Skip to content
Back to announcement

20230814_HEXA_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31371140_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review HEXA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 90

Page 1
       Laporan Final
Studi Kelayakan Penambahan
      Kegiatan Usaha
 PT Hexindo Adiperkasa Tbk
Page 2
               Laporan Final
       Studi Kelayakan Penambahan
              Kegiatan Usaha
        PT Hexindo Adiperkasa Tbk




     KANTOR JASA PENILAI PUBLIK




              Izin Usaha: 2.09.0040
         Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia




No. File: 00009/2.0040-0/FS/05/0585/1/VIII/2023
Page 3
No. 00009/2.0040-0/FS/05/0585/1/VIII/2023
Jakarta, 04 Agustus 2023

Kepada Yth.
DIREKSI
PT HEXINDO ADIPERKASA TBK (“HEXA”)
Pulo Gadung Industrial Estate
Jl. Pulo Kambing II, Kav. I-II. No. 33
Jakarta 13930
Indonesia.

Perihal     : Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha HEXA


Dengan hormat,

Sehubungan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (“POJK”)
No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. PT Hexindo
Adiperkasa Tbk (“HEXA”) berencana melakukan penambahan kegiatan usaha.

 I. PENDAHULUAN

     Rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh HEXA adalah kegiatan
     usaha yang belum terdapat di dalam anggaran dasar HEXA, maka HEXA berencana
     melakukan perubahan kegiatan usaha berupa penambahan Klasifikasi Baku Lapangan
     Usaha Indonesia (“KBLI”) sesuai dengan POJK 17/POJK.04/2020. Rencana transaksi yang
     akan dilakukan oleh HEXA berupa penambahan kegiatan usaha berupa penambahan
     KBLI, sehingga dalam rencana transaksi tersebut tidak menganggu operasional HEXA
     eksisting.

     Adapun KBLI yang akan ditambahkan adalah sebagai berikut:
     1. 43905         : Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator;
     2. 68111         : Real Estat Yang Dimiliki Sendiri atau Disewa;
     3. 77100         : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mobil,
                        Bus, Truk dan Sejenisnya;
     4. 77391         : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin
                        dan Peralatan Industri Pengolahan;
     5. 77392         : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin
                        Pertanian dan Peralatannya;
     6. 77393         : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin
                        dan Peralatan Konstruksi dan Teknik Sipil; dan
     7. 77395         : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Tanpa Hak Opsi Mesin
                        Pertambangan dan Energi serta Peralatannya.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                       i
Page 4
II. RINGKASAN STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

     Kantor Jasa Penilai Publik Tri, Santi dan Rekan (“TSR”) ditunjuk oleh
     PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”) berdasarkan surat penawaran
     No. 14/PEN/FS/KJPP-TS/IV/2023 tanggal 13 April 2023 dengan maksud untuk
     memberikan Jasa Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha berupa penambahan
     Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). TSR adalah Kantor Jasa Penilai Publik
     yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
     No. 981/KM.1/2009 tanggal 21 Juli 2009, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Tri,
     Santi dan Rekan dengan Izin KJPP No. 2.09.0040.

     1)   Status Penilai
          Penilai adalah partner dari TSR dengan kualifikasi sebagai berikut:
          Nama                      : Ruspriono, SE., MM., MAPPI (Cert)
          No. Ijin Penilai Publik   : B-1.20.00585
          No. MAPPI                 : 10-S-02481
          No. RMK                   : 2017.01022
          No. STTD (OJK)            : STTD.PB-52/PM.223/2022
          Kualifikasi               : Penilai Bisnis

          TSR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan
          Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini. Penilai
          memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini dan TSR adalah Kantor Jasa
          Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal.

          TSR bertindak secara independen dalam penyusunan Laporan studi kelayakan ini
          tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas,
          obyek studi kelayakan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas
          dan obyek studi kelayakan. TSR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
          keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

          Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
          merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang TSR terima sama sekali tidak
          dipengaruhi oleh hasil yang dihasilkan.

     2)   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
          Pemberi tugas dan Penguna Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha
          yang diterbitkan oleh TSR adalah :
          • Nama Perusahaan           : PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
          • Alamat                    : Pulo Gadung Industrial Estate Jl. Pulo Kambing II,
                                         Kav. I-II. No. 33 Jakarta 13930 Indonesia.
          • Telepon                   : +62 21 4603738
          • Website                   : www.hexindo-tbk.co.id

     3)   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
          Maksud dan tujuan dari laporan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan
          pendapat mengenai kelayakan atas penambahan kegiatan usaha berupa
          penambahan KBLI yang ditinjau dari berbagai aspek yaitu aspek pasar, aspek teknis,
          aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek keuangan.

          Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan
          Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang
          Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Peraturan tersebut


KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                           ii
Page 5
          mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan atas perubahan kegiatan usaha yang
          disusun oleh penilai.

     4)   Objek Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
          Bahwa obyek studi Kelayakan sesuai dengan infromasi yang diberikan oleh pemberi
          tugas adalah Jasa Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa
          berupa penambahan KBLI. Berikut adalah rencana penambahan KBLI yang akan
          dilakukan oleh HEXA:
          1. 43905        : Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator;
          2. 68111        : Real Estat Yang Dimiliki Sendiri atau Disewa;
          3. 77100        : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mobil,
                            Bus, Truk dan Sejenisnya;
          4. 77391        : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin
                            dan Peralatan Industri Pengolahan;
          5. 77392        : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin
                            Pertanian dan Peralatannya;
          6. 77393        : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin
                            dan Peralatan Konstruksi dan Teknik Sipil; dan
          7. 77395        : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Tanpa Hak Opsi Mesin
                            Pertambangan dan Energi serta Peralatannya.

     5)   Tanggal Studi kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
          Tanggal efektif studi kelayakan penambahan kegiatan usaha adalah per
          31 Maret 2023, dengan menggunakan parameter dan laporan keuangan audit per
          31 Maret 2023 dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan
          dan tujuan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha berupa penambahan KBLI.

     6)   Gambaran Umum HEXA

          Sejarah Singkat
          PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”) didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Notaris
          Mohamad Ali, S.H., No. 37 tanggal 28 November 1988. Akta Pendirian ini telah
          disahkan oleh Kementerian Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
          No. C2-4389.HT.01.01.TH.89 tanggal 12 Mei 1989, serta diumumkan dalam Berita
          Negara Republik Indonesia No. 54 Tambahan No. 1251 tanggal 7 Juli 1989.
          Anggaran Dasar HEXA telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan
          terakhir dinyatakan dalam Akta Notaris Jose Dima, S.H., M.Kn., No. 118 tanggal
          28 Januari 2021 mengenai perubahan Anggaran Dasar dan telah diberitahukan
          kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
          No. AHU-AH.01.03-0069433 tanggal 3 Februari 2021.

          HEXA memulai operasi komersial pada bulan Januari 1989. HEXA berkedudukan di
          Jakarta yang berlokasi di Kawasan Industri Pulogadung, Jalan Pulo Kambing II Kav.
          I-II No. 33, Jakarta 13930. Pada tanggal 31 Desember 2022, Perusahaan memiliki
          19 cabang, 17 kantor perwakilan dan 16 kantor proyek, yang tersebar di seluruh
          Indonesia.

          Aktivitas Usaha
          Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar HEXA, kegiatan usaha HEXA adalah
          perdagangan dan penyewaan alat berat serta pelayanan purna jual. Saat ini, HEXA
          bertindak selaku distributor alat-alat berat jenis tertentu dan suku cadang dari merek
          “Hitachi” dan “Bell”.

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                              iii
Page 6
          Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
          Susunan Dewan Komisaris dan Direksi HEXA pada tanggal 31 Maret 2023
          adalah sebagai berikut:

          Dewan Komisaris
          Komisaris Utama                   : Toto Wahyudiyanto
          Komisaris Independen              : Harry Danui

          Direksi
          Direktur Utama                    : Djonggi TP. Gultom
          Direktur                          : Yasumasa Zaizen
          Direktur                          : Dai Tamura
          Direktur                          : Teru Karahashi
          Direktur                          : Yoshendri
          Direktur                          : Dwi Swasono
          Direktur                          : Fumio Nakajima
          Direktur                          : Makoto Sorimachi
          Direktur                          : Toshitaka Uchida

          Susunan Permodalan
          Kepemilikan saham HEXA pada tanggal 31 Maret 2023 adalah sebagai berikut:
                                                  Jumlah Saham        Jumlah Nominal       Persentase
                Daftar Pemegang Saham
                                                    (Lembar)             (Rupiah)          Kepemilikan

            Hitachi Construction Machinery Co.
                                                      408.180.000        408.180.000.000        48,59%
            Ltd., Jepang
            ITOCHU Corporation, Jepang                210.400.000        210.400.000.000        25,05%
            Hitachi Construction Machinery Asia
                                                        42.620.000        42.620.000.000        5,07%
            and Pacific Pte. Ltd., Singapura
            Masyarakat        (kepemilikan   di
                                                      178.800.000        178.800.000.000        21,29%
            bawah 5%)

            Jumlah                                   840.000.000       840.000.000.000       100,00%




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                     iv
Page 7
          Struktur Organisasi
          Struktur Organisasi HEXA adalah sebagai berikut :




Sumber: Manajemen HEXA, Annual Report 2022



     7)   Ketersediaan Tenaga Ahli Penambahan Kegiatan Usaha
          Rencana penambahan kegiatan usaha diperlukan tenaga kerja yang berkompeten
          dibidangnya dalam kaitan penambahan bidang usaha ini. HEXA telah
          mempersiapkan tenaga ahli yang dapat mendukung penambahan kegiatan usaha
          dimana tenaga kerja dalam rencana penambahan kegiatan usaha berasal dari



KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                   v
Page 8
          tenaga ahli yang sudah ada di HEXA, sehingga tidak terdapat biaya yang akan
          dikeluarkan oleh HEXA dalam perekrutan tenaga ahli.


     8)   Penjelasan, Pertimbangan,               dan    Alasan     Dilakukannya   Penambahan
          Kegiatan Usaha

          Saat ini salah satu kegiatan usaha HEXA adalah melaksanakan aktivitas penjualan
          dan penyewaan alat berat yang merupakan penopang utama aktivitas operasional
          HEXA. HEXA sudah memulai perjalanan di lini bisnis ini sejak tahun 1988 Jenis
          produk alat berat yang dijual dan/atau disewakan oleh HEXA meliputi ekskavator 6
          ton ke atas, mini ekskavator, wheel loader dan articulated dump truck.

          Sejalan dengan pertumbuhan industri alat berat di Indonesia sangat dipengaruhi
          oleh pertumbuhan industri sektor pertambangan, agro, kehutanan dan konstruksi
          atau infrastruktur pada kebutuhan Pelanggan menjadi dasar pertimbangan HEXA
          melakukan penambahan bidang usaha khususnya dalam penyewaan alat berat di
          berbagai macam sektor, agar HEXA selalu siap dalam menghadapi berbagai
          tantangan persaingan usaha yang semakin ketat di masa sekarang ini, dan mampu
          meraih setiap peluang usaha baru di masa depan. Mengingat kegiatan usaha
          penyewaan alat berat di sektor pertambangan dan energi, konstruksi dan teknik
          sipil, pertanian, industry pengolahan memerlukan KBLI tersendiri dan belum dimiliki
          HEXA saat ini, maka atas dasar tersebut HEXA bermaksud untuk menambahkan
          kegiatan-kegiatan usaha jasa penyewaan.

          Kedepannya, HEXA akan terus mengembangkan usahanya, dan karenanya HEXA
          berencana untuk melakukan penambahan kegiatan usaha di bidang sebagai berikut:
          1. Penyewaan Alat Konstruksi Dengan Operator (Kode KBLI 2020: 43905);
          2. Real Estat Yang Dimiliki Sendiri atau Disewa (Kode KBLI 2020: 68111);
          3. Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mobil, Bus, Truk
              Dan Sejenisnya (Kode KBLI 2020: 77100);
          4. Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin Dan
              Peralatan Industri Pengolahan (Kode KBLI 2020: 77391);
          5. Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin Pertanian
              Dan Peralatannya (Kode KBLI 2020: 77392);
          6. Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin Dan
              Peralatan Konstruksi Dan Teknik Sipil (Kode KBLI 2020: 77393);
          7. Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Tanpa Hak Opsi Mesin Pertambangan dan
              Energi serta Peralatannya (Kode KBLI 2020: 77395).

          Dengan mengembangkan berbagai kapabilitas terbaru, HEXA diharapkan dapat
          terus menjaga keberlanjutan usaha kepada seluruh Pelanggan, pemegang saham
          dan stakeholder lainnya.


     9)   Asumsi dan Kondisi Pembatas
          1. Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha bersifat non-disclaimer
             opinion.
          2. TSR telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
             studi kelayakan penambahan kegiatan usaha.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                           vi
Page 9
           3. Dalam menyusun laporan ini, TSR mengandalkan kelengkapan informasi yang
               disediakan oleh HEXA dan atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia
               untuk publik dan informasi lainnya yang dapat dipercaya keakuratannya.
           4. TSR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan dengan
               mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang disampaikan oleh HEXA
               dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
           5. TSR bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
               keuangan yang telah disesuaikan.
           6. Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
               penugasan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha telah diungkapkan
               seluruhnya kepada TSR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang
               penting.
           7. Laporan studi kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat
               informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional HEXA.
           8. TSR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
               dihasilkan.
           9. Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar
               Modal dan pemenuhan aturan OJK dan tidak untuk kepentingan lainnya.
           10. Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi perekonomian, industri dan
               keuangan, serta regulasi pemerintah terkait dengan penambahan kegiatan
               usaha yang akan dilakukan pada tanggal pendapat ini diterbitkan.
           11. TSR mengasumsikan bahwa penerbitan studi kelayakan tidak terjadi perubahan
               apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang
               digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini. TSR tidak bertanggungjawab
               untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan pendapat kami
               karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
               terjadi setelah tanggal laporan ini.
           12. Lingkup pekerjaan akan dilakukan sesuai dengan analisis dan interpretasi kami
               terhadap hukum dan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
               dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Salinan Surat Edaran
               Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang
               Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal,
               Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan
               kegiatan usaha serta standar penilaian yang berlaku di Republik Indonesia,
               sehingga tidak dimaksudkan untuk diaplikasikan, dianalisis atau
               diinterpretasikan menurut peraturan perundang-undangan di negara lain.
           13. Penugasan untuk melakukan studi kelayakan adalah bukan dan tidak dapat
               dianggap sebagai kajian atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu pada
               informasi keuangan. Penugasan ini dilakukan bukan dengan tujuan untuk
               menemukan kelemahan pengawasan internal, kesalahan atau kecurangan pada
               laporan keuangan, implikasi perpajakan ataupun pelanggaran hukum.
           14. Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga, selain Pemberi
               Tugas, selama tidak menyimpang dari peraturan dan hukum yang berlaku.

     10) Pendekatan dan Metodologi Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan
         Usaha
         Untuk melakukan studi kelayakan ini, TSR akan menggunakan sesuai Peraturan
         Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
         Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa
         Keuangan Republik Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian
         dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                           vii
Page 10
          Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah:
          1. Pengumpulan data-data primer dari HEXA yang terkait dengan rencana
              penambahan kegiatan usaha
          2. Melakukan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha meliputi:
               a) Kelayakan Pasar.
               b) Kelayakan Teknis.
               c) Kelayakan Pola Bisnis.
               d) Kelayakan Model Manajemen.
               e) Kelayakan Keuangan.
          3. Memberikan kesimpulan hasil studi kelayakan penambahan kegiatan usaha.

     11) Aspek Pasar
         Salah satu parameter penentuan alat berat yang tepat menyesuaikan pada kriteria
         suatu lokasi, dimana masing-masing kriteria lokasi memiliki karakteristik yang
         berbeda dalam mengelola bisnis pertambangan, perusahaan konstruksi, pertanian
         dan infrastruktur. Pelanggan akan menentukan keputusan apakah melakukan
         pembelian ataupun menyewa dan selanjutnya menetukan model inti yang paling
         sesuai dengan pengaplikasian dan lokasi.

          Secara general, HEXA menyadari ketatnya persaingan usaha dalam industri alat
          berat, selama pandemic Covid-19 dan setelah menurunnya kasus Covid-19 membuat
          banyak perusahaan dalam bidang yang sama melakukan distribusi pengadaan dan
          penyewaan produk yang sejenis. Berbagai jenis pembangunan mulai dari
          infrastruktur sendiri diperkirakan akan terus meningkat selama lima tahun ke depan,
          perusahaan pertambangan dan disusul juga dengan perkebunan atau pertanian
          akhir-akhir ini yang makin gencar bermunculan, yang berarti banyaknya kebutuhan
          dari Pelanggan untuk menambah armada, memenuhi permintaan dan
          memaksimalkan pendapatan. Adanya sarana bantuan untuk bisa melangsungkan
          segala pembangunan tersebut membutuhkan peralatan yang memadai dala
          memproses pengerjaannya tersebut. Selain itu, label harga pembelian alat berat
          lebih besar dibandingkan menyewa, tentunya hal ini membuat para pemilik proyek
          atau Pelanggan lebih memilih untuk menyewa daripada membelinya. Sektor bisnis
          ini menjadi peluang bagi pertumbuhan bisnis HEXA.

          Saat ini HEXA mentargetkan beberapa Pelanggan potensial dalam hal penyewaan
          alat berat kepada lokal perusahaan penyewaan, perusahaan kontraktor tambang
          yang sudah pernah membeli alat berat di HEXA, Pelanggan baru dengan kondisi
          finansial yang bagus. Dilatar belakangi oleh hal-hal tersebut di atas maka diperlukan
          adanya suatu strategi mempromosikan kegiatan penyewaan alat berat di berbagai
          macam sektor serta menambah opsi baru dengan menawarkan penyewaan alat
          berat dengan operator, user atau Pelanggan dapat memilih mana yang cocok bagi
          kelangsungan bisnis mereka.

          Maka, apabila kondisi industri alat berat dimasa mendatang akan terus tumbuh dan
          tidak terdapat kejadian force majure yang dapat menganggu kelangsungan usaha
          HEXA dapat maka disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha dari aspek pasar
          yang akan dilakukan oleh HEXA adalah layak.


     12) Aspek Teknis
         HEXA merupakan perusahaan yang melaksanakan bidang usaha distribusi dan
         penyewaan alat berat yang mulai beroperasi sejak tahun 1988. Selain itu, HEXA juga



KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                            viii
Page 11
          merupakan perusahaan yang mencakup beberapa jenis usaha seperti penjualan
          suku cadang dan aksesoris pendukung alat berat lainnya.
          Rencana penambahan kegiatan usaha HEXA mengacu kepada usulan untuk
          menjawab kebutuhan pasar. HEXA telah menjalankan jasa alat berat di berbagai
          bidang. Namun, sehubungan dengan rincian HEXA untuk melakukan penambahan
          jasa penyewaan di bidang konstruksi, pertambangan, dan pertanian maka rencana
          penambahan kegiatan usaha ini mengacu pada KBLI yang sebelumnya disampaikan.

          Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap Kondisi Teknis, maka disimpulkan bahwa
          penambahan kegiatan usaha dari aspek teknis yang akan dilakukan oleh HEXA
          adalah layak.

     13) Aspek Pola Bisnis
         Dalam menjalankan pengembangan kegiatan usaha baru tersebut, HEXA didukung
         oleh tenaga ahli yang memiliki kompetensi yang akan menciptakan keunggulan
         kompetitif bagi HEXA dalam menjalankan rencana pengembangan usaha. Dengan
         keunggulan kompetitif yang dimiliki, maka HEXA diperkirakan akan dapat bersaing
         dengan perusahaan kompetitor.

          Pengembangan kegiatan usaha baru yang akan dilakukan oleh HEXA adalah
          penyewaan atau rental alat berat di berbagai sektor, penyewaan alat berat dengan
          operator, dan sewa real/estate (warehouse) atas property yang dimiliki oleh HEXA.
          Terdapat sejumlah perusahaan kompetitor yang menjadi pesaing HEXA, namun
          HEXA memiliki beberapa mitigasi untuk memitigasi risiko tersebut.

          Dengan penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan maka diharapkan akan
          dapat memberikan nilai tambah bagi HEXA berupa perluasan bidang jasa yang dapat
          disediakan bagi Pelanggan.

          Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap Aspek Pola Bisnis dan telah melakukan
          beberapa strategi dan pendekatan dalam rencana penambahan kegiatan usaha
          untuk menciptakan nilai dan keunggulan kompetitif, maka disimpulkan bahwa
          penambahan kegiatan usaha dari aspek pola bisnis yang akan dilakukan oleh HEXA
          adalah layak.


     14) Aspek Model Manajemen
         Penambahan kegiatan usaha merupakan bentuk respon HEXA terhadap
         pengembangan usaha penyewaan/rental alat berat di berbagai sektor, penyewaan
         alat berat dengan operator, dan penyewaan real estat yang dimiliki sendiri, HEXA
         akan menggunakan tenaga kerja dan tenaga ahli pendukung yang memiliki
         kemampuan berdasarkan pengalaman dan pelatihan-pelatihan yang telah diikuti.
         Dengan pengalaman dan pelatihan yang pernah diikuti serta kinerja selama bekerja
         di HEXA, tenaga kerja yang dimiliki diyakini merupakan figur yang tepat untuk
         menjalankan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan pengembangan usaha yang
         akan dijalankan oleh HEXA.

          Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap Aspek Model Manajemen. HEXA dalam
          rencana penambahan kegiatan usaha telah mempersiapkan sumber daya manusia
          sesuai dengan struktur organisasi dan telah melakukan mitigasi risiko serta memiliki
          kapasitas dan kemampuan manajemen, maka disimpulkan bahwa penambahan
          kegiatan usaha dari aspek model manajemen yang akan dilakukan oleh HEXA adalah
          layak.



KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                            ix
Page 12
     15) Aspek Keuangan
         Kebutuhan Investasi dan Sumber Pembiayaan Penambahan Kegiatan
         Usaha
         Dalam rangka penambahan kegiatan usaha, jumlah biaya investasi yang dibutuhkan
         adalah sebesar USD52,066 ribu yang akan dilakukan selama 5 tahun. Dalam
         penambahan KBLI baru ini HEXA melakukan penambahan alat berat untuk
         disewakan. Berikut adalah rincian investasi yang direncanakan:

          Rencana Investasi Penambahan kegiatan Usaha
                                                                                        Dalam Ribuan USD
                                                           FY         FY        FY         FY         FY
            NO.               KETERANGAN
                                                          2023       2024      2025       2026       2027
             1      Heavy Equipment investment 66 unit       9,186

             2      Heavy Equipment investment 84 unit                10,402

             3      Heavy Equipment investment 66 unit                         10,611

             3      Heavy Equipment investment 66 unit                                    10,825

             4      Heavy Equipment investment 66 unit                                               11.042

                            Grand Total                      9,186   10,402    10,611     10,825     11,042


          Sumber Pembiayaan Investasi Penambahan Kegiatan Usaha
          Dalam rangka penambahan kegiatan usaha sumber pembiayaan investasi diperoleh
          dari utang bank dan utang pemegang saham HEXA.

          Rencana Pelaksanaan Penambahan Kegiatan Usaha
          Estimasi pelaksanaan penambahan kegiatan usaha dapat dilaksanakan pada tahun
          buku 2023 sampai dengan tahun buku 2027.

          Tingkat Diskonto
          Tingkat Diskonto adalah suatu tingkat imbal balik untuk mengkonversikan nilai di
          masa depan ke nilai sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang dan
          ketidakpastian atas terealisasinya pendapatan ekonomi. Dalam perhitungan tingkat
          diskonto TSR menggunakan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
          35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
          Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
          No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
          Bisnis di Pasar Modal.

          Berikut adalah hasil perhitungan WACC per 31 Maret 2023:
                  Jenis Modal              Biaya Modal               Bobot              Tertimbang

            Utang                                    4,94%                48,56%                   2,40%

            Ekuitas                                 10,07%                51,44%                   5,18%

                                            WACC                                                 7,58%


          Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan/kelebihan serta
          risiko yang dihadapi, TSR berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar 7,58%
          adalah wajar.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                           x
Page 13
          Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan Penambahan Kegiatan Usaha
          Pertimbangan-pertimbangan yang ditetapkan dalam setiap asumsi ditentukan secara
          realistis dengan memperhatikan setiap tahap perkembangan dari tahun ke tahun
          dari rencana penambahan kegiatan usaha HEXA. Berikut adalah asumsi yang
          digunakan:

          Asumsi HEXA Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
          1) Penjualan:
              a. Berdasarkan kinerja historikal Penjualan dan Penyewaan Alat Berat tumbuh
                  sebesar 9,16% selama periode proyeksi.
              b. Berdasarkan kinerja historikal Penjualan suku cadang tumbuh sebesar
                  4,28% selama periode proyeksi.
              c. Berdasarkan kinerja historikal jasa pemeliharaan dan perbaikan tumbuh
                  sebesar 6,14% selama periode proyeksi.
          2) Beban Pokok:
              a. Berdasarkan kinerja historikal Beban Pokok Penjualan dan Penyewaan Alat
                  Berat sebesar 88,24% dari Penjualan dan Penyewaan Alat Berat.
              b. Berdasarkan kinerja historikal Beban Pokok Penjualan suku cadang Berat
                  sebesar 60,92% dari Penjualan suku cadang.
              c. Berdasarkan kinerja historikal Beban Pokok jasa pemeliharaan dan
                  perbaikan sebesar 54,08% dari Penjualan jasa pemeliharaan dan perbaikan.
          3) Beban Usaha diasumsikan sebagai berikut:
              a. Beban Penjualan sebesar 4,49% dari penjualan didasarkan pada rata-rata
                  historikal.
              b. Beban Administrasi tumbuh sebesar 5,0% per tahun selama periode
                  proyeksi.
          4) Asumsi pajak badan yang digunakan selama periode proyeksi berdasarkan
             Taksiran pajak penghasilan pph badan untuk perusahaan diperhitungkan sesuai
             ketentuan yang berlaku yaitu berdasarkan Undang-undang No. 7 Tahun 2021
             tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Tarif PPh Badan ditetapkan pada tarif
             22% mulai tahun 2022.
          5) Asumsi perputaran modal kerja adalah sebagai berikut:
              a. Perputaran piutang usaha sebesar 81 hari.
              b. Perputaran persediaan sebesar 164 hari.
              c. Perputaran utang usaha sebesar 79 hari.

          Asumsi HEXA Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
          1) Penjualan:
              a. Berdasarkan kinerja historikal Penjualan dan Penyewaan Alat Berat tumbuh
                 sebesar 9,16% selama periode proyeksi.
              b. Berdasarkan kinerja historikal Penjualan suku cadang tumbuh sebesar
                 4,28% selama periode proyeksi.
              c. Berdasarkan kinerja historikal jasa pemeliharaan dan perbaikan tumbuh
                 sebesar 6,14% selama periode proyeksi.
              d. Penambahan KBLI menyebabkan adanya pertumbuhan pada Rental sebesar
                 100% di tahun buku 2023, tumbuh sebesar 45,50% di tahun buku 2024,
                 tumbuh sebesar 14,41% di tahun buku 2025, turun sebesar 8,78% di tahun
                 buku 2026 dan tetap di tahun buku 2027.


KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                          xi
Page 14
          2) Beban Pokok:
              a. Berdasarkan kinerja historikal Beban Pokok Penjualan dan Penyewaan Alat
                  Berat sebesar 88,24% dari Penjualan dan Penyewaan Alat Berat.
              b. Berdasarkan kinerja historikal Beban Pokok Penjualan suku cadang Berat
                  sebesar 60,92% dari Penjualan suku cadang.
              c. Berdasarkan kinerja historikal Beban Pokok jasa pemeliharaan dan
                  perbaikan sebesar 54,08% dari Penjualan jasa pemeliharaan dan perbaikan.
              d. Rata-rata Beban Pokok rental selama periode proyeksi sebesar 56,12% dari
                  Penjualan rental.
          3) Beban Usaha diasumsikan sebagai berikut:
              a. Beban Penjualan sebesar 4,49% dari penjualan didasarkan pada rata-rata
                  historikal.
              b. Beban Administrasi tumbuh sebesar 5,0% per tahun selama periode
                  proyeksi.
          4) Asumsi pajak badan yang digunakan selama periode proyeksi berdasarkan
             Taksiran pajak penghasilan pph badan untuk perusahaan diperhitungkan sesuai
             ketentuan yang berlaku yaitu berdasarkan Undang-undang No. 7 Tahun 2021
             tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Tarif PPh Badan ditetapkan pada tarif
             22% mulai tahun 2022.
          5) Asumsi perputaran modal kerja adalah sebagai berikut:
              a. Perputaran piutang usaha sebesar 81 hari.
              b. Perputaran persediaan sebesar 164 hari.
              c. Perputaran utang usaha sebesar 79 hari.

          Analisis Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha

          Kelayakan dari penambahan kegiatan usaha yang dihitung dari selisih arus kas
          bersih Free Cash Flow HEXA sebelum penambahan dengan Free Cash Flow setelah
          penambahan. Berdasarkan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha
          yang akan dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:

          •   Net Present Value (NPV)                   : USD26,786,000
          •   Internal Rate of Return (IRR)             : 80,63%
          •   Profitability Index (PI)                  : 1,76
          •   Payback Period                            : 3 Tahun 8 Bulan
          •   Break Even Point                          : USD1,862,000
                                                          10,79% dari Penjualan

          Sensitivitas

          Untuk menguji kepekaan proyek terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
          maka dilakukan analisis sensitivitas terhadap penurunan penjualan, peningkatan
          beban pokok dan peningkatan beban usaha.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                          xii
Page 15
          Adapun sensitivitas penambahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut :
                                                      ANALISIS SENSITIVITAS
                                          30.000




                    In Thousand USD
                                          25.000
                                          20.000
                                          15.000
                                          10.000
                                              5.000
                                                 0
                                                       0,00%    3,00%    6,00%     9,00%     12,00%   15,00%
                            Penjualan Turun            26.786   24.211   21.636    19.061    16.485   13.910
                            Beban Pokok Dan Beban
                                                       26.786   25.413   24.039    22.666    21.292   19.919
                                  Usaha Naik

                                        Penjualan Turun           Beban Pokok Dan Beban Usaha Naik



          Hasil analisis di atas menunjukkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha
          sangat sensitif terhadap terhadap penurunan penjualan dan kenaikan beban pokok
          dan beban usaha.


III. KESIMPULAN

     Berdasarkan kajian, evaluasi terhadap aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek
     model manajemen, dan aspek keuangan dengan syarat seluruh aspek tersebut terpenuhi.
     Maka disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh HEXA
     adalah layak.


TSR melakukan analisis dan perhitungan dalam proses studi kelayakan didasarkan pada
dokumen, informasi dan data-data yang disampaikan oleh pemberi tugas. Laporan studi
kelayakan atas penambahan kegiatan usaha ini harus dipandang sebagai satu kesatuan.
Penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi
dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

Bahwa atas isi dan segala sesuatu yang terdapat dan/atau yang digunakan dalam
penugasan, pemberi tugas memberikan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada
TSR termasuk didalamnya anggota rekan dan seluruh staff yang ada dari tuntutan kerugian
harta, gugatan dan tanggung jawab (semuanya dalam bentuk apapun juga) baik secara
sendiri-sendiri maupun institusi yang timbul secara langsung maupun tidak langsung terhadap
pihak manapun juga apabila hal itu diakibatkan oleh kesalahan penyampaian data dan
informasi apakah yang disampaikan secara verbal dan/atau dalam bentuk asli, foto kopi,
dan/atau salinan dari pemberi tugas. Di sini ditegaskan bahwa TSR tidak menarik keuntungan,
baik sekarang maupun di masa yang akan datang, dari penugasan yang dilaksanakan.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                               xiii
Page 16
TSR menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan HEXA, baik secara langsung
maupun tidak langsung dan TSR tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi pendapat TSR karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.


Hormat kami,
KJPP Tri, Santi dan Rekan




Ruspriono S.E., MM., MAPPI (Cert).
Rekan Penilai Bisnis
MAPPI                : 10-S-02481
Izin Penilai Publik  : B-1.20.00585
STTD                 : STTD.PB-52/PM.223/2022
RMK                  : 2017.01022




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                         xiv
Page 17
                                   PERNYATAAN PENILAI

1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan studi kelayakan atas penambahan
    kegiatan usaha ini adalah benar sesuai dengan pemahaman terbaik dari Penilai;
2. Penugasan studi kelayakan atas penambahan kegiatan usaha telah dilakukan terhadap
    Obyek studi kelayakan penambahan kegiatan usaha pada tanggal 31 Maret 2023;
3. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan;
4. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan studi
    kelayakan atas penambahan kegiatan usaha;
5. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan;
6. Baik pimpinan rekan maupun rekan dan para penilai lainnya sama sekali tidak mempunyai
    kepentingan financial terhadap pemberi tugas dan / atau perusahaan yang dinilai baik
    sekarang maupun di kemudian hari.
7. Penilai usaha telah melaksanakan proses penugasan secara independen dan tidak ada
    conflict of interest dengan perusahaan baik dengan manajemen maupun pemiliknya dan
    atau pemberi tugas.
8. Berdasarkan kajian, evaluasi terhadap aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek
    model manajemen, dan aspek keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat
    semua asumsi-asumsi yang telah diproyeksikan dapat terpenuhi. Maka disimpulkan bahwa
    penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh HEXA adalah layak.
9. Data ekonomi dan industri dalam Laporan studi kelayakan atas penambahan kegiatan
    usaha diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini oleh Penilai dapat
    dipertanggungjawabkan;
10. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan / atau
    diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah;
11. Penilai telah memiliki pemahaman mengenai usaha dan / atau objek yang dinilai; dan
12. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan studi kelayakan atas
    penambahan kegiatan usaha ini, telah menyediakan bantuan profesional dalam
    menyiapkan laporan studi kelayakan atas penambahan kegiatan usaha.
13. Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi stempel (seal) dari TSR


No.        Nama                                                                Tanda Tangan

1.         Penanggung jawab:
           Ruspriono, SE., MM., MAPPI (Cert)
           MAPPI               : 10-S-02481
           Izin Penilai Publik : B-1.20.00585
           STTD                : STTD.PB-52/PM.223/2022
           RMK                 : 2017.01022

2.         Reviewer:
           Santi Dewiyani, ST., M.Com, MAPPI (Cert)
           MAPPI               : 99-S-1215
           Izin Penilai Publik : B-1.09.00236
           STTD                : STTD.PB-10/PJ-1/PM.2/2023
           RMK                 : 2017.00215

3.         Penilai:
           Hernowo Dwianto.
           MAPPI            : 17-P-07169
           RMK              : 2020.03303



KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                              xv
Page 18
                                                     DAFTAR ISI

RINGKASAN STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA …………………. i
PERNYATAAN PENILAI ........................................................................................ xv
DAFTAR ISI ........................................................................................................ xvi
DAFTAR GAMBAR ..............................................................................................xviii
DAFTAR TABEL ................................................................................................... xix
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................. xx
1   PENDAHULUAN............................................................................................... 1
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ..................................................................... 1
1.2 Status Penilai ......................................................................................................... 1
1.3 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ...................................................... 2
1.4 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ............................ 2
1.5 Objek Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ................................................ 2
1.6 Metodologi ............................................................................................................. 2
1.7 Asumsi dan Kondisi Pembatas ................................................................................. 3
1.8 Tanggal Studi kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ............................................. 4
1.9 Jenis Mata Uang yang Digunakan ............................................................................ 4
1.10 Sumber dan Data Informasi Yang Dapat Diandalkan ................................................. 4
1.11 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ........................................................... 5
1.12 Penjelasan mengenai Kejadian Penting setelah Tanggal Studi Kelayakan ................... 5
1.13 Pernyataan Penilai .................................................................................................. 5
2   GAMBARAN UMUM PT. HEXINDO ADIPERKASA TBK ....................................... 7
2.1 Sejarah Singkat ...................................................................................................... 7
2.2 Aktivitas Usaha ....................................................................................................... 7
2.3 Produk ................................................................................................................... 7
2.4 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ..................................................................... 7
2.5 Susunan Permodalan .............................................................................................. 8
2.6 Legalitas, Perizinan dan Keuangan ........................................................................... 8
2.7 Struktur Organisasi ............................................................................................... 10
2.8 Kinerja Keuangan HEXA ........................................................................................ 11
2.9 Rasio Keuangan HEXA .......................................................................................... 16
2.10 Informasi Investigasi Lapangan ............................................................................. 17
3   ASPEK MAKRO EKONOMI INDONESIA .......................................................... 19
3.1 Makro Ekonomi Indonesia ..................................................................................... 19
3.2 Inflasi .................................................................................................................. 20
3.3 Suku Bunga ......................................................................................................... 21
3.4 Neraca Pembayaran Indonesia .............................................................................. 23
4   ASPEK PASAR ............................................................................................... 25
4.1 Produksi Alat Berat di Indonesia ............................................................................ 25
4.2 Kondisi Pasar Industri Alat Berat di Indonesia ........................................................ 25
4.3 Persaingan Usaha ................................................................................................. 27
4.4 Peluang dan Strategi Pemasaran HEXA .................................................................. 30
4.5 Kesimpulan Aspek Pasar ....................................................................................... 32
5   ASPEK TEKNIS .............................................................................................. 33
5.1 Kegiatan Usaha Eksisting HEXA ............................................................................. 33
5.2 Kinerja Kegiatan Usaha Eksisting HEXA .................................................................. 33
5.3 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha .................................................................. 34
5.4 Kesimpulan Aspek Teknis ...................................................................................... 34
6   Aspek Pola Bisnis.......................................................................................... 35
KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                             xvi
Page 19
6.1    Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan dari Pola Bisnis Penambahan
       Kegiatan Usaha .................................................................................................... 35
6.2    Kemampuan Menciptakan Nilai Penambahan Kegiatan Usaha .................................. 35
6.3    Perjanjian-Perjanjian yang dimiliki Terkait Penambahan Kegiatan Usaha .................. 36
6.4    Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk Penambahan Kegiatan Usaha ................. 36
6.5    Kesimpulan Aspek Pola Bisnis ................................................................................ 36
7     Aspek Model Manajemen .............................................................................. 37
7.1    Sumber Daya Manusia dan Struktur Organisasi Penambahan Kegiatan Usaha .......... 37
7.2    Manajemen Risiko Penambahan Kegiatan Usaha .................................................... 38
7.3    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Penambahan Kegiatan Usaha ..................... 39
7.4    Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen Penambahan Kegiatan Usaha ......... 39
7.5    Kesimpulan Aspek Model Manajemen..................................................................... 39
8     ANALISIS SWOT ........................................................................................... 40
9    ASPEK KEUANGAN ........................................................................................ 42
9.1 Kebutuhan Investasi dan Sumber Pembiayaannya .................................................. 42
9.2 Sumber Pembiayaan Investasi ............................................................................... 42
9.3 Rencana pelaksanaan Penambahan kegiatan usaha ................................................ 42
9.4 Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan ........................................................................ 42
9.5 Tingkat Diskonto .................................................................................................. 44
9.5.1   Cost of Equity .................................................................................................. 44
9.5.2   Cost of Debt .................................................................................................... 46
9.5.3   WACC ............................................................................................................. 46
9.6 Analisis Kelayakan Proyek ..................................................................................... 46
9.7 Sensitivitas ........................................................................................................... 47
9.8 Analisis Profitabilitas Penambahan Kegiatan Usaha ................................................. 47
9.9 Kesimpulan Aspek Keuangan ................................................................................. 48
10 KESIMPULAN ................................................................................................ 49




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                          xvii
Page 20
                                            DAFTAR GAMBAR


Gambar 1. Struktur Organisasi HEXA ............................................................................ 10
Gambar 2. Grafik Laba (Rugi) dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian ............ 12
Gambar 3. Grafik Posisi Keuangan Konsolidasian ........................................................... 14
Gambar 4. Grafik Arus Kas Konsolidasian ...................................................................... 16
Gambar 5. Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Menurut Wilayah (persen) ....................... 20
Gambar 6. Inflasi Indonesia ......................................................................................... 21
Gambar 7. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA ..................................... 22
Gambar 8. Suku Bunga Perbankan ............................................................................... 23
Gambar 9. Neraca Pembayaran Indonesia ..................................................................... 24
Gambar 10. Produksi Alat Berat Konstruksi & Pertambangan ............................................ 25
Gambar 11. Kebutuhan dan Ketersediaan Alat Berat ........................................................ 26
Gambar 12. Tren Penjualan Alat Berat di Indonesia ......................................................... 27
Gambar 13. Struktur Organisasi Penambahan Kegiatan Usaha ......................................... 37
Gambar 14. Analisa Sensitivitas Penambahan Kegiatan Usaha .......................................... 47




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                   xviii
Page 21
                                                DAFTAR TABEL


Tabel 1. Susunan Pemegang Saham HEXA ..................................................................... 8
Tabel 2. Laba (Rugi) dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian ......................... 11
Tabel 3. Posisi Keuangan Konsolidasian ....................................................................... 13
Tabel 4. Arus Kas Konsolidasian .................................................................................. 15
Tabel 5. Rasio Keuangan ............................................................................................ 16
Tabel 6. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha....... 19
Tabel 7. Market Share HEXA ....................................................................................... 31
Tabel 8. Sumber Daya Manusia Penambahan KBLI ....................................................... 37
Tabel 9. Rencana Investasi Penambahan kegiatan Usaha ............................................. 42
Tabel 10. Biaya Ekuitas................................................................................................. 45
Tabel 11. WACC ........................................................................................................... 46
Tabel 12. Analisis Profitabilitas ...................................................................................... 47




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                         xix
Page 22
                                         DAFTAR LAMPIRAN


Lampiran 1. Proyeksi Sebelum - Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru.......................... 51
Lampiran 2. Proyeksi Setelah - Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru ........................... 56
Lampiran 3. Proyeksi Inkremental - Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru .................... 61
Lampiran 4. Tingkat Diskonto / WACC ............................................................................. 66
Lampiran 5. Analisis Kelayakan - Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru ......................... 67
Lampiran 6. Sensitivitas - Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru ................................... 68




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                 xx
Page 23
1     PENDAHULUAN

1.1    Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian

       Kantor Jasa Penilai Publik Tri, Santi dan Rekan (“TSR”) ditunjuk oleh
       PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”) berdasarkan surat penawaran
       No. 14/PEN/FS/KJPP-TS/IV/2023 tanggal 13 April 2023 dengan maksud untuk
       memberikan Jasa Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha berupa penambahan
       Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”). Kami adalah Kantor Jasa Penilai
       Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
       No. 981/KM.1/2009 tanggal 21 Juli 2009, dengan nama TSR dengan Izin KJPP
       No. 2.09.0040. Dalam rangka perubahan dan/atau tambahan informasi atas rencana
       perubahan kegiatan usaha HEXA berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
       Republik Indonesia (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
       Perubahan Kegiatan Usaha. Adapun perubahan dan/atau tambahan informasi yang
       dilakukan adalah sebagai berikut:
        1. Susunan laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha HEXA didasarkan
            pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 (”POJK.
            35/2020”) tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
            dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
            No.17/SEOJK.04/2020 (”SE. 17/2020”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
            Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
        2. Rencana transaksi berupa penambahan kegiatan usaha berupa penambahan KBLI
            HEXA tidak merubah kegiatan usaha HEXA yang sedang berlangsung.
        3. Metodologi mengacu kepada POJK. 35/2020 dan SE. 17/2020.
        4. Tambahan informasi aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model
            manajemen dan aspek keuangan.

       Selanjutnya TSR telah menyusun Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha
       HEXA dengan Laporan No. 00009/2.0040-0/FS/05/0585/1/VIII/2023 tanggal
       04 Agustus 2023.


1.2    Status Penilai

       Penilai adalah partner dari TSR dengan kualifikasi sebagai berikut:
       Nama                         : Ruspriono, SE., MM., MAPPI (Cert)
       No. Ijin Penilai Publik      : B-1.20.00585
       No. MAPPI                    : 10-S-02481
       No. RMK                      : 2017.01022
       No. STTD (OJK)               : STTD.PB-52/PM.223/2022
       Kualifikasi                  : Penilai Bisnis

       TSR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan
       Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini. Penilai memiliki
       kompetensi untuk melakukan penugasan ini dan TSR adalah Kantor Jasa Penilai Publik
       yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal.

       TSR bertindak secara independen dalam penyusunan Laporan studi kelayakan ini tanpa
       adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas, obyek studi
       kelayakan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan obyek studi
       kelayakan. TSR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait
       dengan penugasan ini.


KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                           1
Page 24
1.3    Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

       Pemberi tugas dan Penguna Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha yang
       diterbitkan oleh TSR adalah :
       • Nama Perusahaan             : PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
       • Alamat                      : Pulo Gadung Industrial Estate Jl. Pulo Kambing II,
                                       Kav. I-II. No. 33 Jakarta 13930 Indonesia.
       • Telepon                     : +62 21 4603738
       • Website                     : www.hexindo-tbk.co.id


1.4    Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha

       Maksud dan tujuan dari laporan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat
       mengenai kelayakan atas penambahan kegiatan usaha berupa penambahan KBLI yang
       ditinjau dari berbagai aspek yaitu aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek
       model manajemen, dan aspek keuangan.

       Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan
       Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang
       Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Peraturan tersebut mensyaratkan
       adanya laporan studi kelayakan atas perubahan kegiatan usaha yang disusun oleh
       penilai.


1.5    Objek Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha

       Bahwa obyek studi Kelayakan sesuai dengan infromasi yang diberikan oleh pemberi
       tugas adalah Jasa Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa
       berupa penambahan KBLI. Berikut adalah rencana penambahan KBLI yang akan
       dilakukan oleh HEXA:
       1. 43905         : Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator;
       2. 68111         : Real Estat Yang Dimiliki Sendiri atau Disewa;
       3. 77100         : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mobil,
                          Bus, Truk dan Sejenisnya;
       4. 77391         : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin
                          dan Peralatan Industri Pengolahan;
       5. 77392         : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin
                          Pertanian dan Peralatannya;
       6. 77393         : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin
                          dan Peralatan Konstruksi dan Teknik Sipil; dan
       7. 77395         : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Tanpa Hak Opsi Mesin
                          Pertambangan dan Energi serta Peralatannya.


1.6    Metodologi

       Untuk melakukan studi kelayakan ini, TSR akan menggunakan sesuai Peraturan Otoritas
       Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
       Republik Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
       Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                           2
Page 25
       Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah:
       1. Pengumpulan data-data primer dari HEXA yang terkait dengan rencana
           penambahan kegiatan usaha
       2. Melakukan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha meliputi:
            a) Kelayakan Pasar.
            b) Kelayakan Teknis.
            c) Kelayakan Pola Bisnis.
            d) Kelayakan Model Manajemen.
            e) Kelayakan Keuangan.
       3. Memberikan kesimpulan hasil studi kelayakan penambahan kegiatan usaha.


1.7    Asumsi dan Kondisi Pembatas

        1. Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha bersifat non-disclaimer
            opinion.
        2. TSR telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
            studi kelayakan penambahan kegiatan usaha.
        3. Dalam menyusun laporan ini, TSR mengandalkan kelengkapan informasi yang
            disediakan oleh HEXA dan diungkap pada sub bab tersendiri dalam laporan ini dan
            atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi
            lainnya yang dapat dipercaya keakuratannya.
        4. TSR menggunakan proyeksi keuangan selama lima tahun yang telah disesuaikan
            dengan mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang disampaikan oleh HEXA
            dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
        5. TSR bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan penambahan kegiatan
            usaha dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
        6. Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
            penugasan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha telah diungkapkan
            seluruhnya kepada TSR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting.
        7. Laporan studi kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat
            informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional HEXA.
        8. TSR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
            dihasilkan.
        9. Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal
            dan pemenuhan aturan OJK dan tidak untuk kepentingan lainnya.
        10. Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi perekonomian, industri dan
            keuangan, serta regulasi Pemerintah terkait dengan Penambahan Kegiatan Usaha
            yang akan dilakukan pada tanggal pendapat ini diterbitkan.
        11. TSR mengasumsikan bahwa penerbitan studi kelayakan tidak terjadi perubahan
            apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang
            digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini. TSR tidak bertanggungjawab
            untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan pendapat kami
            karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi
            setelah tanggal laporan ini.
        12. Lingkup pekerjaan akan dilakukan sesuai dengan analisis dan interpretasi kami
            terhadap hukum dan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
            Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Salinan Surat Edaran Otoritas
            Jasa Keuangan Republik Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
            Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Peraturan OJK
            No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha
            serta standar penilaian yang berlaku di Republik Indonesia, sehingga tidak


KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                           3
Page 26
            dimaksudkan untuk diaplikasikan, dianalisis atau diinterpretasikan menurut
            peraturan perundang-undangan di negara lain.
        13. Penugasan untuk melakukan studi kelayakan adalah bukan dan tidak dapat
            dianggap sebagai kajian atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu pada
            informasi keuangan. Penugasan ini dilakukan bukan dengan tujuan untuk
            menemukan kelemahan pengawasan internal, kesalahan atau kecurangan pada
            laporan keuangan, implikasi perpajakan ataupun pelanggaran hukum.
        14. Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga, selain Pemberi Tugas,
            selama tidak menyimpang dari peraturan dan hukum yang berlaku.


1.8    Tanggal Studi kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha

       Tanggal efektif studi kelayakan adalah per 31 Maret 2023, dengan menggunakan
       parameter dan laporan keuangan dalam analisis didasarkan pada data per 31 Maret
       2023 dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
       studi kelayakan penambahan kegiatan usaha berupa penambahan KBLI. Adapun
       proyeksi yang digunakan adalah dari 31 Maret 2023 hingga 31 Maret 2028.


1.9    Jenis Mata Uang yang Digunakan

       Dalam studi kelayakan ini mata uang yang digunakan adalah mata uang Dolar Amerika
       Serikat, sesuai dengan mata uang fungsional yang tercantum dalam laporan keuangan.


1.10 Sumber dan Data Informasi Yang Dapat Diandalkan

       Sumber dan data informasi yang relevan dan tanpa verifikasi yang digunakan dalam
       proses penugasan ini antara lain adalah:
        1. Laporan keuangan HEXA yang telah diaudit 31 Maret 2023, 31 Maret 2022,
           31 Maret 2021, 31 Maret 2020, dan 31 Maret 2019.
        2. Keterangan singkat mengenai HEXA, meliputi latar belakang, susunan manajemen,
           kepemilikan saham dan kegiatan usaha yang telah disiapkan oleh manajemen
           HEXA;
        3. Hasil diskusi dan wawancara dengan pihak dari HEXA, mengenai alasan, latar
           belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan studi kelayakan penambahan
           kegiatan usaha HEXA;
        4. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
           lain Badan Pusat Statistik;
        5. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik antara lain
           website Aswath Damodaran, World Bank;
        6. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
           lain website Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS), dan
        7. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan HEXA serta pihak-pihak lain
           yang relevan untuk penugasan.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                          4
Page 27
        8. Identitas dan jabatan pihak-pihak yang telah diwawancarai terkait dengan studi
           kelayakan penambahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut :

               Pihak Yang Diwawancarai                        Jabatan             Entitas

              Dea Deskarina                   Legal Departement                HEXA

              Yoshendri                       Director                         HEXA

              Daisuke Inoue                   General Sales Support            HEXA

              Listiana Kurniawati             Corporate Planning & SMO         HEXA




1.11 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

       Dalam melakukan studi kelayakan, TSR tidak menggunakan tenaga ahli dan hasil
       pekerjaan tenaga ahli.


1.12 Penjelasan mengenai Kejadian Penting setelah Tanggal Studi Kelayakan

       Berdasarkan informasi dari manajemen HEXA tidak terdapat kejadian penting setelah
       tanggal studi kelayakan.


1.13 Pernyataan Penilai

       • Laporan studi kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha ini disusun
         berdasarkan permintaan dari HEXA yang dipakai semata-mata untuk membantu
         HEXA dalam memberikan gambaran mengenai rencana penambahan kegiatan usaha
         berupa penambahaan KBLI yang memerlukan pendapat dari pihak independen.
         Studi kelayakan ini akan diserahkan ke OJK dan akan diumumkan kepada
         masyarakat, dan tidak dapat digunakan untuk tujuan lainnya. Karena pihak lain
         mungkin bermaksud untuk menggunakan laporan ini untuk tujuan yang lain.
       • HEXA telah membebaskan TSR dan penilai dari setiap klaim yang dapat dan akan
         timbul dari kesalahan ataupun kekurangan dalam bahan atau informasi yang
         disediakan HEXA, Anak Perusahaan, perusahaan afiliasi, konsultan atau pihak ketiga,
         kepada TSR dalam penyusunan laporan ini.
       • TSR ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus
         hanya terbatas pada laporan studi kelayakan atas rencana penambahan kegiatan
         usaha, di luar dari aspek perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar
         lingkup penugasan kami.
       • Bahwa atas isi dan segala sesuatu yang terdapat dan/atau yang digunakan dalam
         penugasan, pemberi tugas memberikan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya
         kepada TSR termasuk didalamnya anggota rekan dan seluruh staff yang ada dari
         tuntutan kerugian harta, gugatan dan tanggung jawab (semuanya dalam bentuk
         apapun juga) baik secara sendiri-sendiri maupun institusi yang timbul secara
         langsung maupun tidak langsung terhadap pihak manapun juga apabila hal itu
         diakibatkan oleh kesalahan penyampaian data dan informasi apakah yang
         disampaikan secara verbal dan/atau dalam bentuk asli, foto kopi, dan/atau salinan
         dari pemberi tugas. Di sini ditegaskan bahwa TSR tidak menarik keuntungan, baik
         sekarang maupun di masa yang akan datang, dari objek yang dinilai atau dari nilai
         yang diperoleh



KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                            5
Page 28
       • Manajemen HEXA menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
         studi kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha telah diungkapkan
         seluruhnya kepada TSR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                     6
Page 29
2     GAMBARAN UMUM PT. HEXINDO ADIPERKASA TBK

2.1    Sejarah Singkat

       PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”) didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Notaris
       Mohamad Ali, S.H., No. 37 tanggal 28 November 1988. Akta Pendirian ini telah
       disahkan oleh Kementerian Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
       No. C2-4389.HT.01.01.TH.89 tanggal 12 Mei 1989, serta diumumkan dalam Berita
       Negara Republik Indonesia No. 54 Tambahan No. 1251 tanggal 7 Juli 1989. Anggaran
       Dasar HEXA telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir dinyatakan
       dalam Akta Notaris Jose Dima, S.H., M.Kn., No. 118 tanggal 28 Januari 2021 mengenai
       perubahan Anggaran Dasar dan telah diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan
       Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.03-0069433 tanggal
       3 Februari 2021.

       HEXA memulai operasi komersial pada bulan Januari 1989. HEXA berkedudukan di
       Jakarta yang berlokasi di Kawasan Industri Pulogadung, Jalan Pulo Kambing II
       Kav. I-II No. 33, Jakarta 13930. Pada tanggal 31 Desember 2022, Perusahaan memiliki
       19 cabang, 17 kantor perwakilan dan 16 kantor proyek, yang tersebar di seluruh
       Indonesia.


2.2    Aktivitas Usaha

       Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar HEXA, kegiatan usaha HEXA adalah
       perdagangan dan penyewaan alat berat serta pelayanan purna jual. Saat ini, HEXA
       bertindak selaku distributor alat-alat berat jenis tertentu dan suku cadang dari merek
       “Hitachi” dan “Bell”.


2.3    Produk

       HEXA menjual berbagai alat berat Hitachi dan Bell untuk konstruksi, perhutanan,
       pertambangan, beserta attachment dengan bobot yang berkisar antara 800 kg sampai
       800 ton. HEXA menawarkan alat berat untuk semua jenis pekerjaan, termasuk menggali
       (digging), loading, carrying, memecahkan (breaking), mengambil (grabbing),
       Memotong (cutting), menghancurkan (crushing), dan menyaring (screening). Di
       luar itu, HEXA juga menjual suku cadang asli yang tersedia lengkap dari seluruh dunia
       dengan Jepang sebagai pusatnya. Dengan demikian, pelanggan bisa mendapatkan suku
       cadang secepat dan seefisien mungkin.


2.4    Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

       Susunan Dewan Komisaris dan Direksi HEXA pada tanggal 31 Maret 2023
       adalah sebagai berikut:

       Dewan Komisaris
       Komisaris Utama                     : Toto Wahyudiyanto
       Komisaris Independen                : Harry Danui




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                           7
Page 30
       Direksi
       Direktur Utama                      : Djonggi TP. Gultom
       Direktur                            : Yasumasa Zaizen
       Direktur                            : Dai Tamura
       Direktur                            : Teru Karahashi
       Direktur                            : Yoshendri
       Direktur                            : Dwi Swasono
       Direktur                            : Fumio Nakajima
       Direktur                            : Makoto Sorimachi
       Direktur                            : Toshitaka Uchida


2.5    Susunan Permodalan

       Kepemilikan saham HEXA pada tanggal 31 Maret 2023 adalah sebagai berikut:

       Tabel 1. Susunan Pemegang Saham HEXA
                                                Jumlah Saham         Jumlah Nominal        Persentase
             Daftar Pemegang Saham
                                                  (Lembar)              (Rupiah)           Kepemilikan

        Hitachi Construction Machinery Co.
                                                     408.180.000         408.180.000.000        48,59%
        Ltd., Jepang
        ITOCHU Corporation, Jepang                   210.400.000         210.400.000.000        25,05%
        Hitachi Construction Machinery Asia
                                                      42.620.000          42.620.000.000         5,07%
        and Pacific Pte. Ltd., Singapura
        Masyarakat         (kepemilikan  di
                                                     178.800.000         178.800.000.000        21,29%
        bawah 5%)

        Jumlah                                     840.000.000        840.000.000.000         100,00%

       Sumber : Laporan keuangan HEXA per 31 Maret 2023


2.6    Legalitas, Perizinan dan Keuangan

       Data- data legalitas, perizinan dan keuangan yang telah diperoleh dari HEXA sebagai
       berikut:
        1. Akta pendirian Akta Notaris Mohamad Ali, S.H., No. 37 tanggal 28 November 1988.
            Akta pendirian ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
            surat keputusannya No. C2-4389.HT.01.01.TH.89 tanggal 12 Mei 1989, serta
            diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 54 Tambahan No. 1251
            tanggal 7 Juli 1989.
        2. Akta Notaris Jose Dima, S.H., M.Kn., No. 118 tanggal 28 Januari 2021 mengenai
            perubahan Anggaran Dasar dan telah diberitahukan kepada Kementerian Hukum
            dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.03-0069433
            tanggal 3 Februari 2021.
        3. Nomor Pokok Wajib Pajak (“NPWP”) No. 01.385.957.4-091.000
        4. Nomor Induk Berusaha (“NIB”) No. 8120105841806
        5. Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak No. PEM-00231/WPJ.19/KP.0103/2012
            yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak, Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak
            Besar pada 03 April 2012.
        6. Laporan Keuangan per 31 Maret 2018 dengan angka pembanding per
            31 Maret 2017 yang telah diaudit oleh Peter Surja, CPA dengan Lisensi Akuntan


KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                         8
Page 31
            Publik AP.0686 dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (Ernest &
            Young) dengan No. Laporan RPC-7614/PSS/2018 pada 28 Juni 2018 dengan
            pendapat wajar tanpa pengecualian.
        7. Laporan Keuangan per 31 Maret 2019 dengan angka pembanding per
            31 Maret 2018 yang telah diaudit oleh Peter Surja, CPA dengan Lisensi Akuntan
            Publik AP.0686 dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (Ernest &
            Young) dengan No. Laporan 01595/2.1032/AU.1/05/0686-2/1/VI/2019 pada 27 Juni
            2019 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.
        8. Laporan Keuangan per 31 Maret 2020 dengan angka pembanding per
            31 Maret 2019 yang telah diaudit oleh Ratnawati Setiadi, CPA dengan Lisensi
            Akuntan Publik AP.0698 dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja
            (Ernest & Young) dengan No. Laporan 01556/2.1032/AU.1/05/0698-1/1/VI/2020
            pada 29 Juni 2020 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.
        9. Laporan Keuangan per 31 Maret 2021 dengan angka pembanding per
            31 Maret 2020 yang telah diaudit oleh Benediktio Salim, CPA dengan Lisensi Akuntan
            Publik AP.1561 dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (Ernest &
            Young) dengan No. Laporan 01727/2.1032/AU.1/05/1561-2/1/VI/2021 pada 29 Juni
            2021 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.
        10. Laporan Keuangan per 31 Maret 2022 dengan angka pembanding per
            31 Maret 2021 yang telah diaudit oleh Benediktio Salim, CPA dengan Lisensi Akuntan
            Publik AP.1561 dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (Ernest &
            Young) dengan No. Laporan 01674/2.1032/AU.1/05/1561-2/1/VI/2022 pada 28 Juni
            2022 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.
        11. Laporan Keuangan Limited Review per 31 Maret 2023 dengan angka pembanding
            per 31 Maret 2022 yang telah diaudit oleh Benediktio Salim, CPA dengan Lisensi
            Akuntan Publik AP.1561 dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja
            (Ernest & Young) dengan No. Laporan 01890/2.1032/AU.1/05/1561-3/1/VI/2023
            pada 27 Juni 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                           9
Page 32
2.7    Struktur Organisasi

       Struktur Organisasi HEXA adalah sebagai berikut :

       Gambar 1. Struktur Organisasi HEXA




       Sumber: Manajemen HEXA, Annual Report 2022




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                               10
Page 33
2.8    Kinerja Keuangan HEXA

       Laba (Rugi) dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian

       Tabel 2. Laba (Rugi) dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                                             (Dalam USD)
                URAIAN               2019           2020           2021           2022         2023

        Total Penghasilan          461,333,111   424,431,271    264,010,037    463,262,626   630,495,198
        Laba Kotor                  96,522,177   107,900,378     69,463,577    116,400,946   124,965,272
        Laba Usaha                  50,519,400    53,547,802     32,981,430     70,820,772    70,125,867
        Laba Bersih Periode
                                    37,600,177    38,436,806     25,597,235     55,083,408    51,620,039
        Berjalan
        Laba Komprehensif           37,025,417    39,118,930     26,741,602     55,862,336    50,124,057
       Sumber: Laporan Keuangan Audited HEXA untuk periode yang berakhir di 31 Maret


       HEXA membukukan penghasilan neto sebesar USD630,5 juta, naik 36,1% dibandingkan
       tahun sebelumnya sebesar USD463,3 juta. Penghasilan neto HEXA berasal dari
       kontribusi segmen Penjualan Alat Berat, segmen Penjualan Suku Cadang, segmen Jasa
       Pemeliharaan dan Perbaikan, serta segmen Jasa Penyewaan Alat Berat. Segmen
       Penjualan Alat Berat tumbuh 46,1%, segmen Penjualan Suku Cadang naik 24,0%,
       segmen Jasa Pemeliharaan dan Perbaikan naik 6,4%, dan segmen Penyewaan Alat
       Berat tumbuh signifikan sebesar 209,3%. Segmen Penjualan Alat Berat masih menjadi
       kontributor terbesar dari penghasilan neto HEXA sebesar 66,6%, disusul segmen
       Penjualan Suku Cadang sebesar 21,1%, segmen Jasa Pemeliharaan dan Perbaikan
       sebesar 11,2% dan segmen Penyewaan Alat Berat sebesar 1,1%. HEXA membukukan
       penghasilan neto tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2022 sebesar
       USD463,3 juta, naik 75% dibandingkan 31 Maret 2021 sebesar USD264,0 juta.
       Penjualan alat berat mengalami kenaikan sebesar 110%, sedangkan penjualan suku
       cadang naik 57% dan pendapatan jasa pemeliharaan dan perbaikan naik 12%. Pada
       tahun buku 2021, pendapatan dari jasa penyewaan alat berat naik signifikan dari
       USD37,2 ribu pada tahun buku sebelumnya menjadi USD2,3 juta. Segmen penjualan
       alat berat masih menjadi kontributor terbesar dari penghasilan neto HEXA sebesar 62%,
       disusul segmen penjualan suku cadang sebesar 23,2%, segmen jasa pemeliharaan dan
       perbaikan sebesar 14,3% dan segmen jasa penyewaan alat berat sebesar 0,5%. HEXA
       mencatatkan penghasilan neto untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Maret
       2020 sebesar USD424,4 juta, turun USD36,9 juta atau 8,0% dari periode yang sama di
       31 Maret 2019 sebesar USD461,3 juta. Penurunan tersebut terutama terjadi karena
       adanya penurunan nilai penghasilan dari segmen Penjualan dan Penyewaan Alat Berat
       sebesar 9,8%, diikuti oleh segmen Jasa Pemeliharaan dan Perbaikan sebesar 5,8% dan
       segmen Penjualan Suku Cadang sebesar 4,9%.

       HEXA membukukan laba bruto sebesar USD125,0 juta, naik 7,4% dibandingkan tahun
       buku sebelumnya sebesar USD116,4 juta. Marjin laba bruto turun dari 25,1% menjadi
       19,8% sebagai dampak dari kenaikan beban pokok penghasilan sebesar 45,7%, lebih
       besar dari kenaikan penghasilan neto sebesar 36,1%. Laba usaha sebesar USD70,1
       juta, turun 1,0% dari USD70,8 juta. HEXA membukukan laba kotor pada tahun buku
       yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2022 sebesar USD116,4 juta, naik 68%
       dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD69,5 juta. Kenaikan laba kotor sejalan
       dengan kenaikan penghasilan neto HEXA. Tetapi marjin laba kotor menunjukkan
       penurunan dari 26,3% pada periode sebelumnya menjadi 25,1% sebagai dampak dari

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                      11
Page 34
       kenaikan beban pokok penghasilan sebesar 78%, lebih besar dari kenaikan penghasilan
       neto sebesar 75%. Laba usaha sebesar USD70,8 juta, naik 115% dibandingkan
       USD33,0 juta pada tahun sebelumnya. HEXA mencatatkan laba kotor untuk tahun buku
       yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2020 sebesar USD107,9 juta, naik USD11,4 juta
       atau 11,8% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar USD96,5 juta.
       Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh adanya perbaikan profit dari masing-
       masing segmen. HEXA mencatatkan laba usaha untuk tahun buku yang berakhir pada
       tanggal 31 Maret 2020 sebesar USD53,6 juta, naik USD3,0 juta atau 6,0% dari periode
       yang sama di tahun sebelumnya sebesar USD50,5 juta. Peningkatan tersebut terutama
       disebabkan oleh adanya kenaikan laba bruto tahun berjalan.

       HEXA memperoleh laba tahun berjalan pada tahun buku yang berakhir pada tanggal
       31 Maret 2023 sebesar USD51,6 juta, turun 6,3% dari USD55,1 juta pada periode
       31 Maret 2022. HEXA memperoleh laba tahun berjalan pada tahun buku yang berakhir
       pada tanggal 31 Maret 2022 sebesar USD55,1 juta, naik 115% dari USD25,6 juta pada
       periode 31 Maret 2021. HEXA mencatatkan laba bersih untuk tahun buku yang berakhir
       pada tanggal 31 Maret 2020 sebesar USD38,4 juta, naik USD0,8 juta atau 2,2% dari
       periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar USD37,6 juta. Nilai laba bersih
       tersebut telah dikurangi beban pajak penghasilan – neto pada tahun buku 2019 sebesar
       USD13,8 juta, naik USD1,2 juta atau 9,9% dari tahun buku sebelumnya.

       HEXA mencatat penghasilan komprehensif lain setelah pajak sebesar negatif USD1,5
       juta, yang terutama merupakan nilai pengukuran kembali atas program imbalan pasti.
       Selain itu, HEXA juga mencatat adanya perubahan nilai wajar investasi saham sebesar
       USD225,0 ribu. Dengan demikian, pada tahun buku 2022, HEXA mencatat jumlah laba
       komprehensif tahun berjalan sebesar USD50,1 juta, turun 10,3% dari USD55,9 juta
       pada periode sebelumnya. HEXA pada 31 Maret 2022 mencatat jumlah laba
       komprehensif tahun berjalan sebesar USD55,9 juta, naik 109% dari USD26,7 juta pada
       periode sebelumnya. HEXA mencatatkan laba komprehensif bersih untuk tahun buku
       yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2020 sebesar USD39,1 juta, naik USD2,1 juta atau
       5,7% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar USD37,0 juta. Peningkatan
       tersebut terutama dipengaruhi oleh adanya pencatatan penghasilan dari pengukuran
       kembali atas program imbalan pasti senilai USD905,3 juta atau naik 218,1% dari tahun
       buku 2018.

       Gambar 2. Grafik Laba (Rugi) dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian

                                                   LABA (RUGI)
                      700.000.000
                      600.000.000
          Dalam USD




                      500.000.000
                      400.000.000
                      300.000.000
                      200.000.000
                      100.000.000
                                -
                                     31/03/2019    31/03/2020   31/03/2021     31/03/2022      31/03/2023

                        Total Pendapatan    Laba Kotor    Laba Usaha    Laba Bersih Periode Berjalan

       Sumber: Laporan Keuangan Audited HEXA per 31 Maret, Diolah TSR

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                            12
Page 35
       Posisi Keuangan Konsolidasian

       Tabel 3. Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                             (Dalam USD)
                 URAIAN               2019          2020           2021           2022          2023

        Total Aset                 346,312,450    266,022,591   256,229,672    304,647,996   463,332,330

        Total Liabilitas           177,023,250     87,695,831    81,910,755    144,944,530   297,571,533

        Total Ekuitas              169,289,200    178,326,760   174,318,917    159,703,466   165,760,797
       Sumber: Laporan Keuangan Audited HEXA untuk periode yang berakhir di 31 Maret


       Aset lancar HEXA per 31 Maret 2023 sebesar USD404 juta, naik 55% atau sebesar
       USD143 juta dari USD261 juta per 31 Maret 2022. Kenaikan aset lancar terutama
       disebabkan oleh kenaikan persediaan sebesar USD85,4 juta, kenaikan uang muka
       sebesar USD1,3 juta, dan kenaikan kas dan bank sebesar USD10,3 juta. Aset tidak
       lancar per 31 Maret 2023 sebesar USD59,6 juta atau naik 36% atau sebesar USD15,9
       juta dari USD43,7 juta per 31 Maret 2022. Kenaikan aset tidak lancar terutama
       disebabkan oleh nilai aset tetap – neto yang naik 49% atau sebesar USD15,5 juta. Aset
       lancar HEXA per 31 Maret 2022 sebesar USD261 juta, naik 22% atau sebesar USD46,6
       juta dari USD214,3 juta per 31 Maret 2021. Kenaikan aset lancar terutama disebabkan
       oleh kenaikan persediaan sebesar USD25,4 juta, kenaikan piutang non-usaha pihak
       ketiga sebesar USD39,9 juta, dan penurunan kas dan bank sebesar USD19,6 juta. Aset
       tidak lancar per 31 Maret 2022 sebesar USD43,7 juta, naik 4% atau sebesar USD1,8
       juta dari USD41,9 juta per 31 Maret 2021. Kenaikan aset tidak lancar terutama
       disebabkan oleh nilai aset tetap – neto yang naik 5% atau sebesar USD1,6 juta dan
       aset hak guna-neto yang naik 38% atau sebesar USD 696,2 ribu. Jumlah Aset HEXA
       per 31 Maret 2020 tercatat sebesar USD266,0 juta, turun 23,2% atau USD80,3 juta dari
       31 Maret 2019 yaitu sebesar USD346,3 juta. Jumlah aset tersebut terdiri dari aset lancar
       sebesar 84,4% dan aset tidak lancar sebesar 15,6%. Jumlah Aset Lancar HEXA per 31
       Maret 2020 tercatat sebesar USD224,4 juta, turun 26,1% atau USD79,3 juta dari per
       31 Maret 2019 yaitu sebesar USD303,7 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan
       oleh pelunasan utang bank jangka pendek, pembayaran utang usaha yang jatuh tempo,
       dan adanya perbaikan tingkat kolektabilitas piutang usaha. Jumlah Aset Tidak Lancar
       HEXA per 31 Maret 2020 tercatat sebesar USD41,6 juta, turun 2,4% atau USD1,0 juta
       per 31 Maret 2019 yaitu sebesar USD42,6 juta. Penurunan tersebut terutama
       disebabkan oleh turunnya nilai aset pajak tangguhan karena adanya perubahan
       penurunan tarif pajak penghasilan badan.

       Jumlah liabilitas HEXA per 31 Maret 2023 sebesar USD297,6 juta, naik 105% atau
       sebesar USD152,6 juta dibandingkan per 31 Maret 2022 sebesar USD144,9 juta.
       Liabilitas terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar 95,5% dan liabilitas jangka panjang
       sebesar 4,5%. Jumlah liabilitas HEXA per 31 Maret 2022 sebesar USD144,9 juta, naik
       77% atau sebesar USD63 juta dibandingkan per 31 Maret 2021 sebesar USD81,9 juta.
       Liabilitas terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar 91,7% dan liabilitas jangka panjang
       sebesar 8,3%. Liabilitas jangka pendek sebesar USD133,0 juta, naik 89% atau sebesar
       USD62,6 juta dari USD70,4 juta pada periode sebelumnya. Kenaikan liabilitas jangka
       pendek terutama disebabkan oleh utang usaha pihak berelasi yang naik 161% atau
       sebesar USD55,0 juta dan uang muka pelanggan yang naik 118% atau sebesar USD5,4
       juta. Sebaliknya, akun beban akrual turun 49% atau sebesar USD8,1 juta. Liabilitas
       jangka panjang sebesar USD11,9 juta, naik 4% atau sebesar USD419,9 juta dari

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                       13
Page 36
       USD11,5 juta. Kenaikan ini terutama disebabkan kenaikan nilai liabilitas sewa setelah
       dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun sebesar 113% atau sebesar
       USD346,9 ribu. Jumlah Liabilitas HEXA per 31 Maret 2020 tercatat sebesar USD87,7
       juta, turun 50,5% atau USD89,3 juta dari per 31 Maret 2019 yaitu sebesar USD177,0
       juta. Jumlah liabilitas tersebut terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar 88,6% dan
       liabilitas jangka panjang sebesar 11,4%. Jumlah Liabilitas Jangka Pendek HEXA per 31
       Maret 2020 tercatat sebesar USD77,7 juta, turun 53,2% atau USD88,2 juta dari per 31
       Maret 2019 yaitu sebesar USD165,9 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh
       pelunasan utang bank jangka pendek dan pelunasan utang usaha pada tahun buku
       2019. Jumlah Liabilitas Jangka Panjang Perseroan pada per 31 Maret 2020 tercatat
       sebesar USD41,6 juta, turun 2,4% atau USD1,0 juta dari per 31 Maret 2019 yaitu
       sebesar USD42,6 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh turunnya nilai
       liabilitas imbalan kerja yang disebabkan oleh adanya pelemahan mata uang rupiah
       terhadap USD.

       Jumlah ekuitas HEXA per 31 Maret 2023 naik 4% atau sebesar USD6 juta dari USD159,7
       juta per 31 Maret 2022 menjadi USD165,8 juta. Peningkatan ekuitas disebabkan
       peningkatan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar 6%
       dibandingkan periode sebelumnya. Jumlah ekuitas HEXA per 31 Maret 2022 turun 8%
       atau sebesar USD14,6 juta dari USD174,3 juta per 31 Maret 2021 menjadi USD159,7
       juta. Penurunan ekuitas disebabkan penurunan saldo laba yang belum ditentukan
       penggunaannya sebesar 11% dibandingkan periode sebelumnya disebabkan
       pembagian dividen kas kepada pemegang saham pada Oktober 2021 sebesar USD70,5
       juta yang berasal dari laba bersih tahun buku 2020 sebesar USD20,5 juta dan saldo
       laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar USD50,0 juta sejalan dengan
       kenaikan perolehan laba tahun berjalan. Pada tahun buku 2020, dividen kas yang
       dibagikan sebesar USD30,7 juta. Jumlah Ekuitas HEXA per 31 Maret 2020 tercatat
       sebesar USD178,3 juta, naik 5,3% atau USD9,0 juta dari per 31 Maret 2019 yaitu
       sebesar USD178,3 juta.

       Gambar 3.     Grafik Posisi Keuangan Konsolidasian
                                            POSISI KEUANGAN
                                                                                     500.000.000
                                                                                     450.000.000
                                                                                     400.000.000
                                                                                     350.000.000
                                                                                                   Dalam USD




                                                                                     300.000.000
                                                                                     250.000.000
                                                                                     200.000.000
                                                                                     150.000.000
                                                                                     100.000.000
                                                                                     50.000.000
                                                                                     -
            31/03/2019     31/03/2020     31/03/2021     31/03/2022     31/03/2023

                                    Total Aset   Total Liabilitas   Total Ekuitas

       Sumber: Laporan Keuangan Audited HEXA per 31 Maret, Diolah TSR




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                               14
Page 37
       Arus Kas Konsolidasian

       Tabel 4. Arus Kas Konsolidasian
                                                                                               (Dalam USD)
                URAIAN                2019           2020           2021           2022           2023

        Kas Dari Aktivitas
                                  (27,795,514)     45,624,235     52,572,382     51,534,804    (31,254,234)
        Operasi
        Kas Dari Aktivitas
                                    (1,527,249)    (3,395,461)     (767,635)     (1,248,378)    (5,019,894)
        Investasi
        Kas Dari Aktivitas
                                    17,389,120    (71,884,194)   (33,999,518)   (69,628,788)    47,370,106
        Pembiayaan
       Sumber: Laporan Keuangan Audited HEXA untuk periode yang berakhir di 31 Maret


       Kas neto HEXA yang diperoleh dari aktivitas operasi pada 31 Maret 2023 tercatat minus
       sebesar USD31,2 juta, turun 161% atau sebesar USD83 juta dibandingkan USD51,5
       juta pada pada 31 Maret 2022. Penurunan kas tersebut terutama disebabkan adanya
       peningkatan pembayaran kepada pemasok. Kas neto HEXA yang diperoleh dari aktivitas
       operasi pada 31 Maret 2022 tercatat sebesar USD51,5 juta, turun 2% atau sebesar
       USD1,0 juta dibandingkan USD52,6 juta pada pada 31 Maret 2021. Penurunan kas
       tersebut terutama disebabkan adanya peningkatan pembayaran pajak penghasilan dan
       beban usaha. Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi HEXA pada 31 Maret 2020
       tercatat sebesar USD45,6 juta, naik USD73,4 juta atau 264,1% dibandingkan dengan
       kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi pada 31 Maret 2019 sebesar USD27,8
       juta. Peningkatan tersebut terutama berasal dari kenaikan kas neto yang diperoleh dari
       operasi sebesar 479,1%, yang terdiri dari peningkatan penerimaan dari pelanggan
       sebesar USD6,7 juta atau 1,5%, adanya penurunan pembayaran kepada pemasok
       sebesar USD91,4 juta atau 21,9%, adanya pembayaran biaya operasional USD8,7 juta
       atau 23,3%, serta adanya kenaikan pembayaran operasional lainnya USD15,9 juta atau
       173,8%.

       Kas neto HEXA yang digunakan untuk aktivitas investasi pada 31 Maret 2023 tercatat
       sebesar USD5,0 juta, naik 302% atau sebesar USD3,8 juta dari USD1,2 juta ribu pada
       31 Maret 2022. Kenaikan kas untuk aktivitas investasi terutama karena nilai perolehan
       aset tetap naik 276% atau sebesar USD3,9 juta menjadi USD5,4 juta dibandingkan
       USD1,4 juta pada periode sebelumnya. Kas neto HEXA yang digunakan untuk aktivitas
       investasi pada 31 Maret 2022 tercatat sebesar USD1,2 juta, naik 63% atau sebesar
       USD480,1 ribu dari USD767,6 ribu pada 31 Maret 2021. Kenaikan kas untuk aktivitas
       investasi terutama karena nilai perolehan aset tetap naik 67% atau sebesar USD574,5
       ribu menjadi USD1,4 juta dibandingkan USD858,3 ribu pada periode sebelumnya. Kas
       bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi HEXA pada 31 Maret 2020 tercatat
       sebesar USD3,4 juta, naik USD1,9 juta atau 122,3% dibandingkan dengan 31 Maret
       2019 sebesar USD1,5 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan
       perolehan aset tetap.

       Kas bersih HEXA yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada 31 Maret 2023
       tercatat sebesar USD47,4 juta, naik 168% atau sebesar USD117 juta dari minus
       USD69,6 juta pada 31 Maret 2022. Aktivitas pendanaan terutama disebabkan oleh
       penerimaan utang bank jangka pendek yang naik 365% atau sebesar USD373 juta
       menjadi USD475,1 juta dibandingkan USD102,1 juta pada tahun buku sebelumnya,
       pembayaran utang bank jangka pendek yang naik 283% atau sebesar USD279 juta
       menjadi USD377,4 juta dibandingkan USD98,4 juta pada tahun buku sebelumnya. Kas
       bersih HEXA yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada 31 Maret 2022 tercatat
       sebesar USD69,6 juta, naik 105% atau sebesar USD35,6 juta dari USD34,0 juta pada

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                         15
Page 38
       31 Maret 2021. Kenaikan kas untuk aktivitas pendanaan terutama disebabkan oleh
       pembayaran utang bank jangka pendek yang naik 243% atau sebesar USD68,7 juta
       menjadi USD98,4 juta dibandingkan USD28,7 juta pada tahun buku sebelumnya, serta
       pembayaran dividen kas yang naik 129% atau sebesar USD39,7 juta menjadi USD70,7
       juta dari USD30,8 juta pada tahun buku sebelumnya. Kas bersih yang digunakan untuk
       aktivitas pendanaan HEXA pada 31 Maret 2020 tercatat sebesar USD71,9 juta, turun
       USD89,3 juta atau 513,4% dibandingkan dengan kas bersih yang diperoleh dari
       aktivitas pendanaan pada 31 Maret 2019 sebesar USD17,4 juta. Penurunan tersebut
       terutama disebabkan oleh pembayaran utang bank jangka pendek sebesar 216,8% dan
       pembayaran dividen kas sebesar 68,2%.

       Gambar 4.        Grafik Arus Kas Konsolidasian
                                                     ARUS KAS
                                                                                             60.000.000

                                                                                             40.000.000

                                                                                             20.000.000




                                                                                                             Dalam USD
                                                                                             -
            31/03/2019        31/03/2020     31/03/2021        31/03/2022    31/03/2023
                                                                                             (20.000.000)

                                                                                             (40.000.000)

                                                                                             (60.000.000)

                                                                                             (80.000.000)

                Kas Dari Aktivitas Operasi    Kas Dari Aktivitas Investasi   Kas Dari Aktivitas Pembiayaan

       Sumber: Laporan Keuangan Audited HEXA per 31 Maret, Diolah TSR



2.9    Rasio Keuangan HEXA

       Tabel 5. Rasio Keuangan
                        URAIAN                    2019           2020        2021         2022         2023
        LIQUIDITY
        Current Ratio                                 1,83          2,89        3,04          1,96           1,42
        ACTIVITY
        Account Receivable Turnover                       73          59          96              86                90
        Inventory Turnover                             163           157         202             140            158
        Account Payable Turnover                          73          43          70             100            107
        SOLVABILITY
        Total Debt to Equity Ratio                    1,05          0,49        0,47          0,91           1,80
        Total Debt to Assets Ratio                    0,51          0,33        0,32          0,48           0,64
        PROFITABILITY
        Gross Profit Margin                        20,92%        25,42%      26,31%       25,13%       19,82%
        Net Profit Margin                           8,15%         9,06%       9,70%       11,89%        8,19%
        Rate of Return on Assets                   10,86%        14,45%       9,99%       18,08%       11,14%
        Rate of Return on Equity                   22,21%        21,55%      14,68%       34,49%       31,14%
       Sumber: Laporan Keuangan Audited HEXA untuk periode yang berakhir di 31 Maret

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                         16
Page 39
       Rasio Likuiditas
       Tabel diatas menunjukkan HEXA dari 31 Maret 2019 sampai dengan 31 Maret 2023
       memiliki rasio likuiditas yang positif dimana HEXA memiliki kemampuan membayar
       seluruh utang jangka pendeknya melalui aset lancar selama periode historis. Rasio
       likuiditas HEXA pada 31 Maret 2023 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan
       periode sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh peningkatan liabilitas jangka pendek HEXA
       sebesar 114%.

       Rasio Aktivitas
       Semakin tinggi nilai rasio aktivitas maka semakin lambat perputarannya, begitu pula
       sebaliknya. Selama 31 Maret 2019 sampai dengan 31 Maret 2023, HEXA menjaga rasio
       aktivitas. Pada 31 Maret 2023, tercatat bahwa perputaran utang usaha HEXA yang
       meningkat yang disebabkan karena meningkatnya utang pihak ketiga dan utang
       berelasi pada periode 2023, sehingga di 31 Maret 2023 menunjukkan semakin
       lambatnya utang yang dibayarkan oleh HEXA.

       Rasio Solvabilitas
       Secara umum dapat dikatakan semakin besar total debt to equity ratio adalah dapat
       dikatakan kurang baik, karena semakin besar peranan utang sebagai sumber
       pembiayaan yang berarti juga semakin kecil debt capacity-nya. Selain itu, semakin
       besar total debt to total asset ratio maka dapat dikatakan kurang baik karena semakin
       besar porsi utang dalam pembiayaan. Selama 31 Maret 2021 sampai dengan 31 Maret
       2023 rasio solvabilitas HEXA mengalami peningkatan, hal ini dikarenakan meningkatnya
       jumlah utang dan menurunnya ekuitas yang tercatat pada periode 31 Maret 2023,
       sehingga secara umum kinerja solvabilitas HEXA kurang baik jika dibandingkan periode
       sebelumnya.

       Rasio Profitabilitas
       Rasio profitabilitas ini menunjukkan kemampuan HEXA dalam menghasilkan laba.
       Selama 31 Maret 2019 sampai dengan 31 Maret 2023 menunjukan kinerja yang baik,
       dengan nilai Net Profit Margin (“NPM”) menunjukan nilai positif. Pencapaian NPM
       tertinggi terjadi pada 31 Maret 2023 sebesar 8,19%.


2.10 Informasi Investigasi Lapangan

       Kami telah melakukan investigasi lapangan dalam rangka memperoleh informasi yang
       relevan dalam penugasan penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh HEXA
       sebagai berikut:

        Lokasi                  :    Kawasan Industri Pulogadung, Jalan Pulo Kambing II
                                     Kav. I-II No. 33, Jakarta 13930 Indonesia.
        Tanggal                 :    20 Juli 2023
        No. Surat Tugas         :    No. 04/ST/KJPP-TS/IV/2023 tanggal 20 Juli 2023
        Pelaksana               :    Ruspriono




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                         17
Page 40
                       Tampak Depan                                            Lobby




                        Ruang Kerja                                       Alat Berat

       Berdasarkan hasil investigasi lapangan, HEXA menjalankan kegiatan usaha di bidang
       distribusi alat berat dan peralatannya.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                       18
Page 41
3     ASPEK MAKRO EKONOMI INDONESIA

3.1    Makro Ekonomi Indonesia

       Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat ditopang oleh naiknya permintaan
       domestik dan positifnya kinerja ekspor. Konsumsi swasta diprakirakan semakin kuat
       seiring dengan terus naiknya mobilitas, membaiknya keyakinan konsumen, dan
       meningkatnya daya beli seiring dengan penurunan inflasi. Kegiatan investasi tetap
       berlanjut, terutama investasi nonbangunan. Kinerja ekspor tetap positif. Hingga Maret
       2023, ekspor nonmigas Indonesia tumbuh tinggi, didukung antara lain oleh ekspor batu
       bara, mesin listrik, dan kendaraan bermotor. Berdasarkan negara tujuan, ekspor
       nonmigas ke Tiongkok, AS, dan Jepang menjadi kontributor utama. Berdasarkan
       lapangan usaha, kinerja sektor industri pengolahan, perdagangan, serta informasi dan
       komunikasi diprakirakan tumbuh kuat. Secara spasial, peningkatan konsumsi terjadi di
       hampir seluruh wilayah dan diikuti kinerja ekspor yang tetap tinggi di wilayah Sulawesi-
       Maluku-Papua (Sulampua). Dengan berbagai perkembangan tersebut, pertumbuhan
       ekonomi 2023 diprakirakan bias atas dalam kisaran proyeksi 4,5-5,3%.

       Tabel 6. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha




       Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan I 2023


       Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar
       harga berlaku triwulan I-2023 mencapai Rp5.071,7 triliun dan atas dasar harga konstan
       2010 Rp2.961,2 triliun. Ekonomi Indonesia triwulan I-2023 terhadap triwulan I-2022
       tumbuh sebesar 5,03 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi
       dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,93 persen. Sementara
       dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan
       tertinggi sebesar 11,68 persen. Ekonomi Indonesia triwulan I-2023 terhadap triwulan
       sebelumnya terkontraksi sebesar 0,92 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, kontraksi
       pertumbuhan terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan
       Sosial sebesar 14,56 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran
       Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar
       45,38 persen. Kelompok provinsi di Pulau Jawa pada triwulan I-2023 mencatat dominasi

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                            19
Page 42
       struktur ekonomi Indonesia secara spasial dengan peranan sebesar 57,17 persen
       dengan kinerja ekonomi yang mengalami perlambatan pertumbuhan sebesar 4,96
       persen dibanding triwulan I-2022 (y-on-y).

       Gambar 5.      Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Menurut Wilayah (persen)




       Sumber : BPS – Berita Resmi Statistik No.34/05/Th. XXVI, 5 Mei 2023.



3.2    Inflasi

       Tekanan inflasi terus menurun dan mendukung stabilitas perekonomian. Inflasi Indeks
       Harga Konsumen (IHK) secara bulanan tercatat 0,18% (mtm) lebih rendah dari pola
       historisnya di periode awal bulan Ramadan, sehingga secara tahunan turun dari level
       bulan sebelumnya sebesar 5,47% (yoy) menjadi 4,97% (yoy). Penurunan inflasi terjadi
       di semua kelompok, yaitu inti, volatile food, dan administered prices. Inflasi inti Maret
       2023 terus melambat dari 3,09% (yoy) menjadi 2,94% (yoy) dipengaruhi ekspektasi
       inflasi dan tekanan imported inflation yang menurun serta pasokan agregat yang
       memadai dalam merespons kenaikan permintaan barang dan jasa. Sementara itu,
       inflasi volatile food turun dari 7,62% (yoy) pada Februari 2023 menjadi 5,83% (yoy).

       Tekanan inflasi yang terus menurun tersebut dipengaruhi oleh dampak positif kebijakan
       moneter Bank Indonesia yang pre-emptive dan forward looking serta sinergi yang erat
       dalam pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah)
       dalam TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di berbagai daerah. Dengan
       perkembangan tersebut, Bank Indonesia meyakini inflasi inti akan tetap terkendali
       dalam kisaran 3,0±1% di sisa tahun 2023 dan inflasi IHK dapat kembali ke dalam
       sasaran 3,0±1% lebih awal dari prakiraan sebelumnya. Bank Indonesia akan terus
       memperkuat koordinasi dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam pengendalian
       inflasi.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                             20
Page 43
       Gambar 6.      Inflasi Indonesia




       Sumber : BPS – Berita Resmi Statistik No.23/04/Th. XXVI, 3 April 2023.


       Pada Maret 2023 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 4,97 persen dengan
       Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,36. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Tual
       sebesar 7,49 persen dengan IHK sebesar 117,19 dan terendah terjadi di Merauke
       sebesar 3,17 persen dengan IHK sebesar 112,59. Inflasi y-on-y terjadi karena adanya
       kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok
       pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,05 persen;
       kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,18 persen; kelompok perumahan, air, listrik,
       dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,74 persen; kelompok perlengkapan,
       peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,72 persen; kelompok
       kesehatan sebesar 2,65 persen; kelompok transportasi sebesar 13,72 persen; kelompok
       rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,54 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,75
       persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,00 persen;
       serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,74 persen. Sementara
       kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi,
       komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,23 persen. Tingkat inflasi month to month
       (m-to-m) Maret 2023 sebesar 0,18 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Maret
       2023 sebesar 0,68 persen. Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Maret 2023 sebesar
       2,94 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,16 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 0,63 persen.


3.3    Suku Bunga

       Likuiditas perbankan dan perekonomian memadai sehingga berkontribusi positif
       mendorong peningkatan kredit/pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
       Sejalan dengan stance kebijakan likuiditas Bank Indonesia yang akomodatif, indikator
       rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat tinggi yakni 28,91%
       pada Maret 2023. Likuiditas perekonomian juga memadai tecermin pada uang beredar
       dalam arti sempit (M1) dan luas (M2) bulan Maret 2023 yang masing-masing tumbuh
       sebesar 4,8% (yoy) dan 6,2% (yoy). Likuiditas yang memadai pada gilirannya
       mendukung ketersediaan dana bagi perbankan untuk penyaluran kredit/pembiayaan
       bagi dunia usaha dan mengarahkan suku bunga perbankan yang kondusif mendukung
       pertumbuhan ekonomi. Di pasar uang, suku bunga IndONIA tetap rendah sebesar


KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                            21
Page 44
       5,65% pada 17 April 2023. Imbal hasil SBN tenor jangka pendek tercatat 6,24%,
       menurun 20bps dibandingkan dengan level Februari 2023, sedangkan imbal hasil SBN
       tenor jangka panjang terkendali. Suku bunga deposito 1 bulan pada Maret 2023 juga
       tercatat rendah 4,10%, turun 2bps dibandingkan dengan Februari 2023. Suku bunga
       kredit Maret 2023 juga kondusif mendukung permintaan kredit, yakni sebesar 9,38%,
       meningkat 4bps dibandingkan dengan level bulan sebelumnya. Bank Indonesia akan
       terus memastikan kecukupan likuiditas untuk terjaganya stabilitas sistem keuangan
       serta mendorong berlanjutnya peningkatan kredit/pembiayaan bagi pemulihan ekonomi
       nasional.

       Gambar 7.     Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA




       Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan I 2023


       Intermediasi perbankan terus positif menjaga momentum pemulihan ekonomi.
       Pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2023 tetap tinggi yaitu sebesar 9,93%
       (yoy). Pembiayaan syariah juga menunjukkan kinerja positif, dengan pertumbuhan
       lebih tinggi mencapai 19,43% (yoy) pada Maret 2023. Di segmen UMKM, pertumbuhan
       kredit juga terus berlanjut, yaitu mencapai 8,63% (yoy) pada Maret 2023, didukung
       realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp30,31 triliun hingga 31 Maret
       2023. Kredit/pembiayaan yang tinggi didorong kondisi likuiditas perbankan yang
       memadai dan standar penyaluran kredit/pembiayaan perbankan yang masih longgar.
       Pertumbuhan kredit/pembiayaan juga ditopang oleh peningkatan permintaan korporasi
       dan rumah tangga seiring dengan kinerja usaha korporasi dan UMKM, serta konsumsi
       rumah tangga yang terus terjaga. Bank Indonesia akan terus mendorong intermediasi
       perbankan terutama kepada sektor-sektor prioritas yang belum pulih, Kredit Usaha
       Rakyat (KUR), dan kredit/pembiayaan hijau, guna mengakselerasi pemulihan ekonomi.
       Dengan memperhatikan perkembangan dan upaya sinergis yang dilakukan,
       pertumbuhan kredit pada 2023 sesuai dengan prakiraan sebelumnya yaitu dalam
       kisaran 10-12%.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                          22
Page 45
       Gambar 8.     Suku Bunga Perbankan




       Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan I 2023


       Ketahanan sistem keuangan, khususnya perbankan, tetap terjaga, baik dari sisi
       permodalan, risiko kredit, maupun likuiditas. Permodalan perbankan kuat dengan rasio
       kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio /CAR) sebesar 26,02% pada Februari 2023.
       Risiko kredit juga terkendali, tecermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing
       Loan /NPL) yang rendah, yaitu 2,58% (bruto) dan 0,75% (neto) pada Februari 2023.
       Likuiditas perbankan pada Maret 2023 juga terjaga didukung pertumbuhan Dana Pihak
       Ketiga (DPK) sebesar 7,00% (yoy). Hasil stress test Bank Indonesia juga menunjukkan
       ketahanan perbankan Indonesia yang kuat. Ke depan, Bank Indonesia terus
       memperkuat sinergi dengan KSSK dalam memitigasi berbagai risiko ekonomi domestik
       dan global, yang dapat mengganggu ketahanan sistem keuangan.


3.4    Neraca Pembayaran Indonesia

       Neraca Transaksi Berjalan (TB) tetap solid yang tecermin dari capaian surplus pada
       triwulan I 2023 sebesar USD3,0 miliar (0,9% dari PDB), melanjutkan surplus pada
       triwulan sebelumnya sebesar USD4,2 miliar (1,3% dari PDB). Surplus TB bersumber
       dari masih tingginya surplus neraca perdagangan nonmigas yang didukung oleh
       permintaan komoditas ekspor utama. Selain itu, harga minyak melanjutkan tren
       penurunan seiring dengan berkurangnya disrupsi suplai minyak global sehingga
       menyebabkan perbaikan pada defisit neraca migas. Kinerja neraca jasa dan neraca
       pendapatan primer juga mencatat perbaikan defisit pada periode laporan. Peningkatan
       mobilitas pasca-pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM),
       penyelenggaraan event internasional, dan pembukaan kembali ekonomi Tiongkok
       memberi dampak positif pada peningkatan wisatawan mancanegara (wisman)
       sehingga mendorong kenaikan surplus jasa perjalanan. Sementara itu, perbaikan defisit
       neraca pendapatan primer didorong perbaikan defisit neraca pendapatan primer
       didorong oleh pembayaran hasil investasi kepada investor asing yang menurun sejalan
       dengan siklus bisnis korporasi yang cenderung lebih rendah pada awal tahun. Di sisi
       lain, penurunan penerimaan hibah pemerintah menyebabkan surplus neraca
       pendapatan sekunder tercatat lebih rendah sejalan dengan pola tahunannya.



KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                         23
Page 46
       Gambar 9.     Neraca Pembayaran Indonesia




       Sumber :     Laporan Neraca Pembayaran Indonesia Realisasi Triwulan I – 2023, Bank Indonesia.


       Neraca transaksi modal dan finansial (TMF) pada triwulan I 2023 meningkat signifikan
       menjadi surplus USD3,4 miliar (1,0% dari PDB) dibandingkan dengan surplus USDO,3
       miliar (0,1% dari PDB) pada triwulan IV 2022. Kinerja investasi portofolio meningkat
       seiring lebih derasnya aliran masuk modal asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN)
       domestik. Perkembangan positif tersebut sejalan dengan ketidakpastian di pasar
       keuangan global yang berkurang, kondisi ekonomi domestik yang terus membaik, serta
       imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik. Begitu pula dengan makin solidnya
       perkembangan investasi langsung yang mencerminkan tetap terjaganya persepsi positif
       investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dan iklim investasi yang kondusif.
       Peningkatan surplus TMF lebih lanjut tertahan oleh investasi lainnya yang mencatat
       peningkatan defisit dibandingkan triwulan sebelumnya.

       Secara keseluruhan, NPI triwulan I 2023 membukukan surplus sebesar USD6,5 miliar,
       meningkat dibandingkan dengan surplus USD4,7 miliar pada triwulan sebelumnya.
       Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2023 tercatat
       sebesar USD145,2 miliar, lebih tinggi dari posisi pada akhir Desember 2022 sebesar
       USD137,2 miliar. Posisi cadangan devisa tersebut cukup untuk membiayai kebutuhan
       pembayaran impor dan utang luar negeri pemerintah selama 6,2 bulan, serta berada di
       atas standar kecukupan internasional.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                       24
Page 47
4     ASPEK PASAR

4.1    Produksi Alat Berat di Indonesia

       Industri alat berat nasional membidik produksi sebanyak 6.000 unit pada tahun 2021,
       kendati kinerja sektor tersebut masih tertatih-tatih. Hingga kuartal II/2021 saja,
       produksi baru mencapai 1.406 unit. Capaian tersebut tercatat turun 11 unit dari kuartal
       I/2021 atau secara quarter to quarter (qtq). Namun, jika dibandingkan dengan produksi
       pada kuartal II/2020 atau secara year on year (yoy), industri alat berat nasional
       mencatatkan kenaikan 122% dari penurunan produksi pada kuartal II/2021 ini masih
       disebabkan oleh kendala gangguan suplai bahan baku impor dan juga mulai
       meningkatnya kasus Covid-19 pada akhir Juni. Untuk diketahui, tingkat komponen
       dalam negeri (TKDN) indusri alat berat nasoinal baru mencapai 40%. Masyoritas
       material harus didatangkan dari luar negeri, padahal dunia tengah mengalami
       kelangkaan bahan baku yang memicu lonjakan harga material alat berat sebesar
       10%-15% sepanjang tahun berjalan. Permintaan industri alat berat masih
       mengandalkan sektor pertambangan batu bara. Sejalan dengan itu, mayoritas produksi
       nasional masih difokuskan pada alat berat tipe besar. Permintaan ekspor juga cukup
       signifikan meski belum sampai 20% dari hasil total produksi.

       Gambar 10. Produksi Alat Berat Konstruksi & Pertambangan




       Sumber : https://bisnisindonesia.id/article/industri-alat-berat-masih-tersendat-emiten-pasang-target-nekat



4.2    Kondisi Pasar Industri Alat Berat di Indonesia

       Pembangunan infrastruktur menjadi fokus pemerintahan saat ini, dengan menggenjot
       pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan lain-lain, diharapkan akan
       memperkecil kesenjangan sosial dan ekonomi di Indonesia dan mempercepat
       pertumbuhan ekonomi. Anggaran yang disiapkan oleh pemerintah pun tidak main-main.
       Pada APBN tahun 2017, Rp. 378 Triliun dialokasikan pemerintah untuk mempercepat
       pembangunan infrastruktur bahkan di RAPBN tahun 2018 pemerintah menambah
       anggaran untuk proyek infrastruktur menjadi Rp. 409 Triliun. Produksi alat berat
       nasional di sepanjang 2022 tercatat sebanyak 8.826 unit atau tumbuh 30,9%
       dibandingkan 2021 sebesar 6.740 unit. Produksi alat berat di 2022 ini mencetak rekor

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                25
Page 48
       tertinggi sejak 1999 di mana pada kala itu produksi baru di 726 unit dalam setahun. Di
       sepanjang tahun lalu, produksi Hydraulic Excavator paling mendominasi sebanyak 7.458
       unit atau naik 21,6% YoY. Kemudian diikuti produksi Bulldozer sebanyak 908 unit, lalu
       Dump Truck 339 unit, dan Motor Grader sebanyak 121 unit.

       Saat ini Indonesia juga berada dalam posisi ke-4 sebagai negara pangsa konstruksi
       nasional terbesar di Asia. Terhitung dalam kurun waktu 2014-2019 diprediksi nilai pasar
       konstruksi nasional mencapai Rp.5.000 Triliun. Oleh sebab itu, tidak mengherankan
       apabila perusahaan berbasis konstruksi berkembang di Indonesia, baik perusahaan
       perseorangan maupun perusahaan-perusahaan skala besar yang sudah menangani
       berbagai macam pembangunan konstruksi dan bekerjasama dengan pemerintah. Hal
       ini juga memberikan sinyal positif, tidak hanya bagi perusahaan konstruksi, namun juga
       perusahaan penyedia alat berat seperti CAT, Hitachi, Komatsu, dan Sany yang memang
       merupakan pemain 'berat' di industri alat berat. Dengan tren positif ini, mereka optimis
       untuk semakin gencar melakukan ekspansi bisnis di Indonesia dan juga sebagai
       'penyokong' kebutuhan alat berat di perusahaan konstruksi dalam proses pembangunan
       infrastruktur. Akan tetapi, kenyataan yang terjadi adalah pasokan alat berat dari
       perusahaan penyedia alat berat ini tidak dapat mengimbangi kebutuhan alat berat skala
       nasional.

       Gambar 11. Kebutuhan dan Ketersediaan Alat Berat




       Sumber :     https://www.kompasiana.com/farizbagusp/5a35b82ccf01b45bad56c404/menangkap-potensi-
                    besar-dari-bisnis-alat-berat


       Penjualan alat berat di Indonesia, pada kuartal 1 2023 turun sedikit dibandingkan
       penjualan alat berat di Indonesia kuartal 1 tahun 2022. Namun, sepanjang tahun 2022
       dan 2021, penjualan alat berat mengalami pertumbuhan. Padahal, pada tahun 2019
       dan 2020, penjualan alat berat di Indonesia mengalami kinerja negatif atau terjadi
       penurunan penjualan cukup besar. Peningkatan penjualan alat berat di dalam negeri
       pada tahun 2022 dan 2021, terjadi karena peningkatan bisnis di sektor industri
       pertambangan batubara. Karena, pada akhir tahun 2021 sampai akhir 2022, harga
       batubara meningkat cukup baik sehingga membuat pendapatan perusahaan batubara
       ikut membaik. Alhasil, kebutuhan akan alat berat untuk mendukung operasional
       produksi batubara juga meningkat.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                    26
Page 49
       Gambar 12. Tren Penjualan Alat Berat di Indonesia




       Sumber :   https://www.dataindustri.com/produk/data-penjualan-alat-berat-indonesia/


       Pada kuartal 1 2023, pangsa pasar penjualan alat berat di dalam negeri, masih dikuasai
       oleh alat berat merek Komatsu. Kemudian di posisi kedua, Hitachi produsen alat berat
       asal Jepang. Kemudian disusul oleh Sany yang merupakan perusahaaan alat berat asal
       China. Naiknya alat berat Sany dimulai ketika harga batubara sempat mengalami
       penurunan beberapa tahun lalu, sehingga membuat pendapatan perusahaan alat berat
       menjari menurun. Sedangkan, produksi batubara harus tetap dilakukan, sehingga alat
       berat dengan harga yang lebih murah namun kualitas tetap baik menjadi pilihan
       perusahaan batubara di Indonesia dan ketika harga batubara kembali naik, Sany masih
       menjadi salah satu pilihan perusahaan alat berat dan menguasai pangsa pasar alat
       berat di posisi kedua setelah Komatsu.


4.3    Persaingan Usaha

       Berdasarkan Roadmap Infrastruktur Indonesia, permintaan alat berat akan meningkat
       dalam beberapa tahun ke depan menyusul rekor tertinggi yang dicapai pada 2021.
       Rekor permintaan alat berat diperkirakan masih akan terjadi pada 2022 dan 2023.
       Menguatnya harga komoditas masih berlangsung laporan ini diterbitkan. Kondisi ini
       telah mendorong meningkatnya permintaan alat berat dan berbagai pendukung logistik
       di sektor tersebut. Permintaan yang terus menguat itu diperkirakan berlanjut hingga
       2023. Prospek tersebut memberikan dampak terhadap pertumbuhan bisnis alat berat
       yang, menurut perkiraan Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (HINABI), tahun 2022
       ini sekitar 30% hingga 40%.

       Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) memperkirakan harga batubara
       pada akhir tahun 2022 masih tinggi. Sejalan dengan itu, pelaku usaha melihat prospek
       bisnis pada 2023 masih cukup menjanjikan. Permintaan terhadap batubara diperkirakan
       masih cukup bagus tahun depan. Adapun pembeli strategis batubara masih dari
       negara-negara seperti Tiongkok, India, dan negara-negara lainnya. Prospek permintaan
       dari Eropa masih tetap ada karena mereka membutuhkan banyak batubara tahun
       depan. Pemulihan ekonomi yang berlanjut hingga 2023 membawa peluang usaha bagi


KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                             27
Page 50
       perusahaan penjual dan penyewa di industri alat berat, meski diramalkan tidak selaju
       kencang seperti pada 2022. Itu karena permintaan batubara tahun depan diperkirakan
       tertekan karena dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dunia yang di ambang resesi.

       Pemulihan ekonomi dan prospek pertumbuhan bisnis batubara menjadi latar belakang
       PT United Tractors Tbk (“UNTR”) untuk terus menggenjot penjualan alat berat dan
       melakukan diversifikasi bisnis. Bisnis tambang yang tumbuh moncer hingga akhir tahun
       2022 membuat UNTR kebanjiran permintaan alat berat. UNTR mengestimasikan,
       penjualan alat berat mencapai 5.500 unit tahun 2022. Jumlah ini sekitar 56% lebih
       banyak dari penjualan sebanyak 3.088 unit pada 2021. Peningkatan penjualan alat
       berat UNTR tahun ini didorong oleh permintaan dari sektor pertambangan dengan porsi
       lebih dari 60%. Selebihnya dari sektor konstruksi, kehutanan, dan agro. Target bisnis
       UNTR tahun depan naik seiring masih solidnya harga batubara. Karena itu, UNTR
       mengejar target tinggi pada 2023. Penjualan alat berat Komatsu, misalnya, ditargetkan
       5.750 unit, naik 4,55%, dari proyeksi penjualan tahun ini sebanyak 5.500 unit. Adapun
       produksi batubara ditargetkan naik 5% menjadi 123 juta ton pada 2023, dari proyeksi
       tahun ini sebanyak 117 juta ton. Sementara volume penjualan batubara pada 2023
       diperkirakan tumbuh 5% dari proyeksi tahun ini sebanyak 9 juta ton. Penjualan alat
       berat dan batubara UNTR melaju hingga Oktober 2022. UNTR mencatatkan penjualan
       5.087 unit alat berat Komatsu sepanjang periode Januari hingga Oktober (10 bulan)
       2022. Jika dibandingkan dengan periode yang sama 2021, penjualan Komatsu UNTR
       melesat 96,4% dari sebanyak 2.590 unit. Dengan demikian, hingga Oktober 2022, anak
       usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini telah merealisasikan 92,49% dari target
       penjualan alat berat tahun ini. Penjualan UNTR di periode ini masih didominasi oleh
       pelanggan dari sektor pertambangan sebesar 61%, disusul penjualan ke sektor
       konstruksi sebesar 18%, sektor kehutanan sebesar 11%, dan sektor agribisnis sebesar
       10%. Pangsa pasar Komatsu per oktober 2022 sebesar 29%. Pada periode Oktober
       2022, UNTR menjual 553 unit alat berat, naik 1,46% dari penjualan pada September
       2022 sebesar 545 unit. Penjualan masih didominasi oleh sektor pertambangan sebesar
       60%, disusul sektor konstruksi sebesar 20%, sektor kehutanan 10%, dan sektor
       agribisnis 10%. Selain alat berat, segmen bisnis batubara UNTR yang dijalankan oleh
       anak usahanya, yakni PT Tuah Turangga Agung (TTA) juga tumbuh moncer. Sepanjang
       10 bulan 2022, UNTR membukukan volume penjualan 8,50 juta ton batubara, naik
       4,30% dari realisasi penjualan di periode yang sama tahun 2021 sebanyak 8,15 juta
       ton. Penjualan batubara UNTR pada periode Oktober sebesar 733.000 ton, naik 53,99%
       dari realisasi penjualan pada bulan sebelumnya yang hanya 476.000 ton.

       PT Kobexindo Tractors Tbk (“KOBX”), emiten penyedia alat berat terintegrasi ini terus
       berinovasi dan menangkap peluang-peluang yang ada demi pertumbuhan bisnis yang
       berkelanjutan. Seperti yang dilakukan KOBX di pengujung September 2022. Saat itu,
       KOBX menandatangani perjanjian kerjasama dengan pihak prinsipal NHL TEREX guna
       menjamin kesediaan pasokan alat berat secara tepat waktu pada tahun 2023.
       Manajemen KOBX optimistis, solidnya kinerja penjualan dan neraca keuangan KOBX per
       September 2022 akan terus berlanjut. Selama periode Januari hingga September 2022,
       KOBX berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada
       pemilik entitas induk sebesar 35,87% menjadi US$ 6,36 juta, dibandingkan periode
       sama tahun lalu sebesar US$ 4,68 juta. Pertumbuhan laba tersebut, tidak lepas dari
       pertumbuhan pendapatan konsolidasi KOBX. Per September 2022, pendapatan KOBX
       tumbuh 42,80% menjadi US$ 127,78 juta, dibandingkan sebesar US$ 89,48 juta per
       September 2021. Pendapatan secara konsolidasi tersebut ditopang oleh keempat

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                         28
Page 51
       segmen yang dimiliki KOBX, yaitu penjualan unit alat berat, penjualan suku cadang,
       jasa perbaikan dan kontraktor pertambangan, dan pendapatan sewa (alat berat dan
       bangunan). Kenaikan harga komoditas tambang menjadi katalis pertumbuhan triwulan
       III 2022. Untuk akhir tahun, berdasarkan pencapaian kinerja hingga triwulan III dan
       stabilnya permintaan alat berat untuk mendukung peningkatan produksi batubara
       menjelang musim dingin menjadi pertimbangan bagi Perseroan untuk merevisi naik
       target pendapatan 2022, dari tumbuh 20% menjadi 40. Segmen penjualan unit alat
       berat merupakan segmen utama KOBX. Per September 2022, sektor ini berhasil
       berkontribusi sebesar 78,44% terhadap pendapatan secara konsolidasian. Segmen
       penjualan unit alat berat berhasil meraih pendapatan sebesar US$ 100,23 juta, tumbuh
       46,21% dibandingkan tahun lalu US$ 68,55 juta. KOBX berupaya memperkuat
       penjualan di semua sektor, baik alat berat pertambangan maupun non-tambang. Selain
       memperkenalkan produk-produk baru seperti Doosan Excavator DX1000LC dan Rigid
       Dump Truck NHL Terex TR100 di kelas 100 ton, KOBX juga memperkuat strategi
       diversifikasi dengan memperkenalkan produk Dynapac untuk segmen konstruksi yang
       baru saja diperkenalkan pada Mining Expo di Jakarta pada pertengahan September
       2022. Segmen pendapatan KOBX di luar penjualan unit alat berat pun turut
       membukukan kinerja positif. Segmen penjualan suku cadang tumbuh 25,95%, dari US$
       11,55 juta di triwulan III 2021 menjadi US$ 14,55 juta di triwulan III 2022. Segmen
       jasa perbaikan dan kontraktor pertambangan tumbuh 33,16%, dari US$ 6,09 juta
       menjadi US$ 8,10 juta. Adapun segmen sewa tercatat tumbuh 48,87%, dari US$ 3,29
       juta menjadi US$ 4,89 juta per September 2022. KOBX berupaya memaksimalkan
       peluang untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Selain diversifikasi dalam
       jajaran lini produk, KOBX melakukan diversifikasi di bidang jasa, yaitu jasa kontraktor
       pertambangan. Keputusan tersebut guna memperkuat lini bisnis utama KOBX di bidang
       alat berat dan sebagai bagian dari konsep pelayanan terintegrasi yang ditawarkan,
       yakni penjualan unit, penyediaan sparepart dan jasa perbaikan alat berat. Dengan
       demikian, pelanggan KOBX dapat memilih opsi yang terbaik dan memaksimalkan
       keuntungannya.

       PT Intraco Penta Tbk (“INTA”) juga mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 497,16
       miliar per September 2022, naik dari Rp 443,78 miliar di periode yang sama tahun 2021.
       Pendapatan INTA berasal dari penjualan alat-alat berat, penjualan suku cadang dan
       jasa penyewaan. Meski pendapatan usaha tumbuh, hingga akhir September 2022, INTA
       masih menderita rugi bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas
       induk sebesar Rp 52,37 miliar. Namun, angka ini menyusut dibandingkan rugi bersih
       sebesar Rp 196,48 miliar per September 2021.

       HEXA juga mendulang untung, pada periode enam bulan yang berakhir pada
       30 September 2022, HEXA telah membukukan penghasilan neto sebesar US$ 262,62
       juta, tumbuh 47% jika dibandingkan penghasilan neto HEXA pada periode yang sama
       tahun fiskal 2021 sebesar US$ 178,64 juta. Mayoritas penghasilan neto tersebut berasal
       dari penjualan alat berat yang mencapai US$ 169,35 juta atau setara 64,48% dari
       total penghasilan neto HEXA per September 2022, atau tumbuh 66,19%, dari US$
       101,90 juta per September 2021. Sedang sisanya berasal dari lini usaha penjualan suku
       cadang, jasa pemeliharaan dan perbaikan, serta jasa penyewaan alat berat. Emiten di
       bidang perdagangan alat-alat berat dan pelayanan purna jual dengan merek utama
       Hitachi ini menetapkan proyeksi penjualan sebesar US$ 531,9 juta untuk periode April
       2022 – Maret 2023. Angka proyeksi ini lebih tinggi 14,8% dibandingkan realisasi di
       periode sama tahun fiskal 2021 sebesar US$ 463,3 juta.

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                            29
Page 52
4.4    Peluang dan Strategi Pemasaran HEXA

       Kinerja industri alat berat Tanah Air diproyeksikan tetap terus tumbuh pada tahun 2023
       seiring meningkatnya sektor pertambangan. Sepanjang kuartal I/2023, produksi alat
       berat mencapai angka 2.176 unit, lebih banyak 63 unit dari periode yang sama tahun
       lalu sebanyak 2.113 unit. Hingga akhir tahun 2023, produksi alat berat dalam negeri
       bisa menembus kisaran 10.000 unit, asalkan tren sektor pertambangan terus melaju.
       Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (“Hinabi”) menargetkan produksi alat berat
       tahun ini akan mencapai kapasitas maksimal sebanyak 10.000 unit. Terlebih tahun
       2023, produksi alat berat tidak terpengaruh oleh harga material yang melambung tinggi
       seperti tahun lalu. Dengan demikian, pihaknya optimistis bisa mencapai produksi hingga
       10.000 unit.

       Salah satu parameter penentuan alat berat yang tepat menyesuaikan pada kriteria
       suatu lokasi, dimana masing-masing kriteria lokasi memiliki karakteristik yang berbeda
       dalam mengelola bisnis pertambangan, perusahaan konstruksi, pertanian dan
       infrastruktur. Pelanggan akan menentukan keputusan apakah melakukan pembelian
       ataupun menyewa dan selanjutnya menetukan model inti yang paling sesuai dengan
       pengaplikasian dan lokasi.

       Secara general, HEXA menyadari ketatnya persaingan usaha dalam industri alat berat,
       selama pandemic Covid-19 dan setelah menurunnya kasus Covid-19 membuat banyak
       perusahaan dalam bidang yang sama melakukan distribusi pengadaan dan penyewaan
       produk yang sejenis. Berbagai jenis pembangunan mulai dari infrastruktur sendiri
       diperkirakan akan terus meningkat selama lima tahun ke depan, perusahaan
       pertambangan dan disusul juga dengan perkebunan atau pertanian akhir-akhir ini yang
       makin gencar bermunculan, yang berarti banyaknya kebutuhan dari Pelanggan untuk
       menambah armada, memenuhi permintaan dan memaksimalkan pendapatan. Adanya
       sarana bantuan untuk bisa melangsungkan segala pembangunan tersebut
       membutuhkan peralatan yang memadai dala memproses pengerjaannya tersebut.
       Selain itu, label harga pembelian alat berat lebih besar dibandingkan menyewa,
       tentunya hal ini membuat para pemilik proyek atau Pelanggan lebih memilih untuk
       menyewa daripada membelinya. Sektor bisnis ini menjadi peluang bagi pertumbuhan
       bisnis HEXA.

       Saat ini HEXA mentargetkan beberapa Pelanggan potensial dalam hal penyewaan alat
       berat kepada lokal perusahaan penyewaan, perusahaan kontraktor tambang yang
       sudah pernah membeli alat berat di HEXA, Pelanggan baru dengan kondisi finansial
       yang bagus. Dilatar belakangi oleh hal-hal tersebut di atas maka diperlukan adanya
       suatu strategi mempromosikan kegiatan penyewaan alat berat di berbagai macam
       sektor serta menambah opsi baru dengan menawarkan penyewaan alat berat dengan
       operator, user atau Pelanggan dapat memilih mana yang cocok bagi kelangsungan
       bisnis mereka.

       HEXA optimistis prospek bisnis di tahun fiskal 2022 alias periode April 2022 - Maret 2023
       berpotensi lebih baik dibanding periode sama tahun sebelumnya. Dengan optimisme
       tersebut, HEXA yang bergerak di bidang perdagangan alat-alat berat dan pelayanan
       purna jual dengan merek utama Hitachi itu menetapkan angka proyeksi penjualan
       sebesar US$ 531,9 juta untuk tahun fiskal 2022 alias periode April 2022 - Maret 2023



KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                             30
Page 53
       ini. HEXA akan mengevaluasi angka proyeksi tersebut setiap bulan. Apabila market
       trennya terus positif, akan evaluasi mengarah ke naik begitu juga kebalikannya.

       Angka proyeksi penjualan HEXA di tahun fiskal 2022 lebih besar 14,8% dibanding
       realisasi penjualan tahun fiskal 2021. Pada April 2021 - Maret 2022 lalu, penghasilan
       neto alias net revenue HEXA hanya mencapai US$ 463,26 juta. HEXA optimistis,
       tingginya harga komoditas tambang, khususnya batubara, bisa mendorong permintaan
       alat berat. Untuk itu, HEXA telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengeruk berkah
       di segmen pasar pertambangan. HEXA berstrategi untuk konsisten mengadakan
       pertemuan dengan para pelanggan di sektor tambang guna membahas kebutuhan alat
       mereka. Selain itu, HEXA juga berstrategi menyiapkan kontrak-kontrak spesial untuk
       pelanggan di sektor tambang. Kemudian secara konsisten juga memberikan konsultasi
       teknikal terhadap customer-customer yang bergerak di sektor tambang.

       Pada kuartal pertama tahun fiskal 2022, HEXA telah membukukan penghasilan neto
       sebesar US$ 114,10 juta, melesat 54,51% dibanding penghasilan neto HEXA di kuartal
       pertama tahun fiskal 2021 yang berjumlah US$ 73,84 juta. Mayoritas penghasilan neto
       tersebut berasal dari penjualan alat berat yang mencapai US$ 73,60 juta atau setara
       64,40% dari total penghasilan neto HEXA di kuartal pertama alias April-Juni 2022 ini,
       sedang sisanya berasal dari lini usaha penjualan suku cadang, jasa pemeliharaan dan
       perbaikan, serta jasa penyewaan alat berat. Penjualan alat berat di kuartal pertama
       tahun fiskal 2022 didominasi oleh penjualan Excavator yang jumlahnya 538 unit
       (termasuk rental 8 unit), kemudian diikuti oleh penjualan 139 unit Mini Excavator, dan
       9 unit Wheel Loader. Sebagian besar penjualan Excavator tersebut menyasar sektor
       Agro dengan porsi kontribusi 36%, disusul oleh sektor tambang 22%, konstruksi 22%,
       forestry 18%, dan lain-lain 3%.

       Pencapaian kuartal I, yaitu April-Juni tahun fiskal lebih baik dibandingkan tahun lalu,
       hal ini disebabkan terutama di sektor batubara. Selain memacu kinerja, HEXA juga
       menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) 16,4 juta untuk
       menunjang bisnis rental perusahaan. Sumber pendanaannya berasal dari pendanaan
       internal dan eksternal.

       Tabel 7. Market Share HEXA




       Sumber : Annual Report HEXA




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                           31
Page 54
       HEXA menerapkan beberapa strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan, antara
       lain:
       1. Menawarkan solusi andal melalui dukungan purna jual HEXA Perseroan
             menyediakan layanan remanufacturing untuk unit Construction Equipment serta
             program refurbishment pada unit Mining sebagai perluasan layanan penjualan,
             serta mengembangkan sistem baru untuk mendorong pertumbuhan melalui parts
             online shop.
       2. Meningkatkan peluang penjualan dengan menyediakan rentang produk yang lebih
             luas melalui:
              ▪ Menawarkan Bell-ADT bersama dengan unit ekskavator sebagai kesepakatan
                  paket.
              ▪ Fokus pada bisnis sewa dan mesin bekas sebagai prospek pengembangan
                  pasar.
              ▪ Mengembangkan jenis-jenis attachment baru untuk memenuhi permintaan
                  pelanggan.

       Untuk mendukung strategi tersebut, HEXA menerapkan Program “One HEXINDO”
       dalam rangka membentuk budaya Perusahaan yang lebih baik serta program-program
       pengembangan kompetensi karyawan termasuk karyawan yang bertugas di bidang
       penjualan/pemasaran.


4.5    Kesimpulan Aspek Pasar

       Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap Kondisi Pasar yang masih terus tumbuh
       seiring meningkatnya sektor pertambangan. Maka, kondisi industri alat berat dimasa
       mendatang akan terus tumbuh dan tidak terdapat kejadian force majure yang dapat
       menganggu kelangsungan usaha HEXA maka dapat disimpulkan bahwa penambahan
       kegiatan usaha dari aspek pasar yang akan dilakukan oleh HEXA adalah layak.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                      32
Page 55
5     ASPEK TEKNIS

5.1   Kegiatan Usaha Eksisting HEXA

       Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar HEXA, kegiatan usaha HEXA adalah
       perdagangan dan penyewaan alat berat serta pelayanan purna jual. Saat ini, HEXA
       bertindak selaku distributor alat-alat berat jenis tertentu dan suku cadang dari merek
       “Hitachi”, “John Deere”, “Krupp” dan “Bell”. Hitachi Construction Machinery Co. Ltd.,
       yang didirikan di Jepang, adalah entitas induk dari HEXA. Hitachi Ltd., yang didirikan di
       Jepang, adalah entitas induk akhir dari HEXA.

       HEXA menjual berbagai alat berat Hitachi dan Bell untuk konstruksi, perhutanan,
       pertambangan, beserta attachment dengan bobot yang berkisar antara 800 kg sampai
       800 ton. HEXA menawarkan alat berat untuk semua jenis pekerjaan, termasuk menggali
       (digging), loading, carrying, memecahkan (breaking), mengambil (grabbing),
       Memotong (cutting), menghancurkan (crushing), dan menyaring (screening). Di
       luar itu, HEXA juga menjual suku cadang asli yang tersedia lengkap dari seluruh dunia
       dengan Jepang sebagai pusatnya. Dengan demikian, pelanggan bisa mendapatkan suku
       cadang secepat dan seefisien mungkin.


5.2   Kinerja Kegiatan Usaha Eksisting HEXA

       HEXA mencatatkan kenaikan permintaan lebih dari 30% pada awal tahun 2022 atau
       pada kuartal keempat tahun buku laporan keuangannya. Permintaan alat berat
       terbanyak berasal dari sektor agroindustri dan pertambangan. Kenaikan permintaan
       dari kedua sektor tersebut seiring dengan meningkatnya harga jual crude palm oil
       (“CPO”) dan batubara. Kondisi ini membuat aktivitas di kebun sawit dan pertambangan
       batubara meningkat sehingga membutuhkan lebih banyak alat berat. Hal tersebut
       terlihat dari kenaikan pembelian alat berat oleh kontraktor perkebunan yang bekerja
       untuk grup perkebunan sawit besar. Sementara itu, perusahaan perkebunan sawit skala
       menengah dan kecil (perorangan) banyak membeli unit alat berat untuk kebutuhan
       perawatan kebunnya.

       Lebih lanjut, porsi penjualan alat berat ke sektor agroindustri dan pertambangan
       memang sudah lebih mendominasi pada kuartal I sampai dengan kuartal ketiga (April
       2021-Desember 2021), yakni agroindustri 33% dan pertambangan 30%. Hal ini
       membuat porsi penjualan alat berat untuk sektor kehutanan pada periode tersebut jadi
       berkurang, yakni hanya sebesar 23%. Porsi penjualan ke sektor pertambangan dan
       agroindustri lebih tinggi di sepanjang sembilan bulan pertama tahun buku. Padahal,
       pada akhir tahun buku sebelumnya, kontribusi penjualan ke sektor agrobisnis dan
       kehutanan berimbang.

       Secara rinci, penjualan alat berat ke sektor agroindustri sepanjang April-Desember 2021
       mencapai 488 unit, naik dari periode sama tahun 2020 yang sebanyak 245 unit.
       Kemudian, penjualan ke sektor pertambangan mencapai 454 unit, naik dari periode
       sama tahun sebelumnya sebanyak 70 unit. Lalu, penjualan alat berat ke sektor
       kehutanan mencapai 346 unit, naik dari sebelumnya sebanyak 212 unit. Meskipun
       penjualan alat berat ke sektor agroindustri dan pertambangan menunjukkan
       peningkatan yang cukup tinggi dibandingkan penjualan ke sektor kehutanan, HEXA kini
       menghadapi tekanan dari eksternal. Secara kuantitas memang meningkat, tetapi tahun
       2023 menghadapi tekanan dari sisi kompetisi khususnya dari pabrikan China. Oleh
       karena itu, HEXA akan melakukan beberapa inisiatif untuk menjadi one stop solution
       bagi pelanggan. Untuk sektor kehutanan yang porsinya sempat menurun, Hexindo juga

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                             33
Page 56
       akan mengikuti perkembangan kebutuhan saat ini dan ke depannya. Khusus alat berat
       sektor kehutanan, Hexindo tengah menginisiasi untuk melengkapinya dengan full
       mechanization harvesting process. Hexindo menggandeng pabrikan attachment dan
       peralatan pendukung lainnya seperti harvester head, felling head, tree shear, cultivator,
       grass cutter, dan lain-lain.



5.3   Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

       HEXA merupakan perusahaan yang melaksanakan bidang usaha distribusi dan
       penyewaan alat berat yang mulai beroperasi sejak tahun 1988. Selain itu, HEXA juga
       merupakan perusahaan yang mencakup beberapa jenis usaha seperti penjualan suku
       cadang dan aksesoris pendukung alat berat lainnya.

       Rencana penambahan kegiatan usaha HEXA mengacu kepada usulan untuk menjawab
       kebutuhan pasar. HEXA telah menjalankan jasa alat berat di berbagai bidang. Namun,
       sehubungan dengan rincian HEXA untuk melakukan penambahan jasa penyewaan di
       bidang konstruksi, pertambangan, dan pertanian maka rencanapPenambahan kegiatan
       usaha HEXA dengan menambah lini bisnis sesuai dengan KBLI sebagai berikut
       1. 43905         : Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator;
       2. 68111         : Real Estat Yang Dimiliki Sendiri atau Disewa;
       3. 77100         : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mobil,
                          Bus, Truk dan Sejenisnya;
       4. 77391         : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin
                          dan Peralatan Industri Pengolahan;
       5. 77392         : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin
                          Pertanian dan Peralatannya;
       6. 77393         : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin
                          dan Peralatan Konstruksi dan Teknik Sipil; dan
       7. 77395         : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Tanpa Hak Opsi Mesin
                          Pertambangan dan Energi serta Peralatannya.

       Rencana penambahan kegiatan usaha diperlukan tenaga kerja yang berkompeten
       dibidangnya dalam kaitan penambahan bidang usaha ini. HEXA telah mempersiapkan
       tenaga ahli yang dapat mendukung penambahan kegiatan usaha, dimana tenaga kerja
       dalam rencana penambahan kegiatan usaha berasal dari karyawan eksisting HEXA,
       sehingga tidak terdapat biaya yang akan dikeluarkan oleh HEXA dalam perekrutan
       tenaga ahli.

       Dalam rencana penambahan kegiatan usaha, HEXA diharapkan dapat meningkatkan
       akan permintaan pasar di berbagai segmen industri, sehingga akan memperbesar
       penjualan dan pangsa pasar yang sudah ada.


5.4   Kesimpulan Aspek Teknis

       Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap Kondisi Teknis dalam rencana penambahan
       kegiatan usaha, maka disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha dari aspek
       teknis yang akan dilakukan oleh HEXA adalah layak.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                             34
Page 57
6     Aspek Pola Bisnis

6.1    Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan dari Pola Bisnis Penambahan
       Kegiatan Usaha

       HEXA merupakan perusahaan di bidang distributor alat berat yang bergerak sejak tahun
       1988. HEXA berkomitmen menjadi penyedia alat berat beserta peralatan pendukung
       lainnya yang terpercaya dan selalu berorientasi pada pelanggan di Indonesia. Dengan
       adanya rencana penambahan kegiatan usaha, akan menunjang kegiatan usaha HEXA
       yang sudah ada menjadi lebih efektif sehingga dapat meningkatkan daya saing.

       Keunggulan kompetitif HEXA dalam melaksanakan adanya rencana penambahan
       kegiatan usaha adalah sebagai berikut:
       1. Berpengalaman di bidang alat berat selama lebih dari 35 tahun;
       2. Memiliki mitra dengan principal alat berat terkemuka dalam lingkup internasional
            seperti Hitachi, Bell, dan lainnya;
       3. Memberikan layanan berkualitas yang kompeten dan tepat waktu;
       4. Melengkapi kegiatan usaha utama HEXA yaitu distributor dan rental alat berat;
       5. Masuk ke target pasar yang dalam menyediakan layanan penyediaan pengemudi
            khususnya di daerah Balikpapan dan sekitarnyadalam berbagai sekotr yang
            berbeda misalnya sektor pertambangan, pertanian, dsb.;
       6. Menyediakan rental alat berat dengan operator yang berkualitas dan memahami
            daerah/wilayah site;
       7. Orientasi pelayanan terhadap kebutuhan pelanggan dengan menyediakan jasa
            yang maksimal;
       8. Memberikan harga yang kompetitif sehingga mampu bersaing dengan kompetitor
            lain.


6.2    Kemampuan Menciptakan Nilai Penambahan Kegiatan Usaha

       Keunggulan HEXA sebagai perusahaan perdagangan dan penyewaan alat berat serta
       pelayanan purna jual dimana saat ini HEXA bertindak selaku distributor alat-alat berat
       jenis tertentu dan suku cadang dari merek “Hitachi” dan “Bell”. HEXA bergerak cepat
       untuk menyelaraskan keunggulan produk dan layanan dengan ekspektasi pelanggan
       yang dinamis. HEXA mengembangkan inovasi pada sistem penjualan suku cadang dan
       layanan purna jual, memperkuat segmen pasar remanufaktur dan rekondisi, serta
       meredefinisi strategi pemasaran pada pasar-pasar potensial untuk menangkap peluang
       yang lebih luas.

       HEXA dapat menciptakan nilai dan keunggulan dari penambahan kegiatan usaha,
       karena dilakukan untuk menambah dan mengembangkan kegiatan usaha HEXA serta
       memaksimalkan potensi bisnis HEXA. Dengan dilaksanakannya penambahan kegiatan
       usaha, HEXA akan memiliki potensi nilai tambah dari sisi pendapatan dan laba serta
       peluang untuk keberlangsungan kegiatan usaha HEXA. Pengalaman yang dimiliki HEXA
       membuat penerapan sistem dan operasional kerja menjadi relatif mudah diterapkan
       untuk kegiatan usaha yang baru. Pendekatan yang menjadi kunci sukses HEXA adalah
       pengembangan bidang usaha yang ditawarkan akan sejalan dengan perkembangan

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                          35
Page 58
       terkini. Melihat perkembangan dunia pertambangan, konstruksi, pertanian yang
       semakin masif dan secara langsung merubah pola Kerjasama dengan perusahaan alat
       berat, hal ini tentu saja memberikan peluang yang besar bagi HEXA dalam
       mempertahankan kelangsungan usaha HEXA.


6.3    Perjanjian-Perjanjian yang dimiliki Terkait Penambahan Kegiatan Usaha

       Saat ini, HEXA memiliki beberapa perjanjian terkait penambahan kegiatan usaha, salah
       satunya adalah perjanjian dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Pama Persada, dll.
       Skema bisnis baru terutama dalam hal bidang usaha rental di berbagai sektor akan
       menjadi peluang usaha baru untuk pembaharuan perjanjian-perjanjian Kerjasama
       dengan Pelanggan tersebut nantinya.


6.4    Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk Penambahan Kegiatan Usaha

       Saat ini terdapat beberapa perusahaan sejenis yang memiliki produk dan layanan yang
       sama, namun terdapat beberapa hal yang akan dilakukan HEXA untuk memitigasi risiko
       sehingga pesaing sulit untuk meniru produk yang dihasilkan HEXA, diantaranya sebagai
       berikut:
        1. Mendistribusikan produk terbaik kepada masyarakat dan para pelanggan;
        2. Menjalin kemitraan yang baik dengan para principal alat berat;
        3. Memiliki harga jual produk yang kompetitif;
        4. Mampu memenuhi permintaan pelanggan dan mengantisipasi kebutuhan pasar;
        5. Mengoptimalkan strategi pemasaran.


6.5    Kesimpulan Aspek Pola Bisnis

       Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap Aspek Pola Bisnis dan telah melakukan
       beberapa strategi dan pendekatan dalam rencana penambahan kegiatan usaha untuk
       menciptakan nilai dan keunggulan kompetitif, maka disimpulkan bahwa penambahan
       kegiatan usaha dari aspek pola bisnis yang akan dilakukan oleh HEXA adalah layak.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                        36
Page 59
7     Aspek Model Manajemen

7.1    Sumber Daya Manusia dan Struktur Organisasi Penambahan Kegiatan Usaha

       Berdasarkan struktur di atas, saat ini HEXA telah memiliki sumber daya manusia yang
       cukup memadai. HEXA mengoptimalkan fasilitas-fasilitas kerja mulai dari ruang kerja,
       sistim informasi, mesin dan peralatan, manajemen dan sumber daya yang telah tersedia
       untuk mendukung rencana penambahan kegiatan usaha. Pengalaman HEXA di bidang
       distribusi dan penyewaan alat berat menjadi keunggulan bagi HEXA dalam menjalankan
       rencana penambahan kegiatan usaha secara profesional dan memadai.

       Rencana penambahan kegiatan usaha diperlukan tenaga kerja yang berkompeten
       dibidangnya dalam kaitan penambahan bidang usaha ini, berikut adalah susunan
       manajeman yang akan menjalankan penambahan kegiatan usaha adalah sebagai
       berikut:

       Tabel 8. Sumber Daya Manusia Penambahan KBLI
                            NAMA                                               POSISI

        Dwi Swasono                                       Sales Director

        Teru Karahashi                                    Product Support Director
       Sumber : Manajemen HEXA

       Serta didukung beberapa tenaga di bidang berikut :
        1. General Sales Support
        2. Mining Sales
        3. Remanufacture

       Berikut adalah struktur organisasi penambahaan kegiatan usaha

       Gambar 13. Struktur Organisasi Penambahan Kegiatan Usaha




       Sumber: Manajemen HEXA


KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                        37
Page 60
7.2    Manajemen Risiko Penambahan Kegiatan Usaha

       Seperti halnya kegiatan usaha yang dijalankan oleh perusahaan lain, Penambahan
       kegiatan usaha juga tidak terlepas dari beberapa risiko yang timbul dalam proses
       menjalankan usaha. Risiko yang muncul bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal
       maupun internal. Oleh karena itu, perlu adanya upaya dalam pengelolaan risiko tersebut
       yaitu dengan analisa sistematis dan berkelanjutan mengenai peluang munculnya risiko,
       dampak dari risiko, serta cara menekan dan meminimalkan risiko usaha yang dihadapi.

       Evaluasi dilakukan melalui proses audit oleh Satuan Audit Internal dengan melakukan
       penetapan objek audit serta prioritas berdasarkan tingkat risiko dari yang paling tinggi
       ke yang paling rendah. Hasil dari evaluasi tersebut dilaporkan ke Direksi untuk
       kemudian disusun langkah perbaikan dan antisipasi serta sebagai bahan telaah Komite
       Audit. Dalam penambahaan kegiatan usaha telah mengidentifikasi dan mengklasifikasi
       risiko-risiko yang dihadapi dalam menjalankan usahanya. Risiko-risiko tersebut adalah
       sebagai berikut:
          1) Risiko Tingkat Suku Bunga, Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana
              nilai wajar arus kas di masa depan akan berfluktuasi karena perubahan tingkat
              suku bunga pasar. HEXA terpengaruh risiko perubahan suku bunga pasar terkait
              dengan utang bank jangka pendek. HEXA mengelola risiko ini dengan memilih
              bank yang dapat memberikan tingkat suku bunga pinjaman yang terendah.

         2) Risiko Strategis, Risiko kredit adalah risiko jika pihak pelanggan tidak
            memenuhi kewajibannya yang menyebabkan kerugian keuangan. HEXA
            mengelola dan mengendalikan risiko ini dengan menetapkan batasan risiko yang
            dapat diterima dan memantau eksposur terkait dengan batasan-batasan
            tersebut. HEXA menetapkan sejumlah kebijakan sebelum memberikan kredit
            kepada pelanggan baru, antara lain dengan melakukan survei atas pelanggan
            tersebut, melakukan pemeriksaan terhadap dokumentasi termasuk kontrak kerja
            pelanggan dengan pihak lain dan memberikan kredit limit yang terbatas. HEXA
            juga menetapkan kebijakan jangka waktu kredit sampai dengan 18 bulan untuk
            penjualan alat berat dan 90 hari untuk penjualan suku cadang. Piutang atas
            penjualan alat berat dijamin dengan jaminan secara fidusia atas alat berat yang
            dijual tersebut. Peningkatan kredit limit dan perpanjangan jangka waktu kredit
            akan diberikan setelah melalui proses verifikasi. Piutang yang telah jatuh tempo
            akan dipantau secara terus menerus dan menghentikan penyaluran kredit kepada
            pelanggan tersebut bila terjadi tunggakan pembayaran dan hanya melakukan
            transaksi penjualan secara kas. Tidak ada risiko kredit yang terpusat Sehubungan
            dengan risiko kredit yang timbul dari aset keuangan lainnya, yang terdiri dari kas
            di bank, dari pihak lawan, HEXA memiliki kebijakan untuk tidak menempatkan
            investasi pada instrumen yang memiliki risiko kredit yang tinggi dan untuk
            menempatkan investasi hanya pada bank dengan rating kredit yang tinggi. HEXA
            menetapkan batasan risiko yang dapat diterima, menetapkan kebijakan, serta
            senantiasa memantau paparan terkait batasan-batasan tersebut.

         3) Risiko Likuiditas, Risiko likuiditas adalah risiko yang terjadi jika posisi arus kas
            menunjukkan pendapatan jangka pendek tidak cukup menutupi pengeluaran
            jangka pendek. Kebutuhan likuiditas HEXA secara historis timbul akibat
            kebutuhan untuk membiayai investasi dan keperluan modal kerja, sedangkan
            untuk biaya operasional dapat dipenuhi dari arus kas HEXA. Dalam mengelola
            risiko likuiditas, manajemen selalu menjaga saldo kas dan bank yang dianggap
            memadai untuk membiayai operasional HEXA, sedangkan untuk mengatasi
            dampak dari fluktuasi arus kas, diatasi dengan ketersediaan fasilitas utang bank.


KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                             38
Page 61
7.3    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Penambahan Kegiatan Usaha

       Dalam rangka perizinan teknis sehubungan dengan rencana perluasan bidang usaha
       ini, HEXA akan memulai proses pendaftaran dan sertifikasi apabila HEXA telah
       mendapatkan KBLI sehubungan dengan rencana tersebut.


7.4    Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen Penambahan Kegiatan
       Usaha

       Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha yaitu penambahan kegiatan
       usaha berupa penambahan KBLI Baru berupa penambahan KBLI yaitu 43905 :
       Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator; 68111 : Real Estat Yang Dimiliki Sendiri
       atau Disewa; 77100 : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi
       Mobil, Bus, Truk dan Sejenisnya; 77391 : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha
       Tanpa Hak Opsi Mesin dan Peralatan Industri Pengolahan; 77392 : Aktivitas Penyewaan
       dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin Pertanian dan Peralatannya; 77393 :
       Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin dan Peralatan
       Konstruksi dan Teknik Sipil; dan 77395 : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Tanpa
       Hak Opsi Mesin Pertambangan dan Energi serta Peralatannya. HEXA telah
       mempersiapkan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan
       operasional atas penambahan kegiatan usaha. Adapun tenaga ahli inti yang dimaksud
       adalah sebagai berikut:

       Susunan Manajeman yang akan menjalankan penambahan kegiatan usaha adalah
       sebagai berikut:

                            NAMA                                               POSISI

        Dwi Swasono                                       Sales Director

        Teru Karahashi                                    Product Support Director



       Serta didukung beberapa tenaga di bidang berikut :
        1. General Sales Support
        2. Mining Sales
        3. Remanufacture


7.5    Kesimpulan Aspek Model Manajemen

       Berdasarkan kajian dan evaluasi terhadap Aspek Model Manajemen. HEXA dalam
       rencana penambahan kegiatan usaha telah mempersiapkan sumber daya manusia
       sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh Kominfo, memiliki struktur organisasi dan telah
       melakukan mitigasi risiko serta memiliki kapasitas dan kemampuan manajemen, maka
       disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha dari aspek model manajemen yang
       akan dilakukan oleh HEXA adalah layak.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                          39
Page 62
8    ANALISIS SWOT

     Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal
     yang bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol.
     Kedua sisi dianalisis supaya dapat disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan
     dan mempunyai daya saing. Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan
     kelemahan (strength and weakness) sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan
     ancaman (opportunity and threat). Berikut adalah analisis SWOT dalam menjalankan
     kegiatan usaha baru:

      1) Strength
         a) HEXA memiliki jaringan dealer dan rekanan yang luas yang tidak hanya
             membantu memberikan layanan yang efisien kepada pelanggan, tetapi juga
             membantu dalam mengelola tantangan di dalam persaingan.
         b) HEXA menghadapi tekanan penurunan profitabilitas, namun dibandingkan
             dengan kompetitor, Hexindo Adiperkasa masih mampu menghasilkan margin
             keuntungan yang lebih tinggi.
         c) Sumber daya manusia merupakan bagian integral dari keberhasilan HEXA.
         d) Produk-produk baru dengan cepat meningkatkan pangsa pasar HEXA.
         e) Sudah memiliki berbagai macam sertifikasi ISO, sehingga mempunyai jaminan
             kualitas produk.
         f) Pemegang tunggal dealer resmi untuk Hitachi Construction Machinery.
         g) HEXA memberikan pilihan bauran produk yang lengkap kepada para
             pelanggannya. Hal ini membantu perusahaan dalam melayani berbagai segmen
             pelanggan.
         h) HEXA memiliki posisi kepemimpinan pasar yang kuat, hal ini telah membantu
             untuk meningkatkan kesuksesan produk baru dengan cepat.

      2) Weakness
         a) Menurunnya pangsa pasar HEXA dimana pertumbuhan industri tumbuh lebih
            cepat dari HEXA. HEXA harus secara hati-hati menganalisa berbagai tren di
            sektor Barang Modal dan mencari apa yang perlu dilakukan untuk mendorong
            pertumbuhan di masa depan.
         b) Model bisnis HEXA dapat dengan mudah ditiru oleh para. Untuk mengatasi
            tantangan ini, HEXA perlu membangun model platform yang dapat
            mengintegrasikan pemasok, vendor, dan pengguna akhir.
         c) Tingginya perputaran karyawan di tingkat bawah juga menjadi perhatian bagi
            HEXA. Hal ini dapat menyebabkan gaji yang lebih tinggi untuk mempertahankan
            talenta di dalam perusahaan.
         d) Tingginya biaya untuk mengganti tenaga ahli yang ada di HEXA. Hanya sedikit
            karyawan yang bertanggung jawab atas basis pengetahuan HEXA dan
            mengganti tenaga ahli yang ada akan sulit.

      3) Opportunity
         a) Tren migrasi pelanggan ke produk yang lebih tinggi. Hal ini merupakan peluang
            besar bagi HEXA, karena memiliki pengakuan merek yang kuat di segmen
            premium, pelanggan memiliki pengalaman dengan layanan pelanggan yang
            sangat baik yang disediakan oleh merek HEXA di segmen yang lebih rendah.

KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                          40
Page 63
          b)    Meningkatkan basis pelanggan di segmen yang lebih rendah, karena pelanggan
                harus bermigrasi dari operator yang tidak terorganisir di industri Barang Modal
                ke pemain berlisensi. Hal ini akan memberikan HEXA kesempatan untuk
                menembus pasar entry level dengan penawaran yang lebih menarik.
          c)    Meningkatnya peraturan pemerintah yang menyulitkan pemain yang tidak
                terorganisir untuk beroperasi di industri Mesin Konstruksi dan Pertanian.
                Industri mesin. Hal ini dapat memberikan kesempatan bagi HEXA untuk
                meningkatkan basis pelanggan.

      4) Threat
         a) Tantangan terbesar bagi HEXA dan pemain lain di industri ini adalah
             meningkatnya komoditisasi produk di industri Barang Modal.
         b) Kekurangan sumber daya manusia yang terampil, mengingat tingginya
             perputaran karyawan dan meningkatnya ketergantungan pada solusi inovatif
             yang dapat menghadapi tantangan sumber daya manusia yang terampil dalam
             waktu dekat.
         c) Banyaknya perusahaan sejenis yang memiliki segmentasi pasar sendiri.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                            41
Page 64
9     ASPEK KEUANGAN

9.1   Kebutuhan Investasi dan Sumber Pembiayaannya

       Dalam rangka penambahan kegiatan usaha, jumlah biaya investasi yang dibutuhkan
       adalah sebesar USD52,066 ribu yang akan dilakukan selama 5 tahun. Dalam
       penambahan KBLI baru ini HEXA melakukan penambahan alat berat untuk disewakan.
       Berikut adalah rincian investasi yang direncanakan:

Tabel 9. Rencana Investasi Penambahan kegiatan Usaha
                                                                                        Dalam Ribuan USD
                                                       FY         FY            FY       FY       FY
        NO.              KETERANGAN
                                                      2023       2024          2025     2026     2027
          1    Heavy Equipment investment 66 unit       9,186

          2    Heavy Equipment investment 84 unit                10,402

          3    Heavy Equipment investment 84 unit                              10,611

          3    Heavy Equipment investment 84 unit                                       10,825

          4    Heavy Equipment investment 84 unit                                                11.042

                       Grand Total                     9,186    10,402     10,611       10,825   11,042
       Sumber : Manajemen HEXA



9.2   Sumber Pembiayaan Investasi

       Dalam rangka penambahan kegiatan usaha sumber pembiayaan investasi diperoleh dari
       Utang Bank dan Utang pemegang saham HEXA.


9.3   Rencana pelaksanaan Penambahan kegiatan usaha

       Estimasi pelaksanaan penambahan kegiatan usaha dapat dilaksanakan pada tahun
       buku 2023 sampai dengan tahun buku 2027.


9.4   Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan

       Pertimbangan-pertimbangan yang ditetapkan dalam setiap asumsi ditentukan dengan
       memperhatikan setiap tahap perkembangan dari tahun ke tahun dari rencana
       penambahan kegiatan usaha HEXA. Berikut adalah asumsi yang digunakan:

       Asumsi HEXA Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
       1) Penjualan:
           a. Berdasarkan kinerja historikal Penjualan dan Penyewaan Alat Berat tumbuh
              sebesar 9,16% selama periode proyeksi.
           b. Berdasarkan kinerja historikal Penjualan suku cadang tumbuh sebesar 4,28%
              selama periode proyeksi.
           c. Berdasarkan kinerja historikal jasa pemeliharaan dan perbaikan tumbuh
              sebesar 6,14% selama periode proyeksi.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                        42
Page 65
        2) Beban Pokok:
            a. Berdasarkan kinerja historikal Beban Pokok Penjualan dan Penyewaan Alat
                Berat sebesar 88,24% dari Penjualan dan Penyewaan Alat Berat.
            b. Berdasarkan kinerja historikal Beban Pokok Penjualan suku cadang Berat
                sebesar 60,92% dari Penjualan suku cadang.
            c. Berdasarkan kinerja historikal Beban Pokok jasa pemeliharaan dan perbaikan
                sebesar 54,08% dari Penjualan jasa pemeliharaan dan perbaikan.
        3) Beban Usaha diasumsikan sebagai berikut:
            a. Beban Penjualan sebesar 4,49% dari penjualan didasarkan pada rata-rata
                historikal.
            b. Beban Administrasi tumbuh sebesar 5,0% per tahun selama periode proyeksi.
        4) Asumsi pajak badan yang digunakan selama periode proyeksi berdasarkan
           Taksiran pajak penghasilan pph badan untuk perusahaan diperhitungkan sesuai
           ketentuan yang berlaku yaitu berdasarkan Undang-undang No. 7 Tahun 2021
           tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Tarif PPh Badan ditetapkan pada tarif
           22% mulai tahun 2022.
        5) Asumsi perputaran modal kerja adalah sebagai berikut:
            a. Perputaran piutang usaha sebesar 81 hari.
            b. Perputaran persediaan sebesar 164 hari.
            c. Perputaran utang usaha sebesar 79 hari.

          Asumsi HEXA Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
        1) Penjualan:
            a. Berdasarkan kinerja historikal Penjualan dan Penyewaan Alat Berat tumbuh
               sebesar 9,16% selama periode proyeksi.
            b. Berdasarkan kinerja historikal Penjualan suku cadang tumbuh sebesar 4,28%
               selama periode proyeksi.
            c. Berdasarkan kinerja historikal jasa pemeliharaan dan perbaikan tumbuh
               sebesar 6,14% selama periode proyeksi.
            d. Penambahan KBLI menyebabkan adanya pertumbuhan pada Rental sebesar
               100% di tahun buku 2023, tumbuh sebesar 45,50% di tahun buku 2024,
               tumbuh sebesar 14,41% di tahun buku 2025, turun sebesar 8,78% di tahun
               buku 2026 dan tetap di tahun buku 2027.
        2) Beban Pokok:
            a. Berdasarkan kinerja historikal Beban Pokok Penjualan dan Penyewaan Alat
               Berat sebesar 88,24% dari Penjualan dan Penyewaan Alat Berat.
            b. Berdasarkan kinerja historikal Beban Pokok Penjualan suku cadang Berat
               sebesar 60,92% dari Penjualan suku cadang.
            c. Berdasarkan kinerja historikal Beban Pokok jasa pemeliharaan dan perbaikan
               sebesar 54,08% dari Penjualan jasa pemeliharaan dan perbaikan.
            d. Rata-rata Beban Pokok rental selama periode proyeksi sebesar 56,12% dari
               Penjualan rental.
        3) Beban Usaha diasumsikan sebagai berikut:
            a. Beban Penjualan sebesar 4,49% dari penjualan didasarkan pada rata-rata
               historikal.
            b. Beban Administrasi tumbuh sebesar 5,0% per tahun selama periode proyeksi.



KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                       43
Page 66
        4) Asumsi pajak badan yang digunakan selama periode proyeksi berdasarkan
           Taksiran pajak penghasilan pph badan untuk perusahaan diperhitungkan sesuai
           ketentuan yang berlaku yaitu berdasarkan Undang-undang No. 7 Tahun 2021
           tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Tarif PPh Badan ditetapkan pada tarif
           22% mulai tahun 2022.
        5) Asumsi perputaran modal kerja adalah sebagai berikut:
            a. Perputaran piutang usaha sebesar 81 hari.
            b. Perputaran persediaan sebesar 164 hari.
            c. Perputaran utang usaha sebesar 79 hari.


9.5     Tingkat Diskonto

        Tingkat Diskonto adalah suatu tingkat imbal balik untuk mengkonversikan nilai di masa
        depan ke nilai sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang dan ketidakpastian
        atas terealisasinya pendapatan ekonomi. Dalam perhitungan tingkat diskonto TSR
        menggunakan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang
        Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat
        Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang
        Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.


9.5.1    Cost of Equity

         Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital
         Assets Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah biaya
         bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas
         saham, dengan formula sebagai berikut :

                                     Ke = Rf + (Rm-Rf) B + Rs

         Ke          = Tingkat Biaya Ekuitas
         Rf          = Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko
         Rm-Rf       = Market Risk Premium
         Beta (B)    = Ukuran Risiko Sistematis
         Rs          = Specific Risk

         Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko (Rf) adalah pendapatan yang tersedia (per tanggal
         penilaian yang dilakukan) dari investasi yang secara umum dianggap sebagai investasi
         bebas resiko oleh pelaku pasar.

         Dalam hal ini Rf diperoleh berdasarkan rata-rata tingkat balikan (Yield) Surat Utang
         Negara (SUN) Indonesia pada tanggal 31 Maret 2023 dalam mata uang USD yang
         jatuh tempo 30 tahun yaitu sebesar 5,39% yang menurut kami merupakan tingkat
         suku bunga bebas risiko dalam keadaan normal dengan bersumber dari
         https://www.bondsupermart.com/bsm/bond-factsheet/US455780DS23.

         Market Risk Premium, adalah merupakan selisih dari Expected Return Market dengan
         Risk Free Rate. Hal ini menandakan bahwa risk premium merupakan kelebihan yang
         akan diterima investor apabila berinvestasi pada aset berisiko dengan risiko sebesar


KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                          44
Page 67
         β. Untuk penilaian ini dimana Equity Risk Premium pada Januari 2023 yang diperoleh
         dari Damodaran sebesar 9,23% dengan Country Default Spread sebesar 2,33%.

         Beta, yaitu risiko sistematis/sensitivitas tingkat pendapatan dari sebuah Perseroan
         terhadap pergerakan tingkat pendapatan pasar secara keseluruhan. Premi risiko masih
         harus dikalikan dengan debt to equity dari industri yang bersangkutan. Untuk
         memperoleh faktor beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan nilai
         investasi, digunakan beta pembanding di industri terkait yang diambil dari Damodaran
         untuk Emerging Markets dalam industri Retail (Distributor) per 5 Januari 2023 sebesar
         0,44.

         Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut:

                                                           βL
                                            βu =
                                                    1 + (1-T) x DER
         dimana:
         T       = Tarif Pajak Penghasilan Badan
         DER     = Debt to equity ratio
         βL      = Beta levered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                   secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
                   pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
                   portofolio pasar dengan pengaruh hutang.
         βu      = Beta unlevered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang
                   diukur secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan
                   terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
                   dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh hutang.

         Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini
         adalah sebesar 0,44 kemudian di-relever dengan tingkat leverage yang berlaku
         dipasar yaitu sebesar 0,94 dengan formula sebagai berikut:

         βL = βu x (1 + (1-T) x DER)
         βL = 0,44 x (1 + (1-22%) x 0,94)
            = 0,76

         Specific Company Risk Premium. Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh Indonesia
         telah tercermin dalam perhitungan equity risk premium namun belum mencerminkan
         risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh objek penilaian.

         Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas adalah sebagai berikut:

         Tabel 10. Biaya Ekuitas
                            KETERANGAN                                         PERSENTASE

          Tingkat Bunga Bebas Risiko                                                5,39%
          Risk Premium                                                              9,23%
          Relevered Beta                                                             0,76
          Rs                                                                        0,00%
          CDS                                                                       2,33%
          Cost of Equity                                                          10,07%


KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                              45
Page 68
9.5.2    Cost of Debt

         Sesuai dengan tujuan studi kelayakan, maka tingkat diskonto yang digunakan adalah
         tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal
         dari kreditor (pinjaman) maupun yang berasal dari (investor) penyertaan. Penentuan
         posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana tambahan
         penghematan pajak yang berasal dari tambahan hutang akan sama dengan tambahan
         biaya bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan
         keseluruhan hutang.

         Dalam studi kelayakan ini, untuk biaya bunga untuk hutang digunakan tingkat bunga
         pinjaman rata-rata dalam mata uang asing yang berlaku yang bersumber dari
         pinjaman kredit investasi (Perseroan) Bank Indonesia Maret 2023. Berdasarkan biaya
         bunga tersebut maka diperoleh biaya modal dengan perhitungan sebagai berikut:

          Kd        = i x ((1-T))
          Kd        = 6,33% x (1-22,00%) = 4,94%


9.5.3    WACC

         Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan DER market sebesar 0,94. Berikut adalah
         perhitungan WACC per 31 Maret 2023:

         Tabel 11. WACC
                  Jenis Modal            Biaya Modal               Bobot          Tertimbang

          Utang                                    4,94%                 48,56%           2,40%

          Ekuitas                                 10,07%                 51,44%           5,18%

                                          WACC                                           7,58%


         Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan/kelebihan serta risiko
         yang dihadapi, kami berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar 7,58% adalah
         wajar.


9.6     Analisis Kelayakan Proyek

        Kelayakan dari penambahan kegiatan usaha yang dihitung dari selisih arus kas bersih
        Free Cash Flow HEXA sebelum penambahan dengan Free Cash Flow setelah
        penambahan. Berdasarkan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha yang akan
        dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:
        • Net Present Value (NPV)                  : USD26,786,000
        • Internal Rate of Return (IRR)            : 80,63%
        • Profitability Index (PI)                 : 1,76
        • Payback Period                           : 3 Tahun 8 Bulan
        • Break Even Point                         : USD1,862,000
                                                     10,79% dari Penjualan




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                               46
Page 69
9.7   Sensitivitas

      Untuk menguji kepekaan proyek terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
      maka dilakukan analisis sensitivitas terhadap penurunan penjualan, peningkatan beban
      pokok dan peningkatan beban usaha. Adapun sensitivitas penambahan kegiatan usaha
      adalah sebagai berikut :

       Gambar 14. Analisa Sensitivitas Penambahan Kegiatan Usaha
                                               ANALISIS SENSITIVITAS
                                      30.000
                 In Thousand USD




                                      25.000

                                      20.000

                                      15.000

                                      10.000

                                       5.000

                                           0
                                                 0,00%      3,00%       6,00%     9,00%    12,00%      15,00%
                 Penjualan Turun                 26.786     24.211      21.636    19.061   16.485      13.910
                 Beban Pokok Dan Beban Usaha
                                                 26.786     25.413      24.039    22.666   21.292      19.919
                             Naik

                                   Penjualan Turun          Beban Pokok Dan Beban Usaha Naik



       Hasil analisis di atas menunjukkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha sangat
       sensitif terhadap terhadap penurunan penjualan dan kenaikan beban pokok dan beban
       usaha.


9.8   Analisis Profitabilitas Penambahan Kegiatan Usaha

       Untuk mengukur kemampuan perusahan dalam menghasilkan laba, berikut Profitabilitas
       yang dihasilkan :

       Tabel 12. Analisis Profitabilitas
               Analisa Profitabilitas                2023            2024        2025      2026          2027

        Gross Profit Margin                          15,28%          47,00%      52,35%    48,48%        48,56%

        Operating Profit Margin                      21,35%          49,63%      57,57%    55,97%        40,41%

        Net Profit Margin                            13,97%          34,55%      39,54%    35,72%        22,07%

        Rate of Return on Investment                 17,93%          18,66%      14,05%        8,02%      4,05%

        Rate of Return on Equity                     100,00%         79,36%      50,91%    28,44%        14,95%


       Rasio profitabilitas ini menunjukkan kemampuan HEXA dalam menghasilkan laba.
       Selama periode proyeksi dari tahun buku 2023 sampai dengan tahun buku 2027
       menunjukan peningkatan kinerja, dimana seluruh rasio profitabilitas menunjukan nilai
       positif.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                47
Page 70
9.9   Kesimpulan Aspek Keuangan

       Berdasarkan kajian dan analisis keuangan dengan syarat semua asumsi-asumsi yang
       telah diproyeksikan dapat terpenuhi diperoleh hasil NPV > 0 dan IRR > tingkat diskonto.
       Maka, disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha dari aspek keuangan yang akan
       dilakukan oleh HEXA adalah layak.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                           48
Page 71
10 KESIMPULAN

     Berdasarkan kajian, evaluasi terhadap aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek
     model manajemen, dan aspek keuangan dengan syarat seluruh aspek tersebut terpenuhi.
     Maka disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh HEXA
     adalah layak.




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                           49
Page 72
                                     LAMPIRAN KEUANGAN




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                               50
Page 73
Lampiran 1. Proyeksi Sebelum - Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru


 PT. HEXINDO ADIPERKASA TBK

 SEBELUM PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

 PROYEKSI LABA (RUGI)

 In Thousand USD
                                                                        31/03/2024          31/03/2025      31/03/2026      31/03/2027      31/03/2028

                              URAIAN                                      FY 2023            FY 2024         FY 2025         FY 2026         FY 2027

                                                                                1               2               3               4               5

 PENJUALAN                                                                       679.636         732.871         790.554         853.074         920.850

 BEBAN POKOK                                                                   (536.236 )      (580.019 )      (627.562 )      (679.198 )      (735.288 )

 LABA (RUGI) KOTOR                                                              143.400         152.852         162.992         173.876         185.562

 BEBAN USAHA                                                                    (74.472 )       (75.858 )       (80.547 )       (82.653 )       (83.395 )

 LABA (RUGI) USAHA                                                               68.928          76.993          82.445          91.223         102.167

 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN                                                   (3.934 )        (3.344 )        (2.843 )        (2.416 )        (2.054 )

 LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                                                       64.994          73.649          79.603          88.806         100.113

 LABA (RUGI) BERSIH                                                              50.695          57.446          62.090          69.269          78.088

 JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                                  50.695          57.446          62.090          69.269          78.088




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                                                            51
Page 74
 PT. HEXINDO ADIPERKASA TBK
 SEBELUM PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
 PROYEKSI POSISI KEUANGAN
 In Thousand USD
                                                                      31/03/2024         31/03/2025    31/03/2026    31/03/2027    31/03/2028
                             URAIAN                                     FY 2023            FY 2024       FY 2025       FY 2026       FY 2027
                                                                           1                  2             3             4             5
 ASET
 ASET LANCAR
   Kas dan bank                                                              33.099           55.226        83.766       117.112       155.779
   Piutang usaha                                                            150.525          162.760       175.570       189.455       203.949
   Piutang non usaha                                                            630              630           630           630           630
   Piutang Derivatif                                                              0                0             0             0             0
   Persediaan                                                               240.113          260.429       281.776       304.961       329.243
   Uang muka                                                                  1.629            1.629         1.629         1.629         1.629
   Pajak dibayar di muka                                                          0                0             0             0             0
   Beban dibayar di muka                                                        386              386           386           386           386
 TOTAL ASET LANCAR                                                         426.381          481.060       543.757       614.173       691.615
 ASET TIDAK LANCAR
   Aset keuangan tidak lancar                                                 6.056            6.056         6.056         6.056         6.056
   Aset tetap                                                                42.006           39.631        36.688        36.055        39.410
   Aset Hak Guna                                                              2.715            2.189         1.662         1.136           609
   Aset tak berwujud                                                            122              122           122           122           122
   Estimasi tagihan pajak                                                       257              257           257           257           257
   Aset Pajak Tangguhan                                                       3.038            3.038         3.038         3.038         3.038
   Uang Jaminan                                                                  31               31            31            31            31
 TOTAL ASET TIDAK LANCAR                                                    54.225           51.324        47.855        46.695        49.524
 TOTAL ASET                                                                480.607          532.384       591.613       660.867       741.139
 LIABILITAS DAN EKUITAS
 LIABILITAS LANCAR
   Pinjaman bank jangka pendek                                                 102.787        87.369        74.264        63.124        53.656




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                                                 52
Page 75
 PT. HEXINDO ADIPERKASA TBK
 SEBELUM PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
 PROYEKSI POSISI KEUANGAN
 In Thousand USD
                                                                      31/03/2024       31/03/2025       31/03/2026      31/03/2027      31/03/2028
                             URAIAN                                     FY 2023          FY 2024          FY 2025         FY 2026         FY 2027
                                                                            1                2               3               4                5
   Utang Usaha                                                              115.224          124.973          135.217         146.342         157.995
   Utang Non Usaha                                                             2.760            2.760           2.760           2.760            2.760
   Uang muka penjualan                                                         7.029            7.029           7.029           7.029            7.029
   Beban Akrual                                                               11.356           11.356          11.356          11.356           11.356
   Imbalan kerja jangka pendek                                                 5.846            5.846           5.846           5.846            5.846
   Utang Pajak                                                                 3.202            3.202           3.202           3.202            3.202
   Liabilitas derivatif                                                        1.746            1.746           1.746           1.746            1.746
   Bagian utang sewa yg JT dlm 1 tahun                                           831              831             831             831              831
 TOTAL LIABILITAS LANCAR                                                   250.780          245.111          242.250         242.236         244.420
 LIABILITAS TIDAK LANCAR
   Utang sewa > 1 Tahun                                                         925              925             925             925              925
   Utang Pemegang Saham                                                           0                0               0               0                0
   Imbalan kerja                                                             12.445           12.445          12.445          12.445           12.445
 TOTAL LIABILITAS TIDAK LANCAR                                              13.371           13.371          13.371          13.371           13.371
 TOTAL LIABILITAS                                                          264.151          258.482         255.620         255.606          257.790
 EKUITAS
   Modal Saham                                                               23.233           23.233          23.233          23.233           23.233
   Tambahan Modal                                                             7.999            7.999           7.999           7.999            7.999
   Saldo Laba                                                               184.715          242.161         304.251         373.520          451.608
   Penghasilan Komprehensif lainnya                                             509              509             509             509              509
 TOTAL EKUITAS                                                             216.456          273.902         335.992         405.261          483.349
 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                              480.607          532.384         591.613         660.867          741.139




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                                                         53
Page 76
 PT. HEXINDO ADIPERKASA TBK
 SEBELUM PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
 PROYEKSI CASH FLOW
 In Thousand USD
                                                                      31/03/2024            31/03/2025       31/03/2026       31/03/2027       31/03/2028
                                URAIAN                                  FY 2023              FY 2024          FY 2025          FY 2026          FY 2027
                                                                               1                2                3                4                5


 ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI
   LABA BERSIH                                                                     50.695           57.446           62.090           69.269           78.088
   Depresiasi dan Amortisasi                                                       14.797           12.335           12.903           10.594            6.605
   Piutang usaha                                                                    5.311       (12.235)         (12.811)         (13.885)         (14.493)
   Piutang non usaha                                                                   0                0                0                0                0
   Piutang Derivatif                                                                   0                0                0                0                0
   Persediaan                                                                  (21.533)         (20.316)         (21.347)         (23.184)         (24.283)
   Uang muka                                                                           0                0                0                0                0
   Pajak dibayar di muka                                                               0                0                0                0                0
   Beban dibayar di muka                                                               0                0                0                0                0
   Aset keuangan tidak lancar                                                          0                0                0                0                0
   Aset tak berwujud                                                                   0                0                0                0                0
   Estimasi tagihan pajak                                                              0                0                0                0                0
   Aset Pajak Tangguhan                                                                0                0                0                0                0
   Uang Jaminan                                                                        0                0                0                0                0
   Utang Usaha                                                                 (33.421)              9.749           10.244           11.126           11.653
   Utang Non Usaha                                                                     0                0                0                0                0
   Uang muka penjualan                                                                 0                0                0                0                0
   Beban Akrual                                                                        0                0                0                0                0




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                                                                54
Page 77
 PT. HEXINDO ADIPERKASA TBK
 SEBELUM PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
 PROYEKSI CASH FLOW
 In Thousand USD
                                                                      31/03/2024           31/03/2025     31/03/2026     31/03/2027     31/03/2028
                             URAIAN                                     FY 2023             FY 2024        FY 2025        FY 2026        FY 2027
                                                                               1               2              3              4              5
   Imbalan kerja jangka pendek                                                         0              0              0              0              0
   Utang Pajak                                                                         0              0              0              0              0
   Liabilitas derivatif                                                                0              0              0              0              0
 TOTAL ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI                                              15.850           46.979         51.079         53.920         57.569
 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
   Pembelian Aset Tetap                                                        (9.434)          (9.434)        (9.434)        (9.434)        (9.434)
   Penghapusan Aset Tetap                                                              0              0              0              0              0
 TOTAL ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI                                       (9.434)         (9.434)        (9.434)        (9.434)        (9.434)
 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
   Utang Bank                                                                          0       (15.418)       (13.105)       (11.140)        (9.469)
   Modal Saham                                                                         0              0              0              0              0
 TOTAL ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN                                              0       (15.418)       (13.105)       (11.140)        (9.469)
 KENAIKAN (PENURUNAN) KAS BERJALAN                                                 6.416        22.127         28.540         33.346         38.667
 SALDO KAS (AWAL)                                                               26.682           33.099         55.226         83.766        117.112
 SALDO KAS (AKHIR)                                                             33.099           55.226         83.766        117.112        155.779




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                                                       55
Page 78
Lampiran 2. Proyeksi Setelah - Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru


 PT. HEXINDO ADIPERKASA TBK

 SETELAH PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

 PROYEKSI LABA (RUGI)

 In Thousand USD
                                                                        31/03/2024          31/03/2025      31/03/2026      31/03/2027      31/03/2028

                              URAIAN                                      FY 2023            FY 2024         FY 2025         FY 2026         FY 2027

                                                                                1               2               3               4               5

 PENJUALAN                                                                       694.161         755.457         816.338         875.363         943.140

 BEBAN POKOK                                                                   (548.542 )      (591.990 )      (639.848 )      (690.681 )      (746.754 )

 LABA (RUGI) KOTOR                                                              145.619         163.467         176.490         184.682         196.386

 BEBAN USAHA                                                                    (73.590 )       (75.265 )       (79.200 )       (80.985 )       (85.212 )

 LABA (RUGI) USAHA                                                               72.029          88.202          97.290         103.697         111.174

 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN                                                   (4.434 )        (4.549 )        (4.616 )        (4.685 )        (4.755 )

 LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                                                       67.595          83.653          92.673          99.013         106.419

 LABA (RUGI) BERSIH                                                              52.724          65.249          72.285          77.230          83.007

 JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                                  52.724          65.249          72.285          77.230          83.007




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                                                            56
Page 79
 PT. HEXINDO ADIPERKASA TBK
 SETELAH PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
 PROYEKSI POSISI KEUANGAN
 In Thousand USD
                                                                      31/03/2024         31/03/2025    31/03/2026    31/03/2027    31/03/2028
                             URAIAN                                     FY 2023            FY 2024       FY 2025       FY 2026       FY 2027
                                                                           1                  2             3             4             5
 ASET
 ASET LANCAR
   Kas dan bank                                                              32.946           81.636       138.455       193.044       252.013
   Piutang usaha                                                            150.617          162.852       176.122       190.359       204.852
   Piutang non usaha                                                            630              630           630           630           630
   Piutang Derivatif                                                              0                0             0             0             0
   Persediaan                                                               240.113          260.429       281.776       304.961       329.243
   Uang muka                                                                  1.629            1.629         1.629         1.629         1.629
   Pajak dibayar di muka                                                          0                0             0             0             0
   Beban dibayar di muka                                                        386              386           386           386           386
   TOTAL ASET LANCAR                                                       426.321          507.562       598.998       691.008       788.754
   ASET TIDAK LANCAR
   Aset keuangan tidak lancar                                                 6.056            6.056         6.056         6.056         6.056
   Aset tetap                                                                53.381           54.946        53.994        58.443        63.613
   Aset Hak Guna                                                              2.715            2.189         1.662         1.136           609
   Aset tak berwujud                                                            122              122           122           122           122
   Estimasi tagihan pajak                                                       257              257           257           257           257
   Aset Pajak Tangguhan                                                       3.038            3.038         3.038         3.038         3.038
   Uang Jaminan                                                                  31               31            31            31            31
 TOTAL ASET TIDAK LANCAR                                                    65.600           66.639        65.160        69.083        73.727
 TOTAL ASET                                                                491.921          574.202       664.159       760.091       862.480
 LIABILITAS DAN EKUITAS
 LIABILITAS LANCAR
   Pinjaman bank jangka pendek                                                 104.073       105.529       107.015       108.531       110.076
   Utang Usaha                                                                 115.324       125.073       135.317       146.442       158.095




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                                                 57
Page 80
 PT. HEXINDO ADIPERKASA TBK
 SETELAH PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
 PROYEKSI POSISI KEUANGAN
 In Thousand USD
                                                                      31/03/2024      31/03/2025      31/03/2026      31/03/2027      31/03/2028
                             URAIAN                                     FY 2023         FY 2024         FY 2025         FY 2026         FY 2027
                                                                           1               2               3               4               5
   Utang Non Usaha                                                            2.760           2.760           2.760           2.760           2.760
   Uang muka penjualan                                                        7.029           7.029           7.029           7.029           7.029
   Beban Akrual                                                              11.356          11.356          11.356          11.356          11.356
   Imbalan kerja jangka pendek                                                5.846           5.846           5.846           5.846           5.846
   Utang Pajak                                                                3.202           3.202           3.202           3.202           3.202
   Liabilitas derivatif                                                       1.746           1.746           1.746           1.746           1.746
   Bagian utang sewa yg JT dlm 1 tahun                                          831             831             831             831             831
 TOTAL LIABILITAS LANCAR                                                  252.166         263.372         275.101         287.742         300.941
 LIABILITAS TIDAK LANCAR
   Utang sewa > 1 Tahun                                                       6.069         11.894          17.837          23.898          30.082
   Utang Pemegang Saham                                                       2.756          2.756           2.756           2.756           2.756
   Imbalan kerja                                                             12.445         12.445          12.445          12.445          12.445
 TOTAL LIABILITAS TIDAK LANCAR                                              21.270         27.095          33.038          39.099          45.283
 TOTAL LIABILITAS                                                          273.436        290.467         308.139         326.842         346.224
 EKUITAS
   Modal Saham                                                               23.233         23.233          23.233          23.233          23.233
   Tambahan Modal                                                             7.999          7.999           7.999           7.999           7.999
   Saldo Laba                                                               186.744        251.993         324.278         401.508         484.515
   Penghasilan Komprehensif lainnya                                             509            509             509             509             509
 TOTAL EKUITAS                                                             218.485        283.734         356.020         433.249         516.257
 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                              491.921        574.202         664.159         760.091         862.480




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                                                      58
Page 81
 PT. HEXINDO ADIPERKASA TBK
 SETELAH PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
 PROYEKSI CASH FLOW
 In Thousand USD
                                                                     31/03/2024         31/03/2025       31/03/2026       31/03/2027       31/03/2028
                                URAIAN                                  FY 2023          FY 2024          FY 2025          FY 2026          FY 2027
                                                                           1                2                3                4                5


 ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI
   LABA BERSIH                                                                 52.724           65.249           72.285           77.230           83.007
   Depresiasi dan Amortisasi                                                   12.608           10.227           10.041            7.544            7.040
   Piutang usaha                                                                5.219       (12.235)         (13.270)         (14.236)         (14.493)
   Piutang non usaha                                                               0                0                0                0                0
   Piutang Derivatif                                                               0                0                0                0                0
   Persediaan                                                              (21.533)         (20.316)         (21.347)         (23.184)         (24.283)
   Uang muka                                                                       0                0                0                0                0
   Pajak dibayar di muka                                                           0                0                0                0                0
   Beban dibayar di muka                                                           0                0                0                0                0
   Aset keuangan tidak lancar                                                      0                0                0                0                0
   Aset tak berwujud                                                               0                0                0                0                0
   Estimasi tagihan pajak                                                          0                0                0                0                0
   Aset Pajak Tangguhan                                                            0                0                0                0                0
   Uang Jaminan                                                                    0                0                0                0                0
   Utang Usaha                                                             (33.321)              9.749           10.244           11.126           11.653
   Utang Non Usaha                                                                 0                0                0                0                0
   Uang muka penjualan                                                             0                0                0                0                0
   Beban Akrual                                                                    0                0                0                0                0




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                                                            59
Page 82
 PT. HEXINDO ADIPERKASA TBK
 SETELAH PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
 PROYEKSI CASH FLOW
 In Thousand USD
                                                                     31/03/2024          31/03/2025      31/03/2026       31/03/2027      31/03/2028
                             URAIAN                                     FY 2023           FY 2024         FY 2025          FY 2026         FY 2027
                                                                           1                 2               3                4               5


   Imbalan kerja jangka pendek                                                      0                0               0                0               0
   Utang Pajak                                                                      0                0               0                0               0
   Liabilitas derivatif                                                             0                0               0                0               0
 TOTAL ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI                                              15.697        52.675          57.953           58.479          62.924
 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
   Pembelian Aset Tetap                                                    (18.619)          (19.836)        (20.045)         (20.258)        (20.476)
   Penghapusan Aset Tetap                                                           0            8.570           11.484           8.792           8.792
 TOTAL ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI                                  (18.619)          (11.266)         (8.562)         (11.467)        (11.684)
 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
   Utang Bank                                                                    9.186           7.282            7.428           7.577           7.729
   Modal Saham                                                                      0                0               0                0               0
 TOTAL ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN                                        9.186            7.282           7.428            7.577           7.729
 KENAIKAN (PENURUNAN) KAS BERJALAN                                              6.263        48.690          56.819           54.589          58.969
 SALDO KAS (AWAL)                                                               26.682        32.946          81.636          138.455         193.044
 SALDO KAS (AKHIR)                                                             32.946        81.636         138.455          193.044         252.013




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                                                          60
Page 83
Lampiran 3. Proyeksi Inkremental - Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru


 PT. HEXINDO ADIPERKASA TBK

 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

 PROYEKSI LABA (RUGI)

 In Thousand USD
                                                                               31/03/2024       31/03/2025         31/03/2026         31/03/2027         31/03/2028

                                 URAIAN                                         FY 2023          FY 2024            FY 2025            FY 2026            FY 2027

                                                                                   1                2                  3                  4                  5

 PENJUALAN                                                                             14.525            22.587             25.784             22.290             22.290

 BEBAN POKOK                                                                       (12.306 )        (11.971 )          (12.286 )          (11.484 )          (11.465 )

 LABA (RUGI) KOTOR                                                                     2.219            10.616             13.498             10.806             10.824

 BEBAN USAHA                                                                              882               593              1.346              1.669            (1.817 )

 LABA (RUGI) USAHA                                                                     3.101            11.209             14.844             12.475              9.007

 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN                                                         (499 )           (1.205 )           (1.774 )           (2.268 )           (2.701 )

 LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                                                             2.601            10.004             13.071             10.206              6.307

 LABA (RUGI) BERSIH                                                                    2.029             7.803             10.195              7.961              4.919

 JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                                        2.029             7.803             10.195              7.961              4.919




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                                                                      61
Page 84
 PT. HEXINDO ADIPERKASA TBK
 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
 PROYEKSI POSISI KEUANGAN
 In Thousand USD
                                                                           31/03/2024     31/03/2025     31/03/2026     31/03/2027     31/03/2028
                                URAIAN                                       FY 2023        FY 2024        FY 2025        FY 2026        FY 2027
                                                                                1              2              3              4              5
 ASET
 ASET LANCAR
   Kas dan bank                                                                  (153 )         26.410         54.689         75.932         96.234
   Piutang usaha                                                                    93              93            552            904            904
   Piutang non usaha                                                                  0              0              0              0              0
   Piutang Derivatif                                                                  0              0              0              0              0
   Persediaan                                                                         0              0              0              0              0
   Uang muka                                                                          0              0              0              0              0
   Pajak dibayar di muka                                                              0              0              0              0              0
   Beban dibayar di muka                                                              0              0              0              0              0
   TOTAL ASET LANCAR                                                              (60 )        26.502         55.241         76.836         97.138
   ASET TIDAK LANCAR
   Aset keuangan tidak lancar                                                         0              0              0              0              0
   Aset tetap                                                                    11.375         15.315         17.305         22.388         24.203
   Aset Hak Guna                                                                      0              0              0              0              0
   Aset tak berwujud                                                                  0              0              0              0              0
   Estimasi tagihan pajak                                                             0              0              0              0              0
   Aset Pajak Tangguhan                                                               0              0              0              0              0
   Uang Jaminan                                                                       0              0              0              0              0
 TOTAL ASET TIDAK LANCAR                                                        11.375         15.315         17.305         22.388         24.203
 TOTAL ASET                                                                     11.315         41.818         72.546         99.224        121.341
 LIABILITAS DAN EKUITAS
 LIABILITAS LANCAR




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                                                      62
Page 85
 PT. HEXINDO ADIPERKASA TBK
 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
 PROYEKSI POSISI KEUANGAN
 In Thousand USD
                                                                           31/03/2024      31/03/2025      31/03/2026      31/03/2027      31/03/2028
                                URAIAN                                       FY 2023         FY 2024         FY 2025         FY 2026         FY 2027
                                                                                1               2               3               4               5
   Pinjaman bank jangka pendek                                                     1.286          18.160          32.751          45.406          56.421
   Utang Usaha                                                                       100             100             100             100             100
   Utang Non Usaha                                                                     0               0               0               0               0
   Uang muka penjualan                                                                 0               0               0               0               0
   Beban Akrual                                                                        0               0               0               0               0
   Imbalan kerja jangka pendek                                                         0               0               0               0               0
   Utang Pajak                                                                         0               0               0               0               0
   Liabilitas derivatif                                                                0               0               0               0               0
   Bagian utang sewa yg JT dlm 1 tahun                                                 0               0               0               0               0
 TOTAL LIABILITAS LANCAR                                                          1.386          18.260          32.851          45.506          56.521
 LIABILITAS TIDAK LANCAR
   Utang sewa > 1 Tahun                                                            5.144          10.969          16.911          22.973          29.157
   Utang Pemegang Saham                                                            2.756           2.756           2.756           2.756           2.756
   Imbalan kerja                                                                       0               0               0               0               0
 TOTAL LIABILITAS TIDAK LANCAR                                                    7.900          13.725          19.667          25.729          31.913
 TOTAL LIABILITAS                                                                 9.286          31.985          52.518          71.235          88.433
 EKUITAS
   Modal Saham                                                                         0               0               0               0               0
   Tambahan Modal                                                                      0               0               0               0               0
   Saldo Laba                                                                      2.029           9.832          20.028          27.988          32.908
   Penghasilan Komprehensif lainnya                                                    0               0               0               0               0
 TOTAL EKUITAS                                                                    2.029           9.832          20.028          27.988          32.908
 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                                    11.315          41.818          72.546          99.224         121.341




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                                                           63
Page 86
 PT. HEXINDO ADIPERKASA TBK
 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
 PROYEKSI CASH FLOW
 In Thousand USD
                                                                           31/03/2024          31/03/2025       31/03/2026       31/03/2027       31/03/2028
                                URAIAN                                         FY 2023          FY 2024          FY 2025          FY 2026          FY 2027
                                                                                 1                 2                3                4                5


 ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI
   LABA BERSIH                                                                       2.029             7.803            10.195           7.961            4.919
   Depresiasi dan Amortisasi                                                      (2.190 )          (2.108 )         (2.862 )         (3.050 )               435
   Piutang usaha                                                                     (93 )                  0           (459 )           (352 )                0
   Piutang non usaha                                                                       0                0                0                0                0
   Piutang Derivatif                                                                       0                0                0                0                0
   Persediaan                                                                              0                0                0                0                0
   Uang muka                                                                               0                0                0                0                0
   Pajak dibayar di muka                                                                   0                0                0                0                0
   Beban dibayar di muka                                                                   0                0                0                0                0
   Aset keuangan tidak lancar                                                              0                0                0                0                0
   Aset tak berwujud                                                                       0                0                0                0                0
   Estimasi tagihan pajak                                                                  0                0                0                0                0
   Aset Pajak Tangguhan                                                                    0                0                0                0                0
   Uang Jaminan                                                                            0                0                0                0                0
   Utang Usaha                                                                           100                0                0                0                0
   Utang Non Usaha                                                                         0                0                0                0                0




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                                                                   64
Page 87
 PT. HEXINDO ADIPERKASA TBK
 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
 PROYEKSI CASH FLOW
 In Thousand USD
                                                                           31/03/2024        31/03/2025       31/03/2026       31/03/2027       31/03/2028
                                 URAIAN                                        FY 2023        FY 2024          FY 2025          FY 2026          FY 2027
                                                                                 1               2                3                4                5
   Uang muka penjualan                                                                   0                0                0                0                0
   Beban Akrual                                                                          0                0                0                0                0
   Imbalan kerja jangka pendek                                                           0                0                0                0                0
   Utang Pajak                                                                           0                0                0                0                0
   Liabilitas derivatif                                                                  0                0                0                0                0
 TOTAL ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI                                                    (153)           5.695            6.874            4.559            5.354
 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
   Pembelian Aset Tetap                                                           (9.186 )       (10.402 )        (10.611 )        (10.825 )        (11.042 )
   Penghapusan Aset Tetap                                                                0            8.570           11.484            8.792            8.792
 TOTAL ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI                                          (9.186)        (1.832)                872        (2.033)          (2.250)
 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
   Utang Bank                                                                        9.186           22.700           20.533           18.717           17.198
   Modal Saham                                                                           0                0                0                0                0
 TOTAL ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN                                             9.186        22.700           20.533           18.717           17.198
 KENAIKAN (PENURUNAN) KAS BERJALAN                                                   (153)        26.563           28.279           21.243           20.302
 SALDO KAS (AWAL)                                                                        0          (153)           26.410           54.689           75.932
 SALDO KAS (AKHIR)                                                                   (153)        26.410           54.689           75.932           96.234




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                                                                 65
Page 88
Lampiran 4. Tingkat Diskonto / WACC

                                                               TINGKAT DISKONTO
                                                      Weighted Average Cost of Capital (WACC)


 Risk free rate*                                                                    Rf           5,39%
 Unlevered Beta                                                                      β             0,44
 Relevered Beta                                                                      β             0,76
 Market Risk Premium                                                               Rm-Rf         9,23%
 Spesific Risk                                                                                   0,00%
 CDS                                                                                             2,33%
 Cost of Equity                                                                     Re          10,07%


 Cost of Debt                                                                       Rd          6,33%
 Tax Rate                                                                            t          22,00%
 Cost of Debt (after-tax)                                                         Rd (1-t)      4,94%


 Leverage                                                                           D/E            0,94


 Weighted Average Cost of Capital                                                 WACC          7,58%


 * Risk Free Rate is based on the Indonesian Government more than 30 years Bond




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                          66
Page 89
Lampiran 5. Analisis Kelayakan - Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru

 PT. HEXINDO ADIPERKASA TBK
 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN
 USAHA
 ANALISIS PROYEK
 In Thousand USD
                                                                               31/03/2024        31/03/2025        31/03/2026        31/03/2027        31/03/2028
                          URAIAN                                                FY 2023           FY 2024           FY 2025           FY 2026           FY 2027
                                                                                   1                 2                 3                 4                 5
 ANALISA PROYEK
   EAT                                                                                  2.029             7.803            10.195             7.961             4.919
   Depresiasi                                                                          (2.190)           (2.108)           (2.862)           (3.050)              435
   Interest (1-t)                                                                         389               940             1.383             1.769             2.107
   Capital Expenditures                                                                (9.186)       (10.402)          (10.611)          (10.825)          (11.042)
   Aset Disposal                                                                            0             8.570            11.484             8.792             8.792
   Perubahan Modal Kerja                                                                    7                 0             (459)             (352)                 0
   Salvage Value                                                                            0                 0                 0                 0            24.203
 TOTAL                                                                              (8.949)              4.803             9.130             4.296          29.414
   Discount Factor                                              7,58%                     0,93             0,86              0,80              0,75             0,69
   Present Value                                                                    (8.319)              4.150             7.333             3.207          20.415
 Net Present Value                                              26.786
 Internal Rate of Return                                      80,63%
 Profitability Index                                              1,76
 ROI                                                          12,54%
 PAYBACK PERIOD ANALYSIS                                   3,59 Tahun
                                                            3 Tahun dan 8 Bulan




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                                                                        67
Page 90
Lampiran 6. Sensitivitas - Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru

 PT. HEXINDO ADIPERKASA TBK

 SENSITIVITAS



                                                                                                      PERUBAHAN KONDISI
                     URAIAN                           NORMAL
                                                                          3,0%          6,0%                9,0%          12,0%          15,0%



    PENJUALAN TURUN                                                              3,0%          6,0%                9,0%       12,0%          15,0%

      Net Present Value (NPV)                              26.786              24.211      21.636              19.061        16.485         13.910
      Internal Rate of Return (IRR)                       80,63%               70,80%     61,81%               53,54%        45,90%         38,81%
      Return On Investment (ROI)                          12,54%               10,99%      9,44%                7,89%         6,33%          4,78%
      Profitability Index (PI)                                1,76               1,56          1,37                1,17           0,98           0,78


    BEBAN POKOK DAN BEBAN USAHA NAIK                                             3,0%          6,0%                9,0%       12,0%          15,0%
      Net Present Value (NPV)                              26.786              25.413      24.039              22.666        21.292         19.919
      Internal Rate of Return (IRR)                       80,63%               74,78%     69,32%               64,18%        59,35%         54,79%
      Return On Investment (ROI)                          12,54%               11,56%     10,58%                9,59%         8,61%          7,62%
      Profitability Index (PI)                                1,76               1,66          1,55                1,45           1,34           1,24




KJPP Tri, Santi dan Rekan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Hexindo Adiperkasa Tbk (“HEXA”)
                                                                                                                                                        68

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.02 MB
Published18 Aug 2023
Pages90
Characters250,704
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 5706 ms 12 Sep 2026 22:05
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result