Skip to content
Back to announcement

20230704_BKSL_Informasi Transaksi Afiliasi_31336717_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review BKSL

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 67

Page 1
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 2
No. : 00087/2.0162-00/BS/03/0153/1/VI/2023                                 30 Juni 2023



Kepada Yth.

PT SENTUL CITY Tbk
Gedung Menara Sudirman Lt. 25
Jl. Jend. Sudirman Kav. 60
Jakarta 12190

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi


Dengan hormat,

Pada tanggal 30 Juni 2023, PT Sentul City Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) dan
PT Bukit Jonggol Asri (selanjutnya disebut “BJA”) telah menandatangani Perjanjian
Pengakuan Hutang (selanjutnya disebut “PPH”), dimana Perseroan dan BJA telah setuju
untuk menyelesaikan hutang yang dimiliki oleh Perseroan kepada BJA dengan jumlah
sebesar Rp 573,11 miliar dan utang yang dimiliki oleh BJA kepada Perseroan dengan
jumlah sebesar Rp 739,35 miliar dengan melakukan perjumpaan utang sebagaimana telah
disepakati dalam Surat Konfirmasi Perjumpaan Hutang (selanjutnya disebut “SKPH”)
sehingga sisa kewajiban BJA kepada Perseroan adalah sebesar Rp 166,24 miliar dengan
jangka waktu lima tahun dan bunga sebesar 11,00% per tahun (selanjutnya disebut
“Transaksi”).

Sehubungan dengan Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor
Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut
“KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran
Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/230310-001 tanggal 10 Maret 2023 yang
telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar
sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya
disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran
(fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan meliputi bidang konstruksi, real estat, dan jasa. Perseroan
berdomisili di Gedung Menara Sudirman Lantai 25, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 60,
Jakarta 12190, dengan nomor telepon: (021) 522 6877, nomor faksimile: (021) 522 6818,
dan email: ptsc@sentulcity.co.id.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2022, struktur kepemilikan Perseroan pada beberapa entitas anak Perseroan
adalah sebagai berikut:


                                       Perseroan

                      80,00%                51,00%                99,90%
              PT Bukit Jonggol        PT Sentul PP      PT Sukaputra Graha
               Asri Tbk (BJA)        Properti (SPP)      Cemerlang (SGC)


BJA merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha BJA adalah bergerak dalam bidang real estat, perdagangan besar, dan
konsultasi.

SPP merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha SPP adalah bergerak dalam bidang real estat.

SGC merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha SGC adalah bergerak dalam bidang pengelolaan kota.

Perseroan dan entitas anak Perseroan selalu berupaya untuk melakukan pengembangan
atas bisnis dan usahanya dengan memperoleh sumber pendanaan dengan tingkat biaya
modal yang rendah. Dalam hal ini, Perseroan dan entitas anak Perseroan saling
memberikan dukungan modal kerja dan/atau biaya belanja modal yang dibutuhkan dalam
mengembangkan portofolio bisnis yang diharapkan dapat menghasilkan tingkat balikan atas
investasi yang telah dilakukan Perseroan dan entitas anak Perseroan.




                                           2
Page 4
Dalam rangka menanggapi Surat No. S-2008/PM.221/2022 tanggal 18 November 2022 dari
OJK kepada Perseroan terkait dengan Permintaan Penjelasan Transaksi Afiliasi
(selanjutnya disebut “Surat OJK”), Perseroan telah membuat Surat dengan
No. 10/SC-CS/I/2023 tanggal 17 Januari 2023 kepada OJK (selanjutnya disebut “Surat
Perseroan”) sehubungan dengan jawaban Perseroan atas Surat OJK dimana Perseroan
telah berkomitmen untuk melakukan kewajiban atas transaksi afiliasi sebagai berikut:

•   Berdasarkan Perjanjian Pengakuan Hutang tanggal 30 Desember 2022 antara
    Perseroan dan BJA (selanjutnya disebut “PPH BJA”), BJA mengakui bahwa Perseroan
    telah memberikan pinjaman kepada BJA sebesar Rp 739,35 miliar dengan jangka waktu
    selambat-lambatnya satu tahun sejak tanggal PPH BJA dimana atas pinjaman tersebut
    tidak dikenakan bunga sebagaimana telah disepakati oleh kedua belah pihak;

•   Berdasarkan Perjanjian Pengakuan Hutang tanggal 30 Desember 2022 antara
    Perseroan dan BJA (selanjutnya disebut “PPH Perseroan”), Perseroan mengakui bahwa
    BJA telah memberikan pinjaman kepada Perseroan sebesar Rp 573,11 miliar dengan
    jangka waktu selambat-lambatnya satu tahun sejak tanggal PPH Perseroan dimana atas
    pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga sebagaimana telah disepakati oleh kedua
    belah pihak;

•   Berdasarkan Perjanjian Pengakuan Hutang tanggal 30 Desember 2022 antara
    Perseroan dan SPP (selanjutnya disebut “PPH SPP”), SPP mengakui bahwa Perseroan
    telah memberikan pinjaman kepada SPP sebesar Rp 12,87 miliar dengan jangka waktu
    selambat-lambatnya satu tahun sejak tanggal PPH SPP dimana atas pinjaman tersebut
    tidak dikenakan bunga sebagaimana telah disepakati oleh kedua belah pihak; dan

•   Berdasarkan Perjanjian Pengakuan Hutang tanggal 30 Desember 2022 antara BJA dan
    SGC (selanjutnya disebut “PPH SGC”), BJA mengakui bahwa SGC telah memberikan
    pinjaman kepada BJA sebesar Rp 0,15 miliar dengan jangka waktu selambat-lambatnya
    satu tahun sejak tanggal PPH SGC dimana atas pinjaman tersebut tidak dikenakan
    bunga sebagaimana telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SPP dan BJA telah
melakukan pelunasan atas pinjaman yang diperoleh masing-masing dari Perseroan dan
SGC pada tanggal 27 Juni 2023 dan 23 Juni 2023 sehingga atas kewajiban terkait transaksi
afiliasi sebagaimana tercantum dalam Surat OJK, Perseroan dan BJA telah
menandatangani PPH pada tanggal 30 Juni 2023, dimana Perseroan telah setuju untuk
melakukan perjumpaan utang sebagaimana telah disepakati dalam SKPH sehingga sisa
kewajiban BJA kepada Perseroan adalah sebesar Rp 166,24 miliar dengan jangka waktu
lima tahun dan bunga sebesar 11,00% per tahun.




                                           3
Page 5
Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dalam melakukan pemenuhan atas Surat
OJK dan menerapkan pencatatan laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan BJA yang
lebih efisien. Berdasarkan PPH, sisa kewajiban BJA kepada Perseroan sebesar
Rp 166,24 miliar dengan jangka waktu lima tahun dan dapat dilunasi oleh BJA sewaktu-
waktu dengan tingkat suku bunga sebesar 11,00% per tahun sebagaimana telah disepakati
oleh para pihak dalam PPH.

Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap bahwa tidak akan menyebabkan
bertambahnya utang piutang di antara Perseroan dan entitas anak Perseroan dalam
melakukan pengembangan bisnis dan usaha Perseroan dan entitas anak Perseroan di masa
yang akan datang sehingga dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
pada masa yang akan datang yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan nilai bagi
seluruh pemegang saham Perseroan.

Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dalam melakukan pemenuhan atas
    Surat OJK dan menerapkan pencatatan laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan
    BJA yang lebih efisien. Berdasarkan PPH, sisa kewajiban BJA kepada Perseroan
    sebesar Rp 166,24 miliar dengan jangka waktu lima tahun dan dapat dilunasi oleh BJA
    sewaktu-waktu dengan tingkat suku bunga sebesar 11,00% per tahun sebagaimana
    telah disepakati oleh para pihak dalam PPH.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap bahwa tidak akan menyebabkan
    bertambahnya utang piutang di antara Perseroan dan entitas anak Perseroan dalam
    melakukan pengembangan bisnis dan usaha Perseroan dan entitas anak Perseroan di
    masa yang akan datang sehingga dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan pada masa yang akan datang yang pada akhirnya diharapkan dapat
    meningkatkan nilai bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa BJA
merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 80,00% pada tanggal
31 Desember 2022 dan terdapat kesamaan pengurus Perseroan dan BJA, maka Transaksi
merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & rekan (selanjutnya
disebut “TSFBR”), jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp 10.323,21 miliar.
Selanjutnya, berdasarkan PPH, nilai transaksi atas Transaksi tersebut adalah sebesar
Rp 166,24 miliar.




                                            4
Page 6
Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Transaksi tersebut mencerminkan kurang dari
20,00% ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2022, sehingga berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi bukan merupakan
transaksi material sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi.


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi dimana
Perseroan dan BJA telah setuju untuk menyelesaikan hutang yang dimiliki oleh Perseroan
kepada BJA dengan jumlah sebesar Rp 573,11 miliar dan utang yang dimiliki oleh BJA
kepada Perseroan dengan jumlah sebesar Rp 739,35 miliar dengan melakukan perjumpaan
utang sebagaimana telah disepakati dalam SKPH sehingga sisa kewajiban BJA kepada
Perseroan adalah sebesar Rp 166,24 miliar dengan jangka waktu lima tahun dan bunga
sebesar 11,00% per tahun.


MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari
aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia (selanjutnya disebut “SPI”) 2018.




                                           5
Page 7
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 31 Desember 2022. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan
dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi.


JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini merupakan laporan terinci.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
   Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00238/2.1068/AU.1/03/1619-1/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00367/2.1068/AU.1/03/1044-2/1/IV/2022 tanggal 26 April 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00492/2.1068/AU.1/03/1044-1/1/VI/2021 tanggal 15 Juni 2021 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00556/2.1068/AU.1/03/1241-3/1/IV/2020 tanggal 30 April 2020 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2018 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00469/2.1068/AU.1/03/1241-2/1/III/2019 tanggal 27 Maret 2019 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;




                                           6
Page 8
7. Laporan keuangan konsolidasian BJA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00203/2.1068/AU.1/03/1619-1/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

8. Laporan keuangan konsolidasian BJA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00344/2.1068/AU.1/03/11044-2/1/IV/2022 tanggal 22 April 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

9. Laporan keuangan konsolidasian BJA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00395/2.1068/AU.1/03/1044-1/1/V/2021 tanggal 27 Mei 2021 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

10. Laporan keuangan konsolidasian BJA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00428/2.1068/AU.1/03/1241-3/1/IV/2020 tanggal 17 April 2020 dengan
    pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

11. Laporan keuangan konsolidasian BJA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2018 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00509/2.1068/AU.1/03/1241-2/1/III/2019 tanggal 28 Maret 2019 dengan
    pendapat wajar tanpa pengecualian;

12. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2022 sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh
    manajemen Perseroan;

13. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan setelah Transaksi untuk tahun
    yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 – 2027 yang disusun oleh
    manajemen Perseroan;

14. PPH;

15. PPH Perseroan;

16. PPH BJA;

17. PPH SPP;

18. PPH SGC;

19. SKPH;

20. Surat OJK;




                                          7
Page 9
21. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
    Pernyataan Keputusan Rapat No. 38, tanggal 25 Juli 2022, yang dibuat oleh Nitra Reza,
    SH., M.Kn, Notaris di Bogor, mengenai penyesuaian kegiatan usaha Perseroan dengan
    klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia tahun 2020;

22. Anggaran dasar BJA yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 104
    tanggal 27 Juli 2022, yang dibuat oleh Elizabeth Karina Leonita, S.H., M.Kn., Notaris di
    Kota Bogor, mengenai penyesuaian maksud dan tujuan serta kegiatan usaha BJA;

23. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Iwan Budiharsana dengan
    posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
    dengan Transaksi;

24. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
    masa mendatang;

25. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi;

26. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

27. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

28. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

29. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
    untuk penugasan; dan

30. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.




                                             8
Page 10
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah. Dalam
melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan
dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan informasi-
informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum
dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut. Segala
perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa
mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan
kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Oleh karenanya, kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami dikarenakan
adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan setelah Transaksi disusun oleh
manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi laporan keuangan
tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan kondisi operasi dan
kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang perlu
kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis
dan keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan BJA berdasarkan anggaran dasar
Perseroan dan BJA.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi.




                                             9
Page 11
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi
pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.

Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan
jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak
terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara
eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas,
maka Pendapat Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.

Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini dilakukan dalam kondisi yang tidak
menentu, antara lain, namun tidak terbatas pada, tingginya tingkat ketidakpastian akibat
adanya pandemi wabah Covid-19. Prinsip kehati-hatian diperlukan dalam penggunaan
Laporan Pendapat Kewajaran, khususnya berkenaan perubahan yang terjadi dari tanggal
penilaian sampai dengan tanggal penggunaan Laporan Pendapat Kewajaran. Perubahan
asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini akan
berpengaruh secara material terhadap kesimpulan Pendapat Kewajaran.




                                            10
Page 12
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan Pendapat
Kewajaran.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran
kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya
menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/230310-001 tanggal
10 Maret 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2022, sampai dengan tanggal diterbitkannya
Laporan Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat
Kewajaran (subsequent events), yang secara signifikan dapat mempengaruhi Pendapat
Kewajaran.


PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis
melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai
berikut:

I. Analisis atas Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi.




                                               11
Page 13
I.         ANALISIS TRANSAKSI

           Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi
           sebagaimana diuraikan di atas, analisis Transaksi adalah sebagai berikut:

I.A.       Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.     PT Sentul City Tbk

           Dalam Transaksi, Perseroan merupakan pihak yang telah setuju untuk
           menyelesaikan hutang yang dimiliki oleh Perseroan kepada BJA dengan jumlah
           sebesar Rp 573,11 miliar dan utang yang dimiliki oleh BJA kepada Perseroan
           dengan jumlah sebesar Rp 739,35 miliar dengan melakukan perjumpaan utang
           sebagaimana telah disepakati dalam SKPH sehingga sisa kewajiban BJA
           kepada Perseroan adalah sebesar Rp 166,24 miliar dengan jangka waktu lima
           tahun dan bunga sebesar 11,00% per tahun. Berdasarkan keterangan yang
           diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal 31 Desember 2022,
           Perseroan merupakan entitas induk BJA dengan kepemilikan sebesar 80,00%.
           Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha
           Perseroan adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan didirikan pertama kali dengan nama PT Sentragriya Kharisma
           dengan Akta Notaris Misahardi Wilamarta, S.H., Notaris di Jakarta No. 311
           tanggal 16 April 1993. Akta pendirian ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman
           Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-24350.HT.01.01.Th.93
           tanggal 8 Juni 1993 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
           Indonesia No. 65 tanggal 13 Agustus 1993, Tambahan No. 3693.

           Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan.
           Perubahan terakhir berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 38,
           tanggal 25 Juli 2022, yang dibuat oleh Nitra Reza, SH., M.Kn, Notaris di Bogor,
           sehubungan dengan penyesuaian anggaran dasar Perseroan dan telah
           mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
           Republik Indonesia sebagaimana dinyatakan pada Surat Keputusan Menteri
           Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
           No. AHU-0052995.AH.01.02.Tahun 2022, tanggal 28 Juli 2022.

           Perseroan memulai kegiatan komersialnya sejak tahun 1995 dengan kantor
           operasional yang berdomisili di Sentul City Building di Jalan MH. Thamrin,
           Kavling 8, kawasan perumahan Sentul City, Bogor.




                                           12
Page 14
I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi                                      Perseroan        pada     tanggal
           31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Presiden Komisaris                           :        Basaria Panjaitan
           Komisaris                                    :        Sumarsono
           Komisaris Independen                         :        Jonnardi

           Direksi
           Presiden Direktur                            :        Tjetje Muljanto
           Direktur                                     :        Richard Susilo
           Direktur                                     :        Iwan Budiharsana

I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:

                                                                                                         (Dalam Rupiah)
                                                                                    Persentase
                       Pemegang Saham                            Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                                                    Kepemilikan
           PT Sakti Generasi Perdana                               35.338.370.746           52,68%    3.533.837.074.600
           Stella Isabella Djohan                                  11.244.503.014           16,76%    1.124.450.301.400
           Masyarakat (masing-masing dengan pemilikan
             kurang dari 5%)                                       20.500.687.322           30,56%    2.872.634.207.200
           Jumlah                                                  67.083.561.082          100,00%    7.530.921.583.200



I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan meliputi bidang konstruksi, real estat,
           dan jasa.




                                                            13
Page 15
I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan meliputi bidang konstruksi, real estat,
           dan jasa.

           Usaha Perseroan dikelompokkan menjadi dua segmen yaitu segmen utama di
           bidang real estat dan segmen lainnya yang terdiri dari pengelolaan kota,
           kegiatan wisata, hotel, dan restoran. Perseroan optimis dengan prospek usaha
           dan bisnis properti untuk jangka panjang maupun beberapa tahun ke depan.
           Bergesernya konsentrasi pengembangan infrastruktur ke arah selatan Jakarta,
           yang ditandai dengan dicanangkannya pengembangan tol Bogor Ciawi
           Sukabumi (Bocimi) serta dimulainya pembangunan light rail transit (LRT) dari
           Cawang sampai Kota Bogor, maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Perseroan
           mempunyai prospek yang sangat baik di masa mendatang. Pengembangan
           infrastruktur yang masif menandakan bertumbuhnya jumlah penduduk serta
           bangkitnya ekonomi yang besar, hal ini terlihat dengan semakin banyaknya
           fasilitas-fasilitas baru dan hunian-hunian yang terbangun.

           Beberapa indikator penting yang berkaitan dengan prospek usaha Perseroan
           kini dan masa mendatang, sebagai berikut:

           •   Faktor perkembangan regional dan infrastruktur

               Pertumbuhan penduduk, meningkatnya kelas menengah serta
               berkembangnya area perkotaan di kawasan Jabodetabek telah
               mengakibatkan meningkatnya kebutuhan sarana hunian serta produk
               properti lainnya.

           •   Faktor topografi dan iklim

               Secara tata ruang, kawasan Sentul City yang berada di ketinggian rata-rata
               300 – 500 meter di atas permukaan laut sehingga mempunyai karakter
               yang ideal untuk segala jenis pengembangan properti terlebih lagi untuk
               hunian. Kawasan Sentul City sarat dengan penghijauan sesuai dengan tata
               ruang yang mengindikasikan 65% kawasan sebagai penghijauan.

               Kondisi topografi dan iklim tersebut menjadikan Sentul City mempunyai nilai
               lebih dari sisi estetika kawasan yang berujung pada semakin tingginya
               harga properti di kawasan Sentul City.

           •   Faktor daya serap pasar

               Daya serap pasar perumahan kelas menengah dan atas di area Bogor dan
               sekitarnya masih relatif tinggi. Terlebih lagi permintaan tinggi untuk properti
               akan tetap terjadi karena populasi Indonesia besar dan muda yang berarti
               masih banyak pembeli rumah pertama di masa mendatang.




                                            14
Page 16
    Dengan strategi menghentikan penjualan unit tanah kavling dan fokus
    memasarkan unit tanah dan bangunan, maka perkembangan fisik makin
    terlihat lebih nyata di kawasan Sentul City, sehingga kepercayaan
    konsumen semakin hari semakin baik.

•   Faktor lokasi dan akesesibilitas

    Selain jaringan eksisting tol Jagorawi dan tol Bogor Ring Road, saat ini
    sudah mulai dikembangkan jalan Poros Tengah – Timur yang membuka
    alternatif area Sentul ke Cipanas, jalan tersebut merupakan rencana
    Pemerintah Pusat untuk mengantisipasi perkembangan area Jonggol dan
    berhubungan langsung dengan akses ke Cianjur, Bekasi, dan Cikarang.

    Selain itu rencana jaringan tol baru yang merupakan perpanjangan tol
    Jagorawi ke arah Sukabumi, Cianjur, dan Bandung yang merupakan
    jaringan tol poros selatan Jawa menjadikan kawasan Sentul City akan
    menjadi sangat strategis dan semakin mudah diakses baik dari arah utara,
    barat, timur, dan selatan.

    Dengan demikian, pengembangan berbagai produk properti akan lebih
    mudah diserap pasar karena produk-produk tersebut akan mempunyai
    pasar yang lebih besar dibanding dengan daerah lainnya.

•   Faktor land bank

    Perseroan memiliki tanah yang belum dikembangkan sekitar 1.300 hektar
    dari izin lokasi sekitar 3.100 hektar, sedangkan BJA yang dikenal dengan
    Sentul Nirwana memiliki tanah yang belum dikembangkan sekitar 12.000
    hektar, dari izin lokasi 30.000 hektar.

    Besarnya tanah yang belum dikembangkan tersebut memberikan
    keleluasaan bagi Perseroan untuk mengembangkan berbagai jenis properti
    unggulan dan variasi, sesuai dengan segmentasi pasar serta target pasar
    yang dituju.

•   Faktor kelengkapan fasilitas

    Pengembangan Sentul City yang telah berlangsung selama lebih dari 20
    tahun sampai saat ini, bisa dijadikan referensi penting akan lengkapnya
    segala fasilitas yang dibutuhkan untuk suatu kota mandiri. Mulai dari
    fasilitas pendidikan, rekreasi, hunian, bahkan fasilitas kesehatan telah
    beroperasi dengan baik di Sentul City.




                                   15
Page 17
           Aspek Pemasaran

           Untuk menaikkan pencapaian penjualan, Perseroan tetap mempertahankan
           kepuasan pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya, Perseroan
           memberikan berbagai desain yang inovatif, berkualitas, menciptakan
           kenyamanan bagi semua penghuni, penyewa, dan para pengunjung serta
           menjadikan kawasan Sentul City sebagai pilihan utama.

I.A.2.     PT Bukit Jonggol Asri

           Dalam Transaksi, BJA merupakan pihak yang telah setuju untuk
           menyelesaikan piutang yang dimiliki BJA dari Perseroan dengan jumlah
           sebesar Rp 573,11 miliar dan utang yang dimiliki oleh BJA kepada Perseroan
           dengan jumlah sebesar Rp 739,35 miliar dengan melakukan perjumpaan utang
           sebagaimana telah disepakati dalam SKPH sehingga sisa kewajiban BJA
           kepada Perseroan adalah sebesar Rp 166,24 miliar dengan jangka waktu lima
           tahun dan bunga sebesar 11,00% per tahun. Berdasarkan keterangan yang
           diperoleh dari manajemen Perseroan, BJA merupakan entitas anak Perseroan
           dengan kepemilikan sebesar 80,00%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan
           saham dan kegiatan usaha BJA adalah sebagai berikut:

I.A.2.a.   Latar Belakang

           BJA didirikan dengan akta Notaris Sulaiman Sjah, S.H., No. 48 tanggal
           19 April 1995.  Akta    pendirian  ini telah   disetujui   oleh   Menteri
           Kehakiman      Republik     Indonesia    dengan      Surat      Keputusan
           No. C2-17101.HT.01.01 Tahun 1995 tanggal 27 Desember 1995 dan telah
           diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 48 tanggal
           9 Desember 1997, Tambahan No. 5755.

           Anggaran dasar BJA telah mengalami beberapa kali perubahan dan yang
           terakhir adalah Akta Notaris No. 104 tanggal 27 Juli 2022, yang dibuat oleh
           Elizabeth Karina Leonita, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Bogor, mengenai
           penyesuaian maksud dan tujuan serta kegiatan usaha BJA. Perubahan ini telah
           mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
           Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Republik Indonesia
           berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0152346.AH.01.11 Tahun 2022
           tanggal 5 Agustus 2022.

           BJA memulai kegiatan komersialnya sejak tahun 1995 dengan kantor
           operasional berlokasi di Gedung Graha Utama, Jalan MH. Thamrin Kavling 2,
           Sentul City, Bogor 16810, Indonesia.




                                         16
Page 18
I.A.2.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BJA pada tanggal 31 Desember 2022
           adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama              :        Tranggono Ting
           Komisaris                    :        Sumarsono

           Direksi
           Direktur Utama               :        J. Arnes Lukman
           Direktur                     :        Richard
           Direktur                     :        Dian Purwheny
           Direktur                     :        Roli Irawan

I.A.2.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham BJA berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:

                                                                                        (Dalam Rupiah)
                                                                    Persentase
                       Pemegang Saham            Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                                    Kepemilikan
           PT Sentul City Tbk                       1.920.000.000           80,00%   1.920.000.000.000
           PT Manika Elok Cemerlang                   480.000.000           20,00%     480.000.000.000
           Jumlah                                   2.400.000.000          100,00%   2.400.000.000.000



I.A.2.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha BJA adalah bergerak dalam bidang real estat,
           perdagangan besar, dan konsultasi.




                                            17
Page 19
I.B.   Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

       Pada tanggal 30 Juni 2023, Perseroan dan BJA telah menandatangani PPH
       sehubungan dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam PPH
       adalah sebagai berikut:

       •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

           Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPH adalah Perseroan dan
           BJA.

       •   Objek dan Nilai Transaksi

           Objek transaksi berdasarkan PPH adalah transaksi dimana Perseroan dan
           BJA telah setuju untuk menyelesaikan hutang yang dimiliki oleh Perseroan
           kepada BJA dengan jumlah sebesar Rp 573,11 miliar dan utang yang
           dimiliki oleh BJA kepada Perseroan dengan jumlah sebesar
           Rp 739,35 miliar dengan melakukan perjumpaan utang sebagaimana telah
           disepakati dalam SKPH sehingga sisa kewajiban BJA kepada Perseroan
           adalah sebesar Rp 166,24 miliar.

       •   Pelunasan Hutang

           Pelunasan Hutang berdasarkan PPH adalah sebagai berikut:

           1. BJA sepakat untuk melunasi kewajiban BJA kepada Perseroan dengan
              salah satu atau kombinasi dari cara-cara sebagai berikut:

              -    Pembayaran secara tunai;
              -    Cara lainnya yang disepakati oleh Perseroan dan BJA.

           2. PPH berlaku dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak
              penandatanganan PPH dan dapat diperpanjang berdasarkan
              kesepakatan Perseroan dan BJA.

           3. BJA dapat membayar hutang kepada Perseroan sewaktu-waktu.

       •   Bunga

           Bunga berdasarkan PPH disepakati oleh Perseroan dan BJA bahwa utang
           yang diberikan oleh Perseroan kepada BJA dikenakan bunga sebesar
           11,00% per tahun, dimana perhitungan bunga akan dilakukan setiap bulan.

       •   Hukum yang Berlaku

           PPH serta hak dan kewajiban Perseroan dan BJA diatur dan tunduk kepada
           hukum negara Republik Indonesia.




                                       18
Page 20
I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi

       Manfaat Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dalam melakukan
           pemenuhan atas Surat OJK dan menerapkan pencatatan laporan keuangan
           konsolidasian Perseroan dan BJA yang lebih efisien. Berdasarkan PPH,
           sisa kewajiban BJA kepada Perseroan sebesar Rp 166,24 miliar dengan
           jangka waktu lima tahun dan dapat dilunasi oleh BJA sewaktu-waktu
           dengan tingkat suku bunga sebesar 11,00% per tahun sebagaimana telah
           disepakati oleh para pihak dalam PPH.

       •   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap bahwa tidak akan
           menyebabkan bertambahnya utang piutang di antara Perseroan dan entitas
           anak Perseroan dalam melakukan pengembangan bisnis dan usaha
           Perseroan dan entitas anak Perseroan di masa yang akan datang sehingga
           dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
           yang akan datang yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan nilai
           bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

       Risiko Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Apabila BJA tidak memiliki kecukupan dana untuk melunasi kewajibannya
           pada saat jatuh tempo sebagaimana diatur dalam PPH, maka hal tersebut
           berpotensi memberikan dampak bagi likuiditas dan kinerja keuangan
           Perseroan.

       •   Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang real estat, BJA tidak
           terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
           kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
           kelangsungan BJA.




                                      19
Page 21
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI

II.A.     PT Bukit Jonggol Asri

II.A.1.   Latar Belakang

          BJA didirikan dengan akta Notaris Sulaiman Sjah, S.H., No. 48 tanggal
          19 April 1995.  Akta    pendirian  ini telah   disetujui   oleh   Menteri
          Kehakiman      Republik     Indonesia    dengan      Surat      Keputusan
          No. C2-17101.HT.01.01 Tahun 1995 tanggal 27 Desember 1995 dan telah
          diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 48 tanggal
          9 Desember 1997, Tambahan No. 5755.

          Anggaran dasar BJA telah mengalami beberapa kali perubahan dan yang
          terakhir adalah Akta Notaris No. 104 tanggal 27 Juli 2022, yang dibuat oleh
          Elizabeth Karina Leonita, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Bogor, mengenai
          penyesuaian maksud dan tujuan serta kegiatan usaha BJA. Perubahan ini telah
          mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Republik Indonesia
          berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0152346.AH.01.11 Tahun 2022
          tanggal 5 Agustus 2022.

          BJA memulai kegiatan komersialnya sejak tahun 1995 dengan kantor
          operasional berlokasi di Gedung Graha Utama, Jalan MH. Thamrin Kavling 2,
          Sentul City, Bogor 16810, Indonesia.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha BJA adalah bergerak dalam bidang real estat,
          perdagangan besar, dan konsultasi.




                                        20
Page 22
II.B.     Tinjauan Industri Properti

II.B.1.   Tinjauan Industri Properti di Dunia

          Industri properti merupakan salah satu industri terbesar di dunia. Hal ini terlihat
          dengan perkembangan yang cukup pesat di setiap tahunnya untuk industri
          properti. Sektor-sektor penting dalam industri properti antara lain meliputi sektor
          perumahan/real estat, apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan, perhotelan
          serta kawasan industri. Sektor properti dunia mengalami penyesuaian akibat
          ketidakpastian iklim investasi. Dari sisi volume investasi, industri properti di
          dunia pada Q4/2022 masih merasakan dampak dari tingginya suku bunga yang
          kemudian menyebabkan peningkatan harga properti.

          Berdasarkan laporan Jones Lang LaSalle (JLL) yang berjudul Global Real
          Estate Perspective – Highlights, pada Maret 2023, volume investasi real estat
          di dunia pada Q4/2022 adalah sebesar USD 203,00 miliar, mengalami
          penurunan sebesar 58,00% dibandingkan periode yang sama pada tahun
          sebelumnya. Secara tahunan, volume investasi real estat dunia pada tahun
          2022 adalah sebesar USD 1,03 triliun, mengalami penurunan sebesar 19,00%
          dibandingkan dengan tahun 2021.

          Kenaikan/Penurunan Volume Investasi Real Estat
          Tahun 2022

                        30,00%
                        20,00%
                        10,00%
                         0,00%
                       -10,00%
                       -20,00%
                       -30,00%
                       -40,00%
                                                           Fasilitas
                                  Industri Residen Perkant           Kesehat    Ritel   Hotel
                                                            Tujuan
                                             sial   oran               an
                                                           Khusus
                Volume Investasi -28,00% -23,00% -22,00% -19,00% -17,00%        6,00%   18,00%

            Sumber: JLL Global Real Estate Perspective - Highlight March 2022




                                               21
Page 23
Indeks Sewa Kantor Utama di Asia Pasifik
Periode Q4/2021 - Q4/2022

                                                 Pertumbuhan
               Kawasan
                                             (Q4/2021 - Q4/2022)
Australia
 Brisbane                                             4,90%
 Melbourne                                            5,40%
 Perth                                                2,40%
 Sydney                                               3,00%
 Auckland                                             5,90%
Asia Timur
 Tokyo                                               -2,50%
 Beijing                                             -0,90%
 Guangzhou                                           -6,50%
 Shanghai                                            0,00%
 Shenzhen                                            -2,50%
 Hongkong                                            -6,30%
 Taipei                                              4,00%
 Seoul                                               3,60%
India
  Bengaluru                                          11,00%
  Mumbai                                             7,00%
  Delhi - National Capital Region                    0,00%
ASEAN
 Phnom Penh                                          1,80%
 Jakarta                                             -6,50%
 Kuala Lumpur                                        -1,40%
 Singapura                                           5,50%
 Bangkok                                             5,50%
 Manila                                              -5,90%
 Ho Chi Minh                                         -0,20%

Sumber: Knight Frank Research - Asia Pacific Prime Office Rental Index Q4/2022


Sementara itu, berdasarkan laporan yang dipublikasikan oleh Knight Frank
Research dalam laporannya yang berjudul Asia-Pacific Prime Office Rental
Index Q4/2022, pada Q4/2022, sewa kantor utama yang terdapat di Kawasan
Asia Timur dan Asia Tenggara cenderung mengalami penurunan sebesar
0,90% - 6,50% dibandingkan dengan Q4/2021. Sedangkan pada Q4/2022,
kawasan Australia memberikan kontribusi cukup besar terhadap pertumbuhan
jumlah sewa kantor utama yaitu mengalami kenaikan dengan rentang sebesar
2,40% - 5,90%.

Berdasarkan laporan JLL yang berjudul JLL Global Real Estate Perspective -
Highlight March 2022, investasi sekotr real estat yang mengalami penurunan
paling tinggi pada tahun 2022 adalah sektor industri, residensial, dan
perkantoran dengan penurunan masing-masing sebesar 28,00%, 23,00%, dan
22,00%.




                                                  22
Page 24
Pertumbuhan Harga Sewa Perumahan Kota-Kota di Dunia
Periode Q4/2021 - Q4/2022

                                         Pertumbuhan            Pertumbuhan
              Negara
                                       Q4/2021 - Q4/2022      Q3/2022 - Q4/2022
Singapura                                            28,20%                7,30%
New York                                             18,60%                0,00%
London                                               17,80%                2,90%
Toronto                                              15,00%               -0,20%
Tokyo                                                 8,40%                3,90%
Sydney                                                6,70%                3,70%
Auckland                                              3,80%                5,40%
Jenewa                                                3,80%                1,00%
Monako                                                2,70%                0,00%
Hong Kong                                            -6,40%               -1,40%

Sumber: Knight Frank - Prime Global Rental Index Q4/2022


Menurut data yang diperoleh dari Knight Frank yang berjudul Prime Global
Rental Index Q4/2022, pertumbuhan harga rumah terbesar di dunia pada
Q3/2022 – Q4/2022 adalah Singapura, Auckland, dan Tokyo masing-masing
dengan tingkat pertumbuhan sebesar 7,30%, 5,40%, dan 3,90% yang mana
posisi pertama dengan tingkat pertumbuhan harga rumah secara tahunan
masih diduduki oleh Singapura yaitu sebesar 28,20%. Selanjutnya, untuk
indeks harga rumah yang tersebar di seluruh dunia mengalami peningkatan
rata-rata sebesar 10,30% pada Q4/2022 dibandingkan dengan periode yang
sama tahun sebelumnya.

Hasil analisis Imarc yang dikemukakan dalam laporannya yang berjudul Real
Estate Market: Global Industry Trends, Share, Size, Growth, Opportunity and
Forecast 2023-2028 menyampaikan bahwa pada tahun 2028, pasar real estat
dunia diperkirakan mengalami peningkatan dengan laju pertumbuhan majemuk
tahunan sebesar 1,80% dari tahun 2023 hingga tahun 2028 menjadi sebesar
USD 7.954,00 miliar pada tahun 2028, kenaikan ini dipicu oleh masifnya tingkat
urbanisasi secara global, peningkatan jumlah penduduk dunia, meningkatnya
kebutuhan akan perumahan dan infrastruktur yang berkualitas yang kemudian
mendorong pasar real estat dunia. Pergeseran minat konsumen untuk
perumahan yang bersih, aman, dengan pembangunan infrastruktur yang
memadai serta konektivitas jalan darat, udara, dan kereta api juga turut
menciptakan prospek pasar yang positif bagi industri properti dunia pada masa
mendatang.




                                         23
Page 25
II.B.2.     Tinjauan Industri Properti di Indonesia

            Industri properti di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang
            memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, hal ini
            disebabkan industri properti saling terkait dengan industri-industri lainnya,
            misalnya industri bahan baku bangunan, konstruksi, logistik, bidang jasa,
            maupun industri keuangan serta perbankan dalam kredit pemilikan rumah.
            Pertumbuhan industri properti yang tinggi dapat berdampak terhadap
            pendapatan domestik bruto nasional serta ketersediaan lapangan pekerjaan.

            Setelah melalui dua tahun pandemi, industri properti Indonesia mulai menuju
            posisi normal pada tahun 2022, dimana aktivitas ekonomi kembali berlangsung.
            Selain itu, kenaikan harga bahan konstruksi bangunan merupakan salah satu
            faktor kenaikan indeks harga properti, yang kemudian diikuti dengan kenaikan
            pemintaan terhadap properti selama tiga kuartal terakhir pada tahun 2022.

            Selain itu, kebijakan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate sebesar
            3,50% selama 18 bulan sampai dengan awal semester II/2022 mendorong
            perbankan untuk menurunkan suku bunga KPR menjadi sekitar 7,70% tahun
            2022 untuk mempermudah dan meningkatkan masyarakat dalam hal
            kepemilikan properti.

II.B.2.a.   Perumahan

            Berdasarkan data yang diperoleh dari Bank Indonesia (BI), harga properti
            residensial di pasar primer secara tahunan terus meningkat hingga Q4/2022.
            Hal tersebut tercermin dari peningkatan Indeks Harga Properti Residensial
            (IHPR) Q4/2022 yaitu sebesar 2,00% dibandingkan dengan Q3/2022 yaitu
            sebesar 1,94%. Kenaikan IHPR terjadi pada rumah tipe menengah dan kecil
            yang masing-masing tumbuh secara tahunan sebesar 3,22% dan 2,08%.
            Pertumbuhan IHPR pada Q4/2022 yang cukup stabil terutama didorong oleh
            harga pada tipe rumah menengah dan besar yang masih meningkat secara
            triwulanan masing-masing sebesar 0,76% dan 0,37%.

            Selain itu, penjualan properti residensial pada Q4/2022 mengalami penurunan
            yang disebabkan oleh pertumbuhan penjualan rumah yang tercatat mengalami
            kontraksi sebesar 9,04% secara tahunan, lebih rendah dibandingkan dengan
            pertumbuhan penjualan rumah pada Q3/2022 sebesar 13,58% secara tahunan.
            Faktor utama penyebab menurunnya pertumbuhan penjualan properti
            residensial adalah penurunan volume penjualan pada seluruh tipe rumah, pada
            tipe rumah besar mengalami penurunan sebesar 17,28%, pada rumah tipe
            menengah dan kecil masing-masing mengalami penurunan sebesar 18,88%
            dan 14,44%.




                                            24
Page 26
            Dari sisi regulasi, Pemerintah mendorong kemudahan mekanisme layanan
            perizinan berusaha melalui sektor properti Indonesia dengan Undang-Undang
            Cipta Kerja, percepatan layanan perizinan dasar industri properti antara lain
            Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang, Persetujuan Bangunan Gedung,
            Sertifikat Laik Fungsi, dan Persetujuan Izin Lingkungan yang memerlukan
            dukungan dari Pemerintah Daerah untuk percepatan pelaksanaannya. Selain
            itu, juga untuk meningkatkan permintaan dan volume investasi pada sektor
            properti, Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan rasio pinjaman terhadap
            nilai sebesar 100,00% terhadap kredit properti yang berlaku hingga
            31 Desember 2023 serta kebijakan Pajak Pertambahan Nilai ditanggung
            Pemerintah selama masa pandemi.

II.B.2.b.   Apartemen

            Berdasarkan data Colliers International Indonesia, belum ada proyek
            apartemen yang diluncurkan dan diselesaikan pada Q4/2022, dimana secara
            tahunan pada tahun 2022, sebanyak 1.484 unit apartemen di Jakarta telah
            diselesaikan yang mana merupakan 25,00% dari proyek sebelumnya.

            Harga Permintaan Rata-Rata Apartemen di Jakarta dan Sekitarnya
            Periode Q3/2022 - Q4/2022
            (Dalam jutaan Rupiah per meter persegi)


                            Kawasan                            Q3/2022              Q4/2022

            Centra Business District (CBD)                             52,47                52,70
            Jakarta Selatan                                            39,67                39,85
            Non-Prime Area                                             26,89                26,94

            Sumber: Colliers International Indonesia - Jakarta Property Market Report Q4/2022


            Berdasarkan data yang diperoleh dari Colliers International Indonesia, pada
            Q4/2022 harga permintaan rata-rata apartemen di Kawasan CBD, Jakarta
            Selatan, dan Non-Prime Area masing-masing mengalami peningkatan sebesar
            0,44%, 0,45%, dan 0,18% dibandingkan dengan Q3/2022. Sedangkan untuk
            tingkat okupansi apartemen di Jakarta pada Q4/2022 adalah sebesar 61,15%,
            mengalami peningkatan sebesar 1.30% dibandingkan dengan kuartal
            sebelumnya, hal ini terutama disebabkan oleh dilanjutkannya kebijakan bekerja
            dari kantor pada Q4/2022 yang berkontribusi dalam meningkatkan jumlah sewa
            apartemen.

            Colliers International Indonesia memproyeksikan sejak tahun 2023 hingga
            tahun 2026, terdapat tambahan pasokan unit apartemen yaitu sejumlah 22.919
            unit dimana pada Q2/2024, sejumlah 2 proyek apartemen akan diselesaikan
            dengan tambahan 592 unit apartemen.




                                                       25
Page 27
II.B.2.c.   Perkantoran

            Berdasarkan data yang diperoleh dari JLL dalam laporannya yang berjudul
            Jakarta Property Market Review 4Q 2022 yang dirilis pada bulan
            Februari 2023, penyerapan pasar kantor grade A tercatat sebesar 15.000 meter
            persegi/sqm pada Q4/2022, mengalami sedikit peningkatan dibandingkan
            dengan Q3/2022. Tren yang sebaliknya dijumpai pada gedung perkantoran
            grade B dan grade C dengan penyerapan pasar masih dalam posisi negatif.
            Kontrak sewa kantor pada Q4/2022 mengalami penurunan sebesar 1,08%
            akibat permintaan yang terbatas, tambahan pasokan ruang kantor, dan
            okupansi kantor yang rendah. Sementara itu, faktor persaingan harga turut
            menahan pertumbuhan pendapatan sewa kantor, khususnya untuk pemilik
            kantor dengan okupansi yang rendah.

            Sementara itu, menurut data JLL, pada Q4/2022 perkantoran di kawasan
            non-CBD mengalami permintaan negatif sebesar 1.000 sqm dan secara
            tahunan pada tahun 2022 kawasan non-CBD membukukan permintaan negatif
            sebesar 12.500 sqm. Seiring dengan kembalinya aktivitas bisnis di
            perkantoran, tren pemangkasan ruang tetap manjadi pilihan dari para penyewa
            kantor.

            Selain itu, berdasarkan data Colliers Indonesia, pada Q4/2022, kekosongan
            ruang kantor mengalami peningkatan sebesar 26,30%. Colliers Indonesia
            memproyeksikan dengan adanya tambahan pasokan perkantoran pada ruang
            kantor pada tahun 2023 berakibat terhadap peningkatan pasokan ruang kantor.
            Dari sisi harga sewa ruang kantor, harga rata-rata sewa ruang kantor untuk
            tahun 2023 sampai dengan 2025 diproyeksikan sebesar Rp 42,90 juta/sqm
            atau tumbuh sebesar 2,39%.

II.B.2.d.   Perkantoran

            Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), secara
            kumulatif, pada Januari – Desember 2022, jumlah wisatawan mancanegara
            (Wisman) ke Indonesia mencapai 5,47 juta orang atau naik sebesar 251,28%
            dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama
            tahun sebelumnya. Sementara itu, kunjungan wisman pada Desember 2022
            juga mengalami kenaikan sebesar 36,19% dibandingkan November 2022.

            Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS, Tingkat Penghunian Kamar (TPK)
            hotel klasifikasi berbintang di Indonesia pada bulan Desember 2022 mencapai
            rata-rata 56,90% atau meningkat 5,33 poin dibandingkan dengan TPK pada
            bulan Desember 2021. Selain itu, TPK hotel klasifikasi non bintang pada
            Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar 26,45% atau 2,41 poin
            dibandingkan TPK Desember 2021.




                                          26
Page 28
            Selanjutnya, berdasarkan data dari BPS, rata-rata lama tamu menginap di hotel
            klasifikasi berbintang selama bulan Desember 2022 adalah sebesar 1,62 hari,
            mengalami kenaikan sebesar 0,01 poin dibandingkan Desember 2021 dan
            mengalami penurunan sebesar 0,08 poin dibandingkan dengan
            November 2021.

            Berdasarkan data yang diperoleh dari Colliers Indonesia, tambahan pasokan
            kamar hotel di Jakarta diproyeksikan sebesar 638 kamar hotel baru hingga
            akhir tahun 2023 dengan sebagian besar merupakan hotel bintang lima.

II.B.2.d.   Kawasan Industri

            Berdasarkan data yang diperoleh dari Colliers Indonesia, beberapa kawasan
            mempercepat pembangunan tanah kosong menjadi kawasan siap dibangun
            pada tahun 2022, setidaknya terdapat 74,00 hektar tanah disiapkan di kawasan
            Timur Jakarta, termasuk Bekasi dan Karawang. Sementara itu, untuk kawasan
            Barat, khususnya Serang, terdapat dua kawasan industri yang sedang
            mengembangkan 300,00 hektar tanah manjadi kawasan siap dibangun.
            Selanjutnya, Bogor tidak lagi dikembangkan sebagai kawasan industri,
            melainkan saat ini pengembangan kawasan industri terpusat di Sukabumi yaitu
            di kawasan industri Cikembar Sukabumi yang sedang dalam tahap
            perencanaan.

            Rata-rata Harga Lahan dan Biaya Pemeliharaan di Kawasan Industri pada Q4/2022

                                                                                                     (USD per m²)
                                                             Harga Lahan                   Biaya Pemeliharaan
                            Area
                                                        Rendah            Tinggi           Rendah        Tinggi
            Bogor - Sukabumi                                 192,76           353,40              0,06       0,07
            Tangerang                                        179,91           240,96              0,03       0,08
            Karawang                                         150,00           155,00              0,05       0,10
            Bekasi                                           205,62           205,62              0,06       0,08
            Serang                                           128,51           138,15              0,03       0,05

            Sumber: Colliers International Indonesia - Jakarta Property Market Report, January 2023


            Menurut data dari Colliers Indonesia, harga lahan di kawasan industri di
            Jabodetabek pada Q4/2022 berada di kisaran USD 128,51/m2 hingga
            USD 353,40/m2. Harga lahan industri yang paling mahal adalah di sekitar
            Bogor - Sukabumi, yaitu kurang lebih sekitar USD 192,76/m2 sampai dengan
            USD 353,40/m2. Sedangkan harga lahan industri yang paling murah adalah di
            daerah Serang dan Bekasi, yaitu masing-masing sekitar USD 128,51/m2 dan
            USD 205,62/m2.




                                                       27
Page 29
        Dengan adanya berbagai kebijakan yang diberikan oleh Pemerintah untuk
        mendorong industri properti nasional melalui percepatan layanan perizinan
        dasar industri properti, kebijakan rasio pinjaman yang disertai dengan berbagai
        proyek ekspansi kawasan industri di berbagai wilayah di Indonesia diharapkan
        dapat memberikan prospek positif terhadap industri properti pada masa
        mendatang.

II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan meliputi bidang konstruksi, real estat,
        dan jasa.

        Usaha Perseroan dikelompokkan menjadi dua segmen yaitu segmen utama di
        bidang real estat dan segmen lainnya yang terdiri dari pengelolaan kota,
        kegiatan wisata, hotel, dan restoran. Perseroan optimis dengan prospek usaha
        dan bisnis properti untuk jangka panjang maupun beberapa tahun ke depan.
        Bergesernya konsentrasi pengembangan infrastruktur ke arah selatan Jakarta,
        yang ditandai dengan dicanangkannya pengembangan tol Bogor Ciawi
        Sukabumi (Bocimi) serta dimulainya pembangunan light rail transit (LRT) dari
        Cawang sampai Kota Bogor, maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Perseroan
        mempunyai prospek yang sangat baik di masa mendatang. Pengembangan
        infrastruktur yang masif menandakan bertumbuhnya jumlah penduduk serta
        bangkitnya ekonomi yang besar, hal ini terlihat dengan semakin banyaknya
        fasilitas-fasilitas baru dan hunian-hunian yang terbangun.

        Beberapa indikator penting yang berkaitan dengan prospek usaha Perseroan
        kini dan masa mendatang, sebagai berikut:

        •   Faktor perkembangan regional dan infrastruktur

            Pertumbuhan penduduk, meningkatnya kelas menengah serta
            berkembangnya area perkotaan di kawasan Jabodetabek telah
            mengakibatkan meningkatnya kebutuhan sarana hunian serta produk
            properti lainnya.

        •   Faktor topografi dan iklim

            Secara tata ruang, kawasan Sentul City yang berada di ketinggian rata-rata
            300 – 500 meter di atas permukaan laut sehingga mempunyai karakter
            yang ideal untuk segala jenis pengembangan properti terlebih lagi untuk
            hunian. Kawasan Sentul City sarat dengan penghijauan sesuai dengan tata
            ruang yang mengindikasikan 65% kawasan sebagai penghijauan.

            Kondisi topografi dan iklim tersebut menjadikan Sentul City mempunyai nilai
            lebih dari sisi estetika kawasan yang berujung pada semakin tingginya
            harga properti di kawasan Sentul City.




                                         28
Page 30
•   Faktor daya serap pasar

    Daya serap pasar perumahan kelas menengah dan atas di area Bogor dan
    sekitarnya masih relatif tinggi. Terlebih lagi permintaan tinggi untuk properti
    akan tetap terjadi karena populasi Indonesia besar dan muda yang berarti
    masih banyak pembeli rumah pertama di masa mendatang.

    Dengan strategi menghentikan penjualan unit tanah kavling dan fokus
    memasarkan unit tanah dan bangunan, maka perkembangan fisik makin
    terlihat lebih nyata di kawasan Sentul City, sehingga kepercayaan
    konsumen semakin hari semakin baik.

•   Faktor lokasi dan akesesibilitas

    Selain jaringan eksisting tol Jagorawi dan tol Bogor Ring Road, saat ini
    sudah mulai dikembangkan jalan Poros Tengah – Timur yang membuka
    alternatif area Sentul ke Cipanas, jalan tersebut merupakan rencana
    Pemerintah Pusat untuk mengantisipasi perkembangan area Jonggol dan
    berhubungan langsung dengan akses ke Cianjur, Bekasi, dan Cikarang.

    Selain itu rencana jaringan tol baru yang merupakan perpanjangan tol
    Jagorawi ke arah Sukabumi, Cianjur, dan Bandung yang merupakan
    jaringan tol poros selatan Jawa menjadikan kawasan Sentul City akan
    menjadi sangat strategis dan semakin mudah diakses baik dari arah utara,
    barat, timur, dan selatan.

    Dengan demikian, pengembangan berbagai produk properti akan lebih
    mudah diserap pasar karena produk-produk tersebut akan mempunyai
    pasar yang lebih besar dibanding dengan daerah lainnya.

•   Faktor land bank

    Perseroan memiliki tanah yang belum dikembangkan sekitar 1.300 hektar
    dari izin lokasi sekitar 3.100 hektar, sedangkan BJA yang dikenal dengan
    Sentul Nirwana memiliki tanah yang belum dikembangkan sekitar 12.000
    hektar, dari izin lokasi 30.000 hektar.

    Besarnya tanah yang belum dikembangkan tersebut memberikan
    keleluasaan bagi Perseroan untuk mengembangkan berbagai jenis properti
    unggulan dan variasi, sesuai dengan segmentasi pasar serta target pasar
    yang dituju.




                                 29
Page 31
        •   Faktor kelengkapan fasilitas

            Pengembangan Sentul City yang telah berlangsung selama lebih dari 20
            tahun sampai saat ini, bisa dijadikan referensi penting akan lengkapnya
            segala fasilitas yang dibutuhkan untuk suatu kota mandiri. Mulai dari
            fasilitas pendidikan, rekreasi, hunian, bahkan fasilitas kesehatan telah
            beroperasi dengan baik di Sentul City.

        Aspek Pemasaran

        Untuk menaikkan pencapaian penjualan, Perseroan tetap mempertahankan
        kepuasan pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya, Perseroan
        memberikan berbagai desain yang inovatif, berkualitas, menciptakan
        kenyamanan bagi semua penghuni, penyewa, dan para pengunjung serta
        menjadikan kawasan Sentul City sebagai pilihan utama.

II.D.   Alasan Dilakukan Transaksi

        Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dalam melakukan
            pemenuhan atas Surat OJK dan menerapkan pencatatan laporan keuangan
            konsolidasian Perseroan dan BJA yang lebih efisien. Berdasarkan PPH,
            sisa kewajiban BJA kepada Perseroan sebesar Rp 166,24 miliar dengan
            jangka waktu lima tahun dan dapat dilunasi oleh BJA sewaktu-waktu
            dengan tingkat suku bunga sebesar 11,00% per tahun sebagaimana telah
            disepakati oleh para pihak dalam PPH.

        •   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap bahwa tidak akan
            menyebabkan bertambahnya utang piutang di antara Perseroan dan entitas
            anak Perseroan dalam melakukan pengembangan bisnis dan usaha
            Perseroan dan entitas anak Perseroan di masa yang akan datang sehingga
            dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
            yang akan datang yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan nilai
            bagi seluruh pemegang saham Perseroan.




                                           30
Page 32
II.E.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi

        Keuntungan Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dalam melakukan
            pemenuhan atas Surat OJK dan menerapkan pencatatan laporan keuangan
            konsolidasian Perseroan dan BJA yang lebih efisien. Berdasarkan PPH,
            sisa kewajiban BJA kepada Perseroan sebesar Rp 166,24 miliar dengan
            jangka waktu lima tahun dan dapat dilunasi oleh BJA sewaktu-waktu
            dengan tingkat suku bunga sebesar 11,00% per tahun sebagaimana telah
            disepakati oleh para pihak dalam PPH.

        •   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap bahwa tidak akan
            menyebabkan bertambahnya utang piutang di antara Perseroan dan entitas
            anak Perseroan dalam melakukan pengembangan bisnis dan usaha
            Perseroan dan entitas anak Perseroan di masa yang akan datang sehingga
            dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
            yang akan datang yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan nilai
            bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

        Kerugian Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Apabila BJA tidak memiliki kecukupan dana untuk melunasi kewajibannya
            pada saat jatuh tempo sebagaimana diatur dalam PPH, maka hal tersebut
            berpotensi memberikan dampak bagi likuiditas dan kinerja keuangan
            Perseroan.

        •   Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang real estat, BJA tidak
            terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
            kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
            kelangsungan BJA.




                                       31
Page 33
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2018 telah diaudit oleh KAP TSFBR
           masing-masing dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain.
           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan 2019 telah diaudit oleh KAP
           TSFBR masing-masing dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan
           penekanan suatu hal dan hal lain.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan         31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19      31/12/18

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                          290.278      315.191      147.256      368.408        250.875
           Piutang usaha
             Pihak ketiga                               223.666      126.844      197.406      846.983       998.298
             Pihak berelasi                                   -            -            -            -       151.125
           Aset keuangan lancar lainnya                 331.486      531.384      353.256      182.086       168.061
           Persediaan                                 3.265.947    3.207.888    3.184.161    2.563.391     2.472.252
           Uang muka lainnya                            245.637      309.394      314.913      262.668       226.481
           Pajak dibayar di muka                         86.322      113.460      335.916      255.432       216.271
           Beban dibayar di muka                         38.367       50.466       22.016       37.590        30.605
           Jumlah Aset Lancar                         4.481.703    4.654.627    4.554.923    4.516.560     4.513.968
           ASET TIDAK LANCAR
           Tanah untuk pengembangan                  10.768.099   10.840.470    9.513.280    9.481.709     9.080.968
           Uang muka perolehan tanah                    378.953      378.453    1.740.374      356.331       355.831
           Uang muka penyertaan saham                         -            -            -            -        37.500
           Investasi pada entitas asosiasi              240.044      263.416      278.131      228.360       141.441
           Piutang pihak berelasi non-usaha              28.293       33.808       33.808      209.735        33.382
           Aset tetap                                   210.649      195.139      191.976      208.374       215.846
           Aset hak-guna                                      -          771        3.082            -             -
           Properti investasi                           230.508      231.675    1.937.721    2.154.564     1.750.003
           Aset keuangan tidak lancar lainnya           370.389       42.894      102.873      103.170       107.778
           Aset pajak tangguhan                          11.110       11.724       13.048       14.457        14.002
           Aset tak berwujud                              2.013        2.013        2.013        2.013         2.013
           Jumlah Aset Tidak Lancar                  12.240.057   12.000.362   13.816.307   12.758.712    11.738.765
           JUMLAH ASET                               16.721.760   16.654.989   18.371.230   17.275.273    16.252.732




                                                32
Page 34
                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                               31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19      31/12/18

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Pinjaman bank jangka pendek                                       468.992       288.657        138.988       138.925        38.815
           Utang usaha                                                       143.977        59.235        408.466       352.295       438.263
           Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya                         791.095       372.254      1.492.095     1.318.161       963.775
           Beban akrual                                                      410.285       295.963        275.370       190.279       191.682
           Utang pajak                                                        42.197        55.732        122.144       120.184       116.514
           Pinjaman bagian jangka panjang yang akan jatuh tempo
             dalam waktu satu tahun:
             Pinjaman bank                                                   123.301       247.957       330.308       158.400         67.160
             Uang muka pelanggan                                             236.589       322.764       464.511       546.974        808.631
             Liabilitas sewa                                                       -             -        13.439        14.775          3.931
             Surat utang jangka menengah                                           -             -             -       440.410        441.385
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  2.216.436     1.642.561     3.245.321     3.280.402     3.070.155
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
             akan jatuh tempo dalam satu tahun:
             Pinjaman bank                                                  1.513.661     1.273.098     2.053.519     2.153.252     1.391.599
             Liabilitas sewa                                                        -         2.910        16.235        23.530         1.161
             Surat utang jangka menengah                                      350.753       418.905       374.589             -             -
             Uang muka pelanggan                                            1.712.737     1.728.327     1.680.378       146.316       236.251
             Uang muka pelanggan - sewa                                             -             -       672.384       685.440       685.440
           Utang pihak berelasi non-usaha                                      24.093        24.289        24.841        23.129        23.129
           Utang usaha - jangka panjang                                       123.384       238.826             -             -             -
           Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya                         419.837       796.835             -             -             -
           Pendapatan ditangguhkan                                              4.064         2.868         1.658       216.133       173.474
           Liabilitas imbalan kerja karyawan                                   33.584        40.320        52.206        50.148        50.397
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 4.182.114     4.526.378     4.875.810     3.297.948     2.561.451
           JUMLAH LIABILITAS                                                6.398.549     6.168.940     8.121.131     6.578.350     5.631.607
           EKUITAS
           Modal saham                                                      7.530.922     7.530.922     7.530.922     6.348.432     6.348.431
           Tambahan modal disetor                                             918.969       918.969       918.969       741.595       741.595
           Komponen ekuitas lainnya                                          (199.412)     (199.412)     (199.412)       (4.115)       (5.101)
           Saldo laba                                                         592.979       751.894       484.117     2.428.206     2.372.234
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk    8.843.458     9.002.373     8.734.596     9.514.118     9.457.160
           Kepentingan non-pengendali                                       1.479.753     1.483.677     1.515.503     1.182.805     1.163.965
           JUMLAH EKUITAS                                                  10.323.211    10.486.050    10.250.099    10.696.923    10.621.126
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   16.721.760    16.654.989    18.371.230    17.275.273    16.252.732




III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020,
           2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 16.721,76 miliar,
           Rp 16.654,99 miliar, Rp 18.371,23 miliar, Rp 17.257,27 miliar, dan
           Rp 16.252,73 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 66,77 miliar atau setara dengan 0,40% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan piutang usaha – pihak ketiga sebesar
           Rp 327,49 miliar yang disertai dengan penurunan aset keuangan lancar lainnya
           sebesar Rp 199,90 miliar.




                                                                     33
Page 35
           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 1.716,24 miliar atau setara dengan 9,34% dibandingkan
           dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan uang muka perolehan tanah dan properti investasi
           masing-masing sebesar Rp 1.361,92 miliar dan Rp 1,706,05 miliar yang disertai
           dengan kenaikan tanah untuk pengembangan sebesar Rp 1.327,19 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 1.095,96 miliar atau setara dengan 6,34% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan persediaan dan uang muka perolehan tanah
           masing-masing sebesar Rp 620,77 miliar dan Rp 1.384,04 miliar yang disertai
           dengan penurunan piutang usaha – pihak ketiga sebesar Rp 649,58 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 1.022,54 miliar atau setara dengan 6,29% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan tanah untuk pengembangan dan properti investasi
           masing-masing sebesar Rp 400,74 miliar dan Rp 404,56 miliar.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021,
           2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 6.398,55 miliar,
           Rp 6.168,94 miliar, Rp 8.121,13 miliar, Rp 6.578,35 miliar, dan
           Rp 5.631,61 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 229,61 miliar atau setara dengan 3,72% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan liabilitas keuangan jangka pendek lainnya
           dan pinjaman bank jangka pendek masing-masing sebesar Rp 418,84 miliar
           dan Rp 180,34 miiliar yang disertai dengan penurunan liabilitas keuangan
           jangka panjang lainnya sebesar Rp 377,00 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 1.952,19 miliar atau setara dengan 24,04%
           dibandingkan dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020.
           Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan liabilitas keuangan jangka
           pendek lainnya, pinjaman bank, dan uang muka pelanggan – sewa masing-
           masing sebesar Rp 1.119,84 miliar, Rp 862,77 miliar, dan Rp 672,38 miliar
           yang disertai dengan kenaikan liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
           sebesar Rp 796,84 miliar.




                                          34
Page 36
           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 1.542,78 miliar atau setara dengan 23,45% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan uang muka pelanggan sebesar
           Rp 1.451,60 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 946,74 miliar atau setara dengan 16,81% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan liabilitas keuangan jangka pendek lainnya
           dan pinjaman bank masing-masing sebesar Rp 354,39 miliar dan
           Rp 852,89 miliar yang disertai dengan penurunan uang muka pelanggan
           sebesar Rp 351,59 miliar.

III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021,
           2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 10.323,21 miliar,
           Rp 10.468,05 miliar, Rp 10.250,10 miliar, Rp 10.696,92 miliar, dan
           Rp 10.621,13 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 162,84 miliar atau setara dengan 1,55% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 167,08 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 235,95 miliar atau setara dengan 2,30% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 229,27 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 446,82 miliar atau setara dengan 4,18% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           dan penyesuaian atas dampak penerapan standar akuntansi baru
           masing-masing sebesar Rp 556,30 miliar dan Rp 1.335,21 miliar yang disertai
           dengan kenaikan modal saham sebesar Rp 1.182,49 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 75,80 miliar atau setara dengan 0,71% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 68,93 miliar.




                                         35
Page 37
III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                               31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19      31/12/18

           Pendapatan neto                                                   672.300       910.709       451.847       951.421      1.316.806
           Beban pokok pendapatan                                            235.020       281.857       202.855       385.118        607.190
           Laba bruto                                                         437.280       628.852       248.992       566.303       709.615
           Beban penjualan                                                    (28.683)      (26.189)      (21.169)      (30.731)      (47.580)
           Beban umum dan administrasi                                       (169.758)     (201.990)     (166.922)     (227.456)     (275.985)
           Beban pajak final                                                  (12.738)      (67.072)      (12.128)      (19.168)      (33.371)
           Pendapatan operasi lainnya                                          99.102       250.174        65.567        81.377       290.844
           Beban operasi lainnya                                             (128.427)      (86.358)     (355.622)     (133.058)     (102.504)
           Laba (rugi) usaha                                                  196.776       497.417      (241.282)      237.268       541.019
           Bagian atas rugi neto entitas asosiasi                             (23.372)      (14.714)       (4.229)       14.918       (20.534)
           Pendapatan keuangan                                                  4.075         9.343        10.128        15.668        12.340
           Beban keuangan                                                    (343.323)     (261.670)     (318.761)     (199.746)     (164.288)
           Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan                       (165.845)     230.375       (554.144)      68.108        368.538
           Beban pajak penghasilan                                             (1.238)      (1.104)        (2.158)         820             54
           Laba (rugi) neto tahun berjalan                                   (167.083)     229.270       (556.302)      68.928        368.591
           Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                 4.244        6.304            (92)       6.466          7.472
           Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif tahun berjalan             (162.839)     235.575       (556.393)      75.394        376.063
           Laba (rugi) neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan
             kepada:
             Pemilik entitas induk                                           (163.159)     261.473       (608.784)      49.505        335.872
             Kepentingan non-pengendali                                        (3.924)     (32.202)        52.482       19.423         32.719



III.A.6    Pendapatan Neto

           Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah
           sebesar Rp 672,30 miliar, Rp 910,71 miliar, Rp 451,85 miliar, Rp 951,42 miliar,
           dan Rp 1.316,81 miliar.

           Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 238,41 miliar atau
           setara dengan 26,18% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 458,86 miliar atau setara
           dengan 101,55% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

           Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 499,57 miliar atau
           setara dengan 52,51% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.

           Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019 mengalami penurunan sebesar Rp 365,39 miliar atau
           setara dengan 27,75% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.




                                                                      36
Page 38
III.A.7.   Laba (Rugi) Neto Tahun Berjalan

           Rugi neto tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 desember 2022 dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           Rp 167,08 miliar dan Rp 556,30 miliar. Laba tahun berjalan Perseroan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2019, dan 2018
           masing-masing adalah sebesar Rp 229,27 miliar, Rp 68,93 miliar, dan
           Rp 368,59 miliar.

           Rugi neto tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 396,35 miliar atau setara
           dengan 172,88% dibandingkan dengan laba neto tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Laba neto tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 785,57 miliar atau setara
           dengan 141,21% dibandingkan dengan rugi neto tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

           Rugi neto tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 625,23 miliar atau setara
           dengan 907,08% dibandingkan dengan laba neto tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.

           Laba neto tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019 mengalami penurunan sebesar Rp 299,66 miliar atau
           setara dengan 81,30% dibandingkan dengan laba neto tahun berjalan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.




                                         37
Page 39
III.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                              31/12/22       31/12/21      31/12/20      31/12/19      31/12/18

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                                    514.875        887.473       378.825       646.818        904.356
           Pengeluaran kas untuk perolehan tanah, pembayaran ke
            kontraktor, dan pemasok                                         (204.898)      (226.757)   (1.722.741)     (629.416)   (1.412.750)
           Pengeluaran kas untuk karyawan                                    (98.501)      (103.022)      (80.626)     (102.053)      (95.941)
           Penerimaan (pengeluaran) kas untuk aktivitas operasi lainnya     (119.589)      (437.553)      182.909      (113.698)       17.887
           Penerimaan bunga                                                    4.075          9.343        10.128        15.668        12.340
           Pembayaran beban keuangan                                        (343.323)      (255.670)     (278.565)     (298.583)     (196.581)
           Pembayaran pajak penghasilan                                       (1.553)        (3.584)         (305)         (713)         (217)
           Pembayaran pajak final                                            (12.738)       (66.565)      (12.019)      (20.456)      (44.740)
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                     (261.652)      (196.336)   (1.522.394)     (502.433)     (815.646)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Penjualan aset tetap                                                7.111            368           122             -             -
           Perolehan aset tetap                                              (24.169)        (8.056)       (2.360)       (7.192)      (10.122)
           Penambahan properti investasi                                           -              -             -      (248.253)     (259.463)
           Penjualan properti investasi                                            -      1.227.616             -             -             -
           Perolehan obligasi                                                      -        (10.400)            -             -             -
           Penyertaan pada entitas asosiasi                                        -              -       (54.000)      (72.000)           (0)
           Penerimaan dari pembayaran tersedia untuk dijual                        -              -             -           963           500
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Investasi                                              (17.057)     1.209.528       (56.238)     (326.481)     (269.085)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan pinjaman bank jangka pendek                           180.336         149.669            63      100.000              -
           Pembayaran pinjaman bank jangka pendek                                 -               -             -            -         (8.610)
           Penerimaan pinjaman jangka panjang                               115.907          49.113        98.297      919.185        503.821
           Pembayaran pinjaman jangka panjang                               (39.537)     (1.017.652)      (92.113)     (66.157)       (46.773)
           Pembayaran liabilitas sewa                                        (2.910)        (26.764)       (8.631)      (6.984)        (1.895)
           Penerimaan dari setoran modal oleh kepentingan
             non-pengendali pada entitas anak                                        -           -              -            -        301.402
           Penerbitan saham baru                                                     -         376      1.359.863            1              -
           Tambahan modal disetor                                                    -           -              0          402              1
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                             253.797        (845.257)    1.357.479      946.448        747.945
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                       (24.913)      167.935       (221.153)     117.534       (336.786)
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                               315.191        147.256       368.408       250.875        587.661
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                              290.278        315.191       147.256       368.408        250.875




           Arus Kas Untuk Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan
           2018 masing-masing adalah sebesar Rp 261,65 miliar, Rp 196,34 miliar,
           Rp 1.522,39 miliar, Rp 502,43 miliar, dan Rp 815,65 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 261,65 miliar
           terutama berasal dari pengeluaran kas untuk perolehan tanah, pembayaran ke
           kontraktor, dan pemasok, pengeluaran kas untuk aktivitas operasi lainnya,
           serta pembayaran beban keuangan masing-masing sebesar Rp 204,90 miliar,
           Rp 119,59 miliar, dan Rp 343,32 miliar yang disertai dengan penerimaan kas
           dari pelanggan sebesar Rp 514,88 miliar.




                                                                  38
Page 40
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 196,34 miliar
terutama berasal dari pengeluaran kas untuk perolehan tanah, pembayaran ke
kontraktor, dan pemasok, pengeluaran kas untuk karyawan, pengeluaran kas
untuk aktivitas operasi lainnya, dan pembayaran beban keuangan
masing-masing sebesar Rp 226,76 miliar, Rp 103,02 miliar, Rp 437,55 miliar,
dan Rp 255,67 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan
sebesar Rp 887,47 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 1.522,39 miliar
terutama berasal dari pengeluaran kas untuk perolehan tanah, pembayaran ke
kontraktor, dan pemasok sebesar Rp 1.722,74 miliar yang disertai dengan
penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 378,83 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 502,43 miliar
terutama berasal dari pengeluaran kas untuk peroleh tanah, pembayaran ke
kontraktor, dan pemasok serta pembayaran beban keuangan masing-masing
sebesar Rp 629,42 miliar dan Rp 298,58 miliar yang disertai dengan
penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 646,82 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 815,65 miliar
terutama berasal dari pengeluaran kas untuk peroleh tanah, pembayaran ke
kontraktor, dan pemasok serta pembayaran beban keuangan masing-masing
sebesar Rp 1.412,75 miliar dan Rp 196,58 miliar yang disertai dengan
penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 904,36 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2020, 2019, dan
2018 masing-masing adalah sebesar Rp 17,06 miliar, Rp 56,24 miliar,
Rp 326,48 miliar, dan Rp 269,09 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 adalah sebesar Rp 1.209,53 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 17,06 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 24,17 miliar yang
disertai dengan penjualan aset tetap sebesar Rp 7,11 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 1.209,53 miliar
terutama berasal dari penjualan properti investasi sebesar 1.227,62 miliar.




                               39
Page 41
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 56,24 miliar
terutama berasal dari penyertaan pada entitas asosiasi sebesar
Rp 54,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 326,48 miliar
terutama berasal dari penambahan properti investasi sebesar Rp 248,25 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 269,09 miliar
terutama berasal dari penambahan properti investasi sebesar Rp 259,46 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2020, 2019, dan 2018
masing-masing adalah sebesar Rp 253,80 miliar, Rp 1.357,48 miliar,
Rp 946,45 miliar, dan Rp 747,95 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 sebesar Rp 845,26 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 253,80 miliar
terutama berasal dari penerimaan pinjaman bank jangka pendek dan
penerimaan pinjaman jangka panjang masing-masing sebesar Rp 180,34 miliar
dan Rp 115,91 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 845,26 miliar
terutama berasal dari pembayaran pinjaman jangka panjang sebesar
Rp 1.017,65 miliar yang disertai dengan penerimaan pinjaman bank jangka
pendek sebesar Rp 149,67 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 1.357,48 miliar
terutama berasal dari penerbitan saham baru sebesar Rp 1.359,86 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 946,45 miliar
terutama berasal dari penerimaan pinjaman jangka panjang sebesar
Rp 919,19 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 747,95 miliar
terutama berasal dari penerimaan pinjaman jangka panjang sebesar
Rp 503,82 miliar.




                               40
Page 42
III.A.9.    Rasio-rasio Keuangan


                                    Keterangan            31/12/22     31/12/21    31/12/20     31/12/19    31/12/18

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                             2,02         2,83        1,40         1,38        1,47
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                             0,04         0,05        0,02         0,06        0,08
            Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,62         0,63        0,56         0,62        0,65
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,38         0,37        0,44         0,38        0,35
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 0,62         0,59        0,79         0,61        0,53
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                                 65,04%      69,05%       55,11%      59,52%      53,89%
            Marjin laba (rugi) usaha                          29,27%      54,62%      -53,40%      24,94%      41,09%
            Marjin laba (rugi) bersih                        -24,85%      25,17%     -123,12%       7,24%      27,99%
            Laba (rugi) usaha terhadap jumlah aset             1,18%       2,99%       -1,31%       1,37%       3,33%
            Imbal hasil aset                                  -1,00%       1,38%       -3,03%       0,40%       2,27%
            Laba (rugi) usaha terhadap ekuitas                 1,91%       4,74%       -2,35%       2,22%       5,09%
            Imbal hasil ekuitas                               -1,62%       2,19%       -5,43%       0,64%       3,47%




III.A.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
            tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018, rasio
            perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,04; 0,05; 0,02; 0,06; dan 0,08.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018, rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,62; 0,63; 0,56; 0,62; dan 0,65..

III.A.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018, rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,38; 0,37; 0,44;
            0,38; dan 0,35, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
            masing-masing adalah 0,62; 0,59; 0,79; 0,61; dan 0,53.




                                                     41
Page 43
III.A.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2019, dan 2018,
            masing-masing adalah 1,38%, 0,40%, dan 2,27%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2019, dan
            2018 masing-masing adalah 2,19%, 0,64%, dan 3,47%.

III.B.      Analisis atas Kinerja Historis BJA

            Laporan keuangan konsolidasian BJA untuk tahun yang berakhir pada
            tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, dan 2019 telah diaudit oleh
            KAP TSFBR masing-masing dengan pendapat wajar tanpa pengecualian
            dengan penekanan suatu hal dan hal lain. Laporan keuangan konsolidasian
            BJA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 telah diaudit
            oleh KAP TSFBR dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.

            Ikhtisar data keuangan penting BJA adalah sebagai berikut:

III.B.1.    Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan        31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19      31/12/18

            ASET
            ASET LANCAR
            Kas dan bank                                  3.277        1.545        1.533        1.965            993
            Piutang usaha                                87.085        8.760        9.127       62.811        206.885
            Piutang lain-lain                           604.996      608.594      608.593      622.014        557.590
            Persediaan                                   56.343       56.343       56.193       50.190         55.863
            Uang muka                                     9.294       11.990       13.070        6.703          6.699
            Pajak dibayar di muka                         1.188        3.354       24.433       17.931         18.187
            Beban dibayar di muka                         2.810        2.604        3.281        4.807          6.548
            Jumlah Aset Lancar                          764.994      693.190      716.230      766.421        852.765
            ASET TIDAK LANCAR
            Dana yang dibatasi penggunaannya               6.923        7.996        8.580        8.757        10.325
            Tanah untuk pengembangan                   3.334.069    3.372.527    3.349.444    3.349.444     3.333.593
            Uang muka perolehan tanah                    249.909      249.909      249.909      249.909       249.909
            Investasi pada entitas asosiasi               64.163       65.016       66.022       66.173        58.055
            Aset tetap                                         2            3          145          674         1.227
            Jumlah Aset Tidak Lancar                   3.655.066    3.695.451    3.674.101    3.674.958     3.653.109
            JUMLAH ASET                                4.420.059    4.388.641    4.390.331    4.441.379     4.505.873




                                                 42
Page 44
                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                              31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19      31/12/18

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Pinjaman bank jangka pendek                                       19.992        19.997        19.988        19.925         19.815
           Utang usaha
             Pihak ketiga                                                     5.430         3.127         4.468         5.061          9.950
             Pihak berelasi                                                     154           154           154           154         86.871
           Utang lain-lain                                                  813.262       779.968       681.219       651.316        592.667
           Biaya akrual                                                      13.434        13.834        17.021        11.977         11.563
           Utang pajak                                                       11.465         2.943         3.954         4.315          3.471
           Bagian pinjaman jangka panjang yang akan jatuh tempo
             dalam waktu satu tahun:
             Bank                                                             8.664        29.090        44.639        32.031         37.607
             Uang muka pelanggan                                             24.897        50.336       117.506       117.506        117.506
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  897.298       899.448       888.948       842.284        879.451
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
             akan jatuh tempo dalam satu tahun:
             Bank                                                             3.340        11.983         4.639        28.251         54.568
             Uang muka pelanggan                                             23.018        39.027        45.010        48.597         65.018
           Pendapatan diterima di muka                                           61            61            61            61             61
           Liabilitas diestimasi imbalan kerja karyawan                           -         1.081         1.081         1.081          1.081
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  26.419        52.152        50.791        77.990        120.728
           JUMLAH LIABILITAS                                                923.717       951.600       939.739       920.274      1.000.180
           EKUITAS
           Modal saham                                                     2.400.000     2.400.000     2.400.000     2.400.000     2.400.000
           Tambahan modal disetor                                          1.137.500     1.137.500     1.137.500     1.137.500     1.137.500
           Defisit                                                           (41.159)     (100.460)      (86.910)      (16.396)      (31.807)
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                         3.496.341     3.437.040     3.450.590     3.521.104     3.505.693
           Kepentingan non-pengendali                                              1             1             1             1             1
           JUMLAH EKUITAS                                                  3.496.342     3.437.041     3.450.591     3.521.105     3.505.694
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   4.420.059     4.388.641     4.390.331     4.441.379     4.505.873




III.B.2.   Aset

           Jumlah aset BJA pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019
           dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 4.420,06 miliar,
           Rp 4.388,64 miliar, Rp 4.390,33 miliar, Rp 4.441,38 miliar, dan
           Rp 4.505,87 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset BJA mengalami kenaikan
           sebesar Rp 31,42 miliar atau setara dengan 0,72% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan piutang usaha sebesar Rp 78,33 miliar yang disertai
           dengan penurunan tanah untuk pengembangan sebesar Rp 38,46 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset BJA mengalami penurunan
           sebesar Rp 1,69 miliar atau setara dengan 0,04% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan pajak dibayar di muka sebesar Rp 21,08 miliar yang disertai dengan
           kenaikan tanah untuk pengembangan sebesar Rp 23,08 miliar.




                                                                     43
Page 45
           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset BJA mengalami penurunan
           sebesar Rp 51,05 miliar atau setara dengan 1,15% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan piutang usaha sebesar Rp 53,68 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah aset BJA mengalami penurunan
           sebesar Rp 64,49 miliar atau setara dengan 1,43% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2018. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan piutang usaha sebesar Rp 144,07 miliar yang
           disertai dengan kenaikan piutang lain-lain dan tanah untuk pengembangan
           masing-masing sebesar Rp 64,42 miliar dan Rp 15,85 miliar.

III.B.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas BJA pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020,
           2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 923,72 miliar,
           Rp 951,60 miliar, Rp 939,74 miliar, Rp 920,27 miliar, dan Rp 1.000,18 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas BJA mengalami penurunan
           sebesar Rp 27,88 miliar atau setara dengan 2,93% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan utang bank dan uang muka pelanggan
           masing-masing sebesar Rp 29,07 miliar dan Rp 41,45 miliar yang disertai
           dengan kenaikan utang lain-lain dan utang pajak masing-masing sebesar
           Rp 33,30 miliar dan Rp 8,52 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas BJA mengalami kenaikan
           sebesar Rp 11,86 miliar atau setara dengan 1,26% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 98,75 miliar yang disertai
           dengan penurunan utang bank dan uang muka pelanggan masing-masing
           sebesar Rp 8,21 miliar dan Rp 73,15 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas BJA mengalami kenaikan
           sebesar Rp 19,47 miliar atau setara dengan 2,12% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 29,90 miliar yang disertai
           dengan penurunan utang bank sebesar Rp 11,01 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah liabilitas BJA mengalami penurunan
           sebesar Rp 79,91 miliar atau setara dengan 7,99% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2018. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan utang usaha – pihak berelasi, utang bank, dan
           uang muka pelanggan masing-masing sebesar Rp 86,72 miliar,
           Rp 31,89 miliar, dan Rp 16,42 miliar yang disertai dengan kenaikan utang
           lain-lain sebesar Rp 58,65 miliar.




                                          44
Page 46
III.B.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas BJA pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020,
           2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 3.496,34 miliar,
           Rp 3.437,04 miliar, Rp 3.450,59 miliar, Rp 3.521,11 miliar, dan
           Rp 3.505,69 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas BJA mengalami kenaikan
           sebesar Rp 59,30 miliar atau setara dengan 1,73% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba neto tahun berjalan yang dibukukan oleh BJA sebesar
           Rp 59,30 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas BJA mengalami penurunan
           sebesar Rp 13,55 miliar atau setara dengan 0,39% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi neto tahun berjalan yang dibukukan oleh BJA sebesar
           Rp 13,55 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas BJA mengalami penurunan
           sebesar Rp 70,51 miliar atau setara dengan 2,00% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi neto tahun berjalan yang dibukukan oleh BJA dan
           penyesuaian atas standar akuntansi baru masing-masing sebesar
           Rp 16,15 miliar dan Rp 54,37 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah ekuitas BJA mengalami kenaikan
           sebesar Rp 15,41 miliar atau setara dengan 0,44% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba neto tahun berjalan yang dibukukan oleh BJA sebesar
           Rp 15,41 miliar.

III.B.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                   31/12/22     31/12/21       31/12/20       31/12/19      31/12/18

           Pendapatan neto                                        112.387               -              -      22.816         30.689
           Beban pokok pendapatan                                  36.614               -              -       8.762         14.183
           Laba kotor                                              75.773             -              -        14.054         16.506
           Beban penjualan dan pemasaran                                -            (9)             -           (10)             -
           Beban umum dan administrasi                             (2.722)       (1.903)        (1.685)       (1.466)       (13.643)
           Beban pajak final                                       (2.810)            -              -          (870)        (1.448)
           Pendapatan operasi lainnya                               1.399             -              -           497             30
           Beban operasi lainnya                                   (6.921)         (661)          (170)       (2.135)       (10.888)
           Laba (rugi) usaha                                       64.720        (2.573)        (1.855)       10.071          (9.443)
           Bagian atas laba (rugi) neto entitas asosiasi             (853)       (1.006)          (151)        8.119            (123)
           Pendapatan keuangan                                        159           208            285           326             369
           Beban keuangan                                          (4.725)      (10.179)       (14.425)       (3.105)         (3.571)
           Laba (rugi) neto tahun berjalan                         59.301       (13.550)       (16.146)       15.411        (12.767)




                                                           45
Page 47
III.B.6    Pendapatan Neto

           Pendapatan neto BJA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar
           Rp 112,39 miliar, Rp 22,82 miliar, dan Rp 30,69 miliar. Untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, BJA tidak
           membukukan pendapatan.

           Pendapatan neto BJA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 112,39 miliar
           dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021.

           Pendapatan neto BJA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019 mengalami penurunan sebesar Rp 7,87 miliar atau setara
           dengan 25,65% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.

III.B.7.   Laba (Rugi) Neto Tahun Berjalan

           Laba neto tahun berjalan BJA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022 dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 59,30 miliar
           dan Rp 15,41 miliar. Rugi neto tahun berjalan BJA untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan 2018 masing-masing
           adalah sebesar Rp 13,55 miliar, Rp 16,15 miliar, dan Rp 12,77 miliar.

           Laba neto tahun berjalan BJA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 72,85 miliar atau setara
           dengan 537,64% dibandingkan dengan rugi neto tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Rugi neto tahun berjalan BJA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 2,60 miliar atau setara
           dengan 16,08% dibandingkan dengan rugi neto tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

           Rugi neto tahun berjalan BJA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 31,56 miliar atau setara
           dengan 204,77% dibandingkan dengan laba neto tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.

           Laba neto tahun berjalan BJA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019 mengalami kenaikan sebesar Rp 28,18 miliar atau setara
           dengan 220,71% dibandingkan dengan rugi neto tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.




                                         46
Page 48
III.B.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan                       31/12/22       31/12/21       31/12/20       31/12/19      31/12/18

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan dari pelanggan                                  1.145              -              -         23.674        31.790
           Penerimaan dari restitusi pajak                            2.224              -              -              -             -
           Pembayaran kepada kontraktor dan pemasok                    (206)        (1.790)        (1.614)       (13.527)      (29.886)
           Pembayaran untuk aktivitas operasi lainnya                (3.575)        (3.790)        (2.484)          (412)       (1.534)
           Penerimaan dari pendapatan bunga                             159            208            285            326           369
           Pembayaran beban bunga                                    (4.725)       (10.179)       (11.529)       (10.653)       (7.147)
           Pembayaran pajak final                                         -              -           (327)          (254)       (2.684)
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi              (4.978)       (15.550)       (15.670)          (846)        (9.092)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Pembelian aset tetap                                             -              -              -          (15)              -
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                   -              -              -          (15)              -
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan dari pihak berelasi                            35.782        23.758          26.180         33.614        40.006
           Pembayaran pinjaman bank jangka panjang                  (29.068)       (8.205)        (11.005)       (31.892)      (32.457)
           Penerimaan (pembayaran) pinjaman pihak ketiga
            jangka pendek                                                (4)               9          63            110           (110)
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan             6.710         15.562         15.238          1.832          7.439
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                               1.732             12           (432)           972          (1.653)
                                                                         -              -              -              -               -
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                        1.545          1.533          1.965            993           2.646
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                       3.277          1.545          1.533          1.965            993




           Arus Kas Untuk Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi BJA untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018
           masing-masing adalah sebesar Rp 4,98 miliar, Rp 15,55 miliar, Rp 15,67 miliar,
           Rp 0,85 miliar, dan Rp 9,09 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi BJA untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 4,98 miliar terutama
           berasal dari pembayaran beban bunga sebesar Rp 4,73 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi BJA untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 15,55 miliar terutama
           berasal dari pembayaran beban bunga sebesar Rp 10,18 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi BJA untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 15,67 miliar terutama
           berasal dari pembayaran beban bunga sebesar Rp 11,53 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi BJA untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 0,85 miliar terutama
           berasal dari pembayaran kepada kontraktor dan pemasok serta pembayaran
           beban bunga masing-masing sebesar Rp 13,53 miliar dan Rp 10,65 miliar yang
           disertai dengan penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 23,67 miliar.




                                                            47
Page 49
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi BJA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 9,09 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada kontraktor dan pemasok serta pembayaran
beban bunga masing-masing sebesar Rp 29,89 miliar dan Rp 7,15 miliar yang
disertai dengan penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 31,79 miliar.

Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021,
2020, dan 2018, BJA tidak memiliki arus kas bersih yang diperoleh
dari/digunakan untuk aktivitas investasi BJA. Arus kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas investasi BJA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 adalah sebesar Rp 0,02 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi BJA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 0,01 miliar yang
seluruhnya berasal dari pembelian aset tetap.

Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan BJA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018
masing-masing adalah sebesar Rp 6,71 miliar, Rp 15,56 miliar, Rp 15,24 miliar,
Rp 1,83 miliar, dan Rp 7,44 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan BJA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 6,71 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pihak berelasi sebesar Rp 35,78 miliar yang
disertai dengan pembayaran pinjaman bank jangka panjang sebesar
Rp 29,07 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan BJA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 15,56 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pihak berelasi sebesar Rp 23,76 miliar yang
disertai dengan pembayaran pinjaman bank jangka panjang sebesar Rp
8,21 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan BJA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 15,24 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pihak berelasi sebesar Rp 26,18 miliar yang
disertai dengan pembayaran pinjaman bank jangka panjang sebesar
Rp 11,01 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan BJA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 1,83 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pihak berelasi sebesar Rp 33,61 miliar yang
disertai dengan pembayaran pinjaman bank jangka panjang sebesar
Rp 31,89 miliar.




                               48
Page 50
            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan BJA untuk tahun yang
            berakhir pada 31 Desember 2018 sebesar Rp 7,44 miliar terutama berasal dari
            penerimaan dari pihak berelasi sebesar Rp 40,01 miliar yang disertai dengan
            pembayaran pinjaman bank jangka panjang sebesar Rp 32,46 miliar.

III.B.9.    Rasio-rasio Keuangan


                                    Keterangan            31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19    31/12/18

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                             0,85        0,77        0,81        0,91        0,97
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                             0,03         N/A         N/A        0,01        0,01
            Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,79        0,78        0,79        0,79        0,78
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,21        0,22        0,21        0,21        0,22
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 0,26        0,28        0,27        0,26        0,29
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                                67,42%         N/A         N/A      61,60%       53,78%
            Marjin laba (rugi) usaha                         57,59%         N/A         N/A      44,14%      -30,77%
            Marjin laba (rugi) bersih                        52,77%         N/A         N/A      67,55%      -41,60%
            Laba (rugi) usaha terhadap jumlah aset            1,46%         N/A         N/A       0,23%       -0,21%
            Imbal hasil aset                                  1,34%         N/A         N/A       0,35%       -0,28%
            Laba (rugi) usaha terhadap ekuitas                1,85%         N/A         N/A       0,29%       -0,27%
            Imbal hasil ekuitas                               1,70%         N/A         N/A       0,44%       -0,36%




III.B.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan BJA dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi BJA. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2022, 2019, dan 2018, rasio perputaran jumlah aset masing-
            masing adalah 0,03; 0,01; dan 0,01.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas BJA
            terhadap jumlah aset BJA. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021,
            2020, 2019, dan 2018, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing
            adalah 0,79; 0,78; 0,79; 0,79; dan 0,78.

III.B.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan BJA untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018, rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,21; 0,22; 0,21;
            0,21; dan 0,22, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
            masing-masing adalah 0,26; 0,28; 0,27; 0,26; dan 0,29.




                                                     49
Page 51
III.B.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan BJA dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2019 masing-masing
            adalah 1,34% dan 0,35%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan BJA dalam menghasilkan
            laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2019 masing-masing
            adalah 1,70% dan 0,44%.

III.C.      Analisis atas Laporan Proforma

            Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
            dan Setelah Transaksi.

            Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
            keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi yang
            disusun oleh manajemen Perseroan.

            Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2022:

                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                       Setelah
                                   Keterangan          31/12/22      Penyesuaian
                                                                                     Transaksi
            ASET
            ASET LANCAR
            Kas dan setara kas                             290.278             -           290.278
            Piutang usaha - pihak ketiga                   223.666             -           223.666
            Aset keuangan lancar lainnya                   331.486             -           331.486
            Persediaan                                   3.265.947             -         3.265.947
            Uang muka lainnya                              245.637             -           245.637
            Pajak dibayar di muka                           86.322             -            86.322
            Beban dibayar di muka                           38.367             -            38.367
            Jumlah Aset Lancar                           4.481.703             -         4.481.703
            ASET TIDAK LANCAR
            Tanah untuk pengembangan                    10.768.099             -        10.768.099
            Uang muka perolehan tanah                      378.953             -           378.953
            Investasi pada entitas asosiasi                240.044             -           240.044
            Piutang pihak berelasi non-usaha                28.293             -            28.293
            Aset tetap                                     210.649             -           210.649
            Properti investasi                             230.508             -           230.508
            Aset keuangan tidak lancar lainnya             370.389             -           370.389
            Aset pajak tangguhan                            11.110             -            11.110
            Aset tak berwujud                                2.013             -             2.013
            Jumlah Aset Tidak Lancar                    12.240.057             -        12.240.057
            JUMLAH ASET                                 16.721.760             -        16.721.760




                                                 50
Page 52
                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                            Setelah
                       Keterangan                         31/12/22       Penyesuaian
                                                                                         Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka pendek                                   468.992                 -          468.992
Utang usaha                                                   143.977                 -          143.977
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya                     791.095                 -          791.095
Beban akrual                                                  410.285                 -          410.285
Utang pajak                                                    42.197                 -           42.197
Pinjaman bagian jangka panjang yang akan jatuh tempo
  dalam waktu satu tahun:
  Pinjaman bank                                               123.301                 -          123.301
  Uang muka pelanggan                                         236.589                 -          236.589
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                             2.216.436                 -        2.216.436
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  akan jatuh tempo dalam satu tahun:
  Pinjaman bank                                             1.513.661                 -        1.513.661
  Surat utang jangka menengah                                 350.753                 -          350.753
  Uang muka pelanggan                                       1.712.737                 -        1.712.737
Utang pihak berelasi non-usaha                                 24.093                 -           24.093
Utang usaha - jangka panjang                                  123.384                 -          123.384
Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya                    419.837                 -          419.837
Pendapatan ditangguhkan                                         4.064                 -            4.064
Liabilitas imbalan kerja karyawan                              33.584                 -           33.584
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            4.182.114                 -        4.182.114
JUMLAH LIABILITAS                                           6.398.549                 -        6.398.549
EKUITAS
Modal saham                                                 7.530.922                 -        7.530.922
Tambahan modal disetor                                        918.969                 -          918.969
Komponen ekuitas lainnya                                     (199.412)                -         (199.412)
Saldo laba                                                    592.979                 -          592.979
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                     8.843.458                 -        8.843.458
Kepentingan non-pengendali                                  1.479.753                 -        1.479.753
JUMLAH EKUITAS                                             10.323.211                 -       10.323.211
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                              16.721.760                 -       16.721.760




                                                51
Page 53
                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                       Setelah
                                Keterangan                           31/12/22       Penyesuaian
                                                                                                    Transaksi
         Pendapatan neto                                                 672.300                 -          672.300
         Beban pokok pendapatan                                          235.020                 -          235.020
         Laba kotor                                                      437.280                 -          437.280
         Beban penjualan                                                 (28.683)                -          (28.683)
         Beban umum dan administrasi                                    (169.758)                -         (169.758)
         Beban pajak final                                               (12.738)                -          (12.738)
         Pendapatan operasi lainnya                                       99.102                 -           99.102
         Beban operasi lainnya                                          (128.427)                -         (128.427)
         Laba usaha                                                      196.776                 -          196.776
         Bagian atas rugi neto entitas asosiasi                          (23.372)                -          (23.372)
         Pendapatan keuangan                                               4.075                 -            4.075
         Beban keuangan                                                 (343.323)                -         (343.323)
         Rugi sebelum beban pajak penghasilan                           (165.845)                -         (165.845)
         Beban pajak penghasilan                                          (1.238)                -           (1.238)
         Rugi neto tahun berjalan                                       (167.083)                -         (167.083)
         Penghasilan komprehensif lain                                     4.244                 -            4.244
         Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan                        (162.839)                -         (162.839)
         Rugi neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
          Pemilik entitas induk                                         (163.159)                -         (163.159)
          Kepentingan non-pengendali                                      (3.924)                -           (3.924)



III.D.   Analisis Inkremental

         Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
         analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain sebagai
         berikut:

         •   Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
             yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
             Perseroan;
         •   Biaya atau pendapatan yang relevan;
         •   Informasi non-keuangan yang relevan; dan
         •   Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
             rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                                        52
Page 54
III.D.1.     Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

             Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan setelah
             Transaksi    untuk   tahun     yang    berakhir  pada     tanggal-tanggal
             31 Desember 2023 – 2027:
             PT Sentul City Tbk
             Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Transaksi
             Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 - 2027

                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                        31/12/23      31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27

             Pendapatan neto                                           1.092.348      994.743     1.892.600     1.919.825     3.749.808
             Beban pokok pendapatan                                      229.499      234.480       497.054       500.730     1.021.775
             Laba bruto                                                 862.849       760.263     1.395.546     1.419.095     2.728.033
             Beban usaha                                                148.063       171.781       189.109       208.617       229.529
             Laba usaha                                                 714.786       588.481     1.206.437     1.210.478     2.498.504
             Beban lain-lain                                            (57.550)      (73.204)      (92.080)      (95.732)     (101.469)
             Laba neto tahun berjalan                                   657.236       515.278     1.114.357     1.114.746     2.397.035




             Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan neto dan
             laba neto tahun berjalan Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah
             sebesar Rp 9,65 triliun dan Rp 5,80 triliun.

             Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
             Perseroan, mengingat bahwa BJA merupakan entitas anak Perseroan dengan
             kepemilikan sebesar 80,00% serta laporan keuangan BJA telah
             dikonsolidasikan dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan, maka
             berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut di atas, setelah
             Transaksi menjadi efektif, tidak terdapat implikasi terhadap proyeksi laporan
             keuangan konsolidasian Perseroan.

III.D.2.     Biaya atau Pendapatan yang Relevan

             Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
             terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
             Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.

III.D.3.     Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.D.3.a.   Produk dan/atau jasa yang dihasilkan

             Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi,
             real estat, dan jasa. Dengan demikian, produk dan/atau jasa yang dihasilkan
             oleh Perseroan adalah produk-produk sehubungan dengan kegiatan real estat,
             pengelolaan kota, kegiatan wisata, hotel, dan restoran.




                                                              53
Page 55
III.D.3.b.   Pasar Geografis

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis Perseroan meliputi
             wilayah Desa Babakan Madang, Desa Sumur Batu, Desa Cijayanti, Desa
             Citaringgul, Desa Bojong Koneng, Desa Cipambuan, Desa Kadumangu, Desa
             Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang serta Desa Cadasngampar,
             Kabupaten Bogor.

III.D.3.c.   Pesaing Usaha

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha Perseroan adalah
             sebagai berikut:

             •   PT Bumi Serpong Damai Tbk
             •   PT Modernland Tbk
             •   PT Alam Sutera Realty Tbk

III.D.3.d.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan
             Perseroan adalah sebagai berikut:

             •   Mengembangkan strategi pemasaran dengan membangun berbagai
                 fasilitas yang mengacu pada konsep-konsep antara lain sebagai berikut:

                 -   Pengembangan kota dengan mengusung konsep green property.
                 -   Pengembangan sarana pendidikan yang dapat dimanfaatkan oleh
                     masyarakat umum.
                 -   Pengembangan kawasan wisata dan komersial terpadu, termasuk
                     fungsi akomodasi yang didesain untuk menjadi tujuan wisata sekaligus
                     fasilitas kota yang bertaraf internasional.
                 -   Pengembangan aspek seni dan budaya, melalui penyediaan sarana
                     dan prasarana untuk tempat pertunjukkan kebudayaan dan tempat-
                     tempat yang bernuansa tradisional.
                 -   Pengembangan zona komersial, hunian, dan fasilitas.
                 -   Redevelopment program, yaitu perbaikan dan revitalisasi untuk fasilitas-
                     fasilitas dan infrastruktur pada cluster yang telah ada.

             •   Meluncurkan produk-produk premium untuk memenuhi kebutuhan pangsa
                 pasar kelas menengah ke atas.




                                             54
Page 56
III.D.3.e.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Transaksi

             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Transaksi telah dilakukan melalui proses yang
             sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana atas
             Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Presiden Direktur dan
             Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas
             Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana
             konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah
             mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
             menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                            55
Page 57
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Berdasarkan PPH, Perseroan dan BJA telah setuju untuk menyelesaikan
         hutang yang dimiliki oleh Perseroan kepada BJA dengan jumlah sebesar
         Rp 573,11 miliar dan utang yang dimiliki oleh BJA kepada Perseroan
         dengan jumlah sebesar Rp 739,35 miliar dengan melakukan perjumpaan
         utang sebagaimana telah disepakati dalam SKPH sehingga sisa kewajiban
         BJA kepada Perseroan adalah sebesar Rp 166,24 miliar dengan tingkat
         bunga sebesar 11,00% per tahun.

         Kami melakukan analisis perbandingan terhadap pinjaman beberapa
         perusahaan publik lainnya di dalam Indonesia. Berikut adalah keterangan
         mengenai tingkat bunga atas fasilitas pinjaman pada perusahaan publik di
         Indonesia menggunakan laporan keuangan terkini sebagaimana telah
         dipublikasikan pada website Bursa Efek Indonesia sebagai berikut:
                                                           Jumlah Pinjaman                                   Tanggal Perolehan Pinjaman
          No.                  Perusahaan                                           Bunga Pinjaman
                                                                  (IDR)                                     dan/atau Tanggal Jatuh Tempo
           1    PT Mulia Boga Raya Tbk
                 PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk             200.000.000.000       JIBOR + 1,30%          23 Agustus 2021 - September 2023

           2    PT Waskita Karya (Persero) Tbk
                 PT Kresna Kusuma Dyandra Marga                 713.000.000.000      12,00% - 12,65%       29 Desember 2022 - 30 Desember 2023
                 PT Cimanggis Cibitung Tollways                   1.043.842.500           8,50%            29 Desember 2022 - 30 Desember 2023

           3    PT Arkha Jayanti Persada Tbk
                 PT Arkha Forging Indonesia                      88.498.560.528           8,00%             7 Agustus 2018 dan dapat dikonversi
                 PT Prima Mulia Engineering                      39.957.656.600           8,00%                       sewaktu-waktu

           4    PT Astra Otoparts Tbk
                 PT Evoluzione Tyres                              57.800.000.000 JIBOR 3 bulan + 2,75%        9 Mei 2019 - 1 Desember 2027

           5    PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
                 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
                   Pinjaman sindikasi                          4.150.000.000.000   JIBOR 3 bulan + 1,45%     Sampai dengan 19 Desember 2027
                   Pinjaman sindikasi                          2.740.000.000.000   JIBOR 3 bulan + 1,45%     Sampai dengan 19 Desember 2027
                   Pinjaman sindikasi                          1.700.000.000.000          9,25%                Sampai dengan 12 Mei 2030

           6    PT Mahaka Media Tbk
                 PT Radio Attahiriyah                                65.400.000           5,00%                              -
                 PT Beyond Media                                  8.437.729.372           5,00%                              -
                 PT Strategi Inisiatif Media                      6.775.958.564           5,00%                              -
                 PT Media Cipta Mahardhika                        2.525.867.100           5,00%                              -
                 PT Mahaka Visual Integra                         7.003.615.894           5,00%                              -
                 PT Ekatana Intrasurya Persada                      712.950.140           5,00%                              -

           7    PT Anabatic Technologies Tbk
                 PT Indonesia Mobilindo                         120.000.000.000           12,00%               7 Januari 2020 - 30 Juni 2024
                 PT Titan Investama                              79.000.000.000           12,00%               7 Januari 2020 - 30 Juni 2024

           8    PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk
                 Pathao, Inc.                                   263.494.000.000           10,00%                 Sampai dengan Juni 2023

           9    PT Isra Presisi Indonesia Tbk
                 PT Tampomas Makmur Sejahtera                     1.000.000.000           3,50%              4 Februari 2022 - 4 Agustus 2027
                 PT Nanbu Teknika Indonesia                       1.000.000.000           3,50%              4 Februari 2022 - 4 Agustus 2027




         Berdasarkan data dari laporan keuangan terkini perusahaan publik di
         Indonesia sebagaimana diuraikan di atas yang diperoleh dari website Bursa
         Efek Indonesia, tingkat bunga atas pinjaman yang dikenakan berkisar
         antara 3,50% per tahun sampai dengan 12,65% per tahun. Dengan
         demikian, tingkat bunga pada Transaksi sebesar 11,00% per tahun masih
         berada di kisaran tingkat bunga pinjaman sejenis yang ada di perusahaan
         publik di atas.




                                                          56
Page 58
2. Berdasarkan data yang diperoleh dari website Bank Indonesia, tingkat
   bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah untuk modal kerja pada bulan
   Desember 2022 untuk kelompok Bank Persero, Bank Swasta Nasional, dan
   Bank Umum masing-masing adalah sebesar 8,29%, 9,17%, dan 8,60%.
   Berdasarkan PPH, tingkat bunga sehubungan dengan Transaksi adalah
   sebesar 11,00% per tahun. Dengan demikian, tingkat bunga atas Transaksi
   berada di atas tingkat bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah pada bulan
   Desember 2022 untuk kelompok Bank Persero, Bank Swasta Nasional, dan
   Bank Umum.

3. Berdasarkan data yang diperoleh dari website Bank Indonesia, tingkat
   bunga simpanan dalam mata uang Rupiah pada bulan Desember 2022
   untuk kelompok Bank Persero, Bank Swasta Nasional, dan Bank Umum
   masing-masing adalah sebesar 4,71%, 3,82%, dan 4,71%. Selanjutnya,
   berdasarkan PPH, tingkat bunga sehubungan dengan Transaksi adalah
   sebesar 11,00% per tahun. Dengan demikian, tingkat bunga atas Transaksi
   berada di atas tingkat bunga simpanan dalam mata uang Rupiah pada
   bulan Desember 2022 untuk kelompok Bank Persero, Bank Swasta
   Nasional,    dan   Bank   Umum     sehingga     Perseroan    berpotensi
   mengoptimalkan saldo kas dan setara kas Perseroan dengan melakukan
   Transaksi yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
   konsolidasian Perseroan dengan potensi pendapatan bunga yang lebih
   tinggi dibandingkan dengan tingkat bunga simpanan dalam mata uang
   Rupiah pada bulan Desember 2022 untuk kelompok Bank Persero, Bank
   Swasta Nasional, dan Bank Umum.

4. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, kisaran tingkat bunga atas
   deposito berjangka atas kas dan setara kas Perseroan adalah sebesar
   3,00% – 5,90%. Selanjutnya, berdasarkan PPH, tingkat bunga sehubungan
   dengan Transaksi adalah sebesar 11,00% per tahun. Dengan demikian,
   tingkat bunga atas Transaksi berada di atas kisaran tingkat bunga atas
   deposito berjangka atas kas dan setara kas Perseroan sehingga Perseroan
   berpotensi mengoptimalkan saldo kas dan setara kas Perseroan dengan
   melakukan Transaksi yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja
   keuangan konsolidasian Perseroan dengan potensi pendapatan bunga
   yang lebih tinggi dibandingkan dengan kisaran tingkat bunga atas deposito
   berjangka atas kas dan setara kas Perseroan.




                              57
Page 59
5. Berdasarkan proyeksi laporan keuangan BJA yang disusun oleh
   manajemen BJA, saldo kas dan setara kas BJA pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2023 – 2027 adalah sebagai berikut:
                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan                        31/12/23       31/12/24     31/12/25      31/12/26      31/12/27

    Kas dan setara kas awal tahun                                 3.277        53.333       83.751       143.807       209.576
    Kenaikan (penurunan) neto kas dan setara kas                 82.300        30.418       60.056        65.769        92.528
    Pembayaran pinjaman jangka pendek                           (19.992)            -            -             -             -
    Pembayaran utang bank                                        (8.664)            -            -             -             -
    Pembayaran beban bunga                                       (3.587)            -            -             -       (99.640)
    Pembayaran utang lain-lain pihak berelasi                         -             -            -             -      (163.935)
    Kas dan setara kas akhir tahun                               53.333        83.751      143.807       209.576        38.528




   Berdasarkan PPH, Perseroan dan BJA telah setuju untuk menyelesaikan
   hutang yang dimiliki oleh Perseroan kepada BJA dengan jumlah sebesar
   Rp 573,11 miliar dan utang yang dimiliki oleh BJA kepada Perseroan
   dengan jumlah sebesar Rp 739,35 miliar dengan melakukan perjumpaan
   utang sebagaimana telah disepakati dalam SKPH sehingga sisa kewajiban
   BJA kepada Perseroan adalah sebesar Rp 166,24 miliar. Selanjutnya,
   berdasarkan proyeksi laporan posisi keuangan BJA tersebut di atas, BJA
   diperkirakan memiliki kemampuan untuk melakukan pelunasan fasilitas
   pinjaman tersebut kepada Perseroan pada saat jatuh tempo.

6. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan setelah
   Transaksi    untuk   tahun    yang     berakhir  pada    tanggal-tanggal
   31 Desember 2023 – 2027:
    PT Sentul City Tbk
    Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Transaksi
    Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 - 2027

                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan                        31/12/23       31/12/24     31/12/25      31/12/26      31/12/27

    Pendapatan neto                                           1.092.348      994.743     1.892.600     1.919.825     3.749.808
    Beban pokok pendapatan                                      229.499      234.480       497.054       500.730     1.021.775
    Laba bruto                                                 862.849       760.263     1.395.546     1.419.095     2.728.033
    Beban usaha                                                148.063       171.781       189.109       208.617       229.529
    Laba usaha                                                 714.786       588.481     1.206.437     1.210.478     2.498.504
    Beban lain-lain                                            (57.550)      (73.204)      (92.080)      (95.732)     (101.469)
    Laba neto tahun berjalan                                   657.236       515.278     1.114.357     1.114.746     2.397.035




   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan neto dan
   laba neto tahun berjalan Perseroan setelah Transaksi masing-masing
   adalah sebesar Rp 9,65 triliun dan Rp 5,80 triliun.

   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
   mengingat bahwa BJA merupakan entitas anak Perseroan dengan
   kepemilikan sebesar 80,00% serta laporan keuangan BJA telah
   dikonsolidasikan dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan, maka
   berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut di atas,
   setelah Transaksi menjadi efektif, tidak terdapat implikasi terhadap proyeksi
   laporan keuangan konsolidasian Perseroan.




                                                   58
Page 60
7. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba neto tahun berjalan
   konsolidasian Perseroan setelah Transaksi untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2023 – 2027 adalah sebesar Rp 4,25 triliun.
   Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat diskonto sebesar 10,56%,
   yang merupakan biaya modal kapital Perseroan, yang ditentukan dengan
   menggunakan formula sebagai berikut:

   WACC      =   (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

   Dimana:

   ke        =   Biaya modal ekuitas/saham biasa
   kd        =   Biaya modal utang
   We        =   Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
   Wd        =   Bobot utang dalam struktur kapital
   t         =   Pajak penghasilan perusahaan

   Biaya Modal untuk Ekuitas

   ke        =   Rf + ( β x RPm ) – RBDS

   dimana:

   ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
                 atau biaya modal ekuitas/saham biasa
   Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas
                 risiko (risk free rate)
   β         =   Beta
   RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity
                 risk premium)
   RBDS      =   Rating-based default spread

   Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
   tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
   risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
   jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
   31 Desember 2022, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu
   obligasi Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan
   jangka waktu 5 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 7,01%, yang
   diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
   akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.




                                59
Page 61
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 9,23%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2022 yang diterbitkan pada
bulan Januari tahun 2023.

Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian
terhadap biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal
ekuitas ini digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran,
dimana RBDS sebesar 2,33% digunakan untuk mengurangi besaran biaya
modal ekuitas.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium. Beta Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal
31 Desember 2022 sebesar 0,91.

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
2,33% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:

ke       =   Rf + ( β x RPm ) – RBDS
         =   6,58% + ( 0,91 x 9,23% ) – 2,33%
         =   12,62%

Biaya Modal untuk Utang

Karena perhitungan nilai ekuitas Perseroan dilakukan dengan mendiskonto
tingkat balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free
cash flows to invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan
adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal,
baik yang berasal dari pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang)
maupun yang berasal dari ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

Dalam perhitungan ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah
suku bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku
bunga kredit investasi bank persero untuk bulan Desember 2022 yang
dipublikasikan oleh Bank Indonesia sebesar 8,72%.




                           60
Page 62
                Weighted Average Cost of Capital

                Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot
                ekuitas sebesar 47,26% dan bobot utang sebesar 52,74%, yang diolah dari
                data DER Perseroan serta menggunakan tarif pajak penghasilan sebesar
                0,00%, maka weighted average cost of capital (WACC) adalah sebagai
                berikut:

                WACC                 =   (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
                                     =   (12,62% x 47,26%) + (8,72% x [1 – 0,00%] x 52,74%)
                                     =   10,56%

                Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba neto tahun berjalan
                konsolidasian Perseroan setelah Transaksi untuk tahun yang berakhir pada
                tanggal-tanggal 31 Desember 2023 – 2027 adalah sebagai berikut:
                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                        Proyeksi
                                         Keterangan
                                                               31/12/23     31/12/24    31/12/25     31/12/26     31/12/27
                 Laba bersih                                     657.236      515.278    1.114.357    1.114.746     2.397.035
                 Faktor diskonto                                  0,9510       0,8602       0,7780       0,7037        0,6365
                 Nilai kini                                      625.031      443.242     866.970      784.447      1.525.713
                 Jumlah nilai kini                              4.245.402




             8. Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dalam melakukan
                pemenuhan atas Surat OJK dan menerapkan pencatatan laporan keuangan
                konsolidasian Perseroan dan BJA yang lebih efisien. Berdasarkan PPH,
                sisa kewajiban BJA kepada Perseroan sebesar Rp 166,24 miliar dengan
                jangka waktu lima tahun dan dapat dilunasi oleh BJA sewaktu-waktu
                dengan tingkat suku bunga sebesar 11,00% per tahun sebagaimana telah
                disepakati oleh para pihak dalam PPH.

             9. Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap bahwa tidak akan
                menyebabkan bertambahnya utang piutang di antara Perseroan dan entitas
                anak Perseroan dalam melakukan pengembangan bisnis dan usaha
                Perseroan dan entitas anak Perseroan di masa yang akan datang sehingga
                dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
                yang akan datang yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan nilai
                bagi seluruh pemegang saham Perseroan.


KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.




                                                        61
Page 63
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            62
Page 64
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
   dengan Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           63
Page 65
                                                                                                          Lampiran B

PT Sentul City Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 - 2027

                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                        31/12/23      31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27

Pendapatan neto                                           1.092.348      994.743     1.892.600     1.919.825     3.749.808
Beban pokok pendapatan                                      229.499      234.480       497.054       500.730     1.021.775
Laba bruto                                                 862.849       760.263     1.395.546     1.419.095     2.728.033
Beban usaha                                                148.063       171.781       189.109       208.617       229.529
Laba usaha                                                 714.786       588.481     1.206.437     1.210.478     2.498.504
Beban lain-lain                                            (57.550)      (73.204)      (92.080)      (95.732)     (101.469)
Laba neto tahun berjalan                                   657.236       515.278     1.114.357     1.114.746     2.397.035




                                                           64
Page 66
                                                                                                          Lampiran C

PT Sentul City Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 - 2027

                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Proyeksi
                    Keterangan
                                                         31/12/23        31/12/24    31/12/25     31/12/26     31/12/27
Laba bersih                                                 657.236        515.278    1.114.357    1.114.746     2.397.035
Faktor diskonto                                              0,9502         0,8578       0,7745       0,6992        0,6312
Nilai kini                                                  624.505        442.005     863.069      779.431      1.513.008
Jumlah nilai kini                                         4.222.019




                                                            65
Page 67
                                                                          Lampiran D

Pada tanggal 30 Juni 2023, Perseroan dan BJA telah menandatangani PPH sehubungan
dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam PPH adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPH adalah Perseroan dan BJA.

•   Objek dan Nilai Transaksi

    Objek transaksi berdasarkan PPH adalah transaksi dimana Perseroan dan BJA telah
    setuju untuk menyelesaikan hutang yang dimiliki oleh Perseroan kepada BJA dengan
    jumlah sebesar Rp 573,11 miliar dan utang yang dimiliki oleh BJA kepada Perseroan
    dengan jumlah sebesar Rp 739,35 miliar dengan melakukan perjumpaan utang
    sebagaimana telah disepakati dalam SKPH sehingga sisa kewajiban BJA kepada
    Perseroan adalah sebesar Rp 166,24 miliar.

•   Opsi Pelunasan Hutang

    1. BJA sepakat untuk melunasi kewajiban BJA kepada Perseroan dengan salah satu
       atau kombinasi dari cara-cara sebagai berikut:

       -    Pembayaran secara tunai;
       -    Cara lainnya yang disepakati oleh Perseroan dan BJA.

    2. PPH berlaku dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak penandatanganan PPH dan
       dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan Perseroan dan BJA.

    3. BJA dapat membayar hutang kepada Perseroan sewaktu-waktu.

•   Bunga

    Bunga berdasarkan PPH disepakati oleh Perseroan dan BJA bahwa utang yang
    diberikan oleh Perseroan kepada BJA dikenakan bunga sebesar 11,00% per tahun,
    dimana perhitungan bunga akan dilakukan setiap bulan.

•   Hukum yang Berlaku

    PPH serta hak dan kewajiban Perseroan dan BJA diatur dan tunduk kepada hukum
    negara Republik Indonesia.




                                            66

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.64 MB
Published4 Jul 2023
Pages67
Characters180,015
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 8377 ms 12 Sep 2026 22:10
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah '
                            'transaksi dimana'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi '
                'dimana',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result