Skip to content
Back to announcement

20260313_KEJU_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_32053818_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review KEJU

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 54

Page 1
               kantor jasa penilai publik
               febriman siregar dan rekan
               Ijin Kementrian Keuangan RI No. 2.12.0109




                             LAPORAN STUDI KELAYAKAN
L APORAN K AJIAN PT MULIA BOGA RAYA, TBK
P ERHITUNGANKawasan
               A TASBekasiJInternational
                            ANGKA Industrial   W AKTU           D AN
                                                       Estate Lippo       J UMLAH
                                                                    Cikarang,
K ONTRIBUSI A TAS K ERJASAMA                     P EMANFAATAN
                           Jl. Inti Raya II Blok C.7 No. 5A,                  A SET
                    Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan,
P EMERINTAH P ROVINSI Kabupaten Bekasi,G ORONTALO
                                             Provinsi Jawa Barat     G UBERNUR
D ENGAN B ENTUK BGS (B ANGUNAN G UNA S ERAH )
                     No. Laporan : 00215/2.0109-05/BS/04/0069/1/III/2026
Page 2
            Ijin Kementerian Keuangan RI No. 2.12.0109




No. Laporan : 00215/2.0109-05/BS/04/0069/1/III/2026
Bogor, 12 Maret 2026

Kepada Yth.
DIREKSI
PT MULIA BOGA RAYA, Tbk.
Kawasan Bekasi International Industrial Estate Lippo Cikarang,
Jl. Inti Raya II Blok C.7 No. 5A,
Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan,
Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat

Perihal            : Laporan Studi Kelayakan PT Mulia Boga Raya, Tbk.

Dengan hormat,
Berdasarkan persetujuan Surat Penawaran Nomor : 0080A/PNW/PB-BGR-FSR/II/2026, tanggal 02
Februari 2026, dengan maksud dan tujuan untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan atas
Rencana Penambahan 2 Unit KBLI, KBLI No. 46331 dan KBLI No. 56101.

Studi ini merupakan hasil kajian dan analisis yang dilakukan dengan meninjau kelayakan atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha yang dilakukan oleh PT Mulia Boga Raya Tbk, ditinjau dari berbagai aspek
yang meliputi aspek makro, aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan
aspek keuangan.

Studi ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/SEOJK.04/2020
tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik
Penilai Indonesia (KEPI) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI Edisi
Revisi Tahun 2020.

1.   Status Penilai

     Penilai adalah partner dari KJPP Febriman Siregar dan Rekan dengan kualifikasi sebagai berikut:

     Nama Penilai                            : Ir. Yohn PS. Napitupulu, Msc, MAPPI (Cert.)
     Izin Penilai Publik                     : PB-1.08.00069
     STTD Penunjang Pasar Modal              : STTD.PPB-41//PJ-1/PM.021/2024
     MAPPI                                   : 92-S-00252
     Register                                : RMK-2017.00069




                                                                                                          Kantor Cabang Bogor
                                                                                        Jl. Perumahan Bogor Baru Blok D-I No.19
                                                                                                    RT.007, RW.001, Kel. Tegallega
                                                                                                   Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor
                                                                                                                   Jawa Barat 16129
                                                                                                                Telp. : 0251-8397671
                                                                                                         Email : fsr.bogor@fsr.co.id
                                                                                                                           1
                                                                                                             Website : www.fsr.co.id
                                          Cabang : Pekanbaru (P) ; Medan (PS) ; Surabaya (B) ; Sidoarjo (P) ; Bandar Lampung (PS) ;
                                                                                Bogor (PB) ; Makassar (PS) ; Tangerang Selatan (P)
Page 3
     KJPP Febriman Siregar dan Rekan (“FSR”) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di
     Kementrian Keuangan dan Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan
     ini. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami bertindak secara independen tanpa
     adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Obyek Studi Kelayakan
     ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan obyek Studi Kelayaakan. FSR juga
     tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

     Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
     manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.

2.   Identitas Pemberi Tugas
     Nama Perusahaan           : PT Mulia Boga Raya Tbk
     Bidang Usaha              : Industri Pengolahan Produk Dari Susu Lainnya
     Alamat                    : Kawasan Bekasi International Industrial Estate Lippo Cikarang,
                                 Jl. Inti Raya II Blok C.7 No. 5A,
                                 Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan,
                                 Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat
     No. Telp                  : (021) 8990 – 8468
     Email                     : corp.secretary@muliabogaraya.co.id
     Website                   : www.muliabogaraya.com

3.   Identitas Pengguna Laporan
     Nama Perusahaan           : PT Mulia Boga Raya Tbk
     Bidang Usaha              : Industri Pengolahan Produk Dari Susu Lainnya
     Alamat                    : Kawasan Bekasi International Industrial Estate Lippo Cikarang,
                                 Jl. Inti Raya II Blok C.7 No. 5A,
                                 Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan,
                                 Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat
     No. Telp                  : (021) 8990 – 8468
     Email                     : corp.secretary@muliabogaraya.co.id
     Website                   : www.muliabogaraya.com

4.   Objek Studi Kelayakan
     Bahwa Objek Studi Kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas adalah
     Jasa Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

5.   Jenis Mata Uang Yang Digunakan
     Dalam penugasan ini Studi Kelayakan dinyatakan dalam mata uang Rupiah.

6.   Maksud dan Tujuan Penilaian
     Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas rencana penambahan
     2 (dua) kegiatan usaha PT Mulia Boga Raya Tbk (“MBR”), yaitu Perdagangan Besar Gula, Cokelat
     dan Kembang Gula dan Aktivitas (KBLI No. 46331) dan Aktivitas Penyediaan Makanan Di Bangunan
     Tetap (KBLI No. 56101) dalam kaitan kepentingan pasar modal dan tidak digunakan di luar konteks
     atau tujuan penugasan tersebut.


                                                                                                   2
Page 4
     Penugasan ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
     17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas
     Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
     di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.
     17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
     Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) serta SPIEdisi VII Tahun 2018 dan SPI Edisi Revisi
     Tahun 2020.

7.   Pendekatan dan Metodologi Studi Kelayakan

     Untuk melakukan studi kelayakan ini, kami akan menggunakan sesuai Peraturan Otoritas Jasa
     Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha,
     Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
     Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
     Indonesia No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
     Bisnis di Pasar Modal.

8.   Tanggal Studi Kelayakan dan Waktu Pelaporan

     Tanggal penilaian adalah per 31 Desember 2025 di mana batas tersebut diambil atas dasar
     pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Masa berlaku laporan ini adalah 6 (enam) bulan
     yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026.

9.   Tingkat Kedalaman Investigasi

     Dalam penilaian ini, kami melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang memadai
     diantaranya dengan melakukan wawancara terhadap Manajemen yaitu Bapak Yohnson Santoso
     sebagai Head of Commercial Finance dan Bapak Muhamad Soleh sebagai Legal Manager serta
     Bapak Eldridge Mikha Nainggolan sebagai Legal Officer yang kami anggap layak dan relevan guna
     mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan proses penilaian
     Perusahaan sehubungan dengan penilaian Objek Penilaian.

10. Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan

     Dalam melakukan penilaian ini, FSR juga menggunakan sumber informasi relevan yang handal
     tanpa perlu melakukan verifikasi :

     •   Data-data laporan keuangan historis;
     •   Dokumen hukum yang terkait dengan Studi Kelayakan;
     •   Data-data ekonomi yang diperoleh dari S&P;
     •   Data-data ekonomi baik yang bersifat makro maupun mikro yang diperoleh dari instansi
         terkait seperti Bank Indonesia;
     •   Data statistik dari Badan Pusat Statistik.




                                                                                                    3
Page 5
    Dalam melakukan penilaian ini, FSR juga menggunakan sumber informasi relevan yang perlu
    melalukan verifikasi :

    •   Data-data laporan keuangan historis yang tidak diaudit;
    •   Diskusi dengan pihak manajemen baik Pemberi Tugas maupun Objek Studi Kelayakan;
    •   Data finansial terkait dengan Objek Studi Kelayakan;
    •   Tinjauan terhadap kondisi fundamental objek studi kelayakan yang menyangkut sejarah
        singkatnya, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha dan kinerja
        keuangan, serta memperhatikan kondisi makro yang ada;
    •   Data-data lainnya sebagai informasi pendukung, seperti Rencana Anggaran Biaya.

11. Asumsi dan Asumsi Khusus

    Asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan dalam penugasan merupakan asumsi dan asumsi
    khusus yang wajar dan relevan dengan memperhatikan tujuan dimana Studi Kelayakan
    diperlukan.

    Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta sebenarnya pada tanggal studi kelayakan
    atau hal yang tidak akan dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu transaksi pada
    tanggal studi kelayakan.

    Asumsi khusus sering digunakan untuk menggambarkan efek dari suatu situasi yang akan
    memengaruhi nilai.

    Dalam pelaksanaan penugasan, Penilai akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima
    sebagai fakta dalam konteks penugasan.

12. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi

    Laporan Studi Kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang
    dapat memengaruhi operasional perusahaan. Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan studi
    kelayakan ini sebagaimana yang disebutkan dalam lingkup penugasan, menginformasikan bahwa
    tidak ada informasi rahasia yang dapat memengaruhi operasional perusahaan di dalam laporan
    ini. Pengguna laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup Penugasan Laporan
    ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari KJPP Febriman Siregar dan Rekan serta Pemberi
    Tugas.

    Tanda tangan Penilai Publik dan cap FSR yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan Studi
    Kelayakan yang dihasilkan.

13. Konfirmasi Bahwa Penilaian dilakukan berdasarkan Peraturan OJK dan KEPI & SPI

    Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat penilai, serta laporan penilaian telah dibuat dengan
    mematuhi ketentuan kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang
    Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
    35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan
    Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/SEOJK.04/2020 tentang



                                                                                                    4
Page 6
     Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai
     Indonesia (KEPI) serta SPI Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.

14. Kesimpulan

     Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat
     asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa Rencana
     Penambahan Kegiatan Usaha MBR yaitu Perdagangan Besar Gula, Cokelat dan Kembang Gula dan
     Aktivitas (KBLI 46331) dan Aktivitas Penyediaan Makanan Di Bangunan Tetap (KBLI 56101) dengan
     mempertimbangkan aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, serta
     aspek keuangan, sehingga dapat disimpulkan rencana ini layak.


Demikian hasil Studi Kelayakan yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada standar dan kode etik
yang berlaku.

Hormat kami,
KJPP Febriman Siregar dan Rekan




Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc., MAPPI (Cert.)
Rekan
Penilai Properti dan Bisnis (PB)
Ijin Penilai Publik   No. PB-1.08.00069
MAPPI                 No. 92-S-00252
Register              No. RMK-2017.00069
STTD                  No. PPB-41/PM.223/2019




                                                                                                  5
Page 7
                                PERNYATAAN PENYUSUN

Dalam batas kemampuan dan keyakinan serta pemahaman kami sebagai penilai, yang bertanda tangan
dibawah ini menyatakan bahwa :

1. Kami telah mematuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.
2. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, sebatas pengetahuan kami adalah benar
   dan akurat.
3. Analisis dan kesimpulan dalam laporan ini hanya dibatasi dan telah sesuai dengan asumsi-asumsi
   dan syarat-syarat pembatas serta kondisi yang dilaporkan.
4. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup penilaian meliputi : identifikasi masalah, inspeksi lapangan,
   pengumpulan data & wawancara, analisis data, estimasi nilai menggunakan pendekatan penilaian
   dan penulisan laporan.
5. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan properti dan/atau jenis industri
   yang dinilai.
6. Kami tidak mempunyai kepentingan apapun terhadap obyek yang dinilai dan imbalan jasa yang kami
   terima tidak terkait dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
7. Laporan ini disusun mengacu pada Standar Penilaian Indonesia (SPI EDISI VII-2018) dan telah
   memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
8. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Penilaian yang telah disepakati
   sebelumnya dengan Pemberi Tugas.
9. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan bantuan
   profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.

Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang memengaruhi
analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini.




                                                                                                       6
Page 8
NAMA                                                KUALIFIKASI                    TANDA TANGAN


Penangggung Jawab Proyek :


Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc. MAPPI (Cert.) Penilai Bisnis Bersertifikat ..............................
Rekan
Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00069
MAPPI No.           : 92-S-00252
Register No.        : RMK-2017.00069
STTD No.            : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024



Pemeriksa :


Didiek Agus Priatmiko, S.Komp.                      Penilai Bisnis                 ..............................
MAPPI No.          : 11-T-03266
Register No.       : RMK-2017.00838


Penilai :


Yaumil Husna Khair, S.Si., M.M                      Penilai Bisnis                 ..............................
MAPPI No.          :      11-P-03270




                                                                                                                    7
Page 9
                                               BAB I
                                           PENDAHULUAN



1.1   Latar Belakang

      PT Mulia Boga Raya Tbk (“Perusahaan”) didirikan pada tahun 2006 dan memulai kegiatan usaha
      komersialnya pada tahun2008. Lokasi kantor pusat dan pabrik Perusahaan terletak di Bekasi
      International Industrial Estate, Jl. Inti II Blok C7 No. 5A, Cibatu, Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa
      Barat, Indonesia.

      Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
      Perusahaan adalah bergerak dibidang industri pengolahan produk dari susu lainnya,industri
      bumbu masak dan penyedap masakan serta restoran dan penyediaan makanan keliling lainnya.

      Perusahaan berencana untuk memperluas cakupan bisnisnya yaitu dengan menambahkan
      kegiatan usaha penjualan produk coklat untuk kebutuhan food service dan kegiatan usaha
      dibidang restoran.

      Latar belakang penambahan bidang usaha penjualan produk coklat :
      Industri cokelat di Indonesia diperkirakan mempunyai valuasi pasar hampir mencapai Rp 3
      trilliun, atau hampir setengah dari industri keju. Cokelat dan Keju adalah produk complementary
      yang saling mendukung satu sama lain untuk menciptakan produk dengan rasa dan tekstur yang
      lebih unggul. Diharapkan dengan adanya produk cokelat, kinerja Perseroan dapat meningkat
      lebih pesat dan memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.

      Latar belakang penambahan bidang usaha restoran :
      Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat Indonesia untuk makan di luar rumah terus
      tumbuh seiring perubahan gaya hidup, urbanisasi, dan meningkatnya aktivitas social. Melihat
      tren tersebut, Perseroan melihat peluang untuk memperluas bidang usaha ke sektor restoran,
      yang akan menjadi wadah kreasi makanan berbasis keju “Prochiz”. Melalui pengalaman kuliner
      yang kreatif, Perusahaan dapat memperkuat positioning sebagai brand keju inovatif,
      memperkenalkan kreasi makanan keju, serta menciptakan sumber pendapatan baru.

      Studi kelayakan ini akan mempertimbangkan aspek legal, operasional, finansial, dan pasar
      dalam mendukung usulan transformasi Perusahaan. Penambahan kegiatan usaha ini juga telah
      disesuaikan dengan KBLI No. 46331 untuk aktivitas perdagangan besar gula, cokelat dan
      kembang gula dan KBLI No. 56101 untuk aktivitas penyediaan makanan di bangunan tetap ,
      sehingga memenuhi regulasi yang berlaku.

      Melalui aktivitas ini, Perusahaan bertujuan untuk lebih meningkatkan kapabilitas dalam
      memberikan layanan terbaik kepada pelanggan, sekaligus memperkuat posisi perusahaan
      dalam persaingan industri yang semakin ketat.

      Untuk penyusunan Studi Kelayakan ini Perusahaan telah menunjuk KANTOR JASA PENILAI
      PUBLIK FEBRIMAN SIREGAR DAN REKAN (“FSR”) yang diharapkan dapat melakukan kajian
      secara obyektif dan independen sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam persetujuan
      atas Surat Penawaran 0080A/PNW/PB-BGR-FSR/II/2026, tanggal 02 Februari 2026.

                                                                                                       8
Page 10
1.2   Identifikasi Status Penilai

      Penilai adalah partner dari KJPP Febriman Siregar dan Rekan dengan kualifikasi sebagai berikut:

      Nama Penilai                    : Ir. Yohn PS. Napitupulu, Msc, MAPPI (Cert.)
      Izin Penilai Publik             : PB-1.08.00069
      STTD Penunjang Pasar Modal      : STTD.PPB-41//PJ-1/PM.021/2024
      MAPPI                           : 92-S-00252
      Register                        : RMK-2017.00069

      KJPP Febriman Siregar dan Rekan adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementrian
      Keuangan dan Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini. Dalam
      mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami bertindak secara independen tanpa adanya
      benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Obyek Studi Kelayakan
      ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan obyek Studi Kelayaakan. FSR
      juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

      Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
      pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang
      dihasilkan.

1.3   Identitas Pemberi Tugas

      Pemberi Tugas dalam hal ini adalah PT Mulia Boga Raya Tbk, dengan informasi sebagai berikut:

      Nama Perusahaan           : PT Mulia Boga Raya Tbk
      Bidang Usaha              : Industri Pengolahan Produk dari Susu Lainnya
      Alamat                    : Kawasan Bekasi International Industrial Estate Lippo Cikarang,
                                  Jl. Inti Raya II Blok C.7 No. 5A,
                                  Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan,
                                  Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat
      No. Telp                  : (021) 8990 – 8468
      Email                     : corp.secretary@muliabogaraya.co.id
      Website                   : www.muliabogaraya.com

1.4   Identitas Pengguna Laporan

      Nama Perusahaan           : PT Mulia Boga Raya Tbk
      Bidang Usaha              : Industri Pengolahan Produk Dari Susu Lainnya
      Alamat                    : Kawasan Bekasi International Industrial Estate Lippo Cikarang,
                                  Jl. Inti Raya II Blok C.7 No. 5A,
                                  Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan,
                                  Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat
      No. Telp                  : (021) 8990 – 8468
      Email                     : corp.secretary@muliabogaraya.co.id
      Website                   : www.muliabogaraya.com


                                                                                                   9
Page 11
1.5   Objek Studi Kelayakan

      Bahwa Objek Studi Kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas
      adalah Jasa Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

1.6   Jenis Mata Uang Yang Digunakan

      Bahwa dalam penugasan ini Studi Kelayakan dinyatakan dalam mata uang Rupiah.

1.7   Maksud dan Tujuan Penilaian

      Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas rencana
      penambahan 2 (dua) kegiatan usaha Perusahaan, yaitu Perdagangan Besar Gula, Cokelat dan
      Kembang Gula dan Aktivitas (KBLI No. 46331) dan Aktivitas Penyediaan Makanan Di Bangunan
      Tetap (KBLI No. 56101) dalam kaitan kepentingan pasar modal dan tidak digunakan di luar
      konteks atau tujuan penugasan tersebut.

      Penugasan ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
      17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan
      Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
      Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
      Indonesia No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
      Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) serta SPIEdisi VII Tahun 2018 dan
      SPI Edisi Revisi Tahun 2020.

1.8   Pendekatan dan Metodologi Studi Kelayakan

      Metode yang digunakan dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini adalah :
      • Pengumpulan data-data primer dari Perusahaan yang terkait dengan rencana penambahan
         kegiatan usaha yang meliputi data-data yang terkait dengan rencana penambahan kegiatan
         usaha.
      • Analisis makro ekonomi, analisis industri untuk mengevaluasi pengaruh dari faktor tersebut
         terhadap kinerja Perusahaan yang menambah kegiatan usaha sesuai dengan KBLI No.
         46331 untuk aktivitas perdagangan besar gula, cokelat dan kembang gula dan KBLI No.
         56101 untuk aktivitas penyediaan makanan di bangunan tetap .
      • Analisis kelayakan pasar ini membahas terkait dengan aktivitas usaha Perusahaan setelah
         dilakukan penambahan kegiatan usaha sesuai dengan KBLI No. 46331 untuk aktivitas
         perdagangan besar gula, cokelat dan kembang gula dan KBLI No. 56101 untuk aktivitas
         penyediaan makanan di bangunan tetap. .
      • Analisis teknis Perusahaan dalam merealisasikan rencana penambahan kegiatan usahanya.
      • Analisis pola bisnis menunjukan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha Perusahaan
         masih bisa mendukung dengan bisnis existing.

                                                                                                   10
Page 12
      •    Analisis model manajemen yang menyatakan kesanggupan manajemen Perusahaan untuk
           menangani rencana penambahan kegiatan usaha Perusahaan, dalam hal ini merupakan
           kesiapan Sumber Daya Manusia.
      •    Analisis keuangan yang dilihat dari laporan keuangan historis serta prospektif Perusahaan
           untuk mengevaluasi kelayakan penambahan kegiatan usaha Perusahaan.
      •    Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan penambahan
           kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator Net Present Value
           (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR), dan Break Even dan Return on
           Investment (ROI).

1.9   Tanggal Studi Kelayakan dan Waktu Laporan

      Tanggal penilaian adalah per 31 Desember 2025 dimana batas tersebut diambil atas dasar
      pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Masa berlaku laporan ini adalah 6 (enam)
      bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026.

1.10 Tingkat Kedalaman Investigasi

      a.   Data dan informasi menyangkut dokumen atas objek penilaian/penugasan yang kami
           terima dari Pemberi Tugas.
      b.   Verifikasi yang kami lakukan terhadap objek penilaian adalah merupakan bagian dari
           keperluan dan kepentingan pelaksanaan penilaian.
      c.   Proses pengumpulan dan analisis data dilakukan secara lengkap pada objek penilaian. Bila
           terdapat keterbatasan dalam hal dokumen atau identifikasi secara keseluruhan, maka kami
           menggunakan data dan dokumen secara sampling secukupnya (data yang relevan).
      d.   Inspeksi dapat dilakukan tanpa ada pembatasan akses ke lokasi termasuk data yang harus
           disediakan oleh Pemberi Tugas dan/atau pihak terkait lainnya kepada penilai dalam
           melakukan inspeksi, penelaahan, penghitungan dan analisis untuk tujuan penilaian.

1.11 Sifat Dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan

      Dalam melakukan penilaian ini, FSR juga menggunakan sumber informasi relevan yang handal
      tanpa perlu melakukan verifikasi :

      •    Data-data laporan keuangan historis;
      •    Dokumen hukum terkait dengan Studi Kelayakan;
      •    Data-data ekonomi yang diperoleh dari S&P;
      •    Data-data ekonomi baik yang bersifat makro maupun mikro yang diperoleh dari instansi
           terkait seperti Bank Indonesia;
      •    Data statistik dari Badan Pusat Statistik.




                                                                                                    11
Page 13
     Dalam melakukan penilaian ini, FSR juga menggunakan sumber informasi relevan yang perlu
     melakukan verifikasi :

     •   Data-data laporan keuangan historis yang tidak diaudit;
     •   Diskusi dengan pihak manajemen baik Pemberi Tugas maupun Objek Studi Kelayakan;
     •   Data finansial terkait dengan Objek Studi Kelayakan;
     •   Tinjauan terhadap kondisi fundamental objek studi kelayakan yang menyangkut sejarah
         singkatnya, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha dan kinerja
         keuangan, serta memperhatikan kondisi makro yang ada;
     •   Data-data lainnya sebagai informasi pendukung, seperti Rencana Anggaran Biaya.

1.12 Asumsi Dan Kondisi Pembatas

     Asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan dalam penugasan merupakan asumsi dan
     asumsi khusus yang wajar dan relevan dengan memperhatikan tujuan dimana Studi Kelayakan
     diperlukan.
     Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta sebenarnya pada tanggal studi kelayakan
     atau hal yang tidak akan dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu transaksi pada
     tanggal studi kelayakan.
     Asumsi khusus sering digunakan untuk menggambarkan efek dari suatu situasi yang akan
     memengaruhi nilai.


1.13 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi

     Laporan Studi Kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia
     yang dapat memengaruhi operasional perusahaan. Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan studi
     kelayakan ini sebagaimana yang disebutkan dalam lingkup penugasan, menginformasikan
     bahwa tidak ada informasi rahasia yang dapat memengaruhi operasional perusahaan di dalam
     laporan ini. Pengguna laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup Penugasan
     Laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari KJPP Febriman Siregar dan Rekan serta
     Pemberi Tugas.

     Tanda tangan Penilai Publik dan cap FSR yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan Studi
     Kelayakan yang dihasilkan.

1.14 Dasar Penilaian

     Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat penilai, serta laporan penilaian telah dibuat dengan
     mematuhi ketentuan kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020
     tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
     Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
     Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.


                                                                                                 12
Page 14
     17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
     Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) serta SPIEdisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi
     Revisi Tahun 2020.

1.15 Definisi dan Istilah Yang Digunakan Dalam Penilaian

     Penilaian                              :   Proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis
                                                atas nilai ekonomi suatu objek penilaian.
     Penilai                                :   Orang perseorangan yang dengan keahliannya
                                                menjalankan kegiatan Penilaian di pasar modal.
     Penilai Bisnis                         :   Penilai yang melakukan kegiatan penilaian bisnis
                                                sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas
                                                Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan
                                                kegiatan di pasar modal.
     Penilaian Bisnis                       :   Proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis
                                                atas objek Penilaian Bisnis sebagaimana dimaksud
                                                dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai
                                                Penilai yang melakukan kegiatan di pasar modal.
     Penugasan Penilaian Profesional        :   Penugasan yang diterima oleh Penilai dari pemberi
                                                penugasan untuk melakukan Penilaian atas objek,
                                                tujuan Penilaian, dan tanggal tertentu di mana
                                                Penilai mendasarkan opininya, yang disajikan dalam
                                                laporan Penilaian.
     Nilai                                  :   Perkiraan harga yang diinginkan oleh penjual
                                                dan/atau pembeli atas suatu barang atau jasa dan
                                                merupakan jumlah manfaat ekonomi berdasarkan
                                                nilai pasar yang akan diperoleh dari objek Penilaian
                                                pada tanggal Penilaian.
     Tanggal Penilaian                      :   Tanggal pada saat Nilai, hasil Penilaian, atau
                                                perhitungan manfaat ekonomi dinyatakan.
     Dasar Penilaian                        :   Suatu penjelasan dan/atau pendefinisian tentang
                                                jenis Nilai yang sedang diteliti berdasarkan kriteria
                                                tertentu.
     Premis Nilai                           :   Asumsi Nilai yang berhubungan dengan suatu
                                                kondisi transaksi yang dapat digunakan pada objek
                                                Penilaian.
     Nilai Buku                             :   a. Hasil kapitalisasi atas biaya perolehan aset,
                                                    dikurangi akumulasi, depresiasi, deplesi,
                                                    amortisasi atau penurunan nilai sebagaimana
                                                    yang tercatat dalam laporan keuangan; atau




                                                                                                  13
Page 15
                               b. Selisih antara total aset dikurangi dengan total
                                  liabilitas dari perusahaan sebagaimana tercatat
                                  dalam laporan keuangan.
Nilai Wajar                :   Estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau
                               dibayar untuk penukaran suatu aset atau liabilitas
                               pada tanggal penilaian, antara pembeli yang
                               berminat membeli dengan penjual yang berminat
                               menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
                               pemasarannya dilakukan secara layak, dimana
                               kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
                               pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan
                               tanpa paksaan.
Asumsi                     :   Sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta,
                               syarat, atau keadaan yang mungkin dapat
                               memengaruhi objek Penilaian atau pendekatan
                               penilaian dan kewajarannya telah dianalisis oleh
                               Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses Penilaian.
Pendekatan Penilaian       :   Suatu cara untuk memperkirakan Nilai dengan
                               menggunakan satu atau lebih metode penilaian.
Pendekatan Aset            :   Pendekatan       Penilaian   berdasarkan      laporan
                               keuangan historis objek Penilaian yang telah diaudit,
                               dengan cara menyesuaikan seluruh aset dan liabilitas
                               menjadi Nilai Pasar sesuai dengan Premis Nilai yang
                               digunakan dalam Penilaian Bisnis.
Pendekatan Pasar           :   Pendekatan Penilaian dengan cara membandingkan
                               objek Penilaian dengan objek lain yang sebanding
                               dan sejenis serta telah tersedia informasi harga
                               transaksi atau penawaran.
Pendekatan Pendapatan      :   Pendekatan Penilaian dengan cara mengkonversi
                               manfaat ekonomis atau pendapatan yang
                               diperkirakan akan dihasilkan oleh objek Penilaian
                               dengan tingkat diskonto tertentu.
Metode Penilaian           :   Suatu cara atau rangkaian cara tertentu dalam
                               melakukan Penilaian.
Business Interest          :   Kepemilikan dalam perusahaan yang meliputi
                               penyertaan dalam perusahaan, surat berharga, aset
                               keuangan lainnya, dan aset tak berwujud.
Laporan Penilaian Bisnis   :   Laporan tertulis yang dibuat oleh Penilai Bisnis yang
                               memuat pendapat Penilai Bisnis mengenai objek
                               Penilaian serta menyajikan informasi tentang proses
                               Penilaian.



                                                                                 14
Page 16
     Tanggal Laporan Penilaian Bisnis       : Tanggal ditandatanganinya Laporan Penilaian Bisnis
                                              oleh Penilai Bisnis.
     Tenaga Ahli                            : Orang yang mempunyai keahlian dan kualifikasi pada
                                              suatu bidang tertentu di luar ruang lingkup kegiatan
                                              Penilaian dan tidak bekerja pada kantor jasa Penilai
                                              publik.

     Diskon Tanpa Pengendalian
     (Discount for Lack of Control)         :   Suatu jumlah atau persentase tertentu yang
                                                merupakan pengurang dari Nilai suatu ekuitas
                                                sebagai cerminan dari kurangnya tingkat
                                                pengendalian atas objek Penilaian.
     Diskon Likuiditas Pasar
     (Discount for Lack of Marketability)   :   Suatu jumlah atau persentase tertentu yang
                                                merupakan pengurang dari Nilai suatu ekuitas
                                                sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek
                                                Penilaian.
     Kelangsungan Usaha                     :   Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang
                                                sedang beroperasi atau dalam konstruksi, atau suatu
                                                premis dalam Penilaian, dimana Penilai Bisnis
                                                menganggap suatu perusahaan akan terus
                                                melanjutkan operasinya secara berkelanjutan.
     Premi Pengendalian
     (Premium for Control)                  :   Suatu jumlah atau persentase tertentu yang
                                                merupakan penambah dari Nilai suatu ekuitas
                                                sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas
                                                objek Penilaian.
     KJPP FSR                               :   Kantor Jasa Penilai Publik dan Rekan.
     Perusahaan / MBR                       :   PT Mulia Boga Raya Tbk



1.16 Premis Penilaian

     Kami telah melakukan penilaian atas Studi Kelayakan Perusahaan dengan premis penilaian
     “going concern” yaitu suatu premis dalam penilaian dimana Penilai menganggap suatu
     perusahaan akan terus melanjutkan operasinya secara berkelanjutan.

1.17 Pembatasan

     •   Laporan Studi Kelayakan merupakan hasil analisis KJPP FSR atas rencana penambahan
         Kegiatan Usaha Perusahaan yang juga dimaksudkan untuk digunakan sebagai pemenuhan
         ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi


                                                                                                15
Page 17
    Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
    35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
    dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.17/SEOJK.04/2020
    tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
•   Besaran investasi yang digunakan dalam proyeksi merujuk pada rencana dan pertimbangan
    manajemen dengan tetap memperhatikan data pasar.
•   Penyusunan laporan studi ini merupakan interpretasi kami atas data dan informasi yang
    diperoleh dan tersedia yang kami anggap benar pada saat penyusunan laporan ini dilakukan.
    Asumsi-asumsi yang digunakan mungkin tidak lagi berlaku apabila terjadi sesuai atau kondisi
    tertentu yang memengaruhi ketepatan asumsi-asumsi tersebut, seperti diberlakukannya
    peraturan-peraturan pemerintah yang baru maupun perubahan-perubahan penting di
    manajemen, bidang politik, sosial dan ekonomi.
•   Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau
    kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi Perusahaan yang relevan dan
    signifikan pengaruhnya terhadap opini atau kesimpulan kami, yang tidak dan/atau belum
    kami terima dari Perusahaan.
•   Kami berasumsi bahwa Perusahaan mentaati semua peraturan yang ditetapkan
    Pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional perusahaan, baik di masa lalu
    maupun di masa mendatang.
•   Kami tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh
    Perusahaan. Kami berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkaitan dengan aset-aset
    Perusahaan, baik saat ini maupun di masa yang akan datang.
•   Kami berasumsi bahwa Perusahaan telah dan akan memenuhi kewajiban berkaitan dengan
    perpajakan, retribusi pungutan-pungutan, dan/atau kewajiban lainnya sesuai dengan
    peraturan yang berlaku.
•   Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan
    Studi Kelayakan.
•   Kami mengandalkan sepenuhnya data-data dari manajemen, adapun laporan keuangan
    audit per cut off date, kami peroleh dari manajemen.
•   Data dan informasi diperoleh dari sumber dan data yang dapat dipercaya.
•   Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
    kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
    pencapaian (fiduciary duty).
•   Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Studi Kelayakan dan kewajaran
    proyeksi keuangan.
•   Kami bukan konsultan yang berkompetensi masalah lingkungan hidup, dan karenanya tidak
    bertanggung jawab terhadap setiap kewajiban aktual atau potensial yang terkait dengan
    permasalahan lingkungan.
•   Laporan Studi Kelayakan ini bersifat nondisclaimer opinion.
•   Penilai bertanggung jawab pada laporan Studi Kelayakan ini dan kesimpulan akhir dari
    laporan ini.



                                                                                            16
Page 18
Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)

      Dari tanggal kajian (cut off date) per 31 Desember 2025 hingga laporan penilaian ini diterbitkan
      tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian (Subsequent Event).




                                                                                                   17
Page 19
                                               BAB II
                                      ANALISIS PERUSAHAAN


2.1.   Data dan Informasi

       Data dan Informasi yang kami gunakan dalam proses Studi Kelayakan Perusahaan adalah
       sebagai berikut:
       1.   Laporan Keuangan PT Mulia Boga Raya Tbk
            • Laporan keuangan tanggal 31 Desember 2021 serta untuk tahun yang berakhir pada
                 tanggal tersebut dan laporan auditor independen yang telah diaudit oleh Kantor
                 Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bahwa
                 laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
            • Laporan keuangan tanggal 31 Desember 2022 serta untuk tahun yang berakhir pada
                 tanggal tersebut dan laporan auditor independen yang telah diaudit oleh Kantor
                 Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bahwa
                 laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
            • Laporan keuangan tanggal 31 Desember 2023 serta untuk tahun yang berakhir pada
                 tanggal tersebut dan laporan auditor independen yang telah diaudit oleh Kantor
                 Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bahwa
                 laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
            • Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
                 laporan auditor independen yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis,
                 Jumadi, Rianto & Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
                 menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
            • Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
                 laporan auditor independen yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis,
                 Jumadi, Rianto & Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
                 menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
       2.   Surat Pernyataan Manajemen yang disiapkan oleh manajemen Perusahaan.
       3.   Data makro ekonomi berupa data inflasi, pertumbuhan ekonomi, suku bunga, kurs, dan
            data industri dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), media cetak maupun media
            elektronik.




                                                                                                 18
Page 20
2.2.   Pelaksanaan Wawancara

       Berdasarkan surat perintah penugasan yang kami terima, kami telah mengadakan wawancara
       dengan Bapak Yohnson Santoso sebagai Head of Commercial Finance dan Bapak Muhamad
       Soleh sebagai Legal Manager serta Bapak Eldridge Mikha Nainggolan sebagai Legal Officer yang
       kami anggap layak dan relevan guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk
       keperluan proses penilaian.

2.3.   Gambaran Umum Perusahaan

       a. Latar Belakang Perusahaan
          PT Mulia Boga Raya Tbk (“MBR”) merupakan perusahaan yang didirikan tanggal 25 Agustus
          2006 berdasarkan Akta Notaris No. 25 dibuat oleh Makmur Tridharma, SH, Notaris
          berkedudukan di Kota Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Kementerian Hukum
          dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. W7-00894
          HT.01.01-TH.2006 tanggal 25 September 2006.

          Sejak berdiri, Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan,
          dengan perubahan terakhir tercatat dalam Akta Notaris No. 49 tanggal 22 Desember 2025
          dari Liestiani Wang, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, mengenai perubahan anggaran
          dasar dan susunan pengurus Perusahaan. Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam
          Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
          Indonesia dengan Surat No. AHU-AH. 01.03-0024725 tanggal 16 Desember 2025.

          Sesuai dengan ketentuan dalam Akta terakhir, MBR berfokus pada beberapa area bisnis
          utama, termasuk melakukan usaha dalam bidang industri pengolahan produk dari susu
          lainnya, industri bumbu masak dan penyedap masakan serta restoran dan penyediaan
          makanan keliling lainnya..

          Lokasi kantor pusat dan pabrik Perusahaan beralamat di Bekasi International Industrial
          Estate, Jl. Inti II Blok C7 No. 5A, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat.

       b. Susunan Manajemen Perusahaan
          Berdasarkan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025, susunan pengurus Perusahaan
          adalah sebagai berikut:

          Dewan Komisaris
          Komisaris Utama                     : Hardianto Atmadja
          Komisaris                           : Paulus Tedjosutikno
          Komisaris                           : Eduardus Maurits Klavert
          Komisaris                           : Jean-Christophe Maurice Coubat
          Komisaris Independen                : Maurits Daniel Rudolf Lalisang
          Komisaris Independen                : Connie Ang


                                                                                                       19
Page 21
   Dewan Direksi
   Direktur Utama                     : Indrasena Patmawidjaja
   Direktur                           : Jeffry Halim
   Direktur                           : Ari Susanto
   Direktur                           : Randy Rinaldi Chandra Suwita
   Direktur                           : Alamjit Singh Sekhon

   Komite Audit
   Ketua                              : Connie Ang
   Anggota                            : Anwar Effendi Tjan
   Anggota                            : Briliana Setyawitta Wardhani

c. Tenaga Kerja

   Sesuai dengan laporan keuangan Audit periode 31 Desember 2025 bahwa jumlah karyawan
   Perusahaan sebanyak 315 orang karyawan.

d. Produk dan/atau Jasa Yang Dihasilkan

   PT Mulia Boga Raya Tbk adalah perusahaan yang fokus pada industri pengolahan produk dari
   susu lainnya. Pada saat ini produk yang dihasilkan adalah keju dengan merek “Prochiz” dan
   “Topchiz”.

e. Perijinan

   Perijinan yang telah diperoleh Perusahaan, antara lain sebagai berikut :

   • Akta Notaris No. 25 tanggal 25 Agustus 2006 perihal Akta Pendirian Perseroan Terbatas,
     dikeluarkan oleh Notaris Makmur Tridharma, SH., di Jakarta.
   • Surat Keputusan No. W7-00894 HT.01.01-TH.2006 tanggal 25 September 2006 yang
     dikeluarkan oleh Menteri Hukumdan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tentang
     pengesahan Akta Pendirian.
   • Akta Perubahan Terakhir Perusahaan No. 49 tanggal 22 Desember 2025 dari Liestiani
     Wang, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, mengenai perubahan anggaran dasar dan
     susunan pengurus Perusahaan. Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem
     Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
     Indonesia dengan Surat No. AHU-AH.01.09-0017708 tanggal 06 Januari 2026 dan Surat
     No. AHU-AH. 01.03-0024725 tanggal 16 Desember 2025.
   • Nomor Induk Berusaha No. 8120105871203 tanggal 7 Maret 2025 dikeluarkan oleh
     Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.
   • Surat Izin Usaha Industri tanggal 29 Juli 2019 yang dikeluarkan oleh Sistem OSS.
   • Nomor Pokok Wajib Pajak No. 0025 8959 0543 1000, dikeluarkan oleh KPP Madya Bekasi.


                                                                                         20
Page 22
f. Kegiatan Usaha Perusahaan

  Sesuai dengan ketentuan dalam Akta terakhir, MBR berfokus pada beberapa area bisnis
  utama, termasuk melakukan usaha dalam bidang industri pengolahan produk dari susu
  lainnya, industri bumbu masak.

g. Lokasi Perusahaan

  Lokasi kantor pusat dan pabrik Perusahaan beralamat di Bekasi International Industrial
  Estate, Jl. Inti II Blok C7 No. 5A, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat.

h. Susunan Pemegang Saham

  Susunan pemegang saham Perusahaan berdasarkan laporan keuangan Audit 2025 adalah
  sebagai berikut:

  Tabel 1. Susunan Pemegang Saham Perusahaan

             Nama Pemegang Saham               Lembar Saham        %               Jumlah

    PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk            3.716.642.250     66,07%        185.832.112.500
    Bel S.A                                       1.265.668.950     22,50%         63.283.447.500
    Hardianto Atdmadja                               12.909.000      0,23%            645.450.000
    Paulus Tedjosutikno                               6.454.500      0,11%            322.725.000
    Ari Susanto                                       3.819.000      0,07%            190.950.000
    Indrasena Patmawidjaja                            1.498.500      0,03%             74.925.000
    E. Maurits Klavert                                  832.675      0,01%             41.633.750
    Jeffry Halim                                        307.500      0,01%             15.375.000
    Pihak yang terafiliasi dengan pemegang
       saham pengendali                              35.287.175      0,63%          1.764.358.750
    Masyarakat                                      581.580.449     10,34%         29.079.022.450
                        Jumlah                    5.624.999.999    100,00%        281.249.999.950
  Sumber : Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025


i. Tinjauan Kinerja Keuangan

  Analisis kinerja keuangan historis Perusahaan didasarkan atas Laporan Keuangan yang
  periode 2021, 2022, dan 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
  Wibisana, Rintis dan Rekan serta per 31 Desember 2024 dan 2025 yang telah diaudit oleh
  Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto dan Rekan.




                                                                                                21
Page 23
Tinjauan Posisi Keuangan

Tabel 2. Posisi Keuangan (Rp.000)
                  URAIAN               2021          2022          2023          2024             2025

 ASET
 ASET LANCAR
 Kas dan setara kas                  159.541.794   131.685.970   152.549.471   288.060.199    258.775.229
 Piutang usaha
 - Pihak berelasi                     47.416.196    58.455.449   105.909.764   105.172.643    124.487.093
 - Pihak ketiga                       85.392.188    74.770.514    29.562.663    34.959.902        35.386.367
 Piutang lain-lain
 - Pihak berelasi                      1.555.051      834.949       587.906       712.394          1.173.209
 - Pihak ketiga                         768.179      1.210.251      119.853       524.766           181.656
 Persediaan                          194.845.187   268.394.686   330.657.973   237.933.407    318.399.112
 Pajak dibayar di muka                         -             -             -             -         8.800.289
 Aset lancar lainnya                   8.162.680   105.742.163     7.557.707     8.483.703         9.029.886
 Total Aset Lancar                   497.681.274   641.093.981   626.945.338   675.847.014    756.232.841


 ASET TIDAK LANCAR
 Piutang dari pihak berelasi         100.000.000             -             -             -                 -
 Aset tetap - bersih                 128.944.476   200.543.194   182.854.468   250.957.801    439.377.983
 Tagihan pajak penghasilan                     -      945.020       945.020       945.020           945.020
 Aset pajak tangguhan                 11.612.505    11.038.675    14.612.862    24.187.755        32.807.138
 Aset tidak lancar lainnya            29.488.028     6.479.488     3.020.667    22.120.267        22.118.899
 Total Aset Tidak Lancar             270.045.010   219.006.378   201.433.016   298.210.843    495.249.040


 TOTAL ASET                          767.726.284   860.100.359   828.378.354   974.057.857   1.251.481.881


 LIABILITAS
 LIABILITAS JANGKA PENDEK
 Utang usaha
 - Pihak berelasi                              -             -             -             -         2.319.832
 - Pihak ketiga                       75.657.709    76.685.125    53.508.992    69.740.747    142.251.034
 Utang lain-lain
 - Pihak berelasi                       226.496      1.127.770      325.150      4.188.325         4.505.020
 - Pihak ketiga                        5.415.640    12.059.178     8.989.615    11.873.567        80.080.639
 Uang muka pelanggan                    759.917       927.395      6.873.607      712.546           319.093
 Akrual                               43.766.766    50.660.233    60.817.051   100.140.781    125.522.749
 Utang pajak                          23.958.845     3.926.432    13.999.692    25.480.663        17.240.497
 Liabilitas imbalan kerja             26.986.816     8.508.492    10.963.950    19.020.323        32.501.850
 Total Liabilitas Jangka Pendek      176.772.189   153.894.625   155.478.058   231.156.953    404.740.714


 LIABILITAS JANGKA PANJANG
 Liabilitas imbalan kerja               937.481       337.692              -      405.177                  -
 Liabilitas jangka panjang lainnya     4.191.085     2.362.223     2.127.338     2.627.998         1.653.732
 Total Liabilitas Jangka Panjang       5.128.566     2.699.915     2.127.338     3.033.175         1.653.732


 TOTAL LIABILITAS                    181.900.755   156.594.540   157.605.396   234.190.128    406.394.446




                                                                                             22
Page 24
 EKUITAS
 Modal saham                            75.000.000        75.000.000     75.000.000      75.000.000        281.250.000
 Saham yang akan diterbitkan                       -                -             -     206.250.000                       -
 Tambahan modal disetor               206.493.606        206.493.606    206.493.606       1.740.552             1.740.552
 Saldo laba
   Dicadangkan                          16.000.000        16.000.000     16.000.000      16.000.000            18.000.000
   Belum dicadangkan                  282.775.129        400.145.879    367.988.295     435.368.832        539.690.631
 Penghasilan komprehensif lain           5.556.794         5.866.334      5.291.058       5.508.345             4.406.252
 TOTAL EKUITAS                        585.825.529        703.505.819    670.772.958     739.867.729        845.087.435
 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS         767.726.284        860.100.359    828.378.354     974.057.857       1.251.481.881
Sumber : Laporan Keuangan Perusahaan, Diolah oleh FSR


Total aset selama periode historis cenderung mengalami pergerakan yang naik turun dari
tahun 2021 sampai dengan 2025. Dimana total aset tertinggi pada 31 Desember 2025 yaitu
sebesar Rp1.251.481.880.725. Kenaikan total aset tertinggi ada pada periode 2025 dengan
total persentase kenaikan sebesar 28,48% dari periode 2024 kenaikan tersebut didominasi
oleh pergerakan aset tetap serta pajak dibayar dimuka.

Total liabilitas Perusahaan juga mengalami pergerakan yang serupa dengan total aset, di
mana sempat mengalami penurunan pada periode 2022 dengan persentase penurunan
sebesar 13,91%. Penurunan ini terjadi akibat dari penurunan yang signifikan pada liabilitas
jangka pendek, yaitu penurunan pada utang pajak serta liabiliatas lainnya. Pada periode 2024
total liabilitas Perusahaan kembali mengalami peningkatan yaitu sebesar 48,59% yang
dimana peningkatan ini didominasi oleh peningkatan liabilitas jangka pendek Perusahaan.
Pada periode 2025, total liabilitas Perusahaan tercatat sebesar Rp406.394.445.935.

Total ekuitas Perusahaan menunjukan pergerakan yang terus meningkat dari periode 2021
sampai dengan 2025 yang dimana sempat mengalami penurunan pada periode tahun 2023
sebesar 4,65%. Total ekuitas Perusahaan pada periode 2025 tercatat sebesar
Rp845.087.434.790.

Tinjauan Laba (Rugi)

Tabel 3. Laba Rugi (Rp.000)
              URAIAN                  2021                 2022            2023              2024                  2025


 Penjualan                         1.042.307.145       1.044.368.858    1.019.669.802     1.264.335.961         1.506.300.330


 Beban Pokok Penjualan             (705.320.179)        (748.863.691)   (756.669.855)     (890.588.426)        (1.051.004.222)


 Laba Kotor                          336.986.965         295.505.167      262.999.947      373.747.536            455.296.108


 Beban Operasional
 Beban penjualan                    (98.306.757)        (111.041.147)   (107.787.347)     (121.550.232)         (147.580.467)
 Beban Umum dan Administrasi        (64.091.341)         (45.646.729)    (56.167.178)      (72.453.177)           (97.204.219)



                                                                                                          23
Page 25
 Total Beban Operasional             (162.398.098)      (156.687.876)      (163.954.525)      (194.003.409)        (244.784.686)


 Laba Operasional                     174.588.867        138.817.291         99.045.421        179.744.126          210.511.422


 Pendapatan (Beban) Lain-lain
 Penghasilan keuangan                   8.752.971          8.160.570          6.950.198          8.742.953           15.670.850
 Beban keuangan                        (1.598.716)          (868.934)        (1.058.466)          (238.797)            (399.242)
 Penghasilan lainnya                    4.361.408          4.856.811          2.041.312          2.377.801            3.606.775
 Beban lainnya                         (2.933.933)          (575.826)        (3.997.796)        (4.629.656)          (2.836.026)


 Laba (Rugi) Sebelum Pajak            183.170.598        150.389.912        102.980.669        185.996.427          226.553.778

 Beban (Manfaat) Pajak
                                      (38.470.329)       (33.019.162)       (22.638.254)       (39.115.890)         (47.106.979)
 Penghasilan

 Laba (Rugi) Tahun Berjalan           144.700.269        117.370.750         80.342.415        146.880.537          179.446.799


Selama periode historis pendapatan Perusahaan cenderung naik. Hal ini dapat terlihat dari
tabel diatas yang dimana terlihat bahwa pendapatan Perusahaan selama periode berjalan
pada periode 2021 sampai dengan periode 2025 pendapatan Perusahaan mengalami
peningkatan pendapatan. Pada periode 2021 hingga 2025 rata-rata pendapatan Perusahaan
mengalami peningkatan sebesar 7,28%. Pendapatan tertinggi Perusahaan tercatat pada
tahun 2025 yaitu sebesar Rp1.506.300.329.890.

Beban pokok pendapatan Perusahaan selama periode berjalan memiliki pergerakan yang
cenderung naik dengan rata-rata kenaikan sebesar 8,30%. Persentase kenaikan tertinggi ada
pada periode 2025 dengan total beban pokok pendapatan sebesar Rp1.051.004.222.155
yaitu naik sebesar 18,1% dari periode 2024.

Laba rugi tahun berjalan Perusahaan terlihat mengalami pergerakan yang naik turun dengan
rata- rata sebesar 10,79%. Laba tahun berjalan Perusahaan tertinggi tercatat pada periode
2025 yaitu sebesar Rp179.446.799.045 setelah mengalami peningkatan sebesar 22,17% dari
periode 2024.

Tinjauan Arus Kas

Tabel 4. Arus Kas (Rp.000)
               URAIAN                      2021               2022               2023              2024               2025



 Arus Kas dari Aktivitas Operasi          97.933.974         64.694.069         46.446.503       328.266.036        214.546.204
 Arus Kas dari Aktivitas Investasi     (136.039.791)        (82.238.623)        89.321.564     (114.752.254)       (170.706.174)
 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan       (17.829.321)       (10.311.270)      (114.904.566)      (78.003.054)       (73.125.000)


 Kenaikan (Penurunan) Kas dan
                                         (55.935.139)       (27.855.824)        20.863.501       135.510.728        (29.284.970)
 Bank
 Kas dan Bank Awal Tahun                 215.476.933        159.541.794        131.685.970       152.549.471        288.060.199
 Kas dan Bank Akhir Tahun                159.541.794        131.685.970        152.549.471       288.060.199        258.775.229


                                                                                                              24
Page 26
Dari laporan keuangan yang diperoleh. Aktivitas arus kas Perusahaan pada periode 2025
adalah sebagai berikut :

Arus kas bersih dari aktivitas operasi Perusahaan pada periode 2025 menunjukan arus kas
yang masuk sebesar Rp 214.546.204.095.

Arus kas bersih untuk aktivitas investasi Perusahaan pada periode 2025 menunjukkan arus
kas keluar sebesar Rp170.706.173.879.

Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan Perusahaan pada periode 2025 menunjukan arus
kas keluar sebesar Rp73.124.999.987.

Rasio Keuangan

Tabel 5. Rasio Keuangan
                 Keterangan           2021        2022        2023        2024        2025

 RASIO LIKUIDITAS
 Current Ratio                            1,53        1,42        1,30       1,29        1,22
 Working Capital to Total Assets       41,80%      56,64%      56,91%      45,65%      28,09%
 RASIO AKTIVITAS
 Fixed Asset Turnover                     8,08        5,21        5,58       5,04        3,43
 Total Asset Turnover                     1,36        1,21        1,23       1,30        1,20
 Sales to Current Assets Turnover         2,09        1,63        1,63       1,87        1,99
 RASIO SOLVABILITAS
 Debt to Total Assets Ratio               0,24        0,18        0,19       0,24        0,32
 Debt Equity Ratio                        0,31        0,22        0,23       0,32        0,48
 RASIO PROFITABILITAS
 Gross Profit Margin                   32,33%      28,30%      25,79%      29,56%      30,23%
 Net Profit Margin                     13,88%      11,24%       7,88%      11,62%      11,91%
 Return on Equity                      24,70%      16,68%      11,98%      19,85%      21,23%
 Return on Asset                       18,85%      13,65%       9,70%      15,08%      14,34%


1.   Rasio Likuiditas
     Rasio Likuiditas merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
     memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya. Rasio inilah yang dapat
     digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan. Berikut jenis rasio
     likuiditas Perusahaan :
     • Rasio Lancar (current ratio)
           Berdasarkan rasio lancar Perusahaan selama periode 2021 sampai dengan 2025
           rata-rata rasio ada di angka 1,35 dimana hal ini menunjukkan kemampuan
           Perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Rasio lancar pada
           periode 2025 tercatat sebesar 1,22.

     •     Rasio Modal Kerja Bersih (working capital to total asset ratio)
           Rasio modal kerja bersih pada dasarnya adalah dana yang ada atau tersedia untuk
           membiayai keperluan operasional suatu bisnis. Rasio modal kerja bersih penting
           dalam perusahaan karena dapat menjadi indikator kesehatan dalam pengelolaan

                                                                                       25
Page 27
         keuangan perusahaan. Jika selisih di antara aset dan utang jangka pendek
         perusahaan semakin besar, maka dapat kondisi perusahaan tersebut dinyatakan
         sehat. Sebaliknya, jika jumlah utang melebihi batas aset hingga nominal working
         capital-nya negatif, maka perusahaan tersebut berada diambang kebangkrutan.
         Rasio modal kerja bersih per 31 Desember 2025 sebesar 28,09%.

2.   Rasio Aktivitas

     •   Rasio Perputaran Aset Tetap (fixed asset turnover)
         Berdasarkan rasio perputaran aset tetap Perusahaan selama periode 2021 sampai
         dengan 2025 rata-rata rasio ada di angka 5,47 kali. Rasio perputaran aset tetap
         pada periode 2025 tercatat sebesar 3,43.
     •   Rasio Perputaran Total Aset (Total asset turnover)
         rasio perputaran total aset Perusahaan selama periode 2021 sampai dengan 2025
         rata-rata rasio ada di angka 1,26 kali. Rasio perputaran total aset pada periode 2025
         tercatat sebesar 1,20.
     •   Rasio Perputaran Penjualan terhadap Aset Lancar (sales to current asset turnover)
         rasio perputaran penjualan terhadap aset lancar Perusahaan selama periode 2021
         sampai dengan 2025 rata-rata rasio ada di angka 1,84 kali. Rasio perputaran
         penjualan terhadap aset lancar pada periode 2025 tercatat sebesar 1,99.

3.   Rasio Solvabilitas

     •   Rasio Utang Terhadap Aset (Debt to asset ratio)
         Rasio utang terhadap total aset Perusahaan selama periode 2021 sampai dengan
         2025 rata-rata rasio ada di angka 0,32 kali. Rasio utang terhadap total aset pada
         periode 2025 tercatat sebesar 0,32.

     •   Rasio Utang Terhadap Ekuitas (Debt to equity ratio)
         Rasio utang terhadap ekuitas Perusahaan selama periode 2021 sampai dengan
         2025 rata-rata rasio ada di angka 0,31 kali. Rasio perputaran utang terhadap
         ekuitas pada periode 2025 tercatat sebesar 0,48.

4.   Rasio Profitabilitas

     •   Marjin Laba (Rugi) Kotor dan Marjin Laba (Rugi) Bersih Selama periode 2021 hingga
         2025 rata-rata sebesar 29,24% dan 11,31%. Marjin Laba (Rugi) Kotor dan Marjin
         Laba (Rugi) Bersih pada periode 2025 masing-masing menunjukkan angka 30,23%,
         dan 11,91%.
     •   Rasio Pengembalian Ekuitas (Return on equity)
         Selama periode 2021 hingga 2025 menunjukkan rata-rata sebesar 18,89%. Rasio
         pengembalian ekuitas pada 2025 menunjukkan angka 21,23%.
     •   Rasio Pengembalian Aset (Return on asset)
         Selama periode 2021 hingga 2025 menunjukkan rata-rata sebesar 14,32%. Rasio
         pengembalian ekuitas pada 2025 menunjukkan angka 14,34%.


                                                                                           26
Page 28
                                               BAB III
                                       ASPEK MAKRO INDONESIA

3.1.   Pertumbuhan Ekonomi Dunia

       Berdasarkan Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II-2025, ketidakpastian
       ekonomi global kembali meningkat pasca pengumuman kenaikan tarif efektif resiprokal
       Amerika Serikat ke beberapa negara maju dan berkembang. Kenaikan tarif tersebut
       diperkirakan akan memperlemah prospek pertumbuhan ekonomi dunia, khususnya di negara
       maju. Pertumbuhan ekonomi di AS, Eropa, dan Jepang dalam tren menurun di tengah
       ditempuhnya kebijakan fiskal ekspansif dan pelonggaran kebijakan moneter di negara tersebut.
       Kinerja ekonomi Tiongkok juga diperkirakan belum kuat, ditengah berbagai strategi diversifikasi
       ekspor. Sementara itu, kinerja perekonomian India diperkirakan tetap baik didukung
       permintaan domestik.

       Tekanan inflasi AS masih menurun sehingga mendorong tetap kuatnya ekspektasi arah
       penurunan Fed Fund Rate (FFR) ke depan. Sementara itu, pergeseran alihan modal keluar dari
       AS ke Eropa dan negara berkembang, serta komoditas yang dianggap aman seperti emas, terus
       berlanjut sejalan dengan meningkatnya risiko ekonomi AS, termasuk risiko fiskal. Perkembangan
       ini mendorong berlanjutnya pelemahan indeks mata uang dolar AS terhadapa mata uang negara
       maju (DXY) dan negara berkembang (ADXY).

                            Tabel 6.   Pertumbuhan Ekonomi Dunia




             Sumber: Bank Indonesia




                                                                                                   27
Page 29
3.2.   Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

       Berdasarkan Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II-2025, pertumbuhan
       ekonomi semester II 2025 membaik dan secara keseluruhan tahun 2025 diperkirakan berada
       dalam kisaran 4,6-5,4%. Di samping membaiknya permintaan domestik, perbaikan ini juga
       didukung oleh tetap positifnya kinerja ekspor sejalan dengan hasil perundingan tarif dengan
       Pemerintah AS. Berbagai respons bauran kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia juga
       meningkatkan keyakinan pelaku ekonomi yang pada akhirnya akan mendorong kegiatan
       ekonomi.

       perekonomian Indonesia tetap tumbuh baik dan perlu terus didorong agar lebih tinggi.
       Pertumbuhan triwulan III-2024 didukung oleh permintaan domestik. Investasi tetap kuat,
       khususnya investasi bangunan sejalan dengan penyelesaian berbagai Proyek Strategis Nasional
       (PSN). Konsumsi rumah tangga, khususnya kelas menengah ke atas, tetap terjaga. Ekspor
       nonmigas tumbuh positif di tengah perlambatan ekonomi global dan penurunan harga
       komoditas. Dari sisi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan ditopang oleh Industri Pengolahan,
       Konstruksi dan Perdagangan Besar dan Eceran. Secara spasial, kinerja ekonomi terjaga diseluruh
       wilayah.

       Nilai Tukar Rupiah

       Nilai tukar Rupiah diperkirakan stabil didukung dengan komitmen Bank Indonesia dalam
       menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah dan prospek
       pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik. Bank Indonesia terus memperkuat respons
       kebijakan stabilisasi, termasuk intervensi terukur di pasar off-shore NDF dan strategi triple
       intervention pada transaksi spot, DNDF, dan SBN di pasar sekunder. Seluruh instrumen moneter
       juga terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui
       optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia
       (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI), untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam
       menarik aliran masuk investasi portofolio asing dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.

                        Grafik 1. Kurs Nilai Tukar Rupiah VS Negara Kawasan




                   Sumber: Bank Indonesia

                                                                                                    28
Page 30
Inflasi

Bank Indonesia meyakini makin rendahnya prakiraan inflasi tahun 2025 dan 2026 dalam sasaran
2,5±1%. Inflasi inti diperkirakan lebih rendah dari perkirakan seiiring ekspektasi inflasi yang
terjangkar dalam sasaran, kapasitas ekonomi memadai, imported inflation yang terkendali, dan
dampak positif dari digitalisasi. Selain itu, inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi
pengendalian inflasi Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah.

                                 Grafik 2. Inflasi Indonesia




Sumber: Bank Indonesia




                                                                                                   29
Page 31
                                           BAB IV
                                   ASPEK KELAYAKAN PASAR



4.1. Perdagangan Besar Gula,Cokelat dan Kembang Gula dan Aktivitas Penyediaan Makanan Di
     Bangunan Tetap

    Penjelasan Mengenai Perdagangan Besar Gula, Cokelat dan Kembang Gula

    Berbagai produk olahan cokelat seperti bubuk, permen, minuman dan berbagai makanan
    berbasis cokelat lain telah lama dikenal, dinikmati dan digemari oleh berbagai kalangan
    masyarakat. Tidak sedikit yang berpendapat bahwa keunikan cita rasa dan kenikmatan produk-
    produk cokelat tidak dapat ditandingi oleh produk lain sejenisnya.

    Kakao adalah bahan dasar dalam produk cokelat yang digunakan dalam bentuk pasta, bubuk
    dan lemak. Cokelat memiliki 3 (tiga) sifat utama yang membedakannya dari produk-produk lain,
    yaitu kekhasan cita rasa, tekstur dan warnanya. Padatan cokelat berperan sebagai pemberi cita
    rasa dan warna, sedangkan lemak berperan dalam mengendalikan teksturProduk.

    Ukuran pasar kakao dan cokelat global bernilai USD 55,87 miliar pada tahun 2025. Pasar ini
    diproyeksikan tumbuh dari USD 58,65 miliar pada tahun 2026 menjadi USD 86,52 miliar pada
    tahun 2034, menunjukkan CAGR sebesar 4,98% selama periode perkiraan. Eropa mendominasi
    pasar kakao dan cokelat, dengan pangsa pasar 43,37% pada tahun 2025.

    Pasar menunjukkan pertumbuhan progresif karena lintasan pertumbuhan yang kuat dari
    industri permen cokelat global. Terjadi peningkatan signifikan dalam pangsa negara asal
    penggilingan global, yang telah mendorong konsumsi keseluruhan bahan berbasis kakao.
    Pengembangan produk baru di berbagai sektor industri makanan juga memfasilitasi
    pertumbuhan pasar kakao dan cokelat. Cokelat tetap menjadi rasa utama dalam peluncuran
    produk baru di bidang minuman, roti, dan permen. Cokelat juga tetap menjadi salah satu bahan
    yang banyak digunakan di sektor makanan manis dan minuman. Tren industri ini diperkirakan
    akan mendorong pertumbuhan pasar dalam waktu dekat.

    Penjelasan Mengenai Industri Aktivitas Penyediaan Makanan Di Bangunan Tetap

    Industri aktivitas penyediaan makanan di bangunan tetap merujuk pada usaha jasa penyediaan
    makanan dan minuman yang beroperasi di lokasi permanen, tidak berpindah-pindah, dan
    ditunjukan untuk konsumsi langsung di tempat usaha tersebut.

    Beroperasi di dalam bangunan permanen, seperti restoran, kafe, rumah makan, warung makan,
    kantin, atau food court. Fokus melayani konsumen yang makan atau minum langsung di lokasi.



                                                                                              30
Page 32
Mencakup restoran dengan layanan pramusaji (fine dining), restoran self-service (prasmanan),
maupun layanan take away.

Industri ini wajib menerapkan standar keamanan pangan yang tinggi untuk menghindari bahaya
fisik, biologis, dan kimia, terutama dalam pengolahan pangan siap saji (IPSS).

Pangan Siap Saji merupakan makanan dan/atau minuman yang sudah diolah dan siap untuk
langsung disajikan di tempat usaha atau di luar tempat usaha atas dasar pesanan (PP No. 28
Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan). Di dalam berproduksi IPSS harus
memenuhi aspek-aspek keamanan pangan, yaitu harus aman, bermutu dan bergizi. Untuk
menghasilkan pangan yang aman, bermutu dan bergizi tersebut, IPSS harus melakukan praktik-
praktik higienis dan sanitasi dalam pengolahan pangan, yaitu upaya untuk mengendalikan faktor
bahan baku, proses, orang, tempat dan perlengkapannya yang dapat atau mungkin dapat
menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan.

Saat ini sektor IPSS semakin berkembang seiring dengan perubahan pola hidup manusia dan
perekonomian. Sektor industri ini memberikan kemudahan dan kepraktisan bagi konsumen
dalam penyediaan makanan dan/atau minuman, baik untuk makanan sehari-hari, pesta
maupun rekreasi. Pangan siap saji diproduksi oleh jasa boga, hotel, restoran, rumah makan,
kafetaria, kaki lima, penjaja makanan keliling dan sejenisnya.

Perkembangan Perdagangan Gula,Cokelat dan Kembang Gula

Perkembangan industri pengolahan makanan coklat dan kembang gula di Indonesia
menunjukkan tren positif, didorong oleh posisi Indonesia sebagai produsen biji kakao terbesar
di Asia Tenggara dan meningkatnya konsumsi domestik. Industri ini mengalami hilirisasi yang
kuat, bertransformasi dari sekadar eksportir biji mentah menjadi pusat pemrosesan (grinding)
dan produk jadi.

Indonesia adalah produsen kakao terbesar ke-3 dunia dengan penguasaan 8,46% pasar kakao
olahan global per awal 2026. Industri ini berfokus pada hilirisasi (menghasilkan cocoa
butter/powder) dan produk akhir cokelat, dengan sentra di Sulawesi dan Jawa.

Pasar cokelat dan kembang gula (manisan) terus meningkat, dengan proyeksi pertumbuhan
volume permen mencapai 4,1% pada 2026. Industri ini menarik investasi asing yang besar (di
atas 2 miliar US Dollar dalam 5 tahun terakhir), dengan kehadiran raksasa seperti Nestle, Mars,
dan Cargill.




                                                                                            31
Page 33
                              Tabel 7. Estimasi Pasar Industri Cokelat




Sumber : https://www.marketresearchfuture.com/reports/indonesia-cocoa-ingredients-market-


Industri cokelat di Indonesia diperkirakan mempunyai valuasi pasar hampir mencapai IDR 3
trilliun, atau hampir setengah dari industri keju.

Cokelat dan Keju adalah produk complementary yang saling mendukung satu sama lain untuk
menciptakan produk dengan rasa dan tekstur yang lebih unggul.

Perkembangan Aktivitas Penyediaan Makanan Di Bangunan Tetap

Perkembangan industri aktivitas penyediaan makanan di bangunan tetap (restoran, kafe, rumah
makan) di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat, didorong oleh digitalisasi dan
perubahan gaya hidup masyarakat. Industri ini bertransformasi dari sekadar tempat makan
menjadi pusat pengalaman konsumsi.

Pertumbuhan Kuat dalam Industri makanan dan minuman (F&B) diproyeksikan terus tumbuh,
dengan pertumbuhan mencapai 6,15% pada triwulan II-2025.

Ditahun 2026, diprediksi akan ada pergeseran dari fine dining konvensional ke arah fine
casualyang menawarkan kualitas makanan tinggi namun dengan suasana yang lebih santai dan
harga lebih terjangkau. Konsumen semakin selektif dan memprioritaskan pengalaman makan,
membuat kafe dan restoran berkonsep unik lebih banyak diminati.

Dari sisi teknologi ikut berkembang dengan adanya digitalisasi operasional seperti
menggunakan sistem kasir, pemesanan mandiri via QR Code dan manajemen dapur digital
untuk efisiensi. Digitalisasi ini membantu dalam menjaga konsistensi rasa dan kualitas.

Secara keseluruhan, industri penyedia makanan di Indonesia saat ini mengutamakan integrasi
teknologi, pengalaman pelanggan, dan keberlanjutan untuk bertahan dan berkembang.




                                                                                            32
Page 34
4.2. Persaingan Usaha

    Perdagangan Besar Gula,Cokelat dan Kembang Gula

    Persaingan usaha di industri pengolahan makanan cokelat di Indonesia pada tahun 2025-2026
    ditandai dengan hilirisasi yang gencar, tingginya konsumsi domestik, namun dihadapkan pada
    defisit pasokan bahan baku (biji kakao) berkualitas. Meskipun Indonesia adalah salah satu
    produsen kakao terbesar ketiga di dunia, industri olahan harus bersaing mendapatkan biji kakao
    dalam negeri yang produktivitasnya menurun akibat hama dan pohon yang sudah tua .

    MBR, sebagai perusahaan yang berencana untuk mengembangkan usaha di bidang-bidang
    tersebut, akan menghadapi persaingan ketat dari perusahaan-perusahaan yang sudah ada
    dalam sektor yang sama. Persaingan ini tidak hanya berasal dari pemain lokal tetapi juga dari
    perusahaan multinasional yang telah mengakar dalam menyediakan produk-produk olahan di
    Indonesia.

    Untuk dapat bersaing secara efektif, MBR perlu menonjolkan diferensiasi hasil produk yang
    ditawarkan, seperti inovasi dalam produk, peningkatan kualitas layanan, dan strategi penetapan
    harga yang kompetitif. Selain itu, membangun kerjasama strategis dengan berbagai pihak dan
    meningkatkan produksi hasil adalah kunci untuk memenangkan persaingan dalam pasar yang
    dinamis.

    Mempertimbangkan kecenderungan pasar dan kebutuhan konsumen yang terus berubah juga
    sangat penting untuk memastikan bahwa MBR tidak hanya dapat bertahan tetapi juga
    berkembang dalam persaingan industri pengolahan makanan cokelat di Indonesia. Strategi yang
    proaktif dan responsif terhadap tren pasar akan membantu MBR dalam memposisikan dirinya
    sebagai pemimpin dalam inovasi dan layanan teknologi informasi. Berikut pesaing usaha MBR
    yang terdapat di Indonesia :

               •   PT Freyabadi Indotama – Tulip Chocolate
               •   PT Federal Food Internusa – Elmer Chocolate Indonesia
               •   PT Gandum Mas Kencana – Collata Chocolate Indonesia
               •   Barry Callebaut – Bensdorp

    Aktivitas Penyediaan Makanan Di Bangunan Tetap

    Persaingan usaha dalam industri aktivitas penyediaan makanan di bangunan tetap (seperti
    restoran, kafe, rumah makan, dan kedai) di Indonesia pada tahun 2024-2026 ditandai dengan
    intensitas tinggi dan pertumbuhan yang pesat, terutama didorong oleh perubahan gaya hidup
    perkotaan dan adopsi dari teknologi.

    Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat Indonesia untuk makan di luar rumah terus
    tumbuh seiring perubahan gaya hidup, urbanisasi, dan meningkatnya aktivitas sosial.

    Pertumbuhan Kedai Kopi dan Kafe dan Restoran di Indonesia merupakan pusat pertumbuhan
    industri kopi global dengan jumlah gerai kopi mencapai lebih dari 461 ribu pada akhir 2025,
    tertinggi di dunia.



                                                                                               33
Page 35
    Persaingan bisnis warung makan sangat ketat, terutama karena banyaknya pelaku usaha
    (menengah hingga UMKM) yang beroperasi di bangunan fisik di lokasi strategis.

    MBR, sebagai perusahaan yang berencana untuk mengembangkan usaha di bidang-bidang
    tersebut, akan menghadapi persaingan ketat dari pelaku usaha yang sudah ada dalam sektor
    yang sama.

    Untuk dapat bersaing secara efektif, MBR perlu menonjolkan melalui pengalaman kuliner yang
    kreatif dan inovatif dengan memperkenalkan kreasi makanan keju dan cokelat adalah kunci
    untuk memenangkan persaingan dalam pasar yang dinamis ini.

    Mempertimbangkan kecenderungan pasar dan kebutuhan konsumen yang terus berubah juga
    sangat penting untuk memastikan bahwa MBR tidak hanya dapat bertahan tetapi juga
    berkembang dalam persaingan industri aktivitias penyediaan makanan di banguan tetap.
    Strategi kesesuaian lahan dan lokasi strategis terhadap tren pasar akan membantu MBR dalam
    memposisikan dirinya sebagai pemimpin dalam inovasi dan layanan penyediaan makanan.

4.3. Strategi Pemasaran

    Sebagai produsen yang memiliki spesialisasi dalam pengolahan produk dari susu, tujuan utama
    MBR adalah untuk membantumeningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keamanan bisnis, serta
    profitabilitas pelanggan dengan memanfaatkan teknologi terbaru. Untuk mencapai tujuan
    tersebut, MBR mengembangkan strategi pemasaran yang komprehensif, mencakup
    penggunaan kanal pemasaran online/digital, pemasaran offline/ tradisional, dan partnership.
    MBR juga menjadi sponsor untuk beberapa kegiatan dan komunitas. Strategi pemasaran MBR
    dirancang untuk mencapai tujuan berikut :

    1. Menghasilkan Prospek dan Meningkatkan Pelanggan MBR

       Tujuan utama MBR adalah menarik konsumen baru dan menghasilkan produk baru dan
       menargetkan bisnis yang mencari hasil produk olahan baru dan memberikan layanan berupa
       tempat makan.

    2. Membangun Kesadaran Merek dan Kredibilitas Retention

       MBR akan membangun merek dan menetapkan diri sebagai penyedia produk cokelat dan
       penyedia layanan di bangunan tetap yang kredibel dan terpercaya.

    3. Meningkatkan Engagement dan Retention

       MBR ingin menciptakan hubungan yang baik dengan pelanggannya untuk mendorong
       loyalitas, kesadaran merek, dan juga meningkatkan dengan memberikan layanan terbaik.




                                                                                            34
Page 36
                                           BAB V
                                  ASPEK KELAYAKAN BISNIS



5.1 Bisnis MBR

   Perusahaan didirikan pada tahun 2006 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada
   tahun2008. Lokasi kantor pusat dan pabrik Perusahaan terletak di Bekasi International Industrial
   Estate, Jl. Inti II Blok C7 No. 5A, Cibatu, Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.

   Sebagai perusahaan yang mengolah produk dari susu lainnya, MBR, menghasilkan produk
   sebagai berikut.

   1. Prochiz

       Perusahaan pertama kali memproduksi keju dengan menggunakan merek PROCHIZ sebagai
       merek keju pertama yang diproduksi di Indonesia.

       Perusahaan berkomitmen untuk menjamin keunggulan produk dengan rutin melakukan
       audit eksternal oleh pemeriksa internasional. Ini memastikan bahwa Perusahaan tidak
       hanya memenuhi standar industri, tetapi juga terus menerus meningkatkan kualitas produk
       untuk memberikan nilai maksimal kepada pelanggan. Melalui pendekatan ini, Perusahaan
       terus berinovasi untuk memberikan produk terbaik yang dapat menjawab kebutuhan
       konsumsi keju di masa kini.

   2. Topchiz

       Keju cheddar olahan produksi dari MBR yang didedikasikan untuk industri makanan dengan
       harga ekonomis dan memiliki kualitas terbaik dikelasnya.



5.2 Rencana Bisnis Baru MBR

   MBR berencana untuk menjalankan kegiatan usaha dibidang penjualan produk coklat dengan
   cara melakukan pemasaran oleh team penjualan MBR (yang sebelumnya telah melakukan
   pemasaran produk keju “Prochiz”) ke konsumen aktif dari MBR di channel food service

   Untuk rencana dalam aktivitas penyediaan makanan di bangunan tetap, MBR berencana untuk
   membuka restoran yang berlokasi berlokasi di Jalan Bendi Besar No. 186, Kelurahan Kebayoran
   Lama, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan – 12240.




                                                                                                35
Page 37
5.3 Aspek Teknis Terkait Dengan Produk dan Layanan

   Dengan rencana penambahan kegiatan usaha berupa penambahan bidang usaha sesuai dengan
   KBLI No. 46331 untuk aktivitas perdagangan besar gula, cokelat dan kembang gula dan KBLI
   No. 56101 untuk aktivitas penyediaan makanan di bangunan tetap. Dalam hal ini Perusahaan
   bertanggung jawab untuk perencanaan, proses, penyelesaian produk yang akan di produksi,
   seperti selayaknya produk hasil olahan yang pernah di produksi Perusahaan sebagai berikut :

   A.   Perdagangan Produk Cokelat

        Dalam rencana penambahan kegiatan usaha berupa penambahan bidang usaha sesuai
        dengan KBLI No. 46331 untuk aktivitas perdagangan besar gula, cokelat dan kembang gula,
        MBR melakukan diversifikasi produk cokelat berbagai jenis, antara lain sebagai berikut:

        • Cokelat Blok

           Cokelat dalam bentuk blok dalam berbagai ukuran seperti 1 kg – 5 kg yang cocok untuk
           diparut atau dimakan langsung.

        • Cokelat Filling

           Cokelat berbentuk isian untuk filling produk seperti roti dan kue.

        • Cokelat Powder

           Cokelat berbentuk bubuk yang bisa digunakan untuk topping makanan dan minuman.

        MBR berencana menggunakan Merek Dagang untuk produk-produk cokelat tersebut di
        atas dengan nama “Chocolatos Professional”.

        Timeline Penambahan Bidang Usaha Cokelat




                                                                                            36
Page 38
     Flowchart Proses Kegiatan Bidang Usaha Cokelat




     Konsep Kerjasama :
     • PT Garuda Timur Pacific (“GTP”)sebagai importir akan mengimpor cokelat dari
         produsen cokelat
     • GTP akan menjual cokelat kepada MBR sebagai prinsipal
     • MBR akan menjual cokelat kepada PT Sinarniaga Sejahtera (“SNS”) sebagai Distributor
     • SNS akan menjual cokelat kepada seluruh outlet di Indonesia

B.   Aktivitas Penyediaan Makanan Di Bangunan Tetap

     Dengan rencana penambahan kegiatan usaha berupa aktivitas penyediaan makanan di
     bangunan tetap sesuai dengan KBLI No. 56101. Dalam hal ini Perusahaan bertanggung
     jawab untuk perencanaan, proses, konsep layanan penyediaan makanan dan lokasi di
     bangunan tetap. Aktivitas penyediaan makanan di banguan tetap Perusahaan sebagai
     berikut :

     • Chiz Me

       Restoran yang menjual kuliner lokal, Asian sampai Western. Menu dipadukan dengan
       keju Prochiz sebagai elemen utama

     • The Cheese Atelier

       Pop-up lifestyle experience dimana pengunjung bisa eksplorasi menu ringan berbasis
       keju, menikmati cheese experience, makan kreasi menu keju.

                                                                                       37
Page 39
MBR berencana menggunakan Merek Dagang untuk aktivitas pelayanan makanan tersebut
di atas dengan nama “Rumah Kreachiz”.

Untuk rencana dalam aktivitas penyediaan makanan di bangunan tetap berlokasi di Jalan
Bendi Besar No. 186, Kelurahan Kebayoran Lama, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta
Selatan – 12240.

Timeline Penambahan Aktivitas Penyediaan Makanan Di Bangunan Tetap




Flowchart Proses Aktivitas Penyediaan Makanan Di Bangunan Tetap




Konsep Kerja Sama:
 • MBR membangun Rumah Kreachiz sebagai Customer Engagement Point berupa
    restoran yang akan terbuka untuk masyarakat umum.




                                                                                  38
Page 40
5.4 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya MBR

   A.   Perdagangan Produk Cokelat
        Untuk menjalankan kegiatan usaha ini, MBR akan menambah karyawan sebanyak 1 orang
        sebagai Sales & Marketing Manager yang bertugas untuk menjalankan kegiatan penjualan
        produk cokelat dan sisanya akan mengoptimalkan karyawan yang tersedia saat ini.

   B.   Aktivitas Penyediaan Makanan di Bangunan Tetap

        MBR direncanakan akan ada penambahan karyawan dikemudian hari dengan detai sebagai
        berikut:

            No                     Jabatan                 Rencana Jumlah Pegawai
             1              Restaurant manager                     1 orang
             2               Assistant manager                     1 orang
             3                   Head chef                         1 orang
             4                       Chef                          2 orang
             5               Cashier and admin                     2 orang
             6                Waiter/waitress                      3 orang




5.5 Operasional Unit Pengembangan Usaha MBR

   A. Perdagangan Produk Cokelat

        Dalam rencana penambahan kegiatan usaha berupa penambahan bidang usaha sesuai
        dengan KBLI No. 46331 untuk aktivitas perdagangan besar gula, cokelat dan kembang gula,
        MBR melakukan diversifikasi produk cokelat berbagai jenis, antara lain sebagai berikut:

        • Cokelat Blok

           Cokelat dalam bentuk blok dalam berbagai ukuran seperti 1 kg – 5 kg yang cocok untuk
           diparut atau dimakan langsung.

        • Cokelat Filling

           Cokelat berbentuk isian untuk filling produk seperti roti dan kue.

        • Cokelat Powder

           Cokelat berbentuk bubuk yang bisa digunakan untuk topping makanan dan minuman.



                                                                                            39
Page 41
    MBR berencana menggunakan Merek Dagang untuk produk-produk cokelat tersebut di
    atas dengan nama “Chocolatos Professional”.

B. Aktivitas Penyediaan Makanan Di Bangunan Tetap

    Dengan rencana penambahan kegiatan usaha berupa aktivitas penyediaan makanan di
    bangunan tetap sesuai dengan KBLI No. 56101. Dalam hal ini Perusahaan bertanggung
    jawab untuk perencanaan, proses, konsep layanan penyediaan makanan dan lokasi di
    bangunan tetap. Aktivitas penyediaan makanan di banguan tetap Perusahaan sebagai
    berikut :

    • Chiz Me

       Restoran yang menjual kuliner lokal, Asian sampai Western. Menu dipadukan dengan
       keju Prochiz sebagai elemen utama

    • The Cheese Atelier

        Pop-up lifestyle experience dimana pengunjung bisa eksplorasi menu ringan berbasis
        keju, menikmati cheese experience, makan kreasi menu keju.
    MBR berencana menggunakan Merek Dagang untuk aktivitas pelayanan makanan tersebut
    di atas dengan nama “Rumah Kreachiz”.

    Untuk rencana dalam aktivitas penyediaan makanan di bangunan tetap berlokasi di Jalan
    Bendi Besar No. 186, Kelurahan Kebayoran Lama, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta
    Selatan – 12240.




                                                                                       40
Page 42
                                          BAB VI
                               ASPEK KELAYAKAN POLA BISNIS

6.1 Pola Bisnis

    Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai

    MBR, mengidentifikasi peluang signifikan dalam menciptakan nilai tambah melalui penambahan
    kegiatan usaha yang berfokus pada hasil penjualan produk cokelat serta layanan restoran.

    Proses ini diharapkan tidak hanya memperluas produk yang ditawarkan oleh MBR tetapi juga
    memperkuat posisinya dalam industri pengolahan produk dari susu, perdagangan produk
    cokelat dan restoran.

    Keputusan untuk penambahan kegiatan usaha ini didasari oleh kemampuan MBR untuk
    mengintegrasikan dan mengelola hasil olahan susu yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan
    pasar saat ini. MBR meyakini bahwa penambahan kegiatan usaha ini tidak hanya akan
    membawa keuntungan finansial melalui diversifikasi produk dan layanan tetapi juga
    meningkatkan reputasi dan kepercayaan pelanggan terhadap kapasitas inovasi dan teknis MBR.
    Keseluruhan strategi ini bertujuan untuk menciptakan nilai yang berkelanjutan baik untuk
    perusahaan maupun stakeholders-nya, dengan menjadikan MBR sebagai pemimpin pasar dalam
    bidang pengolahan produk dari susu, perdagangan produk cokelat dan restoran.

    Keunggulan Kompetitif

    Keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh MBR adalah sebagai berikut :

    •   Untuk KBLI No. 46331 untuk aktivitas perdagangan besar gula, cokelat dan kembang gula :
        MBR memiliki pengalaman yang cukup mempuni dalam menjual produk keju sebagai bahan
        baku ke UMKN dan food service, sehingga pengalaman tersebut dapat diterapkan untuk
        melakukan pemasaran produk cokelat.
    •   Untuk KBLI No. 56101 untuk aktivitas penyediaan makanan di bangunan tetap : brand
        “Prochiz” saat ini telah menduduki pemimpin pangsa pasar keju di pasar ritel dan MBR
        selalu aktif melakukan engagement dengan konsumennya dalam bentuk demo masak di
        berbagai kota. Hal-hal tersebut dapat menjadikan keunggulan MBR dalam menjalankan
        usaha tersebut.

    Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk

    Bisnis dalam bidang pengolahan produk dari susu, khususnya keju, adalah industri yang luas dan
    terus berkembang, dengan persaingan yang ketat antar perusahaan. Dalam konteks ini, MBR



                                                                                               41
Page 43
   difokuskan pada pengembangan serta inovasi produk olahan dari susu, perdagangan produk
   cokelat dan restoran baik yang sudah ada maupun yang baru akan dikembangkan.

   Manajemen percaya bahwa pengalaman luas perusahaan dalam sektor ini, MBR memberikan
   keunggulan kompetitif yang signifikan. Keahlian ini tidak hanya membantu dalam penciptaan
   solusi yang inovatif dan relevan tetapi juga sebagai nilai unik yang sulit untuk ditiru oleh pesaing.
   Keahlian dan rekam jejak MBR dalam mengimplementasikan produk olahan yang berkualitas
   memungkinkan perusahaan untuk menawarkan produk dan layanan yang tidak hanya
   memenuhi kebutuhan pasar tetapi juga melebihi ekspektasi pelanggan

   Oleh karena itu, dengan mengandalkan pengalaman dan keahlian yang telah terbukti, MBR
   dapat memitigasi risiko peniruan oleh pesaing dan memposisikan dirinya sebagai pemimpin
   dalam inovasi olahan produk susu. Ini menjadi kunci untuk mempertahankan dan memperluas
   pangsa pasar di industri yang sangat kompetitif ini.

6.2 Analisis SWOT

   Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa
   dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi dianalisis
   supaya dapat disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing.
   Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness)
   sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman (opportunity and threat).

   Berikut adalah analisa SWOT MBR setelah penambahan Kegiatan Usaha :

   Untuk KBLI No. 46331 untuk aktivitas perdagangan besar gula, cokelat dan kembang gula :
   • Strengths

      1.   MBR telah memposisikan diri sebagai pemimpin di bidang olahan produk dari susu
           lainnya, memberikan produk dengan harga ekonomis dan memiliki kualitas terbaik
           dikelasnya. Hal tersebut akan menjadi kekuatan MBR dalam menjalankan usaha baru ini
      2.   Akses langsung ke SNS, anak usaha Garudafood yang merupakan distributor yang telah
           menjangkau seluruh Indonesia memudahkan distribusi dan logistik.
      3.   Chocolatos sebagai brand telah memiki brand awareness yang cukup tinggi di Indonesia.

   • Weakness

       1. Produk cokelat di Indonesia sudah cukup banyak dari berbagai pemain FMCG lainnya.
       2. Butuh value proposition yang unik untuk bisa bersaing dengan pemain cokelat lainnya.




                                                                                                     42
Page 44
• Opportunities

   MBR akan memiliki produk keju dan cokelat yang complementary dan cocok di lidah
   masyarakat Indonesia .

• Threats

   1.   Fluktuasi nilai tukar USD/IDR yang akan mempengaruhi harga cokelat.
   2.   Harga cocoa yang kian meningkat dari tahun ke tahun.

Untuk KBLI No. 56101 untuk aktivitas penyediaan makanan di bangunan tetap :

• Strengths

   1. Brand recognition: Sebagai keju no 1 di Indonesia, Prochiz sudah dikenal luas oleh
      masyarakat.
   2. Edukasi produk: Melalui kreasi masakan keju, Prochiz bisa mengedukasi penggunaan
      keju dalam masakan.
   3. Diversifikasi pendapatan: Prochiz menambah penghasilan dari pembelian makanan di
      restoran.

• Weakness

   1. Operasional harian yang kompleks: Memerlukan staf & chef yang terlatih menghadapi
      konsumen
   2. Fluktuasi permintaan: Aktivitas pengunjung bisa turun saat hari kerja atau ketika musim
      liburan berakhir.

• Opportunities

   1. Pertumbuhan experiental culinary: Meningkatnya minat wisata kuliner, terutama di
      kalangan muda.
   2. Tren keju: Meningkatnya minat masyarakat untuk mengonsumsi makanan berbahan
      keju.

• Threats

   1. Persaingan restoran yang ketat: Banyaknya restoran dan café yang sudah lebih dulu
      dikenal masyarakat.
   2. Perubahan preferensi konsumen: Tren yang cepat berubah membuat Prochiz harus
      bisa cepat beradaptasi dengan inovasi menu terbaru.




                                                                                          43
Page 45
                                          BAB VII
                            ASPEK KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN



7.1 Ketersediaan Tenaga Kerja

     A. Perdagangan Produk Cokelat
         Untuk menjalankan kegiatan usaha ini, MBR akan menambah karyawan sebanyak 1 orang
         sebagai Sales & Marketing Manager yang bertugas untuk menjalankan kegiatan penjualan
         produk cokelat dan sisanya akan mengoptimalkan karyawan yang tersedia saat ini.

     B.   Aktivitas Penyediaan Makanan di Bangunan Tetap

          Dalam pengembangan usaha MBR di bidang aktivitas penyediaan makanan di bangunan
          tetap, maka direncanakan akan ada penambahan karyawan dikemudian hari dengan detai
          sebagai berikut:

              No                  Jabatan                 Rencana Jumlah Pegawai
               1           Restaurant manager                     1 orang
               2            Assistant manager                     1 orang
               3                Head chef                         1 orang
               4                    chef                          2 orang
               5            Cashier and admin                     2 orang
               6             Waiter/waitress                      3 orang

7.2 Manajemen Risiko

   Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya, kegiatan usaha yang
   dilakukan oleh MBR melalui penambahan kegiatan usaha tidak terlepas dari faktor risiko usaha
   yang disebabkan oleh berbagai faktor dan pada akhirnya dapat memengaruhi tingkat
   pertumbuhan dan kesehatan perusahaan, sebagai berikut :

   Risiko Modal
   Pada dasarnya hampir semua bidang bisnis memerlukan adanya modal penunjang bisnis, bisnis
   ini dapat dikatakan sebagai bisnis yang membutuhkan modal yang cukup mengingat hasil dari
   bisnis ini pun juga sangat menguntungkan. Sehingga risiko bisnis terkait modal ini merupakan hal
   yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan karena modal yang dikeluarkan bisa tidak
   membawa keuntungan sesuai yang diharapkan manajemen. Untuk memitigasi, dapat dilakukan
   dengan pola pembayaran termin untuk setiap layanan yang akan dilaksanakan.

   Risiko Keuangan
   Fluktuasi harga material, biaya tenaga kerja, atau perubahan kebijakan ekonomi bisa berdampak
   pada biaya layanan. Keterlambatan pembayaran dari klien juga merupakan risiko keuangan yang
   signifikan. Risiko keuangan ini, dapat dimitigasi dengan pola kontrak yang jelas, yang didukung
   proses penagihan yang memadai terkait dengan pembayaran termin untuk setiap layanan.


                                                                                                44
Page 46
   Risiko Teknis
   Kualitas hasil kerja yang buruk, perubahan desain sistem yang tidak terduga, atau ketidaksesuaian
   spesifikasi teknis bisa menjadi resiko teknis yang memengaruhi keberhasilan layanan. Risiko ini
   dapat dimitigasi dengan pengalaman proses layanan MBR di masa lalu.

   Risiko Waktu
   Keterlambatan dalam jadwal pengembangan atau penciptaan produk baru bisa mengakibatkan
   biaya tambahan dan dampak pada hubungan dengan klien. Untuk memitigasi ini, dapat dilakukan
   dengan membuat perencanaan yang lebih matang.


7.3 Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)

   Penambahan kegiatan usaha perdagangan besar gula, cokelat dan kembang gula dan aktivitas
   penyediaan makanan di bangunan tetap tidak diperlukan manajemen kekayaan intelektual .
   Dalam hal ini, MBR dipercaya sudah baik dan mampu dalam hal manajemen kekayaan intelektual
   yang dapat dilihat dari pendaftaran kekayaan intelektual produk MBR sebelumnya seperti Merek
   yang dikembangkan Kelompok Usaha yang dicatat sebagai aset tak berwujud adalah “PROCHIZ”
   dan “TOPCHIZ” yang telah didaftarkan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Direktorat
   Jenderal Kekayaan Intelektual.




                                                                                                 45
Page 47
                                                BAB VIII
                                      ASPEK KELAYAKAN KEUANGAN



8.1 Rencana MBR

   MBR berencana untuk menjalankan kegiatan usaha dibidang perdagangan besar gula, cokelat,
   dan kembang gula (KBLI 46331) dan aktivitas penyediaan makanan di bangunan tetap (KBLI
   56101).

   Untuk rencana dalam aktivitas penyediaan makanan di bangunan tetap, MBR berencana untuk
   membuka restoran yang berlokasi berlokasi di Jalan Bendi Besar No. 186, Kelurahan Kebayoran
   Lama, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan – 12240.

8.2 Biaya Pendirian

   Total Biaya Investasi dalam proyeksi sebesar Rp32.180.929.101 yang terdiri atas Kas
   Rp32.180.929.101 yang bertujuan untuk memastikan likuiditas yang memadai dalam
   keberlangsungan pembangunan restoran sebesar Rp8.180.929.101, serta tanah sebesar
   Rp24.000.000.000.

8.3 Modal Kerja

   Aktivitas Penyediaan Layanan di Bangunan Tetap

   Pada biaya investasi aktivitas penyediaan layanan di bangunan tetap, MBR mencatatkan
   kebutuhan Kas sebesar Rp32.180.929.101 yang sebagian akan dialokasikan untuk mencukupi
   kebutuhan perputaran modal kerja (perputaran piutang usaha dan utang usaha).
                                                                                (Dalam Juta Rupiah)

              PERHITUNGAN MODAL KERJA                 2027    2028      2029    2030      2031


    Piutang Usaha                                      291       350     402     442        487
    Hutang Usaha                                      (502)   (601)     (688)   (755)      (827)
    TOTAL                                             (211)   (251)     (286)   (312)      (341)
    Increase/Decrease Of Working Capital              (211)      (40)    (35)    (26)       (28)



8.4 Asumsi-asumsi

   Adapun asumsi-asumsi Penunjang yang digunakan dalam analisa ini adalah :


8.4.1 Biaya Operasional

   Biaya operasional terdiri dari :



                                                                                                 46
Page 48
8.4.2 Proyeksi Laporan Keuangan

  Proyeksi Laporan dilampirkan pada halaman lampiran.

8.4.3 Kebutuhan Investasi

  Untuk menambah Kegiatan Usaha MBR, yaitu perdagangan produk cokelat dan aktivitas
  penyediaan layanan di bangunan tetap yang terfokus pada Restoran, hal ini membuat MBR
  membutuhkan beberapa kebutuhan yang akan diperlukan sebagai keperluan operasional
  usahanya. Berikut merupakan list penambahan yang akan dilakukan oleh MBR :

  (Dalam Rupiah)
    No.                            Keteragan                    Jumlah


     1    Cokelat                                                         -
          Total Cokelat                                                   -


     2    Restaurant
          - Persiapan lapangan/site work                        391.074.727
          - Mekanikal elektrikal                                199.122.086
          - Struktur                                          3.798.151.271
          - Arsitektur                                        3.573.804.779
          - Perpipaan/plumbing                                  218.776.238
          Subtotal                                            8.180.929.101


          - Tanah                                             24.000.000.000
          Subtotal                                            24.000.000.000


          Total Restaurant                                    32.180.929.101


          TOTAL INVESTASI                                     32.180.929.101




8.4.4 Sumber Pembiayaan

  Sumber dana dari kebutuhan investasi ini berasal dari kas MBR, sehingga memungkinkan MBR
  untuk menambah investasi ini.

  Dalam rangka penambahan Kegiatan Usaha investasi yang diperlukan berasal dari kas MBR,
  dimana kas MBR per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp258.775.229.158 sedangkan investasi
  untuk penambahan kegiatan usaha yang diperlukan sebesar kurang lebih Rp32.180.929.101
  sehingga investasi dapat dipenuhi dari kas yang ada.



                                                                                         47
Page 49
8.5 Pendapatan

   Pendapatan MBR sebelum adanya penambahan usaha diperoleh dari Produk Olahan Susu dan
   pendapatan produk dengan adanya penambahan maka pendapatan MBR melalui rencana
   penambahan kegiatan usaha dengan mendirikan baru.

   Asumsi Pendapatan (tanpa adanya penambahan usaha) (Jutaan Rupiah)
                 URAIAN                2027        2028         2029        2030        2031



    Penjualan                        1.924.435   2.281.461     2.668.330   2.948.459   3.245.981


    Jumlah Penjualan                 1.924.435   2.281.461     2.668.330   2.948.459   3.245.981


   Asumsi Pendapatan (dengan adanya penambahan usaha) (Jutaan Rupiah)
                 URAIAN                2027        2028         2029        2030        2031



    Penjualan Eksisting              1.924.435   2.281.461     2.668.330   2.948.459   3.245.981
    Pendapatan Penambahan              181.676     199.032      218.248     237.048     256.997


    Jumlah Penjualan                 2.106.110   2.480.493     2.886.578   3.185.506   3.502.978


8.6 Beban Penjualan

   Beban penjualan, berikut rincian selama periode proyeksi:

   Asumsi Beban Penjualan (tanpa adanya penambahan usaha) (Jutaan Rupiah)
                 URAIAN                2027        2028         2029        2030        2031

    Beban Pokok Pendapatan

    COGS
                                     1.422.404   1.633.525     1.884.133   2.057.163   2.265.647


    Jumlah
                                     1.422.404   1.633.525     1.884.133   2.057.163   2.265.647
   Asumsi Beban Penjualan (dengan adanya penambahan usaha) (Jutaan Rupiah)
                 URAIAN                2027        2028         2029        2030        2031

    Beban Pokok Pendapatan

    COGS Eksisting
                                     1.422.404   1.633.525     1.884.133   2.057.163   2.265.647
    COGS Penambahan
                                       128.053     138.544      151.661     164.359     178.122


    Jumlah Penjualan
                                     1.550.456   1.772.069     2.035.794   2.221.522   2.443.769




                                                                                                   48
Page 50
8.7 Beban Operasional

   Beban operasi terdiri dari beban penjualan, beban umum dan administrasi, beban penyusutan
   dan operating expense . Berikut rincian beban operasional.

   Asumsi Beban Operasional (tanpa adanya penambahan usaha) (Jutaan Rupiah)
               URAIAN                2027       2028       2029       2030        2031



    Beban Operasional

    A&P
                                      99.938    125.827    155.881    181.804    200.213
    OA
                                      20.750     24.431     28.343     31.181     34.226
    Beban Penjualan
                                      64.111     71.546     79.507     86.135    100.855
    Beban Administrasi dan Umum
                                     101.630    111.416    121.845    130.899    143.935


    Jumlah
                                     286.428    333.221    385.575    430.019    479.228

   Asumsi Beban Operasional (tanpa adanya penambahan usaha) (Jutaan Rupiah)
               URAIAN                2027       2028       2029       2030        2031



    Beban Operasional

    A&P
                                     112.398    139.073    170.637    197.410    216.723
    OA
                                      24.171     28.157     32.415     35.599     39.011
    Beban Penjualan
                                      71.525     79.187     87.458     94.415    109.682
    Beban Administrasi dan Umum
                                     113.142    123.085    133.764    143.125    156.871


    Jumlah Penjualan
                                     321.235    369.502    424.274    470.549    522.287

8.8 Cut Off Date Dalam Analisa

   Dalam melakukan Analisa Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ini, kami menggunakan
   cut off date 31 Desember 2025 dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan
   kepentingan dan tujuan dilaksanakan studi kelayakan penambahan Kegiatan Usaha.




                                                                                           49
Page 51
8.9 Penetapan Tingkat Diskonto

   Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas

   Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing
   Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah
   premium untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham. Dengan formula sebagai berikut:

                                          Ke = Rf + ß (Rm-Rf)
                                             Ke = Rf + ß Rp

   Dimana:
   Rf    = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
   ß     = risiko sistematis
   Rm    = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
   Rp    = selisih antara Rm dengan Rf

   Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
   memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat
   dipilih adalah tingkat bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.

   Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025, maka instrumen
   bebas risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap yang
   dikeluarkan oleh Pemerintah, yaitu Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor 30 (tiga puluh) tahun,
   yield tertimbang sebesar 6,71%, dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian
   bebas risiko (Rf) dimana penentuan tingkat suku bunga bebas risiko telah sesuai dengan
   ketentuan yang menyatakan “penentuan tingkat suku bunga bebas risiko wajib berdasarkan Surat
   Utang Negara yang akan memiliki masa jatuh tempo paling singkat 10 (sepuluh) tahun”.

   Rp (Equity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
   tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
   memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums) seperti volatilitas
   harga saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutkan risiko-
   risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen
   jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang (emerging market).

   Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari hasil damodaran per
   tanggal 1 Jan 2026 dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia adalah
   sekitar 6,69%. Dengan Country Default Spread sebesar 1,62%.

   ß (Beta) Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
   pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500
   IHSG). Untuk ELIT kami menggunakan Beta dari industri pada sektor yang sama yang terdapat di
   Bursa Efek Indonesia (data beta akan termuat pada figure table dibawah).

   Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk
   menghitung cost of equity MBR, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara
   ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan


                                                                                                  50
Page 52
   terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity
   yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada di setiap perusahaan perlu
   dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.

   Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut :

                        βL
          βu =
                  1 + (1-T) x DER
   dimana:

   T      = Tarif Pajak Penghasilan Badan
   DER    = Debt to equity ratio
   βL     = Beta levered yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara
            obyektif     dari     responsivitas       pengembalian       perusahaan       terhadap
            pergerakanpengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio
            pasar dengan pengaruh hutang
   βu     = Beta unlevered yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
            secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
            pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa
            pengaruh hutang

   Unlevered beta perusahaan pembanding yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan beta
   untuk Perusahaan adalah:

   Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian
   di-relevered dengan tingkat leverage yang berlaku di pasar yaitu sebesar 0,53 untuk memperoleh
   beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB tersebut dengan formula sebagai berikut:

                 βL = βu x (1 + (1-T) x DER)


8.10 Analisa Kelayakan Proyek

   Aktivitas Penyediaan Layanan di Bangunan Tetap

   Analisis kelayakan proyek, dilakukan dengan membandingkan antara pengorbanan ekonomis
   yang dilakukan MBR dalam kaitannya penambahan kegiatan usaha dengan nilai Investasi sebesar
   Rp8.000.000.0000. Kelayakan dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini dihitung dari
   manfaat ekonomis yang diantisipasi di masa mendatang dari Penambahan Kegiatan Usaha yang
   dihitung dari dari Free Cash Flow To Equity MBR sebagai Perusahaan yang bergerak di bidang
   pengolahan produk susu, penjualan produk cokelat dan restoran. Yang selanjutnya di bandingkan
   dengan Initial investment.

   Berdasarkan analisis kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Aktivitas Pelayanan Di
   Bangunan Tetap atau Restoran dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi yang telah dilakukan
   diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut :



                                                                                               51
Page 53
   •   Net Present Value (NPV)          : Rp6.224.000.000
   •   Internal Rate of Return (IRR)    : 12,85%
   •   Profitability Index (PI)         : 1,21
   •   Payback Periode (PP)             : 5 tahun

Net Present Value (NPV) adalah perbedaan antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dan
nilai sekarang dari arus kas keluar pada sebuah waktu periode. NPV biasanya digunakan untuk
alokasi modal untuk menganalisa keuntungan dalam sebuah proyek yang akan dilaksanakan. NPV
positif menandakan bahwa proyeksi pendapatan yang dihasilkan oleh sebuah proyek atau
investasi melebihi dari proyek biaya yang dikeluarkan.

Berdasarkan perhitungan dan analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa NPV sebesar
Rp6.224.000.000. Nilai NPV yang dihasilkan >0 yang mana menunjukkan bahwa proyek tersebut
layak untuk direalisasikan.

Internal Rate Of Return (IRR) adalah tingkat suatu investasi di mana pada saat itu NPV adalah nol.
Suatu investasi dapat dikatakan layak dan menguntungkan untuk dijalankan apabila nilai IRR lebih
besar dari Cost of Capital yang ditentukan.

Analisa IRR pada studi kelayakan penambahan kegiatan usaha ini menunjukkan bahwa nilai
perhitungan adalah 12,85%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa IRR yang diperoleh lebih
besar dibandingkan dengan tingkat diskonto (discount rate) yang ditetapkan, yaitu sebesar 8,93%
sehingga proyek tersebut Layak untuk direalisasikan.

Profitability Index (PI) adalah metode penghitungan kelayakan proyek dengan membandingkan
antara jumlah present value nilai arus kas dengan nilai investasi dari proyek.

Berdasarkan perhitungan dan analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa PI > 1 yang mana
investasi dapat diterima.

Payback Period (PP) merupakan penentuan jangka waktu yang dibutuhkan untuk menutup initial
investment dari suatu proyek dengan menggunakan cash flow yang dihasilkan dari proyek
tersebut.

Berdasarkan perhitungan dan analisa yang diperoleh, perusahaan akan mampu mengembalikan
seluruh investasi sesudah berjalan selama 5 tahun.




                                                                                               52
Page 54
8.11 Kesimpulan

    Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan
    syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa
    Rencana Penambahan Kegiatan Usaha MBR yaitu Perdagangan Besar Gula, Cokelat dan
    Kembang Gula dan Aktivitas (KBLI 46331) dan Aktivitas Penyediaan Makanan Di Bangunan Tetap
    (KBLI 56101) dengan mempertimbangkan aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek
    model manajemen, serta aspek keuangan, sehingga dapat disimpulkan rencana ini layak.




                                                                                           53

File

File Open PDF
Source IDX
Size4.65 MB
Published13 Mar 2026
Pages54
Characters122,264
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 53 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT MULIA BOGA RAYA · Nama Perusahaan p.1 ×44
linked org Lippo Cikarang p.2 ×5
linked person Hardianto Atmadja p.20
linked person Maurits Daniel Rudolf p.20
linked person Connie Ang p.20 ×2
linked person Indrasena Patmawidjaja p.21 ×2
linked person Jeffry Halim p.21 ×2
linked person Anwar Effendi Tjan p.21
linked person Briliana Setyawitta Wardhani p.21
linked org Garudafood Putra Putri Jaya Tbk p.22 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×16
possible person Paulus Tedjosutikno p.20 ×2
possible org Bel S.A p.22
possible — E. Maurits Klavert p.22 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.51
unresolved org Kementerian Keuangan RI p.2
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.2 ×7
unresolved org KJPP Febriman Siregar dan Rekan p.2 ×7
unresolved org KJPP Febriman Siregar p.2 ×7
unresolved person Ir. Yohn PS. Napitupulu p.2 ×5
unresolved person Msc p.2 ×2
unresolved person Yohnson Santoso p.4 ×2
unresolved person Muhamad Soleh p.4 ×2
unresolved person Eldridge Mikha Nainggolan p.4 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.4 ×16
unresolved org Pusat Statistik. p.4 ×3
unresolved org Rekan Ir. Yohn PS Napitupulu p.6
unresolved person Didiek Agus Priatmiko, S.Komp. p.8
unresolved person Yaumil Husna Khair p.8
unresolved — MAPPI p.8
unresolved org KJPP FSR p.16 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik dan Rekan p.16
unresolved org Rintis & Rekan p.19 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Rintis p.19 ×3
unresolved org Rianto & Rekan p.19 ×2
unresolved person Makmur Tridharma · Notaris p.20 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.20 ×3
unresolved person Liestiani Wang p.20 ×2
unresolved org Menteri Hukumdan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.21
unresolved org Menteri Investasi p.21
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal. p.21
unresolved — Hardianto Atdmadja p.22
unresolved — Ari Susanto p.22
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanudiredja p.22
unresolved org Rintis dan Rekan p.22
unresolved org Rianto dan Rekan p.22
unresolved org Bank Indonesia Triwulan II- p.28 ×2
unresolved org PT Freyabadi Indotama p.34
unresolved org PT Federal Food Internusa p.34
unresolved org PT Gandum Mas Kencana p.34
unresolved org PT Garuda Timur Pacific p.38
unresolved org PT Sinarniaga Sejahtera p.38
unresolved org DER p.52

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.273 5969 ms 12 Sep 2026 22:30
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': 'Ir. Yohn PS. Napitupulu, Msc, MAPPI (Cert.)',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': '2025-12-31',
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result