Skip to content
Back to announcement

20230703_VICI_Informasi Transaksi Afiliasi_31335976_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review VICI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 64

Page 1
Laporan No. 00241/2.0118-00/BS/05/0596/1/VI/2023
       File No. 072.2/IDR/DO.2/BFO/VI/2023
         LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
      ATAS RENCANA TRANSAKSI PEMBELIAN
         TANAH DAN BANGUNAN GUDANG
            MILIK PT SUKA SUKSES SEJATI
      OLEH PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk




         KJPP ISKANDAR DAN REKAN
                   2023
Page 2
        SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI



Laporan No. 00241/2.0118-00/BS/05/0596/1/VI/2023
File No. 072.2/IDR/DO.2/BFO/VI/2023                                            Jakarta, 23 Juni 2023

Kepada Yth.
PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk
Puri Indah Financial Tower Lt 10-11
Puri Lingkar Dalam Blok T-8
Kembangan Selatan, Jakarta Barat
Dengan hormat,

 Perihal :    Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Pembelian Tanah dan
              Bangunan Gudang milik PT Suka Sukses Sejati oleh PT Victoria Care Indonesia Tbk

Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin
usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12
November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal No. STTD.PPB-43/PM.223/2021 tanggal 22 September 2021 sebagai Penilai Properti/Aset dan
Bisnis di Pasar Modal.
Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara IDR dengan PT
Victoria Care Indonesia Tbk No. 106.3/IDR/DO.2/Pr-FO/VI/2023 tanggal 19 Juni 2023, IDR telah
melaksanakan Penilaian untuk Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Pembelian Tanah dan
Bangunan Gudang milik PT Suka Sukses Sejati oleh PT Victoria Care Indonesia Tbk seperti yang
tertuang dalam laporan ini.

Latar Belakang
PT Victoria Care Indonesia Tbk (selanjutnya disebut VICI atau Perseroan atau Perusahaan atau Pemberi
Tugas) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). VICI berencana
untuk melakukan pembelian tanah dan bangunan gudang milik PT Suka Sukses Sejati (selanjutnya
disebut SSS). Rencana transaksi pembelian tanah dan bangunan gudang milik SSS oleh VICI selanjutnya
disebut Rencana Transaksi.
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk
melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 dan No.
42/POJK.04/2020. Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta
menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut IDR
atau Penilai atau Kami), selaku penilai independen yang memberikan pendapat kewajaran atas
Rencana Transaksi tersebut.
IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No.
772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-43/PM.223/2021 tanggal 22 September 2021 sebagai
Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.



                                                                                                   i
Page 3
Objek Penilaian
Objek penilaian adalah rencana transaksi pembelian sebidang tanah SHGB No. 506 seluas 1.588 m2
berikut bangunan gudang diatasnya seluas 1.242 m2 milik SSS yang terletak di Sinar Gedangan B-02,
Kelurahan Gemurung, Kec. Gedangan, Kota Sidoarjo, Jawa Timur dengan harga Rp 17.000 juta sesuai
dengan Surat SSS kepada VICI No. 001/DIR-SSS/VI/2023 tanggal 5 Juni 2023 perihal penawaran gudang
dan Surat VICI kepada SSS No. 004/COO/VCI-06/23 tanggal 19 Juni 2023 perihal pembelian gudang.
Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah VICI selaku pembeli dan SSS sebagai penjual tanah dan bangunan
gudang.
Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penilaian adalah memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi untuk tujuan
pelaksanaan Rencana Transaksi.
Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian 31 Desember 2022 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benediktio Salim dari
Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwantono, Sungkoro & Surja terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.
Asumsi dan Kondisi Pembatas
• Laporan penilaian ini bersifat non disclaimer opinion.
• Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
   penilaian.
• Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
• Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
   mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
   pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi keuangan.
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
• Laporan penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
   mempengaruhi operasional Perusahaan.
• Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian dan kesimpulan Nilai akhir.
• Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari pemberi tugas.
• Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas lainnya diungkapkan dalam laporan.

Pendekatan dan Metode
Pendapat kewajaran diberikan setelah dilakukan analisis atas:
 • Nilai dari objek yang ditransaksikan.
 • Dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham.
 • Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait dengan Rencana
    Transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham.
Dalam melakukan analisis tersebut diatas, maka dilakukan analisis sebagai berikut:
a. Melakukan analisis transaksi.
b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi.
c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi.
d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi.
e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                         ii
Page 4
Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
• Berdasarkan akta Nomor 13 tanggal 25 Mei 2023 yang dibuat oleh Notaris Rudy Siswanto, S.H. yang
   telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
   No. AHU-0116454.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 21 Juni 2023, terjadi perubahan pasal 15 anggaran
   dasar dan perubahan susunan Direksi dan Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut:
    Dewan Komisaris
    Komisaris Utama             : Luhur Dino Herlambang
    Komisaris                   : Luhur Iwan Hernadi
    Komisaris                   : Arliadi Hadid Mahadi
    Komisaris Independen        : Drs. Herbudianto
    Komisaris Independen        : Van Schoote Christian Pierre B
    Direksi
    Direktur Utama              : Billy Hartono Salim
    Direktur                    : Sumardi Widjaja
    Direktur                    : Whendy Yusman Suwito
    Direktur                    : Tene Michael Alexander
    Direktur                    : Henny Soetanto
• Berdasarkan akta Nomor 35 tanggal 16 Juni 2023 yang dibuat oleh Notaris Rudy Siswanto, S.H.,
  telah terjadi perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar SSS dan persetujuan untuk mengangkat kembali
  seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris SSS untuk masa jabatan selama 5 (lima) tahun.
Kesimpulan
A. Analisis Transaksi
   1. Analisis pengaruh transaksi terhadap keuangan Perseroan
        Dengan transaksi pembelian tanah dan bangunan gudang milik SSS oleh VICI berdasarkan
        proforma keuangan akan menurunkan likuiditas dan solvabilitas Perseroan. Berdasarkan
        proyeksi keuangan rencana transaksi akan meningkatkan profitabilitas Perseroan sedangkan
        likuiditas dan solvabilitas Perseroan menurun namun tidak signifikan.
    2.    Analisis likuiditas dari transaksi
          Berdasarkan analisis proforma posisi keuangan dan proyeksi keuangan Perseroan dengan
          dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan mengalami penurunan namun tidak signifikan.
    3.    Nilai transaksi
          Berdasarkan surat SSS kepada VICI No. 001/DIR-SSS/VI/2023 tanggal 5 Juni 2023 perihal
          penawaran gudang dan surat VICI kepada SSS No. 004/COO/VCI-06/23 tanggal 19 Juni 2023
          perihal pembelian gudang, harga pembelian gudang milik SSS oleh VICI sebesar
          Rp 17.000.000.000,-. Dengan demikian nilai transaksi adalah sebesar Rp 17.000.000.000,-.
    4.    Materialitas nilai transaksi
          Nilai transaksi sebesar Rp 17.000 juta dan ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan
          yang telah diaudit KAP Purwantono, Sungkoro & Surja per 31 Desember 2022 adalah sebesar
          Rp 801.013 juta, dengan demikian materialitas nilai transaksi 2,12% dari ekuitas Perseroan.
          Dari uraian tersebut diatas Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi material dan tidak
          memerlukan persetujuan RUPS sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
          Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
    5.    Hubungan antara pihak-pihak yang bertransaksi
          Berdasarkan analisis hubungan kepemilikan saham, SSIS adalah pemegang 59,95% saham VICI
          dan pemegang 99,99% saham SSS. Dengan demikian antara VICI dan SSS terdapat hubungan
          kepemilikan saham.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                           iii
Page 5
          Berdasarkan analisis hubungan kepengurusan, terdapat hubungan kepengurusan antara
          Perseroan dan SSS dimana Luhur Iwan Hernadi sebagai Komisaris Perseroan juga sebagai
          Direktur SSS dan Billy Hartono Salim sebagai Direktur Utama Perseroan juga sebagai Direktur
          Utama SSS. Dengan demikian antara Perseroan dan SSS terdapat hubungan kepengurusan.
          Dengan demikian Rencana Transaksi termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
          Peraturan OJK No. 42 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.
    6.    Analisis perjanjian dan persyaratan yang telah disepakati
          Berdasarkan analisis perjanjian dan persyaratan yang telah disepakati, dapat disimpulkan
          bahwa perjanjian dan persyaratan yang telah disepakati layak dan dapat diandalkan
          pelaksanaannya dari transaksi yang dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
          yang berlaku, dengan pertimbangan tersebut Rencana Transaksi wajar.
    7.    Analisis manfaat dan risiko dari transaksi
          Manfaat transaksi adalah sebagai berikut:
          • Perseroan akan menghemat beban sewa tanah dan bangunan gudang saat ini sehingga
              meningkatkan laba Perseroan.
          • Kepemilikan aset tanah dan bangunan gudang merupakan suatu investasi yang nilainya
              akan terus meningkat, sehingga Perseroan akan memperoleh apresiasi nilai investasi
              berupa peningkatan harga properti yang dimiliki.
          Risiko transaksi adalah sebagai berikut:
          • Risiko atas transaksi yang akan dilakukan adalah risiko atas kepemilikan aset yang berupa
               beban manajemen untuk pemeliharaan aset, asuransi dan pajak properti.
B. Analisis Kualitatif
   1. Analisis industri dan lingkungan
        Ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh sebesar 5,31%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
        lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi
        dan Pergudangan sebesar 19,87%, diikuti Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar
        11,97%, dan Jasa Lainnya sebesar 9,47%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang memiliki
        peran dominan tumbuh 4,89%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta
        Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh
        sebesar 2,25% dan 5,52%.
        Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2022 tidak
        menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan
        Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,34%; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran;
        Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,85%; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
        sebesar 12,40%; Pertambangan dan Penggalian sebesar 12,22%; serta Konstruksi sebesar
        9,77%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai
        65,58%.
        Berdasarkan pantauan Bank Indonesia, perekonomian global menurun disertai ketidakpastian
        yang masih tinggi. Sampai awal 2023, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan masih
        melambat dengan risiko resesi yang tinggi di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat (AS)
        dan Eropa. Perlambatan ekonomi global tersebut dipengaruhi oleh fragmentasi ekonomi,
        perdagangan, dan investasi akibat ketegangan politik yang berlanjut serta dampak pengetatan
        kebijakan moneter yang agresif di negara maju. Bank Indonesia memperkirakan ekonomi
        dunia tumbuh sebesar 3,0% pada 2022 dan menurun menjadi 2,6% pada 2023. Sementara itu,


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                           iv
Page 6
          tekanan inflasi global masih tinggi meskipun mulai melandai, dipengaruhi berlanjutnya
          gangguan rantai pasokan dan ketatnya pasar tenaga kerja, terutama di AS dan Eropa. Inflasi
          yang masih tinggi mendorong kebijakan moneter global tetap ketat dengan prakiraan
          kenaikan Fed Funds Rate hingga awal 2023. Perkembangan ini mendorong tetap kuatnya mata
          uang dolar AS dan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global yang kemudian
          berdampak pada belum kuatnya aliran modal masuk ke negara berkembang, termasuk
          Indonesia. Pertumbuhan ekonomi domestik Indonesia tetap baik. Permintaan domestik tetap
          berdaya tahan dipengaruhi oleh daya beli masyarakat dan keyakinan pelaku ekonomi yang
          tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan IV-2022 tercatat tinggi sebesar
          5,01% (yoy) sehingga secara keseluruhan tahun 2022 tercatat 5,31% (yoy), jauh meningkat
          dari capaian tahun sebelumnya sebesar 3,70% (yoy). (Sumber: Bank Indonesia, Tinjauan
          Kebijakan Moneter, Februari 2023)
          Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM menilai, kosmetik merupakan kategori
          produk yang mendapatkan izin edar terbanyak di Indonesia dalam lima tahun terakhir dengan
          jumlah 411.410 produk. BPOM juga mencatat, jumlah perusahaan industri kecantikan tumbuh
          hingga 20,6 persen dari tahun 2021 yang berjumlah 819 menjadi 913 di Juli 2022. Peningkatan
          industri kecantikan tersebut didominasi oleh usaha kecil dan menengah (UKM), yakni sebesar
          83 persen. Sementara untuk nilai pasar kosmetik di Indonesia di tahun 2021 mencapai 6,3
          miliar dollar AS atau sekitar Rp 98 triliun.
    2.    Analisis operasional dan prospek perusahaan
          VICI mencatatkan pendapatan pada tahun 2022 sebesar Rp 1.045.721 juta dimana turun
          9,31% bila dibandingkan dengan total penjualan di tahun sebelumnya. Berdasarkan analisis
          vertikal laba rugi penyesuaian tercatat proporsi beban pokok pendapatan terhadap
          pendapatan sebesar 46,90%, proporsi laba kotor Perseroan sebesar 53,10%.
          Selain itu, permintaan produk-produk antiseptik juga mengalami penurunan seiring dengan
          membaiknya kondisi pandemi yang berdampak pada perubahan perilaku masyarakat dalam
          menyikapinya. Penurunan permintaan akan produk-produk antiseptik karena membaiknya
          situasi pandemi berpengaruh terhadap penjualan Perseroan, yang pada tahun 2021 lalu
          produk antiseptik mampu menyumbangkan sekitar 25% dari penjualan Perseroan, turun
          menjadi 7% di tahun 2022.
          Namun sebaliknya, permintaan produk non-antiseptik Perseroan justru meningkat seiring
          perubahan status pandemi menjadi endemi. Perseroan melihat ini sebagai peluang yang
          bagus dan menyiapkan beragam strategi, inovasi, produk-produk baru, serta mengoptimalkan
          produk-produk lama (existing) lewat pengembangan formula hingga packaging untuk kategori
          perawatan tubuh dan kosmetik. Pasalnya, dengan kondisi yang semakin membaik dan
          perubahan gaya hidup, permintaan produk perawatan tubuh dan kosmetik Perseroan terus
          bertambah sehingga turut membantu meningkatkan kinerja penjualan Perseroan sampai
          dengan akhir tahun 2022.
          Penjualan produk non-antiseptik tumbuh sekitar 13% YoY pada tahun 2022. Pertumbuhan ini
          terutama didorong oleh produk-produk baru di kategori perawatan kulit dan kosmetik
          dekoratif yang diluncurkan tahun ini. Bauran produk baru juga berdampak positif dalam
          bentuk kenaikan margin laba kotor menjadi 53,10% dibandingkan periode yang sama tahun
          2021 sebesar 50,27%.
          Perseroan juga terus mendorong penjualan di platform digital/ online. Dengan tim dan
          strategi yang tepat, Perseroan mampu menorehkan pertumbuhan penjualan lewat platform


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                           v
Page 7
          digital/online sebesar 219,7% di sembilan bulan pertama 2022 dibandingkan periode yang
          sama di tahun sebelumnya. Terkait dengan distribusi, Perseroan semakin memperkuat
          jaringannya, salah satunya dengan bekerja sama dengan PT Kimia Farma Apotek untuk
          memperluas distribusi produk-produk Perseroan. Dalam kerja sama ini, ada sekitar 140 outlet
          Kimia Farma di daerah Jawa sampai Bali yang menyediakan display khusus produk-produk PT
          Victoria Care Indonesia Tbk, seperti Herborist, Secret Clean, Nuface, hingga Miranda, serta
          menghadirkan produkproduk lain yang didistribusikan oleh PT Victoria Care Indonesia Tbk,
          seperti Bali Boat, Bali Dancer, hingga Secret Garden. Secara keseluruhan, ada sekitar 600 gerai
          Kimia Farma yang menyediakan produk Perseroan. Sebagai salah satu strategi pemasaran,
          Perseroan bekerja sama dengan public figure asal Korea Selatan, Ahn Yeo Seop, sebagai brand
          ambassador untuk Nuface, yang baru pertama kali dilakukan di tahun 2022. Animo pelanggan
          yang tinggi terhadap artis-artis Korea Selatan menjadi pertimbangan utama Perseroan dalam
          memilih brand ambassador tersebut sehingga diharapkan mampu mendongkrak penjualan
          produk-produk Perseroan, terutama untuk brand Nuface.
          Saat ini, industri kosmetika semakin berkembang pesat seiring dengan berkembangnya era
          digital. Pola peredaran produk kosmetika yang sebelumnya dilakukan secara konvensional,
          kini semakin mudah, murah dan cepat melalui distribusi online. Dengan melihat kondisi
          tersebut, dunia usaha kosmetik diproyeksikan akan terus tumbuh dan akan tetap berkembang
          setiap tahun, terutama dengan semakin menurunnya masa pandemi COVID-19.
          Dengan melihat perubahan kondisi pandemi dan perilaku masyarakat menjelang akhir tahun
          2022, Perseroan melihat peluang usaha masih sangat prospektif dan semakin terbuka di tahun
          depan, terutama untuk segmen kosmetik dekoratif dan skincare. Oleh karena itu, Perseroan
          berinisiatif untuk lebih agresif dalam melakukan peluncuran produk baru, khususnya yang
          mewakili kedua segmen tersebut.
    3.    Alasan dilakukannya transaksi
          Alasan dilakukannya transaksi antara lain adalah:
           − Tanah dan bangunan gudang saat ini sedang dalam masa sewa oleh VICI, oleh sebab itu
               pembelian tanah dan bangunan gudang dalam rangka efisiensi biaya sewa.
           − Lokasi tanah dan bangunan gudang yang akan dibeli VICI berdekatan dengan fasilitas
               produksi VICI.
    4.    Keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif
          Keuntungan Perseroan adalah dapat melakukan penghematan beban sewa dan akan
          meningkatkan dan laba Perseroan.
          Kerugian Perseroan yang bersifat kualitatif atas transaksi yang akan dilakukan tidak ada.
C. Analisis Kuantitatif
   1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban Dan Kondisi Keuangan
        1.1. Penilaian kinerja historis dan Rasio Keuangan
             Berdasarkan analisis vertikal laba rugi penyesuaian, beban pokok pendapatan terhadap
             pendapatan 49,73% pada tahun 2021 dan 46,90% pada tahun 2022. Beban umum dan
             administrasi terhadap pendapatan 8,24% pada tahun 2021 dan 10,41% pada tahun 2022.
             Berdasarkan analisis horizontal laba rugi penyesuaian, pertumbuhan pendapatan
             Perseroan selama tahun 2018 - 2022 sebesar 16,55%. EBITDA Perseroan tercacat positif
             Rp 264.168 juta pada tahun 2021 dan menurun menjadi sebesar Rp 177.013 juta pada
             tahun 2022, EBIT pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp 233.415 juta dan pada tahun 2022



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                               vi
Page 8
               tercatat sebesar Rp 147.414 juta, EBT pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp 224.727 juta
               dan pada tahun 2022 sebesar Rp 132.396 juta, dan laba bersih pada tahun 2021 tercatat
               sebesar Rp 177.276 juta dan pada tahun 2022 menurun menjadi Rp 97.639 juta.
               Pada tahun 2018, Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp 594.728 juta. Tahun
               2019, pendapatan Perseroan meningkat sebesar 34,14% menjadi Rp 797.791 juta. Pada
               tahun 2020, pendapatan Perseroan kembali meningkat sebesar 31,14% menjadi Rp
               1.046.189 juta. Tahun 2021, pendapatan Perseroan kembali mengalami peningkatan
               sebesar 10,22% menjadi Rp 1.153.102 juta. Di tahun 2022, pendapatan Perseroan
               menurun -9,31% menjadi Rp 1.045.721 juta.
               Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba selama
               periode tertentu dari kegiatan bisnis yang dilakukannya. Selama tahun 2018 – 2022, rasio
               profitabilitas Perseroan cenderung meningkat. Rata-rata profitabilitas Perseroan yang
               diukur menggunakan EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales berturut-turut
               adalah 20,94%, 18,66%, 16,89% dan 12,78%. Pada tahun 2022, EBITDA/Sales, EBIT/Sales,
               EBT/Sales, dan EAT/Sales masing-masing sebesar 16,93%, 14,10%, 12,66% dan 9,34%.
               Sedangkan profitabilitas Perseroan yang dikaitkan dengan pengembalian terhadap
               perusahaan dan pemegang saham yang diukur dengan Return on Equity (ROE) dan Return
               on Asset (ROA). Rata-rata ROE dan ROA Perseroan dalam tahun 2018 – 2022 masing-
               masing 21,52% dan 13,33%. Pada tahun 2022 tercatat ROE dan ROA Perseroan masing-
               masing sebesar 12,19% dan 8,48%.
               Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek
               yang harus dibayar dengan aset lancarnya. Dalam mengukur tingkat likuiditas perusahaan,
               digunakan Current Ratio (CR). Semakin tinggi CR maka semakin tinggi likuiditas suatu
               perusahaan. Pada tahun 2018 – 2022, pertumbuhan likuiditas perusahaan cenderung
               meningkat dengan Current Ratio tahun 2022 sebesar 2,57x, artinya Perseroan memiliki Rp
               2,57 aset lancar yang dapat digunakan untuk memenuhi setiap Rp 1 utang lancarnya.
               Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya
               ketika dilikuidasi yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio
               (DAR). Semakin rendah DER dan DAR maka semakin tinggi solvabilitas perusahaan.
               Solvabilitas Perseroan tahun 2018 – 2022 cenderung menurun, dengan DER dan DAR
               tahun 2022 masing-masing adalah 0,44x dan 0,30x. Artinya, perusahaan memiliki utang
               Rp 0,44 untuk setiap Rp 1 ekuitas yang dimilikinya serta setiap Rp 1 aset perusahaan
               dibiayai oleh utang sebesar Rp 0,30.
          1.2. Penilaian arus kas
               Pada tahun 2018, arus kas operasi Perseroan tercatat positif sebesar Rp 30.917 juta yang
               utamanya diperoleh dari penerimaan dari pelanggan. Tahun 2019, Perseroan
               memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 89.821 juta yang utamanya berasal dari
               penerimaan dari pelanggan. Pada tahun 2020, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas
               operasi sebesar Rp 108.828 juta yang utamanya berasal dari penerimaan dari pelanggan.
               Di tahun 2021, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 110.238 juta
               yang utamanya berasal dari penerimaan dari pelanggan. Tahun 2022, Perseroan
               memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 118.961 juta yang utamanya berasal
               dari penerimaan dari pelanggan.
               Selanjutnya tahun 2018, Perseroan tercatat memperoleh kas dari aktivitas investasi
               sebesar Rp 46.735 juta yang utamanya diperoleh dari penerimaan piutang kepada pihak
               berelasi. Di tahun 2019, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                            vii
Page 9
               58.624 juta yang utamanya digunakan untuk pembelian merek dagang. Tahun 2021,
               Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 75.972 juta yang
               utamanya digunakan untuk perolehan aset tetap dan uang muka pembelian aset tetap. Di
               tahun 2021, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 15.697 juta
               yang utamanya digunakan untuk perolehan aset tetap dan uang muka pembelian aset
               tetap. Tahun 2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp
               22.746 juta yang utamanya digunakan untuk perolehan aset tetap dan uang muka
               pembelian aset tetap.
               Tahun 2018, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 121.258
               juta yang utamanya digunakan untuk pembayaran utang bank jangka pendek. Pada tahun
               2019, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 10.596 juta
               yang utamanya berasal untuk pembayaran beban bunga. Di tahun 2020, Perseroan
               tercatat memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 37.976 juta yang utamanya
               berasal dari penerimaan dari penerbitan saham baru. Pada tahun 2021, arus kas dari
               aktivitas pendanaan tercatat negatif sebesar Rp 88.371 juta yang utamanya disebabkan
               oleh pembayaran dividen kas. Tahun 2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
               pendanaan sebesar Rp 101.882 juta yang utamanya digunakan untuk pembayaran dividen
               kas.
               Kas Perseroan di tahun 2018 tercatat sebesar Rp 24.598 juta. Tahun 2019, kas Perseroan
               menurun -88,84% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 2.744 juta yang disebabkan oleh kas
               aktivitas investasi dan pendanaan yang tercatat negatif. Pada tahun 2020, kas Perseroan
               meningkat 2.402,02% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 68.658 juta yang utamanya
               diperoleh dari kas aktivitas operasi dan pendanaan yang positif. Di tahun 2021, kas
               Perseroan menurun -93,75% menjadi Rp 4.293 juta yang utamanya disebabkan oleh kas
               aktivitas investasi dan pendanaan yang negatif. Tahun 2022, kas Perseroan meningkat
               33,16% menjadi Rp 5.716 juta yang utamanya karena kas aktivitas operasi yang positif.
               Saldo kas pada setiap tahun selalu positif karena kebutuhan kas untuk operasi dan
               investasi disesuaikan dengan pendanaannya.
          1.3. Analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma laporan keuangan setelah
               transaksi.
               Berdasarkan analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma laporan
               keuangan setelah transaksi dapat disimpulkan dengan dilakukannya transaksi kondisi
               likuiditas dan solvabilitas Perseroan mengalami penurunan namun tidak signifikan.
          1.4. Penilaian atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari manajemen.
               Tanpa dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
               Perseroan masing-masing sebesar 18,97%, 17,30%, 16,51% dan 12,88%. Sedangkan
               dengan dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan
               EAT/Sales Perseroan setiap tahun masing-masing sebesar 19,00%, 17,32%, 16,51% dan
               12,88%. Dengan demikian dengan dilakukannya transaksi profitabilitas Perseroan yang
               diukur dengan EBITDA dan EBIT mengalami peningkatan.
               Tanpa dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Current
               Ratio (CR) sebesar 450,73% sedangkan dengan dilakukannya transaksi CR Perseroan
               menjadi 443,84%.
               Tanpa dilakukannya transaksi solvabilitas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Debt to
               Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) masing-masing 23,57% dan 18,90%



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                            viii
Page 10
              sedangkan dengan dilakukannya transaksi DER dan DAR Perseroan menjadi 23,58% dan
              18,90%.
              Dengan transaksi, proyeksi posisi keuangan Perseroan menunjukan bahwa likuiditas dan
              solvabilitas Perseroan mengalami penurunan namun tidak signifikan.
              Dengan dan tanpa transaksi proyeksi arus kas Perseroan menunjukkan tidak ada cash
              deficiency dan kelangsungan usaha Perseroan selama umur proyeksi terjamin.
    2.    Analisis Inkremental
          2.1. Konstribusi Nilai Tambah
              Dengan dilakukannya transaksi, peningkatan kontribusi nilai tambah dalam periode 1
              Januari 2023 – 31 Desember 2027 terhadap peningkatan laba EBITDA, EBIT, EBT dan EAT
              masing-masing sebesar Rp 2.669 juta, Rp 1.749 juta, Rp 185 juta dan Rp 144 juta.
              Dengan dilakukannya transaksi, peningkatan kontribusi nilai tambah dalam tahun 2023-
              2027 terhadap peningkatan profitabilitas EBITDA dab EBIT rata-rata masing-masing
              sebesar 0,18 dan 0,14%.
              Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukannya transaksi,
              Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan laba dan profitabilitas
              yang akan menguntungkan Perseroan.
          2.2. Biaya dan pendapatan yang relevan
              Dengan dilakukannya transaksi, Perseroan akan memperoleh penghematan beban sewa
              yang akan meningkatkan profitabilitas Perseroan.
          2.3. Informasi non keuangan yang relevan
              Rencana transaksi yang merupakan efisiensi dari pengeluaran beban sewa yang akan
              meningkatkan laba Perseroan serta berdampak positif bagi reputasi Perseroan.
          2.4. Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan
              Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan Rencana Transaksi
              dan nilai transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan Komisaris Perseroan.
              Rencana Transaksi dan nilai transaksi dengan persyaratan yang mudah, transparan dan
              akuntabel yang dapat dipenuhi Perseroan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan
              yang berlaku.
              Alternatif lain dari Rencana Transaksi apabila dilakukan dengan pihak lain tidak ada dan
              Perseroan tidak mengenal pihak lain tersebut, sehingga Rencana Transaksi tidak dapat
              dilaksanakan.
          2.5. Hal-Hal Material Lainnya
              Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari Rencana Transaksi tidak
              ada. Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa Rencana
              Transaksi adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
D. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
   1. Hasil Penilaian Objek Transaksi
        Objek penilaian adalah rencana transaksi pembelian sebidang tanah SHGB No. 506 seluas
        1.588 m2 berikut bangunan gudang diatasnya seluas 1.242 m2 milik SSS yang terletak di Sinar
        Gedangan B-02, Kelurahan Gemurung, Kec. Gedangan, Kota Sidoarjo, Jawa Timur dengan
        harga Rp 17.000 juta sesuai dengan Surat SSS kepada VICI No. 001/DIR-SSS/VI/2023 tanggal 5
        Juni 2023 perihal penawaran gudang dan Surat VICI kepada SSS No. 004/COO/VCI-06/23
        tanggal 19 Juni 2023 perihal pembelian gudang.
        Berdasarkan Laporan Penilaian Properti No. 00235/2.0118-00/PI/05/0463/1/VI/2023 tanggal
        19 Juni 2023 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan, menyatakan bahwa Nilai Pasar



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                             ix
Page 11
       Tanah dan Bangunan Gudang yang terletak di Sinar Gedangan B-02, Kelurahan Gemurung,
       Kec. Gedangan, Kota Sidoarjo, Jawa Timur per 31 Desember 2022 adalah Rp 16.069.000.000,-
       (enam belas miliar enam puluh sembilan juta rupiah).
   2. Nilai Transaksi
       Berdasarkan surat VICI kepada SSS No. 004/COO/VCI-06/23 tanggal 19 Juni 2023 perihal
       pembelian gudang, harga pembelian gudang milik SSS oleh VICI sebesar Rp 17.000.000.000,-.
       Dengan demikian nilai transaksi adalah sebesar Rp 17.000.000.000,-.
   3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
       Nilai transaksi pembelian gudang adalah sebesar Rp 17.000.000.000,- dan Nilai Pasarnya
       adalah Rp 16.069.000.000,- maka nilai transaksi lebih tinggi 5,79% dari Nilai Pasarnya namun
       masih dalam kisaran wajar. Dengan demikian kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah
       wajar.
   4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan
       Berdasarkan hasil analisis dapat dipastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah
       sebagai berikut:
        • Dengan dilakukannya transaksi, peningkatan kontribusi nilai tambah dalam periode 1
            Januari 2023 – 31 Desember 2027 terhadap peningkatan laba EBITDA, EBIT, EBT dan EAT
            masing-masing sebesar Rp 2.669 juta, Rp 1.749 juta, Rp 185 juta dan Rp 144 juta.
        • Dengan dilakukannya transaksi, peningkatan kontribusi nilai tambah dalam tahun 2023-
            2027 terhadap peningkatan profitabilitas EBITDA dab EBIT rata-rata masing-masing
            sebesar 0,18 dan 0,14%.
Berdasarkan analisis tersebut, kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.
E. Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan
    1. Analisis Faktor Lain Yang Relevan
         Berdasarkan konfirmasi dari manajemen VICI tanah sebidang tanah SHGB No. 506 seluas 1.588
         m2 berikut bangunan gudang diatasnya seluas 1.242 m2 milik SSS yang terletak di Sinar
         Gedangan B-02, Kelurahan Gemurung, Kec. Gedangan, Kota Sidoarjo, Jawa Timur tidak sedang
         dijaminkan kepada pihak lain dengan demikian rencana transaksi pembelian tanah dan
         bangunan gudang milik SSS oleh Perseroan dapat dilakukan.
          Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan asumsi bahwa transaksi yang akan dilakukan
          oleh manajemen Perseroan sesuai dengan Rencana Transaksi.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                         x
Page 12
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi
Hasil analisis atas nilai transaksi pembelian tanah dan bangunan gudang milik 555 oleh VICI adalah nilai
transaksi lebih tinggi dari Nilai Pasarnya namun masih dalam kisaran wajar memberikan kesimpulan
bahwa nilai transaksi adalah wajar.

Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham adalah dengan pembelian tanah dan bangunan gudang akan memperoleh apresiasi
harga dan penghematan beban sewa yang akan meningkatkan laba Perseroan. Dengan demikian
dengan dilakukannya transaksi memberikan dampak keuangan yang positif terhadap kepentingan
pemegang saham Perseroan .

Hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap kepentingan
pemegang saham adalah Perseroan akan melakukan investasi yang layak dan menguntungkan serta
berpotensi meningkatkan laba dari penghematan beban sewa dan akan meningkatkan profitabilitas
Perseroan yang akan meningkatkan nilai saham Perseroan .                   Dengan   demikian   transaksi
menguntungkan sesuai dengan kepentingan pemegang saham.

Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka kami berpendapat bahwa rencana
transaksi adalah wajar.




                          m


          "'''I1r.
                     .1
Adhitva An    I 0, S.I.Kom. MM .• MAPPI (Cert.)
Pemimpin Rekan
Penilai Properti/Aset dan Bisnis
MAPPI No.: 11-S-03079
NIPP Menkeu No. P-1.16.00463
NIPP Menkeu No. 8-1 .21.00S96
STTO OJK No.: STTD.PP8-43/PM.223/2021




Pendopot Kewajaron otas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                               xi
Page 13
                                                                              0)     K.nlor J.s. Pen;I. ; Publik
                                                                                     ISKANDAR DAN REKAN
                                                                                     Registered Property & Business Valuer



                                                PERNYATAAN PENILAI


1.   Bahwa penugasan penilaian Pendapat Kewajaran dilakukan atas Rencana Transaksi.
2.   Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami telah bertindak secara independen
     tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham
     Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak
     mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
     Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
     atau kerugian pada pihak mana pun .
3.   Bahwa perhitungan dan analisis dalam pemberian pendapat kewajaran telah dilakukan
     dengan benar sebagaimana diungkapkan dalam laporan ini.
4.   Bahwa penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
     perundang-undangan yang berlaku .
5.   Bahwa penilaian yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
     kesimpulan.
6.    Bahwa lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
7.    Bahwa kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran.
8.    Bahwa kesimpulan penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
9.    Bahwa data ekonomi dan indu stri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini
      penilai dapat dipertanggungjawabkan.


     Penanggung Jawab,
     Adhitya Anindito, S.I.Kom, MM ., MAPPI ((ert.)
     MAPPf No.: 11-5-03079
     NfPP M enkeu No. P-1.16.00463
     NfPP Menkeu No. B- 1.21.oo596
     5TTO OJK No.: 5TTO.PPB-43/ PM.223/ 2021


     Supervisor,
     Radithe Pramudito, SE ., M.Ec.Dev, MAPPI ((ert.)
     MAPPf No.: 10-5-02670
     RMK-2017.oo31 6


     Penilai,
     Sigit E. Purnomo, SE.
     MAPPf No.: 19-T-09657
     RMK-2020.03575




     Syafika Firdausha, A.Md .Ak
      MAPPf No. : 21-P-11013
      RMK-2022. 04256




Pendopot Kewojoron otas Rencono Transoksi PT Vic toria Care Indonesia rbk                                 xii
Page 14
                                                                 DAFTAR ISI


SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI .......................................... i
PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................................ xii
DAFTAR ISI ................................................................................................................................ xiii

BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................. I-1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................................................ I-1
1.2. Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................................. I-1
1.3. Objek Penilaian ........................................................................................................................... I-1
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian..................................................................................................... I-1
1.5. Tanggal Penilaian ........................................................................................................................ I-2
1.6. Ruang Lingkup Penilaian ............................................................................................................. I-2
1.7. Pendekatan dan Metode ............................................................................................................ I-2
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi .................................................................................................... I-2
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan ........................................ I-3
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh
      Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian
      Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi ............................................................................ I-3
1.11. Sumber Data ............................................................................................................................... I-3
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai
      Dan Hubungannya Dengan Objek Penilaian ............................................................................... I-4
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................................................................... I-4
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ............................................................ I-6

BAB II ANALISIS TRANSAKSI ....................................................................................................... II-1
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan .................................................... II-1
2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi ................................................................................................ II-1
2.3. Nilai Transaksi ............................................................................................................................ II-1
2.4. Materialitas Nilai Transaksi........................................................................................................ II-1
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ..................................................................... II-2
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati ...................................................... II-3
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi ............................................................................... II-3

BAB III ANALISIS KUALITATIF .................................................................................................... III-1
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha ................................................................... III-1
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan .............................................................................................. III-3
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi ................................................................................................. III-8
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan ........ III-8

BAB IV ANALISIS KUANTITATIF ................................................................................................. IV-1
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan ......................... IV-1
4.2. Analisis Inkremental .............................................................................................................. IV-22

BAB V ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI ......................................................................... V-1
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi ................................................................................................ V-1
5.2. Nilai Transaksi ........................................................................................................................... V-1
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi ............................................................................................ V-1
5.4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan ..... V-1




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                                                                          xiii
Page 15
BAB VI ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN ................................................................ VI-1
6.1. Analisis Faktor Lain Yang Relevan ............................................................................................ VI-1

BAB VII KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI ............................................. VII-1

LAMPIRAN




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                                                            xiv
Page 16
                                                         BAB I
                                                     PENDAHULUAN


1.1.   Latar Belakang
       PT Victoria Care Indonesia Tbk (selanjutnya disebut VICI atau Perseroan atau Perusahaan atau
       Pemberi Tugas) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
       VICI berencana untuk melakukan pembelian tanah dan bangunan gudang milik PT Suka Sukses
       Sejati (selanjutnya disebut SSS). Rencana transaksi pembelian tanah dan bangunan gudang milik
       SSS oleh VICI selanjutnya disebut Rencana Transaksi.
       Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
       untuk melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 dan No.
       42/POJK.04/2020. Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk
       serta menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya
       disebut IDR atau Penilai atau Kami), selaku penilai independen yang memberikan pendapat
       kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.
       IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No.
       772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
       berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda
       Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-43/PM.223/2021 tanggal 22 September
       2021 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.

1.2.   Identitas Pemberi Tugas
       Nama Pemberi Tugas : PT Victoria Care Indonesia Tbk
       Bidang Usaha         : Bidang industri pengolahan dan distribusi produk kosmetik dan
                              perlengkapan mandi, bahan pembersih keperluan rumah tangga dan
                              perdagangan besar alat laboratorium farmasi dan kedokteran
       Alamat Kantor        : Puri Indah Financial Tower Lt 10-11, Puri Lingkar Dalam Blok T-8,
                              Kembangan Selatan, Jakarta Barat
       No. Telepon/Fax      : 021 5436 8111
       Email                : corsec@vci.co.id
       Website              : www.vici.co.id

1.3.   Objek Penilaian
       Objek penilaian adalah rencana transaksi pembelian sebidang tanah SHGB No. 506 seluas 1.588
       m2 berikut bangunan gudang diatasnya seluas 1.242 m2 milik SSS yang terletak di Sinar
       Gedangan B-02, Kelurahan Gemurung, Kec. Gedangan, Kota Sidoarjo, Jawa Timur dengan harga
       Rp 17.000 juta sesuai dengan Surat SSS kepada VICI No. 001/DIR-SSS/VI/2023 tanggal 5 Juni
       2023 perihal penawaran gudang dan Surat VICI kepada SSS No. 004/COO/VCI-06/23 tanggal 19
       Juni 2023 perihal pembelian gudang.

1.4.   Maksud dan Tujuan Penilaian
       Maksud penilaian adalah memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi untuk tujuan
       pelaksanaan Rencana Transaksi.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                          I-1
Page 17
1.5.   Tanggal Penilaian
       Tanggal penilaian 31 Desember 2022 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
       berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benediktio
       Salim dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwantono, Sungkoro & Surja terdaftar di Otoritas Jasa
       Keuangan.

1.6.   Ruang Lingkup Penilaian
       Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) merupakan suatu pernyataan yang diberikan oleh
       Penilai Usaha untuk menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau
       tidak wajar. Ruang lingkup penilaian, antara lain:
        a. Identifikasi masalah (identifikasi asumsi dan kondisi pembatas, tujuan dan objek penilaian,
           definisi penilaian dan tanggal penilaian),
        b. Pengumpulan data,
        c. Analisis data,
        d. Estimasi nilai sesuai dengan dasar nilai dan premis nilai yang digunakan dengan
           menggunakan pendekatan penilaian,
        e. Penulisan laporan.
       Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
       dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, pemberian pendapat kewajaran setelah
       dilakukan analisis atas:
       a. Nilai dari objek yang ditransaksikan.
       b. Dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang
           saham.
       c. Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait dengan Rencana
           Transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham.
       Sifat Rencana Transaksi terkait dengan ada atau tidak adanya hubungan antara pihak-pihak yang
       bertransaksi diatur sesuai dengan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
       dan Benturan Kepentingan dan nilai materialitas Rencana Transaksi diatur sesuai dengan
       Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
       Sehubungan dengan peraturan-peraturan tersebut berkaitan dengan penunjukkan IDR untuk
       memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, maka ruang lingkup pendapat
       kewajaran berdasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi tersebut.

1.7.   Pendekatan dan Metode
       Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah:
       a. Melakukan analisis transaksi.
       b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi.
       c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi.
       d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi.
       e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.

1.8.   Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
       Pihak-pihak yang bertransaksi adalah VICI selaku pembeli dan SSS sebagai penjual tanah dan
       bangunan gudang.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                           I-2
Page 18
1.9.   Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan
        1. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami tidak ada benturan
           kepentingan dengan Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan
           transaksi yang akan dilakukan Perseroan.
         2. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami telah bertindak secara
            independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun
            pemegang saham Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut.
            Kami juga tidak mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan
            penugasan ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk
            memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
         3. Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai kami yang memiliki kepentingan dalam
            bentuk apapun yang dapat menghalangi kami untuk melakukan penilaian secara
            independen terhadap pendapat kewajaran ini. Kompensasi dan honorarium kami tidak
            bergantung kepada kejadian maupun kesimpulan yang diambil oleh Perseroan sebagai
            akibat dari laporan kami ini.
         4. Uraian mengenai ada atau tidak adanya benturan kepentingan atas transaksi yang akan
            dilakukan Perseroan dinyatakan dalam Surat Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris
            Perseroan.

1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh Penilai
      Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian Pendapat Kewajaran
      Atas Rencana Transaksi
      Dalam pendapat kewajaran ini kami menggunakan hasil penilaian dari Penilai Properti yang
      telah melakukan penilaian terhadap objek transaksi.
       Berdasarkan Laporan Penilaian Properti No. 00235/2.0118-00/PI/05/0463/1/VI/2023 tanggal 19
       Juni 2023 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan, menyatakan bahwa Nilai Pasar Tanah
       dan Bangunan Gudang yang terletak di Sinar Gedangan B-02, Kelurahan Gemurung, Kec.
       Gedangan, Kota Sidoarjo, Jawa Timur per 31 Desember 2022 adalah Rp 16.069.000.000,- (enam
       belas miliar enam puluh sembilan juta rupiah).

1.11. Sumber Data
      Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
      mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
      a) Copy legalitas dan perizinan VICI.
      b) Copy legalitas dan perizinan SSS.
      c) Laporan keuangan VICI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
         telah diaudit oleh Akuntan Publik Benediktio Salim dari KAP Purwantono, Sungkoro &
         Surja dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
      d) Laporan keuangan VICI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
         telah diaudit oleh Akuntan Publik Benediktio Salim dari KAP Purwantono, Sungkoro &
         Surja dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
      e) Laporan keuangan VICI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
         telah diaudit oleh Akuntan Publik Benediktio Salim dari KAP Purwantono, Sungkoro &
         Surja dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                       I-3
Page 19
        f) Laporan keuangan VICI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang
           telah diaudit oleh Akuntan Publik Peter Surja dari KAP Purwantono, Sungkoro & Surja
           dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
        g) Laporan keuangan VICI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 yang
           telah diaudit oleh Akuntan Publik Peter Surja dari KAP Purwantono, Sungkoro & Surja
           dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
        h) Laporan keuangan proforma VICI per 31 Desember 2022 sebelum dan setelah transaksi dari
           manajemen Perseroan.
        i) Surat SSS kepada VICI No. 001/DIR-SSS/VI/2023 tanggal 5 Juni 2023 perihal penawaran
           gudang.
        j) Surat VICI kepada SSS No. 004/COO/VCI-06/23 tanggal 19 Juni 2023 perihal pembelian
           gudang.
        k) Laporan Penilaian Properti No. 00235/2.0118-00/PI/05/0463/1/VI/2023 tanggal 19 Juni
           2023 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan.
        l) Proyeksi keuangan dari manajemen Perseroan.
        m) Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang, dan
           hal-hal lain yang terkait dengan Transaksi.

1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai Dan
      Hubungannya Dengan Objek Penilaian
      Kami telah melakukan diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan pada tanggal 20 –
      23 Juni 2023. Identitas yang kami wawancarai adalah Ibu Henny Soetanto sebagai representatif
      VICI.

1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas
       a) Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
       b) Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan
          dalam proses penilaian.
       c) Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
       d) Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
          mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
          kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi
          keuangan.
       e) Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
       f) Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang
          dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
       g) Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
       h) Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari pemberi tugas.
       i) IDR mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan pendapat ini sampai dengan terjadinya
          Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
          Transaksi.
       j) Pendapat ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan sebagian dari
          analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
          menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                       I-4
Page 20
            tersebut. Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak
            dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap.
         k) Pendapat Kewajaran tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
            perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada
            tanggal Pendapat ini dikeluarkan. Penilaian Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap
            Transaksi seperti yang diuraikan diatas.
         l) IDR tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapatnya
            karena peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
         m) Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan prinsip integritas informasi dan data. Dalam
            menyusun Pendapat Kewajaran ini, IDR melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan
            data sebagaimana diberikan manajemen Perseroan yang mana berdasarkan hakekat
            kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan. IDR tidak
            melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-
            data yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan
            demikian IDR tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap
            kebenaran dan kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut.
         n) Sebagai dasar bagi IDR untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat
            Kewajaran atas Transaksi, IDR menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada
            Sumber Data pada laporan pendapat kewajaran sebagai bahan pertimbangan.
         o) Segala perubahan terhadap data-data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil penilaian
            IDR secara material. Oleh karena itu, IDR tidak dapat menerima tanggung jawab atas
            kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data
            tersebut.
         p) Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang
            pemegang saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders
            lain serta aspek-aspek lainnya.
         q) IDR menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran ini sampai
            dengan tanggal terjadinya Transaksi tidak terjadi perubahan yang sangat berpengaruh
            secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam Laporan Pendapat
            Kewajaran.
         r) Dengan ini IDR menyatakan bahwa penugasan IDR tidak termasuk menganalisis transaksi-
            transaksi di luar Transaksi yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari
            transaksi-transaksi tersebut terhadap Transaksi.
         s) IDR tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari segi hukum dan implikasi
            aspek perpajakan dari Transaksi tersebut.
         t) Mengingat bahwa adanya kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan
            ini dengan pelaksanaan Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak ada
            perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dari Transaksi. Perubahan
            tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-masing perusahaan
            maupun secara eksternal meliputi: kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
            dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan ini
            dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan tersebut
            di atas, maka pendapat kewajaran atas Transaksi ini mungkin berbeda.
         u) Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Transaksi dan tidak
            dapat dipergunakan untuk kepentingan lain maupun pihak lain.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                         I-5
Page 21
         v) Pendapat Kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk
             menyetujui atau tidak menyetujui Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas
             Transaksi tersebut.
         w) IDR juga berpegang kepada surat pernyataan manajemen Perseroan (management
             representation letter) atas penugasan IDR untuk mempersiapkan Laporan Pendapat
             Kewajaran, bahwa perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan
             berkenaan dengan Transaksi dan sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada
             faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
         x) Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar dan dapat
             dipertanggungjawabkan, antara lain termasuk penunjukan letak lokasi tempat, spesifikasi
             jenis dan jumlah asset objek penilaian dan apabila data dan informasi tersebut tidak benar
             maka Pemberi Tugas membebaskan Penilai dari tanggung jawab atas hasil penilaian yang
             tidak tepat dikarenakan kesalahan tersebut.
         y) Informasi yang telah diberikan pihak lain kepada Penilai seperti yang telah disebutkan
             dalam laporan penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai tidak
             bertanggungjawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan
             hal yang sesungguhnya. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi
             tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemberi Tugas.
         z) Adalah bukan tugas Penilai untuk melakukan uji tuntas (due diligence) dari aspek hukum
             atas catatan publik serta catatan kepemilikan.
         aa) Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas dari laporan penilaian yang dibuat terpisah sebagai
             satu kesatuan dari laporan ini akan dituangkan didalam laporan penilaian yang dibuat
             terpisah tersebut.
         bb) Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tanda tangan asli/basah Pemimpin Rekan/Rekan
             dan stempel/seal perusahaan KJPP Iskandar dan Rekan serta tidak dapat
             dipertanggungjawabkan bilamana Pemberi Tugas tidak melunasi imbalan jasa atas
             pekerjaan penilaian ini.
         cc) Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan
             (integral) dari laporan ini.

1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
       • Berdasarkan akta Nomor 13 tanggal 25 Mei 2023 yang dibuat oleh Notaris Rudy Siswanto,
          S.H. yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
          Indonesia dalam Surat No. AHU-0116454.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 21 Juni 2023,
          terjadi perubahan pasal 15 anggaran dasar dan perubahan susunan Direksi dan Komisaris
          Perseroan menjadi sebagai berikut:
               Dewan Komisaris
               Komisaris Utama            : Luhur Dino Herlambang
               Komisaris                  : Luhur Iwan Hernadi
               Komisaris                  : Arliadi Hadid Mahadi
               Komisaris Independen       : Drs. Herbudianto
               Komisaris Independen       : Van Schoote Christian Pierre B
               Direksi
               Direktur Utama             : Billy Hartono Salim
               Direktur                   : Sumardi Widjaja
               Direktur                   : Whendy Yusman Suwito
               Direktur                   : Tene Michael Alexander
               Direktur                   : Henny Soetanto



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                            I-6
Page 22
         •    Berdasarkan akta Nomor 35 tanggal 16 Juni 2023 yang dibuat oleh Notaris Rudy Siswanto,
              S.H., telah terjadi perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar SSS dan persetujuan untuk
              mengangkat kembali seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris SSS untuk masa jabatan
              selama 5 (lima) tahun.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                         I-7
Page 23
                                                       BAB II
                                                 ANALISIS TRANSAKSI


2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan
     Dengan transaksi pembelian tanah dan bangunan gudang milik SSS oleh VICI berdasarkan
     proforma keuangan akan menurunkan likuiditas dan solvabilitas Perseroan. Berdasarkan
     proyeksi keuangan rencana transaksi akan meningkatkan profitabilitas Perseroan sedangkan
     likuiditas dan solvabilitas Perseroan menurun namun tidak signifikan.

2.2. Analisis Likuiditas Dari Transaksi
     Berdasarkan analisis proforma posisi keuangan dan proyeksi keuangan Perseroan dengan
     dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan mengalami penurunan namun tidak signifikan.

2.3. Nilai Transaksi
     Berdasarkan surat SSS kepada VICI No. 001/DIR-SSS/VI/2023 tanggal 5 Juni 2023 perihal
     penawaran gudang dan surat VICI kepada SSS No. 004/COO/VCI-06/23 tanggal 19 Juni 2023
     perihal pembelian gudang, harga pembelian gudang milik SSS oleh VICI sebesar
     Rp 17.000.000.000,-. Dengan demikian nilai transaksi adalah sebesar Rp 17.000.000.000,-.

2.4. Materialitas Nilai Transaksi
     Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
     Kegiatan Usaha, suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi
     sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.
       Dalam hal perusahaan terbuka memiliki ekuitas negatif transaksi dikategorikan sebagai
       Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari total aset Perusahaan
       Terbuka.
       Perusahaan Terbuka yang akan melakukan Transaksi Material wajib terlebih dahulu
       memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam hal:
       1. Transaksi Material lebih dari 50% terhadap ekuitas atau aset atau laba bersih atau
          pendapatan usaha Perseroan.
       2. Transaksi Material lebih dari 25% terhadap aset Perseroan apabila ekuitas Perseroan
          negatif.
       3. Laporan Penilai menyatakan bahwa Transaksi Material yang akan dilakukan tidak wajar.
       Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
       Kegiatan Usaha, transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen
       operasi dikategorikan sebagai Transaksi Material dalam hal:
       a. Nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka;
       b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya sama
          dengan atau lebih dari 20%;
       c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih Perusahaan Terbuka nilainya sama
          dengan atau lebih dari 20%; atau
       d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha Perusahaan Terbuka
          nilainya sama dengan atau lebih dari 20%.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                           II-1
Page 24
       e. Dalam hal perusahaan terbuka memiliki ekuitas negatif transaksi dikategorikan sebagai
          Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari total aset
          Perusahaan Terbuka.
       Nilai transaksi sebesar Rp 17.000 juta dan ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan
       yang telah diaudit KAP Purwantono, Sungkoro & Surja per 31 Desember 2022 adalah sebesar
       Rp 801.013 juta, dengan demikian materialitas nilai transaksi 2,12% dari ekuitas Perseroan.
       Dari uraian tersebut diatas Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi material dan tidak
       memerlukan persetujuan RUPS sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
       Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.

2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
     Pihak-pihak yang bertransaksi adalah VICI selaku pembeli dan SSS sebagai penjual tanah dan
     bangunan gudang.
       Hubungan Kepemilikan Saham




       Keterangan
       SSIS       : PT Sukses Sejati Sejahtera
       VICI       : PT Victoria Care Indonesia Tbk
       SSS        : PT Suka Sukses Sejati

       Berdasarkan analisis hubungan kepemilikan saham, SSIS adalah pemegang 59,95% saham VICI
       dan pemegang 99,99% saham SSS. Dengan demikian antara VICI dan SSS terdapat hubungan
       kepemilikan saham.
       Hubungan Kepengurusan
       Hubungan kepengurusan antara Perseroan dan SSS adalah sebagai berikut:
         No.                  Nama                        Perseroan        SSS
          1 Luhur Dino Herlambang                              KU
          2 Luhur Iwan Hernadi                                  K           D
          3 Arliadi Hadid Mahadi                                K
          4 Drs. Herbudianto                                   KI
          5 Van Schoote Christian Pierre B                     KI
          6 Billy Hartono Salim                                DU          DU
          7 Sumardi Widjaja                                     D
          8 Rosid Sujono                                        D
          9 Henny Soetanto                                      D
         10 Tene Michael Aelxander                              D
         11 Tan Eva Margareth                                               K

       Keterangan
       KU : Komisaris Utama
       K     : Komisaris
       KI    : Komisaris Independen
       DU : Direktur Utama
       D     : Direktur




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                      II-2
Page 25
       Berdasarkan analisis hubungan kepengurusan, terdapat hubungan kepengurusan antara
       Perseroan dan SSS dimana Luhur Iwan Hernadi sebagai Komisaris Perseroan juga sebagai
       Direktur SSS dan Billy Hartono Salim sebagai Direktur Utama Perseroan juga sebagai Direktur
       Utama SSS. Dengan demikian antara Perseroan dan SSS terdapat hubungan kepengurusan.
       Dengan demikian Rencana Transaksi termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
       Peraturan OJK No. 42 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.

2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati
     Berdasarkan surat SSS kepada VICI No. 001/DIR-SSS/VI/2023 tanggal 5 Juni 2023 perihal
     penawaran gudang dan surat VICI kepada SSS No. 004/COO/VCI-06/23 tanggal 19 Juni 2023
     perihal pembelian gudang, hal-hal penting dalam surat tersebut adalah sebagai berikut:
        • SSS menawarkan gudang yang berlokasi di Sinar Gedangan B-02, Kelurahan Gemurung,
          Kecamatan Gedangan, Kota Sidoarjo Jawa Timur dengan luas tanah 1.588 m2 dan luas
          bangunan 1.242 m2.
        • SSS menawarkan harga jual gudang milik SSS senilai Rp 17.000.000.000,- belum termasuk
          PPN.
        • VICI setuju untuk membeli gudang milik SSS dengan harga sebesar Rp 17.000.000.000,-
          belum termasuk PPN.
       Berdasarkan analisis perjanjian dan persyaratan yang telah disepakati, dapat disimpulkan bahwa
       perjanjian dan persyaratan yang telah disepakati layak dan dapat diandalkan pelaksanaannya
       dari transaksi yang dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
       dengan pertimbangan tersebut Rencana Transaksi wajar.

2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi
     Manfaat transaksi adalah sebagai berikut:
      • Perseroan akan menghemat beban sewa tanah dan bangunan gudang saat ini sehingga
          meningkatkan laba Perseroan.
      • Kepemilikan aset tanah dan bangunan gudang merupakan suatu investasi yang nilainya
          akan terus meningkat, sehingga Perseroan akan memperoleh apresiasi nilai investasi
          berupa peningkatan harga properti yang dimiliki.
       Risiko transaksi adalah sebagai berikut:
        • Risiko atas transaksi yang akan dilakukan adalah risiko atas kepemilikan aset yang berupa
            beban manajemen untuk pemeliharaan aset, asuransi dan pajak properti.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                         II-3
Page 26
                                                       BAB III
                                                 ANALISIS KUALITATIF


3.1.   Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha
       Perseroan
       a) Riwayat Singkat Perseroan
          PT Victoria Care Indonesia Tbk adalah perseroan terbuka yang didirikan di Indonesia
          berdasarkan Akta Notaris Marina Soewana, S.H., No. 32 tanggal 20 April 2006 dengan nama
          PT Victoria Care Indonesia. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
          Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. W7-00267.HT.01.01. Tahun 2006
          tanggal 8 September 2006.
            Anggaran dasar Perseroan telah mengalami perubahan, terakhir berdasarkan Akta No. 4
            tanggal 11 Mei 2022 dari Rudy Siswanto S.H., sehubungan dengan perubahan anggaran
            dasar Perseroan. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan
            Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-
            0033887.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 19 Mei 2022.
            Perseroan beralamat di Puri Indah Financial Tower Lt 10-11, Puri Lingkar Dalam Blok T-8,
            Kembangan Selatan, Jakarta Barat.
        b) Kegiatan Usaha
           Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, Perseroan bergerak dalam bidang industri
           pengolahan dan distribusi produk kosmetik dan perlengkapan mandi, bahan pembersih
           keperluan rumah tangga dan perdagangan besar alat laboratorium farmasi dan kedokteran.
        c) Susunan Pemegang Saham
           Berdasarkan laporan keuangan (audited) Perseroan per 31 Desember 2022, susunan
           pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:
                                                                           Jumlah Saham Persentase     Jumlah
             No.                    Pemegang Saham
                                                                              (Lembar)     (%)           (Rp)
              1    PT Sukses Sejati Sejahtera                               4.021.380.000   59,95% 201.069.000.000
              2    Beauty Brands International Pte. Ltd., Singapura         1.677.000.000   25,00% 83.850.000.000
              3    Luhur Dino Herlambang                                         1.635.500   0,02%      81.775.000
              4    Lain-lain (dengan kepemilikan masing-masing di
                                                                           1.007.984.500     15,03%   50.399.225.000
                   bawah 5% termasuk publik)
                                          Jumlah                           6.708.000.000   100,00% 335.400.000.000

        d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan berdasarkan laporan keuangan (audited)
           per 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                                               III-1
Page 27
             Dewan Komisaris
             Komisaris Utama            : Luhur Dino Herlambang
             Komisaris                  : Luhur Iwan Hernadi
             Komisaris                  : Arliadi Hadid Mahadi
             Komisaris Independen       : Drs. Herbudianto
             Komisaris Independen       : Van Schoote Christian Pierre B
             Direksi
             Direktur Utama             : Billy Hartono Salim
             Direktur                   : Sumardi Widjaja
             Direktur                   : Rosid Sujono
             Direktur                   : Henny Soetanto
             Direktur                   : Tene Michael Aelxander

        PT Suka Sukses Sejati
        a) Riwayat Singkat
           PT Suka Sukes Sejati didirikan berdasarkan akta No. 19 tanggal 30 November 2000 yang
           dibuat oleh Notaris Marina Soewana, S.H. yang telah disahkan berdasarkan Keputusan
           Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor C-18798
           HT.01.01.TH.2001.
            SSS beralamat di Ruko Mutiara Taman Palem Blok A-2 No. 18, Desa/Kelurahan Cengkareng
            Timur, Kec. Cengkareng, Kota Adm. Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta.
        b) Kegiatan Usaha
           Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar SSS, bidang usaha SSS adalah perdagangan besar
           kosmetik untuk manusia.
        c) Susunan Pemegang Saham
           Susunan pemegang saham SSS per tanggal 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
                                                       Jumlah Saham Persentase       Jumlah
             No.         Pemegang Saham
                                                         (Lembar)       (%)            (Rp)
              1     PT Sukses Sejati Sejahtera               149.987     99,99%   29.997.400.000
              2     Luhur Iwan Hernadi                            13      0,01%         2.600.000
                   Jumlah                                    150.000   100,00%    30.000.000.000

        d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
           Susunan pemegang saham SSS per tanggal 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
             Dewan Komisaris
             Komisaris                  : Tan Eva Margareth
             Direksi
             Direktur Utama             : Billy Hartono Salim
             Direktur                   : Luhur Iwan Hernadi




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                            III-2
Page 28
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan
3.2.1. Tinjauan Makro Ekonomi
       Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2022 (c-to-c)
       Ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh sebesar 5,31%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
       lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi
       dan Pergudangan sebesar 19,87%, diikuti Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar
       11,97%, dan Jasa Lainnya sebesar 9,47%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang memiliki
       peran dominan tumbuh 4,89%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta
       Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh
       sebesar 2,25% dan 5,52%.




                                 Gambar 1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (c-to-c) (%)
                                                  Sumber: Badan Pusat Statistik
       Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2022 tidak
       menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan
       Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,34%; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran;
       Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,85%; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
       sebesar 12,40%; Pertambangan dan Penggalian sebesar 12,22%; serta Konstruksi sebesar 9,77%.
       Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 65,58%.
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2022 Terhadap Triwulan IV-2021 (y-on-y)
       Ekonomi Indonesia triwulan IV-2022 terhadap triwulan IV-2021 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,01%.
       Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan
       adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 16,99%, diikuti Penyediaan Akomodasi dan
       Makan Minum sebesar 13,81%, serta Jasa Lainnya sebesar 11,14%. Sebagai lapangan usaha yang
       memiliki peran dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar 5,64%. Sedangkan Pertanian,
       Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda
       Motor masing-masing tumbuh sebesar 4,51% dan 6,55%.




                                 Gambar 2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-on-y) (%)
                                                  Sumber: Badan Pusat Statistik



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                          III-3
Page 29
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2022 Terhadap Triwulan III-2022 (q-to-q)
       Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2022 tumbuh sebesar 0,36% (q-to-q) dibanding triwulan III-
       2022. Hampir seluruh lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan Usaha Administrasi
       Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh signifikan sebesar 10,56%, diikuti
       Jasa Pendidikan sebesar 9,22%, serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 8,48%. Industri
       Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 1,60%. Sementara untuk Pertanian,
       Kehutanan, dan Perikanan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 17,40% serta
       Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tumbuh sebesar 0,69%.




                                 Gambar 3. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (q-to-q) (%)
                                                  Sumber: Badan Pusat Statistik

       PDB Menurut Pengeluaran, Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2022 (c-to-c)
       Ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh sebesar 5,31%. Pertumbuhan terjadi pada hampir
       semua komponen pengeluaran kecuali Komponen PK-P yang terkontraksi sebesar 4,51%.
       Komponen pengeluaran yang tumbuh signifikan adalah Komponen Ekspor Barang dan Jasa
       sebesar 16,28%, diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani
       Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 5,64%, Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga
       (PK-RT) sebesar 4,93%, dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 3,87%.
       Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam
       PDB menurut pengeluaran) tumbuh sebesar 14,75%.




                             Gambar 4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (c-to-c) (%)
                                                 Sumber: Badan Pusat Statistik
       Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2022 tidak
       menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
       Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 51,87%, diikuti
       oleh komponen PMTB sebesar 29,08%, Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 24,49%,
       Komponen PK-P sebesar 7,66%, Komponen PK-LNPRT sebesar 1,17%, dan Komponen Perubahan




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                            III-4
Page 30
       Inventori sebesar 0,66%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor
       pengurang dalam PDB memiliki peran sebesar 20,90%.
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2022 Terhadap Triwulan IV-2021 (y-on-y)
       Ekonomi Indonesia triwulan IV-2022 terhadap triwulan IV-2021 tumbuh sebesar 5,01% (y-on-y).
       Pertumbuhan terjadi pada hampir semua komponen pengeluaran, kecuali Komponen PK-P yang
       terkontraksi sebesar 4,77%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan
       Jasa yang tumbuh sebesar 14,93%, diikuti oleh Komponen PK-LNPRT, Komponen PK-RT, dan
       Komponen PMTB yang masing-masing tumbuh sebesar 5,70%, 4,48%, dan 3,33%. Sementara
       itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 6,25%.




                             Gambar 5. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y) (%)
                                                 Sumber: Badan Pusat Statistik

       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2022 Terhadap Triwulan III-2022 (q-to-q)
       Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2022 dibanding triwulan III-2022 (q-to-q) tumbuh sebesar
       0,36%. Pertumbuhan terjadi pada semua Komponen Pengeluaran kecuali Komponen Ekspor
       Barang dan Jasa yang terkontraksi sebesar 0,25%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada
       Komponen PK-P sebesar 30,13%, diikuti oleh Komponen PMTB, Komponen PK-RT, dan
       Komponen PK-LNPRT yang masing-masing tumbuh sebesar 3,31%; 2,12%; dan 0,46%.
       Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar
       2,53%.




                             Gambar 6. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (q-to-q) (%)
                                                 Sumber: Badan Pusat Statistik

3.2.2. Perkembangan Industri
       Perkembangan Industri Kosmetik dan Kecantikan di Indonesia
       Berdasarkan pantauan Bank Indonesia, perekonomian global menurun disertai ketidakpastian
       yang masih tinggi. Sampai awal 2023, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan masih
       melambat dengan risiko resesi yang tinggi di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat (AS)
       dan Eropa. Perlambatan ekonomi global tersebut dipengaruhi oleh fragmentasi ekonomi,
       perdagangan, dan investasi akibat ketegangan politik yang berlanjut serta dampak pengetatan


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                            III-5
Page 31
       kebijakan moneter yang agresif di negara maju. Bank Indonesia memperkirakan ekonomi dunia
       tumbuh sebesar 3,0% pada 2022 dan menurun menjadi 2,6% pada 2023. Sementara itu, tekanan
       inflasi global masih tinggi meskipun mulai melandai, dipengaruhi berlanjutnya gangguan rantai
       pasokan dan ketatnya pasar tenaga kerja, terutama di AS dan Eropa. Inflasi yang masih tinggi
       mendorong kebijakan moneter global tetap ketat dengan prakiraan kenaikan Fed Funds Rate
       hingga awal 2023. Perkembangan ini mendorong tetap kuatnya mata uang dolar AS dan masih
       tingginya ketidakpastian pasar keuangan global yang kemudian berdampak pada belum kuatnya
       aliran modal masuk ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Pertumbuhan ekonomi
       domestik Indonesia tetap baik. Permintaan domestik tetap berdaya tahan dipengaruhi oleh
       daya beli masyarakat dan keyakinan pelaku ekonomi yang tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi
       Indonesia Triwulan IV-2022 tercatat tinggi sebesar 5,01% (yoy) sehingga secara keseluruhan
       tahun 2022 tercatat 5,31% (yoy), jauh meningkat dari capaian tahun sebelumnya sebesar 3,70%
       (yoy). (Sumber: Bank Indonesia, Tinjauan Kebijakan Moneter, Februari 2023)
       Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM menilai, kosmetik merupakan kategori produk
       yang mendapatkan izin edar terbanyak di Indonesia dalam lima tahun terakhir dengan jumlah
       411.410 produk. BPOM juga mencatat, jumlah perusahaan industri kecantikan tumbuh hingga
       20,6 persen dari tahun 2021 yang berjumlah 819 menjadi 913 di Juli 2022. Peningkatan industri
       kecantikan tersebut didominasi oleh usaha kecil dan menengah (UKM), yakni sebesar 83 persen.
       Sementara untuk nilai pasar kosmetik di Indonesia di tahun 2021 mencapai 6,3 miliar dollar AS
       atau sekitar Rp 98 triliun.
       Mengacu pada data yang dirilis oleh Nielsen and Euromonitor menunjukkan pertumbuhan
       penjualan produk kecantikan bertumbuh besar sejak 2017 sebesar 11,99% dengan memberikan
       kontribusi sebesar Rp19 triliun. Dalam enam tahun terakhir, pertumbuhan sektor kosmetik
       ataupun kecantikan bertumbuh sebesar 10%. Selain itu, ekspor produk kecantikan juga
       menunjukkan pertumbuhan yang kuat sejak tahun 2013 hingga 2017 sebesar 3,56%.
       Sementara melansir dari data Statistika, pertumbuhan produk kecantikan ataupun kosmetik
       secara global kembali tumbuh sekitar 6,46% terkhususnya ditahun 2021. Hal itu didorong kuat
       oleh penjualan secara daring yang mencapai 25,2% pada tahun ini. Sebab pada tahun-tahun
       sebelumnya, dimana tahun 2020 pertumbuhan turun 8% dengan%tase lebih rendah 13,25%
       dibandingkan pertumbuhannya pada tahun 2019 yang naik 5,25% yang disebabkan pandemi
       Covid-19.
       Bagi Perseroan, tantangan yang akan dihadapi masih akan didominasi oleh faktor eksternal,
       seperti perubahan kebijakan yang berdampak langsung atau tidak langsung pada industri dan
       kanal distribusi. Selain itu, kestabilan fluktuasi kurs, perpajakan, dan keandalan pasokan barang
       juga patut menjadi perhatian serius bagi Perseroan. Namun demikian, Dewan Komisaris yakin
       bahwa Perseroan memiliki prospek usaha yang positif sejalan dengan kesadaran konsumen
       terhadap kebutuhan produk-produk personal care dan juga didukung dengan demografi
       penduduk di Indonesia yang relatif mudah dan terbuka dengan perubahan-perubahan tren di
       personal care dan kosmetik dekoratif. Beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan Direksi
       adalah terus memperkuat dan memperkaya jalur distribusi, terutama di saluran modern trade
       dan platform digital. Perseroan juga diharapkan terus melanjutkan eksplorasi dalam
       pengembangan produk dan selalu update terhadap tren yang berlaku, khususnya yang ada di
       dunia digital, serta mengoptimalkan produk-produk yang sudah ada sebelumnya (existing) lewat



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                            III-6
Page 32
       pengembangan formula hingga packaging. Selain itu, inovasi akan menjadi kunci dalam
       memenangkan persaingan. Perseroan tidak boleh berhenti dalam melakukan inovasi produk
       yang disesuaikan dengan tren permintaan pasar dan terus menawarkan produk yang
       berkualitas, up to date, dan terjangkau oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.
3.2.3. Analisis Operasional Dan Prospek Perusahaan
       Varian Covid-19 Omicron di awal tahun sempat mengganggu kinerja Perseroan. Beberapa
       strategi pemasaran offline yang sudah dijalankan Perseroan terpaksa harus ditunda sesuai
       dengan perkembangan situasi pada masa itu. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap kinerja
       Perseroan yang kurang menggembirakan di awal kuartal tahun 2022.
       VICI mencatatkan pendapatan pada tahun 2022 sebesar Rp 1.045.721 juta dimana turun 9,31%
       bila dibandingkan dengan total penjualan di tahun sebelumnya. Berdasarkan analisis vertikal
       laba rugi penyesuaian tercatat proporsi beban pokok pendapatan terhadap pendapatan sebesar
       46,90%, proporsi laba kotor Perseroan sebesar 53,10%.
       Selain itu, permintaan produk-produk antiseptik juga mengalami penurunan seiring dengan
       membaiknya kondisi pandemi yang berdampak pada perubahan perilaku masyarakat dalam
       menyikapinya. Penurunan permintaan akan produk-produk antiseptik karena membaiknya
       situasi pandemi berpengaruh terhadap penjualan Perseroan, yang pada tahun 2021 lalu produk
       antiseptik mampu menyumbangkan sekitar 25% dari penjualan Perseroan, turun menjadi 7% di
       tahun 2022.
       Namun sebaliknya, permintaan produk non-antiseptik Perseroan justru meningkat seiring
       perubahan status pandemi menjadi endemi. Perseroan melihat ini sebagai peluang yang bagus
       dan menyiapkan beragam strategi, inovasi, produk-produk baru, serta mengoptimalkan produk-
       produk lama (existing) lewat pengembangan formula hingga packaging untuk kategori
       perawatan tubuh dan kosmetik. Pasalnya, dengan kondisi yang semakin membaik dan
       perubahan gaya hidup, permintaan produk perawatan tubuh dan kosmetik Perseroan terus
       bertambah sehingga turut membantu meningkatkan kinerja penjualan Perseroan sampai
       dengan akhir tahun 2022.
       Penjualan produk non-antiseptik tumbuh sekitar 13% YoY pada tahun 2022. Pertumbuhan ini
       terutama didorong oleh produk-produk baru di kategori perawatan kulit dan kosmetik dekoratif
       yang diluncurkan tahun ini. Bauran produk baru juga berdampak positif dalam bentuk kenaikan
       margin laba kotor menjadi 53,10% dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar
       50,27%.
       Perseroan juga terus mendorong penjualan di platform digital/ online. Dengan tim dan strategi
       yang tepat, Perseroan mampu menorehkan pertumbuhan penjualan lewat platform
       digital/online sebesar 219,7% di sembilan bulan pertama 2022 dibandingkan periode yang sama
       di tahun sebelumnya. Terkait dengan distribusi, Perseroan semakin memperkuat jaringannya,
       salah satunya dengan bekerja sama dengan PT Kimia Farma Apotek untuk memperluas distribusi
       produk-produk Perseroan. Dalam kerja sama ini, ada sekitar 140 outlet Kimia Farma di daerah
       Jawa sampai Bali yang menyediakan display khusus produk-produk PT Victoria Care Indonesia
       Tbk, seperti Herborist, Secret Clean, Nuface, hingga Miranda, serta menghadirkan
       produkproduk lain yang didistribusikan oleh PT Victoria Care Indonesia Tbk, seperti Bali Boat,
       Bali Dancer, hingga Secret Garden. Secara keseluruhan, ada sekitar 600 gerai Kimia Farma yang
       menyediakan produk Perseroan. Sebagai salah satu strategi pemasaran, Perseroan bekerja



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                         III-7
Page 33
       sama dengan public figure asal Korea Selatan, Ahn Yeo Seop, sebagai brand ambassador untuk
       Nuface, yang baru pertama kali dilakukan di tahun 2022. Animo pelanggan yang tinggi terhadap
       artis-artis Korea Selatan menjadi pertimbangan utama Perseroan dalam memilih brand
       ambassador tersebut sehingga diharapkan mampu mendongkrak penjualan produk-produk
       Perseroan, terutama untuk brand Nuface.
       Saat ini, industri kosmetika semakin berkembang pesat seiring dengan berkembangnya era
       digital. Pola peredaran produk kosmetika yang sebelumnya dilakukan secara konvensional, kini
       semakin mudah, murah dan cepat melalui distribusi online. Dengan melihat kondisi tersebut,
       dunia usaha kosmetik diproyeksikan akan terus tumbuh dan akan tetap berkembang setiap
       tahun, terutama dengan semakin menurunnya masa pandemi COVID-19.
       Dengan melihat perubahan kondisi pandemi dan perilaku masyarakat menjelang akhir tahun
       2022, Perseroan melihat peluang usaha masih sangat prospektif dan semakin terbuka di tahun
       depan, terutama untuk segmen kosmetik dekoratif dan skincare. Oleh karena itu, Perseroan
       berinisiatif untuk lebih agresif dalam melakukan peluncuran produk baru, khususnya yang
       mewakili kedua segmen tersebut. Untuk memperkuat segmen ini, Perseroan telah meluncurkan
       beragam produk, mulai dari eyebrow, lip matte, serum, liptint, hingga sunscreen. Perseroan juga
       terus mengembangkan jalur penjualan, baik dengan penambahan titik-titik distribusi offline
       maupun kanal penjualan online yang baru. Melalui divisi digital marketing, Perseroan akan
       mengimplementasikan strategi pemasaran, baik dari sisi produk dan distribusi, dengan
       memanfaatkan modern trade dan platform digital yang didukung dengan tim kreatif yang andal
       dalam pembuatan konten di media sosial dan penyediaan analisis data. Selain itu, Perseroan
       juga akan melakukan berbagai kegiatan pemasaran lain secara agresif untuk memperkuat
       beberapa brand yang digunakan oleh produk-produk baru Perseroan. Perseroan akan terus
       mengamati beragam tren terbaru di pasaran dan melakukan survei untuk mengetahui
       kebutuhan pasar. Diharapkan, pasar dan distribusi Perseroan akan semakin luas dan konsumen
       pun menjadi lebih mudah dan cepat dalam memperoleh produk Perseroan.
3.3.   Alasan Dilakukannya Transaksi
       Alasan dilakukannya transaksi antara lain adalah:
       − Tanah dan bangunan gudang saat ini sedang dalam masa sewa oleh VICI, oleh sebab itu
           pembelian tanah dan bangunan gudang dalam rangka efisiensi biaya sewa.
       − Lokasi tanah dan bangunan gudang yang akan dibeli VICI berdekatan dengan fasilitas
           produksi VICI.
3.4.   Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan
       Keuntungan Perseroan adalah dapat melakukan penghematan beban sewa dan akan
       meningkatkan dan laba Perseroan.
       Kerugian Perseroan yang bersifat kualitatif atas transaksi yang akan dilakukan tidak ada.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                           III-8
Page 34
                                                      BAB IV
                                               ANALISIS KUANTITATIF


4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan
4.1.1. Penilaian Kinerja Historis
       Kinerja historis diperoleh dari laporan keuangan Perseroan periode 31 Desember 2018 – 31
       Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP dan periode 31 Desember 2022 yang telah diaudit
       oleh KAP sebagaimana yang telah diuraikan pada sumber data.
       Laporan Laba Rugi
        PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk
        Laba Rugi (Rp.Juta)
                                                                                          Tahun
                               Uraian
                                                               2018          2019          2020          2021          2022
        PENJUALAN                                              594.728       797.791     1.046.189     1.153.102     1.045.721
        BEBAN POKOK PENJUALAN                                 (287.161)     (368.296)     (526.767)     (579.320)     (496.245)
        LABA KOTOR                                             307.567       429.495       519.422       573.782       549.475
        BEBAN USAHA
        Beban penjualan dan pemasaran                         (148.502)     (190.177)     (202.787)     (222.881)     (271.638)
        Beban umum dan administrasi                             (57.589)      (68.874)    (101.784)     (117.485)     (130.423)
        Jumlah                                                (206.090)     (259.052)     (304.571)     (340.367)     (402.061)
        LABA (RUGI) USAHA                                      101.476       170.443       214.851       233.415       147.414
        Pendapatan lain-lain                                       4.876        1.822         1.492         6.671         1.374
        Beban lain-lain                                           (1.908)      (3.270)       (2.199)          (49)         (598)
        Pendapatan keuangan                                          162           14            16           363             6
        Beban keuangan                                          (15.997)      (18.233)      (20.545)      (15.674)      (15.800)
        LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                                88.610      150.778       193.615       224.727       132.396
        Pajak                                                   (23.295)      (39.015)      (45.249)      (47.451)      (34.757)
        LABA (RUGI) BERSIH                                       65.315      111.763       148.366       177.276         97.639
        Penghasilan komprehensif lain                                705         (376)       (2.775)         (332)          174
        LABA KOMPREHENSIF                                        66.020      111.387       145.591       176.944         97.813
                                             Rata-rata
        Rasio Profitabilitas
                                             2018-2022
        Margin Laba Kotor                       51,501%         51,716%      53,836%       49,649%       49,760%       52,545%
        Margin Laba Usaha                       18,661%         17,063%      21,364%       20,537%       20,242%       14,097%
        Margin Laba Sebelum Pajak               16,891%         14,899%      18,899%       18,507%       19,489%       12,661%
        Margin Laba Bersih                      12,777%         10,982%      14,009%       14,182%       15,374%        9,337%
       Sumber : Laporan keuangan 2018 – 2022 (audited)




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                                                   IV-1
Page 35
       Laporan laba rugi yang telah disesuaikan pencatatannya yang meliputi EBITDA adalah sebagai
       berikut:
        PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk
        Laba Rugi Penyesuaian (Rp.Juta)
                                                                                          Tahun
                               Uraian
                                                               2018          2019             2020         2021       2022
        PENJUALAN                                              594.728       797.791 1.046.189 1.153.102 1.045.721
        BEBAN POKOK PENJUALAN                                 (284.462)     (365.030) (520.751) (573.401) (490.430)
        LABA KOTOR                                             310.266       432.761    525.438    579.701    555.291
        Beban penjualan dan pemasaran                         (148.502)     (190.177)  (200.178)  (220.497)  (269.460)
        Beban umum dan administrasi                             (50.901)      (58.866)   (82.463)   (95.037) (108.817)
        EBITDA                                                 110.864       183.718    242.796    264.168    177.013
        Depresiasi dan amortisasi                                 (9.387)     (13.275)   (27.945)   (30.753)   (29.599)
        EBIT                                                   101.476       170.443    214.851    233.415    147.414
        Pendapatan lain-lain                                       4.876        1.822      1.492      6.671      1.374
        Beban lain-lain                                           (1.908)      (3.270)    (2.199)       (49)      (598)
        Pendapatan keuangan                                          162           14         16        363          6
        Beban keuangan                                          (15.997)      (18.233)   (20.545)   (15.674)   (15.800)
        EBT                                                      88.610      150.778    193.615    224.727    132.396
        Pajak                                                   (23.295)      (39.015)   (45.249)   (47.451)   (34.757)
        LABA BERSIH (EAT)                                        65.315      111.763    148.366    177.276      97.639
        Penghasilan komprehensif lain                                705         (376)    (2.775)      (332)       174
        LABA KOMPREHENSIF                                        66.020      111.387    145.591    176.944      97.813
                                             Rata-rata
        Rasio Profitabilitas
                                             2018-2022
        EBITDA/Sales                             20,94%          18,64%          23,03%        23,21%       22,91%     16,93%
        EBIT/Sales                               18,66%          17,06%          21,36%        20,54%       20,24%     14,10%
        EBT/Sales                                16,89%          14,90%          18,90%        18,51%       19,49%     12,66%
        EAT/Sales                                12,78%          10,98%          14,01%        14,18%       15,37%      9,34%

       Analisis vertikal laporan laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
        Analisis Vertikal Laba Rugi Penyesuaian
                                                                                   Tahun                            Rata-rata
                           Uraian
                                                          2018         2019         2020         2021       2022    2018-2022
        PENJUALAN                                         100,00%      100,00%      100,00%      100,00%    100,00%   100,00%
        BEBAN POKOK PENJUALAN                             -47,83%      -45,76%      -49,78%      -49,73%    -46,90%    -48,00%
        LABA KOTOR                                         52,17%       54,24%       50,22%       50,27%     53,10%     52,00%
        Beban penjualan dan pemasaran                     -24,97%      -23,84%      -19,13%      -19,12%    -25,77%    -22,57%
        Beban umum dan administrasi                        -8,56%       -7,38%       -7,88%       -8,24%    -10,41%     -8,49%
        EBITDA                                             18,64%       23,03%       23,21%       22,91%     16,93%     20,94%
        Depresiasi                                         -1,58%       -1,66%       -2,67%       -2,67%     -2,83%     -2,28%
        EBIT                                               17,06%       21,36%       20,54%       20,24%     14,10%     18,66%
        Pendapatan lain-lain                                0,82%        0,23%        0,14%        0,58%      0,13%      0,38%
        Beban lain-lain                                    -0,32%       -0,41%       -0,21%        0,00%     -0,06%     -0,20%
        Pendapatan keuangan                                 0,03%        0,00%        0,00%        0,03%      0,00%      0,01%
        Beban keuangan                                     -2,69%       -2,29%       -1,96%       -1,36%     -1,51%     -1,96%
        EBT                                                14,90%       18,90%       18,51%       19,49%     12,66%     16,89%
        Pajak                                              -3,92%       -4,89%       -4,33%       -4,12%     -3,32%     -4,11%
        LABA BERSIH (EAT)                                  10,98%       14,01%       14,18%       15,37%      9,34%     12,78%
        Penghasilan komprehensif lain                       0,12%       -0,05%       -0,27%       -0,03%      0,02%     -0,04%
        LABA KOMPREHENSIF                                  11,10%       13,96%       13,92%       15,35%      9,35%     12,74%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                                                 IV-2
Page 36
       Analisis horizontal laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
        Analisis Horizontal Laba Rugi Penyesuaian
                                                                                 Tahun                          Rata-rata
                           Uraian
                                                          2018         2019       2020       2021       2022    2018-2022
        PENJUALAN                                             n/a       34,14%     31,14%     10,22%     -9,31%    16,55%
        BEBAN POKOK PENJUALAN                                 n/a       28,32%     42,66%     10,11%    -14,47%    16,66%
        LABA KOTOR                                            n/a       39,48%     21,42%     10,33%     -4,21%    16,75%
        Beban penjualan dan pemasaran                          n/a      28,06%      5,26%     10,15%     22,21%    16,42%
        Beban umum dan administrasi                            n/a      15,65%     40,09%     15,25%     14,50%    21,37%
        EBITDA                                                n/a       65,72%     32,16%      8,80%    -32,99%    18,42%
        Depresiasi                                             n/a      41,41%    110,51%     10,05%     -3,75%    39,56%
        EBIT                                                  n/a       67,96%     26,05%      8,64%    -36,84%    16,45%
        Pendapatan lain-lain                                   n/a     -62,63%    -18,14%    347,16%    -79,41%    46,75%
        Beban lain-lain                                        n/a      71,33%    -32,74%    -97,79%   1130,28%   267,77%
        Pendapatan keuangan                                    n/a     -91,10%     13,24%   2124,35%    -98,39%   487,02%
        Beban keuangan                                         n/a      13,97%     12,69%    -23,71%      0,80%      0,94%
        EBT                                                   n/a       70,16%     28,41%     16,07%    -41,09%    18,39%
        Pajak                                                  n/a      67,49%     15,98%      4,87%    -26,75%    15,39%
        LABA BERSIH (EAT)                                     n/a       71,11%     32,75%     19,49%    -44,92%    19,61%
        Penghasilan komprehensif lain                          n/a    -153,32%    638,25%    -88,05%   -152,33%    61,14%
        LABA KOMPREHENSIF                                     n/a       68,72%     30,71%     21,53%    -44,72%    19,06%

       Berdasarkan analisis vertikal laba rugi penyesuaian, beban pokok pendapatan terhadap
       pendapatan 49,73% pada tahun 2021 dan 46,90% pada tahun 2022. Beban umum dan
       administrasi terhadap pendapatan 8,24% pada tahun 2021 dan 10,41% pada tahun 2022.
       Berdasarkan analisis horizontal laba rugi penyesuaian, pertumbuhan pendapatan Perseroan
       selama tahun 2018 - 2022 sebesar 16,55%. EBITDA Perseroan tercacat positif Rp 264.168 juta
       pada tahun 2021 dan menurun menjadi sebesar Rp 177.013 juta pada tahun 2022, EBIT pada
       tahun 2021 tercatat sebesar Rp 233.415 juta dan pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp 147.414
       juta, EBT pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp 224.727 juta dan pada tahun 2022 sebesar Rp
       132.396 juta, dan laba bersih pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp 177.276 juta dan pada tahun
       2022 menurun menjadi Rp 97.639 juta.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                                             IV-3
Page 37
       Laporan Posisi Keuangan
        PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk
        Posisi Keuangan (Rp.Juta)
                                                                                         Tahun
                               Uraian
                                                                 2018        2019         2020       2021          2022
        ASET
        Aset Lancar
        Kas dan setara kas                                        24.598       2.744      68.658       4.293         5.716
        Piutang usaha                                            147.377     156.815     176.284     271.887       249.800
        Piutang lain-lain                                              91        103         187         211           188
        Piutang pihak berelasi                                    18.415         -           -           -             -
        Persediaan                                               126.533     178.947     222.364     246.499       306.992
        Pajak dibayar di muka                                        -           516         -           -             -
        Biaya dibayar di muka dan uang
                                                                  48.915      50.359      52.369      38.070        68.678
        muka - bag lancar
        Jumlah Aset Lancar                                       365.930     389.484     519.861     560.959      631.372
        Aset Tidak Lancar
        Biaya dibayar di muka dan uang                                                     3.001
                                                                  30.880      21.696                   4.833         8.286
        muka - setelah dikurangi bag lancar
        Aset takberwujud
          Nilai perolehan                                            -        50.000      84.143      84.143       172.075
          Akumulasi amortisasi                                       -           -           559       1.595         2.649
          Nilai buku                                                 -        50.000      83.584      82.548       169.426
        Aset tetap
          Nilai perolehan                                        247.621     352.609     400.499     413.390       430.400
          Akumulasi penyusutan                                    63.150      72.095      94.568     115.291       137.901
          Nilai buku                                             184.471     280.513     305.931     298.099       292.499
        Aset hak-guna                                                -           -         7.740       7.344         4.729
        Properti investasi                                        30.763      30.763      30.763      33.342        33.481
        Aset pajak tangguhan                                       4.686       6.209       8.108       9.791        10.317
        Aset tidak lancar lain-lain                                  441         895         782         881           795
        Jumlah Aset Tidak Lancar                                 251.241     390.075     439.908     436.838       519.532
        JUMLAH ASET                                              617.171     779.560     959.769     997.797     1.150.904
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        Liabilitas Jangka Pendek
        Utang bank jangka pendek                                 181.410     138.955     134.037      63.502        70.592
        Utang usaha                                               48.396      57.974      33.750      44.670        83.143
        Utang lain-lain                                              320         415       1.201         275         1.828
        Uang muka pelanggan                                          -           -            68           3            53
        Utang pajak                                               21.157      10.788      18.500      21.775        19.689
        Beban akrual                                              36.182      43.183      22.979       8.316        12.310
        Liabilitas imbalan kerja karyawan - jk pendek                -           -         6.061       8.928        10.168
        Liabilitas jangka panjang yg jth
        tempo dlm waktu 1 thn:
          Utang bank jangka panjang                                  -         6.638       7.059       7.979        7.762
          Utang pembiayaan konsumen                                4.040       4.676       5.278       5.746        5.393
          Liabilitas sewa                                            -           -           527         319          357
          Utang pada pihak berelasi                                  -           -           -           -         34.645
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                          291.506     262.628     229.460     161.514      245.941
        Liabilitas Jangka Panjang
        Liabilitas imbalan kerja karyawan - jk panjang            12.499      15.239      22.171      18.631        18.091
        Liabilitas jangka panjang - stlh dikurangi bag. yg jth
        tempo dlm waktu 1 thn:
          Utang bank jangka panjang                                  -        77.766      70.755      62.795       55.033
          Utang pembiayaan konsumen                                7.865       7.238       6.077       3.999        1.831
          Liabilitas sewa                                            -           -         1.075         702          355
          Utang pada pihak berelasi                                  -           -           -           -         28.640
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                          20.364     100.244     100.078      86.127      103.950
        JUMLAH LIABILITAS                                        311.870     362.872     329.538     247.640      349.891
        Ekuitas
        Modal saham                                               35.000     285.000     335.400     335.400       335.400
        Tambahan modal disetor                                   250.000          -       44.995      44.995        44.995
        Saldo laba (rugi)                                         23.463     135.226     256.149     376.407       427.090
        Rugi komprehensif lain-lain                                (3.162)     (3.538)     (6.313)     (6.644)       (6.471)
        Jumlah Ekuitas                                           305.301     416.688     630.231     750.157       801.013
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                            617.171     779.560     959.769     997.797     1.150.904
                                                  Rata-rata
        Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                                                 2018-2022
        Current Ratio                                220,88%     125,53%     148,30%     226,56%     347,31%       256,72%
        Debt to Equity Ratio                          63,64%     102,15%      87,08%      52,29%      33,01%        43,68%
        Debt to Asset Ratio                           37,33%      50,53%      46,55%      34,34%      24,82%        30,40%
       Sumber : Laporan keuangan 2018 – 2022 (audited)



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                                                       IV-4
Page 38
       Laporan Arus Kas
        PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk
        Arus Kas (Rp.Juta)
                                                                                                      Tahun
                                     Uraian
                                                                             2018        2019          2020         2021          2022
       ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
       Penerimaan dari pelanggan                                            583.022       787.274    1.024.458     1.061.389     1.071.548
       Pembayaran kepada pemasok                                           (274.422)     (386.014)    (564.579)     (528.455)     (488.289)
       Pembayaran untuk kegiatan usaha                                     (163.713)     (141.995)    (147.076)     (187.485)     (219.256)
       Pembayaran kepada karyawan                                            (94.424)    (115.645)    (161.610)     (188.408)     (202.859)
       Kas diperoleh dari operasi                                             50.463      143.620      151.193       157.041       161.144
       Penerimaan dari (pembayaran untuk):
         Pajak penghasilan                                                   (17.655)     (50.601)     (43.017)      (47.253)      (41.623)
         Lain-lain                                                             (1.891)     (3.197)         653           451          (560)
       Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi               30.917       89.821     108.828       110.238       118.961
       ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
       Perolehan aset tetap dan uang muka pembelian aset tetap               (34.055)    (34.285)      (40.417)      (13.230)      (19.483)
       Pembelian merek dagang                                                     -      (43.857)      (30.000)           -             -
       Perolehan aset hak-guna                                                    -          -           (1.590)       (3.895)       (4.267)
       Pembelian perangkat lunak                                                  -          -           (4.143)          -            (292)
       Penerimaan dari penjualan aset tetap                                     1.037      1.103            178         3.686         1.295
       Pencairan (penempatan) deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya 25.000          -              -             -             -
       Penerimaan piutang kepada pihak berelasi                               60.896      18.415            -             -             -
       Penambahan uang muka merek dagang                                       (6.143)       -              -             -             -
       Penambahan properti investasi                                              -          -              -          (2.258)          -
       Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi             46.735     (58.624)      (75.972)      (15.697)      (22.746)
       ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
       Penerimaan utang bank jangka panjang                                       -       13.139           -              -             -
       Pembayaran utang bank jangka pendek                                   (75.000)         -            -              -             -
       Pembayaran utang bank jangka panjang                                    (1.703)        -            -              -             -
       Pembayaran dividen kas                                                (25.000)         -       (25.000)       (57.018)      (46.956)
       Pembayaran utang pada pihak berelasi                                       -           -            -              -        (30.000)
       Pembayaran beban bunga                                                (15.871)    (16.837)     (20.595)       (15.644)      (10.074)
       Pembayaran utang bank jangka panjang                                       -          (771)      (6.742)        (7.175)       (8.077)
       Pembayaran utang pembiayaan konsumen                                    (3.684)     (4.772)      (5.577)        (6.427)       (6.467)
       Pembayaran provisi utang bank                                              -        (1.355)         -              -             -
       Pembayaran liabilitas sewa                                                 -           -         (1.031)          (581)         (309)
       Pembayaran biaya penerbitan saham baru                                     -           -         (3.880)        (1.526)          -
       Penerimaan dari penerbitan saham baru                                      -           -       100.800             -             -
       Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan          (121.258)     (10.596)      37.976        (88.371)    (101.882)
       KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS                         (43.606)      20.601       70.832           6.170       (5.667)
       KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN                                         (113.205)      24.598         2.744        68.658          4.293
       KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN SEBELUM PENYESUAIAN                    (156.811)      45.199       73.576         74.828        (1.375)
       Penyesuaian                                                          181.410      (42.455)       (4.918)      (70.535)         7.091
       KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN                                           24.598        2.744      68.658           4.293         5.716
       Sumber : Laporan keuangan 2018 – 2022 (audited)

       Pendapatan
       Komposisi pendapatan tahun 2018 – 2022 seluruhnya adalah pendapatan dari kontrak dengan
       pelanggan. Pertumbuhan pendapatan periode 2018 – 2022 adalah sebagai berikut:
        Pertumbuhan Pendapatan Berdasarkan Segmen Pendapatan
                                                         Tahun                        Rata-rata
                  Uraian
                                   2018        2019       2020    2021      2022     2018-2022
        (%)
        Pendapatan dari kontrak
                                        n/a     34,14%     31,14%  10,22%     -9,31%     16,55%
        dengan pelanggan
        Total pertumbuhan               n/a     34,14%     31,14%  10,22%     -9,31%     16,55%
        (Rp.Juta)
        Pendapatan dari kontrak
                                   594.728    797.791 1.046.189 1.153.102 1.045.721
        dengan pelanggan
        Total pendapatan          594.728     797.791 1.046.189 1.153.102 1.045.721



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                                                              IV-5
Page 39
       Pada tahun 2018, Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp 594.728 juta. Tahun 2019,
       pendapatan Perseroan meningkat sebesar 34,14% menjadi Rp 797.791 juta. Pada tahun 2020,
       pendapatan Perseroan kembali meningkat sebesar 31,14% menjadi Rp 1.046.189 juta. Tahun
       2021, pendapatan Perseroan kembali mengalami peningkatan sebesar 10,22% menjadi Rp
       1.153.102 juta. Di tahun 2022, pendapatan Perseroan menurun -9,31% menjadi Rp 1.045.721
       juta.
       Aset
       Komposisi aset Perseroan pada tahun 2018 – 2022:
        Komposisi Aset
                                                                           Tahun                            Rata-rata
                    Uraian
                                             2018           2019            2020     2021        2022      2018-2022
        (%)
        Aset Lancar                           59,29%         49,96%         54,17%    56,22%      54,86%      54,90%
        Aset Tidak Lancar                     40,71%         50,04%         45,83%    43,78%      45,14%      45,10%
          Jumlah                             100,00%        100,00%        100,00%   100,00%     100,00%     100,00%
        (Rp.Juta)
        Aset Lancar                         365.930         389.484        519.861   560.959     631.372
        Aset Tidak Lancar                   251.241         390.075        439.908   436.838     519.532
          Jumlah                            617.171         779.560        959.769   997.797   1.150.904

       Selama tahun 2018 – 2022 komposisi aset Perseroan didominasi oleh aset lancar dengan rata-
       rata proporsi terhadap total aset sebesar 54,90%, diikuti oleh aset tidak lancar sebesar 45,10%.
       Komposisi aset lancar terbesar adalah persediaan, sedangkan komposisi aset tidak lancar
       didominasi utamanya oleh aset tetap. Tahun 2022, komposisi aset Perseroan terdiri dari 54,86%
       aset lancar dan 45,14% aset tidak lancar.
       Selanjutnya, pertumbuhan aset Perseroan disajikan sebagai berikut:
        Pertumbuhan Aset
                                                                           Tahun                            Rata-rata
                    Uraian
                                             2018           2019            2020     2021        2022      2018-2022
        (%)
        Aset Lancar                                 n/a        6,44%        33,47%     7,91%      12,55%      15,09%
        Aset Tidak Lancar                           n/a       55,26%        12,78%    -0,70%      18,93%      21,57%
          Jumlah                                    n/a       26,31%        23,12%     3,96%      15,34%      17,18%

       Dalam tahun 2018 – 2022 pertumbuhan aset Perseroan terus meningkat dengan tingkat
       pertumbuhan aset rata-rata sebesar 17,18%. Tahun 2018, Perseroan membukukan total aset
       sebesar Rp 617.171 juta yang utamanya adalah aset tetap Tahun 2019, pertumbuhan aset
       Perseroan meningkat 26,31% sehingga total aset Perseroan menjadi Rp 779.560 juta yang terdiri
       dari Rp 389.484 juta aset lancar dan Rp 390.075 juta aset tidak lancar. Di tahun 2020,
       pertumbuhan aset Perseroan kembali meningkat 23,12% sehingga total aset Perseroan menjadi
       Rp 959.769 juta yang terdiri dari Rp 519.861 juta aset lancar dan Rp 439.908 juta aset tidak
       lancar. Pada tahun 2021, pertumbuhan aset Perseroan kembali mengalami peningkatan sebesar
       3,96% sehingga aset Perseroan menjadi Rp 997.797 juta yang terdiri dari aset lancar sebesar Rp
       560.959 juta dan aset tidak lancar Rp 436.838 juta. Tahun 2022, pertumbuhan aset Perseroan
       kembali meningkat sebesar 15,34% sehingga aset Perseroan menjadi Rp 1.150.904 juta yang
       terdiri dari aset lancar sebesar Rp 631.372 juta dan aset tidak lancar Rp 519.532 juta.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                                         IV-6
Page 40
       Liabilitas
       Berdasarkan laporan posisi keuangan tahun 2018 –2022, berikut disajikan komposisi liabilitas
       perusahaan:
        Komposisi Liabilitas
                                                                           Tahun                          Rata-rata
                    Uraian
                                             2018           2019            2020     2021      2022      2018-2022
        (%)
        Liabilitas Jangka Pendek              93,47%         72,37%         69,63%    65,22%    70,29%      74,20%
        Liabilitas Jangka Panjang              6,53%         27,63%         30,37%    34,78%    29,71%      25,80%
           Jumlah                            100,00%        100,00%        100,00%   100,00%   100,00%     100,00%
        (Rp.Juta)
        Liabilitas Jangka Pendek            291.506         262.628        229.460   161.514   245.941
        Liabilitas Jangka Panjang            20.364         100.244        100.078    86.127   103.950
           Jumlah                           311.870         362.872        329.538   247.640   349.891

       Pada tahun 2018 – 2022 komposisi liabilitas Perseroan didominasi oleh liabilitas jangka pendek
       dengan proporsi terhadap total liabilitas sebesar 74,20% diikuti oleh liabilitas jangka panjang
       sebesar 25,80%. Komposisi liabilitas jangka pendek terbesar utamanya berasal dari utang bank
       jangka pendek sedangkan komposisi liabilitas jangka panjang didominasi utamanya dari utang
       bank jangka panjang. Di tahun 2022, komposisi liabilitas Perseroan sebesar 70,29% liabilitas
       jangka pendek dan 29,71% liabilitas jangka panjang.
       Selanjutnya, pertumbuhan liabilitas perusahaan disajikan sebagai berikut:
        Pertumbuhan Liabilitas
                                                                           Tahun                          Rata-rata
                    Uraian
                                             2018           2019            2020     2021      2022      2018-2022
        (%)
        Liabilitas Jangka Pendek                    n/a      -9,91%        -12,63%   -29,61%    52,27%       0,03%
        Liabilitas Jangka Panjang                   n/a     392,27%         -0,16%   -13,94%    20,69%      99,71%
           Jumlah                                   n/a      16,35%         -9,19%   -24,85%    41,29%       5,90%

       Dalam tahun 2018 – 2022, pertumbuhan liabilitas Perseroan cenderung fluktuatif dengan
       tingkat pertumbuhan liabilitas rata-rata sebesar 5,90%. Pada tahun 2018, Perseroan
       mencatatkan liabilitas seebsar Rp 311.870 juta. Pada tahun 2019, pertumbuhan Perseroan
       meningkat 26,31% sehingga total liabilitas menjadi Rp 362.872 juta. Di tahun 2020,
       pertumbuhan Perseroan menurun -9,19% sehingga total liabilitas menjadi Rp 329.538 juta.
       Tahun 2021, pertumbuhan liabilitas Perseroan kembali menurun -24,85% sehingga total
       liabilitas menjadi Rp 247.640 juta. Pada tahun 2022, pertumbuhan Perseroan meningkat 41,29%
       sehingga total liabilitas menjadi Rp 349.891 juta
       Penilaian Arus Kas
       Pada tahun 2018, arus kas operasi Perseroan tercatat positif sebesar Rp 30.917 juta yang
       utamanya diperoleh dari penerimaan dari pelanggan. Tahun 2019, Perseroan memperoleh kas
       dari aktivitas operasi sebesar Rp 89.821 juta yang utamanya berasal dari penerimaan dari
       pelanggan. Pada tahun 2020, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp
       108.828 juta yang utamanya berasal dari penerimaan dari pelanggan. Di tahun 2021, Perseroan
       memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 110.238 juta yang utamanya berasal dari
       penerimaan dari pelanggan. Tahun 2022, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi
       sebesar Rp 118.961 juta yang utamanya berasal dari penerimaan dari pelanggan.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                                       IV-7
Page 41
       Selanjutnya tahun 2018, Perseroan tercatat memperoleh kas dari aktivitas investasi sebesar Rp
       46.735 juta yang utamanya diperoleh dari penerimaan piutang kepada pihak berelasi. Di tahun
       2019, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 58.624 juta yang
       utamanya digunakan untuk pembelian merek dagang. Tahun 2021, Perseroan menggunakan kas
       untuk aktivitas investasi sebesar Rp 75.972 juta yang utamanya digunakan untuk perolehan aset
       tetap dan uang muka pembelian aset tetap. Di tahun 2021, Perseroan menggunakan kas untuk
       aktivitas investasi sebesar Rp 15.697 juta yang utamanya digunakan untuk perolehan aset tetap
       dan uang muka pembelian aset tetap. Tahun 2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
       investasi sebesar Rp 22.746 juta yang utamanya digunakan untuk perolehan aset tetap dan uang
       muka pembelian aset tetap.
       Tahun 2018, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 121.258 juta
       yang utamanya digunakan untuk pembayaran utang bank jangka pendek. Pada tahun 2019,
       Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 10.596 juta yang utamanya
       berasal untuk pembayaran beban bunga. Di tahun 2020, Perseroan tercatat memperoleh kas
       dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 37.976 juta yang utamanya berasal dari penerimaan dari
       penerbitan saham baru. Pada tahun 2021, arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat negatif
       sebesar Rp 88.371 juta yang utamanya disebabkan oleh pembayaran dividen kas. Tahun 2022,
       Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 101.882 juta yang utamanya
       digunakan untuk pembayaran dividen kas.
       Kas Perseroan di tahun 2018 tercatat sebesar Rp 24.598 juta. Tahun 2019, kas Perseroan
       menurun -88,84% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 2.744 juta yang disebabkan oleh kas
       aktivitas investasi dan pendanaan yang tercatat negatif. Pada tahun 2020, kas Perseroan
       meningkat 2.402,02% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 68.658 juta yang utamanya diperoleh
       dari kas aktivitas operasi dan pendanaan yang positif. Di tahun 2021, kas Perseroan menurun
       -93,75% menjadi Rp 4.293 juta yang utamanya disebabkan oleh kas aktivitas investasi dan
       pendanaan yang negatif. Tahun 2022, kas Perseroan meningkat 33,16% menjadi Rp 5.716 juta
       yang utamanya karena kas aktivitas operasi yang positif.
       Saldo kas pada setiap tahun selalu positif karena kebutuhan kas untuk operasi dan investasi
       disesuaikan dengan pendanaannya.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                        IV-8
Page 42
4.1.2. Analisis Rasio Keuangan
       Rasio keuangan disajikan sebagai berikut:
        PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk
        Analisis Rasio
                                                                             Tahun                       Rata-rata
                        Uraian
                                                    2018          2019        2020     2021     2022    2018-2022
        Pertumbuhan Pendapatan                         n/a        34,14%      31,14%   10,22%    -9,31%     16,55%
        Rasio Profitabilitas
        EBITDA/Sales                                18,64%        23,03%     23,21%    22,91%   16,93%     20,94%
        EBIT/Sales                                  17,06%        21,36%     20,54%    20,24%   14,10%     18,66%
        EBT/Sales                                   14,90%        18,90%     18,51%    19,49%   12,66%     16,89%
        EAT/Sales                                   10,98%        14,01%     14,18%    15,37%    9,34%     12,78%
        ROE                                         21,39%        26,82%     23,54%    23,63%   12,19%     21,52%
        ROA                                         10,58%        14,34%     15,46%    17,77%    8,48%     13,33%
        Rasio Efektivitas
        Perputaran Piutang Usaha                       4,04x         5,09x     5,93x    4,24x     4,19x      4,70x
        Perputaran Persediaan                          2,25x         2,04x     2,34x    2,33x     1,60x      2,11x
        Perputaran Aset                                0,96x         1,02x     1,09x    1,16x     0,91x      1,03x
        Perputaran Utang Usaha                         5,88x         6,30x    15,43x   12,84x     5,90x      9,27x
        Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
        Current Ratio                                  1,26x         1,48x     2,27x    3,47x     2,57x      2,21x
        Debt to Equity                                 1,02x         0,87x     0,52x    0,33x     0,44x      0,64x
        Debt to Asset                                  0,51x         0,47x     0,34x    0,25x     0,30x      0,37x

       Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba selama periode
       tertentu dari kegiatan bisnis yang dilakukannya. Selama tahun 2018 – 2022, rasio profitabilitas
       Perseroan cenderung meningkat. Rata-rata profitabilitas Perseroan yang diukur menggunakan
       EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales berturut-turut adalah 20,94%, 18,66%,
       16,89% dan 12,78%. Pada tahun 2022, EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales
       masing-masing sebesar 16,93%, 14,10%, 12,66% dan 9,34%.
       Sedangkan profitabilitas Perseroan yang dikaitkan dengan pengembalian terhadap perusahaan
       dan pemegang saham yang diukur dengan Return on Equity (ROE) dan Return on Asset (ROA).
       Rata-rata ROE dan ROA Perseroan dalam tahun 2018 – 2022 masing-masing 21,52% dan 13,33%.
       Pada tahun 2022 tercatat ROE dan ROA Perseroan masing-masing sebesar 12,19% dan 8,48%.
       Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
       Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang
       harus dibayar dengan aset lancarnya. Dalam mengukur tingkat likuiditas perusahaan, digunakan
       Current Ratio (CR). Semakin tinggi CR maka semakin tinggi likuiditas suatu perusahaan. Pada
       tahun 2018 – 2022, pertumbuhan likuiditas perusahaan cenderung meningkat dengan Current
       Ratio tahun 2022 sebesar 2,57x, artinya Perseroan memiliki Rp 2,57 aset lancar yang dapat
       digunakan untuk memenuhi setiap Rp 1 utang lancarnya.
       Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya ketika
       dilikuidasi yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR). Semakin
       rendah DER dan DAR maka semakin tinggi solvabilitas perusahaan. Solvabilitas Perseroan tahun
       2018 – 2022 cenderung menurun, dengan DER dan DAR tahun 2022 masing-masing adalah 0,44x
       dan 0,30x. Artinya, perusahaan memiliki utang Rp 0,44 untuk setiap Rp 1 ekuitas yang
       dimilikinya serta setiap Rp 1 aset perusahaan dibiayai oleh utang sebesar Rp 0,30.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                                      IV-9
Page 43
       Rasio Efektivitas
       Efektivitas adalah kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan seluruh sumber daya yang
       dimilikinya. Efektivitas dapat diukur dengan rasio perputaran piutang usaha, perputaran
       persediaan, perputaran aset dan perputaran utang usaha. Pada tahun 2022, Perseroan memiliki
       tingkat perputaran piutang usaha sebesar 4,19x, artinya dalam satu tahun Perseroan dapat
       menagih piutang usahanya selama ±87 hari. Selanjutnya, efektivitas Perseroan dalam mengelola
       persediaannya dengan tingkat perputaran persediaan sebesar 1,60x, artinya dalam satu tahun
       Perseroan dapat menghabiskan persediaannya selama ±228 hari. Kemudian, perusahaan
       memiliki tingkat perputaran aset yang cenderung meningkat, pada tahun 2022 perputaran aset
       Perseroan sebesar 0,91x, artinya Perseroan menginvestasikan asetnya selama lebih dari satu
       tahun untuk memperoleh pendapatan. Perusahaan memiliki tingkat perputaran utang usaha
       yang cenderung meningkat, pada tahun 2022 perputaran utang usaha Perseroan sebesar 5,90x,
       artinya Perseroan dapat melunasi utang usahanya dalam waktu ±62 hari.
4.1.3. Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan Setelah
       Transaksi
       Analisis dilakukan mencakup analisis dampak transaksi terhadap laporan keuangan Perseroan
       yang dilakukan berdasarkan informasi keuangan proforma Perseroan sebelum dan setelah
       transaksi pada tanggal 31 Desember 2022 dari manajemen Perseroan.
        Tujuan informasi keuangan Proforma adalah untuk memperlihatkan dampak signifikan
        transaksi yang terjadi atas informasi keuangan historis. Namun, Informasi keuangan proforma
        bukan merupakan petunjuk hasil usaha atau dampak yang berkaitan atas posisi keuangan
        sebagai akibat dari transaksi yang telah terjadi sebelumnya. Informasi keuangan proforma
        disusun dengan menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
         • Laporan posisi keuangan sebelum transaksi diambil dari laporan keuangan Perseroan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik
           Benediktio Salim dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwantono, Sungkoro & Surja.
         • Pelaksanaan transaksi telah berlaku efektif pada tanggal 31 Desember 2022.
         • Pelaksanaan transaksi telah efektif dan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang
           berlaku.
       Informasi keuangan proforma tersebut adalah sebagai berikut:




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                     IV-10
Page 44
        PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk
        Posisi Keuangan Proforma (Rp.Juta)
                                                       Sebelum                         Setelah
                         Uraian                       Transaksi       Penyesuaian     Transaksi
                                                     31 Des 2022                     31 Des 2022
        ASET
        Aset Lancar
        Kas dan setara kas                                  5.716         -                5.716
        Piutang usaha                                     249.800         -              249.800
        Piutang lain-lain                                     188         -                  188
        Piutang pihak berelasi                                -           -                  -
        Persediaan                                        306.992         -              306.992
        Pajak dibayar di muka                                 -         1.870   a)         1.870
        Biaya dibayar di muka dan uang muka -
                                                           68.678                         68.678
        bag lancar                                                        -
        Jumlah Aset Lancar                                631.372       1.870           633.242
        Aset Tidak Lancar
        Biaya dibayar di muka dan uang muka -               8.286
                                                                                           8.286
        setelah dikurangi bag lancar                                      -
        Aset takberwujud                                  169.426         -              169.426
        Aset tetap                                        292.499      17.000   b)       309.499
        Aset hak-guna                                       4.729         -                4.729
        Properti investasi                                 33.481         -               33.481
        Aset pajak tangguhan                               10.317         -               10.317
        Aset tidak lancar lain-lain                           795         -                  795
        Jumlah Aset Tidak Lancar                          519.532      17.000            536.532
        JUMLAH ASET                                     1.150.904      18.870          1.169.774
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        Liabilitas Jangka Pendek
        Utang bank jangka pendek                           70.592      18.870   c)        89.462
        Utang usaha                                        83.143         -               83.143
        Utang lain-lain                                     1.828         -                1.828
        Uang muka pelanggan                                    53         -                   53
        Utang pajak                                        19.689         -               19.689
        Beban akrual                                       12.310         -               12.310
        Liabilitas imbalan kerja karyawan - jk
                                                           10.168                         10.168
        pendek                                                             -
        Liabilitas jangka panjang yg jth tempo dlm
        waktu 1 thn:
           Utang bank jangka panjang                        7.762         -               7.762
           Utang pembiayaan konsumen                        5.393         -               5.393
           Liabilitas sewa                                    357         -                 357
           Utang pada pihak berelasi                       34.645         -              34.645
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                   245.941      18.870           264.811
        Liabilitas Jangka Panjang
        Liabilitas imbalan kerja karyawan - jk             18.091          -              18.091
        Liabilitas jangka panjang - stlh dikurangi
        bag. yg jth tempo dlm waktu 1 thn:
           Utang bank jangka panjang                       55.033         -              55.033
           Utang pembiayaan konsumen                        1.831         -               1.831
           Liabilitas sewa                                    355         -                 355
           Utang pada pihak berelasi                       28.640         -              28.640
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                  103.950         -             103.950
        JUMLAH LIABILITAS                                 349.891      18.870           368.761
        Ekuitas
        Modal saham                                       335.400         -              335.400
        Tambahan modal disetor                             44.995         -               44.995
        Saldo laba (rugi)                                 427.090         -              427.090
        Rugi komprehensif lain-lain                         (6.471)       -                (6.471)
        Jumlah Ekuitas                                    801.013         -              801.013
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                   1.150.904      18.870          1.169.774
        Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
        Current Ratio                                     256,72%                        239,13%
        Debt to Equity Ratio                               43,68%                         46,04%
        Debt to Asset Ratio                                30,40%                         31,52%
       a) Pajak Pertambahan Nilai sebesar 11% dari nilai transaksi
       b) Nilai transaksi pembelian gudang milik SSS oleh VICI
       c) Sumber pendanaan pembelian gudang berasal dari utang bank jangka pendek
       Sumber: Manajemen Perseroan




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                             IV-11
Page 45
       Berikut adalah analisis singkat atas informasi posisi keuangan proforma Perseroan per 31
       Desember 2022 atas transaksi:
        • Proforma aset lancar mengalami peningkatan 0,30% dari Rp 631.372 juta menjadi Rp
            633.242 juta.
        • Proforma aset tidak lancar mengalami peningkatan 3,27% dari Rp 519.532 juta menjadi Rp
            536.532 juta.
        • Secara keseluruhan proforma aset Perseroan setelah dilakukannya Rencana Transaksi
            mengalami peningkatan 1,64% menjadi Rp 1.150.904 juta menjadi Rp 1.169.774 juta.
        • Proforma liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan 7,67% dari Rp 245.941 juta
            menjadi Rp 264.811 juta.
        • Proforma liabilitas jangka panjang tidak mengalami perubahan.
        • Secara keseluruhan proforma liabilitas Perseroan mengalami peningkatan 5,39% dari Rp
            349.891 juta menjadi Rp 368.761 juta.
        • Proforma ekuitas tidak mengalami perubahan.
        • Proforma Current Ratio mengalami penurunan dari 256,72% menjadi 239,13%.
        • Proforma Debt to Equity Ratio mengalami peningkatan dari 43,68% menjadi 46,04%.
        • Proforma Debt to Asset Ratio mengalami peningkatan dari 30,40% menjadi 31,52%.
       Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat disimpulkan dengan dilakukannya transaksi kondisi
       likuiditas dan solvabilitas Perseroan mengalami penurunan namun tidak signifikan.
4.1.4. Penilaian Atas Proyeksi Keuangan yang Diperoleh dari Manajemen
       Kami telah menerima proyeksi keuangan tanpa dan dengan transaksi dari manajemen. Proyeksi
       keuangan tersebut telah kami sesuaikan. Berdasarkan penilaian kami, proyeksi keuangan
       tersebut yang telah disesuaikan telah mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat
       oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya. Proyeksi keuangan yang digunakan
       adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
        a. Proyeksi Keuangan Perseroan Tanpa Transaksi
           Asumsi – Asumsi
           Jangka Waktu Proyeksi
           Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2023 – 31 Desember 2027.
            Laporan Laba (Rugi)
            ▪ Proyeksi penjualan tahun 2023 diasumsikan meningkat 20,00% dari tahun sebelumnya,
               Proyeksi penjualan tahun 2024 diasumsikan meningkat 15,00% dari tahun sebelumnya
               dan proyeksi penjualan tahun 2024-2027 diasumsikan meningkat 10,00% dari tahun
               sebelumnya.
            ▪ Beban pokok penjualan diasumsikan sebesar 48,00% dari penjualan.
            ▪ Beban penjualan dan pemasaran diasumsikan 23,00% dari penjualan.
            ▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan 10,00% dari penjualan ditambah dengan
               asumsi biaya sewa gudang.
            ▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
               ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
            ▪ Pendapatan lain-lain diasumsikan nol atau tidak ada.
            ▪ Beban lain-lain diasumsikan nol atau tidak ada.
            ▪ Pendapatan keuangan diasumsikan nol atau tidak ada.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                    IV-12
Page 46
            ▪    Perhitungan beban keuangan disajikan pada lampiran 2.
            ▪    Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
                 loss carry forward.
            Laporan Posisi Keuangan
             ▪ Aset lancar
                − Piutang usaha diasumsikan sebesar 90 hari dari pendapatan.
                − Piutang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                − Piutang pihak berelasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                − Persediaan diasumsikan 180 hari dari beban pokok penjualan.
                − Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                − Biaya dibayar dimuka dan uang muka diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                    Desember 2022.
             ▪ Aset tidak lancar
                 − Biaya dibayar dimuka dan uang muka setelah dikurangi bagian lancar diasumsikan
                     tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                 − Aset takberwujud
                     Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
                     capex. Akumulasi amortisasi dihitung dengan menambahkan akumulasi amortisasi
                     tahun sebelumnya dengan amortisasi tahun berjalan disajikan pada lampiran 1.
                 − Aset tetap
                     Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
                     capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
                     penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
                     lampiran 1.
                 − Aset hak guna diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                 − Properti investasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                 − Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                 − Aset tidak lancar lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
             ▪ Liabilitas jangka pendek
                − Perhitungan utang bank jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
                − Utang usaha diasumsikan sebesar 60 hari dari beban pokok penjualan.
                − Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                − Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                − Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka pendek diasumsikan tetap, sama dengan
                    per 31 Desember 2022.
                − Perhitungan liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu 1 tahun yang
                    terdiri dari utang bank jangka panjang, utang pembiayaan konsumen, liabilitas sewa
                    dan utang pada pihak berelasi disajikan pada lampiran 2.
             ▪ Liabilitas jangka panjang
                − Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan
                    per 31 Desember 2022.
                − Perhitungan liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu 1 tahun yang
                    terdiri dari utang bank jangka panjang, utang pembiayaan konsumen, liabilitas sewa
                    dan utang pada pihak berelasi disajikan pada lampiran 2.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                        IV-13
Page 47
             ▪    Ekuitas
                  − Modal saham diasumsikan tetap, diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                      Desember 2022.
                  − Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, diasumsikan tetap, sama dengan per
                      31 Desember 2022.
                  − Saldo laba (rugi) adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
                      dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
                  − Rugi komprehensif lain-lain diasumsikan tetap, diasumsikan tetap, sama dengan
                      per 31 Desember 2022.
            Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
            proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
            Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi
             PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk
             Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                  Tahun                                       Tahun
                           Uraian
                                                   2022         2023                2024      2025      2026       2027
             PENJUALAN                                1.045.721 1.254.865 1.443.094 1.587.404 1.746.144 1.920.759
             BEBAN POKOK PENJUALAN                     (490.430) (602.335) (692.685) (761.954) (838.149) (921.964)
             LABA KOTOR                                 555.291    652.530    750.409    825.450    907.995    998.794
             Beban penjualan dan pemasaran             (269.460)  (288.619)  (331.912)  (365.103)  (401.613)  (441.774)
             Beban umum dan administrasi               (108.817)  (126.086)  (144.879)  (159.277)  (175.115)  (192.537)
             EBITDA                                     177.013    237.824    273.618    301.070    331.266    364.483
             Depresiasi dan amortisasi                   (29.599)   (38.978)   (18.997)   (19.842)   (22.967)   (26.092)
             EBIT                                       147.414    198.847    254.620    281.228    308.299    338.391
             Pendapatan lain-lain                          1.374        -          -          -          -          -
             Beban lain-lain                                (598)       -          -          -          -          -
             Pendapatan keuangan                               6        -          -          -          -          -
             Beban keuangan                              (15.800)   (17.606)   (13.356)    (9.974)    (9.297)    (8.620)
             EBT                                        132.396    181.241    241.264    271.254    299.002    329.770
             Pajak                                       (34.757)   (39.873)   (53.078)   (59.676)   (65.780)   (72.549)
             LABA BERSIH (EAT)                            97.639   141.368    188.186    211.578    233.222    257.221
                                      Rata-rata
             Rasio Profitabilitas
                                     2023-2027
             EBITDA/Sales                 18,97%          16,93%           18,95%    18,96%    18,97%    18,97%     18,98%
             EBIT/Sales                   17,30%          14,10%           15,85%    17,64%    17,72%    17,66%     17,62%
             EBT/Sales                    16,51%          12,66%           14,44%    16,72%    17,09%    17,12%     17,17%
             EAT/Sales                    12,88%           9,34%           11,27%    13,04%    13,33%    13,36%     13,39%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                                          IV-14
Page 48
            Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi
            PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk
            Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                                    Tahun                         Tahun Proyeksi
                                    Uraian
                                                                     2022      2023      2024         2025       2026          2027
            ASET
            Aset Lancar
            Kas dan setara kas                                          5.716   79.103   146.578      286.876    446.107       626.044
            Piutang usaha                                            249.800   309.419   355.831      391.415    430.556       473.612
            Piutang lain-lain                                             188       188       188          188        188          188
            Piutang pihak berelasi                                        -         -         -            -          -            -
            Persediaan                                               306.992   297.042   341.598      375.758    413.334       454.667
            Pajak dibayar dimuka                                          -         -         -            -          -            -
            Biaya dibayar dimuka dan uang
                                                                      68.678    68.678    68.678       68.678     68.678        68.678
            muka - bag lancar
            Jumlah Aset Lancar                                       631.372   754.429   912.873 1.122.914 1.358.862         1.623.188
            Aset Tidak Lancar
            Biaya dibayar dimuka dan uang
                                                                        8.286     8.286     8.286        8.286      8.286        8.286
            muka - setelah dikurangi bag lancar
            Aset takberwujud
              Nilai perolehan                                        172.075   172.075   172.075      172.075    172.075       172.075
              Akumulasi amortisasi                                      2.649     8.385   14.121       19.856     25.592        31.328
              Nilai buku                                             169.426   163.690   157.954      152.218    146.483       140.747
            Aset tetap
              Nilai perolehan                                        430.400   455.404   480.407      505.411    530.414       555.418
              Akumulasi penyusutan                                   137.901   171.143   184.405      198.511    215.742       236.098
              Nilai buku                                             292.499   284.260   296.002      306.900    314.673       319.319
            Aset hak-guna                                               4.729     4.729     4.729        4.729      4.729        4.729
            Properti investasi                                        33.481    33.481    33.481       33.481     33.481        33.481
            Aset pajak tangguhan                                      10.317    10.317    10.317       10.317     10.317        10.317
            Aset tidak lancar lain-lain                                   795       795       795          795        795          795
            Jumlah Aset Tidak Lancar                                 519.532   505.558   511.564      516.726    518.762       517.673
            JUMLAH ASET                                            1.150.904 1.259.986 1.424.437 1.639.640 1.877.625         2.140.861
            LIABILITAS DAN EKUITAS
            Liabilitas Jangka Pendek
            Utang bank jangka pendek                                  70.592    70.592    70.592       70.592     70.592        70.592
            Utang usaha                                               83.143    99.014   113.866      125.253    137.778       151.556
            Utang lain-lain                                             1.828     1.828     1.828        1.828      1.828        1.828
            Uang muka pelanggan                                             53        53        53           53         53          53
            Utang pajak                                               19.689    19.689    19.689       19.689     19.689        19.689
            Beban akrual                                              12.310    12.310    12.310       12.310     12.310        12.310
            Liabilitas imbalan kerja karyawan - jk pendek             10.168    10.168    10.168       10.168     10.168        10.168
            Liabilitas jangka panjang yg jth
            tempo dlm waktu 1 thn:
              Utang bank jangka panjang                                 7.762     7.762     7.762        7.762      7.762       7.762
              Utang pembiayaan konsumen                                 5.393     1.831       -            -          -           -
              Liabilitas sewa                                             357       355       -            -          -           -
              Utang pada pihak berelasi                               34.645    28.640        -            -          -           -
            Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                          245.941   252.242   236.269      247.655    260.181      273.959
            Liabilitas Jangka Panjang
            Liabilitas imbalan kerja karyawan - jk panjang            18.091    18.091    18.091       18.091     18.091        18.091
            Liabilitas jangka panjang - stlh dikurangi bag. yg jth
            tempo dlm waktu 1 thn:
              Utang bank jangka panjang                               55.033    47.271    39.509       31.747     23.985       16.223
              Utang pembiayaan konsumen                                 1.831       -         -            -          -           -
              Liabilitas sewa                                             355       -         -            -          -           -
              Utang pada pihak berelasi                               28.640        -         -            -          -           -
            Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                         103.950    65.362    57.600       49.838     42.076       34.314
            JUMLAH LIABILITAS                                        349.891   317.605   293.869      297.494    302.257      308.273
            Ekuitas
            Modal saham                                              335.400   335.400   335.400      335.400    335.400       335.400
            Tambahan modal disetor                                    44.995    44.995    44.995       44.995     44.995        44.995
            Saldo laba (rugi)                                        427.090   568.458   756.644      968.222 1.201.444      1.458.664
            Rugi komprehensif lain-lain                                (6.471)   (6.471)   (6.471)      (6.471)    (6.471)       (6.471)
            Jumlah Ekuitas                                           801.013   942.381 1.130.568 1.342.146 1.575.367         1.832.588
            JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                          1.150.904 1.259.986 1.424.437 1.639.640 1.877.625         2.140.861
                                                      Rata-rata
            Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                                                     2023-2027
            Current Ratio                                450,73%     256,72%   299,09%   386,37%      453,42%    522,28%       592,49%
            Debt to Equity Ratio                          23,57%      43,68%    33,70%    25,99%       22,17%     19,19%        16,82%
            Debt to Asset Ratio                           18,90%      30,40%    25,21%    20,63%       18,14%     16,10%        14,40%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                                                                   IV-15
Page 49
            Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi
            PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk
            Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                                                                          Tahun Proyeksi
                                            Uraian
                                                                                      2023        2024        2025       2026         2027
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
            Laba Bersih                                                               141.368     188.186     211.578     233.222     257.221
            Depresiasi dan amortisasi                                                  38.978      18.997      19.842      22.967      26.092
            Perubahan Modal Kerja :
            (Kenaikan) Penurunan Piutang usaha                                        (59.619)    (46.413)    (35.583)    (39.141)    (43.056)
            (Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain                                        -           -           -           -           -
            (Kenaikan) Penurunan Piutang pihak berelasi                                   -           -           -           -           -
            (Kenaikan) Penurunan Persediaan                                             9.950     (44.556)    (34.160)    (37.576)    (41.333)
            (Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka                                     -           -           -           -           -
            (Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar dimuka dan uang muka - bag lancar          -           -           -           -           -
            (Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar dimuka dan uang muka - setelah
                                  dikurangi bag lancar                                    -           -           -           -           -
            (Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan                                     -           -           -           -           -
            (Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lain-lain                              -           -           -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Utang usaha                                           15.871      14.852      11.387      12.525      13.778
            Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain                                          -           -           -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Uang muka pelanggan                                      -           -           -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Utang pajak                                              -           -           -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Beban akrual                                             -           -           -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja karyawan - jk pendek            -           -           -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas sewa                                            (2)      (355)        -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja karyawan - jk panjang           -           -           -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas sewa                                         (355)        -           -           -           -
                                                             Perubahan Modal Kerja    (34.155)    (76.472)    (58.356)    (64.192)    (70.611)
                                Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi    146.191     130.712     173.063     191.997     212.702
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
            (Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud                                         -           -           -           -           -
            (Kenaikan) Penurunan Aset tetap                                           (25.004)    (25.004)    (25.004)    (25.004)    (25.004)
            (Kenaikan) Penurunan Aset hak-guna                                            -           -           -           -           -
            (Kenaikan) Penurunan Properti investasi                                       -           -           -           -           -
                              Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi    (25.004)    (25.004)    (25.004)    (25.004)    (25.004)
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
            Kenaikan (Penurunan) Utang bank jangka pendek                                 -           -           -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas jangka panjang yg jth tempo dlm waktu
                                  1 thn:
                                  Utang bank jangka panjang                               -           -           -           -           -
                                  Utang pembiayaan konsumen                            (3.563)     (1.831)        -           -           -
                                  Utang pada pihak berelasi                            (6.006)    (28.640)        -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas jangka panjang - stlh dikurangi bag. yg
                                  jth tempo dlm waktu 1 thn:
                                  Utang bank jangka panjang                             (7.762)     (7.762)     (7.762)     (7.762)     (7.762)
                                  Utang pembiayaan konsumen                             (1.831)        -           -           -           -
                                  Utang pada pihak berelasi                           (28.640)         -           -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Modal saham                                               -           -           -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor                                    -           -           -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Rugi komprehensif lain-lain                               -           -           -           -           -
            Penyesuaian                                                                    -           -           -           -           -
                            Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan      (47.801)    (38.232)     (7.762)     (7.762)     (7.762)
            KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK                                   73.387      67.475     140.298     159.231     179.936
            KAS DAN BANK AWAL TAHUN                                                     5.716      79.103     146.578     286.876     446.107
            KAS DAN BANK AKHIR TAHUN                                                   79.103     146.578     286.876     446.107     626.044




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                                                    IV-16
Page 50
        b. Proyeksi Keuangan Perseroan Dengan Transaksi
           Asumsi – Asumsi
           Jangka Waktu Proyeksi
           Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2023 – 31 Desember 2027.
            Laporan Laba (Rugi)
            ▪ Proyeksi penjualan tahun 2023 diasumsikan meningkat 20,00% dari tahun sebelumnya,
               Proyeksi penjualan tahun 2024 diasumsikan meningkat 15,00% dari tahun sebelumnya
               dan proyeksi penjualan tahun 2024-2027 diasumsikan meningkat 10,00% dari tahun
               sebelumnya.
            ▪ Beban pokok penjualan diasumsikan sebesar 48,00% dari penjualan.
            ▪ Beban penjualan dan pemasaran diasumsikan 23,00% dari penjualan.
            ▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan 10,00% dari penjualan tanpa asumsi biaya
               sewa gudang.
            ▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
               ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
            ▪ Pendapatan lain-lain diasumsikan nol atau tidak ada.
            ▪ Beban lain-lain diasumsikan nol atau tidak ada.
            ▪ Pendapatan keuangan diasumsikan nol atau tidak ada.
            ▪ Perhitungan beban keuangan disajikan pada lampiran 2.
            ▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
               loss carry forward.
            Laporan Posisi Keuangan
             ▪ Aset lancar
                − Piutang usaha diasumsikan sebesar 90 hari dari pendapatan.
                − Piutang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                − Piutang pihak berelasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                − Persediaan diasumsikan 180 hari dari beban pokok penjualan.
                − Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                − Biaya dibayar dimuka dan uang muka diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                    Desember 2022.
             ▪ Aset tidak lancar
                 − Biaya dibayar dimuka dan uang muka setelah dikurangi bagian lancar diasumsikan
                     tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                 − Aset takberwujud
                     Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
                     capex. Akumulasi amortisasi dihitung dengan menambahkan akumulasi amortisasi
                     tahun sebelumnya dengan amortisasi tahun berjalan disajikan pada lampiran 1.
                 − Aset tetap
                     Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
                     capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
                     penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
                     lampiran 1.
                 − Aset hak guna diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                 − Properti investasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                     IV-17
Page 51
                   − Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                   − Aset tidak lancar lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
             ▪    Liabilitas jangka pendek
                  − Perhitungan utang bank jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
                  − Utang usaha diasumsikan sebesar 60 hari dari beban pokok penjualan.
                  − Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                  − Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                  − Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka pendek diasumsikan tetap, sama dengan
                      per 31 Desember 2022.
                  − Perhitungan liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu 1 tahun yang
                      terdiri dari utang bank jangka panjang, utang pembiayaan konsumen, liabilitas sewa
                      dan utang pada pihak berelasi disajikan pada lampiran 2.
             ▪    Liabilitas jangka panjang
                  − Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan
                      per 31 Desember 2022.
                  − Perhitungan liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu 1 tahun yang
                      terdiri dari utang bank jangka panjang, utang pembiayaan konsumen, liabilitas sewa
                      dan utang pada pihak berelasi disajikan pada lampiran 2.
             ▪    Ekuitas
                  − Modal saham diasumsikan tetap, diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                      Desember 2022.
                  − Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, diasumsikan tetap, sama dengan per
                      31 Desember 2022.
                  − Saldo laba (rugi) adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
                      dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
                  − Rugi komprehensif lain-lain diasumsikan tetap, diasumsikan tetap, sama dengan
                      per 31 Desember 2022.
            Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
            proyeksi posisi keuangan adalah wajar.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                          IV-18
Page 52
            Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi
             PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk
             Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                  Tahun                            Tahun Proyeksi
                             Uraian
                                                   2022         2023       2024         2025       2026       2027
             PENJUALAN                           1.045.721 1.254.865 1.443.094 1.587.404 1.746.144 1.920.759
             BEBAN POKOK PENJUALAN                (490.430) (602.335) (692.685) (761.954) (838.149) (921.964)
             LABA KOTOR                            555.291      652.530    750.409      825.450    907.995    998.794
             Beban penjualan dan pemasaran        (269.460)    (288.619)  (331.912)    (365.103)  (401.613)  (441.774)
             Beban umum dan administrasi          (108.817)    (125.486)  (144.309)    (158.740)  (174.614)  (192.076)
             EBITDA                                177.013      238.424    274.188      301.607    331.767    364.944
             Depresiasi dan amortisasi              (29.599)     (38.978)   (19.169)     (20.052)   (23.216)   (26.380)
             EBIT                                  147.414      199.447    255.019      281.555    308.551    338.564
             Pendapatan lain-lain                     1.374          -          -            -          -          -
             Beban lain-lain                           (598)         -          -            -          -          -
             Pendapatan keuangan                          6          -          -            -          -          -
             Beban keuangan                         (15.800)     (19.170)   (13.356)      (9.974)    (9.297)    (8.620)
             EBT                                   132.396      180.277    241.663      271.580    299.254    329.943
             Pajak                                  (34.757)     (39.661)   (53.166)     (59.748)   (65.836)   (72.588)
             LABA BERSIH (EAT)                       97.639     140.616    188.497      211.833    233.418    257.356
                                      Rata-rata
               Rasio Profitabilitas
                                     2023-2027
             EBITDA/Sales                 19,00%     16,93%       19,00%     19,00%       19,00%     19,00%     19,00%
             EBIT/Sales                   17,32%     14,10%       15,89%     17,67%       17,74%     17,67%     17,63%
             EBT/Sales                    16,51%     12,66%       14,37%     16,75%       17,11%     17,14%     17,18%
             EAT/Sales                    12,88%      9,34%       11,21%     13,06%       13,34%     13,37%     13,40%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                                     IV-19
Page 53
            Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi
            PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk
            Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                                    Tahun                         Tahun Proyeksi
                                    Uraian
                                                                     2022      2023      2024         2025       2026          2027
            ASET
            Aset Lancar
            Kas dan setara kas                                          5.716   59.481   127.129      267.583    426.950       607.000
            Piutang usaha                                            249.800   309.419   355.831      391.415    430.556       473.612
            Piutang lain-lain                                             188       188       188          188        188          188
            Piutang pihak berelasi                                        -         -         -            -          -            -
            Persediaan                                               306.992   297.042   341.598      375.758    413.334       454.667
            Pajak dibayar dimuka                                          -       1.870     1.870        1.870      1.870        1.870
            Biaya dibayar dimuka dan uang muka - bag lancar           68.678    68.678    68.678       68.678     68.678        68.678
            Jumlah Aset Lancar                                       631.372   736.676   895.294 1.105.490 1.341.575         1.606.014
            Aset Tidak Lancar
            Biaya dibayar dimuka dan uang
            muka - setelah dikurangi bag lancar                         8.286     8.286     8.286        8.286      8.286        8.286
            Aset takberwujud
              Nilai perolehan                                        172.075   172.075   172.075      172.075    172.075       172.075
              Akumulasi amortisasi                                      2.649     8.385   14.121       19.856     25.592        31.328
              Nilai buku                                             169.426   163.690   157.954      152.218    146.483       140.747
            Aset tetap
              Nilai perolehan                                        430.400   472.404   497.717      523.030    548.343       573.655
              Akumulasi penyusutan                                   137.901   171.143   184.577      198.893    216.373       237.018
              Nilai buku                                             292.499   301.260   313.140      324.136    331.969       336.638
            Aset hak-guna                                               4.729     4.729     4.729        4.729      4.729        4.729
            Properti investasi                                        33.481    33.481    33.481       33.481     33.481        33.481
            Aset pajak tangguhan                                      10.317    10.317    10.317       10.317     10.317        10.317
            Aset tidak lancar lain-lain                                   795       795       795          795        795          795
            Jumlah Aset Tidak Lancar                                 519.532   522.558   528.701      533.962    536.059       534.991
            JUMLAH ASET                                            1.150.904 1.259.234 1.423.995 1.639.453 1.877.634         2.141.005
            LIABILITAS DAN EKUITAS
            Liabilitas Jangka Pendek
            Utang bank jangka pendek                                  70.592    70.592    70.592       70.592     70.592        70.592
            Utang usaha                                               83.143    99.014   113.866      125.253    137.778       151.556
            Utang lain-lain                                             1.828     1.828     1.828        1.828      1.828        1.828
            Uang muka pelanggan                                             53        53        53           53         53          53
            Utang pajak                                               19.689    19.689    19.689       19.689     19.689        19.689
            Beban akrual                                              12.310    12.310    12.310       12.310     12.310        12.310
            Liabilitas imbalan kerja karyawan - jk pendek             10.168    10.168    10.168       10.168     10.168        10.168
            Liabilitas jangka panjang yg jth
            tempo dlm waktu 1 thn:
              Utang bank jangka panjang                                 7.762     7.762     7.762        7.762      7.762       7.762
              Utang pembiayaan konsumen                                 5.393     1.831       -            -          -           -
              Liabilitas sewa                                             357       355       -            -          -           -
              Utang pada pihak berelasi                               34.645    28.640        -            -          -           -
            Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                          245.941   252.242   236.269      247.655    260.181      273.959
            Liabilitas Jangka Panjang
            Liabilitas imbalan kerja karyawan - jk panjang            18.091    18.091    18.091       18.091     18.091        18.091
            Liabilitas jangka panjang - stlh dikurangi bag. yg jth
            tempo dlm waktu 1 thn:
              Utang bank jangka panjang                               55.033    47.271    39.509       31.747     23.985       16.223
              Utang pembiayaan konsumen                                 1.831       -         -            -          -           -
              Liabilitas sewa                                             355       -         -            -          -           -
              Utang pada pihak berelasi                               28.640        -         -            -          -           -
            Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                         103.950    65.362    57.600       49.838     42.076       34.314
            JUMLAH LIABILITAS                                        349.891   317.605   293.869      297.494    302.257      308.273
            Ekuitas
            Modal saham                                              335.400   335.400   335.400      335.400    335.400       335.400
            Tambahan modal disetor                                    44.995    44.995    44.995       44.995     44.995        44.995
            Saldo laba (rugi)                                        427.090   567.705   756.202      968.035 1.201.453      1.458.809
            Rugi komprehensif lain-lain                                (6.471)   (6.471)   (6.471)      (6.471)    (6.471)       (6.471)
            Jumlah Ekuitas                                           801.013   941.629 1.130.126 1.341.959 1.575.377         1.832.732
            JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                          1.150.904 1.259.234 1.423.995 1.639.453 1.877.634         2.141.005
                                                      Rata-rata
            Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                                                     2023-2027
            Current Ratio                                443,84%     256,72%   292,05%   378,93%      446,38%    515,63%       586,23%
            Debt to Equity Ratio                          23,58%      43,68%    33,73%    26,00%       22,17%     19,19%        16,82%
            Debt to Asset Ratio                           18,90%      30,40%    25,22%    20,64%       18,15%     16,10%        14,40%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                                                                   IV-20
Page 54
            Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi
            PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk
            Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                                                                          Tahun Proyeksi
                                            Uraian
                                                                                      2023        2024        2025       2026         2027
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
            Laba Bersih                                                               140.616     188.497     211.833     233.418     257.356
            Depresiasi dan amortisasi                                                  38.978      19.169      20.052      23.216      26.380
            Perubahan Modal Kerja :
            (Kenaikan) Penurunan Piutang usaha                                        (59.619)    (46.413)    (35.583)    (39.141)    (43.056)
            (Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain                                        -           -           -           -           -
            (Kenaikan) Penurunan Piutang pihak berelasi                                   -           -           -           -           -
            (Kenaikan) Penurunan Persediaan                                             9.950     (44.556)    (34.160)    (37.576)    (41.333)
            (Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka                                  (1.870)        -           -           -           -
            (Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar dimuka dan uang muka - bag lancar          -           -           -           -           -
            (Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar dimuka dan uang muka - setelah
                                  dikurangi bag lancar                                    -           -           -           -           -
            (Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan                                     -           -           -           -           -
            (Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lain-lain                              -           -           -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Utang usaha                                           15.871      14.852      11.387      12.525      13.778
            Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain                                          -           -           -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Uang muka pelanggan                                      -           -           -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Utang pajak                                              -           -           -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Beban akrual                                             -           -           -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja karyawan - jk pendek            -           -           -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas sewa                                            (2)      (355)        -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja karyawan - jk panjang           -           -           -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas sewa                                         (355)        -           -           -           -
                                                             Perubahan Modal Kerja    (36.025)    (76.472)    (58.356)    (64.192)    (70.611)
                                Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi    143.569     131.194     173.528     192.442     213.125
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
            (Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud                                         -           -           -           -           -
            (Kenaikan) Penurunan Aset tetap                                           (42.004)    (25.313)    (25.313)    (25.313)    (25.313)
            (Kenaikan) Penurunan Aset hak-guna                                            -           -           -           -           -
            (Kenaikan) Penurunan Properti investasi                                       -           -           -           -           -
                              Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi    (42.004)    (25.313)    (25.313)    (25.313)    (25.313)
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
            Kenaikan (Penurunan) Utang bank jangka pendek                                 -           -           -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas jangka panjang yg jth tempo dlm waktu
                                  1 thn:
                                  Utang bank jangka panjang                               -           -           -           -           -
                                  Utang pembiayaan konsumen                            (3.563)     (1.831)        -           -           -
                                  Utang pada pihak berelasi                            (6.006)    (28.640)        -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas jangka panjang - stlh dikurangi bag. yg
                                  jth tempo dlm waktu 1 thn:
                                  Utang bank jangka panjang                             (7.762)     (7.762)     (7.762)     (7.762)     (7.762)
                                  Utang pembiayaan konsumen                             (1.831)        -           -           -           -
                                  Utang pada pihak berelasi                           (28.640)         -           -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Modal saham                                               -           -           -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor                                    -           -           -           -           -
            Kenaikan (Penurunan) Rugi komprehensif lain-lain                               -           -           -           -           -
            Penyesuaian                                                                    -           -           -           -           -
                            Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan      (47.801)    (38.232)     (7.762)     (7.762)     (7.762)
            KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK                                   53.765      67.648     140.454     159.367     180.050
            KAS DAN BANK AWAL TAHUN                                                      5.716     59.481     127.129     267.583     426.950
            KAS DAN BANK AKHIR TAHUN                                                   59.481     127.129     267.583     426.950     607.000




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                                                    IV-21
Page 55
            Tanpa dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
            Perseroan masing-masing sebesar 18,97%, 17,30%, 16,51% dan 12,88%. Sedangkan dengan
            dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
            Perseroan setiap tahun masing-masing sebesar 19,00%, 17,32%, 16,51% dan 12,88%.
            Dengan demikian dengan dilakukannya transaksi profitabilitas Perseroan yang diukur
            dengan EBITDA dan EBIT mengalami peningkatan.
            Tanpa dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Current
            Ratio (CR) sebesar 450,73% sedangkan dengan dilakukannya transaksi CR Perseroan menjadi
            443,84%.
            Tanpa dilakukannya transaksi solvabilitas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Debt to
            Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) masing-masing 23,57% dan 18,90%
            sedangkan dengan dilakukannya transaksi DER dan DAR Perseroan menjadi 23,58% dan
            18,90%.
            Dengan transaksi, proyeksi posisi keuangan Perseroan menunjukan bahwa likuiditas dan
            solvabilitas Perseroan mengalami penurunan namun tidak signifikan.
            Dengan dan tanpa transaksi proyeksi arus kas Perseroan menunjukkan tidak ada cash
            deficiency dan kelangsungan usaha Perseroan selama umur proyeksi terjamin.

4.2.   Analisis Inkremental
       Analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari transaksi dengan mempertimbangkan:
       − Konstribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi dan dampaknya
           terhadap proyeksi keuangan.
       − Biaya dan pendapatan yang relevan.
       − Informasi non keuangan yang relevan.
       − Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai
           transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
       − Hal-hal material lain.
4.2.1. Konstribusi Nilai Tambah
       Berdasarkan proyeksi keuangan dampak dilakukannya transaksi akan meningkatkan
       pendapatan, laba dan profitabilitas Perseroan yang memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
       Analisis kontribusi nilai tambah terhadap laba dan profitabilitas Perseroan dapat dihitung
       sebagai berikut:




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                      IV-22
Page 56
        Konstribusi Nilai Tambah Terhadap Laba Perseroan (Rp.Juta)
                                                                             Tahun
                        Uraian                                                                              Jumlah
                                                    2023          2024        2025     2026      2027
        Dengan Transaksi (1)
        EBITDA                                      238.424       274.188    301.607   331.767   364.944   1.510.930
        EBIT                                        199.447       255.019    281.555   308.551   338.564   1.383.135
        EBT                                         180.277       241.663    271.580   299.254   329.943   1.322.717
        EAT                                         140.616       188.497    211.833   233.418   257.356   1.031.719
        Tanpa Transaksi (2)
        EBITDA                                      237.824       273.618    301.070   331.266   364.483   1.508.261
        EBIT                                        198.847       254.620    281.228   308.299   338.391   1.381.385
        EBT                                         181.241       241.264    271.254   299.002   329.770   1.322.532
        EAT                                         141.368       188.186    211.578   233.222   257.221   1.031.575
        Konstribusi Nilai Tambah (1-2)
        EBITDA                                           600           570      537       501       461        2.669
        EBIT                                             600           398      326       252       173        1.749
        EBT                                             (964)          398      326       252       173          185
        EAT                                             (752)          311      255       196       135          144

       Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
       konstribusi nilai tambah terhadap pendapatan dan laba Perseroan. Dengan dilakukannya
       transaksi, peningkatan kontribusi nilai tambah dalam periode 1 Januari 2023 – 31 Desember
       2027 terhadap peningkatan laba EBITDA, EBIT, EBT dan EAT masing-masing sebesar Rp 2.669
       juta, Rp 1.749 juta, Rp 185 juta dan Rp 144 juta.
       Analisis kontribusi nilai tambah terhadap profitabilitas Perseroan dapat dihitung sebagai
       berikut:
        Konstribusi Nilai Tambah Terhadap Profitabilitas Perseroan
                                                                             Tahun                         Rata-rata
                        Uraian
                                                    2023          2024        2025     2026      2027      2023-2027
        Dengan Transaksi (1)
        EBITDA/Sales                                  19,00%        19,00%    19,00%    19,00%    19,00%      19,00%
        EBIT/Sales                                    15,89%        17,67%    17,74%    17,67%    17,63%      17,32%
        Tanpa Transaksi (2)
        EBITDA/Sales                                  18,95%        18,96%    18,97%    18,97%    18,98%      18,97%
        EBIT/Sales                                    15,85%        17,64%    17,72%    17,66%    17,62%      17,30%
        Konstribusi Nilai Tambah
        EBITDA/Sales                                   0,25%         0,21%     0,18%     0,15%     0,13%       0,18%
        EBIT/Sales                                     0,30%         0,16%     0,12%     0,08%     0,05%       0,14%

       Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
       konstribusi nilai tambah terhadap profitabilitas Perseroan. Dengan dilakukannya transaksi,
       peningkatan kontribusi nilai tambah dalam tahun 2023-2027 terhadap peningkatan
       profitabilitas EBITDA dab EBIT rata-rata masing-masing sebesar 0,18 dan 0,14%.
       Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukannya transaksi,
       Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan laba dan profitabilitas yang akan
       menguntungkan Perseroan.
4.2.2. Biaya dan Pendapatan yang Relevan
       Dengan dilakukannya transaksi, Perseroan akan memperoleh penghematan beban sewa yang
       akan meningkatkan profitabilitas Perseroan.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                                        IV-23
Page 57
4.2.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
       Rencana transaksi yang merupakan efisiensi dari pengeluaran beban sewa yang akan
       meningkatkan laba Perseroan serta berdampak positif bagi reputasi Perseroan.
4.2.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perseroan Dalam Menentukan Rencana Transaksi dan
       Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif lain
       Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan Rencana Transaksi dan
       nilai transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan Komisaris Perseroan. Rencana
       Transaksi dan nilai transaksi dengan persyaratan yang mudah, transparan dan akuntabel yang
       dapat dipenuhi Perseroan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku.
       Alternatif lain dari Rencana Transaksi apabila dilakukan dengan pihak lain tidak ada dan
       Perseroan tidak mengenal pihak lain tersebut, sehingga Rencana Transaksi tidak dapat
       dilaksanakan.
4.2.5. Hal-Hal Material Lainnya
       Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari Rencana Transaksi tidak ada.
       Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa Rencana Transaksi
       adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                       IV-24
Page 58
                                                BAB V
                                  ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI

Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi :
a. Perbandingan antara nilai transaksi dengan hasil penilaian atas transaksi yang dilakukan.
b. Analisis untuk memastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah dari transaksi yang
    dilakukan.
Kewajaran nilai transaksi berdasarkan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, menyatakan bahwa batas atas dan
batas bawah pada kisaran nilai tidak melebihi 7,50% dari nilai hasil penilaian.
5.1.   Hasil Penilaian Objek Transaksi
       Objek penilaian adalah rencana transaksi pembelian sebidang tanah SHGB No. 506 seluas 1.588
       m2 berikut bangunan gudang diatasnya seluas 1.242 m2 milik SSS yang terletak di Sinar
       Gedangan B-02, Kelurahan Gemurung, Kec. Gedangan, Kota Sidoarjo, Jawa Timur dengan harga
       Rp 17.000 juta sesuai dengan Surat SSS kepada VICI No. 001/DIR-SSS/VI/2023 tanggal 5 Juni
       2023 perihal penawaran gudang dan Surat VICI kepada SSS No. 004/COO/VCI-06/23 tanggal 19
       Juni 2023 perihal pembelian gudang.
       Berdasarkan Laporan Penilaian Properti No. 00235/2.0118-00/PI/05/0463/1/VI/2023 tanggal 19
       Juni 2023 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan, menyatakan bahwa Nilai Pasar Tanah
       dan Bangunan Gudang yang terletak di Sinar Gedangan B-02, Kelurahan Gemurung, Kec.
       Gedangan, Kota Sidoarjo, Jawa Timur per 31 Desember 2022 adalah Rp 16.069.000.000,- (enam
       belas miliar enam puluh sembilan juta rupiah).
5.2.   Nilai Transaksi
       Berdasarkan surat VICI kepada SSS No. 004/COO/VCI-06/23 tanggal 19 Juni 2023 perihal
       pembelian gudang, harga pembelian gudang milik SSS oleh VICI sebesar Rp 17.000.000.000,-.
       Dengan demikian nilai transaksi adalah sebesar Rp 17.000.000.000,-.
5.3.   Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
       Nilai transaksi pembelian gudang adalah sebesar Rp 17.000.000.000,- dan Nilai Pasarnya adalah
       Rp 16.069.000.000,- maka nilai transaksi lebih tinggi 5,79% dari Nilai Pasarnya namun masih
       dalam kisaran wajar. Dengan demikian kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.
5.4.   Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan
       Berdasarkan hasil analisis dapat dipastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah
       sebagai berikut:
       • Dengan dilakukannya transaksi, peningkatan kontribusi nilai tambah dalam periode 1
          Januari 2023 – 31 Desember 2027 terhadap peningkatan laba EBITDA, EBIT, EBT dan EAT
          masing-masing sebesar Rp 2.669 juta, Rp 1.749 juta, Rp 185 juta dan Rp 144 juta.
       • Dengan dilakukannya transaksi, peningkatan kontribusi nilai tambah dalam tahun 2023-
          2027 terhadap peningkatan profitabilitas EBITDA dab EBIT rata-rata masing-masing sebesar
          0,18 dan 0,14%.
Berdasarkan analisis tersebut, kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                        V-1
Page 59
                                               BAB VI
                              ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN


6.1.   Analisis Faktor Lain Yang Relevan
       Berdasarkan konfirmasi dari manajemen VICI tanah sebidang tanah SHGB No. 506 seluas 1.588
       m2 berikut bangunan gudang diatasnya seluas 1.242 m2 milik SSS yang terletak di Sinar
       Gedangan B-02, Kelurahan Gemurung, Kec. Gedangan, Kota Sidoarjo, Jawa Timur tidak sedang
       dijaminkan kepada pihak lain dengan demikian rencana transaksi pembelian tanah dan
       bangunan gudang milik SSS oleh Perseroan dapat dilakukan.
       Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan asumsi bahwa transaksi yang akan dilakukan oleh
       manajemen Perseroan sesuai dengan Rencana Transaksi.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                     VI-1
Page 60
                                        BAB VII
                     KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI


        Hasil analisis atas nilai transaksi pembelian tanah dan bangunan gudang milik SSS oleh VICI
        adalah nilai transaksi lebih tinggi dari Nilai Pasarnya namun masih dalam kisaran wajar
        memberikan kesimpulan bahwa nilai transaksi adalah wajar.
        Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
        pemegang saham adalah dengan pembelian tanah dan bangunan gudang akan memperoleh
        apresiasi harga dan penghematan beban sewa yang akan meningkatkan laba Perseroan. Dengan
        demikian dengan dilakukannya transaksi memberikan dampak keuangan yang positif terhadap
        kepentingan pemegang saham Perseroan.
        Hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap
        kepentingan pemegang saham adalah Perseroan akan melakukan investasi yang layak dan
        menguntungkan serta berpotensi meningkatkan laba dari penghematan beban sewa dan akan
        meningkatkan profitabilitas Perseroan yang akan meningkatkan nilai saham Perseroan. Dengan
        demikian transaksi menguntungkan sesuai dengan kepentingan pemegang saham.
        Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka kami berpendapat bahwa
        rencana transaksi adalah wajar.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                      VII-1
Page 61
                                                         LAMPIRAN




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk   VII-1
Page 62
Lampiran 1
PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp.Juta) (Tanpa Transaksi)
                                                     Umur       Tahun                            Tahun Proyeksi
                       Uraian
                                                   Ekonomis      2022        2023         2024        2025               2026      2027
ASET TETAP
A. Nilai Perolehan
  Tanah                                                          152.583     152.583     152.583     152.583             152.583   152.583
  Bangunan dan prasarana                                         157.096     157.096     157.096     157.096             157.096   157.096
  Kendaraan                                                       45.966      45.966       45.966      45.966             45.966    45.966
  Perlengkapan kantor                                             38.256      38.256       38.256      38.256             38.256    38.256
  Peralatan pabrik                                                36.163      36.163       36.163      36.163             36.163    36.163
  Peralatan laboratorium                                             335         335          335         335                335       335
Capex 2023                                  25.004                            25.004       25.004      25.004             25.004    25.004
Capex 2024                                  25.004                                         25.004      25.004             25.004    25.004
Capex 2025                                  25.004                                                     25.004             25.004    25.004
Capex 2026                                  25.004                                                                        25.004    25.004
Capex 2027                                  25.004                                                                                  25.004
Capex 2027                                  25.004
Jumlah Nilai Perolehan                                          430.400      455.404     480.407     505.411             530.414   555.418
B. Penyusutan Aset Tetap
  Bangunan dan prasarana                   157.096     20                      7.855        7.855       7.855              7.855     7.855
  Kendaraan                                 45.966     4                      11.492        2.281         -                  -         -
  Perlengkapan kantor                       38.256     4                       6.682          -           -                  -         -
  Peralatan pabrik                          36.163     4                       7.154          -           -                  -         -
  Peralatan laboratorium                       335     4                           59         -           -                  -         -
Capex 2023                                  25.004     8                         -          3.125       3.125              3.125     3.125
Capex 2024                                  25.004     8                         -            -         3.125              3.125     3.125
Capex 2025                                  25.004     8                         -            -           -                3.125     3.125
Capex 2026                                  25.004     8                         -            -           -                  -       3.125
Capex 2027                                  25.004     8                         -            -           -                  -         -
Jumlah Penyusutan Aset Tetap                                         -        33.242       13.262      14.106             17.231    20.357
C. Akumulasi Penyusutan
  Bangunan dan prasarana                                          44.849      52.704       60.558      68.413             76.268    84.123
  Kendaraan                                                       32.193      43.685       45.966      45.966             45.966    45.966
  Perlengkapan kantor                                             31.574      38.256       38.256      38.256             38.256    38.256
  Peralatan pabrik                                                29.009      36.163       36.163      36.163             36.163    36.163
  Peralatan laboratorium                                             276         335          335         335                335       335
Capex 2023                                                                       -          3.125       6.251              9.376    12.502
Capex 2024                                                                       -            -         3.125              6.251     9.376
Capex 2025                                                                       -            -           -                3.125     6.251
Capex 2026                                                                       -            -           -                  -       3.125
Capex 2027                                                                       -            -           -                  -         -
Jumlah Akumulasi Penyusutan                                     137.901      171.143     184.405     198.511             215.742   236.098
D. Nilai Buku
  Tanah                                                          152.583     152.583     152.583     152.583             152.583   152.583
  Bangunan dan prasarana                                         112.248     104.393       96.538      88.683             80.828    72.974
  Kendaraan                                                       13.773       2.281          -           -                  -         -
  Perlengkapan kantor                                              6.682         -            -           -                  -         -
  Peralatan pabrik                                                 7.154         -            -           -                  -         -
  Peralatan laboratorium                                               59        -            -           -                  -         -
Capex 2023                                                           -        25.004       21.878      18.753             15.627    12.502
Capex 2024                                                           -           -         25.004      21.878             18.753    15.627
Capex 2025                                                           -           -            -        25.004             21.878    18.753
Capex 2026                                                           -           -            -           -               25.004    21.878
Capex 2027                                                           -           -            -           -                  -      25.004
Jumlah Nilai Buku                                               292.499      284.260     296.002     306.900             314.673   319.319


PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk
Perhitungan Nilai Perolehan, Amortisasi dan Akumulasi Amortisasi Aset Takberwujud (Rp.Juta)
                                                          Umur         Tahun                            Tahun Proyeksi
                         Uraian
                                                        Ekonomis        2022        2023      2024          2025         2026      2027
ASET TAKBERWUJUD
Nilai Perolehan
  Aset hak guna                                                         172.075     172.075   172.075       172.075      172.075   172.075
Jumlah Nilai Perolehan                                                  172.075     172.075   172.075       172.075      172.075   172.075
Amortisasi
  Aset hak guna                                             30                        5.736     5.736         5.736        5.736     5.736
Jumlah Amortisasi                                                                     5.736     5.736         5.736        5.736     5.736
Akumulasi Amortisasi
  Aset hak guna                                                           2.649       8.385    14.121        19.856       25.592    31.328
Jumlah Akumulasi Amortisasi                                               2.649       8.385    14.121        19.856       25.592    31.328
Nilai Buku
  Aset hak guna                                                         169.426     163.690   157.954       152.218      146.483   140.747
Jumlah Nilai Buku                                                       169.426     163.690   157.954       152.218      146.483   140.747




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                                                                     VII-1
Page 63
Lampiran 1 (Lanjutan)
PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp.Juta) (Dengan Transaksi)
                                                     Umur       Tahun                            Tahun Proyeksi
                       Uraian
                                                   Ekonomis      2022        2023         2024       2025         2026      2027
ASET TETAP
A. Nilai Perolehan
  Tanah                                                          152.583     166.145     166.145     166.145      166.145   166.145
  Bangunan dan prasarana                                         157.096     160.534     160.534     160.534      160.534   160.534
  Kendaraan                                                       45.966      45.966       45.966     45.966       45.966    45.966
  Perlengkapan kantor                                             38.256      38.256       38.256     38.256       38.256    38.256
  Peralatan pabrik                                                36.163      36.163       36.163     36.163       36.163    36.163
  Peralatan laboratorium                                             335         335          335        335          335       335
Capex 2023                                  25.004                            25.004       25.004     25.004       25.004    25.004
Capex 2024                                  25.313                                         25.313     25.313       25.313    25.313
Capex 2025                                  25.313                                                    25.313       25.313    25.313
Capex 2026                                  25.313                                                                 25.313    25.313
Capex 2027                                  25.313                                                                           25.313
Jumlah Nilai Perolehan                                          430.400      472.404     497.717     523.030      548.343   573.655
B. Penyusutan Aset Tetap
  Bangunan dan prasarana                   157.096     20                      7.855        8.027      8.027        8.027     8.027
  Kendaraan                                 45.966     4                      11.492        2.281        -            -         -
  Perlengkapan kantor                       38.256     4                       6.682          -          -            -         -
  Peralatan pabrik                          36.163     4                       7.154          -          -            -         -
  Peralatan laboratorium                       335     4                           59         -          -            -         -
Capex 2023                                  25.004     8                         -          3.125      3.125        3.125     3.125
Capex 2024                                  25.313     8                         -            -        3.164        3.164     3.164
Capex 2025                                  25.313     8                         -            -          -          3.164     3.164
Capex 2026                                  25.313     8                         -            -          -            -       3.164
Capex 2027                                  25.313     8                         -            -          -            -         -
Jumlah Penyusutan Aset Tetap                                         -        33.242       13.434     14.316       17.480    20.645
C. Akumulasi Penyusutan
  Bangunan dan prasarana                                          44.849      52.704       60.730     68.757       76.784    84.810
  Kendaraan                                                       32.193      43.685       45.966     45.966       45.966    45.966
  Perlengkapan kantor                                             31.574      38.256       38.256     38.256       38.256    38.256
  Peralatan pabrik                                                29.009      36.163       36.163     36.163       36.163    36.163
  Peralatan laboratorium                                             276         335          335        335          335       335
Capex 2023                                                                       -          3.125      6.251        9.376    12.502
Capex 2024                                                                       -            -        3.164        6.328     9.492
Capex 2025                                                                       -            -          -          3.164     6.328
Capex 2026                                                                       -            -          -            -       3.164
Capex 2027                                                                       -            -          -            -         -
Jumlah Akumulasi Penyusutan                                     137.901      171.143     184.577     198.893      216.373   237.018
D. Nilai Buku
  Tanah                                                          152.583     166.145     166.145     166.145      166.145   166.145
  Bangunan dan prasarana                                         112.248     107.831       99.804     91.777       83.751    75.724
  Kendaraan                                                       13.773       2.281          -          -            -         -
  Perlengkapan kantor                                              6.682         -            -          -            -         -
  Peralatan pabrik                                                 7.154         -            -          -            -         -
  Peralatan laboratorium                                               59        -            -          -            -         -
Capex 2023                                                           -        25.004       21.878     18.753       15.627    12.502
Capex 2024                                                           -           -         25.313     22.149       18.985    15.821
Capex 2025                                                           -           -            -       25.313       22.149    18.985
Capex 2026                                                           -           -            -          -         25.313    22.149
Capex 2027                                                           -           -            -          -            -      25.313
Jumlah Nilai Buku                                               292.499      301.260     313.140     324.136      331.969   336.638
*) Terdapat pembelian tanah dan bangunan gudang sesuai dengan rencana transaksi sebesar Rp 17.000.000.000,- dengan
rincian tanah sebesar Rp 13.562.000.000,- dan bangunan sebesar Rp 3.438.000.000,-




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                                                           VII-2
Page 64
Lampiran 2
PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Utang Bank Jangka Pendek (Rp.Juta)
                             Tahun                            Tahun Proyeksi
           Uraian
                              2022       2023         2024        2025                   2026           2027
Penarikan kredit                              -            -           -                     -              -
Jumlah Utang                              70.592       70.592       70.592                70.592         70.592
Bunga               8,29%                  5.852        5.852        5.852                 5.852          5.852
Angsuran Pokok                                -            -           -                     -              -
Saldo                          70.592     70.592       70.592       70.592                70.592         70.592
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga rata-rata untuk pinjaman modal kerja dari Bank Pemerintah per Desember 2022 (sumber : www.bi.go.id)



PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Utang Bank Jangka Panjang (Rp.Juta)
                             Tahun                            Tahun Proyeksi
           Uraian
                              2022       2023         2024         2025                  2026           2027
Penarikan kredit                              -            -            -                    -              -
Jumlah Utang                              62.795       55.033       47.271                39.509         31.747
Bunga               8,72%                  5.476        4.799         4.122                3.445          2.768
Angsuran Pokok                             7.762        7.762         7.762                7.762          7.762
Saldo                          62.795     55.033       47.271       39.509                31.747         23.985
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga rata-rata untuk pinjaman investasi dari Bank Pemerintah per Desember 2022 (sumber : www.bi.go.id)



PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Utang Pembiayaan Konsumen (Rp.Juta)
                             Tahun                           Tahun Proyeksi
           Uraian
                              2022       2023        2024        2025                    2026           2027
Penarikan kredit                              -           -           -                         -              -
Jumlah Utang                               7.224       1.831          -                         -              -
Bunga               9,65%                    697         177          -                         -              -
Angsuran Pokok                             5.393       1.831          -                         -              -
Saldo                           7.224      1.831          -           -                         -              -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga rata-rata untuk pinjaman pembiayaan konsumen dari Bank Pemerintah per Desember 2022 (sumber : www.bi.go.id)

PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Liabilitas Sewa (Rp.Juta)
                             Tahun                                Tahun Proyeksi
           Uraian
                              2022        2023          2024          2025               2026           2027
Penarikan kredit                                   -            -            -                      -              -
Jumlah Utang                                   712           355             -                      -              -
Bunga               8,72%                        62           31           -                    -              -
Angsuran Pokok                                 357           355             -                      -              -
Saldo                             712          355              -            -                      -              -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga rata-rata untuk pinjaman investasi dari Bank Pemerintah per Desember 2022 (sumber : www.bi.go.id)

PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Utang Pihak Berelasi (Rp.Juta)
                             Tahun                               Tahun Proyeksi
           Uraian
                              2022       2023         2024            2025               2026           2027
Penarikan kredit                                -              -             -                      -              -
Jumlah Utang                              63.285        28.640               -                      -              -
Bunga               8,72%                  5.518         2.497             -                    -              -
Angsuran Pokok                            34.645        28.640               -                      -              -
Saldo                          63.285     28.640               -             -                      -              -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga rata-rata untuk pinjaman investasi dari Bank Pemerintah per Desember 2022 (sumber : www.bi.go.id)

PT VICTORIA CARE INDONESIA Tbk
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Utang Bank Jangka Pendek (Rp.Juta) (Dengan Transaksi)
                             Tahun                            Tahun Proyeksi
           Uraian
                              2022       2023         2024        2025          2026         2027
Penarikan kredit                          18.870            -             -            -           -
Jumlah Utang                              89.462       70.592       70.592       70.592       70.592
Bunga               8,29%                  7.416        5.852        5.852        5.852        5.852
Angsuran Pokok                            18.870            -             -            -           -
Saldo                          70.592     70.592       70.592       70.592       70.592       70.592
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga rata-rata untuk pinjaman investasi dari Bank Pemerintah per Desember 2022 (sumber : www.bi.go.id)




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Victoria Care Indonesia Tbk                                                                        VII-3

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.19 MB
Published4 Jul 2023
Pages64
Characters233,835
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 4921 ms 12 Sep 2026 22:10
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': '................................................................................................ '
                            'V-1'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '................................................................................................ '
                'V-1',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result