Back to announcement
3. Penjelasan LK BTPS Konsolidasian Q3 2023.pdf
Financial statement Text extracted BTPSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1 OCR 0.959
Penjelasan atas Laporan Keuangan PT Bank BTPN Syariah Tbk. (“Bank”) Konsolidasian Posisi 30 September 2023 Indonesia dan dunia sedang berada di dalam momentum pemulihan ekonomi setelah selama tiga tahun terakhir menghadapi tantangan yang sangat kompleks akibat imbas pandemi COVID-19 dan perlambatan ekonomi yang berdampak pada hampir seluruh industri. Terlebih, dunia kini dihadapkan juga pada konflik geopolitik yang terjadi hingga menyebabkan kenaikan harga-harga komoditas yang mendorong terjadinya inflasi tinggi di seluruh dunia, terutama negara-negara maju. Secara makro, kondisi ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan negara lain. Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan 11 2023 tercatat sebesar 5,1746 (yoy), meningkat dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,0496 (yoy). Ke depan, pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan mencapai kisaran 4,5-5,34, didorong diantaranya oleh komponen PDB seperti konsumsi rumah tangga membaik, seiring dengan naiknya mobilitas dan terkendalinya inflasi. PT Bank BTPN Syariah Tbk terus fokus melayani masyarakat inklusi, terutama dalam memberikan akses keuangan berupa pembiayaan bagi para perempuan pelaku ekonomi yang masuk dalam kelompok unbankable (tak tersentuh layanan keuangan profesional). Selama lebih dari satu dekade, Bank BTPN Syariah telah menjalankan model bisnis yang sudah didesain untuk memberikan kesempatan tumbuh dan memenuhi berbagai kebutuhan bagi masyarakat inklusi. Dalam perjalanannya di triwulan ketiga tahun ini, Bank terus berupaya melakukan penyesuaian demi mengembalikan perilaku efektif nasabah untuk membangun empat perilaku unggul yang Selama ini menjadi Kunci Sukses berjalan nya model bisnis bank yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras dan Saling Bantu (BDKS). Dengan kondisi-kondisi internal dan eksternal yang disebutkan diatas serta dukungan dari regulator serta pemerintah yang terus berupaya terbaik melalui progam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), kinerja dapat terjaga dengan pencapaian total Aset PT Bank BTPN Syariah Tbk pada tanggal 30 September 2023 tercatat sebesar Rp 22 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp 807,4 miliar atau 3,84 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2022 yang sebesar Rp 21,2 triliun. Adapun perubahan penting pada pos-pos neraca selama periode tersebut adalah sebagai berikut: 1. Giro dan Penempatan pada BI Giro dan Penempatan pada BI pada posisi 30 September 2023 sebesar Rp 877 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp 145,6 miliar atau sebesar 2096 dibandingkan posisi 31 Desember 2022 sebesar Rp 731 miliar. Kenaikan tersebut dikarenakan adanya penempatan fasilitas simpanan bank umum syariah (FASBIS) dan Giro IB di Bank Indonesia. 2. Piutang Murabahah Piutang murabahah gross pada posisi 30 September 2023 sebesar Rp 11,9 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp 439,1 miliar atau sebesar 3,896 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 sebesar Rp 11,5 triliun. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan penyaluran pembiayaan kepada nasabah pra-sejahtera dan cukup sejahtera produktif baik nasabah pembiayaan existing dan nasabah baru pada triwulan III 2023. www.btpnsyariah.com n
Page 2 OCR 0.953
bti arang 3. Piutang Oardh Piutang gardh gross pada posisi 30 September 2023 sebesar Rp 631 juta mengalami penurunan sebesar Rp 2,9 miliar atau sebesar 82,146 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 sebesar Rp 3,5 miliar. Hal ini disebabkan adanya pelunasan atas pinjaman tersebut. 4. Pembiayaan Musyarakah Pembiayaan musyarakah gross pada posisi 30 September 2023 sebesar Rp 32,7 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 27,6 miliar atau sebesar 45,84 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 sebesar Rp 60,3 miliar dikarenakan adanya pembayaran pembiayaan. 5. Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka pada 30 September 2023 sebesar 67,9 miliar mengalami peningkatan sebesar 14,7 miliar atau sebesar 27,796 dibandingkan 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp 53,1 miliar. Hal ini dikarenakan adanya pembayaran asuransi kesehatan untuk karyawan, lisensi & pemeliharaan IT, asuransi DPK penjaminan, SIPO dan hak guna pakai. 6. Aset Lain-lain Aset lain-lain pada 30 September 2023 sebesar Rp. 21,1 miliar mengalami penurunan sebesar 82,146 atau Rp 96,6 miliar dibandingkan posisi 31 Desember 2022 sebesar Rp. 117,7 miliar. Hal ini disebabkan adanya penurunan uang muka operasional, dan penurunan likuiditas community officer untuk mendukung layanan laku pandai dan lainnya. 7. Liabilitas Segera Liabilitas segera pada tanggal 30 September 2023 sebesar Rp 29,9 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 8,5 miliar atau sebesar 22,296 dibandingkan posisi 31 Desember 2022 yaitu Rp 38,4 miliar. Hal ini disebabkan adanya penurunan hutang project IT dan lainnya. 8. Pembiayaan Yang Diterima Pembiayaan yang diterima pada tanggal 30 September 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 100 miliar atau sebesar 10096 dibandingkan dengan periode 31 Desember 2022. Penurunan ini disebabkan pembiayaan dari bank lain pihak ketiga yaitu PT Bank Maybank Indonesia Tbk (UUS) telah jatuh tempo dan lunas/selesai. 9. Surat Berharga yang Diterbitkan Surat berharga yang diterbitkan pada posisi 30 September 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 50 miliar atau sebesar 10096 dibandingkan dengan periode 31 Desember 2022. Kenaikan ini dikarenakan adanya penerbitan surat berharga dalam bentuk SIMA sebagai pendukung penghimpunan dana. 10. Liabilitas Lain-lain Liabilitas lain-lain pada 30 September 2023 sebesar Rp 70,5 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 74 miliar atau 51,296 dibandingkan posisi 31 Desember 2022 yaitu Rp 144,5 miliar. Hal ini disebabkan adanya penurunan utang kepada pihak ketiga dan penyelesain transaksi. www.btpnsyariah.com By
Page 3 OCR 0.936
11. Akrual Akrual pada 30 September 2023 sebesar Rp 62,2 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 28,6 miliar atau 31,54 dibandingkan posisi 31 Desember 2022 yaitu Rp 90,8 miliar. Penurunan mayoritas akrual dikarenakan adanya realisasi penggunaan akrual. 12. Liabilitas Imbalan Pasca Kerja Liabilitas imbalan pasca kerja pada 30 September 2023 sebesar 180,9 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 4,8 miliar atau 2,676 dibandingkan posisi 31 Desember 2022 yaitu 185,7 miliar. Penurunan disebabkan karena realisasi pembayaran imbalan kerja jangka pendek dan jasa produksi kepada karyawan. 13. Dana Syirkah Temporer Dana syirkah temporer pada tanggal 30 September 2023 sebesar Rp 10,5 triliun mengalami peningkatan sebesar Rp 665 miliar. Di sisi lain tabungan mengalami penurunan sebesar Rp 11,7 miliar tetapi deposito mengalami kenaikan sebesar Rp. 676,7 miliar. Peningkatan dana tersebut sebagai kepercayaan dari nasabah kepada bank seiiring dengan berakhirnya pandemi COVID19. 14. Ekuitas Ekuitas pada tanggal 30 September 2023 sebesar Rp 8,7 trilliun mengalami peningkatan sebesar Rp 283 miliar atau sebesar 3,46 dibandingkan dengan periode 31 Desember 2022 sebesar Rp 8,4 triliun. Peningkatan ekuitas ini karena adanya pertumbuhan modal secara organik berupa penambahan laba bersih periode berjalan sebesar Rp 1 triliun dan pembayaran deviden gross sebesar 713 miliar. www.btpnsyariah.com Hy
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.