Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 43
Page 1
Nomor Surat 23/BDP/CORSEC/VII/2023
Nama Emiten Bukit Darmo Property Tbk
Kode Emiten BKDP
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim (KOREKSI)
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 6 Bulan yang berakhir pada 30/06/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
1 PT. Sentra Pembangunan Surabaya Belum Aktif 279.494.992 PENUH IDR 99.2
Multi Unggul dan Jasa
dan Anak konstruksi
Perusaahaan
Dokumen ini merupakan dokumen resmi Bukit Darmo Property Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik. Bukit
Darmo Property Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 June 2023
Nama entitas Bukit Darmo Property Tbk Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas BKDP Entity code
Nomor identifikasi entitas AA481 Entity identification number
Industri utama entitas Properti / Property Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor H. Properties & Real Estate Sector
Subsektor H1. Properties & Real Estate Subsector
Industri H11. Real Estate Management Industry
& Development
Subindustri H111. Real Estate Development Subindustry
& Management
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
Individual WNI
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Pengembangan / Development
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas tunggal / Single entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal II / Second Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan April 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan June 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya April 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya June 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Satuan Penuh / Full Amount statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Page 3
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[2210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - Property Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 June 2023 31 December 2022
Aset Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas Cash and cash
8,590,469,284 7,948,155,816
equivalents
Piutang usaha Trade receivables
Piutang usaha pihak Trade receivables third
1,356,989,140 1,475,207,769
ketiga parties
Piutang usaha pihak Trade receivables
369,982,918 369,982,918
berelasi related parties
Piutang lainnya Other receivables
Piutang lainnya pihak Other receivables third
388,168,733 436,991,944
ketiga parties
Persediaan lancar Current inventories
Aset real estat lancar Current real estate
50,780,475,512 50,778,075,512
assets
Persediaan lancar 1,393,339,526 1,480,650,060 Current inventories
Biaya dibayar dimuka Current prepaid expenses
614,231,540 761,929,716
lancar
Pajak dibayar dimuka Current prepaid taxes
1,076,986,994 3,886,214,125
lancar
Jumlah aset lancar 64,570,643,647 67,137,207,860 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Uang muka tidak lancar Non-current advances
Uang muka tidak Non-current advances
6,004,116,349 4,707,539,550
lancar atas investasi on investments
Uang muka tidak Other non-current
670,182,209 618,169,828
lancar lainnya advances
Aset pajak tangguhan 98,967,065 98,967,065 Deferred tax assets
Persediaan tidak lancar Non-current inventories
Aset real estat tidak Non-current real estate
223,247,068,237 223,247,068,237
lancar assets
Properti investasi 460,960,203,202 453,290,693,823 Investment properties
Aset tetap Property, plant, and
2,878,041,315 3,082,188,900
equipment
Aset tidak lancar Other non-current
4,346,007,634 4,317,871,600
non-keuangan lainnya non-financial assets
Jumlah aset tidak lancar 698,204,586,011 689,362,499,003 Total non-current assets
Jumlah aset 762,775,229,658 756,499,706,863 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang usaha Trade payables
Utang usaha pihak Trade payables
3,212,251,140 3,701,260,452
ketiga third parties
Utang lainnya Other payables
Utang lainnya pihak Other payables
5,940,266,439 7,309,430,830
ketiga third parties
Utang lainnya pihak Other payables
86,650,284,256 79,872,618,150
berelasi related parties
Beban akrual jangka Current accrued
Page 5
pendek 2,061,541,860 2,078,927,954 expenses
Utang pajak 20,980,584,978 19,101,441,232 Taxes payable
Pendapatan diterima Current unearned
22,781,443,386 17,476,421,970
dimuka jangka pendek revenue
Jumlah liabilitas Total current
141,626,372,059 129,540,100,588
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Non-current liabilities
panjang
Utang pihak berelasi Non-current due to
150,000,000,000 150,000,000,000
jangka panjang related parties
Pendapatan diterima Non-current unearned
74,004,523,333 59,243,186,224
dimuka jangka panjang revenue
Kewajiban imbalan Long-term
pasca kerja jangka 4,470,670,401 4,470,670,400 post-employment
panjang benefit obligations
Jumlah liabilitas Total non-current
228,475,193,734 213,713,856,624
jangka panjang liabilities
Jumlah liabilitas 370,101,565,793 343,253,957,212 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 799,802,225,200 799,802,225,200 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
79,313,728,149 79,313,728,149
disetor capital
Saham treasuri ( 48,403,000,000 ) ( 48,403,000,000 ) Treasury stocks
Komponen ekuitas Other components of
5,350,528,364 5,350,528,364
lainnya equity
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan ( 443,345,762,220 ) ( 422,774,477,100 ) retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
392,717,719,493 413,289,004,613
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Kepentingan Non-controlling interests
( 44,055,628 ) ( 43,254,962 )
non-pengendali
Jumlah ekuitas 392,673,663,865 413,245,749,651 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
762,775,229,658 756,499,706,863
ekuitas
Page 6
[2311000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by function - Property Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 June 2023 30 June 2022
Penjualan dan pendapatan Sales and revenue
16,280,181,136 19,090,548,664
usaha
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
( 20,068,600,468 ) ( 20,119,297,766 )
pendapatan
Jumlah laba bruto ( 3,788,419,332 ) ( 1,028,749,102 ) Total gross profit
Beban penjualan ( 592,370,185 ) ( 151,220,504 ) Selling expenses
Beban umum dan administrasi General and administrative
( 10,505,704,026 ) ( 9,461,815,876 )
expenses
Beban bunga dan keuangan ( 4,472,372,428 ) ( 10,312,500,000 ) Interest and finance costs
Pendapatan lainnya 134,999,164 597,438,435 Other income
Beban lainnya ( 10,193,122 ) ( 11,594,373 ) Other expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
( 19,234,059,929 ) ( 20,368,441,420 )
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 1,338,025,855 ) ( 1,704,820,294 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
( 20,572,085,784 ) ( 22,073,261,714 )
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) ( 20,572,085,784 ) ( 22,073,261,714 ) Total profit (loss)
Jumlah laba rugi komprehensif ( 20,572,085,784 ) ( 22,073,261,714 ) Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
( 20,571,285,118 ) ( 22,065,079,476 )
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan ke kepentingan ( 800,666 ) ( 8,182,238 ) non-controlling interests
non-pengendali
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas ( 20,571,285,118 ) ( 22,065,079,476 ) attributable to parent entity
induk
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke ( 800,666 ) ( 8,182,238 ) attributable to non-controlling
kepentingan non-pengendali interests
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang ( 2.74 ) ( 2.94 ) share from continuing
dilanjutkan operations
Page 7
[2410000] Statement of changes in equity - Property Industry - Current Year
30 June 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Komponen transaksi Kepentingan
Saham biasa Tambahan modal disetor Saham treasuri ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
ekuitas lainnya non-pengendali
penggunaannya entitas induk
Other components of Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Treasury stocks Non-controlling interests Equity
equity transactions earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali Balance before restatement at beginning of
799,802,225,200 79,313,728,149 ( 48,403,000,000 ) 5,350,528,364 ( 422,774,477,102 ) 413,289,004,611 ( 43,254,962 ) 413,245,749,649
period
Posisi ekuitas, awal periode 799,802,225,200 79,313,728,149 ( 48,403,000,000 ) 5,350,528,364 ( 422,774,477,102 ) 413,289,004,611 ( 43,254,962 ) 413,245,749,649 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) ( 20,571,285,118 ) ( 20,571,285,118 ) ( 800,666 ) ( 20,572,085,784 ) Profit (loss)
Posisi ekuitas, akhir periode 799,802,225,200 79,313,728,149 ( 48,403,000,000 ) 5,350,528,364 ( 443,345,762,220 ) 392,717,719,493 ( 44,055,628 ) 392,673,663,865 Equity position, end of the period
Page 8
[2410000] Statement of changes in equity - Property Industry - Prior Year
30 June 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Komponen transaksi Kepentingan
Saham biasa Tambahan modal disetor Saham treasuri ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
ekuitas lainnya non-pengendali
penggunaannya entitas induk
Other components of Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Treasury stocks Non-controlling interests Equity
equity transactions earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali Balance before restatement at beginning of
799,802,225,200 79,313,728,149 ( 48,403,000,000 ) 5,654,987,562 ( 389,770,692,009 ) 446,597,248,902 ( 33,443,541 ) 446,563,805,361
period
Posisi ekuitas, awal periode 799,802,225,200 79,313,728,149 ( 48,403,000,000 ) 5,654,987,562 ( 389,770,692,009 ) 446,597,248,902 ( 33,443,541 ) 446,563,805,361 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) ( 22,065,079,476 ) ( 22,065,079,476 ) ( 8,182,238 ) ( 22,073,261,714 ) Profit (loss)
Posisi ekuitas, akhir periode 799,802,225,200 79,313,728,149 ( 48,403,000,000 ) 5,654,987,562 ( 411,835,771,485 ) 424,532,169,426 ( 41,625,779 ) 424,490,543,647 Equity position, end of the period
Page 9
[2510000] Statement of cash flows, direct method - Property Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 June 2023 30 June 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from customers
16,266,894,923 22,820,876,642
pelanggan
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kepada Payments to suppliers for
pemasok atas barang dan ( 13,599,014,541 ) ( 10,551,045,381 ) goods and services
jasa
Pembayaran gaji dan Payments for salaries and
( 5,067,836,172 ) ( 3,689,532,364 )
tunjangan allowances
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
( 2,399,955,790 ) 8,580,298,897
(digunakan untuk) operasi in) operations
Penerimaan bunga dari Interests received from
63,544,734 229,464,347
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran bunga dari Interests paid from operating
( 109,745,293 ) ( 5,755,242,398 )
aktivitas operasi activities
Penerimaan pengembalian Income taxes refunded (paid)
(pembayaran) pajak from operating activities
( 1,477,565,266 ) ( 1,519,142,597 )
penghasilan dari aktivitas
operasi
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas 7,318,990 831,107,300 from operating activities
operasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 3,916,402,625 ) 2,366,485,549
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pembayaran uang muka Payments for advances for
pembelian aset tetap ( 246,202,189 ) purchase of property and
equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 20,608,826,485 ) ( 852,658,012 )
properti investasi investment properties
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 107,466,946 ) ( 284,211,161 )
aset tetap property and equipment
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 20,716,293,431 ) ( 1,383,071,362 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Penerimaan utang pihak Proceeds from due to related
25,275,009,524 1,150,917,500
berelasi parties
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
25,275,009,524 1,150,917,500
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
642,313,468 2,134,331,687
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
Page 10
awal periode 7,948,155,816 23,245,128,403 flows, beginning of the period
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
8,590,469,284 25,379,460,090
akhir periode cash flows, end of the period
Page 11
[2610000] Explanation for Significant Accounting Policy - Property Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 June 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian serta atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian. Dasar pengukuran dalam penyusunan statements
laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu
yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing- masing
akun tersebut. Biaya perolehan umumnya didasarkan pada nilai wajar imbalan yang diserahkan dalam
pemerolehan aset. Laporan arus kas konsolidasian disajikan dengan metode langsung (direct method)
dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Mata uang
penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah Rupiah yang
merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Setiap entitas di dalam Grup menetapkan mata uang
fungsional sendiri dan unsur-unsur dalam laporan keuangan dari setiap entitas diukur berdasarkan
mata uang fungsional tersebut.
Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian mencakup laporan keuangan Grup seperti disebutkan pada Catatan Principles of consolidation
1.c. Entitas anak adalah entitas yang dikendalikan oleh Grup, yakni Grup terekspos, atau memiliki hak,
atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan untuk
mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari
entitas (kekuasaan atas investee). Keberadaan dan dampak dari hak suara potensial dimana Grup
memiliki kemampuan praktis untuk melaksanakan (yakni hak substantif) dipertimbangkan saat menilai
apakah Grup mengendalikan entitas lain. Laporan keuangan Grup mencakup hasil usaha, arus kas,
aset dan liabilitas dari Perusahaan dan seluruh entitas anak yang, secara langsung dan tidak
langsung, dikendalikan oleh Perusahaan. Entitas anak dikonsolidasikan sejak tanggal efektif akuisisi,
yaitu tanggal dimana Grup secara efektif memperoleh pengendalian atas bisnis yang diakuisisi, sampai
tanggal pengendalian berakhir. Entitas induk menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan
menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang
serupa. Seluruh transaksi, saldo, laba, beban, dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait
dengan transaksi antar entitas dalam grup dieliminasi secara penuh. Grup mengatribusikan laba rugi
dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain kepada pemilik entitas induk dan
kepentingan nonpengendali meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan nonpengendali
memiliki saldo defisit. Grup menyajikan kepentingan nonpengendali di ekuitas dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk. Perubahan dalam bagian
kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian adalah
transaksi ekuitas (yaitu transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik). Ketika proporsi
ekuitas yang dimiliki oleh kepentingan nonpengendali berubah, Grup menyesuaikan jumlah tercatat
kepentingan pengendali dan kepentingan nonpengendali untuk mencerminkan perubahan kepemilikan
relatifnya dalam entitas anak. Selisih antara jumlah dimana kepentingan nonpengendali disesuaikan
dan nilai wajar dari jumlah yang diterima atau dibayarkan diakui langsung dalam ekuitas dan
diatribusikan pada pemilik dari entitas induk. Jika Grup kehilangan pengendalian, maka Grup: a)
Menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas entitas anak pada jumlah tercatatnya
ketika pengendalian hilang; b) Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan
nonpengendali pada entitas anak terdahulu ketika pengendalian hilang (termasuk setiap komponen
penghasilan komprehensif lain yang diatribusikan pada kepentingan nonpengendali); c) Mengakui nilai
Page 12
wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa, atau keadaan yang mengakibatkan
hilangnya pengendalian; d) Mengakui sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya
pada tanggal hilangnya pengendalian; e) Mereklasifikasi ke laba rugi, atau mengalihkan secara
langsung ke saldo laba jika disyaratkan oleh SAK lain, jumlah yang diakui dalam penghasilan
komprehensif lain dalam kaitan dengan entitas anak; f) Mengakui perbedaan apapun yang dihasilkan
sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba rugi yang diatribusikan kepada entitas induk.
Kas dan setara kas Kas dan setara kas termasuk kas, kas di bank (rekening giro), dan deposito berjangka yang jatuh Cash and cash equivalents
tempo dalam jangka waktu tiga bulan atau kurang pada saat penempatan yang tidak digunakan
sebagai jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya.
Piutang usaha dan piutang lain-lain Pinjaman yang Diberikan dan Piutang Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan Trade and other receivables
nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar
aktif, kecuali: a) pinjaman yang diberikan dan piutang yang dimaksudkan untuk dijual dalam waktu
dekat dan yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melaluilaba rugi; b) pinjaman yang diberikan dan piutang yang pada saat pengakuan awal
ditetapkan sebagai tersediauntuk dijual; atau c) pinjaman yang diberikan dan piutang dalam hal pemilik
mungkin tidak akan memperoleh kembali investasi awal secara substansial kecuali yang disebabkan
oleh penurunan kualitas pinjaman. Setelah pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Persediaan Aset real estat, yang terutama terdiri dari tanah dalam pematangan, unit bangunan siap jual dan unit Inventories
bangunan dalam penyelesaian, dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan
nilai realisasi neto. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata. Biaya
perolehan atas tanah dalam pematangan termasuk biaya pengembangan dan pematangan tanah.
Biaya perolehan atas unit bangunan terdiri dari biaya aktual konstruksi. Beban keuangan atas pinjaman
bank dan fasilitas pinjaman lainnya yang diperoleh yang dapat diatribusikan langsung dengan
pembelian; pengembangan dan pematangan tanah; serta konstruksi aset real estat akan dikapitalisasi.
Tanah yang dimiliki oleh Grup untuk pengembangan di masa yang akan datang, disajikan sebagai
?Tanah untuk Pengembangan? di bagian aset di laporan posisi keuangan konsolidasian. Pada saat
dimulainya pengembangan dan pembangunan infrastruktur, nilai tanah tersebut akan diklasifikasikan
sebagai persediaan, properti investasi atau aset tetap, mana yang lebih sesuai. Selisih lebih nilai
tercatat persediaan atas estimasi jumlah terpulihkannya diakui sebagai rugi penurunan nilai sebagai
?Penyisihan atas Penurunan Nilai Persediaan? dalam laba rugi.
Properti investasi Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau Investment property
kedua-duanya) yang dikuasai oleh pemilik atau penyewa melalui sewa pembiayaan untuk
menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk digunakan dalam
produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif; atau dijual dalam kegiatan
usaha sehari-hari. Properti investasi diakui sebagai aset jika dan hanya jika besar kemungkinan
manfaat ekonomik masa depan yang terkait dengan properti investasi akan mengalir ke entitas; dan
biaya perolehan properti investasi dapat diukur dengan andal. Properti investasi pada awalnya diukur
sebesar biaya perolehan, meliputi harga harga pembelian dan setiap pengeluaran yang dapat
diatribusikan secara langsung (biaya jasa hukum, pajak pengalihan properti, dan biaya transaksi lain).
Biaya transaksi termasuk dalam pengukuran awal tersebut. Setelah pengakuan awal, Grup memilih
menggunakan model biaya dan mengukur properti investasi sebesar biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai aset. Hak atas tanah tidak disusutkan dan
Page 13
disajikan sebesar biaya perolehan. Bangunan dan prasarana disusutkan dengan menggunakan
metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis (20 tahun). Biaya pemeliharaan dan
perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya, sedangkan pemugaran dan penambahan
dikapitalisasi. Pengalihan ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan
penggunaan yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik dan dimulainya sewa
operasi kepada pihak lain. Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat
perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik dan dimulainya
pengembangan untuk dijual. Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau
ketika tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang
diperkirakan dari pelepasannya.Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau
pelepasan ditentukan dari selisih antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat aset, dan diakui
dalam laba rugi pada periode terjadinya penghentian atau pelepasan.
Aset tetap Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan yang meliputi harga perolehannya dan setiap Fixed assets
biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang diinginkan
agar aset siap digunakan sesuai intensi manajemen. Apabila relevan, biaya perolehan juga dapat
mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset
tetap, kewajiban tersebut timbul ketika aset tetap diperoleh atau sebagai konsekuensi penggunaan
aset tetap selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk memproduksi persediaan selama periode
tersebut. Setelah pengakuan awal, aset tetap kecuali tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan
dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai. Tanah diakui sebesar harga
perolehannya dan tidak disusutkan. Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk
digunakan sesuai maksud penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis aset sebagai berikut: Tahun Kendaraan 8 Peralatan &
Perabot Kantor 4-8 Peralatan Mesin 8-16 Peralatan dan Perabot Mall 4 Peralatan dan Perabot
Apartemen 5 Aset tetap yang dikonstruksi sendiri disajikan sebagai bagian aset tetap sebagai ?Aset
dalam Penyelesaian? dan dinyatakan sebesar biaya perolehannya. Semua biaya, termasuk biaya
pinjaman, yang terjadi sehubungan dengan konstruksi aset tersebut dikapitalisasi sebagai bagian dari
biaya perolehan aset tetap dalam konstruksi. Biaya perolehan aset tetap dalam konstruksi tidak
termasuk setiap laba internal, jumlah tidak normal dari biaya pemborosan yang terjadi dalam
pemakaian bahan baku, tenaga kerja atau sumber daya lain. Akumulasi biaya perolehan yang akan
dipindahkan ke masing- masing pos aset tetap yang sesuai pada saat aset tersebut selesai dikerjakan
atau siap digunakan dan disusutkan sejak beroperasi. Nilai tercatat dari suatu aset tetap dihentikan
pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomik masa depan
yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
penghentian pengakuan tersebut (yang ditentukan sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto,
jika ada, dan jumlah tercatatnya) dimasukkan dalam laba rugi pada saat penghentian pengakuan
tersebut dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, Grup melakukan penelaahan berkala atas masa
manfaat, nilai residu, metode penyusutan, dan sisa umur pemakaian berdasarkan kondisi teknis.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami Impairment of non-financial assets
penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jumlah terpulihkan ditentukan atas suatu aset individual, dan jika tidak memungkinkan, Grup
menentukan jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas dari aset tersebut. Jumlah terpulihkan adalah
jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya. Nilai pakai
adalah nilai kini dari arus kas yang diharapkan akan diterima dari aset atau unit penghasil kas. Nilai kini
dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan nilai waktu uang
dan risiko spesifik atas aset atau unit yang penurunan nilainya diukur. Jika, dan hanya jika, jumlah
terpulihkan aset lebih kecil dari jumlah tercatatnya, maka jumlah tercatat aset diturunkan menjadi
Page 14
sebesar jumlah terpulihkan. Penurunan tersebut adalah rugi penurunan nilai dan segera diakui dalam
laba rugi. Rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill
dibalik jika, dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah
terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Jika demikian, jumlah tercatat aset
dinaikan ke jumlah terpulihkannya. Kenaikan ini merupakan suatu pembalikan rugi penurunan nilai.
Utang usaha dan liabilitas lain-lain Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Perusahaan sebisa mungkin menggunakan data pasar Trade payables and other liabilities
yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi secara langsung,
Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya dan memaksimalkan
penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang
tidak dapat diobservasi. Perpindahan antara level hirarki nilai wajar diakui oleh Perusahaan pada akhir
periode pelaporan dimana perpindahan terjadi. Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan
Pengukuran selanjutnya liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan awal.
Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam salah satu dari kategori berikut: i. Liabilitas
Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (FVTPL) Liabilitas keuangan yang diukur
pada FVTPL adalah liabilitas keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan atau yang pada saat
pengakuan awal telah ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan
diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan
dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat, atau bagian dari portfolio instrumen keuangan tertentu
yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual
saat ini, atau merupakan derivatif, kecuali derivatif yang ditetapkan dan efektif sebagai instrumen
lindung nilai. Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai
wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi. ii.
Liabilitas Keuangan Lainnya Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan
yang diukur pada FVTPL dikelompokan dalam kategori ini dan diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Perusahaan mengklasifikasikan seluruh
liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan
diamortisasi, kecuali: a. Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabiitas dimaksud,
termasuk derivatif yang merupakan liabiliatas, selanjutnya akan diukur pada nilai wajar. b. Liabitas
keuangan yang timbul Ketika pengalihan aset keuangan yang tidak memenuhi kualifikasi penghentian
pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan diterapkan. c. Kontrak jaminan keuangan
dan komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku bunga dibawah pasar. Setelah pengakuan
awal, penerbit kontrak dan penerbit komitment selanjutnya mengukur kontrak tersebut sebesar jumlah
yang lebih tinggi antara i. Jumlah penyisihan kerugian dan ii. Jumlah yang pertama kali diakui dikurangi
dengan, jika sesuai, jumlah kumulatif dari penghasilan yang diakui sesuai dengan prinsip PSAK 72. d.
Imbalan kontijensi yang diakui oleh pihak pengakusisi dalam kombinasi bisnis Ketika PSAK 22
diterapkan. Imbalan kontijensi selanjutnya diukur pada nilai wajar dan selisihnya dalam laba rugi. Saat
pengakuan awal Perusahaan dapat membuat penetapan yang takterbatalkan untuk mengukur liabilitas
keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi, jika diizinkan oleh standar atau jika penetapan akan
menghasilkaninformasi yang lebih relevan, karena: a. Mengeliminasi atau mengurangi secara
signifikan inkosistensi pengukuran atau pengakuan (kadang disebut sebagai ?accounting mismatch?)
yang dapat timbul dari pengukuran aset atau liabilitas atau pengakuan keuntungan dan kerugian atas
aset atau liabilitas dengan dasar yang berbeda beda; atau b. Sekelompok liabilitas keuangan atau aset
keuangan dan liabilitas keuangan dikelola dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai
manajemen risiko atau strategi investasi yang terdokumentasi, dan informasi dengan dasar nilai wajar
dimaksud atas kelompok tersebut disediakan secara internal untuk personil manajemen kunci
Perusahaan. Penghentian Pengakuan Liabilitas Keuangan Perusahaan menghentikan pengakuan
liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Perusahaan telah dilepaskan, dibatalkan atau
Page 15
kadaluarsa. Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya
danimbalan yang dibayarkan dan utang diakui dalam laba rugi.
Pengakuan pendapatan dan beban PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan PSAK 72 menggantikan PSAK 23: ? Revenue and expense recognition
Pendapatan? dan memperkenalkan model pengakuan pendapatan 5 (lima) langkah dan menentukan
pengakuan pendapatan, yaitu terjadi ketika pengendalian atas barang telah dialihkan atau pada saat
(atau selama) jasa diberikan (kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi). Perusahaan menerapkan PSAK
72 secara retrospektif dengan dampak kumulatif pada awal penerapan diakui pada tanggal 1 Januari
2020 dan tidak melakukan penyajian kembali informasi komparatif. PSAK 72 menentukan pengakuan
pendapatan, yaitu terjadi ketika pengendalian atas barang telah dialihkan atau pada saat (atau selama)
jasa diberikan (kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi). Penerapan standar ini tidak mempengaruhi
pengakuan pendapatan Perusahaan. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan Perusahaan terhadap
kontrak pendapatan dengan mengacu 5 (lima) tahapan yang ada di dalam PSAK 72: Pendapatan dari
Kontrak dengan Pelanggan, tidak terdapat dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan dan
tidak memerlukan penyesuaian di saldo awal 1 Januari 2020.
Penjabaran mata uang asing Dalam menyiapkan laporan keuangan, setiap entitas di dalam Grup mencatat dengan menggunakan Foreign currency translation
mata uang dari lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi (?mata uang fungsional?). Mata
uang fungsional Perusahaan dan seluruh entitas anak adalah Rupiah. Transaksi-transaksi selama
tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah dengan kurs spot antara Rupiah dan
valuta asing pada tanggal transaksi.
Transaksi dengan pihak berelasi Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor: a. Orang atau anggota Transactions with related parties
keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: i. Memiliki
pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; ii. Memiliki pengaruh signifikan atas
entitas pelapor; atau iii. Merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari
entitas pelapor. b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk,
entitas anak,dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lain); ii. Satu entitas adalah
entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama
yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama; iv. Satu entitas adalah
ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga; v.
Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas
pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang
menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor; vi.
Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a);
atau vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas) viii. Entitas, atau anggota
dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa
personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor.
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam catatan yang
relevan.
Pajak penghasilan Beban pajak adalah jumlah gabungan pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam Income taxes
menentukan laba rugi pada suatu periode. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui dalam laba rugi,
kecuali pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui dalam penghasilan
komprehensif lain atau secara langsung di ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui
dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas. Jumlah pajak kini untuk periode berjalan dan
Page 16
periode sebelumnya yang belum dibayar diakui sebagai liabilitas. Jika jumlah pajak yang telah dibayar
untuk periode berjalan dan periode-periode sebelumnya melebihi jumlah pajak yang terutang untuk
periode tersebut, maka kelebihannya diakui sebagai aset. Liabilitas (aset) pajak kini untuk periode
berjalan dan periode sebelumnya diukur sebesar jumlah yang diperkirakan akan dibayar kepada
(direstitusi dari) otoritas perpajakan, yang dihitung menggunakan tarif pajak (dan undang-undang
pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. Manfaat
terkait dengan rugi pajak yang dapat ditarik untuk memulihkan pajak kini dari periode sebelumnya
diakui sebagai aset. Aset pajak tangguhan diakui untuk akumulasi rugi pajak belum dikompensasi dan
kredit pajak belum dimanfaatkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak masa depan akan
tersedia untuk dimanfaatkan dengan rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum
dimanfaatkan. Seluruh perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan,
kecuali perbedaan temporer kena pajak yang berasal dari: a. pengakuan awal goodwill ; atau b.
pengakuan awal aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat transaksi
tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak). Aset pajak tangguhan diakui
untuk seluruh perbedaan temporer dapat dikurangkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak
akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba dimaksud,
kecuali jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset atau pengakuan awal liabilitas
dalam transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba
akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak). Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan
menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan,
berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku
pada akhir periode pelaporan. Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan
konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Grup memperkirakan, pada akhir periode pelaporan,
untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya. Jumlah tercatat aset
pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir periode pelaporan. Grup mengurangi jumlah tercatat aset
pajak tangguhan jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang
memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut. Setiap
pengurangan tersebut dilakukan pembalikan atas aset pajak tangguhan hingga kemungkinan besar
laba kena pajak yang tersedia jumlahnya memadai. Grup melakukan saling hapus aset pajak
tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika dan hanya jika: a. Grup memiliki hak yang dapat
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini;
dan b. aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang
dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama atas: i. entitas kena pajak yang sama; atau ii. entitas
kena pajak yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan
dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap
periode masa depan dimana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diperkirakan
untuk diselesaikan atau dipulihkan. Grup melakukan saling hapus atas aset pajak kini dan liabilitas
pajak kini jika dan hanya jika, Grup: a. memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang diakui; dan b. bermaksud untuk menyelesaikan dengan
dasar neto atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
Pinjaman Pinjaman yang Diberikan dan Piutang Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan Borrowings
nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar
aktif, kecuali: a) pinjaman yang diberikan dan piutang yang dimaksudkan untuk dijual dalam waktu
dekat dan yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melaluilaba rugi; b) pinjaman yang diberikan dan piutang yang pada saat pengakuan awal
ditetapkan sebagai tersediauntuk dijual; atau c) pinjaman yang diberikan dan piutang dalam hal pemilik
mungkin tidak akan memperoleh kembali investasi awal secara substansial kecuali yang disebabkan
Page 17
oleh penurunan kualitas pinjaman. Setelah pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Provisi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha Grup mengevaluasi akun tertentu jika terdapat Provisions
informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam
hal tersebut, Grup mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun
tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan
berdasarkan catatan kredit, untuk mencatat provisi spesifik atas jumlah piutang yang diharapkan dapat
diterima oleh Grup. Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi
yang diterima mempengaruhi jumlah cadangan kerugian penurunan nilai piutang usaha. Grup menilai
penurunan nilai pada aset keuangan dengan biaya perolehan yang diamortisasi pada setiap tanggal
pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen
harus mempertimbangkan informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya
berlebihan pada tanggal pelaporan mengenai peristiwa masa lalu, kondisi kini, dan perkiraan kondisi
ekonomi masa depan. Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur kerugian
kredit ekspektasian yang menggunakan roll rate dan discounted cash flow untuk menilai kas dan
setara kas, dana yang dibatasi penggunaannya, piutang usaha dan piutang lain lain. Nilai tercatat aset
keuangan telah diungkapkan dalam Catatan 5.
Imbalan kerja karyawan Imbalan Kerja Jangka Pendek Imbalan kerja jangka pendek diakui ketika pekerja telah memberikan Employee benefits
jasanya dalam suatu periode akuntansi, sebesar jumlah tidak terdiskonto dari imbalan kerja jangka
pendek yang diharapkan akan dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut. Imbalan kerja jangka
pendek mencakup antara lain upah, gaji, bonus dan insentif. Imbalan Pascakerja Imbalan pascakerja
seperti pensiun, uang pisah dan uang penghargaan masa kerja dihitung berdasarkan Undang- Undang
Ketenagakerjaan No.13/2003 (?UU 13/2003?). Grup mengakui jumlah liabilitas imbalan pasti neto
sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset
program yang dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode Projected Unit Credit.
Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan imbalan tersebut. Grup mencatat
tidak hanya kewajiban hukum berdasarkan persyaratan formal program imbalan pasti, tetapi juga
kewajiban konstruktif yang timbul dari praktik informal entitas. Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan
keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, serta bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto
diakui dalam laba rugi. Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang terdiri dari
keuntungan dan kerugian aktuarial, imbal hasil atas aset program dan setiap perubahan dampak batas
atas aset diakui sebagai penghasilan komprehensif lain. Grup mengakui jumlah beban dan liabilitas
atas iuran terutang kepada program iuran pasti, ketika pekerja telah memberikan jasa kepada entitas
selama suatu periode. Pesangon Grup mengakui pesangon sebagai liabilitas dan beban pada tanggal
yang lebih awal di antara: a) Ketika Grup tidak dapat lagi menarik tawaran atas imbalan tersebut; dan
b) Ketika Grup mengakui biaya untuk restrukturisasi yang berada dalam ruang lingkup PSAK No. 57
dan melibatkan pembayaran pesangon. Grup mengukur pesangon pada saat pengakuan awal, dan
mengukur dan mengakui perubahan selanjutnya, sesuai dengan sifat imbalan kerja.
Laba per saham Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada Earnings per share
pemegang saham biasa entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar
dalam suatu periode. Untuk tujuan penghitungan laba per saham dilusian, Grup menyesuaikan laba
atau rugi yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-ata
tertimbang saham yang beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang
bersifat dilutif.
Dividen Penawaran Umum Efek Perusahaan Pada tanggal 7 Juni 2007, Perusahaan memperoleh pernyataan Dividends
efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dengan
Page 18
Surat Keputusan No. S-27/12BL/2007 untuk melakukan penawaran umum perdana 2.000.000.000
saham dengan nilai nominal Rp100 (angka penuh) per saham kepada masyarakat melalui pasar modal
dengan harga Rp120 (angka penuh) per saham. Pencatatan saham dilakukan di Bursa Efek Jakarta
pada tanggal 15 Juni 2007. Perusahaan juga menerbitkan waran seri I sebanyak 1.400.000.000 yang
menyertai Saham Baru yang dikeluarkan dalam rangka Penawaran Umum, dengan harga pelaksanaan
sebesar Rp 135 setiap lembar yang dapat dilaksanakan selama jangka waktu pelaksanaan, yaitu 6
(enam) bulan setelah tanggal pencatatan Waran Seri I pada BEI sampai dengan tanggal 14 Juni 2010.
Setiap 10 Saham baru melekat 7 Waran Seri I yang diberikan secara cuma- cuma sebagai insentif.
Setiap pemegang 1 (satu) Waran Seri I berhak untuk membeli 1 (satu) Saham Biasa atas nama pada
harga pelaksanaan Waran Seri I selama jangka waktu pelaksanaan Waran Seri I. Pemegang Waran
Seri I tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham termasuk hak dividen dan hak suara selama
Waran Seri I tersebut belum dilaksanakan menjadi Saham Biasa atas nama. Bila Waran Seri I tersebut
tidak dilaksanakan sampai tanggal akhir pelaksanaan, maka Waran Seri I menjadi kadaluarsa. Pada
tanggal 5 November 2019, Perusahaan memperoleh Surat Persetujuan dari Direksi PT Bursa Efek
Indonesia melalui Surat No.S-07098/BEI-PP2/11-2019, untuk melakukan pencatatan saham hasil
Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar 683.000.000 saham, dengan
nilai nominal Rp100 (angka penuh) per saham, dan harga pelaksanaan Rp115 (angka penuh) per
saham. Pada tanggal 14 November 2019, semua saham Perusahaan dari hasil penambahan tersebut
telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia, dengan demikian efektif sejak tanggal tersebut, seluruh
saham Perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia menjadi 7.513.992.252 saham. Perusahaan
telah mencatatkan seluruh saham biasanya sebanyak 7.513.992.252 saham pada Bursa Efek
Indonesia masing-masing pada 30 Juni 2023 dan 2022.
Instrumen keuangan derivatif Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada instrumen ekuitas tidak memenuhi kriteria untuk Derivative financial instruments
diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau kriteria untuk diukur pada FVTOCI, sehingga diukur
pada FVTPL. Namun demikian, Perusahaan dapat menetapkan pilihan yang tidak dapat dibatalkan
saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen ekuitas yang bukan untuk diperjualbelikan dalam
waktu dekat (held for trading) untuk diukur pada FVTOCI. Penetapan ini menyebabkan semua
keuntungan atau kerugian disajikan di penghasilan komprehensif lain, kecuali pendapatan dividen tetap
diakui di laba rugi. Keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan
komprehensif lain direklasifikasi ke saldo laba tidak melalui laba rugi. Reklasifikasi Perusahaan tidak
mereklasifikasi derivatif dari diukur pada nilai wajar melalui laba rugi selama derivatif tersebut dimiliki
atau diterbitkan dan tidak mereklasifikasi setiap instrumen keuangan dari diukur melalui laba rugi jika
pada pengakuan awal instrumen keuangan tersebut ditetapkan oleh Perusahaan sebagai diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi. Perusahaan dapat mereklasifikasi aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi, jika aset keuangan tidak lagi dimiliki untuk tujuan penjualan atau pembelian
kembali aset keuangan tersebut dalam waktu dekat. Perusahaan tidak mereklasifikasi setiap instrumen
keuangan ke diukur pada nilai wajar melalui laba rugi setelah pengakuan awal.
Penerapan standar akutansi baru Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif pada Tahun The implementation of new statements of
Berjalan Berikut adalah revisi, amendemen dan penyesuaian atas standar akuntansi keuangan (SAK) accounting standards
serta interpretasi atas SAK berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari
2020, yaitu: 1) PSAK 71: Instrumen Keuangan; 2) PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan
Pelanggan; 3) PSAK 73: Sewa; 4) PSAK 62 (Amendemen 2017): Kontrak Asuransi tentang
Menerapkan PSAK 71: Instrumen Keuangan denganPSAK 62: Kontrak Asuransi; 5) PSAK 15
(Amendemen 2017): Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama tentang Kepentingan
Jangka Panjang pada Entitas Asosiasi dan VenturaBersama; 6) PSAK 71 (Amendemen 2018):
Instrumen Keuangan tentang Fitur Percepatan Pelunasan dengan KompensasiNegatif; 7) ISAK 35:
PenyajianBerorientasi Nonlaba; Laporan Keuangan Entitas 8) PSAK 1 (Amendemen dan Penyesuaian
Page 19
Tahunan 2019): Penyajian Laporan Keuangan; 9) PSAK 25 (Amendemen 2019): Kebijakan
Akuntansi,Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan; 10) PSAK 102 (Revisi 2019): Akuntansi
Murabahah; 11) ISAK 101: Pengakuan Pendapatan Murabahah Tangguh Tanpa Risiko Signifikan
terkait Kepemilikan Persediaan; 12) ISAK 102: Penurunan Nilai Piutang Murabahah; 13) ISAK 36:
Interpretasi atas Interaksi antara Ketentuan Mengenai Hak atas Tanah dalam PSAK 16: Aset Tetap
dan PSAK 73: Sewa; 14) PPSAK 13: Pencabutan PSAK 45: Pelaporan KeuanganEntitas Nirlaba;
danAmendemen PSAK 71, Amendemen PSAK 55, Amendemen PSAK 60, tentang Reformasi Acuan
Suku Bunga. Kecuali untuk perubahan yang dijelaskan di bawah ini, implementasi dari standar-standar
tersebut tidak menghasilkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan
tidak memiliki dampak yang material terhadap laporan keuangan di tahun berjalan atautahun
sebelumnya. i) PSAK 71: Instrumen Keuangan PSAK 71 menggantikan PSAK 55 (Revisi 2014)
"Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran" dan memperkenalkan pengaturan baru untuk
klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan berdasarkan penilaian atas model bisnis dan arus kas
kontraktual, pengakuan dan pengukuran cadangan kerugian penurunan nilai instrumen keuangan
dengan menggunakan model kerugian kredit ekspektasian, yang menggantikan model kerugian kredit
yang terjadi serta memberikan pendekatan yang lebih sederhana untuk akuntansi lindung nilai. Sesuai
dengan persyaratan transisi pada PSAK 71, Perusahaan memilih penerapan secara retrospektif
dengan dampak kumulatif pada awal penerapan diakui pada tanggal1 Januari 2020 dan tidak
melakukan penyajian kembali informasi komparatif. Berdasarkan hasil kajian Perusahaan terhadap dua
kriteria dalam menentukan klasifikasi aset keuangan, terdapat perubahan klasifikasi dan pengukuran
investasi jangka panjang yang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual dan diukur dengan metode
biaya menurut PSAK 55 berubah menjadi klasifikasi aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain sesuai PSAK 71. Perubahan pendekatan dalam perhitungan
penurunan nilai aset keuangan juga berdampak pada nilai tercatat aset keuangan Perusahaan pada
awal penerapan PSAK 71. ii) PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan PSAK 72
menggantikan PSAK 23: ? Pendapatan? dan memperkenalkan model pengakuan pendapatan 5 (lima)
langkah dan menentukan pengakuan pendapatan, yaitu terjadi ketika pengendalian atas barang telah
dialihkan atau pada saat (atau selama) jasa diberikan (kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi).
Perusahaan menerapkan PSAK 72 secara retrospektif dengan dampak kumulatif pada awal penerapan
diakui pada tanggal 1 Januari 2020 dan tidak melakukan penyajian kembali informasi komparatif.
PSAK 72 menentukan pengakuan pendapatan, yaitu terjadi ketika pengendalian atas barang telah
dialihkan atau pada saat (atau selama) jasa diberikan (kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi).
Penerapan standar ini tidak mempengaruhi pengakuan pendapatan Perusahaan. Berdasarkan kajian
yang telah dilakukan Perusahaan terhadap kontrak pendapatan dengan mengacu 5 (lima) tahapan
yang ada di dalam PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, tidak terdapat dampak yang
signifikan terhadap laporan keuangan dan tidak memerlukan penyesuaian di saldo awal 1 Januari
2020. iii) PSAK 73: Sewa PSAK 73: Sewa diterbitkan di bulan September 2017 dan berlaku efektif
pada tanggal 1 Januari 2020 dengan penerapan dini diperkenankan, untuk entitas yang menerapkan
PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, pada atau sebelum tanggal penerapan awal
PSAK 73: Sewa. Perusahaan telah menerapkan PSAK 73: Sewa sejak 1 Januari 2020, yang
berdampak pada perubahan atas kebijakan akuntansi dan adanya penyesuaian-penyesuaian terhadap
jumlah yang telah diakui pada laporan keuangan. Perusahaan menerapkan PSAK 73: Sewa secara
retrospektif dengan dampak kumulatif pada awal penerapan dan tidak melakukan penyajian kembali
untuk informasi komparasi. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan Perusahaan, tidak terdapat
dampak yang signifikan atas penerapan PSAK 73: Sewa terhadap saldo awal 1 Januari 2020.
Kombinasi bisnis Transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam Business combination
rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan
Page 20
merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut tidak
dapat menimbulkan laba atau rugi bagi Grup secara keseluruhan ataupun bagi entitas individual dalam
Grup. Karena transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali tidak mengakibatkan perubahan
substansi ekonomi pemilikan atas aset, liabilitas, saham atau instrumen kepemilikan lainnya yang
dipertukarkan, maka aset ataupun liabilitas yang pemilikannya dialihkan (dalam bentuk hukumnya)
dicatat sesuai dengan nilai buku seperti penggabungan usaha berdasarkan metode penyatuan
kepemilikan. Entitas yang menerima bisnis, dalam kombinasi bisnis entitas sepengendali, mengakui
selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis
entitas sepengendali di ekuitas dalam akun tambahan modal disetor.
Penentuan nilai wajar Pengukuran Nilai Wajar Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau Determination of fair value
harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku
pasar pada tanggal pengukuran. Nilai wajar aset dan liabillitas keuangan diestimasi untuk keperluan
pengakuan dan pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan. Nilai wajar dikategorikan dalam level
yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar berdasarkan pada apakah input suatu pengukuran dapat
diobservasi dan signifikansi input terhadap keseluruhan pengukuran nilai wajar: i. Harga kuotasian
(tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses pada
tanggal pengukuran (Level 1) ii. Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat
diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung (Level 2) iii. Input
yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3) Dalam mengukur nilai wajar aset atau
liabilitas, Perusahaan sebisa mungkin menggunakan data pasar yang dapat diobservasi. Apabila nilai
wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi secara langsung, Perusahaan menggunakan teknik
penilaian yang sesuai dengan keadaannya dan memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Perpindahan antara level hirarki nilai wajar diakui oleh Perusahaan pada akhir periode pelaporan
dimana perpindahan terjadi.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Dalam menyiapkan laporan keuangan, setiap entitas di dalam Grup mencatat dengan menggunakan Foreign currency transactions and balances
mata uang dari lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi (?mata uang fungsional?). Mata
uang fungsional Perusahaan dan seluruh entitas anak adalah Rupiah. Transaksi-transaksi selama
tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah dengan kurs spot antara Rupiah dan
valuta asing pada tanggal transaksi.
Aset hak guna Pembayaran sewa yang termasuk dalam indeks utang sewa meliputi: pembayaran sewa tetap, sewa Right of use assets
variabel yang bergantung pada indeks, jumlah yang akan dibayarkan dalam jaminan nilai residu dan
harga eksekusi opsi beli, opsi perpanjangan atau penalti penghentikan jika Perusahaan cukup pasti
akan mengeksekusi opsi tersebut. Utang sewa awalnya diukur pada nilai kini atas pembayaran sewa
yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan menggunakan suku bunga implisit dalam
sewa atau, jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, digunakan suku bunga pinjaman
inkremental Perusahaan. Umumnya, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental
sebagai suku bunga diskonto. Setelah pengakuan awal utang sewa diukur pada biaya perolehan
diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Utang sewa diukur kembali ketika ada
perubahan pembayaran sewa masa depan yang timbul dari perubahan indeks atau suku bunga, jika
ada perubahan estimasi Perusahaan atas jumlah yang diperkirakan akan dibayar dalam jaminan nilai
residual, atau jika Perusahaan mengubah penilaiannya apakah akan mengeksekusi opsi
beli,perpanjangan atau penghentian. Ketika utang sewa diukur kembali dengan cara ini, penyesuaian
terkait dilakukan terhadap jumlah tercatat aset hak guna, atau dicatat dalam laba rugi jika jumlah
tercatat aset hak guna telah berkurang menjadi nol.
Page 21
Properti investasi Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau Investment properties
kedua-duanya) yang dikuasai oleh pemilik atau penyewa melalui sewa pembiayaan untuk
menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk digunakan dalam
produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif; atau dijual dalam kegiatan
usaha sehari-hari. Properti investasi diakui sebagai aset jika dan hanya jika besar kemungkinan
manfaat ekonomik masa depan yang terkait dengan properti investasi akan mengalir ke entitas; dan
biaya perolehan properti investasi dapat diukur dengan andal. Properti investasi pada awalnya diukur
sebesar biaya perolehan, meliputi harga harga pembelian dan setiap pengeluaran yang dapat
diatribusikan secara langsung (biaya jasa hukum, pajak pengalihan properti, dan biaya transaksi lain).
Biaya transaksi termasuk dalam pengukuran awal tersebut. Setelah pengakuan awal, Grup memilih
menggunakan model biaya dan mengukur properti investasi sebesar biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai aset. Hak atas tanah tidak disusutkan dan
disajikan sebesar biaya perolehan. Bangunan dan prasarana disusutkan dengan menggunakan
metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis (20 tahun). Biaya pemeliharaan dan
perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya, sedangkan pemugaran dan penambahan
dikapitalisasi. Pengalihan ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan
penggunaan yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik dan dimulainya sewa
operasi kepada pihak lain. Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat
perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik dan dimulainya
pengembangan untuk dijual. Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau
ketika tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang
diperkirakan dari pelepasannya.Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau
pelepasan ditentukan dari selisih antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat aset, dan diakui
dalam laba rugi pada periode terjadinya penghentian atau pelepasan.
Investasi pada entitas asosiasi Entitas asosiasi adalah entitas dimana Grup memiliki kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan Investment in associates
kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan
bersama atas kebijakan tersebut (pengaruh signifikan). Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas. Dalam metode ekuitas, pengakuan awal investasi diakui sebesar biaya
perolehan, dan jumlah tercatat ditambah atau dikurang untuk mengakui bagian atas laba rugi investee
setelah tanggal perolehan. Bagian atas laba rugi investee diakui dalam laba rugi. Penerimaan distribusi
dari investee mengurangi nilai tercatat investasi. Penyesuaian terhadap jumlah tercatat tersebut juga
mungkin dibutuhkan untuk perubahan dalam proporsi bagian investor atas investee yang timbul dari
penghasilan komprehensif lain, termasuk perubahan yang timbul dari revaluasi aset tetap dan selisih
penjabaran valuta asing. Bagian investor atas perubahan tersebut diakui dalam penghasilan
komprehensif lain. Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal ketika investasinya
berhenti menjadi investasi pada entitas asosiasi sebagai berikut: a. jika investasi menjadi entitas anak.
b. Jika sisa kepentingan dalam entitas asosiasi merupakan aset keuangan, maka Grup mengukur sisa
kepentingan tersebut pada nilai wajar. c. Ketika Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas, Grup
mencatat seluruh jumlah yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang
terkait dengan investasi tersebut menggunakan dasar perlakuan yang sama dengan yang disyaratkan
jika investee telah melepaskan secara langsung aset dan liabilitas terkait.
Instrumen keuangan PSAK 71 menggantikan PSAK 55 (Revisi 2014) "Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran" Financial instruments
dan memperkenalkan pengaturan baru untuk klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan
berdasarkan penilaian atas model bisnis dan arus kas kontraktual, pengakuan dan pengukuran
cadangan kerugian penurunan nilai instrumen keuangan dengan menggunakan model kerugian kredit
ekspektasian, yang menggantikan model kerugian kredit yang terjadi serta memberikan pendekatan
yang lebih sederhana untuk akuntansi lindung nilai. Sesuai dengan persyaratan transisi pada PSAK
Page 22
71, Perusahaan memilih penerapan secara retrospektif dengan dampak kumulatif pada awal penerapan diakui pada tanggal1 Januari 2020 dan tidak melakukan penyajian kembali informasi komparatif. Berdasarkan hasil kajian Perusahaan terhadap dua kriteria dalam menentukan klasifikasi aset keuangan, terdapat perubahan klasifikasi dan pengukuran investasi jangka panjang yang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual dan diukur dengan metode biaya menurut PSAK 55 berubah menjadi klasifikasi aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sesuai PSAK 71. Perubahan pendekatan dalam perhitungan penurunan nilai aset keuangan juga berdampak pada nilai tercatat aset keuangan Perusahaan pada awal penerapan PSAK 71. Pengakuan dan Pengukuran Awal Perusahaan mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan, jika dan hanya jika, Perusahaan menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen tersebut. Pada saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, Perusahaan mengukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan tersebut. Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset keuangan dan penerbitan liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan segera. Pengukuran Selanjutnya Aset Keuangan Perlakuan Akuntansi Sebelum 1 Januari 2020. Pengukuran selanjutnya aset keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan awal. Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangan dalam salah satu dari empat kategori berikut: i. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (FVTPL) Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan atau yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Aset keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat, atau bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual saat ini, atau merupakan derivatif, kecuali derivatif yang ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai. Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi. ii. Pinjaman yang Diberikan dan Piutang Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali: a) pinjaman yang diberikan dan piutang yang dimaksudkan untuk dijual dalam waktu dekat dan yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melaluilaba rugi; b) pinjaman yang diberikan dan piutang yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai tersediauntuk dijual; atau c) pinjaman yang diberikan dan piutang dalam hal pemilik mungkin tidak akan memperoleh kembali investasi awal secara substansial kecuali yang disebabkan oleh penurunan kualitas pinjaman. Setelah pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. iii. Investasi Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (HTM) Investasi HTM adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta Perusahaan mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo. Setelah pengakuan awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Pengukuran selanjutnya aset keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan awal. Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangan dalam salah satu dari empat kategori berikut: (lanjutan) iv. Aset Keuangan Tersedia Untuk Dijual (AFS) Aset keuangan AFS adalah aset keuangan nonderivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan sebagai (a) pinjaman yang diberikan dan piutang, (b) investasi yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo, atau (c) aset keuangan
Page 23
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Setelah pengakuan awal, aset keuangan AFS diukur
pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam
penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian penurunan nilai dan keuntungan atau kerugian
akibat perubahan kurs, sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya. Pada saat itu,
keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain
direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi. Investasi dalam instrumen
ekuitas yang tidak memiliki harga kuotasian di pasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara
andal diukur pada biaya perolehan. Perlakuan Akuntansi Sejak 1 Januari 2020. Pada saat pengakuan
awal, aset keuangan Perusahaan diklasifikasikan sebagai berikut: aset keuangan yang diukur pada
biaya perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Penerapan standar akuntansi baru Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif pada Tahun Adoption of new accounting standards
Berjalan Berikut adalah revisi, amendemen dan penyesuaian atas standar akuntansi keuangan (SAK)
serta interpretasi atas SAK berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari
2020, yaitu: 1) PSAK 71: Instrumen Keuangan; 2) PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan
Pelanggan; 3) PSAK 73: Sewa; 4) PSAK 62 (Amendemen 2017): Kontrak Asuransi tentang
Menerapkan PSAK 71: Instrumen Keuangan denganPSAK 62: Kontrak Asuransi; 5) PSAK 15
(Amendemen 2017): Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama tentang Kepentingan
Jangka Panjang pada Entitas Asosiasi dan VenturaBersama; 6) PSAK 71 (Amendemen 2018):
Instrumen Keuangan tentang Fitur Percepatan Pelunasan dengan KompensasiNegatif; 7) ISAK 35:
PenyajianBerorientasi Nonlaba; Laporan Keuangan Entitas 8) PSAK 1 (Amendemen dan Penyesuaian
Tahunan 2019): Penyajian Laporan Keuangan; 9) PSAK 25 (Amendemen 2019): Kebijakan
Akuntansi,Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan; 10) PSAK 102 (Revisi 2019): Akuntansi
Murabahah; 11) ISAK 101: Pengakuan Pendapatan Murabahah Tangguh Tanpa Risiko Signifikan
terkait Kepemilikan Persediaan; 12) ISAK 102: Penurunan Nilai Piutang Murabahah; 13) ISAK 36:
Interpretasi atas Interaksi antara Ketentuan Mengenai Hak atas Tanah dalam PSAK 16: Aset Tetap
dan PSAK 73: Sewa; 14) PPSAK 13: Pencabutan PSAK 45: Pelaporan KeuanganEntitas Nirlaba;
danAmendemen PSAK 71, Amendemen PSAK 55, Amendemen PSAK 60, tentang Reformasi Acuan
Suku Bunga. Kecuali untuk perubahan yang dijelaskan di bawah ini, implementasi dari standar-standar
tersebut tidak menghasilkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan
tidak memiliki dampak yang material terhadap laporan keuangan di tahun berjalan atautahun
sebelumnya. i) PSAK 71: Instrumen Keuangan PSAK 71 menggantikan PSAK 55 (Revisi 2014)
"Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran" dan memperkenalkan pengaturan baru untuk
klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan berdasarkan penilaian atas model bisnis dan arus kas
kontraktual, pengakuan dan pengukuran cadangan kerugian penurunan nilai instrumen keuangan
dengan menggunakan model kerugian kredit ekspektasian, yang menggantikan model kerugian kredit
yang terjadi serta memberikan pendekatan yang lebih sederhana untuk akuntansi lindung nilai. Sesuai
dengan persyaratan transisi pada PSAK 71, Perusahaan memilih penerapan secara retrospektif
dengan dampak kumulatif pada awal penerapan diakui pada tanggal1 Januari 2020 dan tidak
melakukan penyajian kembali informasi komparatif. Berdasarkan hasil kajian Perusahaan terhadap dua
kriteria dalam menentukan klasifikasi aset keuangan, terdapat perubahan klasifikasi dan pengukuran
investasi jangka panjang yang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual dan diukur dengan metode
biaya menurut PSAK 55 berubah menjadi klasifikasi aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain sesuai PSAK 71. Perubahan pendekatan dalam perhitungan
penurunan nilai aset keuangan juga berdampak pada nilai tercatat aset keuangan Perusahaan pada
awal penerapan PSAK 71. ii) PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan PSAK 72
menggantikan PSAK 23: ? Pendapatan? dan memperkenalkan model pengakuan pendapatan 5 (lima)
Page 24
langkah dan menentukan pengakuan pendapatan, yaitu terjadi ketika pengendalian atas barang telah dialihkan atau pada saat (atau selama) jasa diberikan (kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi). Perusahaan menerapkan PSAK 72 secara retrospektif dengan dampak kumulatif pada awal penerapan diakui pada tanggal 1 Januari 2020 dan tidak melakukan penyajian kembali informasi komparatif. PSAK 72 menentukan pengakuan pendapatan, yaitu terjadi ketika pengendalian atas barang telah dialihkan atau pada saat (atau selama) jasa diberikan (kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi). Penerapan standar ini tidak mempengaruhi pengakuan pendapatan Perusahaan. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan Perusahaan terhadap kontrak pendapatan dengan mengacu 5 (lima) tahapan yang ada di dalam PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, tidak terdapat dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan dan tidak memerlukan penyesuaian di saldo awal 1 Januari 2020. iii) PSAK 73: Sewa PSAK 73: Sewa diterbitkan di bulan September 2017 dan berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2020 dengan penerapan dini diperkenankan, untuk entitas yang menerapkan PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, pada atau sebelum tanggal penerapan awal PSAK 73: Sewa. Perusahaan telah menerapkan PSAK 73: Sewa sejak 1 Januari 2020, yang berdampak pada perubahan atas kebijakan akuntansi dan adanya penyesuaian-penyesuaian terhadap jumlah yang telah diakui pada laporan keuangan. Perusahaan menerapkan PSAK 73: Sewa secara retrospektif dengan dampak kumulatif pada awal penerapan dan tidak melakukan penyajian kembali untuk informasi komparasi. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan Perusahaan, tidak terdapat dampak yang signifikan atas penerapan PSAK 73: Sewa terhadap saldo awal 1 Januari 2020.
Page 25
[2611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Property Industry - Current Year
30 June 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Pengurangan aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and Addition in property, plant, Disposals in property, Property, plant, and
equipment, beginning period and equipment plant, and equipment equipment, end period
Nilai perolehan, kotor Mesin dan peralatan, Machinery and equipment, Carrying amount, gross
14,786,390,162 61,450,000 14,847,840,162
dimiliki langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
10,715,143,023 88,922,560 ( 680,000 ) 10,803,385,583
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
1,318,550,000 478,115,000 1,796,665,000
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 26,820,083,185 628,487,560 ( 680,000 ) 27,447,890,745 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
26,820,083,185 628,487,560 ( 680,000 ) 27,447,890,745
equipment
Akumulasi depresiasi Mesin dan peralatan, Machinery and equipment, Carrying amount,
12,229,483,677 383,309,599 12,612,793,276
dimiliki langsung directly owned accumulated depreciation
Perabot dan peralatan Furniture and office
10,261,766,533 102,764,996 ( 170,000 ) 10,364,361,529
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
1,246,644,075 346,050,550 1,592,694,625
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 23,737,894,285 832,125,145 ( 170,000 ) 24,569,849,430 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
23,737,894,285 832,125,145 ( 170,000 ) 24,569,849,430
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
3,082,188,900 2,878,041,315
equipment
Page 26
[2611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Property Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap
Property, plant, and equipment, Addition in property, plant, and
beginning period equipment
Nilai perolehan, kotor Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment, directly Carrying amount, gross
14,757,735,162 28,655,000
langsung owned
Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment,
10,454,059,077 261,083,946
dimiliki langsung directly owned
Dimiliki langsung 26,530,344,239 289,738,946 Directly owned
Aset tetap 26,530,344,239 289,738,946 Property, plant, and equipment
Akumulasi depresiasi Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment, directly Carrying amount, accumulated
11,418,895,378 810,588,299
langsung owned depreciation
Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment,
10,047,025,339 214,741,194
dimiliki langsung directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
1,183,387,822 63,256,253
langsung
Dimiliki langsung 22,649,308,539 1,088,585,746 Directly owned
Aset tetap 22,649,308,539 1,088,585,746 Property, plant, and equipment
Page 27
[2611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - Property Industry
Page 28
[2616100] Disclosure of Notes to the financial statements - Revenue - Property Industry
Page 29
[2617000] Notes to the financial statements - Revenue By Type - Property
Industry
Catatan untuk tipe pendapatan Notes for revenue by type
30 June 2023 30 June 2022
Nama produk atau Penjualan dan Penjualan dan
jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product name Sales and revenue Sales and revenue
Pendapatan dari jasa 1 Sewa Mall 3,350,287,759 4,017,902,816 Service revenue 1
Pendapatan dari jasa 2 Jasa Pemeliharaan 6,577,332,010 12,955,204,332 Service revenue 2
Pendapatan dari jasa 3 Sewa Unit Service revenue 3
400,558,108 223,500,000
Apartemen
Pendapatan dari jasa 4 Sewa Gedung Service revenue 4
110,200,000 440,800,000
Perkantoran
Pendapatan dari jasa 10,438,377,877 17,637,407,148 Service revenue
Pendapatan dari Penjualan Unit Product revenue 1
produk 1 Gedung 5,325,000,000 0
Perkantoran
Pendapatan produk Other product
Lain-lain 516,803,259 1,453,141,516
lainnya revenue
Pendapatan dari Product revenue
5,841,803,259 1,453,141,516
produk
Page 30
[2620100] Notes to the financial statements - Trade receivables, by currency - Property Industry
Page 31
[2621000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Receivables - Property Industry
Page 32
[2630000] Notes to the financial statements - Inventories - Property Industry
Catatan atas persediaan Notes for inventories
30 June 2023 31 December 2022
Aset real estat lancar 50,780,475,512 50,778,075,512 Current real estate assets
Aset real estat tidak lancar Non-current real estate
223,247,068,237 223,247,068,237
assets
Persediaan lancar 1,393,339,526 1,480,650,060 Current inventories
Page 33
[2632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - Property Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas persediaan Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa persediaan telah mencerminkan nilai realisasi bersihnya, Disclosure of notes for inventories
sehingga tidak perlu dilakukan penyisihan atas persediaan tersebut. Persediaan digunakan sebagai
jaminan atas utang bank jangka panjang dari PT Bank Bukopin Tbk (lihat Catatan 12). Beban
pembiayaan neto yang dikapitalisasi ke dalam persediaan atas tanah dan bangunan apartemen tower
B adalah sebesar Rp 0 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan tanggal 31
Desember 2022. Persediaan, properti investasi dan aset tetap telah diasuransikan untuk semua jenis
risiko kepada PT Asuransi FPG Indonesia dan PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk dengan jumlah
nilai pertanggungan masing-masing sebesar lebih kurang Rp1.265.151.000 dan Rp.745.151.000.000
pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai
pertanggungan tersebut adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian.
Page 34
[2640100] Notes to the financial statements - Trade Payable, by currency - Property Industry
Page 35
[2641000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Payables - Property Industry
Page 36
[2670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - Property
Industry
Beban pokok penjualan Cost of good sold
30 June 2023 30 June 2022
Persediaan bahan baku awal 45,787,320,536 0 Beginning raw inventory
Persediaan bahan baku akhir 43,321,511,624 0 Ending raw inventory
Bahan baku yang digunakan 2,465,808,912 0 Raw inventory used
Beban jasa 982,420,759 3,500,258,139 Service Cost
Depresiasi 9,693,279,347 9,686,154,028 Depreciation
Beban utilitas 6,927,091,450 6,932,885,599 Utilities expense
Jumlah biaya produksi 20,068,600,468 20,119,297,766 Total production cost
Harga pokok produksi 20,068,600,468 20,119,297,766 Cost of goods manufactured
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
20,068,600,468 20,119,297,766
pendapatan
Page 37
[2671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - Property Industry
Page 38
[2691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - Property Industry
Page 39
[2691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - Property Industry
Page 40
[2692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - Property Industry
Page 41
[2693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - Property Industry
Page 42
[2693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - Property Industry
Page 43
[2696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - Property Industry
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.