Skip to content
Back to announcement

CAT LK 2023 Q2 BDP (FINAL).pdf

Financial statement Text extracted BKDP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 43

Page 1
     PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
         LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM

               UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT) SERTA UNTUK
                PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
         TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2023 DAN 2022 (TIDAK DIAUDIT)
Page 2
                                     PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                                         LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASI
                                  PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
                                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                      Catatan              30 Juni 2023              31 Desember 2022
                                                                                Rp                          Rp
ASET

ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                      2g, 4                      8,590,469,284               7,948,155,816
Piutang usaha
    Pihak berelasi                                    2i, 5; 30                     369,982,918                 369,982,918
    Pihak ketiga                                          5                        1,356,989,140               1,475,207,769
Piutang lain lain -
                                                          6                         388,168,733                 436,991,944
    Pihak Ketiga
Persediaan                                              2k, 7                    52,173,815,038              52,258,725,572
Pajak dibayar di muka                                    29                       1,076,986,994               3,886,214,125
Uang muka dan beban dibayar di muka                     2l, 8                       614,231,540                 761,929,714

Jumlah Aset Lancar                                                               64,570,643,647              67,137,207,858

ASET TIDAK LANCAR
Uang Muka Pembelian                                     2l, 8                     6,674,298,558               5,325,709,379
Persediaan                                              2k, 7                   223,247,068,237             223,247,068,237
Property investasi - setelah dikurangi
    akumulasi penyusutan
    sebesar Rp 215.382.048.937,-
    pada tanggal 30 Juni 2023,
    Rp. 205.688.400.140,-
    pada tanggal 31 Desember 2022,                      2n, 9                   460,960,203,202             453,290,693,823
Aset tetap - setelah dikurangi
    akumulasi penyusutan
    sebesar Rp. 24.569.849.429,-
    pada tanggal 30 Juni 2023,
    Rp. 23.737.894.284,-
    pada tanggal 31 Desember 2022,                     2o, 10                      2,878,041,315               3,082,188,900
Aset pajak tangguhan                                   2s, 29                         98,967,065                  98,967,065
Aset Tidak Lancar lain-lain                              11                        4,346,007,634               4,317,871,600

Jumlah Aset Tidak Lancar                                                        698,204,586,011             689,362,499,004
JUMLAH ASET                                                                     762,775,229,658             756,499,706,863

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha
   Pihak Ketiga                                         12                        3,212,251,140               3,701,260,452
Pendapatan diterima dimuka                              13                       22,781,443,386              17,476,421,970
Utang pajak                                            15; 29                    20,980,584,978              19,101,441,232
Beban akrual                                             16                       2,061,541,860               2,078,927,954
Utang Lain-Lain
   Pihak Berelasi                                     2i, 17; 30                 86,650,284,256              79,872,618,150
   Pihak Ketiga                                           17                      5,940,266,439               7,309,430,830
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                 141,626,372,059             129,540,100,587
Page 3
                                     PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                                         LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASI
                                  PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
                                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                       Catatan              30 Juni 2023             31 Desember 2022
                                                                                 Rp                         Rp
Liabilitas Jangka Panjang
Pendapatan diterima dimuka                               14                      74,004,523,333             59,243,186,225
Utang Lain-Lain
    Pihak Berelasi                                                              150,000,000,000            150,000,000,000
    Pihak Ketiga
Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja                2t, 18                    4,470,670,401              4,470,670,401
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                228,475,193,734            213,713,856,626
JUMLAH LIABILITAS                                                               370,101,565,793            343,253,957,213


EKUITAS
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk
Modal saham Modal dasar 12.000.000.000 saham
   dengan nilai nominal Rp 100 per saham
   Modal ditempatkan dan disetor penuh
   7.513.992.252 saham                                   19                      751,399,225,200            751,399,225,200
Tambahan Modal disetor                                   20                       79,313,728,149             79,313,728,149
Defisit                                                                        (443,345,762,220)          (422,774,477,102)
Komponen Ekuitas Lainnya                                                           5,350,528,364              5,350,528,364
Jumlah Ekuitas                                                                   392,717,719,493            413,289,004,611
Kepentingan non pengendali                             2d; 21                       (44,055,628)               (43,254,962)
Jumlah Ekuitas                                                                   392,673,663,865            413,245,749,649

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                   762,775,229,658            756,499,706,863
Page 4
                            PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                               LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASI
             UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2023 DAN 2022 (TIDAK DIAUDIT)
                                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                  Catatan        30 Juni 2023             30 Juni 2022
                                                                      Rp                       Rp

PENJUALAN BERSIH                                        2q, 22         16,280,181,136           19,090,548,664
BEBAN POKOK PENJUALAN                                   2q, 23        (20,068,600,468)         (20,119,297,766)
LABA (RUGI) KOTOR                                                      (3,788,419,332)          (1,028,749,102)

Pendapatan lain-lain                                    2q, 25            134,999,164              597,438,435
Beban Penjualan                                         2q, 24           (592,370,185)            (151,220,504)
Beban Umum dan Administrasi                             2q, 24        (10,505,704,026)          (9,461,815,876)
Beban Lain-Lain                                         2q, 27            (10,193,122)             (11,594,373)
LABA / (RUGI) USAHA TAHUN
   BERJALAN                                                           (14,761,687,501)         (10,055,941,420)

Beban Keuangan                                          2q, 26         (4,472,372,428)         (10,312,500,000)
RUGI TAHUN BERJALAN
SEBELUM BEBAN PAJAK FINAL
DAN PAJAK PENGHASILAN                                                 (19,234,059,929)         (20,368,441,420)

Beban Pajak Final                                       2s, 28         (1,338,025,855)          (1,704,820,294)

RUGI TAHUN BERJALAN                                                   (20,572,085,784)         (22,073,261,714)



Laba / (Rugi) komprehensif tahun berjalan yang dapat
   diatribusikan kepada :
   Pemilik entitas induk                                    2d        (20,571,285,118)         (22,065,079,476)
   Kepentingan non pengendali                               2d               (800,666)              (8,182,238)
JUMLAH                                                                (20,572,085,784)         (22,073,261,714)

Jumlah Laba / (Rugi) komprehensif tahun berjalan yang dapat
   diatribusikan kepada :
   Pemilik entitas induk                                  2d          (20,571,285,118)         (22,065,079,476)
   Kepentingan non pengendali                             2d                 (800,666)              (8,182,238)
JUMLAH LABA / (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                      (20,572,085,784)         (22,073,261,714)
LABA/(RUGI) PER SAHAM DASAR                             2u, 31                  (2.74)                   (2.94)
Page 5
                                          PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                                               LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI
                           UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2023 DAN 2022 (TIDAK DIAUDIT)
                                                 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)




                                                Modal saham       Tambahan           Modal Saham
                                                                                                       Surplus/(Defisit)      Jumlah
                                                  disetor         Modal Neto       Diperoleh Kembali
                                                    Rp               Rp                   Rp                  Rp                Rp

Saldo per 1 Januari 2022                        751,399,225,200   79,313,728,149            -           (384,149,147,987)   446,563,805,362
Saham Waran                                            -                -                   -                   -                  -
Saham diperoleh kembali                                -                -                   -                   -                  -
Beban emisi saham                                      -                -                   -                   -                  -
Total laba (rugi) komprehensif tahun berjalan          -                -                   -            (22,073,261,714)   (22,073,261,714)
Saldo per 30 Juni 2022                          751,399,225,200   79,313,728,149            -           (406,222,409,701)   424,490,543,648

Saldo per 1 Januari 2023                        751,399,225,200   79,313,728,149            -           (417,467,203,700)   413,245,749,649
Saham Waran                                            -                -                   -                   -                  -
Saham diperoleh kembali                                -                -                   -                    -                 -
Beban emisi saham                                      -                -                   -                    -                 -
Total laba (rugi) komprehensif tahun berjalan          -                -                   -            (20,572,085,784)   (20,572,085,784)
Saldo per 30 Juni 2023                          751,399,225,200   79,313,728,149            -           (438,039,289,484)   392,673,663,865
Page 6
                     PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                                LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI
      UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2023 DAN 2022 (TIDAK DIAUDIT)
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                 2023               2022
                                                                  Rp                 Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari pelanggan – bersih                           16,266,894,923     22,820,876,642
Pembayaran kas kepada pemasok,                                  (13,599,014,541)   (10,551,045,381)
Pembayaran kas kepada karyawan                                   (5,067,836,172)    (3,689,532,364)
Kas diperoleh dari (digunakan untuk) operasi                     (2,399,955,790)     8,580,298,897

Penerimaan bunga deposito dan jasa giro                              63,544,734        229,464,347
Pembayaran Beban Keuangan                                          (109,745,293)    (5,755,242,398)
Pembayaran pajak                                                 (1,477,565,266)    (1,519,142,597)
Penerimaan (Pengeluaran) lain-lain                                    7,318,990        831,107,300
Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas operasi    (3,916,402,625)     2,366,485,549

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap & Lain-Lain                                   (107,466,946)     (284,211,161)
Perolehan Property Investasi                                    (20,608,826,485)     (852,658,012)
Penambahan Uang Muka Pembelian Aset Tetap                                   -        (246,202,189)
Kas Bersih Digunakan Aktivitas Investasi                        (20,716,293,431)    (1,383,071,362)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan (Pengurangan) Piutang/Hutang pihak berelasi          25,275,009,524      1,150,917,500
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                   25,275,009,524      1,150,917,500

PENINGKATAN/(PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS                  642,313,468      2,134,331,687

KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                               7,948,155,816     23,245,128,403

KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                              8,590,469,284     25,379,460,090
Page 7
1.   UMUM

     a.   Pendirian Perusahaan

          PT Bukit Darmo Propery Tbk ("Perusahaan") didirikan di Kota Jakarta dengan nama PT Adhibaladika
          berdasarkan Akta No. 11, tanggal 12 Juli 1989 yang dibuat dihadapan Sugino Saputra, berdasarkan
          penetapan hakim pengadilan negeri Jakarta Pusat tertanggal 13 Juni 1989 No.28/CN/PDT/P/1989 sebagai
          pengganti dari Budiarti Karnadi, SH., Notaris di Jakarta dan telah diumumkan dalam Berita Negara
          Republik Indonesia tertanggal 22 Desember 1989 No.102 Tambahan No.3767/1989.

          Perusahaan telah melakukan perubahan nama yaitu dari PT Adhibaladika menjadi PT Bukit Darmo
          Property Tbk berdasarkan akta No. 27 tanggal 10 April 2007 yang dibuat dihadapan Ny. Poerbaningsih
          Adi Warsito, SH., notaris di Jakarta; perubahan nama tersebut telah disetujui berdasarkan Keputusan
          Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor W7-04256 HT.01.04- TH.2007
          tanggal 16 April 2007.

          Anggaran dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, perubahan terakhir adalah
          berdasarkan Akta No. 17 tanggal 08 September 2020 mengenai Akta Pernyataan Keputusan Rapat
          Perseroan Terbatas PT Bukit Darmo Property Tbk, oleh Anita Lucia Kendarto,SH.,M.Kn. Notaris di
          Surabya. Perubahan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi
          Manusia Republik Indonesia No.AHU-AH.01.03-0390593 tanggal 24 September 2020.

          Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah berusaha
          dalam bidang real estat, konstruksi, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
          ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.

          Kegiatan utama Perusahaan adalah pengelolaan usaha properti. Kegiatan usaha tersebut meliputi
          pengembang real estat (apartemen dan office tower ), persewaan pusat perbelanjaan dengan proyek
          Fairway Nine Mall.

          Perusahaan berdomisili di Kota Surabaya dan berkantor di Jl. Mayjend Yono Soewoyo No.9 Fairway
          Nine Mall Management Office Lt.6, Surabaya - Jawa Timur. Perusahaan mulai beroperasi secara
          komersial sejak tahun 2003.

          PT Adhibalaraja, pemegang saham mayoritas Perusahaan, yang merupakan Perusahaan swasta nasional.

     b.   Penawaran Umum Efek Perusahaan

          Pada tanggal 7 Juni 2007, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar
          Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dengan Surat Keputusan No. S-27/12BL/2007 untuk
          melakukan penawaran umum perdana 2.000.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 (angka penuh)
          per saham kepada masyarakat melalui pasar modal dengan harga Rp120 (angka penuh) per saham.
          Pencatatan saham dilakukan di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 15 Juni 2007.

          Perusahaan juga menerbitkan waran seri I sebanyak 1.400.000.000 yang menyertai Saham Baru yang
          dikeluarkan dalam rangka Penawaran Umum, dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 135 setiap lembar
          yang dapat dilaksanakan selama jangka waktu pelaksanaan, yaitu 6 (enam) bulan setelah tanggal
          pencatatan Waran Seri I pada BEI sampai dengan tanggal 14 Juni 2010. Setiap 10 Saham baru melekat 7
          Waran Seri I yang diberikan secara cuma- cuma sebagai insentif.

          Setiap pemegang 1 (satu) Waran Seri I berhak untuk membeli 1 (satu) Saham Biasa atas nama pada harga
          pelaksanaan Waran Seri I selama jangka waktu pelaksanaan Waran Seri I. Pemegang Waran Seri I tidak
          mempunyai hak sebagai pemegang saham termasuk hak dividen dan hak suara selama Waran Seri I
          tersebut belum dilaksanakan menjadi Saham Biasa atas nama. Bila Waran Seri I tersebut tidak
          dilaksanakan sampai tanggal akhir pelaksanaan, maka Waran Seri I menjadi kadaluarsa.

          Pada tanggal 5 November 2019, Perusahaan memperoleh Surat Persetujuan dari Direksi PT Bursa Efek
          Indonesia melalui Surat No.S-07098/BEI-PP2/11-2019, untuk melakukan pencatatan saham hasil
          Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar 683.000.000 saham, dengan nilai
          nominal Rp100 (angka penuh) per saham, dan harga pelaksanaan Rp115 (angka penuh) per saham. Pada
          tanggal 14 November 2019, semua saham Perusahaan dari hasil penambahan tersebut telah dicatatkan
          pada Bursa Efek Indonesia, dengan demikian efektif sejak tanggal tersebut, seluruh saham Perusahaan
          yang tercatat di Bursa Efek Indonesia menjadi 7.513.992.252 saham.

                                                      5
Page 8
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


       Perusahaan telah mencatatkan seluruh saham biasanya sebanyak 7.513.992.252 saham pada Bursa Efek
       Indonesia masing-masing pada 30 Juni 2023 dan 2022.


  c.   Struktur Entitas Anak
       Perusahaan memiliki baik secara langsung maupun tidak langsung lebih dari 50% saham entitas-entitas
       anak dan/atau mempunyai kendali atas manajemen entitas anak. Penyertaan saham pada entitas anak
       pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:


       Kepemilikan Langsung
                                                    Jenis Usaha dan      Presentase       Jumlah Aktiva
           Anak Perusahaan          Domisili         Status Operasi      Pemilikan         30 Juni 2023
                                                                                                Rp
       PT Sentra Multi Unggul       Surabaya         Pembangunan          99.20%               279,494,992
          Anak
          dan Anak
                Perusahaan
                    Perusahaan                     dan Jasa konstruksi
                                                      /belum aktif


       Kepemilikan Tidak Langsung
                                                    Jenis Usaha dan      Presentase       Jumlah Aktiva
           Anak Perusahaan          Domisili         Status Operasi      Pemilikan         30 Juni 2023
                                                                                                Rp
       PT Multi Unggul Sejahtera    Jakarta         Pembangunan dan       99.20%                137,419,992
       Utama                                               jasa
                                                          / aktif

       PT Mitra Multi Unggul        Surabaya        Pengusahaan dan       99.20%             1,142,075,000
                                                          jasa
                                                      /belum aktif



       PT Sentra Multi Unggul (SMU)
       PT Sentra Multi Unggul (Perusahaan) didirikan di Republik Indonesia berdasarkan akta No.1, tanggal
       19 April 2007 dari Notaris Sri Hastuti,S.H., akta tersebut telah mendapat pengesahkan dari Menteri
       Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.W7-04727 HT.01.01-
       TH.2007, tanggal 27 April 2007.

       Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan dengan perubahan terakhir Akta
       Notaris No.78 tanggal 30 November 2017 dari Notaris Anita Lucia Kendarto, SH., M. Kn., yaitu
       memutuskan menyetujui perubahan anggaran dasar perusahaan, memperpanjang jangka waktu susunan
       pengurus Perusahaan. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
       Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.AHU-AH.01.03-0203064 tanggal 20
       Desember 2017.



       PT Multi Unggul Sejahtera Utama (MUSU)

       PT Multi Unggul Sejahera Utama ("Perusahaan") didirikan berdasarkan akta No. 5 tanggal 30 April 2007
       dari Sri Hastuti, SH, Notaris di Jakarta. Anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disetujui oleh Menteri
       Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. W7-05245 HT.01.01-
       TH. 2007 tanggal 9 Mei 2007, serta telah diumumkan dalam Berita Negara No. 81, Tambahan No. 10258,
       tanggl 9 Oktober 2007.


                                                      6
Page 9
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


       Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, terakhir sesuai dengan akta No.2 dari Notaris
       Anita Lucia Kendarto, S. H., M. Kn. Tanggal 04 September 2017, mengenai Pernyataan Keputusan
       Pemegang Saham PT Multi Unggul Sejahtera Utama. Akta perubahan tersebut telah mendapat
       pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
       No. AHU.AH.01.03.0175048, tanggal 27 September 2017.

       PT Mitra Multi Unggul (MMU)
       PT Mitra Multi Unggul ("Perusahaan") didirikan berdasarkan akta No. 4 tanggal 30 April 2007 dari Sri
       Hastuti, SH, Notaris di Jakarta. Anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum
       dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. W7-005308 HT.01.01-
       TH.2007 tanggal 10 Mei 2007.

       Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, terakhir Perusahaan melakukan perubahan akta
       yang dibuat dihadapan Notaris Anita Lucia Kendarto, S.H., M.Kn., No. 31, tanggal 21 Februari 2018
       yang mana perubahan tersebut telah diberitahukan dan disimpan dalam sistem administrasi badan hukum
       sesuai dengan Surat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.03.0102215 tanggal
       09 Maret 2018.


  d.   Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan

       Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Entitas pada tanggal 30 Juni 2023, adalah sebagai berikut :

       Dewan Komisaris
       Komisaris Utama                    :    Endang Lestari Pujiastuti
       Wakil Komisaris Utama              :    Leontine Ierma Agustina Sumampow
       Komisaris                          :    Agus Widagdo
       Komisaris Independen               :    Letjen (Purn.) Tarub
       Komisaris Independen               :    Eddy Sukamto

       Dewan Direksi
       Direktur Utama                     :    Hendro Sumampow
       Wakil Direktur Utama               :    Iefenn Adrianne Sumampow
       Direktur                           :    Ielenna Sumampow
       Direktur                           :    Brasada Chandra

       Perusahaan dan entitas anak (selanjutnya secara bersama- sama disebut “Grup”) memiliki sejumlah 112
       dan 110 karyawan tetap masing-masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (tidak diaudit).

  e.   Komite Audit

       Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

       Ketua                              :    Letjen (Purn.) Tarub
       Anggota                            :    Eddy Sukamto
       Anggota                            :    Jokky W Hidayat


  f.   Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasi

       Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan ini, yang telah diselesaikan dan
       diotorisasi untuk diterbitkan oleh manajemen Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023.



                                                    7
Page 10
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


2.   KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN

     a.   Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

          Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
          di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
          Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan – Ikatan
          Akuntan Indonesia (DSAK – IAI), serta peraturan Pasar Modal yang berlaku antara lain Peraturan
          Otoritas Jasa Keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No.
          VIII.G.7 tentang pedoman penyajian laporan keuangan, Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-
          347/BL/2012 tentang penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emiten atau perusahaan publik.

     b.   Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian

          Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta
          atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan
          keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang
          didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing- masing akun
          tersebut. Biaya perolehan umumnya didasarkan pada nilai wajar imbalan yang diserahkan dalam
          pemerolehan aset.

          Laporan arus kas konsolidasian disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan
          mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

          Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah
          Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Setiap entitas di dalam Grup menetapkan
          mata uang fungsional sendiri dan unsur-unsur dalam laporan keuangan dari setiap entitas diukur
          berdasarkan mata uang fungsional tersebut.


     c.   Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif pada Tahun
          Berjalan

          Berikut adalah revisi, amendemen dan penyesuaian atas standar akuntansi keuangan (SAK) serta
          interpretasi atas SAK berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020,
          yaitu:

          PSAK 71: Instrumen Keuangan;
          PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan;
          PSAK 73: Sewa;
          PSAK 62 (Amendemen 2017): Kontrak Asuransi tentang Menerapkan PSAK 71: Instrumen Keuangan
          denganPSAK 62: Kontrak Asuransi;
          PSAK 15 (Amendemen 2017): Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama tentang
          Kepentingan Jangka Panjang pada Entitas Asosiasi dan VenturaBersama;
          PSAK 71 (Amendemen 2018): Instrumen Keuangan tentang Fitur Percepatan Pelunasan dengan
          Kompensasi Negatif;
          ISAK 35: Penyajian Berorientasi Nonlaba; Laporan Keuangan Entitas
          PSAK 1 (Amendemen dan Penyesuaian Tahunan 2019): Penyajian Laporan Keuangan;
          PSAK 25 (Amendemen 2019): Kebijakan Akuntansi,Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan;
          PSAK 102 (Revisi 2019): Akuntansi Murabahah;
          ISAK 101: Pengakuan Pendapatan Murabahah Tangguh Tanpa Risiko Signifikan terkait Kepemilikan
                     Persediaan;
          ISAK 102: Penurunan Nilai Piutang Murabahah;
          ISAK 36: Interpretasi atas Interaksi antara Ketentuan Mengenai Hak atas Tanah dalam PSAK 16: Aset
                    Tetapdan PSAK 73: Sewa;
          PPSAK 13: Pencabutan PSAK 45: Pelaporan KeuanganEntitas Nirlaba; danAmendemen PSAK 71,
                     Amendemen PSAK 55, Amendemen PSAK 60, tentang Reformasi Acuan Suku Bunga.
                                                       8
Page 11
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)



     Kecuali untuk perubahan yang dijelaskan di bawah ini, implementasi dari standar-standar tersebut tidak
     menghasilkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki
     dampak yang material terhadap laporan keuangan di tahun berjalan atautahun sebelumnya.

     i.    PSAK 71: Instrumen Keuangan

           PSAK 71 menggantikan PSAK 55 (Revisi 2014) "Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
           Pengukuran" dan memperkenalkan pengaturan baru untuk klasifikasi dan pengukuran instrumen
           keuangan berdasarkan penilaian atas model bisnis dan arus kas kontraktual, pengakuan dan
           pengukuran cadangan kerugian penurunan nilai instrumen keuangan dengan menggunakan model
           kerugian kredit ekspektasian, yang menggantikan model kerugian kredit yang terjadi serta
           memberikan pendekatan yang lebih sederhana untuk akuntansi lindung nilai.

           Sesuai dengan persyaratan transisi pada PSAK 71, Perusahaan memilih penerapan secara
           retrospektif dengan dampak kumulatif pada awal penerapan diakui pada tanggal1 Januari 2020 dan
           tidak melakukan penyajian kembali informasi komparatif.

           Berdasarkan hasil kajian Perusahaan terhadap dua kriteria dalam menentukan klasifikasi aset
           keuangan, terdapat perubahan klasifikasi dan pengukuran investasi jangka panjang yang
           diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual dan diukur dengan metode biaya menurut PSAK 55
           berubah menjadi klasifikasi aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
           komprehensif lain sesuai PSAK 71.

           Perubahan pendekatan dalam perhitungan penurunan nilai aset keuangan juga berdampak pada nilai
           tercatat aset keuangan Perusahaan pada awal penerapan PSAK 71.

     ii.   PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan

           PSAK 72 menggantikan PSAK 23:

           “ Pendapatan” dan memperkenalkan model pengakuan pendapatan 5 (lima) langkah dan menentukan
           pengakuan pendapatan, yaitu terjadi ketika pengendalian atas barang telah dialihkan atau pada saat
           (atau selama)                 jasa diberikan (kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi).

           Perusahaan menerapkan PSAK 72 secara retrospektif dengan dampak kumulatif pada awal
           penerapan diakui pada tanggal 1 Januari 2020 dan tidak melakukan penyajian kembali informasi
           komparatif.

           PSAK 72 menentukan pengakuan pendapatan, yaitu terjadi ketika pengendalian atas barang telah
           dialihkan atau pada saat (atau selama) jasa diberikan (kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi).
           Penerapan standar ini tidak mempengaruhi pengakuan pendapatan Perusahaan.

           Berdasarkan kajian yang telah dilakukan Perusahaan terhadap kontrak pendapatan dengan mengacu
           5 (lima) tahapan yang ada di dalam PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, tidak
           terdapat dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan dan tidak memerlukan penyesuaian di
           saldo awal 1 Januari 2020.



     iii. PSAK 73: Sewa

           PSAK 73: Sewa diterbitkan di bulan September 2017 dan berlaku efektif pada tanggal 1 Januari
           2020 dengan penerapan dini diperkenankan, untuk entitas yang menerapkan PSAK 72: Pendapatan
           dari Kontrak dengan Pelanggan, pada atau sebelum tanggal penerapan awal PSAK 73: Sewa.


                                                    9
Page 12
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


            Perusahaan telah menerapkan PSAK 73: Sewa sejak 1 Januari 2020, yang berdampak pada
            perubahan atas kebijakan akuntansi dan adanya penyesuaian-penyesuaian terhadap jumlah yang
            telah diakui pada laporan keuangan.

            Perusahaan menerapkan PSAK 73: Sewa secara retrospektif dengan dampak kumulatif pada awal
            penerapan dan tidak melakukan penyajian kembali untuk informasi komparasi.

            Berdasarkan kajian yang telah dilakukan Perusahaan, tidak terdapat dampak yang signifikan atas
            penerapan PSAK 73: Sewa terhadap saldo awal 1 Januari 2020.


  d.   Prinsip - Prinsip Konsolidasian

       Laporan keuangan konsolidasian mencakup laporan keuangan Grup seperti disebutkan pada Catatan 1.c.

       Entitas anak adalah entitas yang dikendalikan oleh Grup, yakni Grup terekspos, atau memiliki hak, atas
       imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi
       imbal hasil tersebut melalui kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari entitas
       (kekuasaan atas investee).

       Keberadaan dan dampak dari hak suara potensial dimana Grup memiliki kemampuan praktis untuk
       melaksanakan (yakni hak substantif) dipertimbangkan saat menilai apakah Grup mengendalikan entitas
       lain.

       Laporan keuangan Grup mencakup hasil usaha, arus kas, aset dan liabilitas dari Perusahaan dan seluruh
       entitas anak yang, secara langsung dan tidak langsung, dikendalikan oleh Perusahaan.

       Entitas anak dikonsolidasikan sejak tanggal efektif akuisisi, yaitu tanggal dimana Grup secara efektif
       memperoleh pengendalian atas bisnis yang diakuisisi, sampai tanggal pengendalian berakhir.

       Entitas induk menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang
       sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. Seluruh transaksi, saldo, laba, beban,
       dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait dengan transaksi antar entitas dalam grup dieliminasi
       secara penuh.

       Grup mengatribusikan laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain kepada pemilik
       entitas induk dan kepentingan nonpengendali meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan
       nonpengendali memiliki saldo defisit. Grup menyajikan kepentingan nonpengendali di ekuitas dalam
       laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.

       Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
       hilangnya pengendalian adalah transaksi ekuitas (yaitu transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya
       sebagai pemilik). Ketika proporsi ekuitas yang dimiliki oleh kepentingan nonpengendali berubah, Grup
       menyesuaikan jumlah tercatat kepentingan pengendali dan kepentingan nonpengendali untuk
       mencerminkan perubahan kepemilikan relatifnya dalam entitas anak. Selisih antara jumlah dimana
       kepentingan nonpengendali disesuaikan dan nilai wajar dari jumlah yang diterima atau dibayarkan diakui
       langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada pemilik dari entitas induk.

       Jika Grup kehilangan pengendalian, maka Grup:

       a.   Menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas entitas anak pada jumlah
            tercatatnya ketika pengendalian hilang;
       b.   Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada entitas anak
            terdahulu ketika pengendalian hilang (termasuk setiap komponen penghasilan komprehensif lain
            yang diatribusikan pada kepentingan nonpengendali);
       c.   Mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari   transaksi,   peristiwa,    atau
            keadaan yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;
       d.   Mengakui sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal hilangnya
            pengendalian;


                                                     10
Page 13
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


       e.  Mereklasifikasi ke laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba jika disyaratkan oleh
           SAK lain, jumlah yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain dalam kaitan dengan entitas
           anak;
       f. Mengakui perbedaan apapun yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba rugi yang
           diatribusikan kepada entitas induk

  e.   Investasi pada Entitas Asosiasi

       Entitas asosiasi adalah entitas dimana Grup memiliki kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan
       kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama
       atas kebijakan tersebut (pengaruh signifikan).

       Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Dalam metode ekuitas,
       pengakuan awal investasi diakui sebesar biaya perolehan, dan jumlah tercatat ditambah atau dikurang
       untuk mengakui bagian atas laba rugi investee setelah tanggal perolehan. Bagian atas laba rugi investee
       diakui dalam laba rugi. Penerimaan distribusi dari investee mengurangi nilai tercatat investasi.
       Penyesuaian terhadap jumlah tercatat tersebut juga mungkin dibutuhkan untuk perubahan dalam proporsi
       bagian investor atas investee yang timbul dari penghasilan komprehensif lain, termasuk perubahan yang
       timbul dari revaluasi aset tetap dan selisih penjabaran valuta asing. Bagian investor atas perubahan
       tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain.

       Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal ketika investasinya berhenti menjadi
       investasi pada entitas asosiasi sebagai berikut:
       a. jika investasi menjadi entitas anak.
       b. Jika sisa kepentingan dalam entitas asosiasi merupakan aset keuangan, maka Grup mengukur sisa
           kepentingan tersebut pada nilai wajar.
       c. Ketika Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas, Grup mencatat seluruh jumlah yang
           sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan investasi tersebut
           menggunakan dasar perlakuan yang sama dengan yang disyaratkan jika investee telah melepaskan
           secara langsung aset dan liabilitas terkait.

  f.   Pengaturan Bersama

       Pengaturan bersama adalah pengaturan yang dua atau lebih pihak memiliki pengendalian bersama, yaitu
       persetujuan kontraktual untuk berbagi pengendalian atas suatu pengaturan, yang ada hanya ketika
       keputusan mengenai aktivitas relevan mensyaratkan persetujuan dengan suara bulat dari seluruh pihak
       yang berbagi pengendalian. Klasifikasi pengaturan bersama terdiri atas operasi bersama dan ventura
       bersama.

       Perusahaan hanya memiliki ventura bersama. Ventura bersama merupakan pengaturan bersama yang
       mengatur bahwa para pihak yang memiliki pengendalian bersama atas pengaturan memiliki hak atas aset
       neto pengaturan tersebut. Para pihak tersebut disebut sebagai venturer bersama. Venturer bersama
       mengakui kepentingannya dalam ventura bersama sebagai investasi dan mencatat investasi tersebut
       dengan menggunakan metode ekuitas.

  g. Kas dan Setara Kas

       Kas dan setara kas termasuk kas, kas di bank (rekening giro), dan deposito berjangka yang jatuh tempo
       dalam jangka waktu tiga bulan atau kurang pada saat penempatan yang tidak digunakan sebagai jaminan
       atau tidak dibatasi penggunaannya.




                                                    11
Page 14
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


  h.   Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing

       Dalam menyiapkan laporan keuangan, setiap entitas di dalam Grup mencatat dengan menggunakan mata
       uang dari lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi (“mata uang fungsional”). Mata uang
       fungsional Perusahaan dan seluruh entitas anak adalah Rupiah.

       Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah dengan kurs spot
       antara Rupiah dan valuta asing pada tanggal transaksi.

  i.   Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi
       Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor:
       a.   Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
            i.     Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
            ii.    Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
            iii.   Merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.
       b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
            i.    Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk,
                  entitas anak,dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lain);
            ii.   Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi
                  atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain
                  tersebut adalah anggotanya);
            iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
            iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas
                  asosiasi dari entitas ketiga;
            v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu
                  entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas
                  yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas
                  pelapor;
            vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf
                  (a); atau
            vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
                  merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas)
            viii. Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan              bagian dari kelompok
                  tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada
                  entitas induk dari entitas pelapor.

       Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam catatan yang
       relevan.

  j.   Instrumen keuangan
       Pengakuan dan Pengukuran Awal

       Perusahaan mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan, jika dan
       hanya jika, Perusahaan menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen tersebut. Pada
       saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, Perusahaan mengukur pada nilai wajarnya.
       Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai
       wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung
       dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan tersebut. Biaya transaksi yang
       dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset keuangan dan penerbitan liabilitas keuangan yang
       diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan segera.
       Pengukuran Selanjutnya Aset Keuangan
                                                        12
Page 15
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


     Perlakuan Akuntansi Sebelum 1 Januari 2020

     Pengukuran selanjutnya aset keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan awal.
     Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangan dalam salah satu dari empat kategori berikut:

     i.     Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (FVTPL)

            Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan
            atau yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba
            rugi. Aset keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki
            terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat, atau bagian dari portofolio
            instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung
            dalam jangka pendek aktual saat ini, atau merupakan derivatif, kecuali derivatif yang ditetapkan
            dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.
            Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya.
            Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba
            rugi.

     ii.    Pinjaman yang Diberikan dan Piutang
            Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap
            atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali:

            a    pinjaman yang diberikan dan piutang yang dimaksudkan untuk dijual dalam waktu dekat dan
                 yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
                 melaluilaba rugi;
            b    pinjaman yang diberikan dan piutang yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai
                 tersediauntuk dijual; atau
            c.   pinjaman yang diberikan dan piutang dalam hal pemilik mungkin tidak akan memperoleh
                 kembali investasi awal secara substansial kecuali yang disebabkan oleh penurunan kualitas
                 pinjaman.

            Setelah pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diukur pada biaya perolehan
            diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

     iii.   Investasi Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (HTM)

            Investasi HTM adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan
            dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta Perusahaan mempunyai intensi positif dan kemampuan
            untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo.
            Setelah pengakuan awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diukur pada biaya perolehan
            diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

            Pengukuran selanjutnya aset keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan awal.
            Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangan dalam salah satu dari empat kategori berikut:
            (lanjutan)

     iv.    Aset Keuangan Tersedia Untuk Dijual (AFS)

            Aset keuangan AFS adalah aset keuangan nonderivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk
            dijual atau yang tidak diklasifikasikan sebagai (a) pinjaman yang diberikan dan piutang, (b)
            investasi yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo, atau (c) aset keuangan
            yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
            Setelah pengakuan awal, aset keuangan AFS diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian
            yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk
            kerugian penurunan nilai dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, sampai aset
            keuangan tersebut dihentikan pengakuannya. Pada saat itu, keuntungan atau kerugian kumulatif

                                                    13
Page 16
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


        yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba
        rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.
        Investasi dalam instrumen ekuitas yang tidak memiliki harga kuotasian di pasar aktif dan nilai
        wajarnya tidak dapat diukur secara andal diukur pada biaya perolehan.
        Perlakuan Akuntansi Sejak 1 Januari 2020
        Pada saat pengakuan awal, aset keuangan Perusahaan diklasifikasikan sebagai berikut: aset
        keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada
        nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
        melalui laba rugi.

        i. Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
           Aset     keuangan          diukur pada   biaya perolehan diamortisasi ketika kedua
           kondisi berikut terpenuhi:

           1. aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
              dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual saja; dan
           2. persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu
              atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (Solely Payments of Principal
              and Interest -SPPI ) dari jumlah pokok terutang.

           Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan dikurangi dengan
           pembayaran pokok, kemudian dikurangi atau ditambah dengan jumlah amortisasi kumulatif atas
           perbedaan jumlah pengakuan awal dengan jumlah pada saat jatuh tempo, dan penurunan
           nilainya.
           Pendapatan keuangan dihitung dengan metode menggunakan suku bunga efektif dan diakui di
           laba rugi. Perubahan pada nilai wajar diakui di laba rugi ketika aset dihentikan atau
           direklasifikasi.
           Aset keuangan yang diklasifikasikan menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
           diamortisasi dapat dijual ketika terdapat peningkatan risiko kredit. Penghentian untuk alasan
           lain diperbolehkan namun jumlah penjualan tersebut harus tidak signifikan jumlahnya atau tidak
           sering.

        ii. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain
            (”FVTOCI”)

           Aset keuangan diukur pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
           1. aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
               mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
           2. persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu
               atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (Solely Payments of Principal
               and Interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.

           Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar, dimana keuntungan atau kerugian diakui
           dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai dan
           keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, diakui pada laba rugi. Ketika aset keuangan
           tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, keuntungan atau kerugian kumulatif
           yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke
           laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.

        iii. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (“FVTPL”)

           Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria
           untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau untuk diukur FVTOCI.
           Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya.
           Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam
           laba rugi.

                                               14
Page 17
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


          Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada instrumen ekuitas tidak memenuhi kriteria
          untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau kriteria untuk diukur pada FVTOCI,
          sehingga diukur pada FVTPL. Namun demikian, Perusahaan dapat menetapkan pilihan yang
          tidak dapat dibatalkan saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen ekuitas yang bukan
          untuk diperjualbelikan dalam waktu dekat (held for trading) untuk diukur pada FVTOCI.
          Penetapan ini menyebabkan semua keuntungan atau kerugian disajikan di penghasilan
          komprehensif lain, kecuali pendapatan dividen tetap diakui di laba rugi. Keuntungan atau
          kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain
          direklasifikasi ke saldo laba tidak melalui laba rugi.

          Metode Suku Bunga Efektif
          Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
          diamortisasi dari aset atau liabilitas keuangan (atau kelompok aset atau liabilitas keuangan) dan
          metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang
          relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
          pembayaran atau penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari instrumen keuangan,
          atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh jumlah tercatat
          neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif,
          Perusahaan mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual
          dalam instrumen keuangan tersebut, seperti pelunasan dipercepat, opsi beli dan opsi serupa lain,
          tetapi tidak mempertimbangkan kerugian kredit masa depan. Perhitungan ini mencakup seluruh
          komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak dalam kontrak yang
          merupakan bagian takterpisahkan dari suku bunga efektif,
          biaya transaksi, dan seluruh premium atau diskonto lain.

          Aset keuangan dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap akhir tanggal
          pelaporan. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari
          satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan dan peristiwa yang
          merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang
          dapat diestimasi secara handal.
          Untuk investasi ekuitas AFS yang tercatat dan tidak tercatat di bursa, penurunan yang signifikan
          atau jangka panjang pada nilai wajar dari investasi ekuitas di bawah biaya perolehannya
          dianggap sebagai bukti objektif penurunan nilai.
          Untuk aset keuangan lainnya, bukti objektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut:
          - Kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam;
          - Pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok
               atau bunga;
          - Terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan
               reorganisasi keuangan;
          - Terdapat data yang dapat diobservasi yang mengindikasikan adanya penurunan yang dapat
               diukur atas estimasi arus kas masa depan dari kelompok aset keuangan sejak pengakuan
               awal aset, seperti memburuknya status pembayaran pihak peminjam atau kondisi ekonomi
               yang berkorelasi dengan gagal bayar.
          Untuk kelompok aset keuangan tertentu, seperti piutang, aset yang dinilai tidak akan diturunkan
          secara individual tetapi penurunan secara kolektif. Bukti objektif dari penurunan nilai portofolio
          piutang dapat termasuk pengalaman Perusahaan atas tertagihnya piutang di masa lalu,
          peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari rata-rata periode kredit, dan
          juga pengamatan atas perubahan kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan
          gagal bayar atas piutang.
          Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, jumlah kerugian
          penurunan nilai merupakan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari
          estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif
          awal dari aset keuangan.

          Nilai tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung
          atas aset keuangan, kecuali piutang yang nilai tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun
          cadangan kerugian penurunan nilai piutang. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut
                                                 15
Page 18
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


          dihapuskan melalui akun cadangan kerugian penurunan nilai piutang. Pemulihan kemudian dari
          jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun cadangan kerugian
          penurunan nilai piutang. Perubahan nilai tercatat akun cadangan kerugian penurunan nilai
          piutang diakui dalam laba rugi.
          Jika aset keuangan AFS dianggap menurun nilainya, keuntungan kumulatif yang sebelumnya
          telah diakui dalam ekuitas dicatat ke laba rugi.
          Pengecualian dari instrumen ekuitas AFS, jika, pada periode berikutnya, jumlah penurunan nilai
          berkurang dan penurunan dapat dikaitkan secara objektif dengan sebuah peristiwa yang terjadi
          setelah penurunan nilai tersebut diakui, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui
          dipulihkan melalui laba rugi hingga nilai tercatat investasi pada tanggal pemulihan penurunan
          nilai tidak melebihi biaya perolehan diamortisasi sebelum pengakuan kerugian penurunan nilai
          dilakukan.
          Dalam hal efek ekuitas AFS, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui dalam laba rugi
          tidak boleh dipulihkan melalui laba rugi. Setiap kenaikan nilai wajar setelah penurunan nilai
          diakui secara langsung ke penghasilan komprehensif lain.
          Perlakuan Akuntansi Sejak 1 Januari 2020
          Perusahaan mengakui kerugian kredit ekspektasian untuk aset keuangan yang diukur pada biaya
          perolehan diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada FVTOCI, piutang sewa, aset kontrak
          atau komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan. Aset keuangan yang berupa investasi
          pada instrumen ekuitas tidak dilakukan penurunan nilai.
          Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan mengukur penyisihan kerugian instrumen keuangan
          sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya jika risiko kredit atas instrumen
          keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Namun, jika risiko
          kredit instrumen keuangan tersebut tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal,
          maka Perusahaan mengakui sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan.
          Perusahaan menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit
          ekspektasian tersebut terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan
          yang signifikan.

          Perusahaan menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pihak ketiga tidak mampu membayar
          kewajiban kreditnya kepada Perusahaan secara penuh. Periode maksimum yang
          dipertimbangkan ketika memperkirakan kerugian kredit ekspektasian adalah periode
          maksimum kontrak dimana Perusahaan terekspos terhadap risiko kredit.
          Penyisihan kerugian diakui sebagai pengurang jumlah tercatat aset keuangan kecuali untuk aset
          keuangan yang diukur pada FVTOCI yang penyisihan kerugiannya diakui dalam penghasilan
          komprehensif lain. Sedangkan jumlah kerugian kredit ekspektasian (atau pemulihan kerugian
          kredit) diakui dalam laba rugi, sebagai keuntungan atau kerugian penurunan nilai.
          Pengukuran kerugian kredit ekspektasian dari instrumen keuangan dilakukan dengan suatu cara
          yang mencerminkan:
          i. jumlah yang tidak bias dan rata-rata probabilitas tertimbang yang ditentukan dengan
               mengevaluasi serangkaian kemungkinan yang dapat terjadi;
          ii. nilai waktu uang; dan
          iii. informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan pada
               tanggal pelaporan mengenai peristiwa masa lalu, kondisi kini, dan perkiraan kondisi
               ekonomi masa depan.
          Aset keuangan dapat dianggap tidak mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan
          sejak pengakuan awal jika aset keuangan memiliki risiko kredit yang rendah pada tanggal
          pelaporan. Risiko kredit pada instrumen keuangan dianggap rendah ketika aset keuangan
          tersebut memiliki risiko gagal bayar yang rendah, peminjam memiliki kapasitas yang kuat untuk
          memenuhi kewajiban arus kas kontraktualnya dalam jangka waktu dekat dan memburuknya
          kondisi ekonomik dan bisnis dalam jangka waktu panjang mungkin, namun tidak selalu,
          menurunkan kemampuan peminjam untuk memenuhi kewajiban arus kas kontraktualnya. Untuk
          menentukan apakah aset keuangan memiliki risiko kredit rendah, Perusahaan dapat
          menggunakan peringkat risiko kredit interna atau penilaian eksternal. Misal, aset keuangan
          dengan peringkat “investment grade” berdasarkan penilaian eksternal merupakan instrumen
          yang memiliki risiko kredit yang rendah, sehingga tidak mengalami peningkatan risiko kredit
          secara signifikan sejak pengakuan awal.
                                                16
Page 19
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


          Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas
          arus kas yang berasal dari aset berakhir, atau Perusahaan mentransfer aset keuangan dan secara
          substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain.
          Jika Perusahaan tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko
          dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Perusahaan
          mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar
          jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Perusahaan memiliki secara substansial seluruh risiko
          dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Perusahaan masih mengakui aset
          keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima.
          Saat penghentian pengakuan aset keuangan secara keseluruhan, selisih antara jumlah tercatat
          aset dan jumlah pembayaran dan piutang yang diterima dan keuntungan atau kerugian kumulatif
          yang telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas
          direklasifikasi ke laba rugi.
          Saat penghentian pengakuan aset keuangan terhadap satu bagian saja (misalnya ketika
          Perusahaan masih memiliki hak untuk membeli kembali bagian aset yang ditransfer),
          Perusahaan mengalokasikan jumlah tercatat sebelumnya dari aset keuangan tersebut pada
          bagian yang tetap diakui berdasarkan keterlibatan berkelanjutan dan bagian yang tidak lagi
          diakui berdasarkan nilai wajar relatif dari kedua bagian tersebut pada tanggal transfer. Selisih
          antara jumlah tercatat yang dialokasikan pada bagian yang tidak lagi diakui dan jumlah dari
          pembayaran yang diterima untuk bagian yang tidak lagi diakui dan setiap keuntungan atau
          kerugian kumulatif yang dialokasikan pada bagian yang tidak lagi diakui tersebut yang
          sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain diakui pada laba rugi.
          Keuntungan dan kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif
          lain dialokasikan pada bagian yang tetap diakui dan bagian yang dihentikan pengakuannya,
          berdasarkan nilai wajar relatif kedua bagian tersebut.

          Reklasifikasi
          Perusahaan tidak mereklasifikasi derivatif dari diukur pada nilai wajar melalui laba rugi selama
          derivatif tersebut dimiliki atau diterbitkan dan tidak mereklasifikasi setiap instrumen keuangan
          dari diukur melalui laba rugi jika pada pengakuan awal instrumen keuangan tersebut ditetapkan
          oleh Perusahaan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Perusahaan dapat
          mereklasifikasi aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, jika aset keuangan
          tidak lagi dimiliki untuk tujuan penjualan atau pembelian kembali aset keuangan tersebut dalam
          waktu dekat. Perusahaan tidak mereklasifikasi setiap instrumen keuangan ke diukur pada nilai
          wajar melalui laba rugi setelah pengakuan awal.

          Jika, karena perubahan intensi atau kemampuan Perusahaan, instrumen tersebut tidak tepat lagi
          diklasifikasikan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo, maka investasi tersebut
          direklasifikasi menjadi tersedia untuk dijual dan diukur kembali pada nilai wajar. Jika terjadi
          penjualan atau reklasifikasi atas investasi dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih
          dari jumlah yang tidak signifikan, maka sisa investasi dimiliki hingga jatuh tempo
          direklasifikasi menjadi tersedia untuk dijual, kecuali penjualan atau reklasifikasi tersebut
          dilakukan ketika aset keuangan sudah mendekati jatuh tempo atau tanggal pembelian kembali,
          terjadi setelah seluruh jumlah pokok telah diperoleh secara substansial sesuai jadwal
          pembayaran atau telah diperoleh pelunasan dipercepat; atau terkait dengan kejadian tertentu
          yang berada di luar kendali, tidak berulang, dan tidak dapat diantisipasi secara wajar.
          Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan ketika Perusahaan mengubah tujuan model bisnis
          untuk pengelolaan aset keuangan sehingga penilaian sebelumnya menjadi tidak dapat
          diterapkan.
          Ketika Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan, maka Perusahaan menerapkan reklasifikasi
          secara prospektif dari tanggal reklasifikasi. Perusahaan tidak menyajikan kembali keuntungan,
          kerugian (termasuk keuntungan atau kerugian penurunan nilai), atau bunga yang diakui
          sebelumnya.
          Ketika Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya
          perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTPL, nilai wajarnya diukur pada tanggal
          reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan
          diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi. Pada saat
                                                17
Page 20
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


          Perusahaan melakukan reklasifikasi sebaliknya, yaitu dari aset keuangan kategori FVTPL
          menjadi kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi, maka nilai wajar pada tanggal
          reklasifikasi menjadi jumlah tercatat bruto yang baru.
          Pada saat Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya
          perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTOCI, nilai wajarnya diukur pada tanggal
          reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan
          diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam penghasilan komprehensif
          lain. Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai
          akibat dari reklasifikasi.

          Ketika Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan sebaliknya, yaitu keluar dari kategori
          FVTOCI menjadi kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan
          direklasifikasi pada nilai wajarnya pada tanggal reklasifikasi. Akan tetapi keuntungan atau
          kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dihapus dari
          ekuitas dan disesuaikan terhadap nilai wajar aset keuangan pada tanggal reklasifikasi.
          Akibatnya, pada tanggal reklasifikasi aset keuangan diukur seperti halnya jika aset keuangan
          tersebut selalu diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
          Penyesuaian ini memengaruhi penghasilan komprehensif lain tetapi tidak memengaruhi laba
          rugi, dan karenanya bukan merupakan penyesuaian reklasifikasi. Suku bunga efektif dan
          pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi.
          Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
          Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling dihapuskan, jika dan hanya jika, Perusahaan saat
          ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas
          jumlah yang telah diakui tersebut; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk
          merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
          Pengukuran Nilai Wajar
          Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
          dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada
          tanggal pengukuran.
          Nilai wajar aset dan liabillitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran
          atau untuk keperluan pengungkapan.
          Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar berdasarkan
          pada apakah input suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input terhadap
          keseluruhan pengukuran nilai wajar:

          i.   Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
               yang dapat diakses pada tanggal pengukuran (Level 1)
          ii. Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk
               aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung (Level 2)
          iii. Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3)

          Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Perusahaan sebisa mungkin menggunakan data
          pasar yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi
          secara langsung, Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya
          dan memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan
          penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
          Perpindahan antara level hirarki nilai wajar diakui oleh Perusahaan pada akhir periode
          pelaporan dimana perpindahan terjadi.
          Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan
          Pengukuran selanjutnya liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan
          awal. Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam salah satu dari kategori berikut:
          i. Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (FVTPL)
             Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL adalah liabilitas keuangan yang dimiliki untuk
             diperdagangkan atau yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan untuk diukur pada
             nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kelompok
             diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali
             dalam waktu dekat, atau bagian dari portfolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola
                                               18
Page 21
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


                    bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual saat
                    ini, atau merupakan derivatif, kecuali derivatif yang ditetapkan dan efektif sebagai instrumen
                    lindung nilai.
                    Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai
                    wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam
                    laba rugi.
                ii. Liabilitas Keuangan Lainnya
                    Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada
                    FVTPL dikelompokan dalam kategori ini dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi
                    dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

                Perusahaan mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal
                liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, kecuali:
                a. Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabiitas dimaksud, termasuk
                    derivatif yang merupakan liabiliatas, selanjutnya akan diukur pada nilai wajar.
                b. Liabitas keuangan yang timbul Ketika pengalihan aset keuangan yang tidak memenuhi
                    kualifikasi penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan
                    diterapkan.
                c. Kontrak jaminan keuangan dan komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku bunga
                    dibawah pasar. Setelah pengakuan awal, penerbit kontrak dan penerbit komitment
                    selanjutnya mengukur kontrak tersebut sebesar jumlah yang lebih tinggi antara:
                    i. Jumlah penyisihan kerugian dan
                    ii. Jumlah yang pertama kali diakui dikurangi dengan, jika sesuai, jumlah kumulatif dari
                        penghasilan yang diakui sesuai dengan prinsip PSAK 72.
                d. Imbalan kontijensi yang diakui oleh pihak pengakusisi dalam kombinasi bisnis Ketika PSAK
                    22 diterapkan. Imbalan kontijensi selanjutnya diukur pada nilai wajar dan selisihnya dalam
                    laba rugi.
                Saat pengakuan awal Perusahaan dapat membuat penetapan yang takterbatalkan untuk
                mengukur liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi, jika diizinkan oleh standar atau
                jika penetapan akan menghasilkaninformasi yang lebih relevan, karena:
                a. Mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkosistensi pengukuran atau pengakuan
                    (kadang disebut sebagai “accounting mismatch”) yang dapat timbul dari pengukuran aset
                    atau liabilitas atau pengakuan keuntungan dan kerugian atas aset atau liabilitas dengan dasar
                    yang berbeda beda; atau
                b. Sekelompok liabilitas keuangan atau aset keuangan dan liabilitas keuangan dikelola dan
                    kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai manajemen risiko atau strategi
                    investasi yang terdokumentasi, dan informasi dengan dasar nilai wajar dimaksud atas
                    kelompok tersebut disediakan secara internal untuk personil manajemen kunci Perusahaan.
                Penghentian Pengakuan Liabilitas Keuangan
                Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas
                Perusahaan telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa. Selisih antara jumlah tercatat liabilitas
                keuangan yang dihentikan pengakuannya danimbalan yang dibayarkan dan utang diakui dalam
                laba rugi.

  k.   Persediaan dan Aset Real Estat

       Aset real estat, yang terutama terdiri dari tanah dalam pematangan, unit bangunan siap jual dan unit
       bangunan dalam penyelesaian, dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan
       nilai realisasi neto. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata. Biaya perolehan
       atas tanah dalam pematangan termasuk biaya pengembangan dan pematangan tanah. Biaya perolehan
       atas unit bangunan terdiri dari biaya aktual konstruksi. Beban keuangan atas pinjaman bank dan fasilitas
       pinjaman lainnya yang diperoleh yang dapat diatribusikan langsung dengan pembelian; pengembangan
       dan pematangan tanah; serta konstruksi aset real estat akan dikapitalisasi.

       Tanah yang dimiliki oleh Grup untuk pengembangan di masa yang akan datang, disajikan sebagai “Tanah
       untuk Pengembangan” di bagian aset di laporan posisi keuangan konsolidasian. Pada saat dimulainya
       pengembangan dan pembangunan infrastruktur, nilai tanah tersebut akan diklasifikasikan sebagai
       persediaan, properti investasi atau aset tetap, mana yang lebih sesuai.
                                                      19
Page 22
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)



       Selisih lebih nilai tercatat persediaan atas estimasi jumlah terpulihkannya diakui sebagai rugi penurunan
       nilai sebagai “Penyisihan atas Penurunan Nilai Persediaan” dalam laba rugi.

  l.   Biaya Dibayar di Muka

       Biaya dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaat masing-masing beban dengan menggunakan
       metode garis lurus (straight-line method).


  m. Sewa

       Penentuan apakah suatu perjanjian sewa atau suatu perjanjian yang mengandung sewa merupakan sewa
       pembiayaan atau sewa operasi didasarkan pada substansi transaksi dan bukan pada bentuk kontraknya
       pada tanggal awal sewa.

       Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial
       seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.

       Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tersebut tidak mengalihkan secara substansial
       seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.

       Perusahaan Sebagai Penyewa (Lessee)
       Pada awal masa sewa, Perusahaan mengakui sewa pembiayaan sebagai aset dan liabilitas dalam laporan
       posisi keuangan sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum,
       jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Penilaian ditentukan pada awal masa sewa. Tingkat diskonto
       yang digunakan dalam perhitungan nilai kini dari pembayaran sewa minimum adalah tingkat suku bunga
       implisit dalam sewa, jika dapat ditentukan dengan praktis, jika tidak, digunakan tingkat suku bunga
       pinjaman inkremental lessee . Biaya langsung awal yang dikeluarkan lessee ditambahkan ke dalam
       jumlah yang diakui sebagai aset. Kebijakan penyusutan aset sewaan adalah konsisten dengan aset tetap
       yang dimiliki sendiri.

       Dalam sewa operasi, Perusahaan mengakui pembayaran sewa sebagai beban dengan dasar garis lurus
       selama masa sewa.

       Perusahaan Sebagai Lessor
       Perusahaan mengakui aset berupa piutang sewa pembiayaan di laporan posisi keuangan sebesar jumlah
       yang sama dengan investasi sewa neto. Penerimaan piutang sewa diperlakukan sebagai pembayaran
       pokok dan pendapatan keuangan. Pengakuan pendapatan keuangan didasarkan pada suatu pola yang
       mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang konstan atas investasi neto Perusahaan sebagai
       lessor dalam sewa pembiayaan.

       Perusahaan menyajikan aset untuk sewa operasi di laporan posisi keuangan sesuai sifat aset tersebut.
       Biaya langsung awal sehubungan proses negosiasi dan pengaturan sewa operasi ditambahkan dalam
       jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui sebagai beban selama masa sewa dengan dasar yang sama
       dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjen, apabila ada, diakui sebagai pendapatan pada periode
       terjadinya. Pendapatan sewa operasi diakui sebagai pendapatan atas dasar garis lurus selama masa sewa.

       Perusahaan Sebagai Penyewa (Lessee)
       Pada tanggal permulaan suatu kontrak, Perusahaan menilai apakah suatu kontrak merupakan, atau
       mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan
       hak untuk mengendalikan penggunaan suatu aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk
       dipertukarkan dengan imbalan. Untuk menilai apakah suatu kontrak memberikan hak untuk
       mengendalikan suatu aset identifikasian, Perusahaan menilai apakah:

       a.   Kontrak melibatkan penggunaan suatu aset identifikasian – ini dapat ditentukan secara eksplisit atau
            implisit dan secara fisik dapat dibedakan atau mewakili secara substantial seluruh kapasitas aset
            yang secara fisik dapat dibedakan. Jika pemasok memiliki hak substitusi substantif, maka aset
            tersebut tidak teridentifikasi;
       b.   Perusahaan memiliki hak untuk memperoleh secara
            substansial seluruh manfaat ekonomik dari penggunaan aset selama periode penggunaan; dan

                                                     20
Page 23
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


       c.   Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Perusahaan memiliki
            hak ini ketika hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah bagaimana dan
            untuk tujuan apa aset tersebut digunakan. Dalam kondisi tertentu di mana semua keputusan tentang
            bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya, Perusahaan memiliki
            hak untuk mengarahkan penggunaan aset tersebut jika:

            a   Perusahaan memiliki hak untuk mengoperasikan aset; atau
            b   Perusahaan mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan
                apa aset akan digunakan.

       Pada tanggal insepsi atau pada saat penilaian kembali suatu kontrak yang mengandung suatu komponen
       sewa, Perusahaan mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa
       berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa.

       Pembayaran sewa yang termasuk dalam indeks utang sewa meliputi: pembayaran sewa tetap, sewa
       variabel yang bergantung pada indeks, jumlah yang akan dibayarkan dalam jaminan nilai residu dan
       harga eksekusi opsi beli, opsi perpanjangan atau penalti penghentikan jika Perusahaan cukup pasti akan
       mengeksekusi opsi tersebut.

       Utang sewa awalnya diukur pada nilai kini atas pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal
       permulaan, didiskontokan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau, jika suku bunga tersebut
       tidak dapat ditentukan, digunakan suku bunga pinjaman inkremental Perusahaan. Umumnya, Perusahaan
       menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai suku bunga diskonto.

       Setelah pengakuan awal utang sewa diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode
       suku bunga efektif. Utang sewa diukur kembali ketika ada perubahan pembayaran sewa masa depan yang
       timbul dari perubahan indeks atau suku bunga, jika ada perubahan estimasi Perusahaan atas jumlah yang
       diperkirakan akan dibayar dalam jaminan nilai residual, atau jika Perusahaan mengubah penilaiannya
       apakah akan mengeksekusi opsi beli,perpanjangan atau penghentian.

       Ketika utang sewa diukur kembali dengan cara ini, penyesuaian terkait dilakukan terhadap jumlah
       tercatat aset hak guna, atau dicatat dalam laba rugi jika jumlah tercatat aset hak guna telah berkurang
       menjadi nol.

       Perusahaan menerapkan pengecualian untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah
       berdasarkan sewa-per- sewa.

       Selanjutnya, pembayaran atas kontrak yang termasuk ke dalam pengecualian, yakni pembayaran atas
       sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah diakui pada metode garis lurus dan dibebankan pada
       laba rugi. Pembayaran sewa terkait dengan sewa yang dikecualikan tersebut diakui sebagai beban dengan
       menggunakan metode garis lurus selama masa sewa.

       Sewa jangka pendek adalah sewa dengan masa sewa kurang dari atau sama dengan 12 bulan. Sewa aset
       bernilai rendah adalah sewa untuk perlengkapan umum.

       Perusahaan Sebagai Pemberi Sewa (Lessor)
       Sewa dimana Perusahaan tidak mengalihkan secara subtansial seluruh resiko dan manfaat yang terkait
       dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi biaya langsung awal sehubungan proses
       negosiasi sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui sebagai beban selama
       masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Pendapatan sewa operasi diakui sebagai
       pendapatan atas dasar garis lurus selama masa sewa.


  n.   Properti Investasi

       Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-
       duanya) yang dikuasai oleh pemilik atau penyewa melalui sewa pembiayaan untuk menghasilkan sewa
       atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan
       barang atau jasa atau untuk tujuan administratif; atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.



                                                    21
Page 24
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


       Properti investasi diakui sebagai aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomik masa
       depan yang terkait dengan properti investasi akan mengalir ke entitas; dan biaya perolehan properti
       investasi dapat diukur dengan andal.

       Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan, meliputi harga harga pembelian dan
       setiap pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung (biaya jasa hukum, pajak pengalihan
       properti, dan biaya transaksi lain). Biaya transaksi termasuk dalam pengukuran awal tersebut.

       Setelah pengakuan awal, Grup memilih menggunakan model biaya dan mengukur properti investasi
       sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai aset. Hak
       atas tanah tidak disusutkan dan disajikan sebesar biaya perolehan. Bangunan dan prasarana disusutkan
       dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis (20 tahun).

       Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya, sedangkan pemugaran
       dan penambahan dikapitalisasi.

       Pengalihan ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
       ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik dan dimulainya sewa operasi kepada pihak lain.

       Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
       ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik dan dimulainya pengembangan untuk dijual.

       Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak digunakan lagi secara
       permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang diperkirakan dari
       pelepasannya.Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan ditentukan dari
       selisih antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat aset, dan diakui dalam laba rugi pada periode
       terjadinya penghentian atau pelepasan.


  o.   Aset Tetap

       Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan yang meliputi harga perolehannya dan setiap
       biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang diinginkan agar
       aset siap digunakan sesuai intensi manajemen.

       Apabila relevan, biaya perolehan juga dapat mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan
       pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap, kewajiban tersebut timbul ketika aset tetap diperoleh
       atau sebagai konsekuensi penggunaan aset tetap selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk
       memproduksi persediaan selama periode tersebut.

       Setelah pengakuan awal, aset tetap kecuali tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
       penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai.

       Tanah diakui sebesar harga perolehannya dan tidak disusutkan.

       Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud
       penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa
       manfaat ekonomis aset sebagai berikut:

                                                         Tahun
       Kendaraan                                           8
       Peralatan & Perabot Kantor                         4-8
       Peralatan Mesin                                    8-16
       Peralatan dan Perabot Mall                          4
       Peralatan dan Perabot Apartemen                      5

       Aset tetap yang dikonstruksi sendiri disajikan sebagai bagian aset tetap sebagai “Aset dalam
       Penyelesaian” dan dinyatakan sebesar biaya perolehannya. Semua biaya, termasuk biaya pinjaman, yang
       terjadi sehubungan dengan konstruksi aset tersebut dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan
       aset tetap dalam konstruksi. Biaya perolehan aset tetap dalam konstruksi tidak termasuk setiap laba


                                                       22
Page 25
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


     internal, jumlah tidak normal dari biaya pemborosan yang terjadi dalam pemakaian bahan baku, tenaga
     kerja atau sumber daya lain.

     Akumulasi biaya perolehan yang akan dipindahkan ke masing- masing pos aset tetap yang sesuai pada
     saat aset tersebut selesai dikerjakan atau siap digunakan dan disusutkan sejak beroperasi.

     Nilai tercatat dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika tidak terdapat
     lagi manfaat ekonomik masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan
     atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut (yang ditentukan sebesar selisih antara
     jumlah hasil pelepasan neto, jika ada, dan jumlah tercatatnya) dimasukkan dalam laba rugi pada saat
     penghentian pengakuan tersebut dilakukan.

     Pada akhir periode pelaporan, Grup melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat, nilai residu,
     metode penyusutan, dan sisa umur pemakaian berdasarkan kondisi teknis.

  p. Penurunan Nilai Aset Non Keuangan

     Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami penurunan
     nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah
     terpulihkan ditentukan atas suatu aset individual, dan jika tidak memungkinkan, Grup menentukan
     jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas dari aset tersebut.

     Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dengan
     nilai pakainya. Nilai pakai adalah nilai kini dari arus kas yang diharapkan akan diterima dari aset atau
     unit penghasil kas. Nilai kini dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang
     mencerminkan nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset atau unit yang penurunan nilainya diukur.

     Jika, dan hanya jika, jumlah terpulihkan aset lebih kecil dari jumlah tercatatnya, maka jumlah tercatat
     aset diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan. Penurunan tersebut adalah rugi penurunan nilai dan
     segera diakui dalam laba rugi.

     Rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik
     jika, dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan
     aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Jika demikian, jumlah tercatat aset dinaikan ke
     jumlah terpulihkannya. Kenaikan ini merupakan suatu pembalikan rugi penurunan nilai.

  q. Pengakuan Pendapatan dan Beban

     Pendapatan dari penjualan real estate diakui berdasarkan PSAK No. 44 “Akuntansi Aktivitas
     Pengembangan Real Estat” sebagai berikut:
     i. Pendapatan dari penjualan bangunan rumah, ruko dan bangunan sejenis lainnya beserta kaveling
         tanahnya diakui dengan metode akrual penuh apabila seluruh kriteria berikut terpenuhi:
         1. proses penjualan telah selesai;
         2. harga jual akan tertagih;
          3. tagihan penjual tidak akan bersifat subordinasi di masa depan terhadap pinjaman lain yang akan
              diperoleh pembeli; dan
         4. penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli
              melalui suatu transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi
              berkewajiban atau terlibat secara signifikan dengan unit bangunantersebut.
     ii. Pendapatan dari penjualan kaveling tanah tanpa bangunan diakui dengan metode akrual penuh pada
         saat pengikatan jual beli apabila seluruh kriteria berikutini terpenuhi:
         1. jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual yang disepakati dan
              jumlahtersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli;
         2. harga jual akan tertagih;
         3. tagihan penjual tidak bersifat subordinasi terhadappinjaman lain yang akan diperoleh pembeli
              di masa depan;
         4. proses pengembangan tanah telah selesai sehingga penjual tidak berkewajiban lagi untuk
              menyelesaikan kaveling tanah yang dijual, seperti kewajiban untuk mematangkan kaveling
              tanah atau kewajiban untuk membangun fasilitas-fasilitas pokok yang dijanjikan oleh atau
              menjadi kewajiban penjual, sesuai dengan pengikatan jual beli atau ketentuan peraturan
              perundang-undangan; dan

                                                    23
Page 26
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


         5.   hanya kaveling tanah saja yang dijual, tanpa diwajibkan keterlibatan penjual dalam pendirian
              bangunan di atas kaveling tersebut.

     iii. Pendapatan dari penjualan unit bangunan kondominium, apartemen, perkantoran, pusat belanja dan
          bangunan sejenis lainnya, serta unit dalam kepemilikan secara time sharing , diakui dengan metode
          persentase penyelesaian apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi:
          1. proses konstruksi telah melampaui tahap awal, yaitu fondasi bangunan telah selesai dan semua
              persyaratan untuk memulai pembangunan telah terpenuhi;
          2. jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati dan
              total tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli; dan
          3. jumlah pendapatan penjualan dan biaya unit bangunan dapat diestimasi dengan andal.

              Apabila semua persyaratan tersebut di atas tidak terpenuhi, semua penerimaan uang yang
              berasal dari pelanggan dicatat sebagai uang muka dari pelanggan dengan menggunakan metode
              deposit, sampai semua persyaratan terpenuhi.
              Beban pokok penjualan tanah ditentukan berdasarkan nilai perolehan tanah ditambah estimasi
              pengeluaran-pengeluaran lain untuk pengembangan tanah. Beban pokok penjualan rumah
              tinggal meliputi seluruh beban pembangunan.
              Penghasilan sewa diakui sesuai dengan masanya. Sewa yang diterima dimuka disajikan sebagai
              “Pendapatan Diterima di Muka dan Setoran Jaminan” dan diakui sebagai pendapatan secara
              proporsional sesuai dengan masanya.
              Beban diakui pada saat terjadinya, dengan menggunakan dasar akrual.

              Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Perusahaan melakukan analisa transaksi melalui
              lima langkah analisa berikut:

              1. Mengindentifikasi kontrak dengan pelanggan, dengan kriteria sebagai berikut:
                  - Kontrak telah dalam kontrak;           disetujui oleh pihak-pihak terkait
                  - Perusahaan bisa mengidentifikasi hak dari pihak- pihak terkait dan jangka waktu
                       pembayaran dari barang atau jasa yang akan dialihkan;
                  - Kontrak memiliki substansi komersial;
                  - Besar kemungkinan Perusahaan akan menerima imbalan atas barang atau jasa yang
                       dialihkan.
              2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-
                  janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik
                  berbeda ke pelanggan.

                 Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Perusahaan melakukan analisa transaksi melalui
                 lima langkah analisa berikut: (lanjutan)

              3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak
                 diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang
                 dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah
                 yang bersifat variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar
                 jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan
                 ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan
                 selama periode kontrak.
              4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga
                 jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak.
                 Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan
                 berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
              5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
                 barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
                 barang atau jasa tersebut).
                 Pendapatan dari penjualan barang diakui ketika pengendalian dialihkan kepada pelanggan.
                 terdapat kondisi di mana pertimbangan diperlukan berdasarkan lima indikator pengendalian
                 di bawah ini:

                 1. Pelanggan telah memiliki risiko dan manfaat signifikan atas kepemilikan aset dan
                    memperoleh kemampuan untuk mengarahkan penggunaan atas, dan memperoleh secara
                    substansial seluruh sisa manfaat dari barang.

                                                   24
Page 27
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


                   2. Pelanggan memiliki kewajiban kini untuk membayar sesuai dengan syarat dan ketentuan
                      dalam kontrakpenjualan.
                   3. Pelanggan telah menerima barang. Penjualan barang dapat tergantung pada penyesuaian
                      berdasarkan inspeksi terhadap pengiriman oleh pelanggan. Dalam hal ini, penjualan
                      diakui berdasarkan estimasi terbaik Perusahaan terhadap kualitas dan/atau kuantitas saat
                      pengiriman, dan penyesuaian kemudian dicatat dalam akun pendapatan. Secara historis,
                      perbedaan antara kualitas dan kuantitas, estimasi dan/atau actual tidak signifikan.
                   4. Pelanggan telah memiliki hak kepemilikan legal atas barang.
                   5. Pelanggan telah menerima kepemilikan fisik atasbarang.


  r.   Biaya pinjaman

       Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, pembangunan atau pembuatan aset
       kualifikasian, dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya diakui
       sebagai beban pada saat terjadi. Biaya pinjaman dapat mencakup beban bunga, beban keuangan dalam
       sewa pembiayaan atau selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang selisih
       kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian atas biaya bunga.

       Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat Grup telah melakukan aktivitas yang diperlukan untuk
       mempersiapkan aset agar dapat digunakan atau dijual sesuai dengan intensinya serta pengeluaran untuk
       aset dan biaya pinjamannya telah terjadi. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan ketika secara substansial
       seluruh aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan atau
       dijual sesuai dengan intensinya telah selesai.


  s.   Pajak Penghasilan

       Beban pajak adalah jumlah gabungan pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam
       menentukan laba rugi pada suatu periode. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui dalam laba rugi, kecuali
       pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui dalam penghasilan komprehensif
       lain atau secara langsung di ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam
       penghasilan komprehensif lain atau ekuitas.

       Jumlah pajak kini untuk periode berjalan dan periode sebelumnya yang belum dibayar diakui sebagai
       liabilitas. Jika jumlah pajak yang telah dibayar untuk periode berjalan dan periode-periode sebelumnya
       melebihi jumlah pajak yang terutang untuk periode tersebut, maka kelebihannya diakui sebagai aset.
       Liabilitas (aset) pajak kini untuk periode berjalan dan periode sebelumnya diukur sebesar jumlah yang
       diperkirakan akan dibayar kepada (direstitusi dari) otoritas perpajakan, yang dihitung menggunakan tarif
       pajak (dan undang-undang pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir
       periode pelaporan.

       Manfaat terkait dengan rugi pajak yang dapat ditarik untuk memulihkan pajak kini dari periode
       sebelumnya diakui sebagai aset. Aset pajak tangguhan diakui untuk akumulasi rugi pajak belum
       dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak masa
       depan akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum
       dimanfaatkan.

       Seluruh perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan, kecuali perbedaan
       temporer kena pajak yang berasal dari:
           a. pengakuan awal goodwill; atau
           b. pengakuan awal aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat
               transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak).

       Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer dapat dikurangkan sepanjang
       kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan
       untuk mengurangi laba dimaksud, kecuali jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset
       atau pengakuan awal liabilitas dalam transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat transaksi tidak
       mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak).



                                                      25
Page 28
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


       Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku
       ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang
       telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. Pengukuran aset dan
       liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Grup
       memperkirakan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat
       aset dan liabilitasnya.

       Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir periode pelaporan. Grup mengurangi
       jumlah tercatat aset pajak tangguhan jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam
       jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut.
       Setiap pengurangan tersebut dilakukan pembalikan atas aset pajak tangguhan hingga kemungkinan besar
       laba kena pajak yang tersedia jumlahnya memadai.

       Grup melakukan saling hapus aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika dan hanya jika:
       a. Grup memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak
          kini terhadap liabilitas pajak kini; dan
       b. aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan
          oleh otoritas perpajakan yang sama atas:
          i. entitas kena pajak yang sama; atau
          ii. entitas kena pajak yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini
               dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada
               setiap periode masa depan dimana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan
               diperkirakan untuk diselesaikan atau dipulihkan.
       Grup melakukan saling hapus atas aset pajak kini dan liabilitas pajak kini jika dan hanya jika, Grup:
       a. memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang
           diakui; dan
       b. bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto atau merealisasikan aset dan menyelesaikan
           liabilitas secara bersamaan.


  t.   Imbalan Kerja
       Imbalan Kerja Jangka Pendek
       Imbalan kerja jangka pendek diakui ketika pekerja telah memberikan jasanya dalam suatu periode
       akuntansi, sebesar jumlah tidak terdiskonto dari imbalan kerja jangka pendek yang diharapkan akan
       dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut.
       Imbalan kerja jangka pendek mencakup antara lain upah, gaji, bonus dan insentif.
       Imbalan Pascakerja

       Imbalan pascakerja seperti pensiun, uang pisah dan uang penghargaan masa kerja dihitung berdasarkan
       Undang- Undang Ketenagakerjaan No.13/2003 (”UU 13/2003”).

       Grup mengakui jumlah liabilitas imbalan pasti neto sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir
       periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program yang dihitung oleh aktuaris independen dengan
       menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan
       mendiskontokan imbalan tersebut.

       Grup mencatat tidak hanya kewajiban hukum berdasarkan persyaratan formal program imbalan pasti,
       tetapi juga kewajiban konstruktif yang timbul dari praktik informal entitas.


       Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, serta bunga neto atas
       liabilitas (aset) imbalan pasti neto diakui dalam laba rugi.

       Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang terdiri dari keuntungan dan kerugian
       aktuarial, imbal hasil atas aset program dan setiap perubahan dampak batas atas aset diakui sebagai
       penghasilan komprehensif lain.
                                                     26
Page 29
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)



       Grup mengakui jumlah beban dan liabilitas atas iuran terutang kepada program iuran pasti, ketika pekerja
       telah memberikan jasa kepada entitas selama suatu periode.

       Pesangon

       Grup mengakui pesangon sebagai liabilitas dan beban pada tanggal yang lebih awal di antara:
       a. Ketika Grup tidak dapat lagi menarik tawaran atas
       imbalan tersebut; dan
       b. Ketika Grup mengakui biaya untuk restrukturisasi yang berada dalam ruang lingkup PSAK No. 57
       dan melibatkan pembayaran pesangon.
       Grup mengukur pesangon pada saat pengakuan awal, dan mengukur dan mengakui perubahan
       selanjutnya, sesuai dengan sifat imbalan kerja.


  u.   Laba per Saham

       Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada
       pemegang saham biasa entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar dalam
       suatu periode.

       Untuk tujuan penghitungan laba per saham dilusian, Grup menyesuaikan laba atau rugi yang dapat
       diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-ata tertimbang saham yang
       beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.

  v.   Segmen operasi

       Grup menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang digunakan oleh pengambil
       keputusan operasional dalam menilai kinerja segmen dan menentukan alokasi sumber daya yang
       dimilikinya. Segmentasi berdasarkan aktivitas dari setiap kegiatan operasi entitas legal di dalam Grup.

       Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
          • yang terlihat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
              (termasuk pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari
              entitas yang sama);
          • hasil operasinya dikaji ulang secara berkala oleh kepala operasional untuk pembuatan keputusan
              tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
          • tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.

  w. Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali

       Transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka
       reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan merupakan
       perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut tidak dapat
       menimbulkan laba atau rugi bagi Grup secara keseluruhan ataupun bagi entitas individual dalam Grup.

       Karena transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali tidak mengakibatkan perubahan substansi
       ekonomi pemilikan atas aset, liabilitas, saham atau instrumen kepemilikan lainnya yang dipertukarkan,
       maka aset ataupun liabilitas yang pemilikannya dialihkan (dalam bentuk hukumnya) dicatat sesuai
       dengan nilai buku seperti penggabungan usaha berdasarkan metode penyatuan kepemilikan.
       Entitas yang menerima bisnis, dalam kombinasi bisnis entitas sepengendali, mengakui selisih antara
       jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis entitas
       sepengendali di ekuitas dalam akun tambahan modal disetor.




                                                     27
Page 30
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


3. SUMBER KETIDAK PASTIAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING

    Penyusunan laporan keuangan konsolidasian mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan,
    estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan
    liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian
    mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat
    pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.

    i. Ketidakpastian Estimasi

      Estimasi Umur Manfaat Properti Investasi dan Aset Tetap
      Grup melakukan penelahaan berkala atas masa manfaat ekonomis properti investasi dan aset tetap
      berdasarkan faktor faktor seperti kondisi teknis (estimasi daya pakai, pengoperasi, pemeliharaan) dan
      perkembangan teknologi di masa depan. Hasil operasi di masa depan akan dipengaruhi secara material
      atas perubahan estimasi ini yang diakibatkan oleh perubahan faktor yang telah disebutkan di atas.

      Imbalan Pascakerja
      Nilai kini liabilitas imbalan pascakerja yang masih harus dibayar tergantung pada beberapa faktor yang
      ditentukan dengan dasar aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk
      menentukan biaya (penghasilan) mencakup tingkat diskonto. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi
      jumlah tercatat imbalan pascakerja.
      Grup menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir periode pelaporan, yakni tingkat suku bunga
      yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini arus kas keluar masa depan estimasian yang
      diharapkan untuk menyelesaikan liabilitas. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Grup
      mempertimbangkan rata-rata tingkat suku bunga obligasi pemerintah pada pasar yang aktif yang
      didenominasikan dalam mata uang rupiah.
      Asumsi kunci liabilitas imbalan pascakerja sebagian ditentukan berdasarkan kondisi pasar saat ini.

      Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha
      Grup mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat
      memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Grup mempertimbangkan, berdasarkan fakta
      dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan
      dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit, untuk mencatat provisi spesifik atas jumlah
      piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Grup. Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan
      disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah cadangan kerugian penurunan
      nilai piutang usaha.
      Grup menilai penurunan nilai pada aset keuangan dengan biaya perolehan yang diamortisasi pada setiap
      tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi,
      manajemen harus mempertimbangkan informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya
      atau upaya berlebihan pada tanggal pelaporan mengenai peristiwa masa lalu, kondisi kini, dan perkiraan
      kondisi ekonomi masa depan. Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur
      kerugian kredit ekspektasian yang menggunakan roll rate dan discounted cash flow untuk menilai kas
      dan setara kas, dana yang dibatasi penggunaannya, piutang usaha dan piutang lain lain. Nilai tercatat aset
      keuangan telah diungkapkan dalam Catatan 5.

    ii. Pertimbangan dalam Penentuan Kebijakan Akuntansi

      Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
      Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
      konsolidasian.

      Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
      Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
      keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK 71. Dengan demikian, aset
      keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup seperti diungkapkan
      pada Catatan 2.j.

                                                    28
Page 31
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)




 4.   KAS DAN SETARA KAS

      Akun ini terdiri dari :
                                                                30 Juni 2023             31 Desember 2022
                                                                     Rp                         Rp
      Kas / Cash on Hand
        Rupiah Indonesia / Indonesian Rupiah                         15,963,900                  12,962,650
                                                                     15,963,900                  12,962,650
      Bank / Cash in Banks
        Rupiah Indonesia / Indonesian Rupiah
        PT Bank Central Asia Tbk                                  7,178,393,651               6,535,768,112
        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                      314,203,835                 319,829,251
        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                    1,080,173,149               1,077,861,054
        PT Bank KB Bukopin Tbk                                        1,734,749                   1,734,749
        PT Bank Mandiri (Persero)Tbk                                          -                           -
        PT Bank Permata Tbk                                                   -                           -
                                                                  8,574,505,384               7,935,193,166
      Total                                                       8,590,469,284               7,948,155,816


      Seluruh saldo bank ditempatkan pada pihak ketiga.

      Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat kas dan bank Perusahaan yang
      dibatasi penggunaannya.



  5. PIUTANG USAHA
      Rincian piutang usaha berdasarkan jenis usaha dalam mata uang rupiah adalah sebagai berikut:

                                                                30 Juni 2023             31 Desember 2022
       Pihak berelasi :                                              Rp                         Rp
       Mall                                                         369,982,918                 369,982,918
       Unit Apartemen                                                          -                        -
                                                                    369,982,918                 369,982,918

       Pihak ketiga
       Mall                                                       1,980,859,735               2,099,078,364
       Penjualan Unit
       Dikurangi: Penyisihan
       Penurunan Nilai                                             (623,870,595)               (623,870,595)
       Bersih                                                     1,356,989,140               1,475,207,769


       Total Piutang Usaha - Bersih                               1,726,972,058               1,845,190,687




                                                  29
Page 32
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


             Rincian umur piutang usaha (sebelum penurunan nilai piutang) berdasarkan tanggal faktur adalah
             sebagai berikut :

                                                                          30 Juni 2023              31 Desember 2022
             Jatuh Tempo :

             Sampai dengan 30 hari                                         662,089,791                     1,064,078,738
             31 - 60 hari                                                  539,622,062                        65,774,136
             60 - 90 hari                                                   51,393,064
             Lebih dari 90 hari                                            727,754,818                     1,339,208,408
             Total                                                       1,980,859,735                     2,469,061,282

             Mutasi penyisihan penurunan nilai piutang usaha kepada pihak ketiga adalah sebagai berikut:

                                                                          30 Juni 2023              31 Desember 2022
             Saldo Awal                                                    623,870,595                   581,715,105
             Dampak Penerapan Awal
              PSAK 71 (Catatan 2 c)                                                        -                        -
             Penambahan                                                                    -                 42,155,490
             Pemulihan dan Penghapusan                                                     -                        -

             Saldo Akhir                                                   623,870,595                      623,870,595

             Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, berdasarkan penelaahan atas status masing-masing
             piutang pada akhir tahun dan estimasi nilai tidak terpulihkan masing-masing individu, Manajemen
             memutuskan bahwa perlu dilakukannya penurunan nilai piutang. Penyisihan penurunan nilai diatas
             dibentuk karena manajemen meragukan kolektibilitas piutang sewa ruang pusat perbelanjaan yang sudah
             jatuh tempo lebih dari satu tahun. Tidak terdapat konsentrasi risiko kredit yang signifikan.

             Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai piutang diatas cukup untuk menutupi
             kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang usaha dikemudian hari.

             Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat piutang usaha yang dijadikan sebagai
             jaminan.



6.   PIUTANG LAIN-LAIN

                                                                         30 Juni 2023               31 Desember 2022
                                                                              Rp                           Rp
     Pihak Ketiga:
     PT DSR Insurance Broker                                                 192,374,810                      147,244,665
     Piutang karyawan                                                         11,200,000                       32,968,736
     PT Pillar Utama Contrindo                                                         0                                0
     P3RS Adiwangsa                                                                    -                                0
     Kontraktor Hotel                                                          8,690,059                        8,690,059
     Lain - lain                                                             175,903,864                      360,625,484
     Total                                                                   388,168,733                     549,528,944


     Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang lain-lain pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
     Desember 2022, Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai piutang di atas cukup untuk
     menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang lain-lain di kemudian hari.




                                                            30
Page 33
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


7.   PERSEDIAAN

                                                                      30 Juni 2023           31 Desember 2022
     Aset Lancar                                                           Rp                       Rp
     Tanah dan Bangunan siap dijual
       Apartemen Tower A                                               50,780,475,512            50,778,075,512
       Lain - Lain                                                      1,393,339,526             1,480,650,060
     Sub - Total                                                       52,173,815,038            52,258,725,572

     Aset Tidak Lancar
     Bangunan dalam konstruksi
       Apartemen Tower B                                              202,156,572,242           202,156,572,242
     Tanah dalam pengembangan
       Apartemen Tower B                                               21,090,495,995
                                                                      223,247,068,237            21,090,495,995
     Sub - Total                                                      223,247,068,237           223,247,068,237

     Total                                                            275,420,883,275           275,505,793,809


     Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa persediaan telah mencerminkan nilai realisasi bersihnya,
     sehingga tidak perlu dilakukan penyisihan atas persediaan tersebut.

     Persediaan, properti investasi dan aset tetap telah diasuransikan untuk semua jenis risiko kepada PT Asuransi
     FPG Indonesia dan PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk dengan jumlah nilai pertanggungan masing-
     masing sebesar lebih kurang Rp1.265.151.000 dan Rp.745.151.000.000 pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
     Desember 2022

     Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut adalah cukup untuk menutup kemungkinan
     kerugian.



8.   UANG MUKA DAN BEBAN DIBAYAR DIMUKA

                                                                    30 Juni 2023               31 Desember 2022
                                                                         Rp                           Rp
     Jangka Pendek
     Asuransi                                                           283,042,760                   298,166,622
     Uang Muka Operasional                                                         -                          -
     Komisi                                                             320,000,000                   320,000,000
     Lain - Lain                                                         11,188,780                   143,763,092
     Sub - Total                                                        614,231,540                   761,929,714


     Jangka Panjang
     Uang muka proyek                                                 6,004,116,349                 4,707,539,550
     Uang muka pembelian                                                452,472,272                   386,628,868
     Uang muka operasional                                              217,709,937                   231,540,960
     Sub - Total                                                      6,674,298,558                 5,325,709,378

     Total                                                            7,288,530,098                 6,087,639,092




                                                       31
Page 34
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


9.   PROPERTI INVESTASI


                                                           2023                            Saldo Per
                              Saldo Awal            Penambahan        Pengurangan         30 Juni 2023
                                  Rp                    Rp                Rp                   Rp
     Harga perolehan:
     Tanah                   264,039,350,614                                             264,039,350,614
     Bangunan                381,123,615,646              8,700,000                      381,132,315,646
     CIP- Rejuvenation        13,816,497,153         17,354,088,726                       31,170,585,879
     Sub - total             658,979,463,413         17,362,788,726                 -    676,342,252,139

     Akumulasi Penyusutan:
     Bangunan                205,688,769,590          9,693,279,347                 -    215,382,048,937
     Sub - total             205,688,769,590          9,693,279,347                 -    215,382,048,937

     Nilai Buku              453,290,693,823                                             460,960,203,202



                                                           2022                             Saldo Per
                             Saldo Awal             Penambahan        Pengurangan       31 Desember 2022
                                 Rp                     Rp                Rp                   Rp
     Harga perolehan:
     Tanah                   264,039,350,614                                             264,039,350,614
     Bangunan                380,791,822,955            331,792,691                      381,123,615,646
     CIP- Rejuvenation                   -           13,816,497,153                       13,816,497,153
     Sub - total             644,831,173,569         14,148,289,844                 -    658,979,463,413

     Akumulasi Penyusutan:
     Bangunan                186,307,369,450         19,381,400,140                 -    205,688,769,590
     Sub - total             186,307,369,450         19,381,400,140                 -    205,688,769,590

     Nilai Buku              458,523,804,119                                             453,290,693,823




                                               32
Page 35
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


10. ASET TETAP
                                                              2023                             Saldo Per
                                  Saldo Awal        Penambahan        Pengurangan             30 Juni 2023
                                      Rp                Rp                Rp                       Rp
   Harga perolehan:
   Pemilikan langsung
   Kendaraan                       1,318,550,000        478,115,000                 -          1,796,665,000                     Vehicles
   Peralatan dan perabot kantor    3,084,336,583         16,148,874                 -          3,100,485,457 Office furniture and fixtures
   Peralatan mesin                14,786,390,162         61,450,000                 -         14,847,840,162         Machine equipment
   Peralatan dan perabot mall      5,255,538,231         67,729,542                 -          5,323,267,773  Mall furniture and fixtures
   Peralatan dan perabot                                                                                              Apartment furniture
      apartemen                    1,851,728,418          5,044,144              -             1,856,772,562                  and fixtures
   Peralatan dan perabot hotel       383,982,955                  -        680,000               383,302,955 Hotel furniture and fixtures
   Peralatan dan perabot                                                                                           Office tower furniture
      office tower                   139,556,836                                    -            139,556,836                  and fixtures

   Jumlah                         26,820,083,185        628,487,560        680,000            27,447,890,745
                                  10,715,143,023         88,922,560        680,000            10,803,385,583
   Akumulasi Penyusutan:
   Pemilikan langsung
   Kendaraan                        1,246,644,075       346,050,550                 -          1,592,694,625                     Vehicles
   Peralatan dan perabot kantor     2,907,095,295        34,207,187                 -          2,941,302,482 Office furniture and fixtures
   Peralatan mesin                 12,229,483,677       383,309,599                 -         12,612,793,276         Machine equipment
   Peralatan dan perabot mall       5,124,715,807        43,840,545                 -          5,168,556,352  Mall furniture and fixtures
   Peralatan dan perabot                                                                                              Apartment furniture
      apartemen                     1,709,813,480        23,928,362              -             1,733,741,842                  and fixtures
   Peralatan dan perabot hotel       383,472,955                -          170,000               383,302,955 Hotel furniture and fixtures
   Peralatan dan perabot                                                                                           Office tower furniture
      office tower                   136,668,996           788,902                  -            137,457,898                  and fixtures

   Jumlah                         23,737,894,285        832,125,145        170,000            24,569,849,430

   Nilai Buku                      3,082,188,900                                               2,878,041,315


                                  Saldo Per                2022                                 Saldo Per
                                  Saldo Awal        Penambahan        Pengurangan           31 Desember 2022
                                      Rp                Rp                Rp                       Rp
   Harga perolehan:
   Pemilikan langsung
   Kendaraan                       1,318,550,000                                               1,318,550,000                     Vehicles
   Peralatan dan perabot kantor    3,053,113,387         31,223,196                            3,084,336,583 Office furniture and fixtures
   Peralatan mesin                14,757,735,162         28,655,000                           14,786,390,162         Machine equipment
   Peralatan dan perabot mall      5,203,646,301         51,891,930                            5,255,538,231  Mall furniture and fixtures
   Peralatan dan perabot                                                                                              Apartment furniture
      apartemen                    1,675,279,298        176,449,120                            1,851,728,418                  and fixtures
   Peralatan dan perabot hotel       383,302,955            680,000                              383,982,955 Hotel furniture and fixtures
   Peralatan dan perabot                                                                                           Office tower furniture
      office tower                   138,717,136            839,700                              139,556,836                  and fixtures
   Jumlah                         26,530,344,239        289,738,946                     -     26,820,083,185

   Akumulasi Penyusutan:
   Pemilikan langsung
   Kendaraan                       1,183,387,822         63,256,253                            1,246,644,075                     Vehicles
   Peralatan dan perabot kantor    2,828,831,836         78,263,459                            2,907,095,295 Office furniture and fixtures
   Peralatan mesin                11,418,895,378        810,588,299                           12,229,483,677         Machine equipment
   Peralatan dan perabot mall      5,043,643,485         81,072,322                            5,124,715,807  Mall furniture and fixtures
   Peralatan dan perabot                                                                                              Apartment furniture
      apartemen                    1,657,511,904         52,301,576                            1,709,813,480                  and fixtures
   Peralatan dan perabot hotel       383,302,955            170,000                              383,472,955 Hotel furniture and fixtures
   Peralatan dan perabot                                                                                           Office tower furniture
      office tower                   133,735,159          2,933,837                              136,668,996                  and fixtures
   Jumlah                         22,649,308,539      1,088,585,745                           23,737,894,284

   Nilai Buku                      3,881,035,700                                               3,082,188,900




                                                         33
Page 36
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


11. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA

                                                           30 Juni 2023              31 Desember 2022
                                                                Rp                          Rp
   Deposito - PT Bank PermataTbk                             3,343,436,088                3,313,614,429
   Jaminan Listrik                                             990,593,416                  990,593,416
   Software - setelah dikurangi akumulasi                        2,178,130                    3,863,755
     pada tanggal 30 Juni 2023
     sebesar Rp 747.817.100,- dan
     Rp 743.953.345 pada tanggal
     31 Desember 2022
   Lain-lain                                                     9,800,000                     9,800,000
   Total                                                     4,346,007,634                 4,317,871,600

   Seluruh saldo bank dan deposito berjangka ditempatkan pada pihak ketiga. Penempatan deposito pada PT
   Bank Permata Tbk digunakan sebagai jaminan kredit pemilikan apartemen dan dikenakan bunga 4,25% -
   6,5% pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.



12. UTANG USAHA

                                                           30 Juni 2023              31 Desember 2022
                                                                Rp                          Rp

   Kontraktor (GMTS)                                           509,905,255                  509,905,255
   Security                                                    427,305,381                  427,305,381
   PT DSR Insurance Broker                                     353,036,609                  353,036,609
   PT Retail First Indonesia                                   264,000,000                  176,000,000
   PT Sarana Merdeka Abadi                                     251,782,460                  608,594,283
   PT Jaya Kencana                                              20,580,000                  141,551,500
   PT Mega Berlian Sutanpangulu                                        -                    330,712,266
   PT Betjik Djojo                                              18,150,000                   90,417,086
   PT Asri Flora Kencana                                        25,000,000                  116,750,000
   PT. Yomarc Indonesia Jaya                                   160,740,000                  160,740,000
   PT. Kimia Yasa                                               65,690,066                   64,606,440
   PT. Citra Prisma Mandiri                                                                  64,568,847
   PT. Wastu Cipta Selaras                                     722,021,000                  159,862,858
   Lain-lain (masing-masing
   di bawah Rp50.000.000)                                      394,040,369                   497,209,926
   Jumlah                                                    3,212,251,140                 3,701,260,452

   Seluruh utang usaha dalam mata uang Rupiah. Utang usaha tidak berbunga dan tidak dijamin dengan aset
   Perusahaan.



13. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA (JANGKA PENDEK)

                                                              30 Juni 2023           31 Desember 2022
   Pihak ketiga :
       Pendapatan diterima di muka                              22,781,443,386            17,476,421,970
   Jumlah                                                       22,781,443,386            17,476,421,970




                                                 34
Page 37
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


14. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA (JANGKA PANJANG)

   Akun ini merupakan Uang Muka Penjualan Unit Office Tower dan pendapatan sewa diterima di muka atas
   unit retail Perusahaan di Fairway Nine Mall.

                                                             30 Juni 2023          31 Desember 2022
                                                                  Rp                      Rp
   Pihak ketiga :
       Pendapatan diterima di muka                             22,781,443,386           17,476,421,970
       Setoran jaminan                                         74,004,523,332           67,525,260,844
   Jumlah                                                      96,785,966,718           85,001,682,814




15. UTANG PAJAK
                                                            30 Juni 2023             31 Desember 2022
                                                                 Rp                         Rp

   Pajak Bumi dan Bangunan                                    20,787,145,726             18,691,568,180
   Pajak Pertambahan Nilai (PPN)                                  21,792,381                 64,592,961
   Pajak Penghasilan (PPh)
      Pasal 21                                                    31,262,680                 44,807,057
      Pasal 23                                                     4,297,093                 18,495,743
      Pasal 4 (2)                                                136,087,098                277,960,906
   Jumlah                                                     20,980,584,978             19,097,424,847




16. BEBAN AKRUAL

                                                             30 Juni 2023            31 Desember 2022
                                                                  Rp                        Rp

   Listrik, air dan telepon                                    1,165,508,714              1,307,147,340
   Jasa profesional                                               97,000,000                203,310,000
   Perbaikan dan pemeliharaan                                     68,760,216                229,138,520
   Lain-lain                                                     730,272,930                339,332,094
   Jumlah                                                      2,061,541,860              2,078,927,954




17. UTANG LAIN-LAIN


                                                             30 Juni 2023            31 Desember 2022
                                                                  Rp                        Rp
   Pihak berelasi
      Endang Lestari Pujiastuti                              150,000,000,000            150,000,000,000
      PT Adhibaladika Agung                                   86,650,284,256             79,872,618,150
                                                             236,650,284,256            229,872,618,150

   Pihak ketiga
      Uang Jaminan
      Sinking Fund                                               977,713,911                814,075,590
      P3RS Adhiwangsa                                            234,732,045                220,105,626
      Lain-lain                                                4,727,820,483              6,275,249,614
                                                               5,940,266,439              7,309,430,830
   Total                                                     242,590,550,695            237,182,048,980




                                                 35
Page 38
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


18. IMBALAN KERJA

  Entitas dan Anak Perusahaan menetapkan manfaat untuk karyawan yang mencapai usia pensiun 55 tahun
  berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003. Manfaat tersebut tidak
  didanai. Beban imbalan kerja bersih karyawan yang diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasi
  dan nilai yang diakui pada laporan posisi keuangan (neraca) konsolidasi atas liabilitas imbalan kerja.


19. MODAL SAHAM

  Susunan pemegang saham berdasarkan laporan kepemilikan saham untuk posisi tanggal 30 Juni 2023 dan 31
  Desember 2022 yang dibuat oleh PT Sharestar Indonesia – Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:

                                                                              2023
                                         Total Saham Ditempatkan
                                                                   Persentase Kepemilikan      Total Modal Saham
                                            dan Disetor penuh
   Pemegang Saham
     PT Adibalaraja                                2,600,000,000          34.60%                    260,000,000,000
     PT Primantara Wisesa Sejahtera                2,461,554,500          32.76%                    246,155,450,000
     Komisaris
      Endang Lestari Pujiastuti                     353,449,332            4.70%                     35,344,933,200
      Leontine Ierma Agustina Sumampow              294,181,167            3.92%                     29,418,116,700
     Direksi
      Hendro Sumampow                               623,500,000            8.30%                     62,350,000,000
      Iefenn Adrianne Sumampow                      294,181,167            3.92%                     29,418,116,700
     Masyarakat (dengan kepemilikan
      kurang dari 5%)                               887,126,086           11.81%                     88,712,608,600
                                                   7,513,992,252          100.00%                   751,399,225,200

                                                                              2022
                                         Total Saham Ditempatkan
                                                                   Persentase Kepemilikan      Total Modal Saham
                                            dan Disetor penuh
   Pemegang Saham
     PT Adibalaraja                                2,600,000,000          34.60%                    260,000,000,000
     PT Primantara Wisesa Sejahtera                2,461,554,500          32.76%                    246,155,450,000
     Komisaris
      Endang Lestari Pujiastuti                     353,449,332            4.70%                     35,344,933,200
      Leontine Ierma Agustina Sumampow              294,181,167            3.92%                     29,418,116,700
     Direksi
      Hendro Sumampow                               623,500,000            8.30%                     62,350,000,000
      Iefenn Adrianne Sumampow                      294,181,167            3.92%                     29,418,116,700
     Masyarakat (dengan kepemilikan
      kurang dari 5%)                                887,126,086          11.81%                     88,712,608,600
                                                   7,513,992,252          100.00%                   751,399,225,200




20. TAMBAHAN MODAL DISETOR

                                                               30 Juni 2023                 31 Desember 2022
                                                                    Rp                             Rp

   Penawaran umum perdana                                          30,319,400,000                30,319,400,000
   Pelaksanaan waran Seri I                                        46,025,778,820                46,025,778,820
   Biaya emisi                                                     (7,276,450,671)               (7,276,450,671)

   Pencatatan saham hasil penambahan
    modal tanpa hak memesan efek
    bulan November 2019                                            10,245,000,000                10,245,000,000
   Total                                                           79,313,728,149                79,313,728,149



                                                         36
Page 39
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


21. KEPENTINGAN NON PENGENDALI

   Kepentingan Non-Pengendali
                                                         30 Juni 2023       30 Juni 2022
                                                              Rp                 Rp
   Kepentingan Non Pengendali
   atas Aset Bersih Entitas Anak
      PT Sentra Multi Unggul                                 (44,055,628)       (41,625,779)
      Total                                                  (44,055,628)       (41,625,779)


                                                         30 Juni 2023       30 Juni 2022
                                                              Rp                 Rp
   Kepentingan Non Pengendali
   atas Laba (Rugi) Komprehensif
   Tahun Berjalan Entitas Anak
      PT Sentra Multi Unggul                                    (800,666)         (8,182,238)
      Total                                                     (800,666)         (8,182,238)




22. PENDAPATAN USAHA

                                                         30 Juni 2023       30 Juni 2022
                                                              Rp                 Rp
   Pihak ketiga
      Sewa Mall                                            3,350,287,759      4,017,902,816
      Jasa Pemeliharaan                                    6,577,332,009     12,955,204,332
      Unit Apartemen (Sewa)                                  400,558,108        223,500,000
      Gedung Perkantoran (Sewa)                              110,200,000        440,800,000
      Penjualan Unit Gedung Perkantoran                    5,325,000,000
      Lain - lain                                            516,803,259      1,453,141,516
      Total                                               16,280,181,136     19,090,548,664




23. BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG

                                                         30 Juni 2023       30 Juni 2022
                                                              Rp                 Rp
   Beban Pokok Penjualan
   Penjualan Tanah dan Unit Bangunan
     Gedung Perkantoran                                    2,465,808,912                    -
     Lain-Lain                                                          -                   -
     Total                                                 2,465,808,912                    -

   Beban Langsung
   Pusat Perbelanjaan
     Penyusutan (Catatan 9)                                9,693,279,347      9,686,154,028
     Listrik, Air, dan Gas                                 6,927,091,450      6,932,885,599
     Jasa Kebersihan                                         982,420,759      3,500,258,139
     Total Beban Langsung                                 17,602,791,556     20,119,297,766
   Total Beban Pokok Penjualan dan Beban Langsung         20,068,600,468     20,119,297,766




                                                    37
Page 40
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)


24. BEBAN USAHA

   Rincian beban pokok penjualan dan beban langsung adalah sebagai berikut:

                                                               30 Juni 2023             30 Juni 2022
                                                                    Rp                       Rp
  Beban Penjualan
  Penyusutan (Catatan 10)                                          451,867,408                      -
  Pameran dan Promosi                                               63,429,475               72,412,411
  Komisi Penjualan                                                  11,925,000               34,284,031
  Iklan                                                             15,606,300                         -
  Lain-lain                                                         49,542,002               44,524,062
  Total Beban Penjualan                                            592,370,185              151,220,504


                                                               30 Juni 2023             30 Juni 2022
                                                                    Rp                       Rp
  Beban Umum dan Administrasi
  Gaji, upah dan kesejahteraan
      karyawan                                                   4,966,051,506             4,536,964,206
  Outsourcing                                                      927,230,411             1,296,350,900
  Perbaikan dan pemeliharaan                                       809,480,575             1,285,983,976
  Jasa Profesional                                                 774,253,217               528,000,000
  Pajak                                                          2,366,780,208             1,164,346,930
  Perlengkapan kantor                                              116,625,477               192,284,154
  Asuransi                                                         225,677,776               265,140,578
  Transportasi dan akomodasi                                        18,491,825                46,842,884
  Listrik, air, dan telepon                                        185,824,005                56,274,849
  Penurunan Nilai Piutang
  Penyusutan (Lihat Catatan 10)                                     96,205,000               15,814,063
  Sumbangan dan jamuan                                               3,000,000
  Bahan Bakar, parkir, dan tol                                      14,398,400               68,595,525
  Amortisasi (Lihat Catatan 11)                                      1,685,625                5,217,812
  Lain-lain
  Total Beban Umum dan Administrasi                             10,505,704,026             9,461,815,877
  Total Beban Usaha                                             11,098,074,210             9,613,036,381




25. PENDAPATAN LAIN-LAIN

                                                        30 Juni 2023                  30 Juni 2022
                                                             Rp                            Rp
   Pendapatan bunga                                          49,910,381                     242,296,098
   Penjualan aset tetap                                      83,000,000                               -
   Lain-lain                                                  2,088,783                    355,142,337
   Jumlah                                                   134,999,164                    597,438,435




26. BEBAN KEUANGAN

   Akun ini merupakan beban bunga atas pinjaman atas Bu Endang untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30
   Juni 2023 dan 2022.
                                                             30 Juni 2023              30 Juni 2022
                                                                   Rp                        Rp
    Beban Bunga                                               4,472,372,428           10,312,500,000
    Jumlah                                                    4,472,372,428           10,312,500,000



                                                   38
Page 41
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)



27. BEBAN LAIN-LAIN
                                                                 30 Juni 2023            30 Juni 2022
                                                                      Rp                      Rp
    Beban Administrasi Bank                                           5,989,397               7,806,381
    Lain-Lain                                                         4,203,725               3,787,992
    Jumlah                                                           10,193,122              11,594,373



28. PAJAK PENGHASILAN FINAL

   Pajak penghasilan final sehubungan dengan penjualan perumahan dan sewa ruang adalah sebagai berikut:

                                                                 30 Juni 2023            30 Juni 2022
                                                                      Rp                      Rp
    Beban Pajak Final Tahun Berjalan                              1,338,025,855           1,704,820,294

    Jumlah                                                        1,338,025,855           1,704,820,294



29. PERPAJAKAN

   a.   Pajak dibayar dimuka

                                                        30 Juni 2023                 31 Desember 2022
        Perusahaan :                                         Rp                             Rp
          Pajak Penghasilan (PPh) pasal 4 (2)                             -               3,035,634,815
          Pajak Pertambahan Nilai (PPN)                   1,070,661,994                     844,254,310
                                                          1,070,661,994                   3,879,889,125
        Entitas Anak :
          Pajak Pertambahan Nilai (PPN)                       6,325,000                       6,325,000
        Jumlah                                            1,076,986,994                   3,886,214,125



   b.   Utang Pajak

                                                          30 Juni 2023             31 Desember 2022
                                                               Rp                         Rp
        Perusahaan:
          Pajak Bumi dan Bangunan                           20,787,145,726              18,691,568,180
          Pajak Pertambahan Nilai (PPN)                         21,792,381                  64,592,961
          Pajak Penghasilan (PPh):
            Pasal 21                                            25,257,030                  44,807,057
            Pasal 23                                             4,237,093                  18,495,743
            Pasal 4 (2)                                        136,087,098                 277,960,906
        Jumlah                                              20,974,519,328              19,097,424,847

        Entitas Anak :
             Pasal 21                                            6,005,650                   3,951,385
             Pasal 23                                               60,000                      65,000
                                                                 6,065,650                   4,016,385
        Total                                               20,980,584,978              19,101,441,232


                                                  39
Page 42
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)



   c.        Pajak Tangguhan

          Akun ini merupakan aset pajak tangguhan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 yang
          masing-masing sebesar Rp. 98.967.065.



30. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI

   Sifat transaksi dan hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:


                   Pihak Berelasi                   Sifat Hubungan Berelasi                         Transaksi


             PT. Adhibaladika Agung          Memiliki pemegang saham                       Beban sewa, pembelian
                                             yang sama dengan Entitas                      tanah, transaksi keuangan dan
                                                                                           utang berelasi

             PT. Adhibalaraja                Memiliki pemegang saham                       Utang berelasi
                                             yang sama dengan Entitas

             PT. Multi Unggul                Memiliki sebagian pemegang saham              Kerjasama pengelolaan
                                             Yang sama dengan Entitas                      foodcourt

             Dewan Komisaris dan Direksi     Manajemen dan karyawan kunci                  Remunerasi


        Transaksi dan saldo dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:


        a.     Perusahaan melakukan transaksi usaha dengan PT Multi Unggul. Saldo yang timbul dari transaksi ini
               disajikan sebagai akun “Piutang Usaha – Pihak Berelasi – Mall” dalam laporan posisi keuangan
               konsolidasian (lihat Catatan 5).
        b.     Perusahaan mendapat pinjaman dari PT Adhibaladika Agung. Saldo yang timbul dari transaksi ini pada
               tanggal 30 Juni 2023 disajikan sebagai akun “Hutang lain-lain – Pihak berelasi” dalam laporan posisi
               keuangan konsolidasian (lihat Catatan 17).



31. LABA / (RUGI) PER SAHAM DASAR

   Berikut adalah data yang digunakan untuk perhitungan laba / (rugi) per saham dasar :


                                                                      30 Juni 2023                30 Juni 2022
                                                                           Rp                          Rp
   Laba/(Rugi) bersih untuk periode berjalan                          (20,572,085,784)            (22,073,261,715)
   Jumlah rata rata tertimbang saham biasa beredar                      7,513,992,252               7,513,992,252
   Laba/(Rugi) persaham dasar                                                     (2.74)                     (2.94)




                                                        40
Page 43
           PT BUKIT DARMO PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
       PADA 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)



32. PERSETUJUAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

  Laporan keuangan konsolidasi PT Bukit Darmo Property dan Anak Perusahaan ini disetujui untuk diterbitkan
  oleh Dewan Direksi pada tanggal 29 Juli 2023.




                                                  41

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.45 MB
Published27 Sep 2023
Pages43
Characters165,244
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result