Skip to content
Back to announcement

AnnualReport2025-ITMG-att1.pdf

Other Text extracted ITMG

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 188

Page 1

          
Page 2
    Pernyataan
    Disclaimer


    Laporan Keberlanjutan PT Indo Tambangraya Megah Tbk         Sustainability Report of PT Indo Tambangraya Megah Tbk
    (selanjutnya disebut “ITM” atau “Perusahaan”) menyajikan    (hereinafter referred to as “ITM” or the “Company”) contains
    gambaran masa depan terkait aspek operasional, finansial,   statements on the Company’s operational and financial
    proyeksi, strategi, kebijakan, dan tujuan perusahaan.       aspects, as well as its projections, strategies, policies, and
    Pernyataan-pernyataan ini disusun berdasarkan asumsi        goals. These statements are based on certain assumptions
    tertentu yang mencerminkan kondisi saat ini dan perkiraan   that reflect current conditions and expected future changes
    perubahan di masa mendatang dalam lingkungan bisnis.        in the business environment. However, any such statements
    Namun, setiap pernyataan tersebut mengandung risiko dan     involve risks and uncertainties that may cause the actual
    ketidakpastian yang dapat menyebabkan hasil aktual          results to differ significantly from those described. ITM
    berbeda secara signifikan dari yang dipaparkan. ITM tidak   makes no guarantee that documents prepared and declared
    memberikan jaminan bahwa dokumen yang disusun dan           valid will produce results that entirely meet expectations.
    dinyatakan valid akan memberikan hasil yang sepenuhnya
    sesuai dengan ekspektasi.




2        Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 3
                                                                                                      Daftar Isi
                                                                                                          Table of Contents




4        Pencapaian Keberlanjutan 2025                                                      126   Mewujudkan
         Sustainability Achievements in 2025
         Kinerja Keberlanjutan Kami
                                                                                                  Akuntabilitas melalui
4
         Our Sustainability Performance                                                           Tata Kelola yang Beretika
6        Strategi Keberlanjutan dan                                                               Achieving Accountability
         Transformasi Bisnis
         Sustainability Strategy and Business                                                     through Ethical
         Transformation                                                                           Governance
10       Sambutan Direktur Utama
         Message from President Director                                                    128   Struktur Tata Kelola
                                                                                                  Governance Structure

                                                                                            132   Pengelolaan Risiko Keberlanjutan
                                                42   Menapaki Jalur yang                          Sustainability Risk Management
14       Tentang ITM dan                             Lebih Hijau dalam                      144   Etika Bisnis
         Laporan Keberlanjutan                                                                    Business Ethics
                                                     Operasi Pertambangan
         About ITM and the                                                                  147   Digitalisasi, Teknologi,
         Sustainability Report                       Shaping a Greener Path in                    dan Inovasi Keberlanjutan
                                                     Mining Operations                            Digitalization, Technology, and
                                                                                                  Sustainability Innovations
16       Sekilas ITM
         ITM at a Glance                        44   Sistem Manajemen Lingkungan            150   Kinerja Ekonomi dan
                                                     Environmental Management System              Manajemen Rantai Pasok
22       Keandalan Operasi Tambang ITM                                                            Economic Performance and Supply
         ITM Mine Operational Excellence        46   Pengelolaan Energi dan Reduksi
                                                                                                  Chain Management
                                                     Emisi Gas Rumah Kaca
                                                     Energy Management and                  154   Produk dan Layanan Pelanggan
25       Tentang Laporan Keberlanjutan                                                            Products and Customer Services
                                                     Greenhouse Gas Emission
         About the Sustainability Report
                                                     Reduction                              155   Perizinan dan Kepatuhan
40       Pelibatan Pemangku Kepentingan                                                           Licensing and Compliance
                                                56   Keanekaragaman Hayati dan
         Stakeholder Engagement
                                                     Rehabilitasi Pascatambang
                                                     Biodiversity and Post-mining
                                                     Rehabilitation
                                                68   Pengelolaan Air dan Efluen
                                                     Water and Effluent Management          156   Lampiran
                                                75   Pengelolaan Limbah                           Appendix
                                                     Waste Management
                                                                                            175   Referensi POJK 51/2017 (SEOJK
                                                                                                  16/2021) dan Indeks Isi Standar GRI
                                                                                                  Reference of POJK 51/2017 (SEOJK
                                                                                                  16/2021) and GRI Standards Content
                                                82   Memperkuat                                   Index
                                                     Kepedulian terhadap                    182   Pernyataan Jaminan
                                                     Insan Perusahaan                             Assurance Statement

                                                     Strengthening Our Care                 187   Lembar Umpan Balik
                                                                                                  Feedback Form
                                                     for People
                                                84   Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
                                                     Occupational Health and Safety (OHS)
                                                96   Tumbuh Bersama Pekerja dan
                                                     Masyarakat
                                                     Harmony with Employees and the
                                                     Community




    Scan QR Code di atas
     untuk melihat versi
     digital dari Laporan
      Ke b e r l a n j u t a n i n i
       Scan the QR Code
      above to access the
     digital version of this
     Sustainability Repor t




                                                          Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                      3
Page 4
    Pencapaian Keberlanjutan 2025
    Sustainability Achievements in 2025

        Pencapaian
        Achievement




         TOP CSR Award 2025 - Platinum                ESG Leadership Awards 2025                        Subroto Award 2025                    Asia Sustainability Reporting Rating
                by Topbusiness                       by Bumi Global Karbon Foundation                        by ESDM                               (ASRRAT) 2025 - Platinum
                                                                                                                                                by the NCCR (National Center for
                                                                                                                                                      Corporate Reporting)



        ESG Rating
                        Sustainalytics                                                 Corporate Sustainability                                    FTSE Russell
                                                                                       Assessment (CSA)




                         31.8
                        Per Maret | As of March 2025
                                                                                       52
                                                                                       Per Oktober | As of October 2025
                                                                                                                                               3.9
                                                                                                                                               Per Desember | As of December 2025



     Informasi lebih lanjut terkait dengan penghargaan lainnya yang diterima ITM tersedia dan dapat diakses pada website https://www.itmg.co.id/
     Further information regarding other awards received by ITM is available and can be accessed on the website https://www.itmg.co.id/




    Kinerja Keberlanjutan Kami
    Our Sustainability Performance

        Aspek Ekonomi
        Economic Aspect
          Produksi Batubara Siap Dipasarkan Juta Ton                              Cadangan Batubara Juta Ton                                  Pendapatan Bersih Juta USD
          Finished Coal Production Million Tons                                   Coal Reserves Million Tons                                  Net Revenues USD Million
          2025                                                                    2025                                                        2025


          21.2
          2024 : 19.7   2023 : 17.2
                                      5%                                          381.9
                                                                                  2024 : 354.7 2023 : 281.2
                                                                                                              7.7%                            1,881
                                                                                                                                              2024 : 2,304 2023 : 2,374
                                                                                                                                                                          18%


                                              Laba Bersih Juta USD                                        Pelibatan Pihak Lokal (Mitra Kerja)
                                              Net Profit USD Million                                      Local Engagement (Business Partner)
                                              2025                                                        2025


                                              195
                                              2024 : 376    2023 : 500
                                                                         48%                              472
                                                                                                          2024 : 533
                                                                                                                                   11.4%
                                                                                                                          2023 : 308



                                                                             Produk Ramah Lingkungan
                                                                           Environmentally-friendly Products
                                       Akumulasi Energi Surya                                                          Pendapatan Bersih dari Energi Surya yang Dioperasikan
                                      Accumulated Solar Energy                                                               Net Revenue from Operated Solar Energy

          Dikontrakkan MWp                             Dioperasikan MWp                                            Ribu USD                  % dari pendapatan Perusahaan
          Contracted                                   Operated                                                    Thousands USD             % of the Company’s Revenue

          2025                                         2025


          122.2
          2024 : 65.9   2023 : 23.1
                                      85.4%            63.7
                                                       2024 : 12.9
                                                                              393.8%
                                                                     2023 : 6.9
                                                                                                                  1,135 0.1%

4          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 5
   Aspek Pengelolaan Lingkungan
   Environmental Management Aspect
   Intensitas Penggunaan Energi GJ/Ton                          Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 & 2 Ton CO2eq/Ton                            Intensitas Penggunaan Air ML/Ton
   Energy Use Intensity GJ/Tons                                 Scope 1 & 2 GHG Emission Intensity Tons CO2eq/Tons                          Water Use Intensity ML/Tons
   2025                                                         2025                                                                        2025


   0.10
   2024 : 0.15      2023 : 0.17
                                   33.3%                        0.06
                                                                2024 : 0.06      2023 : 0.06
                                                                                                 0%                                         0.00019
                                                                                                                                            2024 : 0.00023       2023 : 0.00022
                                                                                                                                                                                  17.39%

   Keterangan: Sejak tahun 2020, ITM melengkapi perhitungan energi dan emisi dengan pendekatan kendali operasional melalui penggunaan biofuel dan pembangkit listrik tenaga surya.
   Note: Since 2020, ITM has complemented its energy and emissions with an operational control approach through use of biofuels and solar power plant.




   Pengurangan Limbah Non-B3 Ton                                      Pengelolaan Limbah secara 3R                             Penanaman Pohon di Area Terganggu Pohon
   Non-Hazardous Waste Reduction Tons                                 3R Waste Management                                      Tree Planting in Disturbed Areas Tree
   2025                                                               2025                                                     2025


   2,151.3
   2024: 4,452.3        2023: 5,697.3
                                           51.68%                     65%
                                                                      2024 : 51%       2023 : 38%
                                                                                                      27.5%                    766,144
                                                                                                                               2024 : 625,806       2023 : 546,485
                                                                                                                                                                           22.4%



                                                                                                                               Luas Lahan Revegetasi ha
                                                                                                                               Revegetation Land Area
                   Pelestarian Keanekaragaman Hayati melalui Revegetasi
                                                                                                                               2025
                   Lahan, Rehabilitasi DAS, dan Restorasi Pesisir
                   Biodiversity Preservation through Land Revegetation,
                   Watershed Rehabilitation, and Coastal Restoration                                                           468
                                                                                                                               2024 : 501       2023 : 420
                                                                                                                                                             6.6%



   Aspek Sosial
                                                        Pengelolaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
   Social Aspect
                                                            Human Capital Management and Development

                                  Rasio Tenaga Kerja Lokal (Kalimantan)                                        Rata-rata Jam Pelatihan Setiap Pekerja Jam/Pekerja
                                  Local Manpower Ratio (Kalimantan)                                            Average Hours of Training per Employee Hours/Employee
                                  2025                                                                         2025


                                  56%
                                  2024 : 60%   2023 : 62%
                                                             6.7%                                              32
                                                                                                               2024 : 17
                                                                                                                                   88%
                                                                                                                            2023 : 29



                                                            Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM)
                                                                Community Development and Empowerment

      Jumlah Desa Dampingan                                              Penyerapan Dana PPM Rp Miliar                                        Jumlah Kegiatan PPM
      Total Fostered Villages                                            PPM Budget Utilization Rp Billion                                    Number of PPM Activities
      2025                                                               2025                                                                 2025


      53
      2024 : 53      2023 : 53
                              0%                                         28.1
                                                                         2024 : 24.5    2023 : 20.8
                                                                                                         14.69%                               189
                                                                                                                                              2024 : 151      2023 : 126
                                                                                                                                                                             25.2%


   Aspek Tata Kelola                                                          Denda Pelanggaran Hukum
   Governance Aspect                                                           Fines for Violation of Laws

                                                                     2025



                                                                     Nihil Zero
                                                                        2024 : Nihil | Zero           2023 : Nihil | Zero


Informasi lebih lanjut terkait dengan penghargaan lainnya yang diterima ITM tersedia dan dapat diakses pada website https://www.itmg.co.id/
Further information regarding other awards received by ITM is available and can be accessed on the website https://www.itmg.co.id/




                                                                                   Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                                5
Page 6
    Strategi Keberlanjutan dan
    Transformasi Bisnis                                                    [2-23, 2-24]

    Sustainability Strategy and Business Transformation


    Nilai inti perusahaan “Banpu Heart” menjadi landasan bagi                   The Company’s core values, “Banpu Heart,” serve as the
    seluruh karyawan dalam melaksanakan tanggung jawabnya.                      guiding principles for all employees in carrying out their daily
    Untuk mengimplementasikan tanggung jawab keberlanjutan                      responsibilities. To ensure a structured implementation of
    secara terarah, ITM juga telah menetapkan Kebijakan                         sustainability responsibilities, ITM has also established a
    Keberlanjutan yang memuat komitmen serta langkah-                           Sustainability Policy that outlines its commitments and
    langkah strategis dalam mencapai tujuan keberlanjutan.                      strategic actions to achieve its sustainability objectives.



    Pada 2025, ITM menetapkan Lima Pilar Sustainability                         In 2025, ITM identified Five Pillars of Sustainability
    Development (SD) dalam materialitas yang menjadi fokus                      Development (SD) as the primary focus of the Company’s
    utama pengelolaan keberlanjutan Perusahaan.                                 sustainability management.



                  Pengelolaan Perubahan Iklim
                  Climate Change Management

                  Memastikan setiap upaya dilakukan untuk memitigasi dampak perubahan iklim.
                  Ensuring every effort to mitigate climate change’s impact.




                  Pengelolaan Lingkungan yang Bertanggung Jawab
                  Environmental Stewardship

                  Memastikan proses pertambangan dilaksanakan secara bertanggung jawab dan
                  berkelanjutan.
                  Ensuring the responsible and sustainable mining process.



                  Pengelolaan Hak Asasi Manusia
                  Human Rights Management

                  Memastikan perusahaan menghormati hak asasi manusia seluruh individu dan
                  komunitas yang terdampak oleh kegiatan usaha.
                  Ensure that the company respects the human rights of all individuals and communities
                  affected by our business operations.


                  Pemberdayaan Pemangku Kepentingan
                  Stakeholders Empowerment

                  Secara aktif melibatkan dan mengikutsertakan pemangku kepentingan dalam proses
                  pengambilan keputusan, mendorong transparansi dan membangun kepercayaan.
                  Actively engaging and involving the stakeholders in decision-making processes, foster
                  transparency and build trust.


                  Tata Kelola Keberlanjutan
                  Sustainability Governance

                  Membangun kerangka kerja keberlanjutan yang kuat dan mengintegrasikannya ke
                  dalam strategi serta operasional perusahaan.
                  Establishing robust sustainability frameworks and incorporating them into corporate
                  strategy and operations.




    Kebijakan-kebijakan yang menguraikan komitmen dan                           Policies outlining ITM's commitment and strategy to
    strategi ITM terhadap tanggung jawab lingkungan, sosial,                    environmental, social, and governance responsibilities,
    dan tata kelola, termasuk kebijakan terkait pemenuhan hak                   including policies regarding the fulfillment of human rights
    asasi manusia dapat dilihat selengkapnya di situs perusahaan                are available on the company's website at the link https://
    pada tautan https://itmg.co.id/id/governance/policy-and-                    itmg.co.id/id/governance/policy-and-documentation/
    documentation/published-policy.                                             published-policy.




6        Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 7
Perjalanan Transformasi ITM                                                             ITM Transformation Journey
Perjalanan transformasi ITM menunjukkan langkah nyata                                   ITM's transformation journey demonstrates the company's
perusahaan dalam menavigasi perubahan global, khususnya                                 concrete steps in navigating global changes, particularly
terkait transisi energi dan peningkatan praktik keberlanjutan.                          those related to energy transition and improved sustainability
                                                                                        practices.

                                           Expanding Greener, Smarter business to strengthen
                                           the company performance through coal mining as                                    Continue to excel and grow
                        2025               the existing business and expand other businesses,                                TRANSFORMATIVELY

            and beyond
                                           such as mineral resources, energy services,
                                           renewable-based energy, and others.                       2023-2025               Accelerating Greener
                                                                                                                             Smarter transition


                                                                             Renewable
                                                 Mining                                                Optimizing the existing business
                                                                             and other

                                                                                                      Manpower and capacity building


                                                                                                           Business diversification


                                                                                                            Financial robustness




                                         Well-established as                                          Focus on scaling up our balance sheet and

       Before 2020
                                         traditional coal miner, we                                   enhancing our cash position, capitalizing

                Coal Mining
                                         redefined our purpose to
                                         deliver more business value
                                                                               2021 – 2022            the commodity price while ensuring the
                                                                                                      ongoing robust business process and
            Supporting Infrastructures   now and in the future.                     consolidation     operations throughout the business.




Memasuki 2025, ITM melanjutkan fase penting dari strategi                               Entering 2025, ITM continued an important phase of its
pertumbuhan transformasional 2023–2025 dan mulai                                        2023–2025 transformational growth strategy and began to
memperkuat arah menuju portofolio energi bersih dan                                     strengthen its direction toward a clean and renewable energy
terbarukan. Pada tahap ini, Perusahaan memperluas bisnis                                portfolio. At this stage, the Company is expanding its greener
yang lebih hijau dan cerdas (greener and smarter business)                              and smarter business to strengthen its performance, while
untuk memperkuat kinerja perusahaan, dengan tetap                                       continuing to optimize coal mining as its existing business
mengoptimalkan pertambangan batubara sebagai bisnis                                     and developing other lines of business, such as mineral
eksisting sekaligus mengembangkan lini usaha lainnya,                                   resources, energy services, renewable energy, and other
seperti sumber daya mineral, jasa energi, energi berbasis                               potential sectors. While accelerating business diversification,
terbarukan, dan sektor potensial lainnya. Meskipun tengah                               ITM continues to maintain the sustainability of its core
mempercepat diversifikasi bisnis, ITM tetap menjaga                                     business in the coal sector to support national energy
keberlangsungan bisnis inti di sektor batubara guna                                     security. In 2025, increased production and logistics
menopang ketahanan energi nasional. Pada 2025,                                          efficiency were supported by PT Graha Panca Karsa (GPK)
peningkatan produksi dan efisiensi logistik didukung oleh                               and PT Tepian Indah Sukses (TIS), as well as the completion
PT Graha Panca Karsa (GPK) dan PT Tepian Indah Sukses                                   of the Bunyut Port development, which now has a logistics
(TIS), serta penyelesaian pengembangan Pelabuhan Bunyut                                 capacity of up to 15 million tons per year.
yang kini memiliki kapasitas logistik hingga 15 juta ton per
tahun.

Melalui PT ITM Bhinneka Power (IBP), perusahaan                                         Through PT ITM Bhinneka Power (IBP), the company is
memperluas pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga                                       expanding the development of solar power plants (PLTS)
Surya (PLTS) dan mulai menjajaki potensi pembangkit tenaga                              and beginning to explore the potential of hydropower plants.
air (hydropower). Hingga 2025, IBP telah mencatat total                                 In 2025, IBP recorded a total of 122.2 MWp in solar energy
kontrak proyek energi surya sebesar 122,2 MWp termasuk                                  project contracts, including an internal project in Bunyut
proyek internal di Bunyut yang memperkuat kemandirian                                   that strengthens operational energy independence. In
energi operasional. Selain itu, ITM mendukung reklamasi                                 addition, ITM supports mine reclamation efforts that aim
tambang yang berfungsi memulihkan ekosistem dan                                         to restore ecosystems and increase carbon sequestration.
meningkatkan penyerapan karbon.


                                                                            Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                      7
Page 8
    Peta Jalan LST                                                                         ESG Roadmap
    Pada 2025, ITM menyusun Peta Jalan LST sebagai panduan                                 In 2025, ITM developed the ESG Roadmap as a strategic
    strategis untuk mengintegrasikan aspek Lingkungan, Sosial,                             guide to integrate Environmental, Social, and Governance
    dan Tata Kelola ke dalam arah pertumbuhan bisnis                                       aspects into the Company’s business growth direction in a
    Perusahaan secara bertahap dan terukur. Roadmap ini dibagi                             phased and measurable manner. The roadmap is divided
    dalam tiga fase, yaitu Building Foundation (2025-2026), Scaling                        into three phases, namely Building Foundation (2025–2026),
    Impact (2027-2028), dan Optimization (2029-2030).                                      Scaling Impact (2027–2028), and Optimization (2029–2030).




                                 Building Foundation                                Scaling Impact                                   Optimization
                                      2025-2026                                       2027-2028                                       2029-2030

                     •   Menetapkan komitmen dekarbonisasi            •   Mendorong penurunan emisi yang              •   Memperluas penurunan emisi
                         2030 serta menilai risiko dan peluang            selaras dengan arah kebijakan iklim             dengan menerapkan hirarki mitigasi:
                         terkait perubahan iklim melalui analisis         nasional serta memperkuat ketahanan             penghindaran, pengurangan,
                         skenario guna memperkuat ketahanan               bisnis terhadap risiko terkait perubahan        penghilangan, dan perimbangan, serta
                         jangka panjang                                   iklim                                           mengoptimalkan portofolio bisnis yang
                     •   Mempertahankan progres                       •   Mengembangkan nilai tambah dalam                selaras dengan prinsip keberlanjutan
                         pascatambang dengan rencana yang                 proses pascatambang yang berkaitan          •   Meningkatkan pengembangan nilai
                         mempertimbangkan pengelolaan                     dengan pengelolaan sumber daya alam,            tambah dalam proses pascatambang
     Environmental
      Lingkungan




                         sumber daya alam                                 termasuk air dan keanekaragaman                 yang berkaitan dengan pengelolaan
                     •   Establish 2030 decarbonization                   hayati                                          sumber daya alam, termasuk air dan
                         commitments and assess climate-              •   Drive emissions reduction in alignment          keanekaragaman hayati
                         related risks/opportunities using                with national climate policy directions     •   Expand emissions reduction to include
                         scenario analysis to strengthen long-            and climate-related business resiliency         the mitigation hierarchy: avoid, reduce,
                         term resilience                              •   Developing added value in post-mining           remove, and offset, and optimize
                     •   Maintain post-mining progress with               processes related to the management             sustainable aligned business portfolio
                         plans considering natural resource               of natural resources, including water and   •   Enhancing the development of
                         management                                       biodiversity                                    value-added activities in post-mining
                                                                                                                          processes related to the management
                                                                                                                          of natural resources, including water and
                                                                                                                          biodiversity

                     •   Mengimplementasikan Transformasi             •   Memperkuat Transformasi Keselamatan         •   Meningkatkan Safety Maturity Level
                         Keselamatan                                      di seluruh lokasi operasional               •   Meningkatkan implementasi HRDD
                     •   Menyelaraskan Human Rights Due               •   Memperluas penerapan HRDD di                    secara berkelanjutan
                         Diligence (HRDD) ke dalam strategi               seluruh rantai nilai                        •   Mengoptimalkan program
                         bisnis                                       •   Mendorong peningkatan dan alih                  pengembangan sumber daya manusia
                     •   Memfokuskan pada program                         keterampilan talenta untuk mendukung        •   Meningkatkan kompetensi rantai
                         pengembangan sumber daya manusia                 dinamika bisnis (termasuk just                  nilai untuk peluang kolaborasi sosial-
                     •   Mendorong program unggulan                       transition)                                     ekonomi pascatambang
                         pengembangan masyarakat dengan               •   Mengimplementasikan program                 •   Enhance Safety Maturity Level
     Sosial
     Social




                         penyelarasan yang lebih kuat terhadap            masyarakat berbasis Creating Shared         •   Continuously improve HRDD
                         fase akhir operasional tambang (mine             Value (CSV)                                     implementation
                         closure phase)                               •   Strengthen Safety Transformation            •   Leverage people development programs
                     •   Implement Safety Transformation                  across all sites                            •   Enhance value chain competencies
                     •   Streamline Human Rights Due Diligence        •   Expand HRDD across value chain                  for post-mining socio-economic
                         (HRDD) into business strategy                •   Advance talent upskilling/reskilling            collaboration opportunities
                     •   Focus on people development programs             for business dynamics (including just
                     •   Promote community development                    transition)
                         flagship programs with enhanced              •   Implement community programs based
                         alignment to end-of-mine operations              on Creating Shared Value (CSV)
                         (mine closure phase)

                     •   Mengintegrasikan persyaratan dan             •   Mendorong dan memfasilitasi                 •   Mengakselerasi praktik berkelanjutan di
                         penilaian LST dalam pengelolaan                  pertumbuhan rantai nilai yang                   seluruh rantai nilai
                         pemasok                                          berkelanjutan                               •   Menjaga secara konsisten penerapan
                     •   Memperkuat kewajiban kepatuhan di            •   Meningkatkan sistem pemenuhan                   kewajiban kepatuhan
                         seluruh fungsi                                   kewajiban kepatuhan                         •   Mendorong budaya etika bisnis di
                     •   Memperkuat mekanisme pengaduan               •   Meningkatkan secara berkelanjutan               seluruh rantai nilai
                         dan praktik etika bisnis                         mekanisme pengaduan dan praktik             •   Mematangkan komunikasi LST internal
                     •   Memperkuat komunikasi LST internal               etika bisnis                                    dan membangun komunikasi LST
     Governance
     Tata Kelola




                         dan mengembangkan rencana strategi           •   Memperkuat secara berkelanjutan                 eksternal
                         komunikasi LST eksternal                         komunikasi LST internal serta memulai       •   Catalyze sustainable practices across
                     •   Integrate ESG requirements and                   komunikasi LST eksternal                        value chain
                         assessments in supplier management           •   Foster and enable sustainable value chain   •   Persistently maintain compliance
                     •   Solidify compliance obligations across all       growth                                          obligation practices
                         functions                                    •   Enhance compliance obligation systems       •   Foster business ethics culture across
                     •   Strengthen grievance mechanisms and          •   Continuously improve grievance                  value chain
                         business ethics practices                        mechanisms and business ethics              •   Mature internal ESG communication and
                     •   Strengthen internal ESG communication            practices                                       establish external ESG communication
                         and develop plans for external ESG           •   Continuously strengthen internal ESG
                         communication strategy                           communication and initiate external ESG
                                                                          communication




8                Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 9
Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk   9
Page 10
     Sambutan
     Direktur Utama                                 [2-22]

     Message from President Director




                                                                                                                 Mulianto
                                                                                                           Direktur Utama
                                                                                                        President Director




     Para Pemangku Kepentingan yang Terhormat,                     Dear Valued Stakeholders,
     ITM menutup tahun 2025 dengan penuh keyakinan sekaligus       ITM concluded 2025 with confidence and prudence, amid
     kehati-hatian di tengah dinamika global yang semakin          an increasingly complex global landscape. Under the theme
     kompleks. Mengusung tema “Driving Transformation for          “Driving Transformation for Sustainable Future,” this
     Sustainable Future”, Laporan Keberlanjutan ini mencerminkan   Sustainability Report reflects the Company’s commitment
     komitmen Perusahaan untuk terus mendorong percepatan          to continuously accelerate its business transformation in a
     transformasi usaha secara bertanggung jawab, sekaligus        responsible manner while strengthening its business
     memperkuat fondasi bisnis. Tahun 2025 kembali menjadi         fundamentals. The year 2025 once again proved to be a
     periode yang penuh tantangan, sekaligus peluang untuk         period of both challenges and opportunities to reaffirm ITM’s
     menegaskan arah perjalanan ITM di tengah tekanan              strategic direction amid global decarbonization pressures,
     dekarbonisasi global, ketidakpastian geopolitik, serta        geopolitical uncertainty, and an increasingly dynamic
     perubahan regulasi yang semakin dinamis.                      regulatory environment.

     Sejalan dengan semangat perubahan, ITM memandang              In line with this spirit of change, ITM views the transition
     bahwa proses transisi bukan sekadar perubahan portofolio      process not merely as a shift in business portfolio, but as a
     bisnis, melainkan sebuah perjalanan strategis yang perlu      strategic journey that must be managed in a measurable
     dikelola secara terukur, konsisten, dan berlandaskan tata     and consistent manner based on strong governance.
     kelola yang kuat. Oleh karena itu, ITM senantiasa menjaga     Accordingly, ITM continuously maintains a balance between
     keseimbangan antara ketahanan bisnis, tanggung jawab          business resilience, environmental responsibility, and social
     lingkungan, dan kontribusi sosial sebagai bagian dari upaya   contribution as part of its efforts to create long-term value
     menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku        for all stakeholders.
     kepentingan.




10        Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 11
Kebijakan untuk Merespon                                        Policies to Respond to Challenges
Tantangan
Sektor batubara, termasuk ITM, masih menghadapi                 The coal sector, including ITM, continues to face significant
tantangan besar dalam mendukung target pembatasan               challenges in supporting the target of limiting the global
kenaikan suhu global hingga 1,5°C sesuai Perjanjian Paris, di   temperature increase to 1.5 °C in line with the Paris
tengah meningkatnya tekanan dekarbonisasi serta                 Agreement, amid increasing decarbonization pressure as
kompleksitas dan biaya transisi energi. Di sisi lain,           well as the complexity and cost of the energy transition. On
keterbatasan infrastruktur dan kesiapan teknologi di wilayah    the other hand, limitations in infrastructure and technological
operasional juga menjadi faktor yang perlu dikelola secara      readiness in operational areas also remain key factors that
cermat untuk memastikan proses transisi energi dapat            must be managed prudently to ensure that the energy
berjalan secara andal, adil, dan berkelanjutan, khususnya       transition can proceed in a reliable, fair, and sustainable
bagi Indonesia yang masih membutuhkan batubara sebagai          manner, particularly for Indonesia, which still relies on coal
penopang ketahanan energi nasional.                             to support national energy security.

Merespons tantangan tersebut, ITM mulai menyusun peta           In response to these challenges, ITM began developing its ESG
jalan LST dan melanjutkan langkah transformasi melalui          roadmap and continuing its transformation journey through
pendekatan Next Generation of Mining: Responsible Transition    the Next Generation of Mining: Responsible Transition approach
sebagai sebuah nilai keberlanjutan. Pendekatan ini              as a core sustainability value. This approach reaffirms the
menegaskan komitmen Perusahaan untuk selalu taat akan           Company’s commitment to continuously comply with
peraturan dan terus meningkatkan kualitas dan efisiensi         regulations and improve the quality and efficiency of coal mining
pengelolaan operasi batubara yang sejalan dengan aspek          operations in line with environmental, social, and governance
lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST), sekaligus mulai      (ESG) aspects, while at the same time laying the foundation
membangun fondasi bisnis masa depan melalui adaptasi            for future business through technology adaptation, process
teknologi, digitalisasi proses, serta penjajakan peluang pada   digitalization, and the exploration of opportunities in critical
mineral kritis dan energi bersih.                               minerals and clean energy.

Sepanjang 2025, ITM melanjutkan penguatan integrasi LST         Throughout 2025, ITM further strengthened the integration
ke dalam strategi bisnis dan tata kelola perusahaan. Isu-isu    of ESG into its business strategy and corporate governance.
keberlanjutan yang material terus diinternalisasikan ke dalam   Material sustainability issues continued to be internalized
perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang, serta         into short-, medium-, and long-term planning and became
menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses               an integral part of management’s decision-making process.
pengambilan keputusan manajemen.

Lebih lanjut, komitmen manajemen ITM terhadap                   Furthermore, ITM management’s commitment to sustainability
keberlanjutan tercermin melalui pengawasan aktif Direksi,       is reflected in the active oversight of the Board of Directors,
mulai dari penetapan arah strategis yang jelas, pembentukan     starting from the establishment of a clear strategic direction,
komite-komite pendukung, hingga integrasi target                the formation of supporting committees, to the integration of
keberlanjutan ke dalam annual plan, balanced scorecard, dan     sustainability targets into the annual plan, balanced scorecard,
key performance indicator (KPI) manajemen. Salah satu upaya     and management key performance indicators (KPIs). One of
yang dilakukan yaitu ITM melaksanakan forum "Strategy           the initiatives undertaken was the implementation of the
Week", sebagai wadah dalam menentukan arah dan prioritas        “Strategy Week” forum, as a platform to define the Company’s
Perusahaan yang diselaraskan dan dikomunikasikan secara         direction and priorities and to communicate them consistently
konsisten di seluruh lini organisasi.                           across all levels of the organization.

Penerapan Kinerja Keberlanjutan                                 Sustainability Performance
                                                                Implementations
ITM mencatat berbagai pencapaian kinerja penting dalam          ITM recorded solid achievements in production, economic
aspek produksi, kinerja ekonomi, serta penerapan praktik        performance, and the implementation of sustainability
keberlanjutan yang mencakup aspek LST. Dari sisi produksi       practices across ESG aspects. In coal production and
batubara dan kinerja ekonomi, PT Graha Panca Karsa (GPK)        economic performance, PT Graha Panca Karsa (GPK) and
dan PT Tepian Indah Sukses (TIS) sebagai anak usaha ITM         PT Tepian Indah Sukses (TIS), as ITM’s subsidiaries,
berkontribusi pada peningkatan produksi batubara sebesar        contributed to an increase in coal production by 12.7% or
12,7% atau setara masing-masing 2,2 juta ton dan 0,5 juta       equivalent to 2.2 million tons and 0.5 million tons, respectively.
ton, sehingga pada akhir 2025, produksi batubara tercatat       As a result, by the end of 2025, total coal production reached
sebesar 21,2 juta ton. Sejalan dengan capaian tersebut, ITM     21.2 million tons. In line with these achievements, ITM
membukukan pendapatan bersih dan laba bersih sebesar            recorded net revenue and net profit of USD 1,881 million and
USD 1.881 juta dan USD 195 juta.                                USD 195 million, respectively.


                                                        Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                     11
Page 12
     Pada kinerja lingkungan, ITM melanjutkan implementasi strategi         In environmental performance, ITM continued to implement its
     dekarbonisasi melalui peningkatan efisiensi energi, substitusi         decarbonization strategy through improvements in energy efficiency,
     energi, penggunaan teknologi lebih ramah lingkungan, serta             energy substitution, the adoption of more environmentally friendly
     percepatan reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang.              technologies, and the acceleration of post-mining land reclamation
     Sepanjang 2025, ITM berhasil mencatat intensitas penggunaan            and rehabilitation. Throughout 2025, ITM successfully reduced its
     energi sebesar 0,1 GJ/Ton, menurun sebesar 33,3% dibandingkan          energy use intensity by 0.1 GJ/Ton, a decrease of 33.3% from
     tahun sebelumnya. Di sisi pengelolaan keanekaragaman hayati,           previous year. In biodiversity management, in 2025 the Company
     pada tahun 2025, Perusahaan telah mengembalikan 476 ha                 had restored 476 hectares of watershed rehabilitation, bringing the
     rehabilitasi daerah aliran sungai, sehingga total kumulatif            cumulative total to 25,109 hectares. In addition, in June 2025, ITM
     mencapai 25.109 ha. Selain itu, pada Juni 2025, ITM secara resmi       officially handed over the Mentawir Nursery Centre to the
     menyerahkan Pusat Persemaian Mentawir kepada Pemerintah.               Government. This facility is the largest nursery center in Indonesia,
     Fasilitas ini merupakan pusat persemaian terbesar di Indonesia         with a capacity of 15 million seedlings per year, and plays a strategic
     dengan kapasitas 15 juta bibit per tahun dan berperan strategis        role in supporting forest restoration efforts, including for the
     dalam mendukung upaya restorasi hutan, termasuk untuk                  Nusantara Capital City (IKN) area.
     kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

     Kinerja sosial menunjukkan perkuatan pengembangan sumber               Social performance shows the strengthening of human resource
     daya manusia melalui penerapan sistem penilaian kinerja                development through the implementation of a meritocracy-based
     berbasis meritokrasi, didukung oleh penetapan KPI yang                 performance appraisal system, supported by the establishment
     mencakup aspek LST serta pemberian imbal balik yang adil               of KPIs that cover LST aspects and the provision of fair rewards
     sesuai capaian kinerja tiap karyawan. Di sisi lain, ITM juga secara    in accordance with the performance achievements of each
     konsisten melaksanakan pemberdayaan masyarakat melalui                 employee. On the other hand, ITM also consistently empowers
     berbagai program unggulan. Sepanjang 2025, ITM merealisasikan          the community through various flagship programs. Throughout
     investasi sosial sebesar Rp29,5 miliar, dengan jumlah penerima         2025, ITM realized social investments amounting to Rp29.5 billion,
     manfaat mencapai 46.615 orang. Untuk mengukur efektivitas              with a total of 46,615 beneficiaries. To measure the effectiveness
     dan nilai manfaat dari investasi tersebut, Perusahaan                  and value of these investments, the Company applies the Social
     menerapkan pendekatan Social Return on Investment (SROI),              Return on Investment (SROI) approach, a method that assesses
     yaitu metode yang menilai nilai sosial, ekonomi, dan lingkungan        the social, economic, and environmental value generated from
     yang dihasilkan dari setiap investasi program. Melalui pendekatan      each program investment. Through this approach, ITM recorded
     ini, ITM mencatat capaian nilai SROI sebesar 3,34.                     an SROI value of 3.34.

     Pada 2025, Indonesian Institute for Corporate Directorship             In 2025, the Indonesian Institute for Corporate Directorship
     melakukan penilaian menggunakan ASEAN Corporate                        conducted an assessment using the ASEAN Corporate
     Governance Scorecard (ACGS), di mana ITM meraih skor                   Governance Scorecard (ACGS), in which ITM achieved an overall
     keseluruhan sebesar 105,91. Capaian tersebut menempatkan               score of 105.91. This achievement placed the Company in the
     Perusahaan pada predikat “Leadership in Corporate Governance”          “Leadership in Corporate Governance” category, or Level 5
     atau Level 5 (>100), yang menegaskan bahwa standar tata kelola         (>100), reaffirming that the company’s governance standards
     Perusahaan telah selaras dengan praktik terbaik internasional.         are aligned with international best practices.

     Kinerja keberlanjutan ITM juga ditandai dengan berbagai pengakuan      ITM’s sustainability performance was also marked by various
     eksternal, antara lain Indonesia ESG Leadership Award 2025,            external recognitions, including the Indonesia ESG Leadership
     penghargaan “Best Overall” pada IICD Corporate Governance Award        Award 2025, the “Best Overall” award at the IICD Corporate
     2025 kategori Big Cap, serta Peringkat Platinum Asia Sustainability    Governance Award 2025 in the Big Cap category, and a Platinum
     Reporting Rating (ASRRAT). Selain itu, ITM juga memperoleh             rating from the Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT).
     Sustainalytics ESG Risk Rating yang menempatkan Perusahaan             In addition, ITM obtained a Sustainalytics ESG Risk Rating of
     sebagai perusahaan batubara peringkat pertama di Indonesia dan         31.8 that placed the Company as the top-ranked coal company
     global dengan skor 31,8. Semua prestasi ini menjadi semangat bagi      in Indonesia and globally. All of these achievements encourage
     ITM untuk terus meningkatkan kinerja di masa depan.                    ITM to continue improving its performance in the future.

     Strategi Pencapaian Target                                             Strategy to Achieve Targets
     Tahun 2025 menjadi periode penguatan konsistensi penerapan             The year 2025 marked a period of strengthened consistency in the
     prinsip keberlanjutan dalam strategi bisnis ITM, seiring dengan        implementation of sustainability principles within ITM’s business
     keikutsertaan Perusahaan dalam United Nations Global Compact           strategy, in line with the Company’s participation in the United
     Network Indonesia. Di tengah situasi eksternal yang terus              Nations Global Compact Network Indonesia. Amid evolving external
     berkembang dan dinamika lanskap energi global, langkah ini semakin     conditions and the dynamic global energy landscape, this step
     menegaskan arah Perusahaan dalam menyelaraskan strategi,               further underscores the Company’s direction in aligning its strategy,
     budaya, dan praktik operasional dengan prinsip-prinsip keberlanjutan   culture, and operational practices with global sustainability
     global sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai jangka panjang.     principles as part of its efforts to create long-term value.

     Sebagai bagian dari strategi diversifikasi dalam periode transisi,     As part of its diversification strategy during the transition period,
     ITM melalui anak usahanya, IBP, terus memperluas peluang dan           ITM, through its subsidiary IBP, continued to expand business
     prospek usaha pada portofolio energi surya di Indonesia.               opportunities and prospects in Indonesia’s solar energy portfolio.

12         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 13
Hingga tahun 2025, cakupan proyek energi terbarukan berbasis        As of 2025, the coverage of solar-based renewable energy projects
tenaga surya telah menjangkau 14 provinsi dan akan terus            had reached 14 provinces and will continue to be strengthened
diperkuat seiring dengan meningkatnya permintaan solusi energi      in line with the increasing demand for clean energy solutions
bersih dari segmen komersial dan industri. Sejumlah proyek          from the commercial and industrial segments. Several strategic
strategis telah berhasil direalisasikan, antara lain untuk          projects have been successfully implemented, including for
pelanggan seperti Sinar Sosro, McDonald’s, dan Semen Jawa.          customers such as Sinar Sosro, McDonald’s, and Semen Jawa.

Capaian tersebut mendukung pertumbuhan yang signifikan              These achievements supported significant growth in contracted
pada kapasitas terkontrak energi terbarukan berbasis tenaga         solar renewable energy capacity. By the end of 2025, contracted
surya. Per akhir 2025, kapasitas terkontrak mencapai 122,2 MWp,     capacity had reached 122.2 MWp, nearly doubling compared to
naik hampir dua kali lipat dibandingkan 2024. Tren ini              2024. This trend reflects the effectiveness of the Company’s
mencerminkan efektivitas strategi Perusahaan dalam                  strategy in capturing market opportunities while strengthening
memanfaatkan peluang pasar sekaligus memperkuat kontribusi          the contribution of its renewable energy portfolio in supporting
portofolio energi terbarukan dalam mendukung agenda transisi        the gradual energy transition and decarbonization agenda.
energi dan dekarbonisasi secara bertahap.

Di sisi lain, seiring dengan meningkatnya harapan pemangku          At the same time, in response to rising stakeholder expectations,
kepentingan, situasi eksternal ekonomi, sosial, dan lingkungan      evolving economic, social, and environmental conditions, and
hidup, serta semakin ketatnya regulasi, Perusahaan terus            increasingly stringent regulations, the Company continues to
memperkuat pengelolaan risiko lingkungan dan kepatuhan              strengthen environmental risk management and compliance
melalui operasional yang lebih bersih dan efisien. Investasi pada   through cleaner and more efficient operations. Investments in
teknologi ramah lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam         environmentally friendly technologies and responsible natural
yang bertanggung jawab menjadi bagian dari upaya menjaga            resource management form an integral part of efforts to
daya saing, serta ketahanan energi.                                 maintain competitiveness and energy resilience.

Harapan dan Apresiasi                                               Outlook and Appreciation
Ke depan, ITM akan meneruskan transisi energi sebagai salah         Looking ahead, ITM will continue to pursue the energy transition
satu arah strategis utama. Transformasi ini dijalankan secara       as one of its main strategic directions. This transformation is
bertahap dan bertanggung jawab, dengan tetap menyeimbangkan         being carried out in a gradual and responsible manner, while
kebutuhan penyediaan energi yang andal dan terjangkau dengan        continuing to balance the need to provide reliable and affordable
upaya perlindungan lingkungan, pemberdayaan masyarakat,             energy with efforts to protect the environment. The principles
serta peningkatan nilai bagi semua pemangku kepentingan.            of energy security and energy equity, particularly for developing
Prinsip keamanan dan keadilan energi, khususnya bagi negara         countries such as Indonesia, serve as an important foundation
berkembang seperti Indonesia, menjadi landasan penting dalam        in capturing opportunities and safeguarding long-term business
menangkap peluang dan menjaga prospek usaha jangka panjang.         prospects.

Untuk mencapai harapan tersebut, maka kami mengajak seluruh         To achieve these aspirations, we invite all stakeholders to
pemangku kepentingan untuk saling mendukung. Apresiasi dan          continue supporting one another. We extend our sincere
terima kasih kami sampaikan atas kolaborasi dan kepercayaan yang    appreciation and gratitude for the collaboration and trust that
terus diberikan kepada ITM selama ini. Kami akan terus melangkah    have been consistently given to ITM. We will continue to move
sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dalam mewujudkan          forward as a responsible company in realizing a sustainable
masa depan yang berkelanjutan dan melaksanakan transformasi         future and in carrying out a consistent and well-measured
yang konsisten dan terukur, serta memberikan dukungan dan           transformation and also provide support and contribution for
kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).         Sustainable Development Goals (SDGs).



                                           Jakarta, 10 Maret 2026 | March 10, 2026
                                    Atas Nama Direksi | On Behalf of the Board of Directors




                                                             Mulianto
                                                          Direktur Utama
                                                         President Director

                                                            Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                    13
Page 14
     Tentang ITM
     dan Laporan
     Keberlanjutan
     About ITM
     and the Sustainability Report




14     Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 15
Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk   15
Page 16
     Sekilas ITM                     [2-1]

     ITM at a Glance




                Nama Perusahaan                                     Tahun Berdiri
                Company Name                                        Establishment

                PT Indo Tambangraya Megah Tbk                       1987




                Bidang Usaha                                        Kantor Pusat
                Line of Business                                    Head Office

                Pertambangan batubara dan penjualan                 Pondok Indah Office Tower 3, Lantai 3
                batubara melalui anak usaha                         Jl. Sultan Iskandar Muda Kav. V-TA,
                Coal mining and sales through                       Pondok Pinang, Jakarta, Indonesia 12310
                subsidiaries                                        Pondok Indah Office Tower 3, 3rd Floor
                                                                    Jl. Sultan Iskandar Muda Kav. V-TA,
                                                                    Pondok Pinang, Jakarta, Indonesia 12310




                Bentuk Legal                                        Landasan Hukum
                Legal Form                                          Legal Basis

                Perusahaan Terbuka                                  Akta Pendirian No. 13 tanggal
                Public Company                                      2 September 1987 oleh Notaris Benny
                                                                    Kristianto S.H., dengan persetujuan
                                                                    No. C2-640.HT.01.01.TH’89 oleh
                                                                    Kementerian Kehakiman Republik
                                                                    Indonesia pada 20 Januari 1989.
                                                                    Deed of Establishment No. 13 dated
                                                                    2 September 1987 by Notary Benny Kristianto
                                                                    S.H., with approval No. C2-640.HT.01.01.
                                                                    TH’89 by Ministry of Justice of Republic of
                                                                    Indonesia on 20 January 1989.




                Tahun Pencatatan                                    Kode Saham
                Stock Listing Year                                  Ticker Code

                2007, pada Bursa Efek Indonesia                     ITMG
                2007, on the Indonesia Stock Exchange


16       Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 17
                                                              Tentang ITM dan Laporan Keberlanjutan
                                                                   About ITM and Sustainability Report




                                             Visi, Misi, dan Nilai
                                                    Perusahaan
                                                Vision, Mission, and Corporate Values




Visi
Vision                                                            Misi
                                                                  Mission
Menjadi perusahaan                       • Menjadi bagian dari pengembangan energi bangsa
                                         • Menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemangku
Indonesia di bidang                        kepentingan melalui pengembangan portofolio
                                           usaha yang sejalan dengan kebutuhan energi
energi yang berintikan                     masa depan
                                         • Mengembangkan nilai-nilai Perusahaan dan
inovasi, teknologi,                        kemampuan organisasi guna mendorong
                                           transformasi usaha dan penciptaan keunggulan
inklusi, dan                               kompetitif
                                         • Menjadi Perusahaan terpercaya dan terkemuka
keberlanjutan                              yang menerapkan cara-cara berkelanjutan dalam
                                           mengelola aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata
                                           Kelola

To become an Indonesian energy           • To become part of the nation’s energy
                                           development
company at the heart of innovation,      • To create sustainable value for all stakeholders by
technology, inclusion,                     developing business portfolio aligned with future
and sustainability                         energy needs
                                         • To foster Corporate values and organizational
                                           capabilities to drive business transformation and
                                           competitive advantages creation
                                         • To be a trusted and leading Company that
                                           practices sustainable ways in managing
                                           Environmental, Social, and Governance aspects




                                 Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                17
Page 18
     Nilai-Nilai Inti Perusahaan
     Corporate Core Values




                                                                  Mengejar                  Gesit dan Siap           Peduli dan                 Mampu Berbuat
                                                                  Kesuksesan                Berubah                  Berbagi                    Lebih
        Berjuang Demi Masa Depan                                  Pursue for                Be Agile and             Care and                   Can Do More
        Striving for the Future                                   Success                   Change                   Share




                                                                       Mendahului                   Belajar Cepat,                       Menciptakan Ide
                                                                       Tren                         Bertindak                            dan Mewujudkannya
        Ide-ide Baru, Solusi-solusi Baru                               Lead the Trend               Learn Fast and                       Ideate and
        New Ideas, New Solutions                                                                    Take Action                          Get Real



                                                                                                      Berpartisipasi
                                                                    Teguh Memegang                    dalam Pembangunan                      Bersinergi dan
        Sukses (Keberhasilan) adalah                                Integritas dan Etika              Berkelanjutan                          Membina Jejaring
        Satu-satunya Pilihan                                        Adhere to Integrity               Engage to Sustainability               Synergize and
        Success is the Only Option                                  and Ethics                        Development                            Network




     Skala Usaha [2-6]
     Business Scale
                               Uraian                                              Satuan
                                                                                                             2025                 2024               2023
                             Description                                            Unit

     Jumlah Pekerja | Total Employees                                  Orang | People                        1,661                2,105              2,265

     Jumlah Penjualan Batubara | Total Sales of Coal                   Juta Ton | Million Tons               24.7                 24.0                20.9

      Jumlah Cakupan Operasi | Total Scope of Operations

     Konsesi Pertambangan | Mining Concession                          Area | Area                            8*                   9                   9

     Fasilitas Pelabuhan | Port Facility                               Pelabuhan | Port                       4                    4                   4

      Produksi dan Cadangan Batubara | Coal Production and Reserves

     Cadangan Batubara1 | Coal Reserves1                               Juta Ton | Million Tons               381.9                354.7              281.2

     Produksi Batubara | Coal Production

     Produksi Tambang | Run of Mine                                                                          21.2                 20.2                16.9
                                                                       Juta Ton | Million Tons
     Produksi Siap Dipasarkan | Finished Coal                                                                21.2                 19.7                17.2

      Neraca | Balance Sheet

     Jumlah Aset | Total Assets                                                                         2,406,063            2,406,544              2,187,847

     Jumlah Liabilitas | Total Liabilities                             Ribu USD | Thousand USD            497,732                472,734            399,307

     Jumlah Ekuitas | Total Equity                                                                       1,908,331           1,933,810             1,788,540

      Keterangan | Note:
      *
        Area konsesi TDM telah diserahterimakan kepada pemerintah bulan Juni 2025.
      *
        The TDM concession area was handed over to the government in June 2025.
      1
       Estimasi Cadangan Berdasarkan Standar Pelaporan Batubara Internasional (JORC Code)
      ¹Estimated Reserves based on International Coal Reporting Standards (JORC Code)




18          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 19
                                                                                                Tentang ITM dan Laporan Keberlanjutan
                                                                                                     About ITM and Sustainability Report




  Tidak ada perubahan kepemilikan saham
  There is no change in share ownership



                   34.86%
                   Masyarakat | Public




                                                       Persentase
                                                       Kepemilikan
                                                        Saham [2-1]
                                                         Shareholder
                                                         Percentage




                                                                                             65.14%
                                                                              Banpu Minerals (Singapore) Pte. Ltd.




Wilayah Kerja dan Entitas Anak                                   Working Areas and Subsidiaries
[2-1, 2-2]                                                       [2-1, 2-2]

Berbasis di Jakarta sebagai kantor pusat dan didukung oleh       Headquartered in Jakarta and supported by a branch office
kantor cabang di Balikpapan, ITM menjalankan seluruh             in Balikpapan, ITM conducts all of its operational activities
kegiatan operasionalnya di wilayah Kalimantan, Indonesia.        in the Kalimantan region of Indonesia. All of the company's
Seluruh aktivitas penambangan perusahaan berfokus di             mining activities are focused domestically, with no operations
dalam negeri tanpa memiliki operasi di luar Indonesia.           outside of Indonesia. Coal mining and distribution activities
Kegiatan penambangan dan distribusi batubara dikelola            are managed in an integrated manner through ITM's
secara terpadu melalui anak perusahaan ITM, yang                 subsidiaries, ensuring that the supply chain runs efficiently
memastikan rantai pasok berjalan efisien dan sesuai dengan       and in accordance with sustainability principles. By 2025,
prinsip keberlanjutan. Hingga 2025, ITM mengoperasikan           ITM operated eight Mining Business Permit Areas (WIUP)
delapan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dengan            with a total area of 83,277 hectares.
total luas mencapai 83.277 hektar.

Rincian lebih lanjut mengenai struktur kepemilikan dan profil    Further details on the ownership structure and subsidiary
anak perusahaan dapat ditemukan pada situs resmi www.            profiles can be found on the official website www.itmg.co.id
itmg.co.id atau melalui Laporan Tahunan ITM 2025.                or in the ITM 2025 Annual Report.




                                                        Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                           19
Page 20
                  PT Indominco Mandiri



                            PT Kitadin



                   PT Kitadin (Embalut)



                  PT Graha Panca Karsa                                                                                                                     Beroperasi
                                                                                                                                 Kalimantan Utara          Operate
                                                                                                                                        North Kalimantan
               PT Trubaindo Coal Mining
                                                                                                                                                           Pascatambang
                                                                                                                                                           Post-mining
            PT Tambang Raya Usaha Tama                                                                                          Kalimantan Timur
                                                                                                                                        East Kalimantan
                                                                                                                                                           Belum Beroperasi
                                                                                                                                                           Not yet Operating
                                                                                                                                                           Pelabuhan Tongkang
                                                                                                 Pascatambang
                                                                                                 Mine Closure
                                                                                                                                                           Barge Port
                                        Kalimantan Barat                                                               Bontang Coal Terminal
                                                                                                                                                           Terminal Batubara
                                                                                      Bunyut
                                           West Kalimantan                             Port
                                                                                                                                                           Coal Terminal
                                                                                                    SAMARINDA
                                                                                                                                                           Pelabuhan Lepas Pantai
                                                                                               Balikpapan
                                                                                                                                                           Anchorage
                                  Kalimantan Tengah                                                             Muara Berau Anchorage

                                        Central Kalimantan

                                                               PALANGKARAYA


                                                                   Kalimantan Selatan
                                                                       South Kalimantan
                                                                               BANJARMASIN

                                                                                     Jorong
                                                                                      Port




            PT Nusa Persada Resources        PT Bharinto Ekatama    PT Jorong Barutama Greston           PT Tepian Indah Sukses




     Pangsa Pasar [2-6]                                                                                         Market Share [2-6]
     Selama 2025, ITM memasarkan batubara ke pasar domestik                                                     During 2025, ITM continued to market coal to domestic and
     maupun internasional dengan jangkauan 12 negara tujuan                                                     international markets, with exports reaching 12 countries.
     ekspor. Total volume penjualan tercatat sekitar 24,7 juta ton,                                             Total sales volume was recorded at around 24.7 million tons,
     atau 93,9% dari target penjualan tahunan. Pendapatan bersih                                                or 93.9% of the annual sales target. The company's net
     perusahaan mencapai USD 1.881 juta, sedangkan laba bersih                                                  revenue reached USD 1,881 million, while net profit fell by
     turun sebesar 48% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi                                                    48% compared to the previous year to USD 195 million. ITM's
     USD 195 juta. Produk batubara ITM memiliki kadar sulfur                                                    coal products have a sulfur content of between 0.1% and
     antara 0,1% hingga 2,0% dengan nilai kalori 3.800–6.500                                                    2.0% with a calorific value of 3,800–6,500 kcal/kg (arb), which
     kcal/kg (arb), yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar                                                     is adjusted to market needs and international customer
     dan standar pelanggan internasional.                                                                       standards.

     ITM juga mengembangkan lini usaha hilir yang berfokus pada                                                 ITM has also developed downstream business lines focusing
     pembangkit listrik dan energi terbarukan melalui anak usaha                                                on power generation and renewable energy through its
     PT ITM Bhinneka Power.                                                                                     subsidiary, PT ITM Bhinneka Power.




20         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 21
                                                                                                      Tentang ITM dan Laporan Keberlanjutan
                                                                                                           About ITM and Sustainability Report




 Pemasaran Produk Batubara ITM
 ITM Coal Marketing Network




                                                                                                                                        Indonesia

                                                                                                                                        Malaysia

                                                                                                                                        Philippines

                                                                                                                                        Vietnam

                                                                                                                                        Thailand

                                                                                                                                        Hong Kong

                                                                                                                                        Taiwan

                                                                                                                                        Japan

                                                                                                                                        China

                                                                                                                                        South Korea

                                                                                                                                        Bangladesh

                                                                                                                                        India




Sepanjang 2025, tidak terdapat laporan atau kasus                    Throughout 2025, there were no reports or cases of non-
ketidakpatuhan terkait penyampaian informasi maupun                  compliance related to product information disclosure or
pelabelan produk, sejalan dengan karakteristik produk                labeling, in line with the characteristics of coal products
batubara yang dipasarkan kepada pengguna industri.                   marketed to industrial users. [417-1, 417-2, 417-3]
[417-1, 417-2, 417-3]


Keanggotaan Asosiasi dan                                             Association Membership and
Inisiatif Eksternal [2-28]                                           External Initiatives [2-28]

  1                             2                                         3                                         4




   Asosiasi Pertambangan         Forum Rehabilitasi Lahan                 Asosiasi Profesi Keselamatan               Ikatan Akuntan
   Indonesia                     Bekas Tambang                            Pertambangan Indonesia                     Indonesia
   Indonesian Mining             Former Mining Land                       Indonesian Mining Safety                   Indonesian Institute of
   Association                   Rehabilitation Forum                     Professional Association                   Accountants
   Anggota | Member              Anggota | Member                         Anggota | Member                           Anggota | Member




  5                             6                                         7                                         8




  Kamar Dagang & Industri        Asosiasi Emiten                          Indonesian Corporate                       Indonesian Corporate
  Indonesia                      Indonesia                                Secretary Association                      Counsel Association
  Indonesian Chamber of          Indonesian Issuers                       Indonesian Corporate                       Indonesian Corporate
  Commerce and Industry          Association                              Secretary Association                      Counsel Association
  Anggota | Member               Anggota | Member                         Anggota | Member                           Anggota | Member




  9                                          10                                       11




  Forum Komunikasi Pengelola                  Asosiasi Pertambangan
  Lingkungan Pertambangan Indonesia           Batubara Indonesia (APBI)                UN Global Compact
  Indonesian Mining Environment               Indonesian Coal Mining                   UN Global Compact
  Management Communication Forum              Association (ICMA)
  Anggota | Member                            Anggota | Member                         Anggota | Participant



                                                            Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                  21
Page 22
     Keandalan Operasi Tambang ITM
     ITM Mine Operational Excellence




     Penerapan Manajemen Mutu                                    Quality Management
                                                                 Implementation
     Penerapan kontrak jangka panjang membantu ITM               The implementation of long-term contracts has helped ITM
     mempertahankan kerja sama dengan pelanggan utama            maintain cooperation with key customers while expanding
     sekaligus memperluas basis pasar melalui penambahan         its market base by adding more than 2 million tons of sales
     lebih dari 2 juta ton volume penjualan dari produk atau     volume from new products or customers. The company's
     pelanggan baru. Keunggulan perusahaan dalam coal blending   excellence in coal blending also provides high flexibility to
     juga memberikan fleksibilitas tinggi untuk menyesuaikan     adjust coal specifications to the needs of various destination
     spesifikasi batubara dengan kebutuhan berbagai negara       countries, thereby maintaining optimal product quality,
     tujuan, sehingga mampu menjaga kualitas, efisiensi, dan     efficiency, and selling value in the global market. Throughout
     nilai jual produk yang optimal di pasar global. Sepanjang   2025, there were no product recalls, reflecting the successful
     2025, tidak terdapat produk yang ditarik kembali,           implementation of full (100%) standardization in terms of
     mencerminkan keberhasilan penerapan standarisasi penuh      quality and safety.
     (100%) pada aspek mutu dan keselamatan.




22        Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 23
                                                                                                                                        Tentang ITM dan Laporan Keberlanjutan
                                                                                                                                             About ITM and Sustainability Report




Sertifikasi
Certifications
                                       Sertifikasi                                                                                 Anak Perusahaan
                                      Certifications                                                                                 Subsidiaries

ISO 9001:2015                                                                                   PT Indominco Mandiri (IMM)
Sistem Manajemen Mutu
                                                                                                PT Trubaindo Coal Mining (TCM)
ISO 9001:2015
Quality Management System                                                                       PT Bharinto Ekatama (BEK)

                                                                                                PT Jorong Barutama Greston (JBG)

ISO 14001:2015                                                                                  PT Indominco Mandiri (IMM)
Sistem Manajemen Lingkungan
                                                                                                PT Trubaindo Coal Mining (TCM)
ISO 14001:2015
Environmental Management System                                                                 PT Bharinto Ekatama (BEK)

                                                                                                PT Jorong Barutama Greston (JBG)

ISO 45001:2018                                                                                  PT Indominco Mandiri (IMM)
Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja
                                                                                                PT Trubaindo Coal Mining (TCM)
ISO 45001:2018
Occupational Health and Safety Management System                                                PT Bharinto Ekatama (BEK)

ISO/IEC 27001:2013
Sistem Manajemen Keamanan Informasi
                                                                                                PT Indo Tambangraya Megah (ITM)
ISO/IEC 27001:2013
Information Security Management System



Pengelolaan Rantai Pasokan [2-6]                                                                   Supply Chain Management [2-6]
Kinerja ITM pada 2025 didukung oleh peran strategis anak                                           ITM's performance in 2025 is supported by the strategic
perusahaan yang mengelola rantai pasokan secara efisien                                            role of its subsidiaries, which manage the supply chain
untuk memenuhi permintaan pasar sesuai spesifikasi dan                                             efficiently to meet market demand in accordance with
jadwal pengiriman yang ditetapkan.                                                                 specification and fixed delivery schedules.

Sepanjang 2025, PT Graha Panca Karsa (GPK) dan PT Tepian                                           Throughout 2025, PT Graha Panca Karsa (GPK) and PT Tepian
Indah Sukses (TIS) melanjutkan operasi komersial yang                                              Indah Sukses (TIS) continued the commercial operations
dimulai pada tahun sebelumnya dan berkontribusi terhadap                                           that had began in the previous year and contributed to an
peningkatan produksi batubara ITM sebesar 12,7% atau                                               increase in ITM's coal production of 12.7% or the equivalent
setara 2,7 juta ton.                                                                               of 2.7 million tons.


 Rantai Pasokan Penghasil Energi Terintegrasi
 Integrated Energy Producer Supply Chain

                    Pertambangan                                                    Layanan Energi                                        Energi Terbarukan dan Lainnya
                        Mining                                                      Energy Services                                         Renewable Energy & Others

 Anak Usaha/ Subsidiaries

 PT Indominco Mandiri                                            PT Tambang Raya Usaha Tama                                      PT ITM Bhinneka Power
 PT Trubaindo Coal Mining                                        PT Energi Batubara Perkasa                                      PT Cahaya Power Indonesia
 PT Bharinto Ekatama                                             PT ITM Indonesia                                                PT ITM Energi Utama
 PT Kitadin                                                      PT Gas Emas                                                     PT IBP Hydro Power
 PT Jorong Barutama Greston                                      PT ITM Batubara Utama                                           PT Centra Multi Suryanesia Aset
 PT Graha Panca Karsa                                            PT Sentral Mutiara Energy
 PT Nusa Persada Resources
 PT Tepian Indah Sukses

 Keterangan | Notes:
 PT ITM Indonesia (ITMI), PT ITM Batubara Utama (IBU), PT ITM Energi Utama (IEU), PT ITM Bhinneka Power (IBP), PT Sentral Mutiara Energy, dan PT Nusa Persada Resources (NPR) belum
 beroperasi dan berproduksi. PT Tambang Raya Usaha Tama (TRUST) beroperasi di dalam WIUP anak perusahaan lainnya.
 PT ITM Indonesia (ITMI), PT ITM Batubara Utama (IBU), PT ITM Energi Utama (IEU), PT ITM Bhinneka Power (IBP), PT Sentral Mutiara Energy, and PT Nusa Persada Resources (NPR) are not yet
 operating and producing. PT Tambang Raya Usaha Tama (TRUST) operates within the WIUP of other subsidiaries.




                                                                                    Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                                23
Page 24
     Fungsi Operasi ITM menerapkan Contractor Management               ITM's Operations function implements a Contractor
     System (CMS) untuk mengevaluasi kinerja dan kepatuhan             Management System (CMS) to conduct comprehensive
     para vendor. Melalui CMS, perusahaan menilai aspek Health,        evaluations of vendor performance and compliance. Through
     Safety & Environment (HSE) yang berpedoman pada regulasi          CMS, the company assesses Health, Safety & Environment
     mandatory dari otoritas terkait, selain meninjau tingkat          (HSE) aspects based on mandatory regulations from relevant
     pencapaian produksi. Sistem ini juga memastikan setiap            authorities, in addition to reviewing production achievement
     kontraktor yang bekerja sama dengan ITM memiliki izin             levels. This system also ensures that every contractor
     operasional yang sesuai dengan lingkup pekerjaannya dan           working with ITM has an operational permit that is appropriate
     masih berlaku. Selain CMS, ITM juga melakukan pemantauan          for the scope of their work and is still valid. In addition to
     penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan               CMS, ITM also monitors the implementation of the Mining
     (SMKP) oleh seluruh kontraktor.                                   Safety Management System (MSMS) by all contractors.



      Jumlah Pemasok dan Nilai Pengadaan Barang dan Jasa [204-1][CSS-12.8.6]
      Number of Suppliers and Procurement Value of Goods and Services

                               Jumlah Vendor dan Kontraktor   Nilai Pengadaan Barang dan Jasa (USD)
                 Kategori                                                                                Persentase Nilai Pengadaan (%)
                                  Number of Vendors and          Value of Procurement of Goods and
                 Category                                                                               Procurement Value Percentage (%)
                                       Contractors                          Services (USD)

      Kalimantan                           472                            122,095,475.40                              90.13

      Nasional
                                            106                            9,543,851.18                                7.05
      National

      Internasional
                                            16                             3,828,670.70                                2.82
      International

      Jumlah | Total                       594                            135,467,997.28                               100




     Sistem Manajemen Aset                                             Asset Management System
     ITM menerapkan sistem manajemen aset terintegrasi di              ITM implements an integrated asset management system
     seluruh unit operasi. Sistem ini dirancang untuk memastikan       across all operating units. This system is designed to ensure
     aset dikelola secara sistematis sepanjang siklus hidupnya,        that assets are managed systematically throughout their life
     sekaligus mendukung efisiensi operasional, keselamatan            cycle, while supporting operational efficiency, work safety, and
     kerja, serta pengendalian dampak lingkungan yang terkait          control of the environmental impact associated with the
     dengan aktivitas operasional perusahaan.                          company's operational activities.

     Pengelolaan aset berada di bawah koordinasi Asset                 Asset management is coordinated by the Asset Management
     Management Department – Corporate Services Division,              Department – Corporate Services Division, in collaboration with
     bekerja sama dengan unit operasi dan fungsi pendukung             operating units and other support functions. This approach
     lainnya. Pendekatan ini memungkinkan penerapan tata kelola        enables the implementation of consistent, transparent asset
     aset yang konsisten, transparan, dan selaras dengan               governance that is aligned with the company's internal policies
     kebijakan internal perusahaan serta ketentuan peraturan           and applicable regulations.
     yang berlaku.

     ITM memiliki kerangka kerja manajemen aset yang                   ITM has a documented asset management framework, covering
     terdokumentasi, mencakup proses pencatatan dan registrasi         asset recording and registration processes, maintenance, asset
     aset, pemeliharaan, audit dan pengendalian aset, pengelolaan      audit and control, inventory and movable asset management,
     persediaan dan aset bergerak, pengendalian konsumsi bahan         fuel consumption control, and asset protection through
     bakar, serta perlindungan aset melalui asuransi. Proses-          insurance. These processes are supported by Maximo, an asset
     proses tersebut didukung oleh sistem informasi manajemen          management information system that serves as the main
     aset (Maximo) yang berfungsi sebagai basis data utama             database to ensure information reliability, transaction traceability,
     untuk memastikan keandalan informasi, keterlacakan                and strengthened internal controls.
     transaksi, dan penguatan pengendalian internal.




24         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 25
                                                                                  Tentang ITM dan Laporan Keberlanjutan
                                                                                       About ITM and Sustainability Report




                             Tentang Laporan Keberlanjutan
                                                                           About the Sustainability Report




Penyusunan Laporan Keberlanjutan ini mengacu pada:         The preparation of this Sustainability Report refers to:
• Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 51/          • Financial Services Authority Regulation (POJK) No. 51/
  POJK.03/2017      tentang     Penerapan      Keuangan      POJK.03/2017       concerning      Implementation      of
  Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten,          Sustainable Finance for Financial Services Institutions,
  dan Perusahaan Publik;                                     Issuers, and Public Companies;
• Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No. 16/      • Financial Services Authority Circular Letter (SEOJK) No.
  POJK.04/2021 bagian Pedoman Teknis Penyusunan              16/POJK.04/2021 section Technical Guidelines for
  Laporan Keberlanjutan bagi Emiten dan Perusahaan           Preparing Sustainability Report for Issuers and Public
  Publik;                                                    Companies;
• Standar Global Reporting Initiative (GRI) 2021, dengan   • 2021 Global Reporting Initiative (GRI) Standards, with
  kesesuaian: in accordance with the GRI Standards;          option: in accordance with the GRI Standards;
• Standar Global Reporting Initiative (GRI) 12: Sektor     • Global Reporting Initiative (GRI) 12 Standard: Coal
  Batubara, dengan kesesuaian berdasarkan topik              Sector, in accordance with material topics.
  material;
• Adopsi awal Standar Keberlanjutan International          • Early adoption of International Financial Reporting
  Financial Reporting Standards (IFRS).                      Standards (IFRS) Sustainability Standards.




                                                   Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                  25
Page 26
     Laporan Keberlanjutan ITM 2025 memuat seluruh data dan             The 2025 ITM Sustainability Report contains all data and
     informasi terkait kinerja lingkungan, sosial, tata kelola, serta   information related to environmental, social, governance, and
     ekonomi yang dicakup selama periode 1 Januari hingga 31            economic performance covered during the period from January
     Desember 2025, dengan lingkup pelaporan yang konsisten             1 to December 31, 2025, with a reporting scope consistent with
     dengan Laporan Keuangan Tahun 2025. Pengungkapan pada              the 2025 Financial Statements. The disclosures in the financial
     laporan keuangan telah diverifikasi oleh Kantor Akuntan            statements have been verified by Tanudiredja, Wibisana, Rintis
     Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, anggota              & Rekan Public Accounting Firm, a member of
     PricewaterhouseCoopers (PwC). Sementara itu, data teknis           PricewaterhouseCoopers (PwC). Meanwhile, technical data
     mencakup aspek energi, emisi, limbah, air, serta kesehatan         covering energy, emissions, waste, water, and occupational
     dan keselamatan kerja, telah diverifikasi oleh Bureau Veritas      health and safety aspects have been verified by Bureau Veritas
     (BV) yang berbasis di Jakarta, Indonesia. Seluruh proses           (BV) based in Jakarta, Indonesia. The entire assurance process
     penjaminan dilakukan oleh pihak ketiga independen yang             was carried out by an independent third party that was
     dipastikan tidak memiliki konflik kepentingan dalam                confirmed to have no conflicts of interest in its implementation
     pelaksanaan maupun penunjukan, dengan persetujuan resmi            or appointment, with the official approval of the ITM Board of
     dari Direksi ITM. [2-3, 2-5]                                       Directors. [2-3, 2-5]

     Laporan ini merupakan lanjutan dari Laporan Keberlanjutan          This report is a continuation of the 2024 Sustainability Report
     Tahun 2024 yang diterbitkan pada 7 Maret 2025. Dalam               published on March 7th, 2025. In the 2025 report, data
     laporan tahun 2025, dilakukan restatement data emisi. Selain       restatement was made on emission. Apart from these changes,
     perubahan tersebut, tidak terdapat pergeseran signifikan           there were no significant changes in the structure of business
     dalam struktur kegiatan bisnis sepanjang tahun pelaporan.          activities throughout the reporting year. [2-4, 2-6]
     [2-4, 2-6]


     Informasi keuangan pada aspek ekonomi bersumber dari               Financial information on economic aspects is sourced from
     laporan keuangan konsolidasi seluruh anak perusahaan,              the consolidated financial statements of all subsidiaries, so
     sehingga entitas yang dilaporkan dalam Laporan                     that the entities reported in this Sustainability Report remain
     Keberlanjutan ini tetap konsisten dengan laporan keuangan          consistent with the financial statements for the same period.
     untuk periode yang sama. Penyusunan laporan juga                   The preparation of the report also takes into account input
     mempertimbangkan masukan dari pemegang saham, baik                 from both majority and minority shareholders as part of ITM's
     mayoritas maupun minoritas, sebagai bagian dari komitmen           commitment to transparency and accountability. [2-2]
     ITM terhadap transparansi dan akuntabilitas. [2-2]



     Tanggapan Umpan Balik                                              Response to Feedback
     ITM menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku                 ITM expresses its appreciation to all stakeholders who have
     kepentingan yang telah memberikan tanggapan dan                    provided feedback and input on the 2024 Sustainability
     masukan terhadap Laporan Keberlanjutan Tahun 2024.                 Report. Most of the input focused on improving ESG
     Sebagian besar masukan berfokus pada peningkatan kinerja           performance and accelerating the business transition to
     LST dan percepatan transisi bisnis menuju energi terbarukan.       renewable energy. Following up on this, ITM presents the
     Menindaklanjuti hal tersebut, ITM menghadirkan Laporan             2025 Sustainability Report with more comprehensive
     Keberlanjutan Tahun 2025 dengan informasi yang lebih               information, covering the strengthening of sustainability
     komprehensif, mencakup penguatan strategi keberlanjutan            strategies and more transparent governance. In addition to
     dan tata kelola yang lebih transparan. Selain memperhatikan        considering the views of stakeholders, the company also
     pandangan pemangku kepentingan, perusahaan juga                    takes into account recommendations from the assuror on
     mempertimbangkan rekomendasi dari pihak assuror atas               the previous year's report as a basis for improving the quality
     laporan tahun sebelumnya sebagai dasar peningkatan                 of disclosure.
     kualitas pengungkapan.




26          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 27
                                                                                                             Tentang ITM dan Laporan Keberlanjutan
                                                                                                                  About ITM and Sustainability Report




 Penentuan Isi Laporan dan Topik Material
 Defining Report Contents and Material Topics

                                                  Alur Penentuan Topik Material
                                               Workflow of Determining Material Topics



   Pemetaan Pemangku
       Kepentingan
   Stakeholders Mapping
                                Pelibatan Pemangku       Analisis Isu            Pemetaan Isu         Analisis Dampak Untuk      Menyusun Topik
                                    Kepentingan        Issue Analysis            Mapping Issues      Pemangku Kepentingan           Material
                              Stakeholder Engagement                                                  dan Hak Asasi Manusia       Draft Material
                                                                                                        Analysis Impact for           Topic
                                                                                                     Stakeholders and Human
   Ekspektasi Perusahaan                                                                                       Rights
           (BoD)
    Company Expectation
           (BoD)                                                                                  No (kembali ke
                                                             Pendekatan Manajemen                 pemetaan isu)               Persetujuan Direksi
                                                               berdasarkan GRI &                  No (back to                 Board of Directors'
                                                                     POJK:                        mapping issues)                  Approval
      Strategi Bisnis                                        Management Approach
     Business Strategy                                        based on GRI & POJK:
                                                                                                                               Membandingkan
                                                                 Target | Target                                                dengan Risiko
                                                               Strategi | Strategy                                               Perusahaan
                                                            Rencana Aksi | Action Plan                                          Compare with
                                                              Kinerja | Performance                                            Company Risks
                                                                                                          Ya | Yes
                                  Pengungkapan                                                                                Pertimbangan Dept.
 Pengawasan dari Dept. SD       Keberlanjutan/LST                                                                                   Terkait
                                                                         ESG                                                     Related Dept.
   Monitoring by SD Dept.       Sustainability/ESG                      Rating
                                    Disclosure                                                                                   Consideration




Keterlibatan Pemangku                                                      Stakeholder Engagement and
Kepentingan dan Pemetaan Topik                                             Material Topic Mapping [3-1, 3-2]
Material [3-1, 3-2]
Penentuan topik material dilakukan melalui kegiatan Survei                 The material topics were determined through a Materiality
Materialitas yang mencakup metode FGD dan wawancara,                       Survey that included focus group discussions and interviews,
baik secara daring maupun tatap muka, di empat lokasi yaitu                both online and face-to-face, in four locations, namely
Jakarta, Samarinda, Bontang, dan Palangkaraya. Kegiatan ini                Jakarta, Samarinda, Bontang, and Palangkaraya. This activity
melibatkan 138 responden dari berbagai kelompok pemangku                   involved 138 respondents from various strategic stakeholder
kepentingan strategis, seperti karyawan, investor, lembaga                 groups, such as employees, investors, financial institutions,
keuangan, pelanggan, pemerintah, kontraktor/vendor, media,                 customers, government, contractors/vendors, media,
masyarakat, LSM, akademisi, dan asosiasi. ITM memperoleh                   community, NGOs, academics, and associations. ITM gained
pemahaman lebih mendalam mengenai isu-isu keberlanjutan                    a deeper understanding of relevant sustainability issues and
yang relevan serta mengidentifikasi dampak positif maupun                  identified the positive and negative impacts of operational
negatif dari kegiatan operasional yang dirasakan oleh para                 activities as perceived by stakeholders, which formed the
pemangku kepentingan, yang menjadi dasar dalam penetapan                   basis for determining the company's material topic priorities.
prioritas topik material perusahaan.

ITM menetapkan 18 topik material yang mencerminkan prioritas               ITM has identified 18 material topics that reflect the collective
kolektif para pemangku kepentingan. Tidak terdapat perubahan               priorities of stakeholders. There were no changes to the
topik material dari tahun sebelumnya karena masih dinilai                  material topics from the previous year as they were still
relevan dengan konteks bisnis dan tantangan keberlanjutan                  considered relevant to ITM's business context and
ITM. Salah satu penyempurnaan dilakukan pada topik Etika                   sustainability challenges. However, a change was made to
Bisnis dengan menambahkan aspek transparansi, sebagai                      the topic of Business Ethics by adding the aspect of
respons terhadap masukan pemangku kepentingan terkait                      transparency, in response to stakeholder feedback regarding
transparansi dan konsistensi pengungkapan informasi publik.                transparency and consistency in public information
Dengan demikian, topik tersebut kini diadopsi dengan nama                  disclosure. Thus, the topic has now been changed to
baru, yaitu “Etika Bisnis dan Transparansi”. [2-14]                        “Business Ethics and Transparency”. [2-14]

Untuk memastikan fokus strategis dan efektivitas implementasi,             To ensure strategic focus and effective implementation,
ITM mengidentifikasi 8 topik material utama berdasarkan                    ITM has identified 8 main material topics based on their level
tingkat pengaruhnya terhadap pemangku kepentingan serta                    of influence on stakeholders and the significance of their
signifikansi dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial yang                   economic, environmental, and social impacts. Nevertheless,
ditimbulkan. Namun demikian, informasi yang disampaikan                    the information presented in this Report covers all 18 material
dalam Laporan ini mencakup keseluruhan 18 topik material.                  topics.

                                                             Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                   27
Page 28
         Topik Material Utama 2025                                            Isu Utama                                 Pemangku Kepentingan
          Main Material Topic 2025                                            Key Issues                                    Stakeholders

     Pengendalian Emisi                     •   Reduksi emisi                                                           •   Investor
     Emissions Control                      •   Dekarbonisasi                                                           •   Pemerintah
                                            •   Perubahan iklim                                                         •   Bank
                                            •   Pemantauan emisi GRK dan non-GRK                                        •   Kontraktor
                                            •   Kredit carbon                                                           •   Vendor
                                            •   Emissions reduction                                                     •   Asosiasi
                                            •   Decarbonization                                                         •   Investors
                                            •   Climate change                                                          •   Government
                                            •   Monitoring of GHG and non-GHG emissions                                 •   Banks
                                            •   Carbon credits                                                          •   Contractors
                                                                                                                        •   Vendor
                                                                                                                        •   Association



     Pascatambang                           •   Pemanfaatan void pascatambang                                           •   Pemerintah
     Post-mining                            •   Pembinaan masyarakat pascatambang                                       •   Akademisi dan LSM
                                            •   Capaian reklamasi                                                       •   Media
                                            •   Utilization of post-mining voids                                        •   Asosiasi
                                            •   Post-mining community development                                       •   Government
                                            •   Reclamation achievements                                                •   Academics and NGOs
                                                                                                                        •   Media
                                                                                                                        •   Associations



     Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)   •   Kelayakan alat tambang                                                  •   Pemerintah
     Occupational Health and Safety (OHS)   •   Implementasi sistem K3                                                  •   Vendor
                                            •   Ketersediaan ahli K3 lingkungan kerja dan petugas P3K tersertifikasi    •   Kontraktor
                                            •   Suitability of mining equipment                                         •   Karyawan
                                            •   Implementation of the OSH system                                        •   Government
                                            •   Availability of certified OSH experts and first aid officers            •   Vendor
                                                                                                                        •   Contractor
                                                                                                                        •   Employees



     Ketenagakerjaan                        •   Pelatihan pengembangan tenaga kerja                                     •   Pemerintah
     Employment                             •   Peningkatan kompetensi dan karier                                       •   Karyawan
                                            •   Penyerapan tenaga kerja lokal                                           •   Kontraktor
                                            •   Workforce development training                                          •   Government
                                            •   Competency and career development                                       •   Employees
                                            •   Local labor absorption                                                  •   Contractors


     Pengembangan dan Pemberdayaan          •   Penyerapan tenaga kerja lokal                                           •   Pemerintah
     Masyarakat Lokal                       •   Integrasi Program PPM dengan program Pemerintah                         •   Masyarakat
     Local Community Development and        •   Pemberdayaan masyarakat pascatambang                                    •   Media
     Empowerment                            •   Pendampingan program pemberdayaan masyarakat                            •   Akademisi dan LSM
                                            •   Perbaikan sarana infrastruktur masyarakat                               •   Vendor
                                            •   Dukungan program pendidikan dan pelatihan                               •   Media
                                            •   Kondisi sosial masyarakat lokal                                         •   Government
                                            •   Local labor absorption                                                  •   Community
                                            •   Integration of PPM Programs with Government Programs                    •   Media
                                            •   Empowerment of post-mining communities                                  •   Academics and NGOs
                                            •   Assistance for community empowerment programs                           •   Vendors
                                            •   Improvement of community infrastructure facilities                      •   Media
                                            •   Support for education and training programs
                                            •   Local community social conditions



     Manajemen Rantai Pasok                 •   Efisiensi proses kontrak                                                •   Vendor
     Supply Chain Management                •   Keandalan waktu pengiriman                                              •   Pelanggan
                                            •   Intensitas sosialisasi keberlanjutan dan kebijakan perusahaan           •   Vendor
                                            •   Contract process efficiency                                             •   Customers
                                            •   Delivery time reliability
                                            •   Intensity of sustainability and company policy dissemination


     Etika Bisnis dan Transparansi          •   Pelibatan media secara langsung                                         •   Media
     Business Ethics and Transparency       •   Direct media involvement                                                •   Media


     Perizinan dan Kepatuhan                •   Kepatuhan pada regulasi perizinan dan pelaporan pada Pemerintah         •   Pemerintah
     Licensing and Compliance               •   Compliance with licensing regulations and reporting to the Government   •   Investor
                                                                                                                        •   Government
                                                                                                                        •   Investors




28        Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 29
                                                                                                                                                                                Tentang ITM dan Laporan Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                     About ITM and Sustainability Report




                   Matriks Materialitas
                   Materiality Matrix
                                                                                                                                                                                           Pengendalian Emisi
                                                                                                                                                                                           Emission Control
                                                                                                                                                                                           Ketenagakerjaan
                                                                  5.00                                                                                                                     Employmenat
                                                                                                                                                                                           Pengembangan dan Pemberdayaan
                                                                                                                                                                                           Masyarakat Lokal
                                                                                                                                                                                           Local Community Development
                                                                                                                                                                                           and Empowerment
                                                                                                                                                                                           Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
                                                                                                                                                                                           Occupational Health and Safety
                                                                                                                                                                                           Perizinan dan Kepatuhan
Pengaruh terhadap Penilaian Keputusan Pemangku Kepentingan




                                                                  4.00                                                                                                                     Licensing and Compliance
                                                                                                                                                                                           Pascatambang
                                                                                                                                                                                           Post-mining
       Influence on Stakehokder Decision Assessments




                                                                                                                                                                                           Manajemen Rantai Pasok
                                                                                                                                                                                           Supply Chain Management
                                                                                                                                                                                           Etika Bisnis dan Transparansi
                                                                                                                                                                                           Business Ethics and Transparency
                                                                  3.00
                                                                                                                                                                      Pengelolaan Energi
                                                                                                                                                                      Energy Management
                                                                                                                                                                      Pengelolaan Limbah dan Tailing
                                                                                                                                                                      Waste and Tailing Management
                                                                                                                                                                      Keanekaragaman Hayati
                                                                                                                                                                      Biodiversity
                                                                  2.00                                                                                                Pengelolaan Air dan Efluen
                                                                                                                                                                      Water and Effluent Management
                                                                                                                                                                      Hak Asasi Manusia
                                                                                                                                                                      Human Rights
                                                                                                                                                                      Kinerja Ekonomi
                                                                                                                                                                      Economic Impacts
                                                                                                                                                                      Produk dan Layanan Pelanggan
                                                                  1.00                                                                                                Products and Customer Services
                                                                                                                                                                      Inovasi dan Bisnis Berkelanjutan
                                                                                                                                                                      Innovation and Sustainable Business
                                                                                                                                                                      Digitalisasi dan Teknologi
                                                                                                                                                                      Digitalization and Technology
                                                                                                                                                                      Proses dan Standar
                                                                                                                                                                      Processes and Standards
                                                                  0.00

                                                                         0.00            1.00                2.00                    3.00                    4.00               5.00

                                                                                                         Signifikansi Dampak Ekonomi, Lingkungan, dan Sosial
      Keterangan | Notes                                                                              Significance of Economic, Environmental, and Social Impacts
                                                               Topik Material Utama
                                                               Main Material Topics
                                                               Topik Material
                                                               Material Topics
                                                               Topik Relevan Lainnya
                                                               Other Relevant Topics



Pendekatan Manajemen terhadap                                                                                                                  Management Approach for
Topik Material [3-3]                                                                                                                           Material Topics [3-3]

                                                             Topik Material Pengendalian Emisi
                                                             Material Topic Emission Control

                   Strategi                                                                                                                   Strategy
                   1.                                        Pembelian REC untuk emisi GRK cakupan 2 dari penggunaan listrik                  1.   Purchase of Renewable Energy Certificates (RECs) for scope 2 GHG
                                                             PLN di site IMM.                                                                      emission of PLN electricity usage at the IMM site.
                   2.                                        Reaktivasi pengoperasian PLTS IMM.                                               2.   Reactivate the operation of the IMM solar power plant.
                   3.                                        Studi penggunaan 1 DE (Diesel Electric) Tugboat untuk rantai nilai               3.   Study the use of 1 DE (Diesel Electric) Tugboat for the coal
                                                             pengangkutan Batubara melalui perairan.                                               transportation value chain through water.
                   4.                                        Perluasan perhitungan cakupan emisi GRK (Limbah dan AFOLU).                      4.   Expand the scope of GHG calculations (Waste and AFOLU).
                   5.                                        Melakukan studi Tier 2 dan 3 emisi fugitif (Metan Tambang Batubara).             5.   Conduct a Tier 2 and 3 study of fugitive emissions (Coal Mine Methane).
                   6.                                        Melakukan pembaharuan regulasi terkait dengan perubahan iklim dan                6.   Update regulations related to climate change and capacity building.
                                                             pengembangan kapasitas hutan.

                   Capaian 2025                                                                                                               2025 Achievement
                   1.                                        Menyelesaikan strategi dan peta jalan dekarbonisasi iklim 2026- 2030.            1.   Finalizing the 2026-2030 climate decarbonization strategy and
                                                                                                                                                   roadmap.
                   2.                                        Pembelian sertifikat SDE terbarukan.                                             2.   Purchasing renewable SDE certificates.
                   3.                                        Melanjutkan uji coba penerapan truk listrik.                                     3.   Continuing trials of electric trucks.
                   4.                                        Mendorong upaya efisiensi pada proses pengapalan (barging) produk.               4.   Promoting efficiency efforts in the shipping (barging) of products.
                   5.                                        Melakukan kajian ekonomi dan kelayakan inisiatif pengurangan GRK.                5.   Conducting economic and feasibility studies of GHG reduction
                                                                                                                                                   initiatives.
                   6. Mengajukan akuisisi lahan-lahan hutan yang memiliki potensi sebagai                                                     6.   Proposing the acquisition of forest land that has the potential to offset
                      perimbangan emisi melalui potensi nilai serapan karbon.                                                                      emissions through its carbon sequestration potential.

                   Target Selanjutnya                                                                                                         Next Target
                   1. Pengurangan emisi GRK di tahun 2026 (-6% dari tahun dasar 2023).                                                        1. Reduction of GHG emissions in 2026 (-6% from the 2023 base year).
                   2. Mengimplementasikan inisiatif efisiensi energi sebagai bagian dari                                                      2. Implement energy efficiency initiatives as part of the operational
                      program keunggulan operasi.                                                                                                excellence program.
                   3. Mengimplementasikan pembelian REC (Renewable Energy Certificate).                                                       3. Implement the purchase of RECs.



                                                                                                                                Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                          29
Page 30
          Topik Material Pascatambang
          Material Topic Post-mining

     Strategi                                                                Strategy
     1. Menerapkan perencanaan pascatambang terintegrasi sesuai Studi        1. Implement integrated mine closure planning in line with the Feasibility
        Kelayakan dan Izin Lingkungan.                                          Study and Environmental Permit.
     2. Reklamasi hutan sebagai prioritas utama.                             2. Forest reclamation as main priorities.
     3. Memperbarui Rencana Pascatambang secara berkala dengan               3. Periodically update the Mine Closure Plan by involving communities
        melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan guna memastikan          and stakeholders to ensure alignment and effectiveness of social
        keselarasan dan efektivitas program transisi sosial.                    transition programs.

     Capaian 2025                                                            2025 Achievement
     1. Kegiatan pascatambang PT Kitadin Embalut sepanjang 2025 telah        1. PT Kitadin Embalut's post-mining activities throughout 2025 have
        mencapai 91,4%.                                                         reached 91.4%.
     2. Telah dilakukan kegiatan reklamasi (103%) dan penutupan void (94%)   2. Reclamation activities (103%) and void closure (94%) have been
        sepanjang tahun 2025 di seluruh anak usaha ITM.                         carried out throughout 2025 in all subsidiaries of ITM.
     3. Dokumen Rencana Pascatambang PT Indominco Mandiri telah              3. The Post-mining Plan document of PT Indominco Mandiri has been
        disetujui oleh Pemerintah Republik Indonesia.                           approved by the Government of the Republic of Indonesia.

     Target Selanjutnya                                                      Next Target
     1. Pelaksanaan Rencana Pascatambang 98% pada tahun 2026 di site         1. Implementation of the Post-mining Plan reaches 98% in 2026 at the
        Kitadin Embalut.                                                        Kitadin Embalut site.
     2. Evaluasi pelaksanaan Pascatambang mencapai 100% sesuai dokumen       2. Evaluation of the Post-mining implementation achieves 100%
        Rencana Pascatambang.                                                   compliance with the approved Post-mining Plan document.



          Topik Material Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
          Material Topic Occupational Health and Safety (OHS)

     Strategi                                                                Strategy
     1. Penguatan Transformasi Keselamatan Pertambangan menuju               1. Strengthen Mining Safety Transformation towards resilient safety
        terbangunnya budaya keselamatan tangguh.                                culture.
     2. Mengembangkan dan menetapkan standar K3L untuk bisnis baru.          2. Developing and establishing HSE standards for new business ventures.
     3. Mengelola kesehatan kerja untuk mendukung kelayakan kerja.           3. Managing occupational health to support fitness for work.
     4. Mengembangkan Prediksi dan Analitik BIG Data.                        4. Develop BIG Data Predictive Safety and Analytic

     Capaian 2025                                                            2025 Achievement
     1. Peningkatan implementasi SMKP di semua lokasi tambang.               1. Improving the implementation of MSMS at all mining locations.
     2. Tersusunnya Peta Jalan Transformasi Keselamatan Pertambangan.        2. Developing a Mining Safety Transformation Road Map.
     3. Peningkatan Kesadaran Keselamatan melalui program kampanye           3. Increasing Safety Awareness through the Safety (Healthy, Compliant,
        Keselamatan (Sehat, Taat, dan Selamat).                                 and Safe) campaign program.
     4. Peningkatan angka pelaporan Bahaya dan SHEAP.                        4. Increasing the number of Hazard and SHEAP reports.

     Target Selanjutnya                                                      Next Target
     1. Implementasi Peta Jalan Keselamatan Pertambangan dengan fokus        1. Implementation of the Mining Safety Roadmap, focusing on 16
        pada 16 inisiatif.                                                      initiatives.
     2. Penerapan SMKP : 70%.                                                2. Implementation of MSMS: 70%.
     3. Tingkat Penerapan Keselamatan Pertambangan di tingkat terencana.     3. Level of Mining Safety Implementation at the planned level.
     4. Perbaikan Standar Kelayakan Kerja.                                   4. Improvement of Fit to Work Standards.




30         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 31
                                                                                                           Tentang ITM dan Laporan Keberlanjutan
                                                                                                                About ITM and Sustainability Report




     Topik Material Ketenagakerjaan
     Material Topic Employment

Strategi                                                                   Strategy
1. ITM dan lima anak usaha yang memiliki Serikat Pekerja aktif, secara     1. ITM and five subsidiaries with active Labor Unions regularly renew their
   rutin melakukan pembaharuan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan             Collective Labor Agreements (CLA), while five subsidiaries without
   lima anak usaha yang tidak memiliki Serikat Pekerja Aktif secara           active Labor Unions regularly update their Company Regulations (CR)
   rutin melakukan pembaharuan Peraturan Perusahaan (PP) untuk                to ensure fair protection for all employees.
   memastikan perlindungan yang adil bagi seluruh Karyawan.                2. ITM conduct regular Industrial Relations forums with labor unions/
2. ITM menyelenggarakan forum Hubungan Industrial bersama Serikat             employee representatives.
   Pekerja/perwakilan karyawan.
3. Perusahaan mematuhi regulasi ketenagakerjaan, termasuk pemberian        3. The Company fully complies with labor regulations, including the
   benefit dan remunerasi berbasis meritokrasi.                               provision of benefits and merit-based remuneration.

Capaian 2025                                                               2025 Achievement
1. Pada tahun 2025 diperbaharui 2 PKB dan 4 PP serta perpanjangan 1        1. In 2025, 2 CLAs and 4 CRs were renewed and 1 CLA was extended,
   PKB, yaitu:                                                                namely:
   a. PKB PT JBG, PT TRUST periode 2025-2027.                                 a. CLA of PT JBG, PT TRUST for the period 2025-2027.
   b. PP PT KITADIN, PT ITM, PT NPR dan PT TIS periode 2025-2027.             b. CR of PT KITADIN, PT ITM, PT NPR and PT TIS for the period 2025-2027.
   c. PKB PT IMM periode 2025-2026.                                           c. CLA of PT IMM for the period 2025-2026.
2. Pembaharuan LKS Bipartit PT IMM dan PT BEK.                             2. Renewal of the Bipartite LKS of PT IMM and PT BEK.



Target Selanjutnya                                                         Next Target
1. Pada tahun 2026 akan diperbaharui 3 PKB dan 1 PP yaitu :                1. In 2026, 3 CLA and 1 CRs will be renewed, namely:
   a. PKB PT TCM, PT BEK dan PT IMM periode 2026-2028.                        a. CLA PT TCM, PT BEK and PT IMM for the period 2026-2028.
   b. PP PT GPK periode 2026-2028.                                            b. CR PT GPK for the period 2026-2028.
2. Pembaharuan Lembaga Kerja sama (LKS) Bipartit PT JBG, PT TRUST          2. Renewal of the Bipartite Collective Labor Agreements (LKS) for PT
   dan PT TCM.                                                                JBG, PT TRUST, and PT TCM.




     Topik Material Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal
     Material Topic Local Community Development and Empowerment

Strategi                                                                   Strategy
1. Peningkatan efektivitas perencanaan & pelaksanaan program               1.   Improving the effectiveness of planning and implementation of
   Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat secara terpadu.                     integrated Community Development and Empowerment programs.
2. Penguatan sinergi dan kemitraan pengelolaan program                     2.   Strengthening synergy and partnerships in managing Community
   Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat.                                    Development and Empowerment programs.
3. Pengukuran kinerja program dan penilaian dampak program                 3.   Measuring program performance and assessing the impact of
   pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.                                    community development and empowerment programs.
4. Pemantapan pembinaan hubungan pemangku kepentingan dan                  4.   Strengthening stakeholder relationships and corporate reputation
   reputasi perusahaan melalui rekognisi program PPM melalui sinergi            through recognition of the Community Empowerment Program (PPM)
   rekognisi kontribusi program pengembangan & pembinaan.                       through synergy and recognition of contributions to the development
                                                                                & training program.
5. Pengembangan inisiatif integrasi potensi bisnis komunitas yang          5.   Developing initiatives to integrate relevant community business
   relevan dengan Sustainable Suppy Chain.                                      potential with the Sustainable Supply Chain.


Capaian 2025                                                               2025 Achievement
1.   Implementasi digitalisasi pengelolaan PPM melalui 212 kegiatan di     1. Implementation of digitalization in PPM management through 212
     seluruh site, penguatan sistem pemantauan dan evaluasi, serta            activities across all sites, strengthening the monitoring and evaluation
     pengembangan pengukuran kematangan program unggulan.                     system, and developing a maturity measurement framework for
                                                                              flagship programs.
2. Evaluasi menunjukkan kinerja dan dampak program yang positif.           2. The evaluation indicates positive performance and impacts of the
   Penilaian 9 program melalui IKM menunjukkan tingkat kepuasan               programs. The assessment of 9 programs through the CSI shows
   penerima manfaat umumnya pada kategori baik (memuaskan).                   that the level of beneficiary satisfaction generally falls within the good
   Evaluasi 7 program melalui SROI juga menunjukkan nilai manfaat             (satisfactory) category. The evaluation of seven programs using the
   sosial yang optimal, terutama pada dimensi well-being dan sosial yang      SROI approach also demonstrates optimal social value, particularly
   selaras dengan kerangka Sustainability Compass di site IMM, TCM,           in the well-being and social dimensions, which are aligned with the
   JBG, dan EMB. Selain itu, Sustainable Livelihood Impact Assessment         Sustainability Compass framework at the IMM, TCM, JBG, and EMB
   (SLIA) pada 6 program di JBG, EMB, dan IMM menunjukkan adanya              sites. In addition, the Sustainable Livelihood Impact Assessment (SLIA)
   peningkatan aset penghidupan penerima manfaat yang cukup                   conducted for 6 programs at JBG, EMB, and IMM indicates a significant
   signifikan dibandingkan sebelum mengikuti program.                         improvement in beneficiaries’ livelihood assets compared to the period
                                                                              prior to their participation in the programs.
3. Perolehan berbagai penghargaan, termasuk PPM Terinovatif (Subroto       3. Receiving multiple awards, including the Most Innovative CDE
   Award – Kementerian ESDM), apresiasi PROKLIM dari Kementerian              Program (Subroto Award – Ministry of Energy and Mineral Resources),
   Lingkungan, serta sejumlah penghargaan ISDA 2025 dan CFCD atas             recognition under PROKLIM by the Ministry of Environment, as well as
   program pemberdayaan ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya.               several ISDA 2025 and CFCD awards for economic, environmental, and
                                                                              socio-cultural empowerment programs.

Target Selanjutnya                                                         Next Target
1. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dengan range skor 76,61 - 88,30.       1. Community Satisfaction Index (CSI) with a score range of 76.61–88.30.
2. Evaluasi Social Return on Investment (SROI) untuk 10 program unggulan   2. Evaluation of the Social Return on Investment (SROI) for 10 flagship
   pemberdayaan masyarakat dengan hasil rasio minimum 1:1.                    community empowerment programs, achieving a minimum ratio of 1:1.




                                                                    Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                               31
Page 32
          Topik Material Manajemen Rantai Pasok
          Material Topic Supply Chain Management

     Strategi                                                                    Strategy
     1. Meningkatkan keselamatan operasi dari pengelolaan kontraktor.            1. Improve safety operational of contractor management.
     2. Meningkatkan standarisasi dan kualifikasi kontraktor.                    2. Enhance contractor standardization and qualification.
     3. Memperbaiki pemilihan dan kualifikasi kontraktor.                        3. Improve contractor selection and qualification.

     Capaian 2025                                                                2025 Achievement
     1. Mempertahankan persentase pemasok lokal di kisaran yang sama             1.   Maintain the percentage of local suppliers at the same level as in 2024.
        dengan 2024.
     2. Meningkatkan kualitas performa pemasok lokal.                            2. Improve the performance quality of local suppliers.
     3. Mengintegrasikan hasil CMS HSE ke dalam evaluasi unjuk kinerja CMS.      3. Integrate CMS HSE results into CMS performance evaluations.

     Target Selanjutnya                                                          Next Target
     1. Pengimplementasian manajemen kontraktor melalui pengawasan               1. Implementation of contractor management through routine (weekly)
        secara rutin setiap minggu.                                                 supervision.
     2. 100% kontraktor inti dievaluasi menggunakan kriteria standar ITM         2. 100% of core contractors evaluated using ITM standard criteria
        setiap kuartal.                                                             quarterly.
     3. 100% kontraktor yang melakukan pelanggaran menerima konsekuensi          3. 100% of contractors with violations receive consequences as per
        sesuai kontrak.                                                             contract.
     4. 100% kontraktor baru lulus pra-kualifikasi sebelum beroperasi.           4. 100% of new contractors pass pre-qualification prior to operations.


          Topik Material Etika Bisnis dan Transparansi
          Material Topic Business Ethics and Transparency

     Strategi                                                                    Strategy
     1.   Kepatuhan pasar modal yang proaktif.                                   1.   Proactive capital market compliance.
     2.   Membangun budaya kepemimpinan tata kelola.                             2.   Embedding a culture of governance leadership.
     3.   Menciptakan nilai bersama melalui komunikasi yang efektif.             3.   Creating shared value through effective communication.
     4.   Membangun tata kelola terintegrasi.                                    4.   Establishing integrated governance.
     5.   Membangun budaya kesadaran etika.                                      5.   Building an ethical awareness culture.

     Capaian 2025                                                                2025 Achievement
     1. Kepatuhan 100% terhadap peraturan pasar modal.                           1. 100% compliance with capital market regulations.
     2. Skor ACGS pada level Leadership.                                         2. ACGS score at the Leadership level.
     3. Pembentukan Komite Sustainable Development and Governance pada           3. Establishment of a Sustainable Development and Governance
        level komisaris untuk pengawasan yang lebih fokus dengan adanya             Committee at the commissioner level for more focused supervision
        expert independent member.                                                  with the addition of independent expert members.
     4. Peluncuran WhatsApp ITM Governance Channel yang dapat                    4. Launch of the ITM Governance WhatsApp Channel, which can reach
        menjangkau seluruh karyawan.                                                all employees.
     5. Integrasi grievance mechanism dan whistleblowing dalam platform          5. Integration of the grievance mechanism and whistleblowing system
        voisitmg.com                                                                into the voisitmg.com platform.
     6. Telah dilakukan satu kali microlearning anti-korupsi dengan persentase   6. One anti-corruption microlearning session was conducted, with a
        partisipasi sebanyak 17% karyawan ITM dan anak usaha. Tingkat               participation rate of 17% of ITM employees and its subsidiaries. The
        pemahaman dari peserta akan materi sebesar 68%.                             participants’ level of understanding of the material reached 68%.

     Target Selanjutnya                                                          Next Target
     1.   Pembaruan CG Tools (TC): Target penyelesaian 100% pada tahun 2026.     1.   Revamp of CG Tools (TC): 100% completion targeted in 2026.
     2.   Survey pemahaman atas aspek-aspek GCG :70% tingkat pemahaman.          2.   Survey on Understanding of GCG Aspects: 70% comprehension rate.
     3.   Program Pembelajaran Mikro: Tingkat partisipasi karyawan 25%.          3.   Microlearning Program: 25% employee participation rate.
     4.   Sosialisasi GCG: 25% Mitra Bisnis.                                     4.   GCG Socialization: 25% coverage of Business Partners.




32         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 33
                                                                                                                 Tentang ITM dan Laporan Keberlanjutan
                                                                                                                      About ITM and Sustainability Report




     Topik Material Perizinan dan Kepatuhan
     Material Topic Licensing and Compliance

Strategi                                                                        Strategy
1.   Meninjau dan mengevaluasi tata kelola kepatuhan (Kerangka Kerja,           1.   Review and Evaluate Compliance governance (Framework, Manual,
     Pedoman, Prosedur).                                                             Procedure).
2.   Memperkuat ketertiban izin dan kepatuhan melalui pembaruan                 2.   Strengthen permit and compliance assurance through regulation
     peraturan, pemantauan kewajiban, evaluasi risiko, aplikasi dan sarana           updates, obligation monitoring, risk evaluation, digital application
     digital, serta pelaporan rutin kepada pemangku kepentingan terkait              and tools, and regular reporting to relevant stakeholders to ensure
     untuk memastikan kesesuaian dengan peraturan dan pengawasan                     regulatory adherence and comprehensive oversight.
     yang menyeluruh.


Capaian 2025                                                                    2025 Achievement
1.   Sosialisasi & Implementasi Sistem Kepatuhan                                1.   Compliance System Dissemination & Implementation
     a. Sosialisasi sistem monitoring pelaporan ke 9 entitas operasional             a. Dissemination of the reporting monitoring system across 9
         dan pemetaan kewajiban utama berbasis COL.                                      operational entities and mapping of key obligations based on COL.
     b. Implementasi sistem pelaporan otomatis di seluruh unit bisnis                b. Implementation of an automated reporting system across all coal
         batubara.                                                                       business units.
2.   Peningkatan Manajemen Kepatuhan                                            2.   Enhancement of Compliance Management
     a. Penguatan proses identifikasi hingga evaluasi kepatuhan dengan               a. Strengthened identification, analysis, monitoring, and evaluation
         target 100% untuk perizinan utama dan ≥75% untuk kewajiban                      processes, targeting 100% compliance for key licenses and ≥75%
         teknis/pendukung pada 2025.                                                     for technical/supporting obligations in 2025.
     b. Mitigasi risiko melalui pelatihan dan monitoring berkala,                    b. Risk mitigation through regular training and monitoring, including
         termasuk 12 laporan kepatuhan tahunan serta laporan triwulanan                  12 annual compliance reports and quarterly reporting to the BoD,
         kepada BoD, SDGNCC, dan Banpu.                                                  SDGNCC, and Banpu.
3.   Penguatan Komunikasi & Kolaborasi                                          3.   Strengthening Communication & Collaboration
     a. Kolaborasi lintas fungsi (HSE, Legal, ER, dll.) melalui 12 sesi              a. Cross-functional collaboration (HSE, Legal, External Relations, etc.)
         komunikasi kepatuhan.                                                           through 12 compliance communication sessions.
     b. Pelaksanaan workshop kepatuhan (min. 2 di site dan total 6                   b. Conducted compliance workshops (at least 2 at site level and 6 in
         dalam setahun) untuk membahas isu dan regulasi baru.                            total annually) to address issues and new regulations.




Target Selanjutnya                                                              Next Target
1.   Sosialisasi & Implementasi                                                 1. Socialization & Implementation
     • Sosialisasi sistem monitoring kepatuhan ke 9 entitas operasional            • Socialization of the compliance monitoring system across 9
        berbasis COL dan kewajiban utama.                                             operational entities based on COL and key compliance obligations.
     • Penguatan tata kelola melalui perencanaan tahunan, pemantauan               • Strengthening governance through structured annual planning,
        regulasi, integrasi digital (E-PLIS dan aplikasi regulasi), pelaporan         continuous regulatory monitoring, digital integration (E-PLIS and
        proaktif, dan penyelarasan dengan Banpu.                                      regulatory monitoring applications), proactive reporting, and
                                                                                      alignment with Banpu.
2. Peningkatan Manajemen Kepatuhan                                              2. Enhancement of Compliance Management
   • Penguatan proses identifikasi hingga evaluasi kepatuhan atas                  • Strengthening identification, monitoring, and evaluation processes
      perizinan dan kewajiban utama/teknis melalui pengawasan                         for licenses and key/technical obligations through structured
      terstruktur dan perbaikan berkelanjutan.                                        oversight and continuous improvement.
   • Mitigasi risiko melalui pelatihan dan monitoring evaluasi berkala,            • Risk mitigation through regular training and monitoring
      termasuk pelaporan rutin.                                                       evaluations, including periodic reporting.
3. Komunikasi & Kolaborasi                                                      3. Communication & Collaboration
   • Kolaborasi lintas fungsi (HSE, Legal, ER, Operation, dll.).                   • Cross-functional collaboration (HSE, Legal, External Relations,
   • Workshop kepatuhan rutin tiap semester, online dan offline, untuk                Operations, etc.).
      membahas isu dan solusi.                                                     • Regular semi-annual compliance workshops, conducted both
                                                                                      online and offline, to address challenges and solutions.



     Topik Material Pengelolaan Energi
     Material Topic Energy Management

Strategi                                                                        Strategy
1. Melakukan identifikasi area-area potensi untuk penghematan energi.           1. Identify potential areas for energy savings.
2. Menyusun inisiatif-inisiatif penghematan energi sebagai bagian dari          2. Develop energy saving initiatives as part of PROPER valuation.
   valuasi PROPER.
3. Mengadakan capacity building.                                                3. Conduct capacity building.



Capaian 2025                                                                    2025 Achievement
1. Menyelesaikan strategi dan peta jalan pengelolaan energi tahun 2026-         1.   Finalize the energy management strategy and roadmap for 2026-2030.
   2030.
2. Peningkatan efisiensi sarana produksi dan perkapalan (barging).              2. Improve the efficiency of production and shipping facilities (barging).
3. Meningkatkan energi efisiensi melalui operational excellence.                3. Improve energy efficiency through operational excellence.



Target Selanjutnya                                                              Next Target
1. Penghematan energi di area operasi dan pelabuhan.                            1. Energy saving in operational areas and ports.
2. Intensitas konsumsi energi ≤ 0,041 (GJ/Ton FC).                              2. Energy consumption Intensity ≤ 0.041 (GJ/Ton FC).




                                                                       Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                 33
Page 34
          Topik Material Keanekaragaman Hayati
          Material Topic Biodiversity

     Strategi                                                                     Strategy
     Penguatan studi keanekaragaman hayati dan inisiatif (Ethnobotany,            Strengthen Biodiversity Study and Initiatives (Ethnobotany, Arboretum,
     Arboretum, Community Dev, Economic Values).                                  Community Dev, Economic Values).

     Capaian 2025                                                                 2025 Achievement
     Melanjutkan kerja sama studi keanekaragaman hayati kawasan                   Continuing cooperation on biodiversity studies in the pre-mining area in
     pratambang di area GPK.                                                      the GPK area.

     Target Selanjutnya                                                           Next Target
     1. Presentasi tumbuh lebih dari 80%.                                         1. Growth rate exceeds 80%.
     2. Komposisi jenis lokal lebih dari 20%.                                     2. Composition of local species exceeds 20%.
     3. Indeks kehati lebih dari 1,0.                                             3. Biodiversity index exceeds 1.0.




          Topik Material Pengelolaan Air dan Efluen
          Material Topic Water and Effluent Management

     Strategi                                                                     Strategy
     1. Menurunkan inisiatif 5R untuk air                                         1. Deploy 5R initiatives for water
     2. Pemastian pemenuhan standar efluen                                        2. Fulfilling effluent standard

     Capaian 2025                                                                 2025 Achievement
     1.   Meningkatkan efisiensi penggunaan material pengolah air dengan          1.   Improving the efficiency of water treatment material usage while
          tetap konsisten memenuhi baku mutu.                                          consistently meeting quality standards.
     2.   Mendorong peningkatan penggunaan kembali air.                           2.   Encouraging increased water reuse.
     3.   Mengimplementasikan inisiatif dari Strategi Pengelolaan Air di level    3.   Implementing initiatives from the Water Management Strategy at the
          perusahaan.                                                                  company level.

     Target Selanjutnya                                                           Next Target
     1. Intensitas konsumsi air ≤ 2,25 m³/ton FC.                                 1. Water consumption intensity ≤ 2.25 m3/tons FC.
     2. Kualitas air limbah tambang: 100% memenuhi baku mutu.                     2. Mine wastewater quality: 100% meet compliance standard.




          Topik Material Digitalisasi dan Teknologi
          Material Topic Digitalization and Technology

     Strategi                                                                     Strategy
     Strategi digitalisasi dan teknologi ITM berfokus pada penguatan              ITM’s digitalization and technology strategy focuses on strengthening core
     infrastruktur inti, penyediaan wawasan operasional secara real time, serta   infrastructure, enabling real-time operational insight, and driving enterprise-
     mendorong adopsi analitik lanjutan, otomasi, dan AI di seluruh perusahaan.   wide adoption of advanced analytics, automation, and AI. Key strategic
     Prioritas strategis utama meliputi:                                          priorities include:
     1.   Perluasan integrasi data melalui ITM One Data;                          1.   Expanding integrated data through ITM One Data
     2. Percepatan adopsi AI pada aspek operasional, keuangan, dan                2. Accelerating AI adoption across operational, financial, and safety
          keselamatan;                                                                 domains;
     3. Peningkatan pengalaman pengguna dan produktivitas melalui                 3. Elevating user experience and productivity through platform
          modernisasi platform dan asisten cerdas;                                     modernization and intelligent assistants;
     4. Penguatan ketahanan siber melalui intelijen ancaman proaktif dan          4. Strengthening cybersecurity resilience with proactive threat
          peningkatan kesadaran di seluruh perusahaan;                                 intelligence and enterprise-wide awareness;
     5. Pengembangan otomasi dan inovasi digital dalam operasi                    5. Advancing automation and digital innovation in mining operations,
          pertambangan, logistik, dan pemantauan keberlanjutan.                        logistics, and sustainability monitoring.




34         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 35
                                                                                                                    Tentang ITM dan Laporan Keberlanjutan
                                                                                                                         About ITM and Sustainability Report




Capaian 2025                                                                     2025 Achievement
Infrastruktur & Teknologi Dasar:                                                 Infrastructure & Core Technology:
1. Fiber Optic Melak Hauling telah selesai dibangun untuk bagian 1 dan 3         1. Fiber Optic Melak Hauling completed for sections 1 and 3, spanning 68
     sepanjang 68 km.                                                                 km.
2. Modernisasi infrastruktur server untuk mendukung upgrade GIS dan              2. Server infrastructure modernization to support GIS upgrades and digital
     berbagai inisiatif digital.                                                      initiatives.
3. SD-WAN Refreshment dengan fitur Secure Service Edge.                          3. SD-WAN refresh with Secure Service Edge.
Data, IoT, dan Kecerdasan Buatan:                                                Data, IoT, and Artificial Intelligence:
1. Pengembangan Agen Kecerdasan Buatan Internal – Maria AI                       1. Development of Internal Artificial Intelligence Agents – Maria AI
2. ITM One Data Fase 2 telah menerapkan arsitektur data:                         2. ITM One Data Phase 2 has implemented a data architecture:
     Jalur Cepat (mendekati waktu sebenarnya): untuk pengolahan data sensor           Fast Track (near real-time): for processing operational sensor data in near
     operasional secara mendekati waktu nyata.                                        real-time.
     Jalur Lambat (Terjadwal): untuk konsolidasi dan pemrosesan data non-waktu        Slow Lane (Scheduled): for scheduled consolidation and processing of non-
     nyata secara terjadwal.                                                          real-time data.
3. Implementasi Sistem Pemantauan Kendaraan Otomatis (AVMS) berbasis             3. Implementation of an Artificial Intelligence-based Automated Vehicle
     kecerdasan buatan visual di Gate Kajuk dan Lempenang, Melak, guna                Monitoring System (AVMS) at the Kajuk and Lempenang Gates in Melak to
     meningkatkan akurasi pemantauan dan efisiensi operasional.                       improve monitoring accuracy and operational efficiency.
Aplikasi Digital:                                                                Digital Applications:
1. Rekayasa ulang SLez: otomatisasi proses instruksi pengapalan, perhitungan     1. SLez re-engineering: automation of shipping instruction processes, laytime
     waktu sandar dan bongkar muat (laytime), serta pelaporan operasional,            calculations, and operational reporting, with the aim of reducing potential
     dengan tujuan mengurangi potensi biaya keterlambatan kapal (demurrage).          ship delay costs (demurrage).
2. Sistem Manajemen Logistik Tongkang: solusi digital terintegrasi menyeluruh    2. Barge Logistics Management System: a comprehensive integrated digital
     yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, serta analitik               solution that includes planning, execution, monitoring, and real-time analytics
     waktu nyata guna meningkatkan efisiensi dan transparansi transportasi            to improve the efficiency and transparency of coal transportation.
     batubara.
3. Invoice Management System (IMS): penyempurnaan fitur dan penguatan            3. Invoice Management System (IMS): feature enhancements and utilization
     tingkat pemanfaatan; efektif sejak 1 Desember 2025, sistem ini                 improvements; effective since December 1, 2025, this system is designated
     ditetapkan sebagai saluran utama pengajuan dan pengelolaan tagihan             as the primary channel for vendor invoice submission and management.
     vendor.


Target Selanjutnya                                                               Next Target
1. Kepatuhan Aset dan Lisensi Perangkat Lunak.                                   1. Software Asset and License Compliance.
2. Skor Kematangan Keamanan Siber: 2,6.                                          2. Cybersecurity Maturity Score 2.6.
3. Insiden Keamanan Siber Mayor: 0.                                              3. Major Security Breach: 0.




     Topik Material Hak Asasi Manusia (HAM)
     Material Topic Human Rights

Strategi                                                                         Strategy
1. Mengintegrasikan uji tuntas HAM dalam pengelolaan risiko                      1.   Integrate human rights due diligence into corporate risk management.
   perusahaan.
2. Memperkuat kebijakan dan mekanisme pengaduan HAM.                             2. Strengthen human rights policies and grievance mechanisms.



Capaian 2025                                                                     2025 Achievement
1. Pembentukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan                  1. Establishment of the Task Force for the Prevention and Handling of
   Seksual (SATGAS PPKS).                                                           Sexual Violence (SATGAS PPKS).
2. Pembekalan SATGAS PPKS PT ITM dan PT JBG.                                     2. Provisioning of the SATGAS PPKS PT ITM and PT JBG.



Target Selanjutnya                                                               Next Target
1. Pembekalan Satuan Tugas (SATGAS) PPKS PT TCM, PT BEK, PT GPK,                 1. Briefing for the Task Force (SATGAS) on the PPKS at PT TCM, PT BEK,
   PT TRUST dan PT IMM.                                                             PT GPK, PT TRUST, and PT IMM.
2. 50% karyawan ITM menyelasaikan training wajib terkait HAM .                   2. 50% of ITM employees complete mandatory Human Rights training.




                                                                       Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                         35
Page 36
          Topik Material Kinerja Ekonomi
          Material Topic Economic Performance

     Strategi                                                                      Strategy
     1. Mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui diversifikasi usaha.           1. Promote sustainable growth through business diversification.
     2. Menjaga stabilitas keuangan dan tata kelola yang kuat.                     2. Maintain financial stability and strong governance.
     3. Penetapan RKAB 2024-2026 yang berisi production plan semua site.           3. Establishment of the 2024-2026 RKAB which contains production plans
                                                                                      at all sites.


     Capaian 2025                                                                  2025 Achievement
     1. Meningkatkan porsi pendapatan non batubara (mineral strategis, energi      1. Increased the proportion of non-coal revenue (strategic minerals,
        terbarukan, solusi berbasis alam, pelabuhan, dan logistik) untuk kinerja      renewable energy, nature-based solutions, ports, and logistics) to support
        ekonomi yang berkelanjutan.                                                   sustainable economic performance.
     2. Mengamankan 100% ketersediaan sumber pendanaan (internal dan               2. Secured 100% availability of internal and external funding sources to
        eksternal) untuk mendukung pertumbuhan anorganik dan organik.                 support both organic and inorganic growth.
     3. Meningkatkan produksi dan penjualan batubara.                              3. Increased production and sales of coal.


     Target Selanjutnya                                                            Next Target
     1. Meningkatkan kontribusi bisnis non-batubara terhadap total                 1.   Increase the contribution of non-coal businesses to total revenue.
        pendapatan.
     2. Mengamankan 100% ketersediaan sumber pendanaan (internal dan               2. Secure 100% availability of funding sources (both internal and external) to
        eksternal) untuk mendukung pertumbuhan anorganik dan organik.                 support both inorganic and organic growth.




          Topik Material Pengelolaan Limbah dan Tailing
          Material Topic Waste and Tailing Management

     Strategi                                                                      Strategy
     1. Menurunkan eksekusi peta jalan pengelolaan limbah.                         1. Deploy execution of waste management roadmap.
     2. Mengembangkan inisiatif 5R untuk Sampah Non-B3 berdasarkan peta            2. Develop 5R initiatives for Non-hazardous waste in accordance with the
        jalan.                                                                        roadmap.
     3. Pengelolaan sampah berbasis pelibatan dan pengembangan                     3. Waste management based on community engagement and
        masyarakat.                                                                   development.

     Capaian 2025                                                                  2025 Achievement
     1. Mendorong upaya-upaya 3R (Reuse, Reduce, Recycle) sampah sebagai           1. Promoted the implementation of 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
        prioritas pengelolaan limbah.                                                 initiatives as a key priority in waste management.
     2. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan                2. Enhanced human resource capacity to support more optimal and
        sampah yang lebih optimal.                                                    sustainable waste management practices.
     3. Melakukan kajian rencana penerapan ekonomi sirkuler.                       3. Conducting a study on the planned implementation of a circular economy.
     4. Mengimplementasikan inisiatif yang sudah tertuang dalam kerangka kerja     4. Implemented initiatives outlined in the waste management framework
        dan peta jalan pengelolaan sampah yang telah disusun di tahun 2024.           and roadmap developed in 2024.


     Target Selanjutnya                                                            Next Target
     1. Intensitas pengelolaan 3R limbah non-B3 ≤ 44,40 gr/TFC (44,37%).           1. Non-Hazardous Waste 3R Management intensity ≤ 44.40 gr/TFC
     2. Intensitas limbah non-B3 yang ditujukan untuk pembuangan ≤ 101 gr/            (44.37%)​.
        ton FC.                                                                    2. Non-Hazardous waste directed to disposal​intensity ≤ 101 gr/tons FC.




36         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 37
                                                                                                                    Tentang ITM dan Laporan Keberlanjutan
                                                                                                                         About ITM and Sustainability Report




     Topik Material Produk dan Layanan Pelanggan
     Material Topic Products and Customer Services

Strategi                                                                        Strategy
1. Menjaga konsistensi kualitas produk sesuai kontrak dan memastikan            1. Maintaining product quality consistency in accordance with contracts and
   produk serta layanan selaras dengan kebutuhan pasar.                            ensuring that products and services are aligned with market needs.
2. Mengoptimalkan perencanaan pengiriman dan rantai pasok melalui               2. Optimizing delivery planning and supply chains by strengthening
   penguatan sinergi antarstakeholder untuk meningkatkan fleksibilitas             synergies between stakeholders to improve structured and sustainable
   yang terstruktur dan berkelanjutan.                                             flexibility.
3. Memperkuat kemitraan strategis dengan pelanggan melalui kolaborasi           3. Strengthen strategic partnerships with customers through active
   aktif, berbagi insight teknis, pembaruan informasi pasar, serta                 collaboration, sharing technical insights, updating market information,
   penciptaan nilai tambah.                                                        and creating added value.
4. Mendorong perbaikan berkelanjutan berbasis data dengan memanfaatkan          4. Encourage continuous improvement based on data by utilizing CSI
   hasil CSI, evaluasi non-conformance, dan umpan balik pelanggan.                 results, non-conformance evaluations, and customer feedback.


Capaian 2025                                                                    2025 Achievement
1. Terdapat 9 keluhan minor terkait produk dan kontaminasi material asing.      1. There were 9 minor complaints related to products and foreign material
2. Rasio kontrak penjualan jangka panjang batubara ITM pada tahun 2025             contamination.
   berada di kisaran 74%.                                                       2. The ratio of ITM coal long-term sales contracts in 2025 is around 74%.
3. Nol surat peringatan terkait aktivitas penjualan.                            3. Zero warning letters related to sales activities.
4. Nol gangguan akibat izin dan kepatuhan lainnya dalam aktivitas penjualan.    4. Zero disruptions due to permits and other compliance issues in sales activities.


Target Selanjutnya                                                              Next Target
1.   Penjualan Batubara 30,94 juta ton.                                         1.   Coal sales 30.94 million tons.
2.   Indeks Kepuasan pelanggan >80.                                             2.   Customer satisfaction index >80.
3.   Biaya demurrage 0,5 USD/ton.                                               3.   Demurrage cost 0.5 USD/tons.
4.   Pengaduan konsumen maksimal 12 kasus per tahun.                            4.   Maximum customer complaints 12 cases per year.




     Topik Material Proses dan Standar
     Material Topic Processes and Standards

Strategi                                                                        Strategy
1. Standardisasi Quality Management System (QMS) sesuai dengan standar          1. Standardization of the Quality Management System (QMS) in accordance
   ISO untuk memastikan bahwa setiap perubahan dalam kegiatan bisnis               with ISO standards to ensure that any changes in business or operational
   atau operasional selaras dengan pemetaan proses bisnis.                         activities are aligned with business process mapping.
2. Mengawasi manajemen proses bisnis, sistem manajemen, pengendalian            2. Supervising business process management, management systems,
   dokumen, evaluasi kinerja, serta strategi peningkatan mutu di seluruh           document control, performance evaluation, and quality improvement
   ITM dan entitas anak perusahaannya.                                             strategies across ITM and its subsidiaries.
3. Mendorong perbaikan berkelanjutan, serta memastikan promosi dan              3. Encouraging continuous improvement, as well as ensuring consistent
   pelatihan yang konsisten terkait sistem manajemen dan proses bisnis.            promotion and training related to management systems and business
                                                                                   processes.
4. Memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi.                 4. Utilizing digital technology to enhance efficiency.


Capaian 2025                                                                    2025 Achievement
1. Penyelesaian Model Operasi serta peningkatan proses bisnis tingkat           1. Completion of the Operating Model and high-level business process
   strategis untuk ITM dan Klaster Melak.                                          enhancement for ITM and the Melak Cluster.
2. Penyelesaian pengembangan proses bisnis untuk ITM dan entitas anak,          2. Completion of business process development for ITM and its subsidiaries,
   meliputi Bisnis Pelabuhan dan Logistik, TCM & BEK, Sekretaris Perusahaan        including the Port and Logistics Business, TCM & BEK, Corporate Secretary
   dan Hukum, Penjualan dan Perdagangan Batubara, Teknologi Informasi,             and Legal, Coal Sales and Trading, Information Technology, Contractor
   Manajemen Kontraktor, Bisnis Mineral (Tahap 1), Audit Internal, Manajemen       Management, Mineral Business (Phase 1), Internal Audit, Asset Management
   Asset (AM), FSP, Keuangan dan Akuntansi, Digitalization and Innovation          (AM), FSP, Finance and Accounting, Digitalization and Innovation (D&I), as well
   (D&I), serta Management System and Business Process (MSBP).                     as Management System and Business Process (MSBP).
3. Penyelesaian pengembangan dan sosialisasi Navigasi TIMES yang                3. Completion of the development and communication of TIMES
   selaras dengan persyaratan Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST),           navigation aligned with ESG requirements, as well as enhancement of
   serta peningkatan TIMES QAR 1.0 (Tata Kelola dan Sistem).                       TIMES QAR 1.0 (Governance and System).
4. Keberhasilan sertifikasi Auditor Utama ITM dan fasilitasi Audit Pengawasan   4. Successful certification of ITM Lead Auditors and facilitation of the
   ISO 27001:2022, pelaksanaan Konvensi ITM Novation 2025 tingkat lokasi           ISO 27001:2022 surveillance audit, successful execution of the annual
   operasi, serta perolehan Juara Umum dengan jumlah Penghargaan                   flagship event ITMNovation Convention 2025 at the site level, and
   Platinum terbanyak pada Banpu Global Innovation Award 2025.                     achievement of Overall Winner with the highest number of Platinum
                                                                                   Rewards at the 2025 Banpu Global Innovation Award.


Target Selanjutnya                                                              Next Target
1.   Pengembangan 13 Area Proses Bisnis (pengembangan, rekayasa ulang,          1.   Development of 13 Business Process Areas (development, re-
     perbaikan dan optimasi, serta otomatisasi), meliputi Hauling, Barging,          engineering, improvement and optimization, and automation), including
     Short-Term Supply Chain Optimization (SSO), Perencanaan Tambang,                Hauling, Barging, Short -Term Supply Chain Optimization (SSO), Mine
     Mine to Market (M2M), Manajemen Rantai Pasok (SCM), Coal Sales                  Planning, mine to market/pit to port (M2M), Supply Chain Management
     Trading (CST), Penutupan Tambang, HSEC, Melak, Procure to Pay (P2P),            (SCM), Coal Sales Trading (CST), Mine Closure, HSEC, Melak, Procure
     Command and Control Center (CCC), serta pengelolaan batubara pihak              to Pay (P2P), command and control center (CCC), and third-party coal
     ketiga.                                                                         management.
2.   Pembentukan dan sosialisasi Manual ITM Integrated Management               2.   ITM Integrated Management System (TIMES) Manual establishment
     System (TIMES) untuk 6 elemen (misalnya: LST, GRK, Energi, OHS,                 and communication for 6 Element (e.g. ESG, GHG, Energy, OHS, Mine
     Penutupan Tambang, dan Kepatuhan).                                              Closure, and Compliance).
3.   Standardisasi 14 ITM TIMES QMS yang selaras dengan roadmap                 3.   Standardization of 14 ITM TIMES QMS aligned with the implementation
     implementasi (misalnya: QMS Melak, AM, IBU, Forestry and Environmental          roadmap (such as QMS Melak, AM, IBU, Forestry and Environmental
     Management (FEM), Technical Development Strategic (TDS), CST, HSEC,             Management (FEM), Technical Development Strategic (TDS), CST,
     Integrated Mine Planning, IT, Finance, SCM, HR, D&I, MSBP).                     HSEC, Integrated Mine Planning, IT, Finance, SCM, HR, D&I, MSBP).
4.   Implementasi ITM Integrated Management System Quality Management           4.   ITM Integrated Management System Quality Management Review
     Review (TIMES QAR) menggunakan peningkatan TIMES QAR 1.0 untuk 7                (TIMES QAR) Implementation using TIMES QAR enhancement 1.0 for 7
     area dari CS, HSEC, dan D&I.                                                    areas from CS, HSEC and D&I.
5.   Sertifikasi ISO 9001 untuk ITM QMS Jakarta dengan ruang lingkup            5.   Certified of ISO 9001 of ITM QMS Jakarta for Subject of Business
     Proses Bisnis dan Sistem Manajemen.                                             Process and Management System.


                                                                      Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                        37
Page 38
          Topik Material Inovasi dan Bisnis Berkelanjutan
          Material Topic Innovation and Sustainable Business

     Strategi                                                                      Strategy
     1.   Berfokus pada peningkatan kapasitas panel surya di klaster C&I serta     1.   Focusing on scaling up solar rooftop capacity growth in the C&I
          memperluas kapabilitas inti bisnis surya ke pembangkit listrik tenaga         cluster and expanding core capabilities in the solar business into
          surya skala utilitas, baik melalui skema IPP PLN maupun pasar captive.        utility-scale solar power plants, both for PLN IPP schemes and the
                                                                                        captive market.
     2. Melaksanakan kegiatan operasional dan pemeliharaan preventif,              2.   Performing operational and preventive maintenance activities,
        termasuk pembersihan rutin dan manajemen aset untuk solar PV                    including routine cleaning and asset management for solar PV
        rooftop, guna memaksimalkan produksi listrik dan profitabilitas.                rooftops, to maximize power generation and profitability.
     3. Mengembangkan s-curve baru dengan profitabilitas tinggi pada               3.   Pursuing new s-curve opportunities with high profitability in
        bisnis prospektif seperti pusat data, solusi power ke Pusat Data, dan           prospective businesses such as data centers, power to DC solutions,
        infrastruktur hijau.                                                            and green infrastructure.
     4. Meningkatkan valuasi perusahaan melalui strategi capital recycling         4.   Enhancing company valuation through capital recycling strategies
        dan optimalisasi multiplier valuasi dengan memanfaatkan instrumen               and valuation multipliers using financial instruments.
        keuangan.

     Capaian 2025                                                                  2025 Achievement
     1.   Akumulasi kapasitas terkontrak sebesar 122,2 MWp untuk portofolio        1.   Accumulated contracted capacity 122.2 MWp for solar business
          bisnis solar di Indonesia.                                                    portfolio in Indonesia.
     2.   Peserta tender PLN IPP sebagai konsorsium untuk 2 proyek yang            2.   PLN IPP Tender Participant as a consortium for 2 projects consisting
          terdiri dari Sumbawa dan Betun & Timor dengan total kapasitas 20,6            of Sumbawa and Betun & Timor totaling capacity 20.6 MWp with
          MWp serta BESS 5 MWp.                                                         BESS 5 MWp.

     Target Selanjutnya                                                            Next Target
     Panel Surya Atap & Pembangkit Listrik Tenaga Surya                            Solar Rooftop & Solar power plants
     1. Melanjutkan pengembangan ekspansi solar rooftop di klaster C&I             1. Continue developing the solar rooftop expansion in C&I cluster
        dengan target lebih dari 200 MWp dalam 5 tahun ke depan.                       targeting more than 200 MWp in next 5 years.
     2. Berpartisipasi dalam tender IPP solar power plant PLN sebagai vendor       2. Participating in PLN’s IPP solar power plant tenders as a registered
        yang terdaftar dan memenuhi kualifikasi.                                       and qualified vendor.
     3. Mengeksplorasi captive power bersama mitra potensial untuk                 3. Explore captive power with potential partner for developing utility-
        mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya skala utilitas.                  scale solar power plants.

     Studi Kelayakan Bisnis Prospektif Baru (Infrastruktur Hijau & Pusat Data)     Feasibility study of new prospective business (Green Infrastructure & Data
                                                                                   Center)
     1. Mengeksplorasi dan mengembangkan peluang investasi Pusat                   1. Explore and develop on the data center (DC) investment
        Data dengan kemitraan investasi jangka panjang dan model bisnis                opportunities with the long-term investment partnership and
        berkelanjutan.                                                                 sustainable business model.
     2. Mengembangkan model bisnis baru, yaitu pusat data, power ke                2. Develop the new business model i.e. data center, power to DC, Green
        Pusat Data, infrastruktur hijau, serta mengoperasikan proyek energi            infrastructure and operating renewable power projects
        terbarukan.                                                                3. Seek for high potential startups with high profitability and fast-scaling
     3. Mencari startups dengan potensi tinggi, profitabilitas besar, dan              valuation.
        valuasi yang cepat berkembang.




38         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 39
                                                                                                         Tentang ITM dan Laporan Keberlanjutan
                                                                                                              About ITM and Sustainability Report




Dukungan Prioritas dan                                                      Priority Support and Contribution
Kontribusi terhadap TPB                                                     to the SDGs
Sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap                            As part of the Company’s commitment to sustainable
pembangunan berkelanjutan, ITM secara aktif mendukung                       development, ITM actively supports the achievement of the
pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)                           Sustainable Development Goals (SDGs) by integrating
dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke                    sustainability principles into its strategies, policies, and
dalam strategi, kebijakan, dan kegiatan operasional. Untuk                  operational activities. In supporting the SDGs, ITM also
mendukung TPB, ITM juga mewujudkan kontribusi secara                        delivers responsible contributions through the management
bertanggung jawab melalui pengelolaan dampak ekonomi,                       of economic, social, and environmental impacts, as well as
sosial, dan lingkungan serta melalui kemitraan dengan para                  through partnerships with stakeholders to create long-term
pemangku kepentingan untuk menciptakan nilai jangka                         value.
panjang.




                            Penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dengan mengimplementasikan inisiatif efisiensi energi sebagai bagian dari
      Program ITM           program keunggulan operasi.
      ITM Program           Reduction of Greenhouse Gas (GHG) emissions through the implementation of energy efficiency initiatives as part of the
                            operational excellence program.

                            13. Penanganan Perubahan Iklim
           TPB              Tujuan: Mengambil tindakan cepat untuk mengatasi perubahan iklim dan dampaknya.
          SDGs              13. Climate Action
                            Goal: Take urgent action to combat climate change and its impacts.

       Target ITM           Pengurangan emisi GRK di tahun 2026 (-6% dari tahun dasar 2023).
       ITM Target           GHG emission reduction by 2026 (-6% from the 2023 baseline).

 Target & Indikator TPB     13.2 Mengintegrasikan tindakan antisipasi perubahan iklim ke dalam kebijakan, strategi dan perencanaan nasional
 SDGs Target & Indicators   13.2 Integrate climate change measures into national policies, strategies, and planning.

                            13.2.1* Terwujudnya penyelenggaraan inventarisasi gas rumah kaca (GRK), serta monitoring, pelaporan dan verifikasi
                            emisi GRK yang dilaporkan dalam dokumen Biennial Update Report (BUR) dan National Communications
                            13.2.2* Jumlah emisi gas rumah kaca (GRK) per tahun
                            13.2.2.(a) Potensi Penurunan emisi gas rumah kaca (GRK)
      Indikator TPB         13.2.2.(b) Potensi Penurunan intensitas emisi gas rumah kaca (GRK)
     SDGs Indicators        13.2.1* Implementation of greenhouse gas (GHG) inventory, including monitoring, reporting, and verification of GHG
                            emissions reported in the Biennial Update Report (BUR) and National Communications
                            13.2.2* Total annual greenhouse gas (GHG) emissions
                            13.2.2.(a) Potential reduction of greenhouse gas (GHG) emissions
                            13.2.2.(b) Potential reduction of greenhouse gas (GHG) emission intensity

                            Penurunan emisi GRK sebesar 31,89% dengan upaya domestik, serta hingga 43,20% dengan dukungan internasional
     Target Nasional        pada tahun 2030 (Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC), 2025).
     National Target        GHG emission reduction of 31.89% through domestic efforts, and up to 43.20% with international support by 2030
                            (Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC), 2025).




                               Informasi lain terkait Laporan dapat menghubungi: [2-3]
                               Other information related to the Report, please contact: [2-3]


                                                         Corporate Secretary
                                                 PT Indo Tambangraya Megah TBK
                                                Email: corsecitm@banpuindo.co.id




                                                                Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                             39
Page 40
     Pelibatan Pemangku Kepentingan                                          Stakeholder Engagement [2-29]
     [2-29]

     ITM melibatkan para pemangku kepentingan berdasarkan                    ITM engages stakeholders based on the AA1000 Stakeholder
     standar AA1000 Stakeholder Engagement Standard (SES).                   Engagement Standard (SES). This approach helps the
     Pendekatan ini membantu perusahaan mengidentifikasi dan                 company identify and understand material issues that are
     memahami isu-isu material bagi para pemangku kepentingan                considered important by key stakeholders.
     utama.
      Pelibatan Pemangku Kepentingan
      Stakeholder Engagement

                                                             Metode Pendekatan dan
        Kelompok Pemangku                                                                    Frekuensi Keterlibatan
                                       Basis Identifikasi          Respons                                                      Topik Utama
            Kepentingan                                                                           Engagement
                                      Identification Basis    Method of Approach                                                 Main Topics
         Stakeholder Group                                                                         Frequency
                                                                 and Response

      Pemegang Saham atau         •   Tanggung Jawab         •   Analyst Meeting         •     RUPS diadakan minimal     •   Pertumbuhan
      Investor                    •   Pengaruh               •   Rapat Umum                    setahun sekali                pendapatan
      Shareholders or Investors   •   Ketergantungan             Pemegang Saham          •     Public Expose diadakan    •   Keamanan dan tingkat
                                  •   Responsibility             (RUPS)                        setahun sekali                pengembalian investasi
                                  •   Influence              •   Paparan Publik          •     Analyst Meeting           •   Revenue growth
                                  •   Dependency             •   Analyst Meeting               diadakan 4 kali dalam     •   Security and rate of
                                                             •   General Meeting of            setahun                       return on investment
                                                                 Shareholders (GMS)      •     GMS is held at least
                                                             •   Public Expose                 once a year
                                                                                         •     Public Expose is held
                                                                                               once a year
                                                                                         •     Analyst Meeting is held
                                                                                               4 times a year

      Pelanggan                   •   Tanggung Jawab         •   Manajemen Keluhan       Minimal setahun sekali          •   Konsistensi kualitas
      Customers                   •   Pengaruh                   Pelanggan               At least once a year                produk
                                  •   Ketergantungan         •   Customer Complaint                                      •   Pengiriman tepat waktu
                                  •   Responsibility             Management                                              •   Ketersediaan produk
                                  •   Influence                                                                          •   Product quality
                                  •   Representation                                                                         consistency
                                                                                                                         •   On-time delivery
                                                                                                                         •   Product availability

      Pekerja                     •   Tanggung Jawab         •   Serikat Pekerja         Triwulan                        •   Perlakuan adil dan
      Employees                   •   Pengaruh               •   Forum Komunikasi        Quarterly                           setara dalam karier dan
                                  •   Proksimitas                Manajemen & Pekerja                                         remunerasi
                                  •   Perwakilan             •   Labor union                                             •   Tempat kerja yang
                                  •   Responsibility         •   Management                                                  aman dan sehat
                                  •   Influence                  & Employee                                              •   Fair and equal
                                  •   Proximity                  Communication Forum                                         treatment in career and
                                  •   Representation                                                                         remuneration
                                                                                                                         •   Safe and healthy
                                                                                                                             workplace

      Pemerintah                  •   Tanggung Jawab         •   Rapat-Rapat             Minimal dua kali setahun        •   Hubungan yang
      Government                  •   Pengaruh               •   Kunjungan Site          At least twice a year               konstruktif dengan
                                  •   Proksimitas            •   Sosialisasi Peraturan                                       regulator
                                  •   Perwakilan                 Baru                                                    •   Kepatuhan pada
                                  •   Responsibility         •   Meetings                                                    peraturan dan
                                  •   Influence              •   Site Visits                                                 perundangan
                                  •   Proximity              •   Dissemination of New                                    •   Constructive
                                  •   Representation             Regulations                                                 relationship with
                                                                                                                             regulators
                                                                                                                         •   Compliance with rules
                                                                                                                             and regulations

      Mitra Usaha (vendor,        •   Pengaruh               •   Pertemuan Reguler       Minimal setahun sekali          •   Proses pengadaan
      pemasok, agen)              •   Proksimitas            •   Sosialisasi Kebijakan   At least once a year                yang wajar dan
      Business Partners           •   Ketergantungan         •   Corporate Governance                                        transparan
      (vendors, suppliers,        •   Influence                  Day                                                     •   Pembayaran tepat
      agents)                     •   Proximity              •   Regular Meetings                                            waktu
                                  •   Dependency             •   Policy Dissemination                                    •   Intensitas sosialiasi
                                                             •   Corporate Governance                                        kebijakan
                                                                 Day                                                     •   Fair and transparent
                                                                                                                             procurement process
                                                                                                                         •   Timely payment
                                                                                                                         •   Intensity of policy
                                                                                                                             dissemination




40            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 41
                                                                                                 Tentang ITM dan Laporan Keberlanjutan
                                                                                                      About ITM and Sustainability Report




                                                      Metode Pendekatan dan
  Kelompok Pemangku                                                                Frekuensi Keterlibatan
                                Basis Identifikasi          Respons                                                     Topik Utama
      Kepentingan                                                                       Engagement
                               Identification Basis    Method of Approach                                                Main Topics
   Stakeholder Group                                                                     Frequency
                                                          and Response

Media                      Pengaruh                   •   Siaran Pers             Minimal setahun sekali         •   Akurasi pelaporan
Media                      Influence                  •   Pertemuan Media         At least once a year           •   Penyampaian informasi
                                                      •   Jumpa Pers                                                 tepat waktu
                                                      •   Press Release                                          •   Pelibatan media secara
                                                      •   Media Gatherings                                           langsung
                                                      •   Press Conference                                       •   Accuracy of reporting
                                                                                                                 •   Timely delivery of
                                                                                                                     information
                                                                                                                 •   Direct engagement
                                                                                                                     with the media


Masyarakat dan Komunitas   •   Pengaruh               •   Forum Konsultatif       Minimal setahun sekali         •   Kontribusi pada
Society and Community      •   Proksimitas                Masyarakat              At least once a year               aspek ekonomi,
                           •   Influence              •   Program                                                    sosial dan lingkungan
                           •   Proximity                  Pengembangan                                               untuk mempercepat
                                                          dan Pemberdayaan                                           kemandirian
                                                          Masyarakat                                             •   Ketersediaan lapangan
                                                      •   Community                                                  kerja
                                                          Consultative Forum                                     •   Pembinaan masyarakat
                                                      •   Community                                                  pascatambang
                                                          Development and                                        •   Contribution to
                                                          Empowerment                                                economic, social
                                                          Programs                                                   and environmental
                                                                                                                     aspects to accelerate
                                                                                                                     independence
                                                                                                                 •   Availability of job
                                                                                                                     opportunities
                                                                                                                 •   Post-mining
                                                                                                                     community
                                                                                                                     development



LSM                        •   Pengaruh               Pertemuan Reguler           Minimal setahun sekali         Kinerja keberlanjutan
NGO                        •   Proksimitas            Regular Meetings            At least once a year           dan kepatuhan pada
                           •   Influence                                                                         aspek tata kelola,
                           •   Proximity                                                                         lingkungan dan sosial.
                                                                                                                 Sustainability performance
                                                                                                                 and compliance with
                                                                                                                 governance, environmental
                                                                                                                 and social aspects.


Akademisi                  Pengaruh                   Pertemuan Regular           Minimal setahun sekali         Kerja sama pada studi dan
Academics                  Influence                  Regular Meetings            At least once a year           pengembangan terkait
                                                                                                                 keberlanjutan
                                                                                                                 Collaboration on studies
                                                                                                                 and development related
                                                                                                                 to sustainability



Lembaga Keuangan           •   Tanggung Jawab         •   Analyst Meeting         Setiap kuartal dan tahunan     •   Kinerja operasional dan
Financial Institution      •   Pengaruh               •   Laporan Tahunan dan     Quarterly and annual basis         pertumbuhan bisnis
                           •   Ketergantungan             Laporan Keberlanjutan                                  •   Kepatuhan terhadap
                           •   Responsibility         •   Tinjauan Tahunan dan                                       Hukum dan Peraturan
                           •   Influence                  Survei Materialitas                                    •   Perubahan iklim dan
                           •   Dependency             •   Analyst Meeting                                            rencana transisi
                                                      •   Annual Report and                                      •   Operational
                                                          Sustainability Report                                      performance and
                                                      •   Annual Review and                                          business growth
                                                          Materiality Survey                                     •   Compliance with Law
                                                                                                                     and Regulation
                                                                                                                 •   Climate change and
                                                                                                                     transition plan



Asosiasi                   Pengaruh                   Pertemuan Regular           Minimal setahun sekali         Pengungkapan realisasi
Association                Influence                  Regular Meetings            At least once a year           dan capaian kinerja LST
                                                                                                                 Disclosure of ESG
                                                                                                                 Performance Realization
                                                                                                                 and Achievements




                                                           Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                            41
Page 42
 02
 Menapaki Jalur
 yang Lebih Hijau
 dalam Operasi
 Pertambangan
 Shaping a Greener Path in
 Mining Operations




42   Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 43
              Menapaki Jalur yang Lebih Hijau dalam Operasi Pertambangan
                                Shaping a Greener Path in Mining Operations




Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                      43
Page 44
     Sistem Manajemen Lingkungan
     Environmental Management System

     Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan                                        The implementation of the Occupational Health, Safety, and
     Kerja dan Lingkungan (SMK3L) pada tahun 2025 yang                                           Environmental Management System (SMK3L) in 2025 refers
     mengacu pada ISO 45001, ISO 14001, Sistem Manajemen K3                                      to ISO 45001, ISO 14001, the Occupational Health and Safety
     (SMK3), dan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan                                       Management System (SMK3), and the Mining Safety
     (SMKP). Sistem ini dikelola oleh Departemen HSEC dengan                                     Management System (MSMS). This system is managed by
     dukungan Departemen Sustainability Development (SD),                                        the HSEC Department with support from the Sustainability
     sementara Direktur Environment, Social and Governance                                       Development (SD) Department, while the Director of
     (ESG) memastikan pengawasan tata kelola dan efektivitas                                     Environment, Social, and Governance (ESG) ensures
     penerapannya. Untuk menjaga kinerja dan kepatuhan,                                          governance oversight and the effectiveness of its
     perusahaan melakukan audit internal dan eksternal setiap                                    implementation. To maintain performance and compliance,
     tahunnya serta menindaklanjuti temuan melalui tindakan                                      the company conducts internal and external audits annually
     korektif dan inovasi ramah lingkungan.                                                      and follows up on findings through corrective actions and
                                                                                                 environmentally friendly innovations.

     Kinerja pengelolaan lingkungan ITM pada 2025 tercermin                                      ITM’s environmental management performance in 2025 is
     dalam hasil Program PROPER.                                                                 reflected in the results of the PROPER Program.




                                                                               Pencapaian PROPER
                                                                               PROPER Achievement

                  Hijau | Green                                 Biru | Blue                                 Biru | Blue                 Hijau | Green

                                                                                          Site

                       IMM                                         TCM                                          BEK                         JBG

      Keterangan | Notes:
      KTD tidak disertakan dalam penilaian PROPER sejak memasuki tahap pascatambang sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup
      KTD was not included in the PROPER assessment post-mining due to accordance to the Ministry of Environment and Forestry




     Komitmen lingkungan juga diperkuat melalui visi misi,                                       Environmental commitment is further reinforced through
     Kebijakan Lingkungan, RKAB, dan KPI termasuk efisiensi                                      the Company’s vision and mission, Environmental Policy,
     sumber daya dan pengendalian dampak lingkungan. Hingga                                      RKAB, and KPIs, including resource efficiency, environmental
     akhir periode pelaporan, biaya lingkungan perusahaan                                        impact control. As of the end of the reporting period, the
     mencapai USD 82,8 juta yang mencakup berbagai program                                       Company’s environmental expenditures amounted to USD
     pengelolaan dan pemantauan lingkungan. [2-25]                                               82.8 million covering various environmental management
                                                                                                 and monitoring programs. [2-25]

     Sepanjang 2025, ITM tidak menerima pengaduan lingkungan                                     Throughout 2025, ITM received no significant environmental
     yang signifikan dan tidak dikenakan sanksi atas pengelolaan                                 complaints and was not subject to any environmental
     lingkungan. Perusahaan juga meningkatkan pemahaman                                          management sanctions. The Company also strengthened
     internal melalui forum rutin seperti HSEC monthly meeting                                   internal awareness through regular forums such as HSEC
     serta menyelenggarakan 10 program pelatihan lingkungan                                      monthly meetings and conducted 10 environmental training
     yang diikuti 98 karyawan.                                                                   programs attended by 98 employees.




44          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 45
                                                                                                   Menapaki Jalur yang Lebih Hijau dalam Operasi Pertambangan
                                                                                                                     Shaping a Greener Path in Mining Operations




 Sistem Manajemen Lingkungan dalam SMK3L
 Environmental Management System in SMK3L

                 Misi                                                                                                            Strategi
                                                                          Target
                Mission                                                                                                          Strategy

 •   Mencegah, meminimalkan,                 •    Pemenuhan 100% standar baku mutu kualitas            •   Penguatan dan peningkatan kapasitas SDM.
     dan mengelola dampak                         air limbah.                                          •   Pemantauan kualitas lingkungan secara
     terhadap lingkungan.                    •    Pemenuhan standar baku mutu emisi udara.                 berkesinambungan.
 •   Mengupayakan pelestarian                •    100% limbah B3 terkelola sesuai peraturan.           •   Peningkatan kualitas dan validitas data lingkungan.
     sumber daya alam                        •    Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya              •   Evaluasi kinerja hasil pemantauan kualitas lingkungan.
     melalui pengelolaan yang                     secara efisien.                                      •   Pelaksanaan pengelolaan lingkungan melalui
     berkelanjutan.                          •    Konservasi dan perlindungan lingkungan.                  pendekatan keberlanjutan.
 •   Prevent, minimize and                   •    Konservasi keanekaragaman hayati.                    •   Pemantauan pelaksanaan pengelolaan melalui
     manage impacts on the                   •    Intensitas emisi GRK turun sebesar 5,58%                 Quality Assurance Review (QAR), Data Assurance, dan
     environment.                                 pada 2025 dari tahun dasar 2019.                         eksternal seperti surveillance audit rutin tahunan.
 •   Strive for the preservation             •    Intensitas konsumsi air sebesar 0,19 m3/ton FC       •   HR capacity strengthening and enhancement.
     of natural resources through            •    100% compliance with wastewater quality              •   Continuous monitoring of environmental quality.
     sustainable management.                      standards.                                           •    Increasing quality and validity of environmental data.
                                             •    Compliance with air emission quality standards.      •   Performance evaluation of environmental quality
                                             •    100% of hazardous waste managed in accordance            monitoring results.
                                                  with regulations.                                    •   Implementation of environmental management through
                                             •    Efficient management and utilization of resources.       a sustainability approach.
                                             •    Environmental conservation and protection.           •   Monitoring the implementation of management
                                             •    Biodiversity conservation.                               through internal audits such as Quality Assurance
                                             •    GHG emission intensity decreased by 5.58% in             Review (QAR), Data Assurance, and externally such as
                                                  2025 compared to the 2019 baseline year.                 annual surveillance audits.
                                             •    Water consumption intensity of 0.19 m3/tons FC.

 Kebijakan Lingkungan ITM dapat dilihat pada | ITM's Environmental Policy can be found at
 https://www.itmg.co.id/files/download/investor/ITM%20Environmental%20Policy.pdf




                                                 Material pada Proses Produksi
                                                                                                       Materials in the Production Process

Selama 2025, ITM menghasilkan 21,2 juta ton batubara dan                                    During 2025, ITM produced 21.2 million tons of coal and began
mulai meningkatkan penggunaan material terbarukan di                                        increasing the use of renewable materials in its operations,
operasional, termasuk biosolar B40, Pembangkit Listrik                                      including B40 biodiesel, solar power plants (PLTS), and electric
Tenaga Surya (PLTS), serta kendaraan listrik untuk                                          vehicles to support transportation activities. Detailed
mendukung transportasi. Informasi rinci mengenai konsumsi                                   information on B40 biodiesel consumption and the number
biosolar B40 dan jumlah kendaraan listrik tersedia pada                                     of electric vehicles is provided in the subsections on Energy
sub-bab Pengelolaan Energi, Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca,                                   Management, Greenhouse Gas Emissions Reduction, and
serta Pengelolaan Air dan Efluen. [301-1]                                                   Water and Effluent Management. [301-1]

Dalam kegiatan produksinya, ITM masih mengandalkan                                          In its production activities, ITM continues to rely on
proses pertambangan batubara tanpa menggunakan                                              conventional coal mining processes and does not use recycled
material daur ulang sebagai bagian dari proses utama.                                       materials as part of its core production process. However,
Namun, beberapa material pendukung berbasis daur ulang                                      several recycled supporting materials are utilized, including
tetap dimanfaatkan, seperti limbah organik untuk kompos                                     organic waste for composting and used oil reused as a
dan oli bekas yang digunakan kembali sebagai campuran                                       component of explosives (ANFO). Further details on the use
bahan peledak (ANFO). Rincian lebih lanjut mengenai                                         of recycled materials are presented in the Waste Management
pemanfaatan material daur ulang tercantum pada sub-bab                                      subsection. [301-2]
Pengelolaan Limbah. [301-2]

Produk batubara ITM tidak menggunakan kemasan, sehingga                                     ITM’s coal products do not use packaging; therefore, there
tidak terdapat material kemasan yang perlu dipulihkan                                       are no packaging materials to be recovered. Throughout the
kembali. Sepanjang periode pelaporan, perusahaan juga                                       reporting period, the Company did not reclaim waste such
tidak melakukan reclaim terhadap limbah seperti tailing atau                                as tailings or coal ash. ITM has discontinued the operation of
abu batubara. ITM telah menghentikan operasional                                            its coal-fired power plant, and accordingly, as of 2025, no
pembangkit Listrik tenaga uap (PLTU) sehingga mulai 2025                                    bottom ash or fly ash waste is generated. In addition, the
tidak menghasilkan limbah abu dasar dan abu terbang. Selain                                 Company currently does not conduct coal washing processes;
itu, perusahaan saat ini tidak melakukan proses pencucian                                   therefore, no coal residue is formed or accumulated in
batubara, sehingga tidak terdapat residu atau endapan                                       processing ponds. [301-3]
batubara (coal residue) yang terbentuk maupun terakumulasi
di processing pond. [301-3]

                                                                                    Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                         45
Page 46
 Pengelolaan Energi dan Reduksi Emisi
 Gas Rumah Kaca
 Energy Management and Greenhouse Gas Emission Reduction



         Highlight 2025 | 2025 Highlights

     Penggunaan Energi                         Intensitas Energi di Dalam Perusahaan |   Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 & 2 |
     Energy Consumption                        Energy Intensity within the Company       GHG Emission Intensity Scope 1 & 2


              2,046,336                GJ               0.10          GJ/Ton
                                                                                                0.06          Ton CO2eq/Ton | Ton Produksi
                                                                                                              Ton CO₂eq/Ton | Production Ton




         Pendekatan Manajemen [3-3][CSS-12.1.1]
         Management Approach

         Topik Material: Pengelolaan Energi dan Pengendalian Emisi
         Material Topic: Energy Management and Emission Control
         Kebijakan | Policy
         • Kebijakan Lingkungan | Environmental Policy
         Strategi | Strategy
         • Penggunaan energi yang efisien, pengurangan konsumsi energi melalui inisiatif konservasi, dan pemanfaatan
           energi baru terbarukan.
         • Penurunan beban emisi, emisi gas rumah kaca dan peningkatan serapan karbon dalam mendukung aksi
           pencegahan perubahan iklim.
         • Efficient use of energy, reducing energy consumption through conservation initiatives, and using new and
           renewable energy.
         • Reducing the emission load, greenhouse gas emissions, and increasing carbon stock in supporting actions to
           prevent climate change.



         Dampak dan Pengelolaan | Impact and Management

        Aktivitas operasional dan produksi ITM membutuhkan energi yang secara langsung menentukan besaran emisi yang
        dihasilkan. Emisi tersebut berpotensi berkontribusi pada perubahan iklim, yang pada akhirnya dapat memengaruhi
        keberlanjutan lingkungan dan sosial.
        ITM’s operational and production activities require energy, which directly determines the level of emissions generated.
        These emissions may contribute to climate change, which in turn can affect environmental and social sustainability.


         Sumber Daya dan Evaluasi | Resources and Evaluation


        ITM melaporkan kinerja energi dan emisi gas rumah kaca kepada instansi berwenang, seperti KLHK sebagai bagian
        dari kewajiban pelaporan dan evaluasi berkelanjutan. Perusahaan juga menyusun rencana strategis tahunan untuk
        meningkatkan efektivitas pengelolaan lingkungan, yang dijalankan oleh Departemen Mine Operation dengan dukungan
        Departemen HSEC.
        ITM reports its energy performance and greenhouse gas emissions to relevant authorities, such as the Ministry of
        Environment and Forestry (KLHK), as part of its mandatory reporting and ongoing evaluation processes. The Company
        also prepares annual strategic plans to enhance the effectiveness of environmental management, which are
        implemented by the Mine Operation Department with support from the HSEC Department.


46         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 47
                                                                                  Menapaki Jalur yang Lebih Hijau dalam Operasi Pertambangan
                                                                                                    Shaping a Greener Path in Mining Operations




Penggunaan Energi dan Efisiensi                                           Energy Use and Energy Efficiency
Energi
Komitmen terhadap efisiensi energi, pengurangan konsumsi                  The commitment to energy efficiency, consumption
melalui program konservasi, serta pemanfaatan energi baru                 reduction through conservation initiatives, and the utilization
dan terbarukan diatur dalam Kebijakan Lingkungan Perusahaan               of new and renewable energy is stipulated in the Company’s
dan diimplementasikan melalui Management Standard (MS)                    Environmental Policy and implemented through the Energy
Energi 2022. ITM menggunakan energi surya untuk mengurangi                Management Standard (MS) 2022. ITM utilizes solar energy
emisi GRK. Biodiesel B40 dimanfaatkan untuk kendaraan                     to reduce greenhouse gas (GHG) emissions. In addition,
operasional, pembangkit listrik internal, dan transportasi                B40 biodiesel is used for operational vehicles, internal power
tongkang dengan total penggunaan 56.433.400 liter pada                    generation, and barge transportation, with a total
2025. Sejumlah kecil bensin digunakan untuk peralatan                     consumption of 56,433,400 liters in 2025. A small amount
pendukung seperti pemotong rumput dan kendaraan sebesar                   of gasoline is used for supporting equipment, such as grass
49.971 liter. Seluruh pemanfaatan energi ini memenuhi                     cutters and auxiliary vehicles, totaling 49,971 liters. All energy
Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik                 utilization complies with the provisions of Ministry of Energy
Indonesia (Permen ESDM) No. 12 Tahun 2015. [103-1, 302-1][CSS-            and Mineral Resources Regulation (Permen ESDM) No. 12 of
12.1.2]                                                                   2015. [103-1, 302-1][CSS-12.1.2]

Perusahaan mengoptimalkan energi terbarukan melalui PLTS                  The Company optimizes the use of renewable energy
berkapasitas 2,2 MWp di Melak yang seluruh produksinya                    through a 2.2 MWp solar power plant (PLTS) in Melak, with
digunakan untuk kebutuhan internal dengan total output                    all electricity generated utilized for internal operations and
mencapai 1.312 MWh. [103-2]                                               total output reaching 1,312 MWh. [103-2]

Penghitungan energi mengacu pada Energy Statistic Manual                  Energy calculations are based on the IEA Energy Statistics
IEA 2015 dan protokol GRK untuk stationary combustion                     Manual 2015 and the GHG Protocol for stationary combustion,
dengan konversi ke gigajoule. Metode yang sama digunakan                  with conversion into gigajoules. The same methodology is
untuk perhitungan intensitas dan pengurangan konsumsi                     applied to the calculation of energy intensity and energy
energi. Total energi yang digunakan pada 2025 mencapai                    consumption reductions. Total energy consumption in 2025
2.046.336 GJ yang menunjukkan penurunan 32,28% dari                       amounted to 2,046,336 GJ, representing a 32.28% decrease
tahun sebelumnya sebagai hasil dari diversifikasi energi                  compared to the previous year, driven by diversification
terbarukan. Audit energi internal dan eksternal dilakukan                 toward renewable energy sources. Internal and external
secara rutin dan diverifikasi oleh lembaga independen                     energy audits are conducted regularly and verified by certified
bersertifikasi. Beberapa penyesuaian data dilakukan                       independent institutions. Certain data adjustments were
berdasarkan audit pihak ketiga termasuk klasifikasi energi                made based on third-party audits, including the
yang digunakan mitra kerja sebagai energi dari luar organisasi            reclassification of energy used by business partners as
sehingga memengaruhi nilai intensitas energi. ITM tidak                   energy outside the organization’s boundary, which affected
memanfaatkan atau memperjualbelikan energi berupa panas                   energy intensity values. ITM does not utilize or trade energy
maupun pendingin, serta tidak melakukan penjualan atas                    in the form of heating or cooling, nor does it sell any self-
listrik yang dihasilkan sendiri ke pihak lain. [103-2, 103-3, 302-1,      generated electricity to external parties. [103-2, 103-3, 302-1,
302-2][CSS-12.1.2, CSS-12.1.3]                                            302-2][CSS-12.1.2, CSS-12.1.3]

  Penggunaan Energi Berdasarkan Sumber [103-2, 103-4, 302-1, 302-2]
                                                   *

  Energy Consumption by Source*

                               Uraian                                  Satuan
                                                                                               2025                 2024                 2023
                             Description                                Unit

  Energi Terbarukan | Renewable Energy

  Kegiatan Penambangan dan Penunjang | Mining and Supporting Activities

  Minyak Nabati**** | Palm Oil****                                                            744,068              943,328              774,902

  Pembangkit Listrik Tenaga Surya | Solar Power Plants                    GJ                   4,913                15,259              14,292

  Pembangkit Listrik Tenaga Kinetik | Kinetic Power Plant                                        0                    0                   407

  Jumlah Energi Terbarukan
                                                                          GJ                  748,981              958,775             789,600
  Total Renewable energy




                                                              Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                            47
Page 48
                                     Uraian                                                  Satuan
                                                                                                                          2025                     2024            2023
                                   Description                                                Unit

     Energi Tidak Terbarukan | Non-renewable Energy

     Kegiatan Penambangan dan Penunjang | Mining and Supporting Activities

     Diesel                                                                                                             1,193,997                1,664,173        1,735,909
                                                                                                GJ
     Batubara | Coal                                                                                                         0                    369,179         504,593

     Kegiatan Penunjang | Supporting Activities

     Listrik dari PLN | Electricity from PLN                                                                             102,140                   28,516           7,108
                                                                                                GJ
     Bensin | Gasoline                                                                                                     1,219                   1,342            1,556

     Jumlah Energi Tidak Terbarukan
                                                                                                GJ                      1,297,356              2,063,210         2,249,167
     Total Non-renewable Energy

     Intensitas Penggunaan Energi [302-3] [CSS-12.1.4]
     Energy Use Intensity

     Jumlah Penggunaan Energi | Total Energy Use                                                GJ                      2,046,336                3,021,985       3,038,767

     Jumlah Produksi** | Total Production**                                         Juta Ton | Million Tons                21.2                     19.7             17.2

     Pendapatan Bersih | Net Revenue                                                USD Juta | Million USD                 1,881                   2,304           2,374

                                                                                             GJ/Ton                        0.10                     0.15            0.17
     Intensitas Penggunaan Energi*** | Energy Use Intensity
                                                                                            GJ/USD                        0.0011                   0.0013          0.0013

     Keterangan | Notes:
     *
      Data penggunaan energi mencakup IMM, TCM, BEK, JBG, KTD, TRUST, NPR, GPK, TIS, ITM Head Office Jakarta, ITM Balikpapan Office, dan ITM Samarinda Office
     **
       Jumlah produksi menggunakan nilai Finished Coal
     ***
         Termasuk konsumsi bahan bakar dan listrik di dalam organisasi
     ****
          Minyak Nabati untuk campuran B40
     *
      Energy use data includes IMM, TCM, BEK, JBG, KTD, TRUST, NPR, GPK, TIS, ITM Head Office Jakarta, ITM Balikpapan Office, and ITM Samarinda Office
     **
        Total production uses the value of Finished Coal
     ***
         Include fuel and electricity consumption within organization only
     ****
          Palm Oil for the B40 blend



     Penggunaan Energi di Luar Perusahaan Berdasarkan Sumber [103-3, 103-4, 302-2][CSS-12.1.3]
     Energy Consumption Outside Organization by Source

                                             Uraian                                                         Satuan
                                                                                                                                           2025                   2024
                                           Description                                                       Unit
     Energi Terbarukan | Renewable Energy
     Kegiatan Penambangan dan Penunjang | Mining and Supporting Activities
     Minyak Nabati | Palm Oil                                                                                                            3,837,726              3,327,866
     Pembangkit Listrik Tenaga Surya | Solar Power Plants                                                      GJ                           129                    168
     Pembangkit Listrik Tenaga Kinetik | Kinetic Power Plant                                                                                 0                      0
     Jumlah Energi Terbarukan | Total Renewable Energy                                                         GJ                       3,837,856               3,328,034
     Energi Tidak Terbarukan | Non-renewable Energy
     Kegiatan Penambangan dan Penunjang | Mining and Supporting Activities
     Diesel                                                                                                                              6,139,468              6,656,604
                                                                                                               GJ
     Batubara | Coal                                                                                                                         0                      0
     Kegiatan Penunjang | Supporting Activities
     Listrik dari PLN | Electricity from PLN                                                                                                 42                     0
                                                                                                               GJ
     Bensin | Gasoline                                                                                                                     1,650                   145
     Jumlah Energi Tidak Terbarukan | Total Non-renewable Energy                                               GJ                        6,141,160              6,656,749
     Intensitas Penggunaan Energi | Energy Use Intensity
     Jumlah Penggunaan Energi | Total Energy Use                                                               GJ                        9,979,016              9,984,638
     Jumlah Produksi | Total Production                                                              Juta Ton | Million Tons                21.2                   19.7
     Intensitas Penggunaan Energi | Energy Use Intensity                                                    GJ/Ton                          0.47                  0.51


 Penghitungan intensitas energi untuk produk dan jasa yang                                      The calculation of energy intensity for products and services
 dijual mencakup seluruh penggunaan bahan bakar dan listrik.                                    sold covers the entire use of fuel and electricity. This figure
 Nilai ini terdiri atas intensitas konsumsi bahan bakar di dalam                                comprises fuel consumption intensity within the organization


48         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 49
                                                                             Menapaki Jalur yang Lebih Hijau dalam Operasi Pertambangan
                                                                                               Shaping a Greener Path in Mining Operations



organisasi sebesar 0,10 GJ/ton FC serta intensitas konsumsi           of 0.10 GJ/tons FC and electricity consumption intensity of
listrik sebesar 0,02 GJ/ton FC. Dibanding tahun 2024, kebutuhan       0.02 GJ/tons FC. Compared to 2024, the energy demand
energi produk dan jasa yang dijual pada tahun 2025 menurun            of products and services sold in 2025 decreased by 32.28%.
sebesar 32,28%. Pengurangan ini merupakan hasil dari berbagai         This reduction resulted from various initiatives, including
inisiatif seperti pembelian listrik dari pihak ketiga dan perubahan   the procurement of electricity from third parties and changes
struktur operasional perusahaan. Perhitungan pengurangan              in the Company’s operational structure. Energy reduction
energi dilakukan dengan menggunakan tahun dasar 2019, yang            calculations use 2019 as the base year, selected in accordance
dipilih karena ketentuan perusahaan untuk memastikan akurasi          with Company policy to ensure measurement accuracy and
dan konsistensi pengukuran. [103-5, 302-5]                            consistency. [103-5, 302-5]

Pada 2025, ITM mendorong efisiensi energi melalui investasi           In 2025, ITM continued to promote energy efficiency through
pada inovasi dan pengembangan teknologi yang mendukung                investments in innovation and technology development to
pengurangan konsumsi energi. Inisiatif ini mencakup                   reduce energy consumption. These initiatives include the
pengembangan solusi operasional yang lebih efisien,                   development of more efficient operational solutions,
optimalisasi peralatan, serta penerapan teknologi rendah              equipment optimization, and the adoption of low-energy
energi untuk meningkatkan kinerja energi sekaligus                    technologies to enhance energy performance while
mendukung target pengurangan emisi perusahaan. Selain                 supporting the Company’s emission reduction targets. In
itu, ITM juga memperkuat kapasitas internal melalui pelatihan         addition, ITM strengthened internal capacity through energy
efisiensi energi bagi karyawan, yaitu pelatihan auditor energi        efficiency training for employees, namely energy auditor
yang diikuti oleh 5 karyawan.                                         training, attended by 5 employees.

Penggunaan energi di ITM juga menimbulkan dampak                      Energy use at ITM also gives rise to environmental and social
lingkungan dan sosial yang dikelola secara bertahap. Konsumsi         impacts that are managed progressively. Fuel consumption
bahan bakar (fuel) untuk genset dan alat berat meningkatkan           for generators and heavy equipment increases the
beban emisi gas rumah kaca, sementara pemanfaatan PLTS                greenhouse gas emissions burden, while the utilization of
membantu menurunkan sebagian emisi tersebut dengan                    solar PV (PLTS) helps reduce part of these emissions by
mengurangi ketergantungan pada genset diesel. Di sisi lain,           decreasing reliance on diesel generators. Meanwhile,
penggunaan listrik dari PLN dilakukan melalui kerja sama              electricity sourced from PLN is obtained through cooperation
dengan penyedia energi resmi guna memastikan pasokan                  with an authorized energy provider to ensure a more stable
yang lebih stabil serta mendukung pengurangan penggunaan              supply and to support the reduction of self-generated fossil
pembangkit mandiri berbasis bahan bakar fosil.                        fuel–based power generation.

Pengungkapan terkait energi yang dijual dan penggunaan                Disclosure regarding energy sold and the use of contractual
instrumen kontraktual energi tidak relevan bagi ITM, karena           energy instruments is not relevant to ITM, as all energy is
seluruh energi digunakan untuk kebutuhan operasional                  utilized solely for internal operational purposes and is not
internal dan tidak diperjualbelikan. [103-2]                          sold to third parties. [103-2]

Pengurangan Emisi Gas Rumah                                           Reduction of Greenhouse Gas
Kaca (GRK)                                                            (GHG) Emissions
Timbulan emisi GRK dari kegiatan operasional ITM meliputi             GHG emissions from ITM's operational activities include
karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dinitrogen oksida (N₂O),         carbon dioxide (CO2), methane (CH4), nitrous oxide (N2O),
dan hidrofluorokarbon (HFC), yang dinyatakan dalam satuan             and hydrofluorocarbon (HFC), expressed in tons CO2eq. The
ton CO2eq. Perusahaan menghitung emisi GRK dengan                     company calculates GHG emissions using an operational
menggunakan pendekatan kontrol operasional dan metode                 control approach and methods tailored to the emission
yang disesuaikan dengan sumber emisi. Perhitungan emisi               source. Scope 2 emissions are calculated using a location-
cakupan 2 dilakukan menggunakan pendekatan location-                  based approach that refers to grid emissions as stipulated
based yang merujuk pada emisi grid yang ditetapkan oleh               by the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) No.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No.                 163.K/HK.02/MEM.S/2021. ITM has set 2019 as the base year
163.K/HK.02/MEM.S/2021. ITM menetapkan tahun dasar                    for comparison based on its integrated management
2019 sebagai tolok ukur berdasarkan proses pengelolaan                process. The calculation of emission factors refers to IPCC
terintegrasi. Penghitungan faktor emisi merujuk pada IPCC             AR5. Until the end of 2025, there will be no significant changes
AR5. Hingga akhir 2025, tidak ada perubahan bisnis atau               in business or other processes that would trigger a
proses lainnya yang signifikan yang memicu penghitungan               recalculation of emissions from the base year, and ITM has
ulang emisi dari tahun dasar, serta ITM belum melakukan               not yet conducted carbon credit calculations. [102-10, 305-1]
perhitungan karbon kredit. [102-10, 305-1]

Guna mendukung aksi reduksi emisi, ITM melakukan                      To support emission reduction efforts, ITM implemented
beberapa inisiatif, yaitu implementasi pembangunan dan                several initiatives, the construction and utilization of rooftop
pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap               Solar Power Plants (PLTS) at three Depo Bangunan outlets


                                                             Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                        49
Page 50
 di tiga gerai Depo Bangunan oleh PT Cahaya Power Indonesia                                         by PT Cahaya Power Indonesia (CPI), part of ITM. These
 (CPI) yang merupakan bagian dari ITM. Inisiatif tersebut                                           initiatives successfully reduced emissions by approximately
 berhasil mengurangi emisi sebesar sekitar 13.868 ton CO₂eq                                         13,868 tons CO₂eq in 2025 through clean energy production
 di tahun 2025 melalui produksi energi bersih dari sistem                                           from a 694.96 kWp solar energy system.
 tenaga surya 694,96 kWp.
     Metode Perhitungan Berdasarkan Sumber Emisi [305-1][CSS-12.1.5]
     Calculation Method Based on Emission Sources

                             Sumber Emisi                                                                        Metode Perhitungan
                            Emission Sources                                                                     Calculation Method

     Bahan Bakar Biosolar, Solar, dan Bensin untuk Kendaraan                  Sistem perhitungan beban emisi mengacu Permen LH No. 12 Tahun 2012
     Bergerak                                                                 Emission load calculation system refers to Minister of Environment Regulation No. 12 of 2012
     Biodiesel, Diesel Fuel, and Gasoline for Operational Vehicles
     Emisi GRK                                                                Protokol GRK
     GHG Emission                                                             GHG Protocol

     Pembangkit Listrik Tenaga Uap                                            Sistem Flue Gas Desulfurization (FGD) mengendalikan dan memantau emisi secara
     Coal-fired Power Plant                                                   rutin. Sementara pemantauan menyeluruh ditunjang oleh Operation Monitoring and
                                                                              Controlling System (microSCADA)
                                                                              The Flue Gas Desulfurization (FGD) system controls and monitors emissions regularly.
                                                                              While the overall monitoring is supported by Operation Monitoring and Controlling System
                                                                              (microSCADA)

     Pembangkit Listrik Tenaga Diesel                                         Sistem pemantauan emisi pembangkit
     Diesel Power Plant                                                       Monitoring system for generators emissions

     Refrigerator dan Peralatan Air Conditioner                               Konversi bobot penggunaan bahan pendingin menggunakan referensi IPCC AR5
     Refrigerator and Air Conditioner                                         The conversion of the weight of the use of refrigerants uses the IPCC AR5 reference

     Pembangkit Listrik PLN                                                   Sistem perhitungan berdasarkan emisi grid yang ditetapkan oleh Kementerian Energi dan
     PLN Power Plant                                                          Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 163.K/HK.02/MEM.S/2021
                                                                              Calculation system based on grid emissions established by the Ministry of Energy and
                                                                              Mineral Resources (EMR) No. 163.K/HK.02/MEM.S/2021

     Bahan Peledak                                                            Sistem perhitungan melalui konversi penggunaan jumlah material ammonium nitrat
     Explosive Material                                                       The calculation system through the conversion of the use of ammonium nitrate material

     Emisi fugitif dari Batubara Terungkap                                    Sistem perhitungan dengan mengonversi tingkat emisi gas metana dari batubara yang
     Fugitive Emission from Coal Expose                                       dihasilkan
                                                                              Calculation system by converting the level of methane gas emissions from the coal
                                                                              produced

     Emisi CO2 Biogenik                                                       Mengacu pada ISO 14064
     Biogenic CO₂ Emissions                                                   Referring to ISO 14064



 Total emisi GRK cakupan 1, 2, dan 3 pada 2025 tercatat                                             Total scope 1, 2, and 3 GHG emissions in 2025 were recorded
 sebesar 39.529.875 ton CO₂eq, meningkat 4,12%                                                      at 39,529,452 tons CO₂eq, representing a 4.12% increase
 dibandingkan 37.963.893 ton CO₂eq pada tahun sebelumnya.                                           compared to 37,963,893 tons CO₂eq in the previous year. This
 Perubahan ini dipengaruhi oleh operasi tambang perusahaan.                                         change was influenced by mining operations 2023, ITM has
 Sejak 2023, ITM juga telah memisahkan perhitungan emisi                                            also separated the calculation of emissions between activities
 antara kegiatan yang berasal dari ITM dan dari mitra kerja                                         originating from ITM and those from its contractors to produce
 untuk menghasilkan data yang lebih akurat dan transparan.                                          more accurate and transparent data. The reduction in Scope
 Adapun pengurangan emisi cakupan 3 mitra kerja dari 2024                                           3 emissions from contractors from 2024 to 2025 amounted
 ke 2025 sebesar 28.116 ton CO₂eq. [102-9, 305-5][CSS-12.2.3]                                       to 28,116 tons CO₂eq. [102-9, 305-5][CSS-12.2.3]


     Pengurangan Emisi GRK Absolut per Tahun ton CO2eq [302-4, 305-5][CSS-12.2.3]
     Absolute GHG Emission Reduction per Year tons CO₂eq

                    Baseline                                          2025                                     2024                                  2023

                       2019                                        50,844.76                                 66,815.04                             55,267.64

     Keterangan | Notes:
     •   Jenis gas yang termasuk pada perhitungan pengurangan emisi GRK: CO₂, CH₄, N₂O, HFC, dan PFC
     •   Cakupan emisi GRK di mana pengurangan terjadi: Cakupan 1 dan 2
     •   Pengurangan emisi GRK dari PLTS dan Biogenik
     •   Types of gases included in the GHG emission reduction calculation: CO₂, CH₄, N₂O, HFCs, and PFCs
     •   GHG emission scopes where reductions occurred: Scope 1 and Scope 2
     •   GHG emission reduction from Solar Power Plants and Biogenic Sources




50         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 51
                                                                                                             Menapaki Jalur yang Lebih Hijau dalam Operasi Pertambangan
                                                                                                                               Shaping a Greener Path in Mining Operations




Emisi GRK dari ITM Berdasarkan Sumber [305-1, 305-2, 305-3] [CSS-12.1.5, CSS-12.1.6, CSS-12.1.7]
GHG Emissions from ITM by Source

                         Uraian                                      Satuan
                                                                                                  2025                                2024                                2023
                       Description                                    Unit

Emisi GRK Cakupan 1 | Scope 1 GHG Emissions

Emisi GRK dari Kegiatan Pertambangan dan Penunjang (Cakupan 1) | GHG Emissions from Mining and Support Activities (Scope 1)

Solar | Diesel Fuel                                                                              136,044                             189,204                           102,821*****
                                                                  Ton CO₂eq
Minyak Nabati | Palm Oil                                                                         24,867                               32,177                           13,096*****

Emisi GRK dari Kegiatan Pertambangan (Cakupan 1) | GHG Emissions from Mining Activities (Scope 1)

Batubara | Coal                                                                                      0                               26,837                              36,932

Bahan Peledak | Explosive Materials                                                               7,531                               7,007                               6,342
                                                                  Ton CO₂eq

Emisi GRK Fugitif | Fugitive GHG Emission                                                        974,878                             835,161                            696,534

Emisi GRK dari Kegiatan Penunjang (Cakupan 1) | GHG Emission from Support Activities (Scope 1)

Bensin | Gasoline                                                                                  866                                 702                                 814

Refrigerant | Refrigerant                                                                           77                                  67                                12*****

Emisi Biogenik* | Biogenic Emission*                                                             49,532                              62,629                            27,652*****

Emisi Limbah** | Waste Emission**                                                                    0                                   -                                   -
                                                                   Ton CO₂eq
Emisi Venting Fuel Storage**
                                                                                                     0                                   -                                   -
Venting Fuel Storage Emission**

Emisi Pemanfaatan Hutan dan Penggunaan
                                                                                                     0                                   -                                   -
Lahan (FOLU)** | Forest and Land Use Emission**

Emisi Wastewater Treatment Plant**
                                                                                                     0                                   -                                   -
Wastewater Treatment Plant Emission**

Jumlah Emisi GRK Cakupan 1
                                                                  Ton CO₂eq                    1,144,263                            1,091,155                         856,550*****
Total GHG Emissions for Scope 1

Emisi GRK Cakupan 2 | Scope 2 GHG Emission

Listrik PLN | Electricity Purchased                                Ton CO₂eq                     32,402                                9,113                            2,389*****

Jumlah Emisi GRK Cakupan 2
                                                                  Ton CO₂eq                      32,402                               9,113                             2,389*****
Total GHG Emissions for Scope 2

Emisi GRK Cakupan 3 | Scope 3 GHG Emission

Batubara terjual*** | Coal sales***                                                            37,455,416                          35,937,945                        32,470,779*****

Perjalanan Bisnis**** | Business Trip****                          Ton CO₂eq                       842                                  611                               1,004

Penyedia Jasa | Services                                                                        896,952                             925,068                            851,192*****

Jumlah Emisi GRK Cakupan 3
                                                                  Ton CO₂eq                   38,353,210                          36,863,624                        33,322,976*****
Total GHG Emissions for Scope 3

Keterangan | Notes:
• Dengan pendekatan operasional, data emisi mencakup PT Indominco Mandiri, PT Trubaindo Coal Mining, PT Bharinto Ekatama, PT Kitadin, PT Jorong Barutama Greston, PT Tambang Raya
      Usaha Tama, ITM HO, ITM Balikpapan Office, ITM Samarinda Office, dan PT ITM Banpu Power (IBP).
• Jenis gas rumah kaca yang dihitung dalam perhitungan emisi gas rumah kaca adalah CO2, CH4, N2O, dan HFC
• Nilai Global Warming Potential (GWP) yang digunakan mengacu pada IPCC AR5.
*
  Emisi biogenik berupa asam lemak metil ester (Fatty Acid Methyl Ester, FAME) yang berasal dari sumber terbarukan. Emisi biogenik dikecualikan dari total emisi GRK namun dicantumkan dalam
tabel untuk menunjukkan potensi emisi GRK jika menggunakan hidrokarbon. Konsentrasi FAME rata-rata yang digunakan di 2025 adalah 40%.
**
   Emisi GRK belum dihitung
***
    Volume batubara yang berasal dari tambang sendiri yang dijual
****
     Emisi dari perjalanan bisnis tahun 2025 berdasarkan penerbangan yang dilakukan oleh karyawan
*****
      Penyajian kembali

•     Under the operational approach, emissions data includes PT Indominco Mandiri, PT Trubaindo Coal Mining, PT Bharinto Ekatama, PT Kitadin, PT Jorong Barutama Greston, PT Tambang Raya
      Usaha Tama, ITM HO, ITM Balikpapan Office, ITM Samarinda Office, and PT ITM Banpu Power (IBP).
• The types of greenhouse gases calculated in the calculation of greenhouse gas emissions are CO2, CH4, N2O, and HFC.
• Global Warming Potential (GWP) value used refers to IPCC AR5.
*
  Biogenic emissions in the form of fatty acid methyl ester (FAME) from renewable sources. Biogenic emissions are excluded from total GHG emissions but are included in the table to show
potential GHG emissions if hydrocarbons were used. The average FAME concentration used in 2025 is 40%.
**
   GHG emission not yet calculated
***
   Volume of coal from own mines sold
****
     Emissions from business travel in 2025 are only based on flights by employees.
*****
      Restatement




                                                                                   Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                                    51
Page 52
     Emisi GRK dari ITM dan Mitra Kerja Berdasarkan Jenisnya [102-5, 102-6, 102-7, 305-1] [CSS-12.1.5]
     GHG Emissions from ITM and Business Partners by Type

                       Uraian                       Satuan
                                                                         2025                       2024         2023
                     Description                     Unit

     Emisi GRK Cakupan 1
     Scope 1 GHG Emissions

     Karbon Dioksida (CO₂)
                                                                        203,251                   238,663       227,274*
     Carbon Dioxide (CO₂)

     Metana (CH₄)
                                                                        956,111                   833,219*      702,087
     Methane (CH₄)
                                                  Ton CO₂eq
     Dinitrogen Oksida (N₂O)
                                                                        67,505                      91,190      92,859*
     Nitrous Oxide (N₂O)

     Hidrofluorokarbon (HFC)
                                                                          76                         67            15
     Hydrofluorocarbon (HFC)

     Jumlah Emisi GRK Cakupan 1
                                                  Ton CO₂eq            1,226,943                  1,163,139    1,022,235
     Total GHG Emissions for Scope 1

     Emisi GRK Cakupan 2
     Scope 2 GHG Emissions

     Karbon Dioksida (CO₂)
                                                                        32,402                      9,113        2,389
     Carbon Dioxide (CO₂)

     Metana (CH₄)                                                                                                   -
                                                                           -                             -
     Methane (CH₄)
                                                  Ton CO₂eq
     Dinitrogen Oksida (N₂O)                                                                                        -
                                                                           -                             -
     Nitrous Oxide (N₂O)

     Hidrofluorokarbon (HFC)                                                                                        -
                                                                           -                             -
     Hydrofluorocarbon (HFC)

     Jumlah Emisi GRK Cakupan 2
                                                  Ton CO₂eq             32,402                      9,113        2,389
     Total GHG Emissions for Scope 2

     Emisi GRK Cakupan 3
     Scope 3 GHG Emissions

     Karbon Dioksida (CO₂)
                                                                       37,901,775                35,678,985    32,883,643
     Carbon Dioxide (CO₂)

     Metana (CH₄)
                                                                        139,261                    111,381       121,167
     Methane (CH₄)
                                                Ton CO₂eq
     Dinitrogen Oksida (N₂O)
                                                                        559,689                    147,580       493,119
     Nitrous Oxide (N₂O)

     Hidrofluorokarbon (HFC)
                                                                         5,571                           -       10,332
     Hydrofluorocarbon (HFC)

     Jumlah Emisi GRK Cakupan 1, 2, dan 3
                                                Ton CO₂eq             39,865,641                  37,110,199   34,532,886
     Total GHG Emissions for Scope 1,2, and 3

     *
     Penyajian kembali | *Restatement




52        Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 53
                                                                                                                Menapaki Jalur yang Lebih Hijau dalam Operasi Pertambangan
                                                                                                                                  Shaping a Greener Path in Mining Operations




Emisi GRK Cakupan 1, 2, dan 3 [102-5, 102-6, 102-7]
Scope 1, 2, and 3 GHG Emissions


                                        Tahun dasar
                                         Base year                                    2025                                      2024                                      2023
                                           2019
    Emisi GRK
   Cakupan 1, 2,                                     Emisi                                     Emisi                                     Emisi                                     Emisi
       dan 3                                       Biogenik                                  Biogenik                                  Biogenik                                  Biogenik
      Scope 1,                                         CO2                                       CO2                                       CO2                                       CO2
   2, and 3 GHG                 Emisi               Biogenic              Emisi               Biogenic              Emisi               Biogenic              Emisi               Biogenic
     emissions                Emissions               CO2               Emissions                CO2              Emissions                CO2              Emissions                CO₂
                              (mtCO2e)             Emissions            (mtCO2e)             emissions            (mtCO2e)             emissions            (mtCO2e)             emissions
                                                    (metric                                   (metric                                   (metric                                   (metric
                                                      tons)                                     tons)                                     tons)                                     tons)

Emisi GRK
Cakupan 1
                               1,952,662             226,857             1,144,263              49,532              1,091,155             62,629              968,500               51,298
Scope 1 GHG
emissions

Emisi GRK Cakupan 2
Scope 2 GHG emissions

Berbasis lokasi
                                 2,615                   0                32,402                   0                  9,113                  0                  2,389                  0
Location-based

Berbasis pasar
                                    0                    0                    0                    0                    0                    0                    0                    0
Market-based

Emisi GRK Cakupan 3
Scope 3 GHG emissions

Kategori 3:
Aktivitas terkait
bahan bakar dan
energi (tidak
termasuk emisi
GRK Cakupan 1
atau Cakupan 2)                     0                    0                896,952              253,671              925,068              219,233               851,192             185,286
Category 3:
Fuel- and energy-
related activities
(exclude Scope 1
or Scope 2 GHG
emissions)

Kategori 4:
Transportasi dan
distribusi hulu
Category 4:                         0                    0                    0                    0                    0                    0                    0                    0
Upstream
transportation and
distribution

Kategori 6:
Perjalanan dinas
                                    0                    0                  842                    0                   611                   0                  1,004                  0
Category 6:
Business travel

Kategori 11:
Penggunaan
produk yang dijual
                                  N/A                  N/A              37,455,416                 0              35,937,945                 0              32,470,779                 0
Category 11:
Use of sold
products

Keterangan | Notes:
•   Perhitungan emisi dilakukan dengan pendekatan location-based, belum menggunakan metode market-based.
•   ITM belum menghitung emisi cakupan 3 untuk Kategori 1 (Barang dan jasa yang dibeli), Kategori 2 (Barang modal), kategori 4 (Transportasi dan distribusi hulu), Kategori 5 (Limbah yang
    dihasilkan dari kegiatan operasional), Kategori 7 (Perjalanan karyawan), Kategori 8 (Aset sewaan hulu), Kategori 9 (Transportasi dan distribusi hilir), Kategori 10 (Pengolahan produk yang
    dijual), Kategori 12 (Perawatan akhir masa pakai produk yang dijual), Kategori 13 (Aset sewaan hilir), Kategori 14 (Waralaba), dan Kategori 15 (Investasi).
•   Emissions are calculated using the location-based approach and have not yet applied the market-based method.
•   ITM has not calculated Scope 3 emissions for Category 1 (Purchased goods and services), Category 2 (Capital goods), Category 4 (Upstream transportation and distribution), Category 5
    (Waste generated from operational activities), Category 7 (Employee travel), Category 8 (Upstream leased assets), Category 9 (Downstream transportation and distribution), Category 10
    (Processing of products sold), Category 12 (End-of-life care of sold products), Category 13 (Downstream leased assets), Category 14 (Franchises), and Category 15 (Investments).




                                                                                     Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                                     53
Page 54
     Emisi GRK Cakupan 1 dan 2 Berdasarkan Jenis Gas [102-5, 102-6]
     Scope 1 and 2 GHG Emissions By Gas

                                                                                             2025                                  2024                                      2023
         Emisi GRK Cakupan 1 dan 2 berdasarkan jenis gas
                Scope 1 and 2 GHG emissions by gas                                Emisi               Emisi             Emisi                Emisi              Emisi                 Emisi
                                                                                Emissions           Emissions         Emissions            Emissions          Emissions             Emissions
                                                                               (metric tons)        (mtCO₂e)         (metric tons)         (mtCO₂e)          (metric tons)          (mtCO₂e)

                                                                 CO₂               203,251            203,251           238,663             238,663                227,274           227,274

                                                                 CH₄               31,870             956,111            27,774             833,219                23,403            702,087

                                                                 N₂O                 255              67,505              344                   91,190              350              92,859

     Emisi GRK Cakupan 1
                                                                 HFCs               0.07                 76              0.05                    67                 0.01              15.31
     Scope 1 GHG emissions

                                                                 PFCs                 0                  0                 0                      0                  0                     0

                                                                 SF6                  0                  0                 0                      0                  0                     0

                                                                 NF₃                  0                  0                 0                      0                  0                     0

     Total emisi GRK Cakupan 1
                                                                                                     1,226,943                              1,163,139                               1,022,235
     Total Scope 1 GHG emissions

                                                                 CO₂               32,402             32,402             9,113                  9,113              2,389              2,389
     Emisi GRK Cakupan 2 (pendekatan location-
     based)                                                      CH₄                  0                  0                 0                      0                  0                     0
     Scope 2 GHG emissions (location- based)
                                                                 N₂O                  0                  0                 0                      0                  0                     0

     Total emisi GRK Cakupan 2 (pendekatan
     location-based)                                                                                  32,402                                    9,113                                 2,389
     Total Scope 2 GHG emissions (location- based)

     Total Emisi GRK Cakupan 1 dan Cakupan 2
                                                                 CO2                                 1,259,345                              1,172,252                               1,024,624
     Total Scope 1 and 2 GHG emissions

     Keterangan | Notes:
     Perhitungan emisi dilakukan dengan pendekatan location-based, belum menggunakan metode market-based
     Emissions are calculated using the location-based approach and have not yet applied the market-based method.



     Target Pengurangan Emisi GRK [102-4]
     GHG Emissions Reduction Targets

                                         Tahun          Target emisi         Target emisi                                                               Tahun dasar emisi           Cakupan
                                                                                                   Progres           Progres        Tahun
           Cakupan emisi                 target            Target               Target                                                                      Base year                 gas
                                                                                                   Progress         Progress        dasar
           Emission scope                Target          emissions            emissions                                                                    emissions                 Gases
                                                                                                     (%)            (mtCO2e)       Base year
                                          year              (%)               (mtCO2e)                                                                      (mtCO2e)                covered

     Target Cakupan 1 dan 2*                                                                                                                                                        CO₂, CH₄,
                                          2025                  -5              2,073,028             8.92          2,376,820            2019               2,182,134
     Scope 1 and 2 target*                                                                                                                                                          N₂O, HFC

     *
      Keterangan | Notes:
     •   Mencakup emisi kontraktor dan biogenik | Includes contractor and biogenic emissions
     •   Persentase emisi yang termasuk dalam masing-masing Cakupan: 100% | Percentage of emissions included within each Scope: 100%



     Intensitas Emisi GRK [102-8, 305-4][CSS-12.1.8]
     GHG Emission Intensity

                          Uraian                                                      Satuan
                                                                                                                                 2025                      2024                     2023
                        Description                                                    Unit

     Jumlah Produksi | Total Production                        Juta Ton | Million Tons                                            21.2                     19.7                     17.2

     Pendapatan Bersih | Net Revenue                           USD Juta | Million USD                                            1,881                    2,304                     2,374

     Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 & 2                        Ton CO₂eq / Ton Produksi
                                                                                                                                 0.06                      0.06                     0.06
     Scope 1 & 2 GHG Emission Intensity                        Ton CO₂eq / Production Tons

                                                               Ton CO₂eq/ USD                                                   0.0006                    0.0005                0.0004

     Intensitas Emisi GRK Cakupan 3                            Ton CO₂eq / Ton Produksi
                                                                                                                                  1.81                     1.88                     1.93
     Scope 3 GHG Emission Intensity                            Ton CO₂eq / Production Tons

                                                               Ton CO₂eq/ USD                                                   0.020                      0.016                    0.014




54          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 55
                                                                                                                     Menapaki Jalur yang Lebih Hijau dalam Operasi Pertambangan
                                                                                                                                       Shaping a Greener Path in Mining Operations




Pengendalian dan Reduksi Emisi                                                                           Control and Reduction of Ozone
Ozone Depleting Substances (ODS)                                                                         Depleting Substances (ODS)
dan Emisi Udara Lainnya                                                                                  Emissions and Other Emissions
ITM terus memperkuat upaya perlindungan lapisan ozon dan                                                 ITM continues to strengthen its efforts to protect the ozone
pengendalian perubahan iklim, salah satunya melalui penggunaan                                           layer and control climate change, including through the use of
refrigeran R410a yang lebih ramah lingkungan dan tidak                                                   R410a refrigerant, which is more environmentally friendly and
mengandung Ozone Depleting Substances (ODS). Sejak 2023,                                                 does not contain Ozone-Depleting Substances (ODS). Since
ITM telah sepenuhnya menghentikan pemakaian HCFC-22 dan                                                  2023, ITM has fully discontinued the use of HCFC-22 and
memastikan bahwa proses operasional, produk, serta layanan                                               ensures that its operational processes, products, and services
yang disediakan bebas dari bahan perusak ozon. [305-6, 305-7]                                            are free from ozone-depleting substances. [305-6, 305-7]

ITM melakukan pemantauan dan perhitungan beban emisi udara                                               ITM monitors and calculates air emission loads for NOx, SOx,
untuk parameter NOx, SOx, CO, dan partikulat. Perhitungan                                                CO, and particulate matter. Emissions from stationary sources
emisi dari sumber tidak bergerak dilakukan dengan dua                                                    are calculated using two approaches. For units that have
pendekatan. Untuk unit yang sudah menjalani pengukuran                                                   undergone direct measurement, calculations are based on
langsung, perhitungan mengacu pada hasil uji laboratorium.                                               laboratory test results. For units that have not yet been
Sementara itu, untuk unit yang belum diukur, beban emisi                                                 measured, emission loads are estimated using secondary
diestimasi menggunakan data sekunder berupa rata-rata hasil                                              data in the form of average laboratory test results from
uji laboratorium dari sumber sejenis yang telah diukur sebelumnya.                                       comparable sources that have previously been measured.
Untuk sumber bergerak, estimasi beban emisi dilakukan dengan                                             For mobile sources, emission load estimates are calculated
menggunakan data sekunder konsentrasi sulfur. Pada 2025,                                                 using secondary data on sulfur concentration. In 2025, total
total beban emisi konvensional mencapai 557,72 ton yang                                                  conventional air emission loads amounted to 557.72 tons,
merupakan penurunan sebesar 10,49% dibandingkan tahun                                                    representing an increase of 10.49% compared to the previous
sebelumnya, yang disebabkan oleh pengalihan sumber listrik                                               year, driven by transfer of electricity supply from internal
dari genset internal ke pembelian listrik PLN. [305-7]                                                   generators to purchased electricity from PLN. [305-7]
 Jumlah Beban Emisi Konvensional (Ton)
 Total Conventional Emission Loads

                                               Jenis Emisi
                                                                                                                              2025                         2024                          2023
                                              Emission Type

 NOx                                                                                                                         420.78                       428.09                         296.41

 SOx                                                                                                                         43.49                         39.64                          27.68

 CO                                                                                                                           71.68                        107.18                        54.06

 Particulate Matter (PM)                                                                                                      21.77                         48.14                        46.86

 Persistent Organic Pollutants (POP)                                                                                          N/A                           N/A                           N/A

 Volatile Organic Compounds (VOC)                                                                                             N/A                           N/A                           N/A

 Hazardous Air Pollutants (HAP)                                                                                               N/A                           N/A                           N/A

 Keterangan | Notes:
 ITM tidak mengungkapkan polutan organik yang persisten (POP) sebagai emisi udara yang signifikan karena tidak relevan dengan karakteristik bisnis Perusahaan. Perhitungan di atas hanya
 untuk beban emisi dari genset. Saat ini untuk genset dgn kapasitas 150 KVA ke atas yang teridentifikasi dan sudah dihitung beban emisinya.
 ITM does not disclose persistent organic pollutants (POPs) as significant air emissions as they are not relevant to the characteristics of the Company’s business. The above calculation is only for the
 emission load from the generators. New approach to conventional emission load calculation, currently for identified generators with a capacity of 150 KVA and above, the emission load is calculated.




ITM juga berupaya untuk mengurangi emisi udara non-GRK                                                   ITM also strives to reduce non-GHG air emissions by
penerapan berbagai inisiatif pengendalian emisi. Upaya yang                                              implementing various emission control initiatives. Efforts
dilakukan untuk mengurangi emisi udara non-GRK meliputi:                                                 to reduce non-GHG air emissions include:
1. Uji coba penerapan truk listrik dalam pengangkutan                                                    1. Pilot testing of electric trucks for coal transportation.
    batubara.
2. Penerapan kendaraan listrik untuk operasional                                                         2. Deployment of electric vehicles for daily operations,
    harian, termasuk penggunaan kendaraan listrik                                                           including the use of electric vehicles by ITM’s
    bagi pimpinan ITM.                                                                                      management.
3. Pemastian penerapan perawatan kendaraan                                                               3. Ensuring the implementation of regular vehicle
    berkala.                                                                                                maintenance programs.




                                                                                         Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                                           55
Page 56
     Keanekaragaman Hayati dan
     Rehabilitasi Pascatambang
     Biodiversity and Post-mining Rehabilitation

       Highlight 2025 | 2025 Highlights

                                          Serah Terima Rehabilitasi DAS seluas
                                          Total area of watershed rehabilitation handover


                                                      2,717.84 ha
          Akumulasi Penanaman pada Lahan Reklamasi seluas                         Penanaman Bibit Mangrove (Jumlah Bibit)
          Area of Accumulated Planting on Reclamation Land                        Mangrove Planting (Number of seedlings)


                     6,259 ha                                                               10,000 bibit
       Pendekatan Manajemen [3-3][CSS-12.3.1, CSS-12.5.1]
       Management Approach

       Topik Material: Keanekaragaman Hayati dan Pascatambang
       Material Topic: Biodiversity and Post-mining
       Kebijakan | Policy
       • ITM-P-HSE-9.2-002 Kebijakan Lingkungan | ITM-P-HSE-9.2-002 Environmental Policy
       • Manual K3L tentang Pedoman Pengelolaan K3L | HSE Manual on HSE Management Guidelines


       Dampak dan Pengelolaan: Impact and Management:

       Aktivitas pertambangan, terutama pada fase pembukaan lahan, memiliki potensi menimbulkan perubahan bentang
       alam yang dapat mengurangi fungsi ekosistem dan menurunkan keanekaragaman hayati. Untuk meminimalkan
       dampak tersebut, ITM menerapkan mitigasi keanekaragaman hayati berdasarkan hirarki mitigasi, menjalankan
       berbagai program konservasi, dan melakukan rehabilitasi area terdampak.

       Mining activities, particularly during the land clearing phase, have the potential to alter landscape characteristics,
       which may reduce ecosystem functions and biodiversity levels. To mitigate these impacts, ITM applies biodiversity
       management measures in accordance with the mitigation hierarchy, implements various conservation programs,
       and undertakes rehabilitation of affected areas.



       Sumber Daya dan Evaluasi: Resources and Evaluation:

       ITM melakukan penilaian dan evaluasi keanekaragaman hayati secara berkala serta melaporkan hasil pengelolaannya
       kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penilaian tahun 2025 menunjukkan indeks keanekaragaman
       hayati berada pada kisaran 0,5 - 2,7. Masukan dari pihak berwenang melalui komunikasi rutin dan FGD dimanfaatkan
       untuk memperbaiki kebijakan dan prosedur operasional. Sepanjang periode pelaporan, ITM mengelola area reklamasi
       sesuai dengan persyaratan dokumen lingkungan, dengan Departemen Mine Rehabilitation bertanggung jawab atas
       pelaksanaan, pemantauan, dan pelaporan program keanekaragaman hayati serta kinerja pascatambang.
       ITM conducts periodic biodiversity assessments and evaluations and reports the results of its biodiversity management
       efforts to the Ministry of Environment and Forestry. The 2025 assessment indicates that the biodiversity index ranged
       between 0.5 and 2.7. Input from relevant authorities, obtained through regular communications and focused group
       discussions (FGDs), is incorporated to enhance internal policies and operational procedures. Throughout the reporting
       period, ITM managed reclamation areas in accordance with the requirements set out in the approved environmental
       documents. The Mine Rehabilitation Department is responsible for the implementation, monitoring, and reporting
       of biodiversity programs as well as post-mining performance.




56       Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 57
                                                                          Menapaki Jalur yang Lebih Hijau dalam Operasi Pertambangan
                                                                                            Shaping a Greener Path in Mining Operations




Kebijakan dan Pengelolaan                                       Biodiversity Policy and
Keanekaragaman Hayati                                           Management
Kebijakan Menghentikan dan Mengembalikan                        Policy to Halt and Reverse Biodiversity Loss
Keanekaragaman Hayati Hilang [101-1]                            [101-1]

Kebijakan keanekaragaman hayati merupakan bagian dari           The biodiversity policy forms part of the Company’s
Kebijakan Lingkungan Perusahaan dan diterapkan secara           Environmental Policy and applies across all ITM entities,
menyeluruh di seluruh entitas ITM, termasuk anak usaha          including subsidiaries and business partners.
dan mitra kerja.

Penetapan tujuan dan target pengelolaan keanekaragaman          The Company’s biodiversity objectives and targets are
hayati didasarkan pada kajian ilmiah yang relevan serta         established based on relevant scientific studies and refer
mengacu pada dokumen AMDAL dan rencana penutupan                to the Environmental Impact Assessment (AMDAL)
tambangsebagai tahun dasar. Untuk memantau dan                  documents and the mine closure plan as the base year. To
mengevaluasi pencapaiannya, ITM menggunakan parameter           monitor and evaluate progress, the Company applies
indeks keanekaragaman hayati atau Shannon Diversity Index,      biodiversity index parameters or the Shannon Diversity Index,
yang merefleksikan kesehatan dan keseimbangan ekosistem.        which reflects ecosystem health and balance.

Pengelolaan Dampak Keanekaragaman                               Biodiversity Impact Management [101-2]
Hayati [101-2]
Upaya pelestarian dan perlindungan keanekaragaman hayati        Biodiversity conservation and protection efforts are
dilaksanakan berdasarkan kajian dasar dan penilaian risiko      implemented based on baseline studies and biodiversity
biodiversitas, dengan memastikan pemanfaatan lahan              risk assessments, ensuring efficient land use while applying
dilakukan secara efisien serta mengacu pada penerapan           the mitigation hierarchy, covering minimization, restoration,
hierarki mitigasi yang mencakup minimalisasi, pemulihan,        offsetting, and additional conservation measures.
penyeimbangan, dan tindakan konservasi tambahan.

ITM menerapkan pengendalian emisi, melakukan penyesuaian        ITM implements emission controls, adjusts mine design to
desain tambang untuk mengurangi gangguan area, serta            reduce area disturbance, and conducts flora rescue activities
melaksanakan penyelamatan flora pada lokasi yang akan           prior to land clearing. Ecosystem restoration and
dibuka sebelum kegiatan land clearing dilakukan. Selanjutnya,   rehabilitation are carried out through the preparation of
upaya pemulihan dan rehabilitasi ekosistem terdampak            reclamation plans and technical reclamation designs
(restore/rehabilitate) diwujudkan melalui penyusunan rencana    reviewed and approved by the Government. The program
reklamasi dan rancangan teknis reklamasi yang telah dikaji      includes land contouring, erosion and sedimentation control,
dan disetujui oleh pemerintah. Program ini mencakup             and revegetation. Its implementation involves local
penataan lahan, pengendalian erosi dan sedimentasi, serta       communities in seedling procurement and planting activities,
kegiatan revegetasi. Pelaksanaannya melibatkan masyarakat       collaboration with local universities to assess reclamation
lokal dalam pengadaan bibit dan kegiatan penanaman,             best practices, and cooperation with the National Research
didukung kerja sama dengan universitas setempat untuk           and Innovation Agency (BRIN) to develop revegetation
mengkaji praktik terbaik reklamasi, serta kolaborasi dengan     modeling aimed at improving ecosystem recovery outcomes.
BRIN dalam pemodelan revegetasi guna meningkatkan
keberhasilan pemulihan ekosistem.

ITM juga melaksanakan rehabilitasi daerah aliran sungai untuk   ITM conducts watershed rehabilitation to compensate for
mengompensasi dampak penggunaan lahan hutan. Selain             forest land use impacts. In addition, transformative actions
itu, tindakan transformatif juga dilakukan melalui              are undertaken through the development of black orchid
pengembangan anggrek hitam, tanaman endemik Kalimantan          propagation, an endemic Kalimantan species listed as
yang berstatus terancam punah menurut IUCN Red List,            endangered under the IUCN Red List, using tissue culture
dengan teknik kultur jaringan sebagai upaya konservasi jangka   techniques to support long term conservation and
panjang dan peningkatan keanekaragaman hayati.                  biodiversity enhancement.

Proses kepatuhan terhadap regulasi access and benefit-          The process of ensuring compliance with access and benefit-
sharing (ABS) tidak relevan bagi ITM, karena sumber daya        sharing (ABS) regulations is not applicable to ITM, as the
yang dimanfaatkan berupa komoditas pertambangan dan             resources utilized consist of mining commodities rather
bukan sumber daya genetik yang dapat diakses masyarakat.        than genetic resources that can be accessed by the public.
Selain itu, akses publik ke area konsesi dibatasi sesuai        In addition, public access to concession areas is restricted
karakteristik operasional, sehingga tidak terdapat skema        in line with operational characteristics, and therefore no
pemberian akses maupun pembagian manfaat sebagaimana            access provision or benefit-sharing scheme exists as
diatur dalam kerangka ABS. [101-3]                              stipulated under the ABS framework. [101-3]

                                                        Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                          57
Page 58
     Rencana Pengelolaan Keanekaragaman                               Biodiversity Management Plan [101-2, 101-4]
     Hayati [101-2, 101-4]
     Rencana Pengelolaan Keanekaragaman Hayati disusun                The Biodiversity Management Plan is developed based on
     berdasarkan hasil penilaian dampak yang mengacu pada             impact assessment results in accordance with GRI 101 and
     GRI 101 dan akan terus disempurnakan melalui dependency          will continue to be refined through dependency and impact
     and impact assessment untuk memastikan pengelolaan               assessments to ensure comprehensive and adaptive
     biodiversitas dilakukan secara komprehensif dan adaptif.         biodiversity management. Its implementation is aligns with
     Implementasinya selaras dengan upaya penanganan                  climate change mitigation efforts, including reclamation
     perubahan iklim, antara lain melalui program reklamasi yang      programs that contribute to carbon sequestration as part
     berkontribusi pada penyerapan karbon sebagai bagian dari         of emission balancing initiatives.
     penyeimbangan emisi.

     Seluruh site operasional diidentifikasi memiliki potensi         All operational sites are identified as having potentially
     dampak signifikan terhadap keanekaragaman hayati karena          significant impacts on biodiversity, as they are located within
     berlokasi di kawasan hutan dan menggunakan metode                forest areas and apply open pit mining methods. Risk
     pertambangan terbuka. Penilaian risiko mempertimbangkan          assessments consider factors such as climate change, land
     faktor perubahan iklim, perubahan tata guna lahan dan laut,      and sea use change, natural resource exploitation, and
     pemanfaatan sumber daya alam, serta pencemaran. Hasil            pollution. The assessment results indicate that land use
     kajian menunjukkan bahwa perubahan tata guna lahan               change represents the most significant impact factor. The
     menjadi faktor dengan dampak paling signifikan. Proses           evaluation process is conducted internally as part of the
     penilaian dilakukan secara internal sebagai bagian dari sistem   Company’s environmental management system.
     manajemen lingkungan perusahaan.




58         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 59
                                                                                                                    Menapaki Jalur yang Lebih Hijau dalam Operasi Pertambangan
                                                                                                                                      Shaping a Greener Path in Mining Operations




 Lokasi Keanekaragaman Hayati Terdampak [101-5, 101-6, 101-7, 101-8]
 Location of Impacted Biodiversity Areas

                      Situs                                                                    Penyebab langsung dari hilangnya keanekaragaman hayati
                      Sites                                                                                Direct drivers of biodiversity loss

                                                                                                           Perubahan penggunaan lahan dan laut




                                       Activities
                         Luas (ha)



                                       Kegiatan
        Location




                         Size (ha)
                                                                                                                 Land and sea use change
        Lokasi




                                                                                  Konversi ekosistem alami                             Konversi dari satu ekosistem yang telah dimanfaatkan
                                                                                 Natural ecosystem conversion                          atau dimodifikasi secara intensif ke ekosistem lainnya
                                                                                                                                          Conversion from one intensively used or modified
                                                                                                                                                        ecosystem to another

                                                             Luas ekosistem    Tanggal batas    Jenis ekosistem     Jenis ekosistem    Luas ekosistem      Jenis ekosistem     Jenis
                                                             yang dikonversi   atau tanggal     sebelum             setelah konversi   yang dikonversi     sebelum konversi    ekosistem
                                                             (ha)              referensi        konversi            Ecosystem type     (ha)                Ecosystem type      setelah
                                                             Size of           Cut-off date     Ecosystem           after conversion   Size of             before conversion   konversi
                                                             ecosystem         or reference     type before                            ecosystem                               Ecosystem
                                                             converted (ha)    date             conversion                             converted (ha)                          type after
                                                                                                                                                                               conversion

 BEK    Kalimantan                                                                              Hutan tropis–
        Timur,                                                                                  subtropis
        Kalimantan                                                                              Tropical–
                                                                                                subtropical
                              17,311




        Tengah
                                                                1,283.31                        forests                                        -                   -                  -
        East
        Kalimantan,
        Central
        Kalimantan

 EMB                                                                                                                                                            Ekosistem
        Kalimantan                                                                                                                                               dengan
                                                                                                                                                                                   Area
                              2,973




        Timur                                                                                                                                                  penggunaan
                                                                    -                                  -                                   1,283.31                              tambang
        East                                                                                                                                                  lahan intensif
                                                                                                                                                                                Mining area
        Kalimantan                                                                                                                                           Intensive land-
                                                                                                                                                            use ecosystems

 GPK    Kalimantan                                                                              Hutan tropis–
        Timur                                                                                   subtropis
                              5,060




        East                                                    1,283.31                        Tropical–                                      -                   -                  -
        Kalimantan                                                                              subtropical
                                                                                                forests
                                       Operasional tambang
                                         Mining operation




 IMM    Kalimantan                                                                              Hutan tropis–
        Timur                                                                  31 Desember      subtropis
                              24,121




        East                                                    1,283.31           2025         Tropical–            Area tambang              -                   -                  -
        Kalimantan                                                             December 31,     subtropical           Mining area
                                                                                   2025         forests

 JBG    Kalimantan                                                                              Hutan tanaman
                              4,883




        Selatan                                                                                 Plantation
                                                                1,283.31                                                                       -                   -                  -
        South                                                                                   forests
        Kalimantan

 NPR    Kalimantan                                                                              Hutan tropis–
        Tengah                                                                                  subtropis
                              4,291




        Central                                                 1,283.31                        Tropical–                                      -                   -                  -
        Kalimantan                                                                              subtropical
                                                                                                forests

 TCM    Kalimantan                                                                              Hutan tropis–
        Timur                                                                                   subtropis
                              22,573




        East                                                    1,283.31                        Tropical–                                      -                   -                  -
        Kalimantan                                                                              subtropical
                                                                                                forests

  TIS   Kalimantan                                                                              Hutan tropis–
        Timur                                                                                   subtropis
                              2,065




        East                                                    1,283.31                        Tropical–                                      -                   -                  -
        Kalimantan                                                                              subtropical
                                                                                                forests



Perlindungan Keanekaragaman                                                                                Biodiversity Protection
Hayati
ITM memprioritaskan pengelolaan dan mitigasi dampak                                                        ITM prioritizes the management and mitigation of mining
penambangan terhadap ekosistem dan keanekaragaman                                                          impacts on ecosystems and biodiversity. Land clearing and
hayati. Pembukaan lahan dan reklamasi dilaksanakan sesuai                                                  reclamation are carried out in accordance with the AMDAL
dokumen AMDAL, dengan target mencapai No Net Loss                                                          document, with a target of achieving No Net Loss by the
pada akhir penutupan tambang.                                                                              end of mine closure.

Sebagai bagian dari inisiatif reklamasi, PT Indominco Mandiri                                              As part of its reclamation initiatives, PT Indominco Mandiri
mengembangkan proyek Arboretum 30 Gemilang dan                                                             has developed the Arboretum 30 Gemilang and Arboretum
Arboretum Kanahuang. Kawasan arboretum ini tidak hanya                                                     Kanahuang projects. These arboretum areas function not
berfungsi sebagai area restorasi ekologis pascatambang, tetapi                                             only as post-mining ecological restoration sites but also as

                                                                                           Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                             59
Page 60
     juga sebagai kawasan konservasi keanekaragaman hayati yang                      biodiversity conservation areas designed to provide long-
     dirancang untuk memberikan nilai lingkungan dan sosial jangka                   term environmental and social value. The projects support
     panjang. Proyek ini mendukung penelitian ilmiah, pendidikan                     scientific research, environmental education, tourism
     lingkungan, pengembangan pariwisata, serta kegiatan rekreasi                    development, and community-based recreational activities,
     berbasis masyarakat, sehingga mengintegrasikan pemulihan                        thereby integrating ecological restoration with socio-
     ekologis dengan manfaat sosial-ekonomi.                                         economic benefits.


      Beberapa Upaya Pengelolaan Lahan Terganggu [101-6, 101-7][CSS-12.5.3]
      Some Disturbed Land Management Efforts
      Aktivitas Tambang     Pembukaan Lahan                                          Penggalian Batuan Penutup
        Mine Activities     Land Clearing                                            Excavation of Overburden

      Risiko dan Dampak     Peningkatan laju erosi, peningkatan sedimentasi,         Perubahan bentang alam, peningkatan laju erosi, dan peningkatan
          Lingkungan        dan penurunan tingkat kesuburan tanah.                   sedimentasi.
      Environmental Risk    Increased erosion rate, Increased sedimentation and      Changes in landscape, increased erosion rates and increased
          and Impact        decreased soil fertility.                                sedimentation.

          Mitigasi          1.   Penempatan tanah pucuk pada tempat yang             1.   Pelaksanaan reklamasi dengan memperhatikan aspek keamanan
          Mitigation             aman dari erosi.                                         dan kestabilan timbunan serta revegetasi lahan sesuai dengan
                            2.   Penanaman tanaman penutup (cover crop) untuk             rencana reklamasi.
                                 mengendalikan penggerusan tanah pucuk akibat        2.   Penyiraman jalan pada tapak tambang, jalan angkut, lokasi
                                 air larian dan menjaga kesuburan tanah.                  pengoperasian fasilitas, sarana dan prasarana tambang.
                            3.   Sempadan sungai yang merupakan Sub-sub              3.   Penerapan aturan kecepatan rendah khususnya untuk kendaraan
                                 DAS sebagai kawasan konservasi.                          angkut batubara (maksimum 40 km/jam).
                            4.   Penerapan metode penambangan gali timbun ke         4.   Implementasi reklamasi dan revegetasi lahan sesuai dengan
                                 belakang atau in pit dump.                               rencana.
                            1.   Placement of topsoil stock in a safe place from     1.   Carry out reclamation by considering the security and stability
                                 erosion.                                                 aspects of embankment and land revegetation in accordance with
                            2.   Plant cover crops to control the drift of topsoil        the reclamation plan.
                                 by runoff and maintain soil fertility.              2.   Watering the road on the mine site, hauling road, operating location
                            3.   Riparian zones which are the Sub-sub watershed           of facilities, mining facilities and infrastructure.
                                 become a conservation area.                         3.   Applying low speed rules especially for coal hauling vehicles
                            4.   Apply a mining method of backfilling or in pit           (maximum 40 km/hour).
                                 dump.                                               4.   Implementation of land reclamation and revegetation according to plan.


      Beberapa Dampak Lahan Terganggu Terhadap Keanekaragaman Hayati [101-6, 101-7][CSS-12.5.3]
      Several Impacts of Disturbed Land on Biodiversity

                                                                           Jangkauan Wilayah
           Jenis            Status IUCN                Dampak                                           Durasi Dampak                    Reversibilitas
                                                                             Extent of areas
          Species           IUCN Status                 Impact                                         Duration of Impacts                Reversibility
                                                                               impacted

      Famili               Terancam            Berkurangnya individu       Pada wilayah               Selama kegiatan            Dapat dipulihkan sampai
      Dipterocarpaceae     Punah (EN)          famili Dipterocarpaceae     pembukaan lahan            penambangan                dengan kegiatan penanaman
      Family               Endangered          akibat konversi             In the land clearing       berlangsung sampai         kembali individu-individu
      Dipterocarpaceae     (EN)                lahan hutan menjadi         area                       kegiatan reklamasi         spesies dari famili tersebut
                                               pertambangan                                           dilakukan                  Can be restored up to
                                               Declining number                                       During mining              replanting species individuals
                                               of individuals of                                      activities until           of the family
                                               Dipterocarpaceae family                                reclamation activities
                                               due to conversion of                                   are carried out
                                               forest land to mining

      Orang Utan dan       Terancam            Berkurangnya habitat        Pada wilayah               Selama kegiatan            Dapat dipulihkan sampai
      Beruang Madu         Punah (CE) dan      dan sumber pakan            pembukaan lahan            penambangan                dengan kegiatan penanaman
      Orang Utan and       Rentan (VU)         akibat konversi             In the land clearing       berlangsung sampai         kembali jenis-jenis pohon yang
      Sun Bear             Critically          lahan hutan menjadi         area                       kegiatan reklamasi         dapat mengembalikan habitat
                           Endangered          pertambangan                                           dilakukan                  dan sebagai sumber pakan
                           (CE) dan            Reduced habitat and                                    During mining              untuk kedua spesies tersebut
                           Vulnerable (VU)     food sources due to                                    activities until           Can be restored through
                                               conversion of forest                                   reclamation activities     replanting of tree species that
                                               land to mining                                         are carried out            can restore habitat and provide
                                                                                                                                 food sources for both species



     Untuk setiap lokasi operasional, perusahaan telah                               For each operational site, the Company has obtained a Forest
     memperoleh Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari                         Area Borrow-to-Use Permit (IPPKH) from the Ministry of
     Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang                                Environment and Forestry, ensuring that all activities are
     memastikan bahwa seluruh kegiatan dilakukan di lahan                            conducted on permitted land and in accordance with their
     berizin dan sesuai peruntukannya sebagaimana tercantum                          designated land-use classifications, as detailed in the
     dalam Lampiran. ITM juga tidak memiliki, menyewa, ataupun                       Appendix. ITM does not own, lease, or manage land located
     mengelola lahan di bawah tanah maupun di bawah                                  underground or below the surface. [101-5][CSS-12.5.2]
     permukaan. [101-5][CSS-12.5.2]


60         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 61
                                                                                                                     Menapaki Jalur yang Lebih Hijau dalam Operasi Pertambangan
                                                                                                                                       Shaping a Greener Path in Mining Operations




                                     Area konservasi di BEK                                                               Area konservasi di JBG (hutan galam)
                                     Conservation area in BEK                                                             Conservation area in JBG (galam forest area)


                                     26.29 ha                                                                             99.46 ha
                                         Luas konsesi IMM yang berupa hutan lindung 4.322,11 ha atau 17,92% dari total 24.121 ha
                                        IMM concession area in the form of protected forest 4,322.11 ha or 17.92% of the total 24,121 ha
                    Persentase kawasan hutan lindung dibandingkan dengan keseluruhan total luas konsesi pertambangan 5,04%
                                  Percentage of protected forest areas to the total area of mining concessions 5.04%




Selama 2025, ITM melaksanakan pengukuran cadangan                                                         During 2025, ITM conducted carbon stock measurements
karbon pada tegakan hutan arboretum yang berlokasi di                                                     on forest stands within the arboretums located at Arboretum
Arboretum 30 Gemilang dan Arboretum Kanahuang.                                                            30 Gemilang and Arboretum Kanahuang. These
Pengukuran tersebut menghasilkan estimasi cadangan                                                        measurements resulted in an estimated carbon stock of
karbon sebesar 523,07 ton CO 2eq/ha. Dalam upaya                                                          523.07 tons CO2eq per hectare. To enhance biodiversity, ITM
meningkatkan keanekaragaman hayati, ITM juga menjalankan                                                  also implemented a tree adoption program at IMM and EMB,
program adopsi pohon di IMM dan EMB, yang melibatkan                                                      involving various stakeholders, including government
berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah dan                                                   representatives, community leaders, academics, and
tokoh masyarakat hingga akademisi dan karyawan. Sepanjang                                                 employees. Throughout 2025, a total of 160 trees were
2025, jumlah pohon yang ditanam melalui program ini                                                       planted under this program. [101-2][CSS-12.5.4]
mencapai 160 pohon. [101-2][CSS-12.5.4]

Wilayah Operasi yang Berada atau Berdekatan dengan Kawasan Dilindungi dan Area Konservasi [101-5] [CSS-12.5.2]
Operating Sites Located in or Adjacent to Protected Areas and Conservation Areas

                                                       ITM KANTOR PUSAT
                                                         ITM Head Office
                                                                                                                                               ITM SAMARINDA




             ITM BALIKPAPAN


                                                                                                                                                                  KTD EMB, KUTAI
                                                                                                                                                                  KARTANEGARA
                                                                                                                                                                    2,065.7 ha




                  IMM BONTANG
                 Konsesi | Concession
                      24,121 ha




                                                                                                                                                                                    NPR
                                                                                                                                                                             Konsesi | Concession
                                                                                                                                                                                  4,291 ha

                                                                                                                                                                    TIS
                                                                                                                                                           Konsesi | Concession
                                                                                                                                                                  2,065 ha

                    GPK                                                                                                                                 TCM
             Konsesi | Concession                                                                                                                     22,573 ha
                 5,060 ha
                                                                                                                                      BEK MELAK
                                                                                                                                        17,311 ha

                                     JBG JORONG
                                    Konsesi | Concession
                                        4,883 ha




        Keterangan | Notes

             Non Hutan              Hutan Lindung & Hutan           Hutan Tanaman Industri & Area           Area Penggunaan Lain      Hutan Produksi
             Non-Forest             Produksi Terbatas               Penggunaan Lain                         Area for Other Purposes   Production Forests
                                    Protected Forests & Limited     Industrial Plantation Forest & Area
                                    Production Forests              for Other Purposes




                                                                                          Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                                  61
Page 62
     Upaya Perlindungan Habitat pada Kawasan Dilindungi dan Area Konservasi [101-5, 101-2][CSS-12.5.4]
     Habitat Protection Efforts in Protected Areas and Conservation Areas

                                          Posisi Wilayah Operasi
                       Wilayah
       Wilayah                         terhadap Wilayah Dilindungi                                                                             Nilai
                   Dilindungi dan
       Operasi                              dan Jenis Operasi                                   Kegiatan 2025                            Keanekaragaman
                       Luasan
      Operating                        Position of Operation Area to                            2025 Activities                               Hayati
                   Total Protected
        Area                            Protected Area and Type of                                                                       Biodiversity Value
                     Land Area
                                                 Operation

      IMM         Hutan lindung.       Tidak terdapat aktivitas          1.   Melakukan pengambilan cabutan anakan alam untuk                  3.62
      Bontang     Luas 4.322,11 ha     operasi (kantor, fasilitas             jenis Bayur dan Laban sebanyak 34,944 bibit.
                  Protected forest.    produksi, maupun fasilitas        2.   Melakukan budidaya melon premium dan sudah
                  Area 4,322.11 ha     ekstraktif) yang berdekatan            sampai tahap pemanenan di tahun 2025 dengan
                  Arboretum 30         atau berada di wilayah yang            kualitas Tingkat kemanisan tinggi (brix 12).
                  Gemilang: 65 ha      dilindungi atau memiliki nilai    3.   Konservasi anggrek hitam dengan kultur jaringan
                  Arboretum            keanekaragaman hayati yang             sebanyak 26 tanaman.
                  Kanahuang: 5 ha      tinggi.                           4.   Good Mining Practice Tour di sepanjang 2025
                                       There are no operating                 diintegrasikan dengan program adopsi pohon.
                                       activities (offices, production   5.   Program pengoleksian biji tanaman buah lokal dari
                                       facilities, or extractive              karyawan yang dikembangkan di persemaian dan
                                       facilities) adjacent to or in          penanaman bibitnya di area revegetasi.
                                       areas that are protected or       1.   Collected naturally regenerated seedlings of Bayur
                                       have high biodiversity values.         and Laban species, totaling 34,944 seedlings.
                                                                         2.   Cultivated premium melon, reaching the harvesting
                                                                              stage in 2025 with high sweetness quality (brix level of
                                                                              12).
                                                                         3.   Conserved black orchids through tissue culture,
                                                                              totaling 26 plants.
                                                                         4.   Conducted Good Mining Practice Tours throughout
                                                                              2025, integrated with a tree adoption program.
                                                                         5.   Implemented a local fruit seed collection program
                                                                              involving employees, with seeds developed in
                                                                              nurseries and seedlings planted in revegetation areas.


      BEK Melak   Area konservasi      Tidak terdapat aktivitas          Pembangunan Arboretum HIMBA TAKA dengan luas                          3.57
                  pada hutan           operasi (kantor, fasilitas        26,29 ha. Tahapan pembangunan arboretum yang
                  produksi. Luas       produksi, maupun fasilitas        dilaksanakan antara lain:
                  24,44 ha.            ekstraktif) yang berdekatan       Tahap I:
                  Conservation         atau berada di wilayah yang       - Pembuatan jalur akses arboretum
                  area in production   dilindungi atau memiliki nilai    - Pemasangan kamera trap untuk pemantauan
                  forest. Area 24.44   keanekaragaman hayati yang            kawasan
                  ha.                  tinggi.                           - Pemantauan arboretum selama beberapa bulan
                                       There are no operating            - Observasi burung
                                       activities (offices, production   - Observasi satwa liar lainnya
                                       facilities, or extractive         Tahap II:
                                       facilities) adjacent to or in     - Pembuatan plot vegetasi
                                       areas that are protected or       - Identifikasi pohon
                                       have high biodiversity values.    - Pemasangan label pohon
                                                                         - Pengambilan kamera trap yang telah dipasang
                                                                             sebelumnya
                                                                         - Identifikasi pohon dan tanaman bawah
                                                                         Tahap III:
                                                                         - Penyiapan material
                                                                         - Distribusi material di dalam Kawasan Konservasi
                                                                             Multifungsi (KKMF)
                                                                         - Pembangunan shelter
                                                                         - Pemasangan plang informasi
                                                                         - Penataan jalur arboretum
                                                                         Development of the HIMBA TAKA Arboretum covering
                                                                         an area of 26.29 ha, implemented through the following
                                                                         stages:
                                                                         Phase I:
                                                                         - Construction of arboretum access trails.
                                                                         - Installation of camera traps for area monitoring.
                                                                         - Arboretum monitoring over several months.
                                                                         - Bird observation.
                                                                         - Observation of other wildlife.
                                                                         Phase II:
                                                                         - Establishment of vegetation plots.
                                                                         - Tree identification.
                                                                         - Installation of tree labels.
                                                                         - Retrieval of previously installed camera traps.
                                                                         - Identification of trees and understory vegetation.
                                                                         Phase III:
                                                                         - Preparation of materials.
                                                                         - Distribution of materials within the Multifunctional
                                                                             Conservation Area (KKMF).
                                                                         - Construction of shelters.
                                                                         - Installation of information boards.
                                                                         - Arrangement of arboretum pathways.



62         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 63
                                                                                      Menapaki Jalur yang Lebih Hijau dalam Operasi Pertambangan
                                                                                                        Shaping a Greener Path in Mining Operations




                                   Posisi Wilayah Operasi
                 Wilayah
 Wilayah                        terhadap Wilayah Dilindungi                                                                               Nilai
             Dilindungi dan
 Operasi                             dan Jenis Operasi                                     Kegiatan 2025                            Keanekaragaman
                 Luasan
Operating                       Position of Operation Area to                              2025 Activities                               Hayati
             Total Protected
  Area                           Protected Area and Type of                                                                         Biodiversity Value
               Land Area
                                          Operation

JBG         Area konservasi     Tidak terdapat aktivitas             1.   Perbanyakan bibit Shorea balangeran dengan teknik               0.5 – 2.2
Jorong      ekowisata Hutan     operasi (kantor, fasilitas                cabutan anakan alam pada Hutan Galam sebanyak
            Galam. Luas 99,46   produksi, maupun fasilitas                10,000 batang.
            ha                  ekstraktif) yang berdekatan          2.   Kunjungan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan
            Ecotourism          atau berada di wilayah yang               Selatan dalam rangka “Identifikasi Kawasan
            conservation area   dilindungi atau memiliki nilai            Berpotensi untuk dijadikan Kawasan Ekosistem
            Galam Forest.       keanekaragaman hayati yang                Esensial” pada Hutan Galam dan sekitarnya.
            Area 99.46 Ha.      tinggi.                              3.   Pemberian bantuan kotak lebah sebanyak 37 kotak
                                There are no operating                    untuk peternak lebah desa Asri Mulya Trans 500
                                activities (offices, production           Kecamatan Jorong. Kotak lebah ditempat di area
                                facilities, or extractive                 Reklamasi UC 2014 sampai 2018.
                                facilities) adjacent to or in        1.   Propagation of Shorea balangeran seedlings using
                                areas that are protected or               natural regeneration extraction techniques in Galam
                                have high biodiversity values.            Forest, totaling 10,000 seedlings.
                                                                     2.   Visit by the South Kalimantan Provincial Forestry
                                                                          Agency for the purpose of “Identification of Areas
                                                                          with Potential to Be Designated as Essential
                                                                          Ecosystem Areas” in Galam Forest and surrounding
                                                                          areas.
                                                                     3.   Provision of 37 beehive boxes to beekeepers in Asri
                                                                          Mulya Trans 500 Village, Jorong Subdistrict. The
                                                                          beehive boxes were placed in the UC reclamation area
                                                                          from 2014 to 2018.

KTD         Hutan Pendidikan.   Tidak terdapat aktivitas             A. Pengayaan dan Perawatan Tanaman Lokal di Area                       2.59
Embalut     Luas 80 ha          operasi (kantor, fasilitas              Hutan Pendidikan
            Education Forest.   produksi, maupun fasilitas              - Melaksanakan kegiatan penyulaman pohon
            Area 80 ha          ekstraktif) yang berdekatan                 buah lokal di area kebun buah lokal sebanyak
                                atau berada di wilayah yang                 335 pohon, meliputi jenis kalangkala, ramania,
                                dilindungi atau memiliki nilai              mundar, ihau, asam putar, matoa, kuini, dan
                                keanekaragaman hayati yang                  durian.
                                tinggi.                                 - Melaksanakan kegiatan penyulaman pohon lokal
                                There are no operating                      di area hutan pendidikan sebanyak 2,940 pohon,
                                activities (offices, production             meliputi jenis ulin, meranti, blangeran, kapur,
                                facilities, or extractive                   bungur, medang, nyatoh, gaharu, sungkai, dan
                                facilities) adjacent to or in               jenis lokal lainnya.
                                areas that are protected or             - Melaksanakan perawatan rutin Hutan Pendidikan
                                have high biodiversity values.              seluas 80 ha.
                                                                        - Melaksanakan monitoring dan evaluasi kondisi
                                                                            vegetasi di kawasan Hutan Pendidikan.
                                                                        - Melaksanakan program perawatan rutin
                                                                            (penyulaman) bersama di kawasan Hutan
                                                                            Pendidikan
                                                                     B. Penyediaan dan Pemeliharaan Infrastruktur
                                                                        Pendukung
                                                                        - Melaksanakan perawatan jalan dan akses menuju
                                                                            kawasan Hutan Pendidikan.
                                                                        - Melaksanakan pembuatan dan pemasangan
                                                                            papan informasi kawasan Hutan Pendidikan.
                                                                     A. Enrichment and Maintenance of Local Vegetation in
                                                                        the Educational Forest Area
                                                                        - Conducted enrichment planting of 335 local
                                                                            fruit trees in the local fruit garden area, including
                                                                            kalangkala, ramania, mundar, ihau, asam putar,
                                                                            matoa, kuini, and durian.
                                                                        - Conducted enrichment planting of 2,940 local tree
                                                                            species in the Educational Forest area, including
                                                                            ulin, meranti, balangeran, kapur, bungur, medang,
                                                                            nyatoh, gaharu, sungkai, and other local species.
                                                                        - Performed routine maintenance of the 80-hectare
                                                                            Educational Forest.
                                                                        - Conducted monitoring and evaluation of
                                                                            vegetation conditions in the Educational Forest
                                                                            area.
                                                                        - Implemented joint routine maintenance
                                                                            (enrichment) programs in the Educational Forest
                                                                            area.
                                                                     B. Provision and Maintenance of Supporting
                                                                        Infrastructure
                                                                        - Maintained roads and access routes to the
                                                                            Educational Forest area.
                                                                        - Constructed and installed information boards
                                                                            within the Educational Forest area.


                                                                  Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                               63
Page 64
     ITM menjalin kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi                ITM collaborates with the National Research and Innovation
     Nasional (BRIN) dalam pelaksanaan Studi Diversitas                    Agency (BRIN) in conducting the Study on the Diversity of Local
     Tumbuhan Buah Lokal Kalimantan sebagai strategi                       Fruit Plant Species in Kalimantan as a sustainable conservation
     pelestarian berkelanjutan di kawasan hutan konsesi PT BEK             strategy within the forest concession area of PT BEK and its
     dan wilayah sekitarnya yang telah dimulai pada akhir 2022             surrounding areas. The study was conducted from late 2022
     hingga tengah tahun 2025. Hasil penelitian ini telah                  through mid-2025. The results of this research have been
     menghasilkan Buku Diversitas Buah Lokal Kalimantan yang               compiled into the Book of Kalimantan Local Fruit Diversity,
     akan dipublikasikan di tahun mendatang. [101-2]                       which is scheduled for publication in the coming year. [101-2]

     Kegiatan Reklamasi dan Pascatambang                                   Mine Closure and Reclamation Activities
     ITM melaksanakan reklamasi agar fungsi dan manfaat lahan              ITM is carrying out reclamation to restore the function and
     dapat kembali meningkat. Pada 2025, kegiatan reklamasi                benefits of the land. In 2025, reclamation activities covered an
     mencakup luas 475,82 ha, atau 1,08% lebih dari target 470,74          area of 475.82 ha, which was 1.08% more than the target of
     ha. Secara kumulatif, total area yang telah direklamasi mencapai      470.74 ha. Cumulatively, the total area that has been reclaimed
     16.915 ha, sementara 1.283 ha telah dibuka untuk operasi              reached 16,915 hectares, while 1,283 hectares have been opened
     penambangan, sehingga hingga akhir 2025 terdapat 31.062 ha            for mining operations, thus there was a total of 31,062 hectares
     lahan yang digunakan untuk kegiatan pertambangan. [101-2]             of land used for mining activities by the end of 2025. [101-2]

     Dalam pengelolaan lahan terganggu, ITM juga melakukan                 In managing disturbed land, ITM also conducted revegetation
     revegetasi dengan menanam 766.144 batang pohon, termasuk              by planting 766,144 trees, including local species and economically
     jenis lokal dan tanaman bernilai ekonomi. Selain itu, perusahaan      valuable plants. In addition, the Company backfilled material
     menimbun material pada area void sehingga mengurangi luas             into void areas, reducing the total void area by 222.4 hectares,
     void sebesar 222,4 ha atau 94%. Area bekas tambang yang               or 94%. Post-mining areas that had been backfilled were
     telah tertutup kemudian direvegetasi untuk pemulihan lanjutan.        subsequently revegetated to support further ecological recovery.
      Realisasi Kegiatan Reklamasi di Lokasi Tambang [101-2][CSS-12.5.4]
      Realization of Reclamation and Revegetation at Mine Sites

                           Parameter                           Unit          Akumulasi           2025             2024             2023

      Lahan Terganggu | Disturbed Area                                          31,062          1,283.31          863.75           691.07

      Lahan Reklamasi | Reclamation Area                        ha              16,907           475.82           551.28           630.40

      Lahan Revegetasi | Revegetation Area                                       6,259           468.16           501.58           420.47

      Jumlah Pohon | Number of Trees                      Pohon | Trees      3,253,705          766,144         625,806          546,485


     ITM secara rutin memperbarui rencana penutupan tambang                ITM regularly updates its mine closure plan to ensure
     untuk memastikan kesesuaian dengan perkembangan teknis                alignment with technical developments and regulatory
     dan regulasi. ITM juga memastikan tersedianya pendanaan               requirements. ITM also ensures the availability of adequate
     yang memadai untuk mendukung seluruh proses penutupan                 funding to support the entire mine closure and rehabilitation
     dan rehabilitasi secara berkelanjutan. Rencana pascatambang           process sustainably. Post-mining plans have been
     telah diterapkan di 100% wilayah operasional ITM. Sepanjang           implemented across 100% of ITM’s operational areas.
     2025, reklamasi pascatambang berhasil diselesaikan di PT              Throughout 2025, post-mining reclamation was successfully
     Kitadin Site Embalut. Sampai akhir periode pelaporan,                 completed at PT Kitadin Embalut Site. As of the end of the
     pengeluaran untuk kegiatan pascatambang tercatat sebesar              reporting period, expenditures related to post-mining
     Rp55,9 miliar. [CSS-12.3.4, CSS-12.3.5]                               activities amounted to Rp55.9 billion. [CSS-12.3.4, CSS-12.3.5]

     Pengelolaan Transisi Sosial Menuju Fase                               Managing Social Transition Toward the
     Pascatambang                                                          Post-Mining Phase
     ITM terus memastikan bahwa keberadaan dan penutupan                   ITM ensures that its presence and mine closure do not create
     tambang tidak menimbulkan ketergantungan jangka panjang               long-term dependency within local communities. In 2025,
     bagi masyarakat. Pada 2025, ITM memperkuat kesiapan                   ITM strengthened its readiness for the post-mining phase
     menuju fase pasca-tambang melalui penyusunan studi                    through the preparation of a social baseline study and
     baseline sosial dan pengkinian rencana penutupan tambang              updating its mine closure plan, which has been developed
     yang telah mulai disiapkan sejak tahap awal pengembangan.             since the early stages of development.




64         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 65
                                                                      Menapaki Jalur yang Lebih Hijau dalam Operasi Pertambangan
                                                                                        Shaping a Greener Path in Mining Operations




Selama masa operasi, ITM menjalankan berbagai program          During the operational phase, ITM implemented various
pengembangan kapasitas masyarakat serta berkolaborasi          community capacity-building programs and collaborated
dengan inisiatif diversifikasi ekonomi lokal untuk mendorong   with local economic diversification initiatives to promote
kemandirian masyarakat.                                        community self-reliance.

Perencanaan Penutupan Tambang                                  Mine Closure Planning
ITM memastikan bahwa perencanaan penutupan tambang             ITM ensures that mine closure planning is initiated at the
disusun sejak tahap studi kelayakan, dengan menyertakan        feasibility study stage through the development of a mine
mine closure plan yang mencakup aspek teknis, lingkungan,      closure plan covering technical, environmental, and socio-
dan sosial-ekonomi. Rencana ini ditinjau dan diperbarui        economic aspects. The plan is reviewed and updated
secara berkala bersama pemangku kepentingan lokal setiap       periodically in consultation with local stakeholders whenever
kali terjadi perubahan izin, ekspansi, atau sesuai dengan      there are changes in permits, expansions, or in accordance
pembaruan AMDAL terbaru yang berlaku.                          with the latest applicable AMDAL update.

Rencana penutupan dilengkapi dengan target kinerja terukur     The mine closure plan includes measurable performance
yang mencakup desain tambang, hubungan ketenagakerjaan,        targets covering mine design, labor relations, socio-economic
pengembangan sosial-ekonomi, rehabilitasi, penataan            development, rehabilitation, post-mining landform and
lanskap pasca-tambang, pemanfaatan lahan pasca-operasi,        landscape management, post-operation land use, and
dan konservasi keanekaragaman hayati. ITM juga melakukan       biodiversity conservation. ITM also conducts regular reviews
review rutin atas estimasi biaya penutupan, serta meninjau     of closure cost estimates and annually assesses long-term
liabilitas jangka panjang setiap tahun.                        liabilities.

Perlindungan Keanekaragaman                                    Protection of Biodiversity Outside
Hayati di Luar Lokasi Tambang                                  the Mine Site
Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS)                        Watershed Rehabilitation
Rehabilitasi DAS di luar area tambang ITM dilaksanakan pada    Watershed rehabilitation outside ITM’s mining areas is
lokasi-lokasi yang ditetapkan pemerintah, dengan kewajiban     implemented at government-designated locations, with planting
penanaman di empat provinsi: Kalimantan Timur, Kalimantan      obligations across four provinces: East Kalimantan, South
Selatan, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Kegiatan ini          Kalimantan, the Special Region of Yogyakarta, and Central Java.
mengikuti Keputusan Menhut No. 2628/Menhut-V/RHL/2012          These activities comply with the Minister of Forestry Decree No.
tanggal 14 Mei 2012 dan Keputusan MenLHK No. SK.8671/          2628/Menhut-V/RHL/2012 dated May 14, 2012, and the Minister
MenLHK-PDASHL/KTA/ DAS.1/12/218 tanggal 18 Desember            of Environment and Forestry Decree No. SK.8671/MenLHK-
2018. ITM memperoleh penetapan lokasi rehabilitasi seluas      PDASHL/KTA/DAS.1/12/2018 dated December 18, 2018. ITM has
51.093,94 ha sebagai bagian dari kewajiban pemegang            been allocated a total watershed rehabilitation area of 51,093.94
Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan. Pelaksanaannya           hectares as part of the obligations associated with Forest Area
berlangsung selama tiga tahun, mencakup tahap penanaman        Use Approval (Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan). The
(P0), pemeliharaan tahun berjalan, pemeliharaan pertama        implementation takes place over three years, covering the
di tahun kedua, pemeliharaan kedua di tahun ketiga, dan        planting stage (P0), current year maintenance, maintenance I in
penilaian akhir sebelum hasil diserahkan kepada pengelola      the second year, maintenance II in the third year, and a final
kawasan.                                                       assessment before the results are submitted to the area
                                                               manager.

Hingga akhir 2025, ITM telah menyerahkan hasil penanaman       As of the end of 2025, ITM has handed over 27,601.74 ha of
rehabilitasi DAS seluas 27.601,74 ha kepada pemerintah.        watershed rehabilitation planting results to the government.
Pemilihan jenis tanaman diprioritaskan pada spesies lokal,     Plant species selection prioritizes local and endemic species,
endemik, dan Multi-Purpose Tree Species (MPTS) untuk           as well as Multi-Purpose Tree Species (MPTS), to support
mendukung fungsi kawasan hutan di masa mendatang.              the long-term ecological function of forest areas. The
Pelaksanaan program ini juga melibatkan 37 kontraktor lokal    implementation of this program also involved 37 local
sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian daerah.          contractors as part of ITM’s support for regional economic
[101-2]                                                        development. [101-2]




                                                       Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                       65
Page 66
      Realisasi Kegiatan Rehabilitasi DAS (ha)
      Realization of Watershed Rehabilitation Activities (ha)

                                                 Kinerja Rehabilitasi DAS                                                                                  Akumulasi
                                           Watershed Rehabilitation Performance                                                                           Accumulation

      Kewajiban Penanaman DAS hingga 2026 | Watershed Planting Obligation until 2026                                                                         48,457.45

      Penanaman (P0) | Planting (P0)                                                                                                                         47,594.53

      Pemeliharaan Tahun Pertama (P1) | First year maintenance (P1)                                                                                         42,434.85

      Pemeliharaan Tahun Kedua (P2) | Second year maintenance (P2)                                                                                          39,304.65

      Lahan DAS yang Telah Diserahterimakan | Watershed land that has been handed over                                                                       27,601.74



     Pelestarian Daerah Pesisir                                                                            Coastal Area Conservation
     Upaya pelestarian pesisir dilakukan ITM melalui anak usaha                                            Coastal conservation efforts are undertaken by ITM through
     IMM di Kecamatan Bontang Lestari, Kota Bontang, serta                                                 its subsidiary, IMM, in Bontang Lestari District, Bontang City,
     Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara.                                                   and Marang Kayu District, Kutai Kartanegara Regency. The
     Kegiatan yang dijalankan meliputi penanaman mangrove                                                  activities include mangrove planting and coral reef
     dan transplantasi terumbu karang untuk mengatasi abrasi                                               transplantation to address severe coastal erosion and the
     tinggi dan kondisi pulau karang yang tenggelam saat pasang.                                           submergence of coral islands during high tides. The program
     Program ini melibatkan masyarakat melalui budidaya biota                                              involves local communities through marine biota cultivation
     laut dan pelatihan pengelolaan mangrove sesuai regulasi,                                              and training on mangrove management in accordance with
     guna meningkatkan keberhasilan penanaman.                                                             applicable regulations, aimed at improving planting success.
      Realisasi Kegiatan Pelestarian Daerah Pesisir
      Results of the Coastal Conservation Area

                               Kinerja Pelestarian Daerah Pesisir                                                                                                                  Akumulasi
                                                                                                                      2025                  2024              2023
                             Results of the Coastal Conservation Area                                                                                                             Accumulation

      Penanaman Bibit Mangrove (Jumlah Bibit)
                                                                                                                      10,000                20,000            50,000                120,000
      Mangrove Planting (Number of seedlings)

      Luas Area Penanaman Mangrove (ha)
                                                                                                                        1                     2                 5                        12
      Mangrove Planting Area (ha)

      Transplantasi Terumbu Karang (Unit Kubah Beton)
                                                                                                                        0                     0                800                      1,440
      Coral Reef Transplantation (Concrete Dome Unit)

      Tingkat Kerapatan Terumbu Karang
                                                                                                                        0                     0                75%                      0%
      Coral Reef Density Level

      Keterangan | Notes:
      Akumulasi realisasi kegiatan sejak tahun 2010
      Accumulated realization of coastal conservation area activities carried out since 2010



      Nilai Keanekaragaman Plankton di Daerah Pesisir
      Plankton Diversity Index (H’) in Coastal Areas

                                                                             2025                                            2024                                          2023
                        Uraian
                      Description
                                                            Q1         Q2           Q3          Q4        Q1           Q2           Q3        Q4       Q1           Q2            Q3            Q4

      Individual Amount per Liter                          N/A          24          N/A         40        N/A         108           N/A           4    N/A           14           N/A         19,375

      Indeks Keanekaragaman Hayati (H’)
                                                           N/A         0.64         N/A         0.61      N/A         2.07          N/A           0    N/A          2.41          N/A           2.32
      Diversity Index


      Nilai Keanekaragaman Benthos di Daerah Pesisir
      Benthos Diversity Index (H’) in Coastal Areas

                                                                                     2025                                                 2024                                  2023
                        Uraian
                      Description
                                                           Q1                Q2                Q3          Q4                Q1      Q2       Q3      Q4       Q1          Q2       Q3           Q4

      Individual Amount per Liter                         N/A        407 (Ind/m2)          N/A         592 (Ind/m2)         N/A      740      N/A     740      N/A          4       N/A          286

      Indeks Keanekaragaman Hayati (H’)
                                                          N/A                1.49          N/A             1.42             N/A      1.68     N/A     0        N/A         1.95     N/A          1.95
      Diversity Index




66           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 67
                                                                      Menapaki Jalur yang Lebih Hijau dalam Operasi Pertambangan
                                                                                        Shaping a Greener Path in Mining Operations




Penilaian Risiko                                               Biodiversity Risk Assessment
Kenanekaragaman Hayati
ITM melakukan penilaian risiko keanekaragaman hayati           ITM conducts biodiversity risk assessments through the
melalui penyusunan matriks dependency and impact               development of a dependency and impact assessment
assessment dengan pendekatan spesifik lokasi, sehingga         matrix using a site specific approach, whereby each site
setiap site melaporkan risiko dan dampaknya secara             contextually reports risks and impacts in a contextual
kontekstual. Penilaian risiko dilakukan mencakup seluruh       manner. The risk assessment covers all Company operations.
operasional Perusahaan.

Dalam penilaian tersebut, ITM mempertimbangkan risiko          In the assessment, ITM considers dependency related risks
terkait ketergantungan terhadap layanan ekosistem, antara      on ecosystem services, including water supply, climate
lain ketersediaan air, regulasi iklim, pengaturan dan          regulation, water regulation and purification, and protection
pemurnian air, serta perlindungan terhadap banjir dan badai.   against floods and storms.

Hasil penilaian menunjukkan potensi perubahan atau             The results indicate the potential for significant land and
degradasi lahan dan perairan yang signifikan dengan            water degradation with material consequences for
konsekuensi penting terhadap biodiversitas, meskipun masih     biodiversity, although recovery remains possible through
terdapat peluang pemulihan melalui pengelolaan tambahan        management measures and adequate investment.
dan investasi yang memadai.




                                                       Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                       67
Page 68
     Pengelolaan Air dan Efluen
     Water and Effluent Management

       Highlight 2025 | 2025 Highlights
                                              Intensitas Penggunaan Air | Intensity of Water Use




                                                   0.00019                           ML/Ton | ML/Tons

       Pendekatan Manajemen [3-3][CSS-12.7.1]
       Management Approach

       Topik Material: Pengelolaan Air dan Efluen
       Material Topic: Water and Effluent Management
       Kebijakan | Policy
       • Prosedur No. ITM-P-HSE-9.2-002 Kebijakan Lingkungan
       • Procedure No. ITM-P-HSE-9.2-002 Environmental Policy
       Strategi | Strategy
       • Kepatuhan terhadap baku mutu kualitas air limbah
       • Konservasi air melalui pencegahan atas kehilangan air dan daur ulang air
       • Compliance with quality standards for waste water quality
       • Water conservation through prevention of water loss and water recycling



       Dampak dan Pengelolaan | Impact and Management

       ITM menyadari potensi risiko dari pembuangan air limbah tambang, seperti pengasaman dan pencemaran logam
       berat. Karena itu, perusahaan memastikan seluruh air yang dilepas ke lingkungan telah melalui proses pengolahan
       sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.
       ITM acknowledges the potential risks associated with the discharge of mine wastewater, such as acidification and
       heavy metal contamination. Accordingly, the Company ensures that all water released into the environment has
       undergone treatment in compliance with applicable standards and regulations.



       Sumber Daya dan Evaluasi | Resources and Evaluation

       Pengelolaan air berada di bawah tanggung jawab Departemen Operation, sementara pemantauan efluen dilakukan
       oleh Departemen HSE. Aspek pengawasan berada pada Direktur Operasional serta Direktur Lingkungan, Sosial, dan
       Tata Kelola (LST), yang mengelola isu dan risiko terkait kelangkaan air. Evaluasi dilakukan setiap tahun melalui pelaporan
       berkala kepada otoritas, dan masukan dari proses tersebut, termasuk hasil diskusi kelompok terfokus (FGD), digunakan
       untuk memperbaiki kebijakan dan prosedur pengelolaan air. ITM juga menetapkan target tahunan rasio konsumsi
       air sebesar 0,00209 ML/Ton FC, dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan peraturan yang berlaku,
       terutama di wilayah operasi yang berdekatan dengan area bertekanan air. [303-1]
       Water management is the responsibility of the Operations Department, while effluent monitoring is carried out by
       the HSE Department. Oversight is provided by the Director of Operations and the Director of Environmental, Social,
       and Governance (ESG), who manage issues and risks related to water scarcity. Evaluations are conducted annually
       through periodic reporting to authorities, and input from this process, including the results of focus group discussions
       (FGDs), is used to improve water management policies and procedures. ITM also sets an annual water consumption
       ratio target of 0.00209 ML/Ton FC, taking into account community needs and applicable regulations, especially in
       operating areas adjacent to water-stressed areas. [303-1]




68       Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 69
                                                                                                           Menapaki Jalur yang Lebih Hijau dalam Operasi Pertambangan
                                                                                                                             Shaping a Greener Path in Mining Operations




Penggunaan Air                                                                                 Water Use
ITM memanfaatkan air tanah dan air permukaan untuk                                             ITM utilizes groundwater and surface water for both domestic
kebutuhan domestik maupun operasional, serta menggunakan                                       and operational needs. Rainwater is utilized for mining
air permukaan. Air hujan dimanfaatkan untuk kegiatan tambang                                   activities such as vehicle washing, road watering, and
seperti pencucian kendaraan, penyiraman jalan, dan                                             stockpile spraying. [303-1, 303-2][CSS12.7.2, CSS-12.7.3]
penyemprotan di stockpile. [303-1, 303-2][CSS12.7.2, CSS-12.7.3]

Pencatatan pengambilan air dilakukan menggunakan data                                          Water withdrawal is recorded using primary data from
primer dari alat ukur, sedangkan volume air buangan dihitung                                   measuring devices, while wastewater volume is calculated
melalui konversi tinggi muka air yang melimpah pada v-notch.                                   by converting the water level overflowing the v-notch.
Sepanjang 2025, penggunaan air tanah mencapai 323 ML,                                          Throughout 2025, groundwater use reached 323 ML, an
meningkat 56% dari tahun sebelumnya akibat meningkatnya                                        increase of 56% from the previous year due to increased
kebutuhan operasional. Total penggunaan air mencapai                                           operational needs. Total water usage reached 4,093 ML,
4.093 ML, turun 8,29% dibanding tahun sebelumnya, dengan                                       down 8.29% from the previous year, with an intensity of
intensitas 0,00019 ML/Ton FC. Berdasarkan Aqueduct Risk                                        0.00019 ML/Tons FC. Based on the Aqueduct Risk Atlas, all
Atlas, seluruh wilayah operasi ITM di Kalimantan berada di                                     ITM operating areas in Kalimantan are outside of water-
luar area stres air, sehingga tidak ada pengambilan air dari                                   stressed areas, so there is no water withdrawal from high-risk
wilayah berisiko tinggi. [303-1, 303-2][CSS12.7.2, CSS-12.7.3]                                 areas. [303-1, 303-2][CSS12.7.2, CSS-12.7.3]

Pada 2025, ITM meningkatkan efisiensi penggunaan air                                           In 2025, ITM continued to improve water-use efficiency through
melalui berbagai program pengurangan konsumsi air, yaitu:                                      various water consumption reduction programs, including:
1. Menutup power plant yang mengurangi penggunaan                                              1. Shutting down the power plant, resulting in reduced
   air laut.                                                                                       seawater usage.
2. Penggunaan air daur ulang untuk pencucian unit.                                             2. Use of recycled water for unit washing.


 Penggunaan Air Berdasarkan Sumber (ML) [303-3, 303-4, 303-5][CSS-12.7.4, CSS-12.7.5, CSS-12.7.6]
 Water Use by Source (ML)

                                                              Uraian
                                                                                                                                         2025          2024          2023
                                                            Description

Pengambilan Air | Water Withdrawal
Air Hujan | Rainwater                                                                                                                   288,316       263,701       245,242
    Air tawar (≤1.000 mg/L Total Padatan Terlarut) | Freshwater (≤1,000 mg/L Total Dissolved Solids)                                    288,316       263,701       245,242
    Air lainnya (>1.000 mg/L Total Padatan Terlarut) | Other water (>1,000 mg/L Total Dissolved Solids)                                    -             -             -
Air Permukaan | Surface Water                                                                                                            1,966         2,528         1,505
    Air tawar (≤1.000 mg/L Total Padatan Terlarut)| Freshwater (≤1,000 mg/L Total Dissolved Solids)                                      1,939         2,502         1,483
    Air lainnya (>1.000 mg/L Total Padatan Terlarut) | Other water (>1,000 mg/L Total Dissolved Solids)                                    27            26            22
Air Tanah | Ground Water                                                                                                                  323           206           282
    Air tawar (≤1.000 mg/L Total Padatan Terlarut) | Freshwater (≤1,000 mg/L Total Dissolved Solids)                                      323           206           282
    Air lainnya (>1.000 mg/L Total Padatan Terlarut) | Other water (>1,000 mg/L Total Dissolved Solids)                                    -             -             -
Air Laut | Sea Water                                                                                                                       -            944           1,138
    Air tawar (≤1.000 mg/L Total Padatan Terlarut) | Freshwater (≤1,000 mg/L Total Dissolved Solids)                                       -             -               -
    Air lainnya (>1.000 mg/L Total Padatan Terlarut) | Other water (>1,000 mg/L Total Dissolved Solids)                                    -            944           1,138
Air yang Dihasilkan dari Pihak Ketiga | Municipal Water                                                                                    -             -             4
    Air tawar (≤1.000 mg/L Total Padatan Terlarut) | Freshwater (≤1,000 mg/L Total Dissolved Solids)                                       -             -             4
    Air lainnya (>1.000 mg/L Total Padatan Terlarut) | Other water (>1,000 mg/L Total Dissolved Solids)                                    -             -             -
Jumlah Pengambilan Air | Total Water Withdrawal                                                                                        290,605        267,380       248,171

 Pembuangan Air | Water Discharge

Air Permukaan | Surface Water                                                                                                           371,291       207,701       284,946
Air Laut | Sea Water                                                                                                                      33            939          2,537
Jumlah Pembuangan Air | Total Water Discharge                                                                                          371,324       208,640        287,483
Jumlah Penggunaan Air | Total Water Use                                                                                                 4,093          4,463         3,804

 Keterangan | Notes:
 •   Penghitungan pemakaian air dilakukan melalui manajemen pengelolaan kolam endapan dan pemantauan meteran air terpasang.
 •   Tidak ada pengambilan air dari wilayah yang mengalami langka air.
 •   Calculation of water usage is carried out through the management of sediment ponds and monitoring of installed water meters.
 •   No water withdrawal from water stress areas




                                                                                 Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                     69
Page 70
      Intensitas Penggunaan Air
      Water Use Intensity

                              Uraian                                                           Satuan
                                                                                                                                          2025                  2024                 2023
                            Description                                                         Unit

      Jumlah Produksi | Total Production                               Juta Ton | Million Tons                                             21.2                   19.7               17.2

      Pendapatan Bersih | Net Revenue                                  USD Juta | Million USD                                             1,881                 2,304                2,374

                                                                       ML/Ton | ML/Tons                                                 0.00019                0.00023             0.00022
      Intensitas Penggunaan Air | Water Use Intensity
                                                                       ML/USD                                                         0.0000022              0.0000019             0.0000016




     Pengelolaan Efluen
     Effluent Management
     ITM mengoptimalkan pemanfaatan Instalasi Pengolahan Air                                            ITM optimizes the use of wastewater treatment plants
     Limbah (IPAL) dan kolam pengendapan untuk memastikan                                               (WWTPs) and sedimentation ponds to ensure that effluent
     air limbah diolah sebelum dilepas ke badan air atau digunakan                                      is treated before being discharged into water bodies or
     kembali. Pada 2025, Perusahaan belum menetapkan target                                             reused. In 2025, the Company had not yet established targets
     pengelolaan efluen.                                                                                for effluent management.

     Air limbah yang dihasilkan telah melalui proses pengolahan                                         All generated wastewater has undergone treatment in
     sesuai baku mutu. Kolam dengan potensi pencemaran                                                  accordance with applicable quality standards. Ponds with the
     tertinggi dipantau secara real-time menggunakan teknologi                                          highest pollution potential are monitored in real time using
     digital, sedangkan kolam lainnya diuji secara manual oleh                                          digital technology, while other ponds are tested manually by
     laboratorium terakreditasi. Total 371.324 ML efluen yang                                           accredited laboratories. A total of 371,324 ML of treated effluent
     telah diolah disalurkan ke badan air, dan kualitas sungai di                                       was discharged into water bodies, and river water quality around
     sekitar wilayah operasi anak perusahaan dipantau secara                                            the operational areas of subsidiaries is monitored regularly to
     rutin untuk memastikan dampak lingkungan tetap terkendali.                                         ensure that environmental impacts remain under control. [303-
     [303-1, 303-2, 303-4][CSS-12.7.2, CSS12.7.3, CSS-12.7.5]                                           1, 303-2, 303-4][CSS-12.7.2, CSS12.7.3, CSS-12.7.5]


     Sepanjang 2025, tidak terdapat insiden atau keluhan                                                Throughout 2025, there were no environmental incidents or
     lingkungan yang berkaitan dengan efluen.                                                           complaints related to effluent.


     Badan Air Tujuan Pelepasan Efluen
     Effluent Discharge Destination Water Bodies
      Anak Perusahaan                                                         Badan Air                                                       Jumlah Fasilitas Pengolahan Air Limbah
        Subsidiaries                                                         Water Bodies                                                      Total Wastewater Treatment Facilities
                                 Sungai Santan, Sungai Kare, Sungai Palakan, Laut Tanjung Merangas, Laut Bontang
     IMM                                                                                                                                                                 17
                                 Santan River, Kare River, Palakan River, Tanjung Merangas Sea, Bontang Sea
                                 Sungai Mahakam, Sungai Separi, Sungai Embalut
     KTD-EMB*                                                                                                                                                            0
                                 Mahakam River, Separi River, Embalut River
                                 Sungai Biangan, Sungai Tenaik
     BEK                                                                                                                                                                 6
                                 Biangan River, Tenaik River
                                 Sungai Lawa, Sungai Separi, Sungai Mahakam, Sungai Bengkirai (Anak Sungai
                                 Lawa), Sungai Begai, Sungai Jutung, Sungai Tunau, Sungai Biangan
     TCM                                                                                                                                                                 32
                                 Lawa River, Separi River, Mahakam River, Bengkirai River (Tributary of Lawa River),
                                 Begai River, Jutung River, Tunau River, Biangan River
                                 Sungai Katal-katal, Sungai Nahya, Galam Swamp, Sungai Asam-asam
     JBG                                                                                                                                                                 11
                                 Katal-katal River, Nahya River, Galam Swamp, Asam-asam River
     GPK dan TIS**
     GPK and TIS                 -                                                                                                                                       -

     Keterangan | Notes:
     *
       KTD-EMB dalam tahap pascatambang telah menutup kolam pengelolaan air limbah yang berasal dari tambang.
     **
        Fasilitas kolam pengolah air limbah GPK dan TIS dalam proses konsktruksi dan uji coba penggunaan. Belum ada air limbah yang dibuang.
     *
       KTD-EMB, which is in the post-mining stage, has closed the wastewater management ponds originating from mining activities.
     **
        The wastewater treatment pond facilities at GPK and TIS are currently under construction and undergoing commissioning trials. No wastewater has been discharged to date.




70          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 71
                                                                                                                         Menapaki Jalur yang Lebih Hijau dalam Operasi Pertambangan
                                                                                                                                           Shaping a Greener Path in Mining Operations




 Pembuangan Air Tahun 2025 (ML) [303-4]
 Water Discharge 2025 (ML)

                                  Pembuangan Air Berdasarkan Tujuan Pembuangan                                                                                          Semua Wilayah
                                          Water Discharge by Destination                                                                                                  All Areas

 Air permukaan | Surface water                                                                                                                                                371,291

 Air laut | Seawater                                                                                                                                                               33

 Total pembuangan air | Total water discharge                                                                                                                                371,324

 Pembuangan air berdasarkan air tawar dan air lainnya | Water discharge by freshwater and other water

 Air tawar (≤1.000 mg/L Total Padatan Terlarut) | Freshwater (≤1,000 mg/L Total Dissolved Solids)                                                                            337,652

 Air lainnya (>1.000 mg/L Total Padatan Terlarut) | Other water (>1,000 mg/L Total Dissolved Solids)                                                                          33,672

 Keterangan | Notes:
 ITM tidak beroperasi di wilayah yang mengalami langka air.
 ITM does not operate at the water-stressed area.




ITM menilai keberadaan zat prioritas yang berpotensi                                                        ITM assesses the presence of priority substances that have
menimbulkan kerusakan permanen pada badan air,                                                              the potential to cause permanent damage to water bodies,
ekosistem, atau kesehatan manusia, termasuk Besi (Fe),                                                      ecosystems, or human health, Including Iron (Fe), Manganese
Mangan (Mn), Total Suspended Solid (TSS), dan pH.                                                           (Mn), Total Suspended Solids (TSS), and pH. The Company
Perusahaan memastikan seluruh parameter tersebut                                                            ensures that all of these parameters meet applicable water
memenuhi baku mutu sesuai ketentuan Peraturan Gubernur                                                      quality standards in accordance with South Kalimantan
Provinsi Kalimantan Selatan No. 36 tahun 2008 dan Peraturan                                                 Regional Regulation No. 36/2008 and East Kalimantan
Daerah Kalimantan Timur No. 02/2011. [303-4]                                                                Regional Regulation No. 02/2011. [303-4]


 Rata-rata Hasil Pengukuran Kualitas Olahan Efluen 2025
 Average Results of Effluent Treatment Quality Measurement 2025
                        Baku Mutu*
   Parameter




                                                                                                            Site/Anak Perusahaan
                         Standard*
               Satuan




                          Quality




                                                                                                                Site/Subsidiary
                Unit




                                                 IMM                                 JBG                                 TCM                                 BEK                                KTD-EMB
                                                              Terendah




                                                                                                 Terendah




                                                                                                                                     Terendah




                                                                                                                                                                        Terendah




                                                                                                                                                                                                             Terendah
                                     Rata-rata




                                                                         Rata-rata




                                                                                                             Rata-rata




                                                                                                                                                Rata-rata




                                                                                                                                                                                    Rata-rata
                                                 Tertinggi




                                                                                     Tertinggi




                                                                                                                         Tertinggi




                                                                                                                                                            Tertinggi




                                                                                                                                                                                                 Tertinggi
                                     Average




                                                                         Average




                                                                                                             Average




                                                                                                                                                Average




                                                                                                                                                                                    Average
                                                  Highest




                                                                                      Highest




                                                                                                                          Highest




                                                                                                                                                             Highest




                                                                                                                                                                                                  Highest
                                                               Lowest




                                                                                                  Lowest




                                                                                                                                      Lowest




                                                                                                                                                                         Lowest




                                                                                                                                                                                                              Lowest
  pH                    6.0-9.0      7.45         8.19        6.43        7.21       7.95        6.20        7.36        8.70        6.10       7.30        8.20         6.10       0.00         0.00        0.00

  TSS                   </=300       48.69       233.00       2.00       8.73        44.82       2.30         7.75       191.00      5.00       68.21       213.00      3.00        0.00         0.00        0.00

  Fe           mg/L     </= 7.0      0.63         6.14        0.02       0.45        4.75        0.02        0.28        3.20        0.01       0.88         7.00       0.30            0.00     0.00        0.00

  Mn                    </= 4.0      0.46         3.36        0.00       0.26        3.47        0.03        0.08         1.20       0.00       0.47        4.00         0.18           0.00     0.00        0.00

  Cd**                  </=0.05      N/A          N/A         N/A        0.01        0.01        0.01        N/A         N/A         N/A        N/A          N/A         N/A            N/A       N/A        N/A

 Keterangan | Notes:
 N/A: Parameter Cd tidak dipersyaratkan pada Peraturan Daerah Kalimantan Timur No.02/2011
 *
   Berdasarkan Peraturan Daerah Kalimantan Timur No.02/2011 dan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan No. 36/2000
 **
    Berdasarkan Peraturan Daerah Kalimantan Selatan No.04/2008
 N/A: The Cd parameter is not required in the East Kalimantan Regional Regulation No. 02/2011
 *
   Based on East Kalimantan Regional Regulation No.02/2011 and Governor of South Kalimantan No.36/2000
 **
    Based on South Kalimantan Regional Regulation No.04/2008




ITM melakukan pemantauan rutin terhadap kualitas air sungai                                                 ITM conducts routine monitoring of river water quality and
dan menghitung nilai keanekaragaman hayati untuk                                                            calculates biodiversity indices to ensure that treated effluent
memastikan bahwa efluen terolah tidak mengganggu habitat                                                    does not disrupt aquatic habitats. Plankton measurement
perairan. Hasil pengukuran plankton menunjukkan bahwa                                                       results indicate that ecosystem conditions remain stable
kondisi ekosistem tetap stabil dan tidak terpengaruh oleh                                                   and are not affected by effluent discharge. [303-1][CSS-12.7.2]
pelepasan efluen. [303-1][CSS-12.7.2]




                                                                                           Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                                                     71
Page 72
     ITM menambah pompa air guna mempercepat pengeluaran           ITM has added water pumps to accelerate dewatering from
     air dari pit. Hingga akhir 2025, terdapat 66 kolam endapan    mining pits. As of the end of 2025, there were 66
     berkapasitas 7.080 ML sebagai pengendali dan pengolah         sedimentation ponds with a total capacity of 7,080 ML
     limpasan air hujan sebelum dialirkan ke saluran drainase.     serving to control and treat stormwater runoff before it is
     Untuk pengelolaan Air Asam Tambang (AAT), ITM menerapkan      discharged into drainage channels. For the management of
     strategi berbasis praktik terbaik sesuai Banpu AMD            Acid Mine Drainage (AMD), ITM applies a strategy based on
     Management Handbook yang mencakup tiga tahap                  best-practices as outlined in the Banpu AMD Management
     pengelolaan untuk mencegah dan mengurangi dampak AAT.         Handbook, which comprises three management stages to
     [303-1, 303-2][CSS-12.7.2, CSS-12.7.3][CSS-12.7.2]            prevent and mitigate AMD impacts. [303-1, 303-2][CSS-12.7.2,
                                                                   CSS-12.7.3][CSS-12.7.2]

      Pengelolaan Acid Mine Drainage (AMD)
      Acid Mine Drainage (AMD) Management
                                                                                              Manajemen Preventif AMD
                                                                                              AMD Preventive Management

                                                                                              1. Pengembangan metode penanganan
                                                                                                 limbah batuan
                                                                                                 a. Penanganan selektif
              Identifikasi Acid Mine Drainage (AMD)                                              b. Penutupan material PAF (kapsulasi,
              Identification of Acid Mine Drainage (AMD)                                              penutupan air)
                                                                                              2. Penjadwalan limbah dalam
                                                                                                 pengembangan tambang
              1. Identifikasi AMD
                                                                                                 a. Metode penimbunan kembali
                 a. Penilaian geologi
                                                                                                 b. Sistem pengelolaan drainase
                 b. Penilaian geokimia
                                                                                              1. Development of waste handling methods
              2. Karakterisasi AMD
                                                                                                 a. Selective handling
              3. Klasifikasi AMD
                                                                                                 b. PAF waste covering (capsulation,
              4. Modelling AMD
                                                                                                      water covering)
                 a. Estimasi volume
                                                                                              2. Waste scheduling mine development
                 b. Aktualisasi model
                                                                                                    a.   Backfilling waste method
                 c. Rekomendasi waste handling
                                                                                                    b.   Drainage management system

              1. AMD Identification
                 a. Geological assessment
                 b. Geochemical assessment
              2. AMD characterization                                                         Manajemen Korektif AMD
              3. AMD Classification                                                           AMD Corrective Management
              4. AMD Modelling
                 a. Volume estimation                                                         1. Pengolahan air buangan
                 b. Model updating                                                            2. Pengolahan air secara in situ
                 c. Waste handling recommendation                                             3. Revegetasi
                                                                                              4. Perbaikan gully
                                                                                              5. Pengelolaan perlindian asam
                                                                                              1. Discharge water treatment
                                                                                              2. In situ water treatment
                                                                                              3. Revegetation
                                                                                              4. Gully repair
                                                                                              5. Acid leaching management




     ITM melakukan evaluasi risiko acid mine drainage (AMD)        ITM conducts acid mine drainage (AMD) risk assessments
     sejak fase eksplorasi, sedangkan rencana pengelolaan AMD      starting from the exploration phase, while AMD management
     untuk tahap operasional dan penutucpan tambang                plans for the operational and mine closure stages are
     dikembangkan pada fase kelayakan. Kegiatan pertambangan       developed during the feasibility phase. Mining activities may
     hanya dapat dilanjutkan apabila perencanaan penutupan         only proceed if the mine closure planning prepared at the
     yang disusun pada fase kelayakan tersebut menunjukkan         feasibility stage demonstrates that AMD risks can be
     bahwa risiko AMD dapat dikelola secara teknis dan ekonomis.   managed both technically and economically.




72         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 73
                                                                       Menapaki Jalur yang Lebih Hijau dalam Operasi Pertambangan
                                                                                         Shaping a Greener Path in Mining Operations




                                                           Pengelolaan Risiko Air
                                                                                               Water Risk Management

ITM mengelola risiko dan ketergantungan terkait kuantitas       ITM manages risks and dependencies related to water quantity
dan kualitas air melalui proses penilaian risiko yang           and quality through a risk assessment process that is
terintegrasi dengan sistem manajemen operasional dan            integrated with the Company's operational and environmental
lingkungan Perusahaan. Penilaian ini mempertimbangkan           management systems. This assessment considers water
kebutuhan air untuk mendukung kegiatan operasional,             requirements to support operational activities, dependence
ketergantungan terhadap sumber air tertentu, serta potensi      on specific water sources, and potential variability in water
variabilitas ketersediaan air akibat faktor musiman, termasuk   availability due to seasonal factors, including dry periods in
periode kemarau di wilayah operasi. Cakupan penilaian risiko    the operating area. The current scope of water-related risk
terkait air saat ini difokuskan pada kegiatan operasional       assessment is focused on the Company’s own operations.
Perusahaan (own operations).

ITM juga menilai risiko dampak terkait air yang dapat timbul    ITM also assesses water-related impact risks arising from
dari aktivitas operasional, termasuk potensi pencemaran,        operational activities, including potential pollution, changes
perubahan kualitas badan air penerima, serta dampak             in the quality of receiving water bodies, and the environmental
pengelolaan air limbah terhadap lingkungan sekitar. Evaluasi    impacts of wastewater management. This evaluation covers
ini mencakup pengendalian air limpasan, pengelolaan efluen,     stormwater runoff control, effluent management, and
serta kepatuhan terhadap baku mutu kualitas air yang            compliance with applicable water quality standards, with
berlaku, dengan pemantauan kualitas air dilakukan secara        water quality monitoring conducted regularly at designated
reguler pada titik pemantauan yang telah ditetapkan.            monitoring points.

Perusahaan melakukan penilaian terhadap ketersediaan air        The Company also assesses future water availability to
di masa depan guna memastikan keberlanjutan operasional         ensure medium- and long-term operational sustainability.
jangka menengah dan panjang. Penilaian tersebut                 This assessment considers projected water demand, the
mempertimbangkan proyeksi kebutuhan air, kapasitas              capacity of available water sources, and potential changes
sumber air yang tersedia, serta potensi perubahan pola          in rainfall patterns and hydrological conditions in the
curah hujan dan kondisi hidrologi di area operasi.              operating areas.

Dalam konteks sosial, ITM menilai potensi dampak                In social context, ITM evaluates the potential impacts of
pengelolaan air terhadap pemangku kepentingan lokal,            water management on local stakeholders, including
termasuk masyarakat sekitar, pengguna air lainnya, serta        surrounding communities, other water users, and local
sektor ekonomi setempat.                                        economic sector.

ITM juga mempertimbangkan potensi perubahan regulasi            ITM also considers potential future regulatory changes
di masa depan yang berkaitan dengan pengelolaan air,            related to water management, such as adjustments to water
seperti penyesuaian tarif air, pembatasan pengambilan air,      tariffs, restrictions on water withdrawal, and permit and
serta persyaratan perizinan dan ketentuan lingkungan di         environmental requirements at both local and national levels.
tingkat lokal maupun nasional. Pemantauan terhadap              Regulatory developments are monitored regularly to ensure
perkembangan regulasi dilakukan secara rutin untuk              the Company’s readiness to adjust policies and operational
memastikan kesiapan Perusahaan dalam menyesuaikan               practices accordingly.
kebijakan dan praktik operasional.



Risiko Kelangkaan Air                                           Water Scarcity Risks
ITM secara berkala melakukan penilaian terhadap potensi         ITM periodically assesses potential water scarcity risks that
risiko kelangkaan air yang dapat memengaruhi keberlanjutan      could affect the sustainability of its operations. Based on
operasional Perusahaan. Berdasarkan hasil penilaian             the assessment results, water scarcity risk to operational
tersebut, risiko kelangkaan air terhadap kegiatan operasional   activities is assessed as insignificant, taking into account
tidak signifikan, dengan mempertimbangkan karakteristik         the characteristics of the operating areas, the water sources
wilayah kerja, sumber air yang digunakan, serta kebutuhan       used, and water requirements for key operational processes.
air untuk mendukung proses operasional utama.




                                                        Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                       73
Page 74
     Isu kelangkaan air telah diintegrasikan ke dalam proses             Water scarcity issues have been integrated into the
     penilaian risiko Perusahaan dan menjadi bagian dari                 Company’s risk assessment process and are considered in
     pertimbangan dalam perumusan strategi bisnis dan                    business strategy formulation and operational planning.
     perencanaan operasional. Evaluasi risiko dilakukan secara           Risk evaluations are conducted quarterly through a
     triwulan melalui mekanisme manajemen risiko yang                    structured risk management mechanism, taking into account
     terstruktur, dengan mempertimbangkan perubahan kondisi              changes in environmental conditions, projected water
     lingkungan, proyeksi kebutuhan air, serta perkembangan              demand, as well as regulatory developments and stakeholder
     regulasi dan ekspektasi pemangku kepentingan.                       expectations.

     Perusahaan mengakui bahwa risiko kelangkaan air dalam               The Company recognizes that water scarcity risk in the
     konteks operasional dan wilayah kerja saat ini berada pada          context of its current operations and operating areas is at
     tingkat rendah, berdasarkan hasil penilaian internal dan            a low level, based on internal assessments and ongoing
     pemantauan kondisi setempat. Penilaian ini menjadi dasar            monitoring of local conditions. This assessment forms the
     bagi Perusahaan dalam menetapkan langkah pengelolaan                basis for establishing proportionate and risk-based water
     air yang proporsional dan berbasis risiko.                          management measures.

     ITM melaporkan metrik air yang dikontekstualisasikan, antara        ITM reports contextualized water metrics, including
     lain informasi mengenai ketersediaan air di wilayah operasi,        information on water availability in operating areas, local
     tingkat stres air lokal, serta indikator relevan lainnya, seperti   water stress levels, and other relevant indicators such as
     tingkat curah hujan, tingkat evaporasi, kebutuhan air,              rainfall levels, evaporation rates, water demand, water
     konsumsi air, dan luas tutupan lahan. Penggunaan metrik             consumption, and land cover area. The use of contextual
     kontekstual ini membantu Perusahaan dalam memahami                  metrics helps the Company better understand the
     keterkaitan antara penggunaan air, kondisi lingkungan               relationship between water use, local environmental
     setempat, dan potensi risiko operasional.                           conditions, and potential operational risks.

     Melalui penerapan berbagai upaya pengelolaan air tersebut,          Through the implementation of these water management
     sepanjang tahun pelaporan tidak terdapat insiden terkait            measures, there were no water-related incidents affecting
     air yang berdampak terhadap operasional maupun                      operations or the environment during the reporting year.
     lingkungan.




74         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 75
                                                                      Menapaki Jalur yang Lebih Hijau dalam Operasi Pertambangan
                                                                                        Shaping a Greener Path in Mining Operations




                                                              Pengelolaan Limbah
                                                                                                     Waste Management

Highlight 2025 | 2025 Highlights

Pengelolaan Limbah secara 3R | 3R Waste Management                 Intensitas Limbah B3 | Hazardous Waste Intensity




           65%                                                                  0.14                     Kg/Ton Produksi
                                                                                                         Kg/Tons Production




Pendekatan Manajemen [3-3][CSS-12.6.1]
Management Approach

Topik Material: Pengelolaan Limbah dan Tailing
Material Topic: Waste and Tailing Management
Kebijakan | Policy
• Kebijakan Lingkungan ITM-P-DIR-2025-007
• Prosedur No. ITM-MS-HSE-12.5.3-001
• Procedure No. ITM-MS-HSE-12.5.3-001
• Environmental Policy ITM-P-DIR-2025-007
Strategi | Strategy
• Kepatuhan terhadap baku mutu kualitas air limbah
• Konservasi air melalui pencegahan atas kehilangan air dan daur ulang air
• Compliance with quality standards for waste water quality
• Water conservation through prevention of water loss and water recycling




Dampak dan Pengelolaan | Impact and Management

ITM memastikan seluruh limbah ditangani sesuai ketentuan sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan, mengingat
limbah dan polusi yang tidak terkendali dapat mengancam kesehatan serta keberlanjutan ekosistem dan berdampak
tidak langsung pada hak asasi manusia. Selain itu, pengelolaan limbah yang tidak optimal dapat meningkatkan biaya
operasional perusahaan serta menimbulkan kebutuhan remediasi lingkungan yang lebih besar.
ITM ensures that all waste is managed in accordance with applicable regulations as part of its environmental
responsibility, recognizing that uncontrolled waste and pollution can threaten human health and ecosystem sustainability
and may indirectly affect human rights. In addition, inadequate waste management can increase the Company’s
operating costs and lead to greater environmental remediation needs.




Sumber Daya dan Evaluasi | Resources and Evaluation

Tanggung jawab pengelolaan dan pemantauan limbah berada pada Departemen General Services (GS) dan HSEC.
Evaluasi tahun 2025 menunjukkan adanya penurunan timbulan limbah B3 dan non-B3. Masukan dari pihak otoritas
yang diperoleh melalui laporan maupun diskusi kelompok terarah (FGD) dimanfaatkan untuk menyempurnakan serta
menetapkan kebijakan dan prosedur pengelolaan limbah operasional.
Responsibility for waste management and monitoring lies with the General Services (GS) and HSEC Departments.
The 2025 evaluation indicates a decrease in the generation of both hazardous (B3) and non-hazardous waste. Feedback
from authorities obtained through reporting and focused group discussions (FGDs) is used to refine and establish
policies and procedures for operational waste management.




                                                     Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                         75
Page 76
     Dampak Aktual dan Potensial dari Timbulan Limbah [306-1]
     Actual and Potential Impacts of Generated Waste

     Dampak Internal dan Eksternal       Limbah B3                                       Limbah Non-B3
               Impacts                Hazardous Waste                                  Non-Hazardous Waste


                Aktual                                      Pembentukan material air asam tambang dari material batuan pembentuk asam
                                              -
                Actual                                        The material formation of acid mine drainage from acid-forming rock material

                                     Pencemaran material    Pencemaran tanah dan air akibat timbulan plastik, kertas bekas dan limbah cair
               Potensial                 hidrokarbon                                            domestik
               Potential             Hydrocarbon material    Land and water pollution due to plastic, waste paper and domestic wastewater
                                           pollution                                           generation


 Jenis limbah yang dihasilkan dari seluruh kegiatan operasional      The types of waste generated from all ITM operational
 ITM mencakup limbah padat dan cair berupa limbah non-B3             activities include solid and liquid waste in the form of non-
 serta limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Limbah               hazardous (non-B3) waste as well as hazardous and toxic
 non-B3 umumnya berasal dari kantin, perkantoran, dan mess           (B3) waste. Non-hazardous waste generally comes from
 karyawan, sedangkan limbah B3 terutama berupa oli bekas             cafeterias, offices, and employee dormitories, while
 dari kegiatan perawatan unit operasi. Sebagian limbah               hazardous waste primarily consists of used oil from
 non-B3 dikelola secara mandiri, sementara jenis lainnya             operational unit maintenance activities. Some non-hazardous
 ditangani melalui kerja sama dengan pihak ketiga berizin.           waste is managed internally, while other types are handled
 Pengelolaan limbah mengikuti prinsip 3R (reduce, reuse,             through collaboration with licensed third parties. Waste
 recycle), mulai dari penyimpanan, pemindahan, hingga                management follows the 3R principles (reduce, reuse,
 pembuangan akhir, serta dicatat dan dipantau melalui                recycle), covering storage, transfer, and final disposal, and
 Performance Reporting System (PRS). [306-1, 306-2][CSS-12.6.2,      is recorded and monitored through the Performance
 CSS-12.6.3]                                                         Reporting System (PRS).[306-1, 306-2][CSS-12.6.2, CSS-12.6.3]

 Pada 2025, total timbulan limbah non-B3 mencapai 2.151 ton          In 2025, total non-hazardous waste generation reached 2,151
 turun 51,68% dari tahun sebelumnya karena penutupan PLTU            tons down 51.68% from the previous year due to the gradual
 yang dilakukan secara bertahap mulai dari akhir 2024.               closure of coal-fired power plants starting at the end of 2024.
 Sementara itu, timbulan limbah B3 sebesar 2.991 ton,                Meanwhile, hazardous waste generation amounted to 2,991
 menurun 0,95% dengan adanya pemeliharan aset yang                   tons, a decrease of 0.95% due to asset maintenance that
 mengefisiensikan jumlah limbah yang perlu dibuang. Adapun           streamlined the amount of waste that needed to be disposed
 intensitas limbah B3 tahun 2025 tercatat sebesar 0,14 kg/           of. The intensity of hazardous waste in 2025 was recorded at
 ton FC.                                                             0.14 kg/tons FC.

 ITM memperkuat pengelolaan limbah dengan menerapkan                 ITM strengthens waste management by implementing an
 rencana aksi untuk mengurangi timbulan limbah serta                 action plan to reduce waste generation and setting
 menetapkan target kuantitatif pengurangan limbah B3                 quantitative targets for reducing hazardous waste by 3,153
 sebesar 3.153 ton dan pengelolaan limbah non-B3 secara              tons and managing non-hazardous waste through the 3Rs
 3R sebesar 819,2 ton, atau sebesar 39,67 gr/ton FC. Target-         by 819.2 tons, or 39.67 gr/tons FC. These targets are evaluated
 target tersebut dievaluasi secara tahunan. Program ini              annually. This program covers various types of waste, namely
 mencakup berbagai jenis limbah, yaitu padat, cair, B3,              solid, liquid, hazardous, non-hazardous, mineral, and
 non-B3, mineral, dan industri, dengan fokus pada pencegahan         industrial waste, with a focus on waste prevention at the
 limbah dari sumbernya dan peningkatan efisiensi proses              source and improving the efficiency of operational processes.
 operasional.

 Pada 2025 ITM menyediakan pelatihan atau sosialisasi                In 2025 ITM provided training or awareness programs on
 pengurangan limbah bagi karyawan, yaitu pelatihan                   waste reduction for employees, namely training on waste
 pengelolaan limbah, penanganan limbah, dan pembuatan                management, waste handling, and composting, attended
 kompos, yang diikuti oleh 30 karyawan dan memperluas                by 30 employees, and expanded recycling programs across
 program daur ulang di berbagai anak usaha guna menekan              subsidiaries to reduce the volume of waste sent to landfills.
 volume limbah yang dikirim ke landfill.




76       Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 77
                                                                                                               Menapaki Jalur yang Lebih Hijau dalam Operasi Pertambangan
                                                                                                                                 Shaping a Greener Path in Mining Operations




 Jumlah Timbulan Limbah Padat Non-B3 Dihasilkan (Ton) [306-3][CSS-12.6.4]
 Total Volume of Non-Hazardous Solid Waste Generated (Tons)

                Jenis Limbah Padat Non-B3
                                                                                           2025                                 2024                            2023
             Type of Non-Hazardous Solid Waste

                                        Domestik | Domestic                                506.13                              1,135.02                         903.5
 Organik
 Organic                                Kertas | Paper                                     121.30                              109.09                           149.0

                                        Lainnya | Others                                   125.02                               79.45                            17.0

                                        Kaca | Glass                                        4.77                                0.59                             0.5

                                        Plastik | Plastic                                  55.76                                90.34                           118.8
 Non-organik
 Non-Organic
                                        Ban Bekas | Used Tire                              942.93                             1,367.43                         1,325.4

                                        Lainnya | Others                                    5.43                                40.24                            53.4

 Logam
                                                                                           389.94                              257.24                            13.4
 Metal

 Abu Dasar dan Abu Terbang PLTU**
                                                                                             0                                 1,372.74                         3,115.8
 Fly Ash and Bottom Ash

 Jumlah | Total                                                                        2,151.28                               4,452.30                         5,697.3

 Keterangan | Notes:
 *
  Limbah Non-B3 terdaftar berdasarkan PP No.22 Tahun 2021 Lampiran XIV
 **
    Tidak ada yang dihasilkan di 2025
 *
  Non-hazardous waste listed based on Government Regulation No. 22 of 2021, Appendix XIV
 **
    No output was generated in 2025



 Jumlah Timbulan Limbah Non-B3 Berdasarkan Komposisi (dalam Ton Metrik) [306-3]
 Non Hazardous Waste by Composition (in Metric Tons)

                                                                                                    Limbah yang Dialihkan dari
                                                         Limbah Dihasilkan                                                                     Dibuang dengan metode lain
                                                                                                        Pembuangan Akhir
          Komposisi Limbah                                Waste Generated                                                                         Other disposal method
                                                                                                    Waste Diverted from Disposal
          Waste composition
                                                      2025                   2024                      2025                   2024                 2025                   2024

 Domestik | Domestic                                 506.13                 1,135.02                   104.89                263.39               403.29                  871.63

 Kertas | Paper                                       121.3                  109.24                    37.88                  58.36                86.47                  50.88

 Kaca | Glass                                          4.77                   0.59                     0.00                   0.03                 4.77                   0.56

 Plastik | Plastic                                    55.76                  90.34                     18.69                  43.94               33.89                   46.4

 Ban bekas | Used tires                              942.93                 1,367.43                   349.62                665.62               593.82                  701.91

 Limbah lainnya | Other waste                        130.45                  119.69                     8.41                  2.34                122.05                  117.35

 Logam | Metal                                       389.94                  257.24                    37.25                  171.91              352.87                  86.05

 Abu terbang | Fly ash                                  0                     75.57                   553.82                    0                    0                      0

 Abu dasar | Bottom ash                                 0                   1,297.17                  6,303.98                  0                    0                      0

 Jumlah limbah | Total waste                        2,151.28               4,452.30                   7,414.52              1,205.60             1,597.16               1,874.78



Limbah B3 yang dihasilkan ITM disimpan terlebih dahulu di                                           The hazardous waste generated by ITM is first stored at a
Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) berizin sebelum                                                  licensed Temporary Storage Facility (TPS) before being
diserahkan kepada pihak ketiga yang memiliki izin                                                   handed over to third parties with authorized waste
pengelolaan. ITM tidak menerima limbah B3 dari luar                                                 management permits. ITM does not accept hazardous waste
perusahaan maupun impor, serta tidak melakukan                                                      from outside the company or imported waste, nor does it
pembakaran (insinerasi) untuk pemulihan energi atau metode                                          conduct incineration for energy recovery or other disposal
pembuangan lainnya. Informasi lengkap mengenai volume                                               methods. Complete information on the volume and
dan pengelolaan limbah B3 disajikan pada Lampiran laporan                                           management of hazardous waste is presented in the
ini. [306-4, 306-5][CSS-12.6.5, CSS-12.6.6]                                                         Appendix of this report. [306-4, 306-5][CSS-12.6.5, CSS-12.6.6]




                                                                                  Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                         77
Page 78
     Pengelolaan Limbah B3 ITM 2025 (Ton)
     Hazardous Waste Management in 2025 (Tons)


                                                                 352.88                                                    2,712.05
                                                                 Limbah B3 oli bekas sebagai                               Limbah B3 yang diserahkan
                                                                 campuran bahan peledak ANFO                               ke pihak ketiga berizin
                                                                 Hazardous waste of used oil as a                          Hazardous waste handed over
                                                                 mixture of ANFO explosives                                to licensed third parties




       -                                  2,990.82

       Limbah B3                          Limbah B3
       didatangkan dari                   dihasilkan
       luar perusahaan                    perusahaan
       Hazardous waste                    Hazardous waste
       imported from                      generated by the
       outside the company                company




                                                                  0                 500              1,000                1,500               2,000            2,500              3,000


                                                                      26.58
     Keterangan | Notes:                                              Limbah B3 yang
     *Limbah yang diserahkan ke pihak ketiga termasuk sisa            disimpan
     limbah tahun 2024 yang disimpan di TPS berizin                   Hazardous waste
     *Waste handed over to the licensed third parties includes        stored
     the remaining waste of 2024 stored in the licensed TPS




      Jumlah Timbulan Limbah B3 (Ton) [306-3, 306-4, 306-5][CSS-12.6.4, CSS-12.6.5, CSS-12.6.6]
      Total Hazardous Waste Generated (Ton)

                                                                                                                           ITM & Kontraktor
                                  Komposisi Limbah                                                                         ITM & Contractors
                                  Waste Composition
                                                                                             2025                                  2024                            2023

      Oli bekas | Used Oil                                                                 2,470.09                               2,529.90                        2,585.2

      Gemuk bekas | Used Grease                                                              0.67                                  0.54                                3.2

      Filter oli | Oil Filter                                                               194.54                                 146.69                              144.9

      Baterai bekas (kecil) | Used Battery (Small)                                            0.81                                  1.86                               0.8

      Baterai bekas (besar) | Used Battery (Large)                                           68.79                                 73.25                               40.1

      Perlengkapan tulis | Stationery                                                         0.16                                  0.27                               0.0

      Limbah medis | Clinical Waste                                                          0.23                                  0.38                                0.3

      Bahan terkontaminasi | Contaminated Matter                                            198.27                                 197.09                          148.4

      Laboratorium | Laboratory                                                                -                                   0.00                                1.8

      Lampu fluorescent | Fluorescent Lamp                                                    0.01

      Lainnya | Others                                                                       57.26                                 69.61                               60.9

      Jumlah limbah | Total waste                                                          2,990.82                               3,019.59                        2,985.7


      Limbah B3 Berdasarkan Komposisi (dalam metrik ton) [306-3]
      Hazardous Waste by Composition (in metric tons)

                                                                                                             Limbah yang Dialihkan dari                Limbah yang Dikirim ke
                                                                            Limbah Dihasilkan
                                                                                                                 Pembuangan Akhir                        Pembuangan Akhir
                             Komposisi Limbah                                Waste Generated
                                                                                                             Waste Diverted from Disposal             Waste Directed to Disposal
                             Waste Composition
                                                                            2025            2024                2025                  2024               2025                  2024

      Oli bekas | Used Oil                                                2,470.09        2,529.90             2,167.12              1,194.00            352.88                688.57

      Gemuk bekas | Used Grease                                              0.67            0.54                0.57                  0.54                -                     0




78           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 79
                                                                                                                Menapaki Jalur yang Lebih Hijau dalam Operasi Pertambangan
                                                                                                                                  Shaping a Greener Path in Mining Operations




                                                                                                                Limbah yang Dialihkan dari                     Limbah yang Dikirim ke
                                                                               Limbah Dihasilkan
                                                                                                                    Pembuangan Akhir                             Pembuangan Akhir
                       Komposisi Limbah                                         Waste Generated
                                                                                                                Waste Diverted from Disposal                  Waste Directed to Disposal
                       Waste Composition
                                                                               2025              2024                2025                  2024                 2025                 2024

 Filter oli | Oil Filter                                                       194.54            146.69              210.29               144.08                   -                    0

 Baterai bekas (kecil) | Used Battery (Small)                                   0.81              1.86                0.92                   2.1                   -                    0

 Baterai bekas (besar) | Used Battery (Large)                                  68.78             73.25                73.51                72.44                   -                    0

 Perlengkapan tulis | Stationary                                                0.16              0.27                0.16                  0.27                   -                    0

 Limbah medis | Clinical Waste                                                  0.23              0.38                 6.71                 0.37                   -                    0

 Bahan terkontaminasi | Contaminated Matter                                    198.27            197.09              195.86                193.66                  -                    0

 Laboratorium | Laboratory                                                        -                 0                   -                     0                    -                    0

 Lampu fluorescent | Fluorenscent Lamp                                          0.01                                  0.01                    0                    0                    0

 Lainnya | Others                                                              57.26              69.61              56.88                  50.11                  -                    0

 Jumlah limbah | Total waste                                                 2,990.82          3,019.59            2,712.05              1,657.58               352.88              688.57


ITM menggunakan oli bekas sebagai campuran dalam                                                    ITM utilizes used oil as a component in blasting activities
kegiatan peledakan (ANFO) sesuai ketentuan SK Kementerian                                           (ANFO) in accordance with the provisions of the Ministry of
LH No. 07.14.03/2014 dan SK KLH No. 232/2013. Data limbah                                           Environment Decree No. 07.14.03/2014 and the Ministry of
pada tabel di bawah berasal dari pengukuran langsung untuk                                          Environment and Forestry Decree No. 232/2013. The waste
pengelolaan on-site, mencakup limbah yang dialihkan dari                                            data in the table below are based on direct measurements
pembuangan akhir, catatan pengiriman limbah ke pihak                                                for on-site management, including waste diverted from final
ketiga untuk pengelolaan off-site, serta hasil audit data                                           disposal, records of waste sent to third parties for off-site
limbah.                                                                                             management, and results from waste data audits.
 Pengelolaan Limbah 3R (Ton) [306-2, 306-4][CSS-12.6.3]
 3R Waste Management (Ton)

                                      Bentuk Pengelolaan
                                                                                                                     2025                           2024                        2023
                                      Type of Management

On-site
Limbah Organik: Sisa Makanan                Diolah menjadi kompos
                                                                                                                     81.24                          33.09                        38.7
Organic Waste: Food Leftovers               Processed into compost
Limbah B3: Oli Bekas                        Dimanfaatkan sebagai campuran bahan
Hazardous Waste: Used Oil                   peledak ANFO                                                            352.88                          688.57                      760.3
                                            Used as a mixture of ANFO explosives.
Limbah Non-B3                               Pengelolaan dengan 3R
                                                                                                                    424.36                          839.4                       437.0
Non-Hazardous Waste                         3R management
Off-site
Limbah B3 Lain                              Didaur ulang oleh pihak ketiga
                                                                                                                   2,500.60                        2,214.79                    2,043.0
Other Hazardous Waste                       Recycled by third parties
Jumlah Limbah yang Dikelola 3R
                                                                                                                   3,359.08                        3,775.8                     3,279.0
Total Waste Managed with 3Rs
Jumlah Limbah B3 dan Non-B3 Dihasilkan
                                                                                                                    5,142.11                        7,471.9                    8,682.9
Total Hazardous and Non-Hazardous Waste Generated
Persentase Pengelolaan 3R oleh Anak Usaha ITM dan Pihak Ketiga
                                                                                                                     65%                             51%                        38%
Percentage of 3R Management by ITM Subsidiaries and Third Parties

 Keterangan | Notes:
 •   On-Site menunjukkan pembuangan akhir yang berada di dalam kendali ITM, Off-site menunjukkan pembuangan akhir yang berada di luar kendali ITM.
 •   Terjadinya perbedaan antara berat limbah yang dialihkan dari pembuangan akhir di tempat dan di luar disebabkan ITM tidak memiliki izin untuk mengelola limbah B3 secara keseluruhan,
     kecuali pada pemanfaatan oli bekas untuk bahan campuran kegiatan peledakan (ANFO).
 •   On-Site indicates final disposal within ITM's control, Off-site indicates final disposal outside ITM's control.
 •   The difference between the weight of waste diverted from on-site and off-site final disposal is due to the fact that ITM does not have a license to manage hazardous waste in its entirety,
     except for the utilization of used oil for blasting mixtures (ANFO).




                                                                                       Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                                    79
Page 80
     Limbah yang Dialihkan Dari Pembuangan Akhir Berdasarkan Pengerjaan Pemulihan (dalam metrik ton) [306-4]
     Waste Diverted from Disposal by Recovery Operation (in metric tons)

                                                         Onsite                         Offsite                         Total

                                               2025               2024        2025                 2024       2025               2024

     Limbah B3 | Hazardous waste

     Persiapan untuk penggunaan ulang
                                                0                   0         67.23                86.59      67.23              86.59
     Preparation for reuse

     Daur ulang | Recycling                     0                   0        2,500.60             2,128.19   2,500.6            2,128.19

     Pengerjaan pemulihan lainnya
                                                0                   0           0                    0          0                  0
     Other recovery operations

     Jumlah | Total                             0                   0        2,567.83             2,214.78   2,567.83           2,214.78

     Limbah Non-B3 | Non-hazardous waste

     Persiapan untuk penggunaan ulang
                                              356.64              794.49      17.25                129.50    373.89             923.99
     Preparation for reuse

     Daur ulang | Recycling                   145.57              78.03       27.46                77.07      173.03             155.10

     Pengerjaan pemulihan lainnya
                                                0                   0           0                    0          0                  0
     Other recovery operations

     Jumlah | Total                           502.21              872.51      44.71               206.57     546.92             1,079.09

     Limbah yang dicegah | Waste prevented

     Limbah yang dicegah | Waste prevented    502.21              872.51     2,612.54             2,421.35   3,114.75           3,293.86



     Limbah yang Dikirimkan ke Pembuangan Akhir Menurut Pengerjaan Pembuangan (dalam metrik ton) [306-5]
     Waste Directed to Disposal by Disposal Operation (in metric tons)

                                                         Onsite                         Offsite                         Total

                                               2025               2024        2025                 2024       2025               2024

     Limbah B3 | Hazardous waste

     Insinerasi (dengan perolehan energi)
                                                 0                   0          0                    0          0                  0
     Incineration (with energy recovery)

     Insinerasi (tanpa perolehan energi)
                                                 0                   0        144.21               131.36     144.21             131.36
     Incineration (without energy recovery)

     Penimbunan di TPA | Landfilling             0                   0          0                    0          0                  0

     Pengerjaan pembuangan lainnya
                                              352.88              688.57        0                    0          0                688.57
     Other disposal operations

     Jumlah | Total                           352.88              688.57      144.21               131.36     144.21             819.92

     Limbah Non-B3 | Non-hazardous waste

     Insinerasi (dengan perolehan energi)
                                                 0                   0          0                    0          0                  0
     Incineration (with energy recovery)

     Insinerasi (tanpa perolehan energi)
                                                 0                   0          0                    0          0                  0
     Incineration (without energy recovery)

     Penimbunan di TPA | Landfilling          1,453.55            1,874.78    143.04               123.65    1,596.59           1,998.43

     Pengerjaan pembuangan lainnya
                                                 0                   0          0                    0          0                  0
     Other disposal operations

     Jumlah | Total                           1,453.55            1,874.78    143.04               123.65    1,596.59           1,998.43




80        Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 81
                                                                                                 Menapaki Jalur yang Lebih Hijau dalam Operasi Pertambangan
                                                                                                                   Shaping a Greener Path in Mining Operations




ITM juga mencatat volume batuan penutup (overburden)                                      ITM also records the volume of overburden generated from
yang dihasilkan dari aktivitas penambangan. Sebagian besar                                mining activities. Most of this material is used to backfill
material tersebut digunakan untuk menutup lubang bekas                                    former mine pits, while the remainder is placed in off-mine
tambang, sedangkan sisanya ditempatkan di area luar                                       areas. [CSS-12.6.4, 12.6.5, 12.6.6]
tambang. [CSS-12.6.4, 12.6.5, 12.6.6]

        Overburden
        Jenis Limbah | Type of Waste

        2025
                                                                                 2024                                2023


        221,191,368                                                              214,133,919                           217,125,767
 Intensitas Limbah
 Waste Intensity

                 Uraian                                                 Satuan
                                                                                                      2025                   2024                     2023
               Description                                               Unit

                                                      Kg/Ton Produksi
                                                                                                       0.14                   0.15                     0.17
 Intensitas Limbah B3                                 Kg /Tons Production
 Hazardous Waste Intensity
                                                      Kg/USD                                         0.00159                0.00131                  0.00126

                                                      Kg/Ton Produksi
                                                                                                       0.10                   0.23                     0.33
 Intensitas Limbah Non-B3                             Kg /Tons Production
 Non-Hazardous Waste Intensity
                                                      Kg/USD                                          0.0011                 0.0019                  0.0024



ITM memastikan pengelolaan batuan penutup dilakukan                                       ITM ensures that overburden management is carried out
secara optimal sehingga seluruh material dapat dimanfaatkan                               optimally so that all material can be effectively utilized. The
dengan baik. Penempatan batuan penutup diatur agar                                        placement of overburden is managed to meet environmental
memenuhi standar lingkungan, dengan pemisahan yang                                        standards, with a clear separation between material reused
jelas antara material yang digunakan kembali di dalam lubang                              within mine pits (in dump pit) and material placed outside
tambang (in dump pit) dan material yang ditempatkan di luar                               the mining area (out dump pit). [306-3, 306-4, 306-5][CSS-12.6.4,
area tambang (out dump pit). [306-3, 306-4, 306-5][CSS-12.6.4,                            CSS-12.6.5, CSS-12.6.6]
CSS-12.6.5, CSS-12.6.6]




                                                       Pencegahan Tumpahan                                                                       [306-3][CSS-12.3.2]

                                                                                                                                             Spill Prevention
ITM meminimalkan risiko tumpahan dengan mengelola                                         ITM minimizes spill risks by carefully managing the use of
penggunaan bahan kimia, cairan, dan minyak secara hati-                                   chemicals, liquids, and oils. Through these efforts, no spill
hati. Melalui upaya tersebut, selama 2025 tidak terjadi insiden                           incidents causing environmental contamination occurred
tumpahan yang mencemari lingkungan.                                                       in 2025.

                     Kasus Tumpahan Minyak                                                      2025
                     Oil Spill Cases


                     Keterangan | Notes:
                     Berdasarkan standar internal (tidak lebih dari 200 liter)
                     Based on internal standards (no more than 200 liters)
                                                                                                Nihil Zero
                                                                                                2024 : Nihil Zero        2023 : Nihil Zero




                                                                                  Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                             81
Page 82
     03
     Memperkuat
     Kepedulian
     terhadap Insan
     Perusahaan
     Strengthening
     Our Care for People




82     Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 83
                     Memperkuat Kepedulian terhadap Insan Perusahaan
                                     Strengthening Our Care for People




Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                 83
Page 84
     Kesehatan dan
     Keselamatan Kerja (K3)
     Occupational Health and Safety (OHS)

 Transformasi ITM menuju praktik bisnis yang greener dan           ITM’s transformation toward greener and smarter business
 smarter didukung oleh penguatan aspek sosial; terutama            practices is supported by strengthening social aspects,
 keselamatan pekerja, pengembangan kompetensi, dan                 particularly worker safety, competency development, and
 peningkatan kapasitas masyarakat sekitar.                         the enhancement of local community capacity.



       Pendekatan Manajemen [3-3][CSS-12.14.1]
       Management Approach

       Topik Material: Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
       Material Topic: Occupational Health and Safety (OHS)
       Kebijakan | Policy [403-1][CSS-12.14.2]
       • Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Minerba (SMKP Minerba)
       • Sistem Manajemen K3 & Lingkungan (SMK3L)
       • Pengembangan Budaya K3
       • Kebijakan K3 & Lingkungan Revisi 4 Tahun 2023
       • Mineral Mining Safety Management System (MSMS for Mineral, Energy, and Coal)
       • OHS & Environmental Management System (HSEMS)
       • Development of OHS Culture
       • OHS & Environment Policy Revision 4 of 2023



       Dampak dan Pengelolaan | Impact and Management

       Perusahaan menempatkan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) sebagai prioritas utama dalam seluruh kegiatan
       operasional untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, serta mendukung keberlanjutan usaha
       jangka panjang. ITM memastikan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan produktif dengan menerapkan ISO
       45001:2018 Sistem Manajemen K3 terintegrasi dan pengendalian prosedur yang sistematis.
       The Company places occupational health and safety (OHS) as a top priority in all operational activities to prevent
       work-related accidents and occupational diseases, while supporting long-term business sustainability. ITM ensures
       a safe, comfortable, and productive working environment by implementing an integrated ISO 45001:2018 Occupational
       Health and Safety Management System and systematic procedural controls.

       ITM menyelenggarakan pelatihan K3 secara rutin bagi karyawan dan kontraktor, mencakup induksi K3, pelatihan
       berbasis risiko pekerjaan, kampanye keselamatan, dan simulasi keadaan darurat.
       ITM routinely conducts OHS training for employees and contractors, including OHS induction, job-risk-based training,
       safety campaigns, and emergency simulations.




84      Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 85
                                                                               Memperkuat Kepedulian terhadap Insan Perusahaan
                                                                                               Strengthening Our Care for People




    Sumber Daya dan Evaluasi | Resources and Evaluation

     Pengelolaan K3 berada di bawah tanggung jawab Direktorat Environment, Social and Governance (ESG) melalui
     Departemen HSEC. Evaluasi pengelolaan K3 dilakukan melalui pelaksanaan audit internal sesuai persyaratan SMKP,
     quality assurance review aspek HSE oleh kantor pusat, serta audit eksternal dari lembaga bersertifikasi minimal
     sekali dalam setahun sesuai persyaratan ISO.
     OHS management falls under the responsibility of the Environment, Social, and Governance (ESG) Directorate
     through the HSEC Department. Evaluation of OHS management is conducted through internal audits in accordance
     with MSMS requirements, quality assurance reviews of HSE aspects by the head office, and external audits by
     certified institutions at least once a year in compliance with ISO requirements.

     Perusahaan menetapkan target kinerja K3 terukur yang dipantau secara berkala dan menjadi bagian dari indikator
     kinerja manajemen. ITM juga memiliki Panitia Pembina Keselamatan & Kesehatan Kerja (P2K3) dan Komite Keselamatan
     Pertambangan (KKP) sebagai Komite K3 ITM yang ada di tingkat manajemen. KKP dipimpin oleh Kepala Teknik
     Tambang dan terdiri dari anggota pekerja yang mewakili setiap departemen. KKP memastikan komunikasi budaya
     K3 dan penerapannya sesuai peraturan yang berlaku. Manajemen melakukan pertemuan dengan P2K3 dan KKP
     secara rutin setiap bulan.
     The company sets measurable OHS performance targets which are monitored regularly and incorporated into
     management performance indicators. ITM also has the Occupational Health & Safety Committee (P2K3) and
     Mining Safety Committee (KKP) as ITM’s OHS committees at the management level. The KKP is chaired by the
     Head of Mining Engineering and includes employee representatives from each department. The KKP ensures
     communication of OHS culture and its implementation in compliance with applicable regulations. Management
     holds regular monthly meetings with P2K3 and KKP.

     Pada tahun 2025, hasil evaluasi menunjukkan beberapa entitas anak usaha berhasil mempertahankan kinerja K3
     yang baik, namun dengan sangat menyesal kami juga menyampaikan bahwa di entitas lain telah terjadi kejadian
     kecelakaan berakibat mati dan cedera berat. [403-4][CSS-12.14.5]
     In 2025, evaluation results showed that several subsidiaries successfully maintained strong OHS performance.
     However, we regret to report that fatal accidents and serious injuries have occurred in other entities.




Sistem Manajemen K3                                            Occupational Health and Safety
                                                               Management System
ITM menerapkan Sistem Manajemen K3 untuk melindungi            ITM implements an OHS Management System to protect
seluruh tenaga kerja, baik karyawan maupun nonkaryawan,        all personnel, including employees and non-employees such
termasuk kontraktor, mitra, dan pengunjung. Sistem ini         as contractors, partners, and visitors. This system refers to
mengacu pada SMKP sesuai Peraturan Menteri ESDM No.            the MSMS in accordance with the MEMR Regulation No.
26/2018 dan Keputusan Menteri ESDM No. 1827 K/30/              26/2018 and the MEMR Decree No. 1827 K/30/MEM/2018,
MEM/2018, serta SMK3 berdasarkan Peraturan Pemerintah          as well as OHSMS based on Government Regulation No.
No. 50/2012. Selain regulasi nasional, ITM juga mengadopsi     50/2012. In addition to national regulations, ITM also adopts
standar ISO Internasional sebagai penguatan praktik K3.        international ISO standards to strengthen OHS practices.
[2-30, 403-1]                                                  [2-30, 403-1]


Pada 2025, seluruh tenaga kerja dalam operasi ITM yang         In 2025, the entire workforce in ITM operations, consisting
terdiri dari 1.661 karyawan dan 17.453 pekerja nonkaryawan     of 1,661 employees and 17,453 non-employee workers, was
telah tercakup dalam sistem manajemen K3. Efektivitas          fully covered under the OHS management system. The
penerapannya dipastikan melalui audit internal berkala yang    effectiveness of its implementation is ensured through
mencakup 100% seluruh karyawan dan pekerja yang bukan          periodic internal audits, covering 100% of employees and
karyawan dalam cakupan perusahaan.                             non-employee workers within the company’s scope.




                                                      Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                     85
Page 86
     Selain melakukan audit internal, ITM memastikan keandalan                  In addition to internal audits, ITM ensures the reliability of
     Sistem Manajemen K3 melalui audit eksternal yang bertujuan                 the OHS Management System through external audits aimed
     memverifikasi kesesuaian sistem dengan standar dan                         at verifying compliance with applicable standards and
     peraturan yang berlaku. Selama 2025, sebanyak 954 karyawan                 regulations. During 2025, a total of 954 employees and 7,092
     dan 7.092 pekerja nonkaryawan atau 42% dari total tenaga                   non-employee workers, or 42% of the total workforce, were
     kerja telah tercakup dalam sistem K3 yang diaudit atau                     included in the OHS system audited or certified by
     disertifikasi oleh lembaga independen. [403-8]                             independent institutions. [403-8]

     Perusahaan juga memasukkan ketentuan keselamatan kerja                     The company also incorporates occupational safety
     ke dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan Peraturan                      provisions into Collective Labor Agreements (CLA) and
     Perusahaan (PP) sehingga seluruh pekerja, baik karyawan                    Company Regulations (CR) to ensure adequate protection
     maupun nonkaryawan, memperoleh perlindungan yang                           for all workers, both employees and non-employees. During
     memadai. Pada periode pelaporan, PKB dan PP mencakup                       the reporting period, the CLA and CR cover 100% of
     100% karyawan. [403-8][CSS-12.14.9]                                        employees. [403-8][CSS-12.14.9]


      Sistem Manajemen K3 dalam SMK3L [403-1][CSS-12.14.2]
      OHS Management System within SMK3L

                  Misi Manajemen K3                               Target Manajemen K3                               Strategi 3 Pilar
                OHS Management Mission                           OHS Management Target                              3 Pillars Strategy

      Nihil kecelakaan yang berakibat hilangnya hari   Tingkat Kekerapan Kecelakaan Kerja: 0          Pilar Organisasi & Sistem
      kerja                                            Jumlah Kekerapan Kecelakaan Kerja Tercatat:    Organizational & System Pillar
      Zero lost-time injury                            0.17                                           Menjaga pelaksanaan SMK3L melalui kebijakan
                                                       Injury Frequency Rate: 0                       OHS, HSE Management System, Contractor
                                                       Total Recordable Injury Frequency Rate: 0.17   Management System, dan Online Incident
                                                                                                      Report.
                                                                                                      Ensuring the implementation of the OHS &
                                                                                                      Environmental Management System (SMK3L)
                                                                                                      through OHS policies, HSE Management
                                                                                                      System, Contractor Management System, and
                                                                                                      the Online Incident Reporting system.

      Nihil terulangnya kecelakaan                     Tingkat Keparahan Kecelakaan Kerja: 0          Pilar Manusia & Perilaku
      Zero recurring accident                          Injury Severity Rate: 0                        Human & Behavioral Pillar
                                                                                                      Mengembangkan SDM dengan kompetensi,
                                                                                                      kepedulian, dan kepemimpinan K3 yang
                                                                                                      dilengkapi dengan sistem pelaporan GoSafe
                                                                                                      dan Safety Health Environmental Accountability
                                                                                                      Program
                                                                                                      Developing human resources with OHS
                                                                                                      competence, awareness, and leadership,
                                                                                                      supported by the GoSafe reporting system
                                                                                                      and the Safety, Health, and Environmental
                                                                                                      Accountability Program (SHEAP).


      Nihil pelanggaran persyaratan dan pemenuhan      Program Akuntabilitas Keselamatan              Pilar Kompetensi Pekerja
      standar K3 & KO                                  Kesehatan dan Lingkungan (SHEAP) 67%           Worker Competency Pillar
      Zero non-compliance with OHS requirements        Safety, Health, and Environmental
      and standards                                    Accountability Program (SHEAP): 67%            Memastikan kompetensi setiap pekerja telah
                                                                                                      memadai dan sesuai standar yang ditetapkan
                                                                                                      Perusahaan dan Pemerintah
                                                                                                      Ensuring that every worker has adequate
                                                                                                      competencies in accordance with company and
                                                                                                      government standards.


      Mencegah gangguan kesehatan dan nihil            Pelaporan Bahaya di Tempat Kerja (GoSafe):
      penyakit akibat kerja                            ≥ 21.995 laporan dan tindak lanjut ≥ 70%
      Preventing health disorders and zero             Workplace Hazard Reporting (GoSafe):
      occupational diseases                            ≥ 21.995 reports with ≥ 70% follow-up

      Memenuhi aspek keselamatan operasional           CMS-K3L: ≥ 77% dan tindak lanjut ≥ 65%
      pertambangan baik sarana, prasarana,             CMS - K3L: ≥ 77% and follow-up ≥ 65%
      instalasi dan peralatan
      Compliance with mining operational safety
      aspects, including facilities, infrastructure,
      installations, and equipment




86         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 87
                                                                                               Memperkuat Kepedulian terhadap Insan Perusahaan
                                                                                                               Strengthening Our Care for People




Identifikasi dan Pengelolaan                                                 OHS Risk Identification and
Risiko K3                                                                    Management
Pemetaan dan identifikasi terhadap pekerjaan berisiko tinggi                 High-risk tasks are mapped and identified to minimize
dilakukan untuk meminimalkan potensi kecelakaan dan                          potential accidents and establish risk management priorities.
menetapkan prioritas pengelolaan risiko. Proses identifikasi                 Hazard identification is conducted through HIRADC (Hazard
bahaya dilakukan melalui HIRADC (Hazard Identification, Risk                 Identification, Risk Assessment, and Determining Controls).
Assessment, and Determining Control). Adapun langkah                         Mitigation measures are integrated into the OHS
mitigasi diintegrasikan dalam Sistem Manajemen K3, PKB,                      Management System, CLA, and procedures for incident
serta prosedur investigasi dan pelaporan insiden K3. [403-2,                 investigation and reporting.[403-2, 403-9][CSS-12.14.3]
403-9][CSS-12.14.3]


 Beberapa Jenis Pekerjaan Berisiko Tinggi dan Pengelolaannya [403-2, 403-7, 403-9][CSS-12.14.3, CSS-12.14.8]
 Types of High-Risk Work and Their Management

  Jenis Pekerjaan Berisiko Tinggi       Transportasi Produk Batubara dari Tambang Menuju Pelabuhan
      Types of High-Risk Jobs           Coal Product Transportation from Mine to Port

    Uraian Kegiatan dan Risiko          Pekerjaan pengisian produk dan transportasi produk sejauh 100 Km dari tambang menuju pelabuhan Batubara
  Description of Activities and Risks   menimbulkan kelelahan pengendara, kejenuhan dan terburu-buru.
                                        The loading and transportation of coal products over a distance of 100 km from the mine to the coal port can
                                        cause driver fatigue, boredom, and rushing.

   Mitigasi dan Pencapaian 2025         Mitigasi:
  Mitigation and Achievement 2025       1. Sosialisasi batas kecepatan
                                        2. Melakukan inspeksi batas kecepatan
                                        3. Uji kelelahan kepada setiap pengendara pada jam-jam tertentu
                                        4. Penyediaan fasilitas istirahat
                                        5. Pemasangan GPS pada unit-unit transportasi produk batubara untuk memantau batas kecepatan
                                        6. Pemasangan CCTV pada beberapa area yang berbahaya di jalan tambang
                                        Pencapaian:
                                        85%
                                        Mitigation Measures:
                                        1. Awareness campaigns on speed limits
                                        2. Speed limit inspections
                                        3. Fatigue testing for each driver at designated times
                                        4. Provision of rest facilities
                                        5. Installation of GPS on coal transport units to monitor speed limits
                                        6. Installation of CCTV in hazardous areas along the mine road
                                        Achievements:
                                         85%

  Jenis Pekerjaan Berisiko Tinggi       Peledakan
      Types of High-Risk Jobs           Blasting

    Uraian Kegiatan dan Risiko          Risiko berupa:
  Description of Activities and Risks   1. Keterpaparan bahan kimia
                                        2. Insiden pada saat transportasi bahan peledak
                                        3. Risiko dari flying rock dan air blast
                                        4. Paparan debu dari aktivitas peledakan
                                        5. Premature blast dari kegiatan pembongkaran ammonium nitrat, pencampuran dengan penggunaan
                                             ANFO mixer, pengangkutan bahan peledak ke tambang, pengisian bahan peledak, perangkaian bahan
                                             peledak, dan pelaksanaan peledakan.
                                        Risks include:
                                        1. Exposure to chemicals
                                        2. Incidents during explosive material transportation
                                        3. Risks from flying rocks and air blasts
                                        4. Dust exposure from blasting activities
                                        5. Premature blasts during ammonium nitrate handling, mixing with ANFO mixers, transport of explosives to
                                             the mine, loading of explosives, assembly of explosive charges, and execution of blasting.

   Mitigasi dan Pencapaian 2025         Mitigasi:
  Mitigation and Achievement 2025       1. Memeriksa lokasi peledakan dan kegiatan lainya disekitar lokasi peledakan
                                        2. Melakukan sterilisasi lokasi peledakan dengan jarak aman 300 – 500 meter dari unit dan manusia.
                                        3. Memasang tanda dilarang masuk dan waktu kegiatan peledakan
                                        Pencapaian:
                                        100%
                                        Mitigation Measures:
                                        1. Inspect the blasting site and surrounding activities
                                        2. Sterilize the blasting area with a safe distance of 300–500 meters from equipment and personnel
                                        3. Install “No Entry” signs and indicate blasting activity times
                                        Achievements:
                                         100%




                                                                 Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                              87
Page 88
     Jenis Pekerjaan Berisiko Tinggi       Pemakaian Radioaktif dalam Kegiatan Well Logging
         Types of High-Risk Jobs           Use of Radioactive Materials in Well Logging Activities

       Uraian Kegiatan dan Risiko          Risiko paparan dan kontaminasi radioaktif selama:
     Description of Activities and Risks   1. Pengangkutan material radioaktif dari bunker ke lokasi pengeboran
                                           2. Pemanfaatan dan penggunaan sumber radioaktif untuk well logging
                                           3. Penyimpanan yang berpotensi menimbulkan dampak radiasi
                                           Risks of exposure and contamination during:
                                           1. Transportation of radioactive materials from the bunker to the drilling site
                                           2. Utilization and handling of radioactive sources for well logging
                                           3. Storage, which may potentially cause radiation impact

      Mitigasi dan Pencapaian 2025         Mitigasi:
     Mitigation and Achievement 2025       1. Proteksi radiasi (Faktor Jarak, Waktu dan Pelindung)
                                           2. Monitor perorangan (film badge dan Dosimeter saku)
                                           3. Kontainer penyimpanan sumber radiasi yang terbuat dari pb.
                                           4. Pengangkutan sumber radiasi wajib menggunakan roda 4
                                           5. Karyawan yang menangani sumber radiasi wajib memiliki sertifikasi
                                           6. Melakukan pengukuran radiasi
                                           7. Pengecekan kesehatan rutin sebelum dan sesudah kegiatan penggunaan sumber radiasi
                                           Pencapaian:
                                           100%
                                           Mitigation Measures:
                                           1. Radiation protection (Distance, Time, and Shielding factors)
                                           2. Personal monitoring (film badges and pocket dosimeters)
                                           3. Storage containers for radioactive sources made of lead (Pb)
                                           4. Transportation of radioactive sources must use four-wheeled vehicles
                                           5. Employees handling radioactive sources must be certified
                                           6. Radiation measurements are conducted
                                           7. Routine health checks before and after handling radioactive sources
                                           Achievements:
                                           100%

     Jenis Pekerjaan Berisiko Tinggi       Mengoperasikan Single Dump Truck (SDT) dan Sejenisnya
         Types of High-Risk Jobs           Operating Single Dump Trucks (SDT) and Similar Vehicles

       Uraian Kegiatan dan Risiko          Risiko berupa:
     Description of Activities and Risks   1. Tabrakan dengan unit lain
                                           2. Unit terbakar
                                           Risks include:
                                           1. Collisions with other units
                                           2. Vehicle fire

      Mitigasi dan Pencapaian 2025         Mitigasi:
     Mitigation and Achievement 2025       1. Pengecekan dan Pemeriksaan Hariah P2H SDT
                                           2. Pekerja harus dalam keadaan sehat (fit to work)
                                           3. Pengaturan lalu lintas jalan tambang
                                           Pencapaian:
                                           100%
                                           Mitigation Measures:
                                           1. Daily P2H (Pre-Operational Check) inspections of SDTs
                                           2. Workers must be in good health (fit to work)
                                           3. Traffic management on mining roads
                                           Achievements:
                                            100%


     Jenis Pekerjaan Berisiko Tinggi       Mengoperasikan Pompa Tambang
         Types of High-Risk Jobs           Operating Mine Pumps

       Uraian Kegiatan dan Risiko          Risiko berupa:
     Description of Activities and Risks   1. Tangan terpotong terkena bagian berputar
                                           Risks include:
                                           1. Hand injury from contact with rotating parts

      Mitigasi dan Pencapaian 2025         Mitigasi:
     Mitigation and Achievement 2025       1. Job Safety and Environmental Analysis (JSEA) mengoperasikan pompa tambang
                                           2. Pelindung bagian berputar pada pompa
                                           3. Pekerja harus dalam keadaan sehat (fit to work)
                                           4. Safety talk mingguan
                                           5. Pelaksanaan observasi keselamatan kerja dan inspeksi di tempat oleh pengawas
                                           Pencapaian:
                                           100%
                                           Mitigation Measures:
                                           1. Job Safety and Environmental Analysis (JSEA) for operating mine pumps
                                           2. Guards on rotating parts of the pump
                                           3. Workers must be in good health (fit to work)
                                           4. Weekly safety talks
                                           5. Job safety observations and on-the-spot inspections by supervisors
                                           Achievements:
                                           100%




88       Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 89
                                                                                             Memperkuat Kepedulian terhadap Insan Perusahaan
                                                                                                             Strengthening Our Care for People




Perusahaan memberikan hak kepada pekerja untuk                              The company grants workers the right to stop work activities
menghentikan aktivitas kerja apabila ditemukan potensi                      if a potential hazard is identified and to report it to the
bahaya dan melaporkannya kepada pengawas yang bertugas.                     responsible supervisor. Supervisors are required to ensure
Pengawas wajib memastikan keselamatan terpenuhi dan                         safety is met and have the authority to halt work when a risk
memiliki otoritas untuk menghentikan pekerjaan ketika risiko                is deemed dangerous. No sanctions are imposed on workers
dianggap membahayakan. Tidak ada sanksi yang dikenakan                      who leave work for safety reasons. [403-2, 403-9][CSS-12.14.3]
kepada pekerja yang meninggalkan pekerjaan karena alasan
keselamatan. [403-2, 403-9][CSS-12.14.3]

Selain itu, ITM terus meningkatkan efektivitas penilaian risiko             In addition, ITM continuously enhances the effectiveness
dan pelaksanaan perbaikan. Seluruh insiden signifikan                       of risk assessments and the implementation of corrective
termasuk kasus fatal dilaporkan dan diinvestigasi secara                    actions. All significant incidents, including fatal cases, are
transparan. Tindakan korektif dilakukan secara proaktif untuk               reported and investigated transparently. Corrective
memastikan risiko serupa tidak terjadi kembali. [403-2][CSS-                measures are proactively implemented to ensure similar
12.14.3]                                                                    risks do not recur. [403-2][CSS-12.14.3]

Meningkatkan Budaya K3                                                      Strengthening OHS Culture
ITM mengimplementasikan strategi keselamatan kerja                          ITM implements a work safety strategy based on three pillars:
berbasis tiga pilar, yakni Organisasi dan Sistem, Karyawan                  Organization and Systems, Employees and Competence,
dan Kompetensi, serta Perilaku.                                             and Behavior.




                                                               Organization
                                                               and System
                                                                  Pillar



                                                                WORK SAFETY
                                                                  STRATEGY
                                                                DEVELOPMENT




                                             People and
                                            Competence                                Behavior
                                               Pillar                                  Pillar




           Pilar Organisasi dan Sistem                   Pilar Manusia dan Kompetensi                               Pilar Perilaku
           Organization and System Pillar                 People and Competence Pillar                              Behavior Pillar

 Perencanaan dan penerapan aktivitas K3 telah     Mengembangkan kompetensi, kepedulian,            Menerapkan program yang memotivasi
 terintegrasi di dalam organisasi dan dilakukan   dan kepemimpinan K3 karyawan dengan              karyawan untuk berperilaku aman walaupun
 melalui Sistem Manajemen Keselamatan             memberikan pelatihan, sosialisasi, dan           tanpa pengawasan dari atasan dan juga
 dan Kesehatan Kerja Lingkungan (SMK3L)           kampanye secara terus-menerus dengan             melaporkan setiap kegiatan dan kondisi tidak
 yang di dalamnya mencakup kebijakan K3,          melibatkan semua karyawan. Perusahaan            aman.
 HSE Management System, Contractor                melengkapi dengan sistem pelaporan AWAS          ITM also implements programs that motivate
 Management System, dan Online Incident           (Amati, Waspadai, dan Segera Laporkan) dan       employees to act safely even without direct
 Report.                                          Safety Health Environmental Accountability       supervision and to report any unsafe activities
 Planning and implementation of OHS activities    Program.                                         or conditions.
 are fully integrated within the organization     The company develops employees OHS
 through the Occupational Health, Safety,         competence, awareness, and leadership by
 and Environmental Management System              providing continuous training, awareness
 (SMK3L), which includes OHS policies, the HSE    programs, and safety campaigns involving all
 Management System, Contractor Management         employees. This is supported by the AWAS
 System, and Online Incident Reporting.           reporting system (Observe, Alert, and Report
                                                  Immediately) and the Safety, Health, and
                                                  Environmental Accountability Program.




                                                                Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                             89
Page 90
     ITM memastikan keterlibatan pekerja dalam penerapan K3                   ITM ensures employee involvement in OHS implementation
     melalui mekanisme pelaporan diri, kegiatan safety talk,                  through self-reporting mechanisms, safety talks, toolbox
     toolbox meeting, dan pelatihan berkala. Aplikasi Go-Safe                 meetings, and periodic training. The Go-Safe application is
     digunakan sebagai sarana pelaporan yang memungkinkan                     used as a reporting tool that enables rapid identification of
     identifikasi cepat terhadap tindakan dan kondisi tidak aman,             unsafe actions and conditions and connects directly to
     serta terhubung langsung dengan pengawas. Perusahaan                     supervisors. The company also provides healthcare services,
     juga menyediakan layanan kesehatan termasuk perawatan                    including non-work-related care.
     non-pekerjaan.

     Pada tahun pelaporan, 214 karyawan dan pekerja nonkaryawan               During the reporting year, 214 employees and non-employee
     berpartisipasi dalam 21 program pelatihan K3 yang                        workers participated in 21 OHS training programs organized
     diselenggarakan ITM.                                                     by ITM.
      Beberapa Pelatihan K3 untuk Karyawan dan Pekerja Lainnya [403-5][CSS-12.14.6]
      Selected OHS Training for Employees and Other Workers

        Tema Kegiatan | Activity Theme                                                        Diklat Investigasi         Pertolongan Pertama
                                                                                              Kecelakaan Tambang         Gawat Darurat (PPGD)
        Implementasi SMKP            Dasar Keselamatan        Internal Audit SMKP             Mine Accident              Emergency First Aid
        MSMS Implementation          Basic Safety             MSMS Internal Audit             Investigation Training     (PPGD)



        48
        Peserta | Participants
                                     39
                                     Peserta | Participants
                                                              32
                                                              Peserta | Participants
                                                                                              21
                                                                                              Peserta | Participants
                                                                                                                         19
                                                                                                                         Peserta | Participants




     Selain pelatihan K3, ITM menerapkan sejumlah program                     In addition to OHS training, ITM implements several
     tambahan guna menanamkan budaya keselamatan dan                          additional programs to instill a safety culture and improve
     meningkatkan kesehatan pekerja serta kontraktor, seperti:                the health of employees and contractors, including:
     [403-4, 403-6][CSS-12.14.5, CSS-12.14.7]                                 [403-4, 403-6][CSS-12.14.5, CSS-12.14.7]


     1. Pengawasan dan audit keselamatan seperti internal                     1. Safety supervision and audits, such as internal MSMS
        audit SMKP dan CMS-HSE, baik untuk anak usaha ITM                        and CMS-HSE audits, for both ITM subsidiaries and
        maupun kontraktor.                                                       contractors
     2. Kampanye Keselamatan dan Kesadaran untuk                              2. Safety and awareness campaigns to enhance workers’
        meningkatkan kesadaran dan pemahaman pekerja.                            understanding and consciousness
     3. Evaluasi dan pembelajaran dari insiden yang sudah terjadi.            3. Evaluation and learning from past incidents
     4. Pelaksanaan bulan K3 secara serempak di ITM dan                       4. Simultaneous observance of OHS Month across ITM
        seluruh anak usahanya.                                                   and all subsidiaries

     Pada 2025, Perusahaan menetapkan 11 Golden Rules yang                    In 2025, the Company established 11 Golden Rules that must
     wajib dipahami dan dipatuhi oleh seluruh karyawan ITM Grup               be understood and strictly complied with by all employees
     termasuk mitra kerja, bertujuan untuk:                                   across the ITM Group, including business partners and
                                                                              contractors. These rules are intended to:
     1. Mencegah      fatalitas/LTI  dengan       meningkatkan                1. Prevent fatality/LTI by enhancing vigilance toward
        kewaspadaan terhadap risiko kritis.                                       critical risks.
     2. Membangun akuntabilitas dan kepemilikan, yaitu pola                   2. Strengthen accountability and ownership by fostering
        pikir "keselamatan adalah tanggung jawab bersama".                        the mindset that “safety is a shared responsibility.”
     3. Mendorong kesadaran penuh sebelum memulai                             3. Promote full mindfulness prior to commencing any
        pekerjaan: pahami pekerjaannya, pahami risikonya, dan                     task—understand the work, understand the risks, and
        pahami mitigasinya.                                                       understand the mitigation measures.
     Pelanggaran terhadap Golden Rules ini akan dikenakan                     Any violation of the Golden Rules will result in the following
     sanksi berupa:                                                           sanctions:
     1. Pelanggaran Pertama                                                   1. First Violation
        Bagi Karyawan dan Mitra Kerja: Surat peringatan                           For Employees and Business Partners: Issuance of a
        pertama dan terakhir.                                                     first and final written warning.
     2. Pelanggaran Kedua                                                     2. Second Violation
        • Bagi Karyawan: Bersifat mendesak yang dapat                             • For Employees: Classified as a serious offense that
           langsung dikenakan PHK.                                                    may result in immediate termination of employment.
        • Bagi Mitra Kerja: Pencabutan izin kerja (mine permit).                  • For Business Partners: Revocation of work
                                                                                      authorization (mine permit).


90          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 91
                                                                                   Memperkuat Kepedulian terhadap Insan Perusahaan
                                                                                                   Strengthening Our Care for People




    11 Golden Rules


 1. Prinsip Dasar                                                  1. Fundamental Principles
     Pastikan seluruh pekerjaan berbahaya/ berisiko memiliki           Ensure that all hazardous/high-risk work activities have
     izin kerja yang sah.                                              a valid work permit.
 2. Pengawasan Pekerjaan                                           2. Job Supervision
     Pengawas di area berisiko tinggi wajib melakukan                  Supervisors in high-risk areas must conduct direct
     pengawasan langsung dan melapor bila terjadi insiden.             supervision and report any incidents.
 3. Layak Bekerja                                                  3. Fit to Work
     Bekerja hanya saat fit to work dan gunakan unit yang              Work only when declared fit to work and operate
     sudah lulus commissioning serta Pengecekan dan                    equipment that has passed commissioning as well as
     Pemeriksaan Harian (P2H).                                         Daily Inspection and Pre-Operational Checks (P2H).
 4. Keselamatan Berkendara                                         4. Driving Safety
     Wajib memiliki SIMPER, gunakan sabuk pengaman,                    Hold a valid SIMPER, wear a seat belt, comply with speed
     patuhi batas kecepatan, parkir di area yang ditentukan,           limits, park only in designated areas, and refrain from
     dan hindari penggunaan HP.                                        using mobile phones.
 5. Pekerjaan Pengangkatan                                         5. Lifting Work
     Harus memiliki Surat Izin Operator (SIO), perhatikan              Possess a valid Operator License (SIO), observe the
     beban Safe Working Load (SWL) dan radius aman alat                Safe Working Load (SWL), and maintain a safe operating
     berat.                                                            radius for heavy equipment.
 6. Kestabilan Lereng                                              6. Slope Stability
     Jaga jarak aman dari dinding galian dan waspadai                  Maintain a safe distance from excavation walls and
     pergerakan alat berat.                                            remain alert to heavy equipment movements.
 7. Isolasi Energi (Lock Out Tag Out/ LOTO)                        7. Energy Isolation (Lock Out Tag Out / LOTO)
     Pasang personal LOTO, jangan lepaskan atau pindahkan,             Install personal LOTO devices, do not remove or relocate
     serta jangan operasikan alat saat perawatan.                      them, and do not operate equipment under maintenance.
 8. Pekerjaan Kelistrikan                                          8. Electrical Work
     Harus diawasi oleh pekerja kompeten dan semua                     Must be supervised by a competent worker, and all
     peralatan listrik wajib inspeksi berkala.                         electrical equipment must undergo periodic inspections.
 9. Pekerjaan di Ketinggian                                        9. Working at Height
     Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan alat keselamatan            Use appropriate Personal Protective Equipment (PPE)
     lengkap.                                                          and complete fall protection equipment.
 10. Pekerjaan Panas                                               10. Hot Work
     Hindari hot work dengan bahan mudah terbakar yang                 Avoid performing hot work in the presence of flammable
     berisiko kebakaran.                                               materials that may pose a fire risk.
 11. Pekerjaan di Dekat Air                                        11. Working Near Water
     Gunakan pelampung dan peralatan standar yang layak.               Wear a life vest and utilize appropriate standard safety
                                                                       equipment.



Kesehatan Kerja                                                     Occupational Health
Untuk mendukung kesehatan seluruh pekerja, ITM                      To support the health of all workers, ITM provides healthcare
menyediakan fasilitas kesehatan di setiap area operasi,             facilities at each operational site, complete with routine
lengkap dengan pemeriksaan rutin. Layanan ini juga terbuka          medical examinations. These services are also available to
bagi karyawan mitra kerja yang tidak memiliki fasilitas             partner employees who do not have their own healthcare
kesehatan sendiri, serta masyarakat sekitar. Perusahaan             facilities, as well as to local communities. The company
memastikan kualitas layanan melalui evaluasi berkala terhadap       ensures service quality through periodic evaluations of facility
kelayakan fasilitas dan sumber daya. Selain itu, edukasi terkait    adequacy and resources. In addition, education on the
pencegahan Penyakit Menular Seksual (PMS) turut diberikan           prevention of sexually transmitted disease (STD) is provided
oleh anak usaha. Seluruh fasilitas kesehatan diawasi oleh           by subsidiaries. All healthcare facilities are supervised by
dokter dan tenaga medis tersertifikasi, dan klinik ITM telah        certified doctors and medical personnel, and ITM clinics are
memiliki izin resmi untuk memberikan layanan medis dasar,           officially licensed to provide basic medical services, including
termasuk penerbitan resep. [403-3, 403-8][CSS-12.14.4]              issuing prescriptions. [403-3, 403-8][CSS-12.14.4]




                                                           Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                    91
Page 92
     Pada 2025, tercatat 6.317 kunjungan karyawan dan 33.071                                            In 2025, there were 6,317 employee visits and 33,071 partner
     kunjungan mitra kerja ke klinik site. Infeksi Saluran Pernapasan                                   visits to site clinics. Acute Respiratory Infection (ARI) is the
     Akut (ISPA) menjadi keluhan paling umum sehingga                                                   most common complaint, prompting the company to
     perusahaan melakukan langkah mitigasi sebagai berikut.                                             implement the following mitigation measures. [403-10][CSS-
     [403-10][CSS-12.14.11]                                                                             12.14.11]
     1. Melakukan analisis dari hasil kunjungan klinik dan                                              1. Conducting analysis of clinic visit results and medical
        pemeriksaan kesehatan.                                                                             check-up findings.
     2. Memberikan konsultasi secara daring maupun luring                                               2. Providing both online and offline consultations to monitor
        untuk memantau kondisi kesehatan.                                                                  health conditions.
     3. Menyajikan informasi kesehatan dan mengadakan                                                   3. Delivering health information and organizing health
        seminar kesehatan (health talk) terkait tren kesehatan                                             seminars (health talks) related to health trends to raise
        untuk meningkatkan kesadaran karyawan.                                                             employee awareness.

     ITM menjaga kerahasiaan rekam medis karyawan sesuai                                                ITM maintains the confidentiality of employees’ medical
     ketentuan perundang-undangan, dengan akses yang dibatasi                                           records in accordance with applicable laws, with access
     hanya bagi tenaga kesehatan yang ditunjuk atau dokter                                              limited only to designated healthcare personnel or
     pengawas fasilitas kesehatan. Selain itu, perusahaan turut                                         supervising doctors at the facilities. Furthermore, the
     mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat                                                company supports community health improvement by
     melalui penguatan sarana kesehatan di sekitar area operasi,                                        strengthening medical facilities near operational areas,
     antara lain dengan menyediakan peralatan medis bagi rumah                                          including providing medical equipment to hospitals,
     sakit, puskesmas, dan posyandu, serta menyelenggarakan                                             community health centers (puskesmas), and integrated
     penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat.                                              health posts (posyandu), as well as conducting health
                                                                                                        education and check-ups for the local population.

     Kinerja K3                                                                                         OHS Performance
     Dengan penyesalan mendalam, kami menyampaikan bahwa                                                With deep regret, we report that in 2025 ITM recorded a total
     pada 2025 ITM mengalami total 8 kecelakaan kerja dengan 3                                          of 8 occupational accidents, comprising 3 fatal accidents,
     kecelakaan fatal, 4 kecelakaan berakibat cedera berat dan 1                                        4 accidents resulting in serious injuries, and 1 accident
     kecelakaan berakibat cedera ringan. Secara keseluruhan,                                            resulting in a minor injury. Overall, 18,196 workdays were lost
     18.196 hari kerja hilang akibat insiden tersebut. Sebagai                                          due to these incidents. In response, ITM implemented
     respons, ITM melakukan tindakan strategis dan upaya                                                strategic measures and a Safety Transformation campaign,
     kampanye Transformasi Keselamatan mencakup 18 inisiatif                                            including 18 work plan initiatives to prevent similar incidents
     rencana kerja untuk mencegah kejadian serupa guna                                                  and promote safety awareness and culture in the workplace.
     mendorong peningkatan kesadaran dan budaya keselamatan                                             [403-9]
     di lingkungan kerja. [403-9]


      Jumlah Kecelakaan Kerja berdasarkan Jenis Cedera Tahun 2025 [403-10]
      Number of Work Accidents by Type of Injury in 2025
                                               Jenis Cedera                                                         Karyawan                    Kontraktor                 Jumlah Cedera
                                                Injury Type                                                         Employees                   Contractors                 Total Injuries

      Luka dalam | Deep wounds                                                                                            0                            2                            2

      Patah tulang | Bone fractures                                                                                       0                            2                            2

      Luka gores | Scratches                                                                                              0                            4                            4

      Luka bakar | Burn injuries                                                                                          0                             1                            1

      Amputasi | Amputation                                                                                                1                           2                            3

      Keracunan | Poisoning                                                                                               0                            2                            2

      Iritasi | Irritation                                                                                                0                             1                            1

      Kekurangan oksigen | Hypoxia                                                                                        0                             1                            1

      Jumlah cedera tercatat | Number of injuries recorded                                                                 1                           16                           17

      Keterangan | Notes:
      Tidak ada pekerja yang tidak disertakan dalam pengungkapan ini.
      Pengungkapan Tingkat dan Jumlah Kecelakaan Kerja Berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 1827 K/30/MEM/2018 serta Standar GRI
      All employees are included in this disclosure.
      Disclosure of Work Accident Rates and Numbers Based on the Decree of the Minister of Energy and Mineral Resources of the Republic of Indonesia Number 1827 K/30/MEM/2018 and GRI Standards




92           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 93
                                                                                                                     Memperkuat Kepedulian terhadap Insan Perusahaan
                                                                                                                                     Strengthening Our Care for People




Tingkat dan Jumlah Kecelakaan Kerja [403-9][CSS-12.14.10]
Rate and Number of Injury

                                               2025                                                2024                                                2023


     Tingkat                                                 Karyawan                                            Karyawan                                            Karyawan
Kecelakaan Kerja                              Mitra           & Mitra                              Mitra          & Mitra                              Mitra          & Mitra
   Injury Rate            Karyawan            Kerja             Kerja         Karyawan             Kerja            Kerja          Karyawan            Kerja            Kerja
                          Employees         Business         Employees        Employees          Business        Employees         Employees         Business        Employees
                                             Partner         & Business                           Partner        & Business                           Partner        & Business
                                                               Partner                                             Partner                                             Partner

Cedera ringan
                               0                 1                 1                0                 1                1                0                 0                0
Minor injury

Cedera berat
                               0                 4                4                 0                6                 6                1                 2                3
Major injury

Fatalitas
                               0                 3                3                 1                2                 3                0                 1                1*
Fatality

Konsekuensi tinggi
(tidak termasuk
fatalitas)
                               0                 2                2                 0                0                 0                0                1**                1
High consequence
(excluding
fatalities)

Insiden
Keselamatan
Proses                         0                 3                3                 1                3                 4                2                 2                4
Process safety
event

Jumlah jam kerja
                           2,892,467        52,798,218       55,690,685        3,010,930        49,739,416       52,750,346        2,528,807         42,292,119       44,820,926
Total working hours

Tingkat
konsekuensi
tinggi: (tidak
termasuk fatalitas)            0               0.04              0.04               0                0                 0                0               0.02             0.02
High consequence
rate (excluding
fatalities)

Tingkat Frekuensi
                                                                                                                                                                          0.31
Cedera Tercatat
Total (TRIFR)
                              0.35             0.32              0.35             1.00              0.36             0.40             0.40              0.31
Total recordable
Injury Frequency
Rate (TRIFR)

Tingkat frekuensi
cedera kehilangan
waktu kerja (LTIFR)
                               0                0.15             0.16             0.33              0.18             0.19             0.40              0.07             0.09
Lost time Injury
frequency rate
(LTIFR)

Tingkat keparahan
cedera (ISR)
                               0              344.63            358.41          1,992.74          245.82            345.53             1.19             149.5             141.1
Injury severity rate
(ISR)

Tingkat fatalitas
                               0               0.06              0.06             0.33              0.04             0.06               0               0.02             0.02
Fatality rate

Keterangan | Notes:
Tidak ada pekerja yang tidak disertakan dalam pengungkapan ini.
*Terjadi 1 insiden fatal non tambang
Data kecelakaan kerja mencakup IMM, TCM, BEK, KTD-EMB, JBG, GPK, NPR, ITM Balikpapan Office, IBP dan ITM Samarinda Office. ITM Samarinda Office.
*Pengungkapan Tingkat dan Jumlah Kecelakaan Kerja Berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 1827 K/30/MEM/2018 serta Standar
GRI
*IFR (berdasarkan regulasi) = LTIFR (berdasarkan ISO 45000). Tingkat kecelakaan kerja dihitung berdasarkan 1.000.000 jam kerja.
**Kategori tingkat kecelakaan kerja dengan konsekuensi tinggi (tidak termasuk fatalitas) ditentukan berdasarkan ILO dan ISO 45001. Perhitungan hari kerja yang hilang berdasarkan
Standar GRI menggunakan 1 000.000 jam kerja
No workers are excluded from this disclosure.
*1 non mining fatal incident occurred
Data on work accidents includes IMM, TCM, BEK, KTD-EMB, JBG, GPK, NPR, ITM Balikpapan Office, IBP dan ITM Samarinda Office. ITM Samarinda Office.
*Disclosure of Level and Number of Workplace Accidents Based on Decree of the Minister of Energy and Mineral Resources of the Republic of Indonesia Number 1827 K/30/MEM/2018 and
GRI Standard [403-9.g].
*IFR (based on regulation) = LTIFR (based on ISO 45000). Work accident rate is calculated based on 1,000,000 working hours.
**Category of work accident rate with high consequences (excluding fatalities) is determined based on the Decree of ILO and ISO 45001.
Calculation of working days lost based on GRI Standard using 1,000,000 working hours.




                                                                                Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                            93
Page 94
     Statistik Kesehatan Kerja ITM [403-9, 403-10][CSS-12.14.10, CSS-12.14.11]
     Occupational Health Statistics of ITM
                            Tingkat Kesehatan Kerja1 | Injury Rate1                                                 2025                          2024                            2023
     Rasio Kelayakan Kerja | Employability Ratio                                                                    89%                           89%                             85%
     Angka Kesakitan Kasar | Crude Morbidity Rate                                                                    0.1                            1.5                            1.5
     Tingkat Kekerapan Kesakitan | Morbidity Frequency Rate                                                         511                            497                            509
     Tingkat Keparahan Penyakit | Spell Severity Rate                                                               2.0                             1.9                            1.7
     Tingkat Keparahan Penyakit berdasarkan Absensi | Absence Severity Rate                                         253                            310                            340
     Penyakit Akibat Kerja (PAK) | Occupational Illness                                                              0                               0                              0
     Tingkat Kematian Akibat Pak | Fatality Rate Due to Occupational Illness                                         0                               0                              0
     Keterangan | Notes:
     Tidak ada pekerja yang tidak disertakan dalam pengungkapan ini. | There were no workers excluded from this disclosure.
     1
       Mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal MINERBA 185K/37.04/DJB/2019 dan ketentuan GRI
     1
       Refers to the Decree of the Director General of Mineral and Coal No. 185K/37.04/DJB/2019 and the provisions of GRI.



     Pada 2025, tidak ditemukan kasus penyakit akibat kerja di                                          In 2025, there were no cases of occupational illnes found in
     lingkungan ITM. Meski demikian, beberapa jenis pekerjaan                                           the ITM environment. However, several types of work, such
     seperti proses pembentukan atau penghancuran batubara                                              as coalification or crushing processes and stockpiling
     dan kegiatan penumpukan di Pelabuhan tetap diidentifikasi                                          activities at the port, were still identified as activities with
     sebagai aktivitas dengan potensi risiko PAK. Sistem                                                potential occupational disease risks. The Health Management
     Manajemen Kesehatan yang diterapkan telah memberikan                                               System that was implemented provided full protection for
     perlindungan penuh bagi seluruh pekerja. Cakupan                                                   all workers. The scope of this protection is verified through
     perlindungan ini diverifikasi melalui audit SMK3, baik internal                                    OHSMS audits, both internal and external, conducted at the
     maupun eksternal, yang dilakukan di Kantor Pusat Jakarta                                           Jakarta Head Office and sites in East Kalimantan, South
     dan site di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, serta                                            Kalimantan, and Central Kalimantan. In addition, an external
     Kalimantan Tengah. Selain itu, site di Kalimantan Timur juga                                       audit by SGS is conducted at the site in East Kalimantan.
     diaudit secara eksternal oleh SGS. [403-10]                                                        [403-10]
     Pekerja terlindungi oleh Sistem Manajemen Kesehatan [403-8]
     Workers covered by the Health Management System
                                                                                                           Kalimatan Timur              Kalimantan Selatan              Kalimantan Tengah
                                                                                   Jakarta
                              Deskripsi                                                                    East Kalimantan               South Kalimantan                Middle Kalimantan
                              Description                                 Jumlah                         Jumlah                         Jumlah                          Jumlah
                                                                                             %                                %                             %                              %
                                                                           Total                          Total                          Total                           Total
     Karyawan | Employees                                                   354              100            1,114             100           83             100              0               0
     Pekerja nonkaryawan | Non-employee workers                              14              100             41               100           25             100              0               0
     Kontraktor | Contractors                                                122             100          16,975              100          326             100              0               0
     Jumlah | Total                                                         490              100          18,130              100          434             100              0               0
     Keterangan | Notes:
     1. Kantor Pusat ITM Jakarta tidak memiliki kontraktor. Data pekerja nonkaryawan yang dilindungi SMK3 dan telah diaudit di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan termasuk
         dalam data kontraktor.
     2. Pekerja TRUST dihitung sebagai kontraktor (pekerja bukan karyawan)
     3. Karyawan yang telah diaudit SMK3 di Kalimantan Tengah berasal dari NPR yang belum beroperasi sehingga tidak memiliki pekerja non karyawan maupun kontraktor.
     4. Tidak ada jenis pekerja lainnya yang tidak disertakan dalam pengungkapan ini.
     1.  ITM Jakarta Head Office does not have contractors. Data on non-employee workers protected by OHSMS and audited in East Kalimantan and South Kalimantan are included in contractor data.
     2. TRUST workers are counted as contractors (non-employee workers).
     3. Employees who have been audited by OHSMS in Central Kalimantan are from NPR, which is not yet operational and therefore has no non-employee workers or contractors.
     4. No other types of workers are excluded from this disclosure.



     Perusahaan memastikan bahwa kontraktor dan subkontraktor                                           The company ensures that contractors and subcontractors
     yang beroperasi di area kerja perusahaan memperoleh                                                operating in the company's work area receive the same
     perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja yang setara                                           occupational health and safety protection as employees.
     dengan karyawan. Pengelolaan K3 kontraktor merupakan bagian                                        Contractor OHS management is an integral part of the
     integral dari sistem manajemen K3 perusahaan dan menjadi                                           company's OHS management system and is a key
     persyaratan utama dalam pelaksanaan kegiatan operasional.                                          requirement in the implementation of operational activities.

     Kinerja keselamatan kontraktor dipantau secara berkala dan                                         Contractor safety performance is monitored regularly and
     digunakan sebagai dasar evaluasi selama masa kerja sama.                                           used as a basis for evaluation during the period of cooperation.
     Kewajiban penerapan K3 bagi kontraktor diatur dalam                                                The obligation to implement OHS for contractors is regulated
     kebijakan K3 perusahaan dan dituangkan dalam persyaratan                                           in the company's OHS policy and outlined in contractual
     kontraktual. Untuk mendukung implementasi di lapangan,                                             requirements. To support implementation in the field, ITM
     ITM mewajibkan pelatihan keselamatan kerja bagi kontraktor,                                        requires occupational safety training for contractors, including
     meliputi AK3 umum, POP (Pengawas Operasional Pratama),                                             General AK3 (General Occupational Safety and Health Expert),
     POM (Pengawas Operasional Madya), pelatihan investigasi,                                           POP (First-Level Operational Supervisor), POM (Intermediate
     JSA (Job Safety Analysis), dan implementasi SMKP.                                                  Operational Supervisor), investigation training, JSA (Job
                                                                                                        Safety Analysis), and implementation of the MSMS (Mining
                                                                                                        Safety Management System).

94          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 95
                                                                                         Memperkuat Kepedulian terhadap Insan Perusahaan
                                                                                                         Strengthening Our Care for People




Evaluasi Kontraktor Melalui                                              Contractor Evaluation Through
CMS-HSE                                                                  CMS-HSE
Untuk menjaga standar keselamatan di sepanjang rantai                    To maintain safety standards throughout the supply chain, ITM
pasok, ITM menerapkan Contractor Management System                       implements the Contractor Management System – Health
– Health Safety and Environment (CMS-HSE) sebagai sistem                 Safety and Environment (CMS-HSE) as an occupational health
penilaian K3 bagi seluruh kontraktor. Penilaian dilakukan                and safety assessment system for all contractors. Assessments
secara rutin tiap tahun melalui kolaborasi antara fungsi-                are conducted annually through collaboration between
fungsi, dan hasilnya digunakan dalam pengambilan                         functions, and the results are used in decision-making related
keputusan terkait kinerja dan kontrak. [403-7][CSS-12.14.8]              to performance and contracts. [403-7][CSS-12.14.8]

Pada 2025, sebanyak 28 kontraktor dari site TCM telah                    In 2025, a total of 28 contractors from the TCM site were
dievaluasi. Dengan pertimbangan ketersediaan auditor CMS,                evaluated. Due to the availability of CMS auditors, the
penilaian kinerja kontraktor untuk site selain TCM mengalami             performance assessment of contractors for sites other than
kemunduran jadwal dan akan dilaksanakan pada triwulan                    TCM has been delayed and will be carried out in the first
pertama tahun 2026, Hasil evaluasi menunjukkan bahwa                     quarter of 2026. The evaluation results show that 3
sejumlah 3 kontraktor menerima peringkat emas, sementara                 contractors received a gold rating, while 1 contractor was
1 kontraktor masuk dalam kategori merah. Mereka yang                     placed in the red categories. Those in the high-risk category
berada pada kategori risiko tinggi ini akan melalui evaluasi             will undergo a management evaluation and may receive
manajemen dan dapat menerima sanksi mulai dari peringatan                sanctions ranging from warnings to contract termination.
hingga penghentian kontrak.

     Hasil Penilaian CMS-HSE
     CMS-HSE Assessment Results

     Emas | Gold               Hijau | Green            Biru | Blue                    Merah | Red                   Hitam | Black

     3
     Jumlah | Total
                      11%      11
                               Jumlah | Total
                                                39%     13
                                                        Jumlah | Total
                                                                          46%          1
                                                                                       Jumlah | Total
                                                                                                        4%           0
                                                                                                                     Jumlah | Total
                                                                                                                                      0%



Program Tanggap Darurat                                                  Emergency Response Program
Sebagai upaya menjaga kesiapsiagaan, ITM mengembangkan                   In an effort to maintain preparedness, ITM has developed an
program tanggap darurat yang memungkinkan perusahaan                     emergency response program that enables the company to
merespons situasi kritis dengan cepat. Struktur tanggap darurat          respond quickly to critical situations. The emergency response
mencakup Tim Tanggap Darurat (ERT) dan Tim Manajemen                     structure includes an Emergency Response Team (ERT) and
Darurat (EMT) di tingkat site hingga Tim Manajemen Insiden               Emergency Management Team (EMT) at the site level, as well
yang dipimpin oleh Direktur. EMT bertanggung jawab                       as an Incident Management Team led by the Director. The
mengoordinasikan sumber daya perusahaan dalam mitigasi,                  EMT is responsible for coordinating company resources in
investigasi, dan pemulihan, dengan mengacu pada pedoman                  mitigation, investigation, and recovery, with reference to the
berupa Standar Manajemen Keberlangsungan Usaha.                          Business Continuity Management Standard guidelines.

ITM juga menilai berbagai potensi risiko, seperti kebakaran              ITM also assesses various potential risks, such as fires in
pada fasilitas dan peralatan. Untuk mempermudah                          facilities and equipment. To facilitate reporting, communication
pelaporan, kanal komunikasi melalui telepon dan radio                    channels via telephone and radio are provided at each location
disediakan di setiap lokasi dan terhubung langsung ke ERT.               and are directly connected to the ERT. The subsequent
Proses penanganan selanjutnya mengikuti prosedur tanggap                 handling process follows the emergency response procedures
darurat yang berlaku di tiap lokasi kerja.                               applicable at each work site.

Pada 2025, Perusahaan bersama pihak independen                           In 2025, the Company, in collaboration with an independent
melaksanakan simulasi situasi krisis guna menguji efektivitas            party, conducted a crisis simulation to test the effectiveness
implementasi program tanggap darurat. Simulasi ini                       of the implementation of its emergency response program.
mencakup penetapan dan pengujian alur respons krisis,                    The simulation included establishing and testing crisis
kejelasan peran dan tanggung jawab setiap individu,                      response procedures, clarifying the roles and responsibilities
mekanisme pengambilan keputusan, serta efektivitas                       of each individual, decision-making mechanisms, as well as
komunikasi dan koordinasi antar unit kerja dalam menghadapi              the effectiveness of communication and coordination among
kondisi darurat.                                                         work units in responding to emergency situations.




                                                          Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                           95
Page 96
     Tumbuh Bersama Pekerja
     dan Masyarakat
     Harmony with Employees and the Community


       Highlight 2025 | 2025 Highlights

       Realisasi Jam Pelatihan/Pekerja        SROI                           Realisasi Biaya Pemberdayaan Masyarakat
       Realized Training Hours/Workers                                       Realized Cost of Community Empowerment




                   32                                       3.34                         28,094                  Rp juta | million


                       Hasil Survei Keterlibatan Karyawan          Hasil Survei Penerapan Banpu Heart
                       Employee Engagement Survey Results          Banpu Heart Implementation Survey Results




                                   80%                                           82%
       Pendekatan Manajemen [3-3][CSS-12.9.1, CSS-12.12.1, CSS-152.15.1]
       Management Approach

       Topik Material: Ketenagakerjaan, Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal, Hak Asasi Manusia, Proses dan Standar
       Material Topic: Employment, Local Community Development and Empowerment, Human Rights, Processes and Standards

       Kebijakan | Policy
       •    Kebijakan Pengembangan Masyarakat No: ITM-P-CD-001
       •    Kebijakan Sumber Daya Manusia No: ITM-POL-HR-01 (REV.01)
       •    Community Development Policy No: ITM-P-CD-001
       •    Human Resources Policy No: ITM-POL-HR-01 (REV.01)




       Dampak dan Pengelolaan: Impact and Management:

       ITM menempatkan penghormatan terhadap hak asasi manusia sebagai fondasi dalam menjalankan seluruh aktivitas
       bisnisnya. Prinsip-prinsip HAM diterapkan secara menyeluruh di sepanjang rantai nilai operasional, mencakup pekerja,
       masyarakat, dan pemasok. Untuk menjaga konsistensi penerapan, perusahaan secara rutin melakukan evaluasi atas
       praktik bisnis agar tetap selaras dengan standar HAM internasional.
       ITM places respect for human rights as the foundation of all its business activities. Human rights principles are
       applied comprehensively throughout the operational value chain, covering employees, communities, and suppliers.
       To maintain consistency in implementation, the company regularly evaluates its business practices to ensure they
       remain in line with international human rights standards.




96         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 97
                                                                                 Memperkuat Kepedulian terhadap Insan Perusahaan
                                                                                                 Strengthening Our Care for People




   Sumber Daya dan Evaluasi: Resources and Evaluation:


   Divisi Human Resources bertanggung jawab atas perencanaan dan pemantauan pelatihan karyawan serta memastikan
   kesempatan yang setara bagi seluruh karyawan untuk mengikuti pelatihan teknis dan nonteknis, termasuk program
   pengembangan seperti Individual Development Plan (IDP). Pada 2025, pelatihan diikuti oleh 3.308 peserta dengan
   total realisasi 52.924 jam pelatihan. Perusahaan juga menjaga tingkat turnover karyawan pada 2,05% yang dipantau
   secara berkala sebagai bagian dari indikator kinerja manajemen.
   The Human Resources Division is responsible for planning and monitoring employee training and ensuring equal
   opportunities for all employees to participate in technical and non-technical training, including development programs
   such as Individual Development Plans (IDPs). In 2025, 3,308 participants participated in training, with a total of 52,924
   training hours completed. The company also maintains an employee turnover rate of 2.05%, which is monitored
   regularly as part of management performance indicators.

   Dalam mendukung pencapaian strategi perusahaan, ITM menerapkan Strategi Human Resources yang selaras dengan
   nilai-nilai Banpu Heart. Pengelolaan ketenagakerjaan dilakukan melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup
   penguatan model operasional HR, budaya perusahaan, analisis matriks HR, serta kesiapan pemimpin pada posisi
   strategis. Untuk memastikan kompetensi karyawan sesuai dengan kebutuhan bisnis, Divisi Human Resources
   menyusun program pengembangan yang terstruktur dan sistematis, didukung oleh alokasi anggaran khusus yang
   dikelola secara terpusat.
   In supporting the achievement of the company's strategy, ITM implements a Human Resources Strategy that is
   aligned with Banpu Heart values. Employment management is carried out through an integrated approach that
   includes strengthening the HR operational model, corporate culture, HR matrix analysis, and the readiness of leaders
   in strategic positions. To ensure employee competencies are in line with business needs, the Human Resources
   Division has developed a structured and systematic development program, supported by a special budget allocation
   that is centrally managed.

   Kinerja Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) merupakan tanggung jawab Departemen Community Engagement
   and Development. ITM menetapkan target tahunan PPM dengan tingkat pelaksanaan mencapai 100% di seluruh
   WIUP dan realisasi anggaran sebesar Rp28,09 miliar. Dampak program diukur melalui indeks kepuasan masyarakat
   dengan hasil “memuaskan”, serta nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 3,34. Sepanjang 2025, sebanyak
   189 program unggulan PPM telah dilaksanakan.
   The performance of the Community Empowerment Program (PPM) is the responsibility of the Community Engagement
   and Development Department. ITM sets annual PPM targets with an implementation rate of 100% across all WIUPs
   and a budget realization of Rp28.09 billion. The impact of the program is measured through a community satisfaction
   index with a “satisfactory” result, as well as a Social Return on Investment (SROI) value of 3.34. Throughout 2025, a
   total of 189 PPM flagship programs have been implemented.



Sebagai upaya memperkuat budaya kerja, ITM secara aktif           To strengthen organizational culture, ITM actively instills
menanamkan nilai-nilai Banpu Heart melalui pelaksanaan            Banpu Heart values through programs and awareness
program dan sosialisasi yang melibatkan semua jenjang             initiatives involving all organizational levels. Programs such
organisasi. Program seperti Banpu Heart Bootcamp, Banpu           as the Banpu Heart Bootcamp, Banpu Heart Leadership
Heart Leadership Program, dan pelatihan terkait nilai             Program, and company value-related training were conducted
perusahaan telah dijalankan sepanjang 2025. Komitmen              throughout 2025. Employee commitment to the company
karyawan terhadap perusahaan dipantau melalui survei              is monitored through engagement surveys and the annual
keterlibatan dan survei Banpu Heart yang dilakukan setiap         Banpu Heart survey, conducted across the entire Banpu
tahun di seluruh grup Banpu, termasuk ITM dan anak                Group, including ITM and its subsidiaries. In the employee
perusahaannya. Dalam survei keterlibatan karyawan,                engagement survey, the company measures several key
perusahaan mengukur beberapa aspek utama, antara lain             aspects, including job satisfaction, meaning and purpose
kepuasan kerja, makna dan tujuan kerja, kebahagiaan dan           of work, happiness and engagement, and the level of work-
keterlibatan, dan tingkat stres kerja.                            related stress.




                                                        Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                     97
Page 98
     Hasil Survei Keterlibatan Karyawan                                    Hasil Survei Penerapan Banpu Heart
     Employee Engagement Survey Results                                    Banpu Heart Implementation Survey Results

       2023                                   79%                           2023                                    78%


       2024                                     83%                         2024                                   80%


       2025                                    80%                          2025                                     82%


     ITM memperkuat Banpu Heart sebagai budaya kerja melalui            ITM is reinforcing Banpu Heart as a work culture through
     program internalisasi seperti Banpu Heart Bootcamp, Banpu          internalization programs such as the Banpu Heart Bootcamp,
     Heart Leadership Program, Banpu Heart Culture Leader, dan          the Banpu Heart Leadership Program, the Banpu Heart Culture
     pelatihan tata nilai perusahaan yang melibatkan seluruh            Leader initiative, and corporate values training involving all
     jenjang organisasi sepanjang 2025. Komitmen karyawan               levels of the organization through 2025. Employee commitment
     dipantau melalui survei keterlibatan dan survei Banpu Heart        is monitored through annual engagement surveys and Banpu
     tahunan yang mengukur kepuasan kerja, makna dan tujuan             Heart surveys that measure job satisfaction, the meaning
     kerja, kebahagiaan dan keterlibatan, serta tingkat stres kerja.    and purpose of work, happiness and engagement, as well as
     Selain itu, survei HR dan Voice of Customer dilakukan untuk        work-related stress levels. Additionally, HR and Voice of
     memperoleh umpan balik karyawan terkait pengelolaan dan            Customer surveys are conducted to gather employee
     layanan SDM.                                                       feedback regarding HR management and services.

     Dukungan terhadap HAM                                              Support for Human Rights
     ITM terus berupaya menciptakan lingkungan kerja yang               ITM continuously strives to create a safe, inclusive work
     aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk diskriminasi,       environment free from all forms of discrimination,
     pelecehan, dan kekerasan berbasis gender. Komitmen ini             harassment, and gender-based violence. This commitment
     diwujudkan melalui kebijakan resmi perusahaan yang                 is formalized through official company policies enforcing a
     menerapkan prinsip nol toleransi terhadap pelecehan                zero-tolerance principle against sexual harassment, bullying,
     seksual, perundungan, dan diskriminasi. Sebagai bagian dari        and discrimination. As part of policy implementation, In 2025
     implementasi kebijakan tersebut, pada tahun 2025                   company established the Task Force for the Prevention and
     Perusahaan membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan                   Handling of Sexual Violence (SATGAS PPKS). This task force
     Penanganan Kekerasan Seksual (SATGAS PPKS). Satgas ini             serves as an internal mechanism responsible for preventing,
     berperan sebagai mekanisme internal yang bertanggung               receiving reports, handling, and following up on alleged cases
     jawab untuk mencegah, menerima laporan, menangani, dan             of sexual harassment and violence in the workplace
     menindaklanjuti dugaan kasus pelecehan dan kekerasan               professionally and objectively.
     seksual di lingkungan kerja secara profesional dan objektif.

     Keberagaman dan Kesetaraan                                         Diversity and Equality
     ITM memprioritaskan terciptanya lingkungan kerja inklusif          ITM prioritizes creating an inclusive work environment that
     yang membuka ruang bagi semua individu untuk berkembang            provides equal opportunities for all individuals to grow. The
     secara setara. Divisi Human Resources memastikan seluruh           Human Resources Division ensures that all HR management
     proses pengelolaan SDM berlangsung adil dan mendukung              processes are fair and support diversity, reflecting the
     keberagaman, sebagai wujud komitmen terhadap HAM yang              company’s commitment to human rights as outlined in the
     tercantum dalam Kebijakan Keberlanjutan. Dalam praktiknya,         Sustainability Policy. In practice, ITM strengthened efforts
     ITM memperkuat upaya pencegahan pekerja anak dan kerja             to prevent child labor and forced labor throughout 2025
     paksa sepanjang 2025 melalui seleksi tenaga kerja yang ketat       through strict workforce selection and supply chain
     dan pengawasan rantai pasok. Tidak ada kasus pelanggaran           supervision. No violations were identified. The Company
     yang ditemukan. Perusahaan terus meningkatkan sosialisasi          continues to enhance socialization and training for all relevant
     dan pelatihan kepada seluruh pihak terkait untuk memastikan        parties to ensure that labor rights protection standards are
     standar perlindungan hak pekerja dapat diterapkan secara           implemented comprehensively. [406-1, 408-1, 409-1][CSS-12.16.2,
     menyeluruh. [406-1, 408-1, 409-1][CSS-12.16.2, CSS-12.17.2, CSS-   CSS-12.17.2, CSS-12.19.8]
     12.19.8]


     Perusahaan tidak mengumpulkan maupun mengungkapkan                 The Company does not collect or disclose employee data
     data karyawan berdasarkan ras atau etnis. Informasi tersebut       based on race or ethnicity. This information is considered
     termasuk dalam kategori data sensitif dan tidak diwajibkan         sensitive data and is not required to be collected or published
     untuk dikumpulkan atau dipublikasikan dalam konteks                in the employment context in Indonesia. Therefore,
     ketenagakerjaan di Indonesia. Oleh karena itu, pengungkapan        disclosure of workforce composition by race or ethnicity is
     komposisi tenaga kerja berdasarkan ras atau etnis tidak            not available and is not performed by the company.
     tersedia dan tidak dilakukan oleh perusahaan.


98          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 99
                                                                                                        Memperkuat Kepedulian terhadap Insan Perusahaan
                                                                                                                        Strengthening Our Care for People



Inisiatif Keberagaman di 2025                                                     Diversity Initiatives in 2025
Sepanjang 2025, ITM melakukan berbagai program untuk                              Throughout 2025, ITM implemented various initiatives to
mendukung program keberagaman dan inklusivitas, di                                support diversity and inclusion programs, including sign
antaranya belajar bahasa isyarat, magang, dan membuka                             language learning sessions, internship opportunities, and
kunjungan ke kantor ITM Jakarta bagi sekolah luar biasa                           office visits to ITM’s Jakarta headquarters for special needs
dengan aktivitas berupa sharing persiapan karir dan office                        schools, featuring career preparation sharing sessions and
tour, serta mentorship dan bimbingan juga diberikan kepada                        office tours. Furthermore, mentorship and guidance were
karyawan disabilitas. Selain itu, Perusahaan menyerap 936                         provided to employees with disabilities. In addition, the
pekerja dari tenaga lokal (point of hire: Kalimantan) yang                        Company hired 936 local workers (point of hire: Kalimantan),
setara dengan 56,35% dari total pekerja, ser ta                                   representing 56.35% of the total workforce, and employed
mempekerjakan 1 pekerja disabilitas yang ditempatkan pada                         1 employee with a disability in the HR Department.
HR Department.


 Jumlah dan Persentase Karyawan Berdasar Gender, Penyandang Disabilitas, dan Pekerja Lokal [405-1]
 Number and Percentage of Employees by Gender, Disability Status, and Local Employment

                                                                                                                         2025
                              Uraian | Description
                                                                                            Jumlah | Total                                  %

                                                       Pria | Male                               1,386                                     83.44

                Gender                               Wanita | Female                              275                                      16.56

                                                     Jumlah | Total                              1,661                                     100.00

 Penyandang Disabilitas | Persons with Disabilities                                                1                                       0.06

 Pekerja Lokal | Local Employees                                                                 936                                       56.35



 Keberagaman Berdasarkan Level Jabatan [405-1]
 Diversity Based on Position Level

                                                                                                 2025

                                                               Laki-laki | Male                                             Perempuan | Female
             Level Jabatan
             Position Level
                                              Jumlah Pekerja                                                Jumlah Pekerja
                                                                                   %                                                                %
                                              Total Employees                                               Total Employees

 Entry-level                                           871                        62.84                            143                           52.00

 Mid-level                                             475                        34.27                            126                           45.82

 Senior-level                                          35                         2.53                              6                              2.18

 Executive-level                                        5                         0.36                              0                              0.00

 Jumlah | Total                                       1,386                       100                             275                              100



 Keberagaman Berdasarkan Level Jabatan dan Usia [405-1]
 Diversity Based on Position Level and Age Range

                              Entry-level                     Mid-level                    Senior-level                  Executive-level
                                                                                                                                                     Jumlah
                                                                                                                                                     Pekerja
   Rentang          Laki-                            Laki-                         Laki-                           Laki-                              Total
                                  Perempuan                      Perempuan                     Perempuan                        Perempuan
    Usia             laki                             laki                          laki                            laki                            Employees
                                    Female                         Female                        Female                           Female
  Age Range         Male                             Male                          Male                            Male


 18-25                16               16              3               1             0                 0                0            0                    36

 25-35               164               58              81              37            0                 0                0            0                    340

 35-45               340               49             227              69            3                 3                1            0                    692

 45-55               350               20             148              18            18                2                7            0                    563

 >55                  1                0               16              1             10                 1               1            0                    30




                                                                       Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                 99
Page 100
      Dalam komposisi Dewan Komisaris, keberagaman gender                                     In the composition of the Board of Commissioners, gender
      ditunjukkan oleh keterwakilan 2 perempuan dari 10 anggota                               diversity is reflected by the representation of 2 women out
      (20%). Selain itu, 3 anggota lainnya (30%) berperan sebagai                             of 10 members (20%). In addition, 3 other members (30%)
      Komisaris Independen yang memastikan objektivitas dan                                   serve as Independent Commissioners, ensuring objectivity
      representasi pemegang saham minoritas serta pemangku                                    and representation of minority shareholders and other
      kepentingan lain. [405-1][CSS-12.9.6]                                                   stakeholders. [405-1][CSS-12.9.6]
       Keragaman Anggota Direksi dan Dewan Komisaris [405-1]
       Diversity of the Board of Directors and Board of Commissioners

                                                                                     Direksi                                         Dewan Komisaris
                                                                                Board of Directors                                Board of Commissioners
                        Kelompok Usia
                          Age Group
                                                                         Pria                        Wanita                 Pria                       Wanita
                                                                         Male                        Female                 Male                       Female

       <30 tahun
                                                                           0                           0                      0                             0
       <30 years

       30-50 tahun
                                                                           4                           0                      2                             0
       30-50 years

       >50 tahun
                                                                           5                           0                      6                             2
       >50 years

       Jumlah | Total                                                      9                           0                      8                             2


      Pelaporan data tenaga kerja ITM menggunakan metode                                      ITM’s workforce data is reported using a headcount method
      headcount per Desember 2025, mencakup seluruh pekerja                                   as of December 2025, covering all employees at the Jakarta
      di kantor pusat Jakarta, kantor Balikpapan, serta area operasi                          Head Office, Balikpapan Office, and operational areas of
      anak perusahaan. Total pekerja pada 2025 mencapai 1.661                                 subsidiaries. The total workforce in 2025 was 1,661, consisting
      orang, terdiri dari 1.386 laki-laki dan 275 perempuan. Dominasi                         of 1,386 men and 275 women. The predominance of male
      tenaga kerja laki-laki sebesar 83,44% mencerminkan                                      employees, at 83.44%, reflects the characteristics of the
      karakteristik industri pertambangan, namun perusahaan                                   mining industry; however, the company remains committed
      tetap berkomitmen menyediakan peluang karier yang inklusif                              to providing inclusive career opportunities for women. [405-
      bagi perempuan. [405-1][CSS-12.9.6]                                                     1][CSS-12.9.6]


       Jumlah Pekerja ITM Berdasarkan Status Kepegawaian dan Gender [2-7, 2-8]
       Number of ITM Employees by Employment Status and Gender

                                                                        2025                                  2024                                  2023
                Status Kepegawaian
                 Employment Status
                                                          Pria | Male     Wanita | Female      Pria | Male      Wanita | Female       Pria | Male     Wanita | Female

       Pekerja Tetap
                                                              1,264              254                 1,617            260                1,635                  248
       Permanent Employees

       Pekerja Tidak Tetap
                                                               122                21                  197             31                 354                    28
       Non-Permanent Employees

       Alih Daya
                                                               421               67                  1,016            105                627                     5
       Outsourcing

                                                              1,807              342                 2,830            396               2,616                   281
       Jumlah | Total
                                                                        2,149                                 3,226                                 3,323

       *Alih daya ITM bekerja sebagai tenaga di berbagai bidang
       *ITM outsourced workers are employed across various functions




      Sepanjang 2025, sebanyak 34 pekerja atau 2,05% dari total                               Throughout 2025, 34 employees, or 2.05% of the total
      karyawan meninggalkan ITM karena alasan pensiun,                                        workforce, left ITM due to retirement, personal reasons, or
      kebutuhan pribadi, maupun karier. Sementara itu, dari 45                                career moves. Meanwhile, of the 45 employees filling new
      pekerja yang mengisi posisi baru, 43 orang atau 95,6%                                   positions, 43 people, or 95.6%, were local workers based on
      merupakan tenaga kerja lokal sesuai domisili KTP. Saat ini                              their ID card domicile. Currently, ITM employs 60 foreign




100          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 101
                                                                                 Memperkuat Kepedulian terhadap Insan Perusahaan
                                                                                                 Strengthening Our Care for People




terdapat sebanyak 60 pekerja asing di ITM. Dari sisi tingkat    workers. At the management level, the majority of new hires
manajemen, mayoritas karyawan baru direkrut pada posisi         filled non-management positions, totaling 31 employees, or
non-manajemen, yaitu sebanyak 31 orang atau 69%.                69%. Middle management recruitment was recorded at 9
Perekrutan pada manajemen menengah tercatat sebanyak            employees, or 29%, while senior management recruitment
9 orang atau 29%, sementara manajemen puncak sebanyak           was 1 employees, or 2%, in line with organizational needs
1 orang atau 2%, sesuai dengan kebutuhan organisasi dan         and internal talent development strategy. Number of newly
strategi pengembangan talenta internal. Terdapat pekerja        hired foreign workers was 2 people. To date, no local
asing yang baru dipekerjakan sebanyak 2 orang. Hingga saat      employees from Kalimantan have filled senior management
ini, belum ada tenaga kerja lokal yang menduduki posisi         positions, including at the Director level. [202-2, 401-1][CSS-
manajemen senior, yaitu yang berasal dari Kalimantan,           12.8.3][CSS-12.15.2]
termasuk di tingkat Direktur. [202-2, 401-1][CSS-12.8.3][CSS-
12.15.2]


ITM memantau proporsi perempuan pada posisi penghasil           ITM monitors the proportion of women in revenue-generating
pendapatan (revenue-generating positions), seperti fungsi       positions, such as marketing, sales, and customer
pemasaran, penjualan, dan pengelolaan hubungan                  relationship management functions. In the reporting year,
pelanggan. Pada tahun pelaporan, perempuan mencakup             women accounted for approximately 40% of employees in
sekitar 40% dari total karyawan di posisi tersebut. Data ini    these roles. This data is used to evaluate women’s
digunakan untuk mengevaluasi keterwakilan perempuan             representation in strategic functions that directly contribute
dalam fungsi strategis yang berkontribusi langsung terhadap     to the company’s financial performance and serves as a
kinerja keuangan perusahaan, serta sebagai dasar                basis for designing more inclusive talent and leadership
penyusunan program pengembangan talenta dan                     development programs.
kepemimpinan yang lebih inklusif.

Selain itu, ITM juga menilai keterwakilan perempuan dalam       ITM also assesses women’s representation in STEM-related
posisi berbasis sains, teknologi, teknik, dan matematika        positions (science, technology, engineering, and
(STEM-related positions), yang mencakup fungsi teknik,          mathematics), which include engineering, operations, IT,
operasional, teknologi informasi, serta peran teknis lainnya.   and other technical roles. In the reporting year, women
Pada tahun pelaporan, perempuan mewakili sekitar 46%            represented approximately 46% of employees in STEM
dari total karyawan pada posisi STEM. Mengingat karakteristik   positions. Given the male-dominated nature of the industry,
industri yang masih didominasi tenaga kerja laki-laki,          the company continues to promote increased female
Perusahaan terus mendorong peningkatan partisipasi              participation in STEM through inclusive recruitment policies,
perempuan di bidang STEM melalui kebijakan rekrutmen            technical competency development programs, and the
yang inklusif, program pengembangan kompetensi teknis,          provision of a safe and supportive work environment.
serta penyediaan lingkungan kerja yang aman dan
mendukung.

Kebebasan Berserikat                                            Freedom of Association
ITM menjamin hak pekerja untuk berserikat dan berkumpul         ITM guarantees workers’ rights to organize and associate
dalam hubungan industrial yang terbuka dan harmonis,            within an open and harmonious industrial relations
sejalan dengan regulasi nasional dan konvensi International     framework, in line with national regulations and International
Labour Organization (ILO). Serikat pekerja turut dilibatkan     Labor Organization (ILO) conventions. Labor unions are
secara aktif dalam penyusunan Peraturan Perusahaan dan          actively involved in drafting the Company Regulations and
Perjanjian Kerja Bersama (PKB), yang menjadi dasar              Collective Labor Agreements (CLA), which serve as the basis
perlindungan hak dan kewajiban seluruh pekerja. PKB berlaku     for protecting the rights and obligations of all employees.
untuk seluruh (100%) karyawan ITM serta tenaga kerja lain       The CLA applies to all (100%) ITM employees as well as other
yang bekerja di area wilayah izin usaha pertambangan (WIUP).    workers working within the Mining Business License (WIUP)
Pada 2025, tidak ditemukan perubahan kebijakan maupun           area. In 2025, no policy changes or risks of violations regarding
risiko pelanggaran terkait kebebasan berserikat. ITM terus      freedom of association were identified. ITM maintains
memelihara komunikasi dengan perwakilan pekerja untuk           ongoing communication with worker representatives to
memastikan hubungan industrial tetap kondusif. [2-30, 407-1]    ensure industrial relations remain conducive. [2-30, 407-1]
[CSS-12.18.2]                                                   [CSS-12.18.2]




                                                        Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                     101
Page 102
       Serikat Pekerja ITM dan Anak Usaha
       Labor Union ITM and it's Subsidiaries

                                                                                                                      Peraturan Perusahaan (PP)/
       ITM dan Anak Usaha                                      Serikat Pekerja                                       Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
       ITM and Subsidiaries                                     Labor Union                                            Company Regulations (CR)/
                                                                                                                    Collective Labor Agreements (CLA)

                              Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT
                              Jorong Barutama Greston (SP KEP SPSI PT JBG)
                              Chemical, Energy, and Mining Workers Union of the All-Indonesia Workers Union – PT
                              Jorong Barutama Greston (SP KEP SPSI PT JBG)

                              1. Serikat Pekerja Indominco Mandiri (SPIM)
                              2. Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI)
              IMM
                              1. Indominco Mandiri Labor Union
                              2. Serikat Buruh Sejahtera Indonesia                                                                PKB
                                                                                                                                  CLA
                              1. Serikat Pekerja Trubaindo Coal Mining (SPEKTRO)
              JBG
                              2. Serikat Pekerja Tambang PT Trubaindo Coal Mining (Sejati)
              TCM
                              1. Trubaindo Coal Mining Labor Union
                              2. Mining Workers Union of PT Trubaindo Coal Mining

                              Serikat Pekerja Bharinto Ekatama (SPARTA)
               BEK
                              Bharinto Ekatama Workers Union

                              PUK Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh
                              Indonesia PT Tambang Raya Usaha Tama (PUK-SPKEP SPSI PT TRUST)
             TRUST
                              Plant Unit Committee of the Chemical, Energy, and Mining Workers Union of the All-
                              Indonesia Workers Union – PT Tambang Raya Usaha Tama (PUK-SPKEP SPSI PT TRUST)

                              Serikat Pekerja Karyawan ITM (Sekawan) (Non Aktif)
               ITM
                              ITM Employee Labor Union (Non Active)

                                                                                                                                   PP
                              Serikat Pekerja Tambang Graha (SEJATRA)
               GPK                                                                                                                 CR
                              Tambang Graha Labor Union

               KTD            -



      Remunerasi                                                                 Remuneration
      ITM secara rutin meninjau kebijakan remunerasi, kompensasi,                ITM regularly reviews its remuneration, compensation, and
      dan tunjangan untuk memastikan seluruh ketentuan tetap                     benefits policies to ensure all provisions remain relevant to
      relevan dengan peraturan dan pasar. Seluruh karyawan                       regulations and market conditions. All employees receive
      menerima upah sesuai peraturan pemerintah yang berlaku,                    wages in accordance with applicable government regulations,
      dengan upah terendah tercatat 1,3% lebih tinggi dari upah                  with the minimum wage recorded at 1.3% above the regional
      minimum di masing-masing wilayah. Penentuan besaran                        minimum wage. Salary and benefits determination follows
      gaji dan tunjangan mengikuti struktur jabatan, capaian                     job structure, performance achievement, and internal
      kinerja, dan peraturan internal, dengan tetap menjunjung                   policies, while upholding the principle of equality without
      prinsip kesetaraan tanpa diskriminasi berdasarkan gender,                  discrimination based on gender, race, ethnicity, religion, age,
      ras, etnis, agama, umur, latar belakang budaya, atau status                cultural background, or employee disability status. [202-1,
      disabilitas pekerja. [202-1, 405-2][CSS-12.19.2, CSS-12.19.7]              405-2][CSS-12.19.2, CSS-12.19.7]


      ITM secara internal melakukan evaluasi struktur remunerasi                 ITM internally evaluates its remuneration structure to ensure
      untuk memastikan tidak terdapat praktik diskriminatif antara               no discriminatory practices exist between female and male
      karyawan perempuan dan laki-laki pada tingkat jabatan yang                 employees at the same job level. The evaluation includes
      sama. Evaluasi mencakup peninjauan gaji pokok dan tunjangan                reviewing base salaries and fixed allowances based on job
      tetap berdasarkan level jabatan, fungsi kerja, dan masa kerja.             level, function, and tenure. The ratio of entry-level wages to
      Rasio upah karyawan pemula terhadap UMR di Jakarta                         the minimum wage in Jakarta is 191% for both men and
      mencapai 191% untuk pria dan wanita. Sementara itu, di daerah              women. In operational site areas, the ratio is higher at 258%
      site, rasio upah terhadap UMR lebih tinggi, yakni 258% untuk               for both men and women. The company emphasizes that
      pria dan wanita. Perusahaan menegaskan bahwa tidak                         there are no policies or practices systematically setting
      terdapat kebijakan atau praktik yang secara sistematis                     different wages based on gender. Any differences in
      membedakan tingkat upah berdasarkan gender. Setiap                         remuneration are based on objective factors such as job
      perbedaan remunerasi didasarkan pada faktor objektif, seperti              responsibilities, experience, performance, and labor market
      tanggung jawab jabatan, pengalaman, kinerja, serta dinamika                dynamics. [202-1][CSS-12.8.3, CSS-12.19.2]
      pasar tenaga kerja. [202-1][CSS-12.8.3, CSS-12.19.2]




102         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 103
                                                                                                                       Memperkuat Kepedulian terhadap Insan Perusahaan
                                                                                                                                       Strengthening Our Care for People



Selain itu, pekerja ITM menerima berbagai manfaat tambahan                                       In addition, ITM employees receive various additional benefits
melalui program BPJS Ketenagakerjaan yang meliputi                                               through the BPJS Employment program, including Work
Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian Kerja, Jaminan                                        Accident Insurance, Death Insurance, Old Age Security,
Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kehilangan                                                Pension Insurance, and Unemployment Insurance. Other
Pekerjaan. Terdapat juga fasilitas lain seperti layanan                                          facilities include healthcare services, transportation, life
kesehatan, transportasi, asuransi jiwa, dan tunjangan                                            insurance, and relocation allowances. These benefits are
relokasi. Manfaat tersebut diberikan secara setara kepada                                        provided equally to permanent and non-permanent
pekerja tetap maupun tidak tetap tanpa pembedaan lokasi                                          employees, regardless of work location. [401-2][CSS-12.15.3]
kerja. [401-2][CSS-12.15.3]

Hak Cuti                                                                                         Leave Entitlements
ITM memberikan hak cuti tahunan kepada seluruh karyawan                                          ITM grants all employees 12 days of annual leave. In addition,
sebanyak 12 hari. Selain itu, Perusahaan menerapkan                                              the company implements CLA provisions granting 90 days
ketentuan PKB yang memberikan 90 hari cuti melahirkan                                            of maternity leave for female employees and three days of
bagi karyawan perempuan dan tiga hari bagi karyawan laki-                                        paternity leave for male employees accompanying their
laki yang mendampingi istri melahirkan. Pada 2025, hak ini                                       spouses. In 2025, this entitlement was utilized by 14 female
dimanfaatkan oleh 14 perempuan dan 13 laki-laki, dengan                                          and 13 male employees, all of whom returned to their
seluruhnya kembali bekerja pada jabatan/fungsi masing-                                           respective positions/functions after leave completion. The
masing setelah cuti selesai. Perusahaan juga menyediakan                                         company also provides extended leave for employees with
hak istirahat panjang bagi karyawan dengan masa kerja enam                                       six years of service and multiples thereof, totaling 42 days.
tahun dan kelipatannya sejumlah 42 hari. [401-3][CSS-12.19.4]                                    [401-3][CSS-12.19.4]

 Cuti Kelahiran Anak [401-3]
 Parental Leave

                                                                                                      Total Karyawan
                                                                       Total Karyawan                                                 Tingkat              Tingkat
                                       Hak Cuti                                                        yang Kembali
                                                                       yang Mengambil                                                 Kembali             Karyawan
                                  Melahirkan/Cuti                                                         Bekerja
        Gender                                                               Cuti                                                     Bekerja*         Dipertahankan
                                   Istri Melahirkan                                                   Total Employees
                                                                     Total Employees Who                                           Return-to-Work     Employee Retention
                               Maternity/Paternity Leave                                              Who Returned to
                                                                          Took Leave                                                    Rate*               Rate
                                                                                                            Work

 Perempuan | Female                           14                                 14                             14                     100%                   100%

 Laki-laki | Male                             13                                 13                             13                     100%                   100%

 Keterangan | Notes:
 *
  Persentase karyawan yang kembali bekerja setelah cuti melahirkan berakhir yang masih dipekerjakan 12 bulan setelah kembali bekerja
 *
  Percentage of employees who returned to work after maternity leave and were still employed 12 months after returning.



ITM mendukung kesehatan fisik, mental, dan kesejahteraan                                         ITM supports employees’ physical, mental, and overall well-
karyawan sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya                                             being as part of sustainable human resource management.
manusia yang berkelanjutan. Perusahaan menyediakan berbagai                                      The Company provides various programs for mental health
program dukungan kesehatan mental dan pengelolaan stres                                          support and stress management in the workplace, including
di tempat kerja, termasuk peluncuran program Employee                                            the launch of the Employee Assistance Program (EAP) in
Assistance Program (EAP) pada 2025 yang berfokus pada                                            2025, which focuses on employee mental health. This
kesehatan mental karyawan. Program ini bekerja sama dengan                                       program is conducted in collaboration with EAP consultant
konsultan EAP Naluri bertujuan untuk memberikan layanan                                          Naluri and aims to provide consultation services related to
konsultasi yang berkaitan dengan kesejahteraan karyawan                                          employee well-being, including mental health. Activities
(wellbeing) termasuk didalamnya kesehatan mental. Beberapa                                       already implemented include education on mental health,
kegiatan yang sudah dilakukan di antaranya edukasi terkait                                       stress management, and related topics.
kesehatan mental, manajemen stres, dan lainnya.

ITM menetapkan jam kerja normal maksimal 8 jam per hari                                          ITM sets normal working hours at a maximum of 8 hours per
untuk 5 hari kerja atau 40 jam per minggu, serta ketentuan                                       day for 5 working days, or 40 hours per week, and overtime
lembur maksimal 4 jam per hari dan 18 jam per minggu bagi                                        is limited to a maximum of 4 hours per day and 18 hours per
karyawan level foreman ke bawah. Sebagai bagian dari strategi                                    week for employees at foreman level and below. As part of
pengelolaan sumber daya manusia, Perusahaan juga                                                 the human resource management strategy, the Company
menerapkan kebijakan dan pengaturan kerja yang fleksibel.                                        also implements flexible work arrangements. These
Pengaturan ini diterapkan dengan mempertimbangkan                                                arrangements are applied considering job characteristics,
karakteristik pekerjaan, kebutuhan operasional, dan                                              operational needs, and workplace safety. Options include
keselamatan kerja. Bentuk pengaturan yang tersedia antara                                        adjusted working hours and hybrid or remote work
lain penyesuaian jam kerja dan pengaturan kerja hibrida atau                                     arrangements for certain functions.
kerja jarak jauh untuk fungsi tertentu.


                                                                                  Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                 103
Page 104
      Persiapan Masa Pensiun                                          Retirement Preparation
      Untuk mendukung transisi pekerja menuju masa pensiun,           To support employees in their transition to retirement, ITM
      ITM menyediakan program persiapan kepada pekerja yang           provides a preparation program for those who will reach the
      akan mencapai usia 55 tahun yang mencakup pelatihan             age of 55, which includes pre-retirement training,
      prakondisi, kewirausahaan, jaminan hari tua dan lainnya.        entrepreneurship training, old age security, and others.
      Selain itu, ITM membiayai penuh (100%) kontribusi dalam         Additionally, ITM fully funds (100%) contributions to the
      program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) PPUKP.             Financial Institution Pension Fund (DPLK) PPUKP. Benefits
      Pemberian manfaat mengikuti ketentuan Peraturan Menteri         are provided in accordance with the Ministry of Manpower
      Tenaga Kerja (PTMK), yaitu dua kali PMTK bagi pensiun           regulations (PMTK), two times PMTK for normal retirement
      normal dan tiga kali PMTK untuk pekerja dari tambang yang       and three times PMTK for employees from closed mining
      ditutup. Sampai dengan akhir tahun 2025, ITM                    operations. By the end of 2025, ITM allocated USD 30.82
      mengalokasikan USD 30,82 juta atau 60,82% dari total            million, representing 60.82% of total liabilities for pension
      liabilitas untuk imbalan pensiun dan manfaat jangka panjang.    and long-term benefits. ITM also offers a voluntary Defined
      ITM juga memiliki Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) sebagai    Contribution Pension Program (PPIP), which was joined by
      program sukarela, yang diikuti oleh 86 karyawan pada tahun      86 employees in 2025. [201-3, 404-2][CSS-12.3.3]
      2025. [201-3, 404-2][CSS-12.3.3]

      Pengelolaan Sumber Daya terkait                                 Post-Mining Workforce Management
      Pascatambang
      Sebagai bagian dari manajemen transisi tutup tambang,           As part of mine closure transition management, ITM provides
      ITM menetapkan pemberian kompensasi sebesar tiga kali           compensation of three times PMTK and communicates
      PMTK dan menyampaikan rencana penghentian operasi               operational cessation plans at least three years in advance.
      paling lambat tiga tahun sebelumnya. Selain itu, kebijakan      Company policy also allows transferring employees to other
      perusahaan memungkinkan pemindahan karyawan ke unit             operational units according to competencies and business
      operasional lain berdasarkan kesesuaian kompetensi dan          needs, and provides entrepreneurship training. All policies
      kebutuhan bisnis, ser ta menyediakan pelatihan                  are documented in the CLA. [402-1, 404-2][CSS-12.3.2, CSS-
      kewirausahaan. Seluruh kebijakan ini tertuang dalam PKB.        12.3.3]
      [402-1, 404-2][CSS-12.3.2, CSS-12.3.3]


      Pelatihan dan Pengembangan                                      Employee Training and
      Kompetensi Karyawan                                             Competency Development
      Perusahaan menetapkan standar kompetensi serta                  The Company sets competency standards and provides
      menyediakan berbagai pelatihan yang memastikan                  various training programs to ensure employees’ skills align
      kemampuan karyawan selaras dengan kebutuhan bisnis.             with business needs. Development opportunities are
      Kesempatan pengembangan diberikan secara adil melalui           provided fairly through technical and non-technical training,
      pelatihan teknis dan non-teknis, termasuk implementasi          including the implementation of Individual Development
      Rencana Pengembangan Pribadi (IDP) penilaian kompetensi         Plans (IDP), competency assessments to enhance technical
      untuk meningkatkan aspek kemampuan teknis dan                   and leadership skills, and non-technical skills development
      kepemimpinan, serta pengembangan keahlian non-teknis            aligned with Banpu Heart values. Selected employees may
      sejalan dengan Banpu Heart. Karyawan terpilih juga dapat        also participate in training programs at the Banpu corporate
      mengikuti program pelatihan di tingkat perusahaan Banpu.        level. [404-2][CSS-12.3.3]
      [404-2][CSS-12.3.3]


      Unit-unit kerja ITM memiliki fungsi pelatihan sendiri yang      ITM’s work units have dedicated training functions that
      menyusun program berbasis kompetensi inti, fungsional,          develop programs based on core, functional, and leadership
      dan kepemimpinan, masing-masing dengan lima jenjang.            competencies, each with five levels. Additionally, structured
      Selain itu, terdapat program pengembangan kepemimpinan          leadership development programs are directly managed by
      terstruktur yang dikelola langsung oleh tim pelatihan di        the corporate training team. All ITM training programs are
      tingkat korporasi. Seluruh program pelatihan di ITM dirancang   designed to maximize employee potential and support
      untuk memaksimalkan potensi karyawan dan mendukung              business transformation, focusing on core and leadership
      transformasi bisnis, dengan fokus pada pengembangan             competencies, internalization of company culture, innovation
      kompetensi inti dan kepemimpinan, internalisasi budaya          and business skills, as well as technical competencies and
      perusahaan, inovasi dan bisnis, serta kompetensi teknis dan     certifications.
      sertifikasi.




104         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 105
                                                                                         Memperkuat Kepedulian terhadap Insan Perusahaan
                                                                                                         Strengthening Our Care for People




ITM memberikan pengakuan yang setara bagi seluruh                          ITM provides equal recognition to all employees, with
karyawan, dengan penghargaan lebih bagi mereka yang                        additional rewards granted to those who demonstrate
menunjukkan kinerja terbaik. Proses kalibrasi yang dilakukan               outstanding performance. A calibration process conducted
dari tingkat daerah hingga pusat memastikan penilaian                      from site level to corporate level ensures that evaluations
berlangsung objektif dan konsisten. Penilaian kinerja                      are carried out objectively and consistently. Performance
dilakukan secara berkala dengan frekuensi 2 kali dalam                     assessments are conducted periodically, twice a year. In
setahun. Seluruh karyawan telah melalui penilaian kinerja                  2025, all employees underwent performance evaluations,
pada 2025, dan mereka yang dikategorikan sebagai high                      and those identified as high potential and high performers
potential dan high performer diikutsertakan dalam program                  were enrolled in dedicated development programs designed
pengembangan khusus untuk mempersiapkan pemimpin                           to prepare the Company’s future leaders. A merit-based
masa depan perusahaan. Pendekatan meritokrasi diterapkan                   approach is applied in the allocation of rewards as well as
dalam pemberian reward maupun sanksi, sejalan dengan                       disciplinary measures, aligned with each individual’s
kompetensi dan tingkat kontribusi masing-masing individu.                  competence and level of contribution. [404-3]
[404-3]



                                                 Jumlah Pekerja yang telah mengikuti Penilaian Kinerja Tahun 2025 [404-3]
                                                  Number of Employees who have attended Performance Assessment in 2025




                                                               1,378                              271
                                                                 (83.75%)                        (16.43%)
                                                                    Pria | Male                  Wanita | Female




Kinerja Pelatihan Karyawan                                                 Employee Training Performance
Pada 2025, total 52.924 jam pelatihan telah diberikan kepada               In 2025, a total of 52,924 training hours were delivered to
3.308 peserta melalui program pelatihan internal dan                       3,308 participants through internal and external training
eksternal. ITM juga menyediakan beasiswa bagi 2 karyawan                   programs. ITM also provides scholarships for 2 employees
sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan                         as part of support for their educational development.
pendidikan mereka.
 Rata-rata Jam Pelatihan Pekerja Berdasarkan Gender dan Jabatan [404-1][CSS-12.15.6]
 Average Training Hours per Employee by Gender and Position

                                                              Jumlah Jam                                     Rata-rata jam Pelatihan Per
       Uraian         Jumlah Pekerja Peserta Pelatihan                            Jumlah Pekerja ITM
                                                                Pelatihan                                               Pekerja
     Description      Total Employees Receiving Training                          Total ITM Employees
                                                              Training Hour                               Average Training Hours per Employee

 Jumlah | Total                     3,308                        52,924                  1,661                             32

 Berdasarkan Gender| Based on Gender

 Laki-laki | Male                   2,776                        44,063                  1.386                             16

 Perempuan |
                                     532                          8,861                  275                               17
 Female

 Berdasarkan Posisi/Jabatan | Based on Position/Job

 Executives                           10                           192                    9                                19

 Strategy Leader                     46                           749                     37                               16

 Senior Operation
                                     163                         2,803                    111                              17
 Leader

 Operational Leader                  686                          11,761                 326                               17

 First Line Leader                   983                         20,016                  528                               20

 Foreman Below                      1.420                        17,403                  650                               12


                                                              Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                          105
Page 106
                                                                          Jumlah Jam                                         Rata-rata jam Pelatihan Per
             Uraian           Jumlah Pekerja Peserta Pelatihan                                  Jumlah Pekerja ITM
                                                                            Pelatihan                                                   Pekerja
           Description        Total Employees Receiving Training                                Total ITM Employees
                                                                          Training Hour                                   Average Training Hours per Employee

       Berdasarkan Usia | Based on Age

       18-25                                  43                               729                        36                                 17

       26-35                                  731                             13,329                     340                                 18

       36-45                                 1.391                           22,290                      692                                 16

       46-55                                 1.105                            15,871                     563                                 14

       >55                                    38                               705                        30                                 19

       Berdasarkan Kewarganegaraan | Based on Nationality

       Local                                 3,225                            51,062                     1,601                               16

       Expat                                  83                              1,862                       60                                22

       Berdasarkan Jenis Pelatihan | Based on Type of Training

       Softskill                             3,200                            51,280                       -                                 16

       Teknis | Technical                     108                             1,644                        -                                 15




                                                               INDONESIA CAMPUS

         Saat ini ITM membangun Indonesia Campus yang merupakan                        Currently, ITM is developing the Indonesia Campus, a strategic driver
         penggerak strategis perusahaan, sebagai hub terintegrasi untuk                of the Company, serving as an integrated hub for learning and talent
         pembelajaran dan pengembangan talenta yang menghubungkan                      development that connects strategy, learning execution, systems, and
         strategi, pelaksanaan pembelajaran, sistem, dan pengetahuan. Inisiatif        knowledge. This initiative is designed to accelerate capability building
         ini dirancang untuk mempercepat pembangunan kapabilitas dan                   and support the Company’s comprehensive transformation. Indonesia
         mendukung transformasi perusahaan secara menyeluruh. Indonesia                Campus develops employees through a framework referred to as the
         Campus mengembangkan karyawan melalui suatu kerangka kerja                    5 pillars of learning programs: transformation, mandatory, leadership,
         yang disebut sebagai 5 pilar program pembelajaran, yaitu program              acceleration, and functional programs. Throughout 2025, a total of 3,308
         transformasi, mandatori, kepemimpinan, akselerasi, dan fungsional.            participants took part in training programs organized by the company
         Selama tahun 2025, sejumlah 3.308 peserta ikut serta dalam pelatihan          under these 5 pillars, with the following details:
         yang diselenggarakan oleh perusahaan yang melingkupi 5 pilar program
         perusahaan dengan rincian sebagai berikut:
         • 17 peserta mengikuti program transformasi, seperti pelatihan                •   17 participants attended transformation programs, such as
             Micromine, dll.                                                               Micromine training, etc.
         • 867 peserta mengikuti program mandatori, seperti Sertifikasi                •   867 participants attended mandatory programs, such as Mining
             Juru Ukur Tambang, dll.                                                       Surveyor Certification, etc.
         • 295 peserta mengikuti program kepemimpinan, seperti Mine                    •   295 participants attended leadership programs, such as the Mine
             Leader Development Program, dll.                                              Leader Development Program, etc.
         • 108 peserta mengikuti program akselerasi, seperti Supervisory               •   108 participants attended acceleration programs, such as the
             Development Program, dll.                                                     Supervisory Development Program, etc.
         • 2021 peserta mengikuti program fungsional, seperti Effective                •   2,021 participants attended functional programs, such as
             Communication & Negotiation Skill, dll.                                       Effective Communication & Negotiation Skills, etc.

         Program-program tersebut di atas telah terlaksana sejumlah 52.924             These programs accumulated a total of 52,924 training hours for 1,661
         jam pelatihan bagi 1.661 pekerja ITM, serta rata-rata jam pelatihan per       ITM employees, with an average of 32 training hours per employee. The
         pekerja mencapai 32 jam. Realisasi dana pengembangan SDM mencapai             total investment in human resources development amounted to USD
         USD 544.288,40.                                                               544,288.40.




      Program Pelatihan dan                                                            Employee Training and
      Pengembangan Karyawan Tahun                                                      Development Programs in 2025
      2025
      Pada 2025, Perusahaan melaksanakan berbagai program                              In 2025, the Company implemented various training and
      pelatihan dan pengembangan untuk memperkuat                                      development programs to strengthen employees’ technical
      kompetensi teknis dan kepemimpinan karyawan serta                                and leadership competencies and to support the sustainable
      mendukung pencapaian target bisnis secara berkelanjutan,                         achievement of business targets, including the following:
      di antaranya:




106            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 107
                                                                                          Memperkuat Kepedulian terhadap Insan Perusahaan
                                                                                                          Strengthening Our Care for People




    Jenis Program         Program Kepemimpinan ITM      Program Pengembangan           Program Kepemimpinan             Direktori - Program
     Program Type         ITM Leadership Program        Pimpinan Tambang -             Banpu Heart                      Pengembangan
                                                        Elevating The Pulse            Banpu Heart Leadership           Eksekutif - Tata Kelola
                                                        Mine Leader Development        Program                          Perusahaan
                                                        Program - Elevating The                                         Directorship - Executive
                                                        Pulse                                                           Development Program -
                                                                                                                        Company Governance

     Tujuan Utama         Meningkatkan kemampuan        Meningkatkan kemampuan         Memperkuat nilai                 Memahami tata kelola
     Main Objective       kepemimpinan strategis dan    kepemimpinan di tambang        kepemimpinan berbasis            perusahaan
                          operasional                   Improve leadership skills in   budaya Banpu                     Understand corporate
                          Enhance strategic and         mining operations              Strengthen leadership values     governance
                          operational leadership                                       based on Banpu culture
                          capabilities

    Sasaran Peserta       Manajer, calon leader,        Leader / Supervisor            Manajer & calon leader           Direksi & eksekutif
   Target Participants    dan supervisor tingkat        tambang (Operational           Managers & aspiring leaders      senior
                          menengah                      Leader / First Line Leader)                                     Board of Directors &
                          Managers, aspiring leaders,   Mine leaders / supervisors                                      senior executives
                          and mid-level supervisors     (Operational Leader / First
                                                        Line Leader)

 Jumlah Peserta (Orang)                60                            8                              70                             22
 Number of Participants

    % dari Total FTE                  28.8                          12.3                           68.5                           28.5
     % of Total FTE

  Total Jam Pelatihan                 600                           256                           1,424                           592
  Total Training Hours

    Dampak Utama          Kepemimpinan lebih efektif,   Operasional tambang lebih      Budaya kerja harmonis,           Kepatuhan dan
    terhadap Bisnis       pengambilan keputusan         efisien dan aman               kepemimpinan konsisten           pengambilan
  Key Business Impact     lebih tepat, kinerja tim      More efficient and safer       Harmonious work culture,         keputusan strategis
                          meningkat                     mining operations              consistent leadership            lebih baik
                          More effective leadership,                                                                    Better compliance and
                          better decision-making,                                                                       strategic decision-
                          improved team performance                                                                     making



Daftar lengkap program pelatihan dan pengembangan                          The complete list of employee training and development
karyawan di 2025 dapat dilihat pada Lampiran.                              programs in 2025 can be found in Appendix.

Sepanjang 2025, ITM juga memberikan program                                Throughout 2025, ITM also provided competency
pengembangan kompetensi bagi karyawan, Direksi, dan                        development programs for employees, the Board of
Dewan Komisaris untuk mendukung pencapaian kinerja                         Directors, and the Board of Commissioners to support the
keberlanjutan Perusahaan, dengan total partisipasi mencapai                achievement of the Company’s sustainability performance,
683 orang. Adapun tema pelatihan yang dilaksanakan antara                  with a total of 683 participants. The competency development
lain:                                                                      sessions covered themes such as:
1. Pelatihan mengemudi defensif                                            1. Defensive Driving Training
2. Pelatihan kepatuhan dan manajemen risiko, serta                         2. Training Compliance & Risk Management and E-PLIS
    pemanfaatan E-PLIS                                                         Utilization
3. Metodologi identifikasi risiko, penyusunan rekomendasi                  3. Risk Identification then Recommendation and
    dan penilaian dalam transaksi aset                                         Appraisal Methodology for Asset Transaction
4. Penilaian dan pengelolaan risiko dan peluang LST.                       4. Assessing and Managing ESG Risk & Opportunities

Daftar lengkap program pengembangan kompetensi                             The complete list of competency development programs
keberlanjutan di 2025 dapat dilihat pada Lampiran.                         in 2025 can be found in Appendix.

Pelibatan dan Pengembangan                                                 Community Engagement and
Masyarakat                                                                 Development
Sebagai bentuk komitmen terhadap pemberdayaan                              As part of its commitment to empowering communities
masyarakat di sekitar wilayah operasi, ITM merancang dan                   around its operational areas, ITM designs and implements
menerapkan berbagai program Pembangunan dan                                various Community Development and Empowerment
Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Seluruh program disusun                     Programs (PPM). All programs are developed based on the
berdasarkan pedoman Kementerian ESDM No. 1824K/30/                         guidelines of the Ministry of Energy and Mineral Resources
MEM/2018 dan dikembangkan melalui delapan pilar utama                      No. 1824K/30/MEM/2018 and structured around eight main
yakni: pendidikan, kesehatan, pendapatan riil dan                          pillars: education, health, real income and employment
kesempatan kerja, kemandirian ekonomi, sosial budaya,                      opportunities, economic independence, socio-cultural


                                                             Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                              107
Page 108
      pemberian kesempatan kepada masyarakat setempat untuk                development, opportunities for local community participation
      ikut berpartisipasi dalam pengelolaan lingkungan kehidupan           in sustainable environmental management, community
      masyarakat sekitar tambang yang berkelanjutan,                       institutional development to support PPM Independence,
      pembentukan kelembagaan komunitas masyarakat dalam                   and Infrastructure Development Supporting PPM. These
      menunjang kemandirian PPM, dan pembangunan                           eight pillars are translated into a series of interconnected
      infrastruktur yang menunjang PPM. Delapan pilar tersebut             and sustainable activities, aimed at generating long-term
      kemudian diterjemahkan ke dalam rangkaian kegiatan yang              positive impacts for the community. [413-1, 413-2][CSS-12.9.2,
      saling mendukung dan berkelanjutan, sehingga mampu                   CSS-12.9.3]
      memberikan dampak positif jangka panjang bagi komunitas.
      [413-1, 413-2][CSS-12.9.2, CSS-12.9.3]


      Dalam menetapkan prioritas program pengembangan dan                  In setting priorities for community development and
      pemberdayaan masyarakat, ITM mengacu pada pedoman                    empowerment programs, ITM follows applicable guidelines
      yang berlaku yakni menyelaraskan atau proses sinkronisasi            by aligning or synchronizing with resuts of social mapping
      terhadap hasil kajian pemetaan sosial, dokumen internal di           studies, internal documents (including but not limited to
      antaranya termasuk namun tidak terbatas AMDAL dan/atau               AMDAL and other relevant documents), and public
      lainnya yang relevan, serta konsultasi publik dari tingkat Desa      consultations from the village level up to local and regional
      hingga lingkup pemerintahan daerah dan regional, untuk               government authorities, with final approval obtained from
      selanjutnya memperoleh persetujuan dari Kementerian                  the Ministry of Energy and Mineral Resources. Community
      ESDM. Pelibatan masyarakat menjadi unsur penting dalam               involvement is a key element in this process, facilitated
      proses ini, yang diantaranya melalui Forum Konsultatif               through Community Consultative Forums (FKM) organized
      Masyarakat (FKM) baik yang difasilitasi stakeholder di tingkat       either by local stakeholders at the village level or initiated by
      Desa ataupun diinisiasi Perusahaan terhadap desa                     the Company in partnered villages. FKMs serve as a
      dampingan. FKM berfungsi sebagai media konsultasi dan                consultation and dialogue platform, enabling the Company
      dialog, sehingga perusahaan dapat memahami aspirasi, isu             to understand community aspirations, strategic issues, and
      strategis, dan risiko sosial yang perlu dikelola, termasuk           social risks that need to be managed, including local
      penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan kualitas hidup,           manpower absorption, quality of life improvement, and
      dan pencegahan pencemaran lingkungan. [413-1, 413-2][CSS-            environmental pollution prevention. [413-1, 413-2][CSS-12.9.2,
      12.9.2, CSS-12.9.3]                                                  CSS-12.9.3]


      Masukan dari proses konsultatif tersebut menjadi dasar               Feedback from these consultative processes forms the
      penyusunan rencana induk program tahunan. Sementara                  basis for developing the annual master plan of programs.
      itu, untuk memastikan program PPM selaras dengan rencana             To ensure that PPM programs align with provincial and
      pembangunan wilayah di tingkat provinsi dan kabupaten,               regency development plans, ITM employs a Thematic–
      ITM menggunakan pendekatan Thematic–Holistic–                        Holistic–Integrative–Spatial (THIS) approach in long-term
      Integrative–Spatial (THIS) dalam perencanaan jangka panjang.         planning. This approach ensures that the Company’s
      Melalui pendekatan ini, ITM memastikan bahwa kontribusi              contributions to the community are targeted, relevant, and
      perusahaan terhadap masyarakat terlaksana secara terarah,            sustainable. [413-1, 413-2][CSS-12.9.2, CSS-12.9.3]
      relevan, dan berkelanjutan. [413-1, 413-2][CSS-12.9.2, CSS-12.9.3]

      ITM menetapkan target pengembangan masyarakat yang                   ITM establishes clear and measurable community
      jelas dan terukur, yang disusun berdasarkan hasil konsultasi         development targets, based on community consultation
      masyarakat, pemetaan kebutuhan lokal, serta prioritas                results, local needs mapping, and development priorities of
      pembangunan daerah. Target tersebut mencakup SROI dan                the region. The targets encompass both SROI and the CSI.
      IKM.

      Pencapaian target pengembangan masyarakat dipantau                   Achievement of community development targets is monitored
      secara berkala melalui indikator kinerja utama KPI yang              regularly through Key Performance Indicators (KPIs) covering
      mencakup output dan outcome program. Evaluasi tersebut               both program outputs and outcomes. The evaluation was
      dilakukan melalui kombinasi keterlibatan dengan konsultan            conducted through a combination of engagement with
      eksternal dan penilaian mandiri internal untuk memastikan            external consultants and internal self-assessment to ensure
      keselarasan dengan strategi keberlanjutan Perusahaan. Hasil          alignment with the Company’s sustainability strategy. The
      pemantauan dan evaluasi tersebut dilaporkan secara                   results of monitoring and evaluation are transparently
      transparan kepada masyarakat melalui forum komunitas,                communicated to the community through community forums
      serta diungkapkan kepada pemangku kepentingan lainnya                and disclosed to other stakeholders through the Sustainability
      melalui Laporan Keberlanjutan dan Laporan Tahunan.                   Report and Annual Report.




108         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 109
                                                                                                                 Memperkuat Kepedulian terhadap Insan Perusahaan
                                                                                                                                 Strengthening Our Care for People




Model Rencana Terpadu Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat ITM
Integrated Planning Model of ITM Community Development




                                                                Construction &                                                                         Post Mine
                                    Pre-Construction                                          Operation                   Mine Closure
                                                                 Development                                                                            Closure




                                                                                           Community
                                                                                                                          Community
          Approach                        Community Relations Philanthropy               Capacity Building
                                                                                                                        Emmpowerment
                                                                                         & Infrastructure



                                                         Health, Education                                             Community
                                                                                                                       Institution
          Priority
          Sectors                                         Social & Culture
                                                                                                                   Income Generating &
                                                                                                                  Economic Self-Reliance
                                                                 Insfrastructure, Environment


                                                      Social License to Operate
          CD                                        and Build Company Reputation                                       Value Added
    Strategic Goals                                                                                                  Creation throgh
                                                                     Good CD Practices                               Local Resources
                                                                   Through SDGs Principals



                                                                  Project                 Operation Excellence
                                          Permit                                                                        Success Criteria              Handover to
          ITM Goals                                              Completion              (Minimum Community
                                         Approved                                            Disturbance)                  Achieved                   Government
                                                                  on Time




Selain mengacu pada format PPM sesuai Kepmen ESDM,                                      In addition to following the PPM format in accordance with
ITM menggunakan acuan PROPER, ISO 26000:2010, dan                                       the Minister of EMR Decree, ITM uses references such as
AA1000 SES untuk menyusun peta jalan pengembangan                                       PROPER, ISO 26000:2010, and AA1000 SES to develop its
masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan                                      community development roadmap. This approach enables
merancang program PPM yang komprehensif dan tepat                                       the Company to design comprehensive and targeted PPM
sasaran melalui sejumlah tahapan perencanaan. [413-1][CSS-                              programs through a structured series of planning stages.
12.9.2]                                                                                 [413-1][CSS-12.9.2]



          Identifikasi dampak dan batasan                         Penyusunan rencana induk,
          wilayah sesuai dokumen AMDAL dan                        didasari oleh blueprint PPM
          pemetaan sosial (social mapping)                        dari pemerintah provinsi                                Penyusunan rencana kerja

          Identification of impacts and area                      Master plan preparation based                           Preparation of work plans
          boundaries according to AMDAL                           on the PPM blueprint from
          documents and social mapping                            the provincial government




Pada 2025, Perusahaan mengalokasikan biaya PPM sebesar                                  In 2025, the Company allocated Rp29,555 billion for PPM.
Rp29.555 miliar. Realisasi anggaran mencapai 95%                                        The realized budget reached 95% consolidated, totaling
terkonsolidasi atau sejumlah Rp28.094 juta dengan catatan                               Rp28,094 million, with projections optimized to reach 100%
secara proyeksi tetap dioptimumkan mencapai 100%                                        as in previous periods, considering that certain activities
sebagaimana periode sebelumnya, mempertimbangkan                                        will carry forward for technical implementation in early 2026.
terdapat kegiatan akan carry forward teknis implementasinya
di awal tahun 2026.
Realisasi Anggaran PPM (Rp Juta)
CDE Budget Realization (Rp million)

                                                                                       2025
                                                                                                                               Realisasi                  Realisasi
                         Bidang Program
                                                                                                                              Realization                Realization
                        Sector of Program                               Anggaran                   Realisasi                     2024                       2023
                                                                         Budget                   Realization

 Pendidikan | Education                                                      5,879                   5,666                       4,983                     4,390

 Kesehatan | Health                                                          3,912                    3,401                       3,104                     2,935

 Tingkat Pendapatan Riil atau Pekerjaan
                                                                             4,868                   4,353                        3,641                     3,666
 Real Income Level or Employment




                                                                              Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                 109
Page 110
                                                                                    2025
                                                                                                                        Realisasi               Realisasi
                          Bidang Program
                                                                                                                       Realization             Realization
                         Sector of Program                           Anggaran                 Realisasi                   2024                    2023
                                                                      Budget                 Realization

       Kemandirian Ekonomi | Economic Independence                      3,430                   3,415                    2,892                    2,156

       Sosial dan Budaya | Social and Cultural                          4,134                  4,465                     3,885                    4,536

       Sosialisasi pengelolaan lingkungan yang
       berkelanjutan kepada masyarakat sekitar tambang
                                                                        1,934                   1,435                    1,580                     1,126
       Dissemination of sustainable environmental
       management to communities around the mine

       Pembentukan kelembagaan komunitas masyarakat
       dalam menunjang kemandirian PPM
                                                                        1,216                   1,153                     1,045                    769
       Establishment of community institutions to support
       PPM independence

       Pembangunan Infrastruktur yang Menunjang PPM
                                                                        4,193                  4,202                     3,372                     1,291
       Infrastructure development supporting PPM

       Jumlah | Total                                                  29,555                  28,094                   24,504                   20,869


      Sepanjang tahun, ITM menjalankan 189 kegiatan PPM di                           Throughout the year, ITM implemented 189 PPM activities
      100% WIUP yang beroperasi. Seluruh kegiatan tersebut                           across 100% of operational WIUPs. All activities involved
      melibatkan masyarakat lokal dan tersebar di 14 Kecamatan,                      local communities and were spread across 14 district,
      termasuk 53 desa dalam area operasional perusahaan. [413-                      including 53 villages within the Company’s operational areas.
      1][CSS-12.9.2]                                                                 [413-1][CSS-12.9.2]


       Lokasi Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat [413-1][CSS-12.9.2]
       Community Engagement and Development Locations
                                                                                                                                     Penerima Manfaat
            Site (Anak                                                                                                                 Beneficiaries
                                                                Lokasi Kegiatan
          Perusahaan)
                                                                Activity Location
         Site (Subsidiary)                                                                                               Jumlah Desa        Jumlah Kecamatan
                                                                                                                         Total Villages       Total Districts

       Indominco Mandiri      Kalimantan Timur: Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kota Bontang       10 Desa & 1         3 Kecamatan
                              East Kalimantan: East Kutai Regency, Kutai Kartanegara Regency, and Bontang City              Kelurahan            3 Districts
                                                                                                                          10 Villages & 1
                                                                                                                           Sub-District

       Kitadin Embalut        Kalimantan Timur: Kabupaten Kutai Kartanegara                                                 4 Desa             1 Kecamatan
                              East Kalimantan: Kutai Kartanegara Regency                                                   4 Villages             1 District

       Trubaindo Coal         Kalimantan Timur: Kabupaten Kutai Barat                                                       20 Desa            4 Kecamatan
       Mining                 East Kalimantan: West Kutai Regency                                                          20 Villages           4 Districts

       Jorong Barutama        Kalimantan Selatan: Kabupaten Tanah Laut                                                      6 Desa             1 Kecamatan
       Greston                South Kalimantan: Tanah Laut Regency                                                         6 Villages             1 District

       Bharinto Ekatama       Kalimantan Timur & Kalimantan Tengah: Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Barito Utara        6 Desa             2 Kecamatan
                              East Kalimantan & Central Kalimantan: West Kutai Regency and North Barito Regency            6 Villages            2 District

       Tepian Indah           Kabupaten Kutai Barat                                                                         2 Desa             1 Kecamatan
       Sukses                 West Kutai Regency                                                                           2 Villages             1 District

       Nusa Persada           Kalimantan Tengah: Kabupaten Barito Utara                                                     3 Desa             1 Kecamatan
       Resources              Central Kalimantan: North Barito Regency                                                     3 Villages             1 District

       Graha Panca Karsa      Kalimantan Timur: Kabupaten Kutai Barat                                                         1 Desa           1 Kecamatan
                              East Kalimantan: West Kutai Regency                                                           1 Villages            1 District


      Untuk mendukung kemandirian masyarakat pada masa                               To support community independence during the post-mining
      pascatambang, ITM merumuskan 212 agenda pemberdayaan                           phase, ITM formulated 212 community empowerment
      masyarakat yang dituangkan dalam Rencana Induk PPM                             agendas, which are incorporated into the PPM Master Plan
      serta Rencana Penutupan Tambang di setiap site.                                and the Mine Closure Plan at each site.




110         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 111
                                                                                                   Memperkuat Kepedulian terhadap Insan Perusahaan
                                                                                                                   Strengthening Our Care for People




 Jumlah Kegiatan PPM di Seluruh Wilayah Operasi [203-1, 203-2][CSS-12.8.4, CSS-12.8.5]
 Number of PPM Activities Across All Operational Areas

                                                Bidang Program                                                                               Persentase (%)
                                                                                                                         2025
                                                Area of Program                                                                                Percentage

 Pendidikan | Education                                                                                                   39                        18

 Kesehatan | Health                                                                                                       32                        15

 Tingkat Pendapatan Riil atau Pekerjaan | Real Income Level or Employment                                                  31                       15

 Kemandirian Ekonomi | Economic Independence                                                                              23                        11

 Sosial dan Budaya | Social and Culture                                                                                   36                        17

 Pemberian kesempatan kepada masyarakat setempat untuk ikut berpartisipasi dalam pengelolaan
 lingkungan kehidupan masyarakat sekitar tambang yang berkelanjutan
                                                                                                                          24                        11
 Providing opportunities for local communities to participate in sustainable management of the living
 environment of the community around the mine

 Pembentukan kelembagaan komunitas masyarakat dalam menunjang kemandirian PPM
                                                                                                                           13                       6
 Establishment of community institutions in supporting the independence of PPM

 Pembangunan infrastruktur yang menunjang PPM | Infrastructure development that supports PPM                               14                        7

 Jumlah | Total                                                                                                           212                       100



ITM melaksanakan PPM dengan mempertimbangkan strategi                              ITM implements PPM programs in alignment with its
bisnis dan diwujudkan menjadi Empat Pilar Strategis CSR.                           business strategy, which is realized through four strategic
                                                                                   CSR pillars.



                                                                                                     Kegiatan dan Jumlah Penerima Manfaat
      Pilar                        Inisiatif                             Lokasi
                                                                                                      Activities and Number of Beneficiaries
      Pillar                       Initiative                           Location
                                                                                                          [203-1, 203-2] [CSS-12.8.4, CSS-12.8.5]


 Lestari           Dukungan Kegiatan Pelestarian dan              Seluruh anak usaha       •   Pelestarian tanaman lokal dan mangrove melalui program
 Bersama ITM       Perlindungan Lingkungan                        All subsidiaries             pembibitan.
 ITM for           Support for Environmental Conservation                                  •   Edukasi dan kampanye keberlanjutan lingkungan.
 Environment       and Protection Activities                                               •   Edukasi dan pengembangan pengelolaan sampah di
                                                                                               wilayah binaan.
                                                                                           •   Penanaman pohon di sekitar wilayah binaan.
                                                                                           •   Preservation of local plants and mangroves through a
                                                                                               nursery program.
                                                                                           •   Education and environmental sustainability campaigns.
                                                                                           •   Education and development of waste management in
                                                                                               assisted areas.

 Belajar           Dukungan Akses, Sarana dan Prasarana           Seluruh anak usaha       •   Bantuan beasiswa untuk siswa di wilayah binaan.
 Bersama ITM       Pendidikan Bagi Masyarakat                     All subsidiaries         •   Bantuan sarana dan fasilitas pendidikan.
 ITM for           Support for Access, Educational                                         •   Volunteering mengajar di komunitas.
 Education         Facilities and Infrastructure for the                                   •   Pengembangan pusat belajar komunitas, pelatihan
                   Community                                                                   keahlian masyarakat.
                                                                                           •   Scholarship assistance for students in assisted areas.
                                                                                           •   Assistance for educational facilities and infrastructure.
                                                                                           •   Volunteering teaching in the community.
                                                                                           •   Development of community learning centers and
                                                                                               community skills training.




                                                                     Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                 111
Page 112
                                                                                                Kegiatan dan Jumlah Penerima Manfaat
           Pilar                    Inisiatif                        Lokasi
                                                                                                 Activities and Number of Beneficiaries
           Pillar                   Initiative                      Location
                                                                                                      [203-1, 203-2] [CSS-12.8.4, CSS-12.8.5]


       Berdaya       Pemberdayan Masyarakat melalui           Seluruh anak usaha       •   Peningkatan pendapatan masyarakat melalui aktivitas
       Bersama ITM   Penguatan Ekonomi dan Peningkatan        All subsidiaries             pertanian (tanaman pangan dan hortikultura), perikanan
       ITM for       Akses Pelayanan Kesehatan                                             air tawar, dan peternakan (sapi dan ayam).
       Empowerment   Community Empowerment through                                     •   Mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui
                     Strengthening the Economy and                                         UMKM dan pengembangan BUMDES di setiap wilayah.
                     Increasing Access to Health Services                              •   Pengembangan penyediaan air bersih yang dilaksanakan
                                                                                           oleh seluruh anak usaha.
                                                                                       •   Dukungan kegiatan stunting melalui posyandu untuk bayi,
                                                                                           ibu hamil, balita dan lansia diseluruh anak usaha ITM.
                                                                                       •   Pengobatan dan konsultasi kesehatan gratis yang
                                                                                           diselenggarakan diseluruh anak usaha ITM.
                                                                                       •   Pembangunan/penyediaan sarana prasarana kesehatan
                                                                                           yang dilaksanakan oleh seluruh anak usaha ITM.
                                                                                       •   Increasing community income through agricultural
                                                                                           activities (food crops and horticulture), freshwater
                                                                                           fisheries, and livestock (cattle and chickens).
                                                                                       •   Supporting community economic independence through
                                                                                           MSMEs and BUMDES development in each area.
                                                                                       •   Development of clean water supply implemented by all
                                                                                           subsidiaries.
                                                                                       •   Support for stunting activities through integrated health
                                                                                           posts for babies, pregnant women, toddlers, and the
                                                                                           elderly in all ITM subsidiaries.
                                                                                       •   Free medical treatment and health consultations
                                                                                           organized in all ITM subsidiaries.
                                                                                       •   Development/provision of health facilities implemented
                                                                                           by all ITM subsidiaries.

       Patuh         Pemberdayaan masyarakat sekitar hutan    Provinsi Kalimantan      •   Penanaman dalam rangka Rehabilitasi DAS.
       Bersama ITM   melalui program pemenuhan kewajiban      Selatan, Kalimantan      •   Pelibatan kontraktor lokal dalam kegiatan Rehabilitasi
       ITM for       sebagai pemegang IPPKH (penanaman        Timur, DI Yogyakarta         DAS.
       Compliance    dalam rangka Rehabilitasi DAS)           dan Jawa Tengah.         •   Tree planting as part of Watershed Rehabilitation.
                     Empowerment of communities around        Provinces of South       •   Involvement of local contractors in Watershed
                     the forest through a program to fulfil   Kalimantan, East             Rehabilitation activities.
                     obligations as IPPKH holders (planting   Kalimantan, Special
                     for Watershed Rehabilitation)            Region of Yogyakarta
                                                              and Central Java.


      Untuk mengoptimalkan keberhasilan PPM, ITM meningkatkan                  To optimize the success of PPM, ITM enhances the
      kompetensi karyawan yang terlibat, memperbaiki proses                    competence of employees involved, improves business
      bisnis dan dokumentasi, serta menyediakan pedoman dan                    processes and documentation, and provides implementation
      standar pelaksanaan. Dampak program dievaluasi melalui                   guidelines and standards. The impact of programs is
      pemantauan dan penilaian yang terukur.                                   evaluated through measurable monitoring and assessment.

      Potensi Dampak Negatif Kegiatan                                          Potential Negative Impacts of
      Operasional [413-2][CSS-12.z9.3]                                         Operational Activities [413-2][CSS-12.9.3]
      Perusahaan memahami bahwa operasi pertambangan dapat                     The Company recognizes that mining operations can have
      memberi dampak negatif pada lingkungan dan komunitas                     negative impacts on the surrounding environment and
      di sekitarnya. Jika tidak dijalankan dengan standar yang                 communities. If not managed according to proper standards,
      tepat, kegiatan tambang dapat menimbulkan pencemaran,                    mining activities may cause pollution, ecosystem disruption,
      gangguan ekosistem, debu, dan kebisingan. Dengan                         dust, and noise. With this understanding, ITM is committed
      pemahaman tersebut, ITM berkomitmen menjalankan                          to conducting operations in compliance with regulations
      operasi sesuai ketentuan dan praktik pertambangan terbaik                and best mining practices to minimize social and
      untuk meminimalkan risiko sosial dan lingkungan.                         environmental risks.




112        Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 113
                                                                                                    Memperkuat Kepedulian terhadap Insan Perusahaan
                                                                                                                    Strengthening Our Care for People




Jumlah Wilayah Terdampak                 Bentuk Dampak                           Pengelolaan Dampak                             Investasi Sosial
 Number of Affected Areas                 Form of Impact                         Impact Management                             Social Investment

TRUBAINDO COAL MINING

Kecamatan Melak (Desa             Penurunan kualitas udara              1. Melakukan pengambilan                1. Meningkatkan penyadar tahuan
Muara Bunyut)                     akibat aktivitas crushing,               sampel udara serta melakukan            masyarakat tentang Perilaku Hidup
Melak District (Muara Bunyut      blending dan pengapalan                  analisis sesuai dengan baku             Bersih & Sehat (PHBS) termasuk
Village)                          batubara.                                mutu udara ambien.                      namun tidak terbatas mengadakan
                                  Decline in air quality due to         2. Melakukan penyiraman secara             pengobatan gratis untuk masyarakat
                                  crushing, blending, and coal             rutin untuk mengurangi debu.            desa terdampak.
                                  shipping activities.                  1. Take air samples and conduct         2. Turut andil mensukseskan program
                                                                           analysis according to ambient           stunting pemerintah, sebagai upaya
                                                                           air quality standards.                  perbaikan gizi dan meningkatkan
                                                                        2. Conduct regular water spraying          imunitas.
                                                                           to reduce dust.                      1. Increase community awareness of
                                                                                                                   Clean & Healthy Lifestyle Behavior
                                                                                                                   (PHBS), including providing free
                                                                                                                   medical treatment.
                                                                                                                2. Participate in government stunting
                                                                                                                   programs to improve nutrition and
                                                                                                                   immunity.

Kecamatan Muara Lawa (Desa        Penurunan kualitas air                Melakukan pengelolaan settling          1.   Dukungan pengembangan sarana air
Muara Begai dan Desa Lotaq)       permukaan akibat aktivitas            pond (memantau debit air, pH,                bersih di desa terdampak.
Muara Lawa District (Muara        penggalian batubara.                  kadar TSS, besi, dan mangan             2.   Melakukan sosialisasi PHBS secara
Begai and Lotaq Villages)         Decline in surface water quality      secara periodik).                            rutin.
                                  due to coal mining activities.        Manage settling ponds (monitor          3.   Dukungan pembangunan jamban
                                                                        water flow, pH, TSS, iron, and               sehat untuk desa terdampak
                                                                        manganese periodically).                1.   Support clean water facility
                                                                                                                     development in affected villages.
                                                                                                                2.   Conduct PHBS socialization
                                                                                                                     dissemination regularly.
                                                                                                                3.   Support construction of healthy toilets
                                                                                                                     in affected villages.

BHARINTO EKATAMA

Kecamatan Damai (Desa             Persepsi negatif masyarakat           1.   Meningkatkan koordinasi            1.   Mengoptimalkan forum koordinasi
Besiq dan Desa Bermai)            terhadap kegiatan                          baik secara berkala dengan              berkala di tingkat Desa untuk
Damai District (Besiq and         penambangan yang dilakukan.                masyarakat terdampak                    mendapatkan isu dan masukan dari
Bermai Villages)                  Negative community perception              langsung di sekitar wilayah             masyarakat.
                                  of mining activities.                      pertambangan.                      2.   Berkomunikasi aktif dalam kegiatan
Kecamatan Teweh Timur                                                   2.   Memantau forum-forum                    forum-forum CSR terkait.
(Desa Benangin 1, 2, dan 5)                                                  komunikasi masyarakat yang         3.   Melakukan studi persepsi secara
Teweh Timur District                                                         ada.                                    berkala dan studi IKM setiap
(Benangin 1, 2, 5 Villages)                                             3.   Melakukan survei dan analisa            tahunnya.
                                                                             berkala terhadap persepsi          4.    Mendesain program pemberdayaan
Kecamatan Melak (Desa                                                        berkala melalui pemetaan                masyarakat dengan pendekatan
Muara Bunyut)                                                                pemangku kepentingan.                   pelibatan pemangku kepentingan.
Melak District (Muara Bunyut                                            4.   Menjajaki peluang dukungan         1.   Optimize village-level coordination
Village)                                                                     dan keterlibatan unsur                  periodic forums to gather community
                                                                             karyawan pada acara/kegiatan            issues and feedback.
                                                                             masyarakat.                        2.   Actively communicate in related CSR
                                                                        1.   Improve coordination                    forums.
                                                                             regularly with directly affected   3.   Conduct perception studies
                                                                             communities.                            periodically and annual IKM studies.
                                                                        2.   Monitor community                  4.   Design community empowerment
                                                                             communication forums.                   programs with stakeholder
                                                                        3.   Conduct periodic surveys and            engagement.
                                                                             analysis of perceptions through
                                                                             stakeholder mapping.
                                                                        4.   Explore employee involvement
                                                                             in community events.

Kecamatan Damai (Desa             Penurunan keanekaragaman              1. Mengidentifikasi dan                 Melakukan kegiatan keanekaragaman
Besiq dan Desa Bermai)            flora darat akibat aktivitas             melakukan analisis terhadap          hayati di wilayah masyarakat, dengan
Damai District (Besiq and         pembersihan lahan.                       kondisi revegetasi.                  fokus penanaman pohon endemik, yang
Bermai Villages)                  Decline in terrestrial flora          2. Penanaman tanaman endemik            kemudian akan dikembangkan menjadi
                                  biodiversity due to land clearing        saat proses revegetasi.              nursery untuk suplai bibit pada kegiatan
Kecamatan Teweh Timur             activities                            1. Identify and analyze                 revegetasi.
(Desa Benangin 1, 2, dan 5)                                                revegetation conditions.             Conduct biodiversity activities in
Teweh Timur District                                                    2. Plant endemic tree species           community areas, focus on endemic
(Benangin 1, 2, and 5 Villages)                                            during revegetation.                 tree planting for nursery development to
                                                                                                                supply seedlings for revegetation.




                                                                      Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                 113
Page 114
      Jumlah Wilayah Terdampak                   Bentuk Dampak                         Pengelolaan Dampak                           Investasi Sosial
       Number of Affected Areas                   Form of Impact                       Impact Management                           Social Investment

      INDOMINCO MANDIRI

      Kecamatan Marangkayu               Penurunan kualitas udara             1.   Pengangkutan batubara            1. Penghijauan wilayah sekitar
      (Desa Santan Ilir dan Desa         akibat pengangkutan dan                   dengan kendaraan yang lolos         stockyard, bufferzone, dan desa
      Santan Tengah)                     penimbunan batubara di                    uji emisi.                          terdampak dengan tanaman yang
      Marangkayu District (Santan Ilir   stockyard.                           2.   Melakukan penyiraman secara         dapat mengurangi debu.
      and Santan Tengah Villages)        Decline in air quality due to             berkala.                         2. Melakukan pengobatan gratis secara
                                         coal transport and stockyard         3.   Melakukan pengerasan jalan.         rutin dua kali setahun.
      Kecamatan Bontang Selatan          storage.                             1.   Transport coal with emission-    1. Green areas around stockyards, buffer
      (Kelurahan Bontang Lestari)                                                  tested vehicles.                    zones, and affected villages with dust-
      Bontang Selatan District                                                2.   Conduct regular water               reducing plants.
      (Bontang Lestari Subdistrict)                                                spraying.                        2. Conduct free medical treatment twice
                                                                              3.   Road paving.                        a year.

      Kecamatan Teluk Pandan             Peningkatan kesempatan kerja,        1.   Memberikan informasi             1.   Peningkatan kapasitas dan
      (Desa Danau Redan, Desa Suka       peluang kerja, dan peluang                penerimaan tenaga kerja               kapabilitas SDM di desa Ring-1
      Damai, Desa Suka Rahmat,           berusaha.                                 secara transparan kepada              melalui pelatihan keahlian.
      Desam Martadinata, Desa            Increasing employment, work,              masyarakat.                      2.   Bekerja sama dengan kontraktor,
      Bukit Pandan Jaya, Desa Teluk      and business opportunities.          2.   Memprioritaskan penerimaan            melalui Forum CSR Kontraktor, untuk
      Pandan, dan Desa Kandolo)                                                    tenaga kerja lokal.                   memberikan informasi penerimaan
      Teluk Pandan District (Danau                                            3.   Bekerja sama dengan                   tenaga kerja melalui 1 pintu
      Redan, Suka Damai, Suka                                                      pemerintah desa dan instansi     3.   Memprioritaskan BUMDES dalam
      Rahmat, Martadinata, Bukit                                                   pemerintahan terkait lainnya.         pengerjaan proyek infrastruktur PPM
      Pandan Jaya, Teluk Pandan,                                              1.   Provide transparent                   di masing-masing desa.
      and Kandolo Villages)                                                        recruitment information to the   1.    Increase capacity and capability
                                                                                   community.                            of Ring-1 village human resources
      Kecamatan Marangkayu (Desa                                              2.   Prioritize local workforce            through skills training.
      Santan Ulu, Desa Santan Ilir,                                                recruitment.                     2.   Collaborate with contractors via
      dan Desa Santan Tengah)                                                 3.   Collaborate with village              CSR Forum for unified recruitment
      Marangkayu District (Santan                                                  governments and relevant              information.
      Ulu, Santan Ilir, and Santan                                                 agencies.                        3.   Prioritize BUMDES in PPM
      Tengah Villages)                                                                                                   infrastructure projects in each village.

      Kecamatan Bontang Selatan
      (Kelurahan Bontang Lestari)
      Bontang Selatan District
      (Bontang Lestari Subdistrict)

      JORONG BARUTAMA GRESTON

      Kecamatan Jorong (Desa             Penurunan kualitas udara             Melakukan kegiatan pemantauan         1.   Melakukan kegiatan pengobatan
      Jorong dan Desa Karang Rejo)       akibat pemuatan dan                  kualitas udara di Desa Jorong dan          massal
      Jorong District (Jorong and        pengangkutan batubara.               Karang Rejo, yang bermukim di         2.   Melakukan penyuluhan kesehatan
      Karang Rejo Villages)              Decline in air quality due to coal   sekitar underpass JBG.                3.   Memberikan dukungan fasilitas
                                         loading and transport.               Conduct air quality monitoring             kesehatan di desa terdampak
                                                                              activities in Jorong and Karang       1.   Conduct mass medical treatment.
                                                                              Rejo Villages, where residents live   2.   Conduct health education.
                                                                              around the JBG underpass.             3.   Provide health facilities support

      Kecamatan Jorong (Desa             Kegiatan reklamasi dan               Melakukan kegiatan penataan           1. Pelibatan masyarakat sebagai mitra
      Jorong)                            revegetasi di area bukaan            lahan, revegetasi, dan                   penyedia pupuk pada aktivitas
      Jorong District (Jorong            tambang.                             pemeliharaan tanaman.                    revegetasi, melalui pengembangan
      Village)                           Land degradation and reduced         Land management, revegetation,           program pupuk Bokhasi/ kompos.
                                         vegetation.                          and plant maintenance.                2. Pelibatan masyrakat sebagai tenaga
                                                                                                                       kerja pada proses revegetasi dari
                                                                                                                       penyiapan bibit, perawatan, dan
                                                                                                                       penanaman.
                                                                                                                    1. Involve communities as fertilizer
                                                                                                                       providers through Bokhasi/compost
                                                                                                                       programs.
                                                                                                                    2. Involve communities as manpower in
                                                                                                                       revegetation from seed preparation,
                                                                                                                       maintenance, to planting

      TEPIAN INDAH SUKSES

      Kecamatan Bentian Besar            1. Getaran yang disebabkan           1. Melakukan pengambilan              1.   Melaksanakan kegiatan CSR dalam
      (Desa Suakong)                        oleh kegiatan penggalian             sampling tingkat getaran                bentuk tali asih, sesuai dengan
      Bentian Besar District                dan penimbunan tanah                 dengan pihak ketiga dan                 proposal yang diajukan oleh
      (Suakong Village)                     tertutup pada tahap operasi.         kemudian dianalisis berdasarkan         masyarakat terdampak
                                         2. Sikap dan persepsi negatif           baku mutu yang ada.                2.   Menghadiri undangan kegiatan di
                                            masyarakat akibat kegiatan        2. Melakukan pertemuan intensif            desa.
                                            pembebasan lahan dan                 dengan masyarakat dan tokoh-       3.   Secara rutin berkala melakukan
                                            penerimaan tenaga kerja              tokoh kunci di masyarakat.              kunjungan ke kantor desa maupun
                                         1. Vibrations from excavation        1. Take vibration level samples            lembaga masyarakat lainnya.
                                            and soil stockpiling during          with a third party and analyze     1.   Conduct CSR activities in the form of
                                            operation stage.                     according to standards.                 assistance per submitted proposals
                                         2. Negative community                2. Conduct intensive meetings              from affected community.
                                            attitudes and perceptions            with community members and         2.   Attend community events.
                                            due to land acquisition and          key figures.                       3.   Conduct routine visits to village
                                            workforce recruitment.                                                       offices and community institutions.


114        Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 115
                                                                                               Memperkuat Kepedulian terhadap Insan Perusahaan
                                                                                                               Strengthening Our Care for People



Upaya pengurangan dampak lingkungan dilakukan ITM                           Environmental impact mitigation efforts at ITM include better
melalui pengelolaan emisi, limbah, dan air yang lebih baik.                 management of emissions, waste, and water. ITM also
ITM juga memperluas kontribusinya terhadap masyarakat                       expands its contributions to local communities and has
sekitar dan telah menyusun rencana pascatambang (RPT)                       developed a Post-Mining Plan to ensure sustainable use of
untuk memastikan pemanfaatan area bekas tambang secara                      former mining areas.
berkelanjutan.


 Program Unggulan Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2025 [413-1] [CSS-12.9.2]
 Flagship Community Empowerment Programs in 2025

      Site       BEK


    Program      Pemuda Mandiri Besiq



                 Kampung Besiq menghadapi terbatasnya peluang kerja dan sumber pendapatan bagi pemuda, yang berdampak pada rendahnya
                 kemandirian ekonomi serta minimnya usaha produktif berbasis potensi lokal. Sementara itu, Desa Besiq memiliki potensi
                 pengembangan peternakan ayam petelur yang didukung ketersediaan lahan dan bahan baku pakan, namun belum optimal
                 dimanfaatkan akibat keterbatasan modal, kapasitas teknis, serta akses pendampingan dan pasar.
                 Program Ayam Petelur Pemuda Mandiri Besiq dilaksanakan oleh PT BEK sebagai bagian dari program Community Development.
                 Program ini bertujuan untuk:
      Latar      1. Mendorong pemberdayaan dan kemandirian ekonomi pemuda,
   Belakang      2. Mengembangkan usaha peternakan ayam petelur yang berkelanjutan,
   & Tujuan      3. Menciptakan model usaha berbasis komunitas yang dapat berkembang dan direplikasi di wilayah lain.
   Program       Kampung Besiq faces limited employment opportunities and income sources for youth, resulting in low economic self-reliance
  Background     and a lack of productive, locally based enterprises. Meanwhile, Besiq Village holds significant potential for layer chicken farming,
   & Program     supported by availability of land and local feed resources; however, this potential remains underutilized due to constraints in
  Objectives     initial capital, technical capacity, and access to mentoring and markets.
                 The Besiq Youth Independent Layer Chicken Program is implemented by PT BEK as part of its Community Development
                 initiatives. The program aims to:
                 1. Promote youth empowerment and economic independence;
                 2. Develop a sustainable layer chicken farming business; and
                 3. Create a community-based business model that can grow and be replicated in other areas.




                 Total dana 2023-2024 (Rp691.250.000) | Total Funding 2023–2024 (Rp691,250,000)
                 Tahun | Year 2023
                 1. Bantuan 600 DOC ayam petelur dari PT BEK.
                 2. Pengembangan mandiri oleh pelaku usaha sebanyak 400 DOC.
                 1. Assistance of 600 layer chicken day-old chicks (DOC) from PT BEK.
                 2. Independent development by business operators of 400 DOC.
                 Tahun | Year 2024
                 1. Bantuan 1,000 DOC ayam petelur dari PT BEK.
     Input       2. Pengembangan mandiri sebanyak 500 DOC.
   2023-2025     1. Assistance of 1,000 layer chicken DOC from PT BEK.
                 2. Independent development of 500 DOC.
                 Tahun | Year 2025
                 1. Pendampingan teknis budidaya ayam petelur (manajemen kandang, pakan, dan kesehatan),
                 2. Pendampingan pengelolaan usaha untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas,
                 3. Dukungan penguatan akses pasar terutamanya pasar lokal dan lainnya.
                 1. Technical assistance for layer chicken farming (cage management, feed, and health).
                 2. Business management assistance to improve efficiency and productivity.
                 3. Support to strengthen market access, especially local markets and others.




                 1. Pengembangan dan pemeliharaan peternakan ayam petelur secara bertahap di Kampung Besiq.
                 2. Pemeliharaan DOC hingga fase produksi telur, termasuk:
                    • Pengelolaan kandang baterai,
                    • Penyediaan pakan dan air minum,
                    • Pengendalian kesehatan dan kematian ayam.
                 3. Monitoring dan pendampingan rutin oleh PT BEK untuk memastikan produktivitas dan keberlanjutan usaha.
   Aktivitas     4. Distribusi dan pemasaran telur ke pasar lokal yang telah terbentuk.
    Activity     1. Gradual development and maintenance of layer chicken farming in Kampung Besiq.
                 2. Rearing of day-old chicks (DOC) until the egg production phase, including:
                    • Battery cage management,
                    • Provision of feed and drinking water,
                    • Control of poultry health and mortality
                 3. Regular monitoring and mentoring by PT BEK to ensure productivity and business sustainability.
                 4. Distribution and marketing of eggs to established local markets



                 1.   Terbentuk 1 kelompok peternak ayam petelur di kampung besik.
     Output      2.   Terdapat 2.000 ayam petelur.
    (Luaran)     1.   One layer chicken farmer group established in Kampung Besiq.
                 2.   A total of 2,000 layer chickens in operation.



                                                                Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                115
Page 116
                   1.   Peningkatan kapasitas dan kemandirian pemuda
                        Pemuda Kampung Besiq memiliki kemampuan teknis dan manajerial dalam mengelola usaha peternakan ayam petelur secara
                        berkelanjutan, mulai dari budidaya hingga pemasaran hasil produksi.
                   2.   Terbangunnya usaha produktif berbasis komunitas
                        Usaha peternakan ayam petelur beroperasi secara rutin dan menghasilkan telur sebagai sumber pendapatan tetap bagi
                        kelompok pemuda, sehingga membuka peluang kerja lokal dan mengurangi ketergantungan pada pekerjaan informal.
                   3.   Meningkatnya ketahanan ekonomi lokal
                        Produksi telur lokal mampu memenuhi sebagian kebutuhan pasar sekitar Kampung Besiq, menciptakan perputaran ekonomi
      Outcome           desa serta memperkuat akses pemuda terhadap pasar lokal.
       (Hasil)     1.   Improved Youth Capacity and Independence
                        Besiq Village youth have developed the technical and managerial capabilities to sustainably manage a layer chicken farming
                        business, from cultivation to product marketing.
                   2.   Establishment of a Community-Based Productive Business
                        The layer chicken farming business operates regularly and produces eggs as a stable source of income for youth groups,
                        creating local employment opportunities and reducing dependence on informal work.
                   3.   Enhanced Local Economic Resilience
                        Local egg production is able to meet part of the market demand around Kampung Besiq, generating village-level economic
                        circulation and strengthening youth access to local markets.

                   N – Nature (Lingkungan)
                       1. Pemanfaatan lahan secara produktif dan terkendali untuk kegiatan peternakan.
                       2. Potensi pemanfaatan limbah ternak (kotoran ayam) sebagai pupuk organik untuk pertanian lokal.
                       3. Mendorong praktik budidaya yang memperhatikan kebersihan kandang dan kesehatan lingkungan sekitar.
                   E – Economy (Ekonomi)
                       1. Peningkatan pendapatan pemuda melalui usaha peternakan ayam petelur yang berkelanjutan.
                       2. Terciptanya lapangan kerja lokal berbasis potensi desa.
                       3. Penguatan ekonomi desa melalui rantai pasok dan pasar telur lokal.
                   W – Wellbeing (Kesejahteraan)
                       1. Meningkatnya kesejahteraan pemuda dan keluarganya melalui sumber penghasilan yang stabil.
                       2. Meningkatkan rasa percaya diri, motivasi, dan peran pemuda dalam pembangunan ekonomi desa.
                       3. Akses masyarakat terhadap sumber protein hewani (telur) yang lebih terjangkau.
                   S– Society (Sosial)
                       1. Menguatnya kelembagaan kelompok pemuda dan kerja sama antaranggota.
                       2. Terbentuknya model usaha kolektif yang mendorong partisipasi, gotong royong, dan kepemimpinan pemuda.
       Dampak
                       3. Menjadi contoh (role model) usaha produktif berbasis komunitas yang dapat direplikasi di wilayah lain.
        Impact
                   N – Nature (Environment)
       (NEWS)
                       1. Productive and controlled use of land for livestock activities.
                       2. Potential utilization of livestock waste (chicken manure) as organic fertilizer for local agriculture.
                       3. Encouraging farming practices that prioritize cage cleanliness and the health of the surrounding environment.
                   E – Economy
                       1. Increased youth income through sustainable layer chicken farming.
                       2. Creation of local employment opportunities based on village potential.
                       3. Strengthening the village economy through the local egg supply chain and markets.
                   W – Wellbeing
                       1. Improved well-being of youth and their families through stable sources of income.
                       2. Increased self-confidence, motivation, and the role of youth in village economic development.
                       3. Improved community access to affordable sources of animal protein (eggs).
                   S – Society
                       1. Strengthened youth group institutions and cooperation among members.
                       2. Establishment of a collective business model that promotes participation, mutual cooperation, and youth leadership.
                       3. Serving as a role model for community-based productive enterprises that can be replicated in other areas.


         Site      GPK

                   Peningkatan level akreditasi sekolah
       Program
                   Improvement in school accreditation level

                   Program PPM PT GPK disusun berdasarkan hasil pemetaan sosial yang mengidentifikasi kebutuhan mendesak sektor pendidikan
                   di Kampung Tukul, khususnya pada jenjang SD dan SMP, dengan kondisi infrastruktur dan fasilitas pembelajaran yang belum
                   memadai sehingga memengaruhi efektivitas proses belajar serta pencapaian standar nasional dan akreditasi. Melalui periode
          Latar
                   2023–2025, PT GPK mendukung peningkatan akreditasi sekolah melalui penguatan sarana prasarana, instalasi listrik ruang kelas,
       Belakang
                   pelatihan metode pengajaran bagi guru SMP, serta kegiatan pembentukan karakter siswa.
       & Tujuan
                   PT GPK’s Community Development Program was formulated based on social mapping results that identified urgent needs in the
       Program
                   education sector in Kampung Tukul, particularly at the elementary and junior high school levels, with inadequate infrastructure
      Background
                   and learning facilities affecting the effectiveness of the learning process as well as the achievement of national standards and
       & Program
                   accreditation. In the 2023–2025 program period, PT GPK supported improvements in school accreditation by strengthening
      Objectives
                   educational infrastructure, installing classroom electrical systems, providing teaching methodology training for junior high school
                   teachers, and conducting character-building activities for students.

                   1.   2 sekolah mendapatkan bantuan meubelair sejumlah 135 unit senilai Rp415.719.420.
                   2.   Pemasangan listrik di SD dan SMP di semua ruangan. (Kwh dan Instalasi) senilai Rp23.218.100.
                   3.   Pelatihan guru SMP “Metode pengajaran Mendalam” sejumlah 17 guru, senilai Rp4.725.000.
        Input      4.   Pendidikan karakter melalui kegiatan persami (untuk 30 siswa SMP), senilai Rp19.218.100
      2023-2025    1.   2 schools received 135 units of educational furniture assistance worth Rp415,719,420.
                   2.   Installation of electrical systems (kWh and wiring) in all classrooms of SD and SMP, valued at Rp23,218,100.
                   3.   SMP teacher training on “Deep Learning Teaching Methods” for 17 teachers, valued at Rp4,725,000.
                   4.   Character education through Persami activities for 30 SMP students, valued at Rp19,218,100.

                   1.   Bantuan infrastruktur pendidikan untuk SD dan SMP di Kampung Tukul.
                   2.   Pelatihan guru.
      Aktivitas    3.   Pendidikan karakter untuk murid melalu kegiatan persami.
       Activity    1.   Educational infrastructure assistance for elementary school (SD) and junior high school (SMP) in Kampung Tukul.
                   2.   Teacher training.
                   3.   Student character education through weekend camping activities.



116     Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 117
                                                                                              Memperkuat Kepedulian terhadap Insan Perusahaan
                                                                                                              Strengthening Our Care for People




             1.   Meningkatkan kualitas infrastruktur penunjang kegiatan belajar menngajar di 2 sekolah.
             2.   17 guru mendapatkan pelatihan.
  Output     3.   30 Jumlah peserta persami.
 (Luaran)    1.   Improving the quality of infrastructure supporting teaching and learning activities in two schools.
             2.   17 teachers received training.
             3.   30 students participated in weekend camping activities



             1.   Meningkatnya kesiapan dua sekolah (SD dan SMP) di Kampung Tukul dalam memenuhi standar nasional pendidikan,
                  khususnya pada aspek sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar.
             2.   Meningkatnya kompetensi guru dan kualitas proses pembelajaran, sehingga berdampak pada peningkatan mutu layanan
                  pendidikan di sekolah sasaran.
             3.   Meningkatnya nilai dan/atau level akreditasi sekolah sebagai hasil dari perbaikan infrastruktur pendidikan, peningkatan
Outcome
                  kapasitas pendidik, dan penguatan lingkungan belajar yang kondusif.
 (Hasil)
             1.   Improved readiness of two schools (SD and SMP) in Kampung Tukul to meet national education standards, particularly in terms
                  of facilities and infrastructure supporting teaching and learning activities.
             2.   Improved teacher competencies and learning process quality, contributing to better education service quality in target schools.
             3.   Increased school accreditation scores and/or levels as a result of improved educational infrastructure, enhanced educator
                  capacity, and a more conducive learning environment.



             1.   N – Nature (Lingkungan): Lingkungan sekolah yang lebih tertata dan layak mendukung penggunaan ruang dan fasilitas secara
                  lebih efisien, serta mendorong budaya peduli lingkungan di lingkungan pendidikan.
             2.   E – Economy (Ekonomi): Peningkatan kualitas dan akreditasi sekolah berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya
                  manusia lokal, yang dalam jangka panjang memperkuat daya saing ekonomi masyarakat sekitar.
             3.   W – Wellbeing (Kesejahteraan): Terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif meningkatkan kesejahteraan
                  siswa dan guru, serta mendukung perkembangan karakter dan kualitas pembelajaran.
             4.   S– Society (Sosial): Meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan lokal serta penguatan peran sekolah
 Dampak
                  sebagai institusi sosial dalam mendukung pembangunan pendidikan berkelanjutan di Kampung Tukul.
  Impact
             1.   N – Nature (Environment): A more organized and adequate school environment supports more efficient use of space and
 (NEWS)
                  facilities and encourages environmental awareness within educational settings.
             2.   E – Economy: Improved school quality and accreditation contribute to the development of higher-quality local human resources,
                  which in the long term strengthens the economic competitiveness of surrounding communities.
             3.   W – Wellbeing: The creation of a safe, comfortable, and conducive learning environment enhances the well-being of students
                  and teachers and supports character development and learning quality.
             4.   S – Society: Increased community trust in local education services and strengthened school roles as social institutions in
                  supporting sustainable educational development in Kampung Tukul.



   Site      IMM

             PKBM Damai Mandiri: "Transformation-Hub Kemandirian Pascatambang Desa Suka Damai
 Program
             PKBM Damai Mandiri: “Post-Mining Independence Transformation Hub of Suka Damai Village”


             PKBM di Desa Suka Damai diinisiasi oleh PT Indominco Mandiri bersama Pemerintah Desa sebagai respons atas tingginya
    Latar
             angka buta aksara yang pada 2009 mencapai 25%. Berawal dari kelompok belajar keaksaraan, kolaborasi resmi melalui program
 Belakang
             community development dimulai pada 2013 dan berhasil menurunkan angka buta huruf hingga hampir 0% pada 2024.
 & Tujuan
             The Community Learning Center (PKBM) in Suka Damai Village was initiated by PT Indominco Mandiri in collaboration with the
 Program
             Village Government in response to the high illiteracy rate, which reached 25% in 2009. Initially established through literacy learning
Background
             groups, formal collaboration under the Company’s community development program began in 2013 and successfully reduced the
 & Program
             illiteracy rate to nearly 0% by 2024.
Objectives


  Input      Total anggaran 2022-2025: Rp268.250.000
2023-2025    Total budget 2022-2025: Rp268,250,000


             2025:
             1. Inisiasi pengurusan legalitas yayasan (transformasi pusat kegiatan belajar masyarakat).
Aktivitas
             2. Pendampingan UMKM dan peningkatan akses pasar untuk penjualan produk.
 Activity
             1. Initiation of the foundation’s legal registration process (community learning center transformation).
             2. MSME mentoring and expansion of market access for product sales.




             1.   Peserta PKBM:
                  Paket A: Putra: 49 orang dan Putri: 55 orang
                  Paket B: Putra: 78 orang dan Putri: 42 orang
                  Paket C: Putra: 12 orang, Putri: 22 orang
             2.   1 unit bank sampah dan fasilitas pengolahan sampah
             3.   1 gedung PKBM yang lengkap dengan fasilitas penunjang keahlian.
  Output     4.   30 usaha mikro baru terbentuk.
 (Luaran)    1.   PKBM Participants:
                  Paket A: 49 male participants and 55 female participants
                  Paket B: 78 male participants and 42 female participants
                  Paket C: 12 male participants and 22 female participants
             2.   1 waste bank unit and waste processing facility established.
             3.   1 PKBM building constructed, fully equipped with supporting vocational facilities.
             4.   30 new micro-enterprises established.




                                                              Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                117
Page 118
                   1.   Lulusan Warga Belajar: 594 orang
                        Perempuan: 464 orang (72%)
                        Laki-laki: 121 orang (28%)
                   2.   3 PKBM aktif dan jejaring sosial terbangun
                   3.   1 bank sampah induk dan 7 bank sampah unit yang aktif
                   4.   Total 5 kelas pembelajaran, yang terdiri dari:
                        Paket A: 2 kelas
                        Paket B: 2 kelas
                        Paket C: 1 kelas
      Outcome      5.   30 usaha mikro memiliki pendapatan baru
       (Hasil)     1.   Total Learner Graduates: 594 individuals
                        Female: 464 individuals (72%)
                        Male: 121 individuals (28%)
                   2.   3 active PKBM centers with established social networks.
                   3.   1 central waste bank and seven active unit-level waste banks.
                   4.   A total of five learning classes, consisting of:
                        Paket A: 2 classes
                        Paket B: 2 classes
                        Paket C: 1 class
                   5.   30 micro-enterprises recorded new income generation.

                   N – Nature (Lingkungan)
                       1. PKBM menjadi pusat perubahan perilaku lingkungan melalui program literasi di Sekolah Adiwiyata.
                       2. Sampah terkelola lewat program bank sampah.
                   E – Economy (Ekonomi)
                       1. PKBM menjadi inkubator usaha sosial.
                       2. Peningkatan sumber pendapatan informal melalui UMKM untuk warga belajar.
                       3. Peningkatan pendapatan melalui pelatihan vokasi untuk warga belajar.
                   W – Wellbeing (Kesejahteraan)
                       1. Penurunan angka buta huruf.
                       2. Peningkatan angka lulusan pendidikan formal.
                       3. Peningkatan peluang kelompok rentan untuk pendidikan yang berkualitas.
                       4. Peningkatan jumlah masyarakat yang bekerja pada sektor formal
                       5. Lingkungan sehat.
                   S– Society (Sosial)
                       1. Budaya belajar tumbuh.
                       2. Kolaborasi PKBM, sekolah, dan desa meningkat.
       Dampak
                       3. Muncul model kelembagaan baru.
        Impact
                   N – Nature (Environment)
       (NEWS)
                       1. PKBM becomes a center for environmental behavior change through literacy programs in Adiwiyata Schools.
                       2. Waste is managed through the waste bank program.
                   E – Economy
                       1. PKBM becomes a social enterprise incubator.
                       2. Increased informal income sources through MSMEs for learning community members.
                       3. Increased income through vocational training for learning community members.
                   W – Wellbeing
                       1. Reduction in illiteracy rates.
                       2. Increase in formal education graduation rates.
                       3. Increased opportunities for vulnerable groups to access quality education.
                       4. Increase in the number of people employed in the formal sector
                       5. Healthy environment.
                   S – Society
                       1. A culture of learning grows.
                       2. Increased collaboration among PKBM, schools, and villages.
                       3. Emergence of a new institutional model.


         Site      EMB

                   Pengembangan Keramba Ikan Air Tawar di Desa Embalut
       Program
                   Development of Freshwater Fish Floating Net Cage in Embalut Village

                   PT Kitadin Site Embalut (EMB) memasuki fase penutupan tambang yang direncanakan berakhir pada Februari 2027 sesuai
                   dokumen RPT yang telah disetujui. Selain reklamasi berupa pengembangan lahan pertanian produktif, EMB menjalankan program
                   PPM di luar area reklamasi, termasuk program budidaya ikan air tawar sistem keramba di bantaran Sungai Mahakam yang telah
                   berlangsung sejak masa operasional dan berlanjut hingga fase mine closure. Berlokasi di sekitar pelabuhan perusahaan yang juga
                   menjadi ruang ekonomi masyarakat, program ini dirancang untuk mencegah potensi kerentanan sosial dan lingkungan melalui
          Latar
                   pendekatan pemberdayaan yang terarah. Pengembangan keramba dipilih karena sesuai dengan karakter wilayah perairan,
       Belakang
                   bernilai ekonomi, dikelola secara kelompok, serta didukung kebijakan pemerintah desa.
       & Tujuan
                   PT Kitadin Site Embalut (EMB) is currently entering its mine closure phase, which is scheduled to conclude in February 2027 in
       Program
                   accordance with the approved Mine Closure Plan (RPT). In addition to reclamation programs that convert former mining areas into
      Background
                   productive agricultural land, EMB implements Community Development programs beyond reclamation areas, including a floating
       & Program
                   net cage aquaculture program along the Mahakam River that has been conducted since the operational phase, up to mine closure.
      Objectives
                   Located near the Company’s port area, which also serves as a livelihood space for local communities, the program is designed to
                   mitigate potential social and environmental vulnerabilities through a structured empowerment approach. Freshwater fish farming
                   using floating net cages was selected due to its suitability to the riverine environment, economic value, group-based management
                   model, and supported by village government policies.

        Input      Total anggaran selama tahun 2022-2024 sebesar Rp33.240.000.
      2023-2025    Total budget for 2022-2024 is Rp33,240,000.

                   2025:
      Aktivitas
                   1. Monitoring dan evaluasi program dengan metode SLIA
       Activity
                   1. Program monitoring and evaluation using the SLIA method



118     Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 119
                                                                                          Memperkuat Kepedulian terhadap Insan Perusahaan
                                                                                                          Strengthening Our Care for People




             1.   Total panen 2022-2025: 3.960 kg
  Output     2.   Unit Keramba: 35 unit
 (Luaran)    1.   Total harvest 2022–2025: 3,960 kg
             2.   Floating net cage: 35 units

             2022: pendapatan kelompok sebesar Rp62.640.000/tahun
             2023: pendapatan kelompok sebesar Rp91.800.000/tahun
             2024: pendapatan kelompok sebesar Rp129.600.000/tahun
Outcome      2025: pendapatan kelompok sebesar Rp189.000.000/tahun
 (Hasil)     2022: group income of Rp62,640,000/year
             2023: group income of Rp91,800,000/year
             2024: group income of Rp129,600,000/year
             2025: group income of Rp189,000,000/year


             N – Nature (Lingkungan)
                 1. Indikator kualitas sungai
             E – Economy (Ekonomi)
                 1. Sumber pendapatan kelompok
                 2. Perputaran ekonomi lokal (pakan, transport, jual beli ikan)
                 3. Pengembangan usaha turunan (rumah makan) di sekitar
             W – Wellbeing (Kesejahteraan)
                 1. Kelompok lebih solid
                 2. Rasa memiliki untuk memelihara bantaran sungai
                 3. Mengurangi potensi aktivitas ilegal
             S– Society (Sosial)
                 1. Terbentuk kebijakan spesifik dari desa yang mengatur program agar berkelanjutan
                 2. Relasi lebih kuat antara perusahaan dengan masyarakat
 Dampak
                 3. Meningkatkan SLO, terutama untuk keberlanjutan bisnis perusahaan kedepannya
  Impact
             N – Nature (Environment)
 (NEWS)
                 1. River water quality indicators
             E – Economy
                 1. Group income sources
                 2. Local economic circulation (feed, transportation, fish trading)
                 3. Development of downstream businesses (restaurants) in surrounding areas
             W – Wellbeing
                 1. Stronger group cohesion
                 2. Increased sense of belonging in maintaining riverbanks
                 3. Reduced potential for illegal activities
             S – Society
                 1. Establishment of specific village policies regulating the program to ensure sustainability
                 2. Stronger relationships between the company and the community
                 3. Improved Social License to Operate (SLO), particularly for the company’s long-term business sustainability


   Site      JBG

             Inovasi Pupuk Organik Bokashi untuk Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Desa Karang Rejo
 Program
             Innovation of Bokashi Organic Fertilizer for Empowering the Transmigration Community of Karang Rejo Village


             Program Inovasi Pengembangan Pupuk Organik Bokashi di Desa Karang Rejo merupakan inisiatif jangka panjang pemberdayaan
             ekonomi oleh PT Jorong Barutama Greston (JBG), anak usaha ITM. Program ini mendukung pilar PPM Kemandirian Ekonomi
             sekaligus berkontribusi pada SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengurangan dan
             pemanfaatan kembali limbah. Inisiatif ini meningkatkan kesadaran pengelolaan limbah ternak, kapasitas produksi pupuk
    Latar    organik, kemandirian masyarakat, serta membuka peluang kerja baru, sekaligus menciptakan nilai bersama (Creating Shared
 Belakang    Value) dengan mengintegrasikan kebutuhan sosial ke dalam strategi bisnis. Selama tujuh tahun terakhir, pupuk Bokashi telah
 & Tujuan    mendukung pembibitan sekitar satu juta tanaman dan revegetasi 500 ribu pohon di lahan reklamasi.
 Program     The Bokashi Organic Fertilizer Development Innovation Program in Karang Rejo Village is a long-term economic empowerment
Background   initiative implemented by PT Jorong Barutama Greston (JBG), a subsidiary of ITM. The program supports the Community
 & Program   Development pillar on Economic Independence and contributes to SDG 12 on Responsible Consumption and Production through
Objectives   waste reduction and reuse practices. It enhances community awareness in managing livestock waste, strengthens local capacity
             to produce organic fertilizer, increases self-reliance, and creates new employment opportunities, while generating Creating Shared
             Value by integrating social needs into the Company’s business strategy. Over the past seven years, Bokashi fertilizer has supported
             the cultivation of approximately one million seedlings and the revegetation of 500,000 trees on reclaimed land.


  Input      Total anggaran CD 2018-2025: Rp267.507.101
2023-2025    Total CD Budget 2018–2025: Rp267,507,101

             1.   Pembentukan dan penguatan kelompok tani
             2.   Pembangunan gudang dan fasilitas workshop
             3.   Pengadaan mesin pencacah
             4.   Pelatihan pembuatan pupuk organik, pengemasan, penyimpanan, dan pemasaran
             5.   Pendampingan, pengawasan, dan pengecekan kualitas hasil dengan uji laboratorium
             6.   Aplikasi bokashi sebagai pupuk tanaman
Aktivitas    7.   Pelatihan kepada kelompok tani Dusun Banjar Arum
 Activity    1.   Formation and strengthening of farmer groups
             2.   Construction of warehouse and workshop facilities
             3.   Procurement of shredding machines
             4.   Training on organic fertilizer production, packaging, storage, and marketing
             5.   Assistance, supervision, and quality control through laboratory testing
             6.   Application of bokashi as plant fertilizer
             7.   Training for farmer groups in Banjar Arum Hamlet



                                                            Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                               119
Page 120
                   1.   Terbentuknya 1 kelompok petani yang memproduksi pupuk organik bokashi secara kontinyu dengan total produksi 2.861 ton (2017-2025)
                   2.   Terbangunnya gudang dan fasilitas workshop
                   3.   Tersedianya fasilitas penunjang produksi pupuk organik bokashi
                   4.   Pelatihan pembuatan pupuk bokashi
        Output     5.   Partisipasi Program Kampung Iklim (Proklim)
       (Luaran)    1.   Establishment of 1 farmer group that continuously produces bokashi organic fertilizer with total production of 2,861 tons (2017–2025)
                   2.   Construction of warehouse and workshop facilities
                   3.   Availability of supporting facilities for bokashi organic fertilizer production
                   4.   Training on bokashi fertilizer production
                   5.   Participation in the Climate Village Program (ProKlim)



                   1.   Peningkatan pendapatan kelompok tani >Rp3,5 miliar (2010 – 2025)
                   2.   Rata-rata pendapatan anggota kelompok tani ± Rp3 Juta per bulan
                   3.   Permasalahan mengenai limbah kotoran sapi di Desa Karang Rejo dapat terselesaikan
      Outcome      4.   Pemanfaatan pupuk organik bokashi pada lahan reklamasi JBG
       (Hasil)     1.   Increase in farmer group income of more than Rp3.5 billion (2010–2025)
                   2.   Average income of farmer group members approximately Rp3 million per month
                   3.   Cattle manure waste issues in Karang Rejo Village resolved
                   4.   Utilization of bokashi organic fertilizer on JBG reclamation land



                   N – Nature (Lingkungan)
                       1. Peningkatan kesejahteraan peternak dari 7 kelompok ternak sapi di 4 desa binaan
                       2. Diversifikasi ekonomi lokal dan penguatan ekonomi desa berbasis sumber daya lokal
                       3. peluang usaha baru berbasis produksi dan pemasaran pupuk Bokashi
                   E – Economy (Ekonomi)
                       1. Pertanian ramah lingkungan dan rendah emisi,
                       2. Mengurangi volume limbah rumah tangga dan pertanian
                       3. Desa Karang Rejo mendapatkan pengakuan Desa Program kampung Iklim (Proklim) Kategori Utama oleh Kementerian
                          Lingkungan Hidup
                   W – Wellbeing (Kesejahteraan)
                       1. Penguatan ikatan sosial dan rasa kebersamaan dalam komunitas transmigrasi.
                       2. Memperoleh pengetahuan baru, keterampilan teknis, dan rasa pencapaian
                       3. Membantu mengurangi paparan bahan kimia berbahaya bagi petani dan lingkungan
                   S– Society (Sosial)
                       1. Memperkuat kapasitas dan kemandirian masyarakat transmigrasi
                       2. Pelatihan dan pendampingan mendorong partisipasi aktif petani, kelompok tani, dan rumah tangga, serta memperkuat
       Dampak             kohesi sosial dan kerja sama komunitas
        Impact         3. membuka peluang pelibatan perempuan dan generasi muda dalam proses produksi dan distribusi Bokashi
       (NEWS)      N – Nature (Environment)
                       1. Improved welfare of livestock farmers from 7 cattle farmer groups in 4 assisted villages
                       2. Local economic diversification and strengthening of village-based economy using local resources
                       3. New business opportunities based on the production and marketing of bokashi fertilizer
                   E – Economy
                       1. Environmentally friendly and low-emission agriculture
                       2. Reduction in the volume of household and agricultural waste
                       3. Karang Rejo Village received recognition as a Climate Village Program (ProKlim) – Main Category by the Ministry of Environment
                   W – Wellbeing
                       1. Strengthening social bonds and a sense of togetherness within the transmigration community
                       2. Gaining new knowledge, technical skills, and a sense of achievement
                       3. Helping reduce exposure to harmful chemicals for farmers and the environment
                   S – Society
                       1. Strengthening the capacity and self-reliance of the transmigration community
                       2. Training and mentoring that encourage active participation of farmers, farmer groups, and households, and strengthen
                          social cohesion and community cooperation
                       3. Opening opportunities for the involvement of women and youth in the production and distribution of bokashi



         Site      TCM

                   Pelestarian Wastra Sarut: Dari Warisan Budaya Menuju Masa Depan yang Berkelanjutan
       Program
                   Preserving Sarut Wastra: From Cultural Heritage to a Sustainable Future


                   Sarut merupakan warisan budaya Suku Dayak Benuaq di Kutai Barat yang memiliki nilai adat dan identitas kuat, namun
                   keberlanjutannya menghadapi tantangan berupa lemahnya regenerasi perajin, pergeseran akibat modernisasi, serta
          Latar    keterbatasan akses pasar dan nilai ekonomi. Merespons hal tersebut, PT Trubaindo Coal Mining menginisiasi Program
       Belakang    PPM berbasis budaya yang memposisikan Sarut sebagai aset sosial dan ekonomi berkelanjutan dalam konteks transisi
       & Tujuan    pascatambang, selaras dengan agenda pembangunan daerah, ekonomi hijau, serta prinsip inklusi dan kolaborasi multipihak.
       Program     Sarut is a cultural heritage of the Dayak Benuaq Tribe in West Kutai with strong traditional and identity values; however, its
      Background   sustainability faces challenges including lack of artisan regeneration, shifts driven by modernization, and limited market access and
       & Program   economic value. In response, PT Trubaindo Coal Mining initiated a culture-based Community Development Program that positions
      Objectives   Sarut as a sustainable social and economic asset in the post-mining transition, aligned with regional development priorities, green
                   economy, as well as principles of inclusion and multi-stakeholder collaboration.


        Input      Rp450.000.000 (2020 – 2025)
      2023-2025    Rp450,000,000 (2020 - 2025)




120     Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 121
                                                                                              Memperkuat Kepedulian terhadap Insan Perusahaan
                                                                                                              Strengthening Our Care for People




            Dalam pemberdayaan ini serangkaian aktivitas strategis telah dilaksanakan, antara lain:
            1. Pemetaan dan revitalisasi kelembagaan perajin Sarut (2019) dan pembentukan 22 kelompok perajin di 17 desa ring 1 dan 2 TCM (2020).
            2. Pelatihan keterampilan dasar dan diversifikasi produk, mengembangkan Sarut tidak hanya sebagai kain adat, tetapi juga
                menjadi syal, outer, baju, sarung bantal, taplak, dan aksesori.
            3. Transformasi digital dan pemasaran global, termasuk penggunaan QR Code pada setiap produk untuk menampilkan cerita
                perajin dan makna motif.
            4. Festival Sarut dan partisipasi pameran (2022–2025) sebagai sarana promosi, jejaring, dan penguatan identitas budaya.
            5. Inovasi hijau (Green & Sustainable Innovation) melalui penggunaan benang ramah lingkungan untuk mengurangi risiko
                pencemaran pewarna kimia.
            6. Integrasi Sarut ke dalam pendidikan lokal (muatan lokal SD–SMP) sebagai strategi pewarisan budaya lintas generasi (2023).
            7. Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, dengan pematenan 10 motif Sarut (2025).
            8. Kemitraan multipihak dengan pemerintah desa, KP2L Kecamatan Damai, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, akademisi, dan
                komunitas adat.
Aktivitas
            In this empowerment initiative, a series of strategic activities have been implemented, including:
 Activity
            1. Mapping and revitalization of Sarut artisan institutions (2019) and the establishment of 22 artisan groups across 17 villages in the
                Ring 1 and Ring 2 of TCM (2020)..
            2. Basic skills training and product diversification, developing Sarut not only as ceremonial cloth but also develop it into scarves,
                outerwear, apparel, sarongs, cushion covers, table runners, and accessories.
            3. Digital transformation and global marketing, including the use of QR codes on each product to display artisan stories and the
                meaning of motifs.
            4. Sarut Festival and participation in exhibitions (2022–2025) as platforms for promotion, networking, and strengthening cultural identity.
            5. Green and sustainable innovation through the use of environmentally friendly yarns to reduce the risk of chemical dye pollution.
            6. Integration of Sarut into local education curricula (elementary–junior high schools) as a cross-generational cultural transmission
                strategy (2023).
            7. Intellectual Property Rights protection by patenting 10 Sarut motifs (2025).
            8. Multi-stakeholder partnerships with village governments, KP2L of Damai District, the West Kutai Regency Government,
                academics, and customary communities.

            Sebagai hasil langsung dari implementasi PPM, program telah menghasilkan keluaran konkret, antara lain:
            1. Terbentuknya 22 kelompok perajin Sarut yang lebih terorganisir dan berkelanjutan.
            2. Peningkatan kapasitas teknis perajin, termasuk kemampuan diversifikasi produk.
            3. Diversifikasi produk Sarut ke sektor fashion dan interior.
            4. Digitalisasi narasi budaya melalui QR Code pada produk.
            5. Terselenggaranya Festival Sarut dan partisipasi dalam pameran nasional–internasional (termasuk Finlandia).
            6. 10 motif Sarut dipatenkan, memperkuat perlindungan warisan budaya.
 Output     7. Integrasi Sarut sebagai muatan lokal dalam kurikulum sekolah.
(Luaran)    As direct outcomes of the PPM implementation, the program has delivered tangible results, including:
            1. The establishment of 22 more organized and sustainable Sarut artisan groups.
            2. Improved technical capacity of artisans, including product diversification skills.
            3. Diversification of Sarut products into the fashion and interior sectors.
            4. Digitalization of cultural narratives through QR codes embedded in products.
            5. Implementation of the Sarut Festival and participation in national and international exhibitions (including Finland).
            6. Patent registration of 10 Sarut motifs, strengthening cultural heritage protection.
            7. Integration of Sarut as local content in school curricula.

            1.   Terjadi regenerasi perajin dan transfer pengetahuan lintas generasi.
            2.   Penguatan kohesi sosial dan integrasi antar generasi dalam komunitas adat.
            3.   Peningkatan peran perempuan dalam ekonomi kreatif berbasis budaya.
            4.   Peningkatan akses pasar dan nilai ekonomi Sarut, tidak lagi terbatas pada upacara adat.
            5.   Terbentuknya ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya yang lebih resilien.
            6.   Penguatan kelembagaan perajin dan kemitraan multipihak yang lebih terstruktur.
Outcome     7.   Pengakuan formal terhadap motif Sarut melalui perlindungan HKI.
 (Hasil)    1.   Regeneration of artisans and cross-generational knowledge transfer.
            2.   Strengthened social cohesion and intergenerational integration within customary communities.
            3.   Increased role of women in culture-based creative economies.
            4.   Improved market access and economic value of Sarut, no longer limited to customary ceremonies.
            5.   Formation of a more resilient culture-based creative economy ecosystem.
            6.   Strengthened artisan institutions and more structured multi-stakeholder partnerships.
            7.   Formal recognition of Sarut motifs through intellectual property protection.

            N – Nature (Lingkungan)
                1. Pengurangan risiko pencemaran akibat penggunaan pewarna kimia melalui inovasi bahan ramah lingkungan.
                2. Penguatan model produksi yang lebih berkelanjutan dan selaras dengan prinsip ekonomi hijau.
                1. Reduced pollution risks from chemical dyes through environmentally friendly material innovation.
                2. Strengthening of more sustainable production models aligned with green economy principles.
            E – Economy (Ekonomi)
                1. Sarut bertransformasi menjadi sumber mata pencaharian berkelanjutan, mendukung diversifikasi ekonomi daerah
                   pascatambang.
                2. Peningkatan pendapatan perajin dan perluasan jaringan pasar nasional–internasional.
Dampak          1. Transformation of Sarut into a sustainable livelihood, supporting economic diversification of post-mining region.
 Impact         2. Increased artisan income and expanded national and international market networks.
(NEWS)      W – Wellbeing (Kesejahteraan)
                1. Sarut diakui sebagai warisan budaya yang dilindungi, memperkuat kebanggaan lokal dan daya tarik budaya daerah.
                1. Recognition of Sarut as a protected cultural heritage, boosting local pride and regional cultural attractiveness.
            S– Society (Sosial)
                1. Terjaganya keberlanjutan warisan budaya Sarut sebagai identitas lokal yang hidup.
                2. Peningkatan kapasitas dan kemandirian komunitas perajin.
                3. Minimalisasi potensi konflik sosial melalui integrasi lintas generasi dan inklusi kelompok rentan.
                1. Preservation of Sarut cultural heritage as a living local identity.
                2. Improved capacity and self-reliance of artisan communities.
                3. Minimizing social conflict potential through intergenerational integration and inclusion of vulnerable groups.




                                                              Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                    121
Page 122
      Komunikasi, Pengaduan dan Survei                                  Community Communication, Complaints,
      Kepuasan Masyarakat                                               and Satisfaction Survey
      ITM mengembangkan komunikasi yang aktif melalui Forum             ITM actively engages with local communities through the
      Komunikasi Masyarakat (FKM), yang diadakan setidaknya             Community Consultative Forum (FKM), held at least once a
      sekali setiap tahun untuk melibatkan komunitas dalam              year to involve community members in the planning and
      penyusunan dan evaluasi program PPM. Forum ini                    evaluation of PPM programs. The forum represents a wide
      merepresentasikan berbagai kelompok masyarakat,                   range of community groups, including religious leaders, youth,
      termasuk tokoh agama, pemuda, kader PKK, dan aparat               PKK cadres, and village officials. ITM further enhances the
      desa. ITM juga memperkuat dampak PPM melalui sinergi              impact of PPM through collaboration with contractors and
      dengan kontraktor dan kolaborasi dengan pemerintah                coordination with local government authorities. To garner
      daerah. Untuk menerima masukan lebih luas, ITM                    broader feedback, ITM operates the Voice of Stakeholders
      mengoperasikan kanal Voice of Stakeholders (VoiS).                (VoiS) channel. Throughout 2025, no significant complaints or
      Sepanjang 2025, tidak terdapat keluhan atau pengaduan             grievances were filed by the community. The community
      yang signifikan dari masyarakat. Survei kepuasan masyarakat       satisfaction survey indicated a Satisfaction Index of 88%.
      menunjukkan indeks kepuasan sebesar 88%.

                    Indeks Kepuasan Masyarakat                   2023                                  83%
                    Community Satisfaction Index
                                                                 2024                                    87%

                                                                 2025                                    88%




      Praktik HAM dan Masyarakat                                        Human Rights and Local
      Lokal                                                             Communities
      ITM melaksanakan penilaian risiko HAM secara berkala untuk        ITM conducts regular human rights risk assessments to
      mengidentifikasi potensi dan dampak aktual HAM di seluruh         identify potential and actual human rights impacts across
      kegiatan operasional dan rantai nilainya. Penilaian ini           all operational activities and its value chain. These
      mencakup isu-isu utama seperti keselamatan dan kesehatan          assessments cover key issues such as occupational health
      kerja, praktik ketenagakerjaan yang adil, pencegahan kerja        and safety, fair labor practices, prevention of forced labor
      paksa dan pekerja anak, non-diskriminasi dan kesetaraan           and child labor, non-discrimination and gender equality,
      gender, kebebasan berserikat, keamanan, serta dampak              freedom of association, security, and impacts on surrounding
      terhadap masyarakat sekitar.                                      communities.

      Kelompok yang menjadi fokus penilaian meliputi karyawan,          The groups that become the assessment focus include
      kontraktor dan subkontraktor, masyarakat sekitar wilayah          employees, contractors and subcontractors, communities
      operasi, serta pemasok utama. Berdasarkan hasil penilaian,        surrounding operational areas, and key suppliers. Based on
      perusahaan mengidentifikasi 6 risiko utama di seluruh tujuh       the assessment results, the company identified 6 salient
      lokasi tambang (IMM, JBG, BEK, TCM, NPR, GPK, dan TIS)            risks across all seven mining sites (IMM, JBG, BEK, TCM,
      dengan risiko HAM yang teridentifikasi, khususnya terkait         NPR, GPK, TIS) with human rights risks, particularly related
      keselamatan kerja dan kondisi kerja pihak ketiga. Seluruh         to occupational safety and working conditions of third
      risiko tersebut telah ditindaklanjuti melalui langkah mitigasi,   parties. All identified risks have been addressed through
      antara lain penguatan kebijakan dan prosedur                      mitigation measures, including strengthening labor policies
      ketenagakerjaan, penerapan standar keselamatan kerja,             and procedures, implementing occupational safety
      peningkatan pengawasan terhadap kontraktor, pelatihan             standards, increasing supervision over contractors, human
      HAM, serta penguatan mekanisme pengaduan yang aman                rights training, and strengthening accessible and safe
      dan mudah diakses. Apabila ditemukan dampak aktual                grievance mechanisms. If actual human rights impacts are
      terhadap HAM, perusahaan menjalankan mekanisme                    found, the company implements remediation mechanisms
      remediasi melalui proses investigasi yang adil dan pemulihan      through fair investigation processes and restoration of the
      hak pihak terdampak sesuai dengan tingkat dampak yang             affected parties’ rights according to the level of impact. The
      terjadi. Efektivitas mitigasi dan remediasi dievaluasi secara     effectiveness of mitigation and remediation is evaluated
      berkala sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan dan           regularly as part of continuous improvement and
      penguatan tata kelola HAM perusahaan.                             strengthening of the company’s human rights governance.

      ITM menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal, khususnya         ITM upholds local cultural values, particularly the Dayak
      masyarakat Dayak yang merupakan masyarakat adat di                communities, which are indigenous peoples in Kalimantan,
      Kalimantan, yang merupakan area pertambangan ITM                  where ITM operates. One form of commitment is attention
      beroperasi. Salah satu wujud komitmen tersebut adalah dengan      to the Dayak, especially the Dayak Bentian Besar who live


122         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 123
                                                                                   Memperkuat Kepedulian terhadap Insan Perusahaan
                                                                                                   Strengthening Our Care for People




memberikan perhatian kepada masyarakat Dayak, khususnya             around the operational area of the subsidiary, Trubaindo
suku Dayak Bentian Besar yang tinggal di sekitar area operasional   Coal Mining. The construction of the Lamin Bentian Besar
anak perusahaan, Trubaindo Coal Mining. Pembangunan                 Traditional House is an effort by ITM to support the
Rumah Adat Lamin Bentian Besar merupakan upaya ITM dalam            preservation of Dayak culture and make the area an attractive
mendukung pelestarian budaya Dayak dan menjadikan kawasan           tourist destination. The company ensures that empowerment
ini sebagai destinasi wisata yang menarik. Perusahaan               programs are carried out according to needs analysis based
memastikan program pemberdayaan berjalan sesuai analisis            on potential and community conditions, and identifies
kebutuhan berbasis pemetaan potensi dan kondisi masyarakat,         vulnerable groups including, but not limited to, children,
serta mengidentifikasi kelompok rentan termasuk namun tidak         persons with disabilities, and/or the elderly. The company
terbatas seperti anak-anak, kaum disabilitas, dan/atau orang        also analyzes risks in program management. Regarding
lanjut lansia. Perusahaan juga menganalisis risiko pada             certain business unit locations near local settlements and/
pengelolaan program. Adapun terhadap beberapa lokasi unit           or specific indigenous entities, ITM actively supports cultural
usaha berdekatan dengan permukiman masyarakat lokal dan/            preservation and improvement of their quality of life. During
atau entitas adat tertentu, ITM turut aktif mendukung               the reporting period, no remote indigenous communities
pelestarian budaya dan meningkatkan perbaikan kualitas hidup        were specifically identified, and there were no incidents or
mereka. Selama periode pelaporan, tidak teridentifikasi secara      violations of indigenous peoples’ rights. [411-1][CSS-12.11.2]
khusus komunitas adat terpencil dan tidak ada kejadian atau
pelanggaran hak masyarakat adat. [411-1][CSS-12.11.2]

ITM menaruh perhatian besar pada pelestarian budaya lokal,          ITM pays great attention to the preservation of local culture,
terutama masyarakat adat Dayak di sekitar area                      especially the Dayak indigenous communities around mining
pertambangan. Dukungan ini tercermin melalui program                areas. This support is reflected in programs for the Dayak
untuk komunitas Dayak Bentian Besar, termasuk                       Bentian Besar community, including the construction of the
pembangunan Rumah Adat Lamin sebagai upaya menjaga                  Traditional Lamin House as an effort to preserve cultural
warisan budaya serta membuka peluang pariwisata. Program            heritage and open tourism opportunities. Empowerment
pemberdayaan disusun berdasarkan pemetaan kebutuhan                 programs are developed based on community needs
masyarakat dan identifikasi kelompok rentan, serta analisis         mapping and identification of vulnerable groups, as well as
risiko pada setiap kegiatan. Sepanjang 2025, tidak ditemukan        risk analysis in each activity. During 2025, no remote
komunitas adat terpencil maupun pelanggaran terhadap                indigenous communities were found, nor were there
hak masyarakat adat. [411-1][CSS-12.11.2]                           violations of indigenous peoples’ rights. [411-1][CSS-12.11.2]

Aktivitas pengamanan Perusahaan dilaksanakan dengan                 Company security activities are conducted responsibly,
penuh tanggung jawab, harmonis, adil, dan menjunjung tinggi         harmoniously, fairly, and uphold human rights principles.
prinsip-prinsip hak asasi manusia. Perusahaan berkolaborasi         The company collaborates with local police in security
dengan kepolisian setempat dalam aktivitas pengamanan,              activities and provides continuous training for all security
serta memberikan pelatihan berkelanjutan bagi seluruh               personnel such as Voluntary Principles on Security and
personel keamanan seperti seperti pelatihan Voluntary               Human Rights (VPSHR) training. All (100%) security personnel
Principles on Security and Human Rights (VPSHR). Seluruh            have completed human rights and conflict de-escalation
(100%) personel-personel keamanan telah mengikuti                   training so that all security officers have the knowledge,
pelatihan HAM dan de-eskalasi konflik sehingga semua                ability, and skills to carry out security duties and improve
petugas keamanan memiliki pengetahuan, kemampuan,                   discipline. [410-1][CSS-12.12.2]
dan keterampilan dalam melaksanakan tugas keamanan
serta meningkatkan kedisiplinan. [410-1][CSS-12.12.2]

Kegiatan pengamanan perusahaan dilaksanakan dengan                  Company security activities are conducted in accordance
mematuhi prinsip-prinsip HAM. Seluruh pimpinan dan                  with human rights principles. All security personnel at the
perwakilan personel keamanan kantor Jakarta, Balikpapan,            Jakarta head office, Balikpapan, site of PT IMM, PT KTD-EMB,
site PT IMM, PT KTD-EMB, PT JBG, cluster Melak (PT BEK, PT          PT JBG, cluster Melak (PT BEK, PT TCM, PT GPK, PT NPR,
TCM, PT GPK, PT NPR, PT TIS) telah mengikuti pelatihan HAM          PT TIS) have completed human rights and conflict handling
dan penanganan konflik sehingga memiliki kapasitas yang             training so that they have adequate capacity to perform
memadai dalam menjalankan tugasnya. [410-1][CSS-12.12.2]            their duties. [410-1][CSS-12.12.2]

Pendekatan Perusahaan pada Masyarakat                               Company Approach to Affected
Terdampak                                                           Communities
ITM berkomitmen menghormati hak masyarakat dan                      ITM is committed to respecting the rights of communities
meminimalkan dampak sosial dari pengembangan proyek                 and minimizing social impacts from project development
atau perluasan operasi yang berpotensi menimbulkan                  or expansion that may result in physical and/or economic
pemindahan fisik dan/atau ekonomi.                                  displacement.


                                                            Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                   123
Page 124
      Perusahaan secara konsisten mengupayakan penghindaran dan           The company consistently seeks to avoid and minimize
      minimalisasi pemindahan melalui optimalisasi desain proyek,         displacement through project design optimization, use of
      pemanfaatan lahan eksisting, dan kajian alternatif lokasi. Setiap   existing land, and alternative location assessments. Every
      rencana pengadaan lahan dievaluasi secara menyeluruh dengan         land acquisition plan is thoroughly evaluated by considering
      mempertimbangkan aspek sosial, lingkungan, dan budaya.              social, environmental, and cultural aspects. If displacement
      Apabila pemindahan tidak dapat dihindari, ITM menerapkan            cannot be avoided, ITM implements early and transparent
      pengungkapan dini dan transparan mengenai kriteria kelayakan        disclosure regarding eligibility criteria for affected parties,
      terdampak, hak, serta bentuk kompensasi melalui konsultasi          rights, and forms of compensation through public consultation
      publik dan mekanisme komunikasi yang mudah diakses.                 and easily accessible communication mechanisms.

      Penetapan kompensasi dilakukan secara adil dan wajar                Compensation determination is carried out fairly and
      berdasarkan penilaian independen, serta dilaksanakan secara         reasonably based on independent assessment and is
      transparan dengan melibatkan pemilik lahan dan pemangku             implemented transparently involving landowners and related
      kepentingan terkait. Untuk pemindahan fisik, ITM menyusun           stakeholders. For physical displacement, ITM develops and
      dan melaksanakan rencana pemukiman kembali yang                     implements a comprehensive resettlement plan, including
      komprehensif, mencakup relokasi, hunian pengganti yang              relocation, adequate replacement housing, access to basic
      layak, akses terhadap fasilitas dasar, dan dukungan sosial          facilities, and social support to ensure affected communities
      guna memastikan standar hidup masyarakat terdampak                  have living standards equal to or better than before
      setara atau lebih baik dibandingkan sebelum relokasi.               relocation. For economic displacement, the company
      Sementara itu, untuk pemindahan ekonomi, perusahaan                 implements livelihood recovery and enhancement programs
      menjalankan program pemulihan dan peningkatan mata                  through skills training, support for productive businesses,
      pencaharian melalui pelatihan keterampilan, dukungan usaha          access to employment, and ongoing mentoring.
      produktif, akses kerja, serta pendampingan berkelanjutan.

      ITM menyediakan mekanisme pengaduan yang responsif,                 ITM provides responsive, transparent, and intimidation-free
      transparan, dan bebas intimidasi bagi masyarakat terdampak,         grievance mechanisms for affected communities, and
      serta melakukan audit dan evaluasi berkala terhadap                 conducts regular audits and evaluations of the resettlement
      pelaksanaan program pemukiman kembali dan pemulihan                 and livelihood recovery program implementation. Evaluation
      mata pencaharian. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar            results are used as a basis for continuous improvement to
      perbaikan berkelanjutan untuk memastikan pemulihan jangka           ensure long-term remediation that is responsible, respects
      panjang yang bertanggung jawab, menghormati hak asasi               human rights, and supports inclusive social development
      manusia, dan mendukung pembangunan sosial yang inklusif             in the company’s operational areas.
      di wilayah operasional perusahaan.

      Konsultasi Masyarakat                                               Community Consultation
      Perusahaan menerapkan kerangka konsultasi masyarakat                The Company implements a community consultation
      di seluruh unit sebagai bagian dari pengelolaan dampak              framework across all operations as part of its commitment
      sosial yang bertanggung jawab dan penerapan tata kelola             to responsible social impact management and good corporate
      yang baik. Proses ini dilakukan melalui keterlibatan dua arah       governance. The process is conducted through two-way
      yang mencakup penyampaian informasi, dialog terbuka,                engagement that includes information disclosure, open
      serta pencatatan dan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat,        dialogue, and documentation and follow-up of community
      guna memahami kondisi sosial lokal dan mengelola                    feedback, enabling the Company to understand local social
      ekspektasi secara transparan.                                       conditions and manage expectations transparently.

      Untuk aset produksi yang beroperasi, ITM melaksanakan               For operational assets, ITM conducts regular consultations
      konsultasi rutin guna membahas isu operasional, lingkungan,         to discuss operational, environmental, and social issues, the
      dan sosial, yang hasilnya menjadi dasar penyusunan dan              results of which become the basis for preparing and adjusting
      penyesuaian program pengelolaan lingkungan dan sosial.              environmental and social management programs. For
      Sementara itu, untuk proyek pengembangan atau perluasan             development or expansion projects, consultations are
      operasi, konsultasi dilakukan sejak tahap perencanaan dan           conducted from the planning and pre-construction stages
      pra-konstruksi agar masukan masyarakat dapat                        so that community input can be meaningfully considered in
      dipertimbangkan secara bermakna dalam perencanaan proyek.           project planning.




124         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 125
                                                                            Memperkuat Kepedulian terhadap Insan Perusahaan
                                                                                            Strengthening Our Care for People




Masukan masyarakat terdampak diintegrasikan ke dalam         Community feedback is integrated into operational decision-
pengambilan keputusan operasional dan perencanaan            making and project planning, particularly regarding
proyek, khususnya terkait pengelolaan dampak lingkungan      environmental and social impact management, land
dan sosial, pengadaan lahan, pemukiman kembali, serta        acquisition, resettlement, and community development
program pengembangan masyarakat. Hasil konsultasi            programs. Consultation results form the basis for project
menjadi dasar penyesuaian desain proyek, penetapan           design adjustments, program priority setting, and mitigation
prioritas program, dan penyusunan langkah mitigasi dampak.   measures.

Sebagai bagian dari kerangka kerja tersebut, ITM             As part of this framework, ITM provides grievance
menyediakan mekanisme pengaduan yang mudah diakses,          mechanisms that are easily accessible, transparent, and
transparan, dan bebas dari intimidasi bagi masyarakat        free from intimidation for affected communities. Each
terdampak. Setiap pengaduan dicatat, diverifikasi, dan       complaint is recorded, verified, and followed up appropriately
ditindaklanjuti secara tepat waktu sesuai prosedur yang      according to applicable procedures. The company also
berlaku. Perusahaan juga melakukan pelaporan dan             conducts reporting and feedback to the community and
pemberian umpan balik kepada masyarakat serta pemangku       other stakeholders through community forums, routine
kepentingan lainnya melalui forum komunitas, pertemuan       meetings, and public reports, to build long-term relationships
rutin, dan laporan publik, guna membangun hubungan jangka    based on trust and active participation.
panjang yang dilandasi kepercayaan dan partisipasi aktif.

Penilaian Sosial Pemasok dan                                 Supplier Social Assessment and
Evaluasi                                                     Evaluation
Sebagai bagian dari penguatan praktik keberlanjutan di       As part of strengthening sustainability practices along the
sepanjang rantai pasok, ITM melakukan penilaian sosial       supply chain, ITM conducts social assessments of suppliers,
terhadap pemasok, baik melalui evaluasi kinerja bagi         both through performance evaluations for existing suppliers
pemasok yang sudah bekerja sama maupun verifikasi            and document verification for new suppliers. These
dokumen bagi pemasok baru. Penilaian ini mencakup aspek-     assessments include occupational health and safety
aspek keselamatan dan kesehatan kerja, termasuk kepatuhan    aspects, compliance with CSMS standards, and fulfillment
terhadap standar CSMS, serta pemenuhan ketentuan             of labor requirements such as providing training for workers.
ketenagakerjaan seperti penyediaan pelatihan bagi pekerja.   In 2025, as many as 33 or 100% of new suppliers underwent
Pada 2025, sebanyak 33 atau 100% pemasok baru telah          this assessment process. [414-1]
menjalani proses penilaian ini. [414-1]

ITM juga menilai kinerja pemasok secara rutin untuk          ITM also regularly evaluates supplier performance to ensure
memastikan bahwa potensi dampak sosial negatif dapat         potential negative social impacts are managed. Evaluations
dikendalikan. Evaluasi dilakukan oleh Departemen             are conducted by the Procurement Department according
Procurement berdasarkan SOP yang berlaku. Hasil penilaian    to applicable SOPs. The 2025 evaluation results show that
tahun 2025 menunjukkan bahwa seluruh pemasok telah           all suppliers were assessed, and no non-compliance requiring
dievaluasi dan tidak ada temuan ketidakpatuhan yang          sanctions was identified. [414-2]
memerlukan pemberian sanksi. [414-2]




                                                     Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                   125
Page 126
      04
      Mewujudkan
      Akuntabilitas
      melalui Tata Kelola
      yang Beretika
      Achieving Accountability through
      Ethical Governance
      Melalui penerapan tata kelola yang beretika, ITM
      memastikan akuntabilitas dan seluruh proses bisnis
      dijalankan secara transparan, berintegritas, serta selaras
      dengan prinsip keberlanjutan.
      Through the implementation of ethical governance, ITM
      ensures accountability and that all business processes are
      carried out transparently, with integrity, and in line with the
      principles of sustainability.

126       Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 127
                Mewujudkan Akuntabilitas melalui Tata Kelola yang Beretika
                       Achieving Accountability through Ethical Governance




Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                     127
Page 128
      Struktur Tata Kelola                                            [2-9]

      Governance Structure
      Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) berfungsi sebagai                  The General Meeting of Shareholders (GMS) serves as the
      organ tertinggi, diikuti oleh peran Direksi sebagai pengelola       highest governing body, followed by the Board of Directors
      kegiatan operasional dan Dewan Komisaris sebagai pengawas           as the manager of operational activities and the Board of
      independen. Direksi, di bawah kepemimpinan Direktur                 Commissioners as independent supervisors. The Board of
      Utama, bertanggung jawab dalam mengintegrasikan prinsip             Directors, under the leadership of the President Director, is
      lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) ke dalam strategi         responsible for integrating environmental, social, and
      dan aktivitas bisnis perusahaan. Tanggung jawab pengelolaan         governance (ESG) principles into the company's business
      kinerja LST dijalankan oleh Direktorat Environmental, Social        strategies and activities. ESG performance management
      & Governance (ESG). Direksi juga memastikan keandalan               responsibilities are carried out by the Environmental, Social
      dan kelengkapan informasi dalam Laporan Keberlanjutan               & Governance (ESG) Directorate. The Board of Directors also
      melalui proses peninjauan, termasuk validasi terhadap topik         ensures the reliability and completeness of information in
      material yang relevan bagi perusahaan dan pemangku                  the Sustainability Report through a review process, including
      kepentingan. [2-9, 2-13, 2-14]                                      validation of topics that are material to the company and its
                                                                          stakeholders. [2-9, 2-13, 2-14]

      Direktorat Environmental, Social & Governance (ESG)                 The Environmental, Social & Governance (ESG) Directorate
      mencakup dua fungsi utama, yaitu Sustainability                     covers two main functions, namely Sustainability
      Development serta Health, Safety, Environment &                     Development and Health, Safety, Environment & Community
      Community Engagement Development (HSEC). Dalam                      Engagement Development (HSEC). In carrying out its role,
      menjalankan perannya, Direktorat ini menjalin kolaborasi            this Directorate collaborates with various divisions to ensure
      dengan berbagai divisi untuk memastikan tercapainya visi            the achievement of ITM's vision and mission. Throughout
      dan misi ITM. Sepanjang 2025, penerapan tata kelola                 2025, corporate governance was implemented effectively
      perusahaan berjalan efektif dan efisien, yang tercermin dari        and efficiently, as reflected in the absence of any material
      tidak adanya sanksi hukum material yang diterima dari               legal sanctions imposed by the relevant authorities. Further
      otoritas terkait. Rincian lebih lanjut mengenai struktur dan        details on ITM's governance structure and practices are
      praktik tata kelola ITM disajikan dalam Laporan Tahunan             presented in the 2025 Annual Report. [2-9, 2-13, 2-14, 2-27]
      2025. [2-9, 2-13, 2-14, 2-27]


       Struktur Organisasi Tata Kelola Keberlanjutan
       Sustainability Governance Organizational Structure


                                                            President Director




                                         Advisor                                        Internal Audit




                                                            Environmental, Social
                                                               & Governance




                                                               Sustainability
                                                               Development



                                                               Health, Safety,
                                                               Environment &
                                                            Community Engagement
                                                               Development




128        Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 129
                                                                                                                     Mewujudkan Akuntabilitas melalui Tata Kelola yang Beretika
                                                                                                                            Achieving Accountability through Ethical Governance




 Fungsi Direktorat Environmental, Social & Governance [2-13]
 Functions of the Environmental, Social & Governance Directorate

                                       Tujuan Utama:                                                          Ringkasan inisiatif 2025:
                                       • Menyelaraskan tujuan strategis keberlanjutan di setiap unit          1. Melaksanakan penyusunan Peta Jalan LST 2026-2030 untuk 8
                                          kerja, dalam setiap proses perencanaan, penerapan, hingga              Topik Materialitas Utama.
                                          evaluasi program, untuk mempertimbangkan aspek ekonomi,             2. Melekatkan risiko LST ke dalam risiko korporasi (enterprise),
                                          lingkungan dan sosial sehingga dapat berkontribusi terhadap            khususnya untuk 8 Topik Materialitas Utama.
                                          TPB.                                                                3. Membuat mitigasi terhadap risiko HAM yang paling menonjol
          Sustainability Development




                                       • Menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran pekerja                          dan mengintegrasikannya dalam level operasional.
                                          mengenai keberlanjutan melalui kegiatan sosialisasi.                4. Memulai pelaksanaan in-house training Basic Sustainability
                                       • Memastikan terjalinnya hubungan yang harmonis dengan                    kepada karyawan untuk meningkatkan Sustainability awareness.
                                          pemangku kepentingan.                                               5. Memasukkan persyaratan LST dalam penilaian kinerja vendor/
                                       Main Objectives:                                                          pemasok untuk penerapan Rantai Pasok yang lebih baik.
                                       • Align strategic sustainability objectives in each work unit, in      Summary of 2025 Initiatives:
                                          every process from planning and implementation to program           1. Developing the ESG Roadmap 2026–2030 for the 8 Main Topics
                                          evaluation, to consider economic, environmental, and social            of Materiality.
                                          aspects so as to contribute to the SDGs.                            2. Integrating ESG risks into corporate (enterprise) risk, particularly
                                       • Foster and raise employee awareness of the importance of a              for the 8 Main Topics of Materiality.
                                          culture of sustainability.                                          3. Developing mitigation measures for salient risks of Human
                                       • Ensure harmonious relationships with stakeholders.                      Rights and integrating them into the operational level.
                                                                                                              4. Initiating in-house Basic Sustainability training for employees to
                                                                                                                 enhance sustainability awareness.
                                                                                                              5. Including ESG requirements in vendor/supplier performance
                                                                                                                 evaluations to support the implementation of a better Supply Chain.

                                       Tujuan Utama:                                                          Ringkasan inisiatif 2025:
 Health, Safety, Environment,
  & Community Engagement




                                       • Mengelola tiga aspek tanggung jawab sosial perusahaan sesuai         1. Membuat Waste Management Strategy and Roadmap
                                          ISO 26000, yaitu Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Pelestarian          Development.
                                          Lingkungan dan Pengembangan Masyarakat (HSEC).                      2. Konservasi kawasan berupa penetapan Kawasan Konservasi
         Development




                                       • Mengelola standardisasi dan dampak, mengevaluasi kinerja di             Multifungsi Himba Taka di PT Bharinto Ekatama.
                                          bidang HSEC.                                                        Summary of 2025 Initiatives:
                                       Main Objectives:                                                       1. Developing a Waste Management Strategy and Roadmap.
                                       • Manage the three aspects of social responsibility in accordance      2. Area conservation through the designation of the Himba Taka
                                          with ISO 26000, namely Occupational Health and Safety,                 Multifunctional Conservation Area at PT Bharinto Ekatama.
                                          Environmental Preservation, and Community Development
                                          (HSEC).
                                       • Manage standardization and impact, evaluate performance in
                                          the field of HSEC.



Tata Kelola Keberlanjutan [2-13]                                                                           Sustainability Governance [2-13]
Sejak 2024, ITM telah membentuk Komite Keberlanjutan                                                       Since 2024, ITM has established a Sustainability Committee
yang dipimpin oleh Direktur Utama. Komite ini terdiri dari                                                 led by the President Director. The Committee consists of a
Steering Committee yang terdiri dari seluruh BoD dan                                                       Steering Committee comprising all members of the Board
Working Committee yang diisi oleh Function Head. Komite                                                    of Directors and a Working Committee composed of Function
ini bertanggung jawab melakukan peninjauan terhadap                                                        Heads. The Committee is responsible for reviewing
ekspektasi pemangku kepentingan, melaksanakan                                                              stakeholder expectations, monitoring and evaluating
pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program,                                                      program implementation, and ensuring that sustainability
serta memastikan kebijakan dan rencana keberlanjutan                                                       policies and plans are implemented consistently across all
dijalankan secara konsisten di seluruh lini bisnis perusahaan.                                             lines of the company's business.

Tata kelola keberlanjutan dijalankan melalui tiga proses                                                   Sustainability governance is carried out through three main
utama yang saling terintegrasi, meliputi rapat Komite                                                      integrated processes, including the Sustainable Development
Pembangunan Berkelanjutan dan Tata Kelola Perusahaan                                                       and GCG Committee (SDGC), the Sustainability Committee
yang Baik (SDGC), rapat Komite Keberlanjutan, serta                                                        meetings, and implementation by the SD Function and
implementasi oleh Fungsi SD dan unit bisnis terkait. Ketiga                                                related business units. These three processes play a role in
proses ini berperan dalam memastikan pengelolaan risiko,                                                   ensuring that risk management, systems, materiality, and
sistem, materialitas, serta pengembangan kapasitas dan                                                     capacity and capability development in ESG aspects are
kapabilitas pada aspek LST dilakukan secara terarah dan                                                    carried out in a focused and sustainable manner.
berkelanjutan.

SDGC memegang peran penting dalam melakukan                                                                The SDGC plays an important role in monitoring risks and
pengawasan risiko dan menelaah manfaat maupun dampak                                                       reviewing the benefits and impacts of the company's activities
aktivitas perusahaan terhadap modal alam, manusia, dan                                                     on natural, human, and social capital. This committee also
sosial. Komite ini juga memberikan arahan strategis bagi                                                   provides strategic direction for management in anticipating
manajemen dalam mengantisipasi risiko ser ta                                                               risks and optimizing opportunities related to sustainability.
mengoptimalkan peluang terkait keberlanjutan. SDGC                                                         SDGC is accountable to the Board of Commissioners.
bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. Sepanjang                                                        Throughout the reporting period, ITM held 6 meetings of the


                                                                                             Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                   129
Page 130
      periode pelaporan, ITM menyelenggarakan 6 kali rapat Direksi                          Board of Directors and SDGC, which discussed, among other
      dan SDGC, yang membahas, di antaranya kinerja kepatuhan,                              things, compliance performance, post-mining, business
      pascatambang, pengembangan usaha, serta pelibatan                                     development, and community engagement. [2-16][2-26]
      masyarakat. [2-16][2-26]

      Pengembangan strategi, evaluasi kinerja, serta penetapan                              Strategy development, performance evaluation, and the
      dan pemantauan target LST merupakan fokus peran dari                                  setting and monitoring of ESG targets are the focus of the
      Komite Keberlanjutan. Adapun pelaksanaan harian dijalankan                            Sustainability Committee's role. Daily implementation is
      oleh Fungsi Sustainability Development (SD) dan unit bisnis                           carried out by the Sustainability Development (SD) Function
      terkait melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku                                   and related business units through collaboration with various
      kepentingan, identifikasi, serta penilaian isu-isu material                           stakeholders, identification and assessment of material
      LST, dan integrasi prinsip keberlanjutan ke dalam proses                              ESG issues, and integration of sustainability principles into
      operasional maupun rantai pasok. Selain itu, fungsi ini juga                          operational processes and supply chains. In addition, this
      memastikan terwujudnya transparansi, keseimbangan                                     function also ensures transparency, balance of information,
      informasi, serta data komparatif melalui berbagai bentuk                              and comparative data through various forms of publication
      publikasi dan komunikasi publik.                                                      and public communication.

      Komite Keberlanjutan dibentuk pada 2024, berfungsi sebagai                            The Sustainability Committee was established in 2024 to
      forum koordinasi yang menjembatani komunikasi dan diskusi                             serve as a coordination forum that bridges communication
      strategis dalam menetapkan arah keberlanjutan ITM,                                    and strategic discussions in determining the direction of
      termasuk pengelolaan aspek LST. Komite ini dipimpin oleh                              ITM's sustainability, including the management of ESG
      Direktur Utama, dengan dukungan Direksi sebagai Steering                              aspects. This committee is led by the President Director,
      Committee, sementara seluruh Head of Function berperan                                with the support of the Board of Directors as the Steering
      sebagai anggota dan Sustainability Development Head                                   Committee, while all Heads of Function serve as members
      bertindak sebagai sekretaris. Rapat Komite Keberlanjutan                              and the Head of Sustainability Development acts as
      diselenggarakan dua kali dalam setahun untuk membahas                                 secretary. The Sustainability Committee meets twice a year
      kinerja dan capaian program, mengevaluasi hasil pelaksanaan                           to discuss program performance and achievements, evaluate
      kegiatan, serta memberikan persetujuan atas rencana dan                               the results of activities, and approve future sustainability
      inisiatif keberlanjutan ke depan. Komite Keberlanjutan                                plans and initiatives. The Sustainability Committee reports
      bertanggung jawab kepada Direksi dan secara reguler                                   to the Board of Directors and regularly consults with the
      berkonsultasi kepada SDGC. [2-16, 2-26]                                               SDGC. [2-16, 2-26]


                                                        Panduan dan Arahan                         Penjabaran Target
                                                       Guidance and Direction                     Cascading the Target



                                     Rapat Komite
                                    Pembangunan                                                                       Fungsi Sustainability
                                Berkelanjutan dan Tata                                                                   Development dan
                                                                                 Rapat Komite
                                Kelola Perusahaan yang                                                                  Fungsi Lain Terkait
                                                                                Keberlanjutan
                                      Baik (SDGC)                                                                          Sustainability
                                                                            Sustainability Committee
                                       Sustainable                                                                     Development (SD) and
                                                                                    Meeting
                                  Development, GCG                                                                    Other Related Functions
                                  Committee (SDGC)
                                        Meeting



                                                              Konsultasi                                Pelaporan
                                                             Consultation                               Reporting



              Panduan dan Arahan Strategis                                Penetapan Tujuan dan Target                        Integrasi dalam Operasional Sehari-hari
          Memberikan panduan dan arahan kepada                   Menetapkan tujuan jangka panjang yang terukur             Mengintegrasikan faktor ESG ke dalam proses
      manajemen untuk memprioritaskan berbagai opsi              serta target tahunan dan mengembangkan KPI.             bisnis serta menerjemahkan tujuan ESG ke dalam
       strategis serta merespons berbagai risiko dan            Target tahunan dan KPI merupakan bagian integral                  rencana aksi dan program kerja.
                         peluang.                                          dari mekanisme GRC kami.                                  Day-to-day integration
               Strategic Guidance and Direction                              Goal & Target Setting                       Embed ESG factors into business process and ESG
      Provide guidance and direction to management to            Establish measurable long-term goals and annual            goals into action plan and work programs.
      prioritize strategic options and to response variety      targets and deploy KPI. Annual targets and KPIs are
                     of risk and opportunity.                        an integral part of our GRC mechanism.                   Keterlibatan Pemangku Kepentingan
                                                                                                                         Memastikan inklusivitas pemangku kepentingan
             Tinjauan Risiko dan Materialitas                               Pemantauan Kinerja                           serta menganalisis ekspektasi mereka, misalnya
      Melakukan pengawasan terhadap risiko, baik pada             Memantau kinerja terhadap tujuan dan target                    melalui saluran whistleblowing.
        kondisi saat ini maupun di masa depan, serta                       yang telah ditetapkan.                                   Stakeholders Engagement
                meninjau tingkat materialitas.                             Performance Monitoring                           Ensure stakeholder inclusiveness and analyze
                Risk and Materiality Review                      Monitor performance against goals and targets.                stakeholder expectations, for example
       Oversee risk, both for the present times and the                                                                               whistleblowing channel.
          future as well as review materiality level


130          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 131
                                                                                   Mewujudkan Akuntabilitas melalui Tata Kelola yang Beretika
                                                                                          Achieving Accountability through Ethical Governance




Penanggung jawab tertinggi atas pelaksanaan keberlanjutan             The ultimate responsibility for sustainability performance lies
di ITM adalah Direktur Utama, yang memiliki indikator kinerja         with the President Director, who has key performance indicators
utama (KPI) terkait aspek LST. KPI tersebut telah memperoleh          (KPIs) for ESG aspects. These KPIs have been approved by the
persetujuan Dewan Komisaris dan mencakup 30% dari total               Board of Commissioners and comprise 30% of the total KPIs.
KPI. Sementara itu, penetapan KPI Direktur dilakukan selaras          Meanwhile, the Director's KPIs are set in line with the President
dengan KPI Direktur Utama. Setiap tahun, Dewan Komisaris              Director's KPIs. Each year, the Board of Commissioners
melakukan evaluasi terhadap kinerja Direksi, termasuk                 evaluates the performance of the Board of Directors, including
Direktur Utama, sedangkan penilaian terhadap eksekutif                the President Director, while the assessment of senior
senior dilaksanakan oleh Direktur Utama.                              executives is carried out by the President Director.


   Target Komponen KPI Direksi atas Kinerja LST
   Components of ESG-related KPIs of the Board of Directors



    80                              100%                               100%                                     0
    Skor Keterlibatan Karyawan      Roadmap Dekarbonisasi              Kemajuan Implementasi                    Fatalitas
    Employee Engagement Score       Decarbonization Roadmap            Proyek Inisiatif Digital                 Fatalitas
                                                                       Progress Implementation
                                                                       of Digital Initiatives Project




ITM menyediakan berbagai kanal komunikasi untuk                       ITM provides various communication channels to
menampung masukan, saran, maupun keluhan dari                         accommodate input, suggestions, and complaints from
pemangku kepentingan terkait kebijakan dan praktik bisnis             stakeholders regarding the company's policies and business
perusahaan. Saluran tersebut mencakup layanan pelanggan,              practices. These channels include customer service, email,
email, serta platform daring lainnya. Penjelasan lebih rinci          and other online platforms. A more detailed explanation of
mengenai mekanisme ini terdapat pada bab Pelibatan                    this mechanism can be found in the Stakeholder Engagement
Pemangku Kepentingan. [2-26]                                          chapter. [2-26]

Pada tahun 2025, ITM melaksanakan pelatihan bagi Dewan                Throughout 2025, ITM conducted training for the Board of
Komisaris dan Direksi guna meningkatkan kapasitas dan                 Commissioners and Directors to improve their capacity and
pengetahuan terkait pembangunan berkelanjutan. Beberapa               knowledge related to sustainable development. Some of
pelatihan yang telah diikuti antara lain: [2-17]                      the training courses that have been attended include: [2-17]
1. Directorship - Executive Development Program -                     1. Directorship - Executive Development Program -
   Company's Governances                                                 Company's Governances
2. Capability Building                                                2. Capability Building
3. ITM Coal Supply Chain                                              3. ITM Coal Supply Chain



   Rincian lebih lanjut terkait tata kelola perusahaan                Further details regarding corporate governance are
   dijabarkan dalam Laporan Tahunan 2025 yang merupakan               outlined in the 2025 Annual Report, which is an integral
   satu kesatuan yang saling melengkapi atas informasi                part of the information on ITM's performance throughout
   kinerja ITM sepanjang 2025:                                        2025:

   1. Masa jabatan Direksi dan Dewan Komisaris sebagai                1. Term of office of the Board of Directors and Board
      badan tata kelola tertinggi [2-9]                                  of Commissioners as the highest governance body
                                                                         [2-9]
   2. Komposisi badan tata kelola tertinggi [2-9]                     2. Composition of the highest governance body [2-9]
   3. Nominasi dan pemilihan badan tata kelola tertinggi              3. Nomination and election of the highest governance
       [2-10]                                                             body [2-10]
   4. Ketua badan tata kelola tertinggi [2-11]                        4. Chair of the highest governance body [2-11]
   5. Peran badan tata kelola tertinggi dalam mengawasi               5. Role of the highest governance body in overseeing
      pengelolaan dampak Perusahaan [2-12]                                the management of the Company's impact [2-12]
   6. Konflik kepentingan [2-15]                                      6. Conflicts of interest [2-15]
   7. Evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi [2-18]             7. Evaluation of the performance of the highest
                                                                          governance body [2-18]
   8. Kebijakan remunerasi [2-19]                                     8. Remuneration policy [2-19]
   9. Proses penetapan remunerasi [2-20]                              9. Remuneration determination process [2-20]
   10. Rasio kompensasi total tahunan [2-21]                          10. Annual total compensation ratio [2-21]




                                                              Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                          131
Page 132
      Pengelolaan Risiko Keberlanjutan
      Sustainability Risk Management




      ITM menerapkan pengelolaan risiko, termasuk risiko                ITM implements risk management, including sustainability
      keberlanjutan, berdasarkan Kebijakan dan Manual Manajemen         risk, based on the Risk Management Policy and Manual
      Risiko yang berlaku di seluruh unit bisnis dan fungsi             applicable across all business units and support functions.
      pendukung. Dokumen tersebut telah disesuaikan dengan              These documents have been aligned with the Banpu Group
      Manual Manajemen Risiko Banpu Group dan standar                   Risk Management Manual and the international standard ISO
      internasional ISO 31000:2018.                                     31000:2018.

      Sebagai bagian dari komitmen tata kelola, ITM mengadopsi          As part of its governance commitment, ITM adopts the
      Three Lines Model dalam struktur pengelolaan risiko. Lini         Three Lines Model within its risk management structure.
      pertama dijalankan oleh seluruh unit bisnis dan fungsi            The first line is implemented by all business units and
      operasional sebagai pemilik risiko. Lini kedua dijalankan oleh    operational functions as risk owners. The second line is
      fungsi Risk Management yang bertanggung jawab menyusun            carried out by the Risk Management function, which is
      kerangka kerja, memfasilitasi proses identifikasi serta           responsible for establishing the framework, facilitating risk
      pemantauan risiko, termasuk risiko keberlanjutan, serta           identification and monitoring processes including
      memastikan konsistensi penerapan ERM di seluruh                   sustainability risks, and ensuring consistent implementation
      perusahaan. Lini ketiga dijalankan oleh Internal Audit yang       of Enterprise Risk Management (ERM) across the Company.
      memberikan penilaian independen atas kecukupan dan                The third line is performed by Internal Audit, which provides
      efektivitas pengendalian internal serta manajemen risiko.         independent assurance on the adequacy and effectiveness
      Melalui mekanisme ini, ITM memastikan bahwa risiko yang           of internal controls as well as risk management. Through
      berpotensi memengaruhi kinerja ekonomi, lingkungan,               this mechanism, ITM ensures that risks potentially affecting
      maupun sosial dapat teridentifikasi, dianalisis, dan dimitigasi   its economic, environmental, and social performance are
      secara efektif.                                                   effectively identified, analyzed, and mitigated.


132         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 133
                                                                           Mewujudkan Akuntabilitas melalui Tata Kelola yang Beretika
                                                                                  Achieving Accountability through Ethical Governance




Di awal, penentuan risk appetite dilakukan secara konsolidasi     At the outset, the determination of risk appetite is conducted
pada tingkat perusahaan dan ditetapkan sekali dalam satu          on a consolidated basis at the corporate level and established
siklus peninjauan strategis. Dalam penerapannya, risk             once within each strategic review cycle. In its implementation,
appetite ITM saat ini juga mengacu pada kerangka risk             ITM’s current risk appetite also refers to the risk appetite
appetite Banpu sebagai perusahaan induk. Selanjutnya profil       framework of Banpu as the parent company. Subsequently,
risiko disusun, ditinjau dan diperbarui setiap tahun, disertai    the risk profile is prepared, reviewed, and updated annually,
proses pengukuran tingkat risiko berdasarkan kemungkinan          accompanied by a risk assessment process based on likelihood
dan dampaknya. Hasil evaluasi ini menjadi dasar dalam             and impact. The results of this evaluation serve as the basis
menentukan prioritas dan strategi pengendalian risiko. Risiko     for determining risk control priorities and strategies. Risks are
dikategorikan ke dalam empat tingkat, yaitu rendah, sedang,       categorized into four levels: low, moderate, high, and very high.
tinggi, dan sangat tinggi. Evaluasi atas risiko prioritas serta   Evaluation of priority risks and the effectiveness of the risk
efektivitas proses manajemen risiko dilakukan setiap tahun        management process is conducted annually together with risk
bersama koordinator manajemen risiko di setiap unit bisnis.       management coordinators in each business unit.

Perusahaan memastikan efektivitas penerapan sistem                The Company ensures the effectiveness of its risk
manajemen risiko melalui proses audit yang dilakukan oleh         management system implementation through audit
Audit Internal dengan pendekatan audit berbasis risiko, yaitu     processes conducted by Internal Audit using a risk based
penetapan fokus audit berdasarkan risiko prioritas yang           audit approach, whereby audit focus is determined based
terdaftar dalam risk register. Dengan demikian, audit             on priority risks listed in the risk register. Accordingly, risk
manajemen risiko tidak dilakukan sebagai siklus audit             management audits are not performed as a separate audit
tersendiri, melainkan terintegrasi dalam audit atas proses        cycle, but are integrated into audits of processes and
dan fungsi yang memiliki eksposur risiko tinggi. Pada periode     functions with high risk exposure. During the reporting
pelaporan, Audit Internal telah melakukan audit atas area-        period, Internal Audit conducted audits on these priority
area prioritas tersebut. Saat ini, belum terdapat audit           areas. Currently, there has been no specific external audit
eksternal khusus terkait manajemen risiko.                        dedicated to risk management.

ITM menempatkan pembangunan budaya risiko yang kuat               ITM places the development of a strong and effective risk
dan efektif sebagai bagian penting dari tata kelola perusahaan    culture as an integral part of good corporate governance.
yang baik. Melalui budaya risiko yang terinternalisasi di         Through a risk culture embedded across all levels of the
seluruh lini organisasi, ITM memastikan setiap pengambilan        organization, ITM ensures that every decision making
keputusan dilakukan dengan mempertimbangkan                       process considers a responsible balance between
keseimbangan antara peluang dan risiko secara bertanggung         opportunities and risks. To achieve this, ITM implements
jawab. Untuk mencapai hal tersebut, ITM menerapkan                various strategies focused on enhancing awareness,
berbagai strategi yang berfokus pada peningkatan kesadaran,       competence, and accountability of all personnel in risk
kompetensi, dan akuntabilitas seluruh insan perusahaan            management, including risk management education and
terhadap pengelolaan risiko, antara lain melalui pendidikan       training provided to employees at the Head level and Risk
dan pelatihan manajemen risiko yang diberikan kepada              Coordinators across all Business Units and functions. ITM
karyawan pada level Head and Risk Coordinator di seluruh          also expands its outreach through email blasts containing
unit bisnis dan fungsi. ITM juga memperluas jangkauan             information and updates on risk management, addressed
edukasi melalui email blast berisi informasi dan pembaruan        to all organizational levels as part of efforts to strengthen
terkait manajemen risiko, yang ditujukan untuk seluruh            risk awareness, including among the Board of Directors and
tingkat organisasi sebagai upaya memperkuat kesadaran             the Board of Commissioners.
risiko, termasuk bagi Direksi dan Komisaris.

Risiko dan Peluang LST                                            ESG Risks and Opportunities
Dalam mengelola risiko dan peluang keberlanjutan, ITM             ITM implements an integrated approach that refers to
menerapkan pendekatan terintegrasi yang mengacu pada              international standards, including GRI, TCFD, IFRS, and ISO
standar internasional antara lain GRI, TCFD, IFRS, dan ISO        26000, for ESG risk and opportunity management. In
26000. Selain itu, pemetaan dilakukan dengan                      addition, mapping is carried out by considering the results
mempertimbangkan hasil penilaian materialitas Banpu dan           of Banpu's materiality assessment and ITM's internal
internal ITM, serta identifikasi risiko lingkungan, sosial, dan   assessment, as well as the identification of ESG risks as
tata kelola sebagaimana terdapat dalam risk register yang         contained in the Risk Register developed by each business
dikembangkan oleh setiap unit bisnis dan fungsi terkait.          unit and related functions.




                                                          Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                      133
Page 134
      Risiko Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST)
      Environmental, Social, and Governance (ESG) Risks

                                                                      Dampak
                                                       Tingkatan                           Dampak
       Aspek Ekonomi                Risiko                           Operasional                                       Mitigasi/ Pengelolaan Risiko
                                                         Risiko                           Keuangan
       Economic Aspect               Risk                            Operational                                       Mitigation/Risk Management
                                                       Risk Level                      Financial Impact
                                                                       Impact

      Kinerja Ekonomi        Perubahan                 Tinggi       Perubahan          Harga jual dan       1.   Pemantauan harga pasar dan mengkaji rencana
      Economic               harga komoditas           High         perilaku           margin laba               dan kontrak penjualan serta mempersiapkan
      Performance            Changes in                             pelanggan          Selling prices and        analisis peluang permintaan pasar.
                             commodity prices                       Changes in         profit margins       2.   Melakukan strategi lindung nilai sebagai
                                                                    customer                                     instrumen finansial menghadapi tekanan
                                                                    behavior                                     pelemahan harga.
                                                                                                            3.   Memelihara kualitas produk guna menjaga harga
                                                                                                                 jual kepada pelanggan.
                                                                                                            4.   Mengelola fleksibilitas portofolio penjualan
                                                                                                                 batubara terhadap situasi harga yang akan
                                                                                                                 datang.
                                                                                                            5.   Membangun komunikasi yang erat dengan
                                                                                                                 pelanggan terutama terkait rencana perubahan
                                                                                                                 kualitas dan pengiriman.
                                                                                                            1.   Monitoring market prices and reviewing sales
                                                                                                                 plans and contracts, as well as preparing analysis
                                                                                                                 of market demand opportunities.
                                                                                                            2.   Implementing hedging strategies as financial
                                                                                                                 instruments to address downward price
                                                                                                                 pressures.
                                                                                                            3.   Maintaining product quality to preserve selling
                                                                                                                 prices to customers.
                                                                                                            4.   Managing the flexibility of the coal sales portfolio
                                                                                                                 in response to future price conditions.
                                                                                                            5.   Building close communication with customers,
                                                                                                                 particularly regarding planned changes in quality
                                                                                                                 and delivery.

      Strategis dalam        Perubahan peraturan       Sedang       Potensi            Potensi              1. Memantau undang-undang dan peraturan
      Ketegangan             dan kebijakan             Medium       penundaan          terganggunya            di Indonesia, khususnya yang menanggapi
      Geopolitik             sebagai respons                        kontrak            cash flow akibat        kebijakan Presiden Trump. Hal ini mencakup
      Strategic in           terhadap perang tarif                  penjualan          meningkatnya            peraturan keuangan terkait ekspor-impor, aliran
      Geopolitical Tension   perdagangan                            batubara dari      biaya terkait           dana, valuta asing (FX), dan suku bunga.
                             Changes in                             konsumen,          ekspor impor,        2. Berinteraksi secara aktif dengan pemerintah
                             regulations and                        menunggu           nilai tukar, dan        dan asosiasi untuk mengantisipasi perubahan
                             policies in response to                kepastian tarif.   suku bunga.             regulasi dalam lingkungan bisnis terkait.
                             the trade tariff war                   Potential delays   Potential delays     1. Monitor laws and regulations in indonesia,
                                                                    in coal sales      in coal sales           particularly those retaliating against President
                                                                    contracts from     contracts from          Trump's policies. This includes financial
                                                                    consumers,         consumers,              regulations related to export import, fund flow,
                                                                    awaiting tariff    awaiting tariff         foreign exchange (FX), and interest rates.
                                                                    certainty          certainty.           2. Actively engage with governments and
                                                                                                               association to anticipate regulatory changes in
                                                                                                               related business environment.




      Produk dan Layanan     Ketidaksesuaian           Tinggi       Keluhan dari       Tingginya biaya      1.   Meningkatkan tingkat keyakinan perencanaan
      Pelanggan              kuantitas dan             High         pelanggan          demurrage dan             tambang terutama dari proses perizinan dan
      Products and           kualitas batubara                      Customer           perkapalan                lisensi, serta kesiapan area.
      Customer Service       Discrepancies in coal                  complaints         High demurrage       2.   Mengembangkan rencana kuantitas produksi FC
                             quantity and quality                                      and shipping              yang andal.
                                                                                       costs                3.   Menyiapkan rencana alternatif untuk mencari
                                                                                                                 pemasok lain yang dapat memenuhi permintaan
                                                                                                                 perusahaan.
                                                                                                            1.   Increasing the level of confidence in mine
                                                                                                                 planning, especially from the licensing and permit
                                                                                                                 process, as well as area readiness.
                                                                                                            2.   Developing reliable FC production quantity plans.
                                                                                                            3.   Preparing alternative plans to find other suppliers
                                                                                                                 who can meet the company's demand.




134        Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 135
                                                                                           Mewujudkan Akuntabilitas melalui Tata Kelola yang Beretika
                                                                                                  Achieving Accountability through Ethical Governance




                                                                   Dampak
Aspek Lingkungan                                    Tingkatan                          Dampak
                                  Risiko                          Operasional                                       Mitigasi/ Pengelolaan Risiko
  Environmental                                       Risiko                          Keuangan
                                   Risk                           Operational                                       Mitigation/Risk Management
     Aspect                                         Risk Level                     Financial Impact
                                                                    Impact

1.   Pengelolaan          Ketidakcukupan            Tinggi       Reputasi buruk    Denda atau            1.   Memastikan Sistem Manajemen Lingkungan
     Energi               sistem                    High         perusahaan dan    sanksi dari                telah dijalankan di semua aspek kegiatan
2.   Keanekaragaman       manajemen dalam                        berkurangnya      pemerintah                 operasional perusahaan.
     Hayati               mengantisipasi                         kepercayaan                             2.   Melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan
3.   Pengelolaan Air      dampak peningkatan                     dari pemangku                                semua pihak terkait dengan kajian geohidrologi,
     dan Efluen           kegiatan operasional                   kepentingan                                  untuk memastikan bahwa proses pertambangan
4.   Pengelolaan          terhadap lingkungan,                   Poor company                                 tidak berdampak buruk pada sumber air bawah
     Limbah dan           seperti pencemaran                     reputation                                   tanah dan kondisi air di permukaan.
     Tailing              air, kekeringan, polusi                and reduced                             3.   Melakukan penilaian dampak lingkungan
1.   Energy               udara, dan lain-lain                   stakeholder                                  yang komprehensif sebelum memulai operasi
     Management           Inadequate                             trust.                                       tambang untuk mengidentifikasi dan mengurangi
2.   Biodiversity         management                                                                          risiko terhadap keanekaragaman hayati.
3.   Water and            systems to anticipate                                                          1.   Ensuring that the Environmental Management
     Effluent             the impact of                                                                       System is implemented in all aspects of
     Management           increased operational                                                               operations.
4.   Waste and Tailings   activities on the                                                              2.   Coordinating and collaborating with all parties
     Management           environment, such                                                                   involved in geohydrological studies to ensure
                          as water pollution,                                                                 that mining processes do not adversely affect
                          drought, and air                                                                    groundwater sources and surface water
                          pollution                                                                           conditions.
                                                                                                         3.   Conducting a comprehensive environmental
                                                                                                              impact assessment before commencing mining
                                                                                                              operations to reduce biodiversity risks.

Pengendalian Emisi        Ketidaksiapan dalam       Sedang       Terhambatnya      Penambahan            1.   Menetapkan target emisi GRK dalam KPI
Emissions Control         mengelola kewajiban       Medium       aktivitas         biaya untuk                operasional dan melaksanakan program
                          Emisi dan Energi                       operasional       harga karbon/              Dekarbonisasi.
                          serta dampak dari                      akibat cuaca      pajak karbon          2.   Memperbaiki metode dan perhitungan prakiraan;
                          perubahan iklim                        ekstrem           sesuai regulasi            meninjau praktik sistem drainase; mengevaluasi
                          terkait Gas Rumah                      Operational       pemerintah, serta          dan memantau kinerja pengelolaan air.
                          Kaca (GRK)                             activities        penambahan            3.   Menerapkan perbaikan berbasis proses rendah
                          Unpreparedness                         hampered          biaya untuk                karbon dalam rantai nilai.
                          in managing                            by extreme        program               4.   Menerapkan program Dekarbonisasi dan Solusi
                          emissions and energy                   weather           pengurangan                Berbasis Alam (NBS).
                          obligations and the                                      emisi                 1.   Setting GHG emission targets in operational KPIs
                          impact of climate                                        Additional costs           and implementing decarbonization programs.
                          change related to                                        for carbon pricing/   2.   Improving forecasting methods and calculations;
                          greenhouse gases                                         carbon tax in              reviewing drainage system practices; evaluating
                          (GHG)                                                    accordance with            and monitoring water management performance.
                                                                                   government            3.   Implementing low-carbon process-based
                                                                                   regulations,               improvements in the value chain.
                                                                                   as well as            4.   Implementing decarbonization programs and
                                                                                   additional costs           Nature-Based Solutions (NBS).
                                                                                   for emissions
                                                                                   reduction
                                                                                   programs

Pascatambang              Pemenuhan kriteria        Sedang       Reputasi buruk    Adanya biaya          1.   Menyusun rencana penutupan tambang yang
Post-mining               sukses program            Medium       dan dampak        tambahan untuk             detail dan mencakup semua aspek serta
                          tutup tambang                          negatif pada      untuk memenuhi             melibatkan pemerintah, masyarakat lokal, dan
                          Fulfillment of criteria                investor, mitra   kewajiban                  pemangku kepentingan.
                          for successful mine                    bisnis, dan       penutupan             2.   Melakukan monitoring dan evaluasi secara
                          closure programs                       masyarakat        tambang                    berkala untuk memastikan bahwa langkah-
                                                                 Bad reputation    Additional                 langkah mitigasi yang diambil efekti.
                                                                 and negative      costs to fulfill      3.   Menyediakan jaminan keuangan yang cukup
                                                                 impact on         mine closure               untuk menutupi biaya penutupan tambang dan
                                                                 investors,        obligations                pemulihan lingkungan.
                                                                 business                                1.   Develop a detailed mine closure plan that covers
                                                                 partners, and                                all aspects and involves stakeholders.
                                                                 the community                           2.   Conduct regular monitoring and evaluation to
                                                                                                              ensure that mitigation measures are effective.
                                                                                                         3.   Provide sufficient financial guarantees to cover
                                                                                                              mine closure and environmental restoration costs.




                                                                    Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                      135
Page 136
                                                                   Dampak
                                                    Tingkatan                          Dampak
         Aspek Sosial               Risiko                        Operasional                                      Mitigasi/ Pengelolaan Risiko
                                                      Risiko                          Keuangan
         Social Aspect               Risk                         Operational                                      Mitigation/Risk Management
                                                    Risk Level                     Financial Impact
                                                                    Impact

      Sosial dan Komunitas   Keluhan dan protes     Tinggi       Menghambat        Kompensasi           1.   Merealisasikan program Pengembangan
      Social and             dari masyarakat        High         jalannya          yang harus                Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang mengacu
      Community              terhadap kegiatan                   aktivitas         diberikan kepada          pada TPB dan peraturan pemerintah.
                             operasional                         operasional       masyarakat           2.   Merumuskan rencana induk PPM berdasarkan
                             pertambangan                        Hinder the        sekitar                   pemetaan sosial dan kebijakan Community
                             serta program                       progress of       Compensation              Development (CD) yang telah dikonsultasikan
                             pengembangan                        operational       that must be given        kepada masyarakat, pemerintah, dan manajemen
                             msayarakat yang                     activities        to the surrounding        ITM.
                             belum terukur                                         community            3.   Meningkatkan strategi komunikasi dalam
                             Complaints and                                                                  membangun reputasi dan hubungan yang
                             protests from the                                                               baik dengan komunitas masyarakat lokal dan
                             community regarding                                                             pemangku kepentingan lainnya.
                             mining operations                                                          1.   Implementing the Community Empowerment
                             and community                                                                   Development Program (PPM) that refer to TPB and
                             development                                                                     government regulations.
                             programs that have                                                         2.   Formulating a PPM master plan based on social
                             not been measured                                                               mapping and Community Development (CD)
                                                                                                             policies.
                                                                                                        3.   Improving communication strategies in building
                                                                                                             a good reputation and relationships with local
                                                                                                             communities and other stakeholders.

      Kesehatan dan          Potensi kejadian       Kritis       Berhenti          Hilangnya waktu      1.   Memperkuat penerapan budaya keselamatan
      Keselamatan Kerja      terkait keselamatan    Critical     beroperasi        kerja karena              dan memastikan prosedur kerja mengenai
      Occupational Health    di area tambang                     karena kejadian   terhentinya               tanggung jawab dari aspek keselamatan dan
      and Safety             khususnya di wilayah                kecelakaan        operasional               lingkungan.
                             fasilitas bersama                   Operations        Loss of working      2.   Memastikan kembali mengenai pemeliharaan
                             Potential safety                    halted due to     time due to               dan perbaikan jalan hauling.
                             incidents in mining                 accidents         operational          3.   Mengawasi fatigue control dan melakukan
                             areas, especially in                                  stoppages                 pelaporan, serta memperkuat safety patrol di
                             shared facilities                                                               area-area berpotensi kejadian.
                                                                                                        4.   Melakukan pemetaan terkait fasilitas
                                                                                                             yang digunakan bersama dan memastikan
                                                                                                             penanggung jawab serta monitoring di tiap-tiap
                                                                                                             area.
                                                                                                        1.   Strengthen the implementation of a safety culture
                                                                                                             and ensure work procedures regarding safety and
                                                                                                             environmental responsibilities.
                                                                                                        2.   Re-confirm maintenance and repair of haul roads.
                                                                                                        3.   Monitor fatigue control and reporting, and
                                                                                                             strengthen safety patrols in areas with potential
                                                                                                             incidents.
                                                                                                        4.   Map shared facilities and ensure accountability
                                                                                                             and monitoring in each area.

      Ketenagakerjaan        Hubungan sengketa      Sedang       Potensi adanya    Hilangnya waktu      1. Menyusun Perjanjian Kerja Bersama serta
      Employment             antara manajemen       Medium       protes dan        kerja karena            melakukan review dan pengkinian secara berkala
                             dan Serikat Pekerja                 mogok kerja       terhentinya             sesuai dengan kondisi dan aturan yang berlaku.
                             Disputes between                    dari karyawan     operasional          2. Membuat meeting rutin yang dilakukan secara
                             management and                      operasional       Loss of working         periodik (kuartal) antara manajemen dan
                             labor unions                        Potential for     hours due to            perwakilan Serikat pekerja untuk membahas
                                                                 protests and      operational             permasalahan dan kesepakatan antara
                                                                 strikes by        stoppages               Perusahaan dan pekerja.
                                                                 operational                            1. Drafting collective bargaining agreements and
                                                                 employees                                 conducting periodic reviews and updates.
                                                                                                        2. Holding periodic (quarterly) meetings between
                                                                                                           management and labor union representatives.

      Pengembangan           Implementasi           Sedang       Menghambat        Biaya yang tidak     1.   Merealisasikan program Pengembangan
      dan Pemberdayaan       program                Medium       jalannya          tepat guna                Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang mengacu
      Masyarakat Lokal       Pengembangan                        aktivitas         untuk program             pada TPB dan peraturan pemerintah.
      Local Community        Pemberdayaan                        operasional       pengembangan         2.   Merumuskan rencana induk PPM berdasarkan
      Development and        Masyarakat yang                     Hindered          pemberdayaan              pemetaan sosial dan kebijakan Community
      Empowerment            tidak tepat                         operational       masyarakat                Development (CD) yang telah dikonsultasikan
                             Inappropriate                       activities        Inappropriate             kepada masyarakat, pemerintah, dan manajemen
                             implementation                                        costs for                 ITM.
                             of Community                                          community            3.   Meningkatkan strategi komunikasi dalam
                             Empowerment                                           empowerment               membangun reputasi dan hubungan yang
                             Development                                           development               baik dengan komunitas masyarakat lokal dan
                             programs                                              programs                  pemangku kepentingan lainnya.
                                                                                                        1.   Implementing the Community Empowerment
                                                                                                             Development Program (PPM) that refer to the
                                                                                                             SDGs and government regulations.
                                                                                                        2.   Formulating a PPM master plan based on social
                                                                                                             mapping and Community Development (CD)
                                                                                                             policies.
                                                                                                        3.   Improving communication strategies in building
                                                                                                             a good reputation and relationships with local
                                                                                                             communities and other stakeholders.




136        Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 137
                                                                                         Mewujudkan Akuntabilitas melalui Tata Kelola yang Beretika
                                                                                                Achieving Accountability through Ethical Governance




Hak Asasi Manusia        Kondisi kerja yang       Sedang       Penurunan         Berkurangnya         1.   Meningkatkan kondisi kerja dengan menilai dan
Human Rights             tidak memadai            Medium       produktivitas     laba                      meningkatkan keselamatan di tempat kerja
                         melanggar hak asasi                   dari karyawan     Reduced profits           secara berkala.
                         manusia karyawan.                     Decreased                              2.   Menjaga komunikasi terbuka dengan karyawan
                         Inadequate working                    employee                                    dan pemangku kepentingan tentang rencana dan
                         conditions violate                    productivity                                kemajuan keselamatan.
                         the human rights of                                                          3.   Menegakkan kebijakan antidiskriminasi dan
                         employees.                                                                        antipelecehan yang ketat untuk memastikan
                                                                                                           tempat kerja yang saling menghormati dan inklusif.
                                                                                                      1.   Improve working conditions by assessing and
                                                                                                           improving workplace safety.
                                                                                                      2.   Maintain open communication with employees and
                                                                                                           stakeholders about safety plans and progress.
                                                                                                      3.   Enforce anti-discrimination and anti-harassment
                                                                                                           policies to ensure an inclusive workplace.

Manajemen Rantai         Tidak dapat              Sedang       Sedikitnya sisa   Meningkatnya         1. Meninjau pasar global dan melakukan pengamatan
Pasok                    memastikan               Medium       stok material     biaya untuk             pengadaan untuk kategori pasar utama, seperti
Supply Chain             kelancaran rantai                     penting           mendapatkan             permintaan dan pasokan, tren biaya pengiriman,
Management               pasokan                               Limited stock     material penting        serta persaingan antar vendor.
                         Inability to ensure                   of essential      Increased costs      2. Mencari peluang untuk rantai pasokan alternatif,
                         smooth supply chain                   materials         for procuring           misal merek dan jenis, untuk memastikan
                         operations                                              essential               kesiapan pasar.
                                                                                 materials            1. Review the global market and conduct
                                                                                                         procurement observations for key market
                                                                                                         categories, such as demand and supply, shipping
                                                                                                         cost trends, and competition between vendors.
                                                                                                      2. Seeking opportunities for alternative supply chains,
                                                                                                         e.g., brands and types, to ensure market readiness.

                                                                 Dampak
                                                  Tingkatan                          Dampak
Aspek Tata Kelola               Risiko                          Operasional                                      Mitigasi/ Pengelolaan Risiko
                                                    Risiko                          Keuangan
Governance Aspect                Risk                           Operational                                      Mitigation/Risk Management
                                                  Risk Level                     Financial Impact
                                                                  Impact

Keamanan Siber dan       Aktivitas                Tinggi       Potensi           Denda atau           1.   Membangun sistem dan tata kelola keamanan
Digitalisasi             mencurigakan yang        High         pencurian         sanksi dari               siber dan memastikan pengkinian versi dari
Cybersecurity and        dapat mengakses                       data dan          pemerintah jika           setiap perangkat keamanan yang digunakan.
Digitalization           sistem dan jaringan                   terganggunya      tidak menerapkan     2.   Menjalankan dan evaluasi secara berkala
                         Perusahaan sehingga                   akses ke          undang-undang             terhadap pengimplementasian ISO27001.
                         berpotensi untuk                      jaringan          Pelindungan Data     3.   Melakukan uji keamanan secara berkala yang
                         melakukan pencurian                   Potential for     Pribadi (PDP)             dilakukan untuk mengevaluasi tingkat keamanan.
                         data                                  data theft and    Fines or sanctions   1.   Build cybersecurity systems and governance and
                         Suspicious activities                 disruption of     from the                  ensure that every security device used is updated
                         that can access the                   network access    government for            to the latest version.
                         Company's systems                                       not implementing     2.   Implement and periodically evaluate the
                         and networks,                                           the Personal Data         implementation of ISO27001.
                         potentially leading to                                  Protection (PDP)     3.   Conduct periodic security tests to evaluate the
                         data theft                                              law                       level of security.

Perizinan dan            Potensi sanksi atas      Tinggi       Kesulitan         Denda atau           1. Evaluasi kesesuaian rencana pertambangan
Kepatuhan                ketidakpatuhan           High         mendapatkan       sanksi dari             dengan kewajiban AMDAL.
Licensing and            terhadap peraturan                    perpanjangan      pemerintah           2. Implementasi standardisasi proses rehabilitasi
Compliance               Potential penalties                   atau perizinan    Fines or penalties      tambang, manajemen void, pengelolaan air
                         for non-compliance                    berikutnya yang   from the                tambang, dan peraturan lain yang dipersyaratkan.
                         with regulations                      berdampak pada    government           3. Membuat sistem untuk monitoring pemenuhan
                                                               operasional                               peraturan.
                                                               Difficulty in                          1. Evaluation of the compliance of mining plans with
                                                               obtaining                                 AMDAL requirements.
                                                               extensions or                          2. Implementation of standardized mine rehabilitation
                                                               subsequent                                processes, void management, mine water
                                                               licenses,                                 management, and other required regulations.
                                                               impacting                              3. Establishment of a system to monitor regulatory
                                                               operations                                compliance.

Etika Bisnis (Anti       Aktivitas korupsi dan    Sedang       Adanya            Kerugian akibat      1. Perusahaan memiliki Kebijakan/Pedoman/
Korupsi dan Fraud)       fraud yang dilakukan     Medium       benturan          aktivitas korupsi       Prosedur terkait Aktivitas Korupsi: Kode Etik,
Business Ethics (Anti-   oleh pihak internal                   kepentingan       atau fraud              Kebijakan dan Prosedur Anti-Penyuapan dan
Corruption and Fraud)    yang menyebabkan                      pada aktivitas    Losses due to           Korupsi , SOP tentang Pencegahan Benturan
                         kerugian Perusahaan                   bisnis            corruption or           Kepentingan & Menjaga Informasi Rahasia.
                         Corruption and                        Conflict of       fraud                2. Perusahaan memiliki saluran kontrol pelaporan yaitu
                         fraud committed                       interest in                               Transparency Center untuk pihak karyawan saja,
                         by internal parties,                  business                                  serta Voice of Stakeholders (voisitmg.com) yang
                         resulting in losses to                activities                                mencakup grievance mechanism dan whistleblowing.
                         the Company                                                                  1. The Company has Policies/Guidelines/Procedures
                                                                                                         related to Corruption Activities: Code of Ethics,
                                                                                                         Anti-Bribery and Corruption Policies and Procedures,
                                                                                                         SOPs on Conflict of Interest Prevention &
                                                                                                         Maintaining Confidential Information.
                                                                                                      2. The Company has established reporting control
                                                                                                         channels, namely the Transparency Center for
                                                                                                         employees only, as well as Voice of Stakeholders
                                                                                                         (voisitmg.com), which covers the grievance
                                                                                                         mechanism and whistleblowing system.




                                                                  Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                      137
Page 138
       Risiko yang Berkembang
       Emerging Risks

              Jenis Risiko                   Deskripsi Risiko                            Dampak                                     Mitigasi
               Risk Type                     Risk Description                             Impact                                    Mitigation

       Risiko Transisi Energi dan   Percepatan kebijakan transisi           Biaya operasional meningkat akibat      Pemantauan kebijakan energi dan
       Kebijakan Harga Karbon       energi, implementasi carbon             kebijakan harga karbon, penurunan       carbon pricing; studi analisis skenario
       Energy Transition and        pricing, dan penguatan standar          permintaan jangka panjang               iklim (TCFD); efisiensi energi dan
       Carbon Pricing Policy Risk   emisi global dapat menurunkan           dari negara importir, dan akses         pengurangan emisi; eksplorasi opsi
                                    permintaan batubara serta               pendanaan semakin ketat seiring         diversifikasi energi rendah karbon.
                                    meningkatkan biaya kepatuhan            kebijakan pembatasan investasi          Monitoring energy and carbon pricing
                                    operasional.                            berbasis batubara.                      policies; conducting climate scenario
                                    The acceleration of energy transition   Increased operational costs due to      analysis studies (TCFD); energy
                                    policies, implementation of carbon      carbon pricing policies, long-term      efficiency and emission reduction
                                    pricing, and strengthening of global    decline in demand from importing        initiatives; and exploring low-carbon
                                    emission standards may reduce coal      countries, and tighter access to        energy diversification options.
                                    demand and increase operational         financing in line with coal-based
                                    compliance costs.                       investment restrictions.

       Risiko Regulasi LST yang     Pemerintah dan regulator global         Peningkatan beban kepatuhan dan         Penguatan sistem pelaporan LST;
       Semakin Ketat                semakin memperketat kewajiban           kebutuhan data LST yang lebih           benchmarking terhadap standar
       Increasingly Stringent ESG   pelaporan LST, termasuk                 detail; risiko penalti atau temuan      global seperti TCFD dan IFRS; audit
       Regulatory Risk              mandatory climate-related               audit jika tidak memenuhi standar;      kepatuhan berkala; peningkatan
                                    financial disclosures.                  serta potensi risiko reputasi apabila   kompetensi internal terkait pelaporan
                                    Governments and global regulators       kesenjangan pengelolaan tailing         LST; serta kolaborasi aktif dengan
                                    are increasingly tightening ESG         atau pengungkapan iklim ditemukan       pihak eksternal untuk validasi standar
                                    reporting obligations, including        oleh pemangku kepentingan.              pengelolaan tailing.
                                    mandatory climate-related               Increased compliance burden             Strengthening ESG reporting systems;
                                    financial disclosures.                  and more detailed ESG data              benchmarking against global standards
                                                                            requirements; risk of penalties or      such as TCFD and IFRS; conducting
                                                                            audit findings if standards are not     periodic compliance audits; enhancing
                                                                            met; and potential reputational risk    internal competencies in ESG reporting;
                                                                            if gaps in tailings management or       and actively collaborating with external
                                                                            climate disclosures are identified by   parties to validate tailings management
                                                                            stakeholders.                           standards.

       Risiko Kemajuan Teknologi    Percepatan adopsi teknologi             Risiko inefisiensi operasional akibat   Pengembangan digital roadmap dan
       dan Disrupsi Digital – AI    digital seperti AI, otomasi             ketidakmampuan mengadopsi               prioritas implementasi teknologi
       dan Automation               peralatan tambang, predictive           teknologi baru; meningkatnya            berbasis nilai; peningkatan kompetensi
       Technological                analytics, dan sistem operasi           frekuensi ancaman siber terhadap        melalui program upskilling dan reskilling
       Advancement and Digital      otonom berpotensi menimbulkan           sistem kritikal tambang; serta          SDM; penguatan kerangka keamanan
       Disruption Risk – AI and     kesenjangan keterampilan,               potensi penurunan produktivitas         siber; serta penerapan proyek
       Automation                   ketergantungan pada infrastruktur       dan peningkatan downtime yang           percontohan otomasi dan AI pada
                                    digital, serta meningkatnya risiko      berdampak pada keandalan operasi.       area risiko tinggi untuk memastikan
                                    keamanan siber.                         Risk of operational inefficiencies      kesiapan organisasi.
                                    Accelerated adoption of digital         due to inability to adopt new           Developing a digital roadmap and value-
                                    technologies such as AI, mining         technologies; increased frequency       based technology implementation
                                    equipment automation, predictive        of cyber threats to critical mining     priorities; enhancing competencies
                                    analytics, and autonomous               systems; and potential decline          through upskilling and reskilling programs;
                                    operating systems may create            in productivity and increased           strengthening cybersecurity frameworks;
                                    skill gaps, dependency on digital       downtime affecting operational          and implementing automation and AI
                                    infrastructure, and increased           reliability.                            pilot projects in high-risk areas to ensure
                                    cybersecurity risks.                                                            organizational readiness.

      Dalam mendukung pengelolaan risiko yang efektif, ITM                          In supporting effective risk management, ITM ensures the
      memastikan tersedianya media komunikasi dua arah antara                       availability of two-way communication channels between
      Direksi dan pekerja sebagai wadah untuk menyampaikan                          the Board of Directors and employees as a forum for
      aspirasi, keluhan, laporan pelanggaran etika, serta pengaduan                 conveying aspirations, complaints, reports of ethical
      dari pemangku kepentingan. Upaya ini menjadi bagian dari                      violations, and complaints from stakeholders. This effort is
      komitmen perusahaan dalam menerapkan tata kelola yang                         part of the company's commitment to implementing
      bertanggung jawab, transparan, dan partisipatif. Mekanisme                    responsible, transparent, and participatory governance.
      komunikasi tersebut dapat dilakukan secara langsung maupun                    These communication mechanisms can be carried out
      tidak langsung. [2-12, 2-16]                                                  directly or indirectly. [2-12, 2-16]

      Secara langsung, komunikasi difasilitasi melalui berbagai                     Direct communication is facilitated through various regular
      forum rutin seperti town hall meeting, gathering, rapat atau                  forums such as town hall meetings, gatherings, meetings
      pertemuan RUPS, public expose, analyst meeting, Corporate                     or general meetings of shareholders, public exposes, analyst
      Governance Day, dan Quarterly Communication Day. Sepanjang                    meetings, Corporate Governance Day, and Quarterly
      2025, sejumlah isu kritis disampaikan kepada Direksi,                         Communication Day. Throughout 2025, a number of critical
      mencakup kesehatan dan keselamatan kerja, lingkungan,                         issues were conveyed to the Board of Directors, including
      keamanan siber dan pengelolaan kategori bahan peledak.                        occupational health and safety, the environment, cyber
      Sementara itu, komunikasi tidak langsung dapat disalurkan                     security, and managing explosive categories. Meanwhile,
      melalui platform Voice of Stakeholders (voisitmg.com).                        indirect communication is channeled through the Voice of
                                                                                    Stakeholders platform (www.voisitmg.com).

138         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 139
                                                                         Mewujudkan Akuntabilitas melalui Tata Kelola yang Beretika
                                                                                Achieving Accountability through Ethical Governance




Pendekatan Tata Kelola terhadap                                 Corporate Governance Approach
Isu Perubahan Iklim                                             to Climate Change Issues
Tantangan perubahan iklim direspons oleh ITM melalui            The challenge of climate change has become a major
penerapan tata kelola yang beretika dan pengambilan             concern for ITM. The Board of Directors is responsible for
keputusan strategis yang memperhatikan keberlanjutan.           ensuring that the company's performance remains in line
Dalam hal ini, Direksi memegang tanggung jawab penting          with its strategic direction, which takes climate issues into
untuk memastikan kinerja perusahaan tetap sejalan dengan        account in all operational activities. The Board of
arah strategis yang mempertimbangkan isu-isu iklim di seluruh   Commissioners, through the SDGC, performs a supervisory
aktivitas operasional. Adapun Dewan Komisaris, melalui SDGC,    function by reviewing and providing recommendations on
menjalankan fungsi pengawasan dengan menelaah serta             the management of reputational risks, social issues, and
memberikan rekomendasi atas pengelolaan risiko reputasi,        environmental aspects, including the negative impacts of
isu sosial, dan aspek pembangunan berkelanjutan.                extreme climate change. The disclosure related to emissions
Pengungkapan terkait pengelolaan emisi dan risiko perubahan     management and climate change risks is prepared in line
iklim ini disusun dengan mengacu pada GRI 102: Perubahan        with GRI 102: Climate Change 2025 and IFRS S2 Climate-
Iklim 2025 serta IFRS S2 Climate-related Disclosures.           related Disclosures.

Manajemen secara aktif mengelola risiko dan peluang iklim       Management actively manages climate risks and opportunities
melalui pemantauan emisi karbon, efisiensi sumber daya,         through carbon emission monitoring, resource efficiency, and
dan pengembangan energi terbarukan dengan                       renewable energy development while upholding just transition
memperhatikan prinsip keadilan dan hak asasi manusia.           and human rights principles. The company has a Decarbonization
Perusahaan memiliki Kelompok Kerja Dekarbonisasi yang           Working Group whose members consist of several related
anggotanya terdiri dari beberapa fungsi terkait seperti dari    functions, including Operations, Business Development, Finance,
Operation, Business Development, Finance dan fungsi lainnya     and other functions and conduct quarterly meetings to discuss
serta melakukan pertemuan setiap triwulan dalam setahun         progress and evaluate the performance of the company's
untuk membahas kemajuan dan evaluasi terkait kinerja            emission reduction program. [102-3]
program penurunan emisi di perusahaan. [102-3]

Manajemen Risiko Perubahan Iklim                                Climate Change Risk Management
Dalam menghadapi potensi dampak negatif perubahan iklim,        In addressing the potential negative impacts of climate
ITM menjalankan serangkaian proses manajemen risiko yang        change, ITM implements a series of risk management
mencakup:                                                       processes that include:
1. Konteks dan Lingkungan Risiko                                1. Context and Risk Environment
   • Komunikasi & Konsultasi: Membangun komunikasi                 • Communication & Consultation: Establishing
      dan konsultasi yang efektif di antara para pemangku             effective communication and consultation among
      kepentingan dalam upaya aksi iklim.                             stakeholders in climate action efforts.
   • Menetapkan Konteks: Memahami konteks yang                     • Setting the Context: Understanding the broader
      lebih luas, mencakup analisis berbagai faktor, seperti          context, including analysis of various factors, such
      perubahan pola cuaca, peningkatan permukaan air                 as changing weather patterns, rising sea levels, and
      laut, dan dinamika sosio-ekonomi.                               socio-economic dynamics.
2. Penilaian Risiko                                             2. Risk Assessment
   • Identifikasi Risiko: Proses identifikasi dilakukan            • Risk Identification: The identification process is
      secara sistematis dengan mengenali berbagai                     carried out systematically by recognizing the various
      ancaman yang ditimbulkan oleh perubahan iklim.                  threats posed by climate change.
   • Analisis Risiko: Analisis menyeluruh dilakukan untuk          • Risk Analysis: A comprehensive analysis is conducted to
      memahami dinamika spesifik dari setiap risiko iklim.            understand the specific dynamics of each climate risk.
   • Evaluasi Risiko: Evaluasi untuk menilai signifikansi          • Risk Evaluation: An evaluation to assess the
      setiap risiko yang teridentifikasi dalam konteks                significance of each identified risk in the context of
      perubahan iklim.                                                climate change.
3. Penanganan Risiko                                            3. Risk Management
   Tahap pengelolaan risiko mencakup pemilihan dan                 The risk management stage involves selecting and
   implementasi strategi untuk mengurangi dampak risiko            implementing strategies to reduce the impact of risks
   yang terkait dengan perubahan iklim. Pendekatan ini             associated with climate change. This approach includes
   meliputi upaya mitigasi dan pengurangan emisi gas               mitigation efforts and reducing greenhouse gas
   rumah kaca, penerapan strategi adaptasi untuk                   emissions, implementing adaptation strategies to
   memperkuat ketahanan, serta perencanaan pendanaan               strengthen resilience, and planning funding and
   dan pengalokasian sumber daya.                                  resource allocation.




                                                        Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                      139
Page 140
      4. Pemantauan dan Peninjauan                                                            4. Monitoring and Review
         Pemantauan dan evaluasi rutin terhadap profil risiko untuk                              Regular monitoring and evaluation of the risk profile to
         memastikan bahwa strategi yang diterapkan tetap relevan                                 ensure that the strategies implemented remain relevant
         dan mampu beradaptasi. Kegiatan ini mencakup evaluasi                                   and adaptable. These activities include re-evaluating risk
         ulang terhadap rencana mitigasi risiko, penilaian efektivitas                           mitigation plans, assessing the effectiveness of ongoing
         langkah-langkah aksi iklim yang sedang berlangsung, serta                               climate action measures, and identifying new risks arising
         identifikasi risiko baru yang muncul akibat perubahan pola                              from dynamic climate patterns.
         iklim yang dinamis.

      Sebagai bagian dari sistem manajemen risiko, ITM menyusun                               As part of its risk management system, ITM has developed a
      Daftar Risiko Perubahan Iklim yang berisi hasil identifikasi dan                        Climate Change Risk Register containing the results of climate
      penilaian risiko terkait iklim dari seluruh unit bisnis. Daftar ini                     related risk identification and assessment across all business
      menjadi alat strategis untuk memusatkan informasi dan                                   units. This register serves as a strategic tool to centralize
      mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih efektif                               information and support more effective and responsive decision
      dan responsif terhadap perubahan iklim.                                                 making in addressing climate change.

      Untuk memastikan pengelolaan yang komprehensif, ITM                                     To ensure comprehensive management, ITM integrates the
      menggabungkan proses identifikasi, evaluasi, dan mitigasi risiko                        identification, evaluation, and mitigation of climate related risks
      iklim antara lain dengan:                                                               through, among others:
      • Secara rutin memantau perkembangan instrumen hukum                                    • Regularly monitoring developments in climate related legal
          dan peraturan terkait iklim (karbonisasi dan emisi GRK).                               and regulatory instruments, including carbonization and
                                                                                                 GHG emissions.
      • Menetapkan target GRK dalam KPI operasional ITM.                                      • Establishing GHG reduction targets within ITM’s operational
      • Memperbaiki metode perkiraan dan perhitungan untuk                                       KPIs.
        prediksi cuaca.                                                                       • Enhancing forecasting and calculation methodologies for
      • Implementasi program dekarbonisasi dan solusi berbasis                                   weather prediction.
        sumber daya alam.                                                                     • Implementing decarbonization programs and nature based
      • Mengalokasikan           biaya      tambahan     untuk                                   solutions.
        mengimplementasikan peningkatan berbasis proses                                       • Allocating additional costs to implement low carbon
        rendah karbon dalam rantai nilai.                                                        process improvements across the value chain.
      • Mengalokasikan belanja modal untuk mengembangkan                                      • Allocating capital expenditure to develop greener and
        bisnis yang lebih hijau dan rendah karbon.                                               lower carbon businesses.

      Strategi                                                                                Strategy
      ITM secara sistematis memetakan risiko dan peluang terkait                              ITM systematically maps climate related risks and opportunities
      perubahan iklim untuk memastikan ketahanan bisnis jangka                                to ensure long term business resilience. In this process, ITM
      panjang. Dalam prosesnya, ITM juga mengelola dampak negatif                             also manages the adverse impacts of climate change, namely
      dari perubahan iklim yaitu risiko transisi dan risiko fisik. Pemetaan                   transition risks and physical risks. The mapping of risks and
      risiko dan peluang dilakukan dengan mempertimbangkan tiga                               opportunities is conducted by considering three time horizons,
      jangka waktu, meliputi:                                                                 comprising:
      • Jangka pendek: lima tahun pertama (tahun 2026 - 2030).                                • Short term: the first five years (2026-2030).
      • Jangka menengah: titik tengah antara tahun 2030 hingga                                • Medium term: the midpoint between 2030 and net zero
          nol emisi bersih pada tahun 2060, yaitu tahun 2040.                                    emissions in 2060, which is 2040.
      • Jangka panjang: mencapai emisi nol bersih pada tahun                                  • Long term: achieving net zero emissions in 2060, which can
          2060 yang dapat direalisasikan dengan adanya kebijakan                                 be realized with supporting policies.
          yang mendukung.


       Rencana Transisi untuk Perubahan Iklim [102-1]
       Transition Plan for Climate Change

                                                   2025-2026                                   2027-2028                                   2029-2030

                                    •   Menetapkan komitmen                     •   Mendorong pengurangan emisi yang         •   Memperluas upaya pengurangan
                                        dekarbonisasi hingga 2030                   selaras dengan arah kebijakan iklim          emisi dengan menerapkan seluruh
          Climate Transition Risk
           Manajemen Risiko




                                    •   Menilai risiko/peluang transisi iklim       nasional                                     hirarki mitigasi
              Transisi Iklim

              Management




                                        melalui analisis skenario               •   Mengupayakan pertumbuhan bisnis          •   Mengoptimalkan portofolio bisnis
                                    •   Establish 2030 decarbonization              yang tangguh terhadap perubahan              yang selaras dengan prinsip
                                        commitments and                             iklim                                        keberlanjutan
                                    •   Assess climate transition risks/        •   Drive emissions reduction in             •   Expand emissions reduction to
                                        opportunities using scenario analysis       alignment with national climate policy       include all mitigation hierarchy
                                                                                    directions                               •   Optimize sustainable aligned
                                                                                •   Pursuing growth in climate-resilience        business portfolio
                                                                                    business
          Manajemen Risiko




                                    •   Menilai risiko/peluang fisik terkait    •   Integrasi risiko/peluang fisik terkait   •   Pemantauan dan peningkatan
          Risk Management
           Climate Physical




                                        perubahan iklim melalui analisis            perubahan iklim ke dalam Enterprise          manajemen risiko LST
              Fisik Iklim




                                        skenario                                    Risk Management dan ESG risk             •   Monitoring continuous improvement
                                    •   Assess climate physical risks/              register                                     of ESG risk management
                                        opportunities using scenario analysis   •   Integration of climate physical risk/
                                                                                    opportunities into Enterprise Risk
                                                                                    Management and ESG risk register




140            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 141
                                                                                           Mewujudkan Akuntabilitas melalui Tata Kelola yang Beretika
                                                                                                  Achieving Accountability through Ethical Governance




Pemetaan Risiko Iklim
Climate Risk Mapping

Jenis Risiko          Peristiwa Risiko                         Dampak                      Jangka Waktu                          Respon
 Risk Type               Risk Event                             Impact                      Timeframe                           Response

Risiko Transisi
Transition Risk

Kebijakan         Peraturan lingkungan          1. Dampak Operasional                      Jangka             1. Memantau secara proaktif perubahan
dan Hukum         hidup yang lebih                 Peningkatan upaya adaptasi              menengah              hukum dan peraturan terkait dan
Policy and        ketat terkait dengan             terhadap perubahan iklim, seperti       hingga panjang        meningkatkan saluran penjualan.
Law               pertambangan batubara,           teknologi atau inovasi untuk            Medium to long     2. Menetapkan target emisi GRK dalam
                  mendorong adaptasi               mengurangi emisi GRK.                   term                  KPI operasional dan menetapkan tata
                                                2. Dampak Finansial                                              kelola data untuk mendukung kewajiban
                  terhadap perubahan iklim,
                                                   Penetapan harga karbon,                                       pelaporan dan pengungkapan.
                  misalnya kebijakan pasar
                                                   baik melalui pajak langsung,                               1. Proactively monitor changes in laws
                  karbon dan mekanisme             skema perdagangan emisi,                                      and regulations and improve sales
                  penetapan harga karbon.          atau mekanisme penghindaran                                   channels.
                  Stricter environmental           kebocoran karbon dapat                                     2. Set GHG emission targets in
                  regulations related to           menciptakan biaya tambahan                                    operational KPIs and establish data
                  coal mining, encouraging         melalui rantai nilai.
                                                                                                                 governance to support reporting
                  adaptation to climate         1. Operational Impact
                                                                                                                 obligations.
                  change, such as carbon           Increased efforts to adapt to climate
                  market policies and carbon       change, such as technologies
                  pricing mechanisms.              or innovations to reduce GHG
                                                   emissions.
                                                2. Financial Impact
                                                   Carbon pricing, whether through
                                                   direct taxation, emissions trading
                                                   schemes, or carbon leakage
                                                   avoidance mechanisms, may create
                                                   additional costs throughout the
                                                   value chain.

Pasar             Meningkatnya permintaan       1. Dampak Operasional Peningkatan          Jangka             Mempelajari dan menjajaki peluang
Market            akan energi terbarukan.          upaya pemenuhan energi terbarukan.      menengah           diversifikasi bisnis ke energi yang lebih
                  Increased demand for          2. Dampak Finansial Pendapatan             hingga panjang     ramah lingkungan.
                  renewable energy.                bisnis energi terbarukan tahun 2025     Medium to long     Studying and exploring opportunities
                                                   sebesar USD 1,1 juta Penambahan         term               for business diversification into more
                                                   CAPEX 2025 terhadap energi                                 environmentally friendly energy.
                                                   terbarukan sebesar USD 5,7 juta.
                                                1. Operational Impact Increased
                                                   efforts to meet renewable energy
                                                   needs.
                                                2. Financial Impact Renewable energy
                                                   business revenue in 2025 will be USD
                                                   1.1 million Additional CAPEX in 2025
                                                   for renewable energy will be USD 5.7
                                                   million.

Reputasi          Perubahan persepsi            1. Dampak Operasional Penghentian          Jangka             1. Menjelajahi berbagai sumber
Reputation        pemangku kepentingan             kemitraan dengan lembaga keuangan       pendek hingga         pendanaan.
                  terhadap perusahaan              karena mereka mengurangi porsi          menengah           2. Meninjau kebijakan bank dan lembaga
                  tambang batubara                 dalam bekerja sama dengan               Short to              lain yang terkait dengan perubahan iklim
                  sebagai kontributor              perusahaan ekstraksi sumber daya        medium term           dan perkembangan pembatasan yang
                                                   alam, Kurangnya kepercayaan dari                              berlaku.
                  industri tinggi karbon.
                                                   pemegang saham dan pasar                                   1. Explore various funding sources.
                  Changes in stakeholder
                                                2. Dampak Finansial Penurunan                                 2. Review bank and other institution policies
                  perceptions of coal mining       funding dan investment,                                       related to climate change and applicable
                  companies as contributors        meningkatkan biaya keuangan atau                              restrictions.
                  to high-carbon industries.       divestasi penjualan Perusahaan
                                                1. Operational Impact
                                                   Termination of partnerships with
                                                   financial institutions due to their
                                                   reduced involvement in cooperation
                                                   with natural resource extraction
                                                   companies, lack of trust from
                                                   shareholders and the market
                                                2. Financial Impact
                                                   Decrease in funding and investment,
                                                   increased financial costs or
                                                   divestment of company sales

Teknologi         Peningkatan permintaan        1. Dampak Operasional                      Jangka             Memadukan fleksibilitas untuk optimalisasi
Technology        dan adopsi terhadap              Volume penjualan yang dikontrak         menengah           nilai agar sesuai dengan permintaan.
                  teknologi dan energi             lebih rendah, harga diskon yang         hingga panjang     Combining flexibility for value optimization to
                  alternatif untuk                 tinggi untuk batubara di luar           Medium to long     match demand.
                  mensubstitusi batubara.          spesifikasi                             term
                                                2. Dampak Finansial
                  Increased demand and
                                                   Peningkatan CAPEX
                  adoption of alternative
                                                1. Operational Impact
                  technologies and energy          Lower contracted sales volumes,
                  sources to substitute coal.      high discount prices for coal outside
                                                   specifications
                                                2. Financial Impact
                                                   Increased CAPEX



                                                                    Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                    141
Page 142
      Jenis Risiko         Peristiwa Risiko                          Dampak                       Jangka Waktu                        Respon
       Risk Type              Risk Event                              Impact                       Timeframe                         Response

      Finansial       Perubahan peraturan             1. Dampak Operasional                       Jangka           1.   Proaktif dalam melakukan monitoring
      [201-2]         terkait pertambangan               Dampak terhadap realisasi tujuan         menengah              perubahan peraturan dan hukum yang
      Financial       batubara                           strategis tahun berjalan.                hingga panjang        berdampak pada bisnis perusahaan.
      [201-2]         Changes in regulations          2. Dampak Finansial                         Medium to long   2.   Meningkatkan kanal penjualan batubara.
                      related to coal mining             Dampak terhadap laba (EBIT) atau         term             3.   Mengelola faktor biaya yang dapat
                                                         rencana biaya. Estimasi kerugian                               dikontrol antara lain jarak OB dan
                                                         akibat risiko berkisar USD 20-30                               batubara, stripping ratio level, konsumsi
                                                         juta.                                                          bahan bakar, serta optimalisasi
                                                      1. Operational Impact                                             pemanfaatan armada tongkang.
                                                         Impact on the realization of strategic                    1.   Proactive in monitoring regulatory and
                                                         objectives for the current year.                               legal changes that impact the company's
                                                      2. Financial Impact                                               business.
                                                         Impact on profit (EBIT) or cost plans.                    2.   Increase coal sales channels.
                                                         Estimated losses due to risk range                        3.   Manage controllable cost factors,
                                                         from USD 20-30 million.                                        including OB and coal distance, stripping
                                                                                                                        ratio level, fuel consumption, and
                                                                                                                        optimization of barge fleet utilization.

      Risiko Fisik
      Physical Risk

      Akut            Mengacu pada hal-hal            1. Dampak Operasional                       Jangka           Memperbaiki metode dan perhitungan
      Acute           yang didorong oleh                 Banjir dan longsoran pada pit yang       pendek hingga    forecast hujan, meninjau praktik sistem
                      peristiwa, termasuk                dapat mengganggu operasional             menengah         drainase, mengevaluasi dan memantau
                      peningkatan keparahan              sehingga menurunkan produksi             Short to         kinerja pengelolaan air.
                      peristiwa cuaca ekstrem,           dan kehilangan kesempatan untuk          medium term      Improve rainfall forecast methods and
                                                         mendapatkan batubara tepat waktu                          calculations, review drainage system
                      yaitu hujan ekstrem dan
                                                         sesuai rencana.                                           practices, evaluate and monitor water
                      pola hujan yang tidak
                                                      2. Dampak Finansial                                          management performance.
                      dapat diprediksi                   Peningkatan biaya operasional.
                      Increased severity of           1. Operational Impact
                      extreme weather events,            Flooding and landslides in pits that
                      such as extreme rainfall           can disrupt operations, thereby
                      and unpredictable rainfall         reducing production and losing the
                      patterns                           opportunity to obtain coal on time .
                                                      2. Financial Impact
                                                         Increased operational costs.

                      Polusi udara yang lebih         1. Dampak Operasional                       Jangka           1. Mengelola batubara yang berpotensi
                      tinggi dari emisi udara dari       Upaya tambahan untuk mengatasi           pendek hingga       tinggi mengalami pembakaran spontan.
                      kegiatan operasi (debu)            polusi debu dan keluhan                  menengah         2. Menggunakan aplikasi atau sistem untuk
                      Higher air pollution               masyarakat sekitar.                      Short to            mengukur kondisi debu di area tambang
                      from air emissions from         2. Dampak Finansial                         medium term         dan masyarakat.
                                                         Biaya tambahan untuk instalasi                            1. Managing coal that has a high potential
                      operational activities (dust)
                                                         semprotan air dan penyewaan                                  for spontaneous combustion.
                                                         truk air, dampak terhadap biaya                           2. Using applications or systems to
                                                         sosial dari keluhan atau reputasi                            measure dust conditions in mining areas
                                                         masyarakat.                                                  and communities.
                                                      1. Operational Impact
                                                         Additional efforts to address dust
                                                         pollution and complaints from the
                                                         surrounding community.
                                                      2. Financial Impact
                                                         Additional costs for installing water
                                                         spray systems and renting water
                                                         trucks, impact on social costs from
                                                         complaints or community reputation.

      Kronis          Pergeseran jangka               1. Dampak Operasional                       Jangka           1. Memantau ketinggian air di sungai
      Chronic         panjang dalam pola iklim,          Mengganggu proses rantai pasokan         menengah            dan menyiapkan prediksi serta
                      pola dan durasi musim              karena rendahnya permukaan               hingga panjang      menyesuaikan jadwal kapal.
                      kemarau yang lebih                 air sungai. Kekurangan air untuk         Medium to long   2. Memantau sistem drainase, kolam
                      panjang menyebabkan                memitigasi kebakaran batubara dan        term                pengendapan dan pasokan air serta
                                                         kebakaran hutan.                                             kondisi waduk.
                      kekurangan air dan
                                                      2. Dampak Finansial                                          1. Monitor river water levels and prepare
                      kebakaran hutan.
                                                         Biaya tambahan untuk mengatasi                               forecasts and adjust ship schedules.
                      Long-term shifts in                kelangkaan air, Meningkatnya premi                        2. Monitor drainage systems, settling
                      climate patterns, longer           asuransi akibat bencana alam yang                            ponds and water supplies, and reservoir
                      dry seasons and longer             disebabkan oleh perubahan iklim.                             conditions.
                      durations of droughts are       1. Operational Impact
                      causing water shortages            Disruption of supply chain processes
                      and forest fires.                  due to low river water levels. Water
                                                         shortages to mitigate coal fires and
                                                         forest fires.
                                                      2. Financial Impact
                                                         Additional costs to address water
                                                         scarcity, increased insurance
                                                         premiums due to natural disasters
                                                         caused by extreme weather.




142         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 143
                                                                          Mewujudkan Akuntabilitas melalui Tata Kelola yang Beretika
                                                                                 Achieving Accountability through Ethical Governance




Salah satu peluang utama yang telah diidentifikasi adalah         One of the key opportunities identified is the development
pengembangan portofolio energi terbarukan dan layanan             of a renewable energy portfolio and low-carbon energy
energi rendah karbon. ITM mulai mengembangkan proyek              services. ITM has begun developing solar photovoltaic (PV)
solar photovoltaic (PV) di area operasional dan wilayah sekitar   projects in its operational areas and surrounding regions,
tambang, dengan potensi akumulatif mencapai 300 MWp               with a cumulatively reaching 300 MWp within the next five
dalam 5 tahun ke depan. Inisiatif ini berpotensi menurunkan       years. This initiative has the potential reduction in
biaya operasional listrik (untuk 300 MWp) mencapai Rp75           electricity operating costs (for 300 MWp) is estimated to
miliar/tahun.                                                     reach Rp75 billion/year.

Selain itu, ITM juga mengembangkan inovasi efisiensi energi       In addition, ITM is also developing energy efficiency and
dan digitalisasi operasional untuk menekan konsumsi bahan         operational digitization innovations to reduce fuel
bakar dan meningkatkan produktivitas. Implementasi PLTS           consumption       and     increase     productivity.    The
mengurangi penggunaan bahan bakar sebesar 132.732 liter           implementation of the Solar Power Plant (PLTS) reduced
di site TCM pada tahun 2025.                                      fuel consumption by 132,732 liters at the TCM site in 2025.

Metrik dan Target                                                 Metrics and Targets
ITM menetapkan target ambisius menuju netralitas karbon           ITM has set ambitious targets for carbon neutrality across
di seluruh kegiatan operasional. Perusahaan menargetkan           all operational activities. The Company targets a 6%
pengurangan intensitas emisi 6% di tahun 2026 dari tahun          reduction in emissions intensity in 2026 from the 2023
dasar 2023, dengan strategi meliputi peningkatan                  baseline year, with strategies including increased use of
pemanfaatan energi terbarukan serta pengembangan                  renewable energy and the development of emission-free
infrastruktur transportasi bebas emisi.                           transportation infrastructure.




                                                          Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                     143
Page 144
  Etika Bisnis
  Business Ethics


         Pendekatan Manajemen [3-3][CSS-12.20.1]
         Management Approach

         Topik Material: Etika Bisnis dan Transparansi
         Material Topic: Business Ethics and Transparency
         Kebijakan | Policy
         • Kebijakan Tata Kelola | GCG Policy
         • Aturan Perilaku | Code of Conduct



         Dampak dan Pengelolaan | Impact and Management

         Integritas dan transparansi merupakan pondasi bagi ITM dalam membangun tata kelola perusahaan yang bertanggung
         jawab.
         Integrity and transparency are the foundations for ITM in establishing responsible corporate governance.



         Sumber Daya dan Evaluasi | Resources and Evaluation

         Departemen Corporate Secretary menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan etika bisnis dan antikorupsi.
         Evaluasi rutin terhadap sistem pelaporan pelanggaran dilakukan setiap tahun, dan hasilnya dibahas secara transparan
         dalam rapat Komite SDGC. Evaluasi 2025 menunjukkan bahwa penerapan prinsip etika di seluruh entitas ITM telah
         berjalan selaras dengan nilai-nilai perusahaan.
         The Corporate Secretary Department oversees business ethics and anti-corruption policies. Routine evaluations of
         the violation reporting system are conducted annually, and the results are discussed transparently at SDGC meetings.
         The 2025 evaluation shows that the implementation of ethical principles across all ITM entities is in line with the
         company's values.



      Antisuap dan Antikorupsi                                       Anti-bribery and Anti-corruption
      ITM menegakkan integritas di seluruh lini usaha dengan         ITM upholds integrity across all lines of business by applying
      menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk       a zero tolerance policy towards all forms of bribery and
      suap dan korupsi. Setiap insan ITM diwajibkan menjauhi         corruption. Every ITM employee is required to refrain from
      praktik yang dapat menimbulkan konflik kepentingan atau        practices that could give rise to conflicts of interest or
      pelanggaran etika bisnis. Komitmen ini diwujudkan melalui      violations of business ethics. This commitment is manifested
      Kebijakan dan Pedoman Antisuap dan Antikorupsi yang            through the Anti-Bribery and Anti-Corruption Policy and
      berlaku bagi seluruh karyawan dan dapat diakses secara         Guidelines that apply to all employees and are publicly
      terbuka di www.itmg.co.id. [205-2][CSS-12.20.3]                accessible at www.itmg.co.id. [205-2][CSS-12.20.3]

      Dalam penerapannya, ITM memiliki sistem pengawasan             In practice, ITM has an internal monitoring system to detect
      internal untuk mendeteksi indikasi korupsi serta menilai       indications of corruption and assess activities that could
      aktivitas yang berpotensi menimbulkan pelanggaran melalui      potentially lead to violations through internal audits and
      audit internal dan evaluasi kinerja yang dilakukan oleh        performance evaluations conducted by the Internal Audit
      Departemen Audit Internal. Selain itu, tim ERSM secara rutin   Department. In addition, the ERSM team regularly conducts
      melaksanakan corruption risk assessment setiap tahun untuk     annual corruption risk assessments for departments that
      departemen yang memiliki risiko tinggi.                        are at high risk.




144        Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 145
                                                                             Mewujudkan Akuntabilitas melalui Tata Kelola yang Beretika
                                                                                    Achieving Accountability through Ethical Governance




ITM memiliki platform Transparency Center sebagai sistem          ITM has a Transparency Center platform as a system for
pelaporan pemberian atau penerimaan hadiah maupun                 reporting the giving or receiving of gifts or hospitality with
jamuan dengan pihak ketiga, termasuk potensi konflik              third parties, including potential conflicts of interest, which
kepentingan pun terus dikuatkan. Platform tersebut dikelola       continues to be strengthened. The platform is managed by
oleh Departemen Sekretaris Perusahaan di bawah                    the Corporate Secretary Department under the supervision
pengawasan senior management, dan hasil pelaksanaannya            of senior management, and the results of its implementation
dilaporkan kepada Komite Pembangunan Berkelanjutan dan            are reported to the Sustainable Development, GCG
Tata Kelola Perusahaan yang Baik (SDGC).                          Committee (SDGC).

Selama 2025, ITM menyelenggarakan delapan program                 During 2025, ITM organized eight anti-corruption dissemination
sosialisasi dan pelatihan antikorupsi melalui kegiatan induksi,   and training programs through induction activities, direct
sosialisasi langsung, forum kontraktor, email, microlearning      dissemination, contractor forums, emails, microlearning, and
dan CG Day untuk memperkuat penerapan prinsip integritas          CG Day to strengthen the application of integrity and business
dan etika bisnis di seluruh lini usaha. Kegiatan-kegiatan di      ethics principles across all lines of business. The above activities
atas melibatkan 137 karyawan ITM dan 174 mitra usaha.             involved 137 ITM employees and 174 business partners.
Adapun aktivitas WhatsApp microlearning terkait antikorupsi       WhatsApp microlearning activities related to anti-corruption
dilakukan kepada 1.048 karyawan. [205-2][CSS-12.20.3]             were conducted for 1,048 employees. [205-2][CSS-12.20.3]

ITM secara bertahap melakukan pemetaan terhadap aktivitas         ITM is gradually mapping activities that have the potential
yang memiliki potensi kerawanan terhadap perilaku korupsi.        for corruption. This process is carried out collaboratively by
Proses ini dilaksanakan secara kolaboratif oleh tim Corporate     the Corporate Secretary, Internal Audit, Risk Management,
Secretary, Internal Audit, Risk Management, dan departemen        and related departments. A number of preventive measures
terkait. Sejumlah langkah pencegahan telah diterapkan             have been implemented based on the principle of prudence,
berdasarkan prinsip kehati-hatian, antara lain melalui seleksi    including through strict selection of business partners, due
mitra usaha yang ketat, pelaksanaan uji tuntas terhadap           diligence on prospective business partners, and the signing
calon mitra bisnis, serta penandatanganan perjanjian              of integrity commitment agreements. [205-1, 205-3][CSS-
komitmen integritas. [205-1, 205-3][CSS-12.20.2, CSS-12.20.4]     12.20.2, CSS-12.20.4]


Sepanjang tahun 2025, ITM tidak menerima sanksi, denda,           Throughout 2025, ITM did not receive any sanctions, fines,
atau bentuk penalti lainnya yang berkaitan dengan kasus           or other forms of penalties related to corruption cases. No
korupsi. Tidak terdapat pula karyawan yang dikenakan              employees were subject to disciplinary action or dismissal
tindakan disiplin atau pemberhentian karena pelanggaran           for violating anti-corruption policies. The company also
kebijakan antikorupsi. Perusahaan juga menegaskan                 affirmed its position of not engaging in political activities or
posisinya untuk tidak terlibat dalam kegiatan politik maupun      making political contributions in any form. [205-2, 415-1] [CSS-
memberikan kontribusi politik dalam bentuk apa pun. [205-2,       12.22.2]
415-1] [CSS-12.22.2]


Sistem Pelaporan Pelanggaran                                      Violation Reporting System
ITM menerapkan sistem pengaduan keluh kesah (grievance            ITM implements a secure and transparent grievance
mechanism) dan pelaporan pelanggaran (whistleblowing              mechanism and whistleblowing system, based on the
system) yang aman dan transparan, berdasarkan nilai-nilai         company's core values and the principles of Good Corporate
inti perusahaan dan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan        Governance. [2-16]
yang Baik. [2-16]

Platform yang digunakan sebagai saluran untuk hal tersebut        The platform used as a channel for this can be found on the
dapat ditemukan pada website voisitmg.co.id. Pada saluran         website voisitmg.co.id. Through this channel, stakeholders
ini pemangku kepentingan dapat memberikan keluh kesah             can submit grievances related to employment, service,
terkait dengan isu ketenagakerjaan, pelayanan, bisnis dan         business, human rights, and other issues, or complaints
hak asasi manusia dan lainnya atau pengaduan atas                 about violations of the code of ethics committed by ITM
pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh karyawan ITM            employees and subsidiaries, including directors and
dan anak usaha termasuk direksi dan komisaris. Pada               commissioners. The platform also provides a channel for
platform itu pula terdapat saluran untuk melaporkan kejadian      reporting incidents of sexual harassment and violence in
pelecehan dan kekerasan seksual di tempat kerja. Saluran          the workplace. This channel is available 24 hours a day and
ini melayani selama 24 jam dan dapat diakses oleh seluruh         is accessible to all ITM and subsidiary stakeholders (the
pemangku kepentingan ITM dan anak usaha (masyarakat,              public, government, business partners, and others). [2-16]
pemerintah, mitra bisnis dan lainnya). [2-16]




                                                          Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                        145
Page 146
      Selama 2025, ITM menerima empat pengaduan dugaan                                                  During 2025, ITM received four reports of alleged violations
      pelanggaran melalui IWBC dan dua laporan keluh kesah.                                             through the IWBC and two grievances. Each report was
      Setiap laporan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur                                             followed up in accordance with internal procedures as
      internal yang dijelaskan pada website perusahaan www.itmg.                                        described on the company website www.itmg.co.id. If critical
      co.id. Bila ditemukan isu kritis seperti pelanggaran etika atau                                   issues such as ethical violations or conflicts of interest were
      konflik kepentingan, manajemen melakukan penelaahan                                               found, management conducted reviews and corrective
      dan tindakan korektif untuk menjaga integritas serta                                              actions to maintain the integrity and transparency of the
      transparansi perusahaan.                                                                          company.

      Informasi lebih lengkap mengenai platform-platform                                                More detailed information about the above platforms can
      tersebut di atas dapat dilihat pada Corporate Governance                                          be found in the Corporate Governance Communication
      Communication Pack yang dapat diunduh pada website ITM                                            Pack, which can be downloaded from the ITM website via
      melalui tautan ini https://www.itmg.co.id/id/governance/                                          this link: https://www.itmg.co.id/id/governance/corporate-
      corporate-governance-communication-pack/                                                          governance-communication-pack/communication-pack.
      communication-pack.


       Informasi lebih lengkap mengenai Whistleblowing System dapat dilihat pada Laporan Tahunan 2025 ITM pada Bab Sistem Pelaporan Pelanggaran.
       More detailed information about the Whistleblowing System can be found in the ITM 2025 Annual Report in the Violation Reporting System chapter.




      Persaingan Usaha yang Sehat                                                                       Fair Competition
      ITM senantiasa menjaga praktik persaingan usaha yang                                              ITM consistently maintains fair business competition
      sehat dengan menetapkan harga sesuai pedoman nasional                                             practices by setting prices in accordance with national and
      dan internasional. Kebijakan antipersaingan ini ditegaskan                                        international guidelines. This anti-competition policy is
      dalam Kode Etik Perusahaan yang wajib dipatuhi oleh seluruh                                       emphasized in the Company Code of Ethics, which all
      pekerja. Dalam proses pengadaan, Perusahaan mewajibkan                                            employees are required to comply with. In the procurement
      peserta tender untuk menyerahkan deklarasi integritas                                             process, the Company requires tender participants to submit
      sebagai jaminan bahwa tidak ada keterlibatan dalam praktik                                        a declaration of integrity as a guarantee that they are not
      antipersaingan atau korupsi. Melalui penerapan sistem                                             involved in anti-competition practices or corruption. Through
      e-procurement, ITM mengedepankan nilai etika bisnis berupa                                        the implementation of an e-procurement system, ITM
      kejujuran, keterbukaan, efisiensi, efektivitas, dan                                               promotes business ethics values such as honesty,
      akuntabilitas. Sepanjang 2025, perusahaan tidak menerima                                          transparency, efficiency, effectiveness, and accountability.
      tuduhan maupun menghadapi kasus hukum yang berkaitan                                              Throughout 2025, the company did not receive any allegations
      dengan praktik persaingan tidak sehat, anti-trust, atau                                           or face any legal cases related to unfair competition, anti-
      monopoli. [206-1]                                                                                 trust, or monopoly practices. [206-1]




146          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 147
                                                                     Mewujudkan Akuntabilitas melalui Tata Kelola yang Beretika
                                                                            Achieving Accountability through Ethical Governance




                                              Digitalisasi, Teknologi,
                                           dan Inovasi Keberlanjutan
                                           Digitalization, Technology, and Sustainability Innovations


Pendekatan Manajemen [3-3]
Management Approach

Topik Material: Digitalisasi dan Teknologi, Inovasi dan Bisnis Berkelanjutan
Material Topic: Digitalization and Technology, Innovation and Sustainable Business
Kebijakan | Policy
• Kebijakan Keamanan Siber dan Perlindungan Data Pribadi
  Cybersecurity and Personal Data Protection Policy
• Standar Manajemen Program Penyewaan Komputer
  Computer Rental Program Management Standard
• Pertumbuhan Berkelanjutan melalui inovasi
  Sustainable Growth through innovation



Dampak dan Pengelolaan | Impact and Management

Digitalisasi dan inovasi merupakan salah satu pendorong utama transformasi bisnis menuju masa depan energi
berkelanjutan perusahaan.
Digitalization and innovation are among the key drivers of business transformation towards the company's sustainable
energy future.



Sumber Daya dan Evaluasi | Resources and Evaluation

Tanggung jawab pengelolaan digitalisasi dan teknologi berada di bawah tanggung jawab Departemen Teknologi
Informasi (IT), sementara transformasi digital dan inovasi menjadi tanggung jawab Departemen Digital Center of
Excellence (DCOE) serta Management Systems and Business Processes (MSBP). Evaluasi tahunan dilakukan melalui
sesi kolaboratif antar-departemen untuk menilai kemajuan inisiatif dan merumuskan langkah perbaikan. Hasil evaluasi
tahun 2025 bahwa sinergi perlu ditingkatkan dan diarahkan secara lebih terfokus pada penguatan fondasi data yang
siap AI (AI–data ready), sekaligus pengembangan kapabilitas AI pada insan ITM guna mendukung transformasi digital
berkelanjutan.
Responsibility for managing digitalization and technology falls under the Information Technology (IT) Department,
while digital transformation and innovation are the responsibility of the Digital Center of Excellence (DCOE) and
Management Systems and Business Processes (MSBP) Departments. Annual evaluations are conducted through
collaborative inter-departmental sessions to assess the progress of initiatives and formulate improvement measures.
The results of the 2025 evaluation that synergy needs to be strengthened and directed more strategically toward
reinforcing an AI data ready foundation, while simultaneously developing AI capabilities among ITM personnel to
support sustainable digital transformation.




                                                  Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                        147
Page 148
      Digitalisasi pada Proses Bisnis                                                     Digitalization of Business
                                                                                          Processes
      Transformasi digital menjadi landasan penting bagi ITM dalam                        Digital transformation is an important foundation for ITM in
      memperkuat daya saing dan kesiapan menuju penyedia solusi                           strengthening its competitiveness and readiness to become a
      energi masa depan.                                                                  future energy solution provider.

      Inisiatif pada Digitalisasi Pertambangan
      Initiatives on Mining Digitalization

                        Invoice Management System                                                          Melak – Safety Initiative
                        Digitalisasi proses penagihan untuk meningkatkan akurasi,                          Penguatan standar keselamatan kerja melalui sistem
                        transparansi, dan kecepatan verifikasi serta pembayaran.                           pemantauan dan pelaporan yang lebih terstruktur. Inisiatif ini
                        Sistem ini mengurangi proses manual, memperkuat kontrol                            meningkatkan identifikasi risiko, kepatuhan SOP, dan respons
                        internal, dan memperbaiki kualitas rekonsiliasi data.                              terhadap insiden, mendukung budaya K3 yang lebih kuat.
                        Digitalization of the billing process to improve accuracy,                         Strengthening occupational safety standards through a more
                        transparency, and the speed of verification and payments.                          structured monitoring and reporting system. This initiative
                        This system reduces manual processes, strengthens internal                         enhances risk identification, SOP compliance, and incident
                        controls, and improves the quality of data reconciliation.                         response, supporting a stronger safety culture.

                        Melak – Coal Inventory Management                                                  HSEC SIGAP Enhancement
                        Optimalisasi pencatatan dan pemantauan stok batubara                               Penyempurnaan sistem SIGAP untuk meningkatkan
                        melalui digitalisasi proses inventori. Memberikan visibilitas                      pengelolaan aspek kesehatan, keselamatan, lingkungan, dan
                        stok yang lebih akurat, mengurangi potensi selisih, dan                            komunitas. Memperkuat kualitas pelaporan, investigasi, dan
                        meningkatkan efektivitas perencanaan produksi serta logistik.                      analisis risiko melalui mekanisme digital yang lebih responsif.
                        Optimization of coal stock recording and monitoring through the                    Enhancement of the SIGAP system to improve the
                        digitalization of inventory processes. Provides more accurate                      management of health, safety, environmental, and community
                        stock visibility, reduces potential discrepancies, and improves                    aspects. Strengthens reporting quality, investigation, and risk
                        the effectiveness of production and logistics planning.                            analysis through more responsive digital mechanisms.



      Transformasi digital terus dipercepat melalui kolaborasi antara                     Digital transformation continues to accelerate through collaboration
      DCoE dan berbagai fungsi menggunakan metodologi Design                              between DCoE and various functions using the Design Thinking
      Thinking dan SCRUM. Sepanjang 2025, terdapat beberapa inovasi                       and SCRUM methodologies. Throughout 2025, there were several
      yang dikembangkan senilai USD 5,1 juta. ITM juga memperkuat                         innovations worth USD 5.1 million. ITM will also strengthen its
      fondasi teknologi melalui integrasi platform data menyeluruh,                       technological foundation through comprehensive data platform
      penguatan keamanan siber, adopsi teknologi dan infrastruktur,                       integration, enhanced cyber security, technology and infrastructure
      standardisasi kerangka kerja ITM Application, dan implementasi                      adoption, ITM Application framework standardization, and Industry
      teknologi Industri 4.0. Dalam aspek pengembangan SDM, Digital                       4.0 technology implementation. In terms of human resource
      Capability Center (DCC) berperan sebagai motor peningkatan                          development, the Digital Capability Center (DCC) acts as a driver
      kompetensi digital dengan menyelenggarakan 26 program                               for improving digital competencies by organizing 26 training
      pelatihan yang diikuti oleh 886 peserta sepanjang tahun.                            programs attended by 886 participants throughout the year.

      Keamanan Digital                                                                    Digital Security
      ITM memastikan bahwa tata kelola digitalisasi dan keamanan                          ITM ensures that digitalization governance and information
      informasi berada di bawah struktur pengawasan yang kuat dan                         security are under a strong supervisory structure and are in line
      selaras dengan standar Internasional ISO 27001. Direksi ITM                         with the International ISO 27001 standard. The ITM Board of
      memiliki tanggung jawab utama dalam mengawasi strategi                              Directors has primary responsibility for overseeing the
      digitalisasi, keamanan informasi, serta efektivitas pengelolaan                     digitalization strategy, information security, and the effectiveness
      risiko siber. Pengawasan ini merupakan bagian integral dari tata                    of cyber risk management. This oversight is an integral part of
      kelola risiko perusahaan.                                                           corporate risk management.

      ITM telah menetapkan Chief Information Security Officer (CISO)                      ITM has appointed a Chief Information Security Officer (CISO)
      sebagai pimpinan fungsi keamanan informasi dan siber. Selain itu,                   to lead information and cyber security functions. In addition, ITM
      ITM menerapkan mekanisme cyber security governance dan proses                       implements a cyber security Governance mechanism and a
      evaluasi risiko teknologi yang dilakukan oleh unit Internal Audit, IT               technology risk evaluation process carried out by the Internal
      Governance, dan CISO Office.                                                        Audit, IT Governance, and CISO Office units.

      Selama tahun pelaporan, peningkatan sistem TI dilakukan melalui                     During the reporting year, IT system improvements were made
      penerapan ISO 20000 Sistem Manajemen Layanan TI guna                                through the implementation of the ISO 20000 IT Service
      memperkuat pengelolaan layanan dan kinerja teknologi informasi                      Management System to strengthen service management and
      di seluruh unit bisnis. Selain audit eksternal, perusahaan juga                     information technology performance across all business units.
      melakukan audit internal keamanan sistem di lingkungan                              In addition to external audits, the company also conducts internal
      perusahaan setiap satu kali setahun oleh tim audit internal ISO                     system security audits within the company environment annually
      yang terdiri dari tim IT dan MSBP. Perusahaan juga memiliki                         by the internal ISO audit team, comprising representatives from
      Kebijakan Keamanan Siber dan Perlindungan Data Pribadi yang                         the IT and MSBP functions. The company also has a
      dapat diakses melalui situs ITM.                                                    Cybersecurity and Personal Data Protection Policy that can be
                                                                                          accessed through the ITM website.

148         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 149
                                                                                            Mewujudkan Akuntabilitas melalui Tata Kelola yang Beretika
                                                                                                   Achieving Accountability through Ethical Governance



Keamanan Sistem IT                                                                IT System Security
ITM terus berupaya memperkuat infrastruktur teknologi                             ITM continues to strengthen its information technology
informasi dan pengelolaan data digital. Sepanjang 2025, tidak                     infrastructure and digital data management. Throughout 2025,
ada kejadian kebocoran data maupun laporan pengaduan dari                         there were no data breaches or complaints from stakeholders,
pemangku kepentingan, menunjukkan efektivitas sistem                              demonstrating the effectiveness of the protection system in
perlindungan yang diterapkan. [418-1]                                             place. [418-1]

Kami melatih setiap karyawan untuk bertanggungjawab atas                          We train every employee to be responsible for IT security
keamanan IT di seluruh lingkungan perusahaan dengan                               throughout the company environment by understanding the
memahami bentuk-bentuk ancaman, tindakan pencegahan,                              types of threats, preventive measures, and incident escalation
serta proses eskalasi insiden. Jika ditemukan insiden, karyawan                   processes. If an incident is discovered, employees can report
dapat melaporkan kepada IT helpdesk dengan kategori                               it to the IT helpdesk under the security category. An investigation
keamanan. Selanjutnya akan dilakukan proses investigasi dan                       and incident resolution process will then be carried out in
penyelesaian insiden dengan proses sesuai dengan SOP Incident                     accordance with the Incident Response Handling SOP. These
Response Handling. Persyaratan keamanan informasi ini juga                        information security requirements also apply to ITM's partners.
diberlakukan kepada mitra kerja ITM. Selama 2025, tidak terdapat                  During 2025, there were no data breaches or complaints from
insiden kebocoran data ataupun pengaduan dari pemangku                            stakeholders.
kepentingan.

Inovasi Ramah Lingkungan                                                          Environmentally Friendly
                                                                                  Innovation
ITM menempatkan inovasi sebagai pendorong dalam                                   ITM positions innovation as a driving force in realizing the
mewujudkan transisi menuju energi yang lebih bersih dan                           transition toward cleaner and more sustainable energy.
berkelanjutan. Berbagai inovasi ramah lingkungan dikembangkan                     Throughout 2025, various environmentally friendly innovations
sebagai rencana dari adaptasi perubahan iklim, antara lain:                       were developed as part of the climate change adaptation plan,
[102-2]                                                                           including: [102-2]
1. Proyek Green Habit, yang dijalankan oleh karyawan dari PT                      1. The Green Habit Project, run by employees of PT IMM to
   IMM untuk mengelola sampah domestik / organik.                                     manage domestic/organic waste.
2. Proyek Arboretum 30 Gemilang, inisiatif yang dijalankan                        2. The Arboretum 30 Gemilang Project, an initiative run by PT
   oleh PT IMM dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan                           IMM to integrate sustainability principles into company
   ke dalam operasional perusahaan, khususnya dalam                                   operations, particularly in environmental management. By
   pengelolaan lingkungan hidup. Hingga Maret 2025, PT IMM                            March 2025, PT IMM had progressively carried out
   telah melaksanakan kegiatan reklamasi secara progresif                             reclamation activities covering a total area of 9,503
   dengan total luasan mencapai 9.503 hektare sebagai wujud                           hectares as part of the company's responsibility for post-
   tanggung jawab perusahaan terhadap pemulihan lahan                                 mining land restoration.
   pascatambang.
3. Proyek Enviro Tangguh, yang dijalankan oleh karyawan dari                      3. The Enviro Tangguh Project, carried out by employees of
   Jorong Barutama Greston untuk meningkatkan kualitas                               Jorong Barutama Greston to improve soil quality through
   tanah melalui pemanfaatan material organik berbasis                               the use of digitally monitored organic materials around
   pemantauan digital di sekitar void.                                               voids.

Di lingkungan seluruh perusahaan, inovasi dikelola melalui Divisi                 Throughout the company, innovation is managed through the
Management System & Business Process (MSBP), yang                                 Management System & Business Process (MSBP) Division,
berfungsi menghimpun, menilai, dan mengkoordinasikan ide-ide                      which collects, assesses, and coordinates ideas from various
dari berbagai departemen. Salah satu wadah utama                                  departments. One of the main platforms for innovation
pengembangan inovasi adalah ITMnovation, sebuah kompetisi                         development is ITMnovation, an internal competition open to
internal yang terbuka bagi seluruh karyawan dan anak                              all employees and subsidiaries, both individually and in groups.
perusahaan, baik secara individu maupun kelompok.

Selama 2025, tercatat 29 proyek inovasi kelompok yang selesai                     During 2025, there were 29 completed group innovation projects,
dijalankan, meningkat sekitar 6,9 % dibanding 2024 dan sebanyak                   an increase of approximately 6.9% compared to 2024, and 266
266 ide individu melalui IdeaBlast yang selesai dijalankan,                       individual ideas through IdeaBlast were completed, an increase
meningkat sebesar 68 % dibanding 2024. Tingkat partisipasi                        of 68% compared to 2024. Employee participation in innovation
karyawan dalam kegiatan inovasi meningkat 11,3% menjadi                           activities increased by 11.3% to 32.5% compared to 2024. Of all
32,5%, dibandingkan 2024. Dari seluruh ide tersebut, terdapat                     these ideas, seven projects themed around environmentally
tujuh proyek bertemakan inovasi ramah lingkungan telah                            friendly innovation have made a real contribution to reducing
memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi                            emissions by 173,343 tons CO₂eq*.
sebesar 173,343 ton CO₂eq*.
 *: berdasarkan perhitungan dan pandangan dari masing-masing tim proyek
 *: based on calculation & view from each project team



                                                                          Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                       149
Page 150
  Kinerja Ekonomi dan
  Manajemen Rantai Pasok
  Economic Performance and Supply Chain Management


          Pendekatan Manajemen [3-3][CSS-12.8.1]
          Management Approach
          Topik Material: Kinerja Ekonomi dan Manajemen Rantai Pasok
          Material Topic: Economic Performance and Supply Chain Management
          Kebijakan | Policy
          Kode Etik Pemasok | Supplier Code of Conduct


          Dampak dan Pengelolaan | Impact and Management

          ITM menempatkan efektivitas pengelolaan rantai pasok dan kinerja ekonomi sebagai dua faktor penting dalam
          membangun bisnis yang berkelanjutan.
          ITM places supply chain management effectiveness and economic performance as two important factors in building
          a sustainable business.



          Sumber Daya dan Evaluasi | Resources and Evaluation

         Tanggung jawab atas pengelolaan rantai pasok dan kinerja ekonomi dijalankan secara kolaboratif oleh Departemen
         Operasional, Departemen Keuangan, Departemen Penjualan, dan Departemen Logistik. Penilaian kinerja ekonomi
         dilaksanakan secara berkala melalui evaluasi laporan keuangan dan operasional, serta pengukuran pencapaian
         terhadap indikator kinerja utama (KPI) yang telah ditetapkan oleh Direksi dan Dewan Komisaris. Di tahun 2025, hasil
         evaluasi menunjukkan Perusahaan berhasil mencapai target produksi serta meningkatkan pendapatan non batubara
         yang berasal dari energi terbarukan dan mineral strategis.
         Responsibility for supply chain management and economic performance is carried out collaboratively by the Operations
         Department, Finance Department, Sales Department, and Logistics Department. Economic performance is assessed
         periodically through the evaluation of financial and operational reports, as well as the measurement of achievements
         against key performance indicators (KPIs) set by the Board of Directors and Board of Commissioners. In 2025, the
         evaluation results showed the Company successfully achieved its coal production targets while increasing non-coal
         revenue derived from renewable energy and strategic minerals.


      Menghadapi tantangan harga batubara global yang menurun,         Facing the challenge of declining global coal prices, ITM was
      ITM tetap dapat mencatatkan kinerja ekonomi yang optimal         still able to record optimal economic performance through
      melalui peningkatan efisiensi dan disiplin finansial. Produksi   improved efficiency and financial discipline. The Company’s
      perusahaan tidak hanya memenuhi, tetapi juga melampaui target    production not only met but also exceeded the targets set.
      yang ditetapkan. Capaian ini merupakan hasil dari pengelolaan    This achievement was the result of efficient cost
      biaya yang efisien dan disiplin dalam manajemen kas.             management and disciplined cash management.

      ITM mengedepankan kualitas produk melalui teknologi              ITM prioritizes product quality through blending technology,
      blending, yang memastikan nilai kalori batubara sesuai           which ensures that the calorific value of coal meets customer
      dengan kebutuhan pelanggan. Pendekatan ini menjadi               requirements. This approach provides a competitive
      keunggulan kompetitif karena memungkinkan perusahaan             advantage by enabling the company to reach a wider market,
      menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk segmen                including the premium segment, and adapt to changes in
      premium dan menyesuaikan diri dengan perubahan                   global market demand.
      permintaan pasar global.

      Setiap tahun, ITM berusaha memenuhi kewajiban penjualan          Each year, ITM strives to fulfill its Domestic Market Obligation
      batubara untuk pasar domestik (DMO) melalui entitas anak         (DMO) for coal sales to the domestic market through its
      perusahaan. Pada tahun 2025, total volume penjualan              subsidiary entities. In 2025, the total volume of coal sales to
      batubara ke pasar domestik mencapai 5,5 juta ton.                the domestic market reached 5.5 million tons.


150         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 151
                                                                                        Mewujudkan Akuntabilitas melalui Tata Kelola yang Beretika
                                                                                               Achieving Accountability through Ethical Governance




 Target dan Realisasi Produksi dan Penjualan Batubara (Juta Ton)
 Target and Realization of Coal Production and Sales (Million Tons)

                                                                                          2025
                 Uraian
               Description                            Target                            Realisasi                              Persentase (%)
                                                      Target                           Realization                               Percentage

 Produksi | Production                               20.8 - 21.9                           21.2                                     101.9

 Penjualan | Sales                                   26.3-27.4                             24.7                                     93.9


 Realisasi Penjualan Batubara
 Coal Sales Realization

                                              2025                                     2024                                        2023
           Pelanggan
           Customer             Juta Ton                                 Juta Ton                                   Juta Ton
                                                            %                                        %                                       %
                               Million Tons                             Million Tons                               Million Tons

 Domestik | Domestic               5.5                     22.3             5.6                   23.3                  5.1                 24.3

 Ekspor | Export                   19.2                    77.7             18.4                     76.7               15.8                 75.7

 Jumlah | Total                    24.7                   100.0            24.0                   100.0                20.9                 100.0



ITM terus menjaga kontribusi ekonomi yang bertanggung                       ITM continues to maintain responsible economic
jawab di tengah fluktuasi pasar energi. Pada tahun 2025,                    contributions amid fluctuations in the energy market. In
Perusahaan membukukan pendapatan bersih sebesar USD                         2025, the Company recorded net revenue of USD 1,881 million,
1.881 juta, menurun 18% dari tahun sebelumnya dan laba                      representing an 18% decrease compared to the previous
bersih sebesar USD 195 juta menurun 48% dari tahun                          year, and net profit of USD 195 million, decreasing by 48%
sebelumnya. Meskipun terjadi penurunan dibandingkan                         compared to the previous year. Despite the decrease from
tahun sebelumnya, ITM tetap berkomitmen memberikan                          the prior year, ITM remains committed to delivering added
nilai tambah bagi perekonomian nasional. Kontribusi tersebut                value to the national economy. This contribution is reflected
tercermin melalui pembayaran pajak dan Penerimaan Negara                    in tax payments and Non-Tax State Revenue (PNBP)
Bukan Pajak (PNBP) sebesar USD 338 juta, termasuk di                        amounting to USD 338 million, including USD 248 million in
dalamnya sebesar USD 248 juta. Adapun sebagian besar                        PNBP. The majority of ITM’s revenue continues to be derived
pendapatan ITM masih berasal dari penjualan batubara,                       from coal sales, followed by other income such as interest
diikuti oleh pendapatan lain seperti bunga bank dan deposito.               from bank accounts and time deposits. As of the end of the
Hingga akhir tahun pelaporan, ITM tidak menerima dukungan                   reporting year, ITM did not receive any financial assistance
finansial dari pemerintah. [201-1, 201-4][CSS-12.8.2, CSS-12.2.2,           from the government. [207-1, 207-2, 207-3, 207-4][CSS-12.21.4,
12.21.3]                                                                    CSS-12.21.5, CSS-12.21.6, CSS-12.21.7]


Departemen Keuangan bertanggung jawab atas pengelolaan                      The Finance Department is responsible for tax management
dan pelaporan pajak, dengan dukungan Fungsi Finance                         and reporting, with support from the Finance Function
(termasuk Tax Departement) dan Enterprise Risk and Strategy                 (including the Tax Department) and Enterprise Risk and
Management dalam memantau risiko serta memastikan                           Strategy Management in monitoring risks and ensuring
kepatuhan. Setiap potensi risiko pajak dimasukkan dalam daftar              compliance. Any potential tax risks are included in the
risiko korporasi dan dievaluasi melalui rapat yang dilaksanakan             corporate risk register and evaluated through quarterly
secara kuartal. ITM menjalin kerja sama dengan konsultan pajak              meetings. ITM works closely with tax consultants and
dan otoritas terkait untuk memastikan proses perpajakan yang                relevant authorities to ensure accurate and transparent
akurat dan transparan. Selama 2025, tidak ditemukan kasus                   taxation processes. During 2025, there were no cases of tax
pelanggaran pajak di lingkungan perusahaan. [207-1, 207-2, 207-3,           violations within the company. [207-1, 207-2, 207-3, 207-4][CSS-
207-4][CSS-12.21.4, CSS-12.21.5, CSS-12.21.6, CSS-12.21.7]                  12.21.4, CSS-12.21.5, CSS-12.21.6, CSS-12.21.7]


ITM menempatkan perhatian serius pada potensi dampak                        ITM pays serious attention to the potential impact of climate
perubahan iklim terhadap kondisi keuangan perusahaan.                       change on the company's financial condition. As a form of
Sebagai bentuk antisipasi, strategi internal disusun untuk                  anticipation, an internal strategy has been developed to adjust
menyesuaikan volume produksi berdasarkan kondisi cuaca                      production volume based on dynamic weather conditions.
yang dinamis. Hingga akhir 2025, tidak tercatat adanya                      Until the end of 2025, there have been no recorded disruptions
gangguan pada proses produksi maupun distribusi batubara                    to the coal production and distribution processes due to the
akibat dampak fisik perubahan iklim. [201-2]                                physical impacts of climate change. [201-2]




                                                                   Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                          151
Page 152
      Laporan keuangan ITM telah diaudit oleh akuntan publik                                          ITM's financial statements have been audited by an independent
      independen. Data keuangan lengkap perusahaan dapat                                              public accountant. Complete financial data of the company
      dilihat melalui situs resmi www.itmg.co.id.                                                     can be viewed on the official website www.itmg.co.id.


       Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan (Ribu USD) [201-1][12.21.2]
       Economic Value Generated and Distributed (Thousand USD)

                                                 Nilai Ekonomi yang Dihasilkan
                                                                                                                                           2025                2024                2023
                                                   Economic Value Generated


       Pendapatan Bersih | Net Revenues                                                                                                   1,881,107         2,304,497           2,374,315


       Pendapatan Bunga Bank dan Deposito | Income from Bank Interest and Deposits                                                         40,111             41,228              34,517


       Pendapatan/(Pengeluaran) Selisih Kurs | Foreign Exchange Income/(Expenses)                                                          (1,463)            (11,012)              201


       Pendapatan/(Pengeluaran) Lain-lain | Other Income/(Expenses)                                                                       (18,409)            (18,827)            3,930


       Nilai Ekonomi yang Dihasilkan | Economic Value Generated                                                                          1,901,346          2,315,886           2,412,963


       Nilai Ekonomi yang Didistribusikan | Economic Value Distributed


       Biaya Operasional | Operational Costs                                                                                             1,122,384           1,149,343           1,051,813


       Gaji Pekerja dan Benefit Lainnya | Employees Salaries and Other Benefits


       Pekerja Operasional | Operational Employees                                                                                        40,466              45,579              41,267


       Pekerja Administrasi dan Penjualan | Administrative and Sales Staff                                                                 25,169             24,273              22,396


       Jumlah Gaji Pekerja dan Manfaat Lain | Total Employee Salaries and Other Benefits                                                  65,635              69,852              63,663


       Pembayaran kepada Penyandang Dana | Payments to Providers of Capital


       Dividen kepada Pemegang Saham | Dividend to Shareholders                                                                           203,167             215,992            673,907


       Bunga Pinjaman kepada Bank | Loan Interest to the Bank                                                                              3,753               3,229               1,380


       Pengeluaran untuk Pemerintah (Pajak, Royalti dan Lainnya) | Payment to Government (Taxes,
                                                                                                                                          337,812            423,300             543,397
       Royalties and Others)


       Pengeluaran untuk Masyarakat | Community Investments                                                                                 1,682              1,548               3,671


       Nilai Ekonomi yang Didistribusikan | Economic Value Distributed                                                                   1,734,433          1,863,264           2,337,831


       Nilai Ekonomi yang Ditahan | Economic Value Retained                                                                               166,913            452,622              75,132


       Nilai Ekonomi yang Ditahan Sebelum Dividen | Economic Value Retained Excluding Dividend                                            370,080             668,614            749,039

       Keterangan | Notes:
       Sumber Laporan Laba Rugi Konsolidasi yang telah diaudit. Kinerja ekonomi meliputi seluruh anak perusahaan; IMM, TCM, BEK, KTD, JBG, TIS, ITMI, IBU, IEU, IBP, TRUST, GEM, NPR, SME,
       EBP, GPK, CPI, IHP. Informasi keuangan tidak dapat disajikan berdasarkan negara karena ITM hanya beroperasi di Indonesia.
       Audited Consolidated Profit and Loss Statements. Economic performance cover all subsidiaries; IMM, TCM, BEK, KTD, JBG, TIS, ITMI, IBU, IEU, IBP, TRUST, GEM, NPR, SME, EBP, GPK, CPI,
       IHP. Financial information is not presented by country because ITM only operates in Indonesia.




152          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 153
                                                                           Mewujudkan Akuntabilitas melalui Tata Kelola yang Beretika
                                                                                  Achieving Accountability through Ethical Governance




Pengelolaan Rantai Pasok yang                                    Responsible Supply Chain
Bertanggung Jawab                                                Management
ITM menerapkan Kode Etik Pemasok untuk memastikan                ITM implements a Supplier Code of Conduct to ensure that
seluruh mitra bisnis beroperasi sesuai dengan nilai              all business partners operate in accordance with
keberlanjutan.                                                   sustainability values.

Direksi dan manajemen eksekutif mengawasi penerapan              The Board of Directors and executive management oversee
standar keberlanjutan di seluruh rantai pasok, mencakup          the implementation of sustainability standards throughout
etika bisnis, lingkungan, dan keselamatan kerja. ITM meninjau    the supply chain, covering business ethics, the environment,
praktik pembelian dan pengadaan untuk memastikan                 and occupational safety. ITM reviews purchasing and
pemasok mematuhi persyaratan LST. Pemasok yang belum             procurement practices to ensure that suppliers comply with
memenuhi standar, diwajibkan melakukan perbaikan atau            ESG requirements. Suppliers that do not meet the standards
dapat dikeluarkan dari daftar mitra. Untuk mendukung hal         are required to make improvements or may be removed
ini, ITM secara rutin memberikan pelatihan kepada tim            from the list of partners. To support this, ITM regularly
pembelian dan pemangku kepentingan internal guna                 provides training to the purchasing team and internal
memperkuat pemahaman atas penerapan dan pengawasan               stakeholders to strengthen their understanding of the
standar LST.                                                     implementation and monitoring of ESG standards.

ITM memperkuat kapasitas pemasok melalui program                 ITM strengthens supplier capacity through development
pengembangan berupa sosialisasi dan dialog berkelanjutan         programs in the form of ongoing outreach and dialogue to
untuk menanamkan pemahaman tentang hak asasi manusia,            instill an understanding of human rights, occupational health
kesehatan dan keselamatan kerja, serta memastikan tidak          and safety, and to ensure that there are no practices of
ada praktik kerja paksa dan pekerja anak di seluruh rantai       forced labor or child labor throughout the supply chain. [308-
pasok. [308-1, 308-2, 414-1, 414-2][CSS-12.15.8, CSS-12.15.9]    1, 308-2, 414-1, 414-2][CSS-12.15.8, CSS-12.15.9]




                                                                    100%
                                                                   Pemasok telah dinilai berdasarkan
                                                                   kriteria sosial dan lingkungan
                                                                   Suppliers have been assessed based on social
                                                                   and environmental criteria




Pada tahun pelaporan, ITM memiliki 594 pemasok Tier-1,           In the reporting year, ITM had 594 Tier-1 suppliers, which are
yaitu pemasok yang memiliki hubungan langsung dengan             those that have a direct relationship with the company's
kegiatan operasional utama perusahaan. Dari jumlah               main operational activities. Of these, 10 suppliers were
tersebut, 10 pemasok dikategorikan sebagai signifikan,           categorized as significant, based on their contribution to
berdasarkan kontribusi nilai pembelian, keterkaitan strategis,   purchase value, strategic relevance, and potential impact
serta dampak potensial terhadap kinerja operasional dan          on operational performance and sustainability. These
keberlanjutan. Pemasok signifikan tersebut mewakili sekitar      significant suppliers represent approximately 80% of the
80% dari total nilai belanja pemasok Tier-1.                     total value of Tier-1 supplier purchases.

ITM telah melakukan asesmen terhadap 8 pemasok, baik             ITM has assessed 8 suppliers, both through desk
melalui desk assessment maupun on-site assessment, dari          assessments and on-site assessments, out of a total of 10
total 10 pemasok yang ditetapkan. Dari keseluruhan pemasok       designated suppliers. Of all the significant suppliers
signifikan yang teridentifikasi, sekitar 80% telah menjalani     identified, approximately 80% have undergone the
proses asesmen. Hasil evaluasi menunjukkan tidak ada             assessment process. The evaluation results show that there
pemasok yang memiliki potensi atau dampak negatif                are no suppliers that have significant negative potential or
signifikan terhadap aspek LST.                                   impact on ESG aspects.




                                                         Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                       153
Page 154
      Produk dan Layanan Pelanggan
      Products and Customer Services



         Pendekatan Manajemen [3-3]
         Management Approach

         Topik Material: Produk dan Layanan Pelanggan
         Material Topic: Products and Customer Services
         Kebijakan | Policy
         • Kebijakan Produk | Product Policy
         • Kebijakan Layanan Pelanggan | Customer Service Policy


          Dampak dan Pengelolaan | Impact and Management

         ITM memahami bahwa ketersediaan produk yang terjaga dan layanan pengiriman yang tepat waktu merupakan faktor
         penting dalam mempertahankan kepercayaan pelanggan.
         ITM understands that maintaining product availability and timely delivery services are important factors in retaining
         customer trust.


          Sumber Daya dan Evaluasi | Resources and Evaluation

         Tanggung jawab pengelolaan produk dan layanan pelanggan berada pada Departemen Operation serta Coal Sales &
         Trading (CST). Evaluasi kinerja layanan dilakukan secara berkala setiap dua tahun melalui survei kepuasan pelanggan.
         Berdasarkan survei yang dilaksanakan pada tahun 2025, Customer Satisfaction Index (CSI) ITM tercatat sebesar 89,91%.
         Responsibility for product management and customer service lies with the Operations Department and Coal Sales &
         Trading (CST). Service performance evaluations are conducted periodically every two years through customer satisfaction
         surveys. Based on a survey conducted in 2025, ITM's Customer Satisfaction Index (CSI) was recorded at 89.91%.


      Manajemen Keberlangsungan Usaha                                   Business Continuity Management
      Perusahaan menerapkan sistem Manajemen Keberlangsungan            The company implements a Business Continuity
      Usaha melalui penerapan Rencana Keberlangsungan Bisnis            Management system through the application of a Business
      (Business Continuity Plan) untuk meminimalkan potensi             Continuity Plan to minimize potential negative impacts and
      dampak negatif serta mengelola situasi darurat atau krisis        manage emergency or crisis situations that may arise in
      yang mungkin terjadi dalam kegiatan operasional, baik di          operational activities, both at the company and subsidiary
      tingkat perusahaan maupun anak usaha.                             levels.

      Penjaminan Mutu dan Kepuasan                                      Quality Assurance and Customer
      Pelanggan                                                         Satisfaction
      ITM berupaya menjaga kepercayaan pelanggan melalui produk         ITM strives to maintain customer trust through high-quality
      dan layanan berkualitas tinggi. Seluruh (100%) produk batubara    products and services. All (100%) of the coal products
      yang dihasilkan telah melewati proses kontrol mutu yang           produced have undergone a rigorous quality control process,
      ketat, memastikan kesesuaian dengan standar dan kebutuhan         ensuring compliance with standards and customer
      pelanggan. Pada tahun 2025, tidak ada produk yang ditarik         requirements. By 2025, there were no product recalls and
      kembali, dan tidak ada insiden ketidakpatuhan yang berkaitan      no incidents of non-compliance related to customer health
      dengan dampak kesehatan atau keselamatan pelanggan.               or safety impacts. To support continuous improvement,
      Untuk mendukung peningkatan berkelanjutan, ITM melakukan          ITM conducts customer satisfaction surveys. [416-1, 416-2,
      survei kepuasan pelanggan. [416-1, 416-2, 417-1, 417-2, 417-3]    417-1, 417-2, 417-3]



                                                          Survei Kepuasan Pelanggan 2025
                                                          2025 Customer Satisfaction Survey      89.91%
154         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 155
                                                                         Mewujudkan Akuntabilitas melalui Tata Kelola yang Beretika
                                                                                Achieving Accountability through Ethical Governance




                                                   Perizinan dan Kepatuhan
                                                                                           Licensing and Compliance


   Pendekatan Manajemen [3-3]
   Management Approach

   Topik Material: Perizinan dan Kepatuhan
   Material Topic: Licensing and Compliance
   Kebijakan | Policy
   1. Kebijakan Kepatuhan - ITM-P-CRM-001 | Compliance Policy - ITM-P-CRM-001
   2. Standar Manajemen Kepatuhan - ITM-MS-CRM-001 | Compliance Management Standard - ITM-MS-CRM-001


    Dampak dan Pengelolaan | Impact and Management

   Perusahaan meyakini kepatuhan terhadap regulasi dan perizinan merupakan bagian tak terpisahkan dari tata kelola
   yang baik. Pemenuhan kewajiban hukum secara konsisten menjadi dasar dalam membangun kepercayaan pemangku
   kepentingan dan memastikan keberlanjutan usaha.
   The company believes that compliance with regulations and licensing is an integral part of good governance. Consistent
   fulfillment of legal obligations is the basis for building stakeholder trust and ensuring business sustainability.



   Sumber Daya dan Evaluasi | Resources and Evaluation

   Fungsi External Relations bertanggung jawab atas pengelolaan perizinan dengan dukungan dari Corporate Secretary
   dan Legal, sementara Fungsi Compliance memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai dengan ketentuan
   hukum yang berlaku. Fungsi ini juga berkoordinasi dengan Internal Audit dan fungsi operasional lainnya untuk
   memperkuat sistem pengawasan.
   The External Relations function is responsible for managing licensing with support from the Corporate Secretary
   and Legal, while the Compliance function ensures that all operational processes run in accordance with applicable
   laws. This function also coordinates with Internal Audit and other operational functions to strengthen the monitoring
   system.

   Evaluasi kepatuhan dilakukan triwulanan setiap tahun dan pertemuan rutin dua mingguan sebagai bentuk monitoring
   dan tindak lanjut terhadap perubahan regulasi. Adapun hasil evaluasi tahun 2025 yaitu 100% kepatuhan perizinan
   utama dan ≥75% kewajiban teknis.
   Compliance evaluations are conducted quarterly each year and biweekly meetings are held as a form of monitoring
   and follow-up on regulatory changes. Based on the 2025 evaluation, the Company achieved 100% compliance in
   primary licensing requirements and ≥75% fulfillment of technical obligations.




Kepatuhan Sosioekonomi                                          Socioeconomic Compliance
Sebagai bagian dari komitmen terhadap penerapan prinsip         As part of its commitment to implementing ESG principles,
LST, ITM menjadikan tata kelola yang baik sebagai landasan      ITM has made good governance a key foundation for
utama dalam menjalankan bisnis yang patuh dan                   conducting business in a compliant and socially responsible
bertanggung jawab sosial. Melalui penguatan fungsi              manner. By strengthening compliance functions and
kepatuhan dan integrasi nilai-nilai etika dalam setiap proses   integrating ethical values into every business process, the
bisnis, Perusahaan memastikan pengelolaan operasional           Company ensures that operations are managed transparently
berjalan secara transparan dan sesuai regulasi. ITM juga        and in accordance with regulations. ITM has also developed
mengembangkan sistem pemantauan untuk memastikan                a monitoring system to ensure that all licensing and
seluruh perizinan dan kewajiban terpenuhi tepat waktu.          obligations are fulfilled in a timely manner. In-depth analysis
Analisis mendalam terhadap perubahan regulasi menjadi           of regulatory changes forms the basis for ITM in anticipating
dasar bagi ITM dalam mengantisipasi risiko hukum dan            legal risks and maintaining business sustainability.
menjaga keberlangsungan bisnis secara berkelanjutan.


                                                        Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                      155
Page 156
      Lampiran
      Appendix




156     Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 157
                                                 Lampiran
                                                 Appendix




Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk    157
Page 158
      Jumlah Kecelakaan Kerja [403-2, 403-9][CSS-12.14.3, CSS-12.13.10]
      Number of Work-related Injuries

                                                                2025                                            2024                                            2023
          ITM dan Anak Usaha
          ITM and Subsidiaries                                  Berat          Ringan                           Berat          Ringan                           Berat           Ringan
                                                Fatal                                           Fatal                                           Fatal
                                                                Major          Minor                            Major          Minor                            Major           Minor

      PT Bharinto Ekatama                         2               0               0               2               2               0                2               2               0

      PT Kitadin Embalut                          0               0               0               0               0               0               0                0               0

      PT Kitadin Tandung Mayang                   0               0               0               0               0               0               0                0               0

      PT Indominco Coal Mining                    0                1              0               0               0               0               0                2               0

      PT Jorong Barutama
                                                  0               0               0               0               0               0               0                0               0
      Greston

      PT Trubaindo Coal Mining                     1               1              0               0                1              0               0                0               0

      PT. Graha Panca Karsa                       0                1               1              0                1               1              0                0               0

      PT. Nusa Persada Resources                  0               0               0               0               0               0               0                0               0

      PT. Tepian Indah Sukses                     0                1              0               0               0               0              N/A             N/A             N/A

      PT Indo Tambangraya Megah
                                                  0               0               0               0               0               0               0                0               0
      – Samarinda Office

      PT Indo Tambangraya Megah
                                                  0               0               0               0               0               0               0                0               0
      – Balikpapan Office

      Jumlah | Total                              3               4                1              2               4                1              0                3               0

      Keterangan | Notes:
      TRUST merupakan kontraktor dari WIUP TCM dan WIUP BEK
      TRUST is a contractor from WIUP TCM and WIUP BEK



      Injury Rate dan Lost Day Rate [403-2, 403-9][CSS-12.14.3, CSS-12.14.10]
      Injury Rate and Lost Day Rate

                                                                                                         2025                            2024                            2023
                                  ITM dan Anak Usaha
                                  ITM and Subsidiaries                                          Injury        Lost day          Injury        Lost day          Injury        Lost day
                                                                                                 Rate           Rate             Rate           Rate             Rate           Rate

      PT Bharinto Ekatama                                                                         0.1           580.66           0.29           595.92           0.06            7.34

      PT Kitadin Embalut                                                                          0               0               0                0             0.0              0.0

      PT Kitadin Tandung Mayang*                                                                  0               0               0                0               0               0

      PT Indominco Coal Mining                                                                   0.07            0.5             0.18           552.18           0.15            14.98

      PT Jorong Barutama Greston                                                                  0               0               0                0             0.0              0.0

      PT Trubaindo Coal Mining                                                                   0.15           452.4             0                0             0.0              0.0

      PT. Graha Panca Karsa                                                                      1.18            8.26            1.46            11.71           0.0              0.0

      PT. Nusa Persada Resources                                                                  0               0               0                0             0.0              0.0

      PT. Tepian Indah Sukses                                                                    1.09           81.49             0                0             NA              NA

      PT Indo Tambangraya Megah – Samarinda Office                                                0               0               0                0             0.0              0.0

      PT. Indo Tambangraya Megah – Balikpapan Office                                              0               0               0                0             0.0              0.0

      Jumlah | Total                                                                             0.14           326.73           0.19           345.33           0.07            7.18

      Keterangan | Notes:
      TRUST merupakan kontraktor dari WIUP TCM dan WIUP BEK
      * PT Kitadin Tandung Mayang tidak beroperasi dan telah menyelesaikan tahap pascatambang serta telah menyerahkan lahan pinjam pakai kawasan hutan ke pemerintah pada November 2022
      TRUST is a contractor from WIUP TCM and WIUP BEK
      *PT Kitadin Tandung Mayang is not operating and has completed the post-mining stage and has handed over the borrow-to-use forest area to the government on November 2022




158         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 159
                                                                                                                                                          Lampiran
                                                                                                                                                          Appendix




Jumlah Pekerja Berdasarkan Kewarganegaraan dan Gender [2-7]
Number of Employees Based on Citizenship and Gender

                                                 2025                                             2024                                           2023

                                WNI                                               WNI                                            WNI
                                                               WNA                                              WNA                                            WNA
  ITM dan Anak Usaha         Indonesian                                        Indonesian                                     Indonesian
                                                             Expatriate                                       Expatriate                                     Expatriate
  ITM and Subsidiaries         Citizen                                           Citizen                                        Citizen

                           Pria       Wanita         Pria         Wanita     Pria       Wanita        Pria         Wanita   Pria       Wanita        Pria         Wanita
                           Male       Female         Male         Female     Male       Female        Male         Female   Male       Female        Male         Female

PT Indo Tambangraya         137            44            20          5        123            35           24          2      111            33           25          1
Megah

PT Indominco Mandiri       409             71            2           0        447            69           4           0     467             69           4           0

PT Trubaindo Coal Mining   264             32            6           0        274            34           5           0     296             37           7           0

PT Bharinto Ekatama        274             84            10          0        271            86           8           0     260             80           6           0

PT Kitadin                  14              4            0           0        14             4            0           0      14             4            0           0

PT Jorong Barutama
                            73              7            1           0        96             11           2           0      101            10           3           0
Greston

PT Tambang Raya Usaha
                            69              7            9           0        460            31           11          1     626             28           13          1
Tama

PT Gas Emas                 0              0             0           0         0             0            0           0      0              0            0           0

PT Nusa Persada
                            25              3            1           0        13             2            0           0      9              2            0           0
Resources

PT ITM Bhinneka Power       13             0             3           1        12             0            3           1      8              0            3           1

PT Tepian Indah Sukses      8               2            0           0         7             2            0           0      4              2            0           0

PT Energi Batubara
                            3               3            0           0         3             3            1           0      2              2            1           0
Perkasa

PT Graha Panca Karsa        28              6            2           0        21             7            2           0      19             4            0           0

PT Cahaya Power
                            15              6            0           0        13             3            0           0      10             2            0           0
Indonesia

                           1,332           269           54          6       1,754       287              60          4     1,927       273              62          3

Jumlah | Total                     1,601                        60                   2,041                       64                 2,200                       65

                                                 1,661                                            2,105                                          2,265




                                                                          Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                         159
Page 160
      Jumlah Pekerja Berdasarkan Status Kepegawaian dan Lokasi Penempatan [2-7]
      Number of Employee Based on Employment Status and Placement Location

                                                       2025                           2024                           2023
                       Entitas
                        Entity               Tetap             Kontrak      Tetap             Kontrak      Tetap             Kontrak
                                           Permanent           Contract   Permanent           Contract   Permanent           Contract

      PT Indo Tambangraya Megah               168                38          147                 37         132                38

      PT Indominco Mandiri                    473                 9         508                  12         533                 7

      PT Trubaindo Coal Mining                288                 14        303                  10         328                 12

      PT Bharinto Ekatama                     333                35          320                45         308                 38

      PT Kitadin                               18                 0          18                  0          18                  0

      PT Jorong Barutama Greston               80                 1          106                 3          111                 3

      PT Tambang Raya Usaha Tama               70                 15         412                 91        402                 266

      PT Gas Emas                              0                  0          0                   0          0                   0

      PT Nusa Persada Resources                21                 8           9                  6           9                  2

      PT ITM Bhinneka Power                    13                 4          11                  5           7                  5

      PT Tepian Indah Sukses                   9                  1           7                  2          4                   2

      PT Energi Batubara Perkasa               6                  0           6                  1          4                   1

      PT Graha Panca Karsa                     26                 10         20                  10         18                  5

      PT Cahaya Power Indonesia                13                 8          10                  6          9                   3

                                              1,518              143        1,877               228        1,883               382
      Jumlah | Total
                                                       1,661                          2,105                          2,265


      Jumlah Pekerja Alih Daya ITM Berdasarkan Area Operasi dan Gender [2-7]
      Number of ITM Outsourced Employees based on Area of Operation and Gender

                                                       2025                           2024                           2023
                     Area Operasi
                   Area of Operation          Pria             Wanita       Pria              Wanita       Pria              Wanita
                                              Male             Female       Male              Female       Male              Female

      TCM                                      61                 12         262                20          43                  7

      BEK                                      77                 16         203                39          88                 33

      GPK                                      0                  0          0                   0          21                  2

      NPR                                      0                  0          0                   0          10                  1

      IMM                                      33                 2          33                  2          33                  2

      JKT                                      21                 3          22                  5          27                  11

      BPN                                      21                 6          26                  7          11                  5

      TRUST                                   414                 5          470                32          169                 6

      KTD                                      0                  0          0                   0          19                  0

                                              627                44         1,016               105         421                67
      Jumlah | Total
                                                       671                            1,121                          488




160         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 161
                                                                                                                         Lampiran
                                                                                                                         Appendix




Jumlah Pekerja Berdasarkan lokasi Point of Hire [2-7, 401-1]
Number of Employees based on Point of Hire location

                              Wilayah
                                                                      2025                          2024                2023
                               Area

Kalimantan Timur                                                      854                            1,149              1,282
East Kalimantan

Kalimantan Selatan
                                                                       82                            109                    114
South Kalimantan

Kalimantan Tengah
                                                                       0                              4                      8
Central Kalimantan

Luar Kalimantan
                                                                      725                            843                 861
Outside Kalimantan

Jumlah | Total                                                        1,661                         2,105               2,265


Jumlah Pekerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan [2-7]
Number of Employees based on Level of Education

                                                    2025                              2024                           2023
                 Pendidikan
                  Education                 Pria             Wanita           Pria            Wanita         Pria                Wanita
                                            Male             Female           Male            Female         Male                Female

SD                                           33                 2              37               2             42                   2
Elementary School

SMP
                                             53                0               69               0             79                   1
Junior High School

SMA
                                            533                28             838               35           1,018                 37
Senior High School

D3
                                             137               31             166              36            165                  35
Diploma

S1
                                            566                190            640              199           624                  180
Bachelor Degree

S2
                                             64                24              62               19            57                   21
Master Degree

S3
                                             0                 0               2                0             4                    0
Doctorate

Lainnya
                                             0                 0               0                0             0                    0
Others

                                            1,386              275            1,814            291           1,989                276
Jumlah | Total
                                                    1,661                             2,105                          2,265




                                                            Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                      161
Page 162
      Jumlah Pekerja tahun 2025 Berdasarkan Masa Kerja [2-7]
      Number of Employees Based on Working Period

                       Entitas                                                                                                            Jumlah
                                              0-5             6-11           12-17           18-23           24-29     30-Up
                        Entity                                                                                                             Total

      PT Indo Tambangraya Megah               64              33              70              30                  7      2                 206

      PT Indominco Mandiri                    16              54             138              77                 161    36                 482

      PT Trubaindo Coal Mining                15              37              93             153                  2      2                 302

      PT Bharinto Ekatama                     121             84              83              70                  6     4                  368

      PT Kitadin                               1                1             10               1                  2     3                   18

      PT Jorong Barutama Greston              3                 5             9               51                 13     0                   81

      PT Tambang Raya Usaha Tama              34              23              13              9                   5      1                  85

      PT Nusa Persada Resources               15                7             3               4                   0     0                   29

      PT ITM Bhinneka Power                   13                4             0               0                   0     0                   17

      PT Tepian Indah Sukses                   1                3             2               4                   0     0                   10

      PT Energi Batubara Perkasa              4                 2             0               0                   0     0                   6

      PT Graha Panca Karsa                    17                3             10              6                   0     0                   36

      PT Cahaya Power Indonesia               21                0             0               0                   0     0                   21

      Jumlah | Total                         325              256            431             405              196       48                 1,661


      Jumlah Pekerja Berdasarkan Usia dan Gender [2-7]
      Number of Employees Based on Age and Gender

                                                        2025                                       2024                           2023
                   Kelompok Usia
                     Age Group                Pria                  Wanita           Pria                  Wanita       Pria               Wanita
                                              Male                  Female           Male                  Female       Male               Female

      18 - 25                                      19                 17              14                     14              41                 21

      26 - 35                                  245                    95             365                    104          500                 120

      36 - 45                                  571                   121             746                    128          839                 104

      46 - 55                                  523                   40              647                    43           586                  29

      56 and Up                                    28                 2               42                     2               23                  2

                                              1,386                  275             1,814                  291         1,989                276
      Jumlah | Total
                                                        1,661                                      2,105                          2,265


      Rekrutmen Karyawan Baru Berdasarkan Kelompok Usia dan Gender [401-1][CSS-12.15.2]
      New Employee Recruitment by Age Group and Gender

                                                        2025                                       2024                           2023
                   Kelompok Usia
                     Age Group                Pria                  Wanita           Pria                  Wanita       Pria               Wanita
                                              Male                  Female           Male                  Female       Male               Female

      18 - 25                                      7                  3               21                     15              17                 13

      26 - 35                                      21                 7               86                     18              87                 18

      36 - 45                                      5                  2               80                     10              41                  4

      46 - 55                                      0                  0               46                     4               9                   0

      56 and Up                                    0                  0               20                     1               11                  1

                                                   33                 12             253                    48           165                 36
      Jumlah | Total
                                                         45                                        301                            201



162         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 163
                                                                                                                       Lampiran
                                                                                                                       Appendix




Rekrutmen Karyawan Baru Berdasarkan Gender dan Wilayah [401-1] [CSS-12.15.2]
New Employee Recruitment by Gender and Region

                                                       2025                        2024                          2023
             Area Operasi
             Operation Area                     Pria           Wanita       Pria          Wanita          Pria           Wanita
                                                Male           Female       Male          Female          Male           Female

BEK - JKT OFFICE                                  2              1           18             11             14               11

BEK - MELAK SITE                                  3              0           37             11            20                8

CPI - JKT OFFICE                                  4              3            7             2              6                2

EBP - JKT OFFICE                                  1              0            1             2              0                0

GPK - JKT OFFICE                                  0              0            1             0              2                0

GPK - MELAK SITE                                  2              0            8             2              2                2

IBP - JKT OFFICE                                  2              0            6             0              5                0

IMM - BONTANG SITE                                2              2           50             5              6                 1

ITM - BPN OFFICE                                  0              1            7             1              3                0

ITM - JKT OFFICE                                  11             5           25             2              13               0

JBG - JORONG SITE                                 0              0            3             0              4                0

KTD - EMBALUT SITE                                0              0            4             0              1                0

NPR - MELAK SITE                                  2              0            8             0              3                 1

TCM - MELAK SITE                                  4              0           14             1              5                 1

TIS - MELAK SITE                                  0              0            5             0              3                2

TRUST - MELAK SITE                                0              0           54             9              75               8

TCM - JKT OFFICE                                  0              0           0              0              2                0

IMM - JKT OFFICE                                  0              0            4             1              1                0

JBG - JKT OFFICE                                  0              0           0              1              0                0

KTD - JKT OFFICE                                  0              0            1             0              0                0

                                                 33              12          253           48             165               36
Jumlah | Total
                                                       45                          301                           201


Perputaran Pekerja Sukarela [401-1][CSS-12.15.2]
Voluntary Employee Turnover

                              Deskripsi
                                                                                                   %
                              Description

Tingkat Perputaran Pekerja Sukarela tahun 2025 (YTD)
                                                                                                   2.05
Voluntary Employee Turnover Rate in 2025 (YTD)




                                                              Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk            163
Page 164
      Perputaran Pekerja Sukarela berdasarkan Gender di Tahun 2025 [401-1][CSS-12.15.2]
      Voluntary Employee Turnover by Gender in 2025

                                   Alasan                                Pria                    Wanita   Jumlah
                                   Reason                                Male                    Female    Total

      Pensiun Dini                                                         11                      1        12
      Early Retirement

      Pribadi (Sekolah, Keluarga, Kesehatan)
                                                                           4                       5        9
      Personal (School, Family, Health)

      Pekerjaan dan Pengembangan Karier
                                                                           2                       0        2
      Job & Career Development

      Fasilitas dan Tunjangan/Kesejahteraan
                                                                           0                       0        0
      Facility & Benefit/Welfare

      Tidak Diketahui
                                                                           4                       0        4
      Unknown

      Kompensasi/Remunerasi
                                                                           1                       0        1
      Compensation/Remuneration

      Lokasi Kerja
                                                                           2                       0        2
      Work Location

      Meninggal Dunia
                                                                           4                       0        4
      Passed Away

      Jumlah | Total                                                      28                       6       34


      Perputaran Pekerja Sukarela berdasarkan Kelompok Usia di Tahun 2025 [401-1][CSS-12.15.2]
      Voluntary Employee Turnover by Age Group in 2025

                                                  Kelompok Usia
                                                                                                           2025
                                                       Age

      18-25 tahun/years                                                                                     0

      26-35 tahun/years                                                                                     13

      36-45 tahun/years                                                                                     11

      46-55 tahun/years                                                                                     10


      Perputaran Pekerja Sukarela berdasarkan Wilayah di Tahun 2025 [401-1][CSS-12.15.2]
      Voluntary Employee Turnover by Region in 2025

                                                     Wilayah
                                                                                                           2025
                                                     Region

      Kalimantan                                                                                            14

      Luar Kalimantan
                                                                                                            20
      Outside Kalimantan




164        Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 165
                                                                                                                                                Lampiran
                                                                                                                                                Appendix




Jam Pelatihan Tahun 2025 Berdasarkan Gender
Training Hours based on Gender in 2025

                                                                                     Jumlah Pekerja yang                  Rata-rata Jam Pelatihan Per
                                                 Jam Pelatihan                      Memperoleh Pelatihan                            Pekerja
                                                 Training Hours                    Total Employees Receiving               Average Training Hours per
              Entitas                                                                      Training                                Employee
               Entity
                                           Pria              Wanita                 Pria             Wanita                      Pria             Wanita
                                           Male              Female                 Male             Female                      Male             Female

PT. Bharinto Ekatama                      8,370               2,984                 339                110                        25                   27

PT. Cahaya Power Indonesia                 559                    58                 26                 8                         22                   7

PT. Energi Batubara Perkasa                 44                    132                 5                 9                         9                    15

PT. Graha Panca Karsa                      2,183                  176                59                 13                        37                   14

PT. Indo Tambangraya Megah                3,476               1,628                 204                94                         17                   17

PT. Indominco Mandiri                     14,402              1,549                 1,091             152                         13                   10

PT. ITM Bhinneka Power                     854                    38                 44                 3                         19                   13

PT. Jorong Barutama Greston               1,480                   132                162                15                        9                    9

PT. Kitadin                                236                    149                29                 16                        8                    9

PT. Nusa Persada Resources                 592                    24                 31                 1                         19                24

PT. Tambang Raya Usaha Tama               6,073                   965                471               63                         13                   15

PT. Tepian Indah Sukses                    488                    296                14                 9                        35                 33

PT. Trubaindo Coal Mining                 5,306                   730                301               39                         18                   19

Jumlah | Total                           44,063               8,861                 2,776             532                        243                212




Remunerasi
Remuneration

                                                    Satuan
                                                                                    2025                         2024                           2023
Rasio Remunerasi Pria dan Wanita                     Unit
     Ratio of Male and Female
          Remuneration                     Perempuan : Laki-laki
                                                                           HQ               Site        HQ              Site            HQ                 Site
                                               Female : Male

Rasio remunerasi pria dan wanita – berdasarkan level | Ratio of male to female remuneration – by rank

Strategic Leader (Executive)                                                0                 0             0             0              0                   0

Strategic Leader                                                          1:0.99              0         1:1.11            0             1:0.9              1:0.8

Senior Operational Leader                                                 1:1.02            1:0.96     1:1.02            1:1.1          1:1.2               1:1.1
                                         Perempuan : Laki-laki
                                         Female : Male
Operational Leader                                                        1:0.95            1:1.36    1:0.95            1:1.06          1:1.1               1:1

First Line Leader                                                         1:1.01            1:1.17    1:0.85            1:1.11          1:1.2               1:1.1

Foreman Below                                                             1:.156            1:1.44     1:1.23           1:1.27          1:0.9               1:1




                                                                    Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                        165
Page 166
      Kinerja Keanekaragaman Hayati [101-5][CSS-12.5.2]
      Biodiversity Performance

                                                        2025                                   2024                                  2023
                  Uraian
                Description              Beroperasi (a)        Proyek (b)       Beroperasi (a)        Proyek (b)      Beroperasi (a)        Proyek (b)
                                          Operating (a)        Project (b)       Operating (a)        Project (b)      Operating (a)        Project (b)

      Unit bisnis terkait dengan kawasan lindung | Business units related to protected areas

      Berada dalam wilayah
                                                  -                 -                  -                   -                 -                     -
      Inside the area

      Berdekatan dengan
                                                  -                 -                  -                   -                 -                     -
      Adjacent

      Terdapat Sebagian
                                               IMM                  -                IMM                   -               IMM                     -
      Partially

      Unit bisnis terkait dengan kawasan hutan belantara keanekaragaman hayati yang tinggi | Business unit related to a high biodiversity values

      Berada dalam wilayah
                                                 BEK              NPR                 BEK                NPR                BEK                    -
      Inside the area

      Berdekatan dengan
                                                  -                 -                  -                   -                 -                     -
      Adjacent

      Terdapat Sebagian
                                                  -                 -                  -                   -                 -                     -
      Partially

      Jumlah unit usaha | Total business units

      Dinilai terkait potensi dampak
      keanekaragaman hayati
                                                  8                 -                  8                   -                 8                     -
      Assessed to have potential
      impacts on biodiversity

      Diidentifikasi sebagai potensi
      dampak yang tinggi
                                                  3                 -                  3                   -                 3                     -
      Identified as high impact
      potential

      Dinilai terkait nilai
      keanekaragaman hayati
                                                  8                 -                  8                   -                 8                     -
      Assessed to have biodiversity
      value

      Perlu rencana pengelolaan
      keanekaragaman hayati
                                                  8                 -                  8                   -                 8                     -
      Require a biodiversity
      management plan

      Menerapkan rencana
      pengelolaan keanekaragaman
      hayati                                      8                 -                  8                   -                 8                     -
      Implement a biodiversity
      management plan

      Luas (hektar) | Area (hectare)

      Dinilai terkait potensi dampak
      keanekaragaman hayati
                                              83,277                -               80,669                 -              80,669                   -
      Assessed to have potential
      impacts on biodiversity

      Dinilai terkait nilai
      keanekaragaman hayati
                                              83,277                -               80,669                 -              80,669                   -
      Assessed to have biodiversity
      value

      Memiliki rencana pengelolaan
      keanekaragaman hayati
                                              83,277                -               80,669                 -              80,669                   -
      Have a biodiversity
      management plan

      Area offset keanekaragaman
      hayati                                      -                 -                  -                   -                 -                     -
      Biodiversity offset area




166        Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 167
                                                                                                                                                          Lampiran
                                                                                                                                                          Appendix




                                                               2025                                              2024                              2023
              Uraian
            Description                      Beroperasi (a)             Proyek (b)            Beroperasi (a)            Proyek (b)    Beroperasi (a)      Proyek (b)
                                              Operating (a)             Project (b)            Operating (a)            Project (b)    Operating (a)      Project (b)

Proporsi unit usaha | Business unit proportion

Dinilai terkait potensi dampak
keanekaragaman hayati
                                                   100%                       -                     100%                     -            100%                 -
Assessed to have potential
impacts on biodiversity

Dinilai terkait nilai
keanekaragaman hayati
                                                   100%                       -                     100%                     -            100%                 -
Assessed to have biodiversity
value

Memiliki rencana pengelolaan
keanekaragaman hayati(c)
Have a biodiversity
                                                   100%                       -                     100%                     -            100%                 -
management plan(c)

(a) Unit bisnis yang saat ini beroperasi
(b) Dalam pengembangan dan konstruksi proyek, termasuk tambang dengan status perawatan & pemeliharaan
(c) Untuk unit(-unit) bisnis yang diidentifikasi sebagai potensi dampak keanekaragaman hayati yang tinggi saja
(a) Business units currently operating
(b) Under project development and construction, including mines with care & maintenance status
(c) For business unit(s) identified as potential high biodiversity impact only



Jenis dan Nomor Izin Wilayah Operasi
Type and Operating Area Permit Number

                       Wilayah Operasi                                                                            Jenis dan Nomor Izin
                       Operational Area                                                                          Permit Type and Number

                                                                        SK. 406/Menhut-II/2010 Jo. SK. 671/Menlhk/Setjen/PLA.0/9/2019
PT Jorong Barutama Greston
                                                                        SK. 637/Menhut-II/2011 jo. SK 1080/MENLHK/setjen/PLA.0/11/2021

                                                                        SK. 549/Menhut-II/2013 jo.SK. 566/MENLHK/Setjen/PLA.0/9/2019
                                                                        SK. 420/Menhut-II/2013
PT Indominco Mandiri                                                    SK. 538/Menhut-II/2010 jo. SK. 281/ Menlhk/Setjen/PLA.0/5/2021
                                                                        SK. 565/Menhut-II/2010 jo.SK. 169/Menlhk/Setjen/PLA.0/4/2021
                                                                        SK. 174/Menhut-II/2009 jo. SK.656/Menlhk/Setjen/PLA.0/9/2019

                                                                        SK. 621/Menhut-II/2010 jo.SK. 384/Menlhk/Setjen/PLA.0/6/2021
PT Bharinto Ekatama                                                     SK. 946/Menhut-II/2013 jo. SK 539/2020 jo. SK.216/2021
                                                                        SK.704/Menlhk/Setjen/PLA.0/9/2019

                                                                        SK. 300/Menhut-II/2013
PT Trubaindo Coal Mining
                                                                        SK. 945/Menhut-II/2013

PT Graha Panca Karsa                                                    SK 695/Menhut-II/2014

PT Nusa Persada Resources                                               SK.100/MENLHK/SETJEN/PLA.O/2/2020

PT Tepian Indah Sukses                                                  SK.1260/MENLHK/SETJEN/PLA.0/12/2022




                                                                                  Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                              167
Page 168
      Jumlah Limbah B3 yang Dihasilkan (Ton) [306-3, 306-4, 306-5][CSS-12.6.4, CSS-12.6.5, CSS-12.6.6]
      Total Hazardous Waste Generated (Tons)

                                                                                                                    ITM & Kontraktor
                                                                                                                    ITM & Contractors

                                                                                                                          2025


                  Jenis Limbah B3                                                                       Off site                                   On site
         Type of Hazardous and Toxic Waste

                                                                   Timbulan
                                                                Waste Generated                        Dikirim                   Disimpan di TPS B3          Dimanfaatkan
                                                                                                  ke Pihak Ketiga*                Store in Permitted           Kembali
                                                                                                 Sent to Third Party*            Temporary Storage              Reuse



      Oli bekas
                                                                       2,470.1                            2,167.1                       12.0                    352.9
      Used Oil

      Gemuk bekas
                                                                          0.7                              0.6                           0.1                     0.0
      Used Grease

      Filter oli
                                                                        194.5                             210.3                          8.1                     0.0
      Oil Filter

      Baterai bekas (kecil)
                                                                         0.8                               0.9                           0.0                     0.0
      Used Battery (Small)

      Baterai bekas (besar)
                                                                         68.8                              73.5                          0.4                     0.0
      Used Battery (Large)

      Perlengkapan tulis
                                                                         0.2                               0.2                           0.0                     0.0
      Stationary

      Limbah medis
                                                                         0.2                               6.7                          0.02                     0.0
      Clinical Waste

      Bahan terkontaminasi
                                                                        198.3                             195.9                          4.3                     0.0
      Contaminated Matter

      Laboratory                                                         0.0                               0.0                           0.0                     0.0

      Lainnya
                                                                         57.3                              56.9                          1.8                     0.0
      Others

      Jumlah | Total                                                   2,990.8                           2,712.1                        26.6                    352.9



      Jumlah Spesies Flora Berdasarkan Daftar Merah IUCN* [101-7][CSS-12.5.5]
      Number of Flora Species Based on IUCN Red List

                                                Kategori IUCN                                                                       Jumlah Spesies
         No
                                                IUCN Category                                                                      Number of Species

                    Terancam punah kritis
          1                                                                                                                                    1
                    Critically endangered

                    Terancam punah
          2                                                                                                                                    0
                    Endangered

                    Rentan
          3                                                                                                                                    1
                    Vulnerable

                    Hampir terancam
          4                                                                                                                                12
                    Near threatened

                    Risiko rendah
          5                                                                                                                                    1
                    Least concern

      *Jumlah spesies flora berdasarkan daftar Merah IUCN dengan habitat di wilayah yang terkena dampak operasi organisasi.
      *Number of flora species based on IUCN Red list with habitats in areas affected by the operations of the organization.




168           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 169
                                                                                                                                                                     Lampiran
                                                                                                                                                                     Appendix




                                                                               ITM & Kontraktor
                                                                               ITM & Contractors

                                         2024                                                                                          2023

                       Off site                              On site                                                Off site                               On site


Timbulan                                     Disimpan di                                     Timbulan                                        Disimpan di
                                                                                                                   Dikirim
  Waste               Dikirim                   TPS B3                                         Waste                                            TPS B3
                                                                     Dimanfaatkan                                  ke Pihak                                     Dimanfaatkan
Generated         ke Pihak Ketiga*             Store in                                      Generated                                         Store in
                                                                       Kembali                                     Ketiga*                                        Kembali
                   Sent to Third              permitted                                                                                       permitted
                                                                        Reuse                                    Sent to Third                                     Reuse
                       Party*                 temporary                                                                                       temporary
                                                                                                                    Party*
                                               storage                                                                                         storage


  2,529.9               1,882.6                    78.1                    688.6               2,585.2               1,818.2                    110.5                  760.3


     0.5                  0.5                        -                      0.0                   3.2                    3.2                      -                     0.0


    146.7                144.1                    43.3                      0.0                  144.9                   126.2                  43.6                    0.0


        1.9                2.1                      0.1                     0.0                   0.8                    0.6                     0.2                    0.0


    73.3                  72.4                     5.8                      0.0                  40.1                    38.4                    5.2                    0.0


     0.3                  0.3                        -                      0.0                   0.0                    0.02                    0.0                    0.0


     0.4                  0.4                      0.0                      0.0                   0.3                    0.3                     0.0                    0.0


    197.1                193.7                     13.3                     0.0                 148.4                    148.1                  10.2                    0.0


     0.0                   0.1                     0.0                      0.0                   1.8                     1.8                     -                     0.0


    69.6                  50.0                     1.4                      0.0                  60.8                    59.3                   1.812                   0.0


  3,019.6              2,346.2                    142.1                   688.6                2,985.6               2,196.2                    171.6                  760.3



Jumlah Spesies Fauna Berdasarkan Daftar Merah IUCN* [101-7][CSS-12.5.5]
Number of Fauna Species Based on IUCN Red List

                                          Kategori IUCN                                                                           Jumlah Spesies
   No
                                          IUCN Category                                                                          Number of Species

              Terancam punah kritis
    1                                                                                                                                    -
              Critically endangered

              Terancam punah
    2                                                                                                                                    1
              Endangered

              Rentan
    3                                                                                                                                   3
              Vulnerable

              Hampir terancam
    4                                                                                                                                    1
              Near threatened

              Risiko rendah
    5                                                                                                                                   6
              Least concern

*Jumlah spesies fauna berdasarkan daftar Merah IUCN dengan habitat di wilayah yang terkena dampak operasi organisasi.
*Number of fauna species based on IUCN Red list with habitats in areas affected by the operations of the organization.




                                                                                Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                        169
Page 170
      Beberapa Pelatihan Lingkungan di 2025
      Several environmental training programs in 2025

                                                      Tema Pelatihan                                                  Jumlah Peserta
          No
                                                      Training Theme                                                Number of Participants

                    Pengelolaan limbah, sampah & pembuatan kompos
           1                                                                                                                   30
                    Waste management, waste handling & compost production

                    Inventarisasi awal emisi GRK cakupan 3
           2                                                                                                                   22
                    Preliminary GHG scope 3 inventory

                    Gas Rumah Kaca (GRK) dan perubahan iklim
           3                                                                                                                   17
                    Greenhouse Gas (GHG) and climate change

                    Teknik sampling tanah dan interpretasi data hasil analisis tanah
           4                                                                                                                   8
                    Soil sampling techniques and interpretation of soil analysis data

                    Air asam tambang
           5                                                                                                                   6
                    Acid mine drainage


      Program Pelatihan dan Pengembangan Karyawan Tahun 2025
      Employee Training and Development Programs in 2025

                                                                                          Jumlah        % dari     Total Jam
                                                                                          Peserta        Total     Pelatihan          Dampak Utama
                   Jenis Program          Tujuan Utama            Sasaran Peserta
      No                                                                                  (Orang)         FTE        Total            terhadap Bisnis
                    Program Type          Main Objective         Target Participants
                                                                                         Number of       % of       Training        Key Business Impact
                                                                                        Participants   Total FTE     Hours

      1         Program                  Meningkatkan          Manajer, calon leader,       60           28.8        600        Kepemimpinan lebih
                Kepemimpinan ITM         kemampuan             dan supervisor tingkat                                           efektif, pengambilan
                ITM Leadership           kepemimpinan          menengah                                                         keputusan lebih tepat,
                Program                  strategis dan         Managers, aspiring                                               kinerja tim meningkat
                                         operasional           leaders, and mid-level                                           More effective
                                         Enhance strategic     supervisors                                                      leadership, better
                                         and operational                                                                        decision-making,
                                         leadership                                                                             improved team
                                         capabilities                                                                           performance

      2         Program                  Meningkatkan          Leader / Supervisor           8           12.3        256        Operasional tambang
                Pengembangan             kemampuan             tambang (Operational                                             lebih efisien dan aman
                Pemimpin Tambang         kepemimpinan di       Leader / First Line                                              More efficient and safer
                - Meningkatkan           tambang               Leader)                                                          mining operations
                Semangat dan Kinerja     Improve               Mine leaders /
                Mine Leader              leadership skills     supervisors
                Development Program      in mining             (Operational Leader /
                - Elevating The Pulse    operations            First Line Leader)

      3         Program                  Memperkuat nilai      Manajer & calon leader       70           68.5        1424       Budaya kerja harmonis,
                Kepemimpinan Banpu       kepemimpinan          Managers & aspiring                                              kepemimpinan
                Heart                    berbasis budaya       leaders                                                          konsisten
                Banpu Heart              Banpu                                                                                  Harmonious work
                Leadership Program       Strengthen                                                                             culture, consistent
                                         leadership values                                                                      leadership
                                         based on Banpu
                                         culture

      4         Program                  Memahami tata         Direksi & eksekutif          22           28.5        592        Kepatuhan dan
                Pengembangan             kelola                senior                                                           pengambilan keputusan
                Eksekutif Direksi        perusahaan            Board of Directors &                                             strategis lebih baik
                – Tata Kelola            Understand            senior executives                                                Better compliance and
                Perusahaan               corporate                                                                              strategic decision-
                Directorship Executive   governance                                                                             making
                Development Program
                – Company
                Governance

      5         Sesi Satu Lawan Satu     Meningkatkan          Manager / coach /             19           2.3        47.5       Performa tim
                One on One Sessions      efektivitas           mentor (Senior                                                   meningkat, masalah
                                         coaching &            Operation Leader /                                               diselesaikan lebih cepat
                                         mentoring             Operational Leader)                                              Enhanced team
                                         Improve coaching      Managers / coaches /                                             performance, faster
                                         & mentoring           mentors (Senior                                                  problem resolution
                                         effectiveness         Operation Leader /
                                                               Operational Leader)




170            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 171
                                                                                                                             Lampiran
                                                                                                                             Appendix




                                                                             Jumlah        % dari     Total Jam
                                                                             Peserta        Total     Pelatihan       Dampak Utama
        Jenis Program         Tujuan Utama          Sasaran Peserta
No                                                                           (Orang)         FTE        Total         terhadap Bisnis
         Program Type         Main Objective       Target Participants
                                                                            Number of       % of       Training     Key Business Impact
                                                                           Participants   Total FTE     Hours

6    Perubahan Dimulai       Mengembangkan        Semua level karyawan          14          10.8        224       Adaptasi organisasi
     dari Saya               mindset              All employee levels                                             lebih cepat terhadap
     Change Starts with      perubahan                                                                            perubahan
     Me                      pribadi                                                                              Faster organizational
                             Develop personal                                                                     adaptation to change
                             change mindset

7    Pengembangan            Meningkatkan         Karyawan operasional          41          31.5        656       Produktivitas
     Kemampuan               keterampilan         / profesional                                                   meningkat, kesalahan
     Capability Building     teknis               Operational /                                                   berkurang
                             Enhance              professional                                                    Increased productivity,
                             technical skills     employees                                                       fewer errors


8    Penyelarasan Budaya     Menanamkan           Semua level karyawan          13           5.0         104      Budaya perusahaan
     Perusahaan              perilaku inti        All employee levels                                             kuat, kolaborasi lebih
     – Pemahaman atas        Banpu Heart                                                                          baik
     Sepuluh Perilaku        Embed Banpu                                                                          Stronger corporate
     Banpu Heart             Heart core                                                                           culture, better
     Corporate Culture       behaviors                                                                            collaboration
     Alignment - Decoding
     Ten Behaviors of
     Banpu Heart

9    Pelatihan Intensif      Memahami             Semua level karyawan          15          80.8        1680      Komitmen karyawan
     Banpu Heart             budaya               All employee levels                                             meningkat, kultur
     Banpu Heart             perusahaan                                                                           organisasi solid
     Bootcamp                secara intensif                                                                      Higher employee
                             Deep                                                                                 commitment, solid
                             understanding of                                                                     organizational culture
                             company culture

10   Program Persiapan       Persiapan masa       Karyawan mendekati            7           10.8        224       Transisi pensiun lancar,
     Purna Tugas Sukses      pensiun              pensiun                                                         kesejahteraan karyawan
     Mulia                   Prepare for          Employees                                                       meningkat
     Sukses Mulia            retirement           approaching                                                     Smooth retirement
     Awareness                                    retirement                                                      transition, improved
     Retirement Program                                                                                           employee well-being

11   Visualisasi Datamu      Membuat              Analis / staff data           8            0.8         16       Keputusan bisnis lebih
     dengan Tampilan         dashboard            Analysts / data staff                                           cepat dan data-driven
     Visual Excel            analisis data                                                                        Faster, data-driven
     Visualizing Your Data   Develop analytical                                                                   business decisions
     with Excel Dashboard    dashboards


12   Tahap Menengah          Meningkatkan         Staff administrasi /         29           22.3        464       Efisiensi kerja
     Excel                   kemampuan            analis                                                          meningkat, data lebih
     Ms. Excel               Excel                Administrative staff /                                          akurat
     Intermediate            Improve Excel        analysts                                                        Increased work
                             proficiency                                                                          efficiency, more accurate
                                                                                                                  data

13   Power BI                Analisis dan         Staff analis &                15          23.1        480       Insight bisnis lebih
     Power BI                reporting data       manajemen                                                       cepat, keputusan lebih
                             Strengthen data      Analysts &                                                      tepat
                             analysis and         management                                                      Faster business insights,
                             reporting                                                                            more precise decisions


14   Presentasi Bisnis       Presentasi bisnis    Karyawan & manajer            14          10.8         224      Komunikasi ide lebih
     dengan Kecerdasan       efektif              Employees & managers                                            jelas, pitching lebih
     Buatan                  Improve business                                                                     sukses
     Business Presentation   presentation                                                                         Clearer idea
     with AI                 skills                                                                               communication, more
                                                                                                                  successful pitching

15   Microsoft AI untuk      Penerapan AI         Business leader /            30            5.8         120      Inovasi lebih cepat,
     Pemimpin Bisnis         dalam bisnis         manager                                                         pengambilan keputusan
     (AI-3017)               Apply AI in          Business leaders /                                              berbasis data
     Microsoft AI for        business             managers                                                        Faster innovation,
     Business Leaders        processes                                                                            data-driven decision-
     (AI-3017)                                                                                                    making




                                                              Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                        171
Page 172
                                                                                    Jumlah        % dari     Total Jam
                                                                                    Peserta        Total     Pelatihan       Dampak Utama
               Jenis Program        Tujuan Utama         Sasaran Peserta
      No                                                                            (Orang)         FTE        Total         terhadap Bisnis
                Program Type        Main Objective      Target Participants
                                                                                   Number of       % of       Training     Key Business Impact
                                                                                  Participants   Total FTE     Hours

      16    Robotic Process        Otomatisasi         Staff operasional / IT          8           12.3        256       Efisiensi proses
            Automation (RPA)       proses              Operational / IT staff                                            meningkat, biaya
            UiPath                 Automate                                                                              operasional berkurang
                                   operational                                                                           Increased process
                                   processes                                                                             efficiency, lower
                                                                                                                         operational costs

      17    Pendekatan             Menguasai           Project manager / tim          23            8.8         184      Proyek lebih cepat,
            Terintegrasi Agile,    metodologi          proyek                                                            inovasi produk lebih
            Design Thinking, dan   proyek              Project managers /                                                relevan
            Scrum                  Strengthen          project teams                                                     Faster project
            Integrated Agile,      project                                                                               completion, more
            Design Thinking, and   management                                                                            relevant product
            Scrum                  skills                                                                                innovation

      18    DevSecOps              Keamanan &          IT developer /                  3            2.3         48       Pengembangan
            Foundation             integrasi DevOps    engineer                                                          software lebih aman dan
            DevSecOps              Enhance DevOps                                                                        cepat
            Foundation             security &                                                                            Safer and faster
                                   integration                                                                           software development

      19    Penguatan              Menguasai tools     PMO / project leader            11           2.1         44       Proyek lebih
            Kapabilitas Tools      manajemen                                                                             terorganisir, risiko
            PMO (INOC dan MS       proyek                                                                                berkurang
            Planner)               Learn project                                                                         Better project
            PMO Tools Capability   management                                                                            organization, reduced
            Building (INOC and     tools                                                                                 risk
            Ms. Planner)

      20    Rangkaian Analisis     Analisis data       Analis data / business          21          24.2        504       Strategi bisnis lebih
            Tingkat Tinggi         lanjutan            intelligence                                                      tepat dan kompetitif
            Advanced Analytic      Strengthen          Data analysts /                                                   More accurate and
            Series                 advanced            business intelligence                                             competitive business
                                   analytics                                                                             strategies
                                   capabilities

      21    Permodelan Dasar       Membuat model       Staff finance / analisis        1            0.9         18       Analisis investasi &
            Keuangan               keuangan dasar      Finance staff / analysts                                          keputusan finansial
            Basic Financial        Develop basic                                                                         lebih akurat
            Modeling               financial                                                                             More accurate
                                   modeling skills                                                                       investment analysis and
                                                                                                                         financial decisions

      22    SDCS (Perencana        Perencanaan         Planner tambang /               11          16.9        352       Produksi tambang
            Tambang) untuk         jadwal tambang      engineer                                                          optimal, biaya minimal
            Penjadwalan            Plan optimal mine   Mine planners /                                                   Optimal mining
            Tambang                schedules           engineers                                                         production, minimal
            SDCS (Mine Planner)                                                                                          costs
            for Mine Scheduling

      23    Peningkatan COUPA      Optimalkan          Staff procurement /             18           6.9         144      Proses pembelian lebih
            COUPA Enhancement      sistem COUPA        finance                                                           efisien, transparansi
                                   Optimize COUPA      Procurement / finance                                             meningkat
                                   system usage        staff                                                             More efficient
                                                                                                                         purchasing processes,
                                                                                                                         increased transparency

      24    ITIL Foundation V4     Memahami IT         IT staff / manager              2            1.5         32       Layanan TI lebih andal,
            ITIL Foundation V4     Service                                                                               downtime berkurang
                                   Management                                                                            More reliable IT services,
                                   Understand IT                                                                         reduced downtime
                                   Service
                                   Management

      25    COBIT Foundation       Tata kelola TI      IT manager / auditor            1            0.8         16       Risiko TI berkurang,
            2019                   berbasis COBIT                                                                        keputusan TI lebih tepat
            COBIT Foundation       Apply COBIT-                                                                          Reduced IT risk, more
            2019                   based IT                                                                              accurate IT decisions
                                   governance




172        Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 173
                                                                                                                       Lampiran
                                                                                                                       Appendix




Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi Keberlanjutan Tahun 2025 [2-17]
Sustainability Competency Development Program Implementation in 2025

                                                      Tema/Judul Kegiatan                                                Peserta
                                                      Theme/Title of Activity                                           Participant

Pelatihan Mengemudi Defensif | Defensive Driving Training                                                                   116

Pelatihan Kepatuhan dan Manajemen Risiko serta Pemanfaatan E-PLIS
                                                                                                                            72
Compliance & Risk Management Training and E-PLIS Utilization

Pengawas Operasional Pertama (POP) | First-Line Operational Supervisor (POP)                                                42

Dasar K3 | Basic OHS                                                                                                        40

Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP)
                                                                                                                            36
Implementation of Mining Safety Management System (MSMS)

Internal Auditor Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP)
                                                                                                                            35
Internal Auditor of Mining Safety Management System (MSMS)

Pelatihan untuk Pelatih | Train The Trainers                                                                                26

Pelatihan untuk Pelatih (ToT) Berbasis Experiential Learning (Outbound Training)
                                                                                                                            24
Training of Trainers (ToT) Experiential Learning Program (Outbound Training)

Diklat Investigasi Kecelakaan Tambang | Mining Accident Investigation Training                                              21

Metodologi Identifikasi Risiko, Rekomendasi, dan Penilaian untuk Transaksi Aset
                                                                                                                            19
Risk Identification then Recommendation and Appraisal Methodology for Asset Transaction

Program Kepemimpinan Banpu Heart 2025 Modul 1 (MGR & AVP) | Banpu Heart Leadership Program 2025 Module 1 (MGR & AVP)        19

Program Kepemimpinan Banpu Heart 2025 Modul 2 (MGR & AVP) | Banpu Heart Leadership Program 2025 Module 2 (MGR & AVP)        19

Program Kepemimpinan Banpu Heart 2025 Modul 1 (SPTD & DH) | Banpu Heart Leadership Program 2025 Module 1 (SPTD & DH)        16

Program Kepemimpinan Banpu Heart 2025 Modul 2 (SPTD & DH) | Banpu Heart Leadership Program 2025 Module 2 (SPTD & DH)        16

Implementasi Sistem Management Keselamatan Pertambangan | Implementation of Mining Safety Management System                 16

Pelatihan Intensif Banpu Heart | Banpu Heart Bootcamp                                                                       15

Perubahan Dimulai dari Saya | Change Starts with Me                                                                         14

Metodologi Identifikasi Risiko dan Penilaian untuk Transaksi Aset
                                                                                                                            14
Risk Identification and Appraisal Methodology for Asset Transaction

Penyelarasan Budaya Perusahaan – Pemahaman atas Sepuluh Perilaku Banpu Heart
                                                                                                                            13
Corporate Culture Alignment - Decoding Ten Behaviors of Banpu Heart

Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik | Power Purchase Agreement (PPA)                                                        13

Analisis Keselamatan Kerja | Job Safety Analysis                                                                            11

SDCS (Perencana Tambang) untuk Penjadwalan Tambang | SDCS (Mine Planner) for Mine Scheduling                                11

Analisis Probabilistik dan Sensitivitas untuk Kestabilan Lereng pada Pertambangan Terbuka
                                                                                                                            9
Probabilistic and Sensitivity Analysis for Slope Stability in Open-Pit Mining

Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama | First-Line Operational Supervisor Certification                                  9

Program Pengembangan Pemimpin Tambang – Meningkatkan Semangat dan Kinerja
                                                                                                                            8
Mine Leader Development Program - Elevating the Pulse

Program Persiapan Purna Tugas Sukses Mulia | Sukses Mulia Awareness Retirement Program                                      7

Pengelolaan Limbah, Sampah & Pembuatan Kompos | Waste, Trash, and Compost Management                                        4




                                                                  Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk            173
Page 174
                                                                 Tema/Judul Kegiatan                                   Peserta
                                                                 Theme/Title of Activity                              Participant

      Sertifikasi Ahli K3 Umum | General Occupational Health & Safety (OHS) Expert Certification                          3

      Strategi Cerdas Menghadapi Pajak Baru dan Memahami Core Tax dan Pajak 12%
                                                                                                                          3
      Smart Strategy for Handling New Taxes and Understanding Core Tax and 12% Tax

      Penilaian dan Pengelolaan Risiko & Peluang ESG | Assessing and Managing ESG Risk & Opportunities                    2

      Bimbingan Teknis Implementasi GMP Penerapan Standarisasi dan Pengelolaan Usaha Jasa Pertambangan
                                                                                                                          2
      Technical Guidance on GMP Implementation for Standardization and Mining Services Management

      Bimtek Juru Ledak | Blasting Technician Training                                                                    2

      Diklat & Uji Kompetensi Perencanaan Dan Pelaksanaan Pascatambang
                                                                                                                          2
      Post-Mining Planning and Implementation Training & Competency Test

      Pengelola Bahan Peledak Komersial | Commercial Explosives Manager Certification                                     2

      Practical Change Management | Practical Change Management                                                           2

      Sertifikasi Ahli K3 Listrik | Electrical Safety Expert Certification                                                2

      Sertifikasi Pengawas Lingkungan | Environmental Supervisor Certification                                            2

      Sertifikasi Teknisi Listrik | Electrical Technician Certification                                                   2

      Sertifikasi Pekerja Peledakan Madya | Intermediate Blasting Worker Certification                                    2

      Juru Ledak & Pengelola Bahan Peledak Komersial | Blasting Technician & Commercial Explosives Manager                 1

      Memahami Aspek Hukum Dan Kepatuhan Di Sektor Energi Dan Sumber Daya Alam
                                                                                                                           1
      Understanding Legal and Compliance Aspects in the Energy and Natural Resources Sector

      Memahami Konsep Governance, Risk, and Compliance (GRC) Terintegrasi di Era Kepatuhan Modern
                                                                                                                           1
      Understanding Integrated Governance, Risk, and Compliance (GRC) Concepts in the Era of Modern Compliance

      Pelatihan dan Sertifikasi Operator Chainsaw | Chainsaw Operator Training and Certification                           1

      Pelatihan Sertifikasi & Kompetensi TKBT Level 2 | TKBT Level 2 Certification & Competency Training                   1

      Penanganan dan pengangkutan Barang Berbahaya di Pelabuhan (IMDG CODE 4453)
                                                                                                                           1
      Handling and Transport of Dangerous Goods at Ports (IMDG CODE 4453)

      Penanggung Jawab Operasional Pengolahan Air Limbah (POPAL) | Wastewater Treatment Operational Officer (POPAL)        1

      Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PLB3) | Hazardous and Toxic Waste Management (PLB3)                  1

      Pengendalian Pencemaran Air (PPPA) | Water Pollution Control (PPPA)                                                  1

      Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) | Environmental Impact Assessment (AMDAL) Preparation         1

      Sertifikasi Drone Pilot | Drone Pilot Certification                                                                  1

      Sertifikasi Juru Ukur Tambang | Mine Surveyor Certification                                                          1




174        Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 175
                                                                                                                     Lampiran
                                                                                                                     Appendix




  Referensi POJK 51/2017 (SEOJK 16/2021)
               dan Indeks Isi Standar GRI
                                                                                  Reference of POJK 51/2017 (SEOJK 16/2021)
                                                                                          and GRI Standards Content Index

 No Indeks                                                            Nama Indeks                                      Halaman
  No Index                                                             Index Name                                       Page

Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy

     A.1         Penjelasan Strategi Keberlanjutan | Elaboration on Sustainability Strategy                               6

                 Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan | Summary of Sustainability Aspect Performance

     B.1         Aspek Ekonomi | Economic Aspects                                                                         4

     B.2         Aspek Lingkungan Hidup | Environmental Aspects                                                           5

     B.3         Aspek Sosial | Social Aspects                                                                            5

                 Profil Perusahaan | Company Profile

     C.1         Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan | Vision, Mission, and Values of Sustainability                     17-18

     C.2         Alamat Perusahaan | Company's Address                                                                    16

     C.3         Skala Usaha | Enterprise Scale                                                                          18-19

                 Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan
     C.4                                                                                                                  16
                 Products, Services, and Business Activities

     C.5         Keanggotaan pada Asosiasi | Membership in Association                                                    21

                 Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan
     C.6                                                                                                                  26
                 Significant Changes in Issuers and Public Companies

                 Penjelasan Direksi | The Board of Directors' Explanation

     D.1         Penjelasan Direksi | The Board of Directors' Explanation                                                10-13

Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance

                 Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan
     E.1                                                                                                                128-131
                 Responsible for Implementing Sustainable Finance

                 Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan                                                106-107,
     E.2
                 Competency Development Related to Sustainable Finance                                                  170-174

                 Penilaian Risiko atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                                134-138,
     E.3
                 Risk Assessment of the Implementation of Sustainable Finance                                           141-142

                 Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
     E.4                                                                                                                40-41
                 Relations with Stakeholders

                 Permasalahan terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                                134-138,
     E.5
                 Problems with the Implementation of Sustainable Finance                                                141-142

Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance

                 Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan
     F.1                                                                                                                 6-8
                 Sustainable Culture Development Activities




                                                                    Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk      175
Page 176
       No Indeks                                                          Nama Indeks                                                       Halaman
        No Index                                                           Index Name                                                        Page

      Kinerja Ekonomi
      Economic Performance

                        Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi
           F.2          Comparison of targets to performance of production, portfolio, financing targets, or investments, revenue as well    151-152
                        as profit and loss

                        Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau
                        Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan
           F.3                                                                                                                                 38
                        Comparison of target to performance of portfolio, financing target, or investments in financial instruments or
                        projects in line with the implementation of Sustainable Finance

      Kinerja Lingkungan Hidup
      Environmental Performance

      Aspek Umum
      General Aspect

           F.4          Biaya Lingkungan Hidup | Environmental Costs                                                                           44

      Aspek Material
      Material Aspect

                        Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan
           F.5                                                                                                                                 45
                        Use of Environmentally Friendly Materials

      Aspek Energi
      Energy Aspect

                        Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan
           F.6                                                                                                                               47-49
                        Amount and Intensity of Energy Used

                        Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan
           F.7                                                                                                                               47-49
                        Efforts and Achievements of Energy Efficiency and Use of Renewable Energy

      Aspek Air
      Water Aspect

           F.8          Penggunaan Air | Water usage                                                                                         69-71

      Aspek Keanekaragaman Hayati
      Aspects of Biodiversity

                        Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki Keanekaragaman Hayati
           F.9                                                                                                                               57, 60
                        Impacts from Operational Areas that are Near or Located in Conservation Areas or Have Biodiversity

                        Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati
           F.10                                                                                                                              60-66
                        Biodiversity Conservation Efforts

      Aspek Emisi
      Emission Aspect

                        Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya
           F.11                                                                                                                              50-54
                        Total and Intensity of Emissions Generated by Type

                        Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan
           F.12                                                                                                                              49-50
                        Efforts and Achievements of Emission Reduction Made

      Aspek Limbah dan Efluen
      Waste and Effluent Aspects

                        Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis
           F.13                                                                                                                              70, 77
                        Amount of Waste and Effluent Generated by Type

                        Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen
           F.14                                                                                                                              79-81
                        Waste and Effluent Management Mechanism

                        Tumpahan yang Terjadi (jika ada)
           F.15                                                                                                                                81
                        Occurring Spills (if any)




176        Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 177
                                                                                                               Lampiran
                                                                                                               Appendix




 No Indeks                                                      Nama Indeks                                      Halaman
  No Index                                                       Index Name                                       Page

Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
Complaint Aspects Related to the Environment

                Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan
     F.16                                                                                                            44
                Number and Material of Environmental Complaints Received and Resolved

Kinerja Sosial
Social Performance

                Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen
     F.17                                                                                                        37, 131, 154
                Commitment to Provide Services on Equal Products and/or Services to Consumers

Aspek Ketenagakerjaan
Employment Aspect

     F.18       Kesetaraan Kesempatan Bekerja | Equal Employment Opportunity                                       98, 100

     F.19       Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa | Child Labor and Forced Labor                              98

     F.20       Upah Minimum Regional | Regional Minimum Wage                                                        102

     F.21       Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman | Decent and Safe Work Environment                          84, 95

     F.22       Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai | Employee Capability Training and Development       104-107

Aspek Masyarakat
Community Aspect

                Dampak Operasi terhadap Masyarakat Sekitar
     F.23                                                                                                        108, 112-114
                Impact of Operations on Surrounding Communities

                Pengaduan Masyarakat
     F.24                                                                                                       139, 149, 122
                Community Complaints

                Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)                                                 31, 107, 112,
     F.25
                Corporate Social Responsibility (CSR)                                                              115-121

Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan
Responsibility for Sustainable Product/Service Development

                Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan
     F.26                                                                                                         148-149
                Innovation and Development of Sustainable Financial Products/Services

                Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan
     F.27                                                                                                             22
                Products/Services That Have Been Evaluated for Safety for Customers

                Dampak Produk/Jasa
     F.28                                                                                                          11, 154
                Product/Service Impact

                Jumlah Produk yang Ditarik Kembali
     F.29                                                                                                            154
                Number of Product Recalls

                Survei Kepuasan Pelanggan terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan
     F.30                                                                                                            154
                Customer Satisfaction Survey on Sustainable Financial Products and/or Services

Lain-lain
Others

                Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen
     G.1                                                                                                             182
                Written Verification from Independent Party

                Lembar Umpan Balik
     G.2                                                                                                             188
                Feedback Sheet

                Tanggapan terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya
     G.3                                                                                                             26
                Responses to Feedback on the Previous Year's Sustainability Report




                                                              Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk           177
Page 178
      Indeks Isi Standar GRI
      GRI Standards Content Index

      Pernyataan Penggunaan                               PT Indo Tambangraya Megah Tbk telah melaporkan sesuai dengan Standar GRI untuk periode 1 Januari – 31 Desember 2025.
      Statement of use                                    PT Indo Tambangraya Megah Tbk has reported in accordance with the GRI Standards for the period January 1 to December 31 2025.

      GRI 1 Digunakan                                     GRI 1: Landasan 2021
      GRI 1 used                                          GRI 1: Foundation 2021

      Standar Sektor GRI yang berlaku                     GRI 12: Sektor Batubara 2022
      Applicable of GRI Sector Standard(s)                GRI 12: Coal Sector 2022

                     Standar GRI                                                                      Pengungkapan                                                 Sektor Standar GRI      Lokasi
                     GRI Standard                                                                       Disclosure                                                 GRI Sector Standard    Location

                                                           2-1    Detail Organisasi | Organizational details                                                                                 16, 19

                                                                  Entitas yang termasuk dalam pelaporan keberlanjutan organisasi
                                                           2-2                                                                                                                               19, 26
                                                                  Entities included in the organization’s sustainability reporting

                                                           2-3    Periode pelaporan, frekuensi, dan titik kontak | Reporting period, frequency and contact point                            26, 39

                                                           2-4    Penyajian kembali informasi | Restatements of information                                                                   26

                                                           2-5    Assurance oleh pihak eksternal | External assurance                                                                         26

                                                                  Aktivitas, rantai nilai, dan hubungan bisnis lainnya
                                                           2-6                                                                                                                           18, 20, 23, 26
                                                                  Activities, value chain and other business relationships

                                                           2-7    Karyawan | Employees                                                                                                   100, 159-162

                                                           2-8    Pekerja yang bukan karyawan | Workers who are not employees                                                                 100

                                                           2-9    Struktur tata kelola dan komposisi | Governance structure and composition                                                 128, 131

                                                                  Menominasikan dan memilih badan tata kelola tertinggi
                                                          2-10                                                                                                                                131
                                                                  Nomination and selection of the highest governance body

                                                          2-11    Ketua badan tata kelola tertinggi | Chair of the highest governance body                                                    131

                                                                  Peran badan tata kelola tertinggi dalam mengawasi pengelolaan dampak
                                                          2-12                                                                                                                              131, 138
                                                                  Role of the highest governance body in overseeing the management of impacts

                                                                  Pendelegasian tanggung jawab untuk mengelola dampak
                                                          2-13                                                                                                                             128-129
                                                                  Delegation of responsibility for managing impacts

                                                                  Peran badan tata kelola tertinggi dalam pelaporan keberlanjutan
                                                          2-14                                                                                                                              27, 128
                                                                  Role of the highest governance body in sustainability reporting
      GRI 2: Pengungkapan Umum 2021
                                                          2-15    Konflik kepentingan | Conflict of interest                                                                                  131
      GRI 2: General Disclosures 2021
                                                          2-16    Mengkomunikasikan hal-hal kritis | Communication of critical concerns                                                  130, 138, 145

                                                                  Pengetahuan kolektif pejabat tata kelola tertinggi
                                                          2-17                                                                                                                              131, 173
                                                                  Collective knowledge of the highest governance body

                                                                  Evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi
                                                          2-18                                                                                                                                131
                                                                  Evaluation of the performance of the highest governance body

                                                          2-19    Kebijakan remunerasi | Remuneration policies                                                                                131

                                                          2-20    Proses untuk menentukan remunerasi | Process to determine remuneration                                                      131

                                                          2-21    Rasio kompensasi total Tahunan | Annual total compensation ratio                                                            131

                                                                  Pernyataan tentang strategi pembangunan berkelanjutan
                                                          2-22                                                                                                                                10
                                                                  Statement on sustainable development strategy

                                                          2-23    Komitmen kebijakan | Policy commitments                                                                                      6

                                                          2-24    Menanamkan komitmen kebijakan | Embedding policy commitments                                                                 6

                                                          2-25    Proses untuk memulihkan dampak negatif | Processes to remediate negative impacts                                            44

                                                                  Mekanisme untuk mendapatkan saran dan meningkatkan isu
                                                          2-26                                                                                                                              130-131
                                                                  Mechanisms for seeking advice and raising concerns

                                                          2-27    Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan | Compliance with laws and regulations                                               128

                                                          2-28    Keanggotaan asosiasi | Membership associations                                                                              21

                                                          2-29    Pendekatan keterlibatan pemangku kepentingan | Approach to stakeholder engagement                                           40

                                                          2-30    Perjanjian perundingan kolektif | Collective bargaining agreements                                                        85, 101

                            Topik Material | Material topics

                                                           3-1    Proses untuk menentukan topik material | Process to determine material topics                                               27
      GRI 3: Topik Material 2021
      GRI 3: Material Topics 2021
                                                           3-2    Daftar topik material | List of material topics                                                                           27-38

                            Kinerja Ekonomi dan Manajemen Rantai Pasok | Economic Performance and Supply Chain Management

      GRI 3: Topik Material 2021                                  Manajemen topik material
                                                          3-3                                                                                                             12.8.1          32, 36, 150
      GRI 3: Material Topics 2021                                 Management of material topics

                                                                  Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan didistribusikan                                             12.8.2
                                                          201-1                                                                                                                             151-152
                                                                  Direct economic value generated and distributed                                                        12.21.2

                                                                  Implikasi finansial, risiko, dan peluang lainnya terkait perubahan iklim
                                                          201-2                                                                                                           12.2.2            142, 151
      GRI 201: Kinerja Ekonomi 2016                               Financial implications and other risks and opportunities due to climate change
      GRI 201: Economic Performance 2016
                                                                  Kewajiban program pensiun manfaat pasti dan program pensiun lainnya
                                                         201-3                                                                                                                                104
                                                                  Defined benefit plan obligations and other retirement plans

                                                         201-4    Bantuan finansial dari pemerintah | Financial assistance received from government                      12.21.3              151

      GRI 204: Praktik Pengadaan 2016                             Proporsi pengeluaran untuk pemasok lokal
                                                         204-1                                                                                                           12.8.6               24
      GRI 204: Procurement Practices 2016                         Proportion of spending on local suppliers




178           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 179
                                                                                                                                                                                       Lampiran
                                                                                                                                                                                       Appendix




               Standar GRI                                                                     Pengungkapan                                                      Sektor Standar GRI        Lokasi
               GRI Standard                                                                      Disclosure                                                      GRI Sector Standard      Location

                                                 207-1      Pendekatan terhadap pajak | Approach to tax                                                                12.21.4                151

                                                            Tata Kelola, pengontrolan, dan manajemen risiko pajak
                                                 207-2                                                                                                                 12.21.5                151
                                                            Tax governance, control, and risk management
GRI 207: Pajak 2019
GRI 207: Tax 2019
                                                            Keterlibatan pemangku kepentingan dan pengelolaan kepedulian yang berkaitan dengan pajak
                                                 207-3                                                                                                                 12.21.6                151
                                                            Stakeholder engagement and management of concerns related to tax

                                                 207-4      Laporan per negara | Country-by-country reporting                                                          12.21.7                151

                                                  301-1     Material yang digunakan berdasarkan berat dan volume | Materials used by weight or volume                                         45

GRI 301: Material 2016                           301-2      Material input dari daur ulang yang digunakan | Recycled input materials used                                                     45
GRI 301: Materials 2016
                                                            Produk pemerolehan ulang dan material kemasannya
                                                 301-3                                                                                                                                        45
                                                            Reclaimed products and their packaging materials

                                                            Seleksi pemasok baru dengan menggunakan kriteria lingkungan
GRI 308: Penilaian Lingkungan Pemasok            308-1                                                                                                                                        153
                                                            New suppliers that were screened using environmental criteria
2016
GRI 308: Supplier Environmental Assessment
                                                            Dampak lingkungan negatif dalam rantai pasokan dan tindakan yang telah diambil
2016                                             308-2                                                                                                                                        153
                                                            Negative environmental impacts in the supply chain and actions taken

                                                            Seleksi pemasok baru dengan menggunakan kriteria sosial
                                                  414-1                                                                                                                12.15.8             125, 153
                                                            New suppliers that were screened using social criteria
GRI 414: Penilaian Sosial Pemasok 2016
GRI 414: Supplier Social Assessment 2016
                                                            Dampak sosial negatif dalam rantai pasokan dan tindakan yang telah diambil
                                                 414-2                                                                                                                 12.15.9             125, 153
                                                            Negative social impacts in the supply chain and actions taken

                       Ketenagakerjaan, Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal, Hak Asasi Manusia, Proses dan Standar
                       Employment, Local Community Development and Empowerment, Human Rights, Processes and Standards

GRI 3: Topik Material 2021                                  Manajemen topik material                                                                                     12.9.1
                                                  3-3                                                                                                                                    31, 35, 37, 96
GRI 3: Material Topics 2021                                 Management of material topics                                                                               12.12.1

                                                            Rasio standar upah karyawan pemula berdasarkan jenis kelamin terhadap upah minimum regional                12.8.3
                                                 202-1                                                                                                                                        102
                                                            Ratios of standard entry level wage by gender compared to local minimum wage                               12.19.2
GRI 202 : Keberadaan Pasar 2016
GRI 202 : Market Presence 2016
                                                            Proporsi manajemen senior yang berasal dari masyarakat lokal
                                                 202-2                                                                                                                                        101
                                                            Proportion of senior management hired from the local community

GRI 203: Dampak Ekonomi Tidak Langsung           203-1      Investasi Infrastruktur dan dukungan layanan | Infrastructure investment and services supported            12.8.4               111-112
2016
GRI 203: Indirect Economic Impacts 2016          203-2      Dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan | Significant indirect economic impacts                       12.8.5              111-112

                                                  401-1     Perekrutan karyawan baru dan pergantian karyawan | New employee hires and employee turnover                12.15.2            101, 161-164

                                                            Tunjangan yang diberikan karyawan purna waktu yang tidak diberikan kepada karyawan sementara
GRI 401: Ketenagakerjaan 2016
                                                 401-2      atau paruh waktu                                                                                                                  103
GRI 401: Employment 2016
                                                            Benefits provided to full-time employees that are not provided to temporary or part-time employees

                                                 401-3      Cuti melahirkan | Parental Leave                                                                           12.19.4                103

GRI 402: Hubungan Tenaga Kerja/                             Periode pemberitahuan minimum terkait perubahan operasional
Manajemen 2016                                   402-1      Minimum notice periods regarding operational changes                                                        12.3.2                104
GRI 402: Labor/Management Relations 2016

                                                 404-1      Rata-rata jam pelatihan per tahun per karyawan | Average hours of training per year per employee           12.15.6                105

GRI 404:                                                    Program untuk meningkatkan keterampilan karyawan dan program bantuan peralihan                             12.21.4
                                                 404-2                                                                                                                                        104
Pelatihan dan Pendidikan 2016                               Programs for upgrading employee skills and transition assistance programs                                  12.3.3
GRI 404: Training and Education 2016
                                                            Persentase karyawan yang menerima tinjauan rutin terhadap kinerja dan pengembangan karier
                                                 404-3                                                                                                                                        105
                                                            Percentage of employees receiving regular performance and career development reviews

GRI 405: Keanekaragaman dan Kesempatan           405-1      Keanekaragaman badan tata kelola dan karyawan | Diversity of governance bodies and employees                                    99-100
Setara 2016
GRI 405: Diversity and Equal Opportunity                    Rasio gaji pokok dan remunerasi perempuan dibandingkan laki-laki
                                                 405-2                                                                                                                 12.19.7                102
2016                                                        Ratio of basic salary and remuneration of women to men

GRI 406: Nondiskriminasi 2016                               Insiden diskriminasi dan tindakan perbaikan yang dilakukan
                                                 406-1                                                                                                                 12.19.8                98
GRI 406: Non-discrimination 2016                            Incidents of discrimination and corrective actions taken

GRI 407: Kebebasan Berserikat dan
Perundingan Kolektif 2016                                   Risiko hak atas kebebasan berserikat dan perundingan kolektif pada operasi dan pemasok
                                                 407-1                                                                                                                 12.18.2                101
GRI 407: Freedom of Association and                         Right to freedom of association and collective bargaining risks at operations and suppliers
Collective Bargaining 2016

GRI 408 : Pekerja anak 2016                                 Risiko signifikan terkait pekerja anak pada operasi dan pemasok
                                                 408-1                                                                                                                 12.16.2                98
GRI 408: Child Labor 2016                                   Operations and suppliers at significant risk for incidents of child

GRI 409: Kerja Paksa atau Wajib Kerja 2016                  Risiko kerja paksa atau wajib kerja pada operasi dan pemasok
                                                 409-1                                                                                                                 12.17.2                98
GRI 409: Forced or Compulsory Labor 2016                    Forced or compulsory labour risks at operations and suppliers

GRI 410: Praktik Keamanan 2016                              Petugas keamanan yang dilatih mengenai kebijakan atau prosedur hak asasi manusia
                                                  410-1                                                                                                                12.12.2                123
GRI 410: Security Practices 2016                            Security personnel trained in human rights policies of procedures

GRI 411: Hak-hak Masyarakat Adat 2016                       Insiden pelanggaran yang melibatkan hak-hak masyarakat adat
                                                  411-1                                                                                                                12.11.2                123
GRI 411: Rights of Indigenous Peoples 2016                  Incidents of violations involving rights of indigenous peoples

                                                            Operasi dengan keterlibatan masyarakat lokal, penilaian dampak, dan program pengembangan
                                                  413-1                                                                                                                 12.9.2              108-115
                                                            Operations with local community engagement, impact assessments, and development programs
GRI 413: Masyarakat Lokal 2016
GRI 413: Local Communities 2016                             Operasi yang secara aktual dan yang berpotensi memiliki dampak negatif signifikan terhadap
                                                 413-2      masyarakat local                                                                                            12.9.3             108, 112
                                                            Operations with significant actual and potential negative impacts on local communities

                       Pengelolaan Energi dan Pengendalian Emisi | Energy Management and Emission Control

GRI 3: Topik Material 2021                                  Manajemen topik material
                                                  3-3                                                                                                                   12.1.1            29, 33, 46
GRI 3: Material Topics 2021                                 Management of material topics

                                                 302-1      Konsumsi energi di dalam organisasi | Energy consumption within the organization                            12.1.2                47

                                                 302-2      Konsumsi energi di luar organisasi | Energy consumption outside of the organization                         12.1.3              47-48

GRI 302: Energi 2016                             302-3      Intensitas energi | Energy intensity                                                                        12.1.4                48
GRI 302: Energy 2016
                                                 302-4      Pengurangan konsumsi energi | Reduction of energy consumption                                                                     50

                                                            Pengurangan pada energi yang dibutuhkan untuk produk dan jasa
                                                 302-5                                                                                                                                        49
                                                            Reductions in energy requirements of products and services




                                                                                            Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                                      179
Page 180
                     Standar GRI                                                                          Pengungkapan                                               Sektor Standar GRI        Lokasi
                     GRI Standard                                                                           Disclosure                                               GRI Sector Standard      Location

                                                        305-1      Emisi GRK (Cakupan 1) langsung | Direct (Scope 1) GHG emissions                                           12.1.5             49-52

                                                        305-2      Emisi GRK (Cakupan 2) tidak langsung | Indirect (Scope 2) GHG emissions                                   12.1.6               51

                                                        305-3      Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya | Other indirect (Scope 3) GHG emissions                     12.1.7               51

      GRI 305: Emisi 2016                               305-4      Intensitas Emisi GRK | GHG emissions intensity                                                            12.1.8               54
      GRI 305: Emissions 2016
                                                        305-5      Pengurangan emisi GRK | Reduction of GHG emissions                                                       12.2.3                50

                                                        305-6      Emisi zat perusak ozon (ODS) | Emissions of ozone-depleting substances (ODS)                                                   55

                                                                   Nitrogen Oksida (NOX), sulfur oksida (SOX), dan emisi udara signifikan lainnya
                                                        305-7                                                                                                                                     55
                                                                   Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and other significant air emissions

                                                        102-1      Rencana transisi untuk mitigasi perubahan | Transition plan for climate change mitigation                                     140

                                                        102-2      Rencana adaptasi perubahan iklim | Climate change adaptation plan                                                             149

                                                        102-3      Transisi yang adil | Just transition                                                                                          139

                                                        102-4      Sasaran dan kemajuan pengurangan emisi GRK | GHG emissions reduction targets and progress                                      54

                                                        102-5      Emisi GRK Cakupan 1 | Scope 1 GHG emissions                                                                                  52-54
      GRI 102: Perubahan Iklim 2025
      GRI 102: Climate Change 2025
                                                        102-6      Emisi GRK Cakupan 2 | Scope 2 GHG emissions                                                                                  52-54

                                                        102-7      Emisi GRK Cakupan 3 | Scope 3 GHG emissions                                                                                  52-53

                                                        102-8      Intensitas emisi GRK | GHG emissions intensity                                                                                 54

                                                        102-9      Penghilangan GRK dalam rantai nilai | GHG removals in the value chain                                                          50

                                                        102-10     Kredit karbon | Carbon credits                                                                                                 49

                                                        103-1      Kebijakan dan komitmen energi | Energy policies and commitments                                                                47

                                                                   Konsumsi energi dan pembangkitan mandiri dalam organisasi
                                                        103-2                                                                                                                                   47, 49
                                                                   Energy consumption and self-generation within the organization
      GRI 103: Energi 2025
      GRI 103: Energy 2025                              103-3      Konsumsi energi hulu dan hilir | Upstream and downstream energy consumption                                                  47-48

                                                        103-4      Intensitas energi | Energy intensity                                                                                         47-48

                                                        103-5      Pengurangan konsumsi energi | Reduction in energy consumption                                                                  49

                             Keanekaragaman Hayati dan Pascatambang | Biodiversity and Post-mining

      GRI 3: Topik Material 2021                                   Manajemen topik material
                                                         3-3                                                                                                                                  30, 34, 56
      GRI 3: Material Topics 2021                                  Management of material topics

                                                                   Kebijakan untuk menghentikan dan mengembalikan hilangnya keanekaragaman hayati
                                                        101-1                                                                                                                                     57
                                                                   Policies to halt and reverse biodiversity loss

                                                        101-2      Manajemen dampak keanekaragaman hayati | Management of biodiversity impacts                              12.5.4           57-58, 61-65

                                                        101-3      Akses dan berbagi manfaat | Access and benefit-sharing                                                                         57

      GRI 304: Keanekaragaman Hayati 2016               101-4      Identifikasi dampak keanekaragaman hayati | Identification of biodiversity impacts                                             58
      GRI 304: Biodiversity 2016
                                                        101-5      Lokasi yang memiliki dampak keanekaragaman hayati | Locations with biodiversity impacts                  12.5.2            59-62, 166

                                                        101-6      Pemicu langsung hilangnya keanekaragaman hayati | Direct drivers of biodiversity loss                    12.5.3              59-60

                                                        101-7      Perubahan kondisi keanekaragaman hayati | Changes to the state of biodiversity                        12.5.3, 12.5.5       59-60, 168

                                                        101-8      Layanan ekosistem | Ecosystem services                                                                                         59

                             Pengelolaan Limbah dan Tailing | Waste and Tailings Management

      GRI 3: Topik Material 2021                                   Manajemen topik material
                                                         3-3                                                                                                                 12.6.1             36, 75
      GRI 3: Material Topics 2021                                  Management of material topics

                                                                   Produksi limbah dan dampak signifikan terkait limbah
                                                        306-1                                                                                                               12.6.2                76
                                                                   Waste generation and significant waste-related impacts

                                                        306-2      Pengelolaan dampak signifikan terkait limbah | Management of significant waste-related impacts           12.6.3              76, 79
      GRI 306: Limbah 2020
      GRI 306: Waste 2020                               306-3      Limbah yang dihasilkan | Waste generated                                                                 12.6.4          77-78, 81, 168

                                                        306-4      Limbah yang dialihkan dari pembuangan akhir | Waste diverted from disposal                               12.6.5            77-81, 168

                                                        306-5      Limbah yang dikirimkan ke pembuangan akhir | Waste directed to disposal                                  12.6.6         77-78, 80-81, 168

                             Pengelolaan Air dan Efluen | Water and Effluent Management

      GRI 3: Topik Material 2021                                   Manajemen topik material
                                                         3-3                                                                                                                 12.7.1             34, 68
      GRI 3: Material Topics 2021                                  Management of material topics

                                                        303-1      Interaksi dengan air sebagai sumber daya bersama | Interactions with water as a shared resource           12.7.2             68-72

                                                                   Manajemen dampak yang berkaitan dengan pembuangan air
                                                        303-2                                                                                                                12.7.3           69-70, 72
                                                                   Management of water discharge-related impacts
      GRI 303: Air dan Efluen 2018
      GRI 303: Water and Effluents 2018                 303-3      Pengambilan air | Water withdrawal                                                                        12.7.4               69

                                                        303-4      Pembuangan air | Water discharge                                                                          12.7.5             69-71

                                                        303-5      Konsumsi air | Water consumption                                                                          12.7.6               69




180           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 181
                                                                                                                                                                                                                  Lampiran
                                                                                                                                                                                                                  Appendix




                 Standar GRI                                                                               Pengungkapan                                                              Sektor Standar GRI                  Lokasi
                 GRI Standard                                                                                Disclosure                                                              GRI Sector Standard                Location

                        Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) | Occupational Health and Safety (OHS)

GRI 3: Topik Material 2021                                           Manajemen topik material
                                                         3-3                                                                                                                                  12.14.1                    30, 84
GRI 3: Material Topics 2021                                          Management of material topics

                                                                     Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja
                                                        403-1                                                                                                                                 12.14.2                    84-86
                                                                     Occupational health and safety management system

                                                                     Identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan investigasi insiden
                                                        403-2                                                                                                                                 12.14.3                  87, 89, 158
                                                                     Hazard identification, risk assessment, and incident investigation

                                                        403-3        Layanan kesehatan kerja | Occupational health services                                                                  12.14.4                       91

                                                                     Partisipasi, konsultasi, dan komunikasi pekerja tentang keselamatan dan kesehatan kerja
                                                        403-4                                                                                                                                 12.14.5                    85, 90
                                                                     Worker participation, consultation, and communication on occupational health and safety

                                                                     Pelatihan bagi pekerja mengenai keselamatan dan kesehatan kerja
GRI 403: Kesehatan dan Keselamatan Kerja                403-5                                                                                                                                 12.14.6                      90
                                                                     Worker training on occupational health and safety
2018
GRI 403: Occupational Health and Safety
                                                        403-6        Peningkatan kualitas kesehatan pekerja | Promotion of worker health                                                      12.14.7                      90
2018
                                                                     Pencegahan dan mitigasi dampak dari keselamatan dan kesehatan kerja yang secara langsung
                                                                     terkait hubungan bisnis
                                                        403-7                                                                                                                                12.14.8                     87, 95
                                                                     Prevention and mitigation of occupational health and safety impacts directly linked by business
                                                                     relationships

                                                                     Pekerja yang tercakup dalam sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
                                                        403-8                                                                                                                                 12.14.9                  86, 91, 94
                                                                     Workers covered by an occupational health and safety management system

                                                        403-9        Kecelakaan kerja | Work-related injuries                                                                                12.14.10              87, 89, 92-93, 158

                                                       403-10        Penyakit akibat kerja | Work-related ill health                                                                         12.14.11                    92, 94

                        Etika Bisnis dan Transparansi | Business Ethics and Transparency

GRI 3: Topik Material 2021                                           Manajemen topik material
                                                         3-3                                                                                                                                  12.20.1                    32, 144
GRI 3: Material Topics 2021                                          Management of material topics

                                                                     Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko terkait korupsi
                                                        205-1                                                                                                                                12.20.2                       145
                                                                     Operations assessed for risks related to corruption

GRI 205: Antikorupsi 2016                                            Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan dan prosedur anti-korupsi
                                                        205-2                                                                                                                                12.20.3                    144-145
GRI 205: Anti Corruption 2016                                        Communication and training about anti-corruption policies and procedures

                                                                     Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang diambil
                                                        205-3                                                                                                                                12.20.4                       145
                                                                     Confirmed incidents of corruption and actions taken

GRI 206: Perilaku Antipersaingan 2016                                Langkah-langkah hukum untuk perilaku antipersaingan, praktik antipakat dan monopoli
                                                        206-1                                                                                                                                                              146
GRI 206: Anti-competitive Behavior 2016                              Legal actions for anti-competitive behavior, anti-trust, and monopoly practices

GRI 415: Kebijakan Publik 2016                                       Kontribusi Politik
                                                        415-1                                                                                                                                12.22.2                       145
GRI 415: Public Policy 2016                                          Political contributions

                        Digitalisasi dan Teknologi, Inovasi dan Bisnis Berkelanjutan | Digitalization and Technology, Innovation and Sustainable Business

GRI 3: Topik Material 2021                                           Manajemen topik material
                                                         3-3                                                                                                                                                           34, 38, 147
GRI 3: Material Topics 2021                                          Management of material topics

                                                                     Pengaduan yang berdasar mengenai pelanggaran terhadap privasi pelanggan dan hilangnya data
GRI 418: Privasi Pelanggan 2016
                                                        418-1        pelanggan                                                                                                                                             149
GRI 418: Customer Privacy 2016
                                                                     Substantiated complaints concerning breaches of customer privacy and losses of customer data

                        Produk dan Layanan Pelanggan, Perizinan dan Kepatuhan | Products and Customer Services, Licensing and Compliance

GRI 3: Topik Material 2021                                           Manajemen topik material
                                                         3-3                                                                                                                                                         34, 38, 154-155
GRI 3: Material Topics 2021                                          Management of material topics


                                                        416-1        Penilaian dampak kesehatan dan keselamatan dari berbagai kategori produk dan jasa                                                                     154
GRI 416: Kesehatan dan Keselamatan                                   Assessment of the health and safety impacts of product and service categories
Pelanggan 2016
GRI 416: Customer Health and Safety 2016                             Insiden ketidakpatuhan sehubungan dengan dampak kesehatan dan keselamatan dari produk dan jasa
                                                        416-2                                                                                                                                                              154
                                                                     Incidents of non-compliance concerning the health and safety impacts of products and services

                                                                     Persyaratan untuk pelabelan dan informasi produk dan jasa
                                                         417-1                                                                                                                                                           21, 154
                                                                     Requirements for product and service information and labeling

GRI 417: Pemasaran dan Pelabelan 2016                                Insiden ketidakpatuhan terkait informasi dan pelabelan produk dan jasa
                                                        417-2                                                                                                                                                            21, 154
GRI 417: Marketing and Labeling 2016                                 Incidents of non-compliance concerning product and service information and labeling

                                                                     Insiden ketidakpatuhan terkait komunikasi pemasaran
                                                        417-3                                                                                                                                                            21, 154
                                                                     Incidents of non-compliance concerning marketing communications

                        Pengungkapan Sektor Tambahan | Additional Sector Disclosure

                                                                     Daftar lokasi operasional yang memiliki rencana atau telah mengalami penutupan dan rehabilitasi
                                                                                                                                                                                              12.3.4                       64
                                                                     List of operational sites that have planned or undergone closure and rehabilitation

                                                                     Melaporkan total nilai moneter dari dana yang disediakan untuk penutupan dan rehabilitasi
                                                                                                                                                                                              12.3.5                       64
                                                                     Report the total monetary value of financial provisions for closure and rehabilitation

Pengecualian | Omission:
202-1 a. Ketika proporsi yang signifikan dari karyawan mendapatkan kompensasi yang berdasarkan pada upah yang tunduk pada aturan upah minimum, laporkan rasio yang relevan dari upah karyawan pemula berdasarkan jenis kelamin
terhadap upah minimum di lokasi operasi yang signifikan.
202-1.b. Ketika proporsi yang signifikan dari pekerja lainnya (tidak termasuk karyawan) yang melakukan kegiatan organisasi mendapatkan kompensasi yang berdasarkan pada upah yang tunduk pada aturan upah minimum, jelaskan
tindakan yang diambil untuk menentukan apakah para pekerja ini dibayar di atas upah minimum.
202-1.a. When a significant proportion of employees are compensated based on wages subject to minimum wage rules, report the relevant ratio of the entry level wage by gender at significant locations of operation to the minimum wage.
202-1.b. When a significant proportion of other workers (excluding employees) performing the organization’s activities are compensated based on wages subject to minimum wage rules, describe the actions taken to determine whether
these workers are paid above the minimum wage.

Alasan | Reason:
Informasi tidak lengkap: ITM belum dapat menghitung rasio standar upah pekerja yang bukan karyawan.
Information incomplete: ITM has not been able to count the ratios of level wages the workers who are not employees.




                                                                                                        Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                                                           181
Page 182
      Pernyataan Jaminan
      Assurance Statement




182      Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 183
                                                 Lampiran
                                                 Appendix




Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk    183
Page 184
184   Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 185
                                                 Lampiran
                                                 Appendix




Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk    185
Page 186
186   Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Page 187
                                                                                                                                                                                                                                                  Lampiran
                                                                                                                                                                                                                                                  Appendix




                                                                                                                                        Lembar Umpan Balik
                                                                                                                                                                                                                               Feedback Form

Terima kasih telah membaca Laporan Keberlanjutan Tahun 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk. Kami mengharapkan masukan, saran dan komentar dari
bapak/ibu/saudara sekalian atas laporan keberlanjutan ini melalui form berikut.
Thank you for reading PT Indo Tambangraya Megah Tbk’s 2025 Sustainability Report. We look forward to your feedbacks, suggestions and comments on
this sustainability report via the following form.

Profil Anda | Your Profile
Nama Lengkap		                                             : ........................................................................................................................
Name
Pekerjaan 		                                               : ........................................................................................................................
Profession
Nama Lembaga/Perusahaan                                    : ........................................................................................................................
Institution/Company

Golongan Pemangku Kepentingan | Stakeholder Group to which you belong:
(    )             Pemerintah | Government 			                                                                         (    )              Komunitas | Community
(    )             Pemegang saham | Investor			                                                                        (    )              LSM | NGO
(    )             Pelanggan | Customer				                                                                            (    )              Akademisi | Academia
(    )             Kontraktor | Contractor			                                                                          (    )              Karyawan | Employee
(    )             Vendor dan Pemasok | Vendor and Supplier		                                                          (    )              Lainnya | Others……………

                                                                                                                                                                            Setuju                         Netral                      Tidak Setuju
                                                                                                                                                                            Agree                          Neutral                       Disagree
1.    Laporan ini mudah dimengerti
                                                                                                                                                                             (.....)                         (.....)                          (.....)
      This report is easy to understand
2. Laporan tersebut telah menggambarkan informasi positif dan negatif dari Perusahaan
                                                                                                                                                                             (.....)                         (.....)                          (.....)
   The report has described positive and negative information of the Company
3. Informasi terkait Lingkungan, Sosial, dan Tata kelola (LST) sudah memadai
                                                                                                                                                                             (.....)                         (.....)                          (.....)
   Information related to Environmental, Social and Governance (ESG) are sufficient

Mohon berikan penilaian atas tingkat topik material di bawah (nilai 1=paling signifikan s/d 18=kurang signifikan).
Please provide an assessment of the level of material topics below (value 1 = most significant to 18= less significant).
o Pengendalian Emisi                                           ( )		                Hak Asasi Manusia              		                                                                                                      ( )
   Emission Control			                                                              Human Rights
o Pengelolaan Energi                                           ( )		                Pengelolaan Air dan efluen      		                                                                                                     ( )
   Energy Management			                                                             Water and Effluent Management
o Pascatambang                                                 ( )		                Pengelolaan Limbah dan Tailing 		                                                                                                      ( )
   Post-mining			                                                                   Waste and Tailings Management
o Keanekaragaman Hayati                                        ( )		                Manajemen Rantai Pasok                                                                                                                 ( )
   Biodiversity			                                                                  Supply Chain Management
o Pascatambang                                                 ( )		                Etika Bisnis dan Transparansi		                                                                                                        ( )
   Post-mining			                                                                   Business Ethics and Transparency
o Ketenagakerjaan                                              ( )		                Kinerja Ekonomi                		                                                                                                      ( )
   Employment			                                                                    Economic Performance
o Kesehatan dan Keselamatan Kerja                              ( )		                Digitalisasi dan Teknologi                                                                                                             ( )
   Occupational Safety and Health                                                   Digitalization and Technology
o Inovasi dan Bisnis Berkelanjutan                             ( )		                Proses dan Standar              		                                                                                                     ( )
   Innovation and Sustainable Business                                              Processes and Standards
o Perizinan dan Kepatuhan.                                     ( )		
   Licensing and Compliance
o Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal               ( )
   Local Community Development and Empowerment

Mohon berikan saran/usul/komentar Anda atas laporan ini:
Kindly provide your feedback/suggestions/comments about this report: ...............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................................................................................................................................

Terima kasih atas saran dan masukan untuk perbaikan dan kemajuan laporan ini di tahun yang akan datang. Formulir lembar umpan balik dapat disampaikan melalui:
Thank you for the feedback and suggestions for the improvement and progress of this report in the coming year. The feedback sheet form can be submitted via:

Email: corsecitm@banpuindo.co.id




                                                                                                                       Sustainability Report 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk                                                                                                  187
Page 188
2025
Laporan Keberlanjutan
Sustainability Report




PT Indo Tambangraya Megah Tbk

Pondok Indah Office Tower 3, Lantai 3
Jalan Sultan Iskandar Muda Kav. V-TA
Pondok Pinang, Kebayoran Lama
Jakarta 12310, Indonesia
T: +62 21 2932 8100
F: +62 21 2932 7999

www.itmg.co.id

File

File Open PDF
Source IDX
Size8.04 MB
Published17 Mar 2026
Pages188
Characters1,108,139
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 83 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Indo Tambangraya Megah Tbk p.2 ×298
possible org Bursa Efek Indonesia p.16
possible — Banpu Minerals p.19
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.25 ×2
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.30
possible org PT TIS p.31 ×2
unresolved person Sambutan · Direktur Utama p.3
unresolved org PT Graha Panca Karsa p.7 ×8
unresolved org PT Tepian Indah Sukses p.7 ×6
unresolved org PT ITM Bhinneka Power p.7 ×7
unresolved org Kota Nusantara p.12
unresolved org Kementerian Kehakiman Republik Indonesia p.16
unresolved org Ministry of Justice of Republic p.16
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.16
unresolved org Pte. Ltd. p.19
unresolved org PT Indominco Mandiri p.20 ×11
unresolved org PT Kitadin p.20 ×7
unresolved org PT Trubaindo Coal Mining Pascatambang Post-mining p.20
unresolved org PT Tambang Raya Usaha Tama p.20 ×6
unresolved org PT Nusa Persada Resources p.20 ×4
unresolved org PT Bharinto Ekatama p.20 ×8
unresolved org PT Jorong Barutama Greston p.20 ×6
unresolved org PT Tepian Indah Sukses Pangsa Pasar p.20
unresolved person Participant · Anggota p.21
unresolved org PT Trubaindo Coal Mining p.23 ×6
unresolved org PT Tepian p.23
unresolved org PT Energi Batubara Perkasa p.23
unresolved org PT Cahaya Power Indonesia p.23 ×3
unresolved org PT ITM Indonesia p.23 ×3
unresolved org PT ITM Energi Utama p.23 ×3
unresolved org PT IBP Hydro Power p.23
unresolved org PT ITM Batubara Utama p.23 ×3
unresolved org PT Centra Multi Suryanesia Aset p.23
unresolved org PT Sentral Mutiara Energy p.23 ×3
unresolved org Financial Services Authority p.25 ×2
unresolved org Rintis & Rekan p.26
unresolved org PT Kitadin Embalut p.30
unresolved org PT Kitadin Embalut's p.30
unresolved org Government of the Republic of Indonesia p.30
unresolved org PT JBG p.31 ×4
unresolved org PT ITM p.31 ×4
unresolved org PT NPR p.31 ×2
unresolved org PT IMM p.31 ×8
unresolved org PT BEK. p.31 ×7
unresolved org PT BEK. Target Selanjutnya p.31
unresolved org PT TCM p.31 ×5
unresolved org PT GPK p.31 ×4
unresolved org PT TCM. Topik Material Pengembangan p.31
unresolved org Kementerian ESDM p.31 ×2
unresolved org Ministry of Energy and Mineral Resources p.31 ×2
unresolved org Ministry of Environment p.31
unresolved org PT JBG. Target Selanjutnya p.35
unresolved — Paparan Publik p.40
unresolved org Departemen HSEC p.44
unresolved org Departemen Sustainability Development p.44
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup KTD p.44
unresolved org Ministry of Environment and Forestry Komitmen p.44
unresolved org Departemen Mine Operation p.46
unresolved org Departemen HSEC. ITM p.46
unresolved org Ministry of Environment and Forestry p.46 ×2
unresolved org Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik p.47
unresolved org Ministry of Energy Indonesia p.47
unresolved org Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral p.49
unresolved org Minister of Environment Regulation p.50
unresolved org Kementerian Energi p.50
unresolved org Ministry of Energy p.50
unresolved org PT ITM Banpu Power p.51 ×2
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penilaian p.56
unresolved org Departemen Mine Rehabilitation p.56
unresolved org Ministry of Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan p.60
unresolved org Riset dan Inovasi p.64
unresolved org PT Kitadin Embalut Site. As p.64
unresolved org Minister of Forestry Decree p.65
unresolved org Departemen Operation p.68
unresolved org Departemen HSE. Aspek p.68
unresolved org Air p.70
unresolved org Ministry of Energy and Mineral Resources MEM p.107
unresolved org PT Bharinto Ekatama. Environmental Preservation p.129
unresolved person KPIs. Each · Komisaris p.131
unresolved org Departemen Operasional p.150
unresolved org Departemen Keuangan p.150
unresolved org Departemen Penjualan p.150
unresolved org Departemen Logistik. Penilaian p.150

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 2

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result