Skip to content
Back to announcement

20230703_OMED_Informasi Transaksi Afiliasi_31335849_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review OMED

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 72

Page 1
Laporan No. 00237/2.0118-00/BS/04/0520/1/VI/2023
       File No. 070.2/IDR/DE.2/BFO/VI/2023
         LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
                RENCANA TRANSAKSI
          PENAMBAHAN SETORAN MODAL
        PADA PT INTI MEDICOM RETAILINDO
  OLEH PT INTISUMBER HASIL SEMPURNA GLOBAL
             (PERUSAHAAN TERKENDALI
        PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk)




         KJPP ISKANDAR DAN REKAN
                   2023
Page 2
        SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI


Laporan No. 00237/2.0118-00/BS/04/0520/1/VI/2023
File No. 070.2/IDR/DE.2/BFO/VI/2023                                              Jakarta, 21 Juni 2023

Kepada Yth.
Direksi
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk
Jl. ByPass Krian, Ds. Sidomojo,
Krian, Sidoarjo,
Jawa Timur – Indonesia


Dengan hormat,

       Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Penambahan Setoran Modal
                 pada PT Inti Medicom Retailindo oleh PT Intisumber Hasil Sempurna Global
                 (Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk)

Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin
usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12
November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal No. STTD.PPB-33/PM.2/2018 tanggal 28 September 2018 sebagai Penilai Properti/Aset dan
Bisnis di Pasar Modal.
Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara IDR dengan PT
Jayamas Medica Industri Tbk No. 029.1/IDR/DE.2/Pr-BFO/II/2023 tanggal 14 Februari 2023, IDR telah
melaksanakan Penilaian untuk Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Penambahan Setoran Modal
pada PT Inti Medicom Retailindo oleh PT Intisumber Hasil Sempurna Global (Perusahaan Terkendali
PT Jayamas Medica Industri Tbk) seperti yang tertuang dalam laporan ini.
Latar Belakang
PT Jayamas Medica Industri Tbk (selanjutnya disebut Pemberi Tugas atau OMED atau Perseroan atau
Perusahaan) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). OMED
memiliki perusahaan terkendali yaitu PT Intisumber Hasil Sempurna Global (selanjutnya disebut IHSG).
IHSG berencana untuk melakukan penambahan setoran modal pada PT Inti Medicom Retailindo
(selanjutnya disebut IMR). Rencana penambahan setoran modal pada IMR oleh IHSG (perusahaan
terkendali OMED) selanjutnya disebut Rencana Transaksi.
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk
melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 dan No.
42/POJK.04/2020.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta menggunakan
pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut IDR atau Penilai atau
Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
tersebut.




                                                                                                     i
Page 3
Objek Penilaian
Objek penilaian adalah rencana transaksi penambahan setoran modal pada IMR oleh IHSG.
Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah IHSG dan IMR dimana IHSG sebagai pemberi setoran modal dan
IMR sebagai penerima setoran modal.
Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat kewajaran
(Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi.
Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian 31 Desember 2022 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Herry Sunarto dari
Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar, dalam
semua hal yang material.
Asumsi dan Kondisi Pembatas
• Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
• Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan dalam
   proses penilaian.
• Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
• Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
   mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
   pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi keuangan.
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
• Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
   memengaruhi operasional perusahaan.
• Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
• Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas.
• Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas lainnya diungkapkan dalam laporan.
Pendekatan dan Metode
Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah:
a. Melakukan analisis transaksi.
b. Melakukan analisis kualitatif atas rencana transaksi.
c. Melakukan analisis kuantitatif atas rencana transaksi.
d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi.
e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.
Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang dapat
secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk   ii
Page 4
Kesimpulan
A. Analisis Transaksi
    1.    Analisis pengaruh transaksi terhadap keuangan Perseroan
          Berdasarkan proforma posisi keuangan dengan dilakukannya transaksi profitabilitas, likuiditas
          dan solvabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan, sedangkan berdasarkan proyeksi
          posisi keuangan dengan dilakukannya transaksi profitabilitas, likuiditas dan solvabilitas
          Perseroan mengalami peningkatan.
    2.    Analisis likuiditas dari transaksi
          Berdasarkan analisis proforma posisi keuangan Perseroan dengan dilakukannya transaksi
          likuiditas Perseroan tidak mengalami perubahan, sedangkan berdasarkan analisis proyeksi
          keuangan Perseroan dengan dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan mengalami
          peningkatan.
    3.    Nilai transaksi
          Berdasarkan surat pernyataan No. 046/IHSG-LEGAL/VI/2023 tanggal 13 Juni 2023 tentang
          penambahan setoran modal IHSG pada IMR yang telah disepakati oleh IHSG dan IMR. IHSG
          akan melakukan penambahan setoran modal pada IMR sebesar Rp 42.009.980.220,- dan IHSG
          akan memperoleh 489 saham baru IMR. Dengan demikian nilai transaksi untuk penambahan
          setoran modal saham sebanyak 489 saham adalah sebesar Rp 42.009.980.220,- atau setiap
          saham sebesar Rp 85.909.980,-.
    4.    Materialitas nilai transaksi
          Nilai transaksi atas Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 42.009.980.220,- dan ekuitas
          Perseroan berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit KAP Tanubrata Sutanto Fahmi
          Bambang & Rekan per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp 2.069.420.467.240,-, dengan
          demikian materialitas nilai transaksi 2,03% dari ekuitas Perseroan.
          Dari uraian tersebut diatas, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi material dan tidak
          memerlukan persetujuan RUPS sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
          Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
    5.    Hubungan antara pihak-pihak yang bertransaksi
          Berdasarkan analisis hubungan kepemilikan saham, OMED merupakan pemegang 99,99%
          saham IHSG dan IHSG merupakan pemegang 51,08% saham IMR. Dengan demikian antara
          OMED, IHSG dan IMR terdapat hubungan kepemilikan.
          Berdasarkan analisis hubungan kepengurusan Yacobus Jemmy Hartanto sebagai Komisaris
          Utama Perseroan juga sebagai Komisaris IMR, Herlien Sri Ariani sebagai Presiden Direktur
          Perseroan juga sebagai Komisaris IHSG dan Louis Krisnadi Hartanto sebagai Direktur Perseroan
          juga sebagai Direktur IHSG dengan demikian terdapat hubungan kepengurusan antara
          Perseroan dengan IHSG dan Perseroan dengan IMR.
          Dengan demikian Rencana Transaksi termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
          Peraturan OJK No. 42 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.
    6.    Analisis perjanjian dan persyaratan yang telah disepakati
          Berdasarkan analisis perjanjian dan persyaratan yang telah disepakati, dapat disimpulkan
          bahwa perjanjian dan persyaratan yang telah disepakati layak dan dapat diandalkan
          pelaksanaannya dari transaksi yang dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
          yang berlaku, dengan pertimbangan tersebut Rencana Transaksi wajar.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk       iii
Page 5
    7.    Analisis manfaat dan risiko dari transaksi
          Manfaat transaksi adalah sebagai berikut:
          • Dengan terlaksananya transaksi, Perseroan melalui IHSG dapat mendukung
            pengembangan usaha jaringan distribusi IMR ke depan yang memungkinkan IMR untuk
            memperluas kehadiran ritel baik offline maupun online.
          • Dengan terlaksananya transaksi, Perseroan dapat meningkatkan porsi kepemilikan
            sahamnya pada IMR yang dapat meningkatkan laba yang diatribusikan dari IMR kepada
            Perseroan.
          Risiko transaksi adalah sebagai berikut:
          • Tidak tercapainya kinerja IMR seperti yang diharapkan, sehingga IHSG dapat mengalami
             kerugian atas investasi yang telah dilakukan yang berdampak kepada OMED secara
             konsolidasi.
B. Analisis Kualitatif
   1. Analisis industri dan lingkungan
        Ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh sebesar 5,31%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
        lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi
        dan Pergudangan sebesar 19,87%, diikuti Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar
        11,97%, dan Jasa Lainnya sebesar 9,47%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang memiliki
        peran dominan tumbuh 4,89%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta
        Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh
        sebesar 2,25% dan 5,52%.
        Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2022 tidak
        menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan
        Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,34%; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran;
        Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,85%; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
        sebesar 12,40%; Pertambangan dan Penggalian sebesar 12,22%; serta Konstruksi sebesar
        9,77%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai
        65,58%.
        Ekonomi Indonesia triwulan IV-2022 terhadap triwulan IV-2021 (y-on-y) tumbuh sebesar
        5,01%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh
        signifikan adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 16,99%, diikuti Penyediaan
        Akomodasi dan Makan Minum sebesar 13,81%, serta Jasa Lainnya sebesar 11,14%. Sebagai
        lapangan usaha yang memiliki peran dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar 5,64%.
        Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran;
        Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh sebesar 4,51% dan 6,55%.
        Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2022 tumbuh sebesar 0,36% (q-to-q) dibanding triwulan
        III-2022. Hampir seluruh lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan Usaha Administrasi
        Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh signifikan sebesar 10,56%,
        diikuti Jasa Pendidikan sebesar 9,22%, serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar
        8,48%. Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 1,60%. Sementara untuk
        Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 17,40%
        serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tumbuh sebesar
        0,69%.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk   iv
Page 6
          Data Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan
          menunjukkan pertumbuhan sarana produksi alat kesehatan terus meningkat. Dari 193
          perusahaan pada 2015, telah mencapai 891 perusahaan pada 2021. Dalam lima tahun
          terakhir, industri alat kesehatan dalam negeri tumbuh sebanyak 698 industri atau meningkat
          361,66%. Ketika Covid-19 melanda Indonesia, permintaan terhadap berbagai vitamin,
          suplemen dan obat-obatan untuk meningkatkan kekebalan tubuh meningkat drastis. Sektor
          industri alat kesehatan dan farmasi masuk dalam kategori high demand di tengah pandemi
          Covid-19. Begitu pula halnya dengan permintaan alat tes rapid antigen di saat pandemi Covid-
          19 dua tahun terakhir cukup tinggi, baik untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, maupun
          untuk diekspor ke luar negeri.
          Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE)
          Kementerian Perindustrian mengatakan, saat ini sudah banyak merek-merek alat tes rapid
          antigen yang beredar di pasaran. Sebagian besar yang memiliki izin edar adalah produsen
          rapid test berasal dari perusahaan luar negeri. Namun demikian, banyak juga produsen rapid
          tes antigen yang berasal dari dalam negeri. Bendahara Asosiasi Alat Kesehatan secara terpisah
          mengemukakan tantangannya agar produk rapid antigen lokal harus dapat mencapai kualitas
          produk minimal sebagaimana produk global yang sudah memiliki izin penggunaan dari WHO.
    2.    Analisis operasional dan prospek perusahaan
          Ditinjau dari analisis horizontal laba rugi penyesuaian tahun 2022, terjadi penurunan
          pendapatan Perseroan sebesar 21,90% dari semula pada tahun 2021 dan laba kotor
          mengalami penurunan -38,09% dan laba bersih mengalami penurunan sebesar 49,07%. Dari
          sisi aset dan ekuitas, Perseroan berhasil mencatatkan peningkatan aset pada tahun 2022
          sebesar 45,23%, dan ekuitas Perseroan juga meningkat 66,16%.
          Berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 2 Tahun 2022, pemerintah telah
          mendorong penggunaan produk dalam negeri sehingga menjadi sebuah kesempatan yang
          sangat baik untuk berbagai industri, termasuk industri alat kesehatan untuk dapat memenuhi
          peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Bahwa dengan adanya Inpres No. 2 tahun
          2022 tersebut, membuka peluang yang besar bagi Perseroan untuk memproduksi produk alat
          kesehatan yang akan digunakan untuk keperluan dalam negeri.
          Salah satu instruksi untuk Menteri Kesehatan adalah mendorong Kementerian Kesehatan
          untuk melakukan perubahan ekosistem industri alat kesehatan dalam negeri menjadi menjadi
          industri yang berfokus pengembangan alat kesehatan dalam negeri. Kemenkes telah
          menetapkan program prioritas dalam pengembangan industri alat kesehatan dalam negeri
          antara lain penyusunan regulasi alat kesehatan produksi dalam negeri, pemenuhan kebutuhan
          10 alat kesehatan terbesar (by value dan by volume) produksi dalam negeri, hilirisasi hasil
          riset/inovasi dan uji klinik alat kesehatan produksi dalam negeri.
          Strategi kemandirian alat kesehatan dilakukan dengan cara peningkatan belanja dalam negeri
          untuk 16 dari 19 alkes terbesar by value & volume produksi dalam negeri dan produksi alkes
          berteknologi tinggi (CT scan, Endoskopi dan MRI). Berdasarkan strategi tersebut, maka arah
          pengembangan alat kesehatan dilaksanakan sesuai dengan 10 alkes by volume dan by value.
          Dalam upaya meningkatkan akses, kemandirian, dan mutu alat kesehatan, perlu dibangun
          ekosistem riset dan pengembangan yang terintegrasi antara akademisi, swasta dan
          pemerintah. Ekosistem yang lengkap dapat terbentuk oleh adanya kemitraan 3 pihak yang
          kuat, triple helix antara dunia penelitian (akademisi), dunia swasta (pelaku usaha) sebagai



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk       v
Page 7
          pihak yang memanfaatkan hasil penelitian, dan pemerintah yang memfasilitasi terjadinya
          inovasi.
    3.    Alasan dilakukannya transaksi
          Alasan dilakukannya transaksi antara lain adalah:
          − Rencana transaksi penambahan setoran modal pada IMR oleh IHSG termasuk dalam
             rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham
             Perseroan yang ada dalam prospektus Perseroan dan harus dilakukan.
    4.    Keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif
          Keuntungan Perseroan yang bersifat kualitatif adalah dapat melakukan pengembangan usaha
          entitas anak dibidang ritel offline dan online, sehingga dapat lebih dikenal masyarakat sebagai
          perusahaan yang terus berkembang.
          Kerugian Perseroan yang bersifat kualitatif adalah jika tidak tercapainya proyeksi yang
          direncanakan, sehingga target yang direncanakan tidak tercapai yang berakibat menurunnya
          kinerja Perseroan dan Perseroan melalui IHSG dianggap gagal mengembangkan investasinya
          di IMR yang dapat berpengaruh negatif terhadap kredibilitas Perseroan terhadap shareholder.
C. Analisis Kuantitatif
   1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban Dan Kondisi Keuangan
        1.1. Penilaian kinerja historis dan Rasio Keuangan
             Berdasarkan analisis horizontal laba rugi penyesuaian, rata-rata pertumbuhan penjualan
             Perseroan dalam tahun 2018 – 2022 sebesar 40,30%. Pada tahun 2018 jumlah penjualan
             tercatat Rp 587.465 juta dan meningkat signifikan sebesar 109,04% menjadi Rp 1.228.049
             juta di tahun 2019 karena mencatatkan laporan keuangan konsolidasian dan cenderung
             meningkat sampai tahun 2022 menjadi Rp 1.739.054 juta. Kemudian, berdasarkan analisis
             vertikal laba rugi penyesuaian, komposisi beban pokok penjualan dalam tahun 2018 –
             2022 cenderung fluktuatif dengan rata-rata sebesar 62,43%, beban usaha yang terdiri dari
             beban umum dan administrasi serta beban penjualan yang tercatat rata-rata masing-
             masing sebesar 4,24% dan 3,89%. Rata-rata margin EBITDA, EBIT, EBT, dan EAT terhadap
             pendapatan dalam periode tersebut relatif stabil yang tercatat masing-masing sebesar
             29,44%, 27,78%, 28,20% dan 21,92%.
             Perseroan mencatatkan pendapatan Rp 587.465 juta di tahun 2018 dan mengalami
             peningkatan di tahun 2019 sebesar 109,04% sehingga pendapatan Perseroan menjadi Rp
             1.228.049 juta. Tahun 2020, pertumbuhan pendapatan kembali mengalami peningkatan
             62,42% sehingga total pendapatan menjadi Rp 1.994.540 juta. Di tahun 2021, terjadi
             kenaikan pendapatan sebesar 11,63% sehingga total pendapatan Perseroan menjadi Rp
             2.226.573 juta. Pada tahun 2022, pertumbuhan pendapatan Perseroan menurun 21,90%
             menjadi Rp 1.739.054 juta.
             Profitabilitas Perseroan selama tahun 2018 – 2022 cenderung meningkat, yang
             ditunjukkan oleh EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales dengan rata-rata
             masing-masing 29,44%, 27,78%, 28,20% dan 21,92%, artinya Perseroan rata-rata
             memperoleh laba masing-masing Rp 0,2944 EBITDA, Rp 0,2778 EBIT, Rp 0,2820 EBT, dan
             Rp 0,2192 EAT atas setiap Rp 1 pendapatan yang berhasil dilakukan. Pada tahun 2022,
             EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales masing-masing sebesar 23,36%,
             20,96%, 21,40% dan 16,70%.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk         vi
Page 8
               Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek
               yang harus dibayar dengan aset lancarnya maka dalam mengukur tingkat likuiditas
               perusahaan, digunakan Current Ratio (CR). Semakin tinggi CR maka semakin tinggi
               likuiditas perusahaan. Pada tahun 2018 – 2022, likuiditas perusahaan cenderung fluktuatif
               dengan Current Ratio tahun 2022 sebesar 9,40x, artinya Perseroan memiliki Rp 9,40 aset
               lancar yang dapat digunakan untuk memenuhi setiap Rp 1 utang lancarnya.
               Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya
               ketika dilikuidasi yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio
               (DAR). Semakin tinggi DER dan DAR maka semakin rendah solvabilitas perusahaan.
               Semakin tinggi solvabilitas perusahaan, maka semakin rendah risiko kebangkrutan
               perusahaan. Solvabilitas Perseroan tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif, dengan Debt
               to Equity dan Debt to Asset pada tahun 2022 masing-masing adalah 0,21x dan 0,17x.
               Artinya, perusahaan memiliki utang Rp 0,21 untuk setiap Rp 1 ekuitas yang dimilikinya
               serta setiap Rp 1 aset perusahaan dibiayai oleh utang sebesar Rp 0,17.
          1.2. Penilaian arus kas
               Tahun 2018, arus kas dari aktivitas operasi Perseroan tercatat positif sebesar Rp 90.391
               juta yang utamanya berasal dari laba operasi sebelum perubahan modal kerja. Pada tahun
               2019, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 174.718 juta yang
               utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan lebih besar dari pembayaran
               kepada pemasok. Di tahun 2020, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi
               sebesar Rp 278.735 juta yang utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan lebih
               besar dari pembayaran kepada pemasok. Pada tahun 2021, Perseroan memperoleh kas
               dari aktivitas operasi sebesar Rp 505.108 juta utamanya berasal dari penerimaan kas dari
               pelanggan lebih besar dari pembayaran kepada pemasok. Tahun 2022, Perseroan
               memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 92.617 juta utamanya berasal dari
               penerimaan kas dari pelanggan lebih besar dari pembayaran kepada pemasok.
               Selanjutnya tahun 2018, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp
               22.452 juta utamanya untuk perolehan dari aset tetap. Pada tahun 2019, Perseroan
               menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 15.074 juta utamanya untuk
               perolehan aset tetap. Pada tahun 2020, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
               investasi sebesar Rp 49.482 juta utamanya untuk perolehan aset tetap. Di tahun 2021,
               Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 187.056 juta utamanya
               untuk peningkatan investasi jangka pendek. Pada tahun 2022, Perseroan menggunakan
               kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 495.100 juta utamanya untuk peningkatan
               investasi jangka pendek.
               Di tahun 2018, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 2.779
               juta yang seluruhnya untuk pembayaran liabilitas sewa. Pada tahun 2019, Perseroan
               menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 1.694 juta yang seluruhnya untuk
               pembayaran liabilitas sewa. Di tahun 2020, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas
               pendanaan sebesar Rp 150.825 juta utamanya berasal dari penerimaan dari surat utang
               jangka menengah. Tahun 2021, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan
               sebesar Rp 282.972 juta utamanya untuk pembayaran dividen. Tahun 2022, Perseroan
               memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 493.487 juta utamanya berasal dari
               penerimaan hasil penerbitan saham pada penawaran umum.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk       vii
Page 9
               Kas Perseroan di tahun 2018 tercatat sebesar Rp 155.576 juta. Di tahun 2019 kas
               Perseroan meningkat 103,25% menjadi Rp 316.214 juta yang disebabkan oleh perolehan
               kas dari aktivitas operasi. Tahun 2020 kas Perseroan mengalami peningkatan 120,43%
               menjadi Rp 697.028 juta yang utamanya berasal dari aktivitas operasi dan pendanaan.
               Pada tahun 2021 kas Perseroan mengalami peningkatan 5,14% menjadi Rp 732.841 juta
               yang disebabkan arus kas operasi yang positif. Pada tahun 2022 kas Perseroan meningkat
               13,33% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 830.549 juta yang utamanya berasal dari
               aktivitas pendanaan yang positif.
               Saldo kas pada setiap tahun selalu positif karena kebutuhan kas untuk operasi dan
               investasi disesuaikan dengan pendanaannya.
          1.3. Analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma laporan keuangan setelah
               transaksi.
               Berdasarkan analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma laporan
               keuangan setelah transaksi dapat disimpulkan dengan dilakukannya transaksi kondisi
               likuiditas dan solvabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan.
          1.4. Penilaian atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari manajemen.
               Tanpa dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
               Perseroan masing-masing sebesar 24,00%, 22,54%, 22,11% dan 17,25%. Sedangkan
               dengan dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan
               EAT/Sales Perseroan setiap tahun masing-masing sebesar 24,06%, 22,57%, 22,15% dan
               17,27%. Dengan demikian dengan dilakukannya transaksi profitabilitas Perseroan
               mengalami peningkatan.
               Tanpa dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Current
               Ratio (CR) sebesar 1232,82% sedangkan dengan dilakukannya transaksi CR Perseroan
               meningkat menjadi 1233,92%.
               Tanpa dilakukannya transaksi solvabilitas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Debt to
               Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) masing-masing 12,65% dan 11,10%
               sedangkan dengan dilakukannya transaksi DER dan DAR Perseroan menurun menjadi
               12,62% dan 11,08%.
               Dengan transaksi, proyeksi posisi keuangan Perseroan menunjukan bahwa likuiditas dan
               solvabilitas Perseroan mengalami peningkatan.
               Dengan dan tanpa transaksi proyeksi arus kas Perseroan menunjukkan tidak ada cash
               deficiency dan kelangsungan usaha Perseroan selama umur proyeksi terjamin.
    2.    Analisis Inkremental
          2.1. Konstribusi Nilai Tambah
               Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi
               memberikan konstribusi nilai tambah terhadap pendapatan dan laba. Dengan
               dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah selama tahun 2023 – 2027 terhadap
               pendapatan sebesar Rp 83.024 juta dan terhadap laba Perseroan EBITDA, EBIT, EBT dan
               EAT masing-masing sebesar Rp 25.640 juta, Rp 21.640 juta, Rp 21.640 juta dan Rp 16.879
               juta.
               Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi
               memberikan konstribusi nilai tambah terhadap peningkatan profitabilitas Perseroan
               setiap tahun. Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah tahun 2023-2027



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk      viii
Page 10
               terhadap profitabilitas EBITDA, EBIT, EBT dan EAT rata-rata setiap tahun masing-masing
               meningkat sebesar 0,26%, 0,15%, 0,17% dan 0,17%.
               Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukannya transaksi,
               Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan pendapatan, laba dan
               profitabilitas yang akan menguntungkan Perseroan.
          2.2. Biaya dan pendapatan yang relevan
               Perseroan akan memperhatikan biaya dan pendapatan yang relevan sesuai dengan
               keadaan industri dan margin laba yang diharapkan. Apabila pendapatan berkurang
               Perseroan akan menurunkan biaya secara proporsional hingga margin laba yang
               diharapkan dapat tercapai. Dengan demikian transaksi yang dilakukan memberikan nilai
               tambah bagi Perseroan.
          2.3. Informasi non keuangan yang relevan
               Informasi non keuangan yang relevan adalah Perseroan melalui IHSG dapat meningkatkan
               kepemilikan sahamnya pada IMR serta dapat mengembangkan usaha jaringan distribusi
               ritel offline maupun online.
          2.4. Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan
               Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan rencana transaksi
               dan nilai transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan Komisaris Perseroan.
               Rencana transaksi dan nilai transaksi dengan persyaratan yang mudah, transparan dan
               akuntabel yang dapat dipenuhi Perseroan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan
               yang berlaku.
               Alternatif lain dari rencana transaksi, apabila dilakukan dengan pihak lain, tidak ada dan
               Perseroan tidak mengenal pihak lain tersebut, sehingga rencana transaksi tidak dapat
               dilaksanakan.
          2.5. Hal-Hal Material Lainnya
               Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari rencana transaksi tidak
               ada. Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa rencana
               transaksi adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
D. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
   1. Hasil Penilaian Objek Transaksi
        Berdasarkan Laporan Penilaian Saham IMR No. 00221/2.0118-00/BS/03/0520/1/VI/2023
        tanggal 13 Juni 2023 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan, menyatakan bahwa Nilai
        Pasar 511 saham atau 100% saham IMR per 31 Desember 2022 adalah Rp 43.900.000.000,-
        atau untuk setiap saham adalah Rp 85.909.980,-.
    2.    Nilai Transaksi
          Berdasarkan surat pernyataan No. 046/IHSG-LEGAL/VI/2023 tanggal 13 Juni 2023 tentang
          penambahan setoran modal IHSG pada IMR yang telah disepakati oleh IHSG dan IMR. IHSG
          akan melakukan penambahan setoran modal pada IMR sebesar Rp 42.009.980.220,- dan IHSG
          akan memperoleh 489 saham baru IMR. Dengan demikian nilai transaksi untuk penambahan
          setoran modal saham sebanyak 489 saham adalah sebesar Rp 42.009.980.220,- atau setiap
          saham sebesar Rp 85.909.980,-.
    3.    Analisis Kewajaran Nilai Transaksi




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk         ix
Page 11
          Dengan nilai transaksi saham IMR sebesar Rp 85.909.980,- per saham dan Nilai Pasar setiap
          saham IMR adalah Rp 85.909.980,-, maka nilai transaksi sama dengan Nilai Pasarnya. Dengan
          demikian kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.
    4.    Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan
          Berdasarkan hasil analisis dapat dipastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah
          sebagai berikut:
          • Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah selama tahun 2023 – 2027
            terhadap pendapatan sebesar Rp 83.024 juta dan terhadap laba Perseroan EBITDA, EBIT,
            EBT dan EAT masing-masing sebesar Rp 25.640 juta, Rp 21.640 juta, Rp 21.640 juta dan Rp
            16.879 juta.
          • Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah tahun 2023-2027 terhadap
            profitabilitas EBITDA, EBIT, EBT dan EAT rata-rata setiap tahun masing-masing meningkat
            sebesar 0,26%, 0,15%, 0,17% dan 0,17%.
    Berdasarkan analisis tersebut, kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.
E. Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan
    1. Analisis Kemampuan Perseroan Untuk Melakukan Rencana Transaksi
        Berdasarkan laporan keuangan IHSG per 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Akuntan
        Publik Maradona Manurung dari KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan
        opini wajar, dalam semua hal yang material, IHSG memiliki sumber pendanaan yang berasal
        dari kas dan setara kas sebesar Rp 375.709.124.077,-. Dengan nilai transaksi sebesar
        Rp 42.009.980.220,- maka IHSG memiliki dana yang cukup untuk melakukan Rencana
        Transaksi.
          Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan asumsi bahwa Transaksi yang akan dilakukan
          oleh manajemen Perseroan sesuai dengan Rencana Transaksi.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk   x
Page 12

          
Page 13

          
Page 14
                                                                 DAFTAR ISI

SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI .......................................... i
PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................................ xii
DAFTAR ISI ................................................................................................................................ xiii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................. I-1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................................................ I-1
1.2. Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................................. I-1
1.3. Objek Penilaian ........................................................................................................................... I-1
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian..................................................................................................... I-1
1.5. Tanggal Penilaian ........................................................................................................................ I-1
1.6. Ruang Lingkup Penilaian ............................................................................................................. I-2
1.7. Pendekatan dan Metode ............................................................................................................ I-2
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi .................................................................................................... I-2
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan ........................................ I-3
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh
      Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian
      Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi ............................................................................ I-3
1.11. Sumber Data ............................................................................................................................... I-3
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai
      Dan Hubungannya Dengan Objek Penilaian ............................................................................... I-4
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................................................................... I-4
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ............................................................ I-6
BAB II ANALISIS TRANSAKSI ....................................................................................................... II-1
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan .................................................... II-1
2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi ................................................................................................ II-1
2.3. Nilai Transaksi ............................................................................................................................ II-1
2.4. Materialitas Nilai Transaksi........................................................................................................ II-1
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ..................................................................... II-2
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati ...................................................... II-3
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi ............................................................................... II-4
BAB III ANALISIS KUALITATIF .................................................................................................... III-1
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha ................................................................... III-1
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan .............................................................................................. III-3
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi ................................................................................................. III-9
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan ........ III-9
BAB IV ANALISIS KUANTITATIF ................................................................................................. IV-1
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan ......................... IV-1
4.2. Analisis Inkremental .............................................................................................................. IV-28
BAB V ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI ......................................................................... V-1
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi ................................................................................................ V-1
5.2. Nilai Transaksi ........................................................................................................................... V-1
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi ............................................................................................ V-1
5.4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan ..... V-1
BAB VI ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN ................................................................ VI-1
6.1. Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan .................................................................................... VI-1
BAB VII KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI ............................................. VII-1
LAMPIRAN




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                                                    xiii
Page 15
                                                        BAB I
                                                    PENDAHULUAN


1.1.   Latar Belakang
       PT Jayamas Medica Industri Tbk (selanjutnya disebut Pemberi Tugas atau OMED atau Perseroan
       atau Perusahaan) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
       OMED memiliki perusahaan terkendali yaitu PT Intisumber Hasil Sempurna Global (selanjutnya
       disebut IHSG). IHSG berencana untuk melakukan penambahan setoran modal pada PT Inti
       Medicom Retailindo (selanjutnya disebut IMR). Rencana penambahan setoran modal pada IMR
       oleh IHSG (perusahaan terkendali OMED) selanjutnya disebut Rencana Transaksi.
       Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
       untuk melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 dan No.
       42/POJK.04/2020.
       Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta
       menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut
       IDR atau Penilai atau Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat kewajaran
       atas Rencana Transaksi tersebut.
       IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No.
       772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
       berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda
       Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-33/PM.2/2018 tanggal 28 September
       2018 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.

1.2.   Identitas Pemberi Tugas
       Nama Pemberi Tugas : PT Jayamas Medica Industri Tbk
       Bidang Usaha         : Manufaktur alat kesehatan, alat kesehatan elektromedik, alat
                              diagnostik, antiseptik dan disinfektan, dan perbekalan kesehatan rumah
                              tangga lainnya
       Alamat Kantor        : Jl. ByPass Krian, Ds.Sidomojo, Krian, Sidoarjo, Jawa Timur – Indonesia
       No. Telepon/Fax      : +62 31 8982349,8985269
       Email                : corporate.secretary@onemed.co.id
       Website              : www.onemed.co.id

1.3.   Objek Penilaian
       Objek penilaian adalah rencana transaksi penambahan setoran modal pada IMR oleh IHSG.

1.4.   Maksud dan Tujuan Penilaian
       Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat
       kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi.

1.5.   Tanggal Penilaian
       Tanggal penilaian 31 Desember 2022 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
       berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Herry Sunarto
       dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini
       wajar, dalam semua hal yang material.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk   I-1
Page 16
1.6.   Ruang Lingkup Penilaian
       Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) merupakan suatu pernyataan yang diberikan oleh
       Penilai Usaha untuk menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau
       tidak wajar. Ruang lingkup penilaian, antara lain:
        a. Identifikasi masalah (identifikasi asumsi dan kondisi pembatas, tujuan dan objek penilaian,
           definisi penilaian dan tanggal penilaian),
        b. Pengumpulan data,
        c. Analisis data,
        d. Estimasi nilai sesuai dengan dasar nilai dan premis nilai yang digunakan dengan
           menggunakan pendekatan penilaian,
        e. Penulisan laporan.
       Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
       dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, pemberian pendapat kewajaran setelah
       dilakukan analisis atas:
       a. Nilai dari objek yang ditransaksikan.
       b. Dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang
           saham.
       c. Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait dengan Rencana
           Transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham.
       Sifat Rencana Transaksi terkait dengan ada atau tidak adanya hubungan antara pihak-pihak yang
       bertransaksi diatur sesuai dengan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
       dan Benturan Kepentingan dan nilai materialitas Rencana Transaksi diatur sesuai dengan
       Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
       Sehubungan dengan peraturan-peraturan tersebut berkaitan dengan penunjukkan IDR untuk
       memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, maka ruang lingkup pendapat
       kewajaran berdasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi tersebut.

1.7.   Pendekatan dan Metode
       Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah:
       a. Melakukan analisis transaksi.
       b. Melakukan analisis kualitatif atas rencana transaksi.
       c. Melakukan analisis kuantitatif atas rencana transaksi.
       d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi.
       e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.

1.8.   Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
       Pihak-pihak yang bertransaksi adalah IHSG dan IMR dimana IHSG sebagai pemberi setoran
       modal dan IMR sebagai penerima setoran modal.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk     I-2
Page 17
1.9.   Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan
        1. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami tidak ada benturan
           kepentingan dengan Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan
           transaksi yang akan dilakukan Perseroan.
         2. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami telah bertindak secara
            independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun
            pemegang saham Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut.
            Kami juga tidak mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan
            penugasan ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk
            memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
         3. Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai kami yang memiliki kepentingan dalam
            bentuk apapun yang dapat menghalangi kami untuk melakukan penilaian secara
            independen terhadap pendapat kewajaran ini. Kompensasi dan honorarium kami tidak
            bergantung kepada kejadian maupun kesimpulan yang diambil oleh Perseroan sebagai
            akibat dari laporan kami ini.
         4. Uraian mengenai ada atau tidak adanya benturan kepentingan atas transaksi yang akan
            dilakukan Perseroan dinyatakan dalam Surat Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris
            Perseroan.

1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh Penilai
      Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian Pendapat Kewajaran
      Atas Rencana Transaksi
      Dalam pendapat kewajaran ini kami menggunakan hasil penilaian dari Penilai Usaha yang telah
      melakukan penilaian terhadap objek transaksi. Objek transaksi adalah saham IMR.
       Berdasarkan Laporan Penilaian Saham IMR No. 00221/2.0118-00/BS/03/0520/1/VI/2023
       tanggal 13 Juni 2023 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan, menyatakan bahwa Nilai
       Pasar 511 saham atau 100% saham IMR per 31 Desember 2022 adalah Rp 43.900.000.000,- atau
       untuk setiap saham adalah Rp 85.909.980,-.

1.11. Sumber Data
      Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
      mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
       a) Copy legalitas dan perizinan OMED.
       b) Copy legalitas dan perizinan IHSG.
       c) Copy legalitas dan perizinan IMR.
       d) Laporan keuangan OMED dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
          Desember 2022 yang telah diaudit oleh Herry Sunarto dari KAP Tanubrata Sutanto Fahmi
          Bambang & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
       e) Laporan keuangan OMED dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
          Desember 2021 yang telah diaudit oleh Herry Sunarto dari KAP Tanubrata Sutanto Fahmi
          Bambang & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
       f) Laporan keuangan OMED dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
          Desember 2020 yang telah diaudit oleh Iskariman Supardjo dari KAP Hendrawinata Hanny
          Erwin & Sumargo dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk   I-3
Page 18
         g) Laporan keuangan OMED dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
            Desember 2019 yang telah diaudit oleh Herry Sunarto dari KAP Tanubrata Sutanto Fahmi
            Bambang & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
         h) Laporan keuangan OMED dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
            Desember 2018 yang telah diaudit oleh Yuliana Setiawati dari KAP Tanubrata Sutanto
            Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
         i) Laporan keuangan proforma OMED per 31 Desember 2022 sebelum dan setelah transaksi
            dari manajemen Perseroan.
         j) Surat pernyataan No. 046/IHSG-LEGAL/VI/2023 tanggal 13 Juni 2023 tentang penambahan
            setoran modal IHSG pada IMR yang telah disepakati oleh IHSG dan IMR.
         k) Proyeksi keuangan dari manajemen Perseroan dan IMR.
         l) Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang,
            dan hal-hal lain yang terkait dengan Transaksi.

1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai Dan
      Hubungannya Dengan Objek Penilaian
      Kami telah melakukan diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan pada tanggal 29
      Maret 2023 – 20 Juni 2023. Identitas yang kami wawancarai adalah Ibu Felicia dan Bapak Yanuar
      sebagai Representatif Perseroan.

1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas
       a. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
       b. Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan
          dalam proses penilaian.
       c. Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
       d. Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
          mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
          kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi
          keuangan.
       e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
       f. Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang
          dapat memengaruhi operasional perusahaan.
       g. Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
       h. Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas.
       i. IDR mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan pendapat ini sampai dengan terjadinya
          Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material
          terhadap Rencana Transaksi.
       j. Pendapat ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan sebagian dari
          analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
          menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat
          tersebut. Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak
          dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap.
       k. Pendapat Kewajaran tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
          perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk   I-4
Page 19
            tanggal Pendapat ini dikeluarkan. Penilaian Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap
            Rencana Transaksi seperti yang diuraikan di atas.
         l. IDR tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapatnya
            karena peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
         m. Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan prinsip integritas informasi dan data. Dalam
            menyusun Pendapat Kewajaran ini, IDR melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan
            data sebagaimana diberikan manajemen Perseroan yang mana berdasarkan hakekat
            kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan. IDR tidak
            melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-
            data yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan
            demikian IDR tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap
            kebenaran dan kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut.
         n. Sebagai dasar bagi IDR untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat
            Kewajaran atas Rencana Transaksi, IDR menggunakan data-data sebagaimana tercantum
            pada Sumber Data pada laporan pendapat kewajaran sebagai bahan pertimbangan.
         o. Segala perubahan terhadap data-data tersebut di atas dapat memengaruhi hasil penilaian
            IDR secara material. Oleh karena itu, IDR tidak dapat menerima tanggung jawab atas
            kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data
            tersebut.
         p. Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang
            pemegang saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders
            lain serta aspek-aspek lainnya.
         q. IDR menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan laporan pendapat kewajaran ini sampai
            dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan yang sangat
            berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam laporan
            pendapat kewajaran.
         r. Dengan ini IDR menyatakan bahwa penugasan IDR tidak termasuk menganalisis transaksi-
            transaksi di luar Rencana Transaksi yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh
            dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Rencana Transaksi.
         s. IDR tidak melakukan penelitian atas keabsahan Rencana Transaksi dari segi hukum dan
            implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut.
         t. Mengingat bahwa adanya kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan
            ini dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak ada
            perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dari Rencana Transaksi.
            Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-masing
            perusahaan maupun secara eksternal meliputi: kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
            umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan
            ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan
            tersebut di atas, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
         u. Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana Transaksi
            dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain maupun pihak lain.
         v. Pendapat Kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk
            menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu
            atas Rencana Transaksi tersebut.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk   I-5
Page 20
         w. IDR juga berpegang kepada surat pernyataan manajemen Perseroan (management
             representation letter) atas penugasan IDR untuk mempersiapkan Laporan Pendapat
             Kewajaran, bahwa perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan
             berkenaan dengan Rencana Transaksi dan sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan
             tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
         x. Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar dan dapat
             dipertanggungjawabkan, antara lain termasuk penunjukan letak lokasi tempat, spesifikasi
             jenis dan jumlah aset objek penilaian dan apabila data dan informasi tersebut tidak benar
             maka Pemberi Tugas membebaskan Penilai dari tanggung jawab atas hasil penilaian yang
             tidak tepat dikarenakan kesalahan tersebut.
         y. Informasi yang telah diberikan pihak lain kepada Penilai seperti yang telah disebutkan
             dalam laporan penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai tidak
             bertanggungjawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan
             hal yang sesungguhnya. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi
             tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemberi Tugas.
         z. Adalah bukan tugas Penilai untuk melakukan uji tuntas (due diligence) dari aspek hukum
             atas catatan publik serta catatan kepemilikan.
         aa. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas dari laporan penilaian yang dibuat terpisah sebagai
             satu kesatuan dari laporan ini akan dituangkan di dalam laporan penilaian yang dibuat
             terpisah tersebut.
         bb. Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tandatangan asli/basah Pemimpin Rekan/Rekan
             dan stempel/seal perusahaan KJPP Iskandar dan Rekan serta tidak dapat
             dipertanggungjawabkan bilamana Pemberi Tugas tidak melunasi imbalan jasa atas
             pekerjaan penilaian ini.
         cc. Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan
             (integral) dari laporan ini.

1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
      Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
      berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang
      dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk     I-6
Page 21
                                                      BAB II
                                                ANALISIS TRANSAKSI


2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan
     Berdasarkan proforma posisi keuangan dengan dilakukannya transaksi profitabilitas, likuiditas
     dan solvabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan, sedangkan berdasarkan proyeksi posisi
     keuangan dengan dilakukannya transaksi profitabilitas, likuiditas dan solvabilitas Perseroan
     mengalami peningkatan.

2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi
     Berdasarkan analisis proforma posisi keuangan Perseroan dengan dilakukannya transaksi
     likuiditas Perseroan tidak mengalami perubahan, sedangkan berdasarkan analisis proyeksi
     keuangan Perseroan dengan dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan mengalami
     peningkatan.

2.3. Nilai Transaksi
     Berdasarkan surat pernyataan No. 046/IHSG-LEGAL/VI/2023 tanggal 13 Juni 2023 tentang
     penambahan setoran modal IHSG pada IMR yang telah disepakati oleh IHSG dan IMR. IHSG akan
     melakukan penambahan setoran modal pada IMR sebesar Rp 42.009.980.220,- dan IHSG akan
     memperoleh 489 saham baru IMR. Dengan demikian nilai transaksi untuk penambahan setoran
     modal saham sebanyak 489 saham adalah sebesar Rp 42.009.980.220,- atau setiap saham
     sebesar Rp 85.909.980,-.

2.4. Materialitas Nilai Transaksi
     Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
     Kegiatan Usaha, suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi
     sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.
       Dalam hal perusahaan terbuka memiliki ekuitas negatif transaksi dikategorikan sebagai
       Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari total aset Perusahaan
       Terbuka.
       Perusahaan Terbuka yang akan melakukan Transaksi Material wajib terlebih dahulu
       memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam hal:
       1. Transaksi Material lebih dari 50% terhadap ekuitas atau aset atau laba bersih atau
          pendapatan usaha Perseroan.
       2. Transaksi Material lebih dari 25% terhadap aset Perseroan apabila ekuitas Perseroan
          negatif.
       3. Laporan Penilai menyatakan bahwa Transaksi Material yang akan dilakukan tidak wajar.
       Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
       Kegiatan Usaha, transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen
       operasi dikategorikan sebagai Transaksi Material dalam hal:
       a. Nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka;
       b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya sama
          dengan atau lebih dari 20%;




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk     II-1
Page 22
       c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih Perusahaan Terbuka nilainya sama
          dengan atau lebih dari 20%; atau
       d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha Perusahaan Terbuka
          nilainya sama dengan atau lebih dari 20%.
       Dalam hal perusahaan terbuka memiliki ekuitas negatif transaksi dikategorikan sebagai
       Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari total aset Perusahaan
       Terbuka.
       Nilai transaksi atas Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 42.009.980.220,- dan ekuitas
       Perseroan berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit KAP Tanubrata Sutanto Fahmi
       Bambang & Rekan per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp 2.069.420.467.240,-, dengan
       demikian materialitas nilai transaksi 2,03% dari ekuitas Perseroan.
       Dari uraian tersebut diatas, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi material dan tidak
       memerlukan persetujuan RUPS sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
       Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.

2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
     Pihak-pihak yang bertransaksi adalah IHSG dan IMR dimana IHSG sebagai pemberi setoran
     modal dan IMR sebagai penerima setoran modal.
       Hubungan Kepemilikan Saham




        Keterangan
        OMED       : PT Jayamas Medica Industri Tbk
        IHSG       : PT Intisumber Hasil Sempurna Global
        IMR        : PT Inti Medicom Retailindo

       Berdasarkan analisis hubungan kepemilikan saham, OMED merupakan pemegang 99,99%
       saham IHSG dan IHSG merupakan pemegang 51,08% saham IMR. Dengan demikian antara
       OMED, IHSG dan IMR terdapat hubungan kepemilikan.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk     II-2
Page 23
       Hubungan Kepengurusan
                        Nama                        Perseroan        IHSG          IMR
        Yacobus Jemmy Hartanto                         KU                            K
        Siane Soetanto                                  K
        Supriyantoro                                    K
        Herlien Sri Ariani                             PD             K
        Leonard Hariadi Hartanto                        D
        Louis Krisnadi Hartanto                         D             D
        Eka Suwignyoo                                   D
        Rachmad Zainuddin                                                           DU
        Ira Agustin                                                                  D
        Wendy Francisca Wiryono                                                      D
        Nanik Setijawati                                              DU

       Keterangan
       KU : Komisaris Utama
       K     : Komisaris
       PD : Presiden Direktur
       DU : Direktur Utama
       D     : Direktur

       Berdasarkan analisis hubungan kepengurusan Yacobus Jemmy Hartanto sebagai Komisaris
       Utama Perseroan juga sebagai Komisaris IMR, Herlien Sri Ariani sebagai Presiden Direktur
       Perseroan juga sebagai Komisaris IHSG dan Louis Krisnadi Hartanto sebagai Direktur Perseroan
       juga sebagai Direktur IHSG dengan demikian terdapat hubungan kepengurusan antara
       Perseroan dengan IHSG dan Perseroan dengan IMR.
       Dengan demikian Rencana Transaksi termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
       Peraturan OJK No. 42 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.

2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati
     Berdasarkan surat pernyataan No. 046/IHSG-LEGAL/VI/2023 tanggal 13 Juni 2023 tentang
     penambahan setoran modal IHSG pada IMR yang telah disepakati oleh IHSG dan IMR. IHSG akan
     melakukan penambahan setoran modal pada IMR, hal-hal pokok dalam surat tersebut adalah
     sebagai berikut:
       1. IHSG akan menambah setoran modal pada IMR sebesar Rp 42.009.980.220,-
       2. IHSG akan memperoleh 489 saham baru IMR.
       3. Pemegang saham lain pada IMR menyatakan tidak akan akan melakukan penambahan
          setoran modal dan telah menyetujui adanya dilusi saham, sehingga struktur kepemilikan
          saham IMR menjadi sebagai berikut:
                                                     Sebelum Transaksi Penambahan Modal   Transaksi Penambahan Modal    Setelah Transaksi Penambahan Modal
                       Pemegang Saham
                                                     Jumlah Lembar                       Jumlah Lembar                Jumlah Lembar
                                                                     Total (Rp)     %                       Total                       Total (Rp)      %
                                                        Saham                               Saham                        Saham
              PT Intisumber Hasil Sempurna Global         261        261.000.000 51,08%       489      Rp 489.000.000      750         750.000.000 75,00%
              Yacobus Jemmy Hartanto                       75         75.000.000 14,68%        -              -             75          75.000.000   7,50%
              Siane Soetanto                               75         75.000.000 14,68%        -              -             75          75.000.000   7,50%
              Leonard Hariadi Hartanto                     50         50.000.000  9,78%        -              -             50          50.000.000   5,00%
              Louis Krisnandi Hartanto                     50         50.000.000  9,78%        -              -             50          50.000.000   5,00%
              TOTAL                                       511        511.000.000 100,00%      489      Rp 489.000.000     1.000       1.000.000.000 100,00%
       4. Selisih setoran modal dan nominal akan di catat sebagai agio sebesar Rp 41.520.980.220,-.
       Berdasarkan analisis perjanjian dan persyaratan yang telah disepakati, dapat disimpulkan bahwa
       perjanjian dan persyaratan yang telah disepakati layak dan dapat diandalkan pelaksanaannya
       dari transaksi yang dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
       dengan pertimbangan tersebut Rencana Transaksi wajar.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                                                       II-3
Page 24
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi
     Manfaat transaksi adalah sebagai berikut:
      • Dengan terlaksananya transaksi, Perseroan melalui IHSG dapat mendukung
          pengembangan usaha jaringan distribusi IMR ke depan yang memungkinkan IMR untuk
          memperluas kehadiran ritel baik offline maupun online.
      • Dengan terlaksananya transaksi, Perseroan dapat meningkatkan porsi kepemilikan
          sahamnya pada IMR yang dapat meningkatkan laba yang diatribusikan dari IMR kepada
          Perseroan.
       Risiko transaksi adalah sebagai berikut:
        • Tidak tercapainya kinerja IMR seperti yang diharapkan, sehingga IHSG dapat mengalami
            kerugian atas investasi yang telah dilakukan yang berdampak kepada OMED secara
            konsolidasi.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk   II-4
Page 25
                                                      BAB III
                                                ANALISIS KUALITATIF


3.1.   Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha
       Perseroan
       a) Riwayat Singkat Perseroan
          Perseroan didirikan berdasarkan akta Notaris No. 5 tanggal 15 Desember 2000 yang dibuat
          dihadapan Devi Chrisnawati, S.H., Notaris di Surabaya. Akta Pendirian telah mendapat
          pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-
          09367.HT.01.01.Th 2001, tanggal 27 September 2001 dan telah diumumkan dalam Berita
          Negara No. 105 Tambahan No. 041636 tanggal 31 Desember 2021.
            Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, dengan perubahan
            terakhir melalui akta Notaris No. 77 tanggal 7 April 2022 yang dibuat dihadapan Jose Dima
            Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta mengenai ruang lingkup Perusahaan dan telah diterima
            dan dicatat oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
            Keputusan No. AHU-0070244.AH.01.11.TAHUN 2022 tanggal 8 April 2022.
        b) Kegiatan Usaha
           Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
           terutama bergerak dalam bidang industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran alat
           kesehatan.
        c) Susunan Pemegang Saham
           Susunan pemegang saham berdasarkan laporan keuangan (audited) 31 Desember 2022
           adalah sebagai berikut:
                                                                        Jumlah Saham        Persentase       Jumlah
             No.                  Pemegang Saham
                                                                          (Lembar)             (%)            (Rp)
              1    PT Intisumber Hasil Sempurna                         22.540.000.000           83,30%   563.500.000.000
              2    Yacobus Jemmy Hartanto                                  230.000.000            0,85%     5.750.000.000
              3    Siane Soetanto                                          230.000.000            0,85%     5.750.000.000
              4    Publik (masing-masing kepemilikan di bawah 5%)        4.058.850.000           15,00%   101.471.250.000
                   Jumlah                                               27.058.850.000          100,00%   676.471.250.000
        d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan laporan keuangan (audited) 31
           Desember 2022 adalah sebagai berikut:
            Dewan Komisaris
            Komisaris Utama : Yacobus Jemmy Hartanto
            Komisaris         : Siane Soetanto
            Komisaris         : Supriyantoro
            Direksi
            Presiden Direktur : Herlien Sri Ariani
            Direktur          : Leonard Hariadi Hartanto
            Direktur          : Louis Krisnadi Hartanto
            Direktur          : Eka Suwignyoo




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                        III-1
Page 26
        PT Intisumber Hasil Sempurna Global (IHSG)
        a) Riwayat Singkat
           IHSG didirikan berdasarkan akta Notaris No. 59 tanggal 28 November 2019 yang dibuat
           dihadapan Julia Seloadji, S.H., notaris di Surabaya. Akta Pendirian telah mendapat
           pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
           Keputusan No. AHU-0064267.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 3 Desember 2019 dan telah
           diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 2 Tambahan No. 000795 tanggal 7
           Januari 2022.
            Anggaran Dasar IHSG telah mengalami beberapa kali perubahan, dengan perubahan terakhir
            melalui akta Notaris No. 18 tanggal 9 Desember 2019 yang dibuat dihadapan Julia Seloadji,
            S.H., mengenai perubahan maksud dan tujuan kegiatan usaha. Akta perubahan ini telah
            mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
            dalam Surat Keputusan No. AHU-0103804.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 11 Desember 2019
            dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 2 Tambahan No. 000794
            tanggal 7 Januari 2022.
        b) Kegiatan Usaha
           Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar IHSG, ruang lingkup kegiatan IHSG terutama bergerak
           dalam bidang perdagangan besar alat laboratorium, farmasi dan kedokteran, pergudangan
           dan penyimpanan dan aktivitas pengepakan.
        c) Susunan Pemegang Saham
           Susunan pemegang saham IHSG berdasarkan laporan keuangan (audited) 31 Desember 2022
           adalah sebagai berikut:
                                                               Jumlah                            Jumlah
             No.           Pemegang Saham                                         (%)
                                                               Saham                               (Rp)
              1 PT Jayamas Medica Industri Tbk                          495       99,00%          247.500.000
              2 Yacobus Jemmy Hartanto                                    5        1,00%             2.500.000
                Jumlah                                                  500      100,00%          250.000.000

        d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
           Berdasarkan laporan keuangan (audited) 31 Desember 2022, susunan dewan komisaris dan
           direksi IHSG adalah sebagai berikut:
            Dewan Komisaris
            Komisaris             : Herlien Sri Ariani
            Direksi
            Direktur Utama        : Nanik Setijawati
            Direktur              : Louis Krisnadi Hartanto

        PT Inti Medicom Retailindo (IMR)
        a) Riwayat Singkat
           IMR didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 55 tanggal 15 Desember 2012 dari DR. J. Andy
           Hartanto, S.H., M.H., Ir., M.M.T, notaris di Surabaya. Akta Pendirian ini disahkan oleh
           Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya
           No. AHU-16432.AH.01.01 tanggal 1 April 2013.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                   III-2
Page 27
            Anggaran Dasar IMR telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta
            no. 7 tanggal 1 Maret 2022 dari notaris Julia Seloadji, S.H., berkedudukan di Surabaya
            tentang perubahan pasal 3 anggaran dasar Perseroan. Perubahan ini telah disahkan oleh
            Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.
            AHU-0015381.AH.01.02 Tahun 2022 tanggal 4 Maret 2022.
        b) Kegiatan Usaha
           Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar IMR, ruang lingkup kegiatan IMR antara lain meliputi
           perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor: terkhusus
           pada perdagangan eceran alat laboratorium, alat farmasi dan alat kesehatan manusia;
           perdagangan eceran khusus barang dan obat farmasi, alat kedokteran, parfum dan kosmetik
           lainnya; perdagangan eceran melalui media untuk komoditi makanan, minuman, tembakau,
           kimia, farmasi, kosmetik dan alat laboratorium; perdagangan eceran melalui media untuk
           berbagai macam barang lainnya, dan informasi dan komunikasi: portal web dan/atau
           platform digital dengan tujuan komersial.
        c) Susunan Pemegang Saham
           Susunan pemegang saham IMR berdasarkan laporan keuangan (audited) 31 Desember 2022
           adalah sebagai berikut:
                                                             Jumlah                        Jumlah
            No.            Pemegang Saham                                   (%)
                                                             Saham                           (Rp)
             1    PT Intisumber Hasil Sempurna Global             261      51,08%           261.000.000
             2    Yacobus Jemmy Hartanto                           75      14,68%             75.000.000
             3    Siane Soetanto                                   75      14,68%             75.000.000
             4    Leonard Hariadi Hartanto                         50       9,78%             50.000.000
             5    Louis Krisnandi Hartanto                         50       9,78%             50.000.000
                  Jumlah                                          511     100,00%           511.000.000

        d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
           Berdasarkan laporan keuangan (audited) 31 Desember 2022, susunan dewan komisaris dan
           direksi IMR adalah sebagai berikut:
            Dewan Komisaris
            Komisaris       : Yacobus Jemmy Hartanto
            Direksi
            Direktur Utama : Rahmad Zainuddin
            Direktur        : Ira Agustin
            Direktur        : Wendy Fransisca Wiryono


3.2. Analisis Industri dan Lingkungan
3.2.1. Tinjauan Makro Ekonomi
       PDB Menurut Lapangan Usaha
       Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2022 (c-to-c)
       Ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh sebesar 5,31%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
       lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi
       dan Pergudangan sebesar 19,87%, diikuti Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar
       11,97%, dan Jasa Lainnya sebesar 9,47%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang memiliki
       peran dominan tumbuh 4,89%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta
       Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh
       sebesar 2,25% dan 5,52%.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk             III-3
Page 28
                                Gambar 1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (c-to-c) (%)

       Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2022 tidak
       menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan
       Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,34%; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran;
       Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,85%; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
       sebesar 12,40%; Pertambangan dan Penggalian sebesar 12,22%; serta Konstruksi sebesar 9,77%.
       Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 65,58%.
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2022 Terhadap Triwulan IV-2021 (y-on-y)
       Ekonomi Indonesia triwulan IV-2022 terhadap triwulan IV-2021 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,01%.
       Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan
       adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 16,99%, diikuti Penyediaan Akomodasi dan
       Makan Minum sebesar 13,81%, serta Jasa Lainnya sebesar 11,14%. Sebagai lapangan usaha yang
       memiliki peran dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar 5,64%. Sedangkan Pertanian,
       Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda
       Motor masing-masing tumbuh sebesar 4,51% dan 6,55%.




                                Gambar 2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-on-y) (%)




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk   III-4
Page 29
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2022 Terhadap Triwulan III-2022 (q-to-q)
       Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2022 tumbuh sebesar 0,36% (q-to-q) dibanding triwulan III-
       2022. Hampir seluruh lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan Usaha Administrasi
       Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh signifikan sebesar 10,56%, diikuti
       Jasa Pendidikan sebesar 9,22%, serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 8,48%. Industri
       Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 1,60%. Sementara untuk Pertanian,
       Kehutanan, dan Perikanan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 17,40% serta
       Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tumbuh sebesar 0,69%.




                                Gambar 3. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (q-to-q) (%)

       PDB Menurut Pengeluaran
       Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2022 (c-to-c)
       Ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh sebesar 5,31%. Pertumbuhan terjadi pada hampir
       semua komponen pengeluaran kecuali Komponen PK-P yang terkontraksi sebesar 4,51%.
       Komponen pengeluaran yang tumbuh signifikan adalah Komponen Ekspor Barang dan Jasa
       sebesar 16,28%, diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani
       Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 5,64%, Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga
       (PK-RT) sebesar 4,93%, dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 3,87%.
       Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam
       PDB menurut pengeluaran) tumbuh sebesar 14,75%.




                            Gambar 4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (c-to-c) (%)




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk     III-5
Page 30
       Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2022 tidak
       menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
       Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 51,87%, diikuti
       oleh komponen PMTB sebesar 29,08%, Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 24,49%,
       Komponen PK-P sebesar 7,66%, Komponen PK-LNPRT sebesar 1,17%, dan Komponen Perubahan
       Inventori sebesar 0,66%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor
       pengurang dalam PDB memiliki peran sebesar 20,90%.
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2022 Terhadap Triwulan IV-2021 (y-on-y)
       Ekonomi Indonesia triwulan IV-2022 terhadap triwulan IV-2021 tumbuh sebesar 5,01% (y-on-y).
       Pertumbuhan terjadi pada hampir semua komponen pengeluaran, kecuali Komponen PK-P yang
       terkontraksi sebesar 4,77%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan
       Jasa yang tumbuh sebesar 14,93%, diikuti oleh Komponen PK-LNPRT, Komponen PK-RT, dan
       Komponen PMTB yang masing-masing tumbuh sebesar 5,70%, 4,48%, dan 3,33%. Sementara
       itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 6,25%.




                            Gambar 5. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y) (%)

       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2022 Terhadap Triwulan III-2022 (q-to-q)
       Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2022 dibanding triwulan III-2022 (q-to-q) tumbuh sebesar
       0,36%. Pertumbuhan terjadi pada semua Komponen Pengeluaran kecuali Komponen Ekspor
       Barang dan Jasa yang terkontraksi sebesar 0,25%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada
       Komponen PK-P sebesar 30,13%, diikuti oleh Komponen PMTB, Komponen PK-RT, dan
       Komponen PK-LNPRT yang masing-masing tumbuh sebesar 3,31%; 2,12%; dan 0,46%.
       Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar
       2,53%.




                            Gambar 6. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (q-to-q) (%)




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk     III-6
Page 31
       3.2.2. Perkembangan Industri
       Perkembangan Industri Alat Kesehatan
       Data Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan menunjukkan
       pertumbuhan sarana produksi alat kesehatan terus meningkat. Dari 193 perusahaan pada 2015,
       telah mencapai 891 perusahaan pada 2021. Dalam lima tahun terakhir, industri alat kesehatan
       dalam negeri tumbuh sebanyak 698 industri atau meningkat 361,66%. Ketika Covid-19 melanda
       Indonesia, permintaan terhadap berbagai vitamin, suplemen dan obat-obatan untuk
       meningkatkan kekebalan tubuh meningkat drastis. Sektor industri alat kesehatan dan farmasi
       masuk dalam kategori high demand di tengah pandemi Covid-19. Begitu pula halnya dengan
       permintaan alat tes rapid antigen di saat pandemi Covid-19 dua tahun terakhir cukup tinggi, baik
       untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, maupun untuk diekspor ke luar negeri.
       Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian
       Perindustrian mengatakan, saat ini sudah banyak merek-merek alat tes rapid antigen yang
       beredar di pasaran. Sebagian besar yang memiliki izin edar adalah produsen rapid test berasal
       dari perusahaan luar negeri. Namun demikian, banyak juga produsen rapid tes antigen yang
       berasal dari dalam negeri. Bendahara Asosiasi Alat Kesehatan secara terpisah mengemukakan
       tantangannya agar produk rapid antigen lokal harus dapat mencapai kualitas produk minimal
       sebagaimana produk global yang sudah memiliki izin penggunaan dari WHO.
       Sekretaris Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemkes menyampaikan,
       Kementerian Kesehatan (Kemkes) telah membuat sebuah peta jalan untuk mengakselerasi
       perkembangan industri farmasi dan alat kesehatan menuju industri 4.0, sejalan dengan program
       Making Indonesia 4.0 yang dipimpin oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Peta jalan
       tersebut mengakselerasi perkembangan industri farmasi dan alat kesehatan, mencakup langkah
       yang harus dilalui, target perkembangan produk, serta jangka waktu. Target dari peta jalan
       tersebut adalah kemajuan industri untuk menghasilkan produk bahan baku yang berteknologi
       tinggi. Menperin meminta dunia usaha memanfaatkan peluang mengisi pasar alat kesehatan di
       dalam negeri, sekaligus meningkatkan kualitas alat kesehatan untuk merebut pasar ekspor.
       Permintaan tersebut disampaikan Menperin beberapa waktu yang lalu, mengingat Kementerian
       Perindustrian telah menempatkan industri farmasi dan alat kesehatan sebagai sektor strategis
       dalam penerapan industri 4.0. Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal
       melalui juru bicaranya mengemukakan, salah satu sektor yang tumbuh di tengah situasi
       pandemi ini adalah sektor kesehatan dan manufaktur. Berdasar catatan Badan Pusat Statistik
       (BPS) produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) industri kimia, farmasi, dan
       obat tradisional mencapai Rp59,88 triliun pada kuartal I/2022. PDB industri tersebut masih
       tumbuh 6,47% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).
3.2.3. Analisis Operasional Dan Prospek Perusahaan
       Ditinjau dari analisis horizontal laba rugi penyesuaian tahun 2022, terjadi penurunan
       pendapatan Perseroan sebesar 21,90% dari semula pada tahun 2021 dan laba kotor mengalami
       penurunan -38,09% dan laba bersih mengalami penurunan sebesar 49,07%. Dari sisi aset dan
       ekuitas, Perseroan berhasil mencatatkan peningkatan aset pada tahun 2022 sebesar 45,23%,
       dan ekuitas Perseroan juga meningkat 66,16%.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk     III-7
Page 32
       Pasar alat kesehatan di Indonesia saat ini masih didominasi oleh produsen luar negeri. Hal
       tersebut menunjukkan kebutuhan dan potensi pasar peralatan medis merek lokal untuk dapat
       bersaing mengingat banyaknya fasilitas kesehatan serta meningkatnya kebutuhan berobat
       masyarakat. Terlebih, dengan banyaknya produk impor alat kesehatan yang beredar, kondisi ini
       seharusnya dapat menjadi motivasi untuk tidak bergantung pada alat kesehatan impor. Obat
       dan alat kesehatan merupakan dua komponen terbesar dari total biaya kesehatan saat ini. Alat-
       alat kesehatan seperti mesin X-Ray (Roetgen), CT-Scan, MRI, Cathlab, USG, serta produk alat
       perlindungan dan beragam peralatan medis lainnya hampir seluruhnya diimpor dari luar dan
       dikenakan bea masuk serta pajak penjualan. Jika alat tersebut dapat diproduksi mandiri, maka
       biaya pengobatan masyarakat tentunya dapat bisa lebih terjangkau. Produsen alat kesehatan
       dalam negeri terus berupaya mengurangi ketergantungan pada barang impor, dengan mulai
       memproduksi produk alat kesehatan mandiri.
       Keberadaan 3.100 rumah sakit dan sekitar 10.000 puskesmas dan klinik, menjadikan Indonesia
       memiliki potensi tersembunyi untuk pasar alat kesehatan. Sebagaimana diketahui, alat
       kesehatan merupakan salah satu komponen terbesar dalam biaya kesehatan selain obat. Jika
       alat-alat kesehatan dapat diproduksi secara mandiri oleh perusahaan dalam negeri, maka biaya
       pengobatan di Indonesia dapat menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Seiring
       dengan meningkatnya kebutuhan dan kesadaran masyarakat Indonesia atas kualitas kesehatan,
       pertumbuhan industri alat kesehatan diperkirakan sebesar 10%-15% setiap tahunnya. Nilai
       pasar alat kesehatan di Indonesia diperkirakan telah tumbuh dari sekitar Rp65 triliun di tahun
       2016 hingga menjadi Rp85 triliun di tahun 2020, dan sekitar Rp94 triliun pada tahun
       2021. Pemerintah sendiri menargetkan perusahaan dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan
       alat kesehatan Indonesia hingga 30% pada 2030, dimana saat ini masih hanya sebesar 7%.
       Berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 2 Tahun 2022, pemerintah telah
       mendorong penggunaan produk dalam negeri sehingga menjadi sebuah kesempatan yang
       sangat baik untuk berbagai industri, termasuk industri alat kesehatan untuk dapat memenuhi
       peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Bahwa dengan adanya Inpres No. 2 tahun 2022
       tersebut, membuka peluang yang besar bagi Perseroan untuk memproduksi produk alat
       kesehatan yang akan digunakan untuk keperluan dalam negeri.
       Salah satu instruksi untuk Menteri Kesehatan adalah mendorong Kementerian Kesehatan untuk
       melakukan perubahan ekosistem industri alat kesehatan dalam negeri menjadi menjadi industri
       yang berfokus pengembangan alat kesehatan dalam negeri. Kemenkes telah menetapkan
       program prioritas dalam pengembangan industri alat kesehatan dalam negeri antara lain
       penyusunan regulasi alat kesehatan produksi dalam negeri, pemenuhan kebutuhan 10 alat
       kesehatan terbesar (by value dan by volume) produksi dalam negeri, hilirisasi hasil riset/inovasi
       dan uji klinik alat kesehatan produksi dalam negeri.
       Strategi kemandirian alat kesehatan dilakukan dengan cara peningkatan belanja dalam negeri
       untuk 16 dari 19 alkes terbesar by value & volume produksi dalam negeri dan produksi alkes
       berteknologi tinggi (CT scan, Endoskopi dan MRI). Berdasarkan strategi tersebut, maka arah
       pengembangan alat kesehatan dilaksanakan sesuai dengan 10 alkes by volume dan by value.
       Dalam upaya meningkatkan akses, kemandirian, dan mutu alat kesehatan, perlu dibangun
       ekosistem riset dan pengembangan yang terintegrasi antara akademisi, swasta dan pemerintah.
       Ekosistem yang lengkap dapat terbentuk oleh adanya kemitraan 3 pihak yang kuat, triple



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk      III-8
Page 33
       helix antara dunia penelitian (akademisi), dunia swasta (pelaku usaha) sebagai pihak yang
       memanfaatkan hasil penelitian, dan pemerintah yang memfasilitasi terjadinya inovasi.

3.3.   Alasan Dilakukannya Transaksi
       Alasan dilakukannya transaksi antara lain adalah:
       − Rencana transaksi penambahan setoran modal pada IMR oleh IHSG termasuk dalam
           rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham
           Perseroan yang ada dalam prospektus Perseroan dan harus dilakukan.

3.4.   Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan
       Keuntungan Perseroan yang bersifat kualitatif adalah dapat melakukan pengembangan usaha
       entitas anak dibidang ritel offline dan online, sehingga dapat lebih dikenal masyarakat sebagai
       perusahaan yang terus berkembang.
       Kerugian Perseroan yang bersifat kualitatif adalah jika tidak tercapainya proyeksi yang
       direncanakan, sehingga target yang direncanakan tidak tercapai yang berakibat menurunnya
       kinerja Perseroan dan Perseroan melalui IHSG dianggap gagal mengembangkan investasinya di
       IMR yang dapat berpengaruh negatif terhadap kredibilitas Perseroan terhadap shareholder.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk    III-9
Page 34
                                                     BAB IV
                                              ANALISIS KUANTITATIF

4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan
4.1.1. Penilaian Kinerja Historis
       Kinerja historis diperoleh dari laporan keuangan OMED Tahun 2018 – 2022 yang telah diaudit
       KAP.
       Laporan Laba Rugi
        PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
        Laba Rugi (Rp.Juta)
                                                                                       Tahun
                          Uraian
                                                          2018           2019           2020         2021          2022
        PENJUALAN NETO                                    587.465      1.228.049      1.994.540     2.226.573     1.739.054
        BEBAN POKOK PENJUALAN                            (462.718)      (782.576)      (957.599)   (1.322.279)   (1.186.562)
        LABA KOTOR                                        124.747        445.473      1.036.940       904.294       552.492
        Beban usaha
          Umum dan administrasi                           (11.613)       (77.075)       (91.696)     (95.924)     (110.654)
          Penjualan dan pemasaran                          (6.291)       (72.885)       (95.019)     (72.319)      (77.272)
        LABA (RUGI) USAHA                                 106.843        295.512        850.226      736.051       364.566
        Pendapatan (beban) operasi lain-lain                5.886         (2.851)         5.668       (1.591)       14.043
        Pendapatan keuangan                                   -           10.157         14.945       16.909        14.371
        Beban keuangan                                       (409)          (532)        (9.157)     (22.169)      (20.872)
        Pajak final                                           -              -           (1.681)         -             -
        LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                         112.319        302.287        860.001      729.200       372.109
        PAJAK                                             (30.261)       (74.262)      (167.132)    (158.821)      (81.602)
        LABA (RUGI) BERSIH                                 82.059        228.024        692.869      570.379       290.507
        Penghasilan komprehensif lain                         752            539         (3.908)     (17.296)        3.643
        LABA KOMPREHENSIF                                  82.810        228.564        688.961      553.084       294.149
                                      Rata-rata
        Rasio Profitabilitas
                                      2018-2022
        Margin Laba Kotor                 36,38%            21,23%        36,27%         51,99%       40,61%        31,77%
        Margin Laba Usaha                 27,78%            18,19%        24,06%         42,63%       33,06%        20,96%
        Margin Laba Sebelum Pajak         28,20%            19,12%        24,62%         43,12%       32,75%        21,40%
        Margin Laba Bersih                21,92%            13,97%        18,57%         34,74%       25,62%        16,70%
        Sumber: Laporan Keuangan tahun 2018 – 2022 (audited)
       Laporan laba rugi yang telah disesuaikan pencatatannya yang meliputi EBITDA adalah sebagai
       berikut:




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                         IV-1
Page 35
        PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
        Laba Rugi Penyesuaian (Rp.Juta)
                                                                                         Tahun
                           Uraian
                                                            2018           2019          2020         2021           2022
        PENJUALAN NETO                                      587.465      1.228.049     1.994.540     2.226.573      1.739.054
        BEBAN POKOK PENJUALAN                              (449.455)      (769.353)     (942.701)   (1.303.935)    (1.167.855)
        LABA KOTOR                                          138.010        458.696     1.051.838       922.639        571.200
        Beban usaha
          Umum dan administrasi                            (11.435)       (76.690)       (88.485)      (78.636)      (87.716)
          Penjualan dan pemasaran                           (6.291)       (72.885)       (95.019)      (72.319)      (77.272)
        EBITDA                                             120.283        309.120        868.334       771.684       406.212
        Depresiasi                                         (13.441)       (13.608)       (18.108)      (35.632)      (41.646)
        EBIT                                               106.843        295.512        850.226       736.051       364.566
        Pendapatan (beban) operasi lain-lain                 5.886         (2.851)         5.668        (1.591)       14.043
        Pendapatan keuangan                                    -           10.157         14.945        16.909        14.371
        Beban keuangan                                        (409)          (532)        (9.157)      (22.169)      (20.872)
        Pajak final                                            -              -           (1.681)          -             -
        EBT                                                112.319        302.287        860.001       729.200       372.109
        PAJAK                                              (30.261)       (74.262)      (167.132)     (158.821)      (81.602)
        LABA BERSIH (EAT)                                   82.059        228.024        692.869       570.379       290.507
        Penghasilan komprehensif lain                          752            539         (3.908)      (17.296)        3.643
        LABA KOMPREHENSIF                                   82.810        228.564        688.961       553.084       294.149
                                      Rata-rata
        Rasio Profitabilitas
                                      2018-2022
        EBITDA/Sales                      29,44%            20,47%          25,17%        43,54%       34,66%         23,36%
        EBIT/Sales                        27,78%            18,19%          24,06%        42,63%       33,06%         20,96%
        EBT/Sales                         28,20%            19,12%          24,62%        43,12%       32,75%         21,40%
        EAT/Sales                         21,92%            13,97%          18,57%        34,74%       25,62%         16,70%
       Analisis vertikal laporan laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
        Analisis Vertikal Laba Rugi Penyesuaian
                                                                               Tahun
                                                                                                                   Rata-rata
                         Uraian
                                                    2018          2019         2020         2021        2022       2018-2022

        PENJUALAN NETO                              100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
        BEBAN POKOK PENJUALAN                       -76,51%       -62,65%      -47,26%      -58,56%      -67,15%      -62,43%
        LABA KOTOR                                   23,49%        37,35%       52,74%       41,44%       32,85%       37,57%
        Beban usaha
          Umum dan administrasi                      -1,95%        -6,24%       -4,44%       -3,53%       -5,04%       -4,24%
          Penjualan dan pemasaran                    -1,07%        -5,94%       -4,76%       -3,25%       -4,44%       -3,89%
        EBITDA                                       20,47%        25,17%       43,54%       34,66%       23,36%       29,44%
        Depresiasi                                   -2,29%        -1,11%       -0,91%       -1,60%       -2,39%       -1,66%
        EBIT                                         18,19%        24,06%       42,63%       33,06%       20,96%       27,78%
        Pendapatan (beban) operasi lain-lain          1,00%        -0,23%        0,28%       -0,07%        0,81%        0,36%
        Pendapatan keuangan                           0,00%         0,83%        0,75%        0,76%        0,83%        0,63%
        Beban keuangan                               -0,07%        -0,04%       -0,46%       -1,00%       -1,20%       -0,55%
        Pajak final                                   0,00%         0,00%       -0,08%        0,00%        0,00%       -0,02%
        EBT                                          19,12%        24,62%       43,12%       32,75%       21,40%       28,20%
        PAJAK                                        -5,15%        -6,05%       -8,38%       -7,13%       -4,69%       -6,28%
        LABA BERSIH (EAT)                            13,97%        18,57%       34,74%       25,62%       16,70%       21,92%
        Penghasilan komprehensif lain                 0,13%         0,04%       -0,20%       -0,78%        0,21%       -0,12%
        LABA KOMPREHENSIF                            14,10%        18,61%       34,54%       24,84%       16,91%       21,80%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                            IV-2
Page 36
       Analisis horizontal laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
        Analisis Horizontal Laba Rugi Penyesuaian
                                                                              Tahun                                Rata-rata
                         Uraian
                                                    2018         2019         2020          2021       2022        2018-2022

        PENJUALAN NETO                                     n/a    109,04%      62,42%         11,63%    -21,90%        40,30%
        BEBAN POKOK PENJUALAN                              n/a     71,17%      22,53%         38,32%    -10,44%        30,40%
        LABA KOTOR                                         n/a    232,36%     129,31%        -12,28%    -38,09%        77,83%
        Beban usaha
          Umum dan administrasi                            n/a    570,65%      15,38%       -11,13%      11,55%       146,61%
          Penjualan dan pemasaran                          n/a   1058,52%      30,37%       -23,89%       6,85%       267,96%
        EBITDA                                             n/a    156,99%     180,91%       -11,13%     -47,36%        69,85%
        Depresiasi                                         n/a      1,24%      33,07%        96,77%      16,88%        36,99%
        EBIT                                               n/a    176,59%     187,71%       -13,43%     -50,47%        75,10%
        Pendapatan (beban) operasi lain-lain               n/a   -148,44%    -298,80%      -128,07%    -982,73%      -389,51%
        Pendapatan keuangan                                n/a         n/a     47,14%        13,14%     -15,01%        15,09%
        Beban keuangan                                     n/a     29,88%    1622,76%       142,09%      -5,85%       447,22%
        Pajak final                                        n/a         n/a         n/a     -100,00%          n/a     -100,00%
        EBT                                                n/a    169,13%     184,50%       -15,21%     -48,97%        72,36%
        PAJAK                                              n/a    145,41%     125,06%        -4,97%     -48,62%        54,22%
        LABA BERSIH (EAT)                                  n/a    177,88%     203,86%       -17,68%     -49,07%        78,75%
        Penghasilan komprehensif lain                      n/a    -28,28%    -824,84%       342,54%    -121,06%      -157,91%
        LABA KOMPREHENSIF                                  n/a    176,01%     201,43%       -19,72%     -46,82%        77,73%

       Berdasarkan analisis horizontal laba rugi penyesuaian, rata-rata pertumbuhan penjualan
       Perseroan dalam tahun 2018 – 2022 sebesar 40,30%. Pada tahun 2018 jumlah penjualan
       tercatat Rp 587.465 juta dan meningkat signifikan sebesar 109,04% menjadi Rp 1.228.049 juta
       di tahun 2019 karena mencatatkan laporan keuangan konsolidasian dan cenderung meningkat
       sampai tahun 2022 menjadi Rp 1.739.054 juta. Kemudian, berdasarkan analisis vertikal laba rugi
       penyesuaian, komposisi beban pokok penjualan dalam tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif
       dengan rata-rata sebesar 62,43%, beban usaha yang terdiri dari beban umum dan administrasi
       serta beban penjualan yang tercatat rata-rata masing-masing sebesar 4,24% dan 3,89%. Rata-
       rata margin EBITDA, EBIT, EBT, dan EAT terhadap pendapatan dalam periode tersebut relatif
       stabil yang tercatat masing-masing sebesar 29,44%, 27,78%, 28,20% dan 21,92%.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                           IV-3
Page 37
       Laporan Posisi Keuangan
        PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
        Posisi Keuangan (Rp.Juta)
                                                                                            Tahun
                                Uraian
                                                                   2018         2019        2020         2021          2022
        ASET
        Aset Lancar
        Kas dan setara kas                                        155.576      316.214       697.028      732.841       830.549
        Investasi jangka pendek                                       -            -             -        105.000       500.000
        Piutang usaha                                             158.806      118.855       299.012      181.838       187.045
        Piutang non-usaha                                             370          131         5.252        2.166           368
        Persediaan                                                 87.152       93.555       241.673      411.186       521.916
        Beban dibayar dimuka                                          679          700           720        1.139         1.251
        Uang muka pembelian                                        16.825       23.044        17.362       32.954        38.589
        Pajak dibayar dimuka                                        2.807          787         5.974       23.213        90.839
        Aset lancar lainnya                                           -            -             753          -             252
        Jumlah Aset Lancar                                        422.215      553.286     1.267.773    1.490.337     2.170.809
        Aset Tidak Lancar
        Uang muka pembelian aset tetap                                    53        53          120           -         39.161
        Investasi jangka panjang                                      -            690          696               5     24.482
        Aset tetap
           Nilai perolehan                                        169.936      184.153      226.144      308.694       351.532
           Akumulasi penyusutan                                    67.917       80.575       92.614      111.783       135.394
           Nilai buku                                             102.018      103.578      133.530      196.912       216.138
        Aset takberwujud                                              -            -          1.266          669           539
        Hak guna aset
           Nilai perolehan                                            -            -          12.746       49.066        88.938
           Akumulasi amortisasi                                       -            -           4.504       20.170        37.565
           Nilai buku                                                 -            -           8.242       28.896        51.373
        Aset pajak tangguhan                                        3.298        4.459         4.937        9.570         4.806
        Aset tidak lancar lainnya                                       61           5            17           11            11
        Jumlah Aset Tidak Lancar                                  105.430      108.785       148.809      236.062       336.510
        JUMLAH ASET                                               527.644      662.071     1.416.582    1.726.400     2.507.319
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        Liabilitas Jangka Pendek
        Utang usaha                                                18.304       17.991      170.127      176.847       190.982
        Utang non-usaha                                             1.443        4.629        6.137        2.819         1.467
        Uang muka dari pelanggan                                      -              6        3.192        3.122         1.747
        Beban masih harus dibayar                                  10.552       27.399       19.553        3.890         3.265
        Utang pajak                                                 1.176        9.436       60.867       70.988        12.240
        Liabilitas lancar lainnya                                     -            -          1.372          -             -
        Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
        satu tahun
           Liabilitas sewa                                          1.309        1.594        2.994       15.128        21.245
           Lainnya                                                    -            301          175          -             -
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                            32.784       61.357      264.419      272.796       230.946
        Liabilitas Jangka Panjang
        Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi jatuh tempo
        dalam satu tahun
           Liabilitas sewa                                          2.270          675        3.056       12.126        18.891
           Surat utang jangka menengah                                -            -        159.278      159.410       159.562
           Lainnya                                                    778          175          -            -             -
        Liabilitas imbalan paska kerja                              6.298       34.062       39.262       36.625        28.499
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            9.346       34.913      201.596      208.162       206.952
        JUMLAH LIABILITAS                                          42.130       96.270      466.015      480.957       437.898
        Ekuitas
        Modal saham                                                10.000        10.000        4.500      575.000       676.471
        Tambahan modal disetor                                        798      (152.439)    (450.859)    (455.919)      223.188
        Akumulasi rugi aktuarial atas imbalan paska kerja             -             369       (3.496)     (20.588)      (16.983)
        Komponen ekuitas lainnya                                     (130)          -            -            -             -
        Saldo (defisit) laba                                      474.846       703.481    1.388.717    1.125.910     1.161.692
        Kepentingan non pengendali                                    -           4.389       11.706       21.040        25.053
        Jumlah Ekuitas                                            485.515       565.801      950.567    1.245.442     2.069.420
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                             527.644       662.071    1.416.582    1.726.400     2.507.319
                                                    Rata-rata
        Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                                                   2018-2022
        Current Ratio                                831,07%      1287,87%     901,74%      479,46%      546,32%       939,96%
        Debt to Equity Ratio                          26,90%         8,68%      17,01%       49,02%       38,62%        21,16%
        Debt to Asset Ratio                           20,15%         7,98%      14,54%       32,90%       27,86%        17,46%
       Sumber: Laporan Keuangan tahun 2018 – 2022 (audited)



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                                     IV-4
Page 38
       Laporan Arus Kas
        PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
        Laporan Arus Kas (Rp.Juta)
                                                                                                          Tahun
                                        Uraian
                                                                                 2018        2019        2020         2021         2022
        ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
        Penerimaan kas dari pelanggan                                                -     626.720 994.904 1.773.318 1.734.279
        Penerimaan kas dari pendapatan keuangan                                      -      10.157    14.946     16.513     14.012
        Pembayaran kepada pemasok                                                    -    (397.273) (632.069) (965.634) (1.269.860)
        Pembayaran untuk beban operasional                                           -     (16.885) (23.941)    (63.986)   (78.285)
        Pembayaran untuk gaji dan imbalan kerja karyawan                             -     (21.058) (33.939)    (95.254) (155.496)
        Pembayaran beban keuangan                                                    -        (147)   (8.550)   (17.138)   (16.952)
        Pembayaran pajak penghasilan                                                 -     (26.797) (32.617) (142.710) (135.081)
        Laba operasi sebelum perubahan modal kerja                              127.043        -         -          -           -
        Penurunan (kenaikan):                                                        -         -         -          -           -
          Piutang usaha                                                           (6.053)      -         -          -           -
          Piutang lain-lain                                                         (237)      -         -          -           -
          Persediaan                                                              (9.635)      -         -          -           -
          Pajak dibayar di muka                                                   (1.096)      -         -          -           -
          Beban dibayar di muka                                                      304       -         -          -           -
          Uang muka pembelian                                                    38.732        -         -          -           -
        Kenaikan (penurunan):                                                        -         -         -          -           -
          Utang usaha                                                           (31.020)       -         -          -           -
          Utang lain-lain                                                         (4.985)      -         -          -           -
          Utang pajak                                                           (29.472)       -         -          -           -
          Beban masih harus dibayar                                                6.893       -         -          -           -
          Pembayaran imbalan kerja                                                   (83)      -         -          -           -
        Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi                 90.391 174.718 278.735        505.108      92.617
        ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
        Perolehan dari aset tetap                                                (27.850)    (14.494)    (49.896)      (82.722)     (35.907)
        Perolehan dari aset takberwujud                                              -           -        (2.482)          (62)        (302)
        Pelepasan (peningkatan) investasi jangka panjang                             -          (690)          (5)         690      (24.477)
        Peningkatan Investasi jangka pendek                                          -           -           -        (105.000)    (395.000)
        Pembayaran uang muka aset tetap                                              -           -           (67)          -        (39.161)
        Peningkatan aset lancar lainnya                                              -           -           -             -           (252)
        Penerimaan dari penjualan aset tetap                                       5.398         110       2.608             38          (0)
        Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi              (22.452)    (15.074)    (49.842)     (187.056)    (495.100)
        ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
        Pembayaran dividen                                                           -           -           -       (255.000)    (250.000)
        Penerimaan hasil penerbitan saham pada penawaran umum perdana saham          -           -           -             -       780.579
        Dividen untuk kepentingan nonpengendali                                      -           -           -         (10.000)        (750)
        Pembayaran liabilitas sewa                                                (2.779)     (1.694)     (2.875)      (17.972)     (36.342)
        Setoran modal yang dikembalikan                                              -           -        (5.500)          -             -
        Penerimaan dari surat utang jangka menengah                                  -           -      159.200            -             -
        Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan               (2.779)     (1.694)    150.825      (282.972)     493.487
        KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS                             65.161     157.949     379.718         35.081       91.004
        KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN                                              90.415     155.576     316.214       697.028      732.841
        Pengaruh neto perubahan nilai tukar pada kas dan setara kas                  -           (38)      1.097           732        6.704
        Penyesuaian                                                                  -         2.727         -             -             -
        KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN                                            155.576     316.214     697.028       732.841      830.549
       Sumber: Laporan Keuangan tahun 2018 – 2022 (audited)

       Pendapatan
       Pertumbuhan pendapatan dalam tahun 2018 – 2022 adalah sebagai berikut:
        Pertumbuhan Pendapatan
                                                                     Tahun                                      Rata-rata
                   Uraian
                                           2018           2019        2020         2021             2022        2018-2022
        (%)
          Pertumbuhan Pendapatan                  n/a     109,04%      62,42%        11,63%         -21,90%           40,30%
          Total Pertumbuhan                       n/a     109,04%      62,42%        11,63%         -21,90%           40,30%
        (Rp.Juta)
          Pendapatan                       587.465      1.228.049   1.994.540    2.226.573       1.739.054
          Total Pendapatan                 587.465      1.228.049   1.994.540    2.226.573       1.739.054




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                                        IV-5
Page 39
       Perseroan mencatatkan pendapatan Rp 587.465 juta di tahun 2018 dan mengalami peningkatan
       di tahun 2019 sebesar 109,04% sehingga pendapatan Perseroan menjadi Rp 1.228.049 juta.
       Tahun 2020, pertumbuhan pendapatan kembali mengalami peningkatan 62,42% sehingga total
       pendapatan menjadi Rp 1.994.540 juta. Di tahun 2021, terjadi kenaikan pendapatan sebesar
       11,63% sehingga total pendapatan Perseroan menjadi Rp 2.226.573 juta. Pada tahun 2022,
       pertumbuhan pendapatan Perseroan menurun 21,90% menjadi Rp 1.739.054 juta.
       Aset
       Perkembangan komposisi aset Perseroan tahun 2018 – 2022 disajikan sebagai berikut:
        Komposisi Aset
                                                                     Tahun                                   Rata-rata
                    Uraian
                                           2018          2019         2020         2021           2022       2018-2022
        (%)
        Aset Lancar                         80,02%        83,57%       89,50%       86,33%         86,58%       85,20%
        Aset Tidak Lancar                   19,98%        16,43%       10,50%       13,67%         13,42%       14,80%
          Jumlah                           100,00%       100,00%      100,00%      100,00%        100,00%      100,00%
        (Rp.Juta)
        Aset Lancar                        422.215       553.286    1.267.773    1.490.337       2.170.809
        Aset Tidak Lancar                  105.430       108.785      148.809      236.062         336.510
          Jumlah                           527.644       662.071    1.416.582    1.726.400       2.507.319

       Dalam tahun 2018 – 2022, mayoritas komposisi aset Perseroan berupa aset lancar dengan rata-
       rata proporsi terhadap total aset sebesar 85,20% diikuti oleh aset tidak lancar sebesar 14,80%.
       Komposisi aset lancar terbesar berupa kas dan setara kas, sedangkan komposisi aset tidak lancar
       didominasi utamanya oleh aset tetap. Di tahun 2021, komposisi aset Perseroan terdiri dari
       86,33% aset lancar dan 13,67% aset tidak lancar. Tahun 2022, komposisi aset Perseroan terdiri
       dari 86,58% aset lancar dan 13,42% aset tidak lancar.
       Selanjutnya, pertumbuhan aset Perseroan disajikan sebagai berikut:
        Pertumbuhan Aset
                                                                      Tahun                                   Rata-rata
                    Uraian
                                            2018         2019          2020         2021           2022       2018-2022
        (%)
        Aset Lancar                                n/a    31,04%       129,14%       17,56%         45,66%       55,85%
        Aset Tidak Lancar                          n/a     3,18%        36,79%       58,63%         42,55%       35,29%
          Jumlah                                   n/a    25,48%       113,96%       21,87%         45,23%       51,64%

       Pada tahun 2018 – 2022, pertumbuhan aset Perseroan terus meningkat dengan tingkat
       pertumbuhan aset rata-rata sebesar 51,64%. Tahun 2018 Perseroan membukukan total aset
       sebesar Rp 527.644 juta yang terdiri dari Rp 422.215 juta aset lancar dan Rp 105.430 juta aset
       tidak lancar. Pada tahun 2019, pertumbuhan aset Perseroan meningkat sebesar 25,48%
       sehingga total aset menjadi Rp 662.071 juta. Tahun 2020, pertumbuhan aset Perseroan kembali
       meningkat sebesar 113,96% menjadi Rp 1.416.582 juta. Di tahun 2021, Perseroan kembali
       mengalami peningkatan pertumbuhan aset sebesar 21,87% sehingga total aset menjadi Rp
       1.726.400 juta. Pada tahun 2022, Perseroan mencatatkan peningkatan pertumbuhan aset
       sebesar 45,23% sehingga total aset menjadi Rp 2.507.319 juta.
       Liabilitas
       Perkembangan komposisi liabilitas Perseroan tahun 2018 – 2022 disajikan sebagai berikut:




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                            IV-6
Page 40
        Komposisi Liabilitas
                                                                      Tahun                                  Rata-rata
                    Uraian
                                           2018           2019         2020        2021           2022       2018-2022
        (%)
        Liabilitas Jangka Pendek            77,82%         63,73%      56,74%       56,72%         52,74%           61,55%
        Liabilitas Jangka Panjang           22,18%         36,27%      43,26%       43,28%         47,26%           38,45%
           Jumlah                          100,00%        100,00%     100,00%      100,00%        100,00%          100,00%
        (Rp.Juta)
        Liabilitas Jangka Pendek            32.784         61.357     264.419      272.796        230.946
        Liabilitas Jangka Panjang            9.346         34.913     201.596      208.162        206.952
           Jumlah                           42.130         96.270     466.015      480.957        437.898

       Pada tahun 2018 – 2022, komposisi liabilitas Perseroan rata-rata didominasi oleh liabilitas
       jangka pendek dengan rata-rata proporsi terhadap total liabilitas sebesar 61,55% diikuti oleh
       liabilitas jangka panjang sebesar 38,45%. Komposisi liabilitas jangka pendek terbesar utamanya
       berasal dari utang usaha, sedangkan komposisi liabilitas jangka panjang didominasi utamanya
       oleh surat utang jangka menengah. Di tahun 2021, komposisi liabilitas Perseroan terdiri dari
       56,72% liabilitas jangka pendek dan 43,28% liabilitas jangka panjang. Tahun 2022, komposisi
       liabilitas Perseroan terdiri dari 52,74% liabilitas jangka pendek dan 47,26% liabilitas jangka
       panjang.
       Selanjutnya, pertumbuhan liabilitas Perseroan disajikan sebagai berikut:
        Pertumbuhan Liabilitas
                                                                        Tahun                                       Rata-rata
                    Uraian
                                             2018          2019          2020         2021           2022           2018-2022
        (%)
        Liabilitas Jangka Pendek                    n/a      87,16%      330,95%          3,17%          -15,34%       101,48%
        Liabilitas Jangka Panjang                   n/a     273,57%      477,43%          3,26%           -0,58%       188,42%
           Jumlah                                   n/a     128,51%      384,07%          3,21%           -8,95%       126,71%

       Pada tahun 2018 – 2022, pertumbuhan liabilitas Perseroan cenderung meningkat dengan
       tingkat pertumbuhan liabilitas rata-rata sebesar 126,71%. Tahun 2018, Perseroan membukukan
       liabilitas sebesar Rp 42.130 juta yang terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp 32.784 juta dan Rp
       9.346 juta liabilitas jangka panjang. Di tahun 2019, pertumbuhan liabilitas Perseroan meningkat
       128,51% sehingga total liabilitas menjadi Rp 96.270 juta. Tahun 2020, pertumbuhan liabilitas
       Perseroan kembali mengalami peningkatan sebesar 384,07% menjadi Rp 466.015 juta. Di tahun
       2021, pertumbuhan liabilitas kembali tercatat mengalami peningkatan 3,21% sehingga total
       liabilitas menjadi Rp 480.957 juta. Di tahun 2022, pertumbuhan liabilitas Perseroan menurun
       8,95% menjadi Rp 437.898 juta.
       Penilaian Arus Kas
       Tahun 2018, arus kas dari aktivitas operasi Perseroan tercatat positif sebesar Rp 90.391 juta
       yang utamanya berasal dari laba operasi sebelum perubahan modal kerja. Pada tahun 2019,
       Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 174.718 juta yang utamanya
       berasal dari penerimaan kas dari pelanggan lebih besar dari pembayaran kepada pemasok. Di
       tahun 2020, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 278.735 juta yang
       utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan lebih besar dari pembayaran kepada
       pemasok. Pada tahun 2021, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp
       505.108 juta utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan lebih besar dari pembayaran
       kepada pemasok. Tahun 2022, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp
       92.617 juta utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan lebih besar dari pembayaran
       kepada pemasok.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                                   IV-7
Page 41
       Selanjutnya tahun 2018, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp
       22.452 juta utamanya untuk perolehan dari aset tetap. Pada tahun 2019, Perseroan
       menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 15.074 juta utamanya untuk perolehan
       aset tetap. Pada tahun 2020, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp
       49.482 juta utamanya untuk perolehan aset tetap. Di tahun 2021, Perseroan menggunakan kas
       untuk aktivitas investasi sebesar Rp 187.056 juta utamanya untuk peningkatan investasi jangka
       pendek. Pada tahun 2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp
       495.100 juta utamanya untuk peningkatan investasi jangka pendek.
       Di tahun 2018, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 2.779 juta
       yang seluruhnya untuk pembayaran liabilitas sewa. Pada tahun 2019, Perseroan menggunakan
       kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 1.694 juta yang seluruhnya untuk pembayaran
       liabilitas sewa. Di tahun 2020, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp
       150.825 juta utamanya berasal dari penerimaan dari surat utang jangka menengah. Tahun 2021,
       Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 282.972 juta utamanya
       untuk pembayaran dividen. Tahun 2022, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan
       sebesar Rp 493.487 juta utamanya berasal dari penerimaan hasil penerbitan saham pada
       penawaran umum.
       Kas Perseroan di tahun 2018 tercatat sebesar Rp 155.576 juta. Di tahun 2019 kas Perseroan
       meningkat 103,25% menjadi Rp 316.214 juta yang disebabkan oleh perolehan kas dari aktivitas
       operasi. Tahun 2020 kas Perseroan mengalami peningkatan 120,43% menjadi Rp 697.028 juta
       yang utamanya berasal dari aktivitas operasi dan pendanaan. Pada tahun 2021 kas Perseroan
       mengalami peningkatan 5,14% menjadi Rp 732.841 juta yang disebabkan arus kas operasi yang
       positif. Pada tahun 2022 kas Perseroan meningkat 13,33% dari tahun sebelumnya menjadi Rp
       830.549 juta yang utamanya berasal dari aktivitas pendanaan yang positif.
       Saldo kas pada setiap tahun selalu positif karena kebutuhan kas untuk operasi dan investasi
       disesuaikan dengan pendanaannya.
4.1.2. Analisis Rasio Keuangan
       Rasio keuangan disajikan sebagai berikut:
        PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
        Analisis Rasio
                                                                  Tahun                       Rata-rata
                      Uraian
                                              2018    2019       2020      2021        2022   2018-2022
        Pertumbuhan Pendapatan                   n/a 109,04%     62,42%    11,63%     -21,90%    40,30%
        Rasio Profitabilitas
        EBITDA/Sales                         20,47%    25,17%    43,54%    34,66%     23,36%     29,44%
        EBIT/Sales                           18,19%    24,06%    42,63%    33,06%     20,96%     27,78%
        EBT/Sales                            19,12%    24,62%    43,12%    32,75%     21,40%     28,20%
        EAT/Sales                            13,97%    18,57%    34,74%    25,62%     16,70%     21,92%
        ROE                                  16,90%    40,30%    72,89%    45,80%     14,04%     37,99%
        ROA                                  15,55%    34,44%    48,91%    33,04%     11,59%     28,71%
        Rasio Efektivitas
        Perputaran Piutang Usaha              3,70 x   10,33 x    6,67 x   12,24 x      9,30 x    8,45 x
        Perputaran Persediaan                 5,16 x    8,22 x    3,90 x    3,17 x      2,24 x    4,54 x
        Perputaran Aset                       1,11 x    1,85 x    1,41 x    1,29 x      0,69 x    1,27 x
        Perputaran Utang Usaha               24,56 x   42,76 x    5,54 x    7,37 x      6,11 x   17,27 x
        Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
        Current Ratio                        12,88 x    9,02 x    4,79 x     5,46 x     9,40 x    8,31 x
        Debt to Equity                        0,09 x    0,17 x    0,49 x     0,39 x     0,21 x    0,27 x
        Debt to Asset                         0,08 x    0,15 x    0,33 x     0,28 x     0,17 x    0,20 x




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk             IV-8
Page 42
       Rasio Profitabilitas
       Profitabilitas Perseroan selama tahun 2018 – 2022 cenderung meningkat, yang ditunjukkan oleh
       EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales dengan rata-rata masing-masing 29,44%,
       27,78%, 28,20% dan 21,92%, artinya Perseroan rata-rata memperoleh laba masing-masing
       Rp 0,2944 EBITDA, Rp 0,2778 EBIT, Rp 0,2820 EBT, dan Rp 0,2192 EAT atas setiap Rp 1
       pendapatan yang berhasil dilakukan. Pada tahun 2022, EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan
       EAT/Sales masing-masing sebesar 23,36%, 20,96%, 21,40% dan 16,70%.
       Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
       Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang
       harus dibayar dengan aset lancarnya maka dalam mengukur tingkat likuiditas perusahaan,
       digunakan Current Ratio (CR). Semakin tinggi CR maka semakin tinggi likuiditas perusahaan.
       Pada tahun 2018 – 2022, likuiditas perusahaan cenderung fluktuatif dengan Current Ratio tahun
       2022 sebesar 9,40x, artinya Perseroan memiliki Rp 9,40 aset lancar yang dapat digunakan untuk
       memenuhi setiap Rp 1 utang lancarnya.
       Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya ketika
       dilikuidasi yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR). Semakin
       tinggi DER dan DAR maka semakin rendah solvabilitas perusahaan. Semakin tinggi solvabilitas
       perusahaan, maka semakin rendah risiko kebangkrutan perusahaan. Solvabilitas Perseroan
       tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif, dengan Debt to Equity dan Debt to Asset pada tahun
       2022 masing-masing adalah 0,21x dan 0,17x. Artinya, perusahaan memiliki utang Rp 0,21 untuk
       setiap Rp 1 ekuitas yang dimilikinya serta setiap Rp 1 aset perusahaan dibiayai oleh utang
       sebesar Rp 0,17.
       Rasio Efektivitas
       Rasio perputaran piutang usaha dalam tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif dari 3,70x di
       tahun 2018 menjadi 9,30x di tahun 2022. Pada tahun 2022 tingkat perputaran piutang usaha
       Perseroan sebesar 9,30x, artinya dalam satu tahun Perseroan dapat menagih piutang usahanya
       dalam waktu ±39 hari.
       Rasio perputaran persediaan dalam tahun 2018 – 2022 cenderung menurun dari 5,16x di tahun
       2018 menjadi 2,24x di tahun 2022. Pada tahun 2022 tingkat perputaran persediaan Perseroan
       sebesar 2,24x, artinya dalam satu tahun Perseroan dapat menghabiskan persediaannya setiap
       ±163 hari.
       Rasio perputaran aset dalam tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif dari 1,11x di tahun 2018
       menjadi 0,69x di tahun 2022. Pada tahun 2022 tingkat perputaran aset Perseroan sebesar 0,69x,
       artinya dalam satu tahun Perseroan menginvestasikan asetnya selama lebih dari satu tahun
       untuk memperoleh pendapatan.
       Rasio perputaran utang usaha dalam tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif dari 24,56x di
       tahun 2018 menjadi 6,11x di tahun 2022. Pada tahun 2022 tingkat perputaran utang usaha
       Perseroan sebesar 6,11x, artinya dalam satu tahun Perseroan dapat melunasi utang usahanya
       dalam waktu ±60 hari.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk    IV-9
Page 43
4.1.3. Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan Setelah
       Transaksi
       Analisis dilakukan mencakup analisis dampak Transaksi terhadap laporan keuangan Perseroan
       yang dilakukan berdasarkan informasi Keuangan Proforma Perseroan sebelum dan setelah
       Transaksi pada tanggal 31 Desember 2022 dari manajemen Perseroan.
        Tujuan Informasi Keuangan Proforma adalah untuk memperlihatkan dampak signifikan
        Transaksi yang terjadi atas informasi keuangan historis. Namun, Informasi Keuangan Proforma
        bukan merupakan petunjuk hasil usaha atau dampak yang berkaitan atas posisi keuangan
        sebagai akibat dari transaksi yang telah terjadi sebelumnya.
        Informasi keuangan proforma disusun dengan menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
         • Laporan posisi keuangan sebelum transaksi diambil dari laporan keuangan Perseroan untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata
            Sutanto Fahmi Bambang & Rekan.
         • Pelaksanaan transaksi telah berlaku efektif pada tanggal 31 Desember 2022.
         • Pelaksanaan transaksi telah efektif dan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang
            berlaku.
       Informasi keuangan proforma tersebut adalah sebagai berikut:
        PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
        Laporan Posisi Keuangan Proforma (Rp.Juta)
                                                            Sebelum                            Setelah
                            Uraian                         Transaksi       Penyesuaian        Transaksi
                                                          31 Des 2022                        31 Des 2022
        ASET
        Aset Lancar
        Kas dan setara kas                                      830.549           -                830.549
        Investasi jangka pendek                                 500.000           -                500.000
        Piutang usaha                                           187.045           -                187.045
        Piutang non-usaha                                           368           -                    368
        Beban dibayar dimuka                                      1.251           -                  1.251
        Persediaan                                              521.916           -                521.916
        Uang muka pembelian                                      38.589           -                 38.589
        Pajak dibayar dimuka                                     90.839           -                 90.839
        Aset lancar lainnya                                         252           -                    252
        Jumlah Aset Lancar                                    2.170.809           -              2.170.809
        Aset Tidak Lancar
        Uang muka pembelian aset tetap                           39.161           -                39.161
        Investasi jangka panjang                                 24.482           -                24.482
        Aset tetap                                              216.138           -               216.138
        Aset takberwujud                                            539           -                   539
        Hak guna aset                                            51.373           -                51.373
        Aset pajak tangguhan                                      4.806           -                 4.806
        Aset tidak lancar lainnya                                    11           -                    11
        Jumlah Aset Tidak Lancar                                336.510           -               336.510
        JUMLAH ASET                                           2.507.319           -              2.507.319




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk               IV-10
Page 44
        PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
        Laporan Posisi Keuangan Proforma (Rp.Juta)
                                                              Sebelum                              Setelah
                              Uraian                         Transaksi      Penyesuaian           Transaksi
                                                            31 Des 2022                          31 Des 2022
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        Liabilitas Jangka Pendek
        Utang usaha                                             190.982            -                  190.982
        Utang non-usaha                                           1.467            -                    1.467
        Uang muka dari pelanggan                                  1.747            -                    1.747
        Beban masih harus dibayar                                 3.265            -                    3.265
        Utang pajak                                              12.240            -                   12.240
        Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo
        dalam satu tahun
           Liabilitas sewa                                       21.245            -                   21.245
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                         230.946            -                  230.946
        Liabilitas Jangka Panjang
        Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi jatuh
        tempo dalam satu tahun
           Liabilitas sewa                                       18.891            -                   18.891
           Surat utang jangka menengah                          159.562            -                  159.562
        Liabilitas imbalan paska kerja                           28.499            -                   28.499
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                        206.952            -                  206.952
        JUMLAH LIABILITAS                                       437.898            -                  437.898
        Ekuitas
        Modal saham                                              676.471           -                  676.471
        Tambahan modal disetor                                   223.188           -                  223.188
        Akumulasi rugi aktuarial atas imbalan paska kerja        (16.983)          -                  (16.983)
        Saldo (defisit) laba                                   1.161.692           -                1.161.692
        Kepentingan non pengendali                                25.053           -                   25.053
        Jumlah Ekuitas                                         2.069.420           -                2.069.420
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                          2.507.319           -                2.507.319
        Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
        Current Ratio                                           939,96%                               939,96%
        Debt to Equity Ratio                                     21,16%                                21,16%
        Debt to Asset Ratio                                      17,46%                                17,46%
        Sumber: Manajemen Perseroan

       Berikut adalah analisis singkat atas informasi posisi keuangan proforma Perseroan per 31
       Desember 2022 atas transaksi:
        • Proforma aset lancar tidak mengalami perubahan.
        • Proforma aset tidak lancar tidak mengalami perubahan.
        • Secara keseluruhan proforma aset Perseroan setelah dilakukannya Rencana Transaksi tidak
            mengalami perubahan.
        • Proforma liabilitas jangka pendek tidak mengalami perubahan.
        • Proforma liabilitas jangka panjang tidak mengalami perubahan.
        • Secara keseluruhan proforma liabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan.
        • Proforma ekuitas tidak mengalami perubahan.
        • Proforma Current Ratio tidak mengalami perubahan.
        • Proforma Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset Ratio tidak mengalami perubahan.
       Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat disimpulkan dengan dilakukannya transaksi kondisi
       likuiditas dan solvabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                   IV-11
Page 45
4.1.4. Penilaian Atas Proyeksi Keuangan yang Diperoleh dari Manajemen
       Kami telah menerima proyeksi keuangan tanpa dan dengan transaksi dari manajemen. Proyeksi
       keuangan tersebut telah kami sesuaikan. Berdasarkan penilaian kami, proyeksi keuangan
       tersebut yang telah disesuaikan telah mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat
       oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya. Proyeksi keuangan yang digunakan
       adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
        a. Proyeksi Keuangan Perseroan Tanpa Transaksi
           Asumsi – Asumsi
           Jangka Waktu Proyeksi
           Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2023 – 31 Desember 2027.
            Laporan Laba (Rugi)
            ▪ Penjualan tahun 2023 diasumsikan meningkat 5,00%, dan selanjutnya diasumsikan
               meningkat 3,00% dari tahun sebelumnya.
            ▪ Beban pokok penjualan diasumsikan sebesar 67,00% dari penjualan setiap tahun.
            ▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 5,00% dari penjualan setiap tahun.
            ▪ Beban penjualan dan pemasaran sebesar 4,00% dari penjualan setiap tahun.
            ▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
               ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
            ▪ Perhitungan beban keuangan dari surat utang jangka menengah disajikan pada lampiran
               2.
            ▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
               loss carry forward.
            Laporan Posisi Keuangan
             ▪ Aset lancar
                − Investasi jangka pendek diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                − Piutang usaha diasumsikan 40 hari dari penjualan setiap tahun.
                − Piutang non-usaha diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                − Persediaan diasumsikan 150 hari dari beban pokok penjualan setiap tahun.
                − Beban dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                − Uang muka pembelian diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                − Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                − Aset lancar lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
             ▪ Aset tidak lancar
                 − Uang muka pembelian aset tetap diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                     Desember 2022.
                 − Investasi jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                 − Aset tetap
                     Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
                     capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
                     penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
                     lampiran 1.
                 − Aset takberwujud diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                 − Perhitungan hak guna aset disajikan pada lampiran 1.
                 − Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk   IV-12
Page 46
                   −    Aset tidak lancar lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
             ▪    Liabilitas jangka pendek
                  − Utang usaha diasumsikan 60 hari dari beban pokok penjualan setiap tahun.
                  − Utang non-usaha diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                  − Uang muka dari pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                  − Beban masih harus dibayar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                      2022.
                  − Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                  − Perhitungan liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam satu tahun
                      berupa liabilitas sewa dan lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                      Desember 2022.
             ▪    Liabilitas jangka panjang
                  − Perhitungan liabilitas jangka panjang setelah dikurangi jatuh tempo dalam satu
                      tahun berupa liabilitas sewa dan liabilitas lainnya diasumsikan tetap, sama dengan
                      per 31 Desember 2022, perhitungan surat utang jangka menengah disajikan pada
                      lampiran 2.
                  − Liabilitas imbalan pasca kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                      2022.
             ▪    Ekuitas
                  − Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                  − Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                  − Akumulasi rugi aktuarial atas imbalan paska kerja diasumsikan tetap, sama dengan
                      per 31 Desember 2022.
                  − Komponen ekuitas lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                  − Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
                      dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
                  − Kepentingan non pengendali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                      2022.
            Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
            proyeksi posisi keuangan adalah wajar.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk    IV-13
Page 47
            Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi
            PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
            Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                      Tahun                              Tahun Proyeksi
                             Uraian
                                                       2022        2023          2024          2025           2026          2027
            PENJUALAN NETO                            1.739.054   1.826.007     1.880.787     1.937.211      1.995.327     2.055.187
            BEBAN POKOK PENJUALAN                    (1.167.855) (1.223.425)   (1.260.128)   (1.297.931)    (1.336.869)   (1.376.975)
            LABA KOTOR                                  571.200     602.582       620.660       639.280        658.458       678.212
            Beban usaha
              Umum dan administrasi                     (87.716)    (91.300)     (94.039)        (96.861)     (99.766)     (102.759)
              Penjualan dan pemasaran                   (77.272)    (73.040)     (75.231)        (77.488)     (79.813)      (82.207)
            EBITDA                                      406.212     438.242      451.389         464.931      478.879       493.245
            Depresiasi                                  (41.646)    (38.486)     (32.301)        (22.369)     (23.094)      (24.277)
            EBIT                                        364.566     399.756      419.088         442.562      455.785       468.968
            Pendapatan (beban) operasi lain-lain         14.043         -            -               -            -             -
            Pendapatan keuangan                          14.371         -            -               -            -             -
            Beban keuangan                              (20.872)    (16.754)     (16.754)         (6.059)         -             -
            Pajak final                                     -           -            -               -            -             -
            EBT                                         372.109     383.002      402.334         436.503      455.785       468.968
            PAJAK                                       (81.602)    (84.260)     (88.514)        (96.031)    (100.273)     (103.173)
            LABA BERSIH (EAT)                           290.507     298.742      313.821         340.472      355.512       365.795
                                          Rata-rata
            Rasio Profitabilitas
                                          2023-2027
            EBITDA/Sales                      24,00%     23,36%      24,00%       24,00%          24,00%       24,00%        24,00%
            EBIT/Sales                        22,54%     20,96%      21,89%       22,28%          22,85%       22,84%        22,82%
            EBT/Sales                         22,11%     21,40%      20,97%       21,39%          22,53%       22,84%        22,82%
            EAT/Sales                         17,25%     16,70%      16,36%       16,69%          17,58%       17,82%        17,80%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                                IV-14
Page 48
            Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi
            PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
            Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                                     Tahun                            Tahun Proyeksi
                                      Uraian
                                                                      2022       2023          2024       2025           2026         2027
            ASET
            Aset Lancar
            Kas dan setara kas                                        830.549  1.176.806      1.500.701    1.681.302    2.036.765    2.403.215
            Investasi jangka pendek                                   500.000    500.000        500.000      500.000      500.000      500.000
            Piutang usaha                                             187.045    200.110        206.114      212.297      218.666      225.226
            Piutang non-usaha                                             368        368            368          368          368          368
            Persediaan                                                521.916    502.777        517.861      533.396      549.398      565.880
            Beban dibayar dimuka                                        1.251      1.251          1.251        1.251        1.251        1.251
            Uang muka pembelian                                        38.589     38.589         38.589       38.589       38.589       38.589
            Pajak dibayar dimuka                                       90.839     90.839         90.839       90.839       90.839       90.839
            Aset lancar lainnya                                           252        252            252          252          252          252
            Jumlah Aset Lancar                                      2.170.809  2.510.992      2.855.974    3.058.295    3.436.128    3.825.620
            Aset Tidak Lancar
            Uang muka pembelian aset tetap                             39.161     39.161        39.161       39.161       39.161       39.161
            Investasi jangka panjang                                   24.482     24.482        24.482       24.482       24.482       24.482
            Aset tetap
               Nilai perolehan                                        351.532    355.264       358.995      362.727      366.459      370.191
               Akumulasi penyusutan                                   135.394    153.521       170.991      184.291      197.710      211.875
               Nilai buku                                             216.138    201.742       188.004      178.436      168.749      158.315
            Aset takberwujud                                              539        539           539          539          539          539
            Hak guna aset
               Nilai perolehan                                         88.938     92.379         95.821       99.262      102.703      106.144
               Akumulasi amortisasi                                    37.565     57.924         72.755       81.824       91.499      101.610
               Nilai buku                                              51.373     34.455         23.066       17.438       11.204        4.534
            Aset pajak tangguhan                                        4.806      4.806          4.806        4.806        4.806        4.806
            Aset tidak lancar lainnya                                       11        11             11           11           11           11
            Jumlah Aset Tidak Lancar                                  336.510    305.197        280.069      264.873      248.952      231.849
            JUMLAH ASET                                             2.507.319  2.816.189      3.136.043    3.323.168    3.685.081    4.057.469
            LIABILITAS DAN EKUITAS
            Liabilitas Jangka Pendek
            Utang usaha                                               190.982    201.111       207.144      213.359      219.759      226.352
            Utang non-usaha                                             1.467      1.467         1.467        1.467        1.467        1.467
            Uang muka dari pelanggan                                    1.747      1.747         1.747        1.747        1.747        1.747
            Beban masih harus dibayar                                   3.265      3.265         3.265        3.265        3.265        3.265
            Utang pajak                                                12.240     12.240        12.240       12.240       12.240       12.240
            Liabilitas lancar lainnya                                     -          -             -            -            -            -
            Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
            satu tahun
               Liabilitas sewa                                         21.245     21.245        21.245       21.245       21.245       21.245
               Lainnya                                                    -          -             -            -            -            -
            Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                           230.946    241.075       247.109      253.323      259.724      266.316
            Liabilitas Jangka Panjang
            Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi jatuh tempo
            dalam satu tahun
               Liabilitas sewa                                        18.891       18.891       18.891       18.891       18.891       18.891
               Surat utang jangka menengah                           159.562      159.562      159.562          -            -            -
               Lainnya                                                   -            -            -            -            -            -
            Liabilitas imbalan paska kerja                            28.499       28.499       28.499       28.499       28.499       28.499
            Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                         206.952      206.952      206.952       47.390       47.390       47.390
            JUMLAH LIABILITAS                                        437.898      448.027      454.061      300.713      307.114      313.706
            Ekuitas
            Modal saham                                               676.471      676.471      676.471      676.471      676.471      676.471
            Tambahan modal disetor                                    223.188      223.188      223.188      223.188      223.188      223.188
            Akumulasi rugi aktuarial atas imbalan paska kerja         (16.983)     (16.983)     (16.983)     (16.983)     (16.983)     (16.983)
            Komponen ekuitas lainnya                                      -            -            -            -            -            -
            Saldo (defisit) laba                                    1.161.692    1.460.433    1.774.254    2.114.726    2.470.238    2.836.033
            Kepentingan non pengendali                                 25.053       25.053       25.053       25.053       25.053       25.053
            Jumlah Ekuitas                                          2.069.420    2.368.162    2.681.983    3.022.455    3.377.967    3.743.762
            JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                           2.507.319    2.816.189    3.136.043    3.323.168    3.685.081    4.057.469
                                                        Rata-rata
            Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                                                       2023-2027
            Current Ratio                               1232,82%     939,96%     1041,58%     1155,76%     1207,27%     1322,99%     1436,49%
            Debt to Equity Ratio                          12,65%      21,16%       18,92%       16,93%        9,95%        9,09%        8,38%
            Debt to Asset Ratio                           11,10%      17,46%       15,91%       14,48%        9,05%        8,33%        7,73%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                                          IV-15
Page 49
            Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi
            PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
            Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                                                                            Tahun Proyeksi
                                            Uraian
                                                                                      2023         2024          2025         2026         2027
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
            Laba Bersih                                                               298.742      313.821       340.472      355.512      365.795
            Depresiasi                                                                 38.486       32.301        22.369       23.094       24.277
            Perubahan Modal Kerja :
            (Kenaikan) Penurunan Piutang usaha                                         (13.065)      (6.003)      (6.183)       (6.369)      (6.560)
            (Kenaikan) Penurunan Piutang non-usaha                                         -            -            -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Beban dibayar dimuka                                      -            -            -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Persediaan                                             19.139      (15.083)     (15.536)      (16.002)     (16.482)
            (Kenaikan) Penurunan Uang muka pembelian                                       -            -            -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka                                      -            -            -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Aset lancar lainnya                                       -            -            -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan                                      -            -            -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lainnya                                 -            -            -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Utang usaha                                            10.129        6.033        6.214         6.401        6.593
            Kenaikan (Penurunan) Utang non-usaha                                           -            -            -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan                                  -            -            -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Beban masih harus dibayar                                 -            -            -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Utang pajak                                               -            -            -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas lancar lainnya                                 -            -            -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Lainnya                                                   -            -            -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan paska kerja                            -            -            -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Lainnya                                                   -            -            -             -            -
                                                          Perubahan Modal Kerja        16.203       (15.053)     (15.505)      (15.970)     (16.449)
                             Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi       353.430      331.068       347.336      362.636      373.623
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
            (Kenaikan) Penurunan Aset tetap                                             (3.732)      (3.732)      (3.732)       (3.732)      (3.732)
            (Kenaikan) Penurunan Investasi jangka pendek                                   -            -            -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Hak guna aset                                          (3.441)      (3.441)      (3.441)       (3.441)      (3.441)
            (Kenaikan) Penurunan Uang muka pembelian aset tetap                            -            -            -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Investasi jangka panjang                                  -            -            -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud                                          -            -            -             -            -
                           Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi         (7.173)      (7.173)      (7.173)       (7.173)      (7.173)
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
            Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka pendek                                      -          -            -             -            -
                                 Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo
            Kenaikan (Penurunan) dalam satu tahun
                                 Liabilitas sewa                                             -          -            -             -            -
                                 Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi jatuh
            Kenaikan (Penurunan) tempo dalam satu tahun
                                 Liabilitas sewa                                             -          -            -             -            -
                                 Surat utang jangka menengah                                 -          -       (159.562)          -            -
            Kenaikan (Penurunan) Modal saham                                                 -          -            -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor                                      -          -            -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Akumulasi rugi aktuarial atas imbalan paska kerja           -          -            -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Komponen ekuitas lainnya                                    -          -            -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non pengendali                                  -          -            -             -            -
            Penyesuaian                                                                      -          -            -             -            -
                         Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan                -          -       (159.562)          -            -
            KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK                                  346.257      323.895       180.601      355.463      366.450
            KAS DAN BANK AWAL TAHUN                                                   830.549     1.176.806    1.500.701     1.681.302    2.036.765
            KAS DAN BANK AKHIR TAHUN                                                 1.176.806    1.500.701    1.681.302     2.036.765    2.403.215


        b. Proyeksi Keuangan Perseroan Dengan Transaksi
           Asumsi – Asumsi
           Jangka Waktu Proyeksi
           Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2023 – 31 Desember 2027.
            Laporan Laba (Rugi)
            ▪ Penjualan tahun 2023 diasumsikan meningkat 5,00%, dan selanjutnya diasumsikan
               meningkat 3,00% dari tahun sebelumnya ditambah selisih penjualan IMR dengan asumsi
               menerima penambahan setoran modal.
            ▪ Beban pokok penjualan diasumsikan sebesar 67,00% dari penjualan setiap tahun
               ditambah selisih penjualan IMR dengan asumsi menerima penambahan setoran modal.
            ▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 5,00% dari penjualan setiap tahun
               ditambah selisih penjualan IMR dengan asumsi menerima penambahan setoran modal.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                                               IV-16
Page 50
            ▪    Beban penjualan dan pemasaran sebesar 4,00% dari penjualan setiap tahun ditambah
                 selisih penjualan IMR dengan asumsi menerima penambahan setoran modal.
            ▪    Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
                 ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
            ▪    Perhitungan beban keuangan dari surat utang jangka menengah disajikan pada lampiran
                 2.
            ▪    Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
                 loss carry forward.
            Laporan Posisi Keuangan
             ▪ Aset lancar
                − Investasi jangka pendek diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                − Piutang usaha diasumsikan 40 hari dari penjualan setiap tahun ditambah selisih
                    penjualan IMR dengan asumsi menerima penambahan setoran modal.
                − Piutang non-usaha diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                − Persediaan diasumsikan 150 hari dari beban pokok penjualan setiap tahun
                    ditambah selisih penjualan IMR dengan asumsi menerima penambahan setoran
                    modal.
                − Beban dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                − Uang muka pembelian diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                − Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                − Aset lancar lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
             ▪ Aset tidak lancar
                 − Uang muka pembelian aset tetap diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                     Desember 2022.
                 − Investasi jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                 − Aset tetap
                     Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
                     capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
                     penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
                     lampiran 1.
                 − Aset takberwujud diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                 − Perhitungan hak guna aset disajikan pada lampiran 1 ditambah selisih penjualan
                     IMR dengan asumsi menerima penambahan setoran modal.
                 − Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                 − Aset tidak lancar lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
             ▪    Liabilitas jangka pendek
                  − Utang usaha diasumsikan 60 hari dari beban pokok penjualan setiap tahun
                      ditambah selisih penjualan IMR dengan asumsi menerima penambahan setoran
                      modal.
                  − Utang non-usaha diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                  − Uang muka dari pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                  − Beban masih harus dibayar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                      2022.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk   IV-17
Page 51
                  −      Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                  −      Perhitungan liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam satu tahun
                         berupa liabilitas sewa dan lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                         Desember 2022.
             ▪  Liabilitas jangka panjang
                − Perhitungan liabilitas jangka panjang setelah dikurangi jatuh tempo dalam satu
                     tahun berupa liabilitas sewa dan liabilitas lainnya diasumsikan tetap, sama dengan
                     per 31 Desember 2022, perhitungan surat utang jangka menengah disajikan pada
                     lampiran 2.
                − Liabilitas imbalan pasca kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                     2022.
             ▪ Ekuitas
                − Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                − Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                − Akumulasi rugi aktuarial atas imbalan paska kerja diasumsikan tetap, sama dengan
                     per 31 Desember 2022.
                − Komponen ekuitas lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                − Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
                     dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
                − Kepentingan non pengendali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                    2022.
            Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
            proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
            Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi
            PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
            Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                   Tahun                                 Tahun Proyeksi
                            Uraian
                                                    2022         2023            2024        2025        2026             2027
            PENJUALAN NETO                         1.739.054    1.831.018       1.891.185   1.953.393   2.017.717        2.084.232
            BEBAN POKOK PENJUALAN                 (1.167.855) (1.223.883)      (1.264.930) (1.307.403) (1.351.355)      (1.396.840)
            LABA KOTOR                               571.200      607.135         626.255     645.991     666.362          687.391
            Beban usaha
              Umum dan administrasi                  (87.716)     (91.501)       (94.455)        (97.508)   (100.662)    (103.921)
              Penjualan dan pemasaran                (77.272)     (73.341)       (75.855)        (78.459)    (81.156)     (83.950)
            EBITDA                                   406.212      442.293        455.944         470.023     484.544      499.520
            Depresiasi                                 (41.646)     (38.486)     (32.501)        (22.969)   (24.294)      (26.277)
            EBIT                                       364.566      403.808      423.444         447.054    460.250       473.243
            Pendapatan (beban) operasi lain-lain        14.043          -            -               -          -             -
            Pendapatan keuangan                         14.371          -            -               -          -             -
            Beban keuangan                             (20.872)     (16.754)     (16.754)         (6.059)       -             -
            Pajak final                                    -            -            -               -          -             -
            EBT                                        372.109      387.054      406.690         440.995    460.250       473.243
            PAJAK                                      (81.602)     (85.152)     (89.472)        (97.019)   (101.255)    (104.114)
            LABA BERSIH (EAT)                          290.507      301.902      317.218         343.976     358.995      369.130
                                          Rata-rata
                Rasio Profitabilitas
                                          2023-2027
            EBITDA/Sales                    24,06%      23,36%       24,16%        24,11%         24,06%     24,01%        23,97%
            EBIT/Sales                      22,57%      20,96%       22,05%        22,39%         22,89%     22,81%        22,71%
            EBT/Sales                       22,15%      21,40%       21,14%        21,50%         22,58%     22,81%        22,71%
            EAT/Sales                       17,27%      16,70%       16,49%        16,77%         17,61%     17,79%        17,71%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                             IV-18
Page 52
            Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi
            PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
            Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                                     Tahun                            Tahun Proyeksi
                                      Uraian
                                                                      2022        2023         2024       2025           2026         2027
            ASET
            Aset Lancar
            Kas dan setara kas                                        830.549   1.178.913     1.504.138    1.685.556    2.041.393    2.407.846
            Investasi jangka pendek                                   500.000     500.000       500.000      500.000      500.000      500.000
            Piutang usaha                                             187.045     200.138       206.171      212.386      218.789      225.385
            Piutang non-usaha                                              368         368          368          368          368          368
            Beban dibayar dimuka                                         1.251       1.251        1.251        1.251        1.251        1.251
            Persediaan                                                521.916     502.809       518.190      534.045      550.390      567.241
            Uang muka pembelian                                         38.589      38.589       38.589       38.589       38.589       38.589
            Pajak dibayar dimuka                                        90.839      90.839       90.839       90.839       90.839       90.839
            Aset lancar lainnya                                            252         252          252          252          252          252
            Jumlah Aset Lancar                                      2.170.809   2.513.159     2.859.797    3.063.286    3.441.871    3.831.771
            Aset Tidak Lancar
            Uang muka pembelian aset tetap                              39.161      39.161      39.161       39.161       39.161       39.161
            Investasi jangka panjang                                    24.482      24.482      24.482       24.482       24.482       24.482
            Aset tetap
               Nilai perolehan                                        351.532     355.264      358.995      362.727      366.459      370.191
               Akumulasi penyusutan                                   135.394     153.521      170.991      184.291      197.710      211.875
               Nilai buku                                             216.138     201.742      188.004      178.436      168.749      158.315
            Aset takberwujud                                               539         539         539          539          539          539
            Hak guna aset
               Nilai perolehan                                          88.938      93.379       98.821      105.262      112.703      121.144
               Akumulasi amortisasi                                     37.565      57.924       72.955       82.624       93.499      105.610
               Nilai buku                                               51.373      35.455       25.866       22.638       19.204       15.534
            Aset pajak tangguhan                                         4.806       4.806        4.806        4.806        4.806        4.806
            Aset tidak lancar lainnya                                        11         11           11           11           11           11
            Jumlah Aset Tidak Lancar                                  336.510     306.197       282.869      270.073      256.952      242.849
            JUMLAH ASET                                             2.507.319   2.819.356     3.142.667    3.333.359    3.698.824    4.074.620
            LIABILITAS DAN EKUITAS
            Liabilitas Jangka Pendek
            Utang usaha                                               190.982     201.117      207.210      213.488      219.958      226.624
            Utang non-usaha                                              1.467       1.467       1.467        1.467        1.467        1.467
            Uang muka dari pelanggan                                     1.747       1.747       1.747        1.747        1.747        1.747
            Beban masih harus dibayar                                    3.265       3.265       3.265        3.265        3.265        3.265
            Utang pajak                                                 12.240      12.240      12.240       12.240       12.240       12.240
            Liabilitas lancar lainnya                                      -           -           -            -            -            -
            Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
            satu tahun
               Liabilitas sewa                                          21.245      21.245      21.245       21.245       21.245       21.245
               Lainnya                                                     -           -           -            -            -            -
            Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                           230.946     241.081      247.174      253.453      259.922      266.588
            Liabilitas Jangka Panjang
            Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi jatuh tempo
            dalam satu tahun
               Liabilitas sewa                                          18.891      18.891      18.891       18.891       18.891       18.891
               Surat utang jangka menengah                            159.562     159.562      159.562          -            -            -
               Lainnya                                                     -           -           -            -            -            -
            Liabilitas imbalan paska kerja                              28.499      28.499      28.499       28.499       28.499       28.499
            Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                          206.952     206.952      206.952       47.390       47.390       47.390
            JUMLAH LIABILITAS                                         437.898     448.034      454.126      300.843      307.312      313.979
            Ekuitas
            Modal saham                                               676.471     676.471       676.471      676.471      676.471      676.471
            Tambahan modal disetor                                    223.188     223.188       223.188      223.188      223.188      223.188
            Akumulasi rugi aktuarial atas imbalan paska kerja          (16.983)    (16.983)     (16.983)     (16.983)     (16.983)     (16.983)
            Komponen ekuitas lainnya                                       -           -            -            -            -            -
            Saldo (defisit) laba                                    1.161.692   1.463.593     1.780.811    2.124.788    2.483.783    2.852.912
            Kepentingan non pengendali                                  25.053      25.053       25.053       25.053       25.053       25.053
            Jumlah Ekuitas                                          2.069.420   2.371.322     2.688.540    3.032.517    3.391.512    3.760.641
            JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                           2.507.319   2.819.356     3.142.667    3.333.359    3.698.824    4.074.620
                                                      Rata-rata
            Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                                                      2023-2027
            Current Ratio                              1233,92%      939,96%     1042,45%     1157,00%     1208,62%     1324,19%     1437,34%
            Debt to Equity Ratio                         12,62%       21,16%       18,89%       16,89%        9,92%        9,06%        8,35%
            Debt to Asset Ratio                          11,08%       17,46%       15,89%       14,45%        9,03%        8,31%        7,71%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                                         IV-19
Page 53
            Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi
            PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
            Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                                                                            Tahun Proyeksi
                                            Uraian
                                                                                      2023         2024          2025         2026         2027
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
            Laba Bersih                                                               301.902      317.218       343.976      358.995      369.130
            Depresiasi dan Amortisasi                                                  38.486       32.501        22.969       24.294       26.277
            Perubahan Modal Kerja :
            (Kenaikan) Penurunan Piutang usaha                                         (13.092)      (6.033)      (6.215)       (6.403)      (6.596)
            (Kenaikan) Penurunan Piutang non-usaha                                         -            -            -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Beban dibayar dimuka                                      -            -            -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Persediaan                                             19.107      (15.381)     (15.856)      (16.345)     (16.850)
            (Kenaikan) Penurunan Uang muka pembelian                                       -            -            -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka                                      -            -            -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Aset lancar lainnya                                       -            -            -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan                                      -            -            -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lainnya                                 -            -            -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Utang usaha                                            10.135        6.093        6.278         6.469        6.666
            Kenaikan (Penurunan) Utang non-usaha                                           -            -            -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan                                  -            -            -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Beban masih harus dibayar                                 -            -            -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Utang pajak                                               -            -            -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas lancar lainnya                                 -            -            -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Lainnya                                                   -            -            -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan paska kerja                            -            -            -             -            -
            Kenaikan (Penurunan) Lainnya                                                   -            -            -             -            -
                                                          Perubahan Modal Kerja        16.150       (15.321)     (15.792)      (16.279)     (16.780)
                             Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi       356.537      334.398       351.153      367.010      378.626
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
            (Kenaikan) Penurunan Aset tetap                                             (3.732)      (3.732)      (3.732)       (3.732)      (3.732)
            (Kenaikan) Penurunan Investasi jangka pendek                                   -            -            -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Hak guna aset                                          (4.441)      (5.441)      (6.441)       (7.441)      (8.441)
            (Kenaikan) Penurunan Uang muka pembelian aset tetap                            -            -            -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Investasi jangka panjang                                  -            -            -             -            -
            (Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud                                          -            -            -             -            -
                            Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi        (8.173)      (9.173)     (10.173)      (11.173)     (12.173)
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
            Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka pendek                                      -          -            -             -            -
                                 Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo
            Kenaikan (Penurunan) dalam satu tahun
                                 Liabilitas sewa                                             -          -            -             -            -
                                 Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi jatuh
            Kenaikan (Penurunan) tempo dalam satu tahun
                                 Liabilitas sewa                                          -            -             -            -            -
                                 Surat utang jangka menengah                              -            -        (159.562)         -            -
            Kenaikan (Penurunan) Modal saham                                              -            -             -            -            -
            Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor                                   -            -             -            -            -
            Kenaikan (Penurunan) Akumulasi rugi aktuarial atas imbalan paska kerja        -            -             -            -            -
            Kenaikan (Penurunan) Komponen ekuitas lainnya                                 -            -             -            -            -
            Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non pengendali                               -            -             -            -            -
            Penyesuaian                                                                   -            -             -            -            -
                         Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan             -            -        (159.562)         -            -
            KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK                                  348.364      325.225       181.418      355.837      366.453
            KAS DAN BANK AWAL TAHUN                                                    830.549    1.178.913    1.504.138     1.685.556    2.041.393
            KAS DAN BANK AKHIR TAHUN                                                 1.178.913    1.504.138    1.685.556     2.041.393    2.407.846

            Tanpa dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
            Perseroan masing-masing sebesar 24,00%, 22,54%, 22,11% dan 17,25%. Sedangkan dengan
            dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
            Perseroan setiap tahun masing-masing sebesar 24,06%, 22,57%, 22,15% dan 17,27%.
            Dengan demikian dengan dilakukannya transaksi profitabilitas Perseroan mengalami
            peningkatan.
            Tanpa dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Current
            Ratio (CR) sebesar 1232,82% sedangkan dengan dilakukannya transaksi CR Perseroan
            meningkat menjadi 1233,92%.
            Tanpa dilakukannya transaksi solvabilitas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Debt to
            Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) masing-masing 12,65% dan 11,10%
            sedangkan dengan dilakukannya transaksi DER dan DAR Perseroan menurun menjadi 12,62%
            dan 11,08%.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                                                IV-20
Page 54
            Dengan transaksi, proyeksi posisi keuangan Perseroan menunjukan bahwa likuiditas dan
            solvabilitas Perseroan mengalami peningkatan.
            Dengan dan tanpa transaksi proyeksi arus kas Perseroan menunjukkan tidak ada cash
            deficiency dan kelangsungan usaha Perseroan selama umur proyeksi terjamin.
       c. Proyeksi Keuangan IMR Tanpa Transaksi
          Proyeksi keuangan IMR dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
            Jangka Waktu Proyeksi
            Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2023 – 31 Desember 2027.
            Laporan Laba (Rugi)
            ▪ Penjualan diasumsikan meningkat 2,00% dari tahun sebelumnya.
            ▪ Beban pokok penjualan diasumsikan 84,50% dari penjualan setiap tahun.
            ▪ Beban penjualan diasumsikan 4,00% dari penjualan setiap tahun.
            ▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan 6,00% dari penjualan setiap tahun.
            ▪ Perhitungan depresiasi dan amortisasi disajikan dalam lampiran 1.
            ▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
               loss carry forward.
            Laporan Posisi Keuangan
            ▪ Aset lancar
               − Piutang usaha diasumsikan 2 hari dari penjualan setiap tahun.
               − Persediaan diasumsikan 25 hari dari beban pokok penjualan setiap tahun.
               − Pembayaran dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
            ▪ Aset tidak lancar
               − Perhitungan aset tetap disajikan pada lampiran 1.
               − Perhitungan aset takberwujud disajikan pada lampiran 1.
               − Perhitungan aset hak guna disajikan pada lampiran 1.
               − Taksiran klaim pajak penghasilan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                  2022.
               − Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
               − Jaminan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
            ▪ Liabilitas jangka pendek
               − Utang usaha diasumsikan 5 hari dari beban pokok penjualan setiap tahun.
               − Uang muka pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
               − Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
               − Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun berupa liabilitas sewa
                  diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
            ▪ Liabilitas jangka panjang
               − Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
                  berupa liabilitas sewa diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
               − Liabilitas imbalan kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
            ▪ Ekuitas
               − Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
               − Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
               − Rugi komprehensif lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk   IV-21
Page 55
                − Saldo (rugi) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
                  dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.

            Hasil Proyeksi Keuangan
            Hasil proyeksi keuangan yang telah disesuaikan disajikan pada tabel berikut:
            PT INTI MEDICOM RETAILINDO
            Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp. Juta)
                                                       Tahun                         Tahun Proyeksi
                             Uraian
                                                       2022         2023      2024       2025        2026      2027
            PENJUALAN                                 143.163      146.026   148.946    151.925     154.964   158.063
            BEBAN POKOK PENJUALAN                    (120.134) (123.392) (125.860) (128.377) (130.944) (133.563)
            LABA KOTOR                                  23.029      22.634    23.087     23.548      24.019    24.500
            Beban penjualan                              (4.227)     (5.841)   (5.958)    (6.077)     (6.199)   (6.323)
            Beban umum dan administrasi                  (8.591)     (8.762)   (8.937)    (9.116)     (9.298)   (9.484)
            EBITDA                                      10.211        8.031     8.192      8.356       8.523     8.693
            Depresiasi dan amortisasi                    (3.297)     (2.466)   (3.028)    (3.730)     (4.526)   (5.053)
            EBIT                                          6.914       5.565     5.164      4.626       3.997     3.640
            Pendapatan keuangan                           1.335         -         -          -           -         -
            Beban keuangan                                  (26)        -         -          -           -         -
            Pendapatan lainnya                               24         -         -          -           -         -
            Laba atas penjualan aset tetap                 0,04         -         -          -           -         -
            EBT                                           8.248       5.565     5.164      4.626       3.997     3.640
            Pajak                                        (1.721)     (1.224)   (1.136)    (1.018)       (879)     (801)
            LABA BERSIH (EAT)                             6.527       4.341     4.028      3.608       3.118     2.839
                                            Rata-rata
                  Rasio Profitabilitas
                                           2023-2027
            Laba Kotor/Sales                   15,50%       16,09%      15,50%       15,50%      15,50%   15,50%   15,50%
            EBITDA/Sales                        5,50%        7,13%       5,50%        5,50%       5,50%    5,50%    5,50%
            EBIT/Sales                          3,04%        4,83%       3,81%        3,47%       3,04%    2,58%    2,30%
            EBT/Sales                           3,04%        5,76%       3,81%        3,47%       3,04%    2,58%    2,30%
            EAT/Sales                           2,37%        4,56%       2,97%        2,70%       2,38%    2,01%    1,80%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                     IV-22
Page 56
            PT INTI MEDICOM RETAILINDO
            Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp. Juta)
                                                            Tahun                            Tahun Proyeksi
                                  Uraian
                                                             2022        2023         2024       2025       2026     2027
             ASET
             ASET LANCAR
             Kas dan setara kas                              34.589      37.317       40.241     43.444    46.949    50.701
            Piutang usaha                                       787         800          816        832       849       866
             Persediaan                                       8.403       8.451        8.621      8.793     8.969     9.148
             Pembayaran dimuka                                  101         101          101        101       101       101
             Pajak dibayar di muka                              -            -           -          -         -         -
             Uang muka pembelian                                -            -           -          -         -         -
             Jumlah Aset Lancar                              43.880      46.670       49.779     53.171    56.869    60.817
             ASET TIDAK LANCAR
             Aset tetap
               Nilai perolehan                                2.839       3.379         3.918     4.458     4.997     5.537
               Akumulasi penyusutan                           1.573       1.928         2.368     2.864     3.469     3.918
               Nilai buku                                     1.266       1.451         1.551     1.594     1.529     1.618
             Aset takberwujud
               Nilai perolehan                                   25           25           25        25        25        25
               Akumulasi amortisasi                             -              6           13        19        25        25
               Nilai buku                                        25           19           13         6       -         -
             Aset hak-guna
               Nilai perolehan                                9.762      13.203       16.644     20.086    23.527    26.968
               Akumulasi amortisasi                           6.001       8.106       10.688     13.915    17.830    22.434
               Nilai buku                                     3.761       5.097        5.956      6.170     5.696     4.534
             Taksiran klaim pajak penghasilan                   786         786          786        786       786       786
             Aset pajak tangguhan                               190         190          190        190       190       190
             Jaminan                                             11           11          11         11        11        11
             Jumlah Aset Tidak Lancar                         6.039       7.554        8.506      8.757     8.212     7.139
             JUMLAH ASET                                     49.920      54.223       58.285     61.928    65.081    67.956
             LIABILITAS DAN EKUITAS
             LIABILITAS JANGKA PENDEK
             Utang usaha                                      1.727       1.690         1.724     1.759     1.794     1.830
             Utang lain-lain                                    -            -            -         -         -         -
             Uang muka pelanggan                                 54           54           54        54        54        54
             Utang pajak                                        276         276           276       276       276       276
             Biaya masih harus dibayar                          -            -            -         -         -         -
            Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
            dalam satu tahun:
               Liabilitas sewa                                3.410       3.410        3.410      3.410     3.410     3.410
             Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                  5.468       5.430        5.464      5.499     5.534     5.570
             LIABILITAS JANGKA PANJANG
            Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
            bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
               Liabilitas sewa                                   46           46          46         46        46        46
             Liabilitas imbalan kerja                           559         559          559        559       559       559
             Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                   605         605          605        605       605       605
             JUMLAH LIABILITAS                                6.073       6.036        6.070      6.104     6.139     6.175
             EKUITAS
             Modal saham                                        511         511          511        511       511       511
             Tambahan modal disetor                          24.224      24.224       24.224     24.224    24.224    24.224
             Rugi komprehensif lainnya                         (389)       (389)        (389)      (389)     (389)     (389)
             Saldo laba                                      19.501      23.841       27.869     31.478    34.595    37.435
             Jumlah Ekuitas                                  43.847      48.187       52.215     55.824    58.941    61.781
             JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                   49.920      54.223       58.285     61.928    65.081    67.956
                                                  Rata-rata
             Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                                                 2023-2027
             Current Ratio                          971,39% 802,56% 859,41%          911,00%     966,97% 1027,65% 1091,91%
             Debt to Equity Ratio                    11,10%  13,85%      12,53%       11,62%      10,93%   10,42%   10,00%
             Debt to Asset Ratio                      9,98%  12,17%      11,13%       10,41%       9,86%    9,43%    9,09%



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                        IV-23
Page 57
            PT INTI MEDICOM RETAILINDO
            Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp. Juta)
                                                                                                 Tahun Proyeksi
                                          Uraian
                                                                               2023      2024        2025       2026      2027
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
            Laba bersih                                                         4.341     4.028       3.608     3.118      2.839
            Depresiasi                                                          2.466     3.028       3.730     4.526      5.053
            Perubahan Modal Kerja :
            (Kenaikan) Penurunan Piutang usaha                                    (13)      (16)        (16)      (17)       (17)
            (Kenaikan) Penurunan Persediaan                                       (49)     (169)       (172)     (176)      (179)
            (Kenaikan) Penurunan Pembayaran dimuka                                -         -           -         -          -
            (Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar di muka                            -         -           -         -          -
            (Kenaikan) Penurunan Uang muka pembelian                              -         -           -         -          -
            (Kenaikan) Penurunan Taksiran klaim pajak penghasilan                 -         -           -         -          -
            (Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan                             -         -           -         -          -
            (Kenaikan) Penurunan Jaminan                                          -         -           -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Utang usaha                                      (37)       34          34        35         36
            Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain                                  -         -           -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Uang muka pelanggan                              -         -           -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Utang pajak                                      -         -           -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Biaya masih harus dibayar                        -         -           -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja                         -         -           -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
                                  dalam satu tahun:
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas sewa                                  -          -          -          -         -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
                                  bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas sewa                                  -         -           -         -          -
                                  Perubahan Modal Kerja                           (99)     (151)       (154)     (157)      (160)
            Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi            6.708     6.905       7.184     7.486      7.732
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
            (Kenaikan) Penurunan Aset tetap                                      (539)      (539)      (539)      (539)     (539)
            (Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud                                 -          -          -          -         -
            (Kenaikan) Penurunan Aset hak-guna                                 (3.441)    (3.441)    (3.441)    (3.441)   (3.441)
            Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi         (3.981)    (3.981)    (3.981)    (3.981)   (3.981)
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
            Kenaikan (Penurunan) Modal saham                                      -         -           -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor                           -         -           -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Rugi komprehensif lainnya                        -         -           -         -          -
            Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan            -         -           -         -          -
            Penyesuaian                                                           -         -           -         -          -
            KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS                        2.727     2.924       3.203     3.506      3.751
            KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN                                        34.589    37.317      40.241    43.444     46.949
            KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN                                       37.317    40.241      43.444    46.949     50.701

       d. Proyeksi Keuangan IMR Dengan Transaksi
          Proyeksi keuangan IMR dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
            Jangka Waktu Proyeksi
            Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2023 – 31 Desember 2027.
            Laporan Laba (Rugi)
            ▪ Penjualan diasumsikan meningkat 5,50% dari tahun sebelumnya.
            ▪ Beban pokok penjualan diasumsikan 82,00% dari penjualan setiap tahun.
            ▪ Beban penjualan diasumsikan 4,00% dari penjualan setiap tahun.
            ▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan 6,00% dari penjualan setiap tahun.
            ▪ Perhitungan depresiasi dan amortisasi disajikan dalam lampiran 1.
            ▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
               loss carry forward.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                             IV-24
Page 58
            Laporan Posisi Keuangan
            ▪ Aset lancar
               − Piutang usaha diasumsikan 2 hari dari penjualan setiap tahun.
               − Persediaan diasumsikan 25 hari dari beban pokok penjualan setiap tahun.
               − Pembayaran dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
            ▪ Aset tidak lancar
               − Perhitungan aset tetap disajikan pada lampiran 1.
               − Perhitungan aset takberwujud disajikan pada lampiran 1.
               − Perhitungan aset hak guna disajikan pada lampiran 1.
               − Taksiran klaim pajak penghasilan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                  2022.
               − Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
               − Jaminan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
            ▪ Liabilitas jangka pendek
               − Utang usaha diasumsikan 5 hari dari beban pokok penjualan setiap tahun.
               − Uang muka pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
               − Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
               − Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun berupa liabilitas sewa
                  diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
            ▪ Liabilitas jangka panjang
               − Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
                  berupa liabilitas sewa diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
               − Liabilitas imbalan kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
            ▪ Ekuitas
               − Modal saham tahun 2023 meningkat menjadi Rp 1.000 juta atas penerbitan 489
                  lembar saham baru IHSG pada IMR.
               − Tambahan modal disetor merupakan agio atas selisih nilai transaksi setoran modal
                  sebesar Rp 42.010 juta dan nilai nominal saham baru IHSG sebesar Rp 489 juta yaitu
                  sebesar Rp 41.521 juta.
               − Rugi komprehensif lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
               − Saldo (rugi) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
                  dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk   IV-25
Page 59
            Hasil Proyeksi Keuangan
            Hasil proyeksi keuangan yang telah disesuaikan disajikan pada tabel berikut:
            PT INTI MEDICOM RETAILINDO
            Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp. Juta)
                                                  Tahun                         Tahun Proyeksi
                            Uraian
                                                   2022        2023      2024       2025        2026       2027
            PENJUALAN                             143.163     151.036   159.343    168.107     177.353    187.108
            BEBAN POKOK PENJUALAN                (120.134) (123.850) (130.662) (137.848) (145.430) (153.428)
            LABA KOTOR                             23.029      27.187    28.682      30.259      31.924     33.679
            Beban penjualan                         (4.227)     (6.041)   (6.374)     (6.724)     (7.094)    (7.484)
            Beban umum dan administrasi             (8.591)     (9.062)   (9.561)   (10.086)    (10.641)   (11.226)
            EBITDA                                 10.211      12.083    12.747      13.449      14.188     14.969
            Depresiasi dan amortisasi               (3.297)     (2.466)   (3.228)     (4.330)     (5.726)    (7.053)
            EBIT                                     6.914       9.617     9.519       9.119       8.462      7.916
            Pendapatan keuangan                      1.335         -         -           -           -          -
            Beban keuangan                             (26)        -         -           -           -          -
            Pendapatan lainnya                          24         -         -           -           -          -
            Laba atas penjualan aset tetap            0,04         -         -           -           -          -
            EBT                                      8.248       9.617     9.519       9.119       8.462      7.916
            Pajak                                   (1.721)     (2.116)   (2.094)     (2.006)     (1.862)    (1.741)
            LABA BERSIH (EAT)                        6.527       7.501     7.425       7.113       6.601      6.174
                                       Rata-rata
               Rasio Profitabilitas
                                      2023-2027
            Laba Kotor/Sales             18,00%     16,09%      18,00%    18,00%     18,00%      18,00%     18,00%
            EBITDA/Sales                   8,00%     7,13%       8,00%     8,00%       8,00%       8,00%      8,00%
            EBIT/Sales                     5,35%     4,83%       6,37%     5,97%       5,42%       4,77%      4,23%
            EBT/Sales                      5,35%     5,76%       6,37%     5,97%       5,42%       4,77%      4,23%
            EAT/Sales                      4,18%     4,56%       4,97%     4,66%       4,23%       3,72%      3,30%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                IV-26
Page 60
            PT INTI MEDICOM RETAILINDO
            Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp. Juta)
                                                             Tahun                                  Tahun Proyeksi
                                  Uraian
                                                             2022           2023        2024            2025         2026         2027
             ASET
             ASET LANCAR
             Kas dan setara kas                                34.589         81.434     85.688          89.708       93.588       97.342
            Piutang usaha                                         787            828        873             921          972        1.025
             Persediaan                                         8.403          8.483      8.949           9.442        9.961       10.509
             Pembayaran dimuka                                    101            101        101             101          101          101
             Jumlah Aset Lancar                                43.880         90.846     95.612         100.172      104.622      108.978
             ASET TIDAK LANCAR
             Aset tetap
               Nilai perolehan                                  2.839          3.379      3.918            4.458       4.997        5.537
               Akumulasi penyusutan                             1.573          1.928      2.368            2.864       3.469        3.918
               Nilai buku                                       1.266          1.451      1.551            1.594       1.529        1.618
             Aset takberwujud
               Nilai perolehan                                      25            25           25            25              25           25
               Akumulasi amortisasi                               -                6           13            19              25           25
               Nilai buku                                           25            19           13             6             -            -
             Aset hak-guna
               Nilai perolehan                                  9.762         14.203     19.644          26.086       33.527       41.968
               Akumulasi amortisasi                             6.001          8.106     10.888          14.715       19.830       26.434
               Nilai buku                                       3.761          6.097      8.756          11.370       13.696       15.534
             Taksiran klaim pajak penghasilan                     786            786        786             786          786          786
             Aset pajak tangguhan                                 190            190        190             190          190          190
             Jaminan                                                11            11         11              11           11           11
             Jumlah Aset Tidak Lancar                           6.039          8.554     11.306          13.957       16.212       18.139
             JUMLAH ASET                                       49.920         99.400    106.918         114.129      120.834      127.117
             LIABILITAS DAN EKUITAS
             LIABILITAS JANGKA PENDEK
             Utang usaha                                        1.727          1.697      1.790            1.888       1.992        2.102
             Uang muka pelanggan                                    54            54         54               54          54           54
             Utang pajak                                          276            276        276              276         276          276
            Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
            dalam satu tahun:
               Liabilitas sewa                                  3.410          3.410      3.410           3.410        3.410        3.410
             Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                    5.468          5.437      5.530           5.628        5.732        5.842
             LIABILITAS JANGKA PANJANG
            Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
            bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
               Liabilitas sewa                                      46            46         46              46           46           46
             Liabilitas imbalan kerja                             559            559        559             559          559          559
             Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                     605            605        605             605          605          605
             JUMLAH LIABILITAS                                  6.073          6.042      6.135           6.234        6.338        6.447
             EKUITAS
             Modal saham                                          511          1.000      1.000           1.000        1.000        1.000
             Tambahan modal disetor                            24.224         65.745     65.745          65.745       65.745       65.745
             Rugi komprehensif lainnya                           (389)          (389)      (389)           (389)        (389)        (389)
             Saldo laba                                        19.501         27.002     34.427          41.539       48.140       54.314
             Jumlah Ekuitas                                    43.847         93.358    100.783         107.895      114.496      120.670
             JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                     49.920         99.400    106.918         114.129      120.834      127.117
                                                  Rata-rata
             Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                                                 2023-2027
             Current Ratio                         1774,06%   802,56%      1670,98%     1728,97%       1779,75%      1825,13%     1865,46%
             Debt to Equity Ratio                     5,84%    13,85%          6,47%       6,09%          5,78%         5,54%        5,34%
             Debt to Asset Ratio                      5,52%    12,17%          6,08%       5,74%          5,46%         5,25%        5,07%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                                       IV-27
Page 61
            PT INTI MEDICOM RETAILINDO
            Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp. Juta)
                                                                                                 Tahun Proyeksi
                                          Uraian
                                                                               2023      2024        2025       2026      2027
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
            Laba bersih                                                         7.501     7.425       7.113     6.601      6.174
            Depresiasi                                                          2.466     3.228       4.330     5.726      7.053
            Perubahan Modal Kerja :
            (Kenaikan) Penurunan Piutang usaha                                    (41)      (46)        (48)      (51)       (53)
            (Kenaikan) Penurunan Persediaan                                       (80)     (467)       (492)     (519)      (548)
            (Kenaikan) Penurunan Pembayaran dimuka                                -         -           -         -          -
            (Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar di muka                            -         -           -         -          -
            (Kenaikan) Penurunan Uang muka pembelian                              -         -           -         -          -
            (Kenaikan) Penurunan Taksiran klaim pajak penghasilan                 -         -           -         -          -
            (Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan                             -         -           -         -          -
            (Kenaikan) Penurunan Jaminan                                          -         -           -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Utang usaha                                      (31)       93          98       104        110
            Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain                                  -         -           -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Uang muka pelanggan                              -         -           -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Utang pajak                                      -         -           -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Biaya masih harus dibayar                        -         -           -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja                         -         -           -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
                                  dalam satu tahun:
                                  Liabilitas sewa                                 -         -           -          -         -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
                                  bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
                                  Liabilitas sewa                                 -         -           -         -          -
                                  Perubahan Modal Kerja                          (152)     (419)       (442)     (466)      (492)
            Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi            9.815    10.234      11.001    11.860     12.735
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
            (Kenaikan) Penurunan Aset tetap                                      (539)     (539)       (539)      (539)     (539)
            (Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud                                 -         -           -          -         -
            (Kenaikan) Penurunan Aset hak-guna                                 (4.441)   (5.441)     (6.441)    (7.441)   (8.441)
            Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi         (4.981)   (5.981)     (6.981)    (7.981)   (8.981)
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
            Kenaikan (Penurunan) Modal saham                                      489       -           -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor                        41.521       -           -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Rugi komprehensif lainnya                        -         -           -         -          -
            Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan         42.010       -           -         -          -
            Penyesuaian                                                           -         -           -         -          -
            KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS                       46.845     4.254       4.020     3.880      3.755
            KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN                                        34.589    81.434      85.688    89.708     93.588
            KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN                                       81.434    85.688      89.708    93.588     97.342


4.2.   Analisis Inkremental
       Analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari transaksi dengan mempertimbangkan:
       − Konstribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi dan dampaknya
           terhadap proyeksi keuangan.
       − Biaya dan pendapatan yang relevan.
       − Informasi non keuangan yang relevan.
       − Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai
           transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
       − Hal-hal material lain.
4.2.1. Konstribusi Nilai Tambah
       Konstribusi nilai tambah dari rencana transaksi dapat diukur dari peningkatan laba keuangan.
       Berdasarkan proyeksi laba rugi, perhitungan konstribusi nilai tambah terhadap pendapatan dan
       laba Perseroan adalah sebagai berikut:




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                             IV-28
Page 62
        Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Pendapatan dan Laba Perseroan (Rp.Juta)
                                                                         Tahun
                         Uraian                                                                                        Jumlah
                                                2023         2024         2025              2026           2027
        Dengan Transaksi (1)
        Pendapatan                             1.831.018   1.891.185    1.953.393          2.017.717      2.084.232    9.777.544
        EBITDA                                   442.293      455.944      470.023           484.544        499.520    2.352.325
        EBIT                                     403.808      423.444      447.054           460.250        473.243    2.207.799
        EBT                                      387.054      406.690      440.995           460.250        473.243    2.168.232
        EAT                                      301.902      317.218      343.976           358.995        369.130    1.691.221
        Tanpa Transaksi (2)
        Pendapatan                             1.826.007   1.880.787    1.937.211          1.995.327      2.055.187    9.694.520
        EBITDA                                   438.242      451.389      464.931           478.879        493.245    2.326.685
        EBIT                                     399.756      419.088      442.562           455.785        468.968    2.186.159
        EBT                                      383.002      402.334      436.503           455.785        468.968    2.146.592
        EAT                                      298.742      313.821      340.472           355.512        365.795    1.674.342
        Konstribusi Nilai Tambah (1-2)
        Pendapatan                                 5.011       10.397       16.182               22.390     29.045       83.024
        EBITDA                                     4.052        4.555        5.093                5.665      6.275       25.640
        EBIT                                       4.052        4.355        4.493                4.465      4.275       21.640
        EBT                                        4.052        4.355        4.493                4.465      4.275       21.640
        EAT                                        3.160        3.397        3.504                3.483      3.335       16.879

       Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
       konstribusi nilai tambah terhadap pendapatan dan laba. Dengan dilakukannya transaksi,
       kontribusi nilai tambah selama tahun 2023 – 2027 terhadap pendapatan sebesar Rp 83.024 juta
       dan terhadap laba Perseroan EBITDA, EBIT, EBT dan EAT masing-masing sebesar Rp 25.640 juta,
       Rp 21.640 juta, Rp 21.640 juta dan Rp 16.879 juta.
       Analisis kontribusi nilai tambah terhadap Profitabilitas Perseroan dapat dihitung sebagai
       berikut:
        Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Profitabilitas Perseroan (Rp.Juta)
                                                                              Tahun                                   Rata-rata
                        Uraian
                                                   2023          2024          2025         2026           2027       2023-2027
        Dengan Transaksi (1)
        EBITDA/Sales                                 24,16%        24,11%       24,06%           24,01%     23,97%       24,06%
        EBIT/Sales                                   22,05%        22,39%       22,89%           22,81%     22,71%       22,57%
        EBT/Sales                                    21,14%        21,50%       22,58%           22,81%     22,71%       22,15%
        EAT/Sales                                    16,49%        16,77%       17,61%           17,79%     17,71%       17,27%
        Tanpa Transaksi (2)
        EBITDA/Sales                                 24,00%        24,00%       24,00%           24,00%     24,00%       24,00%
        EBIT/Sales                                   21,89%        22,28%       22,85%           22,84%     22,82%       22,54%
        EBT/Sales                                    20,97%        21,39%       22,53%           22,84%     22,82%       22,11%
        EAT/Sales                                    16,36%        16,69%       17,58%           17,82%     17,80%       17,25%
        Konstribusi Nilai Tambah
        EBITDA/Sales                                  0,65%         0,45%        0,26%            0,06%      -0,14%       0,26%
        EBIT/Sales                                    0,74%         0,48%        0,18%           -0,14%      -0,49%       0,15%
        EBT/Sales                                     0,78%         0,53%        0,19%           -0,14%      -0,49%       0,17%
        EAT/Sales                                     0,78%         0,53%        0,19%           -0,14%      -0,49%       0,17%
       Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
       konstribusi nilai tambah terhadap peningkatan profitabilitas Perseroan setiap tahun. Dengan
       dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah tahun 2023-2027 terhadap profitabilitas EBITDA,
       EBIT, EBT dan EAT rata-rata setiap tahun masing-masing meningkat sebesar 0,26%, 0,15%,
       0,17% dan 0,17%.
        Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukannya transaksi,
        Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan pendapatan, laba dan
        profitabilitas yang akan menguntungkan Perseroan.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                             IV-29
Page 63
4.2.2. Biaya dan Pendapatan yang Relevan
       Perseroan akan memperhatikan biaya dan pendapatan yang relevan sesuai dengan keadaan
       industri dan margin laba yang diharapkan. Apabila pendapatan berkurang Perseroan akan
       menurunkan biaya secara proporsional hingga margin laba yang diharapkan dapat tercapai.
       Dengan demikian transaksi yang dilakukan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
4.2.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
       Informasi non keuangan yang relevan adalah Perseroan melalui IHSG dapat meningkatkan
       kepemilikan sahamnya pada IMR serta dapat mengembangkan usaha jaringan distribusi ritel
       offline maupun online.
4.2.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perseroan Dalam Menentukan Rencana Transaksi dan
       Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif lain
       Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan rencana transaksi dan
       nilai transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan Komisaris Perseroan. Rencana
       transaksi dan nilai transaksi dengan persyaratan yang mudah, transparan dan akuntabel yang
       dapat dipenuhi Perseroan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku.
       Alternatif lain dari rencana transaksi, apabila dilakukan dengan pihak lain, tidak ada dan
       Perseroan tidak mengenal pihak lain tersebut, sehingga rencana transaksi tidak dapat
       dilaksanakan.
4.2.5. Hal-Hal Material Lainnya
       Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari rencana transaksi tidak ada.
       Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa rencana transaksi
       adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk   IV-30
Page 64
                                               BAB V
                                 ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI

Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi :
a. Perbandingan antara nilai transaksi dengan hasil penilaian atas transaksi yang dilakukan.
b. Analisis untuk memastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah dari transaksi yang
    dilakukan.
Kewajaran nilai transaksi berdasarkan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal, menyatakan bahwa batas atas dan
batas bawah pada kisaran nilai tidak melebihi 7,50% dari nilai hasil penilaian.
5.1.   Hasil Penilaian Objek Transaksi
       Berdasarkan Laporan Penilaian Saham IMR No. 00221/2.0118-00/BS/03/0520/1/VI/2023
       tanggal 13 Juni 2023 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan, menyatakan bahwa Nilai
       Pasar 511 saham atau 100% saham IMR per 31 Desember 2022 adalah Rp 43.900.000.000,- atau
       untuk setiap saham adalah Rp 85.909.980,-.
5.2.   Nilai Transaksi
       Berdasarkan surat pernyataan No. 046/IHSG-LEGAL/VI/2023 tanggal 13 Juni 2023 tentang
       penambahan setoran modal IHSG pada IMR yang telah disepakati oleh IHSG dan IMR. IHSG akan
       melakukan penambahan setoran modal pada IMR sebesar Rp 42.009.980.220,- dan IHSG akan
       memperoleh 489 saham baru IMR. Dengan demikian nilai transaksi untuk penambahan setoran
       modal saham sebanyak 489 saham adalah sebesar Rp 42.009.980.220,- atau setiap saham
       sebesar Rp 85.909.980,-.
5.3.   Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
       Dengan nilai transaksi saham IMR sebesar Rp 85.909.980,- per saham dan Nilai Pasar setiap
       saham IMR adalah Rp 85.909.980,-, maka nilai transaksi sama dengan Nilai Pasarnya. Dengan
       demikian kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.
5.4.   Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan
       Berdasarkan hasil analisis dapat dipastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah
       sebagai berikut:
       • Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah selama tahun 2023 – 2027 terhadap
         pendapatan sebesar Rp 83.024 juta dan terhadap laba Perseroan EBITDA, EBIT, EBT dan EAT
         masing-masing sebesar Rp 25.640 juta, Rp 21.640 juta, Rp 21.640 juta dan Rp 16.879 juta.
       • Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah tahun 2023-2027 terhadap
         profitabilitas EBITDA, EBIT, EBT dan EAT rata-rata setiap tahun masing-masing meningkat
         sebesar 0,26%, 0,15%, 0,17% dan 0,17%.

  Berdasarkan analisis tersebut, kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk   V-1
Page 65
                                               BAB VI
                              ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN


6.1.   Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan
       Berdasarkan laporan keuangan IHSG per 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Akuntan
       Publik Maradona Manurung dari KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan
       opini wajar, dalam semua hal yang material, IHSG memiliki sumber pendanaan yang berasal dari
       kas dan setara kas sebesar Rp 375.709.124.077,-. Dengan nilai transaksi sebesar
       Rp 42.009.980.220,- maka IHSG memiliki dana yang cukup untuk melakukan Rencana Transaksi.
       Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan asumsi bahwa Transaksi yang akan dilakukan oleh
       manajemen Perseroan sesuai dengan Rencana Transaksi.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk   VI-1
Page 66
                                        BAB VII
                     KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI


       Hasil analisis atas nilai transaksi adalah nilai transaksi sama dengan Nilai Pasarnya memberikan
       kesimpulan bahwa nilai transaksi adalah wajar.
       Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
       pemegang saham memberikan kesimpulan bahwa dengan dilakukannya transaksi akan
       meningkatkan pendapatan, laba dan profitabilitas Perseroan yang dapat memberikan nilai
       tambah bagi Perseroan sejalan dengan kepentingan pemegang saham.
       Hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap
       kepentingan pemegang saham adalah untuk pengembangan usaha jaringan distribusi ritel
       offline maupun online milik IMR yang akan meningkatkan laba Perseroan secara konsolidasi dan
       akan meningkatkan nilai saham Perseroan, memberikan kesimpulan bahwa pertimbangan bisnis
       dari manajemen tersebut sejalan dengan kepentingan pemegang saham.
        Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka kami berpendapat bahwa
        transaksi adalah wajar.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk    VII-1
Page 67
                                                        LAMPIRAN




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk   VII-1
Page 68
Lampiran 1
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp.Juta)
                                                    Umur       Tahun                         Tahun Proyeksi
                      Uraian
                                                  Ekonomis      2022       2023       2024       2025       2026       2027
NILAI PEROLEHAN
Aset Tetap
  Tanah                                                        101.950    101.950     101.950    101.950    101.950    101.950
  Bangunan                                                       71.640     71.640     71.640     71.640     71.640     71.640
  Mesin                                                        121.569    121.569     121.569    121.569    121.569    121.569
  Kendaraan                                                      21.770     21.770     21.770     21.770     21.770     21.770
  Inventaris                                                     33.804     33.804     33.804     33.804     33.804     33.804
Aset dalam penyelesaian
  Bangunan                                                          779        779        779        779        779        779
  Mesin                                                              21          21         21        21          21        21
Capex 2023                                  3.732                            3.732      3.732      3.732      3.732      3.732
Capex 2024                                  3.732                                       3.732      3.732      3.732      3.732
Capex 2025                                  3.732                                                  3.732      3.732      3.732
Capex 2026                                  3.732                                                             3.732      3.732
Capex 2027                                  3.732                                                                        3.732
Jumlah Nilai Perolehan                                         351.532    355.264     358.995    362.727    366.459    370.191
PENYUSUTAN
Aset Tetap
  Bangunan                                 71.640     20                     3.582      3.582      3.582      3.582      3.582
  Mesin                                   121.569     16                     7.598      7.598      7.598      7.598      7.598
  Kendaraan                                21.770      8                     2.721      2.721        627        -          -
  Inventaris                               33.804      8                     4.226      2.822        -          -          -
Capex 2023                                  3.732      5                                  746        746        746        746
Capex 2024                                  3.732      5                                             746        746        746
Capex 2025                                  3.732      5                                                        746        746
Capex 2026                                  3.732      5                                                                   746
Capex 2027                                  3.732      5
Jumlah Penyusutan Aset Tetap                                                18.127     17.470     13.300     13.419     14.165
AKUMULASI PENYUSUTAN
Aset Tetap
  Bangunan                                                       17.362     20.944     24.526     28.108     31.690     35.272
  Mesin                                                          75.576     83.174     90.772     98.370    105.968    113.566
  Kendaraan                                                      15.700     18.421     21.143     21.770     21.770     21.770
  Inventaris                                                     26.756     30.982     33.804     33.804     33.804     33.804
Capex 2023                                                                     -          746      1.493      2.239      2.985
Capex 2024                                                                     -          -          746      1.493      2.239
Capex 2025                                                                     -          -          -          746      1.493
Capex 2026                                                                     -          -          -          -          746
Capex 2027                                                                     -          -          -          -          -
Jumlah Akumulasi Penyusutan                                    135.394    153.521     170.991    184.291    197.710    211.875
NILAI BUKU
Aset Tetap
  Tanah                                                        101.950    101.950     101.950    101.950    101.950    101.950
  Bangunan                                                       54.278     50.696     47.114     43.532     39.950     36.368
  Mesin                                                          45.993     38.395     30.797     23.199     15.601      8.003
  Kendaraan                                                       6.069      3.348        627        -          -          -
  Inventaris                                                      7.048      2.822        -          -          -          -
Aset dalam penyelesaian
  Bangunan                                                          779        779        779        779        779        779
  Mesin                                                              21          21         21        21          21        21
Capex 2023                                                          -        3.732      2.985      2.239      1.493        746
Capex 2024                                                          -          -        3.732      2.985      2.239      1.493
Capex 2025                                                          -          -          -        3.732      2.985      2.239
Capex 2026                                                          -          -          -          -        3.732      2.985
Capex 2027                                                          -          -          -          -          -        3.732
Jumlah Nilai Buku                                              216.138    201.742     188.004    178.436    168.749    158.315




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                           VII-1
Page 69
Lampiran 1 (Lanjutan)
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Nilai Perolehan, Amortisasi dan Akumulasi Amortisasi Aset Hak-Guna (Rp. Juta) (Tanpa Transaksi)
                                                     Umur        Tahun                         Tahun Proyeksi
                      Uraian
                                                   Ekonomis      2022       2023        2024        2025      2026     2027
ASET HAK-GUNA
Nilai Perolehan
  Tanah                                                           27.523    27.523      27.523      27.523    27.523    27.523
  Bangunan                                                        28.418    28.418      28.418      28.418    28.418    28.418
  Bangunan IMR                                                     9.252    12.694      16.135      19.576    23.017    26.459
  Mesin                                                            2.548     2.548        2.548      2.548     2.548     2.548
  Kendaraan                                                       21.196    21.196      21.196      21.196    21.196    21.196
Jumlah Nilai Perolehan                                            88.938    92.379      95.821      99.262 102.703     106.144
Amortisasi Aset Hak-Guna
  Tanah                                    27.523       5                    5.505        5.505      5.505     5.505     5.333
  Bangunan                                 28.418       5                    5.684        5.684         83       -         -
  Bangunan IMR                               9.252      5                    1.850        2.539      3.227     3.915     4.603
  Mesin                                      2.548     10                      255          255        255       255       175
  Kendaraan                                21.196       3                    7.065          849        -         -         -
Jumlah Amortisasi Aset Hak-Guna                                             20.359      14.831       9.069     9.675    10.111
Akumulasi Amortisasi
  Tanah                                                              172     5.677      11.181      16.686    22.191    27.523
  Bangunan                                                        16.968    22.652      28.335      28.418    28.418    28.418
  Bangunan IMR                                                     5.789     7.640      10.179      13.406    17.321    21.924
  Mesin                                                            1.354     1.609        1.863      2.118     2.373     2.548
  Kendaraan                                                       13.282    20.347      21.196      21.196    21.196    21.196
Jumlah Akumulasi Amortisasi                                       37.565    57.924      72.755      81.824    91.499   101.610
Nilai Buku
  Tanah                                                           27.351    21.847      16.342      10.837     5.333       -
  Bangunan                                                        11.450     5.766            83       -         -         -
  Bangunan IMR                                                     3.463     5.054        5.956      6.170     5.696     4.534
  Mesin                                                            1.194       940          685        430       175       -
  Kendaraan                                                        7.914       849           -         -         -         -
Jumlah Nilai Buku                                                 51.373    34.455      23.066      17.438    11.204     4.534

PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Nilai Perolehan, Amortisasi dan Akumulasi Amortisasi Aset Hak-Guna (Rp. Juta) (Dengan Transaksi)
                                                     Umur        Tahun                        Tahun Proyeksi
                      Uraian
                                                   Ekonomis      2022       2023        2024       2025      2026      2027
ASET HAK-GUNA
Nilai Perolehan
  Tanah                                                           27.523    27.523      27.523      27.523   27.523     27.523
  Bangunan                                                        28.418    28.418      28.418      28.418   28.418     28.418
  Bangunan IMR                                                     9.252    13.694      19.135      25.576   33.017     41.459
  Mesin                                                            2.548     2.548        2.548      2.548    2.548      2.548
  Kendaraan                                                       21.196    21.196      21.196      21.196   21.196     21.196
Jumlah Nilai Perolehan                                            88.938    93.379      98.821 105.262 112.703         121.144
Amortisasi Aset Hak-Guna
  Tanah                                    27.523       5                    5.505        5.505      5.505    5.505      5.333
  Bangunan                                 28.418       5                    5.684        5.684         83      -          -
  Bangunan IMR                               9.252      5                    1.850        2.739      3.827    5.115      6.603
  Mesin                                      2.548     10                      255          255        255      255        175
  Kendaraan                                21.196       3                    7.065          849        -        -          -
Jumlah Amortisasi Aset Hak-Guna                                             20.359      15.031       9.669   10.875     12.111
Akumulasi Amortisasi
  Tanah                                                              172     5.677      11.181      16.686   22.191     27.523
  Bangunan                                                        16.968    22.652      28.335      28.418   28.418     28.418
  Bangunan IMR                                                     5.789     7.640      10.379      14.206   19.321     25.924
  Mesin                                                            1.354     1.609        1.863      2.118    2.373      2.548
  Kendaraan                                                       13.282    20.347      21.196      21.196   21.196     21.196
Jumlah Akumulasi Amortisasi                                       37.565    57.924      72.955     82.624    93.499    105.610
Nilai Buku
  Tanah                                                           27.351    21.847      16.342      10.837    5.333        -
  Bangunan                                                        11.450     5.766           83        -        -          -
  Bangunan IMR                                                     3.463     6.054        8.756     11.370   13.696     15.534
  Mesin                                                            1.194       940          685        430      175        -
  Kendaraan                                                        7.914       849          -          -        -          -
Jumlah Nilai Buku                                                 51.373    35.455      25.866     22.638    19.204     15.534




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                                   VII-2
Page 70
Lampiran 1 (lanjutan)
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp. Juta)
                                                  Umur                                   Tahun
                     Uraian
                                                Ekonomis     2022       2023       2024       2025      2026        2027
ASET TETAP
Nilai Perolehan
  Kendaraan                                                      593       593        593        593        593        593
  Inventaris kantor                                            2.247     2.247      2.247      2.247      2.247      2.247
Capex 2023                                  539                            539        539        539        539        539
Capex 2024                                  539                                       539        539        539        539
Capex 2025                                  539                                                  539        539        539
Capex 2026                                  539                                                             539        539
Capex 2027                                  539                                                                        539
Jumlah Nilai Perolehan                                        2.839      3.379      3.918      4.458      4.997      5.537
Penyusutan Aset Tetap
  Kendaraan                                 593      8                       74         51       -          -          -
  Inventaris kantor                       2.247      8                     281        281        281        281         18
Capex 2023                                  539      5                                108        108        108        108
Capex 2024                                  539      5                                           108        108        108
Capex 2025                                  539      5                                                      108        108
Capex 2026                                  539      5                                                                 108
Capex 2027                                  539      5
Jumlah Penyusutan Aset Tetap                                               355        440        497        605        450
Akumulasi Penyusutan
  Kendaraan                                                      468       542        593        593        593        593
  Inventaris kantor                                            1.105     1.386      1.667      1.948      2.229      2.247
Capex 2023                                                       -          -         108        216        324        432
Capex 2024                                                       -          -          -         108        216        324
Capex 2025                                                       -          -          -         -          108        216
Capex 2026                                                       -          -          -         -          -          108
Capex 2027                                                       -          -          -         -          -          -
Jumlah Akumulasi Penyusutan                                   1.573      1.928      2.368      2.864      3.469      3.918
Nilai Buku
  Kendaraan                                                      125         51           -        -           -         -
  Inventaris kantor                                            1.141       861        580        299         18          -
Capex 2023                                                         -       539        432        324        216        108
Capex 2024                                                         -          -       539        432        324        216
Capex 2025                                                         -          -           -      539        432        324
Capex 2026                                                         -          -           -        -        539        432
Capex 2027                                                         -          -           -        -           -       539
Jumlah Nilai Buku                                             1.266      1.451      1.551      1.594      1.529      1.618




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                       VII-3
Page 71
Lampiran 1 (lanjutan)
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp. Juta)
                                                  Umur                                  Tahun
                     Uraian
                                                Ekonomis     2022       2023      2024       2025      2026        2027
ASET TETAP
Nilai Perolehan
  Kendaraan                                                      593       593       593        593        593         593
  Inventaris kantor                                            2.247     2.247     2.247      2.247     2.247        2.247
Capex 2023                                  539                            539       539        539        539         539
Capex 2024                                  539                                      539        539        539         539
Capex 2025                                  539                                                 539        539         539
Capex 2026                                  539                                                            539         539
Capex 2027                                  539                                                                        539
Jumlah Nilai Perolehan                                        2.839      3.379     3.918      4.458     4.997        5.537
Penyusutan Aset Tetap
  Kendaraan                                 593      8                       74        51       -          -           -
  Inventaris kantor                       2.247      8                     281       281        281        281          18
Capex 2023                                  539      5                               108        108        108         108
Capex 2024                                  539      5                                          108        108         108
Capex 2025                                  539      5                                                     108         108
Capex 2026                                  539      5                                                                 108
Capex 2027                                  539      5
Jumlah Penyusutan Aset Tetap                                               355       440        497        605         450
Akumulasi Penyusutan
  Kendaraan                                                      468       542       593        593        593         593
  Inventaris kantor                                            1.105     1.386     1.667      1.948     2.229        2.247
Capex 2023                                                       -          -        108        216        324         432
Capex 2024                                                       -          -         -         108        216         324
Capex 2025                                                       -          -         -         -          108         216
Capex 2026                                                       -          -         -         -          -           108
Capex 2027                                                       -          -         -         -          -           -
Jumlah Akumulasi Penyusutan                                   1.573      1.928     2.368      2.864     3.469        3.918
Nilai Buku
  Kendaraan                                                      125         51          -        -           -          -
  Inventaris kantor                                            1.141       861       580        299         18           -
Capex 2023                                                         -       539       432        324        216         108
Capex 2024                                                         -          -      539        432        324         216
Capex 2025                                                         -          -          -      539        432         324
Capex 2026                                                         -          -          -        -        539         432
Capex 2027                                                         -          -          -        -           -        539
Jumlah Nilai Buku                                             1.266      1.451     1.551      1.594     1.529        1.618

PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Perhitungan Nilai Perolehan, Amortisasi dan Akumulasi Amortisasi Aset Takberwujud (Rp. Juta)
                                                   Umur                                   Tahun
                     Uraian
                                                 Ekonomis      2022       2023      2024       2025     2026        2027
ASET TAKBERWUJUD
Nilai Perolehan
  Sistem informasi akuntansi                                        25       25          25       25        25         25
Jumlah Nilai Perolehan                                              25       25          25       25        25         25
Amortisasi Aset Takberwujud
  Sistem informasi akuntansi                  25      4                        6           6        6           6     -
Jumlah Amortisasi Aset Takberwujud                                             6           6        6           6     -
Akumulasi Amortisasi
  Sistem informasi akuntansi                                       -           6         13       19        25         25
Jumlah Akumulasi Amortisasi                                        -           6         13       19        25         25
Nilai Buku
  Sistem informasi akuntansi                                        25       19          13         6       -         -
Jumlah Nilai Buku                                                   25       19          13         6       -         -




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                       VII-4
Page 72
                                      2022           2023           2024           2025          2026          2027
Penarikan kredit
Jumlah Utang                                            40.136        18.891               -               -            -
Bunga                     8,72%                          3.500         1.647               -               -            -
Angsuran Pokok                                          21.245        18.891
Saldo                                   40.136          18.891             -               -               -            -
Catatan :
 Suku bunga berdasarkan suku bunga Rata-rata untuk pembiayaan investasi dari Bank Pemerintah (sumber : www.bi.go.id).
Lampiran     2
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Surat Utang Jangka Menengah (Rp. Juta)
                               Tahun                              Tahun Proyeksi
            Uraian
                                2022          2023         2024         2025                     2026          2027
Penarikan kredit                                      -          -             -                           -            -
Jumlah Utang                                   159.562     159.562       159.562                           -            -
Bunga                10,50%                     16.754      16.754         6.059                           -            -
Angsuran Pokok                                        -          -       159.562                           -            -
Saldo                            159.562       159.562     159.562             -                           -            -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan akta Notaris No. 18 tanggal 12 Mei 2020 dari Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perusahaan Terkendali PT Jayamas Medica Industri Tbk                              VII-5

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.4 MB
Published3 Jul 2023
Pages72
Characters271,662
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 7378 ms 12 Sep 2026 22:10
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': '................................................................................................ '
                            'V-1'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '................................................................................................ '
                'V-1',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result