dan pembiayaan
                                     •• Pemantauan kepatuhan
                                        terhadap standar dan
                                        regulasi lingkungan
                                     •• Penilaian risiko keberlanjutan
                                        dalam rantai nilai

     Topik         Pelatihan dan     •• Pelatihan ESG sebagai              •• Pegawai         Kapabilitas ESG menjadi
     Sosial        Pendidikan           bagian dari KPI pegawai dan        •• Nasabah         kunci dalam mendukung
                                        pengembangan kompetensi                               strategi keberlanjutan
                                     •• Penguatan kesadaran                                   dan proses pengambilan
                                        internal melalui program                              keputusan.
                                        Green Business Culture
                                     •• Pelatihan wajib bagi organ
                                        tata kelola terkait keuangan
                                        berkelanjutan dan risiko
                                        iklim
                                     •• Pengembangan kapabilitas
                                        untuk mendukung
                                        implementasi ESG di seluruh
                                        Bank

                   Kesehatan dan     •• Pengawasan keamanan                •• Nasabah         Melindungi keselamatan
                   Keselamatan          produk dan layanan melalui         •• Regulator       nasabah dan
                   Nasabah              tata kelola produk yang                               meminimalkan risiko
                                        bertanggung jawab                                     operasional.
                                     •• Perlindungan data nasabah,
                                        keamanan transaksi, dan
                                        keandalan operasional
                                     •• Transparansi atas risiko dan
                                        fitur produk
                                     •• Pemantauan dan
                                        penanganan keluhan terkait
                                        keselamatan produk

                   Pemasaran         •• Kepatuhan terhadap akurasi,        •• Nasabah         Pengungkapan yang
                   dan Pelabelan        kewajaran, dan regulasi            •• Regulator       akurat mencegah
                                        dalam pemasaran produk             •• Investor        informasi menyesatkan
                                     •• Pencegahan klaim                                      dan menjaga integritas
                                        menyesatkan, terutama                                 produk.
                                        untuk produk berkelanjutan
                                     •• Pelabelan produk yang
                                        jelas terkait fitur, risiko, dan
                                        kesesuaian syariah
                                     •• Penguatan kepercayaan
                                        melalui standar komunikasi
                                        yang transparan

                   Pelatihan         •• Pengenalan dan                     •• Penerima        Mengurangi angka
                   Pemberdayaan         pengelolaan pemberdayaan              Manfaat         kemiskinan absolut dan
                   Masyarakat           Masyarakat                         •• Masyarakat      kesenjangan.
                                     •• Pembentukan dan
                                        Pengelolaan organisasi
                                        kelembagaan
                                     •• Pelatihan produk dan
                                        pemasaran
                                     •• Pelatihan dan pengelolaan
                                        unsur lingkungan dalam
                                        menjalankan pemberdayaan
                                     •• Pelatihan keuangan untuk
                                        masyarakat
                                     •• Penguatan spiritual melalui
                                        kegiatan keagamaan



     MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
16   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 18
 LAPORAN DIREKSI        TATA KELOLA KEBERLANJUTAN    KINERJA KEBERLANJUTAN




PENGELOLAAN TOPIK MATERIAL
[GRI 3-3]




Dalam mengelola setiap topik material, BSI           perencanaan, pemantauan, dan pengendalian
mengidentifikasi dampak aktual dan potensial,        kinerja secara terintegrasi.
baik positif maupun negatif, yang timbul dari
aktivitas operasional dan hubungan bisnis,           Portofolio Produk dan Jasa
termasuk     dampaknya      terhadap   ekonomi,      BSI terus memperkuat penerapan prinsip
lingkungan, sosial, serta hak asasi manusia. BSI     keuangan berkelanjutan di seluruh portofolio
menetapkan kebijakan dan tindakan untuk              produk dan jasanya. Pengembangan produk
mencegah serta memitigasi dampak negatif,            berkelanjutan dilakukan melalui hadirnya BSI
menangani dampak aktual melalui mekanisme            Deposito Wakaf, yang memberi peluang bagi
remedi, serta mengoptimalkan dampak positif.         nasabah untuk berinvestasi sambil menyalurkan
Pelibatan pemangku kepentingan, termasuk             manfaat wakaf sebagai amal jariyah. Selain itu,
kelompok rentan, dilakukan melalui saluran           pengembangan Bank Emas, yang mencakup
komunikasi    yang     aman,    bermakna,   dan      layanan jual beli emas, penyimpanan emas
memastikan partisipasi gender yang setara.           digital, serta fasilitas cetak emas fisik melalui
Jika terdapat dampak pada komunitas lokal, BSI       BYOND, menjadi bagian dari inovasi BSI untuk
menyediakan mekanisme remedi yang mencakup           meningkatkan literasi dan akses masyarakat
konsultasi dan penanganan kehilangan aset atau       terhadap instrumen emas yang aman, modern,
penghidupan.                                         dan transparan.

Efektivitas pengelolaan dipantau melalui indikator   Dalam mendukung inklusi dan keberlanjutan,
kinerja, target, dan evaluasi berkala yang disusun   BSI menyalurkan pembiayaan pada Kegiatan
dalam rencana kerja tahunan dan Rencana Aksi         Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan
Keuangan Berkelanjutan (RAKB), serta diperkuat       Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS). Pada
oleh umpan balik dari pemangku kepentingan.          tahun 2025, pembiayaan kepada sektor UMKM
Pendekatan ini diuraikan lebih lanjut pada           mencapai Rp52,6 triliun, sementara pembiayaan
masing-masing topik material berikut:                pada Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan
                                                     (KKUB) mencapai Rp73,92 triliun, yang secara
                                                     nyata mendorong pertumbuhan sektor UMKM
TOPIK EKONOMI                                        dan aktivitas usaha berkelanjutan.

Kinerja Ekonomi                                      Komitmen BSI terhadap pembiayaan UMKM dan
BSI terus memperkuat pengelolaan kinerja             kegiatan berkelanjutan tercermin dalam RAKB,
ekonomi melalui implementasi Rencana Bisnis          yang ditinjau setiap tahun untuk memastikan
Bank (RBB) yang disusun secara adaptif terhadap      kesesuaian dengan prioritas jangka pendek satu
dinamika industri dan arah strategi jangka           tahun dan rencana jangka menengah lima tahun.
panjang. Penguatan ini ditopang oleh fokus BSI       Pada 2025, BSI kembali menerbitkan Sustainability
dalam menjaga profitabilitas, kualitas aset, serta   Sukuk yang ditujukan untuk mendukung proyek-
pengembangan portofolio yang berkelanjutan.          proyek berorientasi keberlanjutan. Instrumen ini
Pengelolaan kinerja ekonomi yang efektif             kembali mendapatkan respons positif dari pasar,
diharapkan dapat mempertahankan tingkat              dengan tingkat oversubscribe mencapai 4,4 kali.
kepercayaan pemegang saham serta mendukung
daya saing BSI di industri perbankan syariah.        Dampak Ekonomi Tidak Langsung
                                                     Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia,
Evaluasi kinerja ekonomi dilakukan dengan            BSI berperan strategis dalam mendorong
memonitor realisasi indikator utama dibandingkan     pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya
target RBB tahun 2025. Proses ini dikoordinasikan    melalui penguatan UMKM, pemberdayaan
oleh    Strategic   Planning     &   Performance     masyarakat, dan    perluasan akses  inklusi
Management Group yang menjalankan fungsi             keuangan. Sepanjang 2025, BSI memperluas




                                                                             LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   17
Page 19
01              IKHTISAR UTAMA         STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN             PROFIL PERUSAHAAN




     PENGELOLAAN TOPIK MATERIAL


     pembiayaan sosial mencapai Rp58,26 triliun
     serta meningkatkan penyaluran pembiayaan
     pada Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan
     (KUBL) sebesar Rp15,66 triliun melalui sektor-
     sektor prioritas seperti energi terbarukan,
     pertanian berkelanjutan, dan pembiayaan rumah
     terjangkau.

     Ekosistem pemberdayaan masyarakat juga
     diperkuat melalui Program Desa BSI, Sentra                  tahun 2025, pembiayaan sosial
     UMKM BSI, portal UMKM, dan Salam Digital                    mencapai


                                                                 Rp
                                                                         58,26
     yang memudahkan pelaku usaha mikro
     mengakses pembiayaan syariah secara digital.
     Di sisi distribusi layanan, perluasan BSI Agen                                                        triliun
     menjangkau 176 kabupaten blank spot dengan
     jumlah agen mencapai 3.063, menyediakan akses
     layanan keuangan dasar bagi masyarakat yang                 pembiayaan pada Kategori Kegiatan
     sebelumnya belum terlayani.                                 Usaha Berkelanjutan (KKUB) mencapai

     Melalui TJSL bersama BSI Maslahat, termasuk
     program      pendidikan,   kesehatan, ekonomi
     produktif, dan sosial kemasyarakatan, BSI
     memberikan dampak ekonomi tidak langsung
                                                                 Rp
                                                                      73,92                             triliun


     yang signifikan dalam bentuk peningkatan
     pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan
     kerja, serta penguatan ketahanan ekonomi lokal.

                                                                Penilaian Lingkungan terhadap Pemasok dan
     TOPIK LINGKUNGAN                                           Nasabah
                                                                Dalam rangka memastikan bahwa rantai pasok
     Emisi                                                      dan pembiayaan BSI berjalan secara bertanggung
     Pada 2025, BSI memperkuat kinerja pengelolaan              jawab, BSI menerapkan ESG screening bagi
     emisi melalui penerapan penuh Digital Carbon               pemasok dan nasabah berisiko tinggi. Proses
     Tracking, yang mencatat emisi GRK bank wide                pengadaan mensyaratkan pemasok memenuhi
     dari seluruh jaringan kantor.                              ketentuan lingkungan, tidak menggunakan
                                                                tenaga kerja anak atau paksa, dan mengikuti
     Upaya penurunan emisi dilakukan melalui                    standar K3.
     peningkatan efisiensi energi, penggunaan solar
     panel di lima lokasi, pemanfaatan 100% lampu LED,          Pada sisi pembiayaan, BSI memperkuat penilaian
     perluasan armada electric vehicle, pembangunan             risiko lingkungan dan sosial melalui penilaian
     green building tersertifikasi, serta pengoperasian         kelayakan pembiayaan, serta penerapan prinsip
     water station RO yang mengurangi sampah                    kehati-hatian untuk sektor berisiko tinggi. BSI
     botol plastik dan jejak karbon. Inisiatif-inisiatif        juga menerapkan exclusion list internal serta
     berkelanjutan ini memperkuat komitmen BSI                  mengikuti pedoman KUBL/KUBS OJK dalam
     menuju target Net Zero Emission dan sejalan                menyalurkan pembiayaan berkelanjutan.
     dengan standar internasional seperti Greenhouse
     Gas (GHG) Protocol Corporate Accounting and                Sepanjang 2025, BSI tidak menemukan pemasok
     Reporting Standard dan Partnership for Carbon              atau mitra pembiayaan yang menimbulkan
     Accounting Financials (PCAF).                              dampak lingkungan signifikan, mencerminkan
                                                                efektivitas proses seleksi dan pengawasan yang
                                                                diterapkan.




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
18    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 20
 LAPORAN DIREKSI       TATA KELOLA KEBERLANJUTAN    KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                    PENGELOLAAN TOPIK MATERIAL


TOPIK SOSIAL                                        Kesehatan dan Keselamatan Pelanggan
                                                    BSI memastikan bahwa seluruh produk dan
Pelatihan dan Pendidikan                            layanan, termasuk pembiayaan berkelanjutan,
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas SDM,        layanan digital BYOND, dan ESG Mutual/Maslahat
BSI menerapkan pengembangan kompetensi              Fund, telah melalui evaluasi keamanan, kesehatan,
berbasis    experience–engagement–education,        dan kepatuhan sebelum diluncurkan. Proses ini
didukung platform digital Learning Management       dilakukan melalui SPO Produk/Aktivitas Baru
System (LMS). Sepanjang 2025, BSI melaksanakan      (PAB) dan mencakup analisis risiko operasional,
program     pengembangan         kepemimpinan,      teknologi, syariah, serta perlindungan konsumen.
pelatihan teknis IT, risiko, operasional, serta
integrasi modul ESG sesuai arah RAKB 2025.          Seluruh produk signifikan (100%) telah dievaluasi
                                                    dan tidak terdapat insiden ketidakpatuhan terkait
Perseroan     memperkuat        budaya     bisnis   kesehatan atau keselamatan pelanggan pada
berkelanjutan melalui program komunikasi            tahun 2025. Peningkatan keamanan siber juga
internal bEbku (Belajar ESG Bareng Aku) yang        dilakukan melalui penerapan ISO/IEC 27001:2022,
bertujuan meningkatkan pemahaman dan                pemantauan kerentanan TI, serta penguatan
kapabilitas ESG di seluruh organisasi. Sepanjang    sistem perlindungan data pribadi sesuai UU PDP.
tahun pelaporan, Perseroan menyelenggarakan
berbagai sesi pembelajaran, antara lain Green       Pemasaran dan Pelabelan
Business Culture yang diikuti oleh 3.947 pegawai,   BSI berkomitmen untuk memastikan bahwa
ESG Refreshment dengan partisipasi 16.166           seluruh informasi produk disampaikan secara
pegawai, ESG Guiding Principle yang diikuti oleh    tepat, akurat, dan sesuai regulasi. Pada 2025, BSI
882 pegawai, sosialisasi ISO 26000 dengan 33        memperkuat marketing governance melalui
pegawai, serta program Sustainability Mastery       pemantauan pesan komunikasi, pengawasan
with IFRS yang diikuti oleh 19 pegawai. Inisiatif   materi pemasaran, serta pemastian keselarasan
ini mencerminkan komitmen Perseroan dalam           dengan standar periklanan dan prinsip syariah.
membangun pemahaman keberlanjutan yang
komprehensif serta memperkuat integrasi prinsip     Informasi mengenai fitur, risiko, dan manfaat
ESG dalam aktivitas operasional dan pengambilan     produk disampaikan melalui berbagai kanal,
keputusan.                                          termasuk website, BYOND, media sosial, brosur,
                                                    BSI Agen, dan kantor cabang. Sepanjang 2025,
                                                    BSI tidak mencatat insiden ketidakpatuhan
                                                    terhadap pemasaran produk maupun pelabelan,
                                                    mencerminkan efektivitas mekanisme kontrol
                                                    dan transparansi informasi kepada nasabah.




                                                                            LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   19
Page 21
01             IKHTISAR UTAMA               STRATEGI KEBERLANJUTAN             IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN             PROFIL PERUSAHAAN




     HUBUNGAN DENGAN
     PEMANGKU KEPENTINGAN
     [OJK E.4] [GRI 2-29, FS5]




     Pelibatan pemangku kepentingan merupakan                        dengan kebutuhan mereka. Pendekatan ini
     elemen yang tidak terpisahkan dari keberlanjutan                memastikan bahwa masukan, harapan, dan isu-isu
     bisnis BSI. Bank memahami bahwa hubungan                        yang disampaikan pemangku kepentingan dapat
     yang terkelola dengan baik tidak hanya                          ditangkap secara akurat dan digunakan sebagai
     mendukung kelangsungan operasional, tetapi                      pertimbangan dalam penyusunan kebijakan,
     juga menciptakan nilai jangka panjang bagi                      pengembangan program, serta penguatan tata
     masyarakat dan para pemangku kepentingan.                       kelola keberlanjutan.
     Oleh karena itu, BSI mengidentifikasi pemangku
     kepentingan berdasarkan tingkat pengaruh,                       Informasi dan umpan balik dari pemangku
     ketergantungan, serta tanggung jawab yang                       kepentingan tersebut juga menjadi salah satu
     dimiliki terhadap aktivitas Bank, sebagaimana                   dasar dalam proses penetapan topik material
     diatur dalam Standar Prosedur Operasional                       BSI. Dengan demikian, keterlibatan pemangku
     Corporate Secretary & Communication Group                       kepentingan tidak hanya menjadi sarana
     (CSG).                                                          komunikasi, tetapi juga bagian integral dari proses
                                                                     pengambilan keputusan strategis dan penetapan
     Proses pelibatan dilakukan secara terstruktur                   prioritas keberlanjutan Bank.
     melalui mekanisme yang telah ditetapkan Bank,
     di mana setiap kelompok pemangku kepentingan
     dihubungkan melalui pendekatan yang relevan




          Pemangku
                            Basis Identifikasi              Metode Pendekatan                             Topik Utama
         Kepentingan


     Pemegang saham       Tanggung jawab dan     1.   Rapat Umum Pemegang Saham             1.   Memperkukuh Kinerja keuangan
     dan investor         pengaruh                    (RUPS) satu kali dalam satu tahun          dan keberlanjutan
                                                 2.   Rapat Umum Pemegang Saham             2.   Menyelenggarakan RUPS dan
                                                      Luar biasa (RUPSLB), sesuai                RUPSLB
                                                      kebutuhan                             3.   Menyusun dan menyajikan laporan
                                                 3.   Publikasi laporan keuangan setiap     4.   Pembagian deviden
                                                      triwulan                              5.   Publikasi dan keterbukaan informasi
                                                 4.   Laporan Tahunan, setiap tahun         6.   Pertemuan investor yang
                                                 5.   Laporan Keberlanjutan, setiap tahun        dilaksanakan oleh unit kerja
                                                                                                 hubungan investor

     Pegawai              Ketergantungan         1.   Sarana komunikasi internal seperti    1. Hubungan industrial yang kondusif
                                                      e-mail dan memo internal              2. Pemenuhan hak pekerja sesuai
                                                 2.   Pelaksanaan sesuai kebutuhan             dengan ketentuan
                                                 3.   Pengembangan diri sesuai dengan       3. Kesetaraan dalam pengembangan
                                                      jadwal pelatihan                         diri, pelatihan, karier
                                                 4.   Kesehatan, keamanan dan               4. Sarana kerja dengan
                                                      keselamatan kerja                        memperhatikan keamanan,
                                                 5.   Kegiatan pegawai seperti olahraga        kesehatan, dan keselamatan kerja
                                                      dan hobi secara berkala               5. Pembahasan isu keberlanjutan




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
20    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 22
 LAPORAN DIREKSI           TATA KELOLA KEBERLANJUTAN             KINERJA KEBERLANJUTAN




                             HUBUNGAN DENGAN PEMANGKU KEPENTINGAN




     Pemangku
                        Basis Identifikasi             Metode Pendekatan                               Topik Utama
    Kepentingan


Pemerintah dan         Pengaruh              1.   Laporan kepatuhan, minimal satu        1. Kepatuhan pada peraturan
Regulator                                         kali setahun                           2. Menyusun dan menyampaikan RBB
                                             2.   Menyerahkan Rencana Bisnis Bank           dan RAKB
                                                  (RBB) dan Laporan Realisasi RBB        3. Menyusun dan menyerahkan
                                                  kepada Otoritas Jasa Keuangan             laporan sesuai regulasi
                                                  (OJK)                                  4. Menjalin komunikasi dengan
                                             3.   Menyerahkan Rencana Aksi                  pemerintah dan regulator
                                                  Keuangan Berkelanjutan (RAKB) ke       5. Mematuhi hukum yang berlaku
                                                  OJK                                    6. Pelaksanaan kebijakan antikorupsi
                                             4.   Menyerahkan laporan-laporan
                                                  yang sesuai dengan peraturan yang
                                                  berlaku. Frekuensi sesuai regulasi
                                             5.   Kerja sama penyelenggaraan acara
                                                  sesuai kebutuhan

Nasabah                 Ketergantungan       1. Aktivitas transaksi perbankan            1.   Menyediakan informasi produk dan
                                                syariah di kantor atau jaringan Bank          layanan
                                             2. Contact center, baik melalui telepon     2.   Penyediaan sarana penyelesaian
                                                maupun sarana lain. Frekuensi                 kendala/ keluhan (contact center
                                                setiap saat                                   24 jam)
                                             3. Produk dan layanan perbankan yang        3.   Pengembangan jaringan, produk,
                                                mudah, aman dan terpercaya                    dan layanan perbankan yang aman,
                                                                                              nyaman, dan terpercaya
                                                                                         4.   Penerapan kebijakan anti korupsi
                                                                                              dan anti-fraud
                                                                                         5.   Implementasi kebijakan keamanan
                                                                                              data nasabah
                                                                                         6.   Melaksanakan survei kepuasan
                                                                                              pelanggan

Mitra Kerja/ Pemasok    Ketergantungan       1. Kontrak pengadaan barang dan jasa        1. Mekanisme proses pengadaan yang
Lokal                                        2. Penilaian mitra kerja secara                adil dan transparan
                                                transparan                               2. Tidak ada pungutan biaya dan
                                             3. Penandatanganan pakta integritas            konflik kepentingan dalam proses
                                                                                            pengadaan
                                                                                         3. Menjalankan sistem manajemen anti
                                                                                            penyuapan

Industri Sejenis       Pengaruh              1. Informasi perkembangan, peluang          1. Kemudahan update perkembangan
                                                dan tantangan industri perbankan            industri melalui keanggotaan
                                                syariah                                     asosiasi industri dan profesional
                                             2. Informasi regulasi terkait industri,     2. Kerja sama dalam peningkatan
                                                khususnya perbankan syariah                 kapabilitas dan daya saing
                                             3. Pertemuan secara periodik dengan         3. Mendukung pengembangan iklim
                                                asosiasi industri perbankan dan             persaingan usaha yang sehat
                                                perbankan syariah, serta asosiasi
                                                profesi

Masyarakat dan         Pengaruh, Tanggung    1. Pengembangan program Tanggung            1.   Pembinaan hubungan yang
Lingkungan             Jawab                    Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)            harmonis dengan masyarakat
                                                sesuai rencana                           2.   Pengembangan dan implementasi
                                             2. Dukungan dalam program                        program TJSL untuk mendukung
                                                peningkatan kesejahteraan                     pemberdayaan masyarakat.
                                             3. Kemudahan akses pada layanan             3.   Melestarikan lingkungan
                                                perbankan                                4.   Memberikan kesempatan kerja
                                             4. Kerja sama dengan mitra penyalur              kepada masyarakat sesuai
                                                ZIS dalam kegiatan TJSL setiap                kebutuhan dan ketentuan Bank
                                                tahun                                    5.   Melaksanakan program literasi
                                                                                              keuangan
                                                                                         6.   Meningkatkan pembiayaan KKUB




                                                                                               LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025        21
Page 23
02
02            TENTANG LAPORAN        STRATEGI KEBERLANJUTAN   IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




                                      STRATEGI
                                      KEBERLANJUTAN




     Strategi keberlanjutan
     kami berakar pada nilai
     amanah dan prinsip
     maslahat bagi seluruh
     pemangku kepentingan.
     Setiap langkah dirancang
     untuk menghadirkan
     keseimbangan antara
     pertumbuhan usaha dan
     tanggung jawab sosial
     serta lingkungan. Dengan
     landasan nilai tersebut,
     kami membangun
     masa depan yang lebih
     berkelanjutan.




     MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
22   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 24
 LAPORAN DIREKSI       TATA KELOLA KEBERLANJUTAN     KINERJA KEBERLANJUTAN




PENJELASAN
STRATEGI KEBERLANJUTAN
[OJK A.1, FS1] [GRI 2-22] [IFRS S1-STRATEGY, IFRS S2-STRATEGY,
IFRS S1-METRIC AND TARGET, IFRS S2-METRIC AND TARGET,
IFRS S1-RISK MANAGEMENT, IFRS S2-RISK MANAGEMENT]




         Keberlanjutan merupakan bagian penting dari tujuan BSI. Sebagai bank syariah, BSI
         memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan menciptakan manfaat
         sosial bagi generasi mendatang, sesuai dengan prinsip Maqashid Syariah yang
         mencakup Hifdz Ad-Din (menjaga agama), Hifdz An-Nafs (menjaga jiwa), Hifdz Al-‘Aql
         (menjaga akal), Hifdz Al-Maal (menjaga harta), Hifdz An-Nasl (menjaga keturunan),
         dan Hifdz Al-Bi’ah (menjaga lingkungan). Nilai dasar ini menjadi landasan BSI dalam
         merumuskan strategi dan praktik keberlanjutan di seluruh aktivitas usaha.

         Sebagai wujud komitmen, BSI terus memperkuat struktur tata kelola keberlanjutan,
         termasuk pembentukan Environmental Social & Governance (ESG) Group di bawah
         supervisi Wakil Direktur Utama melalui Surat Keputusan Direksi No.04/239-KEP/
         DIR, serta penetapan ESG Working Group di bawah Risk Management Committee.
         Penguatan tata kelola juga diwujudkan melalui penyusunan dan penerbitan Standar
         Prosedur Operasional (SPO) Keuangan Berkelanjutan dan ESG Guiding Principles
         sebagai pedoman utama penerapan keberlanjutan di seluruh unit kerja.

         Selaras dengan visi “The Best Global Islamic Bank Based on Implementation of
         Sustainable Finance,” BSI mengembangkan kerangka kerja keuangan berkelanjutan
         yang mencakup tiga pilar utama: Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan
         Sustainable Beyond Banking. Dalam pilar Sustainable Banking, BSI berkomitmen
         menjadi leader in sustainable product innovation. Pada pilar Sustainable Operation,
         BSI menetapkan target mencapai net zero emission in operation. Sementara pada
         pilar Sustainable Beyond Banking, BSI berfokus untuk menjadi leader in the ZISWAF
         ecosystem guna memberikan dampak sosial yang berkontribusi pada pencapaian
         SDGs.

         Menguatkan langkah yang telah dimulai pada 2024, pada tahun 2025 BSI mencapai
         tonggak penting dengan menandatangani Principles for Responsible Banking (PRB)
         serta bergabung sebagai anggota United Nations Environment Programme Finance
         Initiative (UNEP FI). Keanggotaan dan komitmen global ini memperkuat posisi BSI
         dalam penerapan standar keberlanjutan internasional sebagaimana diarahkan dalam
         POJK No. 51/2017, sekaligus mempertegas peran BSI dalam mendukung agenda
         keberlanjutan global, SDGs, dan transisi menuju ekonomi rendah karbon yang inklusif.




                                                                             LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   23
Page 25
02               TENTANG LAPORAN               STRATEGI KEBERLANJUTAN              IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN          PROFIL PERUSAHAAN




     PENJELASAN STRATEGI KEBERLANJUTAN



                 The Best Global Islamic Bank Based on Implementation of Sustainable Finance


        SUSTAINABLE                                  SUSTAINABLE                                  SUSTAINABLE
        BANKING                                      OPERATION                                    BEYOND BANKING

        Unique in Sustainable                        Net Zero Emission                               Leader in ZISWAF
        Product Innovation                           in Operation                                    Ecosystem for Social
                                                                                                     Impact to Achieve SDGs
        1. Integrating ESG Aspect                    4. Achieving NZE in Operations                  7. Financial Inclusion
           in Business Process                          (Carbon Tracking. Green                      8. Distribution of ZISWAF
           (ESG Framework, Risk                         Business Culture)
           Management & Policy)                      5. Digital Transformation
        2. Develop Sustainable Product               6. Proactive Strategy on Data
        3. Portfolio Management                         Privacy & Security
           (Focus sector and portfolio
           development)




                     Strengthening ESG Governance, Capacity Development, Collaboration, & Disclosure


          Hifdz Ad-Din (memelihara agama), Hifdz An-Nafs (memelihara jiwa), Hifdz Al-’Aql (memelihara akal), Hifdz
         Al-Maal (memelihara harta), Hifdz An-Nasl (memelihara keturunan), Hifdz Al-Biah (memelihara lingkungan)


     BSI telah merumuskan Roadmap ESG 2021–2025 sebagai panduan dalam mewujudkan Visi dan Misi
     Keberlanjutan, dengan tujuan memastikan implementasi yang terarah dan berkesinambungan sebagai
     berikut: [S2.MT.h1, S2.MT.h2, S2.MT.h3]

              2021                      2022                      2023                        2024                     2025

     1. Portofolio Green       1. Portofolio Green      1. Portofolio Green         1. Portofolio Green       1. Portofolio Green
        minimal Rp4,36            minimal Rp7 Triliun      minimal Rp10,7              tumbuh sesuai             tumbuh sesuai RBB
        Triliun                2. 60% pegawai              Triliun                     Rencana Bisnis Bank    2. Reporting sukuk
     2. 5% pegawai                mendapatkan           2. 70% pegawai                 (RBB)                     subordinasi atau
        mendapatkan               pelatihan                mendapatkan              2. Penerbitan Sukuk          sustainability sukuk
        pelatihan                 sustainable finance      pelatihan                   Subordinasi Rp5-7,5    3. 90% pegawai
        sustainable finance       awareness dan            sustainable finance         Triliun untuk modal       mendapatkan
        awareness dan             10% pegawai unit         awareness dan               Tier 2                    pelatihan
        5% pegawai unit           bisnis dan rekanan       20% pegawai unit         3. 80% pegawai               sustainable finance
        bisnis dan rekanan        mengikuti pelatihan      bisnis dan rekanan          mendapatkan               awareness dan
        mengikuti pelatihan       mitigasi risiko          mengikuti pelatihan         pelatihan                 60% pegawai unit
        mitigasi risiko           lingkungan               mitigasi risiko             sustainable finance       bisnis dan rekanan
        lingkungan.            3. Mengikuti                lingkungan                  awareness dan             mengikuti pelatihan
     3. Tersedianya               Sustainable Banking 3. Instalasi panel               40% pegawai unit          mitigasi risiko
        prosedur                  Assessment (SUSBA)       surya 1 (satu) kantor       bisnis dan rekanan        lingkungan
        sustainable finance.   4. Mengikuti indeks         cabang, plasticpay          mengikuti pelatihan    4. ESG Risk Rating
     4. Terlaksananya 1           Saham SRI KEHATI         untuk 27 titik,             mitigasi risiko        5. Carbon Tracking
        (satu) sub program     5. Pemasangan panel         penanaman pohon             lingkungan             6. Green Campaign/
        Eco Lifestyle             surya 2 (dua) titik      dan green activity       4. ESG Risk Rating           Eco Lifestyle
                                  jaringan kantor dan                               5. Carbon Tracking        7. Aktivitas TJSL/CSR
                                  Reverse Vending                                   6. Green Campaign/
                                  Machine dan                                          Eco Lifestyle (Green
                                  Plasticpay Collection                                Building, Charging
                                  Point di 50 titik                                    Station, Electric
                               6. Implementasi                                         Vehicle, Green
                                  E-DOC BSI                                            Culture, Penanaman
                                                                                       Pohon)
                                                                                    7. Aktivitas TJSL/CSR


      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
24    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 26
 LAPORAN DIREKSI           TATA KELOLA KEBERLANJUTAN             KINERJA KEBERLANJUTAN




                                            PENJELASAN STRATEGI KEBERLANJUTAN


BSI juga telah menetapkan berbagai program dalam RAKB yang mencakup rencana jangka menengah
selama 5 (lima) tahun, yaitu periode 2021–2025.

Target Jangka Panjang BSI Tahun 2021-2025

  Tahun                Target Kegiatan Prioritas                                  Indikator Keberhasilan

   2021      A. Pengembangan Produk dan/atau Jasa yang             A. Pengembangan Produk dan/atau Jasa yang sesuai
                sesuai Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan          Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)
                (KKUB)                                                »» Outstanding (OS) UMKM pada Desember 2021
                »» Portofolio UMKM                                       minimal Rp36,42 triliun
                »» Portofolio Green Financing/Portofolio Hijau        »» OS Portofolio Hijau Non UMKM pada Desember
                   Non UMKM (segmen wholesale)                           2021 minimal Rp4,36 triliun

             B. Pengembangan Kapasitas Internal Bank:              B. Pengembangan Kapasitas Internal Bank:
                »» Pelatihan mengenai Sustainable Finance             »» 5% pegawai mendapat pelatihan mengenai
                   Awareness                                             Sustainable Finance Awareness
                »» Pelatihan untuk pegawai dan rekanan                »» 5% pegawai unit bisnis dan rekanan (developer/
                   (developer/nasabah)   mengenai    Mitigasi            nasabah) mengikuti pelatihan Mitigasi Risiko
                   Risiko Lingkungan                                     Lingkungan
                »» Penyusunan E-Modul dan Digital Learning            »» Tersedianya E-Modul dan Digital Learning
                   Sosialisasi keuangan berkelanjutan untuk              Sosialisasi keuangan berkelanjutan untuk Unit
                   Unit Bisnis dan Support.                              Bisnis dan Support.

             C. Peningkatan Tata Kelola Penyusunan Standar         C. Peningkatan Tata Kelola Tersedianya SPO/PTO
                Prosedur Operasional (SPO)/Petunjuk Teknis            Sustainable Finance
                Operasional (PTO) Sustainable Finance

             Aktivitas Pendukung                                   Aktivitas Pendukung
             A. Green Campaign                                     A. Green Campaign
                Menciptakan “Eco Lifestyle” dalam lingkungan          Terlaksananya 1 (satu) sub program “Eco Lifestyle”
                kantor

             B. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan               B. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
                Menjalankan       program    BSI  Integrated          »» Socio-economic:      program     pemberdayaan
                Social Action dengan pendekatan untuk                    masyarakat berbasis desa (ex-legacy bank) di 14
                pengembangan di aspek socio-economic,                    desa
                spiritual, people dan environment                     »» Spiritual: re-branding Mobil Musholla ex-BSM
                                                                         menjadi branding BSI. Penambahan 1 (unit) Mobil
                                                                         Ambulance
                                                                      »» People: lanjutan program Islamic Sociopreneur
                                                                         Development Program (ISDP) & pengadaan Test
                                                                         Swab/PCR/Genose/Vaksin bagi masyarakat
                                                                      »» Environment: 3 (tiga) kali dalam setahun
                                                                         melakukan Green Campaign

   2022      A. Pengembangan Produk dan/atau Jasa yang             A. Pengembangan Produk dan/atau Jasa yang
                sesuai Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan          sesuai     Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan
                (KKUB)                                                (KKUB)
                »» Portofolio UMKM                                    »» OS UMKM pada Desember 2022 minimal Rp44,8
                »» Portofolio Hijau Non UMKM                             triliun
                »» Rasio Portofolio Pembiayaan                        »» OS Portofolio Hijau Non UMKM pada Desember
                   Berkelanjutan                                         2022 minimal Rp7 triliun
                                                                      »» Rasio Pembiayaan Berkelanjutan terhadap Total
                                                                         Pembiayaan minimal 22%

             B. Pengembangan Kapasitas Internal Bank:              B. Pengembangan Kapasitas Internal Bank:
                »» Pelatihan mengenai Sustainable Finance             »» Minimal 60% pegawai mendapat pelatihan
                   Awareness untuk segenap pegawai                       mengenai Sustainable Finance Awareness
                »» Pelatihan Green Financing dan Mitigasi             »» Minimal 10% pegawai unit bisnis mengikuti
                   Risiko Lingkungan                                     pelatihan Green Financing dan Mitigasi Risiko
                                                                         Lingkungan




                                                                                           LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025      25
Page 27
02            TENTANG LAPORAN           STRATEGI KEBERLANJUTAN            IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN             PROFIL PERUSAHAAN




     PENJELASAN STRATEGI KEBERLANJUTAN

      Tahun              Target Kegiatan Prioritas                                 Indikator Keberhasilan

               C. Peningkatan Tata Kelola                          C. Peningkatan Tata Kelola
                  Updating Ketentuan PTO Sustainable Finance          »» Updating & penyesuaian Kebijakan Pembiayaan
                                                                         pro Keuangan Berkelanjutan (penambahan terkait
                                                                         Risiko Lingkungan, Sosial, Tata Kelola/Iklim)
                                                                      »» Penyempurnaan SPO & PTO terkait Keuangan
                                                                         Berkelanjutan
                                                                      »» Penyampaian kinerja keuangan berkelanjutan di
                                                                         public expose triwulanan

               Aktivitas Pendukung                                 Aktivitas Pendukung
               A. Green Campaign                                   A. Green Campaign
                  Efisiensi – Go                                      Efisiensi – Go Green
                  »» Pemasangan Panel Surya                           »» Pemasangan Panel Surya di 2 (dua) titik lokasi
                  »» Pemasangan Reverse Vending Machine dan              Jaringan Kantor
                     Plasticpay Collection Point                      »» Pemasangan Reverse Vending Machine dan
                  »» E-Doc    BSI    (digitalisasi korespondensi         Plasticpay Collection Point di 50 titik lokasi seluruh
                     berbasis    web)      untuk    pengurangan          Indonesia
                     penggunaan kertas di Unit Kerja Kantor           »» E-Doc BSI (digitalisasi korespondensi berbasis
                     Pusat dan Outlet                                    web) untuk pengurangan penggunaan kertas di
                                                                         Unit Kerja Kantor Pusat dan Outlet sudah pilot
                                                                         project di Q1

               B. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan             B. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
                  Menjalankan       program    BSI  Integrated        Socio-economic
                  Social Action dengan pendekatan untuk               »» Penambahan Desa BSI minimal 5 desa
                  pengembangan pada aspek socio-economic,
                  spiritual, people dan environment                   Spiritual
                                                                      »» Penyelesaian pembangunan Masjid BSI Bakauheni
                                                                      »» Lanjutan Rebranding dan Maintenance Masjid
                                                                      »» Tebar Hewan Qurban pada Momen Idul Adha 1443
                                                                         H

                                                                      People
                                                                      »» Lanjutan implementasi program “BSI Scholarship”
                                                                      »» Launching program “BSI Enterpreneurship 2022
                                                                         (ISDP)”
                                                                      Environment
                                                                      Penanaman pohon di daerah rawan bencana
                                                                      (Banten, Jawa Barat, & Kalimantan Barat) dengan
                                                                      total 1000 pohon

                                                                      Charity
                                                                      Pemberian donasi yang bersifat socio business
                                                                      Penyaluran dan pendistribusian TJSL direncanakan
                                                                      penyaluran & pendistribusian TJSL tahun 2021
                                                                      melalui BAZNAS dan LAZNAS BSI MASLAHAT dengan
                                                                      menggunakan sumber dana sebagai berikut:
                                                                      »» Dana Zakat: 2,5% dari laba tahun 2021 (EBT) – RKAT
                                                                         BAZNAS
                                                                      »» Dana Sosial / TBDSP: + Rp 32 Miliar – RAKB OJK

       2023    A. Pengembangan Produk dan/atau Jasa yang           B. Pengembangan Produk dan/atau Jasa yang sesuai
                  sesuai Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan        Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)
                  (KKUB)                                              »» OS UMKM pada Desember 2023 minimal Rp50,15
                  »» Pembiayaan UMKM                                     triliun
                  »» Green Financing (pada segmen wholesale)          »» OS Portofolio Hijau Non UMKM pada Desember 22
                                                                         minimal Rp10,7 triliun
                                                                      »» Rasio Pembiayaan berkelanjutan terhadap Total
                                                                         pembiayaan 23%

               B. Pengembangan Kapasitas Internal Bank:            B. Pengembangan Kapasitas Internal Bank:
                  »» Pelatihan mengenai Sustainable Finance           »» Minimal 70% pegawai mendapat pelatihan
                     Awareness                                           mengenai Sustainable Finance Awareness
                  »» Pelatihan untuk pegawai dan rekanan              »» Minimal 20% pegawai unit bisnis & rekanan
                     (developer/nasabah) mengenai   Mitigasi             (developer/ nasabah) mengikuti pelatihan Mitigasi
                     Risiko Lingkungan                                   Risiko Lingkungan



     MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
26   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 28
LAPORAN DIREKSI           TATA KELOLA KEBERLANJUTAN             KINERJA KEBERLANJUTAN




                                           PENJELASAN STRATEGI KEBERLANJUTAN

Tahun                 Target Kegiatan Prioritas                                  Indikator Keberhasilan

            C. Peningkatan Tata Kelola                            C. Peningkatan Tata Kelola
               Penyempurnaan Sistem informasi         debitur        »» Penyusunan Ketentuan Internal sebagai antisipasi
               yang pro Sustainable Finance                             terbitnya POJK tentang Taksonomi Hijau Indonesia
                                                                        di tahun 2023
                                                                     »» Menyelenggarakan         FGD/workshop         terkait
                                                                        kebijakan sektoral berdasarkan pemetaan risiko
                                                                        tinggi environmental dan social di tingkat
                                                                        portofolio. Secara lengkap (referensi: SUSBA Sector)
                                                                     »» Menyampaikan          permohonan         assessment
                                                                        Sustainable Banking Assessment (SUSBA) untuk 8
                                                                        (delapan) bank di setiap negara.
                                                                     »» Penyampaian kinerja keuangan berkelanjutan di
                                                                        public expose Triwulanan.

            Aktivitas Pendukung                                   Aktivitas Pendukung
            A. Green Campaign                                     A. Green Campaign
               Menciptakan “Eco Lifestyle” dalam lingkungan          »» Instalasi panel surya di 1 kantor Jaringan (Kantor
               kantor                                                   Cabang Mataram) carry over dari 2022.
                                                                     »» Penambahan mesin RVM minimal 27 titik di
                                                                        seluruh Indonesia
                                                                     »» Penyampaian inisiasi Program “penanaman pohon
                                                                        untuk nasabah griya dan pegawai BSI”, total 5.000
                                                                        pohon
                                                                     »» Penyampaian inisiasi menu green activity dalam
                                                                        BSI Mobile
                                                                     »» Lanjutan Implementasi E-Doc di kantor pusat &
                                                                        Outlet

            B. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan               B. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
               Menjalankan       program    BSI    Integrated        Socio-economic
               Social Action dengan pendekatan untuk                 »» Penambahan Desa BSI minimal 5 (lima) lokasi
               pengembangan         diaspek  socio-economic,
               spiritual, people dan environment                     Spiritual
                                                                     Maintenance dan Optimalisasi Masjid BSI Tebar
                                                                     Hewan Qurban pada Momen Idul Adha 1443 H

                                                                     People
                                                                     Lanjutan implementasi program “BSI Scholarship”
                                                                     (1.000 peserta)

                                                                     Environment
                                                                     Pengadaan 1 Electric Vehicle Charging di Masjid BSI

                                                                     Charity
                                                                     Pemberian donasi Socio Business Rp6 miliar.

 2024       A. Pengembangan Produk dan/atau Jasa yang             A. Pengembangan Produk dan/atau Jasa yang sesuai
               sesuai Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan          Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)
               (KKUB)                                                »» Pembiayaan UMKM pada Desember 2024, minimal
               »» Pembiayaan UMKM                                       mencapai Rp54,19 Triliun
               »» Green Financing (pada segmen wholesale)            »» Green Financing (pada segmen wholesale), pada
               »» Pendanaan dengan Sukuk Berkelanjutan                  Desember 2024 minimal mencapai Rp13 Triliun
                                                                     »» Rasio Pembiayaan berkelanjutan terhadap Total
                                                                        pembiayaan 24%
                                                                     »» Penerbitan Sustainability Sukuk.

            B. Pengembangan Kapasitas Internal Bank:              B. Pengembangan Kapasitas Internal Bank:
               »» Pelatihan mengenai Sustainable Finance             »» Minimal 80% pegawai mendapat pelatihan
                  Awareness                                             mengenai Sustainable Finance Awareness
               »» Pelatihan untuk pegawai dan rekanan                »» Minimal 30% pegawai unit bisnis & rekanan
                  (developer/nasabah) mengenai   Mitigasi               (developer/ nasabah) mengikuti pelatihan Mitigasi
                  Risiko Lingkungan                                     Risiko Lingkungan




                                                                                           LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025           27
Page 29
02            TENTANG LAPORAN           STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN              PROFIL PERUSAHAAN




     PENJELASAN STRATEGI KEBERLANJUTAN



      Tahun              Target Kegiatan Prioritas                               Indikator Keberhasilan

               C. Peningkatan Tata Kelola                          C. Peningkatan Tata Kelola
                   Review Tata Kelola terkait       Sustainable       Terlaksananya Review Tata           Kelola   Sustainable
                   Finance                                            Finance
                                                                      »» Update PTO TBDSP
                                                                      »» Carbon tracking
                                                                      »» ESG Rating

      2024     Aktivitas Pendukung                                 Aktivitas Pendukung
               A. Green Campaign                                   A. Green Campaign
                  Menciptakan “Eco Lifestyle” dalam lingkungan        Terlaksananya 4 (empat) subprogram “Eco Lifestyle”
                  kantor                                              »» Electric Vehicle
                                                                      »» Penyediaan charging station
                                                                      »» Green Building
                                                                      »» Penanaman bibit pohon

               B. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan             B. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
                  Menjalankan       program    BSI  Integrated        »» Socio-economic: Optimalisasi Desa BSI dan
                  Social Action dengan pendekatan untuk                  penambahan minimal 3 (tiga) Desa BSI
                  pengembangan di aspek socio-economic,               »» Spiritual: maintenance dan pembangunan 1 masjid,
                  spiritual, people dan environment                      pengadaan mobil mushola
                                                                      »» People: lanjutan BSI Scholarship
                                                                      »» Environment: Optimalisasi program charity dan
                                                                         environment.

       2025    A. Pengembangan Produk dan/atau Jasa yang           A. Pengembangan Produk dan/atau Jasa yang sesuai
                  sesuai Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan        Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)
                  (KKUB)                                              »» Pembiayaan UMKM tumbuh sesuai target RBB
                  »» Pembiayaan UMKM                                     2025
                  »» Green Financing (pada segmen wholesale)          »» Green Financing (pada segmen wholesale)
                  »» Menerbitkan Sukuk Subordinasi                       tumbuh sesuai target RBB
                  »» Sustainable financing ratio                      »» Menerbitkan sukuk subordinasi Rp 5-7,5 triliun
                                                                         untuk modal tier 2
                                                                      »» Sustainable financing ratio >25%

               B. Pengembangan Kapasitas Internal Bank:            B. Pengembangan Kapasitas Internal Bank:
                  - Pelatihan mengenai Sustainable Finance            »» Minimal 90% pegawai mendapat pelatihan
                    Awareness                                            mengenai Sustainable Finance Awareness
                  - Pelatihan untuk pegawai dan rekanan               »» Minimal 50% pegawai unit bisnis & rekanan
                    (developer/nasabah) mengenai   Mitigasi              (developer/ nasabah) mengikuti pelatihan Mitigasi
                    Risiko Lingkungan                                    Risiko Lingkungan

               C. Peningkatan Tata Kelola                          C. Peningkatan Tata Kelola
                  Review Tata Kelola terkait Sustainable Finance   Review Tata Kelola terkait Sustainable Finance
                                                                   »» Mengikuti Sri Kehati Index

               Aktivitas Pendukung                                 Aktivitas Pendukung
               A. Green Campaign                                   A. Green Campaign
                  Menciptakan “Eco Lifestyle” dalam lingkungan        Terlaksananya 4 (empat) subprogram “Eco Lifestyle”
                  kantor                                              »» Electric Vehicle
                                                                      »» Penyediaan charging station
                                                                      »» Green Building
                                                                      »» Penanaman 10.000 bibit pohon.

               B. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan             B. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
                  Menjalankan       program    BSI   Integrated       »» Socio-economic: Optimalisasi Desa BSI dan
                  Social Action dengan pendekatan untuk                  penambahan minimal 3 (tiga) Desa BSI
                  pengembangan pada aspek socio-economic,             »» Spiritual: maintenance dan pembangunan 1 (satu)
                  spiritual, people dan environment.                     masjid, pengadaan mobil mushola
                                                                      »» People: lanjutan BSI Scholarship
                                                                      »» Environment: Optimalisasi program charity dan
                                                                         environment.




     MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
28   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 30
 LAPORAN DIREKSI             TATA KELOLA KEBERLANJUTAN            KINERJA KEBERLANJUTAN




                                               PENJELASAN STRATEGI KEBERLANJUTAN


Tahun 2025 merupakan tahun kelima pelaksanaan                    Governance     Review           terkait    implementasi
rencana jangka panjang BSI, dengan fokus                         Sustainable Finance.
pada sejumlah prioritas keberlanjutan. Prioritas
pertama mencakup pengembangan produk                             Pada kegiatan pendukung, BSI menjalankan
dan/atau jasa sesuai KKUB, melalui pembiayaan                    Green Campaign untuk membangun budaya
UMKM, penyaluran green financing pada segmen                     “Eco Lifestyle” di lingkungan kantor serta
wholesale, penerbitan Sukuk Subordinasi, serta                   melaksanakan tanggung jawab sosial dan
peningkatan rasio pembiayaan berkelanjutan.                      lingkungan melalui program BSI Integrated Social
                                                                 Action yang mencakup aspek sosial-ekonomi,
Prioritas kedua berfokus pada peningkatan                        spiritual, masyarakat, dan lingkungan.
kapasitas internal, melalui pelatihan Sustainable
Finance Awareness serta pelatihan mitigasi                       Pencapaian target keberlanjutan pada tahun 2025
risiko lingkungan bagi pegawai dan mitra                         yang tertuang di dalam RAKB adalah sebagai
seperti developer dan nasabah. Selain itu, BSI                   berikut:
juga melanjutkan penguatan tata kelola melalui


            Kategori                                                  Capaian Tahun 2025

A. Pengembangan Produk dan/          •• Pembiayaan hijau tumbuh 10,6%.
   atau Jasa yang Memenuhi           •• Portofolio sosial tumbuh 11,1%.
   Kriteria KKUB
                                     •• Jumlah pembiayaan berkelanjutan tumbuh 11,2%.
                                     •• Penerbitan Sustainability Sukuk sebesar Rp5 triliun untuk penguatan modal Tier 2.
                                     •• Pengembangan produk ESG Mutual Fund.

B. Pengembangan Kapasitas            •• 90% pegawai menerima pelatihan Sustainable Finance Awareness.
   Internal Bank                     •• 100% Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah, telah mengikuti
                                        pelatihan Sustainable Finance Awareness.

C. Peningkatan Tata Kelola           ••   Pemutakhiran Industry Acceptance Criteria (IAC).
                                     ••   Melakukan climate risk stress testing pada 100% portofolio BSI.
                                     ••   ESG Risk Rating – Medium Risk.
                                     ••   Menerbitkan Impact Report ESG Sukuk.

Kegiatan Pendukung – A. Green        •• Mengadakan 12 kali kampanye Signature Campaign - BSI Sustainable Movement.
Campaign                             •• Menyediakan dan mengimplementasikan Digital Carbon Tracking.
                                     •• Menyelesaikan penyusunan Roadmap Net Zero Emission (NZE) sesuai arahan
                                        Direksi.
                                     •• Menambah 1 Unit Green Building Gold Certified, yaitu BSI Tower Jakarta.
                                     •• Menambah 24 unit kendaraan listrik (electric vehicle).
                                     •• Menambah 7 unit charging station di BSI Tower dan Area Saharjo-Hasanuddin.
                                     •• Menambah panel surya di 8 Outlet BSI dan 3 Desa Binaan BSI.
                                     •• Menanam 15.000 pohon melalui program 1 Home 1 Tree (BSI Griya).
                                     •• Mengimplementasikan Kartu Syariah Ramah Lingkungan.
                                     •• Menyalurkan beasiswa Sustainability on Campus kepada 8 mahasiswa dari 7
                                        universitas.
                                     •• Menyelenggarakan Green Business Culture sebanyak 19 kali.

Kegiatan Pendukung – B.              •• Menuntaskan asesmen ISO 26000 dan perhitungan SROI pada 3 titik UMKM
Tanggung Jawab Sosial dan               mustahik dan 3 titik desa binaan BSI.
Lingkungan                           •• Mengembangkan 3 Desa BSI tambahan, yaitu Desa di Makassar, Labuan Bajo, dan
                                        Sabang, Aceh.
                                     •• Meluncurkan Program BSI Scholarship 2025.
                                     •• Melaksanakan optimalisasi distribusi zakat di 10 Kantor Wilayah BSI.
                                     •• Mengimplementasikan Pilot Project Green Zakat di Pulau Sanane, Makassar.




                                                                                            LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025      29
Page 31
02              TENTANG LAPORAN         STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN            PROFIL PERUSAHAAN




     PENJELASAN STRATEGI KEBERLANJUTAN

                                                                                                           Desember 2025
                      Jumlah dan Kualitas Pembiayaan berdasarkan                                    Nominal
                         Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan                               (Dalam Jutaan Rupiah)
     a. Energi terbarukan                                                                                  710
     b. Efisiensi Energi                                                                                      -
     c. Pencegahan dan pengendalian Polusi                                                                    -
     d. Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan Lahan yang                                     5.777
        Berkelanjutan
     e. Konservasi Keanekaragaman Hayati Darat dan Air                                                        -
     f. Transportasi Ramah Lingkungan                                                                      948
     g. Pengelolaan Air dan Air Limbah yang Berkelanjutan                                                    91
     h. Adaptasi Perubahan Iklim                                                                              -
     i. Produk yang dapat Mengurangi Penggunaan Sumber Daya dan Menghasilkan                             6.442
        Lebih Sedikit Polusi (Eco-Efficient)
     j. Bangunan Berwawasan Lingkungan yang Memenuhi Standar atau Sertifikasi                               101
        yang Diakui Secara Nasional, Regional, atau Internasional
     k. Kegiatan Usaha dan/atau Kegiatan Lain dari Kegiatan Usaha Berwawasan                              1.588
        Lingkungan Lainnya
     l. Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial                                                                 58.265


     STRATEGI DALAM PENGELOLAAN                                  lingkungan, serta instrumen pasar modal
     RISIKO DAN PELUANG TERKAIT                                  berkelanjutan   seperti   sustainability  sukuk.
     KEBERLANJUTAN                                               Peluang ini dapat mendorong pertumbuhan
     [IFRS S1-STRATEGY, IFRS S2-STRATEGY, IFRS S1-METRIC
     AND TARGET, IFRS S2-METRIC AND TARGET, IFRS S1-RISK         pendapatan pembiayaan dan fee based income,
     MANAGEMENT, IFRS S2-RISK MANAGEMENT] [GRI 201-2]            sekaligus memperkuat daya saing jangka
                                                                 panjang Bank. Sejalan dengan itu, BSI terus
     Dalam menetapkan arah strategisnya, BSI turut               mengembangkan metodologi dan sistem untuk
     memperhitungkan berbagai risiko dan peluang                 menilai dampak finansial dari risiko dan peluang
     keberlanjutan, termasuk yang berkaitan dengan               iklim secara lebih kuantitatif, selaras dengan
     perubahan iklim. Pengelolaan risiko iklim                   ketentuan regulator dan standar internasional.
     diintegrasikan ke dalam sistem manajemen risiko
     Bank, dimulai dari proses identifikasi risiko dan           Strategi yang tercantum dalam ESG Roadmap
     peluang iklim, dilanjutkan dengan pengukuran                dan RAKB disusun berdasarkan identifikasi risiko
     menggunakan         metrik   untuk   risiko   fisik         dan peluang keberlanjutan tersebut. Untuk
     maupun transisi. BSI kemudian menilai potensi               mendukung proses ini, BSI telah membentuk
     dampaknya terhadap kondisi finansial, serta                 ESG Working Group pada tahun 2024 di bawah
     melakukan evaluasi untuk menentukan langkah-                koordinasi Risk Management Committee (RMC).
     langkah strategis dalam mengelola konsekuensi               ESG Working Group berperan memberikan
     dari risiko iklim tersebut. Risiko dan peluang              dukungan analitis dan rekomendasi kepada RMC
     keberlanjutan, termasuk aspek perubahan iklim               dalam merumuskan berbagai usulan kebijakan
     serta pengaruhnya terhadap model bisnis, rantai             yang kemudian dibahas dan diputuskan dalam
     nilai, strategi, dan posisi keuangan pada tahun             rapat komite.
     2025 dapat dilihat secara rinci pada bagian
     Memperkuat Tata Kelola BSI pada Risiko dan                  Sejak penyusunan RAKB dimulai, BSI telah
     Peluang Terkait Iklim.                                      menyesuaikan model bisnis dengan memperkuat
                                                                 pembiayaan      UMKM,    meningkatkan    porsi
     Selain menghadapi berbagai risiko, BSI juga                 pembiayaan berkelanjutan, serta menerbitkan
     melihat peluang yang lahir dari transisi menuju             Sustainability Sukuk. Pengembangan kapasitas
     ekonomi rendah karbon, seperti meningkatnya                 internal juga menjadi bagian dari penyesuaian
     kebutuhan pembiayaan hijau, proyek energi                   tersebut agar seluruh proses dan SDM selaras
     terbarukan, pengembangan gedung ramah                       dengan arah keberlanjutan Bank.

      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
30    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 32
 LAPORAN DIREKSI        TATA KELOLA KEBERLANJUTAN   KINERJA KEBERLANJUTAN




POLICY COMMITMENT
[GRI 2-23, GRI 2-24, FS9]


Dalam menjalankan operasionalnya, BSI selalu        12. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 8
memastikan      kepatuhan      terhadap   seluruh       Tahun 2023 tentang Penerapan Program Anti
ketentuan hukum yang berlaku, baik di tingkat           Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan
nasional maupun internasional. Sejumlah regulasi        Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan
nasional yang menjadi dasar penyelenggaraan             Proliferasi Senjata Pemusnah Massal di Sektor
kegiatan usaha BSI antara lain sebagai berikut:         Jasa Keuangan.
1. Undang-undang Republik Indonesia No. 8           13. Peraturan Bank Indonesia No. 3 Tahun
    Tahun 1999 tentang Pelindungan Konsumen             2023 tentang Pelindungan Konsumen Bank
    berikut segala perubahannya.                        Indonesia.
2. Undang-undang Republik Indonesia No.             14. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor
    21 tanggal 16 Juli 2008 tentang Perbankan           30/SEOJK.07/2017 tentang        Pelaksanaan
    Syariah berikut segala perubahannya.                Edukasi dalam rangka meningkatkan Literasi
3. Undang-undang Republik Indonesia No. 4               Keuangan kepada Konsumen dan/atau
    Tahun 2023 Tentang Pengembangan dan                 Masyarakat.
    Penguatan Sektor Keuangan.                      15. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 7/
4. Peraturan Presiden Nomor 111 tahun 2022              SEOJK.07/2015 tentang Pedoman Penilaian
    tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan               Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa di
    Pembangunan Berkelanjutan.                          Sektor Jasa Keuangan.
5. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 2 Tahun     16. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.
    2024 tentang Penerapan Tata Kelola Syariah          13/SEOJK.07/2014 tentang Perjanjian Baku
    Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha               berikut segala perubahannya.
    Syariah.                                        17. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/
6. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/           SEOJK.07/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan
    POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan             Layanan Pengaduan Konsumen di sektor Jasa
    Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan,           Keuangan.
    Emiten, dan Perusahaan Publik.                  18. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 3/
7. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 18/             SEOJK.03/2021 Tahun 2021 tentang Pelaporan
    POJK.07/2018 tentang Layanan Pengaduan              dan Permintaan Informasi Debitur Melalui
    Konsumen      di    Sektor    Jasa Keuangan,        Sistem Layanan Informasi Keuangan.
    sebagaimana telah diubah sebagian oleh          19. Bye Laws 2023 tentang Penanganan
    Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 22             Penundaan Transaksi Transfer Dana Antar
    Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen             Bank.
    dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan.         20. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor
8. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 61/             110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan
    POJK.07/2020 Tahun 2020 tentang Lembaga             Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan
    Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa        Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional.
    Keuangan.                                       21. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
9. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 65/             18 Tahun 2023 tentang Penerbitan dan
    POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen            Persyaratan Efek Bersifat Utang dan Sukuk
    Risiko Bagi Bank Umum Syariah dan Unit              Berlandaskan Keberlanjutan.
    Usaha Syariah.
10. Peraturan Anggota Dewan Gubernur No. 20         Selain berpedoman pada regulasi nasional,
    Tahun 2023 tentang Tata Cara Pelaksanaan        Perseroan juga mengikuti berbagai ketentuan
    Pelindungan Konsumen Bank Indonesia.            internasional, termasuk United Nations (UN)
11. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 31/        Guiding Principles on Business and Human
    POJK.07/2020      tentang    Penyelenggaraan    Rights, United Nations Framework Convention
    Layanan Konsumen dan Masyarakat di Sektor       on Climate Change (UNFCCC), serta International
    Jasa Keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan,      Labour Organization (ILO) Declaration on
    sebagaimana telah diubah oleh Peraturan         Fundamental Principles and Rights at Work yang
    Otoritas Jasa Keuangan No. 22 Tahun 2023        telah diratifikasi ke dalam peraturan nasional.
    tentang     Pelindungan      Konsumen     dan   Perseroan juga merujuk pada Undang-undang
    Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan.             Nomor 16 Tahun 2016 mengenai Pengesahan Paris
                                                    Agreement to the United Nations Framework
                                                    Convention on Climate Change.


                                                                            LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   31
Page 33
02              TENTANG LAPORAN             STRATEGI KEBERLANJUTAN              IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN              PROFIL PERUSAHAAN




     POLICY COMMITMENT


     Di samping itu, BSI memastikan bahwa kegiatan operasionalnya sejalan dengan standar internasional,
     yang tercermin dari perolehan berbagai sertifikasi ISO berikut:


                                                                                                      Masa Berlaku
                                     Sertifikasi
                                                                                              Sejak                    Sampai
     ISO/IEC 27001:2022 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi                        24 Maret 2024            23 Maret 2027
     ISO 22301:2019 tentang Business Continuity Management System                           5 Juni 2023              4 Juni 2026
     ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu                                        4 Februari 2023             3 Februari 2027


     Sebagai wujud kepatuhan terhadap berbagai ketentuan hukum yang berlaku, BSI telah menetapkan
     sejumlah kebijakan internal yang disusun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang relevan.
     Kebijakan ini memastikan bahwa operasional BSI tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat
     serta menyediakan mekanisme penyelesaian apabila risiko tersebut muncul.

     Kebijakan tersebut dilengkapi dengan pelaksanaan uji tuntas dan penerapan prinsip kehati-hatian.
     Prinsip ini juga tercermin dalam Kebijakan Manajemen Risiko BSI, yang menegaskan bahwa setiap
     transaksi dan aktivitas operasional diawasi serta dikendalikan secara ketat.

     Kebijakan internal dan proses uji tuntas yang diterapkan BSI adalah sebagai berikut:


             Kebijakan                     Uji Tuntas                   Penanggung Jawab                  Tanggal Terbit Terakhir

     Kebijakan Tata Kelola        ISO    37301:2021   tentang      1. Policy & Procedure Group        7 Juli 2025
                                  Sistem          Manajemen        2. Compliance & Anti Money
                                  Kepatuhan       tersertifikasi       Laundering      (AML)     –
                                  pada ruang lingkup Anti              Countering – Countering
                                  Money      Laundering       &        Financing of Terorism (CFT)
                                  Countering Financing of              Group (CAC)
                                  Terorism

     Kebijakan Manajemen          Laporan Tingkat Kesehatan        Enterprise Risk Management         9 Desember 2024
     Risiko                       Bank dan Profil Risiko           Group

     Kebijakan Sistem             Pelaksanaan audit                Satuan Unit Kerja Audit            19 September 2025
     Pengendalian Intern (KSPI)

     Kebijakan Anti-Fraud         Laporan Anti-Fraud yang          IT Fraud & Risk Group              7 Agustus 2025
                                  disampaikan     ke     OJK
                                  pada   setiap    semester,
                                  ISO 37001:2016     tentang
                                  Sistem Manajemen Anti-
                                  Penyuapan     (Anti-Bribery
                                  Management         System/
                                  ABMS)

     Kebijakan Dana dan Jasa      Survei kepuasan nasabah          1. Retail Deposit Solution         23 September 2025
                                                                      Group
                                                                   2. Wealth Management
                                                                      Group
                                                                   3. Institutional Banking Group

     Kebijakan Teknologi          ISO/IEC 27001:2022 tentang         IT Strategic Planning Group      22 Juli 2024
     Informasi                    Sistem Manajemen
                                  Keamanan Informasi




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
32    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 34
 LAPORAN DIREKSI               TATA KELOLA KEBERLANJUTAN        KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                   POLICY COMMITMENT



        Kebijakan                        Uji Tuntas               Penanggung Jawab              Tanggal Terbit Terakhir

Kebijakan Treasury              Evaluasi berkala             1. Treasury & Global Market      4 Juli 2025
                                                                Group,
                                                             2. International     &
                                                                Financial Institution Group

Kebijakan          Hukum,       ISO 37001:2016 tentang       1. Compliance Group,             9 Mei 2025
Kepatuhan, Anti Pencucian       Sistem Manajemen Anti-       2. Legal Group,
Uang,        Pencegahan         Penyuapan   (Anti-Bribery    3. Anti Money Laundering
Pendanaan Te r o r i s m e      Management       System/        – Countering Financing
dan          Pencegahan         ABMS)                           of Terrorism (AML - CFT)
Pendanaan        Proliferasi                                    Group
Senjata Pemusnah Massal
(APU, PPT dan PPPSPM)

Kebijakan Pembiayaan            Evaluasi berkala             1. Consumer Business 1 Group     5 November 2025
                                                             2. Consumer Business 2
                                                                 Group
                                                             3. Card Business Group
                                                             4. Gold & Pawning Business
                                                                 Group
                                                             5. Small Medium Enterprise
                                                                 (SME) Business Group
                                                             6. Micro Business Group
                                                             7. Transaction Banking
                                                                 Wholesale
                                                             8. Corporate Business 1 Group
                                                             9. Corporate Business 2 Group
                                                             10. Corporate Business 3 Group
                                                             11. Corporate Finance &
                                                                 Solution Group
                                                             12. Commercial Business 1
                                                                 Group
                                                             13. Commercial Business 2
                                                                 Group
                                                             14. Bullion Business Group

Kebijakan Penyertaan            Evaluasi berkala             Corporate Development Office     23 Mei 2025
Modal dan Pengelolaan
Perusahaan Anak

Kebijakan Human Capital         Improvement survei Human     Human Capital Strategy &         12 Desember 2025
                                Capital Policy               Policy Group

Kebijakan Akuntansi             Pelaksanaan audit            Corporate Finance &              28 Juli 2025
                                                             Accounting Group

Kebijakan Internal Audit        Pelaksanaan audit internal   Wholesale & Corporate Center     29 Agustus 2025
                                                             Audit Group

Kebijakan Operasional           Evaluasi berkala             1. Procurement & Fixed           28 Agustus 2025
yang di dalamnya                                                Asset Group
mencakup pengaturan                                          2. Customer Care Group
mengenai:                                                    3. Strategic Planning &
a. Prinsip Kehati-hatian                                        Performance Management
b. Pengadaan dan                                                Group
   pengelolaan aset                                          4. Corporate Secretary Group
c. Layanan dan Kerja sama                                    5. Data Protection Group
   dengan pihak ketiga                                       6. Compliance Group
d. Pengelolaan Anggaran
e. Tata Kelola
   Kesekretariatan
f. Pelindungan Data
   Pribadi
g. Pemenuhan Prinsip
   Syariah
h. Pelindungan dan
   Pengaduan Nasabah.




                                                                                          LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025      33
Page 35
02             TENTANG LAPORAN        STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




     POLICY COMMITMENT


     Dalam hal pemenuhan dan penegakan hak                     Sebagai bagian dari penguatan implementasi,
     asasi manusia, BSI telah menerapkan PTO terkait           Bank     juga    menyelenggarakan       kegiatan
     Pedoman Saling Menghargai Sesama Pegawai di               refreshment dan kuis untuk mengukur tingkat
     Lingkungan Kerja (RWP). Pedoman ini menjadi               pemahaman Pegawai terhadap ketentuan internal
     acuan bagi seluruh insan BSI untuk menciptakan            serta meningkatkan awareness atas kebijakan
     lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi,            yang berlaku. Terkait aspek keberlanjutan, PPG
     kekerasan, dan pelecehan, serta membangun                 berkoordinasi dengan unit bisnis dan fungsi
     budaya     kerja   yang    inklusif, menghargai           ESG menyelenggarakan KSF bertema “BebKu –
     keberagaman dan kesetaraan, termasuk bagi                 Belajar ESG Bareng Aku” yang diikuti oleh seluruh
     pegawai berkebutuhan khusus, sebagai bagian               Pegawai Kantor Pusat dan Jaringan.
     dari komitmen BSI dalam menjunjung tinggi
     hak asasi manusia. Sepanjang tahun 2025, tidak            Pada tahun 2025, Bank melakukan pembaruan
     terdapat pelanggaran HAM dalam seluruh                    Kebijakan Tata Kelola Perusahaan yang berlaku
     aktivitas operasional BSI.                                efektif 7 Juli 2025, yang mencakup penguatan
                                                               prinsip dan penerapan keuangan berkelanjutan
     Seluruh kebijakan telah disahkan oleh Direksi             serta tata kelola ESG, termasuk pengaturan
     dan diberlakukan sesuai lingkupnya. Kebijakan             Sustainability of Sharia Banking Principles
     tertentu seperti Kebijakan Manajemen Risiko               yang terdiri atas tujuh aspek, yaitu Syariah,
     dan Kebijakan Anti-Fraud disosialisasikan secara          Nasabah, Strategi Bisnis, Operasional Perbankan,
     terbuka melalui situs resmi Bank www.bankbsi.             Manajemen Risiko, Sumber Daya Manusia, dan
     co.id. Sementara itu, kebijakan yang bersifat             Pengembangan Masyarakat. Selain itu, Bank juga
     internal disampaikan melalui New Policy System            mengatur ketentuan Keuangan Berkelanjutan
     (NPS) yang dapat diakses oleh seluruh jaringan            pada Standar Prosedur Operasional (SPO)
     internal BSI. Untuk kebijakan yang ditujukan              Keuangan Berkelanjutan yang berlaku efektif 31
     kepada mitra bisnis namun tidak dipublikasikan            Juli 2025.
     di situs resmi, sosialisasi dilakukan melalui
     pertemuan dan dituangkan dalam dokumen                    Dalam rangka memperkuat integrasi keberlanjutan
     kontrak kerja.                                            ke dalam manajemen risiko, selama tahun 2025
                                                               Bank melakukan pemutakhiran ketentuan
     Kebijakan-kebijakan      tersebut     kemudian            yang memuat aspek keberlanjutan, antara lain
     dijabarkan ke dalam Standar Prosedur Operasional          melalui SPB Portfolio Guideline, yang mencakup
     serta Petunjuk Teknis Operasional sebagai                 peninjauan limit portofolio pembiayaan sektor
     panduan kerja bagi seluruh pegawai. Untuk                 brown dengan mempertimbangkan realisasi
     memastikan implementasi yang optimal, BSI juga            bauran Energi Baru Terbarukan (EBT), reklasifikasi
     menyelenggarakan pelatihan yang diperlukan                sektor industri internal dengan mengacu pada
     agar seluruh kebijakan dapat dipahami dan                 Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan khususnya
     diterapkan secara konsisten.                              Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan, serta
                                                               penetapan parameter Portfolio Green Financing
     Sepanjang tahun 2025, Bank memastikan                     yang selaras dengan kebijakan OJK, prinsip Do No
     seluruh komitmen        kebijakan dipublikasikan          Significant Harm (DNSH), dan Exclusion List Bank.
     dan diperbarui secara berkala sesuai dengan
     SPP Pembuatan Kebijakan dan Prosedur, yang                Selain itu, Bank memperkuat penerapan Industry
     mewajibkan peninjauan kebijakan sekurang-                 Acceptance Criteria dengan menetapkan aspek
     kurangnya satu kali dalam satu tahun atau setiap          lingkungan sebagai salah satu critical factor dalam
     saat apabila diperlukan. Fungsi Policy & Procedure        proses seleksi calon nasabah. Pada kebijakan
     Group (PPG) sebagai pengelola kebijakan                   pembiayaan masing-masing segmen, penilaian
     melakukan sosialisasi atas setiap perubahan               risiko pembiayaan dilakukan secara kuantitatif dan
     ketentuan Bank kepada seluruh unit terkait                kualitatif, termasuk asesmen risiko lingkungan
     melalui mekanisme resmi, antara lain email blast          dan sosial melalui kepemilikan dokumen AMDAL/
     dalam bentuk infografis dan Executive Summary             UKL-UPL/SPPKL, analisis dampak lingkungan,
     serta pelaksanaan Knowledge Sharing Forum                 serta keamanan lokasi usaha atau proyek.
     (KSF), Refreshment dan Quiz guna memastikan
     kebijakan dapat dipahami dan diterapkan secara
     konsisten dalam operasional harian.

      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
34    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 36
  LAPORAN DIREKSI        TATA KELOLA KEBERLANJUTAN     KINERJA KEBERLANJUTAN




PROSES UNTUK
MEMULIHKAN DAMPAK NEGATIF
[GRI 2-25, 418-1]




Salah satu potensi dampak negatif dari aktivitas       Dalam meningkatkan efektivitas mekanisme
operasional BSI adalah kemungkinan terjadinya          pemulihan dampak negatif, BSI melibatkan para
kesalahan atau kelalaian dalam pemrosesan              pemangku kepentingan sebagai pengguna
Data Pribadi nasabah. Untuk mengantisipasi hal         utama sistem pengaduan melalui survei kepuasan,
tersebut, BSI telah menetapkan Kebijakan Privasi       umpan balik pelapor, dan evaluasi tren pengaduan
PT Bank Syariah Indonesia Tbk yang mengatur            untuk meninjau dan menyempurnakan desain
ketentuan mengenai perolehan, pengumpulan,             serta    operasional   mekanisme      pengaduan.
pemrosesan,        penyimpanan,    pembaruan,          Efektivitas mekanisme tersebut dipantau melalui
penyajian, pengumuman, transfer, distribusi,           indikator seperti ketepatan waktu penyelesaian,
pengungkapan, hingga penghapusan Data                  tingkat kepatuhan terhadap SLA, kualitas tindak
Pribadi nasabah, baik melalui sistem elektronik        lanjut, dan tingkat penyelesaian kasus.
maupun non-elektronik.
                                                       Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat pengaduan
Kebijakan Privasi tersebut disusun sebagai upaya       maupun insiden baru yang berkaitan dengan
melindungi seluruh informasi nasabah, termasuk         kehilangan    Data     Pribadi  nasabah     atau
Data Pribadi yang dapat mengidentifikasi               pelanggaran privasi nasabah di Bank Syariah
individu secara langsung maupun tidak langsung.        Indonesia (BSI). Dengan demikian, tidak terdapat
Di dalamnya juga diatur hak nasabah, termasuk          tindakan kompensasi atau perbaikan yang perlu
hak untuk mengajukan ganti rugi secara materiil        dilakukan terkait perlindungan data dan privasi
maupun non-materiil apabila terjadi pelanggaran        nasabah pada periode pelaporan.
akibat kesalahan atau kelalaian BSI dalam
memproses Data Pribadi.

Pemulihan atas dampak negatif dilakukan
melalui berbagai saluran pengaduan seperti BSI
Call 14040, mobile banking, email contactus@
bankbsi.co.id, serta kantor cabang dan kantor
pusat. Penanganan pengaduan mengacu pada
SPO Pelindungan dan Pengaduan Nasabah,
sehingga 85,59% pengaduan pada tahun 2025
dapat diselesaikan dalam waktu maksimal empat
hari kerja, lebih cepat dari Service Level Agreement
(SLA) yang ditetapkan regulator. Pemantauan
menunjukkan bahwa sistem pengaduan BSI
mampu menyelesaikan kasus secara tepat waktu,
terlihat dari penyelesaian 100% pengaduan sesuai
SLA serta meningkatnya tingkat kepuasan pelapor.
Setiap pengaduan diproses melalui mekanisme
tiket bernomor untuk memastikan pemantauan
yang transparan hingga penyelesaiannya.




                                                                               LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   35
Page 37
03
03            TENTANG LAPORAN        STRATEGI KEBERLANJUTAN   IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




                                      IKHTISAR KINERJA
                                      KEBERLANJUTAN
                                      [OJK B]




                    Ikhtisar ini merefleksikan perjalanan Perseroan dalam
                    mewujudkan komitmen keberlanjutan sepanjang
                    tahun. Setiap capaian merupakan hasil dari ikhtiar
                    berkelanjutan untuk memberikan dampak yang bernilai
                    bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui proses ini,
                    pertumbuhan tidak hanya diukur dari kinerja, tetapi
                    juga dari kebermanfaatan.
     MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
36   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 38
  LAPORAN DIREKSI              TATA KELOLA KEBERLANJUTAN                KINERJA KEBERLANJUTAN




KINERJA ASPEK EKONOMI [OJK B.1]

                                                                                                                   Pertumbuhan
               Uraian                     Satuan              2023                 2024             2025
                                                                                                                    2025 (YoY)
                                       Dalam Miliar
 Total Pembiayaan                                                240.316              278.481         318.844            14,49%
                                         Rupiah
 - Pembiayaan pada Retail              Dalam Miliar
                                                                  42.258               49.380          52.258             5,83%
   Banking                               Rupiah
 - Pembiayaan pada                     Dalam Miliar
                                                                       67.511           77.218        90.800             17,59%
   Wholesale Banking                     Rupiah
 - Consumer, Gold Business &           Dalam Miliar
                                                                 130.547               151.883        175.787            15,74%
   Card                                  Rupiah
                                       Dalam Miliar
 Dana Pihak Ketiga                                               293.776              327.454        380.488             16,20%
                                         Rupiah
 Pendapatan Pengelolaan                Dalam Miliar
                                                                   22.252              25.298          28.265             11,73%
 Dana Sebagai Mudharib                   Rupiah
                                       Dalam Miliar
 Pendapatan Usaha Lainnya                                          4.204                 5.556          6.937           24,84%
                                         Rupiah
                                       Dalam Miliar
 Laba Bersih                                                       5.704                7.006           7.568             8,02%
                                         Rupiah
 Total Penerima Manfaat                   Individu               333.000             1.544.913       1.286.519            (20%)
 Implementasi Program Sosial
 Perusahaan                              Lembaga                        1.019            2.255             1.799           (31%)

 Penyaluran Implementasi               Dalam Miliar
                                                                  286,62               385,37              400            30,9%
 Program Sosial Perusahaan               Rupiah
 Penyaluran Zakat Perusahaan
                                       Dalam Miliar
 dan Pegawai BSI kepada                                                  223            268,6           289,4               16%
                                         Rupiah
 BAZNAS RI
 Pembiayaan sesuai Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)*
                                       Dalam Miliar
 Portofolio Pembiayaan Hijau                                       12.235              14.084          15.657              11,2%
                                         Rupiah
                                       Dalam Miliar
 Portofolio Pembiayaan Sosial                                     45.469                52.415         58.265             11,16%
                                         Rupiah
                                          Dalam
                                         Pemasok/                        701               413              337         (18,40%)
 Total Pemasok dalam Negeri               Vendor
                                             %                         99,43            99,04         98,81%              0,23%

Keterangan: * Pembiayaan KKUB merupakan Produk Ramah Lingkungan Bank




     Sustainability Sukuk Dalam Rupiah




     Sustainability Sukuk Tahap 1                                          Sustainability Sukuk Tahap 2

      2025 Rp
                    3.000.000.000.000                                       2025 Rp
                                                                                       5.000.000.000.000
                                     Total Rp
                                                  8.000.000.000.000

                                                                                                 LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025        37
Page 39
03                TENTANG LAPORAN              STRATEGI KEBERLANJUTAN                IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN                 PROFIL PERUSAHAAN




     KINERJA ASPEK EKONOMI


     Pembiayaan Sesuai Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)
     Dalam Miliar Rupiah




         Pembiayaan Hijau (KUBL)




         Energi Terbarukan                        Pengelolaan Sumber Daya Alam                Transportasi Ramah Lingkungan
                                                  Hayati dan Penggunaan Lahan
                                                  yang Berkelanjutan

         2025     Rp
                       710                        2025     Rp
                                                                5.777                         2025    Rp
                                                                                                         948
                       16,67%                                    15,85%                                     199,27%




         Pengelolaan Air dan Air Limbah           Produk yang Dapat Mengurangi                Bangunan Berwawasan Lingkungan
         yang Berkelanjutan                       Penggunaan Sumber Daya dan                  yang Memenuhi Standar atau
                                                  Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi           Sertifikasi yang Diakui Secara
                                                  (Eco-Efficient)                             Nasional, Regional, atau Internasional

         2025     Rp
                       91                         2025     Rp
                                                                6.442                         2025    Rp
                                                                                                         101
                  0,25%                                          10,83%                                     24,37%




         Kegiatan Usaha dan/ atau Kegiatan        Total Green Financing (KUBL)
         Lain dari Kegiatan Usaha Berwawasan
         Lingkungan Lainnya

         2025     Rp
                       1.588                      2025     Rp
                                                                15.657
                       520,09%                                   11,17%


         Pembiayaan Sosial (KUBS) Dalam Miliar Rupiah




         Pembiayaan UMKM                           Total Pembiayaan Sosial (KUBS)                    ESG Financing/Pembiayaan
                                                                                                     Berkelanjutan (KKUB)

         2025      52.578
                  Rp                               2025          58.265
                                                                Rp                                   2025     Rp
                                                                                                                 73.922
                    0,31%                                        11,16%                                           11,16%

       BSI Agen




         Jumlah Agen (agen)                           Jumlah Transaksi (Juta kali)                    Nilai Transaksi (triliun rupiah)

          2023          2024      2025                2023           2024       2025                  2023           2024           2025

         86.200        119.295   126.916                 19,6        26,9        30,7                 43,80          59,02          75,25




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
38    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 40
      LAPORAN DIREKSI                TATA KELOLA KEBERLANJUTAN           KINERJA KEBERLANJUTAN




KINERJA ASPEK LINGKUNGAN HIDUP [OJK B.2]
    Pembiayaan Sesuai Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)




    Penggunaan Listrik (kWh)                       Penggunaan Air (m3)                           Pelestarian Keanekaragaman Hayati
                                                                                                 (Pohon)


       2023           2024           2025              2023       2024           2025                 2023              2024              2025

      2.117.285**   80.779.932*    86.473.880*          1.824**    48.401*       109.488                 39.329           50.000            65.000




    Penggunaan BBM (Liter)                         Penggunaan lampu LED (%)                      Keterangan:
                                                                                                 * Data Penggunaan BBM, Listrik dan Air di tahun 2024
                                                                                                   mencakup seluruh wilayah operasional BSI. Sampai
                                                                                                   dengan tahun 2024, BSI belum melakukan perhitungan
                                                                                                   atas limbah yang dihasilkan.
       2023           2024           2025              2023       2024           2025
                                                                                                 ** Data tahun 2023 hanya mencakup wilayah Kantor Pusat
                                                                                                    The Tower. Sampai dengan tahun 2024, BSI belum
       281.983**      7.112.582*   7.780.884*              100        100            100            melakukan perhitungan atas limbah yang dihasilkan.




    Reverse Vending Machine (RVM) & Infrastruktur Hijau




              70    unit di                                27.198    kg                                    143,99     ton Co2eq
              90 titik lokasi                              Reduksi Sampah Plastik                          Reduksi Jejak Karbon




                                                                                                           Kendaraan Listrik
              2 Green Building Gold                        8 Solar Panel di Outlet BSI
                                                                                                           144 Kendaraan Listrik
              Certified, Landmark BSI
              Aceh dan BSI Tower Jakarta
                                                           3 Solar Panel di Desa
                                                             Binaan BSI                                    (120 motor dan 24 mobil)




    Water Station Bank Syariah Indonesia (BSI)



                                                                                                    Berkontribusi mengurangi sampah

              10 Fasilitas                            330.194
                                                                                                    air minum kemasan sebanyak

              Air Minum Gratis                        Air Minum dalam Liter                         550.323 botol plastik




                                                                                                       LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025                         39
Page 41
03              TENTANG LAPORAN             STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




     KINERJA ASPEK SOSIAL [OJK B.3]



        Dampak Positif




        Turnover Pegawai (Persentase)                                Jam Pelatihan (Jam)

         2023                              3,77                      2023                        1.392.792
         2024                               3,21                     2024                          258.103
         2025                              5,09                      2025                       1.182.406




        Biaya Pelatihan (miliar rupiah)                              Komposisi Pegawai
                                                                     Penyandang Disabilitas (Orang)


         2023                             90,64                      2023                                7
         2024                             141,59                     2024                                7
         2025                         140.22                         2025                                 1




        Survei Kepuasan Nasabah (%)                                  UMKM Binaan (UMKM)


         2023        60,60 (Rationally Royal)                        2023                            3.009
         2024               64,91 (Engaged)                          2024                            4.478
         2025                66,5 (Engaged)                          2025                            5.251




     MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
40   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 42
LAPORAN DIREKSI      TATA KELOLA KEBERLANJUTAN   KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                KINERJA ASPEK SOSIAL




   Dampak Negatif
   Sebagaimana dijelaskan pada bagian Pemulihan Dampak Negatif dalam laporan ini, kegiatan
   operasional BSI dapat menimbulkan risiko kesalahan atau kelalaian dalam pemrosesan Data
   Pribadi nasabah. Untuk mengantisipasi hal tersebut, BSI telah menetapkan Kebijakan Privasi
   PT Bank Syariah Indonesia Tbk yang mengatur ketentuan mengenai perolehan, pengumpulan,
   pemrosesan, penyimpanan, pembaruan, penyajian, pengumuman, transfer, distribusi,
   pengungkapan, hingga penghapusan atau pemusnahan data nasabah, termasuk Data Pribadi,
   melalui sistem elektronik maupun non-elektronik.

   Selain itu, potensi keluhan juga dapat muncul ketika nasabah belum sepenuhnya memahami
   produk atau layanan yang ditawarkan Bank. Untuk memastikan perlindungan nasabah, BSI
   menerapkan Kebijakan Pelindungan dan Pengaduan Nasabah yang mengatur bahwa hak-
   hak nasabah harus menjadi bagian penting dalam setiap proses pemasaran dan penyediaan
   layanan. Hak-hak tersebut mencakup:

   1. Hak untuk mendapatkan penjelasan dari Bank mengenai istilah, frasa, dan/atau kalimat
      yang mudah dimengerti mengenai produk dan layanan Bank.
   2. Hak untuk mendapatkan informasi baik mengenai produk dana dan jasa yang diterbitkan
      Bank maupun produk dan jasa pihak lain yang dipasarkan melalui Bank.
   3. Hak untuk mendapatkan informasi apabila terdapat perubahan, penambahan dan atau
      pengurangan yang dilakukan pada fitur produk dan jasa layanan Bank maupun pihak lain
      yang dipasarkan melalui Bank.
   4. Hak untuk mengetahui karakteristik produk dana dan jasa Bank atau pihak lain secara
      memadai terutama mengenai manfaat, risiko dan biaya-biaya serta perhitungan nisbah/
      bagi hasil yang melekat pada produk dan jasa tersebut; serta hak untuk mengetahui
      jaminan terhadap produk dan layanan yang ditawarkan Bank.




                                                                         LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   41
Page 43
04
04            TENTANG LAPORAN        STRATEGI KEBERLANJUTAN   IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




                                      PROFIL
                                      PERUSAHAAN
                                      [OJK C]




     Bab ini
     menggambarkan
     identitas Perseroan,
     arah usaha, serta
     peran kami dalam
     memberikan nilai bagi
     masyarakat. Sebagai
     lembaga keuangan
     syariah, kami
     menjunjung tinggi
     prinsip keadilan,
     kebermanfaatan,
     dan tanggung
     jawab. Fondasi inilah
     yang membentuk
     perjalanan
     dan komitmen
     keberlanjutan kami.




     MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
42   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 44
 LAPORAN DIREKSI    TATA KELOLA KEBERLANJUTAN      KINERJA KEBERLANJUTAN




VISI, MISI, DAN
NILAI KEBERLANJUTAN
[OJK C.1]




            VISI BSI
            Menjadi Top 10 bank syariah global berdasarkan
            kapitalisasi pasar dalam waktu 5 tahun.


            VISI KEBERLANJUTAN
            The Best Global Islamic Bank Based on
            Implementation of Sustainable Finance.




                                           MISI
   MISI BSI
                                           KEBERLANJUTAN
   1. Memberikan akses solusi              BSI juga telah mengembangkan misi implementasi
      keuangan Syariah di                  keuangan berkelanjutan yang selaras dengan misi
      Indonesia.                           BSI yaitu:
   2. Menjadi bank besar yang              1. Memberikan akses keuangan berkelanjutan di
      memberikan nilai terbaik                Indonesia dengan produk dan layanan yang
      bagi para pemegang                      sesuai dengan kebutuhan nasabah.
      saham.                               2. Menjadi bank yang memberikan nilai terbaik
   3. Menjadi perusahaan pilihan              bagi para pemegang saham melalui kontribusi
      dan kebanggaan para                     terhadap ekonomi, sosial dan lingkungan.
      talenta terbaik Indonesia.           3. Menjadi perusahaan yang memberdayakan
                                              seluruh pegawai agar memiliki kesadaran dan
                                              perhatian dalam menerapkan prinsip keuangan
                                              berkelanjutan pada operasional perbankan.




                                                                           LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   43
Page 45
04              TENTANG LAPORAN         STRATEGI KEBERLANJUTAN            IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN     PROFIL PERUSAHAAN




     VISI, MISI, DAN NILAI KEBERLANJUTAN



     NILAI KEBERLANJUTAN

     Keberlanjutan telah menjadi salah satu fokus                     kesetaraan,    dan     inklusivitas   (diversity,
     utama bagi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).                  equality, inclusivity/DEI) di lingkungan kerja.
     Sebagai perbankan berbasis syariah, sudah                        Pencapaian target Net Zero Emission juga
     menjadi kewajiban bagi kami untuk menjaga                        didukung program digital transformation
     lingkungan dan memberikan manfaat sosial                         yang sejalan dengan strategi BSI. Digital
     demi masa depan. Hal ini sejalan dengan                          tranformation mengintegrasikan teknologi
     Maqashid Syariah yang terdiri dari Hifdz Ad-Din                  digital ke dalam seluruh aspek operasional,
     (memelihara agama), Hifdz An-Nafs (memelihara                    strategi, dan budaya organisasi untuk
     jiwa), Hifdz Al’Aql (memelihara akal), Hifdz Al-Maal             menciptakan nilai tambah, meningkatkan
     (memelihara harta), Hifdz An-Nasb (memelihara                    efisiensi, dan memberikan pengalaman yang
     keturunan), dan Hifdz Al-Bi’ah (memelihara                       lebih baik kepada pelanggan atau pemangku
     lingkungan). Dalam implementasinya,                              kepentingan.      BSI     telah    menerapkan
                                                                      Pelindungan Data Pribadi (PDP) yang
     BSI senantiasa berkomitmen dalam menjalankan                     mengacu pada Undang-undang No. 27 Tahun
     kegiatan usaha yang bertanggung jawab serta                      2022 tentang Pelindungan Data Pribadi,
     memberikan nilai tambah yang berkelanjutan                       Undang-undang No. 10 Tahun 1998 tentang
     untuk kebaikan dunia dan akhirat. Internalisasi                  Perbankan, Undang- Undang No. 21 Tahun
     Nilai Keberlanjutan BSI terwujud dalam 3 (tiga)                  2008 tentang Perbankan Syariah beserta
     Pilar Keberlanjutan, yakni:                                      perubahannya, dan peraturan perundang-
                                                                      undangan lainnya di bidang pelindungan Data
     1.   Pilar Sustainable Banking:                                  Pribadi dan jasa keuangan, serta regulasi yang
          Unique in Sustainable Product Innovation                    diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan dan/
          Pada pilar pertama, BSI fokus dalam                         atau Bank Indonesia. Komitmen BSI dalam
          menjalankan aktivitas bisnis Bank yang                      pengelolaan data nasabah juga tercermin dari
          berkelanjutan dengan komitmen “Unique                       telah dimilikinya ISO/IEC 27001:2022 tentang
          in Sustainable Product Innovation”. Hal ini                 Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
          diwujudkan melalui integrasi aspek ESG pada
          seluruh aktivitas bisnis BSI yang mencakup             3.   Pilar Sustainable Beyond Banking:
          pengelolaan aspek risiko dan aspek bisnis                   Leader In Ziswaf Ecosystem For Social
          melalui    pengembangan        produk/layanan               Impact To Achieve SDGs
          keuangan dan pengelolaan portofolio yang                    Pada pilar ketiga, BSI memperluas komitmen
          berkelanjutan termasuk membantu nasabah                     terhadap keberlanjutan dengan melakukan
          dapat berperan dalam ekonomi rendah karbon                  penajaman kegiatan di luar bisnis inti
          dan aktivitas bisnis yang berkelanjutan.                    perbankan dan operasional dalam aspek
                                                                      sosial untuk meningkatkan skala ekonomi
     2.   Pilar Sustainable Operation:                                masyarakat     melalui   berbagai   program
          Net Zero Emission in Operation                              pemberdayaan dengan memberdayakan
          Pilar ini merupakan bentuk dukungan BSI                     masyarakat serta komunitas dalam rangka
          untuk menyelaraskan target Net Zero Emission                mencapai sinergi antara pertumbuhan bisnis
          Pemerintah Indonesia pada tahun 2060.                       dan kemaslahatan. Salah satu bentuk program
          Pada pilar kedua, dalam rangka mendukung                    tersebut adalah dengan menyediakan titik
          pencapaian salah satu target keberlanjutan                  akses melalui BSI Agen. BSI Agen merupakan
          yaitu Net Zero Emission pada operasional,                   agen Laku Pandai atau Layanan Keuangan
          BSI memastikan integrasi prinsip-prinsip ESG                Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan
          di seluruh kegiatan bisnis yang mencakup                    Inklusif. Terdapat 119 Kabupaten daerah
          aspek kesadaran (awareness), operasional                    blankspot yang sudah dilayani oleh BSI Agen.
          ramah lingkungan, penerapan teknologi                       Jumlah BSI Agen yang tersebar di seluruh
          untuk menjaga pelindungan data pribadi                      daerah Indonesia pada tahun 2025 meningkat
          nasabah, mitigasi risiko atas perubahan iklim,              5,98% dibandingkan dengan tahun 2024 yang
          hingga pengelolaan sumber daya manusia                      jumlahnya sebanyak 119.295 agen.
          (SDM) yang memperluas keberagaman,


      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
44    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 46
LAPORAN DIREKSI   TATA KELOLA KEBERLANJUTAN   KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                      LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   45
Page 47
04              TENTANG LAPORAN       STRATEGI KEBERLANJUTAN   IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN     PROFIL PERUSAHAAN




     IDENTITAS PERUSAHAAN
     [OJK C.2] [GRI 2-1, 2-6]




                  NAMA PERUSAHAAN [GRI 2-1]                          KEPEMILIKAN [GRI 2-1]
                  PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk                      Saham Seri A Dwiwarna:
                                                                     Negara Republik Indonesia 1 Lembar

                                                                     Saham Seri B Dwiwarna:

                                                                     •   PT Bank Mandiri (Persero) Tbk:
                                                                         51,47%
                                                                     •   PT Bank Negara Indonesia
                  PENYESUAIAN NAMA PERUSAHAAN
                                                                         (Persero) Tbk: 23,24%
                  PT BANK SYARIAH INDONESIA                          •   PT Bank Rakyat Indonesia
                  (Persero) Tbk                                          (Persero) Tbk: 15,38%
                                                                     •   Pemegang Saham Lainnya
                                                                         (termasuk Publik): 9,91%


                  NAMA SINGKAT

                  BSI                                                DASAR HUKUM PENDIRIAN

                                                                     •   Berita Negara RI No.43 – 28 Mei
                                                                         1971-Tambahan No. 242.
                                                                     •   Berita Negara RI No. 85 - 23
                                                                         Oktober 2009 - Tambahan No.
                  BIDANG USAHA [GRI 2-6]
                                                                         26142.
                  Bank Umum Berdasarkan Prinsip                      •   Berita Negara RI No. 96 - 1
                  Syariah                                                Desember 2009 Tambahan No.
                                                                         27908.
                                                                     •   Akta No. 8 - 8 Januari 2018 yang
                                                                         dibuat oleh Notaris Fathia Helmi
                                                                         S.H.
                  TANGGAL PENDIRIAN
                                                                     •   Akta No. 38 - 14 Januari 2021 yang
                  1 Februari 2021                                        dibuat oleh Notaris Jose Dima
                                                                         Satria S.H., M.Kn.




                  BENTUK PERUSAHAAN                                  MODAL DITEMPATKAN DAN
                                                                     DISETOR PENUH
                  Perseroan Terbatas (PT) Terbuka
                                                                     Rp23.064.630.069.000




                  MODAL DASAR                                        KODE SAHAM
                  Rp40.000.000.000.000                               BRIS




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
46    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 48
  LAPORAN DIREKSI                 TATA KELOLA KEBERLANJUTAN                  KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                             IDENTITAS PERUSAHAAN




                  IZIN USAHA [GRI 2-1]                                                        DATA JARINGAN KANTOR

                  • Surat Keputusan Gubernur Bank                                             • 10 Kantor Wilayah
                    Indonesia No.10/67/KEP.GBI/                                               • 153 Kantor Cabang (KC)
                    DpG/2008 tanggal 16 Oktober 2008.                                         • 1 Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN)

                  • Surat Keputusan Gubernur Bank                                             • 896 Kantor Cabang Pembantu (KCP)
                    Indonesia No.11/63/KEP.GBI/                                               • 60 KCP Mobile (dhi: MKK)
                    DpG/2009 tanggal 15 Desember                                              • 81 Kantor Fungsional (KF)
                    2009.                                                                     • 28 Konter Layanan Priority
                  • Surat Keputusan Dewan                                                     • 756 Konter Layanan Gadai
                    Komisioner Otoritas Jasa Keuangan                                         • 6.000 Anjungan Tunai Mandiri (ATM)
                    No. 4/KDK.03/2021 tanggal
                    27 Januari 2021.


                                                                                               JUMLAH PEGAWAI [OJK C.3]
                  PENCATATAN DI BURSA EFEK                                                     16.581 orang
                  INDONESIA                                                                    per 31 Desember 2025
                  9 Mei 2018



AKSES INFORMASI [GRI 2-1]


                 SEKRETARIS PERUSAHAAN                                                         KANTOR PUSAT
                 Wisnu Sunandar                                                                Gedung The Tower
                 Email:                                                                        Jl. Gatot Subroto No.27, Karet
                 corporate.secretary@bankbsi.co.i                                              Semanggi, Setiabudi,
                                                                                               Jakarta Selatan, 12930,
                                                                                               Indonesia
                                                                                               Telepon : 021-30405999
                 INVESTOR RELATION                                                             Faks      : (021) 30421888
                 Rizky Budinanda                                                               Website : www.bankbsi.co.id
                 Email: investor-relations@bankbsi.co.id                                       Email     : contactus@bankbsi.co.id

                                                                            MEDIA SOSIAL

                 CALL CENTER                                                        @banksyariahindonesia, @lifewithbsi,
                                                                                    @BSIMobile
                 14040
                 1500789 (khusus melayani nasabah                                   @bankbsi_id, @bsihelp
                 perusahaan dan institusi)
                                                                                    Bank Syariah Indonesia

                                                                                    Bank Syariah Indonesia
Catatan:
Informasi alamat kantor cabang dan kantor perwakilan telah disajikan secara lengkap pada Laporan Tahunan bagian Profil Perusahaan.




                                                                                                            LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   47
Page 49
04                  TENTANG LAPORAN            STRATEGI KEBERLANJUTAN              IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN           PROFIL PERUSAHAAN




     SKALA PERUSAHAAN
     [OJK C.3]




     Bagian ini menyajikan gambaran mengenai skala perusahaan BSI sebagai dasar pemahaman atas
     ukuran, kapasitas, dan ruang lingkup operasional Perseroan. Informasi lengkap mengenai skala
     Perseroan ditampilkan pada tabel berikut:



                   Uraian                  Satuan                   2023                       2024                     2025

      Pendapatan Pengelolaan
                                      Dalam Miliar Rupiah                   22.252                     25.298                  28.265
      Dana Sebagai Mudharib

      Laba Bersih                     Dalam Miliar Rupiah                    5.704                     7.006                     7.568

      Total Aset                      Dalam Miliar Rupiah                  353.624                    408.613                  456.193

      Total Liabilitas                Dalam Miliar Rupiah                   85.595                    102.281                  104.929

      Dana Syirkah Temporer           Dalam Miliar Rupiah                  229.290                    261.291                  299.311

      Total Ekuitas                   Dalam Miliar Rupiah                   38.739                     45.041                   51.953

      Nama Pemegang Saham dan Persentase                    Saham Seri A              Saham Seri A              Saham Seri A
                                                            Dwiwarna: Negara          Dwiwarna: Negara          Dwiwarna: Negara
                                                            Republik Indonesia 1      Republik Indonesia 1      Republik Indonesia 1
                                                            Lembar                    Lembar                    Lembar

                                                            Saham Seri B              Saham Seri B              Saham Seri B
                                                            Dwiwarna:                 Dwiwarna:                 Dwiwarna:
                                                            • PT Bank Mandiri         • PT Bank Mandiri         • PT Bank Mandiri
                                                              (Persero) Tbk             (Persero) Tbk             (Persero) Tbk
                                                              51,47%                    51,47%                    51,47%
                                                            • PT Bank Negara          • PT Bank Negara          • PT Bank Negara
                                                              Indonesia                 Indonesia                 Indonesia
                                                              (Persero) Tbk             (Persero) Tbk             (Persero) Tbk
                                                              23,24%                    23,24%                    23,24%
                                                            • PT Bank Rakyat          • PT Bank Rakyat          • PT Bank Rakyat
                                                              Indonesia                 Indonesia                 Indonesia
                                                              (Persero) Tbk             (Persero) Tbk             (Persero) Tbk
                                                              15,38%                    15,38%                    15,38%
                                                            • Pemegang Saham          • Pemegang Saham          • Pemegang Saham
                                                              Lainnya (termasuk         Lainnya (termasuk         Lainnya (termasuk
                                                              Publik) 9,91%             Publik) 9,91%             Publik) 9,91%

      Jumlah Pegawai                  Dalam Orang                           17.909                     17.234                   16.581

      Jaringan ATM                    Dalam Unit                             2.571                      5.425                   6.000




     INFORMASI MENGENAI PEGAWAI                                         guaranteed hours. Sepanjang 2025 hingga tiga
     [OJK C.3] [GRI 2-7, 2-8]                                           tahun terakhir, struktur tenaga kerja BSI tetap
                                                                        stabil tanpa perubahan yang signifikan.
     Hingga 31 Desember 2025, BSI memiliki total
     16.581 pegawai, yang terdiri dari 16.274 pegawai                   Pada tahun yang sama, BSI juga didukung
     tetap dan 307 pegawai tidak tetap/kontrak.                         oleh 8.584 tenaga alih daya yang ditempatkan
     Laporan ini menyajikan profil ketenagakerjaan                      pada fungsi Business dan Support. Selain itu,
     BSI secara menyeluruh untuk periode 2022–2025,                     BSI membuka kesempatan magang bagi 178
     mencerminkan penyebaran pegawai di seluruh                         mahasiswa tingkat akhir di Kantor Pusat, terutama
     jaringan operasional nasional.                                     pada unit Business, Risk, dan Support, sebagai
                                                                        bagian dari kontribusi terhadap pengembangan
     Data ketenagakerjaan disusun menggunakan                           talenta masa depan.
     pendekatan head count pada akhir periode
     pelaporan. Seluruh pegawai BSI merupakan                           Komposisi tenaga kerja BSI ditampilkan sebagai
     pekerja   penuh   waktu, dan  Bank  tidak                          berikut:
     mempekerjakan pegawai dengan skema non-



      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
48    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 50
  LAPORAN DIREKSI                   TATA KELOLA KEBERLANJUTAN                        KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                                                 SKALA PERUSAHAAN




     Komposisi Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin
     (dalam satuan orang)


                 Pria                                             Wanita                                                      Jumlah

                 2023       10.542                                2023       7.367                                            2023        17.909
                 2024       10.168                                2024       7.066                                            2024        17.234
                 2025        9.798                                2025       6.783                                            2025        16.581



Komposisi Pegawai Berdasarkan Kewarganegaraan dan Jenis Kelamin
(dalam satuan orang)


                                               2023                                           2024                                         2025
 Kewarganegaraan
                               Pria           Wanita          Jumlah          Pria           Wanita         Jumlah           Pria         Wanita        Jumlah
 Indonesia                     17.245               664         17.909        10.168           7.066           17.234         9.798          6.783        16.581
 Asing                                  -                -              -               -               -              -              -             -            -
 Jumlah                        17.245               664         17.909        10.168           7.066          17.234          9.798         6.783        16.581



Komposisi Pegawai Berdasarkan Level Jabatan dan Jenis Kelamin
(dalam satuan orang)


                                             2023                                            2024                                          2025
  Level Jabatan
                            Pria            Wanita           Jumlah         Pria            Wanita          Jumlah          Pria          Wanita        Jumlah

 Senior Manager                    75               21            96               69              26            95                67              25        92

 Middle Manager                352              103              455            371              112            483             412            132          544

 Manager                      1.702             538            2.240          1.785             578            2.363           1.851          632         2.483

 Officer                     3.679             2.148           5.827         3.587             2.189           5.776          3.510          2.170        5.680

 Staff                       4.734            4.557             9.291        4.356             4.161           8.517          3.958          3.824         7.782

 Jumlah                     10.542            7.367           17.909         10.168           7.066           17.234         9.798          6.783         16.581


Komposisi Pegawai Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin
(dalam satuan orang)


                                             2023                                           2024                                           2025
         Usia
                            Pria            Wanita           Jumlah         Pria            Wanita          Jumlah          Pria          Wanita        Jumlah

 < 25 tahun                        76           158              234               92           142             234             138            134          272

 25-30 tahun                  1.393           2.040            3.433         1.028             1.557          2.585            700           1.077         1.777

 30-35 tahun                  2.419           2.056            4.475         2.149             1.912          4.061           1.957          1.873        3.830

 35-40 tahun                 3.294             1.967            5.261        3.263             2.135          5.398           2.999          2.174         5.173

 40-45 tahun                  1.959             698            2.657          2.113            806             2.919          2.293           922          3.215

 45-50 tahun                 1.004              334             1.338         1.035            364             1.399          1.208           446          1.654

 > 50 tahun                    397               114              511         488               150             638            503             157          660

 Jumlah                     10.542            7.367           17.909        10.168            7.066          17.234          9.798          6.783         16.581




                                                                                                                           LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025                49
Page 51
04                  TENTANG LAPORAN                      STRATEGI KEBERLANJUTAN                            IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN                              PROFIL PERUSAHAAN




     SKALA PERUSAHAAN


     Komposisi Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin
     (dalam satuan orang)


          Tingkat                              2023                                                2024                                                   2025
         Pendidikan            Pria        Wanita              Jumlah             Pria           Wanita             Jumlah                Pria           Wanita        Jumlah

      Doktoral                         7                 3              10                11                3                14                   11             4            15

      Magister                    652                 291             943               693               323             1.016              710             345           1.055

      Sarjana                   8.943             6.257          15.200             8.610                5.993           14.603            8.307           5.753         14.060

      Diploma                     910                 810            1.720              829               743             1.572              747             675           1.422

      SMA                             30                 6             36                25                 4               29                   23              6           29

      Jumlah                   10.542            7.367          17.909             10.168            7.066               17.234            9.798           6.783          16.581


     Komposisi Pegawai Berdasarkan Status Kepegawaian dan Jenis Kelamin
     (dalam satuan orang)


                                                  2023                                                   2024                                             2025
      Tingkat Pendidikan
                                  Pria           Wanita          Jumlah             Pria            Wanita           Jumlah                Pria          Wanita         Jumlah

      Tetap (PKWTT)                   10.220           7.025           17.245           9.860              6.831           16.691           9.625           6.649         16.274

      Tidak Tetap (PKWT                 322              342             664              308               235              543                 173          134           307
      – Kontrak)

      Jumlah                      10.542              7.367           17.909            10.168            7.066           17.234            9.798          6.783          16.581


     Komposisi Pegawai Berdasarkan Wilayah dan Jenis Kelamin
     (dalam satuan orang)

                                                              2023                                          2024                                           2025
                 Wilayah
                                               Pria          Wanita      Jumlah            Pria            Wanita          Jumlah            Pria         Wanita        Jumlah
      Kantor Pusat                              3.278          1.495          4.773            3.308             1.485        4.793              3.644       1.779         5.423
      Region I - Aceh                           1.223           801           2,024              1.155            776             1.931           998            677        1.675
      Region II - Medan                          598            454             1,052            570              427             997             484            358         842
      Region III - Palembang                     830            594             1.424            787               571        1.358               694            498        1.192
      Region IV - Jakarta I                      640            707             1.347            600               671            1.271            563           614        1.177
      Region V - Jakarta II                       516           555             1.071            500               541         1.041              464            504         968
      Region VI - Bandung                        609            464             1.073            558              445         1.003               507            423         930
      Region VII - Semarang                       714           562             1.276            686               525            1.211            622           473       1.095
      Region VIII - Surabaya                     1.137          874             2.011           1.062             825         1.887               969            740       1.709
      Region IX - Kalimantan                     425            399              824             400              368             768              365           336         701
      Region X - Makassar                         572           462             1.034            542              432             974             488            381         869
      Jumlah                                   10.542          7.367         17.909            10.168           7.066        17.234          9.798          6.783         16.581




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
50    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 52
  LAPORAN DIREKSI         TATA KELOLA KEBERLANJUTAN                   KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                                 SKALA PERUSAHAAN


Komposisi Pegawai Tetap Berdasarkan Wilayah dan Jenis Kelamin
(dalam satuan orang)


                                              2023                                   2024                              2025
             Wilayah
                                Pria         Wanita        Jumlah      Pria         Wanita      Jumlah     Pria       Wanita       Jumlah

 Kantor Pusat                    3.154          1.384        4.538       1.429         3.161      4.590     3.525       1.729        5.254

 Region I - Aceh                 1.084              647       1.731      648          1.030        1.678      949        606         1.555

 Region II - Medan                  594             453      1.047           426       565          991      484          357          841

 Region III - Palembang              822            590       1.412          569       782         1.351      694        498          1.192

 Region IV - Jakarta I              638             703       1.341          666       599         1.265      563         614         1.177

 Region V - Jakarta II               512            553       1.065          533       497         1.030      464         501         965

 Region VI - Bandung                607             461      1.068           443       556          999       505        423          928

 Region VII - Semarang               713            554       1.267          524       686         1.210      622        472         1.094

 Region VIII - Surabaya             1.115           834      1.949       804          1.048        1.852      969        740         1.709

 Region IX - Kalimantan              413            389        802           358       396          754       362        330          692

 Region X - Makassar                568             457       1025           431       540          971      488         379          867

 Jumlah                         10.220         7.025        17.245      6.831        9.860        16.691    9.625       6.649       16.274


Komposisi Pegawai Tidak Tetap/Kontrak Berdasarkan Wilayah dan Jenis Kelamin
(dalam satuan orang)

                                             2023                                   2024                               2025
            Wilayah
                             Pria           Wanita        Jumlah      Pria         Wanita       Jumlah     Pria       Wanita       Jumlah
 Kantor Pusat                   124             111          236         147           56          203        119         50           169
 Region I - Aceh                 139            154          293         125           128         253        49              71       120
 Region II - Medan                  4                1         5             5              1        6            -            1          1
 Region III - Palembang             8               4          12            5             2         7            -            -         -
 Region IV - Jakarta I               2              4          6              1            5         6            -            -         -
 Region V - Jakarta II              4               2        236             3             8         11           -           3          3
 Region VI - Bandung                 2              3          6             2             2         4            2            -         2
 Region VII - Semarang               1              8          5              -             1         1           -            1          1
 Region VIII - Surabaya             22          40             9             14            21       35            -            -         -
 Region IX - Kalimantan             12              10        22             4          10           14           3           6          9
 Region X - Makassar                4               5          9             2              1        3            -           2          2
 Jumlah                         322            342           664        308           235          543       173         134          307




                                                                                                      LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025              51
Page 53
04                  TENTANG LAPORAN                 STRATEGI KEBERLANJUTAN                 IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN                    PROFIL PERUSAHAAN




     SKALA PERUSAHAAN


     Komposisi Pekerja yang Bukan Pegawai (Tenaga Alih Daya) Berdasarkan Jenis Kelamin dan
     Penempatan [GRI 2-8]
     (dalam satuan orang)

                                                      2023                                 2024                                 2025
                 Wilayah
                                          Pria      Wanita        Jumlah         Pria     Wanita      Jumlah       Pria        Wanita         Jumlah
      Region I - Aceh                         913         272            1.185     953          293      1.246      1.061             398        1.459
      Region II - Medan                      540           75             615      490           49          539     675               98           773
      Region III - Palembang                 458           101           559        461         109          570     588              104           692
      Region IV - Jakarta I                   525            91           616      492           52          544     646               97           743
      Region V - Jakarta II                   709          113           822       694          129          823     866              168        1.034
      Region VI - Bandung                     537          101           638       534           99          633     680              142           822
      Region VII - Semarang                   427          49            476        412         40           452     540               54           594
      Region VIII - Surabaya                 482             61          543       449           29          478     550               68           618
      Region IX - Kalimantan                 689           82             771      638           29          667     763                91          854
      Region X - Makassar                     293          73            366       300           76          376     358               111          469
      Region X - Banjarmasin                  303          72             375      326           89          415     384              142           526
      Jumlah                                5.876       1.090        6.966        5.749         994      6.743       7.111           1.473      8.584



     WILAYAH OPERASIONAL [OJK C.3] [GRI 2-1]

     BSI menjalankan operasionalnya di berbagai wilayah di Indonesia serta memiliki kehadiran internasional
     di Dubai, Uni Emirat Arab. Hingga Desember 2025, jaringan layanan BSI mencakup 1 Kantor Pusat, 10
     Kantor Wilayah, 153 Kantor Cabang, 1 Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN), 896 Kantor Cabang Pembantu
     (KCP), 60 KCP Mobile (MKK), 81 Kantor Fungsional (KF), 28 Konter Layanan Priority, 756 Konter Layanan
     Gadai, serta 6.000 Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

     Rincian tabel jaringan kantor BSI dapat dilihat pada tabel berikut:

                        Jenis Kantor                              2021             2022               2023           2024                    2025

      Kantor Wilayah                                                       10              10                 10               10                    10

      Kantor Cabang (KC)                                                 272              153                153               153                  153

      Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN)                                       -              -                  1                 1                    1

      Kantor Cabang Pembantu (KCP)                                       985              959                886              886                   896

      KCP Mobile (dhi: MKK)                                                  -            60                 60                60                   60

      Kantor Fungsional (KF)                                              34              96                  91                91                   81

      Kantor Kas (KK)                                                      74               -                  -                 -                    -

      Payment Point (PP)                                                  179               -                  -                 -                    -

      Konter Layanan Priority                                               11             16                 20               23                    28

      Layanan Gadai                                                      530              734                765              754                   756

      Anjungan Tunai Mandiri (ATM)                                   2.618              2.548            2.571               5.425              6.000

     Keterangan:
     - PP tahun 2022 Reformat menjadi KFO (cfm. POJK No.16 Tahun 2022)
     - KK tahun 2022 Reformat menjadi KCP (cfm. POJK No.16 Tahun 2022)




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
52    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 54
 LAPORAN DIREKSI     TATA KELOLA KEBERLANJUTAN               KINERJA KEBERLANJUTAN




Jaringan Kantor Per Wilayah Tahun 2025
                                                               Jenis Kantor
      Wilayah                                                   KCP                        Konter Layanan    Layanan
                     KC         KCLN             KCP                           KF
                                                               Mobile                         Priority        Gadai

Kantor Wilayah 1           16           -              122               1           7                  2          77

Kantor Wilayah 2           15           -              78               7             5                 2          59

Kantor Wilayah 3           16           -              85               8             2                 2          74

Kantor Wilayah 4           15           -              120              10           9                  8          86

Kantor Wilayah 5           15           -              89               2            8                  6          64

Kantor Wilayah 6           12           -               71              6            0                  3          65

Kantor Wilayah 7           13           -              94               7            12                 3          70

Kantor Wilayah 8          20            -              127              10           23                 2         129

Kantor Wilayah 9           16           -              52               5            0                   1         55

Kantor Wilayah 10          15           -              58               4            15                 2          77

Jumlah                    153           -          896                60             81                31         756




                                                                                          LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025    53
Page 55
04              TENTANG LAPORAN            STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN           PROFIL PERUSAHAAN




     PRODUK, LAYANAN DAN
     KEGIATAN USAHA YANG DIJALANKAN
     [OJK C.4] [GRI 2-6]




     Mengacu pada perubahan Anggaran Dasar                          Penjelasan menyeluruh mengenai berbagai
     Nomor 37 tanggal 17 Mei 2024, tujuan pendirian                 produk dan layanan BSI dapat ditemukan pada
     BSI     adalah   menyelenggarakan       kegiatan               Laporan Tahunan dalam bagian Profil Perusahaan,
     perbankan yang berlandaskan prinsip syariah                    yang tersedia melalui tautan berikut: https://
     serta ketentuan perundang-undangan yang                        ir.bankbsi.co.id/.
     berlaku. Untuk mewujudkan tujuan tersebut,
     BSI menjalankan kegiatan usaha utama yang                      BSI melayani beragam segmen pasar, antara lain
     didukung oleh berbagai kegiatan penunjang.                     wholesale banking, hubungan kelembagaan, ritel,
     Uraian lengkap mengenai kegiatan usaha utama                   serta segmen treasury banking dan kantor pusat.
     dan penunjangnya telah disampaikan secara
     terperinci dalam Laporan Tahunan pada bagian
                                                                      Segmen Usaha                  Pasar Dilayani
     Profil Perusahaan. Seluruh aktivitas usaha yang
     tercantum dalam Anggaran Dasar telah dijalankan                Wholesale            Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
                                                                    Banking              dan anak perusahaannya, Badan
     oleh Bank.                                                                          Usaha Milik Daerah (BUMD) dan
                                                                                         anak    perusahaannya,  lembaga
     Sampai dengan akhir tahun 2025, BSI menawarkan                                      negara, multinational company,
                                                                                         serta bank dan lembaga keuangan
     beragam produk dan layanan yang disesuaikan                                         bukan bank (termasuk modal
     dengan kebutuhan serta profil masing-masing                                         ventura non linkage).
     nasabah. Seluruh produk dan layanan tersebut                   Hubungan             Pengelolaan dana nasabah dan
     dikelompokkan dalam empat kategori utama,                      Kelembagaan          transaksi- transaksi lainnya milik
                                                                                         nasabah    Kementerian     Negara/
     yaitu individu, perusahaan, digital banking, dan                                    Lembaga, BUMN, Perguruan Tinggi
     kartu. Uraian setiap kategori disajikan sebagai                                     Negeri/Swasta, Rumah Sakit dan
                                                                                         Swasta Bonafide.
     berikut:
                                                                    Ritel                Small Medium Enterprise (SME),
                                                                                         Mikro dan Konsumer.
         Kategori           Jenis Produk dan Layanan
                                                                    Treasury Banking     Melayani produk-produk di luar
                                                                    dan Kantor Pusat     pembiayaan, produk simpanan dan
     Individu          •• Bisnis                                                         non simpanan.
                       •• Emas
                       •• Haji dan Umroh
                       •• Investasi
                       •• Pembiayaan
                       •• Prioritas
                       •• Tabungan
                       •• Transaksi

     Perusahaan        •• Cash Management
                       •• Treasury
                       •• Service
                       •• Pembiayaan
                       •• Simpanan

     Digital Banking   SuperApps BYOND

     Kartu             •• Kartu Pembiayaan
                       •• Kartu Debit




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
54    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 56
  LAPORAN DIREKSI           TATA KELOLA KEBERLANJUTAN          KINERJA KEBERLANJUTAN




RANTAI PASOK
[GRI 2-6]




Untuk memastikan operasional Bank berjalan optimal, BSI bekerja sama dengan jaringan pemasok
yang menyediakan berbagai kebutuhan penting, mulai dari perlengkapan kantor, penyedia tenaga
kerja, layanan transportasi, hingga konsultan dan kontraktor yang terlibat dalam pembangunan serta
pengawasan infrastruktur. Dukungan pemasok ini menjadi bagian penting dalam rantai nilai BSI. Sampai
dengan Desember 2025, BSI telah menyelesaikan 1.153 kegiatan pengadaan dan bermitra dengan 337
pemasok.


                         Uraian                                2023             2024                         2025

Pengadaan Barang dan Jasa IT                                              449                   314                     400

Pengadaan Barang dan Jasa Non-IT                                          438                   364                      463

Pengadaan Renovasi/Relokasi                                                86                   195                      290

Jumlah Pengadaan                                                          973                  873                      1.153



Jumlah Pemasok Barang dan Jasa

                                                                    Jumlah Pemasok

            Keterangan                       2023                          2024                          2025

                                    Jumlah               %       Jumlah                %        Jumlah              %

Pemasok Dalam Negeri                  701           99,43           413           99,04               333               98,81

Pemasok Luar Negeri                    4                0,57          4            0,96                  4               1,19

Jumlah                                705               100         417            100                337                100




ENTITAS HILIR DAN
RELASI BISNIS LAINNYA
[GRI 2-6]



Hingga 31 Desember 2025, BSI tidak memiliki entitas anak, entitas asosiasi, maupun hubungan usaha
dalam bentuk ventura bersama.




                                                                                           LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025           55
Page 57
04                TENTANG LAPORAN              STRATEGI KEBERLANJUTAN       IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN       PROFIL PERUSAHAAN




     KEANGGOTAAN ASOSIASI
     [OJK C.5] [GRI 2-28]


     Sebagai upaya memahami dinamika terbaru dalam industri perbankan syariah, perubahan regulasi,
     perkembangan ekonomi, serta kebutuhan nasabah, BSI terus berperan aktif dalam berbagai asosiasi dan
     organisasi profesi. Sampai dengan akhir tahun 2025, BSI tercatat sebagai anggota di sejumlah asosiasi
     nasional maupun internasional berikut:


      No.                                         Asosiasi                                        Posisi        Skala

       1.    Perhimpunan Bank-bank Nasional (Perbanas)                                           Anggota       Nasional

       2.    Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo)                                   Ketua Umum       Nasional

       3.    Islamic Financial Services Board (IFSB)                                             Anggota     Internasional

       4.    Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa di Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK)         Anggota       Nasional

       5.    Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan Perbankan (FKDKP)                               Anggota       Nasional

       6.    Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI)                                         Anggota       Nasional

       7.    Asosiasi Bank Agen Penjual Efek Reksa Dana Indonesia (ABAPERDI)                     Anggota       Nasional

       8.    Asosiasi Emiten Indonesia (AEI)                                                     Anggota       Nasional

       9.    Masyarakat Ekonomi Syariah (MES)                                                    Anggota       Nasional

      10.    Ikatan Bankir Indonesia (IBI)                                                       Anggota       Nasional

       11.   Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI)                                          Anggota       Nasional

      12.    Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD)                                            Anggota       Nasional

      13.    Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FK IJK)                                    Anggota       Nasional

      14.    Forum Human Capital Indonesia (FHCI)                                                Anggota       Nasional

      15.    Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA)                                    Anggota       Nasional

      16.    Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN – MUI)                        Anggota       Nasional

       17.   Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI)                                              Anggota       Nasional

      18.    Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia (APUVINDO)                     Anggota       Nasional

      19.    Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)                                             Anggota       Nasional

      20.    United Nations Environment Programme Finance Initiative                             Anggota     Internasional


     Selain berpartisipasi sebagai anggota, BSI juga memiliki peran signifikan dalam beberapa asosiasi
     industri, terutama melalui posisi Ketua Umum pada Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO).
     Peran ini memberikan kontribusi strategis bagi pengembangan kebijakan perbankan syariah nasional,
     advokasi regulasi, serta sinergi antar pelaku industri. Dalam asosiasi lainnya, BSI aktif dalam forum diskusi,
     kelompok kerja, dan program pengembangan industri, yang mendukung penguatan praktik perbankan
     syariah dan peningkatan tata kelola sektor jasa keuangan.




     PERUBAHAN YANG BERSIFAT
     SIGNIFIKAN PADA ORGANISASI
     [OJK C.6] [GRI 2-6]


     Pada periode pelaporan 2025, tidak terdapat perubahan signifikan terkait sektor usaha, rantai nilai,
     pemasok utama, entitas hilir, maupun hubungan bisnis lainnya dibandingkan periode pelaporan
     sebelumnya. Seluruh aktivitas inti, lini produk dan layanan, proses pengadaan, serta kemitraan bisnis
     strategis berjalan konsisten dengan tahun sebelumnya.



      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
56    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 58
LAPORAN DIREKSI   TATA KELOLA KEBERLANJUTAN   KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                      LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   57
Page 59
05
03            TENTANG LAPORAN        STRATEGI KEBERLANJUTAN   IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




                                      LAPORAN
                                      DIREKSI
                                      [OJK D.1] [GRI 2-22]

     Direksi merefleksikan
     perjalanan Perseroan dalam
     menghadapi dinamika,
     tantangan, dan peluang
     sepanjang tahun. Setiap
     keputusan diambil dengan
     menjunjung amanah dan
     keberlanjutan sebagai prioritas
     utama. Melalui kepemimpinan
     yang bertanggung jawab,
     Perseroan terus menciptakan
     nilai jangka panjang
     bagi seluruh pemangku
     kepentingan.




     MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
58   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 60
LAPORAN DIREKSI



   Dalam menjalankan tanggung jawab tata kelola dan
   kepemimpinan strategis, Direksi berkomitmen untuk
   mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam
   bisnis dan operasional Bank, serta menghadirkan
   kemaslahatan bagi lingkungan, sosial & tata kelola.
   Direksi meyakini bahwa keberlanjutan bukan sekadar
   kepatuhan terhadap standar lingkungan, sosial, dan
   tata kelola (ESG), melainkan sebuah manifestasi
   nyata dari nilai-nilai Maqashid Syariah yang menjadi
   fondasi dalam mencapai Visi Keberlanjutan BSI
   untuk menjadi The Best Global Islamic Bank Based
   on Sustainable Finance, dan juga mendukung Asta
   Cita Pemerintah dalam mendorong kemandirian
   bangsa melalui ekonomi syariah dan ekonomi hijau.
   Tahun ini ditandai dengan langkah strategis BSI
   dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah
   melalui pengembangan produk emas sebagai pilar
   bisnis baru untuk memberikan akses bagi seluruh
   lapisan masyarakat dalam memiliki aset yang aman,
   stabil, dan berkelanjutan. BSI terus mentransformasi
   bisnis dan operasional Bank agar semakin efisien dan
   ramah lingkungan. Seluruh inisiatif ini bermuara pada
   satu tujuan besar, memastikan keberadaan Bank
   Syariah Indonesia menjadi denyut nadi keuangan
   syariah yang menciptakan nilai sosial, lingkungan,
   dan ekonomi bagi umat dan negeri. [GRI 2-22]




                                        LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   59
Page 61
05            TENTANG LAPORAN        STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN     PROFIL PERUSAHAAN




     LAPORAN DIREKSI




      PARA PEMANGKU KEPENTINGAN YANG
      KAMI HORMATI,
      Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi                       Pengembangan            produk         keuangan
      Wabarakaatuh.                                           berkelanjutan seperti penerbitan sustainability
                                                              sukuk tahap II, penguatan tata kelola berupa
      Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah             pemutakhiran Industrial Acceptance Criteria
      Subhanahu Wa Ta’ala atas limpahan rahmat-               dan peningkatan tata kelola risiko iklim. BSI juga
      Nya sehingga BSI mampu menjaga kinerja                  berkomitmen untuk menerapkan Principle
      solid dan ketahanan usaha sepanjang 2025.               Responsible Banking (PRB) dan menjadi
      Direksi menyampaikan terima kasih kepada                bagian dari United Nations Environment
      para pemegang saham, mitra usaha, dan                   Programme Finance Initiative (UNEP FI).
      seluruh pemangku kepentingan atas amanah                Sebagai kelanjutan dari initial phase bottom up
      dan dukungan yang menguatkan langkah                    Climate Risk Stress Test (CRST) yang memenuhi
      keberlanjutan kami bagi umat dan bangsa.                51,63% portofolio pembiayaan di tahun 2024,
                                                              pada tahun 2025, CRST BSI dilakukan dengan
      Pada 2025, total aset sebesar Rp456 triliun             memenuhi 100% portofolio. Inisiatif strategis
      (tumbuh sebesar 11,64% yoy), DPK meningkat              lain adalah dilakukannya asesmen ISO 26000 &
      menjadi Rp380 triliun dengan rasio CASA                 SROI pada program sosial BSI.
      sekitar 61,62%, pembiayaan tumbuh hingga
      Rp318 triliun, didukung ekosistem emas pasca            Upaya BSI dalam memperkuat kapasitas
      izin Bullion Bank dan transformasi digital              internal pegawai terkait ESG, pada tahun 2025
      BYOND yang mendorong peningkatan fee-                   BSI memasukkan modul ESG sebagai modul
      based income dua digit. Dengan kualitas aset            pembelajaran wajib yang termasuk dalam KPI
      terjaga dan disiplin biaya, BSI membukukan              pegawai serta unit kerja.
      laba bersih sebesar Rp7.56 triliun.
                                                              BSI juga meluncurkan Kartu Syariah Ramah
      Momentum strategis 2025, meliputi izin                  Lingkungan, pelaksanaan program “1 Home
      Bullion Bank, penguatan ekosistem syariah               1 Tree”, kolaborasi SPKLU di masjid, dan
      digital, dan perluasan inklusi keuangan,                penandatanganan MoU “Efisiensi Energi”
      menjadi sumber pertumbuhan baru yang                    bersama Basel Agency for Sustainable
      berkelanjutan. BSI meneguhkan komitmen                  Energy (BASE). Hal ini merupakan upaya dan
      untuk mewujudkan visi keberlanjutan sebagai             komitmen bank dalam melakukan operasional
      The Best Global Islamic Bank Based on                   ramah lingkungan.
      Sustainable Finance melalui inisiatif strategis
      keberlanjutan yang dilaksanakan sepanjang               Sebagai bagian dari Islamic Banking dalam
      tahun 2025 berlandaskan Peraturan OJK                   tatanan global, eksistensi BSI diperkuat dengan
      No.51/POJK.03/2017 meliputi pengembangan                kehadiran BSI sebagai perwakilan Indonesia
      produk dan/atau jasa keuangan berkelanjutan,            pada Side Event of 2025 United Nations
      peningkatan     kapasitas    internal    bank,          Economic and Social Council (ECOSOC) Forum
      penguatan tata kelola dan manajemen risiko              on Financing for Development (FFD) yang
      serta kebijakan yang mendorong inovasi                  diselenggarakan di Markas Besar Perserikatan
      produk dan portofolio yang berkelanjutan.               Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika




     MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
60   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 62
 LAPORAN DIREKSI   TATA KELOLA KEBERLANJUTAN   KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                       LAPORAN DIREKSI




ANGGORO
EKO CAHYO
Direktur Utama




                                                                       LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   61
Page 63
05             TENTANG LAPORAN        STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN     PROFIL PERUSAHAAN




     LAPORAN DIREKSI




     Serikat, dengan mempresentasikan konsep                      kelola dan manajemen risiko serta kebijakan
     keuangan syariah untuk mendukung pencapaian                  yang mendorong inovasi produk dan portofolio
     Sustainable Development Goals berkolaborasi                  yang berkelanjutan.
     bersama BAPPENAS.                                         •• Pilar Sustainable Operation memastikan
                                                                  bahwa operasional Bank menuju arah yang
     Untuk menegaskan komitmen industri perbankan                 lebih efisien dan rendah karbon melalui
     syariah    dalam   mendukung       implementasi              peningkatan kapasitas internal Bank dengan
     keuangan berkelanjutan, BSI dan Asosiasi Bank                Green Business Culture, pengembangan
     Syariah Indonesia (ASBISINDO) melakukan                      transformasi digital untuk pemantauan emisi
     langkah proaktif melalui pembentukan Working                 Bank serta strategi proaktif pelindungan dan
     Group     ESG   ASBISINDO.    Dengan    adanya               keamanan data pribadi.
     pembentukan Working Group ESG ASBISINDO,                  •• Pilar Sustainable Beyond Banking memperluas
     diharapkan dapat memperluas sinergi & dampak                 manfaat sosial melalui inklusi keuangan,
     positif penerapan ESG bagi negeri.                           pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui
                                                                  pendayagunaan Zakat, Infaq, Sedekah, dan
                                                                  Wakaf (ZISWAF).
     “PERJALANAN BSI MENUJU BANK
     SYARIAH GLOBAL TERBAIK MELALUI
     KEUANGAN BERKELANJUTAN”                                   MEWUJUDKAN            KEUANGAN
                                                               BERKELANJUTAN    SELARAS  NILAI
     Keberlanjutan menjadi agenda strategis global             MAQASHID SYARIAH
     yang menuntut tata kelola kuat, transparansi,
     dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.               Sustainable Banking
     Sepanjang 2025, BSI memperkuat fondasi                    Pilar   Sustainable    Banking    menegaskan
     keberlanjutan selaras Asta Cita Pemerintah,               pengembangan        produk    dan/atau   jasa
     memastikan kontribusi nyata terhadap ketahanan            keuangan berkelanjutan, penguatan tata kelola
     ekonomi dan kesejahteraan umat. Sebagai                   dan manajemen risiko serta kebijakan yang
     lembaga keuangan syariah, BSI menegaskan                  mendorong inovasi produk dan portofolio yang
     amanah untuk menjaga keselarasan nilai                    berkelanjutan.
     ekonomi–sosial–lingkungan sesuai Maqashid
     Syariah.                                                  Dari sisi pembiayaan, portofolio pembiayaan
                                                               berkelanjutan tahun 2025 sebesar Rp15,66 triliun
     Sejalan dengan visi menjadi The Best Global               (tumbuh 11,2% dari tahun 2024). BSI melakukan
     Islamic Bank Based on Sustainable Finance,                penguatan tata kelola dalam kebijakan dan
     Direksi mengawasi integrasi prinsip ESG                   manajemen risiko Bank meliputi penetapan Green
     dalam strategi, kebijakan pembiayaan, dan                 Sector, penambahan aspek lingkungan dalam
     budaya organisasi. Penguatan tata kelola                  analisis penyaluran pembiayaan di seluruh sektor,
     dilakukan dengan penyempurnaan struktur,                  penurunan limit pembiayaan brown sector serta
     peningkatan fungsi ESG di bawah supervisi Wakil           melaksanakan analisis Climate Risk Management
     Direktur Utama, serta penetapan ESG sebagai               & Scenario Analysis (CRMS) pada 100% portofolio
     Fundamental Enabler dalam RBB 2025–2030.                  pembiayaan bank sebagai wujud mitigasi risiko
                                                               iklim, yaitu risiko fisik dan risiko transisi. Dengan
     Kerangka kerja ESG BSI dijalankan melalui tiga            tata kelola yang baik, pembiayaan berkelanjutan
     pilar, yaitu Sustainable Banking, Sustainable             BSI akan terus tumbuh dengan sehat dan
     Operation, dan Sustainable Beyond Banking,                berkelanjutan.
     yang menjadi landasan penguatan bisnis secara
     holistik.                                                 Dari sisi pendanaan, penerbitan Sustainability
     •• Pilar Sustainable Banking menegaskan                   Sukuk sebesar Rp5 triliun pada 2025 mendapatkan
         pengembangan      produk   dan/atau   jasa            animo positif dari masyarakat dan oversubscribed
         keuangan berkelanjutan, penguatan tata                hingga 4,4 kali. Sustainability Sukuk tahun 2025



      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
62    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 64
 LAPORAN DIREKSI       TATA KELOLA KEBERLANJUTAN    KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                            LAPORAN DIREKSI




merupakan kelanjutan Sustainability Sukuk tahun     Sustainable Operation
lalu sebesar Rp3 triliun yang juga mendapatkan      Pilar Sustainable Operation memastikan bahwa
animo yang baik.                                    operasional Bank menuju arah yang lebih efisien
                                                    dan rendah karbon melalui peningkatan kapasitas
Keberhasilan penerbitan Sustainability Sukuk        internal Bank dengan Green Business Culture,
mencerminkan bahwa dari sisi yield, instrumen ini   pengembangan transformasi digital untuk
mendukung efisiensi pendanaan dengan imbal          pemantauan emisi Bank serta strategi proaktif
hasil yang kompetitif dan memberikan manfaat        pelindungan dan keamanan data pribadi.
jangka panjang. Dana yang dihimpun melalui
instrumen ini dimanfaatkan untuk mendorong          BSI menjadi bank syariah pertama di Indonesia
pembiayaan berkelanjutan (pembiayaan hijau dan      yang menerapkan Digital Carbon Tracking di 1.190
pembiayaan sosial). Bagi investor, Sustainability   outlet, meningkatkan akurasi pemantauan emisi
Sukuk tidak hanya memberikan imbal hasil            Scope 1 & 2 dari 83.404 ton CO₂-eq pada 2024
finansial, tetapi juga nilai tambah melalui         menjadi 89.730 ton CO₂-eq pada 2025. Data ini
kontribusi terhadap sosial dan lingkungan.          menjadi dasar mitigasi karbon yang lebih terukur
                                                    dan mendukung efisiensi biaya operasional
Dari sisi inovasi produk, pada tahun 2025,          jangka panjang. Nilai keberlanjutan operasional
BSI menjadi Bank pertama di Indonesia               juga diperkuat melalui ekspansi kendaraan
yang mendapatkan izin Bullion Bank. BSI             listrik yang mencapai 144 unit, penggunaan
memanfaatkan momentum Bullion Bank ini              8 unit panel surya pada fasilitas operasional
melalui inovasi produk digital Tabungan Emas di     Perseroan, penggunaan 3 unit panel surya pada
BYOND by BSI dan menjadi sumber pendapatan          Desa Binaan BSI, pengoperasian 2 gedung Green
baru yang inklusif.                                 Building bersertifikasi Gold, serta penyediaan
                                                    SPKLU bekerja sama dengan PLN. Inisiatif ini
Untuk menjaga integritas ekosistem emas secara      mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan
end-to-end dan berkelanjutan, BSI menjalin          menciptakan efisiensi energi yang berkelanjutan.
kemitraan dengan rantai pasok domestik yang
telah menerapkan standar internasional, yaitu       Kontribusi sosial lingkungan diwujudkan melalui
London Bullion Market Association (LBMA)            konservasi air, pembangunan Water Station, serta
Responsible Gold Guidance dan Organization          penanaman 15.000 pohon tambahan, bagian
for Economic Co-Operation and Development           dari total 50.000 pohon sejak 2022, dengan
(OECD) Due Dilligence Guidance for Responsible      estimasi penyerapan lebih dari 4.129 ton CO₂-eq,
Supply Chain of Minerals. Kedua standar ini         sebagai wujud komitmen menjaga keberlanjutan
memastikan bahwa emas yang diproduksi               alam sebagai titipan (amanah) bagi generasi
dan diperdagangankan berasal dari sumber            mendatang.
yang bertanggung jawab, bebas dari konflik,
pelanggaran HAM, pencucian uang, pendanaan          BSI juga melakukan penguatan & internalisasi
terorisme, dan dampak lingkungan atau               Green Business Culture dengan memasukkan
sosial yang merugikan. Hal ini meningkatkan         Modul ESG sebagai bagian dari Key Performance
kepercayaan investor bahwa emas dalam               Indicator (KPI) Pegawai & Unit Kerja. Sepanjang
ekosistem BSI dikelola secara bertanggung jawab     tahun 2025, sebanyak 16.166 pegawai (97.2% dari
dan berkelanjutan.                                  total pegawai) telah menyelesaikan Modul ESG
                                                    dengan nilai rata-rata 86,44.
Sepanjang tahun 2025, ekosistem emas digital
mencatat 531.329 nasabah dengan total emas          Dalam penguatan tata kelola operasional
sebanyak 1.8 ton, serta pembiayaan cicil emas       keamanan data, dan untuk memastikan integritas
mencapai 12.89 triliun dan gadai 10.02 triliun,     dalam menjalankan operasional Bank, BSI
mendorong fee-based income tumbuh sebesar           telah menerapkan langkah-langkah antara lain
25%. Pencapaian ini memperluas inklusi keuangan     menunjuk Pejabat Pelindungan Data Pribadi,
syariah serta pertumbuhan berkelanjutan Bank.       melakukan penerbitan serta pemutakhiran




                                                                            LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   63
Page 65
05              TENTANG LAPORAN         STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




     LAPORAN DIREKSI




     ketentuan berkaitan dengan Pelindungan Data                 Pada bidang pendidikan, BSI melalui Education
     Pribadi, Mempertahankan ISO/IEC 27001: Standar              Pillar menyalurkan Rp114.8 miliar kepada 23.000
     Internasional untuk Sistem Manajemen Keamanan               penerima manfaat di 107 universitas dan 256
     Informasi (Information Security Management                  sekolah. Dukungan ini meningkatkan akses
     System / ISMS), dan menerapkan ISO/IEC 27701:               pendidikan berkualitas, mendorong mobilitas
     (Sistem Manajemen Informasi Privasi (Privacy                sosial, dan juga memperkuat literasi keuangan
     Information Management System/PIMS) yang                    syariah dan kerja sama dengan lembaga
     merupakan pemenuhan terhadap regulasi privasi               pendidikan sebagai bagian dari ekosistem
     secara global.                                              perbankan syariah.

     Sustainable Beyond Banking                                  Pada aspek kemanusiaan, nilai bantuan lebih dari
     Pilar Sustainable Beyond Banking memperluas                 Rp148.8 miliar menjangkau 599.100 penerima
     manfaat sosial melalui inklusi keuangan,                    manfaat melalui distribusi logistik, layanan
     pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui                     sosial, dan pemenuhan kebutuhan dasar. Pada
     pendayagunaan Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf              bulan Desember 2025, BSI dan BSI Maslahat
     (ZISWAF).                                                   menyalurkan bantuan tambahan senilai Rp12
                                                                 miliar atau 78,7 ton logistik untuk korban bencana
     Sebagai bagian dari komitmen Beyond Banking,                hidrometeorologi di Sumatra, terutama di Aceh,
     pada tahun 2025, BSI menyalurkan Dana Zakat                 meningkatkan total distribusi menjadi 125 ton.
     Perusahaan dan Zakat Pegawai sebesar Rp290                  Bantuan tersebut mencakup dapur umum, posko
     miliar melalui Badan Amil Zakat Nasional                    kesehatan, penyediaan air bersih, dan pengiriman
     (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Bangun                relawan termasuk trauma healing bagi anak-anak
     Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat. Penyaluran              sebagai dukungan pemulihan sosial-ekonomi.
     dana zakat dilakukan berdasarkan lima pilar                 Untuk menjaga stabilitas layanan keuangan
     program, yaitu Pilar Ekonomi, Pendidikan,                   pada masa tanggap darurat, 136 dari 145 kantor
     Kemanusiaan, Kesehatan, serta Dakwah dan                    BSI di Aceh kembali beroperasi didukung ATM,
     Advokasi. Melalui seluruh pilar tersebut, penyaluran        kas keliling, dan konektivitas satelit. Respons ini
     dana zakat telah memberikan manfaat kepada                  memastikan akses layanan tetap tersedia sebagai
     lebih dari 1.2 juta orang.                                  bagian dari tanggung jawab bank menjaga
                                                                 kepercayaan publik.
     Dalam peningkatan pendayagunaan Dana
     Zakat, BSI berkolaborasi bersama United Nations             Pada dimensi spiritual, BSI menyalurkan Rp38,2
     Development Program (UNDP) dan Badan Amil                   miliar melalui Dakwah dan Advocacy untuk
     Zakat Nasional (BAZNAS) melakukan peluncuran                45.900 penerima manfaat melalui dukungan
     Green Zakat Framework dihadiri oleh Menteri                 fasilitas ibadah dan pembinaan masyarakat.
     Agama RI sebagai pendekatan inovatif dalam                  Upaya ini memperkuat keberkahan aktivitas
     mengarahkan Dana Zakat untuk mendukung                      ekonomi syariah dan memastikan manfaat tidak
     keberlanjutan lingkungan.                                   hanya finansial tetapi juga spiritual.

     Dalam pemberdayaan ekonomi, BSI mendukung                   Dalam peningkatan pendayagunaan Dana
     5.251 pelaku UMKM dan 7.370 penerima manfaat                Zakat, BSI berkolaborasi bersama United Nations
     desa binaan melalui Sentra UMKM dan Desa                    Development Program (UNDP) dan Badan Amil
     BSI di 20 desa, termasuk desa baru di Makassar,             Zakat Nasional (BAZNAS) melakukan peluncuran
     Labuan Bajo, dan Sabang. Pemberdayaan ini                   Green Zakat Framework dihadiri oleh Menteri
     juga menyentuh UMKM perempuan (510), UMKM                   Agama RI sebagai pendekatan inovatif dalam
     disabilitas (259), dan UMKM pesantren (35),                 mengarahkan Dana Zakat untuk mendukung
     dengan total pembiayaan dan bantuan lebih dari              keberlanjutan lingkungan. Hal ini memperkuat
     Rp26,4 miliar. Upaya ini memperkuat kemandirian             peran BSI sebagai Sahabat Finansial, Sosial dan
     usaha, memperluas akses pembiayaan syariah,                 Spiritual bagi umat dan negeri.
     serta membuka potensi basis nasabah baru.




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
64    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 66
 LAPORAN DIREKSI       TATA KELOLA KEBERLANJUTAN      KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                              LAPORAN DIREKSI




AWARD & RATING                                        dalam inovasi keuangan syariah berkelanjutan
                                                      dan penciptaan nilai bagi masyarakat serta
Atas pencapaian BSI sepanjang tahun 2025, BSI         perekonomian nasional.
berhasil mendapatkan 3 penghargaan terkait ESG
dalam ajang Euromoney Islamic Finance Awards          Perjalanan menuju keberlanjutan merupakan
2025 dan level Global, Asia & Indonesia.              proses      yang    terus   berkembang       dan
                                                      membutuhkan ketangguhan serta tata kelola
BSI juga berhasil meningkatkan score ESG Rating       yang baik. Dengan fondasi transformasi yang
di Bloomberg dari 3,9 menjadi 5,6 dan berhasil        semakin kuat pada 2025, meliputi penguatan ESG,
meraih posisi pertama global islamic bank ESG         digitalisasi, pembiayaan hijau dan sosial, serta
Rating di Bloomberg.                                  transformasi Bullion Bank, BSI siap meningkatkan
                                                      kontribusi bagi pembangunan yang berkeadilan
                                                      dan berkelanjutan.
PENUTUP DAN APRESIASI
                                                      Kami    berkomitmen      menjaga    integritas,
Pencapaian     BSI   dapat  terwujud     melalui      memperluas kolaborasi, dan membuka ruang
dukungan dan kepercayaan para pemegang                dialog dengan seluruh pemangku kepentingan
saham, regulator, mitra kerja, nasabah, dan           agar langkah keberlanjutan BSI semakin
seluruh pemangku kepentingan. Atas nama               memberikan manfaat nyata bagi umat dan negeri,
Direksi, kami menyampaikan apresiasi atas sinergi     serta masa depan yang lebih baik.
dan kolaborasi yang telah memperkuat peran BSI




                      Wassalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

                                          Jakarta, 26 Maret 2026




                                           Anggoro Eko Cahyo
                                             Direktur Utama




                                                                              LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   65
Page 67
05                  TENTANG LAPORAN                   STRATEGI KEBERLANJUTAN                  IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN                 PROFIL PERUSAHAAN




     TANGGUNG JAWAB LAPORAN
     KEBERLANJUTAN TAHUN BUKU 2025
     [GRI 2-14]




     Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa Laporan Keberlanjutan PT Bank Syariah
     Indonesia (Persero) Tbk tahun buku 2025 telah disusun dengan mengacu pada Peraturan Otoritas
     Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga
     Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik, dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan nomor 16/
     SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik.

     Seluruh informasi dalam Laporan ini telah dimuat secara lengkap sesuai regulasi tersebut dan kami
     bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Keberlanjutan Perseroan.




                                                            DEWAN KOMISARIS




                                                                   Muhadjir Effendy
                                                                     Komisaris Utama




            Felicitas Tallulembang                                Kamaruddin Amin                              Mochamad Agus Rofiudin
              Komisaris Independen                                        Komisaris                                          Komisaris




            Nizar Ahmad Saputra                                   Addin Jauharudin                            Muhammad Syafii Antonio*
              Komisaris Independen                               Komisaris Independen                                Komisaris Independen




                                                                 Meidy Ferdiansyah*
                                                                          Komisaris

     * Efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test)



      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
66    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 68
LAPORAN DIREKSI          TATA KELOLA KEBERLANJUTAN            KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                            TANGGUNG JAWAB LAPORAN
                                                       KEBERLANJUTAN TAHUN BUKU 2025




                                                      DIREKSI




                                             Anggoro Eko Cahyo
                                                     Direktur Utama




     Bob Tyasika Ananta                          Anton Sukarna                         Ade Cahyo Nugroho
      Wakil Direktur Utama                 Direktur Sales & Distribution              Direktur Finance & Strategy




         Zaidan Novari                 Grandhis Helmi Harumansyah                     Kemas Erwan Husainy
Direktur Wholesale Transaction             Direktur Risk Management                    Direktur Retail Banking
          Banking




  Muharto Hadi Suprapto                         Firman Nugraha                          Arief Adhi Sanjaya
Direktur Information Technology         Direktur Treasury & International               Direktur Compliance &
                                                    Banking                                 Human Capital




                                                                                       LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   67
Page 69
06




06
              TENTANG LAPORAN        STRATEGI KEBERLANJUTAN     IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




                                      TATA KELOLA
                                      KEBERLANJUTAN

                                                              Tata kelola yang baik menjadi
                                                              landasan dalam menjaga
                                                              kepercayaan dan memastikan
                                                              praktik bisnis yang beretika.
                                                              Prinsip integritas, kepatuhan,
                                                              dan transparansi menjadi
                                                              pijakan dalam setiap proses
                                                              pengambilan keputusan.
                                                              Dengan tata kelola yang kuat,
                                                              keberlanjutan dijalankan
                                                              secara konsisten dan
                                                              bertanggung jawab.




     MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
68   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 70
  LAPORAN DIREKSI        TATA KELOLA KEBERLANJUTAN      KINERJA KEBERLANJUTAN




STRUKTUR DAN KOMPOSISI
TATA KELOLA
[GRI 2-9, 2-11]




         Sebagai perusahaan terbuka yang tunduk pada ketentuan hukum di Indonesia, BSI
         menerapkan struktur tata kelola yang berpedoman pada Undang-undang Nomor
         40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas serta Peraturan OJK Nomor 2 Tahun 2024
         mengenai Tata Kelola Syariah untuk Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah.
         Struktur ini mencakup organ utama dan organ pendukung yang memastikan praktik
         tata kelola berjalan efektif dan selaras dengan prinsip syariah.

         Organ utama Perseroan terdiri atas Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan
         Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi. Dewan Komisaris berjumlah 8
         (delapan) orang, yang terdiri dari 1 (satu) Komisaris Utama, 3 (tiga) Komisaris, dan 4
         (empat) Komisaris Independen. Direksi beranggotakan 10 (sepuluh) orang, meliputi 1
         (satu) Direktur Utama, 1 (satu) Wakil Direktur Utama, dan 8 (delapan) Direktur. Dalam
         struktur tersebut, Komisaris Utama dan Ketua Dewan Pengawas Syariah berperan
         sebagai pimpinan badan tata kelola tertinggi.

         Komposisi Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi mencerminkan
         keberagaman serta keahlian yang relevan untuk mengelola dampak ekonomi, lingkungan,
         dan sosial. Seluruh anggota Dewan Komisaris merupakan pihak non eksekutif, termasuk
         4 (empat) Komisaris Independen sehingga fungsi pengawasan dapat dijalankan secara
         objektif. Dengan tidak memegang jabatan manajerial, Komisaris Utama tetap bebas dari
         potensi benturan kepentingan dalam proses pengawasan.

         Direksi berperan sebagai organ eksekutif yang bertanggung jawab atas pengelolaan
         operasional harian. Dalam proses nominasi dan penunjukan organ tata kelola, BSI
         mengedepankan prinsip independensi, keberagaman, kompetensi profesional, serta
         pemahaman terhadap aspek keberlanjutan.

         Sebagai pelengkap organ utama, Perseroan membentuk organ pendukung melalui
         berbagai komite di bawah Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi untuk
         memastikan efektivitas pengawasan dan pengambilan keputusan. Dewan Komisaris
         didukung oleh Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi, serta Komite Pemantau
         Risiko. Direksi dibantu oleh Sekretaris Perusahaan, Satuan Kerja Audit Intern, Enterprise
         Risk Management (SKMR), dan komite-komite seperti Business Committee, Asset and
         Liability Committee, IT Steering Committee, Risk Management Committee, Policy &
         Procedure Committee, dan Human Capital Committee.

         Informasi mengenai masa jabatan, rangkap jabatan, keterwakilan gender, pengalaman
         profesional, serta profil lengkap seluruh anggota organ tata kelola, termasuk uraian tugas
         setiap komite, tersaji dalam Laporan Tahunan yang dapat diakses melalui tautan berikut:
         www.bankbsi.co.id. Laporan tersebut diterbitkan secara terpisah namun menjadi bagian
         integral dari Laporan Keberlanjutan ini. Susunan tata kelola BSI ditampilkan sebagai
         berikut:




                                                                                LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   69
Page 71
06                  TENTANG LAPORAN              STRATEGI KEBERLANJUTAN                     IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN               PROFIL PERUSAHAAN




     STRUKTUR DAN KOMPOSISI TATA KELOLA




     Struktur Good Corporate Governance

                                                               Annual General Meeting


                                                                Board of Commissioner


                                                                                       Komite Remunerasi &
                                            Komite Pemantau Risiko                          Nominasi                           Komite Audit


                                                              Board of Sharia Oversight


                                                                     Komite Syariah

                                                                   Board of Directors

                                                                            Komite                Police &        Human
        Business                                IT Steering                Manajemen             Procedure         Capital
       Committee                ALCO            Committee                    Risiko              Committee       Committee


                                       Identification, Measurement, Mitigation, Control
                                                                                                                                         Internal
                                                                                                                                          Audit
     Business Unit                                                             Enterprice Risk
                         Banking                          Senior Ops                                 Financing       Human
       (Revenue                        Procurement                             Management
                        Operational                       Risk (SOR)                                  Strategy       Capital
      Generating)                                                                 (SKMR)


                                                        Decentralized
                        Operational                                                                                Compliance
      Risk Taking                       Information      Compliance                                  Police &
                         Support                                                   Legal                          (Satuan Kerja
          Unit                          Technology        & Op. Risk                                Procedure
                                                                                                                   Kepatuhan)
                                                           (DCOR)

                          1st Line                            1,5th Line                              2nd Line                            3rd Line


                                                                                                                                       Independent
                        Risk Owner                                                       Independent Risk Management
                                                                                                                                         Assurance


                                                                                                                  Alignment, Communication,
               Accountability & Reporting                     Delegation, Direction & Oversight                  Coordination & Collaborations




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
70    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 72
  LAPORAN DIREKSI        TATA KELOLA KEBERLANJUTAN     KINERJA KEBERLANJUTAN




CONFLICT OF INTEREST
[GRI 2-15]




Sebagai bagian dari penguatan budaya integritas di     Dalam menjalankan fungsinya, Dewan Pengawas
seluruh lini organisasi, BSI menetapkan ketentuan      Syariah dilarang:
pencegahan Benturan Kepentingan melalui Kode           •• Menggunakan aset atau kedudukan Perseroan
Etik yang wajib dipatuhi oleh seluruh Jajaran             untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau
Bank. Benturan Kepentingan dipahami sebagai               pihak lain.
kondisi ketika seorang pegawai atau pejabat Bank,      •• Menerima keuntungan pribadi dari Perseroan
dalam menjalankan tugas kedinasannya, memiliki            selain remunerasi dan fasilitas resmi yang
kepentingan pribadi, keluarga, atau pihak lain            ditetapkan RUPS.
yang dapat memengaruhi independensi dan                •• Merangkap jabatan tidak sesuai dengan
objektivitas dalam pengambilan keputusan.                 ketentuan peraturan perundang-undangan.
Aturan ini berlaku menyeluruh bagi semua insan
BSI tanpa pengecualian.                                Hingga akhir periode pelaporan, seluruh anggota
                                                       Dewan Komisaris, DPS, dan Direksi tidak memiliki
Untuk memastikan perilaku yang beretika, setiap        hubungan keuangan, hubungan keluarga, atau
Jajaran Bank diwajibkan untuk:                         hubungan kepengurusan dengan anggota
a. Menghindari      tindakan   atau    aktivitas       lainnya maupun pemegang saham pengendali,
   yang berpotensi menimbulkan benturan                baik secara langsung maupun tidak langsung.
   kepentingan.                                        Mereka juga tidak memiliki kepemilikan
b. Menjaga sikap profesional, bertanggung              saham pada pemasok atau entitas lain yang
   jawab, serta bebas dari pengaruh yang dapat         berpotensi menimbulkan benturan kepentingan.
   mengurangi objektivitas atau merugikan              Kepemilikan saham mayoritas BSI berada pada
   reputasi dan bisnis Bank.                           PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 51,47%,
c. Tidak menyalahgunakan identitas atau atribut        sehingga tidak terdapat pemegang saham
   korporasi untuk kepentingan pribadi, dan            pengendali tidak langsung.
   penggunaannya hanya diperbolehkan dengan
   persetujuan Bank.                                   Pada tahun 2025, terdapat anggota Dewan
                                                       Komisaris dan Direksi yang memiliki saham
Selain itu, BSI juga memiliki kebijakan pengelolaan    Perseroan. Berdasarkan POJK 4 Tahun 2024 dan
Benturan Kepentingan yang mengatur:                    POJK 2 Tahun 2024, DPS juga wajib melaporkan
a. Proses identifikasi, mitigasi, dan pengelolaan      kepemilikan saham 5% atau lebih-baik pada BSI
   benturan       kepentingan,     termasuk   yang     maupun pada bank atau perusahaan lain di dalam
   berkaitan dengan transaksi afiliasi dan             atau luar negeri.
   transaksi intragroup.
b. Larangan bagi Direksi dan Dewan Komisaris           Seluruh anggota Dewan Komisaris, Direksi,
   untuk melakukan tindakan yang dapat                 dan DPS dipastikan tidak memiliki saham atau
   merugikan Bank atau mengurangi potensi              hubungan     kepentingan    pada   perusahaan
   keuntungan.                                         lain yang dapat menimbulkan konflik. Tidak
c. Kewajiban untuk mengungkapkan adanya                terdapat transaksi yang memenuhi kategori
   benturan kepentingan dalam setiap proses            transaksi benturan kepentingan sepanjang
   pengambilan keputusan.                              tahun pelaporan. Informasi kepemilikan saham
                                                       Dewan Komisaris dan Direksi merujuk pada
Untuk Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan              Laporan Tahunan bagian Tata Kelola Perusahaan,
Pengawas Syariah, BSI menerapkan ketentuan             sementara    informasi   mengenai     transaksi
khusus, antara lain:                                   berpotensi konflik mengacu pada bagian Analisis
•• Jika terjadi situasi di mana kepentingan Bank       dan Pembahasan Manajemen.
   bertentangan dengan kepentingan pribadi
   salah satu anggota Direksi, maka kewenangan         BSI berkomitmen mengelola setiap potensi
   perwakilan Bank dialihkan kepada anggota            benturan     kepentingan     secara      transparan
   Direksi lain yang tidak memiliki konflik. Apabila   melalui kebijakan yang mencakup identifikasi,
   seluruh Direksi memiliki konflik kepentingan,       pencegahan, mitigasi, dan pengungkapan
   Bank akan diwakili oleh Dewan Komisaris atau        kepada pemangku kepentingan. Informasi
   pihak yang ditunjuk.                                mengenai      kepemilikan    saham,      hubungan
•• Jika tidak terdapat anggota Dewan Komisaris         dengan pemegang saham pengendali, rangkap
   yang dapat mewakili, RUPS berwenang                 jabatan, dan transaksi pihak berelasi disampaikan
   menunjuk satu atau lebih pihak untuk                secara terbuka untuk menjaga independensi dan
   melaksanakan tugas tersebut.                        akuntabilitas seluruh organ tata kelola.


                                                                               LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025    71
Page 73
06                TENTANG LAPORAN     STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




     NOMINASI DAN SELEKSI
     DEWAN KOMISARIS, DEWAN
     PENGAWAS SYARIAH, DAN DIREKSI
     [GRI 2-10]




     Sebagai bagian dari komitmen terhadap                     Selain itu, nominasi Dewan Pengawas Syariah
     tata kelola yang transparan, proses nominasi              dilaksanakan oleh RUPS berdasarkan rekomendasi
     anggota Dewan Komisaris dan Direksi dilakukan             Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia,
     melalui usulan Dewan Komisaris kepada RUPS                dengan     mematuhi     ketentuan    OJK  dan
     berdasarkan rekomendasi Komite Nominasi dan               peraturan perundang-undangan terkait. Seluruh
     Remunerasi. Penetapan pengangkatan maupun                 pengangkatan anggota Dewan Komisaris, Direksi,
     pemberhentian dilakukan oleh RUPS sesuai                  dan Dewan Pengawas Syariah wajib memenuhi
     ketentuan Anggaran Dasar, dan berlaku efektif             persyaratan hukum yang berlaku pada saat
     setelah memperoleh persetujuan OJK.                       penetapan.

                                                               Informasi selengkapnya mengenai mekanisme
     Dalam proses nominasi dan seleksi, BSI                    nominasi dan seleksi, termasuk komposisi
     menetapkan kriteria yang mengutamakan                     keberagaman Dewan Komisaris, Direksi, dan
     profesionalisme,       integritas,  independensi,         Dewan Pengawas Syariah, disajikan secara rinci
     kompetensi,      serta     keberagaman.    Selain         dalam Laporan Tahunan bagian Tata Kelola
     mempertimbangkan rekam jejak dan keahlian,                Perusahaan www.bankbsi.co.id.
     BSI    memasukkan         pandangan    pemangku
     kepentingan, terutama pemegang saham melalui
     RUPS, serta memenuhi ketentuan regulator
     melalui pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan
     (fit and proper test).




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
72    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 74
 LAPORAN DIREKSI       TATA KELOLA KEBERLANJUTAN   KINERJA KEBERLANJUTAN




PENILAIAN KINERJA DEWAN KOMISARIS,
DEWAN PENGAWAS SYARIAH,
DAN DIREKSI
[GRI 2-18]




Sebagai bagian dari mekanisme tata kelola          RUPS        memiliki      kewenangan      untuk
yang    akuntabel,   evaluasi   kinerja  Dewan     memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan
Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas             Direksi sewaktu-waktu dengan mencantumkan
Syariah dilaksanakan melalui RUPS Tahunan.         alasan yang sah, apabila anggota Dewan tersebut:
Dalam forum tersebut, Direksi menyampaikan         1. Tidak/kurang dapat memenuhi kewajibannya
Laporan Tahunan, sementara Dewan Komisaris            yang      telah disepakati dalam kontrak
menyampaikan laporan atas pelaksanaan fungsi          manajemen;
pengawasan sepanjang tahun berjalan. Penilaian     2. Tidak dapat menjalankan tugasnya dengan
terhadap Dewan Pengawas Syariah dilakukan             baik;
melalui self-assessment yang dilaksanakan setiap   3. Melanggar ketentuan anggaran dasar dan/
semester dan hasilnya disampaikan kepada OJK          atau peraturan perundang-undangan yang
untuk memperoleh persetujuan.                         berlaku;
                                                   4. Melakukan tindakan yang melanggar etika dan/
Selain itu, Dewan Pengawas Syariah juga wajib         atau kepatutan yang seharusnya dihormati
menyampaikan Laporan Hasil Pengawasan secara          sebagai anggota Direksi;
berkala kepada Departemen Perbankan Syariah        5. Terlibat dalam tindakan yang merugikan
OJK serta Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama        Perseroan dan/atau negara;
Indonesia. Aspek ESG, termasuk implementasi        6. Dinyatakan     bersalah    dengan    putusan
Keuangan Berkelanjutan, merupakan salah               pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum
satu indikator kinerja utama (Key Performance         tetap;
Indicator/KPI)   Direksi   yang   memperoleh       7. Alasan lainnya yang dinilai tepat oleh RUPS
pengawasan langsung dari Dewan Komisaris.             demi kepentingan dan tujuan Perseroan.
Setiap tahun, BSI juga menyerahkan RAKB
kepada OJK yang ditandatangani oleh Direksi dan
disetujui oleh Dewan Komisaris.




                                                                           LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   73
Page 75
06                 TENTANG LAPORAN        STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN      PROFIL PERUSAHAAN




     KEBIJAKAN REMUNERASI
     DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
     [GRI 2-19, 2-20, 2-21]




     BSI telah menetapkan kebijakan remunerasi bagi                Dalam menentukan besaran remunerasi, BSI
     Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas                  menerapkan prinsip kehati-hatian dengan
     Syariah yang berpedoman pada Peraturan OJK                    mempertimbangkan antara lain kinerja keuangan,
     No. 59/POJK.03/2017 tentang Penerapan Tata                    kecukupan pembentukan pencadangan kerugian
     Kelola dalam Pemberian Remunerasi bagi Bank                   penurunan nilai, kewajaran dibandingkan peer
     Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Kebijakan                group, serta keselarasan dengan tujuan dan strategi
     ini mencakup remunerasi tetap berupa gaji dan                 jangka panjang Bank. Kinerja keberlanjutan juga
     tunjangan, serta remunerasi tidak tetap seperti               menjadi bagian dari pertimbangan, termasuk
     insentif kinerja tahunan. BSI tidak memberikan                capaian KPI ESG dan implementasi RAKB.
     sign-on     bonus.    Ketentuan     pembayaran
     terminasi mengikuti regulasi yang berlaku,                    Penetapan     remunerasi   dilakukan  melalui
     termasuk penerapan clawback apabila terdapat                  mekanisme sebagai berikut:
     pelanggaran, serta penyediaan manfaat pensiun                 1. Komite Nominasi dan Remunerasi melakukan
     sesuai program Bank.                                             evaluasi atas kebijakan remunerasi yang
                                                                      berlaku.
     Kebijakan remunerasi ini mengatur struktur                    2. Komite memberikan rekomendasi kepada
     kompensasi dan fasilitas lain yang disetujui                     Dewan Komisaris terkait remunerasi Dewan
     melalui RUPS, mencakup:                                          Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas
                                                                      Syariah.
     1.    Remunerasi      (keuangan)     seperti  gaji,           3. Dewan Komisaris menyampaikan usulan
           tunjangan, kompensasi dalam bentuk saham,                  remunerasi, berupa gaji/honorarium dan
           bonus, serta bentuk remunerasi lainnya.                    tantiem, kepada Pemegang Saham Pengendali
                                                                      untuk kemudian diputuskan dalam RUPS.
     2. Fasilitas non keuangan (natura) untuk
        Dewan Komisaris dan Direksi, antara lain:                  Seluruh     proses     penentuan       remunerasi
        a. Tunjangan Hari Raya                                     dilaksanakan oleh Komite Nominasi dan
        b. Tunjangan Purna Jabatan                                 Remunerasi yang bersifat independen di bawah
        c. Tunjangan Perumahan dan Utilitas                        Dewan Komisaris. Komite mengevaluasi struktur
        d. Fasilitas   Kendaraan      dan  Tunjangan               remunerasi dan memberikan rekomendasi
           Transportasi                                            kepada Dewan Komisaris untuk diajukan ke RUPS.
        e. Fasilitas Kesehatan                                     Dalam proses ini, Bank tidak menggunakan jasa
        f. Club Membership dan keanggotaan asosiasi                konsultan remunerasi eksternal. Keputusan
           profesi                                                 pemegang saham melalui RUPS merupakan dasar
        g. Fasilitas Komunikasi                                    persetujuan akhir, dan seluruh usulan remunerasi
        h. Fasilitas Kantor Non inventaris                         disahkan melalui mekanisme pemungutan suara
        i. Fasilitas Perjalanan Dinas                              sesuai ketentuan tata kelola yang berlaku.
        j. Fasilitas Bantuan Hukum
        k. Hak Cuti
                                                                    Komite Nominasi                         Rapat Umum
                                                                                            Dewan
     3. Fasilitas non keuangan untuk                Dewan           dan Remunerasi
                                                                                           Komisaris
                                                                                                             Pemegang
                                                                                                               Saham
        Pengawas Syariah, meliputi:                                 Membuat Kajian
                                                                                          Pembahasan
                                                                     Penyusunan                             Menetapkan
        a. Tunjangan Hari Raya                                       Remunerasi
                                                                                          Remunerasi
                                                                                                            Remunerasi
        b. Tunjangan Purna Jabatan
        c. Fasilitas Kesehatan
        d. Fasilitas Perjalanan Dinas




          MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
74        PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 76
 LAPORAN DIREKSI         TATA KELOLA KEBERLANJUTAN      KINERJA KEBERLANJUTAN




      KEBIJAKAN REMUNERASI DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI




Sebagai bagian dari proses persetujuan remunerasi yang transparan, keputusan mengenai tantiem dan
gaji/honorarium bagi Dewan Komisaris dan Direksi ditetapkan dalam Mata Acara Rapat Keempat RUPS
Tahunan pada 16 Mei 2025. Berdasarkan hasil pemungutan suara, sebanyak 43.103.881.375 suara atau
98,5742401% menyatakan setuju, 171.150.059 suara atau 0,3914030% menyatakan abstain, dan 452.296.659
suara atau 1,0343570% menyatakan tidak setuju dari total saham dengan hak suara yang hadir.

Sebagai komitmen atas keterbukaan struktur remunerasi, BSI menyajikan rasio total kompensasi tahunan
rata-rata Direksi dibandingkan dengan median total gaji tahunan pegawai. Total kompensasi pegawai
meliputi gaji pokok, tunjangan, serta remunerasi variabel yang diterima selama tahun pelaporan.

Perhitungan rasio dilakukan dengan membandingkan kompensasi tahunan rata-rata Direksi dengan
median kompensasi tahunan seluruh pegawai. BSI juga mengungkapkan rasio persentase peningkatan
kompensasi tahunan rata-rata Direksi terhadap persentase peningkatan median gaji tahunan pegawai.
Informasi ini memberikan gambaran mengenai tingkat kesenjangan kompensasi dan pertumbuhan
remunerasi di dalam organisasi.

Rasio untuk tahun 2025 disajikan pada tabel berikut:


                                           Uraian                                              Rasio

Rasio total kompensasi tahunan rata-rata Direksi terhadap median total gaji tahunan untuk
                                                                                               23,47 : 1
semua pegawai.
Rasio persentase kenaikan total kompensasi tahunan rata-rata Direksi terhadap rasio
                                                                                               (1,18) : 1
peningkatan persentase median total gaji untuk semua pegawai.




                                                                                LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   75
Page 77
06                    TENTANG LAPORAN             STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN        PROFIL PERUSAHAAN




     KEPATUHAN TERHADAP
     HUKUM DAN PERATURAN
     [GRI 2-27] [FN-CB-510A.1]




     Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia,                           keuangan, reputasi, atau hubungan dengan
     BSI menjadikan kepatuhan terhadap hukum                               regulator dan pemangku kepentingan utama.
     dan peraturan sebagai fondasi utama dalam
     menjaga integritas operasional dan kepercayaan                        Ketidakpatuhan juga dikategorikan signifikan
     publik. Seluruh aktivitas bisnis dijalankan sesuai                    apabila mengakibatkan gangguan layanan
     ketentuan regulator, prinsip syariah, serta standar                   yang luas, temuan berisiko tinggi dari regulator,
     tata kelola terbaik untuk memastikan bahwa setiap                     atau potensi kerugian finansial yang material.
     proses, keputusan, dan interaksi berlangsung                          Berdasarkan definisi tersebut, sanksi moneter dan
     secara transparan, bertanggung jawab, dan                             administratif yang diterima selama tahun 2025
     bebas dari praktik yang melanggar hukum.                              tidak termasuk dalam kategori ketidakpatuhan
     Melalui penerapan kebijakan etika, mekanisme                          signifikan.
     pengaduan, serta sistem pengendalian internal
     yang konsisten, BSI berkomitmen menciptakan                           Sepanjang tahun 2025, BSI mendapatkan 3 (tiga)
     lingkungan kerja yang berintegritas tinggi dan                        pengenaan sanksi moneter yang dikenakan oleh
     mendorong perilaku bisnis yang berkelanjutan                          Regulator kepada BSI yang diakibatkan oleh
     serta berorientasi pada kepentingan pemangku                          kesalahan pelaporan serta 2 (dua) pengenaan
     kepentingan.                                                          sanksi moneter yang dikenakan oleh Regulator
                                                                           kepada BSI yang diakibatkan oleh keterlambatan
     Pengelolaan Kepatuhan dan Evaluasi Sanksi                             penyampaian pelaporan.
     Regulasi Tahun 2025
     Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, BSI                            BSI telah melakukan tindak lanjut dengan
     senantiasa berkomitmen untuk mematuhi                                 membayar kepada Regulator sesuai dengan
     regulasi dan peraturan perundang-undangan                             ketentuan. Namun demikian, sanksi moneter
     yang berlaku. BSI mendefinisikan ketidakpatuhan                       maupun administrasi yang dikenakan kepada BSI
     signifikan   sebagai   pelanggaran     terhadap                       bukan merupakan kasus ketidakpatuhan yang
     peraturan perundang-undangan yang berdampak                           signifikan. Rincian sanksi di tahun 2025 dapat
     material terhadap operasional Bank, kondisi                           dilihat sebagai berikut:


     Sanksi Moneter Tahun 2025
     (Dalam Rupiah)


         No.                             Nama Sanksi                                      Instansi                 Jumlah Denda

           1.         Kesalahan dalam Data SLIK                               Otoritas Jasa Keuangan                   61.050.000

          2.          Laporan Realisasi Inklusi Keuangan                      Otoritas Jasa Keuangan                      100.000

          3.          Keterlambatan Laporan Transaksi Keuangan Tunai          Otoritas Jasa Keuangan                   40.000.000

          4.          Kesalahan Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT)         Bank Indonesia                            9.300.000

          5.          Keterlambatan Laporan Koreksi LBUT                      Bank Indonesia                            7.900.000

      Jumlah                                                                                                          118.350.000




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
76    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 78
 LAPORAN DIREKSI        TATA KELOLA KEBERLANJUTAN     KINERJA KEBERLANJUTAN




                    KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN




KODE ETIK                                             WHISTLEBLOWING SYSTEM
                                                      [GRI 2-16, 2-26] [FN-CB-510a.2]
Sebagai lembaga keuangan syariah yang
mengedepankan integritas, PT Bank Syariah             Sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga
Indonesia Tbk (BSI) menerapkan Kode Etik              budaya integritas dan tata kelola yang sehat,
sebagai landasan perilaku seluruh insan Bank          BSI    mengimplementasikan     Whistleblowing
dalam menjalankan tugas, mengambil keputusan,         System (WBS) sebagai saluran aman bagi seluruh
dan berinteraksi dengan seluruh pemangku              pemangku kepentingan termasuk pemasok,
kepentingan. Kode Etik ini menjadi panduan            nasabah, dan pihak ketiga lainnya untuk
untuk memastikan setiap tindakan sesuai               melaporkan dugaan pelanggaran. WBS dirancang
prinsip syariah, profesionalisme, serta nilai-nilai   untuk memastikan setiap laporan mengenai
perusahaan, termasuk The Seven Fundamentals           indikasi  kecurangan,   pelanggaran    hukum,
of BSI yang menjadi dasar dalam membangun             penyalahgunaan     wewenang,      pelanggaran
budaya kerja yang amanah, bertanggung jawab,          etika, maupun ketidakpatuhan terhadap prinsip
dan berorientasi pelayanan.                           syariah dapat ditindaklanjuti secara objektif
                                                      dan bertanggung jawab. Mekanisme ini sejalan
Kode Etik BSI mengatur berbagai aspek                 dengan prinsip transparansi serta akuntabilitas
penting dalam menjaga kualitas tata kelola,           yang diatur dalam kebijakan tata kelola
mulai dari pencegahan benturan kepentingan,           perusahaan dan PTO WBS BSI Tahun 2025.
larangan gratifikasi (risywah), hingga kewajiban
menjaga      kerahasiaan   data    serta   akurasi    BSI menjamin perlindungan penuh terhadap
informasi yang disampaikan. Setiap insan              pelapor, termasuk kerahasiaan identitas serta
Bank diwajibkan menghindari seluruh bentuk            isi laporan, dan memastikan bahwa seluruh
penyalahgunaan       kewenangan,     penggunaan       informasi ditangani secara aman. Setiap
identitas korporasi yang tidak sesuai ketentuan,      pengaduan diproses secara rahasia dan diselidiki
maupun pemanfaatan informasi internal untuk           dengan kehati-hatian sambil tetap menghormati
kepentingan pribadi. Selain itu, Kode Etik juga       hak-hak pihak yang terlibat. Pelapor diharapkan
menekankan pentingnya menjaga integritas              memberikan informasi berbasis fakta dan beritikad
sistem    perbankan,      menghindari    tindakan     baik sesuai unsur pelaporan “5W + 1H” (what,
melanggar hukum, serta memastikan rekening            who, where, when, why, how), serta menyertakan
pegawai dikelola secara bertanggung jawab dan         bukti pendukung yang relevan, seperti dokumen
tidak digunakan untuk aktivitas yang tidak sesuai     pembiayaan, surat, rekaman, atau bukti elektronik
prinsip syariah maupun ketentuan regulator.           lainnya, sepanjang diperoleh tanpa melanggar
                                                      ketentuan hukum.
Untuk memperkuat penerapan Kode Etik, BSI
mewajibkan seluruh jajaran Bank melakukan             Ruang lingkup pelanggaran yang dapat
annual disclosure sebagai bentuk komitmen             dilaporkan melalui WBS sangat luas, mencakup
terhadap integritas pribadi dan profesional.          kecurangan, penggelapan aset, pembocoran
Pengawasan atas implementasi Kode Etik                informasi, tindak pidana perbankan, pelanggaran
dilakukan    oleh   unit   yang   membidangi          kode etik perusahaan, benturan kepentingan,
Sumber Daya Manusia dan Kepatuhan, yang               suap atau gratifikasi, tindakan tidak etis, hingga
berwenang     mengusulkan     pembaruan    jika       ketidakpatuhan syariah. Seluruh kategori tersebut
terjadi perubahan internal maupun eksternal           menjadi perhatian penting bagi BSI dalam
yang dapat memengaruhi relevansi Kode Etik.           menjaga kepercayaan publik dan memastikan
Setiap pelanggaran terhadap Kode Etik akan            standar tata kelola yang tinggi.
dikenakan sanksi sesuai ketentuan kepegawaian
yang berlaku sehingga memastikan disiplin dan         Selain sebagai sarana pelaporan, WBS juga
akuntabilitas tetap terjaga di seluruh tingkat        menjadi kanal bagi pegawai dan pemangku
organisasi.


                                                                                  LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   77
Page 79
06              TENTANG LAPORAN        STRATEGI KEBERLANJUTAN             IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




     KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN


     kepentingan untuk meminta saran mengenai                   pada tingkat manajemen melalui sistem
     penerapan etika bisnis, kepatuhan, serta tata              pengendalian internal dan pemantauan risiko.
     kelola keberlanjutan. Permintaan konsultasi dapat          Apabila di periode berikutnya terdapat isu kritis
     disampaikan melalui Unit Kepatuhan, Satuan                 yang memerlukan perhatian organ tata kelola
     Kerja Manajemen Risiko, atau Unit ESG, termasuk            tertinggi, jumlah dan sifat isu tersebut akan
     melalui email internal, NPS, dan sesi sosialisasi          diungkapkan secara transparan dalam Laporan
     kebijakan yang dilakukan secara berkala.                   Keberlanjutan.

     Untuk memudahkan pelaporan, BSI menyediakan
     berbagai kanal WBS yang dapat diakses kapan                ANTI KORUPSI, ANTI-FRAUD, DAN
     saja, yaitu:                                               PENGENDALIAN GRATIFIKASI

     •• Website: https://whistleblowing.tips/wbs/@E-WBS         Operasi-operasi yang Dinilai Memiliki Risiko
     •• Email: e-wbsi@rsm.id                                    [GRI 205-1]
     •• Telepon/WA/SMS: 08117-851-851                           BSI memahami bahwa risiko terjadinya tindakan
                                                                korupsi melekat pada seluruh unit kerja, seiring
     Pada tahun 2025, BSI mencatat total 118 laporan            dengan kewenangan pengelolaan anggaran
     WBS, yang terdiri dari 11 laporan yang telah               yang dijalankan secara mandiri oleh masing-
     ditindaklanjuti, 11 laporan yang masih dalam proses        masing unit. Sepanjang tahun 2025, manajemen
     investigasi, 46 laporan yang dinyatakan tidak              telah mengidentifikasi bahwa pengelolaan
     memenuhi kriteria atau tidak layak ditindaklanjuti,        anggaran tersebut merupakan risiko utama yang
     serta 50 laporan yang ditutup karena kurangnya             memerlukan pengendalian dan pengawasan
     bukti atau tidak terbukti. Seluruh laporan                 yang memadai.
     tersebut telah ditangani sesuai prosedur PTO
     WBS, termasuk proses analisis awal, klarifikasi,           Untuk meminimalkan potensi tersebut, BSI
     investigasi lanjutan, serta dokumentasi hasil              menerapkan berbagai program dan prosedur
     temuan. BSI memastikan bahwa setiap laporan                pencegahan korupsi yang sejalan dengan
     memperoleh respons yang memadai dan secara                 ketentuan hukum berlaku. Mengacu pada
     konsisten dipantau oleh Unit Kepatuhan dan                 Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang
     Manajemen Risiko untuk memastikan efektivitas              Pemberantasan      Tindak   Pidana     Korupsi,
     penanganan pengaduan dan peningkatan                       sebagaimana telah diubah dengan Undang-
     budaya integritas di seluruh organisasi.                   undang No. 20 Tahun 2002, korupsi dipahami
                                                                sebagai penyalahgunaan kewenangan untuk
     Penyampaian Isu Kritis kepada Organ Tata                   memperkaya diri sendiri atau pihak lain melalui
     Kelola Tertinggi [GRI 2-16]                                tindakan yang bertentangan dengan hukum.
     BSI memiliki mekanisme penyampaian isu kritis
     kepada organ tata kelola tertinggi melalui jalur           Salah satu bentuk yang dapat memicu praktik
     pelaporan berjenjang yang melibatkan Direksi,              korupsi adalah gratifikasi. Untuk mencegah
     Komite Manajemen Risiko, dan Satuan Kerja                  terjadinya penyalahgunaan ini, BSI telah
     Audit Internal. Isu yang dikategorikan sebagai             menetapkan PTO Pengendalian Gratifikasi, yang
     isu kritis meliputi kejadian yang berpotensi               secara rutin disosialisasikan kepada seluruh
     menimbulkan dampak material terhadap aspek                 pegawai agar dipahami dan diterapkan dalam
     keuangan, operasional, kepatuhan, reputasi,                aktivitas kerja sehari-hari.
     atau keberlanjutan Bank. Apabila suatu isu
     diklasifikasikan sebagai isu kritis dan memerlukan         Melalui penerapan kebijakan pengendalian
     penanganan segera, laporan khusus akan                     gratifikasi tersebut, BSI mendorong seluruh
     disampaikan kepada Dewan Komisaris melalui                 pegawai untuk:
     rapat koordinasi pengawasan atau melalui                   1. Membangun       nilai-nilai Good   Corporate
     mekanisme eskalasi yang telah ditetapkan.                     Governance dan menanamkan value integrity.
                                                                2. Tidak menerima        dan/atau   memberikan
     Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat isu kritis               gratifikasi    yang berhubungan dengan
     yang dikomunikasikan kepada Dewan Komisaris.                  jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban
     Mayoritas potensi isu signifikan berhasil ditangani           atau tugasnya.



      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
78    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 80
  LAPORAN DIREKSI        TATA KELOLA KEBERLANJUTAN     KINERJA KEBERLANJUTAN




                     KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN


3. Melaporkan setiap penerimaan gratifikasi            6. Jajaran Bank wajib mengedukasi pemberi
   yang berhubungan dengan jabatannya dan                 atau pihak yang berpotensi memiliki benturan
   berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya              kepentingan dengan cara yang baik dan sopan
   kepada Unit Pengendali Gratifikasi yang berada         mengenai larangan penerimaan gratifikasi
   di bawah koordinasi Unit Kerja Compliance.             yang dianggap suap dan/atau gratifikasi
                                                          lainnya yang dilarang.
Selain pengendalian gratifikasi, BSI juga              7. Apabila Jajaran Bank mengetahui adanya
melaksanakan sejumlah prosedur pencegahan                 penerimaan gratifikasi yang dianggap suap
untuk menghadapi risiko korupsi, suap, kickback,          dan tidak dilaporkan oleh penerima, maka
dan fraud lainnya, yang mencakup:                         yang bersangkutan dapat dilaporkan melalui
1. Pengendalian gratifikasi merupakan tugas               sarana WBS.
   dan tanggung jawab seluruh Jajaran Bank
2. Setiap jajaran Bank wajib menghindari dan
   menolak pemberian gratifikasi dengan sopan
   yang dapat dianggap sebagai pemberian suap             Penerapan ISO 37001:2016 Sistem
   (baik itu pemberian dari pihak eksternal               Manajemen Anti Penyuapan (SMAP)
   ataupun      internal/sesama     Jajaran    Bank)
   yang berhubungan dengan jabatannya dan                 Memasuki        tahun    2025,    BSI     terus
   berlawanan dengan kewajiban dan tugasnya               mempertahankan penerapan Sertifikasi
   sebagai Pejabat Bank.                                  ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti
3. Apabila penerimaan gratifikasi tidak dapat             Penyuapan (SMAP) yang telah dimiliki sejak
   ditolak pada kesempatan pertama,            maka       2021 dan diperbarui melalui resertifikasi pada
   penerima        gratifikasi wajib melaporkan           2024. Penerapan standar ini tetap menjadi
   penerimaan       gratifikasi   tersebut    dalam       fondasi penting dalam memastikan seluruh
   jangka waktu selambat-lambatnya 24 jam                 aktivitas bisnis BSI berjalan sesuai prinsip
   sejak penerimaan kepada Unit Pengendali                integritas, transparansi, dan tata kelola yang
   Gratifikasi (Anti Bribery-Compliance & AML-            bebas dari penyuapan. Sepanjang 2025,
   CFT Group) disertai dengan bukti autentik              BSI melanjutkan penguatan pengendalian
   pengembalian gratifikasi, antara lain berita           internal serta peningkatan kepatuhan
   acara serah terima pengembalian barang                 untuk memastikan efektivitas penerapan
   gratifikasi yang ditandatangani oleh penerima          ISO 37001:2016. Manfaat dari keberlanjutan
   dan pemberi atau bukti setoran/transfer jika           penerapan ISO SMAP ini mencakup:
   penerimaan dalam bentuk uang.                          1. Mencegah Praktik Penyuapan
4. Jajaran Bank yang melakukan penolakan/                 2. Meningkatkan Kepatuhan Terhadap
   penerimaan Gratifikasi, maka penerima                     Regulasi
   gratifikasi wajib melaporkan hal tersebut              3. Meningkatkan Reputasi Perusahaan
   kepada Unit Pengendali Gratifikasi melalui             4. Meminimalkan Risiko Hukum
   email. antibribery@bankbsi.co.id dan/atau              5. Menciptakan Lingkungan Bisnis yang
   melalui Whatsapp dengan nomor 08118 451                   Etis
   451 paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sejak        6. Meningkatkan        Pengawasan          dan
   penerimaan gratifikasi dengan tembusan                    Akuntabilitas
   kepada Kepala Unit Kerja Pelapor.                      7. Menambah Nilai Kompetitif
5. Unit Pengendali Gratifikasi melakukan review           8. Memberikan        Kepercayaan       Kepada
   atas pelaporan penerimaan gratifikasi dan                 Investor dan Pemangku Kepentingan
   memutuskan         jenis     gratifikasi tersebut
   (menjadi kelolaan Bank atau dapat dimiliki
   oleh Pelapor) dan          menerbitkan      Surat
   Keputusan Penetapan Gratifikasi selambat-
   lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja sejak
   laporan gratifikasi diterima lengkap berserta
   dokumen pendukungnya.




                                                                               LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   79
Page 81
06                  TENTANG LAPORAN           STRATEGI KEBERLANJUTAN             IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN         PROFIL PERUSAHAAN




     KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN


     Komunikasi dan Pelatihan Tentang Kebijakan dan Prosedur [GRI 205-2]
     Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman seluruh insan Bank
     mengenai mekanisme pengendalian serta menanamkan budaya Awareness Anti-Fraud sesuai PTO
     Pengendalian Gratifikasi. Sepanjang 2025, kegiatan sosialisasi ini terus diperluas dan diberikan kepada
     seluruh pegawai BSI, termasuk Direksi dan Dewan Komisaris, sebagai bagian dari upaya penguatan
     integritas di seluruh unit kerja.

     Selain kepada internal, BSI juga memberikan edukasi anti-fraud kepada mitra bisnis melalui proses
     pengadaan barang dan jasa, kegiatan vendor gathering, penandatanganan pakta integritas, dan
     penerapan etika pengadaan di seluruh wilayah operasional. Upaya ini diperkuat dengan penyediaan
     dan pembaruan informasi kebijakan anti-fraud melalui situs resmi BSI, memastikan seluruh pemangku
     kepentingan memiliki akses yang jelas terhadap standar etika dan tata kelola yang diterapkan Bank.

     Pada tahun 2025, program yang dijalankan meliputi:

     1.    Pelaksanaan Risk Awareness dan Anti-Fraud Campaign kepada seluruh pegawai melalui berbagai
           media, baik online maupun offline, termasuk email blast, desktop notification, poster, infografis,
           video, media sosial, dan monitoring onsite. Kegiatan ini mencakup penyebaran konten dan poster
           anti-gratifikasi bekerja sama dengan Corporate Secretary & Communication Group melalui email
           blast, WhatsApp blast, media sosial, dan website perusahaan dengan rincian sebagai berikut:


             No.         Tanggal                              Perihal                                         Media

              1.   30 Janari 2025      Videografis Complaince Awareness “Gratifikasi dari      Email blast
                                       Pandangan Islam”

              2.   28 Februari 2025    Poster Himbauan Pengendalian Gratifikasi di Bulan       Email blast
                                       Suci Ramadhan 1446 H

              3.   2 & 3 Maret 2025    Poster Larangan Gratifikasi Ramadhan 1446 H             Website dan media Sosial BSI

             4.    6 Maret 2025        Imbauan Pencegahan dan Pengendalian Gratifikasi         Surat
                                       Hari Raya Idul Fitri 1446 H

              5.   6 Maret 2025        Imbauan Pencegahan dan Pengendalian Gratifikasi         Nota
                                       Hari Raya Idul Fitri 1446 H

             6.    24 Maret 2025       Poster Sambut Idul Fitri tanpa Gratifikasi              Email blast

              7.   30 Maret 2025       Poster Indahnya idul Fitri tanpa Gratifikasi            Media sosial BSI

             8.    17 April 2025       Hari Kartini tema “Hentikan Gratifikasi Bangun          Email blast
                                       Integritas”

             9.    19 Mei 2025         Hari Kebangkitan Nasional tema “Bangkit Bersama,        Email blast
                                       Tolak Gratifikasi untuk Indonesia Berintegritas”

             10.   6 Juni 2025         Komitmen Anti Gratifikasi Insan BSI terkait Hari        Media sosial dan website BSI
                                       Raya Idul Adha

             11.   10 Juni 2025        Hari Raya Idul Adha mengenai larangan menerima          Email blast
                                       gratifikasi hari Raya idul Adha`

             12.   10 – 11 Juni 2025   Media Pelaporan Gratifikasi di BSI                      Desktop PC BSI

             13.   8 – 9 Juli 2025     7 Langkah Mengindentifikasi Gratifikasi (PROVE IT)      Desktop PC BSI
                                       di BSI

             14.   15 Agustus 2025     Hari Kemerdekaan RI Ke 80 tema “ Merdeka dari           Email blast
                                       Gratifikasi dan Suap”

             15.   10 November 2025    Hari Pahlawan                                           Email blast

             16.   9 Desember 2025     Hari Antikorupsi Sedunia                                Email blast

             17.   23 Desember 2025    Menyambut Tahun Baru 2026                               Email blast




          MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
80        PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 82
 LAPORAN DIREKSI             TATA KELOLA KEBERLANJUTAN            KINERJA KEBERLANJUTAN




                      KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN


2. Sosialisasi Anti Gratifikasi (Laa Risywah) kepada seluruh pegawai. Kegiatan ini bertujuan membangun
   kesadaran pegawai terhadap pentingnya pencegahan gratifikasi serta memastikan pemahaman
   yang selaras di seluruh unit kerja.
   a. Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi dilakukan melalui sesi tatap muka yang diselenggarakan
      secara daring maupun luring, sehingga dapat menjangkau seluruh pegawai tanpa batasan lokasi.:


        Sasaran Sosialisasi                                                    Peserta Sosialisasi

       PIHAK INTERNAL           7 Februari 2025          1. Seluruh sekretaris Direksi, Komisaris,
       (Pegawai Organik                                  2. Dewan Pengawas Syariah, dan seluruh Group secara
       dan Non Organik                                      online (Teams)
       BSI)
                                24 - 25 April 2025       RO II Medan
                                3 Juni 2025              HCS
                                11 Juni 2025             1.   RCBM Banjarmasin,
                                                         2.   RCBM Balikpapan,
                                                         3.   ASBM Banjarmasin, dan
                                                         4.   ASBM Balikpapan
                                14 Juni 2025             FOG Kantor Pusat
                                6 Agustus 2025           1. KCP Serang A Yani 1,
                                                         2. KCP JKT Gading Boulevard Raya,
                                                         3. KC Bekasi A Yani,
                                                         4. KCP JKT Rawamangun,
                                                         5. Area Consumer Business Manager,
                                                         6. Fancing Channel Manager
                                4 Oktober 2025           FCG Kantor Pusat
                                11 November 2025         RSC All Region
       PIHAK EKSTERNAL          13 Oktober 2025          PT Mandiri Utama Finance (Mitra Kerja)
       (Rekanan, Vendor,
       Mitra kerja dan
       Pihak ketiga lainnya)


   b. Selain penyampaian materi, BSI juga melakukan kunjungan langsung ke unit kerja sebagai bagian
      dari pengawasan atas pelaksanaan sosialisasi yang telah dilakukan, dengan rincian sebagai berikut:

       No.          Tanggal                                            Unit Kerja                            Region

         1.   24 - 25 April 2025      KC Lubuk Pakam                                                           II
         2.   24 - 25 April 2025      KC Medan Juanda                                                          II
         3.   20 Mei 2025             KC Semarang Padanaran                                                    VII
        4.    21 Mei 2025             KCP Pemuda Klaten                                                        VII
         5.   22 Mei 2025             KC Yogyakarta Kota Gede                                                  VII
        6.    3-4 Juni 2025           KCP Bandung Rancaekek                                                    VI
         7.   10-11 Juni 2025         KC Cirebon dr Cipto                                                      VI
        8.    18 Juli 2025            KC Bandung Metro                                                         VI
        9.    23 Juli 2025            KC Bandung Citarum                                                       VI
        10.   11 Agustus 2025         KCP Bandung Surapati                                                     VI
        11.   12 Agustus 2025         KC Bandung Antapani                                                      VI
        12.   13 Agustus 2025         Area Pontianak                                                           IX
        13.   14 Agustus 2025         RO IX Kalimantan                                                         IX




                                                                                           LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   81
Page 83
06                 TENTANG LAPORAN             STRATEGI KEBERLANJUTAN        IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




     KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN


            No.            Tanggal                                      Unit Kerja                            Region

             14.     20 Agustus 2025        KC Bandung Pajajaran                                                VI
             15.     21 Agustus 2025        KCP Bandung Buah Batu 2                                             VI
             16.     4 September 2025       KCP Bandung Dago                                                    VI
             17.     8 September 2025       KCP Bandung RE Martadinata                                          VI
             18.     9 September 2025       KCP JKT Telkom Gatot Subroto                                        IV
             19.     9 September 2025       KCP Bandung Setrasari                                               VI
            20.      10 September 2025      KCP JKT Cikini                                                      IV
             21.     10 September 2025      RFO & FC RO Bandung                                                 VI
             22.     10 September 2025      KCP Bandung Kopo                                                    VI
             23.     11 September 2025      KCP JKT Wahid Hasyim                                                IV
            24.      15 September 2025      KCP Cimahi Baros                                                    VI
             25.     16 September 2025      KCP JKT Bendungan Hilir                                             IV
             26.     17 September 2025      KCP Cimahi                                                          VI
             27.     8 Oktober 2025         KCP Cimahi Amir Macmud                                              VI
            28.      10 Oktober 2025        KCP Bandung Astana Anyar                                            VI


     Pada tahun 2025, BSI telah melaksanakan sosialisasi kebijakan anti-korupsi dan penandatanganan
     pakta integritas kepada seluruh kelompok pemangku kepentingan internal dan eksternal. Seluruh
     anggota Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah (100%) telah mengikuti sosialisasi
     serta menandatangani pakta integritas. Dari total pegawai, seluruh pegawai (100%) juga telah menerima
     sosialisasi kebijakan anti-korupsi dan anti-gratifikasi serta melakukan penandatanganan pakta integritas.
     Selain itu, seluruh mitra bisnis (100%) telah memperoleh sosialisasi melalui proses pengadaan, vendor
     gathering, serta penandatanganan pakta integritas. Penyampaian data kuantitatif ini memastikan
     bahwa cakupan program anti-korupsi BSI dapat dievaluasi secara terukur dan transparan.

     Insiden yang Terbukti dan Tindakan yang Diambil [GRI 205-3]
     Pada tahun 2025, BSI tidak mencatat adanya insiden korupsi yang terbukti. Komitmen terhadap
     penerapan prinsip anti-korupsi dan penguatan pengendalian internal memastikan bahwa seluruh
     proses bisnis berjalan sesuai dengan ketentuan dan tidak ditemukan pelanggaran yang terkait dengan
     tindak pidana korupsi sepanjang periode pelaporan.

     Pada tahun 2025, BSI mencatat sejumlah insiden korupsi yang melibatkan 3 (tiga) pegawai tetap.
     Atas insiden tersebut, 3 (tiga) pegawai tetap dikenakan pemutusan hubungan kerja. Tidak terdapat
     pemutusan kontrak terhadap mitra maupun pengajuan laporan kasus fraud yang berasal dari publik.

     Dalam rangka mencegah terulangnya kejadian serupa serta mendukung pencapaian zero corruption,
     BSI memperkuat pengendalian internal, meningkatkan pemantauan berbasis risiko, serta memperluas
     pelaksanaan program edukasi anti-korupsi di seluruh unit kerja.


           Keterangan                Jumlah (Orang)                                    Status

     Pegawai tetap                         3             3 karyawan dikenakan pemutusan hubungan kerja
     Pegawai tidak tetap                   0             -




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
82    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 84
 LAPORAN DIREKSI          TATA KELOLA KEBERLANJUTAN          KINERJA KEBERLANJUTAN




                      KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN


PERDAGANGAN ORANG DALAM

Sebagai bank publik, BSI memiliki kewajiban untuk memastikan seluruh aktivitasnya sejalan dengan
ketentuan pasar modal serta menjunjung tinggi prinsip keadilan dan transparansi. Untuk itu, BSI
menerapkan kebijakan larangan insider trading yang mengatur bahwa seluruh pegawai, manajemen,
dan pihak yang memiliki akses terhadap informasi material non-publik dilarang memanfaatkan informasi
tersebut untuk keuntungan pribadi maupun pihak lain.

Pengawasan terhadap kepatuhan pasar modal dilakukan oleh Corporate Secretary bersama unit-unit
terkait yang memastikan bahwa setiap aktivitas yang melibatkan informasi material dilakukan sesuai
ketentuan dan dicatat secara transparan. BSI secara berkala memberikan edukasi dan sosialisasi
mengenai kewajiban pelaporan kepemilikan saham, batasan transaksi, dan ketentuan penggunaan
informasi material. Setiap potensi pelanggaran ditangani melalui proses verifikasi menyeluruh serta
dilaporkan kepada otoritas sesuai ketentuan.

Sepanjang 2025, BSI tidak mencatat adanya insiden insider trading. Hal ini menunjukkan efektivitas
pengendalian internal serta kesadaran tinggi seluruh pegawai dalam menjaga integritas dan kepatuhan
terhadap regulasi pasar modal.

PELINDUNGAN DATA PRIBADI

Pelindungan Data Pribadi
Pelindungan data pribadi di Indonesia berlandaskan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang
Pelindungan Data Pribadi, yang menjadi landasan hukum utama dalam pengelolaan dan pelindungan
data pribadi. Undang-undang ini mengatur hak subjek data, kewajiban pengendali dan/atau prosesor
data pribadi, mekanisme transfer data pribadi, serta sanksi atas pelanggaran ketentuan yang berlaku.

Regulasi tersebut menempatkan privasi sebagai bagian dari hak asasi manusia dan menuntut organisasi
untuk bertanggung jawab dalam mengelola data pribadi secara tepat sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.



                      Mengenal UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) Indonesia
                        Ringkasan pilar utama Undang-undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP)
                                          sebagai hak asasi manusia di era digital.


              Apa itu UU PDP?                         Prinsip Utama:                        Hak Subjek Data:
              UU No. 27/2022 yang                     Sah, Adil, Transparan                 Kendali di Tangan Anda
              mengaku data pribadi                    Pemrosesan data pribadi               Individu berhak
              sebagai hak                             wajib berdasarkan                     mengetahui, mengakses,
              dasar manusia.                          persetujuan sah dari                  dan memperbaiki data
                                                      pemilik data.                         pribadinya.


              Kewajiban Pengendali                    Sanksi Tegas:                         Tujuan Utama:
              Data: Lindungi & Lapor                  Administratif & Pidana                Menjaga Martabat
              Wajib melindungi data dan               Diterapkan untuk                      Warga Negara
              memberi tahu jika terjadi               memastikan pengelolaan                Melindungi hak,
              kebocoran (data breach).                data yang bertanggung                 keamanan, dan reputasi
                                                      jawab dan adil.                       individu di dunia digital.




Siklus Pelindungan Data Pribadi
Bank telah mengatur tahapan proses dalam pelindungan data pribadi sebagai berikut:




                                                                                     LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025          83
Page 85
06             TENTANG LAPORAN                STRATEGI KEBERLANJUTAN            IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN         PROFIL PERUSAHAAN




     KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN



                                            Confidentiality Integrity Availability

                 01. Perolehan dan                          02. Pengolahan dan                          03. Penyimpanan
                     Pengumpulan                               Penganalisaan                               »» Pengamanan Data
                     »» Tujuan Pemrosesan                      »» Record of Processing                     »» Retensi Data
                     »» Dasar Pemrosesan                          Activities (ROPA)
                     »» Pembatasan                             »» Data Protection
                        Penggunaan dan                            Impact Assessment
                        Pengumpulan Data                          (DPIA)


                 04. Perbaikan dan                          05. Penampilan,                             06. Penghapusan atau
                    Pembaharuan                                Pengumuman, Transfer,                       Pemusnahan
                    »» Verifikasi Data                         Penyebarluasan atau                      Penghapusan dan
                    »» Memfasilitasi Subjek                    Pengungkapan                                Pemusnahan Sesuai
                       Data, melengkapi,                       »» Pemberian Notifikasi                     JRD
                       Membaharui Data                            ke Subjek Data                            »» Penetapan
                                                               »» Mematuhi Kriteria                            Mekanisme
                                                                  Transfer Data ke Luar                        Penghapusan dan
                                                                  Wilayah NKRI                                 Pemusnahan
                                                               »» Pengendalian
                                                                  Keamanan Data Pribadi




     Maqashid Syariah dan Pelindungan Data Pribadi
     Bank dalam menerapkan pelindungan data pribadi dalam konteks modern dapat dikaitkan langsung
     dengan Maqashid Syariah, sebagai berikut:




                            Amanah di Era Digital: Menjaga Privasi dalam Bingkai Syariah


                       Krisis Data Global 2024:                                     Apa itu Maqashid Syariah?
                       Lebih dari 5,5 Miliar Akun Bocor                             Tujuan utama hukum Islam untuk
                       Peningkatan hampir 8 kali lipat dari                         mewujudkan kemaslahatan dan
                       tahun sebelumnya, menunjukkan                                mencegah kemudaratan.
                       urgensi pelindungan data.



                       Menjaga Harga (Hifz al-Mal)                                  Menjaga Jiwa dan Kehormatan (Hifz
                       Melindungi data perbankan dan                                al-Nafs & Hifz al-‘Ird)
                       aset ekonomi dari peniupuan dan                              Mencegah penyalahgunaan data
                       pencurian identitas.                                         yang mengancam keselamatan dan
                                                                                    merusak nama baik individu.




                       Menjaga Akal (Hifz al-‘Aql)                                  Perlindungan Data adalah Amanah
                       Mencegah manipulasi data dan                                 Bukan sekedar kewajiban hukum,
                       informasi yang dapat menyesatkan                             tetapi tanggung jawab moral dan
                       pengambilan keputusan.                                       religius di era digital




     a. Hifz al-nafs (pelindungan jiwa)
        Data pribadi yang bocor dapat membahayakan keselamatan seseorang, seperti alamat rumah dan
        data kesehatan. Menjaga kerahasiaan data berarti menjaga keamanan jiwa.




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
84    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 86
     LAPORAN DIREKSI       TATA KELOLA KEBERLANJUTAN     KINERJA KEBERLANJUTAN




                       KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN


b. Hifz al-‘aql (pelindungan akal)                          Integrasi tersebut memastikan kebijakan
   Informasi pribadi yang disalahgunakan, seperti           privasi yang ditampilkan kepada publik dan
   manipulasi psikologis dan hoaks berbasis                 pemangku kepentingan selalu mutakhir,
   data, dapat merusak akal sehat. Pelindungan              konsisten, dan selaras di seluruh kanal digital
   data mencegah eksploitasi yang merusak                   resmi BSI, serta meningkatkan transparansi
   rasionalitas.                                            dan akuntabilitas dalam pemrosesan data
                                                            pribadi.
c. Hifz al-nasl (pelindungan keturunan/martabat)
   Privasi keluarga, rekam jejak digital, dan               Securiti.AI    juga     menyediakan        modul
   data anak-anak perlu dijaga agar tidak                   fungsional untuk memperkuat implementasi
   menimbulkan aib atau merusak kehormatan.                 pelindungan data pribadi secara menyeluruh,
                                                            meliputi:
d. Hifz al-mal (pelindungan harta)                          •• Record of Processing Activities (RoPA),
   Data finansial, termasuk rekening, kartu                    untuk        mendokumentasikan             dan
   kredit, dan transaksi, merupakan bagian dari                memetakan seluruh aktivitas pemrosesan
   harta. Kebocoran data dapat menyebabkan                     data pribadi secara terstruktur, sehingga
   pencurian atau penipuan.                                    BSI memiliki visibilitas atas seluruh jenis
                                                               data, tujuan pemrosesan, serta pihak-pihak
e. Hifz al-din (pelindungan agama)                             yang terlibat.
   Data yang berkaitan dengan keyakinan                     •• Data Protection Impact Assessment (DPIA),
   atau praktik ibadah termasuk data sensitif.                 yang digunakan untuk mengidentifikasi,
   Menjaga kerahasiaannya berarti melindungi                   menganalisis, dan memitigasi risiko PDP
   kebebasan beragama dari diskriminasi atau                   pada pemrosesan data pribadi yang
   penyalahgunaan.                                             terdapat di dalam seluruh produk dan
                                                               layanan serta kegiatan operasional BSI,
Pelindungan      data    pribadi      merupakan                khususnya yang berisiko tinggi terhadap
manifestasi kontemporer dari Maqashid Syariah                  hak dan kebebasan subjek data.
karena keduanya berorientasi pada penjagaan                 •• Data Breach Management, sebagai sarana
kemaslahatan, martabat, dan keamanan manusia.                  pengelolaan insiden kebocoran data
Regulasi    modern    seperti  Undang-Undang                   secara sistematis, mulai dari pencatatan,
Pelindungan Data Pribadi di Indonesia maupun                   penilaian dampak, hingga tindak lanjut dan
GDPR di Eropa sejalan dengan nilai-nilai Maqashid              pelaporan sesuai dengan ketentuan yang
Syariah dalam menjaga hak-hak dasar manusia.                   berlaku.
                                                            •• Data Subject Request (DSR), untuk
Sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi,                    memfasilitasi       pemenuhan          hak-hak
Bank telah menerapkan pengaturan pelindungan                   subjek data, seperti hak akses, perbaikan,
data pribadi yang dituangkan dalam beberapa                    penghapusan,        dan     keberatan      atas
inisiatif berikut:                                             pemrosesan data pribadi, secara terkelola
                                                               dan terdokumentasi.
1.    Implementasi Pelindungan Data Pribadi                 •• Sensitive      Data     Intelligence,     yang
      melalui Tools Pelindungan Data Pribadi                   memungkinkan BSI untuk mengidentifikasi
      (Securiti.AI)                                            dan      mengelola    data      pribadi   yang
      Bank menggunakan sistem berbasis teknologi               bersifat sensitif secara lebih akurat,
      berupa aplikasi Securiti.AI sebagai platform             guna memastikan penerapan kontrol
      terintegrasi untuk mendukung pembaruan,                  pelindungan yang memadai.
      pengelolaan, dan pengendalian kebijakan               •• Universal Consent Management, untuk
      privasi secara berkelanjutan sesuai dengan               mengelola persetujuan (consent) subjek
      perkembangan regulasi dan praktik terbaik                data secara terpusat, transparan, dan dapat
      pelindungan data pribadi. Aplikasi Securiti.AI           ditelusuri, sesuai dengan prinsip lawful
      telah terintegrasi dengan ekosistem digital BSI,         basis for processing.
      meliputi:
      •• BSI Web Corporate;
      •• BSI Investor Relations; dan
      •• BSI Web Dubai.


                                                                                 LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025      85
Page 87
06             TENTANG LAPORAN        STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




     KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN


        •• Cookie   Consent   Management,     yang             PENERAPAN STANDAR DAN PEDOMAN
           memastikan    pengelolaan   persetujuan             KEBERLANJUTAN INTERNASIONAL ISO
           penggunaan cookie pada kanal digital BSI            26000:2010 – GUIDANCE ON SOCIAL
           dilakukan secara transparan dan sesuai              RESPONSIBILITY
           dengan ketentuan PDP.
                                                               Sebagai bagian dari penguatan tata kelola
     2. Penerapan Tata Kelola Pelindungan Data                 keberlanjutan dan komitmen terhadap praktik
        Pribadi melalui Penguatan Kebijakan dan                bisnis yang bertanggung jawab, BSI secara
        Prosedur Bank                                          berkelanjutan mengacu pada standar dan
        Bank memastikan ketersediaan kebijakan dan             pedoman internasional yang relevan. Salah satu
        prosedur yang mendukung aktivitas bisnis dan           pedoman utama yang digunakan adalah ISO
        operasional terkait pelindungan data pribadi.          26000:2010 – Guidance on Social Responsibility,
        Sepanjang tahun 2025, Bank telah:                      yang memberikan kerangka komprehensif
        •• menerbitkan 4 ketentuan baru, dan                   mengenai prinsip, praktik, dan isu inti tanggung
        •• melakukan 206 pemutakhiran ketentuan.               jawab sosial organisasi.

        Ketentuan tersebut mencakup kebijakan,                 Pada tahun 2025, BSI telah melaksanakan Gap
        standar prosedur pengendalian, dan petunjuk            Analysis terhadap implementasi ISO 26000:2010
        teknis operasional yang mengatur seluruh               untuk menilai tingkat kesesuaian kebijakan,
        siklus pengelolaan data pribadi, mulai dari            proses, dan praktik operasional Bank terhadap
        pengumpulan hingga penghapusan data.                   prinsip-prinsip tanggung jawab sosial. Gap
        Seluruh ketentuan disusun dengan mengacu               Analysis ini dilakukan melalui penelaahan
        pada peraturan perundang-undangan di                   dokumen, wawancara dengan unit kerja terkait,
        Indonesia serta praktik terbaik di industri            serta evaluasi atas praktik yang telah berjalan,
        perbankan dan teknologi informasi, serta               guna memastikan bahwa prinsip tanggung jawab
        didukung oleh mekanisme pengawasan                     sosial telah terintegrasi secara memadai dalam
        internal, pengelolaan risiko, dan peningkatan          tata kelola dan aktivitas bisnis BSI.
        kesadaran pegawai melalui sosialisasi dan
        pelatihan berkelanjutan.                               Berdasarkan hasil Gap Analysis, BSI mencatat
                                                               tingkat kesesuaian (compliance) sebesar 91,7%
     3. Penerapan ISO/IEC 27701 – Privacy Information          terhadap persyaratan ISO 26000:2010. Capaian
        Management System (PIMS)                               ini menunjukkan bahwa mayoritas prinsip
        Untuk     mendukung     visi   BSI     sebagai         dan subjek inti tanggung jawab sosial telah
        bank syariah bertaraf global, Bank telah               diimplementasikan secara efektif dan konsisten
        mengimplementasikan standar internasional              dalam operasional Bank. Sementara itu, sebanyak
        ISO/IEC    27701  –   Privacy     Information          8,3% diidentifikasi sebagai Opportunity for
        Management System (PIMS). Penerapan                    Improvement (OFI), yang mencerminkan area
        standar ini memperkuat kerangka kerja                  penguatan berkelanjutan dan bukan merupakan
        keamanan informasi dengan memastikan                   ketidaksesuaian yang bersifat material.
        pengelolaan data pribadi dilakukan secara
        sistematis, terukur, dan terdokumentasi                Evaluasi kepatuhan tersebut mencakup seluruh
        dengan baik, baik dalam peran Bank sebagai             prinsip utama ISO 26000, yaitu akuntabilitas,
        pengendali data maupun sebagai pemroses                transparansi,     perilaku    etis, penghormatan
        data.                                                  terhadap kepentingan pemangku kepentingan,
                                                               kepatuhan terhadap hukum, penghormatan
     Melalui    kelengkapan    ketentuan     internal          terhadap norma perilaku internasional, serta
     pelindungan data pribadi dan penerapan ISO/IEC            penghormatan terhadap hak asasi manusia.
     27701, Bank menegaskan komitmennya dalam                  Selain itu, penilaian juga dilakukan terhadap tujuh
     melindungi hak privasi nasabah dan pemangku               subjek inti tanggung jawab sosial, meliputi:
     kepentingan lainnya sebagai bagian dari strategi          •• Tata Kelola Organisasi,
     keberlanjutan.                                            •• Hak Asasi Manusia,
                                                               •• Praktik Ketenagakerjaan,
                                                               •• Lingkungan Hidup,



      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
86    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 88
 LAPORAN DIREKSI       TATA KELOLA KEBERLANJUTAN    KINERJA KEBERLANJUTAN




                   KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN


•• Praktik Operasional yang Adil,
•• Isu Konsumen, dan
•• Pelibatan serta Pengembangan Masyarakat.

Hasil Gap Analysis menegaskan bahwa pendekatan keberlanjutan BSI bersifat holistik dan terintegrasi,
mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup, serta selaras dengan karakteristik BSI sebagai
bank syariah yang mengedepankan nilai etika, keadilan, dan kemaslahatan.

Area OFI yang teridentifikasi menjadi dasar bagi penyusunan rencana tindak lanjut (action plan) dalam
rangka penguatan kebijakan, prosedur, dan mekanisme implementasi tanggung jawab sosial secara
berkelanjutan. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip continual improvement dan komitmen BSI untuk
meningkatkan kualitas tata kelola keberlanjutan dari waktu ke waktu.

Hasil Gap Analysis ISO 26000:2010 dimanfaatkan sebagai referensi strategis dalam:
•• penguatan tata kelola keberlanjutan,
•• penyempurnaan kebijakan dan pedoman internal,
•• peningkatan koordinasi lintas fungsi, serta
•• penajaman proses identifikasi dan pengelolaan isu keberlanjutan yang material.

Dengan tingkat kesesuaian yang tinggi terhadap ISO 26000:2010 dan komitmen untuk menindaklanjuti
area penguatan yang teridentifikasi, BSI menegaskan perannya sebagai institusi perbankan syariah
yang bertanggung jawab, beretika, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang, sekaligus
memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan.




   ISO 26000:2010 – Kesesuaian Tanggung Jawab Sosial

   Tingkat Kepatuhan 91,7%

   Pada tahun 2025, BSI telah melaksanakan Gap Analysis secara komprehensif terhadap
   ISO 26000:2010, yang mengonfirmasi tingkat kesesuaian yang tinggi (91,7%) terhadap
   prinsip-prinsip tanggung jawab sosial internasional, mencakup aspek tata kelola, hak
   asasi manusia, praktik ketenagakerjaan, pengelolaan lingkungan hidup, pelindungan
   konsumen, praktik operasional yang adil, serta pelibatan dan pengembangan
   masyarakat.

   Sisa 8,3% diidentifikasi sebagai Opportunity for Improvement (OFI), yang menjadi
   dasar bagi peningkatan berkelanjutan atas tata kelola keberlanjutan, kebijakan, serta
   integrasi lintas fungsi, tanpa adanya ketidaksesuaian yang bersifat material.

   Hasil penilaian ini memperkuat komitmen BSI dalam menerapkan praktik keberlanjutan
   yang beretika, akuntabel, dan berlandaskan nilai, sejalan dengan peran BSI sebagai bank
   syariah terdepan yang berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang dan penguatan
   kepercayaan pemangku kepentingan.




                                                                            LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   87
Page 89
06             TENTANG LAPORAN        STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




     AKTIVITAS LOBI DAN
     KONTRIBUSI POLITIK


     BSI memastikan bahwa seluruh aktivitasnya selaras dengan ketentuan perundang-undangan tanpa
     melakukan upaya untuk memengaruhi kebijakan publik atau keputusan pemerintah. Sepanjang tahun
     2025, BSI tidak melakukan kegiatan lobi dalam bentuk apa pun yang berkaitan dengan penyusunan
     regulasi atau kebijakan pemerintah.

     Selain itu, BSI tidak memberikan kontribusi politik, baik berupa dana, fasilitas, maupun bentuk dukungan
     lainnya kepada partai politik, kandidat, atau kegiatan politik. Kebijakan ini ditegakkan untuk menjaga
     independensi dan integritas BSI.




     PENERAPAN PROGRAM ANTI
     PENCUCIAN UANG (APU),
     PENCEGAHAN PENDANAAN
     TERORISME (PPT) DAN PENCEGAHAN
     PENDANAAN PROLIFERASI SENJATA
     PEMUSNAH MASSAL (PPPSPM)


     Sebagai lembaga keuangan syariah yang                     Implementasi program APU, PPT, dan PPPSPM
     beroperasi dalam ekosistem perbankan nasional             di BSI telah dijalankan sesuai ketentuan
     dan global, BSI memiliki tanggung jawab strategis         perundang-undangan serta international best
     untuk menjaga integritas seluruh transaksi                practices. Program ini mencakup lima pilar
     keuangan serta memastikan produk dan layanan              utama, yaitu pengawasan aktif Direksi dan Dewan
     digunakan secara sah dan aman. Peran ini tidak            Komisaris, kebijakan dan prosedur, pengendalian
     hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap                 internal, sistem informasi manajemen, serta
     regulasi, tetapi juga merupakan wujud penerapan           pengembangan sumber daya manusia dan
     nilai-nilai syariah dalam melindungi kemaslahatan         pelatihan. Penjelasan lebih lengkap mengenai
     dan mencegah kemudaratan. Oleh karena itu, BSI            penerapan program APU, PPT, dan PPPSPM dapat
     mendukung upaya penegakan hukum melalui                   ditemukan dalam Laporan Tahunan pada bagian
     pelaksanaan program APU, PPT, dan PPPSPM.                 Tata Kelola Perusahaan yang dapat diakses
                                                               melalui tautan berikut: https://ir.bankbsi.co.id.




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
88    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 90
  LAPORAN DIREKSI             TATA KELOLA KEBERLANJUTAN           KINERJA KEBERLANJUTAN




PENERAPAN KEUANGAN
KEBERLANJUTAN
[OJK E]




PENANGGUNG JAWAB PENERAPAN                                        Dewan Komisaris dan Direksi bertanggung jawab
KEUANGAN BERKELANJUTAN                                            meninjau dan menyetujui Laporan Keberlanjutan,
[OJK E.1] [GRI 2-9, 2-12, 2-13, 2-14] [IFRS S1-GOVERNANCE, IFRS   termasuk penetapan topik material serta
S2- GOVERNANCE]                                                   memastikan relevansi dan akurasi pengungkapan.
                                                                  Peninjauan dilakukan setidaknya sekali setiap
Sebagai institusi yang berkomitmen pada prinsip                   tahun sebelum laporan diterbitkan.
keberlanjutan, BSI menerapkan tata kelola
ESG melalui keterlibatan aktif organ pengawas
dan pengelola. Dewan Komisaris, Direksi, dan                         Dewan Komisaris/Komite              Dewan Pengawas
Dewan Pengawas Syariah berperan memastikan                           Dewan Komisaris Terkait                 Syariah

bahwa     proses    dan    kebijakan  Keuangan
Berkelanjutan berjalan konsisten, sesuai regulasi,                               Direksi / Komite Direksi Terkait

dan mengikuti prinsip syariah. Keterlibatan
ini mencakup pemberian arahan strategis,                                                ESG Working Group

pengawasan implementasi RAKB, penyusunan
Laporan Keberlanjutan, serta penetapan prioritas                                     Unit Kerja Koordinator ESG
keberlanjutan Bank.
                                                                                     Unit Kerja Kontributor ESG
Dewan Komisaris memperoleh pembaruan rutin
dari Direksi dan Komite Manajemen Risiko terkait                    • Unit Bisnis                    • Unit Enabler
                                                                    • Unit Support                   • Regional Office
identifikasi risiko dan peluang keberlanjutan.
Informasi tersebut menjadi dasar dalam
pengambilan keputusan strategis, khususnya
                                                                  Untuk memperkuat koordinasi keberlanjutan,
terkait mitigasi dampak ekonomi, sosial, dan
                                                                  BSI telah membentuk unit kerja khusus ESG
lingkungan. Selain mekanisme internal, Dewan
                                                                  melalui Keputusan Direksi No. 04/219-KEP/DIR
Komisaris juga berperan dalam proses uji tuntas
                                                                  tanggal 6 Juni 2024. Unit ini berada di bawah
(due diligence) melalui RUPS serta dialog dengan
                                                                  supervisi langsung Wakil Direktur Utama dan
pemegang saham dan regulator sebagai bagian
                                                                  terdiri dari dua fungsi utama: ESG Strategy &
dari engagement pemangku kepentingan.
                                                                  Portfolio Management serta ESG Operations &
                                                                  Communication. Kedua fungsi ini memastikan
Untuk menjaga efektivitas pengelolaan dampak,
                                                                  integrasi aspek keberlanjutan ke dalam proses
Dewan Komisaris dan Direksi melakukan
                                                                  bisnis, manajemen portofolio, pemantauan RAKB,
evaluasi minimal setiap triwulan mencakup
                                                                  pelaporan keberlanjutan, serta komunikasi ESG
perkembangan implementasi RAKB, indikator
                                                                  internal dan eksternal.
kinerja keberlanjutan, hasil rapat Komite
Pemantau Risiko, serta temuan terkait risiko ESG.
                                                                  Pelaksanaan ESG juga melibatkan unit kontributor
Evaluasi berkala ini memastikan bahwa langkah
                                                                  yang tersebar di seluruh organisasi, termasuk
mitigasi dan strategi keberlanjutan dijalankan
                                                                  unit bisnis, support, enabler, dan kantor wilayah.
sesuai prinsip tata kelola yang baik.
                                                                  Setiap unit berperan sesuai mandatnya untuk
                                                                  mendukung kerangka, visi, dan komitmen ESG
Pelaporan keberlanjutan dilakukan melalui
                                                                  Bank.
mekanisme     berjenjang.     Pejabat     eksekutif
senior yang membawahi fungsi keberlanjutan
                                                                  Dalam mekanisme tata kelola, hasil pelaksanaan
menyampaikan perkembangan RAKB dan kinerja
                                                                  RAKB dilaporkan kepada Direksi, lalu diteruskan
ESG kepada Direksi setiap bulan. Direksi kemudian
                                                                  kepada Dewan Komisaris untuk mendapatkan
melaporkan hasilnya kepada Dewan Komisaris
                                                                  arahan.  ESG   Working      Group   melakukan
dalam rapat pengawasan triwulanan. Struktur ini
                                                                  pemantauan dan evaluasi triwulanan atas prioritas
memastikan bahwa organ pengawas menerima
                                                                  RAKB dan melaporkannya kepada RMC, yang
informasi yang memadai untuk menjalankan
                                                                  kemudian meneruskan hasilnya kepada Direktur
fungsinya secara efektif.



                                                                                               LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   89
Page 91
06             TENTANG LAPORAN           STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




     PENERAPAN KEUANGAN KEBERLANJUTAN


     Supervisi ESG Group dan Komite Audit. Selain itu,               integrasi keberlanjutan ke dalam proses
     pembahasan RAKB menjadi agenda tetap dalam                      bisnis, hingga pemantauan dan pelaporan
     Rapat Dewan Komisaris dan Direksi (Rakomdir)                    pelaksanaan program keberlanjutan secara
     untuk    memastikan     penyelarasan   strategi.                berkala.
     Kinerja keberlanjutan Bank juga dilaporkan                   •• Seluruh SDM terkait: melaksanakan program
     kepada pemegang saham dalam RUPS, di mana                       RAKB sesuai fungsi masing-masing.
     seluruh pemegang saham dapat menyampaikan
     pandangan terkait isu ESG atau LST.                          Penguatan tata kelola juga dilakukan melalui
                                                                  penyelarasan aspek ESG dalam Arsitektur
     Sebagai lembaga jasa keuangan, implementasi                  Kebijakan pembiayaan, meliputi:
     ESG tercermin dalam RAKB tahunan. Pembagian                  •• Negative List dalam Kebijakan Pembiayaan,
     tugas   dan     tanggung     jawab    Keuangan               •• Portfolio Guideline,
     Berkelanjutan adalah sebagai berikut:                        •• Exclusion List dalam SOP Pembiayaan, dan
                                                                  •• Industry Acceptance Criteria.
     •• Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah
        berperan menyetujui RAKB serta memastikan                 Lebih lanjut, penguatan peran penanggung
        implementasinya berjalan efektif melalui                  jawab Keuangan Berkelanjutan juga didukung
        fungsi pengawasan, termasuk memastikan                    oleh penerbitan sejumlah kebijakan yang menjadi
        keselarasan dengan prinsip syariah dan tata               landasan implementasi keberlanjutan di seluruh
        kelola yang terintegrasi.                                 unit kerja. Kebijakan tersebut meliputi ESG
     •• Dewan Direksi menetapkan arah keberlanjutan               Guiding Principle, SOP on Sustainable Finance,
        BSI, mencakup komitmen, strategi, dan peta                serta Piloting Indonesian Sustainable Finance
        jalan, sekaligus mengarahkan penyusunan                   Taxonomy untuk sektor hijau. Selain itu, BSI
        dan pelaksanaan RAKB serta memastikan                     juga menetapkan Exclusion List dan melakukan
        komunikasi keberlanjutan kepada regulator                 portfolio realignment pada brown sector untuk
        dan pemangku kepentingan berjalan optimal.                memastikan portofolio pembiayaan bergerak
     •• Komite Manajemen Risiko merumuskan                        secara progresif menuju aktivitas rendah karbon
        kebijakan pengelolaan risiko Bank, termasuk               dan berkelanjutan.
        risiko keberlanjutan dan risiko iklim, agar
        selaras dengan kerangka manajemen risiko                  Dengan kerangka kebijakan tersebut, penanggung
        secara menyeluruh.                                        jawab implementasi Keuangan Berkelanjutan
     •• Sub Komite ESG bertugas menetapkan                        pada tingkat unit kerja menjalankan fungsi
        strategi ESG dan memastikan integrasi aspek               koordinasi, pengawasan, dan eksekusi program
        keberlanjutan dalam manajemen risiko, proses              untuk menjamin penerapan ESG berlangsung
        bisnis, serta keputusan operasional di seluruh            efektif dan terukur.
        lini.
     •• ESG Group menjalankan fungsi koordinasi                   Penanggung jawab implementasi Keuangan
        keberlanjutan, mulai dari penyusunan RAKB,                Berkelanjutan pada tingkat unit kerja disajikan
                                                                  sebagai berikut:



                 Unit Kerja                                                   Fungsi

     Environmental Social & Governance    Menyusun kerangka kerja, strategi, roadmap, komitmen dan target terkait
     Group (ESG)                          implementasi keuangan berkelanjutan BSI. Selain itu, ESG berfungsi
                                          dalam mengordinasikan dan mengawasi pelaksanaan RAKB serta
                                          mengomunikasikan strategi dan implementasi program ESG kepada
                                          stakeholder Bank melalui berbagai kegiatan dan publikasi.
     Strategy Planning & Performance      Membuat strategi dan Rencana Bisnis Bank yang akan dijalankan setiap
     Management Group (SPM)               tahunnya.

                                          Pelaksana program:
                                          1. Green Financing
                                          2. Portofolio UMKM/Social Financing
                                          3. Rasio Sustainable Financing


      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
90    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 92
 LAPORAN DIREKSI           TATA KELOLA KEBERLANJUTAN          KINERJA KEBERLANJUTAN




                                        PENERAPAN KEUANGAN KEBERLANJUTAN


              Unit Kerja                                                    Fungsi

Corporate Business:                      Melaksanakan penyaluran pembiayaan sesuai dengan prinsip keuangan
1. Corporate Business 1 Group            berkelanjutan (Green Financing) serta mengembangkan produk perbankan
2. Corporate Business 2 Group            yang mendukung prinsip keuangan berkelanjutan.
3. Corporate Business 3 Group
                                         Pelaksana program:
                                         1. Green Financing
                                         2. Rasio Sustainable Financing
Commercial Business:                     Melaksanakan penyaluran pembiayaan sesuai dengan prinsip keuangan
1. Commercial Business 1 Group           berkelanjutan (Green Financing) serta mengembangkan produk perbankan
2. Commercial Business 2 Group           yang mendukung prinsip keuangan berkelanjutan.

                                         Pelaksana program:
                                         1. Green Financing
                                         2. Rasio Sustainable Financing
Small Medium Enterprise                  Melaksanakan penyaluran pembiayaan sesuai dengan prinsip keuangan
                                         berkelanjutan (Social Financing) serta mengembangkan produk perbankan
                                         yang mendukung prinsip keuangan berkelanjutan.

                                         Pelaksana program:
                                         1. Portofolio UMKM/Social Financing
                                         2. Rasio Sustainable Financing
Micro Business Group (MBG)               Melaksanakan penyaluran pembiayaan sesuai dengan prinsip keuangan
                                         berkelanjutan (Social Financing) serta mengembangkan produk perbankan
                                         yang mendukung prinsip keuangan berkelanjutan.

                                         Pelaksana program:
                                         1. Portofolio UMKM/ Social Financing
                                         2. Rasio Sustainable Financing
Islamic Ecosystem Solution Group         Pelaksana program:
(ISE)                                    Pengembangan produk
International & Financial Institution    Pelaksana program:
Group (FIG)                              Pengembangan produk
Treasury & Global Market Group           Pelaksana program:
(TGM)                                    Pengembangan produk
Operational-Portfolio & Market Risk      Pelaksana program:
Group (ERM)                              Pilar Tata Kelola & Kebijakan
AI & Data Strategy Group                 Pelaksana program:
                                         1. Green Financing
                                         2. Portofolio UMKM/Social Financing
Compliance & Anti Money                  Pelaksana program:
Laundering (AML) – Countering –          Pelaksanaan Fungsi Pengawasan Kepatuhan
Countering Financing of Terorism
(CFT) Group (CAC)
Policy & Procedure Group (PPG)           Pembuatan ketentuan internal untuk mendukung program keuangan
                                         berkelanjutan.

                                         Pelaksana program:
                                         Pilar Tata kelola dan Kebijakan
Distribution Strategy Group (DSG)        Mendukung terlaksananya implementasi program keuangan berkelanjutan
                                         berkelanjutan di seluruh outlet BSI dan optimalisasi penyaluran pembiayaan
                                         ekosistem bisnis retail pada titik tumbuh cabang yang telah ditetapkan.

                                         Pelaksana program:
                                         1. Digital Carbon Trading
                                         2. Penyaluran pembiayaan berkelanjutan




                                                                                      LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025      91
Page 93
06             TENTANG LAPORAN          STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




     PENERAPAN KEUANGAN KEBERLANJUTAN


                 Unit Kerja                                                   Fungsi

     Corporate Secretary &               Menyusun dan menjalankan fungsi pendayagunaan ZISWAF, menjaga
     Communication Group (CSG)           kepatuhan dan tata kelola (governance), menjalankan komunikasi dan
                                         management reputasi perusahaan.

                                         Pelaksana program:
                                         1. Signature campaign – BSI Sustainable Movement
                                         2. 1 home 1 tree
                                         3. Sustainability on Campus Collabs with BSI Rock
                                         4. Green Business Culture Internal Campaign
                                         5. ISO 26000 dan Perhitungan SROI
                                         6. Desa Binaan BSI dengan Perhitungan dampak ESG
                                         7. BSI Scholarship
                                         8. Optimaliasi Distribusi Zakat
                                         9. Waste Management Pilot Project (Circular Economy)
                                         10. Pilot Project Green Zakat
                                         11. Bantuan tanggap bencana Sumatera
     Bank Syariah Indonesia Corporate    Menyelenggarakan pelatihan/program untuk meningkatkan kapabilitas
     University                          pegawai dalam rangka penerapan keuangan berkelanjutan.

                                         Pelaksana program:
                                         1. Sustainable finance awareness
                                         2. Kewajiban pelatihan SF pengawasan dan pengurus BSI
                                         3. Kewajiban pelatihan ESG
                                         4. Green Business Culture Internal Campaign
     Marketing & Communication Group     Mendukung komunikasi pemasaran produk berdasarkan prinsip keuangan
     (MCG)                               berkelanjutan.

                                         Pelaksana program:
                                         Signature campaign – BSI Sustainable Movement
     Card Business Group (CBG)           Pelaksana program:
                                         Kartu Syariah Ramah Lingkungan
     Human Capital Strategy & Policy     Pelaksana program:
     Group (HCP)                         1. Sustainable finance awareness
                                         2. Kewajiban pelatihan ESG
     Procurement & Fixed Asset Group     Melakukan pengadaan infrastruktur yang mendukung implementasi
     (PFA)                               keuangan berkelanjutan

                                         Pelaksana program:
                                         1. Green Building
                                         2. Electrical Vehicle
                                         3. Charging Station
                                         4. Panel Surya
     Corporate Finance & Accounting      Konsolidasi laporan keuangan terkait degan portofolio keuangan
     Group (CFA)                         berkelanjutan dan penghimpunan dana zakat perusahaan.

                                         Pelaksana program:
                                         1. Optimalisasi Distribusi Zakat
                                         2. Green Financing
                                         3. Portofolio UMKM/ Social Financing
                                         4. Rasio Sustainable Financing
     Data Protection Group (DPR)         Memastikan perlindungan data dan tata kelola yang baik sebagai bagian
                                         dari pilar Governance dalam ESG.

                                         Pelaksana Program:
                                         Pilar Tata Kelola & Kebijakan




     MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
92   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 94
  LAPORAN DIREKSI               TATA KELOLA KEBERLANJUTAN          KINERJA KEBERLANJUTAN




                                          PENERAPAN KEUANGAN KEBERLANJUTAN


                Unit Kerja                                                       Fungsi

 BSI Maslahat                                Mitra Lembaga sosial BSI yang berperan dalam melakukan penyaluran
                                             program-program pendayagunaan zakat.

                                             Pelaksana program:
                                             1. Panel Surya
                                             2. ISO 26000 dan perhitungan SROI
                                             3. Desa binaan BSI dengan perhitungan dampak ESG
                                             4. BSI Scholarship
                                             5. Optimalisasi Distribusi Zakat
                                             6. Waste Management Pilot Project (Circular Economy)
                                             7. Pilot Project Green Zakat


PENGEMBANGAN KOMPETENSI TERKAIT KEUANGAN BERKELANJUTAN
[OJK E.2] [GRI 2-17, FS4] [IFRS-S1-GOV, IFRS-S2-GOV]


Sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat implementasi ESG dan Keuangan Berkelanjutan, BSI
memastikan bahwa seluruh organ tata kelola dan pegawai memiliki kompetensi yang memadai terkait
keberlanjutan. BSI memahami bahwa penguasaan pengetahuan dan keterampilan khusus di bidang
keberlanjutan perlu ditingkatkan secara bertahap dan berkesinambungan seiring berkembangnya
standar dan regulasi global.

Untuk meningkatkan kapasitas pengawasan pada tingkat tertinggi, BSI secara rutin menyelenggarakan
pelatihan bagi Dewan Komisaris dan Direksi yang mencakup topik keuangan berkelanjutan, manajemen
risiko ESG, perkembangan regulasi, serta tren global terkait ekonomi hijau. Program ini dirancang
untuk memastikan bahwa organ tata kelola tertinggi memiliki pemahaman yang memadai dalam
menjalankan fungsi pengawasan, evaluasi strategi, dan pengambilan keputusan yang berdampak pada
aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Pelatihan ini juga menjadi bentuk pemenuhan tanggung jawab
fiduciary sebagaimana diatur dalam standar internasional terkait tata kelola keberlanjutan.

Di tingkat operasional, BSI melaksanakan berbagai program pelatihan dan peningkatan kompetensi bagi
pegawai melalui Bank Syariah Indonesia Corporate University. Program ini memberikan pemahaman
mengenai kebijakan, praktik, dan isu terkini di bidang keberlanjutan, serta mendorong penerapan
prinsip-prinsip ESG dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Sepanjang tahun 2025, sebanyak 16.166 pegawai telah mengikuti pelatihan Keuangan Berkelanjutan
(Sustainable Finance), termasuk materi terkait ESG. Rincian jenis pelatihan, topik, dan penyelenggara
disajikan pada tabel di bawah ini:


Pengembangan Kompetensi yang Mendukung Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Dewan
Komisaris

                                      Jenis Pendidikan        Materi Pendidikan dan
     Nama             Jabatan                                                               Tanggal       Penyelenggara
                                       dan Pelatihan                Pelatihan

 Muhadjir           Komisaris         Pelatihan             Etika Perbankan pada           30 Juni 2025        IBI
 Effendy            Utama             Penguatan Peran       Perusahaan Terbuka;
                                      Strategis Dewan       Digitalisasi Perbankan; Tata
                                      Komisaris             Kelola & GCG; ESG & Climate
                                                            Risk Management
 Felicitas          Anggota           Pelatihan             Etika Perbankan pada           30 Juni 2025        IBI
 Talullembang       Dewan             Penguatan Peran       Perusahaan Terbuka;
                    Komisaris         Strategis Dewan       Digitalisasi Perbankan; Tata
                                      Komisaris             Kelola & GCG; ESG & Climate
                                                            Risk Management




                                                                                           LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025     93
Page 95
06               TENTANG LAPORAN          STRATEGI KEBERLANJUTAN         IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN           PROFIL PERUSAHAAN




     PENERAPAN KEUANGAN KEBERLANJUTAN


                                     Jenis Pendidikan        Materi Pendidikan dan
         Nama            Jabatan                                                            Tanggal       Penyelenggara
                                      dan Pelatihan                Pelatihan

     Addin            Anggota        Pelatihan            Etika Perbankan pada            30 Juni 2025            IBI
     Jauharuddin      Dewan          Penguatan Peran      Perusahaan Terbuka;
                      Komisaris      Strategis Dewan      Digitalisasi Perbankan; Tata
                                     Komisaris            Kelola & GCG; ESG & Climate
                                                          Risk Management
     Nizar A.         Anggota        Pelatihan            Etika Perbankan pada            30 Juni 2025            IBI
     Saputra          Dewan          Penguatan Peran      Perusahaan Terbuka;
                      Komisaris      Strategis Dewan      Digitalisasi Perbankan; Tata
                                     Komisaris            Kelola & GCG; ESG & Climate
                                                          Risk Management
     Meidy            Anggota        Pelatihan            Etika Perbankan pada            30 Juni 2025            IBI
     Firmansyah       Dewan          Penguatan Peran      Perusahaan Terbuka;
                      Komisaris      Strategis Dewan      Digitalisasi Perbankan; Tata
                                     Komisaris            Kelola & GCG; ESG & Climate
                                                          Risk Management
     Moch. Agus       Anggota        Pelatihan            Etika Perbankan pada            30 Juni 2025            IBI
     Rofiudin         Dewan          Penguatan Peran      Perusahaan Terbuka;
                      Komisaris      Strategis Dewan      Digitalisasi Perbankan; Tata
                                     Komisaris            Kelola & GCG; ESG & Climate
                                                          Risk Management
     Kamaruddin       Anggota        Pelatihan            Etika Perbankan pada            30 Juni 2025            IBI
     Amin             Dewan          Penguatan Peran      Perusahaan Terbuka;
                      Komisaris      Strategis Dewan      Digitalisasi Perbankan; Tata
                                     Komisaris            Kelola & GCG; ESG & Climate
                                                          Risk Management



     Pengembangan Kompetensi yang Mendukung Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Direksi

                                     Jenis Pendidikan       Materi Pendidikan dan
        Nama            Jabatan                                                             Tanggal       Penyelenggara
                                      dan Pelatihan               Pelatihan

                                     Sertifikasi         Penguatan Kompetensi
                                     Kualifikasi         Manajemen Risiko Perbankan
     Anggoro Eko     Direktur
                                     7 Bidang            Sebagai Dukungan atas            5 Juni 2025     LSPKS
     Cahyo           Utama
                                     Manajemen           Tata Kelola dan Penerapan
                                     Risiko Perbankan    Keuangan Berkelanjutan
                                     Sertifikasi
                                                         Penguatan Kompetensi
                     Direktur        Kualifikasi 7
                                                         Manajemen Risiko Perbankan
     Arif Adhi       Compliance      Tanpa Berjenjang
                                                         Sebagai Dukungan atas            18 Juni 2025    LSPKS
     Sanjaya         & Human         Bidang
                                                         Tata Kelola dan Penerapan
                     Capital         Manajemen
                                                         Keuangan Berkelanjutan
                                     Risiko Perbankan
                                                         Penguatan Kompetensi
                     Direktur
                                     Pelatihan           Manajemen Risiko Perbankan
     Firman          Treasury &
                                     Manajemen           Sebagai Dukungan atas             2 Juli 2025    BSU
     Nugraha         International
                                     Risiko Jenjang 7    Tata Kelola dan Penerapan
                     Banking
                                                         Keuangan Berkelanjutan
                                                         Penguatan Kompetensi
                     Direktur
                                     Pelatihan           Manajemen Risiko Perbankan
                     Information                                                           18 dan 20
     Muharto                         Manajemen           Sebagai Dukungan atas                            LPPI
                     Technology                                                            Juni 2025
                                     Risiko Jenjang 7    Tata Kelola dan Penerapan
                     (IT)
                                                         Keuangan Berkelanjutan
                                     Seminar
                                                         Embedding Governance,
                                     Internasional
                     Direktur Risk                       Financial, and Operational      13 November
     Grandhis H H                    Manajemen                                                       Bank Indonesia
                     Management                          Risk Management into                2025
                                     Risiko Bank
                                                         Digital Transformation
                                     Indonesia 2025


      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
94    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 96
  LAPORAN DIREKSI             TATA KELOLA KEBERLANJUTAN          KINERJA KEBERLANJUTAN




                                         PENERAPAN KEUANGAN KEBERLANJUTAN

Pengembangan Kompetensi yang Mendukung Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Senior
Executive Vice President (SEVP)

                                         Jenis Pendidikan      Materi Pendidikan dan
       Nama             Jabatan                                                           Tanggal       Penyelenggara
                                          dan Pelatihan              Pelatihan

                    SEVP
                                                               Sukuk Mudharabah
                    Branding &
 Kemas Erwan                                                   Berlandaskan
                    Communication       Investor Gathering                               5 Mei 2025     BSI
 Husainy                                                       Keberlanjutan I Bank
                    / Direktur Retail
                                                               BSI Tahap II Tahun 2025
                    Banking
                                                               Managing Risk &
                    SEVP                Mid-Year Outlook       Sustainability in
 Ana Nurul K                                                                             24 Juni 2025   Infobank
                    Operations          2025                   Economic Uncertainty &
                                                               Cyberheist
                                                               Penguatan kompetensi
                                                               manajemen risiko
                                        Resertifikasi
 M Misbahul         SEVP Digital                               perbankan sebagai
                                        Manajemen Risiko                                 24 Juni 2025   LSPKS
 Munir              Banking                                    dukungan atas tata
                                        Jenjang 7
                                                               kelola dan penerapan
                                                               keuangan berkelanjutan
                                                               Penguatan kompetensi
                                        Pembekalan
                                                               manajemen risiko
                                        Skema Sertifikasi
                    SEVP Funding &                             perbankan sebagai         25 Agustus
 Ida Triana W                           Kualifikasi 7 Bidang                                            ASBISINDO
                    Transaction                                dukungan atas tata           2025
                                        Manajemen Risiko
                                                               kelola dan penerapan
                                        Perbankan
                                                               keuangan berkelanjutan
                                                               Penguatan kompetensi
                                        Sertifikasi            manajemen risiko
                                                                                            19
                    SEVP Wholesale      Manajemen Risiko       perbankan sebagai
 Ali                                                                                     Desember       LSPKS
                    Risk                Jenjang 7 Tahun        dukungan atas tata
                                                                                           2025
                                        2025                   kelola dan penerapan
                                                               keuangan berkelanjutan

MANAJEMEN RISIKO ATAS PENERAPAN KEUANGAN BERKELANJUTAN
[OJK E.3, FS2, IFRS S1-RISK MANAGEMENT, IFRS S2-RISK MANAGEMENT, FN-CB-550a.1, FN-CB-550a.2]


Dalam mengimplementasikan keuangan berkelanjutan, BSI menerapkan manajemen risiko yang
terintegrasi dengan kerangka manajemen risiko Bank. Seluruh proses identifikasi, pengukuran,
pemantauan, dan pengendalian risiko telah memasukkan pertimbangan aspek ESG. Risiko yang muncul
dari implementasi keuangan berkelanjutan dikelola secara komprehensif melalui empat pilar utama,
yaitu: (1) pengawasan aktif Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah; (2) kecukupan
kebijakan, prosedur, dan penetapan limit; (3) efektivitas proses manajemen risiko; serta (4) penerapan
sistem pengendalian internal yang menyeluruh.

Sebagai bagian dari tata kelola risiko, Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah
menjalankan fungsi pengawasan atas risiko dan peluang keberlanjutan, termasuk risiko perubahan
iklim. Pengawasan dilakukan melalui penelaahan RAKB, laporan keberlanjutan, serta evaluasi berkala
terhadap strategi keberlanjutan Bank. Hal ini memastikan bahwa organ tata kelola tertinggi memahami
profil risiko ESG yang dihadapi Bank dan memiliki kapasitas untuk mengarahkan respons strategis.

Bank juga memiliki fungsi khusus yang memantau dan menilai risiko ESG secara berkesinambungan.
Pengelolaan portofolio pembiayaan mempertimbangkan faktor ESG, termasuk penetapan batasan
penyaluran pembiayaan kepada sektor-sektor berintensitas karbon tinggi. Pengaturan tersebut
tercermin dalam berbagai pedoman seperti Portfolio Guideline, Petunjuk Teknis Operasional Industry
Acceptance Criteria, serta Standar Prosedur Bisnis pada setiap segmen pembiayaan.




                                                                                         LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025     95
Page 97
06                                   TENTANG LAPORAN                          STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN       PROFIL PERUSAHAAN




     PENERAPAN KEUANGAN KEBERLANJUTAN


     Risiko iklim dikelola melalui pengawasan atas dua kategori utama: risiko fisik dan risiko transisi. Risiko
     fisik berasal dari kejadian alam ekstrem yang dipengaruhi perubahan iklim, sedangkan risiko transisi
     timbul akibat perubahan kebijakan pemerintah, arah strategi pemangku kepentingan, perkembangan
     teknologi, dan dinamika sosial dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon. Perubahan tersebut
     menuntut BSI untuk menyesuaikan arah kebijakan dan strategi agar dapat memitigasi dampaknya
     terhadap bisnis, reputasi, maupun nilai aset Bank.

     Climate Risk Stress Testing
     Risiko yang timbul akibat perubahan iklim menjadi tantangan baru bagi industri perbankan, sehingga
     Bank perlu secara proaktif mengukur potensi dampaknya terhadap kinerja keuangan dan ketahanan
     portofolio. Untuk itu BSI terus mengembangkan dan menerapkan CRST guna menilai ketahanan
     portofolio Bank terhadap berbagai skenario perubahan iklim dalam horizon waktu yang berbeda.
     Sejalan dengan panduan CRMS yang diterbitkan OJK, BSI juga berpartisipasi dalam 2nd Round Pilot
     Project Climate Risk Stress Test (CRST) tahun 2025 yang diinisiasi oleh OJK. Melalui partisipasi ini,
     BSI melakukan pengujian terhadap seluruh portofolio pembiayaan untuk menilai potensi dampak
     perubahan iklim terhadap kinerja keuangan, strategi, tata kelola, serta kerangka manajemen risiko
     Bank. Langkah ini mencerminkan komitmen BSI dalam memperkuat ketahanan portofolio pembiayaan
     sekaligus mengintegrasikan risiko iklim ke dalam pengambilan keputusan bisnis secara terstruktur dan
     berkelanjutan.

     Hasil CRST digunakan sebagai dasar dalam penyesuaian strategi portofolio, termasuk pengelolaan
     eksposur pada sektor beremisi tinggi serta peningkatan alokasi pada sektor hijau prioritas. Temuan
     ini juga mendukung kontribusi BSI terhadap pencapaian target nasional Net Zero Emission serta
     memperkuat kesiapan Bank dalam menghadapi dinamika transisi menuju ekonomi rendah karbon.



                                                                                              1. Current Policies: Mengasumsikan kebijakan iklim saat
                                   Disorderly                          Too little, too late      ini tidak berubah sehingga risiko fisik meningkat seiring
        Low Transition risk High




                                                                                                 dengan kenaikan suhu global di atas 1,5°C atau 2°C,
                                                                                                 sedangkan risiko transisi tetap rendah karena minimnya
                                                  Delayed
                                                Transition                                       perubahan dalam kebijakan dan teknologi.
                                                                                              2. Delayed Transition:
                                                                                                 Mengasumsikan bahwa emisi tahunan tidak akan berkurang
                                   Net Zero
                                   2050 (1,5ºC)                                                  hingga tahun 2030. Namun, setelah itu kebijakan yang
                                                                                 Current
                                                                                 Policies        lebih ketat akan diterapkan untuk membatasi pemanasan
                                                                                                 global hingga 2°C dan mengendalikan pembuangan CO2.
                                   Orderly                             Hot house world
                                                                                              3. Net Zero 2050: Mengasumsikan langkah agresif diambil
                                                                                                 untuk mencapai target emisi nol bersih pada 2050, dengan
                                      Low              Physical risk             High            kebijakan ketat dan perubahan ekonomi yang cepat untuk
                                                                                                 membatasi kenaikan suhu global di bawah 1,5°C.




     Pada tahun 2025, BSI telah menganalisis dampak risiko iklim dengan cakupan 100% dari total portofolio
     pembiayaan, yang terdiri atas sektor prioritas dan sektor non-prioritas. Dalam melakukan uji ketahanan
     iklim, BSI menggunakan framework dan skenario analisis yang ditetapkan oleh OJK dalam Buku
     Panduan Climate Risk Management and Scenario Analysis Perbankan (CRMS). Pengujian dilakukan
     dengan menggunakan skenario yang dirancang untuk menilai dampak risiko fisik dan risiko transisi
     terhadap kinerja keuangan serta eksposur Bank secara keseluruhan.

     Untuk menilai dampak risiko fisik, digunakan skenario kejadian iklim ekstrem seperti banjir dan
     kebakaran hutan. Sementara itu, untuk menilai dampak risiko transisi, digunakan skenario transisi yang
     dikembangkan oleh Network for Greening the Financial System (NGFS) yaitu Current Policies, Delayed
     Transition, dan Net Zero 2050.




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
96    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 98
 LAPORAN DIREKSI             TATA KELOLA KEBERLANJUTAN              KINERJA KEBERLANJUTAN




                                       PENERAPAN KEUANGAN KEBERLANJUTAN


Analisis skenario iklim pada sektor prioritas mencakup 46,97% dari total eksposur pembiayaan BSI.
Sektor-sektor tersebut meliputi:
1. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
2. Pertambangan dan Penggalian
3. Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas, dan Udara Dingin
4. Konstruksi
5. Pengangkutan dan Pergudangan
6. Industri Pengolahan
7. Pembiayaan konsumtif kepemilikan properti

Rincian pangsa portofolio pada masing-masing sektor disajikan pada tabel berikut:

Portofolio CRST

                                                                                                   Jumlah
 No.     Klasifikasi                               Sektor                                                                      %
                                                                                             (dalam Juta Rupiah)
  1.                      Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan                                              24.622.168         8,84%
  2.                      Pertambangan dan Penggalian                                                        3.180.104         1,14%
  3.                      Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas, dan Udara                                  6.389.043         2,29%
                          Dingin
       Sektor Prioritas
  4.                      Konstruksi                                                                        18.241.498        6,55%
  5.                      Pengangkutan dan Pergudangan                                                      7.956.673         2,86%
  6.                      Industri Pengolahan                                                               13.590.881        4,88%
  7.                      Pembiayaan Konsumtif Kepemilikan Properti                                       56.834.046          20,41%
Jumlah Sektor Prioritas                                                                                   130.814.413     46,97%
  8.   Sektor Non-        Sektor Produktif selain Sektor 1 s.d. 6                                           64.408,71         23.13%
  9.   Prioritas          Sektor Konsumtif selain Sektor 7                                                  83.258.141        29.9%
Jumlah                                                                                                   278.481.267      100,00%




                       Pertanian, Kehutanan,                                         Pertambangan dan Penggalian 1,14%
                       dan Perikanan 8,84%
                                                                                            Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air
                                                                                            Panas, dan Udara Dingin 2,29%


                                                                                               Konstruksi 6,55%

         Sektor Konsumtif selain                                                               Pengangkutan dan
               Sektor 7 29,90%                                                                 Pergudangan 2,86%


                                                                                               Industri Pengolahan 4,88%




                                                                                            Pembiayaan Konsumtif
                                                                                            Kepemilikan Properti 20,41%
          Sektor Produktif selain
           Sektor 1 s.d. 6 23,13%




Hasil CRST menunjukkan bahwa dampak risiko iklim belum memberikan pengaruh yang signifikan
terhadap kinerja keuangan Bank, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang pada
seluruh skenario. Hasil analisis ini mencerminkan bahwa portofolio Bank saat ini relative tahan terhadap
skenario iklim yang diuji.


                                                                                                LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025             97
Page 99
06             TENTANG LAPORAN        STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN     PROFIL PERUSAHAAN




     PENERAPAN KEUANGAN KEBERLANJUTAN


     Pada risiko kredit, Sektor Pertanian, Kehutanan           Selain itu, BSI terus meningkatkan kemampuan
     dan Perikanan dan Sektor Pertambangan dan                 internal dalam menilai dan menginterpretasikan
     Penggalian tercatat sebagai 2 sektor penyumbang           hasil CRST, termasuk melalui peningkatan kualitas
     financed emission terbesar. Hal ini disebabkan            data, kapasitas pemodelan, serta koordinasi lintas
     besarnya portofolio pada sektor dimaksud. Dalam           fungsi. Pendekatan ini memastikan bahwa hasil
     jangka panjang, sektor Penyediaan Listrik, Gas,           CRST dapat digunakan secara optimal sebagai
     Uap/Air Panas, dan Udara Dingin menjadi satu-             bagian dari proses manajemen risiko yang sudah
     satunya sektor yang menunjukkan potensi                   ada
     dampak material akibat risiko iklim. Namun secara
     sektoral, risiko iklim belum secara signifikan
     mempengaruhi portofolio Bank.                             PERMASALAHAN TERHADAP PENERAPAN
                                                               KEUANGAN BERKELANJUTAN [OJK E.5]
     Untuk risiko pasar, terjadi peningkatan capital
     charge sejalan dengan skenario perubahan suku             Dalam penerapan Keuangan Berkelanjutan,
     bunga acuan dan penurunan Produk Domestik                 BSI masih menghadapi sejumlah tantangan,
     Bruto (GDP). Pada risiko likuiditas, Liquidity            terutama dalam memastikan integrasi aspek
     Coverage Ratio (LCR) Bank tetap berada di atas            ESG secara menyeluruh di seluruh proses bisnis
     ketentuan minimum 100%, baik dalam skenario               dan operasional. Tantangan tersebut mencakup
     fisik maupun transisi. Hal ini menandakan bahwa           kebutuhan peningkatan kapasitas pegawai,
     Bank memiliki likuiditas yang cukup untuk                 ketersediaan dan konsistensi data ESG, serta
     menghadapi potensi tekanan arus kas akibat                harmonisasi proses internal agar tetap sejalan
     perubahan iklim.                                          dengan ketentuan regulator seperti POJK 51,
                                                               CRMS OJK, dan Taksonomi Hijau Indonesia, serta
     Sementara itu, pada risiko operasional, terdapat          standar global yang terus berkembang.
     potensi penurunan nilai aset/kantor, namun
     dampaknya tidak cukup signifikan. Hal tersebut            Sebagai respons atas tantangan tersebut, BSI
     dikarenakan sebagian besar kantor cabang Bank             telah membentuk Unit Kerja Koordinator ESG
     merupakan aset sewa sehingga kerugian akibat              untuk memimpin penyusunan kerangka kerja,
     penurunan nilai menjadi risiko pemilik atau               visi, komitmen, strategi, dan inisiatif ESG, termasuk
     Perusahaan asuransi.                                      integrasi Keuangan Berkelanjutan ke dalam
                                                               proses bisnis. Selain itu, Unit Kerja Kontributor
     Secara keseluruhan, permodalan Bank tetap                 ESG, yang berada di unit bisnis, support, enabler,
     kuat, tercermin dari rasio kecukupan modal yang           dan kantor wilayah, berperan aktif menerapkan
     berada di atas hurdle rate pada seluruh skenario          strategi ESG sesuai lingkup masing-masing,
     yang diuji. Hasil analisa ini mengindikasikan             sehingga penerapan ESG dapat berlangsung
     bahwa strategi Bank saat ini memiliki ketahanan           secara lebih konsisten dan terstruktur.
     terhadap risiko iklim, namun tetap diperlukan
     langkah proaktif untuk memperkuat kebijakan               Sejalan dengan itu, BSI terus menyempurnakan
     sektor, mengembangkan rencana transisi, dan               mekanisme internal dan memperkuat koordinasi
     meningkatkan integrasi risiko iklim ke dalam              lintas unit sebagai bagian dari upaya berkelanjutan
     manajemen risiko.                                         dalam meningkatkan kualitas integrasi ESG,
                                                               tanpa memberikan komitmen yang melampaui
     Untuk penguatan jangka panjang, BSI terus                 ketentuan regulator. Penguatan budaya ESG juga
     meningkatkan       kapabilitas    internal  dalam         menjadi fokus penting, di mana pemahaman
     melakukan analisis, pemanfaatan, dan integrasi            pegawai terkait isu-isu keberlanjutan terus
     hasil Climate Risk Stress Test (CRST) ke dalam            ditingkatkan agar tata kelola dan implementasi
     proses manajemen risiko dan pengambilan                   ESG dapat berjalan lebih efektif.
     keputusan.     Upaya     ini   dilakukan   melalui
     peningkatan kualitas dan ketersediaan data,
     penguatan kapasitas pemodelan, serta penguatan
     koordinasi lintas fungsi dalam Bank. Hasil CRST
     diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih
     optimal sebagai bagian dari proses manajemen
     risiko yang telah berjalan.

      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
98    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 100
LAPORAN DIREKSI   TATA KELOLA KEBERLANJUTAN   KINERJA KEBERLANJUTAN




                            PENERAPAN KEUANGAN KEBERLANJUTAN




                                                                      LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   99
Page 101
06              TENTANG LAPORAN       STRATEGI KEBERLANJUTAN     IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




      MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
      RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM
      [IFRS S1, IFRS S2]




        TATA KELOLA




          STRUKTUR TATA KELOLA KEBERLANJUTAN [S1.G.a, S2.G.b1]

          Maqashid Syariah secara prinsip telah mencakup aspek pembangunan berkelanjutan. Sebagai
          bank Syariah, BSI memahami bahwa tanggung jawab tidak hanya sebatas pada aspek ekonomi
          dan profitabilitas, melainkan kemaslahatan manusia dan alam secara holistik. Adapun prinsip
          Maqashid Syariah yang selaras dengan risiko dan peluang terkait keberlanjutan termasuk iklim
          adalah Hifdz Al-Bi’ah (menjaga lingkungan). Hifdz Al-Bi’ah memberikan landasan normatif dan
          strategis bagi BSI dalam mengelola dampak perubahan iklim. Bagi BSI, prinsip ini tidak hanya
          bermakna etis, tetapi menjadi fundamental corporate value yang memengaruhi tata kelola
          dan produk yang berorientasi pada keberlanjutan.

          Keberlanjutan di BSI tidak hanya sebagai tanggung jawab bisnis, melainkan wujud nyata
          pengamalan nilai-nilai syariah dalam mewujudkan kesejahteraan umat dan kelestarian
          bumi. Dalam mewujudkan komitmen tersebut untuk mengawasi risiko dan peluang terkait
          keberlanjutan termasuk iklim, BSI membentuk ESG Governance Structure yang telah tercantum
          pada ESG Guiding Principle. Dengan demikian, BSI tidak hanya memperkuat resiliensi bisnis,
          tetapi juga menciptakan nilai berkelanjutan bagi nasabah, pemegang saham, dan masyarakat.




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
100   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 102
  LAPORAN DIREKSI                TATA KELOLA KEBERLANJUTAN          KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                      MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
                                                       RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM




                               Komite Level                                             Dewan Pengawas
                             Dewan Komisaris             Dewan Komisaris                  Syariah (DPS)



                               Dewan Direksi                            Dewan Direksi



                                  Steering                      Komite Manajemen Risiko (KMR)
                                 Committee


                                                                 Risk Management Committee
                                 Unit Kerja
                                                             ESG Group – Permanent Voting Member

                                                        ESG Group sebagai Control Tower implementasi
                                                        Keuangan Berkelanjutan.
                                                        Kolaborasi seluruh lini unit kerja:
                                                        •• Unit Bisnis
                                                        •• Unit Support
                                                        •• Unit Enabler
                                                        •• Kantor Wilayah/Jaringan




PENGAWASAN DEWAN KOMISARIS &                                        Dewan Pengawas Syariah
DEWAN PENGAWAS SYARIAH [S1.G.a, S1.G.b,                             1. Menetapkan        persetujuan   Rencana    Aksi
S1.G.c, S1.G.d, S2.G.a1, S2.G.a2, S2.G.a3, S2.G.a4]                    Keuangan Berkelanjutan (RAKB) BSI termasuk
                                                                       inisiatif terkait iklim sesuai dengan prinsip-
Dalam mengimplementasikan komitmen pada                                prinsip syariah.
praktik bisnis yang berkelanjutan, BSI melibatkan                   2. Mengawasi          implementasi     Keuangan
pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Dewan                             Berkelanjutan, pemenuhan target, dan inisiatif
Pengawas Syariah. Pengawasan aktif yang                                keberlanjutan berjalan dengan baik dan
dilakukan oleh Dewan Komisaris dan Dewan                               tercapai sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
Pengawas Syariah mencakup sebagai berikut:                          3. Menjalankan Tata Kelola Terintegrasi Mandiri
                                                                       Group dalam hal Implementasi Keuangan
Dewan Komisaris                                                        Berkelanjutan BSI sesuai dengan prinsip-
1. Menetapkan         persetujuan   Rencana  Aksi                      prinsip syariah.
   Keuangan Berkelanjutan (RAKB) BSI termasuk
   inisiatif terkait iklim.
2. Mengawasi            implementasi    Keuangan                    KOMITE PEMANTAU RISIKO (KPR)
   Berkelanjutan, pemenuhan target, dan inisiatif                   [S1.G.d, S2.G.a4]
   keberlanjutan berjalan dengan baik dan
   tercapai.                                                        BSI terus tumbuh dan merelevansikan proses
3. Menjalankan Tata Kelola Terintegrasi Mandiri                     bisnisnya dengan perkembangan dan perubahan
   Group dalam hal Implementasi Keuangan                            tuntutan keberlanjutan, termasuk integrasi risiko
   Berkelanjutan BSI.                                               dan peluang terkait keberlanjutan termasuk
                                                                    iklim. BSI telah melaporkan progres RAKB 2025
                                                                    dan pengajuan insiatif RAKB 2026 pada Komite
                                                                    Pemantau Risiko (KPR).

                                                                    Komite Pemantau Risiko membantu Dewan
                                                                    Komisaris dalam melaksanakan tugas dan
                                                                    fungsi pengawasan khususnya untuk hal-hal


                                                                                                LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   101
Page 103
06                  TENTANG LAPORAN        STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN       PROFIL PERUSAHAAN




      MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
      RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM



      yang berkaitan dengan pelaksanaan kebijakan                          tersebut untuk memastikan bahwa Bank
      manajemen risiko. Dalam menjalankan tugas                            telah mengelola risiko secara memadai.
      dan tanggung jawabnya Komite Pemantau Risiko                     c. Pelaksanaan rencana kerja dan tugas
      didasarkan kepada Piagam Komite Pemantau                             Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja
      Risiko yang diterbitkan melalui Surat Keputusan                      Manajemen Risiko.
      Dewan Komisaris PT Bank Syariah Indonesia Tbk                 4. Melakukan pertemuan secara berkala dengan
      No.04/KEP-KOM/001/2024 tentang pedoman dan                       unit-unit kerja terkait guna membahas hal-hal
      tata tertib kerja (piagam) komite pemantau risiko                yang berada dalam lingkup pengawasannya.
      PT Bank Syariah Indonesia Tbk tanggal 1 Juli 2024.            5. Melaporkan hasil pemantauan dan penelaahan
      Pada Piagam tersebut, tercantum tugas dan                        secara berkala, serta memberi masukan atas
      tanggung jawab Komite Pemantau Risiko yang                       hal-hal yang perlu menjadi perhatian Dewan
      meliputi hal-hal sebagai berikut:                                Komisaris.
                                                                    6. Menyusun Pedoman dan Tata Tertib Kerja
      1. Melakukan pemantauan dan evaluasi paling                      Komite Pemantau Risiko dan melakukan reviu
         sedikit atas:                                                 secara berkala paling sedikit 1 (satu) kali dalam
         a. Kesesuaian antara kebijakan manajemen                      3 (tiga) tahun.
            risiko dengan pelaksanaan kebijakan
            tersebut.
         b. Pelaksanaan rencana kerja dan tugas                     RAPAT GABUNGAN [S1.G.c, S2.G.a3]
            Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja
            Manajemen Risiko.                                       Untuk       merealisasikan       pertumbuhan        dan
         c. Kecukupan proses identifikasi, pengukuran,              merelevansikan proses bisnisnya, pengintegrasian
            pemantauan, pengendalian dan sistem                     risiko dan peluang terkait keberlanjutan termasuk
            informasi manajemen risiko.                             iklim. BSI telah melakukan persetujuan pada
         d. Kepatuhan Bank terhadap Anggaran Dasar,                 inisiatif-inisiatif RAKB 2026 pada Rapat Gabungan.
            peraturan Otoritas Pengawas Bank dan                    Rapat Gabungan merupakan rapat yang berisikan
            Pasar Modal, serta peraturan perundang-                 Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan
            undangan lainnya yang terkait dengan                    Direksi. Berdasarkan hasil Rapat Gabungan pada
            manajemen risiko.                                       inisiatif-inisiatif RAKB 2026, telah disetujui sebanyak
      2. Melakukan pemantauan dan penelaahan                        15 usulan RAKB 2026 untuk terus merelevansikan
         paling sedikit atas:                                       proses bisnisnya pada pengintegrasian risiko dan
         a. Laporan Profil Risiko                                   peluang terkait keberlanjutan termasuk iklim.
         b. Laporan Tingkat Kesehatan Bank berbasis
            risiko
         c. Laporan lainnya terkait dengan pengelolaan              PENGAWASAN DIREKSI [S1.G.e, S2.G.a5]
            10 (sepuluh) jenis risiko yaitu Risiko Kredit,
            Risiko Pasar, Risiko Operasional, Risiko                Dalam pelaksanaan komitmen pada praktik
            Likuiditas, Risiko Hukum, Risiko Kepatuhan,             bisnis yang berkelanjutan termasuk iklim, BSI
            Risiko Reputasi, Risiko Stratejik, Risiko Imbal         melibatkan Direksi. Pelaksanaan pada praktik
            Hasil, Risiko Investasi                                 tersebut dilakukan oleh Direksi mencakup pada
         d. Kebijakan Pembiayaan Bank dan kebijakan                 hal-hal sebagai berikut:
            lainnya yang diwajibkan Regulator untuk                 1. Menetapkan           arah  Keberlanjutan  BSI
            disampaikan kepada Dewan Komisaris oleh                    (Komitmen, Kerangka Kerja, Strategi, dan Peta
            Direksi.                                                   Jalan)
      3. Memberikan rekomendasi kepada Dewan                        2. Melakukan         penyusunan   Rencana   Aksi
         Komisaris paling sedikit atas:                                Keuangan Berkelanjutan (RAKB) termasuk
         a. Hal-hal      yang      dapat      mendukung                inisiatif terkait iklim.
            peningkatan        efektivitas    pelaksanaan           3. Mengkomunikasikan Keuangan Berkelanjutan
            manajemen risiko di Bank                                   kepada regulator dan shareholders.
         b. Kesesuaian antara kebijakan manajemen
            risiko Bank dengan pelaksanaan kebijakan


           MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
102        PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 104
  LAPORAN DIREKSI      TATA KELOLA KEBERLANJUTAN    KINERJA KEBERLANJUTAN




                                           MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
                                            RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM



PERAN MANAJEMEN [S1.G.f, S2.G.b1, S2.G.b2,          pada rapat Komite, RMC dibantu oleh Working
S2.G.b3]                                            Group Risk Management Committee dengan
                                                    beranggotakan Group Head/setara yang telah
Sebagai wujud nyata komitmen BSI pada praktik       dibentuk oleh Direksi.
bisnis yang berkelanjutan, manajemen secara
strategis telah menerapkan pendekatan proaktif      Group     Head    Environmental,    Social, and
terhadap risiko dan peluang terkait keberlanjutan   Governance (ESG) menjadi salah satu Permanent
termasuk iklim yang tercermin pada inisiatif        Voting Member dalam Working Group (WG) RMC
berikut.                                            terkait pembahasan Keuangan Berkelanjutan.
•• 2021:                                            Dalam hal ini mencakup Risiko dan Peluang
   »» Pembentukan Departemen Sustainable            terkait Keberlanjutan termasuk Iklim.
      Finance     di   Corporate    Secretary   &
      Communication Group (CSG) pada saat           Pada tahun 2025, telah dilakukan WG dan RMC
      merger.                                       yang membahas mengenai Risiko dan Peluang
•• 2024:                                            terkait Keberlanjutan termasuk Iklim sebanyak
   »» Perubahan       Departemen      Sustainable   tiga kali WG dan satu kali RMC. Pembahasan yang
      Finance menjadi Sustainability & Social       diusulkan pada saat WG mengenai Sosialisasi
      di CSG melalui Surat Keputusan Direksi        Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia
      No.04/151-KEP/DIR tanggal 16 Mei 2024.        (TKBI), Progres RAKB, dan Hasil Climate Risk
   »» Pengembangan Departemen Sustainability        Management & Scenario Analysis (CRMS).
      & Social di CSG menjadi Environmental,        Kemudian, pembahasan yang diangkat pada
      Social, and Governance Group (ESG) melalui    RMC mengenai Penetapan Industri Class Baru
      Surat Keputusan Direksi No.04/239-KEP/        (termasuk sektor KUBL) dan Penetapan Kriteria
      DIR tanggal 11 Juni 2024.                     Green Financing.
   »» ESG menjadi salah satu anggota Working
      Group Risk Management Committee               BSI menghadapi Risiko dan Peluang terkait
      melalui Surat Keputusan Direksi No.           Keberlanjutan termasuk Iklim dengan cara
      04/503A-KEP/DIR tanggal 14 Oktober 2024.      berkolaborasi antara ESG Group dengan
                                                    Unit Bisnis, Unit Support, Unit Enabler, dan
                                                    Kantor Wilayah/Jaringan. ESG Group berfungsi
RISK MANAGEMENT COMMITTEE                           sebagai control tower implementasi keuangan
(RMC) [S1.G.f, S2.G.b1]                             berkelanjutan seperti melakukan koordinasi
                                                    dan konsolidasi bersama unit kerja terkait
Sejalan dengan peningkatan kompleksitas             pelaksanaan program keuangan berkelanjutan,
usaha, BSI perlu diimbangi dengan penerapan         melakukan penyusunan Dokumen RAKB BSI, dan
manajemen risiko yang efektif dan praktik Good      menyampaikannya kepada regulator. Adapun
Corporate Governance (GCG) agar aktivitas           fungsi pada Unit Bisnis, Unit Support, Unit Enabler,
usaha yang dilakukan tidak menimbulkan              dan Kantor Wilayah/Jaringan untuk implementasi
kerugian yang melebihi kemampuan atau               keuangan berkelanjutan seperti yang tercantum
mengganggu kelangsungan usaha BSI. Oleh             pada Penanggung Jawab Penerapan Keuangan
sebab itu, pada tanggal 14 Oktober 2024 melalui     Berkelanjutan.
Surat Keputusan Direksi No. 04/503A-KEP/DIR,
BSI menyempurnakan struktur organisasi Risk
Management Committee (RMC) Bank.

RMC adalah komite yang dibentuk untuk
membantu Direktur Utama dalam menjalankan
fungsi pengendalian melalui pembahasan risk
appetite, metodologi, dan penetapan strategi
atas hal-hal yang terkait dengan penerapan
manajemen risiko. Dalam hal pengusulan



                                                                            LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025     103
Page 105
06                   TENTANG LAPORAN   STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN    PROFIL PERUSAHAAN




      MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
      RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM

      PENGENDALIAN DAN PROSEDUR                                 Adapun cakupan pada SPO tersebut mencakup
      IMPLEMENTASI KEUANGAN                                     (1) Penerapan Aksi Keuangan Berkelanjutan, (2)
      BERKELANJUTAN [S1.G.f, S2.G.b2, S2.G.b3]                  Sustainable Banking, (3) Sustainable Operation,
                                                                (4) Sustainable Beyond Banking, (5) Penyusunan
      Dalam melakukan pengendalian terhadap risiko              dan Pelaporan       Rencana Aksi Keuangan
      dan peluang terkait keberlanjutan termasuk Iklim,         Berkelanjutan (RAKB).
      manajemen menerbitkan pedoman integrasi
      aspek-aspek ESG di BSI pada Standar Prosedur
      Operasional (SPO) Keuangan Berkelanjutan dan              ESG GUIDING PRINCIPLE
      ESG Guiding Principle.
                                                                Selain SPO Keuangan Berkelanjutan, BSI
                                                                menerbitkan ESG Guiding Principle sebagai
      SPO KEUANGAN BERKELANJUTAN                                pedoman bagi seluruh insan BSI. ESG Guiding
      [S1.G.f, S2.G.b2]                                         Principle merupakan suatu pedoman untuk
                                                                memberikan pemahaman kepada seluruh
      SPO      Keuangan      Berkelanjutan    merupakan         komponen BSI dalam rangka mengintegrasikan
      salah satu bentuk komitmen BSI dalam                      aspek ESG secara menyeluruh pada aktivitas
      mengimplementasikan prinsip-prinsip keuangan              bisnis dan operasional. Adapun tujuan dari ESG
      berkelanjutan sesuai dengan ketentuan yang                Guiding Principle sebagai berikut:
      berlaku. SPO Keuangan Berkelanjutan diterbitkan           1. Memberikan pedoman integrasi aspek-aspek
      sebagai tindak lanjut tata kelola Perusahaan yang            ESG di BSI yang mencakup aktivitas bisnis dan
      menjadi standar prosedur aktivitas ESG untuk                 operasional BSI.
      tercapainya keuangan berkelanjutan. Adapun                2. Memberikan penjelasan atas komitmen dan
      tujuan dari SPO Keuangan Berkelanjutan sebagai               strategi BSI berkaitan dengan implementasi
      berikut:                                                     Keuangan Berkelanjutan dan pencapaian
      1. Menciptakan standarisasi dalam pelaksanaan                target Net Zero Emissions (NZE).
         fungsi      dan/atau      aktivitas   Keuangan         3. Meningkatkan pemahaman dan kapabilitas
         Berkelanjutan di seluruh unit kerja BSI                   aspek bisnis dan operasional BSI terkait aspek
      2. Membangun dan memelihara citra BSI yang                   ESG secara merata kepada seluruh pegawai
         positif dengan tetap mengedepankan shared                 BSI.
         values BSI                                             4. Meningkatkan       peningkatan      kesadaran
      3. Mendukung pelaksanaan visi, misi, dan nilai-              integrasi ESG dalam praktik keuangan syariah
         nilai budaya BSI                                          secara lebih luas.
      4. Mendukung aktivitas BSI dalam pelaksanaan              5. Menjadi      acuan    penyusunan       strategi
         aktivitas tata kelola Keuangan Berkelanjutan              keberlanjutan      termasuk       penyusunan
         secara efektif, efisien, dan berkesinambungan             kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan
         secara konsisten                                          Keuangan Berkelanjutan dan implementasi
      5. Membantu         pemberdayaan        masyarakat           ESG.
         berdasarkan prinsip-prinsip syariah.
      6. Mengimplementasikan dan menjaga prinsip                Cakupan pada ESG Guiding Principle mencakup
         dan nilai dari Keuangan Berkelanjutan                  (1) Tata Kelola dan Organisasi, (2) Pengertian
      7. Memastikan komunikasi yang efektif antara              Umum, dan (3) BSI Sustainability Framework.
         BSI dengan pemegang saham atau investor,
         dan      seluruh     pemangku       kepentingan
         (Stakeholders)
      8. Memastikan tersedianya sarana informasi
         bagi para Pemegang Saham atau Investor,
         dan      seluruh     pemangku       kepentingan
         (Stakeholders), untuk mendukung pencapaian
         visi dan misi BSI.




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
104    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 106
LAPORAN DIREKSI               TATA KELOLA KEBERLANJUTAN               KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                        MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
                                                         RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM


 STRATEGI




 RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM, SERTA DAMPAK FINANSIAL [S1.S.a, S1.S.b,
 S1.S.e, S2.S.a1, S2.S.a2, S2.S.a3, S2.S.d1, S2.S.d2]


 BSI memahami dalam melakukan praktik bisnis yang berkelanjutan, dalam pelaksanaannya
 terdapat risiko dan peluang terkait keberlanjutan termasuk iklim. Saat ini, BSI telah
 mempertimbangkan salah satu risiko dan peluang terkait keberlanjutan yaitu Iklim.

 Pertimbangan ini sebagai upaya mitigasi dan adaptasi BSI terhadap perubahan iklim. Risiko dan
 peluang terkait iklim menggunakan framework dari Task Force on Climate-Related Financial
 (TCFD) seperti gambar berikut:


 Risiko Transisi (Transition                                                                   Peluang (Opportunities)
 Risks)                                                                                        •• Efisiensi Sumber Daya
 •• Kebijakan dan Hukum                                                                        •• Sumber Energi
 •• Teknologi                                                                                  •• Produk/Layanan
 •• Pasar                                                                                      •• Pasar
 •• Reputasi                                       Resiko                  Peluang             •• Ketahanan

 Risiko Fisik (Physical
 Risks)                                                 Perencanaan Strategis &
 •• Akut                                                   Manajemen Risiko
 •• Kronis

                                                          Dampak Keuangan



  Pendapatan                                                                       Neraca / Laporan        Aset & Liabilitas
                            Laporan Laba Rugi               Laporan Arus Kas
    Beban                                                                          Posisi Keuangan       Modal & Pembiayaan




                                                                                              LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025       105
Page 107
06               TENTANG LAPORAN         STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN       PROFIL PERUSAHAAN




      MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
      RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM

      Risiko Terkait Iklim [S1.S.a, S2.S.a1, S2.S.a2]
      Risiko iklim merupakan potensi dampak negatif dari perubahan iklim terhadap BSI meliputi risiko transisi
      dan fisik. Proses manajemen risiko iklim dikelola secara terintegrasi ke dalam sistem manajemen risiko
      Bank. Proses ini diawali dengan identifikasi risiko dan peluang iklim; pengukuran risiko iklim dengan
      menetapkan beberapa metrik terkait risiko fisik dan risiko transisi; selanjutnya menilai dampak risiko
      iklim terhadap finansial Bank; kemudian mengevaluasi dampak risiko iklim dan menyusun langkah-
      langkah strategis yang diperlukan untuk mengelola dampak dari risiko iklim tersebut.

      Risiko transisi merupakan risiko yang muncul akibat perubahan arah kebijakan pemerintah, kemajuan
      teknologi, dan dinamika sosial seiring dengan bergesernya tujuan perekonomian dunia ke arah ekonomi
      karbon. Risiko fisik merupakan risiko yang disebabkan oleh bencana alam yang parah (risiko fisik akut)
      dan risiko yang secara bertahap terdampak oleh perubahan pola iklim dalam jangka panjang seperti
      kenaikan temperatur dan permukaan air laut (risiko fisik kronis). Kedua faktor risiko iklim ini akan
      berdampak terhadap model bisnis dan rantai nilai, strategi, dan kondisi keuangan. Dalam hal ini risiko
      kredit, pasar, operasional, dan likuiditas BSI.


       Faktor Risiko
                         Jenis Risiko         Key Driver                        Potensi Dampak Finansial
          Iklim
      Transisi              Kredit      1. Lower-carbon            Perubahan kebijakan regulasi yang lebih ketat ke arah
                                           economy                 lower-carbon economy dapat mempengaruhi kinerja
                                        2. Carbon Pricing          keuangan nasabah dan kemampuan bayar nasabah
                                        3. Carbon Tax              kepada Bank terutama nasabah dengan bisnis yang
                                                                   sensitif atas peristiwa iklim ekstrem.
                                        Perubahan Preferensi       Penurunan pendanaan dan portofolio Bank akibat
                                        Nasabah                    perubahan preferensi Nasabah.
                            Pasar       Perubahan                  Peningkatan suku bunga yang disebabkan perubahan
                                        makroekonomi akibat        kebijakan      iklim  berpotensi    mengakibatkan
                                        penyesuaian skenario       peningkatan yield surat berharga pemerintah dan
                                        iklim                      koperasi, serta penurunan harga pasar surat berharga
                                                                   yang berpengaruh pada pendapatan Bank.
                                        Perubahan Preferensi       Perubahan customer behavior ke produk ramah
                                        Nasabah                    lingkungan     dan      berkelanjutan,   berpotensi
                                                                   mengakibatkan      penurunan     permintaan   surat
                                                                   berharga non-berkelanjutan yang berdampak pada
                                                                   penurunan nilai surat berharga.
                         Operasional    Lower-carbon               Peningkatan biaya investasi akibat pergeseran
                                        technology &               teknologi dan infrastruktur yang ramah lingkungan.
                                        infrastructure
                                        Gap ESG Knowledge          Peningkatan   biaya    pelatihan/pelatihan/sertifikasi
                                                                   pegawai BSI dan biaya hire expertise.
                          Likuiditas    Regulasi terkait prinsip   1. Penurunan HQLA sesuai perubahan nilai pasar
                                        kehati-hatian yang            berdasarkan penilaian risiko pasar.
                                        membatasi sumber           2. Penarikan dana oleh debitur korporasi untuk biaya
                                        pendanaan dari pasar          karbon / investasi capital expenditure.
                                        uang                       3. Penurunan arus kas masuk sesuai proyeksi
                                                                      peningkatan NPF risiko kredit.




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
106    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 108
 LAPORAN DIREKSI             TATA KELOLA KEBERLANJUTAN       KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                 MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
                                                  RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM

 Faktor Risiko
                       Jenis Risiko          Key Driver                      Potensi Dampak Finansial
    Iklim
Fisik                     Kredit      Risiko Fisik Akut          1. Kerusakan    fisik  agunan/properti      nasabah
                                      1. Badai                      mengakibatkan peningkatan Loss Given Default
                                      2. Banjir                     (LGD) dan penurunan nilai aset nasabah.
                                      3. Kebakaran Hutan         2. Penurunan     Produktivitas    lahan    terutama
                                                                    pada sektor pertanian dan perkebunan yang
                                      Risiko Fisik Kronis           mengakibatkan      penurunan        kemampuan
                                      1. Kenaikan Suhu              membayar nasabah.
                                      2. Naiknya Permukaan
                       Operasional                               1. Infrastructure Damage pada kantor cabang, ATM,
                                         Laut
                                                                    pusat data, dan equipment Bank
                                                                 2. Operational Disruptions
                                                                 3. Leading to Productivity Loss
                        Likuiditas                               Peningkatan penarikan dana setelah kejadian bencana
                                                                 oleh nasabah individual, UMKM dan korporasi.


Peluang Terkait Iklim [S1.S.a, S2.S.a1]
BSI sebagai lembaga keuangan yang memiliki proposisi unik syariah dalam keuangan berkelanjutan,
BSI melihat perubahan iklim tidak hanya sebagai risiko, melainkan peluang untuk menciptakan nilai
tambah ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berimbang. Peluang tersebut selaras dengan upaya BSI
dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon yang berlandaskan Maqashid Syariah dalam
menciptakan nilai jangka panjang. Adapun peluang iklim dilihat oleh BSI meliputi efisiensi sumber daya,
sumber energi, produk/layanan, pasar, dan ketahanan.


        Tipe Peluang                     Peluang Terkait Iklim                       Potensi Dampak Finansial

Efisiensi Sumber Daya        1. Penurunan penggunaan air dan energi          Menurunkan biaya operasional melalui
                                melalui 2 unit Green Building serta Green    efisiensi sumber daya
                                Business Culture
                             2. Penurunan penggunaan kertas melalui
                                E-Doc dan penggunaan kertas bekas
Sumber Energi                Menggunakan 144 kendaraan listrik dalam         Mengurangi dampak dari kenaikan
                             menunjang aktivitas operasional                 harga bahan bakar fosil di masa depan
Produk dan Layanan           Sustainability Sukuk dan ESG Mutual Fund        Meningkatkan pendapatan melalui
                                                                             produk dan layanan yang rendah emisi
Pasar                        Akses pada pasar baru melalui produk dan        Meningkatkan pendapatan melalui
                             layanan yang rendah emisi                       akses pasar baru
Ketahanan                    Penggunaan 8 unit panel surya pada fasilitas    Menurunkan biaya penggunaan listrik
                             operasional Perseroan dan penggunaan 3
                             unit panel surya pada Desa Binaan BSI untuk
                             menghasilkan energi listrik.


Implikasi Investasi, Pendanaan, dan Sumber Daya [S2.S.d3]
Dalam merespons risiko dan peluang iklim, BSI mengalokasikan sumber daya keuangan dan non-
keuangan secara bertahap, antara lain melalui:
•• penerbitan dan pengembangan instrumen pendanaan berkelanjutan, termasuk sukuk berkelanjutan;
•• investasi pada infrastruktur ramah lingkungan dan teknologi pendukung operasional rendah karbon;
•• peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan ESG dan risiko iklim.




                                                                                        LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025     107
Page 109
06                               TENTANG LAPORAN          STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN        PROFIL PERUSAHAAN




      MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
      RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM



      MANAJEMEN RISIKO IKLIM & ANALISIS SKENARIO

      Mitigasi Dampak Risiko Iklim BSI melalui Climate Risk Management and Scenario Analysis (CRMS)
      [S1.S.f, S2.S.e1, S2.S.e2, S2.S.e3]
      BSI telah berpartisipasi kembali pada Pilot Project Climate Risk Management dan Scenario Analysis
      (CRMS) pada tahun 2025. Pada tahun sebelumnya, BSI menggunakan 51,63% dari total Portofolio,
      sedangkan pada tahun 2025, BSI menggunakan 100% dari total portofolio pada Pilot Project tersebut.
      Partisipasi ini didasari oleh SEOJK No. S-37/D.03/2024 tanggal 04 November 2024 perihal Pelaksanaan
      Tahap Lanjutan Pelaporan CRMS oleh Seluruh Bank Umum di Tahun 2025 dan SEOJK No. S-79/PB.01/2025
      tanggal 28 Mei 2025 perihal Pembaruan Data Makroekonomi Buku 4 CRMS dan Pengunduran Tenggat
      Waktu Pelaporan CRMS 2025.

      Implementasi CRMS mengacu pada panduan yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penerapan
      dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan kepatuhan atas
      regulasi eksternal. Pada penerapan CRMS, BSI melakukan Climate Risk Stress Testing (CRST) yang
      merupakan proses komprehensif untuk mengevaluasi sejauh mana risiko yang terkait dengan perubahan
      iklim dapat mempengaruhi kinerja keuangan, strategi, tata kelola, serta kerangka manajemen risiko
      Bank.

      Cakupan Analisis Skenario [S2.S.e3, S2.S.e4, S2.S.e5]
      Analisis yang dilakukan BSI mencakup evaluasi dampak perubahan iklim pada risiko kredit, risiko pasar,
      risiko likuiditas dan risiko operasional dalam jangka pendek (1 tahun), jangka menengah (3 tahun) dan
      jangka panjang (sampai dengan tahun 2050) sebagai berikut:

                                                                      Jangka                                        Risiko        Risiko
                          Eksposur        Kondisi     Proyeksi                     Risiko Kredit   Risiko Pasar
                                                                      Waktu                                       Operasional   Likuiditas

                                                      Baseline                     Pembiayaan
                                                                      3 Tahun        Produktif                      Analisis     Analisis
                                         Short Term
                                                        Stress      (2025-2027)     (Termasuk                      Kualitatif   Kualitatif
        Risiko Transisi




                                                                                      UMKM)
                             Indonesia




                                                      Net Zero
                                                       2050
                                                                                   Pembiayaan
                                                                      30 Tahun
                                                       Delayed                       Produktif
                                         Long Term                  (2030, 2040,
                                                      Transition                    (Termasuk
                                                                        2050)
                                                                                      UMKM)
                                                       Current                                     Surat Utang
                                                       Policies

                                                      Baseline                     Pembiayaan
                                         Kebakaran                    1 Tahun        Produktif
        Risiko Fisik




                                           Hutan                       (2025)       (Termasuk
                             Indonesia




                                                        Stress
                                                                                      UMKM)                         Analisis     Analisis
                                                                                                                   Kualitatif   Kualitatif
                                                      Baseline                     Pembiayaan
                                                                      1 Tahun
                                           Banjir                                   Pemilikan
                                                                       (2025)
                                                        Stress                       Properti


      Berdasarkan hasil implementasi CRMS, BSI telah menyusun analisis skenario iklim yang
      mempertimbangkan dua kategori risiko utama yaitu Risiko Transisi dan Risiko Fisik, dalam konteks
      operasi di Indonesia.

      Untuk Risiko Transisi, BSI melakukan analisis dalam jangka waktu pendek dan menengah (2025 – 2027)
      serta panjang (2030, 2040, dan 2050). Pada Risiko Transisi memengaruhi risiko bank lainnya seperti
      risiko kredit, risiko pasar, risiko operasional dan likuiditas. Risiko kredit berpotensi meningkat karena
      naiknya Probability of Default (PD) pada portofolio pembiayaan produktif, termasuk UMKM. Hal ini dapat


       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
108    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 110
  LAPORAN DIREKSI        TATA KELOLA KEBERLANJUTAN      KINERJA KEBERLANJUTAN




                                             MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
                                              RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM



menaikkan CKPN sebagai langkah antisipasi               yang disampaikan oleh OJK pada Buku CRMS,
penurunan kualitas kredit dan potensi kenaikan          yakni Network for Greening the Financial System
NPL ketika nasabah gagal beradaptasi dengan             (NGFS) Phase 4 dengan spesifikasi transisi seperti
transisi ekonomi hijau.                                 Net Zero 2050 (jalur transisi orderly), Delayed
                                                        Transition (jalur transisi disorderly), dan Current
Risiko pasar berpotensi meningkat dikarenakan           Policies (jalur transisi hot house). Pemilihan tiga
pergeseran suku bunga yang berdampak terhadap           skenario tersebut disesuaikan dengan common
penurunan bucket kualitas aset atau peringkat           practice di negara lain serta arah kebijakan transisi
kredit akibat perubahan makroekonomi. Risiko            dan target penurunan emisi Indonesia.
operasional berpotensi meningkat dikarenakan
meningkatnya Operation Expenditure (OpEx)
dan biaya operasional akibat biaya energi dan
utilitas yang lebih tinggi selama transisi menuju
                                                                                         Disorderly                          Too little, too late
ekonomi rendah karbon. Risiko likuiditas

                                                              Low Transition risk High
meningkat dikarenakan penurunan Hiqh Quality
                                                                                                        Delayed
Liquid Assets (HQLA) akibat penurunan nilai surat                                                     Transition
berharga korporasi dan pemerintah yang memiliki
eksposur tinggi karbon.                                                                  Net Zero
                                                                                         2050 (1,5ºC)                                  Current
                                                                                                                                       Policies
Untuk Risiko Fisik, BSI hanya melakukan pada
                                                                                         Orderly                             Hot house world
jangka waktu pendek, yakni 2050 saja sesuai
dengan CRMS. Tidak hanya Risiko Transisi saja
                                                                                            Low              Physical risk             High
yang memengaruhi risiko bank, melainkan
Risiko Fisik juga yang berdampak terhadap risiko
kredit, risiko operasional, dan risiko likuditas.         1. Current Policies: Mengasumsikan kebijakan iklim
                                                             saat ini tidak berubah sehingga menghasilkan
Risiko kredit berpotensi meningkat dikarenakan
                                                             risiko fisik yang tinggi dengan kenaikan
mempertimbangkan dampak kejadian bencana                     suhu global di atas 1,5°C atau 2°C, sementara
dengan tingkat keparahan yang cukup tinggi                   risiko transisi tetap rendah karena minimnya
dan menyebabkan kerusakan pada aset fisik                    perubahan kebijakan dan teknologi.
debitur. Selain itu, bencana tersebut dapat               2. Delayed         Transition:    Mengasumsikan
                                                             pengurangan emisi tidak terjadi hingga tahun
menurunkan produktivitas usaha debitur. Risiko
                                                             2030. Namun setelah itu kebijakan yang lebih
operasional berpotensi meningkat dikarenakan                 ketat diterapkan untuk membatasi pemanasan
kejadian bencana dapat berakibat secara                      global di bawah 2°C dan mengendalikan emisi
langsung maupun tidak langsung terhadap aset                 CO₂.
bank maupun kegiatan operasional sehingga                 3. Net Zero 2050: Mengasumsikan langkah
                                                             agresif diambil untuk mencapai target emisi
menimbulkan biaya tambahan yang arus
                                                             nol bersih pada 2050 dengan kebijakan ketat
dikeluarkan oleh bank. Risiko likuiditas berpotensi          dan transformasi ekonomi yang cepat untuk
meningkat dikarenakan perubahan iklim dapat                  membatasi kenaikan suhu global di bawah 1,5°C.
memengaruhi        nasabah     dalam     penarikan
simpanan dan permintaan kredit saat terjadinya
bencana alam.
                                                        Dalam perhitungan CRST yang telah dilakukan,
Desain dan Analisis Skenario                            BSI    menggunakan       data    serta     proyeksi
CRST dilakukan untuk menilai ketahanan Bank             makroekonomi yang telah dirilis oleh OJK pada
terhadap perubahan iklim yang terdiri atas              bulan Juni 2025. Data serta proyeksi ini digunakan
risiko transisi risiko fisik. Risiko iklim berpotensi   sebagai acuan dasar dalam perhitungan. Indikator
memberikan dampak langsung pada risiko                  makroekonomi yang digunakan oleh BSI, di
keuangan di antaranya yaitu risiko kredit, pasar,       antaranya Gross Domestic Product (GDP), Foreign
operasional, dan likuiditas BSI. Skenario yang          Exchange Rate (FX Rate), Oil Price, Inflation, dan
digunakan oleh BSI sesuai dengan panduan                Carbon Price.




                                                                                                           LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025               109
Page 111
06                                                                TENTANG LAPORAN                                                                                                                                                                                      STRATEGI KEBERLANJUTAN                                                                                                                                             IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN                                                                                                                                                                                                                                                                 PROFIL PERUSAHAAN




      MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
      RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM



                                                                                                                                                                           GDP                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               FX Rate
       6,00                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      16.500,00
       5,00                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      16.000,00
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  15.500,00
       4,00                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      14.500,00
       3,00                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      14.000,00
       2,00                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       13.500,00
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 13.000,00
       1,00
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  12.500,00
          -                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      12.000,00
                        01/01/2026
                                     01/01/2027


                                                               01/01/2029
                                                                            01/01/2030
                                                                                          01/01/2031
                                                                                                         01/01/2032
                                                                                                                        01/01/2033
                                                                                                                                        01/01/2034
                                                                                                                                                         01/01/2035
                                                                                                                                                                       01/01/2036
                                                                                                                                                                                     01/01/2037
                                                                                                                                                                                                   01/01/2038
                                                                                                                                                                                                                 01/01/2039
                                                                                                                                                                                                                               01/01/2040
                                                                                                                                                                                                                                             01/01/2041
                                                                                                                                                                                                                                                           01/01/2042
                                                                                                                                                                                                                                                                            01/01/2043
                                                                                                                                                                                                                                                                                            01/01/2044
                                                                                                                                                                                                                                                                                                            01/01/2045
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           01/01/2046
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         01/01/2047
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      01/01/2048
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   01/01/2049
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                01/01/2050
          01/01/2025




                                                  01/01/2028




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         01/01/2025
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          01/01/2026
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           01/01/2027

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             01/01/2028
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           01/01/2029
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         01/01/2030
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        01/01/2031
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      01/01/2032
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     01/01/2033
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   01/01/2034
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 01/01/2035
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                01/01/2036
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              01/01/2038
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             01/01/2039
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           01/01/2040
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         01/01/2041
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          01/01/2042
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           01/01/2043
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            01/01/2044
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            01/01/2045
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            01/01/2046
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           01/01/2047
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          01/01/2048
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         01/01/2049
                                           Current Policies                                                                                                 Net Zero 2050                                                                                                 Delayed Transition                                                                                                                                           Current Policies                                                                                                     Net Zero 2050                                                                                             Delayed Transition




                                                                                                                                                           Harga Minyak                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Inflasi
       800,00                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     2,50
       700,00
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  2,00
       600,00
       500,00                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     1,50
       400,00
       300,00                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     1,00
       200,00
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  0,50
       100,00
            -                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        -
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      01/01/2026
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      01/01/2027


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        01/01/2029
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      01/01/2030
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    01/01/2031
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  01/01/2032
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                01/01/2033
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              01/01/2034
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            01/01/2035
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          01/01/2036
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        01/01/2037
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      01/01/2038
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    01/01/2039
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  01/01/2040
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                01/01/2041
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             01/01/2042
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              01/01/2043
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               01/01/2044
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               01/01/2045
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               01/01/2046
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              01/01/2047
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             01/01/2048
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            01/01/2049
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          01/01/2050
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         01/01/2025




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       01/01/2028
                       01/01/2025

                                     01/01/2026

                                                  01/01/2027

                                                               01/01/2028

                                                                             01/01/2029

                                                                                            01/01/2030

                                                                                                           01/01/2031

                                                                                                                           01/01/2032

                                                                                                                                            01/01/2033

                                                                                                                                                              01/01/2034

                                                                                                                                                                            01/01/2035

                                                                                                                                                                                           01/01/2036

                                                                                                                                                                                                          01/01/2038

                                                                                                                                                                                                                         01/01/2039

                                                                                                                                                                                                                                       01/01/2040

                                                                                                                                                                                                                                                      01/01/2041

                                                                                                                                                                                                                                                                        01/01/2042

                                                                                                                                                                                                                                                                                         01/01/2043

                                                                                                                                                                                                                                                                                                         01/01/2044

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         01/01/2045

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        01/01/2046

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      01/01/2047

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   01/01/2048

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 01/01/2049




                                            Current Policies                                                                                                 Net Zero 2050                                                                                                Delayed Transition                                                                                                                                           Current Policies                                                                                                     Net Zero 2050                                                                                             Delayed Transition




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Harga Karbon versi 2024
                                                                                                                                                                                                                       12.000.000

                                                                                                                                                                                                                       10.000.000

                                                                                                                                                                                                                       8.000.000

                                                                                                                                                                                                                       6.000.000

                                                                                                                                                                                                                       4.000.000

                                                                                                                                                                                                                       2.000.000

                                                                                                                                                                                                                                                                   -
                                                                                                                                                                                                                                                                         2024 2026 2028 2030 2032 2034 2036 2038 2040 2042 2044 2046 2048 2050

                                                                                                                                                                                                                                        Current Policies v2024                                                                                                                  Delayed Transition v2024                                                  Net Zero 2050 v2024




      Pendekatan Perhitungan Skenario yang telah Dilakukan oleh BSI [S2.S.b2]
      Pendekatan perhitungan yang telah dilakukan oleh BSI mengacu pada skenario OJK dalam mengestimasi
      pengaruh perubahan iklim dan lingkungan terhadap risiko keuangan bank. Berikut merupakan
      pendekatan perhitungan skenario yang telah dilakukan oleh BSI dengan mengacu skenario OJK.


         Jenis Risiko                                                                                                                                                                         Skenario OJK                                                                                                                                                                                                                                                   Pendekatan Perhitungan

      Kredit                                                                                                      Membagi risiko iklim menjadi 1.                                                                                                                                                                                                                                             Risiko transisi, perhitungan CKPN didasarkan pada
                                                                                                                  2 faktor risiko, yaitu risiko                                                                                                                                                                                                                                               pergeseran Profitability of Default (PD) sesuai dengan
                                                                                                                  transisi dan risiko fisik. Selain                                                                                                                                                                                                                                           skenario yang ditetapkan yang dibagi menjadi skenario
                                                                                                                  itu, OJK memberikan beberapa                                                                                                                                                                                                                                                jangka pendek (proyeksi 3 tahun), dan skenario jangka
                                                                                                                  referensi skenario yang dapat                                                                                                                                                                                                                                               panjang (proyeksi 30 tahun)
                                                                                                                  dipertimbangkan     dari   NGFS 2.                                                                                                                                                                                                                                          Risiko fisik, perhitungan CKPN didasarkan pada pergeseran
                                                                                                                  Tahap 4.                                                                                                                                                                                                                                                                    Loss Given Default (LGD) dengan memperhitungkan risiko
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              kebakaran dan banjir untuk proyeksi 1 tahun




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
110    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 112
  LAPORAN DIREKSI                TATA KELOLA KEBERLANJUTAN                 KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                       MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
                                                        RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM


  Jenis Risiko                     Skenario OJK                                        Pendekatan Perhitungan

Pasar                 Pergeseran suku bunga sebagai 1.               Perhitungan kurva imbal hasil didasarkan pada pergeseran
                      akibat dari risiko transisi dan                suku bunga acuan sesuai dengan referensi skenario NGFS
                      asumsi stress, yaitu penurunan                 dari OJK yang kemudian akan dipertimbangkan dalam
                      bucket kualitas aset/peringkat                 perhitungan FRTB. Pergeseran ini dapat berdampak pada
                      kredit.  Penilaian    dilakukan                nilai Sensitivitas Risiko Suku Bunga Umum (GIRR) dan
                      terhadap   kecukupan      modal                Sensitivitas CSR (Non-Sekuritisasi).
                      (FRTB) dengan cakupan obligasi 2.              Peningkatan bobot risiko akibat penurunan bucket/
                      pemerintah dan korporasi dalam                 rating yang dapat berdampak pada nilai Sensitivitas CSR
                      mata uang rupiah.                              (Non-Sekuritisasi), Credit Valuation Adjustment (CVA) dan
                                                                     Default Risk Capital (DRC).
Operasional           Memberikan beberapa                       1. Terjadinya banjir dan kebakaran yang dapat berdampak
                      referensi skenario yang dapat                langsung atau tidak langsung terhadap nilai aset Bank dan
                      dipertimbangkan.                             kegiatan operasional Bank sehingga dapat menimbulkan
                                                                   biaya tambahan
                                                                2. Perhitungan risiko operasional berdasarkan biaya yang
                                                                   dikeluarkan pada aset operasional Bank (kantor cabang
                                                                   dan mesin) jika terjadi bencana.
                                                                3. Memproyeksikan        kemungkinan    timbulnya      biaya
                                                                   berdasarkan data historis
Likuiditas            Memberikan beberapa                       1. Peningkatan arus kas keluar akibat penarikan uang
                      skenario referensi yang dapat                debitur akibat bencana alam (risiko fisik)
                      dipertimbangkan.                          2. Perubahan yield curve makroekonomi, peningkatan NPL
                                                                   pada risiko kredit, penarikan deposito korporasi (risiko
                                                                   transisi)


Sesuai dengan skenario yang telah diadopsi oleh OJK, BSI melakukan penilaian risiko transisi pada PD
dan menganalisis dampaknya terhadap ECL. Selain itu, BSI melakukan penilaian risiko fisik pada LGD
dan menganalisis dampaknya terhadap ECL. Berikut merupakan framework yang digunakan oleh BSI
untuk perhitungan skenario iklim tersebut.


                                                   Perhitungan Dampak Pajak
                                                                                     Financial Modeling dan         Scaling Forward-
                          Persiapan Data           Karbon terhadap Kuantitas
                                                                                      Perhitungan KMV PD           Looking PD dan ECL
                                                        (Q) dan Harga (P)



                     Data Laporan Keuangan
                       dalam level Debitur
                    (Pendapatan, Pengeluaran,
                          Aset, Utang, …)                                            Metrik Keuangan yang
                                                                                         telah di-stress
                                                                                    Contoh: Pendapatan, HPP,
                                                                                       CAPEX, Utang, dll.
                     Data terkait Iklim tingkat
                           Perusahaan                  Simulasi Skenario
 Transition         Emisi GHG (Scope 1, 2 dan 3)
    Risk                                                                              Penilaian dan Kalibrasi
                                                                                              Risiko:
                                                                                                                       PD Stress
                                                                                    •• Distance-to-Default
                                                                                    •• Perubahan pada PD
                       Data Skenario Iklim
                       Diperoleh dari NGFS
                     dan disesuaikan sesuai
                     keperluan OJK (contoh:                                                                           CKPN Stress
                      tingkat pertumbuhan
                    NDC, target pengurangan,
                     harga karbon, variabel
                        makroekonomi, dll)



Pengukuran dampak risiko transisi dilakukan dengan menghitung simulasi pengaruh variabel risiko
transisi seperti carbon emission dan carbon price pada kondisi keuangan nasabah. Perubahan variabel
seperti carbon emission dan carbon price akan berdampak pada penurunan kemampuan bayar nasabah
dan mempengaruhi PD nasabah pada tiap skenario. Pengaruh variabel risiko transisi akan berbeda-beda
pada tiap sektor usaha nasabah.




                                                                                                         LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025     111
Page 113
06                 TENTANG LAPORAN                      STRATEGI KEBERLANJUTAN        IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN                        PROFIL PERUSAHAAN




      MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
      RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM


                         Banjir — Portofolio Hipotek
                            Lokasi properti (kota/
                          kabupaten), nilai properti
                                saat likuidasi                                            Perhitungan Biaya
                                                                                             Kerusakan
                                                                Simulasi Skenario    Menerapkan rasio kerusakan                    LGD Ter-stress
        Risiko                                                                       jaminan dan biaya revitalisasi
        Fisik                      Kebakaran                                          pada daerah berisiko tinggi
                               Hutan — Pertanian
                            Lokasi (kota/kabupaten),                                                                       Stres Ekspektasi Kerugian
                             luas area, nilai agunan                                                                         Kredit (ECL) dan Aset
                                                                                                                           Tertimbang Risiko (RWA)




      Pengukuran dampak risiko fisik dilakukan mengacu pada panduan OJK, yaitu menganalisis dampak
      bencana banjir yang diasumsikan terjadi pada Pembiayaan Kepemilikan Rumah (KPR) dan dampak
      kebakaran yang diasumsikan terjadi pada pembiayaan sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.
      Dampak risiko fisik diasumsikan akan meningkatkan Loss Given Default (LGD) nasabah yang terdampak.
      Saat melakukan CRMS, BSI menggunakan data Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) untuk
      mengidentifikasi wilayah berisiko.

      Hasil Analisis Skenario Iklim [S1.S.c, S2.S.b1, S2.S.f1, S2.MT.d1]
      BSI telah melakukan analisis skenario iklim yang mencakup sektor prioritas dan non-prioritas dengan total
      pembiayaan sebanyak 100%. Sektor prioritas merupakan sektor yang berkontribusi untuk mempercepat
      transisi menuju ekonomi rendah karbon pada Nationally Determined Contributions (NDC) Indonesia.
      Pemerintah Indonesia mengidentifikasi lima sektor utama pengurangan emisi GRK sesuai dengan
      target NDC, yaitu Energi, Pembuangan Limbah, Industrial Processes and Product Use (IPPU), Pertanian,
      dan Kehutanan.

      Selaras dengan sektor-sektor tersebut, terdapat sektor prioritas yang diidentifikasi sebagai sektor yang
      merupakan sektor dengan intensitas emisi GRK tertinggi. Sektor-sektor tersebut termasuk dalam
      cakupan analisis portofolio pada CRST 2025, antara lain 1) Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; 2)
      Pertambangan dan Penggalian; 3) Pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin; 4) Konstruksi;
      5) Pengangkutan dan Pergudangan; 6) Industri Pengolahan; dan 7) Pembiayaan Konsumtif Kepemilikan
      Properti. Selain itu, BSI melakukan analisis skenario non-prioritas yaitu Sektor Produktif selain Sektor 1 - 6
      dan Sektor Konsumtif selain Sektor 7. Berikut merupakan persentase pada setiap sektor yang digunakan
      untuk analisis skenario:

                                                                                                   Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan

                                                                                                         1,1%
                                                                            8,8%                         Pertambangan dan Penggalian

                                                                                                           2,3%
                                                                                                          Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air
                                                                                                          Panas dan Udara Dingin
                                                 29,9%                                 6,6%                           Konstruksi
         Sektor Konsumtif
         selain Sektor 7                                                                                      Pengangkutan dan Pergudangan
                                                                                              2,9%

                                                                                           4,9%               Industri Pengolahan




                                                                                    20,4%
                                                       23,1%
                                                                                                              Pembiayaan Konsumtif
         Sektor Produktif selain                                                                              Kepemilikan Properti
         Sektor 1 s.d 6




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
112    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 114
  LAPORAN DIREKSI            TATA KELOLA KEBERLANJUTAN          KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                 MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
                                                  RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM

Berdasarkan hasil analisis skenario iklim pada risiko transisi, dampak risiko iklim terhadap portofolio BSI
belum cukup terlihat dalam jangka pendek dan menengah, baik pada kondisi baseline dan stress. Dari
sisi pencadangan, terdapat peningkatan biaya CKPN yang perlu dicadangkan BSI untuk mengantisipasi
potensi kenaikan risiko kredit seiring dengan pertumbuhan pembiayaan. Berikut merupakan proyeksi
Rasio NPF dan CKPN dalam jangka Pendek dan Menengah.


                                                            Rasio NPF
                                                                                        Persentase

                                      Baseline     Stress
                    2.50%

                                                   2,02%
                                                                                              1,93%
                    2.00%

                              1,90%                                      1,96%

                    1.50%


                    1.00%


                    0.50%


                    0.00%
                             2024                   2025                  2026                 2027




                                                            Biaya CKPN
                                                                                          Rp Miliar

                                      Baseline     Stress


                    12.000                                                                  11.695


                                                                                            11.672

                    11.000                                              10.777

                             10.291
                                                  10.231                10.710

                    10.000 10.291
                                                  10.072



                     9.000
                             2024                  2025                  2026               2027




Berdasarkan hasil analisis skenario iklim, terdapat pengaruh dampak risiko iklim pada portofolio BSI
dalam jangka panjang di seluruh skenario, meskipun belum secara signifikan terlihat. Hal ini terutama
dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi yang diproyeksikan cukup baik pada hampir seluruh skenario.
Disisi lain terdapat beberapa nasabah BSI yang memiliki struktur keuangan yang tidak cukup kuat,
sehingga dalam jangka panjang akan berpengaruh terhadap kemampuan membayar kewajiban kepada
Bank. Berikut merupakan proyeksi Rasio NPF dan CKPN dalam jangka panjang.




                                                                                        LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   113
Page 115
06               TENTANG LAPORAN                STRATEGI KEBERLANJUTAN                    IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




      MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
      RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM



                                                                         Rasio NPF



                                             Net Zero      Delayed         Current Policies                  Persentase



                           2,50%


                                                                                                                 2,45%
                                                                            2,45%                                2,45%
                           2,45%
                                                                                                                 2,45%
                                                                            2,44%
                                                                            2,44%

                           2,40%
                                    2,37%
                                    2,37%

                                    2,37%
                            2,35%
                                    2030                2035                2040                2045              2050




                                                                         Biaya CKPN


                                             Net Zero          Delayed      Current Policies                 Rp Miliar



                           12.000
                                                                                                                  11.656



                                                                            10.898                                11.040
                           11.000
                                                                                                                  11.029
                                    10.239                                  10.745
                                                                            10.718

                           10.000 10.238
                                  10.238



                           9.000
                                    2030                2035                 2040               2045              2050




      NPF tertinggi BSI diproyeksikan terjadi pada                            bank dan peningkatan biaya operasional bank.
      tahun 2040 dan 2050 sebesar 2,45%. Selain                               Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan
      karena dampak risiko iklim, kondisi ini terutama                        pada CRST, dampak risiko fisik tidak terlalu
      disebabkan oleh pergerakan faktor ekonomi                               signifikan terhadap penurunan nilai aset/Kantor
      dan kondisi nasabah-nasabah pembiayaan                                  Bank. Hal ini disebabkan sebagian besar kantor
      yang secara struktural pada kondisi aktual per                          cabang bank merupakan aset sewa sehingga
      Desember 2024, sudah berada pada kondisi yang                           kerugian akibat penurunan nilai menjadi risiko
      memerlukan perhatian khusus.                                            pemilik atau perusahaan asuransi.

      Selain dampak dari faktor risiko iklim transisi,
      BSI telah melakukan skenario iklim berdasarkan
      faktor risiko iklim fisik. Dampak dari faktor risiko
      ini dapat memengaruhi penurunan nilai aset



       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
114    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 116
  LAPORAN DIREKSI                TATA KELOLA KEBERLANJUTAN     KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                      MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
                                                       RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM


STRATEGI BSI DALAM MENGHADAPI RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM [S1.S.d,
S2.S.c1, S2.S.c2, S2.S.c3, S2.S.c4, S2.MT.e1]


Dalam mengelola risiko dan peluang terkait iklim, BSI membuat Strategic Planning Risk Management
sebagai upaya dalam mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Strategi ini dibuat untuk
mengantisipasi dampak terhadap model bisnis dan rantai nilai; strategi pengambilan keputusan; dan
posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas. Strategic Planning Risk Management ini, BSI melihat
akan berdampak kepada financial impact seperti Capital Adequacy Ratio (CAR), Operation Expenditure
(OpEx), Capital Expenditure (CapEx), Assets, dan Liabilities.




        Strategic Planning Risk Management                                             Financial Impact
                    [S1.S.d, S2.S.c1, S2.S.c2]

   1.   Penetapan framework Manajemen Risiko yang                         1. - CAR: Peningkatan beban pencadangan
        mempertimbangkan aspek ESG                                           (CKPN) akibat nasabah gagal bayar
   2.   Penyusunan        kebijakan    yang    mendukung                     pinjaman pada Bank dan penurunan rating
        penyaluran pembiayaan yang berkelanjutan                             surat berharga
   3.   Penetapan       strategi    manajemen     portofolio              2. + OpEx: Peningkatan biaya akibat
        pembiayaan secara bertahap antara lain:                              investment on human capital & green
        a. Pemberlakuan limit brown sector                                   equipment
        b. Peningkatan pembiayaan pada segmen rendah                      3. + CapEx: Peningkatan biaya akibat
           karbon yang sejalan dengan strategi Bank                          investasi pada green technology & green
   4.   Pengukuran dan analisis risiko iklim melalui CRMS                    infrastructure
        secara berkala                                                    4. + Assets: Peningkatan value Bank akan
   5.   Investasi pada surat berharga Pemerintah dan                         berdampak pada peningkatan asset
        Korporasi yang fokus pada sektor ramah lingkungan                 5. - Assets: Stranded Assets
   6.   Peningkatan green fund antara lain melalui                        6. - Liabilities: Perubahan kebijakan iklim
        penerbitan sukuk berkelanjutan                                       yang tidak respon oleh Bank dan perubahan
   7.   Investasi pada teknologi dan infrastruktur yang                      customer behaviour akan berdampak pada
        berkelanjutan                                                        penurunan portofolio pendanaan
   8.   Transfer risk dengan asuransi untuk kerugian akibat
        physical risk (banjir dan kebakaran)
   9.   Relokasi kantor cabang/ATM yang terdapat pada
        lokasi rawan banjir




Penentuan Strategic Planning Risk Management dipertimbangkan dari risiko dan peluang terkait iklim.
Selain itu, BSI telah menyusun action plan untuk memperkuat ketahanan bisnis dalam menghadapi
tantangan iklim berdasarkan hasil CRMS yang telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan. Action
plan ini tidak hanya dirancang sebagai bentuk mitigasi risiko, namun sebagai langkah untuk menangkap
peluang dalam transisi ekonomi rendah karbon.

Action plan pertama adalah menetapkan strategi pengelolaan portofolio pembiayaan sejalan dengan
hasil sensitivity analysis. Rencana strategi ini dilaksanakan melalui pengelolaan portofolio pembiayaan
terhadap sektor-sektor yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap risiko iklim menuju sektor-sektor hijau
dan rendah karbon. Saat ini, BSI telah menetapkan limit pada sektor-sektor yang menghasilkan emisi
karbon tinggi (brown sector) seperti Batubara, Industri Migas, dan Pertambangan Minyak dan Gas.




                                                                                         LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025      115
Page 117
06               TENTANG LAPORAN          STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




      MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
      RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM


      Action plan kedua adalah melakukan investasi                 iklim secara global, serta peningkatan kebutuhan
      pada surat berharga pemerintah atau surat                    data pada tingkat portofolio dan sektor industri,
      berharga     korporasi    pada    sektor   ramah             Perseroan terus melakukan penyempurnaan
      lingkungan. Rencana strategi ini bertujuan untuk             kualitas, cakupan, dan konsistensi data yang
      memperkuat kualitas aset dan membangun                       digunakan.
      ketahanan portofolio secara keseluruhan. Action
      plan ketiga adalah memastikan kecukupan                      Perseroan secara berkelanjutan meningkatkan
      likuiditas dengan melakukan penempatan pada                  infrastruktur data, metodologi pengukuran, serta
      aset likuid berkualitas tinggi dan meningkatkan              proses pengumpulan dan validasi informasi guna
      penghimpunan dana dengan run off rate rendah                 menghasilkan pengungkapan yang semakin
      sesuai komponen LCR dan penerbitan sukuk                     komprehensif dan andal. Upaya peningkatan
      berkelanjutan. Secara keseluruhan, hasil CRMS                tersebut mencakup penguatan ketersediaan
      menunjukkan permodalan bank masih di atas                    data     historis,  pengembangan     parameter
      limit yang ditetapkan regulator sehingga tidak               analisis skenario, serta penyempurnaan model
      diperlukan action plan khusus terkait permodalan.            pengukuran dampak finansial yang selaras
                                                                   dengan perkembangan praktik dan standar
                                                                   internasional.
      PENGEMBANGAN DATA KUANTITATIF
      RISIKO DAN PELUANG IKLIM [S2.S.D4]

      Dalam melakukan identifikasi, pengukuran, dan
      analisis risiko serta peluang terkait iklim, Perseroan
      telah menggunakan data kuantitatif yang
      tersedia serta berbagai asumsi dan parameter
      yang relevan sebagai dasar analisis. Namun
      demikian, mengingat dinamika perubahan iklim,
      perkembangan metodologi pengukuran risiko




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
116    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 118
LAPORAN DIREKSI       TATA KELOLA KEBERLANJUTAN   KINERJA KEBERLANJUTAN




                                          MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
                                           RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM



 MANAJEMEN RISIKO




   KERANGKA KERJA MANAJEMEN RISIKO [S1.RM.d, S2.RM.c1]

   BSI senantiasa memperkuat fondasi tata kelola dan pengelolaan risiko sebagai pilar
   keberlanjutan bisnis dalam menjalankan peran sebagai institusi keuangan yang resilien
   terhadap risiko dan peluang terkait keberlanjutan termasuk iklim. Hal ini diwujudkan melalui
   pengembangan kerangka kerja manajemen risiko yang adaptif, terukur, dan selaras dengan
   dinamika industri perbankan. Penguatan kapasitas pengendalian risiko dilakukan secara
   terintegrasi pada seluruh lini organisasi, sehingga aktivitas usaha bank tetap berada dalam
   koridor prinsip kehati-hatian dalam merespons perubahan makro ekonomi berupa risiko dan
   peluang terkait keberlanjutan termasuk iklim.

   BSI telah menerapkan manajemen risiko secara efektif sesuai dengan UU No. 4 Tahun 2023
   tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan dan POJK No. 42 Tahun 2024
   tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Lembaga Pembiayaan. BSI telah menerapkan
   prinsip tata kelola yang mencakup keterbukaan, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi,
   dan kewajaran. Selain itu, BSI mengikuti perkembangan dinamika industri dalam rangka
   penerapan tata kelola yang baik agar tetap relevan.

   Dalam menerapkan manajemen risiko, BSI mengoptimalisasi seluruh fungsi organ yang saling
   melengkapi sehingga saling melengkapi dalam menciptakan pengendalian yang efektif.
   Selain itu, optimalisasi seluruh fungsi ini dapat mendukung terciptanya integrasi informasi
   yang digunakan untuk pelaporan maupun pengambilan keputusan. BSI menerapkan
   manajemen risiko yang efektif dengan cara pengawasan aktif Dewan Komisaris, Direksi,
   dan Dewan Pengawas Syariah; Kecukupan kebijakan, prosedur, dan limit risiko; Kecukupan
   proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko serta sistem informasi
   manajemen risiko; dan Sistem pengendalian internal yang menyeluruh. Berikut merupakan
   struktur organisasi manajemen risiko yang terdapat pada BSI.




                                                                          LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   117
Page 119
06              TENTANG LAPORAN                    STRATEGI KEBERLANJUTAN                     IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN                                        PROFIL PERUSAHAAN




      MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
      RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM


                                           Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah


                                                                Pilar Manajemen Risiko

                                                                                    Kecukupan Proses
                Pengawasan Aktif, Dewan             Kecukupan Kebijakan,            Manajemen Risiko                  Sistem Pengendalian
                  Komisaris, Direksi dan             Prosedur, dan Limit           dan Sistem Informasi             Intern yang Menyeluruh
                Dewan Pengawas Syariah
                                                                                     Manajemn Risiko




                                                                                                        SATUAN KERJA
            Komite Dewan Komisaris &                                                               (Identifikasi Pengukuran,                 Assurance
            Dewan Pengawas Syariah                           Komite Direksi
                                                                                                       Pengawasan, dan                      Independen
              Fungsi Pengawasan                                                                         Pengendalian)


                                              Komite Manajemen Risiko            Business               Satuan Kerja
             Komite Pemantau Risiko
                                                                                Committee             Manajemen Risiko
                                                                                                          (SKMR)

               Komite Remunerasi                                Risiko
                                           Risiko Kredit                         Komite
                  & Nominasi                                  Kepatuhan
                                                                               Pembiayaan
                                                             Risiko Imbah
      BSI




                                           Risiko Pasar
                                                                  Hasil
                                                                                                         Satuan Kerja
                  Komite Audit                                                                           Operasional
                                       Risiko Likuiditas    Risiko Investasi                                                              Internal Audt
                                                                                                      (Risk-Taking Unit)
                                                                                 Asset and
                                                                                  Liability
                                             Risiko                             Committee
                 Komite Syariah            Operasional

                                        Risiko Hukum        Emerging Risk
                                                             (Risiko Iklim)      Policy &             Satuan Kerja Audit
                                                                                Procedure                Intern SKAI
                                       Risiko Stratejik                         Committee




                   Integrasi Risiko Terkait Iklim ke Dalam Sistem Manajemen Risiko Perusahaan [S1.RM.d, S2.RM.c1]



                                                                   Kredit                                Kepatuhan

                                                                    Pasar                               Imbah Hasil
                                                                                                                                                   Risk Tolerance

                                                                                                                                                                      Risk Capacity
                                                                                                                                   Risk Appetite




                                                                 Likuiditas                               Investasi
                Profil Risiko Iklim
                                                               Operasional

                                                                  Hukum                               Emerging Risk
                                                                                                       (Risiko Iklim)
                                                                  Stratejik


                                                                                Portofolio Guideline Pembiayaan
             Kebijakan Risiko Iklim
                                                                                              Exclusion List


                                                                                      Standar Prosedur Bisnis
               Review Risiko Iklim
                                                                          Review, Pemantauan, dan Evaluasi Pembiayaan




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
118   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 120
  LAPORAN DIREKSI             TATA KELOLA KEBERLANJUTAN               KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                  MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
                                                   RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM

RISIKO IKLIM PADA KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO [S1.RM.a, S2.RM.a3, S2.RM.a4]

Di tengah dinamika ekonomi dan perkembangan isu iklim global, BSI terus merelevansikan langkahnya
lewat penguatan ekonomi syariah yang berorientasi masa depan. Salah satu langkah yang ditempuh
oleh BSI adalah menerapkan manajemen risiko atas emerging risk pada Kebijakan Manajemen Risiko
Bank.

Emerging risk merupakan risiko baru yang sedang berkembang dengan data historis yang terbatas serta
berpotensi berdampak signifikan terhadap kelangsungan usaha Bank. Salah satu dari emerging risk
yang sudah BSI lihat adalah risiko Environmental, Social, dan Governance. Salah satu dari risiko tersebut
adalah risiko fisik dan risiko transisi yang terdapat pada risiko iklim. Melalui hal tersebut, BSI mengelola
risiko iklim yang berpengaruh terhadap permodalan Bank yang memuat prinsip identifikasi risiko,
pengukuran risiko, pemantauan risiko, pengendalian risiko, komunikasi risiko, review pengambilan risiko,
implementasi stratejik & rencana bisnis, penerapan risk culture, dan penerapan risk tolerance. Berikut
merupakan pengintegrasian Enterprise Risk Management di mana di dalamnya terdapat emerging risk
berupa climate risk.


                                               Integrated Enterprise Risk Management

                                                             Implementasi Strategi &
                                                                 Rencana Bisnis
                                                 Review
                                                                                        Penerapan
                                               Pengambilan
       Proses Bisnis                              Risiko
                                                                                       Budaya Risiko                      Permodalan
                                 Managing                                                                Managing
                                    Risk                                                     Penetapan
                                              Komunikasi                                        Risk        Risk
                                  Through       Risiko
   Front   Middle   Back                                                                     Tolerance    Through          Regulatory
    End     End     End          Operation                                                                                  Capital
                                                                                                           Capital
                                             Pengendalian
                                                Risiko

                                                                                       Identifikasi
                                                   Pemantauan                             Risiko
                                                     Risiko
                                                                Pengukuran Risiko



              Mencakup 10 Jenis Risiko Bank Syariah termasuk Emerging Risk (antara lain: climate risk, cyber risk)


                                                        Fundamental Enabler

      Organization & Human Capital            Culture                          Data & System                  Tools & Methodology




IDENTIFIKASI, PENGUKURAN, PEMANTAUAN, PENGENDALIAN, DAN SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN RISIKO [S1.RM.a, S1.RM.b, S1.RM.c, S2.RM.a1, S2.RM.a3, S2.RM.a5]

Lingkungan internal dan eksternal perbankan terus mengalami perkembangan yang pesat. Hal ini
membuat risiko kegiatan usaha BSI semakin kompleks sehingga diperlukan kebutuhan penerapan
manajemen risiko yang memadai. BSI terus mengembangkan usahanya secara organik dan non-
organik demi mewujudkan visi BSI. Pertumbuhan organik dan non-organik menimbulkan risiko bagi
konglomerasi Bank, maka diperlukan manajemen risiko terintegrasi yang efektif. Kebijakan Manajemen
Risiko yang efektif dan memadai dapat mendukung pertumbuhan bisnis BSI secara optimal dengan
tetap mengedepankan prinsip prudensialitas. BSI perlu mengevaluasi Kebijakan Manajemen Risiko
secara berkala sesuai dengan perkembangan lingkungan internal dan eksternal Bank. Salah satu dari
perkembangan lingkungan eksternal Bank adalah perubahan iklim.

Saat ini, BSI telah melakukan identifikasi, pengukuran, pemantauan, pengendalian, dan sistem informasi
manajemen risiko termasuk emerging risk. Salah satu dari emerging risk tersebut adalah risiko iklim.
Berikut merupakan yang dilakukan oleh BSI dalam melakukan penerapan manajemen risiko tersebut.



                                                                                                         LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025     119
Page 121
06              TENTANG LAPORAN        STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN     PROFIL PERUSAHAAN




      MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
      RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM

      Identifikasi Risiko                                       •• Bank melakukan evaluasi terhadap sistem
      •• Bank mengidentifikasi karakteristik risiko yang           pengukuran Risiko secara berkala atau
         melekat pada seluruh aktivitas Bank termasuk              sewaktu-waktu dalam hal diperlukan untuk
         emerging risk (termasuk risiko iklim)                     memastikan kesesuaian asumsi, akurasi,
      •• Bank mengidentifikasi risiko dari produk dan              kewajaran dan integritas data, serta prosedur
         kegiatan usaha Bank.                                      yang digunakan untuk mengukur risiko
      •• Bank mengidentifikasi Risiko terhadap seluruh          •• Bank melakukan stress testing dan kaji ulang
         Risiko secara berkala serta termasuk sharia               hasil stress testing secara berkala untuk
         risk;                                                     mengambil langkah yang tepat dalam hal
      •• Membuat metode atau sistem untuk                          perkiraan kondisi melebihi tingkat toleransi
         melakukan proses identifikasi Risiko pada                 yang dapat diterima. Hasil stress testing dan kaji
         seluruh produk dan kegiatan usaha.                        ulang menjadi masukan dalam menetapkan
      •• Bank     mengidentifikasi    Risiko     dengan            atau mengubah kebijakan dan limit Risiko
         memastikan bahwa Risiko dari produk dan                   Bank. Selain itu, Bank telah melakukan Climate
         kegiatan usaha baru telah melalui penerapan               Risk Stress Testing (CRST) untuk melihat
         Manajemen Risiko yang layak sebelum produk                kesiapan BSI dalam menghadapi risiko iklim.
         atau kegiatan usaha diterbitkan
                                                                Pemantauan Risiko
      Pengukuran Risiko                                         •• Bank mengevaluasi eksposur Risiko melalui
      •• Bank mengevaluasi kesesuaian asumsi,                      pemantauan dan pelaporan Risiko yang
         sumber data, dan prosedur yang digunakan                  bersifat material atau berdampak terhadap
         untuk mengukur risiko secara berkala. Evaluasi            kondisi permodalan Bank; dan
         dilakukan paling sedikit secara triwulanan             •• Bank menyesuaikan proses pelaporan dalam
         atau sewaktu-waktu yang disesuaikan dengan                hal terdapat perubahan kegiatan usaha,
         perkembangan usaha Bank dan kondisi                       produk, transaksi, faktor Risiko, teknologi
         eksternal yang mempengaruhi kondisi Bank                  informasi, dan sistem informasi Manajemen
         secara langsung;                                          Risiko Bank yang bersifat material.
      •• Bank melakukan pengukuran risiko secara                •• Bank membuat sistem dan prosedur
         berkala baik untuk produk, portofolio maupun              pemantauan Risiko yang antara lain berupa
         seluruh aktivitas bisnis Bank.                            pemantauan terhadap besar eksposur Risiko,
      •• Bank menyesuaikan sistem pengukuran risiko                toleransi Risiko, kepatuhan limit Risiko internal,
         apabila terdapat perubahan kegiatan usaha                 dan hasil stress testing, serta konsistensi
         bank, produk, transaksi, faktor risiko, yang              pelaksanaan dengan kebijakan dan prosedur
         bersifat material yang dapat mempengaruhi                 yang ditetapkan.
         kondisi keuangan Bank.                                 •• Bank menyiapkan suatu sistem rekam
      •• Bank melakukan pengukuran risiko baik                     cadang (backup) dan prosedur yang efektif
         secara kuantitatif maupun kualitatif, dengan              untuk mencegah terjadinya gangguan dalam
         menggunakan model/metode yang ditetapkan                  proses pemantauan Risiko dan melakukan
         regulator dan atau yang dikembangkan oleh                 pengecekan serta penilaian kembali secara
         Bank.                                                     berkala terhadap sistem rekam cadang
      •• Bank        mengaplikasikan      model/metode             tersebut.
         pengukuran risiko disesuaikan pula dengan              •• Bank memantau konsistensi pelaksanaan
         sistem pelaporan data yang diwajibkan                     penerapan       manajemen      risiko     dengan
         oleh Bank Indonesia dan/atau Otoritas Jasa                kebijakan dan prosedur yang ditetapkan.
         Keuangan.                                              •• Setiap unit kerja mempunyai tanggung jawab
      •• Bank perlu melakukan validasi dalam rangka                untuk memantau eksposur risiko di unit
         mengatasi kelemahan yang dapat timbul                     kerjanya.
         atas penggunaan model/metode pengukuran
         risiko. Validasi tersebut dilakukan oleh satuan        Pengendalian Risiko
         kerja yang menjalankan fungsi internal audit           •• Bank membuat sistem pengendalian Risiko
         dan/atau satuan kerja lainnya yang independen             yang memadai dengan mengacu pada
         terhadap satuan kerja yang mengaplikasikan                kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan.
         model/metode pengukuran risiko.


       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
120    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 122
 LAPORAN DIREKSI            TATA KELOLA KEBERLANJUTAN            KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
                                                 RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM

•• Bank melakukan Proses pengendalian Risiko                     Perseroan secara berkelanjutan melakukan
   disesuaikan dengan eksposur Risiko maupun                     penyempurnaan kualitas dan cakupan data,
   tingkat Risiko yang akan diambil dan toleransi                termasuk     peningkatan     granularitas   data
   Risiko, serta Prinsip Syariah.                                operasional dan sektor industri, guna mendukung
                                                                 akurasi pengukuran risiko dan efektivitas
Sistem Informasi Manajemen Risiko                                pengambilan keputusan. Proses validasi dan
Bank     mengembangkan         sistem    informasi               pengendalian kualitas data juga dilakukan secara
manajemen risiko yang mencakup laporan atau                      berkala sebagai bagian dari penguatan kerangka
informasi antara lain.                                           manajemen risiko Perseroan.
•• Eksposur risiko baik eksposur kuantitatif
   maupun       kualitatif, secara    keseluruhan
   (komposit), per jenis risiko dan per jenis                    INTEGRASI RISIKO IKLIM TERHADAP
   aktivitas fungsional;                                         RISIKO BANK [S1.RM.d, S2.RM.a4, S2.RM.c1]
•• Kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur
   serta penetapan limit;                                        Risiko iklim merupakan salah satu dari emerging
•• Realisasi pelaksanaan manajemen risiko                        risk yang BSI miliki. CRMS yang telah dilakukan
   dibandingkan dengan target yang ditetapkan.                   pada tahun 2025 mengetahui bahwa risiko iklim
                                                                 berpengaruh terhadap risiko bank lainnya seperti
                                                                 risiko kredit, pasar, operasional, dan likuiditas.
PENGGUNAAN INPUT, PARAMETER,                                     Proses manajemen risiko iklim dikelola secara
DAN ANALISIS SKENARIO IKLIM [S2.RM.a2]                           terintegrasi ke dalam sistem manajemen risiko
                                                                 bank. Proses ini diawali dengan identifikasi
Dalam proses identifikasi dan penilaian risiko                   risiko iklim; pengukuran risiko iklim dengan
terkait iklim, Perseroan menggunakan berbagai                    menetapkan beberapa metrik terkait risiko fisik
input, parameter, dan sumber data yang                           dan risiko transisi; selanjutnya menilai dampak
relevan untuk mendukung analisis risiko secara                   risiko iklim terhadap finansial Bank; kemudian
komprehensif. Data yang digunakan mencakup                       mengevaluasi dampak risiko iklim dan menyusun
informasi internal Perseroan, data portofolio                    langkah-langkah strategis yang diperlukan untuk
pembiayaan, karakteristik sektor industri nasabah,               mengelola dampak dari risiko iklim tersebut.
serta referensi eksternal yang relevan, termasuk                 Berikut merupakan integrasi risiko iklim terhadap
publikasi ilmiah, skenario perubahan iklim global,               bank lainnya yang meliputi jenis risiko iklim,
dan perkembangan praktik internasional.                          dampak, dan pengelolaan risiko.



    Faktor Risiko Iklim                                 Dampak                                   Pengelolaan Risiko

Risiko Transisi               Risiko transisi juga memberikan dampak yang                1. Penetapan              framework
Risiko yang muncul            signifikan terhadap risiko perbankan, di antaranya::          manajemen         risiko     yang
akibat perubahan arah                                                                       mempertimbangkan           aspek
kebijakan pemerintah,         1. Risiko Kredit                                              LST/ESG.
kemajuan teknologi, dan          •• Perubahan kebijakan regulasi oleh pemerintah/        2. Penetapan strategi manajemen
dinamika sosial seiring             otoritas yang lebih ketat seperti pengaturan            portofolio pembiayaan dengan
dengan bergesernya tujuan           carbon emission, carbon tax, dan peralihan              mempertimbangkan aspek LST
perekonomian dunia ke               teknologi   dapat    mempengaruhi        kinerja        melalui portfolio guideline.
arah ekonomi rendah                 keuangan nasabah dan kemampuan bayar                 3. Secara bertahap, melakukan
karbon.                             nasabah kepada bank, terutama nasabah                   penurunan limit penyaluran
                                    dengan bisnis yang sensitif atas peristiwa iklim        pembiayaan pada nasabah
                                    ekstrem atau perubahan kebijakan iklim.                 dengan sektor usaha yang
                                 •• Perubahan     preferensi    konsumen       yang         menghasilkan emisi karbon
                                    mengedepankan aspek ESG, berdampak                      tinggi.
                                    terhadap penurunan pendapatan nasabah                4. Penyusunan kebijakan yang
                                    dan berujung meningkatkan risiko gagal bayar            mendukung              penyaluran
                                    bagi nasabah yang tidak dapat menyesuaikan              pembiayaan ke arah green
                                    rencana bisnis dengan kebijakan transisi dan            financing.
                                    perubahan teknologi ke arah green.




                                                                                              LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025        121
Page 123
06                TENTANG LAPORAN              STRATEGI KEBERLANJUTAN             IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN            PROFIL PERUSAHAAN




      MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
      RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM

          Faktor Risiko Iklim                                Dampak                                       Pengelolaan Risiko

                                      2. Risiko Pasar                                             5.   Pengukuran dan analisis risiko
                                         •• Peningkatan nilai tukar yang disebabkan                    iklim melalui Climate Risk
                                            oleh perubahan kebijakan iklim sehingga                    Stress Test (CRST).
                                            berpengaruh pada Posisi Devisa Neto (PDN)             6.   Investasi pada surat berharga
                                            Bank.                                                      pemerintah dan surat berharga
                                         •• Perubahan customer behavior yang beralih ke                korporasi pada sektor ramah
                                            produk ramah lingkungan dan berkelanjutan,                 lingkungan.
                                            berpotensi         mengakibatkan         penurunan    7.   Peningkatan         pendanaan
                                            permintaan surat berharga non berkelanjutan                melalui penghimpunan dana
                                            yang berdampak pada penurunan nilai surat                  pihak ketiga dengan run off
                                            berharga.                                                  rate rendah sesuai komponen
                                         •• Peningkatan suku bunga atau perubahan                      LCR dan penerbitan sukuk
                                            asumsi makro ekonomi lainnya berdasarkan                   berkelanjutan.
                                            scenario NGFS mengakibatkan peningkatan               8.   Investasi     pada    teknologi
                                            yield surat berharga pemerintah dan korporasi,             atau infrastruktur baru yang
                                            serta penurunan harga pasar surat berharga                 berkelanjutan.
                                            saat melakukan mark-to-market.                        9.   Peningkatan         kompetensi
                                      3. Risiko Likuiditas                                             pegawai terkait ESG dan risiko
                                         Risiko transisi berdampak pada penurunan                      iklim.
                                         valuasi aset likuid berkualitas tinggi (HQLA), cash
                                         outflow, dan cash inflow Bank. Penurunan tersebut
                                         disebabkan oleh faktor penurunan valuasi surat
                                         berharga, peningkatan run off rate, dan inflow rate.
                                      4. Risiko Operasional
                                         Risiko transisi berdampak pada potensi tambahan
                                         biaya/cost yang harus dikeluarkan Bank untuk
                                         melakukan:
                                         •• investasi pada teknologi atau infrastruktur baru
                                            yang berkelanjutan.
                                         •• pelatihan pegawai terkait risiko iklim dan/atau
                                            ESG.
                                         •• rekrutmen pegawai baru untuk mengelola risiko
                                            iklim akan direkrut bank.
                                         •• implementasi pembiayaan atau pendanaan
                                            yang berkelanjutan.
                                         •• Inisiatif lain seperti jasa kerja sama dengan pihak
                                            ketiga pada pengelolaan risiko iklim.

      Risiko Fisik                    Risiko fisik berpotensi memberikan dampak yang
      Risiko akibat dampak            signifikan terhadap risiko perbankan, di antaranya:
      langsung dari bencana
      alam yang parah (risiko fisik   1. Risiko Kredit
      akut) dan risiko yang secara       Banjir dan kebakaran lahan berdampak pada:
      bertahap terdampak oleh            •• Kerusakan fisik agunan/properti nasabah yang
      perubahan iklim dalam                 mengakibatkan penurunan harga agunan/
      jangka panjang, misalnya              properti yang berdampak pada peningkatan
      kenaikan temperatur                   Loss Given Default (LGD).
      permukaan air laut (risiko         •• Penurunan produktivitas lahan terutama
      fisik kronis), dan perubahan          pada sektor pertanian dan perkebunan yang
      pola curah hujan.                     mengakibatkan penurunan kemampuan bayar
                                            nasabah.
                                      2. Risiko Likuiditas
                                         Kebakaran      hutan    atau  banjir  berpotensi
                                         mengakibatkan penarikan dana yang tak terduga,
                                         menghasilkan aliran keluar yang lebih besar dari
                                         yang diperkirakan.
                                      3. Risiko Operasional
                                         Banjir dan kebakaran berpotensi merusak aset
                                         bank seperti kantor cabang, ATM, pusat data atau
                                         menghambat operasional bank secara keseluruhan.
                                         Hal tersebut akan meningkatkan potensi kerugian
                                         akibat penurunan pendapatan yang dihasilkan
                                         karena bencana alam.




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
122   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 124
  LAPORAN DIREKSI      TATA KELOLA KEBERLANJUTAN    KINERJA KEBERLANJUTAN




                                           MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
                                            RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM

Perubahan Proses Manajemen Risiko dari              Aspek Tata Kelola dan Ekonomi
Periode Sebelumnya [S2.RM.a6]                       Aspek tata kelola dan ekonomi yang dianalisis
Perseroan secara berkelanjutan melakukan            meliputi aspek manajemen, teknis, keuangan,
pengembangan dan penyempurnaan proses               pemasaran, dan legal.
manajemen risiko terkait iklim sejalan dengan       a. Aspek manajemen merupakan kriteria yang
perkembangan        metodologi     pengukuran          berhubungan dengan organisasi/manajemen
risiko, dinamika perubahan iklim global, serta         perusahaan antara lain kemampuan dan
peningkatan ekspektasi regulator dan pemangku          pengalaman pengurus perusahaan dalam
kepentingan.      Penyempurnaan        tersebut        bidang usaha bersangkutan.
mencakup penguatan integrasi risiko iklim           b. Aspek teknis merupakan kriteria yang
dalam kerangka manajemen risiko perusahaan,            berhubungan dengan aspek-aspek produksi
peningkatan proses pemantauan risiko, serta            antara lain fasilitas produksi, kapasitas produksi,
pengembangan pendekatan analisis risiko yang           lokasi usaha, tenaga kerja, dan bahan baku.
lebih komprehensif.                                 c. Aspek keuangan merupakan kriteria yang
                                                       berhubungan dengan kondisi keuangan
Perseroan juga melakukan evaluasi berkala              perusahaan antara lain berupa profitabilitas,
terhadap efektivitas kebijakan, prosedur, dan          likuiditas, dan solvabilitas.
pengendalian yang diterapkan untuk memastikan       d. Aspek pemasaran merupakan kriteria yang
keselarasan dengan perkembangan praktik                berhubungan dengan aspek pemasaran
terbaik internasional dan standar pelaporan yang       antara lain berupa jenis produk yang dijual,
berlaku.                                               sarana pemasaran, dan saluran distribusi.
                                                    e. Aspek legal merupakan               kriteria yang
                                                       berhubungan dengan aspek legalitas calon/
KEBIJAKAN PEMBIAYAAN YANG                              nasabah yang terdiri atas legalitas diri, legalitas
MENDUKUNG PERTUMBUHAN USAHA                            perizinan usaha nasabah, dan legalitas agunan.
NASABAH SECARA BERKELANJUTAN
[S1.RM.a, S2.RM.b1]                                 Aspek Sosial
                                                    Aspek    sosial   merupakan      kriteria  yang
Untuk memastikan pertumbuhan bisnis nasabah         berhubungan dengan aspek-aspek sosial pada
berjalan secara sehat dan berdaya tahan, BSI        usaha nasabah. Adapun yang termasuk ke dalam
memandang penerapan kebijakan pembiayaan            aspek sosial adalah kegiatan yang melibatkan
tidak hanya fokus pada aspek komersial, tetapi      segala macam bentuk kerja paksa atau eksploitasi
juga     mempertimbangkan          keberlanjutan    pada anak di bawah umur atau pelanggaran Hak
usaha nasabah dalam jangka panjang. Melalui         Asasi Manusia (seperti: Prostitusi, perdagangan
pendekatan yang terstruktur dan berorientasi        orang, penyelundupan tenaga kerja)
pada prinsip kehati-hatian, BSI melihat dapat
memberikan      dukungan     pembiayaan     yang    Aspek Lingkungan
mampu mendorong produktivitas, memperkuat           Aspek lingkungan merupakan           kriteria yang
daya saing, serta menciptakan nilai tambah yang     berhubungan dengan aspek-aspek lingkungan
berkelanjutan bagi nasabah dan perekonomian.        pada usaha nasabah yang terdiri atas namun tidak
Kebijakan ini menjadi landasan dalam memastikan     terbatas pada izin usaha dan legalitas lingkungan.
setiap keputusan pembiayaan dikelola secara         Berikut merupakan beberapa contoh aspek
bertanggung jawab.                                  lingkungan yang perlu dipenuhi calon/nasabah
                                                    pada sektor industri Kelapa Sawit, Oil & Gas, Batu
Dalam Nota Analisa Pembiayaan (NAP), nasabah        Bara, dan Industri Pengolahan pada Petunjuk
dianalisis pada aspek tata kelola dan ekonomi.      Teknis Operasional (PTO) Industry Acceptance
NAP merupakan media untuk mengusulkan               Criteria (IAC).
dan menganalisis pembiayaan dari calon/
nasabah untuk memperoleh persetujuan Komite
Pembiayaan Bank. Berikut merupakan aspek
tata kelola, ekonomi, sosial, dan lingkungan yang
dianalisis pada calon/nasabah BSI.




                                                                            LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025       123
Page 125
06                  TENTANG LAPORAN             STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN     PROFIL PERUSAHAAN




      MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
      RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM


                   Sektor                                            Kriteria yang Perlu Dipenuhi

                                      1. Lahan Perkebunan tidak berada dalam area hutan lindung
                                      2. Memiliki persetujuan AMDAL
       Kelapa Sawit                   3. Memiliki sertifikat ISPO / RSPO atau minimal memiliki kontrak kerjasama dengan
                                         Lembaga Sertifikasi ISPO
                                      4. Minimal Peringkat PROPER Biru
                                      1. Memiliki persetujuan lingkungan AMDAL
       Minyak dan Gas
                                      2. Memiliki Plan of Development (POD) yang disetujui oleh SKK Migas
                                      1.   Hanya tahapan produksi (bukan eksplorasi)
       Kebijakan Pembiayaan           2. Memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP)
       Batu Bara                      3. Memiliki CNC (Clean and Clear) dari Instansi terkait
                                      4. Memiliki persetujuan AMDAL

       Kebijakan Pembiayaan           1. Memiliki persetujuan lingkungan AMDAL
       Industri Pengolahan            2. Memiliki sarana pengolahan limbah


      DAFTAR BIDANG USAHA YANG                                           5. Kegiatan produksi, pengiriman, perdagangan,
      TERMASUK DALAM DAFTAR                                                  penyembelihan hewan babi atau hewan
      PENGECUALIAN [S1.RM.a, S2.RM.b1]                                       lainnya yang diharamkan secara syariah.
                                                                         6. Produksi      atau    perdagangan       minuman
      BSI sebagai Bank Syariah memiliki komitmen                             beralkohol.
      untuk menghindari dan melarang pembiayaan                          7. Kegiatan yang berdampak negatif pada Situs
      yang melanggar prinsip-prinsip syariah dan                             Warisan Dunia UNESCO (UNESCO World
      pokok-pokok syariah seperti prinsip keadilan dan                       Heritage Sites) atau kawasan lindung nasional
      keseimbangan (‘adl wa tawazun), Kemaslahatan                           dan/atau internasional.
      (maslahah),    Universalisme     (alamiyah),    dan                8. Kegiatan perdagangan satwa liar atau produk
      mengandung objek haram, riba, maysir, gharar,                          satwa liar (seperti gading, tanduk, sirip hiu).
      risywah, bathil dan bersifat dzalim. Selain itu, BSI               9. Kegiatan penjaringan ikan di laut dengan
      juga melarang pada pembiayaan yang tidak sah                           menggunakan jaring dengan panjang lebih
      dan tidak lengkap akadnya, bertentangan dengan                         dari 2.5 km.
      fatwa DSN MUI dan Opini DPS, bersifat spekulasi,                   10. Produksi atau perdagangan bahan radioaktif
      bertujuan jual beli perdagangan saham, dan                             (kec. peralatan medis dan peralatan lain yang
      usaha yang dilarang oleh Peraturan Pemerintah.                         dianggap aman oleh IFC).
      Berikut merupakan kegiatan usaha yang dihindari
      dan dilarang untuk dibiayai.
                                                                         ALUR PROSES PEMBERIAN
      1. Kegiatan illegal logging (pembalakan liar),                     PEMBIAYAAN [S1.RM.a, S2.RM.a1, S2.RM.a3]
         produksi dan perdagangan kayu atau produk
         kehutanan lainnya dari hutan yang tidak                         Salah satu bentuk penerapan manajemen
         dikelola secara lestari.                                        risiko antara lain adalah kecukupan prosedur
      2. Kegiatan yang melibatkan segala macam                           untuk     mendukung      aktivitas  operasional
         bentuk kerja paksa atau eksploitasi pada anak                   bisnis BSI. Sehubungan dengan hal tersebut,
         di bawah umur atau pelanggaran Hak Asasi                        BSI telah menyusun Standar Prosedur Bisnis
         Manusia (seperti: Prostitusi, perdagangan                       (SPB) Pembiayaan sesuai karakteristik bisnis.
         orang, penyelundupan tenaga kerja).                             Dimana, aspek Tata Kelola dan Ekonomi, Sosial,
      3. Kegiatan produksi, perdagangan, pengiriman                      dan Lingkungan menjadi aspek yang perlu
         dan impor senjata di luar badan usaha/institusi                 dipenuhi untuk penyaluran pembiayaan kepada
         resmi yang mendapat izin khusus/legalitas                       calon/nasabah. Berikut merupakan alur proses
         khusus dari pemerintah.                                         pembiayaan yang dilakukan oleh BSI.
      4. Kegiatan produksi, perdagangan narkotika,
         zat psikotropika dan zat adiktif di luar badan
         usaha/ institusi resmi yang mendapat izin/
         legalitas dari pemerintah.

           MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
124        PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 126
 LAPORAN DIREKSI            TATA KELOLA KEBERLANJUTAN            KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
                                                 RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM



                                                     Financing Risk
                   Business Unit                                                            Rapat Teknis
                                                    Assessment Unit




              Financing Recovery                          Financing
                                                                                         Kategori Pembiayaan
                     Unit                               Operation Unit



Proses penyaluran pembiayaan dimulai ketika                      KERANGKA KERJA MANAJEMEN
Business Unit menentukan target calon/nasabah                    RISIKO OPERASIONAL PADA RISIKO
dan menawarkan fasilitas pembiayaan. Penentuan                   IKLIM [S1.RM.a, S1.RM.b, S2.RM.a1, S2.RM.a5]
target ini diidentifikasi berdasarkan sektor
industri yang potensial yang diatur melalui SPB                  BSI telah mengimplementasikan kerangka kerja
Portfolio Guideline. Sektor industri yang potensial              Manajemen risiko operasional yang komprehensif
merupakan sektor yang memiliki prospek yang                      dan terstruktur untuk mengelola risiko yang
baik dan BSI memiliki pengalaman dalam                           melekat dalam aktivitas operasionalnya. Salah
mengelola sektor industri tersebut. Ketika calon/                satu dari insiden risiko operasional yang telah
nasabah tertarik, Business Unit mengumpulkan                     ditentukan oleh BSI adalah bencana alam
data dan informasi calon/nasabah. Selanjutnya,                   seperti kebakaran, banjir, tsunami, gempa bumi,
Business Unit dan Financing Risk Assessment                      dan lain-lain. Dimana diketahui, insiden risiko
Unit bersama-sama membuat Nota Analisa                           operasional ini termasuk ke dalam faktor risiko
Pembiayaan (NAP) yang mencakup aspek Tata                        fisik dari risiko iklim. BSI melakukan pengelolaan
Kelola dan Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan.                      risiko operasional terkait iklim melalui tahapan
                                                                 identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan
Sebelum diajukan kepada Komite Pembiayaan,                       pengendalian yang didukung oleh Operational
dilakukan pembahasan NAP dalam Rapat Teknis                      Risk Management Tools (ORM tools) meliputi
mengenai aspek teknis yang berkaitan dengan                      Risk & Control Self Assessment (RCSA), Key Risk
aspek legal, aspek syariah, dan kepatuhan                        Indicator (KRI), Loss Event Database (LED),
terhadap internal dan eksternal. Selanjutnya,                    Issue & Action Management (IAM), dan Control
dilakukan komite pembiayaan yang dilengkapi                      Testing (CT). Berikut merupakan kerangka
dengan sekretaris komite untuk dilakukan                         kerja manajemen risiko operasional dengan
pemutusan terhadap pengajuan pembiayaan                          ORM Tools yang tercantum pada Standar
kepada    calon/nasabah.  Apabila    pengajuan                   Prosedur Pengendalian (SPP) Manajemen Risiko
pembiayaan calon/nasabah disetujui, selanjutnya                  Operasional dan Petunjuk Teknis Operasional
Financing Operation Unit mempersiapkan akad,                     (PTO) Operational Risk Management Tools.
pengikatan agunan dan asurans, dan pencairan
pembiayaan.

BSI   sebagai     bank   syariah  yang    selalu
mengoptimalkan pertumbuhannya, BSI terus
menjaga portofolio pembiayaannya melalui
tindakan pemantauan/pengamatan. Hal ini
dilakukan agar dapat diketahui sedini mungkin
deviasi yang terjadi yang akan membawa akibat
terhadap menurunnya kualitas pembiayaan,
sehingga BSI dapat segera menyusun action
program untuk memperbaiki kualitas pembiayaan
tersebut melalui Financing Recovery Unit.




                                                                                            LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   125
Page 127
06                    TENTANG LAPORAN                STRATEGI KEBERLANJUTAN                   IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN                    PROFIL PERUSAHAAN




      MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
      RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM



                                                                               1
                                                                      Risk & Control Self
                                                                      Assessment (RCSA)




                                                                                                                                       5
                           4                         3                     Inherent                   Residual                      Reporting
                   Issues & Action          Loss Event Database              Risk                       Risk                   Laporan Perangkat
                  Management (IAM)                 (LED)                                                                       Risiko Operasional
                                                                                                                                     (LRPO)




                                                                               2
                                                                      Key Risk Indikator
                                                                            (KRI)




       1         RCSA                2         KRI                3         LED                  4          IAM                    5       REPORTING

            Identifikasi dan         Perumusan, pelaksanaan,      Pencatatan insiden risiko           Pencatatan isu-isu               Pelaporan informasi
         pengukuran eksposur         dan pengujian kecukupan      operasional (operational        terkait pengelolaan risiko          efektivitas Minimum
           risiko operasional         kontrol yang diterapkan              loss).                  operasional yang dapat           Risiko Operasional (MRO)
      (inherent risk dan control).     untuk mengendalikan                                       bersumber antara lain dari            dan eksposur risiko
                                          eksposur risiko.                                       RCSA, KRI, LED, CT, DMTL,           operasional baik untuk
                                                                                                    issue lain, dan sumber         internal maupun eksternal
                                                                                                      eksternal yang lain.                 (Regulator).




      Kerangka ini dimulai dengan pendekatan proaktif                              (kondisi aman), Kuning (perlu pemantauan ketat),
      melalui RCSA. RCSA bersifat forward-looking,                                 dan Merah (di atas batas toleransi). Pemantauan
      di mana unit kerja mengidentifikasi potensi                                  KRI dilakukan secara bulanan dan hasilnya juga
      risiko operasional di masa depan berdasarkan                                 di review oleh SOR. Status KRI menjadi bahan
      proses bisnis utamanya. Dalam RCSA, unit kerja                               evaluasi yang krusial untuk mengantisipasi
      melakukan pemetaan proses, mengidentifikasi                                  potensi masalah.
      risiko  kunci    dan   pengendaliannya,    serta
      melakukan penilaian dengan menghitung                                        Meskipun telah dilakukan upaya pencegahan
      Inherent Risk (IHRR) yang merupakan perkalian                                dan pemantauan, insiden risiko operasional tetap
      antara likelihood (kemungkinan) dan impact                                   dapat terjadi. Untuk itu, Loss Event Database
      (dampak). Selanjutnya, efektivitas pengendalian                              (LED) berfungsi sebagai alat untuk mencatat
      yang dinilai (Control Score). Hasil akhirnya                                 setiap insiden secara reactive. Setiap kejadian
      adalah (Composite Risk Score), yaitu tingkat                                 kerugian operasional wajib dicatat oleh unit
      residual setelah pengendalian diterapkan. Hasil                              kerja. Pembebanan Insiden Risiko Operasional
      penilaian RCSA ini kemudian di review dan dapat                              (PIRO) hanya dapat dilakukan setelah melalui
      disesuaikan oleh Senior Operational Risk (SOR)                               proses verifikasi dan persetujuan dari pihak yang
      untuk memastikan keakuratannya.                                              berwenang. Insiden-insiden ini diklasifikasikan
                                                                                   ke dalam 7 tipe dasar kejadian kerugian, dimana
      Berdasarkan hasil RCSA, khususnya untuk risiko                               salah satu dari kejadian kerugian adalah kerusakan
      dengan peringkat Inherent Risk Medium to High                                aset fisik yang termasuk dari risiko terkait iklim.
      dan High , unit kerja kemudian menetapkan Key                                Kerusakan aset fisik adalah kerugian yang timbul
      Risk Indicator (KRI). KRI berfungsi sebagai sistem                           akibat kehilangan atau kerusakan pada aset fisik
      peringatan dini untuk memantau indikator-                                    yang disebabkan oleh bencana alam atau kejadian
      indikator yang dapat memicu atau memperburuk                                 lainnya.
      eksposur risiko. Untuk setiap KRI, ditetapkan
      ambang batas (threshold) tiga tingkat, yakni Hijau


       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
126    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 128
  LAPORAN DIREKSI       TATA KELOLA KEBERLANJUTAN    KINERJA KEBERLANJUTAN




                                            MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
                                             RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM



Temuan-temuan yang bersumber dari RCSA,              Saat ini, untuk terus beradaptasi dengan
Control Testing, KRI, laporan LED, DMTL hasil        dinamika perubahan iklim, BSI telah menetapkan
audit Internal/eksternal, kemudian ditindaklanjuti   Industry Class Baru (termasuk sektor KUBL) dan
melalui Issue & Action Management (IAM). IAM         menetapkan Kriteria Green Financing. Selain
adalah alat untuk memantau dan mengelola             itu, pembiayaan yang telah disalurkan oleh BSI
seluruh issue yang memerlukan tingkat lanjut.        telah dilakukan pengelompokan berdasarkan
Unit kerja wajib memperbarui status realisasi dari   sektor TKBI. Untuk risiko operasional, BSI telah
rencana tindak perbaikan ini secara berkala.         memasukkan bencana alam pada Standar
                                                     Prosedur Pengendalian (SPP) Manajemen Risiko
Keempat pilar utama (RCSA, KRI, LED, dan IAM)        Operasional. Melalui kiat-kiat dalam adaptasi
ini kemudian diintegrasikan dan dilaporkan           iklim ini, menunjukkan bahwa BSI mendukung
secara menyeluruh dalam LPRO. LPRO ini               sepenuhnya komitmen Indonesia pada Paris
menjadi dokumen sentral yang memberikan              Agreement yang telah diratifikasi pada UU No. 16
gambaran utuh tentang profil risiko operasional      Tahun 2016 dengan mempraktikkan bisnis yang
suatu unit kerja, yang kemudian disampaikan          berkelanjutan.
kepada Struktur Komite Manajemen Risiko
(SKMR) yang membidangi Operational Risk.
Dengan demikian, BSI tidak hanya memiliki
mekanisme untuk mengidentifikasi, menilai,
memantau, dan mencatat risiko, tetapi juga
sistem yang memastikan bahwa semua masalah
ditindaklanjuti hingga tuntas, menciptakan
siklus manajemen risiko yang berkelanjutan dan
berkesinambungan termasuk risiko iklim.



ADAPTASI DAMPAK RISIKO IKLIM [S1.RM.b,
S2.RM.a5]


BSI secara berkelanjutan terus memperkuat
kapasitas dan ketangguhan dalam merespons
dinamika perubahan iklim, termasuk keragaman
dan kejadian ekstrem. Melalui penguatan proses,
kebijakan, dan manajemen risiko, BSI terus
berupaya meminimalkan dampak dan kerugian
yang timbul, sehingga operasional dan layanan
kepada nasabah tetap terjaga secara optimal di
tengah tantangan iklim yang terus berkembang.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya,
pada Kebijakan Manajemen Risiko, BSI telah
menambahkan emerging risk terkait risiko ESG
termasuk iklim. Selain itu, BSI telah membuat
unit kerja khusus untuk terus merelevansikan BSI
dengan perkembangan risiko ESG termasuk iklim,
yakni ESG Group yang dibuat berdasarkan Surat
Keputusan Direksi No.04/239-KEP/DIR tanggal 11
Juni 2024.




                                                                             LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   127
Page 129
06              TENTANG LAPORAN          STRATEGI KEBERLANJUTAN   IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




      MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
      RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM




        METRIKS DAN TARGET




         MANAJEMEN DAN KINERJA EMISI OPERASIONAL [S2.MT.b1, S2.MT.b2, S2.MT.c1, S2.MT.c5,
         S2.MT.h1. S2.MT.h5, S2.MT.i3]


         BSI secara proaktif melakukan pengukuran dan pemantauan emisi operasional sebagai
         dasar dalam mencapai komitmennya pada pilar Sustainable Operation dalam Sustainability
         Framework, “Net Zero Emission in Operation”. Komitmen ini merupakan dukungan BSI untuk
         Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.
         BSI sebagai, “The First Sharia Bank in Indonesia Implemented Digital Carbon Tracking”, telah
         melakukan perhitungan dan pemantauan emisi operasionalnya menggunakan Digital Carbon
         Tracking. Digital Carbon Tracking merupakan sistem aplikasi/platform pencatatan yang telah
         dikembangkan untuk perhitungan dan pemantauan emisi karbon BSI secara bankwide dalam
         satuan tCO2e. Perhitungan dan pemantauan emisi operasional menunjukkan usaha BSI dalam
         mengelola risiko dan peluang terkait iklim.

         Saat ini, Digital Carbon Tracking hanya dapat menghitung emisi scope 1 dan 2. Emisi scope
         1 adalah emisi GRK langsung yang terjadi dari sumber yang dimiliki atau dikendalikan oleh
         entitas. Jika di BSI, emisi Scope 1 berasal dari penggunaan bahan bakar minyak di seluruh
         wilayah operasional BSI. Emisi Scope 2 adalah emisi GRK tidak langsung dari pembangkitan
         listrik, uap, pemanas atau pendingin yang dibeli atau diperoleh yang dikonsumsi oleh entitas.
         Jika di BSI, emisi Scope 2 berasal dari penggunaan listrik di seluruh wilayah operasional BSI.
         Untuk lebih mengetahui Digital Carbon Tracking, dapat diakses pada ESG Landing Page BSI,
         https://ir.bankbsi.co.id/esg/green_initiatives.html.




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
128   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 130
  LAPORAN DIREKSI            TATA KELOLA KEBERLANJUTAN             KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                  MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
                                                   RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM



Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan pada tahun 2025, emisi operasional yang dihasilkan
oleh BSI sebesar 89.730,95 tCO2e. Perhitungan emisi operasional yang dihasilkan tersebut berasal dari
perhitungan pada seluruh outlet yang BSI miliki, yakni sebanyak 1.190 outlet. Berikut merupakan emisi
operasional yang dihasilkan oleh BSI setiap tahunnya. Jika dibandingkan dengan tahun 2024, emisi
operasional BSI mengalami peningkatan sebesar 7,5%. Peningkatan emisi operasional ini disebabkan
pengoperasian BSI Tower dan eskpansi bisnis seperti penambahan outlet dan ATM. Namun, jika dilihat
berdasarkan intensitas emisi per revenue, intensitas emisi operasional BSI mengalami penurunan,
intensitas emisi pada tahun 2024 sebesar 2,70 tCO2e/Rp Miliar dan tahun 2025 sebesar 2,55 tCO2e/Rp
Miliar. Hal ini menunjukkan ekspansi bisnis terus diiringi dengan efisiensi dalam sumber daya.

Sejak BSI didirikan pada tahun 2021 hingga tahun 2025, Perseroan terus memperkuat inisiatif tersebut.
Secara kumulatif, BSI telah memiliki 2 unit Green Building, 144 unit kendaraan listrik, 13 unit stasiun
pengisian daya yang tersebar di kantor pusat dan gerai BSI, 8 solar panel di Outlet BSI dan 3 solar panel di
Desa Binaan BSI, 70 unit mesin penjual botol daur ulang yang beroperasi di 133 collection point di wilayah
Jabodetabek dan Bali, serta penanaman dan penyaluran sebanyak 65.000 pohon.



METODOLOGI PENGUKURAN EMISI OPERASIONAL [S1.MT.c, S2.MT.c2, S2.MT.c3]

Dalam melakukan perhitungan emisi operasional pada Digital Carbon Tracking, BSI mengacu pada
metodologi dari Greenhouse Gas (GHG) Protocol Corporate Accounting and Reporting Standard
untuk inventarisasi emisi gas rumah kaca. Selain itu, BSI menerapkan metodologi dari ISO 14064-1:2018
– Greenhouse Gas Bagian 1: Spesifikasi dengan panduan di tingkat organisasi untuk kuantifikasi dan
pelaporan emisi gas rumah kaca. Metodologi ini mengintegrasikan prinsip-prinsip seperti Relevance,
Completeness, Consistency, Transparency, dan Accuracy.         Berikut merupakan persamaan yang
digunakan untuk melakukan perhitungan emisi GRK operasional BSI.




                     Emisi GRK = Operational Activity X Emission Factor X GWP


          Keterangan:
          Operational Activity: Jumlah energi atau konsumsi bahan bakar dari sumber emisi
          Emission Factor: Koefisien yang menunjukkan emisi per unit aktivitas, spesifik untuk negara tertentu
          GWP: Global Warming Potential, faktor yang digunakan untuk mengonversi berbagai jenis (GRK) CO2e




MANAJEMEN DAN KINERJA EMISI PEMBIAYAAN [S1.MT.b, S2.MT.a2, S2.MT.c6, S2.MT.k2]

BSI secara bertahap melakukan pengukuran dan pengelolaan emisi pembiayaan sebagai bagian dari
komitmennya pada pilar Sustainable Banking dalam Sustainability Framework, “Unique in Sustainable
Product Innovation”. Komitmen ini merupakan dukungan BSI dalam mendorong pembiayaan
berkelanjutan dan mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Emisi pembiayaan termasuk ke
dalam emisi GRK cakupan 3. Emisi GRK cakupan 3 merupakan emisi GRK tidak langsung (tidak termasuk
dalam emisi GRK cakupan 2) yang terjadi dalam rantai nilai entitas. Emisi pembiayaan merepresentasikan
emisi tidak langsung yang timbul dari aktivitas usaha nasabah yang dibiayai oleh BSI. Pada tahun 2025,
BSI telah melakukan pengukuran emisi pembiayaan dengan menggunakan portofolio pembiayaan
tahun 2024. Berikut merupakan emisi pembiayaan pada sektor prioritas dan non-prioritas berdasarkan
pemetaan yang dilakukan pada CRMS.




                                                                                              LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   129
Page 131
06                TENTANG LAPORAN            STRATEGI KEBERLANJUTAN              IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN            PROFIL PERUSAHAAN




      MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
      RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM



                                                                 Outstanding                Financed              Intensitas Emisi
                          Sektor Industri                             (dalam                Emission               (tCO₂-eq/triliun
                                                                 triliun Rupiah)         (dalam tCO2-eq)              Rupiah)
        1.   Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan                          6,12                 5.890.141             962.441,34
        2.   Pertambangan dan Penggalian                                 2,04                 4.394.519             2.154.175,98
             Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas, dan
        3.                                                                6,18                3.840.453               621.432,52
             Udara Dingin
        4.   Konstruksi                                                  16,92                    13.316                 787,00
        5.   Pengangkutan dan Pergudangan                                6,58                   189.502               28.799,70
        6.   Industri Pengolahan                                          7,26                1.207.045               166.259,64
        7.   Kredit Konsumtif Kepemilikan Properti                       0,03                      3.962              132.066,67
        8.   Sektor Produktif selain Sektor 1 s.d 6                      17,01                  613.398                36.061,02
        9.   Sektor Konsumtif selain Sektor 7                            0,03                     9.980              332.666,67
       Grand Total                                                      62,17                16.162.316              259.969,70


      Dalam rangka mengelola emisi tersebut, BSI mengembangkan kerangka dalam mengintegrasikan
      pertimbangan risiko dan peluang terkait iklim ke dalam kebijakan, proses, dan portofolio pembiayaan.
      Upaya pengelolaan ini, mencerminkan peran BSI dalam mendukung transisi nasional menuju Net Zero
      Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat. Dalam mengelola portofolio, BSI telah menetapkan limit
      pada sektor-sektor yang menghasilkan emisi karbon tinggi (brown sector) seperti Batubara, Industri
      Migas, dan Pertambangan Minyak dan Gas. Selain itu, BSI telah menerapkan manajemen risiko atas
      emerging risk (risiko iklim) pada Kebijakan Manajemen Risiko Bank. BSI juga telah memasukkan aspek
      tata kelola, sosial, dan lingkungan pada pembiayaan yang diajukan oleh calon/nasabah.



      METODOLOGI PENGUKURAN EMISI PEMBIAYAAN [S1.MT.b, S1.MT.c, S2.MT.a2, S2.MT.c2, S2.MT.c3,
      S2.MT.c4]


      Dalam melakukan pengukuran emisi pembiayaan, BSI mengacu pada praktik dan metodologi yang diakui
      secara internasional, yakni metodologi yang dikembangkan oleh Partnership for Carbon Accounting
      Financials (PCAF) guna memastikan konsistensi, transparansi, dan relevansi data emisi yang dihasilkan.
      Perhitungan yang telah dilakukan oleh BSI berdasarkan kualitas data tier 4, yakni melakukan proxy nilai
      emisi beberapa perusahaan yang telah memiliki data emisi untuk perusahaan dengan karakteristik yang
      sama dan belum memiliki publikasi atau perhitungan data emisi. Walaupun menggunakan kualitas data
      tier 4, namun perhitungan yang dilakukan mencakup cakupan 1, cakupan 2, dan cakupan 3 upstream
      serta downstream pada nasabah yang telah dibiayai. Jika berdasarkan kelas aset yang dikategorikan
      oleh PCAF, BSI telah melakukan pengukuran pada kelas aset obligasi korporasi dan investasi ekuitas.
      Berikut merupakan persamaan yang digunakan untuk melakukan perhitungan emisi GRK pembiayaan
      BSI.




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
130    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 132
 LAPORAN DIREKSI           TATA KELOLA KEBERLANJUTAN            KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                  MEMPERKUAT TATA KELOLA BSI PADA
                                                   RISIKO DAN PELUANG TERKAIT IKLIM




                                              ■        Outstanding Amountc
                   Financed Emissions = ∑c■                                      X Company Emissions
                                                  EVIC or Total Equity + Debtc

         Keterangan:
         OS Amount: Pembiayaan yang diberikan kepada calon/nasabah
         EVIC: Nilai perusahaan termasuk uang tunai
         Total Equity: Total ekuitas calon/nasabah
         Debt: Total hutang calon/nasabah
         Company Emissions: Emisi yang dihasilkan oleh calon/nasabah




Penetapan Harga Karbon Internal [S2.MT.f1–f2]
Perseroan mempertimbangkan perkembangan penerapan mekanisme harga karbon dalam proses
pengelolaan risiko dan pengambilan keputusan bisnis. Evaluasi terhadap potensi penerapan harga
karbon dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan regulasi, kondisi pasar,
serta kesiapan internal Perseroan.

Carbon Credits / Offset [S2.MT.k1–k7]
Perseroan memantau perkembangan mekanisme kredit karbon dan skema offset sebagai bagian dari
upaya mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Penggunaan mekanisme tersebut, jika
relevan, mempertimbangkan kredibilitas, integritas lingkungan, serta keselarasan dengan standar dan
regulasi yang berlaku. Saat ini BSI, menunggu fatwa DSN-MUI terkait transaksi bursa karbon untuk
merelevansikan pertumbuhan bisnis BSI dengan risiko dan peluang terkait keberlanjutan khususnya
risiko iklim.




                                                                                         LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   131
Page 133
07




07
               TENTANG LAPORAN        STRATEGI KEBERLANJUTAN   IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




                                       KINERJA
                                       KEBERLANJUTAN
                                       [OJK F]




      Bab ini menyajikan
      dampak nyata dari
      upaya Perseroan dalam
      menciptakan nilai
      ekonomi, sosial, dan
      lingkungan. Setiap
      inisiatif diarahkan untuk
      menghadirkan manfaat
      yang berkelanjutan bagi
      masyarakat dan generasi
      mendatang. Melalui
      perjalanan ini, kami terus
      berupaya memberikan
      kontribusi yang membawa
      maslahat bagi Indonesia.




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
132   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 134
 LAPORAN DIREKSI               TATA KELOLA KEBERLANJUTAN              KINERJA KEBERLANJUTAN




KEGIATAN MEMBANGUN BUDAYA
KEBERLANJUTAN [OJK F.1]


Dalam upaya memperkuat implementasi keuangan berkelanjutan, BSI membangun budaya
keberlanjutan yang melibatkan seluruh pegawai dan nasabah. Beragam inisiatif kampanye hijau
secara konsisten dilakukan di kantor pusat maupun jaringan kantor di seluruh Indonesia. Kampanye ini
bertujuan mendorong pengurangan penggunaan energi dan sumber daya, menekan konsumsi plastik
sekali pakai, serta mengedukasi gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Program-program utama dalam Green Campaign BSI meliputi:



       GREEN BUSINESS CULTURE MELALUI




  Hemat Listrik           Hemat Bahan Bakar            Hemat Air              Hemat Kertas             Hemat Sampah
                          Minyak (BBM)
  1. Menggunakan listrik
     seperlunya, seperti: 1.   Menggunakan             1. Mengontrol debit    Maksimalkan              1.   Membawa dan
     •• Tidak                  public                     air (aliran air)    komunikasi dengan             menggunakan tumbler
        menyalakan             transportation bila     2. Menghemat           softfile melalui              dalam beraktivitas
        lampu pada             memungkinkan               penggunaan air      media teams sesuai       2.   Penyelenggara
        ruangan yang      2.   Menggunakan                saat wudhu          dengan Petunjuk               rapat diharapkan
        tidak digunakan        electric vehicle bila   3. Menggunakan         Teknis Operasional            memberikan
     •• Mencabut kabel         memungkinkan               sistem daur ulang   File Sharing and              himbauan kepada
        perangkat         3.   Menggunakan                greywater untuk     Collaboration dan             tamu undangan untuk
        elektronik ketika      kendaraan secara           menyiram toilet     PTO Aplikasi Digital          membawa tumbler
        tidak digunakan        efektif                                        Korespondensi Internal   3.   Menyediakan gelas
  2. Membuka tirai                                                            E-Doc BSI PT Bank             & pitcher di ruang
     jendela untuk                                                            Syariah Indonesia, Tbk        meeting
     memaksimalkan                                                            Tanggal 27 September     4.   Menyediakan tong
     pencahayaan                                                              2023                          sampah pilah 3R
     ruangan pada siang                                                                                     (reduce, reuse, recycle)
     hari                                                                                              5.   Menghindari food
                                                                                                            waste/makanan
                                                                                                            berlebih




BSI juga menerapkan kebijakan penghematan kertas sebagai bagian dari kebijakan keberlanjutan.
Sumber terbesar sampah kertas berasal dari laporan dan korespondensi perbankan. Langkah efisiensinya
meliputi:
•• Penggunaan double-sided printing dan kertas bekas yang masih layak.
•• Digitalisasi permintaan percetakan melalui aplikasi online dan Procurement Management System.
•• Implementasi E-DOC BSI untuk digitalisasi korespondensi berbasis web.

BSI juga mendorong seluruh pegawai untuk menggunakan alat makan dan minum non-sekali pakai
sebagai upaya mengurangi sampah plastik dari pantry pegawai.

Selain itu, sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya keberlanjutan di lingkungan internal, BSI
tidak hanya menjalankan berbagai program edukasi melalui Green Business Culture (GBC), seperti
webinar, modul pembelajaran ESG, forum berbagi pengetahuan, hingga kampanye tematik, tetapi
juga memastikan bahwa semangat keberlanjutan diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari. Upaya
ini mencerminkan komitmen BSI untuk menjadikan perilaku ramah lingkungan sebagai bagian dari
standar operasional dan budaya kerja seluruh pegawai.



                                                                                                  LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025           133
Page 135
07             TENTANG LAPORAN        STRATEGI KEBERLANJUTAN    IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




        KINERJA EKONOMI




                           PERBANDINGAN TARGET DAN KINERJA PRODUKSI,
                           PORTOFOLIO, TARGET PEMBIAYAAN, ATAU INVESTASI,
                           PENDAPATAN DAN LABA RUGI [OJK F.2, IFRS S1-METRIC AND TARGET]

                           BSI berhasil mencatat kinerja keuangan yang lebih baik pada tahun
                           2025 dibandingkan dengan tahun 2024. Realisasi pembiayaan, investasi,
                           pendapatan margin dan bagi hasil, serta laba setelah pajak menunjukkan
                           peningkatan yang konsisten. Peningkatan tersebut juga tercermin pada
                           pertumbuhan pembiayaan di segmen Retail Banking & Consumer,
                           Wholesale Banking, serta Dana Pihak Ketiga (DPK), yang seluruhnya
                           mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025.




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
134   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 136
  LAPORAN DIREKSI                TATA KELOLA KEBERLANJUTAN             KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                                KINERJA EKONOMI




Realisasi Produksi, Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi
(Dalam miliar rupiah)


                                                                                                                   Pertumbuhan
                        Uraian                    2023 Realisasi        2024 Realisasi         2025 Realisasi
                                                                                                                    2025 (YoY)
 Dana Pihak Ketiga                                           293.776              327.454             380.488             16,20%
 Pembiayaan                                                  240.316              278.481              318.844           14,49 %
 Penempatan pada BI & SB                                     86.906               100.780               83.695           -16,95 %
 Pendapatan Margin dan Bagi Hasil                             22.169               25.216               28.178            11,74 %
 Laba Setelah Pajak                                            5.704                7.006                7.568            8,02 %
 Penyaluran UMKM                                             45.469                52.415               52.578            0,31 %


Rincian kinerja pembiayaan pada segmen Retail Banking & Consumer disajikan pada tabel berikut,
yang menggambarkan perkembangan portofolio secara lebih detail berdasarkan jenis produk dan
pertumbuhan dari tahun ke tahun:

(Dalam miliar rupiah)


                                                                                                                   Pertumbuhan
                        Uraian                    2023 Realisasi        2024 Realisasi         2025 Realisasi
                                                                                                                    2025 (YoY)
 Retail Banking & Consumer                                   172.805              201.263             228.044             13,31%
 SME                                                          19.346               21.635               24.591            13,67%
 Mikro                                                        22.912               27.746               27.667            -0,28%
 Bisnis Emas                                                   7.198               12.825               22.907           78,60%
 Griya                                                        52.517              56.834                60.259             6,03%
 Oto                                                           4.186                5.387                6.410            18,99%
 Mitraguna                                                    51.336              59.984                68.433            14,09%
 Pensiun                                                      14.626               16.051               16.921             5,42%
 Card                                                           684                  802                     856           6,83%


Rincian pembiayaan pada segmen Wholesale Banking, yang mencakup pembiayaan Corporate dan
Commercial serta perkembangan kinerjanya dari tahun ke tahun, disajikan pada tabel berikut:

(Dalam miliar rupiah)


                                                                                                              Pertumbuhan 2025
          Uraian                 2023 Realisasi              2024 Realisasi           2025 Realisasi
                                                                                                                    (YoY)
 Corporate                                    52.714                     58.720                    70.843                 11,87%
 Commercial                                   14.797                     18.498                     19.957                13,25%
 Total                                        67.511                     77.218                    90.800                 17,59%


Selanjutnya, untuk memberikan gambaran lebih menyeluruh mengenai perkembangan DPK, berikut
ditampilkan rincian per jenis dana, giro, tabungan, dan deposito, beserta realisasi tahunan dan
pertumbuhan tahun 2025:




                                                                                                   LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025       135
Page 137
07                   TENTANG LAPORAN         STRATEGI KEBERLANJUTAN               IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN             PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA EKONOMI


      (Dalam miliar rupiah)


                                                                                                               Pertumbuhan 2025
                         Uraian              2023 Realisasi       2024 Realisasi         2025 Realisasi
                                                                                                                     (YoY)
        Giro                                           53.201                 56.336              71.828                       27,50%
        Tabungan                                     124.726                 140.534             162.628                       15,72%
          Tabungan Wadiah                             47.026                  55.280               63.311                      14,53%
          Tabungan Non Wadiah                         77.700                  85.254              99.317                       16,49%
        Deposito                                      115.848                130.584             146.033                        11,83%


      Untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai penyebaran portofolio pembiayaan
      BSI, tabel berikut menyajikan rincian pembiayaan per sektor ekonomi beserta proporsi masing-masing
      sektor dan perkembangannya selama periode pelaporan:

      (Dalam Miliar Rupiah)


                              Sektor                 2023             %            2024            %            2025            %

       Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan              17.124            7,13         23.550        8,46           22.819      7,16%
       Perikanan                                          765             0,32           720           0,26           606       0,19%
       Pertambangan dan Penggalian                      2.393             1,00          2.976          1,07         3.034       0,95%
       Industri Pengolahan                             11.806             4,91         12.765        4,58           12.943      4,06%
       Listrik, Gas, dan Air                            4.768             1,98          6.756          2,43         6.842       2,15%
       Konstruksi                                      19.833             8,25         18.843          6,77         17.220      5,40%
       Perdagangan Besar dan Eceran                    17.484             7,28         19.747          7,09        30.649       9,61%
       Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan
                                                        2.758              1,15        3.204            1,15        3.683        1,16%
       Makan Minum
       Transportasi, Pergudangan, dan
                                                        8.346             3,47         8.647            3,11        12.280      3,85%
       Komunikasi
       Perantara Keuangan                               5.870          2,44            5.807           2,09         6.265       1,96%
       Real Estate, Usaha Persewaan, dan Jasa
                                                        3.868              1,61         5.299          1,90         6.270       1,97%
       Perusahaan
       Administrasi Pemerintahan,
                                                              -        0,00                  -       0,00             254       0,08%
       Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib
       Jasa Pendidikan                                  4.499             1,87         4.929           1,77          5.238      1,64%
       Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial               6.818          2,84            9.402           3,38         11.049      3,47%
       Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya,
                                                         3.315            1,38          3.732          1,34          3.681       1,15%
       Hiburan, dan Perorangan Lainnya
       Jasa Perorangan yang Melayani Rumah
                                                          160             0,07            168        0,06             148       0,05%
       Tangga
       Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya             4.499             1,87               -       0,00                -     0,00%
       Rumah Tangga                                   130.481         54,30            151.918      54,55          175.849     55,15%
       Bukan Lapangan Usaha Lainnya                         30            0,01             19          0,01             13     0,00%
       Jumlah                                        240.316              100      278.481             100      318.844      100,00%




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
136    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 138
  LAPORAN DIREKSI            TATA KELOLA KEBERLANJUTAN       KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                     KINERJA EKONOMI


PERBANDINGAN TARGET DAN                                         Penerapan KKUB BSI merujuk pada Pedoman
KINERJA PORTOFOLIO, TARGET                                      Teknis POJK No. 51/POJK.03/2017 serta
PEMBIAYAAN, ATAU INVESTASI PADA                                 diperkuat oleh kebijakan baru yang diterbitkan
INSTRUMEN KEUANGAN ATAU PROYEK                                  sepanjang 2024–2025, seperti ESG Guiding
YANG SEJALAN DENGAN KEUANGAN                                    Principle, SOP Sustainable Finance, Exclusion
BERKELANJUTAN [OJK F.3] [GRI FS3, FS6, FS7, FS8,                List, serta partisipasi BSI dalam Piloting
FS10] [FN-CB-000.A, FN-CB-000.B, FN-CB-410A.2] [S2.MT.d3,       Indonesian Sustainable Finance Taxonomy
S2.MT.e1]                                                       untuk sektor hijau. Dengan kerangka ini, proses
                                                                penilaian pembiayaan kini terintegrasi dengan
Keuangan Keberlanjutan                                          evaluasi risiko keberlanjutan, klasifikasi hijau,
                                                                dan kesesuaian kegiatan usaha calon debitur
Sebagai bagian dari penerapan POJK 51/2017 dan                  dengan prinsip syariah dan ESG.
SEOJK 16/2021, BSI terus memperkuat integrasi
prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam               Selain itu, perluasan portofolio keberlanjutan
strategi serta aktivitas pembiayaannya. Melalui                 juga didukung oleh pertumbuhan pembiayaan
RAKB, BSI meningkatkan portofolio pembiayaan                    pada sektor-sektor yang relevan, termasuk
dan investasi yang mendukung pembangunan                        energi, pertanian berkelanjutan, layanan
inklusif dan bernilai tambah bagi masyarakat.                   publik, dan industri yang mendukung transisi
                                                                ekonomi. Integrasi layanan emas melalui
Fokus utama Keuangan Berkelanjutan BSI pada                     Bank Emas/Bullion Bank yang berbasis real
tahun 2025 mencakup:                                            asset juga memberikan fondasi tambahan
1. Pembiayaan Sesuai Kriteria Kegiatan Usaha                    bagi portofolio keberlanjutan, terutama pada
   Berkelanjutan (KKUB)                                         pembiayaan emas yang memiliki karakteristik
   Pada tahun 2025, BSI semakin memperkuat                      konservatif dan mendukung inklusi keuangan.
   implementasi     pembiayaan     berkelanjutan
   melalui pendekatan yang lebih terstruktur                    Dalam menilai kelayakan pembiayaan, BSI
   dan terintegrasi dengan strategi bisnis utama,               menerapkan kriteria keuangan hijau, di
   termasuk penguatan portofolio berbasis real                  mana setiap calon debitur wajib memenuhi
   asset serta penerapan kebijakan ESG yang                     persyaratan analisis dampak lingkungan
   diperbarui. Pengembangan portofolio yang                     berikut:
   sejalan dengan KKUB menjadi salah satu
   prioritas RAKB BSI, selaras dengan perluasan
   instrumen pembiayaan yang mendukung
   transisi menuju ekonomi rendah karbon.




                                                                                                Pemenuhan semua
                                   Tidak adanya polusi dan    Tidak adanya pengaduan
    Tidak ada pencemaran                                                                    peraturan pemerintah yang
                                     adanya pengolahan            dari penghuni di
    dalam proses produksi.                                                                  berlaku, seperti kepemilikan
                                  limbah sesuai ketentuan.   lingkungan tempat usaha.
                                                                                                     izin usaha.




                                                                                        LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025         137
Page 139
07                   TENTANG LAPORAN            STRATEGI KEBERLANJUTAN             IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN           PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA EKONOMI


          Setelah calon debitur memenuhi seluruh persyaratan dan kriteria keberlanjutan yang telah
          ditetapkan, BSI melanjutkan proses melalui rangkaian pengawasan dan evaluasi yang dilaksanakan
          secara berkala. Tahapan tersebut mencakup:

          1.     Melakukan evaluasi dan pengawasan perkembangan usaha nasabah yang dilakukan setiap tiga
                 bulan.
          2.     Pengawasan dan evaluasi dilakukan melalui beberapa media komunikasi antara lain video
                 conference, on the spot visit, pendampingan konsultan, watchlist quarterly review, dan annual
                 review.
          3.     Jika hasilnya memiliki potensi risiko ESG yang tinggi, Bank dapat melakukan peninjauan ulang
                 atas pembiayaan yang diberikan.
          4.     Jika terdapat nasabah yang berada dalam pengawasan karena terindikasi masalah lingkungan
                 atau sosial, Bank akan memberikan pendampingan, watchlist review per kuartal dan tahunan.
          5.     Bank juga melakukan pengembangan kapasitas internal dengan memberikan pelatihan
                 mengenai sustainable finance awareness, penyusunan e-Modul, serta pembelajaran digital
                 sosialisasi keuangan berkelanjutan untuk Unit Bisnis dan Support.
          6.     Ke depan, Bank berencana untuk memberikan program edukasi atau pelatihan terkait ESG
                 kepada debitur.

          Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BSI juga terus memperluas portofolio usaha yang berorientasi
          pada keberlanjutan. Tabel berikut menyajikan perkembangan portofolio pembiayaan berkelanjutan,
          termasuk pembiayaan hijau serta pembiayaan sosial yang menjadi bagian dari strategi keberlanjutan
          BSI:

      Portofolio pada Proyek Berwawasan Lingkungan
      (Dalam miliar rupiah)


                              Uraian                               2023                       2024                       2025

       Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan                                57.704                     66.499                     73.922
               Portofolio Pembiayaan Hijau                                12.235                     14.084                     15.657
               Portofolio Pembiayaan Sosial                               45.469                      52.415                    58.260


          Untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai alokasi pembiayaan berkelanjutan
          BSI, tabel berikut menyajikan rincian portofolio Pembiayaan Hijau dan Pembiayaan Sosial:

      Pembiayaan Pada Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan
      (Dalam miliar rupiah)

                                       Uraian                                        2023               2024               2025

       Pembiayaan Hijau (KUBL)
       a. Energi terbarukan                                                                 1.072               609               710
       b. Efisiensi Energi                                                                      -                    -               -
       c. Pencegahan dan Pengendalian Polusi                                                    -                    -               -
       d. Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan
                                                                                          4.806                6.865             5.777
          Lahan yang Berkelanjutan
       e. Konservasi Keanekaragaman Hayati Darat dan Air                                        -                    -               -
       f. Transportasi Ramah Lingkungan                                                       47                 317              948
       g. Pengelolaan Air dan Air Limbah yang Berkelanjutan                                   94                    91              91
       h. Adaptasi Perubahan Iklim                                                              -                    -               -
       i. Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber Daya
                                                                                          5.807                5.813            6.442
          dan Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi (Eco-Efficient)



       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
138    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 140
  LAPORAN DIREKSI            TATA KELOLA KEBERLANJUTAN               KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                                 KINERJA EKONOMI


                               Uraian                                           2023                    2024                   2025

 j. Bangunan Berwawasan Lingkungan yang Memenuhi
    Standar atau Sertifikasi yang Diakui Secara Nasional,                                 163                  134                      101
    Regional, atau Internasional
 k. Kegiatan Usaha dan/atau Kegiatan Lain dari Kegiatan Usaha
                                                                                          245                  256                    1.588
    Berwawasan Lingkungan Lainnya
 Jumlah Pembiayaan Hijau (KUBL)                                                         12.235            14.084                  15.657
 Pembiayaan Sosial (KUBS)
 Jumlah Pembiayaan Sosial (KUBS)                                                    45.469                 52.415                58.265
 ESG Financing/Pembiayaan Berkelanjutan (KKUB)                                      57.704                66.499                 73.922
 Rasio ESG Financing (KKUB) Pembiayaan Berkelanjutan
                                                                                   24,07%                 23,88%                 23,18%
 terhadap Total Pembiayaan


Pembiayaan Kendaraan Listrik (EV)
Sebagai bagian dari portofolio yang mendukung penerapan keuangan berkelanjutan, BSI menyediakan
fasilitas pembiayaan untuk kendaraan listrik. Pembiayaan EV tersebut ditampilkan sebagai berikut:


                                            2023                               2024                                  2025
        Jenis Kendaraan          Dalam Jutaan                        Dalam Jutaan                       Dalam Jutaan
                                                         NoA                                NoA                                  NoA
                                    Rupiah                              Rupiah                             Rupiah


             Mobil Listrik                 41.406              131            171.862            635              395.342             1.748



             Motor Listrik                      0               0                 63               6                      22              7


             Jumlah                       41.406               131           171.925             641             395.364              1.755


2. Investasi Surat Berharga
   Sebagai bagian dari komitmen BSI untuk menerapkan prinsip investasi yang bertanggung jawab,
   Perseroan turut mengalokasikan dana pada berbagai instrumen Surat Berharga Syariah. Rincian
   investasi pada instrumen tersebut disajikan pada tabel berikut:

(Dalam miliar rupiah)


                                   Uraian                                                  2023            2024                 2025
 Investasi pada Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)                                         1.372,91          1.572,91         2.445,37
 Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS)                                                       895      2.006,62             2.908,90
 Sukuk Bank Indonesia                                                                        448,43             201,51           689,02
 Reksa Dana                                                                                1.600,00*       2.500,00*            2.846,71
 Efek Beragun Aset Syariah - Sharia Asset Backed Securities - Surat                              27,3             27,3                 27,3
 Partisipasi (EBAS - SP)
*) dinyatakan kembali




                                                                                                   LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025                 139
Page 141
07              TENTANG LAPORAN            STRATEGI KEBERLANJUTAN      IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN     PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA EKONOMI


      3. Sustainability Sukuk
         BSI terus memperkuat implementasi kebijakan keuangan berkelanjutan sebagai bagian dari
         kontribusi nyata Perseroan dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang lebih bertanggung
         jawab dan bernilai jangka panjang. Penerbitan Sustainability Sukuk BSI telah diselaraskan dengan
         ketentuan POJK No. 18 Tahun 2023 mengenai penerbitan efek utang dan sukuk berlandaskan
         keberlanjutan, sehingga memastikan kesesuaian instrumen dengan standar regulasi dan prinsip-
         prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola.

         Komitmen ini diwujudkan melalui langkah strategis BSI sebagai pionir penerbitan Sukuk Mudharabah
         Berlandaskan Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank BSI Tahap I Tahun 2024, senilai Rp3 triliun yang
         diterbitkan pada Juni 2024. Instrumen ini dirancang untuk memperluas kapasitas pendanaan
         atas pembiayaan yang mendukung pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di
         Indonesia.

         Memasuki tahun 2025, komitmen BSI terhadap pengembangan instrumen keuangan berkelanjutan
         semakin diperkuat melalui keberhasilan penerbitan Sukuk Mudharabah Berlandaskan Keberlanjutan
         Berkelanjutan I Bank BSI Tahap II Tahun 2025 dengan nilai sebesar Rp5 triliun. Pada saat yang sama,
         BSI juga telah menyelesaikan pelunasan Sustainability Sukuk 2024 Seri A senilai Rp1,7 triliun pada
         24 Juni 2025, menunjukkan tata kelola pendanaan yang disiplin dan kredibel. Kombinasi penerbitan
         Tahap II 2025 dan pelunasan Tahap I 2024 semakin menegaskan posisi BSI sebagai pemimpin pasar
         dalam instrumen keuangan berkelanjutan berbasis syariah di Indonesia.

         Penyaluran dana diatur berdasarkan klasifikasi kegiatan berkelanjutan sesuai ketentuan OJK per
         Desember 2025. Diagram berikut menampilkan ringkasan kategori KUBL dan KUBS yang menjadi
         acuan utama dalam pengalokasian dana hasil penerbitan Sukuk:


                                              Penggunaan Dana Hasil Penerbitan

          Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)                 Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS)

                                                                    Layanan Infrastruktur Dasar yang Terjangkau
                Energi Terbarukan
                                                                    Baik dari Segi Akses Maupun Harga

                Efisiensi Energi                                    Akses terhadap Layanan Esensial

                Pencegahan dan Pengendalian Polusi                  Perumahan yang Terjangkau

                Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati &
                                                                    Penciptaan Lapangan Kerja
                Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan
                Konservasi Keanekaragaman Hayati Darat              Ketahanan Pangan dan Sistem Pangan
                dan Air                                             Berkelanjutan

                Transportasi Ramah Lingkungan                       Peningkatan dan Pemberdayaan Sosio-Ekonomi

                Pengelolaan Air dan Air Limbah
                Berkelanjutan

                Adaptasi Perubahan Iklim

                Produk yang Mengurangi Penggunaan
                Sumber Daya dan
                Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi

                Bangunan Berwawasan Lingkungan




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
140    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 142
  LAPORAN DIREKSI         TATA KELOLA KEBERLANJUTAN       KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                  KINERJA EKONOMI


(Dalam miliar rupiah)


                                          Uraian                                          Per Desember 2025
 Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS)
    Akses Terhadap Layanan Esensial                                                                      4.019
    Penciptaan Lapangan Kerja dan Program yang Dirancang untuk Mencegah dan/                              739
    atau Mengurangi Pengangguran, termasuk Pembiayaan Usaha Kecil, Menengah dan
    Pembiayaan Mikro
    Ketahanan Pangan dan Sistem Pangan Berkelanjutan                                                      205
    Peningkatan dan Pemberdayaan Sosio-Ekonomi                                                             78
 Total KUBS                                                                                             5.043

(Dalam miliar rupiah)

                                          Uraian                                          Per Desember 2025
 Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)
 Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan                             1.143
 Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber Daya dan Menghasilkan Lebih
                                                                                                         1.124
 Sedikit Polusi (Eco- Efficient)
 Energi Terbarukan                                                                                        650
 Pengelolaan Air dan Air Limbah Berkelanjutan                                                              38
 Total KUBL                                                                                             2.956


4. BSI Deposito Wakaf
   BSI Deposito Wakaf merupakan salah satu inovasi produk syariah yang mengintegrasikan instrumen
   investasi komersial dengan prinsip keuangan sosial Islam. Produk ini berbentuk deposito dengan
   skema di mana nilai pokok yang ditempatkan oleh nasabah diperlakukan sebagai Wakaf Uang
   Sementara, sementara hasil atau imbalannya disalurkan kepada Nazir untuk dikelola dalam berbagai
   program sosial yang telah ditetapkan.

    Melalui BSI Deposito Wakaf, nasabah diajak untuk berpartisipasi dalam investasi bernilai ibadah
    yang bersifat sementara namun memberikan manfaat jangka panjang. Pokok dana tetap terjaga,
    sementara pahalanya, melalui pemanfaatan hasil deposito untuk kemaslahatan umat, diupayakan
    terus mengalir seperti konsep amal jariyah dalam ajaran Islam. Produk ini hadir untuk memfasilitasi
    keinginan nasabah dalam berwakaf sambil memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan
    sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, selaras dengan nilai syariah yang menekankan
    keberlanjutan dan manfaat bersama. BSI Deposito Wakaf merupakan salah satu inovasi produk BSI
    yang memiliki uniqueness value dan bukti peran perbankan syariah dalam penerapan keuangan
    berkelanjutan.



      BSI Deposito Wakaf Seri 1 Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB)
      Bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa/i salah satu universitas negeri yang kurang mampu



                           Rp20.168 JT                                        254
                           Total BSI Deposito                                 Wakif
                           Wakaf




                                                                                   LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025    141
Page 143
07             TENTANG LAPORAN          STRATEGI KEBERLANJUTAN       IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA EKONOMI



         BSI Deposito Wakaf Seri Insan BSI
         Bantuan biaya pendidikan bagi putra/i pegawai BSI yang kurang mampu



                                 Rp10.568 JT                                    3.338
                                 Total BSI Deposito                             Wakif
                                 Wakaf




         BSI Deposito Wakaf Seri Pekerja Informal Masyarakat Ekonomi Syariah (MEST)
         Bantuan biaya perlindungan Sosial JAMSOSTEK untuk Pekerja Informal



                                 Rp429 JT                                       16
                                 Total BSI Deposito                             Wakif
                                 Wakaf




         BSI Deposito Wakaf Seri Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB)
         Bantuan Pembangunan Masjid Cirebon



                                 Rp76 JT                                        18
                                 Total BSI Deposito                             Wakif
                                 Wakaf




         BSI Deposito Wakaf Seri Alumni UIN Ar Raniry Banda Aceh
         Bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa/i salah satu universitas negeri yang kurang mampu



                                 Rp248 JT                                       40
                                 Total BSI Deposito                             Wakif
                                 Wakaf




         BSI Deposito Wakaf Seri Alumni Universitas Sumatera Utara (USU)
         Bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa/i salah satu universitas negeri yang kurang mampu



                                 Rp948 JT                                       44
                                 Total BSI Deposito                             Wakif
                                 Wakaf




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
142   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 144
LAPORAN DIREKSI        TATA KELOLA KEBERLANJUTAN       KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                               KINERJA EKONOMI



   BSI Deposito Wakaf Seri Alumni Ikatan Cendekia Muslim Indonesia (ICMI)
   Bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa/i salah satu universitas negeri yang kurang mampu



                          Rp1.081 JT                                       39
                          Total BSI Deposito                               Wakif
                          Wakaf




   BSI Deposito Wakaf Seri Alumni Universitas Insan Cita Indonesia (UICI)
   Bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa/i salah satu universitas negeri yang kurang mampu



                          Rp3.717 JT                                      8
                          Total BSI Deposito                              Wakif
                          Wakaf




   BSI Deposito Wakaf Seri Insan BSI Jilid 2
   Bantuan biaya pendidikan bagi putra/i pegawai BSI yang kurang mampu



                          Rp3.749 JT                                      654
                          Total BSI Deposito                              Wakif
                          Wakaf




   BSI Deposito Wakaf Seri Alumni IPB Jilid 2
   Bantuan biaya pendidikan bagi putra/i pegawai BSI yang kurang mampu



                          Rp14.313 JT                                     46
                          Total BSI Deposito                              Wakif
                          Wakaf




   BSI Deposito Wakaf Seri Insiatif Wakaf (Iwakaf)
   Pemberdayaan Lahan Pesantren Rumah Tahfidz



                          Rp114 JT                                         14
                          Total BSI Deposito                               Wakif
                          Wakaf




                                                                                  LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   143
Page 145
07              TENTANG LAPORAN           STRATEGI KEBERLANJUTAN       IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA EKONOMI



          BSI Deposito Wakaf Seri Yayasan Amanah Utama Tazkia
          Bantuan Program Sosial Tazkia



                                  Rp210 JT                                        5
                                  Total BSI Deposito                              Wakif
                                  Wakaf




          BSI Deposito Wakaf Seri 13 - Alumni Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada
          (KAGAMA)
          Pembangunan Rumah Singgah KAGAMA



                                  Rp61 JT                                         31
                                  Total BSI Deposito                              Wakif
                                  Wakaf




          BSI Deposito Wakaf Seri Maqashid Syariah
          Program Literasi Ekonomi Syariah melalui Al Quran Maqashid Syariah & Ibrah



                                  Rp 3.878 JT                                     381
                                  Total Deposito                                  Wakif
                                  Wakaf




          BSI Deposito Wakaf Seri Yayasan Kota Wisata Darussalam
          Bantuan Program Sosial Yayasan Kota Wisata Darussalam



                                  Rp 3 JT                                         2
                                  Total BSI Deposito                              Wakif
                                  Wakaf




      5. ESG Mutual/Mashalat Fund
         Sebagai bagian dari penguatan Keuangan Keberlanjutan, BSI menghadirkan ESG Mutual/Maslahat
         Fund, yaitu Reksa Dana Pasar Uang Syariah yang mengintegrasikan prinsip ESG dalam pengelolaan
         dan pemanfaatan hasil investasinya. Melalui skema ini, sebagian hasil pengembangan (yield)
         disalurkan untuk program sosial berwawasan lingkungan yang dikelola oleh BSI Maslahat, sehingga
         investasi nasabah tidak hanya memberikan imbal hasil finansial, tetapi juga menciptakan dampak
         sosial yang terukur.




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
144    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 146
LAPORAN DIREKSI            TATA KELOLA KEBERLANJUTAN      KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                  KINERJA EKONOMI


 Produk Maslahat Fund beroperasi melalui                     Implementasi program juga memberikan nilai
 kolaborasi dengan manajer investasi, seperti                tambah bagi perusahaan melalui peningkatan
 Mandiri Manajemen Investasi dan Succor                      citra positif, eksposur publik dari berbagai kanal
 Asset Management. Investor, baik retail,                    media, serta pelaporan pertanggungjawaban
 institusi, maupun BSI sebagai anchor investor,              yang transparan.
 melakukan subscription ke Maslahat Money
 Market Mutual Fund yang terdiri atas tiga kelas             Selain memberikan kontribusi sosial, Maslahat
 (A, B, dan C). Setiap kelas memiliki struktur               Fund tetap memenuhi tata kelola keuangan
 biaya dan persyaratan investasi yang berbeda,               yang prudent melalui mekanisme financing
 termasuk Maslahat Portion sebesar 0,10%                     line dan clean basis yang diatur berdasarkan
 dari manajemen fee yang dialokasikan untuk                  Standar Prosedur Bisnis (SPB) untuk institusi
 kegiatan sosial. Proses ini berjalan seiring                keuangan. Mekanisme ini memastikan bahwa
 dengan pengelolaan instrumen dasar seperti                  aliran dana dari investor sampai pada eksekusi
 Sharia Time Deposit dan Sharia Government                   program sosial dilakukan secara akuntabel dan
 Bond dengan tenor kurang dari satu tahun                    sesuai ketentuan syariah. Dengan pendekatan
 dan estimasi imbal hasil 4,5–5%.                            terintegrasi ini, ESG Mutual/Maslahat Fund
                                                             menjadi instrumen pembiayaan berkelanjutan
 Dana Maslahat yang terkumpul kemudian                       yang memperkuat strategi BSI dalam
 disalurkan ke program sosial berorientasi                   mengembangkan investasi syariah yang
 ESG sesuai prioritas BSI Maslahat. Salah                    berdampak.
 satu program yang direncanakan adalah
 Pembangunan Sanitasi Air Bersih, yang                       BSI akan mulai melaporkan capaian ESG
 bertujuan menyediakan akses air bersih dan                  Mutual/Maslahat Fund secara lebih terstruktur
 sanitasi berkelanjutan di berbagai wilayah.                 dalam Laporan Keberlanjutan tahun 2026.
 Program ini sejalan dengan sejumlah SDGs,                   Pelaporan ini akan mencakup perkembangan,
 khususnya tujuan 3 (Good Health and Well-                   akumulasi dana maslahat, dampak sosial-
 being), 6 (Clean Water and Sanitation), dan                 lingkungan dari program yang didanai, serta
 11 (Sustainable Cities and Communities).                    capaian kinerja ESG yang relevan.




BYOND – Membawa Investasi Emas Lebih Dekat bagi Semua



                                                            Tersedia Pembelian
                   Kepemilikan              Cetak emas          & Penjualan          Tanpa Hambatan
                  emas mulai dari            mulai dari          Real-time              Transaksi
                   Rp
                        50.000                2 gram                24/7               Rp-Grams



                                     TERJANGKAU, LIKUID, DAN AMAN




                        Harga               Terpercaya,        Didukung oleh             Tanpa
                                           Asli, Aman &        Emas Fisik                Ribet
                  Kompetitif
                                            Terjamin




                                                                                   LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025     145
Page 147
07               TENTANG LAPORAN        STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN            PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA EKONOMI


      Bank Emas BSI                                              strategi Bank untuk mengarahkan portofolio
      Pada tahun 2025, layanan Bank Emas menjadi salah           ke produk berisiko rendah dan mendukung
      satu pendorong utama pertumbuhan portofolio                ketahanan pendapatan. Di sisi pendanaan, bank
      pembiayaan BSI sekaligus mendukung strategi                emas berperan dalam memacu peningkatan
      diversifikasi instrumen keuangan berkelanjutan.            pembukaan rekening dan mendorong penguatan
      Sejak diresmikan pada 26 Februari 2025, bisnis             CASA melalui penggabungan produk emas
      emas menunjukkan akselerasi signifikan, selaras            dengan tabungan haji (product bundling).
      dengan peningkatan preferensi masyarakat
      terhadap instrumen investasi yang aman dan                 Selain itu, pengembangan Bank Emas mendukung
      sesuai prinsip syariah. Melalui penyediaan layanan         tujuan pemerintah dalam hilirisasi emas nasional
      jual beli, penitipan, cicil emas, gadai emas, serta        dan pembentukan ekosistem bullion yang
      integrasi penuh ke dalam ekosistem digital                 lebih transparan dan efisien. BSI menjadi satu-
      BYOND by BSI, Bank Emas memperkuat akses                   satunya bank yang memiliki izin resmi OJK untuk
      masyarakat untuk berinvestasi secara bertahap,             kegiatan Penitipan Emas dan Perdagangan Emas,
      inklusif, dan efisien.                                     serta terus memperluas kapabilitas digital dan
                                                                 infrastruktur untuk memastikan ketersediaan
      Sepanjang 2025, total portofolio bisnis emas BSI           pasokan fisik, keamanan penyimpanan, serta
      mencapai Rp22,9 triliun, tumbuh 78,60% YoY,                minimum pembelian yang terjangkau mulai dari
      terdiri dari Cicil Emas Rp12,89 triliun dan Gadai          Rp50.000 atau 0,05 gram.
      Emas Rp10,02 triliun. Selain itu, saldo Tabungan
      Emas meningkat menjadi 1,843 ton dengan                    Secara keseluruhan, pencapaian bisnis emas
      volume penjualan 2,184 ton, serta jumlah rekening          pada 2025 menunjukkan bahwa layanan
      emas mencapai 531.329 CIF, di mana sekitar 76,5%           bullion bank telah menjadi salah satu portofolio
      merupakan Gen Z dan milenial.                              strategis BSI yang mendukung pencapaian
                                                                 target pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan,
      Kontribusi Bank Emas turut memperkuat                      peningkatan inklusi keuangan syariah, serta
      pendapatan berbasis fee (FBI), di mana bisnis emas         kontribusi terhadap penguatan ekosistem halal
      menyumbang Rp270,14 miliar dari total FBI BSI              nasional.
      pada tahun 2025. Pertumbuhan ini selaras dengan


      Highlight Kinerja Bank Emas BSI 2025

                                          CICIL EMAS                   GADAI EMAS                         E-MAS

      Pelanggan Baru                             358.400                        21.263                         531.329

      Pencairan/Saldo Emas                Rp14.413 Miliar              Rp32.478 Miliar                        1,843 ton
                                           ∆ 92,38% YoY                  ∆ 52,87% YoY                    ∆ 315,44% Ytd



      MENINGKATKAN EKOSISTEM ISLAM

      Penguatan ekosistem Islam menjadi salah satu fokus utama BSI dalam mendorong pertumbuhan
      industri keuangan dan perbankan syariah di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan aspirasi untuk
      menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan bisnis syariah di tingkat global. Berbagai inisiatif terus
      dilakukan BSI untuk memperluas dan memperkuat ekosistem Islam, antara lain:

      •• Digitalisasi layanan haji dan umrah, termasuk perluasan fitur dan integrasi ekosistem perjalanan
         ibadah.
      •• Pengembangan produk-produk syariah yang inovatif dan memiliki nilai keberlanjutan seperti
         deposito wakaf.
      •• Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik regulator maupun lembaga edukasi,
         dalam mendorong kebijakan yang mendukung serta peningkatan literasi keuangan syariah.
      •• Penyediaan fasilitasi sertifikasi halal gratis (self-declare) bagi pelaku UMKM untuk membantu mereka
         memenuhi standar usaha berbasis syariah.

       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
146    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 148
  LAPORAN DIREKSI           TATA KELOLA KEBERLANJUTAN           KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                          KINERJA EKONOMI


Secara keseluruhan, capaian BSI dalam memperkuat ekosistem Islam pada tahun 2025 menunjukkan
peningkatan dibandingkan dengan tahun 2024, yang dirangkum sebagai berikut:

Pencapaian Ekosistem Islam BSI

                                                                                                   Pencapaian
                        Uraian                                Satuan
                                                                                   2023                  2024           2025
 Zakat Perusahaan                                       Dalam Miliar Rupiah                190                  232            250
 Zakat Pegawai                                          Dalam Miliar Rupiah                 33                  36              39
 Ziswaf                                                 Dalam Miliar Rupiah               1.523              1.709           2.065
 Ziswaf Pemerintah & Non Pemerintah                     Nasabah                          31.630             57.195         61.267
 Ekosistem Haji                                         Dalam Miliar Rupiah             14.638              17.656         19.614
 Jumlah Outstanding Ekosistem Haji dan Umroh            Nasabah                   4.495.944           4.855.450        5.782.427
 Ekosistem Sekolah Islam                                Dalam Miliar Rupiah              5.588              8.730            9.349
 Jumlah Outstanding Ekosistem Sekolah Islam             Nasabah                         331.305           498.182        551.597
 Ekosistem Masjid                                       Dalam Miliar Rupiah              4.674              6.977            7.550
 Jumlah Outstanding Ekosistem Masjid                    Nasabah                     550.303              1.034.276       1.229.121
 Ekosistem Pesantren                                    Dalam Miliar Rupiah               1.122              1.437           2.051
 Jumlah Outstanding Ekosistem Pesantren                 Nasabah                         66.354            134.076        142.249
 Industri Halal                                         Dalam Miliar Rupiah                984               1.565            1.216
 Jumlah Outstanding Industri Halal                      Nasabah                          61.269            97.393         98.014



NILAI EKONOMI LANGSUNG YANG DIHASILKAN DAN DIDISTRIBUSIKAN
[GRI 201-1]


Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan menggambarkan manfaat ekonomi yang diperoleh secara nyata
melalui aktivitas operasional dan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perseroan. Sementara itu,
nilai ekonomi yang didistribusikan merujuk pada manfaat ekonomi yang dialokasikan kepada berbagai
pemangku kepentingan dalam suatu sistem ekonomi. Bagi BSI, nilai ekonomi yang dihasilkan terutama
berasal dari pendapatan pengelolaan dana sebagai mudharib serta pendapatan usaha lainnya. Nilai
ekonomi yang didistribusikan mencakup beban umum dan administrasi, biaya gaji dan tunjangan,
pembayaran dividen, serta alokasi dana investasi sosial termasuk program CSR.

Selisih antara nilai ekonomi yang dihasilkan dan nilai ekonomi yang didistribusikan menjadi nilai ekonomi
yang ditahan, yakni manfaat ekonomi yang belum dibagikan kembali dan tetap berada dalam Bank.
Pada tahun 2025, nilai ekonomi yang ditahan meningkat sebesar 12,03% menjadi Rp17.949.913 miliar,
lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp16.022.279 miliar. Seluruh perhitungan
Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan dan Didistribusikan (EVG&D) disusun berdasarkan laporan
keuangan BSI yang telah diaudit untuk tahun buku 2025, sehingga menjamin konsistensi, akurasi, dan
keandalan informasi.

Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan
(Dalam miliar rupiah)


                             Uraian                                      2023*                    2024                2025
 Nilai Ekonomi yang Dihasilkan
 Pendapatan Pengelolaan Dana Sebagai Mudharib                             22.251.743              25.298.203          28.265.491
 Pendapatan Usaha Lainnya                                                 4.204.466                5.556.479           6.936.596
 Jumlah Nilai Ekonomi Dihasilkan                                         26.456.209           30.854.682              35.202.087



                                                                                            LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025                147
Page 149
07                   TENTANG LAPORAN                 STRATEGI KEBERLANJUTAN                 IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN        PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA EKONOMI


                                         Uraian                                              2023*                 2024          2025

       Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
       Beban Usaha Umum dan Administrasi                                                       5.169.938             6.342.626    8.109.463
       Beban Usaha Gaji dan tunjangan                                                          5.035.215             5.284.136    5.496.617
       Dividen                                                                                   426.018               855.561    1.050.883
       Beban Pajak                                                                             1.695.729            2.044.507     2.193.890
       Investasi Masyarakat (TJSL)*                                                              255.100               305.573     400.035
       Jumlah Nilai Ekonomi Didistribusikan                                                  12.582.000            14.832.403    17.252.174
       Nilai Ekonomi yang Ditahan                                                            13.874.209            16.022.279    17.949.913

      Keterangan:

      *Dana investasi masyarakat adalah penyaluran dana Ziswaf dan dana kebajikan melalui Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS)


      BANTUAN FINANSIAL DARI PEMERINTAH [GRI 201-4]

      Selama tahun pelaporan 2025, BSI tidak memperoleh bentuk dukungan finansial apa pun dari
      Pemerintah. Hal ini mencakup tidak diterimanya fasilitas seperti insentif atau keringanan pajak, kredit
      pajak, subsidi, maupun bentuk bantuan finansial lainnya.

      Kondisi tersebut berlaku untuk seluruh yurisdiksi tempat BSI menjalankan operasionalnya, baik di
      Indonesia maupun pada kantor cabang di luar negeri. Dengan demikian, seluruh aktivitas usaha BSI
      pada tahun 2025 berlangsung tanpa ketergantungan pada dukungan finansial pemerintah.



      PENGUATAN INFRASTRUKTUR EKONOMI DAN DAMPAK EKONOMI TIDAK
      LANGSUNG [GRI 203-1, 203-2]

      Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI berperan aktif dalam mendukung pembangunan
      infrastruktur ekonomi serta mendorong dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan bagi
      masyarakat. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam berbagai program strategis
      pemerintah yang bertujuan memperkuat stabilitas ekonomi, memperluas inklusi keuangan, serta
      mendorong pemerataan kesejahteraan di berbagai wilayah Indonesia.

      Dukungan BSI terhadap pembangunan infrastruktur ekonomi tercermin melalui optimalisasi
      penempatan dana pemerintah yang disalurkan kembali ke sektor riil, dukungan terhadap sistem
      pengelolaan keuangan mitra pemerintah, dan pembiayaan perumahan rakyat melalui Program
      Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan (FLPP), serta membiayai proyek infrastruktur Kerjasama
      Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Inisiatif tersebut berkontribusi pada penyediaan hunian layak,
      penguatan ekosistem keuangan, serta peningkatan kapasitas lembaga dan pelaku ekonomi di tingkat
      nasional maupun daerah.

      Sejalan dengan itu, kegiatan pembiayaan dan layanan BSI juga menghasilkan dampak ekonomi tidak
      langsung yang signifikan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), dukungan terhadap koperasi
      dan UMKM, serta pembiayaan mikro yang mendorong pertumbuhan usaha produktif. Dampak yang
      dihasilkan mencakup peningkatan akses pembiayaan, penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai
      pasok lokal, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah. Melalui pendekatan ini, BSI
      berkontribusi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan selaras
      dengan agenda pembangunan nasional.




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
148    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 150
 LAPORAN DIREKSI            TATA KELOLA KEBERLANJUTAN                 KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                               KINERJA EKONOMI


  Utilisasi Penempatan             Support Terhadap                 Mendukung Program KDMP                 Program FLPP
    Dana Kemenkeu                    Program MBG                       dan Penyaluran KUR                 (3 Juta Rumah)



    BSI telah menyalurkan        Memberikan dukungan                     BSI turut mendukung           Total penyaluran FLPP BSI
   100% pembiayaan yang          secara langsung kepada                         aspirasi                hingga Desember 2025:
  berasal dari penempatan           mitra BGN melalui
    dana SAL pemerintah                pembuatan:
                                                                                   80.000
                                                                                   Koperasi                       23.487
                                                                                                                  Unit

                               Virtual Account   Cash Management         BSI turut melakukan
 Realisasi Pembiayaan:                             System (CMS)
                                                                         Penyaluran KUR BSI
   10 Triliun
                                                                                                         3,53 Triliun
 Rp                                                                             di 2025
                               Telah menjangkau >1.350
 Realisasi Penyaluran BSI      titik yang mayoritas berada
                                       di 3 provinsi;
 (Rp Miliar)                                                              Rp
                                                                             25,8 Triliun
                               Aceh | Nusa Tenggara Barat |                Penyaluran KUR
 Rumah Tangga: 9.819
                                      Sumatera Barat                                                       2025: 0,71
                                                                                                            2024: 0,27
               82
 Konstruksi:
                                 Penyaluran pembiayaan                   90.218 Nasabah
 Lain-lain:   69                    BSI Mitra BGN &
                                   Pembiayaan Mikro




PRAKTIK PENGADAAN BARANG DAN JASA [GRI 204-1, 414-1]

Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian nasional, BSI terus
memperkuat keterlibatan pemasok dalam negeri dalam proses pengadaan barang dan jasa. Dalam
laporan ini, pemasok lokal merujuk pada mitra usaha yang beroperasi dan berdomisili di wilayah Republik
Indonesia. Sementara itu, lokasi operasional signifikan mengacu pada seluruh Kantor Wilayah BSI yang
menjadi pusat kegiatan bisnis utama di Indonesia.

Peningkatan penggunaan pemasok lokal tidak hanya mendukung perputaran ekonomi domestik, tetapi
juga membuka peluang kerja baru serta mengurangi ketergantungan terhadap barang dan jasa impor.
Nilai kontrak yang diberikan kepada pemasok selama tahun 2025 disajikan berikut:


                                                                                               2025
                     Keterangan                                    Nilai Kontrak Pekerjaan
                                                                                                        Persentase (%)
                                                                   (dalam Jutaan Rupiah)
Pemasok Dalam Negeri                                                  Rp1.003.953.245.489.480                             0,0012%
Pemasok Luar Negeri                                                            Rp12.271.166.695                          99,9988%
Jumlah                                                               Rp1.003.965.516.656.170                                100%


Untuk memastikan proses pengadaan berjalan secara etis, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan, BSI
menerapkan mekanisme procurement yang transparan dan selaras dengan prinsip syariah. Pengelolaan
pengadaan dilakukan oleh Unit Kerja Procurement & Fixed Asset Group sesuai Standar Prosedur
Operasional Procurement Tahun 2024 dan Petunjuk Teknis Operasional Pengadaan Barang dan Jasa.

Dalam pelaksanaannya, BSI menerapkan sembilan prinsip utama yaitu:

1. Syariah (Sharia Principle): Pemenuhan Prinsip Syariah menjadi fokus dalam kegiatan procurement.
2. Efektif: Procurement harus sesuai dengan kebutuhan/rencana yang telah ditetapkan dan memberikan
   manfaat optimal bagi Bank.




                                                                                                  LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025        149
Page 151
07              TENTANG LAPORAN          STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN        PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA EKONOMI


      3. Efisien: Proses procurement dilaksanakan                 9. Independen: Keputusan procurement diambil
         untuk mencapai kualitas sesuai        dengan                secara objektif dan bebas dari tekanan pihak
         standar yang ditetapkan, dalam waktu yang                   mana pun.
         telah disepakati, dan dengan tingkat harga
         yang terbaik.                                            BSI juga memastikan pemasok mematuhi seluruh
      4. Kompetitif/Terbuka dan Bersaing: Pelaksanaan             ketentuan hukum dan regulasi yang relevan.
         procurement terbuka bagi Penyedia Barang                 Penilaian pemasok dilakukan melalui Lembaga
         dan Jasa yang memenuhi persyaratan, dengan               Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
         persaingan yang sehat dan berdasarkan                    (LKPP) untuk memastikan pemasok tidak
         ketentuan dan prosedur yang transparan.                  terkait praktik negatif seperti pelanggaran K3,
      5. Transparan: Semua ketentuan dan informasi                diskriminasi, pekerja anak, kerja paksa, atau upah
         mengenai         pelaksanaan     procurement,            di bawah standar minimum. Selain itu, untuk
         termasuk syarat teknis dan administrasi, tata            pembangunan Gedung Landmark BSI Aceh
         cara evaluasi, hasil evaluasi, dan penetapan             dan BSI Tower Jakarta, BSI menerapkan kriteria
         calon Penyedia Barang dan Jasa, bersifat                 tambahan berupa penggunaan material ramah
         terbuka.                                                 lingkungan sebagai dukungan terhadap prinsip
      6. Adil dan Wajar: Memberikan perlakuan yang                keberlanjutan.
         sama kepada semua calon Penyedia Barang
         dan Jasa tanpa kecenderungan memberikan                  Survei Kepuasan Pemasok
         keuntungan kepada pihak tertentu.                        Pada tahun 2025, BSI kembali melaksanakan
      7. Akuntabel: Proses, hasil, dan pembayaran                 survei kepuasan pemasok untuk menilai
         procurement dapat dipertanggungjawabkan.                 efektivitas proses pengadaan dan memastikan
      8. Bertanggung Jawab: Proses procurement                    kualitas layanan kepada mitra tetap terjaga. Survei
         dilaksanakan dengan hati-hati dan mematuhi               dilakukan menggunakan skala Likert sebagai
         ketentuan yang berlaku.                                  metode penilaian, dengan kategori sebagai
                                                                  berikut:




                  Nilai Skala Likert                                              Kategori

                        < 1,00                                               Tidak Memuaskan
                      1,01 - 2,00                                           Kurang Memuaskan
                      2,01 - 3,00                                           Cukup Memuaskan
                      3,01 - 4,00                                               Memuaskan
                      4,01 - > 5                                            Sangat Memuaskan


      Hasil survei kepuasan pemasok pada tahun 2025 menunjukkan skor sebagai berikut:
                                    Indikator Penilaian                                      Skor          Kategori

      Mekanisme Seleksi Rekanan                                                                4,33    Sangat Memuaskan

      Pelaksanaan Tahapan Proses Pengadaan                                                     4,45    Sangat Memuaskan

      Proses penyelesaian pembayaran pekerjaan                                                 4,27    Sangat Memuaskan

      Lain-lain:
      1. Procurement & Fixed Asset Group (PFA) telah bertindak secara fair (tidak
         memihak salah satu vendor) pada proses pengadaan barang dan jasa.
      2. Pelayanan PFA dalam menyediakan fasilitas fisik kantor secara keseluruhan             4,63    Sangat Memuaskan
         (penyediaan ruang tunggu, ruang rapat, counter informasi, kebersihan,
         mushola, toilet, dan lainnya).
      3. Keamanan dan pelayanan secara umum di lingkungan PFA.




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
150    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 152
LAPORAN DIREKSI        TATA KELOLA KEBERLANJUTAN    KINERJA KEBERLANJUTAN




 KINERJA LINGKUNGAN HIDUP




       ASPEK UMUM

       Biaya Lingkungan Hidup [OJK F.4] [GRI 201-2]
       BSI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan.
       Walaupun kegiatan operasional Bank tidak memiliki dampak langsung terhadap
       lingkungan fisik, BSI tetap mengambil peran melalui berbagai inisiatif ramah lingkungan.
       Salah satunya adalah program penanaman pohon produktif di Desa Semoyo, Yogyakarta,
       sebagai upaya rehabilitasi lahan dan peningkatan kualitas lingkungan.

       Selain itu, BSI juga mulai beralih ke energi bersih melalui penggunaan kendaraan listrik
       sebagai langkah mengurangi konsumsi bahan bakar fosil, serta menyediakan fasilitas
       charging station untuk mendukung operasional kendaraan listrik tersebut. Biaya yang
       dikeluarkan untuk berbagai kegiatan lingkungan tersebut disajikan sebagai berikut:


                                  Keterangan                                     Biaya
        Green Initiatives - Pembangunan Green Building
        Landmark BSI Aceh                                                     324.600.000.000
        BSI Tower Jakarta                                                     693.000.000.000
        Biaya Sewa Kendaraan Listrik                                              1.813.400.000
        Biaya Pemasangan Wall Charging                                              45.010.500
        Jumlah                                                                1.019.458.410.500




                                                                            LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   151
Page 153
07                TENTANG LAPORAN      STRATEGI KEBERLANJUTAN             IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA LINGKUNGAN HIDUP


      ASPEK MATERIAL                                            ASPEK ENERGI

      Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan                 Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan
      [OJK F.5]                                                 [OJK F.6] [GRI 302-1, 302-2, 302-3]
      Sebagai bagian dari komitmen BSI dalam                    Sebagai institusi yang bergerak di sektor
      mendorong operasional yang lebih berkelanjutan,           perbankan, kebutuhan energi BSI terutama
      Bank terus mengoptimalkan pemanfaatan                     berasal dari dua sumber utama, yaitu listrik
      teknologi      digital     untuk      mengurangi          untuk mendukung operasional kantor dan
      ketergantungan pada material konvensional,                BBM untuk kendaraan operasional. Sesuai
      khususnya penggunaan kertas. Transisi dari                karakteristik industrinya, BSI tidak menggunakan
      dokumen fisik ke dokumen elektronik menjadi               atau menjual energi dalam bentuk pemanas,
      langkah penting dalam menekan jejak lingkungan            pendingin, maupun uap, serta belum melakukan
      sekaligus meningkatkan efisiensi proses kerja.            pengukuran atas energi yang bersumber dari luar
      Di samping digitalisasi, BSI juga menggunakan             organisasi. Selain itu, Bank juga tidak melakukan
      beragam material ramah lingkungan dalam                   penjualan energi listrik. Penghitungan konsumsi
      mendukung aktivitas bisnisnya, antara lain:               energi dilakukan dengan mengumpulkan data
      •• Menggunakan recycled plastic pada top table            pemakaian listrik dan BBM dari seluruh wilayah
         meja kantor di BSI Tower.                              operasional dan mengonversinya ke dalam satuan
      •• Papan MDF pada furniture custom.                       gigajoule.
      •• Kaca yang dapat mereduksi panas di Gedung
         Landmark Aceh.                                         Untuk mengungkapkan intensitas energi, BSI
      •• Menggunakan refrigerant dengan ODP 0                   menggunakan total konsumsi energi internal
         seperti R134A dan APAR berbahan CO2 di BSI             (listrik dan BBM) dalam gigajoule sebagai
         Tower.                                                 pembilang, sedangkan pembiayaan, pendapatan,
      •• Menggunakan material yang merupakan hasil              dan jumlah pegawai digunakan sebagai penyebut.
         daur ulang seperti besi baja tulangan.                 Pendekatan ini hanya mencakup energi yang
      •• Menggunakan material modular atau prefab               dikonsumsi di dalam organisasi mengingat BSI
         yang bertujuan untuk mengurangi sampah                 belum menghitung energi yang digunakan di luar
         pada masa konstruksi, seperti material kaca            batas operasionalnya.
         facade dengan system unitize.
      •• Menggunakan material sintered stone, yang              Sejalan dengan komitmen pengurangan emisi
         merupakan campuran bahan mineral alam                  dan efisiensi energi, BSI juga mulai memanfaatkan
         yang dipadatkan dan dibakar pada suhu tinggi           sumber energi terbarukan melalui pemasangan
         yang digunakan untuk lantai maupun dinding.            Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di
      •• Penggunaan marmoleum untuk material lantai             sejumlah lokasi operasional, termasuk Kantor
         BSI Tower, marmoleum merupakan lantai alami            Cabang Mataram, Kantor Cabang Surabaya,
         yang terbuat dari bahan- bahan yang alami.             Kantor Cabang Mayestik, Landmark Aceh, dan
                                                                Sport Center BSI Pejompongan. Pada tahun 2025
                                                                dan 2024, konsumsi energi dihitung berdasarkan
                                                                penggunaan listrik dan BBM di seluruh jaringan
                                                                operasional BSI, sedangkan pada tahun 2023 data
                                                                masih terbatas pada Kantor Pusat The Tower.
                                                                Rincian penggunaan energi tersebut disajikan
                                                                sebagai berikut:




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
152    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 154
  LAPORAN DIREKSI                   TATA KELOLA KEBERLANJUTAN                    KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                    KINERJA LINGKUNGAN HIDUP


Intensitas Pemakaian Energi
                   Energi                                           Satuan                          2023             2024             2025*
                                                kWh                                                 2.117.286       80.779.932       86.473.880
 Listrik
                                                Gigajoule                                                  7.616      290.808            311.306

                                                Liter                                                    157.329      7.112.582       7.780.884
 BBM
                                                Gigajoule                                                 6.027       243.250           266.106
 Total                                          Gigajoule                                                13.643       534.058           577.412
 Jumlah Pembiayaan                              Dalam Miliar Rupiah                                     240.316        278.481          318.844
 Jumlah Pendapatan Pengelolaan                  Dalam Miliar Rupiah                                      22.250            25.298        28.265
 Dana Sebagai Mudharib
 Total Pegawai                                  Orang                                                    17.909            17.234            16.581
                                                Pembiayaan: Gigajoule/Triliun Rupiah                       0,06              1,92              1,81
                                                Pendapatan Pengelolaan Dana                                 0,61             21,11           20,43
 Intensitas Pemakaian Energi                    Sebagai Mudharib: Gigajoule/Triliun
                                                Rupiah
                                                Pegawai: Gigajoule/Orang                                   0,76             30,99            34,82

Keterangan:
*Pengukuran penggunaan energi dengan menggunakan digital carbon tracking
Convert kWh ke Gigajoule: convertunits.com
Convert Liter ke Gigajoule: https://hextobinary.com/unit/energy/from/gasoline/to/gigajoule



Pemakaian Energi yang Terbarukan
                                 Energi                                          Satuan           2023               2024              2025
 Penggunaan Panel Surya di Landmark Aceh                                           kWp              -                37,4            42.300,00
 Penggunaan Panel Surya di BSI Tower                                               kWh              -                  -             30.880,00
 Penggunaan Panel Surya di BSI KC Mayestik                                         kWh              -                  -
 Penggunaan Panel Surya di KC Mataram                                              kWh           52.926,8          58.795,20         42.913,10
 Penggunaan Panel Surya di KC Bogor Pajajaran                                      kWh              -                  -             3.676,50
 Penggunaan Panel Surya di KC Tasikmalaya                                          kWh              -                  -             6.378,70
 Penggunaan Panel Surya di KC Basuki R. Surabaya                                   kWh              -              12.400,00         27.430,00
 Penggunaan Panel Surya di Sportfield Pejompongan                                  kWh              -                  -                 -


Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan [OJK F.7] [GRI 302-4, 302-5]
Pada tahun 2025, BSI semakin memperkuat agenda efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan
sebagai bagian dari transformasi Sustainable Operations. Melalui pengembangan infrastruktur hijau
dan digitalisasi pengelolaan energi, BSI memastikan bahwa seluruh aktivitas operasional selaras dengan
prinsip ramah lingkungan. Inisiatif utama Bank meliputi pengoperasian 2 gedung Green Building
bersertifikasi Gold, Landmark BSI Aceh dan BSI Tower Jakarta, serta perluasan pemanfaatan panel surya
yang telah mencapai 8 lokasi, termasuk BSI Tower, Bogor Area, KC Tasik, Desa BSI Makassar, NTT, dan
Sabang.

Peningkatan efisiensi juga dicapai melalui penggunaan 144 kendaraan listrik sebagai armada operasional,
pengadaan lima unit charging station baru, serta penerapan 100% lampu LED di seluruh jaringan kantor.
Seluruh kantor BSI kini menggunakan sistem pendingin udara berteknologi inverter dan refrigerant
volume yang mampu menghemat energi, dilengkapi dengan pengaturan suhu ruangan yang dirancang
sesuai standar efisiensi. Program water treatment, PLTS, serta fasilitas ramah lingkungan lainnya turut
memperkuat pengurangan konsumsi energi berbasis fosil.




                                                                                                             LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025               153
Page 155
07              TENTANG LAPORAN        STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN               PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA LINGKUNGAN HIDUP


      Penerapan Digital Carbon Tracking yang diperluas di 2025 menjadi fondasi utama pengukuran energi
      dan emisi BSI. Pengembangan ini memastikan perhitungan energi lebih akurat, periodik, dan mencakup
      seluruh titik operasional. Bank kini dapat memantau tren penurunan energi dan efektivitas inisiatif
      keberlanjutan secara berkelanjutan. Seluruh upaya ini mencerminkan kesiapan BSI untuk memasuki
      peta jalan Net Zero Emission yang telah disusun dan mulai diimplementasikan secara bertahap.

      Selain itu, pengukuran pengurangan energi pada tahun 2025 sudah dapat dilakukan secara terukur dan
      dibandingkan dengan konsumsi energi tahun 2024. Oleh karena itu, data penggunaan energi tahun
      2025 mencerminkan perubahan yang terjadi sebagai hasil langsung dari berbagai inisiatif efisiensi
      energi, sehingga memungkinkan BSI untuk menyajikan perhitungan energi secara kuantitatif dan
      akurat dibandingkan dengan tahun dasar 2024. Berikut adalah rincian energi BSI:


                 Uraian                    Satuan                    2024 (Baseline)                        2025

      Konsumsi Listrik                        GJ                               290.807,76                           311.305,97
      Konsumsi BBM                            GJ                               243.250,30                          266.106,23
      Total Konsumsi Energi                   GJ                              534.058,06                           577.412,20


      Pengurangan Kebutuhan Energi atas Produk dan Layanan [GRI 302-5]
      Selain penurunan konsumsi energi operasional, BSI juga mencatat pengurangan kebutuhan energi
      dari produk dan layanan yang ditawarkan kepada nasabah melalui percepatan digitalisasi. Pada tahun
      2025, peningkatan penggunaan BYOND by BSI, BSI Mobile, transaksi digital, serta e-statement telah
      mengurangi kebutuhan energi yang sebelumnya digunakan untuk layanan tatap muka, pemrosesan
      dokumen fisik, dan operasional cabang. Perseroan melakukan estimasi potensi pengurangan kebutuhan
      energi dari layanan digital yang dihitung dari penurunan konsumsi energi per transaksi seiring peralihan
      transaksi ke kanal digital. Penghitungan tersebut dilakukan menggunakan metode Digital Carbon
      Tracking dengan pendekatan perbandingan konsumsi energi antara transaksi digital dan transaksi fisik.


         BSI memiliki 2 Unit Green Building Gold Certified, Landmark BSI Aceh dan BSI Tower Jakarta

          1                        2                             3                                      4

         Konsep Green             Lampu LED hemat               Kaca double-glass           Pemanfaatan panel
         Building BSI, berfokus   energi, konsumsi              high performance            surya kapasitas
         pada efisiensi energi    daya hingga 77,25%            untuk mengurangi            37,4 kWp untuk
         & kenyamanan             lebih rendah dari             panas dan beban             mendukung energi
         lingkungan               standar SNI                   pendingin                   bersih

          5
         Air alternatif: air
         hujan & air daur
         ulang untuk taman &
         flushing toilet

          6

         Sistem AC efisien
         dengan Coefficient of
         Performance (COP)
         tinggi




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
154    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 156
  LAPORAN DIREKSI        TATA KELOLA KEBERLANJUTAN      KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                           KINERJA LINGKUNGAN HIDUP


ASPEK AIR                                                   Sumber              2023**           2024*            2025*
                                                         Air dari Pihak              1.824          48.401         109.488
Penggunaan Air [OJK F.8]                                 Ketiga
Seluruh kegiatan operasional Bank menggunakan
                                                         Jumlah                      1.824          48.401         109.488
pasokan air dari PDAM untuk kebutuhan domestik
seperti toilet, dapur, area wudhu, dan fasilitas        Keterangan:
                                                        * Penggunaan air di tahun 2024 dan 2025 mencakup penggunaan air
gedung lainnya. Dengan semakin meningkatnya                yang berasal dari The Tower, Wisma Mandiri, Graha Mandiri dan Dana
fokus pada efisiensi sumber daya, BSI memastikan           Reksa
                                                        ** Penggunaan air di tahun 2023 hanya mencakup penggunaan air yang
pengelolaan air dilakukan secara bertanggung               berasal dari Kantor Pusat The Tower

jawab untuk menjaga keberlanjutan ketersediaan
air di seluruh lokasi operasional.

Selama 2025, BSI meningkatkan penerapan                     Water Station Bank Syariah Indonesia
sistem water treatment dan pemanfaatan air                  (BSI)
daur ulang di gedung-gedung baru maupun                     Pada tahun 2025, BSI memperluas
fasilitas hijau seperti Landmark BSI Aceh dan BSI           inisiatif Water Station sebagai bagian dari
Tower Jakarta yang berstatus Green Building Gold            komitmen terhadap operasional hijau dan
Certified. Pengelolaan ini termasuk pemanfaatan             pengurangan sampah plastik di ruang
air hujan dan air hasil recycle untuk flushing toilet       publik. Setelah menerapkan fasilitas Water
dan penyiraman taman, sejalan dengan konsep                 Station di Lapangan Gasibu, Bandung, BSI
bangunan hijau BSI. Program konservasi air                  menambah titik layanan baru di Surabaya
juga diperkuat dengan hadirnya Water Station                untuk memastikan akses air minum
RO di Bandung dan Surabaya, yang tidak hanya                aman semakin luas dan mudah dijangkau
mengurangi sampah plastik sekali pakai tetapi               masyarakat. Program ini menjadi bagian
juga menekan konsumsi air komersial melalui                 dari upaya BSI dalam mengurangi konsumsi
penggunaan stasiun isi ulang.                               botol plastik sekali pakai, menekan emisi
                                                            karbon dari rantai produksi air kemasan,
BSI terus mendorong budaya hemat air melalui                serta mendukung implementasi SDGs
kampanye internal, pemasangan imbauan di                    6 (Clean Water and Sanitation) dan 11
area toilet dan wudhu, serta penerapan praktik              (Sustainable Cities and Communities).
greywater reuse di fasilitas tertentu, seperti
pemanfaatan air wudhu untuk menyiram                        Water Station BSI dilengkapi teknologi
tanaman di Masjid BSI Cipali. Implementasi sistem           filtrasi berlapis untuk mengubah air tanah
pengolahan air limbah (IPAL) memastikan bahwa               atau air PDAM menjadi air siap minum
air yang dialirkan telah memenuhi baku mutu                 yang aman. Setiap lokasi menjalani uji
sesuai regulasi.                                            laboratorium dan sertifikasi kelayakan
                                                            sebelum        dioperasikan.    Pemantauan
Sejalan dengan peningkatan akurasi data                     kualitas air dilakukan secara digital melalui
lingkungan    lainnya,  BSI  mengintegrasikan               sistem IoT, sehingga kondisi mesin dan
pencatatan air ke dalam sistem pengelolaan                  standar kualitas dapat diawasi secara real-
yang lebih modern. Pada tahun 2024 dan 2025,                time. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari
cakupan pengukuran mencakup seluruh gedung                  rangkaian program keberlanjutan BSI yang
pusat termasuk The Tower, Wisma Mandiri,                    mendorong gaya hidup ramah lingkungan,
Graha Mandiri, dan Dana Reksa, menjadikan                   mendukung         ekonomi    sirkular, serta
data lebih komprehensif dibandingkan 2023.                  memperkuat budaya hemat energi dan
Data penggunaan air dari tiga tahun terakhir                sumber daya di lingkungan masyarakat.
ditampilkan sebagai berikut:




                                                                                       LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025               155
Page 157
07             TENTANG LAPORAN            STRATEGI KEBERLANJUTAN        IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN        PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA LINGKUNGAN HIDUP




       Penggunaan Fasilitas Air Minum Gratis


       1. Masjid BSI Rest Area Cipularang KM 88A                   2. Masjid BSI Rest Area Cipali KM 116A

                  9.025                       15.041                           20.012                    33.353
                  Air minum dalam liter       Air minum dalam                  Air minum dalam liter     Air minum dalam
                                              kemasan 600ml                                              kemasan 600ml




       3. Gasibu Running Track, Area VIP                           4. Plaza Setda A, Gedung Sate, Pemerintah
                                                                      Provinsi Jawa Barat
                  196.326                     327.210
                  Air minum dalam liter       Air minum dalam                  51.610                    86.018
                                              kemasan 600ml
                                                                               Air minum dalam liter     Air minum dalam
                                                                                                         kemasan 600ml




       5. Blok F, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat                 6. Masjid Agung Trans Studio Bandung

                  14.272                      23.788                           9.328                     15.547
                  Air minum dalam liter       Air minum dalam                  Air minum dalam liter     Air minum dalam
                                              kemasan 600ml                                              kemasan 600ml




       7. Masjid Agung Tasikmalaya                                 8. Masjid Raya At Taqwa Kota Cirebon

                  5.304                       8.840                            14.074                    23.457
                  Air minum dalam liter       Air minum dalam                  Air minum dalam liter     Air minum dalam
                                              kemasan 600ml                                              kemasan 600ml




       9. Masjid Agung Indramayu                                   10. Masjid Al-Furqan, Universitas Pendidikan
                                                                       Indonesia

                  7.400                       12.333                           2.843                     4.738
                  Air minum dalam liter       Air minum dalam                  Air minum dalam liter     Air minum dalam
                                              kemasan 600ml                                              kemasan 600ml




       TOTAL KONVERSI

                  330.194                     550.323
                  Air minum dalam liter       Air Minum dalam
                                              Kemasan




         Sejak awal pemasangan hingga akhir periode pelaporan 2025, 10 fasilitas Clean Drinking
         Water Station yang dihadirkan oleh BSI dan BSI Maslahat telah memberikan kontribusi nyata
         terhadap pengurangan sampah plastik dari air minum kemasan. Inisiatif ini tercatat berhasil
         mengurangi penggunaan sebanyak 550.323 botol plastik, sekaligus menekan emisi karbon
         sebesar 35,77 ton CO₂e.




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
156   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 158
 LAPORAN DIREKSI        TATA KELOLA KEBERLANJUTAN    KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                       KINERJA LINGKUNGAN HIDUP


ASPEK KEANEKARAGAMAN HAYATI                          Selain itu, melalui program “Sedekah Pohon untuk
                                                     Negeri” bekerja sama dengan BYOND by BSI,
Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat           Bank melanjutkan penanaman pohon endemik di
atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki       Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Program
Keanekaragaman Hayati dan Usaha Konservasi           ini berkontribusi pada upaya rehabilitasi habitat
Keanekaragaman Hayati [OJK F.9, F.10]                Gajah Sumatera serta pelestarian spesies endemik
Sampai dengan akhir 2025, seluruh jaringan           lainnya yang menghadapi ancaman kehilangan
operasional BSI tidak berada di dalam atau           habitat. Secara keseluruhan, BSI telah menanam
berdekatan dengan kawasan konservasi maupun          sebanyak 15.000 pohon sepanjang tahun 2025
area dengan sensitivitas keanekaragaman hayati       melalui berbagai program penghijauan yang
yang tinggi. Walaupun tidak memiliki risiko          terstruktur dan berkelanjutan.
langsung terhadap area konservasi, BSI tetap
menjalankan aksi pelestarian sebagai bagian dari
tanggung jawab lingkungannya.                        ASPEK EMISI

Sepanjang 2025, BSI memperluas program               Digital Carbon Tracking Initiative
penghijauan melalui penanaman beragam jenis
pohon, termasuk pohon buah, trembesi, tabebuya,      “The First Sharia Bank in Indonesia Implemented
dan MPTS, di beberapa lokasi seperti Sumatera        Digital Carbon Tracking”
Barat, Karawang, dan Pati. Inisiatif ini tidak
hanya meningkatkan tutupan hijau, tetapi juga
mendukung ekosistem lokal dan mengurangi
potensi degradasi lahan.




                                DIGITAL CARBON TRACKING INITIATIVE


               Regulatory Compliance                                   Value Creation

  1.   SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 – Pedoman Teknis    1. Pioneer: BSI menjadi Bank Syariah pertama di
       Penyusunan Laporan Keberlanjutan                 Indonesia yang mengembangkan Digital Carbon
                                                        Tracking bankwide.
                                                     2. Syariah-Aligned:    Mendorong      efisiensi  dan
  2. RAKB BSI 2024–2025                                 keberlanjutan sebagai bagian dari prinsip
     •• Digital Carbon Tracking ditetapkan sebagai      maslahah dan amanah.
        aktivitas   utama    dalam    implementasi   3. Innovative:
        Keuangan Berkelanjutan.                         •• Otomatisasi perhitungan emisi seluruh jaringan
     •• Menjadi fondasi penyusunan Roadmap Net             kantor.
        Zero Emission BSI.                              •• Integrasi data energi, PLTS, EV, Water Station
                                                           RO, Green Building, dan fasilitas operasional
  3. Kepatuhan terhadap standar internasional
                                                           lainnya.
     •• Perhitungan emisi menggunakan GHG
                                                        •• Dashboard periodik untuk manajemen pusat
        Protocol (Corporate Standard).
                                                           dan regional.
     •• Selaras dengan praktik pengungkapan emisi
                                                     4. Strategic: Menjadi dasar perhitungan tahun 2024
        untuk SUSBA, S&P Global ESG Rating, dan
                                                        dan 2025 serta mendukung dalam penyusunan
        UNEP-FI PRB.
                                                        Net Zero Emission Roadmap.
                                                     5. Transparent: Meningkatkan kualitas pelaporan ke
                                                        publik, regulator, dan lembaga pemeringkat ESG
                                                        global.




                                                                             LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025     157
Page 159
07                     TENTANG LAPORAN                                  STRATEGI KEBERLANJUTAN                           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN             PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA LINGKUNGAN HIDUP



        Digital Carbon Tracking
        Merupakan platform digital bankwide untuk pencatatan dan
        perhitungan emisi karbon BSI dalam satuan Ton CO₂-eq yang                                                                           Metodologi Perhitungan
        mencakup:                                                                                                                           Menggunakan standar
        •• Scope 1: BBM kendaraan operasional dan generator.                                                                                internasional:
        •• Scope 2: Konsumsi listrik seluruh jaringan (kantor pusat, kantor                                                                 GHG Protocol – Corporate
           cabang, green building).                                                                                                         Standard untuk Scope 1 & 2.

        Sistem ini digunakan sebagai dasar evaluasi kinerja emisi, penetapan
        target reduksi, dan pemantauan implementasi Sustainable Operations.


                                                                                           Past vs Now (2025)

                                     Past (sebelum 2024)                                                                                      Now (2025)


           ••     Perhitungan emisi dilakukan manual.                                                            ••   Perhitungan emisi mencakup seluruh
           ••     Data terbatas pada kantor pusat (The Tower).                                                        jaringan BSI (bankwide).
           ••     Tidak ada integrasi otomatis antar-unit.                                                       ••   Dijalankan melalui platform Digital Carbon
                                                                                                                      Tracking.
                                                                                                                 ••   Diverifikasi oleh pihak independen untuk
                                                                                                                      meningkatkan akurasi dan kredibilitas.
                                                                                                                 ••   Terintegrasi dengan program Sustainable
                                                                                                                      Operations.




                   Wilayah I Aceh
                   10.990,65

                              Wilayah II Medan
                              6.261,04


                                                           Wilayah IX Kalimantan
                                                                          8.113,18




                                                                Kantor Pusat
                                                                10.131,87
         Wilayah III Palembang
                        7.464,05                            Wilayah IV Jakarta 1        Wilayah VIII Surabaya
                                                            9.160,07                    10.814,85

                                                                                                                       Wilayah X Makassar
                                                                                                                       4.971,50
                          Wilayah V Jakarta 2
                                     7.777,26

                                    Wilayah VI Bandung                         Wilayah VII Semarang
                                                6.411,69                       7.634,80




                                                 Emisi GRK Cakupan 1, 2, dan
                Wilayah
                                                          3 ( Ton CO -eq)
                                                                                       2

      Kantor Pusat                                                                           10.132             Wilayah VI Bandung                                        6.412
      Wilayah I Aceh                                                                        10.991              Wilayah VII Semarang                                      7.635
      Wilayah II Medan                                                                        6.261             Wilayah VIII Surabaya                                     10.815
      Wilayah III Palembang                                                                  7.464              Wilayah IX Kalimantan                                      8.113
      Wilayah IV Jakarta 1                                                                    9.160             Wilayah X Makassar                                        4.971
      Wilayah V Jakarta 2                                                                    7.777              Jumlah                                                89.731




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
158   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 160
  LAPORAN DIREKSI               TATA KELOLA KEBERLANJUTAN            KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                       KINERJA LINGKUNGAN HIDUP


Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan                          Emisi GRK yang dilaporkan terdiri dari:
Berdasarkan Jenisnya [OJK F.11] [GRI 305-1, 305-2, 305-              •• Cakupan 1: emisi langsung dari konsumsi BBM
3, 305-4] [FN-CB-410b.1, FN- CB-410b.2, FN-CB-410b.3, FN-CB-            kendaraan operasional.
410b.4] [S1.MT.a, S1.MT.f, S2.MT.a1, S2.MT.b2, S2.MT.i3, S2.MT.k2]   •• Cakupan 2: emisi tidak langsung dari konsumsi
Sebagai bagian dari komitmen terhadap                                   listrik seluruh jaringan kantor, dihitung
operasional berkelanjutan, BSI mengelola dan                            menggunakan pendekatan location-based.
memantau emisi gas rumah kaca melalui Digital                        •• Cakupan 3: emisi tidak langsung lainnya
Carbon Tracking, sebuah platform bankwide                               mencakup perjalanan dinas udara yang
yang mencatat dan menghitung emisi dalam                                dihitung menggunakan metodologi GHG
satuan ton CO₂-eq secara periodik. Tahun 2024                           Protocol dan emisi pembiayaan yang
merupakan tahun awal penerapan penuh sistem                             dihitung menggunakan metodologi yang
yang mencakup seluruh wilayah operasional BSI,                          dikembangkan oleh Partnership for Carbon
sehingga memberikan cakupan data yang lebih                             Accounting Financials (PCAF).
akurat dan komprehensif. Sementara itu, pada
tahun 2023 perhitungan emisi masih terbatas                          Pada tahun 2025, BSI meningkatkan kualitas
pada penggunaan energi di kantor pusat The                           inventaris emisi melalui integrasi otomatis dengan
Tower, sebelum sistem digital diterapkan secara                      PLTS, penggunaan kendaraan listrik, Water Station
menyeluruh.                                                          RO, serta gedung hijau bersertifikasi. Peningkatan
                                                                     ini mendukung penyusunan Roadmap Net Zero
Penghitungan emisi pada tahun 2024 dan 2025                          Emission dan Climate Risk Stress Testing.
dilakukan menggunakan pendekatan operational
control dan mengacu pada Global Warming                              Selain total emisi, BSI menghitung intensitas GRK
Potential (GWP) dari Greenhouse Gas Protocol                         untuk menilai efisiensi emisi terhadap aktivitas
dan metodologi yang dikembangkan oleh                                bisnis. Intensitas dihitung berdasarkan ton
Partnership for Carbon Accounting Financials                         CO₂-eq per miliar rupiah pendapatan, dan ton
(PCAF). Proses ini mencakup, CO₂ yang dikonversi                     CO₂-eq per pegawai, dengan Scope 3 dilaporkan
menggunakan metodologi CO₂-eq terkini. BSI                           terpisah sesuai ketentuan GRI. Pendekatan
tidak menghasilkan emisi CO₂ biogenik sehingga                       pengukuran yang konsisten memastikan hasil
tidak terdapat pelaporan khusus untuk kategori                       pelaporan dapat dibandingkan dari tahun ke
tersebut.                                                            tahun. Rincian jumlah emisi GRK dan intensitasnya
                                                                     pada tahun 2023–2025 disajikan pada tabel
                                                                     berikut:


Emisi GRK Cakupan 1 dan Cakupan 2

             Keterangan                                Satuan                   2023             2024           2025

 Emisi GRK Cakupan 1                      Ton CO -eq                                    145          17.685         19.374
                                                   2

 Emisi GRK Cakupan 2                      Ton CO -eq                                   1.577         65.719        70.356
                                                   2

 Total Emisi GRK Cakupan 1 dan 2          Ton CO -eq                                   1.722        83.404         89.731
                                                   2

 Jumlah Pendapatan Pengelolaan            Dalam Miliar Rupiah                       26.456          30.854         35.202
 Dana Sebagai Mudharib
 Total Pegawai                            Orang                                     24.875           23.977         25.165
                                          Ton CO -eq/Miliar rupiah                     0,07             2,70           2,55
                                                   2

                                          Ton CO -eq/Orang                             0,07             3,48           3,57
                                                   2




                                                                                               LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025     159
Page 161
07              TENTANG LAPORAN         STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN                    PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA LINGKUNGAN HIDUP


      Intensitas Emisi Cakupan 3

                Keterangan                       Satuan                   2023                       2024                 2025

      Emisi GRK Cakupan 3 (Perjalanan
                                        Ton CO2-eq                                        598                583                 480
      Dinas)
      Emisi GRK Cakupan 3 (Financed
                                        Ton CO2-eq                                          -                  -           16.162.315
      Emissions)
      Total Emisi GRK Cakupan 3         Ton CO2-eq                                        598                583          16.162.795
      Jumlah Pendapatan                 Dalam Miliar Rupiah                    26.456                    30.854              35.202
      Total Pegawai                     Orang                                  24.875                    23.977               25.165
      Intensitas Emisi GRK Cakupan 3    Pendapatan:
                                                                                   0,023                  0,019               0,014
      (Perjalanan Dinas)                Ton CO2-eq/Miliar Rupiah
                                        Pegawai:
                                                                                  0,024                  0,024                 0,019
                                        Ton CO2-eq/Orang
      Intensitas Emisi GRK Cakupan 3    Pendapatan:
                                                                                            -                  -             459,12
      (Financed Emissions)              Ton CO2-eq/Miliar Rupiah




      Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi                     Sementara itu, peningkatan pada emisi Cakupan
      yang Dilakukan [OJK F.12] [GRI 305-5]                      3 terutama dipengaruhi oleh penambahan
      BSI terus memperkuat pengelolaan emisi                     kategori emisi yang dihitung pada periode
      GRK sebagai bagian dari komitmen terhadap                  pelaporan,    khususnya     emisi    pembiayaan
      operasional yang berkelanjutan dan praktik bisnis          (financed emissions). Cakupan pengukuran yang
      yang bertanggung jawab. Sepanjang tahun 2025,              semakin lengkap membuat pelaporan emisi
      Bank melanjutkan berbagai inisiatif pengurangan            Cakupan 3 tahun 2025 mencerminkan profil emisi
      emisi melalui pemanfaatan energi terbarukan                BSI secara lebih menyeluruh serta memperkuat
      seperti panel surya (PLTS), penerapan 100% lampu           transparansi pengungkapan keberlanjutan Bank.
      LED, penggunaan teknologi AC inverter, perluasan           Inventaris GRK BSI dihitung menggunakan
      armada kendaraan listrik (EV), serta penyediaan            metodologi GHG Protocol dengan konversi Global
      Water Station RO untuk mengurangi emisi                    Warming Potential (GWP) untuk CO₂, sedangkan
      yang timbul dari konsumsi air minum kemasan.               perhitungan emisi pembiayaan mengacu pada
      Berbagai langkah tersebut melengkapi program               metodologi yang dikembangkan oleh Partnership
      efisiensi energi lainnya sebagaimana dijelaskan            for Carbon Accounting Financials (PCAF), sehingga
      pada Aspek Energi dalam laporan ini.                       hasil yang disajikan tetap konsisten, andal, dan
                                                                 dapat diperbandingkan dari tahun ke tahun.
      Pada tahun pelaporan 2025, hasil pengelolaan emisi
      menunjukkan perkembangan yang dipengaruhi
      oleh penguatan metodologi penghitungan dan                           GRAFIK EMISI GRK CAKUPAN 3
      perluasan cakupan data. Untuk emisi Cakupan 1                           (FINANCED EMISSION)
                                                                                                Ton CO2-eq
      dan Cakupan 2, penurunan belum terlihat secara
      signifikan karena perhitungan emisi kini dilakukan
      secara bankwide melalui Digital Carbon Tracking,
      sehingga cakupan data menjadi lebih luas,
                                                                             16.162.315




      representatif, dan akurat dibandingkan periode
      sebelumnya. Dengan pendekatan ini, inventaris
      emisi BSI memberikan gambaran yang semakin                                                    -               -
      komprehensif atas jejak karbon operasional Bank.                      2025                  2024             2023




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
160    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 162
  LAPORAN DIREKSI      TATA KELOLA KEBERLANJUTAN    KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                      KINERJA LINGKUNGAN HIDUP


Pengelolaan Emisi ODS dan Emisi Non GRK             BSI saat ini sedang melakukan pemetaan
[GRI 305-6, 305-7]                                  menyeluruh terhadap sumber dan alur limbah
Hingga Desember 2025, BSI tidak melakukan           untuk      mengidentifikasi   potensi   dampak
produksi,   impor,   maupun      ekspor   Ozone     signifikan, termasuk titik timbulan dari sarana
Depleting Substances (ODS). Untuk mendukung         operasional baru seperti Recycle Bottle Vending
operasional yang ramah lingkungan, seluruh          Machine. Pemetaan mencakup klasifikasi limbah,
sistem pendingin ruangan di jaringan kantor         lokasi timbulan, dan mekanisme pengelolaan.
BSI telah menggunakan refrigeran R32, yaitu         Data kuantitatif terkait total timbulan limbah
refrigeran dengan nilai ODS nol dan efisiensi       akan disampaikan setelah proses pemetaan dan
pendinginan yang lebih tinggi dibandingkan          verifikasi selesai.
refrigeran konvensional. Penggunaan R32 ini juga
sejalan dengan upaya efisiensi energi BSI melalui   Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen
penerapan AC inverter dan standar bangunan          [OJK F.14, F.15] [GRI 306-2, 306-3, 306-4, 306-5]
hijau.                                              BSI mengelola limbah dan efluen dengan
                                                    berpedoman pada prinsip keberlanjutan dan
Sebagai perusahaan berbasis jasa keuangan           maqashid syariah (Hifdz Al-Bi’ah). Limbah yang
yang tidak menjalankan proses pembakaran            dihasilkan dari operasional Bank mencakup
industri maupun kegiatan manufaktur, BSI tidak      limbah non-B3 seperti kertas, plastik, dan sisa
menghasilkan emisi udara signifikan seperti NOx,    makanan, serta limbah B3 berupa perangkat
SOx, VOC, POP, HAP, atau particulate matter. Oleh   elektronik, baterai, lampu TL, dan tinta printer
karena itu, kategori emisi non-GRK tidak material   bekas. Seluruh limbah tersebut ditangani oleh
bagi operasional Bank, dan sepanjang 2025 belum     pihak ketiga berizin sesuai ketentuan, sehingga
dilakukan pengukuran emisi non-GRK di seluruh       BSI tidak melakukan pembakaran, penimbunan,
wilayah kerja BSI.                                  ataupun pembuangan mandiri. Untuk limbah
                                                    cair, pengolahannya dilakukan melalui Instalasi
                                                    Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dikelola oleh
ASPEK LIMBAH DAN EFLUEN                             pengelola gedung, dan sebagian air hasil olahan
                                                    digunakan kembali untuk kebutuhan sanitasi.
Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan
Berdasarkan Jenis [OJK F.13] [GRI 306-1, 306-3]     Sepanjang 2025, BSI masih melanjutkan pemetaan
BSI menyadari bahwa aktivitas operasionalnya        sumber, jenis, dan alur timbulan limbah untuk
menghasilkan timbulan limbah, baik limbah           mengidentifikasi potensi dampak signifikan
non-B3 maupun limbah B3. Limbah non-B3              dan     memastikan       kesesuaian     mekanisme
terutama berasal dari penggunaan kertas dalam       pengelolaan dengan regulasi. Pemetaan ini
proses administrasi dan korespondensi, serta        juga mencakup aktivitas yang memunculkan
limbah plastik dari konsumsi internal seperti       timbulan baru, termasuk fasilitas green building
kemasan makanan dan alat makan sekali               dan inisiatif keberlanjutan lainnya. Data kuantitatif
pakai. Upaya pengurangan limbah non-B3              mengenai total timbulan limbah, komposisi, dan
telah dilakukan melalui digitalisasi dokumen,       pengalihannya akan disampaikan setelah proses
penggunaan E-Doc, serta penerapan inisiatif         pemetaan dan standardisasi pencatatan selesai
Green Business Culture, termasuk penyediaan         diterapkan di seluruh unit kerja.
Water Station RO untuk mengurangi penggunaan
botol plastik sekali pakai.                         Selama tahun 2025, tidak terdapat tumpahan
                                                    bahan berbahaya atau insiden lain yang
Selain itu, BSI juga menghasilkan limbah B3         berdampak signifikan terhadap lingkungan
seperti limbah elektronik, toner printer bekas,     maupun kesehatan.
baterai, dan lampu TL. Sepanjang tahun 2025,
limbah tersebut tidak menimbulkan dampak
negatif yang signifikan terhadap lingkungan
maupun masyarakat karena telah dikelola melalui
pihak pengolah berizin sesuai ketentuan yang
berlaku.




                                                                                 LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   161
Page 163
07                   TENTANG LAPORAN   STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN     PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA LINGKUNGAN HIDUP




        Reverse Vending Machine (RVM)

        Sebagai bagian dari komitmen BSI dalam mengurangi sampah plastik dan mendorong ekonomi
        sirkular, Bank melanjutkan kolaborasi strategis dengan PlasticPay melalui penyediaan RVM di
        berbagai area publik dan jaringan kantor BSI. Program yang telah berjalan sejak 2021 ini bertujuan
        meningkatkan kebiasaan masyarakat untuk memilah dan menyerahkan botol plastik bekas
        minuman agar dapat didaur ulang menjadi produk bernilai tambah, sekaligus mengurangi
        beban TPA dan potensi pencemaran lingkungan. Melalui aplikasi PlasticPay, pengguna cukup
        memasukkan botol plastik ke mesin, memindai barcode, dan memperoleh poin yang dapat
        ditukarkan dengan merchandise, dengan nilai setara Rp1 per poin. Sistem digital PlasticPay
        memungkinkan seluruh transaksi dan volume sampah tercatat secara real-time sehingga program
        dapat dimonitor secara terukur.

        Hingga 2025, BSI telah mengoperasikan 70 unit RVM dan Collection Point di 90 lokasi, berhasil
        mengumpulkan 27.198,09 kg botol plastik dan mendorong partisipasi 15.473 masyarakat. Upaya ini
        juga berkontribusi terhadap pengurangan jejak karbon sebesar 143,99 ton CO₂-eq. Seluruh botol
        plastik yang terkumpul telah diolah menjadi berbagai produk daur ulang yang memberi manfaat
        ekonomi sekaligus mendukung praktik bisnis berkelanjutan. Produk-produk hasil daur ulang dari
        botol plastik tersebut ditampilkan pada ilustrasi berikut:




      Sebagai bagian dari perluasan program pengelolaan sampah plastik berbasis teknologi, pada tahun
      2025 BSI bersama PlasticPay berhasil memperluas jangkauan penempatan RVM dan Collection Point
      dengan rincian sebagai berikut:


                                          Satuan                2023                   2024              2025

      Titik Lokasi                          Unit                           50                     70               90
      Reduksi Sampah Plastik                Kg                         20.487                 21.432            27.198
      Reduksi Jejak Karbon              Ton CO2-eq                      108,4                   113,4             144




      ASPEK PENGADUAN TERKAIT LINGKUNGAN HIDUP

      Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan [OJK F.16]
      Sepanjang tahun 2025, BSI tidak menerima pengaduan apa pun yang berkaitan dengan isu lingkungan
      hidup. Hal ini mencerminkan bahwa aktivitas operasional BSI tidak menimbulkan gangguan atau
      dampak lingkungan yang memicu laporan dari masyarakat maupun pemangku kepentingan.




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
162    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 164
LAPORAN DIREKSI      TATA KELOLA KEBERLANJUTAN             KINERJA KEBERLANJUTAN




 KINERJA SOSIAL




                  KOMITMEN UNTUK MEMBERIKAN LAYANAN ATAS PRODUK
                  DAN/ATAU JASA YANG SETARA KEPADA KONSUMEN
                  [OJK F.17] [GRI 416-1, FS13, FS14, FS15, FS16] [FN-CB-240a.4]


                  BSI berkomitmen untuk memastikan seluruh produk dan layanan
                  perbankan syariah dapat diakses secara setara oleh seluruh nasabah
                  tanpa membedakan gender, suku, ras, kondisi fisik, maupun keyakinan.
                  Setiap nasabah memiliki hak yang sama dalam memperoleh layanan
                  sesuai standar operasional, regulasi perlindungan konsumen, serta prinsip
                  syariah yang berlaku.

                  Komitmen ini diwujudkan melalui kepatuhan terhadap UU No. 8/1999
                  tentang Perlindungan Konsumen, POJK No. 22/2023, serta ketentuan
                  Bank Indonesia mengenai pelindungan konsumen. BSI juga menerapkan
                  SPO Pelindungan dan Pengaduan Nasabah yang diterbitkan pada tahun
                  2024, sebagai panduan untuk memastikan keamanan, transparansi, dan
                  keadilan sepanjang siklus produk dan layanan.

                  Dalam implementasinya, BSI menyediakan akses layanan yang setara,
                  termasuk fasilitas ramah disabilitas dan lansia, perlindungan data dan
                  aset nasabah, serta mekanisme self-assessment berkala untuk menilai




                                                                                   LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   163
Page 165
07              TENTANG LAPORAN            STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN       PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA SOSIAL


      efektivitas pelaksanaannya. Penguatan fitur digital, melalui BYOND by BSI, BSI Mobile, peningkatan
      jaringan agen, dan pusat layanan nasabah, memberikan kemudahan akses layanan kapan pun dan di
      mana pun.

      Untuk mendukung penyelesaian isu layanan, BSI menyediakan berbagai saluran pengaduan seperti
      BSI Call 14040, BYOND by BSI, BSI Mobile, email, kantor cabang, dan Kantor Pusat. Kinerja penyelesaian
      pengaduan juga melampaui SLA regulator, menegaskan komitmen BSI terhadap perlindungan
      konsumen dan kualitas layanan.

      BSI Agen
      Sebagai bagian dari perluasan jangkauan layanan keuangan syariah serta upaya memperkuat ekosistem
      inklusi keuangan nasional, BSI terus meningkatkan keberadaan BSI Agen di wilayah-wilayah yang tidak
      terlayani oleh kantor cabang (blank spot). BSI Agen berperan sebagai perpanjangan tangan Bank untuk
      menyediakan layanan perbankan dasar secara cepat, mudah, dan terjangkau melalui skema Laku Pandai.




                                                     JENIS LAYANAN

                 Perbankan                                                 Pembayaran & Pembelian
                 Cek Saldo, Tarik Tunai,                                   Pulsa & Paket Data, Top Up wallet,
                 Transfer & Setor Tunai                                    BPJS, PDAM



                                                         EKOSISTEM ISLAM

                 Layanan Haji                                              Donasi
                 Pendaftaran & Pelunasan Haji                              Zakat & Infaq



                 Referral Produk                                           Program Pemerintah
                 • Gadai                                                   • Program Keluarga Harapan
                 • Pembukaan Rekening                                      • Program Bantuan Sembako
                   Tabungan Haji                                           • Program PIP
                                                                           • Program Kartu Tani




                                               FITUR UTAMA


                                  Setor/ Tarik/ Transfer BSI & Bank Lain

                                  Pembayaran & Pembelian

                                  Layanan Haji (Pendaftaran & Pelunasan Haji)

                                  Donasi

                                  Referral Produk (Tabungan & Gadai)




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
164    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 166
 LAPORAN DIREKSI                TATA KELOLA KEBERLANJUTAN                   KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                                                  KINERJA SOSIAL


Pada 2025, jaringan BSI Agen bertambah menjadi 129.916 agen di seluruh Indonesia, tumbuh 6,39%
dibandingkan 119.295 agen pada 2024. Peningkatan ini sejalan dengan strategi BSI dalam memperluas
keberadaan layanan syariah, memperkuat ekosistem digital, dan mendukung transaksi inklusif, termasuk
integrasi layanan melalui BYOND by BSI dan perluasan fitur pembiayaan mikro dan zakat/infaq digital.
Rincian perkembangan BSI Agen sepanjang 2023–2025 disajikan pada tabel berikut:


           Keterangan                                          Satuan                       2023                   2024                    2025
Jumlah Agen                                                     Agen                              86.200                 119.295               126.916
Jumlah Agen Aktif                                               Agen                              86.200                 40.884                59.245
Jumlah Transaksi                                              Juta kali                              19,6                  26,9                    30,7
Nilai Transaksi                                      Dalam Triliun Rupiah                           43,80                 59,02                    75,25




                             Lokasi Agen                                             Sebaran Jenis Usaha Agen
                       415                   1.112
                    0,33%                    0,88%                                         17.691                             9.669
                                                                                          13,94%                              7,62%
                                                             3.300                                                                         2.424
                                                             2,60%                                                                         1,91%
                                                                               20.784
        53.381                                       6.083                     16,38%
       42,06%                                        4,79%
                                                                                                                                   3.980
                                                              62.625                                                               3,14%
                                                              49,34%            72.368
                                                                                57,02%



        Kawasan                Area Pinggir Jalan              Kawasan          Toko                                         Showroom / Bengkel
                                                                                                       Lainnya
        Pemukiman                                              Pasar            Kelontong                                    Kendaraan

                               Kawasan Sentra                  Kawasan                                 Kedai Makanan         Toko Pakaian &
        Kawasan Industri                                                        Sentra Ponsel &
                               Niaga & Perkantoran             Pendidikan                              & Minuman             Fashion lainnya
                                                                                Pulsa




                      Sebaran Demografi                                                              Lainnya (Top 6)

                                                                                         1,12%                                1,45%



        86.007                                                                    1,46%                                               1,42%
        67,77%                                                 40.909
                                                               32,23%


                                                                                        1,50%                                 1,72%



        Non Urban              Urban                                            Toko ATK & Buku/                             Showroom / Bengkel
                                                                                                       Kios Tani/Sawit
                                                                                Fotokoi/Percetakan                           Kendaraan

                                                                                                       Mebel/Material/       Toko Kosmetik/
                                                                                Laundry/Tylor/
                                                                                                       Elektronik            arfum/Salon
                                                                                Konveksi




Sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusi keuangan syariah, BSI pada tahun 2025 berhasil
menjangkau 176 kabupaten yang sebelumnya termasuk kategori blank spot melalui distribusi 3.063 BSI
Agen. Perluasan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan akses layanan keuangan yang merata
hingga ke daerah terpencil. Rincian jumlah agen berdasarkan masing-masing provinsi disampaikan
pada tabel berikut:




                                                                                                              LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025                   165
Page 167
07               TENTANG LAPORAN           STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN       PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA SOSIAL



        No.                         Provinsi                           Jumlah Kabupaten                 Jumlah Agen

         1.    Bali                                                                          3                           19
         2.    Bengkulu                                                                      4                          135
         3     DKI Jakarta                                                                    1                          13
         4.    Gorontalo                                                                     5                          95
         5.    Jambi                                                                         2                          62
         6.    Jawa Tengah                                                                    1                          19
         7.    Jawa Timur                                                                    2                         424
         8.    Kalimantan Barat                                                              4                          110
         9.    Kalimantan Selatan                                                             1                          12
        10.    Kalimantan Tengah                                                            10                         579
         11.   Kalimantan Timur                                                               1                           1
        12.    Kalimantan Utara                                                              2                           4
        13.    Kepulauan Bangka Belitung                                                     5                          72
        14.    Kepulauan Riau                                                                 1                          15
        15.    Lampung                                                                       3                          199
        16.    Maluku                                                                        9                          42
        17.    Maluku Utara                                                                  5                          42
        18.    Nusa Tenggara Barat                                                            1                          5
        19.    Nusa Tenggara Timur                                                          20                           11
        20.    Papua                                                                         7                           18
        21.    Papua Barat                                                                   7                           4
        22.    Papua Barat Daya                                                              5                          22
        23.    Papua Pegunungan                                                              8                           3
        24.    Papua Selatan                                                                 4                           6
        25.    Papua Tengah                                                                  8                           4
        26.    Sulawesi Barat                                                                3                           13
        27.    Sulawesi Selatan                                                              5                         202
        28.    Sulawesi Tengah                                                               6                          146
        29.    Sulawesi Tenggara                                                             13                         179
        30.    Sulawesi Utara                                                                11                        257
        31.    Sumatera Barat                                                                4                          175
        32.    Sumatera Selatan                                                              4                          120
        33.    Sumatera Utara                                                                11                         55
      Jumlah                                                                               176                        3.063




      BSI Agen berperan penting dalam memperluas                    produk tabungan dasar yang memungkinkan
      akses masyarakat terhadap layanan perbankan                   masyarakat membuka rekening tanpa harus
      syariah, khususnya bagi kelompok unbanked dan                 datang ke kantor cabang, sekaligus mendukung
      underbanked. Melalui skema Laku Pandai, BSI                   fokus Pemerintah dan OJK dalam percepatan
      menyediakan Basic Saving Account (BSA) sebagai                inklusi keuangan nasional.


       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
166    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 168
 LAPORAN DIREKSI           TATA KELOLA KEBERLANJUTAN      KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                            KINERJA SOSIAL


Inklusi dan Literasi Keuangan                             •• Program Mudik Bersama BUMN, yang
Sebagai     bagian     dari   komitmen       untuk           menghadirkan fasilitas mudik bagi 385 peserta
menghadirkan layanan keuangan syariah yang                   disabilitas sekaligus memberikan edukasi
setara dan inklusif, BSI memperkuat penyediaan               transaksi digital syariah dan pemahaman
fasilitas ramah disabilitas di seluruh outlet,               produk keuangan.
mencakup parkir khusus difabel, ramp akses,               •• Peringatan Hari Internasional Penyandang
antrean prioritas, kursi roda, toilet difabel, dan           Disabilitas 2025 di Masjid BSI Cipularang, yang
ruang tunggu yang aman dan nyaman. Penguatan                 menghadirkan pelatihan kewirausahaan dan
kompetensi pegawai melalui pelatihan layanan                 literasi keuangan bagi komunitas tunanetra
disabilitas memastikan bahwa setiap nasabah                  (Pertuni) bekerja sama dengan Masjidpreneur.
dapat dilayani secara profesional dan inklusif.           •• Edukasi digital keuangan syariah, termasuk
                                                             pengenalan BYOND by BSI, penggunaan QRIS
Selama       2025, BSI  memperluas      program              syariah, dan pemahaman dasar pengelolaan
pemberdayaan ekonomi dan literasi keuangan                   keuangan bagi masyarakat kurang mampu
syariah bagi komunitas disabilitas melalui empat             dan pelaku usaha disabilitas.
inisiatif utama:
                                                          Di samping itu, untuk memperluas manfaat bagi
•• Program UMKM DifaMart dan Peternakan                   kelompok rentan, BSI juga berperan aktif sebagai
   Mithik, yang berhasil mendorong penyandang             penyalur berbagai program bantuan pemerintah.
   disabilitas untuk naik kelas sebagai pelaku            Pada tahun 2025, BSI telah menyalurkan dukungan
   usaha mandiri dan meningkatkan peluang                 kepada 3,4 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM)
   mereka untuk mengakses pembiayaan syariah.             dengan total realisasi mencapai 3,4 triliun. Berikut
                                                          rincian penyaluran bantuan pemerintah:


                                                                            Penyaluran Bantuan Pemerintah
 No.                 Jenis Bantuan Program Pemerintah
                                                                            ∑ KPM              Nilai Bantuan (Rp)
  1.    Program Keluarga Harapan (PKH)                                        359,377                 939.516.675.000
  2.    Program Sembako                                                       566,167                972.316.800.000
  3.    Program Sembako Stimulus Ekonomi                                          538,121            215.248.400.000
  4.    Program Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan                489,698                440.728.200.000
        Rakyat (BLTS Kesra)
  5.    Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI)                            24,074              37.081.800.000
  6.    Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST)                                         54               1.080.000.000
  7.    Program Penyaluran Pupuk Subsidi                                      435,542        Dalam Bentuk Kuota (Kg)
  8.    Program Indonesia Pintar (PIP) Kemendikdasmen                         323,223                180.692.400.000
  9.    Program Indonesia Pintar (PIP) Madrasah                                   95,717               71.735.625.000
  10.   Program Indonesia Pintar (PIP) Pondok Pesantren                           37,522               33.187.200.000
  11.   Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah                                   740              110.977.846.802
  12.   Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pondok Pesantren                            95               24.470.155.000
  13.   Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Raudhatul Athfal                   326               8.593.500.000
  14.   Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) Kemenag                               1,077               12.975.600.000
  15.   Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) Kemenag - PUSPENMA                    2,959               19.529.400.000
  16.   Beasiswa Afirmasi Adiktif                                                     10                 120.000.000
  17.   Bantuan Insentif Ma’had Aly                                                  670                1.675.000.000
  18.   Bantuan Halaqah Pondok Pesantren                                              60               3.000.000.000
  19.   Bantuan Musabaqah Qira'atil Kutub                                            763               2.647.000.000




                                                                                      LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025        167
Page 169
07               TENTANG LAPORAN            STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN           PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA SOSIAL


                                                                                      Penyaluran Bantuan Pemerintah
       No.                 Jenis Bantuan Program Pemerintah
                                                                                     ∑ KPM             Nilai Bantuan (Rp)
       20.    Bantuan Kemitraan Pesantren Pendidikan Keagamaan Islam                         40                 4.000.000.000
        21.   Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren                                   20                 4.000.000.000
       22.    Bantuan Subsidi Upah                                                      525,853                 315.511.800.000
       23.    Bantuan Pemagangan                                                          1,036                   4.319.812.344
      Jumlah                                                                         3,403,144               3.403.407.214.146


      Guna memperkuat kapasitas agen serta memperluas jangkauan inklusi keuangan syariah, BSI pada
      tahun 2025 kembali menyelenggarakan rangkaian Sosialisasi & Gathering BSI Agen yang diikuti oleh
      agen aktif maupun calon agen di berbagai provinsi.

      Program ini menjadi bagian penting dari komitmen BSI untuk menghadirkan layanan keuangan syariah
      yang merata, aman, dan inklusif. Pelaksanaan kegiatan sepanjang 2025 dapat dilihat sebagai berikut:
                                                      Waktu
                  Nama Kegiatan                                                               Tujuan
                                                   Pelaksanaan
      Gathering BSI Agen kepada Agen Travel                          Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Binaan Travel Umroh Sahid Tour Wilayah      15 Januari 2025    layanan keuangan di Islamic Ecosystem dan bisnis
      Solo                                                           keagenan sebagai tambahan pendapatan usaha
      Gathering BSI Agen kepada Nasabah
                                                                     Update Fitur dan Program BSI Agen untuk meningkatkan
      Calon Agen dan Agen Eksisting di            6 Februari 2025
                                                                     layanan & kinerja BSI Agen
      Balikpapan
      Sosialisasi BSI Agen bersama dengan                            Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Rekanan BPJS Kesehatan Kota dan             11 Februari 2025   layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      Kabupaten Cirebon                                              sebagai tambahan pendapatan usaha
      Gathering BSI    Agen    Kelolaan   Area                       Update Fitur dan Program BSI Agen untuk meningkatkan
                                                  12 Februari 2025
      Bandung Kota                                                   layanan & kinerja BSI Agen
                                                                     Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Sosialisasi BSI Agen kepada Pondok
                                                  21 Februari 2025   layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      Pesantren Nurul Iman Parung Bogor
                                                                     sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                     Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Sosialisasi BSI Agen kepada Komunitas
                                                 26 Februari 2025    layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      Wakaf Uang MUI Jakarta
                                                                     sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                     Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Sosialisasi  BSI Agen dalam Kegiatan
                                                   13 Maret 2025     layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      Rapat Kerja FSPP Provinsi Banten
                                                                     sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                     Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Sosialisasi BSI Agen kepada Komunitas
                                                   15 Maret 2025     layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      Persis Jakarta
                                                                     sebagai tambahan pendapatan usaha
      Gathering & Buka Puasa Bersama BSI                             Update Fitur dan Program BSI Agen untuk meningkatkan
                                                   21 Maret 2025
      Agen Kelolaan Area Banten                                      layanan & kinerja BSI Agen
                                                                     Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Sosialisasi BSI Agen kepada Pimpinan
                                                   16 April 2025     layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      Pondok dan Assatidz Al UMM Bogor
                                                                     sebagai tambahan pendapatan usaha
      Akuisisi & Edukasi Fitur BSI Agen kepada
      Pondok Pesantren Nurul Iman Parung             16 April 25     Edukasi fitur dan layanan BSI Agen untuk transaksi
      Bogor
                                                                     Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Sosialisasi BSI Agen kepada Pimpinan
                                                   17 April 2025     layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      Pondok Pesantren Tapak Sunan Jakarta
                                                                     sebagai tambahan pendapatan usaha
      Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus                           Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Pondok, Assatidz dan Santri Pondok Nurul     23 April 2025     layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      Iman Parung Bogor                                              sebagai tambahan pendapatan usaha




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
168    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 170
 LAPORAN DIREKSI           TATA KELOLA KEBERLANJUTAN          KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                         KINERJA SOSIAL


                                                 Waktu
              Nama Kegiatan                                                            Tujuan
                                              Pelaksanaan
                                                               Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus
                                              24 April 2025    layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Pondok & Assatidz Daarussofwah Depok
                                                               sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                               Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Mahasiwa
                                              24 April 2025    layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Universitas Sultan Agen Tirtayasa
                                                               sebagai tambahan pendapatan usaha
Gathering BSI Agen kelolaan          Area                      Update Fitur dan Program BSI Agen untuk meningkatkan
                                              24 April 2025
Surabaya Kota dan Surabaya Raya                                layanan & kinerja BSI Agen
Sosialisasi BSI Agen kepada Pimpinan                           Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Pondok Pesantren mama Bakry Sadeng            30 April 2025    layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Bogor                                                          sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                               Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Pimpinan
                                              30 April 2025    layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Pondok Pesantren Darul Furqon Bogor
                                                               sebagai tambahan pendapatan usaha
Sosialisasi   BSI Agen kepada UIN Suska
                                               3 Mei 2025      Akuisisi BSI Agen dan edukasi fitur dan layanan BSI Agen
Riau
Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus                           Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Pondok dan Assatidz Pondok Pesantren           5 Mei 2025      layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Al Aulia Bogor                                                 sebagai tambahan pendapatan usaha
Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus                           Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Pondok dan Assatidz Pondok Pesantren           5 Mei 2025      layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Markazul Qur’an Bogor                                          sebagai tambahan pendapatan usaha
Gathering BSI      Agen   kelolaan   Area                      Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
                                               6 Mei 2025
Purwokerto                                                     program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
Gathering BSI      Agen   kelolaan   Area                      Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
                                               7 Mei 2025
Semarang Kota                                                  program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
                                                               Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi   BSI Agen kepada Pengurus
                                               7 Mei 2025      layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
MTA Solo
                                                               sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                               Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus
                                               7 Mei 2025      layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Pasar Kebayoran Lama
                                                               sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                               Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Rektor dan
                                               8 Mei 2025      layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Jajaran di STAMI Depok
                                                               sebagai tambahan pendapatan usaha
Gathering BSI Agen kelolaan Area Padang                        Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
                                               9 Mei 2025
pada Cluster Luar Kota Padang                                  program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
Gathering BSI Agen kelolaan Bandung                            Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
                                               9 Mei 2025
Kota & Bandung Raya                                            program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
Gathering BSI Agen kelolaan Area Padang                        Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
                                               12 Mei 2025
pada Cluster Dalam Kota Padang                                 program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
                                                               Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada BUMDES
                                               15 Mei 2025     layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
seluruh Buleleng
                                                               sebagai tambahan pendapatan usaha
Sosialisasi Layanan Pengelolaan Dana                           Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Desa dan Keagenan BSI di BUMDES               26 Mei 2025      layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Kabupaten Lombok Tengah                                        sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                               Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada BMT Laznas
                                              26 Mei 2025      layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Yogyakarta
                                                               sebagai tambahan pendapatan usaha
Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus &                         Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Assatidz Pondok Pesantren Ibnu Taimiyah       26 Mei 2025      layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Bogor                                                          sebagai tambahan pendapatan usaha
Sosialisasi  BSI Agen kepada BMT                               Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta           27 Mei 2025      layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
(UMY)                                                          sebagai tambahan pendapatan usaha




                                                                                       LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025         169
Page 171
07                TENTANG LAPORAN           STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN         PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA SOSIAL


                                                      Waktu
                  Nama Kegiatan                                                               Tujuan
                                                   Pelaksanaan
                                                                     Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Gathering BSI Agen bersama dengan
                                                    4 Juni 2025      layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      Komunitas SRC Bandung
                                                                     sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                     Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Sosialisasi BSI Agen kepada MUI Jakarta      30 Juni 2025      layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
                                                                     sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                     Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Sosialisasi BSI Agen kepada     Pondok
                                                    22 Juli 2025     layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      Pesantren Sidogiri Pasuruan
                                                                     sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                     Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Sosialisasi BSI Agen kepada     Pondok
                                                    23 Juli 2025     layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      Pesantren Gontor Ponorogo
                                                                     sebagai tambahan pendapatan usaha
      Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus
      Pesantren Gontor, BMT Al Husna, BMT                            Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Dana Barokah, SDIT Al Umar, Penyuluh          23 Juli 2025     layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      Agama Kemenag dan Agen di Lingkungan                           sebagai tambahan pendapatan usaha
      Pondok Pesantren Watucongkol
      Gathering dan Silaturahmi BSI Agen Area                        Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
                                                    24 Juli 2025
      Balikpapan                                                     program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
      Gathering dan Silaturahmi BSI AgenArea                         Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
                                                    24 Juli 2025
      Banjarmasin                                                    program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
      Gathering dan Silaturahmi BSI AgenArea                         Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
                                                    24 Juli 2025
      Pontianak                                                      program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
                                                                     Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus
                                                    24 Juli 2025     layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      Pondok Pesantren Salafiyah Situbondo
                                                                     sebagai tambahan pendapatan usaha
      Gathering dan Silaturahmi BSI AgenArea                         Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
                                                    25 Juli 2025
      Solo                                                           program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
      Gathering dan Silaturahmi BSI Agen Area                        Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
                                                    25 Juli 2025
      Pekalongan                                                     program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
                                                                     Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus
                                                    25 Juli 2025     layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      Universitas Al Azhar Jakarta
                                                                     sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                     Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
      Gathering BSI Agen kelolaan Area Bekasi     20 Agustus 2025
                                                                     program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
                                                                     Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Sosialisasi BSI Agen kepada SRC Sehan
                                                  21 Agustus 2025    layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      Area Fatmawati
                                                                     sebagai tambahan pendapatan usaha
      Sosialisasi Layanan Pengelolaan Dana                           Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Desa dan Keagenan BSI di BUMDES             27 Agustus 2025    layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      Kabupaten Lombok Utara                                         sebagai tambahan pendapatan usaha
      Sosialisasi kepada Seluruh BSI Agen                            Mengedukasi seluruh Agen terkait         APUPPT      dan
                                                  27 Agustus 2025
      terkait APUPPT via Daring                                      Keamanan Transaksi di BSI Agen
                                                                     Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Sosialisasi BSI Agen di SMK Negeri Lebak
                                                 9 September 2025    layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      Banten
                                                                     sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                     Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus
                                                 10 September 2025   layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      Universitas Padang
                                                                     sebagai tambahan pendapatan usaha
      Gathering   BSI   Agen   kelolaan   KCP                        Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
                                                 11 September 2025
      Nusantara                                                      program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
      Gathering BSI Agen kelolaan Cluster                            Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
                                                 12 September 2025
      Samarinda                                                      program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
      Pelatihan BSI Agen kepada KSPPS BMT
                                                 16 September 2025   Edukasi fitur dan layanan BSI Agen untuk transaksi
      UGT Nusantara




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
170   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 172
 LAPORAN DIREKSI            TATA KELOLA KEBERLANJUTAN             KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                            KINERJA SOSIAL


                                                   Waktu
             Nama Kegiatan                                                                Tujuan
                                                Pelaksanaan
                                                                   Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Komunitas
                                              19 September 2025    layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Petani Kabupaten Cikalong Bandung
                                                                   sebagai tambahan pendapatan usaha
Gathering BSI      Agen    kelolaan   Area                         Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
                                              19 September 2025
Bandung Raya                                                       program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
                                                                   Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Komunitas
                                              19 September 2025    layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
UMKM Kota Medan
                                                                   sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                   Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada BUMDES Pra
                                              19 September 2025    layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
EPIKS OJK Medan
                                                                   sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                   Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen dan Inisiasi Kerjasama
                                              19 September 2025    layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
dengan Antam
                                                                   sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                   Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen dengan KBIH Tour &
                                              19 September 2025    layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Travel Cheria Holiday
                                                                   sebagai tambahan pendapatan usaha
Sosialisasi BSI Agen & Penyaluran PIP                              Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
kepada Pondok Pesantren kelolaan KC           19 September 2025    layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Cianjur & Sukabumi Pelabuhan Ratu                                  sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                   Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Gathering BSI Agen & Ngopi Emas kepada
                                              19 September 2025    layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Nasabah Kelolaan Cluster Pondok Kopi
                                                                   sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                   Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Gathering BSI Agen & Ngopi Emas kepada
                                              19 September 2025    layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Nasabah Kelolaan Area Rawamangun
                                                                   sebagai tambahan pendapatan usaha
Gathering BSI Agen kelolaan KC Rimbo                               Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
                                              19 September 2025
Bujang                                                             program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
                                                                   Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada SOS & EPIKS
                                              19 September 2025    layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
OJK Area Bandar Lampung
                                                                   sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                   Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada LAZISNU
                                              19 September 2025    layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Area Bandar Lampung
                                                                   sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                   Akuisisi menjadi BSI Agen dan mengedukasi fitur dan
Sosialisasi BSI Agen & Akuisisi kepada UIN
                                              19 September 2025    layanan BSI Agen yang akan digunakan sebagai Mini
Padang
                                                                   Bank
                                                                   Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada EPIKS OJK
                                              30 September 2025    layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
Ciamis
                                                                   sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                   Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada MUI Jakarta       30 September 2025    layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
                                                                   sebagai tambahan pendapatan usaha
Pelatihan Capacity Building SDM dan
                                                                   Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Penguatan     Kelembagaan    KDKMP,
                                               8 Oktober 2025      layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
KOPWAN & KSPPS Dinas Koperasi dan
                                                                   sebagai tambahan pendapatan usaha
Usaha Mikro Pemkab Sidoarjo
                                                                   Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
Gathering BSI Agen kelolaan Area Palu          8 Oktober 2025
                                                                   program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen
                                                                   Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Koperasi dan
                                               17 Oktober 2025     layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
KBIH Kota Bandung
                                                                   sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                   Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
Sosialisasi BSI Agen kepada Komunitas
                                               29 Oktober 2025     layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
TDA Banjarmasin
                                                                   sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                   Meningkatkan loyalitas Agen serta update fitur dan
Gathering BSI Agen kelolaan KCP Kapuas         30 Oktober 2025
                                                                   program untuk meningkatkan layanan & kinerja BSI Agen




                                                                                          LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025       171
Page 173
07                  TENTANG LAPORAN       STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN        PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA SOSIAL


                                                    Waktu
                     Nama Kegiatan                                                           Tujuan
                                                 Pelaksanaan
      Sosialisasi & Gathering BSI Agen                              Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Komunitas Koperasi Desa Merah Putih      30 Oktober 2025      layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      (KDMP) Kabupaten Nganjuk                                      sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                    Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Sosialisasi BSI Agen kepada Komunitas
                                               11 November 2025     layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      OCE OKE Jakarta
                                                                    sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                    Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Sosialisasi    BSI Agen kepada KDKMP
                                               17 November 2025     layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      Bogor
                                                                    sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                    Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Sosialisasi BSI Agen kepada Pengurus
                                               27 November 2025     layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      MPDI Jakarta
                                                                    sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                    Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Sosialisasi BSI Agen kepada EPIKS OJK
                                               9 Desember 2025      layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      Jakarta
                                                                    sebagai tambahan pendapatan usaha
                                                                    Mengenalkan BSI Agen sebagai solusi untuk akses
      Sosialisasi BSI Agen kepada KBIH dan
                                               9 Desember 2025      layanan keuangan masyarakat dan bisnis keagenan
      Kemenhaj Kota Tangerang
                                                                    sebagai tambahan pendapatan usaha
      Sosialisasi Program Akhir Tahun kepada
                                               9 Desember 2025      Sosialisasi program peningkatan transaksi BSI Agen
      Seluruh BSI Agen Secara Daring
      Sosialisasi BSI Agen kepada Paguyuban
                                                                    Edukasi BSI Agen & Sosialisasi Program BSI Agen untuk
      SRC Bogor Dalam Acara Ulang Tahun SRC    9 Desember 2025
                                                                    peningkatan transaksi
      ke 17



      ASPEK KETENAGAKERJAAN                                        pengambilan keputusan. Lokasi operasional
                                                                   signifikan adalah wilayah dengan konsentrasi
      Kesetaraan Kesempatan Bekerja                                pegawai terbesar atau kontribusi bisnis tertinggi
      [OJK F.18] [GRI 202-2, 405-1]                                terhadap kinerja Bank. Seluruh perhitungan rasio
      Selama 2025, BSI semakin memperkuat tata                     dilakukan menggunakan data pegawai tetap.
      kelola ketenagakerjaan yang adil dan inklusif. BSI
      memastikan bahwa setiap individu mendapatkan                 Pada tahun 2025, sebanyak 567 Branch Manager
      kesempatan kerja dan pengembangan karier                     yang bertugas di 567 kantor cabang (54,9%)
      yang setara, tanpa memandang jenis kelamin,                  merupakan warga lokal, menunjukkan komitmen
      latar belakang etnis, agama, kondisi fisik, usia,            BSI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi
      maupun karakteristik lainnya. Penerapan prinsip              daerah melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
      non-diskriminasi tersebut dilakukan melalui
      proses rekrutmen yang objektif, skema penilaian              Untuk memastikan kesetaraan dalam akses
      kinerja yang transparan, serta kebijakan promosi             pengembangan karier, BSI menjalankan berbagai
      yang didasarkan pada kompetensi dan kinerja                  kebijakan Human Capital seperti SPO Human
      pegawai.                                                     Capital, PTO Pengelolaan Pembelajaran, PTO
                                                                   Penempatan & Penugasan, serta PTO Promosi
      Dalam rangka meningkatkan kontribusi sosial                  yang memberikan akses pelatihan dan jenjang
      di wilayah operasional, BSI juga menerapkan                  karier setara bagi seluruh pegawai. Selain itu,
      kebijakan perekrutan talenta lokal secara lebih              Bank juga memperkuat data dan pemantauan
      terstruktur. BSI mendefinisikan talenta komunitas            keragaman tenaga kerja, termasuk representasi
      lokal sebagai individu yang berasal atau                     gender di posisi strategis dan distribusi pegawai
      berdomisili pada provinsi lokasi operasional Bank.           berdasarkan kelompok usia. Rincian keberagaman
      Selain itu, BSI mendefinisikan manajemen senior              manajemen dan pegawai dapat dilihat pada tabel
      sebagai posisi setingkat Regional CEO dan Group              berikut:
      Head yang memiliki kewenangan strategis dalam




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
172    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 174
  LAPORAN DIREKSI                       TATA KELOLA KEBERLANJUTAN                       KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                                                                KINERJA SOSIAL


                                              Jenis Kelamin                                                            Kelompok Usia
  Level Jabatan
                         Pria             %       Wanita        %       Jumlah           <30           %       30-50            %        >50            %       Jumlah
Manajemen
Dewan Komisaris                 7       87,50%             1   12,50%              8             0    0,00%             3   37,50%                 5 62,50%             8

Dewan Pengawas                                                                     6                                                                                    6
                                6 100,00%                0     0,00%                             0    0,00%             1   16,70%                 5 83,30%
Syariah
Direktur                      10 100,00%                 0     0,00%               10            0    0,00%             6 60,00%                   4 40,00%          10

Executive
                                2 25,00%                 6 75,00%                  8             0    0,00%             1   12,50%                 7   87,50%           8
Manager (PE)
Sub Total                   25          78,13%           7     21,87%             32             0    0,00%             11 34,38%              21 65,63%            32

Pegawai

Senior Manager              67          0,40%           25      0,15%             92             0    0,00%            63   0,38%              29       0,17%       92

Middle Manager             412           2,48%          132    0,80%             544             0    0,00%        448      2,70%              96      0,58%       544

Manager                   1.851          11,16%        632      3,81%           2.483           44    0,27%     2.259       13,62%            180       1,09%     2.483

Officer                   3.510          21,17%       2.170    13,09%       5.680              736    4,44%     4.779 28,82%                  165       1,00%     5.680

Staff                    3.958          23,87%        3.824    23,06%           7.782         1.269    7,65%    6.494       39,17%             19       0,11%     7.782

Sub Total                9.798          59,01%        6.783 40,91%          16.581        2.049       12,36%   14.043 84,69%                  489      2,95%     16.581

Grand Total              9.823          59,13%        6.790 40,87%          16.613        2.049       12,33%   14.054 84,60%                  510      3,07%     16.613




BSI juga menunjukkan komitmen terhadap keberagaman yang diwujudkan melalui rekrutmen inklusif
bagi penyandang disabilitas. Melalui program bibit, magang inklusif, serta pendampingan tutor di
Change & Culture Academy, BSI memastikan kandidat disabilitas dapat mengikuti seluruh tahapan
rekrutmen secara adil. Pada 2025, BSI mempekerjakan 1 (satu) pegawai perempuan disabilitas, yang
ditempatkan pada posisi back office dan fungsi pendukung lain yang sesuai dengan kapabilitasnya.

Inisiatif-inisiatif tersebut memperkuat posisi BSI sebagai institusi yang memastikan lingkungan kerja
setara, inklusif, dan berorientasi pada pemberdayaan seluruh lapisan masyarakat. Berikut rincian
komposisi pegawai penyandang disabilitas:
                                Jenis Kelamin                                                                  Kelompok Usia
 Tahun
              Pria        %              Wanita          %          Total          <30            %        30-50            %           >51            %        Total
2025                 -              -             1     100%                1             1       100%             -                -          -            -           1

2024                 7     54%                    6      46%            13               13       100%             -                -          -            -       13

2023                 7     54%                    6      46%            13              13        100%             -                -          -            -       13


Sebagai bagian dari penguatan program kesejahteraan dan keterikatan pegawai, Bank menerapkan
kebijakan annual increment dan pemberian bonus sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan kontribusi
pegawai. Selain itu, Bank juga memberikan apresiasi umrah bagi pegawai terbaik sebagai penghargaan
atas komitmen dan pencapaian kinerja.

Dalam mendukung kesejahteraan pegawai secara menyeluruh, Bank menyelenggarakan berbagai
program well-being terintegrasi yang mencakup aspek fisik, mental, sosial, dan finansial. Pada aspek fisik,
program meliputi Health Talk, Virtual Sport Competition (walking dan running), serta Activity Challenge
untuk mendorong gaya hidup sehat. Dukungan terhadap kesehatan mental dilakukan melalui layanan
konsultasi psikolog dan berbagai inisiatif yang bersifat spiritual. Peningkatan literasi dan kesejahteraan
finansial pegawai difasilitasi melalui Financial Talk.

Selain itu, Bank menyediakan berbagai employee club sebagai wadah penyaluran minat dan bakat
pegawai, yang berperan dalam memperkuat rasa kebersamaan, inklusivitas, dan keterikatan pegawai di
lingkungan kerja.



                                                                                                                            LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025                      173
Page 175
07                    TENTANG LAPORAN            STRATEGI KEBERLANJUTAN             IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN                 PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA SOSIAL


      Rekrutmen dan Perputaran Pegawai [GRI 401-1]
      Untuk memenuhi kebutuhan SDM yang kompeten dan berintegritas, BSI menjalankan proses rekrutmen
      yang berpedoman pada prinsip kesetaraan, keadilan, dan transparansi. Seluruh tahapan seleksi
      dilakukan tanpa membedakan gender, agama, ras, usia, kondisi fisik, ataupun latar belakang lainnya,
      sesuai ketentuan dalam PTO Rekrutmen dan Seleksi BSI.

      BSI meyakini bahwa pegawai yang unggul merupakan aset penting dalam mendorong kinerja bisnis
      dan operasional. Oleh karena itu, Bank bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan eksternal
      seperti pusat karier perguruan tinggi, media, dan lembaga pencari bakat untuk mendapatkan talenta
      terbaik. Sepanjang 2025, BSI merekrut 352 pegawai baru.

      Komposisi Rekrutmen Pegawai Baru Berdasarkan Kelompok Usia
      (Dalam Orang)

               Kelompok Usia                           2023                          2024                                2025
       21-30 tahun                                                  229                              512                                290
       31-40 tahun                                                  24                                 49                                45
       41-50 tahun                                                   17                                15                                 12
       >50 tahun                                                      5                                33                                  5
       Jumlah                                                       275                           609                                   352


      Komposisi Rekrutmen Pegawai Baru Berdasarkan Jenis Kelamin
      (Dalam Orang)


                      Uraian                           2023                          2024                                2025
       Pria                                                         147                            369                                  223
       Wanita                                                       128                            240                                   129
       Jumlah                                                       275                           609                                   352


      Komposisi Rekrutmen Pegawai Baru Berdasarkan Kewarganegaraan
      (Dalam Orang)


                                               2023                              2024                                   2025
       Kewarganegaraan
                                  Pria        Wanita      Jumlah      Pria       Wanita     Jumlah          Pria       Wanita      Jumlah
       Indonesia                        128      147          275         369       240         609           223          129          352
       Asing                              -           -         -            -          -          -               -           -           -
       Jumlah                           128      147          275         369       240        609            223         129           352


      Komposisi Rekrutmen Pegawai Baru Berdasarkan Wilayah Kerja
      (Dalam Orang)


                  Wilayah                              2023                          2024                                2025
       Jawa                                                         266                            586                                   331
       Luar Jawa                                                     9                                 23                                 21
       Total                                                        275                           609                                   352




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
174    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 176
  LAPORAN DIREKSI          TATA KELOLA KEBERLANJUTAN          KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                             KINERJA SOSIAL


Komposisi Rekrutmen Pegawai Baru Berdasarkan Jenjang Jabatan
(Dalam Orang)


         Jenjang Jabatan                  2023                          2024                        2025

 Senior Manager                                         15                              7                       3
 Middle Manager                                         15                             23                       13
 Manager                                                15                             42                      32
 Officer                                               212                            491                     265
 Staff                                                  18                             46                      39
 Jumlah                                                275                            609                     352


Di samping pemenuhan kebutuhan organisasi yang berkembang, rekrutmen juga dilakukan untuk
menjaga kesinambungan operasional dengan menggantikan pegawai yang keluar. Sepanjang tahun
2025, Perseroan mencatat sebanyak 1.001 pegawai yang berhenti bekerja, meningkat dibandingkan
dengan 566 pegawai pada tahun 2024.

Komposisi Pegawai Berhenti Bekerja Berdasarkan Kelompok Usia
(Dalam Orang)


         Kelompok Usia                    2023                          2024                        2025
 21-30 tahun                                            212                            176                     238
 31-40 tahun                                            323                            268                     452
 41-50 tahun                                            96                             68                       152
 >50 tahun                                               57                            54                      159
 Total                                                 688                            566                     1.001

Komposisi Pegawai Berhenti Bekerja Berdasarkan Jenis Kelamin
(Dalam Orang)


             Uraian                       2023                          2024                        2025
 Pria                                                  373                            280                      590
 Wanita                                                 315                           286                       411
 Total                                                 688                            566                     1.001

Komposisi Pegawai Berhenti Bekerja Berdasarkan Wilayah Kerja
(Dalam Orang)


            Wilayah                      2023                           2024                        2025
 Jawa                                                  464                            337                     557
 Luar Jawa                                             224                            229                     444
 Total                                                 688                            566                    1.001

Perputaran pegawai terjadi karena berbagai alasan seperti masa kontrak berakhir, pensiun, pengunduran
diri, pemutusan hubungan kerja, kondisi kesehatan, serta alasan pribadi lainnya. Pengajuan pengunduran
diri wajib dilakukan sekurangnya satu bulan sebelumnya, sesuai UU Ketenagakerjaan No. 13/2003 dan isi
Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Untuk memastikan konsistensi dan transparansi pelaporan, tingkat perputaran pegawai dihitung
menggunakan metode standar, yaitu jumlah pegawai yang berhenti bekerja selama periode pelaporan
dibagi dengan jumlah rata-rata pegawai dalam tahun berjalan. Perhitungan ini mencakup seluruh
kategori pemutusan hubungan kerja, termasuk pengunduran diri, pensiun, dan meninggal dunia, serta
disajikan berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin, dan wilayah kerja.




                                                                                        LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025    175
Page 177
07                    TENTANG LAPORAN     STRATEGI KEBERLANJUTAN             IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN          PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA SOSIAL


      Tingkat Perputaran Pegawai
      (Dalam Orang)


                               Uraian                              2023                   2024                  2025
          Pegawai Baru (Rekrutmen)                                         275                      609                  352
          Mengundurkan Diri                                                606                      477                   751
          Pensiun                                                            61                      72                    93
          Meninggal Dunia                                                    21                       17                   18
          Tingkat Perputaran (Turnover) Pegawai                           3,77%                    3,21%               5,09%

      Turnover Pegawai Berdasarkan Usia
      (Dalam Orang)


                    Uraian                   2023                            2024                             2025
          21-30 tahun                                     212                              176                           238
          31-40 tahun                                     323                              268                           452
          41-50 tahun                                      96                               68                            152
          >50 tahun                                        57                               54                            159

      Turnover Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin
      (Dalam Orang)


                    Uraian                   2023                             2024                            2025
          Pria                                            373                              280                            590
          Wanita                                           315                             286                             411

      Turnover Pegawai Berdasarkan Wilayah Kerja
      (Dalam Orang)

                      Uraian                  2023                            2024                            2025
          Jawa                                             266                              586                            557
          Luar Jawa                                          9                                23                          444

      Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi [OJK F.22] [GRI 404-1, 404-2]
      Sebagai bagian dari komitmen untuk membangun talenta yang unggul, BSI terus mendorong setiap
      pegawai untuk mengembangkan kemampuan diri melalui program pelatihan dan pengembangan
      yang terstruktur dan berjenjang. Pengembangan kompetensi dilakukan dengan fokus pada aspek dasar,
      manajerial, dan kepemimpinan, melalui metode yang beragam seperti pelatihan kelas, mentoring, rotasi
      jabatan, pembinaan kepemimpinan, serta sesi umpan balik.

      Seluruh inisiatif pengembangan mengacu pada pendekatan experience–engagement–education
      sebagaimana diatur dalam SPO Human Capital, dengan penyempurnaan kurikulum melalui platform
      pembelajaran digital, Learning Management System (LMS), program leadership baru, serta integrasi
      modul ESG bagi seluruh pegawai sejalan dengan RAKB 2025.

      •    Experience: Pengembangan melalui pengalaman langsung, seperti penugasan kerja, rotasi dan
           mutasi, penugasan proyek strategis, detasering, magang internal maupun eksternal, serta on-the-job
           training.
      •    Engagement: Pembelajaran melalui interaksi personal, antara lain melalui coaching, counselling,
           dan mentoring yang diberikan oleh atasan atau fasilitator yang ditunjuk.
      •    Education: Pembelajaran secara sistematis melalui kelas tatap muka, pembelajaran mandiri, hingga
           pelatihan berbasis digital sesuai kurikulum pembelajaran BSI.

      Sesuai dengan pendekatan tersebut, BSI menyelenggarakan berbagai bentuk pelatihan seperti seminar,
      workshop, knowledge sharing, dan kelas pengembangan kompetensi lainnya. Untuk memastikan
      program tepat sasaran, penetapan kebutuhan pelatihan dilakukan melalui Training Needs Analysis



          MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
176       PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 178
 LAPORAN DIREKSI               TATA KELOLA KEBERLANJUTAN               KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                                        KINERJA SOSIAL


yang mencakup perencanaan kinerja, review, serta evaluasi. Mekanisme ini memastikan setiap program
pengembangan mendukung pencapaian KPI pegawai dan selaras dengan rencana pengembangan
karier mereka.

Jumlah Peserta Pelatihan Berdasarkan Jenjang Jabatan

                                                                 Jumlah Peserta (dalam orang)
        Jenjang Jabatan
                                              2023                               2024                                   2025
Senior Manager                                              2.369                               1.534                                  1.077
Middle Manager                                              13.381                             7.866                                   7.390
Manager                                                    71.757                            73.023                                  30.403
Officer                                                 178.424                            120.222                                    69.301
Staff                                                    255.105                           167.341                                    92.027
Total                                                   521.036                           369.986                                    200.197



Statistik Pelatihan dan Pengembangan Pegawai BSI

                    Uraian                                      Satuan                   2023                  2024                 2025
Program Pelatihan                                       Jenis                                   1.118                 688                  462
Jumlah Kepesertaan Pelatihan                            Orang                             521.036               369.986              200.197
Rata-rata Durasi Jam Pelatihan Per Pegawai              Jam/Pegawai                              78                    15                   69
Biaya Pelatihan                                         Dalam Miliar Rupiah                    90,64                141,59            141,77


Rata-rata Jam Pelatihan Pegawai [OJK F.22]

                     Jumlah Pegawai yang                                                                Rata-rata Jam Pelatihan
                                                                     Jam Pelatihan
   Uraian            Memperoleh Pelatihan                                                                   Setiap Pegawai
                   2023          2024         2025          2023          2024        2025              2023          2024           2025
Keseluruhan         17.862         17.308     16.489       1.392.792      258.103    1.182.406              78                15            69
Berdasarkan Jenis Kelamin
Pria                10.543         10.228       9.739       594.990        141.623    698.433                  56            13,8      69,15
Wanita               7.367          7.080       6.750       797.802       116.480     483.973              108               16,4      69,45
Berdasarkan Kategori Jabatan
Senior
                          95            91         90         14.938          233        5.473           157,24                3            54
Manager
Middle
                      446            483          528         53.475         1.939      39.464           119,90                4            73
Manager
Manager              2.235          2.343       2.456       246.884         12.771    180.665            110,46                5            71
Officer             5.798           5.760       5.653       496.120       202.423     437.064            85,57                35            74
Staff               9.288           8.631       7.765        581.375       40.737     519.740            62,59                 5            64




                                                                                                    LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025                   177
Page 179
07                TENTANG LAPORAN               STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN       PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA SOSIAL


               Jumlah Pegawai                                                                               Rata-rata Jam
               yang Memperoleh                                 Jam Pelatihan                                Pelatihan Setiap
               Pelatihan                                                                                    Pegawai

           2023                17.862                     2023               1.392.792                 2023                 78
           2024                17.308                     2024                258.103                  2024                    15
           2025                16.489                     2025               1.182.406                 2025                 69



      Pada tahun 2024, rata-rata jam pelatihan                           Penilaian Kinerja Pegawai [GRI 404-3]
      menunjukkan      penurunan       karena      adanya                BSI menerapkan sistem penilaian kinerja yang
      penyesuaian metodologi pencatatan yang kini                        menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas
      hanya memasukkan pelatihan yang memenuhi                           untuk memastikan setiap pegawai memberikan
      standar kategori layanan pembelajaran sesuai                       kontribusi optimal terhadap strategi dan tujuan
      PTO Pengelolaan Pembelajaran. Kegiatan budaya                      Bank. Proses penilaian ini dijalankan berdasarkan
      seperti Taujih, PHBI, dan podcast internal tidak                   Kebijakan Sistem Penilaian Kinerja Karyawan
      lagi dihitung sebagai pelatihan. Selain itu, jumlah                dan dilakukan secara konsisten melalui tahapan
      pegawai pada 2024 lebih rendah dibandingkan                        yang terstruktur, mulai dari penetapan sasaran
      tahun sebelumnya, sementara fokus pelatihan                        korporasi, penurunan target ke unit kerja, hingga
      diarahkan pada penguatan kompetensi IT,                            penetapan KPI individu.
      Operation, dan Sales yang banyak dilakukan
      secara offline dengan biaya yang lebih tinggi.                     Pendekatan       ini     memastikan       adanya
      Berakhirnya program pelatihan massal SPPUR                         kesinambungan antara tujuan perusahaan, unit
      (2021–2023), yang sebelumnya menyumbang                            kerja, dan pegawai, sehingga tercipta budaya kerja
      volume pelatihan besar, turut mempengaruhi                         yang produktif dan berorientasi pada pencapaian
      penurunan jam pelatihan pada 2024.                                 hasil. Melalui proses evaluasi yang rutin, BSI
                                                                         memastikan setiap pegawai mendapatkan
      Namun, memasuki tahun 2025, rata-rata jam                          arahan pengembangan dan umpan balik yang
      pelatihan kembali meningkat seiring optimalisasi                   diperlukan untuk mendukung peningkatan
      platform pembelajaran digital, penambahan                          kinerja serta engagement pegawai.
      kurikulum teknis untuk mendukung transformasi
      digital, serta peningkatan modul ESG yang                          Siklus pengelolaan kinerja tahunan terdiri dari
      diwajibkan bagi seluruh pegawai. Penguatan LMS,                    tiga tahap utama. Pertama, perencanaan kinerja,
      peningkatan micro-learning, dan penambahan                         yaitu penyusunan KPI individu. Kedua, mid-year
      pelatihan leadership juga turut mendorong                          review, yang dilakukan untuk menilai progres
      peningkatan partisipasi.                                           dan memberikan koreksi serta pembinaan bila
                                                                         diperlukan. Ketiga, evaluasi akhir tahun, yang
      Sebagai bagian dari pembinaan karier yang                          digunakan untuk menilai pencapaian kinerja
      menyeluruh,    BSI    menyediakan      Pelatihan                   secara menyeluruh.
      Persiapan Masa Pensiun bagi pegawai yang
      memasuki masa purnabakti. Program ini                              BSI juga menekankan pentingnya komunikasi dua
      dilaksanakan berdasarkan kebijakan formal yang                     arah antara atasan dan pegawai selama proses
      memastikan pelatihan berlangsung terencana                         pengelolaan kinerja. Melalui dialog ini, manajer
      dan komprehensif dengan melibatkan pasangan                        dapat memberikan arahan, umpan balik, atau
      pegawai. Pada 2025, pelatihan ini diikuti oleh 90                  rekomendasi perbaikan guna membantu pegawai
      pegawai, dengan rincian peserta sebagai berikut:                   mencapai kinerja yang lebih baik. Seluruh tahap
                                                                         penilaian dilakukan melalui Sistem Informasi
                                           Jumlah Peserta                Pegawai (SIP) yang memudahkan penyimpanan,
            Pelatihan                       (dalam orang)                monitoring, serta pengarsipan data kinerja.
                                    2023       2024         2025
      Pelatihan Persiapan
                               90                  216         90
      Masa Pensiun



       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
178    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 180
 LAPORAN DIREKSI          TATA KELOLA KEBERLANJUTAN     KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                   KINERJA SOSIAL


Hasil evaluasi kinerja akhir tahun menjadi dasar penyusunan rencana pengembangan pegawai pada
tahun berikutnya. Pada tahun 2025, sebanyak 16.581 pegawai telah menerima performance and
career development review, yang terdiri dari 9.798 pegawai pria dan 6.783 pegawai wanita. Dari hasil
penilaian tersebut, 5.365 pegawai menerima promosi dan 3.059 pegawai memperoleh mutasi atau rotasi
penugasan.

Tinjauan Rutin Pegawai dan Jenjang Karier

            Jumlah Pegawai yang Mendapatkan           Hasil Penilaian dan Relevansi Pengembangan Karier
 Tahun
                       Peninjauan                      Promosi            Mutasi/Rotasi       Demosi
2025       100% (16.581 orang pegawai)                           5.365              3.059                 0
2024       100% (17.234 orang pegawai)                           5.150              5.699                 0
2023       100% (17.909 orang pegawai)                           2.435              4.869                 0
2022       100% (18.581 orang pegawai)                           1.144              5.690                 0


Kebebasan Berserikat [GRI 2-30, 402-1]
BSI berkomitmen menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan saling menguntungkan bagi
seluruh pegawai. Dalam menjaga lingkungan kerja yang kondusif, Bank menyediakan ruang komunikasi
yang terbuka agar pegawai dapat menyampaikan aspirasi, masukan, maupun pendapat. Hal ini menjadi
bentuk penghargaan BSI terhadap hak dasar pekerja dan prinsip keadilan sosial.

Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang disepakati antara manajemen dan Serikat Pekerja berlaku bagi
seluruh pegawai BSI, baik mereka yang bergabung sebagai anggota serikat maupun yang tidak. Dengan
demikian, seluruh pegawai memperoleh perlakuan yang sama terkait hak, kewajiban, serta syarat kerja
sesuai ketentuan PKB dan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.

BSI menjamin kebebasan pegawai untuk berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat sesuai
koridor hukum. Bank telah membentuk Serikat Pekerja Bank Syariah Indonesia sebagai wadah resmi
bagi pegawai. Hingga akhir 2025, jumlah anggota Serikat Pekerja mencapai 8.732 orang atau 52,66%
dari total pegawai.

Jumlah Peserta Serikat Pekerja

                                         Jumlah Pegawai Per                                 Persentase
           Serikat Pekerja                                         Jumlah Anggota SP
                                           Desember 2025
Anggota Serikat Pekerja BSI                             16.581                      8.732           52,66%


Untuk menjaga keharmonisan hubungan kerja, BSI memiliki mekanisme penyampaian keluh kesah
sebagaimana diatur dalam Pasal 55 Peraturan Perusahaan PT Bank Syariah Indonesia Tbk, yang menjadi
pedoman dalam proses penyampaian, penyelesaian, dan musyawarah atas perselisihan hubungan
industrial. Mekanisme ini memastikan setiap keluh kesah pegawai dapat ditangani secara adil, transparan,
dan konstruktif. Berikut adalah mekanisme penanganan keluh kesah pegawai:




                                                                                LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025    179
Page 181
07               TENTANG LAPORAN             STRATEGI KEBERLANJUTAN             IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN       PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA SOSIAL



                                                                                                                 Setuju atau
                        Tahapan                                       Mekanisme Penyelesaian
                                                                                                                    Tidak


          Penyampaian Keluh Kesah                               Mekanisme Penyelesaian



         Tahap 1
         »» Mengisi Formulir Keluh Kesah
                                                              Pertemuan dengan Atasan Langsung
         »» Pendampingan Serikat Pekerja
            (apabila diperlukan)



         Tahap 2




                                                                                                                     Selesai
         »» Mengisi Formulir Keluh Kesah Tahap 2
                                                              Pertemuan dengan Atasan Langsung
         »» Pendampingan Serikat Pekerja
            (apabila diperlukan)



         Tahap 3 (perundingan Bipartit)                      Perundingan Bipartit antara Pegawai dengan
         »» Mengisi Formulir Keluh Kesah Tahap 3             Pegawai Perwakilan di tingkat Kantor Wilayah/
         »» Pendampingan Serikat Pekerja                     Group Supervisi dengan sepengetahuan Unit
            (apabila diperlukan)                             Pengelola Sumber Daya Manusia



          Tahapan 4                                           Proses Tripartit sampai dengan Pengadilan




      Untuk menjaga hubungan industrial yang
                                                                      Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa [OJK
      kondusif,     BSI    menerapkan          ketentuan
                                                                      F.19][GRI 409-1]
      pemberitahuan perubahan jam operasional
                                                                      BSI senantiasa memperkuat sistem pencegahan
      sesuai dengan SPO Cabang PT Bank Syariah
                                                                      pekerja anak dan kerja paksa melalui kebijakan
      Indonesia. Setiap penyesuaian jadwal operasional
                                                                      ketenagakerjaan yang semakin terstruktur dan
      wajib diinformasikan kepada kantor cabang
                                                                      pengawasan yang lebih ketat terhadap rantai
      paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sebelum
                                                                      pasok. BSI memastikan bahwa seluruh proses
      diberlakukan, dan kepada seluruh karyawan
                                                                      rekrutmen hanya menerima kandidat berusia
      sekurang-kurangnya 3 (tiga) hari kerja sebelumnya
                                                                      minimum 24 (dua puluh empat) tahun, sesuai
      agar proses penyesuaian dapat dilakukan dengan
                                                                      dengan standar Perseroan, serta menerapkan
      baik.
                                                                      ketentuan jam kerja wajar 8 (delapan) jam per
                                                                      hari dan 40 (empat puluh) jam per minggu yang
      Kewajiban pemberitahuan ini juga tercantum
                                                                      tercantum dalam Peraturan Perusahaan.
      dalam PKB Serikat Pekerja BSI, yang mensyaratkan
      manajemen untuk melakukan komunikasi
                                                                      Penguatan aspek keberlanjutan juga dilakukan
      transparan serta melibatkan perwakilan pegawai
                                                                      pada proses pengadaan melalui verifikasi lebih
      melalui proses konsultasi dan negosiasi sebelum
                                                                      mendalam terhadap pemasok. Setiap rekanan
      keputusan akhir ditetapkan. Dengan demikian,
                                                                      wajib menyerahkan dokumen kepatuhan yang
      seluruh     pegawai   mendapatkan      kepastian
                                                                      menegaskan tidak adanya tenaga kerja di bawah
      mengenai mekanisme perubahan operasional
                                                                      umur ataupun praktik kerja paksa. Komitmen
      serta perlindungan atas hak-hak ketenagakerjaan
                                                                      ini diperiksa secara berkala melalui mekanisme
      mereka.
                                                                      evaluasi pemasok, sejalan dengan kebijakan
                                                                      pengadaan berkelanjutan BSI.

                                                                      Hasil pemantauan tahun 2025 menunjukkan
                                                                      bahwa tidak terdapat unit kerja maupun pemasok
                                                                      yang dikategorikan memiliki risiko material
                                                                      terkait insiden pekerja anak dan kerja paksa. BSI



       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
180    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 182
 LAPORAN DIREKSI           TATA KELOLA KEBERLANJUTAN             KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                              KINERJA SOSIAL


juga tidak menemukan adanya dampak sosial negatif sepanjang rantai pasok yang terkait dengan isu
tersebut. Pencapaian ini mencerminkan efektivitas pengawasan serta konsistensi penerapan praktik
ketenagakerjaan yang bertanggung jawab di seluruh lingkungan Bank.

Cuti Melahirkan [GRI 401-3]
BSI menerapkan kebijakan cuti melahirkan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja
yang mendukung kesejahteraan keluarga dan kesehatan reproduksi pegawai. Kebijakan cuti melahirkan
dalam PTO Cuti dan Izin BSI diselaraskan kembali dengan ketentuan UU No. 4 Tahun 2024 tentang
Kesejahteraan Ibu dan Anak, yang menekankan perlindungan optimal bagi ibu dan anak pada masa
krusial 1.000 hari pertama kehidupan. Melalui kebijakan ini, BSI memastikan pegawai wanita memperoleh
hak cuti melahirkan 90 hari serta akses perpanjangan cuti apabila memenuhi kondisi yang ditentukan
undang-undang.

Penguatan kebijakan juga mencakup dukungan bagi pegawai pria sebagai bagian dari tanggung jawab
keluarga. BSI memberikan cuti pendampingan melahirkan selama 2 (dua) hari kerja apabila melahirkan
di dalam kota yang sama dengan penempatan terakhir pegawai dan 4 (empat) hari kerja apabila
melahirkan di luar kota, yang jarak tempuhnya melebihi 80km dari kota penempatan terakhir pegawai.
Guna memastikan peran ayah dalam proses persalinan dan pemulihan keluarga dapat dijalankan
dengan baik. Sepanjang tahun 2025, 317 pegawai wanita menggunakan hak cuti melahirkan, sementara
295 pegawai pria mengambil cuti pendampingan sebagai wujud keterlibatan aktif dalam masa kelahiran
anak.


                                                            2023                     2024                  2025
                      Uraian
                                                       Wanita       Pria      Wanita         Pria     Wanita      Pria
Jumlah pegawai yang berhak cuti                          5.816       9.438        5.719       9.206     6.665      9.578
Jumlah pegawai yang mengambil hak cuti                     372         398          391         343       317        295
Jumlah pegawai yang kembali setelah cuti                  368          398         388          343       317        295
Jumlah pegawai yang tetap bekerja hingga 12
                                                          343          398         373          343       317        295
bulan setelah mengambil cuti
Return to work rate                                     98,92%    100,00%       99,23%     100,00%    100,00%   100,00%
Retention rate                                          93,21%    100,00%       96,13%     100,00%    100,00%   100,00%



                                       Sistem Penetapan Remunerasi 3P


     Pay for Position pegawai                  Pay for Person pegawai                     Pay for Performance pegawai
   diberikan kompensasi sesuai              diberikan kompensasi sesuai                   diberikan kompensasi sesuai
    dengan posisi/ jabatannya.              dengan keahlian individunya.                       dengan kinerjanya



Sistem Remunerasi, Kompensasi, dan Manfaat Pegawai [OJK F.20] [GRI 202-1, 401-2, 405-2]
BSI berkomitmen menerapkan sistem remunerasi yang kompetitif, transparan, dan selaras dengan prinsip
kesetaraan. Kebijakan remunerasi dirancang untuk memberikan penghargaan finansial maupun non-
finansial yang proporsional terhadap kontribusi pegawai, sekaligus mempertimbangkan kemampuan
Bank dan kondisi pasar tenaga kerja terkini. Penyesuaian remunerasi dilakukan secara berkala untuk
memastikan daya saing BSI sebagai institusi perbankan syariah nasional.

Dalam pelaksanaannya, BSI mengacu/mengambil nominal tertinggi dari Upah Minimum Provinsi (UMP)
atau Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK).




                                                                                            LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025     181
Page 183
07                 TENTANG LAPORAN     STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN       PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA SOSIAL


      BSI juga melakukan analisis berkala terhadap              memanfaatkan referensi pasar dan konsultan
      perbandingan gaji dasar dan remunerasi antara             sumber daya manusia. Penetapan remunerasi
      pegawai perempuan dan laki-laki di setiap                 dilakukan dengan mempertimbangkan grade
      kelompok jabatan. Rasio remunerasi pegawai                jabatan, tanggung jawab pekerjaan, kinerja, serta
      perempuan terhadap laki-laki adalah 100%                  standar biaya hidup dan ketentuan UMP/UMK di
      pada setiap kelompok jabatan, karena struktur             masing-masing wilayah operasional.
      kompensasi ditetapkan berdasarkan jabatan,
      tanggung jawab, dan kinerja tanpa pembedaan               BSI memastikan kebijakan remunerasi dijalankan
      gender. Selain itu, BSI menyediakan berbagai              selaras dengan ketentuan regulator, termasuk
      manfaat kerja       tanpa pembedaan, termasuk             peraturan OJK terkait pelaporan keberlanjutan
      jaminan kesehatan, program pensiun, cuti, dan             dan aspek kesetaraan gender, sebagai bagian dari
      fasilitas kesejahteraan lainnya.                          komitmen Bank terhadap praktik ketenagakerjaan
                                                                yang adil dan transparan.
      Untuk tenaga alih daya yang mendukung
      operasional Bank, BSI mewajibkan seluruh                  Selain itu, BSI membangun budaya organisasi
      penyedia tenaga kerja untuk membayar upah di              yang inklusif dengan menolak segala bentuk
      atas UMP/UMK, menyediakan manfaat kerja sesuai            bias, termasuk bias gender, dalam pengelolaan
      peraturan perundang-undangan, serta menjamin              remunerasi, kompensasi, dan manfaat pegawai.
      hak-hak tenaga kerja outsourcing secara setara.           Upaya ini diperkuat melalui berbagai inisiatif
      Ketentuan ini ditegakkan melalui perjanjian kerja         internal serta kolaborasi dengan Danantara dalam
      sama dan proses pengawasan kepatuhan yang                 mendorong kesetaraan gender dan lingkungan
      dilakukan secara berkala.                                 kerja yang saling menghormati dan menghargai.

      Dalam memastikan kesetaraan dan keadilan                  Informasi rinci mengenai perbandingan upah
      remunerasi, BSI secara berkala melakukan                  pegawai terendah terhadap UMP pada masing-
      benchmarking dan survei gaji industri dengan              masing provinsi disajikan pada tabel berikut:



                                                               Imbal Jasa                      Persentase
                   Provinsi           UMP 2025 (Rp)         Pegawai Tingkat
                                                             Terendah (Rp)           Laki-laki          Perempuan

      Bali                                     2.996.561             3.900.000              130,15%           130,15%
      Banten                                   2.905.120             3.900.000              134,25%          134,25%
      Bengkulu                                2.670.040              3.900.000             146,07%           146,07%
      Daerah Istimewa Yogyakarta               2.264.081             3.900.000              172,26%          172,26%
      Daerah Khusus Ibukota Jakarta            5.396.671              5.396.761            100,00%           100,00%
      Gorontalo                                 3.221.731            3.900.000              121,05%           121,05%
      Jambi                                    3.234.535             3.900.000              120,57%          120,57%
      Jawa Barat                                2.191.233            3.900.000              177,98%          177,98%
      Jawa Tengah                              2.169.349             3.900.000              179,78%          179,78%
      Jawa Timur                               2.305.985             3.900.000              169,13%           169,13%
      Kalimantan Barat                        2.878.286              3.900.000              135,50%          135,50%
      Kalimantan Selatan                       3.496.195             3.900.000               111,55%          111,55%
      Kalimantan Tengah                        3.473.622             3.900.000              112,27%           112,27%
      Kalimantan Timur                         3.579.314             3.900.000             108,96%           108,96%
      Kalimantan Utara                         3.580.160             3.900.000              108,93%          108,93%
      Kepulauan Bangka Belitung               3,876.600              3.900.000             100,60%           100,60%
      Kepulauan Riau                           3.623.654             3.900.000              107,63%          107,63%



       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
182    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 184
 LAPORAN DIREKSI        TATA KELOLA KEBERLANJUTAN         KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                       KINERJA SOSIAL


                                                           Imbal Jasa                     Persentase
            Provinsi               UMP 2025 (Rp)        Pegawai Tingkat
                                                         Terendah (Rp)            Laki-laki        Perempuan

Lampung                                    2.893.070            3.900.000              134,80%          134,80%
Maluku                                     2.949.953            3.900.000               132,21%         132,21%
Maluku Utara                               3.408.000            3.900.000              114,44%          114,44%
Nanggroe Aceh Darussalam                    3.685.616           3.900.000              105,82%          105,82%
Nusa Tenggara Barat                         2.602.931           3.900.000              149,83%          149,83%
Nusa Tenggara Timur                        2.328.969            3.900.000              167,46%          167,46%
Papua                                      4.285.850            4.285.850              100,00%          100,00%
Papua Barat                                 3.615.000           3.900.000              107,88%          107,88%
Riau                                       3.508.775            3.900.000                111,15%         111,15%
Sulawesi Barat                             3.104.430            3.900.000               125,63%         125,63%
Sulawesi Selatan                            3.880.136           3.900.000               100,51%         100,51%
Sulawesi Tengah                             2.915.000           3.900.000              133,79%          133,79%
Sulawesi Tenggara                           3.073.552           3.900.000              126,89%          126,89%
Sulawesi Utara                              3.775.425           3.900.000              103,22%          103,22%
Sumatera Barat                             3.104.430            3.900.000               125,63%         125,63%
Sumatera Selatan                            3.657.527           3.900.000              106,63%          106,63%
Sumatera Utara                              3.775.425           3.900.000              103,22%          103,22%


Sebagai kelanjutan dari penerapan sistem                  kinerja, masa kerja, dan Key Performance
remunerasi yang kompetitif, BSI memperkuat                Indicator (KPI). Pendekatan ini memastikan setiap
strategi penghargaan karyawan pada tahun                  pegawai memiliki kesempatan yang setara dalam
2025 dengan pendekatan total reward yang                  memperoleh kompensasi dan benefit.
mencakup aspek finansial, non-finansial, serta
dukungan kesejahteraan jangka panjang. Struktur           Pemberian reward mencakup bonus tahunan,
remunerasi dirancang untuk memotivasi pegawai             fasilitas kesehatan, cuti, pembiayaan pegawai, dan
dalam memberikan kinerja terbaik, mendukung               manfaat kesejahteraan lainnya yang disesuaikan
pengembangan kompetensi, serta memastikan                 dengan kinerja pegawai, unit kerja, dan Bank secara
keberlangsungan talenta yang sejalan dengan               keseluruhan. Di samping itu, BSI menyediakan
transformasi digital dan agenda Keuangan                  apresiasi non-finansial seperti program Umrah
Berkelanjutan yang diusung Bank. Kebijakan                bagi pegawai terbaik, program recognition
ini juga menjadi sarana strategis bagi BSI untuk          berbasis inovasi, bantuan kedukaan dan musibah,
mempertahankan pegawai berkinerja tinggi serta            serta Fasilitas Pembiayaan Pegawai (FPP) yang
menarik talenta terbaik di industri perbankan             semakin diperluas pada tahun 2025. Pendekatan
syariah.                                                  ini sejalan dengan budaya kerja berhasanah dan
                                                          penguatan employee engagement di seluruh
Dalam pelaksanaannya, BSI menerapkan prinsip              lingkungan kerja.
fairness dan competitiveness, dengan proses
penetapan remunerasi yang berbasis kinerja, risiko,       Sebagai bagian dari upaya retensi jangka panjang,
dan kebutuhan organisasi. Bank secara konsisten           BSI     melanjutkan   implementasi     Retention
mengikuti Survei Gaji Tahunan oleh lembaga                Program yang diberikan kepada pegawai tetap
independen untuk menjaga daya saing struktur              terpilih. Sementara itu, perbedaan manfaat
remunerasi. Seluruh keputusan remunerasi                  antara pegawai tetap dan tenaga alih daya tetap
dilakukan tanpa diskriminasi berdasarkan gender,          berlaku sesuai regulasi, di mana pegawai tetap
suku, agama, kondisi fisik, atau latar belakang           menerima manfaat penuh seperti BPJS, asuransi
lainnya, melainkan berdasarkan pencapaian                 tambahan, program pensiun, dan cuti keluarga.



                                                                                    LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025     183
Page 185
07                 TENTANG LAPORAN        STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN              PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA SOSIAL


      BSI memastikan penyedia tenaga alih daya memenuhi ketentuan upah minimum, hak ketenagakerjaan,
      serta standar perlindungan sesuai peraturan yang berlaku.


                                                                                            Pegawai                 Pegawai
                                     Bentuk Manfaat
                                                                                             Tetap                  Kontrak
      Gaji pokok                                                                                 √                    √
      Asuransi Jiwa/BPJS Kesehatan                                                               √                    √
      Tunjangan Kesehatan, termasuk tunjangan kelahiran                                          √                    √
      Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Disabilitas – Termasuk dalam fasilitas
                                                                                                 √                    √
      BP Jamsostek
      Jaminan Pensiun (JP) – Termasuk dalam fasilitas BP Jamsostek                               √                    √
      Kesempatan Memiliki Saham                                                                  √                     -
      Tunjangan Hari Raya                                                                        √                    √
      Tunjangan Cuti Tahunan                                                                     √                    √


      Program Pensiun Manfaat Pasti dan Program                    dan website DPLK, sehingga pencatatan iuran,
      Pensiun Lainnya [GRI 201-3]                                  investasi/pengembangan, status kepesertaan,
      Sebagai bentuk komitmen dalam memastikan                     dan simulasi manfaat dapat diakses dengan lebih
      keberlanjutan kesejahteraan pegawai setelah                  transparan oleh pegawai.
      masa kerja berakhir, BSI menyelenggarakan
      berbagai program pensiun yang dirumuskan                     Pada tahun 2025, BSI juga memperkuat proses
      sesuai regulasi yang berlaku. Program-program                aktuaria imbalan kerja dengan melakukan
      ini bertujuan memberikan perlindungan finansial              penilaian menggunakan metode PSAK 219 pada
      yang memadai bagi pegawai ketika memasuki                    tanggal 31 Desember 2025. Hasilnya menunjukkan
      masa purna bakti. Salah satunya adalah Program               kewajiban imbalan pasti sebesar Rp404,347 miliar
      Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)                         dan aset program sebesar Rp137,497 miliar dengan
      dengan program iuran pasti, yang diperuntukkan               tingkat pendanaan 100% dalam pasar uang
      bagi pegawai tetap melalui skema iuran bersama               syariah. Dalam program iuran pasti yang dikelola
      antara pegawai dan Bank, dilengkapi dengan                   oleh DPLK terpilih dengan jumlah iuran sebesar
      manfaat pendukung lainnya.                                   Rp200,343 milyar. Seluruh kewajiban pensiun
                                                                   disajikan secara akurat dalam laporan posisi
      Selain DPLK, BSI juga menjalankan Program                    keuangan konsolidasian sesuai standar akuntansi
      Jaminan    Hari   Tua    (JHT)   melalui    BPJS             terbaru serta kebijakan risiko ketenagakerjaan
      Ketenagakerjaan dam Program Jaminan Pensiun                  yang diperbarui di 2025.
      (BPJS Pensiun). Formulasi kontribusi tetap sama:
      pegawai menyumbang 5% dan perusahaan 10%                     Sepanjang 2025, BSI juga melakukan penyelarasan
      untuk Program Iuran Pasti, sementara kontribusi              data kepesertaan pensiun untuk memastikan
      JHT 2% pegawai dan 3,7% perusahaan, dan Jaminan              seluruh pegawai tetap terdaftar dalam skema
      Pensiun (BPJS Pensiun) dengan porsi 1% pegawai               yang sesuai dengan status kepegawaian dan
      dan 2% perusahaan. Pada 2025, mekanisme                      kebijakan Bank. Rincian jumlah pegawai dalam
      administrasi iuran semakin terintegrasi dengan               masing-masing program pensiun disajikan pada
      sistem Human Capital Information System (HCIS)               tabel berikut:


       No                                  Uraian                                       2023          2024             2025
       1.   Program Pensiun Manfaat Pasti (PPUKP DPLK BRI atau Pooled Fund)                 17.151         16.645          16.293
       2.   Program Pensiun Iuran Pasti                                                    17.871          17.408          17.074
       3    Program Jaminan Hari Tua                                                      17.855           17.271          16.609
       4.   Program Jaminan Pensiun                                                       17.855           17.271          16.609




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
184    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 186
  LAPORAN DIREKSI        TATA KELOLA KEBERLANJUTAN     KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                      KINERJA SOSIAL


Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman                 Kesehatan dan Keselamatan Kerja
[OJK F.21]                                             [GRI 403-1, 403-2, 403-7, 403-8]
BSI berkomitmen untuk menciptakan lingkungan           BSI terus memperkuat implementasi K3 sebagai
kerja yang aman, sehat, dan mendukung                  bagian dari komitmen menciptakan lingkungan
produktivitas sebagai bagian dari penerapan            kerja yang aman, sehat, dan mendukung
prinsip keberlanjutan. Sepanjang tahun 2025, Bank      produktivitas pegawai. Pada 2025, seluruh
terus memperkuat implementasi Keselamatan              penerapan K3 dijalankan sesuai ketentuan
dan Kesehatan Kerja (K3) melalui pemantauan            nasional, termasuk UU Ketenagakerjaan, UU
rutin, penyempurnaan prosedur keselamatan di           Cipta Kerja, serta UU Keselamatan Kerja, dan
seluruh unit kerja, serta penilaian berkala terhadap   diintegrasikan ke dalam SOP Human Capital
kesiapan fasilitas kerja untuk mencapai target         dan Peraturan Perusahaan yang diperbarui
zero accident. Upaya ini tidak hanya mencakup          secara berkala. Seluruh pegawai, kontraktor, dan
keselamatan fisik, tetapi juga kesehatan psikis        pihak terkait yang beraktivitas di lingkungan BSI
dan mental pegawai melalui program dukungan            diwajibkan mematuhi pedoman tersebut sebagai
mental health serta kampanye internal terkait          bentuk tata kelola operasional yang baik.
kesejahteraan.
                                                       Walaupun sistem K3 BSI belum mengacu
Dalam rangka memberikan perlindungan yang              pada standar internasional seperti ISO 45001,
komprehensif, BSI menyediakan fasilitas asuransi       proses inti K3 telah diterapkan secara konsisten,
kesehatan, kepesertaan BPJS Kesehatan dan              seperti identifikasi bahaya, penilaian risiko,
BPJS Ketenagakerjaan, serta menyempurnakan             serta pengendalian risiko yang relevan dengan
integrasi data perlindungan pegawai ke dalam           operasional perbankan. Untuk meningkatkan
Human Capital Information System (HCIS).               efektivitas penerapannya, pada 2025 BSI
Dengan demikian, monitoring hak dan manfaat            memperluas mekanisme monitoring melalui
pegawai dapat dilakukan secara lebih transparan        integrasi data risiko K3 ke dalam sistem internal
dan efisien.                                           sehingga evaluasi dapat dilakukan secara lebih
                                                       menyeluruh dan komprehensif.
Selain    itu,  BSI    memastikan    terciptanya
lingkungan kerja yang aman, harmonis, dan              Sebagai bagian dari penguatan pengelolaan risiko,
bebas dari tindakan tidak terpuji melalui              BSI melaksanakan Risk and Threat Assessment
penerapan Respectful Workplace Policy (RWP).           (RTA) di seluruh jaringan kantor. RTA mencakup
Kebijakan ini secara resmi diterbitkan pada            penilaian kesiapan fasilitas gedung, keamanan
Januari 2026 sebagai penguatan komitmen                fisik dan digital, infrastruktur data center, serta
Perseroan dalam membangun budaya kerja                 kondisi lingkungan kerja sesuai profil risiko
yang saling menghormati dan berintegritas. RWP         masing-masing lokasi. Temuan RTA digunakan
berlaku bagi Direksi, Dewan Komisaris/Dewan            untuk memperbarui SOP, meningkatkan fasilitas
Pengawas Syariah, seluruh pegawai, hingga mitra        keselamatan, dan memastikan tindak lanjut atas
kerja eksternal, serta menjadi pedoman dalam           langkah mitigasi di seluruh unit kerja.
mencegah pelecehan, kekerasan, diskriminasi,
maupun perilaku tidak hormat lainnya.                  Selain aspek pencegahan, BSI memperkuat
                                                       kesiapsiagaan darurat melalui pelatihan dan
Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah melakukan        simulasi evakuasi, inspeksi fasilitas, serta
berbagai persiapan implementasi kebijakan              peningkatan sarana keselamatan. Pegawai
tersebut,     termasuk  penyusunan     kerangka        memiliki hak menghentikan pekerjaan apabila
kebijakan, penguatan mekanisme pengendalian            menghadapi situasi yang tidak aman tanpa
internal, serta pengembangan program sosialisasi       risiko sanksi, serta dapat melaporkan kondisi
yang selanjutnya dilaksanakan setelah kebijakan        berbahaya melalui kanal komunikasi internal
diterbitkan.                                           yang dilindungi dari tindakan pembalasan. Setiap
                                                       insiden yang terjadi ditangani melalui investigasi
Dengan      rangkaian inisiatif tersebut, BSI          formal berbasis root cause analysis, kemudian
memastikan terciptanya ruang kerja yang aman,          diikuti penetapan tindakan korektif dan perbaikan
inklusif, dan mendukung kesejahteraan seluruh          berkelanjutan sesuai prinsip hierarchy of controls.
insan BSI.



                                                                                   LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   185
Page 187
07                TENTANG LAPORAN         STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN       PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA SOSIAL


      Dalam aspek kesehatan, BSI menyediakan perlindungan komprehensif melalui BPJS Kesehatan, BPJS
      Ketenagakerjaan, asuransi tambahan, serta program kesehatan fisik dan mental yang terintegrasi dalam
      program internal Bank. Sosialisasi terkait praktik kerja aman dan kesehatan kerja dilaksanakan secara
      berkala untuk memperkuat budaya K3 di seluruh organisasi.

      BSI juga mengelola risiko K3 yang muncul dari hubungan bisnis. Seluruh mitra pengelola gedung,
      penyedia jasa keamanan, petugas kebersihan, teknisi, layanan cash-in-transit, dan penyedia fasilitas
      data center diwajibkan memenuhi ketentuan K3 yang tertuang dalam perjanjian kerja, termasuk
      penggunaan APD, sertifikasi kompetensi teknis, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan gedung.
      BSI melakukan pemantauan melalui induksi K3, inspeksi lapangan, serta mekanisme pelaporan kondisi
      berbahaya; pekerjaan akan dihentikan apabila ditemukan ketidaksesuaian hingga tindakan perbaikan
      dilakukan.

      Pada 2025, seluruh inisiatif K3 BSI menjangkau 100% pegawai, 100% pekerja pihak ketiga di lokasi kerja,
      serta seluruh lokasi operasional signifikan. Dengan kerangka ini, BSI memastikan bahwa sistem K3
      berjalan efektif, terukur, dan selaras dengan prinsip keberlanjutan.


                                Faktor Lingkungan & Prosedur                       Faktor Manusia & Komunikasi

      Keselamatan      Program RTA memastikan fasilitas seluruh kantor     Secara rutin melaksanakan komunikasi,
                       BSI memenuhi standar K3 sesuai Standar Prosedur     kampanye program keselamatan, dan
                       Operasional Human Capital, yaitu:                   sosialisasi K3 rutin untuk seluruh pegawai BSI
                       •• Alat Pemadam Api Ringan (APAR).                  terkait prosedur K3 dan prosedur evakuasi
                       •• Fire hydrant dan fire pump.                      jika terjadi kondisi kedaruratan, antara lain:
                       •• Sistem pengendali asap.                          •• Fire drill.
                       •• Sistem alarm.                                    •• Meningkatkan pemahaman penggunaan
                       •• Water sprinkle.                                     APAR dan APAB dan first response saat
                       •• Petunjuk jalur evakuasi.                            terjadi kebakaran.
                       •• Pembuatan ERP (Emergency Response Plan).         •• Penanganan gempa bumi.
                       •• Penyediaan SOP (Standar Operasional Prosedur)    •• Penanganan kondisi ancaman terorisme.
                          tanggap darurat.                                 •• Penunjukan Captain Floor perlantai.
                       •• Memastikan Sistem proteksi gedung berfungsi      •• Pembentukan ERT (Emergency Response
                          secara Otomatis dan Terintegrasi saat General       Team).
                          Alarm/Fire Drill.                                •• Pembuatan WhatsApp Group untuk
                       •• Memastikan Sarana evakuasi sudah dilengkapi         sarana komunikasi.
                          dengan     tanda    penunjukan   dan   sudah     •• Mengadakan pelatihan tanggap darurat.
                          memenuhi standar operasional Gedung saat         •• Mengadakan training penggunaan APAR.
                          terjadi Gempa bumi, Kebakaran dan Ancaman        •• Melakukan simulasi keadaan darurat.
                          BOM.
      Kesehatan        Memastikan kondisi seluruh kantor BSI nyaman        Melaksanakan berbagai kampanye kesehatan
                       dan sehat bagi pegawai dan seluruh pengunjung       dan medical check up rutin bagi seluruh
                       dan memastikan Standar Prosedur Operasional         pegawai BSI, antara lain yang berfokus pada:
                       untuk maintenance lingkungan kerja yang sehat       •• Kesehatan    paru-paru      dan   saluran
                       dimiliki oleh kantor-kantor BSI yang mencakup,         pernapasan
                       antara lain:                                        •• Mencegah penyakit jantung dan hipertensi
                       •• Fogging berkala                                  •• Kesehatan gigi
                       •• Memasang UV-C Filter udara                       •• Masalah pencernaan, seperti GERD, maag,
                       •• Memastikan Sirkulasi Tata Udara Berfungsi           batu empedu dan diare
                          dengan baik, termasuk SAG dan RAG Program        •• Mencegah komplikasi diabetes gaya hidup
                                                                              sehat
                       Employee Wellbeing:                                 •• Kesehatan mata
                       •• Psychological Wellbeing Program                  •• Low back pain
                       •• Financial Wellbeing Program                      •• Menjaga kesehatan di bulan Ramadan
                       •• Physical Wellbeing Program
                       •• Workplace Wellbeing Program




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
186    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 188
  LAPORAN DIREKSI             TATA KELOLA KEBERLANJUTAN         KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                           KINERJA SOSIAL



                              Faktor Lingkungan & Prosedur                       Faktor Manusia & Komunikasi

                     Untuk mendukung pengembangan sumber daya              Menyelenggarakan sosialisasi dan komunikasi
                     manusia terbaik, BSI secara continue melaksanakan     kesehatan seperti:
                     berbagai program untuk menciptakan pengalaman         •• Healthy Talk
                     pegawai yang bermakna di BSI seperti:                 •• Let’s Walk & Be Health
                     •• Psychological wellbeing (contohnya: konseling      •• News Letter dan Infosehat
                        kesehatan mental dengan psikolog, klub-klub
                        pegawai yang ingin menyalurkan hobi, Forum
                        LKS Bipartit)
                     •• Physical wellbeing (contohnya: klinik kesehatan,
                        wellness atau program edukasi kesehatan, dan
                        layanan medical check up in house)
                     •• Financial Wellbeing (contohnya: program
                        edukasi perencanaan keuangan, dan paket
                        remunerasi dan benefit yang layak dan
                        kompetitif bagi pegawai)
                     •• Workplace Wellbeing (contohnya: tersedianya
                        fasilitas ruang laktasi, day care, serta fitness
                        center)


Pelibatan Pegawai dalam Sistem K3                               Wellness Program mencakup beberapa kegiatan
[GRI 403-4, 403-5]                                              utama, yaitu:
BSI memperkuat keterlibatan pegawai dalam
penerapan K3 melalui mekanisme konsultasi                       •• Wellness Fair
rutin, rapat evaluasi, serta kanal pelaporan                       Dilaksanakan di Region Office dan Kantor
seperti Employee Care, Logic, dan media internal.                  Pusat, berisi rangkaian kegiatan seperti:
Pegawai didorong untuk memberikan masukan                          1. Sosialisasi manfaat asuransi kesehatan
dan melaporkan kondisi berbahaya sebagai                           2. Pemeriksaan      kesehatan     (Mini   MCU,
bagian dari perbaikan berkelanjutan.                                  fisioterapi,   pemeriksaan    mata,    QRA,
                                                                      konsultasi gizi)
Untuk      memastikan       kesiapsiagaan,   BSI                   3. Booth makanan dan minuman sehat
menugaskan floor warden di setiap lantai yang                      4. Dokter Corner
telah memperoleh pelatihan K3, termasuk simulasi                   5. Kegiatan olahraga seperti Zumba atau
tanggap darurat, identifikasi bahaya, penggunaan                      aerobik
APAR, dan prosedur evakuasi. Selain itu, seluruh
pegawai mengikuti pelatihan K3 dasar yang                       •• MCU In-House
mencakup pemahaman risiko kerja, pelaporan                         Bank bekerja sama dengan rumah sakit mitra
kondisi tidak aman, dan prosedur darurat.                          untuk menyediakan Medical Check Up di kantor
                                                                   pusat dan jaringan agar pegawai lebih mudah
Melalui partisipasi aktif dan peningkatan                          mengakses layanan pemeriksaan kesehatan.
kompetensi ini, BSI memastikan seluruh pegawai                  •• Let’s Walk & Be Healthy
berperan langsung dalam menjaga keselamatan                        Program kompetisi jalan kaki berbasis virtual
dan meningkatkan kinerja K3 di seluruh unit kerja.                 yang bertujuan mendorong kebiasaan hidup
                                                                   aktif dan meningkatkan kebugaran.
Program Kesehatan BSI [GRI 403-3, 403-6]
                                                                •• Health Talk
Dalam      upaya   menjaga    kesehatan       dan
                                                                   Edukasi kesehatan yang dilakukan secara
kesejahteraan    pegawai,   BSI    menyediakan
                                                                   hybrid bersama dokter spesialis dengan
fasilitas asuransi kesehatan yang mencakup
                                                                   berbagai tema, antara lain: kesehatan di bulan
pegawai, pasangan, serta hingga tiga orang anak.
                                                                   Ramadhan, hidup produktif, perawatan kulit,
Selain perlindungan medis, BSI menjalankan
                                                                   serta menjaga kesehatan di musim pancaroba.
Wellness Program, yaitu rangkaian inisiatif untuk
membangun gaya hidup sehat melalui edukasi,                     •• Newsletter & InfoSehat
layanan kesehatan preventif, dan aktivitas                         E-publikasi yang berisi tips kesehatan,
fisik yang dirancang untuk meningkatkan                            konsultasi dokter, informasi provider baru, serta
produktivitas pegawai.                                             rangkuman kegiatan Wellness Program.



                                                                                         LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025      187
Page 189
07               TENTANG LAPORAN         STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN    PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA SOSIAL


      BSI juga menyediakan BSI Medical Unit di Lantai               »» Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan,
      10 Gedung The Tower sebagai layanan kesehatan                 »» Respons  terhadap   aksi atau    situasi
      tingkat pertama bagi seluruh pegawai. Unit ini                   mengancam lainnya.
      berfungsi untuk menangani keluhan kesehatan
      umum dan memberikan akses kuratif secara                    Pelatihan tersebut menjadi bagian penting dari
      cepat. Di samping fasilitas tersebut, BSI memiliki          sistem K3 BSI untuk memastikan seluruh pegawai
      BSI Club yang rutin menyelenggarakan beragam                memahami tanggung jawab keselamatan dan
      aktivitas olahraga guna membangun budaya                    mampu bertindak cepat dalam kondisi darurat.
      hidup sehat dan memperkuat kebersamaan
      pegawai.                                                    Kinerja K3 [GRI 403-9, 403-10]
                                                                  Sepanjang       tahun        2025, BSI      berhasil
      Dalam konteks kesehatan kerja, BSI menyediakan              mempertahankan lingkungan kerja yang aman
      layanan untuk mengidentifikasi, mengendalikan,              melalui implementasi beragam program K3 yang
      dan mengurangi risiko kesehatan di lingkungan               konsisten dan terstruktur. Hasilnya, tidak terdapat
      kerja melalui pemantauan kesehatan berkala,                 insiden kecelakaan kerja maupun fatality yang
      penilaian kondisi kerja, serta tindak lanjut jika           melibatkan pegawai maupun pihak eksternal
      ditemukan potensi bahaya. Seluruh layanan                   seperti kontraktor, subkontraktor, dan mitra kerja.
      diberikan oleh tenaga medis kompeten dan                    BSI juga tidak menerima laporan penyakit akibat
      dilaksanakan sesuai prosedur internal serta                 kerja selama periode pelaporan.
      regulasi nasional.
                                                                  Sejalan      dengan     peningkatan   kejadian
      BSI memastikan semua pegawai memiliki akses                 kecelakaan kerja pada tahun 2025, Perseroan
      setara terhadap layanan kesehatan, termasuk                 melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem
      fasilitas pelaporan kondisi berisiko tanpa ancaman          manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
      pembalasan, sehingga aspek kesehatan tidak                  (K3) untuk mengidentifikasi akar penyebab dan
      hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan           memperkuat pengendalian risiko. Perseroan
      mendukung kesejahteraan pegawai secara                      meningkatkan pelatihan dan sosialisasi K3,
      menyeluruh.                                                 memperketat pengawasan terhadap aktivitas
                                                                  berisiko, serta memperkuat mekanisme pelaporan
      Pelatihan K3 [GRI 403-5]                                    dan investigasi insiden guna mencegah kejadian
      Sebagai bagian dari upaya pencegahan kecelakaan             serupa.
      kerja dan penyakit akibat kerja, BSI secara konsisten
      menyelenggarakan berbagai program pelatihan                 Selain itu, Perseroan meningkatkan inspeksi rutin
      K3 bagi pegawai dan pihak terkait. Pelatihan ini            dan koordinasi antar unit kerja untuk memastikan
      dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan,                 penerapan standar keselamatan secara konsisten.
      kemampuan respons darurat, serta pemahaman                  Upaya ini merupakan bagian dari komitmen
      risiko di lingkungan kerja.                                 Perseroan dalam menciptakan lingkungan kerja
                                                                  yang aman, melindungi kesejahteraan pegawai,
      Rangkaian pelatihan K3 yang dilaksanakan pada               dan menurunkan tingkat kecelakaan kerja secara
      tahun 2025 meliputi:                                        berkelanjutan.
      •• Pembekalan dan Sertifikasi Business Continuity
         Management Contingency Plan (BCMCP)
         untuk memastikan setiap unit kerja mampu
         merespons insiden dan mempertahankan
         kelangsungan operasional.
      •• Wellness Program sebagai edukasi pencegahan
         kesehatan dan peningkatan kualitas hidup
         pegawai.
      •• Sertifikasi Disaster Leadership Management,
         yang membekali pegawai dengan kompetensi
         kepemimpinan dalam menghadapi situasi
         darurat.
      •• Pelatihan Petugas Keamanan, yang mencakup:
         »» Penanganan konflik,
         »» Prosedur pengamanan kantor,
         »» Penanganan bencana gempa bumi,


       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
188    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 190
 LAPORAN DIREKSI        TATA KELOLA KEBERLANJUTAN            KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                          KINERJA SOSIAL


Rincian tingkat kecelakaan kerja adalah sebagai berikut:


                                                     Tingkat Kecelakaan Kerja
       Tahun
                             Ringan                 Sedang                      Berat             Fatal/Kematian
        2025                  Nihil                   23                        Nihil                    1
        2024                  Nihil                  Nihil                      Nihil                  Nihil
        2023                  Nihil                  Nihil                      Nihil                  Nihil
        2022                  Nihil                  Nihil                      Nihil                  Nihil




       Menciptakan Tujuan bagi Karyawan - BSI lebih dari sekadar Lembaga Keuangan tetapi
                           juga memiliki nilai-nilai spiritual dan sosial.




               B                                     S                                           I
            BANK                                  SYARIAH                                   INDONESIA
     BSI Sahabat Finansial                  BSI Sahabat Spiritual                       BSI Sahabat Sosial,
                                                                                        berkontribusi untuk
                                                                                             Indonesia




   Jalur Lingkungan Kerja yang Baik
   Digilab - untuk Inkubasi Digital




                                                                                        LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   189
Page 191
07                   TENTANG LAPORAN                STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA SOSIAL



          BSI menciptakan work life balance bagi pegawai




      ASPEK MASYARAKAT

      Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar                             RVM PlasticPay di ratusan titik, serta kampanye
      [OJK F.23] [GRI 203-1, 413-1, 413-2, 411-1]
                                                                             green lifestyle yang mendukung pengurangan
      Pada tahun 2025, BSI semakin memperkuat                                sampah plastik dan edukasi lingkungan. Seluruh
      kontribusinya terhadap masyarakat sekitar                              inisiatif ini tidak hanya mendukung masyarakat
      melalui rangkaian program pemberdayaan                                 tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan
      dan pembangunan sosial yang terintegrasi.                              di area operasional BSI.
      Selain membuka akses kesempatan kerja,
      BSI menjalankan program yang mencakup                                  Sampai dengan akhir tahun 2025, BSI tidak
      pengembangan ekonomi lokal, peningkatan                                mencatat adanya insiden yang berpotensi
      kualitas SDM, serta dukungan terhadap ekosistem                        melanggar     hak    masyarakat      adat    atau
      sosial di wilayah operasional. Program Desa BSI,                       menimbulkan     dampak       negatif   signifikan
      perluasan Sentra UMKM BSI, dan inkubasi UMKM                           terhadap komunitas lokal. Dengan demikian, tidak
      binaan menjadi bagian dari upaya BSI untuk                             ada proses remediasi, investigasi, maupun tindak
      membangun kemandirian ekonomi masyarakat                               lanjut yang diperlukan. Hal ini menunjukkan
      sekaligus meningkatkan inklusivitas layanan                            bahwa seluruh aktivitas operasional BSI berjalan
      keuangan syariah.                                                      sejalan dengan prinsip tanggung jawab sosial
                                                                             dan penghormatan penuh terhadap hak-hak
      BSI juga memberikan dukungan infrastruktur                             masyarakat.
      sosial yang semakin luas pada 2025, termasuk
      perbaikan fasilitas pendidikan, pembangunan
      sentra UMKM baru, penyediaan sarana air minum
      bersih melalui Water Station RO, serta dukungan
      infrastruktur dasar di desa-desa binaan. Program
      ini dilaksanakan secara pro bono sesuai dengan
      kebijakan program sosial BSI dan berkontribusi
      pada peningkatan akses layanan dasar, perluasan
      peluang ekonomi, serta peningkatan kualitas
      hidup masyarakat sekitar.

      Di bidang lingkungan, BSI turut memperkuat
      dampak positif melalui penanaman pohon
      produktif, program Sedekah Pohon, penyebaran



       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
190    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 192
  LAPORAN DIREKSI               TATA KELOLA KEBERLANJUTAN          KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                                 KINERJA SOSIAL



                                                       BSI Hadir Menyalurkan Bantuan kepada Korban Bencana
                                                             di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat
                  Aceh

                           Sumut                            Cakupan Wilayah                          Logistik

                                                      1. Aceh                              •• Bahan Pokok Sembako
                                                         18 Kabupaten/Kota                 •• Obat-obatan
                                                      2. Sumatera Utara                    •• Pakaian, Perlengkapan Ibadah
                                                         6 Kabupaten/Kota                  •• Hygiener Kit
                                                      3. Sumatera Barat                    •• Alat Komunikasi
                                                         9 Kabupaten/Kota                  •• Posko Kesehatan
                                                                                           •• Dapur Umum
                                                                                           •• Posko Trauma Healing


                                                                Nominal                           Jumlah Bantuan

             Sumbar
                                                             Rp22,6 M                             193,3 Ton
                                                                                                Terdiri atas 13 Tahap



                                                                Huntara                      Relaksasi Pembiayaan


                                                             90 unit                              134 Ribu
                                                             di Aceh Tamiang                          Nasabah




Sebagai wujud kepedulian sosial dan respons                       Seluruh program dirancang dan dilaksanakan
tanggap bencana, BSI hadir menyalurkan bantuan                    dengan menjunjung tinggi prinsip Maqashid
kepada korban bencana banjir di Aceh, Sumatera                    Syariah serta selaras dengan Tujuan Pembangunan
Utara, dan Sumatera Barat melalui kolaborasi erat                 Berkelanjutan (TPB) yang relevan.
dengan pemerintah pusat dan daerah. Bantuan
disalurkan secara terstruktur mencakup wilayah                    Dalam     pelaksanaannya,    BSI   secara   aktif
terdampak di 33 kabupaten/kota, dengan total                      melibatkan masyarakat di seluruh wilayah
nilai bantuan mencapai Rp22,6 miliar dan volume                   operasional melalui program-program berbasis
logistik sebesar 193,3 ton yang terdiri atas bahan                kebutuhan lokal, antara lain Program Desa BSI
pokok,     obat-obatan,    perlengkapan     ibadah,               dan Sentra UMKM BSI. Program-program tersebut
hygiene kit, alat komunikasi, hingga layanan                      disusun berdasarkan pemetaan dan keterlibatan
posko kesehatan. Selain bantuan darurat, BSI                      pemangku kepentingan, sehingga intervensi sosial
turut mendukung pemulihan pascabencana                            dan ekonomi dapat dilakukan secara tepat sasaran
melalui pembangunan 90 unit hunian sementara                      dan memberikan dampak yang berkelanjutan.
(huntara) serta relaksasi pembiayaan bagi 134 ribu                Meskipun kegiatan operasional perbankan tidak
nasabah terdampak. Inisiatif ini mencerminkan                     menimbulkan dampak fisik langsung terhadap
komitmen BSI dalam memberikan dampak                              lingkungan maupun masyarakat sekitar, BSI
sosial yang nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi                tetap melakukan evaluasi berkala terhadap
masyarakat di wilayah terdampak bencana.                          kantor pusat, kantor wilayah, dan kantor cabang.
                                                                  Berdasarkan hasil evaluasi sepanjang tahun 2025,
Kontribusi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat                     tidak ditemukan dampak aktual maupun potensi
[OJK F.25] [GRI 203-2, 413-1, 413-2]                              dampak signifikan terhadap komunitas lokal.
Sebagai   lembaga   keuangan  syariah,  BSI
menjalankan tanggung jawab sosialnya secara                       Pada aspek ekonomi, BSI terus memperkuat
menyeluruh melalui berbagai inisiatif yang                        kontribusinya melalui pemberdayaan UMKM
memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,                         dan     pengembangan     komunitas  yang
lingkungan, dan para pemangku kepentingan.                        memberikan dampak ekonomi tidak langsung


                                                                                              LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025     191
Page 193
07               TENTANG LAPORAN        STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN    PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA SOSIAL




      bagi masyarakat. Program Desa BSI dan Sentra               antara lain Undang-Undang No. 40 Tahun 2007
      UMKM BSI mendorong peningkatan pendapatan,                 tentang Perseroan Terbatas, Undang-Undang
      perluasan akses pasar, serta penguatan literasi            No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal,
      keuangan syariah. Selain itu, melalui kolaborasi           Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang
      dengan BSI Maslahat, BSI turut melaksanakan                Pengelolaan Zakat, ketentuan internal Bank, serta
      berbagai inisiatif pemberdayaan bagi kelompok              Fatwa DSN-MUI No. 123/2018. Secara keseluruhan,
      rentan, termasuk penyandang disabilitas, yang              tujuan utama pelaksanaan program sosial BSI
      berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan               adalah membangun hubungan yang harmonis
      sosial.                                                    dengan masyarakat, memastikan praktik bisnis
                                                                 yang bertanggung jawab, memperkuat dukungan
      Seluruh       pelaksanaan      program       sosial        publik, memberdayakan UMKM, serta mendukung
      kemasyarakatan BSI dilakukan bersama Yayasan               peningkatan kualitas lingkungan, pendidikan,
      Bangun Sejahtera Indonesia Maslahat (BSI                   kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
      Maslahat) sebagai mitra strategis resmi. BSI
      Maslahat bertanggung jawab atas penghimpunan,              Dalam pelaksanaannya, BSI juga menggunakan
      pendistribusian, dan pendayagunaan dana Zakat,             sejumlah tolok ukur untuk menilai kontribusi
      Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) secara                  program sosial terhadap peningkatan akses
      profesional, transparan, dan akuntabel. Program-           layanan dasar, perluasan peluang ekonomi,
      program tersebut menjangkau berbagai kelompok              dan peningkatan kualitas hidup masyarakat
      penerima manfaat, termasuk fakir, miskin, mualaf,          sekitar. Penilaian tersebut dilakukan dengan
      gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. Penyaluran         mempertimbangkan         jumlah    dan  cakupan
      zakat dilaksanakan melalui kerja sama dengan               penerima manfaat, kesesuaian program dengan
      BAZNAS RI, termasuk melalui pembentukan Unit               kebutuhan komunitas setempat, jenis dukungan
      Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS BSI sejak tahun               yang diberikan, serta keberlanjutan manfaat yang
      2021 untuk memperkuat tata kelola zakat internal           dihasilkan. Selain itu, BSI turut memperhatikan
      Bank.                                                      indikator seperti jumlah UMKM atau kelompok
                                                                 masyarakat yang didampingi, pelaksanaan
      Komitmen BSI dalam pelaksanaan program sosial              pelatihan dan pemberdayaan, peningkatan
      masyarakat memastikan bahwa setiap dana yang               akses terhadap fasilitas atau layanan dasar, serta
      dikelola memberikan manfaat yang optimal dan               potensi peningkatan kapasitas, kemandirian, dan
      tepat sasaran. Selain mendukung pemberdayaan               kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari
      ekonomi, berbagai inisiatif juga mencakup                  evaluasi efektivitas program.
      peningkatan sarana pendidikan, pembangunan
      fasilitas pendukung UMKM, penyediaan akses air             Untuk memberikan gambaran yang lebih
      bersih melalui Water Station RO, serta partisipasi         komprehensif mengenai dampak dan distribusi
      dalam kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya               program sosial sepanjang tahun 2025, berikut
      yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas           disajikan realisasi penyaluran dana sosial serta
      hidup masyarakat.                                          distribusi dana ZISWAF berdasarkan program
                                                                 penyaluran:
      Pelaksanaan program sosial BSI berlandaskan
      kerangka hukum dan kebijakan yang berlaku,



       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
192    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 194
 LAPORAN DIREKSI         TATA KELOLA KEBERLANJUTAN   KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                  KINERJA SOSIAL


Realisasi Penyaluran Implementasi Program Sosial Perusahaan

                         Uraian                              2023                2024                  2025
Penyaluran Implementasi Program Sosial Perusahaan       268.617.144.447      385.375.965.605   400.035.566.113


                                                             Pencairan                  Jumlah Orang yang
             Pilar                   Komposisi (%)
                                                             (Rp Miliar)                 Terdampak (‘000)
Pilar Ekonomi                             6,6%                   26,4                          591,1
Pilar Pendidikan                          28,7%                  114,8                          23
Pilar Kemanusiaan                         37,2%                 148,8                          599,1
Pilar Kesehatan                            3%                    11,8                          27,3
Pilar Dakwah dan Advokasi                 9,5%                   38,2                          45,9
Amil                                       15%                    60                             -




       BSI UMKM Center

       Peran BSI UMKM Center semakin penting sebagai pusat penguatan kapasitas dan
       pemberdayaan pelaku UMKM yang menjadi bagian utama portofolio KUBS BSI. Seiring
       meningkatnya pembiayaan UMKM, UMKM Center berfungsi sebagai wadah inkubasi
       usaha, pendampingan, literasi keuangan, dan fasilitasi akses pasar. Hingga tahun 2025, BSI
       mengoperasikan empat UMKM Center di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar, dengan
       total binaan sebanyak 5.649 UMKM, terutama pada sektor perdagangan besar dan eceran.
       Ke depan, BSI menargetkan ekspansi UMKM Center ke wilayah lain untuk memperluas
       jangkauan pemberdayaan.




Pembiayaan pada Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
BSI terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah
melalui peningkatan kapasitas pembiayaan serta program pendampingan yang lebih komprehensif.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan BSI dalam menjaga stabilitas dan ketahanan
ekonomi nasional. Inisiatif ini juga merupakan bagian dari portofolio KUBS, di mana UMKM menjadi
penerima manfaat utama dalam kerangka pembiayaan berkelanjutan BSI.

Hingga Desember 2025, penyaluran pembiayaan UMKM mencapai Rp52,58 triliun atau 16,52% terhadap
total penyaluran pembiayaan tahun 2025. Sementara itu, realisasi pembiayaan Inklusif Makroprudensial
mencapai Rp107,66 triliun atau 33,86% terhadap total pembiayaan (Selain pembiayaan kepada bank lain).
Realisasi tersebut secara nominal tumbuh 10,06% dibandingkan posisi Desember 2024 yang mencapai
Rp97,82 triliun. Realisasi tersebut masih berada di atas batas minimum yang ditetapkan regulator yaitu
sebesar minimal 30%.

BSI memahami bahwa UMKM memegang peranan penting dalam menggerakkan perekonomian
Indonesia. Sebagai tulang punggung ekonomi nasional, UMKM terus diberdayakan agar mampu
berkembang secara berkelanjutan dan berdaya saing global. Untuk itu, BSI memperluas akses
pembiayaan, membuka peluang pasar baru, dan menyediakan pendampingan usaha sesuai kebutuhan
pelaku UMKM.

Proporsi terbesar pembiayaan UMKM BSI, sekitar 32,13%, dialokasikan untuk perdagangan besar dan
eceran. Di sisi lain, BSI memastikan layanan pembiayaan bagi UMKM tetap mudah dijangkau melalui
jaringan outlet yang tersebar di 1.190 titik di seluruh Indonesia.




                                                                                LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025       193
Page 195
07                   TENTANG LAPORAN          STRATEGI KEBERLANJUTAN             IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN                PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA SOSIAL


      Portofolio UMKM Per Sektor
      (Dalam Miliar Rupiah)


                               Sektor                    2023            %           2024           %             2025             %

       Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan                  9.482       20,85%          11.422     21,79%             11.815     22,49%

       Perikanan                                                757      1,67%              715     1,36%                587          1,11%

       Pertambangan dan Penggalian                              253      0,56%              261     0,50%                378      0,72%

       Industri Pengolahan                                   3.057       6,72%            3.516     6,71%             2.749        5,23%

       Listrik, Gas, dan Air                                    163      0,36%              592      1,13%               316      0,60%

       Konstruksi                                            1.548       3,40%           1.558      2,97%              1.616      3,07%

       Perdagangan Besar dan Eceran                         14.651      32,22%         16.527      31,53%            16.893       32,13%

       Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan                   2.452       5,39%          3.028       5,78%             3.304       6,28%
       Makan Minum

       Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi                983      2,16%            1.412     2,69%             1.496       2,85%

       Perantara Keuangan                                    1.198       2,63%            1.014     1,93%                724          1,38%

       Real Estate, Usaha Persewaan, dan Jasa                1.653       3,64%            1.752     3,34%             1.855        3,53%
       Perusahaan

       Jasa Pendidikan                                      3.042        6,69%          3.350       6,39%             3.315       6,30%

       Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial                    2.961       6,51%           3.501      6,68%             3.865        7,35%

       Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya,                   3.133       6,89%          3.630       6,93%             3.529           6,71%
       Hiburan, dan Perorangan Lainnya

       Jasa Perorangan yang Melayani Rumah                      136      0,30%              137     0,26%                137      0,26%
       Tangga

       Jumlah                                              45.469      100,00%         52.415     100,00%            52.578     100,00%



                        Uraian                         Satuan                      2023                 2024                   2025
       Penyaluran UMKM                       Dalam triliun rupiah                        45,47               52,42                 52,28
       UMKM Binaan                           UMKM                                       3.009                4.478                5.649
       Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat        Dalam triliun rupiah                       20,98                25,69                    12,23



      Selain menyediakan pembiayaan, BSI juga aktif memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui program
      pendampingan dan pelatihan. Saat ini, BSI mengoperasikan UMKM Center di 4 (empat) kota besar, Aceh,
      Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar, dan berencana memperluas keberadaannya ke wilayah lain agar
      semakin banyak UMKM yang dapat merasakan manfaatnya.

      UMKM Center berfungsi sebagai inkubator bisnis yang menyediakan pelatihan, pembinaan, serta
      pendampingan usaha, termasuk dukungan untuk memperoleh legalitas usaha dan sertifikasi halal.
      BSI juga mendorong UMKM binaannya untuk tampil pada berbagai expo dan bazar, baik di tingkat
      nasional maupun internasional, serta memfasilitasi business matching dengan pembeli luar negeri
      untuk memperluas akses pasar global. Pendekatan ini sekaligus memperkuat integrasi UMKM ke dalam
      rantai pasok dan ekosistem pasar yang lebih luas, sehingga daya saing produk dapat meningkat secara
      berkelanjutan.

      Keberadaan UMKM Center menjadi salah satu cara BSI menjaring potensi UMKM baru sekaligus
      membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas dan daya saing. Pada tahun 2025, UMKM binaan BSI
      mencapai 5.649 pelaku usaha, dengan sebagian besar bergerak di sektor food & beverage dan fashion.
      Sejalan dengan hal tersebut, hingga Desember 2025 BSI telah menyalurkan pembiayaan sebesar




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
194    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 196
 LAPORAN DIREKSI       TATA KELOLA KEBERLANJUTAN    KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                              KINERJA SOSIAL


Rp48,84 miliar bagi UMKM binaan melalui UMKM Center. Pembiayaan ini diarahkan untuk usaha-usaha
yang memiliki ketahanan, berorientasi keberlanjutan, serta siap bertransformasi secara digital dan
berkembang ke pasar yang lebih luas.

BSI juga memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat ekosistem UMKM. Portal UMKM BSI
membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar global,
sementara Portal Salam Digital memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses
pembiayaan mikro secara digital. Pemanfaatan teknologi ini memastikan bahwa layanan KUBS tidak
hanya menjangkau secara fisik, tetapi juga menjawab kebutuhan pelaku UMKM dalam proses bisnis
yang semakin terdigitalisasi.

Untuk memperluas jejaring dan peluang pasar, BSI rutin menyelenggarakan berbagai ajang seperti BSI
UMKM Festival dan BSI International Expo, serta mengembangkan program penguatan kewirausahaan
seperti Talenta Wirausaha BSI (TWB) dan Aceh Muslimpreneur (AMP).

Melalui berbagai inisiatif ini, BSI berharap dapat terus mendorong pertumbuhan UMKM dan berkontribusi
dalam mewujudkan perekonomian Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.




      Penyaluran              Jumlah Nasabah             Jumlah UMKM             Jumlah Pembiayaan
   Pembiayaan UMKM           Pembiayaan UMKM                Binaan              kepada UMKM Binaan


     Rp52,58 triliun               346 ribu              5.649 UMKM                Rp48,84 Miliar
                                                          29,09% yoy                 23,17% yoy




    Talenta Wirausaha BSI
    PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyelenggarakan program Talenta Wirausaha BSI (TWB)
    sebagai ajang kompetisi sekaligus wadah pelatihan dan pembinaan bagi para wirausaha muda
    berbakat di seluruh Indonesia. Program ini merupakan bentuk nyata komitmen BSI dalam
    memperkuat sektor UMKM melalui pengembangan generasi muda yang memiliki ide usaha
    inovatif maupun ingin meningkatkan kapasitas bisnis yang telah dirintis.

    Fokus BSI terhadap pemberdayaan UMKM sejalan dengan visi untuk menjadikan ekonomi
    syariah sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui TWB dan
    berbagai inisiatif lainnya, BSI mendorong UMKM agar tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga
    tumbuh secara berkelanjutan. TWB menghadirkan rangkaian kegiatan kompetisi, pelatihan,
    pendampingan, hingga pemberian penghargaan dan bantuan modal bagi wirausaha pemula
    (start-up) maupun pelaku usaha yang sedang melakukan pengembangan usaha (scale-up).

    Program ini terbuka bagi empat kategori peserta, yaitu pemula, rintisan, berdaya, dan santri.
    Kategori pemula diperuntukkan bagi wirausaha yang masih mengembangkan ide bisnis;
    kategori rintisan bagi pelaku usaha yang telah mencapai omzet tahunan sekitar Rp500 juta;
    kategori berdaya bagi pelaku usaha dengan omzet setidaknya Rp500 juta dan memiliki masa
    usaha minimal dua tahun; serta kategori santri yang berasal dari lingkungan pesantren.




                                                                            LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   195
Page 197
07             TENTANG LAPORAN         STRATEGI KEBERLANJUTAN       IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN     PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA SOSIAL




         Jenis usaha yang dapat berpartisipasi meliputi makanan dan minuman, fashion, teknologi,
         ekonomi kreatif & jasa, serta agribisnis. Tahapan kegiatan TWB meliputi kick-off, onboarding,
         workshop, seleksi & penjurian, bootcamp, hingga grand final dan awarding.

         Program TWB telah dilaksanakan sejak 2022 hingga 2025. Jumlah pendaftar TWB Tahun 2024 -
         2025 mencapai 9.961 peserta, meningkat dibandingkan 8.386 pada 2023, dan 5.416 peserta pada
         2022. BSI berharap TWB dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan syariah yang inklusif,
         berkelanjutan, dan berdaya saing global. BSI juga menempatkan generasi muda Indonesia
         sebagai motor penggerak ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja baru dan inovasi
         usaha yang berkelanjutan.

         BSI akan terus mendukung pemberdayaan UMKM nasional melalui pembiayaan, layanan
         digital, serta pengembangan kapasitas kewirausahaan. Upaya ini sejalan dengan Asta Cita
         ke-3 Pemerintahan Bapak Prabowo Subianto, yaitu meningkatkan lapangan kerja berkualitas,
         mendorong kewirausahaan, memperkuat industri kreatif, dan memperluas pembangunan
         infrastruktur.




         BSI Aceh Muslimpreneur
         BSI Aceh Muslimpreneur (BSI AMP) merupakan program pengembangan wirausaha muda
         Aceh yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas, pendampingan, serta kompetensi bisnis
         berbasis syariah. Sejak diluncurkan pada tahun 2023, program ini mendorong tumbuhnya
         UMKM yang lebih inovatif, berdaya saing, dan sesuai dengan prinsip syariah, sehingga mampu
         mendorong pelaku usaha Aceh untuk “naik kelas” dan menjangkau pasar internasional.

         BSI AMP dirancang untuk melahirkan talenta wirausaha unggul yang dapat memberikan
         kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah dan nasional. Peserta dibagi dalam tiga
         kategori, yaitu Starter (pemilik ide bisnis), Scale-Up (omzet ≤ Rp200 juta dan masa usaha
         kurang dari dua tahun), dan Sustainable (omzet > Rp200 juta dengan masa usaha lebih dari
         dua tahun). Seluruh peserta melalui proses seleksi yang ketat, meliputi kurasi, pelatihan intensif,
         dan pendampingan bisnis komprehensif agar siap berkembang secara berkelanjutan.

         Dukungan BSI terhadap UMKM Aceh juga diwujudkan melalui program pembiayaan,
         pendampingan usaha, serta peran BSI UMKM Center. Antusiasme ini menunjukkan komitmen
         kuat generasi muda Aceh untuk mengembangkan usaha berbasis syariah.

         Melalui BSI AMP, BSI berharap dapat membuka peluang yang lebih luas bagi wirausaha muda
         Aceh untuk tumbuh secara mandiri, berdaya saing, dan memberikan dampak positif bagi
         penguatan ekonomi daerah. Program ini membuktikan bahwa pengembangan kapasitas dan
         kewirausahaan mampu menghasilkan transformasi nyata bagi pelaku UMKM Aceh.




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
196   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 198
LAPORAN DIREKSI         TATA KELOLA KEBERLANJUTAN         KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                     KINERJA SOSIAL



 Inspiration Story

 Joni Anwar Afrizul – BSI Scholarship Mahasiswa

 Joni Anwar Afrizul merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut
 Teknologi Bandung (ITB). Ia merupakan anak sulung dari lima bersaudara yang berasal dari kawasan pedesaan
 di Kota Padang, Sumatera Barat. Terlahir dari ayah yang bekerja sebagai petani dan ibu yang merupakan ibu
 rumah tangga, kondisi ekonomi keluarga sempat membuat Joni merasa bahwa berkuliah di perguruan tinggi
 negeri ternama adalah sebuah hal yang sulit diwujudkan. Bahkan, ia sempat berpikir bahwa pendidikannya
 akan berhenti setelah lulus SMA dan melanjutkan membantu orang tua di sawah. Pada masa SD hingga
 SMP, ia menjalani kehidupan seperti anak pada umumnya, lebih banyak bermain dan belum menunjukkan
 prestasi akademik yang menonjol. Keterbatasan fasilitas belajar di rumah, termasuk penerangan yang kurang
 memadai, membuatnya tidak pernah membayangkan bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

 Perjalanan hidupnya mulai berubah ketika ia menempuh pendidikan di MAN Insan Cendekia Padang
 Pariaman. Di sana, kesadaran akan kondisi ekonomi keluarga membuatnya semakin termotivasi untuk
 berjuang mengangkat derajat keluarganya. Sejak kelas 10, Joni mulai aktif bergabung dalam tim Olimpiade
 kimia dan berlatih dengan penuh kesungguhan. Usaha yang konsisten tersebut membuahkan hasil ketika
 ia berhasil meraih Medali Perak Olimpiade Sains Nasional (OSN) Kimia 2024. Selain itu, ia juga menorehkan
 berbagai prestasi dalam ajang sains lainnya seperti Kompetisi Sains Madrasah (KSM), KoSSMI, Kompetisi Sains
 Ruangguru (KSR), serta berbagai lomba kimia tingkat universitas. Rangkaian prestasi tersebut mengantarkan
 Joni memperoleh BSI Scholarship saat masih duduk di bangku SMA, yang kemudian menjadi titik awal
 munculnya harapan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

 Dengan dukungan penuh dari kedua orang tuanya, Joni bertekad untuk merantau demi meraih mimpinya
 berkuliah di ITB. Ia sempat mengalami kekecewaan karena tidak lolos melalui jalur SNBP, namun tidak
 menyerah dan kembali berjuang melalui jalur SNBT. Dalam proses persiapan tersebut, Joni juga mendapatkan
 dukungan dari BSI Scholarship melalui program bimbingan belajar gratis yang membantunya mempersiapkan
 diri menghadapi ujian. Berkat usaha yang terus dilakukan, doa yang tidak pernah putus dari dirinya dan orang
 tuanya, serta dukungan dari BSI, Joni akhirnya berhasil lolos melalui jalur SNBT dan resmi menjadi bagian dari
 salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.




 Sri Martini & Siti Saroh – Program Kemanusiaan “Ibu Tangguh”


 Kehilangan pasangan hidup saat pandemi menjadi titik terberat bagi banyak perempuan kepala keluarga,
 termasuk Sri Martini dari Bojong Gede, Kabupaten Bogor, dan Siti Saroh dari Depok, Jawa Barat. Dalam duka
 yang mendalam, keduanya harus menguatkan diri demi anak-anak dan keluarga. Bu Sri melanjutkan usaha
 kecil berjualan ayam geprek untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara Bu Siti mencoba membuat
 keripik pisang dan menjualnya di depan rumah sambil merawat anaknya yang masih berusia satu tahun.
 Meski penuh keterbatasan, keduanya memilih untuk tidak menyerah pada keadaan.


 Melalui dukungan Program Ibu Tangguh, perlahan kehidupan mereka mulai berubah. Bu Sri mendapatkan
 bantuan modal dan pembinaan usaha yang membantunya mengembangkan bisnis hingga mampu
 membuka kios nasi uduk dan warung kelontong sendiri. Sementara itu, Bu Siti berhasil mengembangkan
 usaha keripiknya menjadi sebuah toko bernama Salsa Snack Store yang kini juga menampung berbagai
 produk camilan dari produsen lokal. Dari usaha kecil yang dimulai dengan penuh perjuangan, kini Bu Siti
 mampu meraih omzet hingga sekitar Rp10 juta setiap bulan.


 Kisah mereka menjadi bukti bahwa dari keterpurukan dapat lahir kekuatan baru. Dengan ketekunan,
 keberanian untuk bangkit, serta dukungan yang tepat, para ibu kepala keluarga mampu membangun
 kemandirian ekonomi dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya. Bu Sri Martini dan Bu Siti Saroh
 bukan hanya sosok ibu yang tangguh, tetapi juga inspirasi bahwa dari usaha sederhana, harapan besar dapat
 tumbuh dan memberi manfaat bagi banyak orang di sekitarnya.




                                                                                   LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025     197
Page 199
07                  TENTANG LAPORAN           STRATEGI KEBERLANJUTAN             IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN              PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA SOSIAL


      Kegiatan Implementasi Program Sosial Perusahaan dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
      [GRI 413-1]

                                          Tujuan
                     Jenis Kegiatan    Pembangunan                        Penjelasan Kegiatan                                    Capaian
                                       Berkelanjutan

                    PILAR EKONOMI

                    DESA BSI                           Desa BSI merupakan program pemberdayaan wilayah                 BSI    telah     berkontribusi
                                                       binaan yang difokuskan pada pengembangan ekonomi                dengan        mengintervensi
                                                       desa dengan mengoptimalisasi sumber daya lokal, seperti         4.019 KK/12.021 jiwa kategori
                                                       pertanian, peternakan, dan perkebunan. Kemudian                 miskin melalui program
                                                       penguatan aspek kelembagaan dan pemasaran, serta                Desa BSI sebanyak 23 Desa
                                                       penerapan teknologi tepat guna. Program Desa BSI                dari    Periode     2018-2025
                                                       bertujuan untuk memberikan kontribusi terhadap                  (Mengintervensi 922 KK
                                                       pemberdayaan masyarakat dan pembangunan sosial di               yang berhasil keluar dari
                                                       desa-desa di Indonesia, di antaranya:                           garis kemiskinan):
                                                       1. Adanya pengembangan ekonomi desa melalui                     • 3 Desa Program Tahun
                                                          penguatan sumber daya lokal untuk meningkatkan                  2018-2021 (jumlah 200
                                                          kesejahteraan masyarakat .                                      KK/728 Jiwa)
                                                       2. Peningkatan    pendapatan      masyarakat  (mustahik)        • 17 Desa Program Tahun
                                                          dengan mengoptimalkan sumber daya ekonomi lokal                 2021-2023 (Jumlah 1.503
                                                          melalui penerapan teknologi yang tepat guna.                    KK / 5.329 Jiwa)
                                                                                                                       • 3 (tiga) Desa baru pada
                                                       Melalui program Desa BSI, BSI dan BSI Maslahat bercita-cita        Tahun 2024-2025 (Jumlah
                                                       untuk lebih banyak membangun desa-desa di Indonesia                380 KK/1.313 Jiwa)
                                                       yang memiliki potensi sumber daya ekonomi, sehingga             • UMKM        sebanyak     54
                                                       nantinya mampu menjadi desa yang berkembang, baik                  binaan      pada     tahun
                                                       dari sisi ekonomi, sosial, dan spiritual. Dalam membantu           2022-2025 (Jumlah 1.936
                                                       desa binaan, BSI menerapkan strategi mulai dari aspek hulu         KK/5.251 jiwa)
                                                       hingga hilir. Mulai dari mengelola dan mendayagunakan
                                                       dana ZIS kepada para mustahik penerima manfaat program,
                                                       program pembinaan pengembangan kluster usaha, hingga
                                                       akses pembiayaan dan kemudahan akses ke pasar. Melalui
                                                       program ini, BSI ingin memfasilitasi mustahik (penerima
                                                       manfaat) melalui penguatan dan pengembangan sumber
                                                       daya ekonomi lokal, sehingga dapat memberikan manfaat
                                                       yang berkelanjutan.

                    PILAR PENDIDIKAN

                    PESANTREN                          Program Pesantren Berdaya bertujuan untuk meningkatkan          BSI telah mengintervensi
                    BERDAYA BSI                        kemandirian      pesantren     melalui     pengembangan         2.830 penerima manfaat
                                                       sumber daya ekonomi dan kewirausahaan. Usaha yang               santri Dhuafa yang berada
                                                       dikembangkan disesuaikan dengan potensi masing-masing           di 19 Kabupaten, 8 Provinsi
                                                       pesantren, seperti usaha laundry dan lainnya.                   dengan 35 Pesantren dari
                                                                                                                       tahun 2022-2025.

                    BSI                                BSI Scholarship merupakan program beasiswa tingkat              BSI   telah   memberikan
                    SCHOLARSHIP                        sarjana (S1) bertujuan untuk membentuk pemimpin masa            beasiswa       pendidikan
                                                       depan umat yang berkarakter, amanah, dan bisa menjadi           kepada 10.221 mahasiswa
                                                       teladan dalam membangun keumatan, khususnya di                  dan pelajar tingkat SMP-
                                                       bidang industri ekonomi syariah. Program ini terdiri dari BSI   SMA    selama    2021-2025
                                                       Inspirasi yang menggunakan dana zakat dan BSI Prestasi          di    seluruh    Indonesia
                                                       yang menggunakan dana infaq. Selain bantuan uang                yang tersebar di seluruh
                                                       kuliah, program BSI Scholarship juga memiliki program           Indonesia yang terdiri dari
                                                       pembinaan, seperti mentorship, literasi ekonomi syariah,        107 kampus dan 256 sekolah.
                                                       pembinaan karakter, keislaman, dan kepemimpinan.
                                                       Program ini bertujuan untuk:

                                                       1. Menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata
                                                          serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang
                                                          hayat untuk semua.
                                                       2. Akses yang sama ke pendidikan teknis, kejuruan dan
                                                          pendidikan tinggi.
                                                       3. Memperluas beasiswa pendidikan tinggi untuk negara-
                                                          negara berkembang.

                                                       Program beasiswa BSI Scholarship ini terdiri dari dua jenis
                                                       yaitu program BSI Scholarship Prestasi dan program BSI
                                                       Scholarship Inspirasi. Program BSI Scholarship Prestasi
                                                       merupakan program beasiswa yang ditujukan untuk
                                                       mahasiswa berprestasi dari berbagai kampus dan jurusan
                                                       yang telah ditetapkan. Sedangkan untuk Program BSI
                                                       Scholarship Inspirasi adalah beasiswa yang ditujukan untuk
                                                       pemerataan pendidikan bagi mahasiswa prasejahtera.


       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
198    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 200
 LAPORAN DIREKSI          TATA KELOLA KEBERLANJUTAN          KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                          KINERJA SOSIAL


                      Tujuan
 Jenis Kegiatan    Pembangunan                        Penjelasan Kegiatan                                Capaian
                   Berkelanjutan

RUMAH QUR’AN                       Program Rumah Qur’an BSI merupakan wujud komitmen           BSI    telah     memberikan
BSI                                Perseroan dalam mendukung penguatan nilai-nilai             pengajaran      kepada   138
                                   keislaman dan peningkatan kualitas sumber daya manusia      Santri akhwat dan ikhwan
                                   melalui pendidikan Al-Qur’an. Program ini bertujuan untuk   hafizh qur’an dari tahun
                                   menyediakan layanan pembelajaran dan pembinaan hafizh       2023-2025 di 8 lokasi yang
                                   Al-Qur’an bagi masyarakat sebagai bagian dari kontribusi    tersebar di 5 Provinsi, dan
                                   Perseroan dalam pembangunan sosial yang berkelanjutan.      telah meluluskan sebanyak
                                                                                               53 santri hafizh 30 juz.

PILAR KESEHATAN

CARE AND                           Program CARE AND RESCUE adalah inisiatif BSI yang           BSI   telah  berkontribusi
RESCUE                             bertujuan untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan          dengan       memberikan
                                   penanggulangan bencana.                                     bantuan kepada 27 ribu
                                   Program ini bertujuan untuk:                                penerima    manfaat   dan
                                   1. Memenuhi kebutuhan darurat pada saat terjadi bencana.    107 lembaga di seluruh
                                   2. Membentuk kesiapsiagaan terhadap adanya potensi          Indonesia.
                                      bahaya.
                                   3. Membantu pemulihan masyarakat dan wilayah pasca
                                      bencana.

PILAR KEMANUSIAAN

BANTUAN                            Program pemberian bantuan langsung merupakan                BSI    telah    memberikan
LANGSUNG                           bukti komitmen Perseroan dalam membangun ekonomi            manfaat kepada 599 ribu
                                   syariah yang bermanfaat bagi masyarakat, baik secara        jiwa   penerima      manfaat
                                   sosial maupun ekonomi. Program ini bertujuan untuk          selama tahun 2025 baik
                                   memberikan fasilitas pelayanan kesehatan dalam bentuk       berupa Program Respons
                                   advokasi, pemeriksaan dan pengobatan kepada masyarakat      Bencana,           Pelayanan
                                   dalam bentuk bantuan langsung.                              Kesehatan      Kemanusiaan
                                                                                               seperti:
                                                                                               1. Bantuan Kebencanaan
                                                                                                  di Aceh, Sumatera Utara
                                                                                                  dan Sumatera Barat
                                                                                               2. Bantuan     Air    Minum
                                                                                                  Gratis di Mesjid BSI.
                                                                                               3. Paket     makan      gratis
                                                                                                  Warteg Mobile
                                                                                               4. Serta bantuan Palestina
                                                                                                  dan lainnya.

PILAR DAKWAH DAN ADVOKASI

PEMBERDAYAAN                       Program     Pemberdayaan       Masjid   bertujuan  untuk    BSI telah mengintervensi 30
MASJID                             menumbuhkan pemberdayaan ekonomi berbasis masjid            Jiwa dan terbentuknya 12
                                   agar berdaya dan mandiri dengan potensi yang dimiliki di    unit Bisnis di 3 Masjid binaan
                                   sekitar masjid. Program ini bertujuan untuk meningkatkan    yang tersebar di wilayah
                                   pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,        Indonesia melalui program
                                   kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh, serta       Masjid BSI Empowerment
                                   pekerjaan yang layak untuk semua.                           (pemberdayaan         ekonomi
                                                                                               berbasis masjid).

MASJID BSI                         Program Masjid BSI bertujuan untuk menyediakan sarana       Penyediaan sarana tempat
                                   dan prasarana tempat ibadah yang layak, nyaman, dan         ibadah Masyarakat yang
                                   inklusif bagi masyarakat. Program ini bertujuan untuk       juga     sebagai    destinasi
                                   mendukung aktivitas peribadatan sekaligus menghadirkan      yang            menyediakan
                                   ruang singgah yang aman dan nyaman bagi jamaah dan          tempat nyaman bagi para
                                   pengunjung sebagai bagian dari kontribusi Perseroan         pengunjung atau jamaah
                                   dalam memperkuat fungsi sosial dan keagamaan di tengah      untuk      beribadah     dan
                                   masyarakat.                                                 beristirahat sejenak. Saat
                                                                                               ini jumlah Masjid BSI sudah
                                                                                               mencapai 9 Masjid yang
                                                                                               tersebar di 6 Provinsi.




                                                                                        LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025              199
Page 201
07               TENTANG LAPORAN         STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN        PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA SOSIAL




            01                     02                      03                        04                       05


          Relevant &               Robust                  Solid                   Modern                    People
          Up-to date            Compliance,            Cooperation &             Technology &              Capability &
          Policy and                 Risk               Partnership                 System                   Culture
          Procedure             Management
                               & Methodology
                                  Structure




      PRIVASI DAN KEAMANAN DATA                                   Kepatuhan terhadap UU PDP dan Penguatan
      NASABAH [GRI 418-1] [FN-CB-230a.1, FN-CB-230a.2]            Keamanan Data Nasabah
                                                                  Sesuai Undang-undang No. 27 Tahun 2022 (UU
      Di tengah meningkatnya digitalisasi layanan                 PDP), BSI sebagai pengendali dan pemroses
      keuangan, BSI memandang perlindungan data                   data pribadi memiliki kewajiban hukum sebagai
      pribadi nasabah sebagai aspek yang sangat                   berikut:
      penting untuk menjaga kepercayaan dan                       •• Memiliki dasar pemrosesan data pribadi yang
      memastikan keamanan aktivitas perbankan                        sah.
      syariah. Oleh sebab itu, seluruh proses pengelolaan         •• Melakukan perekaman seluruh aktivitas pem-
      data pribadi dilakukan berdasarkan prinsip kehati-             rosesan data pribadi.
      hatian, kepatuhan regulasi, serta penguatan tata            •• Melindungi, menjaga keamanan, dan keraha-
      kelola berbasis risiko.                                        siaan data pribadi.
                                                                  •• Menunjuk Pejabat/ Petugas Pelindungan Data
      BSI menerapkan Kebijakan Privasi PT Bank                       Pribadi.
      Syariah Indonesia Tbk sebagai pedoman dalam                 •• Menyusun penilaian dampak pelindungan
      proses pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan,                   data pribadi (DPIA) untuk aktivitas berisiko
      pemutakhiran, penggunaan, hingga pemusnahan                    tinggi.
      data pribadi nasabah. Kebijakan ini disusun                 •• Melakukan pemrosesan data pribadi yang ter-
      mengacu pada UU No. 27 Tahun 2022 tentang                      batas, spesifik, legal, transparan, dan sesuai tu-
      Pelindungan Data Pribadi, UU Perbankan, UU                     juan pemrosesan.
      Perbankan Syariah, serta peraturan OJK dan Bank             •• Menyediakan bukti persetujuan sah dari sub-
      Indonesia terkait pelindungan data.                            jek data.

      Untuk memastikan pengelolaan keamanan                       Untuk memastikan pemenuhan kewajiban
      informasi     berlangsung    sesuai    standar              tersebut, BSI secara berkala melakukan gap
      internasional, BSI telah memperoleh dan                     assessment kepatuhan UU PDP.
      menerapkan      ISO/IEC   27001:2022    Sistem
      Manajemen Keamanan Informasi, yang mencakup                 Sebagai tindak lanjut penerapan PDP di BSI, telah
      mekanisme pengendalian akses, enkripsi, deteksi             dibentuk Unit Kerja Data Protection (DPR).
      ancaman, serta pemantauan keamanan secara
      berkelanjutan. BSI juga bekerja sama dengan
      pihak independen untuk melakukan monitoring
      privasi dan melaporkan temuan secara berkala
      kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika
      (KOMINFO).




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
200    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 202
 LAPORAN DIREKSI           TATA KELOLA KEBERLANJUTAN       KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                     KINERJA SOSIAL


Penguatan Sistem Pelindungan Data dan                      seluruh jaringan operasional. Customer Care
Insiden Tahun 2025                                         Group bertanggung jawab mengelola seluruh
BSI membangun kerangka pelindungan data                    pengaduan melalui proses verifikasi, eskalasi, dan
yang diperkuat oleh Data Protection Group, yang            penyelesaian yang mengikuti standar operasional
mengelola lima komponen kunci: tata kelola                 dan ketentuan regulator. Sepanjang tahun 2025,
privasi, siklus pemrosesan data, kontrol keamanan,         BSI berhasil menyelesaikan 100% pengaduan
respons insiden, dan pemeliharaan bukti                    dalam waktu maksimal 4 (empat) hari kerja, lebih
kepatuhan. Sistem keamanan yang diterapkan                 cepat dibandingkan SLA regulasi 10 (sepuluh) hari
mencakup mitigasi risiko multi-lapis, termasuk             kerja.
pengendalian akses, enkripsi, pemantauan
aktivitas siber, dan pelaporan insiden.                    Seluruh kanal layanan telah terhubung dengan
                                                           monitoring sistem internal sehingga memastikan
Apabila terdapat pengaduan terkait keamanan                transparansi status pengaduan serta konsistensi
siber dari nasabah, BSI melakukan validasi internal        kualitas layanan. Nasabah dapat menyampaikan
dan melakukan eskalasi kepada KOMINFO sesuai               pengaduan melalui:
ketentuan. Selain itu, BSI juga mewajibkan mitra           •• BSI Call 14040
eksternal untuk mematuhi standar keamanan                  •• BYOND by BSI (customer service menu)
informasi melalui klausul kontraktual yang diawasi         •• BSI Mobile (live chat & form pengaduan)
secara rutin.                                              •• Email contactus@bankbsi.co.id
                                                           •• Kantor Cabang BSI di seluruh Indonesia
Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat pengaduan             •• Kantor Pusat
substansial terkait pelanggaran privasi maupun
insiden kehilangan, pencurian, atau kebocoran              BSI menyediakan panduan pengaduan yang
data nasabah di seluruh jaringan operasional BSI.          lebih komprehensif melalui website bankbsi.
Hasil ini mencerminkan efektivitas tata kelola             co.id, termasuk persyaratan dokumen, tahapan
keamanan informasi serta kesiapan BSI dalam                penyelesaian, serta SLA yang berlaku. Seluruh
menghadapi potensi risiko digital.                         mekanisme ini dievaluasi secara berkala untuk
                                                           memastikan respons yang cepat, perlindungan
Pengaduan Nasabah [OJK F.24]                               data nasabah, dan penyelesaian yang adil sesuai
Dalam     rangka memperkuat    pelindungan                 ketentuan perundang-undangan. Mekanisme
konsumen dan meningkatkan kualitas layanan,                pengaduan yang tersedia pada website bankbsi.
BSI terus mengembangkan sistem penanganan                  co.id dan Annual Report adalah sebagai berikut:
pengaduan nasabah yang terintegrasi di




                        Penanganan Pengaduan Nasabah Bank Syariah Indonesia

             Nasabah menyampaikan                      Nasabah akan                     Pengaduan nasabah
             pengaduan secara lisan                    menerima informasi               akan diproses oleh unit
             melalui BSI Call 14040 dan                penyelesaian                     kerja pengaduan Bank
                                                       pengaduan maksimal
             menerima nomor pengaduan.                 10 hari kerja dan                Syariah Indonesia.
             Untuk pengaduan secara                    dapat diperpanjang
             tertulis disampaikan melalui              selama 10 hari kerja
             seluruh kantor cabang Bank                berikutnya
             Syariah Indonesia, Kantor
             Pusat, BSI Mobile, BYOND by
             BSI dan Email: contactus@
             bankbsi.co.id




                                                                                   LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025     201
Page 203
07               TENTANG LAPORAN             STRATEGI KEBERLANJUTAN             IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN                  PROFIL PERUSAHAAN




      KINERJA SOSIAL




                                                Syarat Penyampaian Pengaduan


               Jenis Pengaduan                                  Nasabah                                 Jenis Pengaduan


         Lisan                                    Dokumen Pengaduan:                              Perwakilan Nasabah
         (BSI Call 14040)                         Identitas Nasabah yang masih                    Belum Diperkenankan
                                                  berlaku Dokumen lainnya terkait
                                                  pengaduan

         Tertulis                                                                                 Dokumen Pengaduan:
         kantor cabang Bank Syariah                                                               • Asli   dan    fotokopi  bukti
         Indonesia, Kantor Pusat, BSI                                                               identitas perwakilan nasabah
         Mobile, BYOND by BSI dan Email:                                                            yang berlaku
         contactus@bankbsi.co.id                                                                  • Surat kuasa bermeterai yang
                                                                                                    menyatakan bahwa nasabah
                                                                                                    memberikan        kewenangan
                                                                                                    kepada          perseorangan,
                                                                                                    lembaga, atau badan hukum
                                                                                                    yang mewakilinya bertindak
                                                                                                    untuk dan atas nama nasabah
                                                                                                  • Dokumen      lainnya   terkait
                                                                                                    dengan pengaduan nasabah



       “Penanganan pengaduan juga dapat disampaikan oleh Nasabah melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian
       Sengketa (LAPS), layanan mediasi Bank Indonesia ataupun Otoritas Jasa Keuangan dengan kondisi pengaduan
       tersebut telah terlebih dahulu diupayakan penyelesaiannya oleh Bank Syariah Indonesia.”




      Sepanjang tahun 2025, terdapat 445.114 pengaduan nasabah yang diterima oleh BSI dan seluruh
      pengaduan telah selesai ditindaklanjuti. Berikut adalah rincian pengaduan nasabah:

                                                      2023                             2024                              2025
            Jenis Pengaduan                               Status                           Status                            Status
                                       Jumlah                             Jumlah                           Jumlah
                                                       Penyelesaian                     Penyelesaian                      Penyelesaian
      Kejahatan Eksternal                    5.150           Selesai        8.390             Selesai           15.111            Selesai
      Layanan                                 1.118          Selesai               -          Selesai             26              Selesai
      Produk                               28.461            Selesai        12.357            Selesai          22.155             Selesai
      Proses/Transaksi dan Fasilitas       435.122           Selesai       338.533            Selesai        407.822              Selesai
      Jumlah                           469.851           Selesai          359.280         Selesai            445.114             Selesai




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
202    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 204
 LAPORAN DIREKSI        TATA KELOLA KEBERLANJUTAN     KINERJA KEBERLANJUTAN




TANGGUNG JAWAB
PENGEMBANGAN PRODUK
DAN/ATAU JASA KEBERLANJUTAN

INOVASI DAN PENGEMBANGAN                              dan kriteria ESG. Produk ini membantu
PRODUK/JASA KEUANGAN                                  memperluas akses masyarakat terhadap investasi
BERKELANJUTAN [OJK F.26]                              yang bertanggung jawab serta mendukung
                                                      akselerasi pembiayaan hijau dan sosial.
Sepanjang tahun 2025, BSI terus memperluas
inovasi produk dan layanan berkelanjutan              Inovasi-inovasi tersebut menjadi fondasi penting
untuk mendukung implementasi Keuangan                 dalam pengembangan portofolio Keuangan
Berkelanjutan dan transisi menuju ekonomi             Berkelanjutan     BSI,  sekaligus   memperkuat
hijau sebagaimana disyaratkan dalam berbagai          posisi BSI sebagai pelopor perbankan syariah
regulasi nasional serta standar internasional ESG.    yang berorientasi ESG dan berperan aktif
Salah satu pencapaian utama adalah penguatan          dalam mendukung agenda transisi energi serta
instrumen pembiayaan syariah berkelanjutan            pembangunan berkelanjutan nasional.
melalui Sustainability Sukuk BSI, sukuk ESG
syariah pertama di Indonesia yang didukung
portofolio pembiayaan KUBL dan KUBS. Instrumen        PRODUK/JASA YANG SUDAH
ini dirancang untuk memberikan dampak                 DIEVALUASI KEAMANANNYA BAGI
positif ekonomi, sosial, dan lingkungan sekaligus     PELANGGAN
memenuhi mandat pembiayaan berkelanjutan              [OJK F.27] [GRI 416-1, 416-2, 417-1, 417-2, 417-3]
nasional.
                                                      Memasuki tahun 2025, BSI terus memperkuat
Pada tahun 2025, BSI meningkatkan inisiatif           tata kelola evaluasi keamanan dan kepatuhan
tersebut melalui penerbitan Sustainability Second     produk sebagai bagian dari komitmen terhadap
Tier Sukuk, yang berfungsi sebagai instrumen          perlindungan konsumen dan penerapan praktik
pendanaan jangka panjang untuk memperkuat             perbankan yang bertanggung jawab. Setiap
permodalan      Bank     sekaligus   memperluas       produk dan layanan baru wajib melalui proses
dukungan bagi proyek-proyek hijau dan                 evaluasi komprehensif sesuai SPO Produk dan/
kegiatan usaha ramah lingkungan. Langkah ini          atau Aktivitas Baru (SPO PAB), mencakup analisis
menegaskan komitmen BSI dalam membangun               struktur produk, potensi risiko operasional, cyber
pipeline produk ESG syariah yang kredibel, terukur,   & fraud risk, serta kajian dampak kesehatan
dan sesuai prinsip syariah.                           dan keselamatan bagi pengguna. Seluruh hasil
                                                      evaluasi menjadi dasar pengajuan persetujuan ke
Di ranah digital, BSI melakukan penyempurnaan         OJK sebelum produk diluncurkan ke publik.
signifikan pada SuperApps BYOND by BSI,
termasuk integrasi fitur keamanan tingkat lanjut,     BSI juga memperkuat standar evaluasi terhadap
otomasi analitik transaksi, dan perluasan layanan     seluruh produk digital seiring peningkatan
sosial–spiritual. Penguatan keamanan siber            keamanan siber, integrasi fitur pada aplikasi
diterapkan untuk memastikan perlindungan              BYOND by BSI, serta penerapan ISO/IEC 27001:2022.
data nasabah sesuai standar ISO/IEC 27001:2022        Seluruh kategori produk signifikan, termasuk
dan ketentuan UU PDP 2022. Transformasi               pembiayaan berkelanjutan, layanan digital, dana
BYOND juga menjadi bagian dari strategi BSI           pihak ketiga, serta produk sosial syariah seperti
untuk menghadirkan layanan keuangan syariah           instrumen investasi berkelanjutan ESG Mutual/
yang inklusif, mudah diakses, dan relevan bagi        Maslahat Fund, telah melalui penilaian dampak
masyarakat luas.                                      kesehatan dan keselamatan, serta evaluasi
                                                      kepatuhan komunikasi dan periklanan produk
Dalam pengembangan produk sosial syariah,             (100%).
BSI meluncurkan ESG Mutual/ Maslahat Fund,
instrumen investasi berkelanjutan yang memberikan
pilihan bagi nasabah untuk berinvestasi pada
portofolio yang mengintegrasikan prinsip syariah


                                                                                    LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   203
Page 205
07               TENTANG LAPORAN         STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN    PROFIL PERUSAHAAN




      TANGGUNG JAWAB PENGEMBANGAN PRODUK
      DAN/ATAU JASA KEBERLANJUTAN

      Untuk memastikan keterbukaan informasi,                     kelompok rentan dan wilayah blank spot. Produk-
      seluruh materi pemasaran, iklan, dan edukasi                produk tersebut memperluas inklusi keuangan,
      produk     dikembangkan      mengikuti   prinsip            meningkatkan literasi syariah, dan mendukung
      syariah, serta ketentuan etik komunikasi. Group             pertumbuhan ekonomi lokal.
      Marketing Communication juga melakukan
      media monitoring dan klarifikasi publik untuk               BSI juga mengidentifikasi adanya potensi
      mengantisipasi potensi kesalahan informasi                  dampak negatif, khususnya terkait risiko
      terkait produk.                                             pengelolaan Data Pribadi nasabah. Untuk
                                                                  itu, Bank menerapkan Kebijakan Privasi yang
      Sepanjang 2025, BSI tidak mencatat adanya                   komprehensif dan memperkuat tata kelola data
      insiden ketidakpatuhan, penarikan produk, atau              melalui pembentukan PMO untuk pelindungan
      pelanggaran terkait dampak kesehatan dan                    data, penunjukan PPDP, dan pembentukan
      keselamatan produk, maupun pelanggaran                      Unit Data Protection. Seluruh pengelolaan data
      terhadap regulasi atau kode etik komunikasi.                diselaraskan dengan UU No. 27 Tahun 2022
      Seluruh pengaduan yang masuk terkait informasi              tentang Pelindungan Data Pribadi dan standar
      produk berhasil diselesaikan tanpa menimbulkan              ISO/IEC 27001:2022.
      denda atau tindakan administratif.
                                                                  Selain itu, BSI memastikan seluruh fitur, risiko,
                                                                  manfaat, dan ketentuan produk disampaikan
      DAMPAK PRODUK/JASA [OJK F.28]                               secara jelas dan transparan melalui berbagai kanal
                                                                  komunikasi, sehingga risiko kesalahpahaman
      Pada tahun 2025, BSI terus memperkuat                       maupun dampak negatif akibat kesalahan
      penilaian dampak atas setiap produk dan layanan             informasi dapat diminimalkan. Pendekatan ini
      sebagai bagian dari implementasi keuangan                   memperkuat integritas produk dan memberi
      berkelanjutan, perlindungan konsumen, dan tata              nasabah pemahaman yang lebih baik sebelum
      kelola risiko yang bertanggung jawab. Setiap                menggunakan layanan BSI.
      produk dievaluasi tidak hanya dari sisi manfaat
      bisnis, tetapi juga dari dampak lingkungan, sosial,
      serta potensi risiko bagi nasabah dan masyarakat.           JUMLAH PRODUK YANG DITARIK
                                                                  KEMBALI [OJK F.29]
      Dari sisi dampak positif, produk dan layanan BSI
      memberikan kontribusi nyata melalui peningkatan             Sebagai bagian dari komitmen terhadap
      portofolio pembiayaan berkelanjutan yang                    keamanan dan kualitas layanan, BSI menerapkan
      memenuhi kriteria KKUB, penerbitan instrumen                mekanisme Product Review & Quality Assurance
      keberlanjutan seperti Sustainability Sukuk Tier-            untuk seluruh produk pendanaan, pembiayaan,
      2. Selain itu, peluncuran ESG Mutual/Maslahat               dan layanan digital, termasuk BYOND by BSI, ESG
      Fund semakin memperkuat ekosistem keuangan                  Mutual/Maslahat Fund, pembiayaan KKUB, serta
      berkelanjutan     BSI    dengan     menyediakan             instrumen pasar modal seperti Sustainability
      pilihan investasi syariah yang berorientasi pada            Sukuk Tier-2. Sepanjang tahun 2025, hasil evaluasi
      dampak sosial dan lingkungan. Seluruh inisiatif             menunjukkan bahwa seluruh produk memenuhi
      ini berkontribusi pada pengurangan emisi,                   standar kepatuhan, keamanan, dan kelayakan
      pelestarian lingkungan, pemberdayaan UMKM,                  operasional. Dengan demikian, tidak terdapat
      serta perluasan akses layanan dan investasi                 produk atau layanan BSI yang ditarik kembali
      syariah bagi masyarakat. Pemanfaatan Digital                selama periode pelaporan.
      Carbon Tracking turut meningkatkan akurasi
      pengukuran dan evaluasi dampak iklim atas
      portofolio pembiayaan BSI secara lebih transparan
      dan komprehensif.

      Di sisi sosial, produk digital BYOND by BSI, jaringan
      BSI Agen, dan layanan berbasis komunitas
      memberikan akses layanan keuangan yang aman,
      inklusif, dan mudah dijangkau terutama bagi



       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
204    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 206
  LAPORAN DIREKSI         TATA KELOLA KEBERLANJUTAN      KINERJA KEBERLANJUTAN




                               TANGGUNG JAWAB PENGEMBANGAN PRODUK
                                         DAN/ATAU JASA KEBERLANJUTAN

SURVEI KEPUASAN PELANGGAN                                cabang, perluasan jaringan BSI Agen, serta
TERHADAP PRODUK DAN/ATAU JASA                            penguatan keamanan data nasabah melalui
[OJK F.30]                                               implementasi ISO/IEC 27001:2022 dan penguatan
                                                         Data Protection Unit.
Sebagai upaya penguatan customer experience,
BSI    secara   konsisten    melakukan      Survei       BSI juga memperluas pengukuran kepuasan
Satisfactory, Loyalty, and Engagement (SLE)              untuk produk berkelanjutan, termasuk financing
yang mencakup pengalaman pelanggan di                    green/KKUB, Sustainability Sukuk, dan layanan
kantor cabang, platform digital, BSI Agen, BYOND         zakat-digital, sehingga pengelolaan kualitas
by BSI, Contact Center, hingga layanan sosial            layanan semakin terarah dan berbasis kebutuhan
syariah seperti ZISWAF. Tahun 2025 mencatat              nasabah. Hasil survei ini menjadi landasan
peningkatan nilai SLE menjadi 66,50% dengan              pengembangan layanan dan inovasi digital BSI
kategori “Engaged,” dipengaruhi oleh perbaikan           untuk tahun-tahun berikutnya.
fitur BYOND, peningkatan kualitas layanan



Survei Kepuasan Pelanggan

                                                 Kepuasan Nasabah (Dalam Persentase)
       Keterangan                      2023                        2024                        2025
                               Skor         Kategori      Skor         Kategori        Skor       Kategori

 Satisfaction, Loyalty,
                                            Rationally
 and Engagement               60,60%                      64,91%       Engaged        66,50%      Engaged
                                              Royal
 (SLE) Index




                                                                                  LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   205
Page 207
07               TENTANG LAPORAN       STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




      VERIFIKASI TERTULIS DARI
      PIHAK INDEPENDEN
      [OJK G.1] [GRI 2-5]




      Dalam upaya memperkuat akuntabilitas dan                  mencakup evaluasi terhadap keakuratan data,
      kualitas pelaporan keberlanjutan, BSI terus               kelengkapan pengungkapan, dan konsistensi
      melakukan penyempurnaan proses penyusunan                 proses penyusunan laporan. Proses penunjukan
      laporan dengan berpedoman pada Peraturan OJK              lembaga assurance dilakukan melalui persetujuan
      No. 51/POJK.03/2017, SE OJK No. 16/SEOJK.04/2021,         Direksi dan diketahui oleh Dewan Komisaris
      serta standar global Consolidated GRI Standards           guna menjaga integritas tata kelola pelaporan
      2021. Pada tahun 2025, BSI juga memastikan                keberlanjutan.
      bahwa seluruh pengungkapan terkait Keuangan
      Berkelanjutan, aspek ESG, dan kinerja operasional         Sepanjang proses verifikasi, BSI memastikan
      yang relevan telah selaras dengan praktik terbaik         bahwa tidak terdapat benturan kepentingan
      industri serta pembaruan metodologi yang                  serta seluruh informasi yang disampaikan telah
      digunakan dalam Digital Carbon Tracking dan               diperiksa melalui mekanisme internal review
      penilaian risiko keberlanjutan.                           lintas unit, termasuk ESG Group, Compliance,
                                                                Risk Management, dan Data Protection. Hal ini
      Untuk menjamin kredibilitas dan keandalan                 memperkuat keyakinan bahwa laporan tahun 2025
      laporan, BSI menunjuk PT BSI Group Indonesia              disusun secara objektif, transparan, dan sejalan
      sebagai pihak assurance independen yang                   dengan komitmen BSI untuk meningkatkan
      melakukan verifikasi menggunakan AA1000                   kualitas pelaporan dari tahun ke tahun.
      Assurance Standard v3 Type 2 Moderate Level,




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
206    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 208
     LAPORAN DIREKSI          TATA KELOLA KEBERLANJUTAN         KINERJA KEBERLANJUTAN




LEMBAR UMPAN BALIK
[OJK G.2 GRI 2-26]




PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menerbitkan Laporan Keberlanjutan Tahun Buku 2025 sebagai bentuk
pertanggungjawaban atas kinerja ekonomi, sosial, lingkungan, serta pelaksanaan keuangan berkelanjutan kepada
seluruh pemangku kepentingan. Laporan ini disusun dengan mengacu pada ketentuan OJK dan standar GRI, serta
menjadi landasan dialog yang transparan antara BSI dan para pemangku kepentingan.


Sebagai bagian dari peningkatan berkelanjutan kualitas pelaporan, kami sangat mengapresiasi masukan, kritik, dan
saran dari Bapak/Ibu/Saudara setelah membaca laporan ini. Tanggapan dapat disampaikan melalui e-mail maupun
dengan mengirimkan kembali formulir ini melalui pos untuk kami gunakan sebagai bahan perbaikan Laporan
Keberlanjutan pada periode berikutnya.


1.    Mohon beri tanda ceklis (√) pada kolom setuju atau tidak setuju.

                                    Pertanyaan                                          Setuju           Tidak Setuju
       Laporan ini telah memberikan informasi yang bermanfaat
       mengenai kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan Perusahaan.
       Data dan informasi yang diungkapkan mudah dipahami, lengkap,
       transparan, dan berimbang.
       Data dan informasi yang disajikan berguna dalam pengambilan
       keputusan.
       Laporan ini menarik dan mudah dibaca.


2. Mohon berikan nilai mengenai topik material yang terdapat dalam laporan Keberlanjutan ini (nilai 1 =
      paling penting, 2 = penting, 3 = tidak penting, 4 = sangat tidak penting).
      (……) Kinerja Ekonomi               (……) Portofolio Produk dan Jasa                (……) Privasi Nasabah


3. Mohon berikan komentar/saran/usulan bagi laporan ini.
      –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
      –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––

Identitas Pemangku Kepentingan
Nama                     :
Pekerjaan                :
Institusi/Perusahaan     :
Kontak (telepon, email)  :


Kategori Pemangku Kepentingan
(……) Pemegang Saham dan investor                     (……) Pelanggan                      (……) Karyawan
(……) Pemerintah                                      (……) Media                          (……) Mitra Usaha
(……) Masyarakat dan Komunitas                        (……) Lainnya, mohon sebutkan: __________________________


Saran dan tanggapan yang Anda berikan atas informasi yang disajikan dalam laporan ini mohon dikirimkan kepada:



           Muhammad Syukron Habiby                          Head Office
           Senior Vice President                            Gedung The Tower
           Environmental Social & Governance Group          Jl. Gatot Subroto No. 27 Kelurahan Karet Semanggi,
           PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk          Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan 12930
                                                            Telepo : +62 21 30405999
                                                            Fax        : +62 21 30421888
                                                            Email      : esg.group@bankbsi.co.id




                                                                                           LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025   207
Page 209
07                TENTANG LAPORAN      STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN   PROFIL PERUSAHAAN




      TANGGAPAN TERHADAP UMPAN BALIK
      LAPORAN KEBERLANJUTAN
      TAHUN SEBELUMNYA
      [OJK G.3]



      Pada tahun 2025, BSI tidak menerima tanggapan,            maupun mekanisme engagement yang dilakukan
      masukan, maupun keberatan atas Laporan                    secara berkala. Ketiadaan umpan balik tersebut
      Keberlanjutan periode sebelumnya melalui kanal            menunjukkan bahwa tidak terdapat isu material
      komunikasi pemangku kepentingan, termasuk                 atau ketidakjelasan informasi yang memerlukan
      email, website Perseroan, Customer Care Group,            tindak lanjut perbaikan atas laporan sebelumnya.




       MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
208    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 210
 LAPORAN DIREKSI            TATA KELOLA KEBERLANJUTAN          KINERJA KEBERLANJUTAN




DAFTAR PENGUNGKAPAN SESUAI
PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN
NOMOR 51/POJK.03/2017 [OJK G.4]


 NO. INDEKS                                              NAMA INDEKS                                          HALAMAN

STRATEGI KEBERLANJUTAN

      A.1          Penjelasan Strategi Keberlanjutan                                                            23

IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN

      B.1          Ikhtisar Kinerja Ekonomi                                                                     37

      B.2          Ikhtisar Kinerja Lingkungan Hidup                                                            39

      B.3          Ikhtisar Kinerja Sosial                                                                      40

PROFIL PERUSAHAAN

      C.1          Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan                                                          43

      C.2          Alamat Perusahaan                                                                            46

      C.3          Skala Perusahaan                                                                             47

      C.4          Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan                                          54

      C.5          Keanggotaan pada Asosiasi                                                                    56

      C.6          Perubahan Organisasi Bersifat Signifikan                                                     56

PENJELASAN DIREKSI

      D.1          Penjelasan Direksi                                                                           58

TATA KELOLA KEBERLANJUTAN

      E.1          Penanggungjawab Penerapan Keuangan berkelanjutan                                             89

      E.2          Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan berkelanjutan                                       93

      E.3          Penilaian Risiko atas Penerapan Keuangan berkelanjutan                                       95

      E.4          Hubungan dengan Pemangku Kepentingan                                                         20

      E.5          Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan berkelanjutan                                       98

KINERJA KEBERLANJUTAN

       F.1         Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan                                                      133

KINERJA EKONOMI

                   Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi,
      F.2                                                                                                       134
                   Pendapatan dan Laba Rugi

                   Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi Pada
      F.3                                                                                                       137
                   Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sejalan.

KINERJA LINGKUNGAN

                   Aspek Umum

      F.4          Biaya Lingkungan Hidup                                                                       151

                   Aspek Material

      F.5          Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan                                                    152

                   Aspek Energi

      F.6          Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan                                                  152

      F.7          Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan                       153

                   Aspek Air




                                                                                         LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025     209
Page 211
                  TENTANG LAPORAN            STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN    PROFIL PERUSAHAAN




      DAFTAR PENGUNGKAPAN SESUAI PERATURAN
      OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 51/POJK.03/2017


       NO. INDEKS                                            NAMA INDEKS                                       HALAMAN

           F.8          Penggunaan Air                                                                           155

                        Aspek Keanekaragaman Hayati

                        Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau
           F.9                                                                                                   157
                        Memiliki Keanekaragaman Hayati

           F.10         Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati                                                   157

                        Aspek Emisi

           F.11         Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya                         159

           F.12         Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan                                    160

                        Aspek Limbah dan Efluen

           F.13         Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis                               161

           F.14         Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen                                                  161

           F.15         Tumpahan yang Terjadi (Jika Ada)                                                         161

                        Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup

           F.16         Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan              162

      KINERJA SOSIAL

                        Komitmen LJK, Emiten, atau Perusahaan Publik untuk Memberikan Layanan atas Produk
           F.17                                                                                                  163
                        dan/ atau Jasa yang Setara Kepada Konsumen

                        Aspek Ketenagakerjaan

           F.18         Kesetaraan Kesempatan Bekerja                                                            172

           F.19         Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa                                                 180

           F.20         Upah Minimum Regional                                                                    181

           F.21         Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman                                                   185

           F.22         Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai                                             176

                        Aspek Masyarakat

           F.23         Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar                                               190

           F.24         Pengaduan Masyarakat                                                                     201

           F.25         Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)                                         191

                        Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan:

           F.26         Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan berkelanjutan                              203

           F.27         Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya Bagi Pelanggan                             203

           F.28         Dampak Produk/Jasa                                                                       204

           F.29         Jumlah Produk yang Ditarik Kembali                                                       204

           F.30         Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan           205

      LAIN-LAIN

           G.1          Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen, Jika Ada                                      206

           G.2          Lembar Umpan Balik                                                                       207

           G.3          Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya                    208

                        Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017
           G.4          tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan         209
                        Perusahaan Publik




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
210   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 212
 LAPORAN DIREKSI              TATA KELOLA KEBERLANJUTAN                KINERJA KEBERLANJUTAN




INDEKS ISI CONSOLIDATED SET
OF GRI STANDARD

Pernyataan                       PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk telah melaporkan informasi yang
penggunaan                       dikutip dalam indeks konten GRI untuk periode 1 Januari 2025 hingga 31
                                 Desember 2025 sesuai dengan (“in accordance”) pada Consolidated Set of
                                 GRI Standard.
GRI 1 yang Digunakan             GRI 1: Landasan 2021
Standar Sektor GRI               G4 Suplemen Sektor Keuangan
yang berlaku


                                Pengungkapan                                       Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                                     No. Rujukan
Indeks Isi Standar                                                           Persyaratan
                       No.                                    Halaman                                                  Standar
       GRI                                 Judul                             yang Tidak        Alasan   Penjelasan
                     Indeks                                                                                           Sektor GRI
                                                                            Dicantumkan

PENGUNGKAPAN UMUM

GRI 2:               Organisasi dan Praktik Pelaporan
Pengungkapan                   Informasi mengenai
Umum 2021              2-1                                    46, 47, 52
                               organisasi

                               Entitas organisasi yang
                       2-2     termasuk dalam laporan             12
                               keberlanjutan

                               Periode pelaporan,
                       2-3                                        12
                               frekuensi, dan titik kontak

                      2-4      Penyajian kembali informasi        12

                               Assurance oleh Pihak
                       2-5     Eksternal                         206


                     Aktivitas dan Karyawan

                               Aktivitas, rantai nilai, dan   46, 54, 55,
                      2-6
                               hubungan bisnis lainnya            56

                       2-7     Karyawan                           48

                               Pekerja yang bukan
                      2-8                                       48, 52
                               merupakan karyawan

                     Tata Kelola Keberlanjutan

                               Struktur dan komposisi tata
                       2-9                                      69, 89
                               kelola

                               Nominasi dan seleksi badan
                      2-10                                        72
                               tata kelola tertinggi

                               Ketua badan tata kelola
                      2-11                                        69
                               tertinggi

                               Peran badan tata kelola
                      2-12     tertinggi dalam mengawasi          89
                               pengelolaan dampak

                               Pendelegasian wewenang
                      2-13     untuk tanggung jawab               89
                               mengelola dampak

                               Peran badan tata kelola
                      2-14     tertinggi dalam pelaporan        66, 89
                               keberlanjutan

                      2-15     Konflik kepentingan                71

                               Mengomunikasikan hal-hal
                      2-16                                      77, 78
                               kritis




                                                                                                  LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025       211
Page 213
                  TENTANG LAPORAN              STRATEGI KEBERLANJUTAN            IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN         PROFIL PERUSAHAAN




      INDEKS ISI CONSOLIDATED SET OF GRI STANDARD


                                     Pengungkapan                                    Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                                      No. Rujukan
      Indeks Isi Standar                                                        Persyaratan
                             No.                                  Halaman                                               Standar
             GRI                               Judul                            yang Tidak    Alasan     Penjelasan
                           Indeks                                                                                      Sektor GRI
                                                                               Dicantumkan

                                    Pengetahuan kolektif
                            2-17                                        93
                                    badan tata kelola tertinggi

                                    Mengevaluasi kinerja badan
                            2-18                                        73
                                    tata kelola tertinggi

                            2-19    Kebijakan remunerasi                74

                                    Proses untuk menentukan
                            2-20                                        74
                                    remunerasi

                                    Rasio kompensasi total
                            2-21                                        74
                                    tahunan

                           Strategi Kebijakan dan Pelaksanaan

                                    Pernyataan mengenai
                            2-22    strategi pembangunan          23, 58, 59
                                    berkelanjutan

                            2-23    Komitmen kebijakan                  31

                                    Menanamkan komitmen
                            2-24                                        31
                                    kebijakan dalam organisasi

                                    Proses remediasi dampak
                            2-25                                        35
                                    negatif

                                    Mekanisme untuk saran
                            2-26                                   77, 207
                                    dan masalah etika

                                    Kepatuhan hukum dan
                            2-27                                        76
                                    peraturan

                            2-28    Keanggotaan Asosiasi                56

                           Keterlibatan Pemangku Kepentingan

                                    Pendekatan Pelibatan
                            2-29                                        20
                                    Pemangku Kepentingan

                                    Kesepakatan perundingan
                            2-30                                     179
                                    kolektif

      TOPIK MATERIAL

                                    Proses Penentuan Topik
                             3-1                                        14
                                    Material
      GRI 3: Topik
      Material 2021          3-2    Daftar Topik Material               14

                             3-3    Manajemen Topik Material            17

      TOPIK EKONOMI

                           Kinerja Ekonomi

                                    Nilai ekonomi langsung
                            201-1   yang dihasilkan dan              147
                                    didistribusikan

                                    Implikasi finansial serta
      GRI 201: Kinerja      201-2   risiko dan peluang lain        30, 151
      Ekonomi 2016                  akibat dari perubahan iklim

                                    Kewajiban program pensiun
                            201-3   manfaat pasti dan program        184
                                    pensiun lainnya

                                    Bantuan finansial yang
                           201-4                                     148
                                    diterima dari pemerintah




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
212   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 214
 LAPORAN DIREKSI              TATA KELOLA KEBERLANJUTAN            KINERJA KEBERLANJUTAN




                              INDEKS ISI CONSOLIDATED SET OF GRI STANDARD


                                Pengungkapan                                   Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                                 No. Rujukan
Indeks Isi Standar                                                        Persyaratan
                       No.                                    Halaman                                              Standar
       GRI                                Judul                           yang Tidak       Alasan   Penjelasan
                     Indeks                                                                                       Sektor GRI
                                                                         Dicantumkan

                     Keberadaan Pasar

                               Rasio standar upah
                               karyawan
                               pemula berdasarkan jenis
                      202-1                                     181
GRI 202:                       kelamin terhadap upah
Keberadaan Pasar               minimum
2016                           regional

                               Proporsi manajemen senior
                               yang
                     202-2                                      172
                               berasal dari masyarakat
                               setempat

                     Dampak Ekonomi Tidak Langsung

                               Investasi infrastruktur dan
GRI 203: Dampak       203-1                                   148, 190
                               dukungan layanan
Ekonomi Tidak
Langsung 2016                  Dampak ekonomi tidak
                     203-2     langsung                       148, 191
                               yang signifikan

                     Praktik Pengadaan
GRI 204: Praktik
Pengadaan 2016                 Proporsi pengeluaran untuk
                     204-1                                      149
                               pemasok lokal

                     Anti-Korupsi

                               Operasi dinilai untuk risiko
                      205-1    yang terkait dengan korupsi      78

GRI 205: Anti-                 Komunikasi dan pelatihan
Korupsi 2016         205-2     tentang kebijakan dan            80
                               prosedur anti-korupsi

                               Insiden korupsi yang
                     205-3     terbukti dan tindakan yang       82
                               diambil

DAMPAK LINGKUNGAN

                     Energi

                               Konsumsi energi dalam
                      302-1                                     152
                               organisasi

                               Konsumsi energi di luar
                     302-2                                      152
                               organisasi
GRI 302: Energi
2016                 302-3     Intensitas energi                152

                               Pengurangan konsumsi
                     302-4                                      153
                               energi

                               Pengurangan pada energi
                     302-5     yang dibutuhkan untuk            153
                               produk dan jasa

                     Emisi

                               Emisi Gas Rumah Kaca
                      305-1                                     159
                               (CO2) (Cakupan 1) Langsung

GRI 305: Emisi                 Emisi energi GRK (Cakupan
                     305-2                                      159
2016                           2) tidak langsung

                               Emisi GRK (Cakupan 3)
                     305-3                                      159
                               tidak langsung lainnya

                     305-4     Intensitas Emisi GRK             159




                                                                                              LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025       213
Page 215
                 TENTANG LAPORAN               STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN         PROFIL PERUSAHAAN




      INDEKS ISI CONSOLIDATED SET OF GRI STANDARD


                                     Pengungkapan                                   Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                                     No. Rujukan
      Indeks Isi Standar                                                       Persyaratan
                             No.                                   Halaman                                             Standar
             GRI                               Judul                           yang Tidak    Alasan     Penjelasan
                           Indeks                                                                                     Sektor GRI
                                                                              Dicantumkan

                           305-5    Pengurangan emisi GRK            160

                                    Emisi zat perusak ozon
                           305-6                                        161
                                    (ODS)

                                    Nitrogen oksida (NOx),
                                    sulfur oksida (SOx), dan
                           305-7                                        161
                                    emisi udara yang signifikan
                                    lainnya

                           Limbah

                                    Timbulan limbah dan
                           306-1    dampak                              161
                                    signifikan terkait limbah

                                    Pengelolaan dampak
      GRI 306: Limbah      306-2    signifikan                          161
      2020                          terkait limbah

                           306-3    Limbah yang dihasilkan              161

                                    Limbah dialihkan dari
                           306-4                                        161
                                    pembuangan

                                    Limbah diarahkan ke
                           306-5                                        161
                                    pembuangan

      DAMPAK SOSIAL

                           Kepegawaian

                                    Perekrutan karyawan baru
                            401-1                                    174
                                    dan pergantian karyawan

                                    Tunjangan yang diberikan
      GRI 401:                      kepada karyawan
      Kepegawaian 2016              purnawaktu yang tidak
                           401-2                                        181
                                    diberikan kepada karyawan
                                    sementara atau paruh
                                    waktu

                           401-3    Cuti Melahirkan                     181

                           Hubungan Tenaga Kerja/Manajemen
      GRI 402:
      Hubungan Tenaga               Periode pemberitahuan
      Kerja/ Manajemen              minimum
                           402-1                                     179
      2016                          terkait perubahan
                                    operasional

                           Kesehatan dan Keselamatan Kerja

                                    Sistem manajemen
                           403-1    keselamatan dan kesehatan        185
                                    kerja

                                    Identifikasi bahaya,
      GRI 403:             403-2    penilaian risiko, dan            185
      Kesehatan dan                 investigasi insiden
      Keselamatan          403-3    Layanan Kesehatan Kerja          187
      Kerja 2018
                                    Partisipasi, konsultasi, dan
                                    komunikasi pekerja tentang
                           403-4                                     187
                                    keselamatan dan kesehatan
                                    kerja

                                    Pelatihan bagi pekerja
                           403-5    mengenai keselamatan dan       187, 188
                                    kesehatan kerja




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
214   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 216
 LAPORAN DIREKSI              TATA KELOLA KEBERLANJUTAN            KINERJA KEBERLANJUTAN




                              INDEKS ISI CONSOLIDATED SET OF GRI STANDARD


                                Pengungkapan                                   Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                                 No. Rujukan
Indeks Isi Standar                                                        Persyaratan
                       No.                                    Halaman                                              Standar
       GRI                                Judul                           yang Tidak       Alasan   Penjelasan
                     Indeks                                                                                       Sektor GRI
                                                                         Dicantumkan

                               Peningkatan kualitas
                     403-6                                      187
                               kesehatan pekerja

                               Pencegahan dan mitigasi
                               dampak dari keselamatan
                     403-7     dan kesehatan kerja yang         185
                               secara langsung terkait
                               hubungan bisnis

                               Pekerja yang tercakup
                               dalam sistem manajemen
                     403-8                                      185
                               keselamatan dan kesehatan
                               kerja

                     403-9     Kecelakaan kerja                 188

                     403-10    Penyakit akibat kerja            188

                     Pelatihan dan Pendidikan

                               Rata-rata jam pelatihan per
                     404-1                                      176
                               tahun per karyawan

                               Program untuk
GRI 404: Pelatihan             meningkatkan
dan Pendidikan       404-2                                      176
                               keterampilan karyawan dan
2016                           program bantuan peralihan

                               Persentase karyawan
                               yang menerima tinjauan
                     404-3                                      178
                               rutin terhadap kinerja dan
                               pengembangan karier

                     Keanekaragaman dan Kesempatan Setara

GRI 405:                       Keanekaragaman badan
                      405-1                                     172
Keanekaragaman                 tata kelola dan karyawan
dan Kesempatan
Setara 2016                    Rasio gaji pokok dan
                     405-2     remunerasi perempuan             181
                               dibandingkan laki-laki

                     Kerja Paksa atau Wajib Kerja
GRI 409: Kerja                 Operasi dan pemasok yang
Paksa atau Wajib               berisiko signifikan terhadap
Kerja 2016           409-1                                      180
                               insiden kerja paksa atau
                               wajib kerja

                     Hak Masyarakat Adat
GRI 411: Hak                   Insiden pelanggaran
Masyarakat Adat                yang melibatkan hak-hak
2016                  411-1                                     190
                               masyarakat
                               Adat

                     Masyarakat Lokal

                               Operasi dengan
                               keterlibatan masyarakat
GRI 413:              413-1    lokal, penilaian               190, 191
Masyarakat Lokal               dampak, dan program
2016                           pengembangan

                               Operasi yang secara aktual
                      413-2    dan yang berpotensi            190, 191
                               memiliki




                                                                                              LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025       215
Page 217
                  TENTANG LAPORAN               STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN         PROFIL PERUSAHAAN




      INDEKS ISI CONSOLIDATED SET OF GRI STANDARD


                                     Pengungkapan                                   Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                                     No. Rujukan
      Indeks Isi Standar                                                       Persyaratan
                             No.                                   Halaman                                             Standar
             GRI                                Judul                          yang Tidak    Alasan     Penjelasan
                           Indeks                                                                                     Sektor GRI
                                                                              Dicantumkan

                           Kesehatan dan Keselamatan Pelanggan

                                    Penilaian dampak
                                    kesehatan dan keselamatan
                            416-1                                  163, 203
      GRI 416:                      dari berbagai kategori
      Kesehatan dan                 produk dan jasa
      Keselamatan
      Pelanggan 2016                Insiden ketidakpatuhan
                                    sehubungan dengan
                            416-2   dampak kesehatan dan             203
                                    keselamatan dari produk
                                    dan jasa

                           Pemasaran dan Pelabelan

                                    Persyaratan untuk
                            417-1   pelabelan dan                    203
                                    informasi produk dan jasa

      GRI 417:                      Insiden ketidakpatuhan
      Pemasaran dan                 sehubungan dengan
      Pelabelan 2016        417-2   dampak kesehatan dan             203
                                    keselamatan dari produk
                                    dan jasa

                                    Insiden ketidakpatuhan
                            417-3   terkait                          203
                                    komunikasi pemasaran

                           Privasi Pelanggan

                                    Pengaduan yang berdasar
      GRI 418: Privasi              mengenai pelanggaran
      Pelanggan 2016                terhadap
                            418-1                                   35, 200
                                    privasi pelanggan dan
                                    hilangnya
                                    data pelanggan

                           G4 Suplemen Sektor Keuangan

                                    Kebijakan dengan
                                    komponen lingkungan
                            FS1     dan sosial yang spesifik             23
                                    yang diaplikasikan pada lini
                                    bisnis.

                                    Prosedur untuk memeriksa
                                    dan menyaring risiko
                            FS2                                          95
                                    lingkungan dan sosial pada
                                    lini bisnis.

                                    Proses untuk memonitor
                                    implementasi dan
      G4 Suplemen                   kepatuhan klien terhadap
                            FS3                                      137
      Sektor Keuangan               persyaratan lingkungan
                                    dan sosial, termasuk dalam
                                    perjanjian atau transaksi

                                    Proses untuk meningkatkan
                                    kompetensi staf untuk
                                    menerapkan kebijakan
                            FS4                                          93
                                    dan prosedur lingkungan
                                    dan sosial sebagaimana
                                    diterapkan pada lini bisnis.

                                    Interaksi dengan klien/
                                    penanam modal/mitra
                            FS5     bisnis terkait risiko serta          20
                                    kesempatan terkait
                                    lingkungan dan sosial.




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
216   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 218
LAPORAN DIREKSI               TATA KELOLA KEBERLANJUTAN             KINERJA KEBERLANJUTAN




                             INDEKS ISI CONSOLIDATED SET OF GRI STANDARD



                                Pengungkapan                                    Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                                  No. Rujukan
Indeks Isi Standar                                                        Persyaratan
                       No.                                   Halaman                                                Standar
       GRI                                Judul                           yang Tidak        Alasan   Penjelasan
                     Indeks                                                                                        Sektor GRI
                                                                         Dicantumkan

                               Persentase dari portofolio
                               untuk lini bisnis menurut
                      FS6      wilayah, menurut ukuran         137
                               (contoh: mikro/ SME/besar),
                               dan menurut sektor

                               Nilai moneter dari produk
                               dan layanan yang dirancang
                               untuk memberikan
                      FS7                                      137
                               keuntungan sosial yang
                               spesifik untuk setiap lini
                               bisnis.

                               Nilai moneter dari produk
                               dan layanan yang dirancang
                               untuk memberikan
                      FS8                                      137
                               keuntungan lingkungan
                               yang spesifik untuk setiap
                               lini bisnis.

                               Cakupan dan frekuensi
                      FS9      audit serta prosedur            31
                               penilaian risiko

                               Persentase dan jumlah
                               perusahaan yang dimiliki
                               dalam portofolio institusi
                      FS10     yang telah berinteraksi         137
                               dengan organisasi yang
                               melaporkan tentang isu
                               lingkungan atau sosial

                               Titik akses di daerah
                               berpenduduk rendah atau
                      FS13                                     163
                               kurang beruntung secara
                               ekonomi berdasarkan jenis.

                               Inisiatif untuk
                               meningkatkan akses ke
                      FS14     layanan keuangan bagi           163
                               orang-orang yang kurang
                               beruntung.

                               Kebijakan untuk rancangan
                      FS15     dan penjualan produk dan        163
                               layanan yang adil.

                               Inisiatif untuk
                               meningkatkan literasi
                      FS16                                     163
                               keuangan berdasarkan jenis
                               atau penerima manfaat.




                                                                                               LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025       217
Page 219
                 TENTANG LAPORAN            STRATEGI KEBERLANJUTAN          IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN     PROFIL PERUSAHAAN




      SUSTAINABILITY ACCOUNTING STANDARD
      BOARD (SASB) STANDARDS COMMERCIAL
      BANK

                Topik                                      Metrik                                Indeks      Halaman

      Sustainability Disclosure Topics & Metrics
                                   (1) Number of data breaches, (2) percentage that
                                   are personal data breaches, (3) number of account          FN-CB-230a.1     200
      Data Security                holders affected
                                   Description of approach to identifying and
                                                                                              FN-CB-230a.2     200
                                   addressing data security risks
                                   Number of participants in financial literacy initiatives
      Financial Inclusion &
                                   for unbanked, underbanked, or underserved                  FN-CB-240a.4     163
      Capacity Building
                                   customers
      Incorporation of
                                   Description of approach to incorporation of
      Environmental, Social
                                   environmental, social and governance (ESG) factors in      FN-CB-410a.2     137
      and, Governance Factors
                                   credit analysis
      in Credit Analysis
                                   Absolute gross financed emissions, disaggregated by
                                                                                              FN-CB-410b.1     159
                                   (1) Scope 1, (2) Scope 2 and (3) Scope 3
                                   Gross exposure for each industry by asset class            FN-CB-410b.2     159
      Financed Emissions           Percentage of gross exposure included in the
                                                                                              FN-CB-410b.3     159
                                   financed emissions calculation
                                   Description of the methodology used to calculate
                                                                                              FN-CB-410b.4     159
                                   financed emissions
                                   Total amount of monetary losses as a result of
                                   legal proceedings associated with fraud, insider
                                   trading, antitrust, anticompetitive behaviour, market      FN-CB-510a.1     76
      Business Ethics              manipulation, malpractice, or other related financial
                                   industry laws or regulations
                                   Description of whistleblower policies and procedures       FN-CB-510a.2     77
      Systemic Risk                Global Systemically Important Bank (GSIB) score, by
                                                                                              FN-CB-550a.1     95
      Management                   category
                                   Description of approach to integrate results of
                                   mandatory and voluntary stress tests into capital
                                                                                              FN-CB-550a.2     95
                                   adequacy planning, longterm corporate strategy, and
                                   other business activities
      Activity Metric
                                   (1) Number and (2) value of checking and savings
                                   accounts by segment: (a) personal and (b) small            FN-CB-000.A      137
                                   business
                                   (1) Number and (2) value of loans by segment: (a)
                                                                                              FN-CB-000.B      137
                                   personal, (b) small business, and (c) corporate




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
218   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 220
 LAPORAN DIREKSI            TATA KELOLA KEBERLANJUTAN               KINERJA KEBERLANJUTAN




INDEKS IFRS S1 DAN S2



Indeks IFRS S1 dan IFRS S2 ini disajikan untuk memberikan referensi yang jelas dan terstruktur mengenai
keterkaitan antara pengungkapan keberlanjutan PT Bank Syariah Indonesia (Peersero) Tbk dengan
ketentuan dalam IFRS Sustainability Disclosure Standards. Indeks ini menunjukkan lokasi pengungkapan
yang relevan dalam laporan ini yang mencerminkan tata kelola, strategi, manajemen risiko, serta metrik
dan target terkait risiko dan peluang keberlanjutan, termasuk yang berkaitan dengan iklim.

Penyusunan indeks ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi, keterlacakan, dan keterbandingan
informasi, serta mendukung pemahaman pengguna laporan mengenai bagaimana risiko dan peluang
keberlanjutan dapat memengaruhi prospek, kinerja keuangan, dan ketahanan nilai PT Bank Syariah
Indonesia (Persero) Tbk dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.


INDEKS IFRS S1
                                           Pengungkapan                                                     Halaman

Tata Kelola
S1.G.a      Peran dan tanggung jawab pengawasan Dewan Pengurus                                               100, 101
S1.G.b      Keahlian dan kompetensi untuk mengawasi isu keberlanjutan                                           101
S1.G.c      Frekuensi dan proses penerimaan informasi keberlanjutan                                          101, 102
S1.G.d      Pertimbangan risiko dan peluang keberlanjutan dalam pengambilan keputusan                           101
S1.G.e      Pengawasan atas target serta keterkaitannya dengan remunerasi                                       102
S1.G.f      Peran manajemen, pendelegasian, dan integrasi dengan pengendalian internal                          103
Strategi
S1.S.a      Risiko dan peluang terkait keberlanjutan yang mempengaruhi prospek usaha                      105, 106, 107
S1.S.b      Horizon waktu yang digunakan (jangka pendek, menengah, dan panjang)                                 105
S1.S.c      Dampak terhadap model bisnis dan rantai nilai                                                       112
S1.S.d      Respons strategis serta trade-off yang dipertimbangkan                                              115
S1.S.e      Dampak keuangan saat ini dan yang diantisipasi                                                      105
S1.S.f      Ketahanan strategi dan model bisnis                                                                108
Manajemen Risiko
S1.RM.a     Proses identifikasi, penilaian, dan prioritasi risiko                                        119, 123, 124, 125
S1.RM.b     Penggunaan input, parameter, dan analisis skenario                                             119, 125, 127
S1.RM.c     Proses pemantauan serta perubahan proses yang dilakukan                                             119
S1.RM.d     Integrasi ke dalam kerangka manajemen risiko secara keseluruhan                                   117, 121
Metrik dan Target
S1.MT.a     Metrik yang disyaratkan sesuai Standar ISSB yang berlaku                                            159
S1.MT.b     Metrik kinerja spesifik entitas                                                                  129, 130
S1.MT.c     Definisi, metodologi, asumsi, dan keterbatasan                                                   129, 130
S1.MT.d     Penetapan target serta periode dasar                                                                 -
S1.MT.e     Tonggak pencapaian, revisi, dan pemantauan kinerja                                                   -
S1.MT.f     Persyaratan konsistensi dan keterbandingan                                                          159



                                                                                            LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025        219
Page 221
                 TENTANG LAPORAN             STRATEGI KEBERLANJUTAN             IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN      PROFIL PERUSAHAAN




      INDEKS IFRS S1 DAN S2



      INDEKS IFRS S2
                                                  Pengungkapan                                                    Halaman

      Tata Kelola
      Pengawasan Dewan atas risiko dan peluang terkait iklim
                     Tanggung jawab dan mandat pengawasan iklim dalam TOR, mandat, deskripsi
      S2.G.a1                                                                                                        101
                     peran, dan/atau kebijakan
      S2.G.a2        Penilaian dan pengembangan keahlian serta kompetensi yang diperlukan                            101
                     Alur informasi, termasuk frekuensi dan metode penyampaian pembaruan terkait
      S2.G.a3                                                                                                      101, 102
                     iklim
                     Pertimbangan risiko dan peluang iklim dalam strategi, transaksi material,
      S2.G.a4                                                                                                        101
                     manajemen risiko, dan trade-off
                     Pengawasan atas penetapan target, pemantauan kemajuan, serta keterkaitannya
      S2.G.a5                                                                                                        102
                     dengan remunerasi atau metrik kinerja
      Peran Manajemen dalam Proses Tata Kelola
                     Pendelegasian tanggung jawab iklim kepada peran manajemen atau komite, serta
      S2.G.b1                                                                                                      100, 103
                     pengaturan pengawasannya
      S2.G.b2        Pengendalian dan prosedur yang mendukung pengawasan oleh manajemen                            103, 104
      S2.G.b3        Integrasi pengendalian dan prosedur dengan fungsi internal lainnya                            103, 104
      Strategi
      Identifikasi Risiko dan Peluang Terkait Iklim
      S2.S.a1        Deskripsi risiko dan peluang terkait iklim yang memengaruhi prospek usaha                   105, 106, 107
      S2.S.a2        Klasifikasi risiko iklim, termasuk risiko fisik dan risiko transisi                           105, 106
                     Horizon waktu (jangka pendek, menengah, dan panjang) serta keterkaitannya
      S2.S.a3                                                                                                        105
                     dengan perencanaan
      Dampak terhadap Model Bisnis dan Rantai Nilai
      S2.S.b1        Dampak saat ini dan yang diantisipasi terhadap model bisnis dan rantai nilai                     112
      S2.S.b2        Konsentrasi risiko dan peluang berdasarkan geografi, aset, atau aktivitas operasional           110
      Respons Strategis dan Perencanaan Transisi
      S2.S.c1        Perubahan terhadap strategi, model bisnis, dan alokasi sumber daya                               115
      S2.S.c2        Tindakan mitigasi dan adaptasi, baik secara langsung maupun tidak langsung                       115
      S2.S.c3        Rencana transisi terkait iklim, termasuk asumsi dan ketergantungan utama                         115
      S2.S.c4        Kemajuan terhadap rencana dan target yang telah ditetapkan                                       115
      Dampak Keuangan
      S2.S.d1        Dampak keuangan saat ini terhadap posisi keuangan, kinerja, dan arus kas                        105
      S2.S.d2        Dampak keuangan yang diantisipasi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang                    105
      S2.S.d3        Implikasi terhadap investasi, pendanaan, dan sumber daya                                        107
      S2.S.d4        Kondisi di mana informasi kuantitatif tidak dapat disajikan                                      116
      Ketahanan Iklim dan Analisis Skenario
      S2.S.e1        Penilaian ketahanan strategi dan model bisnis terhadap risiko iklim                             108
      S2.S.e2        Ketidakpastian dan kapasitas adaptasi                                                           108
      S2.S.e3        Input analisis skenario, skenario yang digunakan, asumsi, dan horizon waktu                     108




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
220   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 222
 LAPORAN DIREKSI              TATA KELOLA KEBERLANJUTAN             KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                                                    INDEKS IFRS S1 DAN S2


                                                Pengungkapan                                                 Halaman

S2.S.e4            Cakupan operasi yang termasuk dalam analisis                                                  108
S2.S.e5            Periode pelaporan analisis skenario                                                           108
Referensi Metrik
S2.S.f1            Topik pengungkapan lintas industri dan berbasis industri                                      112
Manajemen Risiko
Proses Risiko Terkait Iklim
S2.RM.a1           Input dan parameter yang digunakan, termasuk sumber data dan cakupan operasi             119, 124, 125
S2.RM.a2           Penggunaan analisis skenario iklim untuk identifikasi risiko                                  121
S2.RM.a3           Metode penilaian probabilitas dan besaran dampak risiko iklim                               119, 124
S2.RM.a4           Prioritasi risiko iklim relatif terhadap risiko lainnya                                     119, 121
S2.RM.a5           Pendekatan pemantauan risiko iklim                                                         125, 127
S2.RM.a6           Perubahan proses manajemen risiko sejak periode pelaporan sebelumnya                          123
Proses Peluang Terkait Iklim
S2.RM.b1           Proses identifikasi, penilaian, prioritasi, dan pemantauan peluang terkait iklim           123, 124
S2.RM.b2           Penggunaan analisis skenario iklim untuk identifikasi peluang                                  -
Integrasi dengan Manajemen Risiko Perusahaan
                   Keterkaitan proses risiko dan peluang iklim dengan kerangka manajemen risiko
S2.RM.c1                                                                                                     117, 118, 121
                   perusahaan
Metrik dan Target
Metrik Lintas Industri dan Berbasis Industri
S2.MT.a1           Pengungkapan kategori metrik lintas industri                                                  159
S2.MT.a2           Pengungkapan metrik berbasis industri yang terkait dengan model bisnis dan
                                                                                                              129, 130
                   aktivitas
Kinerja terhadap Target Terkait Iklim
                   Target yang ditetapkan oleh entitas dan target yang diwajibkan oleh peraturan
S2.MT.b1                                                                                                         128
                   perundang-undangan
S2.MT.b2           Metrik yang digunakan oleh tata kelola dan manajemen untuk mengukur kemajuan               128, 159
Metrik Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)
S2.MT.c1           Emisi GRK bruto absolut untuk Cakupan 1, Cakupan 2, dan Cakupan 3                             128
S2.MT.c2           Pendekatan pengukuran, input, dan asumsi yang digunakan                                    129, 130
S2.MT.c3           Perubahan metodologi pengukuran dan alasan perubahan                                       129, 130
                   Pemisahan emisi Cakupan 1 dan Cakupan 2 berdasarkan kelompok konsolidasi dan
S2.MT.c4                                                                                                         130
                   investee lainnya
S2.MT.c5           Emisi Cakupan 2 berbasis lokasi serta penggunaan instrumen kontraktual                        128
S2.MT.c6           Kategori emisi Cakupan 3 serta pengungkapan emisi pembiayaan, jika relevan                    129
Metrik Paparan Risiko dan Peluang Iklim
S2.MT.d1           Risiko transisi: jumlah atau persentase aset atau aktivitas yang terekspos                    112
S2.MT.d2           Risiko fisik: jumlah atau persentase aset atau aktivitas yang terekspos                        -
S2.MT.d3           Peluang terkait iklim: jumlah atau persentase aktivitas usaha yang selaras                    137
Penempatan Modal




                                                                                            LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025       221
Page 223
                 TENTANG LAPORAN           STRATEGI KEBERLANJUTAN         IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN    PROFIL PERUSAHAAN




      INDEKS IFRS S1 DAN S2


                                                Pengungkapan                                               Halaman

      S2.MT.e1       Belanja modal atau investasi yang mendukung mitigasi dan adaptasi risiko iklim         115, 137
      Penetapan Harga Karbon Internal
      S2.MT.f1       Penerapan harga karbon dalam proses pengambilan keputusan                                131
      S2.MT.f2       Harga per ton dan pendekatan perhitungan                                                  -
      Keterkaitan Remunerasi Eksekutif
      S2.MT.g1       Pengaruh pertimbangan iklim terhadap remunerasi                                           -
      S2.MT.g2       Persentase remunerasi terkait iklim yang diakui pada periode berjalan                     -
      Target Terkait Iklim
      S2.MT.h1       Target kuantitatif dan kualitatif, termasuk target emisi GRK                           24, 128
      S2.MT.h2       Metrik target, tujuan, cakupan, wilayah geografis, atau unit usaha                       24
      S2.MT.h3       Periode target, tahun dasar, tonggak pencapaian, dan target antara                       24
      S2.MT.h4       Target absolut atau intensitas                                                            -
      S2.MT.h5       Keterkaitan target dengan perjanjian internasional                                       128
      Tata Kelola, Peninjauan, dan Revisi Target
      S2.MT.i1       Validasi target dan metodologi oleh pihak ketiga                                          -
      S2.MT.i2       Proses peninjauan target                                                                  -
      S2.MT.i3       Metrik yang digunakan untuk memantau kemajuan                                         128, 159
      S2.MT.i4       Revisi yang dilakukan dan dasar pertimbangannya                                           -
      Pelaporan Kinerja terhadap Target
      S2.MT.j1       Kemajuan dan tren kinerja terhadap target                                                 -
      Pengungkapan Tambahan Target Emisi GRK
      S2.MT.k1       Jenis gas yang dicakup                                                                   131
      S2.MT.k2       Cakupan Cakupan 1, 2, dan/atau 3                                                      129, 159
      S2.MT.k3       Target bruto atau neto serta keterkaitannya dengan dekarbonisasi sektoral                 -
      S2.MT.k4       Rencana penggunaan kredit karbon dan asumsi ketergantungan                                -
      S2.MT.k5       Verifikasi atau sertifikasi skema kredit karbon                                           -
      S2.MT.k6       Jenis kredit karbon dan mekanisme offset yang mendasari                                   -
      S2.MT.k7       Asumsi keberlanjutan dan integritas kredit karbon atau offset                             -
      Referensi Metrik Lintas Industri dan Berbasis Industri
                     Pertimbangan atas Standar Keberlanjutan IFRS serta panduan metrik lintas industri
      S2.MT.l1                                                                                                12
                     dan berbasis industri




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
222   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 224
 LAPORAN DIREKSI            TATA KELOLA KEBERLANJUTAN          KINERJA KEBERLANJUTAN




TAUTAN STANDAR GRI DENGAN TPB

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen untuk berkontribusi dalam pencapaian TPB/
SDGs di Indonesia. Dukungan disampaikan melalui tautan antara program/kegiatan yang dilakukan BSI
dengan GRI Standard dan SDGs, sesuai panduan Kompas TPB yang diterbitkan oleh GRI, United Nations
Global Compact, dan World Business Council for Sustainable Development (WBCSD), sebagaimana
tabel di bawah ini:



                                       RELEVANSI GRI
    TPB             TUJUAN                                    PENGUNGKAPAN                   JUDUL INDIKATOR
                                         STANDAR

               Mengakhiri           GRI 413: Masyarakat           413-2         Operasi yang secara aktual dan yang
               kemiskinan dalam     Lokal                                       berpotensi memiliki
               segala bentuk di     2016                                        dampak negatif signifikan terhadap
               mana pun.                                                        masyarakat setempat

                                    GRI 202: Keberadaan           202-1         Rasio standar upah karyawan pemula
                                    Pasar                                       berdasarkan jenis kelamin terhadap upah
                                    2016                                        minimum regional

                                    GRI 203: Dampak               203-1         Investasi infrastruktur dan dukungan
                                    Ekonomi                                     layanan
                                    Tidak Langsung
                                                                  203-2         Dampak ekonomi tidak langsung yang
                                                                                signifikan

                                    G4 Suplemen Sektor             FS6          Persentase dari portofolio untuk lini bisnis
                                    Keuangan                                    menurut wilayah, menurut ukuran (contoh:
                                                                                mikro/SME/besar), dan menurut sektor.

                                                                   FS7          Nilai moneter dari produk dan layanan yang
                                                                                dirancang untuk memberikan keuntungan
                                                                                sosial yang spesifik untuk setiap lini bisnis.

                                                                  FS13          Titik akses di daerah berpenduduk rendah
                                                                                atau kurang beruntung secara ekonomi
                                                                                berdasarkan jenis.

                                                                  FS14          Inisiatif untuk meningkatkan akses ke
                                                                                layanan keuangan bagi orang-orang yang
                                                                                kurang beruntung.

                                                                  FS16          Inisiatif untuk meningkatkan literasi
                                                                                keuangan berdasarkan jenis atau penerima
                                                                                manfaat.

               Mengakhiri           GRI 411: Hak Masyarakat       411-1         Insiden Pelanggaran yang Melibatkan Hak-
               kelaparan,           Adat 2016                                   Hak Masyarakat Adat
               mencapai
               ketahanan pangan,    GRI 413: Masyarakat           413-2         Operasi dengan Dampak Aktual dan
               memperbaiki          Lokal 2016                                  Potensial Negatif yang Signifikan pada
               nutrisi dan                                                      Komunitas Lokal
               mempromosikan
               pertanian yang
               berkelanjutan.

               Menjamin             GRI 305: Emisi 2016           305-1         Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
               kehidupan
               yang sehat dan                                     305-2         Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi
               mendorong                                                        GRK
               kesejahteraan bagi
               semua orang di                                     305-3         Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung
               segala usia.                                                     lainnya

                                                                  305-6         Emisi zat perusak ozon (BPO)

                                                                  305-7         Nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx),
                                                                                dan emisi udara signifikan lainnya

                                    GRI 203: Dampak               203-2         Dampak ekonomi tidak langsung yang
                                    Ekonomi Tidak                               signifikan
                                    Langsung 2016

                                    GRI 306: Limbah 2020          306-1         Timbulan limbah dan dampak signifikan
                                                                                terkait limbah

                                                                  306-2         Pengelolaan dampak signifikan terkait
                                                                                limbah




                                                                                          LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025             223
Page 225
               TENTANG LAPORAN              STRATEGI KEBERLANJUTAN            IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN            PROFIL PERUSAHAAN




      TAUTAN STANDAR GRI DENGAN TPB


                                            RELEVANSI GRI
         TPB            TUJUAN                                    PENGUNGKAPAN                    JUDUL INDIKATOR
                                              STANDAR

                                                                      306-3           Limbah yang dihasilkan

                                                                      306-4           Limbah dialihkan dari pembuangan

                                                                      306-5           Limbah diarahkan ke pembuangan

                                         GRI 401: Kepegawaian         401-2           Tunjangan yang diberikan kepada karyawan
                                         2016                                         tetap yang tidak diberikan kepada karyawan
                                                                                      sementara atau paruh waktu

                                         GRI 403: Kesehatan           403-6           Peningkatan kualitas kesehatan kerja
                                         dan Keselamatan Kerja
                                         2018                         403-9           Kecelakaan kerja

                                                                     403-10           Penyakit akibat kerja

                  Menjamin kualitas      GRI 404: Pelatihan dan       404-1           Rata-rata jam pelatihan per tahun per
                  pendidikan yang        Pendidikan 2016                              karyawan
                  inklusif dan merata
                  serta meningkatkan
                  kesempatan belajar
                  sepanjang hayat
                  untuk semua pada
                  tahun 2030.


                  Mencapai               GRI 2: Pengungkapan           2-9            Struktur dan komposisi tata kelola
                  kesetaraan             Umum 2021
                  gender dan                                          2-10            Nominasi dan pemilihan badan tata kelola
                  memberdayakan                                                       tertinggi
                  semua perempuan
                  dan anak               GRI 202: Keberadaan          202-1           Rasio standar upah karyawan pemula
                  perempuan.             Pasar                                        berdasarkan jenis
                                         2016                                         kelamin terhadap upah minimum regional

                                         GRI 203: Dampak              203-1           Investasi infrastruktur dan dukungan
                                         Ekonomi Tidak                                layanan
                                         Langsung 2016

                                         GRI 401: Kepegawaian         401-1           Perekrutan karyawan baru dan perputaran
                                         2016                                         karyawan
                                         G
                                                                      401-2           Tunjangan yang diberikan kepada karyawan
                                                                                      tetap yang tidak diberikan kepada karyawan
                                                                                      sementara atau paruh waktu

                                                                      401-3           Cuti Melahirkan

                                                                      404-1           Rata-rata jam pelatihan per tahun per
                                                                                      karyawan

                                         GRI 404: Pelatihan dan       404-3           Persentase karyawan yang menerima
                                         Pendidikan 2016                              tinjauan rutin terhadap kinerja dan
                                                                                      pengembangan karir

                                         GRI 405: Keberagaman         405-1           Keberagaman badan tata kelola dan
                                         dan Kesetaraan                               karyawan
                                         Kesempatan 2016
                                                                      405-2           Rasio gaji pokok dan remunerasi
                                                                                      perempuan terhadap laki-laki

                  Memastikan             GRI 306: Limbah 2020         306-1           Timbulan limbah dan dampak signifikan
                  masyarakat                                                          terkait limbah
                  mencapai akses
                  universal air bersih                                306-2           Pengelolaan dampak signifikan terkait
                  dan sanitasi.                                                       limbah

                  Menjamin akses         GRI 302: Energi 2016         302-1           Konsumsi energi di dalam organisasi
                  energi yang
                  terjangkau, andal,                                  302-2           Konsumsi energi di luar organisasi
                  berkelanjutan, dan
                  modern untuk                                        302-3           Intensitas energi
                  semua lapisan
                                                                      302-4           Reduksi konsumsi energi
                  masyarakat.
                                                                      302-5           Pengurangan kebutuhan energi dari produk
                                                                                      dan jasa




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
224   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 226
LAPORAN DIREKSI           TATA KELOLA KEBERLANJUTAN          KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                      TAUTAN STANDAR GRI DENGAN TPB


                                      RELEVANSI GRI
   TPB             TUJUAN                                   PENGUNGKAPAN                   JUDUL INDIKATOR
                                        STANDAR

              Berusaha             GRI 2: Pengungkapan           2-7          Karyawan
              meningkatkan         Umum 2021
              pertumbuhan                                       2-30          Perjanjian kerja bersama
              ekonomi yang
              inklusif dan         GRI 201: Kinerja             201-1         Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan
              berkelanjutan,       Ekonomi 2016                               didistribusikan
              kesempatan kerja
                                   GRI 203: Dampak              203-2         Dampak ekonomi tidak langsung yang
              yang produktif dan
                                   Ekonomi Tidak                              signifikan
              menyeluruh serta
                                   Langsung 2016
              pekerjaan yang
              layak untuk semua.   GRI 204: Praktik             204-1         Proporsi pengeluaran untuk pemasok lokal
                                   Pengadaan 2016

                                   GRI 302: Energi 2016         302-1         Konsumsi energi di dalam organisasi

                                                                302-2         Konsumsi energi di luar organisasi

                                                                302-3         Intensitas energi

                                                                302-4         Reduksi konsumsi energi

                                                                302-5         Pengurangan kebutuhan energi dari produk
                                                                              dan jasa

                                   GRI 401: Kepegawaian         401-1         Perekrutan karyawan baru dan perputaran
                                   2016                                       karyawan

                                                                401-2         Tunjangan yang diberikan kepada karyawan
                                                                              tetap yang tidak diberikan kepada karyawan
                                                                              sementara atau paruh waktu

                                                                401-3         Cuti Melahirkan

                                   GRI 402: Hubungan            402-1         Periode pemberitahuan minimum terkait
                                   Tenaga                                     perubahan operasional
                                   Kerja/Manajemen 2016

                                   GRI 403: Kesehatan           403-1         Sistem manajemen kesehatan dan
                                   dan Keselamatan Kerja                      keselamatan kerja
                                   2018
                                                                403-2         Identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan
                                                                              investigasi insiden

                                                                403-3         Layanan kesehatan kerja

                                                                403-4         Partisipasi pekerja, konsultasi, dan
                                                                              komunikasi tentang kesehatan dan
                                                                              keselamatan kerja

                                                                403-5         Pelatihan pekerja tentang kesehatan dan
                                                                              keselamatan kerja

                                                                403-7         Pencegahan dan mitigasi dampak-dampak
                                                                              keselamatan dan kesehatan kerja yang
                                                                              secara langsung terkait dengan hubungan
                                                                              bisnis

                                                                403-8         Pekerja yang tercakup dalam sistem
                                                                              manajemen keselamatan dan kesehatan
                                                                              kerja

                                                                403-9         Kecelakaan kerja

                                                               403-10         Penyakit akibat kerja

                                   GRI 404: Pelatihan dan       404-1         Rata-rata jam pelatihan per tahun per
                                   Pendidikan 2016                            karyawan

                                                                404-2         Program untuk meningkatkan keterampilan
                                                                              karyawan dan
                                                                              program bantuan peralihan

                                                                404-3         Persentase karyawan yang menerima
                                                                              tinjauan rutin terhadap
                                                                              kinerja dan pengembangan karir

                                   GRI 405: Keberagaman         405-1         Keberagaman badan tata kelola dan
                                   dan                                        karyawan
                                   Kesetaraan
                                   Kesempatan 2016              405-2         Rasio gaji pokok dan remunerasi
                                                                              perempuan terhadap laki-laki


                                                                                         LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025        225
Page 227
               TENTANG LAPORAN               STRATEGI KEBERLANJUTAN            IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN              PROFIL PERUSAHAAN




      TAUTAN STANDAR GRI DENGAN TPB


                                             RELEVANSI GRI
         TPB            TUJUAN                                     PENGUNGKAPAN                     JUDUL INDIKATOR
                                               STANDAR

                                          G4 Suplemen Sektor           FS6             Persentase dari portofolio untuk lini bisnis
                                          Keuangan                                     menurut wilayah, ukuran, dan sektor

                                                                       FS7             Nilai moneter dari produk dan layanan yang
                                                                                       dirancang untuk
                                                                                       memberikan keuntungan sosial yang
                                                                                       spesifik untuk setiap lini
                                                                                       bisnis.

                                                                       FS13            Titik akses di daerah berpenduduk rendah
                                                                                       atau kurang beruntung secara ekonomi
                                                                                       berdasarkan jenis.

                                                                       FS14            Inisiatif untuk meningkatkan akses ke
                                                                                       layanan keuangan bagi orang-orang yang
                                                                                       kurang beruntung.

                                                                       FS16            Inisiatif untuk meningkatkan literasi
                                                                                       keuangan berdasarkan jenis atau penerima
                                                                                       manfaat.

                  Membangun               GRI 201: Kinerja             201-1           Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan
                  infrastruktur           Ekonomi 2016                                 didistribusikan
                  yang tangguh,
                  meningkatkan
                  industri inklusif dan   GRI 203: Dampak              203-1           Investasi infrastruktur dan dukungan
                  berkelanjutan, serta    Ekonomi Tidak                                layanan
                  mendorong inovasi.      Langsung 2016

                                          G4 Suplemen Sektor           FS6             Persentase dari portofolio untuk lini bisnis
                                          Keuangan                                     menurut wilayah,
                                                                                       ukuran, dan sektor

                                                                       FS7             Nilai moneter dari produk dan layanan yang
                                                                                       dirancang untuk
                                                                                       memberikan keuntungan sosial yang
                                                                                       spesifik untuk setiap lini bisnis.

                  Mengurangi              GRI 2: Pengungkapan           2-7            Karyawan
                  Kesenjangan Intra       Umum 2021
                  dan Antar Negara.
                                          GRI 401: Kepegawaian         401-1           Perekrutan karyawan baru dan perputaran
                                          2016                                         karyawan

                                          GRI 404: Pelatihan dan       404-1           Rata-rata jam pelatihan per tahun per
                                          Pendidikan 2016                              karyawan

                                                                       404-3           Persentase karyawan yang menerima
                                                                                       tinjauan rutin terhadap kinerja dan
                                                                                       pengembangan karir

                                          GRI 405: Keberagaman         405-2           Rasio gaji pokok dan remunerasi
                                          dan Kesetaraan                               perempuan terhadap laki-laki
                                          Kesempatan 2016

                                          G4 Suplemen Sektor            FS1            Kebijakan dengan komponen lingkungan
                                          Keuangan                                     dan sosial yang spesifik yang diaplikasikan
                                                                                       pada lini bisnis.

                                                                       FS2             Prosedur untuk memeriksa dan menyaring
                                                                                       risiko lingkungan dan sosial pada lini bisnis.

                                                                       FS3             Proses untuk memonitor implementasi
                                                                                       dan kepatuhan klien terhadap persyaratan
                                                                                       lingkungan dan sosial, termasuk dalam
                                                                                       perjanjian atau transaksi

                                                                       FS4             Proses untuk meningkatkan kompetensi
                                                                                       staf untuk menerapkan kebijakan
                                                                                       dan prosedur lingkungan dan sosial
                                                                                       sebagaimana diterapkan pada lini bisnis.

                                                                       FS5             Interaksi dengan klien/penanam modal/
                                                                                       mitra bisnis terkait risiko serta kesempatan
                                                                                       terkait lingkungan dan sosial.




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
226   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 228
LAPORAN DIREKSI           TATA KELOLA KEBERLANJUTAN        KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                        TAUTAN STANDAR GRI DENGAN TPB


                                     RELEVANSI GRI
   TPB             TUJUAN                                 PENGUNGKAPAN                   JUDUL INDIKATOR
                                       STANDAR

                                                               FS7          Nilai moneter dari produk dan layanan yang
                                                                            dirancang untuk memberikan keuntungan
                                                                            sosial yang spesifik untuk setiap lini bisnis.

                                                               FS9          Cakupan dan frekuensi audit serta prosedur
                                                                            penilaian risiko

                                                              FS10          Persentase dan jumlah perusahaan yang
                                                                            dimiliki dalam portofolio institusi yang
                                                                            telah berinteraksi dengan organisasi yang
                                                                            melaporkan tentang isu lingkungan atau
                                                                            sosial

                                                              FS13          Titik akses di daerah berpenduduk rendah
                                                                            atau kurang beruntung secara ekonomi
                                                                            berdasarkan jenis.

                                                              FS14          Inisiatif untuk meningkatkan akses ke
                                                                            layanan keuangan bagi orang-orang yang
                                                                            kurang beruntung.

                                                              FS15          Kebijakan untuk produk dan layanan
                                                                            keuangan yang adil

                                                              FS16          Inisiatif untuk meningkatkan literasi
                                                                            keuangan berdasarkan
                                                                            jenis atau penerima manfaat.

              Menjadikan kota     GRI 203: Dampak             203-1         Investasi infrastruktur dan dukungan
              dan pemukiman       Ekonomi Tidak                             layanan
              inklusif, aman,     Langsung 2016
              tangguh dan
              berkelanjutan       GRI 306: Limbah 2020        306-1         Timbulan limbah dan dampak signifikan
                                                                            terkait limbah

                                                              306-2         Pengelolaan dampak signifikan terkait
                                                                            limbah

                                                              306-3         Limbah yang dihasilkan

                                                              306-4         Limbah dialihkan dari pembuangan

                                                              306-5         Limbah diarahkan ke pembuangan


                                  GRI 203: Dampak             203-1         Investasi infrastruktur dan dukungan
                                  Ekonomi                                   layanan
                                  Tidak Langsung

                                  G4 Suplemen Sektor           FS7          Nilai moneter dari produk dan layanan yang
                                  Keuangan                                  dirancang untuk memberikan keuntungan
                                                                            sosial yang spesifik untuk setiap lini bisnis.

              Menjamin pola       GRI 302: Energi 2016        302-1         Konsumsi energi di dalam organisasi
              produksi dan
              konsumsi yang
              bertanggungjawab                                302-2         Konsumsi energi di luar organisasi

                                                              302-3         Intensitas energi

                                                              302-4         Reduksi konsumsi energi

                                                              302-5         Pengurangan kebutuhan energi dari produk
                                                                            dan jasa

                                  GRI 305: Emisi 2016         305-1         Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)

                                                              305-2         Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi
                                                                            GRK

                                                              305-3         Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung
                                                                            lainnya

                                                              305-6         Emisi zat perusak ozon (BPO)

                                                              305-7         Nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx),
                                                                            dan emisi udara signifikan lainnya




                                                                                      LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025             227
Page 229
               TENTANG LAPORAN            STRATEGI KEBERLANJUTAN           IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN             PROFIL PERUSAHAAN




      TAUTAN STANDAR GRI DENGAN TPB


                                          RELEVANSI GRI
         TPB           TUJUAN                                  PENGUNGKAPAN                    JUDUL INDIKATOR
                                            STANDAR

                                       GRI 306: Limbah 2020        306-1           Timbulan limbah dan dampak signifikan
                                                                                   terkait limbah

                                                                   306-2           Pengelolaan dampak signifikan terkait
                                                                                   limbah

                                                                   306-3           Limbah yang dihasilkan

                                                                   306-4           Limbah dialihkan dari pembuangan

                                                                   306-5           Limbah diarahkan ke pembuangan

                                       GRI 417: Pemasaran          417-1           Persyaratan untuk pelabelan dan informasi
                                       dan                                         produk dan jasa
                                       Pelabelan 2016

                  Mengambil aksi       GRI 201: Kinerja            201-2           Implikasi finansial serta risiko dan peluang
                  segera untuk         Ekonomi 2016                                lain akibat perubahan iklim
                  memerangi
                  perubahan iklim      GRI 302: Energi 2016        302-1           Konsumsi energi di dalam organisasi
                  dan dampaknya
                  karena perubahan                                 302-2           Konsumsi energi di luar organisasi
                  iklim adalah
                                                                   302-3           Intensitas energi
                  tantangan global
                  yang memengaruhi                                 302-4           Reduksi konsumsi energi
                  setiap orang.
                                                                   302-5           Pengurangan kebutuhan energi dari produk
                                                                                   dan jasa

                                       GRI 305: Emisi 2016         305-1           Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)

                                                                   305-2           Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi
                                                                                   GRK

                                                                   305-3           Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung
                                                                                   lainnya

                                                                   305-6           Emisi zat perusak ozon (BPO)

                                                                   305-7           Nitrogen oksi

                  Melestarikan dan     GRI 305: Emisi 2016         305-1           Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
                  memanfaatkan
                  secara                                           305-2           Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi
                  berkelanjutan                                                    GRK
                  sumber daya
                  kelautan dan                                     305-3           Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung
                  samudera untuk                                                   lainnya
                  pembangunan
                                                                   305-6           Emisi zat perusak ozon (BPO)
                  berkelanjutan
                                                                   305-7           Nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx),
                                                                                   dan emisi udara signifikan lainnya

                  Melindungi,          GRI 305: Emisi 2016         305-1           Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
                  Merestorasi dan
                  Meningkatkan                                     305-2           Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi
                  Pemanfaatan                                                      GRK
                  Berkelanjutan
                  Ekosistem Daratan,                               305-3           Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung
                  Mengelola Hutan                                                  lainnya
                  Secara Lestari,
                                                                   305-6           Emisi zat perusak ozon (BPO)
                  Menghentikan
                  Penggurunan,                                     305-7           Nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx),
                  Memulihkan                                                       dan emisi udara signifikan lainnya
                  Degradasi lahan,
                  serta Menghentikan
                  Kehilangan
                  Keanekaragaman
                  Hayati




      MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK EMAS
228   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK
Page 230
LAPORAN DIREKSI            TATA KELOLA KEBERLANJUTAN          KINERJA KEBERLANJUTAN




                                                         TAUTAN STANDAR GRI DENGAN TPB


                                       RELEVANSI GRI
   TPB             TUJUAN                                    PENGUNGKAPAN                  JUDUL INDIKATOR
                                         STANDAR

              Menguatkan            GRI 2: Pengungkapan           2-9          Struktur dan komposisi tata kelola
              Masyarakat yang       Umum 2021
              Inklusif dan                                        2-10         Nominasi dan pemilihan badan tata kelola
              Damai untuk                                                      tertinggi
              Pembangunan
              Berkelanjutan,                                      2-11         Ketua badan tata kelola tertinggi
              Menyediakan
                                                                  2-12         Peran badan tata kelola tertinggi dalam
              Akses Keadilan
                                                                               mengawasi pengelolaan dampak
              untuk Semua,
              dan Membangun                                       2-15         Benturan kepentingan
              Kelembagaan yang
              Efektif, Akuntabel,
              dan Inklusif di                                     2-16         Komunikasi hal-hal penting
              Semua Tingkatan.
                                                                 2-23          Komitmen kebijakan

                                                                 2-25          Proses untuk memulihkan dampak negatif


                                                                 2-26          Mekanisme pemberian umpan balik/saran
                                                                               dan menyampaikan
                                                                               kekhawatiran

                                                                 2-29          Pendekatan keterlibatan pemangku
                                                                               kepentingan


                                    GRI 205: Anti Korupsi        205-1         Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko
                                    2016                                       terkait korupsi

                                                                 205-2         Komunikasi dan pelatihan tentang
                                                                               kebijakan dan prosedur anti korupsi

                                                                 205-3         Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan
                                                                               yang diambil

                                    GRI 403: Kesehatan           403-4         Partisipasi pekerja, konsultasi, dan
                                    dan Keselamatan Kerja                      komunikasi tentang kesehatan dan
                                    2018                                       keselamatan kerja

                                                                 403-9         Kecelakaan kerja

                                                                403-10         Penyakit akibat kerja

                                    GRI 416: Kesehatan dan       416-1         Penilaian dampak kesehatan dan
                                    Keselamatan                                keselamatan dari berbagai
                                    Pelanggan                                  kategori produk dan jasa

                                    GRI 417: Pemasaran           417-2         Insiden ketidakpatuhan sehubungan
                                    dan                                        dengan dampak
                                    Pelabelan 2016                             kesehatan dan keselamatan dari produk
                                                                               dan jasa

                                                                 417-3         Insiden ketidakpatuhan terkait komunikasi
                                                                               pemasaran

                                    GRI 418: Privasi             418-1         Pengaduan yang berdasar mengenai
                                    Pelanggan 2016                             pelanggaran terhadap privasi pelanggan
                                                                               dan hilangnya data pelanggan

              Menguatkan Sarana Pelaksanaan dan Merevitalisasi Kemitraan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan




                                                                                         LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025           229
Page 231
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk

Kantor Pusat
Gedung The Tower
Jl. Gatot Subroto No. 27
Kelurahan Karet Semanggi,
Kecamatan Setiabudi,
Jakarta Selatan 1293

Kontak
BSI Call - 14040
Telp. 62081584114040
contactus@bankbsi.co.id

Facebook: Bank Syariah Indonesia
Instagram: @banksyariahindonesia
Youtube: Bank Syariah Indonesia
Twitter: bankbsi_id

File

File Open PDF
Source IDX
Size4.67 MB
Published26 Mar 2026
Pages231
Characters1,018,566
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 68 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.47 ×12
linked org PT Bank Rakyat p.49 ×3
linked person ANGGORO EKO CAHYO · Direktur p.62 ×4
linked person Muhadjir Effendy p.67
linked person Felicitas Tallulembang p.67
linked person Kamaruddin Amin p.67
linked person Mochamad Agus p.67 ×2
linked person Nizar Ahmad Saputra p.67
linked person Addin Jauharudin p.67
linked person Muhammad Syafii Antonio p.67
linked person Bob Tyasika Ananta p.68
linked person Anton Sukarna p.68
linked person Ade Cahyo Nugroho p.68
linked person Zaidan Novari p.68
linked person Grandhis Helmi Harumansyah p.68
linked person Kemas Erwan Husainy p.68 ×2
linked person Muharto Hadi Suprapto p.68
linked person Firman Nugraha p.68
linked person Arief Adhi Sanjaya p.68
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×29
possible org Negara Republik Indonesia p.47 ×2
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.47 ×4
possible person Gatot Subroto p.83
possible — Effendy · Utama p.94
possible — Muharto · Manajemen p.95
unresolved org Bank Syariah p.2 ×4
unresolved org Bank Penyedia Layanan Pembayaran Best Mudharabah Sukuk p.11
unresolved org Teladan BAZNAS RI MEMIMPIN KEUANGAN BERKELANJUTAN DI ERA BARU BANK p.11
unresolved org Bank Identifikasi p.15
unresolved org Reporting Standard dan Partners p.19
unresolved org Bank Indonesia p.32 ×6
unresolved org Bank Umum Syariah p.32 ×3
unresolved org Bank Sustainability Sukuk Dalam Rupiah Sustainability Sukuk Tahap p.38
unresolved org Bank Indonesia. Komitmen BSI p.45
unresolved org Bank Negara Indonesia PENYESUAIAN NAMA PERUSAHAAN (Persero) Tbk p.47 ×2
unresolved person H. TANGGAL PENDIRIAN p.47
unresolved person Jose Dima Satria S.H. p.47
unresolved org Bank Syariah Indonesia Bank Syariah Indonesia Catatan p.48
unresolved org Indonesia (Persero) Tbk p.49 ×3
unresolved org Milik Negara p.55
unresolved org Internasional · Anggota p.57 ×2
unresolved person Forum Komunikasi · Direktur p.57
unresolved org Bank Agen Penjual Efek Reksa Dana Indonesia p.57
unresolved org Musyawarah Perbankan Daerah p.57
unresolved org Sentral Efek Indonesia p.57
unresolved org Amil Zakat Nasional p.65
unresolved org Amil p.65
unresolved org Amil BSI p.65
unresolved org Departemen Perbankan Syariah p.74
unresolved org PT Mandiri Utama Finance p.82
unresolved — Pengaw · Dewan Pengawas Syariah p.90
unresolved person Muhadjir · Komisaris p.94
unresolved — Talullembang · Dewan p.94
unresolved — Jauharuddin · Dewan p.95
unresolved — Saputra · Dewan p.95
unresolved — Firmansyah · Dewan p.95
unresolved — Rofiudin · Dewan p.95
unresolved — Amin · Dewan p.95
unresolved person Kualifikasi · Direktur p.95
unresolved — Communication · Investor Gathering p.96
unresolved org Syariah · Komisaris p.102
unresolved person Berkelanjutan BSI · Komisaris p.102
unresolved org Departemen Sustainable p.104
unresolved org Departemen Sustainability p.104
unresolved org PT BSI Group Indonesia p.207
unresolved org Bank Syariah Indonesia Instagram p.231
unresolved org Bank Syariah Indonesia Twitter p.231

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result