Back to announcement
20260513_PGAS_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_32090990_lamp1.pdf
Asset transaction Needs review PGASSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 14
Page 1
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Laporan Studi Kelayakan Bisnis atas Rencana Perubahan Kegiatan Usaha Anak Perusahaan Mei 2026
Page 2
Jakarta, 7 Mei 2026 No. : RSR/R/B.070526.01 Kepada Yth. Direksi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Gedung PGAS Lantai 2, Jl. K.H. Zainul Arifin No.20 Jakarta Barat 11140 Perihal : Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Perubahan Kegiatan Usaha Anak Perusahaan Dengan hormat, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) (”Perseroan”) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha perencanaan, pembangunan, pengelolaan dan usaha hilir bidang gas bumi yang meliputi kegiatan pengolahan, pengangkutan, penyimpanan dan niaga, perencanaan, pembangunan, pengembangan produksi, penyediaan, penyaluran dan niaga gas buatan; dan jasa telekomunikasi; serta pengelolaan properti Perusahaan dan penyediaan jasa tenaga kerja Perseroan memiliki anak perusahaan yaitu PT Pertamina Gas (“Pertagas/ Anak Perusahaan”) yang berencana melakukan perubahan kegiatan usaha atas penambahan kegiatan usaha Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) 20112 - Industri Gas Industri, yang mencakup kegiatan pembuatan fasilitas bahan kimia dasar, untuk selanjutnya disebut dengan “Rencana Anak Perusahaan”. Dalam hal ini, perubahan kegiatan usaha akan dilakukan pada Anak Perusahaan, yaitu penambahan kegiatan usaha yang belum terdapat di anggaran dasar Anak Perusahaan dan akan dijalankan oleh Anak Perusahaan. Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 (“POJK 17/2020”), Rencana Anak Perusahaan wajib untuk memperoleh persetujuan RUPS dan Perseroan sebagai perusahaan terbuka wajib untuk menyampaikan Keterbukaan Informasi mengenai rencana perubahan atas Penambahan Kegiatan Usaha Anak Perusahaan. Sehubungan dengan Rencana Anak Perusahaan tersebut dan untuk memenuhi POJK 17/2020, Perseroan telah menunjuk KJPP Ruky, Safrudin & Rekan (“RSR”) untuk mempersiapkan Studi Kelayakan. Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini kami terbitkan kembali untuk merevisi laporan No. RSR/R/B.140426.01 tanggal 14 April 2026 sesuai dengan tanggapan atas surat Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. S-57/PM.212/2026, tanggal 28 April 2026, sehingga dengan ini kami menyatakan bahwa laporan tersebut sudah tidak lagi berlaku sejak laporan ini diterbitkan. Beberapa penyesuaian yang dilakukan terdapat pada bagian berikut ini: • Sub bab 1.2 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian • Sub bab 1.5 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan • Sub bab 1.12 Sumber Data dan Informasi • Sub bab 1.13 Asumsi, Kondisi Pembatas, Tingkat Kedalaman Investigasi, dan Tenaga Ahli • Sub bab 2.2 Keterangan Anak Perusahaan • Bab 4 Analisis Kelayakan Aspek Pasar • Bab 5 Analisis Kelayakan Aspek Teknis • Bab 6 Analisis Kelayakan Aspek Pola Bisnis • Bab 7 Analisis Kelayakan Aspek Model Manajemen
Page 3
• Bab 8 Analisis Kelayakan Keuangan
• Bab 9 Kesimpulan
Berikut kami sampaikan opini mengenai Kelayakan Bisnis atas Rencana Anak Perusahaan per
tanggal 31 Desember 2025.
Status Penilai
RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011.
Penilai Publik yang menandatangani laporan Studi Kelayakan adalah penilai yang memiliki
kompetensi dalam melakukan Studi Kelayakan. Penilai telah memperoleh izin sebagai Penilai Publik
dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai Penilai di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”).
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 33/KM.1/2010 tertanggal 19 Januari
2010 mengenai izin penilai Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.) yang ditetapkan sebagai penilai di
Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi Penilai Bisnis (B) dengan No. B-1.10.00269 dan
terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di OJK sesuai dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
Penunjang Pasar Modal Penilai Bisnis No. STTD.PB-23/PJ-1/PM.02/2023.
Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Dalam laporan ini, bertindak sebagai “Pemberi Tugas” dan “Pengguna Laporan” adalah:
Nama : PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
Alamat : Gedung PGAS Lantai 2, Jl. K.H. Zainul Arifin No.20, Jakarta Barat 11140
Telepon : 021 6334838
Website : https://pgn.co.id/
Bidang usaha : Melaksanakan perencanaan, pembangunan, pengelolaan dan usaha hilir bidang
gas bumi yang meliputi kegiatan pengolahan, pengangkutan, penyimpanan dan
niaga, perencanaan, pembangunan, pengembangan produksi, penyediaan,
penyaluran dan niaga gas buatan; dan jasa telekomunikasi; serta pengelolaan
properti Perusahaan dan penyediaan jasa tenaga kerja
Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dari studi kelayakan ini adalah untuk melakukan analisis atas kelayakan rencana perubahan
atas penambahan kegiatan usaha Anak Perusahaan, tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya
serta tidak dimaksudkan untuk kepentingan pelaporan keuangan, perbankan, dan perpajakan.
Tujuan penugasan adalah untuk melakukan studi kelayakan untuk keperluan perubahan atas
penambahan kegiatan usaha anak perusahaan pada perusahaan terbuka.
Objek Studi Kelayakan
Objek studi kelayakan adalah perubahan atas penambahan kegiatan usaha pada Anak Perusahaan
dalam bidang Industri Gas Industri (KBLI 20112).
Jenis Mata Uang
Dalam penugasan ini, mata uang yang digunakan dalam melakukan studi kelayakan bisnis atas
Rencana Anak Perusahaan adalah mata uang Dolar Amerika Serikat (US$).
ii
Page 4
Tanggal Studi Kelayakan
Studi Kelayakan ini dilakukan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan laporan keuangan
yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Desember 2025.
Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan
Dari tanggal Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal
diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil Studi
Kelayakan secara signifikan.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan Studi Kelayakan ini.
Standar Studi Kelayakan
Laporan Studi Kelayakan ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun
2018 (SPI 2018) dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan
pada tanggal 1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) seperti yang ditetapkan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), serta menyesuaikan dengan POJK 17, Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020 (“POJK 35”) dan Surat Edaran
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”).
Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan Studi Kelayakan ini, kami telah bertindak secara independen tanpa adanya
konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan Entitas Anak, Pertamina dan Entitas Anak,
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut.
Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
Selanjutnya, Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pada pihak mana pun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini
yang dihasilkan dari proses analisis Studi Kelayakan ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai
yang tercantum pada Kontrak No. : 011000.PK/LG.01/PPM/2026 tanggal 16 Maret 2026 yang telah
ditandatangani dan disetujui oleh Pemberi Tugas. Adapun biaya jasa dalam melakukan Studi
Kelayakan telah memperhatikan ketentuan yang diatur oleh Ikatan Kantor Jasa Penilai Publik (IKJPP)
MAPPI.
Sumber Data dan Informasi
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini, kami telah
menelaah, mengacu, dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disampaikan oleh
manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
1. Company Profile Perseroan
2. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan:
a. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun yang
berakhir pada 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (”KAP”)
Purwanto Susanti dan Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
ditandatangani pada tanggal 4 Maret 2026 oleh Irwan Haswir dengan Registrasi Akuntan
Publik No. AP. 1726;
b. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun yang
berakhir pada 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro &
iii
Page 5
Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani pada
tanggal 25 Maret 2025 oleh Irwan Haswir dengan Registrasi Akuntan Publik No. AP.1726;
c. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun yang
berakhir pada 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro &
Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani pada
tanggal 8 Maret 2024 oleh Irwan Haswir dengan Registrasi Akuntan Publik No. AP.1726;
d. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2022, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono,
Sungkoro & Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani
pada tanggal 13 April 2023 oleh Irwan Haswir dengan Registrasi Akuntan Publik No.
AP.1726;
e. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2021, yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
ditandatangani pada tanggal 14 Maret 2022 oleh Daniel Kohar, S.E., CPA dengan
Registrasi Akuntan Publik No. AP.1130;
3. Profil bisnis kegiatan usaha baru Anak Perusahaan.
4. Data dan informasi terkait analisis aspek pasar, teknis, dan model manajemen dalam rencana
bisnis kegiatan usaha baru Anak Perusahaan.
5. Proyeksi Keuangan bisnis kegiatan usaha baru Anak Perusahaan.
RSR telah melakukan penyesuaian atas proyeksi keuangan tersebut berdasarkan diskusi
dengan manajemen Perseroan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
RSR telah melakukan wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan yang diwakili oleh
Bapak Imam Mul Akhyar, Ibu Lely Malini, Bapak Kusuma Wishnu Wardhana, dan Bapak Rio Arief
Yudhistira selaku perwakilan dari divisi Portofolio and Partnership Management Perseroan pada
tanggal 12 April 2026 dengan hasil diskusi terkait rencana perubahan kegiatan usaha Anak
Perusahaan.
RSR tidak dapat melakukan site visit ke lokasi kegiatan usaha baru secara fisik karena saat ini masih
dalam perencanaan dan lokasi lahannya belum ditentukan, sehingga inspeksi dilakukan dalam
bentuk wawancara dengan manajemen Perseroan dan Anak Perusahaan.
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Surat Pernyataan (Representation
Letter) dari manajemen Perseroan No.015800.S/LG.01/PPM/2026 tanggal 13 April 2026
sehubungan dengan penugasan Studi Kelayakan.
Dalam melakukan penugasan Studi Kelayakan atas Rencana Perubahan Kegiatan Usaha Anak
Perusahaan, kami juga memperoleh bantuan profesional dari Bapak Rahmadi Budiman selaku ahli
industri gas industri.
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik,
seperti website Aswath Damodaran, S&P Capital IQ dan Bank Indonesia, serta hasil analisis lain yang
kami anggap relevan dengan penugasan Studi Kelayakan.
Pendekatan dan Metodologi Studi Kelayakan
Laporan Studi Kelayakan ini menghasilkan kesimpulan yang berupa pendapat yang menyatakan
kelayakan Rencana Anak Perusahaan, di mana Penilai terlebih dahulu melakukan analisis kajian
kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen dan
kelayakan keuangan.
iv
Page 6
Dalam kajian kelayakan keuangan, analisis dilakukan dari berbagai aspek yang saling berkaitan
untuk mengetahui dan mengukur seberapa besar prospek, dampak dan manfaat atas Rencana Anak
Perusahaan, serta mengukur tingkat balikan (return) yang diperoleh dari jumlah investasi yang
ditanamkan. Analisis tersebut meliputi sumber dan target pendapatan operasional serta biaya-
biaya yang harus dikeluarkan meliputi biaya operasional langsung dan beban usaha, modal kerja
dan investasi.
Analisis kelayakan keuangan atas Rencana Anak Perusahaan dilakukan dengan mempertimbangkan
beberapa metode yaitu :
a. Net Present Value (NPV), yaitu metode yang menunjukkan selisih bersih antara nilai kini
(present value) dari investasi (capital outlays) yang dilakukan terhadap nilai kini dari arus kas
masuk (cash inflow) dari kegiatan operasional di masa yang akan datang. Suatu proyek dapat
dikatakan layak untuk dilakukan apabila NPV positif dan tidak layak bila NPV negatif.
b. Payback Period (PBP), yaitu lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya
investasi. PBP dengan periode pengembalian lebih pendek lebih baik dari periode
pengembalian lebih lama; atau lamanya waktu yang diperlukan untuk memulihkan biaya
investasi atau lamanya waktu yang dibutuhkan investor untuk mencapai titik impas (break
even point). Pengembalian dana yang lebih pendek berarti investasi yang lebih menarik,
sedangkan periode pengembalian yang lebih lama kurang diminati.
c. Internal Rate of Return (IRR), yaitu suatu tingkat imbal hasil (return) yang diperoleh
berdasarkan nilai kini dari arus kas masuk tersebut nilainya akan sama dengan nilai kini dari
investasi yang dilakukan. Suatu proyek dikatakan layak untuk dilakukan apabila angka IRR
lebih tinggi dari imbal hasil yang diharapkan (dalam Rencana Anak Perusahaan ini tingkat
pengembalian yang diharapkan adalah Weighted Average Cost of Capital / WACC).
d. Profitability index (P/I), merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
investasi yang dilakukan pada awal periode. Nilai tambah yang didapat dari investasi
diperhitungkan dengan membagi total investasi pada awal periode dengan jumlah arus kas
yang dihasilkan selama periode berjalannya proyek. Apabila P/I dihasilkan dari suatu proyek
sama dengan satu maka arus kas dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah,
apabila P/I lebih besar dari satu, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap tahun
menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan; sedangkan P/I lebih kecil dari satu, maka nilai
arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah bagi
perusahaan. Dalam menganalisis P/I suatu proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai
P/I lebih dari satu.
Dalam analisis kelayakan kami akan menggunakan empat metode di atas terhadap arus kas bersih
untuk perusahaan (Free Cash Flow to the Firm – FCFF). Tingkat diskonto yang digunakan untuk
perhitungan NPV dan PBP adalah WACC, sedangkan IRR yang diperoleh akan dibandingkan dengan
WACC.
Asumsi, Kondisi Pembatas, Tingkat Kedalaman Investigasi, dan Tenaga Ahli
Asumsi
Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan atas
dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan Studi Kelayakan, data dan informasi
yang diperoleh baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain yang dapat dipercaya
keakuratannya.
Laporan Studi Kelayakan ini disusun dengan menggunakan proyeksi keuangan yang disiapkan oleh
manajemen Perseroan yang telah kami sesuaikan asumsinya dan telah disetujui oleh manajemen
Perseroan (“Proyeksi Keuangan yang Disesuaikan”) sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi
v
Page 7
dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan dan menurut pendapat kami Proyeksi
Keuangan yang Disesuaikan tersebut wajar, namun kami tidak bertanggung jawab terhadap
pencapaiannya.
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan Studi Kelayakan.
Kondisi Pembatas
Laporan Studi Kelayakan dilakukan atas rencana penambahan kegiatan usaha bagi Anak
Perusahaan selaku entitas yang akan menjalankan kegiatan usaha dan Perseroan selaku induk Anak
Perusahaan, dengan analisis difokuskan pada rencana bisnis salah satu potensi proyek yang paling
mungkin dilakukan saat ini. Analisis keuangan mengasumsikan sinergi dengan bisnis natural gas
Anak Usaha yang telah ada saat ini, sehingga Kesimpulan Laporan ini akan berbeda jika studi
kelayakan dilakukan atas proyek sebagai proyek yang berdiri sendiri, dan oleh karenanya Laporan
ini tidak dimaksudkan sebagai Studi Kelayakan Proyek atas suatu proyek tertentu.
Lingkup pekerjaan akan dilakukan sesuai dengan analisis dan interpretasi kami terhadap hukum
dan standar penilaian yang berlaku di Republik Indonesia, sehingga tidak dimaksudkan untuk
diaplikasikan, dianalisis atau diinterpretasikan menurut peraturan perundang-undangan di negara
lain. Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga, selain Pemberi Tugas.
Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Studi Kelayakan ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
sebagaimana disediakan oleh manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakikat kewajaran
adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data yang
diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam Studi Kelayakan, kami menggunakan data
sebagaimana tercantum pada bagian Sumber Data dan Informasi sebagai bahan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil Studi Kelayakan kami
secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Studi Kelayakan ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang saham
Perseroan serta tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-aspek
lainnya.
Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan kelemahan pengendalian internal,
kesalahan atau kecurangan dalam laporan keuangan, segala bentuk implikasi pajak atau
pelanggaran hukum.
Studi Kelayakan disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal Studi Kelayakan ini
dikeluarkan.
Studi Kelayakan ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Studi Kelayakan seperti yang telah diuraikan
di atas.
Kami menganggap bahwa sejak tanggal Studi Kelayakan hingga tanggal penerbitan laporan Studi
Kelayakan, tidak terdapat kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro ekonomi
maupun industri, saat kini maupun yang akan datang, dapat berpengaruh terhadap Perseroan serta
rencana bisnis dan anggaran Perseroan.
vi
Page 8
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Studi Kelayakan yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari
transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Studi Kelayakan, dan juga bukan merupakan analisis
penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Studi Kelayakan.
Kami juga berpegang kepada surat pernyataan (representation letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan, bahwa Perseroan telah
menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dengan Studi Kelayakan dan
sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan
dan dapat menyesatkan.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan wawancara,
penelaahan, penghitungan dan analisis.
RSR telah melakukan wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan yang diwakili oleh
Bapak Imam Mul Akhyar, Ibu Lely Malini, Bapak Kusuma Wishnu Wardhana, dan Bapak Rio Arief
Yudhistira selaku perwakilan dari divisi Portofolio and Partnership Management Perseroan pada
tanggal 12 April 2026 dengan hasil diskusi terkait perubahan kegiatan usaha Anak Perusahaan.
RSR tidak dapat melakukan site visit ke lokasi kegiatan usaha baru secara fisik karena saat ini masih
dalam perencanaan dan lokasi lahannya belum ditentukan, sehingga inspeksi dilakukan dalam
bentuk wawancara dengan manajemen Perseroan dan Anak Perusahaan.
Tenaga Ahli
Dalam melakukan penugasan Studi Kelayakan atas Rencana Anak Perusahaan, kami juga
memperoleh bantuan profesional dari Bapak Rahmadi Budiman selaku ahli dalam industri gas
industri.
Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan Studi Kelayakan bersifat terbuka untuk publik, namun demikian publikasi atas sebagian
atau keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari manajemen Perseroan dan
RSR, mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia dan dapat mempengaruhi
kompetisi dan operasional Perseroan.
Kesimpulan
Analisis kelayakan bisnis atas penambahan KBLI 20112 – Industri Gas Industri sehubungan dengan
Rencana Anak Perusahaan telah dilakukan melalui analisis kelayakan pasar, kelayakan teknis,
kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen, dan kelayakan keuangan. Berdasarkan analisis
yang dilakukan, Anak Perusahaan dengan didukung kemampuan modal Perseroan memiliki
kapabilitas untuk melaksanakan kegiatan usaha KBLI 20122 – Industri Gas Industri, serta
memberikan peluang tambahan sumber penerimaan laba bagi Perseroan. Analisis atas potensi
kegiatan usaha Anak Perusahaan berdasarkan Rencana Anak Perusahaan adalah sebagai berikut.
Kelayakan Pasar
Kelayakan pasar ditinjau dari kondisi dan potensi pasar, tingkat persaingan, target pasar, strategi
pemasaran, serta prospek kesinambungan usaha.
Kondisi dan potensi pasar telah terbentuk dari kebutuhan hidrogen untuk proses industri dan dalam
jangka pendek–menengah masih didominasi grey hydrogen sebagai acuan harga (price anchor)
Permintaan didukung oleh karakter kebutuhan industri yang berulang serta arah transisi energi
yang mendorong pertumbuhan permintaan hidrogen secara bertahap;
vii
Page 9
Target pasar Anak Perusahaan diprioritaskan pada pelanggan industri non-captive dengan pola
anchor customer (base-load) dan penjualan tambahan melalui pemanfaatan sisa kapasitas (near-
site/merchant) yang membutuhkan fleksibilitas pasokan di luar jaringan pipa; Faktor kapabilitas
operasional grup Perseroan dan Anak Perusahaan, kedekatan layanan, kapabilitas logistik, dan
keandalan pasokan menjadi keunggulan kompetitif Anak Perusahaan.
Strategi pemasaran diarahkan pada penguncian serapan awal melalui anchor customer dengan
komitmen bertahap sesuai kebutuhan dan perluasan penjualan melalui pemanfaatan sisa kapasitas
kepada pelanggan sekitar, dengan penawaran solusi pasokan end-to-end untuk memastikan
kualitas, keandalan, dan kemudahan pelanggan.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pasar dalam Rencana Anak Perusahaan, maka rencana
penambahan kegiatan usaha Anak Perusahaan secara pasar dinilai Layak untuk dilaksanakan.
Kelayakan Teknis
Kelayakan teknis ditinjau dari sisi ketersediaan dan kualitas sumberdaya, kapasitas produksi, dan
alur proses produksi.
Kapasitas fasilitas direncanakan untuk memenuhi kebutuhan serapan awal pelanggan utama (base-
load) sekaligus memberikan ruang pemanfaatan kapasitas secara bertahap. ketersediaan dan
kualitas sumber daya telah dipetakan, termasuk kebutuhan bahan baku/utilitas utama beserta
pendekatan pemenuhannya dengan penekanan pada kontinuitas pasokan dan pemenuhan
spesifikasi produk.
Kebutuhan tenaga kerja untuk tahap konstruksi hingga operasi telah dipetakan secara umum untuk
memastikan kecukupan personel operasi dan pemeliharaan. Kebutuhan kompetensi teknis spesifik
seperti rekayasa, operasi, keandalan, dan HSSE telah diidentifikasi untuk mendukung perancangan,
pengoperasian, dan pengendalian keselamatan proses.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek teknis dalam Rencana Anak Perusahaan, maka disimpulkan
bahwa rencana penambahan kegiatan usaha Anak Perusahaan secara teknis dinilai Layak untuk
dilaksanakan.
Kelayakan Pola Bisnis
Kelayakan Pola Bisnis mempertimbangkan kemampuan Anak Perusahaan dalam menciptakan nilai,
keunggulan kompetitif yang dimiliki, serta tingkat kesulitan bagi pesaing untuk meniru model bisnis
tersebut.
Rencana usaha hidrogen berpotensi menciptakan nilai melalui integrasi dengan kapabilitas inti dan
portofolio bisnis gas eksisting Anak Perusahaan sebagai solusi pasokan terpadu bagi pelanggan
industri. Kesiapan pola bisnis ditopang kemampuan eksekusi end-to-end mencakup pengelolaan
pasokan, logistik/distribusi, serta operasi dan pemeliharaan untuk menjaga keandalan layanan.
Adanya barrier to entry yang relatif tinggi bagi pesaing terkait kebutuhan investasi, pemenuhan
HSSE/kepatuhan, serta kapabilitas teknis-operasional dan jaringan layanan.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pola bisnis dalam Rencana Anak Perusahaan, maka rencana
penambahan kegiatan usaha Anak Perusahaan secara pola bisnis dinilai Layak untuk dilaksanakan.
Kelayakan Model Manajemen
Kelayakan model manajemen mempertimbangkan kesiapan struktur organisasi,
ketersediaan sumber daya manusia, serta penerapan manajemen risiko yang memadai.
Anak Perusahaan telah menyiapkan rancangan tata kelola pra-operasional melalui pembentukan
task force/tim proyek untuk memastikan fungsi perencanaan dan pelaksanaan proyek
terkoordinasi. Struktur organisasi fase operasi telah dirancang agar fungsi operasi, HSSE, dan
dukungan bisnis memiliki peran dan akuntabilitas yang jelas.
viii
Page 10
Kebutuhan SDM untuk fase operasi telah dipetakan berikut kualifikasi/kompetensi kunci, serta
pendekatan pemenuhan melalui penugasan internal dan/atau rekrutmen sesuai kebutuhan.
Kerangka penilaian risiko dan mitigasi telah disusun untuk mengelola risiko utama proyek dan
operasi melalui penilaian probabilitas–dampak, pemetaan risiko inherent–residual, serta
pengelompokan risiko.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek model manajemen dalam Rencana Anak Perusahaan, maka
rencana penambahan kegiatan usaha Anak Perusahaan secara aspek model manajemen dinilai
Layak untuk dilaksanakan.
Kelayakan Keuangan
Berdasarkan kajian dan analisis keuangan serta asumsi lainnya dengan syarat semua asumsi yang
telah diproyeksikan dapat terpenuhi, hasil analisis kelayakan keuangan adalah sebagai berikut:
- Periode Proyeksi
Analisis keuangan dilakukan berdasarkan proyeksi periode 2026-2048 yang telah dikaji
kewajarannya.
- Biaya Pendirian (Start-Up Cost)
Perubahan atas Penambahan Kegiatan Usaha Anak Perusahaan berupa fasilitas bahan kimia
dasar dibutuhkan investasi dengan total US$16,31 juta kebutuhan sebagai berikut:
a. pembangunan pabrik
b. outside battery limit (OSBL)
c. studi lingkungan
d. perizinan
e. feasibility study & front engineering design.
Keseluruhan pendanaan atas investasi berasal dari dana internal Anak Perusahaan.
- Penentuan Tingkat Diskonto
Dalam rangka Hasil Studi Kelayakan, tingkat diskonto yang digunakan adalah rata-rata
tertimbang biaya kapital atau Weighted Average Cost of Capital (WACC) sebesar 9,07%
- Net Present Value (NPV) ≥ 0 → Layak
NPV yang dihasilkan menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar US$2,33 juta. Hasil NPV
yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa penambahan kegiatan usaha layak
dilaksanakan karena memberikan penerimaan yang lebih besar dari biaya investasi
- Internal Rate of Return (IRR) ≥ Tingkat Diskonto → Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 11,56% yang berarti di atas WACC sebesar 9,07%
- Payback Period (PP) < Periode Proyeksi → Layak
Berdasarkan hasil dari analisis, Anak Perusahaan mampu mengembalikan seluruh investasi,
setelah penambahan kegiatan usaha berjalan selama 10 tahun 3 bulan.
- Discounted Payback Period (PP) < Periode Proyeksi → Layak
Berdasarkan hasil dari analisis, dihitung dengan nilai kini kas yang diperoleh, Anak Perusahaan
mampu mengembalikan seluruh investasi, setelah penambahan kegiatan usaha berjalan
selama 16 tahun 4 bulan.
- Profitability Index (P/I) ≥ 1 → Layak
P/I yang diperoleh adalah sebesar 1,18x yang berarti lebih besar dari 1. Hasil P/I lebih dari satu
ix
Page 11
menunjukkan bahwa penambahan kegiatan usaha layak dilaksanakan karena memberikan
keuntungan dari pengeluaran investasi.
Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas atas Kelayakan Keuangan ini dilakukan dengan menguji pengaruh perubahan
asumsi yang memiliki dampak paling besar yaitu asumsi nilai investasi awal, WACC dan beban
usaha.
Analisis sensitivitas terhadap biaya investasi awal menunjukkan bahwa apabila terjadi peningkatan
biaya investasi awal sebesar +14,00%, maka Rencana Anak Perusahaan dinilai masih layak dengan
NPV US$545,9 ribu.
Dalam memitigasi risiko peningkatan biaya investasi awal yang lebih besar dari rencana awal,
Perseroan dapat menerapkan sistem Fixed Price Contract dengan kontraktor EPC dan pengawasan
ketat terhadap progres fisik untuk menghindari keterlambatan. Selain itu, Perseroan dapat
melakukan benchmarking ke beberapa vendor mendapatkan investasi terbaik.
Analisis sensitivitas terhadap beban usaha menunjukkan bahwa apabila terjadi peningkatan atas
beban usaha sebesar +10,00%, maka Rencana Anak Perusahaan dinilai masih layak. Hal ini terlihat
dari nilai NPV positif US$573,8 ribu.
Dalam memitigasi risiko peningkatan beban usaha yang lebih kedepan, Perseroan dapat
membentuk tim monitoring lintas fungsi (Teknis, Finansial, dan Komersial) untuk melakukan
evaluasi berkala terhadap variabel sensitivitas biaya dan menetapkan standar operasional yang
ketat untuk menjaga biaya termasuk strategi pemeliharaan preventif guna menghindari unplanned
shutdown pada unit SMR yang memerlukan biaya tambahan.
Analisis sensitivitas terhadap WACC menunjukkan bahwa apabila terjadi peningkatan WACC
sebesar +2,00%, maka Rencana Anak Perusahaan dinilai masih layak. Hal ini terlihat dari nilai NPV
positif sebesar US$386,02 ribu.
Mitigasi Ketercapaian Proyeksi
Anak Perusahaan telah melakukan mitigasi untuk memastikan asumsi proyeksi keuangan dapat
tercapai dengan langkah-langkah sebagai berikut:
• Klausul komitmen volume dan Take or Pay yang dapat memenuhi keekonomian proyek
• Pada draft PJBH antara Anak Perusahaan dengan Calon Anchor Customer, Anak Perusahaan
telah mengusulkan formula harga jual dengan variable harga gas alam sebagai komponen
pembentuk harga jual, dengan Sumber gas alam akan dipasok dari afiliasi Calon Anchor
Customer.
• Pada Head of Agreement, terdapat klausul bahwa penggunaan utilities (air, listrik) akan
disediakan oleh Calon Anchor Customer.
Kesimpulan Studi Kelayakan
Berdasarkan kajian, evaluasi, analisis kelayakan pasar, analisis kelayakan teknis, analisis kelayakan
pola bisnis, analisis kelayakan model manajemen, dan analisis kelayakan keuangan serta proyeksi-
proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat
disimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Anak Perusahaan
adalah LAYAK.
x
Page 12
Penutup
Laporan Studi Kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan
kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
Laporan Studi Kelayakan ini.
Jakarta, 7 Mei 2026
Hormat kami,
KJPP Ruky, Safrudin & Rekan
Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.)
Pemimpin Rekan
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.10.00269
STTD OJK No. : STTD.PB-23/PJ-1/PM.02/2023
MAPPI No. : 00-S-01349
xi
Page 13
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di bawah
ini menerangkan bahwa:
1. Dalam mempersiapkan Studi Kelayakan Bisnis ini kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, ataupun pihak-pihak yang
terafiliasi dengan perusahaan tersebut.
2. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Selanjutnya, Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau merugikan pada pihak mana pun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan dari proses analisis Studi Kelayakan ini dan kami hanya
menerima imbalan sesuai yang tercantum pada Kontrak No. : 011000.PK/LG.01/PPM/2026
tanggal 16 Maret 2026 yang telah ditandatangani dan disetujui oleh Pemberi Tugas. Adapun
biaya jasa dalam melakukan Studi Kelayakan telah memperhatikan ketentuan yang diatur oleh
Ikatan Kantor Jasa Penilai Publik (IKJPP) MAPPI.
3. Penilai bertanggung jawab atas opini Laporan Studi Kelayakan Bisnis.
4. Studi Kelayakan dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan laporan
keuangan yang digunakan dalam analisis menggunakan data per tanggal 31 Desember 2025.
5. Penugasan Studi Kelayakan telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Studi
Kelayakan pada Tanggal Studi Kelayakan dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan
Studi Kelayakan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini.
6. Studi Kelayakan Bisnis ini disusun sesuai dengan SPI 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI
310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan pada 1 Maret 2020 dan KEPI seperti yang ditetapkan
oleh MAPPI serta POJK 17, POJK 35 dan SEOJK17.
7. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada Laporan
Studi Kelayakan Bisnis ini.
8. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada ruang lingkup dan data yang dianalisis serta data
ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini pada Sumber
Data dan Informasi diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini dapat
dipertanggungjawabkan.
9. Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan Studi Kelayakan ini.
10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalam
Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik.
11. RSR telah melakukan wawancara dengan manajemen Perseroan pada tanggal 12 April 2026.
12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional
dalam menyiapkan Studi Kelayakan.
xii
Page 14
13. Tidak seorang pun Penilai Publik atau Penilai Beregister yang telah menyediakan bantuan
profesional dalam menyiapkan laporan penilaian Studi Kelayakan Bisnis, kecuali yang
disebutkan dalam laporan ini.
Jakarta, 7 Mei 2026
Signing Partner
Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.10.00269
STTD OJK No. : STTD.PB-23/PJ-1/PM.02/2023
MAPPI No. : 00-S-01349 …...................................................
Reviewer
Nursatrio, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.24.00663
STTD OJK No.: STTD.PB-60/PM.021/2024
MAPPI: 12-S-03901 ......................................................
Penilai
Ari Kurnia
MAPPI No. : 11-T-03180
Register No. : RMK-2017.00649 ......................................................
M. Milzam Winandi
MAPPI No. : 22-P-11539
Register No. : RMK-2025.05093 .....................................................
xiii
Names mentioned 23 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
K.H. Zainul Arifin
p.2 ×2
unresolved
org
PT Pertamina Gas
p.2
unresolved
org
KJPP Ruky
p.2 ×2
unresolved
org
Safrudin & Rekan
p.2 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.3 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.3 ×2
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.4 ×2
unresolved
org
Purwantono
p.4 ×3
unresolved
org
Tanudiredja
p.5
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.5
unresolved
person
Daniel Kohar
p.5
unresolved
person
Imam Mul Akhyar
p.5 ×2
unresolved
person
Lely Malini
p.5 ×2
unresolved
person
Kusuma Wishnu Wardhana
p.5 ×4
unresolved
person
Rio Arief Yudhistira
p.5 ×2
unresolved
person
Rahmadi Budiman
p.5 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.5
unresolved
org
Rekan Rudi M. Safrudin
p.12
unresolved
person
Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.)
· Pemimpin Rekan
p.12
unresolved
person
Signing Partner Rudi M. Safrudin
p.14 ×2
unresolved
person
Reviewer Nursatrio
p.14
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
2995 ms
12 Sep 2026 22:30
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}