Skip to content
Back to announcement

20260311_TLKM_Laporan Informasi dan Fakta Material_32053203_lamp3.pdf

Other Text extracted TLKM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 9

Page 1
                                   AMERIKA SERIKAT
                          SECURITIES AND EXCHANGE COMMISSION
                                   Washington, D.C. 20549

                                        Formulir 6-K
        LAPORAN EMITEN ASING PRIVAT BERDASARKAN RULE 13a-16 ATAU 15d-16

                    BERDASARKAN SECURITIES EXCHANGE ACT OF 1934

                                     Untuk bulan Maret 2026

                         Perusahaan Perseroan (Persero)
                        PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
                (Nama lengkap Emiten sebagaimana tercantum dalam anggaran dasarnya)

                                    Telecommunications Indonesia
                            (Perseroan Terbuka Badan Usaha Milik Negara)
                          (Terjemahan nama Emiten ke dalam bahasa Inggris)

                             Jl. Japati No. 1 Bandung 40133, Indonesia
                                         (Alamat kantor pusat)

Ditandai dengan tanda centang untuk menunjukkan apakah emiten telah atau akan mengajukan laporan
                      tahunan menggunakan Formulir 20-F atau Formulir 40-F:
                                Formulir 20-F  Formulir 40-F 

Ditandai dengan tanda centang jika emiten mengajukan Formulir 6-K dalam bentuk cetak sesuai dengan
                                    Regulation S-T Rule 101(b)(1):

                                        Ya        Tidak 

Ditandai dengan tanda centang jika emiten mengajukan Formulir 6-K dalam bentuk cetak sesuai dengan
                                    Regulation S-T Rule 101(b)(7):

                                        Ya        Tidak 
Page 2
Non-Reliance atas Laporan Keuangan yang Telah Diterbitkan Sebelumnya dan Laporan Audit Terkait –
Kebijakan Akuntansi atas Aset Tetap

Laporan Keuangan Tahun 2023 dan 2024

Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (“Perseroan”), setelah melakukan diskusi dengan
Komite Audit (“Komite Audit”) Perseroan, menyimpulkan bahwa laporan keuangan konsolidasian tahunan Perseroan
untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 (secara bersama-sama disebut sebagai “Laporan
Keuangan Terdampak”), beserta laporan terkait dari kantor akuntan publik independen terdaftar Perseroan, KAP
Purwantono, Sungkoro & Surja (firma anggota Ernst & Young Global Limited), serta bagian relevan dari setiap
komunikasi yang menjelaskan atau didasarkan pada Laporan Keuangan Terdampak, tidak dapat lagi dijadikan acuan.
Perseroan berencana untuk menyajikan kembali (restatement) Laporan Keuangan Terdampak sesegera mungkin.

Perseroan telah melakukan penelaahan atas praktik dan prosedur akuntansinya sehubungan dengan kebijakan
kapitalisasi, klasifikasi, estimasi masa manfaat, depresiasi dan penghentian pengakuan (derecognition) atas aset
tetapnya, khususnya untuk infrastruktur telekomunikasi. Proses estimasi masa manfaat infrastruktur telekomunikasi
bersifat kompleks dan memerlukan pertimbangan signifikan karena penentuan estimasi masa manfaat
mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk rencana bisnis strategis, perkembangan teknologi yang diperkirakan
terjadi di masa mendatang, estimasi masa manfaat pelanggan dan pembandingan dengan praktik industri sejenis.
Sehubungan dengan penelaahan yang sedang berlangsung tersebut, manajemen menyimpulkan bahwa klasifikasi aset
“last mile to the customers” seharusnya diperlakukan sebagai aset non-jaringan dan oleh karena itu disusutkan dengan
masa manfaat yang lebih pendek dibandingkan dengan yang digunakan dalam Laporan Keuangan Terdampak.

Selain itu, manajemen menyimpulkan bahwa untuk aset kabel drop core tertentu yang tidak lagi memiliki manfaat
ekonomi di masa depan sudah sewajarnya dilakukan penyusutan sepenuhnya dan bahwa aset pengganti tertentu yang
diperuntukkan untuk peningkatan kualitas sudah seharusnya dihentikan pengakuannya (derecognized), dan bahwa
penghentian pengakuan tersebut diterapkan secara konsisten. Evaluasi Perseroan atas kesalahan akuntansi (accounting
errors) tersebut dan penyesuaian yang diperlukan terhadap Laporan Keuangan Terdampak masih berlangsung dan
belum difinalisasi. Setelah manajemen menyelesaikan penyajian kembali Laporan Keuangan Terdampak tersebut,
penyesuaian yang diperlukan diperkirakan akan menurunkan laba sebelum pajak penghasilan untuk tahun yang
berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023, berturut-turut, serta menurunkan saldo aset dan ekuitas Perseroan pada
tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, berturut-turut. Meskipun penyesuaian yang diperlukan tersebut tidak akan
berdampak pada arus kas Perseroan, Perseroan telah menyimpulkan bahwa memperbaiki kesalahan akuntansi
(accounting errors) tersebut akan berdampak material terhadap Laporan Keuangan Terdampak, dan oleh karenanya,
diperlukan penyajian kembali dan Laporan Keuangan Terdampak tersebut tidak lagi dapat diandalkan. Perseroan tidak
dapat memberikan jaminan bahwa tidak akan ditemukan ketidaktepatan material lainnya.

Pengendalian Internal atas Pelaporan Keuangan (ICFR)

Manajemen Perseroan sebelumnya telah menyimpulkan bahwa pengendalian dan prosedur pengungkapan serta
pengendalian internal atas pelaporan keuangan (Internal Control over Financial Reporting/“ICFR”) Perseroan adalah
efektif per 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023. Sehubungan dengan hal-hal yang diuraikan di atas terkait
praktik dan prosedur akuntansi Perseroan dalam kebijakan kapitalisasi, klasifikasi, estimasi masa manfaat, dan
depresiasi dan penghentian pengakuan (derecognition) atas aset tetapnya, manajemen Perseroan menyimpulkan
bahwa terdapat kelemahan material dalam pengendalian internal Perseroan tersebut. Rencana upaya perbaikan
Perseroan sehubungan dengan kelemahan material tersebut akan dijelaskan lebih rinci dalam Laporan Tahunan
Perseroan dalam Formulir 20-F untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Page 3
Penyelidikan Internal terkait Isu-Isu Peninggalan Masa Lalu

Latar Belakang

Sebagai tambahan, sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya dalam Formulir 20-F 2024 yang diterbitkan pada
tanggal 28 April 2025 ("20-F 2024"), Securities and Exchange Commission ("SEC") sedang melakukan penyelidikan
atas berbagai hal, termasuk yang berkaitan dengan akuntansi dan pengungkapan terkait pengakuan pendapatan
Perseroan, praktik pelaporan keuangan, dan pengendalian internal atas pelaporan keuangan (ICFR). Departemen
Kehakiman (Department of Justice) ("DOJ") juga sedang melakukan penyelidikan atas hal-hal tersebut. Perseroan
telah menunjuk penasihat hukum eksternal dan firma akuntansi forensik untuk membantu pelaksanaan penyelidikan
internal ("Penyelidikan Internal") terkait dengan isu-isu yang sedang diselidiki oleh SEC dan DOJ. Penyelidikan
Internal secara substansial telah selesai, sementara penyelidikan yang dilakukan oleh SEC dan DOJ masih berlangsung
dan Perseroan terus bekerja sama dengan otoritas Amerika Serikat.

Perseroan juga telah bekerja sama dengan otoritas pemerintah di Indonesia, termasuk namun tidak terbatas pada
Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kejaksaan Republik Indonesia, dan Komisi Pemberantasan Korupsi, serta
dalam keadaan-keadaan tertentu telah melaporkan secara sukarela kepada pihak-pihak tersebut sehubungan dengan
berbagai hal yang melibatkan dugaan atau kemungkinan dilakukannya pelanggaran terhadap peraturan perundang-
undangan di Indonesia oleh unit bisnis, anak perusahaan, dan afiliasinya, termasuk hal-hal sehubungan dengan anti-
korupsi, dugaan penipuan, penggelapan, dan masalah terkait piutang usaha, yang beberapa di antaranya terkait dengan
hal-hal yang diselidiki oleh SEC dan DOJ.

Hasil Penyelidikan Internal Perseroan Hingga Saat Ini

Penyelidikan Internal berfokus pada tinjauan atas pendapatan sebesar sekitar USD 324 juta, yang berasal dari kurang
lebih 140 transaksi yang terjadi dalam periode 2014 hingga 2021, dan sebagian besar pada periode 2016 hingga 2019,
yang berdampak pada riwayat pendapatan dan piutang usaha, untuk menentukan apakah barang dan jasa yang terkait
dengan transaksi-transaksi tersebut telah diserahkan atau dicatat sesuai dengan Standar Pelaporan Keuangan
Internasional (International Financial Reporting Standards) ("IFRS") dan apakah transaksi-transaksi tersebut sesuai
dengan kebijakan, prosedur, dan ICFR. Tim audit internal Perseroan juga telah menyelesaikan penyelidikan untuk
beberapa transaksi ini, dan kesimpulan sehubungan dengan hal tersebut telah dipertimbangkan sebagai bagian dari
Penyelidikan Internal.

Sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya dalam Formulir 20-F 2024, Penyelidikan Internal telah menentukan
bahwa sejumlah transaksi tidak memiliki substansi ekonomi. Beberapa transaksi tersebut dilakukan oleh manajemen
sebelumnya dari Perseroan atau anak perusahaannya sejak 2021 dan sebelumnya, dan sebagian besar pada periode
2016 hingga 2019, dan sebagian besar terkait dengan segmen bisnis enterprise, dengan mengabaikan IFRS dan
kebijakan Perseroan serta ICFR-nya, untuk mengatur laba yang dilaporkan. Anggota manajemen lainnya yang
terdahulu, termasuk yang menjabat pada periode selanjutnya, gagal mengambil tindakan korektif ketika transaksi-
transaksi tersebut dinyatakan tidak sesuai atau berpotensi untuk menjadi transaksi yang tidak sesuai. Untuk transaksi-
transaksi tersebut, (i) pendapatan dan piutang usaha seharusnya tidak diakui, dan (ii) cadangan kerugian kredit
ekspektasian (expected credit losses) di masa depan dan biaya piutang tak tertagih terkait piutang usaha tersebut
seharusnya tidak diperlukan.

Berdasarkan hasil Penyelidikan Internal hingga saat ini, Perseroan meyakini bahwa sebagian besar dari sekitar 140
transaksi tersebut tidak memiliki substansi ekonomi, yang mengakibatkan penyajian berlebihan atas informasi
keuangan tertentu. Perseroan tidak meyakini bahwa penyajian berlebihan pendapatan ini merupakan kesalahan
penyajian yang secara kuantitatif material terhadap laporan keuangan konsolidasi Perseroan untuk periode mana pun
yang disajikan dalam laporan keuangan tahunan atau laporan keuangan interim sebelumnya. Perseroan meyakini
Page 4
bahwa transaksi-transaksi ini mengakibatkan penyajian berlebihan atas informasi pendapatan, piutang usaha bruto,
dan piutang usaha neto, setidaknya sebagai berikut 1 :

Jumlah dalam tabel dinyatakan dalam miliar Rupiah (“IDR”) dan juta Dolar Amerika Serikat (“USD”).
Seluruh Jumlah Belum Diaudit.

                                       2014                         2015                        2016                         2017
                                              IDR 31                       IDR 10                   IDR 291                    IDR 2.285
    Pendapatan
                                               USD 3                        USD 1                    USD 22                     USD 171
    Piutang Usaha                             IDR 23                       IDR 22                   IDR 288                    IDR 1.687
       Bruto1                                  USD 2                        USD 2                    USD 21                     USD 124
                                              IDR 23                       IDR 22                   IDR 256                    IDR 1.376
    Piutang Usaha Neto
                                               USD 2                        USD 2                    USD 19                     USD 102

                                       2018                         2019                        2020                         2021
                                           IDR 721                      IDR 368                      IDR 58                      IDR 378
    Pendapatan
                                            USD 51                       USD 26                       USD 4                       USD 26
    Piutang Usaha                        IDR 1.972                    IDR 1.999                    IDR 2.018                   IDR 2.154
       Bruto1                             USD 136                      USD 144                      USD 143                     USD 151
                                         IDR 1.558                      IDR 980                      IDR 94                       IDR 72
    Piutang Usaha Neto2
                                          USD 108                        USD 71                       USD 7                        USD 5

                                       20223                       20233                        20243
                                           IDR 247                         IDR 11                       IDR 39
    Pendapatan
                                            USD 17                          USD 1                        USD 2
    Piutang Usaha                         IDR 2.152                    IDR 2.094                    IDR 1.927
       Bruto1                              USD 138                      USD 136                      USD 119
                                            IDR 63                       IDR 63                       IDR 30
    Piutang Usaha Neto2
                                             USD 4                        USD 4                        USD 2

Catatan: Jumlah dalam Dolar Amerika Serikat ("USD") dikonversi dari Rupiah Indonesia ("IDR") dengan menggunakan Jakarta Interbank Spot
         Dollar Rate ("JISDOR") yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. Pendapatan dikonversi menggunakan nilai tukar rata-rata untuk setiap
         tahun, sedangkan piutang usaha bruto dan piutang usaha neto dikonversi menggunakan nilai tukar pada tanggal 31 Desember untuk
         setiap tahun.
          1
           Piutang usaha bruto berlaku hingga tanggal 31 Desember tahun yang dimaksud. Bagian "Catatan 6 Laporan Keuangan dalam Formulir
          20-F 2024" di bawah ini menjelaskan beberapa reklasifikasi yang dilakukan pada Formulir 20-F 2024 terkait piutang usaha bruto dan
          cadangan kerugian kredit ekspektasian (expected credit losses) sampai dengan tanggal 31 Desember 2023.
          2
           Piutang usaha neto mewakili piutang usaha bruto dikurangi cadangan kerugian kredit ekspektasian (expected credit losses) dan berlaku
          hingga tanggal 31 Desember pada tahun yang dimaksud.
          3
           Pendapatan pada tahun 2022, 2023, dan 2024 sebagian besar mewakili penerimaan kas dari transaksi yang dimulai pada tahun-tahun
          sebelum 2022 yang dicatat berdasarkan basis kas, dan tidak terkait dengan transaksi yang dimulai pada tahun 2022, 2023, atau 2024.




1
 Sebagian besar piutang usaha bruto yang terkait dengan transaksi-transaksi ini telah diperjumpakan (offset) dengan
provisi laporan laba rugi dan cadangan kerugian kredit ekspektasian (expected credit losses) hingga tanggal 31
Desember 2020
Page 5
Perseroan menghadapi kendala dalam menghimpun informasi historis secara rinci atas sebagian besar dari 140
transaksi tersebut, yang disebabkan oleh usia transaksi yang telah berlangsung cukup lama, keterbatasan pada sistem
akuntansi, dan kendala dalam penyimpanan dan penelusuran kembali dokumen pendukung akuntansi historis yang
dalam beberapa kasus berumur hingga hampir 10 tahun. Dalam kondisi tersebut, Perseroan mengasumsikan bahwa
suatu transaksi tertentu tidak memiliki substansi ekonomi, kecuali apabila tersedia informasi akuntansi dan/atau
dokumen pendukung lainnya yang memadai untuk membuktikan sebaliknya. Sehubungan dengan berbagai kendala
tersebut, terdapat risiko bahwa jumlah dan nilai transaksi peninggalan masa lalu yang tidak memiliki substansi
ekonomi dapat lebih besar daripada yang telah dapat diidentifikasi oleh Perseroan melalui Penyelidikan Internal.

Hingga tanggal 31 Desember 2020, sebagian besar piutang usaha yang terkait dengan transaksi-transaksi ini telah
memiliki provisi laporan laba rugi dan cadangan kerugian kredit ekspektasian (expected credit losses), sehingga
piutang usaha neto untuk transaksi-transaksi ini yang tercatat dalam Laporan Posisi Keuangan Perseroan mulai tahun
2020 ke depan bersifat de minimis. Oleh karena itu, berdasarkan informasi hingga saat ini, riwayat transaksi ini tidak
memerlukan koreksi terhadap Laporan Posisi Keuangan tanggal 31 Desember 2023 dan 2024, atau Laporan Laba Rugi
dan Pendapatan Komprehensif Lainnya untuk tahun-tahun yang berakhir pada 2022, 2023, dan 2024, sebagaimana
tercantum dalam pengajuan Formulir 20-F 2024 yang dilakukan oleh Perseroan.

Catatan 6 Laporan Keuangan pada Formulir 20-F 2024

Seiring dengan Penyelidikan Internal dan penyusunan Formulir 20-F 2024, Perseroan menentukan bahwa IDR 1.945
miliar (sekitar USD 121 juta) piutang usaha bruto dan cadangan kerugian kredit sebesar IDR 1.945 miliar (sekitar
USD 121 juta) yang terkait dengan riwayat transaksi yang telah ditinjau atau dijadwalkan untuk ditinjau dalam
Penyelidikan Internal, harus diklasifikasikan ulang ke dalam aset tidak lancar lainnya per tanggal 31 Desember 2023.
Perseroan menentukan bahwa piutang usaha ini tidak memiliki peluang yang wajar untuk direalisasi dan dengan
demikian tidak boleh dimasukkan sebagai piutang usaha dalam Formulir 20-F 2024.

Karena piutang bruto yang diklasifikasikan ulang dan cadangan kerugian kredit ekspektasian (expected credit losses)
terkait dengannya menjadi nol, pengklasifikasian ulang jumlah-jumlah ini tidak berdampak pada piutang usaha neto
dan aset tidak lancar lainnya sampai dengan tanggal 31 Desember 2023, sehingga Laporan Posisi Keuangan
Konsolidasi Perseroan tanggal 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2024 tidak terpengaruh. Namun, reklasifikasi
tersebut berdampak pada informasi tabel tertentu yang tercantum dalam Catatan 6 pada Formulir 20-F 2024 terkait
jumlah piutang bruto yang berusia lebih dari enam bulan dan secara total, serta jumlah cadangan kerugian kredit
ekspektasian (expected credit losses) yang berusia lebih dari enam bulan dan secara total sampai dengan tanggal 31
Desember 2023, yang sebelumnya telah diungkapkan pada Catatan 6 pada Formulir 20-F 2023.

Tabel di bawah ini menyajikan informasi piutang usaha yang tercantum dalam Catatan 6 pada Formulir 20-F tahun
2023 dan 2024, serta perbedaan yang terkait akibat reklasifikasi ini. Jumlah dalam tabel dinyatakan dalam miliar
Rupiah.
Page 6
a.       Berdasarkan debitur

         (i)         Pihak Terkait

                                                         Per TK 2024 20-F                Per TK 2023 20-F
                                                                                                                                   Perbedaan
                                                               2023                            2023
         Badan usaha milik negara                                     1.875                            1.914                                             (39)
         Indosat                                                        303                              303                                                –
         Lembaga pemerintah                                             587                              587                                                –
         PT Indonusa Telemedia
         ("Indonusa")                                                         386                               386                                             –
         Lainnya (masing-masing di
         bawah Rp100 miliar)                                                  443                               443                                         –
         Total                                                              3.594                             3.633                                      (39)
         Cadangan kerugian kredit
         ekspektasian (expected credit
         losses)                                                         (1.237)                             (1.276)                                       39
         Neto                                                              2.357                               2.357                                        –

         (ii)        Pihak Ketiga

         Pelanggan individu dan bisnis                                    11.093                             12.999                                 (1.906)
         Penyedia layanan internasional
         di luar negeri                                                    1.541                              1.541                                       –
         Total                                                            12.634                             14.540                                 (1.906)
         Cadangan kerugian kredit
         ekspektasian (expected credit
         losses)                                                         (4.324)                             (6.230)                                  1.906
         Neto                                                              8.310                               8.310                                      –

b.       Berdasarkan usia

                Per TK 2024 20-F                               Per TK 2023 20-F                              Perbedaan
                                2023                                              2023                                            2023
                                                                          Cadangan
                            Cadangan                                                                                                             Tingkat
                                           Tingkat Kerugian                kerugian      Tingkat Kerugian                    Cadangan
                            kerugian                                                                                                             Kerugian
                                                 Kredit                      kredit            Kredit                     kerugian kredit
                              kredit                                                                                                              Kredit
                 Bruto                        ekspektasian      Bruto    ekspektasian       ekspektasian      Bruto         ekspektasian
                          ekspektasian                                                                                                         ekspektasian
                                            (expected credit              (expected       (expected credit                (expected credit
                            (expected                                                                                                        (expected credit
                                                 losses)                     credit            losses)                         losses)
                          credit losses)                                                                                                          losses)
                                                                            losses)
 Belum
 jatuh
 tempo            7.020            386                  5,5      7.020            386               5,5%              –                  –                 –
 Tunggakan
 hingga 3
 bulan            2.758            369              13,4%        2.758            369              13,4%              –                  –                 –
 Tunggakan
 lebih dari
 3 hingga 6
 bulan            1.215            313              25,8%        1.215            313              25,8%              –                  –                 –
 Tunggakan
 lebih dari
 6 bulan          5.235         4.493               85,8%        7.180        6.438                89,7%     (1.945)             (1.945)             -3,9%
 Total           16.228         5.561                           18.173        7.506                          (1.945)             (1.945)
Page 7
c.      Berdasarkan mata uang

                                               Per TK 2024 20-F   Per TK 2023 20-F
                                                                                                  Perbedaan
                                                     2023               2023
Rupiah                                                     13.701             15.646                        (1.945)
Dolar AS                                                    2.360              2.360                              –
Dolar Singapura                                               143                143                              –
Lainnya (masing-masing di bawah Rp100
miliar)                                                          24                      24                       –
Total                                                        16.228                  18.173                 (1.945)
Cadangan kerugian kredit ekspektasian
(expected credit losses)                                     (5.561)                 (7.506)                  1.945
Neto                                                          10.667                  10.667                      -

d.      Perubahan dalam cadangan kerugian kredit ekspektasian (expected credit losses)

                                              Per TK 2024 20-F   Per TK 2023 20-F
                                                                                                  Perbedaan
                                                    2023               2023
Saldo awal                                                 5.623              7.568                         (1.945)
Cadangan kerugian kredit ekspektasian
(expected credit losses)                                        513                     513                       –
Piutang yang dihapus buku                                     (575)                   (575)                       –
Saldo Akhir                                                   5.561                   7.506                 (1.945)



Upaya Perbaikan terkait dengan Penyelidikan Internal

Seiring dengan Penyelidikan Internal, Perseroan, melalui manajemen saat ini, telah terlibat aktif dalam upaya untuk
meningkatkan kebijakan, prosedur, dan ICFR-nya. Contohnya meliputi: (i) tindakan disipliner terhadap karyawan
yang terlibat dalam transaksi yang disebutkan dalam bagian di atas, "Hasil Penyelidikan Internal Perseroan Hingga
Saat Ini"; (ii) merekrut tenaga ahli tambahan di bidang akuntansi, keuangan, dan hukum untuk meningkatkan kapasitas
dan keahlian dalam prosedur tinjauan akuntansi dan pelaporan Perseroan; (iii) menunjuk konsultan-konsultan untuk
menyediakan keahlian teknis akuntansi tambahan; dan (iv) menyederhanakan dan mengurangi lapisan struktur
organisasi Perseroan untuk meningkatkan pengawasan atas fungsi akuntansi dan pengendaliannya. Selama tahun buku
yang berakhir pada 31 Desember 2025, Perseroan membuat posisi-posisi baru, yaitu Direktorat Legal & Compliance
dan Ahli Utama Integritas (Chief Integrity Officer), untuk mengawasi dan memperkuat kebijakan tata kelola
perusahaan Perseroan serta membantu melaksanakan tanggung jawab kepatuhannya.

Diskusi dengan Kantor Akuntan Publik Independen Terdaftar Perseroan

Manajemen Perseroan dan Komite Audit telah membahas hal-hal yang diungkapkan dalam Form 6-K ini dengan
kantor akuntan publik terdaftar independen Perseroan. Kantor akuntan publik terdaftar independen Perseroan tersebut
belum menyelesaikan auditnya dan/atau penelahaannya terhadap pernyataan yang dibuat dalam Form 6-K ini dan oleh
karenanya belum berada dalam posisi untuk menyatakan persetujuan atau ketidaksetujuan atas pernyataan-pernyataan
dalam Form 6-K ini.

Peringatan Mengenai Pernyataan-Pernyataan Berwawasan ke Depan (Forward-Looking Statements)

Formulir 6-K ini mengandung pernyataan-pernyataan berwawasan ke depan sebagaimana dimaksud dalam Section
27A Securities Act of 1933 dan Section 21E Securities Exchange Act of 1934. Pernyataan-pernyataan tersebut meliputi,
namun tidak terbatas pada, pernyataan-pernyataan mengenai ekspektasi Perseroan terkait dengan setiap penyajian
kembali (restatement) atau penyesuaian atas hal-hal dalam Laporan Keuangan Terdampak, serta dampaknya;
ekspektasi Perseroan terkait hal-hal lainnya yang mungkin disesuaikan, dan dampaknya; waktu yang diantisipasi untuk
pengajuan Laporan Tahunan Formulir 20-F untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025; efektivitas
Page 8
pengendalian pengungkapan dan prosedur Perseroan serta ICFR; ekspektasi Perseroan terkait hasil Penyelidikan
Internal dan dampaknya terhadap laporan keuangan serta perbaikan kebijakan, prosedur, dan ICFR; asumsi yang
mendasari salah satu dari hal-hal di atas. Kata-kata seperti "mengantisipasi," "meyakini," "melanjutkan," "dapat,"
"mengestimasi," "mengharapkan," "berniat," "mungkin," "merencanakan," "memprediksi," "memproyeksikan,"
"seharusnya," dan "akan" serta variasi kata-kata tersebut dan ungkapan serupa dimaksudkan untuk mengidentifikasi
pernyataan-pernyataan berwawasan ke depan tersebut.

Pernyataan-pernyataan berwawasan ke depan ini bukanlah jaminan atas kinerja, kondisi, atau hasil di masa depan, dan
melibatkan sejumlah risiko yang diketahui maupun tidak diketahui, ketidakpastian, asumsi, dan faktor penting lainnya,
banyak di antaranya di luar kendali Perseroan, yang dapat menyebabkan hasil atau dampak aktual berbeda secara
material dari yang dibahas dalam pernyataan-pernyataan berwawasan ke depan, termasuk, namun tidak terbatas pada:
risiko bahwa Komite Audit menemukan informasi tambahan yang relevan dengan Penyelidikan Internal dan laporan
keuangan; kemungkinan bahwa ketidaktepatan tambahan dapat teridentifikasi; risiko bahwa dampak dari penyesuaian
tersebut tidak akurat; implementasi rencana perbaikan untuk kelemahan material yang diidentifikasi dalam ICFR
Perseroan; ketidakpastian terkait dengan kesimpulan yang masih tertunda dari kantor akuntan publik terdaftar
independen Perseroan; potensi delisting, proses hukum, atau penyelidikan atau tindakan penegakan hukum tambahan
oleh pemerintah terkait dengan hal-hal yang dijelaskan pada dokumen ini atau ketidakmampuan untuk menyelesaikan
hasil keuangan secara tepat waktu; dan risiko lain yang dijelaskan secara rinci dalam Laporan Tahunan Perseroan pada
Formulir 20-F untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2024, yang diajukan secara asli ke SEC pada 28
April 2025 dan sebagaimana diubah selanjutnya, serta dalam dokumen lain yang diajukan atau diserahkan ke SEC,
yang disarankan untuk anda baca. Jika terjadi salah satu atau lebih dari risiko atau ketidakpastian ini, atau jika asumsi
dasar terbukti salah, hasil aktual dapat berbeda secara material dari yang diindikasikan atau diperkirakan dalam
pernyataan-pernyataan berwawasan ke depan tersebut. Oleh karena itu, anda diperingatkan untuk tidak mengandalkan
pernyataan-pernyataan berwawasan ke depan ini, yang berlaku hanya pada tanggal dibuatnya pernyataan-pernyataan
berwawasan ke depan. Perseroan tidak memiliki kewajiban untuk memperbarui informasi yang terkandung dalam
pernyataan-pernyataan berwawasan ke depan ini, baik karena adanya informasi baru, peristiwa-peristiwa yang terjadi
di masa yang akan datang, atau lainnya.
Page 9
                                             TANDA TANGAN

Sesuai dengan persyaratan Securities Exchange Act of 1934, emiten telah menandatangani laporan ini atas namanya
oleh pihak yang berwenang.

                                                              Perusahaan Perseroan (Persero)
                                                             PT Telekomunikasi Indonesia Tbk

                                                                              Oleh:

                                                                         /s/Jati Widagdo
                                                        ----------------------------------------------------
                                                                           Jati Widagdo
 Tanggal: 10 March, 2026                                           SVP Corporate Secretary

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.3 MB
Published11 Mar 2026
Pages9
Characters31,879
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 10 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Jati Widagdo p.9 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.3
unresolved org Telekomunikasi Indonesia Tbk p.1 ×6
unresolved org Milik Negara p.1
unresolved org Purwantono p.2
unresolved org Young Global Limited p.2
unresolved org Departemen Kehakiman p.3
unresolved org Bank Indonesia p.4
unresolved org PT Indonusa Telemedia p.6
unresolved org Kantor Akuntan Publik Independen Terdaftar Perseroan Manajemen p.7

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result