Back to announcement
20231005_BJBR_Laporan Informasi dan Fakta Material_31435373_lamp3.pdf
Other Text extracted BJBRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
SIARAN PERS
Bank Maluku Malut, tambahan baru calon anggota KUB bank bjb
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
JAKARTA – Kelompok Usaha Bank (KUB) bank bjb kembali mendapatkan peminat baru untuk
menjadi tambahan anggota KUB, yaitu PT Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara
(Bank Maluku Malut). Setelah Bank Bengkulu dan Bank Sultra, paling anyar, bank bjb melakukan
penandatangan Nota Kesepahaman mengenai sinergi bisnis dengan Bank Maluku Malut,
bertempat di Gedung Kantor bank bjb di Jakarta, Selasa (4/10).
Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilakukan oleh Direktur Utama bank bjb Yuddy
Renaldi dengan Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar, yang juga disaksikan oleh Nia
Kania selaku Direktur Keuangan bank bjb dan H. Nadjib Bachmid selaku Komisaris Utama Bank
Maluku Malut. Kerjasama Sinergi Bisnis tersebut dilakukan dalam rangka pengembangan struktur
Kelompok Usaha Bank (KUB) bank bjb bersama Bank Maluku Malut.
Skema KUB tersebut, akan diawali dengan pelaksanaan setoran modal bank bjb kepada Bank
Maluku Malut sehingga bank bjb akan menjadi salah satu pemegang saham yang memiliki hak
suara. Kemudian, bersamaan dengan permohonan pengefektifan setoran modal tersebut, juga
diajukan permohonan kepada OJK agar bank bjb ditetapkan menjadi salah satu Pemegang Saham
Pengendali bank Maluku Malut, bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi Maluku yang juga tetap
menjadi Pemegang Saham Pengendali. Untuk nominal penyertaan modalnya sendiri akan
dilakukan proses kajian terlebih dahulu termasuk pelaksanaan due diligence sehingga didapatkan
harga pelaksanaan yang wajar.
Apabila seluruh proses tersebut disetujui oleh OJK, bank bjb akan menjadi induk usaha Bank Maluku
Malut dengan konsep Pengendalian Bersama dengan Pemprov Maluku, yang dapat mendorong
akselerasi peningkatan kinerja bisnis melalui berbagai program sinergi. Dengan karakteristik bisnis
1
Page 2
model, ekosistem dan stakeholders yang serupa, sinergi sebagai sesama BPD lebih mudah untuk
diimplementasikan tanpa menghilangkan ciri khas kedaerahan masing-masing BPD. Proses sinergi
tersebut pun dapat dilakukan secara paralel dengan proses pelaksanaan KUB tersebut. Sebagai
anggota KUB bank bjb, Bank Maluku Malut atau anggota KUB lainnya pun akan memperoleh akses
atas pengembangan infrastruktur yang telah dilakukan oleh bank bjb, baik infrastruktur IT ataupun
corporate knowledge sehingga tidak perlu mengeluarkan lagi capital expense (capex) yang besar
dan memakan waktu yang lama.
Yuddy memberikan contoh pada proses KUB yang sudah berjalan dengan Bank Bengkulu,
walaupun saat ini masih berproses pengajuan izin kepada OJK yang merupakan tahap akhir
sebelum persetujuan KUB menjadi efektif, tapi sinergi bisnis sudah dilakukan sejak awal. Kerjasama
yang sudah rampung antara lain BI Fast, layanan Laku Pandai, e-tax, digitalisasi dan pembiayaan
sindikasi, yang memberikan dampak positif terhadap kinerja dan layanan dari Bank Bengkulu. Saat
ini masih berjalan program sinergi lainnya yang akan semakin terakselerasi begitu bank bjb efektif
sebagai induk usaha dari Bank Bengkulu.
Menurut Yuddy, kolaborasi adalah hal paling penting yang harus dilakukan BPD dalam melakukan
inovasi dan transformasi agar bisa tetap relevan di industri perbankan. Kolaborasi melalui KUB ini
juga masih dapat bertambah luas, dimana bank bjb masih membuka peluang kerjasama dengan
BPD lain di Indonesia, dengan prinsip untuk kemajuan bersama serta saling menguntungkan.
Apabila seluruh proses KUB ini berjalan dengan lancar, maka struktur KUB bank bjb akan terdiri dari
4 bank, yaitu bank bjb syariah, Bank Bengkulu, Bank Sultra dan Bank Maluku Malut, dengan jaringan
yang tersebar dari Indonesia bagian Barat sampai Indonesia bagian Timur. Lebih lanjut, BPD sendiri
secara grup perbankan, memiliki potensi yang besar. Dengan jumlah 26 BPD dengan total aset
sebesar Rp936,1 triliun, BPD yang solid dapat menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi nasional, bersanding dengan perbankan besar lainnya.
Struktur KUB bank bjb
Kepemilikan Total Aset
No Nama Bank Status Anggota KUB
bank bjb (30 Juni 2023)
1 bank bjb Syariah 99,24% Rp12,0 Triliun Efektif
2 Bank Bengkulu 7,15% Rp8,4 Triliun Proses Akhir (Pengefektifan
setoran modal tahap II sekaligus
Proses FNP di OJK)
3 Bank Sultra Belum ada Rp11,8 Triliun Dalam Proses (LoI tanggal 29
September 2022)
4 Bank Maluku Malut Belum ada Rp9,3 Triliun Dalam Proses (MoU tanggal 4
Oktober 2023
2
Page 3
Sekilas bank bjb
Berdiri pada tahun 20 Mei 1961, bank bjb tumbuh menjadi BPD terbesar di Indonesia dan bank
peringkat ke 14 secara nasional, dengan total aset sebesar Rp167,5 triliiun per 30 Juni 2023 (bank
only). Memiliki jaringan layanan yang tersebar di 15 Provinsi di Indonesia, dimana jaringan layanan
langsung dari bank bjb di 14 provinsi dan bersinergi bisnis di 1 Provinsi dengan Bank Bengkulu.
Struktur kepemilikan bank bjb saat ini adalah dimiliki oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
dengan kepemilikan sebesar 38,52% yang juga bertindak selaku Pemegang Saham Pengendali,
Pemerintah Daerah Provinsi Banten sebesar 4,95%, 35 Pemerintah Daerah Kota dan Kabupaten se-
Jawa Barat dan Banten secara akumulasi sebesar 32,08% serta Publik sebesar 24,45%.
DIVISI CORPORATE SECRETARY bank bjb
Widi Hartoto (Head of Corporate Secretary)
Menara bank bjb lantai 7 - Jl. Naripan No. 12-14, Bandung 40111
3
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.