Skip to content
Back to announcement

20260317_SOTS_Transaksi Material Tanpa Persetujuan RUPS_32054542_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review SOTS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 80

Page 1
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
                        LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
                                 ATAS RENCANA TRANSAKSI
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
                                   PENJUALAN ASET TETAP

kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
                                                  OLEH

kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
                               PT SATRIA MEGA KENCANA TBK
                    Jl. Panglima Polim Raya No. 28, Kelurahan Pulo,
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
                      Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
                                       Provinsi DKI Jakarta
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rekan
              GP Plaza Office – Lantai 2 Unit 2, Jalan Gelora II No. 1, Palmerah, Tanah Abang, Jakarta Pusat 10270
                                   Phone : 021 - 22530992-22530993-53661208-53661209 - Fax : 021 -53661210

kjppsapto,kasmodiard&rekankjppsapto,kasmodiard&rek
                                             email : kjpp.saptokasmo@yahoo.co.id – website : www.kjpp-skr.com


                                                  an
Page 2

          
Page 3

          
Page 4
Jakarta, 30 Januari 2026

No     : 00112/2.0084-00/BS/03/0283/1/I/2026
Hal    : Laporan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi Penjualan Aset Tetap


Kepada Yth.
Direksi
PT SATRIA MEGA KENCANA TBK
Jalan Panglima Polim Raya No.28, Kelurahan Pulo,
Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
DKI Jakarta

Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik Sapto, Kasmodiard dan Rekan (“Penilai”) merupakan penilai independen
berdasarkan Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan
No. 45/KM.1/2011 tanggal 31 Januari 2011 dengan izin nomor 2.11.0084. Penilai Publik yang
bertanggung jawab sekaligus bertanda tangan di dalam Laporan Penilaian ini adalah penilai dengan
kualifikasi Penilai Bisnis dengan Nomor Izin Penilai Publik No. B-1.10-00283 berdasarkan Surat
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 270/KM.1/2010 tanggal 16 April 2010, dan juga telah terdaftar
sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan/OJK dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal No.STTD.PB-48/PJ-1/PM.021/2024 tanggal 11 Januari 2024.

Berdasarkan persetujuan atas surat proposal/kontrak perjanjian kerja No. 02.128/SP-PS/KJPP-
SKR/XI/2025, tanggal 17 November 2025, Kantor Jasa Penilai Publik Sapto, Kasmodiard dan Rekan
(selanjutnya disebut “KJPP SKR” atau “Kami”), mendapat penugasan dari PT Satria Mega Kencana
Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran rencana transaksi
PT Satria Mega Kencana Tbk seperti yang diuraikan dalam laporan ini.

Latar Belakang
PT Satria Mega Kencana Tbk untuk selanjutnya disebut (“Perseroan”) merupakan perusahaan yang
bergerak dalam bidang usaha real estate dan kegiatan perusahaan holding dan bermaksud untuk
menjual tanah dan bangunan villa kepada PT Sungai Mas Konstruksi yang selanjutnya disebut “SMK”.

PT Sungai Mas Konstruksi yang selanjutnya disebut “SMK” merupakan perseroan terbatas yang
didirikan dan menjalankan usaha berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia, memiliki kantor
terdaftar di Jakarta.

Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk
melaksanakan transaksi tersebut, terutama POJK 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha dan POJK 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi oleh PT Satria Mega Kencana Tbk                      i
Page 5
Objek Rencana Transaksi
Objek Rencana Transaksi adalah Transaksi Material jual beli aset non operasi dengan SMK sebesar
Rp37.500.000.000 (tiga puluh tujuh miliar lima ratus juta Rupiah). Harga jual beli tersebut belum
termasuk pajak-pajak dan biaya lainnya.

Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah antara Perseroan sebagai penjual dengan SMK sebagai
pihak pembeli.

Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penilaian adalah memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi untuk tujuan
pelaksanaan Rencana Transaksi.

Tanggal Penilaian
Analisis kewajaran dilaksanakan per tanggal 30 September 2025, parameter dan laporan keuangan
yang digunakan dalam analisis adalah laporan keuangan per 30 September 2025 yang direviu oleh
Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo dan Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material.

Asumsi dan Kondisi Pembatas
Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan
pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi
dan data sebagaimana diberikan oleh manajemen Perseroan, yang mana kami mengasumsikan
bahwa informasi dan data yang telah diberikan oleh manajemen Perseroan adalah benar, lengkap,
dapat diandalkan, dan tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan audit ataupun verifikasi secara
mendetail atas semua informasi dan data yang telah diberikan oleh manajemen Perseroan, baik
lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak dapat memberikan jaminan atau
bertanggung jawab apabila informasi dan data yang diberikan tersebut menjadi tidak lengkap
atau menyesatkan.

Pendekatan dan metode
Pendapat kewajaran diberikan setelah dilakukan analisis atas Nilai dari objek yang ditransaksikan,
dampak keuangan dari rencana transaksi terhadap kepentingan perusahaan, pertimbangan bisnis
dari manajemen terkait dengan rencana transaksi terhadap kepentingan pemegang saham. Dalam
melakukan analisis tersebut di atas, maka dilakukan analisis transaksi, analisis kualitatif atas rencana
transaksi, analisis kuantitatif atas rencana transaksi dan analisis kewajaran nilai transaksi.

Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini, tidak ada kejadian yang menyebabkan
ketidakpastian terhadap kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan.
Kejadian setelah tanggal penilaian tersebut tidak dimaksudkan untuk mempengaruhi hasil pendapat
kewajaran pada tanggal penilaian.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi oleh PT Satria Mega Kencana Tbk                             ii
Page 6
Analisis Rencana Transaksi
a. Analisis Rencana Transaksi
   Rencana transaksi yang akan dilakukan bukan merupakan transaksi benturan kepentingan
   karena memberikan solusi kelangsungan usaha bagi Perseroan dan diselenggarakan sesuai
   aturan perundang-undangan yang berlaku. Terkait rencana transaksi, sebagaimana tercantum
   dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) tertanggal 24 November 2025
   disebutkan penjualan aset vila sebesar Rp37.500.000.000 sebagai objek transaksi dan jika dibagi
   dengan nilai ekuitas PT Satria Mega Kencana Tbk berdasarkan Laporan Keuangan PT Satria Mega
   Kencana Tbk untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 yang telah direviu
   oleh Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo dan Rekan sebesar Rp183.069.973.284, maka nilainya
   transaksi mencapai lebih dari 20% (dua puluh persen) dari ekuitas Perseroan. Dengan demikian
   rencana transaksi tersebut merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3
   Ayat 1 POJK No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

    Rencana transaksi yang akan dilakukan antara Perseroan dengan SMK merupakan transaksi
    terafiliasi dan tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK
    No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

    Dengan dilakukannya Rencana Transaksi yaitu jual beli aset tetap diperkirakan dana dan
    keuntungan dari hasil penjualan aset tersebut akan digunakan oleh Perseroan untuk dapat
    membayar utang Perseroan.

    Apabila Rencana Transaksi gagal maka Perseroan tidak mendapatkan dana tambahan untuk
    mengurangi utang Perseroan dan harus menanggung biaya pajak PBB atas aset tersebut.

    Keuntungan Rencana Transaksi yaitu Perseroan mendapatkan kas atas Rencana Transaksi
    penjualan aset ini. Dana dan keuntungan dari hasil Rencana Transaksi akan digunakan oleh
    Perseroan untuk mengurangi utang Perseroan yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai
    investasi para pemegang sahamnya. Dengan melepas kepemilikan aset maka perseroan akan
    mengurangi beban pajak PBB-P2 setiap tahunnya.

    Kerugian Transaksi, dengan dilakukannya Transaksi, terdapat biaya-biaya yang muncul akibat
    Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga penunjang pasar modal seperti biaya
    penasehat keuangan, KAP, konsultan hukum, KJPP dengan biaya-biaya yang muncul antara lain
    biaya penilaian objek transaksi, biaya-biaya terkait profesi penilai serta kewajiban-kewajiban
    yang lain yang dapat muncul di kemudian hari.

b. Analisis Kualitatif
   Akibat dampak tarif Amerika Serikat (AS) yang mendorong ketidakpastian tetap tinggi. AS
   kembali mengenakan tambahan tarif kepada sektor farmasi, mebel, dan otomotif sejak
   1 Oktober 2025 serta mengumumkan rencana pengenaan tarif tambahan sebesar 100%
   terhadap produk asal Tiongkok. Berbagai indikator menunjukkan kebijakan tarif AS
   memperlemah kinerja perdagangan global, tercermin dari melambatnya ekspor dan impor di


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi oleh PT Satria Mega Kencana Tbk                       iii
Page 7
    sebagian besar negara. Di AS, pertumbuhan ekonomi masih lemah sehingga mendorong
    berlanjutnya penurunan kondisi ketenagakerjaan. Ekonomi Jepang, Eropa, dan India belum kuat
    dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga, di tengah stimulus fiskal-moneter yang telah
    dilakukan. Sementara itu, perekonomian Tiongkok pada triwulan III 2025 meningkat didorong
    oleh stimulus fiskal. Probabilitas penurunan kembali Fed Funds Rate (FFR) semakin besar sejalan
    dengan kondisi ketenagakerjaan di AS yang lemah. Sejalan dengan itu, yield US Treasury jangka
    pendek kembali menurun dan indeks mata uang dolar AS (DXY) cenderung melemah. Aliran
    modal ke emerging market (EM) masih berfluktuasi seiring dengan tingginya ketidakpastian
    pasar keuangan global.

    Perkembangan terkini menunjukkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2025 ditopang oleh
    kenaikan ekspor sebagai antisipasi terhadap pengenaan tarif resiprokal AS. Sementara itu,
    permintaan domestik masih perlu terus diperkuat sehingga dapat meningkatkan konsumsi
    rumah tangga dan investasi. Belanja Pemerintah berkontribusi pada penguatan permintaan
    domestik dan pertumbuhan ekonomi triwulan III 2025.

    Nilai tukar Rupiah pada 21 Oktober 2025 tercatat sebesar Rp16.585 per dolar AS, atau menguat
    0,45% (ptp) dibandingkan dengan level pada akhir September 2025. Rupiah sempat melemah
    pada September 2025 sebesar 1,05% (ptp) dibandingkan dengan level pada akhir Agustus 2025
    sejalan dengan ketidakpastian yang cukup tinggi.

    Inflasi IHK September tercatat sebesar 2,65% (yoy). Inflasi inti tetap rendah sebesar 2,19% (yoy),
    dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta didukung
    konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjangkar ekspektasi inflasi
    sesuai dengan sasarannya dan imported inflation yang rendah.

    BI Rate sebesar 4,75% pada triwulan III 2025. Bank Indonesia juga memperkuat kebijakan
    makroprudensial untuk makin mendorong penurunan suku bunga, peningkatan likuiditas, dan
    kenaikan pertumbuhan kredit/pembiayaan bagi pencapaian pertumbuhan ekonomi yang lebih
    tinggi. Kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan
    ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem
    pembayaran, dan daya tahan infrastruktur sistem pembayaran.

c. Analisis Kuantitatif
   Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa Perseroan memiliki kinerja
   yang kurang baik. Dengan demikian Perseroan melakukan Rencana Transaksi untuk memperkuat
   posisi keuangan dan mengurangi beban Perseroan adalah wajar.

    Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan akan mengalami peningkatan laba
    usaha, dengan demikian Perseroan melakukan Rencana Transaksi adalah wajar.

    Adapun dampak dari rencana transaksi yaitu rata-rata current ratio mencapai sebesar 1,27, debt
    to equity ratio mencapai rata-rata sebesar 1,42, ROE rata-rata mencapai 0,17 dan debt to total
    assets mencapai 0,58.

Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi oleh PT Satria Mega Kencana Tbk                          iv
Page 8
    Berdasarkan proforma posisi keuangan Perseroan terdapat penyesuaian antara sebelum dan
    setelah Transaksi, rasio likuiditas Perseroan yang semula 0,71% menjadi 2,24%, sedangkan
    leverage ratio Perseroan yang berupa debt to total assets ratio yang semula 56,08% menjadi
    55,48%, rasio total debt to equity yang semula 127,66% menjadi 124,62% dan long term debt to
    equity ratio yang semula 116,95% menjadi 111,49%.

d. Analisis Inkremental
   Rencana transaksi adalah akan mengurangi utang Perseroan, maka konstribusi nilai tambah dari
   transaksi tersebut dapat diukur dari peningkatan laba dan kinerja keuangan. Dari analisis laba
   bersih dan arus kas bersih, dapat diketahui bahwa bila melakukan Rencana Transaksi lebih baik
   dibandingkan tidak melakukan Rencana Transaksi.

    Dengan dilakukannya transaksi, Perseroan akan mengurangi beban operasi dan memberikan
    nilai tambah bagi Perseroan.

    Informasi non keuangan yang relevan adalah Perseroan akan lebih fokus dalam bidang usaha
    yang sedang dijalankan, yakni dalam bidang real estate dan kegiatan Perusahaan holding yang
    menaungi usaha perhotelan entitas anak.

    Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan rencana transaksi dan nilai
    transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris Perseroan.
    Rencana transaksi dan nilai transaksi dengan persyaratan yang mudah, transparan dan
    akuntable yang dapat dipenuhi Perseroan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan yang
    berlaku.

    Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari rencana transaksi tidak ada.
    Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa rencana transaksi
    adalah wajar dan digunakan untuk mengurangi utang Perseroan.

e. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
   Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi dilaksanakan dengan melakukan perbandingan antara
   Nilai Transaksi dan Nilai Pasar. Nilai Rencana Transaksi sebagaimana tercantum dalam nota
   kesepahaman (Memorandum of Understanding) tertanggal 24 November 2025 disebutkan
   penjualan aset vila sebesar Rp37.500.000.000. Sementara itu, nilai pasar aset vila berdasarkan
   laporan penilaian aset nomor 02018/2.0084-00/PI/03/0274/1/XII/2025 tanggal 22 Desember
   2025 oleh KJPP Sapto, Kasmodiard dan Rekan adalah sebesar Rp37.700.000.000.

    Dengan nilai transaksi penjualan aset vila sebesar Rp37.500.000.000 dan Nilai Pasar Wajar
    sebesar Rp37.700.000.000, maka nilai transaksi lebih rendah 0,53% dari Nilai Pasar Wajar dan
    masih dalam kisaran wajar. Dengan demikian kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah
    wajar.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi oleh PT Satria Mega Kencana Tbk                       v
Page 9
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi
Hasil analisis atas nilai transaksi penjualan aset vila adalah nilai transaksi masih dalam kisaran wajar
dari Nilai Pasar Wajarnya memberikan kesimpulan bahwa nilai transaksi adalah wajar.

Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
perusahaan memberikan kesimpulan bahwa dengan dilakukannya transaksi akan meningkatkan
laba Perseroan yang akan meningkatkan profitabilitas Perseroan yang dapat memberikan nilai
tambah bagi Perseroan sejalan dengan kepentingan perusahaan. Hasil analisis atas pertimbangan
bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap kepentingan pemegang saham adalah untuk
mengurangi utang dan beban Perseroan, memberikan kesimpulan bahwa pertimbangan bisnis dari
manajemen tersebut sejalan dengan kepentingan pemegang saham. Berdasarkan kesimpulan dari
hasil analisis tersebut di atas, maka kami berpendapat bahwa transaksi adalah Wajar bagi
Perseroan.

Kami menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami
bertindak sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apa pun, baik saat ini
maupun di masa datang terkait dengan usaha Perseroan maupun atas rencana transaksi yang
akan dilakukan.

Demikian laporan pendapat kewajaran ini kami sampaikan, atas kerja sama dan kepercayaan yang
telah diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
KJPP SAPTO, KASMODIARD DAN REKAN
Property, Business Appraiser & Consultant




Kasmodiard P., S.E., M.Sc., MAPPI (Cert.)
Senior Partner

Izin Penilai Publik       :   No. B-1.10.00283
MAPPI                     :   No. 00-S-01277
STTD OJK                  :   No. STTD.PB-48/PJ-1/PM.021/2024
Klasifikasi Bidang Jasa   :   Penilaian Bisnis (B)




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi oleh PT Satria Mega Kencana Tbk                            vi
Page 10
                                        PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami menerangkan bahwa:

1.   Laporan penilaian ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan independensi Penilai
     Publik, dan penilaian pada penugasan ini disusun mengacu pada Standar Penilaian
     Indonesia serta Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI dan SPI Edisi VII 2018).

2.   Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan opini atau kesimpulan akhir.

3.   Penugasan penilaian telah dilakukan terhadap objek penilaian pada tanggal penilaian (Cut
     off Date) 30 September 2025.

4.   Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian ini.

5.   Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Perundang-
     undangan yang berlaku.

6.   Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
     sebagai kesimpulan nilai.

7.   Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

8.   Kesimpulan dalam laporan ini telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.

9.   Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang kami
     yakini dan dapat dipertanggungjawabkan.

10. Penilai telah melakukan wawancara/pengumpulan data dan telah bekerja secara
    profesional, bertindak secara independen.

11. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar analisis,
    pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalamnya adalah benar.

12. Analisis, pendapat dan kesimpulan dalam laporan ini bebas dari konflik kepentingan atas
    objek yang dinilai maupun pihak lain yang terlibat.

13. Imbalan jasa penilaian sama sekali tidak tergantung pada kesimpulan nilai yang tercantum
    dalam laporan ini.

14. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
    diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.

15. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian ini, telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transasksi oleh PT Satria Mega Kencana Tbk                  vii
Page 11
KJPP SKR menyatakan bahwa Para Penilai yang dilibatkan dalam penugasan penilaian ini adalah
Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian penilaian yang baik.

        No.                        Nama Penilai                              Tanda Tangan

      1.             Penanggung Jawab/Signing Partner
                               Kasmodiard
                           NIPP : B-1.10.00283
                          MAPPI No. : 00-S-01277

      2.                 Penilai Senior/Senior Valuer
                         Mohammad Farid, S.E., M.M.
                           MAPPI No. : 00-T-01273
                        Register No. : RMK-2018.02249

                                 Penilai/Valuer
      3.
                            Ir. Didik Sutanto, M.M.
                           MAPPI No. : 06-P-02011
                        Register No. : RMK-2018.02250

                               Penilai/Valuer
      4.
                             Ronny Hidayat, S.E.
                            MAPPI No. : 16-A-06199




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transasksi oleh PT Satria Mega Kencana Tbk                  viii
Page 12
                                                            DAFTAR ISI
                                                                                                                                      Halaman
SURAT PENGANTAR .................................................................................................................            i
PERNYATAAN PENILAI .............................................................................................................           vii
DAFTAR ISI................................................................................................................................  ix

1          PENDAHULUAN . .................................................................................................                 1
           1.1.  Latar Belakang Penugasan..............................................................................                    1
           1.2.  Identitas Pemberi Tugas .................................................................................                 1
           1.3.  Tanggal Penilaian dan Masa Berlaku Laporan ................................................                               2
           1.4.  Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran ..................................                                         2
           1.5.  Objek Analisis Pendapat Kewajaran .............................................................                           2
           1.6.  Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Terkait
                 Rencana Transaksi .........................................................................................               2
           1.7.  Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ............................................................                             2
           1.8.  Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Bapepam-LK ................                                                3
           1.9.  Sumber Data dan Informasi ...........................................................................                     3
           1.10. Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi .....................................................                             4
           1.11. Independensi Penilai......................................................................................                4
           1.12. Asumsi dan Kondisi Pembatas........................................................................                       4
           1.13. Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran ................................                                      6

2          TINJAUAN DAN ANALISIS RENCANA TRANSASKSI ................................................                                      7
           2.1.  Latar Belakang Transaksi ..............................................................................                  7
           2.2.  Maksud dan Tujuan Transaksi ......................................................................                       7
           2.3.  Objek Transaksi .............................................................................................            7
           2.4.  Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi ...................................................                           8
           2.5.  Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi ....................                                         12

3          ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI ....................................................                                     14
           3.1.   Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan.......................................                                   14
           3.2.   Analisis atas Rencana Transaksi ....................................................................                   14
           3.3.   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi.....................................................                        16
           3.4.   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi..................................................                          32
           3.5.   Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi .................................................                            50

4          KESIMPULAN ......................................................................................................             53




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transasksi oleh PT Satria Mega Kencana Tbk                                                                 ix
Page 13
1       PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang Penugasan

PT Satria Mega Kencana Tbk (“SOTS”) adalah perseroan yang berkedudukan di Jakarta yang
didirikan pada tahun 2004 dan menjadi perseroan terbuka sejak tahun 2018. Perseroan bergerak
di bidang real estate dan kegiatan perusahaan holding yang menaungi usaha perhotelan entitas
anak.

Perseroan berencana untuk menjual aset tetap yang berupa sebidang tanah dan bangunan yang
berdiri di atasnya kepada PT Sungai Mas Konstruksi yang selanjutnya disebut “SMK” yang
merupakan perseroan terbatas yang didirikan dan menjalankan usaha berdasarkan hukum
Negara Republik Indonesia dan memiliki kantor terdaftar di Jakarta.

Berdasarkan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) nomor 315A/MOU-
SMK/XI/2025 tanggal 24 November 2025 antara Perseroan dan SMK menyepakati harga jual beli
atas tanah dan bangunan yang berdiri di atasnya tersebut adalah sebesar Rp37.500.000.000
di luar biaya pajak dan notaris.

Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, antara Perseroan dan SMK merupakan pihak
terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 bahwa Rencana
Transaksi merupakan transaksi afiliasi dan transaksi benturan kepentingan sebagaimana
dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020. Rencana Transaksi ini juga merupakan
transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 karena nilai
transaksi di atas 20% (dua puluh persen) dari total ekuitas Perseroan berdasarkan laporan
keuangan reviu per 30 September 2025.

Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 17/POJK.04/2020 Perseroan telah menunjuk Kantor
Jasa Penilai Publik Sapto, Kasmodiard dan Rekan (KJPP SKR), sebagai penilai independen untuk
melaksanakan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi berdasarkan persetujuan atas surat
proposal/kontrak perjanjian kerja No. 02.128/SP-PS/KJPP-SKR/XI/2025, tanggal 17 November
2025.

1.2     Identitas Pemberi Tugas

Pemberi tugas dalam hal ini adalah sebagai berikut:
Nama                : PT Satria Mega Kencana Tbk
Alamat              : Jalan Panglima Polim Raya No.28, Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran
                      Baru, Jakarta Selatan
Telp                : (021) 72781782
Email               : corsec@satriamegakencana.com
Bidang Usaha        : real estate dan kegiatan Perusahaan holding

Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                          1
Page 14
1.3     Tanggal Penilaian dan Masa Berlaku Laporan

Analisis Kewajaran dilaksanakan per tanggal 30 September 2025, parameter dan laporan
keuangan yang digunakan dalam analisis adalah laporan keuangan per 30 September 2025 yang
telah direviu oleh Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo dan Rekan dengan opini wajar dalam
semua hal yang material.

Masa berlaku laporan penilaian ini yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian
(cut off date) dalam laporan penilaian.

1.4     Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran

Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan
gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Rencana Transaksi dari aspek
keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK No. 42/POJK.04/2020
tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan dan POJK No. 17/POJK.04/2020
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan (SEOJK) No. 17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018
yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).

1.5     Objek Analisis Pendapat Kewajaran

Objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah memberikan pendapat kewajaran atas
Rencana Transaksi penjualan aset tetap, yaitu rencana menjual vila.

1.6     Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana
        Transaksi

Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen Perseroan terkait dengan rencana
transaksi adalah untuk memperbaiki struktur permodalan Perseroan dengan penurunan jumlah
liabilitas dan peningkatan ekuitas.

1.7     Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

Sehubungan dengan POJK 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan
Kepentingan, POJK 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha Utama, dan POJK 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal serta SEOJK 17/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, maka dalam penugasan laporan Pendapat Kewajaran atas
Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                            2
Page 15
Rencana Transaksi Perseroan ini, kami telah melakukan analisis melalui pendekatan dan
prosedur penilaian atas Rencana Transaksi yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

a. Melakukan analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi Perseroan.
b. Melakukan analisis kualitatif dari Rencana Transaksi Perseroan.
c. Melakukan analisis dampak keuangan dari Rencana Transaksi Perseroan yang
   dilaksanakan melalui analisis kuantitatif.
d. Memberikan opini terhadap kewajaran Rencana Transaksi Perseroan.

1.8      Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan Perundang-Undangan

     Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
     Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
     Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tanggal 2 Juli 2020 tentang
      Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
     Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tanggal 21 April 2020 tentang
      Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
     Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas
      Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik.
     Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan
      Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.

1.9     Sumber Data dan Informasi

a. Laporan Keuangan PT Satria Mega Kencana Tbk untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 dengan angka perbandingan 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh
   KAP Jojo Sunarjo dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
   menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
b. Laporan Keuangan PT Satria Mega Kencana Tbk untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 dengan angka perbandingan 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh
   KAP Jojo Sunarjo dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
   menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
c. Laporan Keuangan PT Satria Mega Kencana Tbk untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 dengan angka perbandingan 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh
   KAP Jojo Sunarjo dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
   menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
d. Laporan Keuangan PT Satria Mega Kencana Tbk untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   30 September 2025 yang telah direviu oleh KAP Jojo Sunarjo dan Rekan dengan pendapat
   bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
   material.
e. Proyeksi keuangan Perseroan periode 2025-2030 yang disediakan oleh manajemen. Dalam
   menyusun laporan pendapat kewajaran ini, Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang
   disesuaikan.
Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                      3
Page 16
f. Proforma Laporan Keuangan Perseroan sebelum dan setelah pelaksanaan Rencana
   Transaksi yang disediakan oleh manajemen Perseroan dan telah direviu oleh KAP Jojo
   Sunarjo dan Rekan.
g. Nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) tertanggal 24 November 2025.
h. Laporan Penilaian Aset (Tanah dan Bangunan Villa) oleh KJPP Sapto, Kasmodiard dan Rekan.
i. Hasil wawancara dengan manajemen Perseroan yang kami anggap layak dan relevan guna
   mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan proses penilaian.
j. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal Perseroan baik dari media
   cetak maupun media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.

1.10    Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah
melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang
mencakup hal-hal sebagai berikut:
a. Analisis atas Rencana Transaksi Perseroan.
b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi Perseroan.
c. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi Perseroan.

1.11    Independensi Penilai

Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP SKR bertindak secara independen
tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan maupun pihak-
pihak lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan maupun KJPP SKR juga tidak memiliki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan pendapat
kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak mana
pun. Imbalan yang Kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang
dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.

1.12    Asumsi dan Kondisi Pembatas

Pendapat kewajaran ini dibuat berdasarkan asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
 Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
   umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan rencana
   aksi korporasi yang akan dilakukan pada tanggal pendapat ini diterbitkan.
 Dalam penyusunan pendapat kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
   terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat
   dalam aksi korporasi serta keakuratan informasi mengenai rencana aksi korporasi yang
   diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
 Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
   dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
   utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
   menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran. Penyusunan pendapat
Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                         4
Page 17
    kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
    melalui analisis yang tidak lengkap.
   Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan pendapat kewajaran ini sampai
    dengan tanggal terjadinya rencana aksi korporasi tidak terjadi perubahan apa pun yang
    berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
    pendapat kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
    melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan
    kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.
   Kami tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang
    melakukan transaksi.
   Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
    keandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
    lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum yang pada
    hakikatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung
    jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
    Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak
    mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami
    menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
   Analisis pendapat kewajaran atas aksi korporasi ini dipersiapkan menggunakan data dan
    informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
    tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Oleh karenanya,
    kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas pendapat kewajaran kami
    dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.
   Kami tidak melakukan pengukuran atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami
    juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari rencana aksi korporasi ini.
    Jasa-jasa yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan aksi korporasi ini
    hanya merupakan pemberian Pendapat Kewajaran atas aksi korporasi yang akan
    dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan
    penelitian atas keabsahan aksi korporasi dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan
    dari aksi korporasi tersebut.
   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan aksi korporasi ini tidak merupakan dan tidak
    dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apa pun, suatu penelaahan atau audit atau
    pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
    tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
    kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain
    itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
    dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar aksi korporasi yang
    ada dan mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut
    terhadap aksi korporasi ini.




Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                            5
Page 18
1.13    Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran

Berdasarkan informasi yang kami terima tidak terdapat kejadian-kejadian penting setelah
tanggal efektif dari tanggal penilaian hingga tanggal laporan penilaian ini diterbitkan.




Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                      6
Page 19
2       TINJAUAN DAN ANALISIS RENCANA TRANSAKSI

2.1     Latar Belakang Transaksi

Perseroan melakukan kesepakatan dengan pihak PT Sungai Mas Konstruksi (SMK) sehubungan
dengan rencana transaksi penjualan aset tetap berupa sebidang tanah seluas 1.500 meter
persegi berikut bangunan villa seluas 1.677 meter persegi yang berada di atasnya, serta segala
sesuatu yang tertanam atau melekat di atas tanah termasuk fasilitas yang menjadi satu kesatuan
dengan bangunan, dikenal dengan nama Villa Type Angel Fish nomor 51, berlokasi di Pulau
Tengah, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Administrasi
Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).

2.2     Maksud dan Tujuan Transaksi

Maksud dan tujuan atas Rencana Transaksi yang dilakukan Perseroan adalah untuk
digunakan membayar utang dan diharapkan dapat memperbaiki profil keuangan Perseroan.

Untuk rencana tersebut, maka Perseroan melakukan rencana transaksi penjualan aset tetap non
operasi kepada PT Sungai Mas Konstruksi (SMK), sesuai dengan nota kesepahaman
(Memorandum of Understanding) tertanggal 24 November 2025.

2.3     Objek Transaksi

Objek transaksi dalam hal ini adalah Rencana Transaksi penjualan aset tetap Perseroan, berupa
sebidang tanah seluas ± 1.500 m2 berikut bangunan villa seluas 1.677 m2 yang berada di atasnya,
serta segala sesuatu yang tertanam atau melekat di atas tanah termasuk fasilitas yang menjadi
satu kesatuan dengan bangunan, dikenal dengan nama Villa Type Angel Fish nomor 51, berlokasi
di Pulau Tengah, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten
Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Dasar kepemilikan Perseroan atas aset tersebut, berupa:
 Perjanjian Pengikatan Jual Beli Villa H-Resort Pulau Tengah Nomor 007/PPJB/SUI/Angel
  Fish/51/0515 tertanggal 8 Mei 2015;
 Berita Acara Serah Terima Villa H-Resort Nomor 07/BAST/AngelFish/SUI/1015 tertanggal 20
  Oktober 2015;

yang keduanya dibuat di bawah tangan, bermeterai cukup, dan ditandatangani oleh dan antara
PT Setiautama Island selaku penjual dan Perseroan selaku pembeli.




Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                             7
Page 20
2.4     Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi

a. PT Satria Mega Kencana Tbk (“Perseroan”)

Riwayat Singkat

PT Satria Mega Kencana Tbk merupakan suatu perseroan terbatas terbuka yang berkedudukan
di Jakarta, didirikan berdasarkan akta pendirian nomor 62 tanggal 16 Juni 2004 yang dibuat di
hadapan Ilmiawan Dekrit Supatmo, S.H., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh pengesahan
badan hukum dari Menteri Hukum dan HAM RI dengan Surat Keputusan Nomor C-
10271.HT.01.01.TH.2005 tanggal 14 April 2005.

Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana telah dimuat dalam Akta Pendirian Perseroan telah
diubah beberapa kali, di antaranya akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
Perseroan Terbatas Nomor 27 tanggal 09 Mei 2018 yang dibuat oleh Christina Dwi Utami, S.H.,
M.Hum, M.Kn, Notaris di Jakarta Barat, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya Nomor: AHU-
0010551.AH.01.02.TAHUN 2018 tanggal 14 Mei 2018 dan akta Pernyataan Keputusan Rapat
tanggal 07 Juni 2023 Nomor : 75 dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum, M.Kn,
Notaris di Jakarta Barat, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya tertanggal 27 Juni 2023 Nomor : AHU-
0024650.AH.01.02.TAHUN2018 serta yang Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran
Dasarnya telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tertanggal 27 Juni 2023 Nomor : AHU-
AH.01.03-0084427.

Data perizinan dan legalitas yang dimiliki oleh Perseroan adalah sebagai berikut:
 Akta Pendirian Nomor 62 tanggal 16 Juni 2004 yang dibuat di hadapan Ilmiawan Dekrit
   Supatmo, S.H., Notaris di Jakarta.
 Surat Pengesahan Akta Pendirian yang ditetapkan oleh Menteri Hukum dan HAM RI
   dengan Surat Keputusan Nomor C-10271.HT.01.01.TH.2005 tanggal 14 April 2005.
 Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan Terbatas Nomor 27
   tanggal 09 Mei 2018 oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum, M.Kn, Notaris di Jakarta Barat.
 Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan Terbatas PT Satria Mega Kencana Tbk Nomor:
   188 tanggal 24 Agustus 2021, yang dibuat di hadapan Christina Dwi Utama, S.H., M.H.,
   M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi
   Badan Hukum Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak
   Asasi Manusia Nomor: AHU-AH.01.03-0445167 tanggal 7 September 2021 perihal
   Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan.
 Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Satria Mega Kencana Tbk Nomor: 74 tanggal 7 Juni
   2023, yang dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H., M.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, akta
   mana telah diterima dan dicatat dalam Sisminbakum Direktorat Jenderal Administrasi

Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                              8
Page 21
        Hukum Umum Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor: AHU-AH.01.09-0132187
        tanggal 27 Juni 2023 perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan, dan
        telah didaftarkan dalam Daftar Perseoran Nomor: AHU-0120309.AH.01.11. Tahun 2023
        tanggal 27 Juni 2023.
       Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Satria Mega Kencana Tbk Nomor: 75 tanggal 7 Juni
        2023, yang dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H., M.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, akta
        mana telah diterima dan dicatat dalam Sisminbakum Nomor: AHU-AH.01.03.0084427
        tanggal 27 Juni 2023 perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
        Perseroan dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan Nomor: AHU-0121325.AH.01.11
        Tahun 2023 tanggal 27 Juni 2023, serta telah mendapatkan persetujuan perubahan
        anggaran dasar perseroan terbatas PT Satria Mega Kencana Tbk. berdasarkan surat
        Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-
        0036710.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 27 Juni 2023.
       Nomor Induk Berusaha           (NIB) PT Satria Mega Kencana Tbk dengan               nomor
        8120012152144 yang diterbitkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal yang
        diterbitkan tanggal 24 November 2018.
       Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dengan Nomor            Induk     Berusaha         (NIB)
        8120012152144 yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS
        Pemerintah Republik Indonesia dengan tanggal terbit izin usaha pertama tanggal 8 Januari
        2021 perubahan ke-6 tanggal 18 Mei 2021.
       Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) PT Satria Mega Kencana Tbk dengan Nomor 0024
        1509 7101 9000 pada Kantor Pelayanan Pajak Perusahaan Masuk Bursa.

Domisili Perseroan

Perseroan berdomisili di Jalan Panglima Polim Raya No.28, Kelurahan Pulo, Kecamatan
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham

Susunan kepemilikan saham PT Satria Mega Kencana Tbk dan besarannya berdasarkan
Laporan Keuangan PT Satria Mega Kencana Tbk periode 30 September 2025 adalah sebagai
berikut:

                                               Jumlah saham      Persentase        Jumlah
    No.            Nama Pemegang saham          ditempatkan     kepemilikan        modal
                                                                                     Rp.
    1      Herman Herry Adranacus                260,000,000           26.00      26,000,000,000
    2      Stevano Rizky Adranacus               247,967,600           24.80      24,796,760,000
    3      Indjun                                141,991,000           14.20      14,199,100,000
    4      Vonny Kristiani                        99,000,000            9.90       9,900,000,000
    5      Cindy Angelina Adranacus                1,000,000            0.10         100,000,000
    6      Masyarakat                            250,045,379           25.00      25,004,537,900

           Total                                1,000,003,979         100.00     100,000,397,900

Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                                   9
Page 22
Susunan Pengurus Perseroan

Berdasarkan akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tertanggal 20
November 2024 Nomor : 167, dibuat oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum, M.Kn., yang
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroannya telah diterima dan dicatat di dalam
Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia tertanggal 06 Desember 2024 Nomor : AHU-AH.01.09-0285089, susunan pengurus
Perseroan adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris:
Komisaris Utama              : Stevano Rizki Adranacus
Komisaris Independen         : Husni Heron

Direksi:
Direktur Utama               : Floreta Tane
Direktur                     : Cesilia Purba

Kegiatan Usaha

Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar Perusahaan sebagaimana tercantum dalam Akta
Pernyataan Keputusan Rapat PT Satria Mega Kencana Tbk Nomor: 75 tanggal 7 Juni 2023, yang
dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H., M.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, maksud dan tujuan
Perseroan ialah berusaha dalam bidang real estate dimiliki sendiri atau disewa, kawasan
pariwisata, kawasan industri, aktivitas perusahaan holding dan real estate atas dasar balas jasa
atau kontrak.

Pasar Geografis

Penjualan yang ditawarkan oleh Perseroan mencakup seluruh wilayah di Indonesia.

Segmen Pasar Perseroan serta Hasil yang Telah Dicapai

Perseroan melalui entitas anak mengandalkan segmen pasar yang khusus dalam hal ini hotel
pada beberapa lokasi.

Penjualan Perseroan selama tahun 2024 sebesar Rp22,5 miliar. Jika dibandingkan dengan
tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp22,5 miliar, maka tidak mengalami perubahan yang
signifikan.




Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                             10
Page 23
b. PT Sungai Mas Konstruksi

Riwayat Singkat

PT Sungai Mas Konstruksi (“SMK”) didirikan berdasarkan Akta Pendirian Nomor 20 tanggal
21 September 2015 oleh Ryan Bayu Candra, S.H., MKn., Notaris di Jakarta. Akta pendirian
tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan No.AHU-2458469.AH.01.01. Tahun 2015 tanggal 29 September 2015.

Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, di antaranya dengan
akta Pernyataan Keputusan Di Luar Rapat Para Pemegang Saham Nomor 07 tanggal
31 Desember 2024, dibuat di hadapan Victoria, S.H., M.Kn. Notaris di Kota Serang, yang
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasarnya telah diterima dan dicatat di dalam
Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia tertanggal 14 Februari 2025 Nomor AHU-AH.01.03-0046771.

Domisili

SMK pada saat ini berkedudukan di Jalan Panglima Polim Raya No.28, Kelurahan Pulo,
Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham

Berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Di Luar Rapat Para Pemegang Saham Nomor 07 tanggal
31 Desember 2024, dibuat di hadapan Victoria, S.H., M.Kn. Notaris di Kota Serang, yang
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasarnya telah diterima dan dicatat di dalam
Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia tertanggal 14 Februari 2025 Nomor AHU-AH.01.03-0046771, tercatat bahwa susunan
pemegang saham SMK pada tanggal Keterbukaan Informasi ini adalah sebagai berikut:

                                             Jumlah saham     Persentase     Jumlah
 No.            Nama Pemegang saham           ditempatkan    kepemilikan    Modal (Rp)

  1    PT Sungai Mas Internasional                  37,625          99.67   3,762,500,000
  2    Stevano Rizky Adranacus                         125           0.33      12,500,000


       Jumlah                                       37,750         100.00   3,775,000,000


Susunan Pengurus

Sesuai dengan akta Pernyataan Keputusan Di Luar Rapat Para Pemegang Saham Nomor 04
tanggal 9 Desember 2025 yang dibuat di hadapan Victoria, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Serang,
yang telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia sebagaimana
ternyata dari surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan tertanggal
Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                            11
Page 24
18 Desember 2025 nomor AHU-AH.01.09-0363752, disebutkan bahwa susunan pengurus
Perseroan adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris                       : Floreta Tane

Direksi
Direktur                        : Stevano Rizki Adranacus

Kegiatan Usaha

Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar Perseroan ruang lingkup kegiatan Perseroan terutama
bergerak dalam bidang konstruksi, perdagangan dan jasa, aktivitas professional, ilmiah dan
teknis.

Pasar Geografis

Dalam melakukan kegiatan usahanya, SMK mengandalkan jaringan pemasaran di seluruh
wilayah Indonesia.

2.5     Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

Berikut adalah poin-poin nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) tanggal
24 November 2025 yang telah disepakati terkait dengan rencana transaksi penjualan aset tetap
vila milik Perseroan (SOTS):

1. Bahwa Perseroan adalah pihak yang menjual aset, selanjutnya secara bersama-sama disebut
   penjual.
2. Bahwa SMK adalah pihak yang membeli aset, selanjutnya disebut pembeli.
3. Bahwa penjual adalah pemilik dari dan/atau yang pemegang hak atas aset tetap berupa
   sebidang tanah seluas 1.500 meter persegi berikut bangunan villa seluas 1.677 meter persegi
   yang berada di atasnya, serta segala sesuatu yang tertanam atau melekat di atas tanah
   termasuk fasilitas yang menjadi satu kesatuan dengan bangunan, dikenal dengan nama Villa
   Type Angel Fish nomor 51, berlokasi di Pulau Tengah, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan
   Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta,
   selanjutnya disebut sebagai Objek Villa.
4. Objek Villa tersebut berdiri di atas tanah Hak Pengelolaan dengan Nomor Identifikasi Bidang
   (NIB) tercantum pada sertipikat : 09.05.000024861.0 dan tercatat atas nama Pemerintah
   Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
5. Objek Villa tersebut dibeli PIHAK PERTAMA dari PT SETIAUTAMA ISLAND (Developer)
   berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Villa H-Resort Pulau Tengah Nomor
   007/PPJB/SUI/Angel Fish/51/0515 tertanggal 8 Mei 2015 (“PPJB”), dan PIHAK PERTAMA
   telah membayar lunas seluruh harga pembelian Objek Villa tersebut kepada Developer.
Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                           12
Page 25
6. Pembeli berjanji dan mengikatkan diri kepada Perseroan, dalam waktu selambat-lambatnya
    tanggal 27 Maret 2026 menyelesaikan seluruh kewajiban kepada Perseroan dan Perseroan
    menjual Objek Villa kepada pembeli, yang dengan ini berjanji untuk membeli dari Perseroan,
    dengan menandatangani akta Perjanjian Pengalihan bersama dengan Developer, di hadapan
    Notaris yang berwenang.
7. Harga jual beli dan biaya atas Objek Villa tersebut adalah sebesar Rp37.500.000.000 belum
    termasuk pajak-pajak dan biaya lain-lain yang mungkin timbul dari proses pengalihan.
8. Cara pembayaran :
    - Harga Jual Beli akan dibayarkan oleh Pembeli kepada Penjual, secara bertahap atau
        sekaligus lunas, dengan ketentuan seluruh Harga Jual Beli wajib telah dibayar lunas oleh
        Pembeli kepada Penjual paling lambat pada tanggal yang sama dengan tanggal
        penandatanganan Perjanjian Pengalihan.
    - Atas pembayaran yang dilakukan oleh Pembeli kepada Penjual, maka Penjual akan
        memberikan tanda penerimaan atau kuitansi tersendiri kepada Pembeli, atau bukti
        transfer, bukti Right Time Gross Settlement (RTGS) yang telah divalidasi oleh bank
        berlaku pula sebagai tanda terima atau kuitansinya yang sah.
9. Jangka waktu berlaku sejak ditandatangani oleh Para Pihak sampai selambat-lambatnya
    pada tanggal 27 Maret 2026.
10. Para Pihak setuju dan sepakat bahwa pada hari yang sama dengan dilaksanakannya
    penandatangan akta Perjanjian Pengalihan dari Penjual kepada Pembeli dengan disaksikan
    oleh Developer di hadapan Notaris, maka akan dilakukan serah terima Objek Villa secara
    langsung dari Developer kepada Pembeli dan atas hal tersebut akan diterbitkan Berita Acara
    Serah Terima.
11. Selama akta Perjanjian Pengalihan belum ditandatangani oleh Para Pihak, maka Penjual
    dengan ini memberikan hak dan kewenangan kepada Pembeli untuk melakukan tindakan
    pengurusan atas tanah dan bangunan Objek Villa serta berkoordinasi dengan pihak
    Developer dan/atau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna keperluan pengajuan sertipikat
    Hak Guna Bangunan atas nama Pembeli di atas Hak Pengelolaan (HPL).
12. Kesepakatan MOU hanya dapat diubah dan/atau ditambah baik sebagian maupun
    seluruhnya, apabila dilakukan secara tertulis dan ditandatangani oleh Para Pihak.
13. Ketentuan lebih lanjut mengenai Kesepakatan ini, akan diatur kembali lebih lanjut oleh Para
    Pihak berdasarkan musyawarah mufakat dan dituangkan dalam Perjanjian Pengalihan.
14. Mengenai Kesepakatan MOU dengan segala akibat serta pelaksanaannya, Para Pihak telah
    memilih tempat tinggal (domisili) hukum yang tetap dan seumumnya di Kepaniteraan
    Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di Jakarta.

Berdasarkan analisis nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) dan persyaratan yang
telah disepakati, dapat disimpulkan bahwa nota kesepahaman dan persyaratan yang telah
disepakati layak dan dapat diandalkan pelaksanaannya dari transaksi yang dilakukan sesuai
dengan peratauran perundang-undangan yang berlaku, dengan pertimbangan tersebut rencana
transaksi wajar dilaksanakan.



Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                             13
Page 26
3       ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

3.1     Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan

Dalam menilai kewajaran Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai berikut:

a. Analisis atas rencana transaksi.
b. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas rencana transaksi.
c. Analisis kewajaran rencana transaksi.

3.2     Analisis atas Rencana Transaksi

a. Pihak-pihak yang melakukan transaksi dan hubungan keterkaitan antar pihak.

Pihak-pihak yang melakukan transaksi

Sebagaimana disampaikan pada bab sebelumnya, bahwa pihak-pihak yang melakukan transaksi
dalam rencana transaksi ini adalah Perseroan dan PT Sungai Mas Konstruksi (SMK).

Hubungan keterkaitan antara pihak-pihak yang melakukan transaksi

Hubungan dari segi kepemilikan saham SMK dengan PT Satria Mega Kencana Tbk, terdapat
hubungan keterkaitan baik secara langsung maupun tidak langsung. Di mana secara langsung
baik Perseroan dan SMK memiliki Pemegang Saham yang sama, yaitu Bapak Stevano Rizki
Adranacus. Sedangkan keterkaitan secara tidak langsung terjadi karena Ultimate Beneficial
Owner dari Perseroan dan SMK adalah pribadi yang sama yaitu Bapak Herman Herry
Adranacus.

Hubungan dari segi kepengurusan

Rencana transaksi melibatkan baik secara langsung maupun tidak langsung pihak-pihak yang
melakukan transaksi, karena pihak penjual dan pembeli saling terlibat dalam kepengurusan
masing-masing perseroan, seperti pada berikut ini:

               Nama                            SOTS                 SMK
 Floreta Tane                             Direktur Utama         Komisaris
 Stevano Rizki Adranacus                 Komisaris Utama          Direktur

Sesuai POJK No.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan, butir 1.4. dimaksud Benturan Kepentingan adalah perbedaan antara kepentingan
ekonomis Perusahaan terbuka dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota direksi,
anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali yang dapat merugikan
Perusahaan terbuka dimaksud.
Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                      14
Page 27
Rencana transaksi yang akan dilakukan antara Perseroan dengan PT Sungai Mas Konstruksi,
merupakan transaksi terafiliasi dan tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana
dimaksud dalam POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.

Memperhatikan definisi Benturan Kepentingan di atas (yang merugikan Perusahaan) dan
alasan yang telah dikemukakan serta harga transaksi yang akan dilaksanakan, maka Rencana
Transaksi penjualan aset tetap bukan merupakan transaksi benturan kepentingan, namun
memberikan solusi kelangsungan usaha bagi Perseroan dan diselenggarakan sesuai aturan
perundang-undangan yang berlaku dan menguntungkan Perseroan.

b. Skema Rencana Transaksi

Sehubungan rencana transaksi penjualan aset tetap, maka dalam rangka transaksi tersebut,
Perseroan akan melakukan rencana transaksi yang terdiri dari:
- Tanah seluas 1.500 meter persergi
- Bangunan seluas 1.677 meter persegi.
Atas tanah dan bangunan tersebut dikenal dengan nama Villa Type Angel Fish nomor 51,
berlokasi di Pulau Tengah, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan,
Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta (selanjutnya disebut “Rencana
Transaksi”).

Dengan demikian, Rencana Transaksi yang akan dilakukan berdasarkan nota kesepahaman
(Memorandum of Understanding) tertanggal 24 November 2025 adalah aset tetap berupa Villa
dengan harga keseluruhan sebesar Rp37.500.000.000.

c. Analisis Manfaat Rencana Transaksi

Apabila Rencana Transaksi dilaksanakan, maka secara umum, manfaat dari dilakukannya
transaksi ini diharapkan akan memberikan keuntungan strategis bagi Perseroan. Apabila
transaksi tersebut terlaksana, maka aset tetap non operasi Perseroan akan berkurang. Adapun
manfaat yang diperoleh Perseroan dengan dilakukannya Transaksi ini, diharapkan dapat
mengurangi jumlah utang Perseroan dan memperbaiki struktur keuangan Perseroan.

d. Analisis Risiko Rencana Transaksi bagi Perseroan

Rencana transaksi diperkirakan tidak memiliki risiko terhadap Perseroan. Sementara risiko jika
rencana transaksi ini tidak terjadi adalah Perseroan tidak mendapatkan dana dan harus
menanggung biaya pajak PBB atas aset tersebut setiap tahunnya.



Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                           15
Page 28
3.3     Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

Analisis kualitatif atas rencana transaksi dilakukan dengan melihat kondisi perekonomian
dan tinjauan terhadap kinerja industri bidang usaha yang dijalankan Perusahaan serta melihat
potensi atau prospek usaha Perusahaan ke depannya.

a. Tinjauan Perekonomian Dunia

Dinamika perekonomian global berubah cepat dengan ketidakpastian yang tinggi. Di awal tahun
2024, ketegangan politik dunia tetap tinggi dengan berlanjutnya konflik antara Rusia dan
Ukraina. Setelah sedikit mereda, ketegangan geopolitik dunia kembali meningkat tinggi dipicu
serangan Israel ke Palestina. Di penghujung tahun 2024, terpilihnya kembali Presiden Trump di
Amerika Serikat (AS) dengan kebijakan America First dapat menyebabkan perubahan besar pada
lanskap geopolitik dan perekonomian dunia ke depan. Asesmen awal menunjukkan
kemungkinan Pemerintah AS di bawah Presiden Trump akan menerapkan tarif yang tinggi
kepada negara-negara yang mengalami surplus perdagangan besar dengan AS dalam kebijakan
internasionalnya.

Sementara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri, Pemerintah AS yang baru
diprakirakan akan memberlakukan kebijakan pemotongan pajak, baik kepada korporasi maupun
penghasilan personal, dengan konsekuensi pada meningkatnya defisit fiskal dari 6,5% menjadi
7,7% dari PDB pada tahun 2025 dan makin membengkaknya utang Pemerintah AS ke depan.
Hasil Pemilihan Umum di AS ini telah berdampak negatif pada memburuknya kondisi pasar
keuangan global pada triwulan IV 2024, dan ke depan diprakirakan dapat menyebabkan
melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia dengan risiko fragmentasi perdagangan dan
investasi yang makin meningkat.

Perubahan dinamika geopolitik dunia yang cepat telah berdampak pada perkembangan ekonomi
dan pasar keuangan global di sepanjang tahun 2024 serta diprakirakan masih berlanjut pada
tahun 2025 dan tahun-tahun berikutnya. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi global
pada 2024 melambat dari 3,3% pada 2023 menjadi 3,2% pada 2024 dan diprakirakan tetap 3,2%
pada 2025 dan melambat lebih lanjut menjadi 3,1% pada 2026 (Tabel 6.1). Divergensi pola
pertumbuhan antarnegara berlanjut dengan fragmentasi ekonomi dan perdagangan dunia yang
meningkat. Ekonomi AS diprakirakan tetap kuat pada 2024 dan 2025 disertai dengan risiko
pemanasan ekonomi membayangi dengan membengkaknya defisit fiskal dan utang Pemerintah.
Pertumbuhan Tiongkok dan Kawasan Eropa akan cenderung melambat dengan masih lemahnya
permintaan domestik dan kemungkinan dampak pengenaan tarif dagang yang tinggi oleh
Pemerintah AS. Pertumbuhan ekonomi India, Indonesia, dan sejumlah Negara Emerging Market
Economies (EMEs) masih cukup baik, didukung oleh permintaan domestik di tengah kendala
ekspor karena perlambatan ekonomi dan fragmentasi perdagangan global. Inflasi dunia
menurun dari 6,2% pada 2023 ke 5,2% pada 2024, namun diprakirakan masih tetap tinggi pada
2025 dan 2026, masing-masing 4,5% dan 4,2%, dengan kemungkinan terjadinya perang dagang
Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                          16
Page 29
antara AS dengan sejumlah mitra dagang utamanya, serta terganggunya mata rantai pasok
perdagangan dunia.

Kinerja dan Prospek Ekonomi Global Tingkat Perekonomian Dunia




Sumber: BPS, Proyeksi Bank Indonesia


Dinamika geopolitik dan perekonomian dunia berpengaruh besar terhadap kebijakan moneter
bank-bank sentral dan perkembangan pasar keuangan global. Ketidakpastian pasar keuangan
masih tinggi di paruh pertama 2024 karena ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina dan serangan
Israel ke Palestina. Premi risiko obligasi negara EMEs yang tecermin pada Emerging Market Bond
Index (EMBI) Spread meningkat tinggi dari sekitar 270 pada April 2024 menjadi sekitar 380 pada
Agustus 2024. Demikian pula tingkat volatilitas pasar keuangan dunia (VIX) dan Credit Default
Swap (CDS) Indonesia juga meningkat. Pada triwulan III 2024, dengan meredanya ketegangan
politik dan berlanjutnya arah penurunan inflasi, bank-bank sentral mulai menurunkan suku
bunga kebijakan moneternya, termasuk Bank Sentral AS, the Fed, yang akhirnya mulai
menurunkan Federal Funds Rate (FFR) pada September 2024. Pelonggaran kebijakan moneter ini
membawa perkembangan positif pada pasar keuangan dunia. Indeks dolar AS terhadap mata
uang dunia (DXY) yang pada awal 2024 mencapai sekitar 105 kemudian melemah menjadi
sekitar 101 pada September 2024, demikian pula EMBI Spread juga menurun.

Secara lebih rinci, ekonomi AS cenderung melambat pada tahun 2024 meskipun dapat kembali
meningkat ke depan dengan kebijakan Pemerintah yang baru. Pertumbuhan ekonomi AS masih
relatif kuat hingga pertengahan tahun 2024, tetapi kemudian mulai melambat dan diprakirakan
menurun ke 2,4% pada tahun 2025 meskipun dapat kembali membaik dengan kebijakan
Pemerintah AS yang baru. Sumber pertumbuhan ekonomi terutama dari permintaan domestik,
khususnya pada sektor jasa dan investasi di teknologi informasi dan jasa keuangan. Sementara
itu, pemulihan ekonomi Kawasan Eropa yang terus berlangsung terlihat masih belum kuat.
Pertumbuhan tahun 2024 masih tercatat di bawah historis yaitu 0,8%, dan diprakirakan
meningkat sebesar 1,1% pada 2025. Hal ini dipengaruhi oleh masih lemahnya konsumsi seiring
preferensi menabung dan investasi rumah tangga ke aset keuangan yang tinggi.

Di kawasan Asia, ekonomi Tiongkok dalam tren menurun. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok
menurun dari 5,2% pada 2023 menjadi 4,8% pada 2024 dan diprakirakan menurun lagi ke 4,4%
pada 2025. Inflasi 2024 lebih rendah dari prakiraan, yaitu hanya 0,1%, dan diprakirakan juga
Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                           17
Page 30
tetap rendah sekitar 1,3% pada 2025 seiring permintaan domestik yang lemah. Pertumbuhan
ekonomi yang melambat ini disebabkan oleh lemahnya konsumsi seiring makin turunnya
keyakinan konsumen, dan rendahnya ekspor sejalan dengan turunnya kinerja manufaktur global
dan berlanjutnya ketegangan perdagangan dengan AS. Kinerja sektoral melambat di hampir
semua lapangan usaha, dengan berlanjutnya penurunan properti yang diikuti perlambatan
manufaktur dan jasa.

Sementara itu, pemulihan ekonomi Jepang masih lemah. Ekonomi Jepang pada 2024
diprakirakan terkontraksi 0,1% setelah sebelumnya tumbuh 1,9% pada 2023 terutama karena
perlambatan manufaktur dan ekspor sejalan dengan ekonomi global, sedangkan konsumsi tetap
kuat didukung perbaikan upah riil. Inflasi pada tahun 2024 masih tinggi, yaitu sekitar 2,3%
karena kenaikan upah dan pelemahan Yen, dan diprakirakan menurun ke 1,8% pada 2025. Di
tengah pelemahan ekonomi berbagai negara tersebut, ekonomi India menunjukkan kinerja yang
cukup baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi global. PDB India diprakirakan masih tinggi
yaitu 6,6% pada 2024 dan 2025, meskipun melambat dari 7,7% pada 2023 sejalan dengan
perlambatan ekonomi global. Konsumsi tetap tumbuh tinggi ditopang penyerapan tenaga kerja
perkotaan dan pedesaan. Investasi swasta, baik bangunan maupun nonbangunan, dan sektor
jasa diprakirakan membaik, sejalan konsumsi dalam negeri.

Demikian pula halnya kinerja ekonomi ASEAN-5 (Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan
Filipina) yang menunjukkan pertumbuhan yang meningkat. Pertumbuhan ekonomi ASEAN-5
meningkat dari 4,0% pada tahun 2023 menjadi 4,8% pada 2024 dan 4,7% pada 2025. Inflasi juga
menurun, yaitu dari 3,5% pada 2023 menjadi 2,7% pada 2024 dan 2025. Secara keseluruhan,
perkembangan ini menunjukkan ekonomi ASEAN-5 memiliki ketahanan dalam menghadapi
dampak rambatan global dan capaian pertumbuhan ekonomi. Secara khusus, hasil Pemilihan
Umum di AS perlu dicermati pengaruhnya pada hubungan perdagangan negara-negara ASEAN
dengan AS ke depan, terutama pada Vietnam yang termasuk negara mempunyai surplus
perdagangan yang besar dengan AS. Dinamika perekonomian global yang berubah cepat dengan
ketidakpastian tinggi tersebut mengharuskan negara-negara EMEs untuk memperkuat
ketahanan ekonominya guna menjaga keberlanjutan pemulihan ekonomi dalam dua tahun ke
depan.

b. Kondisi Ekonomi Indonesia

   Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat dalam memitigasi dampak rambatan
global dan dengan kinerja yang diakui secara internasional. Perkembangan dalam lima tahun
terakhir menunjukkan kinerja ekonomi Indonesia termasuk salah satu yang terbaik di EMEs
dengan stabilitas yang terjaga dan pertumbuhan yang cukup tinggi. Pertumbuhan ekonomi sejak
tahun 2018 dapat mencapai di atas 5%, kecuali pada periode pandemi Covid-19. Bahkan,
kontraksi ekonomi sebagai dampak Covid-19 termasuk yang relatif kecil dibandingkan dengan
kondisi negara-negara lain. Stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan tetap terjaga. Inflasi
Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                          18
Page 31
tetap terkendali rendah, dengan rerata di bawah 3% selama periode 2018-2023, dan nilai tukar
Rupiah terjaga stabil, didukung komitmen tinggi dari kebijakan moneter Bank Indonesia.

Proses pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut pada 2024 dengan pertumbuhan yang
diprakirakan tetap baik pada 2025 dan meningkat pada 2026. Pertumbuhan ekonomi hingga
triwulan III 2024 cukup baik didukung oleh permintaan domestik, meskipun melambat dari
5,11% pada triwulan I 2024 menjadi 5,05% pada triwulan II 2024 dan 4,95% pada triwulan III
2024. Investasi tetap membaik, khususnya investasi bangunan sejalan dengan penyelesaian
berbagai PSN. Konsumsi rumah tangga, khususnya kelas menengah ke atas, tetap terjaga. Ekspor
nonmigas tumbuh relatif tinggi di tengah perlambatan ekonomi global dan penurunan harga
komoditas. Sementara itu, impor meningkat baik untuk kebutuhan ekspor maupun permintaan
domestik, dan karenanya menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi. Pada triwulan IV
2024, pertumbuhan ekonomi diprakirakan tetap baik ditopang terutama oleh kenaikan investasi
dan terjaganya konsumsi rumah tangga, serta peningkatan belanja Pemerintah pada akhir tahun.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (yoy)




Sumber: BPS, Proyeksi Bank Indonesia


Secara keseluruhan tahun, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2024 berada
dalam kisaran 4,7-5,5%, tetap baik pada tahun 2025 dengan kisaran yang sama, dan akan
meningkat lebih tinggi pada 2026 dalam kisaran 4,8-5,6%. Ke depan, berbagai upaya perlu terus
ditempuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, baik dari sisi permintaan maupun dari sisi
penawaran. Untuk itu, Bank Indonesia memperkuat bauran kebijakan untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi agar lebih tinggi, serta bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal
Pemerintah. Dari sisi penawaran, kebijakan reformasi struktural perlu terus diperkuat untuk
mendorong sektor ekonomi yang dapat menyerap tenaga kerja. Upaya tersebut didukung
dengan optimalisasi stimulus kebijakan makroprudensial dan akselerasi digitalisasi transaksi
pembayaran yang ditempuh Bank Indonesia.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh sektor ekonomi yang cenderung
padat modal, dan karenanya sektor ekonomi yang padat tenaga kerja perlu lebih didorong ke
depan. Perkembangan ini tecermin pada sektor-sektor yang berorientasi ekspor dan sebagai
hasil dari hilirisasi sumber daya alam seperti Pertambangan dan Penggalian, serta Industri
Pengolahan yang tumbuh relatif tinggi. Sektor-sektor yang mencerminkan pembangunan
infrastruktur dan konektivitas seperti Konstruksi, serta Transportasi dan Pergudangan juga

Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                          19
Page 32
mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, sektor-sektor yang sejalan
dengan kenaikan konsumsi masyarakat dan digitalisasi seperti Perdagangan Besar dan Eceran,
Akomodasi dan Makanan-Minuman (Akmamin), serta Informasi dan Komunikasi, juga makin
tumbuh tinggi. Demikian pula berbagai sektor jasa seperti Jasa Keuangan dan Asuransi, Jasa
Perusahaan, serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial yang terus menunjukkan peningkatan.
Perkembangan berbagai lapangan usaha ini menunjukkan pola pemulihan ekonomi Indonesia
pasca-Covid-19 yang makin kuat, dari sektor-sektor yang makin pulih dari dampak memar
(scarring effect) Covid-19 pada periode 2021-2022 ke sektor-sektor yang berorientasi ekspor
pada periode 2022-2024, dan selanjutnya ke sektor-sektor untuk makin mendorong permintaan
domestik ke depan. Ke depan, perkembangan sektor-sektor seperti Pertanian, Perdagangan
khususnya eceran, Akmamin, Informasi dan Komunikasi khususnya digitalisasi, serta berbagai
sektor jasa, perlu terus didorong karena tidak saja penting untuk pertumbuhan berkelanjutan,
tetapi juga untuk penyerapan tenaga kerja yang lebih besar.

Pertumbuhan ekonomi di hampir seluruh wilayah Indonesia juga menunjukkan kinerja yang
cukup baik. Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara
(Balinusra) diprakirakan membaik, yaitu menjadi sekitar 5,5% dari 4,0%, didorong oleh
pariwisata dan ekspor pertambangan. Ekonomi wilayah Kalimantan juga tumbuh membaik dari
5,4% pada 2023 menjadi sekitar 5,5% pada 2024, karena pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)
dan ekspor pertambangan. Demikian pula, pertumbuhan ekonomi wilayah Sulawesi, Maluku,
dan Papua (Sulampua) meningkat dari 6,5% pada 2023 menjadi sekitar 6,9% pada 2024,
didukung oleh investasi industri dan pertambangan terkait dengan hilirisasi sumber daya alam.
Ekonomi wilayah Jawa tumbuh sekitar 4,9% karena aktivitas industri dan perdagangan,
sementara ekonomi wilayah Sumatera melambat dari 4,7% menjadi 4,5% karena aktivitas
industri dan pertambangan. Pada tahun 2025, ekonomi wilayah Jawa dan wilayah Sumatera
diprakirakan akan kembali membaik dengan aktivitas perdagangan dan ekspor perkebunan.
Sementara itu, perlambatan ekonomi diprakirakan akan terjadi di wilayah Sulampua serta
wilayah Balinusra karena penurunan aktivitas pertambangan, selain juga di wilayah Kalimantan
karena penurunan aktivitas di IKN.

 Inflasi

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada tahun 2024 menurun dan terjaga dalam kisaran
sasaran 2,5±1%. Inflasi IHK pada Desember 2024 tercatat rendah 1,57% dan juga pada seluruh
komponennya. Inflasi inti tercatat rendah sebesar 2,26% (yoy), sementara inflasi volatile food
(VF) terus menurun menjadi 0,12% (yoy). Terkendalinya inflasi inti sejalan dengan konsistensi
kebijakan suku bunga Bank Indonesia untuk mengarahkan ekspektasi inflasi ke depan berada
dalam kisaran sasaran 2,5±1% dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi. Kebijakan
stabilisasi nilai tukar Rupiah juga berpengaruh positif pada terkendalinya inflasi barang impor
(imported inflation). Penurunan inflasi VF didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring
berlanjutnya musim panen, eratnya sinergi pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi
Pusat dan Daerah (TPIP/TPID), juga diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi
Pangan (GNPIP), dan pengaruh base effect harga pangan.
Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                           20
Page 33
Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti
diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas
perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik, imported inflation
yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta
dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh
sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia bersama Pemerintah Pusat dan Daerah. Bank
Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi
tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam sasaran yang ditetapkan Pemerintah sebesar 2,5±1%.

Inflasi IHK dan Komponen




   Nilai Tukar Rupiah

Stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga didukung kebijakan moneter Bank Indonesia. Seperti
dijelaskan pada bagian sebelumnya, dinamika geopolitik dunia dan pasar keuangan global yang
berubah cepat dengan ketidakpastian tinggi mendorong tingginya yield US Treasury dan
penguatan mata uang dolar AS, yang berpengaruh besar pada aliran investasi portofolio asing
dan nilai tukar negara-negara EMEs, termasuk Indonesia. Hingga pertengahan tahun 2024 indeks
dolar AS terhadap mata uang dunia (DXY) menguat secara luas hingga mencapai sekitar 105
pada Juni 2024 dari sekitar 103 pada akhir 2023 (Grafik 2.3.). Dengan kejelasan arah dan
kemudian penurunan FFR, indeks mata uang dolar AS kemudian melemah hingga sekitar 101
pada September 2024. Tetapi dolar AS kemudian kembali menguat dengan memanasnya
ketegangan politik di Timur Tengah dan hasil Pemilihan Umum di AS hingga sekitar 107 pada
Desember 2024. Penguatan mata uang dolar AS secara luas tersebut menimbulkan tekanan
pelemahan pada seluruh mata uang dunia, tidak terkecuali Rupiah. Nilai tukar Rupiah yang pada
akhir tahun 2023 berada pada sekitar Rp.15.500 per dolar AS, melemah hingga sekitar Rp16.328
pada Juni 2024, kemudian menguat ke sekitar Rp15.319 pada September 2024, dan kembali
tertekan karena gejolak global tersebut ke sekitar Rp.16.102 per dolar AS pada akhir Desember
2024.



Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                          21
Page 34
Untuk menahan dampak negatif tingginya rambatan global ini, Bank Indonesia meningkatkan
intensitas kebijakan moneternya dalam stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui intervensi valas
secara spot, Domestic NonDeliverable Forward (DNDF), dan pembelian SBN dari pasar sekunder.
Strategi operasi moneter dengan instrumen khususnya SRBI juga ditingkatkan, dan seperti
dikemukakan di atas, berhasil menarik kembali masuknya aliran portofolio asing sehingga
memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah. Secara keseluruhan, hingga 31 Desember 2024 Rupiah
melemah sebesar 4,34% (point-to-point, ptp) atau 3,74% (rerata) dibandingkan dengan kondisi
tahun 2023. Tingkat pelemahan Rupiah sebanding dan bahkan lebih rendah dibandingkan
dengan mata uang sejumlah negara lain seperti Won Korea, Peso Mexico, Real Brasil, Yen
Jepang, dan Lira Turki. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan akan stabil sejalan dengan
positifnya kondisi fundamental ekonomi Indonesia, yaitu menariknya imbal hasil, rendahnya
inflasi dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta tingginya komitmen kebijakan
moneter Bank Indonesia.

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah vs Nilai Tukar Negara Lain




Sumber: Reuters dan Bloomberg


    Suku Bunga BI-Rate

Bank Indonesia secara konsisten menetapkan suku bunga kebijakan moneternya untuk
mengarahkan prakiraan dan ekspektasi inflasi dalam dua tahun ke depan tetap terkendali pada
kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah. Seperti dikemukakan di atas, dolar AS yang
menguat tajam pada paruh pertama tahun 2024 memberikan tekanan pelemahan Rupiah yang
diprakirakan dapat berdampak pada meningkatnya inflasi harga impor (imported inflation).
Karena itu, di samping terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia
memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps dari 6,00% menjadi 6,25% pada Rapat
Dewan Gubernur (RDG) bulan April 2024. Kemudian dengan kejelasan arah kebijakan FFR dan
juga penguatan nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia pada RDG September 2024 menurunkan BI-
Rate sebesar 25 bps menjadi 6,00% dan memandang masih terbuka ruang penurunan lebih
lanjut sepanjang stabilitas Rupiah terjaga. Suku bunga pasar uang (INDONIA) bergerak di sekitar
Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                             22
Page 35
BI-Rate, yaitu 6,18% pada 31 Desember 2024. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan
tanggal 27 Desember 2024 tercatat masing- masing pada level 7,18%; 7,21%; dan 7,30%, tetap
menarik untuk mendukung aliran masuk modal asing. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10
tahun, per 31 Desember 2024, meningkat masing-masing menjadi 6,90% dan 6,97% sejalan
kenaikan yield UST. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Desember 2024
tercatat masing-masing sebesar 4,87% dan 9,20%, relatif stabil dibandingkan dengan level bulan
sebelumnya. Likuiditas yang memadai serta efisiensi perbankan dalam pembentukan harga yang
makin baik dengan kebijakan transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK), berdampak positif
pada suku bunga perbankan yang tetap terjaga.

Suku Bunga BI-Rate




Strategi operasi moneter pro-market terus dioptimalkan untuk mendukung penguatan kebijakan
suku bunga dan intervensi valas dalam stabilisasi nilai tukar Rupiah dan pencapaian sasaran
inflasi. Seluruh instrumen moneter, baik SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia), SVBI (Sekuritas
Valas Bank Indonesia), dan SUVBI (Sukuk Valas Bank Indonesia) terus dioptimalkan untuk
memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter, di samping untuk mempercepat upaya
pendalaman pasar uang dan pasar valas serta mendorong aliran masuk modal asing ke dalam
negeri. Hingga 31 Desember 2024, posisi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI masing-masing
tercatat sebesar Rp923,53 triliun, 1,97 miliar dolar AS, dan 516 juta dolar AS. Penerbitan SRBI
telah mendukung upaya peningkatan aliran masuk portofolio asing ke dalam negeri dan
penguatan nilai tukar Rupiah. Kepemilikan nonresiden dalam SRBI mencapai Rp224,17 triliun
(24,3% dari total outstanding). Implementasi dealer utama (Primary Dealer, PD) sejak Mei 2024
juga makin meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan repurchase agreement (repo)
antarpelaku pasar. Peran PD dalam transaksi SRBI di pasar sekunder meningkat dari rerata 55%
pada April-Mei 2024 menjadi 89% pada Oktober 2024.

Perkembangan positif ini memperkuat efektivitas instrumen moneter dalam stabilisasi nilai tukar
Rupiah dan pengendalian inflasi. Ke depan, Bank Indonesia terus mengoptimalkan berbagai
inovasi instrumen pro-market ini, baik dari sisi volume transaksi maupun sisi daya tarik imbal
hasil, untuk makin memperdalam pasar uang dan memperkuat efektivitas transmisi kebijakan

Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                             23
Page 36
moneter. Dengan didukung kondisi fundamental ekonomi domestik yang kuat, akan mendorong
berlanjutnya aliran masuk portofolio asing dan stabilitas nilai tukar Rupiah.

c. Perkembangan Industri Pariwisata Di Indonesia

Sesuai dengan Rencana Strategis Pembangunan Kebudayaan dan Kepariwisataan Nasional, maka
kebijakan dalam pembangunan kepariwisataan nasional diarahkan untuk:
a) Peningkatkan daya saing destinasi, produk dan usaha pariwisata nasional;
b) Peningkatan pangsa pasar pariwisata melalui pemasaran terpadu di dalam maupun di luar
   negeri;
c) Peningkatan kualitas, pelayanan dan informasi wisata;
d) Pengembangan incentive system usaha dan investasi di bidang pariwisata;
e) Pengembangan infrastruktur pendukung pariwisata;
f) Pengembangan SDM (standarisasi, akreditasi dan sertifikasi kompetensi);
g) Sinergi multi-stakeholders dalam desain program kepariwisataan

Penyiapan sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi tinggi di bidang pelayanan jasa
kepariwisataan juga menjadi hal yang perlu dilakukan. Kemampuan masyarakat dalam
berinteraksi dan bersosialisasi perlu dilengkapi pula dengan kemampuan teknis, operasional dan
manajerial dalam penyediaan barang dan jasa kepariwisataan. Berdasarkan berbagai kondisi
tersebut, pengembangan pariwisata di bebagai daerah, harus difokuskan pada pengembangan
pariwisata berbasis bahari dengan dukungan budaya yang kaya.

Perkembangan pariwisata Indonesia selama beberapa tahun terakhir cukup menggembirakan.
Hal ini ditandai dengan masuknya sektor pariwisata sebagai salah satu dari 5 (lima) sektor
prioritas pembangunan nasional. Pesatnya perkembangan kondisi pariwisata nasional disinyalir
sebagai dampak dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup tinggi. Pertumbuhan ekonomi
yang cukup tinggi yang disertai peningkatan daya beli masyarakat serta didukung dengan kondisi
keamanan yang cukup kondusif, maka hal ini akan mendorong meningkatnya jumlah kunjungan
wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.

Selama periode tahun 2014 sampai dengan tahun 2023 perkembangan jumlah wisatawan
mancanegara yang datang ke Indonesia yang berkunjung melalui 13 pintu masuk mengalami
fluktuasi dengan kecenderungan menunjukkan pertumbuhan rata-rata sebesar 30% setiap
tahunnya.

Saat dunia menghadapi keadaan darurat kesehatan yang disebabkan oleh pandemic COVID-19,
pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak negatif selama pandemic tersebut
berlangsung, terutama pada penurunan jumlah kunjungan wisatawan hampir di setiap negara.
Kondisi ini tentu saja diakibatkan oleh adanya kebijakan pembatasan perjalanan yang
diberlakukan di hampir semua negara di seluruh dunia. UNWTO mencatat penurunan
pertumbuhan kunjungan wisatawan Internasional pada 2021 sebesar 72% dibandingkan dengan
periode tahun 2019. Khusus di kawasan Asia Pasifik, penurunannya menyentuh angka 94% dan
Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                           24
Page 37
kawasan ASEAN terdepresiasi cukup dalam yaitu 98%. Kondisi ini sejalan dengan keadaan
capaian wisatawan mancanegara di Indonesia sepanjang tahun 2021 yang hanya sebesar 1,56
juta kunjungan atau mengalami penurunan hingga 61,57% dibandingkan dengan periode yang
sama pada tahun sebelumnya, namun angka tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan
pertumbuhan wisatawan mancanegara pada tahun 2020 yang menurun cukup tajam sebesar
74,84%.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia selama tahun 2021 didominasi oleh
wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia melalui wilayah perbatasan yaitu sebesar
90,93 persen. Berkurangnya proporsi kunjungan wisatawan mancanegara yang masuk melalui
Tempat Pemeriksaan Imigrasi atau pintu masuk utama seperti pada tahun-tahun sebelumnya
disebabkan oleh adanya kebijakan pembatasan perjalanan bagi warga Negara asing yang ingin
berkunjung ke Indonesia.

Terjadi pergeseran lalu lintas wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia, di mana pada
tahun 2020 mayoritas wisatawan mancanegara masuk melalui pintu udara, namun pada tahun
2021 pintu masuk darat yang mendominasi. Pada tahun 2021, jumlah kunjungan wisatawan
mancanegara yang melalui pintu darat tercatat 1,01 juta kunjungan atau 64,51% dari
keseluruhan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Tingginya proporsi tersebut tidak terlepas dari adanya penurunan kunjungan wisatawan
mancanegara secara drastis pada pintu masuk udara yaitu sebesar 91,99% atau hanya 0,14 juta
kunjungan atau 8,81%dari keseluruhan kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2021.
Proporsi kecil pada pintu masuk udara merupakan imbas dari kebijakan pembatasan perjalanan
masuk bagi warga negara asing ke Indonesia sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Perkembangan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia selama periode tahun
2019 sampai dengan tahun 2024 berdasarkan pintu masuk adalah seperti grafik di bawah ini:

Rincian Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara




Sumber: Pusdatin Kemenparekraf & BPS

Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                        25
Page 38
Di sisi lain, distribusi kunjungan wisatawan mancanegara menurut kebangsaan di 5 (lima) pintu
masuk utama tertinggi adalah seperti grafik di bawah ini:

Kedatangan Wisatawan Mancanegara Berdasarkan Pintu Masuk Utama




Sumber: Pusdatin Kemenparekraf & BPS


Perkembangan jumlah wisatawan nusantara dan perkembangan jumlah perjalanan selama
periode tahun 2019 -2024 adalah seperti tabel di bawah ini:

Perkembangan Jumlah Kunjungan Wisatawan Nusantara




Sumber: Pusdatin Kemenparekraf & BPS


Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, ada 734,86 juta kunjungan wisatawan nusantara
(wisnus) di Indonesia pada 2022. Jumlahnya naik 19,82% dibandingkan tahun sebelumnya yang
sebanyak 613,30 juta kunjungan. Melihat trennya, jumlah kunjungan wisnus Indonesia sempat
jeblok pada 2020. Ini terjadi karena adanya pembatasan mobilitas masyarakat di dalam negeri
akibat pandemi Covid-19. Namun, kunjungan wisnus mulai pulih seiring melandainya pandemi
pada 2021 dan 2022. Hanya saja, jumlahnya masih belum bisa menyamai masa pra-pandemi
Covid-19 pada 2019 yang mencapai 722,16 juta kunjungan wisnus. Pada tahun 2023 jumlah


Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                          26
Page 39
kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) di Indonesia sudah mencapai 839,67 juta dan sampai
dengan Bulan Juli tahun 2024 adalah sebanyak 598,72 juta.

d. Profil Industri Pariwisata Provinsi DKI Jakarta

Sektor pariwisata memiliki peranan penting sebagai salah satu sumber bagi penerimaan devisa,
serta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Perkembangan pariwisata juga
mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Kegiatan pariwisata menciptakan
permintaan, baik konsumsi maupun investasi yang pada gilirannya akan menimbulkan kegiatan
produksi barang dan jasa.

     Bisnis Akomodasi Di Provinsi DKI Jakarta

Hotel berbintang adalah usaha yang menggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan
yang disediakan secara khusus, dan setiap orang dapat menginap, makan, serta memperoleh
pelayanan dan telah memenuhi persyaratan sebagai hotel berbintang seperti yang telah
ditentukan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Ciri khusus dari hotel adalah
mempunyai restoran yang berada di bawah manajemen hotel tersebut. Demonstrasi yang
terjadi di dalam negeri beberapa tahun terakhir sangat mempengaruhi perekonomian secara
langsung maupun tidak langsung. Secara langsung mempengaruhi rata-rata kunjungan
wisatawan mancanegara ke Indonesia, perubahan ini merupakan kombinasi antara faktor
musiman (seasonal variance) dan dampak ketakutan turis untuk melakukan perjalanan jauh
menyangkut masalah keamanan dan kenyamanan.

Perkembangan jumlah wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara yang menginap pada
hotel berbintang di Provinsi DKI Jakarta selama periode tahun 2022 sampai dengan tahun 2024,
secara total menunjukan fluktuasi dengan kecenderungan mengalami pertumbuhan yang cukup
signifikan, yaitu dengan kenaikan sebesar ±30,8% setiap tahunnya.

Jumlah Wisatawan Yang Menginap Di Hotel Bintang (Ribu Orang)
                 Wisatawan           Wisatawan
    Tahun       Mancanegara          Nusantara     Total
     2017              1.978,4         10.228,4   12.206,8
     2018              2.266,1         12.050,5   14.316,5
     2019              1.529,8         10.262,7   11.792,4
     2020                267,7            367,8      635,5
     2021                283,0          5.997,9    6.280,9
     2022                329,7          6.265,2    6.594,9
     2023                941,4         10.347,8    6.924,7
     2024              1.279,9         11.842,1    7.270,9
Sumber; BPS Provinsi DKI Jakarta, 2025


Jumlah Wisatawan Mancanegara yang menginap di Hotel Bintang Tahun 2024 sebanyak 1.280
ribu orang yang berarti mengalami kenaikan sebesar 36% dibandingkan tahun 2023 sebanyak
941 ribu orang.
Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                          27
Page 40
Jumlah Wisatawan Mancanegara Yang Menginap Di Hotel Bintang (Ribu Orang)




Sumber; BPS Provinsi DKI Jakarta, 2025


Sedangkan jumlah wisatawan Nusantara yang menginap di Hotel Bintang tahun 2024 sebanyak
11.842 ribu orang, yang berarti mengalami kenaikan sebesar 14,4% dibandingkan tahun 2023
sebanyak 10.348 ribu orang. Para wisatawan tersebut datang dan tinggal di hotel sebagai turis
dan atau dalam rangka perjalanan / tugas dinas.

Jumlah Wisatawan Nusantara Yang Menginap Di Hotel Bintang (Ribu Orang)




Sumber; BPS Provinsi DKI Jakarta, 2025


Hotel bintang tiga menjadi pilihan utama menginap tamu Indonesia, sebanyak 44,90 persen.
Sementara tamu asing lebih memilih menginap di hotel bintang lima, sebanyak 54,97 persen.

Proporsi Tamu Hotel Menurut Kelas Hotel Bintang




Sumber; BPS Provinsi DKI Jakarta, 2025



Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                          28
Page 41
    Tingkat Hunian Hotel Di Provinsi DKI Jakarta

Tingkat penghunian kamar (room occupancy rate) adalah banyaknya malam kamar yang terjual /
dihuni (room night occupied) dibagi dengan banyaknya malam kamar yang tersdia (room ninght
available) dikalikan seratus persen. Untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya di bidang
akomodasi kepada wisatawan yang datang ke Kota Jakarta sebagai ibukota negara Republik
Indonesia, maka dibutuhkan penyediaan kamar hotel yang baik dan representatif. Salah satu
indikator keberhasilan pengelolaan akomodasi adalah dilihat dari tingkat hunian kamar hotel
(occupancy). Kota Jakarta selain sebagai Ibukota negara, pusat pemerintahan serta pusat bisnis
dan perdagangan, Kota Jakarta juga memiliki banyak potensi wisata yang menarik untuk
dikunjung dan dinikmati oleh para wisatawan yang datang ke kota ini. Untuk menunjang semua
kegiatan tersebut di Kota Jakarta terdapat banyak pilihan sarana akomodasi berupa hotel
berbintang dan non bintang.

Seiring dengan proses pemulihan perekonomian Jakarta pada Tahun 2021, industri perhotelan
juga mulai bangkit. Pada tahun 2021, jumlah hotel berbintang di Jakarta sebanyak 384 dengan
jumlah kamar 52,543, sedangkan hotel non-bintang dan akomodasi lainnya sebanyak 509
dengan jumlah kamar 11.516. Pada tahun 2022 tercatat sebanyak 432 unit hotel berbintang
yang terdapat di DKI Jakarta. Hotel berbintang terbanyak terdapat di Kota Jakarta Pusat yaitu
sebanyak 182 unit. Rincian jumlah hotel bintang di Provinsi DKI Jakarta selama tahun 2024
adalah sebagai berikut:

Rincian Jumlah Hotel Berbintang, Tahun 2024




Sumber; BPS Provinsi DKI Jakarta, 2025


Pada tahun 2024, sebanyak 496 hotel bintang beroperasi di DKI Jakarta. Sebagian besar di
antaranya merupakan hotel bintang tiga yaitu sebanyak 176 hotel. Jumlah hotel terbanyak
berikutnya adalah hotel bintang dua dan bintang empat yaitu masing-masing sebanyak 142 dan
88 hotel. Jumlah hotel bintang satu dan bintang lima merupakan yang terendah yaitu masing-
masing sebanyak 53 dan 37 hotel.


Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                           29
Page 42
Seiring dengan proses pemulihan perekonomian Jakarta pada Tahun 2023, industri perhotelan
juga mulai bangkit. Berdasarkan grafik, TPK Hotel pada tahun 2023 lebih baik jika dibandingkan
tahun 2022, namun belum kemballi normal seperti sebelum ada pandemi. TPK meningkat secara
perlahan di awal tahun 2023 hingga pertengahan tahun, meskipun sempat menurun di bulan
April, namun perlahan bangkit dan meningkat hingga akhir tahun 2023. Tingkat hunian kamar
(TPK) Hotel di DKI Jakarta selama tahun 2023 dan tahun 2024 masing-masing adalah seperti
grafik di bawah ini:

Perkembangan Tingkat Hunian Kamar Hotel Tahun 2023




Perkembangan Tingkat Hunian Kamar Hotel Tahun 2024




e. Strategi Pemasaran

Perseroan pada saat ini bergerak dalam bidang aktivitas perusahaan holding, real estate,
kawasan pariwisata. Perseroan lewat entitas anak-anak perusahaannya maupun sendiri
menitikberatkan kegiatan usahanya di bidang investasi yang meliputi antara lain sektor properti/
real estate, perhotelan, dan kawasan industri pariwisata.




Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                             30
Page 43
Perseroan mempunyai visi menjadi perseroan investasi properti terkemuka di indonesia yang
selalu berusaha untuk menciptakan nilai bagi semua pemangku kepentingan serta memacu
perkembangan bangsa indonesia. Sedangkan misi perseroan adalah:

~ Membangun dan mengembangkan kawasan industri pariwisata terpadu di Indonesia.
~ Mengembangkan produk-produk inovatif yang didukung oleh pelayanan yang unggul.
~ Melestarikan aspek kultur/budaya dari daerah industri pariwisata Indonesia.
~ Membangun budaya bekerja yang positif (positive working culture) untuk para
  pekerja/karyawan Perseroan.
~ Memaksimalkan target finansial melalui proses yang efisien dengan mengedepankan prinsip
  kehati-hatian (prudent).

Pangsa pasar Perseroan meliputi pangsa pasar yang ditargetkan oleh sebuah korporasi di bidang
properti/real estate dan area industri pariwisata mencakup berbagai pengembangan dan
investasi yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi dari berbagai segmen
pasar.

Strategi dan Target Pasar perseroan antara lain adalah:

 Segmentasi Pasar: Penentuan segmen pasar spesifik berdasarkan demografi, gaya hidup, atau
  preferensi pengguna.
 Diferensiasi Produk: Menciptakan nilai unik melalui desain, lokasi, atau fasilitas yang
  membedakan properti atau destinasi dari pesaing.
 Inovasi: Penerapan teknologi baru, seperti realitas virtual untuk pemasaran properti atau
  pengembangan konsep wisata baru yang belum ada di pasar.
 Keberlanjutan dan Tanggung Jawab Sosial: Pengembangan yang mempertimbangkan dampak
  lingkungan, efisiensi energi, dan kontribusi positif terhadap masyarakat sekitar.

Pangsa pasar spesifik yang ditargetkan oleh suatu perseroan akan sangat tergantung pada
kompetensi intinya, visi strategis, dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan serta
keinginan pasar targetnya. Keberhasilan dalam mengidentifikasi dan mengeksploitasi peluang
pasar ini membutuhkan penelitian pasar yang teliti, perencanaan strategis yang efektif, dan
implementasi yang efisien.

f.   Analisis Operasional dan Prospek Perseroan

Operasional adalah satu dari tiga fungsi strategi perseroan di mana pun, selain pemasaran dan
keuangan. Ini artinya, manajemen operasional merupakan bagian vital dalam penyempurnaan
strategi perusahaan dan memastikan kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka panjang
dengan tujuan akhir dari manajemen operasional tentunya adalah untuk meningkatkan
profitabilitas perusahaan. Manajemen operasional adalah bidang manajemen yang berkaitan
dengan pengawasan, perancangan, dan pengendalian proses produksi serta perancangan ulang
operasi bisnis dalam produksi barang atau jasa.
Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                          31
Page 44
Perseroan memiliki kegiatan usaha dalam bidang real estate dan aktivitas perusahaan holding
dan memiliki pangsa pasar pada sektor bisnis (korporasi), Perseroan akan terus beroperasi sesuai
dengan bidang usaha yang dijalankan.

g. Alasan dilakukannya Transaksi

Rencana Transaksi yang akan dilakukan Perseroan adalah untuk dapat mengurangi utang
Perseroan.

Apabila Rencana Transaksi tersebut terlaksana, hal ini diharapkan akan membawa keuntungan
strategis bagi Perseroan mengingat utang yang cukup tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut,
Perseroan bermaksud menjual sebagian aset berupa villa yang dikenal dengan nama Villa Type
Angel Fish nomor 51, berlokasi di Pulau Tengah, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan
Seribu Selatan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

h. Keuntungan dan Kerugian Transaksi

Keuntungan yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini adalah sebagai berikut:

-     Dengan dilakukannya rencana transaksi, Perseroan berkeyakinan akan mendatangkan
      banyak manfaat bagi Perseroan di kemudian hari, antara lain dapat melaksanakan
      pembayaran utang Perseroan yang cukup besar.
-     Perseroan mendapatkan kas atas rencana transaksi penjualan aset ini. Dana dan
      keuntungan dari hasil rencana transaski akan digunakan oleh Perseroan untuk membayar
      utang yang pada akhirnya akan memperbaiki struktur keuangan Perseroan.
-     Dengan melepas kepemilikan aset Villa, maka Perseroan akan mengurangi beban pajak PBB-
      P2 setiap tahunnya.

Kerugian yang akan diperoleh Perseroan dari rencana transaksi ini adalah sebagai berikut:
- Dengan dilakukannya rencana transaksi, terdapat biaya yang akan muncul akibat transaksi
   ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga penunjang pasar modal, seperti biaya penasihat
   keuangan, KAP, Konsultan hukum, KJPP dengan biaya-biaya yang muncul antara lain biaya
   penilaian objek transaksi, biaya-biaya terkait profesi penilai serta kewajiban-kewajiban yang
   lain yang dapat muncul di kemudian hari.



3.4      Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

Analisis kuantitatif atas rencana transaksi merupakan analisis penilaian yang dilakukan
terhadap kinerja keuangan Perseroan secara historis yang meliputi analisis terhadap kinerja
keuangan dan analisis rasio keuangan Perseroan, serta analisis terhadap proforma laporan
keuangan Perseroan.
Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                              32
Page 45
PT Satria Mega Kencana Tbk (“Perseroan”)

a. Analisis Kinerja Keuangan Perseroan

Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan Perseroan
                                                Audited                  Audited                  Audited                   Audited                     Reviu
                             Description     2021       Analysis      2022       Analysis      2023       Analysis       2024       Analysis     30-Sep-25       Analysis
                                            Rp.000      Vertical     Rp.000      Vertical     Rp.000      Vertical      Rp.000      Vertical      Rp.000         Vertical

Aset
    Aset lancar
     o Kas dan setara kas                    15,453,245      3.74%    11,831,392      2.92%    11,887,906      2.74%     5,722,484       1.36%     4,913,777       1.18%
     o Piutang usaha                            442,752      0.11%       292,955      0.07%       396,263      0.09%       595,988       0.14%       694,820       0.17%
     o Piutang lain-lain                      1,683,274      0.41%       871,587      0.22%        58,384      0.01%        54,225       0.01%       118,449       0.03%
     o Persediaan                               285,127      0.07%       334,370      0.08%       395,530      0.09%       433,086       0.10%       382,891       0.09%
     o Perlengkapan                           1,254,493      0.30%     1,370,102      0.34%     1,518,125      0.35%     1,632,681       0.39%     1,652,112       0.40%
     o Pajak dibayar dimuka                   4,692,541      1.14%     4,763,314      1.18%     4,777,828      1.10%     4,805,482       1.14%     4,857,138       1.17%
     o Uang muka dan biaya dibayar dimuka       320,986      0.08%       280,232      0.07%       661,079      0.15%       832,486       0.20%     1,377,121       0.33%
        Jumlah aset lancar                   24,132,418      5.84%    19,743,952      4.87%    19,695,115      4.54%    14,076,432       3.34%    13,996,309       3.36%

    Aset tidak lancar
     o Piutang pihak berelasi                 2,811,019      0.68%     3,306,466      0.82%     2,008,240      0.46%           -         0.00%           -         0.00%
     o Biaya dibayar dimuka                      34,423      0.01%         6,153      0.00%        11,703      0.00%         2,188       0.00%           -         0.00%
     o Aset tetap                           380,869,682     92.24%   374,792,277     92.54%   409,326,965     94.28%   403,844,523      95.89%   399,525,509      95.86%
     o Aset pajak tangguhan                   2,177,270      0.53%     3,101,360      0.77%     1,908,320      0.44%     2,019,269       0.48%     2,061,101       0.49%
     o Aset lain-lain                         2,866,434      0.69%     4,066,434      1.00%     1,200,000      0.28%     1,200,000       0.28%     1,200,000       0.29%
        Jumlah aset tidak lancar            388,758,827     94.16%   385,272,690     95.13%   414,455,227     95.46%   407,065,980      96.66%   402,786,610      96.64%

         Jumlah Aset                        412,891,246    100.00%   405,016,642    100.00%   434,150,342    100.00%   421,142,413     100.00%   416,782,918     100.00%

Liabilitas dan Ekuitas
     Liabilitas
     Liabilitas lancar
       o Utang usaha                            427,400      0.10%       570,324      0.14%       492,188      0.11%       483,004       0.11%       871,624       0.21%
       o Utang lain-lain                      3,178,630      0.77%     2,478,129      0.61%     1,898,084      0.44%     1,458,759       0.35%     6,109,715       1.47%
       o Utang pajak                          1,054,560      0.26%     1,123,789      0.28%       935,493      0.22%       721,731       0.17%       454,059       0.11%
       o Beban akrual                         1,360,777      0.33%     1,973,473      0.49%     1,844,387      0.42%     2,277,327       0.54%     2,174,408       0.52%
       o Jaminan pelanggan                      600,532      0.15%       455,052      0.11%       702,174      0.16%       256,764       0.06%       159,107       0.04%
       o Liabilitas jangka pg jatuh tempo     7,709,097      1.87%     7,094,726      1.75%     7,759,146      1.79%     8,971,813       2.13%     9,851,953       2.36%
           Jumlah liabilitas lancar          14,330,995      3.47%    13,695,493      3.38%    13,631,472      3.14%    14,169,398       3.36%    19,620,866       4.71%
     Liabilitas tidak lancar
       o Utang pihak berelasi                65,520,951     15.87%    81,824,966     20.20%    95,277,499     21.95%   107,095,747      25.43%   116,830,125      28.03%
       o Liabilitas jangka panjang           73,380,745     17.77%    66,286,019     16.37%    58,680,733     13.52%    49,703,425      11.80%    42,095,317      10.10%
       o Liabilitas imbalan pasca kerja       1,600,745      0.39%     1,440,231      0.36%     1,515,385      0.35%     1,559,685       0.37%     1,534,685       0.37%
       o Liabilitas pajak tangguhan                 -        0.00%           -        0.00%    53,513,222     12.33%    53,626,452      12.73%    53,631,952      12.87%
           Jumlah liabilitas tidak lancar   140,502,441     34.03%   149,551,217     36.92%   208,986,840     48.14%   211,985,309      50.34%   214,092,079      51.37%

         Jumlah Liabilitas                  154,833,436     37.50%   163,246,710     40.31%   222,618,312     51.28%   226,154,708      53.70%   233,712,945      56.08%

    Ekuitas
     o Modal disetor                        100,000,008     24.22%   100,000,008     24.69%   100,000,398     23.03%    100,000,398     23.75%    100,000,398     23.99%
     o Tambahan modal disetor                14,489,467      3.51%    14,489,467      3.58%    14,491,454      3.34%     14,491,454      3.44%     14,491,454      3.48%
     o Surplus revaluasi aset tetap         198,532,390     48.08%   198,532,390     49.02%   183,875,075     42.35%    183,875,075     43.66%    183,875,075     44.12%
     o Komponen ekuitas lainnya               1,473,991      0.36%     1,705,037      0.42%     1,561,103      0.36%      1,630,418      0.39%      1,630,418      0.39%
     o Saldo laba (rugi)                    (68,435,166)   -16.57%   (84,871,098)   -20.95%   (98,403,115)   -22.67%   (114,862,484)   -27.27%   (126,643,378)   -30.39%
     o Komponen non pengendali               11,997,120      2.91%    11,914,128      2.94%    10,007,115      2.30%      9,852,844      2.34%      9,716,007      2.33%
         Jumlah Ekuitas                     258,057,810     62.50%   241,769,932     59.69%   211,532,030     48.72%    194,987,705     46.30%    183,069,973     43.92%

         Jumlah Liabilitas dan Ekuitas      412,891,246    100.00%   405,016,642    100.00%   434,150,342    100.00%   421,142,413     100.00%   416,782,918     100.00%




Total Aset
Total aset perseroan pada tanggal 30 September 2025 sebesar Rp416,7 miliar, turun
sebesar 1,04%, jika dibandingkan dengan 31 Desember 2024 yang mencapai Rp421,1 miliar.
Penurunan aset terutama disebabkan karena operasional Perseroan yang mengalami kerugian.

Aset Lancar
Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan, yang masuk ke dalam klasifikasi aset lancar
adalah jika dapat diselesaikan dalam waktu kurang atau sama dengan dua belas bulan. Total
aset lancar perseroan pada 30 September 2025 mencapai Rp13,9 miliar atau turun sebesar
0,57% dari tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp14,0 miliar.


Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                                                                                                    33
Page 46
Aset Tidak Lancar
Sebanding dengan aset lancar, aset tidak lancar Perseroan pada periode 30 September 2025
terjadi penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2024.

Perseroan membukukan aset tidak lancar sebesar Rp402,7 miliar pada 30 September 2025
atau turun sebesar 1,05% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp407,0 miliar.

Total Liabilitas
Liabilitas terdiri dari liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang. Hingga
30 September 2025, jumlah liabilitas mencapai Rp233,7 miliar, meningkat sebesar 3,34%
dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp226,1 miliar. Peningkatan ini terjadi akibat penambahan
utang pihak berelasi untuk operasional Perseroan.

Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas jangka pendek terdiri dari utang usaha pihak ketiga, utang lain-lain, utang pajak,
beban akrual, jaminan pelanggan, dan pinjaman Bank dan serta lembaga keuangan.

Sepanjang tahun 2025, liabilitas jangka pendek meningkat sebesar 38,47% di mana pada tahun
2025 sebesar Rp19,6 miliar dan tahun 2024 sebesar Rp14,1 miliar.

Liabilitas Jangka Panjang
Pos liabilitas jangka panjang terdiri dari utang pihak berelasi, liablitas jangka panjang, liabilitas
diestimasi atas imbalan kerja dan liabilitas pajak tangguhan. Liabilitas jangka panjang pada
tahun 2025, mengalami peningkatan sebesar 0,99% dari Rp211,9 miliar pada tahun 2024 dan
menjadi Rp214,0 miliar pada tahun 2025.

Ekuitas
Total ekuitas Perseroan pada tahun 2025 mencapai Rp183,0 miliar, mengalami penurunan
sebesar 6,11% dari tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp194,9 miliar.




Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                                  34
Page 47
Ikhtisar Laporan Laba/(Rugi) Perseroan
                                                            Audited                   Audited                   Audited                   Audited                      Reviu
                         Description                     2021       Analysis       2022       Analysis       2023       Analysis       2024       Analysis      30-Sep-25       Analysis
                                                        Rp.000      Vertical      Rp.000      Vertical      Rp.000      Vertical      Rp.000      Vertical       Rp.000         Vertical

o Pendapatan                                             12,383,996    100.00%    19,396,218     100.00%    22,585,257     100.00%    22,552,571     100.00%     14,853,833     100.00%
o Beban pokok pendapatan                                 (4,996,400)   -40.35%    (6,616,368)    -34.11%    (7,774,657)    -34.42%    (8,204,582)    -36.38%     (5,479,753)    -36.89%
o Laba (rugi) kotor                                       7,387,596     59.65%    12,779,850      65.89%    14,810,600      65.58%    14,347,989      63.62%      9,374,081      63.11%

o Beban usaha
  Beban penjualan                                          (462,206)    -3.73%       (953,020)    -4.91%     (1,012,578)     -4.48%    (1,091,950)    -4.84%        (938,750)    -6.32%
  Beban umum dan administrasi                           (22,189,684) -179.18%     (22,078,524) -113.83%     (20,059,007)   -88.81%    (22,011,034) -97.60%       (16,060,347) -108.12%
                                                        (22,651,889) -182.91%     (23,031,545) -118.74%     (21,071,585)   -93.30%    (23,102,984) -102.44%      (16,999,097) -114.44%

o   Laba (rugi) usaha                                   (15,264,293) -123.26%     (10,251,695)   -52.85%     (6,260,985)   -27.72%     (8,754,995)   -38.82%      (7,625,016)   -51.33%

o Penghasilan (beban) lain-lain
  Pendapatan bunga                                          144,561       1.17%       106,826       0.55%       169,565       0.75%       142,041       0.63%         29,833       0.20%
  Laba (rugi) penjualan aset tetap                          (18,438)     -0.15%           -         0.00%       113,120       0.50%        21,794       0.10%          1,351       0.01%
  Beban keuangan                                         (9,669,775)   -78.08%     (7,955,646)   -41.02%     (7,673,359)   -33.98%     (6,490,912)   -28.78%      (4,220,249)   -28.41%
  Beban pajak                                              (626,304)     -5.06%      (709,336)     -3.66%      (444,750)     -1.97%    (1,089,019)     -4.83%        (38,646)     -0.26%
  Penyisihan penurunan nilai piutang                       (183,579)     -1.48%        21,119       0.11%       206,735       0.92%         1,156       0.01%         (3,149)     -0.02%
  Lain-lain-bersih                                        1,726,732     13.94%      2,002,997     10.33%        163,527       0.72%        15,410       0.07%        143,840       0.97%
                                                         (8,626,802)   -69.66%     (6,534,040)   -33.69%     (7,465,161)   -33.05%     (7,399,530)   -32.81%      (4,087,020)   -27.51%

o   Laba sebelum pajak                                  (23,891,095) -192.92%     (16,785,735)   -86.54%    (13,726,146)   -60.77%    (16,154,525)   -71.63%     (11,712,035)   -78.85%

o  Pajak
  Pajak kini                                               (331,562)    -2.68%       (722,447)     -3.72%      (565,315)     -2.50%      (478,471)     -2.12%       (165,224)     -1.11%
  Pajak tangguhan                                         1,001,915      8.09%        989,257       5.10%       615,728       2.73%        19,261       0.09%         36,332       0.24%
o Laba setelah pajak                                    (23,220,741) -187.51%     (16,518,924)   -85.17%    (13,675,734)   -60.55%    (16,613,735)   -73.67%     (11,840,927)   -79.72%

o Penghasilan komprehensif lain
   Pengukuran kembali imbalan pasca kerja                   680,748      5.50%       296,213       1.53%       (79,144)      -0.35%        88,988      0.39%             -        0.00%
   Surplus revaluasi aset tetap                                          0.00%                     0.00%    38,114,142     168.76%            -        0.00%             -        0.00%
   Manfaat (beban) pajak penghasilan                       (149,764)    -1.21%       (65,167)     -0.34%    (8,367,699)     -37.05%       (19,577)    -0.09%             -        0.00%
  Jumlah penghasilan (kerugian) komprehensif lain           530,983      4.29%       231,046       1.19%    29,667,298     131.36%         69,411      0.31%             -        0.00%

    Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan      (22,689,758) -183.22%     (16,287,878)   -83.97%    15,991,565      70.81%    (16,544,325)   -73.36%     (11,840,927)   -79.72%

    Jumlah penghasilan (kerugian) komprehensif yang dapat diatribusikan
     Pemilik entitas induk                               (23,099,817) -186.53%    (16,435,931)   -84.74%    (13,614,196)   -60.28%    (16,459,369)   -72.98%             -        0.00%
     Kepentingan non-pengendali                              (120,924)   -0.98%       (82,993)     -0.43%       (61,538)     -0.27%      (154,366)     -0.68%    (11,840,927)   -79.72%
     Laba komprehensif tahun berjalan                    (22,689,758) -183.22%    (16,287,878)   -83.97%     15,991,565     70.81%    (16,544,325)   -73.36%     (11,840,927)   -79.72%




Pendapatan
Pendapatan PT Satria Mega Kencana Tbk selama tahun 2021 sampai dengan tahun 2025
(30 September 2025) mengalami peningkatan dan penurunan yang fluktuatif. Pendapatan
terbesar terjadi pada tahun 2023 yaitu sebesar Rp22,58 miliar, sedangkan terendah terjadi
pada tahun 2021 yaitu sebesar Rp.12,3 miliar, dengan rata-rata pertumbuhan dari tahun 2021
hingga tahun 2025 adalah sebesar 9,70%.

Berdasarkan Laporan Keuangan per 30 September 2025 tercatat pendapatan P erseroan
sebesar Rp14,8 miliar dan bila disetahunkan, maka pendapatan tersebut mengalami menurun
sebesar 12,18% dibandingkan tahun sebelumnya yang memiliki pendapatan sebesar Rp22,5
miliar.

Beban Pokok Pendapatan
Rata-Rata beban pokok pendapatan PT Satria Mega Kencana Tbk terhadap pendapatan di
tahun yang sama selama tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 adalah sebesar 36,43%.

Berdasarkan Laporan Keuangan per 30 September 2025 tercatat beban pokok pendapatan
perseroan sebesar Rp5,4 miliar di mana beban pokok pendapatan tersebut bila dibandingkan
dengan pendapatannya meningkat sebesar 0,51% dibandingkan tahun sebelumnya yang
memiliki beban pokok pendapatan sebesar Rp8,2 miliar.

Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                                                                                                                   35
Page 48
Laba Kotor
Meskipun pendapatan di tahun 2025 mengalami penurunan, namun beban pokok pendapatan
mengalami kenaikan, hal ini berdampak pada laba kotor yang mengalami penurunan.

Laba Usaha
Diperoleh dari selisih laba kotor terhadap beban usaha. Pada tahun 2021 sampai dengan tahun
2025, Perseroan mencatatkan kerugian secara terus menerus.

Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Selama periode tahun 2021 sampai dengan tahun 2025, Perseroan mencatatkan kerugian setiap
tahunnya, kecuali pada tahun 2023 akibat adanya surplus revaluasi aset tetap.

Ikhtisar Laporan Arus Kas Perseroan
                                                      Audited        Audited        Audited        Audited          Reviu
                           Keterangan                  2021           2022           2023           2024          30-Sep-25
                                                      Rp.000         Rp.000         Rp.000         Rp.000          Rp.000

Arus Kas Operasi
Penerimaan Kas dari Pelanggan                          12,934,062     19,624,832     22,668,364     21,907,436      14,631,221
Pembayaran Kepada Pemasok dan biaya Operasi Lainnya    (7,319,873)   (11,200,292)   (10,138,410)   (15,692,913)    (10,577,065)
Pembayaran Kepada Karyawan                            (10,037,237)   (11,205,008)   (10,814,439)   (10,607,869)     (6,744,376)
Pembayaran Pajak                                         (598,206)      (661,758)
Total Arus Kas Operasi                                 (5,021,254)    (3,442,225)    1,715,515      (4,393,346)     (2,690,220)

Arus Kas Investasi
Perolehan aset hak guna                                                                (282,600)                           -
Perolehan aset tetap                                    (552,550)      (703,567)     (1,108,403)      (984,574)       (293,542)
Aset tetap dalam pembangunan                                             79,002        (427,207)       (98,000)       (279,208)
Hasil Penjualan Aset Tetap                               754,000                        113,120         21,794         191,351
Total Arus Kas Investasi                                 201,450       (624,565)     (1,705,090)    (1,060,780)       (381,398)

Arus Kas Pendanaan
Dana Penerimaan dari Modal Disetor                             7            -            2,377
Pembayaran Utang bank                                 (6,000,000)    (6,600,000)    (7,200,000)    (7,800,000)      (6,750,000)
Peningkatan (Penurunan) utang berelasi                25,293,250     15,712,126     12,716,634     11,377,822       13,363,298
(Peningkatan) Penurunan piutang berelasi                (493,771)       298,871      2,069,275      2,008,240         (191,370)
Pembayaran dan penerimaan bunga                       (9,382,044)    (7,749,161)    (7,498,237)    (6,231,418)      (4,109,561)
Pembayaran liabilitas sewa pembiayaan                 (2,073,963)    (1,216,899)       (43,960)       (65,940)         (49,455)
Total Arus Kas Pendanaan                               7,343,479        444,937         46,089       (711,296)       2,262,911

Perubahan Kas Dan Setara Kas                           2,523,674      (3,621,853)       56,514      (6,165,422)       (808,706)

Kas Dan Setara Kas Awal                               12,929,571     15,453,245     11,831,392     11,887,906        5,722,484

Kas dan Setara Kas Akhir                              15,453,245     11,831,392     11,887,906      5,722,484        4,913,777




Berikut adalah hal-hal penting dalam arus kas Perseroan berdasarkan data laporan arus
keuangan Perseroan sebagaimana disajikan pada tabel di atas:

• Arus kas bersih yang diperoleh Perseroan dari aktivitas operasi per 31 Desember 2024
  adalah negatif sebesar Rp16,5 miliar, begitu juga halnya dengan tahun 2025 Perseroan
  membukukan negatif arus kas dari aktivitas operasi sebesar Rp7,1 miliar.
• Arus kas bersih yang diperoleh Perseroan dari aktivitas investasi per 31 Desember 2024
  adalah sebesar Rp7,3 miliar, di mana pada tahun 2025 Perseroan membukukan arus kas
  dari aktivitas investasi sebesar Rp4,2 miliar.
• Arus kas bersih yang diperoleh Perseroan dari aktivitas pendanaan per 31 Desember
  2024 adalah sebesar Rp2,9 miliar, di mana pada tahun 2021 Perseroan membukukan
  arus kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp2,1 miliar.


Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                                                              36
Page 49
b. Analisis Rasio Keuangan Perseroan Rasio-Rasio

Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan
keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos- pos tertentu dari posisi
keuangan dan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel
berbagai macam rasio keuangan yang kami gunakan dalam analisis rasio keuangan
Perusahaan:

Rasio Keuangan Perseroan
                                                   Audited       Audited      Audited       Audited         Reviu            Rate-rata
                     Description                    2021          2022         2023          2024         30-Sep-25      2021-30 Sept 2025



 1   LIQUIDITY RATIO / WORKING CAPITAL
     Current Ratio                                    168.39%       144.16%      144.48%        99.34%         71.33%             125.54%
     Working Capital to Total Assets Ratio              2.37%         1.49%        1.40%        -0.02%         -1.35%               0.78%

 2   LEVERAGE RATIO / SOLVABILITAS RATIO
     Total Debt to Total Assets Ratio                  37.50%        40.31%       51.28%        53.70%         56.08%              47.77%
     Total Debt to Equity Ratio                        60.00%        67.52%      105.24%       115.98%        127.66%              95.28%
     Long Term Debt to Equity Ratio                    54.45%        61.86%       98.80%       108.72%        116.95%              88.15%

 3   ACTIVITY RATIO
     Asset Turn Over                                     0.03          0.05         0.05          0.05           0.04                0.04
     Working Capital Turn Over                           1.26          3.21         3.72       (242.59)         (2.64)             (47.41)
     Account Payable Turn Over                          11.69         13.26        14.63         16.83           6.66               12.62
     Average Day's Account Payable                      30.79         27.14        24.60         21.39          40.53               28.89
     Receivable Turn Over                               27.97         52.73        65.54         45.46          19.51               42.24
     Average Day's Receivable                           12.87          6.83         5.49          7.92          13.84                9.39

 4   RENTABILITAS/PROFITABILITAS RATIO
     Gross Profit Margin                                59.65%       65.89%        65.58%       63.62%         63.11%              63.57%
     Operating Profit Margin                          -192.92%      -86.54%       -60.77%      -71.63%        -78.85%             -98.14%
     Net Profit Margin                                -187.51%      -85.17%       -60.55%      -73.67%        -79.72%             -97.32%
     Operating Ratio                                   182.91%      118.74%        93.30%      102.44%        114.44%             122.37%
     Earning Power/Net Return on Invesment (ROI)        -5.79%       -4.14%        -3.16%       -3.84%         -2.81%              -3.95%
     Net Return on Equity (ROE)                         -9.00%       -6.83%        -6.47%       -8.52%         -6.47%              -7.46%
     Return on Invesment (ROI)                          -5.62%       -4.08%        -3.15%       -3.94%         -2.84%              -3.93%




Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui
sejauh mana kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya.
Beberapa rasio keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah:

1. Rasio Lancar (current ratio)

     Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan utang lancar. Rasio ini
     bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset lancar perusahaan dapat
     menjamin utang jangka pendek. Secara umum semakin tinggi rasio lancar maka semakin
     aman perusahaan. Rasio lancar Perusahaan untuk tahun 2021 hingga tahun 2025
     mengalami fluktuasi dengan rata-rata rasio sebesar 1,25 kali yang artinya sejak tahun
     2021 sampai dengan 30 September 2025, perseroan dapat menjamin semua liabilitas
     lancarnya.

2. Rasio Modal Kerja terhadap Total Aset (working capital to total assets ratio)

     Rasio modal kerja terhadap total aset pada dasarnya mempunyai tujuan untuk mengukur
     kemampuan perusahaan untuk dapat memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya.

Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                                                                     37
Page 50
    Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan modal kerja bersih dari
    seluruh total aset yang dimilikinya. Modal kerja ini digunakan untuk membiayai operasi
    perusahaan atau menanggulangi kesulitan-kesulitan keuangan yang mungkin terjadi. Rasio
    modal kerja terhadap total aset Perusahaan untuk tahun 2021 hingga tahun 2025 memiliki
    rata-rata rasio sebesar 0,78%.

Rasio Aktivitas

Aktivitas merupakan suatu rasio yang berfungsi untuk mengukur tingkat efektifitas
penggunaan aset perusahaan. Rasio ini sering juga disebut rasio perputaran. Secara umum
semakin tinggi perputaran berarti semakin efektif tingkat penggunaan aset perusahaan.
Adapun beberapa rasio yang termasuk dalam kategori ini adalah:

1. Rasio perputaran piutang usaha (account receivable turnover)

    Rasio ini untuk mengukur sampai seberapa cepat perusahaan dapat menagih piutangnya.
    Semakin sering perputarannya berarti semakin pendek umur piutang. Berdasarkan
    tabel rasio perputaran piutang usaha Perusahaan di atas, dapat dilihat bahwa perputaran
    piutang Perusahaan per 30 September 2025 mencapai 19 kali mengalami penurunan
    dibandingkan per 31 Desember 2024 yang tercatat sebesar 45 kali.

2. Rasio perputaran utang usaha (account payable turnover)

    Rasio ini untuk mengukur tingkat perputaran utang usaha perusahaan kepada pemasok.
    Perputaran yang cepat akan lebih menyenangkan pemasok, karena umur utang usaha
    perusahaan yang pendek. Rasio perputaran utang usaha Perusahaan per 31 Desember
    2024 tercatat sebesar 16 kali.

Rasio Solvabilitas (Leverage)

Rasio solvabilitas (Leverage) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
perusahaan untuk melunasi utang-utangnya. Adapun rasio yang termasuk dalam kategori ini
adalah rasio total utang terhadap total ekuitas (Liabilities to total equity) dan rasio total
utang terhadap total aset (Liabilities to total assets). Rasio total utang terhadap total ekuitas
merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total ekuitas atau modal perusahaan.
Rasio satu menunjukkan jumlah utang sama dengan jumlah ekuitas. Rasio liabilities to
total equity Perusahaan untuk periode 31 Desember 2024 sebesar 115,9%, di mana hal ini
mengindikasikan bahwa total utang Perusahaan pada periode tersebut lebih kecil bila
dibandingkan dengan modal atau ekuitas yang dimiliki. Adapun rasio total utang terhadap
total aset Perusahaan per 30 September 2025 mencapai 127,6%.




Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                              38
Page 51
Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
laba. Beberapa rasio yang termasuk dalam kategori ini antara lain adalah:

1. Rasio laba kotor (gross profit margin ratio)

    Rasio ini mengukur tingkat profitabilitas suatu produk atau jasa sebelum dikurangi oleh
    beban beban yang lainnya. Rasio laba kotor Perusahaan secara rata-rata selama tahun
    2021 hingga tahun 2025 adalah sebesar 63,57%.

2. Rasio laba operasi (operating profit margin ratio)

    Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat laba yang dihasilkan dari aktivitas operasional
    perusahaan. Adapun rasio laba operasi Perusahaan untuk periode 31 Desember 2024
    adalah negatif sebesar 71,63% mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun
    sebelumnya yang tercatat negatif sebesar 78 ,85%.

3. Rasio laba bersih (net profit margin ratio)

    Rasio ini mengukur hasil akhir dari seluruh aktivitas perusahaan. Rasio ini juga
    menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih. Rasio laba
    bersih Perusahaan untuk periode 31 Desember 2024 adalah negatif sebesar 73,67%
    mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat negatif
    sebesar 79 ,72%.

4. Rasio laba atas aset (return on asset)

    Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh aset yang digunakan
    dapat menghasilkan laba. Rasio laba atas aset Perusahaan untuk periode 31 Desember
    2024 mencapai negatif sebesar 3,94%, sedangkan pada periode 30 September 2025 dengan
    pencapaian rasio mencapai negatif sebesar 2,84%.

5. Rasio laba atas ekuitas (return on equity)

    Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh hasil atau keuntungan
    yang diperoleh dari setiap modal yang ditanamkan. Sama seperti halnya rasio profitabilitas
    lainnnya untuk periode 31 Desember 2024 rasio laba atas ekuitas Perusahaan mencapai
    negatif sebesar 8,52%, sedangkan pada periode 30 September 2025 yang tercatat negatif
    sebesar 6,47%.




Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                           39
Page 52
c. Analisis terhadap Proforma Laporan Keuangan Perseroan

Analisis dilakukan mencakup analisis dampak Transaksi terhadap laporan keuangan Perseroan
yang dilakukan berdasarkan informasi keuangan Proforma Perseroan sebelum dan setelah
Transaksi pada tanggal 30 September 2025 yang telah direviu oleh KAP Jojo Sunarjo dan Rekan.

Tujuan informasi keuangan Proforma adalah untuk memperlihatkan dampak signifikan Transaksi
yang terjadi atas informasi keuangan historis. Namun, informasi keuangan Proforma bukan
merupakan petunjuk hasil usaha atau dampak yang berkaitan atas posisi keuangan sebagai akibat
dari transaksi yang telah terjadi sebelumnya.

Informasi keuangan proforma disusun dengan menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:

-      Laporan posisi keuangan sebelum transaksi diambil dari laporan keuangan Perseroan untuk
       tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 yang telah direviu oleh Kantor Akuntan
       Publik Jojo Sunarjo dan Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
-      Pelaksanaan tansaksi telah berlaku efektif dan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang
       berlaku.

Informasi keuangan Proforma Perseroan tersebut adalah sebagai berikut:

Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan

                                                   Historis                              Proforma
                      Keterangan              Rencana Transaksi    Penyesuaian       Rencana Transaksi
                                               Tidak Dilakukan                          Dilakukan
                                                     Rp.                Rp.                 Rp.
    Aset
       Aset lancar
       o Kas dan setara kas                       4,913,777,316                 -        4,913,777,316
       o Piutang usaha                              694,820,060    41,625,000,000       42,319,820,060
       o Piutang lain-lain                          118,449,007                 -          118,449,007
       o Persediaan                                 382,891,346                 -          382,891,346
       o Perlengkapan                             1,652,112,340                 -        1,652,112,340
       o Pajak dibayar dimuka                     4,857,137,998                 -        4,857,137,998
       o Uang muka dan biaya dibayar dimuka       1,377,120,531                 -        1,377,120,531
            Jumlah aset lancar                   13,996,308,598    41,625,000,000       55,621,308,598
       Aset tidak lancar
       o Aset tetap                            399,525,508,915    (34,557,460,294)    364,968,048,621
       o Aset pajak tangguhan                    2,061,100,837                          2,061,100,837
       o Aset lain-lain                          1,200,000,000                          1,200,000,000
            Jumlah aset tidak lancar           402,786,609,752    (34,557,460,294)    368,229,149,458
            Jumlah Aset                        416,782,918,350       7,067,539,706    423,850,458,056
    Kewajiban dan Ekuitas
       Kewajiban
       Kewajiban lancar
       o Utang usaha                                871,624,453                 -          871,624,453
       o Utang lain-lain                          6,109,714,772                 -        6,109,714,772
       o Utang pajak                                454,058,785     5,165,625,000        5,619,683,785
Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                                         40
Page 53
                                                 Historis                              Proforma
                      Keterangan            Rencana Transaksi    Penyesuaian       Rencana Transaksi
                                             Tidak Dilakukan                           Dilakukan
                                                   Rp.               Rp.                   Rp.
     o   Beban akrual                           2,174,407,975                 -        2,174,407,975
     o   Jaminan pelanggan                        159,107,053                 -          159,107,053
     o   Liabilitas jangka pg jatuh tempo       9,851,953,393                 -        9,851,953,393
         Jumlah kewajiban lancar               19,620,866,431     5,165,625,000       24,786,491,431
     Kewajiban tidak lancar
     o Utang pihak berelasi                  116,830,124,956                   -    116,830,124,956
     o Liabilitas jangka panjang              42,095,316,835                   -     42,095,316,835
     o Liabilitas imbalan pasca kerja          1,534,685,070                   -      1,534,685,070
     o Liabilitas pajak tangguhan             53,631,951,774     (3,723,198,810)     49,908,752,964
         Jumlah kewajiban tidak lancar       214,092,078,635     (3,723,198,810)    210,368,879,825
         Jumlah kewajiban                    233,712,945,066       1,442,426,190    235,155,371,256
     Ekuitas
     o Modal disetor                          100,000,397,900                  -     100,000,397,900
     o Tambahan modal disetor                  14,491,453,870                  -      14,491,453,870
     o Surplus revaluasi aset tetap           183,875,074,658   (16,923,630,955)     166,951,443,703
     o Komponen ekuitas lainnya                 1,630,418,401                  -       1,630,418,401
     o Saldo laba (rugi)                    (126,643,378,222)     22,548,744,471   (104,094,633,751)
     o Komponen non pengendali                  9,716,006,677                  -       9,716,006,677
         Jumlah Ekuitas                       183,069,973,284      5,625,113,516     188,695,086,800
         Jumlah Kewajiban dan Ekuitas         416,782,918,350      7,067,539,706     423,850,458,056


Mengacu pada laporan keuangan proforma di atas dapat dilihat bahwa Rencana Transaksi yang
akan dilakukan oleh Perseroan memiliki dampak terhadap laporan posisi keuangan Perseroan.
Adapun dampak yang muncul akibat rencana transaksi tersebut antara lain:

 Aset lancar Perseroan secara keseluruhan mengalami perubahan sehubungan dengan
  transaksi penjualan aset vila sebesar Rp41.625.000.000 (Rp37.500.000.000 + PPN).
 Aset tidak lancar Perseroan mengalami penurunan sebesar Rp34.557.460.294 yang
  disebabkan karena penjualan aset tetap yang berupa nilai buku tanah dan bangunan vila.
 Jumlah Liabilitas lancar Perseroan mengalami peningkatan sebesar Rp5.165.625.000 karena
  adanya beban pajak atas penjualan aset villa.
 Liabilitas tidak lancar mengalami perubahan sehubungan dengan beban pajak tangguhan yang
  mengalami penurunan sebesar Rp3.723.198.810.
 Ekuitas mengalami peningkatan sebesar Rp5.625.113.516, yang disebabkan karena adanya
  keuntungan dari penjualan aset tetap.

Berikut adalah perbandingan rasio keuangan Perseroan bila rencana transaksi tidak dilakukan
dan bila rencana transaksi dilakukan:




Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                                       41
Page 54
Perbandingan Rasio Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi Dilakukan

                       Keterangan                  Rencana Transaksi      Rencana Transaksi
                                                    Tidak Dilakukan          Dilakukan


    LIQUIDITY RATIO / WORKING CAPITAL
    Current Ratio                                                  0.71                   2.24
    Working Capital to Total Assets Ratio                        (0.01)                   0.07

    LEVERAGE RATIO / SOLVABILITAS RATIO
    Total Debt to Total Assets Ratio                            56.08%                 55.48%
    Total Debt to Equity Ratio                                 127.66%                124.62%
    Long Term Debt to Equity Ratio                             116.95%                111.49%



Berdasarkan proforma setelah transaksi, dapat dilihat bahwa rasio keuangan Perseroan menjadi
turun, hal ini dapat dilihat berdasarkan tabel proforma rasio keuangan Perseroan di atas
yang mengindikasikan bahwa rasio likuiditas Perseroan yang semula 0,71% menjadi 2,24%,
sedangkan leverage ratio Perseroan yang berupa debt to total asets ratio yang semula 56,08%
menjadi 55,48%, rasio total debt to equity yang semula 127,66% menjadi 124,62% dan long term
debt to equity ratio yang semula 116,95% menjadi 111,49%.

d. Analisis Penilaian atas Proyeksi Keuangan

Dalam memberikan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi, kami juga melakukan analisis atas
proyeksi keuangan yang diberikan oleh pihak manajemen Perseroan dalam kondisi tidak
melakukan Rencana Transaksi dan kondisi melakukan Rencana Transaksi.

Pada tabel di bawah ini dapat dilihat perbandingan kondisi dan rasio keuangan berdasarkan
proyeksi Perseroan yang telah disesuaikan apabila tidak melakukan Rencana Transaksi dan
melakukan Rencana Transaksi.

   Tidak melakukan Rencana Transaksi

    Asumsi-asumsi proyeksi keuangan Perseroan adalah sebagai berikut:

    Jangka waktu proyeksi
    Jangka waktu proyeksi disajikan mulai dari 1 Oktober 2025 sampai dengan 31 Desember
    2030.

    Proyeksi laba (Rugi)
    - Pendapatan diasumsikan untuk unit dan rata-rata harga adalah sebagai berikut:




Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                                 42
Page 55
                                               Proj            Proj           Proj           Proj           Proj           Proj
                                     Uraian    2025            2026           2027           2028           2029           2030
                                              Okt-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des

        Operational day per year                        91         365            365            366            365            365
        Operational month per year                       3          12             12             12             12             12

        Hotel
        Falatehan                                       69             69             69             69             69             69
        Pejompongan                                     58             58             58             58             58             58
        Canggu                                           9              9              9              9              9              9
        Occupancy Average
        Falatehan                                 70.00%         70.00%         70.00%         70.00%         75.00%         75.00%
        Pejompongan                               60.00%         60.00%         60.00%         60.00%         65.00%         65.00%
        Canggu                                    80.00%         80.00%         80.00%         80.00%         80.00%         80.00%
        Room Sold
        Falatehan                                  4,393         17,571         17,571         17,619         18,826         18,826
        Pejompongan                                3,181         12,722         12,722         12,757         13,783         13,783
        Canggu                                       655          2,619          2,619          2,626          2,619          2,619
        Average Room Rate
        Falatehan                                412,000        432,600        454,230        476,942        500,789        525,828
        Pejompongan                              435,000        456,750        479,588        503,567        528,745        555,182
        Canggu                                 1,478,000      1,551,900      1,629,495      1,710,970      1,796,518      1,886,344

        Food & Beverage Revenue                   43.78%         43.78%         43.78%         43.78%         43.78%         43.78%
        Minor Revenue                              0.74%          0.74%          0.74%          0.74%          0.74%          0.74%
        Pendapatan spa                             0.98%          0.98%          0.98%          0.98%          0.98%          0.98%

        Pendapaatan
        Pendapaatan Hotel
        * Kamar                                4,161,138     17,476,778     18,350,616     19,320,937     21,420,645     22,491,677
        * Makan dan minum                      1,821,907      7,652,008      8,034,609      8,459,453      9,378,786      9,847,725
        * Lain-lain                               30,792        129,327        135,794        142,974        158,512        166,437
        Pendapatan spa                            40,689        170,893        179,438        188,926        209,457        219,930
        Pendapatan lainnya                           -              -              -              -              -              -



        Total                                  6,054,525     25,429,006     26,700,457     28,112,289     31,167,400     32,725,770



    -   Beban langsung diasumsikan sebesar 36,8% dari pendapatan setiap tahunnya.
    -   Beban umum administasi diasumsikan dengan rata-rata sebesar 81,7% dari pendapatan
        setiap tahunnya.
    -   Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
        ekonomis yang wajar.
    -   Asumsi pembayaran beban bunga pinjaman diperhitungkan sebesar 9% dari jumlah
        fasilitas pinjaman.
    -   Pajak penghasilan (PPh) dihitung sesuai dengan Undang-Undang Pokok Perpajakan yang
        berlaku di Indonesia. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2002, terdapat
        PPh final atas persewaan tanah dan bangunan sebesar 10% dari jumlah bruto nilai
        persewaan tanah dan/atau bangunan, dengan demikian besaran beban pajak
        penghasilan diperhitungkan sebesar 10,0% dari nilai pendapatan.

    Proyeksi Posisi Keuangan
    - Aset lancar
        o Piutang usaha diasumsikan 10 hari dari pendapatan usaha.
        o Persediaan diasumsikan 22 hari dari beban pokok.
        o Perlengkapan diasumsikan mengalami peningkatan sebesar 2% setiap tahunnya.
        o Pajak dibayar dimuka diasumsikan mengalami peningkatan sebesar 1% setiap
             tahunnya.

Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                                                                   43
Page 56
        o   Piutang lain-lain dan uang muka dan biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap sama
            sesuai dengan yang tertera pada laporan keuangan per 30 September 2025.

    -   Aset tidak lancar
        o Nilai perolehan aset tetap diasumsikan tetap. Akumulasi penyusutan dihitung
            dengan menambahkan akumulasi penyusutan tahun sebelumnya dengan
            penyusutan tahun berjalan.
        o Aset pajak tangguhan dan aset lain-lain diasumsikan tetap sama sesuai dengan yang
            tertera pada laporan keuangan per 30 September 2025.

    -   Liabilitas jangka pendek
         o Utang usaha pihak ketiga diasumsikan 30 hari dari beban pokok pendapatan.
         o Utang lain-lain diasumsikan tetap sama sesuai dengan yang tertera pada laporan
             keuangan per 30 September 2025.
         o Utang pajak diasumsikan sebesar beban pajak penghasilan setiap tahunnya.
         o Beban akrual diasumsikan 45 hari dari beban operasi.
         o Jaminan pelanggan diasumsikan mengalami peningkatan sebesar 1% setiap
             tahunnya.

    -   Liabilitas jangka panjang
         o Utang pihak berelasi disesuaikan dengan adanya penambahan sehubungan dengan
             kebutuhan beban operasional Perseroan.
         o Liabilitas jangka panjang dibukukan sesuai dengan jadwal dan rencana manajemen
             perseroan.
         o Liabilitas imbalan pascakerja diasumsikan mengalami peningkatan sebesar 2%
             setiap tahunnya.
         o Liabilitas pajak tangguhan diasumsikan tetap sama sesuai dengan yang tertera pada
             laporan keuangan per 30 September 2025.

    -   Ekuitas
        o Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 30 September 2025.
        o Tambahan modal disetor dan surplus revaluasi aset tetap diasumsikan tetap, sama
             dengan per 30 September 2025.
        o Saldo (rugi) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
             dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.

    Asumsi-asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam proyeksi
    posisi keuangan adalah wajar.

    Secara ringkas berdasarkan prediksi 5 (lima) tahun ke depan untuk kondisi tidak melakukan
    Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:



Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                          44
Page 57
                  Keterangan                    2025       2026              2027                 2028              2029               2030

     Kas dan setara kas *)                        5,307      5,301             5,374             4,927                 4,748              4,480
     Aset Lancar *)                             14,595      14,732            14,952            14,656               14,719             14,615
     Liabilitas Jangka Pendek *)                20,706      24,654            26,166            27,555               13,949             14,026
     Total Liabilitas *)                       236,298    245,345           253,736           260,678               266,105            270,216
     Pendapatan *)                                6,055     25,429            26,700            28,112               31,167             32,726
     Laba Bersih *)                             (3,464)   (13,840)          (11,017)          (10,133)               (8,268)            (7,154)
     Total Ekuitas *)                          179,606    165,766           154,748           144,615               136,347            129,194
     Current Ratio                                 0.70       0.60              0.57              0.53                  1.06               1.04
     Debt to Equity Ratio                          1.32       1.48              1.64              1.80                  1.95               2.09
     Return on Equity (%)                          0.03       0.15              0.17              0.19                  0.23               0.25
     Debt to Total Assets                          0.57       0.60              0.62              0.64                  0.66               0.68
    *) dalam miliaran Rupiah

    Berdasarkan ringkasan tersebut di atas, untuk proyeksi keuangan dengan kondisi tidak
    melakukan rencana transaksi dapat diketahui bahwa rata-rata current ratio mencapai sebesar
    0,75, debt to equity ratio mencapai rata-rata sebesar 1,71, ROE rata-rata mencapai 0,17 dan
    debt to total assets mencapai 0,63. Penjelasan lebih lanjut dapat dilihat pada lampiran.

   Melakukan Rencana Transaksi

    Asumsi-asumsi proyeksi keuangan Perseroan adalah sebagai berikut:

    Jangka waktu proyeksi
    Jangka waktu proyeksi disajikan mulai dari 1 Oktober 2025 sampai dengan 31 Desember
    2030.

    Proyeksi laba (Rugi)
    - Pendapatan SOTS diasumsikan untuk unit dan rata-rata harga adalah sebagai berikut:
                                                           Proj            Proj           Proj             Proj           Proj           Proj
                                      Uraian               2025            2026           2027             2028           2029           2030
                                                          Okt-Des        Jan-Des        Jan-Des          Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des

         Operational day per year                                   91         365            365              366             365            365
         Operational month per year                                  3          12             12               12              12             12

         Hotel
         Falatehan                                                  69             69             69               69             69             69
         Pejompongan                                                58             58             58               58             58             58
         Canggu                                                      9              9              9                9              9              9
         Occupancy Average
         Falatehan                                            70.00%         70.00%         70.00%           70.00%         75.00%         75.00%
         Pejompongan                                          60.00%         60.00%         60.00%           60.00%         65.00%         65.00%
         Canggu                                               80.00%         80.00%         80.00%           80.00%         80.00%         80.00%
         Room Sold
         Falatehan                                             4,393         17,571         17,571           17,619         18,826         18,826
         Pejompongan                                           3,181         12,722         12,722           12,757         13,783         13,783
         Canggu                                                  655          2,619          2,619            2,626          2,619          2,619
         Average Room Rate
         Falatehan                                           412,000        432,600        454,230          476,942        500,789        525,828
         Pejompongan                                         435,000        456,750        479,588          503,567        528,745        555,182
         Canggu                                            1,478,000      1,551,900      1,629,495        1,710,970      1,796,518      1,886,344

         Food & Beverage Revenue                              43.78%         43.78%         43.78%           43.78%         43.78%         43.78%
         Minor Revenue                                         0.74%          0.74%          0.74%            0.74%          0.74%          0.74%
         Pendapatan spa                                        0.98%          0.98%          0.98%            0.98%          0.98%          0.98%

         Pendapaatan
         Pendapaatan Hotel
         * Kamar                                           4,161,138     17,476,778     18,350,616       19,320,937     21,420,645     22,491,677
         * Makan dan minum                                 1,821,907      7,652,008      8,034,609        8,459,453      9,378,786      9,847,725
         * Lain-lain                                          30,792        129,327        135,794          142,974        158,512        166,437
         Pendapatan spa                                       40,689        170,893        179,438          188,926        209,457        219,930
         Pendapatan lainnya                                      -              -              -                -              -              -



         Total                                             6,054,525     25,429,006     26,700,457       28,112,289     31,167,400     32,725,770




Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                                                                                 45
Page 58
    -   Beban langsung diasumsikan sebesar 36,8% dari pendapatan setiap tahunnya.
    -   Beban umum administasi diasumsikan dengan rata-rata sebesar 78,56% dari pendapatan
        setiap tahunnya.
    -   Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
        ekonomis yang wajar.
    -   Asumsi pembayaran beban bunga pinjaman diperhitungkan sebesar 9% dari jumlah
        fasilitas pinjaman.
    -   Pajak penghasilan (PPh) dihitung sesuai dengan Undang-Undang Pokok Perpajakan yang
        berlaku di Indonesia. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2002, terdapat
        PPh final atas persewaan tanah dan bangunan sebesar 10% dari jumlah bruto nilai
        persewaan tanah dan/atau bangunan, dengan demikian besaran beban pajak
        penghasilan diperhitungkan sebesar 10,0% dari nilai pendapatan.

    Proyeksi Posisi Keuangan
    - Aset lancar
        o Piutang usaha diasumsikan 10 hari dari pendapatan usaha dan piutang usaha pihak
             berelasi pada awal proyeksi diasumsikan mengalami peningkatan sehubungan
             dengan tagihan atas penjualan aset vila.
        o Persediaan diasumsikan 22 hari dari beban pokok.
        o Perlengkapan diasumsikan mengalami peningkatan sebesar 2% setiap tahunnya.
        o Pajak dibayar dimuka diasumsikan mengalami peningkatan sebesar 1% setiap
             tahunnya.
        o Piutang lain-lain dan uang muka dan biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap sama
             sesuai dengan yang tertera pada laporan keuangan per 30 September 2025.

    -   Aset tidak lancar
        o Nilai perolehan aset tetap diasumsikan mengalami penurunan sehubungan dengan
            bahagian penjualan aset villa. Akumulasi penyusutan dihitung dengan
            menambahkan akumulasi penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun
            berjalan.
        o Aset pajak tangguhan dan aset lain-lain diasumsikan tetap sama sesuai dengan yang
            tertera pada laporan keuangan per 30 September 2025.

    -   Liabilitas jangka pendek
         o Utang usaha pihak ketiga diasumsikan 30 hari dari beban pokok pendapatan.
         o Utang lain-lain diasumsikan tetap sama sesuai dengan yang tertera pada laporan
             keuangan per 30 September 2025.
         o Utang pajak diasumsikan sebesar beban pajak penghasilan setiap tahunnya.
         o Beban akrual diasumsikan 45 hari dari beban operasi.
         o Jaminan pelanggan diasumsikan mengalami peningkatan sebesar 1% setiap
             tahunnya.

Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                        46
Page 59
    -   Liabilitas jangka panjang
         o Utang pihak berelasi disesuaikan dengan adanya penambahan sehubungan dengan
             kebutuhan beban operasional Perseroan.
         o Liabilitas jangka panjang dibukukan sesuai dengan jadwal dan rencana manajemen
             perseroan.
         o Liabilitas imbalan pascakerja diasumsikan mengalami peningkatan sebesar 2%
             setiap tahunnya.
         o Liabilitas pajak tangguhan pada awal proyeksi disesuaikan dengan adanya pajak
             tangguhan atas asumsi penjualan aset vila.

    -   Ekuitas
        o Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 30 September 2025.
        o Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 30 September 2025.
        o Surplus revaluasi aset tetap diasumsikan pada awal proyeksi mengalami penurunan
             sehubungan dengan penjualan aset vila.
        o Saldo (rugi) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
             dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.

    Asumsi-asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam proyeksi
    posisi keuangan adalah wajar.

    Secara ringkas berdasarkan prediksi 5 (lima) tahun ke depan untuk kondisi melakukan
    Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

               Keterangan           2025     2026       2027       2028       2029       2030

     Kas dan setara kas *)           5,015      4,640      4,766      4,619      4,209      4,270
     Aset Lancar *)                 51,754      9,855     10,086    10,048       9,837    10,019
     Liabilitas Jangka Pendek *)    15,088     18,000     19,523    21,170       7,290      7,653
     Total Liabilitas *)           235,957   202,969    211,371    218,570    223,723    228,120
     Pendapatan *)                   6,055     25,429     26,700    28,112     31,167     32,726
     Laba Bersih *)                  (301)   (12,960)   (10,137)    (9,253)    (7,387)    (6,273)
     Total Ekuitas *)              182,769   169,809    159,672    150,419    143,032    136,758
     Current Ratio                    3.43       0.55       0.52       0.47       1.35       1.31
     Debt to Equity Ratio             1.29       1.20       1.32       1.45       1.56       1.67
     Return on Equity (%)             0.03       0.15       0.17       0.19       0.22       0.24
     Debt to Total Assets             0.56       0.54       0.57       0.59       0.61       0.63
    *) dalam miliaran Rupiah


    Berdasarkan ringkasan tersebut di atas, untuk proyeksi keuangan dengan kondisi melakukan
    rencana transaksi dapat diketahui bahwa rata-rata current ratio mencapai sebesar 1,27, debt
    to equity ratio mencapai rata-rata sebesar 1,42, ROE rata-rata mencapai 0,17 dan debt to
    total assets mencapai 0,58. Penjelasan lebih lanjut dapat dilihat pada lampiran.




Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                                47
Page 60
   Analisis kelayakan

    Kelayakan investasi diukur terhadap biaya modal rata-rata tertimbang (Weighted Average
    cost of capital/WACC) dari perusahaan industry sejenis sengan SOTS yang merupakan tingkat
    diskonto. Jika investasi menghasilkan Internal Rate of Return (IRR) lebih besar atau sama
    dengan WACC atau Net Present Value (NPV) positif, maka investasi tersebut layak.

    Rencana transaksi adalah melakukan penjualan aset villa pada PT SMK oleh SOTS dalam
    rangka mengurangi utang Perseroan.

    Tingkat diskonto diperoleh dengan mengaplikasikan model biaya modal rata-rata
    tertimbang (Weighted Average Cost Of Capital, WACC) dengan formula sebagai berikut:

                            WACC = [ ke x We ] + [ kd (1-t) x Wd ]
       di mana :
       ke     = biaya modal untuk ekuitas
       kd     = biaya modal untuk utang
       We     = bobot ekuitas dalam struktur kapital
       Wd     = bobot utang dalam struktur kapital
       t      = tarif pajak

    Biaya ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model (CAPM).
    Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium
    untuk menutup risiko sistimatis dari sekuritas saham, tambahan premi juga diperlukan untuk
    dapat menarik ekuitas ke dalam suatu investasi dan untuk meliput dampak dari skala usaha
    dan kondisi spesifik subjek perusahaan.

    Formula biaya ekuitas sebagai berikut:

                                         Ke = Rf + (B*Rpm)-CDs
        Di mana :
        Ke       = Tingkat Balikan Yang Diharapkan atas Biaya dari Ekuitas
        Rf       = Tingkat Balikan Investasi Bebas Risiko Yang Diharapkan
        Rpm      = Premi Risiko Ekuitas untuk pasar secara keseluruhan
        Beta (β) = Risiko Sistematik
        CDs      = Risiko Spesifik

    Berdasarkan uraian tersebut di atas maka biaya modal (WACC) yang merupakan
    tingkat diskonto adalah sebagai berikut:




Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                            48
Page 61
                                Uraian                     Parameter                                            Formula                                  Value

         Beta Unlevered                                  Beta Unlevered               =Beta/(1+(1-tax)*D/E)                                              0.305
         Taxes                                                 Tax                                                                                      10.00%
         Debt to equity ratio                                  DE                     =D/E                                                             214.80%
         Weighted debt                                          D                     =(1/(1/(D/E)+1))                                                  68.23%
         Weigthed equity                                        E                     =((1/(D/E))/(1/(D/E)+1))                                          31.77%
         Beta Re-Levered                                    β (Beta)                  =Unlever*(1+(1-tax)*(D/E))                                         0.893
         Risk Free Rate (Rf)                                   KRf                    =Yield,Tennor 30 th.                                               6.45%
         Market Risk                                           Rpm                    =Damodaran                                                         6.87%
         RBDS (Rating-based Default
                                                                 Rs
         Spread)                                                                      =Damodaran                                                          1.89%
         Interest rate                                         I                      =Bank Persero                                                       8.67%
         Cost of equity                                       Ke                      =Rf + (B*Rpm)-CDs                                                  10.70%
         Cost of debt                                         Kd                      =I*(1-tax)                                                          7.80%
         Weighted average cost of capital                    WACC                     =(1/(1/DE+1)*kd)+((1/DE)/(1/DE+1)*ke)                               8.72%


    Dengan demikian tingkat diskonto adalah 8,72%.

    Perhitungan kelayakan dengan dilakukannya rencana transaksi adalah sebagai berikut:
                                          Uraian                      2025               2026            2027            2028            2029         2030

    a.   Outlays & Modal Kerja
         Aset tetap                                                   (364,968,049)     (1,000,000)     (1,000,000)     (1,000,000)     (1,000,000)    (1,000,000)
         Perubahan Modal Kerja                                         (31,651,293)     44,435,983       1,418,266       1,537,487     (14,078,687)       241,785
         Jumlah Outlays dan Modal Kerja                               (396,619,341)     43,435,983         418,266         537,487     (15,078,687)      (758,215)

    b. Proceeds
       o Laba (rugi) bersih                                               (301,351)    (12,959,865)    (10,136,982)     (9,252,815)     (7,387,123)    (6,273,459)
       o Penyusutan dan amortisasi                                       1,257,222       5,049,908       2,965,580       3,015,580       3,022,601      3,059,060
       o Bunga                                                           1,051,153       4,024,197       3,204,759       2,238,265       1,172,870              0
       o Nilai buku                                                                                                                                   351,598,098
       Proceeds                                                          2,007,024      (3,885,761)     (3,966,643)     (3,998,970)     (3,191,651)   348,383,699
       Investasi - Cash Inflow (Arus Kas Bersih - FCF)                (394,612,317)     39,550,222      (3,548,378)     (3,461,483)    (18,270,338)   347,625,484
       Akumulasi Arus Kas Bersih (FCF)                                (394,612,317)   (355,062,095)   (358,610,472)   (362,071,956)   (380,342,294)   (32,716,810)

    c.   Hasil Analisis Kelayakan
         Year Calculation                                                      0.25            1.25            2.25            3.25            4.25           5.25
         Discount Rate (WACC)                                                8.72%           8.72%           8.72%           8.72%           8.72%          8.72%
         Discount Factor                                                    0.9793          0.9007          0.8284          0.7620          0.7008         0.6446
         Present Value (PV)                                           (386,445,718)     35,623,636      (2,939,616)     (2,637,512)    (12,804,135)   224,071,553
         Total Net Present Value (NPV)                       =        (145,131,792)
         Internal Rate of Return (IRR)                       =              -1.83%




    Hasil analisis kelayakan SOTS dengan melakukan rencana transaksi menunjukan bahwa
    rencana transaksi adalah tetap tidak layak yang ditunjukkan dengan nilai IRR sebesar -1,83%
    lebih besar dari tingkat WACC sebesar 8,72% dan NPV negatif sebesar Rp 145,1 miliar.

    Analisis sensitivitas dilakukan terhadap adanya penurunan pendapatan dan peningkatan
    beban langsung yang berpengaruh terhadap kelayakan proyek yang digambarkan sebagai
    berikut:




Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                                                                                               49
Page 62
                                Uraian                      1             2             3             4             5              6

        A     Sensitivitas Proyek Thd Pendapatan
            1 Penurunan Tarif                                     0%           2%            4%            6%            8%             10%
            2 Nilai IRR                                       -1.83%       -1.93%        -2.02%        -2.11%        -2.21%          -2.30%
            3 Net Present Value                        (145,131,792) (146,417,727) (147,703,661) (148,989,596) (150,275,530)   (151,561,465)

        B     Sensitivitas Proyek Thd Beban Langsung
            1 Kenaikan Beban Langsung                             0%           2%            4%            6%            8%             10%
            2 Nilai IRR                                       -1.83%       -1.87%        -1.90%        -1.94%        -1.97%          -2.01%
            3 Net Present Value                        (145,131,792) (145,578,941) (146,036,298) (146,503,863) (146,981,637)   (147,469,619)




      Berdasarkan analisis sensitivitas tersebut di atas, terlihat bahwa kelayakan proyek sensitif
      terhadap penurunan pendapatan maupun dengan kenaikan beban langsung perseroan.

3.5         Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi

Analisis Kewajaran atas rencana transaksi Perseroan dilakukan melalui analisis perbandingan
harga transaksi dan dengan melihat adanya incremental atau nilai tambah yang dapat
dihasilkan oleh Perseroan sehubungan dengan adanya transaksi tersebut.

a. Analisis Perbandingan Harga Transaksi

      Analisis Perbandingan Harga Transaksi dilakukan dengan melihat hasil penilaian aset villa.

      Berikut merupakan tabel perbandingan antara Nilai Transaksi berdasarkan nota
      kesepahaman (Memorandum of Understanding) tertanggal 24 November 2025 dan Nilai
      Pasar berdasarkan pihak Penilai Independen:

                       Rencana Penjualan aset                                               Nilai

       Nilai Pasar                                                                  Rp. 37,700,000,000
       Nilai Jual Kesepakatan                                                       Rp. 37,500,000,000



      Nilai Rencana Transaksi sebagaimana tercantum dalam nota kesepahaman (Memorandum of
      Understanding) tertanggal 24 November 2025 disebutkan penjualan aset Villa berupa
      sebidang tanah seluas 1.500 meter persegi berikut bangunan villa seluas 1.677 meter persegi
      yang berada di atasnya, serta segala sesuatu yang tertanam atau melekat di atas tanah
      termasuk fasilitas yang menjadi satu kesatuan dengan bangunan, dikenal dengan nama Villa
      Type Angel Fish nomor 51, berlokasi di Pulau Tengah, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan
      Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta
      sebesar Rp37.500.000.000.

      Sementara itu, nilai pasar aset (tanah dan bangunan Villa) sesuai dengan hasil penilaian aset
      berdasarkan laporan penilaian nomor 02018/2.0084-00/PI/03/0274/1/XII/2025 tanggal 22
      Desember 2025 oleh KJPP Sapto, Kasmodiard dan Rekan adalah sebesar Rp37.700.000.000.

Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                                                                           50
Page 63
    Dengan nilai transaksi sesuai nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) adalah
    sebesar Rp37.500.000.000 atau dengan Nilai Pasar Wajar Penilaian aset adalah sebesar
    Rp37.700.000.000, maka nilai transaksi lebih rendah 0,53% dari Nilai Pasar Wajar dan masih
    dalam kisaran wajar. Dengan demikian kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.

b. Analisis Inkremental

    Analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari transaksi dengan memtimbangkan:
    − Konstribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi dan
       dampaknya terhadap proyeksi keuangan.
    − Biaya dan pendapatan yang relevan.
    − Informasi non keuangan yang relevan.
    − Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan
       nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
    − Hal-hal material lain.

       Kontribusi Nilai Tambah dari Rencana Transaksi
        Rencana transaksi adalah untuk penurunan utang SOTS, maka konstribusi nilai tambah
        dari transaksi tersebut dapat diukur dari peningkatan laba dan kinerja keuangan.

        Berdasarkan proyeksi laba rugi, perhitungan kontribusi nilai tambah terhadap laba
        Perseroan adalah sebagai berikut:

        Analisa laba bersih tahun 2025 sampai dengan tahun 2030 adalah sebagai berikut:

                    Keterangan               2025       2026        2027       2028        2029      2030

         Melakukan Rencana Transaksi           (301)   (12,960)   (10,137)     (9,253)    (7,387)    (6,273)
         Tidak Melakukan Rencana Transaksi   (3,464)   (13,840)   (11,017)    (10,133)    (8,268)    (7,154)
         Kenaikan (Penurunan) Laba Bersih      3,163        880        880         880        880        880


        Analisi arus kas bersih (net cash flow) tahun 2025 sampai dengan tahun 2030 adalah
        sebagai berikut:

                    Keterangan               2025      2026       2027       2028        2029        2030

         Melakukan Rencana Transaksi          2,007    (3,886)    (3,967)    (3,999)     (3,192)    348,384
         Tidak Melakukan Rencana Transaksi    (936)    (3,886)    (3,967)    (3,999)     (3,192)    378,319
         Kenaikan (Penurunan)                 2,943          -          -          -         (0)    (29,935)


        Dari analisis laba bersih dan arus kas bersih, dapat diketahui bahwa bila melakukan
        Rencana Transaksi lebih baik dibandingkan tidak melakukan Rencana Transaksi.




Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                                            51
Page 64
       Biaya dan Pendapatan yang Relevan
        Dengan dilakukannya transaksi, Perseroan akan dapat mengurungi beban dan
        memberikan nilai tambah bagi Perseroan.

       Informasi Non Keuangan yang Relevan
        Informasi non keuangan yang relevan adalah Perseroan diharapkan akan dapat
        meningkatkan laba Perseroan.

       Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan Dalam Menentukan Rencana Transaksi
        dan Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif lain
        Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan rencana transaksi
        dan nilai transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris.
        Rencana transaksi dan nilai transaksi dengan persyaratan yang mudah, transparan dan
        akuntable yang dapat dipenuhi Perseroan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan
        yang berlaku.

       Hal-hal material lainnya
        Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari rencana transaksi tidak
        ada. Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa rencana
        transaksi adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.




Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                              52
Page 65
4       KESIMPULAN

Secara kualitatif, dapat diketahui bahwa pihak yang terlibat dalam transaksi ini adalah
Perseroan dengan PT Sungai Mas Konstruksi. Rencana transaksi ini merupakan transaksi yang
mengandung unsur transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam POJK No.
42/POJK.04/2020 karena terdapat pemegang saham dan pengurus yang sama di dalam
Perseroan dan SMK. Rencana transaksi yang akan dilakukan bukan merupakan transaksi
benturan kepentingan karena memberikan solusi kelangsungan usaha bagi Perseroan dan
diselenggarakan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku dan menguntungkan
Perseroan.

Terkait rencana transaksi, sebagaimana tercantum dalam nota kesepahaman (Memorandum of
Understanding) tertanggal 24 November 2025 disebutkan penjualan aset vila sebesar
Rp37.500.000.000 sebagai objek transaksi dan jika dibagi dengan nilai ekuitas PT Satria Mega
Kencana Tbk berdasarkan Laporan Keuangan PT Satria Mega Kencana Tbk untuk periode yang
berakhir pada tanggal 30 September 2025 yang telah direviu oleh Kantor Akuntan Publik Jojo
Sunarjo dan Rekan sebesar Rp183.069.973.284, maka nilainya transaksi mencapai lebih dari
20% (dua puluh persen) dari ekuitas Perseroan. Dengan demikian rencana transaksi tersebut
merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 Ayat 1 POJK No.
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Secara kuantitatif mengacu pada laporan neraca Perseroan selama 5 (lima) tahun terakhir,
dapat dilihat bahwa selama tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 jumlah aset Perseroan
mengalami fluktuasi. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2023 yaitu akibat adanya
penilaian aset tetap kembali.

Jika dibandingkan antara Nilai Transaksi dan Nilai Pasar. Nilai Rencana Transaksi sebagaimana
tercantum dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) tertanggal 24 November
2025 disebutkan penjualan aset vila sebesar Rp37.500.000.000. Sementara itu, nilai pasar aset
vila berdasarkan laporan penilaian aset (Tanah dan Bangunan Villa) nomor 02018/2.0084-
00/PI/03/0274/1/XII/2025 tanggal 22 Desember 2025 oleh KJPP Sapto, Kasmodiard dan Rekan
adalah sebesar Rp37.700.000.00. Dengan demikian, nilai transaksi lebih rendah 0,53% dari Nilai
Pasar Wajar dan masih dalam kisaran wajar. Dengan demikian kami berpendapat bahwa nilai
transaksi adalah wajar.

Adapun dampak keuangan dari Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh Perseroan,
mengacu pada laporan keuangan proforma dapat dilihat bahwa Rencana Transaksi yang akan
dilakukan oleh Perseroan mengakibatkan rasio keuangan Perseroan menjadi lebih baik, hal ini
dapat dilihat berdasarkan tabel proforma rasio keuangan yang menyajikan perhitungan rasio
keuangan jika rencana transaksi tidak dilakukan dan jika rencana transaksi dilakukan yang
mengindikasikan bahwa rasio likuiditas Perseroan secara rata-rata mengalami penurunan,
sedangkan leverage ratio Perseroan menjadi lebih tinggi bila dibandingkan dengan kondisi
eksisting atau sebelum rencana transaksi dilakukan.
Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                           53
Page 66
Dengan demikian, berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap
seluruh aspek yang terkait dalam rangka menentukan dampak positif secara kualitatif
maupun kuantitatif dari Rencana Transaksi yang akan dilakukan, serta dengan
membandingkan besarnya nilai transaksi dengan nilai pasar wajar yang tidak melebihi batas
atas ataupun batas bawah 7,5% dari nilai yang dijadikan acuan sebagaimana tercantum dalam
POJK No. 35/POJK.04/2020, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi yang akan
dilakukan oleh Perseroan adalah Wajar.




Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk.                                      54
Page 67
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Page 68
                         PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk. dan Entitas Anak
             MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI DAN TIDAK MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI


                                       Uraian                                    Lampiran


Laporan Posisi Keuangan                                                               1
Perhitungan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain                               2
Laporan Arus Kas                                                                      3
Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi                                    4
Proyeksi Laba (Rugi) Sebelum Rencana Transaksi                                        5
Proyeksi Arus Kas Sebelum Rencana Transaksi                                           6
Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi                                    7
Proyeksi Laba (Rugi) Setelah Rencana Transaksi                                        8
Proyeksi Arus Kas Setelah Rencana Transaksi                                           9
Analisa Kelayakan Sebelum Rencana Transaksi                                          10
Analisa Kelayakan Setelah Rencana Transaksi                                          11
Analisa Sensitivitas Setelah Rencana Transaksi                                       12
Page 69
Lampiran - 1

PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk. dan Entitas Anak
Laporan Posisi Keuangan

Periode 31 Desember 2021 sampai dengan 30 September 2025
                                                                Audited                  Audited                  Audited                  Audited                          Reviu
                               Description                  2021        Analysis     2022        Analysis     2023        Analysis     2024        Analysis     30-Sep-25           Analysis
                                                           Rp.000       Vertical    Rp.000       Vertical    Rp.000       Vertical    Rp.000       Vertical      Rp.000             Vertical

Aset
       Aset lancar
        o Kas dan setara kas                                15,453,245      3.74%    11,831,392      2.92%    11,887,906      2.74%     5,722,484       1.36%      4,913,777               1.18%
        o Piutang usaha                                        442,752      0.11%       292,955      0.07%       396,263      0.09%       595,988       0.14%        694,820               0.17%
        o Piutang lain-lain                                  1,683,274      0.41%       871,587      0.22%        58,384      0.01%        54,225       0.01%        118,449               0.03%
        o Persediaan                                           285,127      0.07%       334,370      0.08%       395,530      0.09%       433,086       0.10%        382,891               0.09%
        o Perlengkapan                                       1,254,493      0.30%     1,370,102      0.34%     1,518,125      0.35%     1,632,681       0.39%      1,652,112               0.40%
        o Pajak dibayar dimuka                               4,692,541      1.14%     4,763,314      1.18%     4,777,828      1.10%     4,805,482       1.14%      4,857,138               1.17%
        o Uang muka dan biaya dibayar dimuka                   320,986      0.08%       280,232      0.07%       661,079      0.15%       832,486       0.20%      1,377,121               0.33%
           Jumlah aset lancar                               24,132,418      5.84%    19,743,952      4.87%    19,695,115      4.54%    14,076,432       3.34%     13,996,309               3.36%

       Aset tidak lancar
        o Piutang pihak berelasi                             2,811,019      0.68%     3,306,466      0.82%     2,008,240      0.46%           -         0.00%           -                  0.00%
        o Biaya dibayar dimuka                                  34,423      0.01%         6,153      0.00%        11,703      0.00%         2,188       0.00%           -                  0.00%
        o Aset tetap                                       380,869,682     92.24%   374,792,277     92.54%   409,326,965     94.28%   403,844,523      95.89%   399,525,509               95.86%
        o Aset pajak tangguhan                               2,177,270      0.53%     3,101,360      0.77%     1,908,320      0.44%     2,019,269       0.48%     2,061,101                0.49%
        o Aset lain-lain                                     2,866,434      0.69%     4,066,434      1.00%     1,200,000      0.28%     1,200,000       0.28%     1,200,000                0.29%
           Jumlah aset tidak lancar                        388,758,827     94.16%   385,272,690     95.13%   414,455,227     95.46%   407,065,980      96.66%   402,786,610               96.64%

           Jumlah Aset                                     412,891,246    100.00%   405,016,642    100.00%   434,150,342    100.00%   421,142,413     100.00%   416,782,918              100.00%

Liabilitas dan Ekuitas
     Liabilitas
     Liabilitas lancar
       o Utang usaha                                           427,400      0.10%       570,324      0.14%       492,188      0.11%       483,004       0.11%        871,624               0.21%
       o Utang lain-lain                                     3,178,630      0.77%     2,478,129      0.61%     1,898,084      0.44%     1,458,759       0.35%      6,109,715               1.47%
       o Utang pajak                                         1,054,560      0.26%     1,123,789      0.28%       935,493      0.22%       721,731       0.17%        454,059               0.11%
       o Beban akrual                                        1,360,777      0.33%     1,973,473      0.49%     1,844,387      0.42%     2,277,327       0.54%      2,174,408               0.52%
       o Jaminan pelanggan                                     600,532      0.15%       455,052      0.11%       702,174      0.16%       256,764       0.06%        159,107               0.04%
       o Liabilitas jangka pg jatuh tempo                    7,709,097      1.87%     7,094,726      1.75%     7,759,146      1.79%     8,971,813       2.13%      9,851,953               2.36%
           Jumlah liabilitas lancar                         14,330,995      3.47%    13,695,493      3.38%    13,631,472      3.14%    14,169,398       3.36%     19,620,866               4.71%
     Liabilitas tidak lancar
       o Utang pihak berelasi                               65,520,951     15.87%    81,824,966     20.20%    95,277,499     21.95%   107,095,747      25.43%   116,830,125               28.03%
       o Liabilitas jangka panjang                          73,380,745     17.77%    66,286,019     16.37%    58,680,733     13.52%    49,703,425      11.80%    42,095,317               10.10%
       o Liabilitas imbalan pasca kerja                      1,600,745      0.39%     1,440,231      0.36%     1,515,385      0.35%     1,559,685       0.37%     1,534,685                0.37%
       o Liabilitas pajak tangguhan                                -        0.00%           -        0.00%    53,513,222     12.33%    53,626,452      12.73%    53,631,952               12.87%
           Jumlah liabilitas tidak lancar                  140,502,441     34.03%   149,551,217     36.92%   208,986,840     48.14%   211,985,309      50.34%   214,092,079               51.37%

           Jumlah Liabilitas                               154,833,436     37.50%   163,246,710     40.31%   222,618,312     51.28%   226,154,708      53.70%   233,712,945               56.08%

       Ekuitas
        o Modal disetor                                    100,000,008     24.22%   100,000,008     24.69%   100,000,398     23.03%    100,000,398     23.75%    100,000,398              23.99%
        o Tambahan modal disetor                            14,489,467      3.51%    14,489,467      3.58%    14,491,454      3.34%     14,491,454      3.44%     14,491,454               3.48%
        o Surplus revaluasi aset tetap                     198,532,390     48.08%   198,532,390     49.02%   183,875,075     42.35%    183,875,075     43.66%    183,875,075              44.12%
        o Komponen ekuitas lainnya                           1,473,991      0.36%     1,705,037      0.42%     1,561,103      0.36%      1,630,418      0.39%      1,630,418               0.39%
        o Saldo laba (rugi)                                (68,435,166)   -16.57%   (84,871,098)   -20.95%   (98,403,115)   -22.67%   (114,862,484)   -27.27%   (126,643,378)            -30.39%
        o Komponen non pengendali                           11,997,120      2.91%    11,914,128      2.94%    10,007,115      2.30%      9,852,844      2.34%      9,716,007               2.33%
            Jumlah Ekuitas                                 258,057,810     62.50%   241,769,932     59.69%   211,532,030     48.72%    194,987,705     46.30%    183,069,973              43.92%

           Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                   412,891,246    100.00%   405,016,642    100.00%   434,150,342    100.00%   421,142,413     100.00%   416,782,918              100.00%
Page 70
Lampiran - 2

PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk. dan Entitas Anak
Perhitungan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain

Periode 31 Desember 2021 sampai dengan 30 September 2025
                                                                Audited                   Audited                   Audited                  Audited                              Reviu
                          Description                       2021        Analysis      2022        Analysis      2023        Analysis     2024        Analysis     30-Sep-25               Analysis
                                                           Rp.000       Vertical     Rp.000       Vertical     Rp.000       Vertical    Rp.000       Vertical      Rp.000                 Vertical

 o Pendapatan                                              12,383,996     100.00%    19,396,218     100.00%    22,585,257     100.00%   22,552,571     100.00%      14,853,833                 100.00%
 o Beban pokok pendapatan                                  (4,996,400)    -40.35%    (6,616,368)    -34.11%    (7,774,657)    -34.42%   (8,204,582)    -36.38%      (5,479,753)                -36.89%
 o Laba (rugi) kotor                                        7,387,596      59.65%    12,779,850      65.89%    14,810,600      65.58%   14,347,989      63.62%       9,374,081                  63.11%

 o Beban usaha
   Beban penjualan                                            (462,206)     -3.73%      (953,020)     -4.91%    (1,012,578)    -4.48%    (1,091,950)     -4.84%       (938,750)                 -6.32%
   Beban umum dan administrasi                             (22,189,684)   -179.18%   (22,078,524)   -113.83%   (20,059,007)   -88.81%   (22,011,034)    -97.60%    (16,060,347)               -108.12%
                                                           (22,651,889)   -182.91%   (23,031,545)   -118.74%   (21,071,585)   -93.30%   (23,102,984)   -102.44%    (16,999,097)               -114.44%

 o   Laba (rugi) usaha                                     (15,264,293) -123.26%     (10,251,695)    -52.85%    (6,260,985)   -27.72%    (8,754,995)    -38.82%     (7,625,016)                -51.33%

 o Penghasilan (beban) lain-lain
   Pendapatan bunga                                            144,561       1.17%       106,826       0.55%       169,565      0.75%       142,041       0.63%         29,833                   0.20%
   Laba (rugi) penjualan aset tetap                            (18,438)     -0.15%           -         0.00%       113,120      0.50%        21,794       0.10%          1,351                   0.01%
   Beban keuangan                                           (9,669,775)    -78.08%    (7,955,646)    -41.02%    (7,673,359)   -33.98%    (6,490,912)    -28.78%     (4,220,249)                -28.41%
   Beban pajak                                                (626,304)     -5.06%      (709,336)     -3.66%      (444,750)    -1.97%    (1,089,019)     -4.83%        (38,646)                 -0.26%
   Penyisihan penurunan nilai piutang                         (183,579)     -1.48%        21,119       0.11%       206,735      0.92%         1,156       0.01%         (3,149)                 -0.02%
   Lain-lain-bersih                                          1,726,732      13.94%     2,002,997      10.33%       163,527      0.72%        15,410       0.07%        143,840                   0.97%
                                                            (8,626,802)    -69.66%    (6,534,040)    -33.69%    (7,465,161)   -33.05%    (7,399,530)    -32.81%     (4,087,020)                -27.51%

 o   Laba sebelum pajak                                    (23,891,095) -192.92%     (16,785,735)    -86.54%   (13,726,146)   -60.77%   (16,154,525)    -71.63%    (11,712,035)                -78.85%

 o  Pajak
   Pajak kini                                                 (331,562)   -2.68%        (722,447)     -3.72%      (565,315)    -2.50%      (478,471)     -2.12%       (165,224)                 -1.11%
   Pajak tangguhan                                           1,001,915     8.09%         989,257       5.10%       615,728      2.73%        19,261       0.09%         36,332                   0.24%
 o Laba setelah pajak                                      (23,220,741) -187.51%     (16,518,924)    -85.17%   (13,675,734)   -60.55%   (16,613,735)    -73.67%    (11,840,927)                -79.72%

 o Penghasilan komprehensif lain
    Pengukuran kembali imbalan pasca kerja                    680,748        5.50%      296,213        1.53%      (79,144)     -0.35%        88,988       0.39%               -                  0.00%
    Surplus revaluasi aset tetap                                             0.00%                     0.00%   38,114,142     168.76%           -         0.00%               -                  0.00%
    Manfaat (beban) pajak penghasilan                        (149,764)      -1.21%      (65,167)      -0.34%   (8,367,699)    -37.05%       (19,577)     -0.09%               -                  0.00%
   Jumlah penghasilan (kerugian) komprehensif lain            530,983        4.29%      231,046        1.19%   29,667,298     131.36%        69,411       0.31%               -                  0.00%

     Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan        (22,689,758) -183.22%     (16,287,878)    -83.97%   15,991,565     70.81%    (16,544,325)    -73.36%    (11,840,927)                -79.72%

     Jumlah penghasilan (kerugian) komprehensif yang dapat diatribusikan
      Pemilik entitas induk                                 (23,099,817) -186.53%    (16,435,931)    -84.74%   (13,614,196)   -60.28%   (16,459,369)    -72.98%            -                     0.00%
      Kepentingan non-pengendali                               (120,924)   -0.98%        (82,993)     -0.43%       (61,538)    -0.27%      (154,366)     -0.68%    (11,840,927)                -79.72%
      Laba komprehensif tahun berjalan                      (22,689,758) -183.22%    (16,287,878)    -83.97%    15,991,565     70.81%   (16,544,325)    -73.36%    (11,840,927)                -79.72%
Page 71
Lampiran - 3

PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk. dan Entitas Anak
Laporan Arus Kas

Periode 31 Desember 2021 sampai dengan 30 September 2025
                                                        Audited        Audited        Audited        Audited          Reviu
                        Keterangan                        2021          2022           2023           2024          30-Sep-25
                                                         Rp.000        Rp.000         Rp.000         Rp.000          Rp.000

Arus Kas Operasi
Penerimaan Kas dari Pelanggan                            12,934,062     19,624,832     22,668,364     21,907,436      14,690,777
Pembayaran Kepada Pemasok dan biaya Operasi Lainnya      (7,319,873)   (11,200,292)   (10,138,410)   (15,692,913)    (17,201,642)
Pembayaran Kepada Karyawan                              (10,037,237)   (11,205,008)   (10,814,439)   (10,607,869)       (969,390)
Pembayaran Pajak                                           (598,206)      (661,758)                                     (815,219)
Total Arus Kas Operasi                                   (5,021,254)    (3,442,225)     1,715,515     (4,393,346)     (4,295,473)

Arus Kas Investasi
Perolehan aset hak guna                                                                  (282,600)                           -
Perolehan aset tetap                                       (552,550)      (703,567)    (1,108,403)      (984,574)          2,188
Aset tetap dalam pembangunan                                                79,002       (427,207)       (98,000)      4,319,014
Hasil Penjualan Aset Tetap                                 754,000                        113,120         21,794         (41,832)
Total Arus Kas Investasi                                   201,450        (624,565)    (1,705,090)    (1,060,780)      4,279,370

Arus Kas Pendanaan
Dana Penerimaan dari Modal Disetor                                7            -            2,377                      9,734,378
Pembayaran Utang bank                                    (6,000,000)    (6,600,000)    (7,200,000)    (7,800,000)     (7,608,108)
Peningkatan (Penurunan) utang berelasi                   25,293,250     15,712,126     12,716,634     11,377,822         (25,000)
(Peningkatan) Penurunan piutang berelasi                   (493,771)       298,871      2,069,275      2,008,240           5,500
Pembayaran dan penerimaan bunga                          (9,382,044)    (7,749,161)    (7,498,237)    (6,231,418)            -
Pembayaran liabilitas sewa pembiayaan                    (2,073,963)    (1,216,899)       (43,960)       (65,940)            -
Total Arus Kas Pendanaan                                  7,343,479        444,937         46,089       (711,296)      2,106,769

Perubahan Kas Dan Setara Kas                              2,523,674     (3,621,853)       56,514      (6,165,422)      2,090,667

Kas Dan Setara Kas Awal                                  12,929,571     15,453,245     11,831,392     11,887,906       5,722,484

Kas dan Setara Kas Akhir                                 15,453,245     11,831,392     11,887,906      5,722,484       7,813,150
Page 72
Lampiran - 4

PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk. dan Entitas Anak
Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi

(Disajikan dalam Ribuan Rupiah)
                              Uraian                   2025            2026            2027            2028            2029            2030
Aset
Aset lancar
o Kas dan setara kas                                   5,306,970       5,301,039       5,373,883       4,926,794       4,747,690       4,479,527
o Piutang usaha                                          663,510         696,685         731,519         768,095         853,901         896,596
o Piutang lain-lain                                      118,449         118,449         118,449         118,449         118,449         118,449
o Persediaan                                             538,130         565,036         593,288         622,953         692,544         727,172
o Perlengkapan                                         1,685,155       1,718,858       1,753,235       1,788,300       1,824,066       1,860,547
o Pajak dibayar dimuka                                 4,905,709       4,954,766       5,004,314       5,054,357       5,104,901       5,155,950
o Uang muka dan biaya dibayar dimuka                   1,377,121       1,377,121       1,377,121       1,377,121       1,377,121       1,377,121
     Jumlah aset lancar                               14,595,043      14,731,954      14,951,809      14,656,068      14,718,672      14,615,362
Aset tidak lancar
o Aset tetap                                         398,048,181     393,117,848     390,271,843     387,375,838     384,472,812     381,533,327
o Aset pajak tangguhan                                 2,061,101       2,061,101       2,061,101       2,061,101       2,061,101       2,061,101
o Aset lain-lain                                       1,200,000       1,200,000       1,200,000       1,200,000       1,200,000       1,200,000
     Jumlah aset tidak lancar                        401,309,281     396,378,949     393,532,944     390,636,939     387,733,912     384,794,427

    Jumlah Aset                                      415,904,325     411,110,903     408,484,753     405,293,007     402,452,584     399,409,789

Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas lancar
o Utang usaha                                          1,100,720       1,155,756       1,213,544       1,274,221       1,416,568       1,487,396
o Utang lain-lain                                      6,109,715       6,109,715       6,109,715       6,109,715       6,109,715       6,109,715
o Utang pajak                                            605,453       2,542,901       2,670,046       2,811,229       3,116,740       3,272,577
o Beban akrual                                         2,564,477       2,658,865       2,498,280       2,598,530       2,712,781       2,828,855
o Jaminan pelanggan                                      209,084         254,290         521,295         281,123         592,797         327,258
o Liabilitas jangka pg jatuh tempo                    10,116,517      11,932,029      13,153,017      14,479,882             -               -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                       20,705,965      24,653,555      26,165,896      27,554,700      13,948,601      14,025,801
Liabilitas tidak lancar
o Utang pihak berelasi                               120,830,125     137,830,125     157,830,125     177,830,125     196,830,125     200,830,125
o Liabilitas jangka panjang                           39,564,928      27,632,899      14,479,882             -               -               -
o Liabilitas imbalan pasca kerja                       1,565,379       1,596,686       1,628,620       1,661,192       1,694,416       1,728,305
o Liabilitas pajak tangguhan                          53,631,952      53,631,952      53,631,952      53,631,952      53,631,952      53,631,952
     Jumlah liabilitas tidak lancar                  215,592,383     220,691,662     227,570,579     233,123,269     252,156,493     256,190,381
     Jumlah Liabilitas                               236,298,349     245,345,218     253,736,474     260,677,969     266,105,094     270,216,183
Ekuitas
o Modal disetor                                       100,000,398     100,000,398     100,000,398     100,000,398     100,000,398     100,000,398
o Tambahan modal disetor                               14,491,454      14,491,454      14,491,454      14,491,454      14,491,454      14,491,454
o Surplus revaluasi aset tetap                        183,875,075     183,875,075     183,875,075     183,875,075     183,875,075     183,875,075
o Komponen ekuitas lainnya                              1,630,418       1,630,418       1,630,418       1,630,418       1,630,418       1,630,418
o Saldo laba (rugi)                                  (130,107,375)   (143,947,666)   (154,965,073)   (165,098,314)   (173,365,861)   (180,519,745)
o Komponen non pengendali                               9,716,007       9,716,007       9,716,007       9,716,007       9,716,007       9,716,007
     Jumlah Ekuitas                                   179,605,976     165,765,686     154,748,278     144,615,038     136,347,490     129,193,606

    Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                    415,904,325     411,110,903     408,484,753     405,293,007     402,452,584     399,409,789
Page 73
Lampiran - 5

PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk. dan Entitas Anak
Proyeksi Laba (Rugi) Sebelum Rencana Transaksi

(Disajikan dalam Ribuan Rupiah)
                                  Uraian             2025           2026           2027           2028           2029           2030

o   Pendapatan                                        6,054,525    25,429,006     26,700,457      28,112,289     31,167,400     32,725,770
o   Beban pokok pendapatan                           (2,232,016)   (9,374,467)    (9,843,190)    (10,363,666)   (11,489,940)   (12,064,437)
o   Laba (rugi) kotor                                 3,822,509    16,054,540     16,857,267      17,748,623     19,677,460     20,661,333
o   Beban usaha
    Beban penjualan                                    (312,917)    (1,314,250)    (1,379,962)    (1,448,960)    (1,521,408)    (1,597,479)
    Beban umum dan administrasi                      (5,200,189)   (21,566,350)   (20,263,823)   (21,134,714)   (22,003,670)   (22,945,161)
                                                     (5,513,106)   (22,880,599)   (21,643,785)   (22,583,674)   (23,525,079)   (24,542,640)

o   Laba (rugi) usaha                                (1,690,597)    (6,826,060)    (4,786,518)    (4,835,050)    (3,847,618)    (3,881,307)

o   Penghasilan (beban) lain-lain
    Pendapatan bunga                                        -              -              -              -              -              -
    Laba (rugi) penjualan aset tetap                        -              -              -              -              -              -
    Beban keuangan                                   (1,167,948)    (4,471,330)    (3,560,844)    (2,486,961)    (1,303,189)           -
    Beban pajak                                             -              -              -              -              -              -
    Penyisihan penurunan nilai piutang                      -              -              -              -              -              -
    Lain-lain-bersih                                        -              -              -              -              -              -
                                                     (1,167,948)    (4,471,330)    (3,560,844)    (2,486,961)    (1,303,189)           -

o   Laba sebelum pajak                               (2,858,545)   (11,297,390)    (8,347,362)    (7,322,011)    (5,150,808)    (3,881,307)

o   Beban Pajak Penghasilan                           (605,453)     (2,542,901)    (2,670,046)    (2,811,229)    (3,116,740)    (3,272,577)

o   Laba setelah pajak                               (3,463,997)   (13,840,290)   (11,017,407)   (10,133,240)    (8,267,548)    (7,153,884)

o   Penghasilan komprehensif lain

    Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan   (3,463,997)   (13,840,290)   (11,017,407)   (10,133,240)    (8,267,548)    (7,153,884)

    Laba rugi awal tahun
    Koreksi laba rugi ditahan

    Laba rugi akhir tahun                            (3,463,997)   (13,840,290)   (11,017,407)   (10,133,240)    (8,267,548)    (7,153,884)
Page 74
Lampiran - 6

PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk. dan Entitas Anak
Proyeksi Arus Kas Sebelum Rencana Transaksi

(Disajikan dalam Ribuan Rupiah)
                                Uraian                2025           2026           2027           2028           2029           2030
Arus Kas Operasi
Penerimaan Kas dari Pelanggan                          6,085,836     25,395,831     26,665,622     28,075,713     31,081,594     32,683,075
Pembayaran Kepada Pemasok dan biaya Operasi Lainnya   (5,318,156)   (25,045,422)   (26,140,639)   (27,727,574)   (29,108,936)   (31,201,184)
Pembayaran Kepada Karyawan                              (438,083)    (1,113,983)    (1,366,820)    (1,435,161)    (1,506,919)    (1,582,265)
Pembayaran Pajak                                        (502,630)      (654,510)    (2,592,448)    (2,720,089)    (2,861,772)    (3,167,789)
Total Arus Kas Operasi                                  (173,034)    (1,418,084)    (3,434,284)    (3,807,111)    (2,396,033)    (3,268,163)
Arus Kas Investasi
Perolehan aset hak guna
Perolehan aset tetap                                         -       (1,000,000)    (1,000,000)    (1,000,000)    (1,000,000)    (1,000,000)
Aset tetap dalam pembangunan
Hasil Penjualan Aset Tetap
Total Arus Kas Investasi                                     -       (1,000,000)    (1,000,000)    (1,000,000)    (1,000,000)    (1,000,000)
Arus Kas Pendanaan
Dana Penerimaan dari Modal Disetor
Pembayaran Utang bank                                 (2,227,360)   (10,116,517)   (11,932,029)   (13,153,017)   (14,479,882)          -
Peningkatan (Penurunan) utang berelasi                 4,000,000     17,000,000     20,000,000     20,000,000     19,000,000     4,000,000
(Peningkatan) Penurunan piutang berelasi
Pembayaran bunga                                      (1,167,948)    (4,471,330)    (3,560,844)    (2,486,961)    (1,303,189)          -
Pembayaran liabilitas sewa pembiayaan                    (38,465)           -              -              -              -             -
Total Arus Kas Pendanaan                                 566,227      2,412,153      4,507,128      4,360,022      3,216,929     4,000,000
Perubahan Kas Dan Setara Kas                             393,193         (5,931)        72,843       (447,089)      (179,104)     (268,163)
Kas Dan Setara Kas Awal                                4,913,777      5,306,970      5,301,039      5,373,883      4,926,794     4,747,690
Kas dan Setara Kas Akhir                               5,306,970      5,301,039      5,373,883      4,926,794      4,747,690     4,479,527
Page 75
Lampiran - 7

PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk. dan Entitas Anak
Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi

(Disajikan dalam Ribuan Rupiah)
                              Uraian                   2025            2026            2027            2028            2029            2030
Aset
Aset lancar
o Kas dan setara kas                                   5,014,586       4,639,890       4,765,670       4,618,613       4,208,628       4,269,903
o Piutang usaha                                       42,288,510         696,685         731,519         768,095         853,901         896,596
o Piutang lain-lain                                      118,449         118,449         118,449         118,449         118,449         118,449
o Persediaan                                             538,130         565,036         593,288         622,953         692,544         727,172
o Perlengkapan                                         1,685,155       1,718,858       1,753,235       1,788,300       1,824,066       1,860,547
o Pajak dibayar dimuka                                   732,138         739,459         746,854         754,323         761,866         769,484
o Uang muka dan biaya dibayar dimuka                   1,377,121       1,377,121       1,377,121       1,377,121       1,377,121       1,377,121
     Jumlah aset lancar                               51,754,088       9,855,499      10,086,136      10,047,852       9,836,575      10,019,271
Aset tidak lancar
o Aset tetap                                         363,710,827     359,660,919     357,695,339     355,679,759     353,657,158     351,598,098
o Aset pajak tangguhan                                 2,061,101       2,061,101       2,061,101       2,061,101       2,061,101       2,061,101
o Aset lain-lain                                       1,200,000       1,200,000       1,200,000       1,200,000       1,200,000       1,200,000
     Jumlah aset tidak lancar                        366,971,927     362,922,020     360,956,440     358,940,860     356,918,258     354,859,198

    Jumlah Aset                                      418,726,015     372,777,518     371,042,576     368,988,712     366,754,833     364,878,470

Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas lancar
o Utang usaha                                          1,100,720       1,155,756       1,213,544       1,274,221       1,416,568       1,487,396
o Utang lain-lain                                         25,564          25,564          25,564          25,564          25,564          25,564
o Utang pajak                                          1,646,078       2,542,901       2,670,046       2,811,229       3,116,740       3,272,577
o Beban akrual                                         1,990,247       2,089,759       2,194,247       2,297,664       2,419,157       2,540,115
o Jaminan pelanggan                                      209,084         254,290         267,005         281,123         311,674         327,258
o Liabilitas jangka pg jatuh tempo                    10,116,517      11,932,029      13,153,017      14,479,882             -               -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                       15,088,209      18,000,298      19,523,422      21,169,683       7,289,703       7,652,910
Liabilitas tidak lancar
o Utang pihak berelasi                               129,830,125     105,830,125     125,830,125     145,830,125     164,830,125     168,830,125
o Liabilitas jangka panjang                           39,564,928      27,632,899      14,479,882             -               -               -
o Liabilitas imbalan pasca kerja                       1,565,379       1,596,686       1,628,620       1,661,192       1,694,416       1,728,305
o Liabilitas pajak tangguhan                          49,908,753      49,908,753      49,908,753      49,908,753      49,908,753      49,908,753
     Jumlah liabilitas tidak lancar                  220,869,184     184,968,463     191,847,380     197,400,070     216,433,294     220,467,183
     Jumlah Liabilitas                               235,957,393     202,968,762     211,370,802     218,569,753     223,722,997     228,120,092
Ekuitas
o Modal disetor                                       100,000,398     100,000,398     100,000,398     100,000,398     100,000,398     100,000,398
o Tambahan modal disetor                               14,491,454      14,491,454      14,491,454      14,491,454      14,491,454      14,491,454
o Surplus revaluasi aset tetap                        166,951,444     166,951,444     166,951,444     166,951,444     166,951,444     166,951,444
o Komponen ekuitas lainnya                              1,630,418       1,630,418       1,630,418       1,630,418       1,630,418       1,630,418
o Saldo laba (rugi)                                  (110,021,099)   (122,980,964)   (133,117,946)   (142,370,762)   (149,757,884)   (156,031,343)
o Komponen non pengendali                               9,716,007       9,716,007       9,716,007       9,716,007       9,716,007       9,716,007
     Jumlah Ekuitas                                   182,768,622     169,808,757     159,671,774     150,418,959     143,031,836     136,758,377

    Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                    418,726,015     372,777,518     371,042,576     368,988,712     366,754,833     364,878,470
Page 76
Lampiran - 8

PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk. dan Entitas Anak
Proyeksi Laba (Rugi) Setelah Rencana Transaksi

(Disajikan dalam Ribuan Rupiah)
                                  Uraian             2025           2026           2027           2028           2029           2030

o   Pendapatan                                        6,054,525    25,429,006     26,700,457      28,112,289     31,167,400     32,725,770
o   Beban pokok pendapatan                           (2,232,016)   (9,374,467)    (9,843,190)    (10,363,666)   (11,489,940)   (12,064,437)
o   Laba (rugi) kotor                                 3,822,509    16,054,540     16,857,267      17,748,623     19,677,460     20,661,333
o   Beban usaha
    Beban penjualan                                    (312,917)    (1,314,250)    (1,379,962)    (1,448,960)    (1,521,408)    (1,597,479)
    Beban umum dan administrasi                      (4,980,083)   (20,685,925)   (19,383,398)   (20,254,289)   (21,123,245)   (22,064,736)
                                                     (5,293,000)   (22,000,174)   (20,763,360)   (21,703,249)   (22,644,654)   (23,662,215)

o   Laba (rugi) usaha                                (1,470,490)    (5,945,635)    (3,906,093)    (3,954,625)    (2,967,193)    (3,000,882)

o   Penghasilan (beban) lain-lain
    Pendapatan bunga                                        -              -              -              -              -              -
    Laba (rugi) penjualan aset tetap                  2,942,540            -              -              -              -              -
    Beban keuangan                                   (1,167,948)    (4,471,330)    (3,560,844)    (2,486,961)    (1,303,189)           -
    Beban pajak                                             -              -              -              -              -              -
    Penyisihan penurunan nilai piutang                      -              -              -              -              -              -
    Lain-lain-bersih                                        -              -              -              -              -              -
                                                      1,774,592     (4,471,330)    (3,560,844)    (2,486,961)    (1,303,189)           -

o   Laba sebelum pajak                                 304,101     (10,416,965)    (7,466,937)    (6,441,586)    (4,270,383)    (3,000,882)

o   Beban Pajak Penghasilan                           (605,453)     (2,542,901)    (2,670,046)    (2,811,229)    (3,116,740)    (3,272,577)

o   Laba setelah pajak                                (301,351)    (12,959,865)   (10,136,982)    (9,252,815)    (7,387,123)    (6,273,459)

o   Penghasilan komprehensif lain

    Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan    (301,351)    (12,959,865)   (10,136,982)    (9,252,815)    (7,387,123)    (6,273,459)

    Laba rugi awal tahun
    Koreksi laba rugi ditahan

    Laba rugi akhir tahun                             (301,351)    (12,959,865)   (10,136,982)    (9,252,815)    (7,387,123)    (6,273,459)
Page 77
Lampiran - 9

PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk. dan Entitas Anak
Proyeksi Arus Kas Setelah Rencana Transaksi

(Disajikan dalam Ribuan Rupiah)
                                Uraian                 2025           2026           2027           2028           2029           2030
Arus Kas Operasi
Penerimaan Kas dari Pelanggan                         (35,539,164)    67,020,831     26,665,622     28,075,713     31,081,594     32,683,075
Pembayaran Kepada Pemasok dan biaya Operasi Lainnya   (15,699,736)   (25,040,297)   (26,129,855)   (27,470,118)   (29,382,817)   (30,915,177)
Pembayaran Kepada Karyawan                               (438,083)    (1,113,983)    (1,366,820)    (1,435,161)    (1,506,919)    (1,582,265)
Pembayaran Pajak                                          586,566     (1,653,399)    (2,550,295)    (2,677,514)    (2,818,772)    (3,124,359)
Total Arus Kas Operasi                                (51,090,418)    39,213,151     (3,381,348)    (3,507,079)    (2,626,913)    (2,938,726)
Arus Kas Investasi
Perolehan aset hak guna
Perolehan aset tetap                                                  (1,000,000)    (1,000,000)    (1,000,000)    (1,000,000)    (1,000,000)
Hasil Penjualan Aset Tetap                            41,625,000
Total Arus Kas Investasi                              41,625,000      (1,000,000)    (1,000,000)    (1,000,000)    (1,000,000)    (1,000,000)
Arus Kas Pendanaan
Dana Penerimaan dari Modal Disetor
Pembayaran Utang bank                                 (2,227,360)    (10,116,517)   (11,932,029)   (13,153,017)   (14,479,882)          -
Peningkatan (Penurunan) utang berelasi                13,000,000     (24,000,000)    20,000,000     20,000,000     19,000,000     4,000,000
Pembayaran bunga                                      (1,167,948)     (4,471,330)    (3,560,844)    (2,486,961)    (1,303,189)          -
Pembayaran liabilitas sewa pembiayaan                    (38,465)            -              -              -              -             -
Total Arus Kas Pendanaan                               9,566,227     (38,587,847)     4,507,128      4,360,022      3,216,929     4,000,000
Perubahan Kas Dan Setara Kas                             100,809        (374,696)       125,780       (147,057)      (409,985)       61,274
Kas Dan Setara Kas Awal                                4,913,777       5,014,586      4,639,890      4,765,670      4,618,613     4,208,628
Kas dan Setara Kas Akhir                               5,014,586       4,639,890      4,765,670      4,618,613      4,208,628     4,269,903
Page 78
Lampiran - 10

PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk. dan Entitas Anak
Analisa Kelayakan Sebelum Rencana Transaksi
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah)
                          Uraian                             2025            2026            2027            2028            2029            2030

a.   Outlays & Modal Kerja
     Aset tetap                                            (399,525,509)     (1,000,000)     (1,000,000)     (1,000,000)     (1,000,000)    (1,000,000)
     Perubahan Modal Kerja                                   11,417,892       3,804,748       1,365,329       1,237,456     (13,847,806)       (87,652)
     Jumlah Outlays dan Modal Kerja                        (388,107,617)      2,804,748         365,329         237,456     (14,847,806)    (1,087,652)

b.   Proceeds
     o Laba (rugi) bersih                                    (3,463,997)    (13,840,290)    (11,017,407)    (10,133,240)     (8,267,548)    (7,153,884)
     o Penyusutan dan amortisasi                              1,477,328       5,930,333       3,846,005       3,896,005       3,903,026      3,939,485
     o Bunga (1-Pajak)                                        1,051,153       4,024,197       3,204,759       2,238,265       1,172,870            -
     o Nilai buku                                                                                                                          381,533,327
     Proceeds                                                  (935,516)     (3,885,761)     (3,966,643)     (3,998,970)     (3,191,651)   378,318,928
     Investasi - Cash Inflow (Arus Kas Bersih - FCF)       (389,043,132)     (1,081,013)     (3,601,314)     (3,761,514)    (18,039,458)   377,231,276
     Akumulasi Arus Kas Bersih (FCF)                       (389,043,132)   (390,124,145)   (393,725,459)   (397,486,973)   (415,526,431)   (38,295,155)

c.   Hasil Analisis Kelayakan
     Year Calculation                                               0.25            1.25            2.25            3.25            4.25           5.25
     Discount Rate (WACC)                                         8.72%           8.72%           8.72%           8.72%           8.72%          8.72%
     Discount Factor                                             0.9793          0.9007          0.8284          0.7620          0.7008         0.6446
     Present Value (PV)                                    (380,991,789)       (973,689)     (2,983,471)     (2,866,124)    (12,642,331)   243,154,779
     Total Net Present Value (NPV)                     =   (157,302,623)
     Internal Rate of Return (IRR)                     =         -2.01%
Page 79
Lampiran - 11

PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk. dan Entitas Anak
Analisa Kelayakan Setelah Rencana Transaksi
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah)
                                 Uraian                    2025               2026            2027            2028            2029         2030

a.   Outlays & Modal Kerja
     Aset tetap                                            (364,968,049)    (1,000,000)      (1,000,000)     (1,000,000)     (1,000,000)    (1,000,000)
     Perubahan Modal Kerja                                  (31,651,293)    44,435,983        1,418,266       1,537,487     (14,078,687)       241,785
     Jumlah Outlays dan Modal Kerja                        (396,619,341)    43,435,983          418,266         537,487     (15,078,687)      (758,215)

b.   Proceeds
     o Laba (rugi) bersih                                     (301,351)     (12,959,865)    (10,136,982)     (9,252,815)     (7,387,123)    (6,273,459)
     o Penyusutan dan amortisasi                             1,257,222        5,049,908       2,965,580       3,015,580       3,022,601      3,059,060
     o Bunga                                                 1,051,153        4,024,197       3,204,759       2,238,265       1,172,870              0
     o Nilai buku                                                                                                                          351,598,098
     Proceeds                                                 2,007,024      (3,885,761)     (3,966,643)     (3,998,970)     (3,191,651)   348,383,699
     Investasi - Cash Inflow (Arus Kas Bersih - FCF)       (394,612,317)     39,550,222      (3,548,378)     (3,461,483)    (18,270,338)   347,625,484
     Akumulasi Arus Kas Bersih (FCF)                       (394,612,317)   (355,062,095)   (358,610,472)   (362,071,956)   (380,342,294)   (32,716,810)

c.   Hasil Analisis Kelayakan
     Year Calculation                                               0.25           1.25             2.25            3.25            4.25           5.25
     Discount Rate (WACC)                                         8.72%          8.72%            8.72%           8.72%           8.72%          8.72%
     Discount Factor                                             0.9793         0.9007           0.8284          0.7620          0.7008         0.6446
     Present Value (PV)                                    (386,445,718)    35,623,636       (2,939,616)     (2,637,512)    (12,804,135)   224,071,553
     Total Net Present Value (NPV)                     =   (145,131,792)
     Internal Rate of Return (IRR)                     =         -1.83%
Page 80
Lampiran - 12

PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk. dan Entitas Anak

Analisa Sensitivitas Setelah Rencana Transaksi

                                     Uraian                                  1             2           3             4             5              6

  A              Sensitivitas Proyek Thd Pendapatan
               1 Penurunan Tarif                                                 0%            2%           4%            6%            8%             10%
               2 Nilai IRR                                                   -1.83%        -1.93%       -2.02%        -2.11%        -2.21%          -2.30%
               3 Net Present Value                                    (145,131,792) (146,417,727) (147,703,661) (148,989,596) (150,275,530)   (151,561,465)

  B              Sensitivitas Proyek Thd Beban Langsung
               1 Kenaikan Beban Langsung                                         0%            2%           4%            6%            8%             10%
               2 Nilai IRR                                                   -1.83%        -1.87%       -1.90%        -1.94%        -1.97%          -2.01%
               3 Net Present Value                                    (145,131,792) (145,578,941) (146,036,298) (146,503,863) (146,981,637)   (147,469,619)


                   20.00%
                   17.50%
                   15.00%
                   12.50%
                   10.00%
                    7.50%
                    5.00%




   Nilai IRR
                    2.50%
                    0.00%
                   -2.50%    0.00%            2.00%           4.00%                6.00%       8.00%       10.00%
                   -5.00%
                   -7.50%
                  -10.00%

                                                      Tingkat Kenaikan/Penurunan

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.36 MB
Published17 Mar 2026
Pages80
Characters227,933
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 59 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SATRIA MEGA KENCANA TBK p.1 ×317
linked person Herman Herry Adranacus p.21 ×2
linked — Vonny Kristiani p.21
linked person Husni Heron p.22
linked org Pemerintah Provinsi p.24 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×8
possible org PT Sungai Mas Konstruksi p.4 ×8
possible org Negara Republik Indonesia p.4 ×3
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.21
possible — Stevano Rizky Adranacus p.21 ×2
possible — Indjun p.21
possible org Bank Persero p.61
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Sapto p.4 ×2
unresolved org Kasmodiard dan Rekan p.4 ×7
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.4
unresolved org Menteri Keuangan p.4
unresolved org KJPP SKR p.4 ×5
unresolved org Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo dan Rekan p.5 ×5
unresolved org Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo p.5 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.7 ×23
unresolved org KJPP Sapto p.8 ×5
unresolved person Consultant Kasmodiard P. p.9
unresolved person Kasmodiard P., S.E., M.Sc., MAPPI (Cert.) · Senior Partner p.9
unresolved person Senior Valuer Mohammad Farid p.11
unresolved person Ir. Didik Sutanto p.11 ×2
unresolved person Ronny Hidayat p.11
unresolved org Bapepam-LK p.12 ×2
unresolved org Pendapat Kewajaran – PT Satria Mega Kencana Tbk. p.13
unresolved org Jojo Sunarjo dan Rekan p.15 ×6
unresolved org Jojo Sunarjo p.15 ×6
unresolved org PT Setiautama Island p.19 ×2
unresolved person Ilmiawan Dekrit Supatmo · Notaris p.20 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan HAM RI p.20 ×2
unresolved person Christina Dwi Utami · Notaris p.20 ×13
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.20 ×3
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.20 ×4
unresolved org Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Asasi p.20
unresolved org Direktorat Jenderal Administrasi Pendapat Kewajaran p.20
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.21
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU- p.21
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.21
unresolved — Cindy Angelina Adranacus p.21
unresolved org PT Sungai Mas Konstruksi Riwayat Singkat p.23
unresolved person Ryan Bayu Candra · Notaris p.23
unresolved person Victoria · Notaris p.23 ×5
unresolved org PT Sungai Mas Internasional p.23
unresolved org Kementerian Hukum Republik Indonesia p.23
unresolved org Pemerintah Provinsi DKI p.25
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Selatan p.25
unresolved person Stevano Rizki Adranacus. Sedangkan · Komisaris Utama p.26 ×5
unresolved person Floreta Tane · Direktur Utama p.26
unresolved org Bank Sentral AS p.29
unresolved org Kota Nusantara p.32
unresolved org Bank Indonesia. Pergerakan Nilai Tukar p.34
unresolved org Pusat Statistik p.38
unresolved org Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Ciri p.39
unresolved org PT SMK p.60
unresolved org PT Sungai Mas Konstruksi. Rencana p.65

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 5301 ms 12 Sep 2026 22:30
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': 'Tanda Tangan',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dan jika dibagi'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dan jika dibagi',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result