Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 537
Page 1
Membangun
Ekonomi Kerakyatan:
BRI Tumbuh, Negara Tangguh
Laporan Tahunan
2025
Page 2
Page 3
Membangun Ekonomi Kerakyatan:
BRI Tumbuh, Negara Tangguh
“Membangun Ekonomi Kerakyatan: BRI Tumbuh, Negara Tangguh” bukan hanya
slogan, tetapi kompas strategis BRI. Mandat untuk memberdayakan ekonomi rakyat
tetap menjadi fondasi dan keunggulan struktural kami di tengah lanskap yang semakin
dinamis.
Sepanjang tahun 2025, dinamika domestik dan volatilitas global menuntut kehati-
hatian dan disiplin eksekusi. BRI mencatat kinerja solid dengan pertumbuhan neraca
yang sehat, profitabilitas terjaga, serta struktur pendanaan dan permodalan yang
semakin kuat. Margin tetap resilien dan likuiditas terkelola baik, memberi ruang bagi
ekspansi berkelanjutan.
Kredit tumbuh 12,3% dengan porsi UMKM 77,5%—menegaskan bahwa mikro dan
UMKM tetap menjadi inti bisnis dan sumber ketahanan BRI. Pertumbuhan di segmen
Komersial dan Korporasi dilakukan secara terukur dan berbasis kualitas.
Di sisi pendanaan, simpanan naik 7,4% dan CASA tumbuh 12,7%, mendorong rasio
CASA ke 70,6% — tertinggi sepanjang sejarah BRI. Struktur funding yang kuat
memperkuat efisiensi biaya dana, likuiditas, dan ketahanan margin.
Tahun ini, BRI memperkenalkan tagline/slogan “Satu Bank Untuk Semua”, sebuah
evolusi kapabilitas untuk melayani kebutuhan ekonomi dari ultra mikro hingga
korporasi. Pendekatan multi-segmen ini memperluas diversifikasi dan meningkatkan
resiliensi siklus.
Transformasi digital melalui Qlola, BRImo, BRILink Agen, dan BRIspot memperkuat
kapabilitas end‑to‑end, memperluas akses, meningkatkan efisiensi, dan memperdalam
hubungan dengan nasabah. Pertumbuhan tetap diarahkan pada kualitas, pengelolaan
manajemen risiko yang optimal, dan penguatan permodalan.
BRI tidak hanya mengejar pertumbuhan jangka pendek, tetapi membangun institusi
yang tangguh di setiap siklus—dengan fondasi mikro yang kuat, struktur pendanaan
efisien, dan kapabilitas universal yang terus berkembang.
Laporan Tahunan
Dengan arah strategis yang jelas dan disiplin eksekusi, BRI berada pada posisi solid
2025 untuk terus menciptakan nilai jangka panjang sekaligus mendorong pertumbuhan
ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
Tentang
Laporan Tahunan
Laporan Tahunan ini merupakan laporan terintegrasi yang menempatkan kinerja historis ke dalam konteks dan menggambarkan risiko, peluang,
dan prospek Perseroan di masa depan, sehingga diharapkan dapat membantu pemegang saham dan pemangku kepentingan memahami tujuan
strategis Perseroan dan kemajuannya dalam menciptakan nilai yang berkelanjutan. Laporan tahunan ini berisi ikhtisar data keuangan penting
selama 5 (lima) tahun terakhir, profil perusahaan, laporan Direksi dan Dewan Komisaris, analisis dan pembahasan manajemen yang meliputi
pencapaian kinerja Perseroan, dibandingkan dengan kinerja tahun-tahun sebelumnya, proyeksi kinerja serta prospek Perseroan. Laporan Tahunan
ini juga melaporkan penerapan tata kelola perusahaan yang meliputi struktur dan proses tata kelola termasuk penerapan sistem manajemen risiko
yang di antaranya menggambarkan profil risiko dan pengelolaannya.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 1
Page 4
Kesinambungan
Tema
2024
Melanjutkan Transformasi,
BRI Semakin Brilian dan Cemerlang
Di tengah tantangan kondisi makroekonomi, PT Bank Rakyat tetap memperhatikan Good Corporate Governance dan
Indonesia (Persero) Tbk (yang selanjutnya disebut BRI/ pengendalian risiko. Selain itu, inovasi dan eksplorasi sumber
Perseroan) tetap berkomitmen untuk memberikan layanan pertumbuhan baru terus dilakukan untuk mengoptimalkan
keuangan yang komprehensif kepada masyarakat, serta peluang bisnis saat ini maupun di masa mendatang.
mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan
dan merata di seluruh Indonesia. Untuk itu, BRI konsisten Di tahun 2024, BRI mampu untuk beradaptasi dengan
untuk merespons berbagai situasi dan tantangan dengan berbagai situasi dan berdiri kokoh sebagai market leader
mengeluarkan inisiatif strategis untuk pertumbuhan bisnis di sektor perbankan nasional, sekaligus menjadi simbol
yang sustainable. keberpihakan terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
(UMKM) serta mendorong ekonomi kerakyatan untuk
Penguatan kapabilitas internal BRI Group terus dilakukan memajukan negeri. Di tengah situasi yang kurang kondusif,
dengan melakukan transformasi digital dan culture yang BRI berhasil menjaga profitabilitas dengan mencatatkan
berkesinambungan di seluruh pilar-pilar pertumbuhan Return on Asset sebesar 3,06%, Return on Equity sebesar
bisnis, khususnya segmen Mikro dan Ultra Mikro dengan 19,01% serta laba bersih sebesar Rp60,64 triliun.
2 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 5
Laporan Tahunan
2025
2023
Transformasi Berkelanjutan untuk
Tumbuh Semakin Kuat dan Hebat
Di tengah ketidakpastian perekonomian global dan kondisi Holding Ultra Mikro sebagai bukti bahwa BRI terus proaktif
geopolitik yang menciptakan situasi yang menantang dengan untuk mendorong inklusi keuangan dengan mempermudah
risiko tinggi selama tahun 2023, BRI berhasil menunjukkan akses pembiayaan dan pemberdayaan sosial kepada
kinerja yang positif. Kinerja tersebut tidak terlepas dari masyarakat. Di tahun kedua setelah pendirian, Holding
komitmen BRI untuk terus menjalankan Transformasi Ultra Mikro tersebut telah melayani lebih dari 37 juta
Berkelanjutan Untuk Tumbuh Semakin Kuat dan Hebat nasabah dengan produk pembiayaan, simpanan, dan
sehingga dapat terus berkontribusi terhadap penciptaan juga asuransi dengan dukungan untuk mempermudah
economic dan social values dalam mendukung pertumbuhan jangkauan dengan tersedianya 15 ribu unit kerja (BRI Unit
perekonomian nasional yang inklusif. Transformasi 6.700, Pegadaian 4.087 dan PNM 4.553), 1.018 SENYUM
berkelanjutan yang dilakukan telah memungkinkan BRI untuk (Sentra Layanan Ultra Mikro) yaitu unit co-location, lebih dari
memberikan respon strategis yang tepat di tengah situasi 740 ribu BRILink Agen dan 686 ribu E-channels.
perekonomian yang masih jauh dari ideal pasca periode
pandemi Covid19. Selain itu, BRI terus melakukan inovasi digital untuk
meningkatkan layanan perbankan. BRImo sebagai super
Perseroan berkomitmen untuk terus tumbuh apps BRI secara terus menerus dilakukan penyempurnaan.
berkesinambungan dengan tetap fokus pada transformasi Pada tahun 2023 BRImo telah mengintegrasikan aspek
di area culture dan digital untuk mewujudkan visi BRI yaitu artificial intelligence yaitu chat banking service (Sabrina)
menjadi ”Champion of Financial Inclusion” pada tahun 2025. serta meningkatkan kapabilitas cross border transaction dan
investasi. BRImo telah melayani 31,6 juta users (meningkat
Sejalan dengan upaya untuk mewujudkan visi Perseroan, 32,6% yoy), dengan 3,1 miliar transaksi yang bernilai Rp4.159
BRI mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki, dengan fokus triliun, yang menghasilkan Rp2,4 triliun fee based income.
pada periode eskalasi bisnis (beyond banking) yaitu dengan
optimalisasi sinergi Holding Ultra Mikro (BRI, PT Pegadaian Konsistensi untuk terus berinovasi serta respon strategis yang
dan PT Permodalan Nasional Madani) dengan didukung tepat berhasil membuat BRI mencatatkan kinerja yang solid
customer base yang besar untuk menjadi new source dengan aset konsolidasian mencapai Rp1.965 triliun atau tumbuh
of growth bagi BRI, infrastruktur yang tersebar luas dan 5,3% yoy. Untuk total kredit dan pembiayaan BRI mampu tumbuh
produk dan jasa keuangan yang lengkap, serta penguatan 11,2% sebesar Rp1.266 triliun. Peningkatan profitability dengan
retail banking melalui pengembangan bisnis value chain, manajemen risiko yang baik mampu membuat BRI mencatat
penyempurnaan digital product, dan penguatan sinergi dan rekor baru untuk Laba dengan mencatatkan Laba Bersih
cross selling BRI dan perusahaan anak. sebesar Rp60,4 triliun (meningkat 17,5% yoy) di penghujung
tahun 2023.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 3
Page 6
2022
Memperluas Jangkauan,
Memberi Kemudahan,
Semakin Tumbuh & Tangguh
Memperluas Jangkauan,
Memberi Kemudahan,
Semakin Tumbuh & Tangguh
LAPORAN TAHUNAN 2022
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
BRI mengimplementasikan konsep hybrid bank yang telah tumbuh lebih dari dua kali lipat menjadi Rp2.669 triliun,
mengkombinasikan layanan digital dan physical (layanan dengan jumlah transaksi finansial mencapai 1,83 miliar
perbankan konvensional) untuk memperluas jangkauan. transaksi, dan users BRImo pun melesat 68,46% (YoY)
menjadi 23,85 juta users.
BRI terus memacu perkembangan layanan BRILink Agen
untuk mendorong inklusi dan layanan yang lebih dekat Di samping itu, upaya memperluas jangkauan juga dilakukan
dengan masyarakat. Jumlah BRILink Agen telah meningkat melalui Holding Ultra Mikro antara BRI (sebagai induk)
24,6% YoY menjadi 627 ribu agen dengan Nilai transaksi dengan PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani
mencapai Rp1.298 triliun atau tumbuh 13,5% Year on Year (PNM). Satu tahun setelah pendirian, Holding Ultra Mikro
(YoY). Saat ini layanan BRILink Agen telah menjangkau berhasil mengintegrasikan lebih dari 34 juta nasabah
58.896 desa di seluruh pelosok Indonesia, atau mencakup ultra mikro untuk mendapatkan layanan keuangan formal.
setidaknya >77% total desa yang ada di Indonesia. Layanan co-location SENYUM (Sentra Layanan Ultra Mikro)
hingga akhir tahun 2022 telah mencapai 1.013 lokasi.
Komitmen kuat transformasi digital juga terus dilakukan BRI
untuk memberikan kemudahan akses layanan keuangan Dengan demikian, melalui strategi hybrid bank yang
melalui layanan Super Apps BRImo yang menuai respon menjadikan layanan BRI semakin luas dan memberikan
positif masyarakat. Layanan digital banking BRI ini terus kemudahan, mendorong bisnis BRI untuk terus tumbuh dan
mengalami pertumbuhan, di mana nilai transaksi finansial semakin tangguh.
4 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 7
Laporan Tahunan
2025
Digitalisasi:
Go Smaller, Go Shorter, Go Faster
2021
Digitalisasi:
Go Smaller,
Go Shorter, Go Faster
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Laporan Tahunan
2021
Di tengah kondisi pemulihan ekonomi, PT Bank Rakyat Untuk memberikan layanan perbankan hingga ke berbagai
Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) berhasil menjaga fundamental wilayah secara Go Smaller, Go Shorter & Go Faster, digitalisasi
kinerja dapat tumbuh secara sehat, kuat dan berkelanjutan. BRI dilakukan dengan mengacu pada 3 (tiga) framework
Keberhasilan BRI mencatatkan kinerja cemerlang tersebut utama yaitu pertama Digitizing Core atau digitalisasi proses
merupakan hasil dari strategi transformasi yang telah bisnis dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan
dipersiapkan sejak 2016 melalui konsep besar BRIvolution 1.0. fokus pada efisiensi. Kedua, Digital Ecosystems yaitu BRI
Program tersebut dimulai pada 2017 dan telah dilaksanakan menyiapkan platform-platform digital untuk mendorong
hingga tahun 2020 lalu. BRI masuk ke dalam bisnis ekosistem value chain sehingga
diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru di sisi CASA,
Sejak terjadinya pandemi, transformasi tersebut dipertajam FBI dan Nasabah baru BRI. Ketiga, New Digital Propositions,
menjadi BRIvolution 2.0 yang difokuskan pada dua area BRI melakukan inovasi teknologi finansial dengan pendekatan
utama yaitu digital dan culture. Visi besar BRI pun turut diubah digital secara penuh dan bisnis model baru yang dapat
menjadi The Most Valuable Banking Group in Southeast memberikan layanan kepada nasabah lebih cepat, lebih baik,
Asia. Selain itu, fokus lainnya adalah menjadi Champion of dan lebih efisien.
Financial Inclusion. Hal itu untuk mengembalikan fokus BRI
pada khitahnya di segmen UMKM termasuk usaha Ultra Melalui transformasi serta strategi go smaller, go shorter
Mikro (UMi). dan go faster yang didukung oleh digitalisasi, BRI terbukti
dapat menunjukkan kinerja yang solid dengan mencatatkan
Champion of Financial Inclusion dimaksudkan guna menjaga aset konsolidasian mencapai Rp1.678,10 triliun atau tumbuh
pertumbuhan berkesinambungan perseroan. BRI mencari 4,23% yoy. Sedangkan untuk total kredit dan pembiayaan
sumber pertumbuhan baru. Dengan strategi go smaller, yaitu BRI Group telah menembus seribu triliun rupiah, tepatnya
menyasar pada segmen usaha yang lebih kecil dari mikro, sebesar Rp1.042,87 triliun. Proporsi kredit UMKM BRI pun
yakni ultra mikro dengan menyalurkan kredit dengan ticket terus merangkak naik, sebesar 83,86% dari total penyaluran
size yang lebih kecil. BRI memberikan tenor pendek sesuai kredit BRI disalurkan kepada segmen UMKM. Angka ini
kebutuhan atau go shorter. Selain itu, BRI memperkuat meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun
digitalisasi layanan jasa keuangannya sehingga layanan lalu, dan BRI akan terus meningkatkan proporsi tersebut
dan proses bisnis dapat lebih cepat atau go faster. Dengan hingga mencapai 85% pada tahun 2024.
begitu, BRI dapat melayani masyarakat dengan memberikan
akses keuangan yang lebih luas, lebih mudah, lebih cepat
dan lebih terjangkau.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 5
Page 8
DAFTAR ISI
1 Tema dan Arti Tema 98 Keterangan Perubahan Nama
2 Kesinambungan Tema Visi, Misi, dan Budaya
100
Perusahaan
6 Daftar Isi
104 Kegiatan Usaha
9 Sekilas Tentang Perseroan
Kegiatan Usaha Menurut
104 Anggaran Dasar dan yang
10 Jejak Langkah
Dijalankan
14 Kontribusi Terbaik Kami 105 Produk dan Jasa
116 Wilayah Operasional
Kilas Kinerja 120 Struktur Organisasi
122 Daftar Keanggotaan Asosiasi
Pencapaian Kinerja Penting
20 124 Profil Direksi
Tahun 2025
24 Ikhtisar Data Keuangan Penting 150 Profil Dewan Komisaris
Ikhtisar Keuangan dan Rasio 162 Profil Pejabat Eksekutif
24
Keuangan
168 Profil Pekerja
30 Ikhtisar Operasional
Jumlah Pekerja Berdasarkan
168
33 Informasi Saham Jenis Kelamin
34 Aksi Korporasi Jumlah Pekerja Berdasarkan
168
Level Jabatan
Aksi Penghentian Sementara
Perdagangan Saham Jumlah Pekerja Berdasarkan
168
36 (Suspension) dan/atau Rentang Usia
Penghapusan Pencatatan
Jumlah Pekerja Berdasarkan
Saham (Delisting) 169
Tingkat Pendidikan
Informasi Obligasi, Sukuk, dan/
36 Jumlah Pekerja Berdasarkan
atau Obligasi Konversi 169
Status Kepegawaian
Informasi Sumber Pendanaan
38 Jumlah Pekerja Berdasarkan
Lainnya 170
Generasi
38 Rating Perusahaan 2025
Jumlah Pekerja Berdasarkan
170
40 Peristiwa Penting Masa Kerja
170 Pengembangan Kompetensi
Pemegang Saham Utama dan
Laporan 173
Pengendali
Direksi dan 174 Komposisi Pemegang Saham
Dewan Komisaris 175
Komposisi 20 Pemegang
Saham Terbesar
52 Laporan Direksi Komposisi Pemegang Saham
177
5% atau Lebih
70 Laporan Dewan Komisaris
Komposisi Kelompok
Tanggung Jawab Pelaporan 177 Pemegang Saham Kurang dari
88 5%
Tahunan 2025
Kepemilikan Saham Direksi dan
178
Dewan Komisaris
Profil Perusahaan 180
Kepemilikan Saham Senior
Manajemen
92 Identitas Perusahaan 180 Klasifikasi Pemegang Saham
Nama dan Alamat Kantor
93 Regional Office Serta Kantor
Cabang Luar Negeri
95 Brand Perusahaan
96 Riwayat Singkat Perusahaan
6 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 9
Laporan Tahunan
2025
Daftar Anggota Konglomerasi Keuangan Bank, 348 Informasi Eksposur Risiko dan Permodalan
181
Perusahaan Asosiasi, dan Perusahaan Ventura Bersama
477 Ikatan Material Terkait Investasi Barang Modal
191 Struktur Grup Perusahaan
477 Investasi Barang Modal
192 Informasi Kelompok Usaha Bank
478 Komitmen dan Kontinjensi
193 Kronologi Penerbitan Saham
Informasi dan Fakta Material
478
200 Kronologi Penerbitan dan/atau Pencatatan Efek Lainnya Setelah Tanggal Laporan Akuntan
Informasi Penggunaan Jasa Akuntan Publik (AP) dan 478 Prospek Usaha dan Strategi Ke Depan
206
Kantor Akuntan Publik (KAP)
480 Pencapaian Target dan Target Ke Depan
207 Nama dan Alamat Lembaga dan/atau Profesi Penunjang
484 Evaluasi Rencana Jangka Panjang (RJP)
208 Penghargaan dan Sertifikasi
485 Dividen
222 Informasi yang Tersedia pada Situs Web
488 Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum
Informasi Material Mengenai Investasi, Ekspansi,
488 Divestasi, Akuisisi, atau Restrukturisasi Hutang dan
Analisis dan Modal
Pembahasan Manajemen Informasi Transaksi Material yang Mengandung
490 Benturan Kepentingan dan/atau Transaksi dengan
Pihak Afiliasi
226 Tinjauan Perekonomian
Perubahan Peraturan Perundang-Undangan dan
500
226 Analisis Perekonomian Global Dampaknya terhadap Bank
228 Analisis Perekonomian Nasional 500 Perubahan Kebijakan Akuntansi
230 Analisis Industri Perbankan 501 Tingkat Kesehatan Bank
231 Analisis Posisi BRI Dalam Industri Perbankan 502 Informasi Kelangsungan Usaha
233 Tinjauan Operasional Pengungkapan Kerangka Governansi, Pengelolaan dan
502
Pengendalian Aspek Perpajakan
233 Rencana Strategis Bank
504 Respon Terhadap Perubahan Arah Kebijakan Moneter
235 Aspek Pemasaran
Larangan, Batasan dan/atau Hambatan Signifikan Untuk
235 Strategi Pemasaran 505 Melakukan Penyediaan Dana Antara Bank dan Entitas
Lain Dalam Suatu Kelompok Usaha
237 Pangsa Pasar
508 Transaksi Spot dan Transaksi Derivatif
238 Penanganan Pengaduan Nasabah
Laporan Penggunaan Tambahan
241 Tinjauan Operasi per Segmen Usaha 509
Penyertaan Modal Negara (PMN)
242 Segmen Operasi
307 Segmen Geografis
308 Proyek Strategis Nasional (PSN) atau Penugasan Lain Tinjauan Fungsi
310 Tinjauan Keuangan Pendukung Bisnis
310 Kinerja Keuangan
512 Sumber Daya Manusia
310 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
513 Strategi Pengelolaan Human Capital
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif
324
Lain Konsolidasian Kebijakan dan Pelaksanaan Manajemen Sumber Daya
513
Manusia
333 Laporan Arus Kas Konsolidasian
513 Rekrutmen
336 Suku Bunga Dana
515 Pengembangan Kompetensi
336 Suku Bunga Dasar Kredit
515 Talent Management
Kemampuan Membayar Utang dan Kolektibilitas
337
Piutang 519 Penilaian Kinerja
340 Rasio Keuangan Lain 520 Remunerasi
342 Analisis Kualitas Aset Produktif 521 Program Pensiun
346 Strategi Peningkatan Fee Based Income 521 Human Capital Information System
346 Struktur Permodalan Bank 522 Internalisasi Budaya
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 7
Page 10
Keterbukaan Informasi kepada Kebijakan Pemberian Kompensasi Jangka Panjang
527 833
Pegawai Berbasis Kinerja
527 Struktur Pengelola Sumber Daya Manusia 835 Akuntan Publik
528 Rencana Kerja Sumber Daya Manusia 2026 836 Sistem Pengendalian Internal
529 Teknologi Informasi 843 Manajemen Risiko
530 Strategi Teknologi Informasi 863 Fungsi Kepatuhan
530 Inovasi Teknologi Informasi Penerapan Program Anti Pencucian Uang (APU),
Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT) dan
531 Infrastruktur Teknologi Informasi 873
Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah
Massal (PPPSPM)
531 Tata Kelola Teknologi Informasi
878 Perkara Hukum
533 Struktur Pengelola Teknologi Informasi
Sanksi Administratif yang Dikenakan Kepada
535 Rencana Kerja Teknologi Informasi 2026 882 Perusahaan, Anggota Dewan Komisaris dan Direksi oleh
Otoritas Pasar Modal dan Otoritas Lainnya
882 Akses Informasi dan Data Perusahaan
Corporate 888 Kode Etik
Governance 890 Penyimpangan Internal (Fraud)
891 Whistleblowing System
538 Pencapaian dalam Penerapan Corporate Governance
895 Program Anti Korupsi
539 Tujuan Penerapan GCG
Pengelolaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara
899
539 Pelaksanaan Tata Kelola Tahun 2025 Negara (LHKPN)
Rencana Peningkatan Kualitas Implementasi Tata Kelola 900 Pemberian Dana Kegiatan Sosial dan/atau Politik
540
Tahun 2026
900 Buyback Saham dan Buyback Obligasi
540 Dasar Penerapan Tata Kelola
901 Perselisihan Internal
Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Secara
541 901 Rencana Strategis Bank
Berkelanjutan
Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait dan Penyediaan
545 Struktur Tata Kelola Perusahaan 901
Dana Besar
548 Mekanisme Tata Kelola Perusahaan
902 Transaksi yang Mengandung Benturan Kepentingan
548 Pengukuran/Pengujian Kualitas Penerapan GCG
902 Pencegahan Transaksi Orang Dalam (Insider Trading)
Penerapan Tata Kelola Perusahaan Sesuai Ketentuan
552 903 Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan
903 Pengadaan Barang dan Jasa
Pelaksanaan Penerapan Aspek dan Prinsip Tata Kelola
Perusahaan Sesuai Guidelines of Corporate Governance
557 Penerapan Keuangan Berkelanjutan, Termasuk
Principles for Banks yang Diterbitkan oleh Basel 905
Penerapan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Committee in Banking Supervision
905 Penerapan Tata Kelola Terintegrasi
559 Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan
929 Praktik Bad Corporate Governance
559 Pemegang Saham
561 Rapat Umum Pemegang Saham
583 Direksi Tanggung Jawab Sosial
616 Dewan Komisaris Perusahaan
665 Nominasi dan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi
Indeks Referensi
Transparansi Kepemilikan Saham Direksi dan Dewan
672
Komisaris
676 Kebijakan Keberagaman Dewan Komisaris dan Direksi OJK
681 Organ dan Komite di Bawah Dewan Komisaris
760 Organ dan Komite di Bawah Direksi
Laporan
828
Penerapan Tata Kelola dalam Pemberian Remunerasi
Bagi Bank Umum Sesuai POJK 45/POJK.03/2015
Keuangan
8 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 11
Laporan Tahunan
2025
Sekilas
Tentang Perseroan
% 53,19
0,00
Negara RI melalui BP BUMN
%
53,19 Pemegang
PT Danantara Asset Saham Aset
Management (Persero)
Rp
2.135,37
% triliun
Publik 46,81
46,81
Keterangan: Pada 31 Desember 2025, Negara RI memiliki 1 lembar Saham Seri A Dwiwarna
melalui Badan Pengaturan BUMN dan 80.610.976.875 Saham Seri B melalui
PT Danantara Asset Management (Persero).
Produk dan
Jasa Utama
Segmen
Usaha
Mikro Korporasi
Produk Produk
Simpanan Pinjaman
Segmen Lainnya dan
Ritel
Entitas Anak
Entitas
Anak Jasa
Perbankan
PT Pegadaian 99,99%
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) 99,99%
PT Asuransi BRI Life (BRI Life) 51,00% Entitas
PT Bank Raya Indonesia Tbk (Raya) 86,85%
Asosiasi
PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) 90,00% 15,10% 4,25%
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) 99,88% PT Bahana Artha Ventura PT Kustodian Sentral
(BAV) Efek Indonesia (KSEI)
PT BRI Ventura Investama (BRI Ventures) 99,97%
1,11% 15,38%
PT BRI Danareksa Sekuritas (BRI DS) 67,00 %
PT Kliring Penjaminan PT Bank Syariah
Efek Indonesia (KPEI) Indonesia Tbk. (BSI)
PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI) 65,00%
PT Pemeringkat Efek
6,78% Indonesia (Pefindo)
BRI Global Financial Services Co. Ltd. (BRI Global Financial Services) 100,00%
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 9
Page 12
Jejak
Langkah
1895 2011
Raden Aria Wiriatmaja pada tanggal 16 Desember 1895, • Tanggal 11 Januari 2011, melaksanakan pemecahan nilai
mendirikan De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der nominal saham dengan perbandingan 1:2.
Inlandsche Hoofden, sebuah badan pengelola dana masjid • Tanggal 3 Maret 2011, penandatanganan Akta Akuisisi
di Purwokerto yang bertugas mengelola dan menyalurkan saham PT Bank Agroniaga Tbk. antara BRI dengan Dana
dana kepada masyarakat dengan skema yang sederhana. Pensiun Perkebunan (Dapenbun).
Lembaga ini sempat mengalami beberapa kali perubahan
nama, yakni Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs
Ambtenaren (1895), De Poerwokertosche Hulp Spaaren
Landbouw Credietbank atau Volksbank dan kembali
mengalami perubahan nama menjadi Centrale Kas Voor
Volkscredietwezen Algemene (1912). Tahun 1934 berubah
2009
menjadi Algemene Volkscredietbank (AVB), hingga pada Interkoneksi real time online seluruh jaringan kerja yang
masa pendudukan Jepang, AVB berganti nama menjadi pada saat itu berjumlah 6.480 unit kerja.
Syomin Ginko (1942-1945).
2007
1946 BRI melakukan akuisisi Bank Jasa Artha yang kemudian
Pada tanggal 22 Februari 1946, Pemerintah Indonesia dikonversi menjadi PT Bank BRISyariah.
melalui Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946, mengubah
nama Syomin Ginko menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI)
sebagai bank pemerintah yang menjadi ujung tombak
dalam mendukung pembangunan perekonomian.
2003
Tanggal 10 November 2003, BRI menjadi Perseroan Terbuka
melalui pencatatan saham perdana di Bursa Efek Jakarta
(kini Bursa Efek Indonesia/BEI) dengan ticker “BBRI”. Kini
1960 saham BRI tergabung dalam indeks saham LQ-45 dan
Pemerintah mengubah nama BRI menjadi Bank Koperasi menjadi salah satu saham unggulan (blue chip) di BEI.
Tani Nelayan (BKTN).
1968 1992
Sesuai Undang-Undang No. 21 Tahun 1968, Pemerintah Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 21
kembali menetapkan nama Bank Rakyat Indonesia dengan Tahun 1992, terjadi perubahan status badan hukum BRI
status sebagai bank umum. menjadi perusahaan perseroan (Persero).
1969 1984
BRI ditunjuk Pemerintah sebagai satu-satunya bank yang Setelah dihentikannya program Bimas oleh Pemerintah,
bertugas menyalurkan kredit program Bimbingan Masal BRI mulai mengelola bisnis mikro secara komersial yang
(Bimas) dan mulai dibentuknya BRI Unit. disalurkan melalui BRI Unit.
10 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 13
Laporan Tahunan
2025
2011 2018
• Tanggal 16 Desember 2011, penandatanganan Instrument • Dalam rangka meningkatkan layanan kepada nasabah
of Transfer dan Bought and Sold Notes antara BRI BRI meluncurkan Artificial Intelligence bernama Sabrina
dengan PT Asuransi Jiwa BRIngin Jiwa Sejahtera atas sebagai BRI New Assistance yang memudahkan nasabah
saham BRIngin Remittance Co. Ltd. (Hong Kong). untuk mendapatkan informasi mengenai Bank BRI.
• Bank BRI mendorong UMKM Go Digital dengan
meluncurkan Indonesia Mall bekerja sama dengan
startup-startup marketplace sehingga memberikan
kesempatan kepada UMKM untuk menjual produknya
dengan pasar yang lebih luas.
• BRI menerbitkan beberapa surat berharga berikut:
2013 - Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI Tahap IV Tahun
BRI Hybrid Banking merupakan layanan self-service 2018 Seri A, jatuh tempo pada 21 Februari 2023,
banking yang pertama di Indonesia. dengan nilai nominal Rp1.837.000.000.000 dan
coupon/discount rate sebesar 6,65%, serta peringkat
AAA dari Pefindo.
- Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI Tahap IV Tahun
2018 Seri B, jatuh tempo pada 21 Februari 2025,
dengan nilai nominal Rp605.000.000.000 dan coupon/
2014 discount rate sebesar 6,90%, serta peringkat AAA dari
• Jaringan ATM BRI terus bertumbuh mencapai 20.792 unit Pefindo.
ATM dan EDC menembus angka 131.204 unit, merupakan - Obligasi Subordinasi III Bank BRI Tahun 2018, jatuh
jaringan ATM dan EDC terbesar di Indonesia. tempo pada 21 Juni 2023, dengan nilai nominal
• BRI telah melakukan penandatanganan Kontrak Rp500.000.000.000 dan coupon/discount rate
Pengadaan Satelit dan Peluncuran Satelit BRI (BRIsat) sebesar 7,70%, serta peringkat AA dari Pefindo.
dengan Space System/Loral (SSL) dan Arianespace pada • BRI telah melakukan penyertaan pada 3 bisnis baru,
tanggal 28 April 2014. yaitu 2 (dua) tambahan perusahaan anak, PT BRI Ventura
Investama (BRI Ventures) dan PT BRI Danareksa Sekuritas
(DS), serta penyertaan pada PT Danareksa Investment
Management (DIM). Atas penyertaan yang telah dilakukan
oleh BRI, maka jumlah Perusahaan Anak yang dimiliki
oleh BRI Group menjadi 8 (delapan) Perusahaan Anak
2015 yaitu Syariah (BRIsyariah), Bank Konvensional (BRI
• Pada tahun 2015 BRI membuka Unit Kerja Luar Negeri di Agro), Remittance (BRI Remittance), Asuransi (BRI Life),
Singapura serta mengakuisisi PT Asuransi Jiwa Bringin Multifinance (BRI Finance), Modal Ventura (BRI Ventures)
Jiwa Sejahtera (Bringin Life). dan Sekuritas (BRI Danareksa Sekuritas) dan General
• Pada tanggal 4 Agustus 2015 BRI resmi meluncurkan Insurance (BRI Insurance).
Teras BRI Kapal untuk menjangkau masyarakat pesisir • BRI juga meresmikan BRI Institute sebagai salah satu wujud
kepulauan yang selama ini belum dapat menikmati nyata Bank BRI dalam Membangun Kapasitas Nasional atau
layanan perbankan. National Capacity Building di segmen UMKM.
• BRI juga meresmikan BRI Corporate University sebagai
sarana penunjang yang komprehensif bagi pendidikan
pekerja.
2017
• Pada tanggal 14 Maret 2017 BRI membuka Unit Kerja Luar
2016
Negeri di Timor Leste.
• Tanggal 18 Juni 2016, pukul 18.38 Waktu Kourou, • Pada tanggal 24 Februari 2017 BRI resmi meluncurkan
Guyanan Prancis, satelit milik BRI, BRIsat meluncur Teras BRI Kapal Bahtera Seva II dan Teras BRI Kapal
dengan sukses. BRIsat menjadi infrastruktur penunjang Bahtera Seva III untuk menjangkau masyarakat pesisir di
layanan digital Bank BRI. kepulauan Labuan Bajo dan Halmahera.
• BRI Mengakuisisi BTMU Finance yang bergerak di bidang • Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”)
multifinance. BTMU Finance berubah nama menjadi BRI Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 18
Finance. Oktober 2017 telah menyetujui pemecahan nilai nominal
• Meluncurkan layanan full-digital branch di Terminal 3 saham (stock split) dari semula Rp 250,- (dua ratus lima
Bandara Soekarno Hatta dan juga program digitalisasi puluh Rupiah) per saham menjadi Rp 50,- (lima puluh
untuk UMKM seperti e-Pasar, Teras BRI Digital. Rupiah) per saham (Rasio 1:5) dan mulai diperdagangkan
1 Juta Domain Gratis Untuk UMKM dan Rumah pada perayaan 14 Tahun Saham BRI melantai di bursa
Kreatif BUMN. yakni tanggal 10 November 2017.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 11
Page 14
2019 2020
• BRI melalui perusahaan anak BRI Agro meluncurkan BRI secara aktif menjadi mitra utama Pemerintah dalam
PINANG, Digital Lending Perbankan Pertama di mengimplementasikan program Pemulihan Ekonomi
Indonesia. Dengan mengkombinasikan teknologi digital, Nasional (PEN) yang telah memberikan dampak positif,
PINANG mempercepat proses pengajuan sampai tidak hanya bagi Debitur yang sebagian besar UMKM,
dengan pencairan kurang dari 10 menit. Pengajuan dapat tetapi juga bagi Perseroan. Sampai dengan Desember
dilakukan tanpa harus ke bank dan tanpa tatap muka 2020, program PEN yang telah dilaksanakan oleh Perseroan
secara langsung. Melalui proses yang cepat, murah, sebagai berikut:
dan aman, serta plafon yang bersaing, PINANG akan 1. Penyaluran Kredit UMKM dalam rangka Percepatan
memberikan kemudahan ekstra kepada nasabah untuk Pemulihan Ekonomi Nasional. Sesuai dengan target yang
mengajukan pinjaman. ditetapkan Pemerintah sebesar Rp45 triliun (3 kali) dari
• BRI melakukan akuisisi perusahaan yang bergerak di Penempatan Dana Pemerintah;
bidang Asuransi Umum yaitu PT Bringin Sejahtera Artha 2. Penyaluran kredit dengan skema penjaminan pada
Makmur (BRINS), akuisisi ini merupakan langkah strategis segmen kecil dan ritel sebesar Rp8,73 triliun kepada lebih
perseroan untuk menjadi integrated financial solution dari 14 ribu Debitur;
yang akan semakin melengkapi layanan keuangan yang 3. Penyaluran Subsidi Bunga Kredit UMKM sebesar Rp5,47
dimiliki oleh BRI Group. Triliun kepada lebih dari 8,9 juta penerima;
• Pada tanggal 28 Maret 2019 BRI menerbitkan obligasi 4. Penyaluran Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM)
berkelanjutan (sustainability bond) dengan nominal sebesar Rp18,64 triliun kepada lebih dari 7,7 juta usaha
sebesar USD500.000.000 (angka penuh) untuk jangka mikro;
waktu 5 tahun. Penerimaan dari penerbitan obligasi 5. Penyaluran KUR Super Mikro sebesar Rp8,66 triliun
tersebut akan dimanfaatkan untuk mendanai Eligible kepada lebih dari 985 ribu debitur;
Project sesuai dengan Sustainability Framework. 6. Penyaluran subsidi gaji sebesar Rp6,45 triliun kepada
• Guna memberikan kemudahan dan keamanan layanan lebih dari 5 juta penerima.
transaksi perbankan, BRI kembali meluncurkan
Selain itu, sebagai upaya penyelamatan debitur terdampak
terobosan digital banking terbarunya. Yang terbaru,
Covid-19, Sampai dengan Desember 2020, BRI telah
BRI meluncurkan aplikasi BRImo, aplikasi BRI Mobile
melakukan restrukturisasi sebesar Rp186,6 Triliun kepada
terbaru berbasis data dengan UI/UX (user interface/user
2,8 juta debitur, di mana sebesar 95% merupakan debitur
experience) dan fitur-fitur terbaru yang dapat digunakan
segmen Mikro, Konsumer, Kecil dan Menengah.
oleh nasabah maupun non nasabah BRI tanpa perlu
• Untuk memberikan kemudahan bagi nasabah
datang ke kantor cabang dengan pilihan sumber dana
bertransaksi di tengah pandemic, BRI menghadirkan
giro, tabungan dan Uang Elektronik untuk setiap fitur-
inovasi-inovasi digital sebagai berikut:
fiturnya. BRImo memiliki berbagai keunggulan menarik,
- Peluncuran BRImo New Look
yakni kemudahan dalam pembukaan rekening Tabungan
- Peluncuran Pasar.id. Adanya social distancing
BRI Britama Muda, login aplikasi menggunakan finger
& PSBB menyebabkan aktivitas pasar menjadi
print maupun face id Recognition, cek mutasi rekening
terbatas, sehingga pedagang mengalami omzet. BRI
hingga 1 tahun kebelakang, penggunaan alias rekening
membantu “Survival Mode” Pasar Tradisional dengan
serta akses info promo BRI. Pengguna BRImo hingga
memperkenalkan belanja online (baik melalui WA, situs
Desember 2019 telah mencapai 2,96 juta pengguna.
web, Mobile Apps, maupun kerjasama dengan start
• Pada 12 Desember 2019, BRI melakukan terobosan
up).
inovasi atas produk dan layanan keuangannya untuk
- Peluncuran Digital Saving. BRI meluncurkan layanan
mengukuhkan diri sebagai lembaga keuangan terdepan
pembukaan rekening secara digital melalui Platform
dalam digital banking di Indonesia. Yang terbaru, BRI
Digital Saving yang dapat diakses melalui channel
meluncurkan pinjaman online yang diberi nama CERIA.
Bank BRI ataupun pihak ketiga yang bekerjasama,
Melalui peluncuran ini, BRI menjadi bank BUMN pertama
dengan menggunakan 2 teknologi yaitu face
yang memiliki aplikasi pinjaman online.
recognition dan digital signature, sehingga nasabah
• Selain berinovasi dengan mengembangkan berbagai
tidak perlu datang ke kantor Bank untuk bertatap muka
produk digital banking, selama periode tahun 2019 BRI
dengan petugas.
juga terus melakukan pemberdayaan UMKM melalui
• Peluncuran lembaga sertifikasi profesi perbankan di
penyaluran KUR senilai Rp 87,9 Triliun kepada lebih dari
Indonesia (BRISLP).
4 juta pelaku UMKM. Dari total KUR yang disalurkan
• Peluncuran BRI Micro & SME Index (BMSI). Peluncuran
selama tahun 2019 oleh BRI tersebut, Rp75,7 Triliun atau
BMSI merupakan kepedulian BRI terhadap aktivitas
86,1% diantaranya disalurkan khusus di segmen mikro.
UMKM Indonesia untuk menjadi suatu informasi.
Dengan demikian, sejak tahun 2015, BRI telah berhasil
BMSI menjadi leading indikator pertama di Indonesia
menyalurkan KUR dengan total nilai mencapai Rp 323,4
yang mengukur aktivitas UMKM yang suatu saat akan
Triliun kepada lebih dari 16,6 juta pelaku UMKM di
bermanfaat bagi kebijakan publik.
seluruh Indonesia.
12 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 15
Laporan Tahunan
2025
2021 2025
• Sepanjang tahun 2021, BRI sukses melakukan 3 (tiga) • Sepanjang 2025 menjadi momentum penting bagi BRI dalam
aksi korporasi besar untuk mendukung pertumbuhan menegaskan arah transformasi jangka panjang. Pada 3 Juli 2025,
yang berkelanjutan. Tiga aksi korporasi besar tersebut BRI meluncurkan BRIVolution Reignite sebagai strategi untuk
memperkuat fondasi bisnis, meningkatkan daya saing, serta
merupakan bagian dari pertumbuhan bisnis BRI yang menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan, dengan fokus pada
dilakukan secara anorganik dan proses value creation. penguatan struktur pendanaan, percepatan digitalisasi, peningkatan
Adapun 3 (tiga) aksi korporasi tersebut antara lain: produktivitas, serta pengembangan bisnis berbasis customer-
1. Konsolidasi Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan centric.
peningkatan harga saham BRIS hingga empat kali lipat • Fondasi strategi tersebut kian diperkuat melalui penguatan budaya
organisasi dengan penetapan Brilian Way. Lima nilai utama yang
sejak proses konsolidasi. diusung yakni Integrity, Collaborative, Accountability, Growth
2. Peningkatan valuasi BRI Life menjadi Rp7,5 triliun Mindset, dan Customer Focus yang ditetapkan sebagai panduan
melalui kerjasama strategis dengan FWD Financial nilai dan perilaku yang harus dimiliki oleh seluruh Insan BRILiaN
pada 2021, di mana BRI sebelumnya mengakuisisi BRI dalam menjalankan perannya.
Life dengan nilai Rp1,6 triliun pada 2015. • Keselarasan antara strategi dan budaya tersebut kemudian dimaknai
secara utuh melalui Corporate Rebranding, yang diluncurkan pada
3. Pembentukan Holding Ultra Mikro bersama Pegadaian 16 Desember 2025, sebagai refleksi identitas BRI yang semakin
dan PNM dengan total nilai Right Issue sebesar Rp95,9 modern dan inklusif, tanpa meninggalkan DNA keberpihakan kepada
triliun yang terdiri atas Rp54,7 triliun dalam bentuk rakyat, pemberdayaan UMKM, serta peran strategis sebagai agent
partisipasi non tunai pemerintah berupa inbreng of development.
saham Pegadaian dan PNM, serta Rp41,2 triliun dalam • Hasil dari transformasi tersebut juga tercermin dari capaian kinerja
yang membanggakan, Di sisi pendanaan, simpanan naik 7,4% dan
bentuk cash proceed dari pemegang saham publik. CASA tumbuh 12,7%, mendorong rasio CASA ke 70,6% — tertinggi
Pencapaian tersebut menorehkan sejarah sebagai sepanjang sejarah BRI. Struktur funding yang kuat didorong oleh
Right Issue terbesar di kawasan Asia Tenggara, penguatan dari sisi transaksi yang semakin tangguh mampu
peringkat ketiga Right Issue di Asia, dan nomor tujuh di mencipatakan efisiensi biaya dana, serta mampu menjaga likuiditas
seluruh dunia. dan ketahanan margin. Kredit tumbuh 12,3% dengan porsi UMKM
77,5%—menegaskan bahwa mikro dan UMKM tetap menjadi
• Sebagai upaya melanjutkan momentum positif inti bisnis dan sumber ketahanan BRI. Pertumbuhan di segmen
kebangkitan perekonomian nasional, BRI menjadi Komersial dan Korporasi dilakukan secara terukur dan berbasis
titling sponsor BRI Liga 1 sehingga diharapkan dapat kualitas.
menggerakkan perekonomian nasional. Khususnya agar • Selain itu, sebagai bagian dari dukungan terhadap program
industri sepak bola nasional termasuk UKM, UMKM, dan pemerintah, BRI juga konsisten menjadi penyalur utama Kredit
Usaha Rakyat (KUR). Tercatat, sepanjang tahun 2025, BRI berhasil
turunannya seperti perusahaan konveksi jersey sepak menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta
bola, penjual souvenir, pernak pernik tim, dan industri debitur. Secara kumulatif sejak tahun 2015 hingga akhir Desember
sepatu sepak bola akan kembali menggeliat. 2025, total penyaluran KUR BRI telah mencapai Rp1.435 triliun yang
• BRI membuka outlet luar negeri keenam yakni Kantor dimanfaatkan oleh sekitar 46,4 juta pelaku usaha.
Cabang di Taipei, Taiwan. yang terletak di No. 166, Sec. • BRI juga berperan aktif dalam mensukseskan program Pemerintah
lainnya seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih dan
3, Nanjing East Road, Zhongshan District, Taipei City, Kredit Perumahan Rakyat. Hal ini semakin memperkuat peran BRI
Taiwan. Operasional BRI Taipei Branch (BRITW) ini sudah sebagai mitra strategis Pemerintah dalam memperluas akses dan
mulai beroperasi pada Selasa, 30 November 2021. BRI optimalisasi pelaksanaan program Pemerintah
Taipei Branch juga telah mengantongi izin operasional • Dengan arah strategis yang jelas dan disiplin eksekusi, BRI berada
sebagai Full Retail Foreign Bank Branch Office License pada posisi solid untuk terus menciptakan nilai jangka panjang
sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif
oleh otoritas Taiwan. Dengan lisensi tersebut, BRI dan berkelanjutan.
Taipei Branch dapat memberikan pelayanan Simpanan,
Pinjaman, Remitansi, Trade Finance, dan Treasury
kepada nasabah di Taiwan.
2024
• BRIvolution 3.0 resmi diluncurkan sebagai langkah
strategis perusahaan untuk menetapkan rencana jangka
2022 panjang perusahaan dengan merumuskan visi BRI
Pada tahun 2022 BRI terus mengembangkan bisnisnya sebagai “The Most Trusted Lifetime Financial Partner for
melalui beberapa hal: Sustainable Growth”.
1. Mengakuisisi Danareksa Investment Management untuk • BRI terus berkomitmen untuk mendorong ekonomi
terus menjadikan BRI Group sebagai one stop financial kerakyatan dengan melayani dan memberdayakan
solution bagi masyarakat Indonesia. UMKM, termasuk melalui Holding Ultra Mikro (UMi).
2. Meluncurkan produk Qlola by BRI sebagai Integrated Selama 3 (tiga) tahun sejak didirikan, Holding UMI telah
Corporate Solution Platform hanya dengan single sign on melayani 35,9 juta nasabah termasuk melalui 1,032 co-
login. location yang tersebar di seluruh Indonesia.
3. Semakin konsisten mendukung inklusi keuangan
Indonesia melalui:
• BRILink Agen yang telah mencapai 627 ribu Agen dan
tersebar di >58 ribu desa atau mencakup >78% desa
di Indonesia.
2023
• Super Apps BRImo yang telah memiliki 23,85 juta Bukti keberhasilan transformasi Digital yang dilakukan BRI
pengguna dan menjadikan BRImo sebagai banking terlihat dari jumlah user BRImo di akhir 2023 mencapai
apps dengan pengguna terbesar di Indonesia. 31,6 juta user meningkat >10 kali lipat hanya dalam waktu 4
• Menghadirkan >1.000 Gerai Senyum untuk (empat) tahun, menjadikan BRImo sebagai mobile banking
memudahkan akses bagi nasabah Ultra Mikro dalam yang paling banyak di download di Indonesia. Selain itu,
satu pintu yang telah berhasil mengintegrasikan >34 pada tahun 2023 volume transaksi BRImo tumbuh luar biasa
juta data nasabah. mencapai Rp4.159 triliun.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 13
Page 16
Kontribusi
Terbaik Kami
Di tengah dinamika perekonomian domestik dan global untuk melayani masyarakat kecil dan pelaku usaha rakyat,
yang penuh tantangan, arah dan fondasi bisnis PT Bank sebuah nilai dasar yang terus diwariskan hingga kini. Ke
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus diperkuat, seiring depan, BRI menetapkan arah strategis untuk menjadi bank
dengan penegasan peran BRI sebagai bank milik negara yang semakin kuat dalam melayani seluruh segmen, sejalan
yang tumbuh bersama masyarakat dan secara konsisten dengan visinya sebagai satu bank untuk semua.
berkontribusi bagi perekonomian nasional.
Tanpa meninggalkan DNA keberpihakan kepada rakyat,
Dalam kerangka tersebut, BRI turut menetapkan agenda BRI juga mengambil peran aktif dalam mengakselerasi
transformasi BRIVolution Reignite sebagai langkah strategis perekonomian nasional melalui dukungan terhadap berbagai
untuk memperkuat fondasi bisnis, meningkatkan efisiensi, program prioritas pemerintah. Kontribusi tersebut tidak
serta memastikan Perseroan tetap relevan dan kompetitif hanya diwujudkan dalam aspek ekonomi, tetapi juga melalui
di tengah perubahan lanskap ekonomi dan teknologi. aksi sosial yang menyentuh langsung masyarakat dan
BRIVolution Reignite menegaskan fokus BRI pada penguatan memperkuat dampak keberlanjutan.
struktur pendanaan, percepatan digitalisasi, peningkatan
produktivitas, serta pengembangan bisnis inti dan bisnis baru Kehadiran BRI di tengah masyarakat menegaskan bahwa di
yang berkelanjutan. Seluruh agenda ini dijalankan dengan balik agenda transformasi dan penguatan kinerja, Perseroan
orientasi customer-centric, sekaligus memperkuat peran BRI terus menjaga komitmennya untuk hadir dan bergerak
sebagai bank yang melayani seluruh segmen masyarakat. bersama rakyat. Setidaknya terdapat 10 kontribusi nyata BRI
untuk negeri, yang mencerminkan peran strategis Perseroan
Transformasi tersebut berjalan beriringan dengan DNA BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,
sebagai bank yang berakar kuat pada ekonomi kerakyatan. berkeadilan, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Sejak berdiri pada tahun 1895, BRI tumbuh dengan mandat
Ciptakan Sharing
Economy Melalui
Keberadaan 1,19 Sepanjang 2025, BRI didukung oleh sekitar 1,19 juta BRILink yang tersebar di seluruh
Juta BRILink Agen Indonesia, menjangkau 66.098 desa atau lebih dari 80% total desa di Tanah Air.
Melalui model bisnis berbasis kemitraan ini, BRILink Agen telah memfasilitasi 1 miliar
transaksi finansial dengan total volume mencapai Rp1.746 triliun.
Selain itu, melalui jaringan BRILink Agen, BRI memperkuat peran Koperasi Desa/
Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai penggerak ekonomi kerakyatan hingga
ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Kehadiran jaringan ini tidak hanya
memperluas inklusi keuangan, tetapi juga menciptakan sharing economy bagi
masyarakat setempat. Dengan pendekatan tersebut, BRI mampu menjangkau
lapisan masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh layanan perbankan formal.
14 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 17
Laporan Tahunan
2025
Konsisten Dukung
Program Tiga Juta Rumah,
BRI Salurkan KPR Subsidi
16,16 Triliun
Rp
BRI terus memperkuat perannya dalam mendukung program perumahan
nasional melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS). Hingga
akhir Desember 2025, BRI telah merealisasikan pembiayaan KPRS sebesar
Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur di seluruh Indonesia,
sebagai bagian dari komitmen dalam menyediakan akses hunian layak bagi
Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Penyaluran tersebut mencakup beberapa skema pembiayaan, yakni KPR
Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar
Rp15,74 triliun, KPR Tapera sebesar Rp321,23 miliar, KPR Subsidi Selisih
Bunga (SSB) senilai Rp94,03 miliar, serta Program Bantuan Pembiayaan
Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebesar Rp9,06 miliar.
Komitmen pada Asta Cita,
KUR BRI Capai Rp178,08 Triliun
BRI mencatat capaian positif dalam penyaluran Dilihat dari sektor ekonomi, penyaluran KUR BRI tetap
Kredit Usaha Rakyat (KUR). Adapun, sebagian besar didominasi oleh sektor produksi, yang mencakup
penyalurannya mengalir ke sektor produksi. Fokus pertanian, perikanan, perdagangan, industri
ini sejalan dengan Asta Cita, khususnya pada pilar pengolahan, dan jasa lainnya, dengan porsi sebesar
penguatan ekonomi rakyat. 64,49% dari total penyaluran KUR BRI. Sektor pertanian
menjadi kontributor utama dengan pembiayaan
Keberpihakan nyata Perseroan terhadap penguatan mencapai Rp80,09 triliun atau setara 44,97%, dari
ekonomi rakyat. Juga tercermin dari penyaluran Kredit keseluruhan KUR yang telah disalurkan BRI. Capaian ini
Usaha Rakyat (KUR). Sebagai bank penyalur terbesar, merefleksikan komitmen BRI dalam memperkuat sektor
pada tahun 2025 BRI telah menyalurkan sebesar riil.
Rp178,08 triliun dan menjangkau 3,8 juta debitur.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 15
Page 18
Berdayakan UMKM
Melalui 5.245 Desa Binaan
dan 42.682 Klaster Usaha
Di samping melalui pembiayaan, BRI juga terus
menjalankan berbagai program pemberdayaan yang
menyentuh masyarakat dan UMKM. Hingga akhir
Desember 2025, Desa BRILiaN telah menjangkau
5.245 desa binaan yang tersebar di seluruh wilayah
Indonesia.
Selain itu, melalui program Klaster Usaha BRI juga
telah mengembangkan 42.682 klaster usaha sebagai
bagian dari strategi penguatan sektor produktif
berbasis komunitas. BRI juga menghadirkan
LinkUMKM, sebuah platform pemberdayaan digital
untuk meningkatkan kapabilitas dan kapasitas
UMKM. Tercatat lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM
telah memanfaatkan platform ini untuk meningkatkan
kapasitas usaha, mempercepat proses naik
kelas, dan memperluas pasar. Selanjutnya, guna
menumbuhkembangkan UMKM, BRI juga membina
54 Rumah BUMN dan telah melaksanakan 18.218
ribu pelatihan.
BRI Semakin Berkibar di Panggung Global,
Jadi Perusahaan Publik Terbesar di Indonesia Versi Forbes
Sepanjang 2025, BRI mencatatkan 256 penghargaan
di tingkat domestik, regional, dan internasional. Salah
satu capaian utama datang dari Forbes Global 2000
- The World’s Largest Companies 2025, di mana BRI
menempati peringkat ke-349 dari 2.000 perusahaan
publik terbesar dunia, sekaligus menjadi perusahaan
publik Indonesia dengan peringkat tertinggi dalam daftar
tersebut.
Di tingkat regional, BRI juga menempati peringkat
pertama di antara seluruh bank dan institusi keuangan
asal Indonesia serta peringkat ke-4 kategori finansial
se-Asia Tenggara dalam daftar Perusahaan terbesar
di Kawasan berdasarkan pendapatan dalam Fortune
Southeast Asia 500 tahun 2025. Pengakuan internasional
turut diperkuat melalui The Banker Top 1000 World Banks.
BRI dinobatkan sebagai bank terbaik nomor satu di
Indonesia dan peringkat ke-114 dunia, dengan dukungan
fundamental kinerja keuangan yang solid. Terbaru, pada
3 Desember 2025 BRI dinobatkan Bank of The Year 2025
in Indonesia oleh The Banker, media keuangan global di
bawah naungan Financial Times Group.
16 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 19
Laporan Tahunan
2025
Makin Diminati Masyarakat,
Super Apps BRImo
Tembus 45,9 juta User
BRI terus menuai hasil nyata dari transformasi
BRIVolution Reignite yang tengah dijalankan secara
berkelanjutan. Salah satunya adalah jumlah pengguna
aplikasi Super Apps BRImo yang telah mencapai 45,9
juta user sepanjang 2025, angka tersebut meningkat
18,9% YoY dibandingkan tahun sebelumnya. Seiring
dengan itu, aktivitas transaksi BRImo terus menunjukkan
peningkatan. Hingga akhir 2025, BRImo telah melayani
5,62 miliar transaksi atau tumbuh 30,4% secara tahunan,
mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap
layanan digital BRI yang aman, cepat dan mudah.
Perkuat Ekonomi Grassroot,
Holding UMi Jangkau 34,5 Juta Debitur
Holding UMi yang terdiri atas BRI, Pegadaian, dan BRI pun memperluas jangkauan dan menghadirkan
PNM menjadi pilar strategis dalam memperluas inklusi layanan yang lebih dekat dengan masyarakat, Holding
keuangan nasional. Hingga akhir Desember 2025, UMi memiliki jaringan layanan yang mencakup lebih
Holding UMi telah menjangkau lebih dari 34,5 juta dari 15 ribu outlet fisik, 1.034 outlet SenyuM (Sentra
debitur aktif, dengan total simpanan mikro mencapai Layanan Ultra Mikro), 1,2 juta BRILink Agen, lebih dari
lebih dari 187 juta rekening. 627 ribu e-channel BRI, serta sekitar 74 ribu tenaga
pemasar dan financial advisor dari BRI, Pegadaian dan
PNM yang tersebar di seluruh Indonesia.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 17
Page 20
18 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 21
Laporan Tahunan
2025
Kilas
Kinerja
“Pada tahun 2025, BRI mampu
mempertahankan pertumbuhan dan catatan
kinerja yang membanggakan. Raihan ini juga
semakin diperkuat dengan penghargaan dan
apresiasi dari pihak eksternal baik domestik
maupun internasional”
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 19
Page 22
Kilas Kinerja
PencapaianKinerja
Pencapaian Kinerja Penting
Penting
Tahun2025
Tahun 2025
Highlight Kinerja Keuangan
periode 31 Desember 2025 konsolidasian
Aset Total Kredit Dana Pihak Ketiga
dan Pembiayaan
Rp
2.135,37 1.521,49
Rp Rp
1.466,84
triliun triliun triliun
Komposisi CASA
70,61%
Laba
Rp
57,132 triliun
Kredit dan Pembiayaan
UMKM*
Rp
1.178,98 triliun
* segmen non-wholesale
20 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 23
Laporan Tahunan
2025
Pemberdayaan UMKM
Selain dari porsi penyaluran kredit UMKM yang besar, BRI komitmen untuk memajukan UMKM melalui langkah nyata berbagai
program pemberdayaan sebagai berikut:
5.245 14,98
Desa BRILiaN Juta user
Desa BRILian merupakan program pengembangan ekonomi Platform online yang bertujuan melakukan tracking dan
desa sesuai potensi spesifik, seperti desa wisata, desa monitoring UMKM Indonesia naik kelas melalui rangkaian
kerajinan, desa pertanian dan sebagainya. program pemberdayaan terpadu.
54 42.682
Rumah BUMN Klaster Usaha
Merupakan wadah kolaborasi BUMN dalam membentuk Program pemberdayaan berdasarkan kesamaan usaha
digital economy ecosystem melalui pembinaan UMKM, dalam klaster/kelompok usaha.
dengan mengikutsertakan >17 ribu kali pelatihan.
Rasio Keuangan
Konsolidasi
NIM
7,81%
COF*
2,87%
NPL
3,07%
NPL Coverage
178,06%
CAR
23,52%
* atas Dana Pihak Ketiga
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 21
Page 24
Kilas Kinerja
Dukungan BRI Terhadap Program
Prioritas Pemerintah
Penyaluran Kredit Program Koperasi Desa/
Usaha Rakyat (KUR) Kelurahan Merah Putih (KDMP)
Penyaluran KUR Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur. Mendukung program KDMP melalui pendampingan &
pemberdayaan koperasi, serta layanan transaksi
BRILink Agen.
Menyalurkan Fasilitas Likuiditas Penyaluran
Pembiayaan Perumahan (FLPP) Bantuan Subsidi Upah (BSU)
Mendukung program 3 Juta Rumah dengan menyalurkan Penyaluran BSU Tahun 2025 senilai Rp2,25 triliun kepada
FLPP kepada 118 ribu Masyarakat Berpenghasilan Rendah 3,7 juta rekening penerima.
(MBR) senilai Rp16,16 triliun.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
3.854 Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) telah memperoleh layanan perbankan dari BRI. Dari sisi pembiayaan, BRI telah
menyalurkan pembiayaan sebesar Rp104,4 miliar untuk pembangunan Dapur MBG di berbagai wilayah di Indonesia.
Layanan Digital &
Inkluasi Keuangan
SUPER APPS
BRImo
App Store Google Play Store Holding Ultra Mikro (UMi) merupakan sinergi BRI
4.7 4.7
sebagai induk bersama Pegadaian dan Permodalan
Nasional Madani (PNM) untuk memberikan akses
BRImo merupakan Super Apps untuk
layanan keuangan yang lengkap, terintegrasi, dan
beragam transaksi nasabah kapan pun
memenuhi kebutuhan pelaku usaha, khususnya di
dan di mana pun serta merupakan mobile
segmen Ultra Mikro (UMi).
banking paling banyak di-download
dengan rating tinggi
Nasabah Pinjaman Rekening Simpanan Mikro Total Co-Location
34,5 >187 1.034
45,9
juta juta
juta
Users BRImo tumbuh
18,9% (yoy)
Rp
7.077
BRILink Agen merupakan perluasan layanan di mana
triliun BRI menjalin kerja sama dengan nasabah sebagai agen/
mitra yang dapat melayani transaksi perbankan bagi
Volume Transaksi tumbuh masyarakat secara real-time online dengan konsep
26,4% (yoy) sharing fee.
1,19
Menjangkau
juta
BRILink Agen tumbuh 12,18% (yoy)
66
atau mencakup
ribu desa
Rp1.820 triliun
>80% desa
dari total desa seluruh Indonesia
Volume Transaksi tumbuh 14,6% (yoy)
22 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 25
Laporan Tahunan
2025
Awards Highlight
2025
Forbes 2025 Finance Asia Awards
Global 2000 2025
• Peringkat 1 Perusahaan Terbesar di • Best Managed Company
Indonesia • Best Bank Domestic (Highly
• Peringkat 349 di Dunia Commended)
• Best Bank for Financial Inclusion
Fortune 500
Southeast Asia
• Peringkat 1 Industri Keuangan di
Indonesia
• Peringkat 4 Industri Keuangan di Asia
Tenggara
The Asset AAA
• South East Asia Best Advisers – Best
Issuer for Sustainable Finance
• Best in Treasury and Working Capital -
SME’s
Brand Finance Global
500 2025
• The Most Valuable Brand in Indonesia
(Peringkat #1 di Indonesia dan #323 di
Dunia)
The Banker
Top 1000 World Banks 2025
• Bank No. 1 di Indonesia dan Peringkat
114 di Dunia
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 23
Page 26
Kilas Kinerja
Ikhtisar
Data Keuangan Penting
Ikhtisar Keuangan
dan Rasio Keuangan
Tabel Ikhtisar Keuangan dan Rasio Keuangan (dalam jutaan Rupiah)
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
ASET
Kas 32.044.482 29.783.642 31.603.784 27.407.478 26.299.973
Giro pada Bank Indonesia 31.929.608 88.878.969 101.909.121 150.935.150 56.426.573
Giro dan Penempatan pada bank lain - Netto 63.488.113 83.448.015 87.545.335 91.869.777 73.012.684
Efek-efek, Wesel Ekspor, Reverse Repo dan
420.454.320 382.903.830 416.411.206 418.685.107 455.174.902
Tagihan Lainnya
Kredit yang Diberikan, Piutang Syariah, dan
1.521.485.857 1.354.640.779 1.266.429.247 1.139.077.065 1.042.867.453
Pembiayaan
CKPN Kredit yang Diberikan, Piutang
(83.058.656) (81.063.511) (85.501.888) (93.087.981) (87.829.417)
Syariah, dan Pembiayaan
Tagihan Derivatif - Netto 1.167.029 1.087.048 911.683 911.405 730.083
Tagihan Akseptasi - Netto 13.046.341 9.783.690 9.967.710 7.031.064 9.066.005
Penyertaan Saham - Netto 8.834.868 8.076.567 7.305.491 6.506.903 6.071.727
Aset Tetap - Netto 63.294.240 62.477.965 59.678.119 55.216.047 47.970.187
Aset Pajak Tangguhan - neto 8.129.522 12.800.660 15.445.977 18.712.994 16.284.898
Aset Lain-lain - neto 54.555.381 39.369.252 53.709.169 42.374.001 32.022.666
TOTAL ASET 2.135.371.105 1.992.186.906 1.965.414.954 1.865.639.010 1.678.097.734
LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER DAN EKUITAS
LIABILITAS
Simpanan Nasabah**) 1.466.843.839 1.365.450.104 1.358.328.761 1.307.884.013 1.138.743.215
Giro 448.203.670 374.554.340 346.124.372 349.755.590 220.590.197
Tabungan 587.585.862 544.426.947 527.945.550 522.647.920 497.676.739
Deposito 431.054.307 446.468.817 484.258.839 435.480.503 420.476.279
Liabilitas Segera 39.818.745 36.821.661 30.651.807 24.910.579 18.735.387
Simpanan dari Bank lain 17.601.436 14.679.482 11.958.319 9.334.547 13.329.434
Efek-efek yang Dijual dengan Janji Dibeli
27.932.749 25.043.717 19.079.458 9.997.592 29.408.508
Kembali
Pinjaman diterima 129.186.116 127.879.804 98.850.813 79.371.200 68.458.547
Surat Berharga yang Diterbitkan 40.901.648 32.502.499 49.637.581 63.611.761 55.306.697
Liabilitas Lain-lain 82.145.138 66.494.623 80.049.320 67.134.001 62.329.142
TOTAL LIABILITAS 1.804.429.671 1.668.871.890 1.648.556.059 1.562.243.693 1.386.310.930
24 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 27
Laporan Tahunan
2025
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
EKUITAS
Modal Saham 7.577.950 7.577.950 7.577.950 7.577.950 7.577.950
Tambahan modal disetor 75.946.195 75.880.223 75.853.127 75.637.083 76.242.898
Surplus revaluasi aset tetap - bersih 20.754.251 20.222.379 20.216.505 20.267.952 17.006.230
Selisih kurs karena penjabaran laporan
227.059 (204.632) (253.744) (127.954) (115.975)
keuangan dalam mata uang asing
Cadangan kompensasi atas saham bonus 453.231 452.031 287.482 210.266 210.266
Keuntungan yang belum direalisasi atas
efek-efek yang diklasifikasikan sebagai nilai
1.289.152 (2.196.060) (2.221.745) (4.464.483) 1.949.387
wajar melalui penghasilan Komprehensif
lain - bersih
Cadangan penurunan nilai atas efek-efek
yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar 60.966 51.931 128.230 139.978 547.026
melalui penghasilan Komprehensif lain
Keuntungan (kerugian) pengukuran kembali
(2.198.095) (505.787) (2.134.699) (689.473) (1.423.685)
program imbalan pasti - bersih
Modal saham diperoleh kembali (saham
(4.463.270) (4.349.007) (3.614.321) (2.202.178) (45.997)
treasuri)
Opsi saham 121.808 313.404 54.769 16.356 19.255
Dampak Transaksi Pengendalian
1.758.580 1.758.580 1.758.580 1.758.580 1.758.580
Non Pengendali
Cadangan keuangan asuransi - neto (157.347) (5.050) (47.420) - -
Saldo laba 222.663.378 218.032.389 213.861.223 201.169.934 185.009.048
Telah ditentukan penggunaannya 3.022.685 3.022.685 3.022.685 3.022.685 3.022.685
Belum ditentukan penggunaannya 219.640.693 215.009.704 210.838.538 198.147.249 181.986.363
Total ekuitas yang dapat diatribusikan
324.033.858 317.028.351 311.465.937 299.294.011 288.734.983
kepada Entitas Induk
Kepentingan non-pengendali 6.907.576 6.286.665 5.392.958 4.101.306 3.051.821
TOTAL EKUITAS 330.941.434 323.315.016 316.858.895 303.395.317 291.786.804
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 2.135.371.105 1.992.186.906 1.965.414.954 1.865.639.010 1.678.097.734
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan Bunga dan Syariah - neto 150.498.429 142.658.657 135.183.487 124.597.073 114.094.429
Pendapatan jasa asuransi - neto 1.298.183 1.166.810 2.161.392 1.577.323 1.043.075
Pendapatan penjualan emas – neto ***
) 2.398.966 703.197 319.644 299.151 -
Pendapatan Operasional lainnya 53.681.192 53.948.329 45.625.785 39.127.694 41.215.807
Beban penyisihan kerugian penurunan nilai
(46.723.647) (41.744.402) (29.523.426) (27.384.906) (35.806.312)
atas aset keuangan - neto
Pembalikan (beban) penyisihan estimasi
624.058 3.596.482 341.994 543.145 (3.321.266)
kerugian komitmen dan kontinjensi - neto
Beban penyisihan kerugian penurunan nilai
(82.414) (13.008) (497.848) (137.431) (163.243)
atas aset non-keuangan - neto
Beban Operasional lainnya (88.446.886) (82.100.218) (76.782.291) (74.316.012) (75.918.108)
LABA OPERASIONAL 73.247.881 78.215.847 76.828.737 64.306.037 41.144.382
PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL
(455.062) (963.653) (399.025) 290.664 (152.317)
- NETO
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 72.792.819 77.252.194 76.429.712 64.596.701 40.992.065
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 25
Page 28
Kilas Kinerja
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
BEBAN PAJAK (15.660.454) (16.945.848) (16.004.664) (13.188.494) (7.835.608)
LABA SEBELUM LABA BERSIH PRO FORMA
DARI TRANSAKSI AKUISISI DENGAN 57.132.365 60.306.346 60.425.048 51.408.207 33.156.457
ENTITAS PENGENDALI
LABA BERSIH PRO FORMA DARI
TRANSAKSI AKUSISI DENGAN ENTITAS - - - - (2.400.691)
PENGENDALI
LABA BERSIH 57.132.365 60.306.346 60.425.048 51.408.207 30.755.766
Penghasilan komprehensif lainnya:
Akun-akun yang tidak akan direklasifikasi ke
laba rugi
Pengukuran kembali atas program imbalan
(2.105.170) 2.001.031 (1.787.840) 902.754 487.841
pasti
Pajak penghasilan terkait akun-akun yang
408.841 (376.095) 348.975 (176.671) (67.751)
tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Surplus revaluasi aset tetap 543.712 9.670 (82.365) 3.297.304 (92.127)
Akun-akun yang akan
direklasifikasi ke laba rugi
Selisih kurs karena penjabaran laporan
431.691 49.112 (125.790) (11.979) (61.226)
keuangan dalam mata uang asing
Keuntungan (kerugian) yang belum
direalisasi atas efek-efek dan Obligasi
Rekapitalisasi Pemerintah yang 4.826.637 (145.799) 1.782.067 (7.946.514) (3.143.546)
diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain****)
Cadangan penurunan nilai atas efek-efek
yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar 18.756 (86.410) (9.105) (413.197) (425.090)
melalui penghasilan komprehensif lain
Beban keuangan dari kontrak asuransi
(361.281) 98.305 348.975 (176.671) (67.751)
yang diterbitkan
Pajak penghasilan terkait akun-akun yang
(854.180) 14.658 502.669 1.509.279 478.796
akan direklasifikasi ke laba rugi
Penghasilan Komprehensif Lain Tahun
2.909.006 1.564.472 628.611 (2.839.024) (2.823.103)
Berjalan - Setelah Pajak
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN SEBELUM
PENGHASILAN KOMPREHENSIF PRO 60.041.371 61.870.818 61.053.659 48.569.183 30.333.354
FORMA DARI TRANSAKSI AKUISISI
DENGAN ENTITAS PENGENDALI
PENGHASILAN KOMPREHENSIF PRO
FORMA DARI TRANSAKSI AKUISISI - - - - (2.776.220)
DENGAN ENTITAS SEPENGENDALI
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF
60.041.371 61.870.818 61.053.659 48.569.183 27.557.134
TAHUN BERJALAN
LABA TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 56.652.384 59.944.649 60.099.863 51.170.312 31.066.592
Kepentingan non-pengendali 479.981 361.697 325.185 237.895 (310.826)
TOTAL 57.132.365 60.306.346 60.425.048 51.408.207 30.755.766
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 59.265.589 61.620.303 60.708.390 48.333.349 27.855.902
26 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 29
Laporan Tahunan
2025
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
Kepentingan non-pengendali 775.782 250.515 345.269 235.834 (298.768)
TOTAL 60.041.371 61.870.818 61.053.659 48.569.183 27.557.134
LABA TAHUN BERJALAN PER SAHAM
DASAR YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK
(dalam Rupiah penuh)
Dasar 376 398 398 338 238
Dilusian 376 398 398 338 238
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
Pendapatan yang diterima
Penerimaan bunga dan investasi 188.133.607 191.363.148 169.068.778 130.501.831 136.283.648
Pendapatan syariah 14.733.244 13.891.084 12.922.019 10.118.043 6.257.927
Pendapatan jasa asuransi 6.383.438 8.760.610 8.996.516 8.936.995 6.989.783
Pendapatan penjualan emas 61.566.593 18.192.082 7.982.888 8.715.106 -
Beban yang dibayar
Beban bunga (56.224.677) (55.680.976) (42.461.798) (25.762.613) (28.533.680)
Beban syariah (1.252.495) (993.686) (1.161.971) (1.008.042) (1.293.103)
Beban jasa asuransi (6.322.597) (5.547.858) (6.549.595) (7.359.672) (5.946.708)
Beban harga pokok penjualan emas (59.167.627) (17.488.885) (7.663.244) (7.875.955) -
Penerimaan kembali aset yang telah
20.952.308 25.363.951 16.833.578 12.468.321 9.005.760
dihapusbukukan
Pendapatan operasional lainnya 32.563.546 27.775.215 29.267.943 27.534.502 34.345.472
Beban operasional lainnya (80.928.270) (85.574.645) (75.776.851) (70.993.349) (73.658.162)
Beban lain-lain (555.267) (1.108.735) (568.000) (52.531) (203.971)
Pembayaran atas pajak penghasilan badan (10.543.662) (13.742.335) (14.279.292) (15.762.408) (11.164.431)
Arus kas sebelum perubahan dalam aset dan
109.338.141 105.208.970 96.610.971 68.920.228 72.082.535
liabilitas operasi
Perubahan dalam aset dan liabilitas operasi:
Penurunan (kenaikan) aset operasi:
Penempatan pada Bank Indonesia dan
(544.175) 1.273.810 (505.646) (195.110) 945.891
Lembaga Keuangan Lain
Efek-efek yang diukur pada nilai wajar
(1.594.522) (976.011) (1.277.298) (2.114.619) 9.164.531
melalui laporan laba rugi
Wesel ekspor dan tagihan lainnya (7.595.261) 13.473.275 (14.828.029) (9.403.150) (2.091.221)
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual
16.821.238 16.749.541 17.419.447 3.900.820 (8.096.930)
kembali
Kredit yang diberikan (203.205.917) (127.686.861) (152.128.249) (106.917.972) (68.377.027)
Pinjaman syariah (10.658.658) (4.133.183) (3.335.688) (1.354.828) 39.905.977
Piutang pembiayaan 2.027.451 1.479.857 (5.720.404) (9.996.487) (11.951.573)
Aset lain-lain (1.213.587) 1.562.240 (16.170.249) (2.941.947) 1.422.631
Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi:
Liabilitas segera 2.997.084 6.169.854 5.741.228 6.175.192 3.261.813
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 27
Page 30
Kilas Kinerja
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
Simpanan:
Giro 73.649.330 28.429.968 (3.631.218) 129.165.393 35.741.846
Giro Wadiah - - - - (6.258.078)
Giro Mudharabah - - - - -
Tabungan 43.158.915 16.481.397 5.297.630 24.971.180 37.005.372
Tabungan Wadiah - - - - (9.247.604)
Tabungan Mudharabah - - - - -
Deposito berjangka (15.414.510) (37.790.022) 48.778.336 15.004.224 (5.923.271)
Deposito berjangka Mudharabah - -
Simpanan dari bank lain dan lembaga
2.921.954 2.721.163 2.623.772 (3.994.882) (10.456.563)
keuangan lainnya
Liabilitas Derivatif - - (208.079)
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli
2.889.032 5.964.259 9.081.866 (19.410.916) (11.070.164)
kembali
Liabilitas lain-lain 1.040.508 (4.645.149) 7.072.077 5.698.879 235.264
Kenaikan (penurunan) dana syirkah
- - - - (33.496.976)
temporer
Kas Neto yang (Digunakan untuk) Diperoleh
14.617.023 24.283.108 (4.971.454) 97.506.005 32.588.374
dari Kegiatan Operasi
ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
Hasil Penjualan aset tetap 100.205 129.827 168.975 343.195 51.654
Penyertaan saham - (4.912) 36.137 (145.649) (315.724)
Penerimaan dividen 166.422 137.035 75.572 144.069 4.349
Perolehan aset tetap (6.344.276) (10.334.588) (8.177.296) (10.538.233) (8.254.116)
(Kenaikan) efek-efek dan Obligasi
Rekapitalisasi Pemerintah yang
diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui (40.012.932) 9.884.449 2.907.520 37.424.578 (64.581.768)
penghasilan komprehensif lain dan biaya
perolehan diamortisasi
Kas Neto yang (Digunakan untuk) Diperoleh
(46.090.581) (188.189 ) (4.989.092) 27.227.960 (73.095.605)
dari Kegiatan Investasi
ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) pinjaman yang
1.077.997 29.188.564 19.360.539 11.068.534 (4.229.199)
diterima
Pembagian laba untuk dividen (51.881.643) (48.102.283) (43.494.766) (26.406.603) (12.125.589)
Penerimaan dari surat berharga subordinasi - - 494.142 - -
Pembayaran dari surat berharga subordinasi - - (500.000) - -
Penerimaan dari surat berharga yang
28.395.963 10.905.923 14.112.994 21.739.525 12.547.672
diterbitkan
Pembayaran atas surat berharga yang jatuh
(19.724.136) (28.578.477) (28.141.850) (14.650.023) (14.608.236)
tempo
Penambahan modal saham - - - 41.059.206
Saham yang dibeli kembali (488.373 ) (875.758) (1.382.284) (2.187.544) -
Kas Neto yang Digunakan untuk Kegiatan
(42.620.192) (37.462.031) (39.551.225) (10.436.111) 22.643.854
Pendanaan
28 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 31
Laporan Tahunan
2025
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
(PENURUNAN) KENAIKAN NETO KAS DAN
(74.093.750) (13.367.112) (49.511.771) 114.297.854 (17.863.377)
SETARA KAS
PENGARUH PERUBAHAN
1.085 17.758 (2.663) (30.287) (2.190)
KURS MATA UANG ASING
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 205.328.380 218.677.734 268.192.168 153.924.601 171.790.168
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 131.235.715 205.328.380 218.677.734 268.192.168 153.924.601
Kas dan Setara Kas akhir tahun terdiri dari:
Kas 32.044.482 29.783.642 31.603.784 27.407.478 26.299.973
Giro pada Bank Indonesia 31.929.608 88.878.969 101.909.121 150.935.150 56.426.573
Giro pada bank lain 42.444.581 25.582.825 22.331.919 21.488.434 14.065.097
Penempatan pada Bank Indonesia dan
lembaga keuangan lain - jangka waktu jatuh
19.240.525 56.601.825 62.678.940 68.361.106 57.132.958
tempo tiga bulan atau kurang sejak tanggal
perolehan
Sertifikat Bank Indonesia dan Sertifikat
Deposito Bank Indonesia - jangka waktu
5.576.519 4.481.119 153.970 - -
jatuh tempo tiga bulan atau kurang sejak
tanggal perolehan
Total Kas dan Setara Kas 131.235.715 205.328.380 218.677.734 268.192.168 153.924.601
RASIO KEUANGAN (BANK ONLY)
Likuiditas
LDR 91,96% 89,39% 84,73% 79,17% 83,67%
CASA 70,89% 67,54% 64,55% 66,92% 63,30%
Kualitas Kredit
NPL Gross 3,29% 2,94% 3,12% 2,82% 3,08%
NPL Nett 0,96% 0,75% 0,76% 0,73% 0,70%
NPL Coverage 165,14% 199,43% 215,27% 291,54% 278,14%
Profitabilitas
NIM 6,54% 6,75% 6,84% 6,80% 6,89%
ROA 3,26% 3,76% 3,93% 3,76% 2,72%
ROE B/S 16,84% 18,40% 18,25% 16,76% 14,09%
Rasio laba (rugi) terhadap pendapatan 23,19% 25,42% 28,03% 29,50% 21,16%
Efisiensi
BOPO 71,50% 67,64% 64,35% 64,20% 74,30%
CER 39,29% 38,21% 38,32% 41,33% 44,39%
Solvabilitas
Rasio Liabilitas Terhadap Jumlah Aset 84,49% 83,73% 83,72% 83,23% 81,79%
Rasio Liabilitas Terhadap Ekuitas 544,93% 514,75% 514,34% 496,34% 449,11%
Aset Produktif
Aset Produktif dan Aset Non Produktif
Bermasalah Terhadap Total Aset Produktif 2,15% 1,91% 1,95% 1,72% 1,77%
dan Aset Non Produktif
Aset Produktif Bermasalah Terhadap Total
2,15% 1,91% 1,95% 1,72% 1,77%
Aset Produktif
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 29
Page 32
Kilas Kinerja
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
CKPN Aset Keuangan Terhadap Aset
4,08% 4,48% 5,24% 6,11% 6,16%
Produktif
Permodalan
Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum
21,06% 24,41% 25,23% 23,30% 25,28%
(KPMM)
Rasio Kecukupan Modal Tier 1 (CAR Tier 1) 19,93% 23,28% 24,06% 22,30% 24,27%
Kepatuhan
Persentase Pelanggaran BMPK
- Pihak Terkait Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil
- Pihak Tidak Terkait Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil
Persentase Pelampauan BMPK
- Pihak Terkait Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil
- Pihak Tidak Terkait Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil
Giro Wajib Minimum (Rupiah) 5,03% 5,39% 8,05% 12,11% 4,47%
Giro Wajib Minimum (Valas) 4,16% 4,69% 4,22% 4,24% 4,13%
Posisi Devisa Neto 2,51% 2,42% 0,62% 0,85% 0,81%
Rasio Lainnya
CIR (Rasio Biaya Terhadap Pendapatan) 38,92% 37,87% 37,74% 41,95% 43,26%
*) Setelah reklasifikasi dan penyajian kembali.
**) Termasuk simpanan mudharabah dan musyarakah.
***) Pengakuan penjualan emas yang berasal dari PT Pegadaian diakui sejak laba rugi Pegadaian dikonsolidasi sepenuhnya pada tahun 2022.
****) Beban keuangan dari kontrak asuransi yang diterbitkan disajikan pos tersendiri pada Laporan Keuangan 2025.
Ikhtisar Operasional
Tabel Kinerja Operasional Segmen Mikro (Bank only) (dalam miliar Rupiah)
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
BISNIS MIKRO
Dana Pihak ketiga (dalam miliar rupiah) 387.172 382.926 373.474 367.657 356.268
Pinjaman (dalam miliar rupiah) 470.722 491.220 496.554 449.627 396.959
BRILink Agen (dalam jumlah penuh) 1.193.835 1.064.219 740.818 627.012 503.151
Tabel Kinerja Operasional Segmen Ritel (Bank only) (dalam miliar Rupiah)
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
Pinjaman Bisnis Kecil dan Menengah 295.106 267.145 260.348 237.834 225.013
Pinjaman Bisnis Kredit Konsumer 227.771 203.243 182.355 161.722 149.306
Dana Pihak Ketiga 547.320 509.274 488.122 469.090 429.701
30 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 33
Laporan Tahunan
2025
Tabel Kinerja Operasional Segmen Korporasi (Bank only) (dalam miliar Rupiah)
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
Pinjaman Bisnis Korporasi 352.024 254.240 206.825 180.620 172.425
Dana Pihak ketiga 525.597 467.934 491.087 464.028 341.879
Tabel Kinerja Operasional Segmen Entitas Anak (dalam miliar Rupiah)
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
PT Pegadaian
Aset 151.260,93 102.172,44 82.151,80 72.920,62 65.156,47
Pendapatan 30.445,16 21.142,05 24.438,65 14.991,62 14.361,71
Laba Bersih 8.344,21 5.851,80 4.377,49 3.337,75 2.427,38
PT Permodalan Nasional Madani
Aset 56.986,25 55.348,06 51.106,91 46.744,76 43.797,91
Pendapatan 17.172,51 16.784,24 15.375,03 12.838,44 8.292,78
Laba Bersih 1.016,58 1.496,19 1.686,04 945,42 845,13
PT Asuransi BRI Life
Aset 28.177,45 26.520,61 23.678,04 21.627,64 18.334,91
Pendapatan 7.595,42 9.882,49 8.940,41 8.971,24 7.282,29
Laba Bersih 953,94 773,24 538,75 360,46 170,88
PT Bank Raya Indonesia Tbk (Raya)*
Aset 13.211,30 13.158,24 12.492,37 13.949,38 16.927,20
Pendapatan 1.359,08 1.596,43 1.307,16 1.642,67 1.774,06
Laba Bersih (498,52) 50,27 24,71 10,08 (3.061,36)
PT BRI Asuransi Indonesia
Aset 8.158,07 7.721,02 6.465,61 4.891,25 3.838,16
Pendapatan 4.221,45 2.033,15 1.729,65 1.387,57 1.984,00
Laba Bersih 689,60 702,96 479,37 373,10 289,95
PT BRI Multifinance Indonesia
Aset 5.419,42 7.689,46 9.057,07 7.321,87 5.246,04
Pendapatan 1.229,87 1.409,29 1.236,43 974,12 65.501,95
Laba Bersih 90,96 103,36 102,85 83,36 41,50
PT BRI Ventura Investama
Aset 2.118,36 2.471,12 2.672,05 2.229,57 2.047,89
Pendapatan 87,87 87,77 43,69 148,81 255,74
Laba Bersih (290,90) (89,44) 4,36 39,63 221,74
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 31
Page 34
Kilas Kinerja
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
PT BRI Danareksa Sekuritas
Aset 1.279,09 1.089,79 1.059,17 1.648,17 1.143,64
Pendapatan 396,71 320,93 308,78 351,57 281,27
Laba Bersih 20,93 9,12 70,52 72,97 92,87
PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI)
Aset 375,57 313,10 288,82 276,52 279,91
Pendapatan 300,30 249,47 172,91 11,95 158,27
Laba Bersih 33,22 29,49 18,16 6,27 40,37
BRI Global Financial Services Ltd.
Aset 62,54 42,14 24,23 17,98 13,09
Pendapatan 45,37 29,47 20,42 14,22 10,16
Laba Bersih 15,74 8,42 4,24 2,75 1,89
* Sebelumnya bernama PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk
32 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 35
Laporan Tahunan
2025
Informasi
Saham
Tabel Informasi Saham BRI Tahun 2024-2025
Harga per saham (Rp)
Jumlah Saham Volume Kapitalisasi
Tahun Beredar Perdagangan Pasar
Pembukaan Tertinggi Terendah Penutupan (saham) (saham) (Rp Triliun)
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
2024
Triwulan I 5.675 6.400 5.425 6.050 151.559.001.604 7.920.442.300 916,93
Triwulan II 6.050 5.925 4.100 4.600 151.559.001.604 18.761.734.000 697,17
Triwulan III 4.600 5.525 4.530 4.950 151.559.001.604 15.394.401.700 750,22
Triwulan IV 4.950 5.075 4.060 4.080 151.559.001.604 15.441.502.300 618,36
2025
Triwulan I 4.080 4.300 3.360 4.050 151.559.001.604 17.818.057.900 613,81
Triwulan II 4.050 4.450 3.620 3.740 151.559.001.604 12.748.679.100 566,83
Triwulan III 3.740 4.250 3.670 3.900 151.559.001.604 10.688.420.200 591,08
Triwulan IV 3.900 4.050 3.500 3.660 151.559.001.604 14.606.731.100 554,71
Grafik Harga Penutupan Saham BRI Tahun 2024-2025
7.000
6.000
6.050
Harga Penutupan Saham (Rp)
4.950 5.000
4.500 4.050
3.900
4.000
4.080
3.740 3.660
3.000
2.000
1.000
0
2024 2025
Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 33
Page 36
Kilas Kinerja
Grafik Volume Perdagangan Saham BRI Tahun 2024-2025 (Dalam Juta)
20.000.000.000
18.762
17.818 18.000.000.000
15.394 15.442 16.000.000.000
14.607
Lembar Saham (Rp)
14.000.000.000
12.749
12.000.000.000
10.688
10.000.000.000
7.920
8.000.000.000
6.000.000.000
4.000.000.000
2.000.000.000
0
2024 2025
Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV
Aksi Korporasi Aksi Penghentian Sementara
Perdagangan Saham (Suspension)
Pada tahun 2025, BRI tidak melakukan Aksi Korporasi terkait dan/atau Penghapusan Pencatatan
dengan aktivitas yang berpengaruh terhadap jumlah saham Saham (Delisting)
beredar, di antaranya pemecahan saham, penggabungan
saham, dividen saham, saham bonus, perubahan nilai Sampai dengan 31 Desember 2025, BRI tidak pernah
nominal saham, penerbitan efek konversi, serta penambahan dikenakan sanksi penghentian sementara perdagangan
dan pengurangan modal. saham (suspension) dan/atau penghapusan pencatatan
saham (delisting).
34 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 37
Laporan Tahunan
2025
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 35
Page 38
Kilas Kinerja
Informasi Obligasi, Sukuk,
dan/atau Obligasi Konversi
Informasi Obligasi
Tabel Informasi Obligasi yang Masih Beredar
Tanggal distribusi
Mata Jumlah Obligasi
No. Uraian Obligasi secara Tenor
Uang (Juta)
Elektronik
Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI Tahap I Tahun
1. 01 Desember 2016 10 tahun IDR Rp2.350.000
2016 Seri E
Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI Tahap II Tahun
2. 11 April 2017 10 tahun IDR Rp1.300.500
2017 Seri D
Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI Tahap IV Tahun
3. 21 Februari 2018 7 tahun IDR Rp605.000
2018 Seri B
Obligasi Berawawasan Lingkungan Berkelanjutan I
4. 20 Juli 2022 5 Tahun IDR Rp500.000
Bank BRI Tahap I Tahun 2022 Seri C
5. Obligasi Subordinasi III Bank BRI Tahun 2018 06 Juli 2023 5 tahun IDR Rp500.000
Obligasi Berawawasan Lingkungan Berkelanjutan I
6. 17 Oktober 2023 2 Tahun IDR Rp4.154.350
Bank BRI Tahap II Tahun 2023 Seri B
Obligasi Berawawasan Lingkungan Berkelanjutan I
7. 17 Oktober 2023 3 Tahun IDR Rp500.000
Bank BRI Tahap II Tahun 2023 Seri C
Obligasi Berawawasan Lingkungan Berkelanjutan I
8. 20 Maret 2024 1 Tahun IDR Rp1.237.665
Bank BRI Tahap III Tahun 2024 Seri A
Obligasi Berawawasan Lingkungan Berkelanjutan I
9. 20 Maret 2024 2 Tahun IDR Rp879.430
Bank BRI Tahap III Tahun 2024 Seri B
Obligasi Berawawasan Lingkungan Berkelanjutan I
10. 20 Maret 2024 3 Tahun IDR Rp382.905
Bank BRI Tahap III Tahun 2024 Seri C
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I
11. 26 Juni 2025 2 Tahun IDR Rp1.563.090
Bank BRI Tahap I Tahun 2025 Seri A
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I
12. 26 Juni 2025 3 Tahun IDR Rp2.110.745
Bank BRI Tahap I Tahun 2025 Seri B
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I
13. 26 Juni 2025 5 Tahun IDR Rp1.326.165
Bank BRI Tahap I Tahun 2025 Seri C
SBK Berkelanjutan I PT Bank Rakyat Indonesia
14. 04 Desember 2025 1 Bulan IDR Rp45.900
(Persero) Tbk Tahun 2025 Tahap I Seri A
SBK Berkelanjutan I PT Bank Rakyat Indonesia
15. 04 Desember 2025 3 Bulan IDR Rp30.300
(Persero) Tbk Tahun 2025 Tahap I Seri B
SBK Berkelanjutan I PT Bank Rakyat Indonesia
16. 04 Desember 2025 6 Bulan IDR Rp20.000
(Persero) Tbk Tahun 2025 Tahap I Seri C
SBK Berkelanjutan I PT Bank Rakyat Indonesia
17. 04 Desember 2025 12 Bulan IDR Rp403.800
(Persero) Tbk Tahun 2025 Tahap I Seri D
Informasi Sukuk
Sampai dengan 31 Desember 2025, BRI tidak menerbitkan sukuk.
36 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 39
Laporan Tahunan
2025
Tingkat Peringkat
Tanggal Jatuh Status
Harga Penawaran Suku Wali Amanat
Tempo Pembayaran
Bunga
2025 2024
100% dari jumlah AAA oleh Bank Negara
01 Desember 2026 8,90% Belum Lunas id AAA oleh Pefindo
pokok obligasi Pefindo id Indonesia
100% dari jumlah AAA oleh Bank Negara
11 April 2027 8,80% Belum Lunas id AAA oleh Pefindo
pokok obligasi Pefindo id Indonesia
100% dari jumlah AAA oleh Bank Negara
21 Februari 2025 6,90% Lunas id AAA oleh Pefindo
pokok obligasi Pefindo id Indonesia
100% dari jumlah AAA oleh Bank Negara
20 Juli 2027 6,45% Belum Lunas id AAA oleh Pefindo
pokok obligasi Pefindo id Indonesia
100% dari jumlah Bank Tabungan
06 Juli 2028 6,45% Belum Lunas AA oleh Pefindo AA oleh Pefindo
pokok obligasi id id Negara
100% dari jumlah AAA oleh Bank Tabungan
17 Oktober 2025 6,35% Lunas id AAA oleh Pefindo
pokok obligasi Pefindo id Negara
100% dari jumlah AAA oleh Bank Tabungan
17 Oktober 2026 6,30% Belum Lunas id AAA oleh Pefindo
pokok obligasi Pefindo id Negara
100% dari jumlah AAA oleh Bank Tabungan
30 Maret 2025 6,15% Lunas id AAA oleh Pefindo
pokok obligasi Pefindo id Negara
100% dari jumlah AAA oleh Bank Tabungan
20 Maret 2026 6,25% Belum Lunas id AAA oleh Pefindo
pokok obligasi Pefindo id Negara
100% dari jumlah AAA oleh Bank Tabungan
20 Maret 2027 6,25% Belum Lunas id AAA oleh Pefindo
pokok obligasi Pefindo id Negara
100% dari jumlah AAA oleh Bank Tabungan
26 Juni 2027 6,45% Belum Lunas id AAA oleh Pefindo
pokok obligasi Pefindo id Negara
100% dari jumlah AAA oleh Bank Tabungan
26 Juni 2028 6,55% Belum Lunas id AAA oleh Pefindo
pokok obligasi Pefindo id Negara
100% dari jumlah AAA oleh Bank Tabungan
26 Juni 2030 6,60% Belum Lunas id AAA oleh Pefindo
pokok obligasi Pefindo id Negara
100% dari jumlah AAA oleh Bank Tabungan
03 Januari 2026 4,50% Lunas id AAA oleh Pefindo
pokok obligasi Pefindo id Negara
100% dari jumlah Bank Tabungan
04 Maret 2026 4,60% Belum Lunas A1+ oleh Pefindo A1+ oleh Pefindo
pokok obligasi id id Negara
100% dari jumlah Bank Tabungan
02 Juni 2026 4,85% Belum Lunas A1+ oleh Pefindo A1+ oleh Pefindo
pokok obligasi id id Negara
100% dari jumlah Bank Tabungan
29 November 2026 4,95% Belum Lunas A1+ oleh Pefindo A1+ oleh Pefindo
pokok obligasi id id Negara
Obligasi Konversi
Sampai dengan 31 Desember 2025, BRI tidak menerbitkan obligasi konversi.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 37
Page 40
Kilas Kinerja
Informasi
Sumber Pendanaan Lainnya
Tabel Informasi Medium Term Notes (MTN) yang Masih Beredar
Tanggal distribusi Mata Jumlah MTN
No. Uraian MTN secara Elektronik
Tenor
Uang (Juta)
1. MTN Bank BRI Tahun 2022 Seri B 24 November 2022 3 tahun IDR Rp3.000.000
Tabel Informasi Long Term Notes (LTN) yang Masih Beredar
Tanggal distribusi Tenor (dalam Mata Jumlah MTN
No. Uraian MTN secara Elektronik bulan) Uang (Juta)
Long Term Notes yang Dilakukan Tanpa Melalui
1. Penawaran Umum PT Bank Rakyat Indonesia 27 Desember 2022 162 IDR Rp52.332
(Persero) Tbk I Tahun 2022
Long Term Notes yang Dilakukan Tanpa Melalui
2. Penawaran Umum PT Bank Rakyat Indonesia 25 Oktober 2023 159 IDR Rp59.485
(Persero) Tbk II Tahun 2023
Long Term Notes yang Dilakukan Tanpa Melalui
3. Penawaran Umum PT Bank Rakyat Indonesia 26 Maret 2024 155 IDR Rp55.920
(Persero) Tbk II Tahun 2023
Long Term Notes yang Dilakukan Tanpa Melalui
4. Penawaran Umum PT Bank Rakyat Indonesia 26 Maret 2024 155 IDR Rp55.920
(Persero) Tbk II Tahun 2024
Long Term Notes yang Dilakukan Tanpa Melalui
2. Penawaran Umum PT Bank Rakyat Indonesia 16 Januari 2025 156 IDR Rp81.271
(Persero) Tbk II Tahun 2025
Rating Perusahaan
2025
Lembaga Pemeringkat Peringkat Lembaga Pemeringkat Peringkat
STANDARD & POOR’S (S&P) Government Support Rating bbb
National Long-Term Rating AAA
Issuer Credit Rating BBB/Stable/A-2
National Short-Term Rating F1+
Stand-Alone Credit Profile (SACP) bbb-
Sovereign Risk BBB
Outlook Stable
Outlook Stable
FITCH RATINGS
Long Term Rating BBB
Short Term Rating F2
Viability Rating bbb-
38 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 41
Laporan Tahunan
2025
Harga Penawaran Tanggal Jatuh Tempo Tingkat Suku Bunga Status Pembayaran
100% dari jumlah pokok MTN 24 November 2025 6,98% Lunas
Harga Penawaran Tanggal Jatuh Tempo Tingkat Suku Bunga Status Pembayaran
100% dari jumlah pokok LTN 27 Juni 2036 0,55% Belum Lunas
100% dari jumlah pokok LTN 25 Januari 2037 0,55% Belum Lunas
100% dari jumlah pokok LTN 26 Februari 2037 0,55% Belum Lunas
100% dari jumlah pokok LTN 26 Februari 2037 0,55% Belum Lunas
100% dari jumlah pokok LTN 16 Januari 2038 0,55% Belum Lunas
Lembaga Pemeringkat Peringkat Lembaga Pemeringkat Peringkat
MOODY’S PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA (PEFINDO)
Counterparty Risk Rating Baa1/P-2 Final Rating (National Rating) AAA, Stable Outlook
id
Bank Deposits Baa2/P-2 Stand Alone Rating AA+(sa)
id
Baseline Credit Assessment Baa2
Adjusted Baseline Credit Assessment Baa2
Counterparty Risk Assessment Baa1(cr)/P-2 (cr)
Outlook Stable
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 39
Page 42
Kilas Kinerja
Peristiwa
Penting
30 Januari 12 Februari
BRI UMKM EXPO(RT) 2025 dan BRI Microfinance Outlook BRI Umumkan Kinerja Keuangan 2024,
2025 Cetak Laba Rp60,64 triliun
BRI menyelenggarakan BRI UMKM EXPO(RT) 2025 bersamaan BRI membukukan laba bersih konsolidasian Rp60,64 triliun
dengan BRI Microfinance Outlook 2025 sebagai wujud sepanjang 2024, dengan total aset Rp1.992,98 triliun dan
komitmen memperluas akses pasar dan meningkatkan penyaluran kredit Rp1.354,64 triliun hingga akhir Desember
daya saing UMKM Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi 2024, termasuk porsi UMKM Rp1.110,37 triliun atau 81,97%. “
wadah kolaborasi dan diskusi strategis untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
12 Februari 26 Februari
BRI Masuk Daftar 500 Perusahaan Terbaik Asia Pasifik Peresmian Layanan Bank Emas Pegadaian oleh Presiden RI
BRI memperoleh pengakuan Asia-Pacific’s Best Companies Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan layanan Bank
of 2025 (TIME–Statista) berdasarkan penilaian kepuasan Emas Pegadaian untuk memperkuat bullion services yang
karyawan, kinerja keuangan, dan transparansi pelaporan ESG, mencakup simpanan emas, pembiayaan atau pinjaman emas,
yang menegaskan konsistensi BRI menjaga resiliensi bisnis titipan emas, serta perdagangan emas, sekaligus menandai
serta standar keberlanjutan di tingkat global. milestone Pegadaian sebagai bagian dari BRI Group dalam
memperluas ekosistem layanan keuangan berbasis emas guna
mendukung perekonomian nasional.
40 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 43
Laporan Tahunan
2025
26 Februari 8 Maret
BRI Private Signature Outlet Kedua Hadir di Surabaya BRI Group Salurkan 100.000 Paket Sembako Ramadan 2025
BRI menghadirkan BRI Private Signature Outlet kedua di BRI Group menyalurkan lebih dari 100.000 paket sembako
Surabaya untuk memperluas layanan wealth management melalui program “Berbagi Bahagia Bersama BRI Group”
bagi segmen high net worth individuals melalui layanan private selama Ramadan 2025 di berbagai wilayah Indonesia kepada
banking yang lebih personal dan terintegrasi, mencakup panti asuhan, panti werdha, dan masyarakat umum, dengan
perencanaan keuangan hingga manajemen investasi. santunan bagi ribuan anak yatim piatu.
13 Maret 18 Maret
BRI Raih 5 Penghargaan di RBI Asia Trailblazer Awards 2025 Brand Finance Global 500 2025: BRI Peringkat 1 di Indonesia
BRI memborong lima penghargaan pada RBI Asia Trailblazer dan Urutan 323 Dunia
Awards 2025, mencakup Best Retail Bank Indonesia, SME BRI menjadi merek No.1 di Indonesia dalam laporan Brand
Bank of The Year, Best CSR Initiative, Excellence in Employee Finance Global 500 2025 dan menempati peringkat 323
Engagement, dan Best Current Account Offering, yang dunia, naik signifikan dari peringkat 446 pada 2024. Capaian
menegaskan pengakuan internasional atas kinerja dan inovasi ini mencerminkan penguatan brand value BRI sekaligus
layanan BRI. memperkuat kepercayaan publik terhadap produk dan layanan
BRI.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 41
Page 44
Kilas Kinerja
17 Maret 24 Maret
BRILiaN Fest Ramadan 1446 H RUPST 2025: BRI Setujui Pembagian Dividen Rp51,73 triliun
BRILiaN Fest Ramadan 1446 H digelar sebagai apresiasi bagi BRI menggelar RUPST 2025 yang menyetujui pembagian
Insan BRILiaN dan nasabah dengan menghadirkan puluhan dividen tunai sebesar Rp51,73 triliun serta rencana buyback
tenant kebutuhan Ramadan dan Idulfitri, dilengkapi program saham hingga Rp3 triliun. Rapat ini juga menetapkan
sembako murah, lelang, santunan anak yatim, serta promo perubahan susunan pengurus, termasuk pengangkatan Hery
transaksi melalui BRImo dan Kartu Debit atau Kartu Kredit BRI. Gunardi sebagai Direktur Utama BRI.
27 Maret 28 Maret
BRI Group Berangkatkan 8.482 Pemudik Secara Gratis BRI Raih Penghargaan Euromoney Private Banking
Melalui program Mudik Bersama BUMN 2025 bertema “Mudik Awards 2025
Aman Sampai Tujuan”, BRI Group memberangkatkan 8.482 Pada ajang Euromoney Private Banking Awards 2025,
pemudik secara gratis dari lima titik dengan dukungan 170 bus BRI menerima penghargaan Indonesia’s Best Bank for
menuju sejumlah kota di Pulau Jawa dan Sumatera, sebagai Discretionary Portfolio Management. Pengakuan tersebut
kontribusi dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran. merefleksikan konsistensi BRI dalam memperkuat layanan
wealth management yang customer-centric, melalui strategi
investasi yang adaptif serta solusi pengelolaan kekayaan yang
terukur bagi segmen high net worth individuals.
42 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 45
Laporan Tahunan
2025
12 Juni 13 Juni
Forbes Global 2000 2025: BRI Tempati Peringkat Tertinggi di BRI Fellowship Journalism 2025 Beri Beasiswa Pascasarjana
Indonesia dan 349 Dunia bagi 45 Jurnalis
Dalam Forbes Global 2000 tahun 2025, BRI menempati BRI Fellowship Journalism 2025 mengukuhkan 45 jurnalis
peringkat 349 dan menjadi perusahaan publik Indonesia sebagai penerima beasiswa pascasarjana, dilengkapi
dengan peringkat tertinggi, yang menegaskan posisi BRI di pembekalan dan pendampingan mentor jurnalis senior untuk
panggung global seiring konsistensi kinerja dan transformasi memperkuat kapasitas insan pers sekaligus mendorong
layanan untuk menjawab kebutuhan nasabah yang semakin kolaborasi yang berkelanjutan.
beragam.
17 Juni 20 Juni
BRI Raih 15 Penghargaan di FinanceAsia Awards dan Asia’s Fortune Southeast Asia 500 2025: BRI Peringkat 14 dan
Best Companies 2025 Tertinggi di Indonesia
Dalam rangkaian FinanceAsia Awards dan Asia’s Best Dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun 2025, BRI
Companies 2025 di Hong Kong, BRI meraih 15 penghargaan menempati peringkat 14 dari 500 perusahaan terbesar di
yang menegaskan penguatan kapabilitas layanan dan tata Asia Tenggara sekaligus menjadi institusi keuangan dengan
kelola di berbagai segmen sekaligus memperkuat daya saing peringkat tertinggi di Indonesia.
perseroan di tingkat regional.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 43
Page 46
Kilas Kinerja 26 Juni 3 Juli BRI Terbitkan Social Bond Rp5 Triliun BRI Luncurkan BRIvolution Reignite - Initiatives Phase 1 Dalam rangka memperkuat struktur pendanaan berwawasan Dihadiri oleh jajaran Board of Directors, para senior leader, ESG sekaligus mendiversifikasi sumber dana wholesale serta perwakilan Insan BRILiaN, BRI resmi meluncurkan funding, BRI menerbitkan Social Bond Rp5 triliun (Obligasi BRIvolution Reignite - Initiatives Phase 1 sebagai langkah Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025). akseleratif dalam transformasi bisnis. Peluncuran ini menandai Langkah ini menjadikan BRI bank pertama di Indonesia yang dimulainya implementasi lima inisiatif strategis, yakni Area menerbitkan Social Bond, dengan dana dialokasikan untuk Head, Commercial Business Center, New Sales Coverage pembiayaan kembali proyek sosial dan program pemberdayaan Model, Joint Financing, dan Remodelling Mantri. sosio-ekonomi, termasuk dukungan bagi UMKM. 14 Juli 3 Agustus Transformasi Corporate Culture, BRI Luncurkan Brilian Way Peluncuran BRI Super League 2025/2026 Untuk memperkuat transformasi perusahaan sekaligus BRI Super League 2025/2026 resmi diluncurkan sebagai mendukung aspirasi menjadi salah satu bank paling profitable kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Dukungan di Asia Tenggara, BRI meluncurkan Brilian Way sebagai arah terhadap BRI Super League menegaskan komitmen BRI dalam budaya kerja bersama yang berlandaskan nilai Integrity, mendukung peningkatan kualitas kompetisi, memperluas Collaborative, Accountability, Growth Mindset, dan Customer eksposur layanan dan produk perseroan, serta mendorong Focus guna memperkuat perilaku kerja berorientasi kinerja perputaran ekonomi daerah. 44 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 47
Laporan Tahunan
2025
8 Agustus 17 Agustus
Perkuat Layanan bagi PMI dan Diaspora, BRI Resmikan Taipei Semarakkan HUT ke-80 RI, BRI Selenggarakan Panggung
Branch Hiburan di Monas
Sebagai bagian dari penguatan jaringan layanan internasional Bersama Danantara Indonesia, BRI menghadirkan panggung
di Asia Timur, BRI meresmikan BRI Taipei Branch. Cabang ini hiburan di kawasan Monas sebagai ruang hiburan rakyat dan
memperkuat akses layanan perbankan bagi PMI dan diaspora kebersamaan, dengan dukungan penyediaan panggung di
Indonesia di Taiwan, termasuk remitansi, simpanan, dan sejumlah titik sepanjang rute karnaval.
transaksi lintas negara, sekaligus mendukung konektivitas
ekonomi Indonesia dan Taiwan.
4 September 9 September
Direksi BRI Sapa Nasabah di Hari Pelanggan Nasional 2025 BRI Dukung Balai Latihan Kerja Konveksi di Nusakambangan
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyapa langsung nasabah Melalui sinergi dengan Kementerian Imigrasi dan
di Branch Office BRI Kelapa Gading, dalam rangka peringatan Pemasyarakatan, BRI mendukung pembangunan Balai Latihan
Hari Pelanggan Nasional 2025 menegaskan komitmen BRI Kerja bidang konveksi di Nusakambangan untuk memperkuat
untuk terus menghadirkan layanan terbaik bagi nasabah. Selain pembinaan dan meningkatkan keterampilan warga binaan
itu, jajaran Direksi BRI juga serentak melakukan kunjungan dan agar lebih siap kembali ke masyarakat.
menyapa nasabah di sejumlah unit kerja di berbagai daerah.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 45
Page 48
Kilas Kinerja
25 September 3 Oktober
BRI Resmikan Regional Treasury Team Medan Consumer BRI Expo 2025 Surabaya Perluas Akses
Direktur Utama BRI Hery Gunardi meresmikan Regional Pembiayaan Konsumer
Treasury Team Medan untuk menghadirkan layanan treasury BRI kembali menggelar Consumer BRI Expo 2025 di Surabaya
yang lebih dekat, cepat, dan responsif bagi nasabah di Sumatra, sebagai upaya memperluas bisnis konsumer melalui akses
sekaligus memperkuat dukungan transaksi valuta asing, solusi pembiayaan yang lebih mudah bagi masyarakat. Mengusung
lindung nilai, dan layanan perdagangan internasional melalui konsep “Better Life, Starts Here”, ajang ini menghadirkan
pendekatan terintegrasi. pilihan hunian dan kendaraan, dilengkapi beragam program
promo serta kemudahan transaksi melalui kanal digital BRI.
21 Oktober 24 Oktober
BRI Dukung Akad Massal KUR 800.000 Debitur dan BRI Raih 3 Penghargaan ASRA 2025 di Singapura
Peluncuran KPP di Surabaya Dalam ajang Asia Sustainability Reporting Awards (ASRA) 2025
Akad massal KUR bagi 800.000 debitur dan peluncuran di Singapura, BRI meraih tiga penghargaan, yaitu dua Platinum
Kredit Program Perumahan (KPP) digelar di Surabaya untuk kategori Asia’s Best Sustainability Report Public Sector
dengan dukungan BRI, sejalan dengan komitmen perseroan dan Asia’s Best Sustainability Report CEO Letter, serta satu
memperluas akses pembiayaan untuk menggerakkan ekonomi Gold untuk kategori Asia’s Best Materiality Reporting.”
kerakyatan.
46 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 49
Laporan Tahunan
2025
28 Oktober 21 November
Pengusaha Muda BRILiaN 2025 Kembali Digelar BRI Sahabat Disabilitas Digelar di Makassar
Pengusaha Muda BRILiaN 2025 digelar sebagai program BRI melalui BRI Peduli menyelenggarakan Program BRI
akselerasi bisnis BRI untuk memperkuat kapasitas usaha, Sahabat Disabilitas di Makassar melalui pelatihan dan program
inovasi, dan digitalisasi pengusaha muda agar UMKM naik magang bagi penyandang disabilitas. Program ini membekali
kelas, menjangkau delapan wilayah dengan lebih dari 2.700 peserta dengan keterampilan administrasi dan kewirausahaan
pendaftar serta melalui inkubasi dan seleksi untuk memilih serta pengalaman kerja bersama mitra industri.
UMKM terbaik di lima kategori.
28 November 3 Desember
Kolaborasi BRI dan SOGO Perkuat Penetrasi UMKM BRI Raih Bank of the Year 2025 dari The Banker
di Ritel Modern BRI meraih predikat Bank of the Year 2025 in Indonesia dari
BRI berkolaborasi dengan SOGO untuk menghadirkan produk The Banker (Financial Times Group) atas kekuatan finansial,
UMKM binaan di ritel modern, memperluas jangkauan ke pasar strategi bisnis, kemajuan teknologi, serta komitmen kepada
urban sekaligus memperkuat dukungan BRI agar UMKM naik nasabah dan komunitas, sekaligus memperkuat pengakuan
kelas. global terhadap transformasi BRIVolution Reignite.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 47
Page 50
Kilas Kinerja 16 Desember 16 Desember Perayaan HUT ke-130 BRI Digelar Serentak di Seluruh BRI Corporate Rebranding Resmi Diluncurkan Indonesia BRI meluncurkan corporate rebranding menyeluruh sebagai BRI merayakan HUT ke-130 dengan penuh khidmat dan bagian dari transformasi BRIVolution Reignite untuk kebersamaan. Perayaan di Kantor Pusat Jakarta dihadiri oleh memperkuat positioning “Satu Bank untuk Semua”, mencakup jajaran Komisaris, Direksi, SEVP, dan Insan BRILiaN serta pembaruan identitas visual dan penataan arsitektur brand berlangsung serentak di seluruh Regional Office BRI di seluruh di ekosistem BRI Group agar lebih seragam, terstruktur, dan Indonesia. mudah dikenali. 17 Desember 21 Desember RUPSLB BRI 2025 Setujui Perubahan Anggaran Dasar Gelar “Satukan Langkah untuk Sumatra” BRI Salurkan BRI menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Bantuan Rp50 miliar Luar Biasa (RUPSLB) yang menyetujui perubahan Anggaran BRI Group menggelar kegiatan “Satukan Langkah untuk Dasar Perseroan, pendelegasian kewenangan kepada Dewan Sumatra” sebagai aksi kemanusiaan bagi masyarakat Komisaris untuk menyetujui Rencana Kerja dan Anggaran terdampak bencana di berbagai wilayah Sumatra, dengan Perusahaan (RKAP) Tahun 2026 termasuk perubahannya, komitmen bantuan hingga Rp50 miliar yang difokuskan untuk serta perubahan susunan pengurus Perseroan pemulihan infrastruktur pascabencana. 48 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 51
Laporan Tahunan
2025
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 49
Page 52
50 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 53
Laporan Tahunan
2025
Laporan
Direksi
dan Dewan
Komisaris
“Pada April 2025 BRI meluncurkan transformasi
BRIVolution Reignite yang dirancang untuk
memperkuat daya saing Perseroan secara
berkelanjutan. Transformasi ini bertumpu pada
dua pilar utama, yaitu Transform the Funding
Franchise serta Revamp Existing Core and
Build New Core.”
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 51
Page 54
Laporan Direksi dan
Dewan Komisaris
Laporan
Direksi
Hery Gunardi
Direktur Utama
52 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 55
Laporan Tahunan
2025
Sampai dengan 31 Desember 2025, total aset BRI secara konsolidasi mampu
tumbuh sebesar 7,2% menjadi Rp2.135 triliun. Pertumbuhan tersebut salah satunya
didorong oleh peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan yang mencapai
Rp1.521 triliun atau tumbuh sebesar 12,32% secara year on year.
Pemegang saham dan pemangku kepentingan yang kami hormati,
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rasio CASA meningkat menjadi 70,61% dari 67,30% pada
rahmat dan karunia-Nya, di tengah dinamika ekonomi global tahun sebelumnya.
yang terus berkembang serta tantangan yang dihadapi
industri perbankan, BRI mampu menjaga kinerja yang sehat Kinerja keuangan yang positif tersebut tidak terlepas
dan berkelanjutan. Konsistensi Perseroan dalam berinovasi dari pengelolaan bisnis yang prudent serta penguatan
serta merespons perubahan secara strategis menjadi fondasi manajemen risiko yang berkelanjutan. Pada tahun 2025, BRI
penting dalam memperkuat daya saing Perseroan. mencatatkan tingkat profitabilitas dengan Return on Asset
sebesar 2,7% serta Return on Equity sebesar 17,4%, dan
Dalam merespons dinamika tersebut, pada April 2025 laba bersih sebesar Rp57,132 triliun. Pencapaian tersebut
BRI meluncurkan transformasi BRIVolution Reignite yang mencerminkan kinerja Perseroan yang tetap solid dan
dirancang untuk memperkuat daya saing Perseroan secara berkelanjutan.
berkelanjutan. Transformasi ini bertumpu pada dua pilar
utama, yaitu Transform the Funding Franchise serta Revamp Pada tahun 2025, BRI juga telah memberikan kontribusi
Existing Core and Build New Core, yang didukung oleh enam sebesar Rp56,0 triliun terhadap pemerintah, antara lain
fondasi utama mencakup Human Capital, Risk Management, mencakup Rp27,9 triliun dalam bentuk dividen dan PNBP
IT & Digital, Distribution, Operational Excellence, dan lainnya, serta Rp28,2 triliun dalam kontribusi pajak.
Rebranding.
Bersama ini, izinkan kami menyampaikan laporan
Melalui transformasi tersebut, BRI memperkuat struktur kepengurusan Perseroan untuk tahun buku 2025. Dalam
pendanaan berbasis dana murah, meningkatkan kapabilitas laporan ini akan kami sampaikan kinerja BRI selama
transaction banking, memperkuat core business Perseroan, tahun 2025, prospek usaha, serta penerapan tata kelola
serta menciptakan sumber pertumbuhan baru di berbagai perusahaan yang baik.
segmen bisnis guna memperluas basis transaksi dan
meningkatkan kontribusi fee-based income.
Tentang Perseroan
Sejalan dengan agenda transformasi yang terus berlanjut,
pada tahun 2025 BRI pun berhasil mencatatkan kinerja Berakar pada mandat dan misi nasional untuk melayani
yang solid dengan aset konsolidasian mencapai Rp2.135 masyarakat serta menggerakkan perekonomian bangsa, PT
triliun atau tumbuh 7,2% YoY. Pada sisi intermediasi, kredit Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. terus menunjukkan
BRI tumbuh 12,3% YoY menjadi Rp1.521 triliun, dengan konsistensinya dalam menghadirkan layanan keuangan
fokus penyaluran kepada segmen UMKM sebagai tulang yang inklusif dan relevan bagi seluruh lapisan masyarakat.
punggung perekonomian nasional, yang sejalan dengan Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan rangkaian
DNA kerakyatan BRI. Melalui pembiayaan kepada pelaku produk dan layanan keuangan yang lengkap bagi berbagai
usaha mikro, kecil, dan menengah, BRI turut mendukung segmen nasabah, dengan dukungan ekosistem digital yang
upaya pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan dan semakin kuat.
mendorong penguatan sektor produktif di berbagai daerah.
Pertumbuhan aset dan kredit ditopang oleh penguatan Dalam menjalankan aktivitas usahanya, Perseroan
struktur pendanaan yang semakin sehat. Dana Pihak Ketiga menghadirkan berbagai produk dan layanan perbankan yang
(DPK) tumbuh 7,4% YoY menjadi Rp1.466,8 triliun, dengan mencakup produk simpanan seperti BRI Tabungan BritAma,
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 53
Page 56
Laporan Direksi dan
Dewan Komisaris
BRI Tabungan Simpedes, BRI Tabungan Bisnis, BRI Tabungan berjenjang pendidikan Strata 1, 9.465 Pekerja berjenjang
Rencana, BRI Junio, BRI Giro, dan BRI Deposito, serta produk pendidikan Diploma, dan 797 Pekerja berjenjang pendidikan
kartu dan uang elektronik berupa BRI Debit, BRI Kartu Kredit, SLTA/Sederajat.
dan BRIZZI by BRI.
Selain itu, pada sisi pembiayaan Perseroan menyediakan Analisis atas Kinerja Perseroan
berbagai produk pinjaman antara lain BRI KUR, BRI KPR,
BRI KKB, BRI Multiguna, BRI Kredit Investasi, dan BRI Kondisi Perekonomian yang Secara
Kredit Modal Kerja. Perseroan juga menghadirkan berbagai Langsung Berdampak Terhadap Kinerja
layanan investasi dan asuransi seperti BRI Investasi, BRI Perseroan
Bancassurance, BRI Kustodian, BRI Wali Amanat, dan BRI
Trustee, serta layanan transaksi dan bisnis yang meliputi Sepanjang 2025, kondisi global didominasi oleh volatilitas
BRI Trade Finance, BRI Remittance, BRI Money Changer, BRI yang persisten, dipicu oleh dinamika perdagangan,
EDC, dan jaringan BRILink Agen. ketegangan geopolitik, serta berbagai policy shocks. Faktor-
faktor tersebut mendorong pasar mengalami pergerakan
Sedangkan, pada jasa perbankan digital, Perseroan yang berulang antara fase risk-off dan periode relief rally,
menyediakan aplikasi mobile banking (superapps) yakni mencerminkan tingginya ketidakpastian dan sensitivitas
BRImo untuk memudahkan nasabah melakukan berbagai terhadap perkembangan eksternal. Inflasi terus melandai
transaksi perbankan, serta Qlola by BRI sebagai platform dibandingkan periode puncak 2022–2023, namun tekanan
transaksi terintegrasi yang menyediakan layanan cash harga energi dan ketidakpastian geopolitik, khususnya karena
management, trade finance, dan foreign exchange. eskalasi konflik di Timur Tengah, kembali meningkatkan
Perseroan juga menyediakan layanan digital lainnya seperti global risk premium. Harga minyak yang sempat naik
BRI eBuzz, serta layanan wealth management melalui BRI signifikan menimbulkan kekhawatiran terhadap inflasi impor
Prioritas dan BRI Private. dan menjaga volatilitas pasar keuangan internasional.
Untuk memperkuat jangkauan layanan tersebut, BRI juga Di Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi mulai melambat
didukung oleh jaringan kerja bersama mitra usaha yang seiring dampak kebijakan suku bunga tinggi yang tertunda
tersebar luas di berbagai wilayah. Di dalam negeri, BRI (lagging effect). Meskipun Federal Reserve mulai melakukan
memiliki 1 Kantor Pusat, 18 Regional Office, 18 Regional Audit penurunan suku bunga pada 2025, langkah tersebut tidak
Office, 454 Kantor Cabang, serta 6.885 Kantor Cabang agresif karena inflasi inti masih relatif tinggi. Imbal hasil
Pembantu (termasuk 5.082 BRI Unit, 490 Kantor Kas, 758 US Treasury tetap berada pada level yang cukup tinggi,
Teras BRI, 6 Teras BRI Keliling, dan 4 Teras BRI Kapal) yang sehingga likuiditas global sepanjang 2025 cenderung ketat
tersebar di seluruh Indonesia. Sementara itu, jaringan kantor dan arus modal ke emerging markets lebih selektif.
di luar negeri meliputi 6 Kantor Cabang Luar Negeri dan 3
Kantor Cabang Pembantu Luar Negeri yang berlokasi di New Dalam konteks tersebut, Indonesia menunjukkan ketahanan
York, Cayman Island, Singapore, Taipei, Timor Leste, dan yang relatif baik. Pertumbuhan ekonomi 2025 berada
Hongkong. di kisaran 5%, ditopang oleh permintaan domestik dan
akselerasi investasi pada paruh kedua tahun 2025. Struktur
Sebagai bagian dari komitmen melayani nasabah dan pertumbuhan mulai menunjukkan pergeseran, di mana
memperluas inklusi keuangan, BRI pun memadukan kontribusi investasi (GFCF) meningkat, terutama pada sektor
kehadiran jaringan unit kerja dengan branchless banking hilirisasi, infrastruktur, energi, serta manufaktur berbasis
melalui BRILink Agen yang tersebar di seluruh Indonesia, ekspor dan substitusi impor.
serta didukung oleh financial advisor yang kompeten
dengan kapabilitas digital. Perpaduan ketiganya Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang
menghadirkan layanan perbankan yang lebih efektif, efisien, utama ekonomi, namun dengan dinamika yang semakin
dan terintegrasi, sejalan dengan perkembangan literasi serta tersegmentasi. Sepanjang 2025 terlihat bahwa konsumsi
kebutuhan layanan digital masyarakat Indonesia. kelompok menengah atas lebih resilien, sementara segmen
menengah bawah dan mikro menghadapi tekanan daya beli
Secara struktur organisasi, BRI dipimpin oleh Direktur Utama akibat kenaikan biaya hidup dan penyesuaian pendapatan.
dan Wakil Direktur Utama yang dibantu oleh 11 direktorat Hal ini tercermin dari perputaran dana yang lebih cepat di
serta 5 SEVP dalam menjalankan kegiatannya sebagai segmen menengah ke bawah dan mikro, namun dengan
penyedia layanan perbankan melalui jaringan kerjanya saldo rata-rata yang relatif lebih moderat.
yang luas. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya BRI
memiliki sebanyak 84.949 orang Pekerja dengan rincian Dari sisi inflasi, tekanan harga relatif terkendali dan berada
tingkat Pendidikan 16 Pekerja berjenjang pendidikan Strata 3, dalam target Bank Indonesia. Stabilitas harga pangan dan
2.255 Pekerja berjenjang pendidikan Strata 2, 72.416 Pekerja koordinasi kebijakan moneter-fiskal membantu menjaga
54 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 57
Laporan Tahunan
2025
ekspektasi inflasi. Namun, volatilitas harga energi global serta mengembangkan layanan yang terintegrasi untuk
tetap menjadi faktor risiko yang memerlukan kewaspadaan, segmen ritel, usaha kecil dan menengah, hingga korporasi
khususnya terhadap dampaknya pada subsidi dan secara selektif.
administered prices.
Segmen UMKM, khususnya usaha mikro dan ultra mikro,
Nilai tukar rupiah sepanjang 2025 bergerak fluktuatif tetap menjadi target pasar utama BRI. Melalui berbagai
mengikuti dinamika dolar AS dan sentimen global. Penguatan produk pembiayaan, layanan transaksi, serta program
dolar akibat yield AS yang masih tinggi serta episode risk- pemberdayaan seperti pengembangan ekosistem UMKM
off sempat menekan rupiah, namun stabilitas fundamental dan perluasan akses pembiayaan, BRI berkomitmen untuk
domestik dan intervensi terukur Bank Indonesia membantu terus meningkatkan kapasitas usaha masyarakat dan
menjaga volatilitas agar tetap terkendali. Secara umum, memperluas inklusi keuangan.
rupiah bergerak stabil meskipun dalam rentang yang lebih
lebar dibanding periode sebelum pengetatan global. Untuk mendorong sumber pertumbuhan baru, BRI
mengakselerasi bisnis consumer melalui pembiayaan
Dari sisi fiskal, pemerintah tetap menjaga defisit dalam berbasis payroll dan ecosystem, sekaligus memperkuat
batas yang ditetapkan, meskipun ruang fiskal semakin bisnis gadai emas melalui optimalisasi jaringan BRI. Upaya ini
terbatas. Belanja sosial dan program prioritas tetap berjalan, didukung oleh digitalisasi proses bisnis untuk meningkatkan
sementara kebutuhan pembiayaan meningkat seiring efisiensi dan mempercepat SLA layanan, sehingga proses
optimalisasi belanja. Disiplin fiskal sepanjang 2025 menjadi pengajuan hingga pencairan pembiayaan menjadi lebih
faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap cepat, sederhana, dan terintegrasi.
obligasi pemerintah dan stabilitas pasar keuangan domestik.
Pasar obligasi Indonesia sepanjang 2025 mencerminkan Selain itu, BRI juga memperkuat bisnis pada segmen
keseimbangan antara faktor domestik yang solid dan tekanan usaha kecil dan menengah (SME) yang memiliki peran
eksternal yang volatil. Yield bergerak dinamis mengikuti arah penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,
US Treasury dan arus modal asing, namun secara umum khususnya dalam sektor perdagangan, industri pengolahan,
tetap dalam kisaran yang manageable. Stabilitas inflasi dan serta sektor jasa. Segmen ini menjadi bagian dari strategi BRI
koordinasi kebijakan menjadi penopang utama sentimen untuk mendorong peningkatan skala usaha pelaku UMKM
pasar. agar semakin produktif dan berdaya saing.
Secara keseluruhan, 2025 dapat dikarakterisasi sebagai Pada segmen komersial dan korporasi, BRI menerapkan
tahun konsolidasi dalam lingkungan global yang menantang. pendekatan yang lebih selektif dengan fokus pada
Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan sekitar perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan rantai nilai
5% dengan inflasi terkendali dan stabilitas sistem keuangan UMKM, ekosistem perdagangan nasional, serta sektor-
yang terjaga. Memasuki 2026, momentum ini memberikan sektor prioritas yang mendukung pembangunan ekonomi.
fondasi yang cukup kuat, meskipun risiko eksternal dan Pendekatan ini memungkinkan BRI membangun ekosistem
keterbatasan ruang kebijakan tetap menjadi faktor yang bisnis yang terintegrasi, mulai dari pelaku usaha mikro
perlu diantisipasi secara hati-hati. hingga korporasi besar.
Target Pasar Seiring dengan transformasi digital yang terus dijalankan, BRI
juga memperluas jangkauan pasar melalui penguatan layanan
BRI secara konsisten memposisikan diri sebagai bank digital dan ekosistem keuangan berbasis platform, termasuk
yang berfokus pada pemberdayaan segmen Usaha Mikro, pengembangan super app BRImo serta berbagai solusi digital
Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung lainnya. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas
perekonomian nasional. Dengan jaringan layanan yang luas layanan, memperluas akses keuangan, serta menghadirkan
hingga ke pelosok daerah serta dukungan transformasi digital pengalaman perbankan yang lebih mudah, cepat, dan aman
yang berkelanjutan, BRI terus memperkuat perannya sebagai bagi seluruh lapisan masyarakat.
financial integrator yang mendorong inklusi keuangan dan
pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Melalui strategi tersebut, BRI berkomitmen untuk terus
memperkuat perannya sebagai bank yang melayani seluruh
BRI juga mulai memperkuat positioning sebagai “satu bank segmen masyarakat sekaligus tetap menjadi champion
untuk semua”, yaitu bank yang mampu melayani kebutuhan dalam pemberdayaan UMKM, sehingga dapat memberikan
finansial masyarakat secara menyeluruh di berbagai segmen. kontribusi yang berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi
Melalui pendekatan ini, BRI tidak hanya berfokus pada nasional yang inklusif.
segmen mikro sebagai core business, tetapi juga mendorong
bisnis Konsumer untuk menjadi sumber pertumbuhan baru,
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 55
Page 58
Laporan Direksi dan
Dewan Komisaris
Strategi Kebijakan Strategis yang Perumusan strategi dilakukan secara iteratif melalui forum
Diterapkan oleh Perseroan manajemen dan pembahasan Direksi, sehingga setiap
kebijakan telah melalui proses pengujian, penyempurnaan,
BRI menjalankan strategi jangka panjang yang berorientasi serta penyelerasan lintas fungsi sebelum ditetapkan. Setiap
pada pertumbuhan sehat dan berkelanjutan. Pertumbuhan strategi juga dikaji berdasarkan prinsip kehati-hatian dan
yang didorong oleh Perseroan tidak hanya melalui ekspansi pengelolaan risiko yang disiplin, serta dikomunikasikan
bisnis, melainkan pertumbuhan yang ditopang oleh struktur secara transparan kepada Dewan Komisaris sesuai ketentuan
pendanaan yang kuat, kualitas aset yang terjaga, serta tata kelola yang berlaku.
fondasi organisasi yang tangguh. Untuk itu, Perseroan
menjalankan transformasi yang terarah pada tiga fokus Melalui tata kelola tersebut, Direksi memastikan bahwa
utama. setiap arah strategis memiliki landasan yang kuat, akuntabel,
dan mampu menjawab tantangan jangka pendek maupun
Pertama, memperkuat dan mentransformasi funding jangka panjang secara berkelanjutan.
franchise guna membangun basis dana murah berbasis
transaksi yang stabil, memperdalam hubungan dengan Proses yang Dilakukan Direksi untuk
nasabah, serta meningkatkan ketahanan likuiditas dalam Memastikan Implementasi Strategi
berbagai siklus ekonomi.
Direksi meyakini bahwa kualitas strategi ditentukan oleh
Kedua, melakukan penguatan menyeluruh atas core konsistensi dan disiplin dalam implementasinya. Oleh
business sekaligus membangun sumber pertumbuhan karena itu, Perseroan menerapkan kerangka eksekusi
baru yang berkelanjutan, sehingga Perseroan tidak yang terstruktur dan terukur untuk memastikan setiap arah
hanya mempertahankan kepemimpinan pasar, tetapi juga strategis diterjemahkan menjadi inisiatif yang konkret dan
menciptakan mesin pertumbuhan masa depan. berdampak.
Ketiga, membangun world-class foundations melalui Setiap strategi diturunkan ke dalam rencana kerja yang jelas,
penguatan tata kelola, manajemen risiko yang disiplin, target kinerja yang terukur, serta indikator keberhasilan yang
modernisasi teknologi, serta peningkatan kualitas talenta dipantau secara berkala melalui forum manajemen dan rapat
dan budaya kerja. Direksi. Untuk memastikan implementasi strategi, Direksi
melakukan evaluasi rutin terhadap capaian, risiko, serta
Melalui strategi ini, BRI tidak hanya mengejar pertumbuhan, deviasi yang terjadi, dan mengambil langkah korektif secara
tetapi memastikan pertumbuhan yang berkualitas, tangguh, cepat dan terarah apabila diperlukan.
dan berdaya saing dalam jangka panjang. Dengan disiplin
eksekusi dan pengelolaan risiko yang prudent, Perseroan Selain itu, Direksi memastikan adanya kejelasan peran
optimis dapat terus menghadirkan nilai yang berkelanjutan dan akuntabilitas di setiap level organisasi, sehingga
bagi investor serta seluruh pemangku kepentingan. implementasi strategi menjadi tanggung jawab kolektif,
bukan hanya inisiatif manajemen puncak. Dengan dukungan
Peranan Direksi dalam Perumusan sistem pengendalian internal, manajemen risiko yang disiplin,
Strategi dan Kebijakan Strategis serta budaya kinerja yang kuat, Perseroan mampu menjaga
konsistensi eksekusi dalam berbagai kondisi.
Direksi berperan aktif dan kolektif dalam merumuskan
strategi serta kebijakan strategis Perseroan secara Melalui pendekatan ini, Direksi memastikan bahwa strategi
komprehensif dan terintegrasi. Proses tersebut dilakukan Perseroan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi terealisasi
dengan mempertimbangkan dinamika eksternal, kondisi secara nyata dan memberikan hasil yang berkelanjutan.
industri, kinerja internal, serta proyeksi risiko dan peluang
jangka panjang. Analisis Kinerja Perseroan
Dalam setiap penyusunan strategi, Direksi melibatkan Kinerja Operasional dan Keuangan
seluruh elemen organisasi, baik lini bisnis maupun fungsi
pendukung (enabler) seperti Direktorat Manajemen Risiko, Sampai dengan 31 Desember 2025, total aset BRI secara
Keuangan, Teknologi Informasi, Operasional dan juga dari konsolidasi mampu tumbuh sebesar 7,14% menjadi Rp2.135
sisi SDM, untuk memastikan keselarasan arah sekaligus triliun. Pertumbuhan tersebut salah satunya didorong oleh
kesiapan implementasi. Dengan pendekatan ini, strategi peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan yang
yang ditetapkan tidak hanya ambisius secara pertumbuhan, mencapai Rp1.521 triliun atau tumbuh sebesar 12,32%
tetapi juga realistis, terukur, dan selaras dengan kapasitas secara year on year. BRI secara konsisten terus menyalurkan
organisasi. kredit dan pembiayaan ke segmen Usaha Mikro, Kecil,
dan Menengah (UMKM), yang mencapai 78% dari total
56 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 59
Laporan Tahunan
2025
penyaluran kredit dan pembiayaan BRI atau sebesar Rp1.179 Pada tahun 2025, BRI juga memiliki fokus strategi untuk
triliun. Adapun flagship segment BRI, yaitu segmen Mikro memperkuat kapabilitas retail banking, khususnya dalam
dan Ultra Mikro, memiliki kontribusi sebesar 42,61% dari total penghimpunan dana murah melalui Current Account Saving
kredit dan pembiayaan. Account (CASA) yang lebih stabil dan berkelanjutan. Strategi
tersebut membuahkan hasil di mana simpanan BRI secara
Pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan ke segmen konsolidasi mampu tumbuh sebesar 7,43% menjadi Rp1.466
UMKM tersebut tidak terlepas dari kontribusi utama Holding triliun, dengan rasio CASA sebesar 70,61%, yang merupakan
Ultra Mikro yang terdiri dari BRI, Pegadaian, dan PNM rasio tertinggi sepanjang sejarah BRI. Pertumbuhan CASA
yang telah dibentuk sejak September 2021. Pembiayaan yang berbiaya murah ini akan terus menjadi fokus utama
Pegadaian mampu tumbuh sebesar 47,63% menjadi Rp126,1 sumber pendanaan BRI.
triliun, sedangkan kredit PNM tumbuh sebesar 0,48%
menjadi Rp50,3 triliun. Di sisi lain, kredit pada segmen Mikro Penghimpunan CASA didukung oleh strategi Perseroan
dan Ultra Mikro BRI juga mencatatkan pertumbuhan positif dalam meningkatkan transaksi nasabah baik pada segmen
sebesar 3,32% menjadi Rp648,3 triliun. ritel maupun wholesale. Pada segmen ritel, penghimpunan
CASA didorong oleh optimalisasi transaksi melalui Agen
Pertumbuhan kredit pada segmen Mikro, khususnya produk BRILink, mobile banking (BRImo), EDC Merchant dan QRIS,
Kupedes, mengalami perlambatan seiring dengan fokus digital payment platform (BRI API), serta perluasan akseptasi
Perseroan pada pertumbuhan yang berkualitas serta upaya acquiring merchant. Sementara pada segmen wholesale,
perbaikan kualitas kredit. Sementara itu, produk Kredit penghimpunan CASA dioptimalkan melalui pengembangan
Usaha Rakyat (KUR) masih mencatatkan pertumbuhan platform digital payment terintegrasi untuk nasabah korporasi,
positif sebagai ujung tombak dalam meningkatkan yaitu Qlola, yang menyediakan akses menyeluruh terhadap
pembiayaan yang lebih inklusif dengan memberikan akses layanan wholesale banking BRI seperti cash management,
pembiayaan kepada nasabah yang sebelumnya belum trade finance, supply chain management, foreign exchange,
pernah memperoleh fasilitas pembiayaan komersial. Pada investment service, dan financial dashboard.
tahun 2025, BRI menyalurkan KUR sebesar Rp178,1 triliun
yang menunjukkan komitmen BRI untuk terus menjadi mitra Penguatan CASA pada segmen ritel juga tercermin dari
utama Pemerintah dalam penyaluran KUR guna mendukung meningkatnya transaksi nasabah pada layanan Agen
perekonomian nasional. BRILink dan BRImo yang memberikan kontribusi positif
terhadap kinerja profitabilitas BRI. Sepanjang tahun 2025,
Pertumbuhan pada segmen UMKM juga didukung oleh Agen BRILink mencatatkan jumlah transaksi sebanyak 1,2
kinerja yang impresif pada segmen Konsumer yang miliar transaksi dengan total nilai sebesar Rp1.820 triliun,
membukukan pertumbuhan sebesar 9,41% secara year on tumbuh sebesar 14,6% secara year on year dibandingkan
year hingga mencapai Rp228,8 triliun. Pertumbuhan pada tahun sebelumnya. Selain itu, BRImo juga mencatatkan
segmen konsumer tersebut terutama didorong oleh produk peningkatan nilai transaksi sebesar 26,4% secara year on
BRIGUNA dan KPR yang masing-masing tumbuh sebesar year sehingga mencapai Rp7.076 triliun.
9,90% dan 13,30% secara year on year. Selain itu, BRI juga
terus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan Kinerja yang solid tersebut juga tercermin dari pencapaian
kepemilikan hunian masyarakat dengan menyalurkan laba bersih Perseroan sebesar Rp57,132 triliun. Pencapaian
sebanyak 32.000 unit KPR FLPP pada tahun 2025. Segmen profitabilitas BRI tersebut didorong oleh perolehan laba bersih
Commercial, Small, and Medium Enterprise (CSME) juga BRI secara bank only sebesar Rp50,4 triliun. Driver utama
mencatatkan momentum pertumbuhan yang baik dengan pertumbuhan laba BRI berasal dari kemampuan Perseroan
pertumbuhan double digit sebesar 14,03% secara year dalam mengelola pertumbuhan pendapatan bunga bersih,
on year. Sementara itu, kredit pada segmen Korporasi BRI pendapatan berbasis fee, pendapatan recovery, serta
mampu tumbuh solid mencapai Rp342,5 triliun atau tumbuh efisiensi biaya operasional.
sebesar 40,22% secara year on year. Pertumbuhan pada
segmen korporasi tersebut difokuskan pada penguatan Kinerja topline BRI juga mencatatkan hasil yang impresif,
bisnis wholesale melalui optimalisasi layanan transaction di mana Net Interest Income (NII) BRI secara konsolidasi
banking. mampu tumbuh sebesar 5,50% secara year on year.
Pertumbuhan tersebut dihasilkan dari pengelolaan aset
kredit dan pembiayaan yang memberikan tingkat suku bunga
yang kompetitif serta pengelolaan likuiditas yang optimal.
Adapun tingkat suku bunga BRI tercermin dalam Suku Bunga
Dasar Kredit (SBDK) sebagai berikut.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 57
Page 60
Laporan Direksi dan
Dewan Komisaris
Tabel Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) Per 31 Desember 2025
PENGUNGKAPAN KUANTITATIF
Kredit Non UMKM Kredit UMKM
Periode Data 31 Non KPR/Non
KPR/KPA
Desember 2025 KPA
Korporasi Ritel Menengah Kecil Mikro
Harga Pokok Dana untuk
3,41 N/A 3,41 3,41 3,41 3,41 3,41
Kredit (HPDK)
Biaya Overhead (%) 1,33 N/A 3,67 3,38 8,29 3,84 3,66
Margin Keuntungan (Profit
3,46 N/A 3,17 3,41 2,10 2,65 2,03
Margin) (%)
Suku Bunga Dasar Kredit
(SBDK) (%) (HPDK + 8,20 N/A 10,25 10,20 13,80 9,90 9,10
Overhead + Margin)
Catatan: Berlaku mulai 1 Januari 2025
PENGUNGKAPAN KUALITATIF
Kategori Definisi Kategori Kredit Indikator/Kriteria dariKategori Kredit
Kredit modal kerja dan kredit investasi non
Korporasi Total plafond kredit >Rp500 miliar
UMKM dan non ritel
Ritel N/A N/A
Table counter rate simpanan per 31 Desember 2025
Produk Suku Bunga IDR Suku Bunga USD
Giro 0,00% - 1,25% 0,05% - 0,15%
Tabungan 0,00% - 2,00% 0,08% - 0,25%
Deposito 2,50% - 3,00% 4,00%
Pendapatan berbasis fee dan pendapatan operasional lainnya Dengan pertumbuhan bisnis dan profitabilitas yang kuat
mampu tumbuh mencapai Rp55,9 triliun atau meningkat tersebut, BRI mampu menjaga rasio keuangan pada level
sebesar 2,61% secara YoY. Pencapaian pendapatan berbasis yang sehat. Loan to Deposit Ratio (LDR) Perseroan berada
fee tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan fee pada level 91,43% secara konsolidasi dan 91,96% secara
dari jasa perkreditan dan international banking yang tumbuh bank only, yang menunjukkan kondisi likuiditas Perseroan
sebesar 15,86%, seiring dengan transformasi pada bisnis berada pada tingkat yang memadai untuk mendukung
wholesale banking yang berfokus pada penguatan layanan pertumbuhan bisnis ke depan. Rasio profitabilitas BRI juga
transaction banking. Di sisi lain, BRI juga mampu menjaga tercatat positif yang tercermin dari Return on Assets (ROA)
efisiensi biaya operasional yang tercermin dari pertumbuhan After Tax dan Return on Equity (ROE) Balance Sheet yang
biaya operasional secara year on year sebesar 5,65%. Hal masing-masing mencapai 2,74% dan 17,44%.
tersebut berdampak pada rasio Cost to Income Ratio (CIR)
konsolidasi yang tercatat sebesar 42,55%.
58 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 61
Laporan Tahunan
2025
Dari sisi kualitas aset, BRI masih menghadapi tantangan dalam BRI mengembangkan berbagai inovasi seperti peningkatan
penyelesaian portofolio pinjaman yang direstrukturisasi pengalaman investasi emas di BRImo, adopsi cloud, dan
akibat pandemi Covid-19. Rasio Non-Performing Loan implementasi multiple KYC guna meningkatkan reliabilitas
(NPL) BRI tercatat sebesar 3,07% pada Desember 2025, dan akurasi identitas. BRI juga menghadirkan Sabrina,
sedikit meningkat dibandingkan periode yang sama pada asisten virtual berbasis AI yang menangani jutaan interaksi
tahun sebelumnya. Kondisi tersebut sejalan dengan strategi nasabah dan mencapai tingkat kepuasan tinggi. Selain itu,
Perseroan untuk mempercepat penyelesaian portofolio WISE membantu frontliner mencari panduan kerja secara
pinjaman yang direstrukturisasi akibat Covid-19. cepat dan akurat, meningkatkan efisiensi layanan secara
signifikan.
Meskipun demikian, Perseroan tetap memiliki tingkat
pencadangan yang memadai, yang tercermin dari rasio NPL BRI memperkuat seluruh Data Center melalui peningkatan
Coverage yang terjaga pada level 178,06%. Selain itu, rasio kapasitas, modernisasi perangkat, dan penerapan standar
Loan at Risk (LAR) juga melanjutkan tren penurunan dari Tier‑III untuk memastikan layanan tetap andal. Inisiatif ini
10,70% pada tahun 2024 menjadi 9,61% pada tahun 2025. menjadi dasar penerapan arsitektur Active‑Active Data
Penurunan tersebut didorong oleh berkurangnya portofolio Center, termasuk implementasi pada cloud untuk aplikasi
pinjaman yang direstrukturisasi akibat Covid-19 dari Rp15,6 penting seperti BRImo dan QLola. Langkah strategis ini
triliun pada akhir tahun 2024 menjadi Rp7,7 triliun pada akhir menegaskan komitmen BRI dalam menyediakan infrastruktur
tahun 2025. TI yang kuat, aman, dan mampu mendukung pertumbuhan
bisnis berkelanjutan di era digital.
BRI juga mampu menjaga kondisi permodalan pada level
yang kuat dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) CULTURE
mencapai 23,57% secara konsolidasi atau 21,06% secara Transformasi BRIVOLUTION Reignite merupakan langkah
bank only. Rasio tersebut berada jauh di atas ketentuan strategis untuk memperkuat model bisnis sekaligus
minimum regulator sebesar 17,5% (setelah memperhitungkan transformasi budaya kerja sebagai penggerak utama kinerja.
implementasi Basel III) serta di atas risk appetite Perseroan Kami meyakini bahwa strategi hanya akan efektif jika
sebesar 19%. didukung oleh transformasi mindset dan perilaku kolektif
yang nyata. Melalui sinergi pendekatan bottom-up yang
Dengan rasio kecukupan modal yang sangat memadai inklusif dan arahan strategis manajemen, lima nilai utama
tersebut, BRI mampu mengantisipasi berbagai risiko Integrity, Collaborative, Accountability, Growth Mindset,
utama dalam pengelolaan bank, baik risiko pasar, risiko dan Customer Focus kini menjadi kompas dalam setiap
kredit, maupun risiko operasional, sekaligus mendukung perilaku dan pengambilan keputusan di seluruh organisasi.
pertumbuhan bisnis Perseroan secara berkelanjutan dalam
jangka panjang. Internalisasi nilai-nilai tersebut kami jalankan secara
sistematis dengan mengintegrasikannya ke dalam seluruh
Kinerja Non Keuangan Human Capital Cycle, mulai dari rekrutmen hingga
manajemen kinerja. Pendekatan ini memastikan budaya
IT DIGITAL perusahaan bukan sekadar slogan, melainkan parameter
BRI memprioritaskan layanan digital yang andal melalui terukur yang berdampak langsung pada produktivitas
pemenuhan IT Hygiene Factor (Reliability, Availability, dan efisiensi operasional. Komitmen penuh dari jajaran
Scalability, Security). Upaya ini mendukung strategi management serta peran aktif para Change Agent menjadi
BRIvolution Reignite dengan memastikan infrastruktur TI yang mesin penggerak utama dalam menjaga konsistensi
aman, scalable, dan future‑proof. Transformasi TI dijalankan implementasi di setiap level.
melalui tiga pilar utama: Run the Bank untuk modernisasi
infrastruktur, Change the Bank untuk meningkatkan aplikasi Dengan fondasi budaya yang kokoh, kami optimistis
dan pengalaman nasabah, serta Transform the Bank untuk perusahaan mampu menjaga pertumbuhan yang sehat dan
memperkuat rencana strategis dan organisasi TI yang tangguh di tengah dinamika pasar global. Fokus kami tetap
adaptif. pada penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan
bagi seluruh stakeholders. Kami yakin bahwa keselarasan
antara strategi bisnis dan kekuatan budaya kerja akan
menjadi keunggulan kompetitif utama perusahaan dalam
menghadapi tantangan masa depan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 59
Page 62
Laporan Direksi dan
Dewan Komisaris
HUMAN CAPITAL Pengembangan kompetensi pekerja menjadi hal prioritas
BRI memandang Human Capital sebagai penggerak utama utama bagi BRI mengingat hal ini dapat mendorong
transformasi dan keberlanjutan kinerja Perusahaan. Sejalan produktivitas dan mendukung pencapaian kinerja BRI secara
dengan agenda transformasi BRIvolution Reignite, pada tahun menyeluruh. Pada tahun 2025, BRI mengembangkan program
2025 BRI memfokuskan penguatan fondasi pengelolaan pendidikan yang disusun dengan menyesuaikan siklus
Human Capital melalui penyempurnaan berbagai hygiene pekerja. Dengan demikian, program pendidikan memiliki
factors guna memastikan sistem pengelolaan talenta yang struktur yang jelas sekaligus mendukung pencapaian tujuan
semakin solid, terintegrasi, dan selaras dengan arah strategis strategis perusahaan.
bisnis. Berbagai inisiatif dilakukan secara terstruktur, mulai
dari peningkatan kualitas data, perbaikan dan percepatan Selain itu, dalam rangka meningkatkan ownership pendidikan
proses rekrutmen, penguatan talent management, di wilayah Regional Office serta untuk memastikan bahwa
succession planning, dan performance management, serta pengembangan kapabilitas pekerja di regional sesuai
peningkatan kapabilitas HC sebagai strategic business dengan kebutuhan, maka mulai tahun 2025 BRI menetapkan
partner. Pendekatan ini menjadi landasan penting bagi pelaksanaan Green Program. Penyusunan kurikulum,
BRI untuk membangun organisasi yang semakin adaptif, learning objective, bahan ajar, perhitungan anggaran,
berorientasi kinerja, serta siap menghadapi dinamika industri pelaksanaan pendidikan, dan evaluasi pendidikan menjadi
yang terus berkembang. ruang lingkup dari masing-masing Regional Office.
Sepanjang tahun 2025, BRI mencatatkan percepatan DISTRIBUTIONS
signifikan dalam penguatan pipeline talenta, dengan Selama satu tahun terakhir, BRI melakukan berbagai
peningkatan rekrutmen melalui BRI Future Leader Program penguatan pada fungsi distribution untuk meningkatkan
(BFLP) sebesar 685% dibandingkan tahun sebelumnya, efektivitas jaringan dan mendorong pertumbuhan bisnis.
dengan 9 spesialisasi strategis untuk menjawab kebutuhan Perbaikan dimulai dari penataan organisasi, termasuk
kompetensi masa depan. Penguatan pipeline talenta juga penguatan peran Regional Office di bawah Direktur
dilakukan melalui program BrilianNext guna menjaring Network & Retail Funding, peningkatan independensi fungsi
kandidat unggul. Di saat yang sama, BRI terus memperkuat operasional dan risk management, serta penajaman fungsi
fondasi pengelolaan HC berbasis data melalui optimalisasi unit bisnis di region agar lebih fokus pada pengembangan
Employee Self Service (ESS) dan data governance, termasuk bisnis dan dukungan kepada Kantor Cabang.
strukturisasi pengelolaan serta pemetaan variabel data
HC. Untuk menyiapkan pipeline kepemimpinan strategis, BRI juga membentuk 74 Area Head untuk memperkuat
BOD dan Regional leaders terlibat secara sistematis dan orkestrasi pengembangan bisnis di wilayah. Peran ini
terstruktur untuk melakukan succession planning sehingga memperjelas model interaksi antara Regional Office dan
teridentifikasi sekitar 500 Top Talent pada Band 1–3 sebagai Kantor Cabang, meningkatkan kolaborasi antar segmen,
bagian dari proses talent management. serta memastikan pengelolaan kinerja cabang menjadi lebih
terarah. Sejalan dengan itu, BRI juga melakukan penguatan
Untuk memastikan organisasi yang semakin agile dan kapabilitas pemimpin kantor agar mampu mendorong
berorientasi kinerja, BRI melakukan penyempurnaan sistem transformasi bisnis, meningkatkan produktivitas jaringan,
performance management secara lebih objektif dan serta lebih adaptif dalam menangkap potensi pasar di
transparan melalui penilaian yang sepenuhnya berbasis KPI wilayahnya.
serta dilengkapi dengan 180-degree behavioral assessment.
Kapabilitas fungsi Human Capital terus diperkuat melalui BRI terus memperkuat coverage distribusi nasional dengan
program capability building, khususnya bagi HCBP, agar mengoptimalkan seluruh channel yang dimiliki, yaitu 7.349
semakin responsive dan solutif terhadap kebutuhan bisnis. kantor layanan, 54 e-Buzz, 6 Teras Keliling, 19.657 e-channel,
Selain itu, RHCBP diperkuat perannya sebagai decision maker 1,19 juta Agen BRILink, serta mengoperasikan 4 Teras Kapal
di tingkat Regional Office dalam aspek rekrutmen, career untuk menjangkau wilayah terpencil dan pulau-pulau yang
management, dan learning. Seluruh inisiatif ini berpuncak belum terlayani jaringan perbankan secara optimal. Selain
pada penguatan transformasi budaya melalui implementasi menjaga jaringan yang luas, BRI juga melakukan optimalisasi
Brilian Way di BRI dan Perusahaan Anak, termasuk melalui sebaran titik distribusi melalui relokasi ke area berpotensi
piloting Kantor Cabang Lighthouse sebagai role model tinggi serta penyesuaian kapabilitas layanan kantor agar
implementasi budaya, serta pengukuran budaya organisasi semakin relevan dengan kebutuhan nasabah, sehingga
secara end-to-end, guna memastikan nilai dan perilaku kerja potensi pasar di berbagai wilayah dapat dimanfaatkan
BRI terinternalisasi secara konsisten di seluruh lini organisasi. secara lebih optimal.
60 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 63
Laporan Tahunan
2025
OPERATIONS REBRANDING
Sepanjang tahun 2024-2025, Direktorat Operasional telah Keberhasilan digitalisasi operasional ini sekaligus
melaksanakan berbagai inisiatif strategis yang berfokus menandai babak baru identitas BRI yang lebih modern
pada peningkatan efisiensi proses, penguatan customer dan inklusif. Sebagai bagian dari perjalanan panjang Bank
experience, serta mitigasi risiko operasional. Pencapaian ini Rakyat Indonesia yang memasuki usia ke-130 tahun, kami
tercermin dari peningkatan Service Level Agreement (SLA) memandang, perlu melakukan penguatan positioning
yang signifikan, di antaranya percepatan RTGS Incoming dari demi memastikan BRI tetap menjadi institusi yang relevan
1,5 menit menjadi 0,5 menit, Trade Finance Transaction dari dan menjadi mitra perjalanan bisnis bagi seluruh lapisan
65 menit menjadi 20 menit, serta Mass Account Opening masyarakat.
yang berhasil dipangkas dari 16 jam menjadi hanya 10
menit. Secara keseluruhan, Direktorat Operasional berhasil Melalui rebranding, BRI memperbarui identitasnya menjadi
melakukan reduksi proses manual sebesar 31%, dari 900 lebih modern dan segar. Transformasi ini mempertegas
proses menjadi 675 proses. posisi BRI sebagai bank universal yang tetap berakar pada
UMKM, sembari memperkuat segmen consumer sebagai
Pada aspek layanan, BRI berhasil mempertahankan posisi sumber pertumbuhan baru. Upaya ini pun menjadi jembatan
#2 pada Bank Service Excellent Monitor (BSEM) MRI dan antara kekuatan historis BRI sebagai bank rakyat dengan
mencatatkan Net Promoter Score sebesar 69,00. Keandalan tuntutan era perbankan yang semakin digital, progresif, dan
infrastruktur e-channel juga terjaga optimal dengan reliability berorientasi pada nasabah.
ATM mencapai 99,69% dan CRM sebesar 99,61%, keduanya
melampaui target yang ditetapkan. Di sisi operasional Di bawah semangat transformasi tersebut, kami juga
kredit, penguatan kualitas data SLIK mencapai perbaikan memperkenalkan kembali komitmen BRI melalui tagline
99,90%, sementara implementasi AGF (Auto Grab Fund) “Satu Bank untuk Semua”. Tagline ini mencerminkan aspirasi
telah mencakup 88% rekening pinjaman yang berdampak kami untuk melayani seluruh lapisan masyarakat secara
pada penurunan overbooking manual sebesar 73% dan menyeluruh mulai dari segmen mikro, UMKM, hingga
menghasilkan free-up time Teller sekitar 418 ribu jam. konsumer, komersial, dan korporasi. Dengan rangkaian
produk dan layanan yang semakin lengkap serta didukung
Inisiatif digitalisasi dan otomasi turut memperkuat kapabilitas oleh penguatan ekosistem digital, BRI terus berupaya
operasional, termasuk implementasi Smart RTGS yang menghadirkan layanan yang terintegrasi, mudah diakses, dan
berhasil membelokkan dana sebesar Rp3,8 triliun, percepatan relevan dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang.
pencairan KPR melalui BRISPOT yang mencapai 85% dengan
Turn Around Time 2x lebih cepat, serta piloting penggunaan Lebih dari sekedar perubahan identitas, rebranding ini
Biometric Verification Platform (BVP) untuk mitigasi risiko juga menegaskan karakter baru BRI sebagai institusi yang
kredit fiktif dan fraud. Pencapaian ini menjadi fondasi yang tepercaya, progresif, dan inklusif. Kami ingin BRI dikenal
kokoh dalam mendukung aspirasi Direktorat Operasional sebagai brand yang ambisius namun tetap membumi,
untuk menghadirkan seamless customer experience melalui aspiratif tetapi praktis, inklusif, digital savvy, berkelas dunia,
operasional yang efisien, andal, dan terkendali risikonya. serta mampu menjangkau generasi baru tanpa meninggalkan
komitmen dan DNA kami sebagai bank yang tumbuh bersama
UMKM Indonesia. Transformasi ini merupakan refleksi dari
perjalanan panjang BRI sekaligus kesiapan kami untuk terus
hadir melayani masyarakat dan menjadi mitra keuangan yang
andal bagi Indonesia.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 61
Page 64
Laporan Direksi dan
Dewan Komisaris
Perbandingan Antara Hasil yang Dicapai dengan yang Ditargetkan
Secara umum, BRI secara konsolidasi mampu mencapai target kinerja 2025 yang telah ditetapkan, dengan rincian sebagai
berikut ini:
Desember 2025
Uraian
Target Realisasi Pencapaian
Kredit dan Pembiayaan Diberikan (Rp miliar) 1.462.009 1.521.486 104,1%
CASA Ratio 67,28% 70,61% 105,0%
Pendapatan Bunga Bersih (Rp miliar) 150.053 150.498 100,3%
Laba Operasional Sebelum CKPN (PPOP) (Rp miliar) 118.607 119.430 100,7%
Loan at Risk (LAR)*) 10,36% 9,61% 107,8%
*) Perhitungan pencapaian LAR menggunakan rumus Target/Realisasi
Kendala-Kendala yang Dihadapi oleh
Perseroan dan Langkah-Langkah
Penyelesaiannya
Kinerja BRI yang tetap solid sepanjang tahun 2025 tidak dalam menghimpun dana masyarakat. Persaingan untuk
terlepas dari berbagai tantangan yang muncul baik dari memperoleh dana murah semakin intensif, sehingga
lingkungan global, domestik, maupun dinamika industri mendorong perbankan untuk terus memperkuat strategi
perbankan. Berbagai faktor eksternal tersebut turut pengelolaan likuiditas serta meningkatkan inovasi dalam
mempengaruhi kondisi likuiditas, kualitas aset, serta pola layanan transaksi dan digital banking.
permintaan pembiayaan di sektor perbankan.
Di sisi industri, tingkat persaingan dalam sektor perbankan
Dari sisi global, perekonomian dunia masih dihadapkan pada semakin meningkat, khususnya pada segmen ritel dan
ketidakpastian yang dipengaruhi oleh dinamika geopolitik, UMKM yang menjadi fokus utama BRI. Persaingan tidak
ketegangan perdagangan antar negara, serta volatilitas hanya berasal dari sesama institusi perbankan, tetapi juga
harga komoditas energi dan pangan. Kebijakan moneter dari perusahaan teknologi finansial (fintech) serta berbagai
global yang masih relatif ketat di beberapa negara maju platform digital yang semakin agresif menawarkan layanan
juga turut memberikan tekanan terhadap arus modal global keuangan berbasis teknologi.
dan stabilitas pasar keuangan. Kondisi ini berdampak pada
meningkatnya volatilitas nilai tukar serta mempengaruhi Perkembangan teknologi seperti artificial intelligence, data
sentimen pelaku usaha dan investor di berbagai negara, analytics, serta otomatisasi proses bisnis turut mendorong
termasuk Indonesia. perubahan lanskap industri keuangan menuju model layanan
yang lebih cepat, efisien, dan berbasis digital. Perubahan
Di tingkat domestik, perekonomian Indonesia tetap perilaku nasabah yang semakin mengandalkan layanan
menunjukkan kinerja yang resilien dengan pertumbuhan digital juga menjadi tantangan tersendiri bagi industri
ekonomi yang stabil. Namun demikian, tekanan terhadap perbankan untuk terus meningkatkan kapabilitas teknologi
daya beli masyarakat pada beberapa segmen masih serta memastikan keamanan dan keandalan sistem digital
menjadi tantangan, khususnya pada kelompok masyarakat yang dimiliki.
menengah ke bawah yang merupakan basis utama kegiatan
ekonomi mikro dan usaha kecil. Kondisi tersebut berdampak Secara internal, BRI juga menghadapi tantangan dalam
pada dinamika permintaan pembiayaan serta menuntut menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan
perbankan untuk semakin selektif dalam menyalurkan kredit kualitas aset, khususnya pada segmen mikro dan UMKM
guna menjaga kualitas aset secara berkelanjutan. yang menjadi fokus utama Perseroan. Segmen ini memiliki
potensi pertumbuhan yang besar, namun juga memiliki
Selain itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) di karakteristik risiko yang perlu dikelola secara hati-hati,
industri perbankan juga menghadapi tekanan seiring terutama dalam kondisi ekonomi yang masih dinamis.
dengan meningkatnya kompetisi antar lembaga keuangan
62 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 65
Laporan Tahunan
2025
Di samping itu, upaya untuk memperkuat struktur pendanaan sumber utama ketahanan ekonomi domestik. Bagi BRI,
melalui peningkatan dana murah (CASA) juga menjadi UMKM bukan sekadar segmen bisnis, melainkan fondasi
tantangan tersendiri di tengah persaingan industri yang utama model bisnis Perseroan. Didukung jaringan yang
semakin ketat. Perseroan terus berupaya meningkatkan menjangkau hingga pelosok daerah serta pengalaman
kapabilitas transaksi digital serta memperluas ekosistem panjang dalam melayani ekonomi rakyat, BRI berada pada
layanan guna meningkatkan engagement nasabah dan posisi strategis untuk memperkuat kapasitas UMKM melalui
memperkuat basis pendanaan yang berkelanjutan. pembiayaan, pemberdayaan, dan penguatan ekosistem
usaha untuk terus mendorong pertumbuhan UMKM sebagai
Transformasi digital yang terus dijalankan oleh BRI juga salah satu pilar utama perekonomian nasional.
memerlukan investasi yang signifikan dalam pengembangan
infrastruktur teknologi, penguatan keamanan siber, serta Dengan fondasi ekonomi yang tetap kuat serta koordinasi
peningkatan kapabilitas sumber daya manusia. Hal tersebut kebijakan yang semakin solid antara pemerintah, Bank
menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang Indonesia, dan otoritas sektor keuangan, kami meyakini
Perseroan untuk memastikan bahwa transformasi yang bahwa perekonomian Indonesia akan tetap berada pada
dilakukan dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan jalur pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan. Dengan
bagi nasabah dan seluruh pemangku kepentingan. memanfaatkan keunggulan internal yang dimiliki, maka BRI
optimis memiliki prospek yang baik di masa mendatang.
Hal-Hal Penting yang Diperkirakan
Terjadi pada Masa Mendatang dan Informasi Terkait Kelompok Usaha
Prospek Usaha Bank
Dalam beberapa tahun terakhir, perekonomian global Kepemilikan Direksi, Dewan Komisaris,
bergerak dalam lanskap yang semakin kompleks. Dunia dan Pemegang Saham dalam Kelompok
tidak lagi mengikuti siklus ekonomi yang sepenuhnya linear. Usaha Bank
Dinamika geopolitik, perubahan konfigurasi perdagangan
internasional, dan percepatan transformasi teknologi Hingga tanggal 31 Desember 2025, tidak terdapat
membentuk lingkungan ekonomi yang semakin dipengaruhi kepemilikan saham yang bersifat signifikan oleh Direksi
oleh faktor struktural, bukan sekadar fluktuasi siklus bisnis dan Dewan Komisaris di dalam Kelompok Usaha Bank BRI,
jangka pendek. data tersebut sebagaimana telah disampaikan pada bagian
Kepemilikan Saham Direksi dan Dewan Komisaris.
Memasuki tahun 2026, ketidakpastian global diperkirakan
masih akan mewarnai perekonomian dunia. Namun dengan Perubahan Penting yang Terjadi pada
fondasi domestik yang relatif kuat, perekonomian Indonesia Bank dan Kelompok Usaha Bank di Tahun
diperkirakan bisa tumbuh pada kisaran 5,1–5,3% tahun 2025
2026. Permintaan domestik akan tetap menjadi motor utama
pertumbuhan, meskipun dengan momentum yang lebih Selama tahun 2025, tidak terdapat perubahan penting pada
moderat dibandingkan periode pemulihan pasca-pandemi. Bank dan Kelompok Usaha Bank. Ke depan, BRI berkomitmen
penuh untuk mendorong kinerja dan kontribusi Perusahaan
Fase ini mencerminkan proses normalisasi siklus ekonomi. Anak BRI, melalui peningkatan laba bersih dan kontribusi
Dalam fase seperti ini, kualitas pertumbuhan menjadi dalam bentuk fee based income ke BRI, sehingga Perusahaan
semakin penting. Produktivitas, transformasi struktural, dan Anak BRI dapat menjadi pendorong pertumbuhan BRI di
penciptaan lapangan kerja yang lebih luas akan menentukan masa depan secara berkelanjutan.
keberlanjutan pertumbuhan ekonomi ke depan.
Selain itu, berdasarkan pada Keputusan Anggota Dewan
Dalam konteks tersebut, sektor perbankan memiliki peran Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-11/KS.1/2025
yang semakin strategis. Perbankan tidak hanya berfungsi tanggal 16 September 2025, OJK telah menetapkan BRI
sebagai lembaga intermediasi, tetapi juga sebagai sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan dengan
penggerak transformasi ekonomi melalui pembiayaan 22 (dua puluh dua) Anggota Konglomerasi Keuangan.
produktif, penguatan ekosistem usaha, serta perluasan Pada tanggal 23 Desember 2024 Otoritas Jasa Keuangan
inklusi keuangan. (OJK) telah mengundangkan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi
Di Indonesia, transformasi ekonomi tidak dapat dilepaskan Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan
dari peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang (POJK Konglomerasi Keuangan) dan mencabut Peraturan
menyerap sebagian besar tenaga kerja sekaligus menjadi Otoritas Jasa Keuangan Nomor 45/POJK.03/2020 tentang
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 63
Page 66
Laporan Direksi dan
Dewan Komisaris
Konglomerasi Keuangan. POJK Konglomerasi Keuangan Dalam rangka mempertajam eksistensi di pasar global, BRI
mewajibkan Lembaga Jasa Keuangan yang memenuhi membangun transparansi yang adil dan wajar bagi seluruh
syarat sebagai konglomerasi keuangan untuk membentuk pemangku kepentingan melalui komunikasi publik yang
Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan. Selain berlandasakan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
memiliki penyertaan modal pada Anggota Konglomerasi Keberhasilan BRI dalam penyajian informasi perusahaan yang
Keuangan yang merupakan Perusahaan Anak, BRI juga akuntabel dan berstandar internasional telah diakui secara
memiliki penyertaan modal tidak signifikan pada beberapa positif oleh pihak ketiga melalui pencapaian BRI sebagai Top
perusahaan yang bukan merupakan Anggota Konglomerasi 5 PLC di Indonesia dan ASEAN Asset Class sesuai kriteria
Keuangan BRI. ASEAN Corporate Governance Scorecard.
Sebagai wujud komitmen kami dalam menjaga integritas
Perkembangan Penerapan Tata Kelola sistem keuangan, BRI senantiasa memperkuat efektivitas
Perusahaan pencegahan tindak pidana pencucian uang, pendanaan
terorisme, serta pendanaan proliferasi senjata pemusnah
Peningkatan kapabilitas kepatuhan dan tata kelola secara massal (APU-PPT & PPSPM). Upaya berkelanjutan ini
terintegrasi merupakan landasan strategis BRI Group dalam tercermin dari predikat 'Sangat Baik' yang kami terima dari
merespons dinamika pasar yang terus berubah. Melalui PPATK dalam Penilaian Efektivitas Penerapan APU PPT pada
penyelarasan kompetensi sumber daya manusia, teknologi kegiatan Financial Integrity Rating on Money Laundering/
informasi, dan manajemen risiko di seluruh BRI Group, Terrorist Financing (FIR on ML/TF) tahun 2025. Pencapaian
kami membangun fondasi yang kokoh untuk mendorong tersebut membuktikan bahwa aspek komitmen pencegahan,
terciptanya pertumbuhan yang berkualitas. kebijakan dan implementasi serta kepatuhan pelaporan
terkait APU PPT di BRI telah berjalan dengan sangat memadai.
Implementasi tata kelola terintegrasi dilakukan dengan
berpedoman pada ketentuan yang berlaku antara lain yaitu
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 30 Tahun 2024 Penilaian Kinerja Komite di Bawah
tentang Konglomerasi Keuangan. Integrasi ini memastikan Direksi dan Dasar Penilaiannya
bahwa setiap inovasi yang dihasilkan tetap berada dalam
koridor kepatuhan atas peraturan yang berlaku, tata kelola Dalam mendukung efektivitas dan efisiensi pelaksanaan
perusahaan yang baik, serta menciptakan nilai tambah yang tugas dan tanggung jawab pengelolaan Bank, Direksi BRI
berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Strategi dibantu oleh sepuluh komite yang berada di bawah dan
ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan kematangan bertanggung jawab langsung kepada Direksi. Hingga 31
penerapan tata kelola dan kepatuhan di lingkungan BRI Desember 2025, BRI memiliki 10 (sepuluh) komite di bawah
Group yang dibuktikan oleh pencapaian nilai maturitas Direksi adalah sebagai berikut:
tata kelola terintegrasi sebesar (4.06/5.00) dan kepatuhan 1. Asset and Liability Committee (ALCO)
terintegrasi yaitu (3.90/5.00). 2. Credit Policy Committee
3. Environmental, Social & Governance (ESG) Committee
Sejalan dengan proses transformasi yang sedang 4. Human Capital Committee
berlangsung, dengan berlandaskan pada adopsi standar 5. Information Technology Steering Committee
internasional yaitu ISO Sistem Manajemen Kepatuhan, 6. Procurement Committee
Sistem Anti Penyuapan dan Sistem Manajemen Mutu, BRI 7. Product Committee
senantiasa mendorong inovasi teknologi informasi sebagai 8. Risk Management Committee
instrumen utama dalam pengelolaan risiko kepatuhan 9. Transformation Steering Committee
dan tata kelola secara lebih proaktif. Dedikasi kolektif ini 10. Tata Kelola Konglomerasi Keuangan
membuahkan apresiasi yang membanggakan, di mana BRI
berhasil meraih predikat Most Trusted Company pada ajang Prosedur penilaian Komite di bawah Direksi dilakukan setiap
Corporate Governance Perception Index. Pengakuan ini tidak tahun oleh Direksi. Penilaian tersebut dilaksanakan dengan
hanya menjadi validasi kematangan implementasi tata kelola kriteria hasil kinerja dalam bentuk kontribusi masing-masing
dan kepatuhan perusahaan, tetapi juga memperkuat posisi komite kepada Perseroan termasuk laporan dan rekomendasi
BRI sebagai institusi perbankan yang kredibel dan tepercaya yang diberikan kepada Direksi. Direksi menilai bahwa pada
di mata pemangku kepentingan global. tahun 2025 seluruh Komite telah melaksanakan tugasnya
dengan optimal.
64 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 67
Laporan Tahunan
2025
Perubahan Komposisi Direksi 2. Mengubah nomenklatur jabatan anggota-anggota
Direksi Perseroan yaitu, semula Direktur Kepatuhan
Selama tahun 2025, telah terjadi perubahan komposisi dan Direktur Human Capital menjadi Direktur Human
anggota Direksi. Perubahan komposisi anggota Direksi Capital & Compliance, semula Direktur Bisnis Konsumer
dilakukan berdasarkan kebutuhan Perseroan. Perubahan menjadi Direktur Consumer Banking, semula Direktur
komposisi anggota Direksi adalah sebagai berikut. Bisnis Wholesale dan Kelembagaan menjadi Direktur
Corporate Banking, semula Direktur Bisnis Mikro menjadi
KOMPOSISI DIREKSI SEBELUM RUPS TAHUNAN TAHUN Direktur Micro, semula Direktur Keuangan menjadi
2025 Direktur Finance & Strategy, semula Direktur Digital
Komposisi Direksi sebelum RUPS Tahunan Tahun 2025 dan Teknologi Informasi menjadi Direktur Information
sebanyak 12 (dua belas) orang yang terdiri dari 1 (satu) orang Technology, semula Direktur Commercial, Small, and
Direktur Utama, 1 (satu) orang Wakil Direktur Utama dan 10 Medium Business menjadi Direktur Commercial Banking
(sepuluh) orang Direktur sebagai berikut: dan yang semula Direktur Retail Funding and Distribution
menjadi Direktur Network dan Retail Funding. Kemudian
Sunarso : Direktur Utama menambahkankan Direktur Treasury dan International
Banking serta Direktur Operations.
Catur Budi Harto : Wakil Direktur Utama
3. Mengalihkan penugasan anggota Direksi yaitu, Agus
Handayani : Direktur Bisnis Konsumer
Noorsanto yang semula sebagai Direktur Bisnis
Supari : Direktur Bisnis Mikro
Wholesale dan Kelembagaan menjadi Wakil Direktur
Ahmad Solichin : Direktur Kepatuhan Utama dan Ahmad Solichin Lutfiyanto yang semula
Lutfiyanto
sebagai Direktur Kepatuhan menjadi Direktur Human
Agus Sudiarto : Direktur Manajemen Risiko
Capital & Compliance.
Agus Noorsanto : Direktur Bisnis Wholesale dan 4. Mengangkat Hery Gunardi sebagai Direktur Utama, Hakim
Kelembagaan
Putratama sebagai Direktur Operations, Riko Adythia
Agus Winardono : Direktur Human Capital
sebagai Direktur Corporate Banking, Aquarius Rudianto
Amam Sukriyanto : Direktur Commercial, Small sebagai Direktur Network dan Retail Funding, Farida
and Medium Business
Thamrin sebagai Direktur Treasury dan International
Viviana Dyah Ayu R.K. : Direktur Keuangan Banking, Akhmad Purwakajaya sebagai Direktur Micro,
Arga M. Nugraha : Direktur Digital dan Teknologi Alexander Dippo Paris Y. S. sebagai Direktur Commercial
Informasi
Banking, Nancy Adistyasari sebagai Direktur Consumer
Andrijanto : Direktur Retail Funding and Banking, Viviana Dyah Ayu R.K. sebagai Direktur Finance
Distribution
& Strategy, Mucharom sebagai Direktur Manajemen
Risiko dan Saladin Dharma Nugraha Effendi sebagai
KOMPOSISI DIREKSI SETELAH RUPS TAHUNAN TAHUN Direktur Information Technology.
2025
Pada tanggal 24 Maret 2025, Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan Tahun 2025 memutuskan:
1. Memberhentikan dengan hormat Sunarso sebagai
Direktur Utama, Catur Budi Harto sebagai Wakil Direktur
Utama, Handayani sebagai Direktur Bisnis Konsumer,
Supari sebagai Direktur Bisnis Mikro, Amam Sukriyanto
sebagai Direktur Commercial, Small and Medium
Business, Arga Mahanana Nugraha sebagai Direktur
Digital dan Teknologi Informasi, Agus Winardono sebagai
Direktur Human Capital, Agus Sudiarto sebagai Direktur
Manajemen Risiko, Andrijanto sebagai Direktur Retail
Funding and Distribution, dan Viviana Dyah Ayu R.K.
sebagai Direktur Keuangan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 65
Page 68
Laporan Direksi dan
Dewan Komisaris
Dengan demikian, komposisi Direksi setelah RUPS Tahunan 3. Mengalihkan penugasan Viviana Dyah Ayu R.K. semula
2025 sebanyak 13 (tiga belas) orang yang terdiri dari 1 (satu) sebagai Direktur Finance & Strategy menjadi Wakil
orang Direktur Utama, 1 (satu) orang Wakil Direktur Utama Direktur Utama.
dan 11 (sebelas) orang Direktur sebagai berikut: 4. Mengangkat Achmad Royadi sebagai Direktur Finance
& Strategy, Mahdi Yusuf sebagai Direktur Legal &
Hery Gunardi : Direktur Utama Compliance, Ety Yuniarti sebagai Direktur Manajemen
Risiko dan Aris Hartanto sebagai Direktur Consumer
Agus Noorsanto : Wakil Direktur Utama
Banking.
Ahmad Solichin : Direktur Human Capital &
Lutfiyanto Compliance
Dengan demikian, komposisi Direksi setelah RUPS Luar Biasa
Viviana Dyah Ayu : Direktur Finance & Strategy
R.K. Tahun 2025 sebanyak 13 (tiga belas) orang yang terdiri dari
Hakim Putratama : Direktur Operations 1 (satu) orang Direktur Utama, 1 (satu) orang Wakil Direktur
Utama dan 11 (sebelas) orang Direktur. Komposisi dan dasar
Riko Adythia : Direktur Corporate Banking
pengangkatan Direksi dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Aquarius Rudianto : Direktur Network dan Retail
Funding
Farida Thamrin : Direktur Treasury dan Hery Gunardi : Direktur Utama
International Banking Viviana Dyah Ayu R.K. *
: Wakil Direktur Utama
Akhmad : Direktur Micro Hakim Putratama : Direktur Operations
Purwakajaya
Riko Adythia : Direktur Corporate Banking
Alexander Dippo : Direktur Commercial Banking
Direktur Network dan Retail
Paris Y.S. Aquarius Rudianto :
Funding
Nancy Adistyasari : Direktur Consumer Banking
Direktur Treasury dan
Mucharom : Direktur Manajemen Risiko Farida Thamrin :
International Banking
Saladin Dharma : Direktur Information Technology Akhmad Purwakajaya : Direktur Micro
Nugraha Effendi
Alexander Dippo
: Direktur Commercial Banking
Paris Y.S.
Saladin Dharma Direktur Information
KOMPOSISI DIREKSI SETELAH RUPS LUAR BIASA :
Nugraha Effendi Technology
TAHUN 2025
Mahdi Yusuf* : Direktur Legal & Compliance
Pada tanggal 17 Desember 2025, Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa Tahun 2025 memutuskan: Aris Hartanto *
: Direktur Consumer Banking
1. Memberhentikan dengan hormat Agus Noorsanto Achmad Royadi* : Direktur Finance & Strategy
sebagai Wakil Direktur Utama, Achmad Solichin Ety Yuniarti *
: Direktur Manajemen Risiko
Lutfiyanto sebagai Direktur Human Capital & Compliance, * Anggota Direksi tersebut baru dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam
Mucharom sebagai Direktur Manajemen Risiko dan jabatannya apabila telah mendapatkan persetujuan Penilaian Kemampuan dan
Kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan.
Nancy Adistyasari sebagai Direktur Consumer Banking.
2. Mengubah nomenklatur anggota Direksi yang semula
Direktur Human Capital & Compliance menjadi Direktur
Legal & Compliance.
66 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 69
Laporan Tahunan
2025
Penutup
Pada kesempatan ini, Direksi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh nasabah, pemegang saham, serta
para pemangku kepentingan atas kepercayaan dan dukungan yang terus diberikan kepada BRI sepanjang tahun 2025.
Kepercayaan para nasabah, bersama dengan dukungan dari pemerintah, pemegang saham, dan para pemangku kepentingan
lainnya, menjadi fondasi penting yang memungkinkan BRI untuk tetap tangguh serta menjaga kinerja yang berkelanjutan di
tengah dinamika tantangan ekonomi. Dukungan tersebut juga memperkuat komitmen BRI untuk terus menciptakan nilai jangka
panjang bagi para pemegang saham sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.
Direksi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh Insan BRILiaN atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi luar biasa
yang menjadi kunci keberhasilan BRI. Inovasi yang terus dihadirkan serta komitmen untuk memberikan layanan terbaik telah
memperkuat peran BRI dalam menciptakan nilai tambah bagi nasabah, pemegang saham, dan masyarakat, serta memperkokoh
posisi BRI sebagai lembaga keuangan yang berperan aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Apresiasi setinggi-tingginya juga kami sampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia atas dukungan dan kepercayaan yang
terus diberikan kepada BRI dalam menjalankan perannya sebagai lembaga intermediasi yang berfokus pada pemberdayaan
ekonomi kerakyatan, khususnya melalui penguatan sektor UMKM dan perluasan inklusi keuangan di berbagai wilayah Indonesia.
Akhir kata, Direksi turut menyampaikan penghargaan kepada Dewan Komisaris atas arahan strategis serta pengawasan yang
konstruktif dalam memastikan keberlanjutan kinerja Perseroan. Kolaborasi yang erat antara Direksi, Dewan Komisaris, Insan
BRILiaN, pemegang saham, pemerintah, serta seluruh pemangku kepentingan akan terus menjadi fondasi penting dalam
mendorong inovasi, transformasi, dan perbaikan berkelanjutan guna menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan serta nilai
jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Jakarta, Maret 2026
Atas Nama Direksi
Hery Gunardi
Direktur Utama
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 67
Page 70
Laporan Direksi dan
Dewan Komisaris
Direksi
3 4 5 6 7 1
1. Hery Gunardi : Direktur Utama 5. Mahdi Yusuf : Direktur Legal & Compliance
2. Viviana Dyah Ayu R.K. : Wakil Direktur Utama 6. Ety Yuniarti : Direktur Manajemen Risiko
3. Hakim Putratama : Direktur Operations 7. Aris Hartanto : Direktur Consumer Banking
4. Aquarius Rudianto : Direktur Network dan Retail Funding
68 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 71
Laporan Tahunan
2025
2 8 9 10 11 12 13
8. Akhmad Purwakajaya : Direktur Micro 11. Saladin Dharma Nugraha Effendi : Direktur Information Technology
9. Achmad Royadi : Direktur Finance & Strategy 12. Riko Adythia : Direktur Corporate Banking
10. Farida Thamrin : Direktur Treasury dan International Banking 13. Alexander Dippo Paris Y.S. : Direktur Commercial Banking
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 69
Page 72
Laporan Direksi dan
Dewan Komisaris
Laporan
Dewan
Komisaris
Kartika Wirjoatmodjo
Komisaris Utama
70 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 73
Laporan Tahunan
2025
Dewan Komisaris mengapresiasi keberhasilan Direksi dalam menjaga profitabilitas
dan menjalankan strategi transformasi BRIVolution Reignite secara disiplin di
tengah kondisi yang sangat menantang selama tahun 2025.
Pemegang saham dan pemangku kepentingan yang kami hormati,
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha positioning barunya, semangat tersebut diwujudkan melalui
Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga pada peluncuran corporate rebranding pada 16 Desember 2025,
tahun 2025 Perseroan berhasil mencatatkan kinerja dan yang menandai pembaruan identitas visual korporasi.
capaian yang positif meskipun dihadapkan pada kondisi Dengan wajah baru ini, BRI menegaskan komitmennya untuk
perekonomian yang masih penuh tantangan. Dalam kondisi terus bertransformasi dan berinovasi sebagai bank universal
tersebut, Perseroan mampu menunjukkan resiliensi dan yang hadir bagi seluruh lapisan masyarakat, dengan tetap
kinerja yang solid. menjadikan ekosistem UMKM sebagai tulang punggung
bisnis utama Perseroan. Melalui pendekatan ekosistem
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - untuk selanjutnya yang mengintegrasikan seluruh segmen dengan mikro
disebut “Perseroan atau BRI” - selama tahun 2025 tetap dalam satu rantai pasok yang saling terhubung, BRI tidak
berkomitmen menjalankan misi sebagai value creator hanya memperkuat daya saing UMKM dalam rantai pasok
bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia sekaligus yang lebih besar, terintegrasi dan berkelanjutan, tetapi juga
mengemban peran strategis sebagai agent of development menghadirkan produk serta layanan yang semakin digital-
yang senantiasa mendukung program-program prioritas friendly dan aspiratif guna memenuhi kebutuhan seluruh
pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasabah seiring dengan perkembangan pasar dan era digital
nasional, pemberdayaan UMKM, serta perluasan akses yang bergerak semakin dinamis.
keuangan hingga ke pelosok negeri.
Dewan Komisaris secara aktif melakukan pengawasan dan
Dalam kondisi volatilitas makroekonomi global yang ditandai memberi masukan kepada Direksi berkala di sepanjang tahun
oleh ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral 2025. Adapun pengawasan dan pemberian nasihat tersebut
global, eskalasi tensi geopolitik di berbagai kawasan, tekanan disampaikan melalui Laporan Dewan Komisaris yang di
pelemahan nilai tukar mata uang negara berkembang, antaranya mencakup penilaian kinerja Direksi, pandangan
serta perlambatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah mitra atas prospek usaha yang disusun Direksi, pandangan atas
dagang utama Indonesia, Perseroan mampu merespons penerapan Tata Kelola Perusahaan, penilaian kinerja komite
kondisi tersebut secara prudent dan adaptif. Ketahanan ini di bawah Dewan Komisaris, serta susunan dan perubahan
tercermin dari penguatan fundamental Perseroan sepanjang komposisi Dewan Komisaris.
tahun 2025. BRI mencatatkan perbaikan dalam struktur
pendanaan, didukung oleh pertumbuhan dana ritel dan
transaksi yang semakin solid. Di sisi kualitas aset, Perseroan Penilaian Kinerja Direksi
juga menunjukkan tren perbaikan yang didukung oleh
penguatan standar penyaluran kredit serta penyempurnaan Frekuensi dan Cara Pemberian Nasihat
proses bisnis, operasional dan manajemen risiko. Langkah- Kepada Anggota Direksi
langkah tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga
kualitas pertumbuhan kredit, memperkuat ketahanan neraca, Sesuai amanat Anggaran Dasar Perseroan, tugas Dewan
serta memastikan keberlanjutan kinerja Perseroan di tengah Komisaris adalah melakukan pengawasan atas pelaksanaan
dinamika siklus ekonomi yang terus berkembang. pengurusan Perseroan serta memberikan nasihat guna
memastikan pengelolaan Perseroan berjalan secara prudent,
Pada usia ke 130 BRI memasuki fase baru dalam perjalanan akuntabel, dan sejalan dengan ketentuan yang berlaku.
transformasi BRIVolution Reignite, Perseroan meneguhkan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 71
Page 74
Laporan Direksi dan
Dewan Komisaris
Untuk mengoptimalkan pelaksanaan fungsi tersebut, Dewan telah menyampaikan tanggapan kinerja triwulanan melalui
Komisaris secara konsisten menyelenggarakan rapat- surat-surat sebagai berikut:
rapat sebagai forum pengawasan dan pemberian nasihat. 1. Surat Nomor R.11-KOM/02/2025 tanggal 11 Februari 2025
Rapat Dewan Komisaris terdiri dari Rapat Dewan Komisaris perihal Tanggapan atas kinerja Triwulan IV Tahun 2024
(Rakom), yang mencakup Rapat Internal Dewan Komisaris PT BRI (Persero) Tbk
serta Rapat Dewan Komisaris dengan mengundang Direktur 2. Surat Nomor R.49-KOM/04/2025 tanggal 30 April 2025
Bidang dan/atau Senior Executive Vice President (SEVP) perihal Tanggapan atas kinerja Triwulan I Tahun 2025 PT
terkait, dan Rapat Dewan Komisaris dan Direksi (Rakomdir) BRI (Persero) Tbk
yaitu Rapat Dewan Komisaris bersama Direksi dan SEVP. 3. Surat Nomor R.88-KOM/08/2025 tanggal 5 Agustus
Melalui forum-forum tersebut, Dewan Komisaris membahas 2025 perihal Tanggapan atas kinerja Triwulan II Tahun
kondisi Perseroan, pelaksanaan strategi dan rencana bisnis, 2025 PT BRI (Persero) Tbk
serta isu-isu material lainnya yang memerlukan perhatian 4. Surat Nomor R.121-KOM/10/2025 tanggal 29 Oktober
dan pendalaman bersama. Setiap arahan dan rekomendasi 2025 Perihal Tanggapan atas Kinerja Triwulan III Tahun
yang dihasilkan didokumentasikan secara formal melalui 2025 dan RKAP 2026 PT BRI (Persero) Tbk
surat Dewan Komisaris kepada Direksi sebagai bagian dari
mekanisme check and balance yang terstruktur. Selain itu, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan
Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-2/
Pendalaman atas isu-isu strategis juga dilakukan melalui MBU/03/2023 tanggal 3 Maret 2023 tentang Pedoman Tata
rapat Komite di bawah Dewan Komisaris sesuai dengan Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik
ruang lingkup tugas masing-masing Komite. Kunjungan kerja Negara, Dewan Komisaris berkewajiban menyusun laporan
ke unit kerja dan wilayah operasional turut dilaksanakan guna tahunan pelaksanaan pengawasan dan pemberian nasihat
memperoleh gambaran langsung atas implementasi strategi, terhadap Direksi. Dewan Komisaris telah memenuhi kewajiban
efektivitas pengendalian internal, serta kualitas pelaksanaan tersebut dengan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas
kebijakan Perseroan di lapangan. pengawasan Dewan Komisaris kepada Pemegang Saham
melalui Kementerian BUMN pada tahun 2025.
Dalam menjalankan kewenangannya, Dewan Komisaris
memberikan pendapat, tanggapan, persetujuan, maupun Pengawasan Dewan Komisaris dalam
keputusan atas usulan Direksi yang dituangkan dalam bentuk Perumusan dan Implementasi Strategi
surat persetujuan atau surat keputusan, sesuai dengan yang Dilakukan oleh Direksi
Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang
berlaku. Dewan Komisaris senantiasa melakukan fungsi pengawasan
aktif terhadap strategi Perusahaan yang berbasis risiko
Sepanjang tahun 2025, Dewan Komisaris telah pada tiap-tiap proses (risk process-based oversight) sesuai
menyelenggarakan 21 (dua puluh satu) kali Rapat Dewan dengan tanggung jawab dan kewenangannya. Sepanjang
Komisaris bersama Direksi (Radirkom) dan 74 (tujuh puluh tahun 2025, Dewan Komisaris memberikan nasihat, arahan
empat) kali Rapat Internal Dewan Komisaris (Rakom). Rapat- dan rekomendasi secara memadai kepada Manajemen
rapat tersebut difokuskan pada pembahasan isu-isu strategis atas dasar hasil pengawasan dimaksud, termasuk terhadap
dan kritikal Perseroan, termasuk permohonan persetujuan penerapan strategi, implementasi kebijakan Perusahaan dan
serta penetapan keputusan dalam lingkup kewenangan memberikan persetujuan tertentu sesuai dengan ketentuan
Dewan Komisaris. serta kewenangannya. Adapun nasihat, arahan dan
rekomendasi yang diberikan antara lain meliputi:
Persetujuan yang diberikan sepanjang tahun 2025 antara lain
mencakup Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Pengawasan dalam Perumusan Strategi
serta rencana strategis dalam Rencana Bisnis Bank, aksi korporasi
sesuai kewenangan Dewan Komisaris, penyediaan dana kepada Sepanjang tahun buku 2025, Dewan Komisaris telah
pihak terkait, Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan, penelaahan melakukan pengawasan aktif terhadap proses perumusan
dan persetujuan Risk Appetite Statement, Recovery Plan, dan Rencana Kerja dan Rencana Bisnis Perseroan, serta inisiatif
Resolution Plan, serta keputusan-keputusan lain yang menjadi strategis korporasi lainnya, antara lain dengan:
kewenangan Dewan Komisaris berdasarkan Anggaran Dasar 1. Melakukan pembahasan mendalam atas asumsi
dan ketentuan yang berlaku. makroekonomi, proyeksi pertumbuhan kredit, strategi
penghimpunan dana, IT Strategic Plan & Arsitektur, Tata
Sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan Kelola & Security System Aplikasi BRI, Strategi Funding
berkelanjutan, Dewan Komisaris secara berkala Transactions & Distribution.
menyampaikan tanggapan tertulis atas capaian kinerja 2. Memberikan masukan strategis terkait penguatan
triwulanan Perseroan kepada Direksi, yang meliputi reviu core business mikro dan UMKM sebagai keunggulan
atas implementasi strategi serta rekomendasi perbaikan kompetitif BRI, Tata Kelola KUR BRI, Tata Kelola KPI
yang diperlukan. Sepanjang tahun 2025, Dewan Komisaris Bisnis Mikro sampai dengan Mantri.
72 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 75
Laporan Tahunan
2025
3. Menekankan pentingnya keseimbangan antara pencucian uang sebagai pilar utama dalam menjaga
pertumbuhan dan kualitas aset melalui penguatan integritas dan reputasi Perseroan. Dalam kaitan tersebut,
manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian (prudential Dewan Komisaris secara aktif melakukan pengawasan
banking). dan memberikan arahan kepada Direksi untuk terus
4. Mengarahkan agar strategi korporasi selaras dengan memperkuat sistem pengenalan nasabah, meningkatkan
kebijakan pemegang saham dan mendukung agenda efektivitas pemantauan transaksi, mempererat koordinasi
pembangunan nasional. dengan otoritas terkait, serta mengimplementasikan
Program Zero Fraud secara konsisten di seluruh
Dewan Komisaris memastikan bahwa strategi yang ditetapkan lini organisasi guna memperkuat kepercayaan para
Direksi telah melalui kajian komprehensif, berbasis data, dan pemangku kepentingan terhadap tata kelola Perseroan.
mempertimbangkan kondisi eksternal, termasuk volatilitas 6. Aspek Audit Internal dan Pengendalian Internal
pasar keuangan global serta perkembangan regulasi sektor Dewan Komisaris merekomendasikan agar fungsi audit
perbankan. internal terus dioptimalkan sehingga tidak hanya mampu
mendeteksi dini potensi penyimpangan, tetapi turut
Pengawasan Atas Implementasi Strategi menjadi katalis bagi penguatan tata kelola, pengendalian
internal, dan penerapan risk culture yang baik.
Dalam melaksanakan pengawasan atas implementasi 7. Aspek konglomerasi keuangan antara lain Dewan
strategi, Dewan Komisaris memberikan arahan dan Komisaris sebagai organ pengawas pada Perusahaan
rekomendasi strategis kepada Direksi untuk melakukan Induk Konglomerasi Keuangan melakukan pengawasan
langkah mitigasi yang terukur dan tepat waktu, antara lain terhadap kebijakan dan pelaksanaan pengurusan oleh
meliputi: Direksi termasuk pengawasan terhadap transformasi
1. Aspek Strategis mencakup pengawasan terhadap Anggota Konglomerasi Keuangan sejalan dengan
perumusan strategi setiap segmen bisnis di Perseroan, penguatan framework tata kelola konglomerasi
proyeksi makroekonomi, strategi dan roadmap human keuangan BRI, termasuk implementasi POJK 30/2024.
capital, IT strategic plan dan enterprise architecture, Dewan Komisaris memberikan arahan strategis agar
transformasi jaringan kerja, early fraud detection, setiap Anggota Konglomerasi Keuangan khususnya
penguatan manajemen risiko segmen bisnis, tata kelola Perusahaan Anak secara konsisten mengidentifikasi dan
dan kinerja e-channel, progress implementasi Internal menindaklanjuti isu strategis masing-masing entitas,
Control over Financial Reporting (ICoFR), serta progres melakukan evaluasi dan peningkatan maturitas tata kelola
implementasi Environmental, Social and Governance terintegrasi dengan prioritas pada entitas yang masih
(ESG) dan green financing. memiliki gap maturitas, serta mengoptimalkan integrasi
2. Aspek perkreditan, antara lain tindak lanjut pengelolaan dan strategic alignment antar Anggota Konglomerasi
Loan at Risk (LaR), penelaahan atas kondisi debitur- Keuangan meliputi aspek tata kelola, manajemen
debitur high risk dari setiap segmen dan produk, risiko, pengendalian internal, dan human capital guna
pengawasan terhadap portofolio debitur restrukturisasi, memperkuat ekosistem dan meningkatkan kontribusi
penelaahan kualitas dan portofolio aktiva produktif. terhadap kinerja Grup BRI secara berkelanjutan.
Dewan Komisaris juga mengarahkan agar pelaksanaan
kebijakan relaksasi dan restrukturisasi kredit dilakukan Penguatan Tata Kelola dan Manajemen Risiko
sesuai ketentuan OJK dan kebijakan internal secara
disiplin dan tepat sasaran, dengan mempertimbangkan Dewan Komisaris memastikan bahwa seluruh strategi
prospek usaha debitur. yang dijalankan Direksi telah berlandaskan pada prinsip-
3. Aspek pendanaan antara lain pengawasan terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate
kondisi dan strategi BRI dalam menghadapi posisi Governance), didukung oleh sistem pengendalian internal
likuiditas dan posisi surat berharga, pengawasan atas yang memadai serta kerangka manajemen risiko yang
kondisi dan strategi dalam penghimpunan dana. terintegrasi dan selaras dengan skala, kompleksitas, dan
4. Aspek kebijakan antara lain pengawasan aktif terhadap profil risiko Perseroan. Pengawasan Dewan Komisaris
Kebijakan Human Capital, Kebijakan Umum Penyertaan difokuskan pada kepatuhan terhadap regulasi dan ketentuan
Modal, Kebijakan Umum Manajemen Risiko, Kebijakan otoritas, penguatan budaya risiko (risk culture) di seluruh
Penghapusan Piutang Macet kepada Usaha Mikro, Kecil, jenjang organisasi, serta terjaganya transparansi dan
dan Menengah, penelaahan Risk Appetite Statement akuntabilitas dalam setiap pengambilan keputusan strategis.
(RAS), Recovery Plan dan Resolution Plan, guna Berdasarkan hasil pengawasan sepanjang tahun 2025,
memastikan seluruh kebijakan tetap relevan, prudent, Dewan Komisaris menilai bahwa Direksi telah menjalankan
dan sejalan dengan ketentuan yang berlaku. pengurusan Perseroan secara prudent, adaptif, dan responsif
5. Aspek Kepatuhan, Anti-Fraud dan APU-PPT-PPPSPM terhadap kondisi lingkungan usaha, dengan tetap menjaga
Dewan Komisaris menaruh perhatian serius terhadap keseimbangan antara pencapaian target pertumbuhan bisnis
penguatan kepatuhan, Anti-Fraud dan pencegahan dan pengelolaan risiko yang terukur. Dewan Komisaris akan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 73
Page 76
Laporan Direksi dan
Dewan Komisaris
terus mendorong penguatan tata kelola dan manajemen risiko geopolitik dan potensi fragmentasi rantai pasok global.
risiko sebagai fondasi keberlanjutan Perseroan dalam Namun, tren disinflasi yang berlanjut serta arah kebijakan
menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku moneter yang lebih akomodatif diharapkan tetap menjadi
kepentingan. penopang stabilitas ekonomi global.
Mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang solid
Nomor 5/POJK.03/2016 tentang Rencana Bisnis Bank, meskipun dihadapkan pada lanskap global yang menantang.
Dewan Komisaris berkewajiban melaksanakan pengawasan Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), PDB
terhadap pelaksanaan Rencana Bisnis Bank yang Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11%, meningkat
mencakup antara lain kebijakan dan strategi manajemen. dari 5,03% pada tahun 2024, dengan PDB atas dasar harga
Hasil pengawasan tersebut dituangkan dalam Laporan berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun dan PDB per kapita
Pengawasan Pelaksanaan Rencana Bisnis Bank yang sebesar Rp83,7 juta atau setara USD5.083,4. Pertumbuhan
disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setiap terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh
semester. Sepanjang periode pelaporan, Dewan Komisaris 4,98% serta komponen investasi yang menguat menjadi
telah menyampaikan laporan pengawasan sebagai berikut: 5,09%, sementara ekspor barang dan jasa mencatatkan
1. Laporan Pengawasan Dewan Komisaris PT BRI (Persero) pertumbuhan tertinggi sebesar 7,03% yoy.
Tbk Semester II Tahun 2024 Nomor R.22-KOM/02/2025,
tanggal 17 Februari 2025. Inflasi Indonesia pada tahun 2025 tercatat sebesar 2,92%
2. Laporan Pengawasan Dewan Komisaris PT BRI (Persero) yoy, tetap terkendali dalam sasaran Bank Indonesia sebesar
Tbk Semester I Tahun 2025 Nomor R.87-KOM/08/2025, 2,5±1%. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi Bank
tanggal 5 Agustus 2025. Indonesia untuk menurunkan BI-Rate sebanyak lima kali
sepanjang tahun 2025 dengan total penurunan 125 bps
Selain penyampaian laporan tersebut di atas, sebagaimana dari 6,00% menjadi 4,75%, guna mendorong pertumbuhan
diamanatkan dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas nilai tukar dan
Negara Nomor PER-2/MBU/03/2023 tanggal 3 Maret 2023 sistem keuangan.
tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi
Signifikan Badan Usaha Milik Negara, Dewan Komisaris Dari sisi fiskal, kebijakan Pemerintah pada tahun 2025
berkewajiban menyusun laporan tahunan pelaksanaan bersifat sebagai penyangga dengan fokus menjaga daya
pengawasan dan pemberian nasihat terhadap Direksi. beli masyarakat dan menopang momentum konsumsi rumah
Dewan Komisaris telah memenuhi kewajiban tersebut melalui tangga seiring dengan melemahnya pendapatan di sebagian
penyampaian laporan yaitu Surat Nomor R.31-KOM/02/2025 kelompok masyarakat. Pada akhir tahun 2025, Pemerintah
tanggal 28 Februari 2025 perihal Penyampaian laporan tugas memperkuat dukungan terhadap perekonomian nasional
pengawasan dewan komisaris PT Bank Rakyat Indonesia melalui tambahan stimulus fiskal sekitar Rp48 triliun,
(Persero) Tbk Tahun 2024. terutama melalui program bantuan sosial, padat karya,
dan insentif tenaga kerja, serta percepatan belanja terkait
Kondisi Perekonomian yang Secara investasi dan pembangunan.
Langsung Berdampak Terhadap Kinerja
Perseroan Ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026
diperkirakan kembali menguat secara bertahap dan berada
Sepanjang tahun 2025, perekonomian global dihadapkan di kisaran 5,1-5,3% sesuai proyeksi Bank Indonesia, ditopang
pada ketidakpastian yang tinggi, ditandai oleh eskalasi risiko oleh berlanjutnya pelonggaran kebijakan moneter global dan
geopolitik di kawasan Timur Tengah, konflik antara Amerika domestik serta dukungan fiskal yang tetap ekspansif. Dengan
Serikat dan Venezuela, serta dinamika kebijakan tarif impor koordinasi kebijakan yang tetap terjaga dan perbaikan
yang meningkatkan tekanan terhadap rantai pasok dan permintaan domestik yang berlangsung secara bertahap,
perdagangan dunia. Meskipun demikian, kinerja ekonomi perekonomian Indonesia diperkirakan tetap berada pada
global menunjukkan ketahanan yang lebih baik dari perkiraan jalur pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan.
awal, terutama ditopang oleh perbaikan pada paruh kedua
tahun 2025. International Monetary Fund (IMF) merevisi ke Di tengah kondisi makroekonomi global dan domestik yang
atas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,3% diwarnai oleh ketidakpastian, industri perbankan Indonesia
dari sebelumnya 2,8%, sejalan dengan tren disinflasi yang menunjukkan kinerja yang stabil dan tangguh sepanjang
persisten, pelonggaran kebijakan moneter di sejumlah bank tahun 2025. Ketahanan industri perbankan tercermin dari
sentral utama, serta akselerasi investasi di sektor teknologi pertumbuhan aset, kredit, dan dana pihak ketiga yang positif,
khususnya artificial intelligence. serta kualitas kredit dan permodalan yang terjaga dengan
baik.
Ke depan, prospek pertumbuhan ekonomi global tahun 2026
diperkirakan mengalami moderasi seiring masih tingginya
74 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 77
Laporan Tahunan
2025
Dari sisi aset, industri perbankan mencatatkan total aset Dalam kerangka Asta Cita, Pemerintah telah menyusun
sebesar Rp13.646,42 triliun hingga Desember 2025, serangkaian program strategis untuk mendorong
tumbuh sebesar Rp1.185,46 triliun atau meningkat 9,51%yoy. pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh ekspansi kredit yang Sebagai agent of development, BRI secara aktif mendukung
tetap kuat, dengan total kredit industri mencapai Rp8.693,97 program-program tersebut melalui penyaluran Kredit Usaha
triliun, tumbuh sebesar Rp862,41 triliun atau 11,01% yoy. Rakyat (KUR), Pembiayaan Ultra Mikro (UMi), penyaluran
Pertumbuhan kredit ini mengindikasikan bahwa permintaan Bantuan Sosial, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan
pembiayaan di Indonesia tetap terjaga meskipun menghadapi (FLPP), serta berbagai skema kredit program lainnya guna
ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. memperluas akses pembiayaan dan memperkuat fondasi
ekonomi domestik. Dewan Komisaris memandang bahwa
Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) industri program-program tersebut, dapat menjadi katalis yang efektif
perbankan menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hingga bagi penguatan fundamental ekonomi nasional. Sinergi
Desember 2025, total DPK industri mencapai Rp10.057,54 antara kebijakan fiskal Pemerintah dalam pemberdayaan
triliun, tumbuh sebesar Rp1.220,30 triliun atau 13,81% yoy, dunia usaha—termasuk ekosistem UMKM—dengan
yang utamanya didorong oleh pertumbuhan giro sebesar kebijakan moneter serta makroprudensial Bank Indonesia
12,79% yoy. yang bersifat pro-growth, ditopang oleh peran aktif BRI,
akan mampu mendorong laju pertumbuhan nasional dan
Kualitas kredit industri perbankan juga menunjukkan memperkuat ketahanan industri perbankan.
perbaikan. Rasio Non-Performing Loan (NPL) pada Desember
2025 tercatat sebesar 2,05%, relatif stabil dibandingkan Pandangan Atas Kinerja Direksi
periode yang sama tahun sebelumnya dan masih jauh di
bawah batas regulasi sebesar 5%. Jumlah kredit yang Sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-
direstrukturisasi akibat pandemi COVID-19 terus menurun undangan serta Anggaran Dasar Perseroan, Dewan Komisaris
seiring dengan pemulihan ekonomi nasional, mencerminkan secara konsisten melaksanakan fungsi pengawasan dan
membaiknya kualitas portofolio secara struktural. pemberian nasihat kepada Direksi guna memastikan
pengelolaan Perseroan berjalan sesuai prinsip tata kelola
Namun demikian, industri perbankan menghadapi sejumlah yang baik. Dewan Komisaris memahami bahwa tantangan
tantangan sepanjang tahun 2025, khususnya terkait kondisi yang dihadapi sepanjang tahun 2025 memerlukan respons
likuiditas. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar yang cermat dan terukur. Dalam konteks tersebut, Dewan
85,35% per Desember 2025, menurun cukup signifikan Komisaris secara aktif melakukan komunikasi dan koordinasi
sebesar 3,32 % dibandingkan Desember 2024 yang tercatat intensif dengan Direksi untuk membahas berbagai isu
sebesar 88,57%. Kondisi likuiditas yang lebih longgar ini strategis dan signifikan, antara lain melakukan pengawasan
antara lain dipengaruhi oleh regulasi Kementerian Keuangan pelaksanaan Rencana Bisnis Bank tahun 2025, arah
pada September 2025 terkait penyaluran dana Saldo pengembangan Perseroan melalui transformasi BRIVolution
Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun kepada bank Reignite, serta penguatan sistem pengendalian internal.
Himbara.
Meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan eksternal,
Dari segi profitabilitas, kondisi likuiditas turut berdampak Perseroan mampu mencatatkan kinerja yang solid sepanjang
pada tekanan terhadap Net Interest Margin (NIM) yang tahun buku 2025. Total aset BRI secara konsolidasi tumbuh
sedikit menurun sebesar 6 bps, namun masih berada pada 7,2% yoy menjadi Rp2.135,4 triliun, didorong oleh ekspansi
level yang cukup kuat sebesar 4,56% pada Desember 2025. kredit yang kuat. Penyaluran kredit dan pembiayaan tumbuh
Industri perbankan masih berhasil mencatatkan laba bersih 12,3% yoy menjadi Rp1.521,5 triliun, melampaui pertumbuhan
sebesar Rp262,18 triliun hingga Desember 2025, sehingga kredit industri perbankan nasional yang tercatat sebesar
Return on Assets (ROA) industri tercatat stabil sebesar 2,51%. 9,6%. Pertumbuhan kredit tersebut sebagian besar berasal
dari segmen UMKM yang tetap mendominasi portofolio
Industri perbankan tetap memiliki kondisi permodalan kredit Perseroan, menegaskan konsistensi BRI sebagai agent
yang kuat sebagai bantalan dalam menghadapi berbagai of development yang memperkuat ekonomi kerakyatan.
ketidakpastian. Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Perseroan juga secara konsisten menjadi penyalur utama
Ratio/CAR) tercatat sebesar 25,89% per Desember 2025, Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan realisasi sebesar Rp178,1
sedikit menurun sebesar 80 bps dibandingkan periode yang triliun kepada 3,8 juta debitur sepanjang tahun 2025.
sama pada tahun sebelumnya. Tingkat permodalan yang
jauh di atas batas minimum regulasi menunjukkan bahwa Pertumbuhan aset dan kredit ditopang oleh penguatan struktur
industri perbankan Indonesia memiliki fondasi yang kokoh pendanaan yang semakin sehat. Dana pihak ketiga (DPK)
untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional tumbuh 7,4% yoy menjadi Rp1.466,8 triliun, dengan rasio
secara berkelanjutan. CASA meningkat menjadi 70,61% dari 67,30% pada tahun
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 75
Page 78
Laporan Direksi dan
Dewan Komisaris
sebelumnya, mencerminkan keberhasilan strategi Transform capital, bisnis, operasional, teknologi, serta penguatan
the Funding Franchise dalam memperkuat basis dana murah Environmental, Social, and Governance (ESG).
melalui optimalisasi kanal digital dan pendalaman ekosistem
transaksi. Pengguna BRImo mencapai 45,9 juta user (+18,9% Berdasarkan hasil pengawasan sepanjang tahun 2025,
yoy) dengan nilai transaksi Rp7.076,9 triliun (+26,4% yoy), Dewan Komisaris menilai bahwa Direksi telah menyusun
sementara jaringan BRILink Agen mencapai lebih dari 1,19 juta strategi yang realistis dan berbasis keunggulan kompetitif
agen dengan volume transaksi Rp1.709,6 triliun, memperkuat Perseroan, mengimplementasikan strategi secara disiplin
jangkauan layanan hingga ke pelosok negeri. dengan tetap menjaga kualitas pertumbuhan, serta
mengelola risiko secara memadai.
Kualitas aset tetap menjadi perhatian utama. Rasio NPL
konsolidasi terjaga di level 3,07% pada akhir tahun 2025, Ke depan, Dewan Komisaris akan terus memperkuat fungsi
sementara Loan at Risk (LaR) membaik secara signifikan pengawasan aktif strategis, khususnya dalam memastikan
dari 10,70% menjadi 9,61%. Pencadangan tetap dijaga pada akselerasi transformasi digital, penguatan ekosistem ultra
level yang memadai dengan LAR Coverage sebesar 56,81% mikro, serta integrasi aspek keberlanjutan dalam model
dan NPL coverage sebesar 178,06%, menunjukkan kesiapan bisnis Perseroan. Dewan Komisaris berpesan agar Direksi
Perseroan dalam mengantisipasi potensi risiko. Rasio Special senantiasa mengiringi perjalanan transformasi BRI dengan
Mention Loan (SML) juga membaik menjadi 3,84% dari menjaga komunikasi yang efektif serta kolaborasi di seluruh
4,82% pada tahun sebelumnya, didukung oleh penguatan level organisasi, termasuk dengan Regulator dan pemangku
early warning system, penajaman monitoring berbasis data, kepentingan terkait, sehingga tidak hanya mencapai
serta langkah restrukturisasi dan loan recovery yang disiplin. pertumbuhan yang berkesinambungan, namun sekaligus
menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku
Dari sisi pendapatan, Net Interest Income (NII) konsolidasi kepentingan.
mencapai Rp150,5 triliun, meningkat 5,5% yoy, dengan
NIM konsolidasi terjaga di level 7,81%. Perbaikan cost of
fund melalui pertumbuhan CASA mampu mengkompensasi Pandangan Atas Prospek Usaha yang
tekanan yield sehingga profitabilitas tetap terjaga. Pre- Disusun Direksi
Provision Operating Profit (PPOP) tumbuh 2,6% yoy menjadi
Rp119,4 triliun, mencerminkan kapasitas pendapatan inti Tantangan dinamika perekonomian global maupun domestik,
yang solid. Rasio efisiensi (Cost to Income Ratio/CIR) tercatat yang diwarnai oleh ketidakpastian geopolitik, kebijakan
sebesar 42,5%, masih berada dalam koridor guidance tarif perdagangan, tekanan terhadap daya beli masyarakat,
Perseroan. percepatan transformasi digital, serta isu perubahan
iklim, diproyeksikan masih akan berlanjut di tahun-tahun
Kinerja Perusahaan Anak BRI Group turut memberikan mendatang. Merespon berbagai tantangan tersebut serta
kontribusi yang semakin signifikan. Total aset Perusahaan sebagai upaya Perseroan dalam menciptakan pertumbuhan
Anak tumbuh 23,3% yoy menjadi Rp267,0 triliun, dengan yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan, pada tahun
laba bersih meningkat 16,1% yoy menjadi Rp10,4 triliun, 2025 BRI meluncurkan program transformasi BRIVolution
berkontribusi sebesar 18,2% dari total laba konsolidasi. Reignite. Transformasi ini bertumpu pada dua pilar utama,
Sinergi antar entitas dalam BRI Group terus diperkuat yaitu Transform the Funding Franchise untuk memperkuat
melalui pendekatan ekosistem yang terintegrasi, termasuk struktur pendanaan yang lebih efisien dan berbasis dana
pengembangan Second Engines of Growth di segmen murah, serta Revamp Existing Core and Build New Core
consumer, CSME dan layanan bullion melalui Pegadaian. untuk memperkuat bisnis inti sekaligus mengembangkan
mesin pertumbuhan baru di segmen konsumer, komersial,
Permodalan Perseroan tetap kokoh dengan Capital Adequacy serta layanan bullion. Kedua pilar tersebut didukung
Ratio (CAR) sebesar 23,52%, memberikan ruang yang oleh pembangunan fondasi bertaraf dunia (world-class
memadai untuk mendukung ekspansi kredit produktif secara foundations) yang mencakup penguatan human capital,
berkelanjutan. Secara keseluruhan, BRI Group membukukan manajemen risiko, teknologi dan digital, distribusi,
laba bersih konsolidasi sebesar Rp57,1 triliun, ditopang oleh operasional, serta corporate rebranding.
perbaikan fundamental kinerja secara menyeluruh.
Dewan Komisaris menilai bahwa prospek usaha yang disusun
Dewan Komisaris mengapresiasi keberhasilan Direksi dalam Direksi untuk periode mendatang telah mempertimbangkan
menjaga profitabilitas dan menjalankan strategi transformasi secara memadai dinamika makroekonomi, arah kebijakan
BRIVolution Reignite secara disiplin di tengah kondisi yang regulator, serta potensi risiko global dan domestik.
sangat menantang selama tahun 2025. Dewan Komisaris Prospek pertumbuhan ekonomi nasional yang relatif stabil,
menyadari bahwa kinerja finansial yang positif tersebut didukung oleh agenda hilirisasi industri, penguatan UMKM,
tidak terlepas dari upaya kolaborasi dan transformasi pembangunan infrastruktur, dan transformasi digital,
yang berkelanjutan pada berbagai aspek meliputi human memberikan ruang bagi Perseroan untuk terus memperluas
76 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 79
Laporan Tahunan
2025
pembiayaan produktif. Namun demikian, potensi volatilitas mendukung pencapaian kinerja yang berkelanjutan serta
eksternal, perubahan suku bunga global, tekanan nilai tukar, melindungi kepentingan seluruh pemangku kepentingan.
serta risiko perlambatan ekonomi global tetap menjadi faktor Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasannya
yang harus diantisipasi secara cermat. berupaya memastikan bahwa kepengurusan yang dilakukan
oleh Direksi telah sesuai dengan peraturan perundangan
Dalam keseluruhan proses pengawasan, Dewan Komisaris yang berlaku serta memberikan nasihat yang dibutuhkan
telah menyetujui Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2026– atas setiap tindakan strategis dalam rangka mencapai tujuan
2028. Prospek usaha yang disusun oleh Direksi dinilai telah Perseroan.
cukup relevan dalam mempertemukan tren eksternal serta
asumsi-asumsi makroekonomi global dan domestik dengan Dewan Komisaris menilai bahwa sepanjang tahun 2025,
kapabilitas dan positioning strategis Perseroan. Rencana Perseroan telah menerapkan prinsip-prinsip Corporate
strategis tersebut disusun dengan destination statement Governance secara konsisten dan berkelanjutan. Penerapan
pada setiap fase yang selaras sebagai suatu kesatuan prinsip transparansi (transparency), akuntabilitas
journey transformasi BRIVolution Reignite, sejalan dengan visi (accountability), pertanggungjawaban (responsibility),
Perseroan untuk Deliver Sustainable Values and Integrated independensi (independency), dan kewajaran (fairness)
Solutions to Achieve Indonesia’s Aspiration. Perseroan tercermin secara nyata dalam proses pengambilan
juga telah menetapkan guidance tahun 2026 yang terukur, keputusan strategis, pelaporan keuangan, pengelolaan
dan membaik dibanding periode sebelumnya, mencakup risiko, serta hubungan dengan pemangku kepentingan.
pertumbuhan kredit sebesar 7%–9%, NIM pada kisaran 7,4%– Mekanisme check and balance antara Dewan Komisaris dan
7,8%, credit cost sebesar 2,9%–3,2%, dan CIR pada rentang Direksi berjalan efektif melalui forum rapat, penyampaian
41%–43%, yang mencerminkan komitmen untuk menjaga rekomendasi tertulis, serta proses persetujuan sesuai
keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas. kewenangan, yang seluruhnya didokumentasikan secara
formal sebagai bagian dari akuntabilitas pengawasan.
Dewan Komisaris juga menekankan pentingnya menjaga
keseimbangan antara akselerasi pertumbuhan dan kualitas Fungsi pengendalian internal, audit internal, audit eksternal,
portofolio, serta memastikan bahwa ekspansi usaha serta fungsi kepatuhan menunjukkan peran yang semakin
senantiasa berada dalam koridor risk appetite dan kapasitas kuat dan terintegrasi sepanjang tahun 2025, termasuk dalam
permodalan Perseroan. Penguatan budaya risiko (risk konteks konglomerasi keuangan BRI Group. Implementasi
culture), disiplin tata kelola, serta kesiapan menghadapi Internal Control over Financial Reporting (ICoFR) terus
berbagai skenario (stress test scenario) harus terus menjadi diperkuat guna menjaga integritas dan akurasi pelaporan
bagian integral dalam implementasi strategi ke depan. keuangan. Penguatan Whistleblowing System yang kini
dikelola oleh pihak independen semakin memperkokoh
Dewan Komisaris senantiasa mengimbau kepada Direksi mekanisme pelaporan pelanggaran dengan menjamin
untuk mengimplementasikan transformasi secara holistik— kerahasiaan, anonimitas, dan perlindungan bagi pelapor.
tidak hanya pada aspek bisnis dan pendanaan, tetapi Tindak lanjut atas temuan audit dilaksanakan secara disiplin
juga pada penyelarasan strategi dan organisasi secara dan termonitor melalui dashboard digital serta komunikasi
menyeluruh, didukung oleh penguatan manajemen risiko efektif dengan setiap penanggung jawab tindak lanjut
serta peningkatan risk culture yang tertanam di seluruh rekomendasi. Dalam aspek manajemen risiko terintegrasi,
jajaran pekerja. Dengan memperhatikan faktor-faktor Perseroan telah menyusun dan memperbarui Risk Appetite
pendorong maupun kendala pada implementasi transformasi Statement, Recovery Plan, dan Resolution Plan sesuai
sebelumnya sebagai pembelajaran, Dewan Komisaris ketentuan regulator.
meyakini bahwa Direksi akan mampu menjalankan strategi
secara efektif dan berdaya saing. Dewan Komisaris telah BRI secara berkelanjutan melakukan penyempurnaan aspek
menyetujui Rencana Bisnis Bank tahun 2026–2028 serta tata kelola melalui pemutakhiran kebijakan, perbaikan proses
Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan tahun 2026 yang pengelolaan, serta optimalisasi hasil yang berdampak
telah disusun oleh Direksi. pada peningkatan value Perseroan di mata pemangku
kepentingan. Pengawasan terhadap tata kelola tercermin
melalui pemberian masukan terhadap kebijakan maupun
Pandangan Atas Penerapan proses yang mencakup antara lain sistem manajemen
Tata Kelola Bank anti penyuapan, pengelolaan Whistleblowing System,
dan efektivitas budaya kepatuhan. Komitmen Perseroan
BRI berkomitmen untuk senantiasa menerapkan corporate terhadap zero data breach selama lima tahun berturut-turut
governance di seluruh level organisasi yang mengacu pada juga mencerminkan kekuatan tata kelola keamanan siber
berbagai regulasi dan best practice implementasi tata kelola yang menjadi perhatian utama di era digital.
perusahaan yang relevan di industri keuangan, sehingga dapat
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 77
Page 80
Laporan Direksi dan
Dewan Komisaris
Dewan Komisaris memandang bahwa budaya tata kelola dan Berbagai pengakuan tersebut menjadi bukti nyata bahwa
kepatuhan semakin tertanam di seluruh jenjang organisasi. penerapan Corporate Governance di Perseroan telah
Namun demikian, penguatan risk awareness, konsistensi berjalan dengan baik dan terus mengalami peningkatan
implementasi kebijakan di seluruh unit kerja, serta dari tahun ke tahun, sekaligus memperkuat kepercayaan
peningkatan kualitas dokumentasi dan monitoring tetap perlu pemegang saham, investor, regulator, dan seluruh pemangku
menjadi perhatian berkelanjutan guna memastikan standar kepentingan terhadap integritas dan kualitas tata kelola BRI.
tata kelola yang semakin unggul dan adaptif terhadap
perubahan lingkungan usaha. Penerapan Corporate Governance di Perseroan telah
berjalan dengan baik. Hal ini dapat terlihat pada komponen-
Sebagai langkah dalam melakukan evaluasi dan penilaian komponen sebagai berikut.
Corporate Governance secara internal, BRI berpedoman
pada POJK Nomor 17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata Pelaksanaan Fungsi Kepatuhan
Kelola Bagi Bank Umum, SEOJK Nomor 13/SEOJK.03/2017,
serta peraturan yang berlaku lainnya. Evaluasi dan penilaian Pelaksanaan Fungsi Kepatuhan BRI mengacu pada
oleh pihak internal dilakukan secara self-assessment setiap Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 46/POJK.03/2017
semester. Hasil self-assessment menjadi bagian penilaian tentang Pelaksanaan Fungsi Kepatuhan Bank Umum serta
tingkat kesehatan bank yang disampaikan kepada regulator. POJK Nomor 17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola
Penerapan tata kelola oleh Perseroan berlandaskan pada Bagi Bank Umum. Direksi berkomitmen untuk memastikan
lima prinsip dasar Corporate Governance dan dilaksanakan kepatuhan terhadap seluruh peraturan perundang-undangan
melalui penilaian berkala terhadap 11 (sebelas) faktor yang berlaku. Sebagai wujud komitmen tersebut, Satuan
Corporate Governance sebagaimana ketentuan yang diatur Kerja Fungsi Kepatuhan secara konsisten berperan dalam
oleh Regulator. Penilaian tersebut tidak hanya terbatas di mengidentifikasi potensi risiko kepatuhan serta memberikan
lingkup induk Perseroan, tetapi juga dilakukan bersama rekomendasi terhadap kepatuhan seluruh kebijakan,
dengan Perusahaan Anak dalam konteks konglomerasi prosedur, dan kegiatan usaha Perseroan, baik di tingkat
keuangan BRI Group, yang mencerminkan penerapan strategis maupun operasional. Dewan Komisaris memastikan
Corporate Governance pada aspek governance structure, bahwa pelaporan rutin mengenai pelaksanaan fungsi
governance process, dan governance outcome secara kepatuhan dilakukan secara transparan, sehingga kebijakan
komprehensif. yang diambil senantiasa berlandaskan prinsip kehati-hatian
dan sesuai dengan ketentuan regulator.
Pada tahun 2025, penilaian Corporate Governance
Perseroan juga dilakukan oleh pihak eksternal yang semakin Dewan Komisaris bersama Direksi terus mendorong agar
mengukuhkan posisi BRI sebagai salah satu perusahaan fungsi kepatuhan dijalankan secara optimal di seluruh
dengan standar tata kelola terbaik di kawasan, dengan hasil jenjang organisasi dengan kualitas yang semakin meningkat.
sebagai berikut: Dalam kaitan tersebut, Dewan Komisaris senantiasa
1. ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) — memberikan nasihat kepada Direksi dan seluruh pekerja
— BRI memperoleh penghargaan berupa Top 3 Public untuk terus memperkuat budaya kepatuhan (compliance
Listed Company di Indonesia dan ASEAN Asset Class culture), mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP)
dalam pemeringkatan ACGS yang diselenggarakan oleh serta petunjuk teknis operasional, dan melaksanakan
ASEAN Capital Market Forum (ACMF), mencerminkan pemantauan serta pengawasan yang berkesinambungan.
konsistensi Perseroan dalam memenuhi standar tata Dewan Komisaris juga menekankan agar Direksi dapat
kelola tertinggi di kawasan ASEAN. segera menyelesaikan komitmen dan tindak lanjut atas
2. Corporate Governance Perception Index (CGPI) — BRI hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak eksternal
kembali mengikuti penilaian CGPI yang diselenggarakan maupun regulator. Selain itu, Dewan Komisaris memastikan
oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance bahwa implementasi Kebijakan Anti Pencucian Uang (APU),
(IICG) dan memperoleh predikat Most Trusted Companies Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT), serta Pencegahan
dengan skor indeks 95,31, menegaskan tingginya tingkat Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPPSPM)
kepercayaan terhadap praktik tata kelola Perseroan. telah menjadi prioritas utama dalam mendukung layanan
3. S&P Global Corporate Sustainability Assessment perbankan yang sehat dan bertanggung jawab, sesuai
(CSA) — BRI memperoleh skor 74 pada penilaian S&P dengan standar yang ditetapkan oleh regulator.
Global CSA tahun 2025 dan berhasil menjadi anggota
Sustainability Yearbook selama empat tahun berturut- Memperhatikan perubahan ketentuan eksternal yang
turut (2023–2026), sekaligus meraih peringkat ESG semakin dinamis serta cakupan bisnis Perseroan yang
Low Risk dari Sustainalytics dan rating “A” dari MSCI, semakin kompleks, Dewan Komisaris mengarahkan agar
yang mencerminkan komitmen berkelanjutan Perseroan terhadap setiap ketentuan terbaru yang diberlakukan oleh
terhadap aspek Environmental, Social, and Governance. Regulator dilakukan analisis dampak dan evaluasi secara
78 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 81
Laporan Tahunan
2025
berkala atas penerapannya. Hal ini terutama berlaku bagi Pada Pilar Pencegahan, Perseroan melaksanakan
ketentuan-ketentuan yang berkenaan dengan tata kelola penandatanganan pakta integritas yang dimulai dari Dewan
BRI sebagai konglomerasi keuangan, di mana kualitas Komisaris dan Direksi hingga seluruh pekerja, menjalankan
penerapannya perlu dimonitor secara holistik baik di sisi program employee awareness dan customer awareness
BRI sebagai perusahaan induk maupun di sisi seluruh melalui edukasi dan sosialisasi, melakukan identifikasi
Perusahaan Anak terkait. kerawanan melalui analisis kelemahan pengendalian, serta
memperkuat Know Your Employee (KYE) untuk mendeteksi
Dewan Komisaris juga mencermati bahwa tren fraud di pekerja dengan potensi risiko tinggi berdasarkan parameter
lingkungan Perseroan masih menunjukkan peningkatan tertentu.
meskipun berbagai upaya pencegahan dan penindakan
telah dilakukan, termasuk pelibatan aparat penegak hukum. Pada Pilar Deteksi, Perseroan menerima dan menindaklanjuti
Sehubungan dengan hal tersebut, Dewan Komisaris pengaduan melalui Whistleblowing System (WBS) yang kini
mengarahkan Direksi melalui fungsi Compliance dan Human dikelola oleh pihak independen, melaksanakan pemeriksaan
Capital untuk memperkuat kebijakan dan pemantauan mendadak, serta melakukan enhancement pada dashboard
kepatuhan secara menyeluruh, membangun risk culture pengawasan dan Fraud Detection System (FDS) dengan
yang lebih kuat di seluruh lini organisasi, serta mempercepat penambahan indikator-indikator krusial.
dan mengefektifkan service level agreement (SLA) dan
prosedur tindak lanjut penanganan kasus guna memastikan Pada Pilar Investigasi, Pelaporan, dan Sanksi, Perseroan
terciptanya deterrent effect yang nyata bagi seluruh pihak. melaksanakan investigasi serta pelaporan kejadian
fraud kepada Regulator sesuai ketentuan yang berlaku,
Profil risiko kepatuhan Perseroan pada tahun 2025 berada menjalankan proses recovery, serta memberikan sanksi
pada peringkat 2 (Low to Moderate). Dewan Komisaris kepada pelaku fraud.
menilai bahwa penerapan fungsi kepatuhan Perseroan
secara keseluruhan telah berjalan dengan baik. Namun Pada Pilar Pemantauan, Evaluasi, dan Tindak Lanjut,
demikian, Dewan Komisaris terus mendorong peningkatan Perseroan menyelenggarakan Forum Manajemen Risiko
kesadaran atas budaya kepatuhan di seluruh lapisan (FMR) untuk membahas penanganan fraud internal dan
organisasi, khususnya pada aspek kepatuhan pelaporan dan eksternal, menjalankan program recovery fraud, serta
pengendalian fraud. Penguatan tersebut mencakup langkah bekerja sama dengan aparat penegak hukum dalam
proaktif pencegahan (ex-ante) dalam rangka meminimalkan penanganan pelaku fraud.
potensi terjadinya pelanggaran, serta tindakan kuratif (ex-
post) sebagai upaya perbaikan yang terukur dan akuntabel, Dewan Komisaris telah melakukan pemantauan dan
guna menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan evaluasi terhadap Strategi Anti-Fraud secara semesteran,
terhadap integritas dan keandalan operasional Perseroan. termasuk memberikan masukan kepada Direksi dalam
penguatan strategi di setiap pilar, serta memantau tindak
Strategi Anti-Fraud lanjut perbaikan dan upaya recovery atas kejadian fraud.
Berdasarkan hasil pengawasan tersebut, Dewan Komisaris
BRI telah memiliki kebijakan Strategi Anti-Fraud yang memberikan beberapa arahan strategis kepada Direksi.
disesuaikan dengan POJK Nomor 12 Tahun 2024 tentang
Penerapan Strategi Anti Fraud Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Pertama, memperhatikan bahwa modus fraud internal
yang kemudian dituangkan dalam kebijakan internal terbesar masih terkait dengan ketidakvalidan dokumen dalam
Perseroan. Kebijakan tersebut merupakan wujud komitmen proses pemberian kredit, Dewan Komisaris mengarahkan
manajemen dalam mengendalikan fraud melalui sistem agar dilakukan penguatan kontrol pada proses kredit di
pengendalian yang komprehensif, serta mencerminkan lini pertama (first line), peningkatan kualitas verifikasi dan
perhatian serius Dewan Komisaris dan Direksi dengan validasi dokumen, serta penguatan budaya kepatuhan dan
menerapkan prinsip tidak memberikan toleransi (zero akuntabilitas di seluruh jajaran yang terlibat dalam proses
tolerance) terhadap setiap bentuk kecurangan, baik yang perkreditan.
berasal dari internal maupun eksternal.
Kedua, Dewan Komisaris menekankan bahwa meskipun
Sepanjang tahun 2025, Dewan Komisaris secara aktif kebijakan zero tolerance telah ditetapkan, efektivitas
memberikan rekomendasi perbaikan pengendalian terkait pemberian sanksi perlu terus dievaluasi agar proses
kejadian fraud dalam rangka mengurangi potensi kerugian eksekusinya lebih cepat, tegas, dan memberikan deterrent
serta memperkuat upaya pencegahan secara berkelanjutan. effect yang nyata. Pemberian sanksi harus secara riil
Manajemen terus melakukan perbaikan dalam implementasi mencerminkan komitmen Perseroan terhadap zero tolerance
Strategi Anti-Fraud pada setiap pilarnya, yang meliputi sehingga tercipta budaya organisasi yang menjunjung tinggi
pencegahan, deteksi, investigasi dan penindakan, serta integritas.
pemantauan dan evaluasi.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 79
Page 82
Laporan Direksi dan
Dewan Komisaris
Ketiga, Dewan Komisaris merekomendasikan penguatan dan mencegah tindak pidana korupsi di lingkungan BRI,
peran fungsi lini kedua (second line) dan lini ketiga (third Dewan Komisaris dan Direksi beserta Pekerja BRI seluruh
line) dalam proses operasional kredit, khususnya pada tahap Indonesia diwajibkan untuk mematuhi kebijakan terkait
pasca putusan namun sebelum pencairan, untuk melakukan gratifikasi di Perseroan, seperti larangan memberikan
verifikasi dan validasi dokumen perkreditan secara lebih gratifikasi, larangan menerima dan kewajiban menolak
ketat. Dalam pelaksanaannya, Dewan Komisaris meminta gratifikasi dan kewajiban melaporkan gratifikasi apabila
agar turut dipertimbangkan karakteristik geografis unit ditemukan pelanggaran melalui saluran Whistleblowing
kerja BRI, terutama yang berada di daerah terpencil, guna System (WBS).
memastikan efektivitas pengendalian di seluruh jaringan 3. Program Pendidikan dan Sosialisasi — Sebagai bagian
operasional. dari upaya internalisasi dalam meningkatkan pemahaman
terkait Ketentuan Anti Penyuapan dan Pengendalian
Dewan Komisaris memandang bahwa upaya penanganan Gratifikasi, Unit Pengendalian Gratifikasi bekerja sama
fraud tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terintegrasi dengan BRI Corporate University melalui aplikasi
dengan penguatan kerangka Anti Pencucian Uang (APU), BRISmart, telah menyelenggarakan program sosialisasi
Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT), serta Pencegahan berbasis e-learning mengenai Anti Penyuapan dan
Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPPSPM), Pengendalian Gratifikasi yang ditujukan kepada seluruh
tata kelola bidang hukum, dan fungsi kepatuhan secara pekerja BRI.
menyeluruh. Pendekatan yang terintegrasi ini diperlukan 4. Pelaporan Penerimaan/Penolakan Gratifikasi — Selama
untuk memastikan bahwa seluruh lini pertahanan Perseroan tahun 2025, Unit Pengendalian Gratifikasi menerima
bekerja secara sinergis dalam menjaga integritas operasional 12 laporan gratifikasi yang selanjutnya diproses sesuai
dan kepercayaan seluruh pemangku kepentingan. ketentuan yang berlaku, termasuk penerusan laporan
kepada Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai laporan
Dewan Komisaris senantiasa mengimbau Direksi dan seluruh gratifikasi yang wajib dilaporkan serta kategori gratifikasi
Insan BRILiaN untuk terus meningkatkan kewaspadaan lainnya termasuk dalam kategori yang tidak wajib
terhadap seluruh modus kecurangan yang berkembang, dilaporkan.
menjaga reputasi Perseroan, serta memelihara kepercayaan
masyarakat dan pemegang saham sebagai aset terpenting Dewan Komisaris berpandangan bahwa pengendalian
bagi keberlanjutan Perseroan. gratifikasi di Perseroan telah berjalan dengan baik. Dewan
Komisaris juga berpesan bahwa pengendalian gratifikasi
Pengendalian Gratifikasi internal harus terus menerus diperhatikan untuk menjaga
agar proses bisnis BRI berjalan sesuai dengan etika bisnis
BRI senantiasa berkomitmen dalam mengelola pengendalian yang berlaku dan untuk menjunjung tinggi nilai integritas.
gratifikasi melalui penerapan kebijakan Anti Penyuapan dan
Pengendalian Gratifikasi. Kebijakan ini menjadi pedoman Whistleblowing System
bagi seluruh insan BRI dalam mencegah praktik gratifikasi
dan penyuapan yang dapat merugikan Perseroan serta Sebagai wujud komitmen terhadap penerapan Tata Kelola
bertentangan dengan prinsip Corporate Governance. Upaya Perusahaan yang Baik serta penguatan pilar deteksi
ini diwujudkan dengan menciptakan lingkungan pengendalian pada Strategi Anti-Fraud, Perseroan menyediakan
yang kondusif sesuai dengan Surat Edaran Direksi tentang saluran pelaporan pelanggaran melalui Whistleblowing
Anti Penyuapan dan Pengendalian Gratifikasi BRI. System (WBS). Mekanisme ini dirancang sebagai instrumen
strategis untuk mengidentifikasi potensi terjadinya
Perseroan telah membentuk Unit Pengendalian Gratifikasi kecurangan dan pelanggaran secara dini, memitigasi risiko
BRI yang menyusun program kerja, menyediakan layanan reputasi, serta mendorong terciptanya budaya organisasi
informasi, serta memfasilitasi pelaporan gratifikasi. Selain itu, yang menjunjung tinggi integritas dan akuntabilitas.
BRI terus mengembangkan deteksi anti fraud berbasis big
data analytics guna meningkatkan efektivitas pengawasan Pada tahun 2025, Perseroan melakukan penguatan signifikan
dan pencegahan praktik yang tidak sesuai prinsip tata kelola. terhadap tata kelola WBS dengan mengalihkan pengelolaan
Selama tahun 2025, Perseroan melaksanakan berbagai sistem kepada pihak independen. Langkah ini ditempuh
program pengendalian gratifikasi, antara lain: untuk memperkuat jaminan kerahasiaan identitas pelapor,
1. Pengendalian Gratifikasi — Dewan Komisaris dan Direksi memastikan penanganan pengaduan yang imparsial, serta
beserta seluruh pekerja melakukan penandatanganan meningkatkan kepercayaan seluruh pemangku kepentingan
komitmen anti gratifikasi BRI dalam pernyataan kode etik, terhadap kredibilitas dan efektivitas mekanisme pelaporan.
penandatanganan pakta integritas. Saluran pelaporan WBS dapat diakses melalui berbagai
2. Penegasan Terhadap Ketentuan — Dalam rangka media, sehingga memberikan kemudahan dan fleksibilitas
memperkuat implementasi prinsip Corporate Governance bagi pelapor baik dari internal maupun eksternal Perseroan.
80 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 83
Laporan Tahunan
2025
Dewan Komisaris secara berkala melakukan pemantauan dengan Direktur Bidang Manajemen Risiko maupun Direktur
dan evaluasi terhadap efektivitas pelaksanaan WBS. Dalam terkait lainnya sesuai topik pembahasan, serta forum diskusi
menjalankan fungsi tersebut, Dewan Komisaris dibantu langsung dengan Satuan Kerja Manajemen Risiko dalam
oleh Komite Audit, Satuan Kerja Audit Internal (SKAI), serta menelaah laporan yang disampaikan oleh Direksi. Sepanjang
unit-unit terkait lainnya dalam melakukan proses evaluasi, tahun 2025, Dewan Komisaris antara lain menelaah dan
analisis, dan tindak lanjut atas seluruh pengaduan yang memberikan persetujuan atas Kebijakan Umum Manajemen
diterima. Setiap laporan ditangani dengan mengedepankan Risiko, Risk Appetite Statement, Recovery Plan, Resolution
prinsip transparansi, objektivitas, dan perlindungan penuh Plan, Loan Portfolio Guideline, Profil Risiko Triwulanan, APU
terhadap pelapor, termasuk jaminan atas tindakan balasan PPT PPPSPM, Tingkat Kesehatan Bank, serta Strategi Anti-
dari pihak terlapor. Fraud.
Dewan Komisaris menilai bahwa pengelolaan WBS Sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan BRI,
sepanjang tahun 2025 menunjukkan kemajuan, khususnya penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi merupakan aspek
dari aspek independensi pengelolaan dan kualitas krusial dalam mengidentifikasi dan mengelola eksposur risiko
penanganan pengaduan. Seluruh laporan yang diterima yang timbul dari aktivitas konglomerasi secara komprehensif.
sepanjang tahun 2025 telah ditindaklanjuti sesuai prosedur Pada tingkat pengawasan, Dewan Komisaris dibantu oleh
yang berlaku, dan hasilnya dilaporkan secara berkala Komite Tata Kelola Terintegrasi dengan pendekatan yang
kepada Dewan Komisaris melalui Komite Audit. Integrasi mencakup pengelolaan modal dan pengelolaan risiko
WBS dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap dalam domain operasional maupun bisnis di seluruh jajaran
dipertahankan sebagai cerminan komitmen bersama organisasi BRI dan anggota Konglomerasi Keuangan.
dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. Dewan Perseroan telah memiliki Pedoman Tata Kelola Terintegrasi
Komisaris mengarahkan Direksi untuk terus memperluas Konglomerasi Keuangan BRI sebagai bentuk kepatuhan
sosialisasi dan edukasi mengenai WBS kepada seluruh Insan terhadap regulasi yang berlaku, termasuk implementasi
BRILiaN serta pemangku kepentingan eksternal, sehingga POJK 30/2024, yang penerapannya terus disempurnakan
mekanisme pelaporan ini semakin dikenal, dipercaya, dan seiring dengan bertambahnya jumlah Perusahaan Anak
menjadi bagian integral dari upaya mewujudkan lingkungan dalam struktur konglomerasi.
kerja yang bersih, profesional, dan berintegritas.
Dewan Komisaris menilai bahwa penerapan sistem
Penerapan Manajemen Risiko manajemen risiko Perseroan sepanjang tahun 2025 telah
berjalan dengan baik dan dilaksanakan secara proaktif. Hal
Seiring dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global tersebut tercermin dari terjaganya Peringkat Komposit Profil
dan domestik yang berpotensi menimbulkan berbagai risiko, Risiko pada level Low to Moderate serta tingkat Kesehatan
Dewan Komisaris secara konsisten meningkatkan intensitas Bank pada level Sehat berdasarkan hasil self-assessment
pengawasan terhadap efektivitas penerapan manajemen atas risiko-risiko utama perbankan pada Triwulan IV
risiko guna memastikan terciptanya pertumbuhan bisnis 2025. Capaian ini menunjukkan bahwa Perseroan mampu
yang sehat dan berkelanjutan. mengelola keseimbangan antara pertumbuhan bisnis
dan pengendalian risiko secara efektif. Dewan Komisaris
Perseroan memiliki kerangka Governance, Risk Management berpesan agar Direksi senantiasa menjaga peringkat profil
& Compliance (GRC) yang terintegrasi untuk mengendalikan risiko dan tingkat kesehatan bank pada level yang optimal,
risiko dan memastikan kepatuhan pelaksanaan seluruh pilar tidak hanya di tingkat BRI sebagai entitas induk, tetapi
bisnis maupun fungsi pendukung, sehingga pencapaian target juga di seluruh entitas dalam BRI Group, sebagai fondasi
kinerja senantiasa berjalan beriringan dengan operational keberlanjutan penciptaan nilai bagi seluruh pemangku
excellence. Kerangka penerapan manajemen risiko Perseroan kepentingan.
berlandaskan empat pilar utama, yaitu pengawasan aktif
Direksi dan Dewan Komisaris; kecukupan kebijakan, prosedur, Sistem Pengendalian Internal
serta penetapan batas risiko (risk limit); kecukupan proses
identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian Seluruh Manajemen dan pekerja BRI memiliki peran dan
risiko yang didukung oleh sistem informasi yang memadai; tanggung jawab dalam memastikan penerapan serta
serta sistem pengendalian internal yang menyeluruh. peningkatan kualitas sistem pengendalian internal yang
andal dan efektif. Pengawasan terhadap pelaksanaan
Dalam menjalankan fungsi pengawasan aktif, Dewan sistem pengendalian internal dilakukan Dewan Komisaris
Komisaris dibantu oleh Komite Pemantau Manajemen Risiko melalui pertemuan berkala dengan Direksi dan Pejabat
untuk memastikan bahwa manajemen risiko Perseroan Eksekutif untuk membahas efektivitas sistem pengendalian
telah memenuhi unsur kecukupan prosedur dan metodologi internal serta memberikan arahan guna terus memperkuat
pengelolaan risiko. Pengawasan dilaksanakan melalui rapat pengendalian di seluruh aktivitas Perseroan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 81
Page 84
Laporan Direksi dan
Dewan Komisaris
Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) secara periodik Keempat, optimalisasi fungsi audit secara keseluruhan agar
melaporkan hasil temuan audit yang dilakukan oleh auditor tidak hanya mampu mendeteksi dini potensi penyimpangan,
internal maupun eksternal beserta tindak lanjutnya. Secara tetapi juga menjadi katalis bagi penguatan tata kelola,
berkala, SKAI melaksanakan Internal Control Assessment pengendalian internal, dan penerapan risk culture yang baik
untuk memastikan bahwa sistem pengendalian internal melalui penyampaian rekomendasi audit yang konstruktif.
yang mencakup lima komponen utama berdasarkan The
Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Kelima, penguatan mekanisme early warning system
Commission (COSO) — Internal Control Integrated dalam pengelolaan risiko, termasuk pemantauan debitur-
Framework telah diterapkan secara efektif, meliputi debitur utama yang tidak hanya didasarkan pada evaluasi
Lingkungan Pengendalian, Identifikasi dan Penilaian Risiko, data kinerja internal, tetapi diperkuat dengan analisis
Kegiatan Pengendalian dan Pemisahan Fungsi, serta Sistem perbandingan terhadap kondisi dan tren industri, sehingga
Akuntansi, Informasi, dan Komunikasi. potensi risiko dapat teridentifikasi secara lebih tajam dan
terdeteksi lebih dini.
Dewan Komisaris berperan aktif dalam melakukan
pengawasan dan membentuk budaya pengendalian di BRI. Seiring dengan perkembangan bisnis, Perseroan terus
Dalam hal ini, Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit memperkuat sistem pengendalian internal melalui
untuk memastikan pengelolaan risiko tetap berada dalam implementasi roadmap Internal Control over Financial
batas toleransi (risk appetite), dengan proses dan sistem tata Reporting (ICoFR) sesuai dengan journey yang telah
kelola yang diterapkan secara efektif dan memadai. Melalui dirancang. Implementasi ini bertujuan untuk memastikan
Komite Audit, secara rutin dilakukan pemantauan atas keandalan laporan keuangan konsolidasi, menyempurnakan
efektivitas sistem pengendalian internal serta monitoring efisiensi dan efektivitas proses bisnis berbasis pengendalian
atas tindak lanjut dan perbaikan terhadap permasalahan internal, memaksimalkan akurasi data dan informasi,
yang berpotensi mengurangi efektivitas pengendalian. memperkuat kecukupan kebijakan yang berlaku, serta
menumbuhkan budaya peduli risiko. ICoFR juga dirancang
Berdasarkan penelaahan yang dilakukan sepanjang tahun untuk memberikan keyakinan yang memadai sebagai
2025, termasuk reviu dan evaluasi terhadap Laporan Pokok- early warning system, sehingga seluruh lini pertahanan
Pokok Hasil Audit SKAI, Dewan Komisaris menilai bahwa (lines of defense) dapat berfungsi secara sinergis dalam
sistem pengendalian internal Perseroan telah dijalankan melaksanakan combined assurance guna meningkatkan nilai
sesuai dengan prinsip-prinsip pengendalian yang berlaku bagi para pemangku kepentingan.
dan secara keseluruhan berjalan dengan baik. Namun
demikian, Dewan Komisaris mengidentifikasi beberapa area Dewan Komisaris mengimbau Manajemen untuk terus
yang perlu terus diperkuat dan telah menyampaikan arahan berkomitmen dalam memperkuat sistem pengendalian
kepada Direksi, antara lain: internal dan memastikan bahwa implementasi ICoFR
diterapkan secara konsisten tidak hanya di tingkat induk
Pertama, peningkatan efektivitas surprise audit oleh SKAI Perseroan, tetapi juga di seluruh Perusahaan Anak, guna
melalui penambahan frekuensi pelaksanaan serta perluasan mendukung kualitas tata kelola yang terintegrasi dan
cakupan pemeriksaan yang tidak hanya terbatas pada semakin kokoh di seluruh entitas BRI Group.
aspek kas, melainkan juga mencakup proses perkreditan,
kepatuhan terhadap prosedur bisnis, dan pengendalian Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
sistem yang berpotensi menimbulkan risiko operasional, dan ESG
didukung oleh kecukupan manpower auditor baik dari sisi
jumlah maupun kompetensi. BRI telah menyusun strategi keberlanjutan dengan aspirasi
menjadi Catalyst for Sustainable Growth yang berfokus
Kedua, penguatan koordinasi antara SKAI dengan unit-unit pada tiga pilar utama: Sustainable Growth, Social Impact,
kerja terkait untuk memastikan seluruh temuan audit internal dan Responsible Leadership. Komitmen Perseroan terhadap
ditindaklanjuti secara penuh dan tepat waktu sesuai dengan bisnis berkelanjutan tercermin melalui berbagai program
rencana aksi perbaikan yang telah disepakati. dan inisiatif strategis yang dijalankan sepanjang tahun
2025, yang tidak hanya berorientasi pada penciptaan nilai
Ketiga, implementasi Program Zero Fraud secara konsisten ekonomi, tetapi juga pada dampak positif bagi masyarakat
melalui pengembangan budaya integritas, peningkatan dan lingkungan.
efektivitas sistem pengendalian internal, serta penerapan
kebijakan toleransi nol terhadap setiap bentuk kecurangan di Dalam mendorong penciptaan nilai jangka panjang melalui
seluruh lini organisasi. SKAI diharapkan dapat meningkatkan praktik tata kelola berkelanjutan, BRI melakukan identifikasi
efektivitas audit berbasis risiko, khususnya pada area-area isu-isu material menggunakan metode Double Materiality
dengan tingkat risiko fraud yang tinggi. Analysis (DMA) yang mengevaluasi isu-isu yang paling
82 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 85
Laporan Tahunan
2025
relevan dan berdampak signifikan terhadap kinerja finansial dimensi ekonomi melalui pemberdayaan UMKM dan literasi
(financial materiality) dan dampak sosial maupun lingkungan keuangan hingga wilayah 3T, dimensi lingkungan melalui
perusahaan (impact materiality) dengan melibatkan para program Jaga Sungai Jaga Kehidupan, Grow & Green, serta
pemangku kepentingan. Sepanjang tahun 2025, Perseroan berbagai inisiatif hijau yang mendukung pencapaian target
memperoleh masukan dari beragam pemangku kepentingan Net Zero Emission, dan dimensi sosial melalui program AURA
meliputi Manajemen dan pekerja, investor, nasabah, yang memberdayakan kelompok perempuan pelaku usaha.
Pemerintah, pemasok, lembaga swadaya masyarakat, serta
pihak terkait lainnya. Pengungkapan terkait materialitas Mendukung konsistensi Perseroan dalam penerapan
dilakukan dengan mengadopsi kerangka pelaporan IFRS S1 roadmap keuangan berkelanjutan, Dewan Komisaris
dan S2 dalam Laporan Keberlanjutan tahun 2025. secara aktif melakukan pengawasan melalui rapat bersama
Direksi maupun kunjungan kerja lapangan, termasuk
BRI terus memperkuat integrasi aspek lingkungan, sosial, dan pemberian persetujuan atas Rencana Aksi Keuangan
tata kelola (ESG) dalam strategi dan aktivitas bisnis Perseroan Berkelanjutan (RAKB) jangka pendek tahun 2026 dan RAKB
guna memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan. Hal ini jangka panjang tahun 2026 – 2030, guna memastikan
tercermin melalui penguatan pengelolaan risiko lingkungan implementasi program telah dilaksanakan secara konsisten
dan sosial dalam proses bisnis, implementasi strategi dan budaya keberlanjutan telah diadopsi oleh unit kerja
dekarbonisasi melalui pengelolaan emisi serta analisis risiko BRI. Dewan Komisaris mengapresiasi konsistensi Perseroan
iklim, serta pengembangan portofolio pembiayaan Kegiatan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam
Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) yang mendukung strategi bisnis inti, termasuk pelaksanaan program BRI
kegiatan ekonomi yang lebih ramah lingkungan. Perseroan Peduli, dan mengarahkan agar seluruh inisiatif ini terus
memandang bahwa langkah-langkah tersebut menjadi diperkuat sehingga memberikan dampak yang terukur dan
bagian penting dalam menjaga ketahanan bisnis Perseroan berkelanjutan bagi masyarakat serta memperkuat posisi BRI
menghadapi dinamika transisi menuju ekonomi rendah sebagai institusi keuangan yang bertanggung jawab di mata
karbon. seluruh pemangku kepentingan.
Pada saat yang sama, BRI terus memperluas kontribusinya
dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Penilaian Kinerja Komite-Komite di
penguatan inklusi keuangan serta peningkatan literasi Bawah Dewan Komisaris
keuangan. Berbagai inisiatif dijalankan untuk memperluas
akses layanan keuangan, khususnya bagi pelaku UMKM dan Dalam rangka mendukung peran aktif Dewan Komisaris pada
masyarakat di berbagai wilayah Indonesia hingga wilayah 3T saat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, Dewan
(Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), sekaligus mendorong Komisaris telah membentuk empat komite yaitu:
praktik pengelolaan keuangan yang lebih sehat bagi nasabah. 1. Komite Audit
Upaya tersebut juga disertai dengan penguatan pelindungan Komite Audit bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris
nasabah melalui penerapan prinsip transparansi, keamanan dengan memberikan opini secara independen mengenai
data, serta mekanisme penanganan pengaduan yang efektif, hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris
guna memastikan bahwa layanan perbankan yang diberikan sesuai dengan prinsip-prinsip Corporate Governance
tidak hanya inklusif, tetapi juga bertanggung jawab dan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
berorientasi pada kepentingan nasabah. Pengawasan yang dilakukan oleh Komite Audit antara
lain mengevaluasi dan memastikan efektivitas penerapan
Seluruh upaya tersebut didukung oleh penguatan tata kelola pengendalian internal termasuk pelaksanaan audit baik
Perseroan, penerapan etika bisnis, serta pengelolaan human internal maupun eksternal beserta tindak lanjutnya,
capital yang berfokus pada pengembangan kompetensi, efektivitas auditor independen, kepatuhan terhadap
integritas, dan kesejahteraan pekerja. BRI memandang bahwa regulasi di Perseroan, memastikan fungsi Whistleblowing
fondasi tata kelola yang kuat menjadi kunci dalam menjaga System (WBS) sebagai sarana pengaduan yang
kepercayaan pemangku kepentingan serta memastikan transparan, pemantauan dan pemberian masukan atas
keberlanjutan usaha Perseroan dalam jangka panjang. proses perancangan dan penyiapan implementasi ICoFR
serta penerapan pengendalian internal terintegrasi, serta
Sebagai pengejawantahan komitmen tanggung jawab sosial tugas lainnya yang disampaikan secara rinci pada tiap-
dan lingkungan secara terstruktur, Perseroan menjalankan tiap bagian Komite Dewan Komisaris.
program BRI Peduli dengan visi menjadi penggerak
penciptaan nilai bersama yang memberdayakan masyarakat, Dewan Komisaris berpendapat, Komite Audit telah
menggerakkan ekonomi, dan memulihkan lingkungan. menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik
Program ini dilaksanakan melalui empat inisiatif utama, BRI selama tahun 2025, dengan telah melaksanakan rapat
Peduli Flagship Program, Inisiasi Unit Kerja, Tanggap Darurat sebanyak 28 (dua puluh delapan) kali.
Bencana, dan Stakeholders Program, yang mencakup
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 83
Page 86
Laporan Direksi dan
Dewan Komisaris
2. Komite Nominasi dan Remunerasi prinsip keterbukaaan (transparency), akuntabilitas
Komite Nominasi dan Remunerasi bertanggung (accountability), pertanggung jawaban (responsibility),
jawab kepada Dewan Komisaris untuk mendukung independensi (independency) atau profesional
efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab (professional), dan kewajaran (fairness) secara
Dewan Komisaris, yang berkaitan dengan Nominasi terintegrasi dalam Konglomerasi Keuangan.
dan Remunerasi terhadap anggota Direksi dan anggota
Dewan Komisaris sesuai dengan peraturan perundang- Pemantauan yang dilakukan oleh Komite Tata
undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip Corporate Kelola Terintegrasi meliputi proses perbaikan yang
Governance. Pengangkatan dan pemberhentian anggota berkesinambungan atas kebijakan, prosedur, dan praktik
Komite Nominasi dan Remunerasi dilakukan oleh Dewan pada semua tingkatan dalam Perseroan guna memastikan
Komisaris. telah dilakukannya pengendalian internal, pelaksanaan
fungsi kepatuhan, dan penerapan manajemen risiko
Dalam rangka mendukung efektivitas pengawasan secara terintegrasi.
Dewan Komisaris, Komite Nominasi dan Remunerasi
menjalankan aktivitas antara lain: memberikan saran Dewan Komisaris melihat, Komite Tata Kelola Terintegrasi
dan masukan yang konstruktif atas sistem dan prosedur telah menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan
nominasi Pengurus dan pemilihan talent Pengurus BRI baik selama tahun 2025, dengan telah melaksanakan
dan Perusahaan Anak, memberikan masukan atas hasil rapat sebanyak 21 (dua puluh satu) kali.
kajian kebijakan strategis human capital, mengevaluasi
daftar talent pool, memberikan rekomendasi atas usulan Adapun pelaksanaan rencana kerja Komite-komite dilakukan
persetujuan Pengurus Perusahaan Anak sesuai dengan antara lain melalui Rapat Komite dengan mengundang
kewenangannya, menyusun struktur, kebijakan dan Direktorat maupun Perusahaan Anak, Divisi dan Satuan Kerja
besaran remunerasi Direksi dan Komisaris, serta tugas terkait baik secara langsung maupun tidak langsung dengan
lainnya yang disampaikan secara rinci pada tiap-tiap melakukan evaluasi terhadap laporan yang diterima untuk
bagian Komite Dewan Komisaris. kemudian seluruhnya dilakukan penelaahan oleh masing-
masing Komite. Hasil penelaahan tersebut disampaikan
Dewan Komisaris memandang, Komite Nominasi dan secara tertulis kepada Dewan Komisaris.
Remunerasi telah menjalankan tugas dan tanggung
jawab dengan baik selama tahun 2025, dengan telah Setiap tahun Dewan Komisaris melakukan penilaian mandiri
melaksanakan rapat sebanyak 21 (dua puluh satu) kali. atas efektivitas kinerja komite-komite di bawah Dewan
3. Komite Pemantau Manajemen Risiko Komisaris. Berdasarkan laporan pelaksanaan rencana kerja
Komite Pemantau Manajemen Risiko bertanggung jawab masing-masing komite, Dewan Komisaris menilai bahwa
kepada Dewan Komisaris untuk membantu melaksanakan selama Tahun 2025 komite-komite yang ada di bawah Dewan
evaluasi dan memastikan agar penerapan manajemen Komisaris telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya
risiko di Perseroan, memenuhi unsur-unsur kecukupan dengan baik, serta telah memberikan pandangan, saran,
prosedur dan metodologi pengelolaan risiko. Aktivitas maupun masukan yang dapat menunjang kinerja Dewan
pemantauan yang dilakukan oleh Komite Pemantau Komisaris dalam melakukan pengawasan aktif terhadap
Risiko, antara lain mengevaluasi dan menganalisis jalannya perusahaan.
laporan profil risiko triwulanan Perseroan, memantau
Tingkat Kesehatan Bank semesteran, memberikan
rekomendasi atau pendapat atas pemberian kredit di Perubahan Komposisi Dewan
atas jumlah tertentu yang memerlukan konsultasi oleh Komisaris
Dewan Komisaris, melakukan analisis serta rekomendasi
terhadap key issues BRI, dan tugas lainnya yang Selama tahun 2025, telah terjadi perubahan komposisi
disampaikan secara rinci pada tiap-tiap bagian Komite anggota Dewan Komisaris sebanyak 1 (satu) kali. Perubahan
Dewan Komisaris. komposisi anggota Dewan Komisaris dilakukan berdasarkan
kebutuhan Perseroan. Perubahan komposisi anggota Dewan
Dewan Komisaris menilai, Komite Pemantau Manajemen Komisaris dijelaskan sebagai berikut:
Risiko telah menjalankan tugas dan tanggung jawab
dengan baik selama tahun 2025, dengan telah KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS SEBELUM RUPS
melaksanakan rapat sebanyak 24 (dua puluh empat) kali. TAHUNAN TANGGAL 24 MARET 2025
4. Komite Tata Kelola Terintegrasi Komposisi Dewan Komisaris sebelum Rapat Umum
Komite Tata Kelola Terintegrasi bertanggung jawab Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 24 Maret 2025
kepada Dewan Komisaris melaksanakan tugas yaitu sebanyak 10 (sepuluh) orang yang terdiri dari 1 (satu)
pengawasan berkenaan dengan tata kelola yang orang Komisaris Utama, 1 (satu) orang Wakil Komisaris
komprehensif dan efektif yang menerapkan prinsip- Utama/Komisaris Independen, 2 (dua) orang Komisaris dan 6
(enam) orang Komisaris Independen adalah sebagai berikut:
84 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 87
Laporan Tahunan
2025
Kartika : Komisaris Utama Komisaris Independen, Haryo Baskoro Wicaksono
Wirjoatmodjo sebagai Komisaris Independen, Agus Riswanto sebagai
Rofikoh Rokhim : Wakil Komisaris Utama/Komisaris Komisaris Independen dan Heri Sunaryadi sebagai
Independen Komisaris Independen.
Rabin Indrajad : Komisaris 2. Mengangkat Kartika Wirjoatmodjo sebagai Komisaris
Hattari Utama, Parman Nataatmadja sebagai Wakil Komisaris
Awan Nurmawan : Komisaris Utama/Komisaris Independen, Helvi Yuni Moraza sebagai
Nuh Komisaris, Edi Susianto sebagai Komisaris Independen
Dwi Ria Latifa : Komisaris Independen dan Lukmanul Khakim sebagai Komisaris Independen.
Heri Sunaryadi : Komisaris Independen
Paripurna Poerwoko : Komisaris Independen Dengan demikian, susunan keanggotaan Dewan Komisaris
Sugarda Perseroan setelah RUPST tanggal 24 Maret 2025 terdiri dari 6
Agus Riswanto : Komisaris Independen (enam) orang yang terdiri dari 1 (satu) orang Komisaris Utama,
1 (satu) orang Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen,
Nurmaria Sarosa : Komisaris Independen
2 (dua) orang Komisaris dan 2 (dua) orang Komisaris
Haryo Baskoro : Komisaris Independen
Wicaksono Independen, sesuai dengan ketentuan yang berlaku:
KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS SETELAH RUPS Kartika : Komisaris Utama
TAHUNAN TANGGAL 24 MARET 2025 Wirjoatmodjo
Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Parman : Wakil Komisaris Utama/
Tahunan (RUPST) tanggal 24 Maret 2025 yaitu: Nataatmadja Komisaris Independen
1. Memberhentikan dengan hormat Kartika Wirjoatmodjo Awan Nurmawan : Komisaris
sebagai Komisaris Utama, Rabin Indrajad Hattari sebagai Nuh
Komisaris, Dwi Ria Latifa sebagai Komisaris Independen, Helvi Yuni Moraza : Komisaris
Rofikoh Rokhim sebagai Wakil Komisaris Utama/ Edi Susianto : Komisaris Independen
Komisaris Independen, Paripurna Poerwoko Sugarda Lukmanul Khakim : Komisaris Independen
sebagai Komisaris Independen, Nurmaria Sarosa sebagai
Penutup
Sebagai penutup, Dewan Komisaris menyampaikan terima kasih terhadap kepercayaan yang telah diberikan oleh pemegang
saham dan pemangku kepentingan. Apresiasi juga diberikan kepada Direksi, manajemen, dan seluruh Insan Brilian, atas
dukungan dan kontribusi terbaik yang telah diberikan.
Dewan Komisaris memandang bahwa keberhasilan BRI tidak terlepas dari dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk
Pemegang Saham, regulator, mitra kerja, serta dedikasi seluruh Insan Brilian. Memasuki usia ke-130 dengan wajah baru dan
semangat transformasi yang semakin kuat, Dewan Komisaris akan terus memperkuat fungsi pengawasan strategis guna
memastikan Perseroan tetap adaptif, tangguh, dan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.
Dengan fondasi 130 tahun melayani negeri dan transformasi yang terus diperkuat, Dewan Komisaris meyakini bahwa BRI
memiliki seluruh sumber daya untuk tidak hanya tumbuh lebih besar, tetapi juga menciptakan dampak yang lebih luas dan
bermakna bagi perekonomian Indonesia—sejalan dengan visi Perseroan: Deliver Sustainable Values and Integrated Solutions
to Achieve Indonesia’s Aspiration.
Jakarta, Maret 2026
Atas Nama Dewan Komisaris
Kartika Wirjoatmodjo
Komisaris Utama
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 85
Page 88
Laporan Direksi dan
Dewan Komisaris
Dewan Komisaris
3 1 4
1. Kartika Wirjoatmodjo : Komisaris Utama
2. Parman Nataatmadja : Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen
3. Lukmanul Khakim : Komisaris Independen
86 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 89
Laporan Tahunan
2025
5 2 6
4. Helvi Yuni Moraza : Komisaris
5. Edi Susianto : Komisaris Independen
6. Awan Nurmawan Nuh : Komisaris
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 87
Page 90
Tanggung Jawab
Pelaporan Tahunan 2025
Surat Pernyataan Anggota Direksi
Tentang Tanggung Jawab Atas Laporan Tahunan 2025
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Tahunan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tahun 2025 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas
kebenaran isi Laporan Tahunan perusahaan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, 12 Maret 2026
Direksi
Hery Gunardi
Direktur Utama
Viviana Dyah Ayu R.K.* Hakim Putratama Riko Adythia
Wakil Direktur Utama Direktur Operations Direktur Corporate Banking
Aquarius Rudianto Farida Thamrin Akhmad Purwakajaya
Direktur Network dan Retail Funding Direktur Treasury dan International Banking Direktur Micro
Alexander Dippo Paris Y.S. Saladin Dharma Nugraha Effendi Mahdi Yusuf*
Direktur Commercial Banking Direktur Information Technology Direktur Legal & Compliance
Aris Hartanto* Achmad Royadi* Ety Yuniarti*
Direktur Consumer Banking Direktur Finance & Strategy Direktur Manajemen Risiko
* Anggota Direksi tersebut baru dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya apabila telah mendapatkan persetujuan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan
dari Otoritas Jasa Keuangan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 91
Laporan Tahunan
2025
Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris
Tentang Tanggung Jawab Atas Laporan Tahunan 2025
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Tahunan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tahun 2025 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas
kebenaran isi Laporan Tahunan perusahaan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, 12 Maret 2026
Dewan Komisaris
Kartika Wirjoatmodjo Parman Nataatmadja
Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen
Awan Nurmawan Nuh Helvi Yuni Moraza
Komisaris Komisaris
Edi Susianto Lukmanul Khakim
Komisaris Independen Komisaris Independen
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 92
90 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 93
Laporan Tahunan
2025
Profil
Perusahaan
“Dengan keberadaan lebih dari 7.000 unit
kerja dalam negeri dan 9 unit kerja di luar
negeri serta jaringan e-channel yang tersebar
di seluruh penjuru Indonesia. BRI menjangkau
seluruh nasabah dengan sama baiknya,
memastikan kehandalan dan layanan tercipta
dengan kualitas yang baik.”
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 91
Page 94
Profil Perusahaan
Identitas
Perusahaan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Pencatatan di
Bursa Efek Indonesia
Kode Saham Bidang Usaha Tanggal Pendirian Saham Perseroan telah
dicatatkan di Bursa Efek
Jakarta (sekarang Bursa Efek
BBRI Perbankan 16 Desember 1895
Indonesia) pada tanggal 10
November 2003.
Komposisi Pemegang Saham
- Negara RI melalui Badan Pengaturan BUMN : 0,00%
- PT Danantara Asset Management (Persero) : 53,19%
- Publik : 46,81%
Jumlah
Keterangan: Pada 31 Desember 2025, Negara RI memiliki 1 Saham Seri A Dwiwarna melalui Badan
Pengaturan BUMN dan 80.610.976.875 Saham Seri B melalui PT Danantara Asset Management (Persero).
Pekerja
Data Jaringan Kantor
84.949 orang per
31 Desember 2025
• 1 Kantor Pusat • 6.885 Kantor Cabang Pembantu*
• 18 Regional Office • 3 Kantor Cabang Pembantu Luar Negeri
• 454 Kantor Cabang • 6 Teras BRI Keliling
• 6 Kantor Cabang Luar Negeri • 4 Teras BRI Kapal
* Sesuai dengan POJK No.12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum, terdapat penyesuaian untuk jaringan
kantor bank hanya terdiri dari Kantor Pusat, Kantor Wilayah, Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu.
Sehingga, BRI mengklasifikasikan BRI Unit, Teras BRI dan Kantor Kas sebagai Kantor Cabang Pembantu. Per
31 Desember 2025 terdapat 6.885 Kantor Cabang Pembantu dengan rincian 555 Kantor Cabang Pembantu,
5.082 BRI Unit, 758 Teras BRI serta 490 Kantor Kas. Modal
Dasar
Akses Informasi
Kantor Pusat Sekretaris Perusahaan 15.000.000.000.000
Rp
Sentra BRI Dhanny
Jl Jend Sudirman Kav 44-46 Corporate Secretary Group
Jakarta 10210 Gedung BRI 1, Lt.15
No. Tel. : ( 021) 251-0244, 251-0254, Jl. Jend. Sudirman Kav. 44-46
251-0264, 251-0269, Jakarta 10210
251-0279 Email : humas@bri.co.id
No. Fax : (021) 250-0077 Telp : (021) 5751966
Website : www.bri.co.id Fax : (021) 5700916
Contact Address Investor Relation Modal Ditempatkan
Contact BRI : 1500017 Siaga Ridha Hutama
dan Disetor Penuh
Email : callbri@bri.co.id Acting Head of Investor Relation
Sabrina Whatsapp : 0812 1214 017 Group
Gedung BRI II Lt. 7
Media Sosial Jl. Jendral Sudirman No-44-46
Jakarta Pusat 10210
Rp
7.577.950.080.200
BANK BRI BANK BRI
Telp. : +62 21 575 2019
@bankbri_id bankbri_id
Fax : +62 21 575 2010
@BANKBRI_ID
Email : ir@bri.co.id
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Website : www.ir-bri.com
92 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 95
Laporan Tahunan
2025
Nama dan Alamat Kantor Regional Office
Serta Kantor Cabang Luar Negeri
Regional Office
Region 1 / Regional Office Medan Region 2 / Regional Office Pekanbaru Region 3 / Regional Office Padang
Jl. Putri Hijau No. 2.A Kel. Kesawan Jl. Jenderal Sudirman No. 12 Kel. Tangkerang Jl. Bagindo Azis Chan No. 30
Kec. Medan Barat Kota Medan Tengah Kec. Marpoyan Damai, Kel. Sawahan, Kec. Padang Timur
Telp : (061) 45256666 Kota Pekanbaru Kota Padang
Faks : - Telp : (0761) 8011100, 7865018 Telp : (0751) 892309, 892310, 892311,
Email : b0201@corp.bri.co.id Faks : - 892312
Web : www.bri.co.id Email : x0855@corp.bri.co.id Faks : -
Web : www.bri.co.id Email : c0205@corp.bri.co.id
Web : www.bri.co.id
Region 4 / Regional Office Palembang Region 5 / Regional Office Bandar Lampung Region 6 / Regional Office Jakarta 1
Jl. Kapten A. Rivai No. 15, Kel Sungai Jl. Raden Intan No. 51, Kel. Tanjung Karang Jl. Veteran II No. 8, Kel. Gambir,
Pangeran Kec. Ilir Timur I Kota Palembang Kec. Enggal, Kota Bandar Lampung, Kec. Gambir Jakarta Pusat
Telp : (0711) 313411 Lampung Telp : (021) 3840802
Faks : - Telp : (0721) 259340 Faks : (021) 3854253
Email : d0200@corp.bri.co.id Faks : - Email : e0199@corp.bri.co.id
Web : www.bri.co.id Email : j0449@corp.bri.co.id Web : www.bri.co.id
Web : www.bri.co.id
Region 7 / Regional Office Jakarta 2 Region 8 / Regional Office Jakarta 3 Region 9 / Regional Office Bandung
Gedung Menara Mulia Lt. 12 Jl. Kapten Soebianto Djojokusumo Kav BSD II Menara BRI Tower
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 9-11, Kel. Karet No.1, BSD Kel. Lengkong Gudang, Jl. Asia Afrika 57 - 59, Kel. Braga,
Semanggi, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan Kec. Sumur Bandung, Bandung
Telp : (021) 52920585, 52920581 Telp : (021) 22230155 Telp : (022) 4200356
Faks : - Faks : - Faks : (022) 4232038
Email : i0317@corp.bri.co.id Email : q0853@corp.bri.co.id Email : f0198@corp.bri.co.id
Web : www.bri.co.id Web : www.bri.co.id Web : www.bri.co.id
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 93
Page 96
Profil Perusahaan
Region 10 / Regional Office Semarang Region 11 / Regional Office Yogyakarta Region 12 / Regional Office Surabaya
Jl. Teuku Umar no 24 Kel. Jatingaleh Jl. Cik Di Tiro No. 3 Kel. Terban, Gedung BRI Tower
Kec. Candisari Kota Semarang Gondokusuman, Kota Yogyakarta Jl. Basuki Rahmat No.122 - 138, Embong
Telp : (024) 8440728, 8440729, 8440730 Telp : (0274) 520270, 510850 Kaliasin, Kec. Genteng, Kota Surabaya
Fax : (024) 8445632 Faks : (0274) 514166 Telp : (031) 5324225
Email : g0196@corp.bri.co.id Email : h0197@corp.bri.co.id Faks : -
Web : www.bri.co.id Web : www.bri.co.id Email : k0146@corp.bri.co.id
Web : www.bri.co.id
Region 13 / Regional Office Malang Region 14 / Regional Office Banjarmasin Region 15 / Regional Office Makassar
Jl. Laksamana Martadinata No. 80 Kel. Jl. Jend A. Yani KM 3,5 No. 151 Banjarmasin Jl. Jl. Ahmad Yani No. 8 Kel. Pattunuang Kec.
Sukoharjo Kec. Klojen Kota Malang Kec. Banjarmasin Timur, Kel. Kebun Bunga Wajo , Kota Makassar
Telp : (0341) 474949 Kalimantan Selatan Telp : (0411) 3613174, 312498
Faks : - Telp : (0511) 3252056 Faks : (0411) 312731
Email : r0854@corp.bri.co.id Faks : - Email : p0202@corp.bri.co.id
Web : www.bri.co.id Email : l0204@corp.bri.co.id Web : www.bri.co.id
Web : www.bri.co.id
Region 16 / Regional Office Manado Region 17 / Regional Office Denpasar Region 18 / Regional Office Jayapura
Jl. Sarapung No 4-6 Kel. Wenang Utara Jl. Dr. Kusuma Atmaja No. 1, Kel. Panjer, Gedung BRI Lantai 3-5. Jalan Pasific Permai
Kec. Wenang Kota Manado, Sulawesi Utara Kec. Denpasar Selatan, Denpasar Komplek Ruko Dok 2, Kel. Bhayangkara,
Telp : (0431) 863778, 863592 Telp : (0361) 228715 Kec. Jayapura Utara, Jayapura
Faks : - Faks : (0361) 234796, 225791, 264858 Telp : (0967) 524488, 524453
Email : n0254@corp.bri.co.id Email : m0203@corp.bri.co.id Faks : -
Web : www.bri.co.id Web : www.bri.co.id Email : o0856@corp.bri.co.id
Web : www.bri.co.id
Kantor Cabang Luar Negeri
BRI New York Agency BRI Hong Kong Representative Office
140 Broadway, 36th Floor Room 2211, 22/F. Lippo Centre Tower II
New York, NY 10005 89 Queensway, Hong Kong
Telp : +1 (212) 379 3840-45 Telp : +852 2527 1318
Faks : +1 (212) 379 3850 Faks : +852 2861 3693
Email : briny@brinya.com Email : brihk@brihongkong.com
Web : www.brinya.com Web : www.brihongkong.com
BRI Cayman Island Branch BRI Singapore Branch
190 Elgin Avenue Grand Cayman, 50 Collyer Quay #08-06, OUE Bayfront,
KY1-9005, Cayman Islands Singapore 049321
Telp : +1 (212) 379 3840-45 Telp : +65 6805 0680
Faks : +1 (212) 379 3850 Faks : +65 6509 1742
Email : bri.cayman@bri.co.id Email : bri.sg@bankbri.com.sg
Web : - Web : www.bankbri.com.sg
BRI Timor Leste Colmera Branch BRI Taiwan Branch
BRI Colmera Branch 1F, No. 166, Sec. 3, Nanjing East Road,
Grand Diocese Colmera Complex, Zhongshan District, Taipei City 104105,
Rua Nicolau Doc Reis Lobato Colmera Dili, Timor Leste Taiwan – R.O.C
Telp : +670 3311372 Telp : +886 2 2721 6330
Faks : +670 3310198 Faks : +886 2 2721 0320
Email : timorleste@corp.bri.co.id Email : -
Web : - Web : www.britaipei.com
BRI Timor Leste Sub Branch Futuhada
Time Square Complex, Rua Nicolau Doc Reis Lobato Fatuhada, Timor
Leste
Telp : +670 3310436
BRI Timor Leste Sub Branch Hudilaran
Top One Complex, Rua Hudilaran Bairopite, Timor Leste
Telp : +670 3311378
BRI Timor Leste Sub Branch Audian
Rua 12 De Novembro No. 2, Santa Cruz - Municipiu, Timor Leste
Telp : +670 3311208
94 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 97
Laporan Tahunan
2025
Brand
Perusahaan
Logo BRI: Corporate Colour
Nusantara Blue Mentari Blue
Filosofi Tagline: Nusantara Blue Cakrawala Blue
“Bank Rakyat Indonesia”
Mencerminkan karakter ‘Universal’ bagi
seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Selain
itu, tagline tersebut merepresentasikan
keberagaman produk dan layanan keuangan
dimiliki BRI. Berakar pada mandat dan misi
BRI secara nasional yang sudah dikenal Warna biru utama tetap menjadi elemen fundamental dalam identitas merek Perseroan, yang
menjadi Bank nya ‘Rakyat’. Dengan adanya merefleksikan kesinambungan nilai dan warisan BRI sekaligus penguatan relevansi di tengah
filosofi ‘Bank Rakyat Indonesia’ harapannya perkembangan zaman. Sebagai warna korporat, biru mencerminkan stabilitas, kepercayaan,
BRI dapat menjadi representasi merek yang dan integritas yang telah mengakar dalam perjalanan Perseroan, serta ditransformasikan untuk
berorientasi pada konsumen dari Gagasan mendukung arah pertumbuhan BRI ke depan. Warna utama ini diperkuat oleh palet warna
Brand yaitu: ‘Mendukung Setiap Ambisi di sekunder berupa gradasi biru yang lebih kaya, yang dirancang untuk merepresentasikan
Seluruh Indonesia’. nilai-nilai Perseroan yang progresif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah serta
pemangku kepentingan.
Makna logo:
Dalam implementasinya, perpaduan warna biru dan putih menghadirkan tatanan visual yang
Logo terbaru BRI dirancang dengan tetap
seimbang, lapang, dan modern. Pendekatan visual ini tidak hanya mencerminkan penghormatan
mempertahankan ikon yang khas dan mudah
terhadap fondasi dan perjalanan Perseroan, tetapi juga menegaskan komitmen BRI untuk terus
dikenali sebagai simbol kekuatan serta
bertransformasi secara berkelanjutan, sejalan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang
ekuitas merek yang telah terbangun kuat di
baik serta strategi pertumbuhan jangka panjang.
benak nasabah. Penyempurnaan dilakukan
melalui penghalusan lengkungan pada ikon
Font Corporate
dan wordmark guna menghadirkan karakter
yang lebih ramah, dinamis, dan modern.
BRI menggunakan Font Inter. Jenis huruf sans serif yang dirancang khusus
untuk tampilan digital. Huruf ini mudah dibaca dan sangat fleksibel digunakan.
Pemilihan warna biru yang lebih cerah
Tampilannya yang clean dan modern mencerminkan kepercayaan diri BRI
merupakan evolusi dari warna khas BRI
dalam menawarkan solusi perbankan, sekaligus tetap ramah dan mudah
yang merefleksikan semangat progresif,
diakses oleh berbagai kalangan. Dengan banyak pilihan ketebalan dan gaya,
adaptif terhadap perkembangan digital, serta
Font Inter membantu menjaga konsistensi dan fleksibilitas di semua media
kesiapan BRI dalam menyongsong masa
BRI, sehingga memperkuat pengenalan dan kepercayaan dalam setiap
depan. Secara keseluruhan, perpaduan
interaksi.
elemen-elemen tersebut mencerminkan
keseimbangan antara warisan nilai BRI
dengan visi sebagai bank universal yang Supergrafis Corporate
modern, relevan, dan berorientasi pada
kebutuhan nasabah.
Warna Biru akan tetap menjadi inti identitas
BRI, menjembatani tradisi dengan citra
modern. Nusantara Blue diperkaya dengan
palet biru sekunder untuk merefleksikan
Supergrafis yang merepresentasikan stabilitas, kepercayaan, dan kekuatan sebagai lembaga
nilai-nilai progresif dan customer-
keuangan terpercaya masyarakat. BRI berevolusi dari institusi tradisional menuju ekosistem
centric. Kombinasi Biru dan Putih akan
finansial yang progresif dan digital, sambil tetap menjaga kepercayaan dan kedekatan dengan
diterapkan untuk menciptakan estetika yang
masyarakat. Supergrafis ini dapat diimplementasikan ke berbagai media visual image dan video.
tenang, kontemporer, dan secara tegas
mencerminkan identitas BRI.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 95
Page 98
Profil Perusahaan
Riwayat Singkat
Perusahaan
Perjalanan bisnis PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) 3 tentang “Maksud dan Tujuan serta
Tbk (selanjutnya disebut “BRI”) didirikan Kegiatan Usaha” untuk menyesuaikan
PT Bank Rakyat dan mulai beroperasi secara komersial dengan ketentuan Undang-undang
Indonesia (Persero) pada tanggal 18 Desember 1968 Republik Indonesia No. 1 Tahun 1995
Tbk. (“BRI”, “Bank”, atau berdasarkan Undang-undang No. 21 tentang “Perseroan Terbatas” dan
Tahun 1968. Pada tanggal 29 April 1992, telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
“Perseroan”) dimulai berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia dengan Surat
pada tahun 1895 di Republik Indonesia (“Pemerintah”) No. Keputusan No. C2-24930.HT.01.04.
21 Tahun 1992, bentuk badan hukum BRI TH.98 tanggal 13 November 1998 dan
Purwokerto, Jawa diubah menjadi Perusahaan Perseroan telah diumumkan dalam Berita Negara
Tengah oleh Raden Bei (Persero). Pengalihan BRI menjadi Republik Indonesia No. 86, Tambahan
Persero didokumentasikan dengan akta No. 7216 tanggal 26 Oktober 1999 dan
Aria Wirjaatmadja yang
No. 133 tanggal 31 Juli 1992 Notaris akta No. 7 tanggal 3 Oktober 2003
awalnya mengelola Muhani Salim, S.H. dan telah disahkan Notaris Imas Fatimah, S.H., antara
dana kas masjid untuk oleh Menteri Kehakiman Republik lain tentang status perusahaan dan
Indonesia dengan Surat Keputusan penyesuaian dengan Undang-undang
disalurkan kepada No. C2-6584.HT.01.01.TH.92 tanggal Pasar Modal dan telah disahkan oleh
masyarakat dengan 12 Agustus 1992, serta diumumkan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi
dalam Berita Negara Republik Indonesia Manusia Republik Indonesia dengan
skema yang sederhana. No. 73, Tambahan No. 3A tanggal 11 Surat Keputusan No. C-23726 HT.01.04.
September 1992. Anggaran Dasar BRI TH.2003 tanggal 6 Oktober 2003 dan
kemudian diubah dengan Akta No. 7 telah diumumkan dalam Berita Negara
tanggal 4 September 1998 Notaris Imas Republik Indonesia No. 88, Tambahan
Fatimah, S.H., pasal 2 tentang “Jangka No. 11053 tanggal 4 November 2003.
Waktu Berdirinya Perseroan” dan pasal
96 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 99
Laporan Tahunan
2025
Berdasarkan Surat Keputusan Bank Indonesia No. 5/117/ Anggaran Dasar BRI, yang telah mendapatkan Penerimaan
DPwB2/PWPwB24 tanggal 15 Oktober 2003, tentang “SK Perubahan Anggaran Dasar dari Menteri Hukum dan Hak
Penunjukan BRI sebagai bank umum devisa”, BRI telah Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
ditetapkan sebagai bank devisa melalui Surat Dewan No.AHU-AH.01.03-0159493 Tanggal 12 Maret 2021 dan yang
Moneter No. SEKR/BRI/328 tanggal 25 September 1956. terakhir kali diubah dalam Akta Nomor 4 Tanggal 06 Oktober
2021 yang dibuat dihadapan Fathiah Helmi, SH Notaris di
Berdasarkan akta No. 51 tanggal 26 Mei 2008 Notaris Jakarta dan telah mendapatkan Penerimaan Pemberitahuan
Fathiah Helmi, S.H., telah dilakukan perubahan terhadap Perubahan Anggaran Dasar dari Menteri Hukum HAM RI
Anggaran Dasar BRI, antara lain untuk penyesuaian dengan Nomor AHU-AH.01.03-0457763 Tanggal 07 Oktober 2021.
ketentuan Undang-undang Republik Indonesia No. 40 Perubahan dilakukan dalam rangka penyesuaian dengan
Tahun 2007 tentang “Perseroan Terbatas” dan Peraturan Peraturan OJK (“POJK”) No. 15/POJK.04/2020 tentang
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang
(“Bapepam-LK”) (fungsinya sejak 1 Januari 2013 dialihkan Saham (“RUPS”) Perusahaan Terbuka dan POJK No. 16/
kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)), No. IX.J.I tentang POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan RUPS Perusahaan
“Pokok-pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Terbuka Secara Elektronik, serta modal disetor.
Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan
Publik”, yang telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Perubahan selanjutnya, Anggaran Dasar BRI dimuat dalam
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Akta No. 32 tanggal 22 April 2024 yang dibuat di hadapan
Surat Keputusan No. AHU-48353.AH.01.02.Tahun 2008 Notaris Fathiah Helmi, S.H., di Jakarta yang telah mendapat
tanggal 6 Agustus 2008 dan telah diumumkan dalam Berita Penerimaan Perubahan Anggaran Dasar dari Menteri
Negara Republik Indonesia No. 68, Tambahan No. 23079 Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.
tanggal 25 Agustus 2009. AHU-AH.01.03-0092097 tanggal 23 April 2024. Perubahan
dilakukan dalam rangka penyesuaian dengan Peraturan
Selanjutnya, Anggaran Dasar BRI telah mengalami beberapa OJK (“POJK”) No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan
kali perubahan. Terdapat perubahan dalam Akta Notaris Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”)
Fathiah Helmi S.H., No. 3 tanggal 09 Maret 2021, mengenai Perusahaan Terbuka dan POJK No. 16/POJK.04/2020
perubahan-perubahan terhadap beberapa ketentuan dari tentang Pelaksanaan RUPS Perusahaan Terbuka Secara
Elektronik, serta modal disetor.
Pada tahun 2025, perubahan Anggaran Dasar PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang dimuat dalam Akta
Nomor 15 Tanggal 22 April 2025 yang dibuat dihadapan
Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta dan telah mendapat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
dari Menteri Hukum Republik Indonesia yang dimuat dalam
Nomor AHU-AH.01.03-0126510 Tanggal 08 Mei 2025.
Terakhir perubahan Anggaran Dasar PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk yang dimuat dalam Akta Nomor
6 Tanggal 6 Februari 2026 yang dibuat dihadapan Fathiah
Helmi, S.H., Notaris di Jakarta dan telah mendapat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
dari Menteri Hukum Republik Indonesia yang dimuat dalam
Nomor AHU-AH.01.03-0038855 Tanggal 11 Februari 2026.
Berdasarkan pasal 3 Anggaran Dasar BRI, ruang lingkup
kegiatan BRI adalah melakukan usaha di bidang perbankan
serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki
BRI untuk menghasilkan jasa yang bermutu tinggi dan
berdaya saing kuat untuk mendapat keuntungan guna
meningkatkan nilai perusahaan dengan menerapkan prinsip-
prinsip Perseroan Terbatas.
Negara Republik Indonesia merupakan pemegang saham
pengendali dari BRI.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 97
Page 100
Profil Perusahaan
Keterangan Perubahan Nama
16 Desember 1895 10 Juli 1912 3 Oktober 1942
De Poerwokertosche Hulp en Centrale Kas Voor Syomin Ginko
Spaarbank der Inlandsche Hoofden Volkscredietwezen Algemene
Hulp en Spaarbank der Inlandshe
Bestuurs Ambtenareen
De Poerwokertosche Hulp Spaaren
Landbouw Credietbank atau
Volksbank
11 Agustus 1897 19 Februari 1934
De Poerwokertosche Hulp Spaaren Algemene Volkscredietbank
Landbouw Credietbank (AVB)
98 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 101
Laporan Tahunan
2025
24 September 1960 10 November 2003
Bank Koperasi Tani Nelayan (BKTN) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk
22 Februari 1946 18 Desember 1968
Bank Rakyat Indonesia (BRI) Bank Rakyat Indonesia (Bank
Umum)
No. Perihal Akta/Peraturan Terkait Tanggal Notaris
PP Nomor 1 Tahun 1946 tentang Bank Rakyat
1. Pendirian BRI 22 Februari 1946 -
Indonesia
UU Nomor 21 Tahun 1968 tentang Bank Rakyat
2. Pendirian BRI 18 Desember 1968 -
Indonesia
PP Nomor 21 Tahun 1992 tentang Penyesuaian Bentuk
3. Penyesuaian bentuk hukum Persero Hukum Bank Rakyat Indonesia menjadi Perusahaan 29 April 1992 -
Perseroan
Persetujuan Akta Pendirian Akta Nomor 133 tentang Perusahaan Perseroan Muhani Salim,
4. 31 Juli 1992
Perseroan Terbatas (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) S.H.
Akta Nomor 7 tentang Status Perusahaan & Imas Fatimah,
5. Initial Public Offering 3 Oktober 2003
Penyesuaian dengan Undang-undang Pasar Modal S.H
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 99
Page 102
Profil Perusahaan
Visi, Misi,
dan Budaya Perusahaan
VISI
Deliver Sustainable
Values and Integrated Solutions
to Achieve Indonesia’s Aspiration
Menciptakan nilai berkelanjutan dan
solusi terintegrasi untuk mewujudkan aspirasi Indonesia
Review Visi dan Misi
oleh Dewan Komisaris dan Direksi
Dalam rangka memastikan kesesuaian Visi dan Misi, Dewan Komisaris dan Direksi dengan agenda permohonan
BRI senantiasa melakukan review terhadap Visi dan Misi persetujuan rencana strategis bank pada tanggal 25
Perseroan. Dewan Komisaris dan Direksi telah membahas November 2025.
dan menyetujui Visi dan Misi Perseroan pada Rapat
100 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 103
Laporan Tahunan
2025
MISI
Memberikan solusi keuangan yang terpercaya, terintegrasi, dan inovatif untuk seluruh
segmen masyarakat dan pelaku usaha, guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional
dan mempercepat pencapaian aspirasi Indonesia.
Menjadi rumah bagi talenta terbaik bangsa dengan menciptakan lingkungan kerja yang
inklusif, adaptif, dan berbasis kinerja tinggi, sehingga menjadikan BRI sebagai Employer
of Choice di industri keuangan.
Meningkatkan nilai dan kepercayaan pemegang saham melalui pertumbuhan
profitabilitas yang berkelanjutan, efisiensi operasional, dan tata kelola perusahaan yang
unggul (Good Corporate Governance).
Menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui dukungan terhadap
UMKM, ekonomi hijau, dan inovasi berbasis digital, demi terciptanya kesejahteraan
masyarakat luas dan daya saing global Indonesia.
Budaya
Perusahaan
BRI One Culture
BRI One Culture merupakan pedoman budaya perusahaan yang berorientasi pada pencapaian kinerja secara
berkelanjutan guna mendukung terwujudnya visi Perseroan. BRI One Culture berlandaskan Brilian Way yang
berfungsi sebagai nilai dan perilaku utama yang diinternalisasikan dalam aktivitas kerja sehari-hari seluruh insan
BRILiaN.
Core Values
Pada tanggal 14 Juli 2025, BRI secara resmi menetapkan Brilian Way dirumuskan melalui proses kolaboratif dan
Brilian Way sebagai budaya kerja yang menjadi pedoman partisipatif antara jajaran Dewan Direksi bersama dengan
perilaku Insan BRILiaN dalam menjalankan peran, tugas, Insan BRILiaN sehingga menegaskan komitmen BRI dalam
dan tanggung jawabnya. Brilian Way merefleksikan memperkuat budaya perusahaan sebagai pilar strategis
karakter dan nilai utama (values) Insan BRILiaN sebagai akselerasi transformasi dan pencapaian aspirasi jangka
penggerak utama kinerja dan transformasi Perusahaan. panjang Perusahaan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 101
Page 104
Profil Perusahaan
Brilian Way terdiri dari 5 (lima) values utama, yaitu Integrity, Collaborative, Accountability, Growth Mindset, dan
Customer Focus. Masing-masing values ini memiliki 3 (tiga) perilaku utama yang diharapkan dapat dijalankan
oleh seluruh Insan BRILiaN dengan rincian sebagai berikut
Integrity Collaborative
Menjunjung tinggi Bersinergi dan
profesionalisme, etika, berkontribusi aktif
dan kejujuran dengan untuk mencapai
mempertimbangkan risiko tujuan bersama
dalam setiap tindakan
1. Bekerja profesional, 1. Menempatkan kepentingan
menerapkan tata kelola Perusahaan diatas
dan manajemen risiko yang kepentingan pribadi dan tim.
terukur. 2. Membangun komunikasi
2. Konsisten dalam perkataan terbuka berdasarkan asas
dan perbuatan. saling percaya.
3. Tidak mentolerir setiap 3. Berani berpendapat dan
bentuk pelanggaran dan berkontribusi secara aktif
gratifikasi. untuk mencapai tujuan
bersama.
Employee
Value
Proposition BRI juga telah merumuskan dan menetapkan atribut unik yang dapat
memberikan visualisasi atau gambaran yang dapat meningkatkan
minat talent eksternal terbaik (Star Talent) serta membangun loyalitas
dan engagement pekerja di BRI Group (Employee Value Proposition).
Adapun Employee Value Proposition yang ditetapkan adalah
“Memberi Makna Indonesia”. Atribut tersebut dirumuskan dengan
mempertimbangkan living values, attractive values, dan ideal values
yang hidup dan berkembang di BRI.
Employee Value Proposition BRI Group diterjemahkan ke dalam 3
(tiga) aspek yaitu:
102 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 105
Laporan Tahunan
2025
Accountability Growth Mindset Customer Focus
Tanggung jawab penuh Adaptif, inovatif, dan Berempati
terhadap pengembangan terbuka terhadap memberikan
people, disiplin dalam proses pembelajaran layanan & solusi
eksekusi untuk mencapai hasil di setiap tahap yang sesuai dengan
optimal perubahan kebutuhan nasabah
1. Bertanggungjawab untuk 1. Memiliki pola pikir inovatif 1. Memberikan layanan cepat,
tumbuh sehat dan sustain. untuk selalu maju dan akurat dan memenuhi
2. Menerapkan disiplin berkembang. kebutuhan nasabah.
eksekusi untuk hasil 2. Tangguh dan pantang 2. Selalu membina hubungan
optimal. menyerah dalam mencapai baik dengan nasabah untuk
3. Terus melakukan kinerja terbaik. kepentingan Perusahaan.
pengembangan diri dan tim. 3. Terbuka terhadap masukan 3. Menjaga kerahasiaan dan
dan kritik yang membangun. keamanan data nasabah.
Learn
BRI Group merupakan tempat belajar dan berkembang bagi setiap Insan BRILiaN, membentuk pribadi unggul yang
tangguh, dinamis, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Grow
Bagi setiap Insan BRILiaN, merancang masa depan bukan hanya sekedar harapan. Peluang meraih karier di BRI
terbuka luas bagi setiap Insan BRILiaN yang mampu menunjukkan kinerja unggul secara konsisten.
Contribute
BRI Group menciptakan Insan pembawa perubahan, para bintang kehidupan yang mengubah kehidupan ekonomi
masyarakat dengan semangat tanpa menyerah. Bersama, berkarya, membuat hidup lebih bermakna.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 103
Page 106
Profil Perusahaan
Kegiatan
Usaha
Kegiatan Usaha Menurut Anggaran Dasar dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan
Kegiatan usaha BRI berdasarkan Akta Perubahan terakhir Akta Nomor 15 Tanggal 22 April 2025 yang dibuat dihadapan Fathiah
Helmi, S.H., Notaris di Jakarta dan telah mendapat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar dari Menteri Hukum
Republik Indonesia yang dimuat dalam Nomor AHU-AH.01.03-0126510 Tanggal 08 Mei 2025. Maksud dan Tujuan Perseroan
adalah melakukan usaha di bidang Perbankan serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perseroan untuk
menghasilkan jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapat/mengejar keuntungan guna meningkatkan
nilai Perseroan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas,
Perseroan dapat melaksanakan usaha utama sebagai berikut:
a. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk h. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat
simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat berharga;
deposito, tabungan dan/atau bentuk lainnya yang i. Melakukan kegiatan penitipan barang dan/atau surat
dipersamakan dengan itu; berharga untuk kepentingan pihak lain berdasarkan
b. Menyalurkan dana dalam bentuk kredit; suatu kontrak;
c. Menerbitkan dan/atau membeli, menjual atau j. Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada
menjaminkan atas risiko sendiri maupun untuk nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak
kepentingan dan atas perintah nasabahnya; tercatat di Bursa Efek;
1. Surat wesel termasuk wesel yang diakseptasi oleh k. Membeli melalui pelelangan atau dengan cara lain
Perseroan selaku Bank yang masa berlakunya tidak agunan baik semua maupun sebagian dalam hal debitur
lebih lama dari pada kebiasaan dalam perdagangan tidak memenuhi kewajibannya kepada Perseroan selaku
surat dimaksud; Bank, dengan ketentuan agunan yang dibeli tersebut
2. Surat pengakuan hutang dan kertas dagang lainnya dapat dicairkan secepatnya;
yang masa berlakunya tidak lebih lama dari kebiasaan l. Melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit
dalam perdagangan surat dimaksud; dan kegiatan wali amanat;
3. Kertas perbendaharaan negara dan Surat Jaminan m. Menyediakan pembiayaan dan/atau melakukan kegiatan
Pemerintah; lain berdasarkan Prinsip Syariah sesuai dengan ketentuan
4. Sertifikat Bank Indonesia (SBI); yang ditetapkan oleh yang berwenang;
5. Obligasi; n. Melakukan kegiatan dalam valuta asing dengan
6. Surat dagang berjangka waktu sesuai dengan memenuhi ketentuan
peraturan perundang-undangan; o. yang ditetapkan oleh yang berwenang;
7. Instrumen surat berharga lain yang berjangka waktu p. Melakukan kegiatan pengalihan piutang;
sesuai dengan peraturan perundang-undangan; q. Melakukan kegiatan penyertaan modal pada lembaga
8. Setiap derivatifnya, kepentingan lain, atau suatu jasa keuangan dan/atau perusahaan lain yang
kewajiban dari penerbit dalam bentuk yang lazim mendukung industri perbankan, seperti sewa guna
diperdagangkan dalam Pasar Modal dan Pasar Uang. usaha, modal ventura, perusahaan efek, asuransi, serta
d. Melakukan aktivitas di bidang sistem pembayaran; Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, dengan
e. Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa
maupun untuk kepentingan nasabah; Keuangan (“OJK”);
f. Menempatkan dana pada, meminjam dari, atau r. Melakukan kegiatan penyertaan modal sementara untuk
meminjamkan dana kepada bank lain, baik dengan mengatasi akibat kegagalan kredit atau kegagalan
menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah dengan syarat
dengan wesel tunjuk, cek atau sarana lainnya; harus menarik kembali penyertaannya sesuai ketentuan
g. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga yang berlaku;
dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak
ketiga;
104 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 107
Laporan Tahunan
2025
s. Bertindak sebagai pendiri dana pensiun dan pengurus
dana pensiun sesuai dengan ketentuan dalam peraturan
perundang-undangan;
t. Melakukan kerja sama dengan lembaga jasa keuangan
lain dan kerja sama selain lembaga jasa keuangan dalam
pemberian jasa keuangan kepada nasabah;
u. Melakukan kegiatan lainnya dengan persetujuan OJK
sesuai ketentuan.
Selain kegiatan usaha utama sebagaimana dimaksud,
Perseroan dapat melakukan kegiatan usaha pendukung/
penunjang dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber
daya yang dimiliki untuk mendukung/menunjang kegiatan
usaha utama Perseroan sepanjang tidak bertentangan
dengan peraturan perundang-undangan. Seluruh Kegiatan
usaha menurut Anggaran Dasar telah dijalankan oleh BRI.
Produk dan Jasa
c. Britama Prioritas
Penghimpunan Dana
Varian BritAma yang ditujukan bagi Nasabah Prioritas
dan Nasabah Private, memberikan berbagai privilege
1. Tabungan BRI
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
a. Britama Umum
d. Britama DHE
Produk tabungan yang memberikan beragam
Produk tabungan hasil kerja sama antara BRI dan
kemudahan dalam melakukan transaksi perbankan
Bank Indonesia (BI) yang diperuntukkan bagi
dengan didukung fasilitas e-banking dana sistem
nasabah eksportir, guna memfasilitasi penempatan
real time online yang akan memungkinkan nasabah
Devisa Hasil Ekspor (DHE).
untuk bertransaksi kapanpun dan di manapun.
e. Britama Rencana
Selain itu, tabungan BritAma memiliki Gratis Cover
Tabungan berjangka yang menawarkan manfaat
asuransi kecelakaan, Fitur e-banking dan suku
investasi sekaligus perlindungan untuk membantu
bunga kompetitif. Tabungan BRI BritAma dilengkapi
nasabah merencanakan kebutuhan masa depan.
fasilitas e-banking yang akan memudahkan nasabah
f. Britama Investasi
untuk bertransaksi kapanpun dan di manapun,
Rekening BritAma yang berfungsi sebagai rekening
serta fasilitas perlindungan asuransi kecelakaan
transaksi efek di pasar modal, dikenal sebagai
diri (personal accident) cuma-cuma. Tabungan BRI
Rekening Dana Nasabah (RDN).
BritAma memiliki berbagai jenis varian yaitu BritAma
g. Britama Mitra
Umum, BritAma Bisnis, BritAma Rencana, BritAma
Varian BritAma yang dirancang untuk memenuhi
Mitra, BritAma TKI, BritAma Valas dengan pilihan
kebutuhan pihak-pihak yang bekerja sama dengan
mata uang USD, SGD, AUD, EUR, CNY, AED, HKD,
BRI.
GBP, JPY dan SAR.
h. Britama TKI
b. Britama Bisnis
Tabungan BRI BritAma TKI adalah Produk tabungan
Produk tabungan yang memberikan beragam
untuk Calon Tenaga Kerja Indonesia dengan beragam
kemudahan dalam melakukan transaksi perbankan
kemudahan dan didukung fasilitas e-banking dan
yang menunjang bisnis, disertai dengan pencatatan
sistem real time online.
transaksi yang lebih detail, dan didukung fasilitas
i. Tabungan BRI Junio
e-banking dan sistem real time online yang akan
Tabungan BRI Junio diperuntukkan bagi anak- anak
memungkinkan nasabah untuk bertransaksi
dengan tujuan untuk mendorong budaya menabung
kapanpun dan di manapun. Selain itu tabungan
serta memperkenalkan produk dan layanan Bank
BritAma memiliki gratis cover asuransi kecelakaan,
sejak dini. Tabungan BRI Junio dilengkapi dengan
Fitur E-banking dan suku bunga kompetitif dan
fasilitas e-banking, fitur perencanaan keuangan
pencatatan transaksi lebih detail pada buku
(Junio Rencana), asuransi kecelakaan diri bagi anak
Tabungan dan pengiriman rekening koran melalui
serta Kartu Debit desain khusus yang menarik.
email.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 105
Page 108
Profil Perusahaan
j. Tabungan BRI SiMuda r. Tabunganku
Tabungan BRI SiMuda adalah produk tabungan TabunganKu adalah produk simpanan untuk nasabah
yang dirancang khusus oleh Bank Rakyat Indonesia perorangan dengan persyaratan mudah dan ringan
(BRI) untuk anak muda, khususnya untuk pelajar, yang diterbitkan secara bersama oleh bank-bank
mahasiswa, atau generasi muda yang ingin belajar di Indonesia yang bertujuan untuk menumbuhkan
mengelola keuangan sejak dini. Tabungan ini budaya menabung serta meningkatkan kesejahteraan
dirancang agar mudah diakses dan digunakan oleh masyarakat.
nasabah muda, dengan fitur yang sesuai dengan s. Tabunganku Basic Saving Account
kebutuhan mereka dalam hal pengelolaan uang. TabunganKu Basic Saving Account BRI adalah
k. Tabungan Haji BRI tabungan sederhana yang ditawarkan oleh Bank
Tabungan Haji BRI adalah produk perbankan yang Rakyat Indonesia (BRI) sebagai bagian dari program
dapat digunakan untuk mempersiapkan biaya nasional untuk meningkatkan inklusi keuangan di
penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). masyarakat. Produk ini dirancang dengan fitur-fitur
l. Simpedes Reguler dasar dan kemudahan akses, sehingga cocok untuk
Tabungan BRI Simpedes merupakan produk semua kalangan, terutama masyarakat yang ingin
tabungan BRI yang dirancang untuk masyarakat memiliki tabungan pertama mereka.
pedesaan, namun dilengkapi dengan fitur-fitur
modern seperti kartu ATM yang dapat digunakan 2. Deposito BRI
pada jaringan bank lain dalam negeri, serta didukung Deposito BRI adalah simpanan berjangka yang dilakukan
oleh layanan 24 jam dari Internet Banking dan Mobile di Bank BRI dengan mata uang rupiah atau mata uang
Banking. asing. Deposito BRI menawarkan berbagai keuntungan,
m. Simpedes TKI seperti bunga yang menarik dan keamanan dalam
Tabungan Simpedes TKI adalah Tabungan Simpedes berinvestasi.
BRI yang hanya diperuntukkan bagi TKI dengan a. DepoBRI Rupiah
rekomendasi PPTKIS, yang bisa dilayani di seluruh DepoBRI Rupiah adalah Simpanan berjangka dalam
BRI Unit dan penyetorannya dapat dilakukan setiap mata uang Rupiah yang penarikannya hanya dapat
saat dan frekuensi serta jumlah pengambilan tidak dilakukan pada jangka waktu tertentu dengan
dibatasi sepanjang saldonya mencukupi. memberikan bunga yang menarik dan beragam
n. Simpedes Impian keuntungan lainnya.
Tabungan Simpedes Impian adalah Simpedes Impian b. DepoBRI Valas
merupakan tabungan berjangka dengan setoran DepoBRI Valas adalah Simpanan berjangka dalam
rutin yang mana saldo nasabah akan diblokir dalam mata uang asing yang penarikannya hanya dapat
jangka waktu tertentu. dilakukan pada jangka waktu tertentu dengan
o. Simpedes Usaha memberikan bunga menarik dan beragam
Tabungan Simpedes Usaha merupakan tabungan keuntungan lainnya.
yang mengakomodir kebutuhan transaksi tinggi 3. Giro BRI
untuk pengusaha mikro. Giro BRI adalah sebuah produk simpanan yang
p. Simpedes BISA penarikannya dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan
Simpedes BISA merupakan Tabungan BRI yang menggunakan warkat cek/bilyet giro.
dirancang untuk membantu nasabah menabung a. Giro BRI Rupiah
dan berinvestasi sekaligus. Keunggulannya sebagai Giro BRI Rupiah adalah Jenis simpanan dalam mata
tabungan terletak pada fitur-fitur dan manfaat yang uang rupiah yang penarikannya dapat dilakukan
ditawarkan. Adapun tiga fitur utama dari Simpedes sewaktu-waktu dengan menggunakan warkat (Cek/
BISA adalah “Saving/TRX” (rekening induk), Bilyet Giro), kartu ATM atau surat perintah lainnya.
“Investasi” (rekening tabungan berjangka dan Dana b. Giro BRI Valas
Pensiun Lembaga Keuangan/DPLK), dan “Proteksi” Giro BRI Valas adalah Jenis simpanan dalam mata
(asuransi mikro AM-KKM, Rumahku dan kerusakan uang asing yang penarikannya dapat dilakukan
tempat usaha). sewaktu-waktu dengan surat perintah penarikan
q. Tabungan BRI Simpel yang telah ditentukan oleh BRI.
Tabungan BRI Simpel adalah Tabungan untuk siswa/
pelajar yang ditertibkan oleh Bank BRI dengan
persyaratan mudah dan sederhana serta fitur yang
menarik, dalam rangka edukasi dan inklusi keuangan
untuk mendorong budaya menabung sejak dini.
106 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 109
Laporan Tahunan
2025
Penyaluran Dana 6. Ceria
CERIA merupakan produk Pinjaman Online yang berbeda
1. Bank Garansi dengan Pinjaman Online yang ditawarkan oleh Lembaga
a. Tender/Bid Bond Financial Technology (Fintech). Perbedaan paling
Bank Garansi merupakan fasilitas pinjaman tidak mendasar adalah CERIA dikelola oleh Institusi Keuangan
langsung/non direct loan di mana BRI memberikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang telah
jaminan kepada penerima jaminan (pihak ketiga) terdaftar dan secara ketat diawasi oleh Otoritas Jasa
bahwa nasabah/debitur sanggup untuk memenuhi Keuangan sehingga dari sisi keamanan data nasabah
kewajibannya kepada Pihak Ketiga. Khusus dalam akan lebih terawasi dan terjaga dengan baik.
layanan Bank Garansi, Bank BRI tidak mengenakan 7. Kredit BRIguna
biaya bunga terhadap para nasabah pengusaha. a. BRIguna Karya
b. Advance Payment Bond BRIguna Karya adalah pinjaman atau kredit kepada
Advance Payment Bond adalah jaminan pembayaran pegawai aktif yang mempunyai penghasilan tetap
uang muka yang diterbitkan oleh perusahaan (fixed income) untuk keperluan konsumtif.
asuransi (surety) untuk menjamin kepentingan b. BRIguna Talangan
pemilik proyek (obligee). Jaminan ini berlaku ketika BRIguna Talangan adalah Pinjaman atau kredit
penerima pekerjaan (principal) gagal memenuhi briguna yang diberikan kepada pegawai aktif yang
kewajibannya sesuai perjanjian kontrak. akan memasuki usia pensiun maksimal 1 (satu) tahun
c. Performance Bond menjelang pensiun untuk keperluan konsumtif dan
Performance Bond atau Jaminan Pelaksanaan adalah produktif.
salah satu jenis bank garansi yang diterbitkan oleh c. BRIguna Purna
BRI untuk menjamin bahwa nasabah akan memenuhi BRIguna Purna adalah Pinjaman atau kredit, Briguna
kewajibannya. yang diberikan kepada pensiunan sampai dengan
d. Maintenance Bond usia debitur 75 tahun.
Maintenance Bond adalah salah satu jenis jaminan d. BRIguna Pra Purna
bank yang ditawarkan oleh BRI melalui layanan BRIguna Pra Purna adalah Pinjaman atau kredit
QLola by BRI. Jaminan ini merupakan jaminan kepada pegawai aktif sampai dengan masa pensiun
pemeliharaan yang dapat digunakan untuk berbagai yang mempunyai penghasilan tetap (fixed income)
jenis transaksi, termasuk Jaminan penawaran (bid untuk keperluan konsumtif.
bond), Jaminan pelaksanaan (performance bond), 8. Collection Non LC
Jaminan uang muka (advance payment bond), a. Document Against Payment
Jaminan pembayaran proyek pemerintah, Jaminan b. Document Against Acceptance
distributor. 9. Fasilitas Intraday BRI
e. Financial Bond Fasilitas Intraday BRI adalah layanan yang memberikan
f. Payment Bond talangan pada Rekening Giro Operasional atas nama
g. Bea Cukai perusahaan sekuritas. Talangan ini harus diselesaikan
h. BG Akhir Tahun pada akhir hari yang sama dan digunakan untuk
2. Bank Garansi Atas Dasar Kontra Garansi menyelesaikan transaksi pasar modal.
Bank Garansi adalah jaminan tertulis yang diberikan bank 10. Forfaiting (Bank Risk)
kepada nasabah untuk memastikan bahwa proses bisnis Forfaiting (Bank Risk) adalah sebuah metode pembiayaan
berjalan sesuai perjanjian. Bank garansi dapat digunakan internasional di mana sebuah bank atau lembaga
dalam berbagai situasi, seperti tender, pembayaran uang keuangan membeli kewajiban pembayaran yang belum
muka, dan perdagangan ekspor dan impor. jatuh tempo (seperti wesel, surat berharga, atau tagihan)
3. Bank Loan Facility dari eksportir atau perusahaan, dengan potongan harga,
4. Banker’s Acceptance dan mengalihkan risiko pembayaran kepada diri mereka
Banker’s Acceptance (BA) adalah instrumen pasar sendiri. Dalam konteks ini, bank risk merujuk pada risiko
uang yang berbentuk wesel berjangka yang dijamin yang diambil oleh bank yang melakukan forfaiting, yaitu
pembayarannya oleh bank. BA digunakan sebagai risiko bahwa pihak yang berutang (debitur) tidak dapat
solusi atas permasalahan kegagalan pembayaran dari melakukan pembayaran sesuai dengan jadwal.
perdagangan luar negeri, seperti ekspor atau impor.
5. Kredit Konsumer dengan Agunan Setara Kas
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 107
Page 110
Profil Perusahaan
11. KKB Kerjasama Multifance (Join Financing) e. KMK Kecil
KKB Kerjasama Multifinance adalah produk Kredit KMK Kecil adalah Fasilitas kredit yang dipergunakan
Kendaraan Bermotor (KKB) yang ditawarkan oleh untuk membiayai aktiva lancar dan/atau
bank, dalam hal ini Bank Rakyat Indonesia (BRI), yang menggantikan hutang usaha, serta membiayai
bekerja sama dengan perusahaan multifinance atau sementara kegiatan operasional rutin perusahaan,
lembaga pembiayaan. KKB merupakan jenis kredit yang uang muka, cadangan kas, refinancing modal kerja
digunakan untuk pembelian kendaraan bermotor (seperti atau komponen modal kerja lainnya. KMK pada
mobil atau motor) dengan pembiayaan dari bank atau umumnya berjangka pendek yang dapat bersifat
lembaga keuangan lainnya. Dalam konteks kerjasama tetap selama jangka waktu kredit, atau menurun
multifinance, bank bekerja sama dengan perusahaan sesuai dengan kondisi perputaran usaha nasabah.
pembiayaan untuk memberikan fasilitas kredit kendaraan f. KMK Angsuran Tetap Kecil
kepada nasabah. KMK Angsuran Tetap kecil adalah Bentuk fasilitas
12. KPP BRI kredit yang diberikan kepada calon debitur/debitur
KPP BRI adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPP) BRI dengan pola pembayaran angsuran dengan jumlah
yang diberikan secara perseorangan sebagai solusi yang tetap (meliputi pembayaran pokok dan bunga)
kemudahan dalam memiliki hunian, seperti rumah tinggal, dalam setiap periodenya. Fasilitas ini digunakan
apartemen, ruko atau rukan, baik melalui developer atau untuk tujuan produktif yaitu modal kerja.
non developer. Berlaku untuk pembelian baru, bekas, g. KMK Dinamis Kecil
refinancing, top up, Pembangunan, renovasi, dan take KMK Dinamis Kecil adalah Fasilitas kredit yang selektif
over/take over top up dari bank lain. diberikan BRI kepada nasabah baik berbentuk KMK
a. KPP maupun KI yang pengenaan suku bunga kreditnya
b. KPP Subsidi dapat berubah secara otomatis (dinamis) setiap
c. KPP TAPERA bulannya berdasarkan rasio CASA Nasabah.
13. Kredit Kecil h. KMK Konstruksi Kecil
a. KI Kecil KMK Konstruksi Kecil adalah Kredit modal kerja untuk
KI Kecil adalah Pemberian fasilitas kredit kepada membiayai kebutuhan modal kerja kontraktor/vendor
perusahaan dan atau perorangan untuk membiayai untuk menyelesaikan proyek Jasa Konstruksi sesuai
kebutuhan dana jangka panjang dalam rangka dengan Kontrak Kerja.
pembelian, pembangunan, perluasan, pembaharuan i. KMK Mitra Kecil
(renovasi) aktiva tetap produktif beserta biaya-biaya KMK Mitra Kecil BRI adalah salah satu produk
yang menyertainya. pembiayaan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang
b. KI Angsuran Tetap Kecil dirancang khusus untuk mendukung usaha kecil
KI Angsuran Tetap adalah Fasilitas kredit yang (UKM) yang memiliki potensi untuk berkembang.
diberikan kepada calon debitur/debitur dengan pola KMK (Kredit Mitra Kecil) BRI adalah fasilitas pinjaman
pembayaran angsuran dengan jumlah yang tetap yang ditujukan untuk pelaku usaha mikro dan kecil
(meliputi pembayaran pokok dan bunga) dalam (UMKM), baik yang sudah berjalan maupun yang
setiap periodenya. Fasilitas ini digunakan untuk baru memulai usaha, dengan tujuan membantu
tujuan produktif yaitu untuk pinjaman Investasi. mereka memperoleh modal kerja atau investasi guna
c. KI SPBU Kecil memperluas dan mengembangkan usaha.
KI SPBU Kecil adalah Fasilitas kredit yang diberikan j. KMK SPBU Kecil
Perusahaan dan atau perorangan untuk membiayai KMK SPBU Kecil adalah Fasilitas kredit yang
kebutuhan dana jangka panjang dalam rangka dipergunakan untuk membiayai aktiva lancar dan/
pembelian, pembangunan, perluasan, pembaharuan/ atau menggantikan hutang usaha, serta membiayai
renovasi aktiva produktif beserta biaya-biaya yang sementara kegiatan operasional rutin perusahaan,
menyertainya. uang muka, cadangan kas, refinancing modal kerja
d. KI Dinamis Kecil atau komponen modal kerja
KI Dinamis Kecil adalah Fasilitas kredit yang selektif k. KMK Valas Kecil
diberikan BRI kepada nasabah baik berbentuk KMK KMK Valas Kecil adalah Fasilitas kredit yang
maupun KI yang pengenaan suku bunga kreditnya dipergunakan untuk membiayai aktiva lancar dan/
dapat berubah secara otomatis (dinamis) setiap atau menggantikan hutang usaha, serta membiayai
bulannya berdasarkan rasio CASA Nasabah. sementara kegiatan operasional rutin perusahaan,
uang muka, cadangan kas, refinancing modal kerja
atau komponen modal kerja lainnya. KMK pada
umumnya berjangka pendek yang dapat bersifat
tetap selama jangka waktu kredit, atau menurun
sesuai dengan kondisi perputaran usaha nasabah.
108 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 111
Laporan Tahunan
2025
l. KMK Waralaba Kecil f. Pinjaman Cash Collateral Menengah
KMK Waralaba Kecil adalah Kredit yang diberikan Pinjaman Cash Collateral Menengah adalah Kredit
dalam bentuk modal kerja dan investasi bagi usaha (baik yang bersifat direct maupun contingent) yang
waralaba. seluruh agunannya berupa kas atau dengan setara
m. Pinjaman Cash Collateral Kecil kas.
Pinjaman Cash Collateral Kecil adalah Kredit (baik g. KMK Menengah
yang bersifat direct maupun contingent) yang KMK Menengah adalah Fasilitas kredit yang
seluruh agunannya berupa kas atau dengan setara dipergunakan untuk membiayai aktiva lancar dan/
kas. atau menggantikan hutang usaha, serta membiayai
14. Kredit Korporasi sementara kegiatan operasional rutin perusahaan,
Kredit Korporasi adalah pinjaman yang dikeluarkan uang muka, cadangan kas, refinancing modal kerja
oleh bank untuk badan usaha. Kredit korporasi adalah atau komponen modal kerja lainnya. KMK pada
produk pinjaman yang bisa membantu perusahaan untuk umumnya berjangka pendek yang dapat bersifat
mengembangkan bisnisnya. Melalui kredit korporasi ini, tetap selama jangka waktu kredit, atau menurun
perusahaan bisa memperoleh pinjaman modal usaha sesuai dengan kondisi perputaran usaha nasabah.
dalam jangka waktu tertentu. h. KMK Dinamis Menengah
a. KI Korporasi KMK Dinamis Menengah adalah Fasilitas kredit
b. KMK Korporasi yang selektif diberikan BRI kepada nasabah baik
c. KMK Buyer Financing berbentuk KMK maupun KI yang pengenaan suku
d. KMK Seller Financing bunga kreditnya dapat berubah secara otomatis
e. KMK Konstruksi Korporasi (dinamis) setiap bulannya berdasarkan rasio CASA
f. Kredit Jangka Pendek (KJP) Nasabah.
g. Pinjaman Cash Collateral Korporasi i. KMK Mitra Menengah
15. Kredit Menengah j. Seller Financing
a. KI Menengah j. Buyer Financing
KI Menengah adalah Pemberian fasilitas kredit kepada l. KMK SPBU Menengah
perusahaan dan atau perorangan untuk membiayai KMK SPBU Menengah adalah Fasilitas Kredit yang
kebutuhan dana jangka panjang dalam rangka dipergunakan untuk membiayai aktiva lancar dan/
pembelian, pembangunan, perluasan, pembaharuan atau menggantikan hutang usaha, serta membiayai
(renovasi) aktiva tetap produktif beserta biaya-biaya sementara kegiatan operasional rutin perusahaan,
yang menyertainya. uang muka, cadangan kas, refinancing modal kerja
b. KI Mitra Menengah atau komponen modal kerja.
c. KI SPBU Menengah m. KMK Konstruksi Menengah
KI SPBU Menengah adalah Fasilitas kredit yang KMK Konstruksi Menengah adalah Kredit modal kerja
diberikan Perusahaan dan atau perorangan untuk untuk membiayai kebutuhan modal kerja kontraktor/
membiayai kebutuhan dana jangka panjang dalam vendor untuk menyelesaikan proyek Jasa Konstruksi
rangka pembelian, pembangunan, perluasan, sesuai dengan Kontrak Kerja.
pembaharuan/renovasi aktiva produktif beserta n. KMK Valas Menengah
biaya-biaya yang menyertainya. KMK Valas Menengah adalah Fasilitas kredit yang
d. KI Valas Menengah dipergunakan untuk membiayai aktiva lancar dan/
KI Valas Menengah adalah Pemberian fasilitas atau menggantikan hutang usaha, serta membiayai
kredit kepada perusahaan dan atau perorangan sementara kegiatan operasional rutin perusahaan,
untuk membiayai kebutuhan dana jangka panjang uang muka, cadangan kas, refinancing modal kerja
dalam rangka pembelian, pembangunan, perluasan, atau komponen modal kerja lainnya. KMK pada
pembaharuan (renovasi) aktiva tetap produktif umumnya berjangka pendek yang dapat bersifat
beserta biaya-biaya yang menyertainya. tetap selama jangka waktu kredit, atau menurun
e. KI Waralaba Menengah sesuai dengan kondisi perputaran usaha nasabah.
KI Waralaba Menengah adalah Kredit yang diberikan o. Kredit Transaksi Khusus
dalam bentuk modal kerja dan investasi bagi usaha 16. Kredit Program Non KUR
waralaba. S-SRG (Skema Subsidi Resi Gudang)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 109
Page 112
Profil Perusahaan
17. Kredit Multiguna (KMG) 20. Letter of Credit (LC)/Surat Kredit Berdokumen Dalam
18. Kupedes Negeri (SKBDN)
Kupedes merupakan kredit yang bersifat umum yang SKBDN merupakan instrumen yang digunakan untuk
dapat membiayai semua sektor ekonomi segmen mikro transaksi perdagangan di dalam negeri. SKBDN (LC
yang dapat digunakan untuk kebutuhan modal kerja dan/ lokal) merupakan janji bayar dari bank pembuka SKBDN
atau investasi kepada debitur individu/perorangan yang kepada pihak penjual sepanjang pihak penjual mampu
memenuhi persyaratan. menyerahkan dokumen sesuai dengan syarat dan
a. Kupedes Rakyat KMK kondisi SKBDN.
b. Kupedes Rakyat KI a. LC/SKBDN Penerbitan
c. Kupedes Rakyat TKI b. LC/SKBDN Penerimaan
d. Kupedes KMK 21. Program Kemitraan
e. Kupedes KI a. Program Pendanaan UMK
f. Kupedes Suku Bunga Khusus 22. Refinancing LC (BRI as Borrower/Lender)
g. Kupedes 500 Juta a. Refinancing LC (BRI as Borrower)
h. Kupedes Utama b. Refinancing LC (BRI as Lender)
i. KECE 23. SBLC/Demand Guarantee
j. Kupedes Cash Collateral/Kupedes Agunan Kas Standby L/C (SBLC) adalah jaminan yang dikeluarkan
19. KUR oleh BRI selaku Issuing Bank untuk menjamin Beneficiary
KUR BRI adalah Kredit Usaha Rakyat yang merupakan jika Aplicant melakukan wanprestasi atas kontrak/
layanan pembiayaan dari Bank BRI untuk UMKM dan perikatan yang menjadi dasar penerbitan SBLC.
koperasi. Program ini bertujuan untuk membantu pelaku a. Bid Bond Stanby
UMKM dalam mengakses permodalan, sehingga dapat b. Advance Payment Standby
meningkatkan kesejahteraan mereka dan mendorong c. Commercial Standby
pertumbuhan ekonomi nasional. d. Performance Bond Standby
a. KUR Supermikro BRI e. Direct Pay Standby
KUR Supermikro BRI merupakan fasilitas pembiayaan f. Counter Standby
khusus bagi nasabah baru yang belum pernah g. Financial Standby
mengajukan kredit yang utamanya ditujukan untuk 24. Shipping Guarantee
pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja 25. Supply Chain Financing (SCF)
(PHK) atau ibu rumah tangga yang menjalankan SCF Merupakan solusi untuk membantu memenuhi
usaha produktif dengan pinjaman maksimal sebesar kebutuhan modal supply chain nasabah. Dengan
Rp10 juta per debitur dengan maksimum masa Supply Chain Financing, BRI ingin menjadi mitra bisnis
pinjaman 3 (tiga) tahun dan atau Kredit Investasi (KI) yang memberikan nilai tambah bagi nasabah. Solusi
dengan maksimum masa pinjaman 5 (lima) tahun. ini memungkinkan nasabah Korporasi yang bertindak
b. KUR Mikro KMK BRI sebagai pembeli mendapatkan fleksibilitas dalam
KUR Mikro KMK BRI merupakan fasilitas pembiayaan penetapan Terms of Payment tanpa mengorbankan arus
bagi para pengusaha mikro pemula dengan pinjaman kas Supplier (Vendor) atau Buyer (Distributor)
maksimal sebesar Rp50 juta per debitur yang dapat a. Supply Chain Financing Account Receivable
berupa Kredit Modal Kerja (KMK) dengan maksimum b. Supply Chain Financing Account Payable
masa pinjaman 3 (tiga) tahun dan atau Kredit c. Document Against Payment/Document Against
Investasi (KI) dengan maksimum masa pinjaman 5 Acceptance Financing
(lima) tahun. KUR TKI KUR TKI merupakan fasilitas d. Telegrafic Transfer Financing
pembiayaan yang berlaku khusus bagi TKI dengan 26. Term Loan
penempatan di Singapura, Hong Kong, Taiwan, a. Kredit Transaksi Khusus
Brunei, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia dengan b. General Purpose Loan
pembiayaan maksimal sebesar Rp25 juta. c. Pinjaman Kepada Pemerintah
c. KUR Mikro TKI 27. Trade Asset Participation (Bank Risk)
d. KUR Mikro KI 28. Value Chain Financing
e. KI KUR Khusus
f. KMK KUR Khusus
g. KUR Kecil KI
h. KUR Kecil KMK
110 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 113
Laporan Tahunan
2025
Produk Bank Dasar – Sederhana Lainnya jj. Asuransi Jiwa Kredit Briguna
kk. Asuransi Jiwa Kredit Kupedes
1. Bancassurance ll. Asuransi Jiwa KMG Taipei
Bancassurance BRI adalah layanan yang ditawarkan mm. Asuransi Kerugian Agunan kerja sama PT BRI
oleh Bank BRI yang berkaitan dengan asuransi. Asuransi Indonesia
a. Asuransi Jiwa Optimal Sejahtera Plus (Asuransi nn. Asuransi Kerugian Agunan kerja sama PT Asuransi
Aurora Plus) Sinar Mas
b. Asuransi Dana Investasi Sejahtera (Davestera) oo. Asuransi Kerugian Agunan kerja sama PT Asuransi
c. Asuransi Dana Investasi Sejahtera (Davestera) Wahana Tata
Optima Syariah pp. Asuransi Kerugian Agunan kerja sama PT Asuransi
d. Asuransi Dana Investasi Sejahtera (Davestera) Ramayana
Optima qq. Asuransi Kerugian Agunan kerja sama PT Asuransi
e. Asuransi BRI Life Double Care Jasaraharja Putera
f. Asuransi Professional Group Health rr. Asuransi Kerugian Agunan kerja sama PT Asuransi
g. Asuransi Jiwa Optimal Sejahtera (Asuransi Aurora) Central Asia
h. Asuransi Life Care ss. Asuransi Kerugian Agunan kerja sama PT Asuransi
i. Asuransi ACCI Care Mitra Pelindung Mustika
j. Asuransi Griya Proteksi Maksima tt. Asuransi Kerugian Agunan kerja sama PT Zurich
k. Asuransi Jiwa Pelita Asuransi Indonesia
l. Asuransi Brins Asuransi Asri uu. Asuransi Kerugian Agunan kerja sama PT Lippo
m. Asuransi Brins Oto General Insurance
n. Asuransi Sepeda vv. Asuransi Kerugian Agunan kerja sama PT Asuransi
o. Asuransi Jiwa Kredit (AJK) Kredit Pemilikan Properti Bhakti Bhayangkara
(KPP) kerjasama PT Asuransi BRI Life ww. Edu Plus
p. Asuransi Jiwa Kredit (AJK) Kredit Pemilikan Properti xx. Protection Plus
(KPP) kerjasama PT MNC Life Assurance yy. Protection Plus VISA
q. Asuransi Jiwa Kredit (AJK) Kredit Pemilikan Properti zz. Lentera
(KPP) kerjasama PT Asuransi Jiwa Sequis Life 2. BRIZZI
r. Asuransi Jiwa Kredit (AJK) Kredit Pemilikan Properti BRIZZI adalah Produk Uang Elektronik dengan
(KPP) kerja sama PT Asuransi Ciputra Indonesia menggunakan teknologi chip sebagai pengganti uang
s. Asuransi Standar Asuransi Kebakaran kerjasama tunai yang berfungsi sebagai alat pembayaran yang bisa
PT BRI Asuransi Indonesia dipakai untuk membayar transaksi belanja (purchase)
t. Asuransi Kebakaran kerja sama PT MNC Asuransi atau transaksi lainnya yang dilakukan di penyedia barang
Indonesia atau jasa
u. Asuransi Oto Proteksi Maksima 3. Contact BRI
v. Asuransi Proteksi Jiwa Terencana (Asuransi Kirana) Contact BRI adalah layanan contact center BRI. Nasabah
w. Asuransi Proteksi Jiwa Terencana (Asuransi Kirana dapat menghubungi Contact BRI 1500017 atau chat
Plus) Sabrina via WhatsApp (0812 1214 017) untuk informasi
x. Asuransi Aman Optima Sejahtera (Amora) produk dan layanan BRI, termasuk pengaduan. Nasabah
y. Asuransi Mikro BRINS Rumahku pun dapat langsung berkomunikasi secara langsung
z. Asuransi Rumahku kerja sama PT BRI Asuransi dengan pihak bank. Selain itu, BRI juga memiliki beberapa
Indonesia akun channel resmi dan media sosial resmi yang bisa
aa. Asuransi Kerugian Non Agunan (AKUNA) digunakan untuk menghubungi Contact BRI.
bb. Asuransi Mikro Kecelakaan Kesehatan dan Meninggal a. SABRINA
Dunia Plus (AMKKM +) b. Social Media
cc. Asuransi Kerusakan Tempat Usaha kerja sama c. Call Center
PT BRI Asuransi Indonesia 4. Kartu Debit BRI
dd. Asuransi Mikro – Kecelakaan, Kesehatan dan Kartu Debit BRI adalah BRI Direct Debit adalah fitur
Meninggal Dunia (AM-KKM) pembayaran e-Commerce yang menghubungkan akun
ee. Asuransi Bringin Purna Jabatan Utama e-Commerce dengan kartu debit BRI sebagai sumber
ff. Asuransi Gempa Bumi kerja sama PT MNC Asuransi dana/Source of Fund (SoF) sehingga proses pembayaran
Indonesia transaksi berlangsung cepat dengan sekali proses
gg. Asuransi Property All Risk kerja sama PT MNC registrasi.
Asuransi Indonesia a. Master Card
hh. Asuransi Unggulan Pilihan Keluarga (ARUNIKA) b. Private Label
ii. Asuransi Jiwa Britama Rencana c. Kartu Combo BRI
d. Kartu Debit Virtual Visa
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 111
Page 114
Profil Perusahaan
5. Kartu Kredit BRI 8. Safe Deposit Box (SDB)
Kartu Kredit BRI adalah alat pembayaran non tunai yang Safe Deposit Box atau SDB adalah sebuah jasa
diterbitkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Kartu ini penyimpanan harta benda atau surat berharga dengan
dapat digunakan untuk berbelanja secara online atau fasilitas penyimpanan yang sangat aman dalam berbagai
offline, serta melakukan penarikan tunai di ATM BRI atau kondisi. Beberapa layanan bahkan merancang tempat
ATM bank lain. penyimpanan atau kotak penyimpanan yang kebal akan
a. BRI Touch api, atau tahan faktor eksternal lain seperti benturan.
b. Virtual Credit Card Biasanya Safe Deposit Box (SDB) menyimpan berbagai
c. BRI Infinite barang yang memiliki nilai tinggi, di mana pemiliknya
d. BRI Easy Card akan merasakan keamanan lebih. Umumnya, SDB juga
e. BRI Mastercard Platinum menyimpan barang dengan biaya asuransi barang yang
f. BRI World Access relatif murah.
g. BRI Business Card 9. Forex Transaction
h. BRI Corporate Card 10. Interest Rate Transaction
i. BRI JCB Platinum a. Marketable Securities Transaction
j. Co Branding Wonderful Indonesia b. Money Market Transaction
k. Co Branding Tokopedia Card 11. Derivatives Transactions
l. Co Branding OVO U Card 12. Structure Product Transaction
m. Co Branding Raya 13. BRIefx
n. Co Branding Traveloka Pay Later Card BRIefx adalah aplikasi/sistem online berbasis web untuk
o. Co Branding BTN Gold melakukan pelayanan transaksi valuta asing secara
p. Co Branding BTN Platinum online dengan user pengguna adalah nasabah valas BRI.
q. Cobranding Paper.id Space Card 14. BRI Money Changer
r. Cobranding Paper.id Universe Card BRI Money Changer adalah layanan bisnis jual beli uang
s. Kartu Kredit Indonesia kertas asing (Banknotes).
t. Mastercard Corporate KKP a. Same Currency
u. KKPD Private Label b. Different Currency
v. Cobranding Next Card 15. BRIFast Remittance
w. Co Branding Samsung Platinum Card BRIfast Remittance adalah layanan remittance BRI
x. Co Branding Samsung Signature Card untuk melayani pengiriman uang ke luar negeri maupun
y. Co Branding Kagama penerimaan uang dari luar negeri ke Indonesia. Layanan
6. Layanan Nasabah Prima remittance BRI meliputi fitur outgoing remittance ke 144
a. BRI Prioritas currency di seluruh dunia, fitur incoming remittance
Merupakan kegiatan pelayanan dan jasa perbankan credit to BRI account (kiriman masuk ke rekening
yang diberikan BRI secara eksklusif kepada Nasabah BRI) dan credit to other bank account (kiriman masuk
BRI Prioritas yang bersifat one stop financial services, ditujukan ke rekening bank lain), serta fitur incoming
meliputi pelayanan dan jasa perbankan pada remittance cash pick-up (kiriman masuk tanpa rekening
umumnya, jasa konsultasi perencanaan keuangan diambil tunai) yang dapat dicairkan di seluruh unit kerja
dan investasi, asuransi, maupun perencanaan BRI di Indonesia secara real time online.
pensiun. 16. Confirming Bank Business
b. BRI Private 17. Virtual Account
Merupakan kegiatan pelayanan dan jasa perbankan Virtual Account adalah metode pembayaran digital
yang diberikan BRI secara eksklusif kepada melalui akun virtual yang dibuat khusus untuk masing-
Nasabah BRI Private yang bersifat personal dan masing pelanggan. Untuk setiap transaksi, pelanggan
customized, meliputi pelayanan dan jasa perbankan akan dirujuk ke Virtual Account tersebut untuk
pada umumnya, jasa konsultasi perencanaan melakukan pembayaran. Virtual Account terdiri dari
keuangan dan investasi, asuransi (bancassurance), nomor ID pelanggan (customer ID) yang unik bagi setiap
perencanaan pensiun maupun konsultasi pelanggan.
perencanaan waris. a. BRIVA (BRI Virtual Account Credit)
7. Mitra Distribusi Pemasaran Surat Berharga b. Cash Card (BRI Virtual Account Debit)
a. Agen Penjual Obligasi Retail Indonesia (ORI) 18. Transaksi Otomatis
b. Agen Penjual Saving Bonds Retail a. Automatic Fund Transfer (AFT)
c. Agen Penjual Sukuk Retail b. Automatic Grab Fund (AGF)
d. Agen Penjual Sukuk Tabungan c. Account Sweep
e. Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek d. New Account Sweep (NAS)
e. Autodebet
112 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 115
Laporan Tahunan
2025
19. Transfer Antar Bank v. Schroder Syariah Balanced Fund
Transfer Antar Bank adalah layanan bank yang w. Schroder Dana Kombinasi
memungkinkan nasabah untuk memindahkan uang dari x. Trim Kombinasi 2
rekening bank ke rekening bank lain yang berbeda. y. BRI Balanced Regular Income Fund
Transfer antar bank berbeda dengan transfer intrabank, z. Ashmore Dana Progresif Nusantara
yaitu transfer uang dari satu rekening bank ke rekening aa. Manulife Dana Saham Kelas A
lain yang berada di bank yang sama. bb. Dana Ekuitas Prima
a. RTGS cc. BRI Indeks Syariah
b. Kliring dd. BRRI Mawar Konsumer 10
Kliring adalah proses penyampaian suatu surat ee. Schroder 90 Plus Equity Fund
berharga yang belum merupakan suatu kewajiban ff. Schroder Dana Prestasi
bagi Bank, di mana surat berharga tersebut gg. Trim Kapital
disampaikan oleh Bank Penarik, hingga adanya hh. Schroder Global Syariah Equity Fund
pengesahan oleh Bank Tertarik melalui lembaga ii. BRI Mawar Fokus 10
kliring, yang dinyatakan dalam mata uang rupiah. jj. BRI G20 Sharia Equity Fund Dollar
c. BIFAST kk. BRI MSCI Indonesia ESG Screened Class A
BI Fast atau BI-FAST adalah singkatan dari Bank ll. Trimegah Terproteksi Lestari 23
Indonesia Fast Payment merupakan sistem mm. Trimegah Terproteksi Lestari 27
pembayaran yang dikembangkan oleh Bank nn. Trimegah Terproteksi Lestari 29
Indonesia. Dikutip dari situs resmi Bank Indonesia, oo. BRI Proteksi 93
BI Fast adalah infrastruktur sistem pembayaran ritel pp. BRI Proteksi 94
nasional yang dapat memfasilitasi pembayaran ritel qq. BRI Proteksi 95
secara real-time, aman, efisien, dan tersedia setiap rr. BRI MI Proteksi 97
saat (24/7). Dibandingkan dengan Sistem Kliring ss. BRI MI Proteksi 98
Nasional Bank Indonesia (SKNBI) yang layanan tt. BRI MI Proteksi 99
masih terbatas pada jam operasional tertentu dan uu. BRI MI Proteksi 100
dana efektif yang belum real-time serta keterbatasan vv. Trimegah Terproteksi Lestari 31
akses kanal permbayaran, BI-FAST mampu ww. BRI MI Proteksi 105
menyediakan pembayaran yang lebih cepat, lebih xx. BRI MI Proteksi 20 Dollar
luas, dan tersedia setiap saat. 2. Agen Sindikasi BRI
d. Online Transfer Antar Bank Agen Sindikasi adalah bank atau lembaga keuangan non-
bank yang ditunjuk oleh minimal 2 bank dan/atau lembaga
Produk Bank Lanjutan keuangan non-bank yang berkedudukan sebagai
kreditur sindikasi untuk mengelola, mengoordinasikan,
1. Agen Penjual Reksa Dana dan mengadministrasikan fasilitas kredit sindikasi yang
a. Bahana Dana Likuid diberikan oleh kreditur sindikasi tersebut kepada debitur
b. BRI Seruni Pasar Uang II Kelas A sesuai perjanjian kredit sindikasi.
c. Schroder Dana Likuid 3. ATM
d. Bahana Likuid USD Nasabah dapat melakukan transaksi perbankan di ATM
e. TRIM Kas 2 BRI yang tersebar di seluruh unit kerja BRI seluruh
f. BRI Gamasteps Pasar Uang Indonesia dan tempat-tempat strategis lainnya.
g. BRI Seruni Pasar Uang Syariah 4. Bancassurance
h. BRI Seruni Likuid Dolar Bancassurance BRI adalah layanan yang ditawarkan
i. Manulife Obligasi Negara Indonesia II Kelas A oleh Bank BRI yang berkaitan dengan asuransi.
j. Manulife Pendapatan Bulanan II a. Asuransi Telepro Sehat Optima
k. Bahana Makara Prima b. Asuransi Telepro Jiwa Optima
l. BRI Melati Pendapatan Utama c. Asuransi Lengkap Ekonomis Nyaman Sejahtera
m. Schroder USD Bond Fund (Lentera)
n. BRI Brawijaya Abadi Pendapatan Tetap d. Asuransi Telepro Medicash Optima
o. Bahana Ganesha Obligasi Kelas D e. Asuransi Jiwa Optimal Sejahtera (Aurora)
p. Ashmore Dana Obligasi Nusantara f. Asuransi Dana Investasi dan Proteksi (Davespro)
q. Ashmore Dana USD Nusantara g. Asuransi Mikro Proteksi Aman Sejahtera (Pijar)
r. Manulife Dana Campuran II h. Asuransi Telepro Diri Optima
s. BRI Anggrek Fleksibel i. Asuransi Telepro Lifecash Maxima
t. BRI Syariah Berimbang j. Asuransi Telepro Medicash Maxima
u. Schroder Dana Terpadu II k. Asuransi Jiwa & Personal Accident Tabungan Haji
l. Personal Accident Britama
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 113
Page 116
Profil Perusahaan
5. Bank Administrator RDN a. Layanan Jasa Agen Pembayar;
Bank Administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) adalah b. Layanan Jasa Agen Peminjaman;
bank yang bertindak sebagai mitra dalam menyediakan c. Layanan Jasa Agen Investasi; dan
layanan pembukaan dan pengelolaan Rekening Dana d. Layanan Jasa Keagenan Lainnya, seperti misalnya
Nasabah untuk investor di pasar modal. RDN digunakan Agen Penampungan dan Agen Jaminan.
sebagai rekening khusus untuk menyimpan dana 12. BRILink
nasabah yang digunakan dalam transaksi efek, seperti BRILink Agen merupakan perluasan layanan di mana
jual beli saham, obligasi, atau instrumen pasar modal BRI menjalin kerjasama dengan nasabah BRI sebagai
lainnya. Agen yang dapat melayani transaksi perbankan bagi
6. Bank Pembayaran KSEI masyarakat secara real time online dengan konsep
Bank Pembayaran KSEI adalah bank umum yang sharing fee. Melalui BRILink Agen, nasabah BRI maupun
ditetapkan oleh KSEI untuk membuka rekening giro milik masyarakat umum lainnya bisa mendapatkan pelayanan
KSEI dan Pemegang Rekening guna menyimpan dana yang sama seperti halnya di unit kerja BRI.
yang tercatat dalam Rekening Efek dan dalam rangka a. EDC BRILink
penyelesaian Transaksi Efek, baik berdasarkan perjanjian b. BRILink Mobile
dengan KSEI maupun peraturan perundang-undangan 13. BRImerchant
yang berlaku. BRI Merchant adalah platform inovatif dari BRI yang
7. BRI Future Investment (BRIFine) memberikan kemudahan bagi para merchant dalam
Program pensiun yang ditawarkan BRIFINE BRI adalah mengelola transaksi bisnis. Salah satu fitur unggulannya
Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), yang iurannya adalah self onboarding QRIS yang memungkinkan calon
ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun dan seluruh nasabah merchant BRI untuk mendaftarkan diri dan
iuran serta hasil pengembangannya dibukukan pada langsung menggunakan QRIS dengan cepat dan mudah.
rekening masing-masing Peserta sebagai manfaat 14. BRImo
pensiun. BRImo merupakan financial super app untuk beragam
a. PPIP (Program Pensiun Iuran Pasti) transaksi nasabah kapan pun dan di mana pun. Transaksi
b. Program Manfaat Lain yang ditawarkan beragam, mulai dari online on boarding
8. BRI Kustodian baik dari dalam maupun luar negeri, pembayaran,
a. Jasa Kustodian Reksadana pembelian, investasi, asuransi, hingga pencatatan
b. Jasa Kustodian Efek Beragun Aset keuangan. BRImo juga memfasilitasi nasabah yang
c. Jasa Kustodian General Safekeeping memiliki kebutuhan transaksi lintas negara melalui fitur
d. Jasa Kustodian Tapera transfer internasional ke lebih dari 160 negara serta
e. Jasa Kustodian Kontrak Pengelolaan Dana pembayaran QR di luar negeri.
(Discretionary Fund) 15. BRImola
9. BRI Smart Billing BRIMOLA adalah aplikasi supply chain atau perdagangan
BRI Smart Billing merupakan aplikasi billing manajemen LPG PSO (subsidi) dari agen ke pangkalan dan juga
terpadu yang efektif dan praktis memudahkan pengusaha LPG NPSO (non subsidi) dari agen ke outlet. Aplikasi ini
atau biller dalam mengelola tagihan dan piutangnya memudahkan proses order, pembayaran, dan penarikan
menjadi lebih mudah, murah dan cepat. laporan karena dilakukan secara online.
10. BRI Smart Junio 16. CDM
Aplikasi Junio Smart merupakan suatu produk aplikasi a. CDM
milik Bank Rakyat Indonesia yang dikhususkan untuk b. Brankas Digital
mempermudah pengguna dalam mengelola data sekolah 17. CRM
dari sisi akademis maupun non akademis. Fitur-fitur CRM adalah inovasi terkini yang memungkinkan nasabah
yang tersedia di dalam aplikasi Junio Smart mencangkup untuk melakukan berbagai transaksi, seperti penarikan
proses pembelajaran, penagihan biaya sekolah, serta tunai, setor tunai, cek saldo, dan transfer dana dengan
administrasi data informasi. mudah dan cepat.
11. BRI Trust 18. EDC
Layanan Jasa Trust BRI merupakan layanan jasa EDC BRI adalah EDC BRI adalah mesin Electronic Data
penitipan harta nasabah yang berupa aset finansial untuk Capture (EDC) yang dapat digunakan untuk menerima
dan atas nama nasabah. BRI merupakan Bank pertama pembayaran dengan kartu debit, kartu kredit, kartu
di Indonesia yang memperoleh izin dari Bank Indonesia BRIZZI, dan QRIS. EDC BRI dapat digunakan oleh
untuk menjalankan layanan Jasa Trust di Indonesia merchant yang bekerja sama dengan Bank BRI.
melalui surat Bank Indonesia Nomor 15/19/DPB1/PB1- a. EDC Full Managed
3 tanggal 12 Februari 2013 dan surat penegasan Bank b. EDC Partnership
Indonesia Nomor 15/30/DPB1/PB1-3 tanggal 19 Maret
2013. Ruang lingkup layanan Jasa Trust BRI meliputi:
114 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 117
Laporan Tahunan
2025
19. E-Tax Dinamis, di mana setiap pengguna akan memiliki
E-Tax BRI adalah layanan digital dari Bank Rakyat kode QR yang berbeda dalam jangka waktu yang
Indonesia (BRI) yang dirancang untuk memfasilitasi terbatas.Kode QR tersebut dapat dipindai oleh alat
pembayaran pajak secara elektronik. Layanan ini pindai merchant dan melakukan transaksi keuangan
memungkinkan wajib pajak, baik individu maupun dari rekening pengguna kepada rekening merchant
badan usaha, untuk melakukan pembayaran pajak sesuai dengan kesepakatan.
dengan mudah, cepat, dan aman melalui berbagai kanal 23. Self Service Banking (SSB)
perbankan BRI. a. SSB Digital Customer Service
20. Online Acquiring b. SSB RCM (Replacement Card Machine)
Debit dan CC c. SSB SSPP (Self Service Pastbook Printing)
21. QLola d. SSB QMS (Queueing Management System)
Qlola by BRI merupakan Integrated Corporate Solution 24. Senyum Mobile
Platform yang memudahkan nasabah BRI mengakses Konsep pelayanan terpadu yang memudahkan
berbagai produk dan layanan BRI seperti Cash & masyarakat untuk mengakses produk dan layanan BRI,
Trade, Supply Chain Management, Foreign Exchange, Pegadaian, dan PNM di kantor unit BRI yang dilengkapi
Investment Service, Financial Dashboard, API services dengan loket Pegadaian dan PNM, dan Aplikasi Senyum
serta produk dan layanan lainnya hanya dengan single Mobile merupakan perpanjangan jangkauan dari Sentra
sign on login. Layanan Ultra Mikro (Senyum) yang kini berada dalam
22. QRIS genggaman.
a. QRIS MPM 25. Stroberi Kasir
QRIS Merchant Presented Mode (MPM) Dinamis Stroberi Kasir BRI adalah aplikasi berbasis Android yang
adalah kode QR dengan metode yakni kode QR berfungsi untuk membantu pengelolaan usaha, seperti
dikeluarkan melalui suatu device seperti mesin EDC pencatatan transaksi, pengelolaan persediaan, dan
atau smartphone. Merchant harus me-masukkan layanan keuangan.
nominal pembayaran terlebih dahulu, kemudian 26. Wali Amanat BRI
pelanggan melakukan scan QRIS yang tampil atau BRI telah berpengalaman dalam bertindak sebagai wali
tercetak. amanat dan telah mendapat kepercayaan dari berbagai
b. QRIS CPM perusahaan BUMN, perbankan dan korporasi lainnya
QRIS Customer Presented Mode (CPM) Dinamis dalam hal penerbitan obligasi/MTN. Dengan tugas yaitu
merupakan kode QR yang di generate atau Mewakili dan melindungi kepentingan para pemegang
dikeluarkan dari sebuah device pengguna/customer obligasi/MTN sesuai dengan ketentuan yang tercantum
(seperti smartphone), dan QR tersebut bersifat dalam akta perjanjian perwaliamanatan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 115
Page 118
Profil Perusahaan
Wilayah
Operasional
Medan
Pekanbaru
Padang
Palembang
Banjarmasin
Jakarta 1 Bandar Lampung
Jakarta 1
Jakarta 3
Jakarta 2
Jakarta Semarang
Surabaya
Bandung
Denpasar
JAKARTA Yogyakarta Malang
Tabel Jaringan Kantor Tahun Selama 5 (lima) Tahun Terakhir
Jenis Kantor 2025 2024 2023 2022 2021
Kantor Pusat 1 1 1 1 1
Regional Office 18 18 18 18 18
Regional Audit Office 18 18 18 18 18
Kantor Cabang + KCK (Dalam Negeri) **
454 453 453 449 451
Kantor Cabang Pembantu (Dalam Negeri) * 555 555 556 579 588
BRI Unit* 5.082 5.086 5.117 5.156 5.222
Kantor Kas *
490 500 505 506 525
Teras BRI* 758 873 977 1.370 1.697
Teras BRI Keliling 6 69 115 117 132
Teras BRI Kapal 4 4 4 4 4
Total 7.386 7.586 7.773 8.227 8.665
*
Sesuai dengan POJK No.12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum, disesuaikan bahwa untuk type UKO BRI Unit, Kantor Kas, Teras BRI termasuk dalam status
jenis UKO KCP.
**
Sesuai dengan Nota Dinas B.63.e-PPM/ODV/OD2/08/2023 tanggal 03 Agustus 2023 Perihal Penyampaian persetujuan perubahan supervisi KCK.
Keterangan: Tidak termasuk jumlah Kantor Unit Kantor Luar Negeri.
116 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 119
Laporan Tahunan
2025
Per 31 Desember 2025, BRI memiliki 1 Kantor Pusat
serta melayani seluruh nasabah melalui 7.385 unit
kerja dalam negeri dan 9 (Sembilan) unit kerja
di luar negeri serta jaringan e-channel yang tersebar
di seluruh wilayah Indonesia.
Manado
Jayapura
Makasar
JARINGAN
INTERNASIONAL
Hongkong
Taiwan
New York Singapura
Cayman Island Timor Leste*
*
Termasuk Sub Branch
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 117
Page 120
Profil Perusahaan
Tabel Jaringan Kantor Per Wilayah Tahun 2025
Outlet
Kantor Cabang Pembantu*
Wilayah Regional
Regional Kantor Teras BRI Teras
Audit Kantor
Office Cabang Kantor Keliling Kapal
Office Cabang BRI Unit Teras BRI
Kas
Pembantu
Region 1 /
1 1 24 33 258 23 35 - -
Regional Office Medan
Region 2 /
1 1 22 20 170 18 23 - 1
Regional Office Pekanbaru
Region 3 /
1 1 14 8 157 11 41 - -
Regional Office Padang
Region 4 / Regional Office
1 1 21 28 217 9 37 - -
Palembang
Region 5 / Regional Office
1 1 14 16 188 12 56 - -
Bandar Lampung
Region 6 / Regional Office
1 1 24 53 94 67 16 - 1
Jakarta 1
Region 7 / Regional Office
1 1 32 66 183 64 40 - -
Jakarta 2
Region 8 / Regional Office
1 1 26 44 158 25 27 - -
Jakarta 3
Region 9 / Regional Office
1 1 30 34 565 44 31 - -
Bandung
Region 10 / Regional Office
1 1 22 38 421 34 33 - -
Semarang
Region 11 / Regional Office
1 1 33 33 582 51 50 - -
Yogyakarta
Region 12 / Regional Office
1 1 25 24 279 30 28 - -
Surabaya
Region 13 / Regional Office
1 1 25 34 504 15 120 - -
Malang
Region 14 / Regional Office
1 1 40 42 372 24 66 2 -
Banjarmasin
Region 15 / Regional Office
1 1 37 27 348 18 2 - -
Makassar
Region 16 / Regional Office
1 1 20 16 203 15 31 2 1
Manado
Region 17 / Regional Office
1 1 32 26 295 20 110 2 1
Denpasar
Region 18 / Regional Office
1 1 13 13 88 10 12 - -
Jayapura
Luar Negeri** - - 6 3 - - - - -
Total 18 18 460 558 5.082 490 758 6 4
*
Sesuai dengan POJK No.12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum, disesuaikan bahwa untuk type UKO BRI Unit, Kantor Kas, Teras BRI termasuk dalam status jenis UKO
KCP.
**
Sesuai dengan Nota Dinas B.63.e-PPM/ODV/OD2/08/2023 tanggal 03 Agustus 2023 Perihal Penyampaian persetujuan perubahan supervisi KCK.
Keterangan: Tidak termasuk jumlah Kantor Unit Kantor Luar Negeri.
118 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 121
Laporan Tahunan
2025
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 119
Page 122
Profil Perusahaan
Struktur
Organisasi
RAPAT UMUM
PEMEGANG SAHAM
Direktur Utama
Hery Gunardi
Comersial Treasury & Network & Information
Micro Consumer Corporate International
Banking Retail Funding Technology
Akhmad Banking Banking Banking
Alexander Dippo Aquarius Saladin Dharma
Purwakajaya Aris Hartanto * Riko Adythia Farida Thamrin
Paris Y.S. Rudianto Nugraha Effendi
Ultra Micro Retail
Business Transaction & Digital Banking
Funding
Muhammad -
Candra Utama Tri Laksito
Singgih H
Commercial & Institutional IT Strategy Digital Retail
Micro Business BRILink SME Business Treasury Distribution
Card Business Business 1 Retail Funding & Enterprise Banking
Development Business Solution Business Strategy
Natalia Veronica Mochamad Andreas Hassim Architecture Kaspar
Dani Wildan Hari Basuki Achmad Faiz Itang Rusdinar Ivan Amirudin
Choliq Shinta Indriyaty Situmorang
Adrianto
Ultra Micro Small Medium Retail IT Application
Micro Sales Business Institutional Investment Digital Wholesale
Consumer Loan Business** Business 2 Regional Office Transaction Development Banking &
Management 1 Roma Jaka Services
R. Madya Januar Ganang John Sarjono Vacant Dhoni Ramadi Hidayat Wira Innovation
Dani Alfianto Permata Arie Sus Miyanti Kusuma (Pj) Management
Imam W Saharto Putra
Simanjuntak
Kaspar
Situmorang
Social International SORH IT Application
Micro Sales Commercial
Enterplaneurship Unsecured Loan Business**
Corporate Business Distribution Support
Management 2 Rheyna Anggun Banking 1
& Incubation Woro Dwi Tina Setiawati Enterprise Data
Vacant Marnala Gunadi Wono Yodi Herzaman Revan Hadi Management &
Evi Sulistyowati Wuryandari Sentoso
Analitycs
Ajutorius Pinem
Liquidity IT DC
Wealth Infrastructure &
Management SORH Corporate & Funding
Wholesale Banking 2 Management Operations
Elina Basrizal (Pgs)
Wirjakusuma Hendro Wibowo Teguh Tofani Teguh
Sulistyono (Pj) Satria Permana
Gharditya (Pgs)
Corporate Fixed Assets
Banking 3 Management
CISO Office
Nurul Intan Syafri Rakhmat
Rhema
Riesaputra
Procurement
Corporate
Banking 4 Asrini Ruth IT Endpoint
Chrysan Services &
Adhi Pratama Manullang Operations
Maulana Yusuf
Wholesale SORH
Transaction Procurement SORH
Banking Information
Sukengsi Hari
Yoanna Slamet Technology
Parameitha Wafdan Metha
Firdaus
Unit Kerja Luar
Negeri
Komite Dewan Komisaris:
Audit, Nominasi dan Remunerasi, Pemantauan Manajement Risiko, Tata Kelola Terintegrasi
Komite Direksi:
ALCO, Credit Policy, ESG, Human Capital, Information Technology, Procurement, Product, Risk Management, Transformation, Tata Kelola Konglomerasi Keuangan
** Terdapat fungsi Executive Business Officer (EBO)
*** Terdapat fungsi Executive Risk Officer (ERO)
120 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 123
Laporan Tahunan
2025
Struktur organisasi BRI telah disahkan berdasarkan Surat Keputusan NOKEP: S.440-DIR/HCS/02/2026 tanggal 11 Februari 2026
tentang tentang Organisasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang telah efektif sejak tanggal 18 Desember 2025 sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Wakil Direktur Utama
Viviana Dyah Ayu R.K.*
Finance &
Manajemen Operation Legal & Strategy
Risiko Compliance
Hakim Achmad
Ety Yuniarti * Putratama Mahdi Yusuf * Royadi *
Human Capital
Corporate Internal Audit
Retail Risk Wholesale Risk Transformation Steven
Augustino Yulianto
- Babas Bastaman - Setiawan
Yudiyantho
Planning,
Corporate Central Budgeting & Corporate Human Capital Audit Standard
Enterprise & Micro Risk Performance Development & Strategy & Talent Corporate & Quality
Credit Risk Operation Compliance Strategy
Market Risk Akbar Suwardi Management Management Secretary Development
Iman Andini Nauli Kris Hananto Soni Daniel
Wita Adriawati (Pgs) A. Eddy Tri Carang Dhanny (Pj) Ardhi Setyarko
Nuraprianto Nasution Ferdinandus (22) Thombara Putra
Wibowo
Financial & Project Human Capital Wholesale &
IT & Digital Commercial Business Branding & Head Office
Retail Credit Legal Management Management
Risk Consumer Risk Credit Risk *** Partner 1 Marketing Audit
Operation Accounting Office
Nugroho Nia Octaviana Cahyo Koes Hariyono Communication
Asep Nurdin Christina Primadoni Yuli M. Dadang Zainuddin Thalib
Pancayogo Widyatmoko Permana KF (Pgs) Dewi Andjarsari Burutu
Dianingrum Handoko
Andreas
Environmental, Chandra Human Capital
Wholesale Social & Investor Santoso Business SORH
Operational Small & Medium Wholesale Corporate Retail Audit
Credit Governance Relation Partner 2
Risk Risk*** Recovery Mira Faranty Center Bangkit
Operation Siaga Ridha
Dodo Marjanto Debra Murniati Dedy Hendrianto Yosephine Ajeng M. Dadang Ngabdianto
Vacant Sekar Putih Hutama (Pgs) Permana KF Vacant
Policy & AML, CFT Human Capital
Digital Subsidiary Service IT Audit
Procedure Operation & CPF
Group Retail Collection Management
Roby Firmansjah Melia Ronald Setiadi
& Recovery Kholis Amhar I Dewa Gede Pramadhona (Pj)
Dhewayani (Pj) Sastraatmadja
Widyasari Agung (Pgs) (Pgs)
(Pj)
Office of Chief Corporate Special
Data Protection Customer Economist
& Fraud Risk Experience University Investigation
Vacant Laurensius Heddi Sabara
Evi Dempowati Ninis Indriswari
Agung Prabowo (Pgs)
Operational
Exellence Culture Regional Audit
Transformation Office
Gibbon Mardame
Parsaoran Tamba Abd. Wahid
(Pj) Wijaya
* Anggota Direksi yang diangkat tersebut baru dapat melaksanakan tugas dan N2 N2 N2
fungsi dalam jabatannya apabila telah mendapat persetujuan dari OJK dan Notes: Direktur SEVP Business Enabler Support
memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Anggota Komite di Bawah Dewan Komisaris per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
1. Komite Audit: Edi Susianto (Ketua) Parman Nataatmadja, Loethano Boy 4. Komite Tata Kelola Terintegrasi: Lukmanul Khakim (Ketua), Kartika
Meizardi, Thauriq Anwar, Maria Ulpah. Wirjoatmodjo, Edi Susianto, Tjondro Prabowo, Donny Himawan, Yoyok
2. Komite Nominasi dan Remunerasi: Edi Susianto (Ketua), Kartika Wirjoatmodjo, Mulawarman, Johanes Kuntjoro Adisardjono, Benny Imam Syafii., Abdul
Parman Nataatmadja, Awan Nurmawan Nuh, Helvi Yuni Moraza, Lukmanul Ghoni, Hari Siaga Amijarso, Mohammad Hidayat, Donsuwan Simatupang, Diah
Khakim, M. Dadang Permana K.F. Defawati Ade, Agoosh Yosran, Martina, Muhammad Cholil Nafis, Nurhaida,
3. Komite Pemantau Manajemen Risiko: Parman Nataatmadja (Ketua), Helvi Yuni Kahlil Rowter.
Moraza, Awan Nurmawan Nuh Komisaris, Sandra Chalik. Nama Anggota Komite di Bawah Direksi dapat di lihat pada Bab Tata Kelola
Perusahaan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 121
Page 124
Profil Perusahaan
Daftar Keanggotaan
Asosiasi
BRI secara aktif bergabung dalam sejumlah organisasi dan asosiasi terkait bisnis inti perusahaannya untuk mengikuti
perkembangan lingkungan bisnis, memperluas jaringan, serta mengokohkan kontribusi, sinergi, dan eksistensi BRI dalam
menciptakan iklim bisnis yang berkelanjutan. Keanggotaan dalam sejumlah organisasi menjadi langkah strategis bagi BRI dalam
menjalankan kegiatan bisnis perbankan dengan memperhatikan aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST). Meskipun
begitu, BRI tidak memberikan kontribusi finansial di luar iuran keanggotaan rutin. Hingga akhir tahun 2025, BRI tercatat sebagai
anggota dari beberapa asosiasi berikut ini:
Tabel Keanggotaan Asosiasi
Posisi
No. Nama Asosiasi Tujuan
Keanggotaan
Skala
Himpunan Bank Milik Mengembangkan pasar modal Indonesia sebagai industri
1. Ketua II Nasional
Negara (Himbara) yang mampu mendukung perekonomian nasional.
Menjadi mitra bank dalam mewujudkan industri
Bankers Association for Risk Wakil Ketua Bidang
2. perbankan nasional dengan standar praktis terbaik yang Nasional
Management (BARA) Risiko IT
mampu mengelola risiko secara optimal
Memajukan profesi Pejabat atau Petugas Perlindungan
Data Pribadi (PPDP/DPO) di industri keuangan yang
berperan mendukung pembangunan berkelanjutan
Financial Industry serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
3. Data Privacy Mengembangkan sektor jasa keuangan nasional dengan Wakil Ketua Nasional
Network (FINDANET) mendorong kolaborasi dalam perlindungan data,
membangun kepercayaan masyarakat, memperkuat
ketahanan industri, dan memastikan kepatuhan terhadap
regulasi melalui upaya bersama.
Wadah forum komunikasi antar BUMN untuk berbagi
pengalaman dan keahlian dalam bidang pengelolaan
Forum Digital BUMN
4. sistem informasi BUMN dan teknologi terkait, untuk Wakil Ketua Bidang 2 Nasional
(FORDIGI)
mendukung tercapainya sasaran bisnis BUMN dan
stakeholdernya
Berkomunikasi, berkonsultasi, berbagi pengetahuan,
Forum Komunikasi Direktur
dan berkolaborasi dalam memajukan sektor operasional
5. Operasional Perbankan Wakil Ketua Nasional
perbankan, terutama dalam menghadapi era digital dan
(FKDOP)
transformasi teknologi.
Forum Komunikasi Satuan Mengembangkan pasar modal Indonesia sebagai industri
6. Wakil Ketua Umum Nasional
Pengawas Intern (FKSPI) yang mampu mendukung perekonomian nasional
Membantu Program Pemerintah dalam mengembangkan
Asosiasi Bank Kustodian
7. dan memajukan Pasar Modal di Indonesia sesuai dengan Bendahara Nasional
Indonesia (ABKI)
kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.
Berkomunikasi, konsultasi dalam menghadapi perubahan
Asosiasi SWIFT Indonesia standar global seperti ISO 20022 dan juga memfasilitasi
8. Pengurus Nasional
(ASWIFTINDO) solusi teknologi serta pengembangan bisnis di sektor
perbankan terkait transaksi internasional.
Membahas dan mengokordinasikan isu-isu terkait
proses kliring (penyelesaian transaksi antar bank) dan
Forum Komunikasi Kliring distribusi dokumen/warkat di wilayah Jakarta, melibatkan
9. Pengurus Nasional
Jakarta (FKKJ) berbagai pihak seperti Bank dan penyedia jasa kliring,
untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan
perbankan.
Forum Human Capital Wadah untuk merumuskan wawasan strategis bagi
10. Pengurus Nasional
Indonesia (FHCI) pengembangan SDM di Indonesia
122 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 125
Laporan Tahunan
2025
Posisi
No. Nama Asosiasi Tujuan
Keanggotaan
Skala
Menjadi wadah profesional untuk pengembangan
karir dan pengetahuan di bidang tata kelola, risiko,
SACA (Information audit, keamanan, dan privasi teknologi informasi (TI) di
Systems Audit and Control Indonesia, dengan memperluas manfaat sertifikasi global
11. Pengurus Nasional
Association) Indonesia ISACA (seperti CISA, CISM) agar lebih dekat kepada para
Chapter profesional tanah air, memfasilitasi networking, berbagi
wawasan, serta membangun ekosistem digital trust dan
keahlian cybersecurity.
Asosiasi yang berperan sebagai operator pasar Surat
HIMDASUN (Himpunan Utang Negara (SUN) di Indonesia yang berkomitmen
12 Pengurus Nasional
Pedagang Surat Utang) meningkatkan likuiditas dan transparansi Surat Utang
Negara.
Asosiasi yang bertugas memberikan informasi kepada
APUVINDO (Asosiasi Pasar
pelaku pasar keuangan domestik. Informasi tersebut
13. Uang dan Pasar Valuta Pengurus Nasional
meliputi agenda benchmark reform dan rekomendasi
Asing Indonesia)
referensi suku bunga.
Indonesia Contact Center Organisasi yang berkaitan dengan update informasi
14. Pengurus Nasional
Association (ICCA) terkait Contact Center, Benchmarking, Update Teknologi
Partnership for Carbon
15. Accounting Financials Melakukan pengungkapan financed emissions Anggota Internasional
(PCAF)
United Nations Global Berkomitmen dalam keberlanjutan serta mendukung
16. Anggota Internasional
Compact (UNGC) pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)
Science-Based Target Menetapkan target iklim yang kredibel dan berbasis sains
17. Anggota Internasional
Initiatives (SBTI) dan meningkatkan kredibilitas perusahaan
Association of Certified Lembaga Internasional yang mengeluarkan sertifikasi CFE
18. Anggota Internasional
Fraud Examiners guna mencegah dan memberantas fraud.
Association Certified Fraud Organisasi profesional anti-fraud terbesar di Indonesia
19. Examiner (ACFE) Indonesian yang untuk mencegah, mendeteksi, dan menginvestigasi Anggota Internasional
Chapter kecurangan.
Memperluas koneksi dan relasi dengan para perbankan di
Asia Pacific Loan Market
20. Asia Pacific yang berpotensi untuk melakukan kerjasama Anggota Internasional
Association (APLMA)
dalam rencana pembentukan kredit sindikasi.
Rapi Utama Indonesia Lembaga Pencatatan Aset Perusahaan pembiayaan dan
21. Anggota Nasional
(RAPINDO) Bank
Forum Komunikasi
Memfasilitasi komunikasi perbankan untuk mencari solusi
22. Operasional Kas Perbankan Anggota Nasional
operasional kas
(FKOKP)
ACI FMA Indonesia Organisasi yang menaungi lebih dari 800 profesional
(Association Cambiste di sektor pasar keuangan, termasuk pasar uang, valas,
23. Internationale – Financial derivatif, obligasi, serta pialang uang. Berafiliasi dengan Anggota Nasional
Markets Association ACI Paris dan IBI, organisasi ini terus berkembang seiring
Indonesia) integrasi pasar keuangan.
Lembaga Alternatif
Penyelesaian Sengketa Lembaga yang menangani sengketa lain yang mendapat
24. Anggota Nasional
Sektor Jasa Keuangan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan.
(LAPS SJK)
Mengembangkan auditor intern perbankan yang memiliki
Ikatan Auditor Internal Bank
25. kompetensi tinggi melalui program pelatihan dan Anggota Nasional
(IAIB)
sertifikasi terstandar
Menghimpun, mengokordinasi, dan meningkatkan
Asosiasi Forensik Digital
26. kompetensi profesional praktisi/peminat forensik digital Anggota Nasional
Indonesia (AFDI)
untuk memajukan bidang tersebut di Indonesia
The Institute of Internal IIA Indonesia sebagai afiliasi IIA Global didirikan pada
27. Auditors Indonesia (IIA tahun 1989 dengan tujuan untuk mengembangkan dan Anggota Nasional
Indonesia) meningkatkan profesi audit internal di Indonesia.
Asosiasi yang secara proaktif pada penetapan standar
Asosiasi Sistem Pembayaran dan tindakan untuk mendorong pembayaran digital,
28. Anggota Nasional
Indonesia (ASPI) merepresentasikan industri dalam dialog bersama
regulator dan pembuat kebijakan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 123
Page 126
Profil Perusahaan
Profil
Direksi
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Administrasi Niaga, Universitas 17 Agustus Jakarta (1987).
- Master of Business Administration, Major in Finance and Accounting
University of Oregon USA (1991).
- Doktor Manajemen Bisnis, Universitas Padjadjaran Bandung (2021).
Sertifikasi
- Certified Risk Management Level 7, LSPP (2024).
- Certified Islamic Banking, Karim Consulting Indonesia (2020).
- Risk Management Certification Refresher Program, BARA (2019).
- Certified Risk Management Level 5, LSPP (2013).
- Certified Risk Management Level 4, LSPP (2012).
- Certified Financial Planning (CFP), Financial Planning Standard Board
(2007).
- Certified Wealth Manager (CWM), University of Greenwich and IBI
(2005).
- Chartered Life Underwriter (CLU), Singapore College of Insurance
(2004).
- Chartered Financial Consultant (ChFC), Singapore College of Insurance
Hery Gunardi -
(2004).
Foreign Exchange and Money Market Dealer, TRAC Consultant
Direktur Utama Singapore (1997).
Training
- Executive Development Program: Workshop Strategy Governance for
Kewarganegaraan Boards, IMD Business School, Switzerland (2024).
- Executive Development Program: Exploiting Disruption a Digital World,
Warga Negara Indonesia
London Business School, United Kingdom (2022).
- Executive Development Program: 3 Strategic Branding "From
Domisili Behavioural Insights to Business Growth”, London Business School,
United Kingdom (2015).
Jakarta, Indonesia
- Executive Development Program: High Impact Leadership, University of
Berkeley, USA (2014).
Tempat dan Tahun Lahir/Usia
- Executive Development Program: Leading Change & Organizational
Lahir di Bengkulu, pada tahun 1962. Renewal Program, Standford University Graduate School of Business,
Usia 63 tahun Per Desember 2025. USA (2013).
- Executive Development Program: Market Driving Strategies
Programme, London Business School, United Kingdom (2011).
Periode Menjabat
- Executive Development Program: Leading a Resilient Organization:
2025 - 2030 (Periode Pertama) Achieving Results During Challenging Times, The Wharton School
University of Pennsylvania, USA (2009).
Kepemilikan Saham BRI - Executive Development Program: Creating and Executing Breakthrough
Strategy, Colombia University, USA (2008).
435.000 lembar
Riwayat Jabatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat untuk pertama kalinya menjadi Direktur Utama berdasarkan
RUPS Tahunan Tahun 2025 tanggal 24 Maret 2025. Efektif setelah
mendapatkan persetujuan OJK atau Uji Kemampuan dan Kepatutan
sesuai Surat OJK No. 46/KDK.03/2025 tanggal 28 Mei 2025.
124 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 127
Laporan Tahunan
2025
Rangkap Jabatan Achievement
- Ketua Asosiasi Perhimpunan Bank Nasional (PERBANAS)
(2025 - sekarang). - Best Retail Bank Indonesia - Trailblazer Asia Awards dari Retail
- Anggota Dewan Pengawas Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Banker International (RBI), Maret 2025
(2023 - sekarang). - Excellence in Employee Engagement - Trailblazer Asia Awards
- Anggota Badan Pengawas Asosiasi Sistem Pembayaran dari Retail Banker International (RBI), Maret 2025
Indonesia (ASPI) (2022 - sekarang). - Brand Finance Global 500 - Peringkat 323 Global & Peringkat 1
- Bendahara Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES)
di Indonesia dari Brand Finance, Maret 2025
(2021 - sekarang).
- Indonesia's Best for Disrectionary Portofolio Management -
- Bendahara Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI)
(2025 - sekarang). Euromoney Private Banking Awards dari Euromoney, Maret 2025
- Ketua Asset and Liability Committee (ALCO) BRI - 20 Top Companies to Watch in 2025 dari Bloomberg Technoz,
(2025-sekarang). Juni 2025
- Ketua Credit Policy Committee BRI (2025-sekarang). - Best Private Bank-Indonesia dari Global Brands Magazine, Juni
- Ketua Environmental, Social & Governance (ESG) Committee 2025
BRI (2025-sekarang). - The World’s Largest Companies - Forbes Global 2000 List dari
- Ketua Procurement Committee 1 BRI (2025-sekarang). Forbes, Juni 2025
- Ketua Transformation Steering Committee BRI
- Best Mobile Banking Brand dari Global Brands Magazine, Juni
(2025-sekarang).
2025
Tidak memiliki jabatan di perusahaan terbuka lainnya. - Best Bank - FinanceAsia Awards dari FinanceAsia, Juni 2025
- Best Private Bank - FinanceAsia Awards dari FinanceAsia, Juni
2025
- Fortune Southeast Asia 500 dari Fortune, Juni 2025
Pengalaman Kerja
- Best Bank Awards - Kategori KBMI IV dari Investor Trust, Juni
- Direktur PT AXA Mandiri Financial Services, PT AXA Mandiri 2025
Financial Services (November 2003 - Januari 2006).
- Top 1000 World Banks dari The Banker, Juli 2025
- Senior Vice President, Group Head Wealth Management
- Best Digital Bank dari Euromoney Awards for Excellence 2025 –
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Januari 2006 -Januari 2009).
- Executive Vice President, Group Head Distribution Network I Country/Territory Winners: Indonesia, Juli 2025
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Januari 2009 - Januari 2013). - Indonesia TOP 5 Public Listed Companies dari ASEAN Corporate
- Senior Executive Vice President Consumer Finance PT Bank Governance Conference & Awards (ASEAN CGCA) 2025, Juli
Mandiri (Persero) Tbk (Januari 2013 - April 2013). 2025
- Direktur Micro & Retail Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - ASEAN Asset Class Public Listed Companies dari ASEAN
(April 2013 - Januari 2015). Corporate Governance Conference & Awards (ASEAN CGCA)
- Presiden Komisaris PT AXA Mandiri Financial Services (Mei 2025, Juli 2025
2013 - Maret 2015).
- Best Human Capital Awards dari BusinessAsia Indonesia, Juli
- Direktur Micro & Business Banking PT Bank Mandiri (Persero)
2025
Tbk (Januari - Maret 2015).
- Direktur Consumer banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - Digital Banking Awards dari Investor Trust, Agustus 2025
(Maret 2015 - April 2016). - Best Private Bank for HNWIs - Indonesia dari The Asset Triple A,
- Direktur Distributions PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1 September 2025
(April 2016 - Maret 2018). - Indonesia's Biggest Companies #1 Most Profitable Companies
- Direktur Bisnis Kecil & Jaringan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dari Fortune Indonesia, 12 September 2025
(Maret 2018-Mei 2019). - Most Trusted Company based on Corporate Governance
- Direktur Bisnis & Jaringan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Perception Index (CGPI) dari The Indonesian Institute for
(Mei - Desember 2019).
Corporate Governance (IICG) dan SWA Media Group, 1
- Direktur Consumer & Retail Transaction PT Bank Mandiri
November 2025
(Persero) Tbk (Desember 2019 - Februari 2020).
- Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - Global Corporate Sustainability Awards (GCSA) dari Global
(Februari - Oktober 2020). Corporate Sustainability Awards (GCSA) 2025, 1 November 2025
- Ketua Project Management Office Merger Bank Syariah Milik - Bank Pendukungan Pengembangan Pasar Uang Rupiah Terbaik
BUMN (Maret 2020 - Februari 2021). (Repo Awards) dari Bank Indonesia Award, 1 November 2025
- Direktur Utama PT Bank Syariah Mandiri - Bank of The Year Award dari The Banker, Desember 2025
(Oktober - Desember 2020). - CEO of the Year dari Infobank, Desember 2025
- Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. - National Sharia Finance Transformation Leader dari Bisnis
(Desember 2020 - Maret 2025).
Indonesia, Desember 2025
- Direktur Utama BRI (Maret 2025 – sekarang).
- Best Transformation Transformational Leader dari CNBC,
Desember 2025
- Best Digital Transformation and Innovation Impact Award dari
CNBC, Desember 2025
- Best Contribution to Economic Empowerment Award dari CNBC,
Desember 2025
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 125
Page 128
Profil Perusahaan
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Peternakan, Institut Pertanian Bogor (2001).
- Master of Business Administration, University of Rochester, USA
(2010).
Sertifikasi
- Sertifikasi Chartered Accountant.
- Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 7.
- Certified Financial Planner (FPSB).
Riwayat Jabatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat sebagai Direktur Keuangan BRI untuk pertama kalinya
berdasarkan Hasil RUPS Luar Biasa tanggal 21 Januari 2021. Efektif
setelah mendapatkan persetujuan OJK atau Uji Kemampuan dan
Kepatutan sesuai Surat OJK No. 36/KDK.03.2021 tanggal 14 April
Viviana Dyah Ayu R.K. *
2021. Kemudian diangkat kembali menjadi Direktur Finance & Strategy
berdasarkan RUPS Tahunan Tahun 2025 tanggal 24 Maret 2025.
Selanjutnya, dialihkan penugasan menjadi Wakil Direktur Utama
Wakil Direktur Utama berdasarkan RUPS Luar Biasa tanggal 17 Desember 2025.
Rangkap Jabatan
- Ketua Pengganti merangkap Anggota Tetap Asset and Liability
Committee (ALCO) BRI (2025-sekarang).
Kewarganegaraan
- Ketua Pengganti merangkap Anggota Tetap Dengan Hak Suara
Warga Negara Indonesia Environmental, Social & Governance (ESG) Committee BRI
(2025-sekarang).
Domisili - Ketua Pengganti 1 Product Committee 1 Segmen Wholesale BRI
(2025-sekarang).
Tangerang Selatan, Indonesia - Ketua Pengganti 1 Product Committee 1 Segmen Non Wholesale BRI
(2025-sekarang).
Tempat dan Tahun Lahir/Usia - Ketua Pengganti 1 merangkap Anggota Tetap Dengan Hak Suara
Transformation Steering Committee BRI (2025-sekarang).
Lahir di Surakarta, pada tahun 1978.
Usia 47 tahun Per Desember 2025. Tidak memiliki jabatan di perusahaan terbuka lainnya.
Periode Menjabat Pengalaman Kerja
- AVP Planning, Corporate Development & Strategy BRI (2016 – 2017).
2021 – 2026 (Periode Pertama).
- AVP Equity Management, Corporate Development & Strategy BRI
2025 – 2030 (Periode Kedua).
(2017 – 2018).
- VP Subsidiary Management Desk BRI (2018 – 2019).
Kepemilikan Saham BRI - EVP Subsidiary Management Division BRI (2019).
3.819.500 lembar - Direktur Keuangan BRI (2021 – 2025).
- Direktur Finance & Strategy BRI (2025).
- Wakil Direktur Utama BRI (2025 – Sekarang).
* Anggota Direksi yang diangkat tersebut baru dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya apabila telah mendapat persetujuan dari OJK dan memenuhi
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
126 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 129
Laporan Tahunan
2025
Riwayat Pendidikan
Sarjana Sosial Politik limu Pemerintahan dari Universitas Padjadjaran
(1990).
Sertifikasi
• Risk Management Refresher Program Jenjang 7 "For Successful
Completion of Refresher Program"
• Manajemen Risiko Perbankan Level 7
• Chief Business Development Officer Innovation school
• Three Legged Five Whys For Operations Strategi Bisnis, Produk Trade
& Value Chain
• Strategi Bisnis, Produk Trade & Value Chain
• Business Continuity Management
Riwayat Jabatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat untuk pertama kalinya menjadi Direktur Network dan
Aquarius Rudianto Retail Funding berdasarkan RUPS Tahunan Tahun 2025 tanggal 24
Maret 2025. Efektif setelah mendapatkan persetujuan OJK atau Uji
Direktur Network dan Retail Funding Kemampuan dan Kepatutan sesuai Surat OJK No. 43/KDK.03/2025
tanggal 28 Mei 2025.
Rangkap Jabatan
Kewarganegaraan - Anggota Tetap Dengan Hak Suara Asset and Liability Committee
(ALCO) BRI (2025-sekarang).
Warga Negara Indonesia - Anggota Tetap Dengan Hak Suara Transformation Steering
Committee (2025-sekarang).
Domisili - Anggota Tetap Dengan Hak Suara Environmental, Social &
Governance (ESG) Committee BRI (2025-sekarang).
Jakarta, Indonesia - Anggota Tetap Dengan Hak Suara Transformation Steering
Committee BRI (2025-sekarang).
Tempat dan Tahun Lahir/Usia
Tidak memiliki jabatan di perusahaan terbuka lainnya.
Lahir di Jakarta, pada tahun 1967.
Usia 58 tahun Per Desember 2025. Pengalaman Kerja
- Senior Vice President Commercial Banking PT. Bank Mandiri
Periode Menjabat (Persero) Tbk (2010-2014)
- Senior Vice President Regional CEO PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk
2025 - 2030 (Periode Pertama)
(2015-2018)
- Senior Executive Vice President (SEVP) Operation PT Bank Mandiri
Kepemilikan Saham BRI (Persero) Tbk (2018-2019)
- Komisaris Mandiri Axa General Insurance (2019-2020)
Tidak memiliki
- Senior Executive Vice President (SEVP) Bisnis dan Jaringan
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk (2019-2020)
- Komisaris PT Bank Syariah Mandiri (2020)
- Direktur Jaringan & Retail Funding PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
(2020-2025)
- Direktur Network & Retail Funding PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk (2025-sekarang).
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 127
Page 130
Profil Perusahaan
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Ekonomi Akutansi dari Universitas Indonesia (2004).
- Master of Management dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(2009).
- Master of Business Administration dari University of Cambridge,
London (2012).
Sertifikasi
Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 7.
Riwayat Jabatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat untuk pertama kalinya menjadi Direktur Commercial Banking
berdasarkan RUPS Tahunan Tahun 2025 tanggal 24 Maret 2025.
Efektif setelah mendapatkan persetujuan OJK atau Uji Kemampuan dan
Kepatutan sesuai Surat OJK No. KEPR 54/D.03/2025 tanggal 18 Juni
Alexander Dippo Paris Y. S.
2025.
Rangkap Jabatan
Direktur Commercial Banking
- Anggota Tetap Dengan Hak Suara Asset and Liability Committee
(ALCO) BRI (2025-sekarang).
- Anggota Tidak Tetap Product Committee dengan Hak Suara
(sesuai dengan topik komite) (2025 - Sekarang).
Kewarganegaraan
Tidak memiliki jabatan di perusahaan terbuka lainnya.
Warga Negara Indonesia
Pengalaman Kerja
Domisili - VP of Automotive Sector Development for Commercial Banking
Client (2015-2017).
Jakarta, Indonesia
- VP of Financial Sector Department for Government and Institutional
Banking Client (2017-2020).
Tempat dan Tahun Lahir/Usia - Komisaris PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI) (2023).
Lahir di Jakarta, pada tahun 1982. - Komisaris Utama PT Mandiri Utama Finance (MUF) (2024-2025).
Usia 43 tahun Per Desember 2025. - SVP SME Banking Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
(2020-2025).
- Direktur Commercial Banking BRI (2025 – sekarang).
Periode Menjabat
2025 - 2030 (Periode Pertama)
Kepemilikan Saham BRI
Tidak memiliki
128 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 131
Laporan Tahunan
2025
Riwayat Pendidikan
Bachelor of Engineering, Mechanical Engineering dari Swinburne
University of Technology Melbourne Australia (1999).
Sertifikasi
- Executive Certificate - Chief Information Security Officer (CISO),
Carnegie Mellon University USA (2022).
- Executive Certificate – Chief Data Officer (CDO), Carnegie Mellon
University USA (2023).
- Pelatihan Sertifikasi Manajemen Risiko perbankan Syariah Tingkat 5,
ASBISINDO, (2023).
- Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 7, LSPP (2024).
- Risk Management Certification Refresher Program, Banker Association
for Risk Management (2025).
Riwayat Jabatan
Saladin Dharma Dasar Hukum Pengangkatan
Nugraha Effendi Diangkat untuk pertama kalinya menjadi Direktur Information
Technology berdasarkan RUPS Tahunan Tahun 2025 tanggal 24
Direktur Information Technology Maret 2025. Efektif setelah mendapatkan persetujuan OJK atau Uji
Kemampuan dan Kepatutan sesuai Surat OJK No. KEPR 57/D.03/2025
tanggal 18 Juni 2025.
Rangkap Jabatan
Kewarganegaraan
- Wakil Ketua Bidang Technology & Security, Association of
Warga Negara Indonesia Indonesian National Banks (PERBANAS) (2024-sekarang).
- Ketua Bidang 2 Forum Digital BUMN (Fordigi) (2025-sekarang).
Domisili - Anggota Tetap Dengan Hak Suara Asset and Liability Committee
(ALCO) BRI (2025-sekarang).
Jakarta Selatan, Indonesia - Ketua Information Technology Steering Committee BRI
(2025-sekarang).
Tempat dan Tahun Lahir/Usia - Anggota Tetap Dengan Hak Suara Product Committee 1 Segmen
Non Wholesale BRI (2025-sekarang).
Lahir di Jakarta, pada tahun 1974. - Anggota Tetap Dengan Hak Suara Transformation Steering
Usia 51 tahun Per Desember 2025. Committee BRI (2025-sekarang).
- Anggota Tetap Dengan Hak Suara Komite Tata Kelola Konglomerasi
Periode Menjabat Keuangan BRI (2025-sekarang).
2025 - 2030 (Periode Pertama) Tidak memiliki jabatan di perusahaan terbuka lainnya.
Kepemilikan Saham BRI Pengalaman Kerja
- Information Technology Consultant, PT Astra Graphia Information
Tidak memiliki
Technology (2000-2003).
- Head of Competence (HoC), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
(2003-2006).
- Head of Information Technology, Senior Vice President (SVP), HSBC
Indonesia (2006-2014).
- Head of IT Division, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (2014-2018).
- Group Head Chief Information Security Officer, PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk (2018-2023).
- Direktur Information Technology PT Bank Syariah Indonesia Tbk
(2023-2025).
- Direktur Information Technology BRI (2025 – sekarang).
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 129
Page 132
Profil Perusahaan
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Akuntansi dari Universitas Padjajaran, Bandung (1994).
- Master of Business Administration dari Booth Business School,
University of Chicago, USA (2008).
Sertifikasi
• Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 7 - BARa (2025)
• Sertifikasi Perbankan – Kualifikasi 7 bidang Manajemen Resiko
Perbankan - LSPP (2024)
Pelatihan/Kursus:
• CEO/Senior Leadership Program - Imperial College Business School/
HSBC (2024)
• CEO/Senior Leadership ESG Certification Program - Imperial College
Business School/HSBC (2024)
• Global Leadership Forum – Commercial Banking - HSBC (2024)
• CEO Certification - Citibank New York (2016)
• CEO Risk - Citibank New York (2016)
• Advance Risk - Citibank (2013)
Riko Adythia
Direktur Corporate Banking
Riwayat Jabatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat untuk pertama kalinya menjadi Direktur Corporate Banking
Kewarganegaraan berdasarkan RUPS Tahunan Tahun 2025 tanggal 24 Maret 2025.
Efektif setelah mendapatkan persetujuan OJK atau Uji Kemampuan dan
Warga Negara Indonesia Kepatutan sesuai Surat OJK SR-212/PB.02/2025 tanggal 26 Juni 2025.
tanggal 26 Juni 2025.
Domisili
Rangkap Jabatan
Jakarta, Indonesia - Anggota Tetap Dengan Hak Suara Environmental, Social &
Governance (ESG) Committee BRI (2025-sekarang).
Tempat dan Tahun Lahir/Usia - Anggota Tetap Komite Kredit BRI (2025-sekarang).
- Anggota Tetap Dengan Hak Suara Asset and Liability Committee
Lahir di Bandung, pada tahun 1973.
(ALCO) BRI (2025-sekarang).
Usia 52 tahun Per Desember 2025.
Tidak memiliki jabatan di perusahaan terbuka lainnya.
Periode Menjabat
Pengalaman Kerja
2025 - 2030 (Periode Pertama) • VP/Structured Trade Finance Citibank New York
(September 2001 – Agustus 2003)
Kepemilikan Saham BRI • Director/Deputy Country CFO Citi (Agustus 2003 – Oktober 2010)
• Director/COO Treasury & Trade Solutions Citi
Tidak memiliki
(Oktober 2010 – Oktober 2012)
• Director/Country Head Treasury & Trade Solutions Citi
(Oktober 2012 – November 2013)
• Managing Director/Country Head Treasury & Trade Solutions Citi
(November 2013 - Oktober 2015)
• Managing Director/Country Head Global Subsidiaries Group Citi
(Oktober 2015 – Agustus 2018)
• Managing Director Global Banking HSBC Indonesia
(Agustus 2018 – Desember 2022)
• Direktur Wholesale Banking HSBC Indonesia
(Januari 2023 – Desember 2024)
• Presiden Direktur (Designate) HSBC Indonesia
(Januari – Maret 2025)
• Direktur Corporate Banking BRI (2025 – sekarang).
130 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 133
Laporan Tahunan
2025
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Ilmu Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran,
Bandung (1998).
- Master International Business dari Aston University, Inggris (2001).
Sertifikasi
Refreshment Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 7 (2025).
Riwayat Jabatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat untuk pertama kalinya menjadi Direktur Operations
berdasarkan RUPS Tahunan Tahun 2025 tanggal 24 Maret 2025.
Efektif setelah mendapatkan persetujuan OJK atau Uji Kemampuan dan
Kepatutan sesuai Surat OJK No. KEPR 44/D.03/2025 tanggal 28 Mei
2025.
Rangkap Jabatan
Hakim Putratama - Anggota Tetap Dengan Hak Suara Asset and Liability Committee
(ALCO) BRI (2025-sekarang).
Direktur Operations - Anggota Tetap dgn Hak Suara Procurement Committee
(2025-sekarang).
- Ketua Pengganti merangkap Anggota Tetap Dengan Hak Suara
Information Technology Steering Committee BRI (2025-sekarang).
- Anggota Tetap Dengan Hak Suara Procurement Committee 1 BRI
Kewarganegaraan
(2025-sekarang).
Warga Negara Indonesia - Anggota Tetap Dengan Hak Suara Product Committee 1 Segmen
Non Wholesale BRI (2025-sekarang).
Domisili
Tidak memiliki jabatan di perusahaan terbuka lainnya.
Tangerang Selatan, Indonesia
Pengalaman Kerja
Tempat dan Tahun Lahir/Usia - Vice President (VP), Marketing PT. Bank Barclays Indonesia
(2009-2010)
Lahir di Palembang pada tahun 1976. - Head of Acquisition, Citibank Ready Credit Citibank Indonesia
Usia 49 tahun per Desember 2025. (2010-2012)
- Senior Vice President (SVP) Head of Marketing & Segment Offering
Periode Menjabat PT Bank Commonwealth (2012 – 2015).
- Senior Vice President (SVP) Corporate Secretary Division PT Bank
2025 - 2030 (Periode Pertama) Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk (2015-2018).
- Senior Vice President (SVP) Consumer Funding Retail Division
Kepemilikan Saham BRI PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk
(2018 -2022).
Tidak memiliki - Head of International and Transaction Banking PT Bank
Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk (2022 –2023).
- Direktur Institutional Banking BTN (2023 –2024).
- Direktur Operations and Customer Experience BTN (2024 – 2025).
- Direktur Operations BRI (2025 – Sekarang).
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 131
Page 134
Profil Perusahaan
Riwayat Pendidikan
Sarjana Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1998).
Sertifikasi
- Sertifikasi Kompetensi Penjamin Sub Bidang Pengelolaan (2023)
- Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 7 (2025).
Riwayat Jabatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat untuk pertama kalinya menjadi Direktur Micro berdasarkan
RUPS Tahunan Tahun 2025 tanggal 24 Maret 2025. Efektif setelah
mendapatkan persetujuan OJK atau Uji Kemampuan dan Kepatutan
sesuai Surat OJK No. 55/KDK.03/2025 tanggal 18 Juni 2025.
Rangkap Jabatan
Anggota Tetap Dengan Hak Suara Asset and Liability Committee
(ALCO) BRI (2025-sekarang).
Akhmad Purwakajaya
Tidak memiliki jabatan di perusahaan terbuka lainnya.
Direktur Micro
Pengalaman Kerja
- Executive Vice President Divisi SOE BRI (2020 – 2021).
- Pemimpin Cabang Khusus BRI (2021 – 2022).
Kewarganegaraan - Regional CEO BRI Jakarta 1 (2022 – 2023).
- Direktur Utama PT Jamkrindo (2023 – 2025).
Warga Negara Indonesia - Direktur Micro BRI (2025 – sekarang).
Domisili
Jakarta, Indonesia
Tempat dan Tahun Lahir/Usia
Lahir di Metro Lampung Tengah, pada tahun 1971.
Usia 54 tahun Per Desember 2025.
Periode Menjabat
2025 - 2030 (Periode Pertama)
Kepemilikan Saham BRI
243.500 lembar
132 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 135
Laporan Tahunan
2025
Riwayat Pendidikan
Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Indonesia, Depok (1996).
Sertifikasi
Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 7 (2025).
Riwayat Jabatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat untuk pertama kalinya menjadi Direktur Treasury and
International Banking berdasarkan RUPS Tahunan Tahun 2025 tanggal
24 Maret 2025. Efektif setelah mendapatkan persetujuan OJK atau Uji
Kemampuan dan Kepatutan sesuai Surat OJK No. KEPR 64/D.03/2025
tanggal 26 Juni 2025.
Rangkap Jabatan
- Bendahara Apuvindo (2025 - sekarang).
- Anggota Tetap Dengan Hak Suara Asset and Liability Committee
Farida Thamrin (ALCO) BRI (2025-sekarang).
- Anggota Tetap Komite Kredit (2025-sekarang).
Direktur Treasury and International Banking - Anggota Tetap Dengan Hak Suara Procurement Committee 1 BRI
(2025-sekarang).
Tidak memiliki jabatan di perusahaan terbuka lainnya.
Kewarganegaraan Pengalaman Kerja
Warga Negara Indonesia - SVP Market Risk Group Head Bank Mandiri (2015-2016).
- SVP Treasury Group Head Bank Mandiri (2016-2019).
Domisili - Komisaris PT Mandiri Sekuritas (2019-2021).
- SEVP Corporate Banking Solution Head Bank Mandiri (2019-2021).
Jakarta, Indonesia - Komisaris PT Bukit Pembangkit Inovatif (2021-2024).
- Komisaris PT Bukit Multi Investasi (2022-2023).
Tempat dan Tahun Lahir/Usia - Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Bukit Asam
(2021-2025).
Lahir di Jakarta, pada tahun 1972. - Direktur Treasury and International Banking BRI (2025 – sekarang).
Usia 53 tahun Per Desember 2025.
Periode Menjabat
2025 - 2030 (Periode Pertama)
Kepemilikan Saham BRI
19.800 lembar
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 133
Page 136
Profil Perusahaan
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Teknik Elektro dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (2003).
- Master of Business Administration dari University of Melbourne (2012).
Sertifikasi
Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 7 (2025).
Riwayat Jabatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat untuk pertama kalinya menjadi Direktur Manajemen Risiko
berdasarkan RUPS Luar Biasa tanggal 17 Desember 2025.
Rangkap Jabatan
- Anggota Tetap Dengan Hak Suara Asset and Liability Committee
(ALCO) BRI (2025-sekarang).
- Anggota Tetap Dengan Hak Suara Credit Policy Committee BRI
(2025-sekarang).
Ety Yuniarti* - Anggota Tetap Dengan Hak Suara Information Technology Steering
Committee BRI (2025-sekarang).
Direktur Manajemen Risiko - Anggota Tetap Dengan Hak Suara Procurement Committee 1 BRI
(2025-sekarang).
- Anggota Tetap Dengan Hak Suara Komite Tata Kelola Konglomerasi
Keuangan BRI (2025-sekarang).
Kewarganegaraan
Tidak memiliki jabatan di perusahaan terbuka lainnya.
Warga Negara Indonesia
Pengalaman Kerja
Domisili - Assistant Vice President - Head of Investor Communications
Department BRI (Maret 2015 - Juli 2018).
Tangerang Selatan, Indonesia - Assistant Vice President - Head of Strategic Investments
Department BRI (Juli 2018 – Oktober 2019).
Tempat dan Tahun Lahir/Usia - Assistant Vice President, Deputy Head of Asset Liability
Management & MIS Group BRI (November 2019 – November 2020).
Lahir di Klaten, pada tahun 1981. - Senior Vice President - Head of Credit Risk & Policy Group BRI
Usia 44 tahun Per Desember 2025. (Desember 2020 – Desember 2021).
- Executive Vice President, Head of Enterprise Risk Group BRI
Periode Menjabat (Januari 2022 - Mei 2025).
- Komisaris Utama, BRI Ventura Investama (April 2022 – Juni 2025).
2025 - 2030 (Periode Pertama) - Senior Executive Vice President, Head of Retail Risk Sub Directorate
BRI (Juni 2025 - Desember 2025).
Kepemilikan Saham BRI - Direktur Manajemen Risiko BRI (2025 – sekarang).
193.262 lembar
* Anggota Direksi yang diangkat tersebut baru dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya apabila telah mendapat persetujuan dari OJK dan memenuhi
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
134 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 137
Laporan Tahunan
2025
Riwayat Pendidikan
- Universitas Pembangunan Nasional "Veteran", Surabaya - Ekonomi
(1998)
- Master of Business Administration (MBA) dari Clark University,
Massachusetts, USA (2010)
Sertifikasi
- Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 7 (2025).
- Capital Market Professional Certificate, New York Institute of Finance,
New York, USA (2017)
Riwayat Jabatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat untuk pertama kalinya menjadi Direktur Consumer Banking
berdasarkan RUPS Luar Biasa tanggal 17 Desember 2025.
Rangkap Jabatan
Aris Hartanto* - Anggota Tetap Dengan Hak Suara Asset and Liability Committee
(ALCO) BRI (2025-sekarang).
Direktur Consumer Banking
Pengalaman Kerja
- Business Manager - BRI New York Agency (Mei 2014 – Juli 2018)
- General Manager - Branch BRI Singapore
Kewarganegaraan (Juli 2018 – November 2020)
- Division Head - Distribution Network Division
Warga Negara Indonesia (November 2020 – November 2022)
- Regional CEO of Regional Office, BRI Medan
Domisili (November 2022 – Februari 2024)
- Direktur Utama PT Asuransi BRI Life
Jakarta, Indonesia (Februari 2024 - Desember 2025)
- Direktur Consumer Banking (Desember 2025 - sekarang)
Tempat dan Tahun Lahir/Usia
Lahir di Ponorogo, pada tahun 1975.
Usia 50 tahun per Agustus 2025.
Periode Menjabat
2025 - 2030 (Periode Pertama)
Kepemilikan Saham BRI
430.964 lembar
* Anggota Direksi yang diangkat tersebut baru dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya apabila telah mendapat persetujuan dari OJK dan memenuhi
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 135
Page 138
Profil Perusahaan
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjadjaran, Bandung (1998).
- Master of Business Administration dari Tulane University, New Orleans
Amerika Serikat (2007).
Riwayat Pelatihan
- Driving Profitable Growth dari Harvard Business School, USA (2020).
- Advanced Int'l Corporate Finance dari INSEAD, France (2021).
- Venture Capital dari Wharton Business School, USA (2021).
- High Performance Board dari IMD, Swiss (2022).
- Effective Asset Management dari London School of Economy, UK
(2023).
- Leading Growth Strategy dari Kellog Business School/BSE, USA
(2024).
- High Impact Leadership dari Columbia Business School, USA (2024)
Riwayat Jabatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat untuk pertama kalinya menjadi Direktur Finance & Strategy
Achmad Royadi* berdasarkan RUPS Luar Biasa tanggal 17 Desember 2025.
Direktur Finance & Strategy Rangkap Jabatan
- Anggota Tetap Dengan Hak Suara Asset and Liability Committee
(ALCO) BRI (2025-sekarang).
- Ketua Pengganti 2 Product Committee 1 Segmen Wholesale BRI
Kewarganegaraan (2025-sekarang).
- Ketua Pengganti 2 Product Committee 1 Segmen Non Wholesale BRI
Warga Negara Indonesia (2025-sekarang).
- Ketua Pengganti 2 merangkap Anggota Tetap Dengan Hak Suara
Domisili Transformation Steering Committee BRI (2025-sekarang).
- Anggota Tetap Dengan Hak Suara Komite Tata Kelola Konglomerasi
Jakarta, Indonesia Keuangan BRI (2025-sekarang).
Tempat dan Tahun Lahir/Usia Tidak memiliki jabatan di perusahaan terbuka lainnya.
Lahir di Jakarta, pada tahun 1975. Pengalaman Kerja
Usia 50 tahun Per Desember 2025.
- Vice President – Divisi Corporate Development & Strategy
(Juni 2017 – Mei 2018).
Periode Menjabat - Executive Vice President Investor Relations BRI (2018-2021).
- Senior Executive Vice President Treasury & Global Services BRI
2025 - 2030 (Periode Pertama)
(2021 -2025).
- Komisaris Utama BRI Danareksa Sekuritas (2022-2025).
Kepemilikan Saham BRI
- Direktur Finance & Strategy BRI (2025 – sekarang).
1.215.672 lembar
Sertifikasi
- Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 7 (2023).
- Sertifikasi Treasury Jenjang 7 (2023).
- Sertifikasi Penjaminan Emisi Efek Jenjang 5 (2025)
- Sertifikasi Pengelolaan Investasi Jenjang 5 (2025).
- Sertifikasi Manajemen Dana Pensiun Umum (2025).
* Anggota Direksi yang diangkat tersebut baru dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya apabila telah mendapat persetujuan dari OJK dan memenuhi
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
136 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 139
Laporan Tahunan
2025
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Ekonomi dari Universitas Saburai, Bandar Lampung (2005).
- Magister Hukum dari Universitas Lampung, Bandar Lampung (2016).
Sertifikasi
Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 7 (2024).
Riwayat Jabatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat untuk pertama kalinya menjadi Direktur Legal & Compliance
berdasarkan RUPS Luar Biasa tanggal 17 Desember 2025.
Rangkap Jabatan
- Anggota Tetap tanpa Hak Suara Environmental, Social & Governance
(ESG) Committee BRI (2025-sekarang).
Mahdi Yusuf* Tidak memiliki jabatan di perusahaan terbuka lainnya.
Pengalaman Kerja
Direktur Legal & Compliance - Kepala Divisi Umum PT Bank Pembangunan Daerah Lampung
(Juli 2019 – Januari 2020).
- Direktur Kepatuhan PT Bank Pembangunan Daerah Lampung
(Maret 2020 – Februari 2024).
Kewarganegaraan - Direktur Kepatuhan PT Bank Pembangunan Daerah Lampung
(Februari 2024 – Juli 2024).
Warga Negara Indonesia - Pjs. Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Lampung
(Juli 2024 – Januari 2025).
Domisili - Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Lampung
(Januari 2025 – Desember 2025).
Jakarta, Indonesia - Direktur Legal & Compliance BRI (2025 – sekarang).
Tempat dan Tahun Lahir/Usia
Lahir di Pagelaran, pada tahun 1965.
Usia 60 tahun Per Desember 2025.
Periode Menjabat
2025 - 2030 (Periode Pertama)
Kepemilikan Saham BRI
Tidak memiliki
* Anggota Direksi yang diangkat tersebut baru dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya apabila telah mendapat persetujuan dari OJK dan memenuhi
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 137
Page 140
Profil Perusahaan
Profil Direksi Sebelumnya
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Pandeglang, pada tahun 1964. Usia 61 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Akuntansi, Universitas Padjadjaran (1988).
- Magister Manajemen, Institut Pertanian Bogor (1999).
Sertifikasi
Sertifikasi Manajemen Risiko Level 7
Pengalaman Kerja
- Direktur Bisnis Wholesale & Kelembagaan BRI (2019 – 2025).
- Wakil Direktur Utama BRI (2025).
Agus Noorsanto*
Dasar Hukum Pengangkatan
Wakil Direktur Utama
Diangkat sebagai Wakil Direktur Utama berdasarkan RUPS Tahunan Tahun 2025 tanggal
24 Maret 2025.
Kewarganegaraan
Rangkap Jabatan
Warga Negara Indonesia
Tidak memiliki rangkap jabatan.
Domisili
Periode Menjabat
Jakarta, Indonesia
2019 – 2024 (Periode Pertama).
* Diberhentikan pada RUPS Luar Biasa tanggal 2024 – 2025 (Periode Kedua).
17 Desember 2025. Kepemilikan Saham BRI
3.938.641 lembar (Per November 2025)
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Malang, pada tahun 1970. Usia 55 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Teknologi Pertanian, Universitas Jember (1990).
- Magister Manajemen, Marketing/MIS, UGM/Adger Collage University Norway (2000).
Sertifikasi
Sertifikasi Manajemen Risiko Level 7
Pengalaman Kerja
- Direktur Kepatuhan BRI (2021 – 2025).
- Direktur Human Capital & Compliance BRI (2025).
Ahmad Solichin Lutfiyanto*
Dasar Hukum Pengangkatan
Direktur Human Capital & Compliance
Diangkat sebagai Direktur Human Capital & Compliance berdasarkan RUPS Tahunan
Tahun 2025 tanggal 24 Maret 2025.
Kewarganegaraan
Rangkap Jabatan
Warga Negara Indonesia
Tidak memiliki rangkap jabatan.
Domisili
Periode Menjabat
Jakarta, Indonesia
2018 – 2023 (Periode Pertama).
* Diberhentikan pada RUPS Luar Biasa tanggal 2023 – 2025 (Periode Kedua).
17 Desember 2025. Kepemilikan Saham BRI
5.454.170 lembar (Per November 2025)
138 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 141
Laporan Tahunan
2025
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Bojonegoro pada tahun 1981. Usia 44 tahun per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
Sarjana Bidang Geofisika dan Meteorologi dari Institut Teknologi Bandung (2004).
Sertifikasi
Penyelarasan Sertifikasi Manajemen Risiko – Banker Association for Risk Management
(BARA) – Jakarta (2024)
Pengalaman Kerja
- Direktur Komersial dan UMKM Bank BJB (2020 – 2025).
- Direktur Consumer Banking BRI (2025).
Nancy Adistyasari*
Dasar Hukum Pengangkatan
Direktur Consumer Banking
Diangkat sebagai Direktur Consumer Banking berdasarkan RUPS Tahunan Tahun 2025
tanggal 24 Maret 2025.
Kewarganegaraan
Rangkap Jabatan
Warga Negara Indonesia
Tidak memiliki rangkap jabatan.
Domisili
Periode Menjabat
Jakarta, Indonesia
2025 (Periode Pertama)
* Diberhentikan pada RUPS Luar Biasa tanggal Kepemilikan Saham BRI
17 Desember 2025. 9.000 lembar (Per November 2025)
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Kulon Progo, pada tahun 1969. Usia 56 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia, Jakarta (1995).
- Magister Manajemen Internasional dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1997).
Sertifikasi
Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 7
Pengalaman Kerja
- Direktur Human Capital & Compliance PT Bank Negara Indonesia
(22 Agustus 2022 – 24 Maret 2024).
Mucharom* - Direktur Manajemen Risiko BRI (2025).
Direktur Manajemen Risiko
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat sebagai Direktur Manajemen Risiko berdasarkan RUPS Tahunan Tahun 2025
Kewarganegaraan tanggal 24 Maret 2025.
Warga Negara Indonesia Rangkap Jabatan
Domisili Tidak memiliki rangkap jabatan.
Jakarta, Indonesia Periode Menjabat
* Diberhentikan pada RUPS Luar Biasa tanggal
2025 (Periode Pertama)
17 Desember 2025. Kepemilikan Saham BRI
Tidak Memiliki
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 139
Page 142
Profil Perusahaan
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Pasuruan, pada tahun 1963. Usia 62 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Agronomi, Institut Pertanian Bogor (1988).
- Magister Administrasi Bisnis, Universitas Indonesia (2002).
Sertifikasi
Sertifikasi Manajemen Risiko Level 7
Pengalaman Kerja
- Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) (2017 – 2019).
- Wakil Direktur Utama BRI (2019).
Sunarso* - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (2019 – 2025).
Direktur Utama
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat sebagai Direktur Utama BRI berdasarkan RUPS Tahunan pada tanggal
Kewarganegaraan 13 Maret 2023.
Warga Negara Indonesia Rangkap Jabatan
Domisili Tidak memiliki rangkap jabatan.
Jakarta, Indonesia Periode Menjabat
* Diberhentikan pada RUPS Tahunan tanggal
2019 – 2024 (Periode Pertama).
2023 – 2025 (Periode Kedua).
24 Maret 2025.
Kepemilikan Saham BRI
3.234.856 lembar (Per Februari 2025)
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Demak, pada tahun 1963. Usia 62 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Agronomi, Institut Pertanian Bogor (1986).
- Magister Manajemen, Universitas Prasetya Mulya (2002).
Sertifikasi
- Sertifikasi Manajemen Risiko Level 7.
- Certified Wealth Manager dari The Certified Wealth Managers’ Association.
Pengalaman Kerja
- Direktur Bisnis Kecil & Jaringan BNI (2017 – 2019).
Catur Budi Harto* - Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (2019 – 2025).
Wakil Direktur Utama
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat sebagai Wakil Direktur Utama BRI berdasarkan RUPS Tahunan 2024 pada
Kewarganegaraan tanggal 1 Maret 2024.
Warga Negara Indonesia Rangkap Jabatan
Domisili Tidak memiliki rangkap jabatan.
Jakarta, Indonesia Periode Menjabat
* Diberhentikan pada RUPS Tahunan tanggal
2019 – 2024 (Periode Pertama).
2024 – 2025 (Periode Kedua).
24 Maret 2025.
Kepemilikan Saham BRI
1.839.057 lembar (Per Februari 2025)
140 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 143
Laporan Tahunan
2025
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Surabaya, pada tahun 1965. Usia 60 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga (1988).
- Magister Manajemen, Universitas Padjadjaran (2001).
Sertifikasi
- Sertifikasi Manajemen Risiko Level 7.
- Sertifikasi Kompetensi Pasar Modal Jenjang 5.
Pengalaman Kerja
- Direktur Consumer Banking BTN (2016 – 2017).
Handayani* - Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Direktur Bisnis Konsumer (2017 – 2025).
- Wakil Ketua CWMA (2017 – sekarang).
- Sekjen ASPI (2019 – sekarang).
Kewarganegaraan
Dasar Hukum Pengangkatan
Warga Negara Indonesia
Diangkat sebagai Direktur Bisnis Konsumer berdasarkan hasil RUPS Tahunan
Domisili tanggal 1 Maret 2022.
Jakarta, Indonesia Rangkap Jabatan
* Diberhentikan pada RUPS Tahunan tanggal - Wakil Ketua CWMA (2017 – sekarang).
- Sekjen ASPI (2019 - sekarang).
24 Maret 2025.
Periode Menjabat
2017 – 2022 (Periode Pertama).
2022 – 2025 (Periode Kedua).
Kepemilikan Saham BRI
3.425.200 lembar (Per Februari 2025)
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Ngawi, pada tahun 1966. Usia 59 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya (1989).
- Magister Manajemen Agribisnis, Universitas Gadjah Mada (2005).
Sertifikasi
Sertifikasi Manajemen Risiko Level 7.
Pengalaman Kerja
- Direktur Bisnis Ritel dan Menengah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (2018 – 2019).
- Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Supari* (2019 – 2025).
Direktur Bisnis Mikro
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat sebagai Direktur Bisnis Mikro berdasarkan RUPS Tahunan pada tanggal 13 Maret
Kewarganegaraan 2023.
Warga Negara Indonesia Rangkap Jabatan
Domisili Tidak memiliki rangkap jabatan.
Jakarta, Indonesia Periode Menjabat
* Diberhentikan pada RUPS Tahunan tanggal
2019 – 2024 (Periode Pertama).
2024 – 2025 (Periode Kedua).
24 Maret 2025.
Kepemilikan Saham BRI
2.890.914 lembar (Per Februari 2025)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 141
Page 144
Profil Perusahaan
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Jakarta, pada tahun 1964. Usia 61 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Hukum, Universitas Indonesia (1988).
- Magister Manajemen, Universitas Indonesia (2004).
Sertifikasi
- Sertifikasi Manajemen Risiko Level 7.
- Certified Wealth Manager dari The Certified Wealth Managers’ Association.
Pengalaman Kerja
- SEVP Special Asset Management Bank Mandiri (2017 – 2019).
Agus Sudiarto* - Direktur Manajemen Risiko PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (2019 – 2025).
Direktur Manajemen Risiko
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat sebagai Direktur Manajemen Risiko BRI berdasarkan RUPS Tahunan 2024 pada
Kewarganegaraan tanggal 1 Maret 2024.
Warga Negara Indonesia Rangkap Jabatan
Domisili Tidak memiliki rangkap jabatan.
Jakarta, Indonesia Periode Menjabat
* Diberhentikan pada RUPS Tahunan tanggal
2018 – 2023 (Periode Pertama).
2023 – 2028 (Periode Kedua).
24 Maret 2025.
Kepemilikan Saham BRI
1.717.400 lembar (Per Februari 2025)
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Jakarta, pada tahun 1965. Usia 60 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Ekonomi Perusahaan, Universitas Krisna Dwipayana (1988).
- Magister Manajemen Keuangan, Sekolah Tinggi Manajemen PPM (2001).
- Doctor of HR Management, Universitas Negeri Jakarta (2024).
Sertifikasi
- Sertifikasi Manajemen Risiko Level 5.
- Certified Wealth Manager dari The Certified Wealth Managers’ Association.
- Qualified Internal Auditor.
Agus Winardono* Pengalaman Kerja
Direktur Human Capital - Direktur Human Capital BRI (2021 – 2025).
- Ketua Bidang V FHCI BUMN (2024-sekarang).
- Ketua PMO Pengembangan Aplikasi Human Capital Terintegrasi BUMN (2023-Sekarang).
Kewarganegaraan - Wakil Ketua Bidang I – Digital Capacity Building Forum Digital BUMN (FORDIGI)
Warga Negara Indonesia (2023-Sekarang).
- Bendahara BUMN School of Excellent (2023-Sekarang).
Domisili
Dasar Hukum Pengangkatan
Jakarta, Indonesia
Diangkat sebagai Direktur Human Capital BRI berdasarkan Hasil RUPS Luar Biasa tanggal 21
* Diberhentikan pada RUPS Tahunan tanggal Januari 2021.
24 Maret 2025. Rangkap Jabatan
- Ketua Bidang V FHCI BUMN (2024-sekarang).
- Ketua PMO Pengembangan Aplikasi Human Capital Terintegrasi BUMN (2023-Sekarang).
- Wakil Ketua Bidang I – Digital Capacity Building Forum Digital BUMN (FORDIGI)
(2023-Sekarang).
- Bendahara BUMN School of Excellent (2023-Sekarang).
Periode Menjabat
2021 – 2025 (Periode Pertama).
Kepemilikan Saham BRI
1.503.481 lembar (Per Februari 2025)
142 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 145
Laporan Tahunan
2025
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Situbondo, pada tahun 1968. Usia 57 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Teknologi Industri Pertanian, Universitas Brawijaya (1991).
- Master of Business Administration, the University of Adelaide, Australia (2006).
Sertifikasi
- Sertifikasi Manajemen Risiko Level 5.
- Certified Wealth Manager dari The Certified Wealth Managers’ Association.
- Qualified Internal Auditor.
Pengalaman Kerja
Amam Sukriyanto*
- SEVP Fixed Assets Management & Procurement Directorate BRI (2020 – 2021).
Direktur Commercial, Small
- Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI (2021 – 2024).
and Medium Business
- Direktur Commercial, Small, and Medium Business PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk (2024 – 2025).
Kewarganegaraan
Dasar Hukum Pengangkatan
Warga Negara Indonesia
Diangkat sebagai Direktur Bisnis Kecil & Menengah BRI berdasarkan Hasil RUPS Luar Biasa
Domisili tanggal 21 Januari 2021. Pada RUPS Tahunan 2024 tanggal 1 Maret 2024 terdapat perubahan
Jakarta, Indonesia nomenklatur yang semula Direktur Bisnis Kecil dan Menengah menjadi Direktur Commercial,
Small and Medium Business.
* Diberhentikan pada RUPS Tahunan tanggal Rangkap Jabatan
24 Maret 2025.
Tidak memiliki rangkap jabatan.
Periode Menjabat
2021 – 2025 (Periode Pertama).
Kepemilikan Saham BRI
1.503.481 lembar (Per Februari 2025)
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Jakarta, pada tahun 1981. Usia 44 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Teknik Informatika, Universitas Bina Nusantara (2003).
- Master of Science, Carnegie Mellon University, USA (2011).
Sertifikasi
- Sertifikasi Manajemen Risiko Level 7.
- Certified Trade Specialist For Basic Trade Finance
- CISA Review Course & Certification
Pengalaman Kerja
Arga M. Nugraha* - EVP Brilink Network Division BRI (2020 – 2021).
Direktur Digital dan Teknologi Informasi - Direktur Jaringan & Layanan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (2021 – 2022).
- Direktur Digital & Teknologi Informasi (2022 – 2025).
Kewarganegaraan Dasar Hukum Pengangkatan
Warga Negara Indonesia Diangkat sebagai Direktur Jaringan & Layanan BRI berdasarkan Hasil RUPS Luar Biasa
tanggal 21 Januari 2021. Pada RUPS Tahunan tanggal 1 Maret 2022 dialihkan tugas menjadi
Domisili Direktur Digital & Teknologi Informasi.
Jakarta, Indonesia Rangkap Jabatan
* Diberhentikan pada RUPS Tahunan tanggal Tidak memiliki rangkap jabatan.
24 Maret 2025. Periode Menjabat
2021 – 2025 (Periode Pertama).
Kepemilikan Saham BRI
1.313.785 lembar (Per Februari 2025)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 143
Page 146
Profil Perusahaan
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Surabaya, pada tahun 1974, Usia 51 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana (Akuntansi), Universitas Airlangga (1998).
- Master (Finance), Indiana University, USA (2012).
Sertifikasi
Sertifikasi Manajemen Risiko Level 7
Pengalaman Kerja
- Kepala Divisi Planning, Budgeting & Performance Management BRI (2021-2022).
- Direktur Jaringan dan Layanan BRI (2022 – 2024).
Andrijanto* - Direktur Retail Funding and Distribution PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Direktur Retail Funding and Distribution (2024-2025).
Dasar Hukum Pengangkatan
Kewarganegaraan Diangkat sebagai Direktur Jaringan dan Layanan BRI berdasarkan Rapat Umum Pemegang
Warga Negara Indonesia Saham Tahunan tanggal 1 Maret 2022. Pada RUPS Tahunan 2024 tanggal 1 Maret 2024
terdapat perubahan nomenklatur yang semula Direktur Jaringan dan Layanan menjadi
Domisili Direktur Retail Funding and Distribution.
Jakarta, Indonesia Rangkap Jabatan
* Diberhentikan pada RUPS Tahunan tanggal Tidak memiliki rangkap jabatan.
24 Maret 2025. Periode Menjabat
2022 – 2025 (Periode Pertama).
Kepemilikan Saham BRI
1.123.000 lembar (Per Februari 2025)
144 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 147
Laporan Tahunan
2025
Hubungan Afiliasi Anggota Direksi
Tabel Hubungan Afiliasi Direksi
Hubungan Keuangan, Keluarga dan Kepengurusan Direksi
Hubungan Keuangan Dengan Hubungan Keluarga Dengan
Hubungan
Pemegang Pemegang Kepengurusan
Dewan Dewan
Nama Jabatan Direksi Saham Direksi Saham
Komisaris Komisaris
Pengendali* Pengendali*
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
Hery Gunardi Direktur Utama
Viviana Dyah Wakil Direktur
Ayu R.K. ** Utama
Direktur
Aquarius
Network dan
Rudianto
Retail Funding
Alexander Direktur
Dippo Paris Commercial
Y. S. Banking
Saladin
Direktur
Dharma
Information
Nugraha
Technology
Effendi
Direktur
Riko Adythia Corporate
Banking
Hakim Direktur
Putratama Operations
Akhmad
Direktur Micro
Purwakajaya
Direktur
Treasury and
Farida Thamrin
International
Banking
Direktur
Ety Yuniarti** Manajemen
Risiko
Direktur
Aris Hartanto** Consumer
Banking
Direktur
Achmad
Finance &
Royadi**
Strategy
Direktur Legal
Mahdi Yusuf**
& Compliance
Agus Wakil Direktur
Noorsanto*** Utama
Direktur
Ahmad Solichin
Human Capital
Lutfiyanto***
& Compliance
Direktur
Nancy
Consumer
Adistyasari***
Banking
Direktur
Mucharom*** Manajemen
Risiko
*
Langsung maupun tidak langsung
**
Anggota Direksi yang diangkat tersebut baru dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya apabila telah mendapat persetujuan dari OJK dan memenuhi
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
***
Berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 145
Page 148
Profil Perusahaan
Pendidikan dan/atau Pelatihan Direksi
Uraian pendidikan dan/atau pelatihan Direksi pada tahun buku disajikan pada Bab Tata Kelola Perusahaan.
Perubahan Komposisi Anggota Direksi dan Alasan Perubahannya
Selama tahun 2025, telah terjadi perubahan komposisi anggota Direksi. Perubahan komposisi anggota Direksi dilakukan
berdasarkan kebutuhan Perseroan. Perubahan komposisi anggota Direksi adalah sebagai berikut.
Komposisi Direksi Sebelum RUPS Tahunan Tahun 2025
Komposisi Direksi sebelum RUPS Tahunan 2025 sebanyak 12 (dua belas) orang yang terdiri dari 1 (satu) orang Direktur Utama,
1 (satu) orang Wakil Direktur Utama dan 10 (sepuluh) orang Direktur. Komposisi dan dasar pengangkatan Direksi dapat dilihat
pada tabel di bawah ini.
Tabel Komposisi dan Dasar Pengangkatan Direksi Sebelum RUPS Tahunan 2025
Nama Jabatan Pelaksana Dasar Pengangkatan Tanggal Efektif
• RUPS Luar Biasa tanggal 2 September 2019
Sunarso Direktur Utama OJK 20 Desember 2019
• RUPS Tahunan tanggal 13 Maret 2023
• RUPS Luar Biasa tanggal 2 September 2019
Catur Budi Harto Wakil Direktur Utama OJK 20 Desember 2019
• RUPS Tahunan tanggal 1 Maret 2024
• RUPS Luar Biasa tanggal 18 Oktober 2017
Handayani Direktur Bisnis Konsumer OJK 14 Maret 2018
• RUPS Tahunan tanggal 1 Maret 2022
• RUPS Tahunan tanggal 22 Maret 2018
Supari Direktur Bisnis Mikro OJK 4 Desember 2018
• RUPS Tahunan tanggal 13 Maret 2023
• RUPS Tahunan tanggal 22 Maret 2018
• Diangkat sebagai Direktur Kepatuhan
Ahmad Solichin
Direktur Kepatuhan OJK berdasarkan RUPS Luar Biasa tanggal 1 April 2021
Lutfiyanto
21 Januari 2021
• RUPS Tahunan tanggal 13 Maret 2023
• RUPS Luar Biasa tanggal 2 September 2019
Agus Sudiarto Direktur Manajemen Risiko OJK 20 Desember 2019
• RUPS Tahunan tanggal 1 Maret 2024
Direktur Bisnis Wholesale dan • RUPS Luar Biasa tanggal 2 September 2019
Agus Noorsanto OJK 20 Desember 2019
Kelembagaan • RUPS Tahunan tanggal 1 Maret 2024
Agus Winardono Direktur Human Capital OJK RUPS Luar Biasa tanggal 21 Januari 2021 14 April 2021
Direktur Commercial, Small
Amam Sukriyanto OJK RUPS Luar Biasa tanggal 21 Januari 2021 14 April 2021
and Medium Business
Viviana Dyah
Direktur Keuangan OJK RUPS Luar Biasa tanggal 21 Januari 2021 14 April 2021
Ayu R.K.
Direktur Digital dan Teknologi
Arga M. Nugraha OJK RUPS Luar Biasa tanggal 21 Januari 2021 14 April 2021
Informasi
Direktur Retail Funding and
Andrijanto OJK RUPS Tahunan tanggal 1 Maret 2022 22 Juni 2022
Distribution
Komposisi Direksi Setelah RUPS Tahunan Tahun 2025
Pada tanggal 24 Maret 2025, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun 2025 memutuskan:
1. Memberhentikan dengan hormat nama-nama tersebut di bawah ini sebagai Pengurus Perseroan:
a. Sunarso sebagai Direktur Utama
b. Catur Budi Harto sebagai Wakil Direktur Utama
c. Handayani sebagai Direktur Bisnis Konsumer
146 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 149
Laporan Tahunan
2025
d. Supari sebagai Direktur Bisnis Mikro 3. Mengalihkan penugasan nama-nama tersebut di bawah
e. Amam Sukriyanto sebagai Direktur Commercial, ini sebagai anggota Direksi Perseroan sebagai berikut:
Small and Medium Business a. Agus Noorsanto semula sebagai Direktur Bisnis
f. Arga Mahanana Nugraha sebagai Direktur Digital dan Wholesale dan Kelembagaan menjadi Wakil Direktur
Teknologi Informasi Utama
g. Agus Winardono sebagai Direktur Human Capital b. Ahmad Solichin Lutfiyanto semula sebagai Direktur
h. Agus Sudiarto sebagai Direktur Manajemen Risiko Kepatuhan menjadi Direktur Human Capital &
i. Andrijanto sebagai Direktur Retail Funding and Compliance
Distribution 4. Mengangkat nama-nama tersebut di bawah ini sebagai
j. Viviana Dyah Ayu R.K. sebagai Direktur Keuangan Pengurus Perseroan:
2. Mengubah nomenklatur jabatan anggota-anggota a. Hery Gunardi sebagai Direktur Utama
Direksi Perseroan sebagai berikut: b. Hakim Putratama sebagai Direktur Operations
a. Direktur Kepatuhan dan Direktur Human Capital c. Riko Adythia sebagai Direktur Corporate Banking
menjadi Direktur Human Capital & Compliance d. Aquarius Rudianto sebagai Direktur Network dan
b. Direktur Bisnis Konsumer menjadi Direktur Consumer Retail Funding
Banking e. Farida Thamrin sebagai Direktur Treasury dan
c. Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan menjadi International Banking
Direktur Corporate Banking f. Akhmad Purwakajaya sebagai Direktur Micro
d. Direktur Bisnis Mikro menjadi Direktur Micro g. Alexander Dippo Paris Y. S. sebagai Direktur
e. Direktur Keuangan menjadi Direktur Finance & Commercial Banking
Strategy h. Nancy Adistyasari sebagai Direktur Consumer
f. Direktur Digital dan Teknologi Informasi menjadi Banking
Direktur Information Technology i. Viviana Dyah Ayu R.K. sebagai Direktur Finance &
g. Direktur Commercial, Small, and Medium Business Strategy
menjadi Direktur Commercial Banking j. Mucharom sebagai Direktur Manajemen Risiko
h. Direktur Retail Funding and Distribution menjadi k. Saladin Dharma Nugraha Effendi sebagai Direktur
Direktur Network dan Retail Funding Information Technology
i. Direktur Treasury dan International Banking
j. Direktur Operations
Dengan demikian, komposisi Direksi setelah RUPS Tahunan 2025 sebanyak 13 (tiga belas) orang yang terdiri dari 1 (satu) orang
Direktur Utama, 1 (satu) orang Wakil Direktur Utama dan 11 (sebelas) orang Direktur. Komposisi dan dasar pengangkatan Direksi
dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel Komposisi dan Dasar Pengangkatan Direksi Setelah RUPS Tahunan 2025
Nama Jabatan Pelaksana Dasar Pengangkatan Tanggal Efektif
Hery Gunardi Direktur Utama OJK RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 28 Mei 2025
• RUPS Luar Biasa tanggal 2 September
2019 20 Desember
Agus Noorsanto Wakil Direktur Utama OJK
• RUPS Tahunan tanggal 1 Maret 2024 2019
• RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025
• RUPS Tahunan tanggal 22 Maret 2018
Diangkat sebagai Direktur Kepatuhan
Direktur Human Capital &
Ahmad Solichin Lutfiyanto OJK berdasarkan RUPS Luar Biasa tanggal 1 April 2021
Compliance
21 Januari 2021
• RUPS Tahunan tanggal 13 Maret 2023
• RUPS Luar Biasa tanggal 21 Januari
Viviana Dyah Ayu R.K. Direktur Finance & Strategy OJK 2021 14 April 2021
• RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025
Hakim Putratama Direktur Operations OJK RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 28 Mei 2025
Riko Adythia Direktur Corporate Banking OJK RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 26 Juni 2025
Direktur Network dan Retail
Aquarius Rudianto OJK RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 28 Mei 2025
Funding
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 147
Page 150
Profil Perusahaan
Nama Jabatan Pelaksana Dasar Pengangkatan Tanggal Efektif
Direktur Treasury dan
Farida Thamrin OJK RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 26 Juni 2025
International Banking
Akhmad Purwakajaya Direktur Micro OJK RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 18 Juni 2025
Alexander Dippo Paris Y.S. Direktur Commercial Banking OJK RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 18 Juni 2025
Nancy Adistyasari Direktur Consumer Banking OJK RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 -
Mucharom Direktur Manajemen Risiko OJK RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 18 Juni 2025
Saladin Dharma Nugraha Direktur Information
OJK RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 18 Juni 2025
Effendi Technology
Komposisi Direksi Setelah RUPS Luar Biasa Tahun 2025
Pada tanggal 17 Desember 2025, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Tahun 2025 memutuskan:
1. Memberhentikan dengan hormat nama-nama tersebut di bawah ini sebagai Pengurus Perseroan:
a. Agus Noorsanto sebagai Wakil Direktur Utama
b. Achmad Solichin Lutfiyanto sebagai Direktur Human Capital & Compliance
c. Mucharom sebagai Direktur Manajemen Risiko
d. Nancy Adistyasari sebagai Direktur Consumer Banking
2. Mengubah nomenklatur anggota Direksi yang semula Direktur Human Capital & Compliance menjadi Direktur Legal &
Compliance.
3. Mengalihkan penugasan Viviana Dyah Ayu R.K. semula sebagai Direktur Finance & Strategy menjadi Wakil Direktur Utama.
4. Mengangkat nama-nama tersebut di bawah ini sebagai Pengurus Perseroan:
a. Achmad Royadi sebagai Direktur Finance & Strategy
b. Mahdi Yusuf sebagai Direktur Legal & Compliance
c. Ety Yuniarti sebagai Direktur Manajemen Risiko
d. Aris Hartanto sebagai Direktur Consumer Banking
Dengan demikian, komposisi Direksi setelah RUPS Luar Biasa Tahun 2025 sebanyak 13 (tiga belas) orang yang terdiri dari 1 (satu)
orang Direktur Utama, 1 (satu) orang Wakil Direktur Utama dan 11 (sebelas) orang Direktur. Komposisi dan dasar pengangkatan
Direksi dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel Komposisi dan Dasar Pengangkatan Direksi Setelah RUPS Luar Biasa 2025
Nama Jabatan Pelaksana Dasar Pengangkatan Tanggal Efektif
Hery Gunardi Direktur Utama OJK RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 28 Mei 2025
• RUPS Luar Biasa tanggal 21 Januari
2021 Masih dalam
• RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 proses Penilaian
Viviana Dyah Ayu R.K.* Wakil Direktur Utama OJK
• RUPS Luar Biasa tanggal 17 Desember Kemampuan dan
2025 (pengalihan penugasan menjadi Kepatutan
Wakil Direktur Utama)
Hakim Putratama Direktur Operations OJK RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 28 Mei 2025
Riko Adythia Direktur Corporate Banking OJK RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 26 Juni 2025
Direktur Network dan Retail
Aquarius Rudianto OJK RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 28 Mei 2025
Funding
Direktur Treasury dan
Farida Thamrin OJK RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 26 Juni 2025
International Banking
Akhmad Purwakajaya Direktur Micro OJK RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 18 Juni 2025
Alexander Dippo Paris Y.S. Direktur Commercial Banking OJK RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 18 Juni 2025
148 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 151
Laporan Tahunan
2025
Nama Jabatan Pelaksana Dasar Pengangkatan Tanggal Efektif
Saladin Dharma Nugraha Direktur Information
OJK RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 18 Juni 2025
Effendi Technology
Masih dalam
RUPS Luar Biasa tanggal 17 Desember proses Penilaian
Mahdi Yusuf* Direktur Legal & Compliance OJK
2025 Kemampuan dan
Kepatutan
Masih dalam
RUPS Luar Biasa tanggal 17 Desember proses Penilaian
Aris Hartanto* Direktur Consumer Banking OJK
2025 Kemampuan dan
Kepatutan
Masih dalam
RUPS Luar Biasa tanggal 17 Desember proses Penilaian
Achmad Royadi* Direktur Finance & Strategy OJK
2025 Kemampuan dan
Kepatutan
Masih dalam
RUPS Luar Biasa tanggal 17 Desember proses Penilaian
Ety Yuniarti* Direktur Manajemen Risiko OJK
2025 Kemampuan dan
Kepatutan
* Anggota Direksi tersebut baru dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya apabila telah mendapatkan persetujuan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan
dari Otoritas Jasa Keuangan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 149
Page 152
Profil Perusahaan
Profil
Dewan Komisaris
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Akuntansi dari Universitas Indonesia, Depok (1996).
- Master of Business Administration, Erasmus University, Rotterdam,
Belanda (2001).
Sertifikasi
Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 7
Riwayat Jabatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat sebagai Komisaris Utama BRI untuk pertama kalinya pada
tanggal 18 Februari 2020 berdasarkan hasil keputusan RUPST BRI
tahun 2020. Efektif setelah mendapatkan persetujuan OJK atau Uji
Kemampuan dan Kepatutan sesuai Surat OJK Nomor 46/ KDK.03/2020
tanggal 03 Juli 2020. Kemudian diangkat kembali berdasarkan RUPS
Tahunan Tahun 2025 tanggal 24 Maret 2025.
Kartika Wirjoatmodjo Rangkap Jabatan
- Anggota APEC Business Advisory Council (ABAC) Indonesia
Komisaris Utama
Member (2017-sekarang).
- Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang BUMN - Kamar Dagang
dan Industri Indonesia (KADIN) (2021-sekarang).
- Ketua Badan Pengawas PERBANAS (2025-sekarang).
Kewarganegaraan - Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI)
(2025-sekarang).
Warga Negara Indonesia - Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi BRI (2025-sekarang).
- Anggota Komite Tata Kelola Terintegrasi BRI (2025-sekarang).
Domisili - Anggota Komite Pemantau Manajemen Risiko BRI (2025-Sekarang).
Jakarta, Indonesia Tidak memiliki jabatan di perusahaan terbuka lainnya.
Tempat dan Tahun Lahir/Usia Pengalaman Kerja
- Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2016-2019).
Lahir di Surabaya, pada tahun 1973. - Ketua Umum PERBANAS (2016-2024).
Usia 52 tahun Per Desember 2025. - Anggota APEC Business Advisory Council (ABAC) – Indonesia
Member (2017-sekarang).
Periode Menjabat - Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2019-2020).
- Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (2019-2025).
2020 - 2025 (Periode Pertama). - Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2025 - 2030 (Periode Kedua). (2020-sekarang).
- Wakil Ketua Umum Bidang BUMN - Kamar Dagang dan Industri
Kepemilikan Saham BRI Indonesia (KADIN) (2021-sekarang).
- Ketua Badan Pengawas PERBANAS (2025-sekarang).
1.678.000 lembar - Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI)
(2025 – sekarang).
150 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 153
Laporan Tahunan
2025
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia, Depok (1985).
- Master of Finance dari State University of New York, Buffalo, Amerika
Serikat (1988).
Sertifikasi
Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 6
Riwayat Jabatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat untuk pertama kalinya sebagai Wakil Komisaris Utama/
Komisaris Independen berdasarkan RUPS Tahunan Tahun 2025 tanggal
24 Maret 2025. Efektif setelah mendapatkan persetujuan OJK atau Uji
Kemampuan dan Kepatutan sesuai Keputusan Dewan Komisioner OJK
Nomor KEPR-145/D.03/2025 tanggal 15 September 2025.
Rangkap Jabatan
Parman Nataatmadja - Anggota Komite Audit BRI (2025-sekarang).
- Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi BRI (2025-sekarang).
Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen
- Ketua Komite Pemantau Manajemen Risiko BRI (2025-sekarang).
Tidak memiliki jabatan di perusahaan terbuka lainnya.
Kewarganegaraan Pengalaman Kerja
- Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero)
Warga Negara Indonesia (2008-2018).
- Komisaris Utama PT PNM Venture Capital (2008-2018).
Domisili - Komisaris Utama Mitra Dagang Madani (2017-2018).
- Staf Khusus V Menteri BUMN (2018-2019).
Jakarta, Indonesia - Komisaris Utama PT Bank BRIsyariah, Tbk (2019-2020).
- Komisaris Bank Tabungan Negara (Persero)Tbk (2018-2019).
Tempat dan Tahun Lahir/Usia - Tenaga Ahli Menteri ATR/BPN (2020-2021).
- Komisaris PT Permodalan Nasional Madani (2020-2025).
Lahir di Jakarta, pada tahun 1957.
- Kepala Badan Pelaksana Badan Bank Tanah (2021-2025).
Usia 68 tahun Per Desember 2025.
- Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk (2025-Sekarang).
Periode Menjabat
2025 – 2030 (Periode Pertama).
Kepemilikan Saham BRI
Tidak memiliki
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 151
Page 154
Profil Perusahaan
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Ilmu Ekonomi & Studi Pembangunan dari Universitas
Padjadjaran, Bandung (1990).
- Master of Economics and Finance dari Loughborough University,
Inggris (1999).
Sertifikasi
Manajemen Risiko Jenjang 6
Riwayat Jabatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat untuk pertama kalinya sebagai Komisaris Independen
berdasarkan RUPS Tahunan Tahun 2025 tanggal 24 Maret 2025. Efektif
setelah mendapatkan persetujuan OJK atau Uji Kemampuan
dan Kepatutan sesuai Keputusan Dewan Komisioner OJK
Nomor KEPR-203/D.03/2025 tanggal 24 Oktober 2025.
Edi Susianto Rangkap Jabatan
- Ketua Komite Audit BRI (2025-sekarang).
Komisaris Independen
- Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi BRI (2025-sekarang).
- Anggota Komite Tata Kelola Terintegrasi BRI (2025-sekarang).
Tidak memiliki jabatan di perusahaan terbuka lainnya.
Kewarganegaraan
Pengalaman Kerja
Warga Negara Indonesia - Kepala Grup Neraca Pembayaran dan Pengembangan Statistik –
Bank Indonesia (2016-2017).
Domisili - Direktur Bank Indonesia Perwakilan Singapura (2017-2018).
- Direktur Eksekutif Kepala Departemen Penyelenggaraan Sistem
Jakarta, Indonesia
Pembayaran (2018-2021).
- Direktur Eksekutif Kepala Departemen Manajemen Risiko-
Tempat dan Tahun Lahir/Usia Bank Indonesia (2021-2022).
- Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter
Lahir di Indramayu, pada tahun 1967.
dan Aset Sekuritas-Bank Indonesia (2022-2023).
Usia 58 tahun Per Desember 2025.
- Asisten Gubernur Kepala Departemen Pengelolaan Moneter
dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (2023-2025).
Periode Menjabat - Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2025 – 2030 (Periode Pertama). (2025-sekarang).
Kepemilikan Saham BRI
Tidak memiliki
152 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 155
Laporan Tahunan
2025
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Ilmu Hukum Tata Negara dari Universitas Islam Negeri (UIN)
Syarif Hidayatullah, Jakarta (2006).
- Magister Ilmu Administrasi dari Universitas Krisna Dwipayana, Jakarta
(2014).
Sertifikasi
Manajemen Risiko Jenjang 7
Riwayat Jabatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat untuk pertama kalinya sebagai Komisaris Independen
berdasarkan RUPS Tahunan Tahun 2025 tanggal 24 Maret 2025.
Efektif setelah mendapatkan persetujuan OJK atau Uji Kemampuan dan
Kepatutan sesuai Keputusan Dewan Komisioner OJK
Nomor KEPR 258/D.03/2025 tanggal 19 Desember 2025.
Lukmanul Khakim Rangkap Jabatan
- Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi BRI (2025-sekarang).
Komisaris Independen
- Ketua Komite Tata Kelola Terintegrasi BRI (2025-sekarang).
Tidak memiliki jabatan di perusahaan terbuka lainnya.
Kewarganegaraan Pengalaman Kerja
- Staf Khusus Menteri Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
Warga Negara Indonesia Kementerian Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi
(Oktober 2014 - Oktober 2016).
Domisili - Anggota Komisi VI DPR RI membidangi Perdagangan, Perindustrian,
BUMN dan Koperasi UMKM Dewan Perwakilan Rakyat Republik
Jakarta, Indonesia
Indonesia (Maret 2018 - September 2019).
- Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Peningkatan Ekspor dan
Tempat dan Tahun Lahir/Usia Perluasan Pasar Luar Negeri Kementerian Perdagangan
(Maret 2020 – Juni 2022).
Lahir di Lamongan, pada tahun 1983.
- Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Usia 42 tahun Per Desember 2025.
- Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
(November 2024 - 2025)
Periode Menjabat - Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2025 - 2030 (Periode Pertama). (2025 - Sekarang).
Kepemilikan Saham BRI
Tidak memiliki
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 153
Page 156
Profil Perusahaan
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1992).
- Master of Business Taxation, University of Southern California, USA
(1997).
Sertifikasi
- Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 6
- Chartered Accountant (CA)
- Qualified Risk Governance Professional (QRGP)
Riwayat Jabatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat sebagai Komisaris BRI untuk pertama kalinya pada tanggal
13 Maret 2023 berdasarkan Hasil RUPS Tahunan Tahun 2023. Efektif
setelah mendapatkan persetujuan OJK atau Uji Kemampuan dan
Kepatutan sesuai Surat OJK Nomor KEPR-160/D.03/2023 tanggal
08 Desember 2023.
Awan Nurmawan Nuh Rangkap Jabatan
Komisaris
- Inspektur Jenderal, Kementerian Keuangan (2021-sekarang).
- Anggota Dewan Pengawas, Ikatan Akuntan Indonesia
(2022-sekarang).
- Anggota Dewan Pengawas Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup
Kewarganegaraan (2023 – sekarang).
- Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi BRI (2023-sekarang).
Warga Negara Indonesia - Anggota Komite Pemantau Manajemen Risiko BRI (2023-sekarang).
Domisili Tidak memiliki jabatan di perusahaan terbuka lainnya.
Jakarta, Indonesia Pengalaman Kerja
- Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum
Tempat dan Tahun Lahir/Usia Pajak (2016 - 2021).
- Komisaris Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)
Lahir di Bandung pada tahun 1968.
(2020 – 2023).
Usia 57 tahun Per Desember 2025.
- Inspektur Jenderal, Kementerian Keuangan (2021 - sekarang).
- Anggota Dewan Pengawas Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup
Periode Menjabat (2023 – sekarang)
- Anggota Dewan Pengawas, Ikatan Akuntan Indonesia
2023 – 2028 (Periode Pertama).
(2022 - sekarang).
- Komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Kepemilikan Saham BRI (2023 – sekarang).
712.500 lembar
154 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 157
Laporan Tahunan
2025
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Ekonomi dari Universitas Andalas, Padang (1991).
- Magister Manajemen dari Universitas Pasundan, Bandung (2023).
Sertifikasi
Manajemen Risiko Jenjang 6
Riwayat Jabatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat untuk pertama kalinya sebagai Komisaris berdasarkan
RUPS Tahunan Tahun 2025 tanggal 24 Maret 2025. Efektif setelah
mendapatkan persetujuan OJK atau Uji Kemampuan dan Kepatutan
sesuai Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEPR-257/D.03/2025
tanggal 19 Desember 2025.
Rangkap Jabatan
- Wakil Menteri – Kementerian UMKM
Helvi Yuni Moraza - Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi BRI (2025-sekarang).
- Anggota Komite Pemantau Manajemen Risiko BRI (2025-sekarang).
Komisaris
Tidak memiliki jabatan di perusahaan terbuka lainnya.
Pengalaman Kerja
Kewarganegaraan - Manager Marketing PT Trias Munarta (1992 – 1995).
- Kepala Bagian Kredit Cabang Pembantu PT Bank Susila Bhakti,
Warga Negara Indonesia Bandung Setiabudi (1995 – 1999).
- Direktur Majalah Seni Kreatif BKKI (1999 - 2002).
Domisili - Redaktur Majalah Tani Merdeka DPN HKTI (2010 – 2014).
- Senior Associate FAS Law Firm (2014 – 2025).
Jakarta, Indonesia - Komisaris Independen PT LEN Industri (Persero) Holding Industri
(2021 – 2025).
Tempat dan Tahun Lahir/Usia - Wakil Menteri Kementerian UMKM RI (2024 – sekarang).
- Komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Lahir di Padang, pada tahun 1967. (2025 – Sekarang).
Usia 58 tahun Per Desember 2025.
Periode Menjabat
2025 - 2030 (Periode Pertama).
Kepemilikan Saham BRI
Tidak Memiliki
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 155
Page 158
Profil Perusahaan
Profil Dewan Komisaris Sebelumnya
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Klaten, pada tahun 1971. Usia 54 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Ekonomi dari Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta (1993).
- Sarjana Ilmu Politik dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1994).
- Master Specialist bidang Public Finance dari French Prime Minister, Institute International
d’ Administration Publique (IIAP)-Ecole National d’ Administration (ENA) Paris (2000).
- D.E.A (M.Phil) bidang International and Development Economics dari Université de Paris
1 Panthéon Sorbonne, Paris (2002).
- Ph.D. bidang Economics (Applied Macro and Micro Economics Development Studies in
Finance) dari Université de Paris 1 Pantheon-Sorbonne, Paris (2005).
Rofikoh Rokhim* Sertifikasi
Wakil Komisaris Utama/Komisaris
Sertifikasi Manajemen Risiko Level 7
Independen
Pengalaman Kerja
Kewarganegaraan - Dosen dan Peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (2006 – sekarang).
- Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Warga Negara Indonesia
(2021 – 2025).
Domisili - Komite Penilai Perusahaan dan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (2023-sekarang).
Jakarta, Indonesia - Komisaris Independen PT Telkom (Persero) Tbk (2025 - Sekarang).
Dasar Hukum Pengangkatan
* Diberhentikan pada RUPS Tahunan tanggal
Menjadi Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen pada RUPS Luar Biasa tanggal
24 Maret 2025
7 Oktober 2021.
Rangkap Jabatan
Tidak memiliki rangkap jabatan.
Periode Menjabat
2017 – 2022 (Periode Pertama).
2022 – 2025 (Periode Kedua).
Kepemilikan Saham BRI
Tidak memiliki
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Jakarta, pada tahun 1975. Usia 50 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Ekonomi & Matematika, University of Georgia, USA (1996)
- Magister Manajemen, Universitas Indonesia, Depok (2001)
- Ph.D. in Economics, George Mason University, USA (2008)
Sertifikasi
Sertifikasi Manajemen Risiko Level 7
Pengalaman Kerja
- Staf Ahli Perencanaan, Komite Kebijakan Industri Pertahanan, Kementerian Pertahanan RI
Rabin Indrajad Hattari* (2020-sekarang).
Komisaris - Komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (2020-2025).
- Staf Ahli Bidang Industri Kementerian BUMN (2021-2023).
- Anggota Komite Remunerasi dan SDM, Indonesia Investment Agency (INA) (2021-sekarang)
Kewarganegaraan - Sekretaris Kementerian BUMN (2023-sekarang).
Warga Negara Indonesia Dasar Hukum Pengangkatan
Domisili Diangkat sebagai Komisaris BRI pada tanggal 18 Februari 2020 berdasarkan hasil keputusan
RUPST BRI tahun 2020.
Jakarta, Indonesia
Rangkap Jabatan
* Diberhentikan pada RUPS Tahunan tanggal
- Staf Ahli Perencanaan, Komite Kebijakan Industri Pertahanan, Kementerian Pertahanan RI
24 Maret 2025
(2020-sekarang).
- Anggota Komite Remunerasi dan SDM, Indonesia Investment Agency (INA)
(2021-sekarang).
- Sekretaris Kementerian BUMN (2023-sekarang).
Periode Menjabat
2020 – 2025 (Periode Pertama).
Kepemilikan Saham BRI
1.510.100 lembar
156 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 159
Laporan Tahunan
2025
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Tanjung Balai Karimun, pada tahun 1968. Usia 57 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Hukum, Universitas Pancasila, Jakarta (1990).
- Alumni Lemhanas-40 (2007).
- Magister of Science, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (2012).
Sertifikasi
Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 6
Pengalaman Kerja
- Pendiri dan Pimpinan Kantor Rialatifa & Partners (1992 – sekarang).
Dwi Ria Latifa*
- Pendiri dan Anggota Dewan Pakar Serikat Pengacara Indonesia (1997 - sekarang).
Komisaris Independen - Komisaris Utama PT Bersua Utama Indonesia (2022 – sekarang).
Dasar Hukum Pengangkatan
Kewarganegaraan Diangkat sebagai Komisaris Independen BRI untuk pertama kalinya pada tanggal 18 Februari
Warga Negara Indonesia 2020 berdasarkan hasil keputusan RUPST BRI tahun 2020.
Domisili Rangkap Jabatan
Jakarta, Indonesia - Pendiri dan Pimpinan Kantor Rialatifa & Partners (1992 – sekarang).
- Komisaris Utama PT Bersua Utama Indonesia (2022 – sekarang).
* Diberhentikan pada RUPS Tahunan tanggal
24 Maret 2025 Tidak memiliki jabatan di perusahaan terbuka lainnya.
Periode Menjabat
2020 – 2025 (Periode Pertama).
Kepemilikan Saham BRI
Tidak memiliki
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Jember, pada tahun 1965. Usia 60 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Teknologi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor, Bogor (1987).
- Master of Business Administration BINUS Business School, Jakarta (2011).
Sertifikasi
- Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 6
- Sertifikasi Dasar Pembiayaan PT Sertifikasi Profesi Pembiayaan Indonesia (SPPI).
Pengalaman Kerja
- Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (2021 – 2025).
Heri Sunaryadi* - Komisaris Independen Tower Bersama Group (2022-Sekarang).
Komisaris Independen
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat sebagai Komisaris Independen BRI untuk pertama kalinya pada tanggal 07 Oktober
Kewarganegaraan 2021 berdasarkan hasil keputusan RUPSLB BRI tahun 2021.
Warga Negara Indonesia Rangkap Jabatan
Domisili - Komisaris Independen – Tower Bersama Group (2022 – sekarang).
Jakarta, Indonesia Periode Menjabat
* Diberhentikan pada RUPS Tahunan tanggal
2021 – 2025 (Periode Pertama).
24 Maret 2025 Kepemilikan Saham BRI
Tidak memiliki
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 157
Page 160
Profil Perusahaan
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Yogyakarta, pada tahun 1957. Usia 68 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Doktorandus Manajemen, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta (1984)
- Sarjana Hukum, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1986).
- Magister Hukum, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1999)
- Master of Laws, University of Groningen, Netherlands (2008).
- Doktor Hukum, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (2012).
Sertifikasi
Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 6
Paripurna Poerwoko Sugarda* Pengalaman Kerja
Komisaris Independen
- Komisaris Independen BRI (2022 – 2025).
- Komisaris Utama PT Kaltim Methanol Industri (2022 – sekarang).
Kewarganegaraan Dasar Hukum Pengangkatan
Warga Negara Indonesia Diangkat sebagai Komisaris Independen BRI untuk pertama kalinya tanggal 1 Maret 2022
berdasarkan Hasil RUPS Tahun 2022
Domisili
Rangkap Jabatan
Yogyakarta, Indonesia
- Dosen Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada (1988-sekarang).
* Diberhentikan pada RUPS Tahunan tanggal - Komisaris Utama PT Kaltim Methanol Industri (2022 – sekarang).
24 Maret 2025
Periode Menjabat
2020 – 2025 (Periode Pertama).
Kepemilikan Saham BRI
Tidak memiliki
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Delanggu, pada tahun 1962. Usia 63 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Hukum, Kristen Satya Wacana University, Salatiga (1986).
- Magister Hukum, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM, Jakarta (2001).
Sertifikasi
Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 6
Pengalaman Kerja
- Staf Ahli Jaksa Agung RI Bidang Intelijen, Kejaksaan Agung RI (2018 - 2022).
- Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (2022 – 2025).
Agus Riswanto*
Dasar Hukum Pengangkatan
Komisaris Independen
Diangkat sebagai Komisaris Independen BRI untuk pertama kalinya pada tanggal 1 Maret
2022 berdasarkan Hasil RUPS Tahunan Tahun 2022.
Kewarganegaraan
Rangkap Jabatan
Warga Negara Indonesia
Tidak memiliki rangkap jabatan.
Domisili
Periode Menjabat
Jakarta, Indonesia
2021 – 2025 (Periode Pertama).
* Diberhentikan pada RUPS Tahunan tanggal Kepemilikan Saham BRI
24 Maret 2025
Tidak memiliki
158 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 161
Laporan Tahunan
2025
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Jakarta, pada tahun 1965. Usia 60 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
Sarjana Arsitektur, Institut Teknologi Bandung, Bandung (1989).
Sertifikasi
- Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 6
- Sertifikasi Dasar Pembiayaan PT Sertifikasi Profesi Pembiayaan Indonesia (SPPI).
Pengalaman Kerja
- Direktur Eksekutif PT Selaras Logistik Indonesia (2021-2022).
- Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (2022 – 2025).
Nurmaria Sarosa*
Dasar Hukum Pengangkatan
Komisaris Independen
Diangkat sebagai Komisaris Independen BRI untuk pertama kalinya pada tanggal 1 Maret
2022 berdasarkan Hasil RUPS Tahunan 2022.
Kewarganegaraan
Rangkap Jabatan
Warga Negara Indonesia
Tidak memiliki rangkap jabatan.
Domisili
Periode Menjabat
Jakarta, Indonesia
2021 – 2025 (Periode Pertama).
* Diberhentikan pada RUPS Tahunan tanggal Kepemilikan Saham BRI
24 Maret 2025 Tidak memiliki
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Yogyakarta, pada tahun 1982. Usia 43 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
• Sarjana Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (2001).
• Magister Ekonomi dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (2009).
Sertifikasi
Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 7
Pengalaman Kerja
- Komisaris PT Transportasi Gas Indonesia (2023 - 2024).
- Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (2024 – 2025).
Haryo Baskoro Wicaksono*
Dasar Hukum Pengangkatan
Komisaris Independen
Diangkat sebagai Komisaris Independen BRI untuk pertama kalinya pada tanggal 1 Maret
2022 berdasarkan Hasil RUPS Tahunan 2022.
Kewarganegaraan
Rangkap Jabatan
Warga Negara Indonesia
Tidak memiliki rangkap jabatan.
Domisili
Periode Menjabat
Jakarta, Indonesia
2021 – 2025 (Periode Pertama).
* Diberhentikan pada RUPS Tahunan tanggal Kepemilikan Saham BRI
24 Maret 2025
Tidak memiliki
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 159
Page 162
Profil Perusahaan
Hubungan Afiliasi Anggota Dewan Komisaris
Tabel Hubungan Afiliasi Dewan Komisaris
Hubungan Keuangan, Keluarga dan Kepengurusan Dewan Komisaris
Hubungan Keuangan Dengan Hubungan Keluarga Dengan
Hubungan
Pemegang Pemegang Kepengurusan
Dewan Dewan
Nama Jabatan Direksi Saham Direksi Saham
Komisaris Komisaris
Pengendali* Pengendali*
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
Kartika Komisaris
√ √ √ √ √ √ √
Wirjoatmodjo Utama
Wakil
Komisaris
Parman
Utama/ √ √ √ √ √ √ √
Nataatmadja
Komisaris
Independen
Komisaris
Edi Susianto √ √ √ √ √ √ √
Independen
Lukmanul Komisaris
√ √ √ √ √ √ √
Khakim Independen
Awan
Nurmawan Komisaris √ √ √ √ √ √ √
Nuh
Helvi Yuni
Komisaris √ √ √ √ √ √ √
Moraza
Langsung maupun tidak langsung
*
Pendidikan dan/atau Pelatihan Dewan Komisaris
Uraian pendidikan dan/atau pelatihan Dewan Komisaris pada tahun buku disajikan pada Bab Tata Kelola Perusahaan.
Perubahan Komposisi Anggota Dewan Komisaris dan Alasan Perubahannya
Selama tahun 2025, telah terjadi perubahan komposisi anggota Dewan Komisaris. Perubahan komposisi anggota Dewan
Komisaris dilakukan berdasarkan kebutuhan Perseroan. Perubahan komposisi anggota Dewan Komisaris adalah sebagai berikut:
Komposisi Dewan Komisaris Sebelum RUPS Tahunan
Komposisi Dewan Komisaris sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 24 Maret 2025 yaitu sebanyak
10 (sepuluh) orang yang terdiri dari 1 (satu) orang Komisaris Utama, 1 (satu) orang Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen,
2 (dua) orang Komisaris dan 6 (enam) orang Komisaris Independen. Komposisi dan dasar pengangkatan Dewan Komisaris dapat
dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel Komposisi dan Dasar Pengangkatan Dewan Komisaris Sebelum RUPS Tahunan
Nama Jabatan Pelaksana Dasar Pengangkatan Tanggal Efektif
Kartika
Komisaris Utama OJK RUPS Tahunan tanggal 18 Februari 2020 3 Juli 2020
Wirjoatmodjo
Wakil Komisaris Utama/
Rofikoh Rokhim OJK RUPS Luar Biasa tanggal 7 Oktober 2021 30 November 2021
Komisaris Independen
Rabin Indrajad
Komisaris OJK RUPS Tahunan tanggal 18 Februari 2020 27 Juli 2020
Hattari
160 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 163
Laporan Tahunan
2025
Nama Jabatan Pelaksana Dasar Pengangkatan Tanggal Efektif
Awan Nurmawan
Komisaris OJK RUPS Tahunan tanggal 13 Maret 2023 8 Desember 2023
Nuh
Dwi Ria Latifa Komisaris Independen OJK RUPS Tahunan tanggal 18 Februari 2020 20 Januari 2021
Heri Sunaryadi Komisaris Independen OJK RUPS Luar Biasa tanggal 7 Oktober 2021 8 Februari 2022
Paripurna Poerwoko
Komisaris Independen OJK RUPS Tahunan tanggal 1 Maret 2022 8 Agustus 2022
Sugarda
Agus Riswanto Komisaris Independen OJK RUPS Tahunan tanggal 1 Maret 2022 8 Agustus 2022
Nurmaria Sarosa Komisaris Independen OJK RUPS Tahunan tanggal 1 Maret 2022 8 Agustus 2022
Haryo Baskoro
Komisaris Independen OJK RUPS Tahunan tanggal 1 Maret 2024 8 Agustus 2024
Wicaksono
Komposisi Dewan Komisaris Setelah RUPS Tahunan Tahun 2025
Pada tanggal 24 Maret 2025, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun 2025 memutuskan:
1. Memberhentikan dengan hormat nama-nama tersebut di bawah ini sebagai pengurus Perseroan:
a. Kartika Wirjoatmodjo sebagai Komisaris Utama
b. Rabin Indrajad Hattari sebagai Komisaris
c. Dwi Ria Latifa sebagai Komisaris Independen
d. Rofikoh Rokhim sebagai Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen
e. Paripurna Poerwoko Sugarda sebagai Komisaris Independen
f. Nurmaria Sarosa sebagai Komisaris Independen
g. Haryo Baskoro Wicaksono sebagai Komisaris Independen
h. Agus Riswanto sebagai Komisaris Independen
i. Heri Sunaryadi sebagai Komisaris Independen
2. Mengangkat nama-nama tersebut di bawah ini sebagai Pengurus Perseroan:
a. Kartika Wirjoatmodjo sebagai Komisaris Utama
b. Parman Nataatmadja sebagai Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen
c. Helvi Yuni Moraza sebagai Komisaris
d. Edi Susianto sebagai Komisaris Independen
e. Lukmanul Khakim sebagai Komisaris Independen
Dengan demikian, komposisi Dewan Komisaris setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun 2025 yaitu sebanyak
6 (enam) orang yang terdiri dari 1 (satu) orang Komisaris Utama, 1 (satu) orang Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen,
2 (dua) orang Komisaris dan 2 (dua) orang Komisaris Independen. Komposisi dan dasar pengangkatan Dewan Komisaris dapat
dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel Komposisi dan Dasar Pengangkatan Dewan Komisaris Setelah RUPS Tahunan
Nama Jabatan Pelaksana Dasar Pengangkatan Tanggal Efektif
• RUPS Tahunan tanggal 18 Februari
Kartika Wirjoatmodjo Komisaris Utama OJK 2020 3 Juli 2020
• RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025
Wakil Komisaris Utama/
Parman Nataatmadja OJK RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 15 September 2025
Komisaris Independen
Awan Nurmawan Nuh Komisaris OJK RUPS Tahunan tanggal 13 Maret 2023 8 Desember 2023
Helvi Yuni Moraza Komisaris OJK RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 19 Desember 2025
Edi Susianto Komisaris Independen OJK RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 24 Oktober 2025
Lukmanul Khakim Komisaris Independen OJK RUPS Tahunan tanggal 24 Maret 2025 19 Desember 2025
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 161
Page 164
Profil Perusahaan
Profil
Pejabat Eksekutif
Senior Executive Vice President
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Tanjung Pinang pada tahun 1973. Usia 52 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Manajemen, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1996).
- Master of Management, IPMI - Mt Eliza Business School (2000).
Sertifikasi
- Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 7
- Sertifikasi General Manager Sumber Daya Manusia
Pengalaman Kerja
- Organization Capability Manager Indonesia Procter & Gamble (1999 – 2002).
Steven Augustino Yudiyantho
- Sales Consultant AchieveGlobal (2002 – 2004).
SEVP Human Capital
- Indonesia - Client Professional Resources Dunamis Organization Services (2004 – 2006).
- Group Learning Head PT Bank Danamon Indonesia (2006 – 2009).
Kewarganegaraan - Head of Learning & Development Barclays Bank (2009 – 2010).
- Head of Organization and People Development Bank Permata (2010 – 2013).
Warga Negara Indonesia
- Director of Learning Danone (2013 – 2016).
Domisili - Director of Organizational Development Danone (2016 – 2017).
Jakarta, Indonesia - HR BP Director Danone Aqua (2017 – 2018).
- Senior VP Human Capital Strategy & Talent Management Bank Mandiri (2018 – 2023).
- Chief Learning Officer Mandiri University (2019 – 2021).
- Chief Learning Officer BUMN Leadership & Management Institute (2021 – 2023).
- SEVP Human Capital Strategy BRI (2023 – 2025).
- SEVP Human Capital BRI (2025 – sekarang).
Dasar Hukum Pengangkatan
Perjanjian Kerja No. B 1538-HCD/HDR/11/2023, Tanggal 20 November 2023
Periode Menjabat
Terhitung mulai 17 April 2025 – SK Perubahan berikutnya
Kepemilikan Saham BRI
28.500 lembar saham
162 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 165
Laporan Tahunan
2025
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Kudus pada tahun 1978. Usia 47 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Ekonomi Akuntansi, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta (2000).
- Master of Commerce, The University of Queensland, Queensland (2006).
Sertifikasi
- Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 7
- Sertifikasi Chartered Accountant
- Sertifikasi Qualified Internal Auditor
- Sertifikasi Indonesia Internal Audit Practitioner (IIAP)
Yulianto Setiawan Pengalaman Kerja
SEVP Internal Audit
- Business Manager BRI Singapore Branch (01 Januari 2015 – 30 April 2019)
- Direktur Keuangan BRI Ventura Investama (BRI Ventures)
Kewarganegaraan (01 Mei 2019 - 30 November 2019)
- Division Head Change Management (01 Desember 2019 - 30 April 2021)
Warga Negara Indonesia
- Division Head Financial and Management Accounting (01 Mei 2021 – 20 Juni 2024)
Domisili - Internal Audit Head, Head Office Audit (21 Juni 2024 – 30 November 2024)
Jakarta, Indonesia - SEVP Internal Audit (SKAI) ( 01 Desember 2024 – sekarang)
Dasar Hukum Pengangkatan
SK NOKEP: 4221 - DIR/HBS/11/2024 Tentang Promosi Sebagai SEVP SUB DIREKTORAT
INTERNAL AUDIT pada tanggal 29 November 2024.
Periode Menjabat
Terhitung mulai tanggal 01 Desember 2024 - Sekarang
Kepemilikan Saham BRI
95.993 lembar saham
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Solo, pada tahun 1971. Usia 54 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Ekonomi Manajemen, Sarjana Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta (1995).
- Master of Business Administration, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (2009).
Sertifikasi
Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 7
Pengalaman Kerja
- Assistant Vice President Branch Manager – Region 3 Jakarta 12008 Bank Mandiri
(Januari 2010).
Tri Laksito Singgih - Assistant Vice President Business Development Manager – Region 3 Jakarta 1 Bank Mandiri
SEVP Retail Transaction & Funding (Januari 2010 – Januari 2011).
- Assistant Vice President Area Head Jakarta Pluit Selatan – Region 3 Jakarta 1 Bank Mandiri
(Januari 2011 – September 2011).
Kewarganegaraan - VP ATM Business Department – Electronic Banking Group (Acquiring Business) Bank Mandiri
(September 2011 – Februari 2013).
Warga Negara Indonesia
- VP Business Product Department – Mass Banking Group (Issuing Business) Bank Mandiri
Domisili (Maret 2013 – Desember 2014).
Jakarta, Indonesia - VP Working Capital Department – Transaction Banking Wholesale Product Group Bank Mandiri
(Januari 2015 – Agustus 2015).
- VP Regional Retail Head Region 9 Kalimantan Bank Mandiri (September 2015 – Januari 2017).
- SVP Consumer Deposits Group (Issuing Business) Bank Mandiri (Januari 2017 – April 2018).
- SVP TBSS Group Bank Mandiri (April 2018 – Januari 2019).
- SVP Regional CEO Region 9 Kalimantan Bank Mandiri (Januari 2019 – Februari 2021).
- SVP Regional CEO Region 4 Jakarta 2 Bank Mandiri (Februari 2021 – Januari 2023).
- SVP Group Head Distribution Strategy Bank Mandiri (Januari 2023 – Desember 2024).
- SVP Group Head Government & Institutional 2 Bank Mandiri
(Desember 2024 – September 2025).
- SEVP Retail Transaction & Funding BRI (September 2025 – Sekarang).
Dasar Hukum Pengangkatan
PKWT B.1890-HBD/REC/08/2025
Periode Menjabat
Terhitung mulai tanggal 08 September 2025 - SK Perubahan berikutnya
Kepemilikan Saham BRI
49.600 lembar saham
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 163
Page 166
Profil Perusahaan
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Palembang pada tahun 1972. Usia 53 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Agribisnis, Universitas Sriwijaya (1995).
- Magister Manajemen, Sekolah Tinggi PPM Jakarta (2024).
Sertifikasi
Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 7
Pengalaman Kerja
- Wakil Pemimpin Wilayah Bidang Bisnis, Regional Office Jakarta 1 BRI (2017-2019).
- PJ. Kepala Divisi Kredit Briguna Kantor Pusat BRI (2019-2020).
Muhammad Candra Utama - Kepala Divisi Institution 1 Kantor Pusat BRI (2020).
SEVP Ultra Micro Business - Executive Vice President Divisi Institutional Business Kantor Pusat BRI (2020-2022).
- Division Head Institutional Business Kantor Pusat BRI (2022-2023).
- SEVP Ultra Micro BRI (2023 – sekarang).
Kewarganegaraan Dasar Hukum Pengangkatan
Warga Negara Indonesia Surat Keputusan Direksi BRI NOKEP: 2803-DIR/HBS/08/2025 Tentang Rotasi sebagai SEVP
Ultra Micro Business tanggal 19 Agustus 2025.
Domisili
Periode Menjabat
Jakarta, Indonesia
Terhitung mulai 19 Agustus 2025 – SK Perubahan berikutnya.
Kepemilikan Saham BRI
1958528 lembar saham
Tempat dan Tanggal Lahir/Usia
Lahir di Garut pada tahun 1967. Usia 58 tahun Per Desember 2025.
Riwayat Pendidikan
- Sarjana Pertanian, Institut Pertanian Bogor (1992).
- Magister Industri Kecil dan Menengah, Institut Pertanian Bogor (2009).
Sertifikasi
Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 7
Pengalaman Kerja
- SEVP Bisnis SME & Komersial, BSI (Maret 2020 – Januari 2021).
- SEVP Financing Risk & Special Asset Management, BSI (Februari 2021 – Agustus 2021).
Babas Bastaman - SEVP Financing/Wholesale Risk, BSI (Agustus 2021 – Juli 2025).
SEVP Wholesale Risk - SEVP Wholesale Risk, BRI (Juli 2025 – Sekarang).
Dasar Hukum Pengangkatan
Kewarganegaraan PKWT BRI no B.1703-HBD/REC/06/2025
Warga Negara Indonesia Periode Menjabat
Domisili Terhitung mulai 1 Juni 2025 – SK Perubahan berikutnya.
Bekasi, Indonesia Kepemilikan Saham BRI
Tidak Memiliki
164 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 167
Laporan Tahunan
2025
Eselon 1 dan Unit Kerja BRI
Unit Kerja Nama Unit Kerja Nama
Micro Business Development Group Dani Wildan Commercial Business Group Gunadi Wono
Micro Sales Management 1 Group Dani Alfianto John Andre Adrian
Micro Sales Management 2 Group - Executive Business Officer,
Irdhas Fabian
Commercial Business Group
Brilink Business Group Hari Basuki Vacant
Roma Jaka Permata SORH Wholesale Hendro Wibowo
Ultra Micro Business Group
Simanjuntak
Card Business Group Natalia Veronica
Social Entrepreneurship &
Evi Sulistyowati
Incubation Group Consumer Loan Group R. Madya Januar
Central Operation Group Andini Nauli Nasution Unsecured Loan Group Rheyna Anggun Marnala
Retail Credit Operation Group Asep Nurdin Wealth Management Group Elina Wirjakusuma
Wholesale Credit Operation Group - Distribution Strategy Group Ivan Amirudin
Digital Operation Group Kholis Amhar SORH Distribution Tina Setiawati Sentoso
Customer Experience Group Ninis Indriswari Retail Funding Group Andreas Hassim
Gibbon Mardame Dhoni Ramadi Saharto
Operational Excellence Group Retail Transaction Group
Parsaoran Tamba Putra
Treasury Business Group Itang Rusdinar IT Strategy & Enterprise
Shinta Indriyaty
Architecture Group
Investment Services Group Arie Sus Miyanti
IT Application Development Grup Hidayat Wira Kusuma
International Business Group Woro Dwi Wuryandari
IT Application Support Group Revan Hadi
Liquidity & Funding Management
Teguh Sulistyono
Group Basrizal
IT DC Infrastructure
Fixed Assets Management Group Syafri Rakhmat & Operation Group
Satria Permana Gharditya
Asrini Ruth Chrysan Chief Information Security
Procurement Group Rhema Riesaputra
Manullang Officer Group
SORH Procurement Sukengsi Hari Slamet IT Endpoint Services & Operations
Maulana Yusuf
Group
Institutional Business 1 Group Mochamad Choliq
SORH Information Technology Wafdan Metha Firdaus
Institutional Business 2 Group John Sarjono
Digital Retail Banking Group Kaspar Situmorang
Corporate Banking 1 Group Yodi Herzaman
Digital Wholesale Banking &
Corporate Banking 2 Group Teguh Tofani B D B Prasetyo
Innovation Management Group
Corporate Banking 3 Group Nurul Intan Enterprise Data Management
Ajutorius Pinem
& Analytics Group
Corporate Banking 4 Group Adhi Pratama
Enterprise & Market Risk Group Wita Adriawati
Wholesale Transaction Banking
Yoanna Parameitha
Group IT & Digital Risk Group Nugroho Pancayogo
Commercial & SME Business Data Protection & Fraud Risk Group Evi Dempowati
Achmad Faiz Adrianto
Solution Group
Operational Risk Group Dodo Marjanto
Small & Medium Business Group Ganang Imam W
Policy & Procedure Group Dhewayani Widyasari
Yudhi Wahyudi
Executive Business Officer, Small &
Medium Business Group Micro Risk Akbar Suwardi
Ayatna Anang Widodo
Consumer Risk Group Nia Octaviana
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 165
Page 168
Profil Perusahaan
Unit Kerja Nama Unit Kerja Nama
Small & Medium Risk Group Debra Murniati Branding & Marketing
Dewi Andjarsari
Communication Group
Retail Collection & Recovery Dede Sutisna
SORH Corporate Center vacant
Corporate Credit Risk Group Iman Nuraprianto
Audit Standard & Quality
Ardhi Setyarko
Commercial Credit Risk Group Cahyo Widyatmoko Development Group
Teddy Winarso Wholesale & Head Office Audit Zainuddin Thalib Burutu
Executive Risk Officer vacant Retail Audit Bangkit Ngabdianto
vacant IT Audit Ronald Setiadi
Wholesale Recovery Group Dedy Hendrianto Special Investigation Audit Heddi Sabara
Compliance Group Kris Hananto KCLN BRI New York Agency Anton Oloan Sinambela
Legal Group Koes Hariyono KCLN BRI Taipei Andik Kurniawan
Environmental, Social, & Yosephine Ajeng Sekar KCLN BRI Singapore Marisa Deparina
Governance Group Putih
KCLN Hongkong Representative
Ahmad Zaky
Roby Firmansjah Office
AML, CFT, CPF Group
Sastraatmadja
KCLN BRI Timor Leste Adriansyah Sholeh Ritonga
Culture Transformation Group Abd. Wahid Wijaya
Region 01 - Regional Office Medan Novian Supriatno
Human Capital Strategy & Policy
Carang Thombara Putra
Group Region 02 - Regional Office
Dian Kesuma Wardhana
Pekanbaru
Human Capital Business Partner 1
M. Dadang Permana KF
Group Region 03 - Regional Office Padang Riza Pahlevi
Human Capital Business Partner 2 Region 04 - Regional Office
M. Dadang Permana KF Luthfi Iskandar
Group Palembang
Human Capital Service Group Melia Pramadhona Region 05 - Regional Office Bandar
Andreas Chandra Santoso
Lampung
Corporate University Group Laurensius Agung Prabowo
Region 06 - Regional Office
Hendra Winata
Planning, Budgeting, & Jakarta 1
A. Eddy Tri Wibowo
Performance Management Group
Region 07 - Regional Office
Suyitno
Financial & Management Jakarta 2
Christina Dianingrum
Accounting Group
Region 08 - Regional Office
Moh Suratin
Investor Relation Group Siaga Ridha Hutama Jakarta 3
Subsidiary Management Group I Dewa Gede Agung Region 09 - Regional Office
Dewi Hestiningrum S
Bandung
Corporate Development & Strategy
Soni Daniel Ferdinandus Region 10 - Regional Office
Group Bernadi Kurniawan
Semarang
Project Management Office (PMO)
Agus Firmansyah Region 11 - Regional Office
Consumer Kusdinar Wiraputra
Yogyakarta
Project Management Office (PMO)
Arif Yuliawan Region 12 - Regional Office
One BRI Solution Reza Syahrizal Setiaputra
Surabaya
Project Management Office (PMO)
Muchamad Rizal Region 13 - Regional Office Malang Arie Wibowo
Small
Project Management Office (PMO) Region 14 - Regional Office
Dwi Normasari Bambang Indriatmoko
Human Capital Banjarmasin
Project Management Office (PMO) Region 15 - Regional Office
Endah Nurhayati D. Argo Prabowo
Micro Makassar
Corporate Secretary Group Dhanny Region 16 - Regional Office Manado Elizabet Primasari S
166 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 169
Laporan Tahunan
2025
Unit Kerja Nama Unit Kerja Nama
Region 17 - Regional Office Audit Region 09 - Regional Audit
Hery Noercahya Ruston Parapat
Denpasar Bandung
Region 18 - Regional Office Audit Region 10 - Regional Audit
Fahmi Rahendas Agustya Hendy Bernadi
Jayapura Semarang
Audit Region 01 - Regional Audit Audit Region 11 - Regional Audit
Teguh Joni Purwanto Edia Handiman S
Medan Yogyakarta
Audit Region 02 - Regional Audit Audit Region 12 - Regional Audit
Poppy Dwi Oktaviana Fita Arisanti
Pekanbaru Surabaya
Audit Region 03 - Regional Audit Audit Region 13 - Regional Audit
Wisnu Yudha Ananto R Rustam Maulana
Padang Malang
Audit Region 04 - Regional Audit Audit Region 14 - Regional Audit
Ahmad Furkon Indah Bayuwijayanti
Palembang Banjarmasin
Audit Region 05 - Regional Audit Audit Region 15 - Regional Audit
Herdiman Deni Indriyatmoko
Bandar Lampung Makassar
Audit Region 06 - Regional Audit Audit Region 16 - Regional Audit
Wahju Hidajat Andri Agusta
Jakarta 1 Manado
Audit Region 07 - Regional Audit Audit Region 17 - Regional Audit
Mohamad Fikri Satriawan Kusnandar Nurgraha
Jakarta 2 Denpasar
Audit Region 08 - Regional Audit Audit Region 18 - Regional Audit
Vacant Fralus Dolfy Ellyson
Jakarta 3 Jayapura
Keterangan: Pejabat tersebut merupakan Pejabat devinitif per 31 Desember 2025 sampai dengan Laporan ini disusun.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 167
Page 170
Profil Perusahaan
Profil
Pekerja
Jumlah Pekerja Berdasarkan Jenis Kelamin
Tabel Jumlah Pekerja Berdasarkan Jenis Kelamin (dalam satuan orang)
Jenis Kelamin 2025 2024
Wanita 36.466 33.717
Pria 48.483 48.131
Jumlah 84.949 81.848
Jumlah Pekerja Berdasarkan Level Jabatan
Tabel Jumlah Pekerja Berdasarkan Level Jabatan (dalam satuan orang)
2025 2024
Level Jabatan
Wanita Pria Total Wanita Pria Total
Senior Executive Vice President - 7 7 - 6 6
Executive Vice President 5 26 31 1 17 18
Vice President/Senior Vice President 68 248 316 56 242 298
Assistant Vice President 332 1.166 1.498 337 1.148 1.485
Senior Manager 740 1.875 2.615 747 1.968 2.715
Manager 1.050 3.521 4.571 1.033 3.519 4.552
Junior Manager 5.756 11.104 16.860 5.023 10.157 15.180
Associates 28.515 30.536 59.051 26.520 31.074 57.594
Jumlah 36.466 48.483 84.949 33.717 48.131 81.848
Jumlah Pekerja Berdasarkan Rentang Usia
Tabel Jumlah Pekerja Berdasarkan Rentang Usia (dalam satuan orang)
2025 2024
Rentang Usia
Wanita Pria Total Wanita Pria Total
20 – 24 4.995 2.349 7.344 4.755 1.948 6.703
25 – 29 12.408 8.641 21.049 9.420 7.767 17.187
30 – 34 4.287 8.917 13.204 5.529 11.518 17.047
168 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 171
Laporan Tahunan
2025
2025 2024
Rentang Usia
Wanita Pria Total Wanita Pria Total
35 – 39 8.053 16.212 24.265 7.776 15.472 23.248
40 – 44 3.313 6.462 9.775 3.015 5.907 8.922
45 – 49 2.002 3.689 5.691 1.644 3.169 4.813
50 – 54 1.115 1.786 2.901 1.250 1.841 3.091
> 54 293 427 720 328 509 837
Jumlah 36.466 48.483 84.949 33.717 48.131 81.848
Jumlah Pekerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tabel Jumlah Pekerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan (dalam satuan orang)
2025 2024
Tingkat Pendidikan
Wanita Pria Total Wanita Pria Total
≤ SLTA / Setingkat 520 277 797 702 444 1.146
Diploma 4.666 4.799 9.465 4.522 4.947 9.469
Strata 1 30.591 41.825 72.416 28.008 41.454 69.642
Strata 2 686 1.569 2.255 483 1.278 1.761
Strata 3 3 13 16 2 8 10
Jumlah 36.466 48.483 84.949 33.717 48.131 81.848
Jumlah Pekerja Berdasarkan Status Kepegawaian
Tabel Jumlah Pekerja Berdasarkan Status Kepegawaian (dalam satuan orang)
2025 2024
Status Kepegawaian
Wanita Pria Total Wanita Pria Total
Pekerja Tetap 20.428 39.286 59.714 20.258 39.237 59.495
Pekerja Kontrak 15.660 8.879 24.539 13.407 8.837 22.244
Trainee 378 318 696 52 57 109
Jumlah 36.466 48.483 84.949 33.717 48.131 81.848
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 169
Page 172
Profil Perusahaan
Jumlah Pekerja Berdasarkan Generasi
Tabel Jumlah Pekerja Berdasarkan Generasi (dalam satuan orang)
2025 2024
Generasi
Wanita Pria Total Wanita Pria Total
Baby Boomers (1946 - 1964) - 2 2 - 7 7
Gen X (1965-1980) 3.421 5.915 9.336 3.849 6.634 10.483
Millenials (1981-1996) 16.554 32.964 49.518 17.433 34.467 51.900
Gen Z (1997-2012) 16.491 9.602 26.093 12.435 7.023 19.458
Jumlah 36.466 48.483 84.949 33.717 48.131 81.848
Jumlah Pekerja Berdasarkan Masa Kerja
Tabel Jumlah Pekerja Berdasarkan Masa Kerja (dalam satuan orang)
2025 2024
Masa Kerja
Wanita Pria Total Wanita Pria Total
<3 19.197 13.820 33.017 16.017 12.281 28.298
3–5 2.662 3.818 6.480 3.123 4.860 7.983
6 – 10 5.633 12.681 18.314 6.565 15.798 22.363
11 – 15 4.501 10.978 15.479 3.217 7.594 10.811
16 – 20 1.120 2.211 3.331 1.589 2.792 4.381
21 – 25 1.983 3.119 5.102 1.513 2.520 4.033
26 – 30 916 1.449 2.365 1.100 1.687 2.787
> 30 454 407 861 593 599 1.192
Jumlah 36.466 48.483 84.949 33.717 48.131 81.848
Pengembangan Kompetensi
Kebijakan
Pengembangan kompetensi pekerja menjadi hal prioritas Selain itu, dalam rangka meningkatkan ownership pendidikan
utama bagi BRI mengingat hal ini dapat mendorong di wilayah Regional Office serta untuk memastikan bahwa
produktivitas dan mendukung pencapaian kinerja BRI secara pengembangan kapabilitas pekerja di regional sesuai
menyeluruh. Pada tahun 2025, BRI mengembangkan program dengan kebutuhan, maka mulai tahun 2025 BRI menetapkan
pendidikan yang disusun dengan menyesuaikan siklus pelaksanaan Green Program. Penyusunan kurikulum,
pekerja. Dengan demikian, program pendidikan memiliki learning objective, bahan ajar, perhitungan anggaran,
struktur yang jelas sekaligus mendukung pencapaian tujuan pelaksanaan pendidikan, dan evaluasi pendidikan menjadi
strategis perusahaan. ruang lingkup dari masing-masing Regional Office.
170 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 173
Laporan Tahunan
2025
Jenis Pengembangan Kompetensi
Jenis Pengembangan
Tujuan Pelatihan
Kompetensi
BRILian Future Leader Program pendidikan untuk mempersiapkan talenta baru menjadi leader dalam menghadapi
BFLP
Program tantangan bisnis di saat ini dan masa mendatang.
BRILian Next Leader Program pendidikan untuk pengembangan karier Pekerja Tetap terbaik BRI untuk menjadi kandidat
BNLP
Program pemimpin masa depan BRI dalam menghadapi tantangan bisnis di saat ini dan masa mendatang.
Program Human Capital Development BRI untuk mempersiapkan Pekerja menjadi Great Leader
BRILian Leadership melalui pengembangan leadership yang berkelanjutan dan komprehensif yang memberikan
BLDP
Development Program penekanan pada penguatan karakter, wawasan kebangsaan, wawasan global, wawasan bisnis/
perbankan, serta wawasan teknologi.
Program Human Capital Development BRI untuk mempersiapkan Pekerja sebelum memasuki masa
BRILian Leader
BLRP pensiun melalui pembekalan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk
Retirement Program
menjalani masa pensiun.
Program pengembangan kompetensi teknis (Technical Competency) yang berkelanjutan dan
BRILian Specialist
BSDP komprehensif yang memberikan penekanan pada pengetahuan dan keterampilan spesifik sesuai
Development Program
kebutuhan kompetensi pada jabatan tertentu.
Program pendidikan untuk mempersiapkan Pekerja baru di posisi Marketing, Frontliner, dan
BRILian Banking
BBAP Administrasi (tetap, kontrak, dan outsource) agar dapat bekerja sesuai dengan standar operasional
Associate Program
yang berlaku di BRI.
Komunitas yang dibentuk dalam rangka penyelenggaraan aktivitas distribusi dan penggunaan aset
COP Community of Practice
pengetahuan.
Metode pendidikan dengan mengoptimalkan penggunaan internet/teknologi sebagai alat
penyampaian materi, ujian, interaksi antara pengajar dan peserta pendidikan, interaksi sesama
E-Learning Electronic Learning
peserta pendidikan dan lain-lain. E-Learning dapat menggunakan platform yang dikembangkan
secara internal, maupun Massive Open Online Courses (MOOC).
Program pendidikan yang bukan diprakarsai oleh internal BRI dalam rangka meningkatkan
PC Public Course
kompetensi Pekerja.
Program pendidikan untuk kegiatan sertifikasi yang bersifat mandatory sesuai ketentuan yang
SER Pendidikan Sertifikasi
ditetapkan pihak regulator dan sertifikasi lain yang ditetapkan Perusahaan.
Kegiatan penyampaian informasi mengenai kebijakan, ketentuan, program kegiatan, dan/atau
SOS Sosialisasi informasi penting terkait perkembangan bisnis perusahaan melalui kegiatan presentasi di masing-
masing unit kerja.
Program diadakan berdasarkan hasil training need analysis yang dilakukan oleh unit kerja dengan
V Green Program
tujuan untuk menutup gap competency yang bersifat kebutuhan lokal/regional.
Pelaksanaan Pengembangan Kompetensi
Tabel Realisasi Pengembangan Kompetensi Berdasarkan Level Jabatan Tahun 2025
Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
Jabatan Jabatan
Pekerja Peserta Pekerja Peserta
Senior Executive COP 8
6 6
Vice President
Development Divisi 12
BSDP (1,2,3) 1
SER 5
BSE 4
SOS 1
COP 4
SRQ 4
Public Course Luar Negeri 3
Senior Vice President 101 101
SRP+Q 4
BIF 3
Executive
18 18 BSDP (1,2,3) 82
Vice President
BSDP 0/BBOP 8
BIF 2
COP 52
BSDP (1,2,3) 12
Development Divisi 64
BSDP 0 / BBOP 1
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 171
Page 174
Profil Perusahaan
Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
Jabatan Jabatan
Pekerja Peserta Pekerja Peserta
SER 16 Manager 4.490 4.490
SOS 1 BIF 783
SRQ 16 BLDP 886
Vice President 195 195 BLRP 115
BIF 12 BSDP (1,2,3) 4.305
BLRP 2 BSDP 0/BBOP 1.287
BSDP (1,2,3) 147
COP 3.437
BSDP 0/BBOP 1
Development Divisi 2.648
COP 123
E-Learning 44
Development Divisi 75
Public Course Dalam Negeri 2
Public Course Dalam Negeri 2
SER 859
SER 147
SOS 228
SOS 3
SRQ 1.621
SRQ 45
Junior Manager 14.892 14.892
Assistant Vice President 1.474 1.474
BFLP 76
BIF 136
BIF 2.830
BLRP 30
BLDP 1.030
BSDP (1,2,3) 1.253
BSDP 0/BBOP 32 BLRP 183
COP 989 BSDP (1,2,3) 12.969
Development Divisi 696 BSDP 0/BBOP 2.113
E-Learning 1 COP 10.145
Enhancement Divisi 15 Development Divisi 4.296
Public Course Dalam Negeri 9 E-Learning 385
Public Course Luar Negeri 1 Enhancement Divisi 13
SER 87 Public Course Dalam Negeri 9
SOS 23 SER 1.603
SRQ 440 SOS 296
Senior Manager 2.689 2.689 SRQ 5.052
BIF 210 Associate 64.786 64.786
BLDP 129 BIF 11.780
BLRP 42
BLRP 53
BSDP (1,2,3) 2.247
BSDP (1,2,3) 57.576
BSDP 0/BBOP 208
BSDP 0/BBOP 12.102
COP 1.816
COP 49.725
Development Divisi 993
Development Divisi 20.411
E-Learning 1
E-Learning 569
Enhancement Divisi 1
Enhancement Divisi 6
Public Course Dalam Negeri 13
Public Course Dalam Negeri 14
Public Course Luar Negeri 1
SER 1.646
SER 299
SOS 2.415
SOS 72
SRQ 17.456
SRQ 586
Grand Total 88.651 88.651
172 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 175
Laporan Tahunan
2025
Evaluasi Pelaksanaan Pengembangan
Kompetensi
Dalam melakukan evaluasi efektivitas pengembangan 3. Evaluasi Efisiensi
kompetensi, BRI menggunakan beberapa aspek penilaian, di a. Penilaian terhadap efisiensi pelaksanaan program
antaranya: pendidikan yang berdasarkan pada jumlah
1. Evaluasi Dampak Bisnis penyelesaian program pendidikan oleh peserta, biaya
a. Penilaian pelaksanaan program pendidikan terhadap per peserta pendidikan, jumlah program pendidikan
performance peserta dan organisasi terkait dengan yang tersedia dan lain lain.
produktivitas, profitabilitas, employee engagement, b. Persentase jumlah pekerja yang telah menyelesaikan
contribution margin, dan lain-lain. pendidikannya:
b. Pada tahun 2025, hasil evaluasi untuk 10 Jabatan - In class dan atau E-learning: 100% dari total
di tahun 2025 adalah “Berdampak Positif” terhadap pekerja BRI yang sebanyak 77.739 pekerja.
bisnis. - In Class: 96,3% dari total pekerja BRI yang
2. Evaluasi Efektivitas sebanyak 77.739 pekerja.
a. Penilaian pelaksanaan program pendidikan
berdasarkan reaksi, kepuasan, dan tingkat Biaya Pengembangan Kompetensi
penguasaan materi peserta pendidikan terhadap
kualitas materi atau konten, kualitas pengajar, Pada tahun 2025, terdapat penurunan biaya pengembangan
metode pembelajaran dan hal-hal lain yang terkait kompetensi karena penerapan efisiensi dalam pelaksanaan
langsung dengan pelaksanaan program pendidikan. program pendidikan dengan metode berbasis cluster di Unit
b. Hasil evaluasi efektivitas tahun 2025 adalah sebagai Kerja tanpa mengurangi efektivitas dan kualitas pendidikan.
berikut:
- Pengukuran peningkatan knowledge dan skill Tabel Biaya Pengembangan Kompetensi
dilakukan setelah penyelenggaraan pendidikan (dalam Miliar Rupiah)
dengan hasil rata-rata evaluasi adalah sebesar
97,4. (eva 1 - 3). 2025 2024 2023
- Pengukuran evaluasi peserta meliputi aspek
627 795 992
materi, akomodasi, subject matter expert (SME)
dan fasilitator dengan nilai evaluasi sebesar 97,8.
(eva 1- 2).
Pemegang Saham Utama
dan Pengendali
Pemegang saham utama dan pengendali BRI adalah
Negara Republik Indonesia melalui kepemilikan 1 Saham
Seri A
1 Saham Seri A Dwiwarna (0,00%) melalui Badan Dwiwarna
Pengaturan BUMN dan 80.610.976.875 Saham Seri B
melalui PT Danantara Asset Management (Persero). Negara RI melalui BP BUMN
Dengan demikian, tidak terdapat pemegang saham
0,00%
pengendali individu baik langsung maupun tidak
langsung.
PT Danantara Asset
Management (Persero)
53,19%
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 173
Page 176
Profil Perusahaan
Komposisi
Pemegang Saham
Komposisi Pemegang Saham disajikan sebagai berikut:
Tabel Komposisi Pemegang Saham BRI Per 1 Januari 2025
Klasifikasi Pemegang Saham Jumlah Pemegang Saham Jumlah Saham (lembar) Kepemilikan
Negara RI 1 80.610.976.876 53,19%
Publik 653.250 70.948.024.728 46,81%
Pemodal Nasional 650.574 23.910.394.894 15,78%
Perorangan 646.180 9.612.406.830 6,34%
Pekerja 2.834 8.639.856 0,01%
Pemerintah Daerah 1 1.590.000 0,00%
Bank 12 977.781.285 0,65%
Koperasi 28 5.503.770.523 3,63%
Yayasan 54 323.016.446 0,21%
Dana Pensiun 168 2.750.978.898 1,82%
Asuransi 204 2.112.117.756 1,39%
Perseroan Terbatas 769 534.853.860 0,35%
Reksa Dana 324 2.085.239.440 1,38%
Lembaga Pemerintah 0 0 0,00%
Pemodal Asing 2.676 47.037.629.834 31,04%
Perorangan 527 45.762.800 0,03%
Badan Usaha Asing 2.149 46.991.867.034 31.01%
Total 653.251 151.559.001.604 100%
Tabel Komposisi Pemegang Saham BRI Per 31 Desember 2025
Klasifikasi Pemegang Saham Jumlah Pemegang Saham Jumlah Saham (lembar) Kepemilikan
Negara RI 1 1 0,00%
Publik 723.464 151.559.001.603 100,00%
Pemodal Nasional 721.146 107.312.935.883 70,81%
Perorangan 717.122 12.328.041.619 8,13%
Pekerja 2.410 7.371.056 0,00%
Pemerintah Daerah 1 1.590.000 0,00%
Bank 10 1.021.555.025 0,67%
Koperasi 33 5.504.953.123 3,63%
174 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 177
Laporan Tahunan
2025
Klasifikasi Pemegang Saham Jumlah Pemegang Saham Jumlah Saham (lembar) Kepemilikan
Yayasan 60 348.037.971 0,23%
Dana Pensiun 164 3.336.432.009 2,20%
Asuransi 205 1.628.638.246 1,07%
Perseroan Terbatas* 832 81.270.630.319 53,62%
Reksa Dana 309 1.865.686.515 1,23%
Lembaga Pemerintah 0 0 0,00%
Pemodal Asing 2.318 44.246.065.720 29,19%
Perorangan 569 51.902.682 0,03%
Badan Usaha Asing 1.749 44.194.163.038 29,16%
Total 723.465 151.559.001.604 100,00%
* Termasuk kepemilikan saham Negara RI melalui PT Danantara Asset Management (Persero).
Komposisi 20 Pemegang Saham Terbesar
Tabel Komposisi 20 Pemegang Saham Terbesar BRI Per 1 Januari 2025
No. Nama Investor Status Jumlah Saham (lembar) Kepemilikan
1. NEGARA REPUBLIK INDONESIA Negara Republik Indonesia 80.610.976.876 53,19%
2. INDONESIA INVESTMENT AUTHORITY Badan Investasi atau Koperasi 5.498.021.834 3,63%
BNYM RE BNYMLB RE EMPLOYEES
3. Badan Usaha Asing 1.374.792.058 0,91%
PROVIDENTFD BOARD-2039927326
DJS KETENAGAKERJAAN PROGRAM
4. Dana Pensiun 1.359.369.214 0,90%
JHT
JPMCB NA RE-VANGUARD TOTAL
5. Badan Usaha Asing 979.891.447 0,65%
INTERNATIONAL STOCK INDEX FUND
JPMCB NA RE - VANGUARD
6. EMERGING MARKETS STOCK INDEX Badan Usaha Asing 890.024.760 0,59%
FUND
CITIBANK SINGAPORE S/A
7. Badan Usaha Asing 756.220.297 0,50%
GOVERNMENT OF SINGAPORE
CITIBANK NEW YORK S/A
8. Badan Usaha Asing 609.038.351 0,40%
GOVERNMENT OF NORWAY - 1
BNYMSANV RE BNYM RE PEOPLE'S
9. Badan Usaha Asing 592.721.255 0,39%
BANK OF CHINA
SSB 2Q27 ISHARES CORE MSCI
10. EMERGING MARKETS ETF Badan Usaha Asing 588.113.895 0,39%
-2183966403
JPMSE AMS RE AIF CLT RE-STICHTING
11. DEPOSITARY APG EMERGING Badan Usaha Asing 546.998.219 0,36%
MARKETS EQUITY
SSB C021 COLLEGE RETIREMENT
12. Badan Usaha Asing 505.576.768 0,33%
EQUITIES FUND -2183964206
JPMCB NA RE-VANGUARD FIDUCIARY
TRUST COMPANY INSTITUTIONAL
13. Badan Usaha Asing 494.608.909 0,33%
TOTAL INTERNATIONAL STOCK
MARKET IT II
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 175
Page 178
Profil Perusahaan
No. Nama Investor Status Jumlah Saham (lembar) Kepemilikan
JPMSE LUX RE UCITS CLT RE-
14. Badan Usaha Asing 478.825.695 0,32%
JPMORGAN FUNDS
JPMCB NA RE-T. ROWE PRICE
15. EMERGING MARKETS DISCOVERY Badan Usaha Asing 476.977.111 0,31%
STOCK TRUST
JPMCB NA RE - BLACKROCK INST
16. TR CO N A INVESTMENT FDS FOR Badan Usaha Asing 459.457.232 0,30%
EMPLOYEE BENEFIT TRUSTS
17. UBS AG LONDON-2140724000 Badan Usaha Asing 425.205.489 0,28%
18. NTC-CANTILLON FUNDS PLC Badan Usaha Asing 422.605.435 0,28%
JPMCB NA RE-JPMORGAN EMERGING
19. Badan Usaha Asing 381.640.571 0,25%
MARKETS EQUITY FUND
20. NTC-CANTILLON GLOBAL EQUITY L.P Badan Usaha Asing 369.506.844 0,24%
Tabel Komposisi 20 Pemegang Saham Terbesar BRI Per 31 Desember 2025
No. Nama Investor Status Jumlah Saham (lembar) Kepemilikan
1. PT Danantara Asset Management (Persero)* Perseroan Terbatas 80.610.976.875 53,19%
2. INDONESIA INVESTMENT AUTHORITY Badan Investasi atau Koperasi 5.498.021.834 3,63%
BNYM RE BNYMLB RE EMPLOYEES
3. Badan Usaha Asing 1.738.263.958 1,15%
PROVIDENTFD BOARD-2039927326
4. DJS KETENAGAKERJAAN PROGRAM JHT Dana Pensiun 1.650.917.514 1,09%
JPMCB NA RE-VANGUARD TOTAL
5. Badan Usaha Asing 966.382.447 0,64%
INTERNATIONAL STOCK INDEX FUND
JPMCB NA RE-VANGUARD EMERGING
6. Badan Usaha Asing 891.765.760 0,59%
MARKETS STOCK INDEX FUND
SSB KGZ3 INVESCO DEVELOPING MARKETS
7. Badan Usaha Asing 771.595.343 0,51%
FUND -2183965924
HSBC-FUND SERVICES, THE OVERLOOK
8. Badan Usaha Asing 750.143.900 0,49%
PARTNERS FUND L.P.
CITIBANK NEW YORK S/A GOVERNMENT OF
9. Badan Usaha Asing 732.713.403 0,48%
NORWAY - 1
SSB 2G9G NATWEST T&D SL ATO ST.
10. Badan Usaha Asing 698.036.500 0,46%
JAMES'S PL GLB VUT-2183968155
CITIBANK NEW YORK S/A ISHARES CORE
11. Badan Usaha Asing 693.250.395 0,46%
MSCI EMERGING MARKETS ETF
CITIBANK LONDON S/A STICHTING
12. Badan Usaha Asing 627.488.000 0,41%
PENSIOENFONDS ZORG EN WELZIJN
HSBC-FUND SVS A/C PEOPLES BANK OF
13. Badan Usaha Asing 595.666.155 0,39%
CHINA
BNYMSANV RE SANVLUX RE INVESCO
14. Badan Usaha Asing 564.862.300 0,37%
FUNDS
JPMCB NA RE-VANGUARD FIDUCIARY
15. TRUST COMPANY INSTITUTIONAL TOTAL Badan Usaha Asing 500.770.709 0,33%
INTERNATIONAL STOCK MARKET IT II
JPMSE LUX RE-ROBECO CAPITAL GROWTH
16. Badan Usaha Asing 499.865.316 0,33%
FUNDS
17. CITIBANK NA-BANK RAKYAT INDONESIA Badan Usaha Asing 495.055.300 0,33%
176 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 179
Laporan Tahunan
2025
No. Nama Investor Status Jumlah Saham (lembar) Kepemilikan
JPMSE AMS RE AIF CLT RE-STICHTING
18. DEPOSITARY APG EMERGING MARKETS Badan Usaha Asing 486.908.901 0,32%
EQUITY POOL
JPMCB NA RE - BLACKROCK INST TR CO
19. N A INVESTMENT FDS FOR EMPLOYEE Badan Usaha Asing 486.320.553 0,32%
BENEFIT TRUSTS
20. DJS KETENAGAKERJAAN PROGRAM JP Dana Pensiun 475.226.983 0,31%
* Kepemilikan Negara RI melalui PT Danantara Asset Management (Persero).
Komposisi Pemegang Saham 5% atau Lebih
Tabel Komposisi Pemegang Saham 5% atau Lebih BRI Per 1 Januari 2025
Nama Investor Jumlah Saham (lembar) Kepemilikan
Negara Republik Indonesia 80.610.976.876 53,19%
Tabel Komposisi Pemegang Saham 5% atau Lebih BRI Per 31 Desember 2025
Nama Investor Jumlah Saham (lembar) Kepemilikan
Negara Republik Indonesia melalui PT Danantara Asset Management (Persero) 80.610.976.876 53,19%
Komposisi Kelompok Pemegang Saham Kurang dari 5%
Komposisi Pemegang Saham Kurang dari 5% BRI Per 1 Januari 2025
Kepemilikan Saham Publik Jumlah Pemegang Saham Jumlah Saham (Lembar) Kepemilikan
PEMODAL NASIONAL
Perorangan 646.180 9.612.406.830 6,34%
Pekerja 2.834 8.639.856 0,01%
Pemerintah Daerah 1 1.590.000 0,00%
Bank 12 977.781.285 0,65%
Koperasi 28 5.503.770.523 3,63%
Yayasan 54 323.016.446 0,21%
Dana Pensiun 168 2.750.978.898 1,82%
Asuransi 204 2.112.117.756 1,39%
Perseroan Terbatas 769 534.853.860 0,35%
Reksa Dana 324 2.085.239.440 1,38%
Lembaga Pemerintah 0 0 0,00%
Sub Total 650.574 23.910.394.894 15,78%
PEMODAL ASING
Perorangan 527 45.762.800 0,03%
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 177
Page 180
Profil Perusahaan
Kepemilikan Saham Publik Jumlah Pemegang Saham Jumlah Saham (Lembar) Kepemilikan
Badan Usaha Asing 2.149 46.991.867.034 31.01%
Sub Total 2.676 47.037.629.834 31,04%
Total 653.250 70.948.024.728 46,81%
Komposisi Pemegang Saham Kurang dari 5% BRI Per 31 Desember 2025
Klasifikasi Pemegang Saham Jumlah Pemegang Saham Jumlah Saham (lembar) Kepemilikan
Negara RI 1 1 0,00%
Publik 723.463 70.948.024.728 46,81%
Pemodal Nasional 721.145 26.701.959.008 17,62%
Perorangan 717.122 12.328.041.619 8,13%
Pekerja 2.410 7.371.056 0,00%
Pemerintah Daerah 1 1.590.000 0,00%
Bank 10 1.021.555.025 0,67%
Koperasi 33 5.504.953.123 3,63%
Yayasan 60 348.037.971 0,23%
Dana Pensiun 164 3.336.432.009 2,20%
Asuransi 205 1.628.638.246 1,07%
Perseroan Terbatas* 831 659.653.444 0,44%
Reksa Dana 309 1.865.686.515 1,23%
Lembaga Pemerintah 0 0 0,00%
Pemodal Asing 2.318 44.246.065.720 29,19%
Perorangan 569 51.902.682 0,03%
Badan Usaha Asing 1.749 44.194.163.038 29,16%
Total 723.465 70.948.024.729 46,81%
* Kepemilikan saham Negara RI melalui Badan Pengaturan BUMN.
Kepemilikan Saham Direksi dan Dewan Komisaris
Tabel Kepemilikan Saham Dewan Komisaris dan Direksi BRI Per 1 Januari 2025
Nama Jabatan Jumlah Saham (Lembar) Kepemilikan
DIREKSI
Sunarso *
Direktur Utama 5.658.656 0,00373%
Catur Budi Harto *
Wakil Direktur Utama 4.045.557 0,00267%
Handayani *
Direktur Bisnis Konsumer 5.741.900 0,00379%
Supari *
Direktur Bisnis Mikro 4.970.914 0,00328%
Ahmad Solichin Lutfiyanto Direktur Kepatuhan 5.454.170 0,00360%
Agus Sudiarto *
Direktur Manajemen Risiko 3.584.100 0,00236%
Agus Noorsanto Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan 3.938.641 0,00260%
178 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 181
Laporan Tahunan
2025
Nama Jabatan Jumlah Saham (Lembar) Kepemilikan
Agus Winardono* Direktur Human Capital 3.469.681 0,00229%
Direktur Commercial, Small and Medium
Amam Sukriyanto* 3.623.454 0,00239%
Business
Viviana Dyah Ayu R.K. Direktur Keuangan 3.819.500 0,00252%
Arga M. Nugraha* Direktur Digital dan Teknologi Informasi 3.421.385 0,00226%
Andrijanto* Direktur Retail Funding dan Distribution 2.989.700 0,00197%
DEWAN KOMISARIS
Kartika Wirjoatmodjo Komisaris Utama 1.678.000 0,00111%
Wakil Komisaris Utama /
Rofikoh Rokhim* - -
Komisaris Independen
Rabbin Indrajad Hattari* Komisaris 1.510.100 0,00100%
Awan Nurmawan Nuh Komisaris 712.500 0,00047%
Dwi Ria Latifa *
Komisaris Independen - -
Heri Sunaryadi *
Komisaris Independen - -
Paripurna Poerwoko Sugarda *
Komisaris Independen - -
Agus Riswanto *
Komisaris Independen - -
Nurmaria Sarosa *
Komisaris Independen - -
Haryo Baskoro Wicaksono *
Komisaris Independen - -
Jumlah 54.618.258 0,03604%
*
Berhenti menjabat menjabat sejak 24 Maret 2025
Tabel Kepemilikan Saham Dewan Komisaris dan Direksi BRI Per 31 Desember 2025
Nama Jabatan Jumlah Saham (Lembar) Kepemilikan
DIREKSI
Hery Gunardi Direktur Utama 435.000 0,0002870
Viviana Dyah Ayu R.K. * Wakil Direktur Utama 3.819.500 0,0025201
Hakim Putratama Direktur Operations - -
Riko Adythia Direktur Corporate Banking - -
Aquarius Rudianto Direktur Network dan Retail Funding - -
Farida Thamrin Direktur Treasury and International Banking 19.800 0,0000131
Akhmad Purwakajaya Direktur Micro 243.500 0,0001607
Alexander Dippo Paris Y. S. Direktur Commercial Banking - -
Saladin Dharma Nugraha Effendi Direktur Information Technology - -
Aris Hartanto* Direktur Consumer Banking 430.964 0,0002844
Achmad Royadi* Direktur Finance & Strategy 1.215.672 0,0008021
Ety Yuniarti* Direktur Manajemen Risiko 193.262 0,0001275
Mahdi Yusuf* Direktur Legal & Compliance - -
Agus Noorsanto** Wakil Direktur Utama - -
Ahmad Solichin Lutfiyanto** Direktur Human Capital & Compliance - -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 179
Page 182
Profil Perusahaan
Nama Jabatan Jumlah Saham (Lembar) Kepemilikan
Nancy Adistyasari** Direktur Consumer Banking - -
Mucharom **
Direktur Manajemen Risiko - -
DEWAN KOMISARIS
Kartika Wirjoatmodjo Komisaris Utama 1.678.000 0,0011072
Parman Nataatmadja Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen - -
Edi Susianto Komisaris Independen - -
Awan Nurmawan Nuh Komisaris 712.500 0,0004701
Helvi Yuni Moraza Komisaris - -
Lukmanul Khakim Komisaris Independen - -
Jumlah 8.748.198 0,0057722
* Anggota Direksi yang diangkat tersebut baru dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya apabila telah mendapat persetujuan dari OJK dan memenuhi
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
** Berhenti menjabat sejak 17 Desember 2025
Sampai dengan 31 Desember 2025, Dewan Komisaris dan Direksi BRI tidak memiliki kepemilikan saham tidak langsung.
Kepemilikan Saham Senior Manajemen
Tabel Kepemilikan Saham Senior Manajemen BRI Per 31 Desember 2025
Nama Jabatan Jumlah Saham (Lembar) Kepemilikan
Steven Augustino Yudiyantho SEVP Human Capital 28.500 0,00003%
Yulianto Setiawan SEVP Internal Audit 95.993 0,00006%
Tri Laksito Singgih H SEVP Retail Transaction & Funding 49.600 0,00003%
Muhammad Candra Utama SEVP Ultra Micro Business 1.958.528 0,00129%
Babas Bastaman SEVP Wholesale Risk - -
Sampai dengan 31 Desember 2025, Senior Manajemen BRI tidak memiliki kepemilikan saham tidak langsung.
Klasifikasi Pemegang Saham
Tabel Klasifikasi Pemegang Saham BRI Per 31 Desember 2025
Kepemilikan Saham Jumlah Pemegang Saham Jumlah Saham (Lembar) Kepemilikan
Institusi Lokal 1.614 94.977.523.208 62,67%
Institusi Asing 1.749 44.194.163.038 29,16%
Individu Lokal 719.532 12.335.412.675 8,14%
Individu Asing 569 51.902.682 0,03%
Total 723.464 151.559.001.603 100,00%
180 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 183
Laporan Tahunan
2025
Daftar Anggota Konglomerasi Keuangan Bank,
Perusahaan Asosiasi,
dan Perusahaan Ventura Bersama
Anggota Konglomerasi Keuangan
Pada tanggal 23 Desember 2024 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengundangkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (POJK Konglomerasi
Keuangan) dan mencabut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 45/POJK.03/2020 tentang Konglomerasi Keuangan. POJK
Konglomerasi Keuangan mewajibkan Lembaga Jasa Keuangan yang memenuhi syarat sebagai konglomerasi keuangan untuk
membentuk Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.
Berdasarkan kriteria sebagaimana yang diatur pada POJK Konglomerasi Keuangan, Bank memenuhi kriteria Perusahaan Induk
Konglomerasi Keuangan. Adapun berdasarkan pada Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor
KEP-11/KS.1/2025 tanggal 16 September 2025, OJK telah menetapkan BRI sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan
dengan 22 (dua puluh dua) Anggota Konglomerasi Keuangan.
Anggota Konglomerasi Keuangan Bank terdiri dari:
1. Perusahaan Anak Bank;
2. Dana Pensiun yang didirikan oleh Bank;
3. Dana Pensiun yang didirikan oleh Perusahaan Anak; serta
4. Perusahaan di bawah Perusahaan Anak Bank sesuai dengan penetapan OJK.
Selain memiliki penyertaan modal pada Anggota Konglomerasi Keuangan yang merupakan Perusahaan Anak, Bank juga memiliki
penyertaan modal tidak signifikan pada beberapa perusahaan yang bukan merupakan Anggota Konglomerasi Keuangan BRI.
Nama Bidang Usaha KepemilikanSaham
PT Pegadaian Pergadaian 99,99% Kepemilikan BRI
PT Permodalan Nasional Madani Pembiayaan 99,99% Kepemilikan BRI
PT Asuransi BRI Life Asuransi Jiwa 51% Kepemilikan BRI
PT BRI Asuransi Indonesia Asuransi Umum 90,00% Kepemilikan BRI
PT Bank Raya Indonesia Tbk Perbankan 86,85% Kepemilikan BRI
PT BRI Multifinance Indonesia Pembiayaan 99,88% Kepemilikan BRI
PT BRI Manajemen Investasi Manajemen Investasi 65,00% Kepemilikan BRI
PT BRI Danareksa Sekuritas Perusahaan Efek 67,00% Kepemilikan BRI
PT BRI Ventura Investama Modal Ventura 99,97% Kepemilikan BRI
BRI Global Financial Services Ltd. Remitansi 100% Kepemilikan BRI
Dana Pensiun PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Dana Pensiun BRI sebagai Pendiri
Dana Pensiun Lembaga Keuangan
Dana Pensiun BRI sebagai Pendiri
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
PT BPR Bringin Dana Sejahtera Bank Perekonomian Rakyat 90,00% Kepemilikan Dapen BRI
PT Bringin Sejahtera Makmur Pialang Asuransi 99,73% Kepemilikan Dapen BRI
Dana Pensiun PT Pegadaian Dana Pensiun Pegadaian sebagai Pendiri
Permodalan Nasional Madani 99,999%
PT PNM Investment Management Manajemen Investasi Koperasi Jasa Karyawan Permodalan
Nasional Madani 0,001%
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 181
Page 184
Profil Perusahaan
Nama Bidang Usaha KepemilikanSaham
Permodalan Nasional Madani 99,9997%
PT PNM Venture Capital Modal Ventura Koperasi Jasa Karyawan Permodalan
Nasional Madani 0,0003%
PNM Venture Capital 99,9988%
PT PNM Venture Syariah Modal Ventura Koperasi Jasa Karyawan Permodalan
Nasional Madani 0,0012%
PNM Ventura Syariah 95,43%
BPRS RIzky Barokah Bank Perekonomian Rakyat Syariah
Individu 4,57%
PNM Ventura Syariah 66,19%
BPRS Mentari Bank Perekonomian Rakyat Syariah
Individu 33,81%
PNM Ventura Syariah 79,68%
BPRS PNM Patuh Beramal Bank Perekonomian Rakyat Syariah
Individu 20,32%
PNM Ventura Syariah 58,01%
BPRS Haji Miskin Bank Perekonomian Rakyat Syariah
Individu 41,99%
Entitas Anak
Nama Perusahaan PT Pegadaian
Bidang Usaha Perusahaan Gadai
Tanggal Penyertaan BRI 13 September 2021
Jumlah Aset Rp151.260.934 juta
Kepemilikan (%) 99,99%
Mulai Beroperasi/Status Operasi 1 April 1901/Masih Beroperasi
Jl. Kramat Raya No.162, Kenari Senen, Jakarta Pusat 10430
Telp : (021) 3155550
Alamat Faks : (021) 80635162
Email : sekper.pusat@pegadaian.co.id
Web : www.pegadaian.co.id
Dewan Komisaris
Anto Mukti Putranto Komisaris Utama
Umiyatun Hayati Triastuti Komisaris
Pengurus Perusahaan Loto Srinaita Ginting Komisaris
Kukrit Suryo Wicaksono Komisaris Independen
Syafa’at Perdana Komisaris
Trimedya Panjaitan Komisaris Independen
Martina Komisaris Independen
Mei Ling* Komisaris
Direksi
Damar Latri Setiawan Direktur Utama
Budi Wahju Soesilo Wakil Direktur Utama
Direktur Pemasaran, Penjualan dan
Selfie Dewiyanti
Pengembangan Produk
Eka Pebriansyah Direktur Jaringan dan Operasi
Yos Iman Jaya Dappu Direktur Teknologi Informasi dan Digital
Tribuana Tunggadewi Direktur Human Capital
Ferdian Timur Satyagraha Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis
Ismail Ilyas Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan
Dewan Pengawas Syariah
Muhammad Cholil Nafis Ketua
Muhammad Asrorun Ni'am Sholeh Anggota
* Dalam proses Fit & Proper Test
182 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 185
Laporan Tahunan
2025
Nama Perusahaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM)
Bidang Usaha Perusahaan Pembiayaan
Tanggal Penyertaan BRI 13 September 2021
Jumlah Aset Rp56.986.249 juta
Kepemilikan (%) 99,99%
Mulai Beroperasi/Status Operasi 1 Juni 1999/Masih Beroperasi
Menara PNM - Kuningan Center
Jl. Kuningan Mulia, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan 12940
Telp : (021) 2511404
Alamat
Faks : -
Email : info@pnm.co.id
Web : www.pnm.co.id
Dewan Komisaris
Drajad Hari Wibowo Komisaris Utama/ Komisaris Independen
Veronica Colondam Komisaris Independen
Nurhaida Komisaris Independen
Anas Puji Istanto Komisaris
Ardhya Pratiwi Setiowati Komisaris
Iwan Taufiq Purwanto Komisaris
Direksi
Pengurus Perusahaan Arief Mulyadi Direktur Utama
Sahat P. Pangaribuan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
Henry Yunus Kamang Pangemanan Direktur Human Capital dan Kepatuhan
Kindaris Direktur Bisnis
Sunar Basuki Direktur Operasional
Yusron Avivi Direktur Digital dan Teknologi Informasi
Dewan Pengawas Syariah
Didin Hafidhuddin Ketua Dewan Pengawas Syariah
Muhammad Syafii Antonio Anggota Dewan Pengawas Syariah
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 183
Page 186
Profil Perusahaan
Nama Perusahaan PT Asuransi BRI Life (BRI Life)
Bidang Usaha Perusahaan Asuransi Jiwa
Tanggal Penyertaan BRI 29 Desember 2015
Jumlah Aset Rp28.177.449 juta
Kepemilikan (%) 51,00%
Mulai Beroperasi/Status Operasi 28 Oktober 1987/Masih Beroperasi
Graha Irama
Jl. H. R. Rasuna Said Blok X-1 Kav. 1 & 2, Jakarta
Telp : (021) 526-1260, 526-1261
Alamat
Faks : -
Email : cs@brilife.co.id
Web : www.brilife.co.id
Dewan Komisaris
Muhammad Syafri Rozi Komisaris Utama
Lau Soon Liang Komisaris
Hari Siaga Amijarso Komisaris Independen
Ubaidillah Nugraha Komisaris Independen
(Vacant) Komisaris Independen
Direksi
(Vacant) Direktur Utama
Pengurus Perusahaan
(Vacant) Direktur Kepatuhan & Legal
Andrew Bain Direktur Operasional
Sutadi* Direktur Pemasaran
Lim Chet Ming Direktur Keuangan
Dewan Pengawas
Mohamad Hidayat Ketua
Siti Haniatunnisa Anggota
(Vacant) Anggota
* Merangkap sebagai Plt. Direktur Utama hingga Pejabat Definitif tersedia
184 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 187
Laporan Tahunan
2025
Nama Perusahaan PT Bank Raya Indonesia Tbk (Raya)*
Bidang Usaha Bank Umum Swasta Nasional
Tanggal Penyertaan BRI 3 Maret 2011
Jumlah Aset Rp13.211.298 juta
Kepemilikan (%) 86,85%
Mulai Beroperasi/Status Operasi 27 September 1989/Masih Beroperasi
Menara BRIliaN, Jl. Jend. Gatot Subroto No. 177A, Tebet, Jakarta Selatan 12870
Telp : (021) 50931300
Alamat Faks : (021) 50931494
Email : humas@bankraya.co.id
Web : www.bankraya.co.id
Dewan Komisaris
M. Sidik Heruwibowo Komisaris Utama
Johanes Kuntjoro Adi S. Komisaris Independen
Retno Wahyuni Wijayanti Komisaris Independen
Nyimas Dewi Ratih Kamil Komisaris
Pengurus Perusahaan Direksi
Ida Bagus Ketut Subagia Direktur Utama
Lukman Hakim Direktur Digital dan Operasional
Rustarti Suri Pertiwi Direktur Keuangan
Danar Widyantoro Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan Sumber Daya Manusia
Kicky Andrie Davetra Direktur Bisnis
* Sebelumnya bernama PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 185
Page 188
Profil Perusahaan
Nama Perusahaan PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance)
Bidang Usaha Perusahaan Asuransi Umum
Tanggal Penyertaan BRI 26 September 2019
Jumlah Aset Rp8.122.575 juta
Kepemilikan (%) 90,00%
Mulai Beroperasi/Status Operasi 17 April 1989/Masih Beroperasi
Graha BRI Insurance
Jl. Mampang Prapatan Raya No. 18 Jakarta Selatan 12790
Telp : (021) 791 70477/78
Alamat
Faks : -
Email : info@work.brins.co.id
Web : www.brins.co.id
Dewan Komisaris
Kris Hananto Komisaris Utama
Benny Imam Safii Komisaris Independen
Wahab Talaohu Komisaris Independen
(Vacant) Komisaris Independen
Direksi
Rahmat Budi Legowo Direktur Utama
Pengurus Perusahaan
Sonny Harsono W.S Direktur Operasional dan Keuangan
Heri Supriyadi Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko
(Vacant) Direktur Teknik
Recky Plangiten Direktur Bisnis
Dewan Pengawas Syariah
Hj. Nilmayetty Yusri Ketua Dewan Pengawas Syariah
Abdul Ghoni Anggota Dewan Pengawas Syariah
Nama Perusahaan PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance)
Bidang Usaha Perusahaan Pembiayaan
Tanggal Penyertaan BRI 7 Desember 1983
Jumlah Aset Rp5.419.420 juta
Kepemilikan (%) 99,88%
Mulai Beroperasi/Status Operasi 7 Desember 1983/Masih Beroperasi
Menara BRILiaN Lantai GF, 21 dan 22
Jl. Gatot Subroto No. 177A Kav. 64, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan 12870
Telp : (021) 574 5333
Alamat
Faks : -
Email : contact.us@brifinance.co.id
Web : www.brifinance.co.id
Dewan Komisaris
Sigit Murtiyoso Plt. Komisaris Utama
(Vacant) Komisaris
Diah Defawati Ande Komisaris Independen
Pengurus Perusahaan Direksi
Wahyudi Darmawan Direktur Utama
Primartono Gunawan Direktur Bisnis
Ari Prayuwana Direktur Manajemen Risiko
(Vacant) Direktur Operasional
186 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 189
Laporan Tahunan
2025
Nama Perusahaan PT BRI Ventura Investama (BRI Ventures)
Bidang Usaha Perusahaan Modal Ventura
Tanggal Penyertaan BRI 20 Desember 2018
Jumlah Aset Rp2.118.362 juta
Kepemilikan (%) 99,97%
Mulai Beroperasi/Status Operasi 22 Januari 1998/Masih Beroperasi
District 8 Office, Prosperity Tower Lt. 16 Unit F, SCBD Lot 28
Jl. Jend Sudirman Kav 52-53 Senayan Kebayoran Baru Jakarta 12190
Telp : (021) 5092 8500
Alamat
Faks : -
Email : hello@briventures.co.id
Web : www.briventures.id
Dewan Komisaris
(Vacant) Komisaris Utama
Henri Komisaris Independen
Agoosh Yoosran Komisaris Independen
Pengurus Perusahaan
Direksi
(Vacant) Direktur Utama
Indra Bayu Gunawan Plt. Direktur Keuangan
Markus Liman Rahardja *
Direktur Venture Investment
* Merangkap sebagai Plt. Direktur Utama hingga Pejabat Definitif tersedia
Nama Perusahaan PT BRI Danareksa Sekuritas (BRI DS)
Bidang Usaha Perusahaan Sekuritas
Tanggal Penyertaan BRI 21 Desember 2018
Jumlah Aset Rp1.279.094 juta
Kepemilikan (%) 67,00%
Mulai Beroperasi/Status Operasi 1 Juli 1992/Masih Beroperasi
Gedung BRI II Lt. 23
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 44-46 Jakarta 10210
Telp : (021) 50914100, (021) 1500688
Alamat
Faks : -
Email : callcenter@bridanareksasekuritas.co.id
Web : www.BRIDanareksasekuritas.co.id
Dewan Komisaris
(Vacant) Komisaris Utama
Donsuwan Simatupang Komisaris Independen
(Vacant) Komisaris
Direksi
Pengurus Perusahaan
(Vacant) Direktur Utama
Fifi Virgantria*
Direktur Retail & Information Technology
Sirih Wahyono Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
(Vacant) Direktur Investment Banking Advisory
(Vacant) Direktur Investment Banking Capital Market
* Merangkap sebagai Plt. Direktur Utama hingga Pejabat Definitif tersedia
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 187
Page 190
Profil Perusahaan
Nama Perusahaan PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI)
Bidang Usaha Perusahaan Investasi
Tanggal Penyertaan BRI 20 Desember 2018
Jumlah Aset Rp375.569 juta
Kepemilikan (%) 65,00%
Mulai Beroperasi/Status Operasi 9 Oktober 1992/Masih Beroperasi
Gedung BRI II Lt. 22
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 44-46 Jakarta 10210
Telp : (021) 29555789
Alamat
Faks : (021) 25198 003
Email : cs@danareksainvestment.co.id
Web : www.danareksainvestment.co.id
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama
Kahlil Rowter Plt. Komisaris Independen
(Vacant) Komisaris
Pengurus Perusahaan
Direksi
Arief Budiman* Direktur Utama
Ira Irmalia Sjam Direktur Operasional
(Vacant) Direktur Bisnis
* Masih menunggu fit and proper test
Nama Perusahaan BRI Global Financial Services Co. Ltd. (BRI Global Financial Services)*
Bidang Usaha Perusahaan Remittance
Tanggal Penyertaan BRI 16 Desember 2011
Jumlah Aset Rp62.546 juta
Kepemilikan (%) 100,00%
Mulai Beroperasi/Status Operasi 7 April 2005/Masih Beroperasi
Park Avenue Tower, Floor 12, Unit 12B, 5 Moreton Terrace, Causeway Bay, Hongkong
Telp : (852) 35902875, (852) 34622810, (852) 34622684
WA Call Center (official) (852) 5185 6683
Alamat
Faks : -
Email : contact@ brifins.com
Web : www.brifins.com
Manajemen Eksekutif
Pengurus Perusahaan - Non-Executive Director
Dimas Hendrasaputra Executive Director
* Per tanggal 30 Okotber 2023, BRI Remittance Co. Ltd. berubah nama menjadi BRI Global Financial Services
188 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 191
Laporan Tahunan
2025
Perusahaan Asosiasi
Nama Perusahaan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI)
Bidang Usaha Bank Umum Syariah
Tanggal Penyertaan BRI 19 Desember 2007
Jumlah Aset Rp456.192.606 juta
Kepemilikan (%) 15,38%
16 Oktober 2008/Masih Beroperasi
Mulai Beroperasi/Status Operasi
Keterangan: Per 01 Februari 2021, Efektif bergabung dengan Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah
menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).
Kantor Pusat Gedung The Tower
Jl. Gatot Subroto No. 27 Kelurahan Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan 12930
Telp : BSI Call – 14040
Alamat
Faks : -
Email : contactus@bankbsi.co.id
Web : www.bankbsi.co.id
Nama Perusahaan PT Bahana Artha Ventura (BAV)
Bidang Usaha Perusahaan Modal Ventura
Tanggal Penyertaan BRI 21 November 2017
Jumlah Aset Rp1.227.466 juta
Kepemilikan (%) 15,10%
Mulai Beroperasi/Status Operasi 5 Agustus 1992/Masih Beroperasi
Wisma Prima Lantai 5
Jl. Kapten P. Tendean No. 34, Jakarta Selatan 12790
Telp : (021) 79182688
Alamat
Faks : (021) 7918 2687
Email : -
Web : www.bahanaventura.com
Penyertaan dengan Metode Nilai Wajar
Nama Perusahaan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
Bidang Usaha Lembaga Penyelesaian Efek
Tanggal Penyertaan BRI 5 Desember 1997
Jumlah Aset Rp3.725.101 juta
Kepemilikan (%) 3,00%
Mulai Beroperasi/Status Operasi 11 November 1998,/Masih Beroperasi
Gedung Bursa Efek Jakarta Tower I, 5th Floor
JL. Jend Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190
Telp : (021) 5152855
Alamat
Faks : (021) 5299 1199
Email : helpdesk@ksei.co.id
Web : www.ksei.co.id
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 189
Page 192
Profil Perusahaan
Nama Perusahaan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI)
Bidang Usaha Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP)
Tanggal Penyertaan BRI 26 September 2024
Jumlah Aset -
Kepemilikan (%) 1,11%
Mulai Beroperasi/Status Operasi 5 Agustus 1996/Masih Beroperasi
Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower I Lantai 5
Jl. Jenderal Sudirman Kav 52-53
Alamat Jakarta Selatan 12190, Indonesia
Email : customer.care@idclear.co.id
Web : www.idclear.co.id
Nama Perusahaan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
Bidang Usaha Perusahaan Pemeringkat Efek
Tanggal Penyertaan BRI 15 Juni 1995
Jumlah Aset -
Kepemilikan (%) 0,18%
Mulai Beroperasi/Status Operasi 21 Desember 1993/Masih Beroperasi
Panin Tower Senayan City, 17th Floor
Jl. Asia Afrika Lot. 19, Gelora, Jakarta 12220
Telp : (021) 50968469
Alamat
Faks : (021) 50968468
Email : corporate.secretary@pefindo.co.id
Web : www.pefindo.com
Perusahaan Ventura Bersama
Sampai dengan 31 Desember 2025, BRI belum memiliki Perusahaan Ventura Bersama.
190 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 193
Laporan Tahunan
2025
Struktur Grup
Perusahaan
1 Saham
Seri A
Dwiwarna
PT Danantara Asset
Negara RI melalui BP BUMN Management (Persero)
0,00% 53,19% 46,81%
Keterangan: Pada 31 Desember 2025, Negara RI
memiliki 1 lembar Saham Seri A Dwiwarna melalui
Badan Pengaturan BUMN dan 80.610.976.875 Saham
Seri B melalui PT Danantara Asset Management
(Persero).
PT Bank Raya Indonesia Tbk (Raya) PT BRI Multifinance Indonesia
86,85% 99,88%
Entitas Anak Entitas Anak
BRI Global Financial Services Co. Ltd. PT BRI Ventura Investama
100,00% 99,97%
Entitas Anak Entitas Anak
PT Asuransi BRI Life PT BRI Asuransi Indonesia
51,00% 90,00%
Entitas Anak Entitas Anak
PT BRI Danareksa Sekuritas PT Pegadaian
67,00% 99,99%
Entitas Anak Entitas Anak
PT BRI Manajemen Investasi PT Permodalan Nasional Madani
65,00% 99,99%
Entitas Anak Entitas Anak
Perusahaan Asosiasi
PT Kliring
PT Bank Syariah PT Bahana PT Kustodian Sentral PT Pemeringkat Efek
Penjaminan Efek
Indonesia Tbk Artha Ventura Efek Indonesia (KSEI) Indonesia (Pefindo)
Indonesia (KPEI)
15,38% 15,10% 3,00% 0,18%
1,11%
Perusahaan Asosiasi Perusahaan Asosiasi Perusahaan Asosiasi Perusahaan Asosiasi Perusahaan Asosiasi
Sampai dengan tahun 2025, BRI tidak memiliki Entitas Induk, Joint Venture dan Special Purpose Vehicle (SPV).
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 191
Page 194
Profil Perusahaan
Informasi
Kelompok Usaha Bank
BRI mempunyai 10 (sepuluh) Perusahaan Anak, yang mana kepemilikan BRI di Perusahaan Anak tersebut adalah lebih dari
50%. BRI sebagai pemegang saham mayoritas mempunyai hak untuk menominasikan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris
Perusahaan Anak, dengan rincian sebagai berikut:
No Nama Perusahaan Hak Nominasi
1. PT Bank Raya Indonesia Tbk. BRI berhak menominasikan calon Direksi dan Dewan Komisaris.
Berdasarkan Surat Kuasa Khusus Menteri BUMN No. SKK – 87/MBU/09/2021 tanggal 13
2. PT Pegadaian
September 2021 BRI dapat mengajukan usulan calon Direksi dan calon Dewan Komisaris.
Berdasarkan Surat Kuasa Khusus Menteri BUMN No. SKK – 87/MBU/09/2021 tanggal 13
3. PT Permodalan Nasional Madani
September 2021 BRI dapat mengajukan usulan calon Direksi dan calon Dewan Komisaris.
Berdasarkan pada Perjanjian Pemegang Saham PT Asuransi BRI Life, BRI berhak menominasikan
4. PT Asuransi BRI Life Direktur Utama, Direktur Kepatuhan & Legal dan Direktur Pemasaran. Selanjutnya, BRI berhak
untuk menominasikan Komisaris Utama dan 2 (dua) Komisaris Independen.
5. PT BRI Asuransi Indonesia BRI berhak menominasikan calon Direksi dan Dewan Komisaris.
Berdasarkan Perjanjian Pemegang Saham PT BRI Danareksa Sekuritas, BRI berhak
menominasikan Direktur Utama, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko serta Direktur Retail &
6. PT BRI Danareksa Sekuritas
Information Technology. Selanjutnya, BRI berhak untuk menominasikan Komisaris Utama dan 1
(satu) Komisaris Independen.
7. PT BRI Multifinance Indonesia BRI berhak menominasikan calon Direksi dan Dewan Komisaris.
8. PT BRI Ventura Investama BRI berhak menominasikan calon Direksi dan Dewan Komisaris.
9. BRI Global Financial Services BRI berhak menominasikan calon Executive Director dan Non Executive Director.
Berdasarkan Perjanjian Pemegang Saham PT BRI Manajemen Investasi BRI berhak
10. PT BRI Manajemen Investasi menominasikan Direktur Utama, Direktur Keuangan. Selanjutnya, BRI berhak untuk
menominasikan Komisaris Utama dan 1 (satu) Komisaris Independen.
Sehubungan dengan susunan Pengurus Perusahaan Anak BRI, terdapat 1 (satu) Pengurus di Perusahaan Anak BRI yang saat ini
juga menjabat di BRI, yaitu sebagai berikut:
No Nama Perusahaan Nama Jabatan di BRI Jabatan di Perusahaan Anak
1. PT BRI Asuransi Indonesia Kris Hananto Group Head Compliance Komisaris Utama
192 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 195
Laporan Tahunan
2025
Kronologi
Penerbitan Saham
PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA (INITIAL PUBLIC PROGRAM KEPEMILIKAN SAHAM BAGI MANAJEMEN
OFFERING/IPO) TAHUN 2003 (MANAGEMENT STOCK OPTION PROGRAM/MSOP)
Pada 31 Oktober 2003, BRI melakukan Penawaran Saham TAHUN 2004-2010
Perdana (Initial Public Offerings) sebesar 3.811.765.000 Berdasarkan keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 3 Oktober
Saham Biasa Seri B kepada investor domestik maupun asing. 2003, pemegang saham BRI menyetujui pelaksanaan
Jumlah saham tersebut merupakan saham divestasi Negara Program Opsi Pembelian Saham bagi Manajemen
Republik Indonesia sebesar 2.047.060.000 dan saham (Management Stock Option Plan/ MSOP). Jumlah saham
portepel sebesar 1.764.705.000. yang diterbitkan dalam MSOP BRI tercatat sebanyak
588.235.250 lembar. Pelaksanaan MSOP tersebut dilakukan
Penawaran Saham Perdana tersebut berdasarkan dalam tiga tahap di mana masa exercise MSOP Tahap I dan
pernyataan pendaftaran efektif yang dikeluarkan oleh II telah berakhir masing-masing pada tanggal 9 November
Bapepam – sekarang OJK (Surat Ketua Bapepam No. 2008 dan 9 November 2009, sedangkan MSOP Tahap III
S-2646/PM/2003) tanggal 31 Oktober 2003). Saham yang berakhir pada 9 November 2010.
ditawarkan bernominal Rp500,00 dan mulai diperdagangkan
pada 10 November 2003 dengan harga penawaran per Ketiga tahap MSOP tersebut mengacu pada Peraturan
saham sebesar Rp875,00, serta dicatatkan di Bursa Efek Bapepam- LK No. IX.D.4 dan Peraturan BEI No.1-A Lamp.
Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia). Keputusan Direksi BEJ No. Kep.305/BEJ/07-2004 tentang
Pencatatan Efek. Saham MSOP yang telah di-exercise
Dengan dilakukannya penawaran saham perdana ini, BRI sampai dengan berakhirnya seluruh tahapan MSOP adalah
menerbitkan dua jenis saham; Saham Seri A Dwiwarna sebesar 569.876.000 lembar. Sampai dengan berakhirnya
dan Saham Seri B. Saham Seri A Dwiwarna diterbitkan dan masa exercise, masih terdapat 18,3 juta lembar saham yang
dimiliki oleh Negara Republik Indonesia yang tidak dapat tidak di-exercise yang terdiri dari 4,3 juta lembar MSOP
dipindahtangankan kepada siapapun. Tahap I, 5,2 juta lembar MSOP Tahap II dan 8,8 juta lembar
MSOP Tahap III. Dengan berakhirnya exercise MSOP pada
Selanjutnya pada 10 November 2003, BRI melaksanakan tahun 2010 maka komposisi kepemilikan saham pemerintah
opsi pemesanan lebih sejumlah 381.176.000 Saham Biasa berubah dari 59.07% di tahun 2004 menjadi 56,75% di tahun
Seri B milik Negara Republik Indonesia (divestasi) dan pada 2010.
3 Desember 2003 melakukan opsi penjatahan lebih sejumlah
571.764.000 Saham Biasa Seri B milik Negara Republik
Indonesia (divestasi). Divestasi dicatatkan di Bursa Efek
Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia).
STOCK SPLIT 1:2 TAHUN 2011
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 24
November 2011, pemegang saham telah menyetujui antara lain pemecahan nilai nominal saham (stock split) dari semula Rp500
per saham menjadi Rp250 per saham (Rasio 1:2). Harga saham sebelum stock split sebesar Rp9.300,00 pada tanggal 10
Januari 2011 menjadi sebesar Rp4.800 pada penutupan perdagangan 11 Januari 2011. Dengan adanya stock split dimaksud,
per 11 Januari 2011 jumlah lembar saham yang beredar sebelum dan pelaksanaan stock split adalah 12.334.581.000 lembar
dan 24.669.162.000 lembar. Tidak terdapat perubahan komposisi kepemilikan saham Pemerintah maupun Publik sebelum dan
sesudah stock split.
Pelaksanaan Stock Split Tahun 2011
Pemegang Saham (Jumlah Saham yang Beredar)
Jumlah Saham
Keterangan Pemerintah Publik Nominal yang
Beredar
Jumlah (lembar) % Jumlah (lembar) % Rp
Sebelum Stock Split 7.000.000.000 56,75 5.334.581.000 43,25 500 12.334.581.000
Setelah Stock Split 14.000.000.000 56,75 10.669.162.000 43,25 250 24.669.162.000
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 193
Page 196
Profil Perusahaan
Pembelian Kembali Saham (Buyback) Tahun 2015-2016
BRI melakukan Stock buy-back selama tiga bulan yaitu dari tanggal 12 Oktober 2015 sampai dengan 12 Januari 2016 dengan
total pembelian sebanyak 221.718.000 lembar saham dengan harga perolehan Rp2.419 triliun. Target awal pelaksanaan buy
back ini direncanakan sebesar Rp2,5 triliun dengan ketentuan jumlah saham buy back BRI tidak melebihi 20% dari jumlah modal
disetor dan paling sedikit saham yang beredar 7,5% dari modal disetor. Setelah IPO BRI dan opsi pemesanan lebih serta opsi
penjatahan, maka Pemerintah Republik Indonesia memiliki 59,50% saham di BRI.
Pelaksanaan Buy Back Saham di tahun 2015-2016
Total Jumlah saham Rata-rata Harga Pembelian Peningkatan Laba per Lembar Saham
221.718.000 lembar Rp10.910/lembar Rp9.5/lembar
Ket: sebelum stock split 1:5
Dalam melaksanakan pembelian kembali saham dan/atau obligasi, BRI mengikuti kebijakan-kebijakan eksternal yang berlaku
diantaranya:
• Undang-undang (UU) RI No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
• Peraturan OJK (POJK) No. 2/POJK.04/2013 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Emiten atau
Perusahaan Publik Dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan.
• Surat Edaran OJK (SEOJK) No. 22/SEOJK.04/2013 tentang Kondisi Lain Sebagai Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara
Signifikan Dalam Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik Peraturan.
• Bank Indonesia (PBI) No. 15/12/PBI/2013 tentang Tata Cara Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana dan Penatausahaan
Surat Utang Negara.
Dana yang digunakan untuk pelaksanaan buyback ini berasal dari kas internal Perseroan dan diyakini bahwa biaya tersebut tidak
mempengaruhi kondisi keuangan untuk membiayai kegiatan Perseroan. Seluruh transaksi buy back telah dilaporkan kepada
OJK pada tanggal 13 Januari 2016. Saham yang telah dibeli direncanakan untuk Program Kepemilikan Saham Manajemen dan
Pekerja BRI.
STOCK SPLIT 1:5 TAHUN 2017
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 18 Oktober
2017, pemegang saham telah menyetujui antara lain pemecahan nilai nominal saham (stock split) dari semula Rp250 per saham
menjadi Rp50 per saham (Rasio 1:5). Harga saham sebelum stock split sebesar Rp16.450 pada tanggal 9 November 2017
menjadi sebesar Rp3.280 pada penutupan perdagangan 10 November 2017. Dengan adanya stock split dimaksud, per 10
November 2017 jumlah lembar saham yang beredar sebelum dan pelaksanaan stock split adalah 24.669.162.000 lembar dan
123.945.810.000 lembar. Tidak terdapat perubahan komposisi kepemilikan saham Pemerintah maupun Publik sebelum dan
sesudah stock split. Kronologi dari pencatatan saham yang terkait dengan aksi korporasi ini adalah sebagai berikut:
Pelaksanaan Stock Split Tahun 2017
Pemegang Saham (Jumlah Saham yang Beredar)
Jumlah Saham yang
Keterangan Pemerintah Publik Nominal
Beredar
Jumlah (lembar) % Jumlah (lembar) % Rp
Sebelum Stock Split 14.000.000.000 56,75 10.669.162.000 43,25 250 24.669.162.000
Setelah Stock Split 70.000.000.000 56,75 53.345.810.000 43,25 50 123.345.810.000
PROGRAM KEPEMILIKAN SAHAM BAGI PEKERJA (EMPLOYEE STOCK OPTION PROGRAM/ESOP) TAHUN 2019
Berdasarkan Putusan RUPS tanggal 23 Maret 2016 pada Agenda 5 (lima) yakni menyetujui pengalihan saham hasil pembelian
kembali yang disimpan sebagai saham tresuri (treasury stock) dalam rangka pelaksanaan Program Kepemilikan Saham
Manajemen dan Pekerja serta memberikan kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan Program
Kepemilikan Saham tersebut dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis pemegang saham seri A Dwiwarna, serta
194 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 197
Laporan Tahunan
2025
memperhatikan Surat Kementrian BUMN yang berisi bahwa (ESA) dengan total 231.111.000 lembar saham, yang terdiri
mendukung implementasi kepemilikan saham bagi Pekerja dari ESA Tahap 1 sebesar 4.396.700 lembar saham dan ESA
BRI/Employee Stock Ownership Program (ESOP), BRI pada Tahap 2 sebesar 226.714.300 lembar saham.
tahun 2019 telah melaksanakan ESOP dalam bentuk Bonus
Saham untuk tahap I. Saham Tresuri yang telah dipakai PEMBELIAN KEMBALI SAHAM (BUYBACK) TAHUN 2020
untuk ESOP tahap I tersebut dan telah dilimpahkan kepada BRI melaksanakan buyback yang berpedoman pada POJK
masing-masing Pekerja pada tanggal 23 dan 24 Mei 2019 No.02/POJK.04/2013 dan SE.OJK Nomor 3/SEOJK.04/2020
dalam bentuk Script Saham sebanyak 143.415.500 lembar pada tanggal 13 Maret 2020 hingga 12 Juni 2020. Pelaksanaan
saham. Pelimpahan saham tresuri untuk ESOP dimaksud buyback tersebut telah disampaikan mealui Keterbukaan
telah dilaporkan kepada OJK pada bulan Mei 2019. Informasi dalam Rangka Memenuhi Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No.02/POJK.04/2013 Sehubungan dengan
PROGRAM KEPEMILIKAN SAHAM BAGI PEKERJA Rencana Pembelian Kembali Saham Perseroan (Buyback)
(EMPLOYEE STOCK OPTION PROGRAM/ESOP) TAHUN dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan
2020 pada tanggal 13 Maret 2020. Adapun jumlah buyback yang
Pada tahun 2020, BRI telah melaksanakan distribusi program dilaksanakan sebanyak 16.400.000 lembar saham dengan
kepemilikan saham Pekerja atau Employee Stock Allocation rata-rata harga perolehan sebesar Rp2.881,34 per lembar
saham.
RIGHT ISSUE TAHUN 2021
Pada tanggal 13 September 2021 – 22 September 2021, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. melakukan Rights Issue atau
Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“PMHMETD”) I dalam rangka pembentukan Holding Ultra
Mikro yang terdiri dari PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero. BRI menawarkan sebanyak-
banyaknya 28.213.191.604 saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp50 per saham atau sebanyak-banyaknya 18,62% dari
modal ditempatkan dan disetor penuh BRI setelah PMHMETD I. Setiap pemegang 1.000.000.000 saham lama BRI yang namanya
tercatat dalam DPS BRI pada tanggal 9 September 2021 berhak atas 230.128.553 (HMETD di mana 1 (satu) HMETD berhak untuk
untuk membeli 1 Saham Baru dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp3.40- (tiga ribu empat ratus Rupiah) per saham. Jumlah
dana dan hasil inbreng yang diterima BRI dalam PMHMETD I ini sebesar Rp95.924.851.453.600, di mana Rp54.770.595.614.000
berasal dari Pemerintah Republik Indonesia berupa inbreng (non-cash), dan Rp41.154.255.839.600 berasal dari Publik (cash).
Setelah Right Issue, jumlah saham beredar BRI bertambah sebesar 28.213.191.604 dari 123.345.810.000 menjadi 151.559.001.604
dengan TERP sebesar Rp3.810.
Pelaksanaan Right Issue Tahun 2021
Pemegang Saham (Jumlah Saham yang Beredar)
Jumlah Saham yang
Keterangan Pemerintah Publik Nominal
Beredar
Jumlah (lembar) % Jumlah (lembar) % Rp
Sebelum Right Issue 70.000.000.000 56,75 53.345.810.000 43,25 50 123.345.810.000
Setelah Right Issue 86.108.998.710 56,82 65.450.002.894 43,18 50 151.559.001.604
PEMBELIAN KEMBALI SAHAM (BUYBACK) TAHUN 2022-2023
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 1 Maret 2022, BRI telah memperoleh persetujuan pemegang
saham untuk melaksanakan pembelian kembali saham (Buyback) dengan nilai Buyback sebesar-besarnya Rp3 triliun yang
dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), baik secara bertahap maupun sekaligus dan diselesaikan paling lambat selama 18
bulan sejak persetujuan RUPST, yaitu pada 1 Maret 2022 hingga 31 Agustus 2023. Saham hasil Buyback akan digunakan untuk
program kepemilikan saham Pekerja dan/atau Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan. Adapun pelaksanaan buyback tersebut
berpedoman pada POJK No. 30/POJK.04/2017.
Pada periode April 2022 hingga Januari 2023, BRI telah melakukan Buyback sebanyak 647.385.900 lembar dengan rata-rata
harga perolehan sebesar Rp4.634,02 per lembar saham.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 195
Page 198
Profil Perusahaan
PEMBELIAN KEMBALI SAHAM (BUYBACK) PENGALIHAN SAHAM NEGARA RI
TAHUN 2023-2024 Pada 22 Maret 2025, Negara RI mengalihkan kepemilikan
Pada periode September 2023 hingga September 2024, BRI 80.610.976.875 Saham Seri B atau 53,19 % dari seluruh saham
melaksanakan program pembelian kembali saham dengan yang telah dikeluarkan dan disetor penuh Perseroan melalui
mengacu pada POJK Nomor 30/POJK.04/2017. Pelaksanaan mekanisme inbreng kepada PT Biro Klasifikasi Indonesia
program tersebut telah mendapatkan persetujuan melalui (Persero) (saat ini PT Danantara Asset Management
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang (Persero)).
diselenggarakan pada 13 Maret 2023. Dari pelaksanaan
buyback ini, Perseroan berhasil memperoleh sebanyak Pengalihan saham milik Negara RI tersebut sebagaimana Akta
293.932.300 lembar saham dengan rata-rata harga Penyertaan Saham Dengan Pemasukan Dalam Perseroan
perolehan sebesar Rp5.103,22 per lembar saham. Terbatas No. 121 tanggal 22 Maret 2025 dibuat dihadapan
Jose Dima Satria S.H., M.kn, Notaris di Jakarta tersebut
PEMBELIAN KEMBALI SAHAM (BUYBACK) merupakan pelaksanaan peraturan perundang-undangan,
TAHUN 2025-2026 yaitu Undang-Undang No. 1 Tahun 2025 tentang Perubahan
Pada tahun 2025, BRI kembali melaksanakan program Ketiga atas Undang-Undang No. 19 Tahun 2003 tentang
buyback dengan berpedoman pada POJK Nomor 29 Tahun Badan Usaha Milik Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor
2023, sebagaimana telah disetujui dalam Rapat Umum 15 Tahun 2025 tentang Penambahan Penyertaan Modal
Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 24 Maret Negara RI ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
2025. Sampai dengan 31 Desember 2025, program tersebut (Persero) PT Biro Klasifikasi Indonesia untuk Pendirian
direalisasikan melalui perolehan sebanyak 132.321.300 Holding Operasional.
lembar saham, dengan rata-rata harga perolehan sebesar
Rp3.687,12 per lembar saham.
Negara RI tetap sebagai Pemegang Saham Pengendali Perseroan (Ultimate Beneficial Owner) melalui kepemilikan langsung
1 saham Seri A Dwiwarna dengan hak istimewa oleh Menteri BUMN. Sehubungan dengan Pengalihan dimaksud, susunan
kepemilikan saham Perseroan per tanggal 24 Maret 2025 sebagaimana Surat Keterangan Biro Administrasi Efek Perseroan,
PT Datindo Entrycom sebagai berikut:
Saham dengan Nilai Nominal Rp50.- (lima puluh Rupiah) per saham
Keterangan Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) %
Modal Dasar
Saham Seri A Dwiwarna 1 50
Saham Seri B 299.999.999.999 14.999.999.999.950
Jumlah Modal Dasar 300.000.000.000 15.000.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Saham Seri A Dwiwarna
Negara Republik Indonesia 1 50 0,00
Saham Seri B
PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)
80.610.976.875 4.030.548.834.750 53,19
(saat ini PT Danantara Asset Management (Persero)
Pemegang Saham Lainnya dengan kepemilikan di bawah 5% *) 70.948.024.728 3.547.401.236.400 46,81
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 151.559.001.604 7.577.950.080.200 100,00
Saham dalam Portepel 148.440.998.396 7.422.049.919.800
*) Termasuk saham Treasury sebanyak 902.207.000 saham
196 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 199
Laporan Tahunan
2025
Selanjutnya, pada 5 Januari 2026, PT Danantara Asset Pengalihan saham dimaksud merupakan pelaksanaan
Management (Persero) mengalihan kepemilikan sebagian Undang-Undang No. 16 Tahun 2025 tentang Perubahan
Saham Seri B Perseroan sebesar 806.109.768 saham atau Keempat atas Undang-Undang No. 19 Tahun 2003 tentang
0,53% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor Badan Usaha Milik Negara.
penuh Perseroan melalui transaksi pengalihan kepemilikan
saham berdasarkan Perjanjian Pengalihan Saham Milik Negara RI merupakan Pemegang Saham Pengendali
Negara Republik Indonesia Berupa Saham Seri B Pada Perseroan (Ultimate Beneficial Owner) dengan kepemilikan
BUMN kepada BP BUMN Nomor PERJ-1/BPU/01/2026 1 saham Seri A Dwiwarna dengan hak istimewa dan
dan Nomor LGL1.001/PERJ/DIDAM.DO/2026 tanggal 806.109.768 saham Seri B melalui BP BUMN, serta
5 Januari 2026 antara Kepala BP BUMN dan PT Danantara kepemilikan 79.804.867.107 saham Seri B melalui
Asset Management (Persero). PT Danantara Asset Management (Persero).
Sehubungan dengan Pengalihan dimaksud, susunan kepemilikan saham Perseroan per tanggal 7 Januari 2026 sebagaimana
Surat Keterangan Biro Administrasi Efek Perseroan, PT Datindo Entrycom sebagai berikut:
Saham dengan Nilai Nominal Rp50.- (lima puluh Rupiah) per saham
Keterangan Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) %
Modal Dasar
Saham Seri A Dwiwarna 1 50
Saham Seri B 299.999.999.999 14.999.999.999.950
Jumlah Modal Dasar 300.000.000.000 15.000.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Saham Seri A Dwiwarna
Negara RI melalui Badan Pengaturan BUMN 1 50 0,00
Saham Seri B
1. Negara RI melalui Badan Pengaturan BUMN 806.109.768 40.305.488.400 0,53
2. PT Danantara Asset Management (Persero) 79.804.867.107 3.990.243.355.350 52,66
3. Pemegang saham lainnya masing-masing kurang dari 5% *) 70.948.024.728 3.547.401.236.400 46,81
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 151.559.001.604 7.577.950.080.200 100,00
Saham dalam Portepel 148.440.998.396 7.422.049.919.800
*) Termasuk saham Treasury sebanyak 958.602.200 saham
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 197
Page 200
Profil Perusahaan
Kronologis Penerbitan/Pencatatan Saham BRI
Jumlah Saham yang
Tahun Aksi Korporasi Nilai Nominal Harga Penawaran
Diterbitkan
2003 Penawaran Umum Saham Perdana 500 875 3.811.765.000
2004 Exercise MSOP 500 - 85.385.500
2005 Exercise MSOP 500 - 185.610.000
2006 Exercise MSOP 500 - 250.721.000
2007 Exercise MSOP 500 - 31.379.000
2008 Exercise MSOP 500 - 7.499.000
2009 Exercise MSOP 500 1.750 4.553.000
2010 Exercise MSOP 500 - 4.728.500
2011 Stock Split 1:2 tanggal 11 Januari 2011 250 - -
2015 250 - -
Stock Buy- Back sebanyak 221.718.000
lembar saham
2016 250 - -
2017 Stock Split 1:5 tanggal 10 November 2017 50 - -
2019 Exercise ESOP 143.415.500 50 2.240 -
2020 Exercise ESA 231.111.000 50 - -
2020 Stock Buy-Back sebanyak 16.400.000 lembar saham 50 - -
Right Issue 50 3.400 28.213.191.604
2021
Pengalihan Sebagian Saham Milik Pemerintah ke LPI 50 - -
2022 Stock Buy- Back sebanyak 479.454.100 lembar saham 50 - -
2023 Stock Buy- Back sebanyak 286.765.400 lembar saham 50 - -
2024 Stock Buy- Back sebanyak 175.098.700 lembar saham 50 - -
Pengalihan Seluruh Saham Seri B Milik Negara RI ke
2025 50 - -
PT Danantara Asset Management (Persero)
2025 Stock Buy- Back sebanyak 132.321.300 lembar saham 50 - -
Pengalihan Sebagian Saham Seri B Milik
2026 PT Danantara Asset Management (Persero) ke 50 - -
Negara RI melalui BP BUMN
Keterangan:
• MSOP, ESOP dan ESA tidak terdapat harga penawaran dikarenakan Perusahaan langsung memberikan saham kepada Pekerja yang berhak sesuai dengan
perhitungan, metode dan asumsi dari laporan pihak ketiga yang kompeten.
• Stock Buy-Back tidak terdapat harga penawaran dikarenakan Perusahaan langsung membeli saham melalui mekanisme pasar.
198 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 201
Laporan Tahunan
2025
Komposisi Pemegang Saham setelah Aksi Korporasi
Total Jumlah Nilai Modal
Saham Disetor Akhir Disetor Akhir Pemerintah Masyarakat
Periode Periode (Rp Juta)
Jumlah (lembar) % Jumlah (lembar) %
11.764.705.000 5.882.353 7.000.000.000 59,50 4.764.705.000 40,50
11.850.090.500 5.925.045 7.000.000.000 59,07 4.850.090.500 40,93
12.035.700.500 6.017.850 7.000.000.000 58,16 5.035.700.500 41,84
12.286.421.500 6.143.211 7.000.000.000 56,97 5.286.421.500 43,03
12.317.800.500 6.158.900 7.000.000.000 56,83 5.317.800.500 43,17
12.325.299.500 6.162.650 7.000.000.000 56,79 5.325.299.500 43,21
12.329.852.500 6.164.926 7.000.000.000 56,77 5.329.852.500 43,23
12.334.581.000 6.167.291 7.000.000.000 56,75 5.334.581.000 43,25
24.669.162.000 6.167.291 14.000.000.000 56,75 10.669.162.000 43,25
24.669.162.000 6.167.291 14.000.000.000 56,75 10.669.162.000 43,25
24.669.162.000 6.167.291 14.000.000.000 56,75 10.669.162.000 43,25
123.345.810.000 6.167.291 70.000.000.000 56,75 53.345.810.000 43,25
123.345.810.000 6.167.291 70.000.000.000 56,75 53.345.810.000 43,25
123.345.810.000 6.167.291 70.000.000.000 56,75 53.345.810.000 43,25
123.345.810.000 6.167.291 70.000.000.000 56,75 53.345.810.000 43,25
151.559].001.604 7.577.950 86.108.998.710 56,82 65.450.002.894 43,18
151.559.001.604 7.577.950 80.610.976.876 53,19 70.948.024.728 46,81
151.559.001.604 7.577.950 80.610.976.876 53,19 70.948.024.728 46,81
151.559.001.604 7.577.950 80.610.976.876 53,19 70.948.024.728 46,81
151.559.001.604 7.577.950 80.610.976.876 53,19 70.948.024.728 46,81
Negara RI melalui BP
0,00
BUMN: 1 lembar
151.559.001.604 7.577.950 70.948.024.728 46,81
PT Danantara Asset
Management (Persero) 53,19
(80.610.976.875)
151.559.001.604 7.577.950 80.610.976.876 53,19 70.948.024.728 46,81
Negara RI melalui BP
0,53
BUMN 806.109.769
151.559.001.604 7.577.950 70.948.024.728 46,81
PT Danantara Asset
Management (Persero) 52,66
79.804.867.107
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 199
Page 202
Profil Perusahaan
Kronologi Penerbitan
dan/atau Pencatatan Efek Lainnya
Kronologi Penerbitan dan/atau Pencatatan Obligasi
Tabel Informasi Obligasi
Tanggal distribusi
Jumlah Obligasi
No. Uraian Obligasi secara Tenor Mata Uang
(Juta)
Elektronik
1. Subordinate Notes due 2003 25 September 2003 120 bulan USD USD150
2. Obligasi Subordinasi I Bank BRI Tahun 2004 09 Januari 2004 120 bulan IDR Rp500.000
3. Obligasi Subordinasi II Bank BRI Tahun 2009 22 Desember 2009 60 bulan IDR Rp2.000.000
Obligasi Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I
4. 25 Juni 2015 370 Hari IDR Rp655.000
Tahun 2015 Seri A
Obligasi Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I
5. 25 Juni 2015 36 bulan IDR Rp925.000
Tahun 2015 Seri B
Obligasi Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I
6. 02 Juli 2015 60 bulan IDR Rp1.420.000
Tahun 2015 Seri C
Obligasi Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II
7. 19 Januari 2016 370 Hari IDR Rp808.000
Tahun 2016 Seri A
Obligasi Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II
8. 19 Januari 2016 36 bulan IDR Rp1.018.500
Tahun 2016 Seri B
Obligasi Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II
9. 04 Februari 2016 5 tahun IDR Rp2.823.500
Tahun 2016 Seri C
Obligasi Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III
10. 04 Mei 2016 370 Hari IDR Rp1.212.000
Tahun 2016 Seri A
Obligasi Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III
11. 04 Mei 2016 36 bulan IDR Rp2.437.000
Tahun 2016 Seri B
Obligasi Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III
12. 25 Mei 2016 5 tahun IDR Rp701.000
Tahun 2016 Seri C
Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI Tahap I
13. 02 Desember 2016 370 Hari IDR Rp616.000
Tahun 2016 Seri A
Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI Tahap I
14. 02 Desember 2016 36 bulan IDR Rp964.000
Tahun 2016 Seri B
Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI Tahap I
15. 01 Desember 2016 5 tahun IDR Rp193.000
Tahun 2016 Seri C
Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI Tahap I
16. 01 Desember 2016 7 tahun IDR Rp477.000
Tahun 2016 Seri D
Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI Tahap I
17. 01 Desember 2016 10 tahun IDR Rp2.350.000
Tahun 2016 Seri E
Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI Tahap II
18. 12 April 2017 370 Hari IDR Rp1.131.000
Tahun 2017 Seri A
Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI Tahap II
19. 11 April 2017 36 bulan IDR Rp1.743.500
Tahun 2017 Seri B
Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI Tahap II
20. 11 April 2017 5 tahun IDR Rp925.000
Tahun 2017 Seri C
Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI Tahap II
21. 11 April 2017 10 tahun IDR Rp1.300.500
Tahun 2017 Seri D
Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI Tahap III
22. 24 Agustus 2017 36 bulan IDR Rp980.500
Tahun 2017 Seri A
Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI Tahap III
23. 24 Agustus 2017 5 tahun IDR Rp1.652.500
Tahun 2017 Seri B
200 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 203
Laporan Tahunan
2025
Peringkat
Tanggal Jatuh Tingkat Suku Status
Harga Penawaran Wali Amanat
Tempo Bunga Pembayaran
2025 2024
- 30 Oktober 2013 7,75% Lunas - - -
- 09 Januari 2014 13,5% Lunas - - -
- 22 Desember 2014 10,95% Lunas - - -
100% dari jumlah pokok Bank Negara
07 Juli 2016 8,4% Lunas - -
obligasi Indonesia
100% dari jumlah pokok Bank Negara
03 Juli 2018 9,2% Lunas - -
obligasi Indonesia
100% dari jumlah pokok Bank Negara
03 Juli 2020 9,5% Lunas - -
obligasi Indonesia
100% dari jumlah pokok Bank Negara
08 Februari 2017 8,5% Lunas - -
obligasi Indonesia
100% dari jumlah pokok Bank Negara
04 Februari 2019 9,25% Lunas - -
obligasi Indonesia
100% dari jumlah pokok Bank Negara
04 Februari 2021 9,60% Lunas - -
obligasi Indonesia
100% dari jumlah pokok Bank Negara
30 Mei 2017 7,5% Lunas - -
obligasi Indonesia
100% dari jumlah pokok Bank Negara
25 Mei 2019 8,2% Lunas - -
obligasi Indonesia
100% dari jumlah pokok Bank Negara
25 Mei 2021 8,70% Lunas - -
obligasi Indonesia
100% dari jumlah pokok Bank Negara
06 Desember 2017 7,25% Lunas - -
obligasi Indonesia
100% dari jumlah pokok Bank Negara
01 Desember 2019 8% Lunas - -
obligasi Indonesia
100% dari jumlah pokok Bank Negara
01 Desember 2021 8,20% Lunas - -
obligasi Indonesia
100% dari jumlah pokok Bank Negara
01 Desember 2023 8,65% Lunas -
obligasi - Indonesia
100% dari jumlah pokok AAA oleh AAA oleh Bank Negara
01 Desember 2026 8,90% Belum Lunas id id
obligasi Pefindo Pefindo Indonesia
100% dari jumlah pokok Bank Negara
16 April 2018 7,2% Lunas - -
obligasi Indonesia
100% dari jumlah pokok Bank Negara
11 April 2020 8,1% Lunas - -
obligasi Indonesia
100% dari jumlah pokok Bank Negara
11 April 2022 8,30% Lunas - -
obligasi Indonesia
100% dari jumlah pokok AAA oleh AAA oleh Bank Negara
11 April 2027 8,80% Belum Lunas id id
obligasi Pefindo Pefindo Indonesia
100% dari jumlah pokok Bank Negara
24 Agustus 2020 7,6 Lunas - -
obligasi Indonesia
100% dari jumlah pokok Bank Negara
24 Agustus 2022 8% Lunas - -
obligasi Indonesia
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 201
Page 204
Profil Perusahaan
Tanggal distribusi
Jumlah Obligasi
No. Uraian Obligasi secara Tenor Mata Uang
(Juta)
Elektronik
Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI Tahap III
24. 24 Agustus 2017 7 tahun IDR Rp2.517.000
Tahun 2017 Seri C
Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI Tahap IV
25. 21 Februari 2018 5 tahun IDR Rp1.837.000
Tahun 2018 Seri A
Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI Tahap IV
26. 21 Februari 2018 7 tahun IDR Rp605.000
Tahun 2018 Seri B
27. Senior Notes due 2018 28 Maret 2013 60 bulan USD USD500
28. Obligasi Subordinasi III Bank BRI Tahun 2018 21 Juni 2018 5 tahun IDR Rp500.000
Obligasi Berkelanjutan III Bank BRI Tahap I
29. 07 November 2019 370 Hari IDR Rp737.850
Tahun 2019 Seri A
Obligasi Berkelanjutan III Bank BRI Tahap I
30. 07 November 2019 3 tahun IDR Rp2.089.350
Tahun 2019 Seri B
Obligasi Berkelanjutan III Bank BRI Tahap I
31. 07 November 2019 5 tahun IDR Rp2.172.800
Tahun 2019 Seri C
32. Global Bond 2018 20 Juli 2018 5 tahun USD USD500
33. Sustainable Bond 2019 28 Maret 2019 5 tahun USD USD500
Obligasi Berawawasan Lingkungan
34. Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 20 Juli 2022 370 Hari IDR Rp2.500.000
Seri A
Obligasi Berawawasan Lingkungan
35. Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 20 Juli 2022 3 Tahun IDR Rp2.000.000
Seri B
Obligasi Berawawasan Lingkungan
36. Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 20 Juli 2022 5 Tahun IDR Rp500.000
Seri C
37. Obligasi Subordinasi III Bank BRI Tahun 2018 06 Juli 2023 5 tahun IDR Rp500.000
Obligasi Berawawasan Lingkungan
38. Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 17 Oktober 2023 1 Tahun IDR Rp1.345.650
2023 Seri A
Obligasi Berawawasan Lingkungan
39. Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 17 Oktober 2023 2 Tahun IDR Rp4.154.350
2023 Seri B
Obligasi Berawawasan Lingkungan
40. Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 17 Oktober 2023 3 Tahun IDR Rp500.000
2023 Seri C
Obligasi Berawawasan Lingkungan
41. Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III Tahun 20 Maret 2024 1 Tahun IDR Rp1.237.665
2024 Seri A
Obligasi Berawawasan Lingkungan
42. Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III Tahun 20 Maret 2024 2 Tahun IDR Rp879.430
2024 Seri B
Obligasi Berawawasan Lingkungan
43. Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III Tahun 20 Maret 2024 3 Tahun IDR Rp382.905
2024 Seri C
Obligasi Berwawasan Lingkungan
44. Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2025 26 Juni 2025 2 Tahun IDR Rp1.563.090
Seri A
Obligasi Berwawasan Lingkungan
45. Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2025 26 Juni 2025 3 Tahun IDR Rp2.110.745
Seri B
Obligasi Berwawasan Lingkungan
46. Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2025 26 Juni 2025 5 Tahun IDR Rp1.326.165
Seri C
202 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 205
Laporan Tahunan
2025
Peringkat
Tanggal Jatuh Tingkat Suku Status
Harga Penawaran Wali Amanat
Tempo Bunga Pembayaran
2025 2024
100% dari jumlah pokok AAA oleh Bank Negara
24 Agustus 2024 8,25% Lunas - id
obligasi Pefindo Indonesia
100% dari jumlah pokok Bank Negara
21 Februari 2023 6,65% Lunas -
obligasi - Indonesia
100% dari jumlah pokok AA oleh AAA oleh Bank Negara
21 Februari 2025 6,90% Lunas id id
obligasi Pefindo Pefindo Indonesia
- 28 Maret 2018 2,95% Lunas - - BNY Mellon
100% dari jumlah pokok Bank Negara
26 Juni 2023 7,70% Lunas -
obligasi - Indonesia
100% dari jumlah pokok Bank Negara
17 November 2020 6,5% Lunas - -
obligasi Indonesia
100% dari jumlah pokok Bank Negara
07 November 2022 7,60% Lunas - -
obligasi Indonesia
100% dari jumlah pokok AAA oleh Bank Negara
07 November 2024 7,85% Lunas - id
obligasi Pefindo Indonesia
99,696% dari jumlah
20 Juli 2023 4,625% Lunas - - BNY Mellon
pokok obligasi
"BBB- oleh
99,713% dari jumlah Fitch Rating
28 Maret 2024 3,950% Lunas - BNY Mellon
pokok obligasi Baa2 oleh
Moodys”
100% dari jumlah pokok Bank Negara
30 Juli 2022 3,70% Lunas - -
obligasi Indonesia
100% dari jumlah pokok AAA oleh Bank Negara
20 Juli 2024 5,75% Lunas - id
obligasi Pefindo Indonesia
100% dari jumlah pokok AAA oleh AAA oleh Bank Negara
20 Juli 2027 6,45% Belum Lunas id id
obligasi Pefindo Pefindo Indonesia
100% dari jumlah pokok AA oleh AA oleh Bank Tabungan
06 Juli 2028 6,45% Belum Lunas id id
obligasi Pefindo Pefindo Negara
100% dari jumlah pokok AAA oleh Bank Tabungan
27 Oktober 2024 6,10% Lunas - id
obligasi Pefindo Negara
100% dari jumlah pokok AAA oleh AAA oleh Bank Tabungan
17 Oktober 2025 6,35% Lunas id id
obligasi Pefindo Pefindo Negara
100% dari jumlah pokok AAA oleh AAA oleh Bank Tabungan
17 Oktober 2026 6,30% Belum Lunas id id
obligasi Pefindo Pefindo Negara
100% dari jumlah pokok AAA oleh AAA oleh Bank Tabungan
30 Maret 2025 6,15% Lunas id id
obligasi Pefindo Pefindo Negara
100% dari jumlah pokok AAA oleh AAA oleh Bank Tabungan
20 Maret 2026 6,25% Belum Lunas id id
obligasi Pefindo Pefindo Negara
100% dari jumlah pokok AAA oleh AAA oleh Bank Tabungan
20 Maret 2027 6,25% Belum Lunas id id
obligasi Pefindo Pefindo Negara
100% dari jumlah pokok AAA oleh AAA oleh Bank Tabungan
26 Juni 2027 6,45% Belum Lunas id id
obligasi Pefindo Pefindo Negara
100% dari jumlah pokok AAA oleh AAA oleh Bank Tabungan
26 Juni 2028 6,55% Belum Lunas id id
obligasi Pefindo Pefindo Negara
100% dari jumlah pokok AAA oleh AAA oleh Bank Tabungan
26 Juni 2030 6,60% Belum Lunas id id
obligasi Pefindo Pefindo Negara
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 203
Page 206
Profil Perusahaan
Tanggal distribusi
Jumlah Obligasi
No. Uraian Obligasi secara Tenor Mata Uang
(Juta)
Elektronik
SBK Berkelanjutan I PT Bank Rakyat
47. Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2025 Tahap 04 Desember 2025 1 Bulan IDR Rp45.900
I Seri A
SBK Berkelanjutan I PT Bank Rakyat
48. Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2025 Tahap 04 Desember 2025 3 Bulan IDR Rp30.300
I Seri B
SBK Berkelanjutan I PT Bank Rakyat
49. Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2025 Tahap 04 Desember 2025 6 Bulan IDR Rp20.000
I Seri C
SBK Berkelanjutan I PT Bank Rakyat
50. Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2025 Tahap 04 Desember 2025 12 Bulan IDR Rp403.800
I Seri D
Kronologi Penerbitan dan/atau Pencatatan Negotiable Certificate Deposit (NCD)
Tabel Informasi Penerbitan Negotiable Certificate Deposit (NCD)
Tanggal Tingkat
Tanggal Tenor Mata Status
Uraian Penerbitan (bulan) Uang
Nilai (juta) Jatuh Suku Bunga
Pembayaran
Tempo (%)
Negotiable Certificate
5,35%
of Deposit I BANK BRI 24 Juni 2020 3 Bulan IDR Rp630.000 24 September 2020 Lunas
(Diskonto)
TAHUN 2020 Seri A
Negotiable Certificate
5,30%
of Deposit I BANK BRI 24 Juni 2020 6 Bulan IDR Rp520.000 23 Desember 2020 Lunas
(Diskonto)
TAHUN 2020 Seri B
Negotiable Certificate
5,75%
of Deposit I BANK BRI 24 Juni 2020 12 Bulan IDR Rp850.000 24 Juni 2021 Lunas
(Diskonto)
TAHUN 2020 Seri C
Kronologi Penerbitan dan/atau Pencatatan Medium Term Notes (MTN)
Tabel Informasi Penerbitan Medium Term Notes (MTN)
Tanggal
Tanggal Tingkat
distribusi Mata Jumlah MTN Harga Status
No. Uraian Tenor Jatuh Suku
MTN secara Uang (Juta) Penawaran Pembayaran
Tempo Bunga
Elektronik
MTN BRI Tahap I 10 Oktober 370 15 Oktober
1. IDR Rp300.000 - 8,75 Lunas
Tahun 2014 Seri A 2014 Hari 2015
MTN BRI Tahap I 10 Oktober 24 10 Oktober
2. IDR Rp60.000 - 9,25 Lunas
Tahun 2014 Seri B 2014 Bulan 2016
MTN BRI Tahap I 10 Oktober 36 10 Oktober
3. IDR Rp360.000 - 9,50 Lunas
Tahun 2014 Seri C 2014 Bulan 2017
24
MTN BRI Tahap II 24 Desember 12
4. IDR Rp520.000 - Desember 8,90 Lunas
Tahun 2014 2014 Bulan
2015
21
MTN BRI Tahap I 16 September 370
5. IDR Rp1.925.000 - September 7,40 Lunas
Tahun 2016 2016 Hari
2017
204 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 207
Laporan Tahunan
2025
Peringkat
Tanggal Jatuh Tingkat Suku Status
Harga Penawaran Wali Amanat
Tempo Bunga Pembayaran
2025 2024
100% dari jumlah pokok AAA oleh AAA oleh Bank Tabungan
03 Januari 2026 4,50% Lunas id id
obligasi Pefindo Pefindo Negara
100% dari jumlah pokok A1+ oleh A1+ oleh Bank Tabungan
04 Maret 2026 4,60% Belum Lunas id id
obligasi Pefindo Pefindo Negara
100% dari jumlah pokok A1+ oleh A1+ oleh Bank Tabungan
02 Juni 2026 4,85% Belum Lunas id id
obligasi Pefindo Pefindo Negara
100% dari jumlah pokok A1+ oleh A1+ oleh Bank Tabungan
29 November 2026 4,95% Belum Lunas id id
obligasi Pefindo Pefindo Negara
Tanggal
Tanggal Tingkat
distribusi Mata Jumlah MTN Harga Status
No. Uraian Tenor Jatuh Suku
MTN secara Uang (Juta) Penawaran Pembayaran
Tempo Bunga
Elektronik
100% dari 24
MTN Bank BRI Tahun 24 November 2
6. IDR Rp2.000.000 jumlah November 6,60% Lunas
2022 Seri A 2022 tahun
pokok MTN 2024
100% dari 24
MTN Bank BRI Tahun 24 November 3
7. IDR Rp3.000.000 jumlah November 6,98% Lunas
2022 Seri B 2022 tahun
pokok MTN 2025
Kronologi Penerbitan dan/atau Pencatatan Long Term Notes (LTN)
Tabel Informasi Penerbitan Long Term Notes (LTN)
Tanggal
distribusi Jumlah Tanggal Tingkat
Tenor Mata Harga Status
No. Uraian MTN
(bulan) Uang
MTN
Penawaran
Jatuh Suku Pembayaran
secara (Juta) Tempo Bunga
Elektronik
Long Term Notes
yang Dilakukan Tanpa
Melalui Penawaran 100% dari
27 Desember 27 Juni
1. Umum PT Bank 162 IDR Rp52.332 jumlah pokok 0,55% Belum Lunas
2022 2036
Rakyat Indonesia LTN
(Persero) Tbk I Tahun
2022
Long Term Notes
yang Dilakukan Tanpa
Melalui Penawaran 100% dari
25 Oktober 25 Januari
2. Umum PT Bank 159 IDR Rp59.485 jumlah pokok 0,55% Belum Lunas
2023 2037
Rakyat Indonesia LTN
(Persero) Tbk II Tahun
2023
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 205
Page 208
Profil Perusahaan
Tanggal
distribusi Jumlah Tanggal Tingkat
Tenor Mata Harga Status
No. Uraian MTN
(bulan) Uang
MTN
Penawaran
Jatuh Suku Pembayaran
secara (Juta) Tempo Bunga
Elektronik
Long Term Notes
yang Dilakukan Tanpa
Melalui Penawaran 100% dari 26
26 Maret
3. Umum PT Bank 155 IDR Rp55.920 jumlah pokok Februari 0,55% Belum Lunas
2024
Rakyat Indonesia LTN 2037
(Persero) Tbk II Tahun
2023
Long Term Notes
yang Dilakukan Tanpa
Melalui Penawaran 100% dari 26
26 Maret
4. Umum PT Bank 155 IDR Rp55.920 jumlah pokok Februari 0,55% Belum Lunas
2024
Rakyat Indonesia LTN 2037
(Persero) Tbk II Tahun
2024
Long Term Notes
yang Dilakukan Tanpa
Melalui Penawaran 100% dari
16 Januari 16 Januari
5. Umum PT Bank 156 IDR Rp81.271 jumlah pokok 0,55% Belum Lunas
2025 2038
Rakyat Indonesia LTN
(Persero) Tbk II Tahun
2025
Informasi Penggunaan Jasa Akuntan Publik
(AP) dan Kantor Akuntan Publik (KAP)
Nama KAP Purwanto Susanti dan Surja
Jaringan Asosiasi Ernst & Young Global Limited
Alamat KAP Indonesia Stock Exchange Building, Tower 2, Lantai 7, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190, Indonesia
Nama AP Rindra Sulindro
Periode Penugasan KAP Tahun ke-10
Periode Penugasan AP Tahun ke-1
Jasa Audit Fee Audit
1. Audit Umum atas Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak untuk Tahun Buku 2025 17.301.500.000
2. Kepatuhan terhadap Perundang-undangan dan Pengendalian Internal (PSA 62) Tahun 2025
3. Audit Umum atas Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) PT Bank Rakyat Indonesia
700.000.000
(Persero) Tbk. Tahun Buku 2025.
Jasa Non Audit Fee Non Audit
1. Prosedur yang disepakati atas perhitungan pencapaian KPI Direksi (Kolegial dan Individual) Posisi 31 Desember 2025. 690.000.000
2. Prosedur yang disepakati atas data yang dikirim BRI untuk Kompilasi Laporan Keuangan Kementrian BUMN Tahun
256.000.000
Buku 2025 (Anaplan).
3. Prosedur yang disepakati atas ketaatan terhadap peraturan yang berlaku Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK)
185.000.000
Tahun Buku 2025.
4. Reviu terbatas atas Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas anak posisi 31 Oktober 2025. 9.600.000.000
5. Assurans Keyakinan Terbatas atas Laporan Long Term Incentive (LTI) BRI, Posisi 31 Desember 2025 (Program Long
267.500.000
Term Incentive (LTI) Direksi & Dewan Komisaris Periode Tahun 2023 - 2025 dan 2024 - 2026).
6. Jasa Kantor Akuntan Publik dalam Penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BRI. 2.930.000.000
206 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 209
Laporan Tahunan
2025
Nama dan Alamat Lembaga
dan/atau Profesi Penunjang
Lembaga Pemeringkat Efek
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Moody’s Investors Service
Panin Tower - Senayan City, 17th Floor 50 Raffles Place #23-06 Singapore Land Tower Singapore
Jl. Asia Afrika Lot. 19 Jakarta 10270, Indonesia 048623
Telp : (021) 7278 2380 Telp : 65 6398 8339
Faks : (021) 7278 2370 Faks : 65 6398 8301
Web : www.pefindo.com Web : www.moodys.com/indonesia
Email :- Email : clientservices@moodys.com
Jasa yang diberikan:
Pemeringkatan Perusahaan, Pemeringakatan Obligasi
Berkelanjutan Bank BRI Tahap III Tahun 2024
Fitch Ratings Indonesia SnP Global Rating
Prudential Tower 20 Floor
th
Jl. Jend Sudirman Kav. 79 Jakarta 12910, Indonesia
Singapore 12 Marina Boulevard 018982 Singapura
Telp : (021) 5795 7755 Head of Sales, Asia-Pacific
Faks : (021) 5795 7750
Telp : (0852) 2533-3522
Web : www.fitchratings.co.id
Email :-
Fitch Ratings International
30 North Colonnade London E14 SGN United Kingdom
Telp : +44(0)20 3530 1000
Web : www.fitchratings.com
Email : lonaccounts.receivable@fitchratings.com
Informasi Perdagangan dan Kustodian
Pencatatan Saham
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 1, Lantai 5
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190, Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 1
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190, Indonesia Telp : (021) 5152855
Fax : (021) 52991199
Telp : (021) 5150515
Web : www.ksei.co.id
Faks : (021 5)154153
Email : helpdesk@ksei.co.id
Web : www.idx.co.id
Email : listing@idx.co.id
Jasa yang diberikan: Pengelolaan administrasi efek (saham dan
obligasi) dan Paying Agent
Jasa yang diberikan: Jasa Pencatatan Tahunan Obligasi
Biro Administrasi Efek Notaris
PT Datindo Entrycom Notaris & PPAT Fathiah Helmi
Jl. Hayam Wuruk No. 28, Jakarta 10120 Graha Irama Lantai 6C
Telp : (021) 3508077 Jl. H. R. Rasuna Said Blok X-1, Kav. 1& 2, Kuningan Timur,
Faks : (021) 350 8078 Kec. Setiabudi, Kota Jakarta Selatan,
Web : www.datindo.com Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12710
Email : dm@datindo.com
Jasa yang diberikan: Pembuatan akta keputusan RUPS dan
Jasa yang diberikan: Jasa Konsultan Penunjang RUPST Anggaran Dasar
(RUPST dan Pembayaran Dividen)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 207
Page 210
Profil Perusahaan
Penghargaan
dan Sertifikasi
Penghargaan
Tempat
No. Penghargaan Waktu Lembaga Kategori
Pelaksanaan
Level
16 Januari
1. IDN Times Inspiring News Maker 2024 IDN Times Banking Jakarta Nasional
2025
CNBC Indonesia Research ESG Rating 2025
31 Januari CNBC
2. Awards - Awarded for its social responsibility ESG Jakarta Nasional
2025 Indonesia
and good governance
The 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and
4 Februari
3. Engagement 2025: The Best KBMI 4 Bank in Infobank Banking Jakarta Nasional
2025
Satisfaction, Loyalty, Engagement 2025
The 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and
4 Februari
4. Engagement 2025: The Best KBMI 4 Bank in Infobank Banking Jakarta Nasional
2025
Customer Engagement
The 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and
4 Februari
5. Engagement 2025: The Best KBMI 4 Bank in Infobank Banking Jakarta Nasional
2025
Marketing Customer Engagement
The 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and
4 Februari
6. Engagement 2025: The Best KBMI 4 Bank in Infobank Banking Jakarta Nasional
2025
Customer Centricity Index
The 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and
4 Februari
7. Engagement 2025: The Best KBMI 4 Bank in Infobank Banking Jakarta Nasional
2025
Customer Resilience Level
The 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and
4 Februari
8. Engagement 2025: The Best KBMI 4 Bank in Infobank Banking Jakarta Nasional
2025
Brand Interactivity Index
The 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and
4 Februari
9. Engagement 2025: The Most Satisfying Infobank Banking Jakarta Nasional
2025
KBMI 4 Bank in Mobile Banking
The 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and
4 Februari
10. Engagement 2025: The 2nd Best KBMI 4 Bank Infobank Banking Jakarta Nasional
2025
in Customer Loyalty
The 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and
4 Februari
11. Engagement 2025: The 2nd Best KBMI 4 Bank Infobank Banking Jakarta Nasional
2025
in Net Promoter Score
The 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and
4 Februari
12. Engagement 2025: The 2nd Most Satisfying Infobank Banking Jakarta Nasional
2025
KBMI 4 Bank in ATM Service
The 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and
4 Februari
13. Engagement 2025: The 2nd Most Satisfying Infobank Banking Jakarta Nasional
2025
KBMI 4 Bank in Services
The 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and
4 Februari
14. Engagement 2025: The 3rd Best KBMI 4 Bank Infobank Banking Jakarta Nasional
2025
in Customer Satisfaction
The 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and
4 Februari
15. Engagement 2025: The 3rd Most Satisfying Infobank Banking Jakarta Nasional
2025
KBMI 4 Bank in Customer Service
The 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and
4 Februari
16. Engagement 2025: The 3rd Most Satisfying Infobank Banking Jakarta Nasional
2025
KBMI 4 Bank in Teller Service
208 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 211
Laporan Tahunan
2025
Tempat
No. Penghargaan Waktu Lembaga Kategori
Pelaksanaan
Level
Anugerah Avirama Nawasena SBM ITB
2024: Peraih Anugerah Avirama Nawasena 5 Februari
17. SBM ITB ESG Jakarta Nasional
Kategori Organisation and Work Culture for 2025
DEI Practices
Anugerah Avirama Nawasena SBM ITB
2024: Peraih Anugerah Avirama Nawasena 5 Februari
18. SBM ITB ESG Jakarta Nasional
Kategori Organisation and Work Culture for 2025
DEI Practices
Indonesia Best Digital Awards 2025 in
Conventional Bank fot Omnichannel Strategy 18 Februari
19. JAKTV Banking Jakarta Nasional
Implementation and Sustainable Business 2025
Model: Category Conventional Bank
Best Stock Awards 2025: Pemenang Kategori 25 Februari
20. Investor Trust Banking Jakarta Nasional
Sektor Keuangan Big Caps 2025
Best Stock Awards 2025: Pemenang Kategori 26 Februari
21. Investor Trust Banking Jakarta Nasional
BUMN & Anak Usaha BUMN 2025
The 10th PR Indonesia Awards (PRIA) 2025:
26 Februari
22. Perusahaan Terpopuler di Media Online dan PR Indonesia Public Relation Bandung Nasional
2025
Media Sosial
The 10th PR Indonesia Awards (PRIA) 2025:
26 Februari
23. Silver Award kategori Corporate PR, Media PR Indonesia Public Relation Bandung Nasional
2025
Sosial – LinkedIn
The 10th PR Indonesia Awards (PRIA)
26 Februari
24. 2025:Silver Award kategori Corporate PR, PR Indonesia Public Relation Bandung Nasional
2025
Media Sosial – YouTube
The 10th PR Indonesia Awards (PRIA) 2025: 26 Februari
25. PR Indonesia Public Relation Bandung Nasional
Bronze Award kategori website perusahaan 2025
World's Best Companies of 2025 - Asia/ 13 Februari TIME &
26. Banking United States Internasional
Pacific #126 2025 Statista
Retail Banker International (RBI) Trailblazer Retail Banker
27. Asia Awards 2025: Best Retail Bank – 13 Maret 2025 International Banking Singapura Internasional
Indonesia (RBI)
Retail Banker
Retail Banker International (RBI) Trailblazer
28. 13 Maret 2025 International Banking Singapura Internasional
Asia Awards 2025: SME Bank of the Year
(RBI)
Retail Banker International (RBI) Trailblazer Retail Banker
29. Asia Awards 2025: Best CSR Initiative – 13 Maret 2025 International Banking Singapura Internasional
Contribution to Local Community (RBI)
Retail Banker International (RBI) Trailblazer Retail Banker
30. Asia Awards 2025: Excellence in Employee 13 Maret 2025 International Banking Singapura Internasional
Engagement (RBI)
Retail Banker International (RBI) Trailblazer Retail Banker
31. Asia Awards 2025: Best Current Account 13 Maret 2025 International Banking Singapura Internasional
Offering (RBI)
Brand Finance Global 500 2025: Peringkat
32. 17 Maret 2025 Brand Finance Banking Singapura Internasional
323 dari 500 & No. 1 di Indonesia
South East Asia Best Advisers - Best Issuer
33. 19 Maret 2025 The Asset Banking Hong Kong Internasional
for Sustainable Finance
South East Asia Best Deals - Best Social
34. 19 Maret 2025 The Asset Banking Hong Kong Internasional
Loan (US$ 800 juta)
35. APLIKASI INTERNET BANKING 19 Maret 2025 Investor Trust Banking Hong Kong Nasional
36. ATM Bank 19 Maret 2025 Banking Hong Kong Nasional
37. Bank Umum 19 Maret 2025 Banking Hong Kong Nasional
38. Kartu E-Money 19 Maret 2025 Banking Hong Kong Nasional
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 209
Page 212
Profil Perusahaan
Tempat
No. Penghargaan Waktu Lembaga Kategori
Pelaksanaan
Level
39. Kartu Kredit 19 Maret 2025 Banking Hong Kong Nasional
40. Lembaga Wealth Management 19 Maret 2025 Banking Hong Kong Nasional
41. Mobile Banking App 19 Maret 2025 Banking Hong Kong Nasional
42. PRODUK CORPORATE BANKING SERVICES 19 Maret 2025 Banking Hong Kong Nasional
43. PRODUK KPR DARI BANK 19 Maret 2025 Banking Hong Kong Nasional
44. PRODUK SME BANKING SOLUTIONS 19 Maret 2025 Banking Hong Kong Nasional
45. REKENING BANK KONVENSIONAL 19 Maret 2025 Banking Hong Kong Nasional
46. SMS Banking 19 Maret 2025 Banking Hong Kong Nasional
14 Infobank Digital Brand Appreciation
th
20 Maret Infobank
47. Banking Jakarta Nasional
2025: Bank Umum Konvensional 2025 Media Group
14th Infobank Digital Brand Appreciation 20 Maret Infobank
48. Banking Jakarta Nasional
2025: Mobile Banking Bank Konvensional 2025 Media Group
14th Infobank Digital Brand Appreciation 20 Maret Infobank
49. Banking Jakarta Nasional
2025: Tabungan Umum Bank Konvensional 2025 Media Group
14th Infobank Digital Brand Appreciation 20 Maret Infobank
50. Banking Jakarta Nasional
2025: KPR Bank Umum Konvensional 2025 Media Group
14th Infobank Digital Brand Appreciation 20 Maret Infobank
51. Banking Jakarta Nasional
2025: Kartu Debit Bank Umum Konvensional 2025 Media Group
14th Infobank Digital Brand Appreciation 20 Maret Infobank
52. Banking Jakarta Nasional
2025: Kartu Kredit Bank Umum Konvensional 2025 Media Group
14th Infobank Digital Brand Appreciation 20 Maret Infobank
53. Banking Jakarta Nasional
2025: Deposito Bank Umum Konvensional 2025 Media Group
14th Infobank Digital Brand Appreciation
20 Maret Infobank
54. 2025: Wealth Management Bank Umum Banking Jakarta Nasional
2025 Media Group
Konvensional
14th Infobank Digital Brand Appreciation 20 Maret Infobank
55. Banking Jakarta Nasional
2025: E-Money Bank 2025 Media Group
14th Infobank Digital Brand Appreciation 20 Maret Infobank
56. Banking Jakarta Nasional
2025: Kategori Mobile Banking 2025 Media Group
14th Infobank Digital Brand Appreciation 20 Maret Infobank
57. Banking Jakarta Nasional
2025: Kategori Internet Banking 2025 Media Group
14th Infobank Digital Brand Appreciation 20 Maret Infobank
58. Banking Jakarta Nasional
2025: Kategori Prepaid 2025 Media Group
Euromoney Private Banking Awards 2025:
27 Maret
59. Indonesia's Best for Disrectionary Portofolio Euromoney Banking London Internasional
2025
Management
Investor Trust The Best Corporate Emission
Reduction Transparency Awards 2025 - Best
of The Best Public Company with Trusted
60. 29 April 2025 Investor Trust ESG Jakarta Nasional
Green Achievement in Emission Reduction
and Trusted Diamond Achievement in
Emission Transparency
Mata Lokal Fest 2025 – Indonesia’s Local
61. 8 Mei 2025 Tribunnews Banking Jakarta Nasional
Heroes Award
Indonesia Regulatory Compliance Awards
2025
62. 9 Mei 2025 Hukum Online Banking Jakarta Nasional
“Best Enterprise in Regulatory Compliance”
Dengan Predikat Saphire.
Best FX Bank for Structured Products: Alpha
63. Treasury Yield Enhancements: Bank Rakyat 12 Mei 2025 Southeast Banking Hong Kong Internasional
Indonesia Asia
64. Best in Treasury and Working Capital – SMEs 21 Mei 2025 The Asset Banking Hong Kong Internasional
210 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 213
Laporan Tahunan
2025
Tempat
No. Penghargaan Waktu Lembaga Kategori
Pelaksanaan
Level
65. Best Service Provider – Transaction Bank 21 Mei 2025 The Asset Banking Hong Kong Internasional
66. Best Service Provider – Trade Finance 21 Mei 2025 The Asset Banking Hong Kong Internasional
Jakarta Marketing Week 2025 - Dewi BUMN
67. 23 Mei 2025 Markplus Inc Banking Jakarta Nasional
Farida Thamrin
Jakarta Marketing Week 2025 - Dewi BUMN
68. 23 Mei 2025 Markplus Inc Banking Jakarta Nasional
Nancy Adistyasari
Jakarta Marketing Week 2025 - Dewi BUMN
69. 23 Mei 2025 Markplus Inc Banking Jakarta Nasional
Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari
Forum
Komunikasi
First Step AI-Driven testing: MIKA
Direktur
70. (Multifunction Intelligent Knowledge 27 Mei 2025 Banking Jakarta Nasional
Operasional
Assistant) (DIAMOND)
Perbankan
(FKDOP)
Forum
Komunikasi
"All-in-One APP": The Future of cash Direktur
71. 27 Mei 2025 Banking Jakarta Nasional
Operation (GOLD) Operasional
Perbankan
(FKDOP)
Forum
Komunikasi
Self-Optimizing Reconciliation: The Future of Direktur
72. 27 Mei 2025 Banking Jakarta Nasional
Smart Operations! (GOLD) Operasional
Perbankan
(FKDOP)
Forum
Komunikasi
Digitalisasi Penerbitan Bank Garansi Segmen Direktur
73. 27 Mei 2025 Banking Jakarta Nasional
Wholesale (GOLD) Operasional
Perbankan
(FKDOP)
Forum
Komunikasi
ALENA: AI for Loan Expression Analysis Direktur
74. 27 Mei 2025 Banking Jakarta Nasional
(GOLD) Operasional
Perbankan
(FKDOP)
Forum
Komunikasi
Direktur
75. Biometric Varification (GOLD) 27 Mei 2025 Banking Jakarta Nasional
Operasional
Perbankan
(FKDOP)
Forum
Komunikasi
Automatic Card Production Management Direktur
76. 27 Mei 2025 Banking Jakarta Nasional
(GOLD) Operasional
Perbankan
(FKDOP)
Forum
Komunikasi
Cash Management Revolution: Adapting
Direktur
77. Centralized Operating Model and It Solution 27 Mei 2025 Banking Jakarta Nasional
Operasional
For Cash Optimization (GOLD)
Perbankan
(FKDOP)
Forum
Komunikasi
Never Run Out nor Excessive of Cards Again: Direktur
78. 27 Mei 2025 Banking Jakarta Nasional
Smart Cards Stock Management! (GOLD) Operasional
Perbankan
(FKDOP)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 211
Page 214
Profil Perusahaan
Tempat
No. Penghargaan Waktu Lembaga Kategori
Pelaksanaan
Level
Forum
Komunikasi
Elevating Technology Through Our Customer Direktur
79. 27 Mei 2025 Banking Jakarta Nasional
Needs (SILVER) Operasional
Perbankan
(FKDOP)
Forum
Komunikasi
Behavioral Insight & Monitoring for Direktur
80. 27 Mei 2025 Banking Jakarta Nasional
Navigating Achievement (SILVER) Operasional
Perbankan
(FKDOP)
Bloomberg
81. 20 Top Companies to Watch in 2025 5 Juni 2025 Banking Jakarta Nasional
Technoz
Global Brands
82. Best Private Bank-Indonesia 4 Juni 2025 Banking Singapura Internasional
Magazine
Forbes 2025 Global 2000 List - BRI
83. SebagaiThe World’s Largest Companies 12 Juni 2025 Forbes Produk/Brand United States Internasional
Ranked 349
Global Brands
84. Best Mobile Banking Brand, Indonesia 2025 13 Juni 2025 Banking Dubai Internasional
Magazine
FinanceAsia Awards 2025 - Best Bank
85. 17 Juni 2025 FinanceAsia Banking Hong Kong Internasional
(Highly Commended)
FinanceAsia Awards 2025 - Best Commercial
86. 17 Juni 2025 FinanceAsia Banking Hong Kong Internasional
Bank – SMEs (Winner)
FinanceAsia Awards 2025 - Best Bank for
87. 17 Juni 2025 FinanceAsia Banking Hong Kong Internasional
Financial Inclusion (Winner)
FinanceAsia Awards 2025 - Best Private
88. 17 Juni 2025 FinanceAsia Banking Hong Kong Internasional
Bank (Winner)
FinanceAsia Awards 2025 - Best Custodian
89. 17 Juni 2025 FinanceAsia Banking Hong Kong Internasional
Bank (Winner)
FinanceAsia Asia’s Best Companies 2025 -
90. 17 Juni 2025 FinanceAsia Banking Hong Kong Internasional
Best Managed Company (Gold)
FinanceAsia Asia’s Best Companies 2025 -
91. 17 Juni 2025 FinanceAsia Banking Hong Kong Internasional
Best Investor Relations (Gold)
FinanceAsia Asia’s Best Companies 2025 -
92. Best Managed – Financials (Gold) – Industry 17 Juni 2025 FinanceAsia Banking Hong Kong Internasional
Categories
FinanceAsia Asia’s Best Companies 2025 -
93. 17 Juni 2025 FinanceAsia Banking Hong Kong Internasional
Most Commited to ESG (Silver)
FinanceAsia Asia’s Best Companies 2025 -
94. 17 Juni 2025 FinanceAsia Banking Hong Kong Internasional
Best Large-Cap Company (Silver)
FinanceAsia Asia’s Best Companies 2025 -
95. 17 Juni 2025 FinanceAsia Banking Hong Kong Internasional
Best CFO – Viviana Dyah Ayu (Silver)
FinanceAsia Asia’s Best Companies 2025 -
96. 17 Juni 2025 FinanceAsia Banking Hong Kong Internasional
Best DEI – (Silver)
FinanceAsia Asia’s Best Companies 2025 -
97. 17 Juni 2025 FinanceAsia Banking Hong Kong Internasional
Best Use of Technology (Silver)
Indonesia DEI & ESG Awards 2025 Kategori
98. 19 Juni 2025 PR Indonesia Public Relation Jakarta Nasional
ESG Sub Kategori Tata Kelola (Governance)
99. Fortune Southeast Asia 500. 19 Juni 2025 Fortune Banking Jakarta Internasional
The Best Conventional Bank in Service
100. 24 Juni 2025 Infobank Banking Jakarta Nasional
Excellence selama 15 tahun (2010–2024)
The Best Conventional Bank in Excellence
101. 24 Juni 2025 Infobank Banking Jakarta Nasional
Digital Channel selama 5 tahun (2020–2024)
212 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 215
Laporan Tahunan
2025
Tempat
No. Penghargaan Waktu Lembaga Kategori
Pelaksanaan
Level
The Best Conventional Bank in Service
102. 24 Juni 2025 Infobank Banking Jakarta Nasional
Excellence – Digital Channel
The Best Conventional Bank in Excellence
103. 24 Juni 2025 Infobank Banking Jakarta Nasional
E-mail Service
The Best Conventional Bank in Excellence
104. 24 Juni 2025 Infobank Banking Jakarta Nasional
Live Chat Service
The 2nd Best Conventional Bank in Service
105. 24 Juni 2025 Infobank Banking Jakarta Nasional
Excellence
The 2nd Best Conventional Bank in Service
106. 24 Juni 2025 Infobank Banking Jakarta Nasional
Excellence – Contact Center
The 2nd Best Conventional Bank in Excellence
107. 24 Juni 2025 Infobank Banking Jakarta Nasional
Digital Branch
The 2nd Best Conventional Bank in Excellence
108. 24 Juni 2025 Infobank Banking Jakarta Nasional
Chatbot
The 2nd Best Conventional Bank in Excellence
109. 24 Juni 2025 Infobank Banking Jakarta Nasional
Call Center
The 2nd Best Conventional Bank in Excellence
110. 24 Juni 2025 Infobank Banking Jakarta Nasional
Social Media
Brand Finance Sustainability Perceptions
111. 25 Juni 2025 Brand Finance Banking London Internasional
Index 2024
112. Best Bank Awards 2025 - Kategori KBMI IV 25 Juni 2025 Investor Trust Banking Jakarta Nasional
Best FX Bank for Hedging Requirements
Alpha
(Corporates & Financial Institutions) Cross
113. 30 Juni 2025 Southeast Banking Hong Kong Internasional
Currency Swap (CCS), Interest Rate Swap
Asia 2025
(IRS), Forward, dan Options;
Best FX Bank for Structured Products Alpha
114. dengan fokus padaTreasury Yield 30 Juni 2025 Southeast Banking Hong Kong Internasional
Enhancements. Asia 2025
The Green
115. International CSR Excellence Awards 2025 30 Juni 2025 Banking London Internasional
Organisation
116. Top 1000 World Banks 2025 2 Juli 2025 The Banker Banking London Internasional
Asian Banking & Finance Wholesale Banking
Asian Banking
117. Awards 2025 - Indonesia Domestic Foreign 3 Juli 2025 Banking Singapore Internasional
Finance
Exchange Bank of the Year
Asian Banking & Finance Wholesale Banking
Asian Banking
118. Awards 2025 - Indonesia Domestic Green 3 Juli 2025 Banking Singapore Internasional
Finance
Financing Bank of the Year
IDX Channel Anugerah ESG 2025 - Anugerah
IDX Channel
Khusus Sektor Jasa Keuangan - Inisiatif
119. 4 Juli 2025 Anugerah ESG ESG Jakarta Nasional
Keuangan Berkelanjutan BRI Untuk
2025
Pemberdayaan UMKM Indonesia
Apresiasi Belanja kepada PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk – Peringkat III –
120. BUMN Nilai Belanja Terbesar Wilayah Jawa 7 Juli 2025 PaDi UMKM Banking Jakarta Nasional
Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTT, NTB –
Business Matching Road to PaDi UMKM
Apresiasi Belanja kepada PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk – Peringkat III
121. – BUMN Nilai Belanja Terbesar Wilayah 7 Juli 2025 PaDi UMKM Banking Jakarta Nasional
Sumatera – Business Matching Road to PaDi
UMKM
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 213
Page 216
Profil Perusahaan
Tempat
No. Penghargaan Waktu Lembaga Kategori
Pelaksanaan
Level
Euromoney
Awards for
Excellence
Best Digital Bank 2025 – Bank Rakyat 2025 –
122. 18 Juli 2025 Banking London Internasional
Indonesia (BRI) Country/
Territory
Winners:
Indonesia
Euromoney
Awards for
Excellence
Best Bank for Diversity and Inclusion 2025 – 2025 –
123. 18 Juli 2025 Banking London Internasional
Bank Rakyat Indonesia (BRI) Country/
Territory
Winners:
Indonesia
Euromoney
Awards for
Excellence
Best Bank for Research 2025 – BRI 2025 –
124. 18 Juli 2025 Banking London Internasional
Danareksa Sekuritas Country/
Territory
Winners:
Indonesia
125. Kartu Bayar Digital - Brizzi 18 Juli 2025 Solopos Banking Solo Nasional
126. Mobile Banking - BRImo 18 Juli 2025 Solopos Banking Solo Nasional
Forum
Pimpinan
Badan Usaha Inovatif Bidang Realisasi CSR
127. 19 Juli 2025 Redaksi Banking Jakarta Nasional
dan Peningkatan Ekonomi Kreatif
Multimedia
Indonesia
ASEAN
Corporate
Governance
Indonesia TOP 5 Public Listed Companies
128. 24 Juli 2025 Conference Banking Kuala Lumpur Internasional
(PLC)
& Awards
(ASEAN
CGCA) 2025
ASEAN
Corporate
Governance
129. ASEAN Asset Class Public Listed Companies 24 Juli 2025 Conference Banking Kuala Lumpur Internasional
& Awards
(ASEAN
CGCA) 2025
BusinessAsia
130. BEST Human Capital Awards 2025 30 Juli 2025 Banking Jakarta Nasional
Indonesia
KEHATI ESG Awards 2025 - Debt & Project Yayasan
131. 31 Juli 2025 ESG Jakarta Nasional
Financing Category - Best Issuer/Borrower KEHATI
6th Indonesia Public Relations Summit 2025 - 8 Agustus The
132. Public Relation Jakarta Nasional
50 POPULAR PR PERSON AWARDS 2025 2025 Iconomics
8 Agustus The
133. Popular PR Persons Awards 2025. Public Relation Jakarta Nasional
2025 Iconomics
14 Agustus
134. Anugerah Ekonomi Hijau Detik Banking Jakarta Nasional
2025
Kejar Award 2025 - Kategori Bank
22 Agustus
135. Implementasi KEJAR Terbaik Badan Usaha OJK Banking Jakarta Nasional
2025
Milik Negara
SMG Economic Insight Series – 2nd 28 Agustus
136. Solopos Banking Surakarta Nasional
Semestrial 2025 2025
214 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 217
Laporan Tahunan
2025
Tempat
No. Penghargaan Waktu Lembaga Kategori
Pelaksanaan
Level
28 Agustus
137. Digital Banking Awards 2025 Investor Trust Banking Surakarta Nasional
2025
Indonesia Domestic Green Financing Bank 28 Agustus
138. Investor Trust Banking Surakarta Nasional
of the Year 2025
Bank with Consistent Excellent Performance 29 Agustus
139. Infobank Banking Jakarta Nasional
for 20 Consecutive Years (2005–2024 2025
5 September The Asset
140. Best Private Bank for HNWIs - Indonesia Banking Hong Kong Internasional
2025 Triple A
Pemenang Pilar Sosial - Environment Social
10 September
141. Governance (ESG) Index 2025 pada kategori Katadata ESG Jakarta Nasional
2025
Finance – Bank Sector
Indonesia's Biggest Companies By Total 12 September Fortune
142. Banking Jakarta Nasional
Employe 2025 Indonesia
Indonesia's Biggest Companies #1 Most 12 September Fortune
143. Banking Jakarta Nasional
Profitable Companies 2025 Indonesia
Indonesia's Biggest Companies #4 Market 12 September Fortune
144. Banking Jakarta Nasional
Capitalization 2025 Indonesia
12 September Fortune
145. Indonesia's Biggest Companies #4 By Asset Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
LSEG (London
LSEG FX Awards Indonesia 2025 15 September Stock
146. Banking Jakarta Nasional
Best State Bank 2025 Exchange
Group)
The 16th IICD Corporate Governance
Conference and Award Sebagai TOP 50 15 September
147. IICD Banking Jakarta Nasional
Emiten dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar 2025
(BigCap PLCs)
Malam Apresiasi Emiten 2025 – Indeks 19 September Tempo-IDN
148. Banking Jakarta Nasional
TEMPO-IDNFinancials 52 - Main Index 2025 Times
Malam Apresiasi Emiten 2025 – Indeks 19 September Tempo-IDN
149. Banking Jakarta Nasional
TEMPO-IDNFinancials 52 - High Dividend 2025 Times
Malam Apresiasi Emiten 2025 – Indeks 19 September Tempo-IDN
150. Banking Jakarta Nasional
TEMPO-IDNFinancials 52 - High Growth 2025 Times
Malam Apresiasi Emiten 2025 – Indeks 19 September Tempo-IDN
151. Banking Jakarta Nasional
TEMPO-IDNFinancials 52 - High Market Cap 2025 Times
Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2025
10 September Humas
152. - Pemenang Institusi Publik Terpopuler di Public Relation Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Media Sosial sub kategori BUMN Tbk
ICA (Indonesia
The Excellence in Financing Creative 16 September
153. Creative Banking Jakarta Nasional
Economy for Economic & Social Impact 2025
Award)
1st Runner Up, The Best Contact Center 25 September ICCA
154. Banking Jakarta Nasional
Indonesia (TBCCI) 2025 2025 Indonesia
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
155. Kategori The Best Contact Center Operation, Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Platinum Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
156. Kategori The Best People Development, Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Platinum Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
157. Kategori The Best Cost Management, Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Platinum Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
158. Kategori The Best Employee Engagement, Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Platinum Medal
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 215
Page 218
Profil Perusahaan
Tempat
No. Penghargaan Waktu Lembaga Kategori
Pelaksanaan
Level
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
159. Kategori The Best Quality Management, Gold Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
160. Kategori The Best Digital Service, Gold Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
161. Kategori The Best Technology Innovation, Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Gold Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
162. Kategori The Best Customer Experience, Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Gold Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 25 September ICCA
163. Banking Jakarta Nasional
Kategori The Best Reporting, Silver Medal 2025 Indonesia
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
164. Kategori The Best Performance Dashboard, Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Gold Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 25 September ICCA
165. Banking Jakarta Nasional
Kategori The Best Data Analytic, Silver Medal 2025 Indonesia
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 25 September ICCA
166. Banking Jakarta Nasional
Kategori The Best Telesales, Silver Medal 2025 Indonesia
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 25 September ICCA
167. Banking Jakarta Nasional
Kategori MLBB, Gold Medal 2025 Indonesia
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
168. Kategori Best of Best Trainer, Platinum Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
169. Kategori Best of Best Quality Assurance , Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Platinum Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
170. Kategori Best of Best Agent Premium , Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Platinum Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
171. Kategori The Best Agent Digital Social Media Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Large , Platinum Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
172. Kategori The Best Team Leader Digital Large Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
, Platinum Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
173. Kategori The Best Team Leader Inbound Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Large , Platinum Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 25 September ICCA
174. Banking Jakarta Nasional
Kategori he Best Trainer , Platinum Medal 2025 Indonesia
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
175. Kategori The Best Quality Assurance Digital, Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Platinum Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
176. Kategori The Best Agent Inbound Large , Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Gold Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
177. Kategori The Best Agent Premium , Gold Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
178. Kategori The Best Agent Digital Chat Large, Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Gold Medal
216 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 219
Laporan Tahunan
2025
Tempat
No. Penghargaan Waktu Lembaga Kategori
Pelaksanaan
Level
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
179. Kategori The Best Quality Assurance Large, Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Gold Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
180. Kategori Team Leader Outbound, Gold Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
181. Kategori The Best Team Leader Inbound Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Large, Gold Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
182. Kategori BTB TL Customer Service, Gold Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
183. Kategori The Best Cust Service Video, Gold Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
184. Kategori The Best Agent English, Gold Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
185. Kategori The Best Agent Digital Email, Silver Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
186. Kategori The Best Agent Digital Chat Large , Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Silver Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
187. Kategori The Best Quality Assurance Digital Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
, Silver Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
188. Kategori The Best Back Office 2nd Tier , Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Silver Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
189. Kategori The Best Customer Service On Site Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
, Silver Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
190. Kategori The Best Telemarketing , Silver Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
191. Kategori The Best Team Leader Digital , Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Silver Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
192. Kategori The Best Agent Digital Social Media Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Large, Bronze Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
193. Kategori The Best Agent Premium, Bronze Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
194. Kategori The Best Desk Control, Bronze Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 25 September ICCA
195. Banking Jakarta Nasional
Kategori BTB Back Office, Bronze Medal 2025 Indonesia
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI)
25 September ICCA
196. Kategori The Best Team Leader Cust Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Service, Bronze Medal
The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 25 September ICCA
197. Banking Jakarta Nasional
Kategori The Best Trainer, Bronze Medal 2025 Indonesia
Titanium Champion sebagai BUMN
2 Oktober
198. Berkinerja sangat Baik selama 15 tahun Infobank Banking Jakarta Nasional
2025
berturut-turut (2010-2024)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 217
Page 220
Profil Perusahaan
Tempat
No. Penghargaan Waktu Lembaga Kategori
Pelaksanaan
Level
THE ASIANPOST BEST STATE-OWNED 2 Oktober
199. Infobank Banking Jakarta Nasional
ENTERPRISE 2025” (kinerja 2023-2024) 2025
Indonesia In-House Counsel Summit &
3 Oktober
200. Awards 2025 - Indonesia Most Innovative Hukumonline Banking Jakarta Nasional
2025
In-House Counsel Team 2025
PaDi UMKM Hybrid Expo & Conference
Award 2025 RO MND Manado – PT Bank
6 Oktober
201. Rakyat Indonesia (Persero) Tbk – Peringkat III PaDi UMKM Banking Jakarta Nasional
2025
BUMN Tipe A – Buyer Group dengan Volume
Transaksi Terbanyak
Qlola by BRI sebagai Anugerah Terbaik
Sektor Keuangan Kategori Produk dan Model 10 Oktober
202. IDX Channel Banking Jakarta Nasional
Bisnis - IDX Channel Anugerah Inovasi 2025
Indonesia
14 Oktober
203. Kompetisi AWS Cloud Quest AWS Banking Jakarta Nasional
2025
15 Oktober Marketing
204. Excellence in Integrated Marketing Banking Jakarta Nasional
2025 Interactive
Anugerah Perempuan Hebat 2025 –
Penghargaan untuk 6 perempuan Indonesia 16 Oktober
205. Liputan 6 Banking Jakarta Nasional
yang aksi nyatanya membawa dampak 2025
positif bagi banyak orang.
Anugerah Inspirasi 2025 – Apresiasi bagi
sosok maupun institusi yang memiliki 16 Oktober
206. Liputan 6 Banking Jakarta Nasional
prestasi gemilang dan kontribusi nyata bagi 2025
masyarakat.
ICCS 2025 -
ICCS Summit 2025, Communications 22 Oktober
207. Kementerian Communications Jakarta Nasional
Category Juara 3 Internal Communications 2025
BUMN
PT Rintis
PRIMA Award Diamond Award - Best 23 Oktober Sejahtera
208. Banking Denpasar Nasional
Acquiring Bank (All features) 2025 (RINTIS) -
Infobank
PT Rintis
PRIMA Award Diamond Award - Best Issuing 23 Oktober Sejahtera
209. Banking Denpasar Nasional
Bank (All features) 2025 (RINTIS) -
Infobank
PT Rintis
PRIMA Award Diamond Award - The Highest 23 Oktober Sejahtera
210. Banking Denpasar Nasional
Transaction in Digital Channel 2025 (RINTIS) -
Infobank
PT Rintis
PRIMA Award Best Acquiring - Digital 23 Oktober Sejahtera
211. Banking Denpasar Nasional
Payment Channel 2025 (RINTIS) -
Infobank
PT Rintis
PRIMA Award Best Issuing - Digital Payment 23 Oktober Sejahtera
212. Banking Denpasar Nasional
Channel 2025 (RINTIS) -
Infobank
PT Rintis
PRIMA Award Diamond Award - Best 23 Oktober Sejahtera
213. Banking Denpasar Nasional
Acquiring Bank (ATM) 2025 (RINTIS) -
Infobank
PT Rintis
PRIMA Award Diamond Award - Best Issuing 23 Oktober Sejahtera
214. Banking Denpasar Nasional
Bank (ATM) 2025 (RINTIS) -
Infobank
Pemberdayaan Masyarakat kategori
16 Oktober
215. “Dedikasi dan Kontribusi Pemberdayaan KemenkoPM Banking Jakarta Nasional
2025
Masyarakat”
218 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 221
Laporan Tahunan
2025
Tempat
No. Penghargaan Waktu Lembaga Kategori
Pelaksanaan
Level
Platinum - Asia’s Best Sustainability Report 24 Oktober CSRWorks
216. ESG Singapore Internasional
(Public Sector) 2025 (ASRA)
Platinum - Asia’s Best Sustainability Report 24 Oktober CSRWorks
217. ESG Singapore Internasional
(CEO Letter) 2025 (ASRA)
24 Oktober CSRWorks
218. Gold - Asia’s Best Materiality Reporting ESG Singapore Internasional
2025 (ASRA)
Penghargaan tvOne Inovasi Membangun
27 Oktober
219. Negeri 2025 - Pembangunan Ekonomi tvOne Banking Jakarta Nasional
2025
Kerakyatan Terintegrasi
The Finance Golden Star Award 2025
-Sebagai Perusahaan yang Berhasil Meraih 28 Oktober
220. Infobank Banking Jakarta Nasional
Penghargaan Top 20 Financial Institution 2025
Selama Sima Tahun Berturut-Turut
Top 20 Financial Institution 2025, kategori
28 Oktober
221. Bank Beraset 500 Triliun ke Atas dengan Infobank Banking Jakarta Nasional
2025
predikat “Sangat Bagus.”
The Finance Best CFO 2025, yang diberikan
28 Oktober
222. kepada Ibu Viviana Dyah Ayu Retno K Infobank Banking Jakarta Nasional
2025
sebagai Best CFO 2025 kategori Bank
The Most Empowering Company for MSMEs
29 Oktober Goodmoney.id
223. in Business Growth Sustainability and Banking Jakarta Nasional
2025 dan IPEMI
Strengthening Socio-Economic Resilience
AI Impact Leader Award dan Best Team 29 Oktober
224. Dataiku Banking Jakarta Nasional
Showcase 2025
Best Bank Supporting National Development
31 Oktober CNN
225. & Asta Cita Goals dalam CNN Indonesia Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Awards 2025
Bank
1 November Indonesia &
226. Juara 2 BI - OJK Hackathon 2025 Banking Jakarta Nasional
2025 Otoritas Jasa
Keuangan
Peran Serta BRI dalam Penyelamatan
dan Pelestarian Arsip yang Bernilai Guna Arsip Nasional
Pertanggungjawaban Nasional bagi 5 November Republik
227. Banking Jakarta Nasional
Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan 2025 Indonesia
Bernegara, dalam acara Rakor Arsip Statis (ANRI)
BUMN di Gedung Noerhadi Magetsari ANRI
Top CEO in SDGs Changemaker for
Internalization of Sustainability 10 November PlusIdea-
228. Banking Jakarta Nasional
Values and Broader Program Scalability - 2025 Netralnews
Hery Gunardi
Indonesia Sustainable Synergy Awards 2025
10 November PlusIdea-
229. for Recovery of Ecological Functions Banking Jakarta Nasional
2025 Netralnews
and Livelihoods Improvement Programs
Top SDGs Visionary Leader in Green
10 November PlusIdea-
230. Orientation Visibility and Encouraging Social Banking Jakarta Nasional
2025 Netralnews
Welfare Programs
Contact
Contact Center Asia Pacific Awards 2025, Center
10 November
231. Kategori Business Contribution, Platinum Association of Banking Hong Kong Internasional
2025
Medal Asia Pacific
(CC-APAC)
BGK Foundation Indonesia ESG Leadership
12 November BGK
232. Awards 2025 - Leadership AAA - Indonesia's ESG Jakarta Nasional
2025 Foundation
Leader in ESG Transparency
Bank dengan Kualitas Setoran (Crossover)
16 November Bank
233. Terbaik Tahun 2025 se KPwBI Provinsi Jawa Banking Surabaya Nasional
2025 Indonesia
Timur
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 219
Page 222
Profil Perusahaan
Tempat
No. Penghargaan Waktu Lembaga Kategori
Pelaksanaan
Level
Bank dengan Pelaporan UPAL Teraktif Tahun 16 November Bank
234. Banking Surabaya Nasional
2025 se KPwBI Provinsi Jawa Timur 2025 Indonesia
Anugerah Penggerak Sektor Keuangan atas
20 November Inews Media
235. keberhasilan inisiatif Holding Ultra Mikro Banking Jakarta Nasional
2025 Group
(UMi)
The 15th IICD Corporate Governance
Conference and Award: BRI Sebagai TOP 50 25 November
236. IICD Banking Jakarta Nasional
Emiten dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar 2025
(BigCap PLCs)
The
Indonesian
Institute for
Most Trusted Company based on Corporate 25 November Corporate
237. Banking Jakarta Nasional
Governance Perception Index (CGPI) 2025 Governance
(IICG) dan
SWA Media
Group
Bank Kontributor Pemberdayaan Ekonomi 25 November
238. Detik Awards Banking Jakarta Nasional
Kerakyatan 2025
Global
Corporate
Global Corporate Sustainability Awards 26 November
239. Sustainability Banking Taiwan Internasional
(GCSA) 2025 2025
Awards
(GCSA) 2025
BUMN Banking Financials Sector on the Main 27 November
240. CSA Awards Banking Jakarta Nasional
Board 2025
Bank dengan Layanan Kas Terbaik di Provinsi 28 November Bank
241. Banking Surabaya Nasional
Jawa Timur Tahun 2025 2025 Indonesia
Bank
Bank Pendukungan Pengembangan Pasar 28 November
242. Indonesia Banking Jakarta Nasional
Uang Rupiah Terbaik (Repo Awards) 2025
Award
Bank Mitra Transmisi Kebijakan dalam Bank
28 November
243. Rangka Pencapaian Sasaran Operasi Indonesia Banking Jakarta Nasional
2025
Moneter Rupiah Terbaik Award
National
Center for
Asia Sustainability Reporting Rating 28 November
244. Corporate ESG Denpasar Internasional
(ASRRAT) 2025
Reporting
(NCCR)
Global Corporate Sustainability Awards 28 November
245. GCSA ESG Taipei Internasional
(GCSA) 2025 2025
28 November
246. International CSR Excellence Awards 2025 GCSA ESG Taipei Internasional
2025
3 Desember
247. Bank of The Year Award 2025 The Banker Banking London Internasional
2025
Direktur Utama BRI Hery Gunardi sebagai 8 Desember
248. Infobank Banking Jakarta Nasional
CEO of the Year 2025 2025
Direktur Operations BRI Hakim Putratama 8 Desember
249. Infobank Banking Jakarta Nasional
sebagai The Next Future Leaders 2025
Direktur Consumer Banking BRI Nancy
8 Desember
250. Adistyasari sebagai Next Next Future Infobank Banking Jakarta Nasional
2025
Leaders
Direktur Commercial Banking BRI Alexander 8 Desember
251. Infobank Banking Jakarta Nasional
Dippo Paris sebagai The Next Future Leaders 2025
SEVP Satuan Kerja Audit Intern BRI Yulianto 8 Desember
252. Infobank Banking Jakarta Nasional
Setiawan sebagai The Next Future Leaders 2025
220 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 223
Laporan Tahunan
2025
Tempat
No. Penghargaan Waktu Lembaga Kategori
Pelaksanaan
Level
Direktur Utama BRI Hery Gunardi sebagai
8 Desember Bisnis
253. National Sharia Finance Transformation Banking Jakarta Nasional
2025 Indonesia
Leader
BRI meraih penghargaan Ultra-Micro 8 Desember Bisnis
254. Banking Jakarta Nasional
Financial Inclusion and Mass Empowerment 2025 Indonesia
CNBC Indonesia Awards 2025 - Best
11 Desember
255. Transformation Transformational Leader in CNBC Banking Jakarta Nasional
2025
2025
CNBC Indonesia Awards 2025 - Best Digital 11 Desember
256. CNBC Banking Jakarta Nasional
Transformation and Innovation Impact Award 2025
CNBC Indonesia Awards 2025 - Best
11 Desember
257. Contribution to Economic Empowerment CNBC Banking Jakarta Nasional
2025
Award
Dirjen
Juara Kesatu Kategori Penjual Lelang Kekayaan
18 Desember
258. Eksekusi Terbaik Kelompok I Dalam Negara Banking Jakarta Nasional
2025
Anugerah Reksa Bandha Tahun 2025 Kementrian
Keuangan
Sertifikasi
Tabel Sertifikasi BRI
Tanggal
No. Nama Sertifikasi Penerbit Sertifikasi Periode Sertifikasi
Penerimaan
Group
Sertifikasi ISO 9001:2015 BSI (Internasional) dengan 11 Desember 2024 sampai 11 Desember
1 Digital Risk
Sistem Manajemen Mutu Nomor Sertifikat FS 817856 dengan 10 Desember 2027 2024
Sertifikasi ISO Business
Continuity Management 29 Februari 2024 sampai 29 Februari
2 British Standar Institute (BSI) Operational Risk
Sustem (BCMS) dengan 28 Februari 2027 2024
202301:2019
Sertifikasi ISO 9001:2015 KAN (Regional) & ANAB Enterprise Data
4 Desember sampai dengan 4 Desember
3 Quality Management (Internasional) dengan Nomor Managemnet &
29 November 2027 2024
System Sertifikat FS 755835 Analytics
Sertifikasi ISO 27001:2022 KAN (Regional) & ANAB Enterprise Data
17 Januari 2023 sampai
4 Information Security (Internasional) dengan Nomor 17 Januari 2023 Managemnet &
dengan 13 Desember 2027
Management System Sertifikat IS 702633 Analytics
IT Application
Development
Sertifikasi ISO 9001:2015 BSI (Internasional) dengan 21 Desember 2023 sampai 12 Desember
5 Group & IT
Sistem Manajemen Mutu Nomor Sertifikat FS 738059 dengan 20 Desember 2026 2025
Application
Support Group
IT DC
Sertifikasi ISO 9001:2015 BSI (Internasional) dengan 6 Februari 2024 sampai 21 Desember
6 Infrastructure &
Sistem Manajemen Mutu Nomor Sertifikat FS 738151 dengan 5 Februari 2027 2025
Operations Griup
Sertifikasi ISO 27001:2022 BSI (Internasional) dengan IT DC
April sampai dengan 6 November
7 Information Security Nomor Sertifikat IS 833255, IS Infrastructure &
Desember 2026 2025
Management System 837802, IS 838993 Operations Grup
IT DC
Sertifikasi ISO 55001:2014 BSI (Internasional) dengan 2 Juni 2024 sampai dengan 2 06 February
9 Infrastructure &
Assets Management System Nomor Sertifikat AMS 796481 Mei 2027 2024
Operations Grup
Investment
Services Group
Sertifikasi ISO 9001:2015 LRQA (Lloyd's Register Quality 5 November 2023 sampai 5 November
10 - Custodial
Sistem Manajemen Mutu Assurance) dengan 4 November 2026 2023
Services
Department
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 221
Page 224
Profil Perusahaan
Informasi yang Tersedia
pada Website
Sebagai perusahaan terbuka, BRI memberikan kemudahan akses informasi kepada seluruh stakeholder melalui situs web resmi
BRI dengan alamat www.bri.co.id yang berdasar pada peraturan OJK No. 8/POJK.04/2015. POJK tersebut mewajibkan web
perusahaan emiten untuk mencantumkan informasi, yakni:
Informasi Umum Informasi Informasi Informasi
Emiten atau bagi Pemodal Tata Kelola Tanggung
Perusahaan atau Investor; Perusahaan; dan Jawab Sosial
Publik; Perusahaan.
Informasi pada web BRI terdiri dari:
• Informasi umum tentang BRI yang terdiri dari: Sejarah • Informasi tentang Info Lelang, yang terdiri dari: Lelang
BRI, Visi dan Misi, Informasi Umum Emiten, Manajemen, Aset, Lelang Pengadaan.
dan Informasi Bagi Investor. • Informasi tentang GCG, yang terdiri dari: Rapat Umum
• Informasi tentang produk Simpanan, yang terdiri dari: Pemegang Saham, Anggaran Dasar, Struktur dan
Tabungan, Deposito dan Giro BRI. Kebijakan GCG, Kode Etik, Asean Corporate Governance
• Informasi tentang produk Pinjaman, yang terdiri dari: Scorecard, Komite Audit termasuk Piagam Komite Audit,
Pinjaman Mikro, Pinjaman Ritel Komersial dan Menengah, Komite Nominasi dan Remunerasi, Whistleblowing
serta BRIGuna. System, dan Hak-hak Pemegang Saham.
• Informasi tentang produk Internasional, yang terdiri • Pada bagian Karir, BRI membuka kesempatan berkarir
dari: BRI Trade Finance & Services, BRIFast Remittance, kepada masyarakat yang ingin bergabung menjadi
Financial Institution, BRI Money Changer, Unit Kerja Luar karyawan melalui menu e-recruitment BRI.
Negeri. • Sementara bagian Hubungan Investor menjelaskan
• Informasi tentang Jasa Bank, yang terdiri dari: Jasa mengenai overview, Informasi Keuangan (termasuk
Bisnis, Jasa Keuangan, Jasa Kelembagaan, E-Banking, Laporan Keuangan Triwulanan), GCG, Layanan bagi
dan Treasury. Pemegang Saham, Event, dan Berita.
• Informasi tentang Produk Konsumer, yang terdiri • Selanjutnya pada bagian perusahaan anak memberikan
dari: Kartu Kredit, Kredit Pemilikan Rumah, dan Kredit informasi umum mengenai perusahaan anak dan
Kendaraan Bermotor. dapat disambungkan dengan website masing-masing
• Informasi tentang Investasi Perbankan, yang terdiri dari: perusahaan anak.
DPLK, ORI & SR, Jasa Wali Amanat, Jasa Kustodian. • Selain hal-hal yang telah disebutkan di atas, website BRI
• Informasi tentang Layanan Prioritas, yang terdiri telah memuat, Struktur Grup Perusahaan, Profil Dewan
dari: Produk Layanan & Privileges, Reksadana, Kartu Komisaris dan Direksi, media briefing serta Informasi
BRIPrioritas, Outlet, Kriteria Nasabah. bagi Pemegang Saham.
222 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 225
Laporan Tahunan
2025
Website BRI juga memenuhi standar
ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) yang mencakup:
Part Rights of
A. Shareholders
Part Equitable Treatment Part Disclosure &
B. of Shareholders D. Transparancy
Part Role of Part Responsibilities
C. Stakeholder E. of the Board
Secara keseluruhan,
Website BRI telah
mencerminkan komitmen
BRI dalam menjunjung asas
keterbukaan dan transparansi.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 223
Page 226
Analisis dan Pembahasan Manajemen atas Kinerja Bank 224 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 227
Laporan Tahunan
2025
Laporan Tahunan
2025
Analisis dan
Pembahasan
Manajemen
atas Kinerja
Bank
“Kehandalan BRI dalam melihat peluang di
tengah dinamika ekonomi global mampu
menciptakan kinerja tahun 2025 yang sangat
baik. Catatan CASA tertinggi sepanjang
sejarah 70,6% menjadi bukti transformasi
berjalan sesuai dengan arah yang dituju.
Pencadangan tercatat masih memadai dengan
LaR Coverage 56,81% dan rasio permodalan
yang kuat dengan CAR sebesar 23,52%”
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 225
Page 228
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Tinjauan
Perekonomian
Analisis Perekonomian Global
Kinerja perekonomian dunia tahun 2025 menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibandingkan perkiraan awal, walaupun
dihadapkan pada tingginya ketidakpastian global akibat risiko geopolitik dan kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS).
Perbaikan ini terutama terjadi pada paruh kedua 2025, tercermin dari penguatan pertumbuhan ekonomi global yang meningkat
menjadi 4,0% dalam basis tahunan yang telah disesuaikan secara musiman (Seasonally Adjusted Annualized Rate/SAAR) pada
Desember 2025, dari level terendah 2,5% pada Maret 2025 (Gambar 1).
Gambar 1. Estimasi Pertumbuhan Ekonomi Global oleh Bloomberg (% SAAR)
4,5
Setelah tertekan pada awal
tahun 2025, pertumbuhan
4,0
4,1 telah rebound dan
meningkat
3,7
3,7
3,3
2,9
2,7
2,5
2,7
2,1
Jan - 24
Juli - 24
Juni - 25
Juli - 25
Agst - 25
Feb - 24
Mar - 24
Apr - 24
Mei - 24
Juni - 24
Agst - 24
Sep - 24
Des - 24
Jan - 25
Feb - 25
Mar - 25
Apr - 25
Mei - 25
Sep - 25
Okt - 24
Nov - 24
Okt - 25
Nov - 25
Des - 25
Sumber: Bloomberg (diakses 30 Januari 2026)
226 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 229
Laporan Tahunan
2025
Sejalan dengan perkembangan tersebut, beberapa lembaga sebesar 100 bps menjadi 3,75%, serta Uni Eropa sebesar 100
internasional telah melakukan revisi ke atas terhadap bps menjadi 2,15%. Selain pelonggaran moneter, dukungan
proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2025. Dalam terhadap pertumbuhan juga berasal dari peningkatan
laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Januari investasi di sektor teknologi, terutama yang terkait dengan
2026, International Monetary Fund (IMF) merevisi ke atas pengembangan artificial intelligence/AI.
pertumbuhan ekonomi global tahun 2025 menjadi 3,3% dari
2,8% pada laporan WEO April 2025. Senada dengan IMF, Sejalan dengan perbaikan kinerja ekonomi global dan
Organization for Economic Co-operation and Development pelonggaran kebijakan moneter, kondisi pasar finansial
(OECD) juga memperbarui proyeksi pertumbuhan ekonomi global juga menunjukkan perbaikan pada paruh kedua tahun
global 2025 menjadi 3,2% pada Desember 2025, lebih tinggi 2025. Perkembangan tersebut tercermin dari menurunnya
dari proyeksi Maret 2025 sebesar 3,1%. volatilitas pasar keuangan global, baik di pasar saham
maupun obligasi, seiring dengan tren penurunan indeks
Membaiknya kinerja pertumbuhan ekonomi global tahun VIX dan MOVE. Perbaikan sentimen tersebut turut diikuti
2025 ditopang oleh sejumlah faktor pendukung. Tren oleh penurunan risiko kredit, tercermin dari membaiknya
disinflasi global tercatat persisten, dengan inflasi global nilai credit default swap (CDS) di berbagai negara, serta
menurun dari 5,8% pada 2024 menjadi 4,1% pada 2025, mendorong kembalinya arus modal portofolio ke negara
sehingga menopang daya beli riil masyarakat. Sejalan berkembang dengan kecenderungan net inflow yang
dengan tren disinflasi global yang persisten, arah kebijakan menguat sejak pertengahan tahun 2025.
moneter global cenderung lebih akomodatif, tercermin dari
rata-rata Global Monetary Policy Tracker Index (GMPTI) Ke depan, meskipun kondisi perekonomian global
yang lebih rendah pada tahun 2025 dibandingkan dengan menunjukkan perbaikan pada paruh kedua tahun 2025,
tahun sebelumnya. prospek pertumbuhan ekonomi global tahun 2026
diperkirakan cenderung melambat. Berbagai lembaga
Rata-rata nilai GMPTI tercatat sebesar -5,1 sepanjang internasional memproyeksikan moderasi pertumbuhan
tahun 2025, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata (Tabel 1) seiring dengan masih tingginya ketidakpastian
tahun 2024 sebesar -3,4, mengindikasikan pelonggaran global, terutama terkait risiko geopolitik yang masih tinggi
kebijakan yang lebih luas. Sejumlah bank sentral utama telah di kawasan Timur Tengah, memanasnya konflik AS dan
menurunkan suku bunga acuannya sepanjang 2025, antara Venezuela, dinamika kebijakan tarif perdagangan, serta
lain: AS sebesar 75 basis poin (bps) menjadi 3,75%, Inggris potensi fragmentasi rantai pasok global.
Tabel 1. Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Berbagai Negara di Dunia Tahun 2025-2026 (%)
OECD World Bank IMF
(Proyeksi (Proyeksi (Proyeksi
Negara Kontribusi Desember-2025) Januari-2026) Januari-2026)
2024 2023
Kawasan 2024
2026F 2025E 2026F 2025E 2026F 2025E
Global 100,0% 3,3 3,5 2,9 3,2 2,6 2,7 3,3 3,3
Negara Maju 47,6% 1,8 1,7 1,7 1,7 1,6 1,7 1,8 1,7
Negara
51,2% 4,3 4,7 3,9 4,4 4,0 4,2 4,2 4,4
Berkembang
AS 14,8% 2,8 2,9 1,7 2,0 2,2 2,1 2,4 2,1
Euro Area 11,5% 0,9 0,4 1,2 1,3 0,9 1,4 1,3 1,4
Jepang 3,2% 0,1 1,2 0,9 1,3 0,8 1,3 0,7 1,1
China 19,3% 5,0 5,4 4,4 5,0 4,4 4,9 4,5 5,0
India 8,2% 6,5 9,2 6,2 6,7 6,5 7,2 6,4 7,3
Indonesia 2,4% 5,0 5,1 5,0 5,0 5,0 5,0 5,1 5,0
Keterangan: Warna merah artinya pertumbuhan 2026 lebih rendah dari 2025, Warna hijau artinya pertumbuhan 2026 lebih tinggi dari 2025, warna hitam artinya
pertumbuhan 2026 sama dengan 2025
Sumber: OECD, World Bank, IMF (diakses 30 Januari 2026)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 227
Page 230
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Meskipun risiko global masih membayangi, ada faktor yang menopang stabilitas ekonomi dunia. Tren disinflasi yang berlanjut
memberi ruang bagi banyak negara untuk menjalankan kebijakan moneter yang lebih longgar. Kondisi ini membantu menjaga
likuiditas dan stabilitas pasar keuangan. Disisi lain, permintaan domestik di sejumlah negara juga masih cukup kuat. Dengan
kombinasi tersebut, perlambatan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 diperkirakan tidak terlalu dalam. Pertumbuhan
mungkin melambat, tetapi tetap berada di jalur positif dan relatif terjaga di tengah lanskap risiko yang masih menantang
Analisis Perekonomian Nasional
Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup Lebih lanjut, meskipun konsumsi rumah tangga menunjukkan
impresif sebesar 5,11%, sedikit meningkat dibandingkan pertumbuhan yang relatif solid sepanjang 2025, kinerjanya
tahun sebelumnya sebesar 5,03%. Dua kontributor utama masih menghadapi tantangan dari sisi kualitas pertumbuhan.
produk domestik bruto (PDB) nasional, yaitu konsumsi rumah Penguatan konsumsi tersebut belum berlangsung secara
tangga dan investasi dengan kontribusi lebih dari 80% merata dan cenderung lebih banyak ditopang oleh kelompok
PDB nasional, tetap menunjukkan kinerja yang relatif solid berpendapatan menengah-atas. Sedangkan daya beli
sepanjang 2025. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan kelompok menengah-bawah masih relatif tertekan dan
investasi tahun 2025 tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun belum sepenuhnya pulih dibandingkan periode normal pra-
sebelumnya (Gambar 2), mencerminkan bahwa permintaan pandemi 2016-2018. Kondisi ini tercermin dari terbatasnya
domestik non-pemerintah masih terjaga. Kinerja ekspor juga peningkatan pendapatan riil akibat rendahnya penciptaan
tetap solid dan cenderung meningkat, meskipun dihadapkan lapangan kerja pada sektor-sektor berupah rendah, sehingga
pada ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi. ruang ekspansi konsumsi masih relatif sempit.
Gambar 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dan Komponennya dari Sisi Pengeluaran
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (%yoy)
8,0
6,0
FY-22: 5,31 FY-23: 5,05 FY-24: 5,03 FY-25: 5,11
4,0
FY-21: 3,70
2,0
7,08 3,53 5,03 5,02 5,46 5,73 5,01 5,04 5,17 4,94 5,04 5,11 5,05 4,95 5,02 4,87 5,12 5,04 5,39
0,0
(0,69)
(2,0)
TW I TW II TW III TW IV TW I TW II TW III TW IV TW I TW II TW III TW IV TW I TW II TW III TW IV TW I TW II TW III TW IV
2021 2022 2023 2024 2025
228 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 231
Laporan Tahunan
2025
Distribusi PDB Indonesia (%)
100%
80% 30,8% 27,8% 29,1% 30,0%
29,1% 29,2% 29,1% 28,0%
60% 9,2% 10,0%
7,7% 7,5% 7,7% 5,9% 6,9% 7,2%
40%
20%
54,4% 51,9% 53,2% 54,0% 54,6% 54,2% 53,1% 53,6%
0%
2021 2022 2023 2024 TW I-2025 TW II-2025 TW III-2025 TW IV-2025
Konsumsi Rumah Tangga Pengeluaran Pemerintah Investasi Ekspor Bersih Lainnya
Household Government
Consumption 2,68pp Investment 1,96pp Expenditure 0,43pp Export 0,82pp Import (0,84pp)
Full Year Full Year Full Year Full Year Full Year
FY-2024: 4,94 FY-2024: 4,61 FY-2024: 6,76 FY-2024: 6,85 FY-2024: 8,15
FY-2025: 4,98 FY-2025: 5,09 FY-2025: 2,50 FY-2025: 7,03 FY-2025: 4,77
10,1
9,3 9,1
7,0
6,1 7,9
4,9 5,0 4,9 5,0 4,9 5,1 5,2 5,0 5,0 12,1
5,9 10,7 11,1
5,7
4,6 4,6 4,5
2,1 3,3
3,6 4,0
0,9
(0,3)
(1,2)
TW III TW IV TW I TW II TW III TW IV TW III TW IV TW I TW II TW III TW IV TW III TW IV TW I TW II TW III TW IV TW III TW IV TW I TW II TW III TW IV TW III TW IV TW I TW II TW III TW IV
2024 2025 2024 2025 2024 2025 2024 2025 2024 2025
*Angka dalam kotak hijau adalah kontribusi tiap komponen terhadap pertumbuhan PDB TW IV-2025
Sumber: Badan Pusat Statistik (diakses 05 Februari 2026)
Dari sisi harga, inflasi domestik sepanjang 2025 menunjukkan Dengan inflasi yang tetap terjaga dalam target BI serta posisi
tren normalisasi setelah mengalami deflasi pada Februari nilai tukar Rupiah yang secara fundamental berada pada level
2025, meskipun levelnya masih relatif rendah secara historis undervalued, tekanan terhadap stabilitas makroekonomi
dan tetap terkendali. Inflasi Indonesia pada tahun 2025 relatif dapat dikelola. Kondisi tersebut memberikan ruang
tercatat sebesar 2,92% yoy, lebih tinggi dibandingkan inflasi bagi BI untuk mengarahkan kebijakan moneter secara
tahun 2024 sebesar 1,57% yoy, namun masih berada dalam lebih akomodatif guna menopang pertumbuhan ekonomi.
sasaran inflasi Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5%-3,5%. Sepanjang tahun 2025, BI tercatat menurunkan BI-Rate
Tingkat inflasi yang masih relatif rendah secara historis sebesar 125 bps dari 6,00% menjadi 4,75%. Pelonggaran
terutama akibat dorongan permintaan yang masih terbatas, kebijakan moneter tersebut ditujukan untuk menurunkan
tercermin dari inflasi inti yang masih berada di bawah rata-rata biaya pembiayaan, mendorong penyaluran kredit, serta
pra-pandemi sekitar 3%. Sedangkan, inflasi kelompok memperkuat transmisi kebijakan moneter ke sektor riil,
volatile food dalam tren yang meningkat, sehingga tetap dengan tetap memperhatikan stabilitas nilai tukar dan sistem
menjadi risiko terhadap daya beli riil ke depan. keuangan.
Dari sisi valuta asing, pergerakan nilai tukar Rupiah Dari sisi fiskal, kebijakan pemerintah tahun 2025 lebih
sepanjang 2025 cenderung tertekan, meskipun Indeks diarahkan sebagai bantalan ekonomi. Fokus utamanya
Dolar AS mengalami pelemahan. Indikator Real Effective menjaga daya beli dan menopang konsumsi rumah tangga,
Exchange Rate (REER) menunjukkan bahwa Rupiah berada terutama kelompok masyarakat mengalami tekanan
pada posisi undervalued dibandingkan mata uang negara pendapatan. Menjelang akhir 2025, pemerintah menambah
peers, mencerminkan bahwa pelemahan nilai tukar telah stimulus sekitar Rp48 triliun. Dukungan ini disalurkan melalui
berlangsung relatif lebih dalam secara fundamental. Dengan bantuan sosial, program padat karya, dan berbagai insentif
valuasi yang sudah berada di bawah nilai keseimbangannya ketenagakerjaan. Dampak langsung stimulus terhadap
tersebut, risiko depresiasi lanjutan Rupiah diperkirakan relatif pertumbuhan memang tidak besar dan sangat bergantung
terbatas, sekaligus membuka peluang penguatan secara pada kecepatan realisasinya. Namun secara keseluruhan,
bertahap ke depan. kebijakan fiskal tetap berperan penting dalam menjaga
permintaan domestik agar tidak melemah lebih dalam.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 229
Page 232
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Lebih lanjut, dengan berbagai perkembangan tersebut, Pada tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia
proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 diperkirakan menguat bertahap ke kisaran 5,1%-5,3%.
diperkirakan relatif lebih baik dibandingkan perkiraan awal Penguatan ini ditopang oleh pelonggaran kebijakan moneter,
tahun, didukung oleh stabilitas makroekonomi yang terjaga baik global maupun domestik, serta dukungan fiskal
serta perbaikan momentum pada paruh kedua tahun yang masih ekspansif melalui berbagai program strategis
2025. Indikator Leading Economic Index (LEI) BRI juga pemerintah. Namun, sejumlah risiko tetap perlu diwaspadai:
mulai menunjukkan sinyal pemulihan sejak Agustus 2025, ketidakpastian global yang tinggi, tekanan daya beli kelompok
meskipun levelnya masih berada sedikit di bawah rata-rata menengah-bawah, dan potensi volatilitas di pasar keuangan.
historis, mengindikasikan bahwa perbaikan momentum Jika koordinasi kebijakan tetap solid dan permintaan
ekonomi bersifat gradual dan belum sepenuhnya kuat. domestik terus membaik, ekonomi Indonesia berpeluang
tetap tumbuh positif dan terjaga keberlanjutannya.
Indikator 2025 2024 2023 2022
Pertumbuhan Ekonomi (%) 5,11 5,03 5,05 5,31
BI-Rate (%pa) 4,75 6,00 6,00 5,50
Inflasi (%yoy) 2,92 1,57 2,81 5,51
Rata-rata Nilai Tukar (Rp/USD) 16.475 15.847 15.255 14.871
Pertumbuhan Kredit Nasional (%) 9,69 10,46 10,38 11,35
Pertumbuhan DPK Nasional (%) 13,83 4,48 3,73 9,01
Gross Non-Performing Loan (%) 2,05 2,08 2,19 2,44
Federal Funds Rate (%pa) 3,75 4,50 5,50 4,50
Sumber: Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, CEIC
Analisis Industri Perbankan
Di tengah ketidakpastian kondisi makroekonomi global Pada tahun 2025, kualitas kredit juga menunjukkan perbaikan,
maupun domestik yang diwarnai oleh suku bunga acuan, terlihat dari rasio Non-Performing Loan (NPL) pada Desember
khususnya suku bunga AS yang masih tinggi serta keyakinan 2025 sebesar 2,05%, membaik dibandingkan dengan 2,08%
bahwa kondisi ini masih akan bertahan lebih lama dari yang pada Desember 2024. Selain itu, tingkat NPL tersebut juga
diperkirakan sebelumnya, industri perbankan Indonesia masih berada dibawah limit regulator sebesar maksimal 5%.
masih dapat membukukan kinerja yang stabil dan tangguh.
Ketidakpastian kondisi makro ekonomi global serta masih
Pada Desember 2025, total Aset industri perbankan lemahnya daya beli masyarakat, khususnya pada segmen
tercatat sebesar Rp13.646,42 triliun, tumbuh sebesar mass market turut berdampak pada volatilitas kondisi
Rp1.185,46 triliun atau membukukan peningkatan 9,51% likuiditas perbankan, khususnya pada paruh pertama tahun
yoy, Industri didorong oleh total kredit yang tumbuh sebesar 2025. Namun begitu kondisi likuiditas terus menunjukkan
Rp862,41 triliun atau meningkat 11,01% yoy untuk mencapai perbaikan pada paruh kedua 2025, antara lain didorong
Rp8.693,97 triliun. Pertumbuhan tersebut menunjukkan oleh penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar
bahwa permintaan kredit di Indonesia tetap kuat meskipun Rp200 triliun kepada bank Himbara, akselerasi program-
ada ketidakpastian ekonomi dan politik. Disisi lain, dana program strategis pemerintah, pemberian paket-paket
pihak ketiga juga menunjukkan pertumbuhan yang baik, stimulus untuk mendorong pertumbuhan serta meningkatkan
pada Desember 2025 dana pihak ketiga industri mencapai daya beli masyarakat, serta kebijakan moneter BI yang lebih
Rp10.057,54 triliun, tumbuh Rp1.220,30 triliun atau 13,81% ekspansif, sebagaimana terlihat pada penurunan suku bunga
yoy. Pertumbuhan tersebut didorong utamanya oleh giro serta lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang
yang tumbuh Rp524,81 triliun atau 19,07% yoy. terus melandai. Perbaikan likuiditas tersebut tercermin pada
LDR sebesar 85,35%, turun dari periode yang sama pada
tahun sebelumnya sebesar 88,57%.
230 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 233
Laporan Tahunan
2025
Dari segi profitabilitas, kondisi likuiditas yang ketat juga Di tengah kondisi perekonomian yang masih dipenuhi
turut berdampak pada penurunan Net Interest Margin (NIM) ketidakpastian, industri perbankan masih memiliki kondisi
mengalami penurunan, namun masih cukup kuat sebesar permodalan yang kuat. Hal ini ditunjukkan oleh Rasio
4,56% pada Desember 2025. Meskipun begitu, industri Kecukupan Modal (CAR) yang tinggi, mencapai 25,89% per
perbankan masih dapat mencatatkan laba bersih yang cukup Desember 2025, meskipun sedikit mengalami penurunan
baik sebesar Rp262,2 triliun, meningkat 2,74% atau sebesar dibandingkan 26,69% pada Desember 2024.
Rp7,0 triliun dibandingkan Desember 2024. Kemampuan
untuk mencatatkan laba bersih juga berdampak pada ROA
yang masih cukup baik, sebesar 2,51%.
Tabel Kinerja Industri Perbankan
Indikator 2025 2024 2023 2022 2021 2020
Aset (Rp miliar) 13.646.417 12.460.955 11.765.838 11.113.321 10.112.304 9.177.89
Dana Pihak Ketiga (Rp miliar) 10.057.543 8.837.242 8.457.929 8.153.590 7.479.463 6.665.390
Kredit (Rp miliar) 8.693.972 7.827.148 7.090.243 6.423.564 5.768.585 5.481.560
Laba Bersih (Rp miliar) 262.183 255.200 243.326 201.187 140.206 104.718
Capital Adequacy Ratio/CAR (%) 25,89% 26,69% 27,65% 25,66% 25,67% 23,89%
Non Performing Loan/NPL Gross
2,05% 2,08% 2,19% 2,44% 3,00% 3,06%
(%)
Net Interest Margin (NIM) (%) 4,56% 4,62% 4,81% 4,71% 4,51% 4,45%
Return on Assets/ROA (%) 2,51% 2,69% 2,74% 2,43% 1,84% 1,59%
Loan to Deposits Ratio/LDR (%) 85,35% 88,57% 83,83% 78,78% 77,13% 82,54%
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan Desember 2025
Analisis Posisi BRI dalam Industri Perbankan
Sebagai perbandingan kinerja BRI terhadap industri perbankan, berikut ini merupakan rincian kinerja pertumbuhan BRI
dibandingkan dengan rata-rata industri perbankan.
Tabel Kinerja Pertumbuhan BRI Dibandingkan Industri Perbankan
(Bank Only, dalam % yoy)
Industri Perbankan BRI
Kinerja
(Desember 2025) (Desember 2025)
Aset 9,5% 5,0%
Kredit 9,6% 10,4%
Dana Pihak Ketiga 13,8% 7,3%
Giro 19,1% 19,7%
Tabungan 8,2% 7,8%
Deposito 14,3% (3,7%)
Pendapatan Bunga Bersih 4,6% 0,8%
Sumber: Laporan Keuangan BRI Desember 2025; Statistik Perbankan Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan Desember 2025
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 231
Page 234
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Pada Desember 2025, portofolio kredit BRI secara bank-only untuk mencatatkan CASA ratio sebesar 70,89%, tertinggi
tercatat sebesar Rp1.342,7 triliun, tumbuh sebesar 10,4% sepanjang sejarah. Efisiensi struktur liabilitas juga tercermin
dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tercatat lebih dari Deposito BRI yang turun sebesar 3,7%, sedangkan
tinggi dibandingkan industri yang tumbuh sebesar 9,6%. Deposito industri perbankan tumbuh 14,3%. Optimalisasi
Komitmen BRI sebagai bank UMKM masih tercermin dari struktur liabilitas serta pertumbuhan pinjaman yang kuat
komposisi kredit yang masih didominasi oleh segmen UMKM, membuat BRI mencatatkan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang
sedangkan pertumbuhan pada segmen Korporasi juga optimal sebesar 91,96%, di atas LDR industri sebesar 85,35%
didorong oleh kontribusi kepada negara melalui penyaluran
terhadap program-program pemerintah. Secara kualitas kredit, BRI mencatatkan rasio Non-Performing
Loan (NPL) sebesar 3,29%, lebih tinggi dibandingkan industri
Pada posisi yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI perbankan sebesar 2,05% seiring dengan upaya BRI untuk
mencapai Rp1.460,1 triliun dengan pertumbuhan sebesar melakukan penyelesaian aset bermasalah, khususnya di
7,3%, sedikit dibawah pertumbuhan DPK industri perbankan segmen mikro yang juga terdampak oleh kondisi pelemahan
yang tumbuh sebesar 13,8%. Pertumbuhan DPK yang daya beli masyarakat pada tahun 2025. Namun begitu, BRI
lebih rendah dari industri mencerminkan strategi BRI untuk masih mencatatkan profitabilitas yang baik dengan ROA
senantiasa membenahi struktur liabilitas dengan fokus sebesar 2,64%, lebih tinggi dari industri perbankan sebesar
pada pertumbuhan Current Account and Savings Account 2,51%. Selain itu, BRI juga memiliki kondisi permodalan
(CASA), sejalan dengan strategi BRI untuk melakukan Retail yang kuat dengan CAR sebesar 21,06%, di atas ketentuan
Funding Transformation guna menurunkan Cost of Fund. minimum regulasi.
CASA BRI tumbuh signifikan sebesar 12,7%, mendorong BRI
Tabel Perbandingan Rasio BRI Dibandingkan Industri Perbankan
(Bank Only, dalam %)
BRI Industri Perbankan
Kinerja Rasio
(Desember 2025) (Desember 2025)
Current Account and Savings Account (CASA) Ratio 70,89% 63,24%
Capital Adequacy Ratio (CAR) 21,06% 25,89%
Non Performing Loan (NPL) Gross 3,29% 2,05%
Return on Assets (ROA) 2,64% 2,51%
Loan to Deposits Ratio (LDR) 91,96% 85,35%
Sumber: Laporan Keuangan BRI Desember 2025; Statistik Perbankan Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan Desember 2025
232 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 235
Laporan Tahunan
2025
Tinjauan
Operasional
Rencana Strategis Bank
Di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi akibat Melalui penerapan strategi tersebut, BRI berupaya menjaga
meningkatnya risiko geopolitik dan dinamika kebijakan keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas, dan ketahanan
perdagangan internasional, perekonomian global sepanjang bisnis sepanjang tahun 2025, sehingga mampu menciptakan
tahun 2025 menunjukkan ketahanan yang lebih baik nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku
dibandingkan dengan perkiraan awal. Perbaikan pertumbuhan kepentingan di tengah lanskap perekonomian yang terus
ekonomi dunia pada paruh kedua tahun 2025, yang didukung oleh berkembang dan dinamis.
tren disinflasi serta kebijakan moneter global yang cenderung
lebih akomodatif, turut menciptakan kondisi pasar keuangan Rencana Strategis Bank mencakup strategi jangka panjang
yang relatif lebih kondusif. Meskipun demikian, berbagai risiko (corporate plan), serta strategi jangka menengah dan
global tetap perlu dicermati secara seksama karena berpotensi pendek (business plan), yang dijelaskan sebagai berikut:
mempengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi ke depan.
Strategi Jangka Panjang (Corporate Plan)
Pada tingkat nasional, perekonomian Indonesia pada tahun
2025 tumbuh relatif stabil di kisaran 5,1%, dengan konsumsi BRI pada tahun 2025 menjalankan strategi jangka panjang
rumah tangga dan investasi tetap menjadi penopang utama (Corporate Plan 2025-2029) yang diperkuat dengan agenda
pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, kualitas pertumbuhan transformasi melalui penguatan fundamental bisnis yaitu
masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya dari sisi BRIVolution Reignite. Transformasi ini diarahkan melalui dua
daya beli kelompok masyarakat menengah ke bawah. Inflasi fokus utama. Pertama, Transform the Funding Franchise,
yang tetap terkendali serta pelonggaran kebijakan moneter dengan tujuan menjadikan BRI sebagai leading funding
memberikan ruang bagi sektor perbankan untuk mendorong bank di Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui penguatan
fungsi intermediasi secara lebih optimal, sementara kebijakan CASA di seluruh segmen, optimalisasi BRImo dan kanal
fiskal pemerintah berperan penting dalam menjaga daya beli digital, peningkatan efektivitas e-channel, serta penyegaran
masyarakat dan stabilitas permintaan domestik. branding guna memperkuat persepsi BRI sebagai bank
transaksi utama bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Dengan mempertimbangkan dinamika tersebut, BRI
menerapkan strategi yang adaptif dan terukur untuk Kedua, Revamp Existing Core, Build New Core, yang berfokus
menjaga pertumbuhan usaha yang sehat dan berkelanjutan pada penciptaan pertumbuhan kredit yang berkelanjutan dan
sepanjang tahun 2025. Perseroan memfokuskan penguatan profitable. Inisiatif ini mencakup revitalisasi micro banking,
fundamental bisnis melalui pengelolaan struktur pendanaan penguatan consumer lending serta segmen komersial.
yang sehat, pertumbuhan kredit yang selektif dan
berkualitas, serta penerapan manajemen risiko yang disiplin. Seluruh agenda transformasi tersebut didukung oleh
Sejalan dengan hal tersebut, transformasi dan penguatan pembangunan kembali world-class foundations, yang
kapabilitas internal terus dilakukan di seluruh segmen bisnis mencakup penguatan human capital, penerapan manajemen
utama, yaitu Mikro, SME, Konsumer, dan Entitas Anak, guna risiko yang prudent dan terintegrasi, penguatan IT dan
merespons dinamika kebutuhan nasabah serta peluang infrastruktur, rebranding serta penyempurnaan distribusi
pasar yang terus berkembang. dan operasional guna memastikan efektivitas eksekusi,
ketahanan bisnis, dan penciptaan nilai jangka panjang bagi
Selain itu, BRI secara konsisten mengoptimalkan peluang seluruh pemangku kepentingan.
pertumbuhan yang bersumber dari permintaan domestik
dan pengembangan ekosistem bisnis, dengan dukungan Selanjutnya, BRI saat ini tengah melakukan penyelarasan
pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kualitas layanan, Rencana Jangka Panjang (RJP) 2026–2030 yang akan menjadi
serta penguatan kapabilitas sumber daya manusia. Di saat landasan arah transformasi Perseroan pada fase berikutnya.
yang sama, Perseroan tetap menjaga efisiensi operasional dan Proses penyelarasan ini dilakukan untuk memastikan strategi
penerapan tata kelola perusahaan yang baik sebagai fondasi BRI tetap relevan dan adaptif terhadap dinamika makroekonomi,
utama dalam menjaga keberlanjutan kinerja jangka panjang.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 233
Page 236
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
perkembangan industri keuangan, serta ekspektasi pemegang 3. Build a World Class Foundation
saham. Melalui penyusunan RJP tersebut, BRI berkomitmen a. Penyempurnaan model distribusi melalui interaction
untuk memperkuat daya saing dan menjaga keberlanjutan model regional office dan branch office, evaluasi
pertumbuhan, sekaligus terus menciptakan nilai jangka panjang kapabilitas manajerial regional office, serta penataan
bagi seluruh pemangku kepentingan. ulang prioritas dan proses bisnis.
b. Transformasi sumber daya manusia secara
Strategi Jangka Pendek dan Menengah menyeluruh yang mencakup pengembangan model
(Business Plan) kompetensi, penyempurnaan proses rekrutmen,
pengelolaan kinerja, program mentorship, serta
Strategi jangka menengah BRI disusun sebagai bagian peningkatan kapabilitas.
dari komitmen berkelanjutan Perseroan dalam menjaga c. Penguatan manajemen risiko perusahaan secara
pertumbuhan bisnis yang sehat, berimbang, dan menyeluruh (end-to-end) melalui pengembangan
berkelanjutan di tengah dinamika perekonomian serta model dan sistem pemantauan risiko kredit,
industri perbankan yang terus berkembang. Arah strategi penguatan pengendalian operasional, penguatan
difokuskan pada penguatan fundamental bisnis, peningkatan budaya risiko, serta peningkatan kapabilitas
profitabilitas yang berkualitas, serta penguatan kapabilitas pengelolaan risiko digital dan siber.
organisasi, guna memastikan keberlanjutan kinerja dan daya
saing Perseroan dalam jangka panjang. Seluruh strategi Perseroan difokuskan pada lima pilar bisnis
utama, yaitu segmen Mikro, Konsumer, CSME, Korporasi, dan
Dengan mempertimbangkan dinamika lingkungan eksternal Retail Funding. Implementasi strategi pada masing-masing
dan internal, Perseroan dituntut untuk senantiasa adaptif dan pilar tersebut didukung oleh penyederhanaan struktur
responsif dalam menghadapi berbagai tantangan, sekaligus organisasi dan sentralisasi operasional, transformasi sumber
mampu mengoptimalkan peluang usaha yang tersedia. daya manusia secara menyeluruh, penguatan manajemen
Sehubungan dengan hal tersebut, dalam periode jangka pendek risiko yang terintegrasi, serta peningkatan produktivitas dan
dan menengah tahun 2025–2027, Perseroan menetapkan arah efektivitas jaringan kerja.
strategis yang difokuskan pada penguatan struktur liabilitas,
penguatan dan penyempurnaan core business, khususnya pada Ringkasan strategi pengembangan bisnis Perseroan untuk
segmen Mikro, serta pengembangan kapabilitas dan sumber periode 2025–2027 disajikan sebagai berikut:
pertumbuhan baru pada segmen Konsumer dan Komersial. a. Micro
Fokus strategi diarahkan untuk menjaga pangsa pasar
Implementasi strategi jangka pendek dan menengah tersebut dan profitabilitas melalui penyempurnaan model bisnis
didukung oleh penguatan enablers utama Perseroan, terutama mikro agar tetap relevan dengan dinamika kebutuhan
pada aspek jaringan dan distribusi, sumber daya manusia, serta nasabah. Upaya dilakukan melalui penguatan kapabilitas
manajemen risiko. Penguatan enablers ini dijabarkan lebih dan kepemimpinan tenaga pemasar, pengelolaan
lanjut melalui serangkaian inisiatif strategis sebagai berikut: pipeline yang berkualitas, serta penerapan manajemen
1. Transform the Funding Franchise risiko kredit yang semakin disiplin.
a. Penguatan peran dan fungsi pengawasan regional Percepatan pengembangan bisnis gadai dan emas yang
office dalam rangka meningkatkan produktivitas terintegrasi dalam ekosistem BRI Group sebagai sumber
branch office dan relationship manager. pertumbuhan berkelanjutan.
b. Peningkatan dan modernisasi kapabilitas transaction b. Consumer
banking pada segmen retail dan wholesale. Fokus strategi pada pertumbuhan kredit konsumer yang
c. Pengembangan basis nasabah pada segmen selektif dan berkualitas melalui penguatan pembiayaan
emerging affluent sebagai sumber pertumbuhan berbasis payroll, pengembangan bisnis KPR dan KKB.
dana yang berkelanjutan. c. Commercial & SME
d. Penguatan kolaborasi lintas segmen serta sinergi Fokus strategi pada peningkatan pangsa pasar secara
dengan Perusahaan Anak guna meningkatkan penetrasi terukur melalui optimalisasi strategi teritorial dan akuisisi
value chain dan optimalisasi nilai tambah Grup. berbasis value chain, dengan pendekatan loan follow
2. Revamp the Existing Core and Build a New Sustainable transaction. Pertumbuhan dilakukan secara selektif
Core pada sektor-sektor beresiko rendah, disertai percepatan
a. Peninjauan dan penyempurnaan model bisnis mikro perbaikan kualitas kredit.
dengan penekanan pada pengendalian kualitas aset. d. Wholesale
b. Penguatan posisi Perseroan pada bisnis payroll serta Fokus strategi pada pengembangan pembiayaan
pengembangan layanan gadai dan bullion. korporasi yang mampu menciptakan nilai tambah dan
c. Penguatan pengelolaan risiko pada segmen kecil, mendukung ekosistem bisnis segmen lainnya, serta
peningkatan produktivitas pada segmen menengah transformasi layanan transaction banking melalui
dan komersial, serta percepatan pengembangan
bisnis komersial.
234 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 237
Laporan Tahunan
2025
penguatan kapabilitas cash management, trade finance dengan mengoptimalkan bisnis payroll, kapabilitas dan
digital, dan layanan treasury untuk meningkatkan produktivitas tenaga pemasar, pemanfaatan kanal digital
kontribusi bisnis berbasis transaksi khususnya BRImo sebagai super app, serta penguatan
e. Retail Funding and Transaction sinergi BRI Group guna memperluas ekosistem pendanaan
Fokus strategi Retail Funding and Transaction diarahkan dan peluang cross selling di tengah tantangan eksternal
pada penguatan basis dana ritel yang berkelanjutan melalui dan internal yang dihadapi Perseroan.
peningkatan kontribusi CASA dan aktivitas transaksi,
Aspek Pemasaran
Strategi Pemasaran
Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja bisnis pengalaman langsung yang relevan dan bernilai, strategi ini
dari sisi pendapatan, penghimpunan dana, serta penyaluran diselaraskan dengan customer life journey serta mendukung
pinjaman, BRI secara konsisten mengimplementasikan strategi agenda keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis BRI dalam
Integrated Marketing Communication lintas channel dan lintas jangka panjang. Pendekatan ini memperkuat peran event
segmen, baik pada titik interaksi digital maupun fisik. Aktivitas sebagai medium strategis dalam membangun kedekatan
pemasaran tidak hanya difokuskan pada komunikasi satu emosional, meningkatkan pemahaman produk, serta
arah, tetapi dikembangkan menjadi brand experience yang mendorong keterlibatan aktif nasabah.
memungkinkan nasabah berinteraksi langsung dengan produk,
layanan, dan nilai yang ditawarkan BRI. Melalui pendekatan Sebagai bagian dari pengelolaan dan evaluasi kinerja
pemasaran yang terukur dan berbasis pengalaman, BRI berhasil pemasaran, BRI secara konsisten melakukan pemantauan
mempertahankan posisi kompetitif pada berbagai kategori melalui riset Customer Touch Point atau Brand Health
produk serta memperkuat ekuitas brand secara berkelanjutan. Tracking (BHT). Riset ini menjadi landasan dalam mengukur
efektivitas aktivitas komunikasi pemasaran termasuk event
Dalam melakukan pendekatan pemasaran kepada nasabah dan aktivitas marketing, terhadap persepsi, citra, dan tingkat
tersebut, BRI telah melakukan komunikasi melalui berbagai ketertarikan terhadap brand produk, jasa, dan layanan BRI di
channel. Adapun salah satu channel komunikasi yang berbagai segmen. Hasil evaluasi tersebut digunakan untuk
digunakan adalah melalui penyelenggaraan event dan memastikan bahwa setiap aktivitas pemasaran tetap relevan
aktivitas marketing. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi dengan dinamika kebutuhan nasabah dan perkembangan
sebagai sarana peningkatan akuisisi dan transaksi, tetapi juga persaingan industri perbankan.
sebagai instrumen strategis dalam membangun loyalitas dan
hubungan jangka panjang dengan nasabah. Pendekatan ini Sejalan dengan hal tersebut, sepanjang tahun 2025 BRI
dirancang sebagai sarana promosi produk dan layanan BRI, menyelenggarakan sejumlah event unggulan yang dirancang
sekaligus sebagai experiential touchpoint yang memperkuat untuk menjangkau segmen UMKM dan konsumer secara
brand awareness, consideration, dan engagement baik lebih fokus dan berdampak, yang menjadi bagian program
pada nasabah eksisting maupun calon nasabah. Melalui pemasaran di tahun 2025, antara lain:
1. BRI UMKM EXPO(RT) 2025
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 235
Page 238
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
BRI UMKM EXPO(RT) 2025 diselenggarakan sebagai menyediakan pembiayaan, tetapi juga mendukung
platform strategis untuk memperkuat peran BRI dalam akselerasi ekspor dan keberlanjutan usaha UMKM.
mendorong pertumbuhan UMKM nasional. Event ini
dirancang tidak hanya sebagai ajang pameran produk Dari sisi partisipasi dan aktivitas transaksi, BRI UMKM
UMKM, tetapi juga sebagai experiential touchpoint yang EXPO(RT) 2025 juga mencatat antusiasme pengunjung
menghubungkan pelaku usaha, konsumen, serta solusi yang tinggi dengan total 69.440 pengunjung secara on
keuangan BRI dalam satu ekosistem yang terintegrasi. site. Tingginya jumlah pengunjung tersebut berkontribusi
terhadap penguatan brand dan engagement, serta
Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan
dan mendorong peningkatan skala usaha UMKM, BRI transaksi dan perputaran ekonomi UMKM selama
mengoptimalkan penyelenggaraan BRI UMKM EXPO(RT) pelaksanaan event.
2025 melalui program business matching yang terstruktur
dan berorientasi pada hasil. Program ini mempertemukan Secara keseluruhan, pencapaian business matching,
lebih dari 1.000 pelaku UMKM binaan BRI dengan 560 potential dealing, serta kinerja pengunjung dan penjualan
potential buyers dari 34 negara, mencakup pembeli tersebut menegaskan peran strategis BRI UMKM
dari pasar domestik maupun internasional, sehingga EXPO(RT) 2025 sebagai instrumen marketing activation
membuka peluang kerjasama dagang lintas negara yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan bisnis
secara lebih luas. Hal ini mencerminkan efektivitas UMKM. Event ini menjadi bagian integral dari strategi
peran BRI sebagai enabler dalam mempertemukan BRI dalam memperkuat ekosistem UMKM nasional,
pelaku UMKM dengan akses pasar global, sekaligus mendorong ekspor, serta menciptakan nilai tambah
memperkuat posisi BRI sebagai bank yang tidak hanya berkelanjutan bagi nasabah dan perekonomian Indonesia.
2. BRI Consumer Expo
kompetitif, dan adaptif terhadap kebutuhan konsumen di
berbagai fase kehidupan. Event ini juga menjadi sarana
strategis dalam mendorong akuisisi nasabah baru serta
memperdalam hubungan dengan nasabah eksisting.
BRI Consumer Expo 2025 diselenggarakan di sejumlah
kota besar yang merupakan pusat aktivitas ekonomi
dan konsumer, yaitu Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Selain itu, kegiatan ini juga dilaksanakan pada Marketing
Gallery Developer rekanan BRI yang ada di 13 kota
lainnya. Pemilihan kota-kota tersebut mencerminkan
BRI Consumer Expo 2025 merupakan kegiatan yang strategi BRI dalam mendekatkan solusi finansial kepada
terintegrasi untuk menghadirkan solusi keuangan BRI segmen konsumer potensial di wilayah urban dengan
yang relevan dengan kebutuhan gaya hidup dan siklus tingkat kebutuhan pembiayaan dan transaksi yang tinggi.
finansial nasabah. Event ini dirancang sebagai one- Melalui kehadiran fisik di berbagai kota, BRI memperkuat
stop financial experience yang menghubungkan produk kedekatan produk sekaligus meningkatkan efektivitas
pembiayaan, simpanan, dan layanan transaksi BRI dalam komunikasi pemasaran secara langsung kepada target
satu ekosistem yang mudah diakses oleh nasabah audiens.
maupun calon nasabah.
Untuk meningkatkan daya tarik dan mendorong realisasi
Melalui BRI Consumer Expo 2025, BRI memberikan transaksi selama event berlangsung, BRI menghadirkan
pengalaman langsung kepada pengunjung untuk sejumlah program promo pembiayaan dan transaksi,
mengenal, membandingkan, dan memanfaatkan antara lain:
berbagai produk konsumer unggulan. Pendekatan 1. Program KPR BRI dengan penawaran suku bunga
ini bertujuan untuk meningkatkan brand awareness, special rate guna mendukung kebutuhan kepemilikan
consideration, serta purchase intention, sekaligus hunian bagi nasabah.
memperkuat positioning BRI sebagai bank yang solutif,
236 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 239
Laporan Tahunan
2025
2. Program Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dengan instrumen activation marketing yang dapat meningkatkan
solusi pembiayaan kendaraan yang kompetitif dan engagement dan brand consideration, serta memberikan
terjangkau. kontribusi nyata terhadap pertumbuhan bisnis
3. Program Travel Hot Deals untuk mendukung kebutuhan pembiayaan konsumer BRI.
perjalanan nasabah melalui transaksi menggunakan
produk dan instrumen pembayaran BRI. Selain program-program di atas, BRI juga aktif melaksanakan
berbagai kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan
Rangkaian program tersebut dirancang untuk awareness, consideration, conversion, dan loyalty kepada
mendorong keputusan pembelian secara langsung para customer di berbagai segmen, baik dalam bentuk
sekaligus memperkuat pemanfaatan produk pembiayaan kegiatan activation maupun campaign melalui media
dan transaksi BRI. Melalui BRI Consumer Expo 2025, massa, media sosial, media digital dan media lainnya untuk
BRI berhasil menunjukkan efektivitas event sebagai menjangkau target audience untuk setiap produk.
Pangsa Pasar
Posisi BRI dibandingkan dengan industri perbankan dapat dilihat berdasarkan jumlah aset, jumlah dana pihak ketiga, dan jumlah
kredit yang disalurkan.
Tabel Pangsa Pasar BRI dibandingkan Industri Perbankan
(bank only, dalam miliar Rupiah)
Uraian Keterangan Desember 2025 Desember 2024 Pertumbuhan yoy (%)
Industri Perbankan 13.646.417 12.460.955 9,51%
Aset BRI 1.931.536 1.840.395 4,95%
Pangsa Pasar (%) 14,15% 14,77%
Industri Perbankan 8.693.972 7.831.558 11,01%
Kredit BRI 1.342.674 1.215.847 10,43%
Pangsa Pasar (%) 15,44% 15,52%
Industri Perbankan 10.057.543 8.837.242 13,81%
Dana Pihak Ketiga BRI 1.460.089 1.360.134 7,35%
Pangsa Pasar (%) 14,52% 15,39%
Sumber: Laporan Keuangan BRI Desember 2025; Statistik Perbankan Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan Desember 2025
Pada posisi Desember 2025, Total Aset BRI tercatat sebesar Dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tercatat
Rp1.931,54 triliun atau tumbuh sebesar 4,95% secara sebesar 1.460,09 triliun, tumbuh sebesar 7,35% secara
year-on-year, sedikit di bawah pertumbuhan Aset Industri year-on-year, di bawah pertumbuhan industri perbankan
Perbankan sebesar 9,51% year-on-year. Namun begitu, BRI sebesar 13,81%, mencapai Rp10.057,54 triliun, sehingga
masih mencatatkan pangsa pasar yang masih kuat sebesar berdampak pada penurunan pangsa pasar BRI menjadi
14,15%. 14,52%. Pertumbuhan dana pihak ketiga yang lebih rendah
dibandingkan industri didorong oleh fokus pertumbuhan
Pada periode yang sama, total kredit BRI tumbuh sebesar pada CASA yang tercatat sebesar Rp1.035,02 triliun, tumbuh
10,43% year-on-year hingga mencapai Rp1.342,67 triliun, sebesar 12,68% year-on-year, sehingga mendorong rasio
relatif in-line dengan pertumbuhan kredit industri perbankan CASA BRI menjadi 70,89%, naik dari tahun 2024 sebesar
sebesar 11,01% year-on-year, mencapai Rp8.693,97 triliun, 67,54% dan mencapai level tertinggi sepanjang sejarah.
sehingga BRI masih mempertahankan pangsa pasar yang Sementara itu, rasio CASA industri tercatat sebesar 63,24%,
baik sebesar 15,44%. sedikit mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024
sebesar 63,39%.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 237
Page 240
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Penanganan Pengaduan Nasabah
Selain strategi pemasaran yang efektif, engagement kepada (LLM), Sabrina menyediakan layanan terintegrasi yang
nasabah perlu terus dijaga dan ditingkatkan sebagai salah mencakup pembuatan dan pengecekan status pengaduan,
satu upaya untuk meningkatkan Customer Experience pengecekan saldo dan mutasi rekening, pengecekan
nasabah terhadap layanan yang diberikan, sehingga limit dan tagihan kartu kredit, reservasi layanan di Kantor
diharapkan dapat mendorong pertumbuhan bisnis BRI. BRI Cabang BRI, hingga penyediaan informasi lokasi ATM,
terus berupaya menjaga konsistensi layanan yang customer Kantor Cabang, dan Agen BRILink. Lebih lanjut, Sabrina juga
centric melalui standarisasi kualitas layanan di seluruh berperan sebagai entry point aktivitas sales melalui fasilitas
jaringan kerja termasuk pada layanan complaint handling pengajuan dan pengecekan status pengajuan kartu kredit,
yang siap memberikan pelayanan bisnis maupun support serta penyampaian rekomendasi produk dan program promo
bisnis bagi unit kerja hingga penyelesaian keluhan nasabah dari merchant BRI. Sepanjang tahun 2025, Sabrina telah
dengan waktu operasional 24 jam selama 7 (tujuh) hari dapat melayani 45% interaksi dari seluruh channel Contact
seminggu melalui layanan Contact BRI. BRI dengan tingkat kepuasan pengguna sebesar 87,37%.
Kemudahan nasabah dalam mengakses layanan Contact BRI Upaya BRI dalam menjaga konsistensi kualitas layanan untuk
menjadi fokus improvement dalam meningkatkan layanan memenuhi berbagai macam kebutuhan transaksi nasabah
Contact BRI, dengan mengembangkan menu pengaduan mendapatkan apresiasi dalam survey “Bank Service
secara self-service yaitu dengan menghadirkan Pusat Bantuan Excellence Monitor (BSEM) 2025”. Survei yang dilakukan
yang dapat diakses melalui aplikasi BRImo dan Virtual Assistant oleh lembaga riset MRI bekerjasama dengan Majalah
BRI “Sabrina” melalui aplikasi Whatsapp di nomor 0812 1214 017. Infobank ini menunjukkan peningkatan kinerja pada sejumlah
Selain itu, BRI juga telah menghadirkan layanan bebas pulsa aspek layanan BRI sebagai berikut:
berbasis Voice Over Internet Protocol (VOIP) melalui aplikasi 1. The Best Conventional Bank in Service Excellence for 15
BRImo untuk nasabah guna melayani complaint handling yang Consecutive Years (Diamond)
dapat diakses nasabah dan masyarakat. 2. The Best Conventional Bank in Service Excellence for 5
Consecutive Years (Golden)
BRI terus melakukan continuous improvement terhadap 3. The Best Conventional Bank in Service Excellence -
perbaikan proses bisnis dan percepatan penyelesaian Digital Channel
pengaduan nasabah dengan menerapkan teknologi Artificial 4. The Best Conventional Bank in Service Excellence -
Intelligence (AI) dan Robotic Processing Automation (RPA) E-mail
dalam memonitor Service Level Agreement (SLA). Sejak tahun 5. The Best Conventional Bank in Service Excellence - Live
2024, BRI juga telah memulai untuk melakukan implementasi Chat
inovasi untuk peningkatan kualitas layanan pengaduan 6. The 2nd Best Conventional Bank in Service Excellence
nasabah atau Customer Handling Management yang 7. The 2nd Best Conventional Bank in Service Excellence -
mencakup aspek people, process, dan system. Secara rata- Contact Center
rata, penanganan pengaduan nasabah mengalami percepatan 8. The 2nd Best Conventional Bank in Excellence - Digital
Average Handling Time (AHT) sebesar 11% dan percepatan Branch
Service Level Agreement (SLA) sebesar 22%. Penanganan 9. The 2nd Best Conventional Bank in Excellence - Chatbot
pengaduan nasabah yang dapat diselesaikan langsung pada 10. The 2nd Best Conventional Bank in Excellence - Call
kesempatan pertama atau First Contact Resolution (FCR) Center
meningkat sebesar 3% dari periode sebelum implementasi. 11. The 2nd Best Conventional Bank in Excellence - Social
Dari sisi nasabah, berdasarkan survei, tingkat keinginan Media
nasabah untuk merekomendasikan layanan pengaduan BRI
atau Net Promoter Score (NPS) meningkat sebesar 9,64% Selain itu, dalam upaya mendorong inovasi layanan baik
dan tingkat kepuasan nasabah terhadap layanan pengaduan secara individu ataupun organisasi untuk memberikan
Nasabah atau Customer Satisfaction Index (CSI) meningkat layanan pengaduan terbaik, BRI juga ikut aktif berpartisipasi
sebesar 7,87% setelah implementasi dilakukan. dalam ajang kompetisi Contact Center baik Tingkat Asia
Pasifik maupun tingkat Nasional. Dalam ajang kompetisi
BRI menghadirkan Sabrina sebagai bagian dari inisiatif The Contact Center Asia Pacific Awards, BRI meraih medali
conversational banking dengan kapabilitas yang semakin Platinum untuk kategori Business Contribution. Sementara
diperluas, sehingga tidak hanya berperan sebagai Virtual dalam Kompetisi The Best Contact Center Indonesia Tahun
Assistant namun juga berperan sebagai Virtual Relationship 2025, BRI meraih pencapaian Runner Up dengan perolehan
Manager (Virtual RM) dalam mendukung pengelolaan akun 43 medali yang terdiri dari 12 (dua belas) medali Platinum,
serta pemenuhan kebutuhan perbankan nasabah secara 15 (lima belas) medali Gold, 10 (sepuluh) medali Silver dan 6
menyeluruh. Didukung teknologi Large Language Model (enam) medali Bronze.
238 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 241
Laporan Tahunan
2025
Dalam penanganan pengaduan nasabah, BRI melaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan untuk memberikan
solusi yang cepat, tepat, dan memuaskan bagi nasabah. Pada tahun 2025, BRI telah menyelesaikan pengaduan nasabah
sebagai berikut:
Tabel Publikasi Penanganan Pengaduan Tahun 2025
Selesai Dalam Proses Tidak Selesai
Jenis Transaksi Jumlah
No
Keuangan Pengaduan
Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase
1. Kartu Kredit 3.387 99,62% 13 0,38% 0 0,00% 3.400
2. Produk/Jasa Bank Lainnya 1.729 99,94% 1 0,06% 0 0,00% 1.730
3. Simpanan 46.164 100,00% 2 0,00% 0 0,00% 46.166
4. ATM/CRM 647.196 100,00% 7 0,00% 0 0,00% 647.203
5. E-banking 561.390 99,95% 268 0,05% 0 0,00% 561658
6. Kredit Tanpa Agunan 1.254 99,44% 7 0,56% 0 0,00% 1.261
Pinjaman (Modal Kerja,
7. 856 99,88% 1 0,12% 0 0,00% 857
Investasi, Konsumer)
Grand Total 1.261.976 99,98% 299 0,02% 0 0,00% 1.262.275
BRI dalam memberikan pengalaman layanan yang optimal, telah menyelesaikan pengaduan dengan tingkat penyelesaian
pengaduan nasabah mencapai 99,98% dari total pengaduan seluruh tiket. Untuk tiket yang sedang dalam proses, BRI berkomitmen
untuk memastikan tiket dapat diselesaikan sesuai dengan ketentuan Service Level Agreement (SLA). Untuk itu, BRI akan terus
berupaya memberikan layanan terbaik bagi nasabah dengan menjaga kecepatan dan kualitas dalam penyelesaian pengaduan.
Pengaduan nasabah akan diproses sebagaimana alur berikut:
Nasabah mendatangi Kantor BRI terdekat Petugas BRI melakukan verifikasi dan Petugas BRI mencatat pengaduan
atau menghubungi Contact BRI. menerima pengaduan nasabah. nasabah pada sistem.
1 2 3
6 5 4
Persetujuan dan banding hasil Penyampaian hasil penyelesaian Petugas BRI melakukan pengecekan
penyelesaian pengaduan nasabah. pengaduan nasabah. transaksi sesuai pengaduan nasabah.
BRI telah menetapkan prosedur standar dalam penanganan layanan Contact BRI. Selanjutnya, petugas melakukan
pengaduan nasabah yang dilaksanakan secara terstruktur, verifikasi awal untuk memastikan kelengkapan informasi
transparan, dan berorientasi pada penyelesaian yang dan keabsahan pengaduan yang disampaikan. Setelah
efektif. Dalam setiap tahapan penanganan pengaduan, BRI pengaduan dinyatakan lengkap, petugas mencatat dan
menerapkan Service Level Agreement (SLA) sebagai bentuk mendokumentasikan pengaduan tersebut ke dalam
janji layanan serta komitmen BRI untuk memastikan tindak Customer Relationship Management System. Berdasarkan
lanjut dan penyelesaian pengaduan dilakukan secara tepat hasil verifikasi dan analisis, petugas kemudian melakukan
waktu, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. langkah-langkah penyelesaian sesuai dengan ketentuan,
prosedur, serta SLA yang telah ditetapkan. Setelah proses
Proses pengaduan diawali dengan penyampaian pengaduan penyelesaian selesai, hasil penanganan pengaduan
oleh nasabah melalui kantor BRI terdekat atau melalui disampaikan kepada nasabah secara jelas dan tepat waktu.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 239
Page 242
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan, BRI • Apabila nasabah tetap tidak dapat menerima hasil
juga menerima dan menindaklanjuti umpan balik (feedback) penyelesaian pengaduan setelah tahap banding, nasabah
dari nasabah terkait penyelesaian pengaduan yang telah dapat mengajukan permohonan penyelesaian pengaduan
diberikan. di pengadilan atau luar pengadilan. Penyelesaian
pengaduan di luar pengadilan dapat dilakukan melalui
Pada penyampaian hasil penyelesaian, nasabah dapat mediasi maupun arbitrase kepada Regulator, Lembaga
menyepakati ataupun tidak menyepakati hasil penyelesaian Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan
pengaduan sehingga: (LAPS SJK), atau lembaga lainnya.
• Jika sepakat, maka pengaduan dianggap selesai.
• Apabila tidak sepakat, nasabah dapat mengajukan Pengaduan nasabah akan diselesaikan sesuai waktu yang
penyelesaian pengaduan melalui tahapan banding ke ditetapkan sepanjang dokumen pendukung telah diterima
BRI. BRI secara lengkap.
Tabel Jenis dan Jangka Waktu Penyelesaian Pengaduan
Jenis Pengaduan Jangka Waktu Penyelesaian Pengaduan
5 (lima) hari kerja.
Catatan:
• Permintaan informasi mengenai produk dan/atau jasa yang dimanfaatkan oleh nasabah dan/atau ketentuan
Pengaduan Lisan
internal BRI mengenai produk dan/atau jasa yang disediakan oleh BRI;
• Tata cara pengaduan nasabah;
• Informasi lain mengenai produk dan/atau jasa yang perlu diketahui oleh nasabah.
10 hari kerja.
Jangka waktu penyelesaian dapat diperpanjang 10 hari kerja berikutnya, apabila:
• Kantor BRI yang menerima pengaduan tidak sama dengan Kantor BRI tempat terjadinya permasalahan yang
Pengaduan Tertulis
diadukan;
• Pengaduan yang disampaikan oleh nasabah memerlukan penelitian khusus terhadap dokumen BRI; dan/atau
• Terdapat hal-hal lain yang berada di luar kendali BRI.
Penyelesaian pengaduan di luar jangka waktu di atas dapat dilakukan oleh BRI jika:
• Penyelesaian pengaduan memerlukan tindak lanjut oleh pihak lain; dan/atau
• Tindak lanjut yang dilakukan oleh pihak lain berpengaruh terhadap jangka waktu penyelesaian pengaduan oleh BRI.
Dalam hal BRI membutuhkan dokumen pendukung atas BRI berhak menolak menangani pengaduan nasabah jika:
pengaduan yang disampaikan nasabah secara lisan, BRI a. nasabah tidak melengkapi dokumen pendukung yang
berhak meminta kepada nasabah untuk menyampaikan dipersyaratkan sesuai dengan jangka waktu yang telah
pengaduan secara tertulis dengan melampirkan dokumen ditetapkan.
pendukung yang dibutuhkan. b. Pengaduan sebelumnya telah diselesaikan oleh BRI.
Pengaduan yang telah mendapatkan penyelesaian terdiri
BRI akan menangani pengaduan secara tertulis dalam hal atas:
nasabah telah melengkapi dokumen pendukung seperti: - Pengaduan yang mencapai kesepakatan; atau
a. Identitas nasabah/perwakilan nasabah, yang paling - Pengaduan yang tidak mencapai kesepakatan.
sedikit memuat: c. Pengaduan tidak terkait dengan kerugian dan/atau
- Nama lengkap nasabah dan/atau perwakilan potensi kerugian materiil, wajar, dan secara langsung
nasabah; sebagaimana tercantum dalam perjanjian dan/atau
- Alamat tempat tinggal sesuai dengan dokumen dokumen transaksi.
identitas nasabah dan/atau perwakilan nasabah dan d. Pengaduan yang tidak terkait dengan produk dan/atau
alamat tempat tinggal lain (jika ada); dan layanan yang dikeluarkan oleh BRI dikecualikan untuk
- Nomor telepon nasabah dan/atau perwakilan kerja sama dengan pihak lain.
nasabah yang dapat dihubungi. e. Pengaduan sedang dalam proses atau telah diputus
b. Jenis dan tanggal transaksi; lembaga peradilan secara perdata.
c. Permasalahan yang diadukan;
d. Dokumen lain, seperti surat kuasa (khusus jika nasabah
mewakilkan proses pengaduan kepada perwakilan
nasabah) ataupun dokumen yang berkaitan langsung
dengan permasalahan yang diajukan.
240 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 243
Laporan Tahunan
2025
Tinjauan Operasi Per Segmen Usaha
Segmen adalah bagian yang dapat dibedakan dari BRI dan (segmen operasi) yang terbagi atas kelompok mikro, ritel,
entitas anak yang terlibat baik dalam menyediakan produk korporasi, lainnya dan entitas anak, serta berdasarkan
tertentu (segmen operasi), maupun dalam menyediakan segmen geografis. Segmen geografis meliputi penyediaan
produk pada lingkungan ekonomi tertentu (segmen barang maupun jasa di dalam lingkungan ekonomi tertentu
geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda yang memiliki risiko serta tingkat pengembalian yang
dengan segmen lainnya. BRI dan entitas anak menyajikan berbeda dengan segmen operasi lainnya yang berada dalam
segmen usaha berdasarkan laporan internal konsolidasian lingkungan ekonomi lain. Segmen geografis BRI dibagi
yang disajikan kepada pengambil keputusan operasional berdasarkan wilayah Indonesia, Amerika Serikat, Hong Kong,
yaitu Direksi. BRI telah mengidentifikasi dan mengungkapkan Singapura, Timor Leste dan Taiwan.
informasi keuangan berdasarkan kegiatan bisnis utama
SEGMEN USAHA
SEGMEN OPERASI SEGMEN GEOGRAFIS
Segmen Segmen Segmen Segmen Entitas
Indonesia
Mikro Ritel Korporasi Lainnya Anak
Bisnis Small,
PT Bank Raya
Bisnis Mikro Medium, Bisnis Korporasi Bisnis Treasury Amerika Serikat
Indonesia Tbk
and Commercial
Layanan BRILink Bisnis Kredit International BRI Global
Bisnis Institusi Singapura
Agen Konsumer Business Financial Services
Program Social Bisnis Jasa
Bisnis
Entrepreneurship Bisnis Ritel Funding Penunjang Pasar PT Asuransi BRI Life Timor Leste
Transaction Banking
dan Incubation Modal
Bisnis Ritel Bisnis Sindikasi, PT BRI Multifinance
Lainnya*) Hong Kong
Transaction Properti dan Farmasi Indonesia
PT BRI Danareksa
Taiwan
Sekuritas
PT BRI Ventura
Investama
PT BRI Asuransi
Indonesia
PT Permodalan
Nasional Madani
PT Pegadaian
PT BRI Manajemen
*)
Termasuk pendapatan dan beban dari aktivitas penyertaan selain penyertaan pada Investasi
perusahan anak serta pendapatan dan beban yang tidak dialokasikan ke segmen bisnis
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 241
Page 244
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Segmen Operasi
Penjelasan dan Produktivitas Segmen Operasi Segmen Mikro
Untuk kepentingan manajemen, BRI diorganisasikan ke Segmen mikro ditujukan untuk melayani kebutuhan produk
dalam 5 (lima) segmen operasional berdasarkan produk dan jasa perbankan nasabah individual dan pengusaha mikro
sebagai berikut: dalam rangka pemberdayaan usaha masyarakat. Segmen
• Segmen Mikro mikro meliputi Bisnis Mikro, Layanan BRILink dan Program
• Segmen Ritel Social Entrepreneurship and Incubation
• Segmen Korporasi
• Segmen Lainnya
• Entitas Anak
RINGKASAN KINERJA BISNIS MIKRO
Kinerja Bisnis Mikro BRI sepanjang tahun 2025 berfokus 2. Peningkatan kualitas proses bisnis melalui
pada percepatan pemulihan kualitas aset serta proses digitalisasi proses bisnis serta penyempurnaan tata
enhancement bisnis proses dan risk manajemen serta kelola proses operasional dan kredit.
empower human capital. Progres pemulihan secara 3. Optimalisasi produktivitas Mantri melalui pengelolaan
gradual telah menampakkan hasil yang positif dan rasio kelolaan dan ticket size yang sehat.
diharapkan mampu terus berada dalam koridor yang 4. Penguatan early collection dan kontrol risiko
diharapkan. downgrade.
5. Ekspansi berbasis ekosistem melalui integrasi PNM,
Bisnis Mikro tetap menjadi fokus utama dalam Pegadaian, dan UMKM Naik Kelas.
pertumbuhan bisnis Perseroan kedepannya, kontribusi 6. Pengembangan klaster usaha dan value chain
Mikro ditengah kondisi yang menantang tetap tercatat financing.
sebagai kontributor tertinggi diantara segmen lain, ke 7. Optimalisasi BRILink Agen sebagai perpanjangan
depan seiring dengan proses perbaikan yang semakin layanan inklusi keuangan.
sempurna kontribusi terhadap profitabilitas Perseroan 8. Peningkatan literasi dan penetrasi transaksi digital di
akan semakin optimal. desa dan komunitas produktif.
Namun demikian, dari sisi portofolio kami tetap Transformasi ekosistem menjadi motor pertumbuhan
melakukan penyaluran kredit untuk memastikan baru melalui penguatan BRILink Agen, Rumah BUMN,
nasabah mendapatkan akses financial. Penyaluran Desa BRILian, serta kolaborasi lintas entitas BRI Group,
kredit dilakukan secara selektif dengan menjaga yang tidak hanya memperluas akses pembiayaan,
keseimbangan antara ekspansi dan kualitas aset, tetapi juga mendorong literasi keuangan, peningkatan
memperkuat early warning system, pengendalian transaksi digital, dan pengembangan UMKM berbasis
downgrade kolektibilitas, serta optimalisasi collection klaster serta komunitas.
dan restrukturisasi guna menjaga stabilitas NPL dan
sustainabilitas bisnis dalam jangka panjang. Ke depan, arah strategis 2026 diarahkan pada
pertumbuhan yang lebih sehat dan inklusif melalui
Strategi segmen mikro tahun 2025 difokuskan pada penguatan governance kredit, peningkatan kualitas
delapan pilar utama, yaitu: pembiayaan produktif, optimalisasi ekosistem desa
1. Penguatan budaya kredit sebagai fondasi dan klaster usaha, sinergi dengan kementerian dan BRI
pertumbuhan bisnis mikro yang sehat, antara lain Group, serta akselerasi digitalisasi proses bisnis untuk
melalui penataan dan pengendalian aktivitas harian memastikan bisnis mikro tetap menjadi pilar utama
serta peningkatan kualitas human capital. pertumbuhan BRI yang berkelanjutan.
242 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 245
Laporan Tahunan
2025
BISNIS MIKRO terkait transaksi non tunai. BRI berkomitmen untuk terus
Pada tahun 2025, kinerja bisnis Mikro BRI difokuskan pada meningkatkan literasi masyarakat mengenai transaksi non
percepatan pemulihan kualitas aset diiringi dengan proses tunai, khususnya melalui QRIS, agar penggunaan sistem
revitalisasi bisnis proses, peningkatan manajemen risiko pembayaran yang terpadu ini semakin meluas. BRI meyakini
serta empowerment human capital untuk memastikan bahwa dengan menyediakan solusi pembayaran yang
keberlanjutan segmen Mikro kedepannya. Namun demikian, sederhana dan aman melalui QRIS, pelaku usaha mikro dapat
ditengah proses tersebut kami tetap memastikan nasabah mengoptimalkan potensi bisnisnya, yang pada gilirannya
dapat mampu melakukan akses finansial secara baik, di akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional
Tengah kondisi ekonomi yang juga menantang kami tercatat serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
tetap menyalurkan kredit dengan tetap berlandaskan
pada asas selektif dan kehati-hatian yang baik sehingga Selain itu untuk enabler percepatan pencapaian ekonomi
pertumbuhan kredit mampu memiliki profitabilitas dan inklusif, BRI menggabungkan jaringan konvensional, jaringan
kualitas yang baik. hybrid, serta jaringan digital bersama dengan Holding UMI
seperti Senyum Co-Location, BRILink Agen, e-channel ATM
Pada tahun 2025 tercatat kami menyalurkan kredit Mikro dan CRM yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Pada
sebesar Rp284,54 triliun dengan rincian kupedes sebesar tahun 2025, produk-produk pinjaman bisnis mikro yang
Rp105,44 triliun, KUR sebesar Rp158,84 triliun dan BRIGuna ditawarkan kepada nasabah mikro adalah Kupedes, BRIguna
Mikro sebesar Rp20,26 triliun. Penyaluran ini merupakan bukti Mikro, Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dan Kredit Program
bahwa BRI tetap hadir ditengah masyarakat dan mendukung Perumahan (KPP).
pertumbuhan ekonomi di sektor mikro khususnya. Kedepan,
kami memastikan akan secara konsisten memperkuat Produk dan Layanan Bisnis Mikro diantaranya sebagai
peranan sebagai mitra utama pelaku usaha mikro di Indonesia berikut:
dengan terus menghadirkan layanan keuangan yang relevan, 1. Kupedes
mudah diakses, dan terintegrasi. Merupakan kredit yang bersifat umum dengan pinjaman
sebesar sampai dengan Rp500 juta per debitur dengan
Kedepan, untuk mampu semakin granular dalam penetapan jangka waktu maksimum 120 bulan yang dapat digunakan
potensi pertumbuhan kami akan memperkuat alat untuk tujuan kebutuhan modal kerja dan/atau investasi
pengukuran dari berbagai indikator dan alat pemantauan kepada debitur individu/perorangan yang memenuhi
untuk semakin memahami kondisi dan ekspektasi pelaku persyaratan.
usaha mikro terhadap perkembangan ekonomi nasional, 2. KUR Mikro
termasuk salah satunya penguatan BRI Micro and SME Merupakan fasilitas pembiayaan bagi para pengusaha
Index (BMSI). Indeks ini digunakan untuk mengukur aktivitas mikro pemula dengan pinjaman sebesar Rp10 juta-Rp100
usaha, sentiment, serta optimisme pelaku UMKM, sehingga juta per debitur yang dapat berupa Kredit Modal Kerja
menjadi dasar bagi Perseroan dalam Menyusun kebijakan (KMK) dengan maksimum masa pinjaman 3 (tiga) tahun
dan pendekatan bisnis mikro yang lebih adaptif terhadap dan atau Kredit Investasi (KI) dengan maksimum masa
kondisi ekonomi yang berkembang. pinjaman 5 (lima) tahun
3. Kredit Program Perumahan (KPP)
BRI juga telah merancang berbagai strategi untuk Merupakan fasilitas pembiayaan investasi dan/atau
meningkatkan penetrasi layanan keuangan selama tahun modal kerja yang diberikan kepada usaha mikro, kecil,
2025, termasuk melalui pengembangan sistem transaksi dan menengah berupa perseorangan atau badan usaha
micropayment. Salah satu langkah utama adalah menjalin yang dilakukan dalam rangka mendukung pencapaian
kerja sama dengan para pedagang untuk mendorong program prioritas di bidang perumahan. Kredit Program
implementasi transaksi non tunai (cashless) melalui Perumahan yang disalurkan pada segmen mikro berupa
penggunaan instrumen Quick Response Code Indonesian kredit investasi dengan jumlah plafon pinjaman di atas
Standard (QRIS) BRI. Sejalan dengan semakin meningkatnya Rp10 juta sampai dengan Rp500 juta.
transaksi digital, BRI hadir dengan menyediakan solusi 4. BRIguna Mikro
pembayaran yang aman bagi masyarakat. BRI memiliki Merupakan kredit multiguna mikro yang ditujukan kepada
kesiapan infrastruktur untuk mengedukasi masyarakat segmen berpenghasilan tetap.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 243
Page 246
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Tabel Kinerja (Produktivitas) Bisnis Mikro
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Outstanding (OS) Kredit
470.772 491.220 (20.448) (4,16%)
(dalam miliar Rupiah)
Kupedes 175.595 200.223 (24.628) (12,30%)
KUR Mikro 235.389 231.294 4.095 1,77%
BRIguna Mikro 59.787 59.703 84 0,14%
Debitur
12,39 13,08 0,68 (5,24%)
(dalam juta orang)
Kupedes 3,94 4,50 0,57 (12,39%)
KUR Mikro 8,02 8,11 0,09 (1,16%)
BRIguna Mikro 0,43 0,46 0,03 (7,12%)
Pada tahun 2025, Outstanding kredit bisnis mikro tercatat kontribusinya bagi BRI yang mana akan selalu seiring dengan
sebesar Rp470,77 triliun atau secara nominal masih peningkatan kontribusi kepada masyarakat.
tercatat sebagai yang tertinggi dari seluruh segmen di BRI.
Kupedes mencatatkan outstanding sebesar Rp175,60 triliun Strategi Bisnis Mikro Tahun 2025
dengan total debitur sebesar 3,94 juta, kemudian terdapat Bisnis mikro merupakan kompetensi inti BRI yang telah
KUR dengan outstanding sebesar Rp235,39 triliun dengan dibangun secara berkelanjutan melalui pengalaman panjang,
kelolaan debitur sebesar 8,02 juta orang dan disusul dengan jaringan layanan yang luas, serta kapabilitas sumber daya
BRIGuna atau kredit berbasis payroll ini mampu mencatatkan manusia yang menjangkau hingga ke tingkat paling dekat
outstanding sebesar Rp59,79 triliun dengan jumlah kelolaan dengan pelaku usaha. Di tengah dinamika ekonomi yang
debitur hampir mencapai setengah juta jiwa. terus berubah dan semakin kompleks, pengelolaan bisnis
mikro ke depan menuntut pendekatan yang lebih disiplin,
Pada sisi kualitas aset, pada tahun 2025 BRI terus melakukan adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Perubahan
percepatan penyelesaian kredit bermasalah yang tercermin perilaku nasabah, meningkatnya alternatif layanan keuangan
dari peningkatan rasio Non-Performing Loan (NPL) dari berbasis teknologi, serta tuntutan terhadap kualitas
2,85% pada tahun 2024 menjadi 3,93% pada tahun pertumbuhan mendorong BRI untuk melakukan penguatan
2025. Namun begitu, inisiatif-inisiatif untuk mendorong fundamental bisnis mikro secara menyeluruh.
perbaikan kualitas kredit mulai menunjukkan hasil yang
positif, sebagaimana tercermin pada rasio Special Mention Sejalan dengan arah pengembangan bisnis mikro yang
Loan (SML) yang mengalami penurunan dari 6,20% pada berfokus pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,
tahun 2024 menjadi 5,60% pada tahun 2025. Perbaikan BRI menetapkan strategi bisnis mikro tahun 2025 dengan
ini menjadi sinyal positif bahwa strategi dan inisiatif yang menitikberatkan pada penguatan fundamental, perbaikan
diimplementasikan telah mampu memberikan hasil yang baik budaya kredit, serta peningkatan kualitas portofolio dan
secara bertahap. produktivitas organisasi. Strategi tersebut diwujudkan
melalui beberapa langkah utama sebagai berikut:
Secara keseluruhan, meskipun di tengah proses perbaikan 1. Penguatan budaya kredit sebagai fondasi pertumbuhan
kualitas aset dan penyelarasan bisnis proses ditambah bisnis mikro yang sehat, melalui penataan dan
dengan kondisi ekonomi yang menantang, segmen mikro pengendalian aktivitas harian yang dirancang dan
masih mencatatkan profitabilitas yang baik disertai dengan dimonitor secara sistematis oleh pemimpin unit kerja,
perbaikan yang terus membuahkan hasil yang positif kami guna memastikan proses bisnis berjalan secara disiplin,
yakin kedepan segmen mikro akan semakin memperbesar konsisten, dan selaras dengan prinsip kehati-hatian.
244 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 247
Laporan Tahunan
2025
2. Meningkatkan kualitas proses bisnis antara lain melalui Agen yang mendorong jangkauan layanan keuangan
penyempurnaan kebijakan revitalisasi seluruh tenaga hingga daerah yang paling terpencil. BRI juga memiliki
pemasar di segmen mikro, baik kepada Mantri maupun 1,035 unit Senyum Co-location yang mengkombinasikan
jabatan Manajer Bisnis Mikro (MBM). layanan dari BRI, PNM dan Pegadaian sebagai bagian
3. Meningkatkan kualitas human capital antara lain reploting Holding UMi untuk memberikan akses keuangan yang
kepala BRI Unit berdasarkan kesesuaian perilaku dengan terintegrasi antar entitas tersebut. Sebagai pelengkap,
tuntutan wilayah (urban dan rural), penambahan fungsi BRI Group juga memiliki lebih dari 74 ribu financial
dan tugas Supervisor Operasional dan Layanan (SOL) BRI advisors yang terdiri dari 27 ribu Mantri BRI, lebih dari
unit untuk memperkuat fungsi operasional dan layanan 3 ribu tenaga pemasar pegadaian dan lebih dari 43 ribu
di BRI Unit, serta implementasi Field Collection untuk account officer PNM.
mengakselerasi recovery pinjaman yang telah dihapus buku 2. Digitalized Business Process
dan pengendalian kualitas kredit. Dalam rangka untuk meningkatkan produktivitas serta
4. Penyempurnaan tata kelola proses operasional dan memperkuat manajemen risiko di segmen mikro, BRI telah
kredit, termasuk pemenuhan dan penataan fungsi melakukan digitalisasi proses bisnis antara lain melalui
operasional layanan untuk memastikan pemisahan peran pengembangan BRISPOT loan underwriting application.
antara aktivitas layanan operasional dan pengelolaan BRISPOT bertindak sebagai katalis untuk mendorong
kredit, sehingga kualitas layanan dan pengendalian risiko sinergi dan produktivitas Mantri melalui digitalisasi
dapat berjalan lebih optimal. aspek kredit maupun non-kredit yang terintegrasi.
5. Penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengambilan Untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,
keputusan kredit, serta peningkatan akurasi penilaian pada tahun 2025, BRI terus melakukan penyempurnaan
usaha nasabah, serta meminimalkan potensi risiko sejak BRISPOT melalui peningkatan kualitas pipeline serta fitur
tahap awal penyaluran. perencanaan aktivitas harian.
6. Penyesuaian alokasi target bisnis berbasis potensi 3. Senyum Mobile
dan kualitas wilayah, melalui pembagian target yang Holding UMi bertujuan untuk menggabungkan entitas-
mempertimbangkan potensi pasar, tingkat saturasi, serta entitas utama yang dapat mengembangkan segmen
kualitas portofolio kredit pada masing-masing unit kerja, ultra mikro dengan lebih baik. Ekosistem ultra mikro akan
sehingga pertumbuhan bisnis dapat dikelola secara lebih membantu journey kenaikan kelas masyarakat segmen
proporsional dan berkelanjutan. ultra mikro menuju segmen mikro. Ekosistem ultra mikro
7. Penguatan aktivitas pemulihan dan pengendalian kualitas akan memainkan peran penting dalam meningkatkan
kredit, melalui optimalisasi recovery atas nasabah yang lanskap segmen ultra mikro di Indonesia. Oleh karena itu
telah dihapus buku serta collection melalui peningkatan BRI membuat aplikasi Senyum Mobile yang merupakan
fokus terhadap penanganan debitur bermasalah sebagai suatu platform digital sales terintegrasi yang digunakan
bagian dari upaya menjaga kualitas aset dan menekan oleh tenaga pemasar untuk melakukan pemasaran
pembentukan kredit bermasalah baru. produk lintas entitas (BRI, PNM dan Pegadaian).
4. Executive Dashboard
Keunggulan Kompetitif dan Inovasi Bisnis Mikro Executive dashboard adalah sebuah platform inovatif
Peningkatan kinerja kredit dan dana pihak ketiga bisnis yang dirancang untuk mendukung pengembangan
mikro selama tahun 2025 tak lepas dari upaya BRI yang telah wilayah secara terintegrasi dan berbasis data, dengan
melakukan berbagai inovasi. Inovasi dimaksud antara lain: pendekatan bertahap yang terus berkembang. Dimulai
1. Jaringan Layanan yang Luas dan Terintegrasi dari tahun 2021, platform ini memanfaatkan data
Topografi Indonesia sebagai negara kepulauan yang internal BRI seperti tabungan, pinjaman, kualitas kredit,
memiliki lebih dari 17 ribu pulau menimbulkan tantangan bantuan sosial, akun kelolaan, dan churn-out modeling
tersendiri untuk melakukan distribusi layanan keuangan untuk membangun fondasi data yang kuat. Pada tahun
di Indonesia. Dalam hal ini BRI memiliki keunggulan 2022, platform ini dirancang untuk meningkatkan
kompetitif dari segi jaringan layanan yang luas dan wawasan dengan mengidentifikasi profil wilayah melalui
terintegrasi sehingga memberikan kesempatan bagi penambahan data persentase literasi keuangan, jumlah
nasabah, baik segmen mikro maupun ultra mikro untuk pinjaman, serta jumlah pemegang akun di setiap wilayah.
mendapatkan akses atas produk dan layanan perbankan Selanjutnya, executive dashboard menghadirkan
serta jasa keuangan lainnya, beyond banking. Secara integrasi data penetrasi smartphone per wilayah,
group, BRI memiliki lebih dari 15 ribu unit yang tersebar memberikan analisis yang lebih mendalam terhadap
di seluruh Indonesia, termasuk lebih dari 6.300 BRI potensi dan kebutuhan lokal. Di tahun 2025 executive
Unit Mikro & Teras, 4.100 cabang Pegadaian, serta dashboard dilakukan penguatan dimana saat ini dapat
lebih dari 4.600 cabang PNM. Komitmen BRI untuk mengidentifikasi potensi bisnis per wilayah hingga level
terus memperluas layanan kepada Masyarakat juga desa. Dengan executive dashboard, aktivitas bisnis
ditunjukkan dari perluasan jaringan melalui 6 BRI Teras dapat disesuaikan dengan pola aktivitas transaksi
Mobile, 4 Teras Kapal serta lebih dari 1,19 juta BRILink
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 245
Page 248
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
masyarakat dan produktivitas wilayah, sehingga aktivitas Sejalan dengan prospek bisnis mikro yang tetap positif serta
bisnis dapat lebih presisi dan efisien. Platform ini menjadi kebutuhan untuk membangun pertumbuhan yang lebih
solusi strategis yang menggabungkan teknologi dan data sehat dan berkelanjutan, BRI menetapkan sejumlah langkah
untuk menciptakan peluang pertumbuhan berkelanjutan, strategis dalam pengembangan bisnis mikro tahun 2026
memberdayakan desa, dan meningkatkan inklusi sebagai berikut:
keuangan di seluruh wilayah Indonesia. 1. Penguatan budaya kredit sebagai fondasi utama
pertumbuhan bisnis mikro, melalui peningkatan disiplin
Prospek Usaha dan Strategi Bisnis Mikro Tahun 2026 proses bisnis, pengendalian aktivitas harian yang lebih
Segmen bisnis mikro akan tetap menjadi segmen dengan terstruktur, serta penguatan peran pimpinan unit kerja
portofolio terbesar di BRI dan memiliki peran strategis dalam memastikan konsistensi penerapan prinsip kehati-
dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Struktur hatian di seluruh jaringan bisnis mikro.
perekonomian Indonesia yang masih didominasi oleh pelaku 2. Peningkatan kualitas dan produktivitas portofolio kredit
usaha mikro dan ultra mikro memberikan ruang pertumbuhan mikro, dengan mengarahkan pertumbuhan pembiayaan
yang signifikan bagi pengembangan bisnis mikro ke depan. pada segmen dan produk yang memiliki profil risiko
Selain itu, proyeksi demografi Indonesia yang didominasi dan imbal hasil yang lebih terkelola, serta memastikan
oleh penduduk usia produktif turut menjadi faktor pendukung pertumbuhan portofolio dilakukan secara terkontrol dan
keberlanjutan aktivitas usaha mikro dalam jangka menengah berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.
hingga panjang. Sejalan dengan hal tersebut, berbagai 3. Penyempurnaan tata kelola dan proses pengambilan
indikator ekonomi dan sentimen usaha menunjukkan bahwa keputusan kredit, termasuk penerapan On The Spot
potensi pertumbuhan UMKM masih terbuka, meskipun (OTS) secara konsisten pada seluruh proses pemutusan
dihadapkan pada tantangan perubahan perilaku konsumen, kredit, pemenuhan fungsi operasional layanan untuk
dinamika daya beli, serta meningkatnya kompetisi di industri memperjelas pemisahan peran antara layanan dan
jasa keuangan. kredit, serta penguatan kualitas analisis dan monitoring
pasca-realisasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap bisnis mikro 4. Penguatan aktivitas pemulihan dan pengendalian kualitas
mengalami perubahan yang semakin cepat dan kompleks. aset, dengan meningkatkan efektivitas field collection,
Perkembangan teknologi dan keterbukaan akses informasi mempercepat penanganan debitur bermasalah, serta
telah mengubah pola transaksi, pengelolaan usaha, serta memperkuat koordinasi pengelolaan segmen Special
preferensi pelaku usaha mikro dalam memanfaatkan Mention Loan (SML) dan Non Performing Loan (NPL) di
layanan keuangan. Di sisi lain, kehadiran berbagai alternatif seluruh tingkatan organisasi.
pembiayaan dan layanan keuangan berbasis teknologi 5. Optimalisasi alokasi target bisnis berbasis potensi
turut meningkatkan intensitas persaingan, baik dengan dan kualitas wilayah, dengan mempertimbangkan
lembaga keuangan formal maupun entitas non-perbankan. karakteristik pasar, tingkat saturasi, serta kondisi
Kondisi tersebut menuntut BRI untuk tidak hanya mengejar kualitas kredit di masing-masing unit kerja, sehingga
pertumbuhan secara kuantitatif, tetapi juga memastikan pertumbuhan bisnis dapat dicapai secara lebih
kualitas, produktivitas, dan keberlanjutan portofolio bisnis proporsional dan selaras dengan kapasitas pengelolaan
mikro secara menyeluruh. risiko.
6. Optimalisasi partnership BRILink Agen sebagai enabler
Memasuki tahun 2026, BRI memandang bahwa prospek untuk meningkatkan produktivitas dan span of control
bisnis mikro tetap positif, dengan catatan bahwa mantri sehingga mantri dapat lebih fokus dalam
pertumbuhan harus dibangun di atas fondasi yang lebih kuat melakukan pendampingan dan pemberdayaan.
dan disiplin. Setelah melalui fase konsolidasi dan penataan 7. Mengembangkan model bisnis digital dengan personal
ulang pada tahun 2025, BRI menempatkan fokus pada upaya scoring untuk meningkatkan penetrasi yang lebih
kembali tumbuh secara sehat dan berkelanjutan, melalui prudent.
penguatan fundamental bisnis mikro, perbaikan kualitas 8. Memperkuat sinergi BRI Group guna meningkatkan fee
portofolio, serta penataan budaya kerja dan tata kelola. based income dari penjualan produk bancassurance
Pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan ketahanan mikro entitas anak.
bisnis mikro BRI dalam menghadapi dinamika ekonomi 9. Penyempurnaan sistem operasional, termasuk BRISPOT
sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi Perseroan untuk meningkatkan produktivitas serta memperkuat
dan para pemangku kepentingan. manajemen risiko bisnis mikro, antara lain melalui
penguatan pipeline serta credit risk scoring.
246 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 249
Laporan Tahunan
2025
LAYANAN BRILINK AGEN
BRILink Agen adalah model kemitraan yang ditawarkan perbankan dalam perannya pula sebagai Agen Laku Pandai
oleh BRI kepada masyarakat untuk memperluas layanan yang diatur oleh OJK. Sementara itu penerapan nilai
keuangan BRI. Model bisnis BRILink Agen menerapkan nilai ekonomi melalui penghasilan tambahan untuk mitra, saling
sosial berupa pemberdayaan masyarakat, inklusi keuangan, menguntungkan kemitraan ekonomi, diversifikasi usaha
pemerataan ekonomi, penyebaran pengetahuan mengenai mitra, perpanjangan jaringan bank (efisiensi operasional).
Tabel Kinerja (Produktivitas) Layanan BRILink Agen
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
BRILink Agen (Agen) 1.193.835 1.064.219 129.616 12,18%
BRILink Agen Mekaar 456.127 437.575 18.552 4,24%
BRILink Agen Non Mekaar 737.708 626.644 111.064 17,72%
Fee Base Income (jutaan Rupiah) 1.709.562 1.656.288 53.274 3,22%
CASA (jutaan Rupiah) 27.309.136 25.632.996 1.6766.140 6,54%
Volume Transaksi (jutaan Rupiah) 1.746.170.031 1.589.038.749 157.131.282 9,89%
Referral Simpanan 165.650 153.142 12.508 8,17%
Sampai dengan 31 Desember 2025, terdapat 1.193.835 kemudahan dan aksesibilitas bagi masyarakat untuk
BRILink Agen di seluruh pelosok Indonesia. Jumlah tersebut melakukan transaksi keuangan sehari-hari serta menjadi
terdiri dari 334.725 BRILink Agen EDC dan 859.110 BRILink solusi untuk memecahkan permasalahan nasabah BRI di
Agen Mobile, dan tersebar di lebih dari 66 ribu desa di level badan usaha dengan enhancement fitur pembayaran/
seluruh Indonesia. Selain itu 456.127 anggota PNM Mekaar payment.
telah menjadi BRILink Agen sebagai bentuk sinergi BRI
dengan BRI Group. BRILink Agen juga dapat mereferralkan BRILink Agen sebagai UMi lifestyle provider dengan
kredit UMKM dan dapat melakukan penyaluran Bantuan memperluas akses produk dan layanan sehari-hari serta
Sosial (Bansos) kepada masyarakat. Selain melayani referral mendukung pemberdayaan masyarakat dan UMKM di
pinjaman, BRILink Agen dapat melayani pembukaan rekening Indonesia. BRILink Agen dapat berperan sebagai bagian dari
simpanan dengan sistem referral untuk jenis tabungan basic ekosistem logistik sebagai drop off point pengiriman paket
saving account. BRILink Agen berperan penting dalam dan center payment point. Selain menjual barang kebutuhan
mewujudkan inklusi keuangan yang sesungguhnya bagi primer, BRILink Agen Mekaar juga dapat melayani transaksi
seluruh lapisan masyarakat Indonesia. sehari-hari kepada anggota kelompok Mekaar, sehingga
menjadi enabler untuk cashless ecosystem untuk layanan
Peningkatan sales volume BRILink tercatat mencapai BRI Ultra Mikro dan BRILink Agen Gadai sebagai enabler
Rp1.746 triliun dengan growth sebesar 9,89% yang dihasilkan untuk layanan gadai di seluruh nasabah BRILink Agen.
BRILink Agen di seluruh Indonesia. BRI memperoleh fee
based income sebesar Rp1,71 triliun di akhir Desember 2025. Keunggulan Kompetitif dan Inovasi BRILink Agen
Nilai tersebut tumbuh 3,22% dari periode yang sama di Dengan pemanfaatan teknologi digital yang lebih canggih
tahun 2024 sebesar Rp1,66 triliun. Selain itu, BRILink Agen dan pengembangan ekosistem yang terus berkembang,
juga meningkatkan perolehan dana murah (CASA) sebesar BRILink Agen diharapkan dapat memperluas jaringan agen
Rp27,31 triliun, tumbuh 6,54% dari tahun 2024. yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari
perkotaan hingga pedesaan. Fokus pada pemberdayaan
Strategi BRILink Agen Tahun 2025 UMKM, pengembangan ekosistem logistik, serta peningkatan
Pada tahun 2025, BRILink Agen merespon dinamika industri kapabilitas dalam pembiayaan dan distribusi barang akan
perbankan dengan melakukan transformasi model bisnis memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi digital
yang bertujuan untuk menjadikan BRILink Agen sebagai Indonesia. BRILink Agen akan terus menjadi katalisator
ujung tombak dalam membentuk ekosistem pembayaran perubahan di sektor keuangan mikro, memperkenalkan
dengan BRILink Agen sebagai sentra ekosistem payment solusi yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan
fokus menjadi pusat ekosistem pembayaran, memberikan nasabah di era digital ini. Dengan langkah-langkah strategis
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 247
Page 250
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
yang dijalankan, BRILink Agen berkomitmen untuk terus pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal dan UMKM di
memberikan nilai tambah, menciptakan peluang ekonomi, Indonesia.
dan mendukung pembangunan berkelanjutan melalui 3. BRILink Agen sebagai Enabler Pembiayaan
layanan yang semakin inovatif dan inklusif pada tahun 2026 Sebagai agen pembiayaan dan refinancing melalui BRI
dan seterusnya. Finance, BRILink Agen akan memperluas peranannya
dalam memberikan solusi pembiayaan yang lebih mudah
Prospek Usaha dan Strategi BRILink Agen Tahun 2026 diakses oleh nasabah, termasuk pembiayaan mikro
Pada tahun 2026, BRILink Agen akan melanjutkan dan refinancing untuk masyarakat dan UMKM. Dengan
transformasinya sebagai pusat ekosistem pembayaran yang memperkuat kapabilitas dalam sektor pembiayaan,
terintegrasi dan menjadi enabler utama dalam ekosistem BRILink Agen akan mendukung pemberdayaan ekonomi
keuangan digital Indonesia. Sebagai ujung tombak dalam dengan memberikan solusi keuangan yang lebih adaptif
mendistribusikan produk BRI Group dan mitra strategis, terhadap kebutuhan nasabah.
BRILink Agen akan memperluas perannya dalam mendukung 4. BRILink Agen sebagai Logistik Ekosistem
pertumbuhan ekonomi inklusif dengan menghadirkan solusi BRILink Agen akan memperluas perannya dalam
pembayaran dan layanan keuangan yang lebih efisien dan sektor logistik dengan menjadi titik pengiriman paket
mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. (drop-off point) yang strategis melalui fitur BRILink
Logistik. BRILink Agen akan menjadi mitra utama dalam
BRILink Agen akan bertransformasi menjadi one stop solution mendukung ekosistem logistik dan distribusi barang di
untuk berbagai layanan dan produk yang dibutuhkan oleh seluruh Indonesia, membantu mempercepat proses
masyarakat dan UMKM. BRILink Agen akan menjadi pusat pengiriman dan meningkatkan efisiensi distribusi barang.
perbelanjaan yang memudahkan transaksi barang dan 5. BRILink Agen sebagai UMi Lifestyle Provider
produk dengan harga yang bersaing. Selain itu, BRILink Agen BRILink Agen akan memperkuat transformasinya menjadi
akan memperkenalkan BRIMOLA, yang memungkinkan agen penyedia layanan gaya hidup ultra mikro (UMi) dengan
untuk menjadi pangkalan dan pengecer gas, menyediakan memperluas akses produk dan layanan sehari-hari
kebutuhan gas rumah tangga secara praktis dan terjangkau. bagi masyarakat. Layanan BRILink Agen Mekaar akan
BRILink Agen juga akan memperluas perannya sebagai agen semakin berkembang, menyediakan produk dan layanan
logistik melalui fitur BRILink Logistik, menyediakan titik drop- untuk anggota kelompok Mekaar, serta mendukung
off dan pick-up paket, yang mendukung distribusi barang transisi menuju transaksi cashless yang lebih aman dan
secara lebih efisien. efisien. Selain itu, BRILink Agen Mitra UMi dan BRILink
1. BRILink Agen sebagai Pusat Ekosistem Pembayaran Agen Gadai akan berperan sebagai enabler untuk
BRILink Agen akan semakin kokoh sebagai pusat layanan gadai dan pembiayaan mikro di seluruh nasabah
ekosistem pembayaran digital, memungkinkan BRILink Agen.
masyarakat untuk melakukan transaksi keuangan 6. Social and Economic Value Proposition
sehari-hari dengan cepat, aman, dan nyaman. Dengan BRILink Agen akan semakin berperan sebagai sales
pengembangan fitur pembayaran yang lebih canggih, channel untuk mitra dan anak perusahaan BRI.
BRILink Agen akan menawarkan kemudahan akses bagi Dengan memperkuat jaringan dan kolaborasi dengan
nasabah BRI dan mitra dalam berbagai sektor, termasuk berbagai sektor industri, BRILink Agen akan membantu
FMCG, logistik, dan e-commerce, untuk melakukan menciptakan nilai sosial dan ekonomi yang signifikan,
transaksi secara langsung melalui jaringan agen yang sekaligus membuka peluang baru untuk berbagai
tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, BRILink Agen produk dan layanan dari BRI Group dan mitra strategis.
akan terus mengembangkan solusi pembayaran untuk BRILink Agen akan memperkenalkan customer touch
donasi seperti zakat, infaq, qurban, dan sedekah, points, payment collection, dan cross selling untuk
memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk meningkatkan engagement dan memperluas penawaran
berkontribusi pada tujuan sosial melalui jaringan agen produk kepada nasabah.
yang terpercaya. 7. Penambahan Mitra untuk Cash Management Solution
2. BRILink Agen sebagai Community Lifestyle Provider BRILink Agen akan terus memperluas mitra untuk
Sebagai bagian dari transformasi yang lebih besar, BRILink layanan cash pick-up service dan setor simpanan badan
Agen akan memperkuat posisinya sebagai penghubung usaha sebagai bagian dari solusi cash management bagi
antara mitra bisnis dan komunitas. BRILink Agen akan mitra bisnis. Dengan menambah mitra dan memperluas
menawarkan berbagai layanan untuk transaksi dan cakupan geografis layanan ini, BRILink Agen akan
pembelian barang, serta memberikan akses yang lebih memberikan solusi keuangan yang lebih efisien dan
luas kepada masyarakat untuk memperoleh berbagai memudahkan perusahaan serta UMKM dalam mengelola
kebutuhan sehari-hari. BRILink Agen akan berperan arus kas mereka.
aktif sebagai seller, buyer, dan dropshipper, mendukung
248 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 251
Laporan Tahunan
2025
PROGRAM SOCIAL ENTREPRENEURSHIP & INCUBATION meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UMKM
Program yang dikelola oleh Social Entrepreneurship & sehingga dapat menjadi UMKM yang Go Modern, Go
Incubation Group meliputi penyaluran Program Pemerintah Digital, Go Online dan Go Global. Selain itu Rumah
(antara lain Bantuan Sosial dan Kartu Tani) serta program BUMN juga berfungsi sebagai basecamp millenial,
pemberdayaan (antara lain program UMKM Naik Kelas, Desa pusat informasi program perbankan, Co-working
BRILiaN, BUMDesa, dan Klaster Usaha). Uraian masing- Space dan Satgas Bencana.
masing penjelasan program diuraikan sebagai berikut: 5. Desa BRILiaN dan Lembaga Ekonomi Desa
1. Program Bantuan Sosial (Bansos) a. Desa BRILiaN
Merupakan Program kolaborasi dengan kementerian terkait Desa BRILiaN merupakan program pemberdayaan
yaitu Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk penyaluran desa yang bertujuan untuk menghasilkan role model
dana bantuan yang diberikan kepada masyarakat miskin, dalam pengembangan desa melalui implementasi
tidak mampu, dan/atau rentan terhadap risiko sosial. praktik kepemimpinan desa yang unggul serta
Pada Tahun 2025 Pemerintah melalui Kemensos RI semangat kolaborasi untuk mengoptimalkan
menyalurkan 4 (empat) jenis program bantuan sosial yakni potensi desa berbasis Sustainable Development
Program PKH, Program Sembako, Program Sembako Goals (SDG’s). Pelaksanaan program Desa BRILiaN
Stimulus Ekonomi Triwulan II Tahun 2025, dan Bantuan menilai dan mengembangkan 4 (empat) aspek yang
Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS- dijadikan pilar pemberdayaan Desa BRILiaN, yaitu:
Kesra) dimana dana bantuan tersebut disalurkan secara 1. BUMDesa dan atau/ Koperasi Desa, sebagai
non tunai melalui sistem perbankan. Dana bantuan dapat motor ekonomi desa.
dicairkan oleh penerima bantuan melalui teller, e-channel 2. Digitalisasi, implementasi produk dan aktivitas
BRI maupun BRILink Agen. digital di desa.
2. Kartu Tani/Perbankan 3. Sustainability, tangguh dan secara continue
Merupakan kartu debit co-branding kerjasama dengan dalam membangun desa.
Kementerian Pertanian yang digunakan untuk penebusan 4. Innovation, kreatif dalam menciptakan inovasi.
pupuk bersubsidi oleh petani di kios pupuk lengkap dan b. Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa)
dapat digunakan juga untuk transaksi perbankan umum. BUMDesa adalah lembaga usaha desa yang seluruh
3. Kartu Kusuka atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa
Merupakan kartu debit co-branding kerja sama dengan untuk mengelola aset, jasa, dan usaha lain demi
Kementerian Kelautan dan Perikanan, digunakan kesejahteraan masyarakat desa, yang dibentuk
sebagai identitas tunggal pelaku usaha kelautan dan melalui musyawarah desa dan diatur oleh peraturan
perikanan yang diberikan kepada 6 (enam) sektor desa. BUMDesa berfungsi sebagai penggerak
diantaranya pengelolaan ruang laut, penangkapan ikan, ekonomi desa dengan mengembangkan potensi
pengangkutan ikan, pembudidayaan ikan, pengolahan lokal, membuka lapangan kerja, meningkatkan
ikan dan pemasar ikan. pendapatan desa, serta menyediakan layanan sosial
4. UMKM Naik Kelas dan ekonomi yang bermanfaat bagi warga, badan
BRI mendukung peningkatan kapasitas dan kapabilitas hukum yang didirikan oleh desa guna mengelola
UMKM melalui serangkaian program pemberdayaan usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan
sehingga UMKM dapat naik kelas dan mampu bersaing investasi dan produktivitas, menyediakan jasa
di level yang lebih tinggi. Untuk membantu meningkatkan pelayanan, dan/atau menyediakan jenis usaha
kapasitas dan kapabilitas UMKM, BRI memiliki beberapa lainnya untuk kesejahteraan masyarakat Desa.
program pemberdayaan yaitu: 6. Klaster Usaha
a. LinkUMKM Klaster Usaha BRI merupakan program pemberdayaan
LinkUMKM merupakan platform pemberdayaan online kepada kelompok usaha yang terbentuk berdasarkan
terpadu dengan berbagai fasilitas pengembangan kesamaan usaha dalam satu wilayah, dengan tujuan untuk
usaha bagi pelaku UMKM yang dapat diakses oleh meningkatkan kapasitas dan kapabilitas usaha seluruh
seluruh masyarakat, terdapat berbagai fitur yang anggota klaster usaha tersebut. Program pemberdayaan
bermanfaat untuk pengembangan kapasitas usaha yang diberikan oleh BRI kepada klaster usaha binaan
UMKM antara lain assessment naik kelas, konsultasi berupa pelatihan, pendampingan, dan bantuan sarana
pakar dan etalase produk. prasarana pendukung usaha serta perluasan pasar
b. Rumah BUMN produk klaster. Pengelolaan data klaster usaha dilakukan
Rumah BUMN adalah wadah bagi pengembangan secara digital melalui aplikasi Klasterku Hidupku.
kapabilitas UMKM sebagai wujud kolaborasi BUMN
dalam membentuk digital ekonomi ekosistem untuk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 249
Page 252
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Tabel Kinerja (Produktivitas) Program Social Entrepreneurship & Incubation
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
BANTUAN SOSIAL (BANSOS)
Program Keluarga Harapan (PKH)
Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) 3.547.774 2.894.996 652.778 22,55%
Penyaluran (jutaan Rupiah) 9.837.708 8.469.282 1.368.426 16,16%
Sembako
Jumlah KPM 6.014.859 5.526.637 488.222 8,83%
Penyaluran (jutaan Rupiah) 11.518.215 12.730.475 (1.212.260) (9,52%)
Sembako Stimulus Ekonomi Triwulan II Tahun 2025
Jumlah KPM 6.014.775 0 6.014.775 100,00%
Penyaluran (jutaan Rupiah) 2.405.910 0 2.405.910 100,00%
Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS-Kesra)
Jumlah KPM 5.598.888 0 5.598.888 100,00%
Penyaluran (jutaan Rupiah) 5.038.999 0 5.038.999 100,00%
Total Penyaluran (jutaan Rupiah) 28.800.808 21.199.757 7.601.051 35,85%
KARTU TANI/PERBANKAN
Jumlah Kartu Tercetak 5.180.297 5.432.071 (251.774) (4,63%)
Jumlah Kios Pupuk Lengkap Terpasang EDC 7.404 9.113 (1.709) (18,75%)
Volume Penebusan Pupuk Bersubsidi (Ton) 1.128.006 1.262.166 (134.160) (10,63%)
Nominal Penebusan Pupuk Bersubsidi (jutaan Rupiah) 2.377.808 2.852.776 (474.968) (16,65%)
KARTU KUSUKA
Jumlah Kartu Tercetak 560.543 508.687 51.856 10,19%
LinkUMKM
Jumlah User 14.989.704 10.646.889 4.342.815 40,79%
Jumlah Skoring 11.435.039 7.929.725 3.505.314 44,20%
RUMAH BUMN (RB)
Jumlah RB 54 54 0 0,00%
Jumlah Anggota 529.044 433.304 95.740 22,10%
Jumlah Pelatihan 18.218 14.937 3.281 21,97%
DESA BRILiaN DAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDESA)
Jumlah Desa BRILiaN 5.245 4.327 918 21,22%
Jumlah Rekening Simpanan di Desa BRILiaN 17.547.378 14.021.021 3.526,357 25,15%
Jumlah Rekening Simpanan BUMDesa 58.710 55.888 2.822 5,05%
KLASTER
Jumlah Klaster Binaan 42.682 38.574 4.108 10,65%
Pemberdayaan (Sarana Prasarana dan Pelatihan) 3.000 2.433 567 23,30%
250 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 253
Laporan Tahunan
2025
Total penyaluran bansos tahun 2025 mencapai Rp28,80 menjadi 529.044 anggota pada tahun 2025. Kenaikan ini
triliun, naik 35,85% dibandingkan dengan penyaluran bansos mencerminkan semakin luasnya jangkauan Rumah BUMN
tahun 2024 sebesar Rp21,20 triliun. Kenaikan penyaluran dalam memberikan akses pembinaan, pendampingan, serta
bansos tahun 2025 didukung dengan adanya tambahan penguatan kapasitas usaha bagi pelaku UMKM di berbagai
penyaluran diluar penyaluran bantuan reguler (PKH dan daerah.
Program Sembako) melalui 2 (dua) program yaitu Program
Sembako Stimulus Ekonomi II Tahun 2025 dan BLTS-Kesra. Pertumbuhan tersebut juga diikuti oleh peningkatan aktivitas
Faktor lain yang mendukung kenaikan penyaluran bantuan pengembangan kapasitas UMKM, tercermin dari kegiatan
sosial pada tahun 2025 adalah pengalihan penyaluran pelatihan Rumah BUMN yang meningkat 21,97%, dari 14.937
bansos dari Bank Tabungan Negara (BTN) kepada BRI, pelatihan pada tahun 2024 menjadi 18.218 pelatihan pada
khususnya di Kota Denpasar, Kabupaten Bangli, dan tahun 2025. Peningkatan ini menegaskan peran Rumah
Kabupaten Klungkung. BUMN sebagai pusat pemberdayaan UMKM yang tidak
hanya berfokus pada peningkatan kompetensi, tetapi juga
Disisi lain untuk program Kartu Tani/Perbankan, terjadi mendorong daya saing dan keberlanjutan usaha UMKM
penurunan jumlah Kartu tercetak tahun 2025 dibanding secara inklusif.
tahun 2024 disebabkan oleh adanya Peraturan Menteri
Pertanian Nomor 10 Tahun 2022, tanggal 6 Juli 2022, tentang Sampai dengan Desember 2025, program Desa BRILiaN
pengurangan jenis pupuk dan komoditas yang disubsidi telah berhasil mengintegrasikan 5.245 desa ke dalam
serta adanya instruksi Kementerian Pertanian untuk tidak ekosistem pemberdayaan BRI. Hal ini menegaskan komitmen
melakukan pembukaan rekening serta pencetakan Kartu berkelanjutan Bank BRI dalam memperkokoh fundamental
Tani/Perbankan bagi data petani baru. Total pencetakan ekonomi berbasis desa sebagai strategi pertumbuhan
Kartu Tani/Perbankan tahun 2025 mencapai 5.180.297 kartu, jangka panjang. Program Desa BRILiaN berhasil mendorong
dengan volume pupuk sebesar 1.128.006 ton, dan nominal kenaikan inklusi keuangan. Hasilnya, jumlah rekening
transaksi sebesar Rp2,38 triliun. simpanan di Desa BRILiaN tumbuh 25,15% dan jumlah
rekening BUMDesa naik 5,05%. Pencapaian ini membuktikan
Jumlah Kartu Kusuka yang tercetak pada tahun 2025 bahwa akses layanan keuangan BRI semakin menjangkau
mengalami peningkatan 10,19% atau 51.856 kartu yang pelosok desa.
tersebar di 33 provinsi seluruh Indonesia dibandingkan
tahun 2024, melalui Program Kartu Kusuka diharapkan Klaster Usaha berhasil tumbuh sebesar 10,65% dari 38.574
mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi Klaster usaha pada tahun 2024 menjadi 42.682 Klaster
pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan yang 53,70% Usaha pada tahun 2025. Dan untuk pemberdayaan (sarana
diantaranya berprofesi di sektor penangkapan ikan. prasarana dan pelatihan) tumbuh sebesar 23,30% dari 2.433
pemberdayaan (sarana prasarana dan pelatihan) pada tahun
Pada periode 2024–2025, user LinkUMKM menunjukkan 2024 menjadi 3.000 Pemberdayaan (sarana prasarana dan
peningkatan yang signifikan. Jumlah user tercatat meningkat pelatihan) pada tahun 2025.
sebesar 4,34 juta atau 40,79%, mencerminkan perluasan
basis pengguna yang kuat dan adopsi layanan yang semakin Strategi Program Social Entrepreneurship & Incubation
luas. Sejalan dengan itu, jumlah scoring juga mengalami Tahun 2025
pertumbuhan sebesar 3,51 juta atau 44,20%, yang Uraian Strategi Program Social Entrepreneurship & Incubation
mengindikasikan meningkatnya aktivitas pemanfaatan fitur yang dilakukan di tahun 2025 adalah sebagai berikut:
ini oleh user LinkUMKM. 1. Bantuan Sosial
a. Pelaksanaan Penyaluran Program Bantuan Sosial
Pertumbuhan jumlah scoring yang lebih tinggi dibandingkan PKH dan Sembako dilakukan sesuai dengan
pertumbuhan user menunjukkan bahwa tidak hanya ketentuan dan Instruksi dari Kemensos RI.
jumlah pengguna yang bertambah, tetapi juga intensitas b. Ikut serta dalam peningkatan inklusi keuangan yang
penggunaan fitur scoring UMKM naik kelas untuk mengukur diakses oleh penerima bantuan (keluarga penerima
level UMKM yang semakin dalam. Secara keseluruhan, data manfaat).
ini menggambarkan penguatan peran LinkUMKM sebagai 2. Kartu Tani/Perbankan
platform yang semakin relevan dan aktif digunakan dalam Penebusan pupuk bersubsidi menggunakan Kartu Tani/
ekosistem UMKM. Perbankan selain terintegrasi dengan database kuota
pupuk di e-RDKK Kementerian Pertanian, pada tahun
Sejalan dengan penguatan peran Rumah BUMN dalam 2025 juga sudah terintegrasi dengan database stok
mendorong pemberdayaan UMKM, jumlah Anggota pupuk bersubsidi PT Pupuk Indonesia sehingga tidak
Rumah BUMN mencatat pertumbuhan yang signifikan ada potensi perbedaan data dan lebih salur.
sebesar 22,10%, dari 433.304 anggota pada tahun 2024
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 251
Page 254
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
3. Kartu Kusuka 2. Kartu Tani/Perbankan
Pengembangan sistem terintegrasi melalui API antara Dari 38 Provinsi di seluruh Indonesia, 25 Provinsi
Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan BRI di antaranya merupakan wilayah kerja Kartu Tani/
untuk serah terima data pelaku usaha sehingga proses Perbankan BRI, sehingga BRI merupakan market leader
pembukaan rekening massal dapat berjalan dengan untuk program Kartu Tani/Perbankan.
efisien dan dapat dimonitor oleh masing-masing pihak. 3. Kartu Kusuka
4. UMKM Naik Kelas (LinkUMKM dan Rumah BUMN) Sebagai salah satu bank yang bekerja sama dengan
a. LinkUMKM Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam pencetakan
Aktif mengenalkan platform pemberdayaan online Kartu Kusuka, BRI menguasai 59% dari total Kartu Kusuka
terpadu - LinkUMKM melalui serangkaian publikasi di yang tercetak di 33 provinsi. Melalui sinergi bersama
media online, penempatan materi komunikasi di tempat stakeholder yang didukung dengan jaringan unit kerja BRI
strategis serta aktif dalam kegiatan yang bertemakan yang tersebar hingga kawasan pesisir, Kartu Kusuka dapat
UMKM (bazar, pameran). Selain itu, tenaga pemasar menjadi sarana jangkauan fasilitas perbankan yang lebih
BRI secara aktif memperkenalkan LinkUMKM kepada luas bagi ekosistem kelautan dan perikanan di Indonesia.
calon nasabah atau nasabah binaan sehingga mampu 4. UMKM Naik Kelas (LinkUMKM dan Rumah BUMN)
meningkatkan literasi, kapasitas dan kapabilitasnya. a. LinkUMKM
b. Rumah BUMN LinkUMKM menjadi platform pemberdayaan online
Ekspansi Jangkauan UMKM Binaan melalui partnership terpadu yang dapat diakses oleh user dimana saja
Rumah BUMN dengan pemerintah daerah, komunitas, dan kapan saja dengan fitur-fitur yang bermanfaat
universitas sehingga semakin banyak pelaku UMKM bagi UMKM meliputi self assessment UMKM Naik
bergabung sebagai anggota Rumah BUMN. Melalui Kelas, modul pelatihan secara online, coaching and
pendekatan tersebut mampu meningkatkan visibilitas mentoring, akses ke Rumah BUMN serta fitur etalase
peran Rumah BUMN di daerah, sehingga mendorong (katalog digital).
semakin banyak pelaku UMKM untuk bergabung b. Rumah BUMN
sebagai anggota Rumah BUMN, karena melihat manfaat Rumah BUMN telah menjadi wadah bagi pembinaan
nyata yang dapat diperoleh secara berkelanjutan bagi UMKM di berbagai daerah, memungkinkan
pengembangan usahanya. pemerataan akses pemberdayaan yang inklusif.
5. Desa BRILiaN dan BUMDesa Rumah BUMN BRI terhubung langsung dengan produk
a. Terdapat 918 desa binaan baru yang telah dan layanan BRI (KUR, Kupedes, Ultra Mikro, BRImo),
diberdayakan melalui Program Desa BRILiaN. sehingga UMKM tidak hanya dibina, tetapi juga
b. Memperdalam inklusi dan literasi keuangan dari desa diinkubasi menuju bankable. Integrasi pembinaan
yang sudah tergabung pada Program Desa BRILiaN dan literasi keuangan ini menjadi diferensiasi utama
dengan meningkatkan pemanfaatan produk dan dibandingkan program pemberdayaan lainnya.
layanan BRI di desa. 5. Desa BRILiaN dan BUMDesa
c. Perluasan pasar untuk produk unggulan desa. a. Meningkatkan peran BRI (social value) dalam
6. Klaster Usaha aktivitas pemberdayaan desa.
a. Program akuisisi Klaster Usaha baru. b. Meningkatkan engagement antara BRI dan desa binaan.
b. Program pemberdayaan (pelatihan dan bantuan c. Meningkatkan literasi dan inklusi keuangan
sarana prasarana) terhadap 567 Klaster. desa dengan berbalut program pemberdayaan
c. Program perluasan pasar untuk produk Klaster. (peningkatan kapasitas dan kapabilitas perangkat
desa dan BUMDesa binaan BRI).
Keunggulan Kompetitif dan Inovasi Program Social d. Mendorong peningkatan kesejahteraan melalui
Entrepreneurship & Incubation pengembangan dan penguatan sektor-sektor usaha
Uraian keunggulan kompetitif dan inovasi Program Social unggulan desa yang memiliki nilai tambah, daya
Entrepreneurship & Incubation adalah sebagai berikut: saing, serta keberlanjutan ekonomi.
1. Bantuan Sosial 6. Klaster Usaha
a. BRI merupakan bank penyalur bantuan sosial dengan a. Meningkatkan peran BRI (social value) dalam
alokasi terbesar dibandingkan dengan Himbara dan aktivitas pemberdayaan kelompok usaha.
BSI, dimana BRI telah menyalurkan bantuan sosial b. Efisiensi waktu, biaya dan tenaga unit kerja dalam
kepada 235 Kota/Kabupaten di Indonesia. melayani kebutuhan kolektif.
b. Digitalisasi pendistribusian kartu (Kartu Keluarga c. Efektif dalam proses pemasaran layanan produk dan
Sejahtera/KKS) ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) jasa BRI.
melalui aplikasi berbasis web dan mobile (Aplikasi d. Memudahkan unit kerja dalam monitoring dan
Makna) sebagai alat yang dapat digunakan untuk evaluasi pelaku usaha.
memonitoring pengiriman KKS ke Unit Kerja hingga e. Sumber pertumbuhan baru untuk mendapatkan
pendistribusian kepada KPM. pipeline bisnis.
252 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 255
Laporan Tahunan
2025
Prospek Usaha dan Strategi Program Social 5. Desa BRILiaN dan BUMDesa
Entrepreneurship & Incubation Tahun 2026 BRI menargetkan 1.000 desa binaan baru yang mengikuti
Uraian prospek usaha dan strategi Program Social Program Desa BRILiaN. BRI akan tetap fokus dengan
Entrepreneurship & Incubation yang akan dilakukan di tahun memperdalam financial literacy and inclusion dalam
2026 adalah sebagai berikut: rangka mencapai kemandirian dan keberlanjutan desa
1. Bantuan Sosial binaan. Adapun, strategi program Desa BRILiaN di tahun
a. Berkoordinasi dan menjalin sinergi bersama 2026, adalah:
Kemensos RI dan stakeholder lainnya dalam rangka a. Melakukan sosialisasi secara terus menerus bersama
mensukseskan penyaluran Bantuan Sosial tahun regional office, branch office hingga Kantor Unit
2026 dimana Pemerintah menargetkan penyaluran terkait Program Desa BRILiaN guna memperluas
tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat administrasi. pemahaman dan partisipasi desa.
b. Menjalin sinergi dengan Kemensos RI dalam b. Menjalin koordinasi dan sinergi dengan kementerian
hal pengentasan kemiskinan melalui Program serta dinas terkait untuk mendukung sosialisasi
Pemberdayaan kepada KPM graduasi yang di inisiasi Program Desa BRILiaN sekaligus memperkenalkan
oleh Kemensos RI. produk dan layanan BRI.
2. Kartu Tani/Perbankan c. Mempromosikan Program Desa BRILiaN melalui
a. Berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, berbagai media komunikasi, meliputi media digital,
PT Pupuk Indonesia dan stakeholder lainnya untuk media sosial, dan media cetak, guna meningkatkan
perluasan implementasi penebusan pupuk subsidi awareness serta daya tarik program bagi desa-desa
menggunakan Kartu Tani/Perbankan. potensial.
b. Penyediaan produk dan jasa layanan perbankan yang d. Koordinasi dengan BRILink Group untuk
komprehensif kepada petani dan Kios Pupuk Lengkap. mengoptimalkan pendampingan BUMDesa agar
c. Penguatan bisnis BRI di ekosistem pupuk bersubsidi dapat berperan sebagai BRILink Agen yang aktif dan
dari hulu ke hilir. produktif.
3. Kartu Kusuka e. Melakukan evaluasi dan monitoring peningkatan
Menjalin sinergi dengan Kementerian Kelautan dan inklusi atas pelaksanaan program Desa BRILiaN dan
Perikanan melalui pemanfaatan Kartu Kusuka untuk optimalisasi bisnis BUMDesa dan Koperasi Desa.
penyaluran bantuan atau subsidi di sektor kelautan dan 6. Klaster Usaha
perikanan. Intensifikasi program pemberdayaan klaster untuk
4. UMKM Naik Kelas mendukung bisnis mikro berkelanjutan, melalui program
a. LinkUMKM antara lain:
Pada tahun 2026 nanti diharapkan jumlah user a. Menjalin koordinasi dan sinergi dengan kementerian
LinkUMKM semakin meningkat seiring dengan inovasi serta dinas terkait untuk mendukung sosialisasi
yang dihadirkan platform ini mulai dari pembaharuan program pemberdayaan klaster usaha sekaligus
tampilan mobile apps LinkUMKM, perbaikan user memperkenalkan produk dan layanan BRI.
experience dan user interface, semakin bertambahnya b. Meningkatkan kapasitas bisnis anggota klaster
jumlah modul dan perbaikan fitur-fitur pendukung. usaha dengan melaksanakan pelatihan baik secara
b. Rumah BUMN offline dan online.
Memasuki tahun 2026, Rumah BUMN menitikberatkan c. Bantuan sarana dan prasarana produksi untuk
pada penguatan peran Rumah BUMN sebagai kelompok usaha untuk meningkatkan produktivitas
hub kolaborasi dan partnership strategis, dengan usaha.
Universitas, pemerintah daerah, komunitas, dunia d. Melakukan evaluasi dan monitoring peningkatan
usaha, serta mitra digital dan teknologi. Penguatan inklusi atas pelaksanaan program pemberdayaan
skema kemitraan ini diarahkan untuk membuka akses klaster usaha.
yang lebih luas bagi UMKM terhadap pembiayaan, e. Mempromosikan program pemberdayaan klaster
pasar, teknologi, serta peluang rantai pasok (value usaha melalui berbagai media komunikasi, meliputi
chain) dan mitra strategis lainnya. media digital, media sosial, dan media cetak, guna
meningkatkan awareness serta daya tarik program
bagi kelompok usaha potensial.
Segmen Ritel
Segmen Ritel ditujukan untuk melayani kebutuhan wirausaha baik itu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui produk dan
layanan perbankan yang komprehensif, mencakup perbankan konsumer dan komersial. Fokus utama segmen ini adalah pada
pengembangan Bisnis Small, Medium dan Commercial Enterprise (CSME), Bisnis Kredit Konsumer, Bisnis Retail Funding dan
Bisnis Retail Transaction untuk mendukung pertumbuhan usaha nasabah di berbagai sektor.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 253
Page 256
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
RINGKASAN KINERJA COMMERCIAL, SMALL & MEDIUM ENTERPRISE (CSME)
Pada tahun 2025, pengelolaan segmen Commercial, semakin cepat, serta struktur produk dan pricing dapat
Medium, dan Small (CSME) difokuskan pada upaya lebih kompetitif. Kedua, ekspansi yang lebih terarah
menyeimbangkan pertumbuhan dan kualitas portofolio pada sektor-sektor dan prospek usaha yang stabil,
melalui Penajaman Organisasi dan Penguatan Jaringan seperti sektor APBN, energi, kesehatan, pendidikan,
Kerja, Fokus Pertumbuhan kredit yang selektif namun tetap perdagangan besar, serta optimalisasi monetisasi
prudent, Penyempurnaan Proses kredit secara end-to- ekosistem yang mendorong akselerasi pertumbuhan
end, serta penangangan kualitas kredit. Strategi tersebut segmen Commercial sekaligus memperkuat ekspansi
dijalankan melalui optimalisasi pipeline dan pengembangan Medium dengan tetap menjaga disiplin risiko. Ketiga,
value chain maupun ekosistem, akuisisi berbasis wilayah penerapan pendekatan quality-first pada segmen
dan aktivitas transaksi untuk menghadirkan solusi Small melalui ekspansi yang lebih selektif, penguatan
pembiayaan end-to-end yang lebih cepat, terintegrasi, dan proses New Credit Underwriting melalui BRISPOT,
relevan dengan kebutuhan nasabah. serta intervensi dini terhadap nasabah berisiko untuk
menjaga kualitas portofolio dan Keempat, percepatan
Implementasi strategi tersebut tercermin pada kinerja penangangan kredit bermasalah melalui implementasi
sepanjang tahun 2025. Outstanding kredit segmen CSME RM Quality serta program percepatan penanganan LAR
tercatat sebesar Rp295,11 triliun, tumbuh 10,47% yoy dari dengan program keringanan dan produk KI Solusi.
Rp267,14 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan
terutama didorong oleh segmen Commercial yang Memasuki tahun 2026, strategi pengembangan bisnis
meningkat 56,54% menjadi Rp61,13 triliun, akan sejalan dengan inisiatif yang telah dijalankan di
diikuti Medium yang tumbuh 33,80% menjadi Rp21,34 tahun 2025 dengan melakukan penajaman inisiatif di
triliun, Small yang meningkat 2,64% menjadi Rp177,98 masing-masing segmen. Commercial dan Medium,
triliun, serta penyaluran KUR Kecil sebesar Rp17 triliun tumbuh dengan selektif dan menjaga kualitas pada
sesuai dengan target yang ditetapkan. segmen Small, serta meningkatkan efisiensi dan
efektivitas pemasaran melalui penyempurnaan proses
Penguatan strategi sepanjang 2025 tercermin pada dan penguatan kapabilitas organisasi. Fokus strategi
empat aspek utama. Pertama, penguatan organisasi tetap berpedoman pada menghadirkan solusi yang
yang lebih agile dan terintegrasi melalui pembentukan relevan dengan kebutuhan nasabah, menawarkan
Comercial Bussines Center (CBC) serta penajaman produk dengan struktur dan pricing yang kompetitif,
peran Relationship Manager (RM) per segmen sehingga serta memberikan layanan yang semakin personal,
alur proses putusan dari akuisisi hingga pasca pencairan dengan tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian
menjadi lebih efisien, layanan kepada nasabah perbankan (prudential banking).
BISNIS COMMERCIAL, MEDIUM DAN SMALL
BRI mengklasifikasikan Bisnis Commercial, Medium dan 2. Kredit Modal Kerja (KMK)
Small berdasarkan plafon kredit. Bisnis Small adalah pinjaman Pemberian fasilitas kredit kepada perorangan maupun
sampai dengan Rp5 Miliar, Bisnis Medium dengan plafon non perorangan atau badan usaha dengan tujuan untuk
di atas Rp5 miliar sampai dengan Rp25 miliar, sedangkan membiayai aktiva lancar dan/atau menggantikan utang
Bisnis Commercial dengan plafon di atas Rp25 miliar sampai usaha, serta membiayai sementara kegiatan operasional
dengan Rp1 triliun. Produk-produk Bisnis Commercial, rutin perusahaan, uang muka, cadangan kas, refinancing
Medium dan Small antara lain: modal kerja atau komponen modal kerja lainnya, dalam
1. Kredit Investasi (KI) rangka membiayai kegiatan usaha nasabah, atau
KI merupakan fasilitas kepada perusahaan dan/atau membiayai modal bersih yang merupakan selisih lebih
perorangan untuk membiayai kebutuhan dana jangka antara aktiva lancar dan utang lancar untuk membiayai
panjang dalam rangka pembelian, pembangunan, kegiatan usaha (working capital).
perluasan, pembaharuan (renovasi) aset tetap produktif a. KMK Konstruksi
beserta biaya-biaya yang menyertainya. Produk ini KMK Konstruksi merupakan fasilitas kredit yang
memiliki sejumlah keunggulan seperti angsuran dan diberikan berdasarkan kontrak kerja untuk membiayai
jangka waktu kredit sesuai dengan kemampuan arus kas kebutuhan modal kerja dalam rangka kegiatan/usaha
debitur serta dapat dikenakan suku bunga secara dinamis debitur/calon debitur dalam menyelesaikan suatu
setiap bulannya berdasarkan portofolio nasabah di BRI. proyek jasa konstruksi.
254 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 257
Laporan Tahunan
2025
b. KMK Pengembang 4. Value Chain Financing
KMK Pengembang merupakan fasilitas kredit yang a. Distributor Financing
diberikan dengan tujuan membiayai kebutuhan KMK Distributor merupakan fasilitas KMK kepada
modal kerja pengembang dalam melaksanakan distributor yang hanya dipergunakan untuk
pembangunan properti untuk kemudian untuk pembelian produk kepada principal dengan tujuan
diperjualbelikan kepada konsumen. Keunggulan untuk diperdagangkan kembali. Keunggulan dari
produk ini dapat di-bundling dengan produk KPR BRI. produk ini adalah suku bunga yang kompetitif dan
3. Kredit Program Pemerintah fleksibilitas agunan serta transaksi dapat dilakukan
a. KUR Kecil secara online melalui Corporate Billing Management
KUR kecil merupakan kredit/pembiayaan modal pada QLola.
kerja dan/atau investasi kepada debitur individu/ b. Customer Financing
perseorangan, badan usaha dan/atau kelompok Customer Financing merupakan fasilitas kredit yang
usaha yang produktif dan layak namun agunan diberikan kepada buyer principal yang hanya dapat
tambahan belum cukup dengan jumlah pinjaman di digunakan untuk pembelian produk atau barang dan/
atas Rp100 juta sampai dengan Rp500 juta dengan atau jasa yang dijual oleh Perusahaan Inti dengan
suku bunga rendah dan mendapatkan subsidi dari tujuan untuk dipergunakan sendiri sebagai bagian
Pemerintah. dari modal kerja yang bersangkutan. Keunggulan dari
b. Skema Subsidi Resi Gudang (SSRG) produk ini adalah suku bunga yang kompetitif dan
Kredit yang diberikan oleh penyalur SSRG kepada fleksibilitas agunan serta transaksi dapat dilakukan
penerima SSRG dengan jaminan/agunan berupa resi secara online melalui Corporate Billing Management
gudang dan diberikan subsidi bunga dari Pemerintah. pada QLola.
c. KPP Supply Side c. Project Financing
Kredit investasi dan/atau kredit modal kerja yang KMK Pre Financing merupakan fasilitas KMK
diberikan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah kepada vendor untuk membiayai kebutuhan modal
berupa individu/perseorangan atau badan kerja dalam rangka penyelesaian pekerjaan atas
usaha yang dilakukan dalam rangka mendukung dasar kontrak atau dokumen sejenis dari principal.
pencapaian program prioritas di bidang perumahan. Keunggulan dari produk ini adalah suku bunga yang
Pembiayaan dapat diberikan dengan skema kredit kompetitif dan fleksibilitas agunan.
modal kerja dan/atau investasi. d. Invoice Financing
d. Kredit Usaha Alsintan (KUA) KMK Post Financing merupakan fasilitas KMK kepada
Kredit investasi yang dikhususkan untuk pembelian vendor untuk membiayai piutang proyek dalam
alat dan mesin pertanian yang diusahakan sebagai rangka pembayaran atas prestasi penyelesaian
taksi alat dan mesin pertanian yang diberikan oleh BRI proyek kepada principal, baik sebagian maupun
kepada Penerima Kredit Alsintan yang memperoleh seluruhnya berdasarkan invoice atau dokumen
subsidi bunga dari Pemerintah. sejenis. Keunggulan dari produk ini adalah suku
e. Kredit Industri Padat Karya bunga yang kompetitif dan fleksibilitas agunan serta
Kredit investasi yang dikombinasikan dengan kredit transaksi dapat dilakukan secara online melalui
modal kerja kepada debitur individu/perseorangan Corporate Billing Management pada QLola.
atau badan usaha yang produktif di Industri Padat e. Investment Financing (KI Mitra)
Karya Investasi Financing merupakan fasilitas kredit
f. Kredit Investasi SPPG (MBG) Non Subsidi investasi yang diberikan oleh BRI kepada rekanan
Selain pembiayaan sektor produktif, BRI turut principal dalam rangka pembelian, pembangunan,
mendukung agenda penguatan kualitas sumber daya perluasan, pembaruan (renovasi), termasuk
manusia melalui pembiayaan yang terkait program refinancing aset tetap beserta biaya-biaya yang
Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam implementasinya, menyertai untuk menunjang bisnis atau usaha
penyaluran pembiayaan MBG dilakukan sesuai dengan vendor/rekanan kepada principal. Produk ini memiliki
permohonan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan sejumlah keunggulan seperti jangka waktu kredit
Gizi) sebagai entitas pelaksana program, dengan tetap sesuai dengan kemampuan arus kas debitur dan
mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola fleksibilitas sharing dana sendiri.
yang baik. Dukungan pembiayaan ini diharapkan
memperkuat kelancaran operasional layanan
pemenuhan gizi serta mendukung keberlangsungan
rantai pasok penyediaan pangan bergizi.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 255
Page 258
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Tabel Kinerja (Produktivitas) Bisnis Small, Medium dan Commercial
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
OUTSTANDING (dalam jutaan Rupiah)
Kredit Small 177.976.551 173.401.907 4.574.644 2,64%
Kredit Medium 21.337.997 15.947.930 5.390.067 33,80%
Kredit Commercial 61.131.770 39.050.779 22.080.991 56,54%
Kredit Usaha Rakyat (KUR) 34.660.056 38.744.103 (4.084.047) (10,54%)
Small, Medium and Commercial (CSME) 295.106.374 267.144.719 27.961.655 10,47%
JUMLAH DEBITUR (Debitur)
Kredit Small 216.770 221.049 (4.279) (1,94%)
Kredit Medium 3.245 2.849 396 13,90%
Kredit Commercial 1.275 1.109 166 14,97%
Kredit Usaha Rakyat (KUR) 210.303 231.639 (21.336) (9,21%)
Small, Medium and Commercial (CSME) 431.593 456.646 (25.053) (5,49%)
Total outstanding kredit CSME pada tahun 2025 mencapai pembiayaan secara end‑to‑end dengan lebih cepat
Rp295,11 triliun, meningkat sebesar 10,47% dibandingkan dan terarah.
tahun 2024. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh b. Medium: Pengelolaan segmen Medium yang
kredit segmen Commercial yang tumbuh sebesar 56,54%. sebelumnya berada di tingkat cabang diperkuat di
Pada tahun 2025, penyaluran kredit dilakukan secara selektif tingkat regional melalui penugasan RM Medium dan
dengan memanfaatkan potensi value chain dan fokus pada DH Medium, yang bertujuan untuk meningkatkan
model bisnis berbasis transaksi. Strategi ini memberikan efektivitas koordinasi, keseragaman implementasi,
hasil positif terhadap kinerja bisnis segmen SME hingga akhir dan konsistensi strategi lintas wilayah.
tahun 2025, yang tercermin dari pertumbuhan portofolio c. Small: Penunjukan RM Small dengan pembagian
kredit pada segmen Small sebesar 2,64% dan segmen fokus di Growth and Quality. RM Small difokuskan
Medium sebesar 33,80%. pada pertumbuhan portofolio yang berkualitas
berdasarkan potensi wilayah dan aktivitas transaksi
STRATEGI BISNIS COMMERCIAL, MEDIUM, DAN SMALL nasabah, sementara RM Quality dan TL Quality
TAHUN 2025 menangani portofolio bermasalah secara lebih
Pada tahun 2025, strategi pengembangan bisnis terarah agar perbaikan kualitas kredit dapat dilakukan
Commercial, Medium, dan Small difokuskan untuk dengan lebih tepat dan konsisten.
menghasilkan pertumbuhan yang lebih berkualitas melalui 2. Pertumbuhan Kredit Secara Selektif dan Prudent
penguatan struktur organisasi, ekspansi portofolio yang Ekspansi portofolio diarahkan pada segmen dan sektor
terukur, serta perbaikan proses bisnis secara menyeluruh. yang memiliki potensi pertumbuhan berkelanjutan,
Inisiatif ini disusun agar pengelolaan segmen menjadi lebih dengan tetap menjaga aspek kualitas dan risiko.
fokus, efektif, dan tetap selaras dengan prinsip kehati‑hatian a. Commercial dan Medium: Pertumbuhan
perbankan. Secara ringkas, strategi segmen Commercial, diprioritaskan pada sektor-sektor dan prospek usaha
Medium, dan Small sepanjang 2025 meliputi: yang stabil, seperti sektor APBN, energi, kesehatan,
1. Penajaman Organisasi dan Penguatan Jaringan Kerja pendidikan, perdagangan besar. Pemilihan sektor
BRI melakukan penyesuaian struktur organisasi untuk ini mempertimbangkan karakteristik bisnis yang
memastikan setiap segmen memiliki fokus yang lebih lebih resilient terhadap perubahan kondisi ekonomi.
jelas serta pengelolaan yang lebih akuntabel. Strategi fokus akuisisi dengan sektor yang terarah
a. Commercial: Pembentukan Commercial Business ini terbukti mampu meningkatan ticket size (tiering
Center (CBC) untuk mengintegrasikan seluruh proses pinjaman) dan menunjukkan kualitas akuisisi booking
bisnis segmen Commercial dalam satu organisasi yang membaik dari tahun ke tahun.
dedicated, sehingga mampu menyediakan solusi
256 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 259
Laporan Tahunan
2025
b. Small: Pertumbuhan dijalankan secara selektif, BRISPOT agar proses penilaian menjadi lebih akurat, cepat, dan
dengan tetap menjaga pangsa pasar dan sejalan tetap prudent. Peningkatan kualitas ini menjadi fondasi bagi BRI
dengan perkembangan industri. Fokus diberikan untuk menyusun proses bisnis pemberian pembiayaan produk
pada wilayah perkotaan dengan porsi BRI yang CSME yang lebih ringkas (seamless), tepat sasaran sekaligus
masih kecil namun memiliki kualitas kredit yang menjaga kesehatan portofolio.
baik, sehingga akselerasi pertumbuhan tetap selaras
dengan profil risiko yang diinginkan. Di saat yang sama, pertumbuhan pada segmen Medium dan
c. Pendekatan bisnis berbasis ekosistem. Selain Commercial ditempuh secara selektif dengan memaksimalkan
mengimplementasikan strategi pertumbuhan potensi wilayah, sektor unggulan, dan peluang berbasis value
segmen Commercial, kolaborasi lintas unit juga chain. Fokus pada sektor dengan profil arus kas yang kuat
diperkuat untuk mengoptimalkan potensi nasabah dan prospek berkelanjutan memungkinkan BRI menawarkan
principal beserta value chain business dalam satu struktur produk dan pricing yang kompetitif, menyesuaikan
ekosistem bisnis. dengan kebutuhan spesifik nasabah, serta menjaga
3. Penyempurnaan Proses Bisnis End to End keseimbangan antara pertumbuhan dan risiko. Pendekatan
Perbaikan proses dilakukan secara menyeluruh untuk ekosistem melalui pemanfaatan kemitraan dalam value chain
meningkatkan kecepatan, konsistensi, dan ketepatan mendorong pemahaman yang lebih menyeluruh terhadap
dalam pengambilan keputusan kredit dengan mitigasi aktivitas usaha nasabah, sehingga solusi pembiayaan yang
risiko yang memadai. diberikan lebih kontekstual dan berdampak.
a. Digitalisasi credit underwriting: Penyempurnaan
proses bisnis melalui new credit underwriting Penguatan pipeline management berbasis data memastikan
BRISPOT dilakukan melalui perbaikan pre‑screening, proses akuisisi dan pengembangan relasi berjalan lebih
percepatan alur keputusan kredit, serta standardisasi terarah, dengan prioritas pada peluang yang memiliki
dokumentasi secara digital. Modernisasi ini bertujuan kecocokan kebutuhan dan potensi konversi yang baik.
menciptakan proses yang lebih ringkas (seamless), Transformasi organisasi melalui pembentukan Commercial
akurat, dan tetap sesuai prinsip mitigasi risiko. Business Center (CBC) serta penajaman organisasi yang
b. Penguatan pipeline management: Pipeline dedicated di masing-masing segmen untuk memperpendek
difokuskan pada nasabah eksisting yang berkualitas, alur koordinasi dan meningkatkan integrasi layanan, sehingga
disertai pembatasan pipeline canvassing sesuai BRI dapat menyediakan solusi end‑to‑end dengan respon
profil risiko. Selain itu, peningkatan kualitas data, yang lebih cepat, akurasi yang lebih tinggi, dan sentuhan
parameter model, serta proses validasi dilakukan layanan yang lebih personal di seluruh segmen Commercial,
untuk memastikan pipeline lebih akurat, terukur, dan Medium, dan Small.
berkontribusi pada pertumbuhan yang sehat.
4. Pengelolaan Kualitas Portofolio Existing PROSPEK USAHA DAN STRATEGI BISNIS COMMERCIAL,
Pengelolaan kualitas portofolio dilakukan melalui MEDIUM, DAN SMALL TAHUN 2026
intervensi yang lebih terstruktur, terukur, dan berorientasi Pada tahun 2026, strategi pengembangan bisnis akan sejalan
pada pemulihan. dengan inisiatif yang telah dijalankan di tahun 2025 dengan
a. Program percepatan penanganan LAR: Program melakukan penajaman inisiatif di masing-masing segmen.
keringanan tunggakan, serta KI Solusi dijalankan Commercial dan Medium, melanjutkan pertumbuhan selektif
untuk mempercepat penyelesaian kredit pada dan menjaga kualitas pada segmen Small, serta meningkatkan
nasabah terpilih, dengan kriteria dan evaluasi berkala efisiensi dan efektivitas pemasaran melalui penyempurnaan
untuk memastikan efektivitasnya. proses dan penguatan kapabilitas organisasi. Fokus strategi
b. Peran RM Quality: Fungsi RM Quality diperkuat untuk tetap berpedoman pada menghadirkan solusi yang relevan
melakukan pemantauan dan penagihan secara lebih dengan kebutuhan nasabah, menawarkan produk dengan
dini terhadap nasabah yang menunjukkan potensi struktur dan pricing yang kompetitif, serta memberikan layanan
pelemahan arus kas (cash flow), sehingga langkah yang semakin personal, dengan tetap berpegang pada prinsip
mitigasi dapat dilakukan lebih cepat dan memberikan kehati-hatian perbankan (prudential banking).
dampak nyata bagi perbaikan kualitas portofolio. 1. Penajaman Organisasi dan Penguatan Jaringan Kerja
BRI melakukan penyesuaian struktur organisasi untuk
KEUNGGULAN KOMPETITIF DAN INOVASI BISNIS memastikan setiap segmen memiliki fokus yang terarah
COMMERCIAL, MEDIUM, DAN SMALL serta pengelolaan kredit yang lebih akuntabel.
Pada tahun 2025, pengembangan bisnis Commercial, Medium, a. Commercial: Perluasan jaringan layanan bisnis
dan Small diarahkan untuk semakin dekat dengan kebutuhan Commercial melalui penambahan CBC untuk
nasabah melalui penawaran solusi yang relevan, struktur produk memperbesar market share serta penyempurnaan
yang kompetitif, dan pengalaman layanan yang lebih personal. fungsi risk dan operation untuk mendukung
Perbaikan kualitas portofolio, khususnya pada segmen Small, kecepatan eksekusi dan dengan tetap berpegang
dilaksanakan melalui perbaikan New Credit Underwriting pada prinsip kehati-hatian perbankan (prudential
banking).
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 257
Page 260
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
b. Small and Medium: Penguatan Organisasi Kantor sehingga proses Prakarsa kredit menjadi lebih
Pusat dengan pembentukan dedicated team Bisnis seamless dan lebih cepat dengan produk yang
sesuai segmen Small (ekspansi dan quality), tailor-made untuk memenuhi kebutuhan nasabah.
dan Medium (penanganan bisnis medium), serta Serta penyempurnaan pipeline management system
implementasi pembentukan Flying Team melalui pada segmen small untuk proses yang lebih prudent
pembentukan EBO dalam penanganan kredit menghasilkan pipeline yang berkualitas
bermasalah khususnya penanganan Loan at b. Penyempurnaan Architecture Policy di masing-
Risk (LAR) pada portofolio Performing Lending (PL). masing segmen Commercial, Medium dan Small
2. Pertumbuhan Kredit Secara Selektif dan Prudent sebagai dasar harmonisasi arah kebijakan bisnis
a. Commercial: Fokus pertumbuhan diarahkan sehingga penyaluran produk pinjaman sesuai dengan
pada sektor-sektor prioritas yang sejalan dengan kebutuhan nasabah dan potensi bisnis di masing-
pemerintah seperti APBN, energi, pangan, dan masing wilayah.
pendidikan sehingga ekspansi portofolio Commercial 4. Pengelolaan Kualitas Portofolio
dapat berlangsung lebih terarah, berkualitas serta a. Penguatan Risk Control melalui Enhancement Early
selaras dengan dinamika industri. Warning System (EWS) pada Segmen Commercial,
b. Small and Medium: Pertumbuhan Small and Medium Medium dan Small dengan kriteria CASA nasabah
difokuskan melalui pemanfaatan ekosistem usaha, dan ketepatan bayar, serta Enhancement Credit
baik melalui pendekatan berbasis value chain dan Risk Rating untuk penguatan proses underwriting.
pipeline yang berkualitas dari Nasabah Eksisting to Selain itu akan dilakukan Implementasi Stop and Go
Bank yang memiliki dana dan transaksi optimal. Fokus untuk evaluasi putusan kredit baik dari sisi pemutus
pertumbuhan Small and Medium juga sejalan dengan maupun pemrakarsa.
program-program pemerintah antara lain akuisisi pada b. Digitalisasi proses monitoring kredit dengan
program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kredit Program pengembangan dashboard pada Segmen
Perumahan (KPP) dari sisi Supply Side. Commercial, Medium, dan Small dalam rangka
3. Penyempurnaan Proses Bisnis End to End mengawal akselerasi pertumbuhan sustain dan
a. Revamp BRISPOT bertujuan untuk percepatan berkualitas yang dapat memberikan insight dalam
akuisisi bisnis Commercial, Medium dan Small decision making penentuan action plan bisnis.
RINGKASAN KINERJA BISNIS KONSUMER
Pada tahun 2025, segmen Konsumer BRI tetap tumbuh 3. Peningkatan efisiensi dalam setiap proses bisnis,
sehat dan berkelanjutan. Kontribusi kinerja bisnis dengan tetap mempertahankan prinsip customer
konsumer tersebut terutama berasal dari pertumbuhan oriented dan good corporate governance.
salary based loan dan kredit pemilikan rumah (KPR) atau
mortgage. Adapun pertumbuhan untuk salary based loan Peningkatan kompetensi pekerja dan perubahan bisnis
dan KPR yang masing-masing tercatat tumbuh 9,90% proses berbasis digital mendukung produktivitas
yoy dan 13,30% yoy. BRI berkomitmen untuk memberikan pekerja menjadi lebih optimal. Melalui penggunaan data
pelayanan terbaik bagi seluruh nasabah melalui inovasi analytics berbasis AI, penawaran program dan produk
berkesinambungan pada platform perbankan. juga menjadi lebih tepat sasaran dan meningkatkan
efisiensi. Hal-hal tersebut menjadi faktor kunci
BRI secara konsisten mengembangkan beragam pertumbuhan kinerja bisnis konsumer di tahun 2025.
customer touch points dalam melayani kebutuhan
nasabah pada segmen konsumer. Bisnis Konsumer Hasilnya dapat dilihat dari kinerja bisnis konsumer
melakukan penajaman fokus bisnis dan perbaikan BRI yang mampu bertumbuh positif baik dari sisi aset,
proses bisnis yang memungkinkan segmen konsumer liabilitas, maupun fee based income. Dari sisi aset,
menjadi pilar pertumbuhan BRI melalui: pinjaman konsumer mampu tumbuh sebesar 10,59%
1. Pengembangan produk dan layanan yang berbasis yoy, yang disokong oleh pertumbuhan kredit BRIguna
digital untuk memberikan kemudahan akses kepada sebesar 9,90% yoy, KPR sebesar 13,30% yoy, serta
nasabah. pinjaman konsumer lainnya (credit card, digital lending
2. Memperkuat hubungan baik dengan nasabah dan KKB) sebesar 3,40% yoy. Dari sisi liabilitas, wealth
eksisting BRI yang masih besar potensinya. management business mampu menumbuhkan Funds
Didukung dengan pemanfaatan data analytics Under Management (FUM) non Dana Pihak Ketiga sebesar
dalam mempelajari perilaku nasabah sehingga 34,34% yoy serta dapat mendorong pertumbuhan fee
dapat menawarkan yang produk dan jasa yang based income dari investasi sebesar 19,69%.
personalized sesuai kebutuhan nasabah.
258 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 261
Laporan Tahunan
2025
BISNIS KONSUMER 3. Kartu Kredit dan Digital Lending
Bisnis konsumer BRI menawarkan produk yang memudahkan Kartu Kredit BRI merupakan produk Alat Pembayaran
nasabah individu memperoleh berbagai kebutuhan barang Menggunakan Kartu (APMK) berbasis pinjaman tanpa
konsumsi seperti rumah, kendaraan, traveling, pendidikan agunan yang bekerja sama dengan prinsipal, dan dapat
dan berbagai macam barang konsumsi lainnya. Kredit digunakan untuk pembayaran transaksi di merchant
konsumer BRI memberikan suku bunga yang kompetitif maupun penarikan tunai melalui jaringan prinsipal. Kartu
dan proses yang cepat dan aman. Produk- produk kredit Kredit BRI hadir dalam berbagai varian produk untuk
konsumer BRI yang tersedia di tahun 2025 yaitu: melayani kebutuhan beragam segmen, mulai dari mass
1. Kredit BRIguna market, mass affluent, affluent, hingga commercial. Dalam
Kredit BRIguna merupakan kredit yang diberikan kepada pengembangannya, BRI telah meluncurkan berbagai
calon debitur/debitur dengan sumber pembayaran produk kartu kredit co-branding melalui kerja sama
(repayment) berasal dari sumber penghasilan tetap atau dengan partner strategis untuk memperluas penetrasi ke
fixed income (gaji/uang pensiun), dengan jenis antara berbagai ekosistem digital, termasuk travel, e-commerce,
lain BRIguna Karya, BRIguna Pra Purna dan BRIguna lifestyle, pembayaran, dan solusi bisnis, dengan
Purna. memanfaatkan model open banking serta integrasi
2. Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) berbasis API. Untuk meningkatkan kualitas layanan
KPR merupakan kredit/penyediaan dana yang diberikan nasabah serta mempercepat Service Level Agreement
untuk membiayai kepemilikan Properti Residensial yang (SLA), BRI telah melakukan digitalisasi end-to-end pada
digunakan untuk pembelian baru/bekas, ambil alih proses bisnis kartu kredit, mencakup tahap akuisisi,
(take over), pembangunan serta renovasi dengan objek underwriting, pengelolaan portofolio, hingga penagihan.
berupa rumah tinggal, rumah toko (ruko), rumah kantor Selain itu, Kartu Kredit BRI saat ini juga telah terintegrasi
(rukan) dan kavling siap bangun. sebagai sumber dana transaksi QRIS di aplikasi BRImo.
Tabel Kinerja (Produktivitas) Bisnis Konsumer
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Kredit BRIguna 149.231.264 135.793.674 13.437.590 9,90%
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) 66.341.479 58.552.166 7.789.313 13,30%
Kartu Kredit, Digital Lending, KKB dan Lainnya 9.198.923 8.896.664 302.259 3,40%
Total Bisnis Kredit Konsumer 224.771.666 203.242.504 21.529.162 10,59%
Funding Under Management (FUM) 242.087.443 205.072.210 37.018.233 18,05%
Pertumbuhan bisnis difokuskan pada debitur top tier di re-engineering berupa digitalisasi proses pengajuan dan
masing-masing regional yang diikuti optimalisasi bisnis dari prakarsa kredit melalui BRISPOT dan juga pengembangan
ekosistem debitur, sehingga mendorong pertumbuhan bisnis digital platform HOMESPOT sebagai mortgage ecosystem
konsumer khususnya BRIguna dan KPR tumbuh kompetitif, engine serta program pemasaran KPR BRI Property Expo
Kredit BRIguna tahun 2025 sebesar Rp149,23 triliun, tumbuh yang telah dilaksanakan pada tahun 2025 di berbagai kota
positif di 9,90%. Demikian pula dengan KPR yang tumbuh besar. Selain itu adanya penyaluran program KPR FLPP
13,30% dari Rp58,55 triliun di tahun 2024 menjadi Rp66,34 sebanyak 33.309 unit dengan total pencairan baru KPR pada
triliun di tahun 2025. 2025 sebesar Rp16,16 triliun. Komitmen BRI ini ditunjukkan
dengan pertumbuhan penyaluran KPR BRI selama 5 (lima)
Pertumbuhan kredit BRIguna pada 2025 didukung dengan tahun terakhir rata-rata 13% melebihi rata-rata pertumbuhan
optimalisasi leads eligible dari nasabah payroll dan digitalisasi industri. BRI menjadi satu-satunya Bank Buku IV dengan
proses, pengajuan BRIguna menggunakan ponsel serta akad positive growth market share KPR di tahun 2025.
digital memberikan akses dalam pengajuan secara fully digital
melalui BRImo Super Apps tanpa harus datang ke bank atau BRI selalu berkomitmen untuk meningkatkan pertumbuhan
unit kerja BRI. BRIguna juga memberikan program-program pinjaman konsumer lainnya (credit card, digital lending dan
yang menarik dan kompetitif. Pencairan total kredit BRIguna KKB) yang solid. Tahun 2025, pinjaman konsumer lainnya
pada 2025 sebesar Rp35,7 triliun. Sedangkan pertumbuhan (credit card, digital lending dan KKB) tumbuh sebesar
KPR didukung beberapa hal antara lain business process Rp302,26 miliar atau 3,40% dari tahun 2024. Peningkatan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 259
Page 262
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
tersebut dihasilkan dari penetrasi akuisisi ETB yang meningkat Strategi Bisnis Konsumer BRI akan selalu selaras dengan
dari 21% menjadi 52% secara yoy melalui optimalisasi leads dengan aspirasi BRI Group yang dimulai dari 2025 hingga
simpanan, skema pre-washed dan channel akuisisi digital. 2029. Untuk mendukung pencapaian aspirasi tersebut serta
Selain itu, juga didorong oleh peningkatan volume transaksi mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal BRI, maka
QRIS CC pada BRImo sebesar 140%. pada tahun 2026 hingga tahun 2030 bisnis konsumer BRI
akan mengusung tema Grow Stronger, Built to Last, Lead
Strategi Bisnis Konsumer Tahun 2026 the Market dengan fokus 4 pilar (enablers) berupa targeted
Transformasi digital secara berkelanjutan dilakukan melalui source of growth, robust risk management, operational and
penguatan kapabilitas retail banking dan peningkatan service excellence and elevate people and organization,
efisiensi operasional melalui penyempurnaan proses bisnis yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan ekspansi
guna mendorong pertumbuhan bisnis konsumer yaitu dan efisiensi proses bisnis.
fokus pengembangan diarahkan pada optimalisasi potensi
nasabah payroll BRI sebagai sumber pertumbuhan yang Adapun langkah-langkah strategis yang akan ditempuh
berkualitas. Untuk mencapai aspirasi bisnis konsumer untuk mendukung hal-hal tersebut diantaranya yaitu:
tersebut, BRI tetap berfokus pada peningkatan pangsa 1. Pemanfaatkan predictive analytics dan integrasi
pasar melalui pertumbuhan yang selektif dan ekspansi yang data leads ke platform digital seperti BRISPOT untuk
terarah dengan memanfaatkan berbagai program Kredit mendukung proses pemasaran yang lebih efektif,
BRIguna, menjaga hubungan baik dengan Kementrian- efisien, dan prudent khususnya untuk produk pinjaman
Kementrian, Kredit Perumahan Rakyat Subsidi (KPRS), KPR konsumer (BRIguna, KPR, kartu kredit, digital lending
BRI Expo dengan prudent dalam risiko yang terkendali guna dan KKB) serta produk wealth management (investasi
menghindari pemburukan kualitas kredit dan mendorong dan asuransi). Untuk mendukung ketersediaan dan
perbaikan kolektibilitas dengan prudent dalam risiko yang kualitas data leads yang baik maka BRI memaksimalkan
terkendali guna menghindari pemburukan kualitas kredit dan potensi nasabah inti kerjasama. Fokus peningkatan
mendorong perbaikan kolektibilitas. user experience dan kecepatan proses secara prudent,
digitalisasi dan integrasi (BRImo, PA, partner), leads
Keunggulan Kompetitif dan Inovasi Bisnis Konsumer management, perbaikan proses bisnis dan produk.
Peningkatan layanan dan kemudahan menjadi kunci dalam 2. Untuk menumbuhkan market share, BRIguna dan KPR
pertumbuhan kredit konsumer, hal ini didukung dengan akan menjadi main engine dalam meningkatkan portofolio.
digitalisasi proses kredit BRIguna dan KPR. Efisiensi akan Di tahun 2026, BRIguna akan fokus mengakselerasi bisnis
dilakukan melalui perbaikan bisnis proses guna mendorong ke pegawai sektor BUMN, Rumah sakit dan perusahaan
pertumbuhan bisnis konsumer, antara lain adalah BRIguna swasta bonafit dengan tetap menjaga Business as Usual
Digital dan HOMESPOT. Dengan customer base yang (BAU) di sektor pemerintah dan pensiunan. Sedangkan
besar dan jaringan tersebar luas di seluruh Indonesia untuk KPR, selain fokus menjalin kerjasama dengan
maka digitalisasi proses bisnis menjadi salah satu kunci developer terbaik skala nasional, satu bentuk komitmen
pertumbuhan yang terjaga ke depannya. Dengan ini yang dilakukan adalah membangun platform mortgage
diharapkan pelayanan kredit konsumer semakin mudah ecosystem (Homespot.id) yang mengakomodir seluruh
namun tetap memperhatikan risk dan tetap prudent. Market stakeholder di segmen properti. Fokus ekspansi pada
share BRIguna saat ini merupakan yang tertinggi (market produk high-yield dengan profil risiko terjaga (BRIguna
leader), sedangkan KPR BRI saat ini merupakan Top 5 Bank segmen Swasta middle high income dan Pensiunan, KPR
penyalur KPR terbesar di Indonesia. Tier 1), didukung oleh basis leads berkualitas dan sehat.
3. Pergeseran demografis nasabah menempatkan Gen Z
Prospek Usaha dan Strategi Bisnis Konsumer Tahun 2026 sebagai kekuatan ekonomi baru yang mengutamakan
Perkembangan teknologi digital dan data telah mengubah kecepatan, transparansi, dan kemudahan akses digital,
cara industri perbankan berinteraksi dengan nasabah. sementara segmen affluent tetap menjadi pendorong
Persaingan yang semakin ketat mengharuskan bank utama volume dan nilai transaksi melalui tingkat spending
untuk dapat memahami kebutuhan dan perilaku nasabah yang tinggi. Penetrasi kepada ETB akan menjadi
secara lebih mendalam. BRI sebagai salah satu bank salah satu fokus akuisisi yang akan dilakukan untuk
terbesar di Indonesia perlu meningkatkan kemampuannya meningkatkan product holding nasabah serta nasabah
dalam mengelola data nasabah secara optimal, agar HNWI. Menyikapi hal tersebut, pada tahun 2026 Kartu
dapat memberikan penawaran produk yang relevan serta Kredit BRI memfokuskan strategi pada revamp proposisi
meningkatkan loyalitas nasabah. Bisnis Konsumer BRI yang produk affluent dan mass card agar semakin relevan dan
memiliki jangkauan produk dan layanan yang luas baik kompetitif, didukung oleh penguatan seamless customer
dari produk pinjaman (consumer loan and credit card), journey di BRImo serta optimalisasi aktivasi dan transaksi
dan produk pengelolaan keuangan (wealth management). melalui personalized campaign berbasis data analytics.
260 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 263
Laporan Tahunan
2025
RINGKASAN KINERJA RETAIL FUNDING & RETAIL TRANSACTION
Dalam upaya memenangkan persaingan retail banking dan pertandingan bola, serta tersedianya fitur investasi
dan sejalan dengan inisiatif tahun 2025 yaitu ”Transform seperti tabungan emas dan reksadana. Langkah ini
Funding Franchise”, BRI terus fokus pada inisiatif menggambarkan komitmen BRI dalam menyediakan
penguatan kapabilitas perkembangan atas retail funding akses mudah terhadap layanan nasabah.
dan retail transaction dengan memperkuat SuperApp
BRImo antara lain dari segi peningkatan jumlah user, Selain itu, BRI juga fokus menjaga transaksi nasabah
penambahan fitur-fitur unggulan, serta keandalan untuk terus berada dalam sistem BRI melalui
sistem terus dijaga untuk semakin mempermudah peningkatan share dan produktivitas merchant EDC
nasabah agar dapat bertransaksi secara seamless. dan QRIS. Berbagai macam inisiatif juga terus dilakukan
Selain itu meningkatkan loyalitas nasabah BRImo untuk memperkuat akseptasi merchant BRI di pasaran
dengan menghadirkan berbagai pilihan fitur baru. seperti melakukan kerjasama dengan berbagai partner
strategis, meningkatkan persebaran merchant di urban
BRImo SuperApp semakin populer dan telah digunakan area, memperkuat alat monitoring dan menambahkan
oleh 45,9 juta nasabah mencatatkan lebih dari Rp5,6 fitur-fitur unggulan untuk meningkatkan transaksi
miliar transaksi sepanjang tahun dengan volume Rp7,08 merchant BRI sebagai pilihan utama dalam pembayaran.
triliun. Pertumbuhan transaksi ini juga sejalan dengan
strategi BRImo yang gencar melakukan inovasi melalui Dengan adanya berbagai inisiatif untuk meningkatkan
pemanfaatan teknologi untuk menciptakan layanan dana retail yang telah dilakukan selama tahun 2025,
perbankan yang lebih inklusif, efisien dan memberikan terbukti bahwa pertumbuhan tabungan Retail BRI
nilai tambah bagi nasabah baik dari segi fitur maupun tumbuh merata sepanjang tahun ini. Hal ini menunjukan
kemitraan dengan berbagai partner strategis. Transaksi bahwa upaya, strategi dan kebijakan yang telah kami
bersama BRImo kini dapat dilakukan melewati batas lakukan untuk menjaga transaksi nasabah untuk terus
lintas negara dengan hadirnya fitur untuk transaksi berputar di BRI dan meningkatkan akuisisi berkualitas
internasional seperti pembukaan rekening menggunakan mampu menciptakan pertumbuhan yang stabil dan
nomor handphone luar negeri, transfer ke lebih dari 100 sustain. Tahun 2025, tabungan tumbuh Rp42,2 triliun
negara dan pembayaran QR Empat negara di Singapura, atau mencatatkan kenaikan 2,5x lipat dibandingkan
Malaysia, Thailand, dan Jepang. Penambahan fitur nominal pertumbuhan pada tahun sebelumnya. BRI
lifestyle yang dapat membantu nasabah dalam optimis bahwa tren pertumbuhan positif ini akan terus
melakukan pembelian tiket pesawat, tiket kereta api, berlanjut ke depannya.
serta hadir juga fitur baru seperti pembelian tiket konser
BISNIS RETAIL FUNDING
BRI memiliki produk retail funding yang beragam untuk - BritAma Mitra
memenuhi kebutuhan seluruh nasabah. Informasi mengenai Merupakan tabungan yang diperuntukkan khusus
jenis produk dana pihak ketiga retail antara lain sebagai bagi nasabah perusahaan mitra/kerjasama dengan
berikut: fasilitas yang ditawarkan adalah layanan penyaluran
1. Tabungan BRI gaji (payroll) bagi karyawannya, kerjasama khusus,
Varian produk tabungan yaitu sebagai berikut: kerjasama Pendidikan dan penyaluran Dana Bantuan.
Tabungan BRI BritAma - BritAma Rencana
BritAma merupakan tabungan bagi nasabah individu yang Tabungan berjangka bagi nasabah yang memiliki
dilengkapi dengan fasilitas perbankan digital serta online minat investasi atau perencanaan keuangan dengan
real time system yang memudahkan nasabah dalam fitur Automatic Fund Transfer (AFT) dimana nasabah
bertransaksi kapanpun dan dimanapun serta dilengkapi dapat menentukan sendiri tanggal dan nominal
gratis cover asuransi kecelakaan diri (personal accident). target dana yang diinginkan serta dilengkapi dengan
- BritAma Bisnis opsi fasilitas asuransi jiwa.
Kebutuhan limit transaksi yang lebih tinggi bagi Tabungan BRI Junio
nasabah retail funding baik individu maupun non Tabungan untuk memperkenalkan budaya menabung
individu dapat dipenuhi dengan BritAma Bisnis dan transaksi digital sejak dini kepada anak-anak yang
yang juga memberikan penawaran gratis biaya di bundling dengan kartu debit desain khusus yang
administrasi setiap bulannya. menarik.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 261
Page 264
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Tabungan BRI Simpedes deposito scripless untuk mengakomodir kebutuhan dan
Simpedes merupakan tabungan bagi nasabah individu kemudahan nasabah yang memiliki banyak bilyet dan
dan non individu dalam bentuk tabungan dengan mata bukti kepemilikan deposito diberikan dalam bentuk email
uang rupiah yang dilengkapi dengan fasilitas perbankan notifikasi sehingga nasabah dapat mengelola rekening
digital serta online real time system untuk memudahkan depositonya lebih efektif dan efisien.
nasabah dalam bertransaksi. 3. Debit BRI
2. Deposito BRI (Depo BRI) Debit BRI adalah kartu debit yang berfungsi sebagai
Pilihan investasi bagi nasabah yang tersedia dalam alat transaksi finansial dan non finansial. Kartu debit
berbagai pilihan mata uang baik Rupiah maupun valas BRI dapat digunakan untuk melakukan transaksi on/
dengan suku bunga yang kompetitif dengan jangka off us secara offline menggunakan EDC BRI ataupun
waktu penempatan 1 (satu) hingga 36 bulan. Produk bank lain, serta dapat digunakan untuk transaksi online
ini diperuntukkan bagi nasabah individu maupun non menggunakan metode debit online (transaksi di merchant
individu yang menginginkan imbal hasil lebih besar jaringan Mastercard), direct debit (transaksi di merchant
dibandingkan produk tabungan. Pembukaan deposito kerjasama BRI), debit multi-currency (fitur Kartu Debit
dapat dilakukan melalui BRImo atau unit kerja BRI dengan Mastercard BRI yang bisa dihubungkan dengan berbagai
dua pilihan mekanisme pemberian bunga yaitu langsung rekening dengan mata uang asing). Selain kartu debit
diberikan melalui rekening atau ditambahkan ke dalam dalam bentuk fisik, saat ini juga telah tersedia kartu
komponen pokok deposito (add on) selain itu deposito BRI debit virtual dimana penerbitan kartunya dilakukan
juga dapat diposisikan sebagai instrumen penempatan melalui SuperApp BRImo yang dapat digunakan untuk
Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang kredibel bagi para bertransaksi di merchant, situs, atau aplikasi online yang
eksportir. Saat ini BRI juga telah mengembangkan produk memiliki jaringan Visa.
Tabel Kinerja Bisnis Retail Funding
(dalam miliar Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Total DPK 934.491 892.201 42.291 4,74%
Total CASA 701.759 643.533 58.226 9,05%
Tabungan 584.893 542.667 42.226 7,78%
Giro 116.866 100.992 15.875 15,72%
Total Dana Pihak Ketiga (DPK) Ritel tahun 2025 sebesar Keunggulan Kompetitif dan Inovasi Retail Funding
Rp934,49 triliun, meningkat 4,74% yoy dibandingkan dengan Akselerasi transformasi layanan melalui sinkronisasi
tahun 2024 yang sebesar Rp892,20 triliun. Peningkatan penyempurnaan standar operasional dan platform
tersebut terutama berasal dari pertumbuhan CASA sebesar enhancement merupakan langkah krusial dalam memperkuat
9,05% secara yoy yang dipengaruhi oleh peningkatan ekosistem digital perusahaan. Inisiatif ini diproyeksikan
tabungan sebesar 7,78% secara yoy tumbuh Rp42,23 triliun. untuk mengekspansi basis nasabah secara eksponensial
serta meningkatkan loyalitas, yang pada akhirnya akan
Strategi Retail Funding Tahun 2025 mengoptimalkan struktur low-cost funding yang berbasis
Strategi Retail Funding berfokus pada diversifikasi source of transaksi dan berkelanjutan (sustainable).
growth dengan peningkatan kolaborasi antar segmen bisnis
dan anak perusahaan, dengan meliputi perluasan bisnis Prospek Usaha dan Strategi Retail Funding Tahun 2026
dengan ekspansi pada ekosistem payroll, korporasi serta Dalam mencapai Aspirasi 2026 Bank Rakyat Indonesia
manajemen perusahaan, selain optimalisasi low cost funding yaitu Transform Funding Franchise, Bisnis Retail Funding
yang berbasis dari akselerasi transaksi dan digital channel, di tahun 2026 ini akan tetap melakukan fokus strategi yang
selain itu penetrasi penguasaan di wilayah, dan terakhir sama pada tahun 2025 dengan melakukan penyempurnaan
penguatan kapabilitas dan produktivitas tenaga pemasar. dan tetap fokus diversifikasi source of growth peningkatan
kolaborasi antar segmen bisnis dan anak perusahaan.
262 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 265
Laporan Tahunan
2025
BISNIS RETAIL TRANSACTION
BRI terus memperkuat ekosistem payment digital dimana hadir untuk dapat bertransaksi antar negara di empat
hal ini tercermin melalui penetrasi produk transaksi yang negara asing seperti Singapore, Malaysia, Thailand, dan
semakin komprehensif. Mulai dari solusi mobile banking Jepang. Perluasan fitur ini dirancang untuk memberikan
unggulan BRImo hingga berbagai produk acceptance fleksibilitas bagi merchant dan kemudahan nasabah
payment seperti EDC Merchant dan QRIS. Integrasi seluruh yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan
layanan ini merupakan strategi utama dalam mengoptimalkan volume transaksi dan produktivitas ekosistem digital.
peningkatan volume transaksi guna mendorong pertumbuhan 3. BRImo
CASA yang lebih sustainable. Merupakan financial super apps yang hadir dengan
1. EDC Merchant memberikan keunggulan yang mendukung penuh
EDC merchant BRI kini hadir dengan memberikan kinerja layanan digital BRI melalui penyediaan platform
beberapa fitur pembayaran yang dapat digunakan untuk transaksi harian yang lengkap. Dukungan fitur transfer
memudahkan semua layanan tidak hanya menerima internasional ke lebih dari 100 negara serta kemudahan
pembayaran dari kartu (debit/kredit) dalam negeri namun pembayaran QR mancanegara. Selain itu, saat ini
sudah lintas batas yang memungkinkan penerimaan BRImo hadir memberikan berbagai fitur investasi untuk
berbagai jenis kartu internasional. Adanya dukungan memberikan kemudahan pilihan nasabah dalam memilih
fitur baru contactless pada perangkat EDC merchant BRI produk investasi seperti fitur investasi emas (tabungan
memastikan proses pembayaran menjadi lebih efisien emas, jual dan beli emas, cicil dan gadai emas) dan
dan modern, baik bagi nasabah domestik maupun pembelian reksadana. BRImo juga berhasil mengintegrasi
wisatawan mancanegara. layanan urban lifestyle melalui fitur pembayaran tiket
2. QRIS hiburan seperti pembelian tiket pertandingan bola,
BRI memperkokoh pilihan channel payment digital tiket sewa lapangan padel, tiket konser. Penetrasi pada
dengan produk QRIS, tidak hanya terdiri dari QRIS berbagai aktivitas yang sedang populer di masyarakat
dinamis dan statis namun BRI telah menghadirkan dilakukan untuk memacu akselerasi transaksi digital
solusi QRIS API untuk integrasi sistem kasir (POS) serta sekaligus memperkuat BRImo sebagai solusi financial
fitur QRIS tap yang inovatif. Selain itu, kini QRIS BRI dan daya hidup yang komprehensif.
Tabel Kinerja (Produktivitas) Bisnis Retail Transaction
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
BRImo (juta) 45,9 38,6 7,32 18,96%
Transaksi BRImo (miliar) 5,62 4,31 1,31 30,41%
Volume Transaksi BRImo (Rp triliun) 7.077 5.541 1.536 27,71%
Secara kinerja bisnis retail transaction tahun 2025 khususnya penguatan kapabilitas, kolaborasi strategis dalam ekosistem
pada item BRImo, akselerasi peningkatan jumlah pengguna BRI Group, serta guna meningkatkan customer engagement
BRImo secara yoy sebesar 18,96% dan volume transaksi dan kontribusi CASA-based transaction secara sustainable.
secara yoy sebesar 27,71% hal ini didukung melalui fitur fitur
BRImo yang semakin beragam dan user friendly. Sehingga Keunggulan Kompetitif dan Inovasi Bisnis Retail
inovasi yang dihadirkan secara berkelanjutan memastikan Transaction Tahun 2025
BRImo tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam Sepanjang tahun 2025, BRI berhasil memperkokoh
memenuhi kebutuhan transaksi finansial dan gaya hidup keunggulan kompetitif di industri perbankan melalui
yang praktis, aman dan efisien. transformasi ekosistem pembayaran yang holistik dan
inklusif dengan fokus strategi pada peningkatan inovasi
Strategi Bisnis Retail Transaction Tahun 2025 transaksi yang diwujudkan melalui penguatan kapabilitas
Strategi Retail Transaction di tahun 2025 berfokus pada BRImo sebagai financial super apps yang memberikan
penguatan pertumbuhan transaksi yang berkelanjutan layanan berbagai fitur baru. Pada sisi acceptance payment
melalui melalui peningkatan produktivitas digital channel, seperti EDC dan QRIS, telah berhasil dilakukan upgrade
akselerasi penetrasi merchant potensial, serta penguatan infrastruktur pada EDC Merchant yang kini mendukung
penetrasi BRImo pada masyarakat urban lifestyle. Strategi teknologi contactless serta perluasan fitur pembayaran
ini didukung oleh penyederhanaan onboarding digital, QR yang bisa bertransaksi di empat negara asing seperti
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 263
Page 266
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Singapore, Malaysia, Thailand dan Jepang. Serta adanya di tahun 2026 ini akan melanjutkan arah strategis yang
fitur QRIS Tap untuk memastikan efisiensi dan kemudahan telah dijalankan pada periode sebelumnya sebagai bagian
transaksi yang lebih tinggi bagi mitra bisnis maupun nasabah. dari upaya penguatan kinerja yang berkelanjutan dengan
melakukan penyempurnaan dan tetap fokus diversifikasi
Prospek Usaha dan Strategi Bisnis Retail Transaction source of growth serta peningkatan kolaborasi antar segmen
Tahun 2026 bisnis dan anak perusahaan.
Dalam mencapai Aspirasi 2026 Bank Rakyat Indonesia yaitu
Transform The Funding Franchise, Bisnis Retail Transaction
Segmen Korporasi
Segmen Korporasi meliputi Bisnis Korporasi, Bisnis Institusi, Bisnis Transaction Banking dan Bisnis Sindikasi.
RINGKASAN KINERJA BISNIS CORPORATE BANKING
Di tengah dinamika ekonomi global dan kompetisi korporasi. Sepanjang 2025, jumlah pengguna tumbuh
industri yang semakin ketat, Bisnis Corporate Banking 36,3% yoy dengan peningkatan pengguna aktif sebesar
pada tahun 2025 membukukan kinerja yang solid 48,06%. Nilai transaksi meningkat 36,29% yoy dan
dengan tetap mengedepankan prinsip quality growth frekuensi transaksi naik 33,77%, mencerminkan peran
dan disiplin risiko. Transformasi terintegrasi melalui QLola yang semakin dominan dalam operasional
penguatan human capital, akselerasi digital, serta keuangan nasabah serta kontribusinya terhadap
orkestrasi ekosistem menjadi fondasi dalam menjaga peningkatan fee based income dan efisiensi operasional.
momentum pertumbuhan sekaligus membangun
struktur bisnis yang lebih resilien dan berkelanjutan. Bisnis Kelembagaan (Kementerian dan Lembaga, TNI,
dan Polri) juga menunjukkan kinerja positif sepanjang
Hingga Desember 2025, portofolio pinjaman segmen 2025. BRI mempertahankan posisi sebagai market
Corporate mencapai Rp352,02 triliun, tumbuh 38,3% leader dengan pangsa satuan kerja (satker) sebesar
dibandingkan Rp254,24 triliun pada Desember 2024. 53,98% dan payroll sebesar 55,67%. Pencapaian
Pertumbuhan ini ditopang oleh dukungan pada program ini mempertegas peran strategis Corporate Banking
pemerintah pembiayaan pada sektor-sektor prioritas dalam mendukung layanan keuangan sektor publik
dan ekosistem terkait. Kualitas aset tetap terjaga sekaligus memperkuat basis dana dan ekosistem bisnis
melalui penerapan prinsip kehati-hatian, sementara kelembagaan
struktur pendanaan diperkuat melalui peningkatan
CASA berbasis transaksi dan disiplin pricing yang tetap Arah Strategi 2026
mendukung pertumbuhan dana pihak ketiga. Memasuki tahun 2026, Direktorat Corporate Banking
memfokuskan strategi pada penguatan pertumbuhan
Disisi transaction banking, Corporate Banking terus berkualitas dan daya saing berkelanjutan melalui empat
mendorong optimalisasi layanan cash management, prioritas utama:
trade finance, foreign exchange, virtual account, 1. Driving Quality Growth through Strategic Client
liquidity management, hingga supply chain financing. Acquisition and Digital Excellence
Strategi ini difokuskan pada peningkatan pengelolaan Fokus pada sektor strategis seperti global supply
operating account untuk mendorong pertumbuhan chain, digital economy, healthcare, renewable
CASA berbasis transaksi, optimalisasi pricing, energy/ESG, energy and mining, FMCG, serta
penguatan solution-led engagement, dan kombinasi ekosistem terkait. Penguatan transaction-based
pendekatan berbasis ekosistem dengan cross-selling banking (trade finance, cash management, foreign
guna memastikan pertumbuhan yang selaras dengan exchange, structured finance, syndication, dan
peningkatan profitabilitas dan efisiensi biaya secara supply chain financing) untuk meningkatkan CASA
berkelanjutan. korporasi dan menurunkan cost of fund, didukung
akselerasi digitalisasi proses dan pengembangan
QLola by BRI semakin mengukuhkan perannya sebagai kapabilitas QLola sebagai integrated corporate
integrated primary transaction platform bagi nasabah platform.
264 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 267
Laporan Tahunan
2025
2. Integrating Ecosystem and Elevating Customer untuk memastikan kesiapan SDM menghadapi
Excellence kompleksitas bisnis korporasi yang semakin dinamis.
Corporate Banking berperan sebagai katalis 4. Robust Risk and Control
pembuka value chain lintas direktorat melalui Menjalankan disiplin selective growth, penguatan
pendekatan One BRI Solution, mengorkestrasi early warning system berbasis data, serta
ekosistem dari Corporate hingga SME, Mikro, dan peningkatan governance dan internal control untuk
Ultra Mikro, serta menyempurnakan end-to-end menjaga kualitas aset dan keberlanjutan bisnis.
customer journey yang seamless.
3. Human Capital Transformation Strategi tersebut menjadi landasan Corporate Banking
Membangun world-class bankers dengan dalam melanjutkan pertumbuhan yang sehat, kompetitif,
kompetensi di bidang core credit, corporate finance, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran
transaction banking, digital, leadership, dan ESG, strategisnya sebagai katalis utama pertumbuhan BRI
serta mendorong cross-functional exposure Group.
BISNIS KORPORASI
Segmen Korporasi di BRI dikelola oleh Direktorat Corporate 1. Transformasi SDM melalui pengembangan world-
Banking yang meliputi Bisnis Korporasi, Bisnis Institusi, class corporate and transaction bankers. Program
Bisnis Transaction Banking, serta Bisnis Sindikasi. Cakupan ini memperkuat kompetensi inti di bidang core credit,
produk dan layanan Bisnis Korporasi meliputi pengelolaan corporate finance, dan transaction banking guna
simpanan, pemberian berbagai jenis fasilitas pembiayaan, memastikan kesiapan insan Corporate Banking dalam
pelayanan beragam transaction banking dan layanan jasa menghadapi kompleksitas bisnis global dan kebutuhan
bisnis perbankan, serta layanan perbankan end-to-end nasabah yang semakin sophisticated.
untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan nasabah 2. Disisi digital, BRI telah memperkuat QLola sebagai
korporasi melalui pendekatan ekosistem. Untuk lebih fokus integrated corporate platform. QLola dikembangkan
dalam mengeksplorasi dan memenuhi kebutuhan nasabah sebagai single interface bagi nasabah korporasi untuk
dari hulu hingga ke hilir, maka sejak tahun 2025 BRI telah mengakses solusi transaction banking, trade finance,
membagi pengelolaan eksposur segmen korporasi melalui cash management, hingga layanan treasury secara
beberapa Group. Beberapa Group tersebut antara lain end-to-end, sehingga meningkatkan client experience,
Group Corporate Banking 1, Group Corporate Banking 2, efisiensi proses, dan daya saing BRI di pasar korporasi.
Group Corporate Banking 3, dan Group Corporate Banking 3. Penguatan peran Corporate Banking melalui pendekatan
4. Pengelolaan nasabah kelembagaan dilaksanakan oleh ekosistem, Corporate Banking mengambil peran sebagai
Group Institutional Business untuk memenuhi kebutuhan katalis yang menghubungkan nasabah korporasi besar
transaksi dan pengelolaan dana kelembagaan yang lebih ke segmen UMKM, untuk menciptakan pertumbuhan
optimal. Serta terdapat Group Wholesale Transaction Banking yang terintegrasi dan berkelanjutan di seluruh segmen
yang mengelola pengembangan produk-produk cash, trade, BRI Group.
hingga wholesale digital platform.
Melalui transformasi tersebut, Bisnis Corporate Banking terus
Pada tahun 2025, Bisnis Corporate Banking menginisiasi memperkuat pondasi bisnis yang lebih solid, digital-driven,
fase transformasi yang lebih terstruktur dan berdampak, dan berbasis ekosistem. Inisiatif ini tidak hanya memperkuat
sebagai respon strategis terhadap tantangan perlambatan kualitas aset, memperluas wallet share, serta meningkatkan
global, tekanan margin, dan meningkatnya persaingan CASA dan fee based income berbasis transaksi, tetapi juga
dalam akuisisi nasabah korporasi unggulan. Transformasi ini memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan lintas
dirancang secara menyeluruh melalui tiga inisiatif strategis segmen di BRI Group.
yang saling terintegrasi.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 265
Page 268
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Tabel Kinerja (Produktivitas) Segmen Korporasi
(Bank Only, dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Pinjaman 352.023.981 254.239.892 97.784.089 38,46%
Simpanan 525.597.204 467.933.609 57.663.595 12,32%
Giro 333.263.052 275.040.174 58.222.878 21,17%
Deposito 192.334.152 192.893.435 (559.283) 0,29%
Fee Based Income 3.888.420 3.170.934 717.486 22,63%
Berdasarkan tabel kinerja tersebut di atas untuk pinjaman (CoF) dilakukan melalui peningkatan CASA berbasis
segmen korporasi tahun 2025 sebesar Rp352,02 triliun, pengelolaan operating account, mendorong solusi
meningkat 38,46% dari posisi tahun 2024 sebesar Rp254,24 transaction banking yang terintegrasi, serta optimalisasi
triliun. Dari sisi simpanan tahun 2025 sebesar Rp525,60 pricing secara disiplin. Pendekatan ini memastikan
triliun, didominasi oleh giro sebesar Rp333,26 triliun. Hal ini profitabilitas yang optimal serta membangun struktur
sejalan dengan fokus segmen korporasi untuk memperkuat pendanaan yang lebih sehat dan efisien.
CASA secara berkelanjutan yang tercermin dari peningkatan 2. Ecosystem-Based Approach
porsi giro yang tumbuh 21,17% yoy menjadi Rp333,26 Mendorong penguasaan value chain dari anchor client
triliun. Fee based income segmen bisnis korporasi tahun untuk membuka peluang bisnis pada vendor, distributor,
2025 sebesar Rp3,89 triliun, tumbuh sebesar 22,63% dan mitra usaha lainnya. Strategi bundling produk,
dibandingkan dengan tahun sebelumnya. cross-selling, serta integrasi solusi pembiayaan dan
transaksi dilakukan untuk meningkatkan wallet share
Strategi Bisnis Korporasi Tahun 2025 dan memperkuat CASA berbasis aktivitas ekosistem.
Bisnis Corporate Banking terus memperdalam transformasi 3. Acceleration of Digital Transaction Platform (QLola)
bisnis dengan menitikberatkan strategi pada penguatan Mengakselerasi adopsi QLola sebagai integrated primary
fundamental bisnis melalui pertumbuhan kredit yang transaction platform yang mencakup cash management,
berkualitas, penurunan cost of fund, penguatan ekosistem, trade finance, treasury, dan solusi digital lainnya secara
serta peningkatan fee based income. Fokus utama diarahkan end-to-end. Peningkatan adopsi QLola difokuskan untuk
pada optimalisasi struktur pendanaan melalui peningkatan memperdalam pengelolaan operating account serta
CASA dari operating account nasabah korporasi, ekspansi memperkuat dana murah berbasis aktivitas transaksi
kepada sektor baru yang ekspansif, dan new-to-bank. nasabah.
Strategi ini dijalankan secara disiplin dengan pendekatan 4. Strengthening Relationship and Seamless Customer
ekosistem yang terintegrasi melalui adopsi platform QLola Experience
yang didukung peningkatan kapabilitas human capital Memperkuat kapabilitas Relationship Manager dalam
guna memastikan pertumbuhan yang sehat, selektif, dan pendekatan solution-led engagement dan proactive
berkelanjutan cross-selling, serta memastikan proses onboarding
hingga servicing berjalan lebih terstandarisasi dan
Sebagai implementasi dari arah tersebut, strategi bisnis efisien guna meningkatkan retensi dan loyalitas nasabah.
Corporate Banking 2025 difokuskan pada:
1. Quality Credit Growth and Funding Optimization Melalui strategi tersebut, Corporate Banking 2025 tidak
Fokus ekspansi kredit pada nasabah korporasi dengan hanya mendorong pertumbuhan volume bisnis, tetapi juga
fundamental kuat, potensi transaksi tinggi, dan memiliki memperkuat kualitas portofolio, struktur pendanaan yang
downstream ke UMKM, termasuk nasabah new-to- lebih efisien, serta integrasi ekosistem dan digital platform
bank. Sejalan dengan itu, upaya penurunan cost of fund sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan.
266 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 269
Laporan Tahunan
2025
Keunggulan Kompetitif dan Inovasi Bisnis Korporasi 2. Strategi Bisnis Korporasi
Dalam menjaga daya saing di tengah persaingan yang Tantangan ke depan menjadi momentum bagi
semakin ketat dan tekanan margin industri, Bisnis Corporate Corporate Banking BRI untuk mempertegas diferensiasi
Banking terus melakukan perbaikan berkelanjutan dengan strategisnya dengan mendorong pertumbuhan yang
memperkuat kapabilitas pekerja serta mendorong diferensiasi berkualitas dan berkelanjutan melalui penguatan akuisisi
berbasis solusi, ekosistem, dan digital. Keunggulan nasabah strategis, integrasi ekosistem, transformasi
kompetitif dibangun tidak hanya dari skala bisnis, tetapi dari kapabilitas SDM, serta penguatan manajemen risiko
kemampuan menghadirkan solusi terintegrasi yang relevan, secara menyeluruh.
cepat, dan bernilai tambah bagi nasabah korporasi. a. Driving Quality Growth through Strategic Client
Acquisition and Digital Excellence
Disisi inovasi layanan, Corporate Banking memperkuat - Fokus pada akuisisi nasabah korporasi
kapabilitas structured finance, syndication, ESG-linked berkualitas di key sector growth (global supply
financing, serta supply chain solutions untuk memperbesar chain and downstreaming, digital economy,
wallet share dan menghadirkan solusi keuangan yang healthcare, renewable energy/ESG, FMCG,
komprehensif bagi nasabah. Integrasi data dan proses untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan,
end-to-end melalui QLola dan platform digital lainnya memperkuat kualitas aset, serta meningkatkan
memastikan pengalaman layanan yang seamless, terukur, CASA dan fee based income.
serta memberikan visibilitas dan kontrol yang lebih baik atas - Digitalisasi bisnis proses dan meningkatkan
arus kas dan eksposur keuangan, sehingga mendukung kapabilitas transaction banking melalui integrasi
pengambilan keputusan bisnis yang lebih cepat dan tepat. solusi cash, trade finance, treasury, ESG-
Pendekatan ini menegaskan komitmen Corporate Banking linked financial solution, structured finance,
untuk terus berinovasi, menjaga relevansi, dan memastikan syndication, dan supply chain solutions untuk
nasabah memperoleh layanan yang lebih efektif, efisien, dan memperbesar wallet share.
kompetitif. Keunggulan ini menjadi pondasi dalam menjaga - Penguasaan operating account untuk
relevansi, memperkuat loyalitas nasabah, dan mendorong membangun CASA berbasis transaksi.
pertumbuhan berkelanjutan bagi BRI Group. b. Integrating Ecosystem, Elevating Customer
Excellence
Prospek Usaha dan Strategi Bisnis Korporasi Tahun 2026 - Didukung oleh kekuatan jaringan dan kapabilitas
Uraian prospek usaha dan strategi bisnis ke depan tahun terintegrasi BRI Group, Corporate Banking
2026 untuk Bisnis Korporasi adalah sebagai berikut: berperan sebagai katalis pembuka value
1. Prospek Usaha chain lintas direktorat melalui pendekatan
Memasuki tahun 2026, pertumbuhan ekonomi global One BRI Solution, mengorkestrasi kebutuhan
diproyeksikan melambat di bawah tren historis, sekitar pembiayaan, transaksi, dan pengelolaan likuiditas
±3,3%,(IMF) seiring pelemahan perdagangan dan secara menyeluruh di setiap mata rantai bisnis
investasi global yang berkepanjangan. Di domestik, (principal, supplier, hingga buyer), sehingga
meskipun pertumbuhan Indonesia tetap solid di kisaran tercipta ekosistem yang terhubung, efisien, dan
±5%, PMI manufaktur yang sempat berada di bawah membentuk close-loop transaction dari segmen
level ekspansi (<50) mengindikasikan aktivitas produksi korporasi hingga mikro.
dan permintaan riil yang belum sepenuhnya kuat. Dalam - Inisiatif digital untuk menghadirkan integrated
industri perbankan, persaingan memperebutkan nasabah corporate solutions, dengan QLola sebagai
korporasi berkualitas (prime customers) semakin intens, platform utama dalam transformasi layanan
mendorong relaksasi non-price terms seperti covenant Corporate Banking melalui pemanfaatan AI dan
yang lebih fleksibel, bundling transaksi, dan structured data analytics.
banking yang lebih kompetitif, sementara tekanan c. Human Capital Transformation
margin tercermin pada kompresi profitabilitas bank - Signatured human capital curriculum dan
KBMI 4 meskipun volume bisnis relatif stabil. Kondisi ini program development untuk fit-for future world
menuntut Corporate Banking BRI untuk mengedepankan class Corporate Banker di bidang core credit,
pertumbuhan selektif berbasis kualitas aset, penguatan corporate finance, transaction banking, digital,
CASA berbasis transaksi, optimalisasi fee based leadership, dan ESG.
income, serta disiplin manajemen risiko guna menjaga
profitabilitas yang berkelanjutan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 267
Page 270
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
- Cross-functional exposure untuk memperkuat d. Robust Risk and Control Framework
kolaborasi dan business acumen serta - Penguatan early warning system dan portfolio
pengembangan kompetensi yang terarah untuk monitoring berbasis sektor.
memastikan kesiapan SDM dalam menghadapi - Integrasi pengelolaan risiko kredit, risiko
kompleksitas bisnis korporasi yang semakin portofolio, dan risiko operasional secara
dinamis. menyeluruh.
BISNIS INSTITUSI
BRI memiliki peran besar di bisnis institusi untuk menyediakan platform/ekosistem, dan lain-lain), value chain (pembiayaan
produk dan jasa layanan perbankan bagi lembaga atau vendor, pinjaman dalam/luar negeri, bank garansi, dan lain-
institusi negara yang bersumber dari Anggaran Pendapatan lain) dan pelayanan jasa perbankan lainnya untuk memenuhi
dan Belanja Negara (APBN). Solusi perbankan yang diberikan kebutuhan lembaga atau institusi sehingga BRI melayani
meliputi pengelolaan layanan simpanan (giro dan deposito), ekosistem bisnis secara keseluruhan. Nasabah yang dilayani
penyaluran gaji dan tunjangan kinerja ASN, penyaluran bisnis institusi adalah Kementerian/Lembaga Pemerintah,
bantuan sosial, penerimaan negara (pajak, PNBP, dan lain- TNI, Polri, Asuransi Negara, Badan Layanan Umum, dan
lain), digital banking (QLola, virtual account, kolaborasi Perguruan Tinggi Negeri.
Tabel Kinerja (Produktivitas) Bisnis Institusi
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Giro 52.902.628 44.327.501 8.575.127 19,34%
Deposito 74.276.190 63.342.352 10.933.838 17,26%
Giro Bisnis Institusi tahun 2025 sebesar Rp52,90 triliun, Keunggulan Kompetitif dan Inovasi Bisnis Institusi
tumbuh 19,34% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Bisnis Institusi BRI merupakan market leader di dalam
Rp44,33 triliun. Peningkatan tersebut sejalan dengan strategi pengelolaan keuangan negara. Lebih dari 60% tabungan
Perseroan untuk meningkatkan penghimpunan dana murah dalam bentuk gaji (payroll) dan tunjangan kinerja
berbasis transaksi dengan mengoptimalkan bisnis nasabah Kementerian/Lembaga RI dikelola Bisnis Institusi BRI. Bisnis
institusi. Sedangkan Deposito Bisnis Institusi tahun 2025 Institusi telah berkolaborasi dalam digitalisasi layanan
sebesar Rp74,28 triliun, naik 17,26 % yoy. keuangan negara melalui berbagai produk seperti rekening
virtual account satuan kerja Kementerian/Lembaga yang
Strategi Bisnis Institusi Tahun 2025 dilengkapi dengan platform layanan transaksi QLola, Kartu
Bisnis institusi BRI mengikuti arah kebijakan stakeholder Kredit Pemerintah (KKP) atau Kartu Kredit Indonesia (KKI),
sebagai sumber pertumbuhan bisnis. Di dalamnya terdapat ecopay dan terlibat aktif dalam berbagai proses digitalisasi
berbagai program strategis seperti makan bergizi gratis platform keuangan di setiap Kementerian/Lembaga.
(MBG), koperasi desa dan kelurahan merah putih (KDKMP),
Sekolah Rakyat, ketahanan pangan, ketahanan energi, Prospek Usaha dan Strategi Bisnis Institusi Tahun 2026
hilirisasi investasi, Devisa Hasil Ekspor (DHE), dan kebijakan Prospek bisnis dari Kementerian/Lembaga masih sangat baik
lainnya. Bisnis Institusi fokus pada pertumbuhan CASA (giro), karena masih banyak peluang yang selama ini belum tergarap.
menjaga efisiensi Cost of Fund (DPK), menjadi jembatan bagi Selama ini, BRI kuat dalam dalam Sektor Belanja Pegawai
segmen bisnis BRI lainnya dalam menggarap value chain dan Belanja Bansos Kementerian/Lembaga. Rencana bisnis
bisnis institusi, dan membangun kerjasama yang bersifat ke depan, BRI telah mencanangkan untuk menggarap
platform digital banking dengan nasabah institusi. value chain belanja modal dan barang Kementerian/
Lembaga, seperti vendor financing, bank garansi, pinjaman
268 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 271
Laporan Tahunan
2025
pegawai, DPLK, kustodian, trustee dan menjadikannya digarap maksimal. Mulai dari saat pencairan anggaran oleh
sebagai ekosistem bisnis di sektor bisnis terkait. BRI juga Kementerian/Lembaga Pusat hingga ke penerima akhir
semakin banyak membangun berbagai kerjasama platform akan digarap maksimal sehingga menjadi ekosistem yang
digital pemerintah karena merupakan komponen terbesar berkesinambungan. Bisnis institusi BRI juga semakin efisien
dalam transformasi pengelolaan keuangan negara. Bisnis karena berhasil meningkatkan CASA dan menjaga Cost of
Institusi juga akan meningkatkan performa bisnis dari aliran Fund (DPK) di tengah persaingan ketat suku bunga.
simpanan APBN dari hulu ke hilir yang selama ini belum
BISNIS TRANSACTION BANKING
Bisnis Transaction Banking telah memainkan peran penting (BRIVA) yang mendukung kebutuhan transaksi keuangan
sebagai salah satu pilar utama untuk menjaga kelangsungan pada umumnya atau dapat disesuaikan (customized)
usaha BRI di tahun 2025 maupun di masa mendatang. terhadap kebutuhan nasabah.
Sebab peran besar bisnis transaction banking adalah 2. Giro BRI
mengakselerasi penghimpunan dana dan meningkatkan Merupakan produk simpanan yang melayani kebutuhan
perolehan fee based income. Sasaran segmen bisnis transaksional nasabah, dengan fasilitas penarikan
transaction banking yaitu perusahaan dan/atau instansi melalui warkat (cek/bilyet giro) serta dapat dilakukan
yang memiliki kebutuhan transaksi keuangan yang kompleks melalui ATM atau secara digital melalui QLola.
dan berkaitan erat dengan pengelolaan likuiditas. 3. Trade Finance BRI
Merupakan layanan ekspor impor secara komprehensif
Produk dan jasa yang ditawarkan bisnis Transaction Banking dan terintegrasi bagi eksportir/importir baik melalui
diantaranya adalah sebagai berikut: Letter of Credit (L/C) ataupun Non L/C dan Surat Kredit
1. QLola by BRI Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN). Berbagai layanan
Merupakan solusi layanan keuangan perbankan berbasis tersebut juga telah terintegrasi secara end-to-end
internet dengan user interface maupun berbentuk web dengan platform QLola dengan sebagai fitur digital trade.
services yang terhubung dengan sistem milik nasabah. 4. Bank Garansi BRI
Layanan yang diberikan bisa berbasis platform dan non- Merupakan layanan kebutuhan penjaminan bank
platform. Fitur layanan berbasis platform antara lain (kontinjensi) baik lokal maupun internasional dalam
fitur receivables, liquidity, payment, supply chain, trade bentuk fasilitas yang diberikan kepada nasabah baik
and guarantee dengan keunggulan user friendly, real dengan penjaminan asuransi, non-cash loan, cash
time dan memiliki fitur keamanan yang memadai (hard collateral hingga under counter-guarantee. Berbagai
and soft token). Adapun fitur-fitur transaksi berbasis layanan tersebut juga telah terintegrasi secara end-to-
non-platform berupa web services dan virtual account end dengan platform QLola dengan fitur Digital BG.
Tabel Kinerja (Produktivitas) Transaction Banking
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Revenue Trade Finance dan Bank Garansi 3.510.649 3.224.516 286.133 8,87%
Volume Cash Management (include QLola Cash
10.697.671.319 8.087.620.783 2.610.050.036 32,27%
Management)
Fee Based Income Cash Management (include QLola
133.429 131.136 2.293 1,75%
Cash Management)
Volume BRIVA 1.409.115.135 989.820.188 419.294.947 42,36%
Fee Based Income BRIVA 595.634 482.088 113.546 23,55%
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 269
Page 272
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Kinerja Transaction Banking di tahun 2025 secara umum Keunggulan Kompetitif dan Inovasi Transaction Banking
menunjukkan peningkatan. Hal tersebut terlihat dari revenue Keunggulan kompetitif dan inovasi Transaction Banking
trade finance dan bank garansi yang bertumbuh sebesar berfokus pada product digitization dan integrated solution
8,87%. Pertumbuhan trade finance dan bank garansi sendiri yang salah satunya hasilnya adalah platform QLola. QLola
didukung oleh berbagai perbaikan prosedur operasional, adalah inovasi integrated corporate solution platform yang
produk, serta adanya digitalisasi trade dan guarantee memudahkan nasabah dalam mengakses berbagai produk
di platform QLola. Transaksi nasabah melalui platform dan layanan BRI dengan hanya satu kali login. Fitur single
QLola khususnya cash management selama tahun 2025 sign on access QLola terdiri dari produk cash and trade,
juga mengalami peningkatan. Volume cash management supply chain management, foreign exchange, investment
mengalami pertumbuhan sebesar 32,27%, dengan fee services, financial dashboard dan layanan lainnya.Tujuan
based income cash management meningkat sebesar 1,75%. dari keunggulan kompetitif produk dan inovasi Transaction
Sementara volume BRIVA meningkat sebesar 42,36%, Banking yang memiliki superior value propositions di market
dengan fee based income BRIVA mengalami pertumbuhan agar semakin reliable untuk meng-generate fee based
sebesar 23,55%. income dan low cost funding yang berasal dari transaksi.
Kombinasi keunggulan kompetitif dan inovasi dalam produk
Strategi Bisnis Transaction Banking Tahun 2025 dan layanan Transaction Banking memberikan nasabah
Strategi Transaction Banking untuk tahun 2025 adalah kemudahan, keamanan, dan efisiensi yang meningkat,
Accelerate to the Future by Developing Best in Class Product mendukung pertumbuhan bisnis secara keseluruhan.
yang terdiri dari:
1. Driving Targeted Revenue Expansion through DHE and Peran dan Strategi Bisnis Transaction Banking Tahun
Qlola Optimization. 2026
Memperkuat fondasi bisnis melalui program taktis untuk Peran dan Strategi Bisnis Transaction Banking Tahun 2026
meningkatkan akuisisi dan utilisasi Giro DHE serta adalah sebagai berikut:
transaksi QLola, sekaligus membangun pipeline yang 1. Capturing Supply Chain Shifts to Expand Transaction
lebih terdiversifikasi dari segmen baru dan nasabah Banking Footprint.
existing. Memperkuat penetrasi pasar melalui optimalisasi wallet
2. Building Critical Talent and Digital-Driven Commercial share di wilayah strategis serta percepatan akuisisi MNC
Capabilities. di sektor prioritas.
Melengkapi kebutuhan talenta melalui pemenuhan posisi 2. Strengthening Advisory and Analytics Capabilities.
strategis, pelaksanaan program hiring dan upskilling Membangun kapabilitas advisory dan analitik yang lebih
regional transaction banking, serta pembentukan kuat melalui pembentukan Treasury Advisory Team,
taskforce untuk mendorong peningkatan aktivasi dan penguatan fungsi data analytics, serta pengembangan
cross-selling QLola. model layanan klien yang lebih proaktif dan responsif.
3. Completing Core Digital Remediation and Platform 3. Establishing an End-to-End Integrated Digital Transaction
Readiness. Ecosystem.
Menuntaskan perbaikan fundamental QLola, termasuk Mengakselerasi transformasi digital melalui
remediasi isu yang ada dan pengembangan aplikasi pengembangan QLola sebagai platform terintegrasi
mobile, serta melanjutkan digitalisasi BRIspot Lending untuk solusi Cash, Trade, dan FX, dilengkapi fitur
hingga tahap penyelesaian. unggulan yang mendukung kebutuhan transaksi lintas
4. Embedding Structured Performance Management and negara dan monitoring aktivitas klien.
Risk-Aligned Execution 4. Embedding Structured Market Activation and Client
Membangun kerangka kerja yang lebih disiplin melalui Feedback Discipline.
penerapan sales metrics model, optimalisasi identifikasi Menyempurnakan pendekatan go-to-market melalui
fee based income, forum rutin risk and control serta penguatan materi solution selling, aktivasi branding yang
leadership alignment, dan penyelarasan pipeline bulanan lebih terarah, serta implementasi voice of client sebagai
dengan bisnis/RM. mekanisme feedback yang terstruktur.
270 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 273
Laporan Tahunan
2025
BISNIS SINDIKASI, PROPERTI DAN FARMASI
Bisnis Sindikasi, Properti dan Farmasi, Jasa Keuangan Non- pengalaman untuk melakukan inisiasi, memimpin
Bank, Multinational Company dan Digital and Services Group pembentukan kredit sindikasi (arranger dan loan structuring)
mengelola portofolio yang berfokus pada beberapa lini bisnis serta pengelolaan kredit sindikasi melalui jasa agency.
dan sektor-sektor usaha strategis antara lain sebagai berikut: Tingginya tingkat kepercayaan yang diberikan kepada BRI
1. Jasa Pengelolaan bisnis sindikasi dikelola oleh untuk berperan sebagai Mandated Lead Arranger sepanjang
Syndication Business Department meliputi fungsi tahun 2025 menjadi bukti konkrit bahwa BRI mengambil
arranger and loan structuring, dan agency (jasa peran aktif untuk memberikan pendanaan di berbagai sektor
keagenan untuk agen fasilitas, agen pengelola rekening usaha seperti infrastruktur, manufaktur, energi, minyak dan
penampungan/escrow account, dan agen jaminan). gas, petrochemical, perkebunan dan pertambangan. Hal ini
2. Financial Institution Department memiliki peran dalam juga sejalan dengan dengan fokus dan strategi Jasa bisnis
pengelolaan bisnis pada sektor jasa keuangan non-bank, sindikasi Bank BRI untuk mendukung pembiayaan pada
seperti Special Mission Vehicle, Kementerian Keuangan, sektor usaha hijau (green financing) dan proyek-proyek
Asuransi dan Penjaminan, Pasar modal dan lain-lain. strategis pemerintah multi-sektor dalam rangka pemerataan
3. Multinational Company Department mengelola bisnis pembangunan yang berkelanjutan di seluruh Indonesia.
terkait dengan foreign investment di Indonesia termasuk
di dalamnya sektor multifinance dan Penanaman Modal Untuk bisnis lainnya di luar Sindikasi, kami berperan aktif
Asing (PMA). dalam menyediakan jasa keuangan perbankan yang lengkap
4. Pharmaceutical and Property Department berfokus meliputi pemberian fasilitas kredit (cash loan dan non-cash
pada pengelolaan bisnis di sektor properti dan farmasi di loan), pengelolaan dana perusahaan, dukungan transaksi
Indonesia. melalui produk QLola serta jasa keuangan lainnya yang
5. Digital and Services Department mengelola bisnis di disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Solusi lengkap
sektor digital dan jasa lainnya, termasuk di dalamnya yang ditawarkan BRI memberikan kontribusi terhadap kinerja
financial technology, pengelolaan kawasan ekonomi dan BRI secara keseluruhan dalam perolehan fee based income,
group usaha BRI. peningkatan aset pinjaman, maupun simpanan sebagai
sumber dana bank dengan produktivitas sebagai berikut:
BRI aktif dalam pasar kredit sindikasi perbankan di level
nasional maupun internasional (Asia Pacific). Departemen
sindikasi BRI memiliki kompetensi unggul yang mendukung
Tabel Kinerja (Produktivitas) Bisnis Sindikasi, Properti dan Farmasi
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Fee based income 334.515 288.042 46.473 16,13%
Total Pinjaman 21.738.236 18.719.869 3.018.367 16,12%
Total Simpanan 100.328.963 41.946.561 58.382.402 139,18%
Selama tahun 2025, Bisnis Sindikasi, Properti dan Farmasi dari penyediaan jasa kredit sindikasi dan pemberian kredit
berhasil membukukan total fee based income sebesar kepada nasabah untuk mendukung kegiatan operasional
Rp334,52 miliar meningkat sebesar Rp46,47 miliar atau di sektor-sektor bisnis yang dikelola oleh Bisnis Sindikasi,
16,13% lebih tinggi dibandingkan pencapaian di tahun 2024. Properti dan Farmasi.
Dominasi pencapaian fee based income tersebut berasal
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 271
Page 274
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Total pinjaman yang dikelola Bisnis Sindikasi, Properti dan serta menjajaki peluang dan pengembangan bisnis dengan
Farmasi sampai dengan tahun 2025 sebesar Rp21,74 triliun multinational company dan ekosistem kawasan industri di
tumbuh sebesar 16,12% atau Rp3,02 triliun dibandingkan Indonesia
dengan kinerja tahun sebelumnya. Disisi lain total simpanan
tahun 2025 tercatat sebesar Rp100,33 triliun yang merupakan Keunggulan Kompetitif dan Inovasi Bisnis Sindikasi,
cerminan dari peningkatan kinerja sebesar 139,18% atau Properti dan Farmasi
meningkat Rp58,38 triliun dibandingkan tahun 2024. Peningkatan kualitas produk dan layanan perbankan
BRI serta didukung dengan peningkatan kapabilitas dan
Fokus dan Strategi Bisnis Sindikasi, Properti dan Farmasi kompetensi pekerja BRI menjadi keunggulan bersaing
Tahun 2025 dengan kompetitor. Pelayanan yang cepat, solutif dan
Bisnis Sindikasi, Properti dan Farmasi turut serta dalam mampu memenuhi kebutuhan nasabah merupakan inovasi
mendukung penyaluran kredit korporasi dengan skema dalam peningkatan bisnis ke depannya. Dalam bidang
sindikasi yang secara selektif menyasar pada proyek-proyek sindikasi, bisnis agency BRI telah memperluas pelayanannya
unggulan salah satunya pada proyek prioritas Pemerintah sebagai agen untuk offshore lenders dalam pembiayaan di
(Astacita Presiden Republik Indonesia) Infrastruktur, Indonesia. Di sektor lain, BRI terus memperdalam penetrasi
perkebunan, dan proyek hilirisasi tambang. dalam ekosistem nasabah melalui inovasi produk dan solusi
terintegrasi untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang
Untuk mendukung strategi tersebut, peningkatan kapabilitas berkelanjutan serta memperluas kerjasama dengan berbagai
dan kompetensi individu relationship business manager stakeholders baik Pemerintah, Asosiasi, dan lembaga lainnya
di bisnis sindikasi terhadap profil bisnis korporasi serta dalam pengembangan bisnis kedepannya.
pembiayaan dengan skema Green Loan melalui structuring
sesuai standard Asia Pacific Loan Market Association/ Prospek Usaha dan Strategi Bisnis Sindikasi, Properti dan
APLMA telah mendorong fungsi arranger dan keagenan Farmasi Tahun 2026
dalam menangkap peluang bisnis, memperluas jaringan, Di tahun 2026, Bisnis Sindikasi, Properti dan Farmasi akan
serta meningkatkan efisiensi transaksi secara keseluruhan. menerapkan beberapa keys strategies untuk menangkap
peluang bisnis antara lain mempercepat akuisisi bisnis
Disisi lain Bisnis Sindikasi, Properti dan Farmasi juga nasabah-nasabah yang berkinerja unggul (top-tier client),
memaksimalkan pertumbuhan portofolio bisnis pada nasabah berfokus pada pertumbuhan CASA dan peningkatan utilisasi
eksisting yang berkinerja unggul serta fokus pada ekspansi digital platform BRI pada transaksi bisnis nasabah, berperan
bisnis di dalam ekosistem top-tier multifinance di Indonesia. aktif dalam inisiasi maupun pengelolaan jasa bisnis sindikasi
Penetrasi bisnis pada sektor bisnis digital and services juga dan menciptakan peluang bisnis baru melalui kerjasama
telah dilakukan oleh Bisnis Sindikasi, Properti dan Farmasi dengan multinational company.
antara lain ekosistem data center Indonesia, digital wallet
Segmen Lainnya
Segmen lainnya diantaranya meliputi Treasury & International Banking, yang mencakup aktivitas bisnis di bidang Treasury,
International Banking termasuk Unit Kerja Luar Negeri (UKLN), serta Layanan Jasa Pasar Modal (Investment Services) dan
Lainnya yang terdiri dari pendapatan dan beban dari aktivitas penyertaan selain penyertaan pada perusahan anak serta
pendapatan dan beban yang tidak dialokasikan ke segmen bisnis.
RINGKASAN KINERJA BISNIS TREASURY & INTERNATIONAL BANKING
Bisnis Treasury & International Banking (TIB) memiliki tiga bank, jaringan BRI di luar negeri, serta solusi bagi
pilar bisnis, yaitu bisnis Treasury, Bisnis Internasional, nasabah di segmen lainnya.
dan Bisnis Penunjang Pasar Modal (Investment Services)
yang didukung aktivitas enabler liquidity and funding Untuk mendukung tercapainya kerangka BRIvolution
management yang memperkuat struktur funding BRI Reignite sebagai landasan transformasi yang
secara bank wide. Termasuk juga di dalamnya adalah berkelanjutan, TIB juga bertransformasi secara adaptif
overseas channel yang terdiri dari Unit Kerja Luar Negeri dari penyeimbang likuiditas bank menjadi profit
(UKLN) serta Bank Representative (BR). TIB terus generator dengan pengelolaan likuiditas yang lebih
mengoptimalkan peran krusialnya dalam pengelolaan efisien, penguatan product penetration, serta perluasan
likuiditas Bank yang efisien, profitability center yang coverage area untuk memenangkan persaingan dan
bersumber dari transaksi non loan, expertise dalam jasa mendukung bisnis Bank dari aktivitas non core.
pasar modal, penyediaan bank line and korespondensi
272 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 275
Laporan Tahunan
2025
Sepanjang tahun 2025, dinamika perekonomian global yang penuh tantangan serta turbulensi berdampak pada
pergerakan pasar yang sangat volatile. Akan tetapi, TIB mampu memanfaatkan volatilitas tersebut menjadi opportunity
untuk menghasilkan profit. Kombinasi dari aktivitas bisnis treasury melalui transaksi surat berharga dan foreign
exchange (FX), Pengelolaan likuiditas yang agile dan efisien, Bisnis Internasional yang ekspansif, serta bisnis penunjang
pasar modal yang adaptif mampu menghasilkan pencapaian yang patut disyukuri di tahun 2025 yaitu sebagai berikut:
Tabel Pendapatan Bisnis Treasury & International Banking (TIB)
(dalam miliar Rupiah)
Komponen 2025 2024 2023 2022 2021
Total Pendapatan Bunga 19.108 17.630 16.639 16.230 14.945
Pendapatan Bunga Treasury 17.399 16.238 15.637 15.839 14.886
Pendapatan Bunga Bisnis Internasional 1.709 1.392 1.002 391 59
Total Fee Based Income (FBI) 1.149 943 775 644 548
FBI Bisnis Internasional 757 583 452 357 276
FBI Investment Services 392 360 323 287 272
Total Treasury Income 5.423 3.270 2.310 2.609 4.925
Pendapatan Spot and Derivatif 2.041 1.115 428 1.018 1.736
Capital Gain 3.382 2.155 1.882 1.591 3.189
Laba UKLN 1.002 643 340 499 467
Total 26.682 22.373 20.052 20.079 20.884
Peningkatan kinerja secara yoy didorong oleh remittance yang didukung oleh penyediaan bank line
pertumbuhan seluruh aktivitas bisnis di TIB di tengah dengan risk management yang kuat untuk memperluas
pergerakan pasar selama 2025 yang cukup volatile. Total akses counterparty. Sedangkan aktivitas bisnis
Treasury Income mencatatkan All Time High sebesar investment services meliputi layanan jasa kustodian,
Rp5,42 triliun yang dikontribusikan oleh pendapatan RDN, Trustee, Wali Amanat, serta pengelolaan DPLK.
atas transaksi foreign exchange (Spot and Derivatif)
yang tumbuh sebesar 83,05% yoy dan pendapatan dari Pendapatan bunga non-loan di TIB juga mengalami
transaksi surat berharga (Capital Gain) yang tumbuh pertumbuhan sebesar 8,38% secara yoy di tengah tren
56,94% di periode yang sama. suku bunga global yang mengalami penurunan. Hal ini
menunjukkan pengelolaan aset non-loan di Direktorat
Total Fee Based Income (FBI) juga mencatatkan TIB dilakukan secara optimal. Kinerja yang solid tersebut
pertumbuhan positif sebesar 21,84% secara yoy yang juga diperkuat oleh kontribusi yang tinggi dari UKLN
dikontribusikan oleh pendapatan dari bisnis international dengan pencapaian laba tertinggi dalam 5 (lima) tahun
banking dan layanan jasa pasar modal (investment terakhir sebesar Rp1 triliun atau tumbuh 55,52% secara
services). Aktivitas bisnis internasional meliputi yoy.
bisnis correspondent banking, money changer, serta
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 273
Page 276
Analisis dan Pembahasan Manajemen atas Kinerja Bank BISNIS TREASURY Produk dan layanan Treasury merupakan salah satu pilar Di tengah dinamika dan tantangan kondisi perekonomian utama BRI dalam mewujudkan peran sebagai one stop sepanjang tahun 2025, Treasury BRI senantiasa hadir financial solution yang komprehensif bagi nasabah di memberikan solusi keuangan yang tepat, relevan, dan segmen individu maupun korporasi. BRI secara berkelanjutan memiliki nilai tambah bagi nasabah. Secara umum, kebutuhan melakukan pengembangan produk dan layanan Treasury nasabah meliputi transaksi foreign exchange (forex), money yang berorientasi pada kebutuhan nasabah (customer- market, fixed income, dan transaksi terkait produk lindung driven products), dengan tetap mengacu pada regulasi nilai (hedging). internal dan eksternal serta mengedepankan prinsip kehati- hatian dan manajemen risiko. 274 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 277
Laporan Tahunan
2025
1. Foreign Exchange 3. Fixed Income
Perdagangan antara satu mata uang dengan mata uang Produk investasi dengan tingkat pendapatan tetap (fixed
lainnya dengan waktu penyerahan pada tanggal tertentu. income) dalam bentuk layanan perdagangan surat utang
Produk foreign exchange meliputi transaksi today (TOD), atau obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah maupun
TOM, dan Spot. swasta baik melalui primary market maupun secondary
2. Money Market market.
Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 4. Produk Derivatif
6 tahun 2023 tentang Pasar Uang dan Pasar Valuta Transaksi yang didasari oleh suatu kontrak atau
Asing, pasar Uang adalah bagian dari sistem keuangan perjanjian, di mana nilai pembayarannya merupakan
yang bersangkutan dengan kegiatan penerbitan dan turunan (derived) dari nilai instrumen yang mendasari,
perdagangan instrumen keuangan atau efek bersifat seperti suku bunga dan nilai tukar. Transaksi ini dapat
utang yang berjangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) tahun dilakukan dalam bentuk forward maupun instrumen
dalam mata uang Rupiah dan valuta asing, yang berperan derivatif lainnya, baik yang disertai dengan pergerakan
dalam transmisi kebijakan moneter, pencapaian stabilitas atau tanpa pergerakan dana atau instrumen.
sistem keuangan dan kelancaran sistem pembayaran
Tabel Pendapatan Bisnis Treasury
(Bank Only, jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Security Gain 3.381.870 2.154.744 1.227.126 56,95%
Forex Gain 2.041.289 1.114.871 926.418 83,10%
Total Pendapatan Treasury 5.423.159 3.269.615 2.153.543 65,87%
Pada tahun 2025, aktivitas Treasury beradaptasi dengan atas kebutuhan nasabah diharapkan dapat menjadi tonggak
menghadapi berbagai tantangan perekonomian global kinerja Treasury di tahun 2025 di tengah kondisi pasar dan
maupun domestik. Hal ini tercermin dalam peningkatan ekonomi yang masih penuh ketidakpastian, sehingga bisnis
pendapatan non-bunga pada tahun 2025, salah satunya Treasury dapat terus meningkatkan kontribusinya secara
dengan reprofiling aset Treasury dan pengelolaan portofolio berkelanjutan terhadap kinerja BRI dalam berbagai kondisi
foreign exchange secara dinamis dengan memanfaatkan likuiditas, pasar dan ekonomi.
volatilitas dan momentum pergerakan pasar didukung oleh
tren penurunan suku bunga The Fed maupun suku bunga Strategi Bisnis Treasury Tahun 2025
acuan Bank Indonesia. Di tahun 2025, imbal hasil obligasi Pada 2025 strategi bisnis Treasury berfokus pada beberapa
tenor 10 tahun seri benchmark ditutup turun pada 6,07% hal antara lain:
yang sebelumnya pada Desember 2024 ditutup pada 1. Pengelolaan aset dan liabilitas secara adaptif dengan
7,02%. Hal tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan mempertimbangkan risiko likuiditas, pasar dan kredit,
dalam menjaga kinerja yang berasal dari aktivitas transaksi serta menopang pertumbuhan core business. Adapun
surat berharga di tengah pengelolaan portofolio yang dalam memenuhi kebutuhan likuiditas dan memanfaatkan
tetap memperhatikan aspek manajemen risiko. Sehingga kondisi pasar, dilakukan penerbitan instrumen non-DPK
peningkatan penetrasi produk eksisting dan pemasaran termasuk surat berharga tematik berkelanjutan.
produk baru ke nasabah menjadi fokus utama untuk 2. Treasury-linked transaction berdasarkan pipeline kredit,
mendorong kinerja pendapatan non bunga sebagai sumber trade finance, dan funding dimana setiap realisasi
pendapatan Treasury yang berkelanjutan. atas transaksi tersebut tidak berhenti pada penyaluran
fasilitas, tetapi juga menciptakan peluang produk
Pengembangan bisnis Treasury di tahun 2025 berfokus treasury dengan kontrak melekat (embedded), sehingga
pada penguatan kapabilitas dan kualitas pemasar untuk mendorong peningkatan volume transaksi, pendalaman
peningkatan client based transaction yang ditopang oleh relasi dengan nasabah, serta kontribusi pendapatan
pengembangan customer driven products sebagai solusi berkelanjutan bagi BRI.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 275
Page 278
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
3. Inisiatif pembentukan Regional Treasury Team 9. Bank Indonesia – Apresiasi Bank Kontributor JIBOR
dilaksanakan sebagai upaya untuk memperkuat 10. KEHATI ESG Award 2025 – Best Debt and Project
kedekatan dengan nasabah serta meningkatkan Financing - Issuer/Borrower 2025
efektivitas akuisisi dan pengelolaan transaksi treasury.
Inisiatif ini bertujuan mendorong peningkatan penetrasi BRI terus membangun budaya inovatif termasuk untuk
bisnis pada segmen nasabah individu, High Net Worth meningkatkan aktivitas Treasury yang sesuai dengan visi di
Individuals (HNWI), dan korporasi melalui pendekatan tahun 2025 untuk menjadi Market Leading Bank in Treasury
yang lebih terfokus, responsif, dan berorientasi pada and Global Services with Sustainable and Meaningful
kebutuhan nasabah. Contribution to BRI Group. Beberapa kegiatan inovasi yang
4. Peningkatan layanan bisnis serta eksplorasi produk dilakukan sepanjang tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Treasury yang didukung oleh digitalisasi proses secara 1. Peningkatan pengelolaan margin repo melalui penggunaan
berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan nasabah Tri Party Agent (TPA) repo untuk memperkuat mitigasi
(customer driven products), melalui optimalisasi dan risiko, transparansi, dan efisiensi proses bisnis.
pemanfaatan berbagai channel digital seperti BRImo, 2. Optimalisasi portofolio surat berharga korporasi
QLola (QCash), API dan e-channel lainnya, serta secara selektif sebagai underlying transaksi repo
pemutakhiran BRIefx. Upaya tersebut turut diperkuat dalam mendukung pengelolaan likuiditas diiringi oleh
melalui peningkatan kolaborasi dengan unit kerja terkait peningkatan kapabilitas infrastruktur core system treasury
dalam pengembangan produk dan layanan baru, serta 3. Pemanfaatan floating rate note milik Bank Indonesia (BI-
penguatan kualitas human capital guna mendukung FRN) sebagai bentuk optimalisasi ekses likuiditas dengan
keberlanjutan pertumbuhan bisnis Treasury. mempertimbangkan risiko suku bunga yang terukur.
5. Pengembangan structured products serta produk 4. Peningkatan aspek pengelolaan risiko operasional
derivatif berbasis suku bunga dilakukan sebagai upaya dengan efisiensi proses bisnis dalam layanan transaksi
eksplorasi produk baru untuk memenuhi kebutuhan pemanfaatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam
client. (DHE SDA) dan terintegrasi pada system treasury.
5. Funding plan penerbitan instrumen non-DPK digunakan
Keunggulan Kompetitif dan Inovasi Bisnis Treasury untuk memenuhi kebutuhan likuiditas BRI. Penerbitan
Keunggulan kompetitif BRI dengan jaringan yang tersebar funding non-DPK dilakukan tentatif dengan tetap
di seluruh wilayah di Indonesia menjadi salah satu kunci memperhatikan pertumbuhan DPK dan pinjaman
peningkatan client base Treasury, khususnya pada di serta kondisi pasar. Penerbitan non-DPK ini termasuk
segmen ritel. Keberadaan Regional Treasury Team (RTT) penerbitan Long Term Notes (LTN) dalam rangka
yang telah dibentuk BRI turut berperan sebagai katalis positif pembiayaan kredit Tapera, Social Bond dalam rangka
dalam memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan pembiayaan UMKM dan Surat Berharga Komersial (SBK)
kualitas DNA efektivitas layanan Treasury kepada nasabah. untuk mendukung pembiayaan jangka pendek bank
Selain itu, Treasury BRI secara berkelanjutan melakukan serta pendalaman pasar keuangan Indonesia.
pengembangan kapabilitas sumber daya manusia sebagai
bagian dari komitmen untuk memperkuat fondasi aktivitas Prospek Usaha dan Strategi Bisnis Treasury Tahun 2026
Treasury yang optimal, berkelanjutan dan selaras dengan Strategi bisnis Treasury untuk tahun 2026 bertujuan untuk
kebutuhan bisnis ke depan. Pada tahun 2025, Treasury menopang core business BRI untuk menjadi Market-Leading
BRI mendapatkan beberapa penghargaan atas kinerja dan in Treasury Activities, Driving Sustainable Growth and
kontribusinya di pasar keuangan, yaitu: Meaningful Contributions Across the BRI Group. Di tengah
1. The Asset Triple A Awards for Sustainable Finance – Best dinamika global yang ditandai oleh ketidakpastian arah
Issuer for Sustainable Finance kebijakan ekonomi dan meningkatnya risiko geopolitik, serta
2. Alpha Southeast Asia - Best FX Bank for Hedging proyeksi penurunan suku bunga yang terbatas dibandingkan
requirements (Corporates and FIs) 2025. dengan tahun 2025, Treasury BRI mengoptimalkan
3. Alpha Southeast Asia – Best FX Bank for Structured pendekatan yang adaptif dan agile untuk menangkap
Products: Treasury Yield Enhancements 2025. peluang pasar secara proaktif, dengan tetap didukung oleh
4. Asian Banking and Finance Wholesale Banking Awards – pengelolaan risiko yang terukur. Treasury BRI berfokus
Indonesia Domestic Foreign Exchange Bank of the Year pada penerapan portfolio management yang active dan
5. Asian Banking and Finance Wholesale Banking Awards agile, diiringi oleh perluasan client base secara segmentasi
– Indonesia Domestic Green Financing Bank of the Year dan regional, khususnya melalui penguatan coverage pada
6. LSEG FX Award Indonesia 2025 – Best State Bank wilayah Medan, Surabaya dan Jakarta. Selain itu, Treasury
7. Bank Indonesia – Bank Pendukung Pengembangan Pasar BRI secara aktif mengembangkan produk dan inovasi
Uang Rupiah Terbaik yang selaras dengan kebutuhan client dan pertumbuhan
8. Bank Indonesia – Bank Mitra Transmisi Kebijakan dalam perekonomian, termasuk berperan sebagai Main Bank
rangka Pencapaian Sasaran Operasi Moneter Rupiah Rekening Khusus Devisa Hasil Ekspor (Reksus DHE) serta
Terbaik pengembangan structured products.
276 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 279
Laporan Tahunan
2025
INTERNATIONAL BUSINESS
BRI memiliki kapabilitas dan pengalaman dalam melayani c. LC /Non LC Confirmation Business, yakni jaminan
kebutuhan aktivitas keuangan nasabah termasuk dalam tambahan dari BRI yang diberikan kepada beneficiary
produk dan jasa layanan di bidang International Business. atas LC/SKBDN yang diterbitkan oleh counterpart
Perkembangan International Business di BRI didukung bank (issuing bank).
oleh layanan Correspondent Banking, Cross Border d. Trade Asset Participation Business, adalah
Payment, dan Banknotes, serta didukung oleh Overseas pengambilalihan sebagian atau keseluruhan tagihan
Channel Management and Development Department yang (bank risk) dengan underlying trade finance yang
mensupervisi seluruh Unit Kerja Luar Negeri BRI, dan Bank mengacu pada Master Risk Participation Agreement.
Line Management Department sebagai pendukung layanan e. Banker Acceptance, merupakan fasilitas likuiditas
International Business. jangka pendek yang diberikan BRI sebagai lender
atau funding bank kepada counterpart bank dengan
Layanan International Business BRI juga didukung oleh underlying trade LC/Non-LC.
kehadiran Unit Kerja Luar Negeri yang berada di New York, f. Bank to Bank Forfaiting Business, adalah
Cayman Islands, Singapura, Hong Kong, Dili, dan Taipei. Selain pengambilalihan tagihan (payment claim) tanpa
itu, terdapat perwakilan dari Kantor Pusat BRI di luar negeri hak regress dengan underlying Trade Finance
yang berfungsi melakukan referral business atas produk dan Transaction yang mengacu pada Uniform Custom
layanan BRI Kantor Pusat, Unit Kerja Luar Negeri BRI dan BRI Rules for Forfaiting (URF).
Group serta berkomunikasi dengan seluruh stakeholders BRI g. Bank Loan, merupakan fasilitas pinjaman yang
(nasabah, pemegang saham, regulator, dan lain-lain) dalam diberikan oleh BRI kepada Bank Koresponden dalam
bentuk Bank Representatives BRI yang berada di koridor rangka pemenuhan likuiditas bagi bank koresponden
Malaysia, Korea Selatan, Jepang, Hongkong, China, Arab dalam mata uang rupiah maupun mata uang asing.
Saudi, Uni Emirat Arab, Jerman dan USA. 2. Cross Border Payment Business Products
Cross Border Payment (Fund Transfer) dapat didefinisikan
International Business BRI didukung oleh pekerja profesional sebagai suatu pergerakan/perpindahan dana secara
yang telah memiliki sertifikasi product specialist berskala lintas negara dari pengirim (The Originator of Payment)
internasional yang relevan seperti Certified International kepada penerima (The Beneficiary of Payment). Produk
Trade Finance (CITF), Certificate for Specialist in Demand ini meliputi Incoming Cross Border Payment (Kerjasama
Guarantee (CSDG), dan sertifikasi terkait yang diperbaharui dan Non Kerjasama) dan Outgoing Cross Border Payment
secara berkala. International Business BRI bekerja sama terintegrasi dengan digital channel BRI.
dengan lebih dari 1.200 Bank Koresponden di seluruh dunia a. Incoming Cross Border Payment (partnership dan
dengan layanan lebih dari 140 mata uang asing, lebih dari 100 commercial)
Remittance Company di seluruh dunia, serta didukung Unit - Incoming Kerjasama merupakan layanan
Kerja Operasional yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia. pengiriman dana dari luar negeri ke Indonesia
BRI juga melayani transaksi jual beli mata uang asing dalam menggunakan aplikasi BRIfast dengan melalui
22 jenis mata uang asing di seluruh unit kerja operasional. Channel Counterpart kerjasama BRI yang ada
di luar negeri, umumnya transaksi ini bersumber
BRI memiliki produk dan layanan international bisnis yang dari remitansi PMI (Pekerja Migran Indonesia).
komprehensif dan terupdate, antara lain: - Incoming Non-Kerjasama merupakan layanan
1. Correspondent Banking Business Products pengiriman dana dari luar negeri ke Indonesia
a. Bank Guarantee Issuance Under Counter Guarantee, dengan menggunakan platform SWIFT, umumnya
yaitu Penerbitan Bank Garansi Lokal kepada transaksi ini merupakan transaksi yang memiliki
Bouwheer yang diterbitkan atas dasar Counter underlying trade (ekspor-impor).
Guarantee yang diterima dari Bank Koresponden. b. Outgoing Cross Border Payment
b. LC/Non LC Refinancing Business, yaitu pembiayaan Merupakan layanan transfer dengan tujuan luar negeri
jangka pendek oleh Funding Bank atas L/C yang menggunakan mata uang valas termasuk transfer
diterbitkan oleh BRI (issuing bank). dana ke dalam negeri menggunakan mata uang valas.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 277
Page 280
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
c. Layanan Global MT 940 dan MT 101 c. BRI Cayman Islands Branch
Merupakan fasilitas layanan untuk mengakomodasi BRI Cayman Islands Branch didirikan pada tahun
kebutuhan layanan SWIFT bagi multinational 1992 dan memiliki lisensi tipe B dari Cayman Island
company non-bank, khususnya yang memiliki Monetary Authority (CIMA). BRI Cayman Island
jaringan unit usaha di Indonesia. Branch berfokus pada penyediaan fasilitas pinjaman
3. Banknotes Business Products untuk kebutuhan pembiayaan korporasi dan
a. Transaksi Pembelian dan penjualan banknotes, yaitu pemerintah, layanan trade finance yang mendukung
transaksi pembelian dan penjualan Uang Kertas aktivitas perdagangan internasional nasabah, serta
Asing (UKA) secara fisik melalui transaksi money pengelolaan dan eksekusi transaksi treasury. Peran
changer, dengan dukungan tenaga pemasar yang cabang ini turut mendukung strategi BRI dalam
telah memiliki sertifikasi terkait bidang tersebut. memberikan solusi keuangan yang kompetitif dan
b. Tarik dan setor tunai banknotes, yaitu penarikan efisien, termasuk optimalisasi struktur pendanaan.
maupun penyetoran banknotes dari dan ke rekening d. BRI Singapore Branch
simpanan valas nasabah yang dilayani di unit kerja BRI Singapore Branch berdiri pada tahun 2015
operasional BRI. dengan wholesale banking licensed untuk menjadi
c. Transaksi same currency, yaitu penjualan dan/atau trade finance hub BRI yang melayani transaksi
pembelian banknotes ke bank/counterpart lain perdagangan antara Indonesia dan South East Asia.
dengan pembayaran currency yang sama dan rate Pembukaan Kantor Cabang BRI di Singapura juga
yang kompetitif. merupakan langkah BRI dalam upaya mengakomodir
4. Overseas Channel Management and Development customer business yang memiliki bisnisnya di wilayah
Overseas Channel Management and Development South East Asia (SEA). Aktivitas bisnis BRI Singapore
merupakan departemen yang bertanggung jawab Branch meliputi layanan loan, trade finance dan
terhadap pengelolaan dan pengembangan Unit Kerja treasury terkait Indonesia related business.
Luar Negeri (UKLN) BRI, dalam hal ini melakukan e. BRI Timor Leste Branch
perencanaan bisnis luar negeri, pembinaan, fungsi liaison BRI Timor Leste Branch memiliki Lisensi Level B
atas kebutuhan bisnis dan operasional, monitoring dan dari Banco Central de Timor-Leste (BCTL) dan
evaluasi kinerja UKLN BRI. Adapun daftar Unit Kerja Luar resmi beroperasi di Dili, Timor Leste sejak tanggal
Negeri (UKLN) BRI yaitu sebagai berikut: 14 Maret 2017. BRI Timor Leste menawarkan
a. BRI New York Agency produk berupa pinjaman, simpanan (tabungan, giro,
Berdiri sejak tanggal 8 April 1988 dengan Foreign deposito), treasury (pasar uang, pertukaran mata
Agency License. BRI New York Agency merupakan uang asing, pengelolaan surat berharga), remittance,
UKLN pertama BRI untuk mengakomodir customer trade finance, bank garansi, safe deposit box,
business dalam memfasilitasi transaksi loan, trade dan konsultan finansial. Transaksi bersifat multi-
finance, treasury, remittance, serta payment dan currencies. Saat Ini BRI Timor- Leste memiliki 3
settlement dalam mata uang USD, serta membantu Sub Branch yang tersebar di beberapa lokasi yaitu
mempromosikan UMKM BRI di pasar Amerika kepada Audian, Hudi Laran dan Fatuhada.
perbankan nasional dan bank lain di luar negeri. BRI f. BRI Taipei Branch
New York Agency juga dapat menyediakan layanan BRI Taipei Branch merupakan perwakilan resmi
USD clearing services. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di Taiwan
b. BRI Hong Kong Representative Office yang telah memperoleh lisensi penuh sebagai bank
Berdiri pada tahun 1989 sebagai Unit Kerja Luar asing ritel dari Banking Bureau-Financial Supervisory
Negeri kedua, BRI Hong Kong memiliki lisensi Commission, Republic of China (Taiwan) dan mulai
sebagai Representative Office. Peran BRI Hong Kong beroperasi sejak 30 November 2021, dengan
Representative Office adalah mewakili BRI Group komitmen menyediakan layanan perbankan ritel dan
dalam berkomunikasi dengan seluruh stakeholders korporasi yang mencakup produk simpanan, fasilitas
BRI di Hong Kong. BRI Hong Kong Representative kredit, pembiayaan perdagangan, pengiriman uang
Office juga turut membantu mempromosikan UMKM internasional, serta berbagai solusi keuangan dan
BRI di pasar Hong Kong dan Tiongkok. produk perbankan lainnya.
278 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 281
Laporan Tahunan
2025
5. Bank Line Management
Bank Line Management merupakan departemen yang bertanggung jawab atas pengelolaan limit yang diberikan kepada
Counterparty yaitu Bank untuk keperluan transaksi Trade Finance, Correspondent Banking Business, dan Treasury yang
bersifat Committed dan Uncommitted. Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh departemen ini antara lain:
a. Analisis kondisi makro dan risiko negara counterpart.
b. Analisis dan rekomendasi pemberian fasilitas bank line.
c. Due diligence terhadap counterpart dalam rangka pemberian fasilitas bank line.
d. Monitoring kinerja counterpart dan utilisasi bank line untuk mendorong yield enhancement.
Tabel Kinerja (Produktivitas) International Business
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Volume International Business 2.888 2.792 96 3,44%
(dalam triliun rupiah)
Jumlah Transaksi International Business 16,98 15,18 2 11,86%
(dalam juta rupiah)
Revenue International Business 2.462 1.848 614 33,23%
(dalam miliar rupiah)
International Business mencatatkan pertumbuhan kinerja pendapatan dari layanan money changer di seluruh unit
yang signifikan sepanjang tahun 2025. Pendapatan revenue kerja operasional dan gerai money changer BRI. Sedangkan
International Business mencapai Rp2,46 triliun atau tumbuh Cross Border Payment Business memberikan kontribusi
sebesar 33,23% dibandingkan angka tahun 2024 sebesar pendapatan yang didukung oleh pertumbuhan transaksi
Rp1,85 triliun. Pertumbuhan revenue tersebut selaras dan perdagangan internasional dan jaringan kerja sama dengan
didukung oleh peningkatan volume transaksi dan jumlah partner yang berasal dari seluruh dunia dengan transaksi
transaksi International Business sebagai berikut. terbesar berasal dari Diaspora Indonesia di negara-negara
seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Taiwan, Hong Kong,
Volume transaksi International Business mencapai sebesar Korea Selatan, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Rp2.888 triliun atau tumbuh sebesar 3,44% dibandingkan
angka tahun 2024 dengan volume transaksi sebesar Rp2.792 Strategi International Business Tahun 2025
triliun sejalan dengan pertumbuhan transaksi international Uraian strategi International Business Tahun 2025 dijabarkan
bisnis sebesar 11,86% secara year-on-year. sebagai berikut:
Pertumbuhan kinerja tersebut bersumber dari 3 (tiga) 1. Cross Border Payment Business Strategy
segmen International Business yaitu Correspondent Banking Berkomitmen untuk memberikan pelayanan transaksi
Business, Cross Border Payment Business dan Banknotes Incoming dan Outgoing Cross Border Payment Business
Business. Correspondent Banking Business memberikan melalui:
kontribusi pendapatan dari transaksi bank to bank business a. Integrasi jaringan sistem perusahaan Global Money
dengan underlying trade seperti trade asset participation, Transfer Operator (MTO) untuk meningkatkan
refinancing LC/SKBDN, bank-to-bank forfaiting, bankers layanan.
acceptance, bank loan, serta penerbitan bank garansi atas b. Perluasan channel layanan outgoing/transfer
dasar kontra garansi dari bank koresponden dan confirmation internasional melalui platform aplikasi digital
LC/SKBDN. Banknotes business memberikan kontribusi SuperApps untuk meningkatkan penetrasi pasar ritel.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 279
Page 282
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
c. Bank Representative (BR) sebagai katalis bagi 5. Bank Line Management Strategy
Indonesian related business untuk menggunakan a. Pengembangan aplikasi BRISPOT Bank Line untuk
jasa atau layanan BRI. mempercepat proses prakarsa dan keputusan bank
line.
2. Banknotes Business Strategy b. Dukungan pemberian bank line untuk kebutuhan
a. Digitalisasi transaksi money changer untuk Trade Finance, International Business, dan Treasury
meningkatkan pelayanan di unit kerja dan Gerai dengan menjaga kualitas kredit.
Money Changer. c. Banking industry update bagi negara dengan
b. Perluasan pasar retail banknotes untuk memenuhi eksposur atau risiko tinggi.
kebutuhan Wisatawan Asing, Jamaah Umroh & Haji, d. Penguatan kebijakan dan manajemen risiko melalui
serta Business Traveler. review ketentuan internal yang disesuaikan dengan
c. Perluasan layanan pada Bandara Internasional, ketentuan eksternal.
Pelabuhan Internasional, serta Pos Lintas Batas
Negara dengan potensi traffic tinggi. Keunggulan Kompetitif dan Inovasi International Business
Uraian keuanggulan kompetitif dan Inovasi International
3. Correspondent Banking Business Strategy Business dijabarkan sebagai berikut:
a. Peningkatan transaksi melalui onboarding bank
koresponden baru serta optimalisasi bank 1. Cross Border Payment Business
koresponden eksisting dengan pengelolaan risiko a. Keunggulan Kompetitif
yang baik. - Memiliki Bank Representative dan Perusahaan
b. Pengukuran risiko dalam aktivitas Correspondent Anak di negara tujuan utama penempatan
Banking dengan memperhatikan kondisi pasar, Pekerja Migran Indonesia (Malaysia, Korea
kesehatan bank, rating bank, reciprocal business, Selatan, Jepang, Hongkong China, Arab Saudi,
serta suku bunga acuan. dan Uni Emirat Arab)
c. Penyediaan alternatif funding bagi wholesale - Memiliki Bank Representative dan perusahaan
customer BRI melalui instrumen LC/Non LC anak di negara tujuan utama penempatan PMI.
Refinancing Business. - Jaringan lebih dari 100 counterpart global untuk
d. Peningkatan kapasitas RM melalui kerja sama mendukung layanan transfer lintas negara.
dengan BRI Corporate University dalam pendidikan - Layanan outgoing cross border payment melalui
dan sertifikasi product specialist. QLola dan BRImo dengan lebih dari 140 mata
uang.
4. Overseas Channel Management and Development b. Inovasi
Strategy - Multiple channel transaksi outgoing melalui
a. Berperan sebagai business intermediaries antara BRI SuperApps BRImo dan QLola.
Kantor Pusat, BRI Group dan Unit Kerja Luar Negeri. - Layanan pencairan tunai incoming melalui Agen
b. Peningkatan transaksi international business dan BRILink.
treasury serta penguatan BRI New York Agency - Aplikasi incoming bekerja sama dengan
sebagai USD clearing service provider di Asia counterpart BRI.
Tenggara.
c. Penguatan peran BRI Singapore Branch sebagai 2. Banknotes Business
Financial and Trade Hub di Asia Tenggara. a. Keunggulan Kompetitif
d. Digitalisasi layanan untuk mendukung BRI Taipei - Jaringan layanan di pintu masuk dan keluar
Branch sebagai payment gateway pasar Asia Timur. Indonesia (bandara, pelabuhan, PLBN).
e. Penguatan bisnis BRI Timor Leste melalui diversifikasi - Rate kompetitif dengan proses negosiasi cepat.
segmen dan penambahan temporary outlet. - Pengelolaan stock banknotes profesional dengan
f. Dukungan promosi UMKM Indonesia di luar negeri infrastruktur dan tenaga ahli.
serta implementasi konsep follow customer business. - Jaringan luas di seluruh unit kerja BRI termasuk
layanan weekend banking.
280 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 283
Laporan Tahunan
2025
- Melayani 22 currency utama dunia yaitu yaitu - Kerja sama dengan berbagai instansi untuk
USD, EUR, AUD, JPY, SGD, GBP, SAR, THB, HKD, meningkatkan business matching dan referral.
CNY, NZD, AED, MYR, BND, CHF, KRW, PGK,
CAD, TWD, PHP, INR dan VND. 5. Bank Line Management
b. Inovasi a. Keunggulan Kompetitif
- Cashless money changer melalui QRIS dan Fungsi prakarsa bank line yang terpisah dari fungsi
BRIVA. marketing (4 eyes principle), sehingga lebih terfokus
- Pengembangan Gerai BRI Money Changer di dalam pengelolaan bank line untuk meningkatkan
bandara, pelabuhan, dan perbatasan. pelayanan kepada nasabah dan stakeholder.
- Ekosistem layanan bagi biro travel umroh dan b. Inovasi
haji. Otomasi proses prakarsa bank line melalui
pengembangan aplikasi BRISPOT Bank Line
3. Correspondent Banking Business
a. Keunggulan Kompetitif Prospek Usaha dan Strategi International Business
- Jaringan korespondensi global dengan lebih dari Tahun 2026
1.200 bank di seluruh dunia. International Business Group BRI terus meningkatkan
- Produk correspondent banking yang produktivitas di tengah ketidakpastian global serta menjaga
komprehensif untuk kebutuhan borrowing kualitas layanan untuk memenuhi kebutuhan bisnis nasabah.
maupun lending. Peningkatan kontribusi pendapatan dilakukan melalui
- Jaringan unit kerja luas dengan tenaga marketing peningkatan volume transaksi correspondent banking,
dan operasional yang kompeten. cross border payment, dan banknotes business. Untuk
- Dukungan Unit Kerja Luar Negeri dan Bank mewujudkan hal tersebut, International Business BRI tahun
Representative. 2026 memiliki strategi sebagai berikut:
b. Inovasi
- Implementasi produk correspondent banking 1. Cross Border Payment Business
yang variatif untuk kebutuhan likuiditas bank a. Prospek Usaha
domestik maupun foreign bank. - Bisnis incoming PMI memiliki prospek kuat
- Layanan same day service penerbitan Bank karena remitansi yang besar dan rutin hingga
Guarantee atas Counter Guarantee wilayah rural.
- Perluasan jaringan counterpart global untuk
4. Overseas Channel Management and Development meningkatkan transaksi incoming dan outgoing.
a. Keunggulan Kompetitif - Penambahan retail-based customer melalui
- Ketersediaan pembiayaan serta produk dan BRImo dan QLola.
layanan bagi pelaku ekspor-impor. - Peningkatan transaksi incoming BRIFast Cash
- Akses layanan perbankan global termasuk USD oleh walk in customer.
Clearing Services. b. Strategi Bisnis
- Layanan digital bagi nasabah ritel dan wholesale - Penetrasi calon PMI pada tahap pra-
di luar negeri. keberangkatan sebagai pipeline pengguna baru.
- Dukungan pengembangan UMKM menuju pasar - Integrasi jaringan sistem perusahaan-perusahaan
internasional. Global Money Transfer Operator (MTO) untuk
- Menjadi business catalyst bagi segmen bisnis memperluas peningkatan layanan.
lainnya dengan melakukan referral business. - Pengembangan layanan outgoing melalui BRImo
- Memiliki hubungan bisnis yang baik dengan (segmen ritel) dan QLola (segmen korporasi)
instansi bank maupun non-bank di masing- - Perluasan koridor negara baru untuk potensi
masing negara. transaksi incoming.
b. Inovasi - Perluasan layanan remitansi melalui e-wallet,
- Pengembangan produk dan layanan baru pada Agen BRILink, dan digital saving.
overseas channel BRI.
- Digitalisasi produk dan layanan perbankan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 281
Page 284
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
2. Banknotes Business - Aktif melakukan front loading transaksi yang
a. Prospek Usaha menghasilkan pendapatan bunga untuk
- Potensi perluasan jaringan pada akses masuk mengoptimalkan yield enhancement atas
Indonesia melalui darat, laut, dan udara. transaksi Correspondent Banking Business.
- Penguatan segmen retail melalui dukungan
E-Channel BRI (QRIS dan BRIVA). 4. Overseas Channel Management and Development
b. Strategi Bisnis a. Strategi Bisnis
- Digitalisasi transaksi money changer melalui - Eksplorasi bisnis baru melalui upgrading license
pengembangan layanan transaksi QRIS, dan overseas channel.
BRIVA untuk meniningkatkan efektifitas dan - Penguatan bisnis eksisting untuk optimalisasi
efisiensi pelayanan transaksi. aset dan liabilities.
- Kerja sama dengan AMPHURI untuk akuisisi - Ekspansi pasar ke wilayah baru.
transaksi jamaah dan travel umroh haji. - Kajian pembukaan overseas channel di negara
- Pembukaan gerai money changer di bandara, potensial.
pelabuhan, dan PLBN. - Pengembangan produk baru untuk nasabah
- Rebranding unit kerja potensial pada daerah korporasi dan ritel.
pariwisata dan pusat keramaian. - Peningkatan referral business serta program
- Digitalisasi transaksi melalui QRIS dan BRIVA. internship pekerja BRI di overseas channel.
- Program Internship pekerja BRI dalam rangka
3. Correspondent Banking Business meningkatkan kapabilitas human capital BRI
a. Prospek Usaha
- Proyek strategis pemerintah membuka peluang 5. Bank Line Management
penerbitan Bank Guarantee Under Counter a. Strategi Bisnis
Guarantee. - Enhancement aplikasi BRISPOT Bank Line untuk
- Potensi penurunan rate acuan memberikan mempercepat prakarsa dan putusan bank line.
peluang bagi BRI untuk mendapatkan aset lebih - Dukungan optimal dalam pemberian bank line
banyak dari transaksi secondary market dengan yang mendukung kebutuhan International
menjadi lender pada transaksi-transaksi seperti Business dan Treasury dengan tetap menjaga
Trade Asset Participation, Refinancing LC UPAS/ kualitas kredit.
UPAU dan Interbank Forfaiting. - Efisiensi proses bisnis melalui review proses
b. Strategi Bisnis prakarsa dan putusan bank line.
- Berkontribusi aktif pada proyek strategis dalam - Banking industry update untuk negara yang
penyediaan layanan penerbitan Bank Garansi memiliki eksposur atau risiko tinggi.
atas Counter Guarantee dari Bank Koresponden - Penguatan mitigasi risiko melalui monitoring
dan melakukan kolaborasi aktif dengan Regional kinerja counterparty secara berkala.
Office BRI, Group Wholesale terkait, dan
Overseas Channel BRI.
BISNIS JASA PENUNJANG PASAR MODAL
Bisnis Jasa Penunjang Pasar Modal (Investment Services
Business) fokus pada pengembangan jasa penunjang Produk dan jasa yang ditawarkan Bisnis Jasa Penunjang
investasi pada dua ekosistem bisnis, yaitu ekosistem human Pasar Modal di antaranya sebagai berikut:
resources bagi nasabah dan ekosistem penunjang investasi 1. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)
pasar modal. Pada ekosistem human resources, Dana Dana Pensiun Lembaga Keuangan Bank Rakyat Indonesia
Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) membantu nasabah (DPLK BRI) didirikan oleh PT Bank Rakyat Indonesia
baik korporasi maupun individu untuk mempersiapkan (Persero) Tbk tanggal 26 Maret 2004 berdasarkan
kesejahteraan di masa purnakarya. Pada ekosistem Keputusan Direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
penunjang investasi pasar modal, BRI memiliki beberapa Tbk Nomor B. 140- DIR/KUI/TRY/03/2004 tanggal 26
layanan unggulan yaitu jasa bank kustodian, trust and Maret 2004 dan telah mendapatkan pengesahan dari
corporate service dan wali amanat. Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor KEP-97/
282 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 285
Laporan Tahunan
2025
KM.6/2004 tanggal 24 Mei 2004. Saat ini DPLK BRI 3. Jasa Wali Amanat
menjadi salah satu DPLK terbesar di Indonesia dengan BRI telah mendapatkan izin untuk bertindak sebagai wali
jaringan kerja tersebar dan layanan produk dan program amanat dengan terdaftar di Bapepam (sekarang Otoritas
pensiun paling lengkap. Untuk meningkatkan layanannya, Jasa Keuangan) Nomor 08/STTD-WA/PM/1996 tanggal
DPLK BRI telah memperoleh Sertifikasi International 11 Juni 1996. BRI telah berpengalaman dalam bertindak
ISO9001:2015. sebagai wali amanat dan telah mendapat kepercayaan
dari berbagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara
DPLK BRI menyelenggarakan Program antara lain: (BUMN), perbankan dan korporasi lainnya dalam hal
• BRI DPLK Iuran Pasti penerbitan obligasi, sukuk dan MTN. BRI memahami
• BRI DPLK Pasca Kerja betul tugasnya sebagai jasa wali amanat dengan
• BRI DPLK Dana Kesehatan mewakili dan melindungi kepentingan para pemegang
obligasi, sukuk atau MTN sesuai dengan ketentuan yang
DPLK BRI memiliki pilihan investasi yang lengkap dan tercantum dalam akta perjanjian perwaliamanatan.
beragam yang dapat dipilih oleh Peserta antara lain:
• Pasar Uang Ruang Lingkup layanan Jasa Wali Amanat meliputi:
• Pendapatan Tetap • Wali Amanat
• Saham • Agen Jaminan
• Pasar Uang Syariah • Agen Pemantau
• Berimbang Syariah.
4. Jasa Trust and Corporate Services
Untuk pilihan paket investasi konvensional, DPLK BRI juga Layanan Jasa Trust BRI merupakan layanan jasa
memiliki fitur kombinasi yaitu peserta dapat menentukan penitipan harta nasabah yang berupa aset finansial
sendiri kombinasi yang diinginkan sesuai dengan risk untuk dan atas nama nasabah. BRI merupakan Bank
profile masing-masing peserta. pertama di Indonesia yang memperoleh izin dari Bank
Indonesia untuk menjalankan layanan Jasa Trust di
2. Jasa Kustodian Indonesia melalui surat Bank Indonesia No. 15/19/DPB1/
BRI melakukan kegiatan jasa penitipan harta (bank PB1-3 tanggal 12 Februari 2013 dan surat penegasan
kustodian) sejak tahun 1996 berdasarkan izin operasi Bank Indonesia No. 15/30/DPB1/PB1-3 tanggal 19 Maret
melalui Surat Keputusan Ketua Bapepam Nomor 91/ 2013.
PM/1996 tanggal 11 April 1996 dan telah ditunjuk sebagai
Sub Registry dalam melaksanakan transaksi obligasi Ruang lingkup layanan Jasa Trust BRI meliputi:
Pemerintah dan penatakerjaan SBI Scripless oleh Bank • Layanan Jasa Agen Pembayar
Indonesia. • Layanan Jasa Agen Peminjaman
• Layanan Jasa Agen Investasi
Jasa Kustodian meliputi jasa-jasa sebagai berikut:
• Jasa Penyimpanan (safe keeping services) dan BRI saat ini telah memberikan pelayanan Jasa Trust
portfolio valuation untuk transaksi-transaksi keuangan yang melibatkan
• Jasa Penyelesaian transaksi (settlement handling) proyek minyak dan gas (Migas) baik yang dilaksanakan
• Jasa Penagihan penghasilan (income collection), oleh anggota Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) di
termasuk pembayaran pajaknya bawah naungan SKK Migas maupun proyek-proyek non
• Jasa Corporate action dan proxy services K3S.
• Jasa Informasi dan pelaporan (reporting services)
• Jasa Custody Unit Link dan DPLK Di samping memberikan layanan Jasa Trust, BRI juga
• Jasa Kustodian untuk sekuritisasi aset memberikan layanan jasa Corporate Services seperti
• Jasa Kustodian Global untuk surat berharga yang Agen Pembayar dan Agen Penampungan untuk sektor
diterbitkan di luar negeri diluar migas, antara lain sektor infrastruktur, energi,
perdagangan dan industri kimia.
Untuk meningkatkan layanannya, Kustodian BRI telah
menjadi anggota langsung dari Euroclear, memiliki
Sertifikasi Kustodian Syariah, menyediakan fitur Multi-
Share Class untuk Reksadana dan telah memperoleh
Sertifikasi Internasional ISO9001:2015.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 283
Page 286
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Tabel Kinerja (Produktivitas) Bisnis Jasa Penunjang Pasar Modal
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Fee Based Income 391.640 360.101 31.539 8,76%
Aset Kelolaan Kustodian 1.612.600.051 1.412.304.310 200.295.741 14,18%
Aset Kelolaan DPLK 30.634.529 26.912.513 3.722.016 13,83%
Fee based income bisnis jasa penunjang pasar modal b. One stop service, layanan terpadu satu pintu melalui
tahun 2025 sebesar Rp391,64 miliar, meningkat 8,76% relationship officer yang memberikan kenyamanan
dibandingkan dengan tahun 2024 yang sebesar Rp360,10 bagi nasabah.
miliar. Aset kelolaan kustodian tahun 2025 sebesar 1.613 c. Reliable, didukung dengan sistem teknologi informasi
triliun, meningkat 14,18% dibandingkan dengan tahun 2025 yang andal oleh tim accounting, tax and reporting,
yang sebesar Rp1.412 triliun. Aset DPLK tahun 2025 sebesar settlement, dan compliance yang berpengalaman.
Rp30,63 triliun, meningkat 13,83% dibandingkan dengan d. Experienced, berpengalaman mengelola berbagai
tahun 2024 yang sebesar Rp26,91 triliun. Hal ini sejalan jenis efek, reksa dana, unit link, Kontrak Pengelolaan
dengan peningkatan penetrasi nasabah serta perluasan Dana (KPD), efek beragun aset dan private
customer base yang dilakukan di tahun 2025. placement.
e. Global network, terhubung dengan jaringan
Strategi Bisnis Jasa Penunjang Pasar Modal Tahun 2025 international central securities depository euro clear
Bisnis Jasa Penunjang Pasar Modal tahun 2025 memiliki untuk transaksi efek global.
strategi sebagai berikut: f. Competitiveness fees, imbalan jasa kustodian yang
1. Inisiatif Digitalisasi Business Process disesuaikan dengan kompleksitas layanan.
2. Meningkatkan kolaborasi dengan grup terkait dan g. Jaringan kerja luas, kustodian BRI bekerjasama
perusahaan anak. dengan MI terpercaya dan juga dengan seluruh
3. Peningkatan resiliensi manajemen risiko, kepatuhan dan jaringan kerja BRI yang tersebar baik di dalam
GCG maupun luar negeri yang siap untuk membantu
menemukan solusi kebutuhan investasi nasabah.
Keunggulan Kompetitif dan Inovasi Bisnis Jasa Penunjang 3. Jasa Wali Amanat
Pasar Modal a. Telah dipercaya untuk mewalianati lebih dari 150
Uraian keunggulan kompetitif dan Inovasi Bisnis Jasa Penerbitan Obligasi dan 52 Emiten.
Penunjang Pasar Modal dijabarkan sebagai berikut: b. Selalu mematuhi seluruh peraturan sejak terdaftar
1. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) sebagai wali amanat tahun 1996.
a. Menyediakan program DPLK terlengkap (Iuran Pasti, c. Berpengalaman menangani berbagai sektor bisnis
Pasca Kerja, Dana Kesehatan) di bidang perbankan, multifinance, infrastruktur,
b. Menyediakan integrasi sistem aplikasi HC perusahaan properti, pertambangan, kesehatan, energi, media
dengan DPLK BRI dan lainnya.
c. Terdapat pre-retirement program bagi pekerja yang d. Memiliki sumber daya manusia terbaik dalam
menjelang masa pensiun. menjalankan tugas dan kewajiban sebagai wali
d. Aksesibilitas digital (one stop solution) via BRImo amanat.
e. Iuran ringan dan top up fleksibel via BRIMo/E-wallet/ 4. Jasa Trust and Corporate Services
bank lain a. Berpengalaman dalam mengelola dana nasabah
2. Jasa Kustodian sebagai paying agent dan escrow agent di sektor
a. Customization, layanan yang dapat disesuaikan properti dan migas.
dengan kebutuhan nasabah termasuk dalam hal b. Berpengalaman dalam sebagai escrow agent dalam
laporan yang dapat diselaraskan dengan kebutuhan. pinjaman sindikasi/bilateral.
284 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 287
Laporan Tahunan
2025
c. Berpengalaman dalam mengelola nasabah bisnis yang terus meningkat serta kondisi ekonomi nasional
internasional sebagai escrow agent atau security dan global yang dinamis. Bisnis Jasa Penunjang Pasar Modal
agent. BRI juga berkomitmen meningkatkan kontribusi pendapatan
d. Memiliki tim dan infrastruktur yang reliable dan Perseroan melalui peningkatan fee based income. Untuk
berpengalaman. mewujudkan hal tersebut, Investment Services Group BRI
e. Memiliki sumber daya manusia terbaik dalam tahun 2026 memiliki strategi sebagai berikut:
memberikan solusi sesuai kebutuhan nasabah. 1. Inisiatif Digitalisasi Business Process.
2. Meningkatkan kolaborasi dengan group terkait dan
Prospek Usaha dan Strategi Bisnis Jasa Penunjang Pasar perusahaan anak.
Modal Tahun 2026 3. Peningkatan resiliensi manajemen risiko, kepatuhan dan
Bisnis Jasa Penunjang Pasar Modal BRI terus berupaya GCG.
meningkatkan produktivitas di tengah tantangan kompetisi
Entitas Anak
Segmen Bisnis Entitas Anak meliputi perbankan konvensional, pembiayaan, layanan remitansi, asuransi jiwa, asuransi umum,
modal ventura, perusahaan efek dan manajemen investasi. BRI memiliki 10 Entitas Anak yaitu PT Bank Raya Indonesia Tbk
(dahulu PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk), BRI Global Financial Services Co. Ltd. (dahulu BRI Remittance Co. Limited
Hong Kong), PT Asuransi BRI Life, PT BRI Multifinance Indonesia, PT BRI Danareksa Sekuritas (dahulu PT Danareksa Sekuritas),
PT BRI Ventura Investama, PT BRI Asuransi Indonesia (dahulu PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur), PT Pegadaian,
PT Permodalan Nasional Madani, dan PT BRI Manajemen Investasi (dahulu PT Danareksa Investment Management). Uraian
Kinerja Entitas Anak BRI disajikan sebagai berikut.
PT Bank Raya Indonesia Tbk selanjutnya disebut “Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. (BRI) dan Dana Pensiun
Raya” atau “Bank” didirikan oleh Dana Pensiun Perkebunan Perkebunan (Dapenbun) di Jakarta, maka secara resmi BRI
(Dapenbun) pada tanggal 27 September 1989 dengan nama menjadi Pemegang Saham Pengendali PT. Bank Agroniaga
PT Bank Agroniaga yang selanjutnya disebut Bank AGRO, Tbk, sehingga Bank kembali berganti nama menjadi PT Bank
yang selanjutnya diharapkan dapat mempunyai peran Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk, dengan nama komersial
penting dan strategis dalam perkembangan sektor agribisnis yaitu BRI Agro.
di Indonesia, dengan portofolio kredit Bank sebagian besar
adalah disalurkan kepada sektor agribisnis baik off farm Pada Tanggal 27 September 2021, RUPS menyetujui
maupun on farm. perubahan nama Bank menjadi PT Bank Raya Indonesia Tbk
dengan nama komersial Bank Raya, Bank telah mendapatkan
Bank AGRO selanjutnya menjadi perusahaan publik Penetapan Penggunaan Izin Usaha atas nama PT Bank
yang tercatat di Bursa Efek Indonesia berdasarkan Surat Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk menjadi PT. Bank Raya
Bapepam-LK Nomor S-1565/PM/2003 tanggal 30 Juni Indonesia Tbk dengan Salinan Keputusan Deputi Komisioner
2003 sehingga nama perusahaan berubah menjadi Pengawas Perbankan I OJK Nomor Kep-65/PB.1/2021
PT Bank Agroniaga, Tbk. Selanjutnya, pada tahun 2006 Bank tanggal 1 November 2021 melalui Surat Nomor S 426/
AGRO meningkatkan status menjadi Bank Umum Devisa PB.12/2021 tanggal 5 November 2021. Selain itu, Bank telah
berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia menerima persetujuan atas perubahan logo dari OJK melalui
Nomor 8/41/Kep.GBI/2006 tanggal 8 Mei 2006. Kemudian Surat Nomor S-250/PB.31/2021 tanggal 9 November 2021
pada tanggal 3 Maret 2011 dengan ditandatanganinya Akta perihal Persetujuan Perubahan Logo Bank.
Akuisisi Saham PT Bank Agroniaga, Tbk. antara PT Bank
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 285
Page 288
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Untuk memperkuat positioning Bank sebagai bank digital Sesuai Akta Risalah RUPS Luar Biasa PT Bank Rakyat
dari BRI Group, maka pada 1 November 2023 Bank Raya Indonesia Agroniaga Tbk Nomor 23 tanggal 27 September
telah efektif menggunakan logo baru sebagai corporate 2021 telah memberikan Persetujuan untuk perubahan
identity dengan menambahkan kata “Bank” dan “BRI Group” Anggaran Dasar Perseroan Pasal 1 ayat (1) melakukan
pada logonya. Perubahan logo tersebut sebagaimana perubahan nama Perseroan, semula “PT Bank Rakyat
tercantum Surat OJK Nomor S-83/PB.212/2023 tanggal Indonesia Agroniaga Tbk” dengan nama komersial BRI
1 November 2023 Perihal Rencana Perubahan Logo PT Bank AGRO, menjadi “PT Bank Raya Indonesia Tbk” dengan nama
Raya Indonesia Tbk. komersial Bank RAYA.
Tabel Kinerja (Produktivitas) PT Bank Raya Indonesia Tbk
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Total Kredit 7.715.323 7.125.951 589.372 8,27%
- OS Kredit Digital 3.066.598 2.290.476 776.122 33,88%
- Penyaluran Kredit Digital 28.759.174 20.575.738 8.183.436 39,77%
Total Dana Pihak Ketiga 9.544.986 8.133.782 1.411.204 17,35%
- Volume Simpanan Digital 2.206.120 1.318.967 887.153 67,26%
Total Aset 13.211.298 13.158.236 53.062 0,40%
Pada tahun 2021, Bank Raya memulai transformasi menjadi memperkuat value proposition produk kredit digital yang
bank digital dengan menyediakan layanan produk digital melakukan inovasi dalam hal integrasi produk kredit digital
yang memiliki karakteristik ticket size kecil (smaller), jangka dengan partner khususnya digital platform provider dan
waktu pendek (shorter) dan layanan cepat berbasis digital simpanan digital seperti melalui pengembangan Raya for
(faster). Transformasi ini mempunyai tujuan untuk dapat Business dan Raya for Community selain itu Bank Raya juga
secara optimal menangkap peluang bisnis segmen UMKM mengoptimalkan pertumbuhan bisnis melalui scale up dan
di Indonesia, utamanya dengan fokus memberikan layanan scope up baik pada ekosistem internal maupun eksternal BRI
perbankan digital kepada segmen mikro dan kecil. Adanya Group.
proses transformasi yang berfokus pada pengembangan
bisnis digital, menyebabkan perubahan pada struktur Pada tahun 2025, kinerja produk digital Bank Raya terus
portofolio aset dan liabilitas Bank Raya, yaitu komposisi menunjukkan perbaikan. Diawali peningkatan pada jumlah
aset dan liabilitas berbasis digital semakin meningkat total aset yang meningkat dari Desember 2024 sebesar
dibandingkan dengan portofolio non digital. Rp13,16 triliun menjadi sebesar Rp13,21 triliun atau naik
sebesar 0,40% yoy, hal ini disebabkan karena adanya
Dalam upaya menjadi bank digital yang memberikan peningkatan total lending pada Desember 2025 yaitu
layanan perbankan digital kepada segmen mikro dan kecil, sebesar Rp7,72 triliun dari Rp7,13 triliun pada Desember
Bank Raya telah melakukan beberapa langkah strategis 2024. Total Dana Pihak Ketiga juga turut tumbuh dari Rp8,13
untuk produk kredit digital maupun simpanan digital triliun di tahun 2025 menjadi Rp9,54 triliun atau tumbuh
seperti melakukan penguatan pada fundamental bisnis hingga 17,35% yoy.
dengan cara menghadirkan inovasi-inovasi sehingga dapat
286 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 289
Laporan Tahunan
2025
Kinerja produk digital Bank Raya juga menunjukkan 6. Mengembangkan embedded finance yang
pertumbuhan. Kredit Digital Bank Raya secara konsisten mengintegrasikan layanan perbankan antara lain open
terus mengalami peningkatan dari Desember 2024 sebesar API, white labelling, channeling pinjaman.
Rp2,29 triliun menjadi sebesar Rp3,07 triliun pada Desember 7. Melakukan integrasi antara teknologi dan bisnis melalui
2025 atau tumbuh sebesar 33,88% yoy. Volume simpanan pengembangan fraud detection untuk seluruh produk
digital, juga berhasil mengalami peningkatan dari Desember digital.
2024 sebesar Rp1,32 triliun menjadi sebesar Rp2,21 triliun 8. Melakukan enhancement atas credit scoring engine
pada Desember 2025 atau tumbuh sebesar 67,26% yoy. dengan melakukan utilisasi machine learning untuk
produk digital lending.
Pertumbuhan kredit digital dan simpanan digital tersebut 9. Melakukan enhancement dan pengembangan terhadap
menunjukkan bahwa transformasi Bank Raya menjadi bank infrastruktur teknologi bank, antara lain melalui adopsi
digital telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak hybrid technology cloud (public and private cloud),
yang positif terhadap struktur portofolio bisnis Bank Raya. upgrade security tools (privileged access management,
Namun demikian, proses transformasi yang berfokus pada mobile security, security awareness tools) dan inisiatif
pengembangan bisnis digital membawa perubahan pada lainnya.
total portofolio bisnis Bank Raya. 10. Meningkatkan proses governance melalui penyusunan
dan evaluasi kebijakan pendukung antara lain market
Strategi PT Bank Raya Indonesia Tbk Tahun 2025 conduct, kelayakan kemitraan/partner, dan kebijakan
Strategi Bank Raya pada tahun 2025 adalah fokus lainnya.
memperkuat fundamental bisnis dan fokus pada perbaikan 11. Penguatan second line melalui implementasi Business
kualitas aset dan simpanan, melalui optimalisasi ekosistem Risk Management (BRM).
bisnis internal BRI Group. Beberapa langkah strategis yang 12. Peningkatan budaya sadar risiko melalui implementasi
akan dilakukan selama periode strengthening adalah sebagai risk culture framework.
berikut: 13. Menciptakan sumber pertumbuhan baru (new engine of
1. Memperkuat value proposition dari produk digital saving growth), dengan fokus awal yaitu pada solusi transaksi
melalui pengembangan: dan simpanan.
a. Raya for business untuk pengelolaan dana, transaksi, 14. Menciptakan dan mengembangkan pasar baru, di luar
dan payroll pelaku usaha. bisnis internal BRI Group.
b. Raya for youth untuk pengelolaan dana dan transaksi 15. Melakukan peningkatan skala bisnis eksisting dan
generasi muda. memperluas ruang lingkup bisnis dari periode
c. Raya for community untuk pengelolaan dana dan sebelumnya.
transaksi komunitas. 16. Menghimpun data transaksi nasabah untuk dapat
d. Virtual card. menyusun profiling behavior nasabah yang akan
e. Financial wealth management melalui digunakan oleh credit scoring engine.
pengembangan fitur investasi dan DPLK.
2. Memperkuat value proposition dari produk digital lending Keunggulan Kompetitif dan Inovasi
melalui enhancement produk digital lending antara lain: PT Bank Raya Indonesia Tbk
a. Integrasi produk digital lending dengan partner Dalam mengupayakan pencapaian target-target usahanya,
khususnya digital platform provider. Bank Raya memiliki beberapa faktor kekuatan utama
b. Perluasan struktur produk digital lending sesuai sehingga mampu bersaing di industri perbankan Indonesia,
dengan kebutuhan nasabah. yaitu:
3. Implementasi hybrid collection dengan 1. Bank digital dengan jaringan Online to Offline (O2O)
mengkombinasikan teknologi dan manusia (WA blast, yang kuat di seluruh Indonesia dengan sinergi BRI Group.
robo call, dan field collection). 2. Produk digital saving dengan berbagai fitur dan
4. Melanjutkan pengembangan dan pemasaran Raya Open kemudahan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta
API, Acquiring QRIS. produk digital lending yang dapat memenuhi berbagai
5. Melakukan pengembangan layanan laku pandai untuk kebutuhan nasabah baik untuk memenuhi kebutuhan
meningkatkan inklusi keuangan. konsumtif, dana talangan untuk usaha produktif, invoice/
vendor financing, serta supply chain financing bagi
segmen mikro dan kecil.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 287
Page 290
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
3. Bank Raya merupakan bagian dari BRI Group, sehingga sektor produktif di Indonesia, memberikan stimulus
dapat mengoptimalkan potensi bisnis BRI Group di bagi bisnis-bisnis kecil dan menengah (UMKM), dan
Segmen UMKM antara lain untuk segmen pinjaman membuka peluang kerja baru. Oleh karena itu, bagi
melalui kerjasama pada ekosistem Agen BRILink, Pekerja bank, fokus pada penyaluran pinjaman produktif
dari perusahaan yang ber-payroll di BRI, supply chain merupakan langkah strategis untuk mendukung
dari bisnis BRI Group, serta untuk segmen simpanan perekonomian sekaligus meningkatkan portofolio
melalui kolaborasi Raya dan aplikasi BRImo, transaksi mereka dalam jangka panjang. Penyaluran kredit
cash in cash out melalui e-channel BRI dan BRILink UMKM di Indonesia juga mengalami pertumbuhan
Agen. yang pesat dengan CAGR di sebesar 5,77% dalam 5
4. Kapabilitas teknologi dan informasi yang semakin (lima) tahun terakhir. Meski begitu masih peningkatan
meningkat untuk mendukung pertumbuhan bisnis tersebut masih belum dapat meng-cover penyaluran
yang solid antara lain melalui pengembangan big data kredit kepada seluruh UMKM potensial. Sekitar 70%
technology, pengembangan Fraud Detection System dari jumlah UMKM belum menggunakan produk
(FDS), pengembangan credit scoring engine dengan kredit dari bank atau penyedia jasa keuangan lain.
automated machine learning, layanan berbasis IT Dan seiring pertumbuhan pendatang baru pemain
yang handal dan tersertifikasi ISO 27001 Certification, yang berfokus di segmen UMKM, terdapat potensi
layanan IT dengan fitur dan keamanan berupa two yang besar dalam menyasar UMKM yang belum
factor authentication, transaction notification, melakukan pendanaan secara formal.
biometric authentication, dan limit monitoring, serta b. Digital Consumptive Lending
pengembangan customer complaint handling melalui Saat ini Bank Raya memberikan layanan pinjaman
Aplikasi Sapa Raya. digital pada segmen konsumtif berupa salary-based
5. Bank Raya telah memiliki Aplikasi Raya Apps dengan loan, untuk karyawan-karyawan yang menggunakan
berbagai fitur Saku unggulan yaitu: payroll dari BRI Group, melalui produk Pinang Flexi
a. Saku Utama sebagai rekening utama untuk transaksi dan Flexi Extra. Penargetan pada segmen karyawan
dan terima uang. dengan payroll dari BRI-Group dilakukan untuk
b. Saku Bujet untuk membantu mengelola pos keuangan mengurangi risiko bisnis dan memudahkan proses
berbagai kebutuhan. credit scoring. Adapun penetrasi pasar di luar salary-
c. Saku Pintar untuk membantu menabung rutin dengan based loan dapat dilakukan melalui kerja sama
bantuan fitur autodebet. dengan mitra-mitra yang bersentuhan langsung
d. Saku Jaga untuk membantu mengalokasi dana tak dengan transaksi customer baik online maupun
terduga dengan fitur kunci dan bunga lebih tinggi offline.
dibanding Saku lainnya. c. Funding and Transaction
e. Saku Bareng memberikan akses tabungan dan Saat ini, Bank Digital telah menyasar berbagai
transaksi bersama yang cocok untuk komunitas. segmen pasar dengan penghasilan yang bervariasi
f. Saku Bisnis merupakan Saku khusus yang berbeda dalam menghimpun dana pihak ketiga. Bank Raya
dengan saku personal lainnya untuk pengelolaan sendiri akan mengoptimalkan potensi nasabah dari
keuangan usaha nasabah. segmen Gen Z dan Milenial, karena dari sisi kontribusi
nasabah data menunjukkan bahwa Generasi Z yang
Prospek Usaha dan Strategi PT Bank Raya Indonesia Tbk dikenal sebagai digital native, memberikan kontribusi
Tahun 2026 signifikan sekitar 60% dari total nasabah bank digital
1. Prospek Usaha di Indonesia. Karakteristik unik dari segmen ini adalah
Terkait dengan prospek usaha Bank Raya tahun 2026, mayoritas mereka merupakan kelompok pekerja yang
Bank Raya melakukan pembagian segmen bisnis atau sudah memiliki penghasilan. Sementara itu, segmen
business growth lever yang terbagi menjadi 3 (tiga) Milenial tidak kalah pentingnya dengan kontribusi
segmen bisnis yaitu: sekitar 40% dari total nasabah, dan mereka dicirikan
a. Digital Productive Lending sebagai kelompok dengan tingkat penghasilan dan
Pinjaman produktif berperan penting dalam pengeluaran tertinggi.
mendukung aktivitas ekonomi seperti modal kerja 2. Strategi
dan investasi, yang berdampak langsung pada Sebagai upaya untuk mencapai Visi dan Aspirasi
pertumbuhan ekonomi. Kenaikan dalam pinjaman Perusahaan, maka terdapat beberapa langkah strategis
produktif dapat membantu memperkuat sektor- untuk melakukan pengembangan bisnis utamanya
288 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 291
Laporan Tahunan
2025
yaitu pengembangan digital productive lending, digital memiliki literasi digital yang baik (Gen Z dan Milenial),
consumptive lending, dan funding and transaction. beberapa langkah-langkah strategis yang akan
a. Digital Productive dilakukan yaitu melakukan pengembangan produk
Bank akan melakukan pengembangan produk digital secara berkelanjutan sesuai kebutuhan nasabah,
untuk sektor produktif dengan target utama yaitu memperluas ekosistem partnership dan melakukan
segmen UMKM. Beberapa langkah-langkah strategis digitalisasi proses bisnis, dengan rincian yaitu:
yang akan ditempuh Bank dalam pengembangan - Pengembangan produk digital eksisting yaitu
produk digital produktif yaitu melakukan pinjaman berbasis payroll secara berkelanjutan
pengembangan produk secara berkelanjutan (continuous improvement), pengembangan
sesuai kebutuhan nasabah, melakukan optimalisasi produk pinjaman konsumtif untuk non payroll
penjualan produk melalui network yang dimiliki atau mass market (paylater), dan embedded
oleh Bank, serta melakukan perluasan jaringan finance.
partnership yang berfungsi sebagai ekosistem bagi - Memperluas ekosistem partnership sebagai
produk digital produktif, dengan rincian sebagai source of growth dari produk digital consumptive
berikut: yang terdiri dari BRI Group, BUMN maupun
- Pengembangan produk untuk melayani perusahaan afiliasi, dan perusahaan swasta,
kebutuhan nasabah khususnya segmen UMKM serta digital platform.
melalui pengembangan produk digital eksisting - Melakukan digitalisasi proses collection dengan
secara berkelanjutan (continuous improvement), konsep hybrid collection yang mengkombinasikan
beyond banking solutions, embedded finance, proses penagihan berbasis teknologi (AI) dan
dan digitalisasi support system penjualan antara sumber daya manusia.
lain pengembangan sales tools berbasis AI dan c. Digital Funding and Transaction
data analytics. Bank akan melakukan pengembangan produk digital
- Meningkatkan penjualan produk melalui funding serta fitur-fitur transaksi di dalam aplikasi
optimalisasi potensi ekosistem BRI Group dan Raya App, dengan tujuan untuk meningkatkan
melakukan penetrasi pasar di luar BRI Group jumlah low cost funding berbasis digital saving serta
secara prudent, dengan target market utamanya fee based income yang bersumber dari transaksi
yaitu bisnis keagenan, supply chain dari nasabah di Aplikasi Raya App. Beberapa langkah
ekosistem internal dan eksternal, serta UMKM strategis yang akan dilakukan oleh Bank yaitu:
lainnya yang bekerja berdasarkan invoice. Proses - Melakukan pengembangan fitur untuk
akuisisi akan dilakukan dengan menggunakan meningkatkan kenyamanan dan mendorong
metode Online to Offline (O2O), sehingga Bank transaksi nasabah antara lain yaitu fitur wealth
Raya akan terus memperluas akses atau touch management, payment, bank as a services,
point baik melalui ekosistem internal maupun embedded finance, financial management, dan
eksternal. fitur lainnya.
- Memperluas ekosistem partnership sebagai - Melakukan pengembangan Raya App sebagai
source of growth dari produk digital productive, Integrated Banking App, melalui integrasi seluruh
perluasan ekosistem partnership akan dilakukan produk dan layanan Bank Raya ke dalam Aplikasi
pada level nasional yaitu entitas yang tergabung Raya App.
dalam BRI Group, BUMN maupun perusahaan - Perluasan kerjasama untuk Cash In Cash Out
afiliasi, perusahaan swasta, dan digital platform. (CICO) baik melalui ekosistem BRI Group maupun
Selain itu proses partnership pada level wilayah melalui ekosistem eksternal.
operasional community branch atau local - Melakukan pengembangan bisnis keagenan baik
partnership juga akan terus diperluas dengan bisnis keagenan Bank Raya maupun di luar Bank
target utama adalah komunitas dan klaster- Raya.
klaster bisnis unggulan.
b. Digital Consumptive
Bank akan melakukan pengembangan produk digital
consumptive dengan target market utama yaitu
kelompok masyarakat dengan usia produktif dan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 289
Page 292
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
BRI Global Financial Services Company Limited adalah Company Limited memiliki 4 (empat) cabang dan 1 (satu)
Entitas Anak dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, kantor manajemen di Hong Kong. Bisnis utama BRI Global
yang didirikan di Hong Kong pada tanggal 7 April 2005 Financial Services Company Limited melibatkan layanan
dengan nama BRIngin Remittance. Perusahaan ini awalnya pengiriman uang ke Indonesia dan negara lain, money
diakuisisi oleh BRI pada tahun 2012 dan namanya mengalami exchange, value-added services terkait produk perusahaan
perubahan menjadi BRI Remittance Company Limited. Seiring induk, dealing forex solution, serta pelayanan pinjaman/
dengan perluasan bisnis, pada tahun 2023, Perusahaan finansial bagi individu (Pekerja Migran Indonesia/PMI) dan
mengubah namanya menjadi BRI Global Financial Services SME yang terkait dengan Indonesia di Hong Kong.
Company Limited. Saat ini, BRI Global Financial Services
Tabel Kinerja (Produktivitas) BRI Global Financial Services Company Limited Hong Kong
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Jumlah Transaksi 880.807 456.538 424.269 92,93%
Nominal Amount Transaksi (HKD) 2.448.071.862 1.314.503.597 1.133.568.265 86,23%
Aset (HKD) 29.195.684 20.329.158 8.866.526 43,61%
Aset (miliar Rupiah) 62,54 42,14 20,29 48,02%
Catatan: Kurs HKD 1 per 31 Desember 2025 = Rp2,142.30
Aset BRI Global Financial Services Company Limited Hong Kong dapat melayani bisnis pinjaman dan trade finance.
Kong tahun 2025 sebesar Rp62,54 miliar, meningkat 48,02% Digitalisasi, BRI Global Financial Services Company Limited
yoy dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp42,14 miliar. Hong Kong terus dilakukan antara lain melalui digitalisasi
Peningkatan tersebut salah satunya didorong oleh ekspansi proses bisnis via penyediaan portal digital (webapp) dan
pembiayaan ke remittance company di HongKong sekitar aplikasi RemitGo! kepada nasabah. Digitalisasi proses
Rp11,5 miliar (HKD 5 mio) atau naik 94% yoy. bisnis melalui portal digital dan aplikasi tersebut semakin
meningkatkan frekuensi dan memperlancar flow transaksi,
Pendapatan BRI Global Financial Services Company Limited meningkatkan kapasitas transaksi, meningkatkan level user
Hong Kong tahun 2025 tumbuh 51,4% yoy menjadi Rp45,37 experience dan kualitas layanan, yang berdampak pada
miliar terutama bersumber dari bisnis forex dan tambahan peningkatan pendapatan BRI Global Financial Services
partner baru sehingga meningkatkan fee remittance yang Company Limited Hong Kong.
diterima. BRI Global Financial Services Company Limited
Hong Kong berhasil menumbuhkan new source growth Laba bersih BRI Global Financial Services Company Limited
engine dengan melayani transaksi foreign exchange Hong Kong tahun 2025 tercapai sebesar Rp15,74 miliar
remittance company di Hong Kong dan di luar Hong Kong meningkat sebesar 85,6% dari 2024 sebesar Rp8,42 miliar.
seperti Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Brunei Digitalisasi juga berdampak pada efisiensi proses bisnis,
Darussalam, dan United Arab Emirates (UAE). Selain itu sehingga BRI Global Financial Services Company Limited
dengan telah diperolehnya lisensi money lender, sehingga Hong Kong mampu menjaga operational expense dan level
saat ini BRI Global Financial Services Company Limited Hong BOPO selama 2025.
290 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 293
Laporan Tahunan
2025
Strategi BRI Global Financial Services Company Limited BRI Global Financial Services terus berupaya melakukan
Hong Kong Tahun 2025 inovasi untuk meningkatkan layanan, seperti aplikasi
Beberapa strategi yang telah dilakukan oleh BRI Global remitGo! untuk memberikan kemudahan dalam melakukan
Financial Services Company Limited Hong Kong pada tahun transaksi dimana saja dan kapan saja. Selain itu, dengan
2025 adalah sebagai berikut: telah diperolehnya lisensi money lender dari otoritas
1. Mendapatkan money lender license dari otoritas Hong Hong Kong, maka BRI Global Financial Service juga dapat
Kong, sebagai upaya dalam pengembangan bisnis (new memberikan layanan pinjaman kepada nasabah perorangan
source engine growth) berupa pelayanan pinjaman khususnya kepada para PMI yang membutuhkan dana
(lending) bagi perorangan dengan target market Pekerja darurat, baik di Hong Kong maupun untuk keperluan
Migran Indonesia, pemberian layanan short term financing remitansi kepada keluarganya di Indonesia. Untuk nasabah
kepada remittance companies yang membutuhkan dana non perorangan, saat ini BRI Global Financial Service dapat
saat hari libur perbankan, serta pemberian layanan trade memberikan pembiayaan bagi para pelaku usaha Small
financing (invoice financing) kepada importir Small and Medium Enterprise (SME) Indonesian related di Hong
Medium Enterprises (SME) Indonesian related di Hong Kong. Kombinasi antara bisnis eksisting BRI Global Financial
Kong. Service (pengiriman uang atau remitansi) dari Hong Kong ke
2. Melakukan diversifikasi source of income dengan Indonesia dan bisnis pinjaman dengan target market nasabah
menjadi penyedia dealing forex solution bagi counterpart remittance eksisting, memberikan keunikan keunggulan
BRI Global Financial Services dan counterpart di BRI. kompetitif tersendiri.
3. Melakukan kerja sama dengan counterpart untuk koridor
baru seperti Jepang, Macau, Taiwan, Korea, serta Prospek Usaha dan Strategi BRI Global Financial Services
Filipina. Company Limited Hong Kong Tahun 2026
Remitansi dari Hong Kong ke Indonesia menunjukkan tren
Keunggulan Kompetitif dan Inovasi BRI Global Financial peningkatan hingga tahun 2024, meskipun regional Asia
Services Company Limited Hong Kong Timur dan Pasifik mengalami penurunan antara tahun 2010
BRI Global Financial Services dengan produk remittance-nya dan tahun 2021. Tren peningkatan ini berlanjut pada tahun
telah menjadi pilihan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) 2024, dengan remitansi mencapai USD503 juta pada kuartal
di Hong Kong selama bertahun-tahun untuk mengirimkan pertama dan USD541 juta pada kuartal kedua. Disisi lain,
uang ke keluarga mereka di Indonesia. Menjadi bagian dari pergeseran transaksi remitansi Hong Kong dari konvensional
BRI Group merupakan competitive advantage dari BRI Global ke digital terus berjalan dan semakin meningkat. Berdasarkan
Financial Services, nasabah BRI Global Financial Service juga Market Insight Hong Kong dari Statista.com, nilai transaksi
merupakan nasabah simpanan dari Bank BRI. Jaringan kerja di pasar pengiriman uang digital diproyeksikan mencapai
Bank BRI yang menjangkau sampai ke pelosok Indonesia USD548 juta pada tahun 2025. Nilai transaksi diperkirakan
menjadikan BRI Global Financial Services sebagai pilihan akan menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR
utama PMI untuk melakukan pengiriman uang ke Indonesia 2025-2029) sebesar 6,92% yang menghasilkan jumlah total
secara real time online ke rekening Bank BRI mereka dan yang diproyeksikan sebesar USD716,20 juta pada tahun
keluarga mereka di Indonesia. Dengan dukungan sistem dan 2029. Pada pasar pengiriman uang digital, jumlah pengguna
layanan yang terintegrasi dengan Induk (BRI), BRI Global diperkirakan akan mencapai 148,20 ribu pengguna pada
Financial Services dapat memberikan additional services tahun 2029.
kepada para PMI seperti layanan cek saldo, cetak buku
rekening, cetak rekening koran, dan layanan lainnya kepada Dengan aspirasi “Digitize the Business, Expand Business
para PMI di Hong Kong. Selain itu, nilai tukar di BRI Global in HK and Other Asian Market, Become Sales Hub for BRI
Financial Services adalah salah satu best rate (HKD/IDR) di Group’s Product in International Market”, pada tahun 2026 BRI
Hong Kong. BRI Global Financial Services ingin memberikan Global Financial Services akan fokus pada tema “Broadening
layanan terbaik serta menjadi one stop solution bagi PMI di network and partnership to drive cutting-edge value” yang
Hong Kong. dirancang dengan progresif mulai dari memperluas jaringan
kerjasama, berekspansi global, memperkuat bisnis inti
dengan menjadi platform pilihan tenaga kerja Indonesia,
hingga mengoptimalkan potensi bisnis BRI Group.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 291
Page 294
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Pada 6 Oktober 2015, BRI menandatangani perjanjian jual
beli dengan pemegang saham PT Asuransi BRI Life (dahulu tersebut mengubah komposisi kepemilikan pemegang
PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera) untuk mengakuisisi saham menjadi BRI menjadi sebesar 59,02%, FWD
91,001% kepemilikan di PT Asuransi BRI Life selanjutnya Management Holdings Limited menjadi sebesar 35,14% dan
disebut BRI Life. Seluruh rangkaian aktivitas akuisisi selesai YKP BRI menjadi sebesar 5,84%. Perubahan kepemilikan
pada tanggal 29 Desember 2015 sesuai dengan Akta No 41 saham telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa
Notaris Fathiah Helmi, S.H. sehingga BRI memiliki 91,001% Keuangan (OJK) melalui surat Nomor 31/NB.11/2022 tanggal
saham BRI Life dan sisanya sebesar 8,999% dimiliki Yayasan 28 Februari 2022.
Kesejahteraan Pekerja BRI (YKP BRI). Pada 23 Februari 2017,
PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera berganti nama Pada tahun 2023, BRI Life kembali mengalami perubahan
menjadi PT Asuransi BRI Life (BRI Life). Pada 2 Maret 2021, komposisi pemegang saham. BRI Life menambahkan modal
BRI Life resmi memiliki pemegang saham baru, yaitu FWD disetor sebesar Rp26.358.000.000 dari sebelumnya sebesar
Financial Services Pte Ltd yang melakukan penambahan Rp339.200.700.000 menjadi sebesar Rp365.558.700.000
modal kepada BRI Life sebesar 936.458 lembar saham yang diambil bagian oleh FWD Management Holdings
melalui penerbitan saham baru. Struktur pemegang saham Limited. Rencana perubahan kepemilikan PT Asuransi BRI
BRI Life setelah transaksi tersebut yaitu BRI sebesar 63,83% Life telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa
atau 2.002.022 lembar saham, FWD sebesar 29,86% dengan Keuangan (OJK) melalui surat Nomor S-15/NB.02/2023
936.458 lembar saham, serta YKP BRI sebesar 6,31% atau tanggal 26 Februari 2023. Penerbitan saham tersebut
197.978 lembar saham. Perubahan struktur Pemegang mengubah komposisi kepemilikan pemegang saham menjadi
Saham ini sebelumnya telah memperoleh persetujuan OJK BRI sebesar 54,77%, FWD Management Holdings Limited
melalui surat Nomor S-12/NB.1/2021 tanggal 4 Februari 2021. sebesar 39,82% dan YKP BRI sebesar 5,42%.
Pada tanggal 13 Oktober 2021, Pemegang Saham menyetujui
pengalihan kepemilikan saham milik FWD Financial Services Pada tahun 2024, BRI Life kembali mengalami perubahan
Pte. Ltd. kepada FWD Management Holdings Limited, komposisi pemegang saham. FWD Management Holdings
sehingga struktur Pemegang Saham BRI Life yaitu menjadi Limited melakukan penambahan modal sebesar Rp770
sebesar 63,83% BRI, YKP BRI sebesar 6,31%, dan FWD miliar untuk tahun 2024 dengan besaran yang dicatatkan
Management Holdings Limited sebesar 29,86%. Perubahan dalam penerbitan saham baru sebesar Rp26.994.600.000.
Struktur Pemegang Saham tersebut sebelumnya telah Dengan penambahan modal tersebut, komposisi kepemilikan
memperoleh persetujuan OJK melalui surat Nomor S.93/ pemegang saham menjadi BRI sebesar 51,00%, FWD
NB.1/2021 tanggal 29 September 2021. Pada tahun 2022, Management Holdings Limited sebesar 43,96% dan YKP BRI
BRI Life menerbitkan 255.549 lembar saham. Saham baru sebesar 5,04%. Perubahan kepemilikan saham BRI Life pada
tersebut diambil seluruhnya oleh FWD Management Holdings tahun 2024 telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas
Limited. Untuk mengambil bagian saham baru tersebut, FWD Jasa Keuangan (OJK) melalui surat Nomor S-2/PD.02/2024
Management Holdings Limited telah menyetorkan uang perihal Persetujuan Perubahan Kepemilikan PT Asuransi BRI
sebesar Rp770 miliar kepada BRI Life. Penerbitan saham Life pada tanggal 22 Januari 2024.
Tabel Kinerja (Produktivitas) PT Asuransi BRI Life
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Pendapatan Jasa Asuransi 6.122.889 8.879.017 (2.756.128) (31,04%)
Aset 28.177.449 26.520.605 1.656.844 6,25%
Ekuitas 12.071.617 10.341.827 1.729.790 16,73%
292 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 295
Laporan Tahunan
2025
Pada akhir tahun 2025, ekuitas BRI Life tumbuh 16,73% yoy Selain strategi-strategi tersebut, BRI Life juga terus berupaya
menjadi Rp12,07 triliun. Selain itu, aset BRI Life mencapai meningkatkan value melalui perbaikan proses bisnis dari
Rp28,18 triliun atau tumbuh 6,25% yoy. Disisi lain, Premi segala aspek untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang
Bruto BRI Life mengalami penurunan hingga 11,66% yoy berkelanjutan.
menjadi Rp6,12 triliun seiring dengan adanya penurunan
pada klaim serta penurunan pada kinerja bancassurance Keunggulan Kompetitif dan Inovasi PT Asuransi BRI Life
dan belum optimalnya produktivitas namun hal tersebut tidak BRI Life berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas
terlalu berdampak terhadap pencapaian laba di tahun 2025. layanan kepada nasabah agar dapat menjawab kebutuhan
nasabah. Setelah pada tahun 2023 berhasil melakukan
Strategi PT Asuransi BRI Life Tahun 2025 launching contact center untuk Third-Party Administrator
Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang akan mengalami (TPA) sebagai salah satu bagian dari rencana BRI Life
perlambatan pada tahun 2025 menjadi tahun yang penuh untuk membentuk TPA sendiri agar penyelesaian klaim
tantangan bagi BRI Life. Tantangan tersebut dihadapi dapat berjalan lebih efektif dan efisien. BRI Life terus
oleh BRI Life dengan langkah-langkah untuk memastikan mengembangkan hal tersebut dengan meningkatkan jumlah
ketersediaan produk dan layanan yang memenuhi kebutuhan provider agar layanan yang diberikan semakin dekat dan
nasabah dengan didukung oleh penerapan teknologi digital. terjangkau bagi nasabah.
Adapun beberapa strategi utama yang dijalankan oleh BRI
Life pada tahun 2024 guna mencapai target yang telah BRI Life juga memastikan untuk hadir menyediakan produk
disetujui oleh para Pemegang Saham yaitu sebagai berikut: yang sesuai dengan kebutuhan nasabah dari berbagai
1. Penetration on UMi Ecosystem segmen yang ada. Peluncuran produk baru khususnya
BRI Life telah berhasil melakukan penetrasi ke dalam pada segmen HNW dan UMi semakin melengkapi
segmen Ultra Mikro (UMi) pada tahun 2024 melalui portofolio produk BRI Life yang telah tersedia. Dari segi
implementasi kerja sama dengan PNM. Inisiatif strategis proses pemasaran produk, BRI Life melakukan inovasi
ini sebagai salah satu langkah mewujudkan pertumbuhan untuk meningkatkan produktivitas tenaga pemasar dengan
yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan literasi dan program BRI Centralized Distribution Referral System yang
inklusi keuangan khususnya terkait dengan asuransi mengintegrasikan sistem di BRI Life dengan BRI untuk
jiwa. menyediakan data leads sebagai bahan bakar tenaga
2. Penetration on HNW Segment pemasar yang tersistem dengan baik.
BRI Life telah berhasil melakukan penetrasi ke dalam
segmen High Net Worth (HNW) income atau segmen Demi mewujudkan bisnis yang berkelanjutan, BRI Life juga
nasabah prioritas pada tahun 2024 melalui launching menerapkan kebijakan green office yang sesuai dengan
produk AMORA. Produk yang secara khusus ditujukan regulasi untuk mengurangi penggunaan kertas, listrik, dan
untuk nasabah segmen prioritas ini merupakan salah bahan bakar minyak. BRI Life juga telah menyusun roadmap
satu langkah BRI Life dalam mewujudkan pertumbuhan Environmental, Social, and Government (ESG) BRI Life
yang berkelanjutan dengan memastikan ketersediaan untuk jangka panjang yang mengacu pada nilai Sustainable
produk yang dibutuhkan oleh setiap nasabah dari setiap Development Goals (SDGs).
segmen.
3. BRI Centralized Distribution Referral System Prospek Usaha dan Strategi PT Asuransi BRI Life
Inisiatif strategis ini merupakan salah satu perbaikan Tahun 2026
proses bisnis yang dilakukan oleh BRI Life dalam rangka Pada tahun 2026, BRI Life berfokus Sales Quality
meningkatkan produktivitas Bancassurance Financial Improvement yang telah disetujui oleh Pemegang Saham
Advisor (BFA). Inisiatif strategi ini telah piloting pada Pengendali BRI Life. Dengan kata lain berfokus pada
akhir tahun 2023 dengan tujuan untuk meningkatkan perbaikan kualitas, BRI Life juga menargetkan pertumbuhan
data leads yang merupakan bahan bakar bagi BFA untuk bisnis yang berkelanjutan. Beberapa strategi BRI Life guna
melakukan produksi agar lebih terpusat dan sistematis mencapai target yang telah disetujui oleh Pemegang Saham
dari sumber data di kantor pusat hingga ke tangan BFA. adalah sebagai berikut:
4. Revamp Journey on BRImo 1. Competitive Products and Marketing
Inisiatif strategis ini merupakan salah satu langkah BRI BRI Life terus berkomitmen untuk tumbuh secara
Life dalam meningkatkan transaksi pembelian produk berkelanjutan demi memberi ketenangan bagi seluruh
asuransi digital yang telah tersedia di BRImo. Inisiatif nasabahnya. Dalam mewujudkan hal tersebut, BRI Life
strategis ini akan meningkatkan kenyamanan dan berupaya untuk memastikan memiliki produk serta
kemudahan bagi nasabah untuk transaksi pembelian marketing yang unggul dan kompetitif. Tiga indikator
produk asuransi melalui BRImo. pengembangan yang difokuskan yaitu product
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 293
Page 296
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
driven menjadi customer lead, brand awareness and serta digital experience sebagai standar layanan. Kedua
clearly segmentation, dan healthcare ecosystem and indikator tersebut penting untuk BRI Life meningkatkan
sustainable practices. Ketiga fokus ini penting untuk daya saing, memudahkan inovasi serta memastikan
menempatkan BRI Life pada posisi yang lebih kompetitif, layanan berkualitas tinggi yang dapat memenuhi harapan
relevan, dan tumbuh berkelanjutan. Selain itu, fokus nasabah di era digital.
tersebut juga memperkuat hubungan jangka panjang BRI 4. Strong Financial Management
Life dengan nasabah dan stakeholders lainnya. Kekuatan finansial merupakan kunci bagi BRI Life untuk
2. Invest in People terus berada dalam jalur pertumbuhan bisnis yang
Pengembangan sumber daya manusia, baik dari segi berkelanjutan. Empat indikator pengembangan yang
karir maupun kompetensi, merupakan kunci bagi BRI difokuskan yaitu sustainable revenue and net income,
Life dalam menjalankan operasional bisnis yang tumbuh best practice financial management, healthy capital
berkelanjutan dengan tata kelola perusahaan yang baik. structure, serta accountable and accurate. Secara
Dua indikator pengembangan yang difokuskan yaitu keseluruhan, pengembangan keempat indikator ini
sales talent management and succession planning dan menciptakan fondasi keuangan yang kuat dan tahan
advancement in human resources dengan fokus pada lama, yang penting untuk mendukung pertumbuhan,
otomatisasi dan efisiensi. Kedua hal tersebut penting menjaga kepercayaan pemangku kepentingan, serta
untuk difokuskan karena BRI Life dapat meningkatkan memastikan perusahaan tetap kompetitif dan adaptif
kualitas dan daya tahan talenta internal bersamaan dalam berbagai kondisi ekonomi.
dengan membangun organisasi yang lebih efisien dan 5. Service Excellent
adaptif. Hal tersebut penting untuk pertumbuhan jangka BRI Life terus berkomitmen dalam mewujudkan cita-cita
panjang dan kesuksesan dalam lingkungan bisnis yang menjadi ”The 1st Service Excellent” melalui efisiensi dan
dinamis. efektivitas proses bisnis serta menciptakan produk yang
3. Digital Adaptive sesuai dengan kebutuhan nasabah. Dua indikator fokus
Penguatan dukungan teknologi dalam pengembangan pengembangan yaitu loyalitas nasabah serta customers
produk dan operasional bisnis yang dinamis, gesit, individual needs and preferences. Fokus pada kedua
serta tangguh merupakan kunci bagi BRI Life untuk indikator tersebut memberikan keunggulan kompetitif
menghadapi tantangan bisnis ke depannya. Dua indikator yang berkelanjutan. Selain itu, BRI Life juga dapat tumbuh
pengembangan yang difokuskan yaitu integrasi yang dan bertahan dalam lingkungan bisnis yang dinamis dan
kuat antara digital technology dengan life insurance kompetitif.
PT BRI Multifinance Indonesia yang selanjutnya disebut BRI Total pendapatan BRI Finance pada Desember 2025
Finance adalah Entitas Anak usaha BRI yang bergerak di mencapai Rp1,12 triliun, turun 11,77% yoy atau Rp166,28 miliar
bidang pembiayaan. Aset BRI Finance pada Desember 2025 dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp1,31 triliun.
sebesar Rp5,42 triliun, turun 29,52% yoy jika dibandingkan Pertumbuhan pendapatan tersebut berasal dari penyaluran
dengan Desember 2024 yang sebesar Rp7,69 triliun. Piutang pembiayaan BRI Finance pada tahun 2025 yang terdiri atas
pembiayaan ikut menurun dengan jumlah total sebesar pendapatan pembiayaan bisnis komersial Rp187,75 miliar,
Rp4,42 triliun, menurun 31,47% yoy atau Rp2,03 triliun. pembiayaan bisnis konsumer Rp564,54 miliar, dan pembiayaan
Turunnya aset tersebut terjadi seiring dengan penurunan bisnis Operating Lease (OPL) Rp375,75 miliar. Penurunan
pada piutang pembiayaan konsumer dengan perolehan yang terjadi di tahun 2025 diakibatkan oleh menurunnya daya
sebesar Rp2,81 triliun pada Desember 2025, turun 42,27% beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi sehingga
yoy atau Rp2,06 triliun dari periode sebelumnya yang menyebabkan keterbatasan kemampuan dalam membayar
mencapai Rp4,87 triliun. angsuran serta risiko kredit macet yang semakin meningkat.
Oleh sebab itu, Laba BRI Finance pada Desember 2025 tercatat
sebesar Rp90,95 miliar yang turun hingga 12,00% yoy.
294 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 297
Laporan Tahunan
2025
Tabel Kinerja (Produktivitas) PT BRI Multifinance Indonesia
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Pembiayaan (gross) 4.417.380 6.445.834 (2.028.454) (31,47%)
Pembiayaan Konsumer 2.812.129 4.871.145 (2.059.016) (42,27%)
Aset 5.419.420 7.689.464 (2.270.044) (29,52%)
Strategi PT BRI Multifinance Indonesia Tahun 2025
Di tahun 2025, BRI Finance mengoptimalkan captive berbagai tools akuisisi pembiayaan di semua segmen, serta
market BRI yang menjadi sumber pertumbuhan yang sehat berbagai platform penunjang lainnya. BRI Finance juga akan
bagi perusahaan sebagai single gateway auto loan BRI. memperkuat bisnis konsumer melalui strategi pemasaran
BRI Finance fokus dalam menumbuhkan bisnis konsumer yang massive bagi nasabah maupun pekerja BRI Group.
dengan mengoptimalkan sinergi ekosistem BRI Group baik Dalam rangka memperkuat transformasi digital yang telah
disisi target nasabah maupun channel penjualan dengan dijalankan, BRI Finance memaksimalkan sinergi induk di
strategi 2025 “Membangun Pondasi Sinergi dengan Induk berbagai lini terutama ekosistem grup usaha.
dan Perbaikan Kualitas Aset” meliputi:
1. Memperkuat pertumbuhan pembiayaan konsumer. Prospek Usaha dan Strategi PT BRI Multifinance Indonesia
2. Memperkuat kerja sama dengan platform e-commerce. Tahun 2026
3. Meningkatkan literasi keuangan. Penyusunan rencana bisnis jangka panjang BRI Finance
4. Melakukan sinergi pemasaran dengan BRI Group. sesuai aspirasi pemegang saham yaitu “Beat The Industry
5. Mengoptimalkan aplikasi myBRIf. Profitability”, sebagaimana BRI Finance akan fokus pada
6. Memperkuat digitalisasi proses bisnis. pembiayaan bisnis konsumer bersama Group business
7. Memberikan promo menarik sesuai kebutuhan owner BRI. Inovasi dan eksplorasi sumber pertumbuhan baru
masyarakat. yang dilakukan berimplikasi pada bisnis BRI Finance yang
8. Optimalisasi yang dilakukan dalam bentuk kerjasama semakin kompleks. BRI Finance akan fokus pada sinergi dan
Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) Joint Financing dengan cross selling yang telah dikembangkan di BRI Group, selain
meluncurkan produk yang memiliki rate kompetitif. itu pengembangan juga dilakukan pada captive market BRI.
Perusahaan terus menyalurkan pembiayaan dan ekspansi
Keunggulan Kompetitif dan Inovasi bisnis secara selektif, serta melakukan eksplorasi new
PT BRI Multifinance Indonesia growth engine melalui optimalisasi single gateway auto loan.
Sesuai dengan aspirasi pemegang saham, keunggulan Perusahaan akan mempertahankan strategi diversifikasi
kompetitif yang dimiliki BRI Finance yakni sebagai single pendanaan untuk menekan cost of fund dan memberikan
gateway auto loan BRI Group. Selain itu, BRI Finance offering rate yang kompetitif bagi debiturnya. Dari sisi
berkomitmen akan fokus menumbuhkan bisnis konsumer layanan, BRI Finance akan memaksimalkan bisnis value
yang akan dipertahankan minimal sebesar 80% secara chain melalui strategic partnership dan pengembangan
jangka panjang dengan terus melakukan pengembangan joint berbagai platform untuk mendorong transaksi digital channel
financing melalui kolaborasi aktif bersama Group business seperti aplikasi myBRIf, new mobile order dan lainnya. Selain
owner di BRI. Untuk mewujudkan aspirasi tersebut, BRI itu sebagai bentuk penguatan excellence enabler lainnya
Finance menyadari akan menghadapi tantangan digitalisasi terutama human capital, culture, distribution channel dan tata
yang disertai dengan perubahan perilaku konsumen pasca kelola risiko. Sebagai salah satu tindakan Good Corporate
pandemi di industri pembiayaan. Pergeseran ekspektasi Governance (GCG) yang maksimal, BRI Finance memperkuat
pelanggan tersebut mengubah pola kerjasama, kemudahan sisi manajemen risiko dan kepatuhan sehingga memastikan
proses, serta layanan yang lebih seamless sesuai dengan penyaluran pembiayaan yang diberikan oleh Perusahaan tetap
customer behavior. BRI Finance akan meningkatkan investasi prudent dan termonitor dengan baik. Sinergi yang dilakukan
di bidang teknologi informasi melalui pengembangan dan BRI Finance bersama dengan grup usaha terus dimaksimalkan
enhancement berbagai platform pendukung aktivitas bisnis baik disisi bisnis maupun non bisnis melalui sharing resources,
internal, antara lain core financial system sebagai akomodasi integrasi data dan eksplorasi new ecosystem segment.
aktivitas BRI Finance, e-General Ledger (eGL) yang
mendukung penyusunan laporan keuangan BRI Finance,
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 295
Page 298
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
PT BRI Ventura Investama yang selanjutnya disebut BRI
Ventures adalah Entitas Anak usaha BRI yang bergerak di potensi pasar yang luas, manajemen risiko yang solid serta
bidang modal ventura. Kepemilikan saham oleh BRI pada founder yang memiliki pengalaman yang cukup dalam
BRI Ventures adalah sebesar 99,97% dari total saham yang menjalankan bisnisnya. Hal ini selaras dalam membantu
dikeluarkan perusahaan, sementara 0,03% dimiliki oleh BRI Group mengembangkan produk dan layanan yang
Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI. BRI Ventures memiliki memudahkan pengguna (customer-centric). BRI Ventures
aspirasi untuk menjadi Corporate Venture Capital terdepan akan melakukan investasi pada perusahaan teknologi baik di
yang akan dicapai melalui investasi di perusahaan yang dalam lingkup jasa keuangan (fintech) maupun sektor bisnis
memiliki potensi pertumbuhan tinggi (startup), dengan lainnya (non-fintech).
Tabel Kinerja (Produktivitas) PT BRI Ventura Investama
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Total Investasi 1.693.953 1.903.833 (209.880) (11,02%)
Non Performing Investment (NPI) (%) 2,0% 0,0011% 1,9989% 1.817,18%
Total Aset 2.118.362 2.471.125 (352.762) (14,28%)
Pada tahun 2025 BRI Ventures membukukan total aset 4. Untuk menjaga kualitas portofolio dan memitigasi risiko
sebesar Rp2,12 triliun, turun Rp352,76 miliar atau 14,28% investasi, BRI Ventures telah melakukan monitoring
yoy dibandingkan tahun 2024. Total investasi 2025 sebesar kualitas dan runway investee serta melakukan audit
Rp1,69 triliun, menurun sebesar 11,02% yoy dibandingkan internal dan menyampaikan laporan pengawasan
tahun 2024. Penurunan total aset antara lain dipengaruhi tersebut kepada pihak regulator secara berkala.
penurunan valuasi linkAja sebesar 51% yoy akibat penurunan
kinerja bisnis dan Awan Tunai turun 42% yoy karena terdapat Keunggulan Kompetitif dan Inovasi
risiko konsentrasi pinjaman. Pemburukan kualitas portofolio PT BRI Ventura Investama
terjadi dengan peningkatan pada NPI di tahun 2025 Sampai dengan saat ini, BRI Ventures telah berhasil mengelola
mencapai 2,0%. 2 (dua) Dana Ventura, yaitu Dana Ventura Nusantara I (DVSN I)
dan Dana Ventura Nusantara II (DVSN II). Tahun 2024 merupakan
Strategi PT BRI Ventura Investama Tahun 2025 recovery year bagi BRI Ventures, sehingga untuk menjaga
Dalam mencapai aspirasi di tahun 2025, BRI Ventures kualitas investasi maka untuk valuasi dana ventura BRI Ventures
melakukan beberapa upaya antara lain: telah melakukan adjustment valuasi secara berkala berdasarkan
1. Optimalisasi opportunity exit dengan mempertimbangkan perkembangan kinerja perusahaan. Selain itu selama periode
target Internal Rate of Return (IRR) dan potensi gain. 2024 BRI Ventures melalui DVSN II telah berhasil melaksanakan
2. BRI Ventures telah berkomitmen untuk mendukung program accelerator yaitu “Impact Day”. Program ini diikuti oleh
pertumbuhan bisnis startup Indonesia melalui 15 startup Indonesia pada kategori impact entreprises.
kesepakatan partisipasi dalam pendanaan Merah Putih
Fund.
3. Sebagai alternatif sumber pendapatan, BRI Ventures
telah melakukan penempatan investasi pada SBI dan
SBN sepanjang tahun 2024 sebesar Rp216 miliar.
296 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 299
Laporan Tahunan
2025
Prospek Usaha dan Strategi PT BRI Ventura Investama creation bagi ekosistem BRI Group, maka di tahun 2026 BRI
Tahun 2026 Ventures akan fokus pada “Business Process Improvement
Di tahun 2026, BRI Ventures masih memfokuskan kegiatan & Strategic Investment Exploration” melalui 2 (dua) inisiatif
investasinya pada perusahaan/startup di sektor fintech strategi yaitu:
maupun non-fintech yang berpotensi meningkatkan 1. Orchestrate Venture Capital Ecosystem between BRI
kapabilitas, berdampak positif terhadap bisnis, dan membuka Group
akses untuk ekosistem baru bagi BRI Group. Dalam rangka 2. Becoming BRI Group’s Innovation Lab
mewujudkan visi BRI Ventures sebagai katalisator value
PT BRI Asuransi Indonesia yang selanjutnya disebut BRI Insurance menjadi bagian dari entitas anak pada BRI Group yang
bergerak di bidang asuransi yang memiliki tanggung jawab untuk menciptakan value baik dari sisi bisnis maupun peningkatan
citra BRI Insurance dengan komitmen memberikan perlindungan asuransi umum melalui beragam produk terpercaya yang
didukung inovasi teknologi, GCG yang prudent dan human capital unggul untuk menghasilkan produktivitas yang optimal dan
berkelanjutan.
Tabel Kinerja (Produktivitas) PT BRI Asuransi Indonesia
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Premi Bruto 4.097.823 3.906.348 191.475 4,90%
Aset 8.158.065 7.721.019 437.046 5,66%
Ekuitas 2.640.467 2.592.763 48.000 1,85%
Aset BRI Insurance tahun 2025 sebesar Rp8,16 triliun, meningkat resiprokal untuk mendorong keberlanjutan melalui diversifikasi
sebesar 5,66% yoy dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar bisnis dan kemitraan. Aktivitas bisnis yang dilakukan merujuk
Rp7,72 triliun. Premi bruto BRI Insurance tahun 2025 sebesar pada strategi untuk menjalin bisnis yang semakin saling
Rp4,10 triliun, meningkat 4,90% yoy dibandingkan dengan terkait melalui value chain, teknologi Business to Business
tahun 2024 sebesar Rp3,91 triliun. Ekuitas BRI Insurance to Consumer (B2B2C), dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
tahun 2025 meningkat sebesar 1,85% dari Rp2,59 triliun di Memperkuat koneksi antar korporasi dapat menciptakan
tahun 2024 menjadi Rp2,64 triliun di tahun 2025. Peningkatan sinergi dan peluang untuk mendorong pertumbuhan bersama
tersebut karena kenaikan laba tahun berjalan sebesar 5,30% serta inisiatif keberlanjutan. Sinergi bisnis ini terutama dilakukan
dibandingkan tahun 2024 menjadi Rp675 miliar di tahun 2025. melalui kerja sama dengan BRI Group.
Strategi PT BRI Asuransi Indonesia Tahun 2025 Untuk mewujudkan aspirasi tahun 2025, BRI Insurance
Kondisi persaingan bisnis yang semakin kompetitif dan mengimplementasikan langkah-langkah strategis sebagai
lingkungan bisnis yang dinamis dan penuh ketidakpastian, berikut:
menuntut BRI Insurance untuk terus menciptakan inovasi 1. Penguatan tata kelola dan manajemen risiko untuk
baru dan mengimplementasikan strategi yang sesuai dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan ketentuan
selaras dengan perubahan lingkungan bisnis. BRI Insurance internal serta pengelolaan risiko BRI Insurance yang baik.
terus berupaya mencapai keunggulan kompetitif dengan 2. Mendukung pertumbuhan berkualitas yang berkelanjutan
menciptakan nilai-nilai daya saing yang lebih baik dibandingkan dengan penguatan seleksi dan pengelolaan risiko bisnis
para pesaing. Untuk mewujudkan aspirasi di tahun 2025, BRI utama BRI Insurance.
Insurance memperkuat bisnis yang saling berhubungan secara
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 297
Page 300
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
3. Perluasan pada segmen ritel dan mikro pada kelas bisnis Prospek Usaha dan Strategi PT BRI Asuransi Indonesia
dan produk dengan profitabilitas yang lebih baik. Tahun 2026
4. Optimalisasi potensi bisnis turunan dari ekosistem BRI Insurance akan mewujudkan implementasi Visi untuk
wholesale dan internal BRI. menjadi “The Most Trusted Partner for Reliable Protection
5. Memperkuat sinergi dan kerjasama intra grup untuk Solutions” dengan layanan berorientasi kepada kebutuhan dan
realisasi potensi total revenue pool BRI Group. kepuasan nasabah. Tahun 2026, BRI Insurance mengusung
6. Penguatan backbone IT untuk mendukung akselerasi Tema Tahunan “Perluasan Bisnis Utama untuk Tetap Kompetitif
proses bisnis dan operasional BRI Insurance melalui dengan Pemanfaatan Data dan Teknologi”. Untuk mewujudkan
program otomasi yang cepat dan aman. aspirasi di tahun 2026, BRI Insurance secara persisten akan
7. Pengembangan data analytic untuk mendukung melakukan penetrasi yang berkelanjutan terhadap kompetensi
pengambilan keputusan bisnis. inti, yaitu berfokus pada layanan dan bisnis pada segmen ritel
8. Penguatan kapabilitas human capital termasuk dan mikro. Hal ini mengacu pada upaya berkelanjutan untuk
penajaman KPI untuk menjadi leading indicator mengintegrasikan dan memanfaatkan kekuatan fundamental
pencapaian kinerja berbasis budaya (performance bisnis BRI Insurance ke dalam produk maupun saluran distribusi
driven culture). di pasar captive dan non captive. Dengan demikian, hal ini
9. Simplifikasi layanan untuk pencapaian ultimate customer diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan mendorong
experience and satisfaction. pertumbuhan BRI Insurance secara berkelanjutan.
Keunggulan Kompetitif dan Inovasi PT BRI Asuransi Untuk mewujudkan aspirasi tahun 2026, BRI Insurance
Indonesia menetapkan serangkaian rencana dan langkah strategis
Keunggulan kompetitif dan inovasi yang dimiliki oleh BRI sebagai berikut:
Insurance Indonesia yaitu: 1. Optimalisasi pertumbuhan premi di segmen ritel dan
1. Memiliki jaringan kerja sebanyak 115 yang tersebar di mikro yang bersumber dari pasar non captive.
seluruh Indonesia. 2. Optimalisasi ekosistem entitas BRI dan BUMN serta
2. Merupakan Perusahaan Asuransi Umum dengan rantai nilai.
peringkat pertama di kategori premi bruto Rp1 sampai 3. Menciptakan mesin pertumbuhan baru untuk diversifikasi
dengan <Rp2,5 triliun versi Infobank. sumber pendapatan di segmen bisnis korporasi, kecil,
3. Merupakan Perusahaan Asuransi Umum dengan menengah, dan konsumer.
peringkat pertama berdasarkan kinerja premi bruto, hasil 4. Penguatan sinergi BRI Group dalam rangka perluasan
underwriting, laba bersih dan aset tahun 2024 di klaster bisnis dan penunjang operasional, termasuk integrasi
ekuitas Rp1 triliun sampai dengan Rp2,5 triliun. tata kelola, kepatuhan, manajemen risiko, teknologi
4. Secara konsisten BRI Insurance disertifikasi oleh informasi, dan sumber daya manusia.
Lembaga Pemeringkat Independen. Peringkat idAA+ dari 5. Penguatan pertumbuhan premi yang berkualitas dan
Pefindo, naik dibandingkan tahun 2023 dan Peringkat profitabel dengan penguatan seleksi risiko.
AA(idn) dari Fitch Ratings. 6. Penguatan kapasitas investasi untuk optimalisasi hasil
5. Sebagai salah satu perusahaan asuransi umum investasi dan pengelolaan risiko investasi.
terkemuka, BRI Insurance memiliki lebih dari 70 (tujuh 7. Inovasi produk dan layanan purna jual sebagai
puluh) produk termasuk produk unggulan dan produk diferensiasi sesuai kebutuhan dan segmentasi nasabah
customized. (berorientasi kepada nasabah) untuk memperkuat citra
6. Memiliki rasio keuangan yang kuat dalam 3 (tiga) tahun BRI Insurance Indonesia.
terakhir dan berada di atas rata-rata industri berdasarkan 8. Penguatan sistem penagihan subrogasi dan piutang
profit margin, ROE, underwriting yield, loss ratio dan RBC reasuransi.
7. Tingkat maturitas tata kelola, kepatuhan, manajemen 9. Implementasi PSAK 117 sesuai ketentuan dan tata kelola
risiko, audit, dan IT BRI berada di atas skor 3 (defined), yang berlaku.
PMO berada di atas skor 2,6, dan human capital berada 10. Implementasi pemisahan Unit Usaha Syariah sesuai
di atas skor 1,5. dengan ketentuan dan tata kelola yang berlaku.
8. BRI Insurance memiliki layanan yang semakin 11. Penguatan kapabilitas pekerja khususnya tenaga
berkembang dengan berbasis digitalisasi dan otomasi pemasar, termasuk penguatan budaya Perseroan untuk
memanfaatkan Aplikasi BRINESIA, BRINSmobile, Claim mendukung transformasi dan internalisasi budaya BRI
Center/B-Class, Customer Care, E-policy). Insurance Indonesia, serta penajaman KPI untuk menjadi
9. Memiliki tenaga ahli yang telah tersertifikasi. indikator penting dalam pencapaian budaya kinerja
tinggi.
298 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 301
Laporan Tahunan
2025
PT BRI Danareksa Sekuritas selanjutnya disebut BRI Danareksa Sekuritas adalah Entitas Anak usaha BRI yang bergerak di
bidang perusahaan efek. Pada periode tahun 2025, PT BRI Danareksa Sekuritas berhasil mencatatkan laba bersih sebesar
Rp20,93 miliar yang tumbuh hingga 129,37% yoy. Pendapatan usaha yang berhasil diperoleh adalah sebesar Rp381,37 miliar
yang tumbuh sebesar 22,5% yoy dengan peningkatan terjadi pada seluruh pos pendapatan kecuali advisory yang turun tipis 1%
yoy. Aset mencapai Rp1,28 triliun yang tumbuh hingga 17,37% yoy atau Rp189,31 miliar dari tahun 2024.
Tabel Kinerja (Produktivitas) PT BRI Danareksa Sekuritas
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Akumulasi Nilai Transaksi Brokerage
Saham 123.204.722 85.034.344 38.170.378 44,88%
Obligasi Pemerintah 382.510.545 275.319.420 107.191.125 38,93%
Obligasi Korporasi 74.854.230 29.265.960 45.588.270 155,77%
Aset 1.279.094 1.089.788 189.306 17,37%
Laba Bersih 20.925 9.123 11.802 129,37%
Strategi PT BRI Danareksa Sekuritas Tahun 2025 yaitu BRIGHTS yang menawarkan simplicity melalui BRIGHTS
BRI Danareksa Sekuritas telah meluncurkan beberapa fitur EASY dan terus mengembangkan fitur lainnya untuk
baru dengan tujuan meningkatkan layanan dan penambahan mendukung kemudahan berinvestasi pada investor ritel.
varian produk untuk kemudahan bagi nasabah ritel dalam Selain itu, BRI Danareksa Sekuritas merupakan bagian dari
bertransaksi di pasar modal. Beberapa layanan tersebut Bank Rakyat Indonesia, Bank BUMN dengan aset terbesar.
antara lain pembukaan akun margin secara online, EBA Dengan bekal pengalaman tersebut dan didukung oleh
Ritel, BRIGHTS Easy Desktop, Fast Order, Launcher e-SBN, sinergi dengan BRI Grup, hal ini menjadikan BRI Danareksa
Switching Reksa Dana, SmartInvest Reksa Dana, BREW Sekuritas sebagai sekuritas dengan akses jangkauan terluas
dan Gadai Saham. Selain itu, BRI Danareksa Sekuritas juga di Indonesia melalui channel distribusi BRI.
melakukan revitalisasi trading system pada lini bisnis institusi
sebagai upaya dalam membuka peluang kerjasama dengan Prospek Usaha dan Strategi PT BRI Danareksa Sekuritas
counterparty asing. Lebih lanjut, BRI Danareksa Sekuritas Tahun 2026
juga melakukan penguatan bisnis bersama perusahaan induk Visi utama BRI Danareksa Sekuritas yaitu “Menjadi Penyedia
melalui pengembangan fitur RDN, fitur Transaksi Saham, dan Solusi Layanan Pasar Modal Terpercaya untuk Mencapai
fitur Transaksi Obligasi di BRImo. Kinerja yang Berkelanjutan dan Memperkuat Inklusi
Keuangan” dengan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan
Keunggulan Kompetitif dan Inovasi PT BRI Danareksa dari sisi profitabilitas. BRI Danareksa Sekuritas juga terus
Sekuritas berupaya untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas
BRI Danareksa Sekuritas merupakan perusahaan sekuritas sumber daya manusia melalui program alignment human
pertama sekaligus merupakan pioneer di pasar modal capital framework dengan BRI. Dalam menjalankan bisnis
Indonesia. BRI Danareksa Sekuritas memiliki sumber daya dan strategi di tahun 2026, terdapat beberapa strategi yang
manusia yang kompeten dan bersertifikasi. BRI Danareksa menjadi fokus utama dalam mencapai aspirasi dengan tema
Sekuritas memiliki produk unggulan online trading system “Redefine Investment Experience” yaitu:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 299
Page 302
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
1. Personalized Service Offering 3. Streamlining Collaboration
Pengembangan layanan berbasis digital yang fokus pada Penguatan sinergi dengan ekosistem BRI Group untuk
kebutuhan masing-masing nasabah dalam berinvestasi meningkatkan profitabilitas bagi segmen institusi
2. Operational Service Excellence maupun ritel
Otomasi pada proses back-office dan penguatan IT 4. Human Capital Development
Security untuk peningkatan layanan dan keamanan bagi Peningkatan kapabilitas dan kapasitas SBM untuk
nasabah mendorong produktivitas sejalan dengan perkembangan
industri
Aset PNM tahun 2025 sebesar Rp56,99 triliun, meningkat 2,96% dibandingkan dengan tahun 2024 yang sebesar Rp55,35 triliun.
Kenaikan aset didorong oleh penurunan CKPN karena adanya WO sebesar Rp4,1 triliun di tahun 2025. Dari sisi pendapatan,
PNM membukukan pendapatan usaha tahun 2025 sebesar Rp16,86 triliun, meningkat tipis hingga 0,8% dibandingkan dengan
tahun 2024 yang sebesar Rp16,72 triliun. Dari sisi beban, OPEX PNM mengalami peningkatan signifikan hingga sebesar 15%
yoy. Peningkatan tersebut diakibatkan oleh adanya peningkatan BTK dan beban general affairs. Di tahun 2025, PNM membuku
laba sebesar Rp1,2 triliun yang turun hingga 18,5% yoy sejalan dengan PPOP yang juga menurun akibat peningkatan pada OPEX.
Tabel Kinerja (Produktivitas) PT Permodalan Nasional Madani
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Penyaluran Pembiayaan 69.084.983 69.944.923 (859.940) (1,22%)
Outstanding 50.276.090 50.033.881 242.209 0,48%
Aset 56.986.249 55.348.061 1.638.188 2,96%
Strategi PT Permodalan Nasional Madani Tahun 2025 6. Pengembangan teknologi informasi dan digitalisasi
PNM menetapkan strategi dan kebijakan strategis untuk proses bisnis dan penambahan fitur pada aplikasi
mencapai target perusahaan tahun 2025 sebagai berikut: Mekaar Digi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas
1. Perubahan struktur organisasi PNM yang dilakukan proses bisnis.
dalam rangka mendukung inisiatif strategi jangka 7. Diversifikasi sumber pendanaan baik dari pasar modal,
panjang dan keberlangsungan perusahaan. perbankan, maupun pemerintah melalui Pusat Investasi
2. Penetrasi pasar dan perluasan area layanan melalui Pemerintah untuk menekan tingkat suku bunga pinjaman
pembukaan unit kerja baru yang dilakukan secara selektif di tengah tren peningkatan suku bunga.
dan efektif. 8. Peningkatan produktivitas dan kompetensi sumber daya
3. Pengembangan produk pembiayaan siklus lanjutan untuk manusia untuk mendukung pemberdayaan nasabah
memenuhi kebutuhan nasabah serta sebagai persiapan perempuan pelaku usaha ultra mikro dan mikro. Serta
nasabah UMi menuju naik kelas. penyediaan fasilitas training atau pelatihan untuk
4. Peningkatan literasi keuangan dan peningkatan inklusi meningkatkan kompetensi bagi seluruh pekerja PNM.
keuangan para nasabah Mekaar melalui kegiatan
pertemuan kelompok nasabah dan sinergi. Keunggulan Kompetitif dan Inovasi
5. Peningkatan tingkat tata kelola perusahaan melalui PT Permodalan Nasional Madani
pengelolaan manajemen risiko operasional dan kredit PNM yang didirikan pada tahun 1999 dengan visi menjadi
serta dilakukannya pengukuran Corporate Governance lembaga pembiayaan terkemuka dalam meningkatkan nilai
Performance Index (CGPI). tambah secara berkelanjutan bagi usaha segmen ultra mikro
300 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 303
Laporan Tahunan
2025
dan mikro dengan berlandaskan prinsip-prinsip Good Corporate Peningkatan Produktivitas, dan Efisiensi melalui Inovasi IT”,
Governance (GCG). Saat ini fokus utama PNM adalah untuk PNM menerapkan beberapa inisiatif strategis yang meliputi
memberdayakan perempuan pelaku usaha ultra mikro. PNM Strong & Healthy Growth, Impactful Empowerment, dan
memiliki 4.675 kantor layanan pada akhir tahun 2024 yang Operational Excellence sebagai berikut:
tersebar di 451 kabupaten/kotamadya dan 36 provinsi. PNM 1. Inovasi Produk melalui Warung Mekaar dan Waste
telah memberdayakan lebih dari 14,3 juta nasabah perempuan Management.
pelaku usaha ultra mikro dan lebih dari 72 ribu nasabah UMK. 2. Transformasi Proses Bisnis dan Metode Kerja melalui
Dalam rangka mendorong peningkatan kapasitas usaha para Diary Mekaar dan UlaMM, Mapping Zoning dan Routing,
nasabah, PNM juga menekankan kegiatan pemberdayaan serta Otomasi Daily Closing.
melalui pemberian pendampingan dan pelatihan usaha kepada 3. PKM Re-engineering melalui utilisasi ekosistem PKM
para nasabah di samping pemberian permodalan. Selain itu, Kelompok Mekaar dan PKM Berdikari (hybrid)
PNM juga mendukung program Sustainable Development 4. Pemberdayaan dengan memulihkan kembali nasabah
Goals di antaranya pembiayaan untuk meningkatkan kualitas WO untuk kembali berusaha dan literasi asuransi kepada
sanitasi dan air bersih serta pembiayaan untuk renovasi nasabah.
sarana/prasarana usaha para nasabah, serta PNM juga 5. Penguatan Pengelolaan Human Capital melalui
berperan aktif dalam berbagai kegiatan tanggung jawab sosial Reinforcement Recruitment, Career Development and
dan lingkungan. Pemanfaatan teknologi dan informasi juga Capacity Building, serta Pengembangan Human Capital
dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada para nasabah Core System.
dan mendukung kegiatan bisnis dan operasional terutama 6. Digitalisasi dan Upgrading IT melalui Integrasi Oracle,
melalui digitalisasi dan melalui inisiatif strategik yang dilakukan Peningkatan IT Infrastructure Reliability and Resiliensi,
bersama pada sinergi Holding Ultra Mikro Pembangunan IT Enterprise Strategic Planning and
Architecture Management, Peningkatan IT Security
Prospek Usaha dan Strategi Reliability, serta Pembangunan Data Analytic Governance
PT Permodalan Nasional Madani Tahun 2026 7. Penataan Perusahaan Anak melalui Alignment Rencana
Pada tahun 2026, dengan roadmap jangka panjang Strategis Danantara
PNM yaitu “Mendorong Pertumbuhan Kredit Berkualitas,
Pertumbuhan kinerja aset Pegadaian tahun 2025 mencapai Rp151,26 triliun atau tumbuh secara yoy sebesar 48,04%.
Pertumbuhan aset dipengaruhi oleh komponen terbesar yaitu outstanding loan yang tumbuh 47,63% yoy dari tahun 2024 yaitu
dari Rp85,38 triliun menjadi Rp126,05 triliun melalui penerapan strategi pemasaran dan penjualan yang efektif di tengah gejolak
geopolitik dan kondisi makro ekonomi yang dinamis. Dari sisi pendapatan, Pegadaian membukukan laba bersih tahun 2025
sebesar Rp8,34 triliun atau meningkat sebesar 42,59% dari Rp5,85 triliun di tahun 2024. Peningkatan laba ini selain didukung
dari peningkatan pendapatan, juga diimbangi dengan efisiensi biaya yang tercermin dari perbaikan realisasi BOPO sebesar
63,68% pada tahun 2025 atau menurun tipis dibandingkan tahun 2024 sebesar 63,75%.
Tabel Kinerja (Produktivitas) PT Pegadaian
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Aset 151.260.934 102.172.436 49.088.498 48,04%
Pembiayaan (Outstanding Loan/OSL Gross) 126.048.019 85.378.813 40.669.206 47,63%
Laba Usaha 8.344.211 5.851.796 2.492.415 42,59%
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 301
Page 304
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Strategi PT Pegadaian Tahun 2025 Prospek Usaha dan Strategi PT Pegadaian Tahun 2026
Kinerja memuaskan di tahun 2025 tak lepas dari keberhasilan Dengan dilatarbelakangi atas semangat tumbuh bersama
perusahaan dalam melakukan transformasi bisnis. Holding Ultra Mikro, semangat transformasi, serta semangat
Optimalisasi, modernisasi dan pembangunan kapabilitas mengemaskan Indonesia, maka pada tahun 2026 roadmap
menjadi langkah awal perusahaan untuk menjadi The jangka panjang Pegadaian yaitu “Accelerate” dengan strategi
Leader in The Gold Ecosystem and Accelerator of Financial Mempercepat Fondasi dan Akselerasi Pertumbuhan yang
Inclusion di tahun 2029 atau lima tahun mendatang. Strategi inline dengan grand strategy pada Rencana Jangka Panjang
Pegadaian untuk tahun 2025 meliputi: Perusahaan:
1. Memperkuat bisnis inti dengan mengembangkan layanan 1. Grow Core
yang sesuai kebutuhan nasabah. Memperkuat core business Pegadaian pada lini bisnis
2. Memperluas jaringan layanan melalui agen pegadaian gadai dan mikro melalui pemanfaatan data dan teknologi
dan digital partnership. dalam aktivitas penjualan, modernisasi proses bisnis
3. Menerapkan inovasi dan diversifikasi aliran pemasukan serta memfasilitasi multi product customer experience.
melalui segmen bisnis non-gadai. 2. Go Further
4. Memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan Meningkatkan kapabilitas jaringan keagenan serta
lingkungan. mengoptimalkan kerja sama dengan mitra strategis yang
5. Memperkuat layanan bersama dalam Holding Ultra Mikro potensial.
di bawah BRI. 3. Go Together
Memperkuat sinergi antara BRI Group dengan Pegadaian
Keunggulan Kompetitif dan Inovasi PT Pegadaian Group melalui pemanfaatan bersama jaringan penjualan
Pegadaian senantiasa mengedepankan inovasi dalam dan penguatan kapabilitas fungsi supporting bisnis.
rangka memperkuat daya saing dan penyediaan produk/ 4. Grab New
layanan terbaik dan tepat guna bagi masyarakat, khususnya Memperluas segmen bisnis dengan peluncuran lini
dalam memanfaatkan penggunaan teknologi dan perubahan bisnis baru melalui pengembangan Bullion Services dan
perilaku masyarakat untuk meningkatkan customer akselerasi pertumbuhan melalui strategi anorganik dan
experience. Selain itu, Pegadaian tetap menjaga kualitas penguatan entitas anak.
layanan dengan penaksir yang handal didukung oleh 5. Groom Talent
program-program marketing dan penjualan yang beragam, Mencapai pengelolaan talenta yang terbaik dalam rangka
penguatan produk berbasis gadai, optimalisasi peluang mendukung pertumbuhan dan pengembangan bisnis.
produk berbasis emas dan fidusia, penguatan bisnis syariah, 6. Gen-Z Tech
serta optimalisasi layanan digital dan sinergi dengan mitra Memperkuat arsitektur TI yang mendukung implementasi
strategis yang dapat membantu perusahaan untuk tetap bisnis baru, penguatan aplikasi internal dan eksternal
tumbuh berkelanjutan sebagai solusi masyarakat dalam Perusahaan serta menjalankan model operasional
mengatasi masalah tanpa masalah. Melalui sinergi ultra berbasis data guna mencapai manfaat yang optimal.
mikro, Pegadaian bersama entitas Holding Ultra Mikro juga 7. Great Culture and GCG
memperluas aksesibilitas layanan keuangan baik dengan Melakukan peluncuran ulang transformasi budaya,
pelayanan online dan offline. penguatan tata kelola dan manajemen risiko dan
Implementasi praktik ESG yang komprehensif.
Aset PT BRI Manajemen Investasi pada tahun 2025 sebesar Pendapatan PT BRI Manajemen Investasi pada tahun
Rp375,57 miliar, meningkat 19,95% yoy dibandingkan dengan 2025 sebesar Rp300,30 miliar, meningkat 20,64% yoy
tahun 2024 yang sebesar Rp313,10 miliar. Peningkatan dibandingkan dengan tahun 2024 yang sebesar Rp248,92
tersebut dari peningkatan portofolio efek dalam rangka miliar. Peningkatan pendapatan tersebut berasal dari
optimalisasi idle cash dan peningkatan piutang atas jasa fee portofolio efek, bunga, dan dividen yang melonjak hingga
pengelolaan AUM (Asset Under Management). 215,1% yoy atau meningkat Rp12,5 miliar yang didorong oleh
perbaikan mark to market dan pendapatan kupon obligasi.
Pada sisi kewajiban terdapat peningkatan sebesar 12,58%, Dengan demikian PT BRI Manajemen Investasi dapat
mayoritas peningkatan pada utang pajak, liabilitas imbalan membukukan kenaikan laba sebesar 12,78% di tahun 2025
kerja dan beban akrual (atas akrual biaya-biaya operasional menjadi sebesar Rp33,22 miliar.
yang belum dibayarkan pada akhir Desember 2025.
302 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 305
Laporan Tahunan
2025
Tabel Kinerja (Produktivitas) PT BRI Manajemen Investasi
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Laba (Rugi) Bersih 33.221 29.456 3.765 12,78%
Aset 375.569 313.098 62.471 19,95%
Kewajiban 101.063 69.270 31.793 45,90%
Ekuitas 274.506 243.828 30.678 12,58%
Strategi PT BRI Manajemen Investasi Tahun 2025
Beberapa strategi yang dilakukan oleh BRI Manajemen fungsi guna menyesuaikan dan mempersiapkan SDM yang
Investasi pada tahun 2024 adalah sebagai berikut: dapat mengikuti perkembangan industri manajer investasi.
1. Fokus membangun fondasi sinergi grup melalui Selama lebih dari 30 tahun dalam industri manajer investasi,
penyelarasan product flagship dan target pemasaran PT BRI Manajemen Investasi menerapkan tata kelola dan
baik dari sisi institusi, Agen Penjual Efek Reksa Dana/ manajemen risiko secara konsisten merupakan kunci sukses
APERD Bank (WMG), serta APERD Sekuritas (BRIGHTS). utama untuk memastikan bisnis dan operasional lancar serta
2. Fokus pemasaran pada produk reksa dana open end berkesinambungan agar senantiasa menjaga kepercayaan
terutama product flagship serta peningkatan dana nasabah dan reputasi secara jangka panjang.
kelolaan melalui segmen retail utama.
3. Fokus peningkatan kapabilitas dan kualifikasi sumber Dalam mendukung pertumbuhan industri serta tanggap
daya manusia antara lain melalui talent mobility dan terhadap perkembangan industri, BRI Manajemen Investasi
penguatan kompetensi utama. memiliki spektrum produk investasi yang lengkap yang
4. Fokus optimalisasi proses back-office antara lain melalui sesuai dengan berbagai profil risiko nasabah. Pada tahun
upgrading core system serta pengembangan ERP. 2024 BRI Manajemen Investasi mempertajam existing
5. Fokus penguatan manajemen risiko dan tata kelola product menjadi flagship product yang diekspektasi dapat
melalui penyelarasan penilaian maturitas risiko dan tata mengikuti perkembangan siklus bisnis serta sesuai dengan
kelola serta pengelolaan profil risiko. karakter segmen retail, antara lain yakni reksa dana pasar
uang seruni pasar uang, reksa dana pendapatan tetap melati
Keunggulan Kompetitif dan Inovasi pendapatan utama, reksa dana campuran balanced regular
PT BRI Manajemen Investasi income fund yang mendistribusikan dividen bulanan, serta
PT BRI Manajemen Investasi berdiri sejak tahun 1992 dengan reksa dana indeks MSCI Indonesia ESG Screened. Upaya
nama PT Danareksa Investment Management. Sebagai Manajer pemasaran didukung baik dengan berbagai kegiatan literasi
Investasi pertama di Indonesia, BRI Manajemen Investasi dan inklusi keuangan dalam ekosistem grup BRI serta umum
juga telah mencatatkan sejarah di industri sebagai penerbit yang dilakukan secara intensif maupun melalui fitur produk
reksadana pertama di Indonesia pada tahun 1996. Spektrum yang terjangkau untuk segmen retail.
produk Investasi yang luas yang dimiliki BRI Manajemen
Investasi berbasis perencanaan keuangan serta orientasi Pada tahun 2023 Danareksa Investment Management resmi
pelanggan memberikan berbagai pilihan investasi bagi seluruh berganti nama menjadi BRI Manajemen Investasi. Pergantian
segmen baik Institusi maupun ritel yang disesuaikan dengan ini seiring dengan telah efektifnya kepemilikan mayoritas
toleransi risiko dan kebijakan investasi nasabah. Sebagai BRI pada 30 November 2022. Penyelarasan strategi dan
perusahaan yang knowledge intensive, BRI Manajemen kebijakan dalam sinergi Grup mulai dilakukan intensif pada
Investasi mengedepankan pengelolaan bisnis dan operasional tahun 2023 pada berbagai aspek bisnis dan operasional
ditangani SDM yang profesional dan berpengalaman dalam Perseroan yang diharapkan dapat menjadi kekuatan
dunia pasar modal, yang didukung oleh kesiapan infrastruktur kompetitif Perseroan dalam meningkatkan kontribusinya
dan teknologi dari front to end. Secara berkala BRI Manajemen bagi Industri manajer investasi. Berbagai kolaborasi yang
Investasi menyusun rencana pengembangan SDM, memantau, dilakukan diharapkan dapat meningkatkan integrasi BRI
serta mengevaluasi pekerja secara spesifik pada setiap Manajemen Investasi sebagai bagian Grup BRI.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 303
Page 306
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Prospek Usaha dan Strategi PT BRI Manajemen Investasi Tercatat pertumbuhan neraca BRI secara tahunan sangat baik,
Tahun 2026 terlihat dari pertumbuhan kredit yang naik sebesar 12,32% yoy
Memasuki tahun 2025, BI menghadapi tantangan dalam dengan kontribusi positif dari setiap segmen yang ada. Support
menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pertumbuhan kredit juga tidak terlepas dari pertumbuhan dana
global dan kebijakan moneter AS yang lebih ketat dari pihak ketiga yang sangat baik, secara tahunan total dana pihak
perkiraan. Meskipun demikian, BI tetap optimis terhadap ketiga tumbuh sebesar 7,43% dengan sokongan terbesar dari
prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan proyeksi Dana Murah (CASA) yang tercatat naik 12,71% atau bertambah
pertumbuhan yang sedikit lebih rendah dari perkiraan Rp116,81 triliun secara tahunan. Pertumbuhan aset dan liabilitas
sebelumnya. Dalam industri reksa dana, BRI Manajemen yang baik tersebut mendorong rasio kunci BRI berada di tahun
Investasi berhasil mencapai target dana kelolaan sebesar 2025 berada pada level yang stabil dan sangat kuat, rasio terkait
Rp65 triliun pada akhir 2025, dengan fokus pada segmen profitabilitas yang ditunjukkan oleh NIM sebesar 7,81%, COF
ritel dan optimalisasi sinergi grup melalui produk unggulan. sebesar 2,9%, ROA menjadi 2,74% serta tetap mampu menjaga
Strategi ini didukung oleh penguatan pengendalian internal, rasio ekuitas pada tingkat yang kuat ditunjukkan oleh CAR
peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan sebesar 23,52%
sistem IT terintegrasi, dan penguatan branding perusahaan.
Secara umum laba BRI Konsolidasian tercatat sebesar Rp57,13
Menghadapi tahun 2026, BRI Manajemen Investasi akan triliun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya laba bersih
terus memperkuat fondasi bisnis yang kokoh dan menjaga 2025 BRI turun sebesar 5,26% (yoy). Hal ini disebabkan oleh
kesinambungan bisnis melalui peningkatan literasi dan inklusi pertumbuhan biaya CKPN konsolidasian yang mencapai 21,02%
keuangan yang lebih kolaboratif dan terintegrasi. Selain itu, (yoy) dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada segmen
perusahaan akan mematuhi peraturan baru yang diterbitkan lainnya dan korporasi. Meski demikian jika ditinjau dari segi
oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Undang-Undang total pendapatan yang dihasilkan BRI Konsolidasian mampu
terkait perlindungan data pribadi, yang akan mempengaruhi tumbuh sebesar 4,74% (yoy) atau Rp9,39 triliun. Laba bersih
operasional manajer investasi ke depannya. Perseroan masih ditopang oleh segmen mikro sebagai segmen
utama dengan komposisi sebesar 32,39% terhadap total laba
Dengan aspirasi To be the Biggest and Most Reliable konsolidasian.
Investment Manager in Indonesia with Global Capabilities,
di tahun 2026 BRI Manajemen Investasi akan menerapkan Secara kinerja berdasarkan segmen operasi, pada tahun 2025
beberapa key metrics dalam mencapai BRI Manajemen segmen bisnis Mikro masih mencatatkan kontribusi terbesar
Investasi yang lebih besar, lebih kuat, dan lebih kompetitif terhadap laba BRI, sebesar Rp18,5 triliun atau berkontribusi
melalui: sebesar 32,39% terhadap total laba Perseroan. Kontribusi
1. Pertumbuhan AUM yang solid dan konsisten tersebut sedikit mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024
2. Lompatan pendapatan dan profitabilitas sebesar 38,85%, seiring dengan penurunan laba segmen Mikro
3. Efisiensi operasional semakin membaik sebesar 21,0% yoy. Penurunan tersebut sejalan dengan kontraksi
4. Portofolio retail menguat pada pinjaman segmen mikro bank only sebesar 4,2% yoy,
5. Reputasi dan pangsa pasar meningkat serta peningkatan biaya CKPN sebesar 6,4% yoy. Hal ini seiring
dengan strategi perusahaan untuk berfokus pada perbaikan
Pendapatan dan Profitabilitas Segmen kualitas kredit serta inisiatif untuk melakukan percepatan
Operasi penyelesaian kredit bermasalah. Di sisi lain, segmen non-mikro,
termasuk entitas anak mencatatkan peningkatan laba bersih
Di tengah kondisi ekonomi yang menantang baik secara global sebesar 4,7% yoy, didukung oleh peningkatan pada segmen
dan domestik, kondisi konflik berkepanjangan di beberapa Korporasi sebesar 16,7% yoy serta Lainnya sebesar 41,7% yoy
belahan negara baik di Timur Tengah, Eropa Timur serta terbaru sejalan dengan pertumbuhan pinjaman di segmen korporasi
di benua Amerika turut memberikan dampak terhadap peta serta peningkatan kinerja di bisnis Treasury. Hal ini sejalan
perekonomian secara global serta turut memberikan dampak dengan strategi Perseroan untuk mendorong pertumbuhan yang
terhadap ekonomi domestik. Meskipun demikian, BRI mampu sustainable pada segmen lain, khususnya UMKM non-Mikro
melihat celah pertumbuhan yang mampu untuk dioptimalkan di melalui pilar Strategi Revamp Existing Core, Build New Core.
tahun 2025.
304 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 307
Laporan Tahunan
2025
Tabel Pendapatan dan Profitabilitas Segmen Operasi Tahun 2025
(dalam jutaan Rupiah)
2025
Uraian
Mikro Ritel Korporasi Lainnya Entitas Anak Total
Pendapatan bunga dan premi-neto 59.044.058 32.255.506 9.478.010 13.212.058 40.205.946 154.195.578
Pendapatan operasional lainnya 18.545.706 18.606.435 4.637.998 8.497.300 3.393.753 53.681.192
Total pendapatan 77.589.764 50.861.941 14.116.008 21.709.358 43.599.699 207.876.770
Beban operasional lainnya (31.757.802) (27.054.294) (2.061.216) (813.491) (26.760.083) (88.446.886)
Beban CKPN (22.806.153) (17.879.195) (347.855) (45.816) (5.102.984) (46.182.003)
Total beban (54.563.955) (44.933.489) (2.409.071) (859.307) (31.863.067) (134.628.889)
Pendapatan (beban) non
(177.816) (136.427) (13.778) (100.195) (26.846) (455.062)
operasional – neto
Laba sebelum beban pajak 22.847.993 5.792.025 11.693.159 20.749.855 11.709.787 72.792.819
Beban pajak (4.341.119) (1.100.485) (2.144.129) (4.211.631) (3.863.090) (15.660.454)
Laba tahun berjalan 18.506.874 4.691.540 9.549.030 16.538.224 7.846.697 57.132.365
ASET SEGMEN
Kredit-Bruto 470.771.691 519.878.040 342.517.850 - 127.561.837 1.460.729.418
Total Aset-Neto 442.572.166 495.119.915 332.077.908 593.485.169 263.986.425 2.127.241.583
LIABILITAS SEGMEN
Pendanaan 387.171.592 528.756.379 541.291.045 - 9.624.823 1.466.843.839
Total Liabilitas 387.171.592 528.756.379 544.160.724 152.427.783 191.913.193 1.804.429.671
Tabel Pendapatan dan Profitabilitas Segmen Operasi Tahun 2024
(dalam jutaan Rupiah)
2024
Uraian
Mikro Ritel Korporasi Lainnya Entitas Anak Total
Pendapatan bunga dan premi-neto 60.247.932 29.675.882 5.734.424 14.890.584 33.979.842 144.528.664
Pendapatan operasional lainnya 24.234.718 20.665.454 3.295.294 2.565.165 3.187.698 53.948.329
Total pendapatan 84.482.650 50.341.336 9.029.718 17.455.749 37.167.540 198.476.993
Beban operasional lainnya (33.545.590) (23.893.122) (2.365.500) (1.380.504) (20.915.502) (82.100.218)
Beban CKPN (21.435.233) (15.398.573) 3.606.617 87.467 (5.021.206) (38.160.928)
Total beban (54.980.823) (39.291.695) 1.241.117 (1.293.037) (25.936.708) (120.261.146)
Pendapatan (beban) non
(574.254) (395.266) (41.718) (41.875) 89.460 (963.653)
operasional – neto
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 305
Page 308
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
2024
Uraian
Mikro Ritel Korporasi Lainnya Entitas Anak Total
Laba sebelum beban pajak 28.927.573 10.654.375 10.229.117 16.120.837 11.320.292 77.252.194
Beban pajak (5.496.239) (2.276.615) (2.043.114) (4.452.855) (2.677.025) (16.945.848)
Laba tahun berjalan 23.431.334 8.377.760 8.186.003 11.667.982 8.643.267 60.306.346
ASET SEGMEN
Kredit-Bruto 491.220.118 470.387.225 244.344.259 - 92.366.487 1.298.318.089
Total Aset-Neto 463.799.448 448.188.061 283.136.349 571.455.124 212.807.264 1.979.386.246
LIABILITAS SEGMEN
Pendanaan 382.926.442 509.274.340 465.246.630 - 8.002.692 1.365.450.104
Total Liabilitas 382.926.442 509.274.340 480.589.371 146.711.717 149.370.020 1.668.871.890
Tabel Pertumbuhan Pendapatan dan Profitabilitas Segmen Operasi Tahun 2024-2025
(dalam %)
2024-2025
Uraian
Mikro Ritel Korporasi Lainnya Entitas Anak Total
Pendapatan bunga dan premi-neto (2,00%) 8,69% 65,28% (11,27%) 18,32% 6,69%
Pendapatan operasional lainnya (23,47%) (9,96%) 40,75% 231,26% 6,46% (0,50%)
Total pendapatan (8,16%) 1,03% 56,33% 24,37% 17,31% 4,74%
Beban operasional lainnya (5,33%) 13,23% (12,86%) (41,07%) 27,94% 7,73%
Beban CKPN 6,40% 16,11% 109,64% 152,38% 1,63% 21,02%
Total beban (0,76%) 14,36% (294,11%) (33,54%) 22,85% 11,95%
Pendapatan (beban) non
(69,04%) (65,48%) (66,97%) 139,27% (130,01%) (52,78%)
operasional – neto
Laba sebelum beban pajak (21,02%) (45,64%) 14,31% 28,71% 3,44% (5,77%)
Beban pajak (21,02%) (51,66%) 4,94% (5,42%) 44,31% (7,59%)
Laba tahun berjalan (21,02%) (44,00%) 16,65% 41,74% (9,22%) (5,26%)
ASET SEGMEN
Kredit-Bruto (4,16%) 10,52% 40,18% - 38,10% 12,51%
Total Aset-Neto (4,58%) 10,47% 17,29% 3,86% 24,05% 7,47%
LIABILITAS SEGMEN
Pendanaan 1,11% 3,83% 16,34% - 20,27% 7,43%
Total Liabilitas 1,11% 3,83% 13,23% 3,25% 29,28% 8,12%
306 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 309
Laporan Tahunan
2025
Segmen Geografis
Penjelasan Segmen Geografis
Segmen geografis meliputi penyediaan barang maupun jasa di dalam lingkungan ekonomi tertentu yang memiliki risiko serta
tingkat pengembalian yang berbeda dengan segmen operasi lainnya yang berada dalam lingkungan ekonomi lain. Segmen
geografis BRI adalah berdasarkan wilayah Indonesia, Amerika Serikat, Hong Kong, Singapura, Timor-Leste dan Taiwan.
Produktivitas, Pendapatan dan Profitabilitas Segmen Geografis
Secara kinerja berdasarkan Geografis wilayah Indonesia menempati komposisi utama, memang hal ini dikarenakan fokus Perseroan untuk
lebih mengoptimalkan potensi yang ada di dalam negeri. Namun seluruh unit kerja yang berada di 5 (lima) wilayah luar negeri mampu
menunjukkan performa yang sangat baik, tercermin dari pertumbuhan baik aset, pendapatan dan laba bersih sebelum pajak mampu
tumbuh diatas dua digit. Pertumbuhan aset sebesar 7,47% (yoy) dan pendapatan sebesar 4,74% (yoy), pendapatan sebelum pajak dan
biaya CKPN stabil tumbuh positif sebesar 2,62% sehingga mendorong laba bersih menjadi Rp57,132 triliun. Potensi bisnis yang baik dan
menjanjikan profitabilitas optimal menjadi salah satu pertimbangan Perseroan dalam menetapkan unit kerja yang berada di luar negeri.
Tabel Produktivitas, Pendapatan dan Profitabilitas Segmen Geografis
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
(Nominal) (%)
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
PENDAPATAN
Indonesia 205.752.598 197.058.018 8.694.580 4,41%
Amerika Serikat 651.152 515.456 135.696 26,33%
Singapura 1.085.751 585.615 500.136 85,40%
Timor Leste 217.662 204.940 12.722 6,21%
Hong Kong 45.374 29.473 15.901 53,95%
Taiwan 124.233 83.491 40.742 48,80%
Total Pendapatan 207.876.770 198.476.993 9.399.777 4,74%
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK
Indonesia 71.787.451 76.550.698 (4.763.247) (6,22%)
Amerika Serikat 376.846 224.679 152.167 67,73%
Singapura 396.280 260.519 135.761 52,11%
Timor Leste 157.384 159.696 (2.312) (1,45%)
Hong Kong 18.368 9.177 9.191 100,15%
Taiwan 56.490 47.425 9.065 19,11%
Total Laba Sebelum Pajak 72.792.819 77.252.194 (4.459.375) (5,77%)
ASET
Indonesia 2.016.249.550 1.897.297.699 118.951.851 6,27%
Amerika Serikat 48.076.144 36.194.629 11.881.515 32,83%
Singapura 48.118.496 36.128.669 11.989.827 33,19%
Timor Leste 8.340.523 6.411.050 1.929.473 30,10%
Hong Kong 16.049 42.145 (26.096) (61,92%)
Taiwan 6.440.821 3.312.054 3.128.767 94,47%
Total Aset 2.127.241.583 1.979.386.246 147.855.337 7,47%
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 307
Page 310
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
(Nominal) (%)
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
LIABILITAS
Indonesia 1.696.194.903 1.588.255.466 107.939.437 6,80%
Amerika Serikat 47.342.734 36.070.765 11.271.969 31,25%
Singapura 47.348.226 35.828.251 11.519.975 32,15%
Timor Leste 7.767.282 5.953.655 1.813.627 30,46%
Hong Kong - 13.893 (13.893) (100,00%)
Taiwan 5.776.526 2.749.860 3.026.666 110,07%
Total Liabilitas 1.804.429.671 1.668.871.890 135.557.781 8,12%
Proyek Strategis Nasional (PSN) atau Penugasan Lain
Kredit Usaha Rakyat (KUR) pembina usaha mikro dan kecil berupa akses permodalan
dan pendampingan sehingga pada akhirnya bisa mandiri atau
beralih ke pinjaman KUR atau komersial. Program Pendanaan
KUR adalah kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi UMK diberikan benar- benar untuk tujuan usaha produktif
kepada debitur individu/perseorangan, badan usaha dan/ dalam upaya pemberdayaan Usaha Mikro Kecil (UMK).
atau kelompok usaha yang produktif dan layak namun belum
memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum Dalam sisi internal BRI, terdapat perubahan bisnis model
cukup. Penyaluran KUR BRI berdasarkan Peraturan Menteri program pendanaan PUMK di tahun 2021 dengan pinjaman
Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor kemitraan tahun sebelumnya, dengan penjelasan sebagai
7 tahun 2025 tentang Perubahan ketiga atas Peraturan Menteri berikut:
Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor 1. Sampai dengan tahun 2020 pinjaman kemitraan berada
1 Tahun 2022 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha di bawah Direktorat Kecil dan Menengah, dengan bisnis
Rakyat. Pada tanggal 29 Desember 2025 berdasarkan Surat model sebagai berikut:
dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik a. Customer segmen pinjaman kemitraan yaitu pelaku
Indonesia Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan usaha yang feasible namun belum bankable.
Keuangan Nomor PK.KUR/304/D.I.M.EKON/12/2025, Komite b. Prakarsa pinjaman dilakukan oleh RM Program.
Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM memutuskan untuk c. Plafond maksimal pinjaman kemitraan saat itu
menyesuaikan plafon KUR BRI menjadi sebesar Rp180 triliun sebesar Rp75 juta.
dengan target debitur baru KUR tahun 2025 untuk BRI sedikitnya 2. Sesuai Berita Acara Serah Terima Nomor B.10-
1.748.000 debitur dan target debitur graduasi sedikitnya SSM/01/2021 Tanggal 15 Januari 2021, untuk Pinjaman
1.012.712 Penyaluran KUR Mikro BRI pada tahun 2025 yang Kemitraan saat ini disebut sebagai Program Pendanaan
telah disalurkan sebesar Rp178,08 triliun atau tercapai sebesar UMK (PUMK) yang direalisasikan mulai tahun 2021
98,93% dari kuota yang diberikan oleh Pemerintah. menjadi tanggung jawab Direktorat Mikro, dengan bisnis
model sebagai berikut:
Program Pendanaan Usaha Mikro dan a. Customer segmen PUMK diutamakan untuk pelaku
Kecil (PUMK) usaha yang feasible namun belum bankable yang
memenuhi syarat PUMK.
Pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan b. Program PUMK disalurkan melalui BRI Unit yang
(TJSL) yang dilakukan dalam bentuk pembiayaan kepada diprakarsai oleh para Mantri.
pelaku UMK disebut dengan Program Pendanaan UMK (PUMK)
atau pada tahun sebelumnya biasa disebut dengan Program Program pendanaan UMK merupakan journey agar para
Pinjaman Kemitraan. Pendanaan UMK (PUMK) ini merupakan mitra binaan PUMK nantinya bisa menjadi entry level debitur
kebijakan Pemerintah yang dilaksanakan oleh seluruh KUR sehingga ke depan dapat terus berkembang usahanya
BUMN dengan maksud agar BUMN di samping menjalankan dan bisa menjadi pipeline potensial bagi pinjaman komersial.
operasional bisnisnya, juga melaksanakan tugas sosial sebagai Pada akhir tahun 2022, terdapat kebijakan baru dari
308 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 311
Laporan Tahunan
2025
Kementerian BUMN untuk penyaluran dana PUMK seluruh pembangunan sektor perumahan nasional. Pengalihan
BUMN dapat disalurkan melalui BRI, yang tertera pada surat plafon tersebut dilaksanakan berdasarkan persetujuan
Kementerian BUMN Nomor S-721/MBU/11/2022, Kementerian Pemerintah sebagaimana tertuang dalam Surat Kementerian
BUMN merekomendasikan BRI sebagai pengelola kerjasama Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor
Program PUMK. Sehingga per 2023, BUMN Pembina PK.KUR/207/D.I.M.EKON/12/2025 tentang penyesuaian
mengirimkan dana ke BRI untuk menyalurkan PUMK. Adapun plafon kredit program. Hingga akhir tahun 2025, realisasi
jumlah penyaluran PUMK tahun 2023 sebesar Rp872,6 miliar penyaluran Kredit Program Perumahan oleh BRI tercatat
dengan jumlah mitra binaan sebanyak 30.871 mitra binaan. sebesar Rp994,54 miliar, yang mencerminkan komitmen
Pada tahun 2024, jumlah penyaluran PUMK sebesar Rp874,6 BRI dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah
miliar dengan jumlah mitra binaan sebanyak 28.106 mitra sekaligus menjaga kualitas penyaluran pembiayaan agar
binaan. Pada tahun 2025, jumlah penyaluran PUMK sebesar tetap terkelola secara prudent dan berkelanjutan.
Rp807,7 miliar dengan jumlah mitra binaan sebanyak 20.780
mitra binaan. Bantuan Sosial (BANSOS)
Kredit Program Perumahan Kementerian Sosial Republik Indonesia bekerjasama dengan
BRI dalam penyaluran Bantuan Sosial, kerjasama tersebut
Kredit Program Perumahan (KPP) merupakan fasilitas didasari oleh Peraturan Presiden RI Nomor 63 Tahun 2017
pembiayaan yang disalurkan oleh BRI dalam rangka tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai melalui
mendukung kebijakan Pemerintah untuk percepatan sistem perbankan. Pada Tahun 2025, pemerintah melalui
penyediaan perumahan nasional melalui Program 3 Juta Kemensos RI menyalurkan 4 (empat) jenis program bantuan
Rumah. KPP ditujukan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan sosial antara lain:
menengah (UMKM), baik perorangan maupun badan usaha, 1. Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (Bansos
yang bergerak di sektor penyediaan perumahan, termasuk PKH)
pengembang perumahan skala kecil, kontraktor, serta Disalurkan kepada 3,55 juta Keluarga Penerima Manfaat
pedagang bahan bangunan, maupun pelaku UMKM yang (KPM) dengan total bantuan sebesar Rp9,84 triliun.
membutuhkan pembiayaan untuk mendukung kepemilikan, 2. Bantuan Sosial Sembako
pembangunan, atau renovasi rumah yang menunjang Disalurkan kepada 6,01 juta Keluarga Penerima Manfaat
kegiatan usahanya. (KPM) dengan total bantuan sebesar Rp11,52 triliun.
3. Program Sembako Stimulus Ekonomi Triwulan II Tahun
Penugasan penyaluran Kredit Program Perumahan kepada 2025
BRI didasarkan pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Disalurkan kepada 6,01 juta Keluarga Penerima Manfaat
Perekonomian Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2025 (KPM) dengan total bantuan sebesar Rp2,41 triliun.
tentang Kredit Program Perumahan, serta dituangkan 4. Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan
lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja Sama antara BRI dan Rakyat (BLTS-Kesra)
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Disalurkan kepada 5,60 juta Keluarga Penerima Manfaat
(PUPR). Dalam pelaksanaannya, BRI ditugaskan sebagai bank (KPM) dengan total bantuan sebesar Rp5,04 triliun.
penyalur yang bertanggung jawab atas proses penyaluran
pembiayaan, pengelolaan subsidi, serta pengendalian Sehingga total bantuan yang disalurkan dari ke 4 (empat)
kualitas kredit sesuai dengan ketentuan yang berlaku. jenis bantuan (Bansos PKH, Bansos Sembako, Program
Sembako Stimulus Ekonomi Triwulan II Tahun 2025, dan
Pada tahun 2025, Pemerintah memberikan mandat Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat
penyaluran Kredit Program Perumahan kepada BRI dengan (BLTS-Kesra)) selama tahun 2025 yaitu sebesar Rp28,80
kuota sebesar Rp1 triliun, yang dialokasikan melalui triliun atau naik 35,85% dibanding penyaluran bansos Tahun
mekanisme pengalihan (switching) sebagian plafon 2024 sebesar Rp21,19 triliun.
Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung prioritas
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 309
Page 312
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Tinjauan
Keuangan
Tinjauan keuangan yang diuraikan berikut mengacu kepada Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember
2025 yang disajikan dalam Laporan Tahunan ini. Laporan Keuangan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti
dan Surja (Member of Ernst and Young Global) yang menyatakan opini laporan keuangan konsolidasian menyajikan secara wajar
dalam semua hal yang material, posisi keuangan konsolidasian PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan entitas anaknya
pada tanggal 31 Desember 2025, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan laporan arus
kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Kinerja Keuangan
Kinerja keuangan BRI terdiri atas kinerja Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian, Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain Konsolidasian beserta Laporan Arus Kas Konsolidasian disajikan sebagai berikut.
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Tabel Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024*)
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
ASET
Kas 32.044.482 29.783.642 2.260.840 7,59%
Giro pada Bank Indonesia 31.929.608 88.878.969 (56.949.361) (64,08%)
Giro pada Bank lain 42.444.581 25.582.825 16.861.756 65,91%
Cadangan kerugian penurunan nilai (11.273) (8.378) (2.895) 34,55%
Giro pada Bank lain - Netto 42.433.308 25.574.447 16.858.861 65,92%
Penempatan pada Bank Indonesia dan Lembaga
21.057.210 57.874.335 (36.817.125) (63,62%)
Keuangan Lain
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.405) (767) (1.638) 213,56%
Penempatan pada Bank Indonesia dan Lembaga
21.054.805 57.873.568 (36.818.763) (63,62%)
Keuangan Lain - Netto
Efek-efek 372.732.802 326.535.700 46.197.102 14,15%
Cadangan kerugian penurunan nilai (89.519) (58.823) (30.696) 52,18%
Efek-efek - Netto 372.643.283 326.476.877 40.166.406 14,14%
Wesel Ekspor dan Tagihan Lainnya 48.252.083 40.656.822 7.595.261 18,68%
Cadangan kerugian penurunan nilai (465.498) (1.075.559) (610.061) (56,72%)
Wesel Ekspor dan Tagihan Lainnya - Netto 47.786.585 39.581.263 8.205.322 20,73%
Efek-efek yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali 24.452 16.845.690 (16.821.238) (99,85%)
Tagihan Derivatif 1.167.029 1.087.048 76.981 7,36%
Kredit yang Diberikan 1.460.729.418 1.298.318.089 162.411.329 12,51%
310 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 313
Laporan Tahunan
2025
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024*)
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Cadangan kerugian penurunan nilai (79.328.619) (76.902.889) (2.425.730) 3,15%
Kredit yang Diberikan - Netto 1.381.400.799 1.221.415.200 159.985.599 13,10%
Pinjaman Syariah 56.350.282 49.889.082 6.461.200 12,95%
Cadangan kerugian penurunan nilai (3.565.115) (3.995.032) 429.917 (10,76%)
Pinjaman Syariah - Netto 52.785.167 45.894.050 6.891.117 15,02%
Piutang Pembiayaan 4.406.157 6.433.608 (2.027.451) (31,51%)
Cadangan kerugian penurunan nilai (164.922) (165.590) 668 (0,40%)
Piutang Pembiayaan - Netto 4.241.235 6.268.018 (2.026.783) (32,34%)
Tagihan Akseptasi 13.078.567 10.105.373 2.973.194 29,42%
Cadangan kerugian penurunan nilai (32.226) (321.683) 289.457 (89,98%)
Tagihan Akseptasi - Netto 13.046.341 9.783.690 3.262.651 33,35%
Penyertaan Saham 8.834.868 8.076.567 758.301 9,39%
Aset Tetap
Biaya perolehan 94.045.303 88.479.818 5.565.485 6,29%
Akumulasi penyusutan (30.751.063) (26.001.853) (4.749.210) 18,26%
Nilai buku-neto 63.294.240 62.477.965 816.275 1,31%
Aset Pajak Tangguhan-neto 8.129.522 12.800.660 (4.671.138) (36,49%)
Properti Investasi 19.155 197.380 (178.225) (90,30%)
Aset Lain-lain-neto 54.536.226 39.171.872 15.364.354 39,22%
TOTAL ASET 2.135.371.105 1.992.186.906 143.184.199 7,19%
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Segera 39.818.745 36.821.661 2.997.084 8,14%
Simpanan Nasabah
Giro 448.203.670 374.554.340 73.649.330 19,66%
Tabungan 587.585.862 544.426.947 43.158.915 7,93%
Deposito 431.054.307 446.468.817 (15.414.510) (3,45%)
Total Simpanan Nasabah 1.466.843.839 1.365.450.104 101.393.735 7,43
Simpanan dari Bank lain dan Lembaga Keuangan
17.601.436 14.679.482 2.921.954 19,91%
lainnya
Efek-efek yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali 27.932.749 25.043.717 2.889.032 11,54%
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 311
Page 314
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024 *)
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Liabilitas Derivatif 1.101.753 1.585.120 (483.367) (30,49%)
Liabilitas Akseptasi 13.078.567 10.105.373 2.973.194 29,42%
Utang Pajak 3.299.310 2.150.487 1.148.823 53,42%
Surat Berharga yang Diterbitkan 40.901.648 32.502.499 8.399.149 25,84%
Pinjaman yang Diterima 129.186.116 127.879.804 1.306.312 1,02%
Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi 1.946.135 2.551.050 (604.915) (23,71%)
Liabilitas Imbalan Kerja 27.428.311 20.936.335 6.491.976 31,01%
Liabilitas Lain-lain 34.804.195 28.674.477 6.129.718 21,38%
Pinjaman dan Surat Berharga Subordinasi 486.867 491.781 (4.914) (1,00%)
TOTAL LIABILITAS 1.804.429.671 1.668.871.890 135.557.781 8,12%
Ekuitas
Modal Saham 7.577.950 7.577.950 - 0,00%
Tambahan modal disetor 75.946.195 75.880.223 65.972 0,09%
Surplus revaluasi aset tetap-bersih 20.754.251 20.222.379 531.872 2,63%
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan
227.059 (204.632) 431.691 (210,96%)
dalam mata uang asing
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas
efek-efek yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar 1.289.152 (2.196.060) 3.485.212 (158,70%)
melalui penghasilan komprehensif lain-bersih
Cadangan penurunan nilai atas efek-efek yang
diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui 60.966 51.931 9.035 17,40%
penghasilan komprehensif lain
Kerugian)/Keuntungan pengukuran kembali program
(2.198.095) (505.787) (1.692.308) 334,59%
imbalan pasti-bersih
Modal saham diperoleh kembali (saham treasuri) (4.463.270) (4.349.007) (114.263) 2,63%
Opsi saham 121.808 313.404 (191.596) (61,13%)
Cadangan kompensasi atas saham bonus 453.231 452.031 1.200 0,27%
Dampak Transaksi Pengendalian Non Pengendali 1.758.580 1.758.580 - 0,00%
Cadangan keuangan asuransi (157.347) (5.050) (152.297) 3015,77%
Saldo Laba
Telah ditentukan penggunaannya 3.022.685 3.022.685 - 0,00%
Belum ditentukan penggunaannya 219.640.693 215.009.704 4.630.989 2,15%
Total Saldo Laba 222.663.378 218.032.389 4.630.989 2,15%
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada entitas
324.033.858 317.028.351 7.005.507 2,21%
induk
Kepentingan non-pengendali 6.907.576 6.286.665 620.911 9,88%
TOTAL EKUITAS 330.941.434 323.315.016 7.626.418 2,36%
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 2.135.371.105 1.992.186.906 143.184.199 7,19%
*) Setelah reklasifikasi dan penyajian kembali
312 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 315
Laporan Tahunan
2025
Grafik Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(dalam triliun Rupiah)
2.135,37
1.992,19
1.804,43
1.668,87
323,32 330,94
Aset Liabilitas Ekuitas
2024 2025
Total Aset
Total aset tahun 2025 mencapai Rp2.135,37 triliun, meningkat 7,19% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp1.992,19 triliun.
Kenaikan aset ini didorong utamanya dari aktiva produktif yaitu kredit yang diberikan dan pembiayaan yang naik sebesar 12,51%
yoy atau naik Rp162,41 triliun, pertumbuhan kredit yang diberikan dan pembiayaan ini didorong utamanya oleh BRI Bank Only
10,43% atau naik Rp126,83 triliun, Pegadaian tumbuh sebesar 47,63% yoy atau naik Rp40,67 triliun dan Bank Raya yang naik
8,27% yoy atau setara pertumbuhan nominal Rp0,6 triliun.
Tabel Aset
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024 *)
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Kas 32.044.482 29.783.642 2.260.840 7,59%
Giro pada Bank Indonesia 31.929.608 88.878.969 (56.949.361) (64,08%)
Giro pada Bank lain 42.444.581 25.582.825 16.861.756 65,91%
Cadangan kerugian penurunan nilai (11.273) (8.378) (2.895) 34,55%
Giro pada Bank lain - Netto 42.433.308 25.574.447 16.858.861 65,92%
Penempatan pada Bank Indonesia dan Lembaga
21.057.210 57.874.335 (36.817.125) (63,62%)
Keuangan Lain
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.405) (767) (1.638) 213,56%
Penempatan pada Bank Indonesia dan Lembaga
21.054.805 57.873.568 (36.818.763) (63,62%)
Keuangan Lain - Netto
Efek-efek 372.732.802 326.535.700 46.197.102 14,15%
Cadangan kerugian penurunan nilai (89.519) (58.823) (30.696) 52,18%
Efek-efek - Netto 372.643.283 326.476.877 40.166.406 14,14%
Wesel Ekspor dan Tagihan Lainnya 48.252.083 40.656.822 7.595.261 18,68%
Cadangan kerugian penurunan nilai (465.498) (1.075.559) (610.061) (56,72%)
Wesel Ekspor dan Tagihan Lainnya - Netto 47.786.585 39.581.263 8.205.322 20,73%
Efek-efek yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali 24.452 16.845.690 (16.821.238) (99,85%)
Tagihan Derivatif 1.167.029 1.087.048 76.981 7,36%
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 313
Page 316
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024*)
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Kredit yang Diberikan 1.460.729.418 1.298.318.089 162.411.329 12,51%
Cadangan kerugian penurunan nilai (79.328.619) (76.902.889) (2.425.730) 3,15%
Kredit yang Diberikan - Netto 1.381.400.799 1.221.415.200 159.985.599 13,10%
Pinjaman Syariah 56.350.282 49.889.082 6.461.200 12,95%
Cadangan kerugian penurunan nilai (3.565.115) (3.995.032) 429.917 (10,76%)
Pinjaman Syariah - Netto 52.785.167 45.894.050 6.891.117 15,02%
Piutang Pembiayaan 4.406.157 6.433.608 (2.027.451) (31,51%)
Cadangan kerugian penurunan nilai (164.922) (165.590) 668 (0,40%)
Piutang Pembiayaan - Netto 4.241.235 6.268.018 (2.026.783) (32,34%)
Tagihan Akseptasi 13.078.567 10.105.373 2.973.194 29,42%
Cadangan kerugian penurunan nilai (32.226) (321.683) 289.457 (89,98%)
Tagihan Akseptasi - Netto 13.046.341 9.783.690 3.262.651 33,35%
Penyertaan Saham 8.834.868 8.076.567 758.301 9,39%
Aset Tetap
Biaya perolehan 94.045.303 88.479.818 5.565.485 6,29%
Akumulasi penyusutan (30.751.063) (26.001.853) (4.749.210) 18,26%
Nilai buku-neto 63.294.240 62.477.965 816.275 1,31%
Aset Pajak Tangguhan-neto 8.129.522 12.800.660 (4.671.138) (36,49%)
Properti Investasi 19.155 197.380 (178.225) (90,30%)
Aset Lain-lain-neto 54.536.226 39.171.872 15.364.354 39,22%
TOTAL ASET 2.135.371.105 1.992.186.906 143.184.199 7,19%
Kas
Kas tahun 2025 mencapai Rp32,04 triliun, naik 7,59% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp29,78 triliun. Perubahan kas
secara total sebagian besar dipengaruhi oleh mata uang Rupiah yang tercatat naik Rp2,63 triliun atau 9,37% yoy. Pergerakan ini
menyesuaikan dengan kebutuhan operasional Perseroan.
Tabel Kas
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024*)
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Rupiah 30.664.826 28.038.187 2.626.638 9,37%
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 647.950 1.046.561 (398.611) (38,09%)
Ringgit Malaysia 146.102 80.791 65.311 80,84%
Euro Eropa 143.715 83.216 60.499 72,70%
314 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 317
Laporan Tahunan
2025
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024*)
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Dolar Australia 137.314 30.056 107.258 356,86%
Riyal Arab Saudi 121.150 273.340 (152.190) (55,68%)
Dolar Singapura 87.864 137.955 (50.091) (36,31%)
Pound Sterling Inggris 29.304 19.924 9.380 47,08%
Dirham Uni Emirat Arab 13.268 23.408 (10.140) (43,32%)
Yen Jepang 10.767 7.001 3.766 53,79%
Dolar Kanada 9.980 3.806 6.174 162,22%
Franc Swiss 7.115 10.421 (3.306) (31,72%)
Dolar Brunei Darussalam 5.628 10.374 (4.746) (45,75%)
Dolar Selandia Baru 3.856 4.681 (825) (17,62%)
Dolar Hong kong 3.437 2.868 569 19,84%
Baht Thailand 3.327 662 2.665 402,57%
Dolar Taiwan Baru 2.904 4.555 (1.651) (36,25%)
Won Korea Selatan 2.440 392 2.048 522,45%
Renminbi 2.221 4.134 (1.913) (46,27%)
Dong Vietnam 608 205 403 196,59%
Peso Filipina 479 876 (397) (45,32%)
Rupee India 139 137 2 1,46%
Kina Papua Nugini 87 92 (5) (5,43%)
Kroner Norwegia 1 - 1 -
Total Mata Uang Asing 1.379.656 1.745.455 (365.799) (20,96%)
Total 32.044.482 29.783.642 2.260.840 7,59%
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada Bank Indonesia (BI) tahun 2025 mencapai Rp31,93 triliun turun 64,08% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai
Rp88,88 triliun. Penurunan ini sejalan dengan perolehan insentif giro wajib minimum (GWM) yang diterima Perseroan sebesar
5% dari akhir Desember 2025 lebih tinggi dari Desember 2024 sebesar 4%. Insentif ini diterima oleh Perseroan atas kontribusi
positif dalam penyaluran kredit terhadap sektor-sektor prioritas yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Secara kepatuhan, rasio
GWM Perseroan selalu berada dalam batas aturan yang berlaku.
Tabel Giro pada Bank Indonesia
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Rupiah 22.399.643 77.556.344 (55.156.701) (71,12%)
Dolar Amerika Serikat 9.529.965 11.322.625 (1.792.660) (15,83%)
Total 31.929.608 88.878.969 (56.949.361) (64,08%)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 315
Page 318
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Giro pada Bank Lain
Giro pada Bank lain tahun 2025 mencapai Rp42,43 triliun. meningkat 65,92% yoy dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar
Rp25,57 triliun. Pergerakan ini mengikuti pergerakan kebutuhan operasional serta telah mempertimbangkan optimalisasi
likuiditas yang dibutuhkan oleh Perseroan.
Tabel Giro Pada Bank Lain Berdasarkan Mata Uang
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Pihak ketiga
Rupiah 721.389 455.510 265.877 58,37%
Mata uang asing 41.233.135 24.622.578 16.610.557 67,46%
Pihak berelasi
Rupiah 473.647 470.161 3.486 0,74%
Mata uang asing 16.410 34.576 (18.166) (52,54%)
Total 42.444.581 25.582.825 16.861.756 65,91%
Cadangan kerugian penurunan nilai (11.273) (8.378) (2.895) 34,56%
Total-Bersih 42.433.308 25.574.447 16.858.861 65,92%
Penempatan pada Bank Indonesia dan Lembaga Keuangan Lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan Lembaga Keuangan Lain tahun 2025 mencapai Rp21,06 triliun. turun sebesar 63,62%
yoy dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai Rp57,87 triliun. Penurunan ini disebabkan karena adanya penurunan
penempatan dalam bentuk Deposit Facility ke bank sentral yang turun Rp18,49 triliun dalam rangka penyesuaian kebutuhan
likuiditas dan yield optimalisasi.
Tabel Penempatan pada Bank Indonesia dan Lembaga Keuangan Lain Berdasarkan Mata Uang dan Jenis
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
PIHAK KETIGA
Rupiah
Bank Indonesia - 18.949.861 (18.949.861) (100,00%)
Inter-bank call money - 2.155.000 (2.155.000) (100,00%)
Deposito Berjangka 751.128 445.971 282.957 (63,43%)
Penempatan lainnya 1.518.148 - 1.518.148 100,00%
Dolar Amerika Serikat
Bank Indonesia 8.337.500 16.095.000 (7.757.500) (48,20%)
Inter-bank call money 2.939.692 10.611.299 (7.671.607) (72,30%)
316 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 319
Laporan Tahunan
2025
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Deposito berjangka - 10.214 (10.214) (100,00%)
Penempatan lainnya 4.739.138 4.216.890 522.248 12,38%
Dolar Taiwan Baru
Inter-bank call money - 196.370 (196.370) (100,00%)
Total pihak ketiga 18.285.606 52.680.605 (34.394.999) (65,29%)
PIHAK BERELASI
Rupiah
Inter-bank call money - 1.000.000 1.000.000 100,00%
Deposito berjangka 328.556 982.677 (654.121) (66,57%)
Dolar Amerika Serikat
Inter-bank call money 2.417.875 3.186.810 (768.935) (24,13%)
Deposito berjangka 25.173 24.243 930 3,84%
Total Pihak Berelasi 2.771.604 5.193.730 (2.422.126) (46,64%)
Total 21.057.210 57.874.335 (36.817.125) (63,62%)
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.405) (767) (1.638) 213,56%
Bersih 21.054.805 57.873.568 (36.818.763) (63,62%)
Efek-Efek
Efek-efek tahun 2025 mencapai Rp372,73 triliun meningkat 14,15% dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai Rp326,54
triliun. Pergerakan ini disumbang oleh kenaikan efek-efek klasifikasi dimiliki hingga jatuh tempo sebesar 34,37% yoy atau turun
Rp46,48 triliun. Kenaikan tersebut terutama dalam rangka optimalisasi portofolio kepada aset yang memiliki yield yang lebih
optimal dengan tetap memperhatikan fleksibilitas ruang bagi likuiditas Perseroan.
Tabel Efek-Efek Berdasarkan Sisa Umur Hingga Jatuh Tempo
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Pihak ketiga 123.728.980 87.391.531 36.337.449 41,58%
Pihak berelasi 249.003.822 239.144.169 9.859.653 4,12%
Total 372.732.802 326.535.700 46.197.102 14,15%
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (89.519) (58.823) (30.696) 52,18
Bersih 372.643.283 326.476.877 46.166.406 14,14%
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 317
Page 320
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Wesel Ekspor dan Tagihan Lainnya dilakukan dalam rangka lindung nilai dan juga untuk
mengelola likuiditas Bank. Tagihan derivatif diakui karena
Wesel ekspor dan tagihan lainnya tahun 2025 mencapai adanya kenaikan nilai wajar derivatif pada saat tanggal
Rp48,25 triliun tumbuh sebesar 18,68% atau setara Rp7,60 pelaporan dibandingkan dengan nilai kontraknya.
triliun dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar Rp40,66
triliun. Kenaikan ini utamanya disumbang oleh Wesel Tagih Kredit dan Pembiayaan yang Diberikan
Rupiah yang tercatat naik Rp2,80 triliun dan Wesel Tagih
pihak berelasi mata uang USD yang tercatat tumbuh sebesar Kredit dan pembiayaan yang diberikan BRI secara konsolidasi
Rp2,30 triliun. Kenaikan ini sejalan dengan data yang tahun 2025 mencapai Rp1.521,49 triliun. meningkat 12,32%
menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2025 total nilai ekspor yoy dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp1.354,64
Indonesia tumbuh sebesar 6,15% yoy dimana sepanjang triliun. Peningkatan kredit ini utamanya didorong oleh kredit
tahun 2025 tercatat sebesar USD282,91 miliar lebih BRI Only yang tumbuh sebesar 10,43% yoy atau Rp126,83
tinggi USD16,38 miliar dibandingkan tahun 2024 sebesar triliun. Seluruh segmen yang dimiliki Perseroan tercatat
USD266,53 miliar. tumbuh optimal tercatat segmen UMKM (termasuk konsumer)
tumbuh 6,18% yoy atau Rp68,61 triliun dan komposisi tercatat
Efek-Efek yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali kuat di level 77,49% sementara segmen korporasi juga tumbuh
kuat 40,22% yoy atau Rp98,24 triliun pertumbuhan korporasi
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali pada didominasi oleh Perusahaan yang berkualitas dan memiliki
tahun 2025 mencapai Rp24,45 miliar, menurun 99,85% yoy value chain terkait segmen UMKM di Perseroan. Postur
dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai Rp16,85 pertumbuhan ini menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
triliun. Penurunan efek-efek yang dibeli dengan janji dijual melakukan penyelarasan pertumbuhan kredit dan proses
kembali merupakan strategi Perseroan dalam diversifikasi improvement kualitas aset terlihat dari rasio profitabilitas
income dan optimalisasi pendapatan bunga dengan cara terlihat mampu terjaga secara optimal.
mengalihkan kepada aset produktif lain khususnya kredit
yang diberikan. Pegadaian pada tahun 2025 mencatatkan kinerja yang
membanggakan,tercatat Pegadaian mampu tumbuh sebesar
Tagihan Derivatif 47,64% atau setara dengan pertambahan nominal sebesar
Rp40,67 trilliun, kemampuan Pegadaian dalam optimalisasi
Tagihan derivatif pada tahun 2025 mencapai Rp1,17 triliun, pergerakan harga emas menjadi faktor krusial dalam
tumbuh sebesar Rp76,98 miliar dibandingkan dengan tahun menyumbang pertumbuhan ini.
2024 yang mencapai Rp1,09 triliun. Transaksi derivatif
Tabel Kredit dan Pembiayaan yang Diberikan
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Kredit yang Diberikan 1.460.729.418 1.298.318.089 162.411.329 12,51%
Pinjaman Syariah 56.350.282 49.889.082 6.461.200 12,95%
Piutang Sewa Pembiayaan 4.406.157 6.433.608 (2.027.451) (31,51%)
Total Kredit dan Pembiayaan yang Diberikan (Gross) 1.521.485.857 1.354.640.779 166.845.078 12,32%
Dikurangi cadangan (83.058.656) (81.063.511) (1.995.145) 2,46%
Bersih 1.438.427.201 1.273.577.268 164.849.933 12,94%
Tagihan Akseptasi
Tagihan akseptasi tahun 2025 mencapai Rp13,08 triliun, mengalami kenaikan sebesar 29,42% yoy atau setara Rp2,97 triliun jika
dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai Rp10,11 triliun. Hal ini didorong oleh kemampuan Perseroan dalam optimalisasi
potensi bisnis ekspor-impor khususnya akseptasi atas surat kredit berdokumen (L/C) berjangka
318 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 321
Laporan Tahunan
2025
Penyertaan Saham tetap memastikan pencadangan yang dilakukan oleh
Perseroan tetap memadai dalam rangka mitigasi risiko atas
Penyertaan saham tahun 2025 mencapai Rp8,83 triliun, kemungkinan pemburukan risiko aset produktif yang dimiliki.
meningkat 9,39% yoy dibandingkan dengan tahun 2024 yang
mencapai Rp8,08 triliun. Faktor dominan kenaikan tersebut Aset Lain-Lain – Neto
berasal dari pengakuan metode ekuitas atas laba dari entitas
asosiasi sesuai dengan prosentase kepemilikan BRI yaitu Aset lain-lain-neto (termasuk properti investasi) tahun 2025
PT Bank Syariah Indonesia dan PT Bahana Artha Ventura. mencapai Rp54,55 triliun, tercatat mengalami kenaikan
38,57% yoy dibandingkan dengan tahun 2024 yang
Aset Tetap mencapai Rp39,37 triliun. Kenaikan aset lain-lain disumbang
oleh Tagihan terkait dengan transaksi ATM dan Kartu Kredit
Aset tetap netto tahun 2025 mencapai Rp63,29 triliun, yang naik sebesar Rp576,78 Miliar sejalan dengan volume
meningkat 1,31% yoy dibandingkan dengan tahun 2024 yang transaksi yang terjadi dan kenaikan disumbang pula oleh
mencapai Rp62,48 triliun. Kenaikan ini digunakan untuk kenaikan aset deposito emas sebesar Rp3,27 triliun yang
mendukung kehandalan IT di Perseroan serta memastikan mana sejalan dengan mulai beroperasinya bullion bank yang
kelayakan dan kelengkapan premises unit kerja berada dijalankan oleh Pegadaian yang merupakan perusahaan
dalam kondisi yang prima dan layak dalam BRI Group.
Aset Pajak Tangguhan – Neto Total Liabilitas
Aset pajak tangguhan-neto tahun 2025 mencapai Rp8,13 Total liabilitas tahun 2025 mencapai Rp1.804,43 triliun,
triliun, mengalami penurunan 36,49% yoy dibandingkan meningkat 8,12% yoy dibandingkan tahun 2024 yang
dengan tahun 2024 yang mencapai Rp12,80 triliun. mencapai Rp1.668,87 triliun. Kenaikan ini utamanya
Penurunan ini terjadi didorong oleh pos Cadangan Kerugian disumbang oleh simpanan nasabah yang naik sebesar
Aktiva Produktif (CKPN) hal ini sejalan dengan percepatan Rp101,39 triliun, simpanan nasabah memiliki kontribusi
penyelesaian kualitas aset bermasalah namun disisi lain terbesar dalam total liabilitas tercatat sebesar 81,29%.
Tabel Liabilitas
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Liabilitas Segera 39.818.745 36.821.661 2.997.084 8,14%
Simpanan Nasabah
Giro 448.203.670 374.554.340 73.649.330 19,66%
Tabungan 587.585.862 544.426.947 43.158.915 7,93%
Deposito 431.054.307 446.468.817 (15.414.510) (3,45%)
Total Simpanan Nasabah 1.466.843.839 1.365.450.104 101.393.735 7,43%
Simpanan dari Bank lain dan Lembaga Keuangan
17.601.436 14.679.482 2.921.954 19,91%
lainnya
Efek-efek yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali 27.932.749 25.043.717 2.889.032 11,54%
Liabilitas Derivatif 1.101.753 1.585.120 (483.367) (30,49%)
Liabilitas Akseptasi 13.078.567 10.105.373 2.973.194 29,42%
Utang Pajak 3.299.310 2.150.487 1.148.823 53,42%
Surat Berharga yang Diterbitkan 40.901.648 32.502.499 8.399.149 25,84%
Pinjaman yang Diterima 129.186.116 127.879.804 1.306.312 1,02%
Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi 1.946.135 2.551.050 (604.915) (23,71%)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 319
Page 322
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Liabilitas Imbalan Kerja 27.428.311 20.936.335 6.491.976 31,01%
Liabilitas Lain-lain 34.804.195 28.674.477 6.129.718 21,38%
Pinjaman dan Surat Berharga Subordinasi 486.867 491.781 (4.914) (1,00%)
TOTAL LIABILITAS 1.804.429.671 1.668.871.890 135.557.781 8,12%
Liabilitas Segera Simpanan Nasabah
Liabilitas segera antara lain terdiri dari titipan advanced Simpanan nasabah tahun 2025 mencapai Rp1.466,84
payment, titipan dividen, kewajiban BRI sebagai bank penerbit triliun, meningkat 7,43% yoy dibandingkan tahun 2024 yang
kartu ATM dan kartu kredit, kiriman uang, dana setoran cek, mencapai Rp1.365,45 triliun. Pertumbuhan simpanan tertinggi
titipan deposito, transaksi kliring, setoran pajak yang diterima di dorong oleh CASA dimana tercatat tumbuh 12,71% yoy
oleh BRI, dan penampungan bantuan sosial. Liabilitas segera atau sebesar Rp116,81 triliun sementara itu produk Deposito
tahun 2025 mencapai Rp39,82 triliun meningkat 8,14% yoy tercatat turun sebesar 3,45% yoy atau sebesar Rp15,41 trilun.
dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp36,82 triliun.
Komposisi terbesar disumbang oleh titipan pembayaran Pergerakan simpanan ini sejalan dengan fokus Perseroan
dividen interim yang tercatat sebesar Rp20,63 triliun hal yang pertama optimalisasi pendanaan dengan penyaluran
ini sejalan dengan pengumuman pembayaran dividen aktiva produktif dalam hal ini utamanya kredit tercatat
interim yang dilakukan BRI pada akhir Desember 2025 yang Perseroan masih mampu menjaga LDR pada level 91,43%
pembayarannya dilakukan pada Januari 2026. masih di bawah trigger level. Selain itu sejalan dengan
strategi fokus penyerapan dana murah atau CASA, tercatat
rasio CASA Perseroan pada Desember 2025 sebesar 70,61%
atau tercatat tertinggi sepanjang sejarah dan akan terus
ditingkatkan kedepannya sejalan dengan strategi untuk fokus
dalam perolehan CASA melalui transaksi.
Tabel Simpanan Nasabah
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Giro 448.203.670 374.554.340 73.649.330 19,66%
Tabungan 587.585.862 544.426.947 43.158.915 7,93%
Deposito Berjangka 431.054.307 446.468.817 (15.414.510) (3,45%)
Total Simpanan Nasabah 1.466.843.839 1.365.450.104 101.393.735 7,43%
Simpanan dari Bank Lain dan Lembaga Keuangan Efek-Efek yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali
Lainnya
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali tahun
Simpanan dari bank lain dan lembaga keuangan lainnya 2025 mencapai Rp27,93 triliun, meningkat 11,54% yoy
tahun 2025 mencapai Rp17,60 triliun meningkat 19,91% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp25,04 triliun.
dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp14,68 triliun. Kenaikan ini sebagai bagian dari strategi Perseroan untuk
Peningkatan ini sebagai bagian dari strategi Perseroan untuk pemenuhan likuiditas khususnya jangka pendek kurang dari
optimalisasi perolehan likuiditas serta upaya diversifikasi 1 (satu) tahun untuk akomodir adanya dinamika pergerakan
funding selain dari dana pihak ketiga. likuiditas yang terjadi di Industri.
320 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 323
Laporan Tahunan
2025
Liabilitas Derivatif tersebut salah satunya disebabkan terdapatnya kenaikan
volume beberapa akseptasi pada akhir tahun diberikan
Liabilitas derivatif tahun 2025 mencapai Rp1,10 triliun pembiayaan dalam bentuk bank garansi dan atau wesel yang
mengalami penurunan sebesar 30,49% yoy dibandingkan tercatat pada pos komitmen dan kontinjensi.
tahun 2024 yang mencapai Rp1,59 triliun. Kenaikan tersebut
merupakan strategi treasury Perseroan di tengah tren Utang Pajak
pergerakan suku bunga yang fluktuatif.
Utang pajak tahun 2025 mencapai Rp3,30 triliun, mengalami
Liabilitas Akseptasi kenaikan sebesar 53,42% yoy dibandingkan tahun 2024
yang mencapai positif Rp2,15 triliun. Kenaikan tersebut
Liabilitas akseptasi tahun 2025 mencapai Rp13,08 triliun dikontribusi oleh kenaikan pajak penghasilan baik BRI Induk
mengalami kenaikan sebesar 29,42% yoy dibandingkan dan entitas anak.
tahun 2024 yang mencapai Rp10,11 triliun. Pergerakan
Tabel Utang Pajak
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
BRI (ENTITAS INDUK)
Pajak penghasilan
Pasal 25 485.627 1.341.508 (855.881 ) (63,80%)
Pasal 29 1.222.206 14.611 1.207.595 8.264,97%
Tabel Utang Pajak BRI 1.707.833 1.356.119 351.714 25,94%
ENTITAS ANAK
Pajak penghasilan 1.461.099 682.774 778.325 113,99%
Pajak Pertambahan Nilai 130.378 111.594 18.784 16,83%
Total Utang Pajak Entitas Anak 1.591.477 794.368 797.109 100,35%
Total Utang Pajak 3.299.310 2.150.487 1.148.823 53,42%
Surat Berharga yang Diterbitkan
Surat berharga yang diterbitkan tahun 2025 mencapai 4. Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosial PNM Tahap I dan
Rp40,90 triliun. mengalami kenaikan 25,84% yoy II tahun 2025 sebesar Rp2,77 triliun.
dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp32,50 triliun. 5. Obligasi Berkelanjutan VI Pegadaian Tahap II Tahun 2025
Secara denominasi, kenaikan ini didorong oleh surat sebesar Rp4,35 triliun.
berharga rupiah yang turun 25,84% yoy atau turun Rp8,40
triliun. Kenaikan ini disumbang oleh beberapa jenis surat Pinjaman yang Diterima
berharga antara lain sebagai berikut:
1. Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap I BRI Pinjaman yang diterima tahun 2025 mencapai Rp129,19
tahun 2025 sebesar Rp4,82 triliun. triliun, meningkat 1,02% yoy dibandingkan tahun 2024 yang
2. Obligasi berkelanjutan BRI Finance Tahap I tahun 2025 mencapai Rp127,88 triliun. Kenaikan ini utamanya disumbang
sebesar Rp590 miliar. oleh penerbitan Social Loan and Club Loan (SLCL) dan
3. Obligasi Berwawasan Sosial Orange Berkelanjutan I PNM bilateral loan sebagai strategi dalam menyeimbangkan
Tahap I Tahun 2025 sebesar Rp852 miliar. kebutuhan likuiditas sehingga dapat terpenuhi secara baik
dan tepat alokasi.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 321
Page 324
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi Liabilitas Imbalan Kerja
Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi tahun 2025 Liabilitas imbalan kerja tahun 2025 mencapai Rp27,43 triliun
mencapai Rp1,95 triliun, turun 23,71% yoy dibandingkan mengalami kenaikan 31,01% yoy dibandingkan tahun 2024
tahun 2024 yang mencapai sebesar Rp2,55 triliun. Penurunan yang mencapai Rp20,94 triliun. Penurunan ini disumbang
tersebut menyesuaikan dengan penurunan eksposur dari oleh pergerakan cadangan atas program imbalan bagi
liabilitas komitmen kontinjensi seperti bank garansi, letter pekerja atas beberapa program dan telah disesuaikan oleh
of credit dari debitur khususnya yang bergerak di sektor aktuaria melihat pergerakan asumsi pembentuk seperti
konstruksi, perdagangan dan jasa. discount factor, asumsi kenaikan upah, rerata usia pekerja,
pergerakan harga emas dan asumsi lain yang terkait.
Tabel Liabilitas Imbalan Kerja
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Cadangan atas program imbalan kerja bagi pekerja 16.689.746 12.629.995 4.059.751 32,14%
Cadangan Bonus dan Insentif 9.184.044 6.828.505 2.355.539 34,50%
Cadangan Tunjangan Hari Raya 1.347.672 1.217.871 129.801 10,66%
Cadangan pekerja kontrak 120.375 174.964 (54.589) (31,20%)
Cadangan imbalan kerja lainnya 86.474 85.000 1.474 1,73%
Total 27.428.311 20.936.335 6.423.649 30,68%
Liabilitas Lain-Lain Total Ekuitas
Liabilitas lain-lain tahun 2025 mencapai Rp34,80 triliun Total ekuitas tahun 2025 mencapai Rp330,94 triliun,
naik 21,38% yoy dibandingkan tahun 2024 yang mencapai meningkat 2,36% yoy atau sebesar Rp7,63 triliun
Rp28,67 triliun. Kenaikan ini disumbang oleh peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp323,32
Gold Deposit Payable, sejalan dengan peningkatan transaksi triliun. Peningkatan didorong dari kemampuan Perseroan
emas yang dikelola Pegadaian sebagai salah satu Perusahaan menciptakan laba bersih positif yang tercatat sebesar
dalam BRI Group. Rp57,13 triliun, serta telah mengakomodir pembayaran
Dividen interim sebesar Rp20,6 triliun. Selain itu peningkatan
Pinjaman dan Surat Berharga Subordinasi juga disumbang oleh others comprehensive income imbalan
kerja yang tercatat mengalami perbaikan sebesar Rp3,49
Pinjaman dan surat berharga subordinasi tahun 2025 mencapai triliun atau membaik 158,70% yoy perbaikan ini didorong
Rp486,87 miliar, relatif flat hanya turun 1,00% yoy dibandingkan oleh perbaikan yield obligasi dalam setahun terakhir.
tahun 2024 yang mencapai Rp491,78 miliar. Pergerakan
ini hanya terdampak dari proses amortisasi tahunan yang
dilakukan.
Tabel Ekuitas
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Modal Saham 7.577.950 7.577.950 - 0,00%
Tambahan modal disetor 75.946.195 75.880.223 65.972 0,09%
322 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 325
Laporan Tahunan
2025
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Surplus revaluasi aset tetap-netto 20.754.251 20.222.379 531.872 2,63%
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan
227.059 (204.632) 431.691 (210,96%)
dalam mata uang asing
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas
efek-efek yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar 1.289.152 (2.196.060) 3.485.212 (158,70%)
melalui penghasilan komprehensif lain-bersih
Cadangan penurunan nilai atas efek-efek yang
diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui 60.966 51.931 9.035 17,40%
penghasilan komprehensif lain
Kerugian)/Keuntungan pengukuran kembali program
(2.198.095) (505.787) (1.692.308) 334,59%
imbalan pasti-netto
Modal saham diperoleh kembali (saham treasuri) (4.463.270) (4.349.007) (114.263) 2,63%
Opsi saham 121.808 313.404 (191.596) (61,13%)
Cadangan kompensasi atas saham bonus 453.231 452.031 1.200 0,27%
Dampak Transaksi Pengendalian Non Pengendali 1.758.580 1.758.580 - 0,00%
Cadangan keuangan asuransi (157.347) (5.050) (152.297) 3015,77%
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 3.022.685 3.022.685 - 0,00%
Belum ditentukan penggunaannya 219.640.693 215.009.704 4.630.989 2,15%
Total Saldo Laba 222.663.378 218.032.389 4.630.989 2,15%
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada entitas
324.033.858 317.028.351 7.005.507 2,21%
induk
Kepentingan non-pengendali 6.907.576 6.286.665 620.911 9,88%
TOTAL EKUITAS 330.941.434 323.315.016 7.626.418 2,36%
Modal Saham Modal Saham Diperoleh Kembali (Saham Treasuri)
Modal saham tahun 2025 mencapai Rp7,58 triliun, tetap Modal saham diperoleh kembali (saham treasuri) tahun 2025
dibandingkan tahun 2024, tidak mengalami perubahan mencapai Rp4,46 triliun, flattish 2,63% yoy dibandingkan
dikarenakan sepanjang tahun 2025 tidak terdapat aksi tahun 2024 yang mencapai Rp4,35 triliun. Pergerakan ini
korporasi terkait penerbitan saham baru. sejalan dengan adanya buyback stock dan distribusi saham
kepada karyawan dalam bentuk ESA.
Keuntungan (Kerugian) yang Belum Direalisasi Atas
Efek-Efek yang Diklasifikasikan Sebagai Nilai Wajar Kepentingan Non-Pengendali
Melalui Penghasilan Komprehensif Lain-Bersih
Kepentingan non-pengendali tahun 2025 mencapai Rp6,91
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas efek-efek triliun atau meningkat 9,88% dibandingkan tahun 2024
yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui penghasilan yang mencapai Rp6,29 triliun. Peningkatan tersebut sejalan
komprehensif lain-bersih tahun 2025 mampu rebound dan dengan kenaikan laba Entitas Anak sebesar 16,12% yoy atau
tercatat positif sebesar Rp1,29 triliun atau tumbuh sebesar naik Rp1,44 triliun kenaikan ini juga mengerek naik kontribusi
158,70% yoy dibandingkan tahun 2024 sebesar negatif laba Entitas Anak terhadap laba konsolidasi menjadi 18,16%
Rp2,20 triliun. hal ini sejalan dengan perbaikan yield surat atau naik sebesar 3,43% yoy dibandingkan Desember 2024
berharga sepanjang tahun 2025. sebesar 14,73%.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 323
Page 326
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Tabel Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024*)
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Pendapatan Bunga dan Syariah
Pendapatan bunga 192.859.238 185.272.091 7.587.147 4,10%
Pendapatan syariah 14.924.130 13.994.161 929.969 6,65%
Total Pendapatan Bunga dan Syariah 207.783.368 199.266.252 8.517.116 4,27%
Beban Bunga dan Syariah
Beban bunga (56.012.924) (56.202.797) 189.873 (0,34%)
Beban syariah (1.272.015) (1.006.265) (265.750) 26,41%
Total Beban Bunga dan Syariah (57.284.939) (57.209.062) (75.877) 0,13%
Pendapatan Bunga dan Syariah-neto 150.498.429 142.057.190 8.441.239 5,94%
Pandapatan Jasa Asuransi 7.662.733 7.346.611 316.122 4,30%
Beban Jasa Asuransi (6.364.550) (6.179.801) (184.749) 2,99%
Pendapatan Jasa Asuransi - neto 1.298.183 1.166.810 131.373 11,26%
Pendapatan Bunga, Syariah, Premi dan Jasa
151.796.612 143.825.467 7.971.145 5,54%
Asuransi- Neto
Pendapatan Penjualan Emas 61.556.593 18.192.082 43.374.511 238,43%
Harga Pokok Penjualan Emas (59.167.627) (17.488.885) (41.678.742) 238,32%
Pendapatan Penjualan Emas -Net 2.398.966 703.197 1.695.769 241,15%
Pendapatan Operasional lainnya
Provisi dan komisi lainnya 21.447.045 20.390.833 1.056.212 5,18%
Penerimaan kembali aset yang telah
20.952.308 25.363.951 (4.411.643) (17,39%)
dihapusbukukan
Keuntungan dari penjualan efek-efek-neto 3.372.396 2.209.474 1.162.922 52,63%
Keuntungan transaksi mata uang asing-neto 2.087.065 1.187.862 899.263 75,71%
Keuntungan yang belum direalisasi dari perubahan
160.659 - 160.659 0,00%
nilai wajar efek-efek
Lain-lain 5.661.719 4.796.269 865.450 18,04%
Total Pendapatan Operasional Lainnya 53.681.192 53.948.329 (267.137) (0,50%)
Beban penyisihan kerugian penurunan nilai atas aset
(46.723.647) (41.744.402) (4.966.010) 11,89%
keuangan-neto
Pembalikan (beban) penyisihan estimasi kerugian
624.058 3.596.482 (2.972.424) (82,65%)
komitmen dan kontinjensi-neto
Beban penyisihan kerugian penurunan nilai atas aset
(82.414) (13.008) (69.406) 533,56%
non-keuangan-neto
324 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 327
Laporan Tahunan
2025
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024 *)
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Beban Operasional lainnya
Tenaga kerja dan tunjangan (42.113.566) (38.616.534) (3.497.032) 9,06%
Kerugian yang belum direalisasi atas perubahan
(202.928)
nilai wajar efek-efek
Umum dan administrasi (33.776.049) (29.288.456) (4.487.593) 15,32%
Lain-lain (12.557.271) (13.992.300) 1.435.029 (10,26%)
Total Beban Operasional lainnya (88.446.886) (82.100.218) (6.346.668) 7,73%
LABA OPERASIONAL 73.247.881 78.215.847 (4.967.966) (6,35%)
PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL
(455.062) (963.653) 508.591 (52,78%)
- NETO
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 72.792.819 77.252.194 (4.459.375) (5,77%)
BEBAN PAJAK (15.660.454) (16.945.848) 1.285.394 (7,59%)
LABA BERSIH 57.132.365 60.306.346 (3.511.443) (5,79%)
Akun-akun yang tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi
Pengukuran kembali atas program imbalan pasti (2.105.170) 2.001.031 (4.106.201) (205,20%)
Pajak penghasilan terkait akun-akun yang
408.841 (376.095) 784.936 (208,71%)
tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Surplus revaluasi aset tetap 543.712 9.670 534.042 5522,67%
Akun-akun yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan
431.690 49.112 382.578 778,99%
dalam mata uang asing
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas
efek-efek yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar 4.826.637 (145.799) - 0,00%
melalui penghasilan komprehensif lain
Cadangan penurunan nilai atas efek-efek yang
diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui 18.329 (86.410) 105.166 (121,71%)
penghasilan komprehensif lain
Beban keuangan dari kontrak asuransi (361.281) 98.305
Pajak penghasilan terkait akun-akun
(854.180) 14.658 (890.465) (2454,09%)
yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Penghasilan Komprehensif Lain Tahun Berjalan-
2.909.006 1.564.472 1.344.534 85,94%
Setelah Pajak
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF TAHUN
60.041.370 61.870.818 (1.829.477) (2,96%)
BERJALAN
LABA TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 56.652.384 59.944.649 (3.292.265) (5,49%)
Kepentingan non-pengendali 479.981 361.697 118.284 32,70%
TOTAL 57.132.365 60.306.346 (3.173.981) (5,26%)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 325
Page 328
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024 *)
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF TAHUN
BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 59.265.589 61.620.303 (2.335.714) (3,82%)
Kepentingan non-pengendali 775.782 250.515 525.267 209,67%
TOTAL 60.041.371 61.870.818 (1.829.447) (2,96%)
LABA TAHUN BERJALAN PER SAHAM DASAR YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK ENTITAS
INDUK
(dalam Rupiah penuh)
Dasar 376 398 (22) (5,53%)
Dilusian 376 398 (22) (5,53%)
*) Setelah reklasifikasi dan penyajian kembali
Grafik Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
(dalam triliun Rupiah)
150,50
142,06
88,45
82,10
78,22
73,25
60,31 61,87 60,04
57,21 57,28 57,13
53,95 53,68
Total Pendapatan Total Beban Pendapatan Total Beban Laba Laba Total Penghasilan
Bunga dan Syariah Bunga dan Operasional Operasional Operasional Bersih Komprehensif
- Neto Syariah lainnya lainnya Tahun Berjalan
2024 2025
Pendapatan Bunga dan Syariah
Pendapatan bunga dan syariah tahun 2025 mencapai Pendapatan bunga kredit Perseroan tercatat sebesar
Rp207,78 triliun, meningkat 4,27% yoy atau naik sebesar Rp183,32 triliun atau naik sebesar 5,25% yoy, dari total
Rp8,52 triliun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai pendapatan bunga tersebut segmen bisnis ultra mikro dan
Rp199,27 triliun. Komposisi pendapatan bunga dari kredit mikro yang terdiri dari BRI, Pegadaian dan PNM mampu
yang diberikan dan piutang pembiayaan (termasuk syariah) berkontribusi sebesar 99,55% dari total pendapatan bunga
mendominasi sebesar 88,23% dari total pendapatan bunga. kredit dan pembiayaan.
326 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 329
Laporan Tahunan
2025
Beban Bunga dan Syariah Pendapatan Bunga dan Syariah-Neto
Beban bunga dan syariah tahun 2025 mencapai Rp57,28 triliun Pendapatan bunga dan syariah-neto tahun 2025 mencapai
mampu tumbuh relatif flat 0,13% yoy dibandingkan tahun 2024 Rp150,50 triliun meningkat 5,50% yoy dibandingkan tahun
yang mencapai Rp56,61 triliun. Perseroan sepanjang tahun 2024 yang mencapai Rp142,66 triliun. Kenaikan ini disumbang
2025 mampu optimalisasi cost of fund rasio berada dibawah dari kemampuan Perseroan dalam peningkatan pendapatan
3% atau tepatnya sebesar 2,87%. Keberhasilan optimalisasi bunga yang naik 4,27% yoy melalui pertumbuhan yang baik
beban bunga ini sejalan dengan keberhasilan perseroan pada aktiva produktif khususnya kredit serta kemampuan
menumbuhkan CASA utamanya Giro sebesar 19,66% dan dalam optimalisasi beban bunga yang tercatat hanya naik tipis
Tabungan sebesar 7,93% dan berhasil membawa rasio CASA 1,20% yoy, sehingga secara netto Perseroan masih mampu
menjadi tertinggi sepanjang sejarah sebesar 70,8% mencatat pertumbuhan positif disisi ini secara yang optimal.
Tabel Pendapatan Bunga dan Syariah-Neto
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Pendapatan Bunga dan Syariah 207.783.368 199.266.252 8.517.116 4,27%
Beban Bunga dan Syariah (57.284.939) (56.607.595) (75.877) 0,13%
Pendapatan Bunga dan Syariah-Neto 150.498.429 142.658.657 8.441.239 5,94%
Pendapatan Operasional Lainnya - Fee and commissions tercatat tumbuh konsisten sebesar
5,2% yoy didorong dari kemampuan Perseroan dalam
Pendapatan operasional lainnya tahun 2025 mencapai menjaga pertumbuhan fee dari usaha keagenan (Agen
Rp53,68 triliun atau tercatat flat dibandingkan tahun 2024 BRILink), trade finance serta e-channel transaction sejalan
sebesar Rp53,95 triliun.Beberapa pos pendapatan operasional dengan meningkatnya penetrasi penggunaan BRImo.
mencatatkan pertumbuhan yang sangat baik, antara lain: - Penerimaan kembali aset yang telah dihapusbukukan
- Pendapatan treasury tercatat tumbuh singifikan sebesar (recovery income) mencatatkan pendapatan sebesar
65,4% yoy atau setara nominal dengan Rp2,22 triliun. Rp20,95 triliun, dengan pencapaian ini Perseroan mampu
Pertumbuhan utamanya didapat dari capital gain yang menjaga recovery rate pada level 46%.
tercatat naik 52,6% didorong dari kemampuan BRI dalam - Selain itu terdapat kenaikan yang signifikan pada
optimalisasi surat berharga dengan tetap memperhatikan pendapatan penjualan emas, tercatat naik sebesar
kemampuan likuiditas. 241,15% yoy atau setara dengan peningkatan pendapatan
sebesar Rp1,70 triliun.
Pendapatan Operasional Lainnya
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Provisi dan komisi lainnya 21.447.045 20.390.833 1.056.212 5,18%
Penerimaan kembali aset yang telah dihapusbukukan 20.952.308 25.363.951 (4.411.643) (17,39%)
Keuntungan dari penjualan efek-efek-neto 3.372.396 2.209.474 1.162.922 52,63%
Keuntungan transaksi mata uang asing-neto 2.087.065 1.187.802 899.263 75,71%
Keuntungan yang belum direalisasi dari perubahan
160.659 - 160.659 0,00%
nilai wajar efek-efek
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 327
Page 330
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Lain-lain 5.651.719 4.796.269 865.450 18,04%
Total Pendapatan Operasional Lainnya 53.681.192 53.948.329 (267.137) (0,50%)
Beban Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Beban Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai
Atas Aset Keuangan – Neto Atas Aset Non-Keuangan-Neto
Beban penyisihan kerugian penurunan nilai atas aset Beban penyisihan kerugian penurunan nilai atas aset non-
keuangan (CKPN)-neto tahun 2025 mencapai Rp46,72 triliun keuangan tahun 2025 mencapai Rp82,41 miliar, kontribusi
atau tercatat naik sebesar 11,93% yoy atau sebesar Rp4,98 biaya cadangan ini tercatat sangat minim hanya sekitar
triliun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp41,74 0,18% dari total Biaya penyisihan kerugian penurunan nilai.
triliun. Komposisi terbesar dari beban ini dialokasikan untuk Pencadangan ini disumbang oleh pembentukan cadangan
aset produktif kredit yang diberikan dan pembiayaan sebesar atas piutang lainnya yang dimiliki Entitas Anak dan Perseroan
Rp47,57 triliun dimana beban ini tercatat naik sebesar 10,71% kepada salah satu pihak ketiga di tahun 2023.
yoy atau setara dengan Rp4,60 triliun, kenaikan ini sejalan
dengan upaya Perseroan untuk mempercepat penyelesaian Beban Operasional Lainnya
atas kredit bermasalah. Intensi perusahaan ditunjukkan
dengan menjaga rasio yang terkait loan quality di level yang Beban operasional lainnya (operating expenses-opex) tahun
memadai dengan NPL Coverage. Ke depan proyeksikan 2025 mencapai Rp88,44 triliun meningkat secara 7,73% yoy
biaya penyisihan ini akan terus menunjukkan improvement dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp82,10 triliun.
sejalan dengan proses perbaikan kualitas aset yang terjadi. Pertumbuhan ini tercatat sangat baik dan terjaga, hal ini
dapat lihat dari pergerakan rasio efisiensi Cost to Income
Pembalikan (Beban) Penyisihan Estimasi Ratio tahun 2024 tercatat sebesar 42,55% mampu berada di
Kerugian Komitmen dan Kontinjensi – Neto bawah guidance sebesar 43%. Rasio lain yang menunjukkan
keberhasilan Perseroan menjaga biaya operasional lain
Pembalikan (beban) penyisihan estimasi kerugian komitmen tercermin pada opex to asset yang berhasil dijaga pada level
dan kontinjensi-neto tahun 2025 tercatat pembalikan 4,1%-4,2% selama 5 (lima) tahun terakhir. Hal ini menunjukkan
sebesar Rp624,06 miliar. Pergerakan ini menyesuaikan keberhasilan Perseroan dalam mengalokasikan pertumbuhan
dengan perubahan besaran volume dan OS terkait non loan operating expense ini kepada kegiatan usaha yang tepat
product atau aset komitmen kontinjensi yang dimiliki seperti sehingga mampu menciptakan kinerja yang efisien serta
bank guarantee dan letter of credit. konsisten didukung oleh penggunaan digitalisasi dalam
proses operasional bisnis.
Tabel Beban Operasional Lainnya
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Tenaga kerja dan tunjangan (42.113.566) (38.616.534) (3.497.032) 9,06%
Umum dan administrasi (33.776.049) (29.288.456) (4.487.593) 15,32%
Kerugian yang belum direalisasi atas perubahan nilai
- (202.928) - -
wajar efek-efek
Lain-lain (12.557.271) (13.992.300) 1.435.029 (10,26%)
Total beban operasional lainnya (88.446.886) (82.100.218) (6.549.596) 8,00%
328 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 331
Laporan Tahunan
2025
Laba Operasional
Di tengah tantangan yang tidak mudah, baik dari sisi makro ekonomi global dan juga domestik serta di tengah proses perbaikan
kualitas aset yang sedang dilakukan, Perseroan mampu menciptakan laba operasional tahun 2025 mencapai Rp73,25 triliun.
Didorong dengan kinerja upperline yang solid ditunjukkan dengan kemampuan menjaga pertumbuhan pendapatan bunga serta
kemampuan optimalisasi biaya bunga membuat NII berada pada level yang optimal, serta dorongan kenaikan sustain disisi
pendapatan operasional non bunga serta kemampuan Perseroan dalam efisiensi operating expenses.
Tabel Laba Operasional
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Pendapatan bunga dan syariah-neto 150.498.429 142.658.657 7.839.772 5,50%
Pendapatan jasa asuransi-neto 1.298.183 1.166.810 131.373 11,26%
Pendapatan penjualan emas - neto 2.398.966 703.197 1.695.769 241,15%
Total pendapatan operasional lainnya 53.681.192 53.948.329 (267.137) (0,50%)
Beban penyisihan kerugian penurunan nilai atas aset
(46.723.647) (41.744.402) (4.979.245) 11,93%
keuangan-neto
Pembalikan (beban) penyisihan estimasi kerugian
624.058 3.596.482 (2.972.424) (82,65%)
komitmen dan kontinjensi-neto
Beban penyisihan kerugian penurunan nilai atas aset
(82.414) (13.008) (69.406) 533,56%
non-keuangan-neto
Total beban operasional lainnya (88.446.886) (82.100.218) (6.346.668) 7,73%
Laba operasional 73.247.881 78.215.847 (4.967.966) (6,35%)
Pendapatan dan (Beban) Non Operasional-Neto
Pendapatan dan (beban) non operasional-neto merupakan pos diluar kinerja operasional Perseroan dengan nilai yang tidak
terlalu material dan bukan merupakan pendapatan yang berkelanjutan. Pendapatan dan (beban) non operasional-neto tahun
2025 tercatat beban sebesar Rp455,06 miliar atau sebesar 0,02% dari aset Perseroan.
Tabel Pendapatan dan (Beban) Non Operasional-Neto
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Laba (rugi) penjualan aset tetap 8.020 87.922 (79.902) (90,88%)
Sumbangan (565) (888) 323 (36,37%)
Corporate Social Responsibility (41.738) (41.729) (9) 0,02%
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Non PUMK (249.476) (343.079) 93.603 (27,28%)
Lain-lain-neto (171.303) (665.879) 494.576 (74,27%)
Total (455.062) (963.653) 508.591 (52,78%)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 329
Page 332
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Laba Sebelum Beban Pajak
Laba sebelum beban pajak sebesar Rp72,79 triliun bersumber dari keberhasilan perseroan mempertahankan laba operasional
yang tercatat sebesar Rp73,25 triliun.
Tabel Laba Sebelum Beban Pajak
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Laba operasional 73.247.881 78.215.847 (4.967.966) (6,35%)
Pendapatan (beban) non operasional-neto (455.062) (963.653) 508.591 (52,78%)
Laba sebelum beban pajak 72.792.819 77.252.194 (4.459.375) (5,77%)
Beban Pajak
Beban pajak tahun 2025 mencapai Rp15,66 triliun, menurun 7,59% dibandingkan dengan tahun 2024 yang sebesar Rp16,95
triliun. Tax rate pada tahun 2025 tercatat di level 21,51% atau masih relatif sama dengan tahun 2024 yang sebesar 21,94%.
Laba Bersih
Di tengah tantangan yang tidak mudah baik dari sisi makro ekonomi global dan juga domestik serta di tengah proses perbaikan
kualitas aset yang sedang dilakukan, Perseroan mampu menciptakan laba bersih tahun 2025 mencapai Rp57,13 triliun.
Didorong dengan kinerja upperline yang solid ditunjukkan dengan kemampuan menjaga pertumbuhan pendapatan bunga serta
kemampuan optimalisasi biaya bunga membuat NII berada pada level yang optimal, serta dorongan kenaikan sustain disisi
pendapatan operasional non bunga serta kemampuan Perseroan dalam efisiensi operating expenses.
Tabel Laba Bersih
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Laba Sebelum Beban Pajak 72.792.819 77.252.194 (4.459.375) (5,77%)
Beban Pajak (15.660.454) (16.945.848) 1.285.394 (7,59%)
Laba Bersih 57.132.365 60.306.346 (3.173.981) (5,26%)
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2025 mencapai Rp56,65 triliun, atau tercatat
sebesar 99,16% dari total laba bersih Perseroan setelah pajak. Dengan pencapaian ini serta kondisi permodalan yang kuat,
Perseroan tetap mampu deliver optimal economic value kepada pemegang saham melalui tingkat dividen yang sustain.
330 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 333
Laporan Tahunan
2025
Tabel Laba Tahun Berjalan Yang Dapat Diatribusikan
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Pemilik entitas induk 56.652.384 59.944.649 (3.292.265) (5,49%)
Kepentingan non-pengendali 479.981 361.697 118.284 32,70%
Total 57.132.365 60.306.346 (3.173.981) (5,26%)
Penghasilan Komprehensif Lain
Penghasilan komprehensif lain tahun berjalan 2025 mencapai Rp2,91 triliun, meningkat 85,99% yoy dibandingkan tahun 2024
yang mencapai Rp1,56 triliun. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh cadangan penurunan nilai atas efek-efek yang
diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang tercatat sebesar Rp4,83 triliun dimana pada
tahun 2024 tercatat negatif sebesar Rp145,80 miliar.
Tabel Penghasilan Komprehensif Lain
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Akun-akun yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Pengukuran kembali atas program imbalan pasti (2.105.170) 2.001.031 (4.106.201) (205,20%)
Pajak penghasilan terkait akun-akun yang tidak
408.841 (376.095) 784.936 (208,71%)
akan direklasifikasi ke laba rugi
Surplus revaluasi aset tetap 543.712 9.670 534.042 5.522,67%
Akun-akun yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan
431.691 49.112 382.579 778,99%
dalam mata uang asing
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas
efek-efek yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar 4.826.637 (145.799) 4.972.436 (3.410,47%)
melalui penghasilan komprehensif lain
Cadangan penurunan nilai atas efek-efek yang
diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui 18.756 (86.410) 105.166 (121,71%)
penghasilan komprehensif lain
Beban keuangan dari kontrak asuransi yang
(361.281) 98.305 (459.586 (467,51%)
diterbitkan
Pajak penghasilan terkait akun-akun yang akan
(854.180) 14.658 (868.838 (5.927,40%)
direklasifikasi ke laba rugi
Penghasilan Komprehensif Lain Tahun Berjalan-
2.909.006 1.564.472 1.344.534 85,94%
Setelah Pajak
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 331
Page 334
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Penghasilan Komprehensif Tahun Berjalan
Penghasilan komprehensif tahun berjalan 2025 mencapai Rp60,04 triliun tercatat lebih tinggi sebesar Rp2,91 triliun dari laba
bersih setelah pajak sebesar Rp57,13 triliun. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh cadangan penurunan nilai atas efek-
efek yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang tercatat sebesar Rp4,83 triliun dimana
pada tahun 2024 tercatat negatif sebesar Rp145,80 miliar.
Tabel Penghasilan Komprehensif Tahun Berjalan
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Laba bersih 57.132.365 60.306.346 (3.173.981) (5,26%)
Penghasilan komprehensif lain tahun berjalan-setelah
2.909.006 1.564.472 1.344.534 85,94%
pajak
Total Penghasilan Komprehensif Tahun Berjalan 60.041.371 61.870.818 (1.829.447) (2,96%)
Penghasilan komprehensif tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2025 mencapai Rp59,26
triliun atau setara dengan 98,71% dari total penghasilan komprehensif tahun berjalan. Hal ini menggambarkan bahwa Perseroan
menjadi pengendali mayoritas di seluruh Perusahaan Group BRI dan menggambarkan kemampuan Perseroan dalam memberikan
economic value yang optimal kepada pemegang saham.
Tabel Penghasilan Komprehensif Tahun Berjalan Yang Dapat Diatribusikan
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Pemilik entitas induk 59.265.589 61.620.303 (2.354.714) (3,82%)
Kepentingan non-pengendali 775.782 250.515 525.267 209,67%
Total 60.041.371 61.870.818 (1.829.447) (2,96%)
Laba Tahun Berjalan Per Saham
Laba tahun berjalan per saham tahun 2025 mencapai Rp376 relatif stabil dibandingkan tahun 2024 sejalan dengan keberhasilan
Perseroan mencatatkan laba positif sebesar Rp57,132 triliun pada tahun 2025.
Tabel Laba Per Lembar Saham
(dalam Rupiah penuh)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Dasar 376 398 (22) (5,53%)
Dilusian 376 398 (22) (5,53%)
332 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 335
Laporan Tahunan
2025
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Tabel Laporan Arus Kas Konsolidasian
(dalam jutaan Rupiah)
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024*)
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Pendapatan yang diterima
Penerimaan bunga dan investasi 188.133.607 191.363.148 (3.229.541) (1,69%)
Pendapatan syariah 14.733.244 13.891.084 842.160 6,06%
Pendapatan penjualan emas 61.566.593 18.192.082 43.374.511 238,43%
Pendapatan jasa asuransi 6.383.438 8.760.610 (2.377.172) (27,13%)
Beban bunga dan syariah
Beban bunga (56.224.677) (55.680.976) (543.701) 0,98%
Beban syariah (1.252.495) (993.686) (258.809) 26,05%
Beban jasa asuransi (6.322.597) (5.547.858) (774.739) 13,96%
Beban harga pokok penjualan emas (59.167.627) (17.488.885) (41.678.742) 238,32%
Penerimaan kembali aset yang telah dihapusbukukan 20.952.308 25.363.951 (4.411.643) (17,39%)
Pendapatan operasional lainnya 32.563.546 27.775.215 4.788.331 17,24%
Beban operasional lainnya (80.928.270) (85.574.645) 4.646.375 (5,43%)
Beban lain-lain (555.267) (1.108.735) 553.468 (49,92%)
Pembayaran atas pajak penghasilan badan (10.543.662) (13.742.335) 3.198.673 (23,28%)
Arus kas sebelum perubahan dalam aset dan liabilitas
109.338.141 105.208.970 4.129.171 3,92%
operasi
Perubahan dalam aset dan liabilitas operasi:
Penurunan (kenaikan) aset operasi:
Penempatan pada bank indonesia dan lembaga
(544.175) 1.273.810 (1.817.985) (142,72%)
keuangan lain
Efek-efek yang diukur pada nilai wajar melalui laporan
(1.594.522) (976.011) (618.511) 63,37%
laba rugi
Wesel ekspor dan tagihan lainnya (7.595.261) 13.473.275 (21.068.536) (156,37%)
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 16.821.238 16.749.541 71.697 0,43%
Kredit yang diberikan (203.205.917) (127.686.861) (75.519.056) 59,14%
Pinjaman syariah (10.658.658) (4.133.183) (6.525.475) 157,88%
Piutang pembiayaan 2.027.451 1.479.857 547.594 37,00%
Aset lain-lain (1.213.587) 1.562.240 (2.775.827) (177,68%)
Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi:
Liabilitas segera 2.997.084 6.169.854 (3.172.770) (51,42%)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 333
Page 336
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024*)
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Simpanan:
Giro 73.649.330 28.429.968 45.219.362 159,06%
Tabungan 43.158.915 16.481.397 26.677.518 161,86%
Deposito berjangka (15.414.510) (37.790.022) 22.375.512 (59,21%)
Simpanan dari bank lain dan lembaga keuangan
2.921.954 2.721.163 200.791 7,38%
lainnya
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 2.889.032 5.964.259 (3.075.227) (51,56%)
Liabilitas lain-lain 1.040.508 (4.645.149) 5.685.657 (122,40%)
Kas neto yang diperoleh dari/(digunakan) untuk
14.617.023 24.283.108 (9.666.085) (39,81%)
kegiatan operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap 100.205 129.827 (29.622) (22,82%)
Penerimaan dividen 166.422 137.035 29.387 21,44%
Penjualan penyertaan saham - (4.912) 4.912 (100,00%)
Perolehan aset tetap (6.344.276) (10.334.588) 3.990.312 (38,61%)
Penurunan/(kenaikan) efek-efek yang diklasifikasikan
sebagai nilai wajar melalui penghasilan komprehensif (40.012.932) 9.884.449 (49.897.381) (504,81%)
lain dan biaya perolehan diamortisasi
Kas neto yang diperoleh dari/(digunakan) untuk
(46.090.581) (188.189) (45.902.392) 24.391,64%
kegiatan investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan pinjaman yang diterima 37.570.676 42.489.276 (4.918.600) (11,58%)
Pembayaran pinjaman yang diterima (36.492.679) (13.300.712) (23.191.967) 174,37%
Saham yang dibeli kembali (488.373) (875.758) 387.385 (44,23%)
Pembagian laba untuk dividen (51.881.643) (48.102.283) (3.779.360) 7,86%
Penerimaan dari surat berharga yang diterbitkan 28.395.963 10.905.923 17.490.040 160,37%
Pembayaran atas surat berharga yang jatuh tempo (19.724.136) (28.578.477) 8.854.341 (30,98%)
Kas neto yang (digunakan) untuk/diperoleh dari
(42.620.192) (37.462.031) (5.158.161) 13,77%
kegiatan pendanaan
KENAIKAN/(PENURUNAN) KENAIKAN NETO KAS
(74.093.750) (13.367.112) (60.726.638) 454,30%
DAN SETARA KAS
PENGARUH PERUBAHAN KURS MATA UANG ASING 1.085 17.758 (16.673) (93,89%)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 205.328.380 218.677.734 (13.349.354) (6,10%)
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 131.235.715 205.328.380 (74.092.665) (36,08%)
Kas dan setara kas akhir tahun terdiri dari:
Kas 32.044.482 29.783.642 2.260.840 7,59%
Giro pada Bank Indonesia 31.929.608 88.878.969 (56.949.361) (64,08%)
Giro pada bank lain 42.444.581 25.582.825 16.861.756 65,91%
334 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 337
Laporan Tahunan
2025
Pertumbuhan
Uraian 2025 2024*)
Nominal %
(1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3)
Penempatan pada Bank Indonesia dan lembaga
keuangan lain-jangka waktu jatuh tempo tiga bulan 19.240.525 56.601.825 (37.361.300) (66,01%)
atau kurang sejak tanggal perolehan
Sertifikat Bank Indonesia-jangka waktu jatuh tempo
5.576.519 4.481.119 1.095.400 24,44%
tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan
Total kas dan setara kas 131.235.715 205.328.380 (74.092.665) (36,08%)
*) Setelah reklasifikasi dan penyajian kembali
Grafik Laporan Arus Kas Konsolidasian
(dalam triliun Rupiah)
30,00 24,28
20,00
14,62
10,00
0,00
(0,19)
(10,00)
(20,00)
(30,00)
(40,00) (37,46)
(42,62)
(50,00) (46,09)
Kas neto yang (digunakan) diperoleh Kas neto yang (digunakan) diperoleh Kas neto yang digunakan untuk
dari kegiatan operasi dari kegiatan investasi kegiatan pendanaan
2024 2025
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Arus kas dari aktivitas operasi mencerminkan sumber dan all time high dan mampu membawa COF dibawah level
penggunaan kas dari aktivitas operasional utama Perseroan. 3%. Kemampuan Perseroan dalam melakukan optimalisasi
Sampai dengan akhir tahun 2025 kas neto yang digunakan kas operasional diatas memberikan dampak positif pada
untuk kegiatan operasi mencapai Rp14,62 triliun mengalami kenaikan kas operasional atas pendapatan operasional,
penurunan sebesar sebesar Rp9,67 triliun jika dibandingkan tercatat pada 2025 arus kas atas pendapatan sebesar
tahun 2024 yang mencatatkan arus kas yang digunakan Rp109,33 triliun atau tercatat naik Rp4,13 triliun dibandingkan
untuk aktivitas operasi tercatat Rp24,28 triliun. Penurunan tahun 2024 sebesar Rp105,21 triliun.
ini disumbang oleh pertumbuhan kredit Perseroan yang
lebih tinggi di tahun 2025 tercatat sebesar 12,32% yoy atau Arus Kas dari Aktivitas Investasi
setara dengan Rp166,85 triliun dibandingkan di tahun 2024
sebesar 6,97% yoy atau setara Rp88,21 triliun, kenaikan ini Arus kas dari aktivitas investasi mencerminkan sumber dan
memberikan gambaran bahwa Perseroan mengalokasikan penggunaan kas dari aktivitas terkait investasi Perseroan.
kas kepada aset produktif dalam rangka mempertahankan Sampai dengan akhir tahun 2025 kas neto yang digunakan
profitabilitas. Selain itu dari sisi perolehan kas, tercatat untuk kegiatan investasi tercatat teroptimalisasi sebesar
terdapat kenaikan signifikan pada pos dana pihak ketiga Rp46,09 triliun mengalami peningkatan sebesar Rp45,90
khususnya giro dan tabungan yang masing-masing triliun jika dibandingkan tahun 2024 yang mencatatkan kas
mencatatkan pertumbuhan Rp73,65 triliun dan Rp43,16 triliun neto diperoleh dari kegiatan investasi sebesar Rp188,19 triliun.
hal ini pula yang mendorong CASA Perseroan mencapai Pergerakan arus kas investasi ini digunakan Perseroan untuk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 335
Page 338
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
mendukung aktivitas bisnis utama khususnya pada kredit pendanaan mencapai Rp42,62 triliun meningkat sebesar
dan pembiayaan. sumber optimalisasi terbesar bersumber 13.78% yoy jika dibandingkan tahun 2024 yang sebesar
dari efek-efek, pergerakan ini pula tetap memperhatikan Rp37,46 triliun. Pergerakan ini tidak terlepas dari beberapa
rasio likuiditas Perseroan yang mana masih tercatat sangat aktivitas antara lain pembagian laba untuk dividen sebesar
baik dan di atas regulasi yang ditetapkan oleh regulator. Rp51,88 triliun tercatat naik sebesar 7,85% atau setara
Rp3,78 triliun dibandingkan tahun 2024, hal ini semakin
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan menegaskan komitmen BRI dalam menciptakan nilai tambah
dan memberikan keuntungan nyata kepada pemegang
Arus kas dari aktivitas pendanaan mencerminkan sumber dan saham, baik pemegang saham minoritas dan juga Negara RI
penggunaan kas dari aktivitas terkait pendanaan baik dari melalui PT Danantara Asset Management (Persero).
sisi likuiditas liabilitas maupun permodalan. Sampai dengan
akhir tahun 2025 kas neto yang digunakan untuk kegiatan
Suku Bunga
Suku Bunga Dana
Berikut adalah informasi suku bunga counter rate produk deposito, tabungan, dan giro BRI per 31 Desember tahun 2025.
Tabel Counter Rate Simpanan per 31 Desember 2025
Produk Simpanan Suku Bunga (Rp) Suku Bunga (USD)
Giro 0,00%-1,25% 0,05%-0,15%
Tabungan 0,00%-2,50% 0,08%-0,25%
Deposito 2,50%-3,00% 4,00%-4,00%
Suku Bunga Dasar Kredit
Secara umum Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dihitung besarnya suku bunga kredit yang dikenakan kepada debitur
berdasarkan tiga komponen, yaitu Harga Pokok Dana untuk belum tentu sama dengan SBDK.
Kredit (HPDK) yang timbul dari kegiatan penghimpunan
dana nasabah, beban operasional yang dikeluarkan untuk Perhitungan SBDK berlaku untuk jenis kredit korporasi, kredit
kegiatan penghimpunan dana dan penyaluran kredit, serta menengah, kredit kecil, kredit mikro, dan kredit konsumsi
komponen profit margin dari penyaluran kredit. (KPR dan Non-KPR). Dalam kredit konsumsi Non-KPR tidak
termasuk penyaluran dana melalui Kartu Kredit dan Kredit
Perhitungan SBDK belum memperhitungkan komponen Tanpa Agunan (KTA). Namun demikian, Bank Indonesia
premi risiko dari debitur, yang besarnya tergantung dari menyerahkan klasifikasi kredit tersebut sesuai dengan
penilaian terhadap risiko masing-masing debitur. Untuk itu, kriteria internal bank.
Tabel Pengungkapan Kuantitatif Suku Bunga Dasar Kredit
Suku Bunga Dasar Kredit Rupiah (Prime Lending Rate)
Berdasarkan Jenis Kredit
Periode Data
31 Desember 2025
Kredit Non UMKM Kredit UMKM
Non-KPR/
KPR/KPA
Non-KPA
Korporasi Ritel Menengah Kecil Mikro
Harga Pokok Dana untuk Kredit (HPDK) 3,41% N/A 3,41% 3,41% 3,41% 3,41% 3,41%
Biaya Overhead 1,33% N/A 3,67% 3,38% 8,29% 3,84% 3,66%
Margin Keuntungan (Profit Margin) 3,46% N/A 3,17% 3,41% 2,10% 2,65% 2,03%
Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) (1+2+3) 8,20% N/A 10,25% 10,20% 13,80% 9,90% 9,10%
Catatan: Berlaku mulai 1 Januari 2025
336 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 339
Laporan Tahunan
2025
Tabel Pengungkapan Kualitatif Suku Bunga Dasar Kredit
Kategori Definisi Kategori Kredit Indikator/Kriteria dari Kategori Kredit
Korporasi Kredit modal kerja dan kredit investasi non UMKM dan non ritel Total plafon kredit > Rp500 miliar
Ritel N/A N/A
Keterangan pada waktu yang disepakati, memperoleh hak atas denda
1. SBDK mengacu pada Peraturan OJK Nomor 13 Tahun keterlambatan pelunasan pokok dan pembayaran bunga
2024 tanggal 12 Agustus 2024 tentang Transparansi serta meminta keterangan, informasi, dan dokumen serta
dan Publikasi Suku Bunga Dasar Kredit Bagi Bank Umum memeriksa pembukuan Bank.
Konvensional.
2. SBDK ditentukan Bank berdasarkan berbagai faktor, Kemampuan Membayar Utang Jangka Pendek
diantaranya suku bunga acuan yang ditetapkan oleh (Likuiditas Bank)
otoritas yang berwenang, harga pokok dana untuk
kredit (cost of fund), biaya overhead, margin keuntungan, Rasio likuiditas merupakan perbandingan antara pinjaman
dan perkembangan kondisi ekonomi. dengan simpanan (Loan to Deposit Ratio atau LDR). Rasio LDR
3. SBDK digunakan sebagai acuan dalam penetapan suku BRI Desember 2025 sebesar 91,94% (Bank Only), meningkat
bunga kredit yang akan dikenakan kepada nasabah. dibandingkan dengan LDR tahun 2024 yang sebesar 89,39%
SBDK belum memperhitungkan komponen estimasi. (Bank Only), menunjukkan kondisi likuiditas perbankan
4. Premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian masih terjaga di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi
Bank terhadap risiko untuk masing-masing debitur atau Indonesia dan stagnasi pertumbuhan ekonomi global. Hal
kelompok debitur. Dengan demikian, besarnya Suku ini tercermin pada penurunan uang beredar (M2) sebagai
Bunga Kredit (SBK) yang dikenakan kepada nasabah proyeksi aktivitas ekonomi. Di samping itu, tren peningkatan
dapat berbeda dari perhitungan SBDK. likuiditas industri perbankan turut dipengaruhi operasi
5. SBDK mengecualikan penyaluran kredit dengan suku moneter BI.
bunga spesial (special rate), suku bunga promo, fix
rate dalam waktu tertentu, suku bunga untuk karyawan Sesuai Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/16/PBI/2022
dalam rangka kesejahteraan, dan yang serupa. tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Bank
6. Informasi SBDK yang berlaku setiap saat dapat dilihat Indonesia Nomor 20/4/PBI/2018 tentang Rasio Intermediasi
pada publikasi di website Bank dan/atau setiap Kantor Makroprudensial dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial
Bank. bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit
Usaha Syariah, Perbankan harus menjaga rasio RIM sebesar
84% sampai 94%. Dalam perhitungan RIM, diperhitungkan
Kemampuan Membayar Utang dan surat berharga yang diterbitkan dan ditatausahakan oleh
Kolektibilitas Piutang Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan tidak dimiliki
oleh bank minimal 2 (dua) bulan sebelum tanggal laporan
Kemampuan Membayar Utang dan obligasi korporasi yang dimiliki. Rasio RIM BRI tahun
2025 sebesar 92,01% (Bank Only), naik dibandingkan tahun
Kemampuan membayar utang tercermin dari likuiditas 2024 yang sebesar 91,35% (Bank Only). Kenaikan rasio RIM
dan solvabilitas Bank. Berkenaan dengan obligasi yang BRI pada tahun 2025 tersebut dipengaruhi oleh kenaikan dari
diterbitkan, kemampuan membayar utang tercermin dari sisi aset yang lebih tinggi.
lancarnya pembayaran bunga dan pemeringkatan obligasi.
Dalam rangka meningkatkan ketahanan likuiditas jangka
Perlindungan Hak Kreditur pendek, BRI melakukan pengelolaan Liquidity Coverage
Ratio (LCR) yang merupakan rasio antara High Quality Liquid
Bank memiliki kebijakan tentang pemenuhan hak-hak Asset (HQLA) dengan total arus kas keluar bersih (net cash
kreditur digunakan sebagai pedoman dalam melakukan outflow) selama 30 (tiga puluh) hari ke depan dalam kondisi
pinjaman kepada kreditur. Tujuan dari kebijakan dimaksud krisis. Pada tahun 2025 LCR BRI terjaga sebesar 136,92%
adalah untuk menjaga terpenuhinya hak-hak dan menjaga (Konsolidasi) dan 135,21% (Bank Only), dengan pencapaian
kepercayaan kreditur terhadap Bank. Kebijakan tersebut LCR tersebut, BRI berhasil mempertahankan rasio kecukupan
mencakup pertimbangan dalam melakukan perjanjian, serta likuiditas di atas batas minimal sebesar 100%. Sementara,
tindak lanjut dalam pemenuhan kewajiban Perseroan Terbuka dalam rangka menjaga ketahanan likuiditas jangka Panjang,
kepada kreditur. Kebijakan hak-hak dasar kreditur, antara lain BRI melakukan pengukuran terhadap Net Stable Funding
adalah menerima pelunasan pokok dan pembayaran bunga Ratio (NSFR) yang merupakan perbandingan antara available
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 337
Page 340
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
stable funding (pendanaan stabil yang tersedia) terhadap kecukupan modal yang masih tinggi tersebut BRI mampu
required stable funding (pendanaan stabil yang dibutuhkan). mengantisipasi seluruh risiko utama yang terjadi dalam
Pada tahun 2025 NSFR BRI berada di angka 117,71%, pengelolaan bank baik risiko pasar, risiko kredit maupun
dengan pencapaian tersebut BRI berhasil mempertahankan risiko operasional.
kecukupan pendanaan stabil jangka panjang di atas 100%.
Kemampuan Membayar Utang Dari Efek-Efek
Kemampuan Membayar Utang Jangka yang Diterbitkan
Panjang (Solvabilitas Bank)
Kemampuan membayar utang juga dapat tercermin
Rasio kecukupan permodalan (Capital Adequacy Ratio/CAR) berdasarkan peringkat dari efek-efek yang diterbitkan Bank
mencerminkan kemampuan Bank untuk memitigasi risiko yaitu Obligasi. Efek yang diterbitkan secara rutin dinilai
yang mungkin terjadi dalam menjalani proses bisnisnya. oleh lembaga pemeringkatan guna mendukung kelayakan
Pada tahun 2025, CAR BRI tercatat sebesar 21,06% (Bank efek. Kualitas efek sangat ditentukan oleh kemampuan
Only) dan 23,52% (Konsolidasi). Rasio CAR tersebut masih di perusahaan penerbit efek dalam membayar efek nya pada
atas pemenuhan modal minimum BRI sesuai Profil Risiko BRI saat jatuh tempo dan kemampuannya membayar bunga atau
yang mengacu pada penilaian scorecard profil risiko yakni kupon selama jangka waktu penerbitan efek tersebut.
9,70% (Bank Only) dan 9,70% (konsolidasi). Dengan rasio
Tabel Kemampuan Membayar Hutang dari Efek-Efek Yang Diterbitkan
(dalam jutaan Rupiah)
Peringkat
Uraian
2025 2024
Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap I Tahun 2016 Seri E AAA oleh Pefindo
id id
AAA oleh Pefindo
Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap II Tahun 2017 Seri D AAA oleh Pefindo
id id
AAA oleh Pefindo
Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap III Tahun 2017 Seri C – id
AAA oleh Pefindo
Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap IV Tahun 2018 Seri B AAA oleh Pefindo
id id
AAA oleh Pefindo
Obligasi Berkelanjutan III BRI Tahap I Tahun 2019 Seri C – id
AAA oleh Pefindo
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank
AAA oleh Pefindo AAA oleh Pefindo
BRI Tahap I Tahun 2022 Seri B id id
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank
AAA oleh Pefindo AAA oleh Pefindo
BRI Tahap I Tahun 2022 Seri C id id
Obligasi Subordinasi IV BRI Tahun 2023 d
AA oleh Pefindo id
AA oleh Pefindo
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank
AAA oleh Pefindo
BRI Tahap II Tahun 2023 Seri A – id
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank
AAA oleh Pefindo AAA oleh Pefindo
BRI Tahap II Tahun 2023 Seri B id id
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank
AAA oleh Pefindo AAA oleh Pefindo
BRI Tahap II Tahun 2023 Seri C id id
BBB- oleh Fitch dan
Unsecured Notes due 2024 –
Baa2 oleh Moody’s
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank
AAA oleh Pefindo AAA oleh Pefindo
BRI Tahap III Tahun 2024 Seri A id id
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank
AAA oleh Pefindo AAA oleh Pefindo
BRI Tahap III Tahun 2024 Seri B id id
338 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 341
Laporan Tahunan
2025
Peringkat
Uraian
2025 2024
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank
AAA oleh Pefindo AAA oleh Pefindo
BRI Tahap III Tahun 2024 Seri C id id
Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2025 Seri A AAA oleh Pefindo
id -
Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2025 Seri B AAA oleh Pefindo
id -
Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2025 Seri C AAA oleh Pefindo
id -
SBK Berkelanjutan I PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2025 Tahap I Seri A id
A1+ oleh Pefindo -
SBK Berkelanjutan I PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2025 Tahap I Seri B id
A1+ oleh Pefindo -
SBK Berkelanjutan I PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2025 Tahap I Seri C id
A1+ oleh Pefindo -
SBK Berkelanjutan I PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2025 Tahap I Seri D id
A1+ oleh Pefindo -
Tabel Arti Peringkat
Lembaga Arti
Pemeringkat
Peringkat Peringkat
Surat utang dengan peringkat idAAA memiliki peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo.
AAA
id Kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut,
relatif terhadap obligor Indonesia lainnya, lebih unggul.
Surat utang peringkat idAA berbeda dari utang peringkat tertinggi hanya untuk tingkat kecil.
AA Kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya atas surat utang,
Pefindo id
relatif terhadap obligor Indonesia lainnya, sangat kuat.
Peringkat idA1+ dari PEFINDO adalah peringkat tertinggi untuk efek utang jangka pendek,
menunjukkan kemampuan obligor yang superior untuk memenuhi komitmen keuangan jangka
A1+
id
pendek dibandingkan emiten Indonesia lainnya. Peringkat ini menandakan risiko gagal bayar yang
sangat rendah.
Peringkat BBB menunjukkan bahwa ekspektasi risiko gagal bayar saat ini rendah. Kapasitas untuk
Fitch BBB- pembayaran komitmen keuangan dianggap memadai, tetapi kondisi bisnis atau ekonomi yang
merugikan lebih mungkin untuk mengganggu kapasitas ini.
Obligasi dengan peringkat Baa2 dinilai menengah dan tunduk pada risiko kredit moderat dan
Moody’s Baa2
dengan demikian dapat memiliki karakteristik spekulatif tertentu.
Kolektibilitas Piutang
Kolektibilitas kredit dapat diukur dengan rasio kualitas aset atau Non-Performing Loan (NPL). BRI masih mampu menjaga
kualitas kredit dengan sangat baik hal ini terlihat dalam rasio kredit bermasalah (NPL) pada tahun 2025 sebesar 3,29% (Bank
Only) dan 3,07% (konsolidasi). Rasio NPL BRI masih berada jauh di bawah ketentuan maksimal regulasi yang sebesar 5% (NPL
net) (PBI Nomor 3/25/2001). BRI akan terus meningkatkan efektivitas manajemen risiko kredit untuk menjaga dan meningkatkan
kualitas aset.
Tabel Kolektibilitas Kredit
(Konsolidasi, dalam jutaan Rupiah)
Uraian 2025 2024
Kredit 1.521.485.857 1.354.640.780
Lancar 1.416.389.468 1.251.678.340
Dalam Perhatian Khusus 58.449.748 65.260.936
Kurang Lancar 6.488.437 4.958.276
Diragukan 11.062.603 9.215.245
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 339
Page 342
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Uraian 2025 2024
Macet 29.095.601 23.527.982
NPL 46.646.641 37.701.504
NPL (%) 3,07% 2,78%
Adapun recovery strategi yang akan dilakukan BRI pada tahun 2026 untuk perbaikan NPL adalah sebagai berikut:
Strategi 2026
Man Kemitraan dan
Akselerasi
Power Kolaborasi dengan
Kinerja
Plan Pihak Eksternal
Penguatan Inovasi
Teknologi dan Alat Kebijakan dan
Penyesuaian Pendukung Kerja sama Layanan Pemberian
struktur dengan berbagai penghargaan bagi
organisasi untuk pihak dalam tenaga kerja yang
meningkatkan mempercepat melampaui target
efektivitas Pemanfaatan proses recovery Penerapan sistem kinerja
pengelolaan platform digital melalui pihak pengelolaan
portofolio eksternal Penyediaan
untuk monitoring kredit bermasalah
program
penyelesaian kredit berbasis layanan
Penambahan Kolaborasi dengan pengembangan
pihak ketiga
dan penempatan Pengembangan agen pemasaran untuk
tenaga kerja sesuai sistem informasi dan platform digital Evaluasi dan meningkatkan
kebutuhan serta yang terintegrasi guna memperluas penyempurnaan kompetensi
pengembangan jangkauan kebijakan tenaga kerja dalam
spesialisasi di pemasaran aset internal untuk mengelola kredit
segmen dan menyesuaikan bermasalah
kolektibilitas tertentu dengan praktik
berdasarkan potensi terbaik di industri
dan risiko kredit.
Rasio Keuangan Lain
Rasio Rentabilitas dan Profitabilitas
Pada industri perbankan, rasio rentabilitas umumnya diukur dengan menggunakan tingkat imbal hasil terhadap aset (Return on
Assets/ROA), imbal hasil terhadap ekuitas (Return on Equity/ROE) dan marjin pendapatan bunga bersih (Net Interest Margin/
NIM). BRI mampu membukukan kinerja rentabilitas positif selama tahun 2025.
Tabel Rasio Rentabilitas dan Profitabilitas
(dalam %)
Bank Only Konsolidasi
Uraian
2025 2024 2025 2024
ROA (before tax) 3,26 3,76 3,49 3,90
ROE (Tier-1) 20,78 22,91 19,31 21,02
ROE Balance Sheet 16,84 18,40 17,44 18,90
NIM 6,54 6,75 7,81 7,85
340 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 343
Laporan Tahunan
2025
Return On Assets (ROA) Net Interest Margin (NIM)
ROA (before tax) pada akhir tahun 2025 tercatat sebesar Pada akhir tahun 2025, Perseroan mampu mencatatkan NIM
3,49%, relatif stabil dibandingkan dengan periode yang yang stabil sebesar 7,81%. Hal ini didorong oleh kemampuan
sama pada akhir tahun sebelumnya sebesar 3,90%. Di Perseroan dalam mengoptimalisasi Pendapatan bunga dan
tengah tantangan yang tidak mudah baik dari sisi makro syariah-neto yang mencapai Rp150,5 triliun, atau meningkat
ekonomi global dan juga domestik, serta di tengah proses 5,50% yoy dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp142,7
perbaikan kualitas aset yang sedang dilakukan, Perseroan triliun. Kenaikan ini disumbang dari kemampuan Perseroan
mampu menciptakan laba bersih tahun 2025 sebesar untuk meningkatkan pendapatan bunga sebesar 4,27% dari
Rp57,132 triliun. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari pertumbuhan kredit yang sehat serta efisiensi beban bunga
kinerja upperline yang solid, sebagaimana ditunjukkan yang tumbuh moderat sebesar 1,20% yang mencerminkan
dengan pertumbuhan positif disisi NII, peningkatan pada dampak dari Retail Funding Transformation.
pendapatan non-bunga serta kemampuan Perseroan dalam
menjaga disiplin operating expenses. Rasio Efisiensi
Return On Equity (ROE) Cost to Income Ratio (CIR)
Pada akhir tahun 2025, BRI masih mampu mencatatkan Rasio efisiensi Perseroan dapat dilihat dari CIR sebesar
ROE yang baik sebesar 17,44%. Di tengah tantangan yang 38,92% (Bank Only) dan 42,55% (Konsolidasi). Keberhasilan
tidak mudah baik dari sisi makro ekonomi global dan juga Perseroan dalam menjaga efisiensi operasional ini tidak
domestik serta di tengah proses perbaikan kualitas aset terlepas dari streamlining bisnis proses, salah satunya
yang sedang dilakukan, Perseroan mampu menciptakan melalui optimalisasi digitalisasi.
laba bersih tahun 2025 sebesar Rp57,132 triliun. Pencapaian
tersebut tidak terlepas dari kinerja upperline yang solid,
sebagaimana ditunjukkan dengan pertumbuhan positif
disisi NII, peningkatan pada pendapatan non-bunga serta
kemampuan Perseroan dalam menjaga disiplin operating
expenses.
Tabel Rasio Efisiensi
(dalam %)
Bank Only Konsolidasi
Uraian
2025 2024 2025 2024
CIR 38,92 37,87 42,55 41,37
Rasio Kepatuhan
Persentase Pelanggaran dan Pelampauan
Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)
Pada tahun 2025, BRI tidak memiliki debitur baik pihak terkait uang asing yang semuanya dinyatakan dalam Rupiah
maupun tidak terkait yang tidak memenuhi atau melampaui terhadap modal.
Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).
Pada tahun 2025, rasio PDN sebesar 2,51% relatif flat
Rasio Posisi Devisa Neto (PDN) dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 2,42%. Angka
PDN tersebut masih jauh di bawah jumlah maksimum yang
Posisi Devisa Neto (PDN) merupakan penjumlahan dari nilai ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu batas maksimum
absolut untuk jumlah dari selisih bersih aset dan liabilitas sebesar 20% modal, sesuai dengan Peraturan Bank
dengan selisih bersih tagihan dan liabilitas komitmen dan Indonesia Nomor 17/5/PBI/2015 tanggal 29 Mei 2015 perihal
kontijensi dalam rekening administratif untuk setiap mata Perubahan Keempat atas PBI Nomor 5/13/PBI/2003 tentang
Posisi Devisa Neto Bank Umum.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 341
Page 344
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Analisis Kualitas Aset Produktif
Kualitas aset produktif Perseroan berada pada kondisi yang sangat baik. untuk aset produktif diluar kredit tercatat hanya surat
berharga yang berada pada kolektibilitas macet. Sedangkan untuk aset produktif yang diklasifikasikan sebagai kredit yang
diberikan memiliki kualitas yang sangat terjaga hal ini terlihat dalam rasio kredit bermasalah (NPL) pada tahun 2025 sebesar
3,29% (bank only) dan 3,07% (konsolidasi). Rasio NPL BRI masih berada jauh di bawah ketentuan maksimal regulasi yang
sebesar 5% (NPL net) (PBI Nomor 3/25/2001). BRI akan terus meningkatkan efektivitas manajemen risiko kredit untuk menjaga
dan meningkatkan kualitas aset.
Tabel Kualitas Aset Produktif
(dalam jutaan Rupiah)
INDIVIDUAL
31 Desember 2025
No POS-POS
Dalam
Kurang
Lancar Perhatian Diragukan Macet
Lancar
Khusus
I PIHAK TERKAIT
1 Penempatan pada bank lain
a. Rupiah - - - - -
b. Mata uang asing - - - - -
2 Tagihan spot dan derivatif
a. Rupiah - - - - -
b. Mata uang asing - - - - -
3 Surat berharga
a. Rupiah - - - - -
b. Mata uang asing - - - - -
Surat berharga yang dijual
4 dengan janji dibeli kembali
(Repo)
a. Rupiah - - - - -
b. Mata uang asing - - - - -
Tagihan atas surat berharga
5 yang dibeli dengan janji dijual
kembali (Reverse Repo)
a. Rupiah - - - - -
b. Mata uang asing - - - - -
6 Tagihan akseptasi - - - - -
7 Kredit
a. Usaha Mikro Kecil dan
Menengah (UMKM)
i. Rupiah - - - - -
ii. Mata uang asing - - - - -
b. Non UMKM
i. Rupiah 800.220 - - - -
ii. Mata uang asing - - - - -
342 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 345
Laporan Tahunan
2025
INDIVIDUAL
31 Desember 2024
Dalam
Jumlah Lancar Perhatian Kurang Lancar Diragukan Macet Jumlah
Khusus
- 400.000 - - - - 400.000
- - - - - - -
- - - - - - -
- - - - - - -
- - - - - - -
- - - - - - -
– - - - - - -
- - - - - - -
- - - - - - -
- - - - - - -
- - - - - - -
- - - - - - -
- - - - - - -
800.220 2.088.684 - - - - 2.088.684
- - - - - - -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 343
Page 346
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
INDIVIDUAL
31 Desember 2025
No POS-POS
Dalam
Kurang
Lancar Perhatian Diragukan Macet
Lancar
Khusus
c. Kredit yang direstrukturisasi
i. Rupiah - - - - -
ii. Mata uang asing - - - - -
8 Penyertaan Modal - - - - -
9 Tagihan lainnya - - - - -
10 Komitmen dan kontinjensi
a. Rupiah - - - - -
b. Mata uang asing - - - - -
II PIHAK TIDAK TERKAIT
1 Penempatan pada bank lain
a. Rupiah 1.755.653 - - - -
b. Mata uang asing 51.320.106 - - - -
2 Tagihan spot dan derivatif
a. Rupiah 408.661 - - - -
b. Mata uang asing 752.953 - - - -
3 Surat berharga
a. Rupiah 214.119.982 1.805 -
b. Mata uang asing 143.420.712 - -
Surat berharga yang dijual
4 dengan janji dibeli kembali
(Repo)
a. Rupiah 26.718.995 - - - -
b. Mata uang asing 2.621.145 - - - -
Tagihan atas surat berharga
5 yang dibeli dengan janji dijual
kembali (Reverse Repo)
a. Rupiah 24.452 - - - -
b. Mata uang asing - - - - -
6 Tagihan akseptasi 13.078.567 - -
7 Kredit
a. Usaha Mikro Kecil dan
Menengah (UMKM)
i. Rupiah 593.042.775 36.870.409 3.953.116 6.611.702 19.776.316
ii. Mata uang asing 992.331 35.011 - - -
b. Non UMKM
i. Rupiah 498.502.371 12.117.006 2.145.955 3.918.060 6.266.736
ii. Mata uang asing 153.382.898 2.784.419 1.741 141.562 1.331.084
344 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 347
Laporan Tahunan
2025
INDIVIDUAL
31 Desember 2024
Dalam
Jumlah Lancar Perhatian Kurang Lancar Diragukan Macet Jumlah
Khusus
- - - - - - -
- - - - - - -
- - - - - - -
- - - - - - -
- - - - - - -
- - - - - - -
1.755.653 3.402.336 - - - - 3.402.336
51.320.106 42.855.260 - - - - 42.855.260
408.661 681.859 - - - - 681.859
752.953 391.643 - - - - 391.643
214.121.787 195.828.483 24.637 3.067 - 11.021 195.867.208
143.420.712 115.081.083 - - - - 115.081.083
26.718.995 20.544.012 - - - - 20.544.012
2.621.145 5.152.002 - - - - 5.152.002
24.452 15.839.261 - - - - 15.839.261
- 808.621 - - - - 808.621
13.078.567 10.105.373 - - - - 10.105.373
660.254.318 608.717.860 40.787.775 3.880.495 6.229.888 13.745.870 673.361.888
1.027.342 586.768 644 - - - 587.412
522.950.128 378.477.447 12.331.906 767.883 2.451.374 6.008.952 400.037.562
157.641.704 133.977.809 3.196.467 82.763 241.243 2.273.405 139.771.687
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 345
Page 348
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
INDIVIDUAL
31 Desember 2025
No POS-POS
Dalam
Kurang
Lancar Perhatian Diragukan Macet
Lancar
Khusus
c. Kredit yang direstrukturisasi
i. Rupiah 35.282.754 22.996.395 2.452.953 5.708.479 7.897.417
ii. Mata uang asing 4.667.101 2.587.322 - 138.030 -
8 Penyertaan Modal 51.300.972 - - - -
9 Tagihan lainnya - - - - -
10 Komitmen dan kontinjensi
a. Rupiah 140.224.494 1.216.007 41.434 67.121 59.410
b. Mata uang asing 72.934.186 187.051 1.546 2.337 2.191
III INFORMASI LAIN
Nilai aset bank yang diagunkan
1
sebagai jaminan
a. Kepada Bank Indonesia - - - - -
b. Kepada Lainnya - - - - -
2 Aset yang diambil alih - - - - -
Strategi Peningkatan Fee Based Income Struktur Permodalan Bank
Selama tahun 2025, BRI mampu membukukan pendapatan Kebijakan Manajemen atas Struktur
fee based income dan others income (Bank Only) sebesar Modal dan Dasar Pemilihan Kebijakan
Rp53,8 triliun atau tumbuh 0,50% yoy. Pendapatan ini Manajemen atas Struktur Modal
berasal dari pendapatan berbasis fee sebesar Rp20,7 triliun
atau tumbuh 1,25% yoy, Pendapatan operasional lainnya Pengelolaan struktur modal memiliki tujuan untuk
sebesar Rp12,3 triliun atau mengalami peningkatan sebesar memastikan bahwa BRI senantiasa menjaga kecukupan
38,13% yoy, dan Pendapatan recovery atas aktiva produktif permodalan untuk menutup risiko-risiko yang inheren dalam
yang telah dihapus buku sebesar Rp20,8 triliun tumbuh mengelola bisnisnya tanpa mengurangi optimalisasi nilai
negatif 14,04% yoy. Pada tahun 2025, peningkatan fee bagi pemegang saham.
based income BRI diperoleh terbesar pada jasa transaksi
administrasi kredit, terutama fee kredit yang dihasilkan dari BRI telah memiliki Komite Tata Kelola Konglomerasi Keuangan
pertumbuhan ekspansi segmen korporasi yang selektif, di mana terdiri dari 6 (enam) sub komite salah satunya
transaksi bisnis internasional, serta transaksi e-channel yang Sub Komite Permodalan Investasi dan Strategi. Adapun
bersumber dari produk e-channel seperti BRImo, QLola, Komite sebagai organ pendukung Direksi untuk me-review,
EDC, QRIS, dan BRILINK. Kinerja Fee Based Income BRI akan menetapkan, merekomendasikan, dan melakukan evaluasi
terus didorong dengan meningkatkan fee yang bersumber terkait aksi korporasi yang dilakukan oleh BRI Group. Selain
dari transaction based diantaranya dengan strategi itu, Komite juga melakukan review dan analisis kinerja, serta
perluasan ekspansi pemasaran produk transaction banking rekomendasi atas sinergi BRI Group di mana termasuk di
melalui digital inisiatif yang memberikan kenyamanan dalamnya merupakan kegiatan terkait optimalisasi struktur
kepada nasabah dalam melakukan transaksi e-channel. modal dan pengelolaan Entitas Anak.
Kolaborasi pemasaran produk Entitas Anak yang dilakukan
secara cross-selling menjadi salah satu strategi yang dapat Kebijakan struktur modal merupakan salah satu kebijakan
mendorong kinerja fee based income BRI. yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris. Oleh
karena itu Dewan Komisaris senantiasa menelaah bahwa
346 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 349
Laporan Tahunan
2025
INDIVIDUAL
31 Desember 2024
Dalam
Jumlah Lancar Perhatian Kurang Lancar Diragukan Macet Jumlah
Khusus
74.337.998 35.412.829 26.023.428 2.170.052 4.344.073 7.840.820 75.791.202
7.392.453 4.641.796 2.873.983 80.164 135.588 999.926 8.731.457
51.300.972 50.241.445 - - - - 50.241.445
- - - - - - -
141.608.466 116.221.695 819.769 29.921 39.274 66.279 117.176.938
73.127.311 84.724.057 81.780 1.015 1.590 14.721 84.823.163
- - - - - - -
- - - - - - -
50.837 - - - - - 53.246
struktur modal telah sejalan dengan rencana strategis dan 2. Countercyclical Buffer sebesar 0,00% dari ATMR
selera risiko (risk appetite) yang ditetapkan. 3. Capital Surcharge untuk Bank Sistemik sebesar 2,50%
dari ATMR
Selain itu, BRI juga memiliki Risk Management Committee,
yang bertanggung jawab atas penerapan manajemen Total CAR minimum BRI berdasarkan profil risiko berada di
risiko dan strategi manajemen risiko secara terintegrasi. level 9,70% (konsolidasian) maka CAR BRI pada tahun 2025
Committee ini bertanggung jawab menetapkan langkah yang sebesar 21,06% (bank only) dan 23,52% (konsolidasian)
perbaikan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan mampu berada di atas minimum ketentuan yang ditetapkan
penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi dalam bentuk oleh regulator perbankan dan jasa keuangan tersebut.
analisis permodalan.
Secara struktur permodalan, hingga Desember 2025,
BRI juga berkomitmen untuk memenuhi ketentuan regulator BRI memiliki modal inti (Tier-1) sebesar Rp246,05 triliun
terkait struktur modal. Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa (bank only) dan Rp301,84 triliun (konsolidasi) serta Modal
Keuangan Nomor 11/POJK.03/2016 tanggal 29 Januari 2016 Pelengkap (Tier-2) sebesar Rp13,97 triliun (bank only)
tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum dan Rp14,99 triliun (konsolidasi) dengan rasio CAR Tier-1
(POJK 11/2016) sebagaimana diubah dengan Peraturan mencapai 19,93% (bank only) dan 22,41% (konsolidasian).
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 34/POJK.03/2016 tanggal Modal Inti (Tier-1) BRI besarnya sama dengan Modal Inti
22 September 2016 tentang Perubahan atas Peraturan OJK Utama (CET-1) dikarenakan BRI tidak memiliki Modal Inti
Nomor 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Tambahan (Additional Tier 1).
Modal Minimum (KPMM) (POJK 34/2016) bahwa Bank
wajib menyediakan modal minimum sesuai profil risiko dan Oleh karena itu, Rasio Modal Inti (Tier-1) BRI jauh di atas
membentuk tambahan modal sebagai penyangga (buffer) ketentuan minimum sebesar 6% maupun ketentuan minimum
dengan rincian sebagai berikut: Modal Inti Utama (CET-1) sebesar 4,5% yang ditentukan oleh
1. Capital Conservation Buffer sebesar 2,50% dari Aktiva Regulator.
Tertimbang Menurut Risiko (ATMR)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 347
Page 350
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Rincian Struktur Modal
Uraian rincian struktur modal disajikan sebagai berikut.
Tabel Struktur Permodalan
(konsolidasian, dalam jutaan Rupiah)
Uraian 2025 2024
Modal Inti (Tier 1) 301.847.212 291.317.196
Modal Inti Utama (CET 1) 301.847.212 291.317.196
Modal Pelengkap (Tier 2) 14.990.207 12.658.290
Total Modal Tersedia 316.837.419 303.975.486
ATMR untuk Risiko Kredit setelah memperhitungkan risiko spesifik 1.176.866.464 981.702.825
ATMR untuk Risiko Pasar 31.859.023 33.799.657
ATMR untuk Risiko Operasional 138.261.965 125.883.982
Total ATMR 1.346.987.452 1.141.386.464
Rasio CAR 23,52% 26,63%
Rasio CET 1 22,41% 25,52%
Rasio Tier 1 22,41% 25,52%
Rasio Tier 2 1,11% 1,11%
CAR Minimum Berdasarkan Profil Risiko 9,70% 9,64%
Informasi Eksposur Risiko dan Permodalan
Sesuai dengan kompleksitas usahanya, Bank telah Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
mengelola 8 (delapan) jenis risiko yaitu risiko kredit, risiko Nomor 32/POJK.03/2016 tentang Perubahan atas Peraturan
likuiditas, risiko pasar, risiko operasional, risiko hukum, risiko Otoritas Jasa Keuangan Nomor 6/POJK.03/2015 tentang
reputasi, risiko stratejik dan risiko kepatuhan. Namun bagian Transparansi dan Publikasi Laporan Bank Pasal 13A Bank
ini hanya menjelaskan tentang praktik manajemen risiko wajib menambahkan informasi kuantitatif eksposur risiko
untuk risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas dan risiko yang dihadapi Bank pada Laporan Publikasi, Surat Edaran
operasional. Sedangkan untuk penjelasan terkait dengan Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 9/SEOJK.03/2020
jenis-jenis risiko lainnya disajikan dalam bagian Profil Risiko Tahun 2020 tentang Transparansi dan Publikasi Laporan Bank
dan Pengelolaannya pada Corporate Governance dalam Umum Konvensional serta POJK Nomor 18/POJK.03/2016
Laporan Tahunan ini. tentang Penerapan Manajemen Risiko.
Ukuran Utama (Key Metrics/KM1)
(dalam jutaan Rupiah)
2025 2024
No. Deskripsi
Desember September Juni Maret Desember
MODAL YANG TERSEDIA (NOMINAL)
1 Modal Inti Utama (CET1) 301.847.212 305.359.367 290.373.889 274.178.335 291.317.196
2 Modal Inti (Tier 1) 301.847.212 305.359.367 290.373.889 274.178.335 291.317.196
3 Total Modal 316.837.419 319.278.990 303.861.534 287.405.100 303.975.486
ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (NOMINAL)
4 Total Aset Tertimbang Menurut Risiko
1.346.987.452 1.256.297.227 1.215.106.893 1.195.809.550 1.141.386.464
(ATMR)
348 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 351
Laporan Tahunan
2025
2025 2024
No. Deskripsi
Desember September Juni Maret Desember
RASIO MODAL BERBASIS RISIKO SEBAGAI PERSENTASE DARI ATMR
5 Rasio CET1 (%) 22,41% 24,31% 23,90% 22,93% 25,52%
6 Rasio Tier 1 (%) 22,41% 24,31% 23,90% 22,93% 25,52%
7 Rasio Total Modal (%) 23,52% 25,42% 25,01% 24,03% 26,63%
TAMBAHAN MODAL YANG BERFUNGSI SEBAGAI BUFFER SEBAGAI PERSENTASE DARI ATMR
8 Capital conservation buffer (2,5% dari
2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
ATMR) (%)
9 Countercyclical Buffer (0 - 2,5% dari
0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
ATMR) (%)
10 Capital Surcharge untuk Bank D-SIB (1%
2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
- 2,5%) (%)
11 Total tambahan modal sebagai penyangga
5,00% 5,00% 5,00% 5,00% 5,00%
(buffer) (Baris 8 + Baris 9 dan Baris 10)
12 Komponen modal inti utama (Common
Equity Tier 1) setelah memenuhi 17,41% 19,31% 18,90% 17,93% 20,52%
pemenuhan tambahan modal (buffer)
RASIO PENGUNGKIT SESUAI BASEL III
13 Total Eksposur 2.190.091.323 2.140.179.170 2.109.606.507 2.158.834.943 2.018.178.824
14 Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak
dari penyesuaian terhadap pengecualian
sementara atas penempatan giro pada 13,78% 14,27% 13,76% 12,70% 14,43%
Bank Indonesia dalam rangka memenuhi
ketentuan giro wajib minimum (jika ada)
14b Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk
dampak dari penyesuaian terhadap
pengecualian sementara atas
13,78% 14,27% 13,76% 12,70% 14,43%
penempatan giro pada Bank Indonesia
dalam rangka memenuhi ketentuan giro
wajib minimum (jika ada)
14c Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak
dari penyesuaian terhadap pengecualian
sementara atas penempatan giro pada
Bank Indonesia dalam rangka memenuhi 13,78% 14,27% 13,76% 12,70% 14,43%
ketentuan giro wajib minimum (jika ada),
yang telah memasukkan nilai rata-rata
dari nilai tercatat aset SFT secara gross
14d Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk
dampak dari penyesuaian terhadap
pengecualian sementara atas penempatan
giro pada Bank Indonesia dalam rangka 13,78% 14,27% 13,76% 12,70% 14,43%
memenuhi ketentuan giro wajib minimum
(jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-
rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross
RASIO KECUKUPAN LIKUIDITAS (LCR)
15 Total Aset Likuid Berkualitas Tinggi
339.473.424 367.870.393 335.250.863 346.853.663 337.555.743
(HQLA)
16 Total Arus Kas Keluar Bersih (net cash
247.935.815 245.939.488 230.302.667 221.497.914 210.081.677
outflow)
17 Rasio Kecukupan Likuiditas (%) 136,92% 149,58% 145,57% 156,59% 160,68%
RASIO PENDANAAN STABIL BERSIH (NSFR)
18 Total Pendanaan Stabil yang Tersedia (ASF) 1.355.934.194 1.363.031.479 1.365.170.404 1.321.662.574 1.316.826.496
19 Total Pendanaan Stabil yang Diperlukan
1.149.494.783 1.107.115.183 1.087.310.740 1.068.895.699 1.029.199.906
(RSF)
20 Rasio Pendanaan Stabil Bersih (%) 117,96% 123,12% 125,55% 123,65% 127,95%
Analisis Kualitatif
–
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 349
Page 352
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Perbedaan Antara Cakupan Konsolidasi dan Mapping pada Laporan Keuangan Sesuai
Standar Akuntansi Keuangan Dengan Kategori Risiko Sesuai dengan Ketentuan Otoritas
Jasa Keuangan Kategori Risiko (LI1)
Nilai tercatat
Nilai tercatat
sebagaimana tercantum
berdasarkan prinsip
dalam publikasi laporan
kehati-hatian
keuangan
ASET
1. Kas 32.044.482 929
2. Penempatan pada Bank Indonesia 40.254.114 -
3. Penempatan pada bank lain 55.168.542 1.296.738
4. Tagihan spot dan derivatif/forward 1.167.029 -
5. Surat berharga yang dimiliki 391.644.693 25.864.350
6. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) 29.340.192 52
Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse
7. 24.452 -
repo)
8. Tagihan akseptasi 13.078.567 -
9. Kredit yang diberikan 1.460.729.418 -
10. Pembiayaan syariah 1)
56.350.282 -
11. Piutang Sewa Pembiayaan 4.406.157 -
12. Penyertaan modal 8.834.868 5.463
13. Aset keuangan lainnya 19.040.642 556.810
14. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/- -
a. Surat berharga yang dimiliki (555.017) -
b. Kredit yang diberikan dan pembiayaan syariah (82.893.734) -
c. Lainnya (394.618) (154)
15. Aset tidak berwujud 806.416 -
Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/- - -
16. Aset tetap dan inventaris 94.045.303 1.469.171
Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/- (30.751.063) (819.493)
17. Aset non produktif
a. Properti terbengkalai 17.311 -
b. Agunan yang diambil alih 100.471 -
c. Rekening tunda - -
d. Aset antarkantor 13.317 -
18. Aset lainnya 42.899.281 7.961.648
TOTAL ASET 2.135.371.105 36.335.514
LIABILITAS DAN EKUITAS
1. Giro 448.203.670 -
2. Tabungan 587.585.862 -
3. Deposito 431.054.307 -
4. Uang Elektronik 614.383 -
5. Liabilitas kepada Bank Indonesia 47.462 -
350 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 353
Laporan Tahunan
2025
Nilai tercatat masing-masing risiko
Tidak mengacu pada
Sesuai kerangka risiko Sesuai kerangka Sesuai kerangka Sesuai kerangka risiko persyaratan permodalan
kredit counterparty credit risk sekuritisasi pasar atau berdasarkan
pengurangan modal
32.443.932 - - - -
40.270.620 - - - -
56.879.989 - - - -
- 2.385.112 - - -
328.085.806 - - 8.620.678 -
- 884.064 - - -
- 24.452 - - -
13.078.568 - - - -
1.531.073.176 - - - -
- - - - -
- - - - -
8.930.844 - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
(60.555.221) - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
62.411.429 - - - -
- - - - -
- - - - -
55.674 - - - -
- - - - -
- - - - -
44.181.846 - - - -
2.056.856.665 3.293.628 - 8.620.678 -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 351
Page 354
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Nilai tercatat
Nilai tercatat
sebagaimana tercantum
berdasarkan prinsip
dalam publikasi laporan
kehati-hatian
keuangan
6. Liabilitas kepada bank lain 17.601.436 -
7. Liabilitas spot dan derivatif/forward 1.101.753 -
8. Liabilitas atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) 27.932.749 -
9. Liabilitas akseptasi 13.078.567 -
10. Surat berharga yang diterbitkan 40.901.648 -
11. Pinjaman/Pembiayaan yang diterima 129.657.345 -
12. Setoran jaminan 14.122 -
13. Liabilitas antarkantor - -
14. Liabilitas lainnya 106.636.367 21.623.431
TOTAL LIABILITAS 1.804.429.671 21.623.431
EKUITAS
15. Modal disetor
a. Modal dasar 15.000.000 704.053
b. Modal yang belum disetor -/- (7.422.050) -
c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock) -/- (4.463.270) -
16. Tambahan modal disetor
a. Agio 75.946.195 5.987.447
b. Disagio -/- - -
c. Dana setoran modal - -
d. Lainnya 2.333.619 -
17. Penghasilan komprehensif lain
a. Keuntungan 22.174.083 477.240
b. Kerugian -/- (2.198.097) (12.331)
18. Cadangan
a. Cadangan umum 3.022.685 -
b. Cadangan tujuan - -
19. Laba/rugi
a. Tahun-tahun lalu 214.715.081 5.912.139
b. Tahun berjalan 56.652.384 1.643.536
c. Dividen yang dibayarkan -/- (51.726.772) -
TOTAL EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK 375.760.630 14.712.083
20. Kepentingan minoritas (minority interest) 6.907.576 -
TOTAL EKUITAS 382.668.206 14.712.083
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 2.187.097.877 36.335.514
352 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 355
Laporan Tahunan
2025
Nilai tercatat masing-masing risiko
Tidak mengacu pada
Sesuai kerangka risiko Sesuai kerangka Sesuai kerangka Sesuai kerangka risiko persyaratan permodalan
kredit counterparty credit risk sekuritisasi pasar atau berdasarkan
pengurangan modal
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 353
Page 356
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Perbedaan Utama Antara Nilai Tercatat Sesuai Standar Akuntansi Keuangan dengan
Nilai Eksposur Sesuai dengan Ketentuan OJK (LI2)
(dalam jutaan Rupiah)
a b c d e
Item sesuai:
Total Kerangka
Kerangka risiko Kerangka Kerangka risiko
Counterparty
kredit sekuritisasi pasar
credit risk
1 Nilai tercatat aset sesuai dengan cakupan
konsolidasi ketentuan kehati-hatian 2.068.770.971 2.056.856.665 - 3.293.628 8.620.678
(sebagaimana dilaporkan pada tabel LI1)
2 Nilai tercatat liabilitas sesuai dengan
cakupan konsolidasi ketentuan kehati-
- - - - -
hatian (sebagaimana dilaporkan pada
tabel LI1)
3 Total nilai bersih sesuai dengan cakupan
2.068.770.971 2.056.856.665 - 3.293.628 8.620.678
konsolidasi ketentuan kehati-hatian
4 Nilai rekening administratif 214.851.452 214.851.452 - - -
5 Perbedaan valuasi - - - - -
6 Perbedaan karena netting rules, selain
- - - - -
dari yang termasuk pada baris 2.
7 Perbedaan provisi - - - - -
8 Perbedaan karena adanya prudential
- - - - -
filters
Nilai eksposur yang dipertimbangkan,
sesuai dengan cakupan konsolidasi - - - - -
ketentuan kehati-hatian
Analisis Kualitatif
–
Penjelasan Mengenai Perbedaan Antara Nilai Eksposur Sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan Dengan Ketentuan OJK (LIA)
PERBEDAAN ANTARA NILAI TERCATAT DALAM PUBLIKASI LAPORAN KEUANGAN DAN NILAI TERCATAT DALAM PRINSIP
A.
KEHATI-HATIAN
Perbedaan antara nilai tercatat dalam Publikasi Laporan Keuangan dan nilai tercatat menurut kontraktual setiap aset dan liabilitas keuangan
disebabkan oleh perbedaan tujuan penggunaan data aset dan liabilitas keuangan antara kepentingan pelaporan sesuai standar akuntansi
dan negosiasi bisnis. Prinsip tersebut juga diterapkan pada anak perusahaan BRI.
354 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 357
Laporan Tahunan
2025
METODOLOGI VALUASI, DESKRIPSI PROSES VERIFIKASI HARGA INDEPENDENT, DAN PROSEDUR UNTUK PENYESUAIAN
B.
VALUASI ATAU RESERVES
Instrumen keuangan yang terekspos risiko suku bunga dan risiko nilai tukar dilakukan valuasi harga secara wajar setiap hari. Terdapat 2
(dua) pendekatan valuasi (penilaian) harga wajar yaitu Mark-to-Market dan Mark-to-Model. Metode valuasi Mark-to-Market dilakukan
atas instrumen keuangan yang masuk ke dalam portofolio FVTPL (Fair Value Through Profit or Loss) dan FVOCI (Fair Value through Other
Comprehensive Income) wajib dilakukan revaluasi setiap hari. Valuasi dilakukan dengan menggunakan harga penutupan (closing price)
setiap hari mengikuti jam penutupan pasar sesuai ketentuan regulator. Sumber data harga penutupan harus mencerminkan transaksi
aktual dan wajar, yang berasal dari penyedia data yang kredibel dan independen seperti Bloomberg, Reuteurs dan penyedia data lainnya
menurut konvensi pasar dan regulasi yang berlaku. Bila harga pasar untuk instrumen keuangan yang akan divaluasi tidak tersedia, maka
dilakukan penetapan harga pasar dengan menggunakan suatu model statistika berdasarkan data historis dan/atau harga referensi yang
relevan. Valuasi menggunakan simulasi harga yang dihasilkan dari suatu model (mark to model) dilakukan dengan ketentuan penggunaan
harga yang timbul dari transaksi yang terjadi dalam 10 hari kerja terakhir; apabila indikasi harga tersebut tidak tersedia, maka menggunakan
harga dari instrumen lain yang memiliki karakteristik (paling kurang jangka waktu, tingkat bunga/kupon, peringkat, dan golongan penerbit)
yang serupa; apabila kedua harga pada poin sebelumnya tidak tersedia, maka valuasi menggunakan internal model yang ada di dalam
sistem aplikasi treasury dan/atau market risk yang digunakan. Hasil valuasi berdasarkan harus divalidasi secara periodik sekurangnya 3
(tiga) bulan sekali untuk memastikan konsistensi dan kewajaran harga pasar yang digunakan dalam proses valuasi.
Permodalan
Komposisi Permodalan (CC1)
(dalam jutaan Rupiah)
Jumlah No. Ref yang berasal dari
Komponen
(Dalam Juta Rupiah) Neraca Konsolidasi 1)
MODAL INTI UTAMA (COMMON EQUITY TIER I)/CET 1: INSTRUMEN DAN TAMBAHAN MODAL DISETOR
1. Saham biasa (termasuk stock surplus) 79.060.875 e.
2. Laba ditahan 215.749.291 g.
3. Akumulasi pendapatan komprehensif lainnya (dan cadangan lain) 24.612.738 f.
4. Modal yang termasuk phase out dari CET 1 N/A N/A
5. Kepentingan Non Pengendali yang dapat diperhitungkan 411.154 d.
6. CET 1 sebelum regulatory adjustment 319.834.058
COMMON EQUITY TIER 1 CAPITAL: REGULATORY ADJUSTMENTS CET 1: FAKTOR PENGURANG (REGULATORY ADJUSTMENT)
Selisih kurang jumlah penyesuaian nilai wajar dari instrumen
7. -
keuangan dalam trading book
8. Goodwill (806.416) b.
9. Aset tidak berwujud lain (selain Mortgage-Servicing Rights) (4.450.075)
10. Aset pajak tangguhan yang berasal dari future profitability N/A N/A
11. Cash-flow hedge reserve N/A N/A
12. Shortfall of provisions to expected losses N/A N/A
13. Keuntungan penjualan aset dalam transaksi sekuritisasi -
14. Peningkatan / penurunan nilai wajar atas kewajiban keuangan (DVA) -
15. Aset pensiun manfaat pasti N/A N/A
16. Investasi pada saham sendiri (jika belum di net dalam modal di neraca) N/A N/A
17. Kepemilikan silang pada instrumen CET 1 pada entitas lain
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 355
Page 358
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Jumlah No. Ref yang berasal dari
Komponen
(Dalam Juta Rupiah) Neraca Konsolidasi 1)
Investasi pada modal bank, entitas keuangan dan asuransi diluar
cakupan konsolidasi secara ketentuan, net posisi short yang
18. N/A N/A
diperkenankan, dimana Bank tidak memiliki lebih dari 10% modal
saham yang diterbitkan (jumlah di atas batasan 10%)
Investasi signifikan pada saham biasa Bank, entitas keuangan dan
19. asuransi di luar cakupan konsolidasi secara ketentuan, net posisi N/A N/A
short yang diperkenankan (jumlah diatas batasan 10%)
20. Mortgage servicing rights -
Aset pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer
21. N/A N/A
(jumlah di atas batasan 10% net dari kewajiban pajak)
22. Jumlah melebihi batasan 15% dari: N/A N/A
23. Investasi signifikan pada saham biasa financials N/A N/A
24. Mortgage servicing rights N/A N/A
25. pajak tangguhan dari perbedaan temporer N/A N/A
26. Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional (12.730.356)
26a. Selisih PPA dan CKPN -
26b. PPA atas aset non produktif (66.714)
26c. Aset Pajak Tangguhan (7.805.103) c.
26d. Penyertaan (2.667.643) a.
26e. Kekurangan modal pada perusahaan anak asuransi -
26.f Eksposur sekuritisasi -
26.g Lainnya (2.190.896)
Penyesuaian pada CET 1 akibat AT1 dan Tier 2 lebih kecil dari pada
27. -
faktor pengurangnya.
28. Jumlah pengurang (regulatory adjustment) terhadap CET 1 (17.986.848)
29. Jumlah CET 1 setelah faktor pengurang 301.847.212
Modal Inti Tambahan (AT 1): instrumen
30. Instrumen AT 1 yang diterbitkan oleh bank (termasuk stock surplus) -
Yang diklasifikasikan sebagai ekuitas berdasarkan standar
31. -
akuntansi
Yang diklasifikasikan sebagai liabilitas berdasarkan standar
32. -
akuntansi
33. Modal yang termasuk phase out dari AT 1 N/A N/A
Instrumen AT 1 yang diterbitkan oleh entitas anak yang diakui dalam
34. -
perhitungan KPMM secara konsolidasi
35 Instrumen yang diterbitkan entitas anak yang termasuk phase out N/A N/A
36. Jumlah AT 1 sebelum regulatory adjustment -
MODAL INTI TAMBAHAN: FAKTOR PENGURANG (REGULATORY ADJUSTMENT)
37. Investasi pada instrumen AT 1 sendiri
38. Kepemilikan silang pada instrumen AT 1 pada entitas lain.
Investasi pada modal bank, entitas keuangan dan asuransi diluar
cakupan konsolidasi secara ketentuan, net posisi short yang
39. N/A N/A
diperkenankan, dimana Bank tidak memiliki lebih dari 10% modal
saham yang diterbitkan (jumlah di atas batasan 10%)
Investasi signifikan pada modal Bank, entitas keuangan dan
40. asuransi di luar cakupan konsolidasi secara ketentuan (net posisi N/A N/A
short yang diperkenakan)
356 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 359
Laporan Tahunan
2025
Jumlah No. Ref yang berasal dari
Komponen
(Dalam Juta Rupiah) Neraca Konsolidasi 1)
41. Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional
41.a Penempatan dana pada instrumen AT 1 pada Bank lain -
Penyesuaian pada AT 1 akibat Tier 2 lebih kecil daripada faktor
42. -
pengurangnya
43. Jumlah faktor pengurang (regulatory adjustment) terhadap AT 1 -
44. Jumlah AT 1 setelah faktor pengurang -
45. Jumlah Modal Inti (Tier 1) (CET 1 + AT 1) 301.847.212
Modal Pelengkap (Tier 2): Instrumen dan cadangan
46. Instrumen Tier 2 yang diterbitkan oleh bank (termasuk stock surplus) -
47. Modal yang termasuk phase out Tier 2 N/A N/A
Instrumen Tier 2 yang diterbitkan oleh entitas anak yang diakui
48. 258.333 d.
dalam perhitungan KPMM secara konsolidasi
49. Modal yang diterbitkan entitas anak yang termasuk phase out N/A N/A
Cadangan umum PPA atas aset produktif yang wajib dihitung
50. 14.731.874
dengan jumlah paling tinggi sebesar 1,25% dari ATMR Risiko Kredit
51. Jumlah Modal Pelengkap (Tier 2) sebelum faktor pengurang 14.990.207
MODAL PELENGKAP (TIER 2): FAKTOR PENGURANG (REGULATORY ADJUSTMENT)
52. Investasi pada instrumen Tier 2 sendiri N/A N/A
53. Kepemilikan silang pada instrumen Tier 2 pada entitas lain -
Investasi pada modal bank, entitas keuangan dan asuransi diluar
cakupan konsolidasi secara ketentuan, net posisi short yang
54. N/A N/A
diperkenankan, dimana Bank tidak memiliki lebih dari 10% modal
saham yang diterbitkan (jumlah di atas batasan 10%)
Investasi signifikan pada modal Bank, entitas keuangan dan
55. asuransi di luar cakupan konsolidasi secara ketentuan (net posisi N/A N/A
short yang diperkenakan)
56. Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional
56.a Sinking Fund -
56.b Penempatan dana pada instrumen Tier 2 pada Bank lain -
Jumlah faktor pengurang (regulatory adjustment) Modal
57. -
Pelengkap
58. Jumlah Modal Pelengkap (Tier 2) setelah regulatory adjustment 14.990.207
59. Total Modal (Modal Inti + Modal Pelengkap) 316.837.419
60. Total Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) 1.346.987.452
RASIO KECUKUPAN PEMENUHAN MODAL MINIMUM (KPMM!) DAN TAMBAHAN MODAL (CAPITAL BUFFER)
61. Rasio Modal Inti Utama (CET 1) - persentase terhadap ATMR 22,41%
62. Rasio Modal Inti (Tier 1) - prosentase terhadap ATMR 22,41%
63. Rasio Total Modal - persentase terhadap ATMR
64. Tambahan modal (buffer) - persentase terhadap ATMR 23,52%
65. Capital conservation Buffer 2,50%
66. Countercyclical Buffer 0,00%
67. Capital surcharge untuk D-SIB 2,50%
Untuk bank umum konvensional: Modal Inti Utama (CET 1) yang
68. tersedia untuk memenuhi Tambahan Modal (Buffer) - persentase
terhadap ATMR)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 357
Page 360
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Jumlah No. Ref yang berasal dari
Komponen
(Dalam Juta Rupiah) Neraca Konsolidasi 1)
NATIONAL MINIMAL (JIKA BERBEDA DARI BASEL 3)
69. Rasio minimal CET 1 nasional (jika berbeda dengan Basel 3) N/A N/A
70. Rasio minimal Tier 1 nasional (jika berbeda dengan Basel 3) N/A N/A
71. Rasio minimal total modal nasional (jika berbeda dengan Basel 3)
JUMLAH DI BAWAH BATASAN PENGURANGAN (SEBELUM PEMBOBOTAN RISIKO)
72. Investasi non-signifikan pada modal entitas keuangan lain N/A N/A
73. Investasi signifikan pada saham biasa entitas keuangan N/A N/A
74. Mortgage servicing rights (net dari kewajiban pajak) N/A N/A
Aset pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer (net
75. N/A N/A
dari kewajiban pajak)
CAP YANG DIKENAKAN UNTUK PROVISI PADA TIER 2
Provisi yang dapat siakui sebagai Tier 2 sesuai dengan eksposur
76. N/A N/A
berdasarkan pendekatan standar (sebelum dikenakan cap)
Cap atas provisi yang diakui sebagai Tier 2 berdasarkan
77. N/A N/A
pendekatan standar
Provisi yang dapat diakui sebagai Tier 2 sesuai dengan eksposur
78. N/A N/A
berdasarkan pendekatan IRB (sebelum dikenakan cap)
Cap atas provisi yang diakui sebagai Tier 2 berdasarkan
79. N/A N/A
pendekatan IRB
INSTRUMEN MODAL YANG TERMASUK PHASE OUT (HANYA BERLAKU ANTARA 1 JAN 2018 SD 1 JAN 2022)
80. Cap pad CET1 yang termasuk phase out N/A N/A
Jumlah yang dikecualikan dari CET 1 karena adanya cap (kelebihan
81. N/A N/A
di atas cap setelah redemtions dan maturities)
82. Cap pada AT 1 yang termasuk phase out N/A N/A
Jumlah yang dikecualikan dari AT1 karena adanya cap (kelebihan di
83. N/A N/A
atas cap setelah redemptions dan maturities)
84. Cap pada Tier 2 yang termasuk phase out N/A N/A
Jumlah yang dikecualikan dari Tier 2 karena adanya cap (kelebihan
85. N/A N/A
di atas cap setelah redemptions dan maturities)
Rekonsiliasi Permodalan (CC2)
(dalam jutaan Rupiah)
Laporan posisi
keuangan
konsolidasi
Laporan Publikasi dengan cakupan No.
posisi keuangan konsolidasi Referensi
No Pos-pos berdasarkan
ketentuan kehati-
hatian
Desember 2025 Desember 2025
ASET
1. Kas 31.975.034 32.044.482
2. Penempatan pada Bank Indonesia 39.576.502 40.254.114
3. Penempatan pada bank lain 53.075.759 55.168.542
358 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 361
Laporan Tahunan
2025
Laporan posisi
keuangan
konsolidasi
Laporan Publikasi dengan cakupan No.
posisi keuangan konsolidasi Referensi
No Pos-pos berdasarkan
ketentuan kehati-
hatian
Desember 2025 Desember 2025
4. Tagihan spot dan derivatif/forward 1.161.614 1.167.029
5. Surat berharga yang dimiliki 357.542.499 391.644.693
6. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) 29.340.140 29.340.192
Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual
7. 24.452 24.452
kembali (reverse repo)
8. Tagihan akseptasi 13.078.567 13.078.567
9. Kredit yang diberikan 1.342.673.712 1.460.729.418
10. Pembiayaan syariah1) - 56.350.282
11. Piutang Sewa Pembiayaan - 4.406.157
12. Penyertaan modal 51.300.972 6.167.225
Penyertaan sebagai Faktor Pengurang di CET 1 2.667.643 a.
13. Aset keuangan lainnya 12.281.112 19.040.642
14. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/-
a. Surat berharga yang dimiliki (554.918) (555.017)
b. Kredit yang diberikan dan pembiayaan syariah (72.903.722) (82.893.734)
c. Lainnya (44.658) (394.618)
15. Aset tidak berwujud - 806.416 b.
Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/- - -
16. Aset tetap dan inventaris 68.708.433 94.045.303
Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/- (23.342.308) (30.751.063)
17. Aset non produktif - -
a. Properti terbengkalai 17.311 17.311
b. Agunan yang diambil alih 50.837 100.471
c. Rekening tunda - -
d. Aset antarkantor 13.317 13.317
18. Aset lainnya
a. Aset Pajak Tangguhan 5.066.962 26.334.702
Diakui dalam Tier 1 7.805.103 c.
b. Aset lainnya 22.494.242 8.759.475
TOTAL ASET 1.931.535.859 2.135.371.105
LIABILITAS DAN EKUIT AS
1. Giro 450.129.463 448.203.670
2. Tabungan 584.892.761 587.585.862
3. Deposito 425.066.471 431.054.307
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 359
Page 362
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Laporan posisi
keuangan
konsolidasi
Laporan Publikasi dengan cakupan No.
posisi keuangan konsolidasi Referensi
No Pos-pos berdasarkan
ketentuan kehati-
hatian
Desember 2025 Desember 2025
4. Uang Elektronik 614.383 614.383
5. Liabilitas kepada Bank Indonesia 47.462 47.462
6. Liabilitas kepada bank lain 17.908.511 17.601.436
7. Liabilitas spot dan derivatif/forward 1.101.701 1.101.753
Liabilitas atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli
8. 27.932.749 27.932.749
kembali (repo)
9. Liabilitas akseptasi 13.078.567 13.078.567
10. Surat berharga yang diterbitkan 11.596.380 40.901.648
11. Pinjaman/Pembiayaan yang diterima 32.599.096 129.399.012
Diakui dalam Tier 1 258.333 d.
12. Setoran jaminan 14.074 14.122
13. Liabilitas antarkantor - -
14. Liabilitas lainnya 67.058.066 106.636.367
TOTAL LIABILITAS 1.632.039.684 1.804.429.671
EKUITAS
15. Modal disetor
a. Modal dasar 15.000.000 15.000.000 e.
b. Modal yang belum disetor -/- (7.422.050) (7.422.050) e.
c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock) -/- (4.463.270) (4.463.270) e.
16. Tambahan modal disetor
a. Agio 76.339.022 75.946.195 e.
b. Disagio -/- - -
c. Dana setoran modal - -
d. Lainnya 575.039 2.333.619
17. Penghasilan komprehensif lain
a. Keuntungan 20.820.990 584.030
Diakui dalam Tier 1 21.590.053 f.
b. Kerugian -/- (1.686.054) (2.198.097)
Diakui dalam Tier 1 - f.
18. Cadangan
a. Cadangan umum 3.022.685 -
Diakui dalam Tier 1 3.022.685 f.
b. Cadangan tujuan - -
360 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 363
Laporan Tahunan
2025
Laporan posisi
keuangan
konsolidasi
Laporan Publikasi dengan cakupan No.
posisi keuangan konsolidasi Referensi
No Pos-pos berdasarkan
ketentuan kehati-
hatian
Desember 2025 Desember 2025
19. Laba/rugi
a. Tahun-tahun Lalu 198.632.659 55.268.563
Diakui dalam Tier 1 159.446.518 g.
b. Tahun Berjalan 50.403.926 349.611
c. Diakui dalam Tier 1 56.302.773 g.
d. Dividen yang dibayarkan -/- (51.726.772) (51.726.772)
TOTAL EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
299.496.175 324.033.858
PEMILIK
20. Kepentingan minoritas (minority interest) - 6.496.422
411.154 h.
TOTAL EKUITAS 299.496.175 330.941.434
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.931.535.859 2.135.371.105
Fitur Utama Instrumen Permodalan dan Instrumen TLAC-Eligible (CCA)
Pengungkapan Rincian Fitur Instrumen Permodalan
Informasi Informasi
No. Pertanyaan
Kuantitatif/Kualitatif Kuantitatif/Kualitatif
1 Penerbit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
ISIN Code: ID1000118201 ISIN Code: IDA000133300
2 Nomor identifikasi
Short Code: BBRI Short Code: BBRI04SB
3 Hukum yang digunakan Hukum Indonesia Hukum Indonesia
Sarana yang memungkinkan kewajiban
pelaksanaan pada Bagian 13 dari Lembar
3a N/A N/A
Istilah TLAC tercapai (untuk instrument TLAC
sah lainnya yang diatur oleh hukum asing)
Perlakuan Instrumen berdasarkan
ketentuan KPMM
4 Pada saat masa transisi N/A N/A
5 setelah masa transisi CET 1 Tier 2
Apakah instrumen eligible untuk Individu/
6 Konsolidasi dan Individu Konsolidasi dan Individu
Konsolidasi atau Konsolidasi dan Individu
7 Jenis Instrumen Saham Biasa Obligasi Subordinasi
Jumlah yang diakui dalam perhitungan
8 80.209.581 258.333
KPMM
9 Nilai par dari instrumen 7.577.950 500.000
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 361
Page 364
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Pengungkapan Rincian Fitur Instrumen Permodalan
Informasi Informasi
No. Pertanyaan
Kuantitatif/Kualitatif Kuantitatif/Kualitatif
Klasifikasi sesuai standar akuntansi
10 Ekuitas Liabilitas
keuangan
11 Tanggal penerbitan 10/11/2003 06/07/2023
Tidak ada jatuh tempo (perpetual) atau
12 Perpetual Dengan jatuh tempo
dengan jatuh tempo
13 Tanggal jatuh tempo Tidak Ada Tanggal Jatuh Tempo 06/07/2028
Eksekusi call option atas persetujuan
14 Tidak Tidak
Otoritas Jasa Keuangan
Tanggal call option, jumlah penarikan dan
15 - -
persyaratan call option lainnya (bila ada)
16 Subsequent call option - -
Kupon / dividen - -
Dividen/ kupon dengan bunga tetap atau
17 - Fixed
floating
Tingkat dari coupon rate atau index lain
18 - 6,45%
yang menjadi acuan
19 Ada atau tidaknya dividend stopper Tidak Tidak
20 Fully discretionary; partial atau mandatory - Mandatory call by OJK
Apakah terdapat fitur step up atau insentif
21 - Tidak
lain
22 Non-kumulatif atau kumulatif - Kumulatif
Dapat dikonversi atau tidak dapat
23 - Tidak dapat dikonversi
dikonversi
Jika dapat dikonversi, sebutkan trigger
24 - -
point-nya
Jika dapat dikonversi apakah seluruh atau
25 - -
sebagian
Jika dapat dikonversi, bagaimana rate
26 - -
konversinya
Jika dapat dikonversi; apakah mandatory
27 - -
atau optional
Jika dapat dikonversi, sebutkan jenis
28 - -
instrumen konversinya
Jika dapat dikonversi, sebutkan issuer of
29 - -
instrument it converts into
30 Fitur write-down - Ya
1. Rasio modal inti utama (CET 1) Bank induk
secara konsolidasi <= 5,125%
2. Terdapat rencana otoritas untuk
Jika terjadi write-down, sebutkan trigger- melakukan penyertaan modal kepada Bank
31 -
nya induk yang dinilai berpotensi terganggu
kelangsungan usahanya; dan
3. Terdapat perintah dari OJK untuk
melakukan write down.
362 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 365
Laporan Tahunan
2025
Pengungkapan Rincian Fitur Instrumen Permodalan
Informasi Informasi
No. Pertanyaan
Kuantitatif/Kualitatif Kuantitatif/Kualitatif
Jika terjadi write-down, apakah penuh atau
32 - Penuh
sebagian
Jika terjadi write down; permanen atau
33 - Permanen
temporer
Jika terjadi write down temporer, jelaskan
34 - Perintah OJK
mekanisme write-up
34a Tipe subordinasi - Surat Berharga Subordinasi
Pemegang Obligasi Subordinasi tidak
mempunyai hak untuk didahulukan dari
35 Hierarki instrumen pada saat likuidasi -
kreditur lainnya dan Obligasi Subordinasi
tidak dijamin dengan jaminan apapun
36 Apakah terdapat fitur yang non-compliant - Tidak
37 Jika Ya, jelaskan fitur yang non-compliant - Tidak
Pengungkapan Kualitatif Mengenai Struktur Permodalan dan Kecukupan Permodalan
Pengelolaan struktur modal memiliki tujuan untuk Nomor 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan
memastikan bahwa BRI senantiasa menjaga kecukupan Modal Minimum (KPMM) (POJK 34/2016) bahwa Bank
permodalan untuk menutup risiko-risiko yang inheren dalam wajib menyediakan modal minimum sesuai profil risiko dan
mengelola bisnisnya tanpa mengurangi optimalisasi nilai membentuk tambahan modal sebagai penyangga (buffer)
bagi pemegang saham. dengan rincian sebagai berikut:
1. Capital Conservation Buffer sebesar 2,50% dari Aktiva
BRI telah memiliki Komite Tata Kelola Konglomerasi Keuangan Tertimbang Menurut Risiko (ATMR)
di mana terdiri dari 6 (enam) sub komite salah satunya 2. Countercyclical Buffer sebesar 0,00% dari ATMR
Sub Komite Permodalan Investasi dan Strategi. Adapun 3. Capital Surcharge untuk Bank Sistemik sebesar 2,50%
Komite sebagai organ pendukung Direksi untuk me-review, dari ATMR
menetapkan, merekomendasikan, dan melakukan evaluasi
terkait aksi korporasi yang dilakukan oleh BRI Group. Selain Total CAR minimum BRI berdasarkan profil risiko berada di
itu, Komite juga melakukan review dan analisis kinerja, serta level 9,70% (konsolidasian) maka CAR BRI pada tahun 2025
rekomendasi atas sinergi BRI Group di mana termasuk di yang sebesar 21,06% (bank only) dan 23,52% (konsolidasian)
dalamnya merupakan kegiatan terkait optimalisasi struktur mampu berada di atas minimum ketentuan yang ditetapkan
modal dan pengelolaan Entitas Anak. oleh regulator perbankan dan jasa keuangan tersebut.
Selain itu, BRI juga memiliki Risk Management Committee, Secara struktur permodalan, hingga Desember 2025,
yang bertanggung jawab atas penerapan manajemen BRI memiliki modal inti (Tier-1) sebesar Rp246,05 triliun
risiko dan strategi manajemen risiko secara terintegrasi. (bank only) dan Rp301,84 triliun (konsolidasi) serta Modal
Committee ini bertanggung jawab menetapkan langkah Pelengkap (Tier-2) sebesar Rp13,97 triliun (bank only)
perbaikan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan dan Rp14,99 triliun (konsolidasi) dengan rasio CAR Tier-1
penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi dalam bentuk mencapai 19,93% (bank only) dan 22,41% (konsolidasian).
analisis permodalan. Modal Inti (Tier-1) BRI besarnya sama dengan Modal Inti
Utama (CET-1) dikarenakan BRI tidak memiliki Modal Inti
BRI juga berkomitmen untuk memenuhi ketentuan regulator Tambahan (Additional Tier 1).
terkait struktur modal. Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 11/POJK.03/2016 tanggal 29 Januari 2016 Oleh karena itu, Rasio Modal Inti (Tier-1) BRI jauh di atas
tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum ketentuan minimum sebesar 6% maupun ketentuan minimum
(POJK 11/2016) sebagaimana diubah dengan Peraturan Modal Inti Utama (CET-1) sebesar 4,5% yang ditentukan oleh
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 34/POJK.03/2016 tanggal Regulator.
22 September 2016 tentang Perubahan atas Peraturan OJK
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 363
Page 366
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Manajemen Risiko - Pendekatan Manajemen Risiko Bank (OVA)
A. MODEL BISNIS DAN INTERAKSI DENGAN PROFIL RISIKO
Profil Risiko Bank ditetapkan untuk memberikan gambaran atas penilaian risiko-risiko yang melekat dalam aktivitas bisnis dan operasional
BRI beserta kualitas penerapan manajemen risikonya baik secara individu maupun secara konsolidasi dengan Perusahaan Anak. Model
bisnis Bank tercermin dalam profil risiko melalui penetapan dan pengukuran atas parameter-parameter profil risiko. Bank secara rutin
melakukan evaluasi atas penetapan limit Risiko dan ambang batas (threshold) manajemen risiko paling kurang 1 (satu) kali dalam 1 (satu)
tahun atau dalam frekuensi yang lebih sering dalam hal terdapat perubahan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan usaha, eksposur
risiko, dan/atau Profil Risiko secara signifikan.
Dalam rangka menghitung tambahan modal sesuai Profil Risiko, Bank menerapkan Internal Capital Adequacy Assessment Process (ICAAP)
berlaku bagi Bank baik secara individual maupun secara konsolidasi dengan Perusahaan Anak. ICAAP merupakan proses yang dilakukan
Bank untuk menetapkan kecukupan modal sesuai profil risiko Bank dan penetapan strategi untuk memelihara tingkat permodalan.
B. STRUKTUR DAN TATA KELOLA MANAJEMEN RISIKO
Kerangka kerja Manajemen Risiko Perseroan tertuang dalam Kebijakan Manajemen Risiko BRI yang dilakukan melalui pendekatan
pengelolaan modal dan pengelolaan risiko dalam operasional dan bisnis yang meliputi seluruh jajaran organisasi BRI dan anggota
Konglomerasi Keuangan BRI. Secara sederhana, kerangka kerja manajemen risiko BRI dan terintegrasi dengan Perusahaan Anak
digambarkan sebagai berikut:
Dewan Komisaris dan Direksi Entitas Utama
Kecukupan Kebijakan, Prosedur Kecukupan Proses dan
Pengawasan Aktif Direksi dan Sistem Pengendalian Intern
Manajemen Risiko dan Sistem Informasi Manajemen
Dewan Komisaris Entitas Utama Terintegrasi
Penetapan Limit Terintegrasi Risiko Terintegrasi
Integrated Risk Taking Unit &
Komite Dewan
Integrated Risk Management Committee Policy Making Unit
Komisaris Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, Pengendalian
Fungsi Pengawasan
Sistem Informasi Manajemen Risiko
Komite Credit Risk Strategic Risk
Pemantau MR
BRI
Market Risk Compliance Risk 1st Line 2nd Line 3rd Line
Three Lines Model
Komite Tata Kelola Business Unit Integrated Risk Unit
Independent
Liquidity Risk Reputation Risk Assurance
Terintegrasi
Integrated Satuan Kerja Audit
Operational Risk Intragroup Risk Operation
Compliance Unit Intern Terintegrasi
Komite Audit
Legal Legal Risk Insurance Risk Integrated Risk Integrated Risk Integrated
Taking Unit & Compliance Assurance
Komite Dewan Subsidiary Risk Taking Unit & Policy
Direksi Perusahaan Anak
Komisaris Komite Manajemen Risiko Perusahaan Anak Making Unit
Fungsi Pengawasan Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, Pengendalian
Perusahaan Anak
Sistem Informasi Manajemen Risiko
1. Credit Risk 6. Strategic Risk
Komite Dewan 2. Market Risk 7. Compliance Risk 1st Line 2nd Line 3rd Line
Komisaris
Three Lines Model
3. Liquidity Risk 8. Reputation Risk Independent
KPMR, Komite Business Unit Risk Unit
Assurance
Audit, KTKT*
4. Operational Risk 9. Insurance Risk Satuan Kerja Audit
(Perusahaan Anak Operation Compliance Unit
Intern
5. Legal Risk Asuransi)
Risk & Compliance Subsidiary
Risk Taking Unit
Control Assurance
Pengawasan 3 Pilar
Kerangka kerja tata kelola manajemen risiko terintegrasi di atas mengacu kepada POJK No.17/POJK.03/2014 tentang Penerapan
Manajemen Risiko Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan, Kerangka kerja dan tata kelola Manajemen Risiko yang digunakan oleh KK
BRI terdiri dari 4 (empat) pilar utama, yaitu sebagai berikut:
1. Pilar 1 : Pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris Entitas Utama;
2. Pilar 2 : Kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit terintegrasi.
3. Pilar 3 : Kecukupan proses dan sistem informasi manajemen risiko terintegrasi; dan
4. Pilar 4 : Sistem pengendalian intern terintegrasi yang menyeluruh.
Dalam pelaksanaan Pilar ke-1 dan Pilar ke-2 Manajemen Risiko Terintegrasi, Direksi dan Dewan Komisaris pada masing-masing entitas
KK BRI dibantu oleh Komite Manajemen Risiko di bawah Direksi dan Komite di bawah Dewan Komisaris. Dalam pelaksanaan Pilar ke-3,
masing-masing entitas KK BRI harus menerapkan model tata kelola risiko 3 (tiga) lini atau three lines model yaitu :
1. lini pertama sebagai unit pemilik Risiko merupakan unit yang langsung mengidentifikasi dan mengelola Risiko dalam proses bisnis
yang terdiri dari Core Risk Taking Unit maupun Supporting Risk Taking Unit;
2. lini kedua sebagai fungsi Manajemen Risiko dan kepatuhan independen merupakan unit yang mengukur, memantau dan memitigasi
Risiko secara agregat, mengembangkan metodologi dan kebijakan Manajemen Risiko; dan
3. lini ketiga sebagai fungsi Audit Intern merupakan unit yang memastikan tata kelola dan pengendalian Risiko diterapkan secara efektif
oleh perusahaan.
364 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 367
Laporan Tahunan
2025
Dalam pelaksanaan Pilar ke-4 yaitu Sistem pengendalian intern terintegrasi, SKAIT dan SKAI Perusahaan Anak sebagai Independent
Assurance memiliki peran penting dalam menjamin efektivitas pelaksanaan ketiga pilar Manajemen Risiko Terintegrasi. Terakhir, dalam
rangka penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi dilakukan sinergi antar organ pengelola risiko entitas utama dan organ pengelola risiko
perusahaan anak.
C. CODE OF CONDUCT
BRI memiliki kebijakan Code of Conduct (Kode Etik) yang tertuang pada ketentuan Good Governance. Prinsip Kode Etik di BRI adalah
sebagai berikut:
1. Prinsip Komitmen dan Keteladanan Pemimpin
Komitmen dari pemimpin dicerminkan dari kewajiban Direksi dan Dewan Komisaris untuk menyatakan kepatuhannya terhadap Kode
Etik melalui Surat Pernyataan Kode Etik. Disamping itu, Direksi dan Dewan Komisaris juga menjadi teladan bagi seluruh Insan BRILiaN
dalam mempedomani serta mengimplementasikan Kode Etik.
2. Prinsip Transparansi
Prinsip Transparansi tercermin dari keterbukaan dan publikasi yang dilakukan oleh Bank terhadap ketentuan, implementasi dan
pelanggaran Kode Etik yang terjadi di BRI sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Prinsip Pertanggungjawaban
Tanggung jawab BRI sebagai Bank atas implementasi Kode Etik antara lain dicerminkan dari hubungan BRI dengan nasabah, pesaing,
mitra kerja, regulator, stakeholder serta masyarakat dan lingkungan. Adapun tanggung jawab untuk memenuhi Kode Etik bagi Insan
BRI terdokumentasi dalam Surat Pernyataan Kode Etik serta penerapan perilaku yang sesuai dengan Kode Etik dalam menjalankan
tugas dan tanggung jawabnya.
4. Prinsip Pengendalian
Pelanggaran terhadap Kode Etik dapat dilaporkan melalui sarana pelaporan Whistleblowing System (WBS). Apabila berdasarkan hasil
investigasi pelanggaran Kode Etik tersebut terbukti kebenarannya, maka akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan Peraturan Disiplin BRI.
5. Prinsip Pengawasan
Terhadap implementasi kebijakan Kode Etik di BRI dilakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan kebijakan Kode Etik di BRI
telah dipahami oleh insan BRI serta diimplementasikan dengan baik, sehingga dapat selalu menjadi pedoman bagi insan BRI. Adapun
terhadap kebijakan Kode Etik senantiasa dilakukan perbaikan sesuai dengan kondisi terkini.
Komitmen Kode Etik berlaku bagi seluruh Insan BRI di seluruh jenjang organisasi. Penerapan Kode Etik secara terus-menerus dan
berkesinambungan dalam bentuk sikap, perbuatan, komitmen, dan ketentuan mendukung terciptanya budaya Perusahaan. Seluruh Insan
BRI wajib membuat Surat Pernyataan Kode Etik setiap tahun.
Publikasi dan transparansi Kode Etik Perusahaan dilakukan melalui website BRI yang mencakup dan tidak terbatas pada kebijakan serta
implementasi kode etik di BRI, sesuai ketentuan yang berlaku serta sistem kepatuhan BRI disertifikasi/diaudit/diverifikasi oleh pihak ketiga
baik internal maupun eksternal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
D. RUANG LINGKUP DAN FITUR UTAMA SISTEM PENGUKURAN RISIKO
Sistem pengukuran risiko digunakan untuk mengukur eksposur risiko BRI sebagai acuan untuk melakukan pengendalian. Pengukuran
risiko wajib dilakukan secara berkala baik untuk produk dan portofolio maupun seluruh aktivitas bisnis BRI. Pendekatan dan metodologi
pengukuran dapat bersifat kuantitatif, kualitatif atau merupakan kombinasi antara keduanya melalui pengembangan model seperti Internal
Risk Rating, Value at Risk, Portfolio Management, Stress Testing, Economic Value of Equity, model impairment dan model lainnya yang
mendukung dalam pengambilan keputusan.
Sistem pengukuran risiko dievaluasi dan disempurnakan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila diperlukan untuk memastikan
kesesuaian asumsi, akurasi, kewajaran dan integritas data, serta prosedur yang digunakan untuk mengukur risiko. Penyempurnaan
terhadap sistem pengukuran risiko dilakukan apabila terdapat perubahan kegiatan usaha BRI, produk, transaksi, dan faktor risiko yang
dapat mempengaruhi kondisi keuangan BRI
Dalam rangka penyelarasan antara penerapan Basel II, III dan Enterprise Risk Management (ERM), BRI terus melaksanakan Implementasi
Basel sesuai dengan acuan regulasi Otoritas Jasa Keuangan dan BCBS (Basel Committee on Banking Supervision) maupun best practices
lainnya, yang meliputi area di Risiko Kredit, Risiko Pasar, Risiko Likuiditas, Risiko Suku Bunga dalam Banking Book (Interest Rate Risk in
The Banking Book), Risiko Operasional, Pengelolaan Modal dan Internal Capital Adequacy Assessment Process (ICAAP), Stress Testing
serta Recovery dan Resolution Plan.
E. PELAPORAN INFORMASI RISIKO YANG DIBERIKAN KEPADA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) BRI dan seluruh Perusahaan Anak menyusun laporan manajemen risiko dalam format yang sesuai
dengan ketentuan yang berlaku baik secara konsolidasian maupun secara terintegrasi. Pelaporan manajemen risiko kepada Direksi,
Dewan Komisaris dan pihak-pihak tertentu antara lain:
1. Laporan pemantauan Risk Appetite Statement, Profil Risiko dan Tingkat Kesehatan Bank secara Individu maupun Konsolidasi.
2. Laporan kecukupan pencadangan (CKPN)
3. Laporan ATMR untuk Risiko Kredit, Pasar dan Operasional
4. Laporan perkembangan pertumbuhan pinjaman
5. Laporan perkembangan kualitas kredit
6. Laporan perkembangan kredit yang direstrukturisasi
7. Laporan penggunaan anggaran penghapusbukuan (PH) dan realisasi pendapatan recovery
8. Laporan monitoring biaya CKPN maupun rasio pencadangan, misalnya NPL Coverage dan LAR Coverage
9. Hasil Stress Test Risiko Kredit baik secara portfolio maupun bagi nasabah besar, Stress Test Risiko Pasar maupun Likuiditas.
10. Laporan Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR).
11. Risiko Suku Bunga dalam Banking Book (Interest Rate Risk in The Banking Book).
12. Laporan Recovery and Resolution Plan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 365
Page 368
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
F. STRESS TEST
Untuk menilai kecukupan tingkat ketahanan permodalan dan kecukupan likuiditas bank dalam menghadapi perubahan dan shock pada
kondisi makroekonomi, maka BRI melakukan stress test. Tujuan stress test bagi BRI adalah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi pengaruh terutama yang berdampak signifikan terhadap portofolio BRI.
2. Mengestimasi potensi kerugian BRI pada kondisi pasar yang tidak normal dan cenderung ekstrim.
3. Mengukur sensitivitas kinerja dan kondisi keuangan BRI terhadap perubahan faktor risiko.
4. Memastikan BRI memiliki ketahanan dalam tekanan krisis ekonomi.
Cakupan stress test yang diterapkan di BRI meliputi scenario stress test dan sensitivity stress test. Scenario stress test mencakup risiko
kredit, pasar dan likuiditas. Dalam scenario stress test ini, risiko kredit dan pasar masuk dalam solvency Stress Test yang menilai tingkat
ketahanan permodalan Bank yang tercermin pada Laporan Keuangan Bank meliputi neraca, laba/rugi dan rasio keuangan, sedangkan
risiko likuiditas diperhitungkan melalui metodologi tersendiri diluar Solvency Stress Test. Sensitivity stress test dilakukan untuk melengkapi
analisis scenario stress test yang meliputi risiko kredit, nilai tukar dan risiko suku bunga. Stress test di BRI dilaksanakan secara individu
maupun secara konsolidasi bersama dengan Perusahaan Anak. Pelaksanaan stress test BRI Group merupakan salah satu pengelolaan
risiko terintegrasi, dimana hasilnya disampaikan kepada manajemen BRI, manajemen Perusahaan Anak serta regulator untuk mendapatkan
tanggapan dan pertimbangan atas strategi pengelolaan risiko perusahaan dalam skenario pemburukan ekonomi.
BRI sebagai salah satu Bank Domestic-Systemically Important Banks (D-SIB atau Bank Sistemik) di Indonesia, maka memiliki kewajiban
untuk menyusun analisis stress test yang merupakan bagian dari penyusunan Recovery Plan untuk disampaikan kepada Direksi maupun
Otoritas Jasa Keuangan. BRI juga berpartisipasi dalam Joint Stress Test yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa
Keuangan secara berkala.
G. STRATEGI DAN PROSES UNTUK MENGATUR, MELINDUNGI NILAI DAN MEMITIGASI RISIKO YANG MUNCUL DARI MODEL BISNIS BANK.
Proses manajemen risiko pasar dilakukan sesuai dengan prinsip penerapan manajemen risiko yang diatur dalam kebijakan umum manajemen
risiko dan didasarkan pada Three Lines Model dimana Dewan Komisaris dan Direksi berperan sebagai governing body dan Three Lines of
Defense yang terdiri dari Unit Kerja Operasional, Satuan Kerja Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Audit Intern. Pengawasan Aktif Direksi
dilakukan secara berkala dalam komite direksi seperti Forum Risk Management Committee, Forum Assets & Liability Management Committee,
Business Performance Review, dan Rapat Direksi. Sedangkan Pengawasan oleh komisaris dilakukan melalui Komite Pemantau Manajemen
Risiko. Pengukuran risiko dilakukan secara berkala (harian dan bulanan) baik itu oleh Unit Kerja Operasional maupun Satuan Kerja Manajemen
Risiko sesuai dengan tools yang telah ditetapkan untuk memitigasi risiko yang akan muncul dari aktivitas bisnis.
BRI menetapkan kebijakan lindung nilai untuk mengurangi risiko yang timbul atau diperkirakan akan timbul akibat fluktuasi harga di pasar
keuangan. Hal-hal yang ditetapkan terkait lindung nilai mencakup ketentuan umum, teknik transaksi lindung nilai, batasan transaksi
lindung nilai dan instrumen lindung nilai.
Rasio Pengungkit
Laporan Total Eksposur dalam Rasio Pengungkit - Individu
(dalam jutaan Rupiah)
No Item Jumlah
Total aset di laporan posisi keuangan pada laporan keuangan publikasi. (nilai gross sebelum dikurangi
1 2.005.039.158
CKPN).
Penyesuaian untuk nilai penyertaan pada Bank, lembaga keuangan, perusahaan asuransi, dan/atau
2 entitas lain yang berdasarkan standar akuntansi keuangan harus dikonsolidasikan namun di luar cakupan (43.694.582)
konsolidasi berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
Penyesuaian untuk nilai kumpulan aset keuangan yang mendasari yang telah dialihkan dalam sekuritisasi
aset yang memenuhi persyaratan jual putus sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
3 mengenai prinsip kehati-hatian dalam aktivitas sekuritisasi aset bagi bank umum. -
Dalam hal aset keuangan yang mendasari dimaksud telah dikurangkan dari total aset pada laporan posisi
keuangan maka angka pada baris ini adalah 0 (nol).
Penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka
4 -
memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada)
Penyesuaian untuk aset fidusia yang diakui sebagai komponen laporan posisi keuangan berdasarkan
5 -
standar akuntansi keuangan namun dikeluarkan dari perhitungan total eksposur dalam Rasio Pengungkit.
Penyesuaian untuk nilai pembelian atau penjualan aset keuangan secara reguler dengan menggunakan
6 -
metode akuntansi tanggal perdagangan.
Penyesuaian untuk nilai transaksi cash pooling yang memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam
7 -
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini.
8 Penyesuaian untuk nilai eksposur transaksi derivatif 5.022.245
9 Penyesuaian untuk nilai eksposur SFT sebagai contoh transaksi reverse repo. 1.407.391
10 Penyesuaian untuk nilai eksposur TRA yang telah dikalikan dengan FKK. 122.184.690
11 Penyesuaian penilaian prudensial berupa faktor pengurang modal dan CKPN. (169.259.220)
366 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 369
Laporan Tahunan
2025
No Item Jumlah
12 Penyesuaian lainnya.
13 Total Eksposur dalam perhitungan Rasio Pengungkit 1.920.699.682
Laporan Perhitungan Rasio Pengungkit - Individu
(dalam Juta Rupiah)
Periode
No Item
T T-1
(Desember 2025) (September 2025)
EKSPOSUR ASET DALAM LAPORAN POSISI KEUANGAN
1 Eksposur aset dalam laporan posisi keuangan termasuk aset jaminan, namun tidak
termasuk eksposur transaksi derivatif dan eksposur SFT 1.889.083.441 1.853.312.610
(Nilai gross sebelum dikurangi CKPN)
2 Nilai penambahan kembali untuk agunan derivatif yang diserahkan kepada pihak lawan
yang mengakibatkan penurunan total eksposur aset dalam neraca karena adanya - -
penerapan standar akuntansi keuangan
3 (Pengurangan atas piutang terkait CVM yang diberikan dalam transaksi derivatif) - -
4 (Penyesuaian untuk nilai tercatat surat berharga yang diterima dalam eksposur SFT yang
- -
diakui sebagai aset)
5 (CKPN atas aset tersebut sesuai standar akuntansi keuangan) (73.503.299) (72.696.299)
6 (Aset yang telah diperhitungkan sebagai faktor pengurang Modal Inti sebagaimana
dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai kewajiban penyediaan modal (54.556.993) (56.329.422)
minimum bagi bank umum)
7 Total Eksposur aset dalam laporan posisi keuangan
1.761.023.149 1.724.286.889
Penjumlahan dari baris 1 sampai dengan baris 6
EKSPOSUR TRANSAKSI DERIVATIF
8 Nilai RC untuk seluruh transaksi derivatif baik dalam hal terdapat variation margin yang
2.385.112 2.983.457
memenuhi syarat ataupun terdapat perjanjian saling hapus yang memenuhi persyaratan tertentu
9 Nilai penambahan yang merupakan PFE untuk seluruh transaksi derivative 5.022.245 5.780.080
10 (Pengecualian atas eksposur transaksi derivatif yang diselesaikan melalui central
- -
counterparty (CCP))
11 Penyesuaian untuk nilai nosional efektif dari derivatif kredit - -
12 (Penyesuaian untuk nilai nosional efektif yang dilakukan saling hapus dan pengurangan
- -
addon untuk transaksi penjualan derivatif kredit)
13 Total Eksposur Transaksi Derivatif
7.407.357 8.763.537
Penjumlahan baris 8 sampai dengan baris 12
EKSPOSUR SECURITIES FINANCING TRANSACTION (SFT)
14 Nilai tercatat aset SFT secara gross 29.340.140 42.287.258
15 (Nilai bersih antara liabilitas kas dan tagihan kas) - -
16 Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan terkait aset SFT yang mengacu pada perhitungan
1.407.391 1.755.265
current exposure sebagaimana diatur dalam Lampiran Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini
17 Eksposur sebagai agen SFT - -
18 Total Eksposur SFT
30.747.531 44.042.523
Penjumlahan baris 14 sampai dengan baris 17
EKSPOSUR TRANSAKSI REKENING ADMINISTRATIF (TRA)
19 Nilai seluruh kewajiban komitmen atau kewajiban kontinjensi
214.735.779 218.135.559
Nilai gross sebelum dikurangi CKPN
20 (Penyesuaian terhadap hasil perkalian antara nilai kewajiban komitmen atau kewajiban
(91.268.882) (96.281.408)
kontinjensi dan FKK kemudian dikurangi CKPN)
21 (CKPN atas TRA sesuai standar akuntansi keuangan) (1.945.252) (2.346.729)
22 Total Eksposur TRA
121.521.645 119.507.422
Penjumlahan dari baris 19 sampai dengan baris 21
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 367
Page 370
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Periode
No Item
T T-1
(Desember 2025) (September 2025)
MODAL DAN TOTAL EKSPOSUR
23 Modal Inti 246.050.197 251.199.234
24 Total Eksposur
1.920.699.682 1.896.600.371
Penjumlahan baris 7, baris 13, baris 18, dan baris 22
RASIO PENGUNGKIT (LEVERAGE)
25 Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian
sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi 12,81% 13,24%
ketentuan giro wajib minimum (jika ada)
25.a. Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian
sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi 12,81% 13,24%
ketentuan giro wajib minimum (jika ada)
26 Nilai Minimum Rasio Pengungkit 3% 3%
27 Bantalan terhadap nilai Rasio Pengungkit - -
PENGUNGKAPAN NILAI RATA-RATA
28 Nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross, setelah penyesuaian untuk transaksi
akuntansi penjualan (sale accounting transaction) yang dihitung secara bersih (nett) 14.670.070 21.143.629
dengan liabilitas kas dalam SFT dan tagihan kas dalam SFT
29 Nilai akhir triwulan laporan dari nilai tercatat aset SFT secara gross, setelah penyesuaian
untuk transaksi akuntansi penjualan (sale accounting transaction) yang dihitung secara 29.340.140 42.287.258
bersih (nett) dengan liabilitas kas dalam SFT dan tagihan kas dalam SFT
30 Total Eksposur, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara
atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib
121.521.645 119.507.422
minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT
secara gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28
30.a. Total Eksposur, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara
atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib
121.521.645 119.507.422
minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT
secara gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28
31 Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian
sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan
12,81% 13,24%
giro wajib minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset
SFT secara gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28
31.a. Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian
sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan
12,81% 13,24%
giro wajib minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset
SFT secara gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28
Laporan Total Eksposur dalam Rasio Pengungkit - Konsolidasi
(dalam jutaan Rupiah)
No Item Jumlah
Total aset di laporan posisi keuangan pada laporan keuangan publikasi. (nilai gross sebelum dikurangi
1 2.219.214.474
CKPN).
Penyesuaian untuk nilai penyertaan pada Bank, lembaga keuangan, perusahaan asuransi, dan/atau
2 entitas lain yang berdasarkan standar akuntansi keuangan harus dikonsolidasikan namun di luar cakupan (2.667.643)
konsolidasi berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
Penyesuaian untuk nilai kumpulan aset keuangan yang mendasari yang telah dialihkan dalam sekuritisasi
aset yang memenuhi persyaratan jual putus sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
3 mengenai prinsip kehati-hatian dalam aktivitas sekuritisasi aset bagi bank umum. -
Dalam hal aset keuangan yang mendasari dimaksud telah dikurangkan dari total aset pada laporan posisi
keuangan maka angka pada baris ini adalah 0 (nol).
Penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka
4 -
memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada)
368 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 371
Laporan Tahunan
2025
No Item Jumlah
Penyesuaian untuk aset fidusia yang diakui sebagai komponen laporan posisi keuangan berdasarkan
5 -
standar akuntansi keuangan namun dikeluarkan dari perhitungan total eksposur dalam Rasio Pengungkit.
Penyesuaian untuk nilai pembelian atau penjualan aset keuangan secara reguler dengan menggunakan
6 -
metode akuntansi tanggal perdagangan.
Penyesuaian untuk nilai transaksi cash pooling yang memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam
7 -
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini.
8 Penyesuaian untuk nilai eksposur transaksi derivatif 5.022.245
9 Penyesuaian untuk nilai eksposur SFT sebagai contoh transaksi reverse repo. 1.407.443
10 Penyesuaian untuk nilai eksposur TRA yang telah dikalikan dengan FKK. 122.230.958
11 Penyesuaian penilaian prudensial berupa faktor pengurang modal dan CKPN. (155.116.154)
12 Penyesuaian lainnya.
13 Total Eksposur dalam perhitungan Rasio Pengungkit 2.190.091.323
Laporan Perhitungan Rasio Pengungkit - Konsolidasi
(dalam Juta Rupiah)
Periode
No Item
T T-1
(Desember 2025) (September 2025)
EKSPOSUR ASET DALAM LAPORAN POSISI KEUANGAN
1 Eksposur aset dalam laporan posisi keuangan termasuk aset jaminan, namun tidak
termasuk eksposur transaksi derivatif dan eksposur SFT 2.130.253.380 2.069.358.033
(Nilai gross sebelum dikurangi CKPN)
2 Nilai penambahan kembali untuk agunan derivatif yang diserahkan kepada pihak lawan
yang mengakibatkan penurunan total eksposur aset dalam neraca karena adanya - -
penerapan standar akuntansi keuangan
3 (Pengurangan atas piutang terkait CVM yang diberikan dalam transaksi derivatif) - -
4 (Penyesuaian untuk nilai tercatat surat berharga yang diterima dalam eksposur SFT yang
- -
diakui sebagai aset)
5 (CKPN atas aset tersebut sesuai standar akuntansi keuangan) (83.843.369) (82.141.497)
6 (Aset yang telah diperhitungkan sebagai faktor pengurang Modal Inti sebagaimana
dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai kewajiban penyediaan modal (17.986.847) (19.441.963)
minimum bagi bank umum)
7 Total Eksposur aset dalam laporan posisi keuangan
2.028.423.164 1.967.794.573
Penjumlahan dari baris 1 sampai dengan baris 6
EKSPOSUR TRANSAKSI DERIVATIF
8 Nilai RC untuk seluruh transaksi derivatif baik dalam hal terdapat variation margin yang
2.385.112 2.983.457
memenuhi syarat ataupun terdapat perjanjian saling hapus yang memenuhi persyaratan tertentu
9 Nilai penambahan yang merupakan PFE untuk seluruh transaksi derivative 5.022.245 5.780.080
10 (Pengecualian atas eksposur transaksi derivatif yang diselesaikan melalui central
- -
counterparty (CCP))
11 Penyesuaian untuk nilai nosional efektif dari derivatif kredit - -
12 (Penyesuaian untuk nilai nosional efektif yang dilakukan saling hapus dan pengurangan
- -
addon untuk transaksi penjualan derivatif kredit)
13 Total Eksposur Transaksi Derivatif
7.407.357 8.763.537
Penjumlahan baris 8 sampai dengan baris 12
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 369
Page 372
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Periode
No Item
T T-1
(Desember 2025) (September 2025)
EKSPOSUR SECURITIES FINANCING TRANSACTION (SFT)
14 Nilai tercatat aset SFT secara gross 29.340.192 42.287.258
15 (Nilai bersih antara liabilitas kas dan tagihan kas) - -
16 Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan terkait aset SFT yang mengacu pada perhitungan
1.407.443 1.755.265
current exposure sebagaimana diatur dalam Lampiran Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini
17 Eksposur sebagai agen SFT - -
18 Total Eksposur SFT
30.747.635 44.042.523
Penjumlahan baris 14 sampai dengan baris 17
EKSPOSUR TRANSAKSI REKENING ADMINISTRATIF (TRA)
19 Nilai seluruh kewajiban komitmen atau kewajiban kontinjensi
214.851.452 218.317.871
Nilai gross sebelum dikurangi CKPN
20 (Penyesuaian terhadap hasil perkalian antara nilai kewajiban komitmen atau kewajiban
(91.338.285) (96.390.794)
kontinjensi dan FKK kemudian dikurangi CKPN)
21 (CKPN atas TRA sesuai standar akuntansi keuangan) - (2.348.540)
22 Total Eksposur TRA
123.513.167 119.578.537
Penjumlahan dari baris 19 sampai dengan baris 21
MODAL DAN TOTAL EKSPOSUR
23 Modal Inti 301.847.212 305.359.367
24 Total Eksposur
2.190.091.323 2.140.179.170
Penjumlahan baris 7, baris 13, baris 18, dan baris 22
RASIO PENGUNGKIT (LEVERAGE)
25 Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian
sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi 13,78% 14,27%
ketentuan giro wajib minimum (jika ada)
25.a. Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian
sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi 13,78% 14,27%
ketentuan giro wajib minimum (jika ada)
26 Nilai Minimum Rasio Pengungkit 3,00% 3,00%
27 Bantalan terhadap nilai Rasio Pengungkit - -
PENGUNGKAPAN NILAI RATA-RATA
28 Nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross, setelah penyesuaian untuk transaksi
akuntansi penjualan (sale accounting transaction) yang dihitung secara bersih (nett) 14.670.096 21.143.629
dengan liabilitas kas dalam SFT dan tagihan kas dalam SFT
29 Nilai akhir triwulan laporan dari nilai tercatat aset SFT secara gross, setelah penyesuaian
untuk transaksi akuntansi penjualan (sale accounting transaction) yang dihitung secara 29.340.192 42.287.258
bersih (nett) dengan liabilitas kas dalam SFT dan tagihan kas dalam SFT
30 Total Eksposur, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara
atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib
123.513.167 119.578.537
minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT
secara gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28
30.a. Total Eksposur, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara
atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib
123.513.167 119.578.537
minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT
secara gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28
31 Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian
sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan
13,78% 14,27%
giro wajib minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset
SFT secara gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28
31.a. Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian
sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan
13,78% 14,27%
giro wajib minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset
SFT secara gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28
370 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 373
Laporan Tahunan
2025
Risiko Kredit berikut : Komposisi kredit, pembiayaan dan investasi
yang diberikan terhadap total aset; Komposisi kredit,
Pengungkapan Kualitatif Counterparty Credit pembiayaan dan investasi kepada debitur besar bukan
Risk (CCRA) bank diluar pihak terkait; serta Konsentrasi kredit per-
sektor industri.
Model Bisnis yang tercermin dalam Komponen Profil 2. Kualitas penyediaan dana dan kecukupan
Risiko Kredit Bank pencadangan
Model bisnis untuk BRI secara individu tercermin dalam Kualitas penyediaan dana tercermin pada indikator
parameter/indikator yang digunakan dalam menilai risiko antara lain: Rasio kredit, pembiayaan dan investasi
inheren atas risiko kredit serta yang digunakan dalam kualitas rendah (LaR/Loan at Risk) terhadap total kredit,
penentuan besaran pencadangan risiko kredit, yang meliputi: pembiayaan dan investasi; Rasio kredit, pembiayaan dan
1. Komposisi portofolio aset dan tingkat konsentrasi investasi bermasalah terhadap total kredit, pembiayaan
Komposisi kredit yang diberikan terhadap total aset dan investasi (NPL); serta Kecukupan pencadangan
dijaga pada kisaran 70%, dengan maksimum portofolio tercermin pada LaR coverage, NPL coverage serta
kredit pada satu segmen pada kisaran 40%. Komposisi besarnya CKPN atas kredit terhadap total kredit.
kredit kepada 25 debitur (group) terbesar bukan bank 3. Strategi penyediaan dana dan sumber timbulnya
diluar pihak terkait terhadap total kredit dijaga pada penyediaan dana
kisaran 20%. Bank juga menetapkan limit konsentrasi Strategi penyediaan dana dan sumber timbulnya
kredit per sektor industri, dan dalam profil risiko kredit penyediaan dana yaitu tercermin pada target
tercermin pada jumlah pelampauan konsentrasi kredit pertumbuhan kredit tahunan serta target LDR atau
pada sektor industri tertentu dijaga dengan jumlah Loan to Deposit Ratio. Penetapan target pertumbuhan
pelampauan maksimal sebesar 3 (tiga) sektor industri. kredit dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi
2. Kualitas penyediaan dana dan kecukupan makroekonomi, seperti pertumbuhan ekonomi dan
pencadangan inflasi, serta kondisi likuiditas industri perbankan.
Kualitas penyediaan dana tercermin pada indikator 4. Faktor eksternal
besarnya kredit kualitas rendah (LaR/Loan at Risk) Beberapa faktor eksternal dapat mempengaruhi
terhadap total kredit dijaga pada kisaran 10%, Loan at pertumbuhan maupun kualitas kredit antara lain:
Risk ini juga dipantau per segmen bisnis. Besarnya kredit pertumbuhan ekonomi, inflasi, tingkat suku bunga,
bermasalah terhadap total kredit (NPL) dijaga pada kisaran exchange rate, harga emas dan unemployment rate.
3%, besarnya NPL ini juga dipantau per segmen bisnis.
Kecukupan pencadangan tercermin pada LaR coverage, Kriteria dan Pendekatan yang digunakan untuk
NPL coverage serta besarnya CKPN atas kredit terhadap menetapkan kebijakan Manajemen Risiko Kredit dan
total kredit. Besarnya LaR coverage dijaga minimum pada menetapkan limit Risiko Kredit
kisaran 50% - 55%, sedangkan NPL coverage dijaga 1. Kriteria dan pendekatan yang digunakan oleh BRI secara
minimum pada kisaran 160% - 200%. individu untuk menetapkan kebijakan Manajemen Risiko
3. Strategi penyediaan dana dan sumber timbulnya Kredit dan menetapkan limit Risiko Kredit adalah sebagai
penyediaan dana berikut:
Strategi penyediaan dana dan sumber timbulnya Penyusunan Kebijakan dan Prosedur harus memenuhi
penyediaan dana yaitu tercermin pada target beberapa hal sebagai berikut:
pertumbuhan kredit tahunan serta target LDR atau a. Kepatuhan terhadap ketentuan dan peraturan.
Loan to Deposit Ratio. Penetapan target pertumbuhan b. Hierarki dan kewenangan
kredit dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi c. Lingkup pengaturan yang jelas
makroekonomi, seperti pertumbuhan ekonomi dan d. Direktif, aplikatif dan mengandung unsur
inflasi, serta kondisi likuiditas industri perbankan. pengendalian.
4. Faktor eksternal e. Berorientasi pada efektivitas dan bisnis yang
Beberapa faktor eksternal dapat mempengaruhi berkelanjutan.
pertumbuhan maupun kualitas kredit antara lain:
pertumbuhan ekonomi, inflasi, tingkat suku bunga, Dalam menyalurkan kredit, BRI menerapkan prinsip
exchange rate dan unemployment rate. kehati-hatian yang dituangkan ke dalam kebijakan dan
prosedur yaitu Kebijakan Umum Perkreditan (KUP)
Model bisnis untuk BRI secara konsolidasi dengan Perusahaan SK Nomor.KU.01-DIR/KRD/11/2022 dan Pedoman
Anak tercermin dalam parameter/indikator yang digunakan Pelaksanaan Kredit di setiap segmen yaitu SE.02-DIR/
dalam menilai risiko inheren atas risiko kredit mencakup: KRD/01/2025 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit
1. Komposisi portofolio aset dan tingkat konsentrasi Bisnis Mikro, SE.04-DIR/KRD/01/2024 tentang Pedoman
Dalam mengukur risiko tingkat konsentrasi, Perusahaan Pelaksanaan Kredit Bisnis SME, SE.04-DIR/KRD/01/2024
Anak menggunakan parameter antara lain sebagai tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Bisnis SME, dan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 371
Page 374
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
SE.06-DIR/KRD/07/2025 tentang Pedoman Pelaksanaan d. Penetapan limit dilakukan dengan menggunakan data
Kredit Bisnis Korporasi; dimana pokok-pokok pengaturan historis dan memperhitungkan data rata-rata dan
mengenai tata kelola risiko kredit meliputi prinsip utama: standar deviasi selama periode pengambilan data.
a. Pemisahan fungsi dalam pemberian kredit yang e. Adapun untuk parameter yang belum tersedia data
terdiri atas jajaran Relationship management (RM) historis sebagai penunjang, maka dapat ditetapkan
dan Credit risk management (CRM) secara expert judgment dengan mempertimbangkan
b. Penerapan Four Eyes Principle dalam melaksanakan Rencana Bisnis Bank (RBB), Rencana Kerja Anggaran
kewenangan memutus kredit minimal 2 (dua) pejabat Perusahaan (RKAP), data eksternal, keahlian,
kredit lini pengetahuan, pengalaman yang dimiliki oleh
c. Penerapan Internal Risk Rating System, standar pemutus dan ketentuan regulasi yang berlaku.
penilaian risiko baik credit risk scoring maupun rating. f. Dalam penetapan limit risiko selain
d. Pemisahan pengelolaan kredit bermasalah mempertimbangkan hal-hal tersebut, juga dapat
e. Penerapan prinsip pembiayaan yang sehat mempertimbangkan faktor forward looking seperti
berpedoman pada Loan Portfolio Guidelines (LPG) variabel makroekonomi, risk issue, dan faktor-faktor
yang terdiri atas Sector Classification (SC), Sector lainnya.
Acceptance Criteria (SAC) dan Sector Limit. g. Group dalam Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR)
yang membidangi bersama dengan Unit Kerja
Penerapan dan pelaksanaan Kebijakan Perkreditan Bank Operasional merumuskan dan mengusulkan objek
(KPB) yang terdiri atas Kebijakan Umum Perkreditan dan dimensi Limit Risiko Kredit kepada Direksi atau
(KUP) dan ketentuan turunannya, harus sesuai dengan RMC untuk diputus dan ditetapkan.
organisasi, sehingga penerapannya:
a. Wajib digunakan, diterapkan dan dilaksanakan serta 2. Kriteria dan Pendekatan yang digunakan oleh Perusahaan
dipatuhi oleh seluruh pekerja yang terkait dengan Pembiayaan untuk menetapkan kebijakan Manajemen
perkreditan termasuk anggota-anggota Dewan Risiko Kredit dan menetapkan limit Risiko Kredit
Komisaris dan Direksi secara konsekuen dan konsisten. Pengelolaan kebijakan dan prosedur harus memenuhi
b. Berlaku juga bagi unit kerja luar negeri, namun prinsip-prinsip sebagai berikut:
dalam pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan a. Prinsip keselarasan
peraturan perbankan setempat. b. Prinsip kesesuaian kewenangan
c. Untuk dapat mendukung penerapan dan pelaksanaan c. Prinsip efektivitas dan efisiensi
KPB, selain memahami dan mematuhi KPB dengan d. Prinsip keberlanjutan
sebaik-baiknya, setiap pejabat kredit juga wajib: e. Prinsip penatakerjaan dan aksesibilitas yang baik
1) Memahami dan mematuhi pedoman pelaksanaan
masing-masing bidang bisnis serta peraturan Pendekatan yang digunakan untuk menetapkan kebijakan
perkreditan lain dibidangnya, termasuk Manajemen Risiko Kredit adalah sebagai berikut:
perubahannya. a. Business process approach dengan menyusun
2) Memahami dan mematuhi peraturan-peraturan kebijakan dan prosedur didalam setiap bisnis proses
maupun kebijakan dari regulator, mengikuti pembiayaan.
perkembangan dan perubahan ketentuan- b. Risk scoring approach dengan menyusun perangkat
ketentuan atau peraturan-peraturan serta semua analisis berdasarkan statistical method untuk menilai
masalah yang berkaitan dengan perkreditan, baik profil risiko calon debitur secara individual didalam
yang bersifat lokal, regional, nasional maupun memprediksi probability of default (PD).
yang berlingkup internasional. c. Proses pengukuran dan perhitungan risiko
Penetapan Limit Risiko Kredit dilakukan dengan pembiayaan secara corporate dilakukan dalam
memperhatikan hal-hal sebagai berikut: bentuk pengukuran profil risiko dan penetapan serta
a. Limit Risiko Kredit ditetapkan untuk suatu segmen pemantauan Risk Appetite
bisnis, sektor industri, nasabah (debitur) atau
counterparty, pihak terkait, sektor ekonomi atau Penetapan limit risiko kredit dilakukan dengan
bentuk-bentuk penggolongan lainnya. memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
b. Limit Risiko Kredit ditetapkan pada level portofolio a. Limit risiko kredit ditetapkan untuk suatu segmen
atau level secara keseluruhan atas seluruh produk bisnis, sektor industri, nasabah atau counterparty,
dan aktivitas yang memiliki eksposur berisiko kredit pihak terkait, sektor ekonomi atau bentuk-bentuk
meliputi: portofolio kredit, transaksi surat berharga, penggolongan lainnya.
transaksi trade finance, dan produk-produk dan b. Limit risiko kredit ditetapkan sesuai risk appetite,
aktivitas-aktivitas lain yang mengandung Risiko Kredit. portfolio, RKAP dan ketentuan regulator maupun
c. Limit Risiko Kredit ditetapkan setiap tahun sesuai risk internal yang berlaku.
appetite dan ketentuan yang berlaku.
372 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 375
Laporan Tahunan
2025
c. Penetapan limit dilakukan dengan menggunakan m. SOP Transaksi Marjin (pembukaan rekening
data historis dan memperhitungkan data rata-rata marjin sampai penutupan rekening marjin serta
dan standar deviasi selama periode pengambilan perpanjangan marjin).
data. Apabila belum tersedia data historis sebagai n. SOP Transaksi perdagangan efek.
penunjang, dapat ditetapkan secara expert
judgment dengan mempertimbangkan Rencana Pelaksanaan penerapan manajemen risiko kredit
Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), Rencana Kerja tercermin dalam hal-hal sebagai berikut:
Anggaran Perusahaan (RKAP), data eksternal, a. Terdapat due diligence dan analisa risiko atas
keahlian, pengetahuan, pengalaman yang dimiliki transaksi maupun produk sebelum dijalankan oleh
dan ketentuan regulasi yang berlaku. Divisi Bisnis. Due Diligence dan analisa risiko tersebut
d. Dalam penetapan limit risiko selain dilakukan oleh Jajaran Bisnis dan Jajaran Analisa
mempertimbangkan hal-hal tersebut, dapat Risiko yang dituangkan dalam bentuk Memorandum
mempertimbangkan faktor forward looking seperti Evaluasi Risiko (MER) yang menjadi dasar atas
variabel makro ekonomi, risk issue dan faktor-faktor pengambilan keputusan yang signifikan oleh Direksi
lainnya. Direksi menyetujui dan menandatangani maupun Komisaris.
penetapan limit risiko dalam dokumen pernyataan b. Pemberian limit kredit (marjin ataupun pembiayaan
limit risiko (Risk Appetite Statement/RAS) untuk lainnya) kepada nasabah brokerage sesuai dengan
selanjutnya dilaporkan kepada Pemegang Saham, latar belakang, profil keuangan nasabah dan riwayat
Dewan Komisaris dan Direksi. transaksi. Persetujuan pemberian limit ini berdasarkan
e. Dalam menerapkan prinsip pembiayaan yang sehat, matriks kewenangan pemberian persetujuan sesuai
limit konsentrasi pembiayaan dikelola dengan dengan risk appetite dan risk tolerance yang telah
menyusun Financing Portfolio Guidelines (LPG, ditentukan.
limitasi pembiayaan heavy equipment mining, c. Pembatasan saham-saham yang dapat dijaminkan
pengaturan Batas Maksimum Pemberian Pembiayaan dan ditransaksikan oleh nasabah brokerage.
(BMPP) dan penetapan Putusan Delegasi Wewenang Pembatasan ini meliputi:
Pembiayaan (PDWP). 1) Nilai saham yang diakui sebagai nilai portofolio
f. Limit risiko kredit ditetapkan antara lain meliputi nasabah dengan penentuan haircut saham
limit untuk kewenangan pengambilan keputusan berdasarkan aturan regulator dan penilaian ulang
pembiayaan yang disesuaikan dengan kompetensi oleh Risk Management.
pengambilan keputusan dan tingkat risikonya serta 2) Jenis-jenis saham marjin yang boleh
mempertimbangkan agar tidak ada conflict of interest ditransaksikan berdasarkan surat edaran yang
dalam proses pembiayaan yang diberikan kepada dikeluarkan oleh Bursa Indonesia setiap bulannya
nasabah, penetapan Batas Wewenang Memutus dan valuasi ulah oleh Risk Management sesuai
Pembiayaan (BWMP) termasuk batas wewenang Risk Appetite Perusahaan.
penanganan pembiayaan bermasalah serta 3) Investment Universe (Bond Universe dan
pendelegasian wewenang memutus pembiayaan Equity Universe) adalah daftar efek yang telah
yang dilaksanakan sesuai ketentuan perusahaan. memperoleh persetujuan Komite Pengelolaan
Risiko (KPR) yang dapat menjadi underlying
3. Kriteria dan Pendekatan yang digunakan oleh Perusahaan asset oleh Manajer Investasi dalam pengelolaan
Efek untuk menetapkan kebijakan Manajemen Risiko portfolio. Bank Universe ialah daftar Bank
Kredit dan menetapkan limit Risiko Kredit. Kebijakan Counterparty yang telah memperoleh persetujuan
Manajemen Risiko mengatur prinsip-prinsip manajemen Komite Pengelolaan Risiko (KPR) yang dapat
risiko, antara lain berisi: digunakan untuk penempatan time deposit. Limit
a. Kebijakan pengelolaan risiko. penempatan time deposit pada Bank Counterparty
b. Tata kelola Manajemen Risiko. ditetapkan oleh Komite Pengelolaan Risiko (KPR)
c. Framework Manajemen Risiko. dan di review setiap 2 (dua) kali dalam setahun.
d. Penerapan/Proses Manajemen Risiko.
e. Kriteria Risiko. 4. Kriteria dan Pendekatan yang digunakan oleh
f. Satuan Kerja Manajemen Risiko. Perusahaan Asuransi untuk menetapkan kebijakan
g. Kebijakan Kewenangan Pemberian Persetujuan. Manajemen Risiko Kredit dan menetapkan limit Risiko
h. Kebijakan Transaksi Perdagangan Efek. Kredit. Kebijakan Manajemen Risiko mengatur prinsip-
i. Kebijakan Marjin. prinsip manajemen risiko, antara lain berisi kepatuhan
j. Kebijaakan Tradable shares. terhadap ketentuan dan peraturan, kepatuhan terhadap
k. Kebijakan Short Term Warehouse. hierarki dan kewenangan, lingkup pengaturan yang jelas,
l. Kebijakan Non-Performing Asset. direktif serta berorientasi pada efektifitas dan bisnis yang
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 373
Page 376
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
berkelanjutan. Penetapan limit risiko kredit dilakukan b. Memastikan bahwa KPB telah diterapkan dan
dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: dilaksanakan sesuai konsekuen dan konsisten.
a. Limit risiko kredit ditetapkan untuk risiko yang c. Menetapkan anggota KKP dan Komite Kredit (KK)
berkaitan dengan reasuransi dan investasi. d. Melaporkan secara berkala kepada Dewan Komisaris
b. Limit risiko kredit ditetapkan setiap tahun sesuai Risk perihal perkembangan kualitas portofolio secara
Appetite dan ketentuan yang berlaku. keseluruhan dan Penyimpangan dalam pelaksanaan
c. Penetapan limit risiko menggunakan salah satu atau KPB.
kombinasi dari metode regulatory, historical, expert
judgment dengan mempertimbangkan Rencana 3. Komite Kebijakan Perkreditan (KKP)
Bisnis Perusahaan, Rencana Kerja Anggaran Tugas dan tanggungjawab KKP sebagai perangkat
Perusahaan (RKAP), dll. perkreditan adalah sebagai berikut:
a. Memberikan masukan kepada Direksi dalam
Struktur dan Organisasi Manajemen Risiko Kredit serta penyusunan KPB khususnya perumusan prinsip
Fungsi Kontrol kehati-hatian dalam perkreditan sebagaimana diatur
Untuk mendukung pemberian kredit yang sehat dan dalam PPKPB OJK.
penerapan unsur pengendalian intern mulai tahap awal b. Mengawasi penerapan KPB dilaksanakan secara
proses kegiatan, maka disamping keterkaitan pejabat- bertanggungjawab dan penuh kesinambungan.
pejabat bank dalam perkreditan seperti Dewan Komisaris, c. Melakukan review KPB secara berkala
Direksi, Pejabat Perkreditan lainnya dan/atau satuan-satuan d. Melakukan evaluasi kebenaran atas pelaksanaan
kerja, BRI serta Perusahaan Anak Bank dan Pegadaian juga kewenangan memutus kredit atau penyediaan
memiliki Komite Kebijakan Perkreditan (KKP) dan Komite dana, proses pemberian kredit atau penyediaan
Kredit (KK) yang merupakan perangkat perkreditan BRI. dana, pelaksanaan ketentuan BMPK, penyisihan
pencadangan, penyelesaian kredit bermasalah dan
Adapun tugas dan tanggung jawab dari masing-masing ketaatan perundang-undangan lainnya.
perangkat perkreditan secara umum adalah sebagai berikut: e. Melakukan kajian efektivitas sistem pengendalian
1. Dewan Komisaris intern perkreditan.
Tugas dan tanggungjawab Dewan Komisaris sebagai f. Melaporkan kepada Direksi dan Dewan Komisaris
perangkat perkreditan adalah sebagai berikut: perihal Hasil pengawasan atas penerapan KPB dan
a. Menyetujui RBB yang mencakup: rencana kredit Laporan hasil evaluasi.
tahunan, rencana pemberian kredit kepada pihak g. Memantau perkembangan kualitas portfolio
terkait, dan kredit kepada debitur-debitur besar perkreditan atau pembiayaan secara keseluruhan.
tertentu yang disampaikan kepada OJK.
b. Mengawasi pelaksanaan rencana pemberian kredit 4. Komite Kredit (KK)
c. Menyetujui Kebijakan Perkreditan Bank (KPB) Tugas dan tanggung jawab KK sebagai perangkat
d. Meminta penjelasan dan/atau pertanggungjawaban perkreditan adalah sebagai berikut:
Direksi atas: a. Memberikan persetujuan kredit berdasarkan
1) Perkembangan dan kualitas portfolio perkreditan kompetensinya secara jujur, objektif, cermat serta
secara keseluruhan seksama.
2) Langkah-langkah perbaikan atas apabila b. Menolak permintaan dan/atau pengaruh pihak yang
pelaksanaan pemberian kredit menyimpang dari berkepentingan dalam permohonan kredit untuk
rencana perkreditan yang ditetapkan. memberikan persetujuan kredit yang hanya bersifat
3) Penyimpangan dalam pelaksanaan KPB. formalitas.
c. Melakukan koordinasi dengan ALCO dalam aspek
2. Direksi pendanaan kredit
Tugas dan tanggungjawab Direksi sebagai perangkat
perkreditan adalah sebagai berikut: 5. Satuan Kerja Perkreditan dan Pejabat kredit
a. Menyusun dan bertanggungjawab atas: Satuan Kerja Perkreditan (SKP) adalah jajaran
1) Penyusunan KPB. Relationship Management (RM) dan jajaran Credit Risk
2) Penyusunan rencana perkreditan yang tertuang Management (CRM) yang berada di Kantor Pusat, Kantor
di dalam RBB. Wilayah, Kantor Cabang Khusus, Kantor Cabang, Kantor
3) Pelaksanaan langkah-langkah perbaikan atas Cabang Pembantu, BRI Unit serta Unit Kerja BRI di luar
hasil evaluasi dan saran-saran yang disampaikan negeri. Pejabat kredit terdiri dari pekerja kredit lini dan
oleh Komite Kebijakan Perkreditan (KKP). pekerja kredit support.
4) Pelaksanaan langkah-langkah perbaikan atas
berbagai penyimpangan dalam perkreditan yang
ditemukan audit intern.
374 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 377
Laporan Tahunan
2025
Untuk Perusahaan Pembiayaan, berdasarkan akuntabilitas yang berada di bawah supervisi Direktorat Portofolio &
perusahaan, Satuan Kerja Manajemen Risiko yang terdiri Keuangan. Untuk mewujudkan kegiatan usaha yang sehat
dari Divisi Manajemen Risiko yang terdiri atas Departemen dan penerapan unsur pengendalian intern, maka Perusahaan
Kebijakan dan Prosedur, Bagian Enterprise Risk Management, membentuk komite untuk kegiatan investasi (baik deploy/
Bagian Manajemen Risiko Operasional, serta Modelling divestasi).
dan Manajemen Portfolio. SKMR bertanggung jawab atas
tercapainya portfolio pembiayaan yang sehat, melakukan Untuk Perusahaan Efek, Divisi Manajemen Risiko merupakan
review kebijakan dan pedoman pembiayaan secara periodik, Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) yang bersifat
mendelegasikan wewenang memutus pembiayaan kepada independen terhadap unit kerja operasional dan bertanggung
pejabat jajaran Credit Risk Management sesuai dengan limit, jawab langsung kepada Direktur yang membawahi Fungsi
mengesahkan Financing Portfolio Guidelines dan anggota Manajemen Risiko. Dalam pengelolaan risiko yang timbul
Komite Pembiayaan. dari aktivitas bisnis serta mengkordinasikan seluruh aktivitas
pengelolaan risiko, maka dibentuk Komite-Komite Eksekutif
Berdasarkan pedoman pelaksanaan pembiayaan, struktur terkait, yang antara lain mencakup:
organisasi dan manajemen pembiayaan diatur untuk a. Komite Pengelolaan Risiko yang bertugas untuk
mendukung prinsip pembiayaan yang sehat dan penerapan memberikan rekomendasi kepada Direksi yang terkait
manajemen risiko didalam proses bisnis pembiayaan melalui: dengan penyusunan/penyempurnaan Kebijakan
a. Unit kerja terkait pembiayaan yang terdiri atas jajaran Manajemen Risiko, penetapan (justification) atas hal-
Relationship Management (RM) dan Credit Risk hal yang terkait dengan keputusan-keputusan bisnis
Management (CRM). yang menyimpang dari prosedur normal (irregularities),
b. Satuan Kerja Pembiayaan dan Pejabat Pembiayaan penetapan kebijakan dan prosedur, penetapan/
yang terdiri atas Pejabat Pembiayaan Lini dan Pejabat persetujuan Investment Universe, dan persetujuan atas
Pembiayaan Support. limit-limit transaksi.
c. Komite Pembiayaan sebagai perangkat operasional yang b. Komite Investasi yang bertugas untuk membahas,
bersifat kolegial dalam melakukan evaluasi dan putusan mengevaluasi, merekomendasi, dan menetapkan
pembiayaan. jangkauan investasi, batasan investasi, jenis investasi,
d. Risk Scoring System dengan menerapkan credit risk dan strategi investasi yang harus dilaksanakan oleh Tim
scoring granular per kriteria debitur dan produk. Pengelola Investasi.
e. Penguatan Collection dengan enhancement collection c. Komite Produk yang bertugas untuk melakukan
tools dan asset management. persetujuan pembentukan produk, evaluasi produk
yang sudah berjalan, mengusulkan pengembangan/
Dengan mempertimbangkan perkembangan risiko kredit dan penggabungan produk, dan mengajukan konsep
kompleksitas bisnis pada Perusahaan Pembiayaan dengan pemasaran produk kepada Direksi.
fokus pada pengelolaan risiko kredit, maka dilaksanakan
dengan kelayakan calon nasabah ditentukan melalui Untuk Perusahaan Asuransi, untuk mengontrol pertumbuhan
credit scoring, menetapkan tingkat persetujuan dan batas risiko kredit dan penerapan unsur pengendalian intern mulai
wewenang memutus pembiayaan oleh Komite Pembiayaan tahap awal proses kegiatan, maka disamping keterkaitan
yang tertuang pada Kebijakan Pembiayaan dan Operasional pejabat-pejabat dalam risiko kredit seperti Dewan Komisaris,
ULaMM/ULaMM Syariah dan Mekaar/Mekaar Syariah serta Direksi, Pejabat-pejabat lainnya dan/atau satuan-satuan
penetapan skema tingkat persetujuan dan batas wewenang kerja, maka Perusahaan Asuransi memiliki Komite Investasi.
memutus pembiayaan yang berjenjang.
Untuk Perusahaan Remittance, pengelolaan aktivitas
Untuk Perusahaan Ventura, pembentukan Struktur perkreditan dilaksanakan melalui perangkat perkreditan yang
Organisasi dengan mempertimbangkan kompleksitas proses terdiri dari Non-Executive Director, Executive Director, dan
bisnis dan operasional sehari-hari. Sehubungan dengan Internal Control and Compliance Division (ICC). Perangkat
hal tersebut, Perusahaan Ventura membentuk Satuan Kerja perkreditan tersebut bertanggung jawab untuk memastikan
Manajemen Risiko yang berada dibawah supervisi Direktur bahwa kebijakan perkreditan, proses pemberian kredit, serta
Portofolio & Keuangan. Unit Kerja yang bersentuhan dengan pengawasan atas kualitas portofolio kredit dilaksanakan
risiko investasi adalah seluruh divisi yang berada di bawah secara prudent dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Direktorat Investasi dan Kantor Cabang Pembiayaan Kupang
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 375
Page 378
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Hubungan antara fungsi Manajemen Risiko Kredit, Pengendalian Risiko, Kepatuhan dan Audit Internal
Dewan Komisaris & Direksi
Pengawasan Aktif Kecukupan Kebijakan, Sistem
Kecukupan Proses &
Direksi dan Dewan Prosedur MR & Pengendalian
Sistem Informasi MR
Komisaris Penetapan Limit Intern
Komite Dewan Komite Direksi Risk Taking Unit &
Komisaris Komite Manajemen Risiko Policy Making Unit
Fungsi Pengawasan Identifikasi, Pengukuran,
Pemantauan, Pengendalian
Risk Management Committee
Credit Policy
Komite Committee Three Lines Model
Pemantau MR
1st Line 2nd Line 3rd Line
Credit Risk Strategic Risk
Komite
Tata Kelola Market Risk Compliance Risk Credit Business Unit Risk Unit Independent
Terintegrasi Committee Assurance
Satuan Kerja
Liquidity Risk Reputation Risk Audit Intern
Operation Compliance Unit
Komite
Audit Operational Risk Intragroup Risk
Integrated Risk Risk & Compliance
Risk Taking Unit
Management Control
Legal Risk Insurance Risk Committee
Climate Change Risk ESG Committee Sistem Informasi
Manajemen Risiko
Dalam implementasi Manajemen Risiko Kredit di BRI, 4. Corporate Credit Risk Group berperan mengendalikan
Direktur Manajemen Risiko membawahi fungsi Manajemen risiko kredit pada segmen korporasi secara transactional
Risiko Kredit sekaligus Unit Pengendali Risiko Kredit. Fungsi basis.
Manajemen Risiko Kredit merupakan bagian dari Satuan 5. Commercial Credit Risk berperan dalam mengendalikan
Kerja Manajemen Risiko yang terdiri dari: risiko kredit pada segmen commercial secara
1. Credit & Product Risk Policy Group berperan dalam transactional basis.
penyusunan kebijakan perkreditan, kebijakan portfolio 6. Small Medium Enterprise (SME) Credit Risk Analysis -
kredit dan penyusunan model Internal Risk Rating. Regional Office berperan dalam mengendalikan risiko
2. Market, Portfolio & Enterprise Risk Group berperan dalam kredit pada segmen SME secara transactional basis.
penyusunan kebijakan manajemen risiko, penetapan limit
risiko kredit, pengembangan Model CKPN, penyusunan Fungsi Kepatuhan dilaksanakan oleh Compliance Group
kebijakan & perhitungan ATMR untuk risiko kredit, dan Policy & Procedure Group yang memiliki peran dalam
monitoring portofolio, serta Stress Test risiko kredit. penyusunan kebijakan, penyusunan Standard Operating
Procedure, serta melaksanakan Uji Kepatuhan untuk
Unit Pengendali Risiko Kredit terbagi berdasarkan segmen memastikan BRI telah memenuhi peraturan perundangan
bisnisnya yaitu: yang berlaku serta menjaga agar kegiatan usaha tidak
1. Small Risk Group berperan mengendalikan risiko kredit pada menyimpang dari peraturan perundangan.
segmen small dengan menetapkan appetite, pengelolaan
risiko secara portofolio dan transactional basis. Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) sebagai Independent
2. Consumer Risk Group berperan mengendalikan risiko Assurance memiliki peran penting dalam menilai efektivitas
kredit pada segmen consumer dengan menetapkan implementasi manajemen risiko kredit, baik pada
appetite, pengelolaan risiko secara portofolio dan transactional basis mupun secara portfolio basis. Selain
transactional basis. itu, SKAI juga masuk dalam keanggotaan Komite Kebijakan
3. Micro Risk Group berperan mengendalikan risiko kredit Perkreditan sehingga rekomendasi hasil audit merupakan
pada segmen micro dengan menetapkan appetite dan bagian dari perbaikan kebijakan kredit.
pengelolaan risiko secara portofolio.
376 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 379
Laporan Tahunan
2025
Pada Perusahaan Anak, implementasi second line dan line defense dalam penerapan manajemen risiko perusahaan.
third line sesuai framework Three Lines model disesuaikan SKAI BRI Ventures berkontribusi dalam memberikan support
dengan kebutuhan bisnis dan kompleksitas operasional yang pengendalian internal dan indikasi fraud. SKAI BRI Ventures
terlihat dari struktur organisasi masing-masing Perusahaan juga secara berkala melakukan risk based audit. Dalam
Anak. Untuk Perusahaan Anak Bank, Pegadaian dan pelaksanaannya, proses audit juga dimonitor oleh tim SKAI
Perusahaan Pembiayaan, fungsi manajemen risiko berperan BRI secara offsite. Apabila diperlukan, tim SKAI BRI dapat
dalam memantau dan mengendalikan risiko secara agregat melakukan joint-audit secara ad-hoc. Hal ini ditujukan
serta menyusun kebijakan dan metodologi risiko kredit. untuk menjaga efisiensi operasional di BRI Ventura tanpa
Pengendalian terhadap kredit bermasalah (Kolektibilitas menurunkan kualitas hasil audit.
Kurang Lancar, Diragukan, dan Macet) dilakukan oleh
jajaran Credit Risk Management (CRM) atau petugas Untuk Perusahaan Remittance, Division Head ICC
jajaran Relationship Management (RM) yang ditunjuk untuk membawahi fungsi Policy and Risk yang sekaligus berperan
menangani kredit bermasalah. Selain itu, fungsi kepatuhan sebagai unit pengendali risiko kredit. Division Head ICC
memastikan due diligence atas pemberian kredit dengan juga membawahi fungsi kepatuhan yang dilaksanakan oleh
putusan komite kredit dan Satuan Kerja Audit Intern berperan Compliance Officer serta fungsi Anti-Money Laundering
memastikan bahwa pemberian kredit telah memenuhi prinsip (AML) yang dilaksanakan oleh Money Laundering
pemberian kredit yang sehat dan sesuai dengan Kebijakan Reporting Officer. Kedua fungsi tersebut berperan dalam
perkreditan maupun Pedoman Pemberian Kredit. penyusunan kebijakan serta pelaksanaan uji kepatuhan
untuk memastikan kegiatan usaha BGF telah sesuai dengan
Untuk Perusahaan Asuransi, fungsi Risk Management memiliki peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu,
tanggung jawab dan kewenangan untuk mengelola penyusunan/ Internal Auditor sebagai fungsi independent assurance
evaluasi/penyempurnaan perencanaan dan strategi manajemen memiliki peran dalam menilai efektivitas implementasi
risiko serta kebijakan, metodologi, pedoman perangkat dan manajemen risiko kredit, baik secara transaksional maupun
pengukuran manajemen risiko. Fungsi Kepatuhan memiliki secara portofolio. Internal Auditor berada di bawah Division
tanggung jawab dan kewenangan untuk mengelola dan Head ICC, namun memiliki akses langsung kepada Executive
evaluasi kegiatan, aktivitas operasional, kebijakan dan pedoman Director untuk penyampaian hasil audit.
Perusahaan yang memadai sesuai dengan ketentuan hukum
dan regulasi, serta mengelola seluruh kebijakan Regulator Cakupan dan Informasi utama dari pelaporan tentang
terimplementasi pada setiap Unit Kerja. Fungsi Audit Internal eksposur Risiko Kredit dan fungsi Manajemen Risiko
memiliki tanggung jawab dan kewenangan untuk melakukan Kredit kepada Direksi dan Dewan Komisaris
kegiatan audit intern berupa jasa Assurance dan jasa konsultasi Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) BRI dan seluruh
sebagai Strategic Business Partner terhadap proses bisnis Perusahaan Anak yang membidangi risiko kredit menyusun
perusahaan. Dalam melakukan kontrol pertumbuhan risiko laporan manajemen risiko dalam format yang sesuai dengan
kredit dan penerapan unsur pengendalian intern mulai tahap ketentuan yang berlaku baik secara konsolidasian maupun
awal proses kegiatan, maka disamping keterkaitan pejabat- secara terintegrasi. Pelaporan manajemen risiko kredit
pejabat dalam risiko kredit seperti Dewan Komisaris, Direksi, kepada Direksi, Dewan Komisaris dan pihak-pihak tertentu
Pejabat-pejabat lainnya dan/atau divisi-divisi, juga dibentuk antara lain:
suatu Komite Investasi untuk menentukan investment policy a. Laporan Profil Risiko dan Tingkat Kesehatan Bank secara
maupun putusan investasi kepada pihak terkait dan pihak ketiga Individu maupun Konsolidasi
dengan nominal dan jangka waktu tertentu. b. Laporan CKPN dan ATMR untuk Risiko Kredit
c. Laporan perkembangan pertumbuhan pinjaman
Untuk Perusahaan Ventura, fungsi manajemen risiko d. Laporan perkembangan kualitas kredit
investasi dibagi dalam dua bagian yaitu sebelum investasi e. Laporan perkembangan kredit yang direstrukturisasi
dilakukan (investment risk management) dan setelah f. Laporan penggunaan anggaran penghapusbukuan (PH)
investasi dilakukan (portfolio risk management). Pada tahap dan realisasi pendapatan recovery
pre-investment, tim investasi berkoordinasi dengan bagian g. Laporan monitoring biaya CKPN maupun rasio
manajemen risiko, kepatuhan, dan legal untuk memastikan pencadangan, misalnya NPL Coverage dan LAR
seluruh tahapan investasi sudah comply. Selain SKMR BRI Coverage
Ventures, terdapat Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) BRI h. Hasil Stress Test Risiko Kredit baik secara portfolio
Ventures yang berfungsi sebagai kontrol internal dan third maupun bagi nasabah besar.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 377
Page 380
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Pengungkapan Kualitas Kredit Atas Aset (CR1)
BRI secara Individu
(dalam jutaan rupiah)
Nilai Tercatat Bruto CKPN
CKPN
Tagihan Nilai Bersih
Tagihan yang CKPN Stage 2 (Pendekatan
yang Telah (a+b-c)
Uraian Belum Jatuh dan Stage Stage 1 IRB)
Jatuh
Tempo 3
Tempo
a b c d e f g
1 Kredit 130.162.472 1.212.511.241 72.903.722 54.973.164 17.930.558 1.269.769.991
2 Surat Berharga - 320.880.955 89.420 - 89.420 320.791.535
Transaksi Rekening
3 3.373.909 211.361.870 1.945.252 1.282.207 663.045 212.790.527
Administratif
Total 133.536.381 1.744.754.066 74.938.393 56.255.371 18.683.022 1.803.352.054
BRI secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
(dalam jutaan rupiah)
Nilai Tercatat Bruto CKPN
CKPN
Tagihan Nilai Bersih
Tagihan yang CKPN Stage 2 (Pendekatan
yang Telah (a+b-c)
Uraian Belum Jatuh dan Stage Stage 1 IRB)
Jatuh
Tempo 3
Tempo
a b c d e f g
1 Kredit 133.618.869 1.327.110.547 79.328.619 60.555.221 18.773.398 1.381.400.798
2 Surat Berharga - 372.732.801 89.519 - 89.519 372.643.283
Transaksi Rekening
3 3.374.131 211.477.321 1.946.135 1.282.209 663.926 212.905.317
Administratif
Total 136.993.001 1.911.320.669 81.364.273 61.837.429 19.526.843 1.966.949.397
Pengungkapan Tambahan
Tagihan yang telah jatuh tempo merupakan seluruh tagihan yang telah jatuh tempo lebih dari 90 (sembilan puluh) hari, baik
atas pembayaran pokok dan atau pembayaran bunga atau debitur yang wanprestasi.
Pengungkapan Mutasi Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo (CR2)
BRI secara Individu
(dalam jutaan rupiah)
a
1 Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo pada periode pelaporan terakhir 130.588.006
2 Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo sejak periode pelaporan terakhir 41.937.523
3 Kredit dan Surat Berharga yang kembali menjadi tagihan yang belum jatuh tempo 10.330.938
4 Nilai hapus buku 20.434.910
5 Perubahan lain (11.597.209)
6 Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo pada akhir periode pelaporan (1+2-3-4+5) 130.162.472
378 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 381
Laporan Tahunan
2025
BRI secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
(dalam jutaan rupiah)
a
1 Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo pada periode pelaporan terakhir 133.734.322
2 Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo sejak periode pelaporan terakhir 43.877.322
3 Kredit dan Surat Berharga yang kembali menjadi tagihan yang belum jatuh tempo 36.480.103
4 Nilai hapus buku 20.790.018
5 Perubahan lain 13.278.354
6 Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo pada akhir periode pelaporan (1+2-3-4+5) 133.619.877
Pengungkapan Tambahan
Pengungkapan Tambahan Terkait Kualitas Kredit (base case) digunakan dalam perencanaan strategis dan
Atas Aset (CRB) anggaran. Skenario yang lain mencerminkan keluaran
yang lebih optimis dan keluaran yang lebih pesimis.
KUALITATIF
b. Pengukuran Kerugian Kredit Ekspektasian
Cakupan dan definisi Tagihan yang telah jatuh tempo dan Input utama dalam pengukuran kerugian kredit
tagihan yang mengalami penurunan nilai ekspektasian adalah variabel berikut:
Tagihan yang telah jatuh tempo merupakan seluruh tagihan • Probability of Default (PD)
yang telah jatuh tempo lebih dari 90 (sembilan puluh) hari, • Loss of Given Default (LGD)
baik atas pembayaran pokok dan atau pembayaran bunga • Exposure at Default (EAD)
atau debitur yang wanprestasi. Tagihan yang mengalami
penurunan nilai merupakan tagihan yang mengalami suatu Parameter ini umumnya berasal dari model statistik yang
kondisi dimana terjadi peristiwa yang merugikan (bukti dikembangkan secara internal dan data historis lainnya.
objektif) sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang Parameter ini disesuaikan untuk mencerminkan informasi
terjadi setelah kredit diberikan yang berdampak pada forward-looking.
kesanggupan bayar debitur dimasa datang. Seluruh tagihan
yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari masuk dalam Estimasi PD adalah estimasi pada tanggal tertentu, yang
tagihan yang mengalami penurunan nilai. dihitung berdasarkan model peringkat statistik, dan
dinilai menggunakan rating yang disesuaikan dengan
Input, Asumsi, dan Teknik yang digunakan dalam berbagai kategori dari debitur dan eksposur. Model
mengestimasi penurunan nilai statistik ini didasarkan pada data yang disusun secara
a. Penggunaan informasi perkiraan masa depan (forward- internal yang terdiri dari faktor kuantitatif, kualitatif, dan
looking) perkiraan berwawasan ke depan (forward-looking).
Bank menggunakan informasi forward-looking dalam
menilai apakah telah terjadinya peningkatan risiko LGD adalah besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar.
kredit secara signifikan dan pengukuran kerugian Parameter LGD diestimasi secara historis berdasarkan
kredit ekspektasian. Berdasarkan saran dari Komite tingkat pemulihan atas klaim terhadap debitur yang gagal
Manajemen Risiko, pakar ekonomi dan pertimbangan bayar. LGD juga diamati dengan mempertimbangkan
berbagai informasi aktual dan perkiraan eksternal, Bank jaminan tunai yang merupakan bagian integral dari aset
merumuskan pandangan dasar (base case) tentang keuangan terhutang serta biaya yang dikeluarkan dalam
pergerakan variabel ekonomi yang relevan dimasa depan proses pemulihan.
serta perkiraan skenario lain yang mungkin terjadi. Proses
ini meliputi pengembangan dua atau lebih skenario EAD merepresentasikan estimasi eksposur jika terjadi
ekonomi tambahan dan mempertimbangkan probabilitas gagal bayar. EAD suatu aset keuangan adalah jumlah
relatif dari keluaran (output) yang mungkin. Informasi tercatat bruto. Untuk komitmen pinjaman dan jaminan
eksternal mencakup data ekonomi dan perkiraan yang keuangan, EAD mencakup jumlah yang telah ditarik,
diterbitkan oleh, seperti badan pemerintah dan analis serta jumlah potensial di masa depan yang akan ditarik,
sektor swasta dan akademisi terpilih. Pandangan dasar yang diestimasi berdasarkan pengamatan historis.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 379
Page 382
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
KUANTITATIF
Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah
BRI secara Individu
31 Desember 2025
Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah
No Kategori Portofolio
Kalimantan & Bali & Nusa
Jakarta Indonesia Timur
Sulawesi Tenggara
a b c d e f
1 Tagihan kepada Pemerintah 296.401.489 - - -
2 Tagihan kepada Entitas Sektor Publik 162.363.195 11.134 6.072 118
Tagihan kepada Bank Pembangunan
3 - - - -
Multilateral dan Lembaga Internasional
4 Tagihan kepada Bank 95.619.022 1.151 - -
5 Tagihan kepada Covered Bond - - - -
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan
6 4.123.403 49 - -
Lembaga Jasa Keuangan Lainnya
Tagihan berupa Surat Berharga/
7 Piutang Subordinasi, Ekuitas dan 7.606.390 - - -
Instrumen Modal Lainnya
Kredit Beragun Properti Rumah
8 14.858.788 28.672.021 10.590.079 5.399.902
Tinggal
9 Kredit Beragun Properti Komersial 5.872.231 5.891.403 2.154.762 1.492.878
Kredit untuk Pengadaan Tanah,
10 6.540.432 388.553 101.464 119.989
Pengolahan Tanah dan Konstruksi
11 Kredit Pegawai atau Pensiunan 10.122.804 36.595.443 11.681.293 13.069.430
Tagihan kepada Usaha Mikro, Usaha
12 106.782.476 84.543.349 32.241.518 12.035.500
Kecil dan Portofolio Ritel
13 Tagihan kepada Korporasi 192.468.530 14.867.873 3.825.452 1.866.275
14 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 13.344.132 11.287.970 3.380.890 2.052.873
15 Aset Lainnya 28.569.230 16.516.243 2.814.183 8.345.278
TOTAL 944.672.122 198.775.189 66.795.713 44.382.243
380 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 383
Laporan Tahunan
2025
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2025
Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah
Jawa Tengah dan
Jawa Barat Jawa Timur Sumatera Lainnya Total
DIY
g h i j k l
- - - - - 296.401.489
146.086 24.794 679.897 87.225 1.174.438 164.492.959
- - - - - -
376 - 2.148 18 - 95.622.715
- - - - - -
5.105 - - - - 4.128.557
- - - - - 7.606.390
22.246.824 22.454.646 24.349.417 33.165.491 341.030 162.078.198
5.986.083 3.309.101 6.237.483 8.984.331 18.739 39.947.011
357.272 143.128 935.031 986.455 - 9.572.324
18.940.176 10.791.466 12.370.149 27.706.675 2.012 141.279.448
59.016.460 71.098.295 67.171.527 102.035.071 17.301.973 552.226.169
13.900.813 5.633.933 16.075.747 18.693.251 34.000.738 301.332.612
13.944.682 10.898.248 9.517.845 10.157.611 2.097.854 76.682.105
7.254.034 18.564.712 12.333.013 953.061 9.575.233 104.924.987
141.797.911 142.918.323 149.672.257 202.769.189 64.512.017 1.956.294.964
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 381
Page 384
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
31 Desember 2024
Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah
No Kategori Portofolio
Kalimantan & Bali & Nusa
Jakarta Indonesia Timur
Sulawesi Tenggara
a b c d e f
1 Tagihan kepada Pemerintah 359.596.614 - - -
2 Tagihan kepada Entitas Sektor Publik 105.508.957 18.967 8.911 1.121
Tagihan kepada Bank Pembangunan
3 - - - -
Multilateral dan Lembaga Internasional
4 Tagihan kepada Bank 75.219.980 19.713 - -
5 Tagihan kepada Covered Bond - - - -
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan
6 4.384.708 - 102 -
Lembaga Jasa Keuangan Lainnya
Tagihan berupa Surat Berharga/
7 Piutang Subordinasi, Ekuitas dan 6.546.863 - - -
Instrumen Modal Lainnya
Kredit Beragun Properti Rumah
8 13.328.406 24.296.110 9.457.243 4.663.371
Tinggal
9 Kredit Beragun Properti Komersial 5.283.651 5.710.039 2.513.863 1.697.039
Kredit untuk Pengadaan Tanah,
10 4.023.501 423.218 84.108 166.903
Pengolahan Tanah dan Konstruksi
11 Kredit Pegawai atau Pensiunan 9.546.635 36.961.253 11.687.475 11.771.509
Tagihan kepada Usaha Mikro, Usaha
12 82.415.337 82.681.127 31.917.738 12.629.579
Kecil dan Portofolio Ritel
13 Tagihan kepada Korporasi 144.473.718 14.616.741 3.389.286 1.599.228
14 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 14.326.811 10.296.141 4.086.178 1.755.929
15 Aset Lainnya 42.864.463 9.932.017 4.509.046 3.495.394
TOTAL 867.519.643 184.955.327 67.653.950 37.780.073
BRI secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
31 Desember 2025
Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah
No Kategori Portofolio
Kalimantan & Bali & Nusa
Jakarta Indonesia Timur
Sulawesi Tenggara
a b c d e f
1 Tagihan kepada Pemerintah 302.047.966 - - -
2 Tagihan kepada Entitas Sektor Publik 162.500.310 11.134 6.072 118
Tagihan kepada Bank Pembangunan
3 - - - -
Multilateral dan Lembaga Internasional
4 Tagihan kepada Bank 101.323.474 154.692 56.867 -
382 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 385
Laporan Tahunan
2025
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2024
Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah
Jawa Tengah dan
Jawa Barat Jawa Timur Sumatera Lainnya Total
DIY
g h i j k l
- - - - 5.976.532 365.573.146
413.180 53.861 623.845 95.041 1.925.649 108.649.531
- - - - - -
3.003 - 11.170 - 204.667 75.458.533
- - - - - -
16.449 - 14 - 9.936 4.411.209
- - - - - 6.546.863
18.918.012 19.908.001 21.448.004 28.055.607 322.320 140.397.074
6.281.702 3.061.311 6.438.363 8.795.541 18.632 39.800.141
520.343 210.906 664.805 1.191.659 - 7.285.443
19.023.291 10.749.161 12.604.073 26.538.550 943 138.882.889
61.242.061 74.909.268 70.443.459 97.111.812 39.603.028 552.953.409
14.173.023 6.853.097 13.404.786 14.258.667 27.213.693 239.982.238
13.586.134 9.990.854 8.589.568 9.108.966 1.808.176 73.548.756
7.645.609 7.788.429 6.332.523 11.280.768 2.319.402 96.167.651
141.822.806 133.524.888 140.560.609 196.436.611 79.402.979 1.849.656.885
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2025
Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah
Jawa Tengah dan
Jawa Barat Jawa Timur Sumatera Lainnya Total
DIY
g h i j k l
- - - - - 302.047.966
146.086 24.794 679.897 87.225 1.174.438 164.630.075
- - - - - -
40.183 51.180 64.702 91.005 5.687 101.787.790
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 383
Page 386
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
31 Desember 2025
Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah
No Kategori Portofolio
Kalimantan & Bali & Nusa
Jakarta Indonesia Timur
Sulawesi Tenggara
a b c d e f
5 Tagihan kepada Covered Bond - - - -
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan
6 4.123.403 49 - -
Lembaga Jasa Keuangan Lainnya
Tagihan berupa Surat Berharga/
7 Piutang Subordinasi, Ekuitas dan 8.905.851 8.331 3.086 -
Instrumen Modal Lainnya
Kredit Beragun Properti Rumah
8 14.939.829 28.678.819 10.590.079 5.399.902
Tinggal
9 Kredit Beragun Properti Komersial 5.879.504 5.896.691 2.154.762 1.492.878
Kredit untuk Pengadaan Tanah,
10 6.815.832 388.553 101.464 119.989
Pengolahan Tanah dan Konstruksi
11 Kredit Pegawai atau Pensiunan 10.122.976 36.595.443 11.681.293 13.069.430
Tagihan kepada Usaha Mikro, Usaha
12 134.928.571 124.032.672 47.412.184 12.300.092
Kecil dan Portofolio Ritel
13 Tagihan kepada Korporasi 197.400.028 15.303.060 3.993.195 1.866.275
14 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 14.098.281 11.651.726 3.507.596 2.052.873
15 Aset Lainnya 41.312.415 23.488.829 5.396.623 8.345.278
TOTAL 1.004.398.439 246.209.999 84.903.219 44.646.835
31 Desember 2024
Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah
No Kategori Portofolio
Kalimantan & Bali & Nusa
Jakarta Indonesia Timur
Sulawesi Tenggara
a b c d e f
1 Tagihan kepada Pemerintah 365.136.429 - - -
2 Tagihan kepada Entitas Sektor Publik 105.622.866 18.967 8.911 1.121
Tagihan kepada Bank Pembangunan
3 - - - -
Multilateral dan Lembaga Internasional
4 Tagihan kepada Bank 80.916.509 115.334 24.821 -
5 Tagihan kepada Covered Bond - - - -
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan
6 4.384.708 - 102 -
Lembaga Jasa Keuangan Lainnya
Tagihan berupa Surat Berharga/
7 Piutang Subordinasi, Ekuitas dan 8.238.877 6.756 1.754 -
Instrumen Modal Lainnya
Kredit Beragun Properti Rumah
8 13.427.735 24.303.851 9.457.243 4.663.371
Tinggal
384 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 387
Laporan Tahunan
2025
31 Desember 2025
Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah
Jawa Tengah dan
Jawa Barat Jawa Timur Sumatera Lainnya Total
DIY
g h i j k l
- - - - - -
5.105 - - - 772.233 4.900.790
2.160 2.777 3.394 4.937 309 8.930.844
22.252.831 22.460.658 24.371.676 33.266.883 341.030 162.301.706
5.986.083 3.309.101 6.238.483 9.025.315 18.741 40.001.557
357.272 143.128 944.588 1.001.470 - 9.872.296
18.940.176 10.791.466 12.370.149 27.707.616 2.012 141.280.561
76.745.920 88.584.102 88.932.076 136.721.962 20.666.368 730.323.947
14.013.247 5.853.720 16.423.167 19.222.636 34.015.234 308.090.560
14.041.427 11.026.543 9.681.311 10.497.874 2.110.508 78.668.140
9.061.742 20.888.907 15.173.696 5.084.964 10.340.430 139.092.882
161.592.233 163.136.375 174.883.139 242.711.886 69.446.989 2.191.929.114
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2024
Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah
Jawa Tengah dan
Jawa Barat Jawa Timur Sumatera Lainnya Total
DIY
g h i j k l
- - - - 5.976.532 371.112.961
413.180 53.861 623.845 95.041 1.925.649 108.763.440
- - - - - -
28.329 30.687 49.045 55.051 205.624 81.425.399
- - - - - -
16.449 - 14 - 475.047 4.876.320
1.790 2.168 2.676 3.890 67 8.257.979
18.923.520 19.916.521 21.472.688 28.185.376 322.320 140.672.625
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 385
Page 388
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
31 Desember 2024
Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah
No Kategori Portofolio
Kalimantan & Bali & Nusa
Jakarta Indonesia Timur
Sulawesi Tenggara
a b c d e f
9 Kredit Beragun Properti Komersial 5.292.032 5.716.216 2.513.863 1.697.039
Kredit untuk Pengadaan Tanah,
10 4.327.245 423.218 84.108 166.903
Pengolahan Tanah dan Konstruksi
11 Kredit Pegawai atau Pensiunan 9.546.751 36.961.253 11.687.475 11.771.509
Tagihan kepada Usaha Mikro, Usaha
12 101.980.403 112.668.554 41.020.346 12.889.185
Kecil dan Portofolio Ritel
13 Tagihan kepada Korporasi 148.914.891 14.902.775 3.455.466 1.599.228
14 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 15.390.299 10.525.174 4.139.403 1.756.041
15 Aset Lainnya 53.783.206 15.145.420 5.862.353 3.495.394
TOTAL 916.961.951 220.787.519 78.255.847 38.039.791
Pengungkapan Tambahan
Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Sektor Ekonomi
BRI secara Individu
Tagihan Tagihan kepada
Tagihan
kepada Bank Tagihan Perusahaan
Tagihan kepada
Pembangunan Tagihan berupa Efek dan
No. Sektor Ekonomi kepada Entitas
Multilateral kepada Bank Covered Lembaga Jasa
Pemerintah Sektor
dan Lembaga Bond Keuangan
Publik
Internasional Lainnya
a b c d e f g h
31 DESEMBER 2025
1 Pertanian, Kehutanan dan Perikanan - 7.338.518 - - - -
2 Pertambangan dan Penggalian - 1.970.520 - - - -
3 Industri Pengolahan - 3.585.843 - - - -
Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan
4 - 32.042.046 - - - -
Udara Dingin
Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah,
5 Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah, dan - - - - - -
Aktivitas Remediasi
6 Konstruksi - 57.269.598 - - - -
Perdagangan Besaar dan Ecaran; Reparasi
7 - 25.241.847 - - - -
dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor
8 Pengangkutan dan Pergudangan - 8.364.090 - - - -
Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan
9 - 42.997 - - - -
Makan Minum
386 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 389
Laporan Tahunan
2025
31 Desember 2024
Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah
Jawa Tengah dan
Jawa Barat Jawa Timur Sumatera Lainnya Total
DIY
g h i j k l
6.281.702 3.061.311 6.445.879 8.852.027 18.632 39.878.701
520.343 210.906 672.264 1.201.659 - 7.606.646
19.023.291 10.749.161 12.604.073 26.540.147 943 138.884.602
77.672.728 88.846.486 88.707.862 126.013.344 41.665.898 691.464.806
14.247.161 6.999.048 13.564.593 14.566.797 27.216.064 245.466.023
13.642.616 10.068.847 8.697.170 9.374.942 1.810.361 75.404.854
9.026.440 9.461.524 8.397.510 14.282.233 3.001.430 122.455.510
159.797.549 149.400.520 161.237.619 229.170.506 82.618.566 2.036.269.867
(dalam jutaan rupiah)
Tagihan berupa Tagihan
Kredit untuk
Surat Berharga/ Kredit kepada
Kredit Pengadaan Kredit
Piutang Beragun Usaha Mikro, Tagihan Tagihan
Beragun Tanah, Pegawai
Subordinasi, Properti Usaha kepada yang Telah Aset Lainnya
Properti Pengolahan atau
Ekuitas, dan Rumah Kecil, dan Korporasi Jatuh Tempo
Komersial Tanah, dan Pensiunan
Instrumen Tinggal Portofolio
Konstruksi
Modal Lainnya Kecil
i j k l m n o p q
- 17.984.801 3.943.269 35.589 76.718 147.260.053 34.236.281 11.348.683 -
- 1.462.771 320.729 44.546 1.685 20.006.835 11.500.560 360.320 -
- 11.121.997 4.606.752 1.170.133 14.953 68.235.985 32.174.946 5.367.948 -
- 435.876 99.235 1.157.688 155 10.751.048 11.709.039 229.705 -
- 271.456 43.114 - 853 441.264 71.737 106.588 -
- 6.818.104 1.227.075 4.188.794 1.018 920.427 3.810.776 2.657.130 -
- 83.050.965 21.975.421 314.838 157.476 153.796.433 32.807.859 33.764.641 -
- 1.926.940 467.154 3.488 8.950 4.266.994 12.528.234 1.111.235 -
- 3.887.408 1.524.028 4.972 21.586 10.835.831 1.396.689 2.058.956 -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 387
Page 390
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Tagihan Tagihan kepada
Tagihan
kepada Bank Tagihan Perusahaan
Tagihan kepada
Pembangunan Tagihan berupa Efek dan
No. Sektor Ekonomi kepada Entitas
Multilateral kepada Bank Covered Lembaga Jasa
Pemerintah Sektor
dan Lembaga Bond Keuangan
Publik
Internasional Lainnya
a b c d e f g h
10 Informasi dan Komunikasi - 260.686 - - - -
11 Aktivitas Keuangan dan Asuransi - 15.010.627 - 94.915.562 - 3.694.737
12 Real Estat - - - - - -
13 Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis - - - - - -
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna
Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan,
14 - 255 - - - -
Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha
Lainnya
Administrasi Pemerintah, Pertahanan dan
15 296.401.489 - - - - -
Jaminan Sosial Wajib
16 Pendidikan - - - - - -
Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas
17 - 109.073 - - - -
Sosial
18 Kesenian, Hiburan dan Rekreasi - - - - - -
19 Aktivitas Jasa Lainnya - 12.949.405 - - - -
Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi
Kerja; Aktivitas yang Menghasilkan Barang
20 dan Jasa oleh Rumah Tangga yang - - - - - -
Digunakan untuk Memenuhi Kebutuhan
Sendiri
Aktivitas Badan Internasional dan Badan
21 - - - - - -
Ekstra Internasional Lainnya
22 Rumah Tangga - - - - - -
23 Bukan Lapangan Usaha Lainnya - - - - - -
24 Lainnya - 307.453 - 707.153 - 433.820
Total 296.401.489 164.492.959 - 95.622.715 - 4.128.557
Tagihan Tagihan kepada
Tagihan kepada Bank Tagihan Perusahaan
Tagihan
kepada Pembangunan Tagihan berupa Efek dan
No. Sektor Ekonomi kepada
Entitas Multilateral kepada Bank Covered Lembaga Jasa
Pemerintah
Sektor Publik dan Lembaga Bond Keuangan
Internasional Lainnya
a b c d e f g h
31 DESEMBER 2024
1 Pertanian, Kehutanan dan Perikanan - 6.938.020 - - - -
2 Pertambangan dan Penggalian - 5.520.474 - - - -
3 Industri Pengolahan - 8.602.007 - - - -
Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan
4 - 27.242.022 - - - -
Udara Dingin
Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah,
5 Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah, dan - - - - - -
Aktivitas Remediasi
6 Konstruksi - 15.012.225 - - - -
388 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 391
Laporan Tahunan
2025
Tagihan berupa Tagihan
Kredit untuk
Surat Berharga/ Kredit kepada
Kredit Pengadaan Kredit
Piutang Beragun Usaha Mikro, Tagihan Tagihan
Beragun Tanah, Pegawai
Subordinasi, Properti Usaha kepada yang Telah Aset Lainnya
Properti Pengolahan atau
Ekuitas, dan Rumah Kecil, dan Korporasi Jatuh Tempo
Komersial Tanah, dan Pensiunan
Instrumen Tinggal Portofolio
Konstruksi
Modal Lainnya Kecil
i j k l m n o p q
- 540.906 124.350 - 506 261.465 174.515 153.128 -
7.606.390 197.244 120.794 - 267 247.624 32.063.072 39.210 -
- 945.059 625.974 25.453 7.126 3.002.345 1.607.211 399.440 -
- 451.831 70.603 1.367 87 127.560 206.246 73.310 -
- 1.961.298 457.535 27.841 6.311 2.075.111 2.394.427 598.553 -
- 4.033 3.151 1.406 - 3.322 139.147 354 -
- 212.971 251.397 - 982 274.653 448.529 77.068 -
- 1.198.465 1.266.181 758 4.589 791.047 2.535.986 307.780 -
- 151.885 40.016 - 477 250.513 858.401 158.196 -
- 5.850.178 1.397.438 2.595.451 4.700.510 47.198.749 23.817.286 10.198.215 -
- 198.985 22.700 - 1.165 261.728 93.560 112.522 -
- - - - - 78 - - -
- 23.376.607 1.348.492 - 136.272.077 77.698.345 30.167.348 7.544.085 -
- - - - 1.931 385 834 - -
- 28.419 11.601 - 27 3.518.377 66.589.931 15.039 104.924.987
7.606.390 162.078.198 39.947.010 9.572.324 141.279.447 552.226.170 301.332.612 76.682.106 104.924.987
(dalam jutaan rupiah)
Tagihan berupa Tagihan
Kredit untuk
Surat Berharga/ Kredit kepada
Kredit Pengadaan
Piutang Beragun Kredit Usaha Mikro, Tagihan Tagihan yang
Beragun Tanah,
Subordinasi, Properti Pegawai atau Usaha kepada Telah Jatuh Aset Lainnya
Properti Pengolahan
Ekuitas, dan Rumah Pensiunan Kecil, dan Korporasi Tempo
Komersial Tanah, dan
Instrumen Tinggal Portofolio
Konstruksi
Modal Lainnya Kecil
i j k l m n o p q
- 15.508.256 3.293.699 131.800 75.410 138.099.822 23.230.807 9.648.170 -
- 1.070.442 371.901 6.251 2.096 17.946.103 13.017.954 240.134 -
- 9.571.378 4.665.857 1.548.850 20.573 65.190.581 24.967.943 5.078.041 -
- 443.074 109.662 993 1.009 7.770.697 7.252.440 227.020 -
- 311.209 101.102 - 1.402 428.472 56.555 84.228 -
- 5.895.959 1.207.951 4.228.023 1.074 907.371 6.787.964 3.442.002 -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 389
Page 392
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Tagihan Tagihan kepada
Tagihan kepada Bank Tagihan Perusahaan
Tagihan
kepada Pembangunan Tagihan berupa Efek dan
No. Sektor Ekonomi kepada
Entitas Multilateral kepada Bank Covered Lembaga Jasa
Pemerintah
Sektor Publik dan Lembaga Bond Keuangan
Internasional Lainnya
a b c d e f g h
Perdagangan Besaar dan Ecaran; Reparasi
7 - 19.436.659 - - - -
dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor
8 Pengangkutan dan Pergudangan - 7.908.364 - - - -
Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan
9 - 67.969 - - - -
Makan Minum
10 Informasi dan Komunikasi - 1.485.373 - - - -
11 Aktivitas Keuangan dan Asuransi - 9.701.795 - 75.458.532 - 4.411.210
12 Real Estat - 60.135 - - - -
13 Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis - - - - - -
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna
Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan,
14 - - - - - -
Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha
Lainnya
Administrasi Pemerintah, Pertahanan dan
15 365.573.146 - - - - -
Jaminan Sosial Wajib
16 Pendidikan - - - - - -
Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas
17 - - - - - -
Sosial
18 Kesenian, Hiburan dan Rekreasi - - - - - -
19 Aktivitas Jasa Lainnya - 4.264.057 - - - -
Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi
Kerja; Aktivitas yang Menghasilkan Barang
20 dan Jasa oleh Rumah Tangga yang - - - - - -
Digunakan untuk Memenuhi Kebutuhan
Sendiri
Aktivitas Badan Internasional dan Badan
21 - - - - - -
Ekstra Internasional Lainnya
22 Rumah Tangga - - - - - -
23 Bukan Lapangan Usaha Lainnya - - - - - -
24 Lainnya - 2.410.431 - - - -
Total 365.573.146 108.649.533 - 75.458.532 - 4.411.210
BRI secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
Tagihan Tagihan kepada
Tagihan
kepada Bank Tagihan Perusahaan
Tagihan kepada
Pembangunan Tagihan berupa Efek dan
No. Sektor Ekonomi kepada Entitas
Multilateral kepada Bank Covered Lembaga Jasa
Pemerintah Sektor
dan Lembaga Bond Keuangan
Publik
Internasional Lainnya
a b c d e f g h
31 DESEMBER 2025
1 Pertanian, Kehutanan dan Perikanan - 7.338.518 - - - -
2 Pertambangan dan Penggalian - 1.970.520 - - - -
3 Industri Pengolahan - 3.585.843 - - - -
390 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 393
Laporan Tahunan
2025
Tagihan berupa Tagihan
Kredit untuk
Surat Berharga/ Kredit kepada
Kredit Pengadaan
Piutang Beragun Kredit Usaha Mikro, Tagihan Tagihan yang
Beragun Tanah,
Subordinasi, Properti Pegawai atau Usaha kepada Telah Jatuh Aset Lainnya
Properti Pengolahan
Ekuitas, dan Rumah Pensiunan Kecil, dan Korporasi Tempo
Komersial Tanah, dan
Instrumen Tinggal Portofolio
Konstruksi
Modal Lainnya Kecil
i j k l m n o p q
- 81.304.788 23.732.070 85.620 185.505 171.797.824 25.159.864 32.546.974 -
- 1.971.768 433.703 840 10.882 4.788.134 8.871.216 1.161.683 -
- 3.398.641 1.442.873 373 21.828 12.129.745 1.499.019 2.091.776 -
- 586.007 146.323 873 374 244.409 678.363 66.704 -
6.546.863 137.862 121.882 353.823 170 219.615 12.658.651 32.630 -
- 897.215 588.753 48.526 10.439 2.078.092 352.149 406.754 -
- 329.298 65.672 993 241 123.073 85.006 74.744 -
- 1.700.237 435.816 21.166 6.948 2.099.206 1.661.757 543.636 -
- 644 3.528 2.006 98 4.481 201.713 827 -
- 198.957 186.034 - 791 258.847 254.050 65.964 -
- 920.001 667.244 4.608 5.647 855.608 1.356.329 198.076 -
- 183.311 41.332 - 772 326.583 622.092 258.663 -
- 5.479.149 1.463.194 830.666 4.533.912 45.076.014 30.370.346 9.634.046 -
- 216.734 43.235 - 941 303.864 77.791 114.165 -
- - - - - 166 - - -
- 9.767.666 492.050 - 133.517.376 75.470.712 29.888.288 6.799.090 -
- - - - 1.668 495 175 - -
- 504.478 186.260 20.031 483.734 6.833.492 50.931.765 833.430 96.167.651
6.546.863 140.397.074 39.800.141 7.285.442 138.882.890 552.953.408 239.982.238 73.548.757 96.167.651
(dalam jutaan rupiah)
Tagihan berupa Tagihan
Kredit untuk
Surat Berharga/ Kredit kepada
Kredit Pengadaan Kredit
Piutang Beragun Usaha Mikro, Tagihan Tagihan
Beragun Tanah, Pegawai
Subordinasi, Properti Usaha kepada yang Telah Aset Lainnya
Properti Pengolahan atau
Ekuitas, dan Rumah Kecil, dan Korporasi Jatuh Tempo
Komersial Tanah, dan Pensiunan
Instrumen Tinggal Portofolio
Konstruksi
Modal Lainnya Kecil
i j k l m n o p q
- 17.992.569 3.946.324 35.589 76.718 160.029.893 35.592.750 11.611.996 -
- 1.463.163 320.729 44.546 1.685 20.058.767 11.555.391 361.536 -
- 11.134.227 4.609.738 1.170.133 14.953 69.910.580 32.765.569 5.397.868 -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 391
Page 394
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Tagihan Tagihan kepada
Tagihan
kepada Bank Tagihan Perusahaan
Tagihan kepada
Pembangunan Tagihan berupa Efek dan
No. Sektor Ekonomi kepada Entitas
Multilateral kepada Bank Covered Lembaga Jasa
Pemerintah Sektor
dan Lembaga Bond Keuangan
Publik
Internasional Lainnya
a b c d e f g h
Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan
4 - 32.042.046 - - - -
Udara Dingin
Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah,
5 Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah, dan - - - - - -
Aktivitas Remediasi
6 Konstruksi - 57.269.598 - - - -
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi
7 - 25.241.847 - - - -
dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor
8 Pengangkutan dan Pergudangan - 8.364.090 - - - -
Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan
9 - 42.997 - - - -
Makan Minum
10 Informasi dan Komunikasi - 260.686 - - - -
11 Aktivitas Keuangan dan Asuransi 494.569 15.010.627 - 99.880.116 - 3.694.737
12 Real Estat - - - - - -
13 Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis - - - - - -
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna
Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan,
14 - 255 - - - -
Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha
Lainnya
Administrasi Pemerintah, Pertahanan dan
15 296.401.489 - - - - -
Jaminan Sosial Wajib
16 Pendidikan - - - - - -
Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas
17 - 109.073 - - - -
Sosial
18 Kesenian, Hiburan dan Rekreasi - - - - - -
19 Aktivitas Jasa Lainnya - 12.949.405 - - - -
Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi
Kerja; Aktivitas yang Menghasilkan Barang
20 dan Jasa oleh Rumah Tangga yang - - - - - -
Digunakan untuk Memenuhi Kebutuhan
Sendiri
Aktivitas Badan Internasional dan Badan
21 - - - - - -
Ekstra Internasional Lainnya
22 Rumah Tangga - - - - - -
23 Bukan Lapangan Usaha Lainnya - - - - - -
24 Lainnya 5.151.908 444.568 - 1.907.674 - 1.206.053
Total 302.047.966 164.630.075 - 101.787.790 - 4.900.790
392 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 395
Laporan Tahunan
2025
Tagihan berupa Tagihan
Kredit untuk
Surat Berharga/ Kredit kepada
Kredit Pengadaan Kredit
Piutang Beragun Usaha Mikro, Tagihan Tagihan
Beragun Tanah, Pegawai
Subordinasi, Properti Usaha kepada yang Telah Aset Lainnya
Properti Pengolahan atau
Ekuitas, dan Rumah Kecil, dan Korporasi Jatuh Tempo
Komersial Tanah, dan Pensiunan
Instrumen Tinggal Portofolio
Konstruksi
Modal Lainnya Kecil
i j k l m n o p q
- 435.876 99.235 1.157.688 155 10.756.085 11.709.039 229.705 -
- 271.456 43.114 - 853 441.267 71.737 106.961 -
- 6.831.527 1.251.641 4.477.116 1.018 1.278.372 4.157.680 2.875.124 -
- 83.091.444 21.986.642 314.838 157.476 183.916.842 33.102.375 33.853.362 -
- 1.926.966 467.766 3.488 8.950 4.575.913 12.649.884 1.113.652 -
- 3.888.587 1.524.606 4.972 21.586 10.942.198 1.402.842 2.070.010 -
- 542.191 124.350 - 506 296.284 185.278 153.128 -
8.899.911 200.700 125.317 - 267 2.019.048 32.125.177 47.440 106.570
- 946.311 625.974 25.453 7.126 3.069.266 1.638.621 401.695 -
- 453.657 71.133 1.367 87 322.973 408.671 77.596 -
- 1.966.352 457.535 27.841 6.311 2.406.801 2.502.891 608.903 -
- 4.033 3.151 1.406 - 189.397 139.147 532 -
- 212.971 251.397 - 982 332.560 448.529 77.073 -
- 1.198.566 1.266.181 758 4.589 905.819 2.535.986 310.809 -
- 151.891 40.016 - 477 263.054 858.401 160.983 -
- 5.856.412 1.400.498 2.595.451 4.700.510 48.700.769 23.860.348 10.214.064 -
- 199.079 22.700 - 1.165 264.136 93.560 114.259 -
- - - - - 78 - - -
- 23.488.925 1.350.216 - 136.272.077 78.609.925 30.167.348 7.595.845 -
- 4.277 - - 3.044 236.148 5.617 3.208 -
30.933 40.526 13.293 11.650 27 130.797.773 70.113.724 1.282.391 138.986.312
8.930.844 162.301.706 40.001.557 9.872.296 141.280.561 730.323.947 308.090.563 78.668.140 139.092.882
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 393
Page 396
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Tagihan Tagihan kepada
Tagihan kepada Bank Tagihan Perusahaan
Tagihan
kepada Pembangunan Tagihan berupa Efek dan
No. Sektor Ekonomi kepada
Entitas Multilateral kepada Bank Covered Lembaga Jasa
Pemerintah
Sektor Publik dan Lembaga Bond Keuangan
Internasional Lainnya
a b c d e f g h
31 DESEMBER 2024
1 Pertanian, Kehutanan dan Perikanan - 6.938.020 - - - -
2 Pertambangan dan Penggalian - 5.520.474 - - - -
3 Industri Pengolahan - 8.602.007 - - - -
Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan
4 - 27.242.022 - - - -
Udara Dingin
Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah,
5 Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah, dan - - - - - -
Aktivitas Remediasi
6 Konstruksi - 15.012.225 - - - -
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi
7 - 19.436.659 - - - -
dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor
8 Pengangkutan dan Pergudangan - 7.908.364 - - - -
Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan
9 - 67.969 - - - -
Makan Minum
10 Informasi dan Komunikasi - 1.485.373 - - - -
11 Aktivitas Keuangan dan Asuransi 216.104 9.701.795 - 80.762.110 - 4.411.210
12 Real Estat - 60.135 - - - -
13 Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis - - - - - -
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna
Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan,
14 - - - - - -
Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha
Lainnya
Administrasi Pemerintah, Pertahanan dan
15 - - - - -
Jaminan Sosial Wajib 365.573.146
16 Pendidikan - - - - - -
Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas
17 - - - - - -
Sosial
18 Kesenian, Hiburan dan Rekreasi - - - - - -
19 Aktivitas Jasa Lainnya - 4.264.057 - - - -
Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi
Kerja; Aktivitas yang Menghasilkan Barang
20 dan Jasa oleh Rumah Tangga yang - - - - - -
Digunakan untuk Memenuhi Kebutuhan
Sendiri
Aktivitas Badan Internasional dan Badan
21 - - - - - -
Ekstra Internasional Lainnya
22 Rumah Tangga - - - - - -
23 Bukan Lapangan Usaha Lainnya - - - - - -
24 Lainnya 5.323.712 2.524.340 - 663.288 - 465.111
Total 371.112.962 108.763.441 - 81.425.398 - 4.876.321
394 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 397
Laporan Tahunan
2025
(dalam jutaan rupiah)
Tagihan berupa Tagihan
Kredit untuk
Surat Berharga/ Kredit kepada
Kredit Pengadaan
Piutang Beragun Kredit Usaha Mikro, Tagihan Tagihan yang
Beragun Tanah,
Subordinasi, Properti Pegawai atau Usaha kepada Telah Jatuh Aset Lainnya
Properti Pengolahan
Ekuitas, dan Rumah Pensiunan Kecil, dan Korporasi Tempo
Komersial Tanah, dan
Instrumen Tinggal Portofolio
Konstruksi
Modal Lainnya Kecil
i j k l m n o p q
- 15.518.855 3.296.276 131.800 75.410 149.591.847 24.402.433 10.160.762 -
- 1.070.985 371.901 6.251 2.096 18.034.641 13.076.303 243.212 -
- 9.585.766 4.675.332 1.548.850 20.573 66.901.890 25.671.951 5.105.662 -
- 445.013 109.662 993 1.009 7.850.733 7.259.153 227.020 -
- 311.209 101.102 - 1.402 428.486 56.555 84.669 -
- 5.924.401 1.242.356 4.238.023 1.074 1.391.207 6.991.554 3.775.847 316.337
- 81.354.193 23.747.166 85.620 185.505 204.368.896 25.397.105 32.651.858 -
- 1.971.855 434.411 840 10.882 5.187.430 9.014.293 1.167.949 -
- 3.400.487 1.443.773 373 21.828 12.283.668 1.499.019 2.104.091 -
- 587.352 146.323 873 374 286.576 688.289 66.665 -
8.234.670 143.129 127.478 353.823 170 1.446.795 12.796.753 41.716 231.282
- 898.656 588.753 48.526 10.439 2.181.910 375.715 411.512 -
- 331.563 66.294 993 241 477.361 144.818 77.680 -
- 1.701.564 435.816 21.166 6.948 2.615.453 1.744.059 568.198 -
- 644 3.528 2.006 98 348.734 201.713 404 -
- 198.983 186.034 - 791 363.118 254.050 66.426 -
- 924.113 667.328 4.608 5.647 1.060.726 1.358.661 203.382 -
- 183.341 41.332 - 772 342.842 622.092 262.220 -
- 5.492.863 1.465.184 830.666 4.533.912 46.065.307 30.370.346 9.650.425 -
- 217.387 43.235 - 941 304.782 77.791 115.682 -
- - - - - 166 - - -
- 9.767.666 496.857 - 133.517.376 75.472.409 30.044.534 6.799.090 3.570
- 136.104 2.300 - 1.668 959.052 7.542 76.332 -
23.308 506.496 186.260 331.234 485.447 93.500.776 53.411.290 1.544.053 121.904.321
8.257.979 140.672.625 39.878.701 7.606.645 138.884.603 691.464.805 245.466.023 75.404.855 122.455.510
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 395
Page 398
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Sisa Jangka Waktu Kontrak
BRI secara Individu
31 Desember 2025
Tagihan bersih berdasarkan sisa jangka waktu kontrak
No. Kategori Portofolio
> 1 tahun s.d. 3 > 3 tahun s.d. Non
< 1 tahun > 5 tahun
tahun 5 tahun Kontraktual
a b c d e f g
1 Tagihan kepada Pemerintah 81.096.780 47.511.977 41.454.273 80.001.063 46.337.396
Tagihan kepada Entitas Sektor
2 29.319.616 6.391.752 6.846.704 50.575.637 71.359.250
Publik
Tagihan kepada Pembangunan
3 Multilateral dan Lembaga - - - - -
Internasional
4 Tagihan kepada Bank 92.869.332 1.855.953 692.972 204.457 -
5 Tagihan berupa Covered Bond - - - - -
Tagihan kepada Perusahaan
6 Efek dan Lembaga Jasa 1.271.010 2.250.021 607.527 (1) -
Keuangan Lainnya
Tagihan berupa Surat
Berharga/Piutang Subordinasi,
7 - - - - 7.606.390
Ekuitas, dan Instrumen Modal
Lainnya
Kredit Beragun Properti Rumah
8 86.631.419 26.242.624 23.674.379 25.183.760 346.015
Tinggal
Kredit Beragun Properti
9 22.107.786 5.232.635 6.714.303 5.785.844 106.444
Komersial
Kredit untuk Pengadaan
10 Tanah, Pengolahan Tanah, dan 5.281.695 1.220.121 1.044.325 138.505 1.887.678
Konstruksi
11 Kredit Pegawai atau Pensiunan 1.316.679 9.902.393 16.673.833 113.380.782 5.760
Tagihan kepada Usaha Mikro,
12 Usaha Kecil, dan Portofolio 84.603.297 231.019.977 95.501.541 66.371.262 74.730.093
Kecil
13 Tagihan kepada Korporasi 136.411.809 30.553.042 31.782.058 64.167.077 38.418.628
Tagihan yang Telah Jatuh
14 16.925.262 24.665.557 15.276.487 8.980.448 10.834.353
Tempo
15 Aset Lainnya - - - - 104.924.987
TOTAL 557.834.686 386.846.052 240.268.402 414.788.835 356.556.992
396 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 399
Laporan Tahunan
2025
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2024
Tagihan bersih berdasarkan sisa jangka waktu kontrak
> 1 tahun s.d. 3 > 3 tahun s.d. Non
Total < 1 tahun > 5 tahun Total
tahun 5 tahun Kontraktual
h i j k l m n
296.401.489 66.776 - 6.097.117 - 359.409.253 365.573.146
164.492.960 29.135.375 6.784.737 9.008.615 4.367.554 59.353.249 108.649.531
- - - - - - -
95.622.715 27.578.874 697.217 223.054 7.254 46.952.134 75.458.533
- - - - - - -
4.128.557 1.149.017 2.579.443 681.934 815 - 4.411.209
7.606.390 - - - - 6.546.863 6.546.863
162.078.197 79.398.379 27.313.932 22.068.598 11.511.535 104.630 140.397.074
39.947.012 23.858.983 5.432.243 6.248.149 4.251.618 9.149 39.800.141
9.572.324 4.687.403 849.472 140.609 29.092 1.578.867 7.285.443
141.279.447 1.359.166 9.788.474 16.565.622 111.163.495 6.132 138.882.889
552.226.170 94.012.329 219.807.647 117.803.610 58.180.257 63.149.566 552.953.409
301.332.613 81.911.612 33.049.610 24.071.033 55.335.088 45.614.894 239.982.238
76.682.106 17.001.715 23.198.499 15.061.374 9.203.921 9.083.247 73.548.756
104.924.987 - - - - 96.167.651 96.167.651
1.956.294.967 360.159.630 329.501.275 217.969.715 254.050.629 687.975.636 1.849.656.885
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 397
Page 400
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
BRI secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
31 Desember 2025
Tagihan bersih berdasarkan sisa jangka waktu kontrak
No. Kategori Portofolio
> 1 tahun s.d. 3 > 3 tahun s.d. Non
< 1 tahun > 5 tahun
tahun 5 tahun Kontraktual
a b c d e f g
1 Tagihan kepada Pemerintah 86.743.257 47.511.977 41.454.273 80.001.063 46.337.396
Tagihan kepada Entitas Sektor
2 29.456.732 6.391.752 6.846.704 50.575.637 71.359.250
Publik
Tagihan kepada Pembangunan
3 Multilateral dan Lembaga - - - - -
Internasional
4 Tagihan kepada Bank 98.341.316 1.855.953 692.972 328.878 568.671
5 Tagihan berupa Covered Bond - - - - -
Tagihan kepada Perusahaan
6 Efek dan Lembaga Jasa 1.271.010 2.250.021 607.527 (1) 772.233
Keuangan Lainnya
Tagihan berupa Surat
Berharga/Piutang Subordinasi,
7 78 - 1.293.521 - 7.637.246
Ekuitas, dan Instrumen Modal
Lainnya
Kredit Beragun Properti Rumah
8 86.717.540 26.243.790 23.683.504 25.310.856 346.015
Tinggal
Kredit Beragun Properti
9 22.145.965 5.235.684 6.718.895 5.794.569 106.444
Komersial
Kredit untuk Pengadaan
10 Tanah, Pengolahan Tanah, dan 5.312.523 1.228.636 1.044.325 399.134 1.887.678
Konstruksi
11 Kredit Pegawai atau Pensiunan 1.316.679 9.902.393 16.673.833 113.381.895 5.760
Tagihan kepada Usaha Mikro,
12 Usaha Kecil, dan Portofolio 109.477.494 253.728.204 98.201.401 66.961.373 201.955.477
Kecil
13 Tagihan kepada Korporasi 137.669.578 31.254.959 32.128.569 65.474.525 41.562.934
Tagihan yang Telah Jatuh
14 16.974.886 24.761.389 15.337.914 9.494.175 12.099.776
Tempo
15 Aset Lainnya 266.057 128.173 1.556.883 13.279 137.128.491
TOTAL 595.693.113 410.492.931 246.240.321 417.735.383 521.767.370
398 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 401
Laporan Tahunan
2025
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2024
Tagihan bersih berdasarkan sisa jangka waktu kontrak
> 1 tahun s.d. > 3 tahun s.d. Non
Total < 1 tahun > 5 tahun Total
3 tahun 5 tahun Kontraktual
h i j k l m n
302.047.966 2.498.622 878.873 6.640.094 1.686.120 359.409.253 371.112.962
164.630.075 29.139.660 6.894.361 9.008.615 4.367.555 59.353.249 108.763.440
- - - - - - -
101.787.790 33.518.211 724.746 223.054 7.254 46.952.134 81.425.400
- - - - - - -
4.900.790 1.149.017 2.579.443 681.934 815 465.111 4.876.320
8.930.844 23.308 - - 1.687.807 6.546.863 8.257.978
162.301.704 79.460.369 27.385.412 22.087.580 11.634.634 104.630 140.672.625
40.001.557 23.906.632 5.456.716 6.254.279 4.251.925 9.149 39.878.701
9.872.296 4.698.269 866.864 140.609 322.037 1.578.867 7.606.646
141.280.561 1.359.240 9.788.946 16.566.562 111.163.721 6.132 138.884.602
730.323.948 202.616.367 243.889.099 123.191.204 58.618.569 63.149.566 691.464.806
308.090.565 84.690.150 34.525.094 24.643.712 55.992.171 45.614.894 245.466.023
78.668.140 17.768.960 23.391.494 15.233.058 9.928.096 9.083.247 75.404.855
139.092.882 18.179.328 656.604 1.109.284 66.504 102.443.791 122.455.510
2.191.929.117 499.008.135 357.037.653 225.779.985 259.727.208 694.716.887 2.036.269.869
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 399
Page 402
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Wilayah
BRI secara Individu
31 Desember 2025
Wilayah
No. Keterangan
Kalimantan & Bali & Nusa
Jakarta Indonesia Timur
Sulawesi Tenggara
a b c d e f
1 Tagihan 1.030.829.807 205.934.017 70.489.915 45.304.436
2 Tagihan yang Mengalami Penurunan Nilai 37.461.154 17.069.832 5.610.813 2.969.758
a. Belum Jatuh Tempo - - - -
b. Telah Jatuh Tempo 37.461.154 17.069.832 5.610.813 2.969.758
3 CKPN - Stage 1 3.139.454 2.905.888 1.089.450 438.504
4 CKPN - Stage 2 13.890.027 1.980.040 553.946 315.000
5 CKPN - Stage 3 9.371.165 3.675.022 1.561.843 587.825
6 Tagihan yang Dihapus Buku 8.825.803 5.166.908 2.340.287 628.977
31 Desember 2024
Wilayah
No. Keterangan
Kalimantan & Bali & Nusa
Jakarta Indonesia Timur
Sulawesi Tenggara
a b c d e f
1 Tagihan 999.060.235 181.166.139 65.564.555 35.457.654
2 Tagihan yang Mengalami Penurunan Nilai 39.050.469 15.410.294 5.995.492 2.588.768
a. Belum Jatuh Tempo - - - -
b. Telah Jatuh Tempo 39.050.469 15.410.294 5.995.492 2.588.768
3 CKPN - Stage 1 2.648.527 2.795.515 1.022.382 440.738
4 CKPN - Stage 2 15.947.120 2.225.973 754.672 340.248
5 CKPN - Stage 3 8.511.451 2.873.759 1.151.673 492.056
6 Tagihan yang Dihapus Buku 5.915.293 6.154.401 1.676.679 1.080.517
400 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 403
Laporan Tahunan
2025
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2025
Wilayah
Jawa Tengah dan
Jawa Barat Jawa Timur Sumatera Lainnya Total
DIY
g h i j k l
151.553.404 155.622.133 166.194.690 211.257.663 66.633.154 2.103.819.218
21.491.311 16.907.839 15.728.742 15.793.929 503.004 133.536.381
- - - - - -
21.491.311 16.907.839 15.728.742 15.793.929 503.004 133.536.381
2.150.818 2.416.804 2.401.341 3.777.151 408.270 18.727.681
2.261.781 1.916.594 1.668.498 2.017.184 233.502 24.836.573
5.029.931 3.580.496 4.126.693 3.479.037 6.788 31.418.800
4.918.808 6.077.843 6.273.926 6.562.036 - 40.794.588
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2024
Wilayah
Jawa Tengah dan
Jawa Barat Jawa Timur Sumatera Lainnya Total
DIY
g h i j k l
141.559.795 131.629.323 143.015.339 193.423.341 97.636.312 1.988.512.693
20.600.525 14.982.542 13.543.982 14.190.382 3.477.347 129.839.801
- - - - - -
20.600.525 14.982.542 13.543.982 14.190.382 3.477.347 129.839.801
2.096.335 2.323.568 2.425.595 3.461.409 1.366.653 18.580.722
3.197.633 2.093.972 1.793.359 2.254.778 457.313 29.065.067
3.804.707 2.887.405 3.156.825 2.818.191 746.002 26.442.069
7.833.666 4.667.481 6.210.537 6.719.142 1.689.142 41.946.858
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 401
Page 404
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
BRI secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
31 Desember 2025
Wilayah
No. Keterangan
Kalimantan & Bali & Nusa
Jakarta Indonesia Timur
Sulawesi Tenggara
a b c d e f
1 Tagihan 1.084.527.745 255.817.493 89.473.525 45.822.655
2 Tagihan yang Mengalami Penurunan Nilai 41.952.176 20.554.152 6.879.916 2.985.227
a. Belum Jatuh Tempo 2.883.732 2.974.783 1.089.076 -
b. Telah Jatuh Tempo 39.068.444 17.579.369 5.790.839 2.985.227
3 CKPN - Stage 1 3.232.364 2.981.169 1.111.084 440.754
4 CKPN - Stage 2 14.428.543 2.166.556 595.475 327.199
5 CKPN - Stage 3 10.369.838 3.886.672 1.625.787 592.800
6 Tagihan yang Dihapus Buku 9.151.600 5.364.131 2.429.575 651.616
31 Desember 2024
Wilayah
No. Keterangan
Kalimantan & Bali & Nusa
Jakarta Indonesia Timur
Sulawesi Tenggara
a b c d e f
1 Tagihan 1.041.845.833 219.189.292 77.031.003 36.032.543
2 Tagihan yang Mengalami Penurunan Nilai 43.273.309 18.748.191 6.882.092 2.619.025
a. Belum Jatuh Tempo 3.420.366 2.781.240 722.585 1.087
b. Telah Jatuh Tempo 39.852.942 15.966.951 6.159.507 2.617.938
3 CKPN - Stage 1 2.763.091 2.881.845 1.070.068 451.844
4 CKPN - Stage 2 16.973.255 2.298.415 788.494 347.908
5 CKPN - Stage 3 8.709.070 3.122.712 1.279.737 505.352
6 Tagihan yang Dihapus Buku 6.189.186 6.283.519 1.722.948 1.100.430
402 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 405
Laporan Tahunan
2025
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2025
Wilayah
Jawa Tengah dan
Jawa Barat Jawa Timur Sumatera Lainnya Total
DIY
g h i j k l
172.883.281 177.656.715 193.516.472 254.406.128 71.000.815 2.345.104.829
22.439.781 18.141.388 17.217.357 18.238.674 648.929 149.057.600
789.790 1.003.690 1.225.221 1.988.730 108.569 12.063.592
21.649.991 17.137.698 15.992.136 16.249.944 540.360 136.994.008
2.246.810 2.501.840 2.515.384 3.922.380 620.962 19.572.748
2.534.354 2.106.148 1.870.665 2.479.564 464.386 26.972.890
5.571.012 3.839.038 4.491.266 4.223.532 264.596 34.864.542
5.140.902 6.310.738 6.524.147 6.832.371 11.706 42.416.786
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2024
Wilayah
Jawa Tengah dan
Jawa Barat Jawa Timur Sumatera Lainnya Total
DIY
g h i j k l
161.689.544 149.246.348 165.779.393 229.440.691 100.744.610 2.180.999.258
21.697.715 16.195.885 14.984.875 16.461.182 3.545.880 144.408.152
758.946 908.901 1.134.646 1.830.732 27.446 11.585.950
20.938.769 15.286.984 13.850.229 14.630.449 3.518.433 132.822.202
2.209.319 2.414.709 2.538.444 3.611.446 4.756.873 22.697.638
3.461.643 2.212.590 1.912.109 2.563.562 613.116 31.171.091
4.838.608 3.260.897 3.711.132 3.560.169 1.147.809 30.135.487
8.037.199 4.761.730 6.422.155 6.980.137 1.864.697 43.362.000
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 403
Page 406
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Sektor Ekonomi
BRI secara Individu
(dalam jutaan rupiah)
Tagihan yang Mengalami
Tagihan
Penurunan Nilai
CKPN CKPN CKPN yang
No. Sektor Ekonomi Tagihan
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Dihapus
Belum Jatuh Telah Jatuh Buku
Tempo Tempo
a b c d e f g h i
31 DESEMBER 2025
1 Pertanian, Kehutanan dan 234.932.975 - 19.480.672 4.458.042 2.151.933 5.983.827 7.294.941
Perikanan
2 Pertambangan dan 48.393.005 - 2.924.389 269.895 721.321 1.696.815 143.821
Penggalian
3 Industri Pengolahan 147.642.097 - 10.353.299 1.506.383 3.132.035 1.741.016 5.777.706
4 Pengadaan Listrik, Gas, 61.675.045 - 490.474 387.661 133.562 17.961 52.906
Uap/Air Panas dan Udara
Dingin
5 Pengelolaan Air, 999.217 - 153.399 18.520 20.030 25.742 -
Pengelolaan Air Limbah,
Pengelolaan dan Daur
Ulang Sampah, dan
Aktivitas Remediasi
6 Konstruksi 84.609.181 - 3.855.187 224.427 1.202.007 836.130 571.716
7 Perdagangan Besar dan 379.851.963 - 51.830.592 6.408.790 6.127.784 11.625.603 19.328.121
Eceran; Reparasi dan
Perawatan Mobil dan
Sepeda Motor
8 Pengangkutan dan 32.307.874 - 1.772.015 366.826 203.892 438.787 623.061
Pergudangan
9 Penyediaan Akomodasi 21.098.439 - 3.165.265 447.886 464.667 619.891 1.174.815
dan Penyediaan Makan
Minum
10 Informasi dan Komunikasi 1.682.781 - 281.302 20.749 21.691 104.818 -
11 Aktivitas Keuangan dan 155.741.147 - 88.950 91.588 8.980 18.790 35.953
Asuransi
12 Real Estat 6.915.959 - 585.286 128.818 79.549 101.825 421.466
13 Aktivitas Profesional, 1.019.324 - 110.945 11.548 14.611 18.715 -
Ilmiah dan Teknis
14 Aktivitas Penyewaan 8.582.181 - 965.880 124.804 100.502 253.402 -
dan Sewa Guna Usaha
Tanpa Hak Opsi,
Ketenagakerjaan, Agen
Perjalanan dan Penunjang
Usaha Lainnya
15 Administrasi Pemerintah, 296.554.169 - 790 71.882 214 - 98
Pertahanan dan Jaminan
Sosial Wajib
16 Pendidikan 1.300.958 - 104.914 22.639 11.538 15.536 18.911
17 Aktivitas Kesehatan 6.729.779 - 403.717 89.543 53.666 59.589 84.669
Manusia dan Aktivitas
Sosial
404 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 407
Laporan Tahunan
2025
Tagihan yang Mengalami
Tagihan
Penurunan Nilai
CKPN CKPN CKPN yang
No. Sektor Ekonomi Tagihan
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Dihapus
Belum Jatuh Telah Jatuh Buku
Tempo Tempo
a b c d e f g h i
18 Kesenian, Hiburan dan 2.324.311 - 1.014.509 10.631 14.683 847.797 2.274.797
Rekreasi
19 Aktivitas Jasa Lainnya 134.569.508 - 21.899.610 1.402.647 8.509.704 3.331.818 -
20 Aktivitas Rumah Tangga 743.656 - 152.029 10.702 18.429 20.412 45.284
sebagai Pemberi
Kerja; Aktivitas yang
Menghasilkan Barang dan
Jasa oleh Rumah Tangga
yang Digunakan untuk
Memenuhi Kebutuhan
Sendiri
21 Aktivitas Badan 78 - - 2 - - -
Internasional dan Badan
Ekstra Internasional
Lainnya
22 Rumah Tangga 291.345.377 - 12.423.269 2.135.322 1.140.769 3.657.169 -
23 Bukan Lapangan Usaha 3.151 - - 18 - - 2.377.750
Lainnya
24 Lainnya 184.797.045 - 1.479.889 518.358 705.004 3.157 568.575
Total 2.103.819.218 - 133.536.381 18.727.681 24.836.573 31.418.800 40.794.588
(dalam jutaan rupiah)
Tagihan yang Mengalami
Tagihan
Penurunan Nilai
CKPN CKPN CKPN yang
No. Sektor Ekonomi Tagihan
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Dihapus
Belum Jatuh Telah Jatuh Buku
Tempo Tempo
a b c d e f g h i
31 DESEMBER 2024
1 Pertanian, Kehutanan dan 207.779.817 - 17.945.196 3.875.379 3.048.872 4.475.870 6.054.294
Perikanan
2 Pertambangan dan 46.025.862 - 2.631.091 315.323 702.414 1.656.021 105.832
Penggalian
3 Industri Pengolahan 140.234.498 - 14.076.815 1.530.057 3.948.782 4.966.379 2.986.485
4 Pengadaan Listrik, Gas, 48.597.028 - 281.591 267.347 40.101 14.049 19.798
Uap/Air Panas dan Udara
Dingin
5 Pengelolaan Air, 1.033.852 - 124.090 21.679 18.731 19.163 31.010
Pengelolaan Air Limbah,
Pengelolaan dan Daur
Ulang Sampah, dan
Aktivitas Remediasi
6 Konstruksi 45.337.599 - 6.430.598 455.741 2.257.712 526.529 543.898
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 405
Page 408
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Tagihan yang Mengalami
Tagihan
Penurunan Nilai
CKPN CKPN CKPN yang
No. Sektor Ekonomi Tagihan
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Dihapus
Belum Jatuh Telah Jatuh Buku
Tempo Tempo
a b c d e f g h i
7 Perdagangan Besar dan 380.425.787 - 50.033.159 6.838.042 7.330.396 9.613.215 19.213.955
Eceran; Reparasi dan
Perawatan Mobil dan
Sepeda Motor
8 Pengangkutan dan 25.927.500 - 1.871.642 300.036 396.859 291.988 459.535
Pergudangan
9 Penyediaan Akomodasi 22.305.625 - 3.432.627 518.669 791.707 525.482 1.161.622
dan Penyediaan Makan
Minum
10 Informasi dan Komunikasi 3.335.700 - 96.159 29.354 11.247 16.735 79.226
11 Aktivitas Keuangan dan 113.102.360 - 51.633 77.488 6.430 10.849 17.646
Asuransi
12 Real Estat 4.706.230 - 600.238 96.353 102.866 84.803 144.071
13 Aktivitas Profesional, 751.311 - 111.045 10.529 13.317 19.709 27.316
Ilmiah dan Teknis
14 Aktivitas Penyewaan 7.370.697 - 766.281 121.773 113.805 102.552 214.701
dan Sewa Guna Usaha
Tanpa Hak Opsi,
Ketenagakerjaan, Agen
Perjalanan dan Penunjang
Usaha Lainnya
15 Administrasi Pemerintah, 365.794.642 - 885 39.312 58 - -
Pertahanan dan Jaminan
Sosial Wajib
16 Pendidikan 980.023 - 91.433 21.398 13.874 11.579 16.163
17 Aktivitas Kesehatan 3.915.979 - 298.424 70.430 43.398 52.319 67.538
Manusia dan Aktivitas
Sosial
18 Kesenian, Hiburan dan 2.595.575 - 1.191.360 20.925 902.580 29.316 40.884
Rekreasi
19 Aktivitas Jasa Lainnya 114.733.774 - 19.007.170 1.284.868 8.234.935 1.275.235 2.652.905
20 Aktivitas Rumah Tangga 840.855 - 167.223 13.038 24.622 26.278 46.870
sebagai Pemberi
Kerja; Aktivitas yang
Menghasilkan Barang dan
Jasa oleh Rumah Tangga
yang Digunakan untuk
Memenuhi Kebutuhan
Sendiri
21 Aktivitas Badan 166 - - 3 - - 1
Internasional dan Badan
Ekstra Internasional
Lainnya
22 Rumah Tangga 271.557.801 - 10.581.534 1.804.885 1.054.595 2.717.920 1.482.390
23 Bukan Lapangan Usaha 2.404 - 58 11 - 35 15
Lainnya
24 Lainnya 181.157.607 - 49.552 868.078 7.766 6.043 6.580.704
Total 1.988.512.692 - 129.839.804 18.580.719 29.065.068 26.442.069 41.946.858
406 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 409
Laporan Tahunan
2025
BRI secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
(dalam jutaan rupiah)
Tagihan yang Mengalami
Tagihan
Penurunan Nilai
CKPN CKPN CKPN yang
No. Sektor Ekonomi Tagihan
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Dihapus
Belum Jatuh Telah Jatuh Buku
Tempo Tempo
a b c d e f g h i
31 DESEMBER 2025
1 Pertanian, Kehutanan dan 253.207.430 440.534 20.369.344 4.604.557 2.570.347 7.117.464 7.379.438
Perikanan
2 Pertambangan dan 48.874.986 1.548 2.951.349 322.841 737.031 1.700.794 135.164
Penggalian
3 Industri Pengolahan 151.215.683 38.618 10.459.855 1.526.733 3.219.702 1.804.736 5.488.250
4 Pengadaan Listrik, Gas, 62.154.918 - 499.338 387.952 136.511 23.604 50.279
Uap/Air Panas dan Udara
Dingin
5 Pengelolaan Air, 1.007.490 - 155.012 18.521 20.448 26.033 -
Pengelolaan Air Limbah,
Pengelolaan dan Daur
Ulang Sampah, dan
Aktivitas Remediasi
6 Konstruksi 86.839.765 471.407 4.002.339 230.244 1.434.554 949.616 543.759
7 Perdagangan Besar dan 416.088.739 79.885 52.334.835 6.776.938 7.014.625 13.395.508 21.210.535
Eceran; Reparasi dan
Perawatan Mobil dan
Sepeda Motor
8 Pengangkutan dan 33.021.714 35.127 1.811.648 368.521 212.235 466.562 610.129
Pergudangan
9 Penyediaan Akomodasi 21.392.031 6.464 3.193.965 450.315 475.834 625.964 1.101.194
dan Penyediaan Makan
Minum
10 Informasi dan Komunikasi 1.744.155 592 283.397 21.774 22.568 105.259 529
11 Aktivitas Keuangan dan 161.085.317 11.073 108.597 95.919 17.404 47.861 42.781
Asuransi
12 Real Estat 7.074.957 12.141 593.001 129.621 82.050 105.355 395.475
13 Aktivitas Profesional, 1.441.195 8.454 117.611 13.375 16.094 23.052 869
Ilmiah dan Teknis
14 Aktivitas Penyewaan 9.114.860 12.459 976.200 131.455 105.588 263.359 24.057
dan Sewa Guna Usaha
Tanpa Hak Opsi,
Ketenagakerjaan, Agen
Perjalanan dan Penunjang
Usaha Lainnya
15 Administrasi Pemerintah, 296.747.041 7.403 3.333 73.017 1.627 2.483 18.419
Pertahanan dan Jaminan
Sosial Wajib
16 Pendidikan 1.370.186 830 106.334 23.005 11.908 16.260 18.134
17 Aktivitas Kesehatan 6.903.613 2.636 411.486 90.107 55.666 63.427 79.556
Manusia dan Aktivitas
Sosial
18 Kesenian, Hiburan dan 2.359.021 - 1.023.011 11.081 16.137 850.047 2.134.600
Rekreasi
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 407
Page 410
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Tagihan yang Mengalami
Tagihan
Penurunan Nilai
CKPN CKPN CKPN yang
No. Sektor Ekonomi Tagihan
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Dihapus
Belum Jatuh Telah Jatuh Buku
Tempo Tempo
a b c d e f g h i
19 Aktivitas Jasa Lainnya 137.310.085 8.177 22.080.595 1.430.460 8.715.050 3.377.680 50.524
20 Aktivitas Rumah Tangga 754.000 1.899 153.341 10.835 18.960 20.524 42.540
sebagai Pemberi
Kerja; Aktivitas yang
Menghasilkan Barang dan
Jasa oleh Rumah Tangga
yang Digunakan untuk
Memenuhi Kebutuhan
Sendiri
21 Aktivitas Badan 79 - - 2 - - -
Internasional dan Badan
Ekstra Internasional
Lainnya
22 Rumah Tangga 294.726.711 58.588 12.584.159 2.149.255 1.173.919 3.711.315 127.850
23 Bukan Lapangan Usaha 265.138 8.083 9.495 2.992 1.438 7.456 2.225.702
Lainnya
24 Lainnya 350.405.716 10.857.674 2.765.762 703.228 913.193 160.182 737.004
Total 2.345.104.829 12.063.592 136.994.008 19.572.748 26.972.890 34.864.542 42.416.786
(dalam jutaan rupiah)
Tagihan yang Mengalami
Tagihan
Penurunan Nilai
CKPN CKPN CKPN yang
No. Sektor Ekonomi Tagihan
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Dihapus
Belum Jatuh Telah Jatuh Buku
Tempo Tempo
a b c d e f g h i
31 DESEMBER 2024
1 Pertanian, Kehutanan dan 224.206.139 1.186.541 18.164.849 4.007.335 3.896.656 5.011.196 6.280.703
Perikanan
2 Pertambangan dan 46.456.825 2.437 2.664.961 365.067 711.965 1.660.660 107.931
Penggalian
3 Industri Pengolahan 143.872.982 50.966 14.278.670 1.561.915 4.033.099 5.031.161 3.099.844
4 Pengadaan Listrik, Gas, 49.099.982 - 284.686 271.504 42.459 20.595 20.191
Uap/Air Panas dan Udara
Dingin
5 Pengelolaan Air, 1.041.383 587 125.572 21.901 19.175 19.215 31.686
Pengelolaan Air Limbah,
Pengelolaan dan Daur
Ulang Sampah, dan
Aktivitas Remediasi
6 Konstruksi 47.384.883 507.879 6.605.216 468.433 2.498.765 563.910 568.291
7 Perdagangan Besar dan 419.460.033 129.458 50.667.978 7.207.325 7.984.910 12.211.601 19.728.262
Eceran; Reparasi dan
Perawatan Mobil dan
Sepeda Motor
408 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 411
Laporan Tahunan
2025
Tagihan yang Mengalami
Tagihan
Penurunan Nilai
CKPN CKPN CKPN yang
No. Sektor Ekonomi Tagihan
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Dihapus
Belum Jatuh Telah Jatuh Buku
Tempo Tempo
a b c d e f g h i
8 Pengangkutan dan 26.689.590 29.412 1.907.695 306.265 405.005 311.856 479.186
Pergudangan
9 Penyediaan Akomodasi 22.653.600 14.137 3.473.144 526.148 803.547 535.953 1.186.108
dan Penyediaan Makan
Minum
10 Informasi dan Komunikasi 3.406.795 1.933 97.521 30.405 11.635 17.796 80.798
11 Aktivitas Keuangan dan 115.250.511 14.247 56.097 79.816 7.971 14.385 25.224
Asuransi
12 Real Estat 4.873.927 8.005 608.171 98.275 104.788 87.027 148.681
13 Aktivitas Profesional, 1.182.937 11.646 114.268 11.618 14.413 22.529 30.570
Ilmiah dan Teknis
14 Aktivitas Penyewaan 8.077.417 29.547 785.948 132.230 119.955 143.190 243.410
dan Sewa Guna Usaha
Tanpa Hak Opsi,
Ketenagakerjaan, Agen
Perjalanan dan Penunjang
Usaha Lainnya
15 Administrasi Pemerintah, 369.068.495 9.977 4.662 40.980 1.106 5.094 3.598
Pertahanan dan Jaminan
Sosial Wajib
16 Pendidikan 1.092.042 568 92.882 21.962 14.263 12.227 16.549
17 Aktivitas Kesehatan 4.164.678 7.041 308.417 72.004 44.690 58.916 68.885
Manusia dan Aktivitas
Sosial
18 Kesenian, Hiburan dan 2.631.287 3.756 1.204.441 21.589 915.663 34.042 41.695
Rekreasi
19 Aktivitas Jasa Lainnya 116.682.468 11.899 19.156.507 1.314.254 8.303.937 1.329.286 2.705.538
20 Aktivitas Rumah Tangga 851.147 1.556 169.209 13.450 25.034 26.493 47.800
sebagai Pemberi
Kerja; Aktivitas yang
Menghasilkan Barang dan
Jasa oleh Rumah Tangga
yang Digunakan untuk
Memenuhi Kebutuhan
Sendiri
21 Aktivitas Badan 168 - - 3 - - 1
Internasional dan Badan
Ekstra Internasional
Lainnya
22 Rumah Tangga 273.672.971 91.472 10.743.489 1.832.947 1.078.480 2.757.680 1.553.728
23 Bukan Lapangan Usaha 1.198.700 7.576 6.762 2.077 932 5.098 35.253
Lainnya
24 Lainnya 297.980.297 9.465.308 1.301.061 4.290.133 132.643 255.578 6.858.068
Total 2.180.999.258 11.585.950 132.822.205 22.697.635 31.171.092 30.135.487 43.362.000
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 409
Page 412
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Pengungkapan Tagihan Berdasarkan Hari Tunggakan
BRI secara Individu
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Tagihan Berdasarkan Hari Tunggakan Tagihan Berdasarkan Hari Tunggakan
No. Jenis Eksposur
> 90 hari > 120 hari > 90 hari > 120 hari
s.d. 120 s.d. 180 > 180 hari Total s.d. 120 s.d. 180 > 180 hari Total
hari hari hari hari
a b c d e f g h i j
Kredit yang termasuk
1 dalam Tagihan yang Telah 4.955.220 8.544.189 116.663.063 130.162.472 4.233.911 7.145.451 114.107.914 125.487.276
Jatuh Tempo
Surat Berharga yang
2 termasuk dalam Tagihan - - - - - - - -
yang Telah Jatuh Tempo
TOTAL 4.955.220 8.544.189 116.663.063 130.162.472 4.233.911 7.145.451 114.107.914 125.487.276
BRI secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Tagihan Berdasarkan Hari Tunggakan Tagihan Berdasarkan Hari Tunggakan
No. Jenis Eksposur
> 90 hari > 120 hari > 90 hari > 120 hari
s.d. 120 s.d. 180 > 180 hari Total s.d. 120 s.d. 180 > 180 hari Total
hari hari hari hari
a b c d e f g h i j
Kredit yang termasuk
1 dalam Tagihan yang Telah 5.237.556 8.925.465 119.455.848 133.618.869 4.499.633 7.499.040 116.470.660 128.469.333
Jatuh Tempo
Surat Berharga yang
2 termasuk dalam Tagihan - - - - - - - -
yang Telah Jatuh Tempo
TOTAL 5.237.556 8.925.465 119.455.848 133.618.869 4.499.633 7.499.040 116.470.660 128.469.333
Pengungkapan Tambahan Terkait Perlakuan Terhadap Aset Bermasalah (CRB-A)
KUALITATIF
Kualitas Aset:
a) Aset bermasalah atau non-performing adalah aset yang memiliki kualitas kurang lancar, diragukan, atau macet sebagaimana
dimaksud dalam ketentuan peraturan perundang-undangan dan ketentuan OJK mengenai penilaian kualitas aset bank
umum. Untuk kredit dengan eksposur diatas nilai tertentu, penilaian kolektibilitas dilakukan secara individu berdasarkan 3
(tiga) pilar yaitu ketepatan dalam membayar, prospek usaha debitur, dan kondisi keuangan debitur.
b) Kredit dan Surat Berharga yang telah jatuh tempo merupakan tagihan yang telah jatuh tempo lebih dari 90 (sembilan puluh)
hari, baik atas pembayaran pokok dan atau pembayaran bunga atau debitur yang wanprestasi. Tagihan tersebut termasuk
aset yang mengalami penurunan nilai dan telah dibentuk cadangan penurunan nilai (CKPN).
c) Aset Performing merupakan aset yang memiliki kualitas lancar dan dalam perhatian khusus sebagaimana dimaksud dalam
ketentuan peraturan perundang-undangan dan ketentuan OJK mengenai penilaian kualitas aset bank umum.
d) Aset Restrukturisasi adalah aset dalam upaya perbaikan terhadap debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi
kewajibannya. Aset dapat direstrukturisasi apabila debitur masih memiliki prospek usaha yang baik dan dinilai mampu
memenuhi kewajiban setelah dilakukan restrukturisasi. Suatu aset restrukturisasi dapat keluar dari kategori tersebut,
apabila dalam jangka waktu restrukturisasi, kondisi usaha debitur telah kembali normal sehingga debitur dapat memenuhi
kewajibannya sesuai kondisi normal.
410 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 413
Laporan Tahunan
2025
1) Segmentasi kredit:
Pengkategorian segmen kredit berdasarkan jenis kredit dan besaran fasilitas kreditnya.
KUANTITATIF
Pengungkapan Aset Performing dan Non Performing
BRI secara Individu
(dalam jutaan rupiah)
Non Performing
(Kualitas KL, D, M)
Performing
Tagihan yang Tidak Mengalami Penurunan Nilai
(Kualitas L dan DPK)
Tagihan yang Mengalami
No. Uraian Penurunan Nilai Memiliki Tunggakan > Memiliki Tunggakan <
90 Hari 90 Hari
Nilai Nilai Nilai Nilai
Tercatat CKPN Tercatat CKPN Tercatat CKPN Tercatat CKPN
Bruto Bruto Bruto Bruto
a b c d e f g h
1 Surat Berharga 320.880.955 89.420 - - - - - -
2 Kredit 1.298.527.440 41.657.261 44.146.271 31.246.461 - - - -
a. Korporasi 404.539.729 15.206.175 8.616.022 8.149.877 - - - -
b. Ritel 441.722.376 10.237.722 17.023.893 11.110.423 - - - -
c. Mikro 452.265.335 16.213.364 18.506.356 11.986.160 - - - -
Transaksi
3 Rekening 211.361.870 663.045 3.373.909 1.282.207 - - - -
Administratif
BRI secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
(dalam jutaan rupiah)
Non Performing
(Kualitas KL, D, M)
Performing
Tagihan yang Tidak Mengalami Penurunan Nilai
(Kualitas L dan DPK)
Tagihan yang Mengalami
No. Uraian Penurunan Nilai Memiliki Tunggakan > Memiliki Tunggakan <
90 Hari 90 Hari
Nilai Nilai Nilai Nilai
Tercatat CKPN Tercatat CKPN Tercatat CKPN Tercatat CKPN
Bruto Bruto Bruto Bruto
a b c d e f g h
1 Surat Berharga 372.732.801 89.519 - - - - - -
2 Kredit 1.411.580.656 43.832.122 49.148.761 35.496.497 - - - -
a. Korporasi 409.843.565 15.635.313 9.312.988 8.839.881 - - - -
b. Ritel 442.875.691 10.279.413 17.341.855 11.356.731 - - - -
c. Mikro 558.861.400 17.917.396 22.493.918 15.299.885 - - - -
Transaksi
3 Rekening 211.451.390 663.097 3.400.062 1.283.038 - - - -
Administratif
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 411
Page 414
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Pengungkapan Aset Restrukturisasi Performing dan Non-Performing
BRI secara Individu
Performing Non Performing
(Kualitas L dan DPK) (Kualitas KL, D, M)
No. Uraian
Nilai Tercatat Nilai Tercatat
CKPN CKPN
Bruto Bruto
a b c d
1 Surat Berharga - - - -
2 Kredit 65.724.482 19.106.215 16.282.881 11.951.033
a. Korporasi 18.412.007 12.461.711 5.245.667 4.920.698
b. Ritel 26.759.559 3.382.592 5.543.764 3.480.711
c. Mikro 20.552.917 3.261.912 5.493.450 3.549.624
3 Transaksi Rekening Administratif 443.039 63.409 51.705 -
BRI secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
Performing Non Performing
(Kualitas L dan DPK) (Kualitas KL, D, M)
No. Uraian
Nilai Tercatat Nilai Tercatat
CKPN CKPN
Bruto Bruto
a b c d
1 Surat Berharga - - - -
2 Kredit 69.633.597 21.764.670 17.510.490 13.123.750
a. Korporasi 18.711.548 12.467.990 5.258.221 4.952.422
b. Ritel 27.756.484 3.768.351 6.522.131 4.391.740
c. Mikro 23.165.564 5.528.329 5.730.138 3.779.589
3 Transaksi Rekening Administratif 446.971 63.458 51.705 -
Pengungkapan Kualitatif Terkait Teknik MRK (CRC)
Dalam menghitung ATMR risiko kredit dengan pendekatan standar, Bank mempertimbangan penggunaan Teknik Mitigasi Risiko
Kredit (MRK) sesuai dengan ketentuan OJK. Teknik MRK yang digunakan Bank adalah teknik MRK-Agunan dan teknik MRK-
Penjaminan atau Asuransi Kredit. Teknik MRK-Agunan yang digunakan adalah agunan berupa uang tunai (cash collateral) yang
disimpan pada Bank dan emas yang disimpan pada Entitas Anak. Sedangkan teknik MRK-Penjaminan atau Asuransi Kredit
digunakan untuk kredit yang dijamin oleh asuransi kredit dari Perusahaan Asuransi berstatus BUMN. Kredit yang dijamin oleh
perusahaan asuransi yang merupakan Anak Perusahaan Bank tidak diperhitungkan sebagai penjamin dalam teknik MRK karena
merupakan pihak yang terafiliasi dengan Bank.
Kriteria agunan yang dapat diterima antara lain:
1. Agunan diikat dengan hak tanggungan, surat kuasa untuk menjual, giro, tabungan, deposito berjangka atau jaminan lain
yang umumnya diterima oleh perbankan serta barang jaminan berupa emas (entitas anak).
2. Penetapan nilai agunan harus didasarkan pada pertimbangan atas penilaian, pengikatan, penguasaan, pengamanan dan
pemanfaatan.
412 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 415
Laporan Tahunan
2025
(dalam jutaan rupiah)
Stage 1 Stage 2 Stage 3
Nilai Tercatat Nilai Tercatat Nilai Tercatat
CKPN CKPN CKPN
Bruto Bruto Bruto
e f g h i j
- - - - - -
- - 65.632.382 19.052.383 16.374.981 12.004.865
- - 18.412.007 12.461.711 5.245.667 4.920.698
- - 26.676.663 3.334.422 5.626.660 3.528.882
- - 20.543.712 3.256.250 5.502.655 3.555.286
- - 440.556 63.409 54.188 -
(dalam jutaan rupiah)
Stage 1 Stage 2 Stage 3
Nilai Tercatat Nilai Tercatat Nilai Tercatat
CKPN CKPN CKPN
Bruto Bruto Bruto
e f g h i j
- - - - - -
41.728 629 67.865.849 20.264.883 19.236.510 14.622.907
- - 18.711.548 12.486.991 5.258.221 4.933.420
41.728 629 27.631.861 3.719.551 6.605.027 4.439.910
- - 21.522.440 4.058.341 7.373.262 5.249.577
- - 444.488 63.458 54.188 -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 413
Page 416
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
3. Penilaian agunan harus dilakukan secara objektif, jujur, bertanggung jawab dan menyajikan suatu nilai yang wajar.
4. Review agunan dilakukan untuk melihat kecukupan agunan dibandingkan dengan total kewajiban debitur, antara lain
meliputi:
a. Kondisi agunan pada saat review
b. Nilai agunan
c. Pengamanan agunan (penyimpanan, pengikatan dan berlakunya agunan)
d. Informasi lain yang relevan dengan penilaian kecukupan agunan
5. Periode review agunan dilakukan sebagaimana dicantumkan dalam syarat dan ketentuan kredit, namun wajib dilakukan
minimal sekali setahun bersamaan dengan review kredit sebagaimana diatur dalam masing-masing bidang bisnis. Periode
review agunan dapat ditetapkan berbeda apabila diatur secara khusus oleh regulator (BI, OJK atau instansi terkait lainnya).
Untuk kepentingan perhitungan ATMR, khusus kredit konsumtif beragun rumah tinggal maka wajib dilakukan valuasi agunan
secara berkala minimal 30 (tiga puluh) bulan.
Pengungkapan Kuantitatif Terkait Teknik MRK (CR3)
BRI secara Individu
(dalam jutaan rupiah)
Tagihan yang
Tagihan yang Dijamin dengan Tagihan yang
Tagihan yang Tagihan yang
Tidak Dijamin Garansi, Dijamin dengan
Dijamin dengan Dijamin dengan
dengan Teknik Penjaminan dan/ Derivatif Kredit
Teknik MRK Agunan
MRK atau Asuransi
Kredit
a b c d e
1 Kredit 1.043.693.760 226.076.231 20.700.877 205.375.354 -
2 Surat Berharga 320.791.535 - - - -
3 Total 1.364.485.296 226.076.231 20.700.877 205.375.354 -
4 Kredit dan Surat Berharga yang Telah 74.640.376 548.932 249.591 299.341 -
Jatuh Tempo
BRI secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
(dalam jutaan rupiah)
Tagihan yang
Tagihan yang Dijamin dengan Tagihan yang
Tagihan yang Tagihan yang
Tidak Dijamin Garansi, Dijamin dengan
Dijamin dengan Dijamin dengan
dengan Teknik Penjaminan dan/ Derivatif Kredit
Teknik MRK Agunan
MRK atau Asuransi
Kredit
a b c d e
1 Kredit 1.056.788.606 324.612.192 110.395.892 214.216.299 -
2 Surat Berharga 372.643.283 - - - -
3 Total 1.429.431.889 324.612.192 110.395.892 214.216.299 -
4 Kredit dan Surat Berharga yang Telah 76.625.591 549.663 250.322 299.341 -
Jatuh Tempo
Pengungkapan Tambahan
414 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 417
Laporan Tahunan
2025
Pengungkapan Penggunaan Peringkat Kredit Eksternal (CRD)
Lembaga pemeringkat yang digunakan adalah lembaga pemeringkat yang diakui oleh Otoritas Jasa Keuangan yaitu Moody’s
Investor Service, Standard and Poor’s, Fitch Ratings dan PT. Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Apabila terdapat Surat
Berharga yang memiliki lebih dari 1 (satu) peringkat, maka yang digunakan adalah peringkat yang paling buruk. Kategori
portofolio yang menggunakan peringkat adalah Tagihan kepada Pemerintah, Tagihan kepada Entitas Sektor Publik, Tagihan
kepada Bank, Tagihan kepada Perusahaan Efek & Jasa Keuangan, dan Tagihan kepada Korporasi. Sedangkan tagihan yang lain
menggunakan unrated (tanpa peringkat) karena tidak tersedianya data peringkat.
Pengungkapan Eksposur Risiko Kredit dan Dampak Teknik MRK (CR4)
BRI secara Individu
(dalam jutaan rupiah)
Tagihan Bersih Sebelum Tagihan Bersih Setelah
ATMR dan Rata-Rata Bobot
Penerapan FKK dan Teknik Penerapan FKK dan Teknik
Risiko
MRK MRK
Kategori Portofolio Laporan Laporan Rata-Rata
Posisi TRA Posisi TRA ATMR Bobot Risiko
Keuangan Keuangan (e/(c+d))
a b c d e f
1 Tagihan kepada Pemerintah 296.401.489 - 296.401.489 - - 0,00%
Tagihan kepada Entitas Sektor
2 145.936.006 35.215.050 145.288.414 18.556.954 82.470.516 50,33%
Publik
Tagihan kepada Bank
3 Pembangunan Multilateral dan - - - - - 0,00%
Lembaga Internasional
4 Tagihan kepada Bank 94.915.562 707.153 94.915.562 707.153 49.613.182 51,88%
Tagihan kepada Perusahaan
Efek dan Lembaga Jasa 3.671.242 457.315 3.671.242 457.315 5.174.273 125,33%
Keuangan Lain1)
5 Tagihan berupa Covered Bond - - - - - 0,00%
Tagihan kepada Korporasi -
6 213.820.978 89.754.967 198.453.876 63.942.115 256.559.020 97,78%
Eksposur Korporasi Umum2)
Tagihan kepada perusahaan
efek dan lembaga jasa - - - - - 0,00%
keuangan lain3)
Eksposur Pembiayaan
23.207.302 905.546 21.675.367 362.218 23.134.148 104,98%
Khusus4)
Tagihan berupa Surat
Berharga/Piutang Subordinasi,
7 7.606.390 - 7.606.390 - 18.985.975 249,61%
Ekuitas, dan Instrumen Modal
Lainnya
Tagihan kepada Usaha Mikro,
8 Usaha Kecil, dan Portofolio 522.696.499 66.480.674 371.365.692 29.529.671 321.089.432 80,09%
Ritel
9 Kredit Beragun Properti 195.735.870 15.723.347 181.777.895 6.289.339 98.832.216 52,55%
Kredit Beragun Rumah Tinggal
yang Pembayarannya Tidak
157.599.923 11.195.684 145.371.957 4.478.274 69.353.111 46,28%
Bergantung Secara Material
pada Arus Kas Properti
Kredit Beragun Rumah
Tinggal yang Pembayarannya
- - - - - 0,00%
Bergantung Secara Material
pada Arus Kas Properti
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 415
Page 418
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Tagihan Bersih Sebelum Tagihan Bersih Setelah
ATMR dan Rata-Rata Bobot
Penerapan FKK dan Teknik Penerapan FKK dan Teknik
Risiko
MRK MRK
Kategori Portofolio Laporan Laporan Rata-Rata
Posisi TRA Posisi TRA ATMR Bobot Risiko
Keuangan Keuangan (e/(c+d))
a b c d e f
Kredit Beragun Properti
Komersial yang
Pembayarannya Tidak 38.135.947 4.527.663 36.405.938 1.811.065 29.479.105 77,14%
Bergantung Secara Material
pada Arus Kas Properti
Kredit Beragun Properti
Komersial yang
Pembayarannya Bergantung - - - - - 0,00%
Secara Material pada Arus
Kas Properti
Kredit Pengadaan Tanah,
Pengolahan Tanah, dan 8.725.499 2.117.063 7.048.813 846.825 11.379.248 144,12%
Konstruksi
Tagihan yang Telah Jatuh
10 75.189.308 2.091.702 74.700.244 1.492.798 82.428.645 108,18%
Tempo
11 Aset Lainnya 104.924.987 - 104.924.987 - 72.975.370 69,55%
12 Total 1.692.831.132 213.452.817 1.507.829.972 122.184.388 1.022.642.025 62,74%
2) Bank secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
(dalam jutaan rupiah)
Tagihan Bersih Sebelum Tagihan Bersih Setelah
ATMR dan Rata-Rata Bobot
Penerapan FKK dan Teknik Penerapan FKK dan Teknik
Risiko
MRK MRK
Kategori Portofolio Laporan Laporan Rata-Rata
Posisi TRA Posisi TRA ATMR Bobot Risiko
Keuangan Keuangan (e/(c+d))
a b c d e f
1 Tagihan kepada Pemerintah 302.047.966 - 302.047.966 - 0 0,00%
Tagihan kepada Entitas
2 146.073.121 35.215.050 145.425.529 18.556.954 82.497.939 50,31%
Sektor Publik
Tagihan kepada Bank
3 Pembangunan Multilateral - - - - 0 0,00%
dan Lembaga Internasional
4 Tagihan kepada Bank 101.080.637 707.153 100.508.096 707.153 50.898.078 50,29%
Tagihan kepada Perusahaan
Efek dan Lembaga Jasa 4.443.475 457.315 4.443.475 457.315 5.328.719 108,73%
Keuangan Lain1)
Tagihan berupa Covered
5 - - - - 0 0,00%
Bond
Tagihan kepada Korporasi -
6 220.565.099 90.332.870 203.524.402 63.955.945 261.543.830 97,78%
Eksposur Korporasi Umum2)
Tagihan kepada perusahaan
efek dan lembaga jasa - - - - - 0,00%
keuangan lain3)
416 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 419
Laporan Tahunan
2025
Tagihan Bersih Sebelum Tagihan Bersih Setelah
ATMR dan Rata-Rata Bobot
Penerapan FKK dan Teknik Penerapan FKK dan Teknik
Risiko
MRK MRK
Kategori Portofolio Laporan Laporan Rata-Rata
Posisi TRA Posisi TRA ATMR Bobot Risiko
Keuangan Keuangan (e/(c+d))
a b c d e f
Eksposur Pembiayaan
23.207.302 362.218 21.675.367 362.218 23.134.148 104,98%
Khusus4)
Tagihan berupa Surat
Berharga/Piutang
7 8.930.844 - 8.930.844 - 22.266.255 249,32%
Subordinasi, Ekuitas, dan
Instrumen Modal Lainnya
Tagihan kepada Usaha Mikro,
8 Usaha Kecil, dan Portofolio 700.772.392 66.535.385 411.280.817 29.551.555 356.985.857 80,98%
Ritel
9 Kredit Beragun Properti 196.008.227 15.737.584 182.049.697 6.295.034 99.051.008 52,59%
Kredit Beragun Rumah
Tinggal yang Pembayarannya
Tidak Bergantung Secara 157.818.425 11.208.198 145.589.904 4.483.279 69.526.726 46,33%
Material pada Arus Kas
Properti
Kredit Beragun Rumah
Tinggal yang Pembayarannya
- - - - - 0,00%
Bergantung Secara Material
pada Arus Kas Properti
Kredit Beragun Properti
Komersial yang
Pembayarannya Tidak 38.189.802 4.529.386 36.459.793 1.811.755 29.524.282 77,14%
Bergantung Secara Material
pada Arus Kas Properti
Kredit Beragun Properti
Komersial yang
Pembayarannya Bergantung - - - - - 0,00%
Secara Material pada Arus
Kas Properti
Kredit Pengadaan Tanah,
Pengolahan Tanah, dan 9.020.700 2.128.991 7.338.829 851.596 11.821.428 144,33%
Konstruksi
Tagihan yang Telah Jatuh
10 77.175.254 2.091.922 76.685.459 1.492.886 83.676.186 107,03%
Tempo
11 Aset Lainnya 139.092.882 - 139.092.882 - 106.676.786 76,69%
12 Total 1.928.417.901 213.568.488 1.603.003.363 122.230.656 1.103.880.235 63,98%
Pengungkapan Tambahan
Eksposur Transaksi Rekening Administratif (TRA) dikonversi menjadi ekuivalen eksposur kredit menggunakan Faktor Konversi
Kredit (FKK). FKK paling kecil yang digunakan Bank adalah sebesar 20% untuk eksposur TRA dalam bentuk kewajiban komitmen
berupa L/C, FKK 40% diberikan untuk eksposur TRA dalam bentuk kewajiban komitmen (kelonggaran tarik) sedangkan FKK
100% diberikan untuk eksposur TRA dalam bentuk jaminan yang diterbitkan dalam rangka pengambilalihan risiko gagal bayar.
CKPN yang diperhitungkan untuk perhitungan tagihan bersih merupakan CKPN atas aset yang teridentifikasi mengalami
penurunan nilai, yaitu CKPN pada stage 2 dan stage 3. Teknik Mitigasi Risiko Kredit (MRK) yang digunakan oleh Bank adalah
agunan dan penjaminan/asuransi kredit, agunan berupa cash collateral, sedangkan penjaminan/asuransi kredit merupakan
perusahaan asuransi berstatus BUMN. Kredit yang dijamin oleh perusahaan asuransi yang merupakan Anak Perusahaan Bank
tidak diperhitungkan sebagai penjamin dalam teknik MRK karena merupakan pihak yang terafiliasi dengan Bank.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 417
Page 420
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Pengungkapan Eksposur Berdasarkan Kelas Aset dan Bobot Risiko (CR5)
Bank secara Individu
Kategori Portofolio 0% 20% 50%
1 Tagihan kepada Pemerintah 296.401.489 - -
Kategori Portofolio 20% 50%
2 Tagihan kepada Kualitas
323.332 162.232.372
Sektor Publik
Kategori Portofolio 0% 20% 30% 50%
3 Tagihan kepada Bank
Pembangungan Multilateral - - - -
dan Lembaga Internasional
Kategori Portofolio 20% 30% 40% 50% 75%
4 Tagihan kepada Bank - 425.042 - 93.123.720 219.546
Tagihan kepada
Perusahaan Efek
- 295.104 - 526.877 145.852
dan Lembaga Jasa
Keuangan Lain 1)
Kategori Portofolio 10% 15% 20% 25% 35%
5 Tagihan berupa Covered
- - - - -
Bond
Kategori Portofolio 20% 50% 65% 5) 75% 80% 85% 100%
6 Tagihan kepada
Korporasi Umum 2)
- 216.978 - 385.873 - 49.221.962 225.298.912
Tagihan kepada
perusahaan efek dan
lembaga jasa keuangan
lain 3)
Eksposur Pembiayaan
Khusus 4)
- - - - 19.855.167
Kategori Portofolio 100% 150%
7 Tagihan berupa Surat
Berharga/Piutang
20.000 -
Subordinasi, Ekuitas dan
Instrumen Modal Lainnya
418 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 421
Laporan Tahunan
2025
(dalam jutaan rupiah)
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
100% 150% Lainnya
Teknik MRK
- - - 296.401.489
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
100% 150% Lainnya
Teknik MRK
1.289.664 - - 163.845.368
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
100% 150% Lainnya
Teknik MRK
- - - -
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
100% 150% Lainnya
Teknik MRK
44.921 1.809.486 - 95.622.715
56.344 3.104.380 - 4.128.557
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
50% 100% Lainnya
Teknik MRK
- - - -
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
130% 150% Lainnya
Teknik MRK
- 2.639.367 - 262.395.990
3.714.354 - - 262.395.990
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
250% 400% 5) Lainnya
Teknik MRK
7.586.390 - - 7.606.390
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 419
Page 422
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Kategori Portofolio 100% 150%
8 Tagihan kepada Usaha
Mikro, Usaha Kecil dan 3.303.209 445.741.332
Portofolio Ritel
Kategori Portofolio 0% 20% 25% 30% 35% 40% 45% 50% 60% 65%
9 Kredit Beragun Properti - 30.360.260 8.313.932 25.529.688 - 27.312.224 - 22.406.621 6.715.213 -
Kredit Beragun Properti
Rumah Tinggal yang
Pembayarannya Tidak - 30.360.260 8.313.932 25.529.688 27.312.224 22.406.621 -
Bergantung Secara material
pada Arus Kas Properti
tanpa pendekatan
pembagian kredit
dengan menggunakan
pendekatan pembagian
kredit (dijamin)
dengan menggunakan
pendekatan pembagian
kredit (dijamin)
Kredit Beragun Properti
Rumah Tinggal yang
Pembayarannya Bergantung
Secara Material pada Arus
Kas Properti
Kredit Beragun Properti
Komersial yang
Pembayarannya Tidak - - - - - 6.715.213 -
Bergantung Secara Material
pada Arus Kas Properti
tanpa pendekatan
pembagian kredit
dengan menggunakan
pendekatan pembagian
kredit (dijamin)
dengan menggunakan
pendekatan pembagian
kredit (dijamin)
Kredit Beragun Properti
Komersial yang
Pembayarannya Bergantung
Secara Material pada Arus
Kas Properti
Kredit Pengadaan Tanah,
Pengolahan Tanah, dan
Konstruksi
Kategori Portofolio 0% 20%
10 Tagihan yang Telah Jatuh
13.415.250 36.877.912
tempo
Kategori Portofolio 0% 20% 100%
11 Aset Lainnya 31.975.036 - 72.899.114
420 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 423
Laporan Tahunan
2025
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
250% 400% 5) Lainnya
Teknik MRK
90.312.284 12.869.345 - 400.895.363
Tagihan
Bersih
Setelah
70% 75% 85% 90% 100% 105% 110% 150% Lainnya
FKK dan
Teknik
MRK
38.688.008 23.795.834 14.995.165 - 3.908.264 - - - - 188.067.234
38.688.008 6.092.073 274.288 3.101.102 - - 149.850.230
-
-
-
-
17.703.761 14.720.876 807.162,20 - - 38.217.003
-
-
-
-
- 927.641 6.967.997 - 7.895.639
Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik
100% Lainnya
MRK
26.388.944 - 76.193.042
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
150% 1250% 5) Lainnya
Teknik MRK
50.837 - - 104.924.987
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 421
Page 424
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Tagihan Bersih
Tagihan Bersih Tagihan Bersih TRA
(Setelah pengenaan
No Bobot Risiko Laporan Posisi (sebelum pengenaan Rata-Rata FKK
FKK dan Teknik
Keuangan FKK)
MRK)
1 < 40% 390.684.819 7.347.659 2.939.064 388.301.499
2 40%-70% 345.926.457 43.649.715 5.023.213 362.610.310
3 75% 464.082.707 14.966.228 1.034.288 316.677.033
4 85% 130.565.824 59.908.968 4.792.717 151.405.486
5 90%-100% 309.056.603 85.008.966 4.066.290 359.270.407
6 105%-130% 3.655.286 147.669 59.068 3.655.212
7 150% 41.273.045 2.423.612 431.564 40.508.021
8 250% 7.586.390 - - 7.586.390
9 400% - - - -
10 1250% - - - -
11 Total Tagihan Bersih 1.692.831.131 213.452.817 18.346.204 1.630.014.358
Bank secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
Kategori Portofolio 0% 20% 50%
1 Tagihan kepada Pemerintah 302.047.966 - -
Kategori Portofolio 20% 50%
2 Tagihan kepada Kualitas
460.447 162.879.964
Sektor Publik
Kategori Portofolio 0% 20% 30% 50%
3 Tagihan kepada Bank
Pembangungan Multilateral - - - -
dan Lembaga Internasional
Kategori Portofolio 20% 30% 40% 50% 75%
4 Tagihan kepada Bank 5.606.575 425.042 - 93.682.220 219.546
Tagihan kepada
Perusahaan Efek
772.233 295.104 - 526.877 145.852
dan Lembaga Jasa
Keuangan Lain 1)
Kategori Portofolio 10% 15% 20% 25% 35%
5 Tagihan berupa Covered
- - - - -
Bond
422 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 425
Laporan Tahunan
2025
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
100% 150% Lainnya
Teknik MRK
- - - 296.401.489
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
100% 150% Lainnya
Teknik MRK
1.289.664 - - 163.845.368
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
100% 150% Lainnya
Teknik MRK
- - -
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
100% 150% Lainnya
Teknik MRK
44.921 1.809.486 - 95.622.715
56.344 3.104.380 - 4.128.557
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
50% 100% Lainnya
Teknik MRK
- - - -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 423
Page 426
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Kategori Portofolio 20% 50% 65% 5) 75% 80% 85% 100%
6 Tagihan kepada
107.189 260.282 - 400.449 - 49221962,4 231.868.791
Korporasi Umum 2)
Tagihan kepada
perusahaan efek dan
lembaga jasa keuangan
lain 3)
Eksposur Pembiayaan
- - - - - - 19.855.167
Khusus 4)
Kategori Portofolio 100% 150%
7 Tagihan berupa Surat
Berharga/Piutang
20.000 30.856
Subordinasi, Ekuitas dan
Instrumen Modal Lainnya
Kategori Portofolio 100% 150%
8 Tagihan kepada Usaha
Mikro, Usaha Kecil dan 20.000 30.856
Portofolio Ritel
Kategori Portofolio 0% 5) 20% 25% 30% 35% 40% 45% 50% 60% 65% 5)
9 Kredit Beragun Properti - 30.360.260 8.313.932 25.529.688 - 27.312.224 - 22.406.621 6.715.213 -
Kredit Beragun Properti
Rumah Tinggal yang
Pembayarannya Tidak - 30.360.260 8.313.932 25.529.688 - 27.312.224 - 22.406.621 - -
Bergantung Secara material
pada Arus Kas Properti
tanpa pendekatan
- - - - - - - - - -
pembagian kredit 5)
dengan menggunakan
pendekatan pembagian - - - - - - - - - -
kredit (dijamin) 5)
dengan menggunakan
pendekatan pembagian - - - - - - - - - -
kredit (dijamin) 5)
Kredit Beragun Properti
Rumah Tinggal yang
Pembayarannya Bergantung - - - - - - - - - -
Secara Material pada Arus
Kas Properti
Kredit Beragun Properti
Komersial yang
Pembayarannya Tidak - - - - - - - - 6.715.213 -
Bergantung Secara Material
pada Arus Kas Properti
tanpa pendekatan
- - - - - - - - - -
pembagian kredit 5)
dengan menggunakan
pendekatan pembagian - - - - - - - - - -
kredit (dijamin) 5)
dengan menggunakan
pendekatan pembagian - - - - - - - - - -
kredit (dijamin) 5)
424 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 427
Laporan Tahunan
2025
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
130% 150% Lainnya
Teknik MRK
- 2.662.371 - 262.395.990
3.714.354 - - 22.037.585
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
250% 400% 5) Lainnya
Teknik MRK
8.879.988 - - 7.606.390
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
250% 400% 5) Lainnya
Teknik MRK
8.879.988 - - 7.606.390
Tagihan
Bersih
Setelah
70% 75% 85% 90% 100% 105% 110% 150% Lainnya
FKK dan
Teknik
MRK
38.688.008 23.966.640 15.102.411 - 3.908.264 - - - - 188.067.234
38.688.008 6.251.024 338.846 - 3.101.102 - - - - 149.850.230
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- 17.715.616 14.763.565 - 807.162 - - - - 38.217.003
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 425
Page 428
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Kategori Portofolio 0% 5) 20% 25% 30% 35% 40% 45% 50% 60% 65% 5)
Kredit Beragun Properti
Komersial yang
Pembayarannya Bergantung - - - - - - - - - -
Secara Material pada Arus
Kas Properti
Kredit Pengadaan Tanah,
Pengolahan Tanah, dan - - - - - - - - - -
Konstruksi 5)
Kategori Portofolio 0% 20%
10 Tagihan yang Telah Jatuh
14.983.234 37.204.233
tempo
Kategori Portofolio 0% 20% 100%
11 Aset Lainnya 32.443.932 - 106.593.276
Tagihan Bersih
Tagihan Bersih Tagihan Bersih TRA
(Setelah pengenaan
No Bobot Risiko Laporan Posisi (sebelum pengenaan Rata-Rata FKK
FKK dan Teknik
Keuangan FKK)
MRK)
1 < 40% 403.423.305 13.483.380 2.707.300 397.532.250
2 40%-70% 348.096.246 134.251.880 5.446.265 342.113.891
3 75% 642.343.656 - 589.844 350.571.483
4 85% 130.667.702 - 2.612.255 127.543.222
5 90%-100% 349.633.134 65.833.228 3.673.551 333.112.703
6 105%-130% 3.655.286 - 300.621 3.596.144
7 150% 41.718.583 - 259.280 39.653.682
8 250% 8.879.988 - - 8.879.988
9 400% - - - -
10 1250% - - - -
11 Total Tagihan Bersih 1.928.417.901 213.568.488 15.589.116 1.603.003.363
Pengungkapan Tambahan
Pengungkapan Kualitatif Counterparty Credit Risk (CCRA)
Counterparty credit risk adalah risiko kredit yang timbul dari jenis transaksi secara umum memiliki karakteristik:
a. Transaksi dipengaruhi oleh pergerakan nilai wajar atau nilai pasar;
b. Nilai wajar dari transaksi dipengaruhi oleh pergerakan variabel pasar tertentu;
c. Transaksi menghasilkan pertukaran arus kas atau instrumen keuangan; dan
d. Karakteristik risiko bersifat bilateral yaitu:
1) Jika nilai wajar kontrak bernilai positif maka bank terekspos risiko kredit dari pihak lawan; atau
2) Jika nilai wajar kontrak bernilai negatif maka pihak lawan terekspos risiko kredit dari bank.
426 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 429
Laporan Tahunan
2025
Tagihan
Bersih
Setelah
70% 75% 85% 90% 100% 105% 110% 150% Lainnya
FKK dan
Teknik
MRK
- - - - - - - - - -
- - - - 997.600 - - 8.574.724 - 7.895.639
Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik
100% Lainnya
MRK
26.480.673 - 76.193.042
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
150% 1250% 5) Lainnya
Teknik MRK
55.674 - - 104.924.987
Risiko kredit akibat kegagalan pihak lawan (counterparty credit risk) dapat terjadi akibat transaksi repo, transaksi reverse repo
dan transaksi derivatif. Dalam perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM), BRI menggunakan pendekatan
standar untuk perhitungan risiko kredit akibat kegagalan pihak lawan (counterparty credit risk).
Analisis Eksposur Counterpary Credit Risk (CCR1)
a b c d e f
Alpha
Potential digunakan Tagihan
Indonesia
Replacement Future untuk Bersih
EEPE ATMR
cost (RC) Exposure perhitungan (1,4 x [RC +
(PFE) regulatory PFE])
EAD
SA-CCR (untuk
1 2.385.112 5.022.245 1,4 10.464.397 3.409.250
derivatif)
Metode Internal Model
2
(untuk derivatif dan SFT)
Pendekatan sederhana
3 untuk mitigasi risiko kredit
(untuk SFT)
Pendekatan
komprehensif untuk
4
mitigasi risiko kredit
(untuk SFT)
VaR untuk
5
SFT
6 Total 3.409.250
Analisis Kualitatif
–
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 427
Page 430
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Eksposur CCR Berdasarkan Kategori Portofolio dan Bobot Risiko (CCR3)
Bobot Risiko
a b c d e f g h i
Kategori Portofolio
Total Tagihan
0% 10% 20% 50% 75% 100% 150% Others
Bersih
Tagihan kepada
Pemerintah dan Bank 594 - - - - - - - 594
Sentral
Tagihan kepada Entitas
- - - - - - - - -
Sektor Publik
Tagihan kepada Bank
Pembangunan Multilateral - - - - - - - - -
dan Lembaga Internasional
Tagihan kepada Bank Lain - - - 243.002 664.920 - - - 907.922
Tagihan kepada
- - - - - - - - -
perusahaan sekuritas
Tagihan kepada Korporasi - - - - - - - - -
Tagihan Kepada Usaha
Mikro, Usaha Kecil, dan - - - - - - - - -
Portofolio Ritel
Tagihan aset lainnya - - - - - - - - -
Total 594 - - 243.002 664.920 - - - 908.516
Analisis Kualitatif
–
Tagihan Bersih Derivatif Kredit (CCR6)
a b
Proteksi yang dibeli Proteksi yang dijual
Notional - -
Single-name credit default swaps - -
Index credit default swaps - -
Total return swaps - -
Credit options - -
Derivatif kredit lainnya - -
Total notional - -
Nilai wajar - -
Nilai wajar positif (aset) - -
Nilai wajar negatif (kewajiban) - -
Analisis Kualitatif
–
428 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 431
Laporan Tahunan
2025
Pengungkapan Kualitatif Mengenai Eksposur Sekuritisasi (SECA)
BRI tidak memiliki Eksposur Sekuritisasi (SECA)
Eksposur Sekuritisasi Pada Banking Book (SEC1)
a b c e f g i j k
Bank sebagai originator Bank sebagai sponsor Bank sebagai investor
Tradisional Sintetis Subtotal Tradisional Sintetis Subtotal Tradisional Sintetis Sub-total
Retail (total) –
1 - - - - - - - - -
antara lain
2 Kredit perumahan - - - - - - - - -
3 Kartu kredit - - - - - - - - -
Eksposur ritel
4 - - - - - - - - -
lainnya
5 Resekuritisasi - - - - - - - - -
Wholesale (total)
6 - - - - - - - - -
– of which
7 Kredit korporasi - - - - - - - - -
8 Kredit komersil - - - - - - - - -
9 Sewa dan piutang - - - - - - - - -
10 Other wholesale - - - - - - - - -
11 Resekuritisasi - - - - - - - - -
Analisis Kualitatif
–
Eksposur Sekuritisasi Pada Trading Book (SEC2)
a b c e f g i j k
Bank sebagai originator Bank sebagai sponsor Bank sebagai investor
Tradisional Sintetis Subtotal Tradisional Sintetis Subtotal Tradisional Sintetis Sub-total
Retail (total) –
1 - - - - - - - - -
dengan
Pinjaman
2 - - - - - - - - -
perumahan
3 Kartu kredit - - - - - - - - -
Eksposur ritel
4 - - - - - - - - -
lainnya
5 Resekuritisasi - - - - - - - - -
Wholesale
6 (total) – of - - - - - - - - -
which
7 Kredit korporasi - - - - - - - - -
8 Kredit komersil - - - - - - - - -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 429
Page 432
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
a b c e f g i j k
Bank sebagai originator Bank sebagai sponsor Bank sebagai investor
Tradisional Sintetis Subtotal Tradisional Sintetis Subtotal Tradisional Sintetis Sub-total
Sewa dan
9 - - - - - - - - -
piutang
Other
10 - - - - - - - - -
wholesale
11 Resekuritisasi - - - - - - - - -
Analisis Kualitatif
–
Eksposur Sekuritisasi pada Banking Book dan Terkait Persyaratan Modalnya – Bank yang
Bertindak Sebagai Originator atau Sponsor (SEC3)
a b c d e f g
Exposure Values
Nilai eksposur (berdasarkan Bobot Risiko) / (berdasarkan regulatory
approach)
>20% to >50% to >100% to
≤20% IRB RBA
50% 100% <1250% 1250%
Bobot (termasuk IRB SFA
Bobot Bobot Bobot Bobot
Risiko IAA)
Risiko Risiko Risiko Risiko
1 Total eksposur - - - - - - -
2 Sekuritisasi tradisional - - - - - - -
3 Dimana sekuritisasi - - - - - - -
4 Dengan underlying ritel - - - - - - -
5 Dengan wholesale - - - - - - -
6 Dimana re-sekuritisasi - - - - - - -
7 Senior - - - - - - -
8 Non-senior - - - - - - -
9 Sekuritisasi sintetis - - - - - - -
10 Dimana sekuritisasi - - - - - - -
11 Dengan underlying ritel - - - - - - -
12 Dengan wholesale - - - - - - -
13 Dimana re-sekuritisasi - - - - - - -
14 Senior - - - - - - -
15 Non-senior - - - - - - -
Analisis Kualitatif
–
430 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 433
Laporan Tahunan
2025
h i j k l m n o p q
Exposure Values
ATMR
(berdasarkan regulatory Capital charge after cap
(berdasarkan regulatory approach)
approach)
IRB RBA IRB RBA
SA/SSFA 1250% (termasuk IRB SFA SA/SSFA 1250% (termasuk IRB SFA SA/SSFA 1250%
IAA) IAA)
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 431
Page 434
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Eksposur Sekuritisasi pada Banking Book dan Persyaratan Modalnya – Bank yang Bertindak
Sebagai Investor (SEC4)
a b c d e f g
Exposure Values
Nilai eksposur (berdasarkan Bobot Risiko) (berdasarkan regulatory
approach)
>20% to >50% to >100% to
≤20% 1250% IRB RBA
50% 100% <1250%
Bobot Bobot (termasuk IRB SFA
Bobot Bobot Bobot
Risiko Risiko IAA)
Risiko Risiko Risiko
1 Total eksposur - - - - - - -
2 Sekuritisasi tradisional - - - - - - -
3 Dimana sekuritisasi - - - - - - -
4 Dengan underlying ritel - - - - - - -
5 Dengan wholesale - - - - - - -
6 Dimana re-sekuritisasi - - - - - - -
7 Senior - - - - - - -
8 Non-senior - - - - - - -
9 Sekuritisasi sintetis - - - - - - -
10 Dimana sekuritisasi - - - - - - -
11 Dengan underlying ritel - - - - - - -
12 Dengan wholesale - - - - - - -
13 Dimana re-sekuritisasi - - - - - - -
14 Senior - - - - - - -
15 Non-senior - - - - - - -
Analisis Kualitatif
–
432 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 435
Laporan Tahunan
2025
h i j k l m n o p q
Exposure Values
ATMR
(berdasarkan regulatory Capital charge after cap
(berdasarkan regulatory approach)
approach)
IRB RBA IRB RBA
SA/SSFA 1250% (termasuk IRB SFA SA/SSFA 1250% (termasuk IRB SFA SA/SSFA 1250%
IAA) IAA)
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 433
Page 436
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Risiko Pasar
Pengungkapan Risiko Pasar dengan Menggunakan Metode Standar (MR1)
Bank Secara Individu
(dalam jutaan rupiah)
Beban Modal Pendekatan Standar Beban Modal Pendekatan Standar
Risiko
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Risiko GIRR 745.043,75 701.934,44
Risiko CSR nonsekuritisasi 357.838,72 479.718,24
Risiko CSR sekuritisasi nonCTP - -
Risiko CSR sekuritisasi CTP - -
Risiko Ekuitas - -
Risiko Komoditas - -
Risiko Nilai Tukar 671.105,94 805.030,47
DRC - nonsekuritisasi 17.065,94 178.841,92
DRC - sekuritisasi nonCTP - -
DRC - sekuritisasi CTP - -
Total 1.791.054,35 2.165.525,07
Bank Secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
(dalam jutaan rupiah)
Beban Modal Pendekatan Standar Beban Modal Pendekatan Standar
Risiko
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Risiko GIRR 751.280,43 705.991,02
Risiko CSR nonsekuritisasi 362.341,47 484.460,46
Risiko CSR sekuritisasi nonCTP - -
Risiko CSR sekuritisasi CTP - -
Risiko Ekuitas 104.789,35 96.027,85
Risiko Komoditas 550.746,61 256.100,61
Risiko Nilai Tukar 697.356,10 943.671,17
DRC - nonsekuritisasi 35.043,15 201.434,23
DRC - sekuritisasi nonCTP - -
DRC - sekuritisasi CTP - -
Total 2.501.557,11 2.687.685,34
Risiko CVA Three Lines Model dimana Dewan Komisaris dan Direksi
berperan sebagai governing body dan Three Lines of
1. Proses Manajemen Risiko CVA Defense yang terdiri dari Unit Kerja Operasional, Satuan
Risiko CVA merupakan risiko kerugian yang timbul dari Kerja Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Audit Intern.
perubahan nilai CVA sebagai akibat dari perubahan
credit spread pihak lawan dan faktor risiko pasar yang Aktivitas transaksi derivatif dilakukan oleh Unit Kerja
mempengaruhi harga transaksi derivatif. Business Treasury dan dilakukan pemantauan oleh
Satuan Kerja Manajemen Risiko (Market, Portofolio &
BRI telah menerapkan proses manajemen risiko pasar Enterprise Risk). BRI secara reguler menetapkan dan
termasuk untuk risiko CVA sesuai dengan prinsip melakukan review limit untuk transaksi derivatif melalui
penerapan manajemen risiko yang diatur dalam limit pre settlement risk, limit transaksi aktivitas treasury
kebijakan umum manajemen risiko dan didasarkan pada dan limit risiko pasar.
434 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 437
Laporan Tahunan
2025
2. Metode CVA
BRI menggunakan metode pendekatan dasar yang disederhanakan (BA-CVA) dalam perhitungan beban modal untuk
risiko CVA. Pendekatan BA-CVA menghitung dan menjumlahkan untuk seluruh pihak lawan yang masuk dalam cakupan
Perhitungan CVA sesuai dengan ketentuan regulator.
BA-CVA yang Disederhanakan (CVA 1)
Bank Secara Individu
(dalam jutaan rupiah)
Komponen ATMR BA-CVA
Risiko
a b
Agregasi komponen sistematis CVA 117.886,08
Agregasi komponen idiosyncratic risiko CVA 48.864,92
Total 589.559,13
Bank Secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
(dalam jutaan rupiah)
Komponen ATMR BA-CVA
Risiko
a b
Agregasi komponen sistematis CVA 117.886,08
Agregasi komponen idiosyncratic risiko CVA 48.864,92
Total 589.559,13
Interest Rate Risk In Banking Book
Laporan Perhitungan IRRBB - Individu
(dalam juta Rupiah)
∆ EVE ∆ NII
Periode
T T-1 T T-1
Parallel Up (19.199.538) (18.067.862) (16.826.008) (17.128.710)
Parallel Down 19.872.671 18.712.549 16.598.169 16.786.955
Steepener (10.359.422) (9.889.637)
Flattener 5.716.514 5.517.805
Short Rate Up (3.721.658) (3.394.319)
Short Rate Down 3.734.584 3.406.230
Nilai Maksimum Negatif (absolut) 19.199.538 18.067.862 16.826.008 17.128.710
Modal Tier 1( untuk ∆ EVE) atau Projected Income
244.158.213 251.199.234 107.923.941 100.347.386
(untuk ∆ NII)
Nilai Maksimum dibagi Modal Tier 1 (untuk ∆ EVE)
7,86% 7,19% 15,59% 17,07%
atau Projected Income (untuk ∆ NII)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 435
Page 438
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Laporan Penerapan Manajemen Risiko Untuk IRRBB - Individu
Analisa Kualitatif
1 Interest Rate Risk in The Banking Book (IRRBB) merupakan risiko akibat pergerakan suku bunga di pasar akibat berlawanan dengan
posisi Banking Book yang berpotensi memberikan dampak terhadap permodalan dan rentabilitas BRI baik untuk saat ini maupun pada
masa mendatang. Risiko pergerakan suku bunga BRI terjadi karena penyesuaian suku bunga aset lebih lambat dari penyesuaian suku
bunga liabilitas. Risiko ini disebabkan komposisi aset BRI yang didominasi suku bunga fixed dan mempunyai repricing maturities lebih
panjang.
2 Dalam mitigasi risiko IRRBB, BRI merumuskan strategi pengelolaan dampak pergerakan suku bunga melalui komite Asset & Liability
Management (ALCO) dan Risk Management Committee (RMC). ALCO dilaksanakan setiap bulan membahas strategi pengelolaan aset
dan liabilitas yang diantaranya adalah balanced pricing, assets allocation, funding mix, gap management dan capital management.
RMC dilakukan secara reguler dengan pembahasan update kondisi makroekonomi, profil risiko pasar, parameter risiko pasar dan risk
issue terkini.
3 BRI melakukan perhitungan IRRBB secara triwulanan dengan menggunakan metode Economic Value of Equity (EVE) dan Net Interest
Income (NII). Metode EVE menggunakan perspektif jangka panjang dalam menghitung sensitivitas suku bunga terhadap modal Tier
1 BRI. Metode EVE ini sesuai dengan guideline dari Otoritas Jasa Keuangan. Sedangkan metode NII menggunakan perspektif jangka
pendek dalam menghitung sensitivitas suku bunga terhadap estimasi pendapatan BRI dalam satu tahun ke depan.
4 Skenario yang digunakan dalam perhitungan IRRBB adalah sebagai berikut:
a) Parallel Up (400 bps)
b) Parallel Down (400 bps)
c) Steepener (350 bps)
d) Flattener (350 bps)
e) Short Rate Up (500 bps)
f) Short Rate Down (500 bps)
5 Dalam perhitungan IRRBB, BRI menggunakan asumsi-asumsi utama permodelan dan parametrik sebagai berikut:
a) Perhitungan arus kas, instrument dengan suku bunga float menggunakan risk free yang bersumber dari Government Bonds IDR &
Government Bonds USD. Margin yang digunakan bersumber dari margin rata-rata setiap instrument. Sedangkan Instrument dengan
suku bunga fix menggunakan acuan effective interest rate sebagai dasar proyeksi cashflow.
b) Account Non Maturity Deposit (NMD) yang terdiri dari giro dan tabungan ditempatkan pada time bucket overnight, time bucket 3
s.d 4 tahun & time bucket 4 s.d 5 tahun sesuai dengan caps maksimal yang telah ditentukan oleh regulator. NMD yang ditempatkan
pada time bucket terpanjang merupakan core fund BRI yang mempunyai tingkat sensitivitas suku bunga lebih rendah daripada non
core fund yang ditempatkan pada time bucket overnight.
c) Penentuan prepayment risk berdasarkan data historis sesuai dengan segmen dan produk pinjaman dalam jangka waktu yang
dianggap memadai. Perhitungan baseline persentase prepayment merupakan ratas total saldo pinjaman yang dilunasi sebelum
jatuh tempo terhadap total saldo pinjaman tersebut pada setiap segmen. Sedangkan dalam menentukan early redemption, metode
yang dipakai menggunakan pendekatan historis s.d posisi laporan untuk menetapkan saldo deposito yang dilunasi sebelum jatuh
tempo dalam kurun waktu tertentu terhadap total saldo deposito bulan berjalan.
d) Selain permodelan prepayment risk dan early redemption, BRI juga menetapkan permodelan internal untuk account-account NPL.
NPL Ritel Komersial dengan plafond maksimal Rp5 miliar rupiah ditempatkan pada time bucket 3,5 tahun. Sedangkan NPL Menengah
Korporasi dengan plafond di atas Rp5 miliar rupiah ditempatkan pada time bucket 3 tahun. Account NPL termasuk non rate dimana
estimasi cashflow nya tidak memperhitungkan interest.
e) Perhitungan IRRBB menggunakan mata uang rupiah dan USD. Mata uang asing selain mata uang tersebut diagregasikan ke dalam
perhitungan USD.
Analisa Kuantitatif
1 Giro dan Tabungan merupakan simpanan yang tidak mempunyai jangka waktu dan secara kontraktual mempunyai maturity overnight.
Sedangkan secara behavioural, BRI menempatkan giro dan tabungan pada time bucket overnight, time bucket 3 s.d 4 tahun dan time
bucket 4 s.d 5 tahun. Penyebaran Non Maturity Deposit BRI sesuai jangka waktu posisi 31 Desember 2025:
a. Giro; time bucket Overnight (60,78%), time bucket 3 s.d 4 tahun (31,04%) dan time bucket 4 s.d 5 tahun (8,18%).
b. Tabungan; time bucket Overnight (22,28%) dan time bucket 4 s.d 5 tahun (77,72%).
Laporan Perhitungan IRRBB - Konsolidasi
(dalam juta Rupiah)
∆ EVE ∆ NII
Periode
T T-1 T T-1
Parallel Up (19.435.984) (18.397.018) (17.071.059) (16.732.105)
Parallel Down 20.115.300 19.065.641 16.843.221 16.317.933
Steepener (10.465.005) (10.136.731)
Flattener 5.764.642 5.689.086
Short Rate Up (3.785.481) (3.402.258)
436 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 439
Laporan Tahunan
2025
∆ EVE ∆ NII
Periode
T T-1 T T-1
Short Rate Down 3.798.708 3.413.896
Nilai Maksimum Negatif (absolut) 19.435.984 18.397.018 17.071.059 16.732.105
Modal Tier 1( untuk ∆ EVE) atau Projected Income
247.532.865 241.789.319 108.920.762 102.780.852
(untuk ∆ NII)
Nilai Maksimum dibagi Modal Tier 1 (untuk ∆ EVE)
7,85% 7,61% 15,67% 16,28%
atau Projected Income (untuk ∆ NII)
Laporan Penerapan Manajemen Risiko Untuk IRRBB - Konsolidasi
Analisa Kualitatif
1 Interest Rate Risk in The Banking Book (IRRBB) merupakan risiko akibat pergerakan suku bunga di pasar akibat berlawanan dengan posisi
Banking Book yang berpotensi memberikan dampak terhadap permodalan dan rentabilitas BRI baik untuk saat ini maupun pada masa
mendatang. Risiko pergerakan suku bunga BRI terjadi karena penyesuaian suku bunga aset lebih lambat dari penyesuaian suku bunga
liabilitas yang disebabkan komposisi aset BRI yang didominasi suku bunga fixed dan mempunyai repricing maturities lebih panjang.
2 Dalam mitigasi risiko IRRBB, BRI merumuskan strategi pengelolaan dampak pergerakan suku bunga melalui komite Assets & Liability
Management (ALCO) dan Risk Management Committee (RMC) Terintegrasi. ALCO dilaksanakan setiap bulan membahas strategi
pengelolaan aset dan liabilitas yang diantaranya adalah balanced pricing, assets allocation, funding mix, gap management, dan capital
management. Sedangkan RMC Terintegrasi dilaksanakan dengan perusahaan anak untuk membahas assessment profil risiko pasar dan
risk issue terkini.
3 BRI melakukan perhitungan IRRBB Konsolidasi secara semesteran dengan menggunakan metode Economic Value of Equity (EVE) dan
Net Interest Income (NII). Metode EVE menggunakan perspektif jangka panjang dalam menghitung sensitivitas suku bunga terhadap
modal Tier 1 BRI dan telah disesuaikan dengan guideline dari Otoritas Jasa Keuangan. Sedangkan metode NII menggunakan perspektif
jangka pendek dalam menghitung sensitivitas suku bunga terhadap estimasi pendapatan BRI dalam satu tahun.
4 Skenario yang digunakan dalam perhitungan IRRBB BRI adalah sebagai berikut:
a) Parallel Up (400 bps)
b) Parallel Down (400 bps)
c) Steepener (350 bps)
d) Flattener (350 bps)
e) Short Rate Up (500 bps)
f) Short Rate Down (500 bps)
5 a) Dalam perhitungan arus kas, instrumen dari aset dan liabilitas dengan suku bunga float menggunakan risk free yang bersumber
dari Government Bonds IDR dan Government Bonds USD. Margin yang digunakan bersumber dari margin rata-rata setiap segmen
instrumen. Instrumen aset dan liabilitas dengan suku bunga fix menggunakan acuan yield yang dibebankan pada instrumen sebagai
dasar proyeksi cashflow.
b) Account Non Maturity Deposit (NMD) yaitu giro dan tabungan ditempatkan pada jangka waktu overnight, skala waktu 3 s.d 4 tahun
& 4 s.d 5 tahun sesuai dengan caps maksimal yang telah ditentukan oleh regulator. NMD yang ditempatkan pada skala waktu
terpanjang merupakan core fund BRI yang mempunyai tingkat sensitivitas suku bunga lebih rendah daripada non core fund yang
ditempatkan pada skala waktu overnight.
c) Penentuan prepayment risk berdasarkan data historis sesuai dengan segmen & produk pinjaman dalam jangka waktu yang dianggap
memadai. Perhitungan baseline persentase prepayment merupakan ratas total saldo pinjaman yang dilunasi sebelum jatuh tempo
terhadap total saldo pinjaman tersebut per masing-masing segmen. Sedangkan dalam menentukan early redemption, menggunakan
pendekatan historis dengan sumber data yang memadai. Persentase baseline yang digunakan dalam early redemption merupakan
saldo deposito yang dilunasi sebelum jatuh tempo dalam kurun waktu tertentu terhadap total saldo deposito bulan berjalan.
d) Perhitungan IRRBB menggunakan mata uang rupiah dan USD. Semua mata uang selain mata uang tersebut diagregasikan ke dalam
perhitungan USD.
Analisa Kuantitatif
1 Giro dan Tabungan merupakan simpanan yang tidak mempunyai jangka waktu dan secara kontraktual mempunyai maturity overnight.
Secara behavioural, BRI secara konsolidasi menempatkan giro dan tabungan posisi 31 Desember 2025 pada 3 time bucket terpisah yaitu:
a. Overnight (non corefund), Giro (60,80%) dan Tabungan (22,43%)
b. 3 s.d 4 tahun (corefund), Giro (31,04%) dan Tabungan (0,01%)
c. 4 s.d 5 tahun (corefund), Giro (8,16%) dan Tabungan (77,57%)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 437
Page 440
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Risiko Likuiditas
Laporan Perhitungan Rasio Kecukupan Likuiditas (LCR)
Individual
Posisi Tanggal Laporan Posisi Tanggal Laporan Sebelumnya
Nilai HQLA setelah Nilai HQLA setelah
No Komponen pengurangan nilai (haircut), pengurangan nilai (haircut),
Nilai outstanding Nilai outstanding
outstanding kewajiban dan outstanding kewajiban dan
kewajiban dan kewajiban dan
komitmen dikalikan tingkat komitmen dikalikan tingkat
komitmen/ komitmen/
penarikan (run-off rate) atau penarikan (run-off rate) atau
nilai tagihan nilai tagihan
nilai tagihan kontraktual nilai tagihan kontraktual
kontraktual kontraktual
dikalikan tingkat penerimaan dikalikan tingkat penerimaan
(inflow rate). (inflow rate).
Jumlah data poin
1 yang digunakan dalam 92 hari 92 hari
perhitungan LCR
HIGH QUALITY LIQUID ASSET (HQLA)
Total High Quality Liquid
2 333.549.806 362.148.941
Asset (HQLA)
ARUS KAS KELUAR (CASH OUTFLOW)
Simpanan nasabah perorangan
dan Pendanaan yang berasal
3 654.593.819 37.483.070 646.103.606 37.087.749
dari nasabah Usaha Mikro dan
Usaha Kecil, terdiri dari:
a. Simpanan/ Pendanaan stabil 559.526.234 27.976.312 550.452.241 27.522.612
b. Simpanan/ Pendanaan
95.067.585 9.506.759 95.651.364 9.565.136
kurang stabil
Pendanaan yang berasal dari
4 653.530.350 201.734.182 645.543.335 205.994.234
nasabah korporasi, terdiri dari:
a. Simpanan operasional 411.559.620 102.060.310 363.450.601 90.178.439
b. Simpanan non-operasional
dan/atau kewajiban
240.263.530 97.966.672 281.166.932 114.889.992
lainnya yang bersifat non-
operasional
c. Surat berharga berupa
surat utang yang diterbitkan 1.707.200 1.707.200 925.802 925.802
oleh bank
Pendanaan dengan agunan
5 27.759.165 - 18.852.207 -
(secured funding)
Arus kas keluar lainnya
6 (additional requirement), 396.344.461 103.934.239 362.505.165 73.965.071
terdiri dari:
a. Arus kas keluar atas
74.289.306 74.289.306 50.280.364 50.280.364
transaksi derivatif
b. Arus kas keluar atas
peningkatan kebutuhan - - - -
likuiditas
c. Arus kas keluar atas
- - - -
kehilangan pendanaan
d. Arus kas keluar atas
penarikan komitmen fasilitas 120.731.120 10.965.221 116.295.742 10.539.018
kredit dan fasilitas likuiditas
e. Arus kas keluar atas
kewajiban kontraktual lainnya - - - -
terkait penyaluran dana
f. Arus kas keluar atas
kewajiban kontijensi 188.293.117 5.648.794 188.436.465 5.653.094
pendanaan lainnya
g. Arus kas keluar kontraktual
13.030.917 13.030.917 7.492.595 7.492.595
lainnya
TOTAL ARUS KAS KELUAR
7 343.151.491 317.047.053
(CASH OUTFLOW)
438 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 441
Laporan Tahunan
2025
(dalam Jutaan Rupiah)
Konsolidasi
Posisi Tanggal Laporan Posisi Tanggal Laporan Sebelumnya
Nilai HQLA setelah Nilai HQLA setelah
pengurangan nilai (haircut), pengurangan nilai (haircut),
outstanding kewajiban dan outstanding kewajiban dan
Nilai outstanding kewajiban Nilai outstanding kewajiban
komitmen dikalikan tingkat komitmen dikalikan tingkat
dan komitmen/nilai tagihan dan komitmen/nilai tagihan
penarikan (run-off rate) atau penarikan (run-off rate) atau
kontraktual kontraktual
nilai tagihan kontraktual nilai tagihan kontraktual
dikalikan tingkat penerimaan dikalikan tingkat penerimaan
(inflow rate). (inflow rate).
92 hari 92 hari
339.473.424 367.870.393
658.020.323 37.735.031 649.029.115 37.295.000
561.340.020 28.067.001 552.158.239 27.607.912
96.680.303 9.668.030 96.870.876 9.687.088
656.913.431 203.376.542 649.406.942 207.826.403
412.047.855 102.177.649 364.195.952 90.359.856
243.158.376 99.491.694 284.285.189 116.540.745
1.707.200 1.707.200 925.802 925.802
27.759.165 - 18.865.756 -
396.910.231 104.352.924 363.271.887 74.596.385
74.289.306 74.289.306 50.280.364 50.280.364
- - - -
- - - -
120.901.214 10.988.230 116.455.394 10.563.263
395.676 395.676 607.069 607.069
188.293.117 5.648.794 188.436.465 5.653.094
13.030.917 13.030.917 7.492.595 7.492.595
345.464.497 319.717.787
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 439
Page 442
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Individual
Posisi Tanggal Laporan Posisi Tanggal Laporan Sebelumnya
Nilai HQLA setelah Nilai HQLA setelah
No Komponen pengurangan nilai (haircut), pengurangan nilai (haircut),
Nilai outstanding Nilai outstanding
outstanding kewajiban dan outstanding kewajiban dan
kewajiban dan kewajiban dan
komitmen dikalikan tingkat komitmen dikalikan tingkat
komitmen/ komitmen/
penarikan (run-off rate) atau penarikan (run-off rate) atau
nilai tagihan nilai tagihan
nilai tagihan kontraktual nilai tagihan kontraktual
kontraktual kontraktual
dikalikan tingkat penerimaan dikalikan tingkat penerimaan
(inflow rate). (inflow rate).
ARUS KAS MASUK (CASH INFLOW)
Pinjaman dengan agunan
8 803.739 - 4.450.466 -
Secured lending
Tagihan berasal dari pihak
9 44.794.582 22.397.307 44.861.497 22.430.768
lawan (counterparty)
10 Arus kas masuk lainnya 74.065.720 74.065.720 50.417.915 50.417.915
TOTAL ARUS KAS MASUK
11 96.463.027 72.848.682
(CASH INFLOW)
TOTAL ADJUSTED VALUE1 TOTAL ADJUSTED VALUE1
12 TOTAL HQLA 333.549.806 362.148.941
TOTAL ARUS KAS KELUAR
13 BERSIH (NET CASH 246.688.464 244.198.371
OUTFLOWS)
14 LCR (%) 135,21% 148,30%
Keterangan:
1 Adjusted values dihitung setelah pengenaan pengurangan nilai (haircut), tingkat penarikan (run-off rate), dan tingkat penerimaan (inflow rate) serta batas maksimum
komponen HQLA, misalnya batas maksimum HQLA Level 2B dan HQLA Level 2 serta batas maksimum arus kas masuk yang dapat diperhitungkan dalam LCR.
Analisis secara Individu
• Liquidity Coverage Ratio (LCR) BRI secara Individu posisi Triwulan IV 2025 sebesar 135,21% mengalami penurunan sebesar 13,09%
terhadap posisi Triwulan III 2025 sebesar 148,30%. Penurunan rasio ini disebabkan oleh:
a. Penurunan HQLA sebesar Rp28,60 triliun atau sebesar 7,90%, yang didominasi oleh penurunan pada komponen penempatan
pada Bank Indonesia, surat berharga yang diterbitkan pemerintah pusat dan Bank Indonesia sebesar Rp29,38 triliun, dan peningkatan
komponen HQLA Level 2 sebesar Rp0,55 triliun.
b. Peningkatan Net Cash Outflow (NCO) sebesar Rp2,49 triliun atau sebesar 1,02% yang merupakan selisih antara Arus Kas Keluar
terhadap Arus Kas Masuk. Jumlah Arus Kas Keluar mengalami peningkatan yang diantaranya berasal dari peningkatan jumlah
penarikan terkait arus kas keluar lainnya (additional requirement) sebesar Rp29,97 triliun, peningkatan jumlah penarikan pendanaan
usaha mikro dan usaha kecil sebesar Rp0,23 triliun, dan peningkatan jumlah penarikan simpanan nasabah perorangan sebesar
Rp0,16 triliun. Jumlah Arus Kas Masuk mengalami peningkatan yang diantaranya berasal dari peningkatan jumlah arus kas masuk
lainnya yang berasal dari transaksi derivatif sebesar Rp23,65 triliun.
• Komposisi HQLA BRI didominasi oleh aset level 1 sebesar Rp331,05 triliun atau 99,25% yang terdiri atas komponen kas, cadangan
likuiditas di Bank Indonesia (GWM dan penempatan pada BI) dan surat berharga yang tergolong aset level 1. Sedangkan komposisi aset level
2 sebesar Rp2,50 triliun atau 0,75%.
• Mayoritas sumber pendanaan BRI (Bank Only) selama Triwulan IV 2025 berasal dari CASA sebesar 70,89% dengan komposisi sebagai
berikut:
Komponen Sumber Pendanaan Komposisi
Giro 30,83%
Tabungan 40,06%
CASA 70,89%
Deposito 29,11%
Total 100,00%
• BRI telah memiliki strategi pengelolaan likuiditas, early warning indicator, dan contingency funding plan terkait risiko likuiditas. Pengelolaan
risiko likuiditas, penetapan dan monitoring limit sebagai early warning indicator likuiditas, serta pelaksanaan stress testing likuiditas secara
periodik dilakukan oleh unit kerja risk management. BRI telah memiliki dokumen rencana aksi (recovery plan) sebagai bentuk penerapan
manajemen risiko yang baik sesuai ketentuan regulator.
440 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 443
Laporan Tahunan
2025
Konsolidasi
Posisi Tanggal Laporan Posisi Tanggal Laporan Sebelumnya
Nilai HQLA setelah Nilai HQLA setelah
pengurangan nilai (haircut), pengurangan nilai (haircut),
outstanding kewajiban dan outstanding kewajiban dan
Nilai outstanding kewajiban Nilai outstanding kewajiban
komitmen dikalikan tingkat komitmen dikalikan tingkat
dan komitmen/nilai tagihan dan komitmen/nilai tagihan
penarikan (run-off rate) atau penarikan (run-off rate) atau
kontraktual kontraktual
nilai tagihan kontraktual nilai tagihan kontraktual
dikalikan tingkat penerimaan dikalikan tingkat penerimaan
(inflow rate). (inflow rate).
803.739 - 4.450.466 -
46.890.241 23.448.873 46.681.171 23.347.544
74.093.897 74.079.809 50.443.595 50.430.755
97.528.682 73.778.299
TOTAL ADJUSTED VALUE1 TOTAL ADJUSTED VALUE1
339.473.424 367.870.393
247.935.815 245.939.488
136,92% 149,58%
Analisis secara Konsolidasi
• Liquidity Coverage Ratio (LCR) BRI secara Konsolidasi posisi Triwulan IV 2025 sebesar 136,92% mengalami penurunan sebesar 12,66%
terhadap posisi Triwulan III 2025 sebesar 149,58%. Penurunan rasio ini disebabkan oleh:
a. Penurunan HQLA sebesar Rp28,40 triliun atau sebesar 7,72%, yang didominasi oleh penurunan pada komponen penempatan pada
Bank Indonesia, surat berharga yang diterbitkan pemerintah pusat dan Bank Indonesia sebesar Rp29,20 triliun, dan peningkatan
komponen HQLA Level 2 sebesar Rp0,57 triliun.
b. Peningkatan Net Cash Outflow (NCO) sebesar Rp2,00 triliun atau sebesar 0,81% yang merupakan selisih antara Arus Kas Keluar
terhadap Arus Kas Masuk. Jumlah Arus Kas Keluar mengalami peningkatan yang diantaranya berasal dari peningkatan jumlah
penarikan terkait arus kas keluar lainnya (additional requirement) sebesar Rp29,76 triliun, peningkatan jumlah penarikan pendanaan
usaha mikro dan usaha kecil sebesar Rp0,24 triliun, dan peningkatan jumlah penarikan simpanan nasabah perorangan sebesar Rp0,20
triliun. Jumlah Arus Kas Masuk mengalami peningkatan yang diantaranya berasal dari penurunan jumlah arus kas masuk lainnya yang
berasal dari transaksi derivatif sebesar Rp23,65 triliun.
• Komposisi HQLA BRI Konsolidasi didominasi oleh aset level 1 sebesar Rp336,67 triliun atau 99,17% yang terdiri atas komponen kas, cadangan
likuiditas di Bank Indonesia (GWM dan penempatan pada BI) dan surat berharga yang tergolong aset level 1. Sedangkan komposisi aset
level 2 sebesar Rp2,80 triliun atau 0,83%.
• Mayoritas sumber pendanaan BRI (Konsolidasi) selama Triwulan IV 2025 berasal dari CASA sebesar 70,65% dengan komposisi sebagai berikut:
Komponen Sumber Pendanaan Komposisi
Giro 30,69%
Tabungan 39,96%
CASA 70,65%
Deposito 29,35%
Total 100,00%
• BRI secara konsolidasi telah menetapkan limit-limit terkait risiko likuiditas. Pengelolaan risiko likuiditas dilakukan dengan monitoring
terhadap limit risiko likuiditas BRI dan anak perusahaan serta pelaksanaan stress testing likuiditas secara periodik.
• BRI secara rutin berkoordinasi dengan anak perusahaan terkait monitoring limit risiko likuiditas yang telah ditetapkan. Risk Management
Committee Terintegrasi dilakukan secara reguler dimana salah satu agendanya membahas kondisi likuiditas BRI secara konsolidasi dan
membahas rencana tindak lanjut atas isu-isu likuiditas yang berdampak pada BRI secara konsolidasi.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 441
Page 444
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Laporan NSFR - Individu
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
Komponen ASF Tanpa Jangka Waktu < 6 bulan
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
1 MODAL
1.1 Modal Bagi Bank Umum berkantor pusat di indonesia - -
1.1.1 Modal Inti (Tier 1) 297.456.566 100% - n.a
1.1.2 Modal Pelengkap (Tier 2) 13.886.214 100% - 0%
1.2 Modal bagi KCBA - 100% - 0%
1.3 Instrumen modal lainnya - 100% - 0%
SIMPANAN YANG BERASAL DARI NASABAH
2
PERORANGAN:
2.1 Simpanan Stabil - -
2.1.1 Simpanan Tanpa Jangka waktu (Giro, Tabungan) 501.521.144 95% - n.a
2.1.2 Simpanan dengan jangka waktu (deposito) - n.a 85.835.705 95%
2.2 Simpanan Kurang Stabil - -
2.2.1 Simpanan Tanpa Jangka waktu (Giro, Tabungan) 31.093.151 90% - n.a
2.2.2 Simpanan dengan jangka waktu (deposito) - n.a 46.806.118 90%
PENDANAAN YANG BERASAL DARI
3 NASABAH USAHA MIKRO DAN USAHA
KECIL:
3.1 Simpanan Stabil - -
3.1.1 Simpanan Tanpa Jangka waktu (Giro, Tabungan) 49.337.236 95% - n.a
3.1.2 Simpanan dengan jangka waktu (deposito) - n.a 2.976.027 95%
3.2 Simpanan Kurang Stabil - -
3.2.1 Simpanan Tanpa Jangka waktu (Giro, Tabungan) 6.111.529 90% - n.a
3.2.2 Simpanan dengan jangka waktu (deposito) - n.a 1.317.110 90%
PENDANAAN YANG BERASAL DARI
4
NASABAH KORPORASI:
4.1 Simpanan operasional 434.163.209 50% - 50%
Simpanan non - operasional dan/atau liabilitas
4.2 lainnya yang besifat non-operasional yang berasal - -
dari:
4.2.1 Perusahaan non-keuangan - 0% 192.344.379 50%
4.2.2 Pemerintah Indonesia - 0% 81.819 50%
4.2.3 Pemerintah negara lain - 0% - 50%
4.2.4 Entitas sektor publik - 0% 6.801.914 50%
4.2.5 Bank pembangunan multilateral - 0% - 50%
4.2.6 Bank Indonesia - 0% - 0%
4.2.7 Bank sentral negara lain - 0% - 0%
4.2.8 Lembaga keuangan - 0% 68.310.489 0%
4.2.9 Lainnya - 0% 879.430 0%
442 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 445
Laporan Tahunan
2025
(Dalam Jutaan Rupiah)
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
6 bulan - < 1 tahun ≥ 1 tahun Total Nilai Tertimbang
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
311.342.780
- -
- n.a - n.a 297.456.566
- 0% - 100% 13.886.214
- 0% - 100%
- 0% - 100%
634.842.288
- -
- n.a - n.a 476.445.087
3.136.847 95% 661.632 100% 85.185.557
- -
- n.a - n.a 27.983.836
2.263.920 90% 1.064.774 100% 45.227.808
56.775.684
- -
- n.a - n.a 46.870.374
264.552 95% 71.705 100% 3.150.255
- -
- n.a - n.a 5.500.376
57.520 90% 17.512 100% 1.254.679
333.393.870
- 50% - 100% 217.081.605
- - 116.312.266
4.906.152 50% 1.499.970 100% 100.125.235
23.609 50% - 100% 52.714
- 50% - 100% -
6.757 50% 361.025 100% 3.765.360
- 50% - 100% -
- 50% - 100% -
- 50% - 100% -
2.078.003 50% 830.365 100% 1.869.367
500.000 50% 10.249.590 100% 10.499.590
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 443
Page 446
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
Komponen ASF Tanpa Jangka Waktu < 6 bulan
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
LIABILITAS YANG MEMILIKI HUBUNGAN
5 KETERGANTUNGAN DENGAN ASET - 0% - 0%
TERTENTU
6 LIABILITAS DAN EKUITAS LAINNYA:
6.1 NSFR Liabilitas Derivatif -
6.2 Liabilitas pajak Tangguhan - 100% 9.358.987 0%
Kepentingan non-pengendali yang tidak memenuhi
6.3 persyaratan untuk diperhitungkan sebagai modal - 100% - 0%
inti utama (Tier 1)
6.4 Utang tanggal perdagangan (trade date payable) - 0% - 0%
Ekuitas dan liabilitas lainnya yang tidak masuk
6.5 dalam kategori diatas, termasuk liabilitas lainnya 62.894.598 0% 41.489.701 0%
tanpa jangka waktu*)
7 TOTAL ASF
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
Komponen RSF Tanpa Jangka Waktu < 6 bulan
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
ASET PADA NERACA
Pinjaman kategori Lancar dan Dalam
3.1 Perhatian Khusus (performing) yang
diberikan kepada:
Lembaga keuangan yang dijamin oleh HQLA
3.1.1 - 24.422
Level 1 yang memenuhi persyaratan
3.1.1.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - n.a 24.422 10%
3.1.1.2 Tidak bebas dari segala klaim (encumbered) - -
3.1.1.2.1 Sisa jangka waktu pengikatan aset < 6 bulan - n.a - 10%
Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 6 bulan
3.1.1.2.2 - n.a - 50%
s.d < 1 tahun
3.1.1.2.3 Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 1 tahun - n.a - 100%
Lembaga keuangan yang dijamin oleh non-
3.1.2 - -
HQLA Level 1 yang memenuhi persyaratan
3.1.2.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - n.a - 15%
3.1.2.2 Tidak bebas dari segala klaim (encumbered) - -
3.1.2.2.1 Sisa jangka waktu pengikatan aset < 6 bulan - n.a - 15%
Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 6 bulan
3.1.2.2.2 - n.a - 50%
s.d < 1 tahun
3.1.2.2.3 Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 1 tahun - n.a - 100%
444 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 447
Laporan Tahunan
2025
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
6 bulan - < 1 tahun ≥ 1 tahun Total Nilai Tertimbang
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
- 0% - 0% -
9.743.335
- 0% -
- 50% - 100% -
- 50% - 100% -
- 0% - 0% -
- 50% 9.743.335 100% 9.743.335
1.346.097.957
(Dalam Jutaan Rupiah)
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
6 bulan - < 1 tahun ≥ 1 tahun Total Nilai Tertimbang
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
968.745.172
- - 2.442
- 50% - 100% 2.442
- -
- 50% - 100% -
- 50% - 100% -
- 100% - 100% -
- - -
- 50% - 100% -
- -
- 50% - 100% -
- 50% - 100% -
- 100% - 100% -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 445
Page 448
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
Komponen RSF Tanpa Jangka Waktu < 6 bulan
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
Lembaga keuangan dan tanpa agunan,
termasuk penempatan dana (tanpa jangka
3.1.3 waktu dan dengan jangka waktu) pada - -
lembaga keuangan lain dan bukan untuk
aktivitas operasional
3.1.3.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - 15% - 15%
3.1.3.2 Tidak bebas dari segala klaim (encumbered) - -
3.1.3.2.1 Sisa jangka waktu pengikatan aset < 6 bulan - n.a - 15%
Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 6 bulan
3.1.3.2.2 - n.a - 50%
s.d < 1 tahun
3.1.3.2.3 Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 1 tahun - n.a - 100%
Perusahaan non-keuangan, nasabah
perorangan dan nasabah usaha mikro
3.1.4 dan usaha kecil, Pemerintah Indonesia, - 85.997.534
pemerintah negara lain, entitas sektor publik
dan pinjaman lain , yang diantaranya:
Dikenakan bobot risiko ≤ 35% dalam
3.1.4.1 perhitungan ATMR risiko kredit dengan - -
pendekatan standar
3.1.4.1.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - n.a - 50%
3.1.4.1.2 Tidak bebas dari segala klaim (encumbered) - -
3.1.4.1.2.1 Sisa jangka waktu pengikatan aset < 6 bulan - n.a - 50%
Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 6 bulan
3.1.4.1.2.2 - n.a - 50%
s.d < 1 tahun
3.1.4.1.2.3 Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 1 tahun - n.a - 100%
Dikenakan bobot risiko > 35% dalam
3.1.4.2 perhitungan ATMR risiko kredit dengan - 85.997.534
pendekatan standar
3.1.4.2.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - n.a 85.997.534 50%
3.1.4.2.2 Tidak bebas dari segala klaim (encumbered) - -
3.1.4.2.2.1 Sisa jangka waktu pengikatan aset < 6 bulan - n.a - 50%
Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 6 bulan
3.1.4.2.2.2 - n.a - 50%
s.d < 1 tahun
3.1.4.2.2.3 Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 1 tahun - n.a - 100%
Tagihan (termasuk pinjaman) kepada Bank
Indonesia dan bank sentral negara lain
dengan sisa jangka waktu kurang dari 1 tahun
3.1.5 - -
selain surat berharga yang diterbitkan atau
dijamin oleh Bank Indonesia dan bank sentral
negara lain
3.1.5.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - n.a - 0%
3.1.5.2 Tidak bebas dari segala klaim (encumbered) - -
3.1.5.2.1 Sisa jangka waktu pengikatan aset < 6 bulan - n.a - 0%
Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 6 bulan
3.1.5.2.2 - n.a - 50%
s.d < 1 tahun
3.1.5.2.3 Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 1 tahun - n.a - 100%
446 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 449
Laporan Tahunan
2025
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
6 bulan - < 1 tahun ≥ 1 tahun Total Nilai Tertimbang
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
- - -
- 50% - 100% -
- - -
- 50% - 100% -
- 50% - 100% -
- 100% - 100% -
129.756.037 894.230.956 867.973.098
- - -
- 50% - 65% -
- - -
- 50% - 65% -
- 50% - 65% -
- 100% - 100% -
129.756.037 894.230.956 867.973.098
129.756.037 50% 894.230.956 85% 867.973.098
- - -
- 50% - 85% -
- 50% - 85% -
- 100% - 100% -
- - -
- 50% -
- -
- 50% -
- 50% -
- 100% -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 447
Page 450
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
Komponen RSF Tanpa Jangka Waktu < 6 bulan
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
Tagihan kepada Bank Indonesia dan bank
sentral negara lain (contoh: surat berharga
3.1.6 - -
yang diterbitkan oleh Bank Indonesia dan
bank sentral negara lain)
3.1.6.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - n.a - 0%
3.1.6.2 Tidak bebas dari segala klaim (encumbered) - -
3.1.6.2.1 Sisa jangka waktu pengikatan aset < 6 bulan - n.a - 0%
Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 6 bulan
3.1.6.2.2 - n.a - 50%
s.d < 1 tahun
3.1.6.2.3 Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 1 tahun - n.a - 100%
Kredit beragun rumah tinggal, yang
3.1.7 - 29.408.897
diantaranya:
Dikenakan bobot risiko ≤ 35% dalam
3.1.7.1 perhitungan ATMR risiko kredit dengan - 7.544.434
pendekatan standar
3.1.7.1.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - n.a 7.544.434 50%
3.1.7.1.2 Tidak bebas dari segala klaim (encumbered) - -
3.1.7.1.2.1 Sisa jangka waktu pengikatan aset < 6 bulan - n.a - 50%
Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 6 bulan
3.1.7.1.2.2 - n.a - 50%
s.d < 1 tahun
3.1.7.1.2.3 Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 1 tahun - n.a - 100%
Dikenakan bobot risiko > 35% dalam
3.1.7.2 perhitungan ATMR risiko kredit dengan - 21.864.464
pendekatan standar
3.1.7.2.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - n.a 21.864.464 50%
3.1.7.2.2 Tidak bebas dari segala klaim (encumbered) - -
3.1.7.2.2.1 Sisa jangka waktu pengikatan aset < 6 bulan - n.a - 50%
Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 6 bulan
3.1.7.2.2.2 - n.a - 50%
s.d < 1 tahun
3.1.7.2.2.3 Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 1 tahun - n.a - 100%
Surat berharga yang tidak mengalami gagal
bayar dan non-HQLA serta saham yang
3.2
diperdagangkan di bursa dan non-HQLA,
dengan syarat tertentu
3.2.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - n.a 1.431.818 50%
3.2.2 Tidak bebas dari segala klaim (encumbered) - -
3.2.2.1 Sisa jangka waktu pengikatan aset < 6 bulan - n.a - 50%
Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 6 bulan
3.2.2.2 - n.a - 50%
s.d < 1 tahun
3.2.2.3 Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 1 tahun - n.a - 100%
Aset yang memiliki pasangan liabilitas yang
4
saling bergantung
448 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 451
Laporan Tahunan
2025
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
6 bulan - < 1 tahun ≥ 1 tahun Total Nilai Tertimbang
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
- -
- 5% - 5% -
- -
- 5% - 5% -
- 50% - 50% -
- 100% - 100% -
40.736.196 87.320.689 100.769.632
11.801.732 42.627.499 37.380.957
11.801.732 50% 42.627.499 65% 37.380.957
- - -
- 50% - 65% -
- 50% - 65% -
- 100% - 100% -
28.934.464 44.693.190 63.388.675
28.934.464 50% 44.693.190 85% 63.388.675
- - -
- 50% - 85% -
- 50% - 85% -
- 100% - 100% -
9.000.506
989.890 50% 9.164.297 85% 9.000.506
- - -
- 50% - 85% -
- 50% - 85% -
- 100% - 100% -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 449
Page 452
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
Komponen RSF Tanpa Jangka Waktu < 6 bulan
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
5 Aset lainnya
Komoditas fisik yang diperdagangkan,
5.1 - 85%
termasuk emas
Kas, surat berharga dan aset lainnya
yang dicatat sebagai initial margin untuk
Max (85%, faktor
5.2 kontrak derivatif dan kas atau aset lain yang -
RSF aset)
diserahkan sebagai default fund pada central
counterparty (CCP)
5.3 NSFR aset derivatif 55.690 100%
20% liabilitas derivatif sebelum dikurangi
5.4 - 100%
dengan variation margin
5.5 Piutang tanggal perdagangan - 0% - 0%
Kredit atau pinjaman dengan kualitas Kurang
5.6 Lancar, Diragukan, dan Macet (Non- - 100% 3.775.719 100%
Performing Loan)
5.7 Saham yang tidak diperdagangkan di bursa - n.a - 100%
5.8 Aset tetap - n.a - 100%
5.9 Faktor pengurang modal - n.a - 100%
5.10 Surat berharga yang gagal bayar - n.a - 100%
mengikuti RSF
Aset lainnya yang tidak bebas dari segala
5.11 - aset saat bebas -
klaim (encumbered)
dari segala klaim
Aset lainnya yang tidak masuk dalam kategori
5.12 13.639.828 100% - 100%
di atas**)
6 Total aset - -
Transaksi Rekening Administratif
Kewajiban komitmen dalam bentuk fasilitas
kredit dan fasilitas likuiditas yang bersifat
7 tidak dapat dibatalkan (irrevocable) atau 27.266.638 5%
dapat dibatalkan dengan syarat (conditionally
revocable)
Fasilitas kredit dan fasilitas likuiditas yang
8 bersifat dapat dibatalkan tanpa syarat - 0%
(unconditionally revocable)
Kewajiban yang berasal dari instrumen trade
9 finance (termasuk garansi dan letters of credit 2.428.004 3%
(L/C))
Letters of credit (L/C) dan garansi yang tidak
10 - 5%
terkait dengan kewajiban trade finance
11 Kewajiban non-kontraktual - 5%
12 Total transaksi rekening administratif - -
13 Total RSF
Rasio Pendanaan Stabil Bersih (Net Stable
14
Funding Ratio (%))
450 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 453
Laporan Tahunan
2025
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
6 bulan - < 1 tahun ≥ 1 tahun Total Nilai Tertimbang
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
127.368.222
-
Max (85%, faktor Max (85%, faktor
- 52.970 45.025
RSF aset) RSF aset)
- 100% - 100% 55.690
- 100% - 100% -
- 0% - 0% -
891.041 100% 7.970.890 100% 12.637.650
- 100% 4.463.270 100% 4.463.270
- 100% 45.366.125 100% 45.366.125
- 100% 51.160.634 100% 51.160.634
- 100% - 100% -
- - 100% -
- 100% - 100% 13.639.828
- - 1.136.768.481
22.014.389 5% 85.423.348 5% 6.735.219
- 0% - 0% -
- 3% - 3% 72.840
- 5% - 5% -
- 5% - 5% -
- - 6.808.059
1.143.576.540
117,71%
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 451
Page 454
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Analisis secara Individu
(Dalam Juta Rupiah)
Rasio Komponen September 2025 Desember 2025
Net Stable Funding Ratio (NSFR) Available Stable Funding (ASF) 1.353.728.575 1.346.097.957
Required Stable Funding (RSF) 1.101.459.497 1.143.576.540
NSFR 122,90% 117,71%
Net Stable Funding Ratio (NSFR) PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk posisi bulan Desember 2025 sebesar 117,71% mengalami
penurunan sebesar 5,19% dibandingkan posisi bulan September 2025 sebesar 122,90%. Penurunan tersebut disebabkan oleh
penurunan komponen Available Stable Funding (ASF) sebesar Rp7,63 triliun atau 0,56% sedangkan komponen Required Stable Funding
(RSF) mengalami peningkatan sebesar Rp42,12 triliun atau 3,82%.
Laporan NSFR - Konsolidasian
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
Komponen ASF Tanpa Jangka Waktu < 6 bulan
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
1 MODAL
Modal Bagi Bank Umum berkantor pusat di
1.1
indonesia
1.1.1 Modal Inti (Tier 1) 300.965.536 100% n.a
1.1.2 Modal Pelengkap (Tier 2) 13.956.615 100% - 0%
1.2 Modal bagi KCBA - 100% - 0%
1.3 Instrumen modal lainnya - 100% - 0%
SIMPANAN YANG BERASAL DARI NASABAH
2
PERORANGAN :
2.1 Simpanan Stabil
2.1.1 Simpanan Tanpa Jangka waktu (Giro, Tabungan) 502.354.948 95% n.a
2.1.2 Simpanan dengan jangka waktu (deposito) n.a 85.879.197 95%
2.2 Simpanan Kurang Stabil
2.2.1 Simpanan Tanpa Jangka waktu (Giro, Tabungan) 32.539.891 90% n.a
2.2.2 Simpanan dengan jangka waktu (deposito) n.a 47.122.592 90%
PENDANAAN YANG BERASAL DARI
3 NASABAH USAHA MIKRO DAN USAHA
KECIL :
3.1 Simpanan Stabil
3.1.1 Simpanan Tanpa Jangka waktu (Giro, Tabungan) 49.537.811 95% n.a
3.1.2 Simpanan dengan jangka waktu (deposito) n.a 2.998.262 95%
3.2 Simpanan Kurang Stabil
3.2.1 Simpanan Tanpa Jangka waktu (Giro, Tabungan) 6.131.042 90% n.a
3.2.2 Simpanan dengan jangka waktu (deposito) n.a 3.131.108 90%
452 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 455
Laporan Tahunan
2025
(Dalam Jutaan Rupiah)
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
6 bulan - < 1 tahun ≥ 1 tahun Total Nilai Tertimbang
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
314.922.151
-
n.a - n.a 300.965.536
- 0% - 100% 13.956.615
- 0% - 100%
- 0% - 100%
637.269.205
n.a n.a 477.237.201
3.137.575 95% 661.955 100% 85.227.888
n.a n.a 29.285.901
2.270.120 90% 1.064.774 100% 45.518.215
58.639.821
n.a n.a 47.060.920
264.612 95% 71.705 100% 3.171.435
n.a n.a 5.517.938
60.020 90% 17.512 100% 2.889.527
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 453
Page 456
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
Komponen ASF Tanpa Jangka Waktu < 6 bulan
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
PENDANAAN YANG BERASAL DARI
4
NASABAH KORPORASI:
4.1 Simpanan operasional 434.879.398 50% - 50%
Simpanan non - operasional dan/atau liabilitas
4.2 lainnya yang besifat non-operasional yang berasal
dari:
4.2.1 Perusahaan non-keuangan - 0% 195.237.313 50%
4.2.2 Pemerintah Indonesia - 0% 81.819 50%
4.2.3 Pemerintah negara lain - 0% - 50%
4.2.4 Entitas sektor publik - 0% 7.124.414 50%
4.2.5 Bank pembangunan multilateral - 0% - 50%
4.2.6 Bank Indonesia - 0% - 0%
4.2.7 Bank sentral negara lain - 0% - 0%
4.2.8 Lembaga keuangan - 0% 69.217.976 0%
4.2.9 Lainnya - 0% 886.430 0%
LIABILITAS YANG MEMILIKI HUBUNGAN
5 KETERGANTUNGAN DENGAN ASET 0% 0%
TERTENTU
6 LIABILITAS DAN EKUITAS LAINNYA:
6.1 NSFR Liabilitas Derivatif
6.2 Liabilitas pajak Tangguhan - 100% 9.358.987 0%
Kepentingan non-pengendali yang tidak memenuhi
6.3 persyaratan untuk diperhitungkan sebagai modal - 100% - 0%
inti utama (Tier 1)
6.4 Utang tanggal perdagangan (trade date payable) - 0% - 0%
Ekuitas dan liabilitas lainnya yang tidak masuk
6.5 dalam kategori diatas, termasuk liabilitas lainnya 63.099.209 0% 41.824.762 0%
tanpa jangka waktu
7 TOTAL ASF
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
Komponen RSF Tanpa Jangka Waktu < 6 bulan
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
ASET PADA NERACA
Total HQLA dalam rangka perhitungan
1
NSFR
1.1 HQLA Level 1
1.1.1 Kas dan setara kas 31.984.262 0% n.a
454 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 457
Laporan Tahunan
2025
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
6 bulan - < 1 tahun ≥ 1 tahun Total Nilai Tertimbang
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
335.359.681
- 50% - 100% 217.439.699
117.919.982
4.906.152 50% 1.499.970 100% 101.571.702
23.609 50% - 100% 52.714
- 50% - 100% -
6.757 50% 361.025 100% 3.926.610
- 50% - 100% -
- 50% - 100% -
- 50% - 100% -
2.078.003 50% 830.365 100% 1.869.367
500.000 50% 10.249.590 100% 10.499.590
0% 0% =
9.743.335
- 0% -
- 50% - 100% -
- 50% - 100% -
- 0% - 0% -
- 50% 9.743.335 100% 9.743.335
1.355.934.194
(Dalam Jutaan Rupiah)
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
6 bulan - < 1 tahun ≥ 1 tahun Total Nilai Tertimbang
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
10.458.584
10.299.032
n.a n.a -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 455
Page 458
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
Komponen RSF Tanpa Jangka Waktu < 6 bulan
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
1.1.2 Penempatan pada Bank Indonesia 35.437.374 0% 677.613 0%
HQLA Level 1 tidak termasuk aset yang
1.1.3
mendapatkan faktor RSF 0%
1.1.3.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - n.a 36.175.775 5%
Tidak bebas dari segala klaim (encumbered),
1.1.3.2 berdasarkan sisa jangka waktu pengikatan - n.a 21.390.000 5%
aset
1.2 HQLA Level 2A
1.2.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - n.a 388.217 15%
Tidak bebas dari segala klaim (encumbered),
1.2.2 berdasarkan sisa jangka waktu pengikatan - n.a - 15%
aset
1.3 HQLA Level 2B
1.3.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - n.a - 50%
Tidak bebas dari segala klaim (encumbered),
1.3.2 berdasarkan sisa jangka waktu pengikatan - n.a 10.000 50%
aset
Simpanan atau penempatan dana pada
2 lembaga keuangan lain untuk aktivitas
operasional
2.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) 42.988.117 50% 507.429 50%
2.2 Tidak bebas dari segala klaim (encumbered)
2.2.1 Sisa jangka waktu pengikatan aset < 6 bulan - 50% - 50%
Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 6 bulan
2.2.2 - 50% - 50%
s.d < 1 tahun
2.2.3 Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 1 tahun - 100% - 100%
Pinjaman kategori Lancar dan Dalam
3 Perhatian Khusus (performing) dan surat
berharga yang tidak gagal bayar (default)
Pinjaman kategori Lancar dan Dalam
3.1 Perhatian Khusus (performing) yang
diberikan kepada:
Lembaga keuangan yang dijamin oleh HQLA
3.1.1
Level 1 yang memenuhi persyaratan
3.1.1.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - n.a 24.422 10%
3.1.1.2 Tidak bebas dari segala klaim (encumbered) - -
3.1.1.2.1 Sisa jangka waktu pengikatan aset < 6 bulan - n.a - 10%
Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 6 bulan
3.1.1.2.2 - n.a - 50%
s.d < 1 tahun
3.1.1.2.3 Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 1 tahun - n.a - 100%
Lembaga keuangan yang dijamin oleh non-
3.1.2
HQLA Level 1 yang memenuhi persyaratan
3.1.2.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - n.a - 15%
3.1.2.2 Tidak bebas dari segala klaim (encumbered) - -
456 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 459
Laporan Tahunan
2025
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
6 bulan - < 1 tahun ≥ 1 tahun Total Nilai Tertimbang
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
- 0% - 0% -
2.651.224 5% 40.586.638 5% 3.970.682
- 50% 5.258.850 100% 6.328.350
154.552
127.923 15% 514.205 15% 154.552
- 50% - 100% -
5.000
- 50% - 50% -
- 50% - 100% 5.000
21.747.773
- 50% - 100% 21.747.773
- 50% - 100% -
- 50% - 100% -
- 100% - 100% -
982.147.347
973.146.841
2.442
- 50% - 100% 2.442
- -
- 50% - 100% -
- 50% - 100% -
- 100% - 100% -
-
- 50% - 100% -
- -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 457
Page 460
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
Komponen RSF Tanpa Jangka Waktu < 6 bulan
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
3.1.2.2.1 Sisa jangka waktu pengikatan aset < 6 bulan - n.a - 15%
Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 6 bulan
3.1.2.2.2 - n.a - 50%
s.d < 1 tahun
3.1.2.2.3 Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 1 tahun - n.a - 100%
Lembaga keuangan dan tanpa agunan,
termasuk penempatan dana (tanpa jangka
3.1.3 waktu dan dengan jangka waktu) pada
lembaga keuangan lain dan bukan untuk
aktivitas operasional
3.1.3.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - 15% - 15%
3.1.3.2 Tidak bebas dari segala klaim (encumbered) - -
3.1.3.2.1 Sisa jangka waktu pengikatan aset < 6 bulan - n.a - 15%
Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 6 bulan
3.1.3.2.2 - n.a - 50%
s.d < 1 tahun
3.1.3.2.3 Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 1 tahun - n.a - 100%
Perusahaan non-keuangan, nasabah
perorangan dan nasabah usaha mikro
3.1.4 dan usaha kecil, Pemerintah Indonesia,
pemerintah negara lain, entitas sektor publik
dan pinjaman lain , yang diantaranya:
Dikenakan bobot risiko ≤ 35% dalam
3.1.4.1 perhitungan ATMR risiko kredit dengan
pendekatan standar
3.1.4.1.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - n.a - 50%
3.1.4.1.2 Tidak bebas dari segala klaim (encumbered) - -
3.1.4.1.2.1 Sisa jangka waktu pengikatan aset < 6 bulan - n.a - 50%
Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 6 bulan
3.1.4.1.2.2 - n.a - 50%
s.d < 1 tahun
3.1.4.1.2.3 Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 1 tahun - n.a - 100%
Dikenakan bobot risiko > 35% dalam
3.1.4.2 perhitungan ATMR risiko kredit dengan
pendekatan standar
3.1.4.2.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - n.a 87.539.240 50%
3.1.4.2.2 Tidak bebas dari segala klaim (encumbered) - -
3.1.4.2.2.1 Sisa jangka waktu pengikatan aset < 6 bulan - n.a - 50%
Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 6 bulan
3.1.4.2.2.2 - n.a - 50%
s.d < 1 tahun
3.1.4.2.2.3 Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 1 tahun - n.a - 100%
Tagihan (termasuk pinjaman) kepada Bank
Indonesia dan bank sentral negara lain
dengan sisa jangka waktu kurang dari 1 tahun
3.1.5
selain surat berharga yang diterbitkan atau
dijamin oleh Bank Indonesia dan bank sentral
negara lain
3.1.5.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - n.a - 0%
3.1.5.2 Tidak bebas dari segala klaim (encumbered) - -
458 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 461
Laporan Tahunan
2025
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
6 bulan - < 1 tahun ≥ 1 tahun Total Nilai Tertimbang
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
- 50% - 100% -
- 50% - 100% -
- 100% - 100% -
-
- 50% - 100% -
- - -
- 50% - 100% -
- 50% - 100% -
- 100% - 100% -
871.900.682
-
- 50% - 65% -
- - -
- 50% - 65% -
- 50% - 65% -
- 100% - 100% -
871.900.682
131.101.450 50% 897.153.338 85% 871.900.682
- - -
- 50% - 85% -
- 50% - 85% -
- 100% - 100% -
-
- 50% -
- -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 459
Page 462
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
Komponen RSF Tanpa Jangka Waktu < 6 bulan
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
3.1.5.2.1 Sisa jangka waktu pengikatan aset < 6 bulan - n.a - 0%
Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 6 bulan
3.1.5.2.2 - n.a - 50%
s.d < 1 tahun
3.1.5.2.3 Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 1 tahun - n.a - 100%
Tagihan kepada Bank Indonesia dan bank
sentral negara lain (contoh: surat berharga
3.1.6
yang diterbitkan oleh Bank Indonesia dan
bank sentral negara lain)
3.1.6.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - n.a - 0%
3.1.6.2 Tidak bebas dari segala klaim (encumbered) - -
3.1.6.2.1 Sisa jangka waktu pengikatan aset < 6 bulan - n.a - 0%
Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 6 bulan
3.1.6.2.2 - n.a - 50%
s.d < 1 tahun
3.1.6.2.3 Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 1 tahun - n.a - 100%
Kredit beragun rumah tinggal, yang
3.1.7
diantaranya :
Dikenakan bobot risiko ≤ 35% dalam
3.1.7.1 perhitungan ATMR risiko kredit dengan
pendekatan standar
3.1.7.1.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - n.a 7.544.434 50%
3.1.7.1.2 Tidak bebas dari segala klaim (encumbered) - -
3.1.7.1.2.1 Sisa jangka waktu pengikatan aset < 6 bulan - n.a - 50%
Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 6 bulan
3.1.7.1.2.2 - n.a - 50%
s.d < 1 tahun
3.1.7.1.2.3 Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 1 tahun - n.a - 100%
Dikenakan bobot risiko > 35% dalam
3.1.7.2 perhitungan ATMR risiko kredit dengan
pendekatan standar
3.1.7.2.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - n.a 21.924.093 50%
3.1.7.2.2 Tidak bebas dari segala klaim (encumbered) - -
3.1.7.2.2.1 Sisa jangka waktu pengikatan aset < 6 bulan - n.a - 50%
Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 6 bulan
3.1.7.2.2.2 - n.a - 50%
s.d < 1 tahun
3.1.7.2.2.3 Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 1 tahun - n.a - 100%
Surat berharga yang tidak mengalami gagal
bayar dan non-HQLA serta saham yang
3.2
diperdagangkan di bursa dan non-HQLA,
dengan syarat tertentu
3.2.1 Bebas dari segala klaim (unencumbered) - n.a 1.431.818 50%
3.2.2 Tidak bebas dari segala klaim (encumbered) - -
3.2.2.1 Sisa jangka waktu pengikatan aset < 6 bulan - n.a - 50%
Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 6 bulan
3.2.2.2 - n.a - 50%
s.d < 1 tahun
3.2.2.3 Sisa jangka waktu pengikatan aset ≥ 1 tahun - n.a - 100%
460 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 463
Laporan Tahunan
2025
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
6 bulan - < 1 tahun ≥ 1 tahun Total Nilai Tertimbang
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
- 50% -
- 50% -
- 100% -
- 5% - 5% -
- -
- 5% - 5% -
- 50% - 50% -
- 100% - 100% -
101.243.717
37.380.957
11.801.732 50% 42.627.499 65% 37.380.957
- - -
- 50% - 65% -
- 50% - 65% -
- 100% - 100% -
63.862.760
29.007.659 50% 45.172.805 85% 63.862.760
- - -
- 50% - 85% -
- 50% - 85% -
- 100% - 100% -
9.000.506
989.890 50% 9.164.297 85% 9.000.506
- - -
- 50% - 85% -
- 50% - 85% -
- 100% - 100% -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 461
Page 464
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
Komponen RSF Tanpa Jangka Waktu < 6 bulan
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
Aset yang memiliki pasangan liabilitas yang
4
saling bergantung
5 Aset lainnya
Komoditas fisik yang diperdagangkan,
5.1 85%
termasuk emas
Kas, surat berharga dan aset lainnya
yang dicatat sebagai initial margin untuk
Max (85%, faktor
5.2 kontrak derivatif dan kas atau aset lain yang -
RSF aset)
diserahkan sebagai default fund pada central
counterparty (CCP)
5.3 NSFR aset derivatif 55.690 100%
20% liabilitas derivatif sebelum dikurangi
5.4 - 100%
dengan variation margin
5.5 Piutang tanggal perdagangan - 0% - 0%
Kredit atau pinjaman dengan kualitas Kurang
5.6 Lancar, Diragukan, dan Macet (Non- - 100% 3.846.969 100%
Performing Loan)
5.7 Saham yang tidak diperdagangkan di bursa - n.a - 100%
5.8 Aset tetap - n.a - 100%
5.9 Faktor pengurang modal - n.a - 100%
5.1 Surat berharga yang gagal bayar - n.a - 100%
mengikuti RSF
Aset lainnya yang tidak bebas dari segala
5.11 - aset saat bebas
klaim (encumbered)
dari segala klaim
Aset lainnya yang tidak masuk dalam
5.12 13.730.740 100% 96.534 100%
kategori di atas**)
Total aset 124.140.493 3.187.525
Transaksi Rekening Administratif
Kewajiban komitmen dalam bentuk fasilitas
kredit dan fasilitas likuiditas yang bersifat
6 tidak dapat dibatalkan (irrevocable) atau 27.266.638 5%
dapat dibatalkan dengan syarat (conditionally
revocable)
Fasilitas kredit dan fasilitas likuiditas yang
7 bersifat dapat dibatalkan tanpa syarat - 0%
(unconditionally revocable)
Kewajiban yang berasal dari instrumen trade
8 finance (termasuk garansi dan letters of 2.428.004 3%
credit (L/C))
Letters of credit (L/C) dan garansi yang tidak
9 - 5%
terkait dengan kewajiban trade finance
10 Kewajiban non-kontraktual - 5%
Total transaksi rekening administratif -
Total RSF
Rasio Pendanaan Stabil Bersih (Net Stable
Funding Ratio (%)
462 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 465
Laporan Tahunan
2025
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa jangka Waktu
6 bulan - < 1 tahun ≥ 1 tahun Total Nilai Tertimbang
Nilai Tercatat Faktor ASF Nilai Tercatat Faktor ASF
128.333.020
-
Max (85%, faktor RSF Max (85%, faktor RSF
- 52.970 45.025
aset) aset)
- 100% - 100% 55.690
- 100% - 100% -
- 0% - 0% -
907.108 100% 8.244.053 100% 12.998.129
- 100% 4.463.270 100% 4.463.270
- 100% 45.780.153 100% 45.780.153
- 100% 51.163.479 100% 51.163.479
- 100% - 100% -
100% -
- 100% - 100% 13.827.274
176.586.985 1.150.181.556 1.142.686.724
22.014.389 5% 85.423.348 5% 6.735.219
- 0% - 0% -
- 3% - 3% 72.840
- 5% - 5% -
- 5% - 5% -
- - 6.808.059
1.149.494.783
117,96%
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 463
Page 466
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Analisis secara Konsolidasi
(Dalam Juta Rupiah)
Rasio Komponen September 2025 Desember 2025
Net Stable Funding Ratio (NSFR) Available Stable Funding (ASF) 1.363.031.478 1.355.934.194
Required Stable Funding (RSF) 1.107.115.182 1.149.494.783
NSFR 123,12% 117,96%
Net Stable Funding Ratio (NSFR) secara Konsolidasi posisi bulan Desember 2025, NSFR BRI Konsolidasi tercatat sebesar 117,96% mengalami
penurunan sebesar 5,16% dibandingkan posisi bulan September 2025 sebesar 123,12%. Penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan
komponen Available Stable Funding (ASF) sebesar Rp7,10 triliun atau 0,52% sedangkan komponen Required Stable Funding (RSF) mengalami
peningkatan sebesar Rp42,38 triliun atau 3,83%.
Aset Terikat (Encumbrance) (ENC)
a b c d
Aset yang disimpan atau
Aset Terikat diperjanjikan dengan Bank Aset tidak terikat
Total
(Encumbered) Sentral namun belum digunakan (Unencumbered)
untuk menghasilkan likuiditas
Aset-aset dalam laporan posisi
keuangan dapat disajikan terperinci 25.145.761.177.300 40.404.372.286.215 217.835.373.667.259 283.385.507.130.774
sepanjang dibutuhkan
Analisis Kualitatif
Sesuai SEOJK Nomor 9/SEOJK.03/2020 tentang Transparansi dan Publikasi Laporan Bank Umum Konvensional. Pada tabel di atas disajikan
data terkait dengan risiko likuiditas yang dibagi atas beberapa kriteria yakni Aset Terikat, Aset yang disimpan atau diperjanjikan dengan Bank
Sentral namun belum digunakan untuk likuiditas dan Aset Tidak Terikat. Aset tersebut merupakan aset likuid yang digunakan untuk kebutuhan
likuiditas sesuai dengan POJK Nomor 42/POJK.03/2015 perihal Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (LCR).
Total Aset yang memenuhi kualifikasi tabel di atas posisi 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp283,39 triliun. Apabila dilihat dari pembagiannya,
maka Nilai Total Aset tersebut terdiri dari :
• Aset Terikat sebesar Rp25,15 triliun atau sebesar 8,87% dari Total Aset Likuid.
• Aset yang disimpan atau diperjanjikan dengan Bank Sentral namun belum digunakan untuk menghasilkan likuiditas sebesar Rp40,40 triliun
atau sebesar 14,26% dari Total Aset Likuid.
• Aset Tidak Terikat sebesar Rp217,84 triliun atau sebesar 76,87% dari Total Aset Likuid.
Manajemen Risiko Likuiditas (LIQA)
Informasi mengenai manajemen risiko likuiditas disampaikan
sebagai berikut:
1. Tata Kelola Risiko
• BRI mengelola risiko likuiditas dalam rangka mitigasi • BRI secara berkala melakukan review terhadap Risk
risiko yang dapat muncul dari produk dan aktivitas Appetite Statement dan parameter limit terhadap risiko
perbankan yang dapat mempengaruhi sumber dan likuiditas yang ditetapkan dalam Surat Keputusan
penggunaan dana, baik untuk eksposur risiko saat ini tentang Penetapan Taksonomi Risiko dan Parameter
maupun yang akan timbul di masa datang. & Limit Atas Risk Appetite, Profil Risiko, Rentabilitas &
• Perumusan tingkat risiko yang akan diambil (risk Permodalan dalam Penilaian Tingkat Kesehatan Bank
appetite) dan toleransi risiko (risk tolerance) terkait Berbasis Risiko dan Profil Risiko Terintegrasi PT. Bank
risiko likuiditas telah dilakukan sejalan dengan Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.
sasaran strategi dan bisnis bank secara keseluruhan.
464 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 467
Laporan Tahunan
2025
• Dalam pengelolaan risiko likuiditas, Liquidity & Funding • Pengukuran risiko likuiditas antara lain dilakukan
Management Group dan Treasury Business Group secara berkala dengan menggunakan Dashboard
bertanggung jawab untuk mengelola likuiditas nasional, daily liquidity & early warning indicators, proyeksi
sedangkan Market, Portfolio & Enterprise Risk Group arus kas, rasio likuiditas dan stress testing likuiditas.
bertanggung jawab dalam menyusun dan melakukan • Pemantauan dan pengendalian hasil pengukuran
review kebijakan manajemen risiko likuiditas serta risiko dilakukan oleh Liquidity & Funding Management
pemantauan secara limit risiko likuiditas. Group (contoh: pemantauan GWM dan evaluasi
pencapaian cash ratio nasional secara triwulanan)
2. Strategi Pendanaan dan Market, Portfolio & Enterprise Risk Group
• Diversifikasi Pendanaan (contoh: Liquidity Coverage Ratio, Net Stable Funding
Dilakukan dengan memperhatikan karakteristik Ratio) untuk memonitor kepatuhan terhadap limit
sumber dan jangka waktu pendanaan serta Rencana yang telah ditetapkan. Hasil pemantauan dan risiko
Bisnis Bank (RBB), dengan mempertimbangkan likuiditas disajikan dalam bentuk laporan berkala
counterparty, kondisi keberadaan jaminan, jenis (dashboard Risiko Likuiditas) yang disampaikan
instrumen, jenis mata uang, serta lokasi geografis kepada Direksi dan Dewan Komisaris BRI. Terhadap
pasar sumber pendanaan hasil pemantauan yang menunjukkan indikasi
• Stabilisasi Pertumbuhan Dana risiko likuiditas berpotensi meningkat dilakukan
Merupakan pemeliharaan stabilitas Dana Pihak rekomendasi mitigasi eksposur risiko likuiditas serta
Ketiga (DPK) agar trend pertumbuhan positif, antara putusan tindak lanjut pengendaliannya
lain melalui strategi pricing, penerbitan dan/atau • Dilakukan penyusunan dashboard profil risiko
pengembangan produk simpanan, peningkatan likuiditas secara berkala atau dapat disesuaikan
pemasaran berkualitas yang menunjang stabilitas dengan kebutuhan strategi bisnis. Teknologi Sistem
pertumbuhan dana, serta melakukan review Informasi yang digunakan untuk menyediakan
kebijakan pengembangan dan pemasaran produk informasi terkini dan tepat waktu mengenai likuiditas
• Evaluasi dan Analisis Strategi Pendanaan di BRI adalah BI-RTGS, BRINets, BRISIM, Treasury
Kegiatan ini dilakukan secara berkala dalam rapat and Market Risk System, SKNBI, Swift, serta aplikasi
ALCO / forum lainnya dengan memperhatikan lainnya yang dikembangkan untuk monitoring aset
perubahan factor internal maupun eksternal Liquidity dan kewajiban BRI
& Funding Management Group dan Treasury
Business Group bersama-sama dengan groupi terkait 4. Contingency Funding Plan
melakukan identifikasi, pemantauan, dan evaluasi • Contingency Funding Plan (Rencana Pendanaan
faktor-faktor utama yang mempengaruhi kemampuan Darurat) adalah rencana dan strategi dalam
BRI dalam memperoleh pendanaan, termasuk menghadapi kondisi krisis yang berdampak pada
alternatif sumber dana yang dapat memperkuat likuiditas guna memastikan kemampuan BRI
kapasitas untuk bertahan pada kondisi krisis memperoleh sumber pendanaan yang dibutuhkan
• Memelihara Akses Pasar secara tepat waktu dan dengan biaya yang wajar.
Pemeliharaan akses pasar rupiah dan valuta asing • Contingency Funding Plan telah diatur dan
meliputi: memperluas pasar untuk penjualan aset disesuaikan pada Buku 5 Early Warning Indicators
atau meningkatkan jumlah fasilitas siaga dengan/ dan Contingency Funding Plan sesuai Surat
tanpa agunan, aktif bertransaksi di pasar yang Edaran Manajemen Risiko Likuiditas No SE.68-DIR/
sejalan dengan strategi pendanaan, dan memelihara MPE/12/2022 yang mengatur tentang Ketentuan
hubungan baik dengan penyedia dana sehingga Umum, Pelaksanaan CFP, Management Action CFP
dapat melakukan diversifikasi sumber dana dengan serta Wewenang dan Tanggung Jawab. Uji Coba CFP
baik dilakukan secara regular minimal 1 tahun sekali yang
dikoordinatori oleh LFM Group sebagai Sekretaris
3. Proses Manajemen Risiko ALCO.
• Kegiatan identifikasi risiko likuiditas dilakukan oleh • Pengujian rencana pendanaan darurat dilakukan
setiap unit kerja operasional dengan melakukan dengan metode walk on paper based, dimana
identifikasi terhadap risiko likuiditas yang berasal seluruh unit kerja terkait dengan pendanaan darurat
dari produk dan aktivitas perbankan yang dapat (Tim Manajemen Krisis Likuiditas) berkumpul untuk
mempengaruhi sumber dan penggunaan dana, baik menjalankan skenario pengujian di atas kertas tanpa
pada posisi aset dan kewajiban maupun rekening melakukan transaksi di pasar keuangan.
administratif serta risiko-risiko lain yang dapat • Market, Portfolio & Enterprise Risk Group melakukan
meningkatkan Risiko Likuiditas (misalnya Risiko monitoring terhadap parameter-parameter dalam
Kredit, Risiko Pasar, dan Risiko Operasional). Contingency Funding Plan yang tertuang dalam
dashboard Early Warning Indicators.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 465
Page 468
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
5. Stress Testing Risiko Likuiditas • Dalam mitigasi risiko konsentrasi, BRI melakukan
• Pelaksanaan stress testing dilakukan untuk mengukur pemantauan terhadap komposisi deposan inti, rasio
kemampuan dan ketahanan BRI memenuhi kebutuhan pendanaan non inti dan rasio pendanaan non DPK.
likuiditas dalam kondisi krisis (stress condition).
• Stress Testing risiko likuiditas dilakukan sesuai 7. Maturity Profile
dengan kebijakan dan kebutuhan internal BRI dan/ • Potensi risiko likuiditas yang akan dihadapi BRI
atau permintaan regulator. Stress Testing juga di masa mendatang diukur melalui liquidity gap
dilaporkan secara berkala kepada direksi melalui analysis, yang merupakan proyeksi kelebihan dan
Risk Management Commitee (RMC). kekurangan likuiditas atas dasar jatuh tempo aset dan
• Pelaksanaan stress testing dilakukan dengan liabilitas, setelah memperhitungkan kebutuhan untuk
menggunakan skenario-skenario stress test yang ekspansi bisnis. Informasi ini menjadi pertimbangan
dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek dalam perencanaan dan pengelolaan likuiditas,
bisnis dan tingkat risiko yang dikelola oleh BRI. termasuk juga kebutuhan ekspansi bisnis. Dengan
• Hasil stress test menunjukkan implikasi setiap diterapkannya pengelolaan likuiditas yang efektif,
skenario yang digunakan untuk menunjukkan daya diharapkan dapat meminimalkan risiko likuiditas
tahan likuiditas BRI. di BRI sekaligus meningkatkan stabilitas sistem
perbankan secara keseluruhan.
6. Konsentrasi Pendanaan • BRI menetapkan limit maturity profile < 1 tahun (Aset
• BRI telah menetapkan limit parameter Loan to Deposit jatuh tempo < 1 tahun/liability jatuh tempo < 1 tahun)
Ratio (LDR) Rupiah dengan appetite limit 94,50% - dengan limit >86,50% - 73,00% pada profil risiko
96,50% pada profil risiko moderate dan >98,50% moderate dan <59,50% pada profil risiko high.
pada profil risiko high.
• BRI menetapkan limit parameter Rasio Intermediasi
Makroprudensial (RIM) dengan limit 89,50% -
92,50% pada profil risiko moderate dan >94,00%
pada profil risiko high.
Risiko Operasional
Perhitungan Risiko Operasional
Sesuai dengan SEOJK Nomor 6/SEOJK.03/2020, Perhitungan ATMR Risiko Operasional dengan menggunakan Pendekatan
Standar per Januari 2023 telah diimplementasikan. Berikut merupakan tabel perhitungan ATMR operasional dengan Pendekatan
Standar sesuai ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan.
Tabel Pengungkapan Kuantitatif Risiko Operasional – Bank Secara Individual
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember 2025
Pendekatan
No Yang Komponen Ratas Kerugian Komponen Faktor Pengali Modal
Indikator
Digunakan Indikator Risiko Kerugian Risiko Kerugian Minimum Risiko ATMR Risiko
Bisnis
Bisnis Operasional Operasional Intern Operasional Operasional
(IB)
(KIB) (KRO) (KKRO) (FPKI) (MMRO)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
Pendekatan
1 87.347.205,74 12.652.080,86 234.910,52 3.523.657,73 0,73136725 8.253.317,59 115.666.459,88
Standar
Total 87.347.205,74 12.652.080,86 234.910,52 3.523.657,73 0,73136725 8.253.317,59 115.666.459,88
466 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 469
Laporan Tahunan
2025
31 Desember 2024
Komponen Indikator Komponen Kerugian Faktor Pengali Modal Minimum
Indikator Bisnis ATMR Risiko
Bisnis Risiko Operasional Kerugian Intern Risiko Operasional
(IB) Operasional
(KIB) (KKRO) (FPKI) (MMRO)
(9) (10) (11) (12) (13) (14)
74.722.853 10.758.428 3.415.878 0,75 8.072.261 100.903.262
74.722.853 10.758.428 3.415.878 0,75 8.072.261 100.903.262
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 467
Page 470
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Tabel Pengungkapan Kuantitatif Risiko Operasional – Bank Secara Konsolidasi
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember 2025
Pendekatan
No Yang Ratas Kerugian Komponen Faktor Pengali Modal
Komponen
Digunakan Indikator Risiko Kerugian Risiko Kerugian Minimum Risiko ATMR Risiko
Indikator
Bisnis (IB) Operasional Operasional Intern Operasional Operasional
Bisnis (KIB)
(KRO) (KKRO) (FPKI) (MMRO)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
Pendekatan
1 102.982.628,98 14.997.394,35 290.933,25 4.363.998,69 0,73752526 11.060.957,17 138.261.964,63
Standar
Total 102.982.628,98 14.997.394,35 290.933,25 4.363.998,69 0,73752526 11.060.957,17 138.261.964,63
Tabel Pengungkapan Kuantitatif Risiko Operasional – Kerugian Risiko Operasional (KRO) Individual
Tahun Pembukuan Validasi Validasi Validasi
Kerugian Kolom T Kolom T-1 Kolom T-2
BATASAN MINIMUM UNTUK SUATU KEJADIAN KERUGIAN OPERASIONAL (LOSS EVENT) SEBESAR RP300.000.000,00
(TIGA RATUS JUTA RUPIAH) ATAU LEBIH
Jumlah kerugian operasional bersih setelah memperhitungkan nilai pemulihan
- - -
(tanpa pengecualian)
Jumlah terjadinya kerugian risiko operasional - - -
Jumlah kerugian risiko operasional yang dikecualikan - - -
Jumlah terjadinya kerugian risiko operasional yang dikecualikan - - -
Jumlah kerugian operasional bersih setelah memperhitungkan nilai pemulihan dan
- - -
kerugian risiko operasional yang dikecualikan
BATASAN MINIMUM UNTUK SUATU KEJADIAN KERUGIAN OPERASIONAL (LOSS EVENT) SEBESAR RP1.500.000.000,00
(SATU MILYAR LIMA RATUS JUTA RUPIAH) ATAU LEBIH
Jumlah kerugian operasional bersih setelah memperhitungkan nilai pemulihan
50.602,70 245.878,28 193.863,13
(tanpa pengecualian)
Jumlah terjadinya kerugian risiko operasional 16,00 27,00 25,00
Jumlah kerugian risiko operasional yang dikecualikan 0,00 0,00 0,00
Jumlah terjadinya kerugian risiko operasional yang dikecualikan 0,00 0,00 0,00
Jumlah kerugian operasional bersih setelah memperhitungkan nilai pemulihan dan
50.602,70 245.878,28 193.863,13
kerugian risiko operasional yang dikecualikan
RINCIAN PERHITUNGAN MODAL UNTUK RISIKO OPERASIONAL
Apakah kerugian digunakan dalam perhitungan FPKI? (Ya/Tidak) Y
Dalam hal baris 11 diisi "Tidak", apakah tidak digunakannya data kerugian intern
tersebut disebabkan ketidaksesuaian standar minimum untuk data kerugian?
(Ya/Tidak)
Threshold yg digunakan dalam perhitungan modal untuk risiko operasional
1.500.000.000,00
(dalam satuan rupiah penuh)
Keterangan Tambahan (jika ada) Optional
468 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 471
Laporan Tahunan
2025
31 Desember 2024
Komponen Kerugian Faktor Pengali Modal Minimum
Komponen Indikator ATMR Risiko
Indikator Bisnis (IB) Risiko Operasional Kerugian Intern Risiko Operasional
Bisnis (KIB) Operasional
(KKRO) (FPKI) (MMRO)
(9) (10) (11) (12) (13) (14)
92.934.419 13.490.163 4.175.920 0,75 10.070.719 125.883.982
92.934.419 13.490.163 4.175.920 0,75 10.070.719 125.883.982
Validasi
Validasi Validasi Validasi Validasi Validasi Validasi Validasi
Kolom Rata-
Kolom T-3 Kolom T-4 Kolom T-5 Kolom T-6 Kolom T-7 Kolom T-8 Kolom T-9
rata 10 Tahun
- - - - - - - -
- - - - - - - -
- - - - - - - -
- - - - - - - -
- - - - - - - -
1.303.607,96 356.890,82 89.009,39 46.053,27 41278,16 19.649,44 2.272,00 234.910,52
15,00 15,00 13,00 5,00 5,00 12,00 1,00 13
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
1.303.607,96 356.890,82 89.009,39 46.053,27 41.278,16 19.649,44 2.272,00 234.910,52
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 469
Page 472
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Tabel Pengungkapan Kuantitatif Risiko Operasional – Kerugian Risiko Operasional (KRO) Konsolidasi
Tahun Pembukuan Validasi Validasi Validasi
Kerugian Kolom T Kolom T-1 Kolom T-2
BATASAN MINIMUM UNTUK SUATU KEJADIAN KERUGIAN OPERASIONAL (LOSS EVENT) SEBESAR RP300.000.000,00
(TIGA RATUS JUTA RUPIAH) ATAU LEBIH
Jumlah kerugian operasional bersih setelah memperhitungkan nilai pemulihan
- - -
(tanpa pengecualian)
Jumlah terjadinya kerugian risiko operasional - - -
Jumlah kerugian risiko operasional yang dikecualikan - - -
Jumlah terjadinya kerugian risiko operasional yang dikecualikan - - -
Jumlah kerugian operasional bersih setelah memperhitungkan nilai pemulihan dan
- - -
kerugian risiko operasional yang dikecualikan
BATASAN MINIMUM UNTUK SUATU KEJADIAN KERUGIAN OPERASIONAL (LOSS EVENT) SEBESAR RP1.500.000.000,00
(SATU MILYAR LIMA RATUS JUTA RUPIAH) ATAU LEBIH
Jumlah kerugian operasional bersih setelah memperhitungkan nilai pemulihan
104.135,30 269.361,84 479.130,50
(tanpa pengecualian)
Jumlah terjadinya kerugian risiko operasional 26,00 31,00 36,00
Jumlah kerugian risiko operasional yang dikecualikan 0,00 0,00 0,00
Jumlah terjadinya kerugian risiko operasional yang dikecualikan 0,00 0,00 0,00
Jumlah kerugian operasional bersih setelah memperhitungkan nilai pemulihan dan
104.135,3 269.361,84 479.130,5
kerugian risiko operasional yang dikecualikan
RINCIAN PERHITUNGAN MODAL UNTUK RISIKO OPERASIONAL
Apakah kerugian digunakan dalam perhitungan FPKI? (Ya/Tidak) Y
Dalam hal baris 11 diisi "Tidak", apakah tidak digunakannya data kerugian intern
tersebut disebabkan ketidaksesuaian standar minimum untuk data kerugian?
(Ya/Tidak)
Threshold yang digunakan dalam perhitungan modal untuk risiko operasional
1.500.000.000,00
(dalam satuan rupiah penuh)
Keterangan Tambahan (jika ada) Optional
Tabel Pengungkapan Kuantitatif Risiko Operasional – Indikator Bisnis (IB) Individu
No Indikator Bisnis (IB) dan komponen IB Validasi Kolom T Validasi Kolom T-1 Validasi Kolom T-2
1 Komponen Bunga, Sewa, dan Dividen (KBSD) 43.329.169,87
2 Pendapatan Bunga 162.321.720,00 147.036.619,00 124.066.051,00
3 Beban Bunga 57.367.303,00 43.862.637,00 27.358.663,00
4 Aset Produktif 1.893.132.061,00 1.887.747.049,00 1.809.218.606,00
5 Pendapatan Dividen 2574899,00 95.133,00 1.540.279,00
6 Komponen Jasa (KJ) 40.117.741.00
7 Pendapatan Jasa dan Komisi 20.407.827,00 20.292.184,00 18.469.908,00
8 Beban Jasa dan Komisi 4,00 0,00 0,00
9 Pendapatan operasional lainnya 26.149.285,00 19.317.946,00 15.716.073,00
10 Beban operasional lainnya 6.719.537,00 5.054.770,00 4.712.281,00
470 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 473
Laporan Tahunan
2025
Validasi
Validasi Validasi Validasi Validasi Validasi Validasi Validasi
Kolom Rata-
Kolom T-3 Kolom T-4 Kolom T-5 Kolom T-6 Kolom T-7 Kolom T-8 Kolom T-9
rata 10 Tahun
- - - - - - - -
- - - - - - - -
- - - - - - - -
- - - - - - - -
- - - - - - - -
1.314.889,84 362.717,48 114.107,64 46790,26 41.278,16 19.649,44 157.272,00 290.933,25
21,00 23,00 17,00 8,00 5,00 12,00 2,00 18,10
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
1.314.889,84 362.717,48 114.107,64 46790,26 41.278,16 19.649,44 157.272 290.933,25
No Indikator Bisnis (IB) dan komponen IB Validasi Kolom T Validasi Kolom T-1 Validasi Kolom T-2
11 Komponen Keuangan (KK) 3.900.295.00
12 Laba Rugi Bersih Trading Book 2.385.394,00 165.364,00 4.297.084,00
13 Laba Rugi Bersih Banking Book 884.221,00 2.145.259,00 1.823.563,00
14 IB 87.347.205,87
15 Komponen Indikator Bisnis (KIB) 12.652.080,88
16 Pengungkapan IB
17 IB total termasuk aktivitas yang didivestasi 87.347.205,87
Pengurangan IB dikarenakan pengecualian
18 0,00
atas aktivitas yang didivestasi
19 Keterangan Tambahan Optional
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 471
Page 474
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Tabel Pengungkapan Kuantitatif Risiko Operasional – Indikator Bisnis (IB) Konsolidasi
No Indikator Bisnis (IB) dan komponen IB Validasi Kolom T Validasi Kolom T-1 Validasi Kolom T-2
1 Komponen Bunga, Sewa, dan Dividen (KBSD) 43.767.158,32
2 Pendapatan Bunga 198.271.440,00 179.154.986,00 152.111.973,00
3 Beban Bunga 65.394.717,00 50.909.627,00 33.380.542,00
4 Aset Produktif 1.975.608.961,00 1.965.316.664,74 1.879.580.239,00
5 Pendapatan Dividen 165.162,00 84.301,00 90.630,00
6 Komponen Jasa (KJ) 55.022.390.41
7 Pendapatan Jasa dan Komisi 21.309.342,00 21.563.040,00 19.635.398,00
8 Beban Jasa dan Komisi 39.348,00 228.572,00 182.841,00
9 Pendapatan operasional lainnya 46.679.385,00 29.595.461,22 26.284.545,00
10 Beban operasional lainnya 26.359.831,00 16.170.555,00 15.719.350,00
11 Komponen Keuangan (KK) 4.193.080.00
12 Laba Rugi Bersih Trading Book 2.876.351,00 341.696,00 4.400.337,00
13 Laba Rugi Bersih Banking Book 1.005.410,00 2.251.038,00 1.704.408,00
14 IB 102.982.628,73
15 Komponen Indikator Bisnis (KIB) 14.997.394,31
16 Pengungkapan IB
17 IB total termasuk aktivitas yang didivestasi 102.982.628,73
Pengurangan IB dikarenakan pengecualian
18 0,00
atas aktivitas yang didivestasi
19 Keterangan Tambahan Optional
Tabel Pengungkapan Kuantitatif Risiko Operasional – ATMR Risiko Operasional (Individu)
No Rincian Validasi Kolom T
1 Komponen Indikator Bisnis (KIB) 12.652.080,88
2 Faktor Pengali Kerugian Internal (FPKI) 0,73136725
3 Modal Minimum Risiko Operasional (MMRO) 9.253.317,60
4 ATMR untuk Risiko Operasional 115.666.470,00
Tabel Pengungkapan Kuantitatif Risiko Operasional – ATMR Risiko Operasional (Konsolidasi)
No Rincian Validasi Kolom T
1 Komponen Indikator Bisnis (KIB) 14.997.394,31
2 Faktor Pengali Kerugian Internal (FPKI) 0,73752526
3 Modal Minimum Risiko Operasional (MMRO) 11.060.957,14
4 ATMR untuk Risiko Operasional 138.261.964,25
472 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 475
Laporan Tahunan
2025
Pengungkapan Kualitatif Umum
Analisis Kualitatif
1 Penyusunan kerangka kerja manajemen risiko operasional BRI mengacu pada POJK Penerapan Manajemen Risiko Bank Umum Nomor
18/POJK.03/2016 tanggal 16 Maret 2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bank Umum, dan best practices. Dalam ketentuan
internal BRI, kerangka kerja tersebut dituangkan dalam Kebijakan Umum Manajemen Risiko (KUMR) yang diatur dalam SK Direksi Nomor
KU.02-DIR/MPE/04/2024 tanggal 30 April 2024, mengatur prinsip-prinsip kebijakan manajemen risiko Bank. Khusus untuk manajemen
risiko operasional, Bank menyusun Pedoman Pelaksanaan Penerapan Manajemen Risiko Operasional (P3MRO) dengan tetap mengacu
pada KMR BRI yang diatur dalam Surat Edaran Nomor SE.58-DIR/ORD/11/2022 tanggal 22 November 2022 dengan cakupan:
a. Framework manajemen risiko operasional.
b. Strategi anti fraud.
c. Fungsi Manajemen Risiko (Fungsi MR) di Unit Kerja.
Selain itu, penerapan manajemen risiko operasional juga diatur dalam bentuk Surat Edaran (SE), Surat Keputusan (SK), dan Standar
Operasional dan Prosedur (SOP) lainnya, antara lain:
a. Surat Edaran Nomor SE.17-DIR/MOP/03/2020 tentang Perangkat Manajemen Risiko Operasional.
b. Surat Edaran Nomor SE.04-DIR/CTR/01/2023 tentang Corporate Culture yang mencakup Budaya Risiko.
c. Surat Edaran Nomor SE.30-DIR/PPM/11/2024 tentang Pengelolaan Produk yang mencakup Pengelolaan Risiko Penyelenggaraan
Produk.
d. Surat Edaran Nomor SE.10-DIR/MPE/08/2025 tentang Pedoman Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) yang
mencakup Perhitungan ATMR Operasional.
e. Surat Edaran Nomor SE.12-DIR/MPE/09/2025 tentang Manajemen Kelangsungan Usaha yang mencakup Business Continuity
Management (BCM).
f. SOP Nomor SO.36-ORD/12/2024 tentang SOP Regional Risk Management.
g. SOP Nomor SO.09-ORD/03/2025 tentang Pengelolaan Kelangsungan Usaha.
2 Struktur dan organisasi atas manajemen dan fungsi kontrol terkait risiko operasional di BRI dibentuk dengan mempertimbangkan
perkembangan risiko operasional di perbankan dan lembaga jasa keuangan serta kompleksitas bisnis BRI. Sehubungan dengan hal
tersebut, maka dibentuk Satuan Kerja Manajemen Risiko Operasional (SKMRO) yang fokus pada pengelolaan risiko operasional di BRI.
SKMRO bertanggung jawab secara langsung kepada Direktur Manajemen Risiko dimana SKMRO terdiri dari Operational Risk Group,
Digital Risk Group dan IT & Fraud Risk Group.
Seiring dengan perkembangan transaksi dan layanan digital serta untuk mengantisipasi peningkatan ancaman cyber, maka Digital
Risk Group memiliki tugas untuk mengelola risiko digital, meliputi penyusunan kebijakan, penerapan proses manajemen risiko, dan
monitoring serta evaluasi risiko digital beserta pengendaliannya di seluruh aktivitas Bank.
Selain itu, untuk penguatan pelaksanaan GCG dan penerapan POJK Nomor 12 Tahun 2024 tentang Penerapan Strategi Anti Fraud Bagi
Lembaga Jasa Keuangan, maka sesuai SK Direksi Nomor 2989-DIR/PPM/06/2025 tanggal 24 Juni 2025, Bank membentuk IT & Fraud
Risk Group yang mempunyai tugas menyusun kebijakan strategi anti fraud, memastikan penerapan strategi anti fraud yang meliputi
pencegahan, deteksi, investigasi, pelaporan, dan sanksi, serta pemantauan, evaluasi dan tindak lanjut dengan tujuan untuk mencegah
risiko kejadian fraud dan melakukan upaya recovery atas kerugian fraud.
Seiring dengan perkembangan organisasi dan penguatan manajemen risiko operasional, maka pada tahun 2025 Bank membentuk 4
(empat) Organisasi Senior Operational Risk Head (SORH) pada tingkat Head Office, yaitu: SORH Procurement, SORH Distribution, SORH
Information Technology dan SORH Corporate Center. Dimana masih-masih SORH bertanggung jawab pada implementasi pengelolaan
risiko operasional di masing-masing Directorate yang disupervisi.
Operational Risk Group fokus pada pengelolaan risiko bidang operasional yang mencakup pengembangan dan implementasi framework
manajemen risiko operasional, penyusunan kebijakan dan implementasi Business Continuity Management (BCM) serta SMK3.
Implementasi manajemen risiko operasional diperkuat dengan pembentukan SORH Distribution dengan organisasi Regional Operational
Risk & Compliance (RORC). RORC di Regional Office berperan sebagai Control Tower yang memastikan implementasi manajemen risiko
operasional di tingkat Regional dan dipimpin oleh Pejabat setingkat Assistant Vice President (AVP) yang disebut dengan Team Leader
RORC. Struktur organisasi RORC terdiri dari Team Leader RORC yang mensupervisi Risk Management and Compliance (RMC) dan Micro
& Retail Risk & Compliance (MRR). RMC berkedudukan di Regional Office mensupervisi MRR yang berkedudukan di Kantor Cabang dan
mensupervisi Unit kerja Retail dan Mikro
BRI memandang pentingnya diterapkan pengendalian internal atas laporan keuangan (Internal Control over Financial Reporting)
untuk mendukung integritas, keandalan, dan transparansi pelaporan keuangan serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
Implementasi ICoFR di BRI mengacu pada Keputusan Kementerian BUMN Nomor SK-5/DKU.MBU/11/2024 tentang Petunjuk Teknis
Pengendalian Internal atas Pelaporan Keuangan BUMN dan POJK Nomor 15 Tahun 2024 tentang Integritas Pelaporan Keuangan Bank,
yang mewajibkan Bank menyusun, menetapkan, dan memastikan penerapan kebijakan serta prosedur pengendalian internal dalam
proses pelaporan keuangan. Program ICoFR dikembangkan untuk memberikan keyakinan memadai kepada Manajemen, pemegang
saham, dan pemangku kepentingan bahwa laporan keuangan telah disusun secara lengkap, akurat, dan sesuai standar akuntansi yang
berlaku, serta diterapkan secara konsisten pada seluruh entitas akuntansi hingga tingkat konsolidasi.
Implementasi ICoFR dilakukan secara bertahap dalam empat fase, dimulai sejak tahun 2021 dengan cakupan awal Kredit Mikro, Kredit
Ritel & Menengah, Customer Deposit, dan Financial Reporting, kemudian diperluas pada fase berikutnya mencakup Kredit Konsumer,
Kredit Korporasi, Treasury, Trade Finance, dan Fixed Asset. Sesuai NOKEP: 3927-DIR/PPM/11/2024, fungsi ICoFR telah diintegrasikan
ke dalam Operational Risk Group (ORD) guna memperkuat tata kelola dan koordinasi lintas fungsi. Pada tahun 2025, BRI melaksanakan
tahap transisi Fase 3.5 berupa pendalaman atas sembilan ruang lingkup utama sebagai respons terhadap perubahan proses bisnis dan
pemenuhan ketentuan SK-5/DKU.MBU/11/2024 yang mensyaratkan cakupan ICoFR minimal 2/3 materialitas laporan keuangan, melalui
pengkinian BPM dan RCM, pelaksanaan CSA, serta pengujian rancangan pengendalian untuk memastikan efektivitas pengendalian
secara berkelanjutan.
Adapun struktur organisasi Operational Risk Group saat ini sebagai berikut:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 473
Page 476
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Analisis Kualitatif
Operational Risk SORH SORH SORH SORH
Group Procurement Information Distribution Corporate
Group Technology Group Center
Group Head Group Head Group Head Group Head Group Head
Internal Control Over 1. Risk Management Distribution and Regional Operational
Operational Risk
Financial Reporting BCM Department Function Retail Funding Risk Risk and Comliance
Strategy Department
Department 2. Internal Control Management Team Team
Function Overseas
Department Head Department Head Department Head Channel
RMC
Operational Risk Policy MRR
ICOFR Team BCM Policy Team IC BRINYA
and Methodology Team
Operational Risk Data
IC and Risk
Analytic and Strategy K3 Team
Management BRISG
Team
Operational Risk Support IC and Risk
System and Technology CMER Team Management BRI
Team Taipei
IC and Risk
Operational Risk Partner
Management BRI
Team 1
Timor Leste
Operational Risk Partner
Team 2
Operational Risk Partner
Team 3
Dalam rangka implementasi Three Lines Model, bentuk kolaborasi dengan Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) selaku third line model
mempunyai arti penting dalam penerapan manajemen risiko operasional. SKAI berfungsi sebagai enabler yang bertugas melakukan
assurance dalam penerapan manajemen risiko. Selain itu, SKAI juga berkontribusi dalam memberikan support berupa tools untuk
mempermudah RORC Team dalam melakukan testing control dan fraud detection. Selanjutnya, SKMRO sebagai second line juga diminta
untuk memberikan sumber data dan informasi berupa peta risiko untuk membantu SKAI dalam melaksanakan risk based audit.
3 Penjelasan sistem pengukuran untuk risiko operasional (mencakup sistem dan data yang digunakan untuk menghitung risiko operasional
agar dapat memperkirakan beban modal untuk risiko operasional). Sehubungan dengan kewajiban Bank memperkirakan beban modal
untuk risiko operasional melalui perhitungan ATMR Risiko Operasional menggunakan Pendekatan Standar sesuai dengan SEOJK Nomor
6/SEOJK.03/2020, BRI melaksanakan pengukuran dan perhitungan risiko operasional yang menjadi bagian dari proses manajemen
risiko operasional, yaitu identifikasi, pengukuran, pengendalian, dan pemantauan.
Proses manajemen risiko operasional dijalankan sesuai dengan tata kelola yang ditetapkan dalam framework manajemen risiko
operasional dan menggunakan perangkat sesuai dengan ketentuan regulator serta best practices. Proses pengukuran dan perhitungan
risiko operasional dilakukan melalui aktivitas sebagai berikut:
a. Penilaian Risk and Control Self Assessment (RCSA)
RCSA merupakan perangkat manajemen risiko yang bersifat kualitatif dan prediktif yang digunakan untuk mengidentifikasi dan
mengukur risiko berdasarkan dimensi dampak (impact) dan kemungkinan kejadian (likelihood), RCSA di BRI telah diterapkan
di Group Kantor Pusat BRI, regional office, kantor cabang khusus, UKLN, audit intern wilayah, regional campus, kantor cabang
yang juga mewakili BRI Unit, kantor cabang pembantu dan sentra layanan BRI Prioritas. RCSA ditujukan untuk membantu unit
kerja dalam mengidentifikasi dan mengukur secara independen risiko operasional pada setiap aktivitas operasional dan bisnis,
termasuk melakukan pemantauan dan penentuan langkah-langkah perbaikan/rencana tindak lanjut ke depan. Pengkinian risk issue
dan control pada RCSA dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan bisnis BRI yang meliputi implementasi produk dan
atau aktivitas baru, segmen pasar baru dan persaingan bisnis, perubahan ketentuan internal/eksternal, dan perubahan lainnya
yang mempengaruhi eksposur risiko BRI. Penilaian dimaksud dilakukan antara lain dengan mempertimbangkan data Loss Event
Database (LED), Key Risk Indicator (KRI) dan Laporan Hasil Audit (LHA). RCSA dilaksanakan secara periodik setiap semester, dan
frekuensinya akan ditingkatkan apabila terjadi perubahan eksposur risiko yang signifikan.
b. Penilaian Kecukupan Pengelolaan Risiko Produk Bank Baru (PBB)
Penerapan proses manajemen risiko atas setiap rencana penerbitan PBB di BRI dilakukan melalui pelaksanaan Risk Self Assessment
PBB oleh Product Owner dan dimintakan penilaian kecukupan atas pengelolaan risiko PBB kepada Satuan Kerja Manajemen Risiko
untuk kemudian direkomendasikan kepada Direktur Manajemen Risiko BRI dalam rangka mendapatkan persetujuan.
c. Pencatatan Kerugian Risiko Operasional pada Loss Event Database (LED)
LED BRI mencakup proses pencatatan data kejadian kerugian yang dilakukan untuk setiap jenis kerugian finansial maupun non
finansial yang meliputi actual loss, potential loss termasuk langkah-langkah perbaikan dan penanganan insiden yang dilakukan.
Berdasarkan data kejadian kerugian pada LED, dapat dilakukan analisa kejadian kerugian berdasarkan penyebab, aktivitas fungsional,
kategori kejadian (event type) dan lini bisnis BRI. Sistem informasi tersebut dapat digunakan untuk menentukan langkah-langkah
preventif pengendalian risiko berbasiskan pendokumentasian proses penanganan/penyelesaian insiden baik dari sisi non finansial,
kerugian finansial dan recovery kerugian maupun proses litigasi. Dalam rangka perhitungan beban modal dan ATMR Operasional,
BRI telah menerapkan Pengukuran Modal Minimum Risiko Operasional (MMRO) Pendekatan Standar yang berpedoman pada Basel
III Framework. Ketentuan ATMR Risiko Operasional dengan pendekatan standar diatur melalui Surat Edaran Direksi Nomor SE.10-
DIR/MPE/08/2025 Buku 2 tentang Perhitungan ATMR Operasional.
474 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 477
Laporan Tahunan
2025
Analisis Kualitatif
d. Pemantauan Key Risk Indicator (KRI)
KRI adalah perangkat Manajemen Risiko yang berupa indikator kuantitatif yang dapat memberikan informasi secara dini terhadap
peningkatan atau penurunan risiko dan atau penurunan efektivitas kontrol terhadap limit threshold yang telah ditentukan. KRI
dapat bersifat leading maupun lagging. Pemantauan risiko melalui KRI bertujuan untuk menentukan rencana tindak lanjut terkait
pengendalian risiko sehingga dapat mencegah atau meminimalisir dampak kerugian. BRI telah melakukan identifikasi terhadap
indikator-indikator risiko utama untuk semua jenis risiko dan menetapkan batasan atau limit risiko yang mencerminkan kondisi dan
risiko yang dapat diterima (risk appetite) BRI. Identifikasi indikator risiko utama dan penetapan batasan (threshold) KRI dilakukan
dengan menggunakan best judgement dengan mempertimbangkan eksposur risiko dan risk appetite BRI. Penentuan threshold
melibatkan audit internal, risk owner dan unit kerja terkait lainnya. KRI BRI antara lain tercermin dalam laporan profil risiko bank wide
dan profil risiko regional office yang dimonitor secara rutin dan dilaporkan kepada pihak manajemen setiap bulan.
e. Risk Assessment Plan (RAP)
RAP merupakan bentuk aktivitas penyusunan risk strategy yang dilakukan oleh RRM dengan output berupa daftar risiko utama,
prioritas Unit Kerja berdasarkan risiko dan rencana kegiatan pengawalan risiko.
f. Penilaian Risiko Ancaman Bencana (PRAB)
BRI melaksanakan PRAB sebagai implementasi dari Business Continuity Management (BCM) guna mengidentifikasi ancaman
gangguan/bencana baik internal maupun eksternal berdasarkan tingkat dampak dan kemungkinan terjadinya ancaman tersebut
serta pengendalian kontrol yang dilakukan untuk mengurangi dampak gangguan/bencana. PRAB bertujuan untuk mengidentifikasi
sumber daya yang dibutuhkan dalam rangka persiapan menghadapi ancaman/bencana di masing-masing unit kerja. Sebagai salah
satu implementasi BCM BRI telah memiliki pedoman Emergency Response Plan (ER Plan) dan kebijakan Business Continuity Plan
(BC Plan) untuk Unit Kerja Kritikal.
g. Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR)
Pengukuran risiko operasional yang bersumber dari kelemahan pengendalian internal atas pelaporan keuangan dilakukan melalui
kerangka Internal Control over Financial Reporting (ICoFR). Identifikasi kelemahan dilakukan secara berlapis untuk memastikan
kecukupan desain dan efektivitas operasional pengendalian.
i. Walkthrough dan Validasi Rancangan – Lini Kedua
Tim ICoFR melakukan walkthrough proses bisnis untuk memetakan alur transaksi ke dalam Business Process Mapping (BPM)
dan Risk Control Matrix (RCM), mengidentifikasi risiko pada tingkat asersi, serta menilai kecukupan desain kontrol, termasuk
key control, tipe kontrol (manual/ITAC/ITDM), dan keandalan informasi pendukung (IPE/EUC)
ii. Control Self-Assessment (CSA) – Lini Pertama
Pemilik proses melakukan penilaian mandiri atas pelaksanaan kontrol sesuai atribut RCM, menguji bukti pelaksanaan, menilai
keandalan data, serta menetapkan root cause dan rencana remediasi. CSA berfungsi sebagai mekanisme deteksi dini atas
kelemahan operasional.
iii. Evaluasi dan Test of One – Lini Kedua
Lini Kedua melakukan quality assurance terhadap hasil CSA melalui Test of One untuk memverifikasi kesesuaian desain dengan
praktik, ketepatan klasifikasi temuan (design/operating deficiency), dan kecukupan rencana perbaikan.
iv. TOD dan TOE – Lini Ketiga (SKAI)
SKAI melaksanakan pengujian independen berupa Test of Design (TOD) untuk menilai kecukupan desain kontrol dan Test of
Operating Effectiveness (TOE) untuk memastikan konsistensi implementasi selama periode pelaporan. Hasilnya menjadi dasar
penetapan tingkat defisiensi, kuantifikasi Degree of Deficiencies (DoD), dan kesimpulan efektivitas ICoFR.
4 Pengelolaan risiko operasional dilaporkan secara berkala kepada manajemen, pemimpin unit kerja, dan pihak lain yang berkepentingan
sebagai alat monitoring. ORD Group menyampaikan laporan risiko operasional baik yang bersifat mandatory maupun kepentingan
laporan internal. Adapun ruang lingkup dan bentuk laporan pengelolaan risiko operasional, antara lain:
a. Profil Risiko Operasional Bank
Profil risiko operasional Bank disampaikan kepada Regulator, Direksi, dan Komisaris secara triwulanan yang dikoordinasikan oleh
MPE Group. Profil risiko operasional tersebut mencakup parameter-parameter risiko yang menjadi fokus pemantauan eksposur
risiko operasional Bank. Laporan profil risiko operasional Bank juga disampaikan pada Risk Management Committee (RMC) dan
Komite Pemantau Manajemen Risiko (KPMR).
b. Profil Risiko Regional
Profil risiko regional berisi parameter dari 7 (tujuh) jenis risiko, salah satunya adalah risiko operasional. Penyusunan profil risiko
operasional tersebut dikoordinasikan oleh RRM dan disampaikan kepada Regional Chief Executive Officer (RCEO) melalui forum
Governance, Risk, and Compliance (GRC) setiap bulan.
c. Operational Risk News (OPEN)
OPEN disampaikan kepada Direksi dan Komisaris secara bulanan. Ruang lingkup OPEN yaitu laporan profil risiko operasional,
pencapaian risk appetite statement (RAS), kejadian human error dan kejadian fraud, serta perbaikan kontrol yang dilaksanakan,
kegiatan forum manajemen risiko, aktivitas BCM dan K3, aktivitas regional risk management, risk assessment atas Produk Bank
Baru (PBB), RRM SMART, dan informasi kejadian eksternal.
d. Laporan Analisa Risiko MRR
Laporan analisa risiko MRR memuat daftar kelemahan kontrol yang masih terjadi di Unit Kerja sesuai hasil verification yang dilakukan
oleh MRR. Laporan ini disampaikan oleh MRR kepada Pemimpin Unit Kerja yang diselenggarakan di Forum MR Unit Kerja setiap
bulan. Selain itu, atas hasil verification MRR dengan indikasi fraud, laporan disampaikan RCEO dan Operational Risk Group untuk
ditindaklanjuti oleh IT & Fraud Risk Group.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 475
Page 478
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Analisis Kualitatif
5 Proses mitigasi risiko merupakan bagian dari proses manajemen risiko yaitu pengendalian risiko. Pengendalian risiko dilakukan dalam
rangka mencegah kejadian risiko dan meminimalkan dampak risiko. Langkah-langkah mitigasi risiko disesuaikan dengan hasil analisis
terhadap penyebab kejadian atau potensi risiko. Sesuai dengan hal tersebut, maka mitigasi risiko secara umum dikelompokkan dalam
3 (tiga) sub, yaitu:
a. People
Mitigasi pada aspek people dilakukan dari sisi kuantitas maupun kualitas, antara lain:
i. Menetapkan dan mereviu kebutuhan formasi pekerja untuk melaksanakan proses bisnis di Unit Kerja.
ii. Menetapkan persyaratan, mekanisme, serta background checking dalam proses rekrutmen pekerja.
iii. Melakukan pemenuhan formasi pekerja di Unit Kerja.
iv. Meningkatkan kapabilitas pekerja antara lain dengan cara:
- Pendidikan dan pelatihan pekerja sesuai dengan level jabatan.
- Mereviu kurikulum dan metode pendidikan.
- Memberikan sertifikasi untuk pekerja dengan spesialis tertentu.
v. Mendorong implementasi budaya risiko melalui program-program internalisasi budaya risiko, antara lain:
- Culture Activation Program (CAP).
Setiap unit kerja telah menetapkan CAP untuk membentuk perilaku yang dibutuhkan untuk mencapai KPI secara prudent
melalui aktivitas yang telah ditetapkan pada CAP.
- Membangun Risk Awareness Pekerja di Unit Kerja.
SKMR secara rutin menyampaikan media risk awareness baik dalam bentuk surat, media infografis, webinar, podcast,
e-learning, akun media sosial resmi Bank dan email/WA/SMS blast.
- Empowering Risk Officer.
Diperlukan keterlibatan Risk Officer sebagai Tim Penggerak Transformasi dalam menginternalisasi dan memastikan
penerapan budaya risiko telah terlaksana. Sehingga dilakukan penguatan fungsi MR melalui penyesuaian operasional
prosedur serta upgrading pengetahun dan technical skills melalui pendidikan/sosialisasi.
- Early Detection.
Penerapan budaya risiko perlu didukung oleh tools Early Warning System yang dapat membantu mitigasi maupun
mengoreksi kejadian risiko secara lebih dini.
- Business Process Review.
Aktivitas budaya risiko tercermin melalui pelaksanaan operasional prosedur perbankan secara harian. Sehingga diperlukan
reviu kecukupan kontrol atas operasional prosedur tersebut.
b. Process
Mitigasi risiko pada aspek process, yaitu:
i. Menyusun kebijakan dan Standar Prosedur Operasional (SOP) untuk setiap produk dan aktivitas Bank yang didalamnya
memuat business process, internal control, dan tugas dan tanggung jawab pekerja sebagai maker, checker, signer. Setiap draft
kebijakan dan SOP sebelum dilakukan pengesahan wajib mendapatkan penilaian kecukupan pengelolaan risiko dari Satuan
Kerja Manajemen Risiko (SKMR).
ii. Mitigasi risiko juga dilakukan dengan cara transfer risiko kepada pihak ketiga, yaitu perusahaan asuransi yang menanggung
kerugian Bank atau kepada pihak penyedia jasa tenaga kerja yang tentunya telah mempertimbangkan asas bonafiditas dan
integritas dari penyedia jasa tersebut yang diatur dalam Perjanjian Kerjasama (PKS) di setiap kerjasama dengan pihak ketiga.
c. Technology
Pada prinsipnya pengendalian risiko digital erat kaitannya dengan upaya Bank untuk mengamankan aset yang dimiliki, termasuk
memberikan perlindungan terhadap data/informasi nasabah. Pengelolaan risiko digital pada aktivitas pengelolaan TI/layanan TI
meliputi, namun tidak terbatas pada:
i. Pengembangan, pembaharuan, dan penghapusan layanan perbankan elektronik/digital.
ii. Pengembangan, pembaharuan, dan penghapusan infrastruktur (computing, network, satellite) dan sekuriti TI.
iii. Pengembangan, pembaharuan, dan penghapusan layanan internal Bank.
iv. Pengadaan penyedia jasa TI.
v. Penyedia jasa TI oleh Bank.
vi. Aktivitas operasional TI.
vii. Pengembangan dan/atau reviu rules Fraud Detection System (FDS).
Selanjutnya untuk penguatan kontrol risiko digital, setiap pengembangan aplikasi didampingi oleh Digital Risk Group.
476 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 479
Laporan Tahunan
2025
Ikatan Material Terkait Investasi Barang Modal
Tujuan Ikatan Sumber Dana
Dalam perikatan pengadaan barang modal menggunakan Sumber dana menggunakan Anggaran dalam Perusahaan
anggaran investasi dengan Surat Perintah Kerja (SPK) dan BRI yang telah dialokasikan (breakdown) sesuai mata
Perjanjian sesuai dengan tiering nilai pengadaan dan jangka anggaran yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran
waktu pengadaan. Tujuan diadakan perikatan agar dapat Perusahaan (RKAP).
terinci uraian pelaksanaan pekerjaan pengadaan kepada
penyedia barang yang sifatnya mengikat, hak dan kewajiban Mata Uang yang Menjadi Denominasi
para pihak dan memuat persyaratan dan ketentuan yang dan Langkah yang Direncanakan Untuk
harus dipenuhi oleh para pihak. Melindungi Risiko Dari Posisi Mata Uang
Asing
Untuk mempercepat proses pengadaan barang utamanya
dengan menggunakan metode pembelian langsung dan Seluruh pengadaan menggunakan mata uang rupiah, dan
swakelola sesuai dengan best practice tidak memerlukan diwajibkan seluruh pengadaan baik yang sudah disepakati
SPK, maka panitia pengadaan cukup menerbitkan Purchase dalam mata uang asing akan dilakukan penyesuaian di dalam
Order (PO) atau surat permintaan penawaran atau cukup SPK maupun Perjanjian untuk menggunakan mata uang
dibuktikan dengan kwitansi pembelian/struk pembelian. rupiah. Sehingga BRI tidak akan melakukan lindung nilai
diakibatkan perubahan nilai tukar mata uang asing.
Prinsip umum pengadaan barang dalam perusahaan harus
mengacu prinsip efisien, efektif, kompetitif, transparan,
adil dan wajar, akuntabel, standarisasi barang, sentralisasi,
desentralisasi dan telah ditentukan dalam Rencana Kerja
Anggaran Perusahaan (RKAP).
Investasi Barang Modal
Jenis dan Nilai Investasi Barang Modal
Jenis dan investasi barang modal BRI Bank Only disajikan dalam tabel berikut.
Tabel Jenis dan Nilai Investasi Barang Modal
(dalam jutaan Rupiah)
Jenis Investasi Tahun 2025 Investasi Tahun 2024
Tanah dan Bangunan 1.819.017 1.948.290
Meubelair dan Inventaris 321.790 207.163
Kendaraan 147.067 651.221
Mesin-Mesin 184.990 132.537
Tujuan Investasi Barang Modal
Pengadaan barang selain untuk menunjang operasional BRI, tujuan lainnya agar mendorong pertumbuhan industri dalam negeri,
pengguna barang dapat memberikan preferensi penggunaan produksi dalam negeri dengan tetap mengindahkan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pengguna barang dan/atau jasa mengutamakan sinergi antar BUMN, Entitas Anak BUMN, Entitas Anak BRI, dan/atau Entitas
Anak dari badan-badan yang didirikan oleh BRI sepanjang barang dan/atau jasa tersebut merupakan hasil produksi BUMN,
Entitas Anak BUMN, Entitas Anak BRI dan/atau Entitas Anak dari badan-badan yang didirikan BRI yang bersangkutan, dan
sepanjang kualitas, harga, dan tujuannya dapat dipertanggungjawabkan serta memperhatikan hubungan kerjasama secara
wajar (arm’s length principle).
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 477
Page 480
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Komitmen dan Kontinjensi
Penilaian atas transaksi komitmen dan kontinjensi yang mempunyai risiko kredit secara individual dengan menggunakan bukti
objektif, kecuali komitmen dan kontinjensi milik BRIS (entitas anak berdasarkan prinsip syariah) dilakukan dengan menggunakan
panduan kolektibilitas Bank Indonesia.
Tabel Komitmen dan Kontinjensi
(dalam Jutaan Rupiah)
Uraian 2025 2024
KOMITMEN
Tagihan komitmen
Pembelian spot dan mata uang asing 57.618.468 49.309.688
Liabilitas Komitmen
Fasilitas kredit yang diberikan kepada debitur yang belum digunakan 134.386.017 123.492.574
Penjualan spot dan berjangka mata uang asing 157.153.569 94.874.355
L/C yang tidak dapat dibatalkan yang masih berjalan dalam rangka impor 13.549.757 11.775.920
Komitmen-neto (247.470.875) (180.833.161)
KONTINJENSI
Liabilitas kontinjensi
Garansi yang diterbitkan dalam bentuk:
Garansi bank 52.556.615 46.148.254
Standby L/C 14.359.061 20.706.982
Kontinjensi-neto (66.915.676) (66.855.236)
Informasi dan Fakta Material Setelah Tanggal Laporan Akuntan
Sampai dengan akhir Laporan Tahunan disusun tidak terdapat uraian kejadian penting setelah tanggal laporan akuntan termasuk
dampaknya terhadap kinerja dan risiko usaha di masa mendatang.
Prospek Usaha dan Strategi Ke Depan
Memasuki tahun 2026, perekonomian global diperkirakan dan risiko geopolitik yang berada jauh di atas level historis
masih berada dalam fase penyesuaian dengan tingkat normal, sehingga membatasi ruang akselerasi pertumbuhan
ketidakpastian yang tetap tinggi. Meskipun tekanan inflasi ekonomi global ke depan.
global cenderung melandai dan mendukung pelonggaran
kebijakan moneter di sejumlah negara, dinamika kebijakan Dalam konteks tersebut, perekonomian Indonesia pada tahun
perdagangan Amerika Serikat (AS), meningkatnya risiko 2026 diperkirakan tetap menunjukkan ketahanan yang relatif
geopolitik, serta fragmentasi rantai pasok global diperkirakan solid, meskipun dengan momentum pertumbuhan yang
tetap menjadi faktor pembentuk volatilitas pasar keuangan lebih moderat. BRI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi
dan arah pertumbuhan ekonomi dunia. Kondisi tersebut Indonesia berada dalam kisaran 5,07%-5,31%, terutama
tercermin dari masih tingginya indikator ketidakpastian global ditopang oleh permintaan domestik. Namun demikian, laju
478 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 481
Laporan Tahunan
2025
pertumbuhan tersebut mencerminkan fase normalisasi siklus yang kemungkinan masih ditopang oleh segmen korporasi
ekonomi, di mana daya dorong pertumbuhan tidak sekuat dan sektor-sektor dengan fundamental yang relatif kuat,
periode pemulihan pasca-pandemi. Pelemahan momentum sementara pertumbuhan kredit ritel dan UMKM diperkirakan
ekonomi yang terjadi sejak akhir 2025, tercermin dari Indeks berlangsung lebih hati-hati seiring belum pulihnya daya
Makroekonomi BRI yang bergerak menuju zona netral serta beli masyarakat secara menyeluruh. Disisi pendanaan,
melemahnya realisasi penerimaan pajak, mengindikasikan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) diperkirakan berada
bahwa aktivitas ekonomi riil dan pendapatan masyarakat pada kisaran 8,17%-10,29%, dengan kondisi likuiditas
belum sepenuhnya pulih secara merata. perbankan yang relatif berada pada rezim normal, meskipun
tetap menghadapi risiko pengetatan pada paruh kedua
Dari sisi permintaan domestik, konsumsi rumah tangga 2026 akibat dinamika fiskal dan potensi penarikan dana
diperkirakan tumbuh secara lebih gradual pada 2026. pemerintah.
Pemulihan konsumsi masih belum bersifat inklusif, di
mana belanja masyarakat dan permintaan kredit relatif Secara keseluruhan, dengan tetap mencermati dinamika
lebih banyak ditopang oleh kelompok menengah-atas global yang penuh ketidakpastian serta proses normalisasi
dan korporasi, sementara daya beli kelompok menengah- ekonomi domestik. BRI memandang bahwa prospek
bawah masih tertahan. Kondisi ini sejalan dengan struktur perekonomian Indonesia pada tahun 2026 tetap kondusif
pasar tenaga kerja yang masih didominasi sektor informal, namun menuntut strategi yang adaptif dan prudent.
sehingga membatasi stabilitas pendapatan dan menahan Penguatan manajemen risiko, pengelolaan likuiditas yang
akselerasi konsumsi mass market. Disisi lain, investasi dan disiplin, serta fokus pada segmen dan sektor dengan kualitas
belanja pemerintah tetap berperan penting dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan akan menjadi kunci dalam
momentum pertumbuhan, meskipun ruang stimulus fiskal menjaga kinerja usaha dan ketahanan perbankan di tengah
diperkirakan semakin selektif seiring normalisasi kebijakan lanskap ekonomi yang masih dinamis.
fiskal dan dinamika penerimaan negara.
Kondisi makroekonomi yang masih penuh tantangan serta
Sejalan dengan dinamika tersebut, inflasi Indonesia pada persaingan yang semakin ketat di industri perbankan
tahun 2026 diperkirakan berada pada kisaran 2,48%- mendorong BRI untuk menerapkan strategi yang terarah guna
3,22%, masih berada dalam rentang target Bank Indonesia menjaga pertumbuhan dan memperkuat penguasaan pasar.
(BI) sebesar 2,5±1%. Meskipun relatif terkendali, tekanan BRI optimis strategi yang dikembangkan akan menghasilkan
inflasi berpotensi meningkat secara terbatas akibat faktor kinerja yang baik di masa depan. Dengan mempertimbangkan
eksternal, seperti kenaikan harga energi dan volatilitas nilai dinamika eksternal dan arah pengembangan jangka panjang
tukar di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Dalam perusahaan, strategi BRI pada tahun 2026 difokuskan pada
kondisi tersebut, kebijakan moneter diperkirakan tetap penguatan fundamental bisnis dan penciptaan pertumbuhan
diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas yang berkelanjutan. Sejalan dengan kerangka tersebut,
makroekonomi dan dukungan terhadap pertumbuhan. strategi BRI pada tahun 2026 berfokus pada tiga area
strategis utama sebagai berikut:
BRI memperkirakan BI-Rate pada tahun 2026 berada • Transform the Funding Franchise
pada kisaran 4,00%-4,50%, mencerminkan kelanjutan Memperkuat pendanaan berbiaya rendah melalui
pelonggaran kebijakan moneter yang dilakukan secara percepatan pertumbuhan CASA yang berkelanjutan,
bertahap dan berhati-hati. Penurunan BI-Rate diperkirakan optimalisasi kanal digital, serta penguatan layanan
terbatas, mengingat kebutuhan untuk menjaga stabilitas nilai transaksi ritel, SME, dan wholesale.
tukar di tengah tekanan eksternal serta terbatasnya ruang • Revamp Existing Core, Build New Core
pelonggaran suku bunga global. Sejalan dengan itu, rata- Memperkuat bisnis inti, khususnya segmen mikro, melalui
rata nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS pada tahun 2026 penyempurnaan proses bisnis dan kualitas pembiayaan,
diperkirakan berada pada kisaran Rp16.718 - Rp16.964 per sekaligus mengakselerasi sumber pertumbuhan baru
Dolar AS. Rupiah masih berpotensi menghadapi tekanan di bisnis konsumer, gadai emas, serta commercial dan
pada paruh pertama 2026 seiring penguatan Dolar AS dan korporasi berbasis value chain.
meningkatnya tensi geopolitik global, sementara potensi • Build World-Class Foundations
penguatan pada paruh kedua tahun diperkirakan relatif Memperkuat fondasi organisasi melalui pengembangan
terbatas. sumber daya manusia, pengelolaan risiko yang solid,
pemanfaatan teknologi dan data, peningkatan efisiensi
Dengan prospek makroekonomi tersebut, kinerja operasional, serta penguatan jaringan dan identitas
intermediasi perbankan pada tahun 2026 diperkirakan merek.
tetap tumbuh secara berkelanjutan namun lebih selektif.
Sumber:
Pertumbuhan kredit perbankan nasional diperkirakan tumbuh - World Economic Outlook, International Monetary Fund (IMF), Januari 2026
sebesar 9,13%-12,43%, mencerminkan permintaan kredit - Statistik Perbankan Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Desember
2025
- Office of Chief Economist BRI
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 479
Page 482
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Pencapaian Target dan Target ke Depan
Pencapaian Target 2025
Perbandingan Target dan Realisasi Keuangan
Perbandingan target dan realisasi keuangan, diuraikan sebagai berikut:
Tabel Perbandingan Target dan Realisasi Keuangan
(Konsolidasi, dalam miliar Rupiah)
Uraian Target Realisasi Pencapaian
Kredit dan Pembiayaan Diberikan (Rp miliar) 1.462.009 1.521.486 104,1%
CASA Ratio 67,28% 70,61% 105,0%
Pendapatan Bunga Bersih (Rp miliar) 150.053 150.498 100,3%
Laba Operasional Sebelum CKPN (PPOP) (Rp miliar) 118.607 119.430 100,7%
Loan at Risk (LAR)*) 10,36% 9,61% 107,8%
*) Perhitungan pencapaian LAR menggunakan rumus Target/Realisasi
480 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 483
Laporan Tahunan
2025
Pada tahun 2025, BRI mencatatkan total Kredit dan Pembiayaan Pertumbuhan kredit dan pembiayaan yang sehat serta
sebesar Rp1.521,5 triliun, tumbuh sebesar 12,3% secara year- perbaikan struktur liabilitas yang berdampak pada efisiensi
on-year, dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp1.354,6 Cost of Fund juga tercermin dari perbaikan profitabilitas BRI.
triliun dan mencatatkan pencapaian 104,1% dibandingkan Hal ini khususnya terlihat dari Pendapatan Bunga Bersih yang
dengan target. Seluruh segmen mencatatkan pertumbuhan tercatat sebesar Rp150,5 triliun, tumbuh 5,5% yoy dibanding
yang positif, dengan BRI Bank Only tumbuh 10,43% yoy atau tahun 2024 sebesar Rp142,7 triliun dengan pencapaian
Rp126,8 triliun. Disisi liabilitas, BRI mencatatkan total Dana sebesar 100,3%. Pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih
Pihak ketiga sebesar Rp1.466,8 triliun meningkat 7,43% yoy yang sehat serta disiplin biaya yang baik membuat BRI mampu
dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp1.365,45 triliun. menghasilkan Pre-Provision Operating Profit (PPOP) sebesar
Pertumbuhan simpanan tertinggi di dorong oleh CASA dimana Rp119,4 triliun, tumbuh sebesar 2,6% yoy dari tahun 2024
tercatat tumbuh 12,71% yoy atau sebesar Rp116,8 triliun, sebesar Rp116,8 triliun dengan pencapaian sebesar 100,7%.
sejalan dengan langkah Transformasi Funding Franchise
yang dilakukan selama tahun 2025. Pertumbuhan CASA yang Percepatan penyelesaian kredit bermasalah yang dilakukan
kuat mendorong CASA ratio Perseroan mencapai level all- sepanjang tahun 2026 juga tercermin dari perbaikan rasio
time high sebesar 70,61% dengan pencapaian 105,0% di atas LAR konsolidasi yang tercatat sebesar 9,61%, lebih rendah
target. dibandingkan target 10,36% atau dengan pencapaian
sebesar 107,8%.
Perbandingan Target dan Realisasi Struktur Modal (Capital Structure)
Pada posisi 31 Desember 2025, BRI mampu menjaga struktur permodalan sesuai target maupun level minimum yang ditetapkan
regulator. Total Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPPM) atau Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI Bank Only sebesar
21,06% dan 23,52% secara konsolidasi dengan Rasio Modal Inti Utama (CET 1) dan Tier 1 tercatat sebesar 19,93%. Tier 1
maupun CET 1 masih terjaga di atas minimum ketentuan regulator masing-masing 6,0% dan 4,5% dengan rincian sebagai
berikut.
Tabel Perbandingan Target dan Realisasi Struktur Modal
(bank only, dalam %)
2025
Uraian
Target Realisasi Pencapaian
Rasio CAR 22,08% 21,06% 95,24%
Rasio CET 1 20,95% 19,93% 94,95%
Rasio Tier 1 20,95% 19,93% 94,95%
Rasio Tier 2 1,12% 1,13% 100,89%
Rasio Minimum Tier 1 - 8,57% -
Rasio Minimum CET 1 - 8,57% -
CAR Minimum Berdasarkan Profil Risiko - 9,70% -
Perbandingan Target dan Realisasi Pemasaran
Perbandingan target dan realisasi pemasaran, diuraikan sebagai berikut:
Tabel Perbandingan Target dan Realisasi Pemasaran
(Konsolidasi, dalam miliar Rupiah)
Uraian Target Realisasi Pencapaian
CASA 987.227 1.035.790 104,9%
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 481
Page 484
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Sepanjang tahun 2025, BRI secara konsisten melaksanakan nasabah. Inisiatif ini diarahkan untuk meningkatkan saldo
berbagai aktivitas pemasaran untuk mendorong pemanfaatan tabungan, frekuensi transaksi, serta pemanfaatan produk
produk dan layanan perbankan, khususnya pada segmen pembayaran melalui BRImo, BRI Debit, BRI Kartu Kredit, dan
dana pihak ketiga, transaksi, dan layanan digital. Aktivitas lainnya. Program loyalti dan apresiasi nasabah tetap menjadi
tersebut difokuskan pada peningkatan penggunaan produk bagian dari strategi pemasaran, melalui program maupun
tabungan, transaksi non-tunai, serta optimalisasi layanan reward kepada nasabah.
perbankan digital guna dalam rangka Transformasi Funding
Franchise untuk mendukung pertumbuhan kinerja bisnis Upaya tersebut memberikan dampak positif terhadap
secara berkelanjutan. kinerja Dana Pihak Ketiga BRI sepanjang tahun 2025,
khususnya pada sisi CASA yang tercatat sebesar Rp1.035,8
Dalam rangka memperkuat pemanfaatan layanan digital, BRI triliun, tumbuh 12,71% yoy atau sebesar Rp116,8 triliun atau
melanjutkan berbagai program yang mendorong peningkatan membukukan pencapaian sebesar 104,9%.
penggunaan aplikasi BRImo sebagai channel utama transaksi
Perbandingan Target dan Realisasi Pengembangan SDM
Pengembangan kompetensi pekerja menjadi prioritas utama bagi Perseroan melalui berbagai macam program, baik pendidikan
maupun sertifikasi, yang dapat dilakukan secara luring maupun daring, melalui digital learning platform (BRISMART) dan platform
learning eksternal lainnya (Linkedin Learning, GoFluent, dan sebagainya). Pada tahun 2025, pencapaian target pengembangan
SDM melampaui target dengan realisasi sebesar 109%. (382,11% untuk pendidikan development dan 104,16% untuk pendidikan
enhancement).
Tabel Perbandingan Target dan Realisasi Pengembangan SDM
(dalam orang)
2025
Uraian
Target Realisasi Pencapaian
Development * 1.800 6.878 382,11%
Enhancement** 101.500 105.724 104,16%
Total 103.300 112.602 109,00%
Keterangan:
* BRILiaN Future Leader Program (BFLP), BRILiaN Next Leader Program (BNLP). BRILiaN Leadership Development Program (BLDP), BRILiaN Banking Associate
Program (BBAP),
** Pendidikan Enhancement mencakup, BRILiaN Specialist Development Program (BSDP) 0, BSDP (1,2,3), Public Course, Sertifikasi, BRILiaN Leader Retirement
Program (BLRP), BRILiaN Bright Scholarship Program (BBSP), BRILiaN Improvement Forum (BIF), Green Program, dan Sosialisasi.
Target ke Depan (Proyeksi)
Manajemen BRI menyusun rencana strategi bank dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi terkini serta proyeksi
perekonomian tahun 2026, baik dari sisi makro maupun mikro.
Tabel Asumsi dalam Menyusun Proyeksi
No Asumsi 2026
ASUMSI MAKRO
1. Pertumbuhan PDB (%) 5,07 – 5,31
2. Inflasi (%) 2,48 – 3,22
3. Rata-rata Nilai Tukar (Rp/USD) 16.718 – 16.964
4. BI-Rate 4,00 – 4,50
482 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 485
Laporan Tahunan
2025
No Asumsi 2026
ASUMSI MIKRO
1. Pertumbuhan Kredit Nasional (%) 9,13 – 12,43
2. Pertumbuhan DPK (%) 8,17 – 10,29
Sumber: Tim Ekonom BRI
Proyeksi Keuangan
Informasi proyeksi keuangan BRI pada tahun 2026 adalah sebagai berikut:
Tabel Proyeksi Keuangan
Proyeksi 2026
Pertumbuhan Kredit & Pembiayaan (yoy) 7% - 9%
Net Interest Margin (NIM) 7,4% - 7,8%
Credit Cost (CoC) 2,9% - 3,2%
Cost to Income Ratio (CIR) 41% - 43%
Pada tahun 2026, kami proyeksikan penghimpunan dana
Pada tahun 2026, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pihak ketiga yang fokus pada perolehan CASA akan mampu
memproyeksikan pertumbuhan kredit dan pembiayaan menjaga NIM berada pada level yang optimal dengan tetap
konsolidasian berada pada kisaran 7%-9%. Pertumbuhan memperhatikan tantangan likuiditas yang muncul terkait
tersebut masih akan didominasi oleh segmen mikro, ketidakpastian dinamika kondisi global yang berpotensi
Konsumer dan CSME sejalan dengan komitmen Perseroan memiliki dampak. Selain itu penyaluran kredit yang semakin
untuk terus menjadi bagian penting dalam pertumbuhan sehat akan menjaga level profitabilitas pinjaman sehingga
sektor UMKM di Indonesia yang menjadi pilar utama mampu menjadi salah satu pendukung terjaganya NIM.
pertumbuhan ekonomi. Segmen Korporasi kami proyeksikan
tetap tumbuh secara baik dan sehat dengan fokus pada Credit Cost di tahun 2026 kami proyeksikan akan berada
perolehan value chain bisnis yang optimal. Pertumbuhan pada kisaran 2,9% - 3,2% lebih baik dibandingkan capaian
kredit dan pembiayaan ini akan didukung dengan inisiatif 2025 sebesar 3,3%. Hal ini tidak terlepas dari komitmen
bisnis proses yang semakin robust serta dengan manajemen Perseroan untuk terus melanjutkan tren positif dalam hal
risiko yang semakin agile dengan tujuan akhir untuk menjaga perbaikan kualitas aset yang sudah terlihat di pertengahan
kualitas kredit dan pembiayaan pada tingkat yang baik. tahun 2025. Untuk memastikan profitabilitas terjaga dengan
baik, Perseroan juga turut menjaga kemampuan dalam
Dari sisi profitabilitas, Perseroan menargetkan Net Interest pengelolaan biaya secara tepat yang tercermin dalam rasio
Margin (NIM) konsolidasian berada pada kisaran 7,4% - CIR, di tahun 2026 kami proyeksikan CIR mampu berada di
7,8% relative stabil dengan capaian NIM 2025 sebesar 7,8%. level 41%-43%.
Proyeksi Struktur Modal (Capital Structure)
Modal KPMM posisi Desember 2026 diproyeksikan akan selalu dijaga di atas ketentuan minimum regulator perbankan dan jasa
keuangan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) atau Capital Adequacy Ratio (CAR). Adapun uraian proyeksi modal
dan pemenuhan KPMM BRI secara ringkas adalah sebagai berikut:
Tabel Proyeksi Permodalan BRI
(dalam %)
Uraian Ketentuan Minimum Regulator Proyeksi BRI 2026
Capital Adequacy Ratio (CAR) 15% 23% - 25%
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 483
Page 486
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan serta pengelolaan penguatan identitas korporasi serta penyelarasan komunikasi
modal yang optimal menjadi kunci untuk mempertahankan brand secara menyeluruh. Rebranding ini diarahkan untuk
rasio permodalan yang sesuai dengan ketentuan regulator. memastikan konsistensi identitas visual, pesan, dan nilai brand
BRI di seluruh produk, jasa, dan layanan yang dikomunikasikan
Proyeksi Kebijakan Dividen kepada nasabah dan pemangku kepentingan.
Dengan melihat kondisi permodalan saat ini, BRI menetapkan Dalam rangka mendukung efektivitas komunikasi pemasaran
kebijakan pembagian dividen dengan menjaga Dividend yang terintegrasi, rebranding BRI juga mencakup penataan
Payout Ratio (DPO) sekurang-kurangnya 60% dari laba dan penguatan arsitektur brand pada berbagai produk
bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, dan layanan unggulan BRI. Penyelarasan ini bertujuan
kecuali ditetapkan lain dalam Rapat Umum Pemegang Saham untuk memperjelas positioning masing-masing brand,
(RUPS). BRI dapat menetapkan DPO lebih tinggi atau lebih meningkatkan kejelasan proposisi nilai kepada nasabah,
rendah dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan serta memastikan pengalaman brand yang konsisten di
bisnis berkelanjutan, pemenuhan rasio kecukupan modal, seluruh channel komunikasi, baik digital maupun non-digital.
serta upaya menjaga tingkat imbal hasil ekuitas yang optimal
dalam jangka menengah dan panjang. Sesuai ketentuan yang Sehubungan dengan hal tersebut, brand produk, jasa,
berlaku, pembagian dividen dapat dilakukan dalam bentuk dan layanan BRI yang telah dilakukan rebranding menjadi
tunai maupun non-tunai. fokus komunikasi pemasaran pada tahun 2026, guna
mendukung pemenuhan kebutuhan finansial nasabah
Ke depan, pembayaran dividen akan tetap mempertimbangkan secara komprehensif. Berdasarkan rencana bisnis bank BRI,
strategi pertumbuhan bisnis, stabilitas keuangan, serta proyeksi komunikasi pemasaran yang akan dilakukan pada
kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan tahun 2026 antara lain adalah:
yang berlaku. Pembayaran dividen juga dilaksanakan dengan 1. Amplifikasi dari rebranding BRI, dengan penguatan
mengacu pada regulasi terkait, antara lain POJK 17/2023 positioning dan brand value melalui aktivitas komunikasi
tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum. pemasaran produk, jasa dan layanan BRI dalam
peningkatan awareness, consideration, serta evaluasi
Proyeksi Pemasaran produk melalui berbagai media.
2. Aktivasi campaign melalui digital campaign funnel
Sejalan dengan strategi komunikasi pemasaran, pada tahun sebagai salah satu transformasi strategi media BRI yang
2025 BRI melaksanakan rebranding sebagai bagian dari jelas dan terukur dalam menjangkau target nasabah yang
sesuai dengan journey pengembangan produk BRI.
Proyeksi Pengembangan SDM
Proyeksi pengembangan SDM tahun 2026 adalah sebagai berikut:
Tabel Proyeksi Pengembangan SDM
(dalam orang)
Uraian Proyeksi 2026
Development * 1.700 – 2.100
Enhancement** 90.000 – 105.000
Keterangan:
* BRILiaN Future Leader Program (BFLP), BRILiaN Next Leader Program (BNLP). BRILiaN Leadership Development Program (BLDP), BRILiaN Banking Associate
Program (BBAP).
** Pendidikan Enhancement mencakup, Pendidikan onboarding, Pendidikan performing, Pendidikan developing, Public Course, Sertifikasi, BRILiaN Leader Retirement
Program (BLRP), BRILiaN Bright Scholarship Program (BBSP), BRILiaN Improvement Forum (BIF), Green Program, dan Sosialisasi.
Evaluasi Rencana Jangka Panjang (RJP)
Dalam rangka memastikan efektivitas pelaksanaan Rencana dasar dalam melakukan penyesuaian serta perumusan arah
Jangka Panjang (RJP), BRI secara konsisten melakukan strategi BRI ke depan. Pada tahun 2025, evaluasi difokuskan
evaluasi tahunan terhadap keseluruhan inisiatif strategis pada realisasi Corporate Plan yang mencakup seluruh Unit
Perusahaan dalam periode tertentu. Evaluasi ini dilakukan Bisnis (Segmen) serta Enablers selama periode tahun 2025.
tidak hanya untuk menilai kesesuaian realisasi strategi dengan Hasil evaluasi tersebut selanjutnya menjadi dasar dalam
target dan milestone yang telah ditetapkan, tetapi juga sebagai penyusunan RJP 2026–2030.
484 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 487
Laporan Tahunan
2025
Dividen tahun buku 2024 yang diatribusikan kepada pemilik entitas
induk BRI sebesar Rp60,15 triliun. Jumlah total dividen tunai per
Kebijakan Dividen saham sebesar Rp343,4 yang terdiri dari dividen interim sebesar
Rp135 dan sisa dividen tunai Rp208,4. Adapun dividen interim
Kebijakan pembagian dividen telah diatur secara internal dibayarkan pada tanggal 15 Januari 2025 kepada pemegang
melalui SE.70.b–DIR/CMG/12/2022 Buku 6 tentang Pengelolaan saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham
Dividen. Kebijakan tersebut memuat prinsip-prinsip (recording date) Perseroan pada tanggal 30 Desember 2024,
pengelolaan dividen, antara lain untuk memastikan pemenuhan sedangkan sisa dividen tunai dibayarkan pada tanggal 23 April
hak pemegang saham dalam pelaksanaan pembagian dividen 2025 kepada para pemegang saham yang namanya tercatat
sesuai tata kelola bagi bank umum dan ketentuan peraturan dalam recording date Perseroan pada tanggal 14 April 2025.
perundang-undangan yang berlaku, serta meningkatkan nilai Sesuai ketentuan, dividen telah dibayarkan dalam jangka waktu
bagi pemegang saham (shareholder value). 30 hari sejak tanggal pengumuman.
Pembagian dividen dilakukan dengan mempertimbangkan faktor Pada tahun sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham
internal BRI serta faktor eksternal, antara lain kinerja historis Tahunan (RUPST) yang diadakan pada tanggal 1 Maret 2024
BRI dan prospek bisnis serta kondisi perekonomian ke depan. telah memutus pembagian dividen sebesar Rp48,10 triliun atau
Penetapan rasio dividen didasarkan pada kewajaran kinerja 80,04% dari laba tahun buku 2023 yang diatribusikan kepada
profitabilitas, tingkat pengembalian/imbal hasil, serta kontribusi pemilik entitas induk BRI sebesar Rp60,09 triliun. Jumlah
kepada pemegang saham. Mekanisme persetujuan pembagian dividen tunai per saham sebesar Rp319,00 yang terdiri dari
dividen dilakukan melalui RUPS dengan tetap memenuhi dividen interim Rp84 dan sisa dividen tunai Rp235. Dividen
ketentuan regulator, sementara ketentuan teknis pembagian interim tersebut dibayarkan pada tanggal 18 Januari 2024
dividen diatur lebih lanjut dalam ketentuan internal BRI. kepada para pemegang saham yang namanya tercatat dalam
recording date pada 03 Januari 2024, sedangkan sisa dividen
Kebijakan pembagian dividen BRI dapat ditinjau kembali tunai dibayarkan pada tanggal 28 Maret 2024 kepada para
oleh Direksi, tanpa mengurangi kewenangan RUPS untuk pemegang saham yang namanya tercatat dalam recording
menetapkan ketentuan yang berbeda sesuai Anggaran date Perseroan pada tanggal 15 Maret 2024. Dividen tersebut
Dasar BRI dan peraturan perundang-undangan yang berlaku telah dibayarkan dalam jangka waktu 30 hari sejak tanggal
di bidang perbankan. pengumuman.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Untuk kinerja keuangan tahun buku 2025 akan diputuskan
(RUPST) yang diadakan pada tanggal 25 Maret 2025, BRI telah pada RUPST tahun 2026.
membagikan dividen sebesar Rp51,73 triliun atau 86% dari laba
Pengumuman, Pembayaran dan Jumlah Dividen
Informasi pengumuman, pembayaran dan jumlah dividen dalam 3 (tiga) tahun buku terakhir adalah sebagai berikut.
Tabel Pengumuman dan Pembayaran Dividen
Uraian Tahun Buku 2024 Tahun Buku 2023 Tahun Buku 2022
Profit After Tax and Minority Interest (PATMI) (miliar Rp) 60.154,89 60.099,86 51.170,31
Dividen Kas (miliar Rp) 51.726,77 48.102,28 43.494,76
Dividen Non Kas - - -
Dividen Kas Per Saham (Rp) 343,4 319,00 288,22
Dividen Non Kas Per Saham - - -
86% dari laba atribusi 80,04% dari laba 85% dari laba atribusi
Rasio Pembayaran Dividen/Dividend Payout Ratio (%)
tahun 2024 atribusi tahun 2023 tahun 2022
Tanggal Pengumuman (RUPST) 25 Maret 2025 1 Maret 2024 13 Maret 2023
Tanggal Pembayaran Dividen Kas 23 April 2025 28 Maret 2024 12 April 2023
Tanggal Pembayaran Dividen Non Kas - - -
Catatan:
1. Dividen yang dibayarkan termasuk dividen interim
2. PATMI merupakan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 485
Page 488
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Secara historis, penjelasan pembayaran dividen tahun buku 2003-2024 diuraikan sebagai berikut.
Tabel Historis Pengumuman dan Pembayaran Dividen
Cum Dividend
Cum Dividend
Uraian Tanggal Pengumuman (Regular and Tanggal Pencatatan
(Cash Market)
Negotiation Market)
2024 Final 25 Maret 2025 10 April 2025 14 April 2024 14 April 2024
2024 Interim 16 Desember 2024 24 Desember 2024 30 Desember 2024 30 Desember 2024
2023 Final 1 Maret 2024 13 Maret 2024 15 Maret 2024 15 Maret 2024
2023 Interim 19 Desember 2023 29 Desember 2023 03 Januari 2024 03 Januari 2024
2022** Final 13 Maret 2023 21 Maret 2023 27 Maret 2023 27 Maret 2023
2022 Interim 30 Desember 2022 9 Januari 2023 11 Januari 2023 11 Januari 2023
2021 Final 1 Maret 2022 10 Maret 2022 14 Maret 2022 14 Maret 2022
2020 Final 25 Maret 2021 5 April 2021 7 April 2021 7 April 2021
2019 Final 18 Februari 2020 26 Februari 2020 28 Februari 2020 28 Februari 2020
2018 Final 17 Mei 2019 23 Mei 2019 27 Mei 2019 27 Mei 2019
2017 Final 26 Maret 2018 29 Maret 2018 4 April 2018 4 April 2018
2016 Final 17 Maret 2017 22 Maret 2017 27 Maret 2017 27 Maret 2017
2015 Final 24 Maret 2016 31 Maret 2016 5 April 2016 5 April 2016
2014 Final 23 Maret 2015 26 Maret 2015 31 Maret 2015 31 Maret 2015
2013 Final 27 Maret 2014 28 April 2014 2 Mei 2014 2 Mei 2014
2012 Final 5 Maret 2013 26 Maret 2013 1 April 2013 1 April 2013
2011 Final 2 April 2012 26 April 2012 1 Mei 2012 1 Mei 2012
2010 Final 2 Mei 2011 27 Mei 2011 1 Juni 2011 1 Juni 2011
2010 Interim 30 November 2010 19 Desember 2010 22 Desember 2010 22 Desember 2010
2009 Final 24 Mei 2010 28 Juni 2010 1 Juli 2010 1 Juli 2010
2009 Interim 4 November 2009 30 November 2009 3 Desember 2009 3 Desember 2009
2008 Final 22 Mei 2009 16 Juni 2009 19 Juni 2009 19 Juni 2009
2007 Final 28 Mei 2008 18 Juni 2008 23 Juni 2008 23 Juni 2008
2006 Final 22 Mei 2007 13 Juni 2007 18 Juni 2007 18 Juni 2007
2005 Final 2 Juni 2006 21 Juni 2006 26 Juni 2006 26 Juni 2006
2004 Final 27 Mei 2005 16 Juni 2005 21 Juni 2005 21 Juni 2005
2003 Final 1 Juni 2004 6 Juli 2004 9 Juli 2004 9 Juli 2004
*) Seluruh angka dividen telah disesuaikan menjadi stock split 1:2 pada Januari 2011, stock split 1:5 pada Oktober 2017 dan right issue factor 1:0,98 pada September
2021.
**) Angka rasio pembayaran dividen telah memperhitungkan dividen interim sebesar Rp57 per lembar.
486 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 489
Laporan Tahunan
2025
Rasio Pembayaran
Dividen Yang Dibayarkan Dividen Per Saham
Dividen
Tanggal Pembayaran
(%) (miliar Rp) (Rp)
23 April 2025 86 31.389,14 208,4
15 Januari 2025 - 20.337,63 135,00
28 Maret 2024 80,04 35.435,85 235,00
18 Januari 2024 - 12.666,43 84,00
12 April 2023 85 34.891,94 231,22
27 Januari 2023 - 8.602,82 57,00
1 April 2022 85 26.406,60 174,25
28 April 2021 65 12.125,59 96,49
18 Maret 2020 60 20.623,56 164,10
13 Juni 2019 50 16.175,57 128,95
25 April 2018 45 13.048,44 104,14
13 April 2017 40 10.478,31 83,63
22 April 2016 30 7.619,32 60,81
22 April 2015 30 7.272,49 57,52
14 Mei 2014 30 6.348,05 50,21
15 April 2013 30 5.556,28 43,95
15 Mei 2012 20 3.016,59 23,86
15 Juni 2011 20 2.294,48 13,67
30 Desember 2010 - 566,53 4,48
15 Juli 2010 30 2.192,49 12,89
16 Desember 2009 - 563,94 4,46
3 Juli 2009 35 2.085,43 16,50
7 Juli 2008 50 2.419,00 19,15
2 Juli 2007 50 2.128,79 16,88
10 Juli 2006 50 1.904,29 15,24
5 Juli 2005 50 1.816,61 14,92
23 Juli 2004 75 990,47 8,21
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 487
Page 490
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum
Sesuai dengan POJK Nomor 30/POJK.04/2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum, BRI telah
melaporkan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum sebagai berikut.
Penawaran Umum Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I
Tahun 2025
Dana hasil Penawaran Umum Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank Bri Tahap I Tahun 2025 telah digunakan
seluruhnya dan telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tabel Laporan Realisasi Penggunaan Dana (LRPD) Penawaran Umum Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank
BRI Tahap I Tahun 2025
Nilai Realisasi Hasil Penawaran Umum
No Jenis Penawaran Umum Tanggal Efektif
Jumlah Hasil
Biaya Hasil Bersih
Penawaran Umum
(dalam Rp) (dalam Rp)
(dalam Rp)
1 2 3 4 5 6
Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I
1 20 Juni 2025 5.000.000.000.000 12.411.731.540 4.987.588.268.460
Bank BRI Tahap I Tahun 2025
Jumlah 5.000.000.000.000 12.411.731.540 4.987.588.268.460
Informasi Material Mengenai Investasi, Ekspansi, Divestasi, Akuisisi,
atau Restrukturisasi Hutang dan Modal
BRI memiliki aturan dan prosedur yang mengatur akuisisi, pengambilalihan, dan transaksi luar biasa seperti merger dan
penjualan aset korporasi yang substansial untuk memastikan transaksi terjadi secara transparan dan dalam kondisi yang wajar
dan melindungi hak-hak semua pemegang saham sesuai dengan kelasnya.
Investasi
Efek-Efek
BRI melakukan investasi pada sejumlah efek-efek, adapun rincian investasi BRI per 31 Desember 2025 dan 2024 disajikan
sebagai berikut.
488 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 491
Laporan Tahunan
2025
Sisa Dana Hasil
Rencana Penggunaan Dana Menurut lnformasi Tambahan Realisasi Penggunaan Dana Menurut lnformasi Tambahan Penawaran
Umum
Eksklusif untuk pembiayaan kembali, Eksklusif untuk pembiayaan kembali,
baik seluruhnya maupun sebagian, baik seluruhnya maupun sebagian,
proyek sosial yang sudah ada yang proyek sosial yang sudah ada yang
mendukung atau mempromosikan mendukung atau mempromosikan
kategori layanan infrastruktur dasar kategori layanan infrastruktur dasar
yang terjangkau baik dari segi akses yang terjangkau baik dari segi akses
maupun harga, akses terhadap maupun harga, akses terhadap
layanan esensial, perumahan yang layanan esensial, perumahan yang
Total
terjangkau, penciptaan lapangan terjangkau, penciptaan lapangan Total (dalam Rp) (dalam Rp)
(dalam Rp)
kerja, dan program yang dirancang kerja, dan program yang dirancang
untuk mencegah dan/atau mengurangi untuk mencegah dan/atau mengurangi
pengangguran, termasuk pembiayaan pengangguran, termasuk pembiayaan
usaha kecil menengah dan usaha kecil menengah dan
pembiayaan mikro, ketahanan pangan pembiayaan mikro, ketahanan pangan
dan sistem pangan berkelanjutan, dan sistem pangan berkelanjutan,
dan peningkatan dan pemberdayaan dan peningkatan dan pemberdayaan
sosio-ekonomi (dalam Rp) sosio-ekonomi (dalam Rp)
7 8 9 10 11
4.987.588.268.460 4.987.588.268.460 4.987.588.268.460 4.987.588.268.460 0
4.987.588.268.460 4.987.588.268.460 4.987.588.268.460 4.987.588.268.460 0
Tabel Rincian Investasi Efek-Efek
(dalam jutaan Rupiah)
Uraian 2025 2024
Nilai wajar melalui laba rugi 24.963.703 23.418.752
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 166.052.833 167.876.286
Biaya perolehan diamortisasi 181.716.266 135.240.662
Total Efek-Efek 372.732.802 326.535.700
Ekspansi
BRI melakukan ekspansi kantor cabang yang disajikan dalam tabel di bawah ini:
Tabel Ekspansi
Jaringan Kantor 31 Desember 2025 31 Desember 2024 Ekspansi Tanggal Beroperasi
Kantor Cabang Batu, Malang
Kantor Cabang 454 453 1
Beroperasi 13 januari 2025
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 489
Page 492
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Penggabungan/Peleburan Usaha (3) Dalam hal transaksi sebagaimana dimaksud pada (1) dan
(2) dilakukan oleh Perusahaan Terbuka yang mempunyai
BRI tidak melakukan kegiatan penggabungan/peleburan ekuitas negatif, transaksi dikategorikan sebagai Transaksi
usaha sepanjang tahun 2025. Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% (sepuluh
persen) atau lebih dari total aset Perusahaan Terbuka.
Divestasi
Transaksi Benturan Kepentingan
BRI tidak melakukan kegiatan divestasi sepanjang tahun
2025. Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
42/ POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Akuisisi Benturan Kepentingan (POJK 42/2020), yang dimaksud
Benturan Kepentingan adalah perbedaan antara kepentingan
BRI tidak melakukan kegiatan akuisisi sepanjang tahun 2025. ekonomis perusahaan terbuka dengan kepentingan ekonomis
pribadi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang
Restrukturisasi Hutang dan Modal saham utama, atau pengendali yang dapat merugikan
perusahaan terbuka. Dengan demikian, Benturan Kepentingan
BRI tidak melakukan kegiatan restrukturisasi utang dan merupakan suatu kondisi/situasi yang mana seseorang karena
modal sepanjang tahun 2025. kedudukan, jabatan atau wewenang di BRI memiliki kepentingan
pribadi yang dapat mempengaruhi kualitas dan kinerja dari
pelaksanaan tugas yang diamanatkan secara objektif.
Informasi Transaksi Material yang
Mengandung Benturan Kepentingan BRI memiliki kebijakan benturan kepentingan yang tertuang
dan/atau Transaksi dengan Pihak dalam Bank BRI memiliki kebijakan benturan kepentingan
Afiliasi yang tertuang dalam Surat Edaran Direksi Nomor SE.09-
DIR/KEP/03/2023 tanggal 15 Maret 2023 tentang Corporate
Transaksi Material adalah setiap transaksi yang dilakukan Governance (Buku 1 terkait Penanganan Benturan
oleh Perusahaan Terbuka atau Perusahaan Terkendali yang Kepentingan (Conflict of Interest). Penanganan Benturan
memenuhi batasan nilai sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepentingan pada dasarnya dilakukan melalui perbaikan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17/POJK.04/2020 nilai, sistem, pribadi dan budaya. Adapun prinsip-prinsip
Tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. dasar penanganan Benturan Kepentingan antara lain:
1. Menjaga integritas, mengutamakan kepentingan publik
Lingkup Transaksi: dan Perseroan serta berkomitmen dalam penanganan
Perusahaan Terbuka yang melakukan Transaksi Material dalam: Benturan Kepentingan.
a. 1 (satu) kali transaksi; atau 2. Menciptakan keterbukaan penanganan dan pengawasan
b. Suatu rangkaian transaksi untuk suatu tujuan atau kegiatan Benturan Kepentingan.
tertentu, wajib memenuhi ketentuan sebagaimana diatur 3. Mendorong tanggung jawab pribadi dan sikap
dalam POJK Nomor 17/POJK.04/2020. keteladanan.
4. Menciptakan dan membina budaya organisasi yang
Batasan Nilai: mampu menangani Benturan Kepentingan.
(1) Suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material
apabila nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh Sampai dengan akhir tahun 2025, BRI tidak memiliki transaksi
persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka. material yang mengandung Benturan Kepentingan.
(2) Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas
perusahaan atau segmen operasi dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi
Transaksi Material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) Berdasarkan POJK 42/POJK.94/2020 tanggal tanggal
atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka; 2 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total Kepentingan (POJK 42/2020), Afiliasi adalah:
aset Perusahaan Terbuka nilainya sama dengan atau 1. Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan
lebih dari 20% (dua puluh persen); sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba vertikal;
bersih Perusahaan Terbuka nilainya sama dengan 2. Hubungan antara pihak dengan Pegawai, Direktur, atau
atau lebih dari 20% (dua puluh persen); atau Komisaris dari pihak tersebut;
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan 3. Hubungan antara 2 (dua) Perusahaan di mana terdapat 1
pendapatan usaha Perusahaan Terbuka nilainya (satu) atau lebih anggota Direksi atau Dewan Komisaris
sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen). yang sama;
490 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 493
Laporan Tahunan
2025
4. Hubungan antara Perusahaan dan pihak, baik Pemenuhan ketentuan Transaksi Afiliasi berpedoman
langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau pada Surat Edaran No: SE.38-DIR/FMA/12/2025 tanggal 31
dikendalikan oleh Perusahaan tersebut; Desember 2025 tentang Pengelolaan Laporan BRI sebagai
5. Hubungan antara 2 (dua) Perusahaan yang dikendalikan, Perusahaan Terbuka (Buku 5 - Pelaporan Transaksi Afiliasi).
baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang Surat Edaran ini mengatur, antara lain:
sama; atau 1. Identifikasi pihak Afiliasi;
6. Hubungan antara Perusahaan dan Pemegang Saham 2. Identifikasi Transaksi Afiliasi;
utama. 3. Pelaporan Transaksi Afiliasi yang mencakup:
a. Prosedur pelaksanaan Transaksi Afiliasi;
Adapun Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau b. Kategorisasi Pelaporan Transaksi Afiliasi;
transaksi yang dilakukan oleh Perusahaan Terbuka atau c. Pengecualian Pelaporan Transaksi Afiliasi;
Perusahaan Terkendali dengan Afiliasi dari Perusahaan d. Keterbukaan Informasi;
Terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota Dewan e. Pengungkapan dan Pelaksanaan Kembali Prosedur
Komisaris, Pemegang Saham Utama, atau Pengendali, Transaksi Afiliasi.
termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan 4. Tugas dan Tanggung Jawab pihak terkait;
oleh Perusahaan Terbuka atau Perusahaan Terkendali untuk 5. Alur Proses penyampaian Laporan Transaksi Afiliasi.
kepentingan Afiliasi dari Perusahaan Terbuka atau afiliasi
dari anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, Pemegang
Saham Utama, atau Pengendali.
Pelaporan Transaksi Afiliasi kepada OJK dapat dikategorikan sebagai berikut:
Tabel Informasi Kategori Pelaporan Transaksi Afiliasi kepada OJK
Kategori Penjelasan Transaksi Kewajiban
Kategori 1 Kategori 1 merupakan Transaksi Afiliasi yang dilaporkan ke OJK dan 1. Memenuhi prosedur pelaksanaan Transaksi
diungkapkan kepada publik. Suatu Transaksi Afiliasi dikategorikan sebagai Afiliasi sebagaimana diatur dalam Pasal 3
Kategori 1, apabila memenuhi salah satu kriteria berikut: dan Pasal 4 POJK 42/POJK.04/2020 tentang
1. Transaksi antara: Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
a. BRI dengan Perusahaan Terkendali yang sahamnya dimiliki kurang dari Kepentingan.
99% dari modal disetor Perusahaan Terkendali; 2. Mengumumkan keterbukaan informasi atas
b. Sesama Perusahaan Terkendali yang sahamnya dimiliki kurang dari
setiap Transaksi Afiliasi kepada masyarakat
99% oleh BRI; atau
sesuai ketentuan yang berlaku; dan
c. Perusahaan Terkendali dengan perusahaan yang sahamnya dimiliki
3. Menyampaikan keterbukaan informasi serta
Perusahaan Terkendali kurang dari 99% dari modal disetor perusahaan
tersebut. laporan penilai dan dokumen pendukung
2. Transaksi dengan nilai melebihi 0,5% dari modal disetor BRI atau melebihi lainnya kepada OJK paling lambat 2 (dua) hari
jumlah Rp5.000.000.000,00, digunakan nilai yang lebih rendah kerja setelah tanggal Transaksi Afiliasi.
Kategori 2 Kategori 2 merupakan Transaksi Afiliasi yang wajib terlebih dahulu 1. Memenuhi prosedur pelaksanaan Transaksi
memperoleh persetujuan Pemegang Saham Independen dalam RUPS Afiliasi sebagaimana diatur dalam Pasal 3
sebelum dilaporkan ke OJK dan diungkapkan kepada publik. Transaksi yang dan Pasal 4 POJK 42/POJK.04/2020 tentang
mensyaratkan persetujuan Pemegang Saham Independen dalam RUPS, Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
apabila: Kepentingan.
1. Nilai Transaksi Afiliasi memenuhi batasan nilai Transaksi Material yang 2. Terlebih dahulu memperoleh persetujuan
wajib memperoleh persetujuan RUPS; Pemegang Saham Independen dalam RUPS;
2. Transaksi Afiliasi yang dapat mengakibatkan terganggunya kelangsungan 3. Mengumumkan keterbukaan informasi atas
usaha BRI; dan/atau setiap Transaksi Afiliasi kepada masyarakat;
3. Melakukan Transaksi Afiliasi yang berdasarkan pertimbangan OJK dan
memerlukan persetujuan Pemegang Saham Independen. 4. Menyampaikan keterbukaan informasi
4. Transaksi antara: sebagaimana dimaksud pada huruf (d) di
a. BRI dengan Perusahaan Terkendali yang sahamnya dimiliki kurang dari atas serta laporan penilai dan dokumen
99% dari modal disetor Perusahaan Terkendali; pendukung lainnya kepada OJK paling lambat
b. Sesama Perusahaan Terkendali yang sahamnya dimiliki kurang dari bersamaan dengan pengumuman RUPS.
99% oleh BRI; atau
c. Perusahaan Terkendali dengan perusahaan yang sahamnya dimiliki
Perusahaan Terkendali kurang dari 99% dari modal disetor perusahaan
tersebut.
5. Transaksi dengan nilai melebihi 0,5% dari modal disetor BRI atau melebihi
jumlah Rp5.000.000.000,00, digunakan nilai yang lebih rendah.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 491
Page 494
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Kategori Penjelasan Transaksi Kewajiban
Kategori 3 1. Transaksi yang dilakukan sebagai pelaksanaan peraturan perundang- Melaporkan kepada OJK paling lambat 2 (dua)
undangan atau putusan pengadilan; hari kerja setelah tanggal Transaksi Afiliasi.
2. Transaksi antara:
a. BRI dengan Perusahaan Terkendali yang sahamnya dimiliki paling
sedikit 99% dari modal disetor Perusahaan Terkendali;
b. Sesama Perusahaan Terkendali yang sahamnya dimiliki paling sedikit
99% oleh BRI; atau
c. Perusahaan Terkendali dengan perusahaan yang sahamnya dimiliki
Perusahaan Terkendali paling sedikit 99% dari modal disetor
perusahaan tersebut;
3. Transaksi dengan nilai tidak melebihi 0,5% dari modal disetor BRI atau
tidak melebihi jumlah Rp5.000.000.000,00, digunakan nilai yang lebih
rendah;
4. Transaksi pinjaman yang diterima secara langsung dari bank, perusahaan
modal ventura, perusahaan pembiayaan, atau perusahaan pembiayaan
infrastruktur baik dari dalam negeri maupun luar negeri;
5. Transaksi pemberian jaminan kepada bank, Perusahaan Modal Ventura,
perusahaan pembiayaan, atau perusahaan pembiayaan infrastruktur baik
dari dalam negeri maupun luar negeri atas pinjaman yang diterima secara
langsung oleh BRI atau Perusahaan Terkendali;
6. Transaksi penambahan atau pengurangan penyertaan modal untuk
mempertahankan persentase kepemilikannya setelah penyertaan
dimaksud dilakukan selama paling singkat 1 (satu) tahun;
7. Transaksi yang dilakukan oleh BRI yang merupakan lembaga jasa
keuangan dengan Perusahaan Terkendali yang merupakan lembaga jasa
keuangan syariah dalam rangka pengembangan lembaga jasa keuangan
syariah dimaksud;
8. Transaksi dalam rangka restrukturisasi yang dilakukan oleh BRI; dan/atau
9. Transaksi yang dilakukan BRI pada saat masuk ke dalam kategori lembaga
jasa keuangan dalam kondisi tertentu yang ditetapkan oleh OJK.
Kategori 4 Kegiatan usaha yang dijalankan dalam rangka menghasilkan pendapatan 1. Memenuhi prosedur pelaksanaan Transaksi
usaha dan dijalankan secara rutin, berulang, dan/atau berkelanjutan Afiliasi sebagaimana diatur dalam Pasal 3
antara lain transaksi yang termasuk dalam biaya operasional (Operation POJK 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Expenditure/OPEX). Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
2. Mengungkapkan Transaksi Afiliasi yang
merupakan kegiatan usaha dalam Laporan
Tahunan atau Laporan Keuangan Tahunan BRI
wajib mencakup informasi:
a. Jenis Transaksi Afiliasi;
b. Pihak yang bertransaksi;
c. Sifat hubungan Afiliasi;
d. Nilai transaksi; dan
e. Pernyataan Direksi bahwa Transaksi
Afiliasi telah melalui prosedur sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 3 POJK 42/
POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Transaksi Afiliasi yang dilakukan pada tahun 2025 dengan penjelasan sebagai berikut:
Laporan Transaksi Afiliasi
Kategori 1
Perseroan telah menyampaikan Laporan Transaksi Afiliasi sebagaimana Kategori 1 kepada publik dan Otoritas Jasa Keuangan,
antara lain:
Tabel Transaksi Afiliasi Kategori 1
No Tanggal Transaksi Jenis/Objek Transaksi Nama Pihak Afiliasi Sifat Hubungan Afiliasi
1 21 Maret 2025 Pembelian Tanah Milik PT Sang Hyang Seri 1. BRI BRI dan PT SHS dikendalikan,
2. PT Sang Hyang Seri baik secara langsung maupun
tidak langsung, oleh pihak
yang sama, yaitu Negara
Republik Indonesia.
492 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 495
Laporan Tahunan
2025
No Tanggal Transaksi Jenis/Objek Transaksi Nama Pihak Afiliasi Sifat Hubungan Afiliasi
2 21 Maret 2025 Pembelian Tanah Milik PT Perusahaan 1. BRI BRI dan PT PPI dikendalikan,
Perdagangan Indonesia 2. PT Perusahaan Perdagangan baik secara langsung maupun
Indonesia tidak langsung, oleh pihak
yang sama, yaitu Negara
Republik Indonesia.
Kategori 2
Pada tahun 2025 tidak terdapat Transaksi Afiliasi yang termasuk dalam Kategori 2.
Kategori 3
Perseroan telah menyampaikan Laporan Transaksi Afiliasi yang termasukd alam Kategori 3 kepada Otoritas Jasa Keuangan,
antara lain:
Tabel Transaksi Afiliasi Kategori 3
No Tanggal Transaksi Jenis/Objek Transaksi Nama Pihak Afiliasi Sifat Hubungan Afiliasi
1 26 Juni 2025 Pengadaan Jasa Konsultan Buyback 1. BRI BRIDS merupakan perusahaan
Tahun 2025 2. PT BRI Danareksa Sekuritas terkendali dari BRI
(BRIDS)
2 31 Juli 2025 Sinergi Jaringan Kantor (Co-Location) 1. BRI Pegadaian dan PNM
2. PT Pegadaian merupakan Perusahaan
3. PT Permodalan Nasional Terkendali dari BRI
Madani
3 31 Juli 2025 Perjanjian Kerjasama Penempatan 1. BRI Para pihak merupakan
Perangkat Data Center (DC) dan Disaster 2. PT Bank Raya Indonesia Tbk Perusahaan Terkendali dari
Recovery Center (DRC) 3. PT BRI Multifinance BRI
Indonesia
4. PT BRI Danareksa Sekuritas
5. PT Asuransi BRI Life
6. PT BRI Asuransi Indonesia
4 15 Agustus 2025 Teknologi Informasi atas Aplikasi Tata 1. BRI Anggota Konglomerasi
Kelola Terintegrasi 2. PT Bank Raya Indonesia Tbk Keuangan BRI
3. PT Pegadaian
4. PT Permodalan Nasional
Madani
5. PT Asuransi BRI Life
6. PT BRI Asuransi Indonesia
7. PT BRI Multifinance
Indonesia
8. PT Ventura Investama
9. PT BRI Danareksa Sekuritas
10.PT BRI Manajemen Investasi
5 23 Desember 2025 Sinergi Cross Referral Produk 1. BRI Pegadaian merupakan
2. PT Pegadaian Perusahaan Terkendali dari BRI
Kategori 4
Sesuai Pasal 8 dan Pasal 9 POJK 42/2020, terdapat Transaksi Afiliasi yang termasuk dalam Kategori 4 yang merupakan
kegiatan usaha yang dijalankan dalam rangka menghasilkan pendapatan usaha dan dijalankan secara rutin, berulang, dan/atau
berkelanjutan. Adapun diantaranya adalah sebagai berikut:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 493
Page 496
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Tabel Transaksi Afiliasi Kategori 4
Tanggal Nama Pihak Nilai Nominal
No Jenis/Objek Transaksi Sifat Hubungan Afiliasi
Transaksi Afiliasi (Rp)
BRI secara langsung
Pengadaan Supplies Mesin Perso PT Bringin Inti
1 02 Juni 2025 maupun tidak langsung 1.492.157.000
Kartu BRI Tahun 2025 - Triwulan I Teknologi
mengendalikan
Pengadaan Jasa Konsultan
PT BRI Danareksa BRI sebagai Pemegang
2 16 September 2025 Penerbitan BRI Short Term Notes 900.000.000
Sekuritas Saham Utama
(Arranger)
Perpanjangan Kontrak
BRI secara langsung
Maintenance Mesin Perso Kartu PT Bringin Inti
3 31 Oktober 2025 maupun tidak langsung 8.547.000.000
BRI MX Series, SD 260, dan CR Teknologi
mengendalikan
805
Pengadaan Jasa Konsultan
PT BRI Danareksa BRI sebagai Pemegang
4 17 Desember 2025 Pendamping Aksi Korporasi 3.700.000.000
Sekuritas Saham Utama
(Financial Advisor)
Perpanjangan Jasa Maintenance BRI secara langsung
5 17 Desember 2025 Agreement (MA) ATM KCLN Timor PT Bringin Gigantara maupun tidak langsung 2.357.250.000
Leste Tahun 2025 mengendalikan
PT BRI Management BRI sebagai Pemegang
6 31 Desember 2025 Reksadana 39.365.190.516
Investasi Saham Utama
PT BRI Asuransi BRI sebagai Pemegang
7 31 Desember 2025 Bancassurance 1.433.788.500
Indonesia Saham Utama
Agen Perantara Perdagangan Efek PT BRI Danareksa BRI sebagai Pemegang
8 31 Desember 2025 4.274.458.859
(APPE) Sekuritas Saham Utama
PT BRI Danareksa BRI sebagai Pemegang
9 31 Desember 2025 Kustodian 18.069.185.246
Sekuritas Saham Utama
Selain Transaksi Afiliasi di atas, terdapat transaksi lainnya Mekanisme Review Transaksi Afiliasi
yang tidak dipaparkan secara detail dalam Laporan Tahunan
ini. Adapun Transaksi Afiliasi lainnya dapat dilihat pada Setiap Group Kantor Pusat sebagai Unit Kerja Pemilik Transaksi
Laporan Keuangan Tahunan Catatan 44 (Transaksi Pihak yang akan melakukan transaksi dengan Pihak Afiliasi wajib
Berelasi). menyampaikan rencana transaksi kepada Corporate Secretary
Group. Sehubungan dengan hal tersebut, Unit Kerja Pemilik
Kewajaran Transaksi Transaksi juga perlu berkoordinasi dengan Unit Kerja yang
membawahi fungsi kepatuhan dan Unit Kerja yang membawahi
Transaksi dengan pihak afiliasi dilakukan sesuai dengan fungsi legal untuk memastikan pemenuhan ketentuan,
praktik bisnis yang berlaku umum antara lain dilakukan dengan serta Unit Kerja yang membawahi sinergi Perusahaan Anak
memenuhi prinsip transaksi yang wajar (arm’s length principle). apabila transaksi afiliasi dilakukan dengan Perusahaan Anak.
Pemenuhan kewajiban transaksi afiliasi berpedoman pada Surat
Pemenuhan Peraturan dan Ketentuan Terkait Edaran Nomor 38–DIR/FMA/12/2025 tanggal 31 Desember
2025 tentang Pengelolaan Laporan BRI Sebagai Perusahaan
Selaras dengan Peraturan OJK Nomor 17 Tahun 2023 Terbuka (Buku 5 - Pelaporan Transaksi Afiliasi).
tanggal 14 September 2023 tentang Penerapan Tata Kelola
Bagi Bank Umum dan Peraturan Menteri BUMN Nomor Untuk memastikan bahwa transaksi afiliasi dan/atau berelasi
PER-2/MBU/03/2023 tanggal tentang Pedoman Tata Kelola dilakukan secara wajar sesuai dengan kepentingan Perseroan
dan Kegiatan Korporasi Signifikan BUMN, transaksi afiliasi (arm’s length transaction), maka setiap transaksi dengan pihak
antara Perseroan dengan Entitas Anak merupakan sinergi afiliasi dan/atau berelasi harus melalui mekanisme review
antar kelompok usaha perbankan dalam rangka optimalisasi sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Perseroan. Semua
sumber daya, menunjang pelaksanaan aktivitas bisnis transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak afiliasi dan/
serta memberikan nilai tambah bagi BRI Group. Sedangkan atau berelasi, dilakukan dengan syarat normal dan wajar.
transaksi afiliasi dengan pihak terafiliasi lainnya, dilakukan
dalam rangka sinergi bisnis yang saling menguntungkan,
efisiensi/optimalisasi dalam kegiatan operasional maupun
memberikan nilai tambah bagi antar pihak.
494 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 497
Laporan Tahunan
2025
Pernyataan Direksi Terkait Transaksi Afiliasi Transaksi Pihak Berelasi
Serta Peran Dewan Komisaris dan Komite Terkait
Transaksi Afiliasi BRI dan entitas anaknya melakukan transaksi dengan pihak-
pihak berelasi seperti yang didefinisikan dalam PSAK Nomor
Direksi menyatakan bahwa transaksi afiliasi telah melalui 224 tentang “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. Suatu
prosedur yang memadai, dilaksanakan sesuai praktik bisnis pihak dianggap berelasi dengan BRI dan entitas anak jika:
yang berlaku umum, serta memenuhi prinsip transaksi yang 1. Secara langsung, atau tidak langsung yang melalui satu
wajar (arm’s length principle) dan ketentuan perundang- atau lebih perantara, suatu pihak (i) mengendalikan, atau
undangan yang berlaku. Sebagai upaya memastikan dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian
transaksi dilakukan untuk kepentingan Perseroan dan bersama, dengan BRI dan entitas anak; (ii) memiliki
mencegah terjadinya potensi benturan kepentingan yang kepentingan dalam BRI dan entitas anak yang
mungkin terjadi atas rencana transaksi afiliasi, maka sesuai memberikan pengaruh signifikan atas BRI dan entitas
dengan tugas dan tanggung jawabnya, Komite Audit dan anak; atau (iii) memiliki pengendalian bersama atas BRI
Komite Pemantau Manajemen Risiko (KPMR) memastikan dan entitas anak;
untuk menelaah dan memberikan saran kepada Dewan 2. Suatu pihak yang berelasi dengan BRI dan entitas anak;
Komisaris terkait adanya potensi benturan kepentingan. 3. Suatu pihak adalah ventura bersama di mana BRI dan
Dengan demikian transaksi afiliasi telah memenuhi prinsip entitas anak sebagai venturer;
transaksi yang wajar (arm’s lenght principle). Transaksi pihak 4. Suatu pihak adalah anggota dari personil manajemen
afiliasi tersebut tidak memerlukan persetujuan Pemegang kunci BRI dan entitas anak atau induk;
Saham Independen. 5. Suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dari individu
yang diuraikan dalam butir (1) atau (4);
Seluruh transaksi afiliasi telah dilaporkan pada OJK sesuai 6. Suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan,
dengan POJK 42/2020. Selanjutnya, selain transaksi di atas, dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan oleh
terdapat Transaksi Afiliasi lainnya yang disampaikan pada atau untuk dimana hak suara signifikan pada beberapa
Bagian Transaksi Pihak Berelasi. entitas, langsung maupun tidak langsung, individu
seperti diuraikan dalam butir (4) atau (5); dan
7. Suatu pihak adalah suatu program imbalan pasca kerja
untuk imbalan kerja dari BRI dan entitas anak atau entitas
yang terkait dengan BRI dan entitas anak.
Nama Pihak yang Bertransaksi dan Sifat Hubungan
Saldo dan transaksi dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut:
Tabel Pihak Berelasi
Pihak-Pihak Berelasi Unsur Transaksi Pihak Berelasi
HUBUNGAN PENGENDALIAN KEGIATAN PERUSAHAAN
Manajemen kunci Kredit yang diberikan, Program imbalan kerja, Simpanan nasabah
Kepemilikan mayoritas melalui Kementerian Keuangan RI
Pemerintah Republik Indonesia (RI) Efek-efek
Hubungan kepemilikan melalui Pemerintah Pusat RI
Perusahaan Umum BULOG Kredit yang diberikan
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Efek-efek
PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Kredit yang diberikan
PT INKA Multi Solusi Tagihan dan liabilitas akseptasi
PT Indo Raya Tenaga Kredit yang diberikan
PT Sumber Segara Primadaya Kredit yang diberikan
L/C yang tidak dapat dibatalkan yang masih berjalan dalam rangka impor,
PT Bhirawa Steel
Wesel ekspor dan tagihan lainnya
PT Sumbagselenergi Sakti Pewali Kredit yang diberikan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 495
Page 498
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Pihak-Pihak Berelasi Unsur Transaksi Pihak Berelasi
PT Wijaya Karya Realty (Persero) Aset lain-lain
Efek-efek, Giro pada bank lain, Penempatan pada Bank Indonesia dan lembaga
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk keuangan lain, Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli Kembali, Pinjaman yang
diterima
Giro pada bank lain, Penempatan pada Bank Indonesia dan lembaga keuangan lain,
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Efek-efek, Pinjaman yang diterima
PT Petrokimia Gresik Wesel ekspor dan tagihan lainnya
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Efek-efek, Garansi yang diterbitkan, Kredit yang diberikan
PT Bahana Artha Ventura Penyertaan saham
Penyertaan saham, Giro pada bank lain, Penempatan pada Bank Indonesia dan
PT Bank Syariah Indonesia Tbk
lembaga keuangan lain, Pinjaman yang diterima
Giro pada bank lain, Penempatan pada bank indonesia dan lembaga keuangan lain,
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
PT Perusahaan Gas Negara Garansi yang diterbitkan
PT Pertamina Hulu Energi Garansi yang diterbitkan
Kredit yang diberikan, L/C yang tidak dapat dibatalkan yang masih berjalan dalam
PT Kereta Api Indonesia (Persero)
rangka impor/loans, Efek-efek
Garansi yang diterbitkan, L/C yang tidak dapat dibatalkan yang masih berjalan dalam
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk
rangka impor, Tagihan dan liabilitas akseptasi, Wesel ekspor dan tagihan lainnya
Garansi yang diterbitkan, Tagihan dan liabilitas akseptasi, Wesel ekspor dan tagihan
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Lainnya, L/C yang tidak dapat dibatalkan yang masih dalam rangka Impor
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) Efek-efek, Tagihan dan liabilitas akseptasi
Pusat Investasi Pemerintah Pinjaman yang diterima
PT PP Presisi Tbk Wesel ekspor dan tagihan lainnya, Tagihan dan liabilitas akseptasi
PT Waskita Karya (Persero) Tbk Kredit yang diberikan
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Garansi yang diterbitkan
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk Tagihan dan liabilitas akseptasi
Tagihan dan liabilitas akseptasi, L/C yang tidak dapat dibatalkan yang masih dalam
PT Pertamina Trading and Services
rangka impor
PT Fintek Karya Nusantara Penyertaan saham
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Efek-efek, pinjaman yang diterima
PT Pertamina Efek-efek
PT Pupuk Indonesia Efek-efek
MIND ID Trading Pte Ltd L/C yang tidak dapat dibatalkan yang masih berjalan
Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI Program THT
Dana Pensiun BRI Program pensiun imbalan kerja
Dana Pensiun Pegadaian Program pensiun imbalan kerja
Dana Pensiun Lembaga Keuangan BRI Program pensiun iuran pasti
Dana Pensiun Lembaga Keuangan BNI Program pensiun iuran pasti
PT Bank Hibank Indonesia Giro pada bank lain, Pinjaman yang diterima
L/C yang tidak dapat dibatalkan yang masih berjalan dalam rangka impor, garansi
PT Pupuk Kalimantan Timur
yang diterbitkan
PT Prima Armada Raya Piutang sewa pembiayaan
PT Kilang Pertamina Balikpapan L/C yang tidak dapat dibatalkan yang masih berjalan dalam rangka impor
Pertamina International Marketing & Distribution Pte
L/C yang tidak dapat dibatalkan yang masih berjalan dalam rangka impor
Ltd (PIMD)
PT Pertamina Patra Niaga Garansi yang diterbitkan, Kredit yang diberikan
PT PG Rajawali I Wesel ekspor dan tagihan lainnya
496 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 499
Laporan Tahunan
2025
Pihak-Pihak Berelasi Unsur Transaksi Pihak Berelasi
Wesel ekspor dan tagihan lainnya, Tagihan dan liabilitas akseptasi, Kredit yang
PT Hutama Karya (Persero)
diberikan
PT Pelindo Terminal Petikemas L/C yang tidak dapat dibatalkan yang masih berjalan dalam rangka impor
PT Pertamina Hulu Rokan Garansi yang diterbitkan
PT Semen Indonesia (Persero) Wesel ekspor dan tagihan lainnya
PT Sinergi Gula Nusantara Wesel ekspor dan tagihan lainnya
PT Timah Tbk Wesel ekspor dan tagihan lainnya
PT Danareksa Finance Pinjaman yang diterima
Kewajaran dan Alasan Dilakukannya Transaksi
Dalam kegiatan normal usaha, BRI melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi karena hubungan kepemilikan dan/atau
kepengurusan. Transaksi pihak berelasi terjadi karena adanya kebutuhan usaha BRI. Semua transaksi dengan pihak-pihak
berelasi telah dengan kebijakan dan syarat yang telah disepakati bersama. Transaksi dengan pihak berelasi telah dilakukan
secara wajar sesuai dengan kepentingan Perseroan (arm’s length transaction). Transaksi telah dilakukan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan dan bebas dari konflik kepentingan.
Realisasi Transaksi Pihak Berelasi
Rincian saldo transaksi dengan pihak-pihak berelasi diuraikan sebagai berikut
Tabel Realisasi Transaksi Pihak Berelasi
(dalam jutaan Rupiah)
Uraian 2025 2024
ASET
Giro pada bank lain 490.057 504.737
Penempatan pada Bank Indonesia dan lembaga keuangan lain 2.771.604 5.193.730
Efek-efek 249.003.822 239.144.169
Wesel ekspor dan tagihan lainnya 7.587.864 3.863.027
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali - 963.042
Kredit yang diberikan 154.770.458 89.123.052
Piutang Pembiayaan 32.286 42.192
Tagihan dan Liabilitas Akseptasi 2.122.428 2.055.642
Penyertaan saham 7.872.236 7.116.383
Aset lain-lain 707.525 707.466
Total aset dari pihak-pihak berelasi 425.358.280 348.713.440
Total aset konsolidasian 2.135.371.105 1.992.186.906
Persentase total aset dari pihak-pihak berelasi terhadap total aset konsolidasian 19,92% 17,50%
LIABILITAS
Giro 250.922.159 138.110.382
Tabungan 2.025.914 284.856
Deposito Berjangka 152.677.104 118.664.697
Simpanan dari Bank lain dan lembaga keuangan lainnya 1.375.787 1.156.791
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 497
Page 500
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Uraian 2025 2024
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 4.274.852 4.613
Surat Berharga yang Diterbitkan 5.718.531 4.607.502
Pinjaman yang Diterima 36.536.685 36.666.287
Pinjaman dan Surat Berharga Subordinasi 229.330 229.118
Kompensasi kepada manajemen karyawan kunci 788.489 772.523
Nilai kini kewajiban PHK 337.500 333.607
Nilai kini kewajiban THT 160.814 150.373
Nilai kini kewajiban cuti besar 177.534 162.897
Nilai kini kewajiban penghargaan tanda jasa 259.991 202.911
Nilai kini kewajiban program manfaat lain pembayaran manfaat pasti 9.072 8.708
Nilai kini kewajiban BPJS 37.822 19.616
Total liabilitas kepada pihak-pihak berelasi 455.531.584 301.374.881
Total liabilitas konsolidasian 1.804.429.671 1.668.871.890
Persentase total liabilitas kepada pihak-pihak berelasi terhadap total liabilitas konsolidasian 25,25% 18,06%
KOMITMEN DAN KONTINJENSI PADA REKENING ADMINISTRATIF
Garansi yang diterbitkan 27.032.621 33.045.309
L/C yang tidak dapat dibatalkan yang masih berjalan dalam rangka impor 9.186.188 8.147.245
Iuran Program Pensiun Imbalan Pasti 560.737 368.903
Iuran Program Tunjangan Hari Tua 168.151 175.057
Iuran Program Pensiun Iuran Pasti 614.893 564.087
Total 1.343.781 1.108.047
Tabel Persentase Transaksi Dengan Pihak-Pihak Berelasi Terhadap Total Aset dan Liabilitas Konsolidasian
BRI dan Entitas Anak
(dalam %)
Uraian 2025 2024
ASET
Giro pada Bank lain 0,023 0,025
Penempatan pada Bank Indonesia dan lembaga keuangan lain 0,130 0,261
Efek-efek 11,662 12,004
Wesel ekspor dan tagihan lainnya 0,355 0,194
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali - 0,048
Kredit yang diberikan 7,249 4,474
Piutang pembiayaan 0,002 0,002
Tagihan akseptasi 0,099 0,103
Penyertaan saham 0,369 0,357
Aset lain-lain 0,033 0,036
Total 19,922 17,504
498 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 501
Laporan Tahunan
2025
Uraian 2025 2024
LIABILITAS
Giro 13,911 8.276
Tabungan 0,112 0,017
Deposito berjangka 8,464 7,110
Simpanan dari Bank lain dan lembaga keuangan lainnya 0,076 0,069
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 0,237 -
Surat berharga yang diterbitkan 0,317 0,276
Pinjaman yang diterima 2,026 2,197
Pinjaman dan Surat Berharga Subordinasi 0,013 0,014
Kompensasi kepada Manajemen Karyawan kunci 0,098 0,099
Total 25,254 18,058
Rujukan Pengungkapan dalam Laporan
Keuangan
Rincian nama pihak terkait realisasi (nilai) transaksi pihak Untuk memastikan bahwa transaksi pihak afiliasi dan/atau
berelasi disajikan pada Catatan 44 atas Laporan Keuangan berelasi dilakukan secara wajar sesuai dengan kepentingan
yang terlampir pada Laporan Tahunan ini. Transaksi berelasi Perseroan (arm’s length transaction), maka setiap transaksi
tersebut merupakan kegiatan usaha yang dijalankan dalam dengan pihak afiliasi dan/atau berelasi harus melalui mekanisme
rangka menghasilkan pendapatan usaha dan dijalankan review sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Perseroan.
secara rutin, berulang, dan/ atau berkelanjutan. Semua transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak afiliasi
dan/atau berelasi, dilakukan dengan syarat normal dan wajar.
Pemenuhan Peraturan dan Ketentuan Terkait
Pernyataan Direksi Terkait Transaksi Berelasi Serta
Transaksi dengan pihak-pihak afiliasi dan/atau berelasi Peran Dewan Komisaris dan Komite
dilakukan dengan syarat dan kondisi yang sama dengan
transaksi- transaksi dengan pihak ketiga. Transaksi yang Direksi menyatakan bahwa transaksi afiliasi dan/atau berelasi
dilakukan Bank telah memenuhi Peraturan Otoritas Jasa telah melalui prosedur yang memadai, dilaksanakan sesuai
Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi praktik bisnis yang berlaku umum, serta memenuhi prinsip
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (POJK 42/2020), transaksi yang wajar (arm’s length principle) dan ketentuan
pada saat transaksi-transaksi tersebut dilakukan. Seluruh perundang-undangan yang berlaku.
transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak
berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan Sebagai upaya memastikan transaksi dilakukan untuk
konsolidasian yang relevan dan rinciannya telah disajikan kepentingan Perseroan dan mencegah terjadinya potensi
dalam Catatan 44 atas laporan keuangan konsolidasian. benturan kepentingan yang mungkin terjadi atas rencana
transaksi afiliasi dan/atau berelasi, maka sesuai dengan tugas
Mekanisme Review Transaksi Berelasi dan tanggung jawabnya, Komite Audit dan Komite Pemantau
Manajemen Risiko (KPMR) memastikan untuk menelaah dan
Setiap transaksi pihak berelasi dilakukan penelaahan secara memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait adanya
memadai dengan mempertimbangkan jenis dan substansi potensi benturan kepentingan. Dengan demikian transaksi
transaksi, khususnya atas transaksi yang terjadi di antara afiliasi dan/atau berelasi telah memenuhi prinsip transaksi
entitas-entitas yang berada dalam satu entitas induk (parent yang wajar (arm’s lenght principle). Transaksi pihak afiliasi
holder entity). Proses penyajian informasi berelasi dilakukan dan/atau berelasi tersebut tidak memerlukan persetujuan
dengan mengidentifikasi transaksi-transaksi dengan pihak Pemegang Saham Independen.
berelasi yang mengacu pada daftar pihak berelasi terkini yang
disampaikan oleh entitas induk (parent holder entity) yang
diperbarui secara berkala, sehingga seluruh transaksi dengan
pihak berelasi dapat diidentifikasi, dicatat, dan diungkapkan
secara tepat sesuai dengan standar yang berlaku.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 499
Page 502
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Perubahan Peraturan Perundang-Undangan dan Dampaknya Terhadap Bank
Tabel Perubahan Peraturan Perundang-Undangan Tahun 2025
Peraturan
Informasi Penyesuaian Dampak Terhadap
No Perundang- Pokok Pengaturan
Yang Dilakukan Laporan Keuangan
Undangan
1 POJK Nomor Latar Belakang diterbitkannya POJK Nomor 24 Tahun 2025 adalah untuk a. Bank agar memiliki kebijakan Tidak berdampak
24 Tahun penguatan tata kelola pengelolaan rekening nasabah serta peningkatan dan prosedur penatausahaan terhadap Laporan
2025 Tentang perlindungan konsumen di sektor perbankan. Saat ini kebijakan pengelolaan rekening Giro dan Tabungan Keuangan.
Pengelolaan rekening nasabah dilakukan berdasarkan kebijakan internal masing-masing b. Bank dilarang mengenakan
Rekening Pada bank, sehingga berpotensi menimbulkan perbedaan perlakuan antar bank biaya administrasi rekening
Bank Umum yang dapat merugikan nasabah. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini yang mengakibatkan
disusun untuk memberikan kepastian dan perlindungan bagi nasabah melalui rekening bersaldo negatif.
standarisasi pengelolaan rekening pada industri perbankan serta mencegah c. Bank agar menyediakan
penyalahgunaan rekening nasabah. sistem dalam rangka
pengelolaan rekening
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 24 Tahun 2025 mulai berlaku pada Giro dan Tabungan dan
tanggal diundangkan, yaitu tanggal 10 November 2025. Terdapat kewajiban mengklasifikasikan rekening
yang harus dipenuhi oleh BRI terkait dengan ketentuan Pasal 4 dan Pasal 10 Giro dan Tabungan sesuai
ayat (1) dan harus dilaksanakan paling lambat 6 (enam) bulan sejak POJK ini dengan kriteria yaitu rekening
diundangkan atau selambat-lambatnya 10 Mei 2026, yaitu sbb: aktif, rekening tidak aktif, dan
a. Kewajiban Bank untuk memiliki kebijakan dan prosedur penatausahaan rekening dormant.
rekening giro dan tabungan. d. Bank agar menyampaikan
b. Larangan Bank mengenakan biaya administrasi rekening yang informasi kepada Nasabah
mengakibatkan rekening bersaldo negatif. mengenai status rekening
c. Kewajiban Bank menyediakan sistem dalam rangka pengelolaan rekening Giro dan Tabungan pada saat
giro dan tabungan dan mengklasifikasikan rekening Giro dan Tabungan rekening Giro dan Tabungan
sesuai dengan kriteria yaitu rekening aktif, rekening tidak aktif, dan diklasifikasikan menjadi
rekening dormant. rekening tidak aktif melalui
d. Kewajiban Bank menyampaikan informasi kepada Nasabah mengenai kanal yang tersedia pada
status rekening giro dan tabungan pada saat rekening giro dan tabungan Bank.
diklasifikasikan menjadi rekening tidak aktif melalui kanal yang tersedia
pada Bank.
Perubahan Kebijakan Akuntansi
Informasi mengenai perubahan kebijakan akuntansi, alasan dan dampaknya terhadap laporan keuangan disajikan sebagai
berikut.
Tabel Perubahan Kebijakan Akuntansi
Alasan Perubahan Dampak Perubahan
Perubahan Kebijakan Paparan Konsekuensi dan Penyesuaian
No Akuntansi
Kebijakan
Yang Dilakukan
Kebijakan Akuntansi
Akuntansi Terhadap Laporan Keuangan
1. Revisi PSAK 117 Tujuan keseluruhan Terdapat 3 (tiga) model pengukuran baru dalam PSAK Sesuai PSAK No. 117, laporan
• Berlaku efektif pada tanggal 1 dari PSAK Nomor 117, yaitu Model Pengukuran Umum (GMM), Variable laba rugi dan penghasilan
Januari 2025. 117 adalah untuk Fee Approach (VFA), dan Pendekatan Alokasi Premi komprehensif lain disajikan secara
• Revisi ini mencakup pengakuan menyediakan model (PAA). terpisah. Adapun pemisahan
dan pengukuran, penyajian dan akuntansi untuk tercermin pada pos sebagai
pengungkapan kontrak asuransi. kontrak asuransi yang Perubahan juga terdapat dalam penyajian kontrak berikut:
• PSAK Nomor 117 berlaku untuk lebih bermanfaat asuransi. Pada laporan posisi keuangan sesuai PSAK 1. Pendapatan jasa asuransi tahun
semua jenis kontrak asuransi, jiwa, dan konsisten untuk Nomor 117 disajikan secara terpisah jumlah tercatat 2025 sebesar Rp7.66662.733
non-jiwa, asuransi langsung dan asuradur. PSAK portofolio berikut: (dalam juta).
reasuransi, terlepas dari entitas Nomor 117 ini diadopsi 1. Kontrak asuransi terbitan yang merupakan aset; 2. Beban jasa asuransi tahun
yang menerbitkannya, serta untuk dari International 2. Kontrak asuransi terbitan yang merupakan liabilitas; 2025 sebesar Rp6.364.550
jaminan dan instrumen keuangan Financial Reporting 3. Kontrak reasuransi milikan yang merupakan aset; (dalam juta).
tertentu dengan fitur partisipasi Standards (IFRS) dan 3. Beban keuangan dari kontrak
tidak mengikat, serta beberapa Nomor 17 dan 4. Kontrak reasuransi milikan yang merupakan asuransi yang diterbitkan
pengecualian ruang lingkup yang menggantikan PSAK liabilitas. Rp361.281 (dalam juta).
berlaku Nomor 104.
Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan Angka tersebut di atas merupakan
penghasilan komprehensif lain disajikan secara hasil konsolidasi laporan keuangan
terpisah ke dalam: BRI dengan perusahaan anak yang
1. Hasil jasa asuransi yang terdiri dari pendapatan bergerak di bidang asuransi (BRI
asuransi dan beban jasa asuransi; dan Insurance dan BRI Life).
2. Penghasilan atau beban keuangan asuransi.
2. Amandemen PSAK 221 Amandemen PSAK Amandemen ini mensyaratkan entitas menerapkan Melakukan pembaharuan atas
• Berlaku efektif pada tanggal 1 Nomor 221 merujuk pendekatan yang konsisten dalam menilai apakah kebijakan akuntansi internal Bank
Januari 2025. pada Amandemen IAS suatu mata uang dapat dipertukarkan ke mata uang BRI sesuai dengan persyaratan
• PSAK Nomor 221 menjelaskan 21 tentang Lack of lain, dan, jika tidak, menentukan kurs yang digunakan yang tertuang dalam PSAK 221.
bagaimana memasukkan transaksi Exchangeability. serta pengungkapan yang diberikan.
dalam valuta asing dan kegiatan Penerapan PSAK 221 tidak
usaha luar negeri ke dalam laporan berdampak kuantitatif terhadap
keuangan entitas dan bagaimana laporan keuangan BRI.
menjabarkan laporan keuangan ke
dalam mata uang penyajian.
500 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 503
Laporan Tahunan
2025
Tingkat Kesehatan Bank
Tingkat Kesehatan Bank dinilai berdasarkan Peraturan Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum menggunakan
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 4/POJK.03/2016 tentang pendekatan risiko (Risk – Based Bank Rating) dilakukan
Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum dengan dengan cakupan penilaian terhadap 4 (empat) faktor berikut:
menggunakan pendekatan risiko (Risk – Based Bank Rating). 1. Profil Risiko
Penilaian Tingkat Kesehatan Bank dilakukan terhadap risiko 2. Good Corporate Governance (GCG)
dan kinerja Bank yang dapat dilihat dari peringkat akhir hasil 3. Rentabilitas (Earnings)
penilaian. 4. Permodalan (Capital)
Tabel Tingkat Kesehatan BRI Secara Individu (Self Assessment)
Penilaian Per Penilaian Per
Semester II 2025 Semester II 2024
Faktor Penilaian
Peringkat Peringkat
Profil Risiko 2 2
Good Corporate Governance (GCG) 2 2
Rentabilitas 3 3
Permodalan 2 1
Peringkat Tingkat Kesehatan Bank Berbasis Risiko 2 2
Peringkat Tingkat Kesehatan Bank BRI dengan metode pemeringkat. Peringkat rating yang disampaikan dalam
penilaian berbasis risiko (RBBR) berada pada Peringkat rangka penilaian tingkat kesehatan adalah pemeringkatan
Komposit 2 (PK 2) – SEHAT dengan rincian untuk masing- yang dilakukan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia
masing faktor penilaian yaitu Profil Risiko BRI berada (PEFINDO) yang ditandatangani pada tanggal 21 Februari
pada Peringkat 2 (Low to Moderate), GCG berada pada 2025 dengan hasil sebagai berikut:
Peringkat 2 (Baik), Rentabilitas berada pada Peringkat 3 a. Peringkat Berdiri Sendiri (Stand Alone Rating): idAA+(sa)
(Cukup Memadai) dan Permodalan berada pada Peringkat 2 b. Peringkat Akhir (Final Rating): idAAA/Stable
(Memadai).
Dengan demikian, Tingkat Kesehatan untuk BRI pada Tahun
Selain penilaian tingkat kesehatan di atas, BRI juga melakukan Buku 2024 adalah Sangat Sehat (AAA) sebagaimana diatur
penilaian tingkat kesehatan yang dilakukan oleh lembaga dalam Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03/2023.
Berikut informasi definisi hasil pemeringkatan oleh PEFINDO.
Tabel Definisi Hasil Pemeringkatan
Hasil Pemeringkatan Definisi
Obligor dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan,
dan memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya
dibandingkan terhadap obligor Indonesia lainnya.
AA
id
Tanda tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori
yang bersangkutan.
Tanda (sa) menunjukkan bahwa peringkat adalah peringkat berdiri sendiri (standalone rating).
Obligor berperingkat AAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh PEFINDO. Kemampuan obligor
id
AAA/Stable untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya, relatif terhadap obligor Indonesia lainnya, adalah
superior.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 501
Page 504
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Assessment Manajemen atas Hal-Hal
Informasi Kelangsungan Usaha yang Berpengaruh Signifikan Terhadap
Kelangsungan Usaha dan Asumsi yang
Rincian Masalah yang Timbul Selama Digunakan Manajemen dalam Melakukan
Tahun Buku yang Mempengaruhi Assessment
Kegiatan Usaha
Dalam rangka penerapan BCM yang proaktif, maka telah
Pada tahun 2025, tidak terdapat rincian masalah signifikan dilakukan pengkinian Kebijakan BCM yang terdiri dari:
yang timbul selama tahun buku yang mempengaruhi 1. Penilaian Risiko Ancaman Bencana (PRAB), Business
kegiatan usaha BRI. Impact Analysis (BIA), Business Continuity Plan (BCP),
Emergency Response Plan (ERP), Crisis Management
Hal-Hal yang Berpotensi Berpengaruh Plan (CMP), Disaster Recovery Plan (DRP), dan Sosialisasi
Signifikan Terhadap Kelangsungan Usaha dan Uji Coba. Untuk memastikan penerapan BCM dan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), telah dilakukan
Ancaman kelangsungan usaha BRI bisa bersumber dari uji coba BCP di Group Kritikal BRI, serta sosialisasi dan uji
potensi gangguan/bencana baik yang disebabkan antara lain coba tanggap darurat bencana (Emergency Response)
oleh alam (natural disaster), Man Made Disaster, Bencana di kantor pusat serta seluruh regional office dan unit
Sosial. Untuk mengantisipasi dampak dari potensi gangguan kerja supervisinya. Unit kerja BRI juga telah melakukan
tersebut, Direksi BRI mengembangkan dan menerapkan suatu Penilaian Risiko Ancaman dan Bencana (PRAB)/
Kebijakan Business Continuity Management (BCM) yang Risk and Threat Assessment yang bertujuan untuk
sudah diatur dalam Surat Edaran Direksi BRI Nomor SE.12 -DIR/ mengidentifikasi ancaman/bencana tertinggi di unit
MPE/09/2025 tgl 29 September 2025 tentang Manajemen kerja serta sumber daya yang dibutuhkan dalam rangka
Kelangsungan Usaha (MKU). Tujuan kebijakan BCM antara lain persiapan menghadapi ancaman/bencana tersebut.
untuk melindungi keamanan dan keselamatan jiwa pekerja BRI, 2. Pengkinian terhadap kebijakan Rencana Pendanaan
keluarga, nasabah serta stakeholders sesuai dengan Rencana Darurat (Contingency Funding Plan/CFP) dan Rencana Aksi
Penanggulangan Bencana (RPB) yang sudah dimiliki. Selain (Recovery Plan) BRI yang meliputi aspek pengkinian early
itu BCM bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan warning indicator dan trigger level, strategi pendanaan
aktivitas bisnis/ operasional terpenting, menjaga aset BRI, darurat dan opsi pemulihan serta strategi komunikasi
serta memiliki respon yang memadai dalam setiap kondisi penanganan krisis. Secara berkala dilakukan monitoring
baik itu dalam kondisi normal, kondisi krisis, fase pemulihan terhadap early warning indicator dan trigger level. Selain
bencana hingga kondisi kembali normal (new normal). Saat itu, untuk memastikan kesiapan organisasi BRI dalam
ini, tantangan dari BCM selain dari ke 4 (empat) faktor di atas pelaksanaan prosedur CFP, dilakukan simulasi Uji Coba
adalah terkait digitalisasi perbankan dan sistem keuangan contingency funding plan untuk memastikan kelayakan CFP.
yang dapat menimbulkan banyak disrupsi gangguan, salah
satunya adalah serangan siber.
Pengungkapan Kerangka Governansi,
Selain ancaman dari potensi gangguan/bencana, terdapat Pengelolaan dan Pengendalian Aspek
pula ancaman kelangsungan usaha BRI yang bersumber dari Perpajakan
disrupsi pasar keuangan. Untuk mengantisipasi dampak atas
gangguan tersebut BRI mengembangkan dan menetapkan BRI sebagai Bank yang telah Go Public dan sahamnya
Rencana Pendanaan Darurat (Contingency Funding Plan/ sebagian besar dimiliki oleh Pemerintah Indonesia
CFP) dan Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) yang berkomitmen untuk melaksanakan kewajiban di bidang
mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 perpajakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tahun 2023 tanggal 12 Januari 2023 tentang Pengembangan Dalam rangka pengelolaan perpajakan yang lebih baik,
dan Penguatan Sektor Keuangan. Kebijakan CFP memuat BRI menerapkan prinsip perpajakan untuk mewujudkan
pendekatan dan strategi dalam menghadapi kondisi pengelolaan perpajakan secara efektif dan efisien, serta
krisis yang berdampak pada likuiditas guna memastikan selalu selaras dengan ketentuan perundang-undangan
kemampuan BRI memperoleh sumber pendanaan yang perpajakan yang berlaku.
dibutuhkan secara tepat waktu dan dengan biaya yang
wajar. Untuk kondisi yang lebih severe BRI akan menerapkan Pada tanggal 31 Maret 2020, Pemerintah menerbitkan
Recovery Plan agar bank mampu kembali menjalankan bisnis Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu)
dalam kondisi yang layak dan berkelanjutan. Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 yang telah
menjadi Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2020, serta
menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun
502 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 505
Laporan Tahunan
2025
2020 tentang Penurunan Tarif Pajak Penghasilan bagi Wajib 3. BRI melakukan identifikasi, mengelola, dan memonitor
Pajak Badan Dalam Negeri yang Berbentuk Perseroan atas kewajiban perpajakan sesuai dengan peraturan
Terbuka dan berlaku sejak tanggal diundangkan, yaitu yang berlaku melalui monitoring dan rekonsiliasi
pada 19 Juni 2020. Selanjutnya, Pada tanggal 29 Oktober berkesinambungan.
2021 Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik 4. BRI mengungkapkan informasi pajak secara transparan
Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi mengikuti pedoman pelaporan untuk pemegang saham
Peraturan Perpajakan (UU HPP). Adapun aturan tersebut dan masyarakat publik.
telah menetapkan antara lain penurunan tarif pajak
penghasilan wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk Pengelolaan perpajakan diintegrasikan dengan tata
usaha tetap dari semula 25% menjadi 22% untuk tahun pajak kelola perusahaan dan manajemen risiko, serta didukung
2020, 2021, 2022, dan tahun selanjutnya, serta pengurangan oleh digitalisasi sistem pelaporan pajak, sehingga dapat
lebih lanjut tarif pajak sebesar 3% untuk wajib pajak dalam meningkatkan transparansi, efisiensi administrasi, dan
negeri yang memenuhi persyaratan tertentu. meminimalkan potensi risiko sengketa perpajakan. Strategi
perpajakan selaras dengan strategi bisnis pembangunan
Berdasarkan surat keterangan Nomor DE/1/2026-0209 berkelanjutan melalui kepatuhan dan transparansi dalam
Tanggal 6 Januari 2026 dan laporan bulanan kepemilikan pembayaran pajak untuk mendukung penerimaan negara dan
saham dari Biro Administrasi Efek, Datindo Entrycom mendukung pencapaian SDGs (Sustainable Development
atas kepemilikan saham BRI selama tahun 2025, semua Goals) khususnya SDG 8 – Decent Work and Economic
persyaratan tertentu di atas untuk memperoleh fasilitas Growth dan SDG 16 – Peace, Justice and Strong Institutions.
penurunan tarif pajak tersebut atas laporan keuangan BRI
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 Kepatuhan terhadap perpajakan telah dimuat dalam Kode
telah terpenuhi untuk mendapatkan insentif penurunan tarif Etik (Code of Conduct) BRI dan disosialisasikan ke seluruh
pajak sebesar 3% berdasarkan ketentuan Pasal 5 ayat (2) UU bagian yang terkait. Code of Conduct telah dipublikasikan
Nomor 2 Tahun 2020, sehingga untuk tahun 2025 Bank BRI pada website BRI. Sedangkan pengungkapan terkait pajak
menggunakan tarif pajak 19% dalam perhitungan PPh Badan. telah disampaikan pada Laporan Keuangan dan diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik.
Bank BRI melakukan pendekatan pajak yang didasari oleh
kepatuhan pada seluruh peraturan perpajakan yang berlaku. Pemangku kepentingan yang terpenting dalam hal
Bank BRI telah membangun kebijakan dan strategi pajak yang perpajakan adalah pemerintah melalui otoritas perpajakan
disetujui dan ditinjau setiap tahun oleh Direktur Keuangan yaitu Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Untuk itu, BRI
dalam pemenuhan kewajiban dan pelaporan SPT Tahunan senantiasa membina hubungan baik namun tidak terlibat
PPh Badan. Dalam pengelolaan pelaksanaan perpajakan, dalam advokasi atau upaya untuk mempengaruhi otoritas
Bank BRI telah menetapkan proses yang komprehensif dan perpajakan. BRI sepenuhnya mematuhi seluruh peraturan
terstruktur, seperti: perundangan-undangan dan kebijakan perpajakan yang
1. Badan tata kelola (eksekutif) yang bertanggung jawab dikeluarkan oleh Pemerintah. BRI hanya beroperasi di
untuk merumuskan, menelaah dan menerapkan strategi Indonesia dengan beberapa cabang di luar negeri, sehingga
pajak adalah Direktur Keuangan. laporan perpajakan hanya dilakukan untuk Indonesia.
2. BRI telah memiliki pedoman perpajakan internal dalam
pemenuhan kewajiban perpajakan dalam Surat Edaran Profil BRI telah disajikan pada Bab Profil Perusahaan,
Ketentuan Perpajakan BRI dan Standar Operasional sedangkan informasi keuangan disajikan pada Bab Analisis
Prosedur Perpajakan BRI yang dipergunakan dan menjadi dan Pembahasan Manajemen dalam Laporan Tahunan ini.
standar bagi seluruh Unit Kerja BRI. Adapun pajak yang dibayarkan telah sesuai dengan kinerja
dan perolehan laba perseroan
Tabel Kontribusi Kepada Negara
(dalam jutaan Rupiah)
Jenis Pajak Tahun 2025 Tahun 2024
A PAJAK
Pajak Penghasilan (PPh) 25.762.792 29.614.698
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 2.213.989 2.102.680
Bea Masuk/Keluar, Bea dan Cukai, Bea Materai 38.843 36.982
Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), termasuk PBB P2 (Perkotaan dan Pedesaan) 143.916 126.702
Total Kontribusi Pajak (Total A) 28.159.540 31.881.062
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 503
Page 506
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Jenis Pajak Tahun 2025 Tahun 2024
B PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK (PNBP)
Dividen 27.681.809 25.714.902
PNBP Lainnya 179.220 76.561
Total Kontribusi PNBP (Total B) 27.861.029 25.791.463
Total Kontribusi kepada Negara (Total A dan B) 56.020.569 57.672.525
Respons Terhadap Perubahan Arah
Kebijakan Moneter
Pada tahun 2025, bauran kebijakan BI mengarah pada Dalam konteks intermediasi perbankan, permintaan
pelonggaran moneter yang terukur untuk menopang kredit masih menghadapi tantangan. Pada paruh pertama
pertumbuhan ekonomi, dengan tetap menjaga stabilitas nilai tahun 2025, pertumbuhan kredit perbankan mengalami
tukar dan inflasi di tengah ketidakpastian global. Sejalan perlambatan yang persisten ke 7,03% yoy pada Juli 2025
dengan inflasi yang terkendali, BI telah menurunkan BI-Rate dari 10,46% yoy pada Desember 2024. Melambatnya
secara bertahap sebesar 125 bps dari 6,00% menjadi 4,75%. pertumbuhan kredit perbankan dipengaruhi oleh permintaan
Kebijakan tersebut mencerminkan pergeseran stance kredit yang belum sepenuhnya kuat, seiring dengan sikap
moneter yang lebih akomodatif guna mendukung pemulihan wait and see pelaku usaha dan tingkat suku bunga kredit
ekonomi dan memperkuat intermediasi perbankan, sembari yang masih cukup tinggi. Namun demikian, pertumbuhan
tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan kredit mulai kembali meningkat secara bertahap ke 9,69%
nasional. yoy pada Desember 2025. Sementara itu, pertumbuhan
DPK perbankan meningkat signifikan ke 13,83% yoy
Pelonggaran moneter tersebut diiringi dengan pengelolaan pada Desember 2025 dari 4,48% yoy pada akhir 2024,
likuiditas yang lebih ekspansif serta penguatan bauran menunjukkan bahwa kondisi likuiditas perbankan cenderung
kebijakan makroprudensial yang pro-growth. BI membaik di tengah kebijakan akomodatif BI.
meningkatkan ketersediaan likuiditas di sistem keuangan
melalui optimalisasi berbagai instrumen moneter, termasuk Ke depan, penguatan transmisi kebijakan moneter yang
pengelolaan instrumen surat berharga dan operasi didukung oleh stabilitas makroekonomi dan kecukupan
pasar untuk menjaga kecukupan likuiditas Rupiah. Disisi likuiditas diharapkan dapat semakin mendorong pertumbuhan
makroprudensial, BI memperkuat Kebijakan Insentif kredit dan memperkuat peran perbankan dalam mendukung
Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang bersifat longgar dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. BI memperkirakan
berbasis kinerja, dengan tujuan mendorong penurunan suku pertumbuhan kredit perbankan dapat meningkat ke kisaran
bunga perbankan, meningkatkan penyaluran kredit, serta 8-12% pada tahun 2026, seiring dengan penguatan transmisi
mengarahkan pembiayaan ke sektor-sektor prioritas yang pelonggaran kebijakan moneter serta koordinasi dengan
memiliki daya ungkit tinggi terhadap pertumbuhan. pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Dengan baruan kebijakan yang lebih akomodatif tersebut, Sebagai respon atas penetapan suku bunga acuan dan
transmisi kebijakan moneter ke sektor keuangan mulai kebijakan moneter BI dan The FED, BRI secara selektif
menunjukkan perbaikan, terutama pada paruh kedua tahun melakukan penyesuaian suku bunga dana maupun suku
2025, meskipun kecepatan transmisinya belum merata bunga kredit (khususnya Kredit Jangka Pendek). Suku Bunga
secara menyeluruh. Penurunan suku bunga pasar uang Dasar Kredit (SBDK) BRI per Desember 2025 mengalami
dan suku bunga dana perbankan berlangsung relatif lebih penyesuaian sesuai dengan implementasi Peraturan OJK
cepat, mencerminkan respons awal perbankan terhadap Nomor 13 Tahun 2024 tanggal 12 Agustus 2024 tentang
pelonggaran kebijakan. Namun demikian, penyesuaian suku Transparansi dan Publikasi Suku Bunga Dasar Kredit Bagi
bunga kredit masih berlangsung secara bertahap, sejalan Bank Umum Konvensional.
dengan pertimbangan manajemen risiko perbankan dan
kehati-hatian dalam merespons dinamika permintaan kredit.
504 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 507
Laporan Tahunan
2025
kredit kepada Direksi dan Dewan Komisaris berlaku sama
Larangan, Batasan dan/atau seperti pemberian kredit kepada calon debitur BRI pada
Hambatan Signifikan Untuk umumnya dan diberikan sesuai bunga pasar (market rate)
Melakukan Penyediaan Dana Antara dan wajar (arm’s length basis) dengan tetap memperhatikan
Bank dan Entitas Lain Dalam Suatu prinsip kehati-hatian.
Kelompok Usaha
Mekanisme Penyediaan Dana Kepada
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, BRI telah menetapkan Pihak Terkait
kebijakan yang mencakup batasan dalam pemberian
dana kepada pihak terkait sesuai Peraturan Otoritas Jasa 1. Penyediaan dana kepada Pihak Terkait Bank diajukan
Keuangan Republik Indonesia Nomor 32 /POJK.03/2018 secara mandiri atau kolektif melalui Sekretaris Komite
tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) Dan Kredit dan wajib mendapat persetujuan Dewan Komisaris.
Penyediaan Dana Besar Bagi Bank Umum dan POJK Nomor 2. Sekretaris Komite Kredit menyampaikan hasil
38 /POJK.03/2019 Tentang Perubahan Atas POJK Nomor permohonan persetujuan untuk ditindaklanjuti sesuai
32/POJK.03/2018 Tentang BMPK dan Penyediaan Dana putusan persetujuan.
Besar Bagi Bank Umum. 3. Pemberian Penyediaan Dana (khusus kredit) kepada
Direksi dan Dewan Komisaris harus dilakukan secara adil
Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait dan wajar (equal treatment).
dan Dana Besar
Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait
Dalam menjalankan fungsi intermediasi, Bank mengelola
penyediaan dana yang salah satunya disalurkan dalam bentuk Ketentuan tentang pengaturan limit BMPK adalah Portofolio
kredit. Penyediaan dana dimaksud wajib dilakukan mitigasi Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait dengan Bank secara
risiko dan diversifikasi portofolio melalui pembatasan, baik keseluruhan ditetapkan paling tinggi 10% (sepuluh persen)
kepada Pihak Terkait maupun selain Pihak Terkait sebesar dari Modal Bank. Ketentuan pihak lainnya yang diatur adalah:
persentase tertentu dari Modal Bank atau Modal Inti (Tier 1) 1. Bank dilarang memberikan Penyediaan Dana kepada
Bank, yang dikenal dengan BMPK dan Penyediaan Dana Pihak Terkait yang bertentangan dengan prosedur umum
Besar. Berkenaan dengan itu, dalam rangka meningkatkan Penyediaan Dana.
pertumbuhan ekonomi Indonesia dan daya saing nasional, 2. Bank dilarang memberikan Penyediaan Dana kepada
Regulator mengatur pemberian kelonggaran atau Pihak Terkait tanpa persetujuan Dewan Komisaris Bank.
pengecualian dalam penerapan Batas Maksimum Pemberian 3. Bank dilarang membeli aset berkualitas rendah (aset
Kredit (BMPK) dan penyediaan dana besar dengan tetap yang memiliki kualitas kurang lancar,diragukan atau
memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam pemberian macet dan/atau telah dilakukan restrukturisasi) dari
kredit. BRI telah memiliki kebijakan terkait Penyediaan Dana Pihak Terkait.
kepada Pihak Terkait atau Penyediaan Dana Besar (large 4. Dalam hal kualitas Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait
exposure) dan atau Penyediaan Dana kepada pihak lain yang menurun menjadi kurang lancar, diragukan atau macet,
memiliki kepentingan terhadap Bank yang diatur dalam Surat Bank wajib mengambil langkah-langkah penyelesaian
Edaran Direksi BRI Nomor: SE.27-DIR/KRD/10/2024 tanggal untuk memperbaiki dengan cara:
29 Oktober 2024. a. Pelunasan kredit paling lambat 60 (enam puluh) hari
sejak penurunan kualitas penyediaan dana; dan/atau
Kebijakan Pemberian Kredit Kepada b. Melakukan restrukturisasi kredit sejak penurunan
Direksi dan Dewan Komisaris kualitas Penyediaan Dana.
5. Dalam hal Bank memberikan Penyediaan Dana dalam
Pemberian kredit kepada Direksi dan Komisaris termasuk bentuk Penyertaan Modal yang mengakibatkan pihak
ke dalam penyediaan kepada Pihak Terkait, dan hal ini tempat Bank melakukan Penyertaan Modal menjadi
wajib mendapat persetujuan kepada Dewan Komisaris. Pihak Terkait, Bank wajib memastikan:
Penyediaan dana kepada Pihak Terkait telah diatur oleh a. Rencana Penyediaan Dana ditetapkan paling tinggi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan ketentuan Perseroan 10% (sepuluh persen) dari Modal Bank;
yaitu Kebijakan Batas Minimum Pemberian Kredit dan
Penyediaan Dana Besar. Ketentuan dan prosedur pemberian
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 505
Page 508
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
b. Penyediaan Dana yang akan dan telah diberikan 13. Peminjam yang memiliki hubungan keuangan melalui
kepada pihak tempat Bank melakukan Penyertaan penjaminan yang diberikan oleh pihak sebagaimana
Modal setelah ditambah dengan seluruh portofolio dimaksud dalam poin 1-11.
Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait ditetapkan 14. Bank lain yang memiliki hubungan keuangan melalui
paling tinggi 10% (sepuluh persen) dari Modal Bank; pemberian jaminan kepada pihak sebagaimana dimaksud
c. Memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam dalam poin 1-11 dalam hal terdapat penjaminan kembali
poin 1, 2, dan 3. (counter guarantee) dari Bank dan/atau pihak sebagaimana
dimaksud dalam poin 1-11 kepada bank lain tersebut.
Pihak terkait meliputi: 15. Perusahaan lain yang didalamnya terdapat kepentingan
1. Perorangan atau perusahaan yang merupakan berupa kepemilikan saham sebesar 10% (sepuluh
pengendali Bank. persen) atau lebih secara sendiri atau bersama-sama,
2. Badan hukum dalam hal Bank bertindak sebagai dari pihak sebagaimana dimaksud dalam poin 5.
pengendali.
3. Perusahaan dalam hal perorangan atau perusahaan Penyediaan Dana Kepada Pihak Selain
sebagaimana pada poin 1 bertindak sebagai pengendali. Pihak Terkait
4. Anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, dan Pejabat
Eksekutif Bank. 1. Penyediaan Dana kepada:
5. Pihak yang mempunyai hubungan keluarga secara a. 1 (satu) Peminjam selain Pihak Terkait; atau
horizontal atau vertical: b. 1 (satu) kelompok Peminjam selain Pihak Terkait
i. Dari perorangan yang merupakan pengendali Bank 2. Penyediaan Dana kepada 1 (satu) peminjam selain Pihak
sebagaimana dimaksud dalam poin 1; dan Terkait atau 1 (satu) kelompok Peminjam selain Pihak
ii. Dari anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Terkait ditetapkan paling tinggi 25% (dua puluh lima
Komisaris pada Bank sebagaimana dimaksud dalam persen) dari Modal Inti (Tier 1) Bank.
poin 4; 3. Bank wajib menetapkan penggolongan Peminjam
6. Anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris pada dalam suatu kelompok peminjam dalam hal Peminjam
perusahaan sebagaimana dimaksud dalam poin 1, 2 dan/ mempunyai hubungan pengendalian dengan Peminjam
atau 3. lain melalui hubungan kepemilikan, kepengurusan, dan/
7. Perusahaan yang anggota Direksi dan/atau anggota Dewan atau keuangan.
Komisaris merupakan anggota Dewan Komisaris pada Bank. 4. Penggolongan kelompok Peminjam dengan kriteria:
8. Perusahaan yang 50% (lima puluh persen) atau lebih a. Peminjam merupakan pengendali Peminjam lain;
anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris b. 1 (satu) pihak yang sama merupakan pengendali dari
merupakan Direksi dan/atau Komisaris pada perusahaan beberapa Peminjam;
sebagaimana dimaksud pada poin 1, 2 dan 3. Jumlah c. 50% (lima puluh persen) anggota Direksi dan/
50% (lima puluh persen) atau lebih dihitung dari jumlah atau anggota Dewan Komisaris Peminjam menjadi
kumulatif Direksi dan/atau Dewan Komisaris. anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris
9. Perusahaan yang: pada Peminjam lain;
a. Anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, dan/ d. Peminjam memiliki hubungan keuangan dengan
atau Pejabat Eksekutif Bank bertindak sebagai Peminjam lain; dan/atau
pengendali; dan e. Peminjam memiliki hubungan keuangan berupa
b. Anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris penerbitan jaminan untuk mengambil alih dan/atau
dari pihak sebagaimana dimaksud dalam poin 1, 2 melunasi sebagian atau seluruh kewajiban Peminjam
dan/ atau 3 bertindak sebagai pengendali. lain dalam hal Peminjam lain gagal memenuhi
10. Kontrak Investasi Kolektif dimana Bank dan/atau pihak kewajiban kepada Bank.
sebagaimana dimaksud dalam poin 1-9 memiliki 10% 5. Penggolongan Kelompok Peminjam tidak berlaku untuk:
(sepuluh persen) atau lebih saham pada manajer a. Fasilitas Penyediaan Dana yang diberikan oleh Bank
investasi kontrak investasi kolektif tersebut. kepada debitur dalam kegiatan usaha Bank pada
11. Perusahaan yang memiliki hubungan keuangan dengan umumnya; dan
Bank dan/atau pihak sebagaimana dimaksud dalam poin b. Pemberian jaminan oleh perusahaan asuransi,
1- 9 di atas. perusahaan penjaminan, Pemerintah Republik
12. Peminjam berupa perorangan atau perusahaan bukan Indonesia, dan/atau pemerintah negara lain.
bank yang memiliki hubungan keuangan melalui c. Pemberian Kredit kepada debitur melalui perusahaan
pemberian jaminan kepada pihak sebagaimana dimaksud dengan metode penerusan.
dalam poin 1-11.
506 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 509
Laporan Tahunan
2025
d. Pemberian Kredit dengan pola kemitraan inti-plasma dengan mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan
dengan skema perusahaan inti menjamin Kredit (OJK) yang mengatur mengenai pedoman perhitungan
kepada plasma. aset tertimbang menurut risiko untuk risiko kredit dengan
e. Pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota menggunakan pendekatan standar.
serta antara masing-masing pemerintah Kabupaten/
Kota. Pengecualian Dari Perhitungan BMPK
Penyediaan Dana Penempatan pada setiap Prime Bank dikecualikan dari
perhitungan BMPK dengan ketentuan:
Penyediaan Dana yang diperhitungkan dalam perhitungan 1. Bagian Penyediaan Dana kepada Peminjam yang
BMPK dan Penyediaan Dana Besar merupakan seluruh memperoleh jaminan dari Prime Bank.
Penyediaan Dana dalam posisi banking book dan trading book. 2. Penyediaan Dana kepada Pemerintah Pusat.
1. Jenis- Jenis Penyediaan Dana yaitu: 3. Penempatan pada Bank Indonesia.
a. Penempatan; 4. Pembelian Surat Berharga yang diterbitkan oleh
b. Transaksi derivatif; Pemerintah Republik Indonesia dan/atau Bank Indonesia.
c. Surat berharga; 5. Bagian Penyediaan Dana yang memperoleh jaminan dari
d. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali Pemerintah Pusat dengan syarat tertentu.
(repo); 6. Penyediaan Dana berorientasi ekspor kepada
e. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji lembaga keuangan dan Bagian Penyediaan Dana yang
dijual kembali (reverse repo); memperoleh jaminan dari lembaga keuangan yang
f. Tagihan akseptasi; memenuhi persyaratan tertentu.
g. Kredit; 7. Bagian Penyediaan Dana yang dijamin oleh agunan
h. Penyertaan modal; tertentu dan memenuhi persyaratan tertentu.
i. Penyertaan modal sementara; 8. Penyediaan Dana yang telah menjadi faktor pengurang
j. Transaksi rekening administratif; dan Modal.
k. Bentuk penyediaan dana lain yang dapat dipersamakan
dengan huruf a sampai dengan huruf j. Pelampauan BMPK
2. Penyediaan Dana Bank kepada BUMN untuk tujuan
pembangunan ditetapkan paling tinggi 30% (tiga puluh Kondisi Pelampauan
persen) dari Modal Bank.
3. Penyediaan Dana kepada BUMN untuk tujuan Penyediaan Dana oleh BRI dikategorikan sebagai Pelampauan
pembangunan antara lain Penyediaan Dana untuk: BMPK yang disebabkan oleh:
a. Pengadaan pangan; 1. Penurunan Modal atau Modal Inti (Tier 1)
b. Pengadaan rumah sangat sederhana; 2. Perubahan nilai tukar
c. Pengadaan, penyediaan dan/atau pengelolaan 3. Perubahan nilai wajar
minyak dan gas bumi serta sumber alam pengganti 4. Penggabungan usaha, perubahan struktur kepemilikan,
energi lain yang setara; dan/atau perubahan struktur kepengurusan yang
d. Pengadaan, penyediaan dan/atau pengelolaan air; menyebabkan perubahan Pihak Terkait dan/atau
e. Pengadaan, penyediaan dan/atau pengelolaan listrik; kelompok Peminjam;
f. Pengadaan dan/atau pengelolaan komoditas yang 5. Perubahan ketentuan (mengenai perubahan pihak yang
berorientasi ekspor; dikategorikan sebagai Pihak Terkait atau kelompok
g. Pengadaan instruktur penunjang transportasi darat, Peminjam).
laut dan udara berupa pembangunan jalan, jembatan, Penentuan Peminjam dalam perhitungan Pelampauan BMPK
rel kereta api, pelabuhan laut dan bandar udara; dan/ dilakukan sesuai ketentuan perhitungan Penyediaan Dana.
atau Pelampauan BMPK dihitung berdasarkan nilai yang tercatat
h. Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata pada tanggal laporan.
Nasional (KPSN) yang ditetapkan dan diprioritaskan
pemerintah pusat. Penyelesaian Pelanggaran dan Pelampauan
BMPK
Teknik Mitigasi Risiko Kredit (MRK)
Selama tahun 2025, BRI tidak pernah melakukan
BRI wajib menerapkan teknik MRK yang memenuhi pelanggaran maupun pelampauan BMPK. Dalam hal Bank
persyaratan tertentu dalam perhitungan BMPK dalam hal melakukan pelanggaran dan/atau pelampauan BMPK, BRI
BRI mengakui keberadaan agunan, garansi, penjaminan, wajib menyusun rencana tindak lanjut untuk penyelesaian
atau asuransi kredit sebagai teknik MRK dalam menghitung pelanggaran dan/atau pelampauan BMPK beserta target
aset tertimbang menurut risiko kredit pendekatan standar waktu penyelesaian.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 507
Page 510
Analisis dan Pembahasan Manajemen
atas Kinerja Bank
Tabel Pelanggaran dan Pelampauan BMPK
Pihak Tidak Pihak Tidak Terkait
BMPK Pihak Terkait
Terkait (Kelompok Peminjam)
BUMN
Pelanggaran BMPK - - - -
Pelampauan BMPK - - - -
Pelaporan
Pelaporan Eksternal
BRI menyampaikan laporan Penyediaan Dana, Penyediaan Dana Besar, Pengecualian Penyediaan Dana Besar, Pelanggaran
BMPK atau Pelampauan BMPK, secara individu dan secara konsolidasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara berkala.
Pelaporan Internal
Secara internal, BRI menyusun pelaporan BMPK yang melibatkan unit kerja terkait dengan mekanisme sebagai berikut:
1. Sebagai dasar penentuan BMPK dan Penyediaan Dana Besar (Large Exposure), Group FMA menyediakan data Modal BRI
posisi terakhir kepada Group yang membidangi portofolio kredit.
2. Group Bisnis Kantor Pusat, Kanca, UKLN, Group/Desk yang membidangi Entitas Anak, dan unit kerja terkait melaporkan data
yang diperlukan untuk pelaporan sesuai fungsinya masing-masing kepada Group yang membidangi portofolio kredit.
3. Group yang membidangi portofolio kredit melakukan konsolidasi dan membuat laporan BMPK dan Penyediaan Dana Besar
(Large Exposure) dan menyampaikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris.
BMPK Internal BRI
1. Sebagai bentuk penerapan kehati-hatian dan risk appetite, BRI menetapkan besaran BMPK internal maksimum sebesar
85% dari BMPK yang ditentukan oleh OJK per obligor.
2. Penyaluran dana pinjaman BRI difokuskan kepada segmen UMKM.
Transaksi Kepada Pihak Terkait
Pada tahun 2025, transaksi kepada pihak terkait (related party transaction) telah dilakukan secara adil, berlaku umum (normal
commercial terms), wajar (arm length basis) dengan rincian sebagai berikut:
Tabel Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait dan Penyediaan Dana Besar
2025 2024
Penyediaan Dana
Nominal Nominal
Debitur Debitur
(dalam jutaan Rupiah) (dalam jutaan Rupiah)
1. Kepada Pihak Terkait 667 18.656.883 671 17.495.695
1. Kepada Debitur Inti
a. Individu 50 242.229.198 50 158.229.350
b. Grup 50 314.840.547 50 211.909.460
Transaksi Spot dan Transaksi Derivatif
Transaksi spot dan instrumen derivatif yang dilakukan BRI dilaksanakan dalam kerangka manajemen risiko yang prudent,
dengan mengacu pada ketentuan regulator serta praktik terbaik yang berlaku di industri perbankan. Seluruh aktivitas derivatif
tersebut ditujukan untuk mendukung pelaksanaan strategi lindung nilai (hedging), pengelolaan eksposur risiko secara terukur,
serta pemenuhan kebutuhan transaksi nasabah dan perusahaan.
508 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 511
Laporan Tahunan
2025
Instrumen derivatif dan transaksi spot yang dilakukan BRI secara umum dimanfaatkan untuk mengelola risiko fluktuasi nilai tukar
dan suku bunga, termasuk dalam pelaksanaan lindung nilai atas portofolio aset dan kewajiban dalam mata uang asing, serta
dalam rangka mendukung pengelolaan likuiditas pada denominasi valuta asing. Seluruh aktivitas tersebut dilaksanakan selaras
dengan peran Perseroan sebagai financial intermediary yang mengedepankan integritas pasar, kepatuhan terhadap ketentuan
regulator, serta penerapan manajemen risiko yang berkelanjutan.
Sepanjang tahun 2025, BRI melakukan transaksi spot dan derivatif yang meliputi forward, foreign exchange swap, interest
rate swap, serta option, yang seluruhnya ditujukan untuk mendukung pengelolaan risiko fluktuasi nilai tukar dan suku bunga.
Pengelolaan instrumen-instrumen tersebut dilaksanakan secara terintegrasi dan konsisten dengan kerangka tata kelola serta
kebijakan manajemen risiko yang berlaku.
Tabel Transaksi Spot dan Derivatif
(dalam jutaan Rupiah)
Tagihan Derivatif Liabilitas Derivatif
Transaksi
2025 2024 2025 2024
Swap mata uang asing 651.230 409.454 383.297 656.917
Pembelian dan penjualan forward mata uang asing 237.629 408.102 438.327 589.736
Swap suku bunga 121.203 244.837 117.790 247.276
Swap mata uang dan suku bunga 128.213 15.029 140.679 80.968
Pembelian dan penjualan spot mata uang asing 16.426 9.626 11.862 10.223
Option mata uang 12.328 - 9.798 -
Total 1.167.029 1.087.048 1.101.753 1.585.120
Laporan Penggunaan Tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN)
Berdasarkan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia Nomor PER-2/MBU/03/2023 Tentang Pedoman
Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik Negara Tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) adalah
pemisahan kekayaan negara dari anggaran pendapatan dan belanja negara yang dijadikan modal BUMN dan/atau Perseroan
Terbatas dan dikelola secara korporasi. Sesuai ketentuan pada Pasal 110 PER-2/MBU/03/2023:
(1) Tambahan PMN dilakukan dengan tujuan untuk:
a. Memperbaiki struktur permodalan BUMN atau Perseroan Terbatas; dan/atau
b. Meningkatkan kapasitas usaha BUMN atau Perseroan Terbatas.
(2) Tambahan PMN kepada BUMN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan dalam rangka:
a. Melaksanakan penugasan Pemerintah kepada BUMN;
b. Melakukan restrukturisasi dan/atau penyelamatan BUMN; dan/atau
c. Melakukan pengembangan usaha BUMN
Pada tahun 2025 BRI tidak memperoleh tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN), sehingga tidak terdapat informasi Laporan
Penggunaan Tambahan Penyertaan Modal Negara.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 509
Page 512
Tinjauan Fungsi Pendukung Bisnis 510 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 513
Laporan Tahunan
2025
Laporan Tahunan
2025
Tinjauan
Fungsi
Pendukung
Bisnis
“BRI secara konsisten memperkuat Human
Capital sebagai strategic enabler bagi
transformasi bisnis, dengan memastikan
keselarasan antara strategi talenta dan
strategi korporasi.”
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 511
Page 514
Tinjauan Fungsi
Pendukung Bisnis
Sumber
Daya Manusia
Visi human capital BRI sebagai “Rumah bagi Talenta Terbaik” senantiasa berfokus pada pengembangan karier dan
peningkatan kapabilitas Pekerja. Adapun sepanjang tahun 2025, BRI berfokus pada transformasi human capital secara
end-to-end dengan prioritisasi pada siklus pengelolaan human capital.
1. Recruitment, Talent Management, & Succession Plan 3. Human Capital Operating Model
Talent dipandang sebagai aset paling berharga Penyempurnaan HC operating model dilakukan
yang menjadi penentu kualitas, daya saing, dan untuk memperkuat peran strategis HC Business
keberlangsungan BRI di masa depan sehingga Partner (HCBP) sebagai mitra bisnis. Dengan
pengelolaannya menjadi prioritas BRI dalam inisiatif desain program HC capability building yang lebih
strategis Perusahaan. Sebagai wujud komitmen komprehensif melalui remapping kompetensi,
dalam memastikan kualitas talent terbaik, pada tahun penguatan onboarding, perluasan sertifikasi, intensif
2025, dilaksanakan revamp program Brilian Future peer coaching, serta penyempurnaan Regional
Leader Program (BFLP) melalui pengembangan HCBP Playbook sebagai best practice dan upaya
spesialisasi, pembaruan sistem seleksi, serta mempersiapkan HCBP BRI sebagai strategic
optimalisasi proses rekrutmen, yang berdampak problem solver dan value creator. Selain itu, untuk
pada peningkatan efektivitas, kualitas hasil seleksi, mendukung penguatan peran HC, dilaksanakan pula
dan percepatan pemenuhan kebutuhan organisasi. fungsi quality assurance untuk memastikan kualitas
Selain itu, BRILIANEXT hadir dalam menyiapkan dan implementasi kebijakan human capital BRI pada
menumbuhkan pemimpin masa depan perbankan siklus pengelolaan human capital secara end-to-end.
Indonesia dengan membuka kesempatan bagi 4. Culture dan Well-being
top graduates untuk meraih Golden dan Silver Sebagai bagian dari penguatan budaya perusahaan,
Ticket menuju jalur management trainee BRI. BRI melakukan sosialisasi dan internalisasi Brilian
Selain itu, sebagai wujud komitmen dalam menjaga Way terbaru melalui strategi komunikasi yang terukur
keberlanjutan kepemimpinan, BRI menyusun Book dan berkelanjutan. Implementasi ini disertai dengan
of Leaders untuk memetakan dan menyiapkan pengukuran efektivitas serta penyelarasan seluruh
talenta terbaik sebagai pemimpin masa depan siklus human capital (HC lifecycle) agar nilai-nilai
sekaligus memastikan terciptanya kesinambungan Brilian Way terimplementasi secara konsisten dalam
kepemimpinan yang kuat dan berkelanjutan. setiap aspek pengelolaan Pekerja. Sebagai bentuk
2. Performance Management, Compensation, komitmen BRI memastikan well-being Pekerja yakni
& Productivity Insan Brilian yang sehat, aman, nyaman, dan bahagia,
Pada tahun 2025, BRI juga melakukan enhancement serta meningkatkan Employee Value Proposition
pada framework Performance Management System (EVP), BRI menghadirkan inisiatif layanan psikologis
yang terintegrasi dengan cermat, dipadukan atau konseling “Teman Cerita Brilian” bersama
dengan desain kompensasi yang menitikberatkan psikolog/konselor terbaik.
pada prinsip differentiation, fairness, simplicity, 5. Sinergi BRI Group
dan consistency, sebagai fondasi strategis untuk Mendukung penerapan pengelolaan Konglomerasi
mendorong kinerja unggul. Setiap proses dalam Keuangan sebagaimana yang diatur dalam POJK
sistem ini disusun secara harmonis untuk memastikan Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi
keselarasan antara pencapaian unit kerja dan Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi
kontribusi individu, sekaligus menumbuhkan budaya Keuangan, serta dalam rangka optimalisasi kontribusi
kinerja tinggi yang berkelanjutan. Adapun untuk dan kinerja seluruh Perusahaan Anak, BRI senantiasa
mendorong produktivitas Pekerja dan kinerja puncak, bersinergi dalam pengelolaan human capital
BRI menyempurnakan Productivity & Performance lifecycle yang terintegrasi di lingkungan BRI Group.
Enhancement Program (PPEP), sebuah inisiatif Adapun sinergi yang dilakukan meliputi penyelarasan
strategis yang mengoptimalkan Pekerja agar mampu Kebijakan Umum, performance management,
menghasilkan kinerja sesuai dengan standar minimal rewards, learning and development, HCIS dan
yang dipersyaratkan. people analytics, serta talent mobility. BRI sebagai
induk juga turut melaksanakan asesmen terhadap
maturitas human capital di lingkungan BRI Group.
512 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 515
Laporan Tahunan
2025
Strategi Pengelolaan Human Capital
Persaingan global dalam memperoleh talenta unggul,
BRI menyusun strategi manajemen Human Capital (HC) khususnya pada kompetensi kritikal dan spesialisasi tertentu,
yang diselaraskan dengan aspirasi dan strategi korporasi. semakin meningkat seiring dengan terbatasnya ketersediaan
Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan peran dan sumber daya manusia berkualitas (talent scarcity). Kondisi
keikutsertaan human capital BRI sebagai fungsi pendukung ini menjadikan strategi pengelolaan talenta tidak lagi bersifat
bisnis (business enabler) sekaligus sebagai upaya untuk operasional semata, melainkan bagian integral dari strategi
mencapai visi HC BRI. Dalam rangka mendukung fungsinya korporasi dalam memastikan kesinambungan kepemimpinan,
tersebut, human capital BRI memiliki beberapa Group yang stabilitas operasional, serta kemampuan inovasi Perusahaan.
terdiri dari berbagai fungsi human capital secara end-to-end
di bawah Human Capital Sub Directorate. Menjawab tantangan tersebut, BRI secara konsisten
memperkuat Human Capital sebagai strategic enabler bagi
Strategi pengelolaan human capital BRI (HC lifecycle) diawali transformasi bisnis, dengan memastikan keselarasan antara
dengan pengumpulan input strategi bisnis Perusahaan yang strategi talenta dan strategi korporasi. BRI berkomitmen
terdiri dari strategi jangka pendek hingga jangka panjang untuk menjadi employer of choice sekaligus Home to
yang akan menjadi guidance HC BRI dalam menyusun dan The Best Talent. Berkaitan dengan hal tersebut, BRI mulai
mengimplementasikan people process. HC lifecycle BRI mempersiapkan beberapa langkah strategis di antaranya:
terdiri dari 6 (enam) tahapan rangkaian pengelolaan sumber 1. Strategic Workforce & Capability Planning
daya manusia di BRI, yakni: BRI menyelaraskan perencanaan tenaga kerja dan
1. Align: Melalui penyusunan strategi dan perencanaan. pengembangan kapabilitas dengan prioritas strategis
2. Attract: Melalui proses rekrutmen dan onboarding bisnis, guna memastikan ketersediaan talenta kritikal
Pekerja baru. yang mendukung agenda transformasi, pertumbuhan,
3. Evolve: Melalui program learning dan development. dan mitigasi risiko di masa depan.
4. Accomplish: Melalui performance management. 2. Talent Attraction
5. Engage: Melalui pemberian rewards dan career BRI secara konsisten memperluas akses terhadap
management. talenta potensial, khususnya generasi muda, melalui
6. Offboard: Melalui exit policy dan program pensiun. berbagai program employer branding, engagement, dan
rekrutmen strategis yang dirancang untuk menjaring
kandidat terbaik dari berbagai latar belakang.
Pengelolaan HC BRI turut memperhatikan berbagai aspek
termasuk di antaranya nasabah, pekerja, pemerintah, national 3. Strengthening Specialized & Critical Talent
dan global alliance, media, serta mitra yang bekerja sama BRI secara proaktif mengembangkan dan memperoleh
dengan BRI. Berkaitan dengan hal tersebut, pengelolaan HC talenta dengan keahlian spesifik dan kompetensi
perlu didukung oleh industrial relations (IR) yang harmonis, kritikal, khususnya pada bidang-bidang strategis seperti
human capital information system (HCIS) dan teknologi, teknologi, risk, dan bisnis prioritas, guna memastikan
people analytics, serta HC communication yang kreatif. kesiapan organisasi dalam menghadapi kompleksitas
industri dan kebutuhan masa depan.
Pada tahun 2025, tema strategis HC BRI adalah penguatan 4. Embedding Culture into Recruitment
HC strategic foundation dalam pengelolaan human capital & Talent Selection
BRI (HC lifecycle) dengan prioritisasi pada recruitment, BRI mengintegrasikan nilai-nilai BRILiaN Way secara
talent management, succession plan, human capital konsisten ke dalam seluruh pengelolaan talenta
operating model, productivity, performance management, termasuk rekrutmen dan seleksi, guna memastikan
compensation, culture, dan well-being. bahwa sejak awal proses rekrutmen, BRI membangun
fondasi organisasi melalui individu-individu yang tidak
Kebijakan dan Pelaksanaan hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki
Manajemen Sumber Daya Manusia keselarasan nilai, integritas, dan budaya Perusahaan.
5. Digital Enablement & Optimization of HR Technology
Rekrutmen BRI mengoptimalkan pemanfaatan teknologi Human
Capital dan sistem digital pada proses rekrutmen untuk
Kebijakan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, efisiensi
Dalam menghadapi dinamika industri keuangan yang proses, serta transparansi proses dan experience
semakin kompleks, digital, dan kompetitif, BRI memandang kandidat, sekaligus mendukung organisasi yang lebih
pengelolaan talenta sebagai aset strategis Perusahaan dalam agile, data-driven, dan terintegrasi.
menjaga keberlanjutan kinerja dan pertumbuhan jangka
panjang. Transformasi bisnis yang dijalankan BRI menuntut
kapabilitas organisasi yang adaptif, berdaya saing tinggi,
serta mampu merespons perubahan secara cepat dan tepat.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 513
Page 516
Tinjauan Fungsi
Pendukung Bisnis
Melalui implementasi strategi tersebut, BRI berkomitmen 9. BFLP Business Enabler
untuk terus membangun kapabilitas organisasi, memperkuat Memberikan pengalaman lintas fungsi agar talenta
daya saing talenta, serta memastikan keberlanjutan memiliki pemahaman menyeluruh terhadap strategi,
transformasi Perusahaan dalam jangka panjang. operasi, dan ekosistem bisnis BRI.
Selain itu, sebagai program unggulan melalui BRILiaN Selanjutnya melihat fenomena talent war dalam rangka
Future Leader Program (BFLP), BRI menyiapkan talenta menjaring talenta BRILiaN yang unggul, BRI secara kontinu
muda terbaik untuk tumbuh sebagai pemimpin masa juga melakukan inovasi untuk meningkatkan daya tarik
depan yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap secara lebih kreatif melalui berbagai sumber (Multi Source)
perubahan. Adapun pendekatan berbasis spesialisasi telah dan berbagai jalur (Multi Channel).
dirancang agar peserta BFLP memperoleh pengalaman
belajar yang terstruktur, paparan bisnis yang mendalam, A. Multi Source
serta kesempatan berkontribusi langsung pada area 1. Regular
strategis perusahaan. Dengan kombinasi pembelajaran, a. National Recruitment
pendampingan, dan penugasan nyata di lapangan sesuai Rekrutmen yang dilakukan oleh Head Office
bidang, BFLP membentuk pemimpin yang tidak hanya BRI untuk memenuhi kebutuhan calon pimpinan
unggul secara teknis, tetapi juga memiliki perspektif bisnis di seluruh unit kerja baik di dalam maupun luar
yang holistik dan nilai-nilai BRILiaN Way. Adapun beberapa negeri. (ex. BRILiaN Future Leader Program).
Jalur Spesialisasi BFLP yaitu: b. Regional Recruitment
1. BFLP Micro Banking Rekrutmen yang dilakukan di Regional Office
Membentuk pemimpin muda yang dekat dengan dan Head Office BRI untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat, memahami ekosistem usaha mikro, serta Pekerja pada jabatan atau fungsi tertentu.
berperan aktif dalam mendorong inklusi keuangan dan 2. Multi Source
pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. a. BRILiaN Scholarship Program (BSP)
2. BFLP CSME (Commercial, Small & Medium Enterprise) Merupakan early recruitment program yang
Mengembangkan talenta yang mampu mendampingi dapat menarik minat young generation potensi-
pertumbuhan UMKM, menganalisis peluang bisnis sektor al serta sebagai sarana pembentukan karakter
produktif, serta berkontribusi pada penguatan ekonomi sebelum menjadi Pekerja BRI melalui Program
nasional. Penerimaan Pekerja yang ada di Bank.
3. BFLP Wealth Management b. BRILiaN Internship Program (BIP)
Menyiapkan profesional yang kompeten dalam Program pemagangan untuk memberikan ruang
pengelolaan kekayaan, perencanaan keuangan, serta bagi lulusan SMA/SMK, Mahasiswa atau Fresh
pengelolaan hubungan nasabah prioritas secara Graduate dalam mendapatkan pengalaman
berkelanjutan. pelatihan kerja di Unit Kerja BRI sekaligus
4 BFLP Wholesale Banking memberikan support dalam pekerjaan Unit Kerja
Membekali talenta dengan pengalaman strategis di BRI.
pembiayaan korporasi, pembiayaan proyek, dan layanan c. BRILIANEXT
perbankan institusional. Program strategic talent engagement & early
5. BFLP Consumer recruitment yang diselenggarakan BRI sebagai
Mengembangkan talenta yang berfokus pada bagian dari upaya memperkuat hubungan
pengelolaan produk dan layanan perbankan ritel, dengan ekosistem akademik dan menjaring
peningkatan pengalaman nasabah, serta perluasan talenta unggul.
penetrasi pasar dan inklusi keuangan bagi segmen
konsumer. B. Multi Channel
6. BFLP Audit Selain sumber pencarian talent yang beragam (Multi
Mengembangkan calon pemimpin yang berperan dalam Source), BRI menyiapkan jalur masuk yang juga beragam
menjaga efektivitas pengendalian internal, akuntabilitas, (Multi Channel) melalui 5 (lima) jalur masuk, yaitu:
dan tata kelola perusahaan yang baik. 1. BRILiaN Future Leader Program (BFLP): Program
7. BFLP Risk Management perekrutan sekaligus pendidikan untuk menjaring
Membentuk talenta yang mampu mengidentifikasi, kandidat potensial serta memberikan pendidikan
mengelola, dan memitigasi berbagai risiko guna sebagai bekal menjadi calon pemimpin di masa
mendukung ketahanan dan keberlanjutan bisnis BRI. depan dari sumber eksternal.
8. BFLP IT (Information Technology) 2. BRILiaN Next Leader Program (BNLP): Program
Mempersiapkan pemimpin masa depan di bidang rekrutmen dan pendidikan bagi Pekerja Internal
teknologi melalui pengembangan sistem digital, data, BRI yang memiliki potensi besar menjadi pemimpin
infrastruktur, dan keamanan siber. perusahaan di masa depan.
514 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 517
Laporan Tahunan
2025
3. BRILiaN Banking Associate Program (BBAP): Program
rekrutmen dan pendidikan untuk mempersiapkan Pengembangan Kompetensi
Pekerja baru dengan level corporate title Associate
baik bersumber dari eksternal dan internal yang Informasi pengembangan kompetensi pekerja dapat dilihat
bertujuan untuk mendukung kinerja perusahaan pada Bab Profil Perusahaan.
sesuai standar operasional dan nilai-nilai yang
berlaku di BRI.
4. BRILiaN Specialist Hiring Program (BSHP): Program Talent Management
rekrutmen untuk pekerja yang memiliki kualifikasi
keahlian di bidang tertentu dan sesuai dengan Kebijakan
kebutuhan Perseroan. Rekrutmen pekerja melalui
BSHP bertujuan untuk memenuhi kebutuhan Bank BRI menerapkan Talent Management System sebagai
dalam mengisi jabatan atau pekerjaan tertentu, yaitu: framework pengelolaan talent BRI terintegrasi yang
a. Pekerjaan yang berhubungan dengan produk/ mencakup 5 (lima) tahapan, yaitu Attraction, Identification,
aktivitas baru atau bidang baru karena Selection, Development, dan Succession.
pengembangan Organisasi Perseroan, di 1. Tahapan Attraction, BRI telah menyiapkan talent source
mana Perseroan belum memiliki pekerja yang dan juga talent channel untuk menarik kandidat-kandidat
mempunyai kualifikasi keahlian yang memadai di terbaik untuk BRI. Beberapa program di antaranya adalah
bidang tersebut. program rekrutmen melalui regular recruitment dan
b. Kekurangan jumlah pekerja yang mempunyai talent scouting. Adapun talent channel yang didesain
kualifikasi keahlian di bidang tertentu di mana oleh BRI adalah BFLP (Brilian Future Leader Program),
pekerja internal yang menguasai bidang tersebut BNLP (Brilian Next Leader Program), dan BBAP (Brilian
masih sangat terbatas. Banking Associate Program).
c. Kebutuhan pemenuhan pekerja tersebut bersifat 2. Tahapan Identification, merupakan pengelompokkan
mendesak di mana tidak dimungkinkan untuk Pekerja BRI berdasarkan aspirasi, penilaian individu
mengembangkan keahlian pekerja internal dalam (annual performance) dan competency, dan clustering
waktu singkat. ke dalam Human Asset Value Matrix serta bidang
keahlian (talent pool).
Pelaksanaan Rekrutmen 3. Tahapan Selection, Pekerja dikategorikan ke dalam talent
class sesuai dengan capacity dan performance Pekerja.
Pada tahun 2025, BRI telah melaksanakan rekrutmen sebagai Hasil tersebut dikalibrasi sebagai dasar seleksi dan
berikut: penetapan Top Talent di tahun tersebut. Pekerja yang
1. BFLP: Sepanjang tahun 2025, Program BFLP Spesialis terpilih sebagai Top Talent akan mendapatkan program
dilaksanakan dalam tiga gelombang rekrutmen, pengembangan khusus dalam rangka mempersiapkan
mencakup 9 (Sembilan) bidang spesialisasi yang dapat Top Talent sebagai pool of successors atau future
dipilih kandidat, dengan rata-rata time to hire selama 1 leaders.
(satu) bulan. 4. Tahapan Development, Pekerja akan diberikan
2. BBAP: telah dilaksanakan program BBAP di Kantor development program sesuai kebutuhan baik itu
Pusat dan masing-masing Regional Office BRI untuk berdasarkan talent cluster, corporate title, role Pekerja,
memenuhi kebutuhan jabatan pemasar (Junior Assosiate ataupun career journey. Tahapan Development
Mantri, Relationship Manager, dan lainnya) maupun non- bertujuan untuk mengembangkan kompetensi Pekerja,
pemasar (Priority Banking Assistant,Petugas IT, dan mempersiapkan Pekerja menjalankan perannya, dan
lainnya) sesuai dengan kebutuhan unit kerja dengan mengintegrasikan aspirasi karier Pekerja dengan
rata-rata time to hire selama 1 (satu) bulan. kebutuhan Perusahaan. Beberapa development program
3. Experienced dan Professional Hire: BRI melaksanakan antara lain soft competencies, leadership competencies,
rekrutmen Experienced Hire dan Professional Hire untuk dan technical competencies.
memenuhi kebutuhan khusus talenta berpengalaman 5. Tahapan Succession, merupakan proses pemilihan
pada posisi kritikal di lini bisnis, IT dan fungsi pendukung kandidat untuk ditempatkan pada suatu jabatan
lainnya, dengan mengedepankan seleksi berbasis kritikal sebagai suksesor melalui promosi atau rotasi
kompetensi, pengalaman, serta kinerja, serta didukung talent (perencanaan suksesor). Tahapan ini didesain
oleh proses rekrutmen yang agile. untuk memastikan ketersediaan successor candidate
dan readiness pada suatu posisi guna memastikan
keberlanjutan suatu roles dapat dipenuhi secara
strategis.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 515
Page 518
Tinjauan Fungsi
Pendukung Bisnis
BRI Talent Management System
BUSINESS STRATEGY
Attraction Identification Selection
Performance Alignment Talent Committee +
Talent Sources UKER Pemimpin
Pekerja
Appraisal UKER
UKER Subject Matter Expert
Critical Positions Mapping
Talent
Selection
Preliminary Talent Mapping
(Using Brilliance)
Output
BLFP/BNLP/BBOP Output
Regular Recruitment Q1
expertise field High Brilian
Socienty
aspiration Q4
CAPACITY
Sleeping
Q2
Moderate Promotable
Talent Channels Position
Aspiration Q5 Q3
Low UNFIT Contributor
High Moderate Low
High IV / UA I / HIPO I / HIPO POTENTIAL
BRILian BRILian BRILian
POTENTIAL
Future Next Banking Final Talent Cluster
Moderate IV / UA II / CR II / CR
Leader Leader Officer
Program Program Program Limited V / LC III / KC III / KC
Below Meet Exceed Risk Management
RMA Talent Available :
Talent Cluster COP
Risk Management
AMA Talent Available :
Risk Management
RMA Talent Available : Final Talent Pool
COP by Corporate Title and Expertise Field
Risk Management
AMA Talent Available :
List of
Final Talent Cluster Successor Candidate
Selection proses include Talent
Review which conducted regulary to
List of review talent with career problems.
Successor Candidate
Regular Talent Committee (Talent
Committee 1 sd 5).
Digitalized process with Digitalized process Digitalized process
E-recruitment with Brilliance with Brilliance
CULTURE COMPETENCY FRAMEWORK GRADE EQUIVALENCE
BUSINESS RESULTS
516 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 519
Laporan Tahunan
2025
Development Succession
High
Q1
Brilian
TALENT COMMITTEE
Q4 Socienty
CAPACITY
Sleeping
To Choose candidates & succesor
Q2
Moderate Promotable
Q5 Q3
Low UNFIT Contributor
Below Moderate Low
POTENTIAL
Talent Cluster
Andi Budi Candra
Risk Management
RMA Talent Available : EA ME SE 5,1 ME SE 5,1 EA ME TG 5,1
COP
Risk Management
AMA Talent Available : Jabatan Kepala Divisi/CLO Jabatan Kepala Divisi/CLO Jabatan Kepala Divisi/CLO
Uker Group Kebijakan ... Uker Group Bisnis ... Uker Group Operasional ...
Talent Pool City Executive Vice President City Executive Vice President City Executive Vice President
by Corporate Title and Expertise Field JG 16 JG 16 JG 16
JF GM, MPO, PLA, RM JF GM, RM JF CRE, GM
SMK 3,05/3,13/3,00 SMK 3,00/3,00/3,00 SMK 3,20/3,15/3,01
Usia 52 tahun 7 bulan Usia 51 tahun 6 bulan Usia 54 tahun 2 bulan
MKCT 1 tahun 3 bulan MKCT 1 tahun 5 bulan MKCT 1 tahun 0 bulan
MKJ 1 tahun 3 bulan MKJ 1 tahun 3 bulan MKJ 1 tahun 0 bulan
MKU 1 tahun 3 bulan MKU 1 tahun 3 bulan MKU 1 tahun 0 bulan
ASC Ready Now/2,92 ASC Ready Now/3,33 ASC Ready Now/2,83
Employee Culture
EA CA
Aspiration Agent 1-on-1
Management BRILian
ME
Endorsement (1&2) Society Member For Critical Position
Successor Top 5 BLDP
SE T5
Endorsement Ranking Pool Based
Award
BEA
Winner For other Position
Digitalized process Digitalized process
with BRISMART with Brilliance
PERFORMANCE COMPENSATION & BENEFIT CAREER MANAGEMENT IR HCIS
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 517
Page 520
Tinjauan Fungsi
Pendukung Bisnis
Development Program pengembangan eksklusif bagi Pekerja meliputi
kompetensi dan pengetahuan, global exposure, dan
Sejalan dengan konsep pengembangan tersebut, Insan training untuk menjadi young leader Indonesia.
Brilian senantiasa melaksanakan serangkaian pendidikan 4. Brilian Women Leaders Indonesia (BWLI): Program
sebagai upaya untuk mengembangkan potensi diri pengembangan tambahan bagi Pekerja BRI perempuan
menjadi Great Talent & Great Leader sesuai dengan Brilian terpilih yang memberikan kesempatan pengembangan
Development Journey yang diintegrasikan dengan proses kompetensi, pengetahuan, dan keterampilan yang
rekrutmen yang meliputi: dibutuhkan untuk menjadi pemimpin perempuan
1. Brilian Leader Development Program (BLDP): Program Indonesia.
pendidikan untuk mempersiapkan Pekerja menjadi 5. Brilian Society Elite Program (BSEP): Program
global leader melalui pengembangan leadership yang pengembangan khusus untuk mempersiapkan para top
berkelanjutan dan komprehensif yang memberikan talent yang tergabung dalam Brilian Society Member
penekanan pada penguatan karakter, wawasan (BSM) di Corporate Band 1 dan Corporate Band 2, dalam
kebangsanaan, wawasan global, wawasan bisnis/ mempersiapkan diri menduduki peran leader yang lebih
perbankan, serta wawasan teknologi. kompleks, bekerjasama dengan perusahaan atau global
2. Brilian Specialist Development Program (BSDP): education provider yang berkualitas dari internasional.
Program pengembangan kompetensi teknis (technical 6. Brilian Bright Scholarship Program (BBSP): Program
competency) yang berkelanjutan dan komprehensif beasiswa pendidikan pagi pekerja tetap BRI untuk
untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan menempuh pendidikan S2 luar negeri di top 30
spesifik sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan universitas terbaik di dunia.
untuk menjadi spesialis di bidang tertentu. 7. Program Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri:
3. Brilian Young Leader Indonesia (BYLI): Program Program pengembangan bagi pekerja BRI yang
pengembangan bagi Insan Brilian muda terpilih dilaksanakan dalam bentuk beasiswa pendidikan S2 di
berdasarkan performance dan assessment, yang Universitas Dalam Negeri dengan akreditasi “A/Unggul”.
memberikan kesempatan akselerasi karier dan
Development Program
Program Pengembangan Karir untuk Insan Brilian telah disiapkan oleh BRI sejalan dengan
Talent Management (Development Program), diantaranya BLDP (Soft Competency)
dan BSDP (Hard Competency), serta development program lainnya.
BRI Talent
Attraction Identification Selection Development Succession
Management
Corp Corp Job BNLP/
BBOP1 BLDP3 BSDP4 BWLI BGLP5 BYLI6 BSEP7 BBSP8 BCEP9
Band Title Grade BFLP2
SVP - EVP
BOD-1 JG 17-21 BLDP 1 EEP
- SEVP
BOD-2 VP JG 15-16 BLDP 2 BSDP 2
BSEP
BWLI
BOD-3 SM-APV JG 11-14 BLDP 3 BSDP 3
BBSP
BOD-4 Manager JG 10 BLDP 4 BSDP 4
BGLP
BYLI
Asst.
BOD-5 JG 8-9 BLDP 5 BSDP 5
Manager
BOD-6 Officer JG 6-7 BNLP/BFLP BLDP 6 BSDP 6 BCEP
BOD-7 Assistant JG 3-5 BBOP BSDP 7
High Performing Brilian
1. BBOP: Brilian Banking Officer Progam 4. BSDP: Brilian Specialist Development Program 7. BSEP: Brillian Society Elite Program
2. BNLP: Brillan Next Leader Program (BNLP)/ 4. BLDP: Brillian Leader Development Program 8. BBSP: Brilian Bright Scholarship Program
Brilian Future leader Program (BFLP) 5. BSDP: Brilian Specialist Development Program 9. BCEP: Brilian Career Enhacnment Program
3. BLDP: Brilian Leader Development Program 6. BGLP: Brilian Global Leaders Program 10. BWLI: BRILiaN Women Leaders Indonesia
518 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 521
Laporan Tahunan
2025
BRI juga memanfaatkan assessment tools sebagai alat b. Memberikan solusi terbaik atau umpan balik yang
identifikasi untuk menggali dan mengukur kompetensi efektif atas hambatan/masalah yang berkaitan
seluruh Pekerja serta menilai kesesuaiannya dengan dengan kinerja Pekerja.
persyaratan kompetensi pada jabatan saat ini dan jabatan c. Memberikan apresiasi terhadap pencapaian
yang akan dituju. Serangkaian sistematis development kinerja Pekerja sehingga dapat mencapai target
program dipersiapkan oleh BRI sehingga Insan Brilian dapat selanjutnya yang lebih menantang.
merancang kariernya sendiri melalui Brilian Development d. Sarana penyusunan individual development plan
Plan, yang merupakan program perencanaan pengembangan Pekerja.
karier dan kompetensi untuk setiap Pekerja dalam mencapai 3. Performance Dialogue dilakukan berkesinambungan
tujuan karier mereka dengan mempersiapkan rencana sepanjang periode kinerja dengan penjelasan:
pengembangan pribadi sekaligus meningkatkan kinerja a. Mandatory (wajib) dilakukan saat awal periode
individu dan perusahaan. kinerja (melakukan perencanaan kinerja) dan
akhir periode kinerja (melakukan evaluasi
kinerja).
Penilaian Kinerja b. Optional dilakukan di luar pelaksanaan mandatory
sesuai kebutuhan masing-masing Pekerja
Kebijakan atau apabila Pekerja menunjukkan indikasi
menurunnya kinerja yang ditunjukkan dari tanda-
tanda: kualitas kerja tidak memuaskan, inisiatif
Proses manajemen kinerja Individu di BRI dikemas dalam satu rendah, menolak pekerjaan, komplain meningkat,
rangkaian yang dinamakan BRI Continuous Performance defensif, atau menghindari pekerjaan yang lebih
Management (BRICORE). BRICORE merupakan proses menantang.
berkesinambungan atau berkelanjutan yang dilaksanakan C. Tahap Evaluasi Kinerja (Evaluating)
selama periode kinerja dan melalui 3 (tiga) tahapan, yaitu 1. Proses untuk mempersiapkan dan melaksanakan
planning, (perencanaan), managing (pengelolaan), dan evaluasi kinerja, termasuk melakukan review
evaluating (evaluasi). Proses pengelolaan kinerja (managing) kembali perkembangan kinerja dan membandingkan
merupakan proses yang berkelanjutan sepanjang periode pencapaian kinerja dengan sasaran kinerja yang
(continuous) yang diwujudkan dalam Performance Dialogue. ditetapkan.
Adapun siklus dimaksud tergambar dalam ilustrasi berikut: 2. Evaluasi dapat dilaksanakan oleh masing-masing
A. Tahap Perencanaan Kinerja (Planning) Pekerja selama periode kinerja, baik itu triwulanan,
1. Merupakan proses untuk menetapkan sasaran kinerja semesteran, maupun tahunan.
Pekerja yang dalam tahapan ini terjadi kesepakatan 3. Evaluasi kinerja dilakukan dalam rangka monitoring
antara Pekerja dan Penilai serta memastikan kinerja (performance check-in) dan penilaian kinerja
keselarasan antara sasaran kinerja Pekerja dan (performance appraisal).
sasaran kinerja Unit Kerja. 4. Penilaian kinerja masing-masing Pekerja
2. Tahap ini tidak hanya dilakukan pada awal periode (Performance Appraisal) berupa Individual
kinerja (awal tahun) atau awal penugasan pekerja Performance Score (IPS) dan predikat kinerja individu
pada suatu jabatan/bidang tugas baru dan Unit 5. Untuk menghindari evaluasi kinerja yang kurang
Kerja, namun dapat dilakukan secara berkala apabila objektif, Pekerja agar menghindari kondisi-kondisi
dibutuhkan sepanjang selaras dengan sasaran sebagai berikut:
kinerja Unit Kerja. a. Halo Effect, evaluasi kinerja yang hanya
3. Penetapan sasaran kinerja tersebut tertuang dalam didasarkan pada sifat-sifat positif yang menonjol
performance plan masing-masing Pekerja. dari Pekerja yang dievaluasi.
B. Tahap Pengelolaan Kinerja (Managing) b. Horn Effect, evaluasi kinerja yang hanya
1. Tahap Pengelolaan dikemas dalam bentuk didasarkan pada sifat-sifat negatif yang menonjol
Performance Dialogue, yaitu kegiatan komunikasi dari Pekerja yang dievaluasi.
dua arah antara Pekerja dan Penilai dalam bentuk c. Leniency, penilai cenderung mudah memberikan
effective dan constructive feedback untuk evaluasi yang baik kepada Pekerja.
memperoleh peningkatan kinerja individu yang d. Strictness, penilai cenderung sulit memberikan
berkesinambungan dan proses yang melekat pada evaluasi yang baik kepada Pekerja.
keseluruhan tahapan BRICORE. e. Central Tendency, penilai cenderung memberikan
2. Pelaksanaan Performance Dialogue direncanakan evaluasi yang berada di posisi tengah (antara
dengan baik (dedicated time) yang bertujuan: baik dan buruk).
a. Pekerja mengetahui peran dan kontribusinya f. Recency Error, penilai cenderung memberikan
terhadap pencapaian Unit Kerja. evaluasi terhadap prestasi kerja Pekerja pada
periode terakhir/belakangan (bukan keseluruhan
kinerja selama periode penilaian).
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 519
Page 522
Tinjauan Fungsi
Pendukung Bisnis
BRI menggunakan aplikasi MyCore sebagai tools penunjang Remunerasi
untuk mendukung pelaksanaan BRICORE level Individu.
Aplikasi tersebut digunakan oleh Pekerja dari tahap input Kebijakan
performance plan sampai dengan proses evaluasi kinerja.
Pencapaian kinerja Perusahaan yang baik juga ditunjukkan Sistem remunerasi BRI disusun berdasarkan beberapa
dengan keselarasan pada Individual Performance Score prinsip utama di antaranya, adil secara internal yakni
(IPS) Pekerja. pemberian remunerasi sesuai kompetensi dan kemampuan
serta tanggung jawab jabatan, kompetitif secara eksternal
Salah satu cara BRI dalam mengelola kinerja di tingkat (peers), serta memperhatikan strategi bisnis dan
Perusahaan, kinerja di tingkat Unit Kerja, dan kinerja di kemampuan Perusahaan. Prinsip tersebut dilaksanakan
tingkat Individu adalah dengan adanya proses performance sebagai landasan untuk mencapai tujuan utama sistem
management. Hal ini bertujuan untuk memastikan kinerja remunerasi yaitu menarik calon pekerja potensial (attract
Individu selaras dengan kinerja Perusahaan, mendorong talent), mempertahankan pekerja kompeten (retain talent)
motivasi Pekerja untuk fokus mencapai target, serta serta menjaga motivasi pekerja untuk selalu memberikan
mendukung terciptanya pencapaian kinerja terbaik. kinerja terbaiknya (motivate talent).
Perusahaan mengevaluasi proses manajemen kinerja Penerapan prinsip tersebut merupakan faktor penting
individu Pekerja secara keseluruhan, termasuk pengelolaan untuk membangun brand image Perusahaan sebagai The
Pekerja dengan kinerja di bawah standar minimal yang Dream Company to Work in Financial Industry sehingga
dipersyaratkan (underperform). Dalam mengelola Pekerja meningkatkan daya saing Perusahaan dalam persaingan
dengan kinerja underperform, BRI memiliki program memenangkan talenta terbaik. Remunerasi di BRI tidak
Productivity & Performance Enhancement Program (PPEP), membedakan gender (pekerja laki-laki maupun wanita), tidak
yang bertujuan untuk mengoptimalkan Pekerja agar mampu membedakan ras, agama, dan suku yang telah diatur dalam
menunjukkan kinerja sesuai dengan standar minimal yang Surat Keputusan Direksi tentang Peraturan Pengupahan
dipersyaratkan oleh Perusahaan. pekerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pelaksanaan Penilaian Kinerja Remunerasi yang diberikan kepada Pekerja meliputi:
1. Kompensasi yang bersifat tetap (Fixed pay), diberikan
Pada tahun 2025, BRI kembali mengimplementasikan kepada Pekerja berdasarkan jabatan dan/atau perjanjian
Productivity & Performance Enhancement Program. Selama kerja, memperhatikan prinsip Pay for Position maupun
proses pelaksanaannya, Perusahaan memberikan berbagai Pay for Person. Fixed pay meliputi Upah Bulanan, Tun-
dukungan sebagai berikut: jangan Hari Raya Keagamaan, Tunjangan Cuti Tahunan,
1. Pendampingan Buddy: Buddy ditentukan oleh Pemimpin serta Tunjangan Cuti Besar setiap periode masa kerja 6
Unit Kerja. (enam) tahun.
2. Training: Daring maupun luring. 2. Kompensasi yang bersifat variabel (Variable pay), diber-
3. Mentoring: Dilakukan langsung oleh atasan maupun ikan kepada Pekerja berdasarkan pencapaian kinerja,
pemimpin unit kerja terkait. meliputi Insentif Kinerja dan/atau Bonus, serta program
4. Coaching: Dilakukan oleh atasan atau internal certified kepemilikan saham (Employee Stock Allocation (ESA)
coach BRI. dan Employee Stock Option Plan (ESOP)).
5. Counseling: Counselor yang ditunjuk Perusahaan. 3. Benefit, yakni fasilitas untuk memberikan rasa aman dan
nyaman ketika bekerja saat masa kerja maupun pensiun,
Evaluasi Productivity & Performance Enhancement Program terdiri dari benefit sebelum berakhirnya masa kerja dan
sudah dilakukan pada bulan Oktober 2025, di mana hasil benefit pasca kerja.
evaluasi bahwa dari total 2.152 peserta terdapat 1.817 peserta
yang lulus (pencapaian kinerja >90% dan/atau penyelesaian Pelaksanaan Remunerasi
development plan 100% dari target yang ditetapkan) dari
Productivity & Performance Enhancement Program atau Dalam rangka menjaga competitiveness upah bulanan Pekerja
84% dari total seluruh peserta PPEP. Hal ini menunjukkan sesuai prinsip remunerasi, Perseroan melaksanakan review
adanya kenaikan tren jumlah peserta PPEP yang lulus secara berkala setiap tahun. Pada tahun 2025, Perseroan
dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan hasil evaluasi memberikan kenaikan upah tahunan memperhatikan
tersebut, dapat dinilai bahwa program PPEP berdampak kinerja masing-masing individu Pekerja serta kenaikan
positif terhadap peningkatan kinerja Pekerja. tingkat kemahalan. Selain itu, Perseroan juga melaksanakan
rekomposisi upah sebagai langkah untuk mengatur kembali
proporsi upah Pekerja, dengan mengkonversi sebagian dari
520 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 523
Laporan Tahunan
2025
tunjangan tetap ke upah pokok. Langkah ini memberikan
dampak positif terhadap manfaat pensiun Pekerja. Hal Program Pensiun
tersebut semakin menguatkan bahwa Perseroan tidak hanya
berkomitmen untuk menjaga kesejahteraan Pekerja selama Kebijakan
aktif, namun juga setelah memasuki usia pensiun.
BRI senantiasa berupaya dalam meningkatkan kesejahteraan
Perseroan juga memberikan bonus tahunan sebagai bentuk Pekerja baik saat masa aktif maupun saat berakhirnya
penghargaan atas kontribusi masing-masing individu hubungan kerja melalui program benefit yang meliputi:
Pekerja terhadap kinerja Perusahaan, serta memotivasi 1. Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (BPJS
pekerja untuk berkinerja lebih baik di masa mendatang. Kesehatan)
Bonus diberikan dengan konsep bonus pool, yang bertujuan 2. Program Jaminan Hari Tua (BPJS Ketenagakerjaan)
untuk mendorong penerapan performance-driven culture 3. Program Jaminan Pensiun (BPJS Ketenagakerjaan)
yakni memastikan pemberian bonus selaras dengan 4. Program Pemeliharaan Kesehatan Pensiunan (Prospens)
pencapaian kinerja individu dan kinerja unit kerja, serta 5. Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP)
penanaman nilai kolaborasi antara individu dalam suatu unit 6. Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP)
kerja. Pada tahun 2025, Pekerja telah menerima bonus atas 7. Program Tunjangan Hari Tua (THT)
kinerja tahun buku 2024 maupun bonus interim pada kuartal
III tahun 2025. Pemberian bonus interim diharapkan dapat Selain itu dalam masa persiapan pensiun, Pekerja berhak
menjaga optimisme Pekerja agar dapat terus memberikan mendapatkan pendidikan kewirausahaan dari Perusahaan
performa terbaiknya untuk mendorong pertumbuhan kinerja sebagai bekal memasuki dan mempersiapkan masa
Perusahaan di akhir tahun 2025. pensiun. Pendidikan kewirausahaan diberikan dalam
bentuk program BLRP (Brilian Leader Retirement Program)
Selain pemberian bonus, variable pay juga diberikan dalam untuk mempersiapkan Pekerja sebelum memasuki masa
bentuk program kepemilikan saham yakni pemberian long- pensiun melalui pembekalan pengetahuan, wawasan,
term incentive berupa Employee Stock Allocation (ESA) dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalani masa
V tahun 2023 yang telah didistribusikan melalui rekening pensiun.
efek masing-masing Pekerja pada tahun 2025. Program
kompensasi berbasis saham ini diberikan secara selektif Pelaksanaan Program Pensiun
kepada Pekerja yang secara konsisten menunjukkan
kinerja positif (Achieved) serta menjaga track record positif Pada tahun 2025, BRI melaksanakan program BLRP untuk
sepanjang periode penilaian tahun 2021–2024. Program pekerja yang memasuki masa pensiun. Adapun sampai
ini diharapkan dapat menumbuhkan sense of ownership dengan Desember 2025 tercatat sebanyak 741 Pekerja
terhadap Perusahaan, sekaligus memotivasi seluruh Pekerja BRI terdaftar dalam program development persiapan masa
untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi keberlanjutan pensiun BRI.
dan pertumbuhan Perusahaan.
Dalam rangka memastikan kelancaran pelaksanaan tugas Human Capital Information System
dan tanggung jawab Pekerja, Perseroan juga memberikan
benefit maupun fasilitas untuk menunjang kedinasan, BRI membangun fondasi digital yang kuat melalui ekosistem
meliputi pemberian sarana transportasi dan akomodasi Human Capital Information System (HCIS) yang modern,
perjalanan dinas, bantuan lumpsum pindah, fasilitas terintegrasi, dan berfokus pada efisiensi serta akurasi
kendaraan dan rumah dinas, serta program kepemilikan pengelolaan data pekerja, menjadikannya salah satu fondasi
kendaraan (selected role). Selain itu, Pekerja juga diberikan strategis dalam pengembangan organisasi. Melalui fitur
benefit pemeliharaan kesehatan meliputi jaminan rawat Personal Data Validation di Brilian Apps, pekerja didorong
jalan/rawat inap, perawatan dan pengobatan gigi dan mata, untuk berperan aktif dalam pemeliharaan keakuratan dan
bantuan penggantian kacamata, general medical check up, keterbaruan data secara mandiri dan berkesinambungan,
asuransi jiwa dan kecelakaan diri, serta mandatory program memastikan setiap informasi pribadi dan profesional dapat
dari Pemerintah. Benefit pemeliharaan ini diberikan kepada
Pekerja dan keluarga inti (pasangan dan tiga orang anak).
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 521
Page 524
Tinjauan Fungsi Pendukung Bisnis diandalkan. Digitalisasi juga meluas ke berbagai proses Internalisasi Budaya penting, mulai dari pengelolaan lembur yang terintegrasi, pengajuan hingga pembayaran kompensasi, hingga Transformasi BRI dijalankan dengan dua fokus utama, Productivity Performance Enhancement Program (PPEP) yaitu penguatan aspek bisnis dan pengembangan budaya yang memungkinkan adanya pemantauan, pengelolaan, perusahaan. Dalam kerangka tersebut, budaya perusahaan dan peningkatan performa pekerja underperform secara diposisikan sebagai salah satu fondasi strategis dalam sistematis dengan dokumentasi yang valid. Proses mutasi, mendukung pencapaian visi dan misi Perseroan serta rotasi, dan promosi pun didukung digital template yang menjadi bagian integral dari strategi perusahaan. Sejalan meningkatkan efisiensi, keakuratan, dan konsistensi dengan hal tersebut serta untuk memastikan implementasi dokumen, sementara integrasi sistem Talentics dengan transformasi BRI yang konsisten dan terukur, BRI Group e-Recruitment memastikan data talenta selalu terkini dan secara berkelanjutan melaksanakan berbagai upaya siap digunakan dalam pengambilan keputusan strategis. internalisasi nilai dan inisiatif budaya kerja. BRI memperkuat tata kelola HCIS sepanjang 2025, mendokumentasikan sistem dan prosedur untuk menjaga Perjalanan Transformasi Budaya BRI kualitas data yang rapi, terstruktur, dan sesuai standar. Pengembangan inovatif seperti Courageous Performance Perjalanan Transformasi Budaya BRI merupakan Dialogue pada MyCore dalam proses coaching dan upaya berkelanjutan yang secara terarah menekankan mentoring, Applicant Tracking System pada seleksi, serta pengembangan dan penguatan budaya kerja sebagai penyesuaian mekanisme kompensasi untuk Pemangku penggerak utama dalam mendukung agenda transformasi Jabatan di jabatan terstruktur menunjukkan kemampuan perusahaan. Upaya ini dilakukan melalui berbagai inisiatif, sistem dalam mendukung seluruh siklus manajemen talenta, program untuk membentuk perilaku, pola pikir dan cara kerja termasuk performance management, recruitment, dan Insan Brilian agar selaras dengan arah strategis perusahaan. rewards. Proses bonus pool dan payroll kini terkelola lebih efektif dan efisien, mencerminkan sinergi antara teknologi dan strategi human capital. 522 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 525
Laporan Tahunan
2025
1 2018 - 2020
2018 2018 - 2019
Launch as Core Values
• Integrity • Innovation Core Values Internalization
• Professionalism • Customer Centric Culture Transformation Movement
• Trust
2 2021 - 2025
2020 - 2022 2023 - 2024
Implementasi Culture melalui BRI One Culture
Core Values Launch, fokus activity business,
BRILiaN Belief & 8 Perilaku Utama support, dan risk.
(BRILiaN Ways) Define guidance perilaku di tiap
fungsi, Culture Activation Program
enhancement, Leaders Capability
Building program, dan penguatan
infrastruktur BRI One Culture
3 2025 - 2030
BRIVOLUTION The Most Profitable
Bank di Asia Tenggara
REIGNITE
2025 - 2030
Melanjutkan tranformasi BRI secara
menyeluruh, melalui internalisasi
Brilian Way
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 523
Page 526
Tinjauan Fungsi
Pendukung Bisnis
BRI menyusun Roadmap Culture Transformation hingga 3. Integrasi budaya dalam seluruh siklus Human Capital
2030 sebagai kerangka strategis jangka panjang untuk mulai dari rekrutmen, pengembangan hingga pengelolaan
memastikan budaya perusahaan secara konsisten kinerja.
mendorong perilaku yang selaras dengan strategi bisnis dan 4. Penguatan sistem pengukuran budaya yang berbasis
keberlanjutan Perusahaan, mencakup antara lain: data.
1. Internalisasi Brilian Way secara menyeluruh.
2. Pemberdayaan Change Leader dan Change Agent
sebagai role model budaya. Upaya ini didukung oleh fondasi pengelolaan Human Capital,
penciptaan lingkungan kerja yang kolaboratif dan positif,
serta strategi komunikasi yang terintegrasi melalui berbagai
kanal internal dan eksternal.
Aspek Internalisasi Budaya Kerja
Sepanjang 2025 BRI telah menjalankan berbagai inisiatif strategis dalam internalisasi budaya kerja yang selaras dengan
framework BRI One Culture. Internalisasi BRI One Culture difokuskan pada 4 (empat) aspek utama, yaitu:
4 Aspek Internalisasi Brilian Way
Untuk memastikan berjalannya implementasi Corporate Values,
maka beberapa inisiatif yang akan dilakukan secara kontinu
1 2 3 4
Strengthening Promoting Competence & Management
Corporate Values Role Model Skill Development System
“I Understand” “I See It” “I am Capable” “I Have System”
Change Story / Change Leader & Penanganan Material Optimalisasi fungsi &
Campaign Change Agent usage BRILiaN Apps
Culture & Assigments dan BRISMART
Secara continue empowerment untuk kurikulum BFLP
(Training & Reinforcement sebagai sistem penduduk
meyakinkan pentingnya implementasi Culture (Rookie
perubahan budaya melalui Program)
Buddy, Portal Inovasi, dan
@lifeatbri, BRILiaN Apps, Monitoring CAP)
Poster/Artefak
Penyelarasan Culture pada
HC Lifecycle
meliputi Recruitment,
Onboarding, L&D Performance
Management
524 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 527
Laporan Tahunan
2025
1. Strengthening Corporate Values (I Understand) 3. Competence & Skill Development (I Am Capable)
Strengthening Corporate Values merupakan fondasi Competence & Skill Development berfokus pada
utama dalam memastikan setiap Insan BRILiaN memiliki penguatan kapabilitas Insan BRILiaN agar selaras dengan
pemahaman yang utuh terhadap Core Values BRI beserta Brilian Way. Internalisasi budaya diintegrasikan secara
definisi dan perilaku utamanya. BRI secara berkelanjutan sistematis ke dalam seluruh Program Pengembangan
melakukan internalisasi nilai-nilai utama melalui Pekerja, termasuk materi onboarding bagi new hire dan
pendekatan komunikasi (change story/campaign) program refreshment bagi Pekerja eksisting.
yang konsisten, pemanfaatan berbagai kanal internal 4 Management System (I Have System)
seperti Media Sosial @lifeatbri dan BRILiaN Apps, serta Management System merupakan aspek pendukung
penggunaan artefak dan simbol budaya kerja. strategis yang memastikan pengelolaan Budaya Kerja BRI
2. Promoting Role Model (I See It) berjalan secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
Promoting Role Model menekankan peran kepemimpinan BRI secara konsisten mengembangkan BRILiaN Apps
sebagai penggerak utama budaya kerja BRI. Seluruh sebagai platform utama implementasi budaya, termasuk
pemimpin Unit Kerja di BRI berperan sebagai Culture dukungan terhadap aplikasi BRISMART dan Portal
Leader yang secara aktif menjadi teladan dalam Budaya Kerja dan Inovasi, program BRILiaN Rookie
menerapkan Brilian Way. Peran mereka sebagai Leader Buddy, serta sistem monitoring Culture Action Program
ditopang oleh Change Agent yang ada di setiap Unit Kerja. (CAP) yang terintegrasi dan berbasis data. Sejalan
Inisiatif ini diperkuat melalui program pemberdayaan dengan itu, BRI juga melakukan penyelarasan Budaya
Change Leader dan Change Agent untuk memastikan Kerja secara menyeluruh pada siklus Human Capital,
konsistensi perilaku dan pesan budaya di seluruh lini mulai dari recruitment pengembangan Learning &
organisasi. Development hingga Performance Management.
Internalisasi Brilian Way BRI Group
Board of Management BRI secara
1
langsung melaksanakan Kick Off
Brilian Way di Wilayah binaan
16 masing-masing
2
3
4 18
14
5 15
678
9 10
11
12
13 17
6
7
1 2 3 4 5 8 9
Region 5
Region 1 Region 2 Region 3 Region 4 Region 6, 7, 8 Region 9
Bandar
Medan Pekanbaru Padang Palembang Jakarta 1, 2, 3 Bandung
Lampung
10 12
11 13 14 15 16 17 18
Region 10 & 11 Region 12 & 13
Region 14 Region 15 Region 16 Region 17 Region 18
Semarang dan Surabaya dan
Banjarmasin Makassar Manado Denpasar Jayapura
Yogyakarta Malang
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 525
Page 528
Tinjauan Fungsi Pendukung Bisnis Sebagai bagian dari penguatan budaya perusahaan, Dewan arah, makna, serta ekspektasi penerapan Brilian Way Direksi BRI melaksanakan sosialisasi Brilian Way secara secara langsung kepada Insan BRILiaN di seluruh Unit Kerja langsung melalui rangkaian kegiatan Kick Off Brilian Way Operasional. Pendekatan ini memperkuat rasa kepemilikan di Regional Office binaan masing-masing. Kegiatan ini (sense of ownership) Insan BRILiaN dan menegaskan bahwa menjadi sarana strategis bagi Direksi untuk menyampaikan transformasi budaya merupakan agenda bersama. BRI juga memastikan bahwa Brilian Way telah dilakukan alignment implementasi di seluruh entitas dalam BRI Group, termasuk 10 (sepuluh) perusahaan anak. Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik bisnis, tingkat kematangan organisasi, dan kebutuhan strategis masing-masing entitas. Selain itu, BRI juga melakukan beberapa inisiatif untuk memastikan internalisasi Brilian Way dapat dipahami dan dijalankan oleh seluruh Insan Brilian diantaranya sebagai berikut: 1. PENGELOLAAN CULTURE TEAM 3. CULTURE MEASUREMENT Dalam rangka untuk mengoptimalkan pengelolaan Untuk memastikan Brilian Way dipahami dan dijalankan Budaya Kerja BRI dan implementasi BRI One Culture di secara konsisten, BRI melakukan pengukuran budaya Unit Kerja, maka diperlukan peranan aktif dari Culture (culture measurement) secara rutin dan terarah. Team untuk menjadi role model dalam menginternalisasi Pengukuran dilakukan terhadap pemahaman pekerja atas nilai-nilai budaya kerja BRI. Culture Team terdiri atas nilai, definisi dan perilaku utama Brilian Way, penerapan Change Leader (CL), Change Agent (CA) dan Change budaya pada tingkat Unit Kerja, serta keteladanan (role Agent Koordinator (CAK) yang berperan aktif memastikan modeling) manajemen dalam menjalankan nilai dan keberhasilan culture program yang mendorong behavior perilaku utama tersebut. untuk peningkatan kinerja. 4. BRI EXCELLENCE AWARD 2. PENYELARASAN BRILIAN WAY DI SIKLUS BRI Excellence Award (BEA) merupakan salah satu HUMAN CAPITAL bentuk apresiasi tertinggi yang diberikan BRI kepada BRI menjadikan budaya kerja sebagai landasan pekerja dan unit kerja BRI yang secara konsisten dalam pengelolaan Human Capital untuk memastikan memberikan kinerja terbaik dalam mencapai target yang keberlanjutan kinerja organisasi. Budaya kerja secara telah ditetapkan Perusahaan. Pelaksanaan BEA di tahun sistematis diintegrasikan ke dalam seluruh tahapan 2025 diberikan kepada Unit Kerja dan Pekerja terbaik Human Capital Lifecycle, mulai dari rekrutmen, berdasarkan pencapaian di tahun 2024. onboarding, learning & development, manajemen kinerja, hingga pengembangan dan suksesi karier. 526 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 529
Laporan Tahunan
2025
Keterbukaan Informasi kepada
Pegawai
Keterbukaan informasi yang dilakukan human capital BRI di seluruh entitas BRI Group. HCGP mencakup ketentuan
kepada Pekerja BRI Group adalah melalui Kebijakan Umum terkait parenting style, HC maturity level, dan pengelolaan
Human Capital atau Human Capital General Policy (HCGP). HC (HC lifecycle) yang terdiri dari human capital strategy,
Adapun Human Capital General Policy menjadi pedoman human capital planning, reward, career management,
bagi BRI Induk dan Perusahaan Anak di BRI Group dalam resourcing, onboarding, learning, development, performance
mengelola sumber daya manusia. management, industrial relation, people analytics, HC
information system, HC communication, dan offboarding.
HCGP merupakan bentuk pembakuan kebijakan pengelolaan
human capital melalui standardisasi pengetahuan, keahlian, Selain menjadi upaya keterbukaan informasi HC BRI kepada
dan perilaku pekerja sesuai dengan keadaan global dan Pekerja BRI, HCGP diharapkan dapat menjawab tantangan
dinamika bisnis Perusahaan. Berkaitan dengan hal tersebut, Perusahaan dalam mengelola human capital dan mengikuti
HCBP menjadi landasan rencana dan strategi pengelolaan perubahan ekspektasi kapabilitas serta kompetensi pada
HC, panduan pengembangan kebijakan dan prosedur terkait masa mendatang.
HC, serta acuan standar dalam pengawasan bidang HC
Struktur Pengelola Sumber Daya Manusia
Pada tahun 2025, terdapat perubahan struktur organisasi fungsi pengelola human capital, yang mana semula di bawah supervisi
Human Capital & Compliance Directorate menjadi berada di bawah supervisi Human Capital Sub-Directorate (berlaku mulai
tanggal 18 Desember 2025).
Direktur Utama
SEVP Human
Capital
Human Capital Human Capital Human Capital Human Capital Human capital Culture
Strategy & Taent Business Partner 1 Business Partner 2 Servive Group Service Group Transformation
Management Group
Berikut ini merupakan rincian kewenangan masing-masing Group di bawah Human Capital Sub-Directorate:
a. Human Capital Strategy & Talent Management Group
•
Career & Succession Implementation (based on
(Sebelumnya: Human Capital Strategy & Policy Group)
Directorates)
• HC Strategy & Synergy • HC Advisory, Solutions, Alignment, & Integration
• HC Policy, Governance & Quality Assurance (based on Directorates)
• HC Planning & Budgeting • Talent Mobility & Talent Marketplace (based on
• People Analytics Directorates)
• Talent Management, Development, & Succession c. Human Capital Business Partner 2 Group
Plan • Strategic Business Partner
• Individual Performance Management & Productivity • Career & Succession Implementation (based on
Management Directorates)
• Reward Policy • HC Advisory, Solutions, Alignment, & Integration
• HC Technology (based on Directorates)
• Talent Mobility & Talent Marketplace (based on
b. Human Capital Business Partner 1 Group Directorates)
• Strategic Business Partner • Industrial Relation
d. Human Capital Service Group
• Massive Recruitment & Employer Branding
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 527
Page 530
Tinjauan Fungsi
Pendukung Bisnis
• Executive Hiring & Onboarding dari succession planning. Adapun inisiatif ini juga
• HC Operation diperkuat dengan Executive Development Program
• Partnership Management (EDP) bekerja sama dengan international business
e. Corporate University Group school, serta pembentukan leadership typology untuk
• Learning & Development role modeling kepemimpinan sebagai people manager.
• Lembaga Sertifikasi Profesi 4. Performance Management & Rewards: performance
f. Culture Transformation Group management system enhancement yang komprehensif,
• Culture Transformation Strategy & Policy objektif, dan impact-oriented untuk mendorong high-
• HC Communication & Employee Experience performance culture, serta didukung redesign reward
• Culture Activation & Implementation system untuk menciptakan nilai dan kolaborasi.
5. Productivity Transformation: alignment metrik kinerja,
implementasi Strategic Workforce Planning (SWP)
Rencana Kerja Sumber Daya Manusia untuk menghadapi dampak digitalisasi dan AI, serta
2026 transformasi HC operating model yang efisien, adaptif,
dan berbasis data guna mendukung aspirasi People
Dalam rangka memperkuat kapabilitas human capital dan Productivity Transformation.
culture yang selaras dengan strategi jangka menengah 6. Culture Transformation: penguatan Brilian Way sebagai
dan aspirasi jangka panjang BRI, human capital BRI telah pedoman perilaku, perluasan implementasi Brilian
mempersiapkan berbagai program yang terukur secara Lighthouse ke Perusahaan Anak, dan integrasi ke seluruh
holistik berdasarkan siklus pengelolaan human capital mulai HC lifecycle untuk memperkuat budaya kerja produktif,
dari perencanaan sumber daya manusia hingga pemutusan adaptif, dan berorientasi pada dampak.
hubungan kerja. Adapun fokus program pada tahun 2026 7. HC Partner Strengthening: penguatan peran HC
antara lain sebagai berikut: BRI sebagai strategic advisory untuk meningkatkan
1. Data & Systems Excellence: penyempurnaan data produktivitas, efisiensi, dan transformasi organisasi yang
governance dan integrasi data untuk memastikan akurasi terukur melalui evaluasi HC operating model di Kantor
informasi, didukung Employee Self Service (ESS) yang Pusat dan Regional Office.
advanced, kapabilitas data analytics yang strategic, dan 8. Strategic Employee Well-being Implementation:
komitmen jangka panjang pada single HC Platform (HCM implementasi strategi employee well-being Pekerja
Suite) di seluruh HC lifecycle. jangka panjang dalam rangka meningkatkan employee
2. Talent Management Transformation: revitalisasi end-to- experience dan engagement secara berkelanjutan.
end talent management sesuai strategi bisnis, meliputi
skill-based recruitment untuk mendukung BRI new core
strategy, onboarding untuk meningkatkan produktivitas
talenta baru, serta pengembangan career path yang
terstruktur.
3. Future Leadership Development: identifikasi Top Talent
berbasis kinerja, kapasitas, dan potensi sebagai bagian
528 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 531
Laporan Tahunan
2025
Teknologi
Informasi
RINGKASAN DIREKTORAT TEKNOLOGI INFORMASI
Sebagai wujud nyata komitmen BRI, strategi Teknologi efisiensi di angka 300%. Persentase Jumlah nasabah
Informasi (TI) difokuskan pada penguatan aspek yang diakuisisi menggunakan data BRIBRAIN (Artificial
Reliability, Availability, Scalability, Security (RASS) Intelligence BRI) untuk pipeline segmen mikro, small &
dalam sistem. Fokus ini diwujudkan melalui tiga pilar konsumer adalah sebanyak 32.78%.
utama transformasi teknologi yang selaras dengan arah
penguatan dan percepatan transformasi korporasi, Dari sisi infrastruktur, melalui pendekatan hybrid multi-
yaitu: Run the Bank, Change the Bank, dan Transform cloud BRI memperkuat kapasitas Data Center eksisting
the Bank. yang dirancang sesuai standar Tier-III Uptime Institute
dan mulai memanfaatkan infrastruktur cloud guna
Sepanjang tahun 2025, Direktorat Teknologi Informasi mendukung layanan kritikal melalui strategi active-
mencatatkan angka yang luar biasa pada pertumbuhan active, meningkatkan mitigasi risiko downtime dan
transaksi digital, di mana sebesar 98,22% dari total menjaga stabilitas layanan.
transaksi BRI dilakukan melalui digital channel, dan
sebesar 1,78% dilakukan di unit kerja operasional. Pada Pada tata kelola TI, BRI mencatat skor maturitas 4,67
periode yang sama BRI juga berhasil mencatatkan dari 5,00 berdasarkan COBIT 2019 sesuai pedoman
beberapa pencapaian pada flagship application, Kementerian BUMN. Selain itu, kapabilitas digital
infrastuktur dan adopsi AI. BRI juga mencatatkan maturitas
Tingkat 2 berdasarkan SE OJK
BRImo menjadi salah satu aplikasi dengan pertumbuhan No. 24/SEOJK.03/2023 tentang
total transaksi sebesar 29% dengan peningkatan volume Penilaian Tingkat Maturitas
transaksi sebesar 26% serta diikuti oleh pertumbuhan Digital Bank Umum.
user baru sebesar 18,94%. Hal ini didukung juga oleh
pencapaian angka availability sistem di angka 99,99% Dalam aspek
dan success rate di angka 99,99%. keamanan siber, BRI
mengadopsi Zero-
Peningkatan serupa dapat ditemui pada aplikasi QLola Trust Architecture dan
dengan pertumbuhan total transaksi sebesar 38% Enterprise Security
dengan peningkatan volume transaksi sebesar 61% Architecture berbasis
yang diikuti oleh pertumbuhan user baru sebesar 36%, NIST 2.0 Cyber Security
availability sistem terjaga pada angka 99,93% dan Framework. Sejak 2018,
success rate di angka 92,98%. unit kerja TI fungsi
keamanan informasi di
BRIAPI, sebagai portal Open API BRI telah dimanfaatkan bawah Direktorat Teknologi
pada lebih dari 139 jenis digital ekosistem dengan lebih Informasi dipimpin
dari 1.400 total partner. oleh CISO bersertifikasi
Dalam hal pemanfaatan AI untuk membantu dalam internasional untuk
aspek produktivitas proses bisnis, Sabrina sebagai memastikan keamanan
asisten virtual BRI menangani 61 juta pesan masuk sistem secara proaktif dan
ke Contact Center BRI, melayani 800 ribu transaksi berkesinambungan. BRI juga
per bulan dengan tingkat kepuasan 87%. Working mencatatkan capaian skor
Instruction Search Engine (WISE) telah dimanfaatkan maturitas Keamanan Siber
oleh 58.715 pekerja operasional dengan peningkatan sebesar 3,60 pada tahun
2025.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 529
Page 532
Tinjauan Fungsi
Pendukung Bisnis
Strategi Teknologi Informasi Inovasi Teknologi Informasi
Dalam menghadapi persaingan industri yang semakin Sebagai upaya dalam peningkatan berkelanjutan yang fokus
ketat serta perubahan preferensi nasabah, memberikan secara terus menerus memberikan layanan yang handal
layanan yang prima dan berkelanjutan menjadi kunci kepada nasabah, BRI melakukan beberapa hal seperti:
dalam memenangkan persaingan dan memenuhi harapan 1. Engage Customer Experience through BRIMO Channel
nasabah yang semakin tinggi. Faktor utama untuk menjaga for Buying Gold
keberlanjutan layanan adalah melalui pemenuhan IT Hygiene Bertujuan untuk meningkatkan pengalaman nasabah
Factor meliputi Reliability, Availability, Scalability, Security (Customer Experience/CX) dalam berinvestasi emas
(RASS). Faktor krusial seperti ketersediaan layanan 24/7, melalui aplikasi BRIMO agar lebih mudah, aman, cepat,
kehandalan sistem, keamanan sistem dan sistem yang dan relevan dengan kebutuhan digital nasabah.
terintegrasi menjadi prioritas utama dalam mendukung 2. Pemanfaatan Teknologi OpenShift Container Platform
strategi BRI. (OCP) Baremetal
Bertujuan untuk menyediakan infrastruktur komputasi
BRI senantiasa melakukan pembenahan dan inovasi berperforma tinggi, efisien, dan fleksibel dengan biaya
berkelanjutan, salah satunya melalui adopsi teknologi terkini. yang lebih optimal.
Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan daya saing, 3. Pemanfaatan Infrastruktur Cloud
meningkatkan kualitas layanan, meningkatkan customer Bertujuan untuk meningkatkan reliability sistem aplikasi
experience serta menjamin layanan digital BRI tetap relevan BRI sehingga dapat melayani perkembangtan bisnis
dengan kebutuhan nasabah. yang eksponensial.
4. Implementasi multiple Know Your Customer (KYC)
Dalam mendukung aspirasi pertumbuhan bisnis yang Bertujuan untuk meningkatkan akurasi identitas nasabah,
optimis melalui corporate strategy BRIvolution, Direktorat memperkuat kepatuhan regulasi, serta mengoptimalkan
Information Technology akan memastikan kehandalan dan pengalaman dan keamanan layanan digital dengan
kesediaan infrastruktur teknologi yang digunakan dengan memanfaatkan lebih dari satu metode atau otoritas
memastikan pemenuhan IT Hygiene Factor. Sejalan dengan verifikasi identitas.
hal itu, information technology (IT) BRI berfokus untuk
memastikan bahwa sistem teknologi yang digunakan tidak Conversational Banking
hanya aman, tetapi juga future-proof, fit-for-purpose, serta
scalable, guna memastikan daya tahan dan keberlanjutan Sebagai upaya peningkatan layanan, BRI mengembangkan
operasional jangka panjang. Sabrina sebagai solusi berupa asisten virtual berbasis
Artificial Intelligence (AI). Sabrina merupakan solusi inovatif
Didukung dengan adanya composable capability dalam dalam interaksi berbasis teks dan suara. Sabrina didesain
rangka penyediaan solusi digital yang memungkinkan BRI untuk memenuhi kebutuhan nasabah, khususnya di segmen
untuk berinovasi dengan cepat dan menyediakan produk mikro dan ultra mikro, yang sebagian besar masih bergantung
dengan lebih efisien. BRI juga berfokus pada pemberdayaan pada transaksi tunai, memiliki pengetahuan terbatas tentang
lingkungan inovatif yang dapat mendukung perjalanan produk keuangan, serta membutuhkan institusi keuangan
talenta digital untuk siap menghadapi tantangan masa yang terpercaya dan relevan secara lokal.
depan, sehingga mendukung pengembangan solusi digital
yang lebih canggih dan relevan untuk kebutuhan nasabah. Sabrina telah terintegrasi dengan BRImo sehingga nasabah
dapat mengetahui informasi saldo rekening maupun informasi
Fokus ini diwujudkan melalui tiga pilar utama transformasi mutasi rekening melalui Sabrina. Sabrina juga menjadi salah
teknologi yang selaras dengan arah penguatan dan satu garda terdepan dalam memfasilitasi pertanyaan hingga
percepatan transformasi korporasi, yaitu: Run the Bank, keluhan nasabah seputar layanan perbankan yang diberikan
Change the Bank, dan Transform the Bank. BRI.
• Run the bank, yang berfokus pada modernisasi dan
peningkatan keandalan infrastruktur untuk menjamin Sebanyak 61 juta jumlah pesan yang masuk ke Contact
layanan digital yang stabil, aman, dan efisien. Center BRI berhasil ditangani oleh Sabrina dengan baik.
• Change the bank, yang menitikberatkan pada Setiap bulannya, sebanyak 800 ribu interaksi dilakukan
modernisasi aplikasi dan adopsi teknologi terkini guna Sabrina dalam membantu nasabah. Kinerja baik ini didukung
meningkatkan pengalaman nasabah. dengan survei kepuasan di mana 87% pengguna menyatakan
• Transform the bank, yang berfokus pada penguatan puas dengan layanan yang diberikan. Angka ini mengalami
Rencana Strategis Teknologi Informasi (RSTI) yang peningkatan dari angka sebelumnya di 6% yang didapatkan
didukung oleh penguatan organisasi TI yang tangguh, tahun 2025.
adaptif, dan berdaya saing.
530 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 533
Laporan Tahunan
2025
Selain implementasi AI untuk layanan customer facing Tata Kelola Teknologi Informasi
seperti Sabrina, pemanfaatan AI juga dilakukan melalui
Working Instruction Search Engine (WISE), sebuah alat Berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang
pencarian panduan kerja yang mempermudah frontliner Penyelenggaraan Teknologi Informasi, dalam rangka
dalam melakukan akses informasi dan solusi layanan secara memperkuat fungsi kontrol Direksi terhadap penyelenggaraan
cepat dan akurat. Working Instruction Search Engine (WISE) Teknologi Informasi, BRI membentuk sebuah komite khusus
telah dimanfaatkan oleh 58.715 pekerja operasional untuk sebagai forum kontrol Direksi dalam pelaksanaan TI pada
aktivitas pencarian per hari. Selain itu WISE juga membantu Direktorat Teknologi Informasi. IT Steering Committee
waktu pencarian solusi dari rata-rata 15 menit menjadi kurang berperan sebagai mekanisme tata kelola strategis untuk
dari 5 menit, meningkatkan efektivitas waktu hingga 300%. memastikan bahwa pengelolaan dan pemanfaatan TI agar
selaras dengan arah kebijakan dan strategi bisnis Bank;
dikelola secara efektif, efisien, dan berkelanjutan; mendukung
Infrastruktur Teknologi Informasi kebutuhan operasional, manajerial, serta pengambilan
keputusan Direksi; dan memenuhi prinsip kehati-hatian,
BRI terus memperteguh komitmennya dalam memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, serta manajemen risiko Bank.
infrastruktur teknologi melalui peningkatan kapasitas
pada seluruh Data Center (DC) utama. Inisiatif strategis ini Keberadaan komite tersebut juga memberikan Direksi
dirancang untuk mengimbangi ekspansi bisnis yang pesat visibilitas yang memadai terhadap kondisi, kinerja, dan
sekaligus menjamin keberlanjutan operasional berbasis arah pengembangan TI, sehingga pengambilan keputusan
teknologi masa depan. strategis terkait TI dapat dilakukan secara terkoordinasi dan
berbasis informasi yang komprehensif.
Seiring dengan meningkatnya beban kerja (workload) TI
dan peran krusial DC dalam mendukung operasional kritis Setelah melalui beberapa kali penyesuaian keanggotaan
perusahaan, BRI melakukan perluasan kapasitas operasional seiring dengan perubahan struktur dan susunan
guna mengatasi keterbatasan desain yang telah mendekati kepengurusan perusahaan, susunan terakhir IT Steering
ambang batas optimal. Proyek ini mencakup modernisasi Committee ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi
perangkat mekanikal dan elektrikal, serta penerapan sistem Nomor 5896‑DIR/PPM/11/2025 tentang Information
proteksi kebakaran berbasis clean agent yang memenuhi Technology Steering Committee, yang berlaku efektif sejak
standar internasional Tier-III. Dengan infrastruktur yang tanggal 25 November 2025.
diperbarui, DC BRI dipastikan mampu menjaga ketersediaan
layanan (availability) sesuai standar tinggi Uptime Institute. Dalam pelaksanaan tugas dan kewenangannya, salah satu
agenda strategis yang telah dibahas dan diputuskan pada
Lebih lanjut, peningkatan kapasitas ini menjadi fondasi tahun ini oleh komite tersebut adalah penetapan dokumen IT
bagi strategi Active-Active Data Center. Arsitektur ini Strategic Plan BRI untuk periode tahun 2026–2030. Sejalan
memungkinkan seluruh pusat data beroperasi secara dengan keputusan tersebut, perkembangan dan capaian
simultan dan saling memitigasi risiko sebagai backup satu implementasi IT Strategic Plan akan dilaporkan dan dibahas
sama lain secara real-time. Selaras dengan itu, BRI juga secara berkala dalam forum IT Steering Committee, sebagai
mengakselerasi adopsi teknologi cloud demi meningkatkan bagian dari fungsi pengawasan dan pengendalian Direksi
reliabilitas dan resiliensi sistem secara menyeluruh. BRI atas penyelenggaraan TI.
telah mengimplementasikan Active-Active Data Center pada
Cloud untuk dua aplikasi Flagship BRI yaitu BRImo & QLola. Penyampaian manajemen risiko digital disampaikan pada
forum Digital Risk Oversight Forum (DROF) yang dihadiri
Melalui rangkaian transformasi ini, BRI memantapkan oleh 2 (dua) Direksi dan Group Head terkait. Pada forum
posisinya sebagai institusi perbankan dengan infrastruktur TI ini dilakukan pembahasan mengenai update, insight, dan
terdepan di Indonesia. Upaya ini bukan sekadar mendukung issue terkait penerapan manajemen risiko digital termasuk
pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, tetapi juga Risk Rating aplikasi dimana terdapat salah satu poin terkait
memastikan layanan yang andal, aman, dan kompetitif bagi disaster recovery dan Cyber Risk.
seluruh nasabah di era digital.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 531
Page 534
Tinjauan Fungsi
Pendukung Bisnis
Keamanan Siber dan Disruption
Dalam menghadapi akselerasi transformasi digital, BRI keamanan infrastruktur dan aplikasi, serta ketahanan siber
menempatkan keamanan siber sebagai fondasi utama untuk dan kesinambungan bisnis. Perseroan juga didukung oleh
menjaga kepercayaan nasabah dan keberlanjutan kinerja kebijakan internal yang komprehensif, termasuk manajemen
bisnis. Perseroan berkomitmen melindungi kerahasiaan, insiden siber dan Cyber Security Incident Response Team,
integritas, dan ketersediaan informasi melalui penerapan serta pelaksanaan simulasi insiden secara berkala untuk
tata kelola keamanan informasi yang selaras dengan regulasi memastikan kesiapan dalam menghadapi gangguan. Melalui
nasional, termasuk POJK dan Undang-Undang Perlindungan penerapan solusi keamanan yang terintegrasi pada seluruh
Data Pribadi, serta praktik terbaik internasional seperti NIST siklus identifikasi, proteksi, deteksi, respons, dan pemulihan,
Cybersecurity Framework, ISO/IEC 27001, OWASP, dan PCI BRI berupaya meminimalkan risiko operasional dan reputasi,
DSS. Sebagai kerangka strategis pengamanan, BRI secara menjaga stabilitas layanan, serta menciptakan nilai jangka
konsisten mengembangkan dan memperbarui Enterprise panjang yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan
Security Architecture yang mencakup pengelolaan risiko, seluruh pemangku kepentingan.
keamanan pihak ketiga, perlindungan data dan privasi,
Keberlangsungan Layanan dan Uji Pemulihan TI (Disaster Recovery)
DISASTER
RECOVERY
PLAN
Potensi terjadinya kerusakan, gangguan atau tidak merupakan faktor utama. Rencana pemulihan tersebut dibuat
berfungsinya infrastruktur teknologi informasi dikarenakan dan dipersiapkan dengan baik sehingga diperkuat dokumen
hal-hal yang tidak dapat dihindari dan diprediksi, seperti yang menggambarkan pemetaan antara kondisi aplikasi saat
terjadinya bencana alam, bencana akibat ulah manusia, ini dengan pemetaan infrastruktur yang diperlukan untuk
dan bencana akibat kegagalan sistem. Strategi BRI saat memenuhi arsitektur yang direncanakan serta rencana
ini untuk meningkatkan resiliensi/ketahanan sistem TI pelaksanaan pengujian yang dilakukan secara konsisten.
terhadap bencana yakni dengan data center yang secara
terkonfigurasi secara aktif-aktif maupun aktif-standby untuk Setiap aplikasi menggunakan strategi DRP sesuai dengan
menjaga availability ketika terjadi bencana serta pengujian tingkat kritikalitas dan kapabilitas teknologi sistem aplikasi.
berjalannya Disaster Recovery Plan (DRP). Perencanaan DRP dilakukan pengkajian ulang setiap
tahunnya untuk memastikan strategi dan identifikasi gap
Konfigurasi yang dilakukan pada kegiatan DRP memerlukan masih berjalan sesuai dengan roadmap TI. Pemenuhan
komponen arsitektur jaringan, storage, network, komputasi, terhadap gap kapabilitas dilakukan untuk memastikan
dan virtualisasi serta komponen aplikasi yang bekerja proses konfigurasi aktif-aktif maupun aktif-standby berjalan
bersama. Ketersediaan dan pengoperasian aplikasi jika dengan baik. Selama tahun 2025 telah dilakukan pengujian
terjadi kegagalan infrastruktur di salah satu data center DRP terhadap 15+ aplikasi.
532 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 535
Laporan Tahunan
2025
Tindak Lanjut Hasil Audit dan/atau Penilaian atas AI, perluasan layanan digital, hingga penguatan keamanan
Penyelenggaraan TI siber. Secara keseluruhan, Inisiatif Strategis tersebut
Sepanjang tahun 2025, BRI terus mengakselerasi telah berjalan dengan baik sesuai target milestones yang
transformasi teknologi informasi yang berstandar global. ditetapkan dengan 7 (tujuh) inisiatif akan dilanjutkan sebagai
Berdasarkan penilaian framework COBIT 2019 yang Business As Usual (BAU). Di sisi lain, 5 (lima) inisiatif jangka
mengacu pada ketentuan Kementerian BUMN, BRI panjang akan diselesaikan pada 2025 dengan 2 (dua) inisiatif
mencatatkan skor maturitas sebesar 4,67, tumbuh positif lain yang memasuki fase pengembangan lanjutan.
dari tahun sebelumnya. Pencapaian ini merupakan hasil
nyata dari langkah proaktif Bank yang telah menuntaskan
seluruh (100%) rencana perbaikan pada aspek tata kelola Hasil Evaluasi atas Efektivitas Penyelenggaraan TI
dan operasional TI. Melalui Direktorat Teknologi Informasi, BRI berkomitmen
untuk memastikan bahwa setiap inisiatif teknologi tidak
Transformasi ini juga tervalidasi melalui penilaian maturitas hanya berjalan optimal, tetapi juga menjadi akselerator
digital sesuai standar OJK. BRI sukses mempertahankan dalam meningkatkan efektivitas kinerja perusahaan. Fokus
Tingkat 2 dengan predikat ‘Satisfactory’ di delapan domain pengembangan TI diarahkan pada aspek utama: ekspansi
utama. Hal ini membuktikan bahwa investasi digital BRI tidak nilai bisnis, simplifikasi proses internal, penguatan kapasitas
hanya tepat sasaran, tetapi juga dikelola dengan prinsip tata sistem, serta kepatuhan yang ketat terhadap regulasi terkini.
kelola yang sehat dan berkelanjutan. Sejalan dengan itu, BRI menerapkan manajemen risiko TI
yang komprehensif untuk memitigasi potensi gangguan
Hasil Evaluasi atas Pelaksanaan Rencana Strategis TI (disruption), ancaman keamanan siber, dan kesiapan
Rencana Strategis TI Tahun 2025 dengan Inisiatif Strategis pemulihan bencana (disaster recovery), yang semuanya
sebagai peningkatan kapabilitas guna menunjang percepatan terintegrasi penuh dalam kerangka kerja manajemen risiko
dan keandalan bisnis. Inisiatif tersebut meliputi peningkatan korporasi.
kapasitas dan kapabilitas, optimalisasi pengelolaan data dan
Struktur Pengelola Teknologi Informasi
Dalam menyediakan layanan Teknologi Informasi terbaik yang mendukung transformasi Digital dan operational excellence,
Direktorat Teknologi Informasi memiliki struktur sebagai berikut:
Direktorat
Information
Technology
SEVP
Digital Banking
Digital
IT Strategy IT DC IT Endpoint SORH Wholesale Enterprise
IT Application IT Application Digital Retail Data
& Enterprise Development Support Infrastructure CISO Office Services & Information Banking &
Banking Innovation Management
Architecture & Operations Operations Technology
Management & Analitycs
Berikut tanggung jawab dari masing-masing Group di bawah Direktorat Teknologi Informasi:
IT Strategy & Enterprise Architecture
Bertanggung jawab penuh atas perencanaan strategis TI, hingga menyelesaikan permasalahan akibat gangguan
mencakup penyusunan ITSP, inisiatif transformasi, strategi sistem. Selain itu, melakukan analisis kebutuhan bisnis,
capacity planning, Enterprise Architecture, hingga Disaster mengelola hubungan stakeholder, mengawal eksekusi
Recovery Plan, serta pengembangan tata kelola TI melalui project management dan anggaran TI, serta menjamin
kebijakan, prosedur, dan framework (termasuk Data dan sinergi Konglomerasi Keuangan, pengelolaan risiko dan IT
AI). Secara operasional, mengelola IT Service Management Workforce Management untuk memastikan kontribusi TI
(ITSM) dengan pendekatan Continual Service Improvement, terhadap tujuan bisnis secara efektif.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 533
Page 536
Tinjauan Fungsi
Pendukung Bisnis
IT Application Development
Mengelola seluruh siklus pengembangan aplikasi digital, process reengineering terkait pengelolaan infrastruktur
dimulai dari analisis kebutuhan teknis untuk aplikasi, IT Endpoint, pengelolaan tools pendukung, vendor
infrastruktur pendukung, dan jaringan komunikasi, management, dan endpoint performance management,
perancangan, pengembangan, serta penyempurnaan serta menyediakan pelaporan kepada internal, eksternal, dan
aplikasi, pengelolaan repository kode untuk seluruh platform, regulator.
hingga analisis dan evaluasi berkelanjutan untuk peningkatan
performa dan kapabilitas aplikasi. SORH Information Technology
IT Application Support Mengelola manajemen risiko Teknologi Informasi melalui
Melaksanakan quality assurance dalam pengembangan penyusunan dan implementasi strategi tata kelola risiko
platform digital, mencakup perencanaan pengujian, TI yang mencakup identifikasi dan penilaian risiko utama,
dokumentasi, dan monitoring platform. Secara operasional, pengawasan aktivitas mitigasi, serta pendampingan dalam
mengelola layanan TI termasuk event management, pengembangan produk dan proses bisnis untuk memastikan
knowledge management, change management, serta integrasi kontrol risiko yang robust. Secara operasional,
optimalisasi dan penyelesaian masalah platform. melaksanakan Risk and Control Self-Assessment (RCSA),
memantau Key Risk Indicators (KRIs), mengimplementasikan
IT DC Infrastructure & Operations sistem deteksi fraud dan early warning, serta menangani
Mengelola seluruh aspek infrastruktur TI, dimulai insiden TI melalui investigasi root cause dan rencana
dari perencanaan strategis melalui penyusunan dan perbaikan yang komprehensif. Selain itu, fungsi ini
penyempurnaan prosedur operasional untuk computing, bertanggung jawab dalam penyediaan laporan kepada pihak
network, dan data center facilities, serta capacity internal dan eksternal, serta melakukan monitoring terhadap
management. Pada tataran implementasi, mencakup pencapaian target bisnis dan anggaran untuk memastikan
pengembangan teknologi baru, desain dan konfigurasi keselarasan antara manajemen risiko dengan tujuan
infrastruktur, quality assurance, serta eksekusi operasional organisasi. Struktur di bawah SEVP Digital Banking dibentuk
maintenance, optimalisasi, dan problem solving di seluruh untuk mempercepat transformasi digital pada delivery
Data Center dan Disaster Recovery Center. Secara produk digital dan pemanfaatan data sebagai aset strategis.
spesifik, mengelola core network, teknologi satelit, serta
melakukan pengelolaan aset infrastruktur dan vendor secara Digital Retail Banking
terkoordinasi untuk memastikan keandalan dan kinerja Mengelola bisnis retail transaction melalui penyusunan
infrastruktur TI. kajian bisnis dan market research, pengembangan serta
inovasi produk dan layanan (seperti BRIZZI, QRIS, BRImo,
CISO Office dan BRIMerchant), disertai penyusunan kebijakan dan
Mengelola seluruh aspek keamanan informasi BRI, dimulai pengelolaan perizinan regulator. Secara operasional,
dari perencanaan strategis melalui penyusunan dan mencakup partnership management untuk pengembangan
penyempurnaan security strategy & architecture, kebijakan, layanan, strategi digital campaign dan branding, serta
standar, dan prosedur tata kelola keamanan informasi. pengembangan standar product design dan UI/UX untuk
Pada tataran operasional, mencakup pelaksanaan security seluruh platform digital dengan evaluasi customer journey
awareness, pemantauan ancaman siber, penanganan yang berkelanjutan, termasuk sinergi pendampingan
insiden, serta operasional dan pemeliharaan perangkat pengembangan digital retail untuk Perusahaan Anak.
keamanan informasi. Secara teknis, mengembangkan dan
mengoptimalkan solusi keamanan seperti secure branch, Digital Wholesale Banking & Innovation Management
endpoint security, network security, cloud security, dan Mengelola pengembangan digital wholesale banking melalui
identity access management, serta melakukan koordinasi penyusunan kajian bisnis dan market research, inovasi
sinergi dengan Konglomerasi Keuangan untuk memastikan produk dan layanan, serta penyusunan kebijakan dan
perlindungan aset informasi yang komprehensif dan sesuai framework innovation management. Secara operasional,
dengan standar industri. mencakup partnership management, integrasi API
dengan nasabah dan partner, campaign & branding, serta
IT Endpoint Services & Operations pengelolaan perizinan regulator. Pada aspek manajemen
Mengelola infrastruktur TI dan endpoint untuk seluruh Unit inovasi, meliputi pengelolaan end-to-end innovation process
Kerja, mencakup perencanaan strategis melalui penyusunan mulai dari research, ideation, discovery, perancangan
dan penyempurnaan kebijakan, prosedur, serta anggaran prototype, business simulation, hingga piloting dan value
infrastruktur. Pada tataran operasional, meliputi implementasi tracking bisnis hasil inkubasi, didukung pengembangan
dan dukungan infrastruktur TI, endpoint security, innovation management tools dan environment development
maintenance preventif dan korektif, serta problem solving. yang selaras dengan arsitektur TI, serta sinergi pengelolaan
Selain itu, fungsi ini melakukan monitoring dan evaluasi digital wholesale banking dan innovation management
berkelanjutan dengan early warning system, business dalam lingkup Konglomerasi Keuangan.
534 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 537
Laporan Tahunan
2025
Enterprise Data Management & Analytics
Mengelola tata kelola data dan analitik enterprise melalui data terintegrasi (master data management, data hub,
penyusunan strategi enterprise data management & data lake), penyediaan produk data melalui data service,
analytics, implementasi prosedur tata kelola data termasuk serta pengembangan golden record. Pada aspek AI/ML,
AI/ML, serta pengembangan data model, lineage, dan meliputi kajian best practice, desain, pengembangan, quality
metadata. Secara teknis, mencakup monitoring dan assurance, deployment, dan pemeliharaan model machine
perbaikan kualitas data, design dan development platform learning dan advanced analytics.
Rencana Kerja Teknologi Informasi 2026
Direktorat Teknologi Informasi memiliki peran signifikan, Direktorat Teknologi Informasi melalui ITSP menetapkan 5
tidak hanya sebagai pendukung kelancaran operasional (lima) Domain strategis yang menjadi fokus perbaikan dan
bisnis, tetapi juga sebagai driver kemajuan bisnis melalui pengembangan antara lain:
peningkatan kapabilitas Teknologi Informasi. Dalam era - Biz-Tech Value Creation & Delivery: Clear and responsible
persaingan yang semakin ketat, peran ini menjadi kunci bagi demand management followed with high quality &
keberhasilan transformasi digital di seluruh lini bisnis BRI. efficient delivery in balanced business-IT lens
- Talent & Organization: Comprehensive organization
Melalui BRIvolution Reignite, BRI telah memiliki arah setup, enabled with sustained technical leadership and
akselerasi pertumbuhan ke depan berupa “Transform future ready digital talent
the funding franchise” dan “Revamp existing core, build - Applications & Integration: Agile, unified and flexible
new core”. Direktorat Teknologi Informasi berperan IT systems that deliver seamless experience and
dalam membangun world-class foundation dengan cara personalized services through modular, reusable and
memperkuat infrastruktur digital, solusi yang personalized, scalable capabilities.
pemanfaatan data dan AI untuk akurasi dan kecepatan - Data & Analytics (include AI): Streamlined, governed and
pengambilan keputusan. scalable data foundation that accelerates Data Analytics
& AI use-case delivery
Direktorat Teknologi Informasi memiliki peranan penting - Infra, Ops & Security: Reliable, scalable and secure IT
untuk mencapai corporate ambition 2026-203 yaitu foundation with automation, observability and embedded
“Deliver sustainable values and integrated solutions to protection across end-to-end tech stack.
achieve Indonesia’s Aspiration” dengan cara menjadi mitra
strategis bagi bisnis maupun enablers. Hal ini diwujudkan ke Sebagai enabler, Direktorat Informasi memandang bahwa
dalam bentuk aspirasi Direktorat Teknologi Informasi yaitu memenuhi aspek kualitas dan kecepatan di seluruh aspek
“Enabling sustainable business growth through trusted, IT merupakan hal yang krusial. Menyeimbangkan keduanya
secure & personalized Digital Solution”. melibatkan strategi seperti agile development, automated
testing, standards yang jelas, reusable components serta
disiplin eksekusi.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 535
Names mentioned 172 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Indonesia (Persero) Tbk
p.4 ×3
unresolved
org
Bank Berkelanjutan Penyediaan Dana
p.10
unresolved
—
Nominasi dan Remunerasi
p.10
unresolved
person
Kebijakan Keberagaman
· Komisaris
p.10
unresolved
—
Organ dan Komite di Bawah
p.10 ×2
unresolved
org
Pengaturan BUMN
p.11 ×3
unresolved
org
PT Asuransi BRI Life
p.11 ×2
unresolved
org
PT BRI Asuransi Indonesia
p.11
unresolved
org
PT BRI Multifinance Indonesia
p.11
unresolved
org
PT Bahana Artha Ventura
p.11
unresolved
org
PT Kustodian Sentral
p.11
unresolved
org
PT BRI Ventura Investama
p.11 ×2
unresolved
org
PT BRI Danareksa Sekuritas
p.11 ×2
unresolved
org
PT Kliring Penjaminan
p.11
unresolved
org
PT Bank Syariah Efek Indonesia
p.11
unresolved
org
KPEI
p.11
unresolved
org
PT BRI Manajemen Investasi
p.11 ×2
unresolved
org
PT Pemeringkat Efek
p.11
unresolved
org
BRI Global Financial Services Co. Ltd.
p.11
unresolved
org
Bank Agroniaga Tbk.
p.12 ×2
unresolved
org
Bank Jasa Artha
p.12
unresolved
org
PT Bank BRISyariah.
p.12
unresolved
org
Bank Koperasi
p.12
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa BRIngin Jiwa Sejahtera
p.13
unresolved
org
BRIngin Remittance Co. Ltd.
p.13
unresolved
org
Bank BRI.
p.13 ×6
unresolved
org
Bank BRI Tahap IV Tahun BRI Hybrid Banking
p.13
unresolved
org
Bank BRI Tahap IV Tahun
p.13 ×2
unresolved
org
Bank BRI Tahun
p.13 ×3
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa Bringin
p.13
unresolved
org
PT Bringin Sejahtera Artha
p.14
unresolved
org
Koperasi Desa Merah Putih
p.15
unresolved
org
Bank Branch Office License
p.15
unresolved
org
Ke Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
p.16
unresolved
org
Koperasi Desa
p.16 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.26 ×14
unresolved
org
PT Pegadaian Aset
p.33
unresolved
org
PT Permodalan Nasional Madani Aset
p.33
unresolved
org
PT Asuransi BRI Life Aset
p.33
unresolved
org
PT BRI Asuransi Indonesia Aset
p.33
unresolved
org
PT BRI Multifinance Indonesia Aset
p.33
unresolved
org
PT BRI Ventura Investama Aset
p.33
unresolved
org
PT BRI Danareksa Sekuritas Aset
p.34
unresolved
org
BRI Global Financial Services Ltd.
p.34
unresolved
org
Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk
p.34 ×2
unresolved
org
Bank BRI Tahap I Tahun
p.38 ×5
unresolved
org
Bank BRI Tahap II Tahun
p.38 ×3
unresolved
org
Bank BRI Tahap III Tahun
p.38 ×3
unresolved
org
Bank Tabungan
p.39 ×13
unresolved
org
PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA
p.41
unresolved
org
Bank Deposits
p.41
unresolved
org
Bank Emas Pegadaian
p.42
unresolved
—
Gunardi
· Direktur Utama
p.44
unresolved
org
Kementerian Imigrasi
p.47
unresolved
org
Bank Indonesia. Stabilitas
p.56
unresolved
org
Bank Service Excellent Monitor
p.63
unresolved
—
Lutfiyanto
· Direktur
p.67
unresolved
—
Hakim Kelembagaan Putratama
· Direktur
p.67
unresolved
—
Medium Business Thamrin
· Direktur
p.67
unresolved
person
Viviana Dyah Ayu R.K.
· Direktur
p.67 ×5
unresolved
—
Bisnis Konsumer
· Direktur
p.67
unresolved
org
Manajemen Risiko Lutfiyanto
· Direktur
p.68
unresolved
org
BRI (Persero) Tbk
· Komisaris
p.74 ×10
unresolved
org
Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-
p.74
unresolved
org
Milik
p.74
unresolved
org
Kementerian BUMN
p.74 ×4
unresolved
—
Rakom
· Komisaris
p.74
unresolved
person
Bisnis Mikro
· Komisaris
p.74
unresolved
org
Pusat Statistik
p.76
unresolved
org
Menteri Badan Usaha Milik
p.76
unresolved
org
Milik Negara
p.76
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.77
unresolved
person
Nuh
· Komisaris
p.87
unresolved
person
Nataatmadja
· Komisaris Independen
p.87
unresolved
person
Commercial Banking
· Direktur
p.90
unresolved
person
Consumer Banking
· Direktur
p.90
unresolved
person
Dr. Kusuma Atmaja
p.96
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.98
unresolved
person
Muhani Salim
p.98
unresolved
person
Imas Fatimah
p.98
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik
p.98
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi
p.98
unresolved
person
Tambahan Fatimah
p.98
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Penunjukan BRI
p.99
unresolved
person
Penerimaan Pemberitahuan Fathiah Helmi
· Notaris
p.99 ×9
unresolved
org
Menteri Hukum HAM RI Anggaran Dasar BRI
p.99
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.99
unresolved
org
Bapepam-LK
p.99 ×2
unresolved
org
Menteri Negara Republik Indonesia
p.99
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia
p.99 ×3
unresolved
org
Bank Koperasi Tani Nelayan
p.101
unresolved
person
SEVP
· Direktur
p.123
unresolved
person
Singapore
· Direktur Utama
p.126
unresolved
—
Riwayat Jabatan Dasar Hukum Pengangkatan Diangkat
· Direktur Keuangan
p.128 ×2
unresolved
org
Dana Pensiun Umum
p.138
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Lampung
p.139 ×5
unresolved
person
Hakim
· Direktur
p.147
unresolved
person
Retail Funding
· Direktur Consumer
p.149
unresolved
org
Pengawas PERBANAS
p.152 ×2
unresolved
org
Menteri Badan Usaha Milik Negara
p.152
unresolved
org
Telkom (Persero) Tbk
p.158 ×2
unresolved
org
Kementerian Pertahanan RI Rabin Indrajad Hattari
p.158
unresolved
org
Kementerian Pertahanan RI
p.158
unresolved
person
Kartika
· Komisaris
p.162
unresolved
person
Lukmanul
· Komisaris
p.162
unresolved
person
Nurmawan
· Komisaris
p.162
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.