Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 76
Page 1
Nomor Surat HBK.CSC/CMA.4423/2023
Nama Emiten PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Kode Emiten BMRI
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 9 Bulan yang berakhir pada 30/09/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
1 PT Mandiri Pembiayaan Jakarta 1989 Beroperasi 27.378.490 JUTAAN IDR 51.0
Tunas Konsumen
Finance
(MTF)
2 PT AXA Asuransi Jiwa Jakarta 1991 Beroperasi 40.847.511 JUTAAN IDR 51.0
Mandiri
Financial
Services
(AMFS)
3 PT MANDIRI Pembiayaan Jakarta 2015 Beroperasi 9.825.777 JUTAAN IDR 51.0
UTAMA Konsumen
FINANCE
4 PT MANDIRI Modal Ventura Jakarta 2015 Beroperasi 5.859.507 JUTAAN IDR 99.99
CAPITAL
INDONESIA
5 Bank Mandiri Perbankan London 1999 Beroperasi 3.265.924 JUTAAN IDR 100.0
(Europe)
Limited
(BMEL)
6 Mandiri Layanan Kuala Lumpur 2009 Beroperasi 23.473 JUTAAN IDR 100.0
International Remittance
Remittance
Sendirian
Berhad (MIR)
7 PT Bank Perbankan Jakarta 1955 Beroperasi 319.846.454 JUTAAN IDR 51.47
Syariah Syariah
Indonesia
(BSI)
8 PT Mandiri Sekuritas Jakarta 1992 Beroperasi 5.592.837 JUTAAN IDR 99.99
Sekuritas
(Mansek)
9 PT Bank Perbankan Denpasar 1970 Beroperasi 58.555.948 JUTAAN IDR 51.1
Mandiri
Taspen (Bank
Mantap)
10 PT Asuransi Asuransi Jiwa Jakarta 2008 Beroperasi 3.165.725 JUTAAN IDR 80.0
Jiwa InHealth
Indonesia
Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 September 2023
Nama entitas PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas BMRI Entity code
Nomor identifikasi entitas AA416 Entity identification number
Industri utama entitas Keuangan dan Syariah / Entity main industry
Financial and Sharia
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor G. Financials Sector
Subsektor G1. Banks Subsector
Industri G11. Banks Industry
Subindustri G111. Banks Subindustry
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
National Corporation
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham dan Obligasi / Stock and Type of listed securities
Bond
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Utama / Main
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas grup / Group entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal III / Third Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan September 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya September 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Jutaan / In Million statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Page 3
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[4220000] Statement of financial position presented using order of liquidity -
Financial and Sharia Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 September 2023 31 December 2022
Aset Assets
Kas 23,443,305 27,212,759 Cash
Giro pada bank lain Current accounts with other
banks
Giro pada bank lain pihak Current accounts with
32,984,395 47,699,252
ketiga other banks third parties
Giro pada bank lain pihak Current accounts with
1,289,789 110,733
berelasi other banks related parties
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai pada giro ( 70,404 ) ( 20,285 ) losses for current
pada bank lain accounts with other bank
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai pada losses for placements with
( 1,317 ) ( 3,601 )
penempatan pada bank other banks
lain
Efek-efek yang Marketable securities
diperdagangkan
Efek-efek yang Marketable securities third
diperdagangkan pihak 61,680,856 55,550,432 parties
ketiga
Efek-efek yang Marketable securities
diperdagangkan pihak 22,718,214 27,290,577 related parties
berelasi
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai pada losses for marketable
( 75,337 ) ( 41,191 )
efek-efek yang securities
diperdagangkan
Efek yang dibeli dengan janji Securities purchased under
10,978,398 11,705,989
dijual kembali agreement to resale
Wesel ekspor dan tagihan Bills and other receivables
lainnya
Wesel ekspor dan tagihan Bills and other receivables
20,329,063 18,635,645
lainnya pihak ketiga third parties
Wesel ekspor dan tagihan Bills and other receivables
6,831,173 15,157,619
lainnya pihak berelasi related parties
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai pada losses for bills and other
( 2,234,821 ) ( 1,604,705 )
wesel ekspor dan tagihan receivables
lainnya
Tagihan akseptasi Acceptance receivables
Tagihan akseptasi pihak Acceptance receivables
10,661,698 9,884,072
ketiga third parties
Tagihan akseptasi pihak Acceptance receivables
2,171,852 1,897,509
berelasi related parties
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai pada ( 210,668 ) ( 61,963 ) losses for acceptance
tagihan akseptasi receivables
Tagihan derivatif Derivative receivables
Tagihan derivatif pihak Derivative receivables
2,633,179 2,141,933
ketiga third parties
Tagihan derivatif pihak Derivative receivables
162,479 110,208
berelasi related parties
Pinjaman yang diberikan Loans
Page 5
Pinjaman yang diberikan Loans third parties
1,054,800,120 973,214,336
pihak ketiga
Pinjaman yang diberikan Loans related parties
226,114,557 199,385,546
pihak berelasi
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai pada ( 57,534,987 ) ( 64,612,645 ) losses for loans
pinjaman yang diberikan
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen receivables
Piutang pembiayaan Consumer financing
29,618,942 23,749,881
konsumen pihak ketiga receivables third parties
Piutang pembiayaan Consumer financing
12,091 7,846
konsumen pihak berelasi receivables related parties
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai pada losses for consumer
( 736,902 ) ( 610,361 )
piutang pembiayaan financing receivables
konsumen
Investasi sewa Lease investments
Investasi sewa pihak Lease investments third
6,204,069 6,761,548
ketiga parties
Investasi sewa pihak Lease investments related
( 49,877 ) ( 102,811 )
berelasi parties
Investasi sewa nilai residu Lease investments
2,567,513 2,551,829
yang terjamin guaranteed residual value
Investasi sewa Lease investments
pendapatan pembiayaan ( 777,270 ) ( 786,177 ) deferred financing income
tangguhan
Investasi sewa simpanan Lease investments
( 2,567,513 ) ( 2,551,829 )
jaminan guarantee deposits
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai pada ( 102,113 ) ( 139,173 ) losses for lease
investasi sewa investments
Obligasi pemerintah 304,687,727 329,211,764 Government bonds
Biaya dibayar dimuka 3,566,043 1,895,503 Prepaid expenses
Pajak dibayar dimuka 595,106 1,164,925 Prepaid taxes
Aset pajak tangguhan 11,271,811 12,045,479 Deferred tax assets
Investasi pada ventura Investments in joint
bersama dan entitas ventures and associates
asosiasi
Investasi pada entitas Investments in associates
2,778,358 2,688,954
asosiasi
Goodwill 787,466 787,466 Goodwill
Aset takberwujud selain Intangible assets other than
4,307,897 4,306,143
goodwill goodwill
Aset tetap Property, plant, and
56,437,084 56,540,566
equipment
Agunan yang diambil alih 1,138,322 1,145,931 Foreclosed assets
Aset lainnya 35,005,574 27,551,713 Other assets
Jumlah aset 2,006,939,146 1,992,544,687 Total assets
Liabilitas, dana syirkah Liabilities, temporary syirkah
temporer dan ekuitas funds and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas segera Obligations due
6,966,178 4,056,029
immediately
Simpanan nasabah Customers deposits
Giro Current accounts
Giro pihak ketiga Current accounts
334,278,636 361,830,544
third parties
Giro pihak berelasi Current accounts
Page 6
151,828,320 157,247,418 related parties
Tabungan Savings
Tabungan pihak Savings third
484,180,221 473,631,868
ketiga parties
Tabungan pihak Savings related
7,617,980 6,850,898
berelasi parties
Deposito berjangka Time deposits
Deposito berjangka Time deposits third
246,374,214 265,349,216
pihak ketiga parties
Deposito berjangka Time deposits
29,547,178 30,665,985
pihak berelasi related parties
Simpanan dari bank lain Other banks deposits
Simpanan dari bank Other banks deposits
323,627 641,268
lain pihak berelasi related parties
Simpanan dari bank Other banks deposits
15,006,970 14,206,141
lain pihak ketiga third parties
Efek yang dijual dengan Securities sold with
25,593,367 24,325,475
janji untuk dibeli kembali repurchase agreement
Liabilitas derivatif Derivative payables
Liabilitas derivatif pihak Derivative payables
1,872,767 2,039,836
ketiga third parties
Liabilitas derivatif pihak Derivative payables
321,190 86,933
berelasi related parties
Liabilitas kepada Liabilities to policyholder
pemegang polis 28,949,747 29,710,227 in unit-linked contracts
unit-linked
Liabilitas akseptasi Acceptance liabilities
Liabilitas akseptasi Acceptance liabilities
2,253,607 1,750,123
pihak berelasi related parties
Liabilitas akseptasi Acceptance liabilities
10,579,943 10,031,458
pihak ketiga third parties
Pinjaman yang diterima Borrowings
Pinjaman yang Borrowings third
83,655,286 60,629,414
diterima pihak ketiga parties
Pinjaman yang Borrowings related
1,911,100 2,210,704
diterima pihak berelasi parties
Provisi 298,885 323,365 Provisions
Estimasi kerugian Estimated losses on
komitmen dan kontinjensi 1,233,808 2,073,429 commitments and
contingencies
Beban akrual 4,656,445 6,493,794 Accrued expenses
Utang pajak 2,142,812 3,590,522 Taxes payable
Liabilitas lainnya 37,657,861 27,336,753 Other liabilities
Kewajiban imbalan pasca Post-employment benefit
10,545,867 12,607,759
kerja obligations
Pinjaman subordinasi Subordinated loans
Pinjaman subordinasi Subordinated loans
205,496 546,333
pihak ketiga third parties
Pinjaman subordinasi Subordinated loans
10,000 87,000
pihak berelasi related parties
Jumlah liabilitas 1,539,736,586 1,544,096,631 Total liabilities
Dana syirkah temporer Temporary syirkah funds
Bukan bank Non-banks
Giro mudharabah Mudharabah current
account
Giro mudharabah Mudharabah
pihak ketiga 11,395,642 9,020,856 current account
third parties
Page 7
Giro berjangka Mudharabah
8,730,896 13,702,232
mudharabah pihak current account
berelasi related parties
Tabungan Mudharabah saving
mudharabah deposits
Tabungan Mudharabah saving
mudharabah pihak 71,749,023 72,183,636 deposits third
ketiga parties
Tabungan Mudharabah saving
mudharabah pihak 536,702 86,070 deposits related
berelasi parties
Deposito berjangka Mudharabah time
mudharabah deposits
Deposito berjangka Mudharabah time
mudharabah pihak 76,298,415 82,418,193 deposits third
ketiga parties
Deposito berjangka Mudharabah time
mudharabah pihak 29,170,898 17,857,676 deposits related
berelasi parties
Bank Bank
Giro mudharabah Mudharabah current
26,840 31,880
account
Tabungan Mudharabah saving
553,277 627,646
mudharabah (ummat) deposits (ummat)
Deposito berjangka Mudharabah time
136,927 274,412
mudharabah deposits
Jumlah dana syirkah Total temporary syirkah
198,598,620 196,202,601
temporer funds
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 11,666,667 11,666,667 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
17,643,264 17,643,264
disetor capital
Cadangan revaluasi 34,716,693 34,716,693 Revaluation reserves
Cadangan selisih kurs Reserve of exchange
penjabaran ( 72,716 ) ( 60,427 ) differences on
translation
Cadangan perubahan Reserve for changes in
nilai wajar aset fair value of fair value
keuangan nilai wajar ( 3,428,280 ) ( 2,768,553 ) through other
melalui pendapatan comprehensive income
komprehensif lainnya financial assets
Cadangan lindung nilai Reserve of cash flow
( 763 ) ( 3,156 )
arus kas hedges
Cadangan pengukuran Reserve of
kembali program 1,489,590 1,510,016 remeasurements of
imbalan pasti defined benefit plans
Cadangan lainnya 85,052 85,052 Other reserves
Komponen ekuitas Other components of
( 97,202 ) ( 97,203 )
lainnya equity
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
telah ditentukan retained earnings
penggunaanya
Cadangan General and
2,333,333 2,333,333
umum dan wajib legal reserves
Cadangan Specific
Page 8
khusus 3,046,935 3,046,935 reserves
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan 175,926,975 161,606,165 retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
243,309,548 229,678,786
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Kepentingan Non-controlling interests
25,294,392 22,566,669
non-pengendali
Jumlah ekuitas 268,603,940 252,245,455 Total equity
Jumlah liabilitas, dana Total liabilities, temporary
syirkah temporer dan 2,006,939,146 1,992,544,687 syirkah funds and equity
ekuitas
Page 9
[4322000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented before tax, by nature - Financial and Sharia Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 September 2023 30 September 2022
Pendapatan dan beban Operating income and
operasional expenses
Pendapatan bunga 98,008,135 81,258,804 Interest income
Beban bunga ( 26,144,840 ) ( 17,274,042 ) Interest expenses
Pendapatan asuransi Insurance income
Pendapatan dari premi Revenue from insurance
10,465,530 10,905,130
asuransi premiums
Beban asuransi Insurance expenses
Beban klaim ( 8,878,497 ) ( 8,906,356 ) Claim expenses
Pendapatan sekuritas Securities income
Keuntungan (kerugian) Realised gains (losses) on
dari transaksi trading of marketable
99,942 850,666
perdagangan efek yang securities
telah direalisasi
Keuntungan (kerugian) Gains (losses) on changes
perubahan nilai wajar efek 0 3,015 in fair value of marketable
securities
Pendapatan operasional Other operating income
lainnya
Pendapatan provisi dan Provisions and
komisi dari transaksi commissions income from
14,284,497 12,804,977
lainnya selain kredit transactions other than
loan
Pendapatan transaksi Revenue from trading
2,621,281 2,278,203
perdagangan transactions
Penerimaan kembali aset Revenue from recovery of
yang telah 7,153,556 5,800,784 written-off assets
dihapusbukukan
Pendapatan operasional Other operating income
3,197,219 2,942,909
lainnya
Pembentukan kerugian Allowances for impairment
penurunan nilai losses
Pembentukan penyisihan Allowances for impairment
kerugian penurunan nilai ( 9,895,748 ) ( 12,048,805 ) losses on earnings assets
aset produktif
Pembentukan penyisihan Allowances for impairment
kerugian penurunan nilai ( 79,922 ) ( 281,564 ) losses on non-earnings
aset non-produktif assets
Pembalikan (beban) estimasi Reversal (expense) of
kerugian komitmen dan estimated losses on
822,984 487,732
kontijensi commitments and
contingencies
Beban operasional lainnya Other operating expenses
Beban umum dan General and
( 31,648,108 ) ( 30,384,208 )
administrasi administrative expenses
Beban sewa, Rent, maintenance and
pemeliharaan, dan ( 1,829,842 ) ( 1,785,741 ) improvement expenses
perbaikan
Beban provisi dan komisi Other fees and
( 912,268 ) ( 855,095 )
commissions expenses
Beban operasional Other operating
Page 10
lainnya ( 4,062,387 ) ( 3,625,522 ) expenses
Jumlah laba operasional 53,201,532 42,170,887 Total profit from operation
Pendapatan dan beban bukan Non-operating income and
operasional expense
Beban bukan operasional 10,260 22,190 Non-operating expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
53,211,792 42,193,077
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 10,440,791 ) ( 8,728,163 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
42,771,001 33,464,914
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) 42,771,001 33,464,914 Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif Other comprehensive income,
lainnya, sebelum pajak before tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang tidak akan income that will not be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
sebelum pajak loss, before tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya atas pengukuran income for
kembali kewajiban ( 45,218 ) 200,892 remeasurement of defined
manfaat pasti, sebelum benefit obligation, before
pajak tax
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang tidak akan ( 45,218 ) 200,892 that will not be
direklasifikasi ke laba reclassified to profit or
rugi, sebelum pajak loss, before tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang akan income that may be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
sebelum pajak loss, before tax
Keuntungan (kerugian) Gains (losses) on
selisih kurs penjabaran, ( 13,994 ) 36,895 exchange differences on
sebelum pajak translation, before tax
Keuntungan (kerugian) Unrealised gains (losses)
yang belum direalisasi on changes in fair value
atas perubahan nilai wajar through other
( 866,011 ) ( 8,414,243 )
aset keuangan melalui comprehensive income,
penghasilan komprehensif before tax
lain, sebelum pajak
Keuntungan (kerugian) Gains (losses) on cash
lindung nilai arus kas, 17,521 ( 7,706 ) flow hedges, before tax
sebelum pajak
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang akan direklasifikasi ( 862,484 ) ( 8,385,054 ) that may be reclassified
ke laba rugi, sebelum to profit or loss, before
pajak tax
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, ( 907,702 ) ( 8,184,162 ) income, before tax
sebelum pajak
Pajak atas pendapatan Tax on other comprehensive
203,607 1,527,650
komprehensif lainnya income
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, setelah ( 704,095 ) ( 6,656,512 ) income, after tax
pajak
Jumlah laba rugi komprehensif 42,066,906 26,808,402 Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
Page 11
diatribusikan ke entitas induk 39,063,543 30,652,786 parent entity
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan ke kepentingan 3,707,458 2,812,128 non-controlling interests
non-pengendali
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas 38,373,494 24,075,420 attributable to parent entity
induk
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke 3,693,412 2,732,982 attributable to non-controlling
kepentingan non-pengendali interests
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang 418.54 657.06 share from continuing
dilanjutkan operations
Laba (rugi) per saham Diluted earnings (loss) per
dilusian share
Laba (rugi) per saham Diluted earnings (loss) per
dilusian dari operasi yang 418.54 657.06 share from continuing
dilanjutkan operations
Page 12
[4410000] Statement of changes in equity - Financial and Sharia Industry - Current Year
30 September 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan perubahan
Saldo laba yang telah Saldo laba yang telah
nilai wajar aset keuangan Cadangan pengukuran Selisih transaksi ekuitas Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Cadangan selisih kurs Cadangan lindung nilai ditentukan ditentukan Kepentingan
Saham biasa Tambahan modal disetor Cadangan revaluasi nilai wajar melalui kembali program imbalan Cadangan lainnya dengan pihak ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
penjabaran arus kas penggunaannya-cadangan penggunaannya-cadangan non-pengendali
pendapatan pasti non-pengendali penggunaannya entitas induk
umum dan wajib khusus
komprehensif lainnya
Reserve for changes in fair
Reserve of Difference in value of equity Appropriated retained
Reserve of exchange value of fair value through Reserve of cash flow Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Revaluation reserves remeasurements of defined Other reserves transactions with earnings-general and legal Non-controlling interests Equity
differences on translation other comprehensive hedges earnings-specific reserves earnings parent entity
benefit plans non-controlling interests reserves
income financial assets
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 11,666,667 17,643,264 34,716,693 ( 60,427 ) ( 2,768,553 ) ( 3,156 ) 1,510,016 85,052 ( 97,202 ) 2,333,333 3,046,935 161,606,164 229,678,786 22,566,669 252,245,455 Balance before restatement at beginning of period
Penyesuaian Adjustments
Penerapan awal standar akuntansi baru dan revisi ( 40,350 ) ( 40,350 ) ( 38,052 ) ( 78,402 ) Initial adoption of new and revised accounting standards
Posisi ekuitas, awal periode 11,666,667 17,643,264 34,716,693 ( 60,427 ) ( 2,768,553 ) ( 3,156 ) 1,510,016 85,052 ( 97,202 ) 2,333,333 3,046,935 161,565,814 229,638,436 22,528,617 252,167,053 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 39,063,543 39,063,543 3,707,458 42,771,001 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya ( 12,289 ) ( 659,727 ) 2,393 ( 20,426 ) ( 690,049 ) ( 14,046 ) ( 704,095 ) Other comprehensive income
Distribusi dividen kas ( 24,702,382 ) ( 24,702,382 ) ( 24,702,382 ) Distributions of cash dividends
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pendirian entitas Changes in non-controlling interests due to establishment of
( 927,637 ) ( 927,637 )
anak subsidiaries
Posisi ekuitas, akhir periode 11,666,667 17,643,264 34,716,693 ( 72,716 ) ( 3,428,280 ) ( 763 ) 1,489,590 85,052 ( 97,202 ) 2,333,333 3,046,935 175,926,975 243,309,548 25,294,392 268,603,940 Equity position, end of the period
Page 13
[4410000] Statement of changes in equity - Financial and Sharia Industry - Prior Year
30 September 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan perubahan
Saldo laba yang telah Saldo laba yang telah
nilai wajar aset keuangan Cadangan pengukuran Selisih transaksi ekuitas Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Cadangan selisih kurs Cadangan lindung nilai ditentukan ditentukan Kepentingan
Saham biasa Tambahan modal disetor Saham treasuri Cadangan revaluasi nilai wajar melalui kembali program imbalan Cadangan lainnya dengan pihak ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
penjabaran arus kas penggunaannya-cadangan penggunaannya-cadangan non-pengendali
pendapatan komprehensif pasti non-pengendali penggunaannya entitas induk
umum dan wajib khusus
lainnya
Reserve for changes in fair
Difference in value of equity Appropriated retained
Reserve of exchange value of fair value through Reserve of cash flow Reserve of remeasurements Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Treasury stocks Revaluation reserves Other reserves transactions with earnings-general and legal Non-controlling interests Equity
differences on translation other comprehensive hedges of defined benefit plans earnings-specific reserves earnings parent entity
non-controlling interests reserves
income financial assets
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 11,666,667 17,643,264 ( 150,895 ) 30,140,345 ( 88,985 ) 1,692,145 ( 370 ) 1,217,456 85,052 ( 106,001 ) 2,333,333 3,046,935 137,207,666 204,686,612 17,424,670 222,111,282 Balance before restatement at beginning of period
Penyesuaian Adjustments
Penerapan awal standar akuntansi baru dan revisi ( 16,816,893 ) ( 16,816,893 ) ( 16,816,893 ) Initial adoption of new and revised accounting standards
Posisi ekuitas, awal periode 11,666,667 17,643,264 ( 150,895 ) 30,140,345 ( 88,985 ) 1,692,145 ( 370 ) 1,217,456 85,052 ( 106,001 ) 2,333,333 3,046,935 120,390,773 187,869,719 17,424,670 205,294,389 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 30,652,786 30,652,786 2,812,128 33,464,914 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya ( 533 ) 32,710 ( 6,684,415 ) ( 3,066 ) 77,938 ( 6,577,366 ) ( 79,146 ) ( 6,656,512 ) Other comprehensive income
Kenaikan (penurunan) ekuitas melalui transaksi saham tresuri 150,895 150,895 150,895 Increase (decrease) in equity through treasury stock transactions
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pendirian entitas Changes in non-controlling interests due to establishment of
( 866,663 ) ( 866,663 )
anak subsidiaries
Posisi ekuitas, akhir periode 11,666,667 17,643,264 0 30,139,812 ( 56,275 ) ( 4,992,270 ) ( 3,436 ) 1,295,394 85,052 ( 106,001 ) 2,333,333 3,046,935 151,043,559 212,096,034 19,290,989 231,387,023 Equity position, end of the period
Page 14
[4510000] Statement of cash flows, direct method - Financial and Sharia
Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 September 2023 30 September 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Arus kas sebelum Cash flows before changes
perubahan dalam aset dan in operating assets and
liabilitas operasi liabilities
Penerimaan bunga, hasil Interest, investment
investasi, provisi, dan 267,630,222 348,870,654 income, fees and
komisi commissions received
Pembayaran bunga dan Payments Of Interest And
bonus, provisi dan komisi ( 188,385,654 ) ( 275,778,336 ) Bonus Fees And
Commissions
Pendapatan dari transaksi Income from other
3,197,219 2,942,909
operasional lainnya operating transactions
Penerimaan kembali aset Recoveries of written off
yang telah 7,153,868 5,914,051 assets
dihapusbukukan
Pembayaran gaji dan Payments for salaries and
( 19,845,115 ) ( 18,091,173 )
tunjangan allowances
Pembayaran pajak Payments for corporate
( 10,520,645 ) ( 9,028,385 )
penghasilan badan income tax
Pembayaran beban umum Payments for general and
( 12,483,793 ) ( 11,563,461 )
dan administrasi administrative expense
Pembayaran beban Payments for other
( 7,414,186 ) ( 8,069,626 )
operasional lainnya operating expenses
Penerimaan pendapatan Receipts from
4,520 21,746
non-operasional non-operating income
Penerimaan Other cash inflows
(pengeluaran) kas lainnya 4,766,307 3,497,641 (outflows) from operating
dari aktivitas operasi activities
Penurunan (kenaikan) aset Decrease (increase) in
operasi operating assets
Penurunan (kenaikan) Decrease (increase) in
( 6,397,959 ) 7,978,302
efek yang diperdagangkan marketable securities
Penurunan (kenaikan) Decrease (increase) in
efek yang dibeli dengan 727,591 15,492,060 securities purchased
janji dijual kembali under resale agreements
Penurunan (kenaikan) Decrease (increase) in
wesel ekspor dan tagihan 6,633,028 ( 3,092,038 ) bills and other receivables
lainnya
Penurunan (kenaikan) Decrease (increase) in
( 123,180,501 ) ( 124,613,594 )
pinjaman yang diberikan loans
Penurunan (kenaikan) Decrease (increase) in
piutang pembiayaan ( 6,634,516 ) ( 4,302,770 ) consumer financing
konsumen receivables
Penurunan (kenaikan) Decrease (increase) in
432,326 ( 901,990 )
investasi sewa lease investments
Penurunan (kenaikan) Decrease (increase) in
( 7,484,836 ) ( 2,960,173 )
aset lainnya other assets
Kenaikan (penurunan) Increase (decrease) in
liabilitas operasi operating liabilities
Kenaikan (penurunan) Increase (decrease) in
liabilitas segera 2,910,149 ( 1,059,623 ) obligations due
immediately
Page 15
Kenaikan (penurunan) giro Increase (decrease) in
dan tabungan simpanan ( 22,309,108 ) 40,100,326 current accounts and
nasabah customers savings
Kenaikan (penurunan) Increase (decrease) in
deposito berjangka ( 18,957,084 ) 25,087,843 customers time deposits
nasabah
Kenaikan (penurunan) Increase (decrease) in
efek yang dijual dengan ( 35,893 ) 25,744,544 securities sold under
janji dibeli kembali repurchase agreement
Kenaikan (penurunan) Increase (decrease) in
liabilitas pemegang polis ( 760,480 ) ( 587,484 ) liabilities to policyholder
pada kontrak unit-linked on unit-linked contracts
Kenaikan (penurunan) Increase (decrease) in
2,396,019 6,536,072
dana syirkah temporer temporary syirkah funds
Kenaikan (penurunan) Increase (decrease) in
11,927,195 9,607,753
liabilitas lainnya other liabilities
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 121,133,710 ) 33,427,685
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Penerimaan dari penyertaan Proceeds from equity
saham dalam klasifikasi biaya investments classified as
perolehan diamortisasi dan amortized cost and fair value
5,916,987 12,462,734
nilai wajar melalui through other comprehensive
pendapatan komprehensif income
lainnya
Pencairan (penempatan) Withdrawal (placement) of
29,491,466 ( 44,363,479 )
obligasi dan (atau) sukuk bonds and (or) sukuk
Penerimaan dari penjualan Proceeds from disposal
(perolehan) aset tetap ( 2,218,478 ) ( 3,706,732 ) (acquisition) of property and
equipment
Penerimaan dari penjualan Proceeds from disposal
(perolehan) aset takberwujud ( 772,854 ) ( 457,917 ) (acquisition) of intangible
selain goodwill assets other than goodwill
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 1,017,048 ) ( 1,057,671 ) from investing activities
investasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
31,400,073 ( 37,123,065 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Kenaikan (penurunan) efek Increase (decrease) in
5,877,460 ( 2,656,373 )
yang diterbitkan securities issued
Penerimaan pinjaman yang Proceeds from borrowings
47,811,975 15,258,186
diterima
Pembayaran pinjaman yang Payments for borrowings
( 25,349,652 ) ( 9,883,125 )
diterima
Penerimaan pinjaman Proceeds from subordinated
100,000
subordinasi loans
Pembayaran pinjaman Payments of subordinated
( 517,151 ) ( 12,900 )
subordinasi loans
Pembayaran dividen dari Dividends paid from financing
( 24,702,382 ) ( 16,816,893 )
aktivitas pendanaan activities
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
3,220,250 ( 14,111,105 )
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Page 16
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
( 86,513,387 ) ( 17,806,485 )
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
274,889,544 193,631,712
awal periode flows, beginning of the period
Efek perubahan nilai kurs pada Effect of exchange rate changes
( 1,250,429 ) 3,047,667
kas dan setara kas on cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
187,125,728 178,872,894
akhir periode cash flows, end of the period
Page 17
[4610000] Explanation for Significant Accounting Policy - Financial and Sharia Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 September 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian Bank Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian dan Entitas Anak adalah seperti dijabarkan di bawah ini: Laporan keuangan konsolidasian disusun statements
berdasarkan harga perolehan, kecuali untuk aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok nilai
wajar melalui pendapatan komprehensif lain, aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi dan seluruh instrumen derivatif yang diukur berdasarkan nilai wajar. Laporan
keuangan konsolidasian disusun berdasarkan akuntansi berbasis akrual, kecuali laporan arus kas
konsolidasian. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung
dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas-aktivitas operasional, investasi dan pendanaan.
Pos-pos dalam penghasilan komprehensif lainnya disajikan terpisah antara akun-akun yang akan
direklasifikasikan ke laba rugi dan akun-akun yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi Laporan
keuangan Entitas Anak yang bergerak dalam bidang perbankan syariah disusun berdasarkan PSAK
101 (Revisi 2016) tentang ?Penyajian Laporan Keuangan Syariah?, PSAK 102 (Revisi 2019) tentang
?Akuntansi Murabahah?, PSAK 104 (Revisi 2016) tentang ?Akuntansi Istishna?, PSAK 105 tentang
?Akuntansi Mudharabah?, PSAK 106 tentang ?Akuntansi Musyarakah?, PSAK 107 (Revisi 2021)
tentang ?Akuntansi Ijarah?, PSAK 110 (Revisi 2015) tentang ?Akuntansi Sukuk?, PSAK 111 tentang
?Akuntansi Wa?d?, PSAK 112 (2021) tentang ?Akuntansi Wakaf? dan PSAK lain selama tidak
bertentangan dengan prinsip syariah dan Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI)
(Revisi 2013). Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan
manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup. Area
yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area di mana asumsi dan
estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian diungkapkan di
Catatan 3. Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini, dibulatkan dan disajikan dalam
jutaan Rupiah (?Rp?), kecuali dinyatakan lain
Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Bank Mandiri dan Entitas Anak yang Principles of consolidation
mayoritas sahamnya dimiliki atau dikendalikan oleh Bank Mandiri. Pengendalian didapat ketika Bank
terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan Entitas Anak dan
memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas Entitas
Anak. Bank mengendalikan Entitas Anak jika dan hanya jika Bank memiliki hak berikut ini: a)
Kekuasaan atas Entitas Anak (hak yang ada saat ini yang mempengaruhi kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas relevan yang secara signifikan mempengaruhi imbal hasil Entitas Anak). b)
Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan Entitas Anak. c) Kemampuan
untuk menggunakan kekuasaannya atas Entitas Anak untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil Bank.
Pada laporan keuangan konsolidasian Bank Mandiri, semua saldo dan transaksi yang signifikan antar
perusahaan yang dikonsolidasi telah dieliminasi. Kepentingan nonpengendali atas laba bersih Entitas
Anak disajikan sebagai pengurang dari laba bersih konsolidasian untuk mendapatkan jumlah laba yang
menjadi hak pemilik entitas Bank. Kepentingan nonpengendali dalam aset bersih disajikan sebagai
bagian dari ekuitas kecuali kepentingan nonpengendali yang berasal dari konsolidasi atas reksadana
disajikan sebagai bagian dari liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Laporan
keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk
Page 18
peristiwa dan transaksi sejenis dalam kondisi yang sama. Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam
laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten oleh Entitas Anak, kecuali bila
dinyatakan lain. Bila pengendalian atas suatu entitas diperoleh atau berakhir dalam tahun berjalan,
hasil usaha entitas tersebut dimasukkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian sejak tanggal pengendalian dimulai atau sampai dengan tanggal pengendalian berakhir.
Transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam
rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan
merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut tidak
dapat menimbulkan laba atau rugi bagi kelompok usaha secara keseluruhan ataupun bagi entitas
individual dalam kelompok usaha tersebut. Oleh karena transaksi kombinasi bisnis entitas
sepengendali tidak mengakibatkan perubahan substansi ekonomi kepemilikan atas bisnis yang
dipertukarkan, maka transaksi tersebut diakui pada jumlah tercatat berdasarkan metode penyatuan
kepemilikan. Perubahan dalam bagian kepemilikan Bank pada Entitas Anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas, dalam hal ini transaksi dengan pemilik dalam
kapasitasnya sebagai pemilik. Sehingga setiap perbedaan antara jumlah kepentingan nonpengendali
disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas
dan diatribusikan pada pemilik entitas induk. Entitas yang menerima/melepas bisnis, dalam
kombinasi/pelepasan bisnis entitas sepengendali, mengakui selisih antara jumlah imbalan yang
dialihkan/diterima dan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis sebagai komponen ekuitas
dan menyajikannya dalam pos tambahan modal disetor/agio saham. Berdasarkan PSAK 38 (Revisi
2012), unsur-unsur laporan keuangan dari entitas yang bergabung, untuk periode terjadinya kombinasi
bisnis entitas sepengendali dan untuk periode komparatif sajian, disajikan sedemikian rupa seolah-olah
penggabungan tersebut telah terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung dalam
sepengendalian.
Kas dan setara kas Kas (terutama terdiri dari kas di khasanah dan kas di ATM) dan setara kas mencakup kas, giro pada Cash and cash equivalents
Bank Indonesia, giro pada bank lain dan investasi jangka pendek likuid lainnya dengan jangka waktu
jatuh tempo 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal perolehan.
Aset tetap Pada tanggal tahun 2016, Grup melakukan perubahan kebijakan akuntansi atas tanah dari model Fixed assets
biaya menjadi model revaluasi. Tanah disajikan sebesar nilai wajar. Pada setiap akhir tahun buku, nilai
residu, umur manfaat ekonomis dan metode penyusutan dikaji ulang dan jika tidak sesuai dengan
keadaan akan disesuaikan secara prospektif. Aset tetap dalam pembangunan dinyatakan sebesar
biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Ketika aset dalam pembangunan telah
selesai dan siap digunakan, akumulasi biaya perolehan direklasifikasikan ke akun aset tetap yang
sebenarnya. Sesuai dengan PSAK 16 (Revisi 2011) tentang ?Aset Tetap?, biaya perolehan hak atas
tanah dalam bentuk hak guna usaha, hak guna bangunan dan hak pakai diakui sebagai aset tetap.
Biaya perolehan tersebut merupakan biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk
memperoleh hak atas tanah tersebut termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah
diperoleh pertama kali. Hak atas tanah dalam bentuk hak guna usaha, hak guna bangunan dan hak
pakai tidak disusutkan, kecuali terdapat bukti yang mengindikasikan bahwa perpanjangan atau
pembaruan hak atas tanah tersebut kemungkinan besar atau pasti tidak diperoleh. PSAK 48 (Revisi
2014) tentang ?Penurunan Nilai Aset? mensyaratkan bahwa nilai tercatat aset tetap dikaji ulang setiap
tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian untuk menilai apakah aset tetap tersebut nilai
tercatatnya lebih tinggi dari jumlah yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount) dari aset tetap
Page 19
tersebut. Jika nilai tercatat aset tetap melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset
tetap tersebut, nilai tercatat aset tetap harus diturunkan menjadi nilai yang dapat diperoleh kembali dari
aset tetap tersebut Penilaian terhadap tanah dilakukan oleh penilai independen eksternal yang memiliki
sertifikasi. Penilaian atas aset tersebut dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa nilai wajar
aset yang direvaluasi tidak berbeda secara material dengan nilai tercatatnya. Jika nilai wajar dari aset
yang direvaluasi mengalami perubahan yang signifikan dan fluktuatif, maka perlu direvaluasi secara
tahunan, sedangkan jika nilai wajar dari aset yang direvaluasi tidak mengalami perubahan yang
signifikan dan fluktuatif, maka perlu dilakukan revaluasi minimal 3 tahun sekali. Kenaikan nilai tercatat
yang timbul dari revaluasi tanah dicatat sebagai ?Selisih bersih revaluasi aset tetap? dan disajikan
sebagai penghasilan komprehensif lain. Penurunan nilai tercatat yang timbul dari revaluasi dicatat
sebagai beban pada tahun berjalan. Apabila aset tersebut memiliki saldo ?Selisih bersih revaluasi aset
tetap? yang disajikan sebagai penghasilan komprehensif lain, maka selisih penurunan nilai tercatat
tersebut dibebankan terhadap ?Selisih bersih revaluasi aset tetap? dan sisanya diakui sebagai beban
tahun berjalan. Grup melakukan revaluasi di tahun 2016 untuk tujuan akuntansi dan pajak dimana
entitas memperoleh persetujuan dari otoritas perpajakan. Jumlah pajak yang telah dibayar diakui di
penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas pada bagian selisih bersih revaluasi
aset tetap. Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan penyisihan penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset
tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan aset tetap. Selanjutnya, pada saat
inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat (carrying amount)
aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan
dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada saat terjadinya. Perangkat lunak diakui sebagai aset
tidak berwujud. Penyusutan dan amortisasi dihitung dengan menggunakan metode garis lurus selama
umur manfaat ekonomis aset tetap dan aset tidak berwujud yang diestimasi. Estimasi umur manfaat
ekonomis dan persentase penyusutan dan amortisasi per tahun adalah sebagai berikut: Tahun
Persentase Bangunan 20 5% Perlengkapan, peralatan kantor, komputer dan kendaraan bermotor 4-5
20% - 25% Perangkat lunak 5 20% Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat
dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau
pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap (dihitung sebagai
perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap) dimasukkan dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tahun berjalan aset tetap
tersebut dihentikan pengakuannya.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Bank Mandiri dan Entitas Anak mengevaluasi penurunan nilai aset non-keuangan apabila terdapat Impairment of non-financial assets
kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset non-keuangan tidak
dapat dipulihkan kembali. Faktor-faktor penting yang dapat menyebabkan penurunan nilai aset
non-keuangan adalah sebagai berikut: a) Performa yang tidak tercapai secara signifikan terhadap
ekspektasi historis atau proyeksi hasil operasi di masa yang akan datang; b) Perubahan yang
signifikan dalam cara penggunaan aset atau strategi bisnis secara keseluruhan; dan c) Industri atau
tren ekonomi yang secara signifikan bernilai negatif. Manajemen Bank dan Entitas Anak mengakui
kerugian penurunan nilai apabila nilai tercatat aset melebihi nilai yang dapat dipulihkan. Jumlah
terpulihkan adalah nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurang biaya pelepasan dengan nilai pakai
aset (atau unit penghasil kas). Jumlah terpulihkan diestimasi untuk aset individual atau, jika tidak
memungkinkan, untuk unit penghasil kas yang mana aset tersebut merupakan bagian daripada unit
tersebut.
Transaksi dengan pihak berelasi Bank Mandiri dan Entitas Anak melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi seperti yang Transactions with related parties
didefinisikan dalam PSAK 7 tentang ?Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi? dan peraturan regulator
Page 20
pasar modal yaitu Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
Emiten atau Perusahaan Publik. Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas
yang menyiapkan laporan keuangannya (entitas pelapor). Yang termasuk pihak berelasi adalah
sebagai berikut: 1) Orang yang: a) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas
pelapor; b) Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau c) Merupakan personil manajemen
kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor 2) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor
jika memenuhi salah satu hal sebagai berikut: a) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari
kelompok usaha yang sama; b) Suatu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari
entitas; c) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama; d) Suatu
entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari
entitas ketiga; e) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari
salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor; f) Entitas yang dikendalikan
atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi sebagaimana dimaksud dalam angka 1); atau
g) Orang yang diidentifikasi sebagaimana dimaksud dalam angka 1) huruf a) memiliki pengaruh
signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen kunci entitas; h) Entitas yang dikendalikan,
dikendalikan bersama atau dipengaruhi secara signifikan oleh Pemerintah yaitu Menteri Keuangan
atau Pemerintah Daerah yang merupakan pemegang saham dari entitas. 3) Pihak yang bukan
merupakan pihak berelasi adalah sebagai berikut: a) Dua entitas hanya karena mereka memiliki
direktur atau personil manajemen kunci yang sama atau karena personil manajemen kunci dari satu
entitas mempunyai pengaruh signifikan atas entitas lain; b) Dua venturer hanya karena mereka
mengendalikan bersama atas ventura bersama; c) Penyandang dana, serikat dagang, entitas
pelayanan publik dan departemen dan instansi pemerintah yang tidak mengendalikan, mengendalikan
bersama atau memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor, semata-mata dalam pelaksanaan
urusan normal dengan entitas; d) Pelanggan, pemasok, pemegang hak waralaba, distributor atau agen
umum dengan siapa entitas mengadakan transaksi usaha dengan volume signifikan, semata-mata
karena ketergantungan ekonomis yang diakibatkan oleh keadaan. Semua transaksi signifikan dengan
pihak-pihak berelasi, telah diungkapkan pada Catatan 57
Pajak penghasilan Bank Mandiri dan Entitas Anak menerapkan PSAK 46 (Revisi 2014) tentang ?Pajak Penghasilan?, Income taxes
yang mengharuskan Bank Mandiri dan Entitas Anak memperhitungkan konsekuensi pajak kini dan
pajak di masa depan (penyelesaian) dari jumlah tercatat aset (liabilitas) yang diakui dalam laporan
posisi keuangan dan transaksi-transaksi serta peristiwa lain yang terjadi dalam tahun berjalan. Bank
Mandiri dan Entitas Anak menerapkan metode liabilitas laporan posisi keuangan (balance sheet liability
method) untuk menentukan beban pajak penghasilan. Menurut metode liabilitas laporan posisi
keuangan, aset dan utang pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai aset
dan liabilitas yang tercatat di laporan posisi keuangan dengan dasar pengenaan pajak atas aset dan
liabilitas tersebut pada setiap tanggal pelaporan. Metode ini juga mensyaratkan adanya pengakuan
manfaat pajak di masa datang yang belum digunakan apabila besar kemungkinan bahwa manfaat
tersebut dapat direalisasikan di masa yang akan datang Taksiran pajak penghasilan Bank Mandiri dan
Entitas Anak dihitung untuk masing-masing perusahaan sebagai badan hukum terpisah. Aset pajak kini
(current tax assets) dan liabilitas pajak kini (current tax liabilities) untuk badan hukum yang berbeda
tidak disalinghapuskan dalam laporan keuangan konsolidasian. Utang pajak penghasilan badan dan
utang pajak lainnya Bank Mandiri dan Entitas Anak disajikan sebagai ?Utang pajak? di laporan posisi
keuangan konsolidasian.
Pinjaman Pinjaman yang diterima merupakan dana yang diterima dari bank lain, Bank Indonesia atau pihak lain Borrowings
dengan liabilitas pembayaran kembali sesuai dengan persyaratan perjanjian pinjaman. Pada
pengukuran awal, pinjaman yang diterima disajikan sebesar nilai wajar dikurangi dengan biaya
transaksi yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan/penerbitan pinjaman yang diterima.
Page 21
Pinjaman yang diterima diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi untuk liabilitas keuangan yang
diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Provisi Pendapatan provisi dan komisi dan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung yang Provisions
berkaitan dengan kegiatan pemberian kredit, piutang pembiayaan konsumen dan investasi bersih
dalam sewa pembiayaan diakui sebagai bagian/pengurang dari nilai perolehan kredit dan piutang
pembiayaan konsumen dan akan diakui sebagai pendapatan bunga dengan cara diamortisasi
berdasarkan metode suku bunga efektif. Untuk kredit, piutang pembiayaan konsumen dan investasi
bersih dalam sewa pembiayaan yang diberikan dan dilunasi sebelum jatuh temponya, saldo
pendapatan provisi dan/atau komisi dan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung
yang belum diamortisasi, diakui pada saat kredit yang diberikan, piutang pembiayaan konsumen dan
investasi bersih dalam sewa pembiayaan dilunasi. Pendapatan provisi dan komisi lainnya yang tidak
berkaitan langsung dengan kegiatan perkreditan atau jangka waktu tertentu diakui pada saat terjadinya
transaksi
Imbalan kerja karyawan Liabilitas pensiun Bank Mandiri menyelenggarakan program pensiun iuran pasti yang pesertanya Employee benefits
adalah pegawai aktif Bank Mandiri sejak tanggal 1 Agustus 1999, serta program pensiun manfaat pasti
yang berasal dari masing-masing dana pensiun Bank Peserta Penggabungan. Program ini didanai
melalui pembayaran kepada pengelola dana pensiun sebagaimana ditentukan dalam perhitungan
aktuaria yang dilakukan secara berkala Liabilitas imbalan pensiun Bank Mandiri dan Entitas Anak
dihitung dengan membandingkan manfaat yang akan diterima oleh karyawan dari program pensiun
pada usia pensiun normal dengan manfaat yang akan diterima berdasarkan UU Ketenagakerjaan No.
13/2003 dimana telah diperbaharui menggunakan UU Cipta Kerja No. 11/2020 berdasarkan Perjanjian
Kerja Bersama yang telah diperbaharui pada akhir 2021 setelah dikurangi dengan akumulasi kontribusi
karyawan dan hasil investasinya. Apabila manfaat pensiun lebih kecil dari pada manfaat menurut UU
Cipta Kerja No. 11/2020, maka Bank dan Entitas Anak membayar kekurangan tersebut. Program
pensiun berdasarkan UU Ketenagakerjaan adalah program imbalan pasti karena UU Ketenagakerjaan
menentukan rumus tertentu untuk menghitung jumlah minimum imbalan pensiun. Program pensiun
iuran pasti adalah program pensiun yang iurannya ditetapkan dalam peraturan dana pensiun dan
seluruh iuran serta hasil pengembangannya dibukukan pada rekening masing-masing peserta sebagai
manfaat pensiun sebagaimana tercantum dalam UU No. 4 tahun 2023 tanggal 12 Januari 2023 tentang
Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. Liabilitas program pensiun imbalan pasti yang
diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah nilai kini dari liabilitas imbalan pasti pada
tanggal laporan posisi keuangan setelah dikurangi dengan nilai wajar aset program, serta disesuaikan
dengan keuntungan atau kerugian aktuaria dan biaya jasa lalu yang belum diakui. Liabilitas manfaat
pasti dihitung setiap tahun oleh aktuaris independen menggunakan metode projected unit credit secara
reguler untuk periode tidak lebih dari satu tahun. Nilai kini liabilitas manfaat pasti ditentukan dengan
mendiskontokan estimasi arus kas keluar masa depan dengan menggunakan tingkat diskonto zero
coupon bond dalam mata uang yang sama dengan mata uang imbalan yang akan dibayarkan dan
waktu jatuh tempo yang kurang lebih sama dengan waktu jatuh tempo imbalan yang bersangkutan.
Akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial yang belum diakui yang terjadi diakui sebagai
?Penghasilan komprehensif lain? dan disajikan pada bagian ekuitas. Biaya jasa lalu dibebankan
langsung pada laba rugi. Biaya imbalan pasca-kerja yang diakui selama tahun berjalan terdiri dari
biaya jasa dalam laba rugi, bunga neto atas liabilitas imbalan pasti neto dalam laba rugi dan
pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti neto dalam penghasilan komprehensif lain. Bunga neto
atas imbalan pasti neto merupakan komponen pendapatan bunga dari aset program, biaya bunga atas
liabilitas imbalan pasti dan bunga atas dampak batas atas dari aset. Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti neto terdiri dari: - Keuntungan dan kerugian aktuarial; - Imbal hasil atas aset program,
Page 22
tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas imbalan pasti neto; - Setiap
perubahan dampak batas atas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas
liabilitas imbalan pasti neto. Keuntungan dan kerugian aktuarial dapat timbul dari penyesuaian yang
dibuat berdasarkan pengalaman dan perubahan asumsi-asumsi aktuarial Liabilitas imbalan jangka
panjang lainnya Liabilitas imbalan jangka panjang lainnya terdiri dari cuti besar berimbalan dan
penghargaan masa dinas. Hak atas imbalan ini pada umumnya diberikan apabila karyawan bekerja
hingga mencapai usia pensiun dan memenuhi masa kerja tertentu. Prakiraan biaya imbalan ini
dicadangkan sepanjang masa kerja karyawan dan dihitung menggunakan metodologi yang sama
dengan metodologi yang digunakan dalam perhitungan program pensiun imbalan pasti, namun
disederhanakan. Liabilitas ini dinilai setiap tahun oleh aktuaris independen yang berkualifikasi.
Pembagian tantiem Bank Mandiri mencatat tantiem dengan menggunakan basis akrual dan
membebankannya pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun
berjalan.
Laba per saham Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih konsolidasian akhir tahun berjalan dengan Earnings per share
jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor selama tahun berjalan. Jumlah
rata-rata tertimbang saham yang beredar yang digunakan dalam menghitung laba per saham dasar
dan dilusian pada tanggal 30 September 2023 sebesar 93.333.333.332 lembar saham, serta 31
Desember 2022 sebesar 93.302.714.482 lembar saham
Dividen Dividen dari instrumen ekuitas diakui di dalam pos laba rugi Dividends
Pelaporan segmen Grup telah menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi yang disiapkan secara internal untuk Segment reporting
pengambilan keputusan operasional (Catatan 2ak). Di bawah ini penjelasan mengenai operasi dari
masing-masing pelaporan segmen per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022: ? Corporate
Banking : termasuk kredit yang diberikan, simpanan nasabah dan transaksi-transaksi lainnya milik
nasabah korporasi, baik BUMN dan badan usaha swasta. ? Commercial Banking : termasuk kredit
yang diberikan dengan skala menengah dan sektor otomotif, simpanan nasabah dan
transaksi-transaksi lainnya milik nasabah komersial. ? Hubungan Kelembagaan : termasuk kredit yang
diberikan, simpanan nasabah dan transaksi-transaksi lainnya milik nasabah lembaga pemerintah dan
dana pensiun BUMN. ? Retail Banking (terdiri dari segmen konsumer/individual, segmen mikro & bisnis
dan wealth) : termasuk kredit yang diberikan kepada badan usaha atau individu dengan skala mikro
hingga kecil, produk dan jasa lainnya seperti dana pihak ketiga, transaksi pembayaran dan
transaksi-transaksi lainnya milik nasabah mikro dan kecil serta merupakan kredit pembiayaan
konsumsi termasuk kredit kepemilikan rumah, kartu kredit serta produk dan jasa lainnya seperti dana
pihak ketiga, transaksi pembayaran dan transaksi-transaksi lainnya milik nasabah perorangan. ?
Treasury & International Banking : segmen treasury terkait dengan kegiatan treasury Bank termasuk
transaksi valuta asing, money market, fixed income, bisnis perbankan internasional, pasar modal,
Kantor Luar Negeri. ? Kantor Pusat : terutama mengelola aset dan liabilitas Grup selain yang telah
dikelola oleh segmen operasi lainnya termasuk menerima alokasi biaya atas penyediaan jasa servis
secara sentralisasi kepada segmen lainnya serta pendapatan/biaya yang tidak teralokasi ke pelaporan
segmen lainnya. ? Entitas Anak - Syariah : seluruh transaksi yang dilakukan oleh Entitas Anak yang
bergerak di bidang perbankan syariah. ? Entitas Anak - Asuransi : seluruh transaksi yang dilakukan
Page 23
oleh Entitas Anak yang bergerak di bidang asuransi jiwa, asuransi kesehatan dan asuransi kerugian. ?
Entitas Anak - selain Syariah dan Asuransi : seluruh transaksi Entitas Anak yang bergerak di bidang
pembiayaan konsumen, layanan remittance, sekuritas, perbankan dan modal ventura.
Instrumen keuangan derivatif Seluruh instrumen derivatif (termasuk transaksi valuta asing untuk tujuan pendanaan dan Derivative financial instruments
perdagangan) dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan nilai wajarnya. Nilai
wajar tersebut ditentukan berdasarkan harga pasar dengan menggunakan kurs Reuters pada tanggal
laporan atau metode diskonto arus kas. Tagihan derivatif disajikan sebesar keuntungan yang belum
direalisasi dari kontrak derivatif. Liabilitas derivatif disajikan sebesar kerugian yang belum direalisasi
dari kontrak derivatif. Keuntungan atau kerugian dari kontrak derivatif disajikan dalam laporan
keuangan konsolidasian berdasarkan tujuan Bank atas transaksi yaitu untuk (1) lindung nilai atas nilai
wajar, (2) lindung nilai atas arus kas, (3) lindung nilai atas investasi bersih pada kegiatan operasi luar
negeri dan (4) instrumen perdagangan, sebagai berikut: 1. Keuntungan atau kerugian dari kontrak
derivatif yang ditujukan dan memenuhi syarat sebagai instrumen lindung nilai atas nilai wajar dan
keuntungan atau kerugian atas perubahan nilai wajar aset dan liabilitas yang dilindungi, diakui sebagai
laba atau rugi yang dapat saling hapus dalam periode akuntansi yang sama. Setiap selisih yang terjadi
menunjukkan terjadinya ketidakefektifan lindung nilai dan secara langsung diakui sebagai laba atau
rugi konsolidasian tahun berjalan. 2. Bagian efektif dari keuntungan atau kerugian atas kontrak derivatif
yang ditujukan sebagai lindung nilai atas arus kas dilaporkan sebagai penghasilan komprehensif lain.
Bagian yang tidak efektif dari lindung nilai dilaporkan sebagai laba atau rugi konsolidasian tahun
berjalan. 3. Keuntungan atau kerugian dari kontrak derivatif yang ditujukan sebagai lindung nilai atas
investasi bersih pada kegiatan operasi luar negeri dilaporkan sebagai penghasilan komprehensif lain,
sepanjang transaksi tersebut dianggap efektif sebagai transaksi lindung nilai. 4. Keuntungan atau
kerugian dari kontrak derivatif yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai (atau kontrak
derivatif yang tidak memenuhi persyaratan sebagai instrumen lindung nilai) diakui sebagai laba atau
rugi konsolidasian pada tahun berjalan. Tagihan derivatif diklasifikasikan sebagai aset keuangan dalam
kelompok diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, sedangkan liabilitas derivatif diklasifikasikan
sebagai liabilitas keuangan dalam kelompok diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Lihat Catatan 2c
untuk kebijakan akuntansi untuk aset keuangan dan liabilitas keuangan dalam kelompok diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Penerapan standar akutansi baru Pada tanggal 1 Januari 2023, terdapat standar baru dan penyesuaian atau amendemen terhadap The implementation of new statements of
beberapa standar yang masih berlaku yang relevan dengan operasi Grup yang berlaku efektif sejak accounting standards
tanggal tersebut yaitu sebagai berikut: - Amandemen PSAK 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan
tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi. Amandemen ini mengubah ?informasi kebijakan
akuntansi signifikan? menjadi ?informasi kebijakan akuntansi material? dan mengklarifikasi bahwa
tidak seluruh informasi kebijakan akuntansi terkait dengan transaksi, kejadian atau kondisi material
lainnya adalah material terhadap laporan keuangan. - Amandemen PSAK 16 tentang aset tetap
tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan. Amendemen ini mengklarifikasi contoh biaya
yang dapat diatribusikan secara langsung ke dalam nilai perolehan aset. Amandemen ini
menambahkan pengaturan atas pengakuan hasil penjualan dan biaya perolehan atas item yang
dihasilkan saat membawa aset tetap ke lokasi dan kondisi yang diperlukan sesuai dengan intensi
manajemen dalam Laba Rugi serta pengukuran biaya perolehan atas item tersebut dengan
menerapkan persyaratan pengukuran dalam PSAK 14: Persediaan. - Amandemen PSAK 25 tentang
Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan tentang Definisi Estimasi
Akuntansi. Amendemen PSAK 25 ini memperkenalkan definisi estimasi Akuntansi dan mengklarifikasi
teknik estimasi dan teknik penilaian merupakan contoh dari teknik pengukuran yang digunakan dalam
mengembangkan estimasi akuntansi, serta perubahan dalam estimasi akuntansi sebagai hasil
informasi baru atau perkembangan baru yang bukan merupakan koreksi kesalahan. - Amandemen
Page 24
PSAK 46 tentang Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul
dari Transaksi Tunggal. Amendemen PSAK 46 ini mengusulkan agar entitas mengakui aset maupun
liabilitas pajak tangguhan pada saat pengakuan awalnya misalnya dari transaksi sewa, untuk
menghilangkan perbedaan praktik di lapangan atas transaksi tersebut dan transaksi serupa -
Perubahan PSAK 107 tentang Akuntansi Ijarah. Hal ini berdampak pada perubahan kebijakan
penerapan ijarah multijasa atas akad sewa yang masih berlaku saat awal implementasi PSAK tersebut.
Ruang Lingkup dari PSAK 107 tersebut mencakup akad ijarah baik yang digunakan di sektor keuangan
atau pun sektor riil. Pengaturan pada PSAK ini termasuk Ijarah Aset, Ijarah Jasa Langsung dan Ijarah
Jasa Tidak Langsung. Penerapan PSAK tersebut juga berdampak penambahan saldo laba akibat
adanya perbedaan metode pembebanan dari metode penyusutan aset ijarah dengan metode garis
lurus (straight line) menjadi metode penurunan outstanding piutang ijarah porsi pokok. Dampak atas
penerapan standar baru dan penyesuaian atau amendemen tersebut di atas tidak material terhadap
laporan keuangan konsolidasian Grup
Kombinasi bisnis Transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam Business combination
rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan
merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut tidak
dapat menimbulkan laba atau rugi bagi kelompok usaha secara keseluruhan ataupun bagi entitas
individual dalam kelompok usaha tersebut. Oleh karena transaksi kombinasi bisnis entitas
sepengendali tidak mengakibatkan perubahan substansi ekonomi kepemilikan atas bisnis yang
dipertukarkan, maka transaksi tersebut diakui pada jumlah tercatat berdasarkan metode penyatuan
kepemilikan. Perubahan dalam bagian kepemilikan Bank pada Entitas Anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas, dalam hal ini transaksi dengan pemilik dalam
kapasitasnya sebagai pemilik. Sehingga setiap perbedaan antara jumlah kepentingan nonpengendali
disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas
dan diatribusikan pada pemilik entitas induk. Entitas yang menerima/melepas bisnis, dalam
kombinasi/pelepasan bisnis entitas sepengendali, mengakui selisih antara jumlah imbalan yang
dialihkan/diterima dan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis sebagai komponen ekuitas
dan menyajikannya dalam pos tambahan modal disetor/agio saham. Berdasarkan PSAK 38 (Revisi
2012), unsur-unsur laporan keuangan dari entitas yang bergabung, untuk periode terjadinya kombinasi
bisnis entitas sepengendali dan untuk periode komparatif sajian, disajikan sedemikian rupa seolah-olah
penggabungan tersebut telah terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung dalam sepengendalian
Penentuan nilai wajar Nilai wajar adalah pengukuran berbasis pasar. Pengukuran/penetapan nilai wajar bertujuan untuk Determination of fair value
mengestimasi harga dimana transaksi teratur (orderly transaction) untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas akan terjadi antara pelaku pasar (market participants) pada tanggal pengukuran.
Ketika tidak terdapat pasar aktif atau harga suatu instrumen keuangan yang identik tidak dapat
diobservasi, Grup dapat mengukur nilai wajar menggunakan teknik penilaian sesuai jenis instrumen
keuangan. Grup dapat melakukan pengukuran nilai wajar, dengan hirarki sebagai berikut: 1. Input
Level 1, yaitu harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
yang dapat diakses Grup pada tanggal pengukuran. 2. Input Level 2, yaitu input selain harga kuotasian
yang termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung
atau tidak langsung. 3. Input Level 3, yaitu input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
liabilitas terjadi: - Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut; atau - Jika tidak terdapat pasar
utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Nilai wajar suatu aset
atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan
harga aset dan liabilitas tersebut dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan
ekonomi terbaiknya. Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku
Page 25
pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi
dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset
tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya. Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang
diperdagangkan di pasar aktif, seperti efek-efek dan obligasi pemerintah, ditentukan berdasarkan nilai
pasar yang berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian menggunakan harga yang
dipublikasikan secara rutin dan berasal dari sumber yang terpercaya, seperti Bloomberg, Reuters atau
harga yang diberikan oleh broker (quoted price). Investasi dalam unit reksadana dinyatakan sebesar
nilai pasar sesuai nilai aset bersih dari reksadana pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian
Instrumen keuangan dianggap memiliki kuotasi di pasar aktif, jika harga kuotasi tersedia
sewaktu-waktu dan dapat diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang efek (dealer), perantara efek
(broker) dan harga tersebut mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi
yang wajar. Jika kriteria di atas tidak terpenuhi, maka pasar aktif dinyatakan tidak tersedia.
Indikasi-indikasi dari pasar tidak aktif adalah terdapat selisih yang besar antara harga penawaran dan
permintaan atau kenaikan signifikan dalam selisih harga penawaran dan permintaan dan hanya
terdapat beberapa transaksi terkini. Untuk efek-efek yang tidak mempunyai harga pasar, estimasi atas
nilai wajar efek-efek ditetapkan dengan mengacu pada nilai wajar instrumen lain yang substansinya
sama atau dihitung berdasarkan arus kas yang diharapkan terhadap aset bersih efek-efek tersebut.
Untuk obligasi pemerintah yang tidak memiliki nilai pasar, estimasi nilai wajar ditentukan dengan
menggunakan model internal berdasarkan nilai kini dari arus kas masa depan yang diharapkan
(pendekatan next-repricing method) dengan menggunakan faktor deflator
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Entitas Anak dan kantor cabang luar negeri Bank Mandiri menyelenggarakan catatan akuntansinya Foreign currency transactions and balances
dalam mata uang Rupiah. Untuk tujuan konsolidasian, laporan keuangan dalam mata uang asing milik
cabang dan Entitas Anak luar negeri Bank Mandiri dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan
dasar sebagai berikut: (1) Aset dan liabilitas, komitmen dan kontinjensi - menggunakan kurs spot
Reuters pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. (2) Pendapatan, beban, laba dan rugi -
menggunakan kurs tengah rata-rata yang berlaku pada bulan terjadinya transaksi. (3) Akun ekuitas -
menggunakan kurs historis pada tanggal transaksi Entitas Anak dan kantor cabang luar negeri
(lanjutan) (4) Laporan arus kas - menggunakan kurs spot Reuters pada tanggal laporan posisi
keuangan konsolidasian, kecuali akun-akun laba rugi menggunakan kurs tengah rata-rata dan
unsur-unsur ekuitas menggunakan kurs historis. Selisih yang timbul dari proses penjabaran laporan
keuangan tersebut disajikan sebagai ?Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam mata
uang asing? pada kelompok Ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Transaksi dan
saldo dalam mata uang asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke dalam Rupiah
menggunakan kurs pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian, semua aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata
uang Rupiah dengan menggunakan kurs spot Reuters pada pukul 16.00 WIB untuk tanggal 30
September 2023 dan 31 Desember 2022. Keuntungan atau kerugian yang timbul dibebankan pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan. Kurs yang
digunakan untuk menjabarkan mata uang asing ke dalam Rupiah pada tanggal laporan posisi
keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut (Rupiah penuh): 30 September 2023 31 Desember
2022 1 Pound Sterling Inggris 18.921,56 18.786,09 1 Euro Eropa 16.391,58 16.581,72 1 Dolar Amerika
Serikat 15.455,00 15.567,50 100 Yen Jepang 10.389,00 11.781,00 1 Dolar Australia 10.014,07
10.577,88 1 Dolar Hong Kong 1.974,11 1.996,55 1 Yuan China 2.116,69 2.238,91 1 Dolar Singapura
11.349,37 11.592,88 Mata uang asing lainnya yang tidak diungkapkan di atas tidak dianggap signifikan
dalam penjabaran transaksi dalam mata uang asing Bank Mandiri dan Entitas Anak
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain Giro pada Bank Indonesia dan Bank lain diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi. Lihat Current accounts with Bank Indonesia and
Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi atas biaya perolehan diamortisasi. Giro Wajib Minimum other banks
Page 26
Pemenuhan Giro Wajib Minimum (GWM) mengacu pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 20/3/PBl/2018 tanggal 29 Maret 2018 tentang Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah sebagaimana telah diubah sebanyak 4 (empat) kali melalui PBI No. 22/3/PBl/2020 tanggal 24 Maret 2020, PBI No. 22/10/PBl/2020 tanggal 28 Juli 2020, PBI No. 23/16/PBI/2021 tanggal 17 Desember 2021, dan PBI No. 24/4/PBI/2022 tanggal 25 Februari 2022 Giro Wajib Minimum (lanjutan) PBI tersebut dijelaskan lebih lanjut melalui Peraturan Anggota Dewan Gubemur (PADG) No. 20/10/PADG/2018 tanggal 31 Mei 2018 tentang Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah sebagaimana telah diubah sebanyak 8 (delapan) kali melalui PADG No. 20/30/PADG/2018 tanggal 30 November 2018, PADG No. 21/14/PADG/2019 tanggal 26 Juni 2019, PADG No. 21/27/PADG/2019 tanggal 26 Desember 2019, PADG No. 22/2/PADG/2020 tanggal 10 Maret 2020, PADG No. 22/10/PADG/2020 tanggal 29 April 2020, PADG No. 22/19/PADG/2020 tanggal 29 Juli 2020, PADG No. 23/27/PADG/2021 tanggal 21 Desember 2021, dan PADG No. 24/3/PADG/2022 tanggal 1 Maret 2022, yang menyatakan bahwa pemenuhan GWM dalam Rupiah Bank Umum Konvensional (BUK) ditetapkan sebagai berikut: a. Periode 1 Mei 2020 sampai dengan 28 Februari 2022 sebesar 3,5% (tiga koma lima persen) dengan pemenuhan secara harian sebesar 0,5% (nol koma lima persen) dan secara rata-rata sebesar 3% (tiga persen). b. Periode 1 Maret 2022 sampai dengan 31 Mei 2022 sebesar 5% (lima persen) dengan pemenuhan secara harian sebesar 0% (nol persen) dan secara rata-rata sebesar 5% (lima persen). c. Periode 1 Juni 2022 sampai dengan 30 Juni 2022 sebesar 6% (enam persen) dengan pemenuhan secara harian sebesar 0% (nol persen) dan secara rata-rata sebesar 6% (enam persen). Pemenuhan GWM dalam Rupiah untuk Entitas Anak yang menjalankan kegiatan usaha dengan prinsip syariah ditetapkan sebagai berikut: a. Periode 1 Mei 2020 sampai dengan 28 Februari 2022 sebesar 3,5% (tiga koma lima persen) dengan pemenuhan secara harian sebesar 0,5% (nol koma lima persen) dan secara rata-rata sebesar 3% (tiga persen). b. Periode 1 Maret 2022 sampai dengan 31 Mei 2022 sebesar 4% (empat persen) dengan pemenuhan secara harian sebesar 0% (nol persen) dan secara rata-rata sebesar 4% (empat persen). c. Periode 1 Juni 2022 sampai dengan 30 Juni 2022 sebesar 4,5% (empat koma lima persen) dengan pemenuhan secara harian sebesar 0% (nol persen) dan secara rata-rata sebesar 4,5% (empat koma lima persen). Pemenuhan GWM dalam Rupiah baik untuk BUK maupun Entitas Anak dihitung dengan membandingkan posisi saldo rekening Giro Rupiah pada Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan Bank Indonesia Fast Payment (BI-FAST) terhadap rata-rata Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam Rupiah masing-masing BUK dan entitas Anak selama periode tertentu. Pada tanggal 30 Juni 2022, telah diterbitkan PADG lanjutan yaitu PADG No. 24/8/PADG/2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Pemenuhan Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah sebagaimana telah diubah sebanyak 1 (satu) kali melalui PADG Nomor 2 tahun 2023 tanggal 24 Maret 2023. Pada saat PADG No. 24/8/PADG/2022 tersebut berlaku, maka PADG No. 20/10/PADG/2018 beserta perubahannya dicabut dan dinyatakan tidak berlaku Giro Wajib Minimum (lanjutan) PADG baru tersebut mengatur bahwa pemenuhan GWM dalam Rupiah Bank Umum Konvensional (BUK) ditetapkan sebagai berikut: a. Secara harian sebesar 0% (nol persen); dan b. Secara rata-rata untuk: 1) Periode 1 Juli 2022 sampai dengan 31 Agustus 2022 sebesar 7,5% (tujuh koma lima persen); dan 2) Periode 1 September 2022 dan seterusnya sebesar 9% (sembilan persen). GWM dalam Rupiah untuk Entitas Anak yang menjalankan kegiatan Usaha dengan prinsip syariah wajib dipenuhi sebesar: a. Secara harian sebesar 0% (nol persen); dan b. Secara rata-rata untuk: 1) Periode 1 Juli 2022 sampai dengan 31 Agustus 2022 sebesar 6% (enam persen); dan 2) Periode 1 September 2022 dan seterusnya sebesar 7,5% (tujuh koma lima persen). Selain itu, Bank Indonesia melakukan penguatan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ketentuan insentif GWM dalam Rupiah yang dituangkan
Page 27
dalam PBI No. 24/5/PBI/2022 tanggal 25 Februari 2022 tentang Insentif bagi Bank yang Memberikan Penyediaan Dana untuk Kegiatan Ekonomi Tertentu dan Inklusif, sebagaimana diatur lebih lanjut melalui PADG No. 24/4/PADG/2022 tanggal 1 Maret 2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Insentif bagi Bank yang Memberikan Penyediaan Dana untuk Kegiatan Ekonomi Tertentu dan Inklusif sebagaimana telah diubah 2 (dua) kali melalui PADG No. 24/12/PADG/2022 tanggal 20 Juli 2022 dan PADG Nomor 1 tahun 2023 tanggal 15 Februari 2023. Bank Indonesia memberikan insentif GWM dalam Rupiah kepada Bank yang melakukan penyediaan dana untuk kegiatan ekonomi tertentu dan inklusif meliputi: (a) pemberian kredit kepada sektor Prioritas dan UMKM; (b) pencapaian Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM); dan/atau (c) pembiayaan lainnya yang ditetapkan Bank Indonesia. Adapun jangka waktu pemberian insentif berlaku sejak tanggal 1 Maret 2022 sampai dengan tanggal 31 Desember 2024. Besaran remunerasi/pemberian (?athaya) setelah mempertimbangkan insentif dalam rangka kebijakan makroprudensial dengan rincian sebagai berikut: a. Bank Umum Konvensional mendapatkan besaran insentif makroprudensial paling besar 2,8% dan besaran GWM yang mendapat remunerasi/pemberian (?athaya) sebesar 6,2% - 7,0% (dari pemenuhan GWM rata-rata). b. Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah mendapatkan besaran insentif makroprudensial paling besar 2,8% dan besaran GWM yang mendapat remunerasi/pemberian (?athaya) sebesar 4,7% - 5,5% (dari pemenuhan GWM rata-rata). Penyangga Likuiditas Makroprudensial Penyangga Likuiditas Makroprudensial, selanjutnya disebut PLM, adalah cadangan likuiditas minimum dalam Rupiah yang wajib dipelihara oleh BUK dalam bentuk surat berharga yang memenuhi persyaratan tertentu, yang besarnya ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar persentase tertentu dari DPK BUK dalam Rupiah. Sedangkan bagi BUS, Penyangga Likuiditas Makroprudensial Syariah (PLM Syariah) adalah cadangan likuiditas minimum dalam Rupiah yang wajib dipelihara oleh BUS dalam bentuk surat berharga syariah yang memenuhi persyaratan tertentu, yang besarnya ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar persentase tertentu dari DPK BUS dalam Rupiah Penyangga Likuiditas Makroprudensial (lanjutan) Pemenuhan PLM mengacu pada PBI No. 20/4/PBl/2018 tanggal 29 Maret 2018 tentang Rasio lntermediasi Makroprudensial dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah sebagaimana telah diubah sebanyak 4 (empat) kali menjadi PBI No. 21/12/PBI/2019 tanggal 25 November 2019, PBI No. 22/17/PBl/2020 tanggal 30 September 2020, PBI No.23/17/PBI/2021 tanggal 17 Desember 2021, dan PBI No. 24/16/PBI/2022 tanggal 31 Oktober 2022. PBI tersebut dijelaskan lebih lanjut melalui PADG No. 21/22/PADG/2019 tanggal 28 November 2019, sebagaimana telah diubah sebanyak 5 (lima) kali menjadi PADG No.22/11/PADG/2020 tanggal 29 April 2020, PADG No. 22/30/PADG/2020 tanggal 5 Oktober 2020, PADG No. 23/7/PADG/2021 tanggal 26 April 2021, PADG No. 23/31/PADG/2021 tanggal 31 Desember 2021, dan PADG No. 24/14/PADG/2022 tanggal 31 Oktober 2022, dimana besaran PLM ditentukan sebesar 6% (enam persen) dari DPK BUK dalam Rupiah dan besaran PLM untuk Entitas Anak yang menjalankan kegiatan usaha dengan prinsip syariah adalah sebesar 4,5% (empat koma lima persen) dari DPK Entitas Anak dalam Rupiah. Giro Rasio Intermediasi Makroprudensial Rasio lntermediasi Makroprudensial (RIM) dahulu disebut sebagai Loan to Funding Ratio (LFR). Berdasarkan PBI No. 20/4/PBl/2018 tanggal 29 Maret 2018 tentang Rasio lntermediasi Makroprudensial dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah, penyebutan LFR berubah menjadi Rasio lntermediasi Makroprudensial (RIM) dengan kewajiban pemenuhan Giro RIM mulai berlaku pada tanggal 16 Juli 2018. Peraturan tersebut telah disempurnakan sebanyak 4 (empat) kali menjadi PBI No. 21/12/PBl/2019 tanggal 25 November 2019, PBI No. 22/17/PBI/2020 tanggal 30 September 2020, PBI No. 23/17/PBI/2021 tanggal 17 Desember 2021, dan PBI No. 24/16/PBI/2022 tanggal 31 Oktober 2022. PBI tersebut dijelaskan lebih lanjut melalui PADG No. 21/22/PADG/2019 tanggal 28 November 2019, sebagaimana telah diubah sebanyak 5 (lima) kali menjadi PADG No. 22/11/PADG/2020 tanggal
Page 28
29 April 2020, PADG No. 22/30/PADG/2020 tanggal 5 Oktober 2020, PADG No. 23/7/PADG/2021
tanggal 26 April 2021, PADG No. 23/31/PADG/2021 tanggal 31 Desember 2021, dan PADG No.
24/14/PADG/2022 tanggal 31 Oktober 2022. Berdasarkan Peraturan tersebut, RIM adalah rasio hasil
perbandingan antara: a. Kredit yang diberikan kepada pihak ketiga dalam Rupiah dan Valuta Asing;
dan b. Surat berharga korporasi dalam Rupiah dan Valuta Asing yang memenuhi persyaratan tertentu
yang dimiliki Bank, terhadap: a. DPK Bank dalam bentuk giro, tabungan dan simpanan
berjangka/deposito dalam Rupiah dan Valuta asing, tidak termasuk dana antarbank; b. Surat berharga
dalam Rupiah dan Valuta Asing yang memenuhi persyaratan tertentu, yang diterbitkan oleh Bank untuk
memperoleh sumber pendanaan; dan c. Pinjaman yang diterima dalam Rupiah dan Valuta Asing yang
memenuhi persyaratan tertentu, yang diterima oleh BUK untuk memperoleh sumber pendanaan. Giro
atas pemenuhan RIM yang selanjutnya disebut Giro RIM adalah saldo pada rekening Giro Rupiah
pada Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan dana Bank Indonesia Fast Payment
(BI-Fast) yang wajib dipelihara oleh Bank, dalam hal RIM berada dalam kisaran Target RIM maka Giro
RIM ditetapkan sebesar 0% (nol persen) dari DPK dalam Rupiah. Sedangkan apabila RIM berada di
luar kisaran Target RIM, maka Giro RIM ditetapkan sebesar hasil perkalian antara Parameter
Disinsentif Bawah atau Parameter Disinsentif Atas, selisih antara RIM dan Target RIM, serta DPK
dalam Rupiah. Besaran dan parameter yang digunakan dalam pemenuhan Giro RIM ditetapkan: a.
Batas bawah Target RIM sebesar 84% (delapan puluh empat persen); b. Batas atas Target RIM
sebesar 94% (sembilan puluh empat persen); c. Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM)
lnsentif sebesar 14% (empat belas persen); Giro Rasio Intermediasi Makroprudensial (lanjutan) d.
Parameter Disinsentif Bawah ditetapkan: 1. Sebesar 0 (nol), jika BUK memiliki rasio kredit bermasalah
secara bruto lebih besar dari atau sama dengan 5% (lima persen); 2. Sebesar 0 (nol), jika BUK
memiliki: a) Rasio kredit bermasalah secara bruto lebih kecil dari 5% (lima persen); dan b) KPMM lebih
kecil dari atau sama dengan KPMM lnsentif; 3. Sebesar 0,1 (nol koma satu), jika BUK memiliki: a)
Rasio kredit bermasalah secara bruto lebih kecil dari 5% (lima persen); dan b) KPMM lebih besar dari
KPMM lnsentif dan lebih kecil dari atau sama dengan 19% (sembilan belas persen); dan 4. Sebesar
0,15 (nol koma satu lima), jika BUK memiliki: a) Rasio kredit bermasalah secara bruto lebih kecil dari
5% (lima persen); dan b) KPMM lebih besar dari 19% (sembilan belas persen); dan e. Parameter
Disinsentif Atas ditetapkan: 1. Sebesar 0 (nol), jika BUK memiliki KPMM lebih besar dari KPMM
lnsentif; atau 2. Sebesar 0 (nol), jika BUK memiliki KPMM lebih kecil dari atau sama dengan KPMM
lnsentif.
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain merupakan penanaman dana dalam bentuk Deposit Placements with Bank Indonesia and other
Facility (DF), Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah (FASBIS), Pasar Uang Antar Bank, Pasar banks
Uang Antar Bank Syariah, deposito berjangka dan lain-lain. Penempatan pada Bank Indonesia dan
bank lain disajikan sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif
dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai. Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (POJK) No. 40/POJK.03/2019 tanggal 19 Desember 2019 tentang Penilaian Kualitas Aset
Bank Umum, seluruh bentuk penempatan pada Bank Indonesia ditetapkan memiliki kualitas lancar.
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi.
Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi atas biaya perolehan diamortisasi
Efek-efek Efek-efek yang dimiliki terdiri dari efek-efek yang diperdagangkan di pasar uang seperti Sertifikat Bank Securities
Indonesia (SBI), Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), Surat Perbendaharaan Negara (SPN),
Negotiable Certificates of Deposits, Medium Term Notes, Treasury Bills yang diterbitkan oleh
pemerintah negara lain dan Pemerintah Republik Indonesia, wesel ekspor, efek-efek yang
diperdagangkan di pasar modal seperti unit reksadana, serta efek-efek yang diperdagangkan di bursa
efek seperti saham dan obligasi, termasuk obligasi syariah perusahaan. Efek-efek diklasifikasikan
sebagai aset keuangan dalam kelompok diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar melalui
Page 29
penghasilan komprehensif lain, dan biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2c untuk kebijakan
akuntansi atas aset keuangan dalam kelompok diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain, dan biaya perolehan diamortisasi. Investasi dalam unit
reksadana dinyatakan sebesar nilai pasar sesuai nilai aset bersih dari reksadana pada tanggal laporan
posisi keuangan konsolidasian Untuk efek-efek yang diperdagangkan di pasar keuangan yang
terorganisasi, nilai wajar tersebut umumnya ditentukan dengan mengacu pada harga pasar yang terjadi
di bursa efek pada tanggal yang terdekat dengan tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.
Untuk efek-efek yang tidak mempunyai harga pasar, estimasi atas nilai wajar efek-efek ditetapkan
dengan mengacu pada nilai wajar instrumen lain yang substansinya sama atau dihitung berdasarkan
arus kas yang diharapkan terhadap aset bersih efek-efek tersebut. Penurunan nilai wajar permanen
atas efek-efek untuk biaya perolehan diamortisasi dan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian periode
berjalan. Pemindahan efek ke klasifikasi dimiliki biaya perolehan diamortisasi dari klasifikasi nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain dicatat sebesar nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang
belum direalisasi tetap dilaporkan dalam komponen ekuitas dan diamortisasi dengan metode suku
bunga efektif selama sisa umur efek tersebut ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian
Investasi jangka pendek Kas (terutama terdiri dari kas di khasanah dan kas di ATM) dan setara kas mencakup kas, giro pada Short-term investment
Bank Indonesia, giro pada bank lain dan investasi jangka pendek likuid lainnya dengan jangka waktu
jatuh tempo 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal perolehan.
Aset hak guna PSAK 73 menerapkan persyaratan baru atau amendemen sehubungan dengan akuntansi sewa. Right of use assets
Standar ini memperkenalkan perubahan signifikan untuk akuntansi lessee dengan menghapus
perbedaan antara sewa operasi dan pembiayaan, serta mensyaratkan pengakuan aset hak guna dan
pengakuan liabilitas sewa pada saat dimulainya sewa untuk seluruh sewa, kecuali untuk sewa jangka
pendek dan sewa aset bernilai rendah. Berbeda dengan akuntansi lessee, persyaratan untuk akuntansi
lessor sebagian besar tidak berubah. Dampak dari adopsi PSAK 73 pada Laporan Keuangan
Konsolidasian dijelaskan di bawah ini (a) Dampak definisi baru dari sewa Perubahan utama dari
definisi sewa berkaitan dengan konsep pengendalian. PSAK 73 menentukan apakah kontrak
merupakan, atau mengandung sewa atas dasar jika penyewa memiliki hak untuk mengendalikan
penggunaan aset selama suatu jangka waktu tertentu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Hal
tersebut merupakan perbedaan penentuan kontrak merupakan, atau mengandung sewa berdasarkan
PSAK 30 yaitu dengan konsep risiko dan manfaat. Grup menerapkan definisi sewa dan panduan
terkait yang diterapkan dalam PSAK 73 untuk semua kontrak yang dicatat atau diubah pada tanggal 1
Januari 2020. Grup menggunakan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik
yang hampir sama. (b) Dampak pada akuntansi lessee Grup menerapkan pendekatan pengakuan dan
pengukuran tunggal untuk seluruh sewa, kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai
rendah. Grup mengakui liabilitas sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak guna yang
mewakili hak untuk menggunakan aset pendasar. Grup mengakui aset hak guna pada tanggal
dimulainya sewa. Aset hak guna diukur pada biaya perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan
kerugian penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Liabilitas
sewa merupakan jumlah pembayaran sewa yang masih harus dibayar hingga akhir masa sewa yang
didiskontokan dengan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Biaya aset hak guna
mencakup jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung awal yang dibayarkan, biaya pemulihan
Page 30
dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal mulai sewa dikurangi insentif sewa
yang diterima. Aset hak guna disusutkan dengan metode garis lurus selama jangka waktu yang lebih
pendek antara masa sewa dengan estimasi masa manfaat aset, sebagai berikut: ? Bangunan : 20
tahun ? Mesin kantor : 5 tahun ? Komputer perangkat keras : 5 tahun ? Komputer perangkat lunak : 5
tahun ? Inventaris kantor : 5 tahun ? Inventaris rumah dinas dan mess : 5 tahun ? Kendaraan bermotor
: 5 tahun Jika kepemilikan aset sewa dialihkan ke Grup pada akhir masa sewa atau pembayaran sewa
mencerminkan pelaksanaan opsi pembelian, penyusutan dihitung menggunakan estimasi masa
manfaat ekonomis aset. Aset hak guna diuji penurunan nilainya sesuai dengan PSAK 48 ?Penurunan
Nilai Aset?.
Goodwill Goodwill diakui apabila terdapat selisih lebih antara harga perolehan dan bagian Bank Mandiri atas Goodwill
nilai wajar aset dan liabilitas yang dapat diidentifikasi pada tanggal akuisisi dan disajikan sebagai aset
lain-lain. Bank melakukan evaluasi penurunan nilainya secara berkala
Aset takberwujud Aset tidak berwujud diakui jika, dan hanya jika, biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara Intangible assets
andal dan kemungkinan besar Bank dan Entitas Anak akan memperoleh manfaat ekonomis masa
depan dari aset tersebut. Aset tak berwujud terdiri dari goodwill dan perangkat lunak yang dibeli Bank
dan Entitas Anak. Perangkat lunak yang dibeli oleh Bank dan Entitas Anak dicatat sebesar biaya
perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Metode amortisasi,
estimasi masa manfaat dan nilai residual ditelaah pada setiap akhir tahun pelaporan dan disesuaikan
jika dianggap tepat. Goodwill diakui apabila terdapat selisih lebih antara harga perolehan dan bagian
Bank Mandiri atas nilai wajar aset dan liabilitas yang dapat diidentifikasi pada tanggal akuisisi dan
disajikan sebagai aset lain-lain. Bank melakukan evaluasi penurunan nilainya secara berkala
Piutang dan utang asuransi Kontrak asuransi adalah kontrak yang diterbitkan oleh perusahaan asuransi dimana perusahaan Insurance receivables and payables
asuransi menerima risiko asuransi yang signifikan dari pemegang polis. Risiko asuransi yang signifikan
didefinisikan sebagai kemungkinan membayar manfaat yang signifikan kepada tertanggung apabila
suatu kejadian yang diasuransikan terjadi dibandingkan dengan manfaat minimum yang akan
dibayarkan apabila risiko yang diasuransikan tidak terjadi. Skenario-skenario yang diperhatikan adalah
skenario yang mengandung unsur komersial.
Piutang pembiayaan konsumen piutang pembiayaan konsumen dan investasi bersih dalam sewa pembiayaan diakui sebagai Consumer financing receivables
bagian/pengurang dari nilai perolehan kredit dan piutang pembiayaan konsumen dan akan diakui
sebagai pendapatan bunga dengan cara diamortisasi berdasarkan metode suku bunga efektif. Untuk
kredit, piutang pembiayaan konsumen dan investasi bersih dalam sewa pembiayaan yang diberikan
dan dilunasi sebelum jatuh temponya, saldo pendapatan provisi dan/atau komisi dan biaya transaksi
yang dapat diatribusikan secara langsung yang belum diamortisasi, diakui pada saat kredit yang
diberikan, piutang pembiayaan konsumen dan investasi bersih dalam sewa pembiayaan dilunasi.
Simpanan nasabah dan simpanan dari bank lain Simpanan nasabah adalah dana yang ditempatkan oleh masyarakat (tidak termasuk bank) kepada Deposits from customers and deposits from
Bank dan Entitas Anak yang bergerak di bidang perbankan berdasarkan perjanjian penyimpanan dana. other banks
Termasuk dalam pos ini adalah giro, tabungan, deposito berjangka dan bentuk simpanan lain yang
dipersamakan dengan itu Simpanan dari bank lain terdiri dari liabilitas terhadap bank lain, baik lokal
maupun luar negeri, dalam bentuk giro, tabungan, inter-bank call money dengan periode jatuh tempo
menurut perjanjian kurang dari atau 90 hari, deposito berjangka dan negotiable certificates of deposits.
Simpanan dari bank lain dicatat sebagai liabilitas terhadap bank lain. Di dalam simpanan dari bank lain
termasuk simpanan syariah dalam bentuk giro wadiah. Simpanan dari bank lain diklasifikasikan
Page 31
sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Biaya tambahan yang
dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan simpanan diperhitungkan dalam jumlah
pinjaman yang diterima dan diamortisasi sepanjang estimasi umur simpanan tersebut. Lihat Catatan 2c
untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi
Efek-efek yang dibeli dengan janji dibeli kembali Efek-efek yang dibeli dengan janji untuk dijual kembali diklasifikasikan sebagai aset keuangan dalam Securities purchased under resell agreements
kelompok biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi atas aset
keuangan dalam kelompok biaya perolehan diamortisasi. Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli
kembali disajikan sebagai liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar harga
pembelian kembali yang disepakati dikurangi dengan bunga dibayar dimuka yang belum diamortisasi.
Selisih antara harga jual dan harga beli kembali yang disepakati diperlakukan sebagai beban bunga
dibayar dimuka dan diakui sebagai beban bunga selama jangka waktu sejak efek-efek tersebut dijual
hingga dibeli kembali dengan menggunakan metode suku bunga efektif Efek-efek yang dijual dengan
janji untuk dibeli kembali diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan yang
diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Entitas Anak mencatat transaksi reverse repo surat
berharga syariah mengacu ke PSAK 111 tentang ?Akuntansi Wa?d?. Pada saat pengakuan awal,
Entitas Anak mengklasifikasikan surat berharga syariah yang diperoleh dari transaksi jual beli pertama
dalam kategori diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Keuntungan atau
kerugian dari perubahan nilai wajar diakui dalam penghasilan komprehensif lain
Saham treasuri Saham treasuri merupakan modal saham yang diperoleh dan dimiliki kembali dari yang sebelumnya Treasury stock
telah diterbitkan Bank. Saham treasuri disajikan sebesar nilai yang dibayar, termasuk biaya tambahan
yang secara langsung dapat diatribusikan (dikurangi pajak penghasilan) dan sebagai pengurang dari
ekuitas sampai saham tersebut dibatalkan atau diterbitkan kembali. Ketika saham tersebut selanjutnya
dijual kembali, maka nilai yang diterima, dikurangi biaya tambahan transaksi yang terkait dan dampak
pajak penghasilan yang terkait disajikan di ekuitas
Instrumen keuangan Aset keuangan Grup mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang Financial instruments
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
pendapatan komprehensif lainnya dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi. Grup memiliki instrumen keuangan utang dan instrumen keuangan ekuitas. Grup
selanjutnya mengukur semua investasi ekuitas pada nilai wajar. Saat pengakuan awal, Grup dapat
membuat pilihan yang tak terbatalkan untuk menyajikan dalam penghasilan komprehensif lain
perubahan selanjutnya pada nilai wajar investasi dalam instrumen ekuitas. Grup menggunakan 2 (dua)
dasar untuk mengklasifikasikan aset keuangan yaitu model bisnis Grup dalam mengelola aset
keuangan dan karakteristik arus kas kontraktual pembayaran pokok dan bunga (Solely Payment of
Principal and Interest (SPPI)) dari aset keuangan. Pengujian SPPI Sebagai langkah pertama dari
proses klasifikasi, Grup menilai persyaratan kontraktual keuangan untuk mengidentifikasi apakah
mereka memenuhi pengujian SPPI. Pokok pinjaman untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai
nilai wajar dari aset keuangan pada pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan
(misalnya, jika ada pembayaran pokok atau amortisasi premi/diskon). Elemen bunga yang paling
signifikan dalam perjanjian kredit biasanya adalah pertimbangan atas nilai waktu dari uang dan risiko
kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Grup menerapkan pertimbangan dan memperhatikan
faktor-faktor yang relevan seperti mata uang dimana aset keuangan didenominasikan dan periode
pada saat suku bunga ditetapkan. Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur
lebih dari de minimis atas risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan
dasar pengaturan pinjaman, tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI atas jumlah saldo maka
dalam kasus seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through Profit Loss
Page 32
(FVPL). Penilaian model bisnis Grup menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan bagaimana Grup mengelola kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan bisnisnya. Model bisnis Grup tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang dapat diamati seperti: - Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci; - Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut) dan khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola; - Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih); - Frekuensi, nilai dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting dari penilaian Grup. Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa mempertimbangkan skenario ?worst case? atau ?stress case?. Jika arus kas setelah pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal diharapkan, Grup tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model bisnis tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset keuangan yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya. (a) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (b) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain(c) (c) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi Pengakuan Bank menggunakan akuntansi tanggal perdagangan untuk mencatat transaksi efek-efek dan obligasi pemerintah. 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) c. Instrumen keuangan (lanjutan) B. Liabilitas keuangan Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam kategori (a) liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan (b) liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. (a) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (b) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasiPenghentian pengakuan Penghentian Pengakuan Aset Keuangan Penghentian pengakuan aset keuangan dilakukan ketika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau ketika aset keuangan tersebut telah ditransfer dan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset tersebut telah ditransfer (jika, secara substansial seluruh risiko dan manfaat tidak ditransfer, maka Grup melakukan evaluasi untuk memastikan keterlibatan berkelanjutan atas kendali yang masih dimiliki tidak mencegah penghentian pengakuan). Agunan yang diserahkan oleh Grup di dalam perjanjian efek-efek yang dijual dengan janji untuk dibeli kembali dan transaksi securities lending dan borrowing tidak dihentikan pengakuannya karena Grup secara substansial masih memiliki seluruh risiko dan manfaat atas agunan tersebut, berdasarkan kesepakatan bahwa harga pembelian kembali telah ditentukan di awal, sehingga kriteria penghentian pengakuan tidak terpenuhi. Aset keuangan yang dialihkan kepada pihak ketiga tetapi tidak memenuhi syarat penghentian pengakuan disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai ?Aset lain-lain - Tagihan atas efek-efek dan obligasi pemerintah yang diagunkan?, dimana pihak penerima memiliki hak untuk menjual atau mentransfer kembali. Penghentian Pengakuan Liabilitas Keuangan Penghentian pengakuan liabilitas keuangan dilakukan jika liabilitas keuangan tersebut telah berakhir karena kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak telah dilepaskan, dibatalkan atau kedaluwarsa atau apabila terdapat perubahan yang substansial dalam persyaratan suatu liabilitas keuangan, maka kontrak liabilitas keuangan sebelum perubahan akan dihapus dan Bank akan mengakui liabilitas keuangan baru. Hapusbuku Dalam hal penghapusbukuan aset keuangan merupakan kelanjutan dari tindakan penyelesaian aset keuangan dengan cara pengambilalihan agunan, maka jumlah yang dihapusbuku adalah sebesar selisih kurang antara nilai wajar agunan yang diambil alih setelah memperhitungkan taksiran biaya penjualan dengan nilai tercatat aset keuangan. Aset keuangan dapat dihapusbuku apabila cadangan kerugian penurunan nilai telah dibentuk 100%. Penghapusbukuan dilakukan secara keseluruhan terhadap nilai tercatat aset keuangan dengan mendebit cadangan kerugian penurunan
Page 33
nilai. D. Modifikasi atas arus kas aset keuangan Penilaian apakah modifikasi atau restrukturisasi atas suatu aset keuangan menghasilkan atau tidak menghasilkan penghentian pengakuan, dilakukan oleh unit bisnis yang berwenang melakukan restrukturisasi aset keuangan tersebut. Grup mengakui aset keuangan dimodifikasi atau restrukturisasi dan menghasilkan penghentian pengakuan ketika: (a) aset keuangan (atau bagiannya) berakhir, yaitu jika debitur secara hukum dibebaskan dari tanggung jawab utama atas aset tersebut (atau bagiannya), baik melalui proses hukum maupun oleh kreditur pembuatan kontrak kredit baru (sebagai contoh, opsi equity conversion); atau (b) terdapat konversi mata uang. 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) c. Instrumen keuangan (lanjutan) D. Modifikasi atas arus kas aset keuangan (lanjutan) Grup menilai apakah modifikasi atau restrukturisasi atas suatu aset keuangan menghasilkan atau tidak menghasilkan penghentian pengakuan dengan cara berikut: (a) Modifikasi aset keuangan yang menghasilkan penghentian pengakuan aset keuangan (b) Modifikasi aset keuangan yang tidak menghasilkan penghentian pengakuan aset keuangan E. Reklasifikasi aset keuangan Grup diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki jika Grup mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan Grup tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas liabilitas keuangan. Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan operasional Grup seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis. Selain itu, Grup perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada pihak eksternal. Grup akan mereklasifikasi seluruh aset keuangan yang terkena dampak dari perubahan model bisnis. Perubahan tujuan model bisnis Grup harus berdampak sebelum tanggal reklasifikasi. E. Reklasifikasi aset keuangan (lanjutan) Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) perubahan intensi berkaitan dengan aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan signifikan dalam kondisi pasar). (b) hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan. (c) pengalihan aset keuangan antara bagian dari Grup dengan model bisnis berbeda. Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangan dan rekening administratif dalam klasifikasi tertentu yang mencerminkan sifat dari informasi dan mempertimbangkan karakteristik dari instrumen keuangan tersebut. Saling hapus instrumen keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapusbuku atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak yang berkekuatan hukum berarti: a. tidak terdapat kontinjensi di masa yang akan datang, dan b. hak yang dapat dipaksakan secara hukum pada kondisi-kondisi berikut ini: i. kegiatan bisnis normal; ii. kondisi kegagalan usaha; dan iii. kondisi gagal bayar atau bangkrut. H. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan Penerapan PSAK 71 ?Instrumen Keuangan? telah mengubah metode perhitungan kerugian penurunan nilai dari pendekatan kerugian yang telah terjadi (incurred loss) dalam PSAK 55 ?Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran? dengan pendekatan kerugian kredit ekspektasian (expected credit loss) 1. Ruang lingkup penurunan nilai 2. Evaluasi penurunan nilai yang dilakukan secara periodik 3. Metode penurunan nilai 4. Pendapatan bunga sebelum dan sesudah penurunan nilai 5. Penyisihan kerugian aset produktif Entitas Anak berbasis syariah I. Investasi pada sukuk Sebelum pengakuan awal, Grup menentukan klasifikasi investasi pada sukuk berdasarkan tujuan investasi Grup. Klasifikasi dalam investasi sukuk terdiri dari: - Biaya perolehan - Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain - Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi J. Sukuk mudharabah yang diterbitkan Sukuk mudharabah yang diterbitkan disajikan sebesar nilai nominal. Biaya-biaya yang timbul dari penerbitan surat berharga dicatat sebagai beban yang ditangguhkan yang disajikan dalam akun ?Aset lain-lain? dan diamortisasi secara garis lurus selama jangka waktu surat berharga. K. Penentuan nilai wajar Nilai wajar adalah pengukuran berbasis pasar. Pengukuran/penetapan nilai wajar bertujuan untuk mengestimasi harga dimana transaksi teratur (orderly transaction) untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas akan terjadi antara pelaku pasar
Page 34
(market participants) pada tanggal pengukuran. Ketika tidak terdapat pasar aktif atau harga suatu
instrumen keuangan yang identik tidak dapat diobservasi, Grup dapat mengukur nilai wajar
menggunakan teknik penilaian sesuai jenis instrumen keuangan L. Reformasi acuan suku bunga Untuk
pengukuran instrumen keuangan yang menggunakan biaya perolehan diamortisasi (aset keuangan
instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi dan nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain, serta liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi), perubahan arus kas kontraktual masa depan dari instrumen keuangan tersebut yang
terjadi akibat reformasi suku bunga (perubahan suku bunga acuan kontraktual dari sebelumnya suku
bunga LIBOR menjadi suku bunga acuan alternatif) akan mengubah tingkat suku bunga efektif
instrumen keuangan tersebut. Perubahan arus kas kontraktual tersebut tidak mempengaruhi biaya
perolehan diamortisasi instrumen keuangan dimaksud, dan tidak berdampak pada laba atau rugi
(penerapan praktis). Penerapan praktis tersebut dapat diterapkan jika dan hanya jika 2 (dua)
persyaratan berikut terpenuhi: 1. Perubahan arus kas kontraktual tersebut diperlukan sebagai akibat
langsung dari reformasi acuan suku bunga; dan 2. Suku bunga acuan alternatif pengganti secara
ekonomis setara (economically equivalent) dengan suku bunga acuan yang digunakan sebelumnya
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan a. Penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2023 Events after reporting period
Pada tanggal 4 Juli 2023, Bank Mandiri menerbitkan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I
Bank Mandiri Tahap I tahun 2023 (?Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Tahap I?)
dengan nilai nominal sebesar Rp5.000.000 yang terdiri atas 2 (dua) seri: Obligasi Nilai nominal Tingkat
bunga tetap per tahun Jatuh tempo Seri A 1.950.000 S 5,80% 4 Juli 2026 Seri B 3.050.000 S 6,10% 4
Juli 2028 Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Tahap I ditawarkan dengan nilai 100%
(seratus persen) dari jumlah pokok obligasi. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan, dengan
pembayaran bunga pertama dilakukan pada tanggal 4 Oktober 2023, sedangkan pembayaran bunga
terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi adalah pada tanggal 4 Juli 2026 untuk seri A dan 4 Juli 2028
untuk seri B. Wali amanat dari penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Tahap I
adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. b. Penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan
Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2023 Pada tanggal 11 Juli 2023, Entitas Anak
(Mandiri Tunas Finance) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Tahap I tahun
2023 (?Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I?) dengan nilai nominal sebesar Rp691.735 yang terdiri atas
2 (dua) seri: Obligasi Nilai nominal Tingkat bunga tetap per tahun Jatuh tempo Seri A 439.660 S 6,00%
11 Juli 2026 Seri B 252.075 S 6,25% 11 Juli 2028 Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I ditawarkan
dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah pokok obligasi. Bunga obligasi dibayarkan setiap
triwulan, dengan pembayaran bunga pertama dilakukan pada tanggal 11 Oktober 2023, sedangkan
pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi adalah pada tanggal 11 Juli 2026 untuk seri
A dan 11 Juli 2028 untuk seri B. Wali amanat dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I adalah
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Penerapan standar akuntansi baru Pada tanggal 1 Januari 2023, terdapat standar baru dan penyesuaian atau amendemen terhadap Adoption of new accounting standards
beberapa standar yang masih berlaku yang relevan dengan operasi Grup yang berlaku efektif sejak
tanggal tersebut yaitu sebagai berikut: - Amandemen PSAK 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan
tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi. Amandemen ini mengubah ?informasi kebijakan
akuntansi signifikan? menjadi ?informasi kebijakan akuntansi material? dan mengklarifikasi bahwa
tidak seluruh informasi kebijakan akuntansi terkait dengan transaksi, kejadian atau kondisi material
lainnya adalah material terhadap laporan keuangan. - Amandemen PSAK 16 tentang aset tetap
tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan. Amendemen ini mengklarifikasi contoh biaya
yang dapat diatribusikan secara langsung ke dalam nilai perolehan aset. Amandemen ini
menambahkan pengaturan atas pengakuan hasil penjualan dan biaya perolehan atas item yang
dihasilkan saat membawa aset tetap ke lokasi dan kondisi yang diperlukan sesuai dengan intensi
Page 35
manajemen dalam Laba Rugi serta pengukuran biaya perolehan atas item tersebut dengan
menerapkan persyaratan pengukuran dalam PSAK 14: Persediaan. - Amandemen PSAK 25 tentang
Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan tentang Definisi Estimasi
Akuntansi. Amendemen PSAK 25 ini memperkenalkan definisi estimasi Akuntansi dan mengklarifikasi
teknik estimasi dan teknik penilaian merupakan contoh dari teknik pengukuran yang digunakan dalam
mengembangkan estimasi akuntansi, serta perubahan dalam estimasi akuntansi sebagai hasil
informasi baru atau perkembangan baru yang bukan merupakan koreksi kesalahan. - Amandemen
PSAK 46 tentang Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul
dari Transaksi Tunggal. Amendemen PSAK 46 ini mengusulkan agar entitas mengakui aset maupun
liabilitas pajak tangguhan pada saat pengakuan awalnya misalnya dari transaksi sewa, untuk
menghilangkan perbedaan praktik di lapangan atas transaksi tersebut dan transaksi serupa -
Perubahan PSAK 107 tentang Akuntansi Ijarah. Hal ini berdampak pada perubahan kebijakan
penerapan ijarah multijasa atas akad sewa yang masih berlaku saat awal implementasi PSAK tersebut.
Ruang Lingkup dari PSAK 107 tersebut mencakup akad ijarah baik yang digunakan di sektor keuangan
atau pun sektor riil. Pengaturan pada PSAK ini termasuk Ijarah Aset, Ijarah Jasa Langsung dan Ijarah
Jasa Tidak Langsung. Penerapan PSAK tersebut juga berdampak penambahan saldo laba akibat
adanya perbedaan metode pembebanan dari metode penyusutan aset ijarah dengan metode garis
lurus (straight line) menjadi metode penurunan outstanding piutang ijarah porsi pokok. Dampak atas
penerapan standar baru dan penyesuaian atau amendemen tersebut di atas tidak material terhadap
laporan keuangan konsolidasian Grup
Standar akuntansi yang telah disahkan namun Amendemen dan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) baru yang telah disahkan oleh Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) - Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), tetapi belum berlaku effective
efektif untuk laporan keuangan selama periode berjalan diungkapkan di bawah ini. Grup bermaksud
untuk menerapkan amendemen dan penyesuaian PSAK tersebut, jika dipandang relevan, saat telah
menjadi efektif. Berlaku efektif setelah tanggal 1 Januari 2024: - Amandemen PSAK 1 tentang
?Penyajian Laporan Keuangan? terkait ?Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan?. Penerapan
amandemen tersebut berlaku efektif sejak 1 Januari 2024 sesuai dengan perubahan tanggal berlaku
efektifnya Amandemen PSAK 1 tentang ?Penyajian Laporan Keuangan? terkait ?Klasifikasi Liabilitas
sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang? yang sebelumnya berlaku efektif sejak 1 Januari 2023
menjadi 1 Januari 2024. - Amandemen PSAK 73 tentang ?Sewa? terkait Liabilitas Sewa dalam Jual
dan Sewa-Balik. Amandemen tersebut mengadopsi seluruh pengaturan dalam Amandemen IFRS 16
tentang ?Lease? terkait ?Lease Liability in a Sale and Leaseback?. Penerapan amandemen ini dimulai
untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2024 dan penerapan lebih
dini diperkenankan. Berlaku efektif setelah tanggal 1 Januari 2025: - PSAK 74 tentang ?Kontrak
Asuransi?, yang diadopsi dari IFRS 17, berlaku efektif 1 Januari 2025, dengan penerapan dini
diperkenankan untuk entitas yang juga telah menerapkan PSAK 71 tentang ?Instrumen Keuangan?
dan PSAK 72 tentang ?Pendapatan dan Kontrak dengan Pelanggan?. Grup masih dalam proses
melakukan evaluasi atas dampak dari amendemen dan PSAK baru tersebut di atas terhadap laporan
keuangan konsolidasian Grup.
Page 36
[4611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Financial and Sharia Industry - Current Year
30 September 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal Penambahan aset Pengurangan aset Aset tetap, akhir
Reklasifikasi aset tetap
periode tetap tetap periode
Property, plant, and Reclassifications of Property, plant, and
Addition in property, Disposals in property,
equipment, beginning property, plant, and equipment, end
plant, and equipment plant, and equipment
period equipment period
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 41,356,880 16,938 27,327 41,401,145 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan Building and leasehold
fasilitasnya, dimiliki 11,158,849 71,030 ( 241,080 ) 759,555 11,748,354 improvement, directly
langsung owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 15,148,376 201,586 ( 159,400 ) 244,996 15,435,558 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
250,858 10,347 ( 10,769 ) 317 250,753
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 67,914,963 299,901 ( 411,249 ) 1,032,195 68,835,810 Directly owned
Lainnya, aset hak guna Others, right of use
6,933,206 1,441,327 ( 174,709 ) 8,199,824
assets
Aset hak guna 6,933,206 1,441,327 ( 174,709 ) 8,199,824 Right of use assets
Lainnya, dalam Others, assets under
3,121,729 872,706 ( 1,032,195 ) 2,962,240
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
3,121,729 872,706 ( 1,032,195 ) 2,962,240
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
77,969,898 2,613,934 ( 585,958 ) 0 79,997,874
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount,
fasilitasnya, dimiliki 4,116,724 485,483 ( 7,036 ) 4,595,171 improvement, directly accumulated
langsung owned depreciation
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 12,789,030 730,874 ( 159,340 ) 13,360,564 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
200,679 12,312 ( 10,767 ) 202,224
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 17,106,433 1,228,669 ( 177,143 ) 18,157,959 Directly owned
Lainnya, aset hak guna Others, right of use
4,322,899 1,254,641 ( 174,709 ) 5,402,831
assets
Page 37
Aset hak guna 4,322,899 1,254,641 ( 174,709 ) 5,402,831 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
21,429,332 2,483,310 ( 351,852 ) 23,560,790
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
56,540,566 56,437,084
equipment
Page 38
[4611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Financial and Sharia Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal Penambahan aset Pengurangan aset Reklasifikasi aset Revaluasi aset Aset tetap, akhir
periode tetap tetap tetap tetap periode
Property, plant, and Reclassifications of Revaluation of Property, plant, and
Addition in property, Disposals in property,
equipment, beginning property, plant, and property, plant, and equipment, end
plant, and equipment plant, and equipment
period equipment equipment period
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki Land, directly owned Carrying amount,
35,703,009 845,040 243,083 4,565,748 41,356,880
langsung gross
Bangunan dan Building and leasehold
fasilitasnya, dimiliki 8,744,626 549,251 ( 1,423 ) 1,866,395 11,158,849 improvement, directly
langsung owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki 14,041,216 473,980 ( 52,242 ) 685,422 15,148,376 equipment, directly
langsung owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
230,748 15,603 ( 944 ) 5,451 250,858
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 58,719,599 1,883,874 ( 54,609 ) 2,800,351 4,565,748 67,914,963 Directly owned
Lainnya, aset hak guna Others, right of use
4,984,633 2,255,067 ( 306,494 ) 6,933,206
assets
Aset hak guna 4,984,633 2,255,067 ( 306,494 ) 6,933,206 Right of use assets
Lainnya, dalam Others, assets under
3,799,035 2,123,973 ( 928 ) ( 2,800,351 ) 3,121,729
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
3,799,035 2,123,973 ( 928 ) ( 2,800,351 ) 3,121,729
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
67,503,267 6,262,914 ( 362,031 ) 0 4,565,748 77,969,898
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount,
fasilitasnya, dimiliki 3,554,636 563,517 ( 1,423 ) (6) 4,116,724 improvement, directly accumulated
langsung owned depreciation
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki 11,855,255 985,823 ( 52,048 ) 12,789,030 equipment, directly
langsung owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
185,647 15,970 ( 944 ) 6 200,679
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 15,595,538 1,565,310 ( 54,415 ) 0 17,106,433 Directly owned
Lainnya, aset hak guna Others, right of use
Page 39
2,762,937 1,852,876 ( 292,914 ) 4,322,899 assets
Aset hak guna 2,762,937 1,852,876 ( 292,914 ) 0 4,322,899 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
18,358,475 3,418,186 ( 347,329 ) 0 21,429,332
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
49,144,792 56,540,566
equipment
Page 40
[4611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - Financial and Sharia Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Perjanjian Kerjasama Pembangunan, Pengoperasian dan Penyerahan (Build, Operate, Transfer) Pada Disclosure of notes for property, plant and
tanggal 28 Desember 2018 telah ditandatangani Perjanjian Kerjasama Pembangunan, Pengoperasian equipment
dan Penyerahan (Build, Operate, Transfer) atas aset di Jalan Proklamasi No. 31 Jakarta untuk jangka
waktu 30 tahun dengan Mitra Kerjasama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. dalam rangka
optimalisasi aset strategis milik Bank Mandiri dengan mengutamakan kerjasama sinergi BUMN. Bank
Mandiri memiliki Perjanjian Pembangunan, Pengelolaan dan Penyerahan (?Perjanjian BOT?) dengan
PT Duta Anggada Realty Tbk. (?Duta Anggada?) berdasarkan Akta No. 105 tentang Perjanjian BOT
tertanggal 24 Mei 1991, yang telah diubah dengan Akta No. 70 Adendum I atas Perjanjian BOT
tertanggal 14 Juni 1991 dan Akta No. 65 Adendum II atas perjanjian BOT tertanggal 21 Desember
2011. Perjanjian tersebut, antara lain, mengatur pembangunan dan pengelolaan dua buah Menara
masing-masing setinggi 27 lantai perkantoran oleh Duta Anggada di atas tanah milik Bank Mandiri.
Jangka waktu pengelolaan Gedung Menara Mandiri 1 dan Gedung Menara Mandiri 2 oleh Duta
Anggada berakhir masing-masing pada tanggal 15 Mei 2014 dan 15 Mei 2016. Pada tanggal 19 Mei
2014 telah dilaksanakan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Bangunan Menara Mandiri I
dan pada saat yang sama telah ditandatangani Akta No. 43 tanggal 19 Mei 2014 tentang Perjanjian
Pemanfaatan Sementara antara Bank Mandiri dan Duta Anggada, dimana perjanjian tersebut
memberikan hak kepada Duta Anggada untuk melakukan pengelolaan atas Gedung Menara Mandiri I
sampai dengan tanggal 15 Mei 2016 disertai hak dan kewajiban para pihak. Pada tanggal 11 Mei 2016,
telah ditandatangani Berita Acara Serah Terima Gedung Menara Mandiri 2 dan Pengelolaan Gedung
Menara Mandiri 1 dari PT Duta Anggada Realty Tbk. kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Pengelolaan Gedung Menara Mandiri 1 dan Gedung Menara Mandiri 2 dilakukan oleh PT Bumi Daya
Plaza dalam bentuk Kerjasama Pemanfaatan Sementara untuk tahun 2016 sampai dengan 2021, yang
kemudian diperpanjang hingga 2026. Revaluasi Tahun 2015 - 2016 Berdasarkan Peraturan Menteri
Keuangan Republik Indonesia (PMK) No. 191/PMK.010/2015 tanggal 15 Oktober 2015 tentang
Penilaian Kembali Aktiva Tetap Untuk Tujuan Perpajakan Bagi Permohonan yang Diajukan Pada
Tahun 2015 dan Tahun 2016, dengan perubahan pertama melalui Peraturan Menteri Keuangan No.
233/PMK.03/2015 tanggal 21 Desember 2015 dan perubahan kedua Peraturan Menteri Keuangan No.
29/PMK.03/2016 tanggal 19 Februari 2016, Grup telah menugaskan perusahaan jasa penilai terdaftar
untuk melaksanakan penilaian (revaluasi) aset tetap atas tanah. Penilaian atas tanah dilakukan oleh
penilai independen eksternal Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Amin, Nirwan, Alfiantori dan Rekan
(ANA) dan KJPP Muttaqin, Bambang, Purwanto, Rozak, Uswatun dan Rekan (MBPRU). Penilaian
dilakukan sesuai dengan dan tunduk kepada ketentuan-ketentuan dari Konsep dan Prinsip Umum
Penilaian (KPUP) poin 17 dalam Standar Penilaian Indonesia (SPI) tahun 2015. Dalam pengukuran
nilai wajar tanah, KJPP memperhitungkan kemampuan peserta pasar untuk menghasilkan manfaat
ekonomi dengan penggunaan tertinggi dan terbaik atas aset atau dengan menjual aset ke peserta
pasar lain yang akan menggunakan aset pada kondisi tertinggi dan penggunaan terbaik. Metode
penilaian yang digunakan oleh KJPP adalah pendekatan pasar dan pendekatan biaya. Berdasarkan
Laporan Penilaian dari KJPP MBPRU tanggal 21 Desember 2015 (Entitas Anak) dan 11 April 2016
(Bank) serta KJPP ANA tanggal 13 April 2016 (Bank), nilai aset tetap berikut mengalami kenaikan nilai
adalah sebagai berikut: Kenaikan nilai Aset tetap Nilai pasar Nilai buku (sebelum pajak) Tanah
Page 41
28.822.150 2.880.116 25.942.034 Untuk menentukan nilai pasar tersebut, KJPP ANA dan KJPP MBPRU menggunakan metodologi penilaian Pendekatan Pasar (Market Approach) SPI 2015-KPUP 17 dengan metode perbandingan langsung. Hasil revaluasi aset tetap untuk Bank tersebut telah disetujui oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui Kepala Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak Besar melalui Surat Keputusan No. KEP-418/WPJ.19/2016 tanggal 25 Mei 2016. Hasil revaluasi aset tetap Entitas Anak juga telah disetujui oleh DJP pada tanggal 8 Januari 2016. Revaluasi Tahun 2019 Di tahun 2019, Bank melakukan penilaian kembali atas tanah. Penilaian atas tanah dilakukan oleh penilaian independen eksternal Yanuar Bey dan Rekan dan KJPP Iwan Bachron dan Rekan. Penilaian dilakukan sesuai dengan dan tunduk kepada ketentuan-ketentuan dari Konsep dan prinsip Umum Penilaian poin 17 dalam SPI tahun 2018. Dalam pengukuran nilai wajar tanah, KJPP memperhitungkan kemampuan peserta pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomi dengan penggunaan tertinggi dan terbaik atas aset atau dengan menjual aset ke peserta pasar lain yang akan menggunakan aset pada kondisi tertinggi dan penggunaan terbaik. Metode penilaian yang digunakan oleh KJPP adalah pendekatan pasar, pendekatan pendapatan dan pendekatan biaya. Berdasarkan Laporan Penilaian dari KJPP Yanuar Bey tanggal 8 Juli 2019 dan KJPP Iwan Bachron tanggal 9 Agustus 2019, nilai aset tetap berikut kenaikan nilainya adalah sebagai berikut: Kenaikan nilai Aset tetap Nilai pasar Nilai buku (sebelum pajak) Tanah 33.596.578 29.725.630 3.870.948 Untuk menentukan nilai pasar tersebut, KJPP Yanuar Bey dan KJPP Iwan Bachron menggunakan metodologi penilaian Pendekatan Pasar (Market Approach) SPI 2018-KPUP 15.2 dengan metode perbandingan langsung. Revaluasi Tahun 2022 Di tahun 2022, Bank melakukan penilaian kembali atas tanah. Penilaian atas tanah dilakukan oleh penilaian independen eksternal Muttaqin, Bambang, Purwanto, Rozak, Uswatun dan Rekan, dan Dasa?at Yudistira dan Rekan. Penilaian dilakukan sesuai dengan dan tunduk kepada ketentuan-ketentuan dari Konsep dan prinsip Umum Penilaian poin 17 dalam tahun 2018. Dalam pengukuran nilai wajar tanah, KJPP memperhitungkan kemampuan peserta pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomi dengan penggunaan tertinggi dan terbaik atas aset atau dengan menjual aset ke peserta pasar lain yang akan menggunakan aset pada kondisi tertinggi dan penggunaan terbaik. Metode penilaian yang digunakan oleh KJPP adalah pendekatan pasar, pendekatan pendapatan dan pendekatan biaya. Berdasarkan Laporan Penilaian dari KJPP Muttaqin Bambang Purwanto Rozak Uswatun dan Rekan (yang ditandatangani oleh Ir. Muhammad Adil Muttaqin, M.Sc., MAPPI (Cert) dengan nomor Surat Tanda Terdaftar (STTD): STTD.PP-83/PM.2/2018) tertanggal 16 Desember 2022 dan KJPP Dasa?at Yudistira dan Rekan (yang ditandatangani oleh Dasa?at Alam Ratu, S.P., MAPPI (Cert) dengan nomor STTD: STTD.PP-93/PM.2/2018) tertanggal 19 Desember 2022, nilai aset tetap berikut kenaikan nilainya adalah sebagai berikut: Kenaikan nilai Aset tetap Nilai pasar Nilai buku (sebelum pajak) Tanah 38.639.890 34.074.142 4.565.748 Untuk menentukan nilai pasar tersebut, KJPP Muttaqin, Bambang, Purwanto, Rozak, Uswatun dan Rekan dan KJPP Dasa?at Yudistira dan Rekan menggunakan metodologi penilaian Pendekatan Pasar (Market Approach) SPI 2018-KPUP 15.2 dengan metode perbandingan langsung. Penilaian pada nilai wajar aset yang dimiliki Bank pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah untuk tanah dengan menggunakan revaluasi, sedangkan untuk bangunan menggunakan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Pada tanggal 30 September 2023, nilai revaluasi tanah dan NJOP bangunan yang dimiliki Bank masing-masing bernilai Rp41.415.685 dan Rp5.409.575. Pada tanggal 31 Desember 2022, nilai revaluasi tanah dan NJOP bangunan yang dimiliki Bank masing-masing sebesar Rp41.371.421 dan Rp5.153.212. Pada tanggal 27 Oktober 2020, terdapat properti terbengkalai yang direklasifikasi menjadi aset tetap. Aset tersebut berupa Tanah dan Bangunan yang berlokasi di Jl. Bandarharjo Semarang. Bank melakukan revaluasi atas tanah tersebut yang memiliki nilai buku sebesar Rp266 dan nilai revaluasi sebesar Rp3.594, sebagaimana hasil penilaian dari KJPP Amin Nirwan Alfiantori dan Rekan. Revaluasi aset menyebabkan penambahan nilai aset tetap dan selisih bersih revaluasi aset tetap di ekuitas sebesar
Page 42
Rp3.328 (selisih nilai buku dengan nilai revaluasi). Nilai tanah Bank berdasarkan model biaya pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah masing-masing sebesar Rp5.694.834 dan Rp5.667.200. Tabel di bawah ini menyajikan instrumen non-keuangan yang diakui pada nilai wajar berdasarkan hierarki yang digunakan Bank untuk menentukan dan mengungkapkan nilai wajar dari instrumen non-keuangan: (i) Tingkat 1 : Dikutip dari harga pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik; (ii) Tingkat 2 : Teknik valuasi dimana seluruh input yang memiliki efek signifikan terhadap nilai wajar yang tercatat dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung; (iii) Tingkat 3 : Teknik valuasi dimana seluruh input yang memiliki efek signifikan terhadap nilai wajar yang tercatat tidak dapat diobservasi dari data pasar. 30 September 2023 Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Nilai Wajar Tanah - 41.415.685 - 41.415.685 31 Desember 2022 Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Nilai Wajar Tanah - 41.371.421 - 41.371.421 Nilai wajar tingkat 2 dari tanah dihitung dengan menggunakan pendekatan perbandingan harga pasar dan estimasi pendapatan dan biaya yang dihasilkan oleh aset. Harga pasar dari tanah yang paling mendekati disesuaikan dengan perbedaan atribut utama seperti ukuran aset, lokasi dan penggunaan aset. Input yang paling signifikan dalam pendekatan penilaian ini adalah asumsi harga per meter. Hak atas tanah diperoleh berdasarkan Sertifikat Hak Guna Bangunan (?HGB?) yang dapat diperbaharui dengan masa yang akan berakhir antara tahun 2023 sampai tahun 2042. Mengacu pada praktik di masa lampau, Grup memiliki keyakinan dapat memperpanjang HGB tersebut. Pada tanggal 30 September 2023, Bank Mandiri telah mengasuransikan aset tetap (tidak termasuk hak atas tanah, aset dalam pembangunan dan aset sewa) untuk menutupi kemungkinan kerugian terhadap risiko kebakaran, pencurian dan bencana alam kepada PT Estika Jasa Tama, PT Asuransi Dayin Mitra, PT Asuransi Wahana Tata dan PT Asuransi Astra Buana keseluruhannya adalah pihak ketiga, PT Krida Upaya Tunggal, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia, PT Mandiri AXA General Insurance, PT Asuransi Kredit Indonesia, PT Asuransi Staco Mandiri dan PT Asuransi Jasa Raharja Putera, keseluruhannya adalah pihak berelasi, dengan nilai jumlah pertanggungan asuransi berkisar Rp12.628.513 (31 Desember 2022: Rp11.334.849). Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut telah memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian yang terjadi atas aset tetap yang dipertanggungkan. Aset tetap yang telah terdepresiasi penuh namun masih digunakan oleh Bank Mandiri antara lain berupa mesin-mesin kantor, peralatan percetakan, peralatan kantor dan perumahan. Manajemen berpendapat tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas aset tetap yang dimiliki Bank pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
Page 43
[4612100a] Notes to the financial statements - Loans and Sharia receivables/financing - by type - Financial and Sharia Industry
30 September 2023
Pinjaman berdasarkan tipe Loans by type
Total pinjaman, kotor
Total loans, gross
Total Loans by
Current Special mention Substandard Doubtful Loss
collectibility
Jumlah Pinjaman
Dalam perhatian
Lancar Kurang lancar Diragukan Macet berdasarkan
khusus
kolektibilitas
Rupiah Modal kerja 289,665,816 16,863,135 1,223,138 3,370,145 2,614,990 313,737,224 Working capital Rupiah
Investasi 241,593,260 8,442,506 517,853 898,480 486,785 251,938,884 Investment
Sindikasi 53,199,919 553,493 0 0 0 53,753,412 Syndicated
Program pemerintah 78,878,986 2,583,625 360,907 463,433 285,665 82,572,616 Government programs
Karyawan 43,344,551 245,529 0 724 12,059 43,602,863 Employee
Ekspor 6,036,695 41,073 0 16,066 22,460 6,116,294 Export
Subtotal pinjaman Others, subtotal loans
0 0 0 0 0 0
lainnya
Konsumen 270,490,729 12,289,925 1,573,324 1,821,246 1,439,929 287,615,153 Consumer
Subtotal Pinjaman Subtotal Loans by
983,209,956 41,019,286 3,675,222 6,570,094 4,861,888 1,039,336,446
berdasarkan tipe type
Mata uang asing Modal kerja 32,288,437 4,475,749 0 562,906 2,153,697 39,480,789 Working capital Foreign currencies
Investasi 115,533,737 5,334,237 0 871,400 72,053 121,811,427 Investment
Sindikasi 64,114,647 3,504,920 352,767 0 80 67,972,414 Syndicated
Program pemerintah 0 0 0 0 0 0 Government programs
Karyawan 0 0 0 0 0 0 Employee
Ekspor 10,144,122 0 0 0 12,769 10,156,891 Export
Subtotal pinjaman Others, subtotal loans
0 0 0 0 0 0
lainnya
Konsumen 2,156,183 432 0 0 95 2,156,710 Consumer
Subtotal Pinjaman Subtotal Loans by
224,237,126 13,315,338 352,767 1,434,306 2,238,694 241,578,231
berdasarkan tipe type
Subtotal Seluruh Subtotal Pinjaman Subtotal Loans by Subtotal on all
1,207,447,082 54,334,624 4,027,989 8,004,400 7,100,582 1,280,914,677
Mata Uang berdasarkan tipe type Currencies
30 September 2023
Page 44
Pinjaman berdasarkan tipe Loans by type
Current Special mention Substandard Doubtful Loss Total Loans by collectibility
Jumlah Pinjaman
Lancar Dalam perhatian khusus Kurang lancar Diragukan Macet
berdasarkan kolektibilitas
Total pinjaman, kotor 1,207,447,082 54,334,624 4,027,989 8,004,400 7,100,582 1,280,914,677 Total loans, gross
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai pada ( 23,062,816 ) ( 20,005,624 ) ( 2,155,377 ) ( 5,945,631 ) ( 6,365,539 ) ( 57,534,987 ) losses for loans
pinjaman yang diberikan
Total pinjaman, bersih 1,184,384,266 34,329,000 1,872,612 2,058,769 735,043 1,223,379,690 Total loans, net
31 December 2022
Pinjaman berdasarkan tipe Loans by type
Total pinjaman, kotor
Total loans, gross
Total Loans by
Current Special mention Substandard Doubtful Loss
collectibility
Jumlah Pinjaman
Dalam perhatian
Lancar Kurang lancar Diragukan Macet berdasarkan
khusus
kolektibilitas
Rupiah Modal kerja 250,991,964 10,697,514 979,736 3,063,325 6,645,262 272,377,801 Working capital Rupiah
Investasi 226,470,307 7,911,481 317,884 1,077,416 2,200,218 237,977,306 Investment
Sindikasi 40,711,583 553,493 0 0 0 41,265,076 Syndicated
Program pemerintah Government
77,896,456 1,754,495 187,519 252,912 302,022 80,393,404
programs
Karyawan 41,178,248 142,355 241 243 11,438 41,332,525 Employee
Ekspor 5,146,401 210,021 0 1,297 1,836 5,359,555 Export
Subtotal pinjaman Others, subtotal loans
0 0 0 0 0 0
lainnya
Konsumen 251,098,043 8,102,973 1,167,506 1,193,778 1,687,887 263,250,187 Consumer
Subtotal Pinjaman Subtotal Loans by
893,493,002 29,372,332 2,652,886 5,588,971 10,848,663 941,955,854
berdasarkan tipe type
Mata uang asing Modal kerja 33,289,396 4,563,143 0 525,451 2,502,475 40,880,465 Working capital Foreign currencies
Investasi 108,233,714 6,457,629 0 0 169,646 114,860,989 Investment
Sindikasi 62,210,780 3,530,433 388,533 0 81 66,129,827 Syndicated
Program pemerintah Government
0 0 0 0 0 0
programs
Karyawan 0 0 0 0 0 0 Employee
Page 45
Ekspor 6,593,776 27,163 0 0 0 6,620,939 Export
Subtotal pinjaman Others, subtotal loans
0 0 0 0 0 0
lainnya
Konsumen 2,151,708 0 0 100 0 2,151,808 Consumer
Subtotal Pinjaman Subtotal Loans by
212,479,374 14,578,368 388,533 525,551 2,672,202 230,644,028
berdasarkan tipe type
Subtotal Seluruh Subtotal Pinjaman Subtotal Loans by Subtotal on all
1,105,972,376 43,950,700 3,041,419 6,114,522 13,520,865 1,172,599,882
Mata Uang berdasarkan tipe type Currencies
31 December 2022
Pinjaman berdasarkan tipe Loans by type
Total Loans by
Current Special mention Substandard Doubtful Loss
collectibility
Jumlah Pinjaman
Lancar Dalam perhatian khusus Kurang lancar Diragukan Macet
berdasarkan kolektibilitas
Total pinjaman, kotor 1,105,972,376 43,950,700 3,041,419 6,114,522 13,520,865 1,172,599,882 Total loans, gross
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai pada ( 28,002,738 ) ( 17,487,074 ) ( 2,008,421 ) ( 4,613,690 ) ( 12,500,722 ) ( 64,612,645 ) losses for loans
pinjaman yang diberikan
Total pinjaman, bersih 1,077,969,638 26,463,626 1,032,998 1,500,832 1,020,143 1,107,987,237 Total loans, net
Page 46
[4613100a] Notes to the financial statements - Loans and Sharia receivables/financing - by Economic Sector - Financial and Sharia Industry
30 September 2023
Pinjaman berdasarkan sektor ekonomi Loans by economic sector
Total pinjaman, kotor
Total loans, gross
Total Loans by
Current Special mention Substandard Doubtful Loss
collectibility
Jumlah Pinjaman
Dalam perhatian
Lancar Kurang lancar Diragukan Macet berdasarkan
khusus
kolektibilitas
Rupiah Perindustrian 88,998,669 5,699,666 333,298 3,188,805 1,829,815 100,050,253 Manufacturing Rupiah
Perdagangan, restoran Trading, restaurants
130,239,082 5,459,518 667,651 812,608 665,571 137,844,430
dan hotel and hotels
Pertanian 128,008,116 1,481,083 844,485 349,610 136,293 130,819,587 Agriculture
Jasa dunia usaha 94,882,413 2,542,024 110,480 103,433 144,103 97,782,453 Business services
Konstruksi 77,463,693 8,836,747 55,850 191,595 475,565 87,023,450 Construction
Pengangkutan, Transportation,
pergudangan dan 65,136,022 1,252,865 44,250 33,149 33,667 66,499,953 warehousing and
komunikasi communications
Listrik, gas dan air Electricity, gas and
18,519,685 554,929 2,291 1,391 2,193 19,080,489
water
Jasa sosial 35,863,593 574,729 18,559 28,137 60,608 36,545,626 Social services
Pertambangan 25,291,809 1,700,636 1,608 5,328 7,874 27,007,255 Mining
Properti 0 0 0 0 0 0 Property
Lain-lain 318,806,874 12,917,089 1,596,750 1,856,038 1,506,199 336,682,950 Other sectors
Subtotal Pinjaman Subtotal Loans by
berdasarkan sektor 983,209,956 41,019,286 3,675,222 6,570,094 4,861,888 1,039,336,446 economic sector
ekonomi
Mata uang asing Perindustrian 52,348,336 6,172,040 0 1,434,306 2,225,750 62,180,432 Manufacturing Foreign currencies
Perdagangan, restoran Trading, restaurants
8,333,912 98,164 0 0 0 8,432,076
dan hotel and hotels
Pertanian 5,210,305 0 0 0 0 5,210,305 Agriculture
Jasa dunia usaha 12,268,304 0 0 0 12,769 12,281,073 Business services
Konstruksi 1,800,876 3,168,821 0 0 0 4,969,697 Construction
Pengangkutan, Transportation,
pergudangan dan 19,451,792 305,552 0 0 80 19,757,424 warehousing and
komunikasi communications
Page 47
Listrik, gas dan air 26,006,503 3,504,920 352,767 0 0 29,864,190 Electricity, gas and
water
Jasa sosial 31,161,082 0 0 0 0 31,161,082 Social services
Pertambangan 65,087,402 65,409 0 0 0 65,152,811 Mining
Properti 0 0 0 0 0 0 Property
Lain-lain 2,568,614 432 0 0 95 2,569,141 Other sectors
Subtotal Pinjaman Subtotal Loans by
berdasarkan sektor 224,237,126 13,315,338 352,767 1,434,306 2,238,694 241,578,231 economic sector
ekonomi
Subtotal Seluruh Subtotal Pinjaman Subtotal Loans by Subtotal on all
Mata Uang berdasarkan sektor 1,207,447,082 54,334,624 4,027,989 8,004,400 7,100,582 1,280,914,677 economic sector Currencies
ekonomi
30 September 2023
Pinjaman berdasarkan sektor ekonomi Loans by economic sector
Current Special mention Substandard Doubtful Loss Total Loans by collectibility
Jumlah Pinjaman
Lancar Dalam perhatian khusus Kurang lancar Diragukan Macet
berdasarkan kolektibilitas
Total pinjaman, kotor 1,207,447,082 54,334,624 4,027,989 8,004,400 7,100,582 1,280,914,677 Total loans, gross
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai pada ( 23,062,816 ) ( 20,005,624 ) ( 2,155,377 ) ( 5,945,631 ) ( 6,365,539 ) ( 57,534,987 ) losses for loans
pinjaman yang diberikan
Total pinjaman, bersih 1,184,384,266 34,329,000 1,872,612 2,058,769 735,043 1,223,379,690 Total loans, net
31 December 2022
Pinjaman berdasarkan sektor ekonomi Loans by economic sector
Total pinjaman, kotor
Total loans, gross
Total Loans by
Current Special mention Substandard Doubtful Loss
collectibility
Jumlah Pinjaman
Dalam perhatian
Lancar Kurang lancar Diragukan Macet berdasarkan
khusus
kolektibilitas
Rupiah Perindustrian 87,135,139 6,545,837 445,949 2,613,555 4,294,810 101,035,290 Manufacturing Rupiah
Perdagangan, restoran Trading, restaurants
124,738,067 5,136,611 593,425 699,554 2,535,107 133,702,764
dan hotel and hotels
Pertanian 117,284,450 1,218,362 147,565 413,580 359,545 119,423,502 Agriculture
Page 48
Jasa dunia usaha 76,172,877 2,539,976 128,079 128,439 146,124 79,115,495 Business services
Konstruksi 76,736,734 2,949,699 75,331 493,094 149,070 80,403,928 Construction
Pengangkutan, Transportation,
pergudangan dan 58,226,250 1,428,492 53,784 20,356 1,548,302 61,277,184 warehousing and
komunikasi communications
Listrik, gas dan air Electricity, gas and
16,440,654 556,975 13,316 98 4,192 17,015,235
water
Jasa sosial 26,329,757 478,334 11,414 9,059 41,629 26,870,193 Social services
Pertambangan 14,103,302 172,080 5,319 7,498 26,348 14,314,547 Mining
Properti 0 Property
Lain-lain 296,325,772 8,345,966 1,178,704 1,203,738 1,743,536 308,797,716 Other sectors
Subtotal Pinjaman Subtotal Loans by
berdasarkan sektor 893,493,002 29,372,332 2,652,886 5,588,971 10,848,663 941,955,854 economic sector
ekonomi
Mata uang asing Perindustrian 49,078,510 9,240,341 0 525,451 2,575,053 61,419,355 Manufacturing Foreign currencies
Perdagangan, restoran Trading, restaurants
12,945,523 119,609 0 0 0 13,065,132
dan hotel and hotels
Pertanian 5,720,538 0 0 0 0 5,720,538 Agriculture
Jasa dunia usaha 8,009,334 19,215 0 0 0 8,028,549 Business services
Konstruksi 2,628,999 1,134,208 0 0 0 3,763,207 Construction
Pengangkutan, Transportation,
pergudangan dan 15,108,933 468,500 0 0 28,139 15,605,572 warehousing and
komunikasi communications
Listrik, gas dan air Electricity, gas and
21,408,464 3,530,433 388,533 0 0 25,327,430
water
Jasa sosial 23,333,551 0 0 0 0 23,333,551 Social services
Pertambangan 71,643,690 66,062 0 0 69,010 71,778,762 Mining
Properti 0 0 0 0 0 0 Property
Lain-lain 2,601,832 0 0 100 0 2,601,932 Other sectors
Subtotal Pinjaman Subtotal Loans by
berdasarkan sektor 212,479,374 14,578,368 388,533 525,551 2,672,202 230,644,028 economic sector
ekonomi
Subtotal Seluruh Subtotal Pinjaman Subtotal Loans by Subtotal on all
Mata Uang berdasarkan sektor 1,105,972,376 43,950,700 3,041,419 6,114,522 13,520,865 1,172,599,882 economic sector Currencies
ekonomi
31 December 2022
Pinjaman berdasarkan sektor ekonomi Loans by economic sector
Page 49
Total Loans by
Current Special mention Substandard Doubtful Loss
collectibility
Jumlah Pinjaman
Lancar Dalam perhatian khusus Kurang lancar Diragukan Macet
berdasarkan kolektibilitas
Total pinjaman, kotor 1,105,972,376 43,950,700 3,041,419 6,114,522 13,520,865 1,172,599,882 Total loans, gross
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai pada ( 28,002,738 ) ( 17,487,074 ) ( 2,008,421 ) ( 4,613,690 ) ( 12,500,722 ) ( 64,612,645 ) losses for loans
pinjaman yang diberikan
Total pinjaman, bersih 1,077,969,638 26,463,626 1,032,998 1,500,832 1,020,143 1,107,987,237 Total loans, net
Page 50
[4614100] Notes to the financial statements - Loans and Sharia
receivables/financing - Other Information - Financial and Sharia Industry
Informasi penting lainnya Loans other information
30 September 2023 31 December 2022
Tingkat suku bunga Annual yield rate of rupiah
0.00856 0.00837
rata-rata per tahun rupiah loans
Tingkat suku bunga Annual yield rate of
rata-rata per tahun mata 0.00663 0.00445 foreign currencies loans
uang asing
Kisaran bagi hasil per Indicative profit sharing of
tahun piutang murabahan 0,0105-1,037 0,0003 - 1,158 murabahah and istishna
dan istishna receivables
Kisaran bagi hasil per Indicative profit sharing of
tahun pembiayaan 0,0212-1,178 0,0210 - 0,0808 musyarakah financing
musyarakah
Kisaran bagi hasil per Indicative profit sharing of
tahun pembiayaan syariah 0,0424-0,0998 0,0794 - 0,1059 other sharia financing
lainnya
Cadangan kerugian Allowance for impairment of
64,612,645 68,588,680
penurunan nilai, awal periode losses, beginning period
Pembentukan selama tahun Provision during the year of
berjalan 8,097,905 15,442,378 allowance for impairment
losses on loans
Penghapusbukuan Writing off of allowance for
( 14,865,706 ) ( 16,883,940 )
impairment losses on loans
Cadangan lain-lain Others allowance for
( 309,857 ) ( 2,534,473 )
impairment losses on loans
Cadangan kerugian Allowance for impairment
57,534,987 64,612,645
penurunan nilai, akhir periode of losses, ending period
Non-performing financing - Non-performing financing -
0.0136 0.0188
gross gross
Non-performing financing - Non-performing financing -
0.0032 0.0026
net net
Page 51
[4614110] Disclosure of Notes to the financial statements - Loans and Sharia receivables/financing - Financial and Sharia Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas pinjaman dan Rasio kredit bermasalah Bank Mandiri dan Entitas Anak secara gross (sebelum dikurangi cadangan Disclosure of notes for loans and sharia
piutang syariah kerugian penurunan nilai) pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing receivables/financing
sebesar 1,49% dan 1,92% (rasio untuk Bank Mandiri saja masing-masing 1,36% dan 1,88%,
masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022), sedangkan rasio kredit
bermasalah Bank Mandiri dan Entitas Anak secara neto pada tanggal 30 September 2023 dan 31
Desember 2022 masing-masing sebesar 0,37% dan 0,31% (rasio untuk Bank Mandiri saja sebesar
0,32% dan 0,26%, masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022). Saldo
kredit bermasalah Bank Mandiri dan Entitas Anak termasuk piutang pembiayaan konsumen dan
investasi bersih dalam sewa pembiayaan dari Entitas Anak. Perhitungan rasio kredit bermasalah Bank
Mandiri dan Entitas Anak pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sesuai dengan
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No. 43/SEOJK.03/2016 tanggal 28 September 2016
tentang Transparansi dan Publikasi Laporan Bank Umum Konvensional yang diubah terakhir dengan
SEOJK No. 9/SEOJK.03/2020 tanggal 30 Juni 2020 tentang Transparansi dan Publikasi Laporan Bank
Umum Konvensional, dihitung atas dasar jumlah kredit tidak termasuk kredit yang diberikan pada bank
lain sebesar Rp7.771.047 dan Rp6.769.326 masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31
Desember 2022. Kredit yang diberikan pada umumnya dijamin dengan agunan yang diikat dengan hak
tanggungan atau surat kuasa untuk menjual, deposito berjangka atau jaminan lain yang dapat diterima
oleh Bank Mandiri dan Entitas Anak. Simpanan nasabah dan simpanan dari bank lain yang dijadikan
jaminan tunai untuk kredit yang diberikan dan diblokir untuk tujuan lain pada tanggal 30 September
2023 dan 31 Desember 2022 adalah masing-masing sebesar Rp84.367.470 dan Rp64.356.878
(Catatan 21c, 22c, 23e, 24c dan 26d). Kredit program pemerintah terdiri dari kredit investasi, kredit
modal kerja permanen, kredit modal kerja dan KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan
Perumahan (FLPP), dimana Pemerintah dapat menyediakan sebagian dan/atau keseluruhan dananya.
Dalam rangka percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional pada tahun 2020, Bank berpartisipasi dalam
penyaluran kredit program Pemulihan Ekonomi Nasional (?PEN?) sesuai dengan Peraturan Menteri
Keuangan Nomor 70/PMK.05/2020 yang selanjutnya diperbaharui dengan PMK No. 104/PMK.05/2020
tanggal 6 Agustus 2020. Program penyaluran kredit dalam rangka PEN tersebut bersumber dari
Penempatan Uang Negara kepada perbankan salah satunya di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dalam
bentuk deposito dengan tenor 3 bulan sebesar Rp10.000.000 pada tanggal 25 Juni 2020. Dana
Pemerintah tersebut telah disalurkan dalam bentuk kredit sebesar Rp39.043.255 sampai dengan
tanggal jatuh tempo deposito pada 25 September 2020, dan selanjutnya dana dikembalikan ke
Pemerintah. Berdasarkan evaluasi dan proposal PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dan sesuai Peraturan
Menteri Keuangan Nomor 104/PMK.05/2020, Pemerintah melakukan Penempatan Dana Pemerintah
Tahap II kepada perbankan salah satunya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dalam bentuk deposito
dengan tenor 110 hari, sebesar Rp15.000.000 pada tanggal 25 September 2020, yang telah disalurkan
dalam bentuk kredit akumulatif sebesar Rp66.634.884 sampai dengan tanggal jatuh tempo deposito
pada 13 Januari 2021. Penempatan Dana Pemerintah Tahap II tersebut telah berakhir dan telah
dikembalikan kepada Pemerintah pada tanggal 13 Januari 2021. Bank Mandiri juga berperan aktif
dalam penyaluran kredit dengan penjaminan kredit UMKM dari pemerintah sesuai PMK No.
71/PMK.08/2020 tanggal 23 Juni 2020. Penjaminan pemerintah melalui badan usaha penjaminan, yaitu
Page 52
melalui PT Jaminan Kredit Indonesia dan PT Asuransi Kredit Indonesia. Hingga 30 November 2021, penyaluran kredit UMKM dengan penjaminan kredit dari pemerintah ini disalurkan kepada 13.352 debitur UMKM dengan nilai pencairan kredit sebesar Rp2,84 triliun. Pada tahun 2022, program penjaminan kredit UMKM dari pemerintah tersebut dilanjutkan penyalurannya sesuai PMK No. 28/PMK.08/2022 tanggal 30 Maret 2022. Hingga 31 Desember 2022, penyaluran kredit UMKM dengan penjaminan kredit dari pemerintah ini disalurkan kepada 3.030 debitur UMKM dengan nilai pencairan kredit sebesar Rp148,66 miliar. Bank juga berpartisipasi dalam penyaluran Subsidi Bunga dari Pemerintah bagi debitur UMKM KUR dan Non KUR. Per posisi 31 Desember 2022, penagihan program tambahan subsidi bunga KUR dari Pemerintah tahun 2021 dalam rangka implementasi Permenko Perekonomian nomor 3 tahun 2021 telah terealisasi dengan total Rp1.046,2 miliar dari total tagihan sebesar Rp1.156,8 miliar serta telah disalurkan ke rekening debitur sebesar Rp1.029,11 miliar. Sebagai keberlanjutan program, dalam rangka implementasi Permenko Perekonomian nomor 2 Tahun 2022 dan diubah melalui Permenko Perekonomian Nomor 5 Tahun 2022, Bank telah melakukan penagihan atas program tambahan subsidi bunga KUR dari Pemerintah untuk tahun anggaran 2022 sebesar Rp1.382,45 miliar dan masih menunggu pembayaran dari Pemerintah. Adapun di tahun 2023, program Tambahan Subsidi Bunga KUR telah selesai dan tidak dilanjutkan. Pada tahun 2021, Bank Mandiri juga turut berpartisipasi dalam program penyaluran subsidi bunga PEN bagi debitur Non KUR dalam rangka implementasi PMK 150 tahun 2021 dengan realisasi sebesar Rp225 miliar atas periode Januari s.d. Desember 2021. Atas realisasi tersebut telah disalurkan kepada debitur UMKM Non KUR sebesar Rp195 miliar. Adapun subsidi yang tidak dapat disalurkan sudah dilakukan pengembalian ke Negara sebesar Rp30 miliar. Program Subsidi Bunga PEN bagi debitur Non KUR (PMK 150 Tahun 2021) hanya berlaku sampai periode Desember 2021 dan tidak dilanjutkan di tahun 2022. Kredit sindikasi merupakan kredit yang diberikan kepada debitur melalui perjanjian pembiayaan bersama dengan bank-bank lain sebagai kreditur. Selain sebagai kreditur, bank juga dapat berperan sebagai agen (agen fasilitas, agen jaminan, agen penampungan) yang menjalankan fungsi administratif untuk kepentingan seluruh kreditur dan debitur. Untuk periode 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, jumlah persentase pembiayaan Bank Mandiri yang berperan sebagai kreditur dan agen fasilitas adalah masing-masing berkisar antara 1,20% sampai dengan 91,43% dan 1,31% sampai dengan 99,00% dari jumlah total keikutsertaan Bank Mandiri pada kredit sindikasi. Sementara jumlah persentase pembiayaan Bank Mandiri yang berperan hanya sebagai anggota sindikasi untuk periode 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah masing-masing berkisar antara 0,12% sampai dengan 80,90% dan 1,12% sampai dengan 74,26% dari jumlah total keikutsertaan Bank Mandiri pada kredit sindikasi. Total kredit yang telah direstrukturisasi dan dalam kategori kredit bermasalah pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing sebesar Rp13.826.696 dan Rp18.395.762. Bank telah melakukan restrukturisasi kredit untuk debitur yang terdampak pandemi Covid-19 sesuai dengan POJK No. 11/POJK.03/2020 ?Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019? tanggal 13 Maret 2020 sebagaimana telah diubah dua kali melalui POJK No. 48/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 tanggal 1 Desember 2020 dan POJK No. 17/POJK.03/2021 tentang Perubahan Kedua Atas POJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 tanggal 10 September 2021. Per tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, baki debet kredit restrukturisasi Covid-19 masing-masing sebesar Rp34.859.196 dan Rp50.704.100. Termasuk dalam kredit yang diberikan kepada pihak berelasi adalah kredit yang diberikan kepada karyawan kunci Bank Mandiri. Kredit yang diberikan kepada karyawan kunci Bank Mandiri terdiri dari kredit dengan rata-rata tingkat suku bunga sebesar 8,04% per tahun yang digunakan untuk membeli kendaraan bermotor dan/atau rumah dengan
Page 53
jangka waktu 1 (satu) sampai 28 (dua puluh delapan) tahun yang dibayar melalui pemotongan gaji karyawan setiap bulan. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Bank tidak melanggar dan melampaui ketentuan BMPK untuk pihak terkait dan pihak tidak terkait. BMPK dihitung sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan - POJK No. 38/POJK.03/2019 tanggal 19 Desember 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.03/2018 tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit dan Penyediaan Dana Besar Bagi Bank Umum. Pada periode dan tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Bank Mandiri melaksanakan penghapusbukuan kredit macet masing-masing sebesar Rp12.607.788 dan Rp14.285.070 (Bank Mandiri saja). Adapun kriteria debitur yang dapat dihapusbukukan meliputi: a. Fasilitas kredit telah digolongkan macet; b. Fasilitas kredit telah dibentuk cadangan kerugian penurunan nilai sebesar 100% (seratus per seratus) dari pokok kredit macetnya; c. Telah dilakukan berbagai upaya penagihan dan penyelamatan, namun tidak berhasil; d. Usaha debitur sudah tidak mempunyai prospek atau kinerja debitur buruk atau tidak ada kemampuan membayar; dan e. Hapusbuku dilakukan terhadap seluruh kewajiban kreditnya, termasuk yang berasal dari non-cash loan sehingga penghapusbukuan tidak boleh dilakukan pada sebagian kreditnya (partial write-off). Kredit yang dihapusbukukan dicatat di ekstra-komtabel. Bank terus melakukan usaha-usaha penagihan atas kredit yang telah dihapusbukukan. Kredit ekstra-komtabel ini tidak disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Pada tanggal homologasi, nilai wajar atas saldo kredit yang diberikan kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (?Garuda?) sebagai dampak dari restrukturisasi adalah sebesar Rp812.213 atau sebesar 19% dari nilai kontraktual pinjaman. Nilai ini akan terpulihkan secara bertahap sesuai dengan konsep akuntansi setelah tanggal restrukturisasi hingga tanggal jatuh tempo. Bank Mandiri tetap memiliki nilai tagih atas kredit yang diberikan kepada Garuda sebesar Rp4.223.401 sesuai nilai kontraktual pinjaman sebagaimana tercantum dalam perjanjian perdamaian yang telah dihomologasi oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sehingga tidak terdapat penghapusan jumlah tagihan pokok & bunga yang ditangguhkan Bank Mandiri terhadap Garuda.
Page 54
[4621100] Notes to the financial statements - Current Accounts and Wadiah Demand deposits - Financial and Sharia Industry
Giro dan giro wadiah Current accounts and wadiah demand deposits
30 September 2023 31 December 2022
Giro Pihak berelasi Rupiah 84,419,775 96,693,975 Rupiah Related parties Current accounts
Mata uang asing 67,408,545 60,553,443 Foreign currencies
Subtotal Seluruh Subtotal on all
151,828,320 157,247,418
Mata Uang Currencies
Pihak ketiga Rupiah 235,625,054 234,631,125 Rupiah Third parties
Mata uang asing 98,653,582 127,199,419 Foreign currencies
Subtotal Seluruh Subtotal on all
334,278,636 361,830,544
Mata Uang Currencies
Subtotal Seluruh Subtotal Seluruh Subtotal on all Subtotal on all
486,106,956 519,077,962
Pihak Mata Uang Currencies Parties
Page 55
[4622100] Notes to the financial statements - Savings Deposits and Wadiah Savings Deposits - Financial and Sharia Industry
Tabungan dan tabungan wadiah Savings deposits and wadiah savings deposits
30 September 2023 31 December 2022
Tabungan Pihak berelasi Rupiah 3,243,378 3,641,055 Rupiah Related parties Savings deposits
Mata uang asing 4,374,602 3,209,843 Foreign currencies
Subtotal Seluruh Subtotal on all
7,617,980 6,850,898
Mata Uang Currencies
Pihak ketiga Rupiah 448,244,425 436,179,713 Rupiah Third parties
Mata uang asing 35,935,796 37,452,155 Foreign currencies
Subtotal Seluruh Subtotal on all
484,180,221 473,631,868
Mata Uang Currencies
Subtotal Seluruh Subtotal Seluruh Subtotal on all Subtotal on all
491,798,201 480,482,766
Pihak Mata Uang Currencies Parties
Page 56
[4623100] Notes to the financial statements - Time deposits and Wakalah deposits - Financial and Sharia Industry
Deposito berjangka dan deposito wakalah Time deposits and wakalah deposits
30 September 2023 31 December 2022
Deposito berjangka Pihak berelasi Rupiah 26,223,377 27,085,663 Rupiah Related parties Time deposits
Mata uang asing 3,323,801 3,580,322 Foreign currencies
Subtotal Seluruh Subtotal on all
29,547,178 30,665,985
Mata Uang Currencies
Pihak ketiga Rupiah 221,912,515 231,954,064 Rupiah Third parties
Mata uang asing 24,461,699 33,395,152 Foreign currencies
Subtotal Seluruh Subtotal on all
246,374,214 265,349,216
Mata Uang Currencies
Subtotal Seluruh Subtotal Seluruh Subtotal on all Subtotal on all
275,921,392 296,015,201
Pihak Mata Uang Currencies Parties
Page 57
[4624100] Notes to the financial statements - Annual average interest rate Third Party Funds - Financial and Sharia Industry
Page 58
[4624110] Disclosure of Notes to the financial statements - Third Party Funds - Financial and Sharia Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas dana pihak ketiga Termasuk di dalam saldo simpanan giro adalah giro wadiah masing-masing sebesar Rp21.383.434 Disclosure of notes for third party funds
dan Rp21.797.852 pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022. Termasuk di dalam
saldo simpanan tabungan adalah tabungan wadiah masing-masing sebesar Rp42.512.787 dan
Rp44.214.405 pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022. Pada tanggal 30 September
2023 dan 31 Desember 2022, jumlah tabungan yang dibekukan dan diblokir sebagai jaminan atas
kredit yang diberikan dan untuk tujuan lain masing-masing sebesar Rp18.185.837 dan Rp17.766.721
(Catatan 12B.c). Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, jumlah deposito berjangka
yang dibekukan dan diblokir sebagai jaminan atas kredit yang diberikan dan untuk tujuan lain
masing-masing sebesar Rp41.173.563 dan Rp38.508.154 (Catatan 12B.c). Termasuk dalam simpanan
dari bank lain - giro adalah giro wadiah masing-masing sebesar Rp144.976 dan Rp142.388 pada
tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31
Desember 2022 giro, giro wadiah dan tabungan dari bank lain yang menjadi jaminan atas kredit yang
diberikan dan bank garansi masing-masing sebesar Rp118.858 dan Rp160.387 (Catatan 12B.c dan
31e).
Page 59
[4631100] Notes to the financial statements - Interest and Sharia Income -
Financial and Sharia Industry
Pendapatan bunga dan syariah Interest and sharia income
30 September 2023 30 September 2022
Pendapatan bunga Interest income
Kredit yang diberikan 62,021,714 50,160,682 Loans interest income
Obligasi pemerintah Government bonds interest
12,370,282 12,148,992
income
Pendapatan pembiayaan Consumer financing
konsumen 4,639,913 3,568,496 receivables - net interest
income
Efek-efek 2,140,499 2,370,388 Marketable securities income
Penempatan pada Bank Placements with Bank
Indonesia dan bank lain 2,377,071 735,165 Indonesia and other banks
income
Lain-lain 561,690 453,579 Other interest income
Subtotal pendapatan bunga 84,111,169 69,437,302 Subtotal interest income
Pendapatan keuntungan Murabahah and istishna
murabahah dan pendapatan 9,345,100 8,365,230 income
bersih istishna
Pendapatan bagi hasil Musyrakah profit sharing
4,331,195 3,379,137
musyarakah
Pendapatan bagi hasil Mudharabah profit sharing
62,585 114,411
mudharabah
Pendapatan bersih ijarah 158,086 ( 37,276 ) Ijarah income
Subtotal pendapatan Subtotal sharia income
syariah dan pendapatan
13,896,966 11,821,502
pengelolaan dana oleh
bank sebagai mudharib
Total pendapatan bunga dan Total interest and sharia
98,008,135 81,258,804
syariah income
Page 60
[4631110] Disclosure of Interest and Sharia Income - Financial and Sharia Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas pendapatan bunga Termasuk dalam pendapatan bunga dari kredit yang diberikan adalah pendapatan bunga atas bagian Disclosure of interest and sharia income
dan syariah yang tidak mengalami penurunan nilai dari kredit yang mengalami penurunan nilai untuk periode yang
berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 2022 masing-masing sebesar Rp190.026 dan
Rp219.361 dan pendapatan bunga dari provisi dan komisi yang berkaitan langsung dengan kegiatan
pemberian kredit yang diamortisasi berdasarkan metode suku bunga efektif untuk periode yang
berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 2022 masing-masing sebesar Rp2.152.278 dan
Rp2.176.521. Pada tanggal 30 September 2023 dan 2022, termasuk dalam pendapatan bunga dan
pendapatan syariah di atas adalah pendapatan dari pihak berelasi terkait transaksi obligasi pemerintah
dan SPN masing-masing sebesar Rp12.370.282 dan Rp12.148.992 (Catatan 57).
Page 61
[4632100] Notes to the financial statements - Interest and Sharia Expense -
Financial and Sharia Industry
Beban bunga dan syariah Interest and sharia expense
30 September 2023 30 September 2022
Beban bunga Interest expense
Deposito berjangka Time deposits interest
6,809,138 5,034,078
expense
Tabungan Saving deposits interest
1,545,183 1,474,321
expense
Pinjaman yang diterima 3,272,752 1,650,166 Borrowings interest expense
Giro Current accounts interest
7,407,213 3,808,764
expense
Efek-efek yang diterbitkan Securities issued interest
2,812,537 2,414,056
expense
Pinjaman dan efek-efek Subordinated securities
1,012 1,101
subordinasi interest expense
Lain-lain Others interest expense
0 9,231
interest expense
Subtotal beban bunga 21,847,835 14,391,717 Subtotal interest expense
Beban deposito mudharabah Mudharabah deposits
2,940,859 2,062,717
expense
Beban tabungan mudharabah 344,495 426,798 Mudharabah savings expense
Beban investasi terikat 80,657 41,536 Related investment expense
Musytarakah - mudharabah Musytarakah - mudharabah
597,155 248,551
musytarakah musytarakah expense
Sertifikat investasi Mudharabah investment
333,839 102,723
mudharabah antarbank certificate expense
Subtotal beban syariah dan Subtotal sharia expense
hak pihak ketiga atas bagi 4,297,005 2,882,325
hasil dana syirkah temporer
Total beban bunga dan syariah Total interest and sharia
26,144,840 17,274,042
expense
Page 62
[4632110] Disclosure of Notes to the financial statements - Interest Expense - Financial and Sharia Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas beban bunga Termasuk dalam beban bunga dan beban syariah di atas adalah beban bunga dari transaksi dengan Disclosure of notes for interest expense
pihak-pihak berelasi terkait beban bunga atas pinjaman yang diterima untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 30 September 2023 dan 2022 masing-masing sebesar Rp63.237 dan Rp16.173 (Catatan 57).
Page 63
[4634000a] Notes to the financial statements - Bonds Payable - Financial and Sharia Industry
30 September 2023
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
Utang obligasi, nilai
Nama obligasi Mata uang Total obligasi, kotor Jatuh tempo obligasi Bunga Jenis bunga
dalam mata uang asing
Bonds payable, amount in Total bonds payable, Due date for bonds
Bond name Currency Interest rate Interest rate type
foreign currency gross payable
Nama obligasi 1 SRDEBT BMRI I 2016 Bond name 1
IDR 2,400,000 46295 8.65 fixed
C
Nama obligasi 2 SRDEBT BMRI I 2017 Bond name 2
IDR 3,000,000 45458 8.5 fixed
B
Nama obligasi 3 SRDEBT BMRI I 2017 Bond name 3
IDR 1,000,000 46553 8.65 fixed
C
Nama obligasi 4 SRDEBT BMRI I 2020 Bond name 4
IDR 350,000 45789 7.75 fixed
A
Nama obligasi 5 SRDEBT BMRI I 2020 Bond name 5
IDR 650,000 46519 8.3 fixed
B
Nama obligasi 6 SRDEBT I BMRI Bond name 6
IDR 1,950,000 46207 5.3 fixed
GREENBOND A
Nama obligasi 7 SRDEBT I BMRI Bond name 7
USD 3,050,000 46938 6.1 fixed
GREENBOND B
Nama obligasi 8 Euro Medium Term Bond name 8
USD 749,144,314 11,758,025 45393 3.75 fixed
Notes (EMTN) 2019
Nama obligasi 9 Euro Medium Term Bond name 9
USD 498,690,683 7,707,264 45790 4.9 fixed
Notes (EMTN) 2020
Nama obligasi 10 Euro Medium Term Bond name 10
USD 298,290,152 4,610,074 46131 2 fixed
Notes (EMTN) 2021
Obligasi lainnya Lain Lain 15,346,219 fixed Other bonds
Nama obligasi 51,821,582 Bond name
31 December 2022
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
Utang obligasi, nilai
Nama obligasi Mata uang Total obligasi, kotor Jatuh tempo obligasi Bunga Jenis bunga
dalam mata uang asing
Bonds payable, amount in Total bonds payable, Due date for bonds
Page 64
Bond name Currency foreign currency gross payable Interest rate Interest rate type
Nama obligasi 1 SRDEBT BMRI I Bond name 1
IDR 1,500,000 45199 8.5 fixed
2016 A
Nama obligasi 2 SRDEBT BMRI I Bond name 2
IDR 2,400,000 46295 8.65 fixed
2016 B
Nama obligasi 3 SRDEBT BMRI I Bond name 3
IDR 3,000,000 45458 8.5 fixed
2017 B
Nama obligasi 4 SRDEBT BMRI I Bond name 4
IDR 1,000,000 46553 8.65 fixed
2017 C
Nama obligasi 5 SRDEBT BMRI I Bond name 5
IDR 3,000,000 45190 8.5 fixed
2018
Nama obligasi 6 Euro Medium Term Bond name 6
USD 746,318,526 11,618,314 45393 3.75 fixed
Notes (EMTN) 2019
Nama obligasi 7 Euro Medium Term Bond name 7
USD 497,545,684 7,745,542 45790 4.9 fixed
Notes (EMTN) 2020
Nama obligasi 8 SRDEBT BMRI I Bond name 8
IDR 350,000 45789 7.75 fixed
2020 A
Nama obligasi 9 SRDEBT BMRI I Bond name 9
IDR 298,527,410 650,000 46519 8.3 fixed
2020 B
Nama obligasi 10 Euro Medium Term Bond name 10
USD 4,647,325 46131 2 fixed
Notes (EMTN) 2021
Obligasi lainnya Lain Lain IDR 9,936,426 fixed Other bonds
Nama obligasi 45,847,607 Bond name
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
30 September 2023 31 December 2022
Total obligasi, kotor 51,821,582 45,847,607 Total bonds payable, gross
Biaya penerbitan obligasi yang belum diamortisasi ( 96,501 ) ( 73,468 ) Unamortized bond issuance cost
Total utang obligasi, bersih 51,725,081 45,774,139 Total bonds payable, net
Page 65
[4634100] Disclosure of Notes to the financial statements - Bonds Payable - Financial and Sharia Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas utang obligasi Medium Term Notes Subordinasi I Bank Mandiri Dalam rangka memperkuat struktur permodalan dan Disclosure of notes for bonds payable
struktur penghimpunan dana jangka panjang serta untuk mendukung ekspansi kredit, pada tanggal 31
Juli 2018, Bank Mandiri menerbitkan Medium Term Notes Subordinasi I Bank Mandiri Tahun 2018
(?MTN Subordinasi I?) sebesar Rp500.000. Pada tanggal 30 September 2023, biaya penerbitan MTN
Subordinasi I yang belum diamortisasi sebesar RpNihil. MTN Subordinasi I memiliki jangka waktu 5
(lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 31 Juli 2023, diterbitkan tanpa warkat dengan tingkat
bunga tetap sebesar 8,50% per tahun. Wali amanat dari penerbitan MTN Subordinasi I adalah PT
Bank Permata Tbk. Bunga MTN Subordinasi I dibayarkan setiap triwulan, dengan pembayaran bunga
pertama dilakukan pada tanggal 31 Oktober 2018, sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus
jatuh tempo MTN Subordinasi I adalah pada tanggal 31 Juli 2023 yang juga merupakan tanggal
pelunasan pokok MTN Subordinasi I. Pembayaran pokok MTN Subordinasi I dilakukan secara penuh
pada saat tanggal jatuh tempo. MTN Subordinasi I dapat dicatat sebagai komponen modal pelengkap
(Tier 2) sesuai persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (?OJK?) melalui surat No. S-109/PB.31/2018
tanggal 20 September 2018. Sebelum dilunasinya semua jumlah terutang yang harus dibayar, Bank
Mandiri berkewajiban untuk: (i) memelihara pada setiap saat keadaan keuangan berada dalam kondisi
sehat sesuai ketentuan OJK; (ii) mempertahankan tingkat kesehatan Bank minimal berada dalam
peringkat komposit 3 (tiga) yang tergolong ?Cukup Baik?, sesuai penilaian internal berdasarkan
ketentuan/peraturan OJK dan/atau Bank Indonesia; (iii) memperoleh, mematuhi segala ketentuan dan
melakukan hal-hal yang diperlukan untuk menjaga tetap berlakunya segala kuasa, izin dan persetujuan
(baik dari pemerintah maupun dari pihak yang berwenang lainnya) dan melakukan hal-hal yang
diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan Negara Republik Indonesia. Bank Mandiri tanpa
persetujuan tertulis Wali Amanat tidak akan melakukan hal-hal sebagai berikut: (i) mengurangi modal
dasar, modal ditempatkan dan modal disetor, kecuali karena adanya ketentuan Pemerintah, Otoritas
yang Berwenang atau Bank Indonesia; (ii) mengadakan perubahan bidang usaha utama; (iii)
mengadakan penggabungan, peleburan dan/atau pengambilalihan dengan entitas lain yang
menyebabkan bubarnya Bank Mandiri. MTN Subordinasi I tidak dijamin dengan suatu bentuk jaminan
khusus, kecuali jaminan umum sebagaimana dimaksud dalam dan sesuai dengan ketentuan Pasal
1131 dan Pasal 1132 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia yakni seluruh harta kekayaan
Bank Mandiri baik berupa barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada
maupun yang akan ada di kemudian hari. Tidak terdapat pelanggaran atas pembatasan perjanjian
perwaliamanatan MTN Subordinasi I selama tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2023
dan 31 Desember 2022. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, peringkat MTN
Subordinasi I menurut Pefindo adalah idAA (double A). Medium Term Notes Subordinasi II Bank
Mandiri Dalam rangka memperkuat struktur penghimpunan dana jangka panjang serta dan mendukung
ekspansi kredit, pada tanggal 23 Juni 2023, Bank Mandiri menerbitkan Medium Term Notes
Subordinasi II Bank Mandiri Tahun 2023 (?MTN Subordinasi II?) sebesar Rp100.000. Pada tanggal 30
September 2023, biaya penerbitan MTN Subordinasi II yang belum diamortisasi sebesar Rp675. MTN
Subordinasi II memiliki jangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Juni 2028,
diterbitkan tanpa warkat dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,95% per tahun. Wali amanat dari
penerbitan MTN Subordinasi II adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Bunga MTN
Page 66
Subordinasi II dibayarkan setiap triwulan, dengan pembayaran bunga pertama dilakukan pada tanggal 23 September 2023, sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo MTN Subordinasi II adalah pada tanggal 23 Juni 2028 yang juga merupakan tanggal pelunasan pokok MTN Subordinasi II. Pembayaran pokok MTN Subordinasi II dilakukan secara penuh pada saat tanggal jatuh tempo. Pada tanggal 20 Juli 2023, MTN Subordinasi II telah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan untuk dicatat sebagai komponen modal pelengkap (Tier 2) melalui surat No. SR-51/PB.21/2023. Sebelum dilunasinya semua jumlah terutang yang harus dibayar, Bank Mandiri berkewajiban untuk: (i) memelihara pada setiap saat keadaan keuangan berada dalam kondisi sehat sesuai ketentuan OJK; (ii) mempertahankan tingkat kesehatan Bank minimal berada dalam peringkat komposit 3 (tiga) yang tergolong ?Cukup Baik?, sesuai penilaian internal berdasarkan ketentuan/peraturan OJK dan/atau Bank Indonesia; (iii) memperoleh, mematuhi segala ketentuan dan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk menjaga tetap berlakunya segala kuasa, izin, dan persetujuan (baik dari pemerintah maupun dari pihak yang berwenang lainnya) dan melakukan hal-hal yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan Negara Republik Indonesia. Bank Mandiri tanpa persetujuan tertulis Wali Amanat tidak akan melakukan hal-hal sebagai berikut: (i) mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor, kecuali karena adanya ketentuan Pemerintah, Otoritas yang Berwenang atau Bank Indonesia; (ii) mengadakan perubahan bidang usaha utama; (iii) mengadakan penggabungan, peleburan dan/atau pengambilalihan dengan entitas lain yang menyebabkan bubarnya Bank Mandiri. MTN Subordinasi II tidak dijamin dengan agunan umum sesuai Pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata maupun agunan khusus termasuk tidak dijamin oleh Perseroan atau Perusahaan Anak, Negara Republik Indonesia atau pihak ketiga lainnya dan tidak dimasukkan dalam program penjaminan bank yang dilaksanakan oleh Lembaga Penjaminan Simpanan atau penggantinya. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mengikuti ketentuan pasal 19 ayat (1) hurut f peraturan Otoritas Jasa Keuangan KPMM dan merupakan kewajiban penerbit yang disubordinasi, sesuai dengan pasal 5 Perjanjian Penerbitan MTN Subordinasi. Tidak terdapat pelanggaran atas pembatasan perjanjian perwaliamanatan MTN Subordinasi II selama tahun yang berakhir pada 30 September 2023. Pada tanggal 30 September 2023, peringkat MTN Subordinasi II menurut Pefindo adalah idAA (double A). Two-step loans - Asian Development Bank Akun ini merupakan fasilitas kredit dari Asian Development Bank (ADB) kepada Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia, untuk disalurkan kepada bank peserta guna membiayai beberapa jenis proyek di Indonesia. Rincian fasilitas ini adalah sebagai berikut: Menteri Keuangan melalui surat No. S-596/MK.6/2004 tanggal 12 Juli 2004, telah menyetujui pengalihan pengelolaan Proyek Kredit Mikro (PKM) Loan ADB No. 1327 - INO (SF) dari Bank Indonesia kepada Bank Mandiri. Dengan disetujuinya pengalihan PKM tersebut, maka telah dilakukan perubahan terhadap perjanjian penerusan pinjaman No. SLA-805/DP3/1995 tanggal 27 April 1995 yang diubah dengan amendemen No. AMA-287/SLA-805/DP3/2003 tanggal 22 April 2003 antara Republik Indonesia dan Bank Indonesia menjadi Republik Indonesia dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dengan amendemen No. AMA-298/SLA-805/DP3/2004 tanggal 16 Juli 2004. Pinjaman ADB untuk Proyek Kredit Mikro diberikan dalam mata uang SDR (Special Drawing Rights) sebesar SDR15.872.600 (nilai penuh) yang wajib dibayar kembali oleh Bank Mandiri dalam mata uang SDR kepada Pemerintah dalam 50 (lima puluh) kali angsuran setiap enam bulan secara prorata setiap tanggal 15 Januari dan 15 Juli, dengan angsuran pertama dilakukan pada tanggal 15 Januari 2005 dan berakhir pada tanggal 15 Juli 2029. Atas pinjaman ADB tersebut, Bank Mandiri dikenakan service charge sebesar 1,50% per tahun pada setiap tanggal 15 Januari dan 15 Juli setiap tahunnya sejak penarikan pinjaman.
Page 67
[4695000] Notes to the financial statements - Borrowings, by creditor, by currency - Financial and Sharia Industry
Catatan pinjaman Notes for borrowings
30 September 2023 31 December 2022
Pinjaman dalam mata uang Pinjaman dalam mata
Total pinjaman Total pinjaman
asing uang asing
Borrowings in foreign Borrowings in foreign
Total borrowings Total borrowings
currency currency
Bank Central Asia Tbk IDR 6,839,369 6,839,369 5,732,180 5,732,180 IDR Bank Central Asia Tbk
Mata uang 6,839,369 5,732,180 Currency
Bank Negara Indonesia IDR 1,064,485 1,064,485 1,239,578 1,239,578 IDR Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk Mata uang 1,064,485 1,239,578 Currency (Persero) Tbk
Bank Jago Tbk IDR 50,000 50,000 IDR Bank Jago Tbk
Mata uang 50,000 Currency
Bank Permata Tbk IDR 655,842 655,842 683,222 683,222 IDR Bank Permata Tbk
Mata uang 655,842 683,222 Currency
Bank Mega Tbk IDR 257,008 257,008 378,577 378,577 IDR Bank Mega Tbk
Mata uang 257,008 378,577 Currency
Bank Danamon Indonesia IDR 1,992,137 1,992,137 2,241,928 2,241,928 IDR Bank Danamon Indonesia
Tbk Mata uang 1,992,137 2,241,928 Currency Tbk
Bank Maybank Indonesia IDR 1,319,239 1,319,239 568,732 568,732 IDR Bank Maybank Indonesia
Tbk Mata uang 1,319,239 568,732 Currency Tbk
Bank Pan Indonesia Tbk IDR 3,344,333 3,344,333 3,048,510 3,048,510 IDR Bank Pan Indonesia Tbk
Mata uang 3,344,333 3,048,510 Currency
Bank Cimb Niaga Tbk IDR 582,743 582,743 391,260 391,260 IDR Bank Cimb Niaga Tbk
Mata uang 582,743 391,260 Currency
Bank Tabungan Negara IDR 846,615 846,615 971,126 971,126 IDR Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk Mata uang 846,615 971,126 Currency (Persero) Tbk
Bank Pembangunan Daerah IDR 1,234,970 1,234,970 750,000 750,000 IDR Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan Banten Tbk Mata uang 1,234,970 750,000 Currency Jawa Barat dan Banten Tbk
Pinjaman sindikasi IDR 41,659 41,659 609,710 609,710 IDR Syndicated bank loans
Mata uang 41,659 609,710 Currency
Bank asing lainnya USD 1,609,231,036,815 48,552,847 1,757,374,016 27,357,920 USD Other foreign banks
Mata uang 48,552,847 27,357,920 Currency
Bank lokal lainnya IDR 6,998,197 18,906,201 IDR Other local banks
Page 68
USD 904,056 1,200,752 USD
Mata uang 7,902,253 20,106,953 Currency
Kreditur nama bank Mata uang 85,566,386 62,840,118 Currency Creditor bank name
Page 69
[4695100] Disclosure of Notes to the financial statements - Borrowings - Financial and Sharia Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas pinjaman PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Pada tanggal 9 Oktober 2018, Entitas Anak (PT Mandiri Disclosure of notes for borrowings
Utama Finance) memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dari PT Bank Negara Indonesia (Persero)
Tbk. ("BNI") dengan batas maksimum kredit sejumlah Rp250.000 dengan tingkat suku bunga sebesar
8,75% - 9,50%. Fasilitas tersebut bersifat pinjaman modal kerja berulang. Jangka waktu penarikan
fasilitas kredit adalah sampai dengan 9 Oktober 2019 dan telah diperpanjang pada tanggal 4 Oktober
2019 sehingga jatuh temponya menjadi 25 Mei 2025. Pada tanggal 18 April 2022, Entitas Anak
memperoleh tambahan plafon fasilitas pinjaman modal kerja non-revolving dari BNI dengan batas
maksimum kredit sejumlah Rp1.250.000 dengan tingkat suku bunga sebesar 6,50% - 6,80% yang
memiliki masa kelonggaran tarik sampai dengan 18 April 2023 dan tenor fasilitas maksimum hingga 4
tahun. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari BNI masing-masing
sebesar Rp1.064.485 dan Rp1.239.578. Pada tanggal 16 Juni 2021, Entitas Anak (PT Mandiri Taspen)
memperoleh fasilitas kredit dari dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (?BTN?), berupa
fasilitas Term Loan (committed) - non revolving dengan jumlah maksimum sebesar Rp500.000.000.
Fasilitas tersebut digunakan untuk membiayai modal kerja Bank. Fasilitas ini memiliki jangka waktu
selama 12 bulan hingga dengan suku bunga 5,03% per tahun. Pada tanggal 19 Mei 2022, jangka
waktu fasilitas ini telah diperpanjang kembali hingga 29 Juni 2025. Pada tanggal 19 April 2022, Entitas
Anak (PT Mandiri Utama Finance) memperoleh fasilitas pinjaman Money Market Line Multi Currency
Rupiah dan US Dollar dari BTN dengan batas maksimum kredit ekuivalen sejumlah Rp200.000 yang
tingkat suku bunganya mengikuti suku bunga pasar yang berlaku. Fasilitas ini memiliki masa
kelonggaran tarik sampai dengan 31 Oktober 2022 dengan tenor penarikan fasilitas maksimum 3
bulan. Pada tanggal 12 Oktober 2022, Entitas Anak (PT Mandiri Tunas Finance) dan BTN
menandatangani perjanjian kredit sebesar Rp500.000 yang bersifat non-revolving. Penarikan fasilitas
dilakukan pada tanggal 19 Oktober 2022 dengan tenor 3 tahun dan dikenakan tingkat suku bunga
tetap 6,85%. Fasilitas tersebut jatuh tempo pada tanggal 19 Oktober 2025. Pada tanggal 30
September 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat aset bank yang dijaminkan atas pinjaman
yang diterima. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Entitas Anak telah
memenuhi persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan dalam perjanjian pinjaman. Pada tanggal 30
September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari BTN masing-masing sebesar Rp846.615 dan
Rp971.126. PT Bank Central Asia Tbk. Pada tanggal 8 Maret 2016 dan terakhir pada tanggal 26
Februari 2019, Entitas Anak (PT Mandiri Tunas Finance) dan PT Bank Central Asia Tbk. (?BCA?) telah
menandatangani perjanjian kredit dimana BCA memberikan beberapa fasilitas term loan dengan total
limit sebesar Rp2.500.000 yang bersifat non-revolving dan dikenakan tingkat suku bunga tetap yang
beragam dan berkisar antara 8,75% - 10,25%. Fasilitas tersebut memiliki jatuh tempo yang beragam
dan berkisar antara bulan Februari 2020 sampai dengan bulan Maret 2024. Pada tanggal 18
Desember 2019, Entitas Anak (PT Mandiri Tunas Finance) dan BCA menandatangani perjanjian kredit
sindikasi sebesar Rp1.000.000 dan Rp1.500.000 yang bersifat non-revolving dan dikenakan tingkat
suku bunga 7,16% dan 6,90%. Penarikan pertama dan kedua dilakukan pada tanggal 21 Juli 2020 dan
14 Oktober 2020. Fasilitas tersebut jatuh tempo pada tanggal 21 Juli 2023 dan 14 Oktober 2023. Pada
bulan Januari 2020, Entitas Anak (PT Bank Mandiri Taspen) memperoleh fasilitas kredit dari BCA,
berupa fasilitas Term Loan 1 (committed) - non revolving dengan jumlah maksimum sebesar
Page 70
Rp500.000. Fasilitas tersebut digunakan untuk membiayai modal kerja Bank. Pada tanggal 15 Desember 2021, jangka waktu fasilitas Term Loan 1 (committed) - non revolving telah diperpanjang kembali hingga 20 Januari 2025. Pada bulan Maret 2021, Bank memperoleh fasilitas kredit dari BCA, berupa fasilitas Term Loan 3 (committed) - non revolving dengan jumlah maksimum sebesar Rp250.000. Fasilitas tersebut digunakan untuk membiayai modal kerja Entitas Anak. Fasilitas ini memiliki jangka waktu selama 12 bulan hingga 30 Juni 2022 dengan suku bunga JIBOR 3 bulan + 125bps. Pada tanggal 15 Desember 2021, jangka waktu fasilitas Term Loan 3 (committed) - non revolving telah diperpanjang menjadi hingga 31 Maret 2025. Pada bulan Desember 2021, Entitas Anak (PT Bank Mandiri Taspen) memperoleh fasilitas kredit dari BCA, berupa fasilitas Term Loan 4 (committed) - non revolving dengan jumlah maksimum sebesar Rp250.000. Fasilitas ini memiliki jangka waktu selama 36 bulan dari tanggal penarikan pertama dengan suku bunga 5,25% per tahun. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Entitas Anak telah memenuhi persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan dalam perjanjian pinjaman. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari BCA masing-masing sebesar Rp6.839.369 dan Rp5.732.180. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari BCA - Sindikasi Onshore masing-masing sebesar Rp41.659 dan Rp609.710. PT Bank Pan Indonesia Tbk. Pada tanggal 4 Desember 2020, Entitas Anak (PT Mandiri Utama Finance) mendapat tambahan fasilitas Kredit Modal Kerja sebesar Rp500.000 yang bersifat non-revolving. Atas fasilitas tersebut dikenakan suku bunga 8,25% pada saat penarikan. Fasilitas tersebut jatuh tempo pada bulan Desember 2024. Pada tanggal 25 Agustus 2021, Entitas Anak (PT Mandiri Utama Finance) mendapat tambahan fasilitas Kredit Modal Kerja sebesar Rp500.000 yang bersifat non-revolving serta tambahan Fasilitas Money Market Line sehingga menjadi Rp250.000. Atas fasilitas Kredit Modal Kerja dikenakan suku bunga 7,25% pada saat penarikan dengan kelonggaran tarik sampai dengan bulan Februari 2022. Sedangkan untuk fasilitas Kredit Money Market Line dikenakan tingkat suku bunga acuan, dengan kelonggaran tariknya jatuh tempo pada bulan 26 Mei 2022. Pada tanggal 23 Mei 2022, Entitas Anak (PT Mandiri Utama Finance) mendapat tambahan fasilitas Kredit Modal Kerja sebesar Rp500.000 yang bersifat non-revolving. Atas fasilitas Kredit Modal Kerja dikenakan suku bunga 6,50% pada saat penarikan dengan kelonggaran tarik sampai dengan 23 Februari 2023. Sedangkan untuk fasilitas Kredit Money Market Line yang jatuh tempo bulan 26 Mei 2022, Entitas Anak telah melakukan perpanjangan fasilitas sampai dengan 26 Mei 2023 dengan plafond menjadi sebesar Rp100.000 dan dikenakan tingkat suku bunga acuan. Pada tanggal 15 November 2022, Entitas Anak (PT Mandiri Tunas Finance) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk. (?Panin?) menandatangani perjanjian kredit sebesar Rp2.000.000 yang bersifat non-revolving dengan tingkat suku bunga 7,15% dan 7,10% dan bersifat tetap. Penarikan pertama dan kedua dilakukan pada tanggal 16 November 2022 dan 14 Maret 2023 dengan tenor 3 tahun. Fasilitas tersebut jatuh tempo pada tanggal 14 November 2025 dan 13 Maret 2026. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari Panin masing-masing sebesar Rp3.344.333 dan Rp3.048.510. PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Pada tanggal 26 September 2019, Entitas Anak (PT Mandiri Tunas Finance) mendapat tambahan fasilitas Working Capital Loan yang bersifat revolving dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (?Danamon?) sehingga total keseluruhan fasilitas Working Capital Loan sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 4,85% pada saat penarikan dan jatuh tempo pada tanggal 22 Januari 2021, tambahan fasilitas term loan yang bersifat non-revolving sebesar Rp500.000 dan Rp300.000 dengan suku bunga masing-masing 7,60% pada saat penarikan serta jatuh tempo pada tanggal 2 April 2023 dan 23 Juni 2023. Pada tanggal 20 November 2020, Entitas Anak (PT Mandiri Tunas Finance) mendapat tambahan fasilitas term loan yang bersifat non-revolving dari Danamon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 6,80% pada saat penarikan dan jatuh tempo pada tanggal 23 Desember 2023. Pada tanggal 30 Desember 2019, Entitas Anak (PT Mandiri Utama Finance) memperoleh fasilitas Term Loan I dan Working Capital dari Danamon dengan
Page 71
batas maksimum kredit masing-masing sejumlah Rp350.000 dan Rp100.000 dengan tingkat suku
bunga 9,00% untuk fasilitas Term Loan dan suku bunga indikasi 8,00% untuk fasilitas Working Capital.
Jangka waktu penarikan fasilitas Term Loan adalah 12 bulan sejak fasilitas ditanda-tangani dan
fasilitas bersifat non-revolving. Sedangkan untuk fasilitas Working Capital Loan, jangka waktu
penarikan adalah 12 bulan sejak fasilitas ditandatangani dan fasilitas bersifat revolving. Jangka waktu
penarikan fasilitas Working Capital Loan sudah beberapa kali diperpanjang dan untuk perpanjangan
terakhir dilakukan pada tanggal 30 Agustus 2022 dan jangka waktu fasilitas ini diperpanjang sampai
dengan 31 Desember 2022. Sedangkan fasilitas Term Loan I akan jatuh tempo tanggal 12 Oktober
2024. Pada tanggal 5 November 2020, Entitas Anak memperoleh fasilitas Term Loan II Syariah dari
Danamon - Unit Usaha Syariah (UUS) dengan batas maksimum kredit sejumlah Rp50.000 dan tingkat
suku bunga 8,75%. Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada 16 November 2024. Pada tanggal 30
September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari Danamon masing-masing sebesar
Rp1.992.137 dan Rp2.241.928. Maybank Indonesia Tbk. Pada tanggal 10 Mei 2019, Entitas Anak (PT
Mandiri Utama Finance) memperoleh fasilitas pinjaman Money Market Loan dan fasilitas Pinjaman
Berjangka I dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk ("Maybank") dengan batas maksimum kredit
masing-masing sejumlah Rp100.000 dengan tingkat suku bunga yang ditentukan pada saat penarikan
bersifat pinjaman berulang yang tidak terikat dan sejumlah Rp600.000 dengan tingkat suku bunga
9,50%. Fasilitas Money Market Loan tersebut jatuh tempo pada tanggal 10 Mei 2020, dan fasilitas
berjangka I jatuh tempo 54 bulan sejak penandatanganan kredit. Pada tanggal 28 September 2022,
Entitas Anak telah melakukan pelunasan atas fasilitas Pinjaman Berjangka I dari Maybank. Entitas
Anak juga memperoleh tambahan fasilitas Pinjaman Berjangka II sejumlah Rp200.000 dengan tingkat
suku bunga 7,75% dan jangka waktu penarikan sampai dengan tanggal 6 Maret 2022 dan tenor 48
bulan. Pada tanggal 02 Juni 2022, Entitas Anak memperoleh fasilitas kredit dari Maybank, berupa
fasilitas Term Loan (committed) ? non-revolving dengan jumlah maksimum sebesar Rp250.000.
Fasilitas tersebut digunakan untuk membiayai modal kerja Entitas Anak. Fasilitas ini memiliki jangka
waktu selama 24 bulan dengan suku bunga JIBOR 3 bulan + 100bps. Bersifat hybrid yang dapat
digunakan sebagai kredit modal kerja konvensial maupun syariah. Fasilitas tersebut memiliki jatuh
tempo pada tanggal 29 September 2026. Pada tanggal 27 Juli 2022, Entitas Anak kembali
memperoleh tambahan Fasilitas Pinjaman Berjangka III sejumlah Rp350.000 dengan tingkat suku
bunga 7,00% dan jangka waktu penarikan sampai dengan tanggal 27 Januari 2023 dan tenor 48 bulan.
Adapun plafon fasilitas Pinjaman Berjangka III. Adapun plafon fasilitas Pinjaman Berjangka III bersifat
hybrid yang dapat digunakan sebagai kredit modal kerja konvensial maupun syariah. Fasilitas tersebut
jatuh tempo pada tanggal 29 September 2026. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember
2022, pinjaman dari Maybank sebesar Rp1.319.239 dan Rp568.732. Pada tanggal 30 September 2023
dan 31 Desember 2022, pinjaman dari Maybank Syariah sebesar Rp71.822 dan Rp90.542. PT Bank
Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. Pada tanggal 22 April 2014 dan terakhir pada
tanggal 14 Februari 2019, Entitas Anak (PT Mandiri Tunas Finance) dan PT Bank Pembangunan
Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (?BJB?) menandatangani perjanjian kredit dimana BJB
menyediakan beberapa fasilitas Term Loan dengan total limit sebesar Rp1.000.000 yang bersifat
non-revolving dan dikenakan tingkat suku bunga tetap yang beragam dan berkisar antara 8,75% -
9,50%. Fasilitas tersebut jatuh tempo pada bulan Maret 2022. Pada tanggal 10 Februari 2022, jangka
waktu fasilitas Term Loan (committed) - non-revolving telah diperpanjang kembali hingga 23 Maret
2025 dan mendapat tambahan limit senilai Rp250.000. Pada tanggal 23 September 2020, Entitas Anak
(PT Mandiri Taspen) memperoleh fasilitas kredit dari BJB, berupa fasilitas Term Loan (committed) -
non-revolving dengan jumlah maksimum sebesar Rp500.000 dengan tingkat suku bunga 5,05% -
5,25%. Fasilitas tersebut digunakan untuk membiayai modal kerja Bank. Fasilitas tersebut jatuh tempo
pada bulan Maret 2025. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari BJB
Page 72
masing-masing sebesar Rp1.234.970 dan Rp750.000. PT Bank DKI Pada tanggal 17 September 2013
dan terakhir pada tanggal 3 Mei 2019, Entitas Anak (PT Mandiri Tunas Finance) dan PT Bank DKI
(?Bank DKI?) menandatangani perjanjian kredit dimana Bank DKI menyediakan beberapa fasilitas
Term loan dengan total fasilitas sebesar Rp700.000 yang bersifat non-revolving dan dikenakan tingkat
suku bunga tetap yang beragam dan berkisar antara 8,50% - 9,15%. Fasilitas tersebut memiliki jatuh
tempo yang beragam dan berkisar antara bulan Januari 2020 sampai dengan bulan Desember 2024.
Pada tanggal 15 Juni 2022, Entitas Anak memperoleh fasilitas kredit dari Bank DKI, berupa fasilitas
Term Loan (committed) - non-revolving dengan jumlah maksimum sebesar Rp500.000. Fasilitas
tersebut digunakan untuk membiayai modal kerja Entitas Anak. Fasilitas ini memiliki jangka waktu
selama 24 bulan dengan suku bunga JIBOR 3 bulan + margin sebesar 0,95% per tahun. Pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari Bank DKI masing-masing sebesar
Rp736.070 dan Rp858.862. PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk. Pada tanggal 22
Februari 2022, Entitas Anak (PT Mandiri Utama Finance) dan PT Bank China Construction Bank
Indonesia, Tbk ("CCBI") menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman modal kerja non-revolving
dengan batas maksimum kredit sejumlah Rp250.000 yang dikenakan tingkat suku bunga 6,50% per
tahun Jangka waktu penarikan fasilitas kredit adalah sampai dengan 22 Agustus 2022 dengan tenor
pinjaman maksimal 48 bulan sejak tanggal penarikan. Pada tanggal 16 Juni 2022, Entitas Anak (PT
Mandiri Tunas Finance) dan CCBI menandatangani perjanjian kredit sebesar Rp430.000 yang bersifat
non-revolving. Penarikan fasilitas dilakukan pada tanggal 15 Juli 2022 dengan tenor 3 tahun dan
dikenakan tingkat suku bunga tetap 6,15%. Fasilitas tersebut jatuh tempo pada tanggal 15 Juli 2025.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari CCBI masing-masing
sebesar Rp668.559 dan Rp585.408. PT Bank Permata Tbk. Pada tanggal 25 November 2020, Entitas
Anak (PT Mandiri Utama Finance) dan PT Bank Permata Tbk. (?Bank Permata?) kembali
(menandatangani tambahan perjanjian kredit dimana Bank Permata menyediakan fasilitas Kredit Modal
Kerja dengan maksimum kredit sebesar Rp250.000 yang bersifat non-revolving dengan tingkat suku
bunga 8,75%. Fasilitas tersebut jatuh tempo pada tanggal 14 Februari 2022. Pada bulan Februari
2022, jangka waktu fasilitas Term Loan (committed) - non-revolving telah diperpanjang kembali hingga
1 Agustus 2027. Pada tanggal 16 Juni 2022, Entitas Anak (PT Mandiri Tunas Finance) dan Bank
Permata menyediakan fasilitas Kredit Modal Kerja dengan maksimum kredit sebesar Rp400.000 yang
bersifat non-revolving dengan tingkat suku bunga 6,15%. Fasilitas tersebut jatuh tempo pada tanggal
16 Juni 2022. Pada tanggal 16 Juni 2022, jangka waktu fasilitas Term Loan (committed) -
non-revolving telah diperpanjang kembali hingga 16 Juni 2025. Pada tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022, pinjaman dari Bank Permata masing-masing sebesar Rp655.842 dan Rp683.222.
PT Bank CIMB Niaga Tbk. Pada tanggal 19 Februari 2020, Entitas Anak (PT Mandiri Tunas Finance)
dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (?Bank CIMB Niaga?) menandatangani perjanjian kredit dimana Bank
CIMB Niaga menyediakan fasilitas Term Loan dengan total limit sebesar Rp300.000 yang bersifat
non-revolving dan dikenakan tingkat suku bunga tetap sebesar 8,25% pada saat penarikan. Fasilitas
tersebut jatuh tempo pada bulan Februari 2023. Pada tanggal 4 Maret 2023, jangka waktu fasilitas
Term Loan (committed) - non-revolving telah diperpanjang kembali hingga 4 Maret 2025. Pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari Bank CIMB Niaga masing-masing sebesar
Rp582.743 dan Rp391.260. PT. Sarana Multigriya Finansial Pada tanggal 27 Juli 2023, Entitas Anak
(PT Mandiri Tunas Finance) dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (?SMF?) menandatangani
perjanjian kredit dimana SMF menyediakan fasilitas Refinancing dengan total fasilitas sebesar
Rp600.000 yang bersifat non-revolving dan dikenakan tingkat suku bunga tetap sebesar 6,75%.
Fasilitas tersebut memiliki jatuh tempo pada tanggal 28 Juli 2026. Pada tanggal 30 September 2023
dan 31 Desember 2022, pinjaman dari SMF masing-masing sebesar Rp569.750 dan RpNihil. PT Bank
of India Indonesia, Tbk Pada tanggal 2 Agustus 2023, Entitas Anak (PT Mandiri Tunas Finance) dan
Page 73
PT Bank of India Indonesia, Tbk (?BOII?) menandatangani perjanjian kredit dimana BOII menyediakan
fasilitas Demand Loan Menurun (Executing) dengan total fasilitas sebesar Rp500.000 yang bersifat
non-revolving dan dikenakan tingkat suku bunga tetap sebesar 6,75%. Fasilitas tersebut memiliki jatuh
tempo pada tanggal 10 Agustus 2026. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022,
pinjaman dari BOII sebesar Rp484.968 dan Rp568.732. PT Bank Oke Indonesia Tbk. Pada tanggal 23
Maret 2022, Entitas Anak (PT Mandiri Utama Finance) dan PT Bank Oke Indonesia Tbk. ("OK Bank")
menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman modal kerja non-revolving dengan batas maksimum
kredit sejumlah Rp200.000 yang dikenakan tingkat suku bunga 7,00% per tahun Jangka waktu
penarikan fasilitas kredit adalah sampai dengan 23 September 2022 dengan tenor pinjaman maksimal
48 bulan sejak tanggal penarikan. Pada tanggal 23 Maret 2022, Entitas Anak (PT Mandiri Utama
Finance) dan OK Bank menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman modal kerja non-revolving dengan
batas maksimum kredit sejumlah Rp200.000 yang dikenakan tingkat suku bunga 7,00% per tahun
Jangka waktu penarikan fasilitas kredit adalah sampai dengan 22 Desember 2022 dengan tenor
pinjaman maksimal 48 bulan sejak tanggal penarikan. Fasilitas tersebut akan jatuh tempo tanggal 7
Oktober 2026. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari OK Bank
masing-masing sebesar Rp442.509 dan Rp599.577. PT Bank QNB Indonesia Tbk. Pada tanggal 4
Oktober 2019, Entitas Anak (PT Mandiri Tunas Finance) dan PT Bank QNB Indonesia Tbk. (?QNB?)
menandatangani perjanjian kredit dimana QNB menyediakan fasilitas Fixed Loan Facility dengan total
limit sebesar Rp500.000 yang bersifat non-revolving dan dikenakan tingkat suku bunga tetap sebesar
7,80% pada saat penarikan. Fasilitas tersebut jatuh tempo pada 12 Maret 2023. Pada tanggal 12 Maret
2023, jangka waktu fasilitas Term Loan (committed) - non-revolving telah diperpanjang kembali hingga
20 Desember 2024. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari QNB
masing-masing sebesar Rp415.850 dan Rp241.323. PT Bank Panin Dubai Syariah Pada tanggal 27
Oktober 2022, Entitas Anak (PT Mandiri Utama Finance) memperoleh fasilitas pinjaman Executing dari
PT Bank Panin Dubai Syariah, Tbk ("Panin Dubai Syariah") dengan batas maksimum kredit sebesar
Rp 450.000 dengan nisbah bagi hasil ditentukan saat penarikan fasilitas. Jangka waktu penarikan
fasilitas tersebut adalah sampai dengan 31 Oktober 2023 dengan tenor pinjaman maksimal 48 bulan
sejak tanggal penarikan. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari
PDSB masing-masing sebesar Rp398.815 dan Rp96.844. PT Bank UOB Indonesia Pada tanggal 23
November 2021, Entitas anak (PT Mandiri Tunas Finance) dan PT Bank UOB Indonesia (?Bank
UOB?) menandatangani perjanjian kredit dimana Bank UOB menyediakan fasilitas Term Loan Sublimit
Credit Revolving dengan nilai limit sebesar Rp600.000 yang bersifat uncommitted dengan tingkat suku
bunga tetap sebesar 6,14% pada saat penarikan. Fasilitas tersebut memiliki jatuh tempo pada 21
November 2022. Pada tanggal 27 Mei 2022, jangka waktu fasilitas Term Loan Sublimit Credit
Revolving telah diperpanjang kembali hingga 21 November 2023. Pada tanggal 30 September 2023
dan 31 Desember 2022, pinjaman dari Bank UOB masing-masing sebesar Rp395.263 dan Rp569.683.
PT Bank Jtrust Indonesia Tbk. Pada tanggal 1 Desember 2021, Entitas Anak (PT Mandiri Utama
Finance) dan PT Bank Jtrust Indonesia Tbk. ("Jtrust") menandatangani perjanjian kredit modal kerja
non-revolving dengan batas maksimum kredit sejumlah Rp100.000 dengan tingkat suku bunga sebesar
7,75% dengan tenor pinjaman maksimal 48 bulan sejak tanggal penarikan dan jangka waktu penarikan
fasilitas kredit adalah sampai dengan 1 Desember 2022. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31
Desember 2022, pinjaman dari Jtrust masing-masing sebesar Rp382.064 dan Rp258.375. ? PT Bank
KEB Hana Indonesia Pada tanggal 19 Maret 2015 dan terakhir pada tanggal 3 September 2018,
Entitas Anak (PT Mandiri Tunas Finance) dan PT Bank KEB Hana Indonesia (?Bank Hana?)
menandatangani perjanjian kredit dimana Bank Hana menyediakan beberapa fasilitas Term Loan
dengan total fasilitas sebesar Rp400.000 yang bersifat non-revolving dan dikenakan tingkat suku
bunga tetap sebesar 9,50%. Fasilitas tersebut memiliki jatuh tempo pada tanggal 19 Februari 2022.
Page 74
Pada tanggal 20 Desember 2022, jangka waktu fasilitas Term Loan (committed) ? non-revolving telah diperpanjang kembali hingga 24 Desember 2024. Pada tanggal 21 Agustus 2019, Entitas Anak (PT Mandiri Utama Finance) dan Bank Hana menandatangani perjanjian kredit dimana Bank Hana memberikan tambahan fasilitas Kredit Modal Kerja dengan maksimum kredit sebesar Rp100.000 yang bersifat non-revolving dengan tingkat suku bunga 9,50%. Fasilitas tersebut telah jatuh tempo pada bulan Januari 2023. Pada tanggal 29 Mei 2023, Entitas Anak (PT Mandiri Utama Finance) dan PT Bank KEB Hana Indonesia menandatangani perjanjian kredit baru di mana Bank KEB Hana Indonesia menyediakan fasilitas Kredit Modal Kerja dengan maksimum kredit sebesar Rp 200.000 yang bersifat non revolving dengan tingkat suku bunga 7.25%. Atas fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 20 Juni 2027. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari Bank Hana masing-masing sebesar Rp317.731 dan Rp207.400. PT Bank Mega Tbk. Pada tanggal 25 Februari 2021, Entitas Anak (PT Mandiri Utama Finance) dan PT Bank Mega Tbk. (?Mega?) menandatangani perjanjian kredit dimana Mega menyediakan fasilitas Kredit Modal Kerja dengan maksimum kredit sebesar Rp1.000.000 yang bersifat non-revolving dan dikenakan tingkat suku bunga 8,75%. Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 25 Februari 2025. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari PT Bank Mega masing-masing sebesar Rp257.008 dan Rp378.577. PT Bank BCA Syariah Pada tanggal 18 November 2020, Entitas Anak (PT Mandiri Utama Finance) memperoleh tambahan fasilitas pinjaman Kredit Modal Kerja sehingga total plafond yang diterima dari PT Bank BCA Syariah adalah sebesar Rp200.000 dengan tingkat suku bunga 9,00%. Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada bulan Mei 2024. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari PT Bank BCA Syariah masing-masing sebesar Rp252.970 dan Rp234.745. PT Bank BPD Daerah Istimewa Yogyakarta Pada tanggal 15 Desember 2022, Entitas Anak (PT Mandiri Utama Finance) dan PT Bank BPD Daerah Istimewa Yogyakarta (?Bank BPD DIY?) menandatangani perjanjian kredit dimana Bank BPD DIY menyediakan tambahan fasilitas Kredit Modal Kerja dengan maksimum kredit sebesar Rp100.000, yang bersifat non-revolving dan dikenakan tingkat suku bunga 6,80% pada saat penarikan. Jangka waktu penarikan fasilitas adalah 36 bulan terhitung sejak tanggal efektif kontrak tersebut ditandatangani. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 15 Desember 2025. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari Bank BPD DIY masing-masing sebesar Rp124.851 dan Rp99.730. PT Bank Danamon Indonesia Tbk - Unit Usaha Syariah Pada tanggal 5 November 2020, Entitas Anak (PT Mandiri Utama Finance) memperoleh fasilitas Term Loan Syariah dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk - Unit Usaha Syariah (?Danamon Syariah?) dengan batas maksimum kredit masing-masing sejumlah Rp50.000 dengan tingkat suku bunga 8,75%. Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada November 2024. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari Danamon Syariah masing-masing sebesar Rp110.693 dan Rp23.927. PT Bank Victoria International Tbk Pada tanggal 16 Agustus 2022, Entitas Anak (PT Mandiri Sekuritas) telah menandatangani perubahan terhadap perjanjian kredit dengan PT Bank Victoria International Tbk. Bank memberikan fasilitas Money Market Line dan atau Pinjaman Sub-Ordinasi sebesar Rp 250,000. Perjanjian ini sedang dalam proses perpanjangan dan sudah diperpanjang sementara sampai September 2023. Tingkat bunga atas fasilitas yang berlaku bersifat negosiasi pertransaksi atau sekitar 6,10% di Bulan September 2023. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari PT Bank Victoria masing-masing sebesar Rp89.992 dan RpNihil. PT Bank Jago Tbk Pada bulan Agustus 2023, Entitas Anak (PT Mandiri Sekuritas) telah menandatangani perjanjian perpanjangan kredit dengan PT Bank Jago dimana fasilitas yang diberikan akan berakhir tanggal 17 Juli 2024. Fasilitas yang diberikan Bank yaitu Pinjaman Promes Berjangka berjumlah Rp175.000. Besaran bunga adalah tetap selama periode penarikan pinjaman atau berkisar 5,8%, sesuai suku bunga pasar yang berlaku pada saat penarikan pinjaman promes berjangka. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada 1 September 20243 Pada tanggal 30 September 2023 dan 31
Page 75
Desember 2022, pinjaman dari PT Bank Jago masing-masing sebesar Rp50.000 dan RpNihil. PT Bank DBS Indonesia Pada tanggal 30 September 2023, Entitas Anak (PT Mandiri Sekuritas) telah menandatangani perubahan dan penegasan kembali perjanjian fasilitas perbankan dengan PT Bank DBS Indonesia (?DBS?) dimana perusahaan memperoleh uncommitted revolving credit facility maksimum sebesar Rp150.000 atau ekuivalennya dalam mata uang USD dan uncommitted bank guarantee sebesar Rp50.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada 31 Mei 2024. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari PT Bank Victoria masing-masing sebesar Rp50.000 dan RpNihil. PT Bank BTPN Tbk Pada tahun 2022, Entitas Anak (PT Mandiri Sekuritas) telah menandatangani perjanjian kredit dengan PT Bank BTPN, Tbk (?Bank BTPN?). Bank memberikan fasilitas Loan on Note sebesar Rp225.000 atau setara dalam mata uang USD dengan maksimum valuta USD sebesar 90% dari limit dan Bank Garansi sebesar Rp100.000. Adapun batas nilai gabungan maksimum atas fasilitas Loan on Note dan Bank Garansi adalah sebesar Rp225.000. Fasilitas ini berlaku sampai dengan 29 Desember 2023. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari Bank BTPN masing-masing sebesar Rp40.000 dan RpNihil. Mata uang asing PT Bank Mizuho Indonesia Pada tanggal 29 Juni 2018, Entitas Anak (PT Mandiri Tunas Finance) dan PT Bank Mizuho Indonesia (?Mizuho?) menandatangani perjanjian kredit dimana Mizuho menyediakan fasilitas Term Loan dengan total limit sebesar Rp697.750 yang dicairkan pada tanggal 7 Februari 2019 yang bersifat non-revolving dan dikenakan tingkat suku bunga 8,60%. Fasilitas tersebut telah dilunasi pada saat jatuh tempo tanggal 7 Februari 2022. Pada tanggal 08 April 2022, Entitas Anak (PT Mandiri Tunas Finance) dan Mizuho Indonesia menandatangani perjanjian kredit sebesar USD50.000.000 (nilai penuh) yang bersifat non-revolving. Penarikan fasilitas dilakukan pada tanggal 13 Februari 2023 dengan tenor 3 tahun dan dikenakan tingkat suku bunga tetap 6,98% dengan lindung nilai penuh. Fasilitas tersebut jatuh tempo pada tanggal 13 Februari 2026. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari Mizuho masing-masing sebesar Rp645.936 dan RpNihil. MUFG Bank, Ltd., Singapura Pada tanggal 13 April 2022, Entitas Anak (PT Mandiri Tunas Finance) dan MUFG Bank, Ltd. (?MUFG?) menandatangani perjanjian pinjaman dimana MUFG menyediakan fasilitas uncommitted long-term loan/money market line dengan total limit sebesar Rp409.459 yang bersifat revolving dan dikenakan tingkat suku bunga Tetap sebesar 6,00% pada saat penarikan. Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 11 April 2025. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari MUFG masing-masing sebesar Rp258.120 dan Rp373.611. PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Pada tanggal 29 Agustus 2022, entitas Anak (PT Bank Syariah Indonesia Tbk.) memiliki fasilitas line pembiayaan mudharabah iB sebesar USD100.000.000 (nilai penuh) dari Maybank Anak telah melakukan penarikan sebesar USD50.000.000 (nilai penuh) pada tanggal 30 Agustus 2022. Pembiayaan mudharabah akan jatuh tempo pada tanggal 30 September 2023. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari PT Maybank Indonesia masing-masing sebesar RpNihil dan Rp778.375 (original currency USD50.000.000 (nilai penuh)) dan USD50.000.000 (nilai penuh). Pinjaman yang diterima oleh PT Mandiri Tunas Finance dan PT Mandiri Utama Finance dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen sejumlah Rp15.161.540 pada tanggal 30 September 2023 (31 Desember 2022: Rp13.515.545) (Catatan 13g) dan investasi bersih dalam sewa pembiayaan sejumlah Rp1.158.356 pada tanggal 30 September 2023 (31 Desember 2022: Rp1.681.888) (Catatan 14g). Fasilitas pinjaman dari beberapa bank dan bank sindikasi tersebut mensyaratkan Entitas Anak untuk memberikan pemberitahuan tertulis dalam hal pembagian dividen, perubahan modal dan pemegang saham, perubahan susunan direksi dan komisaris, perubahan bisnis utama, investasi dan perolehan pinjaman baru dari bank lain. Dalam perjanjian pinjaman tersebut, Entitas Anak juga diwajibkan untuk memenuhi persyaratan keuangan seperti rasio jumlah utang bunga terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1 dan kewajiban penyampaian laporan lainnya. The Development Bank of Singapore Limited Pada tanggal 6 Maret 2019, Entitas Anak (PT Mandiri
Page 76
Sekuritas) dan The Development Bank of Singapore Limited (?DBS?) menandatangani perjanjian kredit modal kerja sebesar USD5.000.000 (nilai penuh) dengan bunga tetap sebesar 3,24% dan 3,14% pada saat periode penarikan kredit. Fasilitas ini ditarik pada bulan Desember 2019 dan tidak memiliki jatuh tempo, dimana fasilitas tersebut akan berlaku hingga pihak entitas anak atau DBS menyatakan berakhirnya fasilitas tersebut. Pada tanggal 20 Maret 2020, Entitas Anak (PT Mandiri Sekuritas) dan DBS menandatangani penambahan plafond perjanjian kredit modal kerja sebesar USD7.500.000 (nilai penuh) dengan bunga tetap sebesar 3,24% pada saat periode penarikan kredit. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pinjaman dari DBS masing-masing sebesar ekuivalen RpNihil dan Rp48.766. Lain-lain Bank Mandiri dan Entitas Anak telah melakukan pembayaran bunga pinjaman yang diterima sesuai dengan jadwal pembayaran bunga selama tahun yang berakhir tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022. Selama tahun yang berakhir tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Bank Mandiri dan Entitas Anak telah memenuhi kondisi dan persyaratan yang ditetapkan dalam perjanjian pinjaman yang diterima.
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.