Skip to content
Back to announcement

20230703_OMED_Informasi Transaksi Afiliasi_31335849_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review OMED

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 58

Page 1
Laporan No. 00221/2.0118-00/BS/03/0520/1/VI/2023
        File No. 065.1/IDR/DE.2/BS/VI/2023
            LAPORAN PENILAIAN SAHAM
           PT INTI MEDICOM RETAILINDO
               PER 31 DESEMBER 2022




           KJPP ISKANDAR DAN REKAN
                     2023
Page 2
                              SURAT PENGANTAR
Laporan No. 00221/2.0118-00/BS/03/0520/1/VI/2023
File No. 065.1/IDR/DE.2/BS/VI/2023                                   Jakarta, 13 Juni 2023


Kepada Yth.
PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk
By Pass Krian Desa Sidomojo
Krian, Sidoarjo
Jawa Timur, Indonesia

Dengan Hormat,
  Perihal:   Laporan Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo per 31 Desember 2022
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh
izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013
tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan
Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal No: STTD.PPB-33/PM.2/2018 tanggal 28 September 2018
sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara IDR dengan
PT Jayamas Medica Industri Tbk No. 029.1/IDR/DE.2/Pr-BFO/II/2023 tanggal 14 Februari
2023. IDR telah melaksanakan Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo per 31 Desember
2022, seperti yang tertuang dalam laporan ini.
Latar Belakang
PT Jayamas Medica Industri Tbk (selanjutnya disebut OMED atau Pemberi Tugas) memiliki
anak perusahaan PT Intisumber Hasil Sempurna Global (selanjutnya disebut IHSG) da n PT Inti
Medicom Retailindo (selanjutnya disebut IMR atau objek penilaian atau Perseroan atau
Perusahaan). IHSG merencanakan melakukan penambahan setoran modal saham baru pada
IMR. Atas rencana transaksi tersebut diperlukan penilaian saham dari Penilai In dependen.
IMR merupakan perusahaan tunggal bukan holding company.
Objek Penilaian
Objek penilaian adalah 511 saham atau 100% saham IMR per 31 Desember 2022.
Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penilaian adalah untuk memberikan penilaian independen atas Nilai Pasar objek
penilaian per 31 Desember 2022 berdasarkan laporan keuangan perusahaan (audited) yang
dinyatakan dalam mata uang sesuai dengan laporan keuangan, untuk tujuan Jual-Beli
(Transfer of Ownership).
Pendekatan dan Metode Penilaian
Dalam melakukan penilaian saham Perusahaan kami menggunakan dua pendekatan, yaitu
pendekatan pendapatan (income-based approach) dan pendekatan pasar (market-based
approach).
Page 3
   Pertimbangan menggunakan pendekatan pendapatan adalah karena perusahaan telah
   beroperasi secara komersial dan pendapatannya dimasa mendatang dapat diperkirakan.
   Sedangkan pertimbangan menggunakan pendekatan pasar karena data pasar perusahaan
   untuk industri yang sejenis cukup tersedia.
   Metode yang digunakan untuk pendekatan pendapatan adalah metode diskonto untuk
   pendapatan mendatang (Multi Period of Income Discounting), adalah metode penilaian yang
   digunakan untuk menentukan nilai sekarang suatu pendapatan yang akan diterima di masa
   yang akan datang atas objek penilaian, dengan suatu tingkat diskonto atau metode
   Discounted Cash Flow (DCF).
   Metode yang digunakan untuk pendekatan pasar adalah metode pembanding perusahaan
   tercatat di bursa efek (Guideline Publicly Trade Company Method) adalah metode
   menghitung nilai dengan rasio penilaian atau key valuation ratio yang dicari dari perusahaan
   pembanding yang sahamnya telah memiliki nilai pasar.
   Pendekatan dan metode penilaian diatas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Objek
   Penilaian dan Pemberi Tugas.
   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
   melakukan pembobotan untuk menghasilkan kesimpulan nilai .
   Independensi Penilai
   • Dalam mempersiapkan laporan ini kami tidak ada benturan kepentingan dengan
      Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan transaksi yang akan
      dilakukan Perseroan.
   • Dalam mempersiapkan laporan ini kami telah bertindak secara independen tanpa adanya
      konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham Perseroan
      ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
      kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
      laporan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak
      manapun.
   • Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai kami yang memiliki kepentingan dalam
      bentuk apapun yang dapat menghalangi kami untuk melakukan pen ilaian secara
      independen. Kompensasi dan honorarium kami tidak bergantung kepada kejadian
      maupun kesimpulan yang diambil oleh perseroan sebagai akibat dari laporan kami ini.
   Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
   Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
   berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang
   dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                  ii
Page 4

          
Page 5

          
Page 6
                                                               DAFTAR ISI

SURAT PENGANTAR ........................................................................................................ i
PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................... iv
DAFTAR ISI ................................................................................................................... iv

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. I-1
1.1. LATAR BELAKANG ....................................................................................................... I-1
1.2. STATUS PENILAI DAN KUALIFIKASI PENILAI .................................................................. I-1
1.3. IDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN ............................................... I-1
1.4. MAKSUD DAN TUJUAN PENILAIAN ............................................................................... I-1
1.5. PREMIS NILAI, DASAR NILAI DAN OPINI NILAI YANG DIGUNAKAN ................................. I-2
1.6. OBJEK PENILAIAN ........................................................................................................ I-2
1.7. BENTUK KEPEMILIKAN ................................................................................................. I-2
1.8. TANGGAL PENILAIAN (CUT OFF DATE) ......................................................................... I-2
1.9. JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN ......................................................................... I-2
1.10. RUANG LINGKUP ......................................................................................................... I-2
1.11. TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI ............................................................................. I-2
1.12. ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS .................................................................................... I-3
1.13. SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN ........................................ I-3
1.14. KONFIRMASI BAHWA PENILAIAN DILAKUKAN BERDASARKAN SPI.................................. I-3
1.15. DEFINISI DAN ISTILAH YANG DIGUNAKAN DALAM PENILAIAN ....................................... I-3
1.16. PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN PUBLIKASI ............................................................. I-4
1.17. KONDISI DAN SYARAT PEMBATAS SERTA SKENARIO HIPOTESIS YANG SECARA
      LANGSUNG MEMPENGARUHI PENILAIAN ..................................................................... I-4
1.18. TANGGUNG JAWAB PENILAI TERHADAP PIHAK LAIN ..................................................... I-6
1.19. PERNYATAAN INDEPENDENSI ...................................................................................... I-6
1.20. PEMBATASAN KEWAJIBAN .......................................................................................... I-6

BAB II DATA DAN INFORMASI ...................................................................................... II-1
2.1. HASIL PELAKSANAAN INSPEKSI ................................................................................... II-1
2.2. HASIL PEMERIKSAAN ATAS DOKUMEN HUKUM YANG RELEVAN DENGAN OBJEK
      PENILAIAN ................................................................................................................. II-1
2.3. PENJELASAN MENGENAI TINGKAT KEPEMILIKAN DAN SIFAT PENGENDALIAN OBJEK
      PENILAIAN (CONTROLLING) ........................................................................................ II-1
2.4. PENJELASAN MENGENAI TINGKAT LIKUIDITAS PASAR OBJEK PENILAIAN
      (MARKETABILITY) ....................................................................................................... II-1
2.5. URAIAN MENGENAI TENAGA AHLI DAN HASIL PEKERJAAN TENAGA AHLI ..................... II-1
2.6. URAIAN MENGENAI PENILAI PROPERTI DAN HASIL PENILAIAN PROPERTI ..................... II-1
2.7. PENJELASAN MENGENAI KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN
      (SUBSEQUENT EVENT) ................................................................................................ II-1
2.8. URAIAN MENGENAI KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG
      TERKAIT DENGAN OBJEK PENILAIAN ........................................................................... II-2
2.9. HASIL IDENTIFIKASI ATAS ASET NON OPERASIONAL, KEWAJIBAN NON
      OPERASIONAL DAN KELEBIHAN ATAU KEKURANGAN ASET OPERASIONAL (EXCESS
      OR DEFICIENT) YANG TERKAIT DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENILAIAN .................. II-2
2.10. INFORMASI MENGENAI IDENTITAS DAN JABATAN PIHAK-PIHAK YANG TELAH
      DIWAWANCARAI DAN HUBUNGANNYA DENGAN OBJEK PENILAIAN ............................. II-2
2.11. INFORMASI KEUANGAN .............................................................................................. II-2




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                                                        v
Page 7
2.12. DATA INDUSTRI, DATA PASAR, DATA EKONOMI DAN INFORMASI EMPIRIS LAINNYA
      YANG MENDUKUNG PENILAIAN .................................................................................. II-2
2.13. DOKUMEN DAN SUMBER INFORMASI YANG DISEDIAKAN OLEH ATAU YANG TERKAIT
      DENGAN ENTITAS....................................................................................................... II-2

BAB III INFORMASI NON KEUANGAN ........................................................................... III-1
3.1. SIFAT, LATAR BELAKANG DAN RIWAYAT PERUSAHAAN ............................................... III-1
3.2. FASILITAS OPERASIONAL ........................................................................................... III-1
3.3. STRUKTUR ORGANISASI ............................................................................................. III-1
3.4. MANAJEMEN, TERMASUK DIREKTUR, KOMISARIS DAN KARYAWAN KUNCI .................. III-1
3.5. JENIS-JENIS EKUITAS DAN HAK YANG MELEKAT .......................................................... III-2
3.6. PRODUK/JASA YANG DIHASILKAN .............................................................................. III-2
3.7. LATAR BELAKANG EKONOMI ...................................................................................... III-2
3.8. PASAR GEOGRAFIS .................................................................................................... III-2
3.9. PASAR INDUSTRI ....................................................................................................... III-5
3.10. PEMASOK DAN PELANGGAN KUNCI ........................................................................... III-5
3.11. PERSAINGAN ............................................................................................................. III-5
3.12. RISIKO USAHA ........................................................................................................... III-5
3.13. STRATEGI DAN RENCANA MASA DEPAN PERUSAHAAN ............................................... III-6

BAB IV LAPORAN KEUANGAN DAN INFORMASI KEUANGAN LAINNYA ............................. IV-1
4.1. LAPORAN KEUANGAN ............................................................................................... IV-1
4.2. PENYESUAIAN TERHADAP DATA LAPORAN KEUANGAN ............................................... IV-3
4.3. LAPORAN KEUANGAN YANG DISESUAIKAN ................................................................. IV-3
4.4. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN ................................................................................. IV-4
4.5. INFORMASI KEUANGAN PROSPEKTIF ....................................................................... IV-12
4.6. PERBANDINGAN INFORMASI KEUANGAN INDUSTRI YANG SEBANDING UNTUK
      PERIODE YANG SESUAI ............................................................................................ IV-13
4.7. INFORMASI PERPAJAKAN ........................................................................................ IV-14
4.8. INFORMASI KOMPENSASI BAGI PEMEGANG SAHAM................................................. IV-14
4.9. INFORMASI MENGENAI ASURANSI YANG DITANGGUNG OLEH PERUSAHAAN UNTUK
      KARYAWAN KUNCI .................................................................................................. IV-14
4.10. ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN.............................................................. IV-14

BAB V PENILAIAN SAHAM ........................................................................................... V-1
5.1. PERTIMBANGAN PENDEKATAN DAN METODE PENILAIAN SERTA PENENTUAN DLOM
     DAN DLOC/PFC .......................................................................................................... V-1
5.2. PERHITUNGAN INDIKASI NILAI .................................................................................... V-4
5.3. REKONSILIASI NILAI.................................................................................................. V-13
5.4. KESIMPULAN NILAI .................................................................................................. V-14

LAMPIRAN




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                                                      vi
Page 8
                                                 BAB I
                                             PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
     PT Jayamas Medica Industri Tbk (selanjutnya disebut OMED atau Pemberi Tugas) memiliki
     anak perusahaan PT Intisumber Hasil Sempurna Global (selanjutnya disebut IHSG) dan PT
     Inti Medicom Retailindo (selanjutnya disebut IMR atau objek penilaian atau Perseroan
     atau Perusahaan). IHSG merencanakan melakukan penambahan setoran modal saham
     baru pada IMR. Atas rencana transaksi tersebut diperlukan penilaian saham dari Penilai
     Independen. IMR merupakan perusahaan tunggal bukan holding company.
1.2. STATUS PENILAI DAN KUALIFIKASI PENILAI
     Penilai adalah IDR dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak memihak.
     Penilai tidak ada keterlibatan material atau benturan kepentingan baik aktual maupun
     bersifat potensial dengan subjek dan/atau objek penilaian. Penilai memiliki kompetensi
     untuk melakukan penilaian. Penilai dapat menggunakan atau tidak menggunakan tenaga
     ahli atau penilai lain di luar IDR sesuai dengan kebutuhan penugasan dengan seizin dari
     Pemberi Tugas.
      Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah
      memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No.
      772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
      (OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat
      Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No: STTD.PPB-33/PM.2/2018 tanggal 28
      September 2018 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
1.3. IDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
1.3.1. Pemberi Tugas
       Nama Pemberi Tugas : PT Jayamas Medica Industri Tbk
       Bidang Usaha        : Manufaktur alat kesehatan, alat kesehatan elektromedik, alat
                             diagnostik, antiseptik dan desinfektan, perbekalan kesehatan
                             rumah tangga lainnya
       Alamat Kantor Pusat : Jl. ByPass Krian, Ds.Sidomojo, Krian, Sidoarjo, Jawa Timur –
                             Indonesia
       No. Telepon/Fax     : 0231 8982349, 8985269
       Email               : corporate.secretary@onemed.co.id
       Website             : www.onemed.co.id
1.3.2. Pengguna Laporan
       Pengguna laporan penilaian adalah PT Jayamas Medica Industri Tbk dan Otoritas Jasa
       Keuangan.
1.4. MAKSUD DAN TUJUAN PENILAIAN
     Maksud penilaian adalah untuk memberikan penilaian independen atas Nilai Pasar objek
     penilaian per 31 Desember 2022 berdasarkan laporan keuangan perusahaan (audited) yang
     dinyatakan dalam mata uang sesuai dengan laporan keuangan, untuk tujuan Jual-Beli
     (Transfer of Ownership).




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                               I-1
Page 9
1.5. PREMIS NILAI, DASAR NILAI DAN OPINI NILAI YANG DIGUNAKAN
     Premis nilai yang digunakan terhadap objek penilaian adalah perusahaan yang bersifat
     going concern, dimana perusahaan akan berjalan terus meskipun terjadi pergantian pada
     pemilik atau manajemen perusahaan.
      Kondisi going concern adalah suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang
      beroperasi atau sekurang-kurangnya dalam proses konstruksi atau suatu premis dalam
      penilaian dimana Penilai menganggap suatu perusahaan akan terus melanjutkan
      operasinya secara berkelanjutan.
      Dasar Nilai dan opini nilai yang diungkapkan adalah Nilai Pasar.
1.6. OBJEK PENILAIAN
     Objek penilaian adalah 511 saham atau 100% saham IMR per 31 Desember 2022.
      Informasi singkat mengenai objek penilaian adalah:
      Nama Perusahaan        : PT Inti Medicom Retailindo
      Bidang Usaha           : Perdagangan besar dan eceran
      Alamat Kantor Pusat : Jl. Kencanasari Barat I, No.A4, Kelurahan Dukuh Pakis,
                               Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya, Jawa Timur
      No. Telepon/Fax        : (031) 5663931
      Email                  : medicomalkes@gmail.com
      Website                : www.onemedstore.id
1.7. BENTUK KEPEMILIKAN
     Objek penilaian merupakan kepemilikan mayoritas di Perusahaan.
1.8. TANGGAL PENILAIAN (CUT OFF DATE)
     Tanggal penilaian adalah per 31 Desember 2022, dimana batas tersebut diambil atas dasar
     laporan keuangan Perusahaan (audited).
1.9. JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN
     Jenis mata uang yang digunakan dalam penilaian ini sesuai dengan laporan keuangan yang
     disajikan dalam Rupiah.
1.10. RUANG LINGKUP
      Ruang lingkup penilaian, antara lain:
       a. Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi penilaian dan
          tanggal penilaian),
       b. Pengumpulan data,
       c. Analisis data,
       d. Estimasi nilai dengan menggunakan pendekatan penilaian,
       e. Penulisan laporan.
1.11. TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
      Tingkat kedalaman investigasi dalam melakukan penilaian ini adalah sebagai berikut:
      - Penilai tidak melakukan uji tuntas terhadap laporan keuangan dan implikasi aspek
          perpajakan perusahaan.
      - Penilai tidak melakukan penyelidikan atas legalitas dokumen-dokumen yang
          digunakan dalam proses penilaian.
      - Terdapat data dan informasi yang relevan yang diambil dari sumber yang layak.



Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                 I-2
Page 10
      -   Penelaahan, perhitungan dan analisis dapat dilakukan dengan baik tanpa terhalang
          oleh informasi yang tersembunyi atau sengaja disembunyikan.
1.12. ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS
      Asumsi dan asumsi khusus dalam penilaian ini adalah sebagai berikut :
      - Laporan keuangan yang digunakan dalam penilaian ini disajikan secara professional
         oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) sehingga diasumsikan tidak ada kesalahan
         pencatatan dalam laporan keuangan tersebut yang berpengaruh signifikan pada
         kesimpulan nilai.
      - Legalitas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian adalah benar dan
         tidak menyesatkan.
      - Data dan informasi yang relevan yang diperoleh dari berbagai sumber yang layak
         adalah benar, dapat dipertanggungjawabkan dan tidak menyesatkan.
      - Pemberi Tugas telah memberikan informasi yang lengkap mengenai objek penilaian
         dan tidak ada hal-hal yang disembunyikan yang dapat berpengaruh secara signifikan
         terhadap kesimpulan nilai.
      - Data/informasi yang diperoleh dari Pemberi Tugas adalah benar sesuai dengan
         keadaan sesungguhnya.
1.13. SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
      Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui
      untuk digunakan sepanjang sumber data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional
      maupun internasional. Sumber data tersebut antara lain:
      - Bank Indonesia
      - Damodaran
      - Bursa Efek Indonesia
      - Badan Pusat Statistik
      - Indopremier
      - Reuters
      - Informasi dan media massa elektronik lainnya.
1.14. KONFIRMASI BAHWA PENILAIAN DILAKUKAN BERDASARKAN SPI
      Penilaian ini dilakukan berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII -2018 yang
      berlaku.
      Selain itu, kami juga merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.
      35/POJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
      Pasar Modal.
1.15. DEFINISI DAN ISTILAH YANG DIGUNAKAN DALAM PENILAIAN
      Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu
      aset atau liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan
      penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya
      dilakukan secara layak, di mana kedua Pihak masing–masing bertindak atas dasar
      pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan (Peraturan OJK No.
      35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 14).
      Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar
      untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang



Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                   I-3
Page 11
      berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas
      ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak mas ing-masing
      bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan (SPI
      101 Edisi VII-2018 angka 3.1).
      Diskon Tanpa Pengendalian (Discount for Lack of Control) adalah suatu jumlah atau
      persentase tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu ekuitas sebagai cerminan
      dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek Penilaian. (Peraturan OJK No.
      35/POJK.04/2020 pasal 1 ayat 28).
      Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketabilities) adalah suatu jumlah atau
      persentase tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu ekuitas sebagai cerminan
      dari kurangnya likuiditas objek Penilaian. (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1
      ayat 29).
      Premi Pengendalian (Premium for Control) adalah suatu jumlah atau persentase tertentu
      yang merupakan penambah dari Nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari tingkat
      pengendalian atas objek Penilaian. (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 ayat 31).
      Tingkat Diskonto adalah suatu Tingkat Imbal Balik untuk mengkonversikan nilai di masa
      depan ke nilai sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang dan ketidakpastian atas
      terealisasinya pendapatan ekonomi. (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 ayat 35).
      Tenaga Ahli adalah orang yang mempunyai keahlian dan kualifikasi pada suatu bidang
      tertentu di luar ruang lingkup kegiatan Penilaian dan tidak bekerja pada kantor jasa Penilai
      publik. (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 ayat 26).
1.16. PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN PUBLIKASI
      Siapapun kecuali Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan yang mendapat laporan ini atau
      tembusan daripadanya tidak ada hak untuk melakukan publikasi dan/atau menggunakan
      informasi baik secara keseluruhan ataupun sebagian dari laporan ini untuk keperluan
      apapun tanpa izin tertulis dari Penilai.
1.17. KONDISI DAN SYARAT PEMBATAS SERTA SKENARIO HIPOTESIS YANG SECARA LANGSUNG
      MEMPENGARUHI PENILAIAN
      a. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
      b. Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan
         dalam proses penilaian.
      c. Data dan Informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
         keakuratannya.
      d. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
         kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
         pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi keuangan.
      e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
         keuangan.
      f. Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
      g. Penilai memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.
      h. Penilai tidak melakukan penyelidikan atas legalitas dokumen-dokumen yang digunakan
         dalam proses penilaian dan tidak melakukan penyelidikan atas aspek akuntansi dan
         keuangan serta implikasi perpajakan.



Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                     I-4
Page 12
      i. Adalah bukan tugas Penilai untuk melakukan uji tuntas (due diligence) dari aspek
         hukum atas catatan publik serta catatan kepemilikan.
      j. Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar dan
         dapat dipertanggungjawabkan dan apabila ternyata data dan informasi tersebut tidak
         benar maka Pemberi Tugas membebaskan IDR dari tanggung jawab atas hasil penilaian
         yang tidak tepat dikarenakan kesalahan tersebut.
      k. Penilai dibebaskan dari segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan dengan
         penggunaan laporan yang tidak sesuai dengan tujuan dan kepentingan dari laporan
         penilaian.
      l. Pemberi Tugas adalah seseorang atau badan usaha yang memberi instruksi kepada
         penilai termasuk direksi, penasehat profesionalnya atau contact person atau yang
         mewakilinya yang memberikan data dan informasi mengenai objek penilaian termasuk
         yang menunjukkan letak lokasi tempat objek penilaian.
      m. Pengguna laporan merujuk kepada seseorang, kelompok atau suatu entitas atau yang
         mewakilinya atau penasihat profesionalnya sebagai pengguna hasil penilaian yang
         didasarkan dari hasil perikatan penugasan antara IDR dan Pemberi Tugas.
      n. Informasi yang telah diberikan oleh pihak lain kepada Penilai seperti yang telah
         disebutkan dalam laporan penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi P enilai tidak
         bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai
         dengan hal yang sesungguhnya. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran
         informasi tersebut sepenuhnya berada di Pihak Pemberi Tugas.
      o. Penilaian ini dilakukan dalam kondisi yang tidak menentu (tingginya tingkat
         ketidakpastian) sebagai akibat dari adanya Pandemi wabah Covid-19 sehingga
         pengguna laporan penilaian diminta untuk berhati-hati dalam menentukan relevansi
         antara hasil penilaian dengan kebutuhannya (terkait penggunaannya hasil penilaian),
         khususnya berkenaan dengan perbedaan antara tanggal penilaian dan waktu
         penggunaan hasil penilaian dalam pengambilan keputusan bisnis dan
         ekonomi/keuangan.
      p. Perbedaan kondisi yang mungkin terjadi antara tanggal penilaian dengan waktu
         penggunaan hasil penilaian dapat menurunkan relevansi opini nilai terhadap
         kebutuhan pengguna hasil penilaian, dikarenakan adanya perbedaan akses data dan
         informasi serta asumsi dan analisis penilaian. Apabila pengguna hasil penilaian
         menemukan kondisi tersebut, disarankan untuk menugaskan Penilai melakukan reviu
         terhadap penugasan yang telah dilaksanakan dan apabila dimungkinkan dan
         dibutuhkan, Penilai dapat melakukan penilaian ulang dengan mengulang kembali
         prosedur penilaian yang sebelumnya dilakukan, secara lebih lengkap. Proses dan
         prosedur tersebut harus dituangkan dalam penugasan yang berdiri sendiri dan berbeda
         dengan penugasan penilaian sebelumnya.
      q. Laporan ini bukan merupakan rekomendasi untuk melakukan atau tidak melakukan
         suatu transaksi sesuai dengan tujuan dalam laporan ini, dan laporan ini tidak terikat
         dengan transaksi yang dilakukan dan transaksi yang dilakukan adalah mutlak
         keputusan dari pihak-pihak yang bertransaksi.
      r. Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tandatangan asli/basah Pemimpin
         Rekan/Rekan dan stempel/seal perusahaan KJPP Iskandar dan Rekan serta tidak dapat




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                  I-5
Page 13
         dipertanggungjawabkan bilamana Pemberi Tugas tidak melunasi imbalan jasa atas
         pekerjaan penilaian ini.
      s. Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan
         (integral) dari laporan penilaian.
1.18. TANGGUNG JAWAB PENILAI TERHADAP PIHAK LAIN
      Penilai tidak bertanggung jawab terhadap pihak-pihak lain, kecuali kepada Pemberi Tugas
      seperti yang disebutkan dalam laporan penilaian sesuai dengan tujuan penilaian.
1.19. PERNYATAAN INDEPENDENSI
      1. Dalam mempersiapkan laporan ini, kami tidak memiliki benturan kepentingan dengan
         Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan transaksi yang akan
         dilakukan Perseroan.
      2. Dalam mempersiapkan laporan ini, kami telah bertindak secara independen tanpa
         adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham
         Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga
         tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan
         ini. Selanjutnya, laporan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntu ngan atau
         kerugian pada pihak manapun.
      3. Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai kami yang memiliki kepentingan
         dalam bentuk apapun yang dapat menghalangi kami untuk melakukan penilaian secara
         independen. Kompensasi dan honorarium kami tidak bergantu ng kepada kejadian
         maupun kesimpulan yang diambil oleh Perseroan sebagai akibat dari laporan kami ini.
1.20. PEMBATASAN KEWAJIBAN
      Pemberi Tugas dengan ini secara tegas membebaskan KJPP Iskandar dan Rekan terhadap
      tuntutan pihak lain dan berjanji untuk membayar ganti rugi kepada KJPP Iskandar dan
      Rekan, jika KJPP Iskandar dan Rekan karena sebab apapun dirugikan oleh pihak lain terkait
      dengan penugasan penilaian ini.




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                  I-6
Page 14
                                                    BAB II
                                             DATA DAN INFORMASI
2.1. HASIL PELAKSANAAN INSPEKSI
     Pengumpulan data terhadap objek penilaian telah dilakukan pada tanggal 27 Februari
     2023 – 12 Juni 2023, dengan melakukan wawancara dengan Manajemen untuk
     kelengkapan data dan informasi.
2.2. HASIL PEMERIKSAAN ATAS DOKUMEN HUKUM YANG RELEVAN DENGAN OB JEK
     PENILAIAN
     Kami menerima salinan dokumen-dokumen hukum milik Perusahaan, namun kami tidak
     melakukan pengecekan keabsahan dari dokumen hukum tersebut.
      Berdasarkan hasil konfirmasi dengan Pemberi Tugas, objek penilaian telah memiliki
      legalitas formal dan operasional serta perizinan dalam menjalankan usahanya.
2.3. PENJELASAN MENGENAI TINGKAT KEPEMILIKAN DAN SIFAT PENGENDALIAN OB JEK
     PENILAIAN (CONTROLLING)
     Pemegang saham Perseroan adalah PT Intisumber Hasil Sempurna Global sebagai
     pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sebesar 261 saham atau 51,08% saham,
     Yacobus Jemmy Hartanto dengan kepemilikan sebesar 75 saham atau 14,68% saham,
     Siane Soetanto dengan kepemilikan sebesar 75 saham atau 14,68% saham, Leonard
     Hariadi Hartanto dengan kepemilikan sebesar 50 saham atau 9,78% saham dan Louis
     Krisnandi Hartanto dengan kepemilikan sebesar 50 saham atau 9,78% saham.
      Pengendalian Perseroan dilakukan langsung oleh Direksi yang dibantu oleh Staff yang
      bertugas sesuai dengan penugasan yang diberikan oleh Direksi.
2.4. PENJELASAN MENGENAI TINGKAT LIKUIDITAS PASAR OBJEK PENILAIAN
     (MARKETABILITY)
     IMR adalah Perseroan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjual-belikan di pasar
     modal maka objek penilaian bersifat tidak likuid.
2.5. URAIAN MENGENAI TENAGA AHLI DAN HASIL PEKERJAAN TENAGA AHLI
     Dalam penilaian ini kami tidak menggunakan tenaga ahli dan hasil pekerjaan tenaga ahli.
     Dengan demikian informasi mengenai tenaga ahli dan hasil pekerjaan tenaga ahli tidak
     ada.
2.6. URAIAN MENGENAI PENILAI PROPERTI DAN HASIL PENILAIAN PROPERTI
     Dalam penilaian ini, kami tidak menggunakan penilai properti dan hasil pekerjaan penilai
     properti lain. Dengan demikian informasi mengenai penilai properti dan hasil pekerjaan
     penilai properti dari penilai properti lain tidak ada.
2.7. PENJELASAN MENGENAI KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN
     (SUBSEQUENT EVENT)
     Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
     berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian
     yang dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                               II-1
Page 15
2.8. URAIAN MENGENAI KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG TERKAIT
     DENGAN OBJEK PENILAIAN
     Ketentuan peraturan perundang-undangan dan peraturan pemerintah yang terkait
     dengan objek penilaian adalah sebagai berikut:
     a. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
     b. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.
     c. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.
     d. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi
        dan Alat Kesehatan.
     e. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1191 Tahun 2010 tentang
        Penyaluran Alat Kesehatan.
     f. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22/M-DAG/PER/3/2016 tentang Ketentuan
        Umum Distribusi Barang.
     g. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 62 Tahun 2017 tentang Izin Edar Alat Kesehatan,
        Alat Kesehatan Diagnostik In Vitro, dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga.
     h. Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan
        Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi Dalam
        Rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pelaksanaan
        Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
2.9. HASIL IDENTIFIKASI ATAS ASET NON OPERASIONAL, KEWAJIBAN NON OPERASIONAL
     DAN KELEBIHAN ATAU KEKURANGAN ASET OPERASIONAL (EXCESS OR DEFICIENT) YANG
     TERKAIT DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENILAIAN
     Berdasarkan hasil identifikasi atas setiap aset dan kewajiban dari laporan keuangan per
     31 Desember 2022 (audited) IMR memiliki aset non operasional berupa kas dan setara kas
     namun IMR tidak memiliki kewajiban non operasional. IMR tidak ada kekurangan atau
     kelebihan atas aset operasional untuk melaksanakan kegiatan operasinya saat ini.
     Pengaruhnya terhadap penilaian, aset non operasional akan ditambahkan dan kewajiban
     non operasional sebagai pengurang pada indikasi nilai ekuitas yang diperoleh dari
     pendekatan pendapatan, jika menggunakan pendekatan pendapatan.
2.10. INFORMASI MENGENAI IDENTITAS DAN JABATAN PIHAK-PIHAK YANG TELAH
      DIWAWANCARAI DAN HUBUNGANNYA DENGAN OBJEK PENILAIAN
      Kami telah melakukan diskusi dan wawancara dengan manajemen Pemberi Tugas dan
      Objek Penilaian pada tanggal 27 Februari 2023 – 12 Juni 2023. Identitas yang kami
      wawancarai adalah Ibu Felicia sebagai representatif Pemberi Tugas dan Perseroan.
2.11. INFORMASI KEUANGAN
      Informasi keuangan historis Perusahaan diperoleh dari laporan keuangan yang berakhir
      pada periode 31 Desember 2018 – 31 Desember 2022 (audited).
2.12. DATA INDUSTRI, DATA PASAR, DATA EKONOMI DAN INFORMASI EMPIRIS LAINNYA
      YANG MENDUKUNG PENILAIAN
      Perkembangan Industri Alat Kesehatan
      Data Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan
      menunjukkan pertumbuhan sarana produksi alat kesehatan terus meningkat. Dari 193
      perusahaan pada 2015, telah mencapai 891 perusahaan pada 2021. Dalam lima tahun
      terakhir, industri alat kesehatan dalam negeri tumbuh sebanyak 698 industri atau


Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                            II-2
Page 16
      meningkat 361,66%. Ketika Covid-19 melanda Indonesia, permintaan terhadap berbagai
      vitamin, suplemen dan obat-obatan untuk meningkatkan kekebalan tubuh meningkat
      drastis. Sektor industri alat kesehatan dan farmasi masuk dalam kategori high demand di
      tengah pandemi Covid-19. Begitu pula halnya dengan permintaan alat tes rapid antigen
      di saat pandemi Covid-19 dua tahun terakhir cukup tinggi, baik untuk memenuhi
      kebutuhan di dalam negeri, maupun untuk diekspor ke luar negeri.
      Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE)
      Kementerian Perindustrian mengatakan, saat ini sudah banyak merek-merek alat tes rapid
      antigen yang beredar di pasaran. Sebagian besar yang memiliki izin edar adalah produsen
      rapid test berasal dari perusahaan luar negeri. Namun demikian, banyak juga produsen
      rapid tes antigen yang berasal dari dalam negeri. Bendahara Asosiasi Alat Kesehatan
      secara terpisah mengemukakan tantangannya agar produk rapid antigen lokal harus dapat
      mencapai kualitas produk minimal sebagaimana produk global yang sudah memiliki izin
      penggunaan dari WHO.
      Sekretaris Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemkes menyampaikan,
      Kementerian Kesehatan (Kemkes) telah membuat sebuah peta jalan untuk mengakselerasi
      perkembangan industri farmasi dan alat kesehatan menuju industri 4.0, sejalan dengan
      program Making Indonesia 4.0 yang dipimpin oleh Kementerian Perindustrian
      (Kemenperin). Peta jalan tersebut mengakselerasi perkembangan industri farmasi dan alat
      kesehatan, mencakup langkah yang harus dilalui, target perkembangan produk, serta
      jangka waktu. Target dari peta jalan tersebut adalah kemajuan industri untuk
      menghasilkan produk bahan baku yang berteknologi tinggi. Menperin meminta dunia
      usaha memanfaatkan peluang mengisi pasar alat kesehatan di dalam negeri, sekaligus
      meningkatkan kualitas alat kesehatan untuk merebut pasar ekspor.
      Permintaan tersebut disampaikan Menperin beberapa waktu yang lalu, mengingat
      Kementerian Perindustrian telah menempatkan industri farmasi dan alat kesehatan
      sebagai sektor strategis dalam penerapan industri 4.0. Kementerian Investasi/Badan
      Koordinasi Penanaman Modal melalui juru bicaranya mengemukakan, salah satu sektor
      yang tumbuh di tengah situasi pandemi ini adalah sektor kesehatan dan
      manufaktur. Berdasar catatan Badan Pusat Statistik (BPS) produk domestik bruto (PDB)
      atas dasar harga konstan (ADHK) industri kimia, farmasi, dan obat tradisional mencapai
      Rp59,88 triliun pada kuartal I/2022. PDB industri tersebut masih tumbuh 6,47%
      dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).
      Prospek Pasar Industri Alat Kesehatan
      Pasar alat kesehatan di Indonesia saat ini masih didominasi oleh produsen luar negeri. Hal
      tersebut menunjukkan kebutuhan dan potensi pasar peralatan medis merek lokal untuk
      dapat bersaing mengingat banyaknya fasilitas kesehatan serta meningkatnya kebutuhan
      berobat masyarakat. Terlebih, dengan banyaknya produk impor alat kesehatan yang
      beredar, kondisi ini seharusnya dapat menjadi motivasi untuk tidak bergantung pada alat
      kesehatan impor. Obat dan alat kesehatan merupakan dua komponen terbesar dari total
      biaya kesehatan saat ini. Alat-alat kesehatan seperti mesin X-Ray (Roetgen), CT-Scan, MRI,
      Cathlab, USG, serta produk alat perlindungan dan beragam peralatan medis lainnya
      hampir seluruhnya diimpor dari luar dan dikenakan bea masuk serta pajak penjualan. Jika



Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                II-3
Page 17
      alat tersebut dapat diproduksi mandiri, maka biaya pengobatan masyarakat tentunya
      dapat bisa lebih terjangkau. Produsen alat kesehatan dalam negeri terus berupaya
      mengurangi ketergantungan pada barang impor, dengan mulai memproduksi produk alat
      kesehatan mandiri.
      Keberadaan 3.100 rumah sakit dan sekitar 10.000 puskesmas dan klinik, menjadikan
      Indonesia memiliki potensi tersembunyi untuk pasar alat kesehatan. Sebagaimana
      diketahui, alat kesehatan merupakan salah satu komponen terbesar dalam biaya
      kesehatan selain obat. Jika alat-alat kesehatan dapat diproduksi secara mandiri oleh
      perusahaan dalam negeri, maka biaya pengobatan di Indonesia dapat menjadi lebih
      terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan
      kesadaran masyarakat Indonesia atas kualitas kesehatan, pertumbuhan industri alat
      kesehatan diperkirakan sebesar 10%-15% setiap tahunnya. Nilai pasar alat kesehatan di
      Indonesia diperkirakan telah tumbuh dari sekitar Rp65 triliun di tahun 2016 hingga
      menjadi Rp85 triliun di tahun 2020, dan sekitar Rp94 triliun pada tahun 2021. Pemerintah
      sendiri menargetkan perusahaan dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan alat
      kesehatan Indonesia hingga 30% pada 2030, dimana saat ini masih hanya sebesar 7%.
      Berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 2 Tahun 2022, pemerintah telah
      mendorong penggunaan produk dalam negeri sehingga menjadi sebuah kesempatan yang
      sangat baik untuk berbagai industri, termasuk industri alat kesehatan untuk dapat
      memenuhi peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Bahwa dengan adanya Inpres
      No. 2 tahun 2022 tersebut, membuka peluang yang besar bagi Perseroan untuk
      memproduksi produk alat kesehatan yang akan digunakan untuk keperluan dalam negeri.
      Salah satu instruksi untuk Menteri Kesehatan adalah mendorong Kementerian Kesehatan
      untuk melakukan perubahan ekosistem industri alat kesehatan dalam negeri menjadi
      menjadi industri yang berfokus pengembangan alat kesehatan dalam negeri. Kemenkes
      telah menetapkan program prioritas dalam pengembangan industri alat kesehatan dalam
      negeri antara lain penyusunan regulasi alat kesehatan produksi dalam negeri, pemenuhan
      kebutuhan 10 alat kesehatan terbesar (by value dan by volume) produksi dalam negeri,
      hilirisasi hasil riset/inovasi dan uji klinik alat kesehatan produksi dalam negeri.
      Strategi kemandirian alat kesehatan dilakukan dengan cara peningkatan belanja dalam
      negeri untuk 16 dari 19 alkes terbesar by value & volume produksi dalam negeri dan
      produksi alkes berteknologi tinggi (CT scan, Endoskopi dan MRI). Berdasarkan strategi
      tersebut, maka arah pengembangan alat kesehatan dilaksanakan sesuai dengan 10 alkes
      by volume dan by value. Dalam upaya meningkatkan akses, kemandirian, dan mutu alat
      kesehatan, perlu dibangun ekosistem riset dan pengembangan yang terintegrasi antara
      akademisi, swasta dan pemerintah. Ekosistem yang lengkap dapat terbentuk oleh adanya
      kemitraan 3 pihak yang kuat, triple helix antara dunia penelitian (akademisi), dunia swasta
      (pelaku usaha) sebagai pihak yang memanfaatkan hasil penelitian, dan pemerintah yang
      memfasilitasi terjadinya inovasi.
2.13. DOKUMEN DAN SUMBER INFORMASI YANG DISEDIAKAN OLEH ATAU YANG TERKAIT
      DENGAN ENTITAS
      Dokumen hukum dan perizinan yang kami peroleh dari manajemen Perusahaan dan
      Pemberi Tugas adalah sebagai berikut :



Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                II-4
Page 18
       • Akta pendirian PT Inti Medicom Retailindo berdasarkan Akta No. 55 tanggal 15
         Desember 2012 dari DR. J. Andy Hartanto, S.H., M.H., Ir., M.M.T, notaris di Surabaya,
         yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik
         Indonesia dengan surat keputusan No. AHU-16432.AH.01.01 Tahun 2013 tanggal 1
         April 2013.
       • Anggaran dasar perubahan terakhir berdasarkan Akta no. 7 tanggal 1 Maret 2022 dari
         Julia Seloadji, S.H., notaris di Surabaya, mengenai perubahan pasal 3 anggaran dasar
         Perseroan.
      • Nomor Izin Berusaha 0607220033018 atas nama PT Inti Medicom Retailindo.
      • Nomor Pokok Wajib Pajak 31.804.818.8-618.000 atas nama PT Inti Medicom
         Retailindo.
      Dokumen informasi keuangan yang kami peroleh dari manajemen Perusahaan dan
      Pemberi Tugas adalah sebagai berikut:
       • Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
         diaudit oleh Akuntan Publik Maradona Manurung dari KAP Tanubrata, Sutanto, Fahmi,
         Bambang & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
       • Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
         diaudit oleh Akuntan Publik Herry Sunarto dari KAP Tanubrata, Sutanto, Fahmi,
         Bambang & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
       • Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20 20 yang
         diaudit oleh Akuntan Publik Yuliana Setiawati dari KAP Suharli, Sugiharto & Rekan
         dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
       • Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20 19 yang
         diaudit oleh Akuntan Publik Yuliana Setiawati dari KAP Suharli, Sugiharto & Rekan
         dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
       • Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20 18 yang
         diaudit oleh Akuntan Publik Yuliana Setiawati dari KAP Suharli, Sugiharto & Rekan
         dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
       • Proyeksi keuangan dari manajemen IMR.
      Data dan informasi lainnya yang terkait dengan entitas objek penilaian kami peroleh dari
      sumber-sumber      yang    dapat    dipercaya    yaitu    antara    lain:   IndoPremier
      (www.indopremier.com) dan BEI (www.idx.co.id) serta hasil diskusi dan wawancara
      dengan manajemen Perseroan dan pemberi tugas.




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                              II-5
Page 19
                                              BAB III
                                      INFORMASI NON KEUANGAN
3.1. SIFAT, LATAR BELAKANG DAN RIWAYAT PERUSAHAAN
     PT Inti Medicom Retailindo didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 55 tanggal 15
     Desember 2012 dari DR. J. Andy Hartanto, S.H., M.H., Ir., M.M.T, notaris di Surabaya. Akta
     Pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
     dalam Surat Keputusannya No. AHU-16432.AH.01.01 tanggal 1 April 2013. Anggaran Dasar
     Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta no. 7
     tanggal 1 Maret 2022 dari notaris Julia Seloadji, S.H., berkedudukan di Surabaya tentang
     perubahan pasal 3 anggaran dasar Perseroan. Perubahan ini telah disahkan oleh
     Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.
     AHU-0015381.AH.01.02 Tahun 2022 tanggal 4 Maret 2022.
      Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaa n
      antara lain meliputi perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
      sepeda motor: terkhusus pada perdagangan eceran alat laboratorium, alat farmasi dan
      alat kesehatan manusia; perdagangan eceran khusus barang dan obat farmasi, alat
      kedokteran, parfum dan kosmetik lainnya; perdagangan eceran melalui media untuk
      komoditi makanan, minuman, tembakau, kimia, farmasi, kosmetik dan alat laboratorium;
      perdagangan eceran melalui media untuk berbagai macam barang lainnya, dan informasi
      dan komunikasi: portal web dan/atau platform digital dengan tujuan komersial.
      Perusahaan memulai kegiatan komersilnya sejak tahun 2012.
      Perusahaan berdomisili di Jl. Kencanasari Barat II, No. A4, Kelurahan Dukuh Pakis,
      Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya, Jawa Timur.
3.2. FASILITAS OPERASIONAL
     Perusahaan memiliki aset operasional dan fasilitas untuk mendukung kegiatan
     operasionalnya, yaitu kendaraan, inventaris kantor dan aset hak guna.
3.3. STRUKTUR ORGANISASI
     Struktur organisasi Perusahaan meliputi Dewan Komisaris yang melakukan fungsi
     pengawasan terhadap Direksi. Penanggung Jawab kegiatan Perusahaan secara
     keseluruhan oleh Direksi.
3.4. MANAJEMEN, TERMASUK DIREKTUR, KOMISARIS DAN KARYAWAN KUNCI
     Susunan Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan laporan keuangan 31 Desember 2022
     (audited) adalah sebagai berikut:
      Dewan Komisaris
      Komisaris        : Yacobus Jemmy Hartanto
      Direksi
      Direktur Utama : Rahmad Zainuddin
      Direktur         : Ira Agustin
      Direktur         : Wendy Fransisca Wiryono
     Berdasarkan informasi dari pihak manajemen, Perusahaan tidak memiliki karyawan kunci.




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                 III-1
Page 20
3.5. JENIS-JENIS EKUITAS DAN HAK YANG MELEKAT
     Jenis ekuitas objek penilaian adalah saham dengan hak yang sama. Semua saham yang
     dikeluarkan oleh Perusahaan adalah saham atas nama.
      Susunan pemegang saham Perusahaan berdasarkan laporan keuangan 31 Desember 2022
      (audited) adalah sebagai berikut:
                                              Jumlah               Jumlah
      No.           Pemegang Saham                       (%)
                                              Saham                  (Rp)
        1 PT Intisumber Hasil Sempurna Global      261  51,08%      261.000.000
        2 Yacobus Jemmy Hartanto                    75  14,68%        75.000.000
        3 Siane Soetanto                            75  14,68%        75.000.000
        4 Leonard Hariadi Hartanto                  50    9,78%       50.000.000
        5 Louis Krisnandi Hartanto                  50    9,78%       50.000.000
          Jumlah                                   511 100,00%      511.000.000

3.6. PRODUK/JASA YANG DIHASILKAN
     Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi usaha dalam bidang perdagangan besar dan
     eceran khusus barang dan obat farmasi, alat kedokteran seperti medis sekali pakai,
     antiseptik, dialisis, diagnostik dan peralatan rumah sakit.
3.7. LATAR BELAKANG EKONOMI
     Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2022 (c-to-c)
     Ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh sebesar 5,31%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
     lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah
     Transportasi dan Pergudangan sebesar 19,87%, diikuti Penyediaan Akomodasi dan Makan
     Minum sebesar 11,97%, dan Jasa Lainnya sebesar 9,47%. Sementara itu, Industri
     Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 4,89%. Sedangkan Pertanian,
     Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan
     Sepeda Motor masing-masing tumbuh sebesar 2,25% dan 5,52%.




                         Gambar 1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (c-to-c) (%)
                                         Sumber: Badan Pusat Statistik
      Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2022
      tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
      Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,34%; diikuti oleh Perdagangan Besar dan
      Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,85%; Pertanian, Kehutanan, dan
      Perikanan sebesar 12,40%; Pertambangan dan Penggalian sebesar 12,22%; serta




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                III-2
Page 21
      Konstruksi sebesar 9,77%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian
      Indonesia mencapai 65,58%.
      Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2022 Terhadap Triwulan IV-2021 (y-on-y)
      Ekonomi Indonesia triwulan IV-2022 terhadap triwulan IV-2021 (y-on-y) tumbuh sebesar
      5,01%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh
      signifikan adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 16,99%, diikuti Penyediaan
      Akomodasi dan Makan Minum sebesar 13,81%, serta Jasa Lainnya sebesar 11,14%. Sebagai
      lapangan usaha yang memiliki peran dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar
      5,64%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan
      Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh sebesar 4,51% dan
      6,55%.




                         Gambar 2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-on-y) (%)
                                          Sumber: Badan Pusat Statistik

      Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2022 Terhadap Triwulan III-2022 (q-to-q)
      Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2022 tumbuh sebesar 0,36% (q-to-q) dibanding
      triwulan III-2022. Hampir seluruh lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan Usaha
      Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh signifikan
      sebesar 10,56%, diikuti Jasa Pendidikan sebesar 9,22%, serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan
      Sosial sebesar 8,48%. Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 1,60%.
      Sementara untuk Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami kontraksi
      pertumbuhan sebesar 17,40% serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan
      Sepeda Motor tumbuh sebesar 0,69%.




                         Gambar 3. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (q-to-q) (%)
                                          Sumber: Badan Pusat Statistik



Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                III-3
Page 22
      PDB Menurut Pengeluaran, Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2022 (c-to-c)
      Ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh sebesar 5,31%. Pertumbuhan terjadi pada hampir
      semua komponen pengeluaran kecuali Komponen PK-P yang terkontraksi sebesar 4,51%.
      Komponen pengeluaran yang tumbuh signifikan adalah Komponen Ekspor Barang dan Jasa
      sebesar 16,28%, diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang
      Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 5,64%, Komponen Pengeluaran Konsumsi
      Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,93%, dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto
      (PMTB) sebesar 3,87%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan
      faktor pengurang dalam PDB menurut pengeluaran) tumbuh sebesar 14,75%.




                     Gambar 4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (c-to-c) (%)
                                         Sumber: Badan Pusat Statistik

      Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2022 tidak
      menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
      Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 51,87%,
      diikuti oleh komponen PMTB sebesar 29,08%, Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar
      24,49%, Komponen PK-P sebesar 7,66%, Komponen PK-LNPRT sebesar 1,17%, dan
      Komponen Perubahan Inventori sebesar 0,66%. Sementara itu, Komponen Impor Barang
      dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDB memiliki peran sebesar 20,90%.
      Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2022 Terhadap Triwulan IV-2021 (y-on-y)
      Ekonomi Indonesia triwulan IV-2022 terhadap triwulan IV-2021 tumbuh sebesar 5,01% (y-
      on-y). Pertumbuhan terjadi pada hampir semua komponen pengeluaran, kecuali
      Komponen PK-P yang terkontraksi sebesar 4,77%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada
      Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh sebesar 14,93%, diikuti oleh Komponen
      PK-LNPRT, Komponen PK-RT, dan Komponen PMTB yang masing-masing tumbuh sebesar
      5,70%, 4,48%, dan 3,33%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh
      sebesar 6,25%.




                     Gambar 5. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y) (%)
                                         Sumber: Badan Pusat Statistik




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                  III-4
Page 23
      Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2022 Terhadap Triwulan III-2022 (q-to-q)
      Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2022 dibanding triwulan III-2022 (q-to-q) tumbuh
      sebesar 0,36%. Pertumbuhan terjadi pada semua Komponen Pengeluaran kecuali
      Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang terkontraksi sebesar 0,25%. Pertumbuhan
      tertinggi terjadi pada Komponen PK-P sebesar 30,13%, diikuti oleh Komponen PMTB,
      Komponen PK-RT, dan Komponen PK-LNPRT yang masing-masing tumbuh sebesar 3,31%;
      2,12%; dan 0,46%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa mengalami kontraksi
      pertumbuhan sebesar 2,53%.




                     Gambar 6. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (q-to-q) (%)
                                         Sumber: Badan Pusat Statistik

3.8. PASAR GEOGRAFIS
     Perusahaan bergerak di bidang perdagangan eceran alat laboratorium, alat farmasi dan
     alat kesehatan manusia, perdagangan eceran khusus barang dan obat farmasi, alat
     kedokteran dengan pasar geografis meliputi seluruh Indonesia.
3.9. PASAR INDUSTRI
     Pasar industri IMR adalah Perusahaan atau Perseorangan yang membutuhkan produk
     kesehatan.
3.10. PEMASOK DAN PELANGGAN KUNCI
      Berdasarkan informasi manajemen, Perseroan memiliki pemasok kunci yaitu PT
      Intisumber Hasil Sempurna Global namun Perseroan tidak memiliki pelanggan kunci.
3.11. PERSAINGAN
      Persaingan usaha antar perusahaan sejenis tergolong dalam intensitas sedang. Oleh
      karena itu, Perseroan mengandalkan kemampuan inovasi, kolaborasi dan upaya -upaya
      berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan jasa didukung oleh
      sumber daya yang berkualitas serta manajemen perusahaan yang baik sehingga menjamin
      kepuasan pelanggan dan mampu menghadapi persaingan usaha.
3.12. RISIKO USAHA
      Risiko yang dihadapi Perusahaan di antaranya adalah:
      • Risiko Kredit
          Risiko kredit yang dihadapi oleh Perusahaan berasal dari kredit yang diberikan kepada
          pelanggan. Untuk meringankan risiko ini, ada kebijakan untuk memastikan penjualan
          produk hanya dibuat kepada pelanggan yang dapat dipercaya dan terbukti mempunyai
          sejarah kredit yang baik.




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                  III-5
Page 24
      •   Risiko Likuiditas
          Perusahaan mengelola profil likuiditasnya untuk dapat mendanai pengeluaran
          modalnya dan mengelola utang yang jatuh tempo dengan mengatur kas dan
          ketersediaan pendanaan melalui jumlah komitmen fasilitas kredit yang cukup.
3.13. STRATEGI DAN RENCANA MASA DEPAN PERUSAHAAN
      Dalam menghadapi kondisi bisnis, manajemen tetap berhati-hati (prudent) dalam
      mengelola dan menjalankan operasi. Manajemen Perusahaan memiliki langkah-langkah
      strategis dan rencana masa depan sebagai berikut:
      •   Meningkatkan promosi digital marketing dan media konvensional.
      •   Menjalin kerjasama strategis yang saling menguntungkan dengan semua relasi demi
          kelancaran operasional perusahaan.
      •   Memaksimalkan dukungan pendanaan dari pemegang saham.




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                           III-6
Page 25
                                 BAB IV
             LAPORAN KEUANGAN DAN INFORMASI KEUANGAN LAINNYA
4.1. LAPORAN KEUANGAN
     Laporan keuangan Perusahaan yang berakhir pada tahun 2018 – 2022 adalah sebagai
     berikut:
       PT INTI MEDICOM RETAILINDO
       Laba Rugi (Rp. Juta)                             (5.472)     (6.305)     (11.979) (16.664) (16.115)
                                                                               Tahun
                          Uraian
                                                        2018        2019        2020      2021      2022
       PENJUALAN                                        54.816      56.923     116.384 168.992 143.163
       BEBAN POKOK PENJUALAN                           (48.565)    (49.176)    (95.141) (141.197) (120.134)
       LABA (RUGI) KOTOR                                  6.252       7.747      21.243   27.795    23.029
       Beban penjualan                                   (1.297)     (1.818)      (5.827)  (7.674)   (4.227)
       Beban umum dan administrasi                       (4.175)     (4.487)      (6.152)  (8.990) (11.888)
       LABA (RUGI) USAHA                                    780       1.442        9.264  11.131      6.914
       Pendapatan keuangan                                   10          11          355      776     1.335
       Beban keuangan                                       -           -           (111)     (16)      (26)
       Pendapatan lainnya                                   -            16          -          2        24
       Laba atas penjualan aset tetap                       -           -            -        -        0,04
       LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                            790       1.469        9.508  11.893      8.248
       Pajak                                               (369)       (373)      (2.020)  (2.303)   (1.721)
       LABA (RUGI) BERSIH                                   421       1.095        7.488    9.591     6.527
       Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja         (123)        (39)         (20)     (71)     (246)
       Pajak terkait dengan komponen kerugian
       komprehensif lain                                    31          10        (0,44)      16         54
       LABA KOMPREHENSIF                                   329       1.066       7.467     9.535      6.335
                                        Rata-rata
             Rasio Profitabilitas
                                       2018-2022

       Margin Laba Kotor                     15,16%     11,40%      13,61%      18,25%     16,45%    16,09%
       Margin Laba Usaha                      4,67%      1,42%       2,53%       7,96%      6,59%     4,83%
       Margin Laba Sebelum Pajak              5,00%      1,44%       2,58%       8,17%      7,04%     5,76%
       Margin Laba Bersih                     3,87%      0,77%       1,92%       6,43%      5,68%     4,56%
      Sumber: Laporan Keuangan 2018 – 2022 (audited)




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                              IV-1
Page 26
       PT INTI MEDICOM RETAILINDO
       Posisi Keuangan (Rp. Juta)
                                                                               Tahun
                           Uraian
                                                         2018       2019       2020      2021      2022
        ASET
        ASET LANCAR
        Kas dan setara kas                                2.727      4.487     13.156    33.249    34.589
       Piutang usaha                                        349         98      1.199       810       787
        Persediaan                                        1.592      1.504      2.457     4.210     8.403
        Pembayaran dimuka                                   176        165         14        90       101
        Pajak dibayar di muka                               -          -            1       -         -
        Uang muka pembelian                                 -           70        -         -         -
        Jumlah Aset Lancar                                4.844      6.324     16.827    38.360    43.880
        ASET TIDAK LANCAR
        Aset tetap
          Nilai perolehan                                 1.406      1.482      1.892     2.283     2.839
          Akumulasi penyusutan                              618        711        928     1.216     1.573
          Nilai buku                                        787        771        963     1.067     1.266
        Aset takberwujud
          Nilai perolehan                                   -          -          100      100        100
          Akumulasi amortisasi                              -          -           25       50         75
          Nilai buku                                        -          -           75       50         25
        Aset hak-guna
          Nilai perolehan                                   -          -        2.724     3.507     9.762
          Akumulasi amortisasi                              -          -        1.288     3.065     6.001
          Nilai buku                                        -          -        1.436       442     3.761
        Taksiran klaim pajak penghasilan                    -          -          -         -         786
        Aset pajak tangguhan                                 37         61         93       189       190
        Jaminan                                              20          5          6        11        11
        Jumlah Aset Tidak Lancar                            844        837      2.573     1.759     6.039
        JUMLAH ASET                                       5.688      7.161     19.401    40.119    49.920
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS JANGKA PENDEK
        Utang usaha                                         -          -          -       1.136     1.727
        Utang lain-lain                                         5          6      228       -         -
        Uang muka pelanggan                                 -          -          -          27        54
        Utang pajak                                          68        132      2.085     1.020       276
        Biaya masih harus dibayar                           509        756      1.918         6       -
       Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
       dalam satu tahun:
          Liabilitas sewa                                   -          -        1.329       -       3.410
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                     583        895      5.561     2.189     5.468
        LIABILITAS JANGKA PANJANG
       Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
       bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
          Liabilitas sewa                                   -          -          -         -          46
        Liabilitas imbalan kerja                            148        243        349       419       559
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                    148        243        349       419       605
        JUMLAH LIABILITAS                                   731      1.138      5.910     2.608     6.073
        EKUITAS
        Modal saham                                         250        250        250       511       511
        Tambahan modal disetor                              -          -          -      24.224    24.224
        Rugi komprehensif lainnya                           (93)      (122)      (142)     (198)     (389)
        Saldo laba                                        4.800      5.895     13.383    12.974    19.501
        Jumlah Ekuitas                                    4.957      6.024     13.491    37.512    43.847
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                     5.688      7.161     19.401    40.119    49.920
                                             Rata-rata
        Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                                            2018-2022
        Current Ratio                          879,26%   831,49%    706,94%    302,62% 1752,67%    802,56%
        Debt to Equity Ratio                    19,65%    14,74%     18,88%     43,80%    6,95%     13,85%
        Debt to Asset Ratio                     15,57%    12,85%     15,88%     30,46%    6,50%     12,17%
      Sumber: Laporan Keuangan 2018 – 2022 (audited)




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                                  IV-2
Page 27
      PT INTI MEDICOM RETAILINDO
      Arus Kas (Rp. Juta)
                                                                                      Tahun
                                               Uraian
                                                                   2018      2019     2020      2021        2022
      ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
      Penerimaan kas dari pelanggan                                 54.658 57.230 114.551 169.180 143.214
      Penerimaan kas dari pendapatan lainnya                           -        -         -          2         24
      Penerimaan kas dari pendapatan bunga                               10       11     355       776     1.335
      Pembayaran kas kepada pemasok                                (51.760) (51.166) (98.779) (151.474) (127.978)
      Pembayaran kas kepada karyawan                                (2.130) (2.371) (3.501)     (5.124)   (6.277)
      Pembayaran kas untuk beban operasional                           -        -         -     (2.833)   (3.926)
      Pembayaran pajak penghasilan                                    (375)    (387) (2.053)    (2.383)   (1.668)
      Pembayaran pada perusahaan asuransi                              -        -         (39)     -         -
      Pembayaran pada perusahaan sewa                                 (108) (1.332) (1.356)        -         -
      Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi         294    1.984    9.178     8.143     4.725
      ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
      Perolehan aset tetap                                           (140)    (223)     (410)      (391)      (561)
      Harga jual aset tetap                                           -        -         -          -         0,35
      Perolehan aset tak berwujud                                     -        -        (100)       -          -
      Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi     (140)    (223)     (510)      (391)      (560)
      ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
      Pembayaran liabilitas sewa                                      -        -          -       (2.143)    (2.825)
      Penerimaan dan pembayaran modal                                 -        -          -      24.485         -
      Pembayaran dividen                                              -        -          -     (10.000)        -
      Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan      -        -         -       12.342     (2.825)
      KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS                    155    1.761     8.668     20.094       1.340
      KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN                                   2.572    2.727     4.487     13.156     33.249
      KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN                                  2.727    4.487    13.156     33.249     34.589
      Sumber: Laporan Keuangan 2018 – 2022 (audited)

4.2. PENYESUAIAN TERHADAP DATA LAPORAN KEUANGAN
     Penyesuaian laporan laba rugi meliputi normalizing adjustment atau penyesuaian
     pencatatan akuntansi dan eliminasi pos-pos yang bersifat non-recurring, controlling
     adjustment serta pemisahan pos-pos operating dan non-operating.
      Berdasarkan analisis terhadap pos-pos dalam laporan laba rugi yang bersifat memiliki
      kepentingan kendali seperti dengan pihak-pihak terafiliasi yang memiliki kendali, antara
      lain berupa kompensasi gaji manajemen, biaya dan beban operasional setelah kami
      konfirmasikan dengan manajemen adalah normal.
      Penyesuaian dilakukan terhadap pencatatan dalam pos-pos laporan laba rugi antara lain
      dengan:
        • Pemisahan biaya penyusutan dari beban pokok penjualan.
        • Pemisahan biaya penyusutan dari beban penjualan, umum dan administrasi.
      Dengan penyesuaian tersebut laporan laba rugi yang telah disesuaikan mencakup EBITDA,
      EBIT dan EBT. Pos-pos non-recurring berupa pendapatan lain-lain dan beban lain-lain tidak
      diperhitungkan kedalam proyeksi keuangan.
      Berdasarkan analisis terhadap pos-pos dalam laporan posisi keuangan, pada ekuitas
      tercatat tambahan modal disetor yang merupakan agio saham yang termasuk objek
      penilaian, sehingga terhadap laporan posisi keuangan tidak dilakukan penyesuaian.
4.3. LAPORAN KEUANGAN YANG DISESUAIKAN
     Penyesuaian laporan keuangan dilakukan terhadap pencatatan dalam pos -pos laporan
     laba rugi.
     Laporan laba rugi yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                                    IV-3
Page 28
       PT INTI MEDICOM RETAILINDO
       Laba Rugi Penyesuaian (Rp. Juta)
                                                                              Tahun
                          Uraian
                                                       2018        2019        2020      2021      2022
       PENJUALAN                                       54.816      56.923     116.384 168.992 143.163
       BEBAN POKOK PENJUALAN                          (48.565)    (49.176)    (95.141) (141.197) (120.134)
       LABA KOTOR                                        6.252       7.747     21.243    27.795    23.029
       Beban penjualan                                  (1.297)     (1.818)     (5.827)   (7.674)   (4.227)
       Beban umum dan administrasi                      (4.004)     (4.288)     (4.647)   (6.925)   (8.591)
       EBITDA                                              951       1.641     10.769    13.196    10.211
       Depresiasi dan amortisasi                          (171)       (199)     (1.505)   (2.065)   (3.297)
       EBIT                                                780       1.442       9.264   11.131      6.914
       Pendapatan keuangan                                  10          11         355       776     1.335
       Beban keuangan                                      -           -          (111)      (16)      (26)
       Pendapatan lainnya                                  -            16         -           2        24
       Laba atas penjualan aset tetap                      -           -           -         -        0,04
       EBT                                                 790       1.469       9.508   11.893      8.248
       Pajak                                              (369)       (373)     (2.020)   (2.303)   (1.721)
       LABA BERSIH (EAT)                                   421       1.095       7.488     9.591     6.527
       Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja        (123)        (39)        (20)      (71)     (246)
       Pajak terkait dengan komponen kerugian
       komprehensif lain                                   31          10        (0,44)      16         54
       LABA KOMPREHENSIF                                  329       1.066       7.467     9.535      6.335
                                        Rata-rata
             Rasio Profitabilitas
                                       2018-2022

       Laba Kotor/Sales                      15,16%    11,40%      13,61%      18,25%     16,45%    16,09%
       EBITDA/Sales                           5,76%     1,74%       2,88%       9,25%      7,81%     7,13%
       EBIT/Sales                             4,67%     1,42%       2,53%       7,96%      6,59%     4,83%
       EBT/Sales                              5,00%     1,44%       2,58%       8,17%      7,04%     5,76%
       EAT/Sales                              3,87%     0,77%       1,92%       6,43%      5,68%     4,56%
4.4. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
4.4.1. Analisis Kemampuan Nilai Uang
      Laporan keuangan Perseroan menggunakan mata uang Rupiah. Analisis kemampuan nilai
       uang dilakukan terhadap nilai tukar dan inflasi. Nilai tukar sampai dengan 21 Desember
       2022, terdepresiasi 8,56% (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2021. Depresiasi nilai
       tukar Rupiah tersebut relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang
       sejumlah negara lain di kawasan, seperti Tiongkok 8,96% (ytd) dan India 10,24% (ytd). Ke
       depan, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar
       sejalan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas
       makroekonomi.
      Ekspektasi inflasi dan inflasi secara bulanan terus menurun dan lebih rendah dari
       prakiraan awal, meskipun masih tinggi. Inflasi IHK November 2022 tercatat lebih rendah
       dari prakiraan dan inflasi bulan sebelumnya, meski masih tinggi sebesar 5,42% (yoy) dan
       di atas sasaran 3,0±1%. Inflasi kelompok volatile food juga turun menjadi 5,70% (yoy) baik
       secara nasional maupun di sebagian besar wilayah Indonesia, didukung sinergi dan
       koordinasi kebijakan yang erat antara Pemerintah (Pusat dan Daerah), Bank Indonesia,
       dan para mitra strategis melalui TPIP-TPID dan GNPIP. Inflasi administered prices juga



Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                             IV-4
Page 29
      tercatat turun menjadi sebesar 13,01% (yoy) sejalan dengan menurunnya tarif angkutan
      udara dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Sementara itu, inflasi inti kembali
      menurun menjadi 3,30% (yoy), dipengaruhi oleh dampak lanjutan penyesuaian harga BBM
      terhadap inflasi inti yang terbatas dan tekanan inflasi dari sisi permintaan yang belum
      kuat. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat respons kebijakan guna
      memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi sehingga inflasi
      inti tetap terjaga dalam kisaran 3,0±1%.
4.4.2. Analisis Common Size Percentage
      Analisis common size percentage dari penjualan dalam laporan laba rugi adalah sebagai
      berikut:
       PT INTI MEDICOM RETAILINDO
       Analisis Vertikal Laba Rugi Penyesuaian
                                                                           Tahun                           Rata-rata
                         Uraian
                                                      2018       2019       2020       2021       2022    2018-2022
       PENJUALAN                                     100,00%    100,00%    100,00%    100,00%    100,00%    100,00%
       BEBAN POKOK PENJUALAN                         -88,60%    -86,39%    -81,75%    -83,55%    -83,91%     -84,84%
       LABA KOTOR                                     11,40%     13,61%     18,25%     16,45%     16,09%      15,16%
       Beban penjualan                                 -2,37%     -3,19%     -5,01%     -4,54%     -2,95%     -3,61%
       Beban umum dan administrasi                     -7,30%     -7,53%     -3,99%     -4,10%     -6,00%     -5,79%
       EBITDA                                           1,74%      2,88%      9,25%      7,81%      7,13%      5,76%
       Depresiasi dan amortisasi                       -0,31%     -0,35%     -1,29%     -1,22%     -2,30%     -1,10%
       EBIT                                             1,42%      2,53%      7,96%      6,59%      4,83%      4,67%
       Pendapatan keuangan                              0,02%      0,02%      0,30%      0,46%      0,93%      0,35%
       Beban keuangan                                   0,00%      0,00%     -0,10%     -0,01%     -0,02%     -0,02%
       Pendapatan lainnya                               0,00%      0,03%      0,00%      0,00%      0,02%      0,01%
       Laba atas penjualan aset tetap                   0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%
       EBT                                              1,44%      2,58%      8,17%      7,04%      5,76%      5,00%
       Pajak                                           -0,67%     -0,66%     -1,74%     -1,36%     -1,20%     -1,13%
       LABA BERSIH (EAT)                                0,77%      1,92%      6,43%      5,68%      4,56%      3,87%
       Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja     -0,23%     -0,07%     -0,02%     -0,04%     -0,17%     -0,10%
       Pajak terkait dengan komponen kerugian
       komprehensif lain                               0,06%      0,02%      0,00%      0,01%      0,04%      0,02%
       LABA KOMPREHENSIF                               0,60%      1,87%      6,42%      5,64%      4,43%      3,79%




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                                     IV-5
Page 30
       PT INTI MEDICOM RETAILINDO
       Analisis Horizontal Laba Rugi Penyesuaian
                                                                         Tahun                          Rata-rata
                         Uraian
                                                     2018      2019      2020       2021       2022    2018-2022
       PENJUALAN                                        n/a     3,84% 104,46%       45,20%    -15,28%      34,55%
       BEBAN POKOK PENJUALAN                            n/a     1,26%    93,47%     48,41%    -14,92%      32,06%
       LABA KOTOR                                       n/a    23,92% 174,20%       30,84%    -17,15%      52,95%
       Beban penjualan                                  n/a    40,22% 220,44%       31,72%    -44,92%      61,86%
       Beban umum dan administrasi                      n/a     7,09%     8,40%     49,00%     24,07%      22,14%
       EBITDA                                           n/a    72,55% 556,08%       22,54%    -22,62%    157,14%
       Depresiasi dan amortisasi                        n/a    16,50% 654,73%       37,25%     59,63%    192,03%
       EBIT                                             n/a    84,84% 542,45%       20,15%    -37,88%    152,39%
       Pendapatan keuangan                              n/a    10,81% 3127,18%     118,58%     72,09%    832,17%
       Beban keuangan                                   n/a        n/a       n/a   -85,88%     64,81%     -10,54%
       Pendapatan lainnya                               n/a        n/a -100,00%         n/a   948,09%    424,05%
       Laba atas penjualan aset tetap                   n/a        n/a       n/a        n/a        n/a         n/a
       EBT                                              n/a    85,87% 547,46%       25,08%    -30,65%    156,94%
       Pajak                                            n/a     1,25% 441,16%       13,97%    -25,26%    107,78%
       LABA BERSIH (EAT)                                n/a   159,91% 583,70%       28,08%    -31,95%    184,94%
       Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja      n/a   -68,53% -48,15%      252,76%    245,81%      95,47%
       Pajak terkait dengan komponen kerugian
       komprehensif lain                                n/a   -68,53% -104,50% -3676,56%      245,81%    -900,95%
       LABA KOMPREHENSIF                                n/a   224,20% 600,44%     27,69%      -33,56%     204,69%




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                                   IV-6
Page 31
      Analisis common size percentage dari total aset dalam laporan posisi keuangan adalah
      sebagai berikut:
       PT INTI MEDICOM RETAILINDO
       Analisis Vertikal Laporan Posisi Keuangan
                                                                         Tahun                          Rata-rata
                          Uraian
                                                     2018      2019      2020      2021      2022      2018-2022
        ASET
        ASET LANCAR
        Kas dan setara kas                            47,94%    62,66%    67,81%    82,88%    69,29%      66,12%
       Piutang usaha                                   6,13%     1,37%     6,18%     2,02%     1,58%       3,46%
        Persediaan                                    27,99%    21,00%    12,67%    10,49%    16,83%      17,80%
        Pembayaran dimuka                              3,10%     2,30%     0,07%     0,23%     0,20%       1,18%
        Pajak dibayar di muka                          0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%       0,00%
        Uang muka pembelian                            0,00%     0,98%     0,00%     0,00%     0,00%       0,20%
        Jumlah Aset Lancar                            85,16%    88,31%    86,74%    95,62%    87,90%      88,75%
        ASET TIDAK LANCAR
        Aset tetap
          Nilai perolehan                             24,71%    20,70%     9,75%     5,69%     5,69%      13,31%
          Akumulasi penyusutan                        10,87%     9,93%     4,78%     3,03%     3,15%       6,35%
          Nilai buku                                  13,84%    10,77%     4,97%     2,66%     2,54%       6,95%
        Aset takberwujud
          Nilai perolehan                              0,00%     0,00%     0,39%     0,12%     0,05%       0,11%
          Akumulasi amortisasi                         0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%       0,00%
          Nilai buku                                   0,00%     0,00%     0,39%     0,12%     0,05%       0,11%
        Aset hak-guna
          Nilai perolehan                              0,00%     0,00%    14,04%     8,74%    19,56%       8,47%
          Akumulasi amortisasi                         0,00%     0,00%     6,64%     7,64%    12,02%       5,26%
          Nilai buku                                   0,00%     0,00%     7,40%     1,10%     7,53%       3,21%
        Taksiran klaim pajak penghasilan               0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     1,57%       0,31%
        Aset pajak tangguhan                           0,65%     0,85%     0,48%     0,47%     0,38%       0,57%
        Jaminan                                        0,35%     0,07%     0,03%     0,03%     0,02%       0,10%
        Jumlah Aset Tidak Lancar                      14,84%    11,69%    13,26%     4,38%    12,10%      11,25%
        JUMLAH ASET                                  100,00%   100,00%   100,00%   100,00%   100,00%     100,00%
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS JANGKA PENDEK
        Utang usaha                                    0,00%     0,00%     0,00%     2,83%     3,46%       1,26%
        Utang lain-lain                                0,10%     0,09%     1,18%     0,00%     0,00%       0,27%
        Uang muka pelanggan                            0,00%     0,00%     0,00%     0,07%     0,11%       0,04%
        Utang pajak                                    1,19%     1,85%    10,75%     2,54%     0,55%       3,38%
        Biaya masih harus dibayar                      8,95%    10,56%     9,89%     0,01%     0,00%       5,88%
       Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
       dalam satu tahun:
        Liabilitas sewa                                0,00%     0,00%     6,85%     0,00%     6,83%       2,74%
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek               10,24%    12,49%    28,66%     5,46%    10,95%      13,56%
        LIABILITAS JANGKA PANJANG
       Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
       bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
        Liabilitas sewa                                0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,09%       0,02%
        Liabilitas imbalan kerja                       2,61%     3,39%     1,80%     1,04%     1,12%       1,99%
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang               2,61%     3,39%     1,80%     1,04%     1,21%       2,01%
        JUMLAH LIABILITAS                             12,85%    15,88%    30,46%     6,50%    12,17%      15,57%
        EKUITAS
        Modal saham                                    4,39%     3,49%     1,29%     1,27%     1,02%       2,29%
        Tambahan modal disetor                         0,00%     0,00%     0,00%    60,38%    48,53%      21,78%
        Rugi komprehensif lainnya                     -1,63%    -1,70%    -0,73%    -0,49%    -0,78%      -1,07%
        Saldo laba                                    84,38%    82,32%    68,98%    32,34%    39,06%      61,42%
        Jumlah Ekuitas                                87,15%    84,12%    69,54%    93,50%    87,83%      84,43%
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                100,00%   100,00%   100,00%   100,00%   100,00%     100,00%




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                                     IV-7
Page 32
       PT INTI MEDICOM RETAILINDO
       Analisis Horizontal Laporan Posisi Keuangan
                                                                        Tahun                             Rata-rata
                          Uraian
                                                     2018    2019       2020       2021       2022       2018-2022
        ASET
        ASET LANCAR
        Kas dan setara kas                             n/a    64,57% 193,18% 152,74%            4,03%      103,63%
       Piutang usaha                                   n/a   -71,92% 1124,35% -32,44%          -2,91%      254,27%
        Persediaan                                     n/a    -5,54%    63,39%    71,34%       99,57%       57,19%
        Pembayaran dimuka                              n/a    -6,46% -91,57% 548,88%           12,42%      115,82%
        Pajak dibayar di muka                          n/a        n/a       n/a -100,00%           n/a    -100,00%
        Uang muka pembelian                            n/a        n/a -100,00%        n/a          n/a    -100,00%
        Jumlah Aset Lancar                             n/a    30,56% 166,07% 127,97%           14,39%       84,75%
        ASET TIDAK LANCAR
        Aset tetap
          Nilai perolehan                              n/a    5,44%      27,63%     20,68%     24,38%       19,53%
          Akumulasi penyusutan                         n/a   14,97%      30,54%     30,99%     29,37%       26,47%
          Nilai buku                                   n/a   -2,04%      24,95%     10,75%     18,69%       13,09%
        Aset takberwujud
          Nilai perolehan                              n/a       n/a        n/a    -33,33%    -50,00%       -41,67%
          Akumulasi amortisasi                         n/a       n/a        n/a         n/a        n/a           n/a
          Nilai buku                                   n/a       n/a        n/a    -33,33%    -50,00%       -41,67%
        Aset hak-guna
          Nilai perolehan                              n/a        n/a        n/a    28,76%    178,37%      103,56%
          Akumulasi amortisasi                         n/a        n/a        n/a   138,06%     95,78%      116,92%
          Nilai buku                                   n/a        n/a        n/a   -69,24%    751,44%      341,10%
        Taksiran klaim pajak penghasilan               n/a        n/a        n/a        n/a        n/a          n/a
        Aset pajak tangguhan                           n/a    63,82%     53,13%    103,67%      0,34%       55,24%
        Jaminan                                        n/a   -75,00%     20,00%     83,33%      0,00%        7,08%
        Jumlah Aset Tidak Lancar                       n/a    -0,88%    207,53%    -31,64%    243,31%      104,58%
        JUMLAH ASET                                    n/a    25,89%    170,92%    106,79%     24,43%       82,01%
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS JANGKA PENDEK
        Utang usaha                                    n/a       n/a      n/a      n/a  52,05%              52,05%
        Utang lain-lain                                n/a   17,65% 3457,12% -100,00%       n/a           1124,92%
        Uang muka pelanggan                            n/a       n/a      n/a      n/a 103,73%             103,73%
        Utang pajak                                    n/a   95,05% 1478,27% -51,07% -72,97%               362,32%
        Biaya masih harus dibayar                      n/a   48,43% 153,69% -99,71% -100,00%                 0,60%
       Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
       dalam satu tahun:
        Liabilitas sewa                                n/a       n/a         n/a -100,00%          n/a    -100,00%
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                n/a   53,56%     521,57% -60,64%       149,81%      166,07%
        LIABILITAS JANGKA PANJANG
       Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
       bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
        Liabilitas sewa                                n/a       n/a         n/a        n/a        n/a          n/a
        Liabilitas imbalan kerja                       n/a   63,82%      43,72%     20,07%     33,36%       40,24%
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang               n/a   63,82%      43,72%     20,07%     44,44%       43,01%
        JUMLAH LIABILITAS                              n/a   55,64%     419,52%    -55,87%    132,87%      138,04%
        EKUITAS
        Modal saham                                    n/a    0,00%       0,00%    104,40%      0,00%       26,10%
        Tambahan modal disetor                         n/a       n/a         n/a        n/a     0,00%        0,00%
        Rugi komprehensif lainnya                      n/a   31,47%      16,91%     38,95%     96,94%       46,07%
        Saldo laba                                     n/a   22,82%     127,02%     -3,06%     50,31%       49,27%
        Jumlah Ekuitas                                 n/a   21,51%     123,97%    178,05%     16,89%       85,10%
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                  n/a   25,89%     170,92%    106,79%     24,43%       82,01%



Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                                  IV-8
Page 33
4.4.3.Potensi Penjualan
      Penjualan merupakan besaran arus kas masuk selama satu periode yang ditimbulkan oleh
      kegiatan operasi inti perusahaan. Pertumbuhan penjualan Perseroan disajikan sebagai
      berikut:
       Pertumbuhan Pendapatan
                                                                Tahun                            Rata-rata
                   Uraian
                                             2018     2019      2020       2021      2022       2018-2022
       (%)
       Penjualan                                n/a     3,84%   104,46%    45,20%    -15,28%       34,55%
       Total pertumbuhan                        n/a     3,84%   104,46%    45,20%    -15,28%       34,55%
       (Rp. Juta)
       Penjualan                             54.816    56.923   116.384   168.992   143.163
       Total Pendapatan                      54.816    56.923   116.384   168.992   143.163
      Pertumbuhan penjualan Perseroan pada tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif dengan
      rata-rata pertumbuhan penjualan sebesar 34,55%. Pada tahun 2018, Perseroan
      membukukan penjualan sebesar Rp 54.816 juta. Di tahun 2019, pertumbuhan penjualan
      Perseroan meningkat sebesar 3,84% menjadi Rp 56.923 juta. Tahun 2020, penjualan
      Perseroan meningkat signifikan sebesar 104,46% menjadi Rp 116.384 juta. Tahun 2021,
      penjualan Perseroan meningkat sebesar 45,20% menjadi Rp 168.992. Tahun 2022,
      penjualan Perseroan menurun sebesar 15,28% menjadi Rp 143.163 juta.
4.4.4.Aset
      Aset adalah sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh perusahaan yang dapat diukur secara
      jelas menggunakan satuan uang serta diurutkan pada Laporan Posisi Keuangan dengan
      sistem pengurutan berdasarkan seberapa cepat perubahannya dikonversi menjadi satuan
      uang kas.
      Berdasarkan Laporan Posisi Keuangan tahun 2018 – 2022, berikut disajikan komposisi aset
      perusahaan:
       Komposisi Aset
                                                                Tahun                           Rata-rata
                   Uraian
                                         2018         2019      2020      2021      2022       2018-2022
       (%)
       Aset Lancar                        85,16%       88,31%    86,74%    95,62%    87,90%       88,75%
       Aset Tidak Lancar                  14,84%       11,69%    13,26%     4,38%    12,10%       11,25%
                               Jumlah    100,00%      100,00%   100,00%   100,00%   100,00%      100,00%
       (Rp. Juta)
       Aset Lancar                           4.844     6.324    16.827    38.360    43.880
       Aset Tidak Lancar                       844       837     2.573     1.759     6.039
                               Jumlah        5.688     7.161    19.401    40.119    49.920
      Selama tahun 2018 - 2022, mayoritas komposisi aset Perseroan berupa aset lancar dengan
      rata-rata proporsi terhadap total aset sebesar 88,75% diikuti oleh aset tidak lancar sebesar
      11,25%. Komposisi aset lancar terbesar berupa kas dan setara kas, sedangkan komposisi
      aset tidak lancar didominasi oleh aset hak guna. Tahun 2021, komposisi aset Perseroan
      terdiri dari 95,62% aset lancar dan 4,38% aset tidak lancar. Tahun 2022, komposisi aset
      Perseroan terdiri dari 87,90% aset lancar dan 12,10% aset tidak lancar.
      Selanjutnya, pertumbuhan aset perusahaan disajikan sebagai berikut:




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                            IV-9
Page 34
      Pertumbuhan Aset
                                                                Tahun                          Rata-rata
                    Uraian
                                            2018      2019      2020      2021      2022      2018-2022
      (%)
      Aset Lancar                               n/a    30,56%   166,07%   127,97%    14,39%      84,75%
      Aset Tidak Lancar                         n/a    -0,88%   207,53%   -31,64%   243,31%     104,58%
                                   Jumlah       n/a    25,89%   170,92%   106,79%    24,43%      82,01%
      Pertumbuhan aset Perseroan pada tahun 2018 - 2022 cenderung meningkat dengan rata-
      rata pertumbuhan sebesar 82,01%. Pada tahun 2018, Perseroan membukukan aset
      sebesar Rp 5.688 juta. Di tahun 2019, pertumbuhan aset meningkat sebesar 25,89%
      sehingga total aset menjadi Rp 7.161 juta. Tahun 2020, pertumbuhan aset Perseroan
      meningkat sebesar 170,92% menjadi Rp 19.401 juta. Tahun 2021, pertumbuhan aset
      Perseroan meningkat sebesar 106,79% menjadi Rp 40.119 juta. Tahun 2022, pertumbuhan
      aset Perseroan meningkat sebesar 24,43% menjadi Rp 49.920 juta.
4.4.5. Liabilitas
      Liabilitas merupakan kewajiban entitas masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu,
      penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya entitas yang
      mengandung manfaat ekonomi.
      Berdasarkan Laporan Posisi Keuangan tahun 2018 – 2022, berikut disajikan komposisi
      liabilitas perusahaan:
       Komposisi Liabilitas
                                                                Tahun                          Rata-rata
                    Uraian
                                            2018      2019      2020      2021      2022      2018-2022
       (%)
       Liabilitas Jangka Pendek              79,71%    78,65%    94,09%    83,93%    90,03%      85,28%
       Liabilitas Jangka Panjang             20,29%    21,35%     5,91%    16,07%     9,97%      14,72%
                                   Jumlah   100,00%   100,00%   100,00%   100,00%   100,00%     100,00%
       (Rp. Juta)
       Liabilitas Jangka Pendek                583       895     5.561     2.189     5.468
       Liabilitas Jangka Panjang               148       243       349       419       605
                                   Jumlah      731     1.138     5.910     2.608     6.073
      Selama tahun 2018 - 2022, mayoritas komposisi liabilitas Perseroan berupa liabilitas
      jangka pendek dengan rata-rata proporsi sebesar 85,28% diikuti oleh liabilitas jangka
      panjang sebesar 14,72%. Pada tahun 2021, komposisi liabilitas Perseroan terdiri dari
      83,93% liabilitas jangka pendek dan 16,07% liabilitas jangka panjang. Di tahun 2022,
      komposisi liabilitas Perseroan terdiri dari 90,03% liabilitas jangka pendek dan 9,97%
      liabilitas jangka panjang.
      Selanjutnya, pertumbuhan liabilitas perusahaan disajikan sebagai berikut:
       Pertumbuhan Liabilitas
                                                                Tahun                          Rata-rata
                    Uraian
                                            2018      2019      2020      2021      2022      2018-2022
       (%)
       Liabilitas Jangka Pendek                 n/a    53,56%   521,57%   -60,64%   149,81%     166,07%
       Liabilitas Jangka Panjang                n/a    63,82%    43,72%    20,07%    44,44%      43,01%
                                   Jumlah       n/a    55,64%   419,52%   -55,87%   132,87%     138,04%




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                           IV-10
Page 35
      Pada tahun 2018 - 2022, pertumbuhan liabilitas Perseroan cenderung fluktuatif dengan
      rata-rata pertumbuhan sebesar 138,04%. Pada tahun 2018, Perseroan mencatatkan total
      liabilitas sebesar Rp 731 juta. Di tahun 2019, pertumbuhan liabilitas Perseroan meningkat
      55,64% menjadi Rp 1.138 juta. Tahun 2020, liabilitas Perseroan meningkat 419,52%
      menjadi Rp 5.910 juta. Tahun 2021, pertumbuhan liabilitas menurun -55,87% menjadi Rp
      2.608 juta. Pada tahun 2022, pertumbuhan liabilitas meningkat 132,87% menjadi Rp 6.073
      juta.
4.4.6. Analisis Rasio
      Rasio-rasio keuangan penting dari laporan keuangan adalah sebagai berikut:
       PT INTI MEDICOM RETAILINDO
       Analisis Rasio
                                                                 Tahun                          Rata-rata
                    Uraian
                                           2018       2019        2020      2021       2022    2018-2022
       Pertumbuhan Pendapatan                  n/a      3,84%    104,46%     45,20%    -15,28%     34,55%
       Rasio Profitabilitas
       EBITDA/Sales                          1,74%      2,88%      9,25%      7,81%      7,13%      5,76%
       EBIT/Sales                            1,42%      2,53%      7,96%      6,59%      4,83%      4,67%
       EBT/Sales                             1,44%      2,58%      8,17%      7,04%      5,76%      5,00%
       EAT/Sales                             0,77%      1,92%      6,43%      5,68%      4,56%      3,87%
       ROE                                   8,50%     18,18%     55,50%     25,57%     14,89%     24,53%
       ROA                                   7,41%     15,29%     38,60%     23,91%     13,07%     19,66%
       Rasio Efektivitas
       Perputaran Piutang Usaha            157,15 x   581,07 x    97,04 x   208,57 x   181,99 x   245,16 x
       Perputaran Persediaan                30,50 x    32,70 x    38,72 x    33,53 x    14,30 x    29,95 x
       Perputaran Aset                       9,64 x     7,95 x     6,00 x     4,21 x     2,87 x     6,13 x
       Perputaran Utang Usaha                   n/a        n/a        n/a   124,29 x    69,54 x    96,91 x
       Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
       Current Ratio                         8,31 x     7,07 x     3,03 x    17,53 x     8,03 x     8,79 x
       Debt to Equity                        0,15 x     0,19 x     0,44 x     0,07 x     0,14 x     0,20 x
       Debt to Asset                         0,13 x     0,16 x     0,30 x     0,07 x     0,12 x     0,16 x
      Analisis Profitabilitas
      Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba selama periode
      tertentu dari kegiatan bisnis yang dilakukannya. Selama tahun 2018 – 2022, rasio
      profitabilitas Perseroan cenderung meningkat. Rata-rata profitabilitas Perseroan yang
      diukur menggunakan EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales berturut-turut
      adalah 5,76%, 4,67%, 5,00% dan 3,87%. Artinya, perusahaan memperoleh laba rata-rata
      Rp 0,0576 EBITDA, Rp 0,0467 EBIT, Rp 0,0500 EBT dan Rp 0,0387 EAT untuk setiap Rp 1
      pendapatan usaha yang berhasil dilakukan. Pada tahun 2022, EBITDA/Sales, EBIT/Sales,
      EBT/Sales, dan EAT/Sales Perseroan berturut-turut adalah 7,13%, 4,83%, 5,76% dan
      4,56%.
      Sedangkan profitabilitas Perseroan yang dikaitkan dengan pengembalian terhadap
      perusahaan dan pemegang saham diukur dengan Return on Equity (ROE) dan Return on
      Asset (ROA). Rata-rata ROE dan ROA Perseroan dalam tahun 2018 – 2022 masing - masing
      adalah 24,53% dan 19,66%. Pada tahun 2022, ROE dan ROA Perseroan masing-masing
      adalah 14,89% dan 13,07%.




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                             IV-11
Page 36
      Analisis Efektivitas
      Efektivitas adalah kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan seluruh sumber daya
      yang dimilikinya. Efektivitas dapat diukur dengan rasio perputaran piutang usaha,
      perputaran persediaan, perputaran aset dan perputaran utang usaha.
      Rasio perputaran piutang usaha dalam tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif dari
      157,15x pada tahun 2018 menjadi 181,99x di tahun 2022 atau selama tahun tersebut rata-
      rata sebesar 245,16x. Pada tahun 2022, tingkat perputaran piutang usaha sebesar
      181,99x, artinya dalam satu tahun Perseroan dapat menagih piutang usahanya selama + 2
      hari.
      Rasio perputaran persediaan dalam tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif dari 30,50x
      pada tahun 2018 menjadi 14,30x di tahun 2022 atau selama tahun tersebut rata-rata
      sebesar 29,95x. Pada tahun 2022, tingkat persediaan sebesar 14,30x, artinya dalam satu
      tahun Perseroan dapat menghabiskan persediaannya selama + 26 hari.
      Rasio perputaran aset dalam tahun 2018 - 2022 cenderung menurun dari 9,64x pada tahun
      2018 menjadi 2,87x pada tahun 2022 atau selama tahun tersebut rata-rata sebesar 6,13x.
      Pada tahun 2022, tingkat perputaran aset Perseroan sebesar 2,87x, artinya Perseroan
      menginvestasikan asetnya selama + 127 hari untuk memperoleh pendapatan.
      Rasio perputaran utang usaha dalam tahun 2018 - 2022 meningkat dari tidak ada pada
      tahun 2018 menjadi 69,54x pada tahun 2022 atau rata-rata sebesar 96,91x. Pada tahun
      2022, tingkat perputaran utang usaha sebesar 69,54x, artinya perseroan dapat melunasi
      utang usahanya dalam waktu + 5 hari.
      Analisis Likuiditas dan Solvabilitas
      Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek
      yang harus dibayar dengan aset lancarnya maka dalam mengukur tingkat likuiditas
      perusahaan, digunakan Current Ratio (CR). Semakin tinggi CR maka semakin tinggi
      likuiditas perusahaan. Pada tahun 2018 – 2022, likuiditas perusahaan cenderung fluktuatif
      dengan CR tahun 2022 sebesar 8,03x artinya Perseroan memiliki Rp 8,03 aset lancar yang
      dapat digunakan untuk memenuhi setiap Rp 1 utang lancarnya.
      Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya
      ketika dilikuidasi yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio
      (DAR). Semakin tinggi DER dan DAR maka semakin rendah solvabilitas perusahaan.
      Semakin tinggi solvabilitas perusahaan, maka semakin rendah risiko kebangkrutan
      perusahaan. Solvabilitas Perseroan tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif dengan Debt
      to Equity dan Debt to Asset pada tahun 2022 masing-masing adalah 0,14x dan 0,12x.
      Artinya, perusahaan memiliki utang Rp 0,14 untuk setiap Rp 1 ekuitas yang dimilikinya
      serta setiap Rp 1 aset perusahaan dibiayai oleh utang sebesar Rp 0,12.
      Analisis Arus Kas
      Pada tahun 2018, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 294 juta
      yang utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan. Pada tahun 2019, Perseroan
      memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 1.984 juta yang utamanya berasal dari
      penerimaan kas dari pelanggan. Pada tahun 2020, Perseroan memperoleh kas dari
      aktivitas operasi sebesar Rp 9.178 juta yang utamanya berasal dari penerimaan kas dari
      pelanggan. Di tahun 2021, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar



Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                 IV-12
Page 37
      Rp 8.143 juta yang utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan. Tahun 2022,
      Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 4.725 juta yang utamanya
      berasal dari penerimaan kas dari pelanggan.
      Selanjutnya tahun 2018, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp
      140 juta yang seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap. Di tahun 2019, Perseroan
      menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 223 juta yang seluruhnya berasal
      dari perolehan aset tetap. Pada tahun 2020, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
      investasi sebesar Rp 510 juta yang utamanya disebabkan oleh perolehan aset tetap. Pada
      tahun 2021, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 391 yang
      seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap. Tahun 2022, Perseroan menggunakan kas
      untuk aktivitas investasi sebesar Rp 560 juta yang utamanya disebabkan oleh perolehan
      aset tetap.
      Selama tahun 2018-2020 Perseroan tercatat tidak memperoleh maupun menggunakan kas
      untuk aktivitas pendanaan. Pada tahun 2021, Perseroan memperoleh kas untuk aktivitas
      pendanaan sebesar Rp 12.342 juta yang utamanya berasal dari penerimaan dan
      pembayaran modal. Pada tahun 2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
      pendanaan sebesar Rp 2.825 juta yang seluruhnya berasal dari pembayaran liabilitas sewa.
      Kas Perseroan di tahun 2018 tercatat sebesar Rp 2.727 juta. Tahun 2019, kas Perseroan
      meningkat sebesar 64,57% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 4.487 juta yang berasal dari
      kas aktivitas operasi yang tercatat positif. Di tahun 2020, kas Perseroan meningkat
      signifikan sebesar 193,18% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 13.156 juta yang berasal
      dari kas aktivitas operasi yang positif. Pada tahun 2021, kas Perseroan kembali meningkat
      signifikan sebesar 152,74% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 33.249 juta yang berasal
      dari kas aktivitas pendanaan yang tercatat positif. Pada tahun 2022, kas Perseroan
      meningkat sebesar 4,03% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 34.589 juta yang berasal dari
      kas aktivitas operasi yang tercatat positif.
      Saldo kas pada setiap tahun selalu positif karena kebutuhan kas untuk operasi dan
      investasi disesuaikan dengan pendanaannya.
4.5. INFORMASI KEUANGAN PROSPEKTIF
     Kami menerima informasi keuangan prospektif berupa proyeksi keuangan Perseroan.
     Terhadap proyeksi keuangan tersebut, kami lakukan penyesuaian agar mencerminkan
     kewajaran atas pencapaian proyeksi tersebut untuk perhitungan nilai.
4.6. PERBANDINGAN INFORMASI KEUANGAN INDUSTRI YANG SEBANDING UNTUK PERIODE
     YANG SESUAI
     Perusahaan-perusahaan pembanding yang kami gunakan merupakan perusahaan yang
     tercatat di bursa efek dan sahamnya ditransaksikan selama 60 hari bursa dalam jangka
     waktu 90 hari bursa terakhir sebelum tanggal penilaian, yang bergerak di sektor industri
     sejenis yang sudah tercatat di Bursa Efek, yaitu: Sri Trang Gloves PCL (STGTf.BK), PT
     Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC.JK), Adventa Berhad (ADVE.KL), PT
     Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT.JK), PT Supermax Corporation Berhad (SUPM.KL),
     Techno Medical Public Company Limited (TMm.BK), Careplus Group Bhd (CARE.KL) dan
     Top Glove Corporation Bhd (TPGC.KL).




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                 IV-13
Page 38
      Laporan keuangan perusahaan pembanding kami peroleh dari IndoPremier
      (www.indopremier.com), BEI (www.idx.co.id), Damodaran, dan Reuters. Kami telah
      menganalisis laporan keuangan perusahaan pembanding:
      PT INTI MEDICOM RETAILINDO
      Kinerja Keuangan Perusahaan Pembanding
                                                                                    Perusahaan Pembanding                                                                 Kisaran
                   Uraian                                                                                                                                 Rata-rata
                                       STGTf.BK          SDPC.JK       ADVE.KL       EPMT.JK     SUPM.KL        TMm.BK        CARE.KL        TPGC.KL                   Min       Max
      Tanggal laporan keuangan         31 Des 22        31 Des 22     31 Des 22     31 Des 22    31 Des 22     31 Des 22     31 Des 22      31 Des 22
      GROWTH RATES
      Revenue Growth (YoY)                -50,99%            7,06%       -39,54%       -62,49%      -50,26%        -4,50%       -62,65%        -65,94%      -41,16% -65,94%      7,06%
      Revenue Growth Rate (5Y)                 n/a           8,68%            n/a        7,34%           n/a        0,45%        -9,61%         59,85%       13,34% -9,61%      59,85%
      FINANCIAL STRENGTH
      Current Ratio                            4,62 x        1,14 x        5,25 x        0,41 x       4,95 x        1,54 x        1,84 x         2,12 x       2,73 x   0,41 x    5,25 x
      Total Debt/Total Equity                  0,32 x        4,41 x        0,18 x        0,46 x       0,18 x        0,90 x        0,39 x            n/a       0,98 x   0,18 x    4,41 x
      PROFITABILITY RATIOS
      Operating Margin                         7,71%         2,31%        -8,46%        42,43%       12,20%         2,88%       -34,43%          4,55%        3,65% -34,43%     42,43%
      Operating Margin (5Y)                       n/a        2,24%            n/a        3,90%           n/a        8,50%        -5,72%         14,97%        4,78% -5,72%      14,97%
      Net Profit Margin                        7,09%         0,77%        -8,72%        26,75%        0,63%         2,01%       -46,69%          4,95%       -1,65% -46,69%     26,75%
      Net Profit Margin (5Y)                      n/a        0,46%            n/a        3,03%           n/a        5,83%        -7,90%         11,13%        2,51% -7,90%      11,13%
      MANAGEMENT EFFECTIVENESS
      Return On Equity                         4,49%         9,46%        -8,17%        35,78%        0,00%         2,66%       -33,27%          4,06%       1,88% -33,27%      35,78%
      Return On Average Equity (5Y)               n/a        5,49%            n/a       11,49%           n/a        8,95%         5,86%         20,19%      10,40%   5,49%      20,19%
      Return On Assets                         3,40%         1,75%        -6,92%        24,43%        0,00%         1,40%       -23,90%          3,40%       0,45% -23,90%      24,43%
      Return On Average Assets (5Y)               n/a        1,08%            n/a        8,03%           n/a        4,89%        -6,33%          9,80%       3,49% -6,33%        9,80%


4.7. INFORMASI PERPAJAKAN
     Informasi perpajakan Perusahaan berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2022
     (audited) adalah sebagai berikut:
      • Taksiran klaim pajak penghasilan  : Rp 786 juta,
      • Aset pajak tangguhan              : Rp 190 juta,
      • Utang pajak                       : Rp 276 juta.
4.8. INFORMASI KOMPENSASI BAGI PEMEGANG SAHAM
     Kami tidak menerima informasi kebijakan manajemen mengenai kompensasi bagi
     pemegang saham. Namun, Perseroan merencanakan untuk membayar dividen tunai
     sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun. Besarnya dividen yang akan dibayarkan
     dikaitkan dengan keuntungan dan keadaan keuangan Perseroan pada tahun buku yang
     bersangkutan.
4.9. INFORMASI MENGENAI ASURANSI YANG DITANGGUNG OLEH PERUSAHAAN UNTUK
     KARYAWAN KUNCI
     Kami tidak menerima kebijakan manajemen mengenai asuransi yang ditanggung oleh
     Perseroan untuk karyawan maupun karyawan kunci.
4.10. ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN
4.10.1. Keuntungan Dan Kerugian Atas Kontrak Usaha
        Perusahaan tidak pernah mengalami kerugian atas kontrak usaha.
4.10.2. Aset Dan Kewajiban Di Luar Neraca (Kontijensi)
        Perusahaan tidak memiliki aset dan kewajiban diluar neraca (kontijensi).
4.10.3. Hasil Penjualan Oleh Perusahaan Pada Periode Sebelumnya
        Berikut adalah penjualan Perusahaan untuk tahun 2018 – 2022:
                                                                                                                  Tahun
                                Uraian
                                                                          2018                   2019             2020                     2021                2022
         (Rp. Juta)
         Penjualan                                                        54.816                  56.923         116.384                 168.992             143.163
         Total Pendapatan                                                 54.816                  56.923         116.384                 168.992             143.163




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                                                                                                      IV-14
Page 39
4.10.4. Perbandingan Kinerja Saat Ini Dengan Kinerja Historis Pada Objek Penilaian
        Perbandingan kinerja saat ini dengan kinerja historis Perusahaan adalah sebagai berikut:
         PT INTI MEDICOM RETAILINDO
         Analisis Rasio
                                                                   Tahun                          Rata-rata
                      Uraian
                                             2018       2019        2020      2021       2022    2018-2022
         Pertumbuhan Pendapatan                  n/a      3,84%    104,46%     45,20%    -15,28%     34,55%
         Rasio Profitabilitas
         EBITDA/Sales                          1,74%      2,88%      9,25%      7,81%      7,13%      5,76%
         EBIT/Sales                            1,42%      2,53%      7,96%      6,59%      4,83%      4,67%
         EBT/Sales                             1,44%      2,58%      8,17%      7,04%      5,76%      5,00%
         EAT/Sales                             0,77%      1,92%      6,43%      5,68%      4,56%      3,87%
         ROE                                   8,50%     18,18%     55,50%     25,57%     14,89%     24,53%
         ROA                                   7,41%     15,29%     38,60%     23,91%     13,07%     19,66%
         Rasio Efektivitas
         Perputaran Piutang Usaha            157,15 x   581,07 x    97,04 x   208,57 x   181,99 x   245,16 x
         Perputaran Persediaan                30,50 x    32,70 x    38,72 x    33,53 x    14,30 x    29,95 x
         Perputaran Aset                       9,64 x     7,95 x     6,00 x     4,21 x     2,87 x     6,13 x
         Perputaran Utang Usaha                   n/a        n/a        n/a   124,29 x    69,54 x    96,91 x
         Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
         Current Ratio                         8,31 x     7,07 x     3,03 x    17,53 x     8,03 x     8,79 x
         Debt to Equity                        0,15 x     0,19 x     0,44 x     0,07 x     0,14 x     0,20 x
         Debt to Asset                         0,13 x     0,16 x     0,30 x     0,07 x     0,12 x     0,16 x

4.10.5. Perbandingan Kinerja Objek Penilaian Dengan Tren Industri Yang Sesuai
        Perbandingan informasi kinerja keuangan industri sejenis diambil dari rata-rata dan
        kisaran informasi kinerja keuangan perusahaan pembanding terhadap kinerja
        Perusahaan disajikan pada tabel berikut:
         PT INTI MEDICOM RETAILINDO
         Kinerja Keuangan Perusahaan Pembanding dan Perseroan
                                                          Kisaran
                       Uraian            Rata-rata                       Perseroan
                                                      Min        Max
         GROWTH RATES
         Revenue Growth (YoY)              -41,16% -65,94%        7,06%    -15,28%
         Revenue Growth Rate (5Y)           13,34%    -9,61% 59,85%         34,55%
         FINANCIAL STRENGTH
         Current Ratio                       2,73 x    0,41 x     5,25 x     8,03 x
         Total Debt/Total Equity             0,98 x    0,18 x     4,41 x     0,14 x
         PROFITABILITY RATIOS
         Operating Margin                    3,65% -34,43% 42,43%            4,83%
         Operating Margin (5Y)               4,78%    -5,72% 14,97%          4,67%
         Net Profit Margin                  -1,65% -46,69% 26,75%            4,56%
         Net Profit Margin (5Y)              2,51%    -7,90% 11,13%          3,87%
         MANAGEMENT EFFECTIVENESS
         Return On Equity                    1,88% -33,27% 35,78%           14,89%
         Return On Average Equity (5Y)      10,40%     5,49% 20,19%         24,53%
         Return On Assets                    0,45% -23,90% 24,43%           13,07%
         Return On Average Assets (5Y)       3,49%    -6,33%      9,80%     19,66%




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                              IV-15
Page 40
        Pertumbuhan industri dari rata-rata perusahaan pembanding berdasarkan pertumbuhan
        pendapatan dalam lima tahun terakhir adalah 13,34% dengan kisaran -9,61% - 59,85%
        sedangkan Perseroan berada diatas rata-rata yaitu 34,55%.
        Likuiditas yang ditunjukkan oleh Current Ratio rata-rata perusahaan pembanding adalah
        2,73x dengan kisaran antara 0,41x – 5,25x sedangkan Perseroan berada diatas rata-rata
        yaitu 8,03x dan solvabilitas yang ditunjukkan oleh Total Debt to Equity Ratio rata-rata
        perusahaan pembanding adalah 0,98x dengan kisaran antara 0,18x – 4,41x sedangkan
        Perseroan dibawah rata-rata yaitu 0,14x.
        Operating Margin selama lima tahun terakhir rata-rata perusahaan pembanding adalah
        4,78% dengan kisaran antara -5,72% - 14,97% sedangkan Perseroan berada dibawah
        rata-rata yaitu 4,67%. Net Profit Margin selama lima tahun terakhir rata-rata perusahaan
        pembanding adalah 2,51% dengan kisaran antara -7,90% - 11,13% sedangkan Perseroan
        berada diatas rata-rata yaitu 3,87%.
        Efektivitas manajemen yang di tunjukkan oleh ROE dan ROA rata -rata perusahaan
        pembanding dalam lima tahun terakhir adalah 10,40% dan 3,49% dengan kisaran
        masing-masing 5,49% - 20,19% dan -6,33% - 9,80% sedangkan Perseroan masing-masing
        selama lima tahun terakhir adalah 24,53% dan 19,66%.




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                  IV-16
Page 41
                                               BAB V
                                         PENILAIAN SAHAM
5.1. PERTIMBANGAN PENDEKATAN DAN METODE PENILAIAN SERTA PENENTUAN DLOM DAN
      DLOC/PFC
5.1.1. Pendekatan Dan Metode Penilaian
      Untuk penilaian bisnis, prosedur penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan
      pendekatan dan metode penilaian bisnis yang berlaku umum dalam penilaian perusahaan
      atau ekuitas sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang ditetapkan oleh
      Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020.
      Pendekatan yang lazim dalam penilaian bisnis adalah pendekatan pendapatan,
      pendekatan biaya dan pendekatan pasar.
      Pendekatan Pendapatan (Income Approach), adalah pendekatan penilaian dengan cara
      mengkonversi manfaat ekonomis atau pendapatan yang diperkirakan akan dihasilkan oleh
      objek penilaian dengan tingkat diskonto tertentu.
      Metode yang digunakan dalam pendekatan pendapatan adalah metode Diskonto Arus Kas
      (Discounted Cash Flow Method, DCF).
      Metode DCF sangat sesuai diterapkan untuk menilai perusahaan yang pendapatannya
      dimasa mendatang dapat diperkirakan.
      Pendekatan Aset (Asset Approach), adalah pendekatan penilaian berdasarkan laporan
      keuangan historis objek penilaian yang telah diaudit, dengan cara meny esuaikan seluruh
      aset dan kewajiban menjadi nilai wajar sesuai dengan premis nilai yang digunakan dalam
      penilaian bisnis.
      Metode yang dapat digunakan dalam pendekatan aset adalah metode kelebihan
      pendapatan (Excess Earning Method, EEM) dan metode Akumulasi Aset (Asset
      Accumulation Method, AAM).
      Metode AAM wajib digunakan untuk menilai:
       a. Ekuitas suatu perusahaan dimana nilai perusahaan sangat bergantung pada nilai aset
          tetap, seperti perusahaan real estate,
       b. Ekuitas dari holding company,
       c. Perusahaan yang tidak memiliki riwayat pendapatan yang mempunyai prospek
          positif, perusahaan yang memiliki pendapatan yang berfluktuasi, perusahaan yang
          diragukan kemampuannya untuk melanjutkan operasi yang bersifat going concern,
          seperti perusahaan yang baru berdiri atau perusahaan yang berada dalam kesulitan
          untuk memperoleh pendapatan,
       d. Perusahaan yang memiliki/menguasai aset berwujud dalam jumlah yang signifikan,
       e. Perusahaan yang memiliki tenaga kerja yang memberikan nilai tambah relatif kecil
          terhadap barang/jasa yang dihasilkan perusahaan,
       f. Perusahaan yang memiliki Aset Tak Berwujud dalam jumlah yang tidak signifikan.
      Pendekatan Pasar (Market Approach) adalah pendekatan penilaian dengan cara
      membandingkan objek penilaian dengan objek lain yang sebanding dan sejenis serta telah
      memiliki harga jual.



Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                V-1
Page 42
      Metode yang digunakan dalam pendekatan pasar adalah metode pembanding perusahaan
      tercatat di Bursa Efek (Guideline Publicly Traded Company Method).
      Perusahaan pembanding yang digunakan wajib memenuhi kriteria sebaga i berikut:
       •    Memiliki industri, kegiatan usaha, dan risiko usaha yang sebanding.
       •    Karakteristik pertumbuhan (growth in sales and earning) dan struktur permodalan
            adalah sebanding.
       •    Kinerja keuangan historis selama 5 tahun terakhir adalah sebanding.
       •    Ukuran perusahaan (total asset) adalah sebanding.
       •    Pangsa pasar (market shared) adalah sebanding.
      Pendekatan dan metode penilaian yang diterapkan tergantung pada hasil identifikasi
      objek penilaian, ketersediaan data dan analisis data.
5.1.2. Pemilihan Pendekatan Dan Metode Penilaian
      Dalam melakukan penilaian saham Perusahaan kami menggunakan dua pendekatan, yaitu
      pendekatan pendapatan (income-based approach) dan pendekatan pasar (market-based
      approach).
      Pertimbangan menggunakan pendekatan pendapatan adalah karena perusahaan telah
      beroperasi secara komersial dan pendapatannya dimasa mendatang dapat diperkirakan.
      Sedangkan pertimbangan menggunakan pendekatan pasar karena data pasar perusahaan
      untuk industri yang sejenis cukup tersedia.
      Metode yang digunakan untuk pendekatan pendapatan adalah metode diskonto untuk
      pendapatan mendatang (Multi Period of Income Discounting), adalah metode penilaian
      yang digunakan untuk menentukan nilai sekarang suatu pendapatan yang akan diterima
      di masa yang akan datang atas objek penilaian, dengan suatu tingkat diskonto atau
      metode Discounted Cash Flow (DCF).
      Metode yang digunakan untuk pendekatan pasar adalah metode pembanding perusahaan
      tercatat di bursa efek (Guideline Publicly Trade Company Method) adalah metode
      menghitung nilai dengan rasio penilaian atau key valuation ratio yang dicari dari
      perusahaan pembanding yang sahamnya telah memiliki nilai pasar.
      Pendekatan dan metode penilaian diatas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
      diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Objek
      Penilaian dan Pemberi Tugas.
      Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
      melakukan pembobotan untuk menghasilkan kesimpulan nilai .
5.1.3. Discount For Lack Marketability (DLOM)
      Diskon atas ketidakmampuan dipasarkan (DLOM) merupakan potongan yang diaplikasikan
      kepada suatu indikasi nilai ekuitas dari suatu perusahaan karena keterbatasan ekuitas
      tersebut untuk ditukarkan secara cepat menjadi uang tunai. Diskon atas ketidakm ampuan
      dipasarkan mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari penyertaan di perusahaan
      sebagai pengaruh dari tidak likuidnya objek penilaian untuk diperdagangkan. Merujuk
      peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 untuk perusahaan tertutup DLOM saham mayoritas
      20%-40% dan DLOM saham minoritas 30% - 50%.



Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                    V-2
Page 43
      Perseroan merupakan perusahaan tertutup (Ttp) yang sahamnya tidak diperjualbelikan di
      bursa sehingga sifatnya tidak likuid karena keterbatasan ekuitas tersebut untuk ditukarkan
      secara cepat menjadi uang tunai. Ketidakmampuan dipasarkan mencerminkan
      pengurangan terhadap nilai dari penyertaan di perusahaan sebagai pengaruh dari tidak
      likuidnya objek penilaian untuk diperdagangkan, maka dari itu DLOM perlu diaplikasikan.
      Besarnya DLOM antara lain dengan pertimbangan sebagai berikut:
       PT INTI MEDICOM RETAILINDO
       Pertimbangan DLOM
       No. Faktor Pertimbangan                                      Pengukuran                                            Skor
        1 Entry Barier Perijinan Apakah telah ada pembatasan atas perijinan usaha, namun banyak investor                   1,0
            Usaha                yang berminat disebabkan prospek usaha dibidang industri tersebut memiliki
                                 prospek yang cerah ? Ada (moratorium) (marketabilitas tinggi = 0), Terbatas
                                 (marketabilitas sedang = 0,5), Tidak ada (marketabilitas rendah = 1)
        2 Entry Barier Skala     Apakah untuk industri tersebut membutuhkan skala ekonomis usaha yang                     0,5
            Ekonomis Usaha       besar, sehingga hanya investor tertentu dengan modal besar yang dapat masuk
                                 dibidang industri tersebut ? Tidak terbatas (marketabilitas tinggi = 0), Terbatas
                                 pada segmen tertentu (marketabilitas sedang = 0,5), Terbatas pada skala besar
                                 (marketabilitas rendah = 1)
        3 Dividen                Apakah kebijakan dividen perusahaan telah diputuskan setiap tahun melalui                0,5
                                 RUPS, serta ada pembagian dividen setiap tahun ? Ya (marketabilitas tinggi = 0),
                                 Kadang-Kadang (marketabilitas sedang = 0,5), Tidak (marketabilitas rendah = 1)
        4 Profitabilitas           Apakah tingkat profitabilitas (Operating Margin) perusahaan sesuai dengan              1,0
          (Operating Margin)       tingkat profitabilitas industri sejenis ? Diatas (marketabilitas tinggi = 0), Rata-
                                   rata (marketabilitas sedang = 0,5), Dibawah (marketabilitas rendah = 1)
        5 Fluktuasi laba bersih    Apakah laba bersih perusahaan berfluktuasi ? Tidak, cenderung meningkat                0,0
                                   (marketabilitas tinggi = 0), Sedang, cenderung stabil (marketabilitas sedang =
                                   0,5), Ya, cenderung menurun (marketabilitas rendah = 1)
        6 Struktur permodalan      Apakah struktur permodalan (debt to equity ratio ) perusahaan sesuai dengan            0,0
                                   rata-rata industri sejenis ? Dibawah (marketabilitas tinggi = 0), Rata-rata
                                   (marketabilitas sedang = 0,5), Diatas (marketabilitas rendah = 1)
        7 Likuiditas               Apakah likuiditas (current ratio ) perusahaan sesuai dengan rata-rata industri         0,0
                                   sejenis ? Diatas(marketabilitas tinggi = 0), Rata-rata (marketabilitas sedang =
                                   0,5), Dibawah (marketabilitas rendah = 1)
        8 Pertumbuhan              Pertumbuhan penjualan perusahaan dibandingkan dengan rata-rata industri                0,0
          penjualan                sejenis ? Lebih besar (marketabilitas tinggi = 0), Rata-rata (marketabilitas
                                   sedang = 0,5), Lebih kecil (marketabilitas rendah = 1)
        9 Prospek perusahaan       Bagaimana prospek perusahaan maupun industrinya dimasa mendatang ?                     0,5
          dan industri             Cerah (marketabilitas tinggi = 0), Seperti adanya saat ini (marketabilitas sedang
                                   = 0,5), Menurun (marketabilitas rendah = 1)
       10 Kualitas manajemen       Apakah kualitas manajemen perusahaan dapat mencapai tingkat keberhasilan               0,5
                                   operasi dan keuangan perusahaan serta mempunyai profitabilitas yang tinggi
                                   untuk memperoleh hasil yang diharapkan ? Ya (marketabilitas tinggi = 0),
                                   Seperti adanya saat ini (marketabilitas sedang = 0,5), Tidak (marketabilitas
                                   rendah = 1)
                                                           Jumlah                                                         4,0
       Perhitungan DLOM
       Maksimum Skor =                                                                                                    10,0
       DLOM perusahaan tertutup sesuai peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 adalah 20%-40%
       Jumlah Skor =                                                                                                        4,0
       DLOM Objek Penilaian                                                                                              28,00%
      Dalam penilaian ini, kami mengaplikasikan DLOM sebesar 28%.




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                                                      V-3
Page 44
5.1.4. Premium For Control (PFC)
      PFC merupakan penambah yang diaplikasikan pada suatu indikasi nilai ekuitas karena
      kemampuan tingkat pengendalian yang melekat pada ekuitas tersebut. Merujuk peraturan
      OJK No. 35/POJK.04/2020 untuk perusahaan terbuka PFC sebesar 20% – 35% dan
      perusahaan tertutup PFC sebesar 30% - 70%.
      Pengaplikasian PFC untuk menyamakan level indikasi nilai yang diperoleh dari pendekatan
      yang digunakan dengan level saham yang dinilai, sebagai saham mayoritas atau minoritas.
      Mengingat yang dinilai saham mayoritas dan nilai yang dihasilkan dari pendekatan
      pendapatan bersifat mayoritas maka kami tidak mengaplikasikan PFC. Sedangkan nilai
      yang dihasilkan dari pendekatan pasar bersifat minoritas maka kami menggunakan PFC.
      Besarnya PFC antara lain dengan pertimbangan sebagai berikut:
      PT INTI MEDICOM RETAILINDO
      Pertimbangan PFC
       No.     Faktor Pertimbangan                                      Pengukuran                                    Skor
        1 Perjanjian antara          Apakah terdapat perjanjian dari pemegang saham yang mengatur posisi dalam         1,0
             pemegang saham          susunan manajemen perusahaan yang akan menjalankan perusahaan tanpa
                                     melihat jumlah kepemilikan saham ? Ada (Kendali mayoritas rendah = 0), Tidak
                                     ada (Kendali mayoritas tinggi = 1)
        2 Pemegang saham             Hal-hal yang dilakukan oleh pemegang saham pengendali terhadap perusahaan        0,5
             pengendali              yang dikendalikan untuk membuat saham yang dimilikinya lebih
                                     menguntungkan ? Rendah (Kendali mayoritas rendah = 0), Moderat (Kendali
                                     mayoritas sedang = 0,5), Dominan (Kendali mayoritas tinggi = 1)
        3 Penunjukkan manajemen Apakah manajemen perusahaan ditunjuk oleh pemegang saham mayoritas ?                  0,5
                                     Tidak ada (Kendali mayoritas rendah = 0), Sebagian (Kendali mayoritas sedang =
                                     0,5), Seluruhnya (Kendali mayoritas tinggi = 1)
        4 Pengendalian operasional Apakah pemegang saham mayoritas sebagai pengendali operasional                     0,5
             perusahaan              perusahaan ? Tidak (Kendali mayoritas rendah = 0), Sebagian (Kendali
                                     mayoritas sedang = 0,5), Ya (Kendali mayoritas tinggi = 1)
                                                        Jumlah                                                        2,5
      Perhitungan PFC
      Maksimum Skor =                                                                                                       4,0
      PFC perusahaan tertutup merujuk peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 adalah 30%-70%
      Jumlah Skor =                                                                                                       2,5
      PFC Objek Penilaian                                                                                             55,00%
      Dalam penilaian ini, kami mengaplikasikan PFC sebesar 55%.
5.2. PERHITUNGAN INDIKASI NILAI
5.2.1. Perhitungan Nilai Pasar Dengan Pendekatan Pendapatan
5.2.1.1. Pemilihan Arus Kas
         Untuk penilaian dengan pendekatan pendapatan dengan menggunakan metode DCF,
         terdapat 3 (tiga) pilihan arus kas untuk didiskonto yaitu dividen, arus kas bersih untuk
         ekuitas dan arus kas bersih untuk perusahaan/kapital.
         Dalam penilaian ini, Arus Kas Bersih (AKB) yang akan digunakan sebagai economic
         income yang didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai saham adalah AKB untuk kapital
         (Free Cash Flow to Firm).
         Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban
         penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
         mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan untuk




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                                                   V-4
Page 45
         penggantian (reserve for replacement), modal kerja, dan untuk pertumbuhan melalui
         penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung sebagai berikut:
         EAT
         +       Depresiasi dan Amortisasi
         +       Bunga (1-T), dimana T adalah Pajak
         +/-     Perubahan modal kerja
         +/-     Perubahan investasi (capex)
         =       Arus Kas Bersih Untuk Kapital (Free Cash Flow to Firm)
         Alasan pemilihan Arus Kas Bersih untuk Kapital adalah karena tingkat leverage
         perusahaan berubah selama periode proyeksi, oleh karena itu perlu diperhitungkan
         penyesuaian terhadap paduan struktur modal yang optimal sesuai dengan industri yang
         merupakan paduan antara ekuitas dan utang yang akan mengoptimalkan tingkat
         pengembalian kepada pemegang saham.
         Arus Kas Bersih untuk Kapital merupakan arus kas yang tersedia untuk semua penyedia
         kapital dan akan menghasilkan nilai perusahaan. Nilai ekuitas diperoleh dengan
         mengurangkan nilai perusahaan dengan nilai pasar dari modal senior (saham preferen
         dalam hal perusahaan mengeluarkan saham preferen) dikurangi utang berbunga dan
         ditambahkan dengan aset non operasional dan dikurangi dengan kewajiban non
         operasional.
5.2.1.2. Penentuan Tingkat Diskonto
         Tingkat diskonto diperoleh dengan mengaplikasikan model biaya modal rata-rata
         tertimbang (Weighted Average Cost of Capital, WACC) dengan formula sebagai berikut:
                                             WACC = Ke.We + Kd(1-T).Wd
         Dimana:
         WACC = Biaya modal rata-rata tertimbang
         Ke   = Biaya ekuitas
         We   = Proporsi ekuitas dalam struktur modal
         Kd   = Biaya utang
         Wd   = Proporsi utang dalam struktur modal
         T    = Pajak
        Biaya ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model
        (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah
        premium untuk menutup risiko sistimatis dari sekuritas saham, tambahan premi juga
        diperlukan untuk dapat menarik ekuitas ke dalam suatu investasi dan untuk meliput
        dampak dari skala usaha dan kondisi spesifik subjek perusahaan.
        Formula biaya ekuitas sebagai berikut:
                                                  Ke = Rf + ß.Rpm
        Dimana:
        Rf       = Tingkat pendapatan bebas risiko
        ß        = Beta, yaitu faktor yang meliputi risiko sistematis dari suatu ekuitas
        Rpm      = Premi risiko ekuitas pasar




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                 V-5
Page 46
        Berdasarkan uraian tersebut diatas maka biaya modal (WACC) yang merupakan tingkat
        diskonto adalah sebagai berikut:
                     Uraian                  Nilai         Sumber                     Keterangan
                                                                           Harga dan Yield Obligasi Pemerintah
                                                      Penilai Harga Efek
         Rf =                                 7,27%                        Republik Indonesia Tenor 30 Tahun
                                                          Indonesia
                                                                                 Per 30 Desember 2022
         RPm =                                9,23%      Damodaran               Publikasi Januari 2023
         Credit Default Spread (CDS) =        2,33%      Damodaran               Publikasi Januari 2023
                                                                                   Healthcare Product
         Unlevered Beta =                     1,094     Damodaran
                                                                                 Publikasi Januari 2023
         Tax                                 22,00%                        PPh Badan
                                                                                   Healthcare Product
         DER Industri =                       3,99%     Damodaran
                                                                                 Publikasi Januari 2023
         Beta Relevered =                     1,128 Hasil Perhitungan            Bu x (1+((1-Tax)*DER))
         Cost of Equity (Ke) =               15,35% Hasil Perhitungan         (Rf+(Beta * RPm)+Rs) - CDS
         We =                                96,17%             Struktur Modal Rata-rata Industri
         Wd =                                 3,83%             Struktur Modal Rata-rata Industri
                                                    Suku bunga Rata-rata pinjaman investasi Bank Pemerintah
         Kd =                                 8,72%
                                                                      Bulan Desember 2022
         Tingkat Diskonto =                  15,02% Hasil Perhitungan          (Kd x Wd (1-T)) + (Ke x We)
        Dengan demikian tingkat diskonto adalah 15,02%.
5.2.1.3 Metode Discounted Cash Flow (DCF)
        Dalam penilaian dengan metode DCF diperlukan proyeksi pendapatan ekonomi
        berdasarkan rencana bisnis manajemen perusahaan yang disesuaikan. Proyeksi
        pendapatan perusahaan berdasarkan analisis dan penyesuaian terhadap laporan
        keuangan perusahaan dengan memperhatikan kondisi yang akan terjadi di masa depan
        dan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan usaha dengan tingkat pendapatan
        perusahaan.
5.2.1.3.1. Asumsi Proyeksi Keuangan
           Asumsi proyeksi keuangan IMR adalah sebagai berikut:
            Jangka Waktu Proyeksi
            Proyeksi keuangan disajikan mulai dari periode 1 Januari 2023 – 31 Desember 2027.
            Laporan Laba (Rugi)
             ▪ Perhitungan pendapatan diasumsikan meningkat 2,00% dari tahun sebelumnya.
             ▪ Beban pokok penjualan diasumsikan 84,50% dari pendapatan setiap tahun.
             ▪ Beban penjualan diasumsikan 4,00% dari pendapatan setiap tahun
             ▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan 6,00% dari pendapatan setiap tahun.
             ▪ Perhitungan depresiasi dan amortisasi disajikan pada lampiran 1.
             ▪ Pendapatan keuangan diasumsikan nol atau tidak ada.
             ▪ Beban keuangan diasumsikan nol atau tidak ada.
             ▪ Pendapatan keuangan diasumsikan nol atau tidak ada.
             ▪ Laba atas penjualan aset tetap diasumsikan nol atau tidak ada.
             ▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan
                menerapkan tax loss carry forward.



Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                                  V-6
Page 47
            Laporan Posisi Keuangan
             ▪ Aset lancar
                − Piutang usaha diasumsikan 2 hari dari pendapatan setiap tahun.
                − Persediaan diasumsikan 25 hari dari beban pokok penjualan setiap tahun.
                − Pembayaran di muka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                   2022.
                − Pajak dibayar di muka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                   2022.
                − Uang muka pembelian diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                   2022.
             ▪ Aset tidak lancar
                − Perhitungan aset tetap disajikan pada lampiran 1.
                − Perhitungan aset tak berwujud disajikan pada lampiran 1.
                − Perhitungan aset hak guna disajikan pada lampiran 1.
                − Taksiran klaim pajak penghasilan diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                   Desember 2022.
                − Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                   2022.
                − Jaminan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
            ▪    Liabilitas jangka pendek
                 − Utang usaha diasumsikan 5 hari dari beban pokok penjualan setiap tahun.
                 − Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                 − Uang muka pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                     2022.
                 − Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                 − Biaya masih harus dibayar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                     2022.
                 − Liabilitas sewa-jangka pendek diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                     Desember 2022.
            ▪    Liabilitas jangka panjang
                 − Liabilitas sewa-jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                     Desember 2022.
                 − Liabilitas imbalan kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                     2022.
            ▪    Ekuitas
                  − Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
                  − Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
                      2022.
                  − Rugi komprehensif lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                      Desember 2022.
                  − Saldo (rugi) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode
                      berjalan dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                              V-7
Page 48
5.2.1.3.2. Hasil Proyeksi Keuangan
           Hasil proyeksi keuangan yang telah disesuaikan disajikan pada tabel berikut:
            PT INTI MEDICOM RETAILINDO
            Proyeksi Laba Rugi (Rp. Juta)
                                                           Tahun                       Tahun Proyeksi
                               Uraian
                                                            2022      2023      2024       2025        2026      2027
            PENJUALAN                                      143.163   146.026   148.946    151.925     154.964   158.063
            BEBAN POKOK PENJUALAN                         (120.134) (123.392) (125.860) (128.377) (130.944) (133.563)
            LABA KOTOR                                      23.029    22.634    23.087     23.548      24.019    24.500
            Beban penjualan                                  (4.227)   (5.841)   (5.958)    (6.077)     (6.199)   (6.323)
            Beban umum dan administrasi                      (8.591)   (8.762)   (8.937)    (9.116)     (9.298)   (9.484)
            EBITDA                                          10.211      8.031     8.192      8.356       8.523     8.693
            Depresiasi dan amortisasi                        (3.297)   (2.466)   (3.028)    (3.730)     (4.526)   (5.053)
            EBIT                                              6.914     5.565     5.164      4.626       3.997     3.640
            Pendapatan keuangan                               1.335       -         -          -           -         -
            Beban keuangan                                      (26)      -         -          -           -         -
            Pendapatan lainnya                                   24       -         -          -           -         -
            Laba atas penjualan aset tetap                     0,04       -         -          -           -         -
            EBT                                               8.248     5.565     5.164      4.626       3.997     3.640
            Pajak                                            (1.721)   (1.224)   (1.136)    (1.018)       (879)     (801)
            LABA BERSIH (EAT)                                 6.527     4.341     4.028      3.608       3.118     2.839
                                              Rata-rata
                  Rasio Profitabilitas
                                             2023-2027
            Laba Kotor/Sales                    15,50%      16,09%     15,50%    15,50%     15,50%     15,50%     15,50%
            EBITDA/Sales                         5,50%       7,13%      5,50%     5,50%      5,50%      5,50%      5,50%
            EBIT/Sales                           3,04%       4,83%      3,81%     3,47%      3,04%      2,58%      2,30%
            EBT/Sales                            3,04%       5,76%      3,81%     3,47%      3,04%      2,58%      2,30%
            EAT/Sales                            2,37%       4,56%      2,97%     2,70%      2,38%      2,01%      1,80%




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                                            V-8
Page 49
            PT INTI MEDICOM RETAILINDO
            Proyeksi Posisi Keuangan (Rp. Juta)
                                                              Tahun                      Tahun Proyeksi
                                Uraian
                                                              2022      2023      2024       2025       2026     2027
             ASET
             ASET LANCAR
             Kas dan setara kas                               34.589    37.317    40.241     43.444    46.949    50.701
            Piutang usaha                                        787       800       816        832       849       866
             Persediaan                                        8.403     8.451     8.621      8.793     8.969     9.148
             Pembayaran dimuka                                   101       101       101        101       101       101
             Pajak dibayar di muka                               -         -         -          -         -         -
             Uang muka pembelian                                 -         -         -          -         -         -
             Jumlah Aset Lancar                               43.880    46.670    49.779     53.171    56.869    60.817
             ASET TIDAK LANCAR
             Aset tetap
               Nilai perolehan                                 2.839     3.379     3.918      4.458     4.997     5.537
               Akumulasi penyusutan                            1.573     1.928     2.368      2.864     3.469     3.918
               Nilai buku                                      1.266     1.451     1.551      1.594     1.529     1.618
             Aset takberwujud
               Nilai perolehan                                    25        25        25         25        25        25
               Akumulasi amortisasi                              -           6        13         19        25        25
               Nilai buku                                         25        19        13          6       -         -
             Aset hak-guna
               Nilai perolehan                                 9.762    13.203    16.644     20.086    23.527    26.968
               Akumulasi amortisasi                            6.001     8.106    10.688     13.915    17.830    22.434
               Nilai buku                                      3.761     5.097     5.956      6.170     5.696     4.534
             Taksiran klaim pajak penghasilan                    786       786       786        786       786       786
             Aset pajak tangguhan                                190       190       190        190       190       190
             Jaminan                                              11        11        11         11        11        11
             Jumlah Aset Tidak Lancar                          6.039     7.554     8.506      8.757     8.212     7.139
             JUMLAH ASET                                      49.920    54.223    58.285     61.928    65.081    67.956
             LIABILITAS DAN EKUITAS
             LIABILITAS JANGKA PENDEK
             Utang usaha                                       1.727     1.690     1.724      1.759     1.794     1.830
             Utang lain-lain                                     -         -         -          -         -         -
             Uang muka pelanggan                                  54        54        54         54        54        54
             Utang pajak                                         276       276       276        276       276       276
             Biaya masih harus dibayar                           -         -         -          -         -         -
            Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
            dalam satu tahun:
               Liabilitas sewa                                 3.410     3.410     3.410      3.410     3.410     3.410
             Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                   5.468     5.430     5.464      5.499     5.534     5.570
             LIABILITAS JANGKA PANJANG
            Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
            bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
               Liabilitas sewa                                    46        46        46         46        46        46
             Liabilitas imbalan kerja                            559       559       559        559       559       559
             Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                    605       605       605        605       605       605
             JUMLAH LIABILITAS                                 6.073     6.036     6.070      6.104     6.139     6.175
             EKUITAS
             Modal saham                                         511       511       511        511       511       511
             Tambahan modal disetor                           24.224    24.224    24.224     24.224    24.224    24.224
             Rugi komprehensif lainnya                          (389)     (389)     (389)      (389)     (389)     (389)
             Saldo laba                                       19.501    23.841    27.869     31.478    34.595    37.435
             Jumlah Ekuitas                                   43.847    48.187    52.215     55.824    58.941    61.781
             JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                    49.920    54.223    58.285     61.928    65.081    67.956
                                                  Rata-rata
             Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                                                 2023-2027
             Current Ratio                          971,39%   802,56%   859,41%   911,00%   966,97% 1027,65% 1091,91%
             Debt to Equity Ratio                    11,10%    13,85%    12,53%    11,62%    10,93%   10,42%   10,00%
             Debt to Asset Ratio                      9,98%    12,17%    11,13%    10,41%     9,86%    9,43%    9,09%




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                                              V-9
Page 50
            PT INTI MEDICOM RETAILINDO
            Proyeksi Arus Kas (Rp. Juta)
                                                                                                Tahun Proyeksi
                                          Uraian
                                                                               2023      2024       2025       2026      2027
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
            Laba bersih                                                         4.341     4.028      3.608     3.118      2.839
            Depresiasi                                                          2.466     3.028      3.730     4.526      5.053
            Perubahan Modal Kerja :
            (Kenaikan) Penurunan Piutang usaha                                    (13)      (16)       (16)      (17)       (17)
            (Kenaikan) Penurunan Persediaan                                       (49)     (169)      (172)     (176)      (179)
            (Kenaikan) Penurunan Pembayaran dimuka                                -         -          -         -          -
            (Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar di muka                            -         -          -         -          -
            (Kenaikan) Penurunan Uang muka pembelian                              -         -          -         -          -
            (Kenaikan) Penurunan Taksiran klaim pajak penghasilan                 -         -          -         -          -
            (Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan                             -         -          -         -          -
            (Kenaikan) Penurunan Jaminan                                          -         -          -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Utang usaha                                      (37)       34         34        35         36
            Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain                                  -         -          -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Uang muka pelanggan                              -         -          -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Utang pajak                                      -         -          -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Biaya masih harus dibayar                        -         -          -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja                         -         -          -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
                                  dalam satu tahun:
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas sewa                                  -         -          -          -         -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
                                  bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas sewa                                  -         -          -         -          -
                                  Perubahan Modal Kerja                           (99)     (151)      (154)     (157)      (160)
            Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi            6.708     6.905      7.184     7.486      7.732
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
            (Kenaikan) Penurunan Aset tetap                                      (539)     (539)      (539)      (539)     (539)
            (Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud                                 -         -          -          -         -
            (Kenaikan) Penurunan Aset hak-guna                                 (3.441)   (3.441)    (3.441)    (3.441)   (3.441)
            Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi         (3.981)   (3.981)    (3.981)    (3.981)   (3.981)
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
            Kenaikan (Penurunan) Modal saham                                      -         -          -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor                           -         -          -         -          -
            Kenaikan (Penurunan) Rugi komprehensif lainnya                        -         -          -         -          -
            Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan            -         -          -         -          -
            Penyesuaian                                                           -         -          -         -          -
            KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS                        2.727     2.924      3.203     3.506      3.751
            KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN                                        34.589    37.317     40.241    43.444     46.949
            KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN                                       37.317    40.241     43.444    46.949     50.701

5.2.1.4. Pemilihan Tingkat Pertumbuhan Perpetuitas
          Nilai terminal (terminal value) diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih periode
          kekal dengan capitalization rate yang sesuai dengan tingkat diskonto. Dalam hal ini,
          asumsi yang digunakan terhadap subjek penilaian adalah perusahaan yang bersifat
          going concern, dimana perusahaan akan berjalan terus meskipun terjadi pergantian
          pada pemilik atau manajemen perusahaan.
          Dalam perhitungan ini, kami menggunakan tingkat pertumbuhan sebesar 2,00%
          sehingga capitalization rate yang kami gunakan adalah sebesar 15,02% - 2,00% =
          13,02%.




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                                                      V-10
Page 51
5.2.1.5. Indikasi Nilai
         Perhitungan indikasi Nilai Pasar dengan metode DCF disajikan pada tabel dibawah ini:
         PT INTI MEDICOM RETAILINDO
         Indikasi Nilai Pasar Saham Dengan Pendekatan Pendapatan (Rp. Juta)
                                                                                                     Tahun
                                  Uraian                             Kini
                                                                                2023       2024      2025      2026      2027
         Free Cash Flow to Firm :
         Laba bersih                                                             4.341      4.028     3.608     3.118     2.839
         Depresiasi dan amortisasi                                               2.466      3.028     3.730     4.526     5.053
         Bunga (1-T)                                                               -          -         -         -         -
         Perubahan Modal Kerja                                                      (99)     (151)     (154)     (157)     (160)
         Perubahan Investasi (Capex)                                            (3.981)    (3.981)   (3.981)   (3.981)   (3.981)
         Jumlah arus kas bebas untuk kapital                                     2.727      2.924     3.203     3.506     3.751
         Nilai Terminal
           Tingkat Diskonto                                15,02%
           Tingkat Pertumbuhan Perpetuitas                   2,00%
           Tingkat Kapitalisasi                            13,02%
         Jumlah Nilai Terminal                                                                                            29.385
         Biaya Modal untuk Kapital                                              15,02%     15,02%    15,02%    15,02%    15,02%
         Faktor Diskonto                                                          0,869      0,756     0,657     0,571     0,497
         Nilai kini dari arus kas bebas untuk kapital                            2.371      2.210     2.105     2.003    16.459
         Jumlah Nilai kini dari arus kas bebas untuk Kapital         25.148
         Ditambah Aset Non Operasional:
         (+) Kas dan setara kas                                       34.589                7,22%     9,55%     9,44%     7,01%
         Indikasi Nilai 100% Ekuitas atau              511 saham      59.737
         Discount For Lack Of Marketability (DLOM)        -28,00%    (16.726)
         Indikasi Nilai Pasar saham                                   43.011
         Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, indikasi Nilai Pasar 511 saham atau 100%
         saham IMR per 31 Desember 2022 dengan pendekatan pendapatan adalah sebesar
         Rp 43.011 juta.
5.2.2. Perhitungan Nilai Pasar Dengan Pendekatan Pasar
        Perhitungan Nilai Pasar dengan Pendekatan Pasar dengan metode pembanding
        perusahaan tercatat di Bursa Efek (Guideline Publicly Traded Company Method).
         Perusahaan-perusahaan pembanding yang kami gunakan adalah perusahaan yang
         sudah tercatat di Pasar Modal yang memiliki sektor industri yang sejenis dengan sektor
         industri perusahaan yang dinilai.
         Perusahaan-perusahaan pembanding yang kami gunakan merupakan perusahaan yang
         tercatat di bursa efek dan sahamnya ditransaksikan selama 60 hari bursa dalam jangka
         waktu 90 hari bursa terakhir sebelum tanggal penilaian, yang bergerak di sektor industri
         sejenis yang sudah tercatat di Bursa Efek, yaitu: Sri Trang Gloves PCL (STGTf.BK), PT
         Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC.JK), Adventa Berhad (ADVE.KL), PT
         Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT.JK), PT Supermax Corporation Berhad
         (SUPM.KL), Techno Medical Public Company Limited (TMm.BK), Careplus Group Bhd
         (CARE.KL) dan Top Glove Corporation Bhd (TPGC.KL).
         Laporan keuangan perusahaan pembanding kami peroleh dari IndoPremier
         (www.indopremier.com), Reuters (www.reuters.com), Damodaran dan BEI
         (www.idx.co.id). Kami telah menganalisis laporan keuangan perusahaan pembanding
         dan perusahaan.
        Analisis perbandingan Perseroan dengan perusahaan pembanding adalah sebagai
        berikut:




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                                                      V-11
Page 52
        PT INTI MEDICOM RETAILINDO
        Kriteria Perusahaan Pembanding
                                                                                                       Perusahaan Pembanding
        No.              Kriteria                                                                                                                                                                 Perseroan      Kesimpulan
                                                  STGTf.BK          SDPC.JK           ADVE.KL         EPMT.JK            SUPM.KL              TMm.BK           CARE.KL           TPGC.KL
                                                                                                                                                                                                  Healthcare
                                                 Healthcare       Healthcare       Healthcare       Healthcare          Healthcare          Healthcare       Healthcare       Healthcare
         1 Industri                                                                                                                                                                                Support        Sebanding
                                               Support Services Support Services Support Services Support Services       Products         Support Services Support Services Support Services
                                                                                                                                                                                                   Services
         2 Karakteristik Pertumbuhan dan
           Struktur Permodalan:
                                                                                                                                                                                                                  Sebanding
               Sales (TTM) vs TTM 1 Yr. Ago            -50,99%            7,06%           -39,54%          -62,49%           -50,26%               -4,50%            -62,65%         -65,94%          -15,28%
               Total Debt to Equity (MRQ)                0,32 x           4,41 x            0,18 x           0,46 x            0,18 x               0,90 x             0,39 x             n/a           0,14 x
         3 Kinerja keuangan 5 thn terakhir:
              Sales - 5 Yr. Growth Rate                      n/a          8,68%                 n/a         7,34%                  n/a              0,45%             -9,61%             59,85%        34,55%
              Operating Margin - 5 Yr. Avg.                  n/a          2,24%                 n/a         3,90%                  n/a              8,50%             -5,72%             14,97%         4,67%
                                                                                                                                                                                                              Sebanding
              Net Profit Margin - 5 Yr. Avg.                 n/a          0,46%                 n/a         3,03%                  n/a              5,83%             -7,90%             11,13%         3,87%
              Return on Equity - 5 Yr. Avg.                  n/a          5,49%                 n/a        11,49%                  n/a              8,95%              5,86%             20,19%        24,53%
              Return on Assets - 5 Yr. Avg.                  n/a          1,08%                 n/a         8,03%                  n/a              4,89%             -6,33%              9,80%        19,66%
         4 Ukuran Perusahaan:                                                                                                                                                                                   Tidak
              Total Asset (Rp.Miliar)                   21.822            1.400              263           10.400             21.052                  418             1.806              28.685            50 Sebanding
         5 Market Share:
                                                                                                                                                                                                                  Sebanding
              Sales (Rp.Miliar)                         10.479            3.200              209            9.497                    38               290                924             19.693           143

        Berdasarkan data perusahaan-perusahaan pembanding yang diperoleh, digunakan key
        valuation ratio berupa rasio ekuitas dan kapital perusahaan-perusahaan tersebut
        sebagai acuan dalam menentukan indikasi nilai saham perusahaan.
        Key Valuation Ratio yang dapat digunakan adalah Price to Book Value (P/BV) dengan
        pertimbangan nilai buku aset perusahaan pembanding telah disesuaikan ke dalam nilai
        pasar, Price to Earning (P/E) diterapkan jika nilai depresiasi tidak merupakan biaya yang
        signifikan pada unsur biaya, MVIC to gross cash flow before depreciation and taxes
        (MVIC/GCF) dengan pertimbangan nilai depresiasi merupakan nilai yang signifikan, Price
        to Sales (P/Sales), MVIC to sales (MVIC/Sales) diterapkan jika antara objek penilaian dan
        perusahaan pembanding mempunyai karakteristik usaha yang sama, MVIC to Earning
        before interest, taxes, depreciation and amortization (MVIC/EBITDA), MVIC to Earning
        before interest and taxes (MVIC/EBIT), dan MVIC to Book Value Invested Capital
        (MVIC/BVIC).
        Rasio kapital perusahaan-perusahaan pembanding per 31 Desember 2022 adalah sebagai
        berikut:
         PT INTI MEDICOM RETAILINDO
         Perhitungan Rasio Perusahaan Pembanding

                                                                                                          Perusahaan Pembanding
                      Indikator                                                                                                                                                                                  Median
                                         STGTf.BK                      SDPC.JK           ADVE.KL           EPMT.JK             SUPM.KL               TMm.BK              CARE.KL             TPGC.KL
         Key Valuation Ratio Invested Capital
         MVIC/GCF                              9,52                           24,38             (24,18)               2,92         2528,01                   38,66              (3,43)            12,42             18,40
         MVIC/Sales                            1,24                            0,31               1,77                0,86          210,36                    1,73               1,27              1,37              1,32
         MVIC/EBITDA                           9,08                           11,05             (25,06)               1,91         1057,42                   32,41              (5,13)            12,88             11,96
         MVIC/EBIT                            16,07                           13,51             (20,90)               2,02         1724,05                   60,09              (3,68)            30,08             23,08
         MVIC/BVIC                             0,78                            1,21               1,57                1,04            0,45                    1,43               0,79              1,07              1,06

        Perhitungan indikasi Nilai Pasar dengan metode Guideline Publicly Traded Company
        Method dengan rasio kapital disajikan pada tabel dibawah ini:




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                                                                                                                                              V-12
Page 53
         PT INTI MEDICOM RETAILINDO
         Indikasi Nilai Pasar Saham Dengan Pendekatan Pasar (Rp. Juta)
                                                 Var.                              Indikasi Nilai
               Uraian           Multiples                  Nilai MVIC    (-) IBD                     Bobot Nilai Bobot
                                             Fundamental                              Ekuitas
         MVIC/GCF                    18,40           9.823     180.756         -         180.756      0,00%          -
         MVIC/Sales                   1,32        143.163      188.814         -         188.814      0,00%          -
         MVIC/EBITDA                 11,96         10.211      122.154         -         122.154      0,00%          -
         MVIC/EBIT                   23,08           6.914     159.561         -         159.561      0,00%          -
         MVIC/BVIC                    1,06         43.847       46.274         -           46.274 100,00%       46.274
         Indikasi Nilai 100% Ekuitas atau                                                      511 saham        46.274
         Premi For Control (PFC)                                                           55,00%               25.451
         Indikasi Nilai 100% Ekuitas ditambah PFC                                                               71.725
         Discount For Lack Of Marketability (DLOM)                                        -28,00%              (20.083)
         Indikasi Nilai Pasar Saham                                                                             51.642
      Kami memberikan bobot 100% pada indikasi nilai yang dihasilkan oleh MVIC/BVIC.
      Sedangkan indikasi nilai yang dihasilkan oleh rasio lainnya diberi bobot 0 ,00% dengan
      pertimbangan indikasi nilai ekuitas dari rasio tersebut tidak mencerminkan nilai pasar
      sehingga tidak digunakan.
      Berdasarkan hasil perhitungan tersebut indikasi Nilai Pasar 511 saham atau 100% saham
      IMR per 31 Desember 2022 dengan pendekatan pasar adalah sebesar Rp 51.642 juta.
5.3. REKONSILIASI NILAI
     Perhitungan Nilai Pasar saham dengan melakukan rekonsiliasi nilai terhadap indikasi nilai
     yang diperoleh dari pendekatan penilaian yang digunakan dengan cara pembobotan.
     Besarnya bobot ditentukan oleh “professional judgement” berdasarkan keyakinan penilai
     dan relevansi pendekatan penilaian yang digunakan.
      Dalam memberikan bobot, Penilai mempertimbangkan kondisi berikut:
      - Perusahaan telah beroperasi secara komersial dan pendapatannya dimasa mendatang
         dapat diperkirakan.
      - Informasi transaksi di pasar tersedia, namun perusahaan sejenis memiliki perbedaan
         signifikan terhadap objek penilaian dan membutuhkan penyesuaian yang subjektif.
      Berdasarkan pertimbangan tersebut, Penilai berkeyakinan pendekatan pendapatan lebih
      relevan digunakan dibanding dengan pendekatan pasar.
      Perhitungan rekonsiliasi untuk memperoleh Nilai Pasar saham adalah sebagai berikut:




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                                           V-13
Page 54
      PT INTI MEDICOM RETAILINDO
      Perhitungan Rekonsiliasi Nilai Pasar Saham (Rp.Juta)
                                                             Indikasi Nilai    Indikasi Nilai
                                                                                                         Rekonsiliasi
            Pendekatan                  Metode              Sebelum DLOM DLOM Setelah DLOM      Bobot
                                                                                                          (Rp.Juta)
                                                               (Rp.Juta)         (Rp.Juta)
      Pendekatan Pendapatan     Discounted Cash Flow
                                                                   59.737 28,00%       43.011   90,00%        38.710
                                Method (DCF)
      Pendekatan Pasar          Guideline Publicly Traded
                                                                   71.725 28,00%       51.642   10,00%         5.164
                                Company Method (GPTC)
      Nilai Pasar Saham (Rp.Juta)                                                     94.653     0,00%        43.874
      Nilai Pasar Saham (pembulatan)                                                                          43.900
      Jumlah Saham                                                                                               511
      Nilai Pasar per Saham (Rp)                                                                          85.909.980
      Berdasarkan hasil perhitungan rekonsiliasi, Nilai Pasar 511 saham atau 100% saham IMR
      per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp 43.900 juta.
5.4. KESIMPULAN NILAI
     Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
     dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian,
     maka menurut pendapat kami Nilai Pasar 511 saham atau 100% saham IMR per 31
     Desember 2022 adalah:

                                                   Rp 43.900.000.000,-
                      (EMPAT PULUH TIGA MILIAR SEMBILAN RATUS JUTA RUPIAH)

      atau untuk setiap saham adalah:
                                         Rp 85.909.980,-
                     (DELAPAN PULUH LIMA JUTA SEMBILAN RATUS SEMBILAN RIBU
                             SEMBILAN RATUS DELAPAN PULUH RUPIAH)




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                                         V-14
Page 55
                                             LAMPIRAN




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo              V-15
Page 56
Lampiran 1
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp. Juta)
                                                  Umur                                   Tahun
                     Uraian
                                                Ekonomis     2022       2023        2024      2025     2026    2027
ASET TETAP
Nilai Perolehan
  Kendaraan                                                      593       593         593       593     593     593
  Inventaris kantor                                            2.247     2.247       2.247     2.247   2.247   2.247
Capex 2023                                  539                            539         539       539     539     539
Capex 2024                                  539                                        539       539     539     539
Capex 2025                                  539                                                  539     539     539
Capex 2026                                  539                                                          539     539
Capex 2027                                  539                                                                  539
Jumlah Nilai Perolehan                                        2.839      3.379       3.918     4.458   4.997   5.537
Penyusutan Aset Tetap
  Kendaraan                                 593      8                       74         51       -       -       -
  Inventaris kantor                       2.247      8                     281         281       281     281      18
Capex 2023                                  539      5                                 108       108     108     108
Capex 2024                                  539      5                                           108     108     108
Capex 2025                                  539      5                                                   108     108
Capex 2026                                  539      5                                                           108
Capex 2027                                  539      5
Jumlah Penyusutan Aset Tetap                                               355         440       497     605     450
Akumulasi Penyusutan
  Kendaraan                                                      468       542         593       593     593     593
  Inventaris kantor                                            1.105     1.386       1.667     1.948   2.229   2.247
Capex 2023                                                       -          -          108       216     324     432
Capex 2024                                                       -          -          -         108     216     324
Capex 2025                                                       -          -          -         -       108     216
Capex 2026                                                       -          -          -         -       -       108
Capex 2027                                                       -          -          -         -       -       -
Jumlah Akumulasi Penyusutan                                   1.573      1.928       2.368     2.864   3.469   3.918
Nilai Buku
  Kendaraan                                                      125         51           -        -       -       -
  Inventaris kantor                                            1.141       861         580       299      18       -
Capex 2023                                                         -       539         432       324     216     108
Capex 2024                                                         -          -        539       432     324     216
Capex 2025                                                         -          -           -      539     432     324
Capex 2026                                                         -          -           -        -     539     432
Capex 2027                                                         -          -           -        -       -     539
Jumlah Nilai Buku                                             1.266      1.451       1.551     1.594   1.529   1.618




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                                      V-16
Page 57
Lampiran 1 (Lanjutan)
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Perhitungan Nilai Perolehan, Amortisasi dan Akumulasi Amortisasi Aset Tak berwujud (Rp. Juta)
                                                   Umur                                   Tahun
                     Uraian
                                                 Ekonomis      2022        2023      2024      2025      2026       2027
ASET TAKBERWUJUD
Nilai Perolehan
  Sistem informasi akuntansi                                        25        25         25       25        25         25
Jumlah Nilai Perolehan                                              25        25         25       25        25         25
Amortisasi Aset Takberwujud
  Sistem informasi akuntansi                  25      4                         6          6        6           6      -
Jumlah Amortisasi Aset Takberwujud                                              6          6        6           6      -
Akumulasi Amortisasi
  Sistem informasi akuntansi                                       -            6        13       19        25         25
Jumlah Akumulasi Amortisasi                                        -            6        13       19        25         25
Nilai Buku
  Sistem informasi akuntansi                                        25        19         13         6       -          -
Jumlah Nilai Buku                                                   25        19         13         6       -          -

PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Perhitungan Nilai Perolehan, Amortisasi dan Akumulasi Amortisasi Aset Hak-Guna (Rp. Juta)
                                                   Umur                                    Tahun
                     Uraian
                                                 Ekonomis      2022       2023       2024       2025     2026       2027
ASET HAK-GUNA
Nilai Perolehan
  Bangunan                                                       9.252    12.694     16.135     19.576   23.017     26.459
  Kendaraan                                                        509       509        509        509      509        509
Jumlah Nilai Perolehan                                           9.762    13.203     16.644     20.086   23.527     26.968
Amortisasi Aset Hak-Guna
  Bangunan                                 9.252      5                    1.850      2.539      3.227    3.915      4.603
  Kendaraan                                  509      2                      255          43       -        -          -
Jumlah Amortisasi Aset Hak-Guna                                            2.105      2.582      3.227    3.915      4.603
Akumulasi Amortisasi
  Bangunan                                                       5.789     7.640     10.179     13.406   17.321     21.924
  Kendaraan                                                        211       466        509        509      509        509
Jumlah Akumulasi Amortisasi                                      6.001     8.106     10.688     13.915   17.830     22.434
Nilai Buku
  Bangunan                                                       3.463     5.054      5.956      6.170    5.696      4.534
  Kendaraan                                                        298        43        -          -        -          -
Jumlah Nilai Buku                                                3.761     5.097      5.956      6.170    5.696      4.534




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                                           V-17
Page 58
Lampiran 2
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Perhitungan Rasio Perusahaan Pembanding

                                                                                  Perusahaan Pembanding
         Indikator             Satuan                                                                                                          Median
                                          STGTf.BK      SDPC.JK      ADVE.KL      EPMT.JK       SUPM.KL     TMm.BK     CARE.KL      TPGC.KL
Book Value Aset                 Rp Miliar  21821,73      1400,00       262,77     10400,00       21052,19     418,08    1805,98     28684,86   6102,99
Book Value Liabilitas           Rp Miliar   5269,13      1141,10         40,23      3300,00       3268,41     198,30      508,94     4677,23   2204,75
Book Value Ekuitas [BV]         Rp Miliar  16552,60       258,90       222,54       7100,00      17783,78     219,78    1297,05     24007,63   4198,52
Sales                           Rp Miliar  10479,43      3200,00       208,51       9496,79         37,70     290,05      924,38    19692,96   2062,19
EBITDA                          Rp Miliar   1430,90        90,50        (14,71)     4274,18          7,50      15,47     (228,46)    2094,14     52,99
EBIT                            Rp Miliar    808,37        74,00        (17,63)     4029,36          4,60       8,34     (318,28)     896,72     41,17
EAT [E]                         Rp Miliar    742,87        24,50        (18,17)     2540,65          0,24       5,84     (431,57)     974,44     15,17
Beban Bunga                     Rp Miliar     84,51        38,50          0,57        20,16          0,76       2,82        5,99       15,62     10,81
Beban Depresiasi                Rp Miliar    622,53        16,50          2,93       244,82          2,90       7,13       89,82     1197,42     53,16
Gross Cash Flow (GCF)           Rp Miliar   1365,41        41,00        (15,25)     2785,47          3,14      12,97     (341,76)    2171,86     26,98
Jumlah Saham Paid-Up              Juta      2865,18      1300,00       152,79       2700,00       2576,12     308,00      578,09     8007,69   1938,06
Harga Saham                        Rp       4496,68       332,00      2332,47       2750,00       3074,62    1205,11    1696,34      3215,99   2541,24
Market Value Ekuitas ([P]       Rp Miliar  12883,80       431,60       356,37       7425,00       7920,60     371,17      980,65    25752,61   4202,82
MVIC (MV Ekuitas + IDB)         Rp Miliar  12994,36       999,66       368,66       8146,97       7930,63     501,45    1172,17     26973,33   4551,40
BVIC (BV Ekuitas + IDB)         Rp Miliar  16663,16       826,96       234,83       7821,97      17793,82     350,06    1488,57     25228,35   4655,27
Net Cash Flow [NCF]             Rp Miliar   1365,41        41,00        (15,25)     2785,47          3,14      12,97     (341,76)    2171,86     26,98
Key Valuation Ratio Invested Capital
MVIC/GCF                                       9,52       24,38        (24,18)          2,92     2528,01       38,66       (3,43)      12,42     18,40
MVIC/Sales                                     1,24        0,31          1,77           0,86      210,36        1,73        1,27        1,37      1,32
MVIC/EBITDA                                    9,08       11,05        (25,06)          1,91     1057,42       32,41       (5,13)      12,88     11,96
MVIC/EBIT                                    16,07        13,51        (20,90)          2,02     1724,05       60,09       (3,68)      30,08     23,08
MVIC/BVIC                                      0,78        1,21          1,57           1,04        0,45        1,43        0,79        1,07      1,06
Catatan: Angka negatif tidak diperhitungkan
Sumber: www.indopremier.com, www.finance.yahoo.com, www.idx.co.id, www.capitaliq.spglobal.com




Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo                                                                                                      V-18

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.01 MB
Published3 Jul 2023
Pages58
Characters193,684
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 6788 ms 12 Sep 2026 22:10
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result