Skip to content
Back to announcement

20230704_AALI_Informasi Transaksi Afiliasi_31336994_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review AALI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 39

Page 1
                 LAPORAN
  00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023


      PENDAPAT KEWAJARAN
    ATAS RENCANA TRANSAKSI
 PENJUALAN TANAH DAN BANGUNAN

                  OLEH
        PT ASTRA AGRO LESTARI TBK




                        Oleh


KJPP FELIX SUTANDAR DAN REKAN
       Certified Business and Assets Appraisers
Page 2
Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                 Jakarta, 26 Juni 2023

Kepada Yth.
Direksi
PT ASTRA AGRO LESTARI TBK
Jalan Pulo Ayang Raya Blok OR-1
Kawasan Industri Pulogadung
Jakarta


Perihal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Penjualan Tanah dan
          Bangunan

Dengan Hormat,

Menunjuk Surat Penugasan No. 0289/FSR/Spn/FS/1606/2023 tanggal 16 Juni 2023
yang telah disetujui oleh manajemen PT Astra Agro Lestari Tbk (“AALI” atau
“Perseroan”) perihal Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Penjualan Tanah dan
Bangunan milik Entitas Anak yaitu PT Lestari Tani Teladan (untuk selanjutnya disebut
“Rencana Transaksi”), maka bersama ini kami sampaikan laporan mengenai Pendapat
Kewajaran tersebut (“Laporan”).


Status Penilai

Pendapat Kewajaran ini dilakukan oleh Penilai Independen yang merupakan Penilai
Publik dan salah satu rekan pada KJPP Felix Sutandar dan Rekan (“KJPP FSR” atau
“Penilai”) dengan kualifikasi sebagai berikut:
Kualifikasi    : Properti dan Bisnis
Ijin Penilai   : PB-1.08.00022
STTD           : STTD.PPB-31/PM.2/2018
MAPPI          : 81-S-00017

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, Penilai menjunjung tinggi
integritas, bertindak secara objektif dan tidak memihak serta tidak mempunyai potensi
benturan kepentingan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan Rencana Transaksi.
Penilai memiliki kompetensi dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini dan
menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh.


Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah:

Nama               : PT Astra Agro Lestari Tbk
Bidang usaha       : Perkebunan Kelapa Sawit
Alamat             : Jalan Pulo Ayang Raya Blok OR-1,
                     Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta
Email              : investor@astra-agro.co.id
Website            : www.astra-agro.co.id
Telepon            : (021) 461-6555
Page 3
Proses Penugasan

Proses penugasan meliputi:
1. Identifikasi masalah,
2. Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi,
3. Analisis data dan informasi yang diperoleh,
4. Analisis kewajaran Rencana Transaksi,
5. Penulisan laporan.


Ruang Lingkup

Maksud dan Tujuan

Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
atas Rencana Transaksi. Sedangkan tujuan Pendapat Kewajaran sesuai dengan
penugasan yang diterima adalah untuk dipergunakan sebagai salah satu bahan dalam
rangka keterbukaan informasi sebagaimana diatur dalam Peraturan POJK
No..42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.


Asumsi dan Kondisi Pembatas

Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini
dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:

1.   Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2.   Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
     dalam proses penilaian.
3.   Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
     keakuratannya.
4.   Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran
     proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
     pencapaiannya.
5.   Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran
     proyeksi keuangan.
6.   Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
     yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
7.   Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan Kesimpulan
     Akhir.
8.   Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Pendapat
     Kewajaran dari Pemberi Tugas.


Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi

PT Astra Agro Lestari Tbk (“AALI” atau “Perseroan”) adalah sebuah perusahaan yang
bergerak dalam industri Perkebunan Kelapa Sawit. Saat ini salah satu entitas anak
Perseroan yaitu PT Lestari Tani Teladan (“LTT”) memiliki sebidang tanah dan bangunan
di Palu yang tidak terpakai (“Properti”). Properti tersebut, sebelumnya digunakan oleh
LTT sebagai Kantor Perwakilan dan tempat menginap (transit) bagi staf yang datang
dari site maupun kantor pusat, namun bencana Gempa Bumi pada tanggal 28
September 2018 menyebabkan kerusakan sehingga Properti tersebut menjadi tidak
layak untuk digunakan.

Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                     ii
Page 4
Setelah bencana Gempa Bumi, Kantor Perwakilan di Palu dibubarkan dan ditangani
langsung oleh Kantor Pusat di Jakarta terutama untuk fungsi pengadaan barang,
sehingga tidak ada rencana untuk mengaktifkan/membangun kembali Properti di Palu
yang dalam keadaan rusak tersebut.

Sementara itu, salah satu perusahaan afiliasi yaitu PT United Tractors Tbk (“UNTR"),
saat ini sedang mengembangkan usaha di Palu dan berencana untuk membuat kantor
cabang di Palu. Oleh karena itu, LTT berencana untuk menjual Properti tersebut kepada
UNTR.


Obyek Pendapat Kewajaran

Obyek Pendapat Kewajaran adalah Rencana Transaksi Penjualan Tanah seluas 6.118
m2 berikut dengan segala sesuatu yang tumbuh dan berdiri di atasnya, yang berlokasi
di Jalan Garuda, Desa Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi
Tengah dengan SHGB No. 09.


Tanggal Pendapat Kewajaran

Tanggal (cut-off date) dari Pendapat Kewajaran ini adalah 31 Desember 2022
(“Tanggal Pendapat Kewajaran”). Tanggal Pendapat Kewajaran dipilih atas dasar
pertimbangan kepentingan dan ketersediaan data dalam rangka analisa kewajaran
Rencana Transaksi dimaksud.


Mata Uang yang Digunakan

Jenis mata uang yang digunakan dalam laporan Penilaian ini adalah Rupiah.


Tingkat Kedalaman Investigasi

Pemberian Pendapat Kewajaran dilakukan dengan investigasi yang meliputi inspeksi
terhadap objek Penilaian dan pengumpulan data dan informasi dari pihak Manajemen
Perseroan yang bertujuan untuk memperoleh dokumen kelengkapan analisis yang
dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi melalui wawancara.

Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut:
a. Analisis dampak pajak untuk para pihak terkait Rencana Transaksi;
b. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis kewajaran.


Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Informasi yang diperoleh berupa:
- Data dan dokumen dari Manajemen Perseroan.
- Data dan keterangan yang diperoleh secara lisan maupun tulisan melalui komunikasi
    dengan manajemen.
- Berbagai data dan publikasi yang tersedia secara umum baik berdasarkan media
    cetak maupun elektronik, seperti website Damodaran, Kontan, Bank Indonesia,
    website Pemerintah maupun Asosiasi yang relevan dengan penugasan penilaian.



Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                   iii
Page 5
Informasi, perkiraan dan pendapat yang kami peroleh dari berbagai sumber, kami
anggap merupakan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya dan tidak
mengandung unsur-unsur yang dengan sengaja disembunyikan.


Persetujuan Publikasi

Laporan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang
dapat mempengaruhi kelangsungan operasional Perseroan.


Pedoman dan Standar Penilaian

Dasar pedoman pelaksanaan dan standar penilaian yang Penilai gunakan adalah:
1. Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII
   2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 Tahun 2020 yang
   dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang
   Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
3. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang
   Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.


Pendekatan dan Prosedur Penilaian

Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis
sebagai berikut:
1.   Analisis transaksi;
2.   Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi;
3.   Analisis atas kewajaran nilai transaksi; dan
4.   Analisis atas faktor lain yang relevan.


Analisis Kewajaran Rencana Transaksi

1. Rencana Transaksi adalah penjualan Tanah dan Bangunan yang terletak di Palu
   dengan SHGB No 09 oleh salah satu Entitas Anak Perseroan yaitu LTT kepada
   perusahan afiliasi Perseroan yaitu UNTR, sehingga Rencana Transaksi merupakan
   transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang
   Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. Namun sesuai dengan Surat
   Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi dimaksud bukan merupakan
   transaksi yang mengandung benturan kepentingan.
2. Kontribusi nilai tambah terhadap keuangan Perseroan atas selisih antara
   penghematan beban PBB dan beban penyusutan dengan penambahan beban pajak
   penghasilan yaitu sebesar Rp125.736.000.
3. Tidak terdapat risiko akibat dari Rencana Transaksi karena Obyek Rencana Transaksi
   merupakan aset non operasional, namun akan terdapat beban pajak penghasilan
   atas penjualan obyek Rencana Transaksi.
4. Berdasarkan hasil Penilaian Aset yang dilakukan oleh Penilai Properti KJPP Felix
   Sutandar dan Rekan, Nilai Pasar Tanah dan bangunan tersebut adalah sebesar
   Rp.13.789.000.000, sedangkan harga jual tanah dan bangunan tersebut adalah
   sebesar Rp14.725.600.000, atau 6,79% lebih tinggi dibandingkan dengan hasil

Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                     iv
Page 6
    Penilaian, yang berarti batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai tidak melebihi
    7,5% atau berada dalam kisaran harga yang wajar.



Kesimpulan

Berdasarkan analisis kewajaran Rencana Transaksi sebagaimana diuraikan dalam
laporan ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Penjualan Tanah dan
Bangunan yang dilakukan oleh PT Astra Agro Lestari Tbk adalah wajar.


Hormat kami,
KJPP Felix Sutandar dan Rekan




Felix Sutandar, MSc
Pemimpin Rekan

Kualifikasi    : Properti dan Bisnis
Ijin Penilai   : PB-1.08.00022
STTD           : STTD.PPB-31/PM.2/2018
MAPPI          : 81-S-00017

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Transaksi, tidak untuk digunakan oleh pihak lain. Pendapat Kewajaran
ini hanya merupakan salah satu bahan pertimbangan kepada pemegang saham untuk
mengetahui kewajaran dari Rencana Transaksi. Pendapat Kewajaran ini harus
dipandang sebagai satu kesatuan, penggunaan sebagian dari analisis dan informasi,
tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat
Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan
yang berwenang dan stempel dari KJPP Felix Sutandar dan Rekan.




Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                       v
Page 7
 DAFTAR ISI

SURAT PENGANTAR ............................................................................................ i
DAFTAR ISI...................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ................................................................................................ vii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ viii
TIM PENYUSUN .................................................................................................. i
1. PENDAHULUAN .............................................................................................. 1
   1.1 Identifikasi Status Penilai .......................................................................... 1
   1.2 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan .......................................... 1
   1.3 Maksud dan Tujuan .................................................................................. 1
   1.4 Asumsi dan Kondisi Pembatas ................................................................... 1
   1.5 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi ............................................. 2
   1.6 Obyek Pendapat Kewajaran ....................................................................... 2
   1.7 Tanggal Pendapat Kewajaran .................................................................... 2
   1.8 Mata Uang yang Digunakan....................................................................... 2
   1.9 Tingkat Kedalaman Investigasi .................................................................. 3
   1.10 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan ................................... 3
   1.11 Pedoman dan Standar Penilaian ............................................................... 3
   1.12 Keterangan Rencana Transaksi dan Benturan Kepentingan ......................... 3
   1.13 Dampak Keuangan ................................................................................. 3
   1.14 Sumber Data ......................................................................................... 4
   1.15 Pendekatan dan Prosedur Penilaian .......................................................... 5
2. PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DENGAN TRANSAKSI ............................................ 6
   2.1 PT Lestari Tani Teladan (“LTT”) .................................................................. 6
   2.2 PT Astra Agro Lestari Tbk (“AALI” atau “Perseroan”) .................................... 7
   2.3 PT United Tractors Tbk (“UNTR”) ............................................................... 9
3. ANALISIS DAN PENDAPAT KEWAJARAN ........................................................... 11
   3.1 Analisis Transaksi .................................................................................. 11
    3.1.1 Transaksi Afiliasi ................................................................................ 11
    3.1.2 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi ..... 12
    3.1.3 Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi yang Akan Dilakukan . 12
   3.2 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ................................................. 12
    3.2.1 Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha ....................................... 12
    3.2.2 Analisis Industri dan Lingkungan.......................................................... 13
    3.2.3 Analisis Operasional dan Prospek Usaha ............................................... 13
    3.2.4 Keuntungan dan Kerugian Kualitatif atas Rencana Transaksi ................... 16
   3.3 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ............................................... 17
    3.3.1 Penilaian Kinerja Historis .................................................................... 17
    3.3.2 Arus Kas ........................................................................................... 19
    3.3.3 Rasio-rasio Keuangan ......................................................................... 20
    3.3.4 Analisis Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi .................... 21
    3.3.5 Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi ...................... 24
    3.3.6 Analisa Inkremental atas Rencana Transaksi ......................................... 28
    3.3.7 Analisis Kewajaran Nilai Transaksi ........................................................ 28
    3.3.8 Prosedur Pengambilan Keputusan dengan Memperhatikan Alternatif Lain .. 29
   3.4 Analisis Kewajaran Rencana Transaksi ...................................................... 29
   3.5 Kesimpulan ........................................................................................... 29




Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                                              vi
Page 8
 DAFTAR TABEL

Tabel 1 : Daftar Pemegang Saham LTT ................................................................. 6
Tabel 2 : Daftar Pemegang Saham AALI ............................................................... 8
Tabel 3 : Daftar Pemegang Saham UNTR .............................................................. 9
Tabel 4 : Rincian Persamaan Susunan Pemegang Saham AALI dan UNTR ................ 11
Tabel 5: Sumber Daya Manusia per 31 Desember 2022 ......................................... 14
Tabel 6 : Posisi Keuangan Perseroan Tahun 2018 – 2022 ...................................... 17
Tabel 7 : Laporan Laba-Rugi Perseroan Tahun 2018 – 2022 ................................... 18
Tabel 8 : Laporan Arus Kas Perseroan Tahun 2018 - 2022 ..................................... 19
Tabel 9 : Rasio Keuangan Perseroan Tahun 2018 – 2022 ....................................... 20
Tabel 10 : Posisi Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ....... 22
Tabel 11 : Laba Rugi Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ................ 23
Tabel 12 : Arus kas Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi .................. 24
Tabel 13 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi
...................................................................................................................... 25
Tabel 14 : Proyeksi Laba Rugi Pereroan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi ........ 26
Tabel 15 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi ........ 26
Tabel 16 : Proyeksi Beban Umum dan Administrasi ............................................... 27
Tabel 17 : Proyeksi Beban Pajak Penghasilan ....................................................... 27
Tabel 18 : Proyeksi Laba Bersih Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi ................... 27
Tabel 19 : Proyeksi Kontribusi Nilai Tambah dari Pendapatan Sewa ........................ 28




Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                                                    vii
Page 9
 DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 : Hubungan Afiliasi AALI dan UNTR .................................................... 11
Gambar 2 : Struktur Organisasi per 31 Desember 2022 ...................................... 15




Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                                viii
Page 10
 TIM PENYUSUN


Tim penyusun dari Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah:


                     Keterangan                       Tanda Tangan
      Penilai Berijin
      Nama           : Felix Sutandar, M.Sc
      Kualifikasi    : Properti dan Bisnis
      Ijin Penilai   : PB-1.08.00022
      STTD           : STTD.PPB-31/PM.2/2018
      No. MAPPI      : 81-S-00017
      No. Register   : RMK-2017.00022
      Reviewer
      Nama           : Natalia Goysal, SE
      No. MAPPI      : 10-S-02509
      No. Register   : RMK-2017.00307
      Pelaksana Penilai
      Nama           : Symphony Sonata, SE
      No. MAPPI      : 16-T-07047
      No. Register   : RMK-2019.03050




Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                       ix
Page 11
1. PENDAHULUAN


1.1    Identifikasi Status Penilai

Pendapat Kewajaran ini disusun oleh Tim Penilai Independen dari KJPP Felix Sutandar
dan Rekan. Buku Laporan Pendapat Kewajaran ini ditandatangani oleh:
-     Felix Sutandar, MSc (MAPPI No. 81-S-00017; PB-1.08.00022; STTD.PPB-
      31/PM.2/2018) sebagai Penilai Berizin.
-     Natalia Goysal (MAPPI No. 10-S-02509; P.1-12.00347) sebagai Reviewer.
-     Symphony Sonata (MAPPI No. 16-T-07047; Register No. RMK-2019.03050) sebagai
      Pelaksana Penilai.

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, Penilai menjunjung tinggi
integritas, bertindak secara objektif dan tidak memihak serta tidak mempunyai potensi
benturan kepentingan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan Rencana Transaksi.
Penilai memiliki kompetensi dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini dan
menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh.


1.2    Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah:

Nama                : PT Astra Agro Lestari Tbk
Bidang usaha        : Perkebunan Kelapa Sawit
Alamat              : Jalan Pulo Ayang Raya Blok OR-1,
                      Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta
Email               : investor@astra-agro.co.id
Website             : www.astra-agro.co.id
Telepon             : (021) 461-6555


1.3    Maksud dan Tujuan

Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
atas Rencana Transaksi. Sedangkan tujuan Pendapat Kewajaran sesuai dengan
penugasan yang diterima adalah untuk dipergunakan sebagai salah satu bahan dalam
rangka keterbukaan informasi sebagaimana diatur dalam Peraturan POJK
No..42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.


1.4    Asumsi dan Kondisi Pembatas

Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini
dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
   dalam proses penilaian.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
   keakuratannya.



Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                    1
Page 12
4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran
   proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
   pencapaiannya.
5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
   keuangan.
6. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
   yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan Kesimpulan
   Akhir.
8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Pendapat
   Kewajaran dari Pemberi Tugas.


1.5   Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi

PT Astra Agro Lestari Tbk (“AALI” atau “Perseroan”) adalah sebuah perusahaan yang
bergerak dalam industri Perkebunan Kelapa Sawit. Saat ini salah satu entitas anak
Perseroan yaitu PT Lestari Tani Teladan (“LTT”) memiliki sebidang tanah dan bangunan
di Palu yang tidak terpakai (“Properti”). Properti tersebut, sebelumnya digunakan oleh
LTT sebagai Kantor Perwakilan dan tempat menginap (transit) bagi staf yang datang
dari site maupun kantor pusat, namun bencana Gempa Bumi pada tanggal 28
September 2018 menyebabkan kerusakan sehingga Properti tersebut menjadi tidak
layak untuk digunakan.

Setelah bencana Gempa Bumi, Kantor Perwakilan di Palu dibubarkan dan ditangani
langsung oleh Kantor Pusat di Jakarta terutama untuk fungsi pengadaan barang,
sehingga tidak ada rencana untuk mengaktifkan/membangun kembali Properti di Palu
yang dalam keadaan rusak tersebut.

Sementara itu, salah satu perusahaan afiliasi yaitu PT United Tractors Tbk (“UNTR"),
saat ini sedang mengembangkan usaha di Palu dan berencana untuk membuat kantor
cabang di Palu. Oleh karena itu, LTT berencana untuk menjual Properti tersebut kepada
UNTR.


1.6   Obyek Pendapat Kewajaran

Obyek Pendapat Kewajaran adalah Rencana Transaksi Penjualan Tanah seluas 6.118
m2 berikut dengan segala sesuatu yang tumbuh dan berdiri di atasnya, yang berlokasi
di Jalan Garuda, Desa Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi
Tengah dengan SHGB No. 09.


1.7   Tanggal Pendapat Kewajaran

Tanggal (cut-off date) dari Pendapat Kewajaran ini adalah 31 Desember 2022
(“Tanggal Pendapat Kewajaran”). Tanggal Pendapat Kewajaran dipilih atas dasar
pertimbangan kepentingan dan ketersediaan data dalam rangka analisa kewajaran
Rencana Transaksi dimaksud.


1.8   Mata Uang yang Digunakan

Jenis mata uang yang digunakan dalam laporan Penilaian ini adalah Rupiah.



Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                     2
Page 13
1.9    Tingkat Kedalaman Investigasi

Pemberian Pendapat Kewajaran dilakukan dengan investigasi yang meliputi inspeksi
terhadap objek Penilaian dan pengumpulan data dan informasi dari pihak Manajemen
Perseroan yang bertujuan untuk memperoleh dokumen kelengkapan analisis yang
dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi melalui wawancara.

Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut:
a. Analisis dampak pajak untuk para pihak terkait Rencana Transaksi;
b. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis kewajaran.


1.10 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Informasi yang diperoleh berupa:
- Data dan dokumen dari Manajemen Perseroan.
- Data dan keterangan yang diperoleh secara lisan maupun tulisan melalui komunikasi
    dengan manajemen
- Berbagai data dan publikasi yang tersedia secara umum baik berdasarkan media
    cetak maupun elektronik, seperti website Damodaran, Kontan, Bank Indonesia,
    website Pemerintah maupun Asosiasi yang relevan dengan penugasan penilaian.

Informasi, perkiraan dan pendapat yang kami peroleh dari berbagai sumber, kami
anggap merupakan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya dan tidak
mengandung unsur-unsur yang dengan sengaja disembunyikan.


1.11 Pedoman dan Standar Penilaian

Dasar pedoman pelaksanaan dan standar penilaian yang Penilai gunakan adalah:

1.    Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII
      2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 Tahun 2020 yang
      dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
2.    Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang
      Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
3.    Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang
      Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.


1.12 Keterangan Rencana Transaksi dan Benturan Kepentingan

Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan.


1.13 Dampak Keuangan

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, dampak keuangan pada Perseroan Per 31
Desember 2022 adalah sebagai berikut:




Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                       3
Page 14
Posisi Keuangan
-    Kas dan setara kas bertambah sebesar Rp14,36 miliar.
-    Aset tetap berkurang (write off) sebesar Rp0,95 miliar.
-    Saldo laba bertambah sebesar Rp13,41 miliar.

Laba Rugi
-    Pendapatan lain-lain bertambah sebesar Rp13,78 miliar yang merupakan selisih dari
     penjualan Properti sebesar RpRp14,73 miliar dan beban penghapusan aset tetap
     sebesar Rp.0,95 miliar.
-    Beban pajak penghasilan final atas penjualan Properti bertambah sebesar Rp0,37
     miliar.
-    Laba bersih Perseroan bertambah sebesar Rp13,41 miliar.


1.14 Sumber Data

Dalam memberikan pendapat kewajaran ini kami telah melaksanakan prosedur yang
mencakup pengkategorian, pengkorelasian, pengecekan validitas dan penelaahan data
dan informasi berikut:
1.   Laporan Keuangan AALI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
     yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Eddy Rintis, S.E., CPA dari Kantor Akuntan
     Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dalam Laporan Nomor
     00130/2.1025/AU.1/01/0230-2/1/II/2023 tanggal 20 Februari 2023 dengan opini
     wajar, dalam semua hal yang material.
2.   Laporan Keuangan AALI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
     yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Eddy Rintis, S.E., CPA dari Kantor Akuntan
     Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dalam Laporan Nomor
     00119/2.1025/AU.1/01/0230-1/1/II/2022 tanggal 21 Februari 2022 dengan opini
     wajar, dalam semua hal yang material.
3.   Laporan Keuangan AALI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
     yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Buntoro Rianto, S.E., Ak., CPA dari Kantor
     Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dalam Laporan Nomor
     00091/2.1025/AU.1/01/0235-3/1/II/2021 tanggal 19 Februari 2021 dengan opini
     wajar, dalam semua hal yang material.
4.   Laporan Keuangan AALI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
     yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Buntoro Rianto, S.E., Ak., CPA dari Kantor
     Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dalam Laporan Nomor
     00116/2.1025/AU.1/01/0235-2/1/II/2020 tanggal 20 Februari 2020 dengan opini
     wajar, dalam semua hal yang material.
5.   Proyeksi keuangan AALI untuk periode 5 tahun ke depan Dengan dan Tanpa
     dilakukannya Rencana Transaksi yang disiapkan oleh Manajemen Perseroan.
6.   Penilaian Tanah dan Bangunan yang telah dilakukan oleh Penilai Publik Felix
     Sutandar dari Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan dengan Nomor
     00923/2.0072-00/PI/01/0022/1/VI/2023 tanggal 23 Juni 2023.
7.   Salinan Akta pendirian, perubahan dan perizinan yang terkait AALI.
8.   Salinan Surat Perjanjian Jual Beli antara LTT dan UNTR.
9.   Hasil wawancara dengan pihak internal manajemen Perseroan yang diwakilkan oleh
     Bapak Mario Casimirus Surung Gultom selaku Direktur AALI dan Bapak Dony Yoga
     Perdana selaku Direktur LTT beserta tim, mengenai alasan, latar belakang dan hal-
     hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi.

Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                     4
Page 15
10. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain yang relevan
    dalam rangka penugasan ini.


1.15 Pendekatan dan Prosedur Penilaian

Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisa
sebagai berikut:

•   Analisis Transaksi;
•   Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi;
•   Analisis atas kewajaran nilai Transaksi; dan
•   Analisis atas faktor lain yang relevan.




Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                  5
Page 16
 2. PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DENGAN TRANSAKSI

Para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah:

1) PT Lestari Tani Teladan (“LTT”) adalah perusahan tertutup yang berkantor pusat di
   Jalan Pulo Ayang Raya Blok OR-1, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta, yang
   dalam Rencana Transaksi ini bertindak sebagai Pihak Penjual.
   LTT merupakan anak perusahaan dari AALI.
2) PT United Tractors Tbk (“UNTR”) adalah perusahaan publik yang berkantor pusat di
   Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta, yang dalam Rencana Transaksi ini bertindak
   sebagai Pihak Pembeli.


2.1   PT Lestari Tani Teladan (“LTT”)

2.1.1 Pendirian dan Informasi Umum

PT Lestari Tani Teladan (“LTT”) didirikan berdasarkan Akta Notaris Ny. Rukmasanti
Hardjasatya, S.H., No. 30 tanggal 9 April 1987. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-7967.HT.01.01.TH.87
tanggal 17 Desember 1987 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 35 tanggal 30 April 1991, Tambahan No. 1213.

Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir
mengenai beberapa ketentuan dalam Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 tentang
Penyelenggaraan Perizinan Berbasis Risiko dan Klarifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia (“KBLI”) tahun 2020, diaktakan pada Akta No. 40 tanggal 8 April 2022 yang
dibuat dihadapan Nurhasanah, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Barat dan telah disahkan
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Pemberitahuan Penerimaan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-0030329.AH.01.02.
tahun 2022 tanggal 26 April 2022.


2.1.2 Pemegang Saham

Per 31 Desember 2022, dengan susunan pemegang saham LTT sebagai berikut:

                         Tabel 1 : Daftar Pemegang Saham LTT

                                                        Kepemilikan
 No       Nama Pemegang Saham         Jumlah Saham                       Jumlah (Rp)
                                                            (%)
 1.   PT Astra Agro Lestari Tbk               10.589       94,99       10.589.000.000
 2.   Burhanuddin Lamadjido                      558        5,01          558.000.000
               Jumlah                        11.147       100,0       11.147.000.000



2.1.3 Susunan Manajemen

Per 31 Desember 2022, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah
sebagai berikut:




Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                         6
Page 17
Dewan Komisaris
  Presiden Komisaris         : Santosa
  Komisaris                  : Joko Supriyono
  Komisaris                  : Mario Casimirus Surung Gultom

Direksi
   Presiden Direktur         : Said Fakhrullazi
   Direktur                  : Dony Yoga Perdana
   Direktur                  : Cahyo Kurniawan Wahyutomo


2.1.4 Kegiatan Usaha

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
Perusahaan adalah pertanian, perdagangan, industri pengolahan (agro industri),
pengangkutan, treatment air limbah, treatment dan pemulihan material sampah dan
aktivitas remediasi, aktivitas profesional ilmiah dan teknis, aktivitas kesehatan manusia
dan aktivitas sosial. Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jalan Pulo Ayang Raya Blok
OR-1, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta. Perkebunan Perusahaan berlokasi di
Kecamatan Dolo dan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Perusahaan
mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1998.


2.1.5 Perijinan

Perijinan yang telah dimiliki Perseroan antara lain adalah sebagai berikut:
1. Nomor Induk Berusaha (“NIB”) dengan No. 8120212161844 yang diterbitkan oleh
   sistem Online Single Submission (OSS) Pemerintah Republik Indonesia tangal 14
   November 2018 dengan perubahan ke-1 tanggal 20 April 2022.
2. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.329.959.9-007.000.


2.2   PT Astra Agro Lestari Tbk (“AALI” atau “Perseroan”)

2.2.1 Pendirian dan Informasi Umum

PT Astra Agro Lestari Tbk (“Perusahaan”) didirikan dengan nama PT Suryaraya
Cakrawala berdasarkan Akta Notaris Ny. Rukmasanti Hardjasatya, S.H., No. 12 tanggal
3 Oktober 1988, yang kemudian berubah menjadi PT Astra Agro Niaga berdasarkan Akta
perubahan Notaris Benny Kristianto, S.H., No. 95 tanggal 27 November 1997. Akta
pendirian Perusahaan dan perubahannya disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-5.992.HT.01.04 TH.97.

Berdasarkan Akta No. 136 tanggal 23 Juni 1997 yang dibuat di hadapan Benny
Kristianto, S.H, Notaris di Jakarta dilakukan perubahan nama Perusahaan menjadi
PT.Astra Agro Lestari. Perubahan Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan Nomor C2-5.992.HT.01.04 TH.97 tanggal 2
Juli 1997.

Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir
mengenai perubahan beberapa ketentuan dalam Anggaran Dasar untuk disesuaikan
dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 tentang
Penyelenggaraan Perizinan Berbasis Risiko dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia (“KBLI”) tahun 2020, diaktakan pada Akta No. 55 tanggal 13 April 2022 yang
dibuat dihadapan Aulia Taufani S.H., Notaris di Jakarta Selatan dan disahkan oleh
Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                        7
Page 18
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Pemberitahuan
Penerimaan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-0030869.AH.01.02 Tahun 2022
tanggal 27 April 2022.


2.2.2 Pemegang Saham

Modal dasar Perseroan adalah sebesar Rp2.000.000.000.000 terdiri dari 4.000.000.000
lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp500 per lembar saham. Dari jumlah
tersebut, telah ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 48,12%, dengan susunan
pemegang saham sebagai berikut:

                        Tabel 2 : Daftar Pemegang Saham AALI

                                                         Kepemilikan
 No       Nama Pemegang Saham           Jumlah Saham                   Jumlah (juta Rp)
                                                             (%)
  1.   PT Astra International Tbk       1.533.682.440       79,68               766.841
  2.   Masyarakat                          391.005.893      20,32               195.503
              Jumlah                    1.924.688.333      100,0               962.344



2.2.3 Susunan Manajemen

Per 31 Desember 2022, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah
sebagai berikut:

Dewan Komisaris
  Presiden Komisaris         :   Chiew Sin Cheok
  Komisaris                  :   Johannes Loman
  Komisaris Independen       :   Sidharta Utama
  Komisaris Independen       :   Aridono Sukmanto

Direksi
   Presiden Direktur         :   Santosa
   Direktur                  :   Mario Casimirus Surung Gultom
   Direktur                  :   Muhammad Hadi Sugeng Wahyudiono
   Direktur                  :   Rujito Purnomo
   Direktur                  :   Nico Tahir
   Direktur                  :   Said Fakhrullazi
   Direktur                  :   Eko Prasetyo


2.2.4 Kegiatan Usaha

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
Perusahaan adalah pertanian dan peternakan, perdagangan, industri pengolahan (agro
industri), pengangkutan dan jasa (aktivitas profesional ilmiah dan teknis), treatment air
limbah, treatment dan pemulihan material sampah dan aktivitas remediasi, serta
aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial.

Kantor pusat Perusahaan dan entitas anak (“Grup”) berlokasi di Jalan Pulo Ayang Raya
Blok OR-1, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta.




Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                        8
Page 19
2.2.5 Perijinan

Perijinan yang telah dimiliki Perseroan antara lain adalah sebagai berikut:
1. Nomor Induk Berusaha (“NIB”) dengan No. 9120401240279 yang diterbitkan oleh
   sistem Online Single Submission (OSS) Pemerintah Republik Indonesia tangal 7
   Februari 2019.
2. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.334.427.0-054.000.


2.3   PT United Tractors Tbk (“UNTR”)

2.3.1 Pendirian dan Informasi Umum

PT United Tractors Tbk (“UNTR”) didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972
dengan nama PT Inter Astra Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69,
dihadapan Djojo Muljadi, S.H., dengan Akta Perubahan Naskah Pendirian No. 101
tanggal 28 November 1972 dari Notaris yang sama. Akta perubahan tersebut telah
mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia sesuai dengan
surat No. 659/P.T./1972 tanggal 17 November 1972.

Perubahan Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta
kegiatan usaha UNTR sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 79 tanggal 8 April 2022
yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah
mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia sesuai dengan suratnya tanggal 19 April 2022 No. AHU- 0028206.AH.01.02.
tahun 2022.


2.3.2 Pemegang Saham

Susunan kepemilikan saham UNTR per 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:

                       Tabel 3 : Daftar Pemegang Saham UNTR

                                                                Kepemilikan    Jumlah
 No           Nama Pemegang Saham              Jumlah Saham
                                                                   (%)        (juta Rp)
  1.  PT Astra Internasional Tbk                2.219.317.358      59,50         554.829
  2.  Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)    1.510.817.778      40,50         377.704
 Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh    3.730.135.136      100,00        932.534



2.3.3 Susunan Manajemen

Per 31 Desember 2022, susunan Dewan Komisaris dan Direksi UNTR adalah sebagai
berikut:

Dewan Komisaris
  Presiden Komisaris                : Djony Bunarto Tjondro
  Wakil Presiden Komisaris          : Gidion Hasan
  Komisaris                         : Djoko Pranoto Santoso
  Komisaris                         : Benjamin Herrenden Birks
  Komisaris Independen              : Paulus Bambang Widjanarko
  Komisaris Independen              : Nanan Soekarna



Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                        9
Page 20
Direksi
   Presiden Direktur               : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
   Direktur                        : Iman Nurwahyu
   Direktur                        : Loudy Irwanto Ellias
   Direktur                        : Idot Supriadi
   Direktur                        : Iwan Hadiantoro
   Direktur                        : Edhie Sarwono


2.3.4 Kegiatan Usaha

Ruang lingkup kegiatan utama UNTR dan entitas anak meliputi mesin konstruksi,
kontraktor penambangan, pertambangan batubara, pertambangan emas, industri
konstruksi dan energi . UNTR mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. UNTR
berkedudukan di Jakarta, Indonesia.


2.3.5 Perijinan

Perijinan yang telah dimiliki UNTR antara lain adalah sebagai berikut:
1. Nomor Induk Berusaha (“NIB”) dengan No. 8120009960872 yang diterbitkan oleh
   sistem Online Single Submission (OSS) Pemerintah Republik Indonesia.
2. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.308.524.6-091.000.




Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                  10
Page 21
    3. ANALISIS DAN PENDAPAT KEWAJARAN


3.1    Analisis Transaksi

3.1.1 Transaksi Afiliasi

Berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan;
-   Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
    perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan
    terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
    saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
    dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan
    Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
    komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.
-   Transaksi Benturan Kepentingan adalah transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
    terbuka atau perusahaan terkendali dengan setiap pihak, baik dengan Afiliasi maupun
    pihak selain Afiliasi yang mengandung benturan kepentingan.

Transaksi Penjualan Tanah dan Bangunan oleh Perseroan akan dilakukan dengan afiliasi
yaitu UNTR yang merupakan salah satu anak perusahaan dari PT Astra Internasional
Tbk.

         Tabel 4 : Rincian Persamaan Susunan Pemegang Saham AALI dan UNTR

     Keterangan                                   AALI                   UNTR
     PT Astra Internasional Tbk                 79,68%                  59,50%



                       Gambar 1 : Hubungan Afiliasi AALI dan UNTR




Dengan demikian Rencana Transaksi antara AALI dengan UNTR merupakan Transaksi
Afiliasi sesuai dengan POJK No. 42/POJK.04/2020, namun berdasarkan Surat
Pernyataan Manajemen Perseroan bahwa Rencana Transaksi bukan merupakan
Transaksi Benturan Kepentingan.




Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                     11
Page 22
3.1.2 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi

Berdasarkan 00934 Akta Pelepasan dan Pengoperan Hak Atas Tanah oleh Stevi
Hontong, S.H., M.Kn., Notaris di Palu, pokok-pokok perjanjian atas Rencana Transaksi
adalah sebagai berikut:

Penjual              : PT Lestari Tani Teladan
Pembeli              : PT United Tractors Tbk
Obyek Sewa           : Tanah berikut dengan segala sesuatu yang tumbuh dan
                        berdiri di atasnya
Lokasi               : Jl. Garuda, Desa Birobuli Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah
Luas                 : 6.118 m²
Sertifikat           : SHGB No. 09/Birobuli Utara
Harga Pelepasan      : Rp14.725.600.000
Persyaratan lainya   :
 − Segala keuntungan yang diperoleh dari begitu pula segala kerugian yang diderita
   terhadap Tanah yang diuraikan di atas mulai perjanjian berlaku akan diterima dan
   ditanggung oleh Pihak Pembeli.

 − Penjual menjamin Pembeli bahwa Tanah tidak tersangkut sengketa dan tidak
   dijaminkan dalam bentuk apapun juga atas suatu pinjaman serta bebas dari hak-
   hak orang lain.
 − Biaya pajak pelepasan dan pengoperan hak atas Tanah akan dibayar dan
   ditanggung oleh Para Pihak secara proporsional sedangkan biaya akta dan biaya
   pengurusan pelepasan dan pengoperan hak atas Tanah ke atas nama Pembeli akan
   dibayar dan ditanggung oleh Pembeli.
 − Penjual bertanggung jawab atas pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
   tunggakan jika ada.


3.1.3 Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi yang Akan Dilakukan

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi bagi Perseroan adalah mendapatkan penghasilan lain-lain berupa
pendapatan atas penjualan aset, penghematan beban PBB dan beban penyusutan,
sehingga meningkatkan laba bersih Perseroan secara keseluruhan. Sementara itu, tidak
terdapat risiko akibat dari Rencana Transaksi, karena aset Rencana Transaksi
merupakan aset non operasional.


3.2   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

3.2.1 Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha

LTT didirikan pada tahun 1987 dan melakukan kegiatan usaha dalam bidang pertanian,
perdagangan, industri pengolahan (agro industri), pengangkutan, treatment air limbah,
treatment dan pemulihan material sampah dan aktivitas remediasi, aktivitas
profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial. LTT
merupakan anak perusahaan dari AALI, perusahan terbuka yang didirikan pada tahun
1988 dan melakukan kegiatan usaha di bidang pertanian dan peternakan, perdagangan,
industri pengolahan (agro industri), pengangkutan dan jasa (aktivitas profesional ilmiah
dan teknis), treatment air limbah, treatment dan pemulihan material sampah dan
aktivitas remediasi, serta aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial.




Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                     12
Page 23
3.2.2 Analisis Industri dan Lingkungan

Peran industri kelapa sawit terhadap perekonomian nasional hingga saat ini belum
tergantikan. Hal ini dapat terlihat dari berbagai aspek diantaranya industri sawit sudah
menyerap sedikitnya 16 juta tenaga kerja. Selain itu, industri kelapa sawit juga
menciptakan kemandirian energi menggantikan bahan bakar fosil melalui biodiesel
(program B20 dan B30 sebesar 9,3 juta ton pada tahun 2020) dan listrik dari 879 PKS
sebesar 1.829 MW.

Dari aspek ekspor, pada sektor pertanian komoditas kelapa sawit menjadi punggawanya
untuk mendulang devisa perekonomian Indonesia. Perkebunan menjadi subsektor yang
berkontribusi paling besar terhadap total ekspor pertanian. Sebesar 96,86% dari total
nilai ekspor pertanian berasal dari komoditas perkebunan terutama kelapa sawit dengan
share sebesar 73,83%.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Tahun 2021 merupakan tahun dimana ekspor
minyak kelapa sawit (CPO dan turunannya) mengalami kenaikan paling tinggi selama
kurun waktu 5 tahun terakhir yaitu sebesar US$ 27,6 miliar dengan pertumbuhan
sebesar 58,79% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini lah yang menjadikan kelapa
sawit sebagai komoditas yang berperan penting dalam trend positif sektor pertanian
dan sekaligus telah menjadikannya sebagai komoditas unggulan ekspor Indonesia. Dari
total ekspor kelapa sawit tersebut, lebih dari 70% merupakan produk olahan CPO. Di
tengah kondisi perekonomian yang masih tidak pasti, perkebunan kelapa sawit di
Indonesia masih mampu meningkatkan produksi dengan luas 16,38 juta hektar,
mencapai 46 juta ton produksi CPO.

Sumber:
https://ditjenbun.pertanian.go.id/kontribusi-minyak-kelapa-sawit-indonesia-mengatasi-krisis-
pangan-global/


3.2.3 Analisis Operasional dan Prospek Usaha

3.2.3.1 Strategi Bisnis

Perseroan telah menetapkan Sustainability Aspirations dengan target harus dicapai
tahun 2030 sebagai strategi perusahaan. Inisiatif sustainability tersebut terangkum
dalam Triple-P Roadmap Strategy yakni Portfolio Roadmap yang merupakan strategi
bisnis kami yang ramah lingkungan, People Roadmap yakni strategi Perseroan dalam
melakukan pengembangan SDM pada seluruh karyawan, serta Public Contribution
Roadmap yakni community development.

Pada tahun 2023, Strategi Perseroan dalam menjalankan bisnis akan berlandaskan
inisiatif-inisiatif dalam sustainability serta tetap menjalankan operational excellence
yang mencakup berbagai strategi teknis diantaranya:

1.   Menjalankan program intensifikasi dan automasi.
2.   Pengembangan dan pengaplikasian benih unggul.
3.   Program peremajaan tanaman.
4.   Melanjutkan operasi industri hilir yang sudah berjalan.
5.   Melanjutkan penerapan protokol kesehatan di area Perseroan maupun di lini bisnis
     Perseroan.
6.   Meningkatkan volume penjualan melalui pengembangan kerja sama dengan kebun
     masyarakat sekitar dan pembelian CPO eksternal.
7.   Penerapan teknologi dalam proses bisnis untuk meningkatkan produktivitas dan
     efisiensi bagi Perseroan.

Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                            13
Page 24
8.   Konsistensi dalam menjalankan tata kelola Perseroan yang berkelanjutan.
9.   Pengembangan Sumber daya Manusia.


3.2.3.2 Sumber Daya Manusia

Per 31 Desember 2022, Perseroan memiliki total karyawan sebanyak 34.116 orang
(tetap dan kontrak) yang bekerja di berbagai lokasi, termasuk di Kantor Pusat dan
Kebun. Berikut ini adalah jumlah karyawan Perseroan menurut tingkat jabatan:

                Tabel 5: Sumber Daya Manusia per 31 Desember 2022

                               POSISI                      JUMLAH
               Direktur                                          7
               Manajer                                         363
               Staf                                          1.318
               Non Staf                                     32.428
                 Jumlah                                    34.116




Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                 14
Page 25
3.2.3.3 Struktur Organisasi

             Gambar 2 : Struktur Organisasi per 31 Desember 2022




Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                     15
Page 26
3.2.3.4 Prospek Usaha

Relaksasi pandemik Covid-19 telah diberlakukan hampir seluruh negara di dunia,
termasuk Indonesia. Namun mutasi dari virus Covid-19 kini bermunculan dan telah
sampai ke dalam negeri, seperti yang terbaru yakni varian Kraken. Vaksinasi booster
tahap kedua di Indonesia maupun negara lain di dunia telah dijalankan Pemerintah
untuk mencapai imunitas ataupun kekebalan terhadap virus Covid-19 pada tahun 2023.
Disisi lain, ramalan para ekonom dunia akan terjadinya resesi global semakin terasa
nyata dengan terlihatnya beberapa indikasi yang sudah mulai terjadi, seperti kenaikan
suku bunga acuan secara agresif yang dilakukan bank sentral berbagai negara dalam
upaya meredam laju inflasi. Ancaman resesi global terutama akibat ketegangan
geopolitik akibat perang Rusia dan Ukraina yang berimbas pada disrupsi rantai pasok
global akan berdampak pada volatilitas harga CPO dan turunannya. Ketidakpastian ini
akan menjadi salah satu tantangan besar bagi Perseroan dalam menjalankan bisnis di
tahun 2023.

Di dalam negeri, upaya untuk penguatan ekonomi akibat ketidakpastian ekonomi global
yang menyebabkan kenaikan harga komoditas termasuk kelapa sawit direspon
Pemerintah dengan memberlakukan kebijakan ekspor DMO dan DPO di tahun 2022 dan
masih mungkin akan berlaku selama tahun 2023. Apalagi, Menjelang hari besar
keagamaan nasional seperti Idul Fitri dimana merupakan puncak peningkatan konsumsi
masyarakat Indonesia, isu kelangkaan minyak goreng akibat terganggunya rantai
pasokan harus diantisipasi Perseroan. Jika merujuk pada tahun 2022 lalu, isu ini
ditanggapi Pemerintah dengan diberlakukannya pelarangan ekspor minyak kelapa sawit
dan turunannya.

Menyikapi ketidakpastian tersebut, melalui tema “Embracing Opportunities” Perseroan
akan konsisten menerapkan pengelolaan keuangan dengan penuh kehati-hatian,
akuntabel dan disiplin serta tetap membuka berbagai peluang untuk pengembangan
bisnis yang berkelanjutan. Selain itu, Perseroan akan terus melakukan kontrol maupun
evaluasi terhadap strategi dalam manajemen rantai pasokan, diantaranya kebijakan
operasional dan manajemen pengelolaan stok dengan mempertimbangkan faktor
internal maupun faktor eksternal yang mempengaruhi bisnis Perseroan.

Pada tahun 2023, Perseroan konsisten untuk berfokus pada operasional excellence yakni
dengan meningkatkan produktivitas perkebunan sawit melalui penerapan Good
Agricultural Practices (GAP) yang didukung oleh teknologi informasi berbasis data
analitik. Program peremajaan tanaman (replanting) dengan target 5000 ha secara
konsisten akan terus dilakukan untuk mengganti tanaman berumur tua dengan tanaman
baru yang lebih produktif sehingga mampu meningkatkan produktivitas Perseroan
dalam jangka panjang. Strategi tersebut didukung oleh pengembangan Research and
Development (RnD). Selain itu, isu keberlanjutan juga masih menjadi tantangan di
tahun 2023. Menanggapi hal tersebut, Perseroan secara konsisten akan
mengimplementasikan sustainability aspirations dalam setiap lini tata kelola perusahaan
untuk mencapai target yang telah ditetapkan hingga tahun 2030 mendatang.

Sumber: Laporan Tahunan AALI 2022



3.2.4 Keuntungan dan Kerugian Kualitatif atas Rencana Transaksi

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi memberikan keuntungan berupa pendapatan
lain-lain atas penjualan aset, penghematan beban PBB dan beban penyusutan, sehingga
meningkatkan laba bersih Perseroan secara keseluruhan. Sementara itu, tidak terdapat
kerugian akibat dari Rencana Transaksi, karena aset Rencana Transaksi merupakan aset
non operasional.

Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                    16
Page 27
3.3   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

3.3.1 Penilaian Kinerja Historis

3.3.1.1 Posisi Keuangan

Posisi keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
- 2022 adalah seperti terlihat berikut ini:

                        Tabel 6 : Posisi Keuangan Perseroan Tahun 2018 – 2022

      Dalam Juta Rp                              2018            2019            2020            2021             2022
      ASET LANCAR
      Kas dan setara kas                                49.082      383.366         978.892        3.896.022        1.619.616
      Piutang usaha
       Pihak ketiga                                 295.436         356.095         391.189             236.336      484.846
       Pihak berelasi                               321.188          12.644         374.660             221.799      363.924
      Piutang lain-lain
       Pihak ketiga                                   41.375         384.290         620.750         124.860           42.279
       Pihak berelasi                                  5.430           5.215           3.385           1.222            7.381
      Persediaan                                   2.368.363       1.974.035       2.165.603       3.023.478        3.273.597
      Aset biologis                                  174.827         186.748         258.134         291.491          121.609
      Uang muka                                      182.241         153.854         123.234          81.554           68.385
      Pajak dibayar dimuka                         1.062.686       1.015.764       1.022.043       1.537.446        1.408.971
      Total aset lancar                            4.500.628       4.472.011       5.937.890       9.414.208        7.390.608

      ASET TIDAK LANCAR
      Investasi pada ventura bersama                172.966         167.067         255.530             330.904      546.531
      Piutang jangka panjang
        Pihak ketiga                                 70.133               -               -                   -            -
        Pihak berelasi                              469.119         450.350         456.951             419.452      220.723
      Aset pajak tangguhan, bersih                  838.940         825.031         723.020             626.433      551.273
      Tanaman produktif
        Tanaman menghasilkan                       5.681.689       5.423.078       5.461.796       5.499.864        5.674.297
        Tanaman belum menghasilkan                 1.367.116       1.567.434       1.544.060       1.614.607        1.635.923
      Aset tetap                                  10.219.013       9.841.623       9.242.161       9.172.225        9.104.799
      Aset biologis                                  149.489         171.561               -               -                -
      Goodwill                                        55.951          55.951          55.951          55.951           55.951
      Perkebunan plasma                              867.926       1.198.863       1.493.464       1.494.531        1.581.302
      Tagihan restitusi pajak                      2.018.680       2.706.543       2.485.464       1.655.100        2.234.602
      Aset lain-lain                                 445.317          94.612         124.944         116.631          253.331
      Total aset tidak lancar                     22.356.339      22.502.113      21.843.341      20.985.698       21.858.732
      TOTAL ASET                                  26.856.967      26.974.124      27.781.231      30.399.906       29.249.340

      LIABILITAS JANGKA PENDEK
      Uang muka pelanggan
        Pihak ketiga                                325.856             72.968          81.072          368.162      202.803
        Pihak berelasi                               31.299             16.232              64                3            4
      Utang usaha
        Pihak ketiga                               1.057.257        801.001         749.456             907.364     1.162.333
        Pihak berelasi                                31.574         25.844          20.808             119.353        62.090
      Liabilitas lain-lain
        Pihak ketiga                                118.726         161.050         463.203             215.761      213.855
        Pihak berelasi                                  413             400               -                   -            -
      Akrual                                        155.572         152.327         164.984             132.316       96.012
      Utang pajak                                   137.799          91.866         222.619             575.841      225.982
      Kewajiban imbalan kerja                        93.034          95.077          90.300              77.135       84.860
      Bagian pinjaman bank jangka panjang yang
      jatuh tempo dalam waktu satu tahun           1.125.000         150.000               -       3.564.461            5.000
      Total liabilitas jangka pendek               3.076.530       1.566.765       1.792.506       5.960.396        2.052.939

      LIABILITAS JANGKA PANJANG
      Pinjaman bank jangka panjang                 3.606.303       5.535.466       5.623.933       2.131.944        4.048.767
      Liabilitas pajak tangguhan, bersih             116.217         142.484         133.160         209.251          221.288
      Kewajiban imbalan kerja                        583.395         651.344         737.379         525.380          466.322
      Liabilitas lain-lain                                 -          99.538         246.459         401.762          216.803
      Total liabilitas jangka panjang              4.305.915       6.428.832       6.740.931       3.268.337        4.953.180
      TOTAL LIABILITAS                             7.382.445       7.995.597       8.533.437       9.228.733        7.006.119

      EKUITAS
      Modal saham                                    962.344         962.344         962.344         962.344          962.344
      Tambahan modal disetor                       3.878.995       3.878.995       3.878.995       3.878.995        3.878.995
      Komponen ekuitas lainnya                      (33.444)       (164.066)       (585.804)       (225.215)         (77.590)
      Saldo laba:
       Dicadangkan                                   192.500         192.500         192.500         192.500          192.500
       Belum dicadangkan                          13.989.234      13.651.380      14.304.458      15.810.568       16.727.788
      Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
      pemilik Perusahaan                          18.989.629      18.521.153      18.752.493      20.619.192       21.684.037
      Kepentingan nonpengendali                      484.893         457.374         495.301         551.981          559.184
      TOTAL EKUITAS                               19.474.522      18.978.527      19.247.794      21.171.173       22.243.221
      TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                26.856.967      26.974.124      27.781.231      30.399.906       29.249.340


Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                                                                  17
Page 28
a. Aset

Secara keseluruhan, aset Perseroan mengalami peningkatan selama periode 2018 -
2022. Total aset pada tahun 2018 tercatat sebesar Rp26,9 triliun kemudian meningkat
berturut-turut sebesar 0,4%, 3,0% dan 9,4% pada tahun 2019 - 2021 menjadi Rp27,0
triliun, Rp27,8 triliun, dan Rp30,4 triliun. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh
peningkatan kas dan setara kas, persediaan, dan perkebunan plasma. Pada tahun 2022,
total aset Perseroan mengalami penurunan 3,8% menjadi sebesar Rp29,2 triliun
disebabkan karena penurunan kas dan setara kas.

b. Liabilitas

Total liabilitas Perseroan pada tahun 2018 tercatat sebesar Rp7,4 triliun kemudian
meningkat selama tahun 2019-2021 berturut-turut sebesar 8,3%, 6,7%, dan 8,1%
menjadi Rp8,0 triliun, Rp8,5 triliun, dan Rp9,2 triliun. Peningkatan ini terutama
disebabkan oleh peningkatan pinjaman bank dan liabilitas lain-lain. Pada tahun 2022,
total liabilitas Perseroan mengalami penurunan 24,1% menjadi sebesar Rp7,0 triliun
terutama disebabkan oleh penurunan pinjaman bank jangka panjang.

c. Ekuitas

Secara keseluruhan, ekuitas Perseroan pada periode 2018 – 2022 mengalami
peningkatan. Pada tahun 2018 jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp19,5 triliun kemudian
menjadi sebesar Rp22,2 triliun pada tahun 2022. Peningkatan ekuitas terutama
disebabkan oleh peningkatan saldo laba setiap tahun.


3.3.1.2 Laba Rugi

Secara ringkas Laba Rugi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2018 - 2022 adalah seperti disajikan di bawah ini:

                        Tabel 7 : Laporan Laba-Rugi Perseroan Tahun 2018 – 2022

 Dalam Juta Rp                              2018           2019           2020           2021           2022
 Pendapatan bersih                          19.084.387     17.452.736     18.807.043      24.322.048    21.828.591
 Beban pokok pendapatan                     (15.544.881)   (15.308.230)   (15.844.152)   (19.492.034)   (18.006.474)

 Laba bruto                                  3.539.506      2.144.506      2.962.891       4.830.014     3.822.117
 Beban umum dan administrasi                   (786.046)      (723.359)      (704.009)      (978.957)      (882.976)
 Beban penjualan                               (427.554)      (460.839)      (416.725)      (421.399)      (578.728)
 Biaya pendanaan                               (225.057)      (350.337)      (418.290)      (394.499)      (366.449)
 Keuntungan selisih kurs, bersih                 66.114        (34.652)        33.048         65.382         50.407
 Penghasilan bunga                               25.774         30.214         51.002         62.793         82.401
 Bagian atas hasil bersih ventura bersama       (15.069)        (5.899)        88.463        113.159        215.627
 Lain-lain, bersih                               29.412         61.226       (133.745)      (363.324)        86.779
 Laba sebelum pajak penghasilan              2.207.080        660.860      1.462.635       2.913.169     2.429.178
 Beban pajak penghasilan                       (686.357)      (417.231)      (568.856)      (845.807)      (637.128)
 Laba tahun berjalan                         1.520.723        243.629        893.779       2.067.362     1.792.050




a. Pendapatan

Pendapatan Perseroan pada tahun 2018 tercatat sebesar Rp19,1 triliun kemudian
menurun menjadi sebesar Rp17,5 triliun pada tahun 2019. Pada tahun 2020 dan 2021
pendapatan Perseroan mengalami peningkatan menjadi sebesar Rp18,8 triliun dan
Rp24,3 triliun. Pada tahun 2022, pendapatan Perseroan mengalami penurunan menjadi
sebesar Rp21,8 triliun.

Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                                                 18
Page 29
b. Beban Pokok Pendapatan

Beban pokok pendapatan Perseroan meningkat dan menurun mengikuti pendapatan
Perseroan. Pada tahun 2018 – 2022, beban pokok pendapatan Perseroan berturut-turut
tercatat sebesar Rp15,5 triliun, Rp15,3 triliun, Rp15,8 triliun, Rp19,5 triliun, dan Rp18,0
triliun.

c. Beban Usaha

Pada tahun 2018 – 2022, beban usaha Perseroan berturut-turut tercatat sebesar Rp1,2
triliun, Rp1,2 triliun, Rp1,1 triliun, Rp1,4 triliun, dan Rp1,5 triliun.

d. Laba Tahun Berjalan

Laba Perseroan mengalami fluktuasi mengikuti perolehan pendapatan. Pada tahun 2018
perolehan laba Perseroan tercatat sebesar Rp1,5 triliun, kemudian menurun pada tahun
2019 menjadi sebesar Rp0,2 triliun. Pada tahun 2020 dan 2021 perolehan laba
Perseroan mengalami peningkatan menjadi sebesar Rp0,9 triliun dan Ro 2,1 triliun. Pada
tahun 2022, perolehan laba Perseroan tercatat sebesar Rp1,8 triliun.


3.3.2 Arus Kas

Gambaran arus kas Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2018 - 2022 adalah seperti disajikan di bawah ini.

                             Tabel 8 : Laporan Arus Kas Perseroan Tahun 2018 - 2022

 Dalam Juta Rp                                               2018           2019           2020           2021           2022

 Arus kas dari aktivitas operasi
 Penerimaan dari pelanggan                                    19.118.173     17.414.370     18.376.924     24.909.734     21.267.225
 Penerimaan penghasilan bunga, bersih                             23.773         31.106         55.609         65.134         76.242
 Pembayaran kepada pemasok dan karyawan                      (15.591.781)   (15.014.707)   (15.656.118)   (19.891.592)   (17.032.385)
 (Pembayaran)/penerimaan pajak                                (1.090.792)      (233.349)       560.293         39.286     (1.699.607)
 Pembayaran beban operasional lainnya                           (414.138)      (905.067)    (1.014.544)      (227.443)      (776.078)
 Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi         2.045.235      1.292.353      2.322.164      4.895.119      1.835.397

 Arus kas dari aktivitas investasi
 Penambahan aset tetap                                          (939.268)      (653.547)     (461.413)       (763.501)      (791.413)
 Penambahan tanaman produktif                                   (637.609)      (618.325)     (509.098)       (465.981)      (588.031)
 Penerimaan piutang jangka panjang                               (69.999)           -             -            42.794        237.226
 Penambahan aset biologis                                        (31.891)       (35.511)      (28.687)            -              -

 Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi     (1.678.767)    (1.307.383)     (999.198)     (1.186.688)    (1.142.218)

 Arus kas dari aktivitas pendanaan
 Pembayaran pinjaman bank                                      (700.000)     (1.975.000)     (700.000)            -       (3.374.786)
 Penerimaan pinjaman bank                                     1.225.000       3.135.550       550.000             -        1.700.000
 Pembayaran dividen kas                                        (835.247)       (431.091)     (175.130)       (490.745)      (854.474)
 Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham
 nonpengendali                                                   (74.656)       (59.642)      (22.840)        (39.900)       (59.310)
 Pembayaran biaya pendanaan                                     (224.429)      (335.723)     (419.975)       (398.542)      (417.581)
 Penerimaan dividen kas dari ventura bersama                         -              -             -            37.785            -

 Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan      (609.332)       334.094       (767.945)      (891.402)     (3.006.151)

 (Penurunan)/kenaikan bersih kas dan setara kas                (242.864)       319.064        555.021       2.817.029     (2.312.972)
 Dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara kas       29.654         15.220         40.505         100.101         36.566
 Kas dan setara kas pada awal tahun                             262.292         49.082        383.366         978.892      3.896.022
 Kas dan setara kas pada akhir tahun                             49.082        383.366        978.892       3.896.022      1.619.616




Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                                                                  19
Page 30
a. Aktivitas Operasi

Pada tahun 2018 - 2022 arus kas operasi Perseroan berada pada posisi positif yaitu
berturut-turut sebesar Rp2,0 triliun, Rp1,3 triliun, Rp2,3 triliun, Rp4,9 triliun dan Rp1,8
triliun.

b. Aktivitas Investasi

Selama periode 2018 – 2022, Perseroan mencatat adanya perolehan aset tetap dan
penambahan tanaman produktif setiap tahunnya.

c. Aktivitas Pendanaan

Pada 2018, 2019, 2020, dan 2022 Perseroan mencatat adanya penerimaan dan
pembayaran pinjaman bank. Pada tahun 2021, Perseroan mencatat adanya penerimaan
dividen kas dari ventura bersama. Perseroan mencatat adanya pembayaran dividen kas
setiap tahunnya.


3.3.3 Rasio-rasio Keuangan

Gambaran rasio keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2018 - 2022 adalah seperti disajikan berikut ini.

                         Tabel 9 : Rasio Keuangan Perseroan Tahun 2018 – 2022

 RASIO                             2018           2019           2020           2021           2022

 PROFITABILITAS
  GPM                                     18,5%          12,3%          15,8%          19,9%          17,5%
  OPM                                     12,2%           5,5%           9,8%          14,1%          10,8%
  NPM                                      8,0%           1,4%           4,8%           8,5%           8,2%
  ROA                                      5,7%           0,9%           3,2%           6,8%           6,1%
  ROE                                      7,8%           1,3%           4,6%           9,8%           8,1%

 LIKUDITAS
   Rasio lancar                            1,5            2,9            3,3            1,6            3,6

 AKTIVITAS
  Perputaran piutang                      30,9           35,4           33,2           39,7           33,4
  Perputaran persedian                     6,6            7,1            7,7            7,5            5,7

 SOLVABILITAS
  DER                                     37,9%          42,1%          44,3%          43,6%          31,5%
  DAR                                     72,5%          70,4%          69,3%          69,6%          76,0%




a. Rasio Profitabilitas

    Berdasarkan rasio profitabilitas, marjin laba kotor terhadap pendapatan bersih
    adalah sebesar 18,5% pada tahun 2018 kemudian turun menjadi 17,5% pada tahun
    2022 sedangkan marjin laba bersih terhadap pendapatan bersih Perseroan adalah
    8,0% pada tahun 2018 kemudian menurun menjadi sebesar 8,2% per 2022.
    Penurunan rasio ini disebabkan oleh adanya pemasaran.

b. Rasio Likuiditas

    Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban
    keuangannya dalam jangka pendek digambarkan dengan rasio lancar (current
    Ratio). Rasio lancar dihitung dengan cara membandingkan jumlah aset lancar
Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                                        20
Page 31
   dengan jumlah liabilitas jangka pendek. Pada periode 2018 - 2022, rasio lancar
   Perseroan berturut-turut sebesar 1,5 kali, 2,9 kali, 3,3 kali, 1,6 kali dan 3,6 kali.

c. Rasio Aktivitas

   Rasio aktivitas menggambarkan tingkat perputaran usaha, yang dapat dihitung
   berdasarkan perbandingan total penjualan terhadap total piutang (Perputaran
   Piutang) dan total beban pokok penjualan total persediaan (Perputaran Persediaan).

   Perputaran piutang Perseroan adalah sebesar 30,9 kali pada tahun 2018 dan sebesar
   33,4 kali pada tahun 2022. Perputaran persediaan Perseroan adalah sebesar 6,6 kali
   pada tahun 2018 dan sebesar 5,7 kali pada tahun 2022.

d. Rasio Solvabilitas

   Rasio solvabilitas digunakan untuk menghitung perbandingan dana yang tersedia
   dengan dana yang dipinjam sehingga dapat menunjukkan tingkat keamanan aset
   dan ekuitas dari jumlah pinjaman, yang diukur dengan perbandingan total liabilitas
   dengan total ekuitas perseroan (DER, Debt to Equity Ratio) dan total liabilitas
   terhadap total aset (DAR, Debt to Asset Ratio).

   Pada tahun 2018, DER adalah sebesar 37,9% kemudian menurun pada tahun 2022
   menjadi sebesar 31,5%. Sedangkan DAR Perseroan pada tahun 2018 adalah sebesar
   72,5% kemudian meningkat pada tahun 2022 menjadi sebesar 76,0%. Berdasarkan
   kondisi tersebut, terlihat bahwa pendanaan Perseroan sebagian besar berasal dari
   modal sendiri.


3.3.4 Analisis Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

Posisi Keuangan dan Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi diperoleh dari laporan
keuangan per tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dalam Laporan Nomor 00130/2.1025/AU.1/01/
0230-2/1/II/2023 tanggal 20 Februari 2023, sedangkan Posisi Keuangan dan Laba Rugi
Setelah Rencana Transaksi merupakan perkiraan yang didasarkan atas kemungkinan
perubahan pada akun-akun yang terkait dengan Rencana Transaksi yang diberikan oleh
Manajemen.

Untuk memberikan gambaran secara lebih jelas, berikut ini disajikan tabel Posisi
Keuangan dan Laba Rugi Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi:




Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                     21
Page 32
3.3.4.1 Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

   Tabel 10 : Posisi Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

                                                                               31 Desember 2022
   Dalam Juta Rupiah
                                                          Sebelum Transaksi       Penyesuaian       Setelah Transaksi
   ASET LANCAR
   Kas dan setara kas                                             1.619.616               14.357            1.633.973
   Piutang usaha
     Pihak ketiga                                                   484.846                  -                484.846
     Pihak berelasi                                                 363.924                  -                363.924
   Piutang lain-lain
     Pihak ketiga                                                    42.279                 -                  42.279
     Pihak berelasi                                                   7.381                 -                   7.381
   Persediaan                                                     3.273.597                 -               3.273.597
   Aset biologis                                                    121.609                 -                 121.609
   Uang muka                                                         68.385                 -                  68.385
   Pajak dibayar dimuka                                           1.408.971                 -               1.408.971
   Total aset lancar                                              7.390.608              14.357             7.404.965

   ASET TIDAK LANCAR
   Investasi pada ventura bersama                                   546.531                  -                546.531
   Piutang jangka panjang - pihak berelasi                          220.723                  -                220.723
   Aset pajak tangguhan, bersih                                     551.273                  -                551.273
   Tanaman produktif
     Tanaman menghasilkan                                         5.674.297                  -              5.674.297
     Tanaman belum menghasilkan                                   1.635.923                  -              1.635.923
   Aset tetap                                                     9.104.799                 (948)           9.103.851
   Goodwill                                                          55.951                  -                 55.951
   Perkebunan plasma                                              1.581.302                  -              1.581.302
   Tagihan restitusi pajak                                        2.234.602                  -              2.234.602
   Aset lain-lain                                                   253.331                  -                253.331
   Total aset tidak lancar                                       21.858.732                 (948)          21.857.784

   TOTAL ASET                                                    29.249.340              13.409            29.262.749

   LIABILITAS JANGKA PENDEK
   Uang muka pelanggan
     Pihak ketiga                                                   202.803                  -                202.803
     Pihak berelasi                                                       4                  -                      4
   Utang usaha
     Pihak ketiga                                                 1.162.333                  -              1.162.333
     Pihak berelasi                                                  62.090                  -                 62.090
   Liabilitas lain-lain                                             213.855                  -                213.855
   Akrual                                                            96.012                  -                 96.012
   Utang pajak                                                      225.982                  -                225.982
   Kewajiban imbalan kerja                                           84.860                  -                 84.860
   Bagian pinjaman bank jangka panjang yang jatuh tempo
   dalam waktu satu tahun                                             5.000                 -                   5.000
   Total liabilitas jangka pendek                                 2.052.939                 -               2.052.939

   LIABILITAS JANGKA PANJANG
   Pinjaman bank jangka panjang                                   4.048.767                 -               4.048.767
   Liabilitas pajak tangguhan, bersih                               221.288                 -                 221.288
   Kewajiban imbalan kerja                                          466.322                 -                 466.322
   Liabilitas lain-lain                                             216.803                 -                 216.803
   Total liabilitas jangka panjang                                4.953.180                 -               4.953.180

   TOTAL LIABILITAS                                               7.006.119                 -               7.006.119

   EKUITAS
   Modal saham                                                      962.344                  -                962.344
   Tambahan modal disetor                                         3.878.995                  -              3.878.995
   Komponen ekuitas lainnya                                         (77.590)                 -                (77.590)
   Saldo laba:
    Dicadangkan                                                     192.500              13.409               205.909
    Belum dicadangkan                                            16.727.788                 -              16.727.788
   Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik               21.684.037              13.409            21.697.446
   Kepentingan nonpengendali                                        559.184                 -                 559.184
   TOTAL EKUITAS                                                 22.243.221              13.409            22.256.630

   TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                  29.249.340              13.409            29.262.749

Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                                                          22
Page 33
Dari tabel Posisi Keuangan, terlihat bahwa setelah Rencana Transaksi dilakukan maka:
- Kas dan setara kas bertambah sebesar Rp14,36 miliar.
- Aset tetap berkurang (write off) sebesar Rp0,95 miliar.
- Saldo laba bertambah sebesar Rp13,41 miliar.


3.3.4.2 Laba Rugi Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

            Tabel 11 : Laba Rugi Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

                                                                     31 Desember 2022
    Dalam Juta Rupiah
                                               Sebelum Transaksi        Penyesuaian       Setelah Transaksi
    Pendapatan bersih                                 21.828.591                  -              21.828.591
    Beban pokok pendapatan                           (18.006.474)                 -             (18.006.474)

    Laba bruto                                         3.822.117                  -               3.822.117
    Beban umum dan administrasi                          (882.976)                 -                (882.976)
    Beban penjualan                                      (578.728)                 -                (578.728)
    Biaya pendanaan                                      (366.449)                 -                (366.449)
    Keuntungan selisih kurs, bersih                        50.407                  -                  50.407
    Penghasilan bunga                                      82.401                  -                  82.401
    Bagian atas hasil bersih ventura bersama              215.627                  -                 215.627
    Lain-lain, bersih                                      86.779               13.778               100.557
    Laba sebelum pajak penghasilan                     2.429.178               13.778             2.442.956
    Beban pajak penghasilan                              (637.128)                (368)             (637.496)
    Laba tahun berjalan                                1.792.050               13.409             1.805.459



Dari gambaran laba rugi, terlihat bahwa setelah Rencana Transaksi dilakukan maka:

-      Pendapatan lain-lain bertambah sebesar Rp13,78 miliar yang merupakan selisih dari
       penjualan Properti sebesar Rp14,73 miliar dan beban penghapusan aset tetap
       sebesar Rp.0,95 miliar.
-      Beban pajak penghasilan final atas penjualan Properti bertambah sebesar Rp0,37
       miliar.
-      Laba bersih Perseroan bertambah sebesar Rp13,41 miliar.




Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                                         23
Page 34
3.3.4.3 Arus kas Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

              Tabel 12 : Arus kas Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

                                                                                      31 Desember 2022
    Dalam Juta Rupiah
                                                                Sebelum Transaksi        Penyesuaian         Setelah Transaksi

    Arus kas dari aktivitas operasi
    Penerimaan dari pelanggan                                            21.267.225                   -               21.267.225
    Penerimaan penghasilan bunga, bersih                                     76.242                   -                   76.242
    Pembayaran kepada pemasok dan karyawan                             (17.032.385)                   -             (17.032.385)
    (Pembayaran)/penerimaan pajak                                       (1.699.607)                (368)             (1.699.975)
    Pembayaran beban operasional lainnya                                  (776.078)                   -                (776.078)
    Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi                 1.835.397                (368)               1.835.029

    Arus kas dari aktivitas investasi
    Penambahan aset tetap                                                 (791.413)                    -               (791.413)
    Penambahan tanaman produktif                                          (588.031)                    -               (588.031)
    Penerimaan piutang jangka panjang                                       237.226                    -                 237.226
    Penjualan aset tetap                                                          -               14.726                  14.726
    Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi            (1.142.218)               14.726             (1.127.492)

    Arus kas dari aktivitas pendanaan
    Pembayaran pinjaman bank                                            (3.374.786)                      -           (3.374.786)
    Penerimaan pinjaman bank                                              1.700.000                      -             1.700.000
    Pembayaran dividen kas                                                (854.474)                      -             (854.474)
    Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham
    nonpengendali                                                          (59.310)                      -              (59.310)
    Pembayaran biaya pendanaan                                            (417.581)                      -             (417.581)
    Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan            (3.006.151)                      -           (3.006.151)

    (Penurunan)/kenaikan bersih kas dan setara kas                      (2.312.972)               14.357             (2.298.615)
    Dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara kas                36.566                    -                  36.566
    Kas dan setara kas pada awal tahun                                    3.896.022                    -               3.896.022
    Kas dan setara kas pada akhir tahun                                   1.619.616               14.357               1.633.973



Dari gambaran arus kas, terlihat bahwa setelah Rencana Transaksi dilakukan maka:

-      Pada arus kas dari aktivitas operasional terdapat pembayaran pajak penghasilan
       final atas penjualan properti sebesar Rp0,37 miliar yang berasal dari 2,5% atas
       penjualan sebesar Rp14,73 miliar
-      Pada arus kas dari aktivitas investasi terdapat penerimaan atas penjualan properti
       sebesar Rp14,73 miliar.


3.3.5 Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

Proyeksi laporan keuangan tahun 2023 telah dipersiapkan oleh manajemen Perseroan
dengan asumsi-asumsi yang menurut Penilai cukup wajar sebagai berikut:




Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                                                             24
Page 35
Tabel 13 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

                                                                                         31 Desember 2023
 Dalam Juta Rupiah
                                                                               Dengan Transaksi     Tanpa Transaksi
 ASET LANCAR
 Kas dan setara kas                                                                      426.962             412.639
 Piutang usaha                                                                           468.747             468.747
 Piutang lain-lain                                                                        49.880              49.880
 Persediaan                                                                            4.248.772           4.248.772
 Aset biologis                                                                            99.038              99.038
 Uang muka                                                                               235.079             235.079
 Pajak dibayar dimuka                                                                  2.358.645           2.358.645
 Total aset lancar                                                                     7.887.124           7.872.800

 ASET TIDAK LANCAR
 Investasi pada ventura bersama                                                         546.068              546.068
 Piutang jangka panjang - pihak berelasi
 Aset pajak tangguhan, bersih                                                            560.262             560.262
 Tanaman produktif                                                                     7.469.373           7.469.373
 Aset tetap                                                                            9.022.971           9.023.759
 Goodwill                                                                                 55.951              55.951
 Perkebunan plasma                                                                     1.605.559           1.605.559
 Tagihan restitusi pajak                                                               1.934.228           1.934.228
 Aset lain-lain                                                                          165.963             165.963
 Total aset tidak lancar                                                              21.360.375          21.361.163

 TOTAL ASET                                                                          29.247.498           29.233.963

 LIABILITAS JANGKA PENDEK
 Uang muka pelanggan                                                                     228.398             228.398
 Utang usaha                                                                           1.084.292           1.084.292
 Liabilitas lain-lain                                                                    146.100             146.100
 Akrual                                                                                   78.631              78.631
 Utang pajak                                                                             221.128             221.128
 Kewajiban imbalan kerja                                                                  84.860              84.860
 Bagian pinjaman bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun               5.000               5.000
 Total liabilitas jangka pendek                                                        1.848.408           1.848.408

 LIABILITAS JANGKA PANJANG
 Pinjaman bank jangka panjang                                                          3.902.896            3.902.896
 Liabilitas pajak tangguhan, bersih
 Kewajiban imbalan kerja                                                                 553.255             553.255
 Liabilitas lain-lain                                                                    413.453             413.453
 Total liabilitas jangka panjang                                                       4.869.604           4.869.604

 TOTAL LIABILITAS                                                                      6.718.012           6.718.012

 EKUITAS
 Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik Perusahaan                          21.987.336           21.973.801
 Kepentingan nonpengendali                                                              542.150              542.150
 TOTAL EKUITAS                                                                       22.529.487           22.515.951

 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                                        29.247.498           29.233.963




Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                                                  25
Page 36
     Tabel 14 : Proyeksi Laba Rugi Pereroan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

                                                                    31 Desember 2023
 Dalam Juta Rupiah
                                                            Dengan Transaksi Tanpa Transaksi
 Pendapatan bersih                                                21.313.196       21.313.196
 Beban pokok pendapatan                                          (18.324.387)      (18.324.387)

 Laba bruto                                                        2.988.809        2.988.809
 Beban umum dan administrasi                                        (870.590)        (870.751)
 Beban penjualan                                                    (676.647)        (676.647)
 Biaya pendanaan                                                    (188.824)        (188.824)
 Keuntungan selisih kurs, bersih                                       (6.772)          (6.772)
 Lain-lain, bersih                                                    266.862          266.862
 Laba sebelum pajak penghasilan                                    1.512.838        1.512.676
 Beban pajak penghasilan                                            (437.927)        (437.892)
 Laba tahun berjalan                                               1.074.910        1.074.785



     Tabel 15 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

                                                                    31 Desember 2023
 Dalam Juta Rupiah
                                                            Dengan Transaksi Tanpa Transaksi

 Arus kas dari aktivitas operasi
 EBITDA                                                             2.984.420        2.984.454
 Pembayaran beban operasional lainnya                             (1.916.915)      (1.916.915)
 Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi              1.067.505        1.067.539

 Arus kas dari aktivitas investasi
 Penambahan aset tetap                                            (1.400.000)      (1.400.000)
 Penerimaan piutang jangka panjang                                    138.768          138.768
 Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi         (1.261.233)      (1.261.233)

 Arus kas dari aktivitas pendanaan
 Pembayaran dividen kas                                             (813.270)        (813.270)
 Pembayaran biaya pendanaan                                         (244.625)        (244.625)
 Penerimaan dividen kas dari ventura bersama                           44.612           44.612
 Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan         (1.013.284)      (1.013.284)

 (Penurunan)/kenaikan bersih kas dan setara kas                   (1.207.012)      (1.206.977)
 Kas dan setara kas pada awal tahun                                 1.633.974        1.619.616
 Kas dan setara kas pada akhir tahun                                  426.962          412.639



Dari gambaran di atas terlihat bahwa diproyeksikan terdapat beberapa perbedaan
antara Dengan dilakukannya Rencana Transaksi dan Tanpa dilakukannya Rencana
Transaksi yaitu sebagai berikut:


Posisi Keuangan:

❖ Kas dan Setara Kas
  Perbedaan pada kas sebesar Rp14.323.196.002 disebabkan karena akumulasi kas
  dari tahun sebelumnya atas penjualan Properti dan penghematan beban PBB serta
  penambahan beban pajak penghasilan tahun berjalan akibat berkurangnya beban
  PBB dan beban penyusutan.



Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                            26
Page 37
❖ Aset Tetap
  Perbedaan aset tetap sebesar Rp788.000.000 atas write off aset Properti yang
  terjual dan berkurangnya penyusutan akibat write off tersebut.

❖ Ekuitas
  Perbedaan ekuitas sebesar Rp13.535.196.000 atas saldo laba.


Laba Rugi:

Terdapat beberapa perbedaan antara Dengan dilakukannya Rencana Transaksi dan
Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi yaitu sebagai berikut:

❖ Beban umum dan administrasi
   Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, maka Perseroan sudah tidak
   membayar PBB atas Properti tersebut sebesar Rp1.200.000 dan tidak mencatat
   beban penyusutannya sebesar Rp160.000.000.

                    Tabel 16 : Proyeksi Beban Umum dan Administrasi
                          Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

             Dalam Rp                                            2023
             Dengan Rencana Transaksi                         870.590.121.702
             Tanpa Rencana Transaksi                          870.751.321.702
              Perbedaan (Rp)                                     (161.200.000)


❖ Beban Pajak Penghasilan

   Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, beban umum dan administrasi Perseroan
   berkurang sehingga beban pajak penghasilan Perseroan bertambah, yaitu sebesar
   Rp35.464.000.

                        Tabel 17 : Proyeksi Beban Pajak Penghasilan
                           Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

             Dalam Rp                                            2023
             Dengan Rencana Transaksi                         437.927.147.573
             Tanpa Rencana Transaksi                          437.891.683.573
              Perbedaan (Rp)                                          35.464.000


❖ Laba bersih

   Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan akan bertambah
   sebesar Rp125.736.000.

         Tabel 18 : Proyeksi Laba Bersih Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

             Dalam Rp                                            2023
             Dengan Renc ana Transaksi                      1.074.910.386.974
             Tanpa Renc ana Transaksi                       1.074.784.650.974
              Perbedaan (Rp)                                      125.736.000




Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                     27
Page 38
Arus Kas:

Perbedaan pada Arus Kas Perseroan antara Dengan dilakukannya Rencana Transaksi
dan Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi adalah atas penghematan beban PBB dan
penambahan pajak penghasilan.


3.3.6 Analisa Inkremental atas Rencana Transaksi

Dari analisis terhadap proyeksi Dengan dan Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi,
diperoleh kontribusi nilai tambah terhadap Perseroan adalah penghematan atas beban
PBB dan penyusutan atas Properti tersebut dan penambahan beban pajak penghasilan
sehingga pada akhirnya memberikan tambahan laba bersih bagi Perseroan. Perhitungan
kontribusi nilai tambah dapat dilihat pada tabel berikut:

          Tabel 19 : Proyeksi Kontribusi Nilai Tambah dari Pendapatan Sewa

         Dalam Rp                                                2023
         Penghematan beban PBB                                       1.200.000
         Penghematan beban penyusutan                              160.000.000
         Beban pajak penghasilan                                   (35.464.000)
         Kontribusi nilai tambah                                 125.736.000


Dari tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa:
●   Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat penghematan beban PBB dan
    beban penyusutan sebesar Rp1.200.000 dan Rp160.000.000.
●   Dengan dilakukannya Rencana Transaksi terdapat tambahan beban pajak
    penghasilan sebesar Rp35.464.000.
●   Kontribusi nilai tambah terhadap keuangan Perseroan atas selisih antara
    penghematan beban PBB dan beban penyusutan dengan penambahan beban pajak
    penghasilan yaitu sebesar Rp125.736.000.


3.3.7   Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

Terkait dengan Rencana Transaksi, AALI telah menugaskan kepada KJPP Felix Sutandar
dan Rekan untuk melakukan penilaian atas Tanah dan Bangunan yang akan
ditransaksikan, yang secara ringkas dapat digambarkan sebagai berikut:

No. Laporan                 :   00923/2.0072-00/PI/01/0022/1/VI/2023
Tanggal Laporan             :   23 Juni 2023
Objek Kajian                :   Tanah dan Bangunan
Lokasi Objek                :   Jalan Garuda, Kelurahan Birobuli Utara, Kota
                                Palu, Sulawesi Tengah.
Tanggal Kajian              :   31 Desember 2022
Tujuan Penilaian            :   Transaksi Penjualan
Pendekatan Kajian           :   Pendekatan Pendapatan dan Pendekatan Pasar
Kesimpulan Nilai Pasar      :   Rp13.789.000.000

Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Penilai Properti KJPP Felix Sutandar dan
Rekan, Nilai Pasar Tanah dan Bangunan tersebut adalah sebesar Rp.13.789.000.000
sedangkan LTT akan menjual Tanah dan Bangunan tersebut kepada UNTR dengan harga
jual sebesar Rp14.725.600.000 atau 6,79% lebih rendah dibandingkan dengan hasil

Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                     28
Page 39
Penilaian. Nilai Transaksi tidak melebihi kisaran batas atas dan bawah 7,5% atau berada
dalam kisaran harga yang wajar.


3.3.8     Prosedur Pengambilan Keputusan dengan Memperhatikan Alternatif
          Lain

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, pengambilan
keputusan untuk melakukan Transaksi Penjualan dilakukan oleh Direksi dengan
persetujuan Komisaris Perseroan.

Alternatif lain yaitu dengan tidak menjual Properti tersebut, namun Perseroan
memutuskan untuk menjual dengan pertimbangan bahwa Perseroan akan mendapatkan
penghasilan lain-lain berupa pendapatan atas penjualan aset tetap. Selain itu, Perseroan
sudah tidak menggunakan Properti tersebut dan tidak ada rencana untuk
menggunakannya kembali.

Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan sebagai
Penilai Independen untuk melakukan Kajian Harga Sewa atas Objek Rencana Transaksi.


3.4     Analisis Kewajaran Rencana Transaksi

1. Rencana Transaksi adalah penjualan Tanah dan Bangunan yang terletak di Palu
   dengan SHGB No 09 oleh salah satu Entitas Anak Perseroan yaitu LTT kepada
   perusahan afiliasi Perseroan yaitu UNTR, sehingga Rencana Transaksi merupakan
   transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang
   Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. Namun sesuai dengan Surat
   Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi dimaksud bukan merupakan
   transaksi yang mengandung benturan kepentingan.
2. Kontribusi nilai tambah terhadap keuangan Perseroan atas selisih antara
   penghematan beban PBB dan beban penyusutan dengan penambahan beban pajak
   penghasilan yaitu sebesar Rp125.736.000.
3. Tidak terdapat risiko akibat dari Rencana Transaksi karena Obyek Rencana Transaksi
   merupakan aset non operasional, namun akan terdapat beban pajak penghasilan
   atas penjualan obyek Rencana Transaksi.
4. Berdasarkan hasil Penilaian Aset yang dilakukan oleh Penilai Properti KJPP Felix
   Sutandar dan Rekan, Nilai Pasar Tanah dan bangunan tersebut adalah sebesar
   Rp.13.789.000.000, sedangkan harga jual tanah dan bangunan tersebut adalah
   sebesar Rp14.725.600.000, atau 6,79% lebih tinggi dibandingkan dengan hasil
   Penilaian, yang berarti batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai tidak melebihi
   7,5% atau berada dalam kisaran harga yang wajar.



3.5     Kesimpulan

Berdasarkan analisis kewajaran Rencana Transaksi sebagaimana diuraikan dalam
laporan ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Penjualan Tanah dan
Bangunan yang dilakukan oleh PT Astra Agro Lestari Tbk adalah wajar.




Ref. No.: 00934/2.0072-00/BS/01/0022/1/VI/2023                                     29

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.65 MB
Published4 Jul 2023
Pages39
Characters103,339
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 11634 ms 12 Sep 2026 22:10
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result