Back to announcement
20230703_OMED_Informasi Transaksi Afiliasi_31335849_lamp1.pdf
Asset transaction Needs review OMEDSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 72
Page 1
Laporan No. 00237/2.0118-00/BS/04/0520/1/VI/2023
File No. 070.2/IDR/DE.2/BFO/VI/2023
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
RENCANA TRANSAKSI
PENAMBAHAN SETORAN MODAL
PADA PT INTI MEDICOM RETAILINDO
OLEH PT INTISUMBER HASIL SEMPURNA GLOBAL
(PERUSAHAAN TERKENDALI
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk)
KJPP ISKANDAR DAN REKAN
2023
Page 2
SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI
Laporan No. 00237/2.0118-00/BS/04/0520/1/VI/2023
File No. 070.2/IDR/DE.2/BFO/VI/2023 Jakarta, 21 Juni 2023
Kepada Yth.
Direksi
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk
Jl. ByPass Krian, Ds. Sidomojo,
Krian, Sidoarjo,
Jawa Timur – Indonesia
Dengan hormat,
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Penambahan Setoran Modal
pada PT Inti Medicom Retailindo oleh PT Intisumber Hasil Sempurna Global
(Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk)
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin
usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12
November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal No. STTD.PPB-33/PM.2/2018 tanggal 28 September 2018 sebagai Penilai Properti/Aset dan
Bisnis di Pasar Modal.
Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara IDR dengan PT
Jayamas Medica Industri Tbk No. 029.1/IDR/DE.2/Pr-BFO/II/2023 tanggal 14 Februari 2023, IDR telah
melaksanakan Penilaian untuk Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Penambahan Setoran Modal
pada PT Inti Medicom Retailindo oleh PT Intisumber Hasil Sempurna Global (Perusahaan Terkendali
PT Jayamas Medica Industri Tbk) seperti yang tertuang dalam laporan ini.
Latar Belakang
PT Jayamas Medica Industri Tbk (selanjutnya disebut Pemberi Tugas atau OMED atau Perseroan atau
Perusahaan) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). OMED
memiliki perusahaan terkendali yaitu PT Intisumber Hasil Sempurna Global (selanjutnya disebut IHSG).
IHSG berencana untuk melakukan penambahan setoran modal pada PT Inti Medicom Retailindo
(selanjutnya disebut IMR). Rencana penambahan setoran modal pada IMR oleh IHSG (perusahaan
terkendali OMED) selanjutnya disebut Rencana Transaksi.
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk
melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 dan No.
42/POJK.04/2020.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta menggunakan
pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut IDR atau Penilai atau
Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
tersebut.
i
Page 3
Objek Penilaian Objek penilaian adalah rencana transaksi penambahan setoran modal pada IMR oleh IHSG. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi Pihak-pihak yang bertransaksi adalah IHSG dan IMR dimana IHSG sebagai pemberi setoran modal dan IMR sebagai penerima setoran modal. Maksud dan Tujuan Penilaian Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi. Tanggal Penilaian Tanggal penilaian 31 Desember 2022 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Herry Sunarto dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material. Asumsi dan Kondisi Pembatas • Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion. • Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian. • Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya. • Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi keuangan. • Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan. • Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional perusahaan. • Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir. • Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas. • Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas lainnya diungkapkan dalam laporan. Pendekatan dan Metode Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah: a. Melakukan analisis transaksi. b. Melakukan analisis kualitatif atas rencana transaksi. c. Melakukan analisis kuantitatif atas rencana transaksi. d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi. e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian. Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk ii
Page 4
Kesimpulan
A. Analisis Transaksi
1. Analisis pengaruh transaksi terhadap keuangan Perseroan
Berdasarkan proforma posisi keuangan dengan dilakukannya transaksi profitabilitas, likuiditas
dan solvabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan, sedangkan berdasarkan proyeksi
posisi keuangan dengan dilakukannya transaksi profitabilitas, likuiditas dan solvabilitas
Perseroan mengalami peningkatan.
2. Analisis likuiditas dari transaksi
Berdasarkan analisis proforma posisi keuangan Perseroan dengan dilakukannya transaksi
likuiditas Perseroan tidak mengalami perubahan, sedangkan berdasarkan analisis proyeksi
keuangan Perseroan dengan dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan mengalami
peningkatan.
3. Nilai transaksi
Berdasarkan surat pernyataan No. 046/IHSG-LEGAL/VI/2023 tanggal 13 Juni 2023 tentang
penambahan setoran modal IHSG pada IMR yang telah disepakati oleh IHSG dan IMR. IHSG
akan melakukan penambahan setoran modal pada IMR sebesar Rp 42.009.980.220,- dan IHSG
akan memperoleh 489 saham baru IMR. Dengan demikian nilai transaksi untuk penambahan
setoran modal saham sebanyak 489 saham adalah sebesar Rp 42.009.980.220,- atau setiap
saham sebesar Rp 85.909.980,-.
4. Materialitas nilai transaksi
Nilai transaksi atas Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 42.009.980.220,- dan ekuitas
Perseroan berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit KAP Tanubrata Sutanto Fahmi
Bambang & Rekan per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp 2.069.420.467.240,-, dengan
demikian materialitas nilai transaksi 2,03% dari ekuitas Perseroan.
Dari uraian tersebut diatas, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi material dan tidak
memerlukan persetujuan RUPS sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
5. Hubungan antara pihak-pihak yang bertransaksi
Berdasarkan analisis hubungan kepemilikan saham, OMED merupakan pemegang 99,99%
saham IHSG dan IHSG merupakan pemegang 51,08% saham IMR. Dengan demikian antara
OMED, IHSG dan IMR terdapat hubungan kepemilikan.
Berdasarkan analisis hubungan kepengurusan Yacobus Jemmy Hartanto sebagai Komisaris
Utama Perseroan juga sebagai Komisaris IMR, Herlien Sri Ariani sebagai Presiden Direktur
Perseroan juga sebagai Komisaris IHSG dan Louis Krisnadi Hartanto sebagai Direktur Perseroan
juga sebagai Direktur IHSG dengan demikian terdapat hubungan kepengurusan antara
Perseroan dengan IHSG dan Perseroan dengan IMR.
Dengan demikian Rencana Transaksi termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan OJK No. 42 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.
6. Analisis perjanjian dan persyaratan yang telah disepakati
Berdasarkan analisis perjanjian dan persyaratan yang telah disepakati, dapat disimpulkan
bahwa perjanjian dan persyaratan yang telah disepakati layak dan dapat diandalkan
pelaksanaannya dari transaksi yang dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku, dengan pertimbangan tersebut Rencana Transaksi wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk iii
Page 5
7. Analisis manfaat dan risiko dari transaksi
Manfaat transaksi adalah sebagai berikut:
• Dengan terlaksananya transaksi, Perseroan melalui IHSG dapat mendukung
pengembangan usaha jaringan distribusi IMR ke depan yang memungkinkan IMR untuk
memperluas kehadiran ritel baik offline maupun online.
• Dengan terlaksananya transaksi, Perseroan dapat meningkatkan porsi kepemilikan
sahamnya pada IMR yang dapat meningkatkan laba yang diatribusikan dari IMR kepada
Perseroan.
Risiko transaksi adalah sebagai berikut:
• Tidak tercapainya kinerja IMR seperti yang diharapkan, sehingga IHSG dapat mengalami
kerugian atas investasi yang telah dilakukan yang berdampak kepada OMED secara
konsolidasi.
B. Analisis Kualitatif
1. Analisis industri dan lingkungan
Ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh sebesar 5,31%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi
dan Pergudangan sebesar 19,87%, diikuti Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar
11,97%, dan Jasa Lainnya sebesar 9,47%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang memiliki
peran dominan tumbuh 4,89%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh
sebesar 2,25% dan 5,52%.
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2022 tidak
menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan
Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,34%; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran;
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,85%; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
sebesar 12,40%; Pertambangan dan Penggalian sebesar 12,22%; serta Konstruksi sebesar
9,77%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai
65,58%.
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2022 terhadap triwulan IV-2021 (y-on-y) tumbuh sebesar
5,01%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh
signifikan adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 16,99%, diikuti Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum sebesar 13,81%, serta Jasa Lainnya sebesar 11,14%. Sebagai
lapangan usaha yang memiliki peran dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar 5,64%.
Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran;
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh sebesar 4,51% dan 6,55%.
Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2022 tumbuh sebesar 0,36% (q-to-q) dibanding triwulan
III-2022. Hampir seluruh lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan Usaha Administrasi
Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh signifikan sebesar 10,56%,
diikuti Jasa Pendidikan sebesar 9,22%, serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar
8,48%. Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 1,60%. Sementara untuk
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 17,40%
serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tumbuh sebesar
0,69%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk iv
Page 6
Data Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan
menunjukkan pertumbuhan sarana produksi alat kesehatan terus meningkat. Dari 193
perusahaan pada 2015, telah mencapai 891 perusahaan pada 2021. Dalam lima tahun
terakhir, industri alat kesehatan dalam negeri tumbuh sebanyak 698 industri atau meningkat
361,66%. Ketika Covid-19 melanda Indonesia, permintaan terhadap berbagai vitamin,
suplemen dan obat-obatan untuk meningkatkan kekebalan tubuh meningkat drastis. Sektor
industri alat kesehatan dan farmasi masuk dalam kategori high demand di tengah pandemi
Covid-19. Begitu pula halnya dengan permintaan alat tes rapid antigen di saat pandemi Covid-
19 dua tahun terakhir cukup tinggi, baik untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, maupun
untuk diekspor ke luar negeri.
Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE)
Kementerian Perindustrian mengatakan, saat ini sudah banyak merek-merek alat tes rapid
antigen yang beredar di pasaran. Sebagian besar yang memiliki izin edar adalah produsen
rapid test berasal dari perusahaan luar negeri. Namun demikian, banyak juga produsen rapid
tes antigen yang berasal dari dalam negeri. Bendahara Asosiasi Alat Kesehatan secara terpisah
mengemukakan tantangannya agar produk rapid antigen lokal harus dapat mencapai kualitas
produk minimal sebagaimana produk global yang sudah memiliki izin penggunaan dari WHO.
2. Analisis operasional dan prospek perusahaan
Ditinjau dari analisis horizontal laba rugi penyesuaian tahun 2022, terjadi penurunan
pendapatan Perseroan sebesar 21,90% dari semula pada tahun 2021 dan laba kotor
mengalami penurunan -38,09% dan laba bersih mengalami penurunan sebesar 49,07%. Dari
sisi aset dan ekuitas, Perseroan berhasil mencatatkan peningkatan aset pada tahun 2022
sebesar 45,23%, dan ekuitas Perseroan juga meningkat 66,16%.
Berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 2 Tahun 2022, pemerintah telah
mendorong penggunaan produk dalam negeri sehingga menjadi sebuah kesempatan yang
sangat baik untuk berbagai industri, termasuk industri alat kesehatan untuk dapat memenuhi
peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Bahwa dengan adanya Inpres No. 2 tahun
2022 tersebut, membuka peluang yang besar bagi Perseroan untuk memproduksi produk alat
kesehatan yang akan digunakan untuk keperluan dalam negeri.
Salah satu instruksi untuk Menteri Kesehatan adalah mendorong Kementerian Kesehatan
untuk melakukan perubahan ekosistem industri alat kesehatan dalam negeri menjadi menjadi
industri yang berfokus pengembangan alat kesehatan dalam negeri. Kemenkes telah
menetapkan program prioritas dalam pengembangan industri alat kesehatan dalam negeri
antara lain penyusunan regulasi alat kesehatan produksi dalam negeri, pemenuhan kebutuhan
10 alat kesehatan terbesar (by value dan by volume) produksi dalam negeri, hilirisasi hasil
riset/inovasi dan uji klinik alat kesehatan produksi dalam negeri.
Strategi kemandirian alat kesehatan dilakukan dengan cara peningkatan belanja dalam negeri
untuk 16 dari 19 alkes terbesar by value & volume produksi dalam negeri dan produksi alkes
berteknologi tinggi (CT scan, Endoskopi dan MRI). Berdasarkan strategi tersebut, maka arah
pengembangan alat kesehatan dilaksanakan sesuai dengan 10 alkes by volume dan by value.
Dalam upaya meningkatkan akses, kemandirian, dan mutu alat kesehatan, perlu dibangun
ekosistem riset dan pengembangan yang terintegrasi antara akademisi, swasta dan
pemerintah. Ekosistem yang lengkap dapat terbentuk oleh adanya kemitraan 3 pihak yang
kuat, triple helix antara dunia penelitian (akademisi), dunia swasta (pelaku usaha) sebagai
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk v
Page 7
pihak yang memanfaatkan hasil penelitian, dan pemerintah yang memfasilitasi terjadinya
inovasi.
3. Alasan dilakukannya transaksi
Alasan dilakukannya transaksi antara lain adalah:
− Rencana transaksi penambahan setoran modal pada IMR oleh IHSG termasuk dalam
rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham
Perseroan yang ada dalam prospektus Perseroan dan harus dilakukan.
4. Keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif
Keuntungan Perseroan yang bersifat kualitatif adalah dapat melakukan pengembangan usaha
entitas anak dibidang ritel offline dan online, sehingga dapat lebih dikenal masyarakat sebagai
perusahaan yang terus berkembang.
Kerugian Perseroan yang bersifat kualitatif adalah jika tidak tercapainya proyeksi yang
direncanakan, sehingga target yang direncanakan tidak tercapai yang berakibat menurunnya
kinerja Perseroan dan Perseroan melalui IHSG dianggap gagal mengembangkan investasinya
di IMR yang dapat berpengaruh negatif terhadap kredibilitas Perseroan terhadap shareholder.
C. Analisis Kuantitatif
1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban Dan Kondisi Keuangan
1.1. Penilaian kinerja historis dan Rasio Keuangan
Berdasarkan analisis horizontal laba rugi penyesuaian, rata-rata pertumbuhan penjualan
Perseroan dalam tahun 2018 – 2022 sebesar 40,30%. Pada tahun 2018 jumlah penjualan
tercatat Rp 587.465 juta dan meningkat signifikan sebesar 109,04% menjadi Rp 1.228.049
juta di tahun 2019 karena mencatatkan laporan keuangan konsolidasian dan cenderung
meningkat sampai tahun 2022 menjadi Rp 1.739.054 juta. Kemudian, berdasarkan analisis
vertikal laba rugi penyesuaian, komposisi beban pokok penjualan dalam tahun 2018 –
2022 cenderung fluktuatif dengan rata-rata sebesar 62,43%, beban usaha yang terdiri dari
beban umum dan administrasi serta beban penjualan yang tercatat rata-rata masing-
masing sebesar 4,24% dan 3,89%. Rata-rata margin EBITDA, EBIT, EBT, dan EAT terhadap
pendapatan dalam periode tersebut relatif stabil yang tercatat masing-masing sebesar
29,44%, 27,78%, 28,20% dan 21,92%.
Perseroan mencatatkan pendapatan Rp 587.465 juta di tahun 2018 dan mengalami
peningkatan di tahun 2019 sebesar 109,04% sehingga pendapatan Perseroan menjadi Rp
1.228.049 juta. Tahun 2020, pertumbuhan pendapatan kembali mengalami peningkatan
62,42% sehingga total pendapatan menjadi Rp 1.994.540 juta. Di tahun 2021, terjadi
kenaikan pendapatan sebesar 11,63% sehingga total pendapatan Perseroan menjadi Rp
2.226.573 juta. Pada tahun 2022, pertumbuhan pendapatan Perseroan menurun 21,90%
menjadi Rp 1.739.054 juta.
Profitabilitas Perseroan selama tahun 2018 – 2022 cenderung meningkat, yang
ditunjukkan oleh EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales dengan rata-rata
masing-masing 29,44%, 27,78%, 28,20% dan 21,92%, artinya Perseroan rata-rata
memperoleh laba masing-masing Rp 0,2944 EBITDA, Rp 0,2778 EBIT, Rp 0,2820 EBT, dan
Rp 0,2192 EAT atas setiap Rp 1 pendapatan yang berhasil dilakukan. Pada tahun 2022,
EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales masing-masing sebesar 23,36%,
20,96%, 21,40% dan 16,70%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk vi
Page 8
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek
yang harus dibayar dengan aset lancarnya maka dalam mengukur tingkat likuiditas
perusahaan, digunakan Current Ratio (CR). Semakin tinggi CR maka semakin tinggi
likuiditas perusahaan. Pada tahun 2018 – 2022, likuiditas perusahaan cenderung fluktuatif
dengan Current Ratio tahun 2022 sebesar 9,40x, artinya Perseroan memiliki Rp 9,40 aset
lancar yang dapat digunakan untuk memenuhi setiap Rp 1 utang lancarnya.
Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya
ketika dilikuidasi yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio
(DAR). Semakin tinggi DER dan DAR maka semakin rendah solvabilitas perusahaan.
Semakin tinggi solvabilitas perusahaan, maka semakin rendah risiko kebangkrutan
perusahaan. Solvabilitas Perseroan tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif, dengan Debt
to Equity dan Debt to Asset pada tahun 2022 masing-masing adalah 0,21x dan 0,17x.
Artinya, perusahaan memiliki utang Rp 0,21 untuk setiap Rp 1 ekuitas yang dimilikinya
serta setiap Rp 1 aset perusahaan dibiayai oleh utang sebesar Rp 0,17.
1.2. Penilaian arus kas
Tahun 2018, arus kas dari aktivitas operasi Perseroan tercatat positif sebesar Rp 90.391
juta yang utamanya berasal dari laba operasi sebelum perubahan modal kerja. Pada tahun
2019, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 174.718 juta yang
utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan lebih besar dari pembayaran
kepada pemasok. Di tahun 2020, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi
sebesar Rp 278.735 juta yang utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan lebih
besar dari pembayaran kepada pemasok. Pada tahun 2021, Perseroan memperoleh kas
dari aktivitas operasi sebesar Rp 505.108 juta utamanya berasal dari penerimaan kas dari
pelanggan lebih besar dari pembayaran kepada pemasok. Tahun 2022, Perseroan
memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 92.617 juta utamanya berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan lebih besar dari pembayaran kepada pemasok.
Selanjutnya tahun 2018, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp
22.452 juta utamanya untuk perolehan dari aset tetap. Pada tahun 2019, Perseroan
menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 15.074 juta utamanya untuk
perolehan aset tetap. Pada tahun 2020, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
investasi sebesar Rp 49.482 juta utamanya untuk perolehan aset tetap. Di tahun 2021,
Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 187.056 juta utamanya
untuk peningkatan investasi jangka pendek. Pada tahun 2022, Perseroan menggunakan
kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 495.100 juta utamanya untuk peningkatan
investasi jangka pendek.
Di tahun 2018, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 2.779
juta yang seluruhnya untuk pembayaran liabilitas sewa. Pada tahun 2019, Perseroan
menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 1.694 juta yang seluruhnya untuk
pembayaran liabilitas sewa. Di tahun 2020, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas
pendanaan sebesar Rp 150.825 juta utamanya berasal dari penerimaan dari surat utang
jangka menengah. Tahun 2021, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan
sebesar Rp 282.972 juta utamanya untuk pembayaran dividen. Tahun 2022, Perseroan
memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 493.487 juta utamanya berasal dari
penerimaan hasil penerbitan saham pada penawaran umum.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk vii
Page 9
Kas Perseroan di tahun 2018 tercatat sebesar Rp 155.576 juta. Di tahun 2019 kas
Perseroan meningkat 103,25% menjadi Rp 316.214 juta yang disebabkan oleh perolehan
kas dari aktivitas operasi. Tahun 2020 kas Perseroan mengalami peningkatan 120,43%
menjadi Rp 697.028 juta yang utamanya berasal dari aktivitas operasi dan pendanaan.
Pada tahun 2021 kas Perseroan mengalami peningkatan 5,14% menjadi Rp 732.841 juta
yang disebabkan arus kas operasi yang positif. Pada tahun 2022 kas Perseroan meningkat
13,33% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 830.549 juta yang utamanya berasal dari
aktivitas pendanaan yang positif.
Saldo kas pada setiap tahun selalu positif karena kebutuhan kas untuk operasi dan
investasi disesuaikan dengan pendanaannya.
1.3. Analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma laporan keuangan setelah
transaksi.
Berdasarkan analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma laporan
keuangan setelah transaksi dapat disimpulkan dengan dilakukannya transaksi kondisi
likuiditas dan solvabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan.
1.4. Penilaian atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari manajemen.
Tanpa dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
Perseroan masing-masing sebesar 24,00%, 22,54%, 22,11% dan 17,25%. Sedangkan
dengan dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan
EAT/Sales Perseroan setiap tahun masing-masing sebesar 24,06%, 22,57%, 22,15% dan
17,27%. Dengan demikian dengan dilakukannya transaksi profitabilitas Perseroan
mengalami peningkatan.
Tanpa dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Current
Ratio (CR) sebesar 1232,82% sedangkan dengan dilakukannya transaksi CR Perseroan
meningkat menjadi 1233,92%.
Tanpa dilakukannya transaksi solvabilitas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Debt to
Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) masing-masing 12,65% dan 11,10%
sedangkan dengan dilakukannya transaksi DER dan DAR Perseroan menurun menjadi
12,62% dan 11,08%.
Dengan transaksi, proyeksi posisi keuangan Perseroan menunjukan bahwa likuiditas dan
solvabilitas Perseroan mengalami peningkatan.
Dengan dan tanpa transaksi proyeksi arus kas Perseroan menunjukkan tidak ada cash
deficiency dan kelangsungan usaha Perseroan selama umur proyeksi terjamin.
2. Analisis Inkremental
2.1. Konstribusi Nilai Tambah
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi
memberikan konstribusi nilai tambah terhadap pendapatan dan laba. Dengan
dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah selama tahun 2023 – 2027 terhadap
pendapatan sebesar Rp 83.024 juta dan terhadap laba Perseroan EBITDA, EBIT, EBT dan
EAT masing-masing sebesar Rp 25.640 juta, Rp 21.640 juta, Rp 21.640 juta dan Rp 16.879
juta.
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi
memberikan konstribusi nilai tambah terhadap peningkatan profitabilitas Perseroan
setiap tahun. Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah tahun 2023-2027
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk viii
Page 10
terhadap profitabilitas EBITDA, EBIT, EBT dan EAT rata-rata setiap tahun masing-masing
meningkat sebesar 0,26%, 0,15%, 0,17% dan 0,17%.
Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukannya transaksi,
Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan pendapatan, laba dan
profitabilitas yang akan menguntungkan Perseroan.
2.2. Biaya dan pendapatan yang relevan
Perseroan akan memperhatikan biaya dan pendapatan yang relevan sesuai dengan
keadaan industri dan margin laba yang diharapkan. Apabila pendapatan berkurang
Perseroan akan menurunkan biaya secara proporsional hingga margin laba yang
diharapkan dapat tercapai. Dengan demikian transaksi yang dilakukan memberikan nilai
tambah bagi Perseroan.
2.3. Informasi non keuangan yang relevan
Informasi non keuangan yang relevan adalah Perseroan melalui IHSG dapat meningkatkan
kepemilikan sahamnya pada IMR serta dapat mengembangkan usaha jaringan distribusi
ritel offline maupun online.
2.4. Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan
Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan rencana transaksi
dan nilai transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan Komisaris Perseroan.
Rencana transaksi dan nilai transaksi dengan persyaratan yang mudah, transparan dan
akuntabel yang dapat dipenuhi Perseroan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
Alternatif lain dari rencana transaksi, apabila dilakukan dengan pihak lain, tidak ada dan
Perseroan tidak mengenal pihak lain tersebut, sehingga rencana transaksi tidak dapat
dilaksanakan.
2.5. Hal-Hal Material Lainnya
Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari rencana transaksi tidak
ada. Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa rencana
transaksi adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
D. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
1. Hasil Penilaian Objek Transaksi
Berdasarkan Laporan Penilaian Saham IMR No. 00221/2.0118-00/BS/03/0520/1/VI/2023
tanggal 13 Juni 2023 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan, menyatakan bahwa Nilai
Pasar 511 saham atau 100% saham IMR per 31 Desember 2022 adalah Rp 43.900.000.000,-
atau untuk setiap saham adalah Rp 85.909.980,-.
2. Nilai Transaksi
Berdasarkan surat pernyataan No. 046/IHSG-LEGAL/VI/2023 tanggal 13 Juni 2023 tentang
penambahan setoran modal IHSG pada IMR yang telah disepakati oleh IHSG dan IMR. IHSG
akan melakukan penambahan setoran modal pada IMR sebesar Rp 42.009.980.220,- dan IHSG
akan memperoleh 489 saham baru IMR. Dengan demikian nilai transaksi untuk penambahan
setoran modal saham sebanyak 489 saham adalah sebesar Rp 42.009.980.220,- atau setiap
saham sebesar Rp 85.909.980,-.
3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk ix
Page 11
Dengan nilai transaksi saham IMR sebesar Rp 85.909.980,- per saham dan Nilai Pasar setiap
saham IMR adalah Rp 85.909.980,-, maka nilai transaksi sama dengan Nilai Pasarnya. Dengan
demikian kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.
4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan
Berdasarkan hasil analisis dapat dipastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah
sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah selama tahun 2023 – 2027
terhadap pendapatan sebesar Rp 83.024 juta dan terhadap laba Perseroan EBITDA, EBIT,
EBT dan EAT masing-masing sebesar Rp 25.640 juta, Rp 21.640 juta, Rp 21.640 juta dan Rp
16.879 juta.
• Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah tahun 2023-2027 terhadap
profitabilitas EBITDA, EBIT, EBT dan EAT rata-rata setiap tahun masing-masing meningkat
sebesar 0,26%, 0,15%, 0,17% dan 0,17%.
Berdasarkan analisis tersebut, kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.
E. Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan
1. Analisis Kemampuan Perseroan Untuk Melakukan Rencana Transaksi
Berdasarkan laporan keuangan IHSG per 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Akuntan
Publik Maradona Manurung dari KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan
opini wajar, dalam semua hal yang material, IHSG memiliki sumber pendanaan yang berasal
dari kas dan setara kas sebesar Rp 375.709.124.077,-. Dengan nilai transaksi sebesar
Rp 42.009.980.220,- maka IHSG memiliki dana yang cukup untuk melakukan Rencana
Transaksi.
Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan asumsi bahwa Transaksi yang akan dilakukan
oleh manajemen Perseroan sesuai dengan Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk x
Page 12
Page 13
Page 14
DAFTAR ISI
SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI .......................................... i
PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................................ xii
DAFTAR ISI ................................................................................................................................ xiii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................. I-1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................................................ I-1
1.2. Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................................. I-1
1.3. Objek Penilaian ........................................................................................................................... I-1
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian..................................................................................................... I-1
1.5. Tanggal Penilaian ........................................................................................................................ I-1
1.6. Ruang Lingkup Penilaian ............................................................................................................. I-2
1.7. Pendekatan dan Metode ............................................................................................................ I-2
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi .................................................................................................... I-2
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan ........................................ I-3
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh
Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi ............................................................................ I-3
1.11. Sumber Data ............................................................................................................................... I-3
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai
Dan Hubungannya Dengan Objek Penilaian ............................................................................... I-4
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................................................................... I-4
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ............................................................ I-6
BAB II ANALISIS TRANSAKSI ....................................................................................................... II-1
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan .................................................... II-1
2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi ................................................................................................ II-1
2.3. Nilai Transaksi ............................................................................................................................ II-1
2.4. Materialitas Nilai Transaksi........................................................................................................ II-1
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ..................................................................... II-2
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati ...................................................... II-3
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi ............................................................................... II-4
BAB III ANALISIS KUALITATIF .................................................................................................... III-1
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha ................................................................... III-1
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan .............................................................................................. III-3
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi ................................................................................................. III-9
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan ........ III-9
BAB IV ANALISIS KUANTITATIF ................................................................................................. IV-1
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan ......................... IV-1
4.2. Analisis Inkremental .............................................................................................................. IV-28
BAB V ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI ......................................................................... V-1
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi ................................................................................................ V-1
5.2. Nilai Transaksi ........................................................................................................................... V-1
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi ............................................................................................ V-1
5.4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan ..... V-1
BAB VI ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN ................................................................ VI-1
6.1. Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan .................................................................................... VI-1
BAB VII KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI ............................................. VII-1
LAMPIRAN
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk xiii
Page 15
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
PT Jayamas Medica Industri Tbk (selanjutnya disebut Pemberi Tugas atau OMED atau Perseroan
atau Perusahaan) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
OMED memiliki perusahaan terkendali yaitu PT Intisumber Hasil Sempurna Global (selanjutnya
disebut IHSG). IHSG berencana untuk melakukan penambahan setoran modal pada PT Inti
Medicom Retailindo (selanjutnya disebut IMR). Rencana penambahan setoran modal pada IMR
oleh IHSG (perusahaan terkendali OMED) selanjutnya disebut Rencana Transaksi.
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
untuk melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 dan No.
42/POJK.04/2020.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta
menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut
IDR atau Penilai atau Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat kewajaran
atas Rencana Transaksi tersebut.
IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No.
772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda
Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-33/PM.2/2018 tanggal 28 September
2018 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
1.2. Identitas Pemberi Tugas
Nama Pemberi Tugas : PT Jayamas Medica Industri Tbk
Bidang Usaha : Manufaktur alat kesehatan, alat kesehatan elektromedik, alat
diagnostik, antiseptik dan disinfektan, dan perbekalan kesehatan rumah
tangga lainnya
Alamat Kantor : Jl. ByPass Krian, Ds.Sidomojo, Krian, Sidoarjo, Jawa Timur – Indonesia
No. Telepon/Fax : +62 31 8982349,8985269
Email : corporate.secretary@onemed.co.id
Website : www.onemed.co.id
1.3. Objek Penilaian
Objek penilaian adalah rencana transaksi penambahan setoran modal pada IMR oleh IHSG.
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat
kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi.
1.5. Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian 31 Desember 2022 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Herry Sunarto
dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini
wajar, dalam semua hal yang material.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk I-1
Page 16
1.6. Ruang Lingkup Penilaian
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) merupakan suatu pernyataan yang diberikan oleh
Penilai Usaha untuk menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau
tidak wajar. Ruang lingkup penilaian, antara lain:
a. Identifikasi masalah (identifikasi asumsi dan kondisi pembatas, tujuan dan objek penilaian,
definisi penilaian dan tanggal penilaian),
b. Pengumpulan data,
c. Analisis data,
d. Estimasi nilai sesuai dengan dasar nilai dan premis nilai yang digunakan dengan
menggunakan pendekatan penilaian,
e. Penulisan laporan.
Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, pemberian pendapat kewajaran setelah
dilakukan analisis atas:
a. Nilai dari objek yang ditransaksikan.
b. Dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang
saham.
c. Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait dengan Rencana
Transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham.
Sifat Rencana Transaksi terkait dengan ada atau tidak adanya hubungan antara pihak-pihak yang
bertransaksi diatur sesuai dengan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
dan Benturan Kepentingan dan nilai materialitas Rencana Transaksi diatur sesuai dengan
Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Sehubungan dengan peraturan-peraturan tersebut berkaitan dengan penunjukkan IDR untuk
memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, maka ruang lingkup pendapat
kewajaran berdasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi tersebut.
1.7. Pendekatan dan Metode
Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah:
a. Melakukan analisis transaksi.
b. Melakukan analisis kualitatif atas rencana transaksi.
c. Melakukan analisis kuantitatif atas rencana transaksi.
d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi.
e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah IHSG dan IMR dimana IHSG sebagai pemberi setoran
modal dan IMR sebagai penerima setoran modal.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk I-2
Page 17
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan
1. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami tidak ada benturan
kepentingan dengan Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan
transaksi yang akan dilakukan Perseroan.
2. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun
pemegang saham Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut.
Kami juga tidak mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk
memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
3. Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai kami yang memiliki kepentingan dalam
bentuk apapun yang dapat menghalangi kami untuk melakukan penilaian secara
independen terhadap pendapat kewajaran ini. Kompensasi dan honorarium kami tidak
bergantung kepada kejadian maupun kesimpulan yang diambil oleh Perseroan sebagai
akibat dari laporan kami ini.
4. Uraian mengenai ada atau tidak adanya benturan kepentingan atas transaksi yang akan
dilakukan Perseroan dinyatakan dalam Surat Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris
Perseroan.
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh Penilai
Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian Pendapat Kewajaran
Atas Rencana Transaksi
Dalam pendapat kewajaran ini kami menggunakan hasil penilaian dari Penilai Usaha yang telah
melakukan penilaian terhadap objek transaksi. Objek transaksi adalah saham IMR.
Berdasarkan Laporan Penilaian Saham IMR No. 00221/2.0118-00/BS/03/0520/1/VI/2023
tanggal 13 Juni 2023 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan, menyatakan bahwa Nilai
Pasar 511 saham atau 100% saham IMR per 31 Desember 2022 adalah Rp 43.900.000.000,- atau
untuk setiap saham adalah Rp 85.909.980,-.
1.11. Sumber Data
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
a) Copy legalitas dan perizinan OMED.
b) Copy legalitas dan perizinan IHSG.
c) Copy legalitas dan perizinan IMR.
d) Laporan keuangan OMED dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2022 yang telah diaudit oleh Herry Sunarto dari KAP Tanubrata Sutanto Fahmi
Bambang & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
e) Laporan keuangan OMED dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2021 yang telah diaudit oleh Herry Sunarto dari KAP Tanubrata Sutanto Fahmi
Bambang & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
f) Laporan keuangan OMED dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2020 yang telah diaudit oleh Iskariman Supardjo dari KAP Hendrawinata Hanny
Erwin & Sumargo dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk I-3
Page 18
g) Laporan keuangan OMED dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2019 yang telah diaudit oleh Herry Sunarto dari KAP Tanubrata Sutanto Fahmi
Bambang & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
h) Laporan keuangan OMED dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2018 yang telah diaudit oleh Yuliana Setiawati dari KAP Tanubrata Sutanto
Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
i) Laporan keuangan proforma OMED per 31 Desember 2022 sebelum dan setelah transaksi
dari manajemen Perseroan.
j) Surat pernyataan No. 046/IHSG-LEGAL/VI/2023 tanggal 13 Juni 2023 tentang penambahan
setoran modal IHSG pada IMR yang telah disepakati oleh IHSG dan IMR.
k) Proyeksi keuangan dari manajemen Perseroan dan IMR.
l) Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang,
dan hal-hal lain yang terkait dengan Transaksi.
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai Dan
Hubungannya Dengan Objek Penilaian
Kami telah melakukan diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan pada tanggal 29
Maret 2023 – 20 Juni 2023. Identitas yang kami wawancarai adalah Ibu Felicia dan Bapak Yanuar
sebagai Representatif Perseroan.
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas
a. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
b. Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses penilaian.
c. Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
d. Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi
keuangan.
e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
f. Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang
dapat memengaruhi operasional perusahaan.
g. Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
h. Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas.
i. IDR mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan pendapat ini sampai dengan terjadinya
Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material
terhadap Rencana Transaksi.
j. Pendapat ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat
tersebut. Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak
dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap.
k. Pendapat Kewajaran tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk I-4
Page 19
tanggal Pendapat ini dikeluarkan. Penilaian Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap
Rencana Transaksi seperti yang diuraikan di atas.
l. IDR tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapatnya
karena peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
m. Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, IDR melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan
data sebagaimana diberikan manajemen Perseroan yang mana berdasarkan hakekat
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan. IDR tidak
melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-
data yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan
demikian IDR tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap
kebenaran dan kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut.
n. Sebagai dasar bagi IDR untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi, IDR menggunakan data-data sebagaimana tercantum
pada Sumber Data pada laporan pendapat kewajaran sebagai bahan pertimbangan.
o. Segala perubahan terhadap data-data tersebut di atas dapat memengaruhi hasil penilaian
IDR secara material. Oleh karena itu, IDR tidak dapat menerima tanggung jawab atas
kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data
tersebut.
p. Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang
pemegang saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders
lain serta aspek-aspek lainnya.
q. IDR menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan laporan pendapat kewajaran ini sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan yang sangat
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam laporan
pendapat kewajaran.
r. Dengan ini IDR menyatakan bahwa penugasan IDR tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Rencana Transaksi yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh
dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Rencana Transaksi.
s. IDR tidak melakukan penelitian atas keabsahan Rencana Transaksi dari segi hukum dan
implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut.
t. Mengingat bahwa adanya kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan
ini dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak ada
perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dari Rencana Transaksi.
Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-masing
perusahaan maupun secara eksternal meliputi: kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan
ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan
tersebut di atas, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
u. Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana Transaksi
dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain maupun pihak lain.
v. Pendapat Kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk
menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu
atas Rencana Transaksi tersebut.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk I-5
Page 20
w. IDR juga berpegang kepada surat pernyataan manajemen Perseroan (management
representation letter) atas penugasan IDR untuk mempersiapkan Laporan Pendapat
Kewajaran, bahwa perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan
berkenaan dengan Rencana Transaksi dan sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan
tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
x. Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar dan dapat
dipertanggungjawabkan, antara lain termasuk penunjukan letak lokasi tempat, spesifikasi
jenis dan jumlah aset objek penilaian dan apabila data dan informasi tersebut tidak benar
maka Pemberi Tugas membebaskan Penilai dari tanggung jawab atas hasil penilaian yang
tidak tepat dikarenakan kesalahan tersebut.
y. Informasi yang telah diberikan pihak lain kepada Penilai seperti yang telah disebutkan
dalam laporan penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai tidak
bertanggungjawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan
hal yang sesungguhnya. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi
tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemberi Tugas.
z. Adalah bukan tugas Penilai untuk melakukan uji tuntas (due diligence) dari aspek hukum
atas catatan publik serta catatan kepemilikan.
aa. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas dari laporan penilaian yang dibuat terpisah sebagai
satu kesatuan dari laporan ini akan dituangkan di dalam laporan penilaian yang dibuat
terpisah tersebut.
bb. Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tandatangan asli/basah Pemimpin Rekan/Rekan
dan stempel/seal perusahaan KJPP Iskandar dan Rekan serta tidak dapat
dipertanggungjawabkan bilamana Pemberi Tugas tidak melunasi imbalan jasa atas
pekerjaan penilaian ini.
cc. Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan
(integral) dari laporan ini.
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang
dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk I-6
Page 21
BAB II
ANALISIS TRANSAKSI
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan
Berdasarkan proforma posisi keuangan dengan dilakukannya transaksi profitabilitas, likuiditas
dan solvabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan, sedangkan berdasarkan proyeksi posisi
keuangan dengan dilakukannya transaksi profitabilitas, likuiditas dan solvabilitas Perseroan
mengalami peningkatan.
2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi
Berdasarkan analisis proforma posisi keuangan Perseroan dengan dilakukannya transaksi
likuiditas Perseroan tidak mengalami perubahan, sedangkan berdasarkan analisis proyeksi
keuangan Perseroan dengan dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan mengalami
peningkatan.
2.3. Nilai Transaksi
Berdasarkan surat pernyataan No. 046/IHSG-LEGAL/VI/2023 tanggal 13 Juni 2023 tentang
penambahan setoran modal IHSG pada IMR yang telah disepakati oleh IHSG dan IMR. IHSG akan
melakukan penambahan setoran modal pada IMR sebesar Rp 42.009.980.220,- dan IHSG akan
memperoleh 489 saham baru IMR. Dengan demikian nilai transaksi untuk penambahan setoran
modal saham sebanyak 489 saham adalah sebesar Rp 42.009.980.220,- atau setiap saham
sebesar Rp 85.909.980,-.
2.4. Materialitas Nilai Transaksi
Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi
sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.
Dalam hal perusahaan terbuka memiliki ekuitas negatif transaksi dikategorikan sebagai
Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari total aset Perusahaan
Terbuka.
Perusahaan Terbuka yang akan melakukan Transaksi Material wajib terlebih dahulu
memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam hal:
1. Transaksi Material lebih dari 50% terhadap ekuitas atau aset atau laba bersih atau
pendapatan usaha Perseroan.
2. Transaksi Material lebih dari 25% terhadap aset Perseroan apabila ekuitas Perseroan
negatif.
3. Laporan Penilai menyatakan bahwa Transaksi Material yang akan dilakukan tidak wajar.
Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen
operasi dikategorikan sebagai Transaksi Material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka;
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20%;
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk II-1
Page 22
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih Perusahaan Terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20%; atau
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha Perusahaan Terbuka
nilainya sama dengan atau lebih dari 20%.
Dalam hal perusahaan terbuka memiliki ekuitas negatif transaksi dikategorikan sebagai
Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari total aset Perusahaan
Terbuka.
Nilai transaksi atas Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 42.009.980.220,- dan ekuitas
Perseroan berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit KAP Tanubrata Sutanto Fahmi
Bambang & Rekan per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp 2.069.420.467.240,-, dengan
demikian materialitas nilai transaksi 2,03% dari ekuitas Perseroan.
Dari uraian tersebut diatas, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi material dan tidak
memerlukan persetujuan RUPS sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah IHSG dan IMR dimana IHSG sebagai pemberi setoran
modal dan IMR sebagai penerima setoran modal.
Hubungan Kepemilikan Saham
Keterangan
OMED : PT Jayamas Medica Industri Tbk
IHSG : PT Intisumber Hasil Sempurna Global
IMR : PT Inti Medicom Retailindo
Berdasarkan analisis hubungan kepemilikan saham, OMED merupakan pemegang 99,99%
saham IHSG dan IHSG merupakan pemegang 51,08% saham IMR. Dengan demikian antara
OMED, IHSG dan IMR terdapat hubungan kepemilikan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk II-2
Page 23
Hubungan Kepengurusan
Nama Perseroan IHSG IMR
Yacobus Jemmy Hartanto KU K
Siane Soetanto K
Supriyantoro K
Herlien Sri Ariani PD K
Leonard Hariadi Hartanto D
Louis Krisnadi Hartanto D D
Eka Suwignyoo D
Rachmad Zainuddin DU
Ira Agustin D
Wendy Francisca Wiryono D
Nanik Setijawati DU
Keterangan
KU : Komisaris Utama
K : Komisaris
PD : Presiden Direktur
DU : Direktur Utama
D : Direktur
Berdasarkan analisis hubungan kepengurusan Yacobus Jemmy Hartanto sebagai Komisaris
Utama Perseroan juga sebagai Komisaris IMR, Herlien Sri Ariani sebagai Presiden Direktur
Perseroan juga sebagai Komisaris IHSG dan Louis Krisnadi Hartanto sebagai Direktur Perseroan
juga sebagai Direktur IHSG dengan demikian terdapat hubungan kepengurusan antara
Perseroan dengan IHSG dan Perseroan dengan IMR.
Dengan demikian Rencana Transaksi termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan OJK No. 42 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati
Berdasarkan surat pernyataan No. 046/IHSG-LEGAL/VI/2023 tanggal 13 Juni 2023 tentang
penambahan setoran modal IHSG pada IMR yang telah disepakati oleh IHSG dan IMR. IHSG akan
melakukan penambahan setoran modal pada IMR, hal-hal pokok dalam surat tersebut adalah
sebagai berikut:
1. IHSG akan menambah setoran modal pada IMR sebesar Rp 42.009.980.220,-
2. IHSG akan memperoleh 489 saham baru IMR.
3. Pemegang saham lain pada IMR menyatakan tidak akan akan melakukan penambahan
setoran modal dan telah menyetujui adanya dilusi saham, sehingga struktur kepemilikan
saham IMR menjadi sebagai berikut:
Sebelum Transaksi Penambahan Modal Transaksi Penambahan Modal Setelah Transaksi Penambahan Modal
Pemegang Saham
Jumlah Lembar Jumlah Lembar Jumlah Lembar
Total (Rp) % Total Total (Rp) %
Saham Saham Saham
PT Intisumber Hasil Sempurna Global 261 261.000.000 51,08% 489 Rp 489.000.000 750 750.000.000 75,00%
Yacobus Jemmy Hartanto 75 75.000.000 14,68% - - 75 75.000.000 7,50%
Siane Soetanto 75 75.000.000 14,68% - - 75 75.000.000 7,50%
Leonard Hariadi Hartanto 50 50.000.000 9,78% - - 50 50.000.000 5,00%
Louis Krisnandi Hartanto 50 50.000.000 9,78% - - 50 50.000.000 5,00%
TOTAL 511 511.000.000 100,00% 489 Rp 489.000.000 1.000 1.000.000.000 100,00%
4. Selisih setoran modal dan nominal akan di catat sebagai agio sebesar Rp 41.520.980.220,-.
Berdasarkan analisis perjanjian dan persyaratan yang telah disepakati, dapat disimpulkan bahwa
perjanjian dan persyaratan yang telah disepakati layak dan dapat diandalkan pelaksanaannya
dari transaksi yang dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
dengan pertimbangan tersebut Rencana Transaksi wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk II-3
Page 24
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi
Manfaat transaksi adalah sebagai berikut:
• Dengan terlaksananya transaksi, Perseroan melalui IHSG dapat mendukung
pengembangan usaha jaringan distribusi IMR ke depan yang memungkinkan IMR untuk
memperluas kehadiran ritel baik offline maupun online.
• Dengan terlaksananya transaksi, Perseroan dapat meningkatkan porsi kepemilikan
sahamnya pada IMR yang dapat meningkatkan laba yang diatribusikan dari IMR kepada
Perseroan.
Risiko transaksi adalah sebagai berikut:
• Tidak tercapainya kinerja IMR seperti yang diharapkan, sehingga IHSG dapat mengalami
kerugian atas investasi yang telah dilakukan yang berdampak kepada OMED secara
konsolidasi.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk II-4
Page 25
BAB III
ANALISIS KUALITATIF
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha
Perseroan
a) Riwayat Singkat Perseroan
Perseroan didirikan berdasarkan akta Notaris No. 5 tanggal 15 Desember 2000 yang dibuat
dihadapan Devi Chrisnawati, S.H., Notaris di Surabaya. Akta Pendirian telah mendapat
pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-
09367.HT.01.01.Th 2001, tanggal 27 September 2001 dan telah diumumkan dalam Berita
Negara No. 105 Tambahan No. 041636 tanggal 31 Desember 2021.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, dengan perubahan
terakhir melalui akta Notaris No. 77 tanggal 7 April 2022 yang dibuat dihadapan Jose Dima
Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta mengenai ruang lingkup Perusahaan dan telah diterima
dan dicatat oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-0070244.AH.01.11.TAHUN 2022 tanggal 8 April 2022.
b) Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
terutama bergerak dalam bidang industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran alat
kesehatan.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan pemegang saham berdasarkan laporan keuangan (audited) 31 Desember 2022
adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Intisumber Hasil Sempurna 22.540.000.000 83,30% 563.500.000.000
2 Yacobus Jemmy Hartanto 230.000.000 0,85% 5.750.000.000
3 Siane Soetanto 230.000.000 0,85% 5.750.000.000
4 Publik (masing-masing kepemilikan di bawah 5%) 4.058.850.000 15,00% 101.471.250.000
Jumlah 27.058.850.000 100,00% 676.471.250.000
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan laporan keuangan (audited) 31
Desember 2022 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Yacobus Jemmy Hartanto
Komisaris : Siane Soetanto
Komisaris : Supriyantoro
Direksi
Presiden Direktur : Herlien Sri Ariani
Direktur : Leonard Hariadi Hartanto
Direktur : Louis Krisnadi Hartanto
Direktur : Eka Suwignyoo
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk III-1
Page 26
PT Intisumber Hasil Sempurna Global (IHSG)
a) Riwayat Singkat
IHSG didirikan berdasarkan akta Notaris No. 59 tanggal 28 November 2019 yang dibuat
dihadapan Julia Seloadji, S.H., notaris di Surabaya. Akta Pendirian telah mendapat
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-0064267.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 3 Desember 2019 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 2 Tambahan No. 000795 tanggal 7
Januari 2022.
Anggaran Dasar IHSG telah mengalami beberapa kali perubahan, dengan perubahan terakhir
melalui akta Notaris No. 18 tanggal 9 Desember 2019 yang dibuat dihadapan Julia Seloadji,
S.H., mengenai perubahan maksud dan tujuan kegiatan usaha. Akta perubahan ini telah
mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. AHU-0103804.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 11 Desember 2019
dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 2 Tambahan No. 000794
tanggal 7 Januari 2022.
b) Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar IHSG, ruang lingkup kegiatan IHSG terutama bergerak
dalam bidang perdagangan besar alat laboratorium, farmasi dan kedokteran, pergudangan
dan penyimpanan dan aktivitas pengepakan.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan pemegang saham IHSG berdasarkan laporan keuangan (audited) 31 Desember 2022
adalah sebagai berikut:
Jumlah Jumlah
No. Pemegang Saham (%)
Saham (Rp)
1 PT Jayamas Medica Industri Tbk 495 99,00% 247.500.000
2 Yacobus Jemmy Hartanto 5 1,00% 2.500.000
Jumlah 500 100,00% 250.000.000
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Berdasarkan laporan keuangan (audited) 31 Desember 2022, susunan dewan komisaris dan
direksi IHSG adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Herlien Sri Ariani
Direksi
Direktur Utama : Nanik Setijawati
Direktur : Louis Krisnadi Hartanto
PT Inti Medicom Retailindo (IMR)
a) Riwayat Singkat
IMR didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 55 tanggal 15 Desember 2012 dari DR. J. Andy
Hartanto, S.H., M.H., Ir., M.M.T, notaris di Surabaya. Akta Pendirian ini disahkan oleh
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya
No. AHU-16432.AH.01.01 tanggal 1 April 2013.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk III-2
Page 27
Anggaran Dasar IMR telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta
no. 7 tanggal 1 Maret 2022 dari notaris Julia Seloadji, S.H., berkedudukan di Surabaya
tentang perubahan pasal 3 anggaran dasar Perseroan. Perubahan ini telah disahkan oleh
Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.
AHU-0015381.AH.01.02 Tahun 2022 tanggal 4 Maret 2022.
b) Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar IMR, ruang lingkup kegiatan IMR antara lain meliputi
perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor: terkhusus
pada perdagangan eceran alat laboratorium, alat farmasi dan alat kesehatan manusia;
perdagangan eceran khusus barang dan obat farmasi, alat kedokteran, parfum dan kosmetik
lainnya; perdagangan eceran melalui media untuk komoditi makanan, minuman, tembakau,
kimia, farmasi, kosmetik dan alat laboratorium; perdagangan eceran melalui media untuk
berbagai macam barang lainnya, dan informasi dan komunikasi: portal web dan/atau
platform digital dengan tujuan komersial.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan pemegang saham IMR berdasarkan laporan keuangan (audited) 31 Desember 2022
adalah sebagai berikut:
Jumlah Jumlah
No. Pemegang Saham (%)
Saham (Rp)
1 PT Intisumber Hasil Sempurna Global 261 51,08% 261.000.000
2 Yacobus Jemmy Hartanto 75 14,68% 75.000.000
3 Siane Soetanto 75 14,68% 75.000.000
4 Leonard Hariadi Hartanto 50 9,78% 50.000.000
5 Louis Krisnandi Hartanto 50 9,78% 50.000.000
Jumlah 511 100,00% 511.000.000
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Berdasarkan laporan keuangan (audited) 31 Desember 2022, susunan dewan komisaris dan
direksi IMR adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Yacobus Jemmy Hartanto
Direksi
Direktur Utama : Rahmad Zainuddin
Direktur : Ira Agustin
Direktur : Wendy Fransisca Wiryono
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan
3.2.1. Tinjauan Makro Ekonomi
PDB Menurut Lapangan Usaha
Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2022 (c-to-c)
Ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh sebesar 5,31%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi
dan Pergudangan sebesar 19,87%, diikuti Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar
11,97%, dan Jasa Lainnya sebesar 9,47%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang memiliki
peran dominan tumbuh 4,89%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh
sebesar 2,25% dan 5,52%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk III-3
Page 28
Gambar 1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (c-to-c) (%)
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2022 tidak
menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan
Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,34%; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran;
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,85%; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
sebesar 12,40%; Pertambangan dan Penggalian sebesar 12,22%; serta Konstruksi sebesar 9,77%.
Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 65,58%.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2022 Terhadap Triwulan IV-2021 (y-on-y)
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2022 terhadap triwulan IV-2021 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,01%.
Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan
adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 16,99%, diikuti Penyediaan Akomodasi dan
Makan Minum sebesar 13,81%, serta Jasa Lainnya sebesar 11,14%. Sebagai lapangan usaha yang
memiliki peran dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar 5,64%. Sedangkan Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda
Motor masing-masing tumbuh sebesar 4,51% dan 6,55%.
Gambar 2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-on-y) (%)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk III-4
Page 29
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2022 Terhadap Triwulan III-2022 (q-to-q)
Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2022 tumbuh sebesar 0,36% (q-to-q) dibanding triwulan III-
2022. Hampir seluruh lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan Usaha Administrasi
Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh signifikan sebesar 10,56%, diikuti
Jasa Pendidikan sebesar 9,22%, serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 8,48%. Industri
Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 1,60%. Sementara untuk Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 17,40% serta
Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tumbuh sebesar 0,69%.
Gambar 3. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (q-to-q) (%)
PDB Menurut Pengeluaran
Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2022 (c-to-c)
Ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh sebesar 5,31%. Pertumbuhan terjadi pada hampir
semua komponen pengeluaran kecuali Komponen PK-P yang terkontraksi sebesar 4,51%.
Komponen pengeluaran yang tumbuh signifikan adalah Komponen Ekspor Barang dan Jasa
sebesar 16,28%, diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani
Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 5,64%, Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga
(PK-RT) sebesar 4,93%, dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 3,87%.
Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam
PDB menurut pengeluaran) tumbuh sebesar 14,75%.
Gambar 4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (c-to-c) (%)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk III-5
Page 30
Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2022 tidak
menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 51,87%, diikuti
oleh komponen PMTB sebesar 29,08%, Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 24,49%,
Komponen PK-P sebesar 7,66%, Komponen PK-LNPRT sebesar 1,17%, dan Komponen Perubahan
Inventori sebesar 0,66%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor
pengurang dalam PDB memiliki peran sebesar 20,90%.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2022 Terhadap Triwulan IV-2021 (y-on-y)
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2022 terhadap triwulan IV-2021 tumbuh sebesar 5,01% (y-on-y).
Pertumbuhan terjadi pada hampir semua komponen pengeluaran, kecuali Komponen PK-P yang
terkontraksi sebesar 4,77%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan
Jasa yang tumbuh sebesar 14,93%, diikuti oleh Komponen PK-LNPRT, Komponen PK-RT, dan
Komponen PMTB yang masing-masing tumbuh sebesar 5,70%, 4,48%, dan 3,33%. Sementara
itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 6,25%.
Gambar 5. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y) (%)
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2022 Terhadap Triwulan III-2022 (q-to-q)
Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2022 dibanding triwulan III-2022 (q-to-q) tumbuh sebesar
0,36%. Pertumbuhan terjadi pada semua Komponen Pengeluaran kecuali Komponen Ekspor
Barang dan Jasa yang terkontraksi sebesar 0,25%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada
Komponen PK-P sebesar 30,13%, diikuti oleh Komponen PMTB, Komponen PK-RT, dan
Komponen PK-LNPRT yang masing-masing tumbuh sebesar 3,31%; 2,12%; dan 0,46%.
Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar
2,53%.
Gambar 6. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (q-to-q) (%)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk III-6
Page 31
3.2.2. Perkembangan Industri
Perkembangan Industri Alat Kesehatan
Data Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan menunjukkan
pertumbuhan sarana produksi alat kesehatan terus meningkat. Dari 193 perusahaan pada 2015,
telah mencapai 891 perusahaan pada 2021. Dalam lima tahun terakhir, industri alat kesehatan
dalam negeri tumbuh sebanyak 698 industri atau meningkat 361,66%. Ketika Covid-19 melanda
Indonesia, permintaan terhadap berbagai vitamin, suplemen dan obat-obatan untuk
meningkatkan kekebalan tubuh meningkat drastis. Sektor industri alat kesehatan dan farmasi
masuk dalam kategori high demand di tengah pandemi Covid-19. Begitu pula halnya dengan
permintaan alat tes rapid antigen di saat pandemi Covid-19 dua tahun terakhir cukup tinggi, baik
untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, maupun untuk diekspor ke luar negeri.
Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian
Perindustrian mengatakan, saat ini sudah banyak merek-merek alat tes rapid antigen yang
beredar di pasaran. Sebagian besar yang memiliki izin edar adalah produsen rapid test berasal
dari perusahaan luar negeri. Namun demikian, banyak juga produsen rapid tes antigen yang
berasal dari dalam negeri. Bendahara Asosiasi Alat Kesehatan secara terpisah mengemukakan
tantangannya agar produk rapid antigen lokal harus dapat mencapai kualitas produk minimal
sebagaimana produk global yang sudah memiliki izin penggunaan dari WHO.
Sekretaris Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemkes menyampaikan,
Kementerian Kesehatan (Kemkes) telah membuat sebuah peta jalan untuk mengakselerasi
perkembangan industri farmasi dan alat kesehatan menuju industri 4.0, sejalan dengan program
Making Indonesia 4.0 yang dipimpin oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Peta jalan
tersebut mengakselerasi perkembangan industri farmasi dan alat kesehatan, mencakup langkah
yang harus dilalui, target perkembangan produk, serta jangka waktu. Target dari peta jalan
tersebut adalah kemajuan industri untuk menghasilkan produk bahan baku yang berteknologi
tinggi. Menperin meminta dunia usaha memanfaatkan peluang mengisi pasar alat kesehatan di
dalam negeri, sekaligus meningkatkan kualitas alat kesehatan untuk merebut pasar ekspor.
Permintaan tersebut disampaikan Menperin beberapa waktu yang lalu, mengingat Kementerian
Perindustrian telah menempatkan industri farmasi dan alat kesehatan sebagai sektor strategis
dalam penerapan industri 4.0. Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal
melalui juru bicaranya mengemukakan, salah satu sektor yang tumbuh di tengah situasi
pandemi ini adalah sektor kesehatan dan manufaktur. Berdasar catatan Badan Pusat Statistik
(BPS) produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) industri kimia, farmasi, dan
obat tradisional mencapai Rp59,88 triliun pada kuartal I/2022. PDB industri tersebut masih
tumbuh 6,47% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).
3.2.3. Analisis Operasional Dan Prospek Perusahaan
Ditinjau dari analisis horizontal laba rugi penyesuaian tahun 2022, terjadi penurunan
pendapatan Perseroan sebesar 21,90% dari semula pada tahun 2021 dan laba kotor mengalami
penurunan -38,09% dan laba bersih mengalami penurunan sebesar 49,07%. Dari sisi aset dan
ekuitas, Perseroan berhasil mencatatkan peningkatan aset pada tahun 2022 sebesar 45,23%,
dan ekuitas Perseroan juga meningkat 66,16%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk III-7
Page 32
Pasar alat kesehatan di Indonesia saat ini masih didominasi oleh produsen luar negeri. Hal
tersebut menunjukkan kebutuhan dan potensi pasar peralatan medis merek lokal untuk dapat
bersaing mengingat banyaknya fasilitas kesehatan serta meningkatnya kebutuhan berobat
masyarakat. Terlebih, dengan banyaknya produk impor alat kesehatan yang beredar, kondisi ini
seharusnya dapat menjadi motivasi untuk tidak bergantung pada alat kesehatan impor. Obat
dan alat kesehatan merupakan dua komponen terbesar dari total biaya kesehatan saat ini. Alat-
alat kesehatan seperti mesin X-Ray (Roetgen), CT-Scan, MRI, Cathlab, USG, serta produk alat
perlindungan dan beragam peralatan medis lainnya hampir seluruhnya diimpor dari luar dan
dikenakan bea masuk serta pajak penjualan. Jika alat tersebut dapat diproduksi mandiri, maka
biaya pengobatan masyarakat tentunya dapat bisa lebih terjangkau. Produsen alat kesehatan
dalam negeri terus berupaya mengurangi ketergantungan pada barang impor, dengan mulai
memproduksi produk alat kesehatan mandiri.
Keberadaan 3.100 rumah sakit dan sekitar 10.000 puskesmas dan klinik, menjadikan Indonesia
memiliki potensi tersembunyi untuk pasar alat kesehatan. Sebagaimana diketahui, alat
kesehatan merupakan salah satu komponen terbesar dalam biaya kesehatan selain obat. Jika
alat-alat kesehatan dapat diproduksi secara mandiri oleh perusahaan dalam negeri, maka biaya
pengobatan di Indonesia dapat menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Seiring
dengan meningkatnya kebutuhan dan kesadaran masyarakat Indonesia atas kualitas kesehatan,
pertumbuhan industri alat kesehatan diperkirakan sebesar 10%-15% setiap tahunnya. Nilai
pasar alat kesehatan di Indonesia diperkirakan telah tumbuh dari sekitar Rp65 triliun di tahun
2016 hingga menjadi Rp85 triliun di tahun 2020, dan sekitar Rp94 triliun pada tahun
2021. Pemerintah sendiri menargetkan perusahaan dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan
alat kesehatan Indonesia hingga 30% pada 2030, dimana saat ini masih hanya sebesar 7%.
Berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 2 Tahun 2022, pemerintah telah
mendorong penggunaan produk dalam negeri sehingga menjadi sebuah kesempatan yang
sangat baik untuk berbagai industri, termasuk industri alat kesehatan untuk dapat memenuhi
peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Bahwa dengan adanya Inpres No. 2 tahun 2022
tersebut, membuka peluang yang besar bagi Perseroan untuk memproduksi produk alat
kesehatan yang akan digunakan untuk keperluan dalam negeri.
Salah satu instruksi untuk Menteri Kesehatan adalah mendorong Kementerian Kesehatan untuk
melakukan perubahan ekosistem industri alat kesehatan dalam negeri menjadi menjadi industri
yang berfokus pengembangan alat kesehatan dalam negeri. Kemenkes telah menetapkan
program prioritas dalam pengembangan industri alat kesehatan dalam negeri antara lain
penyusunan regulasi alat kesehatan produksi dalam negeri, pemenuhan kebutuhan 10 alat
kesehatan terbesar (by value dan by volume) produksi dalam negeri, hilirisasi hasil riset/inovasi
dan uji klinik alat kesehatan produksi dalam negeri.
Strategi kemandirian alat kesehatan dilakukan dengan cara peningkatan belanja dalam negeri
untuk 16 dari 19 alkes terbesar by value & volume produksi dalam negeri dan produksi alkes
berteknologi tinggi (CT scan, Endoskopi dan MRI). Berdasarkan strategi tersebut, maka arah
pengembangan alat kesehatan dilaksanakan sesuai dengan 10 alkes by volume dan by value.
Dalam upaya meningkatkan akses, kemandirian, dan mutu alat kesehatan, perlu dibangun
ekosistem riset dan pengembangan yang terintegrasi antara akademisi, swasta dan pemerintah.
Ekosistem yang lengkap dapat terbentuk oleh adanya kemitraan 3 pihak yang kuat, triple
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk III-8
Page 33
helix antara dunia penelitian (akademisi), dunia swasta (pelaku usaha) sebagai pihak yang
memanfaatkan hasil penelitian, dan pemerintah yang memfasilitasi terjadinya inovasi.
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi
Alasan dilakukannya transaksi antara lain adalah:
− Rencana transaksi penambahan setoran modal pada IMR oleh IHSG termasuk dalam
rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham
Perseroan yang ada dalam prospektus Perseroan dan harus dilakukan.
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan
Keuntungan Perseroan yang bersifat kualitatif adalah dapat melakukan pengembangan usaha
entitas anak dibidang ritel offline dan online, sehingga dapat lebih dikenal masyarakat sebagai
perusahaan yang terus berkembang.
Kerugian Perseroan yang bersifat kualitatif adalah jika tidak tercapainya proyeksi yang
direncanakan, sehingga target yang direncanakan tidak tercapai yang berakibat menurunnya
kinerja Perseroan dan Perseroan melalui IHSG dianggap gagal mengembangkan investasinya di
IMR yang dapat berpengaruh negatif terhadap kredibilitas Perseroan terhadap shareholder.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk III-9
Page 34
BAB IV
ANALISIS KUANTITATIF
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan
4.1.1. Penilaian Kinerja Historis
Kinerja historis diperoleh dari laporan keuangan OMED Tahun 2018 – 2022 yang telah diaudit
KAP.
Laporan Laba Rugi
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
Laba Rugi (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022
PENJUALAN NETO 587.465 1.228.049 1.994.540 2.226.573 1.739.054
BEBAN POKOK PENJUALAN (462.718) (782.576) (957.599) (1.322.279) (1.186.562)
LABA KOTOR 124.747 445.473 1.036.940 904.294 552.492
Beban usaha
Umum dan administrasi (11.613) (77.075) (91.696) (95.924) (110.654)
Penjualan dan pemasaran (6.291) (72.885) (95.019) (72.319) (77.272)
LABA (RUGI) USAHA 106.843 295.512 850.226 736.051 364.566
Pendapatan (beban) operasi lain-lain 5.886 (2.851) 5.668 (1.591) 14.043
Pendapatan keuangan - 10.157 14.945 16.909 14.371
Beban keuangan (409) (532) (9.157) (22.169) (20.872)
Pajak final - - (1.681) - -
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 112.319 302.287 860.001 729.200 372.109
PAJAK (30.261) (74.262) (167.132) (158.821) (81.602)
LABA (RUGI) BERSIH 82.059 228.024 692.869 570.379 290.507
Penghasilan komprehensif lain 752 539 (3.908) (17.296) 3.643
LABA KOMPREHENSIF 82.810 228.564 688.961 553.084 294.149
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2018-2022
Margin Laba Kotor 36,38% 21,23% 36,27% 51,99% 40,61% 31,77%
Margin Laba Usaha 27,78% 18,19% 24,06% 42,63% 33,06% 20,96%
Margin Laba Sebelum Pajak 28,20% 19,12% 24,62% 43,12% 32,75% 21,40%
Margin Laba Bersih 21,92% 13,97% 18,57% 34,74% 25,62% 16,70%
Sumber: Laporan Keuangan tahun 2018 – 2022 (audited)
Laporan laba rugi yang telah disesuaikan pencatatannya yang meliputi EBITDA adalah sebagai
berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-1
Page 35
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
Laba Rugi Penyesuaian (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022
PENJUALAN NETO 587.465 1.228.049 1.994.540 2.226.573 1.739.054
BEBAN POKOK PENJUALAN (449.455) (769.353) (942.701) (1.303.935) (1.167.855)
LABA KOTOR 138.010 458.696 1.051.838 922.639 571.200
Beban usaha
Umum dan administrasi (11.435) (76.690) (88.485) (78.636) (87.716)
Penjualan dan pemasaran (6.291) (72.885) (95.019) (72.319) (77.272)
EBITDA 120.283 309.120 868.334 771.684 406.212
Depresiasi (13.441) (13.608) (18.108) (35.632) (41.646)
EBIT 106.843 295.512 850.226 736.051 364.566
Pendapatan (beban) operasi lain-lain 5.886 (2.851) 5.668 (1.591) 14.043
Pendapatan keuangan - 10.157 14.945 16.909 14.371
Beban keuangan (409) (532) (9.157) (22.169) (20.872)
Pajak final - - (1.681) - -
EBT 112.319 302.287 860.001 729.200 372.109
PAJAK (30.261) (74.262) (167.132) (158.821) (81.602)
LABA BERSIH (EAT) 82.059 228.024 692.869 570.379 290.507
Penghasilan komprehensif lain 752 539 (3.908) (17.296) 3.643
LABA KOMPREHENSIF 82.810 228.564 688.961 553.084 294.149
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2018-2022
EBITDA/Sales 29,44% 20,47% 25,17% 43,54% 34,66% 23,36%
EBIT/Sales 27,78% 18,19% 24,06% 42,63% 33,06% 20,96%
EBT/Sales 28,20% 19,12% 24,62% 43,12% 32,75% 21,40%
EAT/Sales 21,92% 13,97% 18,57% 34,74% 25,62% 16,70%
Analisis vertikal laporan laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
Analisis Vertikal Laba Rugi Penyesuaian
Tahun
Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
PENJUALAN NETO 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
BEBAN POKOK PENJUALAN -76,51% -62,65% -47,26% -58,56% -67,15% -62,43%
LABA KOTOR 23,49% 37,35% 52,74% 41,44% 32,85% 37,57%
Beban usaha
Umum dan administrasi -1,95% -6,24% -4,44% -3,53% -5,04% -4,24%
Penjualan dan pemasaran -1,07% -5,94% -4,76% -3,25% -4,44% -3,89%
EBITDA 20,47% 25,17% 43,54% 34,66% 23,36% 29,44%
Depresiasi -2,29% -1,11% -0,91% -1,60% -2,39% -1,66%
EBIT 18,19% 24,06% 42,63% 33,06% 20,96% 27,78%
Pendapatan (beban) operasi lain-lain 1,00% -0,23% 0,28% -0,07% 0,81% 0,36%
Pendapatan keuangan 0,00% 0,83% 0,75% 0,76% 0,83% 0,63%
Beban keuangan -0,07% -0,04% -0,46% -1,00% -1,20% -0,55%
Pajak final 0,00% 0,00% -0,08% 0,00% 0,00% -0,02%
EBT 19,12% 24,62% 43,12% 32,75% 21,40% 28,20%
PAJAK -5,15% -6,05% -8,38% -7,13% -4,69% -6,28%
LABA BERSIH (EAT) 13,97% 18,57% 34,74% 25,62% 16,70% 21,92%
Penghasilan komprehensif lain 0,13% 0,04% -0,20% -0,78% 0,21% -0,12%
LABA KOMPREHENSIF 14,10% 18,61% 34,54% 24,84% 16,91% 21,80%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-2
Page 36
Analisis horizontal laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
Analisis Horizontal Laba Rugi Penyesuaian
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
PENJUALAN NETO n/a 109,04% 62,42% 11,63% -21,90% 40,30%
BEBAN POKOK PENJUALAN n/a 71,17% 22,53% 38,32% -10,44% 30,40%
LABA KOTOR n/a 232,36% 129,31% -12,28% -38,09% 77,83%
Beban usaha
Umum dan administrasi n/a 570,65% 15,38% -11,13% 11,55% 146,61%
Penjualan dan pemasaran n/a 1058,52% 30,37% -23,89% 6,85% 267,96%
EBITDA n/a 156,99% 180,91% -11,13% -47,36% 69,85%
Depresiasi n/a 1,24% 33,07% 96,77% 16,88% 36,99%
EBIT n/a 176,59% 187,71% -13,43% -50,47% 75,10%
Pendapatan (beban) operasi lain-lain n/a -148,44% -298,80% -128,07% -982,73% -389,51%
Pendapatan keuangan n/a n/a 47,14% 13,14% -15,01% 15,09%
Beban keuangan n/a 29,88% 1622,76% 142,09% -5,85% 447,22%
Pajak final n/a n/a n/a -100,00% n/a -100,00%
EBT n/a 169,13% 184,50% -15,21% -48,97% 72,36%
PAJAK n/a 145,41% 125,06% -4,97% -48,62% 54,22%
LABA BERSIH (EAT) n/a 177,88% 203,86% -17,68% -49,07% 78,75%
Penghasilan komprehensif lain n/a -28,28% -824,84% 342,54% -121,06% -157,91%
LABA KOMPREHENSIF n/a 176,01% 201,43% -19,72% -46,82% 77,73%
Berdasarkan analisis horizontal laba rugi penyesuaian, rata-rata pertumbuhan penjualan
Perseroan dalam tahun 2018 – 2022 sebesar 40,30%. Pada tahun 2018 jumlah penjualan
tercatat Rp 587.465 juta dan meningkat signifikan sebesar 109,04% menjadi Rp 1.228.049 juta
di tahun 2019 karena mencatatkan laporan keuangan konsolidasian dan cenderung meningkat
sampai tahun 2022 menjadi Rp 1.739.054 juta. Kemudian, berdasarkan analisis vertikal laba rugi
penyesuaian, komposisi beban pokok penjualan dalam tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif
dengan rata-rata sebesar 62,43%, beban usaha yang terdiri dari beban umum dan administrasi
serta beban penjualan yang tercatat rata-rata masing-masing sebesar 4,24% dan 3,89%. Rata-
rata margin EBITDA, EBIT, EBT, dan EAT terhadap pendapatan dalam periode tersebut relatif
stabil yang tercatat masing-masing sebesar 29,44%, 27,78%, 28,20% dan 21,92%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-3
Page 37
Laporan Posisi Keuangan
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
Posisi Keuangan (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 155.576 316.214 697.028 732.841 830.549
Investasi jangka pendek - - - 105.000 500.000
Piutang usaha 158.806 118.855 299.012 181.838 187.045
Piutang non-usaha 370 131 5.252 2.166 368
Persediaan 87.152 93.555 241.673 411.186 521.916
Beban dibayar dimuka 679 700 720 1.139 1.251
Uang muka pembelian 16.825 23.044 17.362 32.954 38.589
Pajak dibayar dimuka 2.807 787 5.974 23.213 90.839
Aset lancar lainnya - - 753 - 252
Jumlah Aset Lancar 422.215 553.286 1.267.773 1.490.337 2.170.809
Aset Tidak Lancar
Uang muka pembelian aset tetap 53 53 120 - 39.161
Investasi jangka panjang - 690 696 5 24.482
Aset tetap
Nilai perolehan 169.936 184.153 226.144 308.694 351.532
Akumulasi penyusutan 67.917 80.575 92.614 111.783 135.394
Nilai buku 102.018 103.578 133.530 196.912 216.138
Aset takberwujud - - 1.266 669 539
Hak guna aset
Nilai perolehan - - 12.746 49.066 88.938
Akumulasi amortisasi - - 4.504 20.170 37.565
Nilai buku - - 8.242 28.896 51.373
Aset pajak tangguhan 3.298 4.459 4.937 9.570 4.806
Aset tidak lancar lainnya 61 5 17 11 11
Jumlah Aset Tidak Lancar 105.430 108.785 148.809 236.062 336.510
JUMLAH ASET 527.644 662.071 1.416.582 1.726.400 2.507.319
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 18.304 17.991 170.127 176.847 190.982
Utang non-usaha 1.443 4.629 6.137 2.819 1.467
Uang muka dari pelanggan - 6 3.192 3.122 1.747
Beban masih harus dibayar 10.552 27.399 19.553 3.890 3.265
Utang pajak 1.176 9.436 60.867 70.988 12.240
Liabilitas lancar lainnya - - 1.372 - -
Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
satu tahun
Liabilitas sewa 1.309 1.594 2.994 15.128 21.245
Lainnya - 301 175 - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 32.784 61.357 264.419 272.796 230.946
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas sewa 2.270 675 3.056 12.126 18.891
Surat utang jangka menengah - - 159.278 159.410 159.562
Lainnya 778 175 - - -
Liabilitas imbalan paska kerja 6.298 34.062 39.262 36.625 28.499
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 9.346 34.913 201.596 208.162 206.952
JUMLAH LIABILITAS 42.130 96.270 466.015 480.957 437.898
Ekuitas
Modal saham 10.000 10.000 4.500 575.000 676.471
Tambahan modal disetor 798 (152.439) (450.859) (455.919) 223.188
Akumulasi rugi aktuarial atas imbalan paska kerja - 369 (3.496) (20.588) (16.983)
Komponen ekuitas lainnya (130) - - - -
Saldo (defisit) laba 474.846 703.481 1.388.717 1.125.910 1.161.692
Kepentingan non pengendali - 4.389 11.706 21.040 25.053
Jumlah Ekuitas 485.515 565.801 950.567 1.245.442 2.069.420
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 527.644 662.071 1.416.582 1.726.400 2.507.319
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2018-2022
Current Ratio 831,07% 1287,87% 901,74% 479,46% 546,32% 939,96%
Debt to Equity Ratio 26,90% 8,68% 17,01% 49,02% 38,62% 21,16%
Debt to Asset Ratio 20,15% 7,98% 14,54% 32,90% 27,86% 17,46%
Sumber: Laporan Keuangan tahun 2018 – 2022 (audited)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-4
Page 38
Laporan Arus Kas
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
Laporan Arus Kas (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan - 626.720 994.904 1.773.318 1.734.279
Penerimaan kas dari pendapatan keuangan - 10.157 14.946 16.513 14.012
Pembayaran kepada pemasok - (397.273) (632.069) (965.634) (1.269.860)
Pembayaran untuk beban operasional - (16.885) (23.941) (63.986) (78.285)
Pembayaran untuk gaji dan imbalan kerja karyawan - (21.058) (33.939) (95.254) (155.496)
Pembayaran beban keuangan - (147) (8.550) (17.138) (16.952)
Pembayaran pajak penghasilan - (26.797) (32.617) (142.710) (135.081)
Laba operasi sebelum perubahan modal kerja 127.043 - - - -
Penurunan (kenaikan): - - - - -
Piutang usaha (6.053) - - - -
Piutang lain-lain (237) - - - -
Persediaan (9.635) - - - -
Pajak dibayar di muka (1.096) - - - -
Beban dibayar di muka 304 - - - -
Uang muka pembelian 38.732 - - - -
Kenaikan (penurunan): - - - - -
Utang usaha (31.020) - - - -
Utang lain-lain (4.985) - - - -
Utang pajak (29.472) - - - -
Beban masih harus dibayar 6.893 - - - -
Pembayaran imbalan kerja (83) - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi 90.391 174.718 278.735 505.108 92.617
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan dari aset tetap (27.850) (14.494) (49.896) (82.722) (35.907)
Perolehan dari aset takberwujud - - (2.482) (62) (302)
Pelepasan (peningkatan) investasi jangka panjang - (690) (5) 690 (24.477)
Peningkatan Investasi jangka pendek - - - (105.000) (395.000)
Pembayaran uang muka aset tetap - - (67) - (39.161)
Peningkatan aset lancar lainnya - - - - (252)
Penerimaan dari penjualan aset tetap 5.398 110 2.608 38 (0)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi (22.452) (15.074) (49.842) (187.056) (495.100)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran dividen - - - (255.000) (250.000)
Penerimaan hasil penerbitan saham pada penawaran umum perdana saham - - - - 780.579
Dividen untuk kepentingan nonpengendali - - - (10.000) (750)
Pembayaran liabilitas sewa (2.779) (1.694) (2.875) (17.972) (36.342)
Setoran modal yang dikembalikan - - (5.500) - -
Penerimaan dari surat utang jangka menengah - - 159.200 - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan (2.779) (1.694) 150.825 (282.972) 493.487
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS 65.161 157.949 379.718 35.081 91.004
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN 90.415 155.576 316.214 697.028 732.841
Pengaruh neto perubahan nilai tukar pada kas dan setara kas - (38) 1.097 732 6.704
Penyesuaian - 2.727 - - -
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN 155.576 316.214 697.028 732.841 830.549
Sumber: Laporan Keuangan tahun 2018 – 2022 (audited)
Pendapatan
Pertumbuhan pendapatan dalam tahun 2018 – 2022 adalah sebagai berikut:
Pertumbuhan Pendapatan
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
(%)
Pertumbuhan Pendapatan n/a 109,04% 62,42% 11,63% -21,90% 40,30%
Total Pertumbuhan n/a 109,04% 62,42% 11,63% -21,90% 40,30%
(Rp.Juta)
Pendapatan 587.465 1.228.049 1.994.540 2.226.573 1.739.054
Total Pendapatan 587.465 1.228.049 1.994.540 2.226.573 1.739.054
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-5
Page 39
Perseroan mencatatkan pendapatan Rp 587.465 juta di tahun 2018 dan mengalami peningkatan
di tahun 2019 sebesar 109,04% sehingga pendapatan Perseroan menjadi Rp 1.228.049 juta.
Tahun 2020, pertumbuhan pendapatan kembali mengalami peningkatan 62,42% sehingga total
pendapatan menjadi Rp 1.994.540 juta. Di tahun 2021, terjadi kenaikan pendapatan sebesar
11,63% sehingga total pendapatan Perseroan menjadi Rp 2.226.573 juta. Pada tahun 2022,
pertumbuhan pendapatan Perseroan menurun 21,90% menjadi Rp 1.739.054 juta.
Aset
Perkembangan komposisi aset Perseroan tahun 2018 – 2022 disajikan sebagai berikut:
Komposisi Aset
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
(%)
Aset Lancar 80,02% 83,57% 89,50% 86,33% 86,58% 85,20%
Aset Tidak Lancar 19,98% 16,43% 10,50% 13,67% 13,42% 14,80%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp.Juta)
Aset Lancar 422.215 553.286 1.267.773 1.490.337 2.170.809
Aset Tidak Lancar 105.430 108.785 148.809 236.062 336.510
Jumlah 527.644 662.071 1.416.582 1.726.400 2.507.319
Dalam tahun 2018 – 2022, mayoritas komposisi aset Perseroan berupa aset lancar dengan rata-
rata proporsi terhadap total aset sebesar 85,20% diikuti oleh aset tidak lancar sebesar 14,80%.
Komposisi aset lancar terbesar berupa kas dan setara kas, sedangkan komposisi aset tidak lancar
didominasi utamanya oleh aset tetap. Di tahun 2021, komposisi aset Perseroan terdiri dari
86,33% aset lancar dan 13,67% aset tidak lancar. Tahun 2022, komposisi aset Perseroan terdiri
dari 86,58% aset lancar dan 13,42% aset tidak lancar.
Selanjutnya, pertumbuhan aset Perseroan disajikan sebagai berikut:
Pertumbuhan Aset
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
(%)
Aset Lancar n/a 31,04% 129,14% 17,56% 45,66% 55,85%
Aset Tidak Lancar n/a 3,18% 36,79% 58,63% 42,55% 35,29%
Jumlah n/a 25,48% 113,96% 21,87% 45,23% 51,64%
Pada tahun 2018 – 2022, pertumbuhan aset Perseroan terus meningkat dengan tingkat
pertumbuhan aset rata-rata sebesar 51,64%. Tahun 2018 Perseroan membukukan total aset
sebesar Rp 527.644 juta yang terdiri dari Rp 422.215 juta aset lancar dan Rp 105.430 juta aset
tidak lancar. Pada tahun 2019, pertumbuhan aset Perseroan meningkat sebesar 25,48%
sehingga total aset menjadi Rp 662.071 juta. Tahun 2020, pertumbuhan aset Perseroan kembali
meningkat sebesar 113,96% menjadi Rp 1.416.582 juta. Di tahun 2021, Perseroan kembali
mengalami peningkatan pertumbuhan aset sebesar 21,87% sehingga total aset menjadi Rp
1.726.400 juta. Pada tahun 2022, Perseroan mencatatkan peningkatan pertumbuhan aset
sebesar 45,23% sehingga total aset menjadi Rp 2.507.319 juta.
Liabilitas
Perkembangan komposisi liabilitas Perseroan tahun 2018 – 2022 disajikan sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-6
Page 40
Komposisi Liabilitas
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
(%)
Liabilitas Jangka Pendek 77,82% 63,73% 56,74% 56,72% 52,74% 61,55%
Liabilitas Jangka Panjang 22,18% 36,27% 43,26% 43,28% 47,26% 38,45%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp.Juta)
Liabilitas Jangka Pendek 32.784 61.357 264.419 272.796 230.946
Liabilitas Jangka Panjang 9.346 34.913 201.596 208.162 206.952
Jumlah 42.130 96.270 466.015 480.957 437.898
Pada tahun 2018 – 2022, komposisi liabilitas Perseroan rata-rata didominasi oleh liabilitas
jangka pendek dengan rata-rata proporsi terhadap total liabilitas sebesar 61,55% diikuti oleh
liabilitas jangka panjang sebesar 38,45%. Komposisi liabilitas jangka pendek terbesar utamanya
berasal dari utang usaha, sedangkan komposisi liabilitas jangka panjang didominasi utamanya
oleh surat utang jangka menengah. Di tahun 2021, komposisi liabilitas Perseroan terdiri dari
56,72% liabilitas jangka pendek dan 43,28% liabilitas jangka panjang. Tahun 2022, komposisi
liabilitas Perseroan terdiri dari 52,74% liabilitas jangka pendek dan 47,26% liabilitas jangka
panjang.
Selanjutnya, pertumbuhan liabilitas Perseroan disajikan sebagai berikut:
Pertumbuhan Liabilitas
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
(%)
Liabilitas Jangka Pendek n/a 87,16% 330,95% 3,17% -15,34% 101,48%
Liabilitas Jangka Panjang n/a 273,57% 477,43% 3,26% -0,58% 188,42%
Jumlah n/a 128,51% 384,07% 3,21% -8,95% 126,71%
Pada tahun 2018 – 2022, pertumbuhan liabilitas Perseroan cenderung meningkat dengan
tingkat pertumbuhan liabilitas rata-rata sebesar 126,71%. Tahun 2018, Perseroan membukukan
liabilitas sebesar Rp 42.130 juta yang terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp 32.784 juta dan Rp
9.346 juta liabilitas jangka panjang. Di tahun 2019, pertumbuhan liabilitas Perseroan meningkat
128,51% sehingga total liabilitas menjadi Rp 96.270 juta. Tahun 2020, pertumbuhan liabilitas
Perseroan kembali mengalami peningkatan sebesar 384,07% menjadi Rp 466.015 juta. Di tahun
2021, pertumbuhan liabilitas kembali tercatat mengalami peningkatan 3,21% sehingga total
liabilitas menjadi Rp 480.957 juta. Di tahun 2022, pertumbuhan liabilitas Perseroan menurun
8,95% menjadi Rp 437.898 juta.
Penilaian Arus Kas
Tahun 2018, arus kas dari aktivitas operasi Perseroan tercatat positif sebesar Rp 90.391 juta
yang utamanya berasal dari laba operasi sebelum perubahan modal kerja. Pada tahun 2019,
Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 174.718 juta yang utamanya
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan lebih besar dari pembayaran kepada pemasok. Di
tahun 2020, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 278.735 juta yang
utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan lebih besar dari pembayaran kepada
pemasok. Pada tahun 2021, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp
505.108 juta utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan lebih besar dari pembayaran
kepada pemasok. Tahun 2022, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp
92.617 juta utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan lebih besar dari pembayaran
kepada pemasok.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-7
Page 41
Selanjutnya tahun 2018, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp
22.452 juta utamanya untuk perolehan dari aset tetap. Pada tahun 2019, Perseroan
menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 15.074 juta utamanya untuk perolehan
aset tetap. Pada tahun 2020, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp
49.482 juta utamanya untuk perolehan aset tetap. Di tahun 2021, Perseroan menggunakan kas
untuk aktivitas investasi sebesar Rp 187.056 juta utamanya untuk peningkatan investasi jangka
pendek. Pada tahun 2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp
495.100 juta utamanya untuk peningkatan investasi jangka pendek.
Di tahun 2018, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 2.779 juta
yang seluruhnya untuk pembayaran liabilitas sewa. Pada tahun 2019, Perseroan menggunakan
kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 1.694 juta yang seluruhnya untuk pembayaran
liabilitas sewa. Di tahun 2020, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp
150.825 juta utamanya berasal dari penerimaan dari surat utang jangka menengah. Tahun 2021,
Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 282.972 juta utamanya
untuk pembayaran dividen. Tahun 2022, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan
sebesar Rp 493.487 juta utamanya berasal dari penerimaan hasil penerbitan saham pada
penawaran umum.
Kas Perseroan di tahun 2018 tercatat sebesar Rp 155.576 juta. Di tahun 2019 kas Perseroan
meningkat 103,25% menjadi Rp 316.214 juta yang disebabkan oleh perolehan kas dari aktivitas
operasi. Tahun 2020 kas Perseroan mengalami peningkatan 120,43% menjadi Rp 697.028 juta
yang utamanya berasal dari aktivitas operasi dan pendanaan. Pada tahun 2021 kas Perseroan
mengalami peningkatan 5,14% menjadi Rp 732.841 juta yang disebabkan arus kas operasi yang
positif. Pada tahun 2022 kas Perseroan meningkat 13,33% dari tahun sebelumnya menjadi Rp
830.549 juta yang utamanya berasal dari aktivitas pendanaan yang positif.
Saldo kas pada setiap tahun selalu positif karena kebutuhan kas untuk operasi dan investasi
disesuaikan dengan pendanaannya.
4.1.2. Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan disajikan sebagai berikut:
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
Analisis Rasio
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
Pertumbuhan Pendapatan n/a 109,04% 62,42% 11,63% -21,90% 40,30%
Rasio Profitabilitas
EBITDA/Sales 20,47% 25,17% 43,54% 34,66% 23,36% 29,44%
EBIT/Sales 18,19% 24,06% 42,63% 33,06% 20,96% 27,78%
EBT/Sales 19,12% 24,62% 43,12% 32,75% 21,40% 28,20%
EAT/Sales 13,97% 18,57% 34,74% 25,62% 16,70% 21,92%
ROE 16,90% 40,30% 72,89% 45,80% 14,04% 37,99%
ROA 15,55% 34,44% 48,91% 33,04% 11,59% 28,71%
Rasio Efektivitas
Perputaran Piutang Usaha 3,70 x 10,33 x 6,67 x 12,24 x 9,30 x 8,45 x
Perputaran Persediaan 5,16 x 8,22 x 3,90 x 3,17 x 2,24 x 4,54 x
Perputaran Aset 1,11 x 1,85 x 1,41 x 1,29 x 0,69 x 1,27 x
Perputaran Utang Usaha 24,56 x 42,76 x 5,54 x 7,37 x 6,11 x 17,27 x
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Current Ratio 12,88 x 9,02 x 4,79 x 5,46 x 9,40 x 8,31 x
Debt to Equity 0,09 x 0,17 x 0,49 x 0,39 x 0,21 x 0,27 x
Debt to Asset 0,08 x 0,15 x 0,33 x 0,28 x 0,17 x 0,20 x
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-8
Page 42
Rasio Profitabilitas
Profitabilitas Perseroan selama tahun 2018 – 2022 cenderung meningkat, yang ditunjukkan oleh
EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales dengan rata-rata masing-masing 29,44%,
27,78%, 28,20% dan 21,92%, artinya Perseroan rata-rata memperoleh laba masing-masing
Rp 0,2944 EBITDA, Rp 0,2778 EBIT, Rp 0,2820 EBT, dan Rp 0,2192 EAT atas setiap Rp 1
pendapatan yang berhasil dilakukan. Pada tahun 2022, EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan
EAT/Sales masing-masing sebesar 23,36%, 20,96%, 21,40% dan 16,70%.
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang
harus dibayar dengan aset lancarnya maka dalam mengukur tingkat likuiditas perusahaan,
digunakan Current Ratio (CR). Semakin tinggi CR maka semakin tinggi likuiditas perusahaan.
Pada tahun 2018 – 2022, likuiditas perusahaan cenderung fluktuatif dengan Current Ratio tahun
2022 sebesar 9,40x, artinya Perseroan memiliki Rp 9,40 aset lancar yang dapat digunakan untuk
memenuhi setiap Rp 1 utang lancarnya.
Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya ketika
dilikuidasi yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR). Semakin
tinggi DER dan DAR maka semakin rendah solvabilitas perusahaan. Semakin tinggi solvabilitas
perusahaan, maka semakin rendah risiko kebangkrutan perusahaan. Solvabilitas Perseroan
tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif, dengan Debt to Equity dan Debt to Asset pada tahun
2022 masing-masing adalah 0,21x dan 0,17x. Artinya, perusahaan memiliki utang Rp 0,21 untuk
setiap Rp 1 ekuitas yang dimilikinya serta setiap Rp 1 aset perusahaan dibiayai oleh utang
sebesar Rp 0,17.
Rasio Efektivitas
Rasio perputaran piutang usaha dalam tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif dari 3,70x di
tahun 2018 menjadi 9,30x di tahun 2022. Pada tahun 2022 tingkat perputaran piutang usaha
Perseroan sebesar 9,30x, artinya dalam satu tahun Perseroan dapat menagih piutang usahanya
dalam waktu ±39 hari.
Rasio perputaran persediaan dalam tahun 2018 – 2022 cenderung menurun dari 5,16x di tahun
2018 menjadi 2,24x di tahun 2022. Pada tahun 2022 tingkat perputaran persediaan Perseroan
sebesar 2,24x, artinya dalam satu tahun Perseroan dapat menghabiskan persediaannya setiap
±163 hari.
Rasio perputaran aset dalam tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif dari 1,11x di tahun 2018
menjadi 0,69x di tahun 2022. Pada tahun 2022 tingkat perputaran aset Perseroan sebesar 0,69x,
artinya dalam satu tahun Perseroan menginvestasikan asetnya selama lebih dari satu tahun
untuk memperoleh pendapatan.
Rasio perputaran utang usaha dalam tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif dari 24,56x di
tahun 2018 menjadi 6,11x di tahun 2022. Pada tahun 2022 tingkat perputaran utang usaha
Perseroan sebesar 6,11x, artinya dalam satu tahun Perseroan dapat melunasi utang usahanya
dalam waktu ±60 hari.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-9
Page 43
4.1.3. Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan Setelah
Transaksi
Analisis dilakukan mencakup analisis dampak Transaksi terhadap laporan keuangan Perseroan
yang dilakukan berdasarkan informasi Keuangan Proforma Perseroan sebelum dan setelah
Transaksi pada tanggal 31 Desember 2022 dari manajemen Perseroan.
Tujuan Informasi Keuangan Proforma adalah untuk memperlihatkan dampak signifikan
Transaksi yang terjadi atas informasi keuangan historis. Namun, Informasi Keuangan Proforma
bukan merupakan petunjuk hasil usaha atau dampak yang berkaitan atas posisi keuangan
sebagai akibat dari transaksi yang telah terjadi sebelumnya.
Informasi keuangan proforma disusun dengan menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
• Laporan posisi keuangan sebelum transaksi diambil dari laporan keuangan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata
Sutanto Fahmi Bambang & Rekan.
• Pelaksanaan transaksi telah berlaku efektif pada tanggal 31 Desember 2022.
• Pelaksanaan transaksi telah efektif dan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang
berlaku.
Informasi keuangan proforma tersebut adalah sebagai berikut:
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
Laporan Posisi Keuangan Proforma (Rp.Juta)
Sebelum Setelah
Uraian Transaksi Penyesuaian Transaksi
31 Des 2022 31 Des 2022
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 830.549 - 830.549
Investasi jangka pendek 500.000 - 500.000
Piutang usaha 187.045 - 187.045
Piutang non-usaha 368 - 368
Beban dibayar dimuka 1.251 - 1.251
Persediaan 521.916 - 521.916
Uang muka pembelian 38.589 - 38.589
Pajak dibayar dimuka 90.839 - 90.839
Aset lancar lainnya 252 - 252
Jumlah Aset Lancar 2.170.809 - 2.170.809
Aset Tidak Lancar
Uang muka pembelian aset tetap 39.161 - 39.161
Investasi jangka panjang 24.482 - 24.482
Aset tetap 216.138 - 216.138
Aset takberwujud 539 - 539
Hak guna aset 51.373 - 51.373
Aset pajak tangguhan 4.806 - 4.806
Aset tidak lancar lainnya 11 - 11
Jumlah Aset Tidak Lancar 336.510 - 336.510
JUMLAH ASET 2.507.319 - 2.507.319
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-10
Page 44
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
Laporan Posisi Keuangan Proforma (Rp.Juta)
Sebelum Setelah
Uraian Transaksi Penyesuaian Transaksi
31 Des 2022 31 Des 2022
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 190.982 - 190.982
Utang non-usaha 1.467 - 1.467
Uang muka dari pelanggan 1.747 - 1.747
Beban masih harus dibayar 3.265 - 3.265
Utang pajak 12.240 - 12.240
Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas sewa 21.245 - 21.245
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 230.946 - 230.946
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi jatuh
tempo dalam satu tahun
Liabilitas sewa 18.891 - 18.891
Surat utang jangka menengah 159.562 - 159.562
Liabilitas imbalan paska kerja 28.499 - 28.499
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 206.952 - 206.952
JUMLAH LIABILITAS 437.898 - 437.898
Ekuitas
Modal saham 676.471 - 676.471
Tambahan modal disetor 223.188 - 223.188
Akumulasi rugi aktuarial atas imbalan paska kerja (16.983) - (16.983)
Saldo (defisit) laba 1.161.692 - 1.161.692
Kepentingan non pengendali 25.053 - 25.053
Jumlah Ekuitas 2.069.420 - 2.069.420
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2.507.319 - 2.507.319
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Current Ratio 939,96% 939,96%
Debt to Equity Ratio 21,16% 21,16%
Debt to Asset Ratio 17,46% 17,46%
Sumber: Manajemen Perseroan
Berikut adalah analisis singkat atas informasi posisi keuangan proforma Perseroan per 31
Desember 2022 atas transaksi:
• Proforma aset lancar tidak mengalami perubahan.
• Proforma aset tidak lancar tidak mengalami perubahan.
• Secara keseluruhan proforma aset Perseroan setelah dilakukannya Rencana Transaksi tidak
mengalami perubahan.
• Proforma liabilitas jangka pendek tidak mengalami perubahan.
• Proforma liabilitas jangka panjang tidak mengalami perubahan.
• Secara keseluruhan proforma liabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan.
• Proforma ekuitas tidak mengalami perubahan.
• Proforma Current Ratio tidak mengalami perubahan.
• Proforma Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset Ratio tidak mengalami perubahan.
Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat disimpulkan dengan dilakukannya transaksi kondisi
likuiditas dan solvabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-11
Page 45
4.1.4. Penilaian Atas Proyeksi Keuangan yang Diperoleh dari Manajemen
Kami telah menerima proyeksi keuangan tanpa dan dengan transaksi dari manajemen. Proyeksi
keuangan tersebut telah kami sesuaikan. Berdasarkan penilaian kami, proyeksi keuangan
tersebut yang telah disesuaikan telah mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat
oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya. Proyeksi keuangan yang digunakan
adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
a. Proyeksi Keuangan Perseroan Tanpa Transaksi
Asumsi – Asumsi
Jangka Waktu Proyeksi
Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2023 – 31 Desember 2027.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Penjualan tahun 2023 diasumsikan meningkat 5,00%, dan selanjutnya diasumsikan
meningkat 3,00% dari tahun sebelumnya.
▪ Beban pokok penjualan diasumsikan sebesar 67,00% dari penjualan setiap tahun.
▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 5,00% dari penjualan setiap tahun.
▪ Beban penjualan dan pemasaran sebesar 4,00% dari penjualan setiap tahun.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
▪ Perhitungan beban keuangan dari surat utang jangka menengah disajikan pada lampiran
2.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
loss carry forward.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Investasi jangka pendek diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Piutang usaha diasumsikan 40 hari dari penjualan setiap tahun.
− Piutang non-usaha diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Persediaan diasumsikan 150 hari dari beban pokok penjualan setiap tahun.
− Beban dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Uang muka pembelian diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Aset lancar lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
▪ Aset tidak lancar
− Uang muka pembelian aset tetap diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2022.
− Investasi jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Aset tetap
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
lampiran 1.
− Aset takberwujud diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Perhitungan hak guna aset disajikan pada lampiran 1.
− Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-12
Page 46
− Aset tidak lancar lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Utang usaha diasumsikan 60 hari dari beban pokok penjualan setiap tahun.
− Utang non-usaha diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Uang muka dari pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Beban masih harus dibayar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2022.
− Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Perhitungan liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam satu tahun
berupa liabilitas sewa dan lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2022.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Perhitungan liabilitas jangka panjang setelah dikurangi jatuh tempo dalam satu
tahun berupa liabilitas sewa dan liabilitas lainnya diasumsikan tetap, sama dengan
per 31 Desember 2022, perhitungan surat utang jangka menengah disajikan pada
lampiran 2.
− Liabilitas imbalan pasca kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2022.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Akumulasi rugi aktuarial atas imbalan paska kerja diasumsikan tetap, sama dengan
per 31 Desember 2022.
− Komponen ekuitas lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
− Kepentingan non pengendali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2022.
Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-13
Page 47
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2022 2023 2024 2025 2026 2027
PENJUALAN NETO 1.739.054 1.826.007 1.880.787 1.937.211 1.995.327 2.055.187
BEBAN POKOK PENJUALAN (1.167.855) (1.223.425) (1.260.128) (1.297.931) (1.336.869) (1.376.975)
LABA KOTOR 571.200 602.582 620.660 639.280 658.458 678.212
Beban usaha
Umum dan administrasi (87.716) (91.300) (94.039) (96.861) (99.766) (102.759)
Penjualan dan pemasaran (77.272) (73.040) (75.231) (77.488) (79.813) (82.207)
EBITDA 406.212 438.242 451.389 464.931 478.879 493.245
Depresiasi (41.646) (38.486) (32.301) (22.369) (23.094) (24.277)
EBIT 364.566 399.756 419.088 442.562 455.785 468.968
Pendapatan (beban) operasi lain-lain 14.043 - - - - -
Pendapatan keuangan 14.371 - - - - -
Beban keuangan (20.872) (16.754) (16.754) (6.059) - -
Pajak final - - - - - -
EBT 372.109 383.002 402.334 436.503 455.785 468.968
PAJAK (81.602) (84.260) (88.514) (96.031) (100.273) (103.173)
LABA BERSIH (EAT) 290.507 298.742 313.821 340.472 355.512 365.795
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2023-2027
EBITDA/Sales 24,00% 23,36% 24,00% 24,00% 24,00% 24,00% 24,00%
EBIT/Sales 22,54% 20,96% 21,89% 22,28% 22,85% 22,84% 22,82%
EBT/Sales 22,11% 21,40% 20,97% 21,39% 22,53% 22,84% 22,82%
EAT/Sales 17,25% 16,70% 16,36% 16,69% 17,58% 17,82% 17,80%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-14
Page 48
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2022 2023 2024 2025 2026 2027
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 830.549 1.176.806 1.500.701 1.681.302 2.036.765 2.403.215
Investasi jangka pendek 500.000 500.000 500.000 500.000 500.000 500.000
Piutang usaha 187.045 200.110 206.114 212.297 218.666 225.226
Piutang non-usaha 368 368 368 368 368 368
Persediaan 521.916 502.777 517.861 533.396 549.398 565.880
Beban dibayar dimuka 1.251 1.251 1.251 1.251 1.251 1.251
Uang muka pembelian 38.589 38.589 38.589 38.589 38.589 38.589
Pajak dibayar dimuka 90.839 90.839 90.839 90.839 90.839 90.839
Aset lancar lainnya 252 252 252 252 252 252
Jumlah Aset Lancar 2.170.809 2.510.992 2.855.974 3.058.295 3.436.128 3.825.620
Aset Tidak Lancar
Uang muka pembelian aset tetap 39.161 39.161 39.161 39.161 39.161 39.161
Investasi jangka panjang 24.482 24.482 24.482 24.482 24.482 24.482
Aset tetap
Nilai perolehan 351.532 355.264 358.995 362.727 366.459 370.191
Akumulasi penyusutan 135.394 153.521 170.991 184.291 197.710 211.875
Nilai buku 216.138 201.742 188.004 178.436 168.749 158.315
Aset takberwujud 539 539 539 539 539 539
Hak guna aset
Nilai perolehan 88.938 92.379 95.821 99.262 102.703 106.144
Akumulasi amortisasi 37.565 57.924 72.755 81.824 91.499 101.610
Nilai buku 51.373 34.455 23.066 17.438 11.204 4.534
Aset pajak tangguhan 4.806 4.806 4.806 4.806 4.806 4.806
Aset tidak lancar lainnya 11 11 11 11 11 11
Jumlah Aset Tidak Lancar 336.510 305.197 280.069 264.873 248.952 231.849
JUMLAH ASET 2.507.319 2.816.189 3.136.043 3.323.168 3.685.081 4.057.469
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 190.982 201.111 207.144 213.359 219.759 226.352
Utang non-usaha 1.467 1.467 1.467 1.467 1.467 1.467
Uang muka dari pelanggan 1.747 1.747 1.747 1.747 1.747 1.747
Beban masih harus dibayar 3.265 3.265 3.265 3.265 3.265 3.265
Utang pajak 12.240 12.240 12.240 12.240 12.240 12.240
Liabilitas lancar lainnya - - - - - -
Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
satu tahun
Liabilitas sewa 21.245 21.245 21.245 21.245 21.245 21.245
Lainnya - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 230.946 241.075 247.109 253.323 259.724 266.316
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas sewa 18.891 18.891 18.891 18.891 18.891 18.891
Surat utang jangka menengah 159.562 159.562 159.562 - - -
Lainnya - - - - - -
Liabilitas imbalan paska kerja 28.499 28.499 28.499 28.499 28.499 28.499
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 206.952 206.952 206.952 47.390 47.390 47.390
JUMLAH LIABILITAS 437.898 448.027 454.061 300.713 307.114 313.706
Ekuitas
Modal saham 676.471 676.471 676.471 676.471 676.471 676.471
Tambahan modal disetor 223.188 223.188 223.188 223.188 223.188 223.188
Akumulasi rugi aktuarial atas imbalan paska kerja (16.983) (16.983) (16.983) (16.983) (16.983) (16.983)
Komponen ekuitas lainnya - - - - - -
Saldo (defisit) laba 1.161.692 1.460.433 1.774.254 2.114.726 2.470.238 2.836.033
Kepentingan non pengendali 25.053 25.053 25.053 25.053 25.053 25.053
Jumlah Ekuitas 2.069.420 2.368.162 2.681.983 3.022.455 3.377.967 3.743.762
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2.507.319 2.816.189 3.136.043 3.323.168 3.685.081 4.057.469
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2023-2027
Current Ratio 1232,82% 939,96% 1041,58% 1155,76% 1207,27% 1322,99% 1436,49%
Debt to Equity Ratio 12,65% 21,16% 18,92% 16,93% 9,95% 9,09% 8,38%
Debt to Asset Ratio 11,10% 17,46% 15,91% 14,48% 9,05% 8,33% 7,73%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-15
Page 49
Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih 298.742 313.821 340.472 355.512 365.795
Depresiasi 38.486 32.301 22.369 23.094 24.277
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha (13.065) (6.003) (6.183) (6.369) (6.560)
(Kenaikan) Penurunan Piutang non-usaha - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Beban dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan 19.139 (15.083) (15.536) (16.002) (16.482)
(Kenaikan) Penurunan Uang muka pembelian - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset lancar lainnya - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lainnya - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha 10.129 6.033 6.214 6.401 6.593
Kenaikan (Penurunan) Utang non-usaha - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Beban masih harus dibayar - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas lancar lainnya - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Lainnya - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan paska kerja - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Lainnya - - - - -
Perubahan Modal Kerja 16.203 (15.053) (15.505) (15.970) (16.449)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi 353.430 331.068 347.336 362.636 373.623
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (3.732) (3.732) (3.732) (3.732) (3.732)
(Kenaikan) Penurunan Investasi jangka pendek - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Hak guna aset (3.441) (3.441) (3.441) (3.441) (3.441)
(Kenaikan) Penurunan Uang muka pembelian aset tetap - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi jangka panjang - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (7.173) (7.173) (7.173) (7.173) (7.173)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka pendek - - - - -
Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo
Kenaikan (Penurunan) dalam satu tahun
Liabilitas sewa - - - - -
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi jatuh
Kenaikan (Penurunan) tempo dalam satu tahun
Liabilitas sewa - - - - -
Surat utang jangka menengah - - (159.562) - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Akumulasi rugi aktuarial atas imbalan paska kerja - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Komponen ekuitas lainnya - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non pengendali - - - - -
Penyesuaian - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan - - (159.562) - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK 346.257 323.895 180.601 355.463 366.450
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 830.549 1.176.806 1.500.701 1.681.302 2.036.765
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 1.176.806 1.500.701 1.681.302 2.036.765 2.403.215
b. Proyeksi Keuangan Perseroan Dengan Transaksi
Asumsi – Asumsi
Jangka Waktu Proyeksi
Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2023 – 31 Desember 2027.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Penjualan tahun 2023 diasumsikan meningkat 5,00%, dan selanjutnya diasumsikan
meningkat 3,00% dari tahun sebelumnya ditambah selisih penjualan IMR dengan asumsi
menerima penambahan setoran modal.
▪ Beban pokok penjualan diasumsikan sebesar 67,00% dari penjualan setiap tahun
ditambah selisih penjualan IMR dengan asumsi menerima penambahan setoran modal.
▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 5,00% dari penjualan setiap tahun
ditambah selisih penjualan IMR dengan asumsi menerima penambahan setoran modal.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-16
Page 50
▪ Beban penjualan dan pemasaran sebesar 4,00% dari penjualan setiap tahun ditambah
selisih penjualan IMR dengan asumsi menerima penambahan setoran modal.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
▪ Perhitungan beban keuangan dari surat utang jangka menengah disajikan pada lampiran
2.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
loss carry forward.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Investasi jangka pendek diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Piutang usaha diasumsikan 40 hari dari penjualan setiap tahun ditambah selisih
penjualan IMR dengan asumsi menerima penambahan setoran modal.
− Piutang non-usaha diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Persediaan diasumsikan 150 hari dari beban pokok penjualan setiap tahun
ditambah selisih penjualan IMR dengan asumsi menerima penambahan setoran
modal.
− Beban dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Uang muka pembelian diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Aset lancar lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
▪ Aset tidak lancar
− Uang muka pembelian aset tetap diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2022.
− Investasi jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Aset tetap
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
lampiran 1.
− Aset takberwujud diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Perhitungan hak guna aset disajikan pada lampiran 1 ditambah selisih penjualan
IMR dengan asumsi menerima penambahan setoran modal.
− Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Aset tidak lancar lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Utang usaha diasumsikan 60 hari dari beban pokok penjualan setiap tahun
ditambah selisih penjualan IMR dengan asumsi menerima penambahan setoran
modal.
− Utang non-usaha diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Uang muka dari pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Beban masih harus dibayar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2022.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-17
Page 51
− Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Perhitungan liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam satu tahun
berupa liabilitas sewa dan lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2022.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Perhitungan liabilitas jangka panjang setelah dikurangi jatuh tempo dalam satu
tahun berupa liabilitas sewa dan liabilitas lainnya diasumsikan tetap, sama dengan
per 31 Desember 2022, perhitungan surat utang jangka menengah disajikan pada
lampiran 2.
− Liabilitas imbalan pasca kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2022.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Akumulasi rugi aktuarial atas imbalan paska kerja diasumsikan tetap, sama dengan
per 31 Desember 2022.
− Komponen ekuitas lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
− Kepentingan non pengendali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2022.
Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2022 2023 2024 2025 2026 2027
PENJUALAN NETO 1.739.054 1.831.018 1.891.185 1.953.393 2.017.717 2.084.232
BEBAN POKOK PENJUALAN (1.167.855) (1.223.883) (1.264.930) (1.307.403) (1.351.355) (1.396.840)
LABA KOTOR 571.200 607.135 626.255 645.991 666.362 687.391
Beban usaha
Umum dan administrasi (87.716) (91.501) (94.455) (97.508) (100.662) (103.921)
Penjualan dan pemasaran (77.272) (73.341) (75.855) (78.459) (81.156) (83.950)
EBITDA 406.212 442.293 455.944 470.023 484.544 499.520
Depresiasi (41.646) (38.486) (32.501) (22.969) (24.294) (26.277)
EBIT 364.566 403.808 423.444 447.054 460.250 473.243
Pendapatan (beban) operasi lain-lain 14.043 - - - - -
Pendapatan keuangan 14.371 - - - - -
Beban keuangan (20.872) (16.754) (16.754) (6.059) - -
Pajak final - - - - - -
EBT 372.109 387.054 406.690 440.995 460.250 473.243
PAJAK (81.602) (85.152) (89.472) (97.019) (101.255) (104.114)
LABA BERSIH (EAT) 290.507 301.902 317.218 343.976 358.995 369.130
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2023-2027
EBITDA/Sales 24,06% 23,36% 24,16% 24,11% 24,06% 24,01% 23,97%
EBIT/Sales 22,57% 20,96% 22,05% 22,39% 22,89% 22,81% 22,71%
EBT/Sales 22,15% 21,40% 21,14% 21,50% 22,58% 22,81% 22,71%
EAT/Sales 17,27% 16,70% 16,49% 16,77% 17,61% 17,79% 17,71%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-18
Page 52
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2022 2023 2024 2025 2026 2027
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 830.549 1.178.913 1.504.138 1.685.556 2.041.393 2.407.846
Investasi jangka pendek 500.000 500.000 500.000 500.000 500.000 500.000
Piutang usaha 187.045 200.138 206.171 212.386 218.789 225.385
Piutang non-usaha 368 368 368 368 368 368
Beban dibayar dimuka 1.251 1.251 1.251 1.251 1.251 1.251
Persediaan 521.916 502.809 518.190 534.045 550.390 567.241
Uang muka pembelian 38.589 38.589 38.589 38.589 38.589 38.589
Pajak dibayar dimuka 90.839 90.839 90.839 90.839 90.839 90.839
Aset lancar lainnya 252 252 252 252 252 252
Jumlah Aset Lancar 2.170.809 2.513.159 2.859.797 3.063.286 3.441.871 3.831.771
Aset Tidak Lancar
Uang muka pembelian aset tetap 39.161 39.161 39.161 39.161 39.161 39.161
Investasi jangka panjang 24.482 24.482 24.482 24.482 24.482 24.482
Aset tetap
Nilai perolehan 351.532 355.264 358.995 362.727 366.459 370.191
Akumulasi penyusutan 135.394 153.521 170.991 184.291 197.710 211.875
Nilai buku 216.138 201.742 188.004 178.436 168.749 158.315
Aset takberwujud 539 539 539 539 539 539
Hak guna aset
Nilai perolehan 88.938 93.379 98.821 105.262 112.703 121.144
Akumulasi amortisasi 37.565 57.924 72.955 82.624 93.499 105.610
Nilai buku 51.373 35.455 25.866 22.638 19.204 15.534
Aset pajak tangguhan 4.806 4.806 4.806 4.806 4.806 4.806
Aset tidak lancar lainnya 11 11 11 11 11 11
Jumlah Aset Tidak Lancar 336.510 306.197 282.869 270.073 256.952 242.849
JUMLAH ASET 2.507.319 2.819.356 3.142.667 3.333.359 3.698.824 4.074.620
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 190.982 201.117 207.210 213.488 219.958 226.624
Utang non-usaha 1.467 1.467 1.467 1.467 1.467 1.467
Uang muka dari pelanggan 1.747 1.747 1.747 1.747 1.747 1.747
Beban masih harus dibayar 3.265 3.265 3.265 3.265 3.265 3.265
Utang pajak 12.240 12.240 12.240 12.240 12.240 12.240
Liabilitas lancar lainnya - - - - - -
Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
satu tahun
Liabilitas sewa 21.245 21.245 21.245 21.245 21.245 21.245
Lainnya - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 230.946 241.081 247.174 253.453 259.922 266.588
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas sewa 18.891 18.891 18.891 18.891 18.891 18.891
Surat utang jangka menengah 159.562 159.562 159.562 - - -
Lainnya - - - - - -
Liabilitas imbalan paska kerja 28.499 28.499 28.499 28.499 28.499 28.499
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 206.952 206.952 206.952 47.390 47.390 47.390
JUMLAH LIABILITAS 437.898 448.034 454.126 300.843 307.312 313.979
Ekuitas
Modal saham 676.471 676.471 676.471 676.471 676.471 676.471
Tambahan modal disetor 223.188 223.188 223.188 223.188 223.188 223.188
Akumulasi rugi aktuarial atas imbalan paska kerja (16.983) (16.983) (16.983) (16.983) (16.983) (16.983)
Komponen ekuitas lainnya - - - - - -
Saldo (defisit) laba 1.161.692 1.463.593 1.780.811 2.124.788 2.483.783 2.852.912
Kepentingan non pengendali 25.053 25.053 25.053 25.053 25.053 25.053
Jumlah Ekuitas 2.069.420 2.371.322 2.688.540 3.032.517 3.391.512 3.760.641
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2.507.319 2.819.356 3.142.667 3.333.359 3.698.824 4.074.620
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2023-2027
Current Ratio 1233,92% 939,96% 1042,45% 1157,00% 1208,62% 1324,19% 1437,34%
Debt to Equity Ratio 12,62% 21,16% 18,89% 16,89% 9,92% 9,06% 8,35%
Debt to Asset Ratio 11,08% 17,46% 15,89% 14,45% 9,03% 8,31% 7,71%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-19
Page 53
Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih 301.902 317.218 343.976 358.995 369.130
Depresiasi dan Amortisasi 38.486 32.501 22.969 24.294 26.277
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha (13.092) (6.033) (6.215) (6.403) (6.596)
(Kenaikan) Penurunan Piutang non-usaha - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Beban dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan 19.107 (15.381) (15.856) (16.345) (16.850)
(Kenaikan) Penurunan Uang muka pembelian - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset lancar lainnya - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lainnya - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha 10.135 6.093 6.278 6.469 6.666
Kenaikan (Penurunan) Utang non-usaha - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Beban masih harus dibayar - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas lancar lainnya - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Lainnya - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan paska kerja - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Lainnya - - - - -
Perubahan Modal Kerja 16.150 (15.321) (15.792) (16.279) (16.780)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi 356.537 334.398 351.153 367.010 378.626
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (3.732) (3.732) (3.732) (3.732) (3.732)
(Kenaikan) Penurunan Investasi jangka pendek - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Hak guna aset (4.441) (5.441) (6.441) (7.441) (8.441)
(Kenaikan) Penurunan Uang muka pembelian aset tetap - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi jangka panjang - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (8.173) (9.173) (10.173) (11.173) (12.173)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka pendek - - - - -
Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo
Kenaikan (Penurunan) dalam satu tahun
Liabilitas sewa - - - - -
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi jatuh
Kenaikan (Penurunan) tempo dalam satu tahun
Liabilitas sewa - - - - -
Surat utang jangka menengah - - (159.562) - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Akumulasi rugi aktuarial atas imbalan paska kerja - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Komponen ekuitas lainnya - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non pengendali - - - - -
Penyesuaian - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan - - (159.562) - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK 348.364 325.225 181.418 355.837 366.453
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 830.549 1.178.913 1.504.138 1.685.556 2.041.393
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 1.178.913 1.504.138 1.685.556 2.041.393 2.407.846
Tanpa dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
Perseroan masing-masing sebesar 24,00%, 22,54%, 22,11% dan 17,25%. Sedangkan dengan
dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
Perseroan setiap tahun masing-masing sebesar 24,06%, 22,57%, 22,15% dan 17,27%.
Dengan demikian dengan dilakukannya transaksi profitabilitas Perseroan mengalami
peningkatan.
Tanpa dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Current
Ratio (CR) sebesar 1232,82% sedangkan dengan dilakukannya transaksi CR Perseroan
meningkat menjadi 1233,92%.
Tanpa dilakukannya transaksi solvabilitas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Debt to
Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) masing-masing 12,65% dan 11,10%
sedangkan dengan dilakukannya transaksi DER dan DAR Perseroan menurun menjadi 12,62%
dan 11,08%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-20
Page 54
Dengan transaksi, proyeksi posisi keuangan Perseroan menunjukan bahwa likuiditas dan
solvabilitas Perseroan mengalami peningkatan.
Dengan dan tanpa transaksi proyeksi arus kas Perseroan menunjukkan tidak ada cash
deficiency dan kelangsungan usaha Perseroan selama umur proyeksi terjamin.
c. Proyeksi Keuangan IMR Tanpa Transaksi
Proyeksi keuangan IMR dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
Jangka Waktu Proyeksi
Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2023 – 31 Desember 2027.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Penjualan diasumsikan meningkat 2,00% dari tahun sebelumnya.
▪ Beban pokok penjualan diasumsikan 84,50% dari penjualan setiap tahun.
▪ Beban penjualan diasumsikan 4,00% dari penjualan setiap tahun.
▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan 6,00% dari penjualan setiap tahun.
▪ Perhitungan depresiasi dan amortisasi disajikan dalam lampiran 1.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
loss carry forward.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Piutang usaha diasumsikan 2 hari dari penjualan setiap tahun.
− Persediaan diasumsikan 25 hari dari beban pokok penjualan setiap tahun.
− Pembayaran dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
▪ Aset tidak lancar
− Perhitungan aset tetap disajikan pada lampiran 1.
− Perhitungan aset takberwujud disajikan pada lampiran 1.
− Perhitungan aset hak guna disajikan pada lampiran 1.
− Taksiran klaim pajak penghasilan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2022.
− Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Jaminan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Utang usaha diasumsikan 5 hari dari beban pokok penjualan setiap tahun.
− Uang muka pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun berupa liabilitas sewa
diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
berupa liabilitas sewa diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Liabilitas imbalan kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Rugi komprehensif lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-21
Page 55
− Saldo (rugi) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
Hasil Proyeksi Keuangan
Hasil proyeksi keuangan yang telah disesuaikan disajikan pada tabel berikut:
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp. Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2022 2023 2024 2025 2026 2027
PENJUALAN 143.163 146.026 148.946 151.925 154.964 158.063
BEBAN POKOK PENJUALAN (120.134) (123.392) (125.860) (128.377) (130.944) (133.563)
LABA KOTOR 23.029 22.634 23.087 23.548 24.019 24.500
Beban penjualan (4.227) (5.841) (5.958) (6.077) (6.199) (6.323)
Beban umum dan administrasi (8.591) (8.762) (8.937) (9.116) (9.298) (9.484)
EBITDA 10.211 8.031 8.192 8.356 8.523 8.693
Depresiasi dan amortisasi (3.297) (2.466) (3.028) (3.730) (4.526) (5.053)
EBIT 6.914 5.565 5.164 4.626 3.997 3.640
Pendapatan keuangan 1.335 - - - - -
Beban keuangan (26) - - - - -
Pendapatan lainnya 24 - - - - -
Laba atas penjualan aset tetap 0,04 - - - - -
EBT 8.248 5.565 5.164 4.626 3.997 3.640
Pajak (1.721) (1.224) (1.136) (1.018) (879) (801)
LABA BERSIH (EAT) 6.527 4.341 4.028 3.608 3.118 2.839
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2023-2027
Laba Kotor/Sales 15,50% 16,09% 15,50% 15,50% 15,50% 15,50% 15,50%
EBITDA/Sales 5,50% 7,13% 5,50% 5,50% 5,50% 5,50% 5,50%
EBIT/Sales 3,04% 4,83% 3,81% 3,47% 3,04% 2,58% 2,30%
EBT/Sales 3,04% 5,76% 3,81% 3,47% 3,04% 2,58% 2,30%
EAT/Sales 2,37% 4,56% 2,97% 2,70% 2,38% 2,01% 1,80%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-22
Page 56
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp. Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2022 2023 2024 2025 2026 2027
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 34.589 37.317 40.241 43.444 46.949 50.701
Piutang usaha 787 800 816 832 849 866
Persediaan 8.403 8.451 8.621 8.793 8.969 9.148
Pembayaran dimuka 101 101 101 101 101 101
Pajak dibayar di muka - - - - - -
Uang muka pembelian - - - - - -
Jumlah Aset Lancar 43.880 46.670 49.779 53.171 56.869 60.817
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap
Nilai perolehan 2.839 3.379 3.918 4.458 4.997 5.537
Akumulasi penyusutan 1.573 1.928 2.368 2.864 3.469 3.918
Nilai buku 1.266 1.451 1.551 1.594 1.529 1.618
Aset takberwujud
Nilai perolehan 25 25 25 25 25 25
Akumulasi amortisasi - 6 13 19 25 25
Nilai buku 25 19 13 6 - -
Aset hak-guna
Nilai perolehan 9.762 13.203 16.644 20.086 23.527 26.968
Akumulasi amortisasi 6.001 8.106 10.688 13.915 17.830 22.434
Nilai buku 3.761 5.097 5.956 6.170 5.696 4.534
Taksiran klaim pajak penghasilan 786 786 786 786 786 786
Aset pajak tangguhan 190 190 190 190 190 190
Jaminan 11 11 11 11 11 11
Jumlah Aset Tidak Lancar 6.039 7.554 8.506 8.757 8.212 7.139
JUMLAH ASET 49.920 54.223 58.285 61.928 65.081 67.956
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 1.727 1.690 1.724 1.759 1.794 1.830
Utang lain-lain - - - - - -
Uang muka pelanggan 54 54 54 54 54 54
Utang pajak 276 276 276 276 276 276
Biaya masih harus dibayar - - - - - -
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun:
Liabilitas sewa 3.410 3.410 3.410 3.410 3.410 3.410
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 5.468 5.430 5.464 5.499 5.534 5.570
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Liabilitas sewa 46 46 46 46 46 46
Liabilitas imbalan kerja 559 559 559 559 559 559
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 605 605 605 605 605 605
JUMLAH LIABILITAS 6.073 6.036 6.070 6.104 6.139 6.175
EKUITAS
Modal saham 511 511 511 511 511 511
Tambahan modal disetor 24.224 24.224 24.224 24.224 24.224 24.224
Rugi komprehensif lainnya (389) (389) (389) (389) (389) (389)
Saldo laba 19.501 23.841 27.869 31.478 34.595 37.435
Jumlah Ekuitas 43.847 48.187 52.215 55.824 58.941 61.781
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 49.920 54.223 58.285 61.928 65.081 67.956
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2023-2027
Current Ratio 971,39% 802,56% 859,41% 911,00% 966,97% 1027,65% 1091,91%
Debt to Equity Ratio 11,10% 13,85% 12,53% 11,62% 10,93% 10,42% 10,00%
Debt to Asset Ratio 9,98% 12,17% 11,13% 10,41% 9,86% 9,43% 9,09%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-23
Page 57
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp. Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih 4.341 4.028 3.608 3.118 2.839
Depresiasi 2.466 3.028 3.730 4.526 5.053
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha (13) (16) (16) (17) (17)
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (49) (169) (172) (176) (179)
(Kenaikan) Penurunan Pembayaran dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar di muka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka pembelian - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Taksiran klaim pajak penghasilan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Jaminan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha (37) 34 34 35 36
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka pelanggan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Biaya masih harus dibayar - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun:
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas sewa - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas sewa - - - - -
Perubahan Modal Kerja (99) (151) (154) (157) (160)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi 6.708 6.905 7.184 7.486 7.732
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (539) (539) (539) (539) (539)
(Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset hak-guna (3.441) (3.441) (3.441) (3.441) (3.441)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi (3.981) (3.981) (3.981) (3.981) (3.981)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Rugi komprehensif lainnya - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan - - - - -
Penyesuaian - - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS 2.727 2.924 3.203 3.506 3.751
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN 34.589 37.317 40.241 43.444 46.949
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN 37.317 40.241 43.444 46.949 50.701
d. Proyeksi Keuangan IMR Dengan Transaksi
Proyeksi keuangan IMR dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
Jangka Waktu Proyeksi
Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2023 – 31 Desember 2027.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Penjualan diasumsikan meningkat 5,50% dari tahun sebelumnya.
▪ Beban pokok penjualan diasumsikan 82,00% dari penjualan setiap tahun.
▪ Beban penjualan diasumsikan 4,00% dari penjualan setiap tahun.
▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan 6,00% dari penjualan setiap tahun.
▪ Perhitungan depresiasi dan amortisasi disajikan dalam lampiran 1.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
loss carry forward.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-24
Page 58
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Piutang usaha diasumsikan 2 hari dari penjualan setiap tahun.
− Persediaan diasumsikan 25 hari dari beban pokok penjualan setiap tahun.
− Pembayaran dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
▪ Aset tidak lancar
− Perhitungan aset tetap disajikan pada lampiran 1.
− Perhitungan aset takberwujud disajikan pada lampiran 1.
− Perhitungan aset hak guna disajikan pada lampiran 1.
− Taksiran klaim pajak penghasilan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2022.
− Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Jaminan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Utang usaha diasumsikan 5 hari dari beban pokok penjualan setiap tahun.
− Uang muka pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun berupa liabilitas sewa
diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
berupa liabilitas sewa diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Liabilitas imbalan kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
▪ Ekuitas
− Modal saham tahun 2023 meningkat menjadi Rp 1.000 juta atas penerbitan 489
lembar saham baru IHSG pada IMR.
− Tambahan modal disetor merupakan agio atas selisih nilai transaksi setoran modal
sebesar Rp 42.010 juta dan nilai nominal saham baru IHSG sebesar Rp 489 juta yaitu
sebesar Rp 41.521 juta.
− Rugi komprehensif lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Saldo (rugi) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-25
Page 59
Hasil Proyeksi Keuangan
Hasil proyeksi keuangan yang telah disesuaikan disajikan pada tabel berikut:
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp. Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2022 2023 2024 2025 2026 2027
PENJUALAN 143.163 151.036 159.343 168.107 177.353 187.108
BEBAN POKOK PENJUALAN (120.134) (123.850) (130.662) (137.848) (145.430) (153.428)
LABA KOTOR 23.029 27.187 28.682 30.259 31.924 33.679
Beban penjualan (4.227) (6.041) (6.374) (6.724) (7.094) (7.484)
Beban umum dan administrasi (8.591) (9.062) (9.561) (10.086) (10.641) (11.226)
EBITDA 10.211 12.083 12.747 13.449 14.188 14.969
Depresiasi dan amortisasi (3.297) (2.466) (3.228) (4.330) (5.726) (7.053)
EBIT 6.914 9.617 9.519 9.119 8.462 7.916
Pendapatan keuangan 1.335 - - - - -
Beban keuangan (26) - - - - -
Pendapatan lainnya 24 - - - - -
Laba atas penjualan aset tetap 0,04 - - - - -
EBT 8.248 9.617 9.519 9.119 8.462 7.916
Pajak (1.721) (2.116) (2.094) (2.006) (1.862) (1.741)
LABA BERSIH (EAT) 6.527 7.501 7.425 7.113 6.601 6.174
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2023-2027
Laba Kotor/Sales 18,00% 16,09% 18,00% 18,00% 18,00% 18,00% 18,00%
EBITDA/Sales 8,00% 7,13% 8,00% 8,00% 8,00% 8,00% 8,00%
EBIT/Sales 5,35% 4,83% 6,37% 5,97% 5,42% 4,77% 4,23%
EBT/Sales 5,35% 5,76% 6,37% 5,97% 5,42% 4,77% 4,23%
EAT/Sales 4,18% 4,56% 4,97% 4,66% 4,23% 3,72% 3,30%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-26
Page 60
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp. Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2022 2023 2024 2025 2026 2027
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 34.589 81.434 85.688 89.708 93.588 97.342
Piutang usaha 787 828 873 921 972 1.025
Persediaan 8.403 8.483 8.949 9.442 9.961 10.509
Pembayaran dimuka 101 101 101 101 101 101
Jumlah Aset Lancar 43.880 90.846 95.612 100.172 104.622 108.978
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap
Nilai perolehan 2.839 3.379 3.918 4.458 4.997 5.537
Akumulasi penyusutan 1.573 1.928 2.368 2.864 3.469 3.918
Nilai buku 1.266 1.451 1.551 1.594 1.529 1.618
Aset takberwujud
Nilai perolehan 25 25 25 25 25 25
Akumulasi amortisasi - 6 13 19 25 25
Nilai buku 25 19 13 6 - -
Aset hak-guna
Nilai perolehan 9.762 14.203 19.644 26.086 33.527 41.968
Akumulasi amortisasi 6.001 8.106 10.888 14.715 19.830 26.434
Nilai buku 3.761 6.097 8.756 11.370 13.696 15.534
Taksiran klaim pajak penghasilan 786 786 786 786 786 786
Aset pajak tangguhan 190 190 190 190 190 190
Jaminan 11 11 11 11 11 11
Jumlah Aset Tidak Lancar 6.039 8.554 11.306 13.957 16.212 18.139
JUMLAH ASET 49.920 99.400 106.918 114.129 120.834 127.117
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 1.727 1.697 1.790 1.888 1.992 2.102
Uang muka pelanggan 54 54 54 54 54 54
Utang pajak 276 276 276 276 276 276
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun:
Liabilitas sewa 3.410 3.410 3.410 3.410 3.410 3.410
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 5.468 5.437 5.530 5.628 5.732 5.842
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Liabilitas sewa 46 46 46 46 46 46
Liabilitas imbalan kerja 559 559 559 559 559 559
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 605 605 605 605 605 605
JUMLAH LIABILITAS 6.073 6.042 6.135 6.234 6.338 6.447
EKUITAS
Modal saham 511 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000
Tambahan modal disetor 24.224 65.745 65.745 65.745 65.745 65.745
Rugi komprehensif lainnya (389) (389) (389) (389) (389) (389)
Saldo laba 19.501 27.002 34.427 41.539 48.140 54.314
Jumlah Ekuitas 43.847 93.358 100.783 107.895 114.496 120.670
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 49.920 99.400 106.918 114.129 120.834 127.117
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2023-2027
Current Ratio 1774,06% 802,56% 1670,98% 1728,97% 1779,75% 1825,13% 1865,46%
Debt to Equity Ratio 5,84% 13,85% 6,47% 6,09% 5,78% 5,54% 5,34%
Debt to Asset Ratio 5,52% 12,17% 6,08% 5,74% 5,46% 5,25% 5,07%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-27
Page 61
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp. Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih 7.501 7.425 7.113 6.601 6.174
Depresiasi 2.466 3.228 4.330 5.726 7.053
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha (41) (46) (48) (51) (53)
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (80) (467) (492) (519) (548)
(Kenaikan) Penurunan Pembayaran dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar di muka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka pembelian - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Taksiran klaim pajak penghasilan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Jaminan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha (31) 93 98 104 110
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka pelanggan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Biaya masih harus dibayar - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun:
Liabilitas sewa - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Liabilitas sewa - - - - -
Perubahan Modal Kerja (152) (419) (442) (466) (492)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi 9.815 10.234 11.001 11.860 12.735
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (539) (539) (539) (539) (539)
(Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset hak-guna (4.441) (5.441) (6.441) (7.441) (8.441)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi (4.981) (5.981) (6.981) (7.981) (8.981)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Modal saham 489 - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor 41.521 - - - -
Kenaikan (Penurunan) Rugi komprehensif lainnya - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan 42.010 - - - -
Penyesuaian - - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS 46.845 4.254 4.020 3.880 3.755
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN 34.589 81.434 85.688 89.708 93.588
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN 81.434 85.688 89.708 93.588 97.342
4.2. Analisis Inkremental
Analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari transaksi dengan mempertimbangkan:
− Konstribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi dan dampaknya
terhadap proyeksi keuangan.
− Biaya dan pendapatan yang relevan.
− Informasi non keuangan yang relevan.
− Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai
transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
− Hal-hal material lain.
4.2.1. Konstribusi Nilai Tambah
Konstribusi nilai tambah dari rencana transaksi dapat diukur dari peningkatan laba keuangan.
Berdasarkan proyeksi laba rugi, perhitungan konstribusi nilai tambah terhadap pendapatan dan
laba Perseroan adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-28
Page 62
Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Pendapatan dan Laba Perseroan (Rp.Juta)
Tahun
Uraian Jumlah
2023 2024 2025 2026 2027
Dengan Transaksi (1)
Pendapatan 1.831.018 1.891.185 1.953.393 2.017.717 2.084.232 9.777.544
EBITDA 442.293 455.944 470.023 484.544 499.520 2.352.325
EBIT 403.808 423.444 447.054 460.250 473.243 2.207.799
EBT 387.054 406.690 440.995 460.250 473.243 2.168.232
EAT 301.902 317.218 343.976 358.995 369.130 1.691.221
Tanpa Transaksi (2)
Pendapatan 1.826.007 1.880.787 1.937.211 1.995.327 2.055.187 9.694.520
EBITDA 438.242 451.389 464.931 478.879 493.245 2.326.685
EBIT 399.756 419.088 442.562 455.785 468.968 2.186.159
EBT 383.002 402.334 436.503 455.785 468.968 2.146.592
EAT 298.742 313.821 340.472 355.512 365.795 1.674.342
Konstribusi Nilai Tambah (1-2)
Pendapatan 5.011 10.397 16.182 22.390 29.045 83.024
EBITDA 4.052 4.555 5.093 5.665 6.275 25.640
EBIT 4.052 4.355 4.493 4.465 4.275 21.640
EBT 4.052 4.355 4.493 4.465 4.275 21.640
EAT 3.160 3.397 3.504 3.483 3.335 16.879
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
konstribusi nilai tambah terhadap pendapatan dan laba. Dengan dilakukannya transaksi,
kontribusi nilai tambah selama tahun 2023 – 2027 terhadap pendapatan sebesar Rp 83.024 juta
dan terhadap laba Perseroan EBITDA, EBIT, EBT dan EAT masing-masing sebesar Rp 25.640 juta,
Rp 21.640 juta, Rp 21.640 juta dan Rp 16.879 juta.
Analisis kontribusi nilai tambah terhadap Profitabilitas Perseroan dapat dihitung sebagai
berikut:
Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Profitabilitas Perseroan (Rp.Juta)
Tahun Rata-rata
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2023-2027
Dengan Transaksi (1)
EBITDA/Sales 24,16% 24,11% 24,06% 24,01% 23,97% 24,06%
EBIT/Sales 22,05% 22,39% 22,89% 22,81% 22,71% 22,57%
EBT/Sales 21,14% 21,50% 22,58% 22,81% 22,71% 22,15%
EAT/Sales 16,49% 16,77% 17,61% 17,79% 17,71% 17,27%
Tanpa Transaksi (2)
EBITDA/Sales 24,00% 24,00% 24,00% 24,00% 24,00% 24,00%
EBIT/Sales 21,89% 22,28% 22,85% 22,84% 22,82% 22,54%
EBT/Sales 20,97% 21,39% 22,53% 22,84% 22,82% 22,11%
EAT/Sales 16,36% 16,69% 17,58% 17,82% 17,80% 17,25%
Konstribusi Nilai Tambah
EBITDA/Sales 0,65% 0,45% 0,26% 0,06% -0,14% 0,26%
EBIT/Sales 0,74% 0,48% 0,18% -0,14% -0,49% 0,15%
EBT/Sales 0,78% 0,53% 0,19% -0,14% -0,49% 0,17%
EAT/Sales 0,78% 0,53% 0,19% -0,14% -0,49% 0,17%
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
konstribusi nilai tambah terhadap peningkatan profitabilitas Perseroan setiap tahun. Dengan
dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah tahun 2023-2027 terhadap profitabilitas EBITDA,
EBIT, EBT dan EAT rata-rata setiap tahun masing-masing meningkat sebesar 0,26%, 0,15%,
0,17% dan 0,17%.
Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukannya transaksi,
Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan pendapatan, laba dan
profitabilitas yang akan menguntungkan Perseroan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-29
Page 63
4.2.2. Biaya dan Pendapatan yang Relevan
Perseroan akan memperhatikan biaya dan pendapatan yang relevan sesuai dengan keadaan
industri dan margin laba yang diharapkan. Apabila pendapatan berkurang Perseroan akan
menurunkan biaya secara proporsional hingga margin laba yang diharapkan dapat tercapai.
Dengan demikian transaksi yang dilakukan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
4.2.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
Informasi non keuangan yang relevan adalah Perseroan melalui IHSG dapat meningkatkan
kepemilikan sahamnya pada IMR serta dapat mengembangkan usaha jaringan distribusi ritel
offline maupun online.
4.2.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perseroan Dalam Menentukan Rencana Transaksi dan
Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif lain
Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan rencana transaksi dan
nilai transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan Komisaris Perseroan. Rencana
transaksi dan nilai transaksi dengan persyaratan yang mudah, transparan dan akuntabel yang
dapat dipenuhi Perseroan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Alternatif lain dari rencana transaksi, apabila dilakukan dengan pihak lain, tidak ada dan
Perseroan tidak mengenal pihak lain tersebut, sehingga rencana transaksi tidak dapat
dilaksanakan.
4.2.5. Hal-Hal Material Lainnya
Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari rencana transaksi tidak ada.
Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa rencana transaksi
adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk IV-30
Page 64
BAB V
ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi :
a. Perbandingan antara nilai transaksi dengan hasil penilaian atas transaksi yang dilakukan.
b. Analisis untuk memastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah dari transaksi yang
dilakukan.
Kewajaran nilai transaksi berdasarkan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal, menyatakan bahwa batas atas dan
batas bawah pada kisaran nilai tidak melebihi 7,50% dari nilai hasil penilaian.
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi
Berdasarkan Laporan Penilaian Saham IMR No. 00221/2.0118-00/BS/03/0520/1/VI/2023
tanggal 13 Juni 2023 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan, menyatakan bahwa Nilai
Pasar 511 saham atau 100% saham IMR per 31 Desember 2022 adalah Rp 43.900.000.000,- atau
untuk setiap saham adalah Rp 85.909.980,-.
5.2. Nilai Transaksi
Berdasarkan surat pernyataan No. 046/IHSG-LEGAL/VI/2023 tanggal 13 Juni 2023 tentang
penambahan setoran modal IHSG pada IMR yang telah disepakati oleh IHSG dan IMR. IHSG akan
melakukan penambahan setoran modal pada IMR sebesar Rp 42.009.980.220,- dan IHSG akan
memperoleh 489 saham baru IMR. Dengan demikian nilai transaksi untuk penambahan setoran
modal saham sebanyak 489 saham adalah sebesar Rp 42.009.980.220,- atau setiap saham
sebesar Rp 85.909.980,-.
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Dengan nilai transaksi saham IMR sebesar Rp 85.909.980,- per saham dan Nilai Pasar setiap
saham IMR adalah Rp 85.909.980,-, maka nilai transaksi sama dengan Nilai Pasarnya. Dengan
demikian kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.
5.4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan
Berdasarkan hasil analisis dapat dipastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah
sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah selama tahun 2023 – 2027 terhadap
pendapatan sebesar Rp 83.024 juta dan terhadap laba Perseroan EBITDA, EBIT, EBT dan EAT
masing-masing sebesar Rp 25.640 juta, Rp 21.640 juta, Rp 21.640 juta dan Rp 16.879 juta.
• Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah tahun 2023-2027 terhadap
profitabilitas EBITDA, EBIT, EBT dan EAT rata-rata setiap tahun masing-masing meningkat
sebesar 0,26%, 0,15%, 0,17% dan 0,17%.
Berdasarkan analisis tersebut, kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk V-1
Page 65
BAB VI
ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN
6.1. Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan
Berdasarkan laporan keuangan IHSG per 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Akuntan
Publik Maradona Manurung dari KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan
opini wajar, dalam semua hal yang material, IHSG memiliki sumber pendanaan yang berasal dari
kas dan setara kas sebesar Rp 375.709.124.077,-. Dengan nilai transaksi sebesar
Rp 42.009.980.220,- maka IHSG memiliki dana yang cukup untuk melakukan Rencana Transaksi.
Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan asumsi bahwa Transaksi yang akan dilakukan oleh
manajemen Perseroan sesuai dengan Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk VI-1
Page 66
BAB VII
KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Hasil analisis atas nilai transaksi adalah nilai transaksi sama dengan Nilai Pasarnya memberikan
kesimpulan bahwa nilai transaksi adalah wajar.
Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham memberikan kesimpulan bahwa dengan dilakukannya transaksi akan
meningkatkan pendapatan, laba dan profitabilitas Perseroan yang dapat memberikan nilai
tambah bagi Perseroan sejalan dengan kepentingan pemegang saham.
Hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap
kepentingan pemegang saham adalah untuk pengembangan usaha jaringan distribusi ritel
offline maupun online milik IMR yang akan meningkatkan laba Perseroan secara konsolidasi dan
akan meningkatkan nilai saham Perseroan, memberikan kesimpulan bahwa pertimbangan bisnis
dari manajemen tersebut sejalan dengan kepentingan pemegang saham.
Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka kami berpendapat bahwa
transaksi adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk VII-1
Page 67
LAMPIRAN Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk VII-1
Page 68
Lampiran 1
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp.Juta)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis 2022 2023 2024 2025 2026 2027
NILAI PEROLEHAN
Aset Tetap
Tanah 101.950 101.950 101.950 101.950 101.950 101.950
Bangunan 71.640 71.640 71.640 71.640 71.640 71.640
Mesin 121.569 121.569 121.569 121.569 121.569 121.569
Kendaraan 21.770 21.770 21.770 21.770 21.770 21.770
Inventaris 33.804 33.804 33.804 33.804 33.804 33.804
Aset dalam penyelesaian
Bangunan 779 779 779 779 779 779
Mesin 21 21 21 21 21 21
Capex 2023 3.732 3.732 3.732 3.732 3.732 3.732
Capex 2024 3.732 3.732 3.732 3.732 3.732
Capex 2025 3.732 3.732 3.732 3.732
Capex 2026 3.732 3.732 3.732
Capex 2027 3.732 3.732
Jumlah Nilai Perolehan 351.532 355.264 358.995 362.727 366.459 370.191
PENYUSUTAN
Aset Tetap
Bangunan 71.640 20 3.582 3.582 3.582 3.582 3.582
Mesin 121.569 16 7.598 7.598 7.598 7.598 7.598
Kendaraan 21.770 8 2.721 2.721 627 - -
Inventaris 33.804 8 4.226 2.822 - - -
Capex 2023 3.732 5 746 746 746 746
Capex 2024 3.732 5 746 746 746
Capex 2025 3.732 5 746 746
Capex 2026 3.732 5 746
Capex 2027 3.732 5
Jumlah Penyusutan Aset Tetap 18.127 17.470 13.300 13.419 14.165
AKUMULASI PENYUSUTAN
Aset Tetap
Bangunan 17.362 20.944 24.526 28.108 31.690 35.272
Mesin 75.576 83.174 90.772 98.370 105.968 113.566
Kendaraan 15.700 18.421 21.143 21.770 21.770 21.770
Inventaris 26.756 30.982 33.804 33.804 33.804 33.804
Capex 2023 - 746 1.493 2.239 2.985
Capex 2024 - - 746 1.493 2.239
Capex 2025 - - - 746 1.493
Capex 2026 - - - - 746
Capex 2027 - - - - -
Jumlah Akumulasi Penyusutan 135.394 153.521 170.991 184.291 197.710 211.875
NILAI BUKU
Aset Tetap
Tanah 101.950 101.950 101.950 101.950 101.950 101.950
Bangunan 54.278 50.696 47.114 43.532 39.950 36.368
Mesin 45.993 38.395 30.797 23.199 15.601 8.003
Kendaraan 6.069 3.348 627 - - -
Inventaris 7.048 2.822 - - - -
Aset dalam penyelesaian
Bangunan 779 779 779 779 779 779
Mesin 21 21 21 21 21 21
Capex 2023 - 3.732 2.985 2.239 1.493 746
Capex 2024 - - 3.732 2.985 2.239 1.493
Capex 2025 - - - 3.732 2.985 2.239
Capex 2026 - - - - 3.732 2.985
Capex 2027 - - - - - 3.732
Jumlah Nilai Buku 216.138 201.742 188.004 178.436 168.749 158.315
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk VII-1
Page 69
Lampiran 1 (Lanjutan)
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Nilai Perolehan, Amortisasi dan Akumulasi Amortisasi Aset Hak-Guna (Rp. Juta) (Tanpa Transaksi)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis 2022 2023 2024 2025 2026 2027
ASET HAK-GUNA
Nilai Perolehan
Tanah 27.523 27.523 27.523 27.523 27.523 27.523
Bangunan 28.418 28.418 28.418 28.418 28.418 28.418
Bangunan IMR 9.252 12.694 16.135 19.576 23.017 26.459
Mesin 2.548 2.548 2.548 2.548 2.548 2.548
Kendaraan 21.196 21.196 21.196 21.196 21.196 21.196
Jumlah Nilai Perolehan 88.938 92.379 95.821 99.262 102.703 106.144
Amortisasi Aset Hak-Guna
Tanah 27.523 5 5.505 5.505 5.505 5.505 5.333
Bangunan 28.418 5 5.684 5.684 83 - -
Bangunan IMR 9.252 5 1.850 2.539 3.227 3.915 4.603
Mesin 2.548 10 255 255 255 255 175
Kendaraan 21.196 3 7.065 849 - - -
Jumlah Amortisasi Aset Hak-Guna 20.359 14.831 9.069 9.675 10.111
Akumulasi Amortisasi
Tanah 172 5.677 11.181 16.686 22.191 27.523
Bangunan 16.968 22.652 28.335 28.418 28.418 28.418
Bangunan IMR 5.789 7.640 10.179 13.406 17.321 21.924
Mesin 1.354 1.609 1.863 2.118 2.373 2.548
Kendaraan 13.282 20.347 21.196 21.196 21.196 21.196
Jumlah Akumulasi Amortisasi 37.565 57.924 72.755 81.824 91.499 101.610
Nilai Buku
Tanah 27.351 21.847 16.342 10.837 5.333 -
Bangunan 11.450 5.766 83 - - -
Bangunan IMR 3.463 5.054 5.956 6.170 5.696 4.534
Mesin 1.194 940 685 430 175 -
Kendaraan 7.914 849 - - - -
Jumlah Nilai Buku 51.373 34.455 23.066 17.438 11.204 4.534
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Nilai Perolehan, Amortisasi dan Akumulasi Amortisasi Aset Hak-Guna (Rp. Juta) (Dengan Transaksi)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis 2022 2023 2024 2025 2026 2027
ASET HAK-GUNA
Nilai Perolehan
Tanah 27.523 27.523 27.523 27.523 27.523 27.523
Bangunan 28.418 28.418 28.418 28.418 28.418 28.418
Bangunan IMR 9.252 13.694 19.135 25.576 33.017 41.459
Mesin 2.548 2.548 2.548 2.548 2.548 2.548
Kendaraan 21.196 21.196 21.196 21.196 21.196 21.196
Jumlah Nilai Perolehan 88.938 93.379 98.821 105.262 112.703 121.144
Amortisasi Aset Hak-Guna
Tanah 27.523 5 5.505 5.505 5.505 5.505 5.333
Bangunan 28.418 5 5.684 5.684 83 - -
Bangunan IMR 9.252 5 1.850 2.739 3.827 5.115 6.603
Mesin 2.548 10 255 255 255 255 175
Kendaraan 21.196 3 7.065 849 - - -
Jumlah Amortisasi Aset Hak-Guna 20.359 15.031 9.669 10.875 12.111
Akumulasi Amortisasi
Tanah 172 5.677 11.181 16.686 22.191 27.523
Bangunan 16.968 22.652 28.335 28.418 28.418 28.418
Bangunan IMR 5.789 7.640 10.379 14.206 19.321 25.924
Mesin 1.354 1.609 1.863 2.118 2.373 2.548
Kendaraan 13.282 20.347 21.196 21.196 21.196 21.196
Jumlah Akumulasi Amortisasi 37.565 57.924 72.955 82.624 93.499 105.610
Nilai Buku
Tanah 27.351 21.847 16.342 10.837 5.333 -
Bangunan 11.450 5.766 83 - - -
Bangunan IMR 3.463 6.054 8.756 11.370 13.696 15.534
Mesin 1.194 940 685 430 175 -
Kendaraan 7.914 849 - - - -
Jumlah Nilai Buku 51.373 35.455 25.866 22.638 19.204 15.534
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk VII-2
Page 70
Lampiran 1 (lanjutan)
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp. Juta)
Umur Tahun
Uraian
Ekonomis 2022 2023 2024 2025 2026 2027
ASET TETAP
Nilai Perolehan
Kendaraan 593 593 593 593 593 593
Inventaris kantor 2.247 2.247 2.247 2.247 2.247 2.247
Capex 2023 539 539 539 539 539 539
Capex 2024 539 539 539 539 539
Capex 2025 539 539 539 539
Capex 2026 539 539 539
Capex 2027 539 539
Jumlah Nilai Perolehan 2.839 3.379 3.918 4.458 4.997 5.537
Penyusutan Aset Tetap
Kendaraan 593 8 74 51 - - -
Inventaris kantor 2.247 8 281 281 281 281 18
Capex 2023 539 5 108 108 108 108
Capex 2024 539 5 108 108 108
Capex 2025 539 5 108 108
Capex 2026 539 5 108
Capex 2027 539 5
Jumlah Penyusutan Aset Tetap 355 440 497 605 450
Akumulasi Penyusutan
Kendaraan 468 542 593 593 593 593
Inventaris kantor 1.105 1.386 1.667 1.948 2.229 2.247
Capex 2023 - - 108 216 324 432
Capex 2024 - - - 108 216 324
Capex 2025 - - - - 108 216
Capex 2026 - - - - - 108
Capex 2027 - - - - - -
Jumlah Akumulasi Penyusutan 1.573 1.928 2.368 2.864 3.469 3.918
Nilai Buku
Kendaraan 125 51 - - - -
Inventaris kantor 1.141 861 580 299 18 -
Capex 2023 - 539 432 324 216 108
Capex 2024 - - 539 432 324 216
Capex 2025 - - - 539 432 324
Capex 2026 - - - - 539 432
Capex 2027 - - - - - 539
Jumlah Nilai Buku 1.266 1.451 1.551 1.594 1.529 1.618
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk VII-3
Page 71
Lampiran 1 (lanjutan)
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp. Juta)
Umur Tahun
Uraian
Ekonomis 2022 2023 2024 2025 2026 2027
ASET TETAP
Nilai Perolehan
Kendaraan 593 593 593 593 593 593
Inventaris kantor 2.247 2.247 2.247 2.247 2.247 2.247
Capex 2023 539 539 539 539 539 539
Capex 2024 539 539 539 539 539
Capex 2025 539 539 539 539
Capex 2026 539 539 539
Capex 2027 539 539
Jumlah Nilai Perolehan 2.839 3.379 3.918 4.458 4.997 5.537
Penyusutan Aset Tetap
Kendaraan 593 8 74 51 - - -
Inventaris kantor 2.247 8 281 281 281 281 18
Capex 2023 539 5 108 108 108 108
Capex 2024 539 5 108 108 108
Capex 2025 539 5 108 108
Capex 2026 539 5 108
Capex 2027 539 5
Jumlah Penyusutan Aset Tetap 355 440 497 605 450
Akumulasi Penyusutan
Kendaraan 468 542 593 593 593 593
Inventaris kantor 1.105 1.386 1.667 1.948 2.229 2.247
Capex 2023 - - 108 216 324 432
Capex 2024 - - - 108 216 324
Capex 2025 - - - - 108 216
Capex 2026 - - - - - 108
Capex 2027 - - - - - -
Jumlah Akumulasi Penyusutan 1.573 1.928 2.368 2.864 3.469 3.918
Nilai Buku
Kendaraan 125 51 - - - -
Inventaris kantor 1.141 861 580 299 18 -
Capex 2023 - 539 432 324 216 108
Capex 2024 - - 539 432 324 216
Capex 2025 - - - 539 432 324
Capex 2026 - - - - 539 432
Capex 2027 - - - - - 539
Jumlah Nilai Buku 1.266 1.451 1.551 1.594 1.529 1.618
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Perhitungan Nilai Perolehan, Amortisasi dan Akumulasi Amortisasi Aset Takberwujud (Rp. Juta)
Umur Tahun
Uraian
Ekonomis 2022 2023 2024 2025 2026 2027
ASET TAKBERWUJUD
Nilai Perolehan
Sistem informasi akuntansi 25 25 25 25 25 25
Jumlah Nilai Perolehan 25 25 25 25 25 25
Amortisasi Aset Takberwujud
Sistem informasi akuntansi 25 4 6 6 6 6 -
Jumlah Amortisasi Aset Takberwujud 6 6 6 6 -
Akumulasi Amortisasi
Sistem informasi akuntansi - 6 13 19 25 25
Jumlah Akumulasi Amortisasi - 6 13 19 25 25
Nilai Buku
Sistem informasi akuntansi 25 19 13 6 - -
Jumlah Nilai Buku 25 19 13 6 - -
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk VII-4
Page 72
2022 2023 2024 2025 2026 2027
Penarikan kredit
Jumlah Utang 40.136 18.891 - - -
Bunga 8,72% 3.500 1.647 - - -
Angsuran Pokok 21.245 18.891
Saldo 40.136 18.891 - - - -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga Rata-rata untuk pembiayaan investasi dari Bank Pemerintah (sumber : www.bi.go.id).
Lampiran 2
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Surat Utang Jangka Menengah (Rp. Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2022 2023 2024 2025 2026 2027
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah Utang 159.562 159.562 159.562 - -
Bunga 10,50% 16.754 16.754 6.059 - -
Angsuran Pokok - - 159.562 - -
Saldo 159.562 159.562 159.562 - - -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan akta Notaris No. 18 tanggal 12 Mei 2020 dari Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk VII-5
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.364
7378 ms
12 Sep 2026 22:10
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': '................................................................................................ '
'V-1'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '................................................................................................ '
'V-1',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}