Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 43
Page 1
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT) SERTA UNTUK
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2023 DAN 2022 (TIDAK DIAUDIT)
Page 2
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASI
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2g, 4 8,590,469,284 7,948,155,816
Piutang usaha
Pihak berelasi 2i, 5; 30 369,982,918 369,982,918
Pihak ketiga 5 1,356,989,140 1,475,207,769
Piutang lain lain -
6 388,168,733 436,991,944
Pihak Ketiga
Persediaan 2k, 7 52,173,815,038 52,258,725,572
Pajak dibayar di muka 29 1,076,986,994 3,886,214,125
Uang muka dan beban dibayar di muka 2l, 8 614,231,540 761,929,714
Jumlah Aset Lancar 64,570,643,647 67,137,207,858
ASET TIDAK LANCAR
Uang Muka Pembelian 2l, 8 6,674,298,558 5,325,709,379
Persediaan 2k, 7 223,247,068,237 223,247,068,237
Property investasi - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan
sebesar Rp 215.382.048.937,-
pada tanggal 30 Juni 2023,
Rp. 205.688.400.140,-
pada tanggal 31 Desember 2022, 2n, 9 460,960,203,202 453,290,693,823
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan
sebesar Rp. 24.569.849.429,-
pada tanggal 30 Juni 2023,
Rp. 23.737.894.284,-
pada tanggal 31 Desember 2022, 2o, 10 2,878,041,315 3,082,188,900
Aset pajak tangguhan 2s, 29 98,967,065 98,967,065
Aset Tidak Lancar lain-lain 11 4,346,007,634 4,317,871,600
Jumlah Aset Tidak Lancar 698,204,586,011 689,362,499,004
JUMLAH ASET 762,775,229,658 756,499,706,863
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha
Pihak Ketiga 12 3,212,251,140 3,701,260,452
Pendapatan diterima dimuka 13 22,781,443,386 17,476,421,970
Utang pajak 15; 29 20,980,584,978 19,101,441,232
Beban akrual 16 2,061,541,860 2,078,927,954
Utang Lain-Lain
Pihak Berelasi 2i, 17; 30 86,650,284,256 79,872,618,150
Pihak Ketiga 17 5,940,266,439 7,309,430,830
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 141,626,372,059 129,540,100,587
Page 3
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASI
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Liabilitas Jangka Panjang
Pendapatan diterima dimuka 14 74,004,523,333 59,243,186,225
Utang Lain-Lain
Pihak Berelasi 150,000,000,000 150,000,000,000
Pihak Ketiga
Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja 2t, 18 4,470,670,401 4,470,670,401
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 228,475,193,734 213,713,856,626
JUMLAH LIABILITAS 370,101,565,793 343,253,957,213
EKUITAS
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk
Modal saham Modal dasar 12.000.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 100 per saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh
7.513.992.252 saham 19 751,399,225,200 751,399,225,200
Tambahan Modal disetor 20 79,313,728,149 79,313,728,149
Defisit (443,345,762,220) (422,774,477,102)
Komponen Ekuitas Lainnya 5,350,528,364 5,350,528,364
Jumlah Ekuitas 392,717,719,493 413,289,004,611
Kepentingan non pengendali 2d; 21 (44,055,628) (43,254,962)
Jumlah Ekuitas 392,673,663,865 413,245,749,649
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 762,775,229,658 756,499,706,863
Page 4
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2023 DAN 2022 (TIDAK DIAUDIT)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2023 30 Juni 2022
Rp Rp
PENJUALAN BERSIH 2q, 22 16,280,181,136 19,090,548,664
BEBAN POKOK PENJUALAN 2q, 23 (20,068,600,468) (20,119,297,766)
LABA (RUGI) KOTOR (3,788,419,332) (1,028,749,102)
Pendapatan lain-lain 2q, 25 134,999,164 597,438,435
Beban Penjualan 2q, 24 (592,370,185) (151,220,504)
Beban Umum dan Administrasi 2q, 24 (10,505,704,026) (9,461,815,876)
Beban Lain-Lain 2q, 27 (10,193,122) (11,594,373)
LABA / (RUGI) USAHA TAHUN
BERJALAN (14,761,687,501) (10,055,941,420)
Beban Keuangan 2q, 26 (4,472,372,428) (10,312,500,000)
RUGI TAHUN BERJALAN
SEBELUM BEBAN PAJAK FINAL
DAN PAJAK PENGHASILAN (19,234,059,929) (20,368,441,420)
Beban Pajak Final 2s, 28 (1,338,025,855) (1,704,820,294)
RUGI TAHUN BERJALAN (20,572,085,784) (22,073,261,714)
Laba / (Rugi) komprehensif tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk 2d (20,571,285,118) (22,065,079,476)
Kepentingan non pengendali 2d (800,666) (8,182,238)
JUMLAH (20,572,085,784) (22,073,261,714)
Jumlah Laba / (Rugi) komprehensif tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk 2d (20,571,285,118) (22,065,079,476)
Kepentingan non pengendali 2d (800,666) (8,182,238)
JUMLAH LABA / (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN (20,572,085,784) (22,073,261,714)
LABA/(RUGI) PER SAHAM DASAR 2u, 31 (2.74) (2.94)
Page 5
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2023 DAN 2022 (TIDAK DIAUDIT)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Modal saham Tambahan Modal Saham
Surplus/(Defisit) Jumlah
disetor Modal Neto Diperoleh Kembali
Rp Rp Rp Rp Rp
Saldo per 1 Januari 2022 751,399,225,200 79,313,728,149 - (384,149,147,987) 446,563,805,362
Saham Waran - - - - -
Saham diperoleh kembali - - - - -
Beban emisi saham - - - - -
Total laba (rugi) komprehensif tahun berjalan - - - (22,073,261,714) (22,073,261,714)
Saldo per 30 Juni 2022 751,399,225,200 79,313,728,149 - (406,222,409,701) 424,490,543,648
Saldo per 1 Januari 2023 751,399,225,200 79,313,728,149 - (417,467,203,700) 413,245,749,649
Saham Waran - - - - -
Saham diperoleh kembali - - - - -
Beban emisi saham - - - - -
Total laba (rugi) komprehensif tahun berjalan - - - (20,572,085,784) (20,572,085,784)
Saldo per 30 Juni 2023 751,399,225,200 79,313,728,149 - (438,039,289,484) 392,673,663,865
Page 6
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2023 DAN 2022 (TIDAK DIAUDIT)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2023 2022
Rp Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari pelanggan – bersih 16,266,894,923 22,820,876,642
Pembayaran kas kepada pemasok, (13,599,014,541) (10,551,045,381)
Pembayaran kas kepada karyawan (5,067,836,172) (3,689,532,364)
Kas diperoleh dari (digunakan untuk) operasi (2,399,955,790) 8,580,298,897
Penerimaan bunga deposito dan jasa giro 63,544,734 229,464,347
Pembayaran Beban Keuangan (109,745,293) (5,755,242,398)
Pembayaran pajak (1,477,565,266) (1,519,142,597)
Penerimaan (Pengeluaran) lain-lain 7,318,990 831,107,300
Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas operasi (3,916,402,625) 2,366,485,549
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap & Lain-Lain (107,466,946) (284,211,161)
Perolehan Property Investasi (20,608,826,485) (852,658,012)
Penambahan Uang Muka Pembelian Aset Tetap - (246,202,189)
Kas Bersih Digunakan Aktivitas Investasi (20,716,293,431) (1,383,071,362)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan (Pengurangan) Piutang/Hutang pihak berelasi 25,275,009,524 1,150,917,500
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 25,275,009,524 1,150,917,500
PENINGKATAN/(PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 642,313,468 2,134,331,687
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 7,948,155,816 23,245,128,403
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 8,590,469,284 25,379,460,090
Page 7
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Bukit Darmo Propery Tbk ("Perusahaan") didirikan di Kota Jakarta dengan nama PT Adhibaladika
berdasarkan Akta No. 11, tanggal 12 Juli 1989 yang dibuat dihadapan Sugino Saputra, berdasarkan
penetapan hakim pengadilan negeri Jakarta Pusat tertanggal 13 Juni 1989 No.28/CN/PDT/P/1989 sebagai
pengganti dari Budiarti Karnadi, SH., Notaris di Jakarta dan telah diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia tertanggal 22 Desember 1989 No.102 Tambahan No.3767/1989.
Perusahaan telah melakukan perubahan nama yaitu dari PT Adhibaladika menjadi PT Bukit Darmo
Property Tbk berdasarkan akta No. 27 tanggal 10 April 2007 yang dibuat dihadapan Ny. Poerbaningsih
Adi Warsito, SH., notaris di Jakarta; perubahan nama tersebut telah disetujui berdasarkan Keputusan
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor W7-04256 HT.01.04- TH.2007
tanggal 16 April 2007.
Anggaran dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, perubahan terakhir adalah
berdasarkan Akta No. 17 tanggal 08 September 2020 mengenai Akta Pernyataan Keputusan Rapat
Perseroan Terbatas PT Bukit Darmo Property Tbk, oleh Anita Lucia Kendarto,SH.,M.Kn. Notaris di
Surabya. Perubahan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia No.AHU-AH.01.03-0390593 tanggal 24 September 2020.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah berusaha
dalam bidang real estat, konstruksi, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
Kegiatan utama Perusahaan adalah pengelolaan usaha properti. Kegiatan usaha tersebut meliputi
pengembang real estat (apartemen dan office tower ), persewaan pusat perbelanjaan dengan proyek
Fairway Nine Mall.
Perusahaan berdomisili di Kota Surabaya dan berkantor di Jl. Mayjend Yono Soewoyo No.9 Fairway
Nine Mall Management Office Lt.6, Surabaya - Jawa Timur. Perusahaan mulai beroperasi secara
komersial sejak tahun 2003.
PT Adhibalaraja, pemegang saham mayoritas Perusahaan, yang merupakan Perusahaan swasta nasional.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 7 Juni 2007, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dengan Surat Keputusan No. S-27/12BL/2007 untuk
melakukan penawaran umum perdana 2.000.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 (angka penuh)
per saham kepada masyarakat melalui pasar modal dengan harga Rp120 (angka penuh) per saham.
Pencatatan saham dilakukan di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 15 Juni 2007.
Perusahaan juga menerbitkan waran seri I sebanyak 1.400.000.000 yang menyertai Saham Baru yang
dikeluarkan dalam rangka Penawaran Umum, dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 135 setiap lembar
yang dapat dilaksanakan selama jangka waktu pelaksanaan, yaitu 6 (enam) bulan setelah tanggal
pencatatan Waran Seri I pada BEI sampai dengan tanggal 14 Juni 2010. Setiap 10 Saham baru melekat 7
Waran Seri I yang diberikan secara cuma- cuma sebagai insentif.
Setiap pemegang 1 (satu) Waran Seri I berhak untuk membeli 1 (satu) Saham Biasa atas nama pada harga
pelaksanaan Waran Seri I selama jangka waktu pelaksanaan Waran Seri I. Pemegang Waran Seri I tidak
mempunyai hak sebagai pemegang saham termasuk hak dividen dan hak suara selama Waran Seri I
tersebut belum dilaksanakan menjadi Saham Biasa atas nama. Bila Waran Seri I tersebut tidak
dilaksanakan sampai tanggal akhir pelaksanaan, maka Waran Seri I menjadi kadaluarsa.
Pada tanggal 5 November 2019, Perusahaan memperoleh Surat Persetujuan dari Direksi PT Bursa Efek
Indonesia melalui Surat No.S-07098/BEI-PP2/11-2019, untuk melakukan pencatatan saham hasil
Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar 683.000.000 saham, dengan nilai
nominal Rp100 (angka penuh) per saham, dan harga pelaksanaan Rp115 (angka penuh) per saham. Pada
tanggal 14 November 2019, semua saham Perusahaan dari hasil penambahan tersebut telah dicatatkan
pada Bursa Efek Indonesia, dengan demikian efektif sejak tanggal tersebut, seluruh saham Perusahaan
yang tercatat di Bursa Efek Indonesia menjadi 7.513.992.252 saham.
5
Page 8
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
Perusahaan telah mencatatkan seluruh saham biasanya sebanyak 7.513.992.252 saham pada Bursa Efek
Indonesia masing-masing pada 30 Juni 2023 dan 2022.
c. Struktur Entitas Anak
Perusahaan memiliki baik secara langsung maupun tidak langsung lebih dari 50% saham entitas-entitas
anak dan/atau mempunyai kendali atas manajemen entitas anak. Penyertaan saham pada entitas anak
pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:
Kepemilikan Langsung
Jenis Usaha dan Presentase Jumlah Aktiva
Anak Perusahaan Domisili Status Operasi Pemilikan 30 Juni 2023
Rp
PT Sentra Multi Unggul Surabaya Pembangunan 99.20% 279,494,992
Anak
dan Anak
Perusahaan
Perusahaan dan Jasa konstruksi
/belum aktif
Kepemilikan Tidak Langsung
Jenis Usaha dan Presentase Jumlah Aktiva
Anak Perusahaan Domisili Status Operasi Pemilikan 30 Juni 2023
Rp
PT Multi Unggul Sejahtera Jakarta Pembangunan dan 99.20% 137,419,992
Utama jasa
/ aktif
PT Mitra Multi Unggul Surabaya Pengusahaan dan 99.20% 1,142,075,000
jasa
/belum aktif
PT Sentra Multi Unggul (SMU)
PT Sentra Multi Unggul (Perusahaan) didirikan di Republik Indonesia berdasarkan akta No.1, tanggal
19 April 2007 dari Notaris Sri Hastuti,S.H., akta tersebut telah mendapat pengesahkan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.W7-04727 HT.01.01-
TH.2007, tanggal 27 April 2007.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan dengan perubahan terakhir Akta
Notaris No.78 tanggal 30 November 2017 dari Notaris Anita Lucia Kendarto, SH., M. Kn., yaitu
memutuskan menyetujui perubahan anggaran dasar perusahaan, memperpanjang jangka waktu susunan
pengurus Perusahaan. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.AHU-AH.01.03-0203064 tanggal 20
Desember 2017.
PT Multi Unggul Sejahtera Utama (MUSU)
PT Multi Unggul Sejahera Utama ("Perusahaan") didirikan berdasarkan akta No. 5 tanggal 30 April 2007
dari Sri Hastuti, SH, Notaris di Jakarta. Anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disetujui oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. W7-05245 HT.01.01-
TH. 2007 tanggal 9 Mei 2007, serta telah diumumkan dalam Berita Negara No. 81, Tambahan No. 10258,
tanggl 9 Oktober 2007.
6
Page 9
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, terakhir sesuai dengan akta No.2 dari Notaris
Anita Lucia Kendarto, S. H., M. Kn. Tanggal 04 September 2017, mengenai Pernyataan Keputusan
Pemegang Saham PT Multi Unggul Sejahtera Utama. Akta perubahan tersebut telah mendapat
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. AHU.AH.01.03.0175048, tanggal 27 September 2017.
PT Mitra Multi Unggul (MMU)
PT Mitra Multi Unggul ("Perusahaan") didirikan berdasarkan akta No. 4 tanggal 30 April 2007 dari Sri
Hastuti, SH, Notaris di Jakarta. Anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. W7-005308 HT.01.01-
TH.2007 tanggal 10 Mei 2007.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, terakhir Perusahaan melakukan perubahan akta
yang dibuat dihadapan Notaris Anita Lucia Kendarto, S.H., M.Kn., No. 31, tanggal 21 Februari 2018
yang mana perubahan tersebut telah diberitahukan dan disimpan dalam sistem administrasi badan hukum
sesuai dengan Surat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.03.0102215 tanggal
09 Maret 2018.
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Entitas pada tanggal 30 Juni 2023, adalah sebagai berikut :
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Endang Lestari Pujiastuti
Wakil Komisaris Utama : Leontine Ierma Agustina Sumampow
Komisaris : Agus Widagdo
Komisaris Independen : Letjen (Purn.) Tarub
Komisaris Independen : Eddy Sukamto
Dewan Direksi
Direktur Utama : Hendro Sumampow
Wakil Direktur Utama : Iefenn Adrianne Sumampow
Direktur : Ielenna Sumampow
Direktur : Brasada Chandra
Perusahaan dan entitas anak (selanjutnya secara bersama- sama disebut “Grup”) memiliki sejumlah 112
dan 110 karyawan tetap masing-masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (tidak diaudit).
e. Komite Audit
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:
Ketua : Letjen (Purn.) Tarub
Anggota : Eddy Sukamto
Anggota : Jokky W Hidayat
f. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasi
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan ini, yang telah diselesaikan dan
diotorisasi untuk diterbitkan oleh manajemen Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023.
7
Page 10
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
a. Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan – Ikatan
Akuntan Indonesia (DSAK – IAI), serta peraturan Pasar Modal yang berlaku antara lain Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No.
VIII.G.7 tentang pedoman penyajian laporan keuangan, Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-
347/BL/2012 tentang penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emiten atau perusahaan publik.
b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta
atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan
keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang
didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing- masing akun
tersebut. Biaya perolehan umumnya didasarkan pada nilai wajar imbalan yang diserahkan dalam
pemerolehan aset.
Laporan arus kas konsolidasian disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah
Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Setiap entitas di dalam Grup menetapkan
mata uang fungsional sendiri dan unsur-unsur dalam laporan keuangan dari setiap entitas diukur
berdasarkan mata uang fungsional tersebut.
c. Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif pada Tahun
Berjalan
Berikut adalah revisi, amendemen dan penyesuaian atas standar akuntansi keuangan (SAK) serta
interpretasi atas SAK berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020,
yaitu:
PSAK 71: Instrumen Keuangan;
PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan;
PSAK 73: Sewa;
PSAK 62 (Amendemen 2017): Kontrak Asuransi tentang Menerapkan PSAK 71: Instrumen Keuangan
denganPSAK 62: Kontrak Asuransi;
PSAK 15 (Amendemen 2017): Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama tentang
Kepentingan Jangka Panjang pada Entitas Asosiasi dan VenturaBersama;
PSAK 71 (Amendemen 2018): Instrumen Keuangan tentang Fitur Percepatan Pelunasan dengan
Kompensasi Negatif;
ISAK 35: Penyajian Berorientasi Nonlaba; Laporan Keuangan Entitas
PSAK 1 (Amendemen dan Penyesuaian Tahunan 2019): Penyajian Laporan Keuangan;
PSAK 25 (Amendemen 2019): Kebijakan Akuntansi,Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan;
PSAK 102 (Revisi 2019): Akuntansi Murabahah;
ISAK 101: Pengakuan Pendapatan Murabahah Tangguh Tanpa Risiko Signifikan terkait Kepemilikan
Persediaan;
ISAK 102: Penurunan Nilai Piutang Murabahah;
ISAK 36: Interpretasi atas Interaksi antara Ketentuan Mengenai Hak atas Tanah dalam PSAK 16: Aset
Tetapdan PSAK 73: Sewa;
PPSAK 13: Pencabutan PSAK 45: Pelaporan KeuanganEntitas Nirlaba; danAmendemen PSAK 71,
Amendemen PSAK 55, Amendemen PSAK 60, tentang Reformasi Acuan Suku Bunga.
8
Page 11
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
Kecuali untuk perubahan yang dijelaskan di bawah ini, implementasi dari standar-standar tersebut tidak
menghasilkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki
dampak yang material terhadap laporan keuangan di tahun berjalan atautahun sebelumnya.
i. PSAK 71: Instrumen Keuangan
PSAK 71 menggantikan PSAK 55 (Revisi 2014) "Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
Pengukuran" dan memperkenalkan pengaturan baru untuk klasifikasi dan pengukuran instrumen
keuangan berdasarkan penilaian atas model bisnis dan arus kas kontraktual, pengakuan dan
pengukuran cadangan kerugian penurunan nilai instrumen keuangan dengan menggunakan model
kerugian kredit ekspektasian, yang menggantikan model kerugian kredit yang terjadi serta
memberikan pendekatan yang lebih sederhana untuk akuntansi lindung nilai.
Sesuai dengan persyaratan transisi pada PSAK 71, Perusahaan memilih penerapan secara
retrospektif dengan dampak kumulatif pada awal penerapan diakui pada tanggal1 Januari 2020 dan
tidak melakukan penyajian kembali informasi komparatif.
Berdasarkan hasil kajian Perusahaan terhadap dua kriteria dalam menentukan klasifikasi aset
keuangan, terdapat perubahan klasifikasi dan pengukuran investasi jangka panjang yang
diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual dan diukur dengan metode biaya menurut PSAK 55
berubah menjadi klasifikasi aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain sesuai PSAK 71.
Perubahan pendekatan dalam perhitungan penurunan nilai aset keuangan juga berdampak pada nilai
tercatat aset keuangan Perusahaan pada awal penerapan PSAK 71.
ii. PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
PSAK 72 menggantikan PSAK 23:
“ Pendapatan” dan memperkenalkan model pengakuan pendapatan 5 (lima) langkah dan menentukan
pengakuan pendapatan, yaitu terjadi ketika pengendalian atas barang telah dialihkan atau pada saat
(atau selama) jasa diberikan (kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi).
Perusahaan menerapkan PSAK 72 secara retrospektif dengan dampak kumulatif pada awal
penerapan diakui pada tanggal 1 Januari 2020 dan tidak melakukan penyajian kembali informasi
komparatif.
PSAK 72 menentukan pengakuan pendapatan, yaitu terjadi ketika pengendalian atas barang telah
dialihkan atau pada saat (atau selama) jasa diberikan (kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi).
Penerapan standar ini tidak mempengaruhi pengakuan pendapatan Perusahaan.
Berdasarkan kajian yang telah dilakukan Perusahaan terhadap kontrak pendapatan dengan mengacu
5 (lima) tahapan yang ada di dalam PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, tidak
terdapat dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan dan tidak memerlukan penyesuaian di
saldo awal 1 Januari 2020.
iii. PSAK 73: Sewa
PSAK 73: Sewa diterbitkan di bulan September 2017 dan berlaku efektif pada tanggal 1 Januari
2020 dengan penerapan dini diperkenankan, untuk entitas yang menerapkan PSAK 72: Pendapatan
dari Kontrak dengan Pelanggan, pada atau sebelum tanggal penerapan awal PSAK 73: Sewa.
9
Page 12
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
Perusahaan telah menerapkan PSAK 73: Sewa sejak 1 Januari 2020, yang berdampak pada
perubahan atas kebijakan akuntansi dan adanya penyesuaian-penyesuaian terhadap jumlah yang
telah diakui pada laporan keuangan.
Perusahaan menerapkan PSAK 73: Sewa secara retrospektif dengan dampak kumulatif pada awal
penerapan dan tidak melakukan penyajian kembali untuk informasi komparasi.
Berdasarkan kajian yang telah dilakukan Perusahaan, tidak terdapat dampak yang signifikan atas
penerapan PSAK 73: Sewa terhadap saldo awal 1 Januari 2020.
d. Prinsip - Prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian mencakup laporan keuangan Grup seperti disebutkan pada Catatan 1.c.
Entitas anak adalah entitas yang dikendalikan oleh Grup, yakni Grup terekspos, atau memiliki hak, atas
imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi
imbal hasil tersebut melalui kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari entitas
(kekuasaan atas investee).
Keberadaan dan dampak dari hak suara potensial dimana Grup memiliki kemampuan praktis untuk
melaksanakan (yakni hak substantif) dipertimbangkan saat menilai apakah Grup mengendalikan entitas
lain.
Laporan keuangan Grup mencakup hasil usaha, arus kas, aset dan liabilitas dari Perusahaan dan seluruh
entitas anak yang, secara langsung dan tidak langsung, dikendalikan oleh Perusahaan.
Entitas anak dikonsolidasikan sejak tanggal efektif akuisisi, yaitu tanggal dimana Grup secara efektif
memperoleh pengendalian atas bisnis yang diakuisisi, sampai tanggal pengendalian berakhir.
Entitas induk menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang
sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. Seluruh transaksi, saldo, laba, beban,
dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait dengan transaksi antar entitas dalam grup dieliminasi
secara penuh.
Grup mengatribusikan laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain kepada pemilik
entitas induk dan kepentingan nonpengendali meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan
nonpengendali memiliki saldo defisit. Grup menyajikan kepentingan nonpengendali di ekuitas dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya pengendalian adalah transaksi ekuitas (yaitu transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya
sebagai pemilik). Ketika proporsi ekuitas yang dimiliki oleh kepentingan nonpengendali berubah, Grup
menyesuaikan jumlah tercatat kepentingan pengendali dan kepentingan nonpengendali untuk
mencerminkan perubahan kepemilikan relatifnya dalam entitas anak. Selisih antara jumlah dimana
kepentingan nonpengendali disesuaikan dan nilai wajar dari jumlah yang diterima atau dibayarkan diakui
langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada pemilik dari entitas induk.
Jika Grup kehilangan pengendalian, maka Grup:
a. Menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas entitas anak pada jumlah
tercatatnya ketika pengendalian hilang;
b. Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada entitas anak
terdahulu ketika pengendalian hilang (termasuk setiap komponen penghasilan komprehensif lain
yang diatribusikan pada kepentingan nonpengendali);
c. Mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa, atau
keadaan yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;
d. Mengakui sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal hilangnya
pengendalian;
10
Page 13
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
e. Mereklasifikasi ke laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba jika disyaratkan oleh
SAK lain, jumlah yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain dalam kaitan dengan entitas
anak;
f. Mengakui perbedaan apapun yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba rugi yang
diatribusikan kepada entitas induk
e. Investasi pada Entitas Asosiasi
Entitas asosiasi adalah entitas dimana Grup memiliki kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan
kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama
atas kebijakan tersebut (pengaruh signifikan).
Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Dalam metode ekuitas,
pengakuan awal investasi diakui sebesar biaya perolehan, dan jumlah tercatat ditambah atau dikurang
untuk mengakui bagian atas laba rugi investee setelah tanggal perolehan. Bagian atas laba rugi investee
diakui dalam laba rugi. Penerimaan distribusi dari investee mengurangi nilai tercatat investasi.
Penyesuaian terhadap jumlah tercatat tersebut juga mungkin dibutuhkan untuk perubahan dalam proporsi
bagian investor atas investee yang timbul dari penghasilan komprehensif lain, termasuk perubahan yang
timbul dari revaluasi aset tetap dan selisih penjabaran valuta asing. Bagian investor atas perubahan
tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain.
Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal ketika investasinya berhenti menjadi
investasi pada entitas asosiasi sebagai berikut:
a. jika investasi menjadi entitas anak.
b. Jika sisa kepentingan dalam entitas asosiasi merupakan aset keuangan, maka Grup mengukur sisa
kepentingan tersebut pada nilai wajar.
c. Ketika Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas, Grup mencatat seluruh jumlah yang
sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan investasi tersebut
menggunakan dasar perlakuan yang sama dengan yang disyaratkan jika investee telah melepaskan
secara langsung aset dan liabilitas terkait.
f. Pengaturan Bersama
Pengaturan bersama adalah pengaturan yang dua atau lebih pihak memiliki pengendalian bersama, yaitu
persetujuan kontraktual untuk berbagi pengendalian atas suatu pengaturan, yang ada hanya ketika
keputusan mengenai aktivitas relevan mensyaratkan persetujuan dengan suara bulat dari seluruh pihak
yang berbagi pengendalian. Klasifikasi pengaturan bersama terdiri atas operasi bersama dan ventura
bersama.
Perusahaan hanya memiliki ventura bersama. Ventura bersama merupakan pengaturan bersama yang
mengatur bahwa para pihak yang memiliki pengendalian bersama atas pengaturan memiliki hak atas aset
neto pengaturan tersebut. Para pihak tersebut disebut sebagai venturer bersama. Venturer bersama
mengakui kepentingannya dalam ventura bersama sebagai investasi dan mencatat investasi tersebut
dengan menggunakan metode ekuitas.
g. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas termasuk kas, kas di bank (rekening giro), dan deposito berjangka yang jatuh tempo
dalam jangka waktu tiga bulan atau kurang pada saat penempatan yang tidak digunakan sebagai jaminan
atau tidak dibatasi penggunaannya.
11
Page 14
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
h. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing
Dalam menyiapkan laporan keuangan, setiap entitas di dalam Grup mencatat dengan menggunakan mata
uang dari lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi (“mata uang fungsional”). Mata uang
fungsional Perusahaan dan seluruh entitas anak adalah Rupiah.
Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah dengan kurs spot
antara Rupiah dan valuta asing pada tanggal transaksi.
i. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor:
a. Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
ii. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
iii. Merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.
b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk,
entitas anak,dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lain);
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi
atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain
tersebut adalah anggotanya);
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas
asosiasi dari entitas ketiga;
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu
entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas
yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas
pelapor;
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf
(a); atau
vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas)
viii. Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok
tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada
entitas induk dari entitas pelapor.
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam catatan yang
relevan.
j. Instrumen keuangan
Pengakuan dan Pengukuran Awal
Perusahaan mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan, jika dan
hanya jika, Perusahaan menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen tersebut. Pada
saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, Perusahaan mengukur pada nilai wajarnya.
Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai
wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung
dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan tersebut. Biaya transaksi yang
dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset keuangan dan penerbitan liabilitas keuangan yang
diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan segera.
Pengukuran Selanjutnya Aset Keuangan
12
Page 15
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
Perlakuan Akuntansi Sebelum 1 Januari 2020
Pengukuran selanjutnya aset keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan awal.
Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangan dalam salah satu dari empat kategori berikut:
i. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (FVTPL)
Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan
atau yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi. Aset keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki
terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat, atau bagian dari portofolio
instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung
dalam jangka pendek aktual saat ini, atau merupakan derivatif, kecuali derivatif yang ditetapkan
dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.
Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba
rugi.
ii. Pinjaman yang Diberikan dan Piutang
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap
atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali:
a pinjaman yang diberikan dan piutang yang dimaksudkan untuk dijual dalam waktu dekat dan
yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melaluilaba rugi;
b pinjaman yang diberikan dan piutang yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai
tersediauntuk dijual; atau
c. pinjaman yang diberikan dan piutang dalam hal pemilik mungkin tidak akan memperoleh
kembali investasi awal secara substansial kecuali yang disebabkan oleh penurunan kualitas
pinjaman.
Setelah pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
iii. Investasi Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (HTM)
Investasi HTM adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan
dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta Perusahaan mempunyai intensi positif dan kemampuan
untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo.
Setelah pengakuan awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Pengukuran selanjutnya aset keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan awal.
Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangan dalam salah satu dari empat kategori berikut:
(lanjutan)
iv. Aset Keuangan Tersedia Untuk Dijual (AFS)
Aset keuangan AFS adalah aset keuangan nonderivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk
dijual atau yang tidak diklasifikasikan sebagai (a) pinjaman yang diberikan dan piutang, (b)
investasi yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo, atau (c) aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Setelah pengakuan awal, aset keuangan AFS diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian
yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk
kerugian penurunan nilai dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, sampai aset
keuangan tersebut dihentikan pengakuannya. Pada saat itu, keuntungan atau kerugian kumulatif
13
Page 16
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba
rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.
Investasi dalam instrumen ekuitas yang tidak memiliki harga kuotasian di pasar aktif dan nilai
wajarnya tidak dapat diukur secara andal diukur pada biaya perolehan.
Perlakuan Akuntansi Sejak 1 Januari 2020
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan Perusahaan diklasifikasikan sebagai berikut: aset
keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi.
i. Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi ketika kedua
kondisi berikut terpenuhi:
1. aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual saja; dan
2. persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu
atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (Solely Payments of Principal
and Interest -SPPI ) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan dikurangi dengan
pembayaran pokok, kemudian dikurangi atau ditambah dengan jumlah amortisasi kumulatif atas
perbedaan jumlah pengakuan awal dengan jumlah pada saat jatuh tempo, dan penurunan
nilainya.
Pendapatan keuangan dihitung dengan metode menggunakan suku bunga efektif dan diakui di
laba rugi. Perubahan pada nilai wajar diakui di laba rugi ketika aset dihentikan atau
direklasifikasi.
Aset keuangan yang diklasifikasikan menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dapat dijual ketika terdapat peningkatan risiko kredit. Penghentian untuk alasan
lain diperbolehkan namun jumlah penjualan tersebut harus tidak signifikan jumlahnya atau tidak
sering.
ii. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain
(”FVTOCI”)
Aset keuangan diukur pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
1. aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
2. persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu
atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (Solely Payments of Principal
and Interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar, dimana keuntungan atau kerugian diakui
dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai dan
keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, diakui pada laba rugi. Ketika aset keuangan
tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, keuntungan atau kerugian kumulatif
yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke
laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.
iii. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (“FVTPL”)
Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria
untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau untuk diukur FVTOCI.
Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam
laba rugi.
14
Page 17
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada instrumen ekuitas tidak memenuhi kriteria
untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau kriteria untuk diukur pada FVTOCI,
sehingga diukur pada FVTPL. Namun demikian, Perusahaan dapat menetapkan pilihan yang
tidak dapat dibatalkan saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen ekuitas yang bukan
untuk diperjualbelikan dalam waktu dekat (held for trading) untuk diukur pada FVTOCI.
Penetapan ini menyebabkan semua keuntungan atau kerugian disajikan di penghasilan
komprehensif lain, kecuali pendapatan dividen tetap diakui di laba rugi. Keuntungan atau
kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain
direklasifikasi ke saldo laba tidak melalui laba rugi.
Metode Suku Bunga Efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
diamortisasi dari aset atau liabilitas keuangan (atau kelompok aset atau liabilitas keuangan) dan
metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang
relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
pembayaran atau penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari instrumen keuangan,
atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh jumlah tercatat
neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif,
Perusahaan mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual
dalam instrumen keuangan tersebut, seperti pelunasan dipercepat, opsi beli dan opsi serupa lain,
tetapi tidak mempertimbangkan kerugian kredit masa depan. Perhitungan ini mencakup seluruh
komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak dalam kontrak yang
merupakan bagian takterpisahkan dari suku bunga efektif,
biaya transaksi, dan seluruh premium atau diskonto lain.
Aset keuangan dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap akhir tanggal
pelaporan. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari
satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan dan peristiwa yang
merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang
dapat diestimasi secara handal.
Untuk investasi ekuitas AFS yang tercatat dan tidak tercatat di bursa, penurunan yang signifikan
atau jangka panjang pada nilai wajar dari investasi ekuitas di bawah biaya perolehannya
dianggap sebagai bukti objektif penurunan nilai.
Untuk aset keuangan lainnya, bukti objektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut:
- Kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam;
- Pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok
atau bunga;
- Terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan
reorganisasi keuangan;
- Terdapat data yang dapat diobservasi yang mengindikasikan adanya penurunan yang dapat
diukur atas estimasi arus kas masa depan dari kelompok aset keuangan sejak pengakuan
awal aset, seperti memburuknya status pembayaran pihak peminjam atau kondisi ekonomi
yang berkorelasi dengan gagal bayar.
Untuk kelompok aset keuangan tertentu, seperti piutang, aset yang dinilai tidak akan diturunkan
secara individual tetapi penurunan secara kolektif. Bukti objektif dari penurunan nilai portofolio
piutang dapat termasuk pengalaman Perusahaan atas tertagihnya piutang di masa lalu,
peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari rata-rata periode kredit, dan
juga pengamatan atas perubahan kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan
gagal bayar atas piutang.
Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, jumlah kerugian
penurunan nilai merupakan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari
estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif
awal dari aset keuangan.
Nilai tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung
atas aset keuangan, kecuali piutang yang nilai tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun
cadangan kerugian penurunan nilai piutang. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut
15
Page 18
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
dihapuskan melalui akun cadangan kerugian penurunan nilai piutang. Pemulihan kemudian dari
jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun cadangan kerugian
penurunan nilai piutang. Perubahan nilai tercatat akun cadangan kerugian penurunan nilai
piutang diakui dalam laba rugi.
Jika aset keuangan AFS dianggap menurun nilainya, keuntungan kumulatif yang sebelumnya
telah diakui dalam ekuitas dicatat ke laba rugi.
Pengecualian dari instrumen ekuitas AFS, jika, pada periode berikutnya, jumlah penurunan nilai
berkurang dan penurunan dapat dikaitkan secara objektif dengan sebuah peristiwa yang terjadi
setelah penurunan nilai tersebut diakui, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui
dipulihkan melalui laba rugi hingga nilai tercatat investasi pada tanggal pemulihan penurunan
nilai tidak melebihi biaya perolehan diamortisasi sebelum pengakuan kerugian penurunan nilai
dilakukan.
Dalam hal efek ekuitas AFS, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui dalam laba rugi
tidak boleh dipulihkan melalui laba rugi. Setiap kenaikan nilai wajar setelah penurunan nilai
diakui secara langsung ke penghasilan komprehensif lain.
Perlakuan Akuntansi Sejak 1 Januari 2020
Perusahaan mengakui kerugian kredit ekspektasian untuk aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada FVTOCI, piutang sewa, aset kontrak
atau komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan. Aset keuangan yang berupa investasi
pada instrumen ekuitas tidak dilakukan penurunan nilai.
Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan mengukur penyisihan kerugian instrumen keuangan
sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya jika risiko kredit atas instrumen
keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Namun, jika risiko
kredit instrumen keuangan tersebut tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal,
maka Perusahaan mengakui sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan.
Perusahaan menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit
ekspektasian tersebut terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan
yang signifikan.
Perusahaan menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pihak ketiga tidak mampu membayar
kewajiban kreditnya kepada Perusahaan secara penuh. Periode maksimum yang
dipertimbangkan ketika memperkirakan kerugian kredit ekspektasian adalah periode
maksimum kontrak dimana Perusahaan terekspos terhadap risiko kredit.
Penyisihan kerugian diakui sebagai pengurang jumlah tercatat aset keuangan kecuali untuk aset
keuangan yang diukur pada FVTOCI yang penyisihan kerugiannya diakui dalam penghasilan
komprehensif lain. Sedangkan jumlah kerugian kredit ekspektasian (atau pemulihan kerugian
kredit) diakui dalam laba rugi, sebagai keuntungan atau kerugian penurunan nilai.
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian dari instrumen keuangan dilakukan dengan suatu cara
yang mencerminkan:
i. jumlah yang tidak bias dan rata-rata probabilitas tertimbang yang ditentukan dengan
mengevaluasi serangkaian kemungkinan yang dapat terjadi;
ii. nilai waktu uang; dan
iii. informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan pada
tanggal pelaporan mengenai peristiwa masa lalu, kondisi kini, dan perkiraan kondisi
ekonomi masa depan.
Aset keuangan dapat dianggap tidak mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan
sejak pengakuan awal jika aset keuangan memiliki risiko kredit yang rendah pada tanggal
pelaporan. Risiko kredit pada instrumen keuangan dianggap rendah ketika aset keuangan
tersebut memiliki risiko gagal bayar yang rendah, peminjam memiliki kapasitas yang kuat untuk
memenuhi kewajiban arus kas kontraktualnya dalam jangka waktu dekat dan memburuknya
kondisi ekonomik dan bisnis dalam jangka waktu panjang mungkin, namun tidak selalu,
menurunkan kemampuan peminjam untuk memenuhi kewajiban arus kas kontraktualnya. Untuk
menentukan apakah aset keuangan memiliki risiko kredit rendah, Perusahaan dapat
menggunakan peringkat risiko kredit interna atau penilaian eksternal. Misal, aset keuangan
dengan peringkat “investment grade” berdasarkan penilaian eksternal merupakan instrumen
yang memiliki risiko kredit yang rendah, sehingga tidak mengalami peningkatan risiko kredit
secara signifikan sejak pengakuan awal.
16
Page 19
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas
arus kas yang berasal dari aset berakhir, atau Perusahaan mentransfer aset keuangan dan secara
substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain.
Jika Perusahaan tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko
dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Perusahaan
mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar
jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Perusahaan memiliki secara substansial seluruh risiko
dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Perusahaan masih mengakui aset
keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima.
Saat penghentian pengakuan aset keuangan secara keseluruhan, selisih antara jumlah tercatat
aset dan jumlah pembayaran dan piutang yang diterima dan keuntungan atau kerugian kumulatif
yang telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas
direklasifikasi ke laba rugi.
Saat penghentian pengakuan aset keuangan terhadap satu bagian saja (misalnya ketika
Perusahaan masih memiliki hak untuk membeli kembali bagian aset yang ditransfer),
Perusahaan mengalokasikan jumlah tercatat sebelumnya dari aset keuangan tersebut pada
bagian yang tetap diakui berdasarkan keterlibatan berkelanjutan dan bagian yang tidak lagi
diakui berdasarkan nilai wajar relatif dari kedua bagian tersebut pada tanggal transfer. Selisih
antara jumlah tercatat yang dialokasikan pada bagian yang tidak lagi diakui dan jumlah dari
pembayaran yang diterima untuk bagian yang tidak lagi diakui dan setiap keuntungan atau
kerugian kumulatif yang dialokasikan pada bagian yang tidak lagi diakui tersebut yang
sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain diakui pada laba rugi.
Keuntungan dan kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif
lain dialokasikan pada bagian yang tetap diakui dan bagian yang dihentikan pengakuannya,
berdasarkan nilai wajar relatif kedua bagian tersebut.
Reklasifikasi
Perusahaan tidak mereklasifikasi derivatif dari diukur pada nilai wajar melalui laba rugi selama
derivatif tersebut dimiliki atau diterbitkan dan tidak mereklasifikasi setiap instrumen keuangan
dari diukur melalui laba rugi jika pada pengakuan awal instrumen keuangan tersebut ditetapkan
oleh Perusahaan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Perusahaan dapat
mereklasifikasi aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, jika aset keuangan
tidak lagi dimiliki untuk tujuan penjualan atau pembelian kembali aset keuangan tersebut dalam
waktu dekat. Perusahaan tidak mereklasifikasi setiap instrumen keuangan ke diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi setelah pengakuan awal.
Jika, karena perubahan intensi atau kemampuan Perusahaan, instrumen tersebut tidak tepat lagi
diklasifikasikan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo, maka investasi tersebut
direklasifikasi menjadi tersedia untuk dijual dan diukur kembali pada nilai wajar. Jika terjadi
penjualan atau reklasifikasi atas investasi dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih
dari jumlah yang tidak signifikan, maka sisa investasi dimiliki hingga jatuh tempo
direklasifikasi menjadi tersedia untuk dijual, kecuali penjualan atau reklasifikasi tersebut
dilakukan ketika aset keuangan sudah mendekati jatuh tempo atau tanggal pembelian kembali,
terjadi setelah seluruh jumlah pokok telah diperoleh secara substansial sesuai jadwal
pembayaran atau telah diperoleh pelunasan dipercepat; atau terkait dengan kejadian tertentu
yang berada di luar kendali, tidak berulang, dan tidak dapat diantisipasi secara wajar.
Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan ketika Perusahaan mengubah tujuan model bisnis
untuk pengelolaan aset keuangan sehingga penilaian sebelumnya menjadi tidak dapat
diterapkan.
Ketika Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan, maka Perusahaan menerapkan reklasifikasi
secara prospektif dari tanggal reklasifikasi. Perusahaan tidak menyajikan kembali keuntungan,
kerugian (termasuk keuntungan atau kerugian penurunan nilai), atau bunga yang diakui
sebelumnya.
Ketika Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya
perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTPL, nilai wajarnya diukur pada tanggal
reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan
diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi. Pada saat
17
Page 20
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
Perusahaan melakukan reklasifikasi sebaliknya, yaitu dari aset keuangan kategori FVTPL
menjadi kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi, maka nilai wajar pada tanggal
reklasifikasi menjadi jumlah tercatat bruto yang baru.
Pada saat Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya
perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTOCI, nilai wajarnya diukur pada tanggal
reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan
diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam penghasilan komprehensif
lain. Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai
akibat dari reklasifikasi.
Ketika Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan sebaliknya, yaitu keluar dari kategori
FVTOCI menjadi kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan
direklasifikasi pada nilai wajarnya pada tanggal reklasifikasi. Akan tetapi keuntungan atau
kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dihapus dari
ekuitas dan disesuaikan terhadap nilai wajar aset keuangan pada tanggal reklasifikasi.
Akibatnya, pada tanggal reklasifikasi aset keuangan diukur seperti halnya jika aset keuangan
tersebut selalu diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Penyesuaian ini memengaruhi penghasilan komprehensif lain tetapi tidak memengaruhi laba
rugi, dan karenanya bukan merupakan penyesuaian reklasifikasi. Suku bunga efektif dan
pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi.
Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling dihapuskan, jika dan hanya jika, Perusahaan saat
ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas
jumlah yang telah diakui tersebut; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada
tanggal pengukuran.
Nilai wajar aset dan liabillitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran
atau untuk keperluan pengungkapan.
Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar berdasarkan
pada apakah input suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input terhadap
keseluruhan pengukuran nilai wajar:
i. Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
yang dapat diakses pada tanggal pengukuran (Level 1)
ii. Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk
aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung (Level 2)
iii. Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3)
Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Perusahaan sebisa mungkin menggunakan data
pasar yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi
secara langsung, Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya
dan memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan
penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Perpindahan antara level hirarki nilai wajar diakui oleh Perusahaan pada akhir periode
pelaporan dimana perpindahan terjadi.
Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan
Pengukuran selanjutnya liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan
awal. Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam salah satu dari kategori berikut:
i. Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (FVTPL)
Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL adalah liabilitas keuangan yang dimiliki untuk
diperdagangkan atau yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan untuk diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kelompok
diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali
dalam waktu dekat, atau bagian dari portfolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola
18
Page 21
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual saat
ini, atau merupakan derivatif, kecuali derivatif yang ditetapkan dan efektif sebagai instrumen
lindung nilai.
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai
wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam
laba rugi.
ii. Liabilitas Keuangan Lainnya
Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada
FVTPL dikelompokan dalam kategori ini dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Perusahaan mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal
liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, kecuali:
a. Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabiitas dimaksud, termasuk
derivatif yang merupakan liabiliatas, selanjutnya akan diukur pada nilai wajar.
b. Liabitas keuangan yang timbul Ketika pengalihan aset keuangan yang tidak memenuhi
kualifikasi penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan
diterapkan.
c. Kontrak jaminan keuangan dan komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku bunga
dibawah pasar. Setelah pengakuan awal, penerbit kontrak dan penerbit komitment
selanjutnya mengukur kontrak tersebut sebesar jumlah yang lebih tinggi antara:
i. Jumlah penyisihan kerugian dan
ii. Jumlah yang pertama kali diakui dikurangi dengan, jika sesuai, jumlah kumulatif dari
penghasilan yang diakui sesuai dengan prinsip PSAK 72.
d. Imbalan kontijensi yang diakui oleh pihak pengakusisi dalam kombinasi bisnis Ketika PSAK
22 diterapkan. Imbalan kontijensi selanjutnya diukur pada nilai wajar dan selisihnya dalam
laba rugi.
Saat pengakuan awal Perusahaan dapat membuat penetapan yang takterbatalkan untuk
mengukur liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi, jika diizinkan oleh standar atau
jika penetapan akan menghasilkaninformasi yang lebih relevan, karena:
a. Mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkosistensi pengukuran atau pengakuan
(kadang disebut sebagai “accounting mismatch”) yang dapat timbul dari pengukuran aset
atau liabilitas atau pengakuan keuntungan dan kerugian atas aset atau liabilitas dengan dasar
yang berbeda beda; atau
b. Sekelompok liabilitas keuangan atau aset keuangan dan liabilitas keuangan dikelola dan
kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai manajemen risiko atau strategi
investasi yang terdokumentasi, dan informasi dengan dasar nilai wajar dimaksud atas
kelompok tersebut disediakan secara internal untuk personil manajemen kunci Perusahaan.
Penghentian Pengakuan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas
Perusahaan telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa. Selisih antara jumlah tercatat liabilitas
keuangan yang dihentikan pengakuannya danimbalan yang dibayarkan dan utang diakui dalam
laba rugi.
k. Persediaan dan Aset Real Estat
Aset real estat, yang terutama terdiri dari tanah dalam pematangan, unit bangunan siap jual dan unit
bangunan dalam penyelesaian, dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan
nilai realisasi neto. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata. Biaya perolehan
atas tanah dalam pematangan termasuk biaya pengembangan dan pematangan tanah. Biaya perolehan
atas unit bangunan terdiri dari biaya aktual konstruksi. Beban keuangan atas pinjaman bank dan fasilitas
pinjaman lainnya yang diperoleh yang dapat diatribusikan langsung dengan pembelian; pengembangan
dan pematangan tanah; serta konstruksi aset real estat akan dikapitalisasi.
Tanah yang dimiliki oleh Grup untuk pengembangan di masa yang akan datang, disajikan sebagai “Tanah
untuk Pengembangan” di bagian aset di laporan posisi keuangan konsolidasian. Pada saat dimulainya
pengembangan dan pembangunan infrastruktur, nilai tanah tersebut akan diklasifikasikan sebagai
persediaan, properti investasi atau aset tetap, mana yang lebih sesuai.
19
Page 22
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
Selisih lebih nilai tercatat persediaan atas estimasi jumlah terpulihkannya diakui sebagai rugi penurunan
nilai sebagai “Penyisihan atas Penurunan Nilai Persediaan” dalam laba rugi.
l. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaat masing-masing beban dengan menggunakan
metode garis lurus (straight-line method).
m. Sewa
Penentuan apakah suatu perjanjian sewa atau suatu perjanjian yang mengandung sewa merupakan sewa
pembiayaan atau sewa operasi didasarkan pada substansi transaksi dan bukan pada bentuk kontraknya
pada tanggal awal sewa.
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial
seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tersebut tidak mengalihkan secara substansial
seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.
Perusahaan Sebagai Penyewa (Lessee)
Pada awal masa sewa, Perusahaan mengakui sewa pembiayaan sebagai aset dan liabilitas dalam laporan
posisi keuangan sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum,
jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Penilaian ditentukan pada awal masa sewa. Tingkat diskonto
yang digunakan dalam perhitungan nilai kini dari pembayaran sewa minimum adalah tingkat suku bunga
implisit dalam sewa, jika dapat ditentukan dengan praktis, jika tidak, digunakan tingkat suku bunga
pinjaman inkremental lessee . Biaya langsung awal yang dikeluarkan lessee ditambahkan ke dalam
jumlah yang diakui sebagai aset. Kebijakan penyusutan aset sewaan adalah konsisten dengan aset tetap
yang dimiliki sendiri.
Dalam sewa operasi, Perusahaan mengakui pembayaran sewa sebagai beban dengan dasar garis lurus
selama masa sewa.
Perusahaan Sebagai Lessor
Perusahaan mengakui aset berupa piutang sewa pembiayaan di laporan posisi keuangan sebesar jumlah
yang sama dengan investasi sewa neto. Penerimaan piutang sewa diperlakukan sebagai pembayaran
pokok dan pendapatan keuangan. Pengakuan pendapatan keuangan didasarkan pada suatu pola yang
mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang konstan atas investasi neto Perusahaan sebagai
lessor dalam sewa pembiayaan.
Perusahaan menyajikan aset untuk sewa operasi di laporan posisi keuangan sesuai sifat aset tersebut.
Biaya langsung awal sehubungan proses negosiasi dan pengaturan sewa operasi ditambahkan dalam
jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui sebagai beban selama masa sewa dengan dasar yang sama
dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjen, apabila ada, diakui sebagai pendapatan pada periode
terjadinya. Pendapatan sewa operasi diakui sebagai pendapatan atas dasar garis lurus selama masa sewa.
Perusahaan Sebagai Penyewa (Lessee)
Pada tanggal permulaan suatu kontrak, Perusahaan menilai apakah suatu kontrak merupakan, atau
mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan
hak untuk mengendalikan penggunaan suatu aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk
dipertukarkan dengan imbalan. Untuk menilai apakah suatu kontrak memberikan hak untuk
mengendalikan suatu aset identifikasian, Perusahaan menilai apakah:
a. Kontrak melibatkan penggunaan suatu aset identifikasian – ini dapat ditentukan secara eksplisit atau
implisit dan secara fisik dapat dibedakan atau mewakili secara substantial seluruh kapasitas aset
yang secara fisik dapat dibedakan. Jika pemasok memiliki hak substitusi substantif, maka aset
tersebut tidak teridentifikasi;
b. Perusahaan memiliki hak untuk memperoleh secara
substansial seluruh manfaat ekonomik dari penggunaan aset selama periode penggunaan; dan
20
Page 23
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
c. Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Perusahaan memiliki
hak ini ketika hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah bagaimana dan
untuk tujuan apa aset tersebut digunakan. Dalam kondisi tertentu di mana semua keputusan tentang
bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya, Perusahaan memiliki
hak untuk mengarahkan penggunaan aset tersebut jika:
a Perusahaan memiliki hak untuk mengoperasikan aset; atau
b Perusahaan mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan
apa aset akan digunakan.
Pada tanggal insepsi atau pada saat penilaian kembali suatu kontrak yang mengandung suatu komponen
sewa, Perusahaan mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa
berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam indeks utang sewa meliputi: pembayaran sewa tetap, sewa
variabel yang bergantung pada indeks, jumlah yang akan dibayarkan dalam jaminan nilai residu dan
harga eksekusi opsi beli, opsi perpanjangan atau penalti penghentikan jika Perusahaan cukup pasti akan
mengeksekusi opsi tersebut.
Utang sewa awalnya diukur pada nilai kini atas pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal
permulaan, didiskontokan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau, jika suku bunga tersebut
tidak dapat ditentukan, digunakan suku bunga pinjaman inkremental Perusahaan. Umumnya, Perusahaan
menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai suku bunga diskonto.
Setelah pengakuan awal utang sewa diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode
suku bunga efektif. Utang sewa diukur kembali ketika ada perubahan pembayaran sewa masa depan yang
timbul dari perubahan indeks atau suku bunga, jika ada perubahan estimasi Perusahaan atas jumlah yang
diperkirakan akan dibayar dalam jaminan nilai residual, atau jika Perusahaan mengubah penilaiannya
apakah akan mengeksekusi opsi beli,perpanjangan atau penghentian.
Ketika utang sewa diukur kembali dengan cara ini, penyesuaian terkait dilakukan terhadap jumlah
tercatat aset hak guna, atau dicatat dalam laba rugi jika jumlah tercatat aset hak guna telah berkurang
menjadi nol.
Perusahaan menerapkan pengecualian untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah
berdasarkan sewa-per- sewa.
Selanjutnya, pembayaran atas kontrak yang termasuk ke dalam pengecualian, yakni pembayaran atas
sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah diakui pada metode garis lurus dan dibebankan pada
laba rugi. Pembayaran sewa terkait dengan sewa yang dikecualikan tersebut diakui sebagai beban dengan
menggunakan metode garis lurus selama masa sewa.
Sewa jangka pendek adalah sewa dengan masa sewa kurang dari atau sama dengan 12 bulan. Sewa aset
bernilai rendah adalah sewa untuk perlengkapan umum.
Perusahaan Sebagai Pemberi Sewa (Lessor)
Sewa dimana Perusahaan tidak mengalihkan secara subtansial seluruh resiko dan manfaat yang terkait
dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi biaya langsung awal sehubungan proses
negosiasi sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui sebagai beban selama
masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Pendapatan sewa operasi diakui sebagai
pendapatan atas dasar garis lurus selama masa sewa.
n. Properti Investasi
Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-
duanya) yang dikuasai oleh pemilik atau penyewa melalui sewa pembiayaan untuk menghasilkan sewa
atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan
barang atau jasa atau untuk tujuan administratif; atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.
21
Page 24
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
Properti investasi diakui sebagai aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomik masa
depan yang terkait dengan properti investasi akan mengalir ke entitas; dan biaya perolehan properti
investasi dapat diukur dengan andal.
Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan, meliputi harga harga pembelian dan
setiap pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung (biaya jasa hukum, pajak pengalihan
properti, dan biaya transaksi lain). Biaya transaksi termasuk dalam pengukuran awal tersebut.
Setelah pengakuan awal, Grup memilih menggunakan model biaya dan mengukur properti investasi
sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai aset. Hak
atas tanah tidak disusutkan dan disajikan sebesar biaya perolehan. Bangunan dan prasarana disusutkan
dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis (20 tahun).
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya, sedangkan pemugaran
dan penambahan dikapitalisasi.
Pengalihan ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik dan dimulainya sewa operasi kepada pihak lain.
Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik dan dimulainya pengembangan untuk dijual.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak digunakan lagi secara
permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang diperkirakan dari
pelepasannya.Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan ditentukan dari
selisih antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat aset, dan diakui dalam laba rugi pada periode
terjadinya penghentian atau pelepasan.
o. Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan yang meliputi harga perolehannya dan setiap
biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang diinginkan agar
aset siap digunakan sesuai intensi manajemen.
Apabila relevan, biaya perolehan juga dapat mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan
pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap, kewajiban tersebut timbul ketika aset tetap diperoleh
atau sebagai konsekuensi penggunaan aset tetap selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk
memproduksi persediaan selama periode tersebut.
Setelah pengakuan awal, aset tetap kecuali tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai.
Tanah diakui sebesar harga perolehannya dan tidak disusutkan.
Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud
penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa
manfaat ekonomis aset sebagai berikut:
Tahun
Kendaraan 8
Peralatan & Perabot Kantor 4-8
Peralatan Mesin 8-16
Peralatan dan Perabot Mall 4
Peralatan dan Perabot Apartemen 5
Aset tetap yang dikonstruksi sendiri disajikan sebagai bagian aset tetap sebagai “Aset dalam
Penyelesaian” dan dinyatakan sebesar biaya perolehannya. Semua biaya, termasuk biaya pinjaman, yang
terjadi sehubungan dengan konstruksi aset tersebut dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan
aset tetap dalam konstruksi. Biaya perolehan aset tetap dalam konstruksi tidak termasuk setiap laba
22
Page 25
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
internal, jumlah tidak normal dari biaya pemborosan yang terjadi dalam pemakaian bahan baku, tenaga
kerja atau sumber daya lain.
Akumulasi biaya perolehan yang akan dipindahkan ke masing- masing pos aset tetap yang sesuai pada
saat aset tersebut selesai dikerjakan atau siap digunakan dan disusutkan sejak beroperasi.
Nilai tercatat dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika tidak terdapat
lagi manfaat ekonomik masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan
atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut (yang ditentukan sebesar selisih antara
jumlah hasil pelepasan neto, jika ada, dan jumlah tercatatnya) dimasukkan dalam laba rugi pada saat
penghentian pengakuan tersebut dilakukan.
Pada akhir periode pelaporan, Grup melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat, nilai residu,
metode penyusutan, dan sisa umur pemakaian berdasarkan kondisi teknis.
p. Penurunan Nilai Aset Non Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami penurunan
nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah
terpulihkan ditentukan atas suatu aset individual, dan jika tidak memungkinkan, Grup menentukan
jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas dari aset tersebut.
Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dengan
nilai pakainya. Nilai pakai adalah nilai kini dari arus kas yang diharapkan akan diterima dari aset atau
unit penghasil kas. Nilai kini dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang
mencerminkan nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset atau unit yang penurunan nilainya diukur.
Jika, dan hanya jika, jumlah terpulihkan aset lebih kecil dari jumlah tercatatnya, maka jumlah tercatat
aset diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan. Penurunan tersebut adalah rugi penurunan nilai dan
segera diakui dalam laba rugi.
Rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik
jika, dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan
aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Jika demikian, jumlah tercatat aset dinaikan ke
jumlah terpulihkannya. Kenaikan ini merupakan suatu pembalikan rugi penurunan nilai.
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari penjualan real estate diakui berdasarkan PSAK No. 44 “Akuntansi Aktivitas
Pengembangan Real Estat” sebagai berikut:
i. Pendapatan dari penjualan bangunan rumah, ruko dan bangunan sejenis lainnya beserta kaveling
tanahnya diakui dengan metode akrual penuh apabila seluruh kriteria berikut terpenuhi:
1. proses penjualan telah selesai;
2. harga jual akan tertagih;
3. tagihan penjual tidak akan bersifat subordinasi di masa depan terhadap pinjaman lain yang akan
diperoleh pembeli; dan
4. penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli
melalui suatu transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi
berkewajiban atau terlibat secara signifikan dengan unit bangunantersebut.
ii. Pendapatan dari penjualan kaveling tanah tanpa bangunan diakui dengan metode akrual penuh pada
saat pengikatan jual beli apabila seluruh kriteria berikutini terpenuhi:
1. jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual yang disepakati dan
jumlahtersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli;
2. harga jual akan tertagih;
3. tagihan penjual tidak bersifat subordinasi terhadappinjaman lain yang akan diperoleh pembeli
di masa depan;
4. proses pengembangan tanah telah selesai sehingga penjual tidak berkewajiban lagi untuk
menyelesaikan kaveling tanah yang dijual, seperti kewajiban untuk mematangkan kaveling
tanah atau kewajiban untuk membangun fasilitas-fasilitas pokok yang dijanjikan oleh atau
menjadi kewajiban penjual, sesuai dengan pengikatan jual beli atau ketentuan peraturan
perundang-undangan; dan
23
Page 26
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
5. hanya kaveling tanah saja yang dijual, tanpa diwajibkan keterlibatan penjual dalam pendirian
bangunan di atas kaveling tersebut.
iii. Pendapatan dari penjualan unit bangunan kondominium, apartemen, perkantoran, pusat belanja dan
bangunan sejenis lainnya, serta unit dalam kepemilikan secara time sharing , diakui dengan metode
persentase penyelesaian apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi:
1. proses konstruksi telah melampaui tahap awal, yaitu fondasi bangunan telah selesai dan semua
persyaratan untuk memulai pembangunan telah terpenuhi;
2. jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati dan
total tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli; dan
3. jumlah pendapatan penjualan dan biaya unit bangunan dapat diestimasi dengan andal.
Apabila semua persyaratan tersebut di atas tidak terpenuhi, semua penerimaan uang yang
berasal dari pelanggan dicatat sebagai uang muka dari pelanggan dengan menggunakan metode
deposit, sampai semua persyaratan terpenuhi.
Beban pokok penjualan tanah ditentukan berdasarkan nilai perolehan tanah ditambah estimasi
pengeluaran-pengeluaran lain untuk pengembangan tanah. Beban pokok penjualan rumah
tinggal meliputi seluruh beban pembangunan.
Penghasilan sewa diakui sesuai dengan masanya. Sewa yang diterima dimuka disajikan sebagai
“Pendapatan Diterima di Muka dan Setoran Jaminan” dan diakui sebagai pendapatan secara
proporsional sesuai dengan masanya.
Beban diakui pada saat terjadinya, dengan menggunakan dasar akrual.
Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Perusahaan melakukan analisa transaksi melalui
lima langkah analisa berikut:
1. Mengindentifikasi kontrak dengan pelanggan, dengan kriteria sebagai berikut:
- Kontrak telah dalam kontrak; disetujui oleh pihak-pihak terkait
- Perusahaan bisa mengidentifikasi hak dari pihak- pihak terkait dan jangka waktu
pembayaran dari barang atau jasa yang akan dialihkan;
- Kontrak memiliki substansi komersial;
- Besar kemungkinan Perusahaan akan menerima imbalan atas barang atau jasa yang
dialihkan.
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-
janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik
berbeda ke pelanggan.
Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Perusahaan melakukan analisa transaksi melalui
lima langkah analisa berikut: (lanjutan)
3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak
diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang
dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah
yang bersifat variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar
jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan
ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan
selama periode kontrak.
4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga
jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak.
Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan
berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
barang atau jasa tersebut).
Pendapatan dari penjualan barang diakui ketika pengendalian dialihkan kepada pelanggan.
terdapat kondisi di mana pertimbangan diperlukan berdasarkan lima indikator pengendalian
di bawah ini:
1. Pelanggan telah memiliki risiko dan manfaat signifikan atas kepemilikan aset dan
memperoleh kemampuan untuk mengarahkan penggunaan atas, dan memperoleh secara
substansial seluruh sisa manfaat dari barang.
24
Page 27
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
2. Pelanggan memiliki kewajiban kini untuk membayar sesuai dengan syarat dan ketentuan
dalam kontrakpenjualan.
3. Pelanggan telah menerima barang. Penjualan barang dapat tergantung pada penyesuaian
berdasarkan inspeksi terhadap pengiriman oleh pelanggan. Dalam hal ini, penjualan
diakui berdasarkan estimasi terbaik Perusahaan terhadap kualitas dan/atau kuantitas saat
pengiriman, dan penyesuaian kemudian dicatat dalam akun pendapatan. Secara historis,
perbedaan antara kualitas dan kuantitas, estimasi dan/atau actual tidak signifikan.
4. Pelanggan telah memiliki hak kepemilikan legal atas barang.
5. Pelanggan telah menerima kepemilikan fisik atasbarang.
r. Biaya pinjaman
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, pembangunan atau pembuatan aset
kualifikasian, dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya diakui
sebagai beban pada saat terjadi. Biaya pinjaman dapat mencakup beban bunga, beban keuangan dalam
sewa pembiayaan atau selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang selisih
kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian atas biaya bunga.
Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat Grup telah melakukan aktivitas yang diperlukan untuk
mempersiapkan aset agar dapat digunakan atau dijual sesuai dengan intensinya serta pengeluaran untuk
aset dan biaya pinjamannya telah terjadi. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan ketika secara substansial
seluruh aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan atau
dijual sesuai dengan intensinya telah selesai.
s. Pajak Penghasilan
Beban pajak adalah jumlah gabungan pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam
menentukan laba rugi pada suatu periode. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui dalam laba rugi, kecuali
pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui dalam penghasilan komprehensif
lain atau secara langsung di ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam
penghasilan komprehensif lain atau ekuitas.
Jumlah pajak kini untuk periode berjalan dan periode sebelumnya yang belum dibayar diakui sebagai
liabilitas. Jika jumlah pajak yang telah dibayar untuk periode berjalan dan periode-periode sebelumnya
melebihi jumlah pajak yang terutang untuk periode tersebut, maka kelebihannya diakui sebagai aset.
Liabilitas (aset) pajak kini untuk periode berjalan dan periode sebelumnya diukur sebesar jumlah yang
diperkirakan akan dibayar kepada (direstitusi dari) otoritas perpajakan, yang dihitung menggunakan tarif
pajak (dan undang-undang pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir
periode pelaporan.
Manfaat terkait dengan rugi pajak yang dapat ditarik untuk memulihkan pajak kini dari periode
sebelumnya diakui sebagai aset. Aset pajak tangguhan diakui untuk akumulasi rugi pajak belum
dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak masa
depan akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum
dimanfaatkan.
Seluruh perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan, kecuali perbedaan
temporer kena pajak yang berasal dari:
a. pengakuan awal goodwill; atau
b. pengakuan awal aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat
transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak).
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer dapat dikurangkan sepanjang
kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan
untuk mengurangi laba dimaksud, kecuali jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset
atau pengakuan awal liabilitas dalam transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat transaksi tidak
mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak).
25
Page 28
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku
ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang
telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. Pengukuran aset dan
liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Grup
memperkirakan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat
aset dan liabilitasnya.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir periode pelaporan. Grup mengurangi
jumlah tercatat aset pajak tangguhan jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam
jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut.
Setiap pengurangan tersebut dilakukan pembalikan atas aset pajak tangguhan hingga kemungkinan besar
laba kena pajak yang tersedia jumlahnya memadai.
Grup melakukan saling hapus aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika dan hanya jika:
a. Grup memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak
kini terhadap liabilitas pajak kini; dan
b. aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan
oleh otoritas perpajakan yang sama atas:
i. entitas kena pajak yang sama; atau
ii. entitas kena pajak yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini
dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada
setiap periode masa depan dimana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan
diperkirakan untuk diselesaikan atau dipulihkan.
Grup melakukan saling hapus atas aset pajak kini dan liabilitas pajak kini jika dan hanya jika, Grup:
a. memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang
diakui; dan
b. bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto atau merealisasikan aset dan menyelesaikan
liabilitas secara bersamaan.
t. Imbalan Kerja
Imbalan Kerja Jangka Pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui ketika pekerja telah memberikan jasanya dalam suatu periode
akuntansi, sebesar jumlah tidak terdiskonto dari imbalan kerja jangka pendek yang diharapkan akan
dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut.
Imbalan kerja jangka pendek mencakup antara lain upah, gaji, bonus dan insentif.
Imbalan Pascakerja
Imbalan pascakerja seperti pensiun, uang pisah dan uang penghargaan masa kerja dihitung berdasarkan
Undang- Undang Ketenagakerjaan No.13/2003 (”UU 13/2003”).
Grup mengakui jumlah liabilitas imbalan pasti neto sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir
periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program yang dihitung oleh aktuaris independen dengan
menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan
mendiskontokan imbalan tersebut.
Grup mencatat tidak hanya kewajiban hukum berdasarkan persyaratan formal program imbalan pasti,
tetapi juga kewajiban konstruktif yang timbul dari praktik informal entitas.
Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, serta bunga neto atas
liabilitas (aset) imbalan pasti neto diakui dalam laba rugi.
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang terdiri dari keuntungan dan kerugian
aktuarial, imbal hasil atas aset program dan setiap perubahan dampak batas atas aset diakui sebagai
penghasilan komprehensif lain.
26
Page 29
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
Grup mengakui jumlah beban dan liabilitas atas iuran terutang kepada program iuran pasti, ketika pekerja
telah memberikan jasa kepada entitas selama suatu periode.
Pesangon
Grup mengakui pesangon sebagai liabilitas dan beban pada tanggal yang lebih awal di antara:
a. Ketika Grup tidak dapat lagi menarik tawaran atas
imbalan tersebut; dan
b. Ketika Grup mengakui biaya untuk restrukturisasi yang berada dalam ruang lingkup PSAK No. 57
dan melibatkan pembayaran pesangon.
Grup mengukur pesangon pada saat pengakuan awal, dan mengukur dan mengakui perubahan
selanjutnya, sesuai dengan sifat imbalan kerja.
u. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada
pemegang saham biasa entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar dalam
suatu periode.
Untuk tujuan penghitungan laba per saham dilusian, Grup menyesuaikan laba atau rugi yang dapat
diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-ata tertimbang saham yang
beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.
v. Segmen operasi
Grup menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang digunakan oleh pengambil
keputusan operasional dalam menilai kinerja segmen dan menentukan alokasi sumber daya yang
dimilikinya. Segmentasi berdasarkan aktivitas dari setiap kegiatan operasi entitas legal di dalam Grup.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
• yang terlihat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
(termasuk pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari
entitas yang sama);
• hasil operasinya dikaji ulang secara berkala oleh kepala operasional untuk pembuatan keputusan
tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
• tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
w. Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
Transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka
reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan merupakan
perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut tidak dapat
menimbulkan laba atau rugi bagi Grup secara keseluruhan ataupun bagi entitas individual dalam Grup.
Karena transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali tidak mengakibatkan perubahan substansi
ekonomi pemilikan atas aset, liabilitas, saham atau instrumen kepemilikan lainnya yang dipertukarkan,
maka aset ataupun liabilitas yang pemilikannya dialihkan (dalam bentuk hukumnya) dicatat sesuai
dengan nilai buku seperti penggabungan usaha berdasarkan metode penyatuan kepemilikan.
Entitas yang menerima bisnis, dalam kombinasi bisnis entitas sepengendali, mengakui selisih antara
jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis entitas
sepengendali di ekuitas dalam akun tambahan modal disetor.
27
Page 30
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
3. SUMBER KETIDAK PASTIAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan,
estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan
liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian
mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat
pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
i. Ketidakpastian Estimasi
Estimasi Umur Manfaat Properti Investasi dan Aset Tetap
Grup melakukan penelahaan berkala atas masa manfaat ekonomis properti investasi dan aset tetap
berdasarkan faktor faktor seperti kondisi teknis (estimasi daya pakai, pengoperasi, pemeliharaan) dan
perkembangan teknologi di masa depan. Hasil operasi di masa depan akan dipengaruhi secara material
atas perubahan estimasi ini yang diakibatkan oleh perubahan faktor yang telah disebutkan di atas.
Imbalan Pascakerja
Nilai kini liabilitas imbalan pascakerja yang masih harus dibayar tergantung pada beberapa faktor yang
ditentukan dengan dasar aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk
menentukan biaya (penghasilan) mencakup tingkat diskonto. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi
jumlah tercatat imbalan pascakerja.
Grup menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir periode pelaporan, yakni tingkat suku bunga
yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini arus kas keluar masa depan estimasian yang
diharapkan untuk menyelesaikan liabilitas. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Grup
mempertimbangkan rata-rata tingkat suku bunga obligasi pemerintah pada pasar yang aktif yang
didenominasikan dalam mata uang rupiah.
Asumsi kunci liabilitas imbalan pascakerja sebagian ditentukan berdasarkan kondisi pasar saat ini.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha
Grup mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat
memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Grup mempertimbangkan, berdasarkan fakta
dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan
dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit, untuk mencatat provisi spesifik atas jumlah
piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Grup. Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan
disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah cadangan kerugian penurunan
nilai piutang usaha.
Grup menilai penurunan nilai pada aset keuangan dengan biaya perolehan yang diamortisasi pada setiap
tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi,
manajemen harus mempertimbangkan informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya
atau upaya berlebihan pada tanggal pelaporan mengenai peristiwa masa lalu, kondisi kini, dan perkiraan
kondisi ekonomi masa depan. Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur
kerugian kredit ekspektasian yang menggunakan roll rate dan discounted cash flow untuk menilai kas
dan setara kas, dana yang dibatasi penggunaannya, piutang usaha dan piutang lain lain. Nilai tercatat aset
keuangan telah diungkapkan dalam Catatan 5.
ii. Pertimbangan dalam Penentuan Kebijakan Akuntansi
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian.
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK 71. Dengan demikian, aset
keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup seperti diungkapkan
pada Catatan 2.j.
28
Page 31
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
4. KAS DAN SETARA KAS
Akun ini terdiri dari :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Kas / Cash on Hand
Rupiah Indonesia / Indonesian Rupiah 15,963,900 12,962,650
15,963,900 12,962,650
Bank / Cash in Banks
Rupiah Indonesia / Indonesian Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 7,178,393,651 6,535,768,112
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 314,203,835 319,829,251
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1,080,173,149 1,077,861,054
PT Bank KB Bukopin Tbk 1,734,749 1,734,749
PT Bank Mandiri (Persero)Tbk - -
PT Bank Permata Tbk - -
8,574,505,384 7,935,193,166
Total 8,590,469,284 7,948,155,816
Seluruh saldo bank ditempatkan pada pihak ketiga.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat kas dan bank Perusahaan yang
dibatasi penggunaannya.
5. PIUTANG USAHA
Rincian piutang usaha berdasarkan jenis usaha dalam mata uang rupiah adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak berelasi : Rp Rp
Mall 369,982,918 369,982,918
Unit Apartemen - -
369,982,918 369,982,918
Pihak ketiga
Mall 1,980,859,735 2,099,078,364
Penjualan Unit
Dikurangi: Penyisihan
Penurunan Nilai (623,870,595) (623,870,595)
Bersih 1,356,989,140 1,475,207,769
Total Piutang Usaha - Bersih 1,726,972,058 1,845,190,687
29
Page 32
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
Rincian umur piutang usaha (sebelum penurunan nilai piutang) berdasarkan tanggal faktur adalah
sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Jatuh Tempo :
Sampai dengan 30 hari 662,089,791 1,064,078,738
31 - 60 hari 539,622,062 65,774,136
60 - 90 hari 51,393,064
Lebih dari 90 hari 727,754,818 1,339,208,408
Total 1,980,859,735 2,469,061,282
Mutasi penyisihan penurunan nilai piutang usaha kepada pihak ketiga adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Saldo Awal 623,870,595 581,715,105
Dampak Penerapan Awal
PSAK 71 (Catatan 2 c) - -
Penambahan - 42,155,490
Pemulihan dan Penghapusan - -
Saldo Akhir 623,870,595 623,870,595
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, berdasarkan penelaahan atas status masing-masing
piutang pada akhir tahun dan estimasi nilai tidak terpulihkan masing-masing individu, Manajemen
memutuskan bahwa perlu dilakukannya penurunan nilai piutang. Penyisihan penurunan nilai diatas
dibentuk karena manajemen meragukan kolektibilitas piutang sewa ruang pusat perbelanjaan yang sudah
jatuh tempo lebih dari satu tahun. Tidak terdapat konsentrasi risiko kredit yang signifikan.
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai piutang diatas cukup untuk menutupi
kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang usaha dikemudian hari.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat piutang usaha yang dijadikan sebagai
jaminan.
6. PIUTANG LAIN-LAIN
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Pihak Ketiga:
PT DSR Insurance Broker 192,374,810 147,244,665
Piutang karyawan 11,200,000 32,968,736
PT Pillar Utama Contrindo 0 0
P3RS Adiwangsa - 0
Kontraktor Hotel 8,690,059 8,690,059
Lain - lain 175,903,864 360,625,484
Total 388,168,733 549,528,944
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang lain-lain pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022, Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai piutang di atas cukup untuk
menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang lain-lain di kemudian hari.
30
Page 33
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
7. PERSEDIAAN
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Aset Lancar Rp Rp
Tanah dan Bangunan siap dijual
Apartemen Tower A 50,780,475,512 50,778,075,512
Lain - Lain 1,393,339,526 1,480,650,060
Sub - Total 52,173,815,038 52,258,725,572
Aset Tidak Lancar
Bangunan dalam konstruksi
Apartemen Tower B 202,156,572,242 202,156,572,242
Tanah dalam pengembangan
Apartemen Tower B 21,090,495,995
223,247,068,237 21,090,495,995
Sub - Total 223,247,068,237 223,247,068,237
Total 275,420,883,275 275,505,793,809
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa persediaan telah mencerminkan nilai realisasi bersihnya,
sehingga tidak perlu dilakukan penyisihan atas persediaan tersebut.
Persediaan, properti investasi dan aset tetap telah diasuransikan untuk semua jenis risiko kepada PT Asuransi
FPG Indonesia dan PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk dengan jumlah nilai pertanggungan masing-
masing sebesar lebih kurang Rp1.265.151.000 dan Rp.745.151.000.000 pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022
Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut adalah cukup untuk menutup kemungkinan
kerugian.
8. UANG MUKA DAN BEBAN DIBAYAR DIMUKA
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Jangka Pendek
Asuransi 283,042,760 298,166,622
Uang Muka Operasional - -
Komisi 320,000,000 320,000,000
Lain - Lain 11,188,780 143,763,092
Sub - Total 614,231,540 761,929,714
Jangka Panjang
Uang muka proyek 6,004,116,349 4,707,539,550
Uang muka pembelian 452,472,272 386,628,868
Uang muka operasional 217,709,937 231,540,960
Sub - Total 6,674,298,558 5,325,709,378
Total 7,288,530,098 6,087,639,092
31
Page 34
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
9. PROPERTI INVESTASI
2023 Saldo Per
Saldo Awal Penambahan Pengurangan 30 Juni 2023
Rp Rp Rp Rp
Harga perolehan:
Tanah 264,039,350,614 264,039,350,614
Bangunan 381,123,615,646 8,700,000 381,132,315,646
CIP- Rejuvenation 13,816,497,153 17,354,088,726 31,170,585,879
Sub - total 658,979,463,413 17,362,788,726 - 676,342,252,139
Akumulasi Penyusutan:
Bangunan 205,688,769,590 9,693,279,347 - 215,382,048,937
Sub - total 205,688,769,590 9,693,279,347 - 215,382,048,937
Nilai Buku 453,290,693,823 460,960,203,202
2022 Saldo Per
Saldo Awal Penambahan Pengurangan 31 Desember 2022
Rp Rp Rp Rp
Harga perolehan:
Tanah 264,039,350,614 264,039,350,614
Bangunan 380,791,822,955 331,792,691 381,123,615,646
CIP- Rejuvenation - 13,816,497,153 13,816,497,153
Sub - total 644,831,173,569 14,148,289,844 - 658,979,463,413
Akumulasi Penyusutan:
Bangunan 186,307,369,450 19,381,400,140 - 205,688,769,590
Sub - total 186,307,369,450 19,381,400,140 - 205,688,769,590
Nilai Buku 458,523,804,119 453,290,693,823
32
Page 35
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
10. ASET TETAP
2023 Saldo Per
Saldo Awal Penambahan Pengurangan 30 Juni 2023
Rp Rp Rp Rp
Harga perolehan:
Pemilikan langsung
Kendaraan 1,318,550,000 478,115,000 - 1,796,665,000 Vehicles
Peralatan dan perabot kantor 3,084,336,583 16,148,874 - 3,100,485,457 Office furniture and fixtures
Peralatan mesin 14,786,390,162 61,450,000 - 14,847,840,162 Machine equipment
Peralatan dan perabot mall 5,255,538,231 67,729,542 - 5,323,267,773 Mall furniture and fixtures
Peralatan dan perabot Apartment furniture
apartemen 1,851,728,418 5,044,144 - 1,856,772,562 and fixtures
Peralatan dan perabot hotel 383,982,955 - 680,000 383,302,955 Hotel furniture and fixtures
Peralatan dan perabot Office tower furniture
office tower 139,556,836 - 139,556,836 and fixtures
Jumlah 26,820,083,185 628,487,560 680,000 27,447,890,745
10,715,143,023 88,922,560 680,000 10,803,385,583
Akumulasi Penyusutan:
Pemilikan langsung
Kendaraan 1,246,644,075 346,050,550 - 1,592,694,625 Vehicles
Peralatan dan perabot kantor 2,907,095,295 34,207,187 - 2,941,302,482 Office furniture and fixtures
Peralatan mesin 12,229,483,677 383,309,599 - 12,612,793,276 Machine equipment
Peralatan dan perabot mall 5,124,715,807 43,840,545 - 5,168,556,352 Mall furniture and fixtures
Peralatan dan perabot Apartment furniture
apartemen 1,709,813,480 23,928,362 - 1,733,741,842 and fixtures
Peralatan dan perabot hotel 383,472,955 - 170,000 383,302,955 Hotel furniture and fixtures
Peralatan dan perabot Office tower furniture
office tower 136,668,996 788,902 - 137,457,898 and fixtures
Jumlah 23,737,894,285 832,125,145 170,000 24,569,849,430
Nilai Buku 3,082,188,900 2,878,041,315
Saldo Per 2022 Saldo Per
Saldo Awal Penambahan Pengurangan 31 Desember 2022
Rp Rp Rp Rp
Harga perolehan:
Pemilikan langsung
Kendaraan 1,318,550,000 1,318,550,000 Vehicles
Peralatan dan perabot kantor 3,053,113,387 31,223,196 3,084,336,583 Office furniture and fixtures
Peralatan mesin 14,757,735,162 28,655,000 14,786,390,162 Machine equipment
Peralatan dan perabot mall 5,203,646,301 51,891,930 5,255,538,231 Mall furniture and fixtures
Peralatan dan perabot Apartment furniture
apartemen 1,675,279,298 176,449,120 1,851,728,418 and fixtures
Peralatan dan perabot hotel 383,302,955 680,000 383,982,955 Hotel furniture and fixtures
Peralatan dan perabot Office tower furniture
office tower 138,717,136 839,700 139,556,836 and fixtures
Jumlah 26,530,344,239 289,738,946 - 26,820,083,185
Akumulasi Penyusutan:
Pemilikan langsung
Kendaraan 1,183,387,822 63,256,253 1,246,644,075 Vehicles
Peralatan dan perabot kantor 2,828,831,836 78,263,459 2,907,095,295 Office furniture and fixtures
Peralatan mesin 11,418,895,378 810,588,299 12,229,483,677 Machine equipment
Peralatan dan perabot mall 5,043,643,485 81,072,322 5,124,715,807 Mall furniture and fixtures
Peralatan dan perabot Apartment furniture
apartemen 1,657,511,904 52,301,576 1,709,813,480 and fixtures
Peralatan dan perabot hotel 383,302,955 170,000 383,472,955 Hotel furniture and fixtures
Peralatan dan perabot Office tower furniture
office tower 133,735,159 2,933,837 136,668,996 and fixtures
Jumlah 22,649,308,539 1,088,585,745 23,737,894,284
Nilai Buku 3,881,035,700 3,082,188,900
33
Page 36
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
11. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Deposito - PT Bank PermataTbk 3,343,436,088 3,313,614,429
Jaminan Listrik 990,593,416 990,593,416
Software - setelah dikurangi akumulasi 2,178,130 3,863,755
pada tanggal 30 Juni 2023
sebesar Rp 747.817.100,- dan
Rp 743.953.345 pada tanggal
31 Desember 2022
Lain-lain 9,800,000 9,800,000
Total 4,346,007,634 4,317,871,600
Seluruh saldo bank dan deposito berjangka ditempatkan pada pihak ketiga. Penempatan deposito pada PT
Bank Permata Tbk digunakan sebagai jaminan kredit pemilikan apartemen dan dikenakan bunga 4,25% -
6,5% pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
12. UTANG USAHA
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Kontraktor (GMTS) 509,905,255 509,905,255
Security 427,305,381 427,305,381
PT DSR Insurance Broker 353,036,609 353,036,609
PT Retail First Indonesia 264,000,000 176,000,000
PT Sarana Merdeka Abadi 251,782,460 608,594,283
PT Jaya Kencana 20,580,000 141,551,500
PT Mega Berlian Sutanpangulu - 330,712,266
PT Betjik Djojo 18,150,000 90,417,086
PT Asri Flora Kencana 25,000,000 116,750,000
PT. Yomarc Indonesia Jaya 160,740,000 160,740,000
PT. Kimia Yasa 65,690,066 64,606,440
PT. Citra Prisma Mandiri 64,568,847
PT. Wastu Cipta Selaras 722,021,000 159,862,858
Lain-lain (masing-masing
di bawah Rp50.000.000) 394,040,369 497,209,926
Jumlah 3,212,251,140 3,701,260,452
Seluruh utang usaha dalam mata uang Rupiah. Utang usaha tidak berbunga dan tidak dijamin dengan aset
Perusahaan.
13. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA (JANGKA PENDEK)
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga :
Pendapatan diterima di muka 22,781,443,386 17,476,421,970
Jumlah 22,781,443,386 17,476,421,970
34
Page 37
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
14. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA (JANGKA PANJANG)
Akun ini merupakan Uang Muka Penjualan Unit Office Tower dan pendapatan sewa diterima di muka atas
unit retail Perusahaan di Fairway Nine Mall.
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Pihak ketiga :
Pendapatan diterima di muka 22,781,443,386 17,476,421,970
Setoran jaminan 74,004,523,332 67,525,260,844
Jumlah 96,785,966,718 85,001,682,814
15. UTANG PAJAK
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Pajak Bumi dan Bangunan 20,787,145,726 18,691,568,180
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 21,792,381 64,592,961
Pajak Penghasilan (PPh)
Pasal 21 31,262,680 44,807,057
Pasal 23 4,297,093 18,495,743
Pasal 4 (2) 136,087,098 277,960,906
Jumlah 20,980,584,978 19,097,424,847
16. BEBAN AKRUAL
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Listrik, air dan telepon 1,165,508,714 1,307,147,340
Jasa profesional 97,000,000 203,310,000
Perbaikan dan pemeliharaan 68,760,216 229,138,520
Lain-lain 730,272,930 339,332,094
Jumlah 2,061,541,860 2,078,927,954
17. UTANG LAIN-LAIN
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Pihak berelasi
Endang Lestari Pujiastuti 150,000,000,000 150,000,000,000
PT Adhibaladika Agung 86,650,284,256 79,872,618,150
236,650,284,256 229,872,618,150
Pihak ketiga
Uang Jaminan
Sinking Fund 977,713,911 814,075,590
P3RS Adhiwangsa 234,732,045 220,105,626
Lain-lain 4,727,820,483 6,275,249,614
5,940,266,439 7,309,430,830
Total 242,590,550,695 237,182,048,980
35
Page 38
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
18. IMBALAN KERJA
Entitas dan Anak Perusahaan menetapkan manfaat untuk karyawan yang mencapai usia pensiun 55 tahun
berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003. Manfaat tersebut tidak
didanai. Beban imbalan kerja bersih karyawan yang diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasi
dan nilai yang diakui pada laporan posisi keuangan (neraca) konsolidasi atas liabilitas imbalan kerja.
19. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham berdasarkan laporan kepemilikan saham untuk posisi tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022 yang dibuat oleh PT Sharestar Indonesia – Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
2023
Total Saham Ditempatkan
Persentase Kepemilikan Total Modal Saham
dan Disetor penuh
Pemegang Saham
PT Adibalaraja 2,600,000,000 34.60% 260,000,000,000
PT Primantara Wisesa Sejahtera 2,461,554,500 32.76% 246,155,450,000
Komisaris
Endang Lestari Pujiastuti 353,449,332 4.70% 35,344,933,200
Leontine Ierma Agustina Sumampow 294,181,167 3.92% 29,418,116,700
Direksi
Hendro Sumampow 623,500,000 8.30% 62,350,000,000
Iefenn Adrianne Sumampow 294,181,167 3.92% 29,418,116,700
Masyarakat (dengan kepemilikan
kurang dari 5%) 887,126,086 11.81% 88,712,608,600
7,513,992,252 100.00% 751,399,225,200
2022
Total Saham Ditempatkan
Persentase Kepemilikan Total Modal Saham
dan Disetor penuh
Pemegang Saham
PT Adibalaraja 2,600,000,000 34.60% 260,000,000,000
PT Primantara Wisesa Sejahtera 2,461,554,500 32.76% 246,155,450,000
Komisaris
Endang Lestari Pujiastuti 353,449,332 4.70% 35,344,933,200
Leontine Ierma Agustina Sumampow 294,181,167 3.92% 29,418,116,700
Direksi
Hendro Sumampow 623,500,000 8.30% 62,350,000,000
Iefenn Adrianne Sumampow 294,181,167 3.92% 29,418,116,700
Masyarakat (dengan kepemilikan
kurang dari 5%) 887,126,086 11.81% 88,712,608,600
7,513,992,252 100.00% 751,399,225,200
20. TAMBAHAN MODAL DISETOR
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Penawaran umum perdana 30,319,400,000 30,319,400,000
Pelaksanaan waran Seri I 46,025,778,820 46,025,778,820
Biaya emisi (7,276,450,671) (7,276,450,671)
Pencatatan saham hasil penambahan
modal tanpa hak memesan efek
bulan November 2019 10,245,000,000 10,245,000,000
Total 79,313,728,149 79,313,728,149
36
Page 39
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
21. KEPENTINGAN NON PENGENDALI
Kepentingan Non-Pengendali
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Rp Rp
Kepentingan Non Pengendali
atas Aset Bersih Entitas Anak
PT Sentra Multi Unggul (44,055,628) (41,625,779)
Total (44,055,628) (41,625,779)
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Rp Rp
Kepentingan Non Pengendali
atas Laba (Rugi) Komprehensif
Tahun Berjalan Entitas Anak
PT Sentra Multi Unggul (800,666) (8,182,238)
Total (800,666) (8,182,238)
22. PENDAPATAN USAHA
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Rp Rp
Pihak ketiga
Sewa Mall 3,350,287,759 4,017,902,816
Jasa Pemeliharaan 6,577,332,009 12,955,204,332
Unit Apartemen (Sewa) 400,558,108 223,500,000
Gedung Perkantoran (Sewa) 110,200,000 440,800,000
Penjualan Unit Gedung Perkantoran 5,325,000,000
Lain - lain 516,803,259 1,453,141,516
Total 16,280,181,136 19,090,548,664
23. BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Rp Rp
Beban Pokok Penjualan
Penjualan Tanah dan Unit Bangunan
Gedung Perkantoran 2,465,808,912 -
Lain-Lain - -
Total 2,465,808,912 -
Beban Langsung
Pusat Perbelanjaan
Penyusutan (Catatan 9) 9,693,279,347 9,686,154,028
Listrik, Air, dan Gas 6,927,091,450 6,932,885,599
Jasa Kebersihan 982,420,759 3,500,258,139
Total Beban Langsung 17,602,791,556 20,119,297,766
Total Beban Pokok Penjualan dan Beban Langsung 20,068,600,468 20,119,297,766
37
Page 40
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
24. BEBAN USAHA
Rincian beban pokok penjualan dan beban langsung adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Rp Rp
Beban Penjualan
Penyusutan (Catatan 10) 451,867,408 -
Pameran dan Promosi 63,429,475 72,412,411
Komisi Penjualan 11,925,000 34,284,031
Iklan 15,606,300 -
Lain-lain 49,542,002 44,524,062
Total Beban Penjualan 592,370,185 151,220,504
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Rp Rp
Beban Umum dan Administrasi
Gaji, upah dan kesejahteraan
karyawan 4,966,051,506 4,536,964,206
Outsourcing 927,230,411 1,296,350,900
Perbaikan dan pemeliharaan 809,480,575 1,285,983,976
Jasa Profesional 774,253,217 528,000,000
Pajak 2,366,780,208 1,164,346,930
Perlengkapan kantor 116,625,477 192,284,154
Asuransi 225,677,776 265,140,578
Transportasi dan akomodasi 18,491,825 46,842,884
Listrik, air, dan telepon 185,824,005 56,274,849
Penurunan Nilai Piutang
Penyusutan (Lihat Catatan 10) 96,205,000 15,814,063
Sumbangan dan jamuan 3,000,000
Bahan Bakar, parkir, dan tol 14,398,400 68,595,525
Amortisasi (Lihat Catatan 11) 1,685,625 5,217,812
Lain-lain
Total Beban Umum dan Administrasi 10,505,704,026 9,461,815,877
Total Beban Usaha 11,098,074,210 9,613,036,381
25. PENDAPATAN LAIN-LAIN
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Rp Rp
Pendapatan bunga 49,910,381 242,296,098
Penjualan aset tetap 83,000,000 -
Lain-lain 2,088,783 355,142,337
Jumlah 134,999,164 597,438,435
26. BEBAN KEUANGAN
Akun ini merupakan beban bunga atas pinjaman atas Bu Endang untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30
Juni 2023 dan 2022.
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Rp Rp
Beban Bunga 4,472,372,428 10,312,500,000
Jumlah 4,472,372,428 10,312,500,000
38
Page 41
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
27. BEBAN LAIN-LAIN
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Rp Rp
Beban Administrasi Bank 5,989,397 7,806,381
Lain-Lain 4,203,725 3,787,992
Jumlah 10,193,122 11,594,373
28. PAJAK PENGHASILAN FINAL
Pajak penghasilan final sehubungan dengan penjualan perumahan dan sewa ruang adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Rp Rp
Beban Pajak Final Tahun Berjalan 1,338,025,855 1,704,820,294
Jumlah 1,338,025,855 1,704,820,294
29. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar dimuka
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Perusahaan : Rp Rp
Pajak Penghasilan (PPh) pasal 4 (2) - 3,035,634,815
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 1,070,661,994 844,254,310
1,070,661,994 3,879,889,125
Entitas Anak :
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 6,325,000 6,325,000
Jumlah 1,076,986,994 3,886,214,125
b. Utang Pajak
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Perusahaan:
Pajak Bumi dan Bangunan 20,787,145,726 18,691,568,180
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 21,792,381 64,592,961
Pajak Penghasilan (PPh):
Pasal 21 25,257,030 44,807,057
Pasal 23 4,237,093 18,495,743
Pasal 4 (2) 136,087,098 277,960,906
Jumlah 20,974,519,328 19,097,424,847
Entitas Anak :
Pasal 21 6,005,650 3,951,385
Pasal 23 60,000 65,000
6,065,650 4,016,385
Total 20,980,584,978 19,101,441,232
39
Page 42
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
c. Pajak Tangguhan
Akun ini merupakan aset pajak tangguhan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 yang
masing-masing sebesar Rp. 98.967.065.
30. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Sifat transaksi dan hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Pihak Berelasi Sifat Hubungan Berelasi Transaksi
PT. Adhibaladika Agung Memiliki pemegang saham Beban sewa, pembelian
yang sama dengan Entitas tanah, transaksi keuangan dan
utang berelasi
PT. Adhibalaraja Memiliki pemegang saham Utang berelasi
yang sama dengan Entitas
PT. Multi Unggul Memiliki sebagian pemegang saham Kerjasama pengelolaan
Yang sama dengan Entitas foodcourt
Dewan Komisaris dan Direksi Manajemen dan karyawan kunci Remunerasi
Transaksi dan saldo dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
a. Perusahaan melakukan transaksi usaha dengan PT Multi Unggul. Saldo yang timbul dari transaksi ini
disajikan sebagai akun “Piutang Usaha – Pihak Berelasi – Mall” dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian (lihat Catatan 5).
b. Perusahaan mendapat pinjaman dari PT Adhibaladika Agung. Saldo yang timbul dari transaksi ini pada
tanggal 30 Juni 2023 disajikan sebagai akun “Hutang lain-lain – Pihak berelasi” dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian (lihat Catatan 17).
31. LABA / (RUGI) PER SAHAM DASAR
Berikut adalah data yang digunakan untuk perhitungan laba / (rugi) per saham dasar :
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Rp Rp
Laba/(Rugi) bersih untuk periode berjalan (20,572,085,784) (22,073,261,715)
Jumlah rata rata tertimbang saham biasa beredar 7,513,992,252 7,513,992,252
Laba/(Rugi) persaham dasar (2.74) (2.94)
40
Page 43
PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
32. PERSETUJUAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Laporan keuangan konsolidasi PT Bukit Darmo Property dan Anak Perusahaan ini disetujui untuk diterbitkan
oleh Dewan Direksi pada tanggal 29 Juli 2023.
41
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.