Back to announcement
20230703_OMED_Informasi Transaksi Afiliasi_31335849_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review OMEDSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 58
Page 1
Laporan No. 00221/2.0118-00/BS/03/0520/1/VI/2023
File No. 065.1/IDR/DE.2/BS/VI/2023
LAPORAN PENILAIAN SAHAM
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
PER 31 DESEMBER 2022
KJPP ISKANDAR DAN REKAN
2023
Page 2
SURAT PENGANTAR Laporan No. 00221/2.0118-00/BS/03/0520/1/VI/2023 File No. 065.1/IDR/DE.2/BS/VI/2023 Jakarta, 13 Juni 2023 Kepada Yth. PT JAYAMAS MEDICA INDUSTRI Tbk By Pass Krian Desa Sidomojo Krian, Sidoarjo Jawa Timur, Indonesia Dengan Hormat, Perihal: Laporan Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo per 31 Desember 2022 Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No: STTD.PPB-33/PM.2/2018 tanggal 28 September 2018 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal. Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara IDR dengan PT Jayamas Medica Industri Tbk No. 029.1/IDR/DE.2/Pr-BFO/II/2023 tanggal 14 Februari 2023. IDR telah melaksanakan Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo per 31 Desember 2022, seperti yang tertuang dalam laporan ini. Latar Belakang PT Jayamas Medica Industri Tbk (selanjutnya disebut OMED atau Pemberi Tugas) memiliki anak perusahaan PT Intisumber Hasil Sempurna Global (selanjutnya disebut IHSG) da n PT Inti Medicom Retailindo (selanjutnya disebut IMR atau objek penilaian atau Perseroan atau Perusahaan). IHSG merencanakan melakukan penambahan setoran modal saham baru pada IMR. Atas rencana transaksi tersebut diperlukan penilaian saham dari Penilai In dependen. IMR merupakan perusahaan tunggal bukan holding company. Objek Penilaian Objek penilaian adalah 511 saham atau 100% saham IMR per 31 Desember 2022. Maksud dan Tujuan Penilaian Maksud penilaian adalah untuk memberikan penilaian independen atas Nilai Pasar objek penilaian per 31 Desember 2022 berdasarkan laporan keuangan perusahaan (audited) yang dinyatakan dalam mata uang sesuai dengan laporan keuangan, untuk tujuan Jual-Beli (Transfer of Ownership). Pendekatan dan Metode Penilaian Dalam melakukan penilaian saham Perusahaan kami menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan pendapatan (income-based approach) dan pendekatan pasar (market-based approach).
Page 3
Pertimbangan menggunakan pendekatan pendapatan adalah karena perusahaan telah
beroperasi secara komersial dan pendapatannya dimasa mendatang dapat diperkirakan.
Sedangkan pertimbangan menggunakan pendekatan pasar karena data pasar perusahaan
untuk industri yang sejenis cukup tersedia.
Metode yang digunakan untuk pendekatan pendapatan adalah metode diskonto untuk
pendapatan mendatang (Multi Period of Income Discounting), adalah metode penilaian yang
digunakan untuk menentukan nilai sekarang suatu pendapatan yang akan diterima di masa
yang akan datang atas objek penilaian, dengan suatu tingkat diskonto atau metode
Discounted Cash Flow (DCF).
Metode yang digunakan untuk pendekatan pasar adalah metode pembanding perusahaan
tercatat di bursa efek (Guideline Publicly Trade Company Method) adalah metode
menghitung nilai dengan rasio penilaian atau key valuation ratio yang dicari dari perusahaan
pembanding yang sahamnya telah memiliki nilai pasar.
Pendekatan dan metode penilaian diatas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Objek
Penilaian dan Pemberi Tugas.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan untuk menghasilkan kesimpulan nilai .
Independensi Penilai
• Dalam mempersiapkan laporan ini kami tidak ada benturan kepentingan dengan
Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan transaksi yang akan
dilakukan Perseroan.
• Dalam mempersiapkan laporan ini kami telah bertindak secara independen tanpa adanya
konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
laporan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak
manapun.
• Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai kami yang memiliki kepentingan dalam
bentuk apapun yang dapat menghalangi kami untuk melakukan pen ilaian secara
independen. Kompensasi dan honorarium kami tidak bergantung kepada kejadian
maupun kesimpulan yang diambil oleh perseroan sebagai akibat dari laporan kami ini.
Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang
dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo ii
Page 4
Page 5
Page 6
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR ........................................................................................................ i
PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................... iv
DAFTAR ISI ................................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. I-1
1.1. LATAR BELAKANG ....................................................................................................... I-1
1.2. STATUS PENILAI DAN KUALIFIKASI PENILAI .................................................................. I-1
1.3. IDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN ............................................... I-1
1.4. MAKSUD DAN TUJUAN PENILAIAN ............................................................................... I-1
1.5. PREMIS NILAI, DASAR NILAI DAN OPINI NILAI YANG DIGUNAKAN ................................. I-2
1.6. OBJEK PENILAIAN ........................................................................................................ I-2
1.7. BENTUK KEPEMILIKAN ................................................................................................. I-2
1.8. TANGGAL PENILAIAN (CUT OFF DATE) ......................................................................... I-2
1.9. JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN ......................................................................... I-2
1.10. RUANG LINGKUP ......................................................................................................... I-2
1.11. TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI ............................................................................. I-2
1.12. ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS .................................................................................... I-3
1.13. SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN ........................................ I-3
1.14. KONFIRMASI BAHWA PENILAIAN DILAKUKAN BERDASARKAN SPI.................................. I-3
1.15. DEFINISI DAN ISTILAH YANG DIGUNAKAN DALAM PENILAIAN ....................................... I-3
1.16. PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN PUBLIKASI ............................................................. I-4
1.17. KONDISI DAN SYARAT PEMBATAS SERTA SKENARIO HIPOTESIS YANG SECARA
LANGSUNG MEMPENGARUHI PENILAIAN ..................................................................... I-4
1.18. TANGGUNG JAWAB PENILAI TERHADAP PIHAK LAIN ..................................................... I-6
1.19. PERNYATAAN INDEPENDENSI ...................................................................................... I-6
1.20. PEMBATASAN KEWAJIBAN .......................................................................................... I-6
BAB II DATA DAN INFORMASI ...................................................................................... II-1
2.1. HASIL PELAKSANAAN INSPEKSI ................................................................................... II-1
2.2. HASIL PEMERIKSAAN ATAS DOKUMEN HUKUM YANG RELEVAN DENGAN OBJEK
PENILAIAN ................................................................................................................. II-1
2.3. PENJELASAN MENGENAI TINGKAT KEPEMILIKAN DAN SIFAT PENGENDALIAN OBJEK
PENILAIAN (CONTROLLING) ........................................................................................ II-1
2.4. PENJELASAN MENGENAI TINGKAT LIKUIDITAS PASAR OBJEK PENILAIAN
(MARKETABILITY) ....................................................................................................... II-1
2.5. URAIAN MENGENAI TENAGA AHLI DAN HASIL PEKERJAAN TENAGA AHLI ..................... II-1
2.6. URAIAN MENGENAI PENILAI PROPERTI DAN HASIL PENILAIAN PROPERTI ..................... II-1
2.7. PENJELASAN MENGENAI KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN
(SUBSEQUENT EVENT) ................................................................................................ II-1
2.8. URAIAN MENGENAI KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG
TERKAIT DENGAN OBJEK PENILAIAN ........................................................................... II-2
2.9. HASIL IDENTIFIKASI ATAS ASET NON OPERASIONAL, KEWAJIBAN NON
OPERASIONAL DAN KELEBIHAN ATAU KEKURANGAN ASET OPERASIONAL (EXCESS
OR DEFICIENT) YANG TERKAIT DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENILAIAN .................. II-2
2.10. INFORMASI MENGENAI IDENTITAS DAN JABATAN PIHAK-PIHAK YANG TELAH
DIWAWANCARAI DAN HUBUNGANNYA DENGAN OBJEK PENILAIAN ............................. II-2
2.11. INFORMASI KEUANGAN .............................................................................................. II-2
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo v
Page 7
2.12. DATA INDUSTRI, DATA PASAR, DATA EKONOMI DAN INFORMASI EMPIRIS LAINNYA
YANG MENDUKUNG PENILAIAN .................................................................................. II-2
2.13. DOKUMEN DAN SUMBER INFORMASI YANG DISEDIAKAN OLEH ATAU YANG TERKAIT
DENGAN ENTITAS....................................................................................................... II-2
BAB III INFORMASI NON KEUANGAN ........................................................................... III-1
3.1. SIFAT, LATAR BELAKANG DAN RIWAYAT PERUSAHAAN ............................................... III-1
3.2. FASILITAS OPERASIONAL ........................................................................................... III-1
3.3. STRUKTUR ORGANISASI ............................................................................................. III-1
3.4. MANAJEMEN, TERMASUK DIREKTUR, KOMISARIS DAN KARYAWAN KUNCI .................. III-1
3.5. JENIS-JENIS EKUITAS DAN HAK YANG MELEKAT .......................................................... III-2
3.6. PRODUK/JASA YANG DIHASILKAN .............................................................................. III-2
3.7. LATAR BELAKANG EKONOMI ...................................................................................... III-2
3.8. PASAR GEOGRAFIS .................................................................................................... III-2
3.9. PASAR INDUSTRI ....................................................................................................... III-5
3.10. PEMASOK DAN PELANGGAN KUNCI ........................................................................... III-5
3.11. PERSAINGAN ............................................................................................................. III-5
3.12. RISIKO USAHA ........................................................................................................... III-5
3.13. STRATEGI DAN RENCANA MASA DEPAN PERUSAHAAN ............................................... III-6
BAB IV LAPORAN KEUANGAN DAN INFORMASI KEUANGAN LAINNYA ............................. IV-1
4.1. LAPORAN KEUANGAN ............................................................................................... IV-1
4.2. PENYESUAIAN TERHADAP DATA LAPORAN KEUANGAN ............................................... IV-3
4.3. LAPORAN KEUANGAN YANG DISESUAIKAN ................................................................. IV-3
4.4. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN ................................................................................. IV-4
4.5. INFORMASI KEUANGAN PROSPEKTIF ....................................................................... IV-12
4.6. PERBANDINGAN INFORMASI KEUANGAN INDUSTRI YANG SEBANDING UNTUK
PERIODE YANG SESUAI ............................................................................................ IV-13
4.7. INFORMASI PERPAJAKAN ........................................................................................ IV-14
4.8. INFORMASI KOMPENSASI BAGI PEMEGANG SAHAM................................................. IV-14
4.9. INFORMASI MENGENAI ASURANSI YANG DITANGGUNG OLEH PERUSAHAAN UNTUK
KARYAWAN KUNCI .................................................................................................. IV-14
4.10. ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN.............................................................. IV-14
BAB V PENILAIAN SAHAM ........................................................................................... V-1
5.1. PERTIMBANGAN PENDEKATAN DAN METODE PENILAIAN SERTA PENENTUAN DLOM
DAN DLOC/PFC .......................................................................................................... V-1
5.2. PERHITUNGAN INDIKASI NILAI .................................................................................... V-4
5.3. REKONSILIASI NILAI.................................................................................................. V-13
5.4. KESIMPULAN NILAI .................................................................................................. V-14
LAMPIRAN
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo vi
Page 8
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
PT Jayamas Medica Industri Tbk (selanjutnya disebut OMED atau Pemberi Tugas) memiliki
anak perusahaan PT Intisumber Hasil Sempurna Global (selanjutnya disebut IHSG) dan PT
Inti Medicom Retailindo (selanjutnya disebut IMR atau objek penilaian atau Perseroan
atau Perusahaan). IHSG merencanakan melakukan penambahan setoran modal saham
baru pada IMR. Atas rencana transaksi tersebut diperlukan penilaian saham dari Penilai
Independen. IMR merupakan perusahaan tunggal bukan holding company.
1.2. STATUS PENILAI DAN KUALIFIKASI PENILAI
Penilai adalah IDR dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak memihak.
Penilai tidak ada keterlibatan material atau benturan kepentingan baik aktual maupun
bersifat potensial dengan subjek dan/atau objek penilaian. Penilai memiliki kompetensi
untuk melakukan penilaian. Penilai dapat menggunakan atau tidak menggunakan tenaga
ahli atau penilai lain di luar IDR sesuai dengan kebutuhan penugasan dengan seizin dari
Pemberi Tugas.
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah
memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No.
772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat
Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No: STTD.PPB-33/PM.2/2018 tanggal 28
September 2018 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
1.3. IDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
1.3.1. Pemberi Tugas
Nama Pemberi Tugas : PT Jayamas Medica Industri Tbk
Bidang Usaha : Manufaktur alat kesehatan, alat kesehatan elektromedik, alat
diagnostik, antiseptik dan desinfektan, perbekalan kesehatan
rumah tangga lainnya
Alamat Kantor Pusat : Jl. ByPass Krian, Ds.Sidomojo, Krian, Sidoarjo, Jawa Timur –
Indonesia
No. Telepon/Fax : 0231 8982349, 8985269
Email : corporate.secretary@onemed.co.id
Website : www.onemed.co.id
1.3.2. Pengguna Laporan
Pengguna laporan penilaian adalah PT Jayamas Medica Industri Tbk dan Otoritas Jasa
Keuangan.
1.4. MAKSUD DAN TUJUAN PENILAIAN
Maksud penilaian adalah untuk memberikan penilaian independen atas Nilai Pasar objek
penilaian per 31 Desember 2022 berdasarkan laporan keuangan perusahaan (audited) yang
dinyatakan dalam mata uang sesuai dengan laporan keuangan, untuk tujuan Jual-Beli
(Transfer of Ownership).
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo I-1
Page 9
1.5. PREMIS NILAI, DASAR NILAI DAN OPINI NILAI YANG DIGUNAKAN
Premis nilai yang digunakan terhadap objek penilaian adalah perusahaan yang bersifat
going concern, dimana perusahaan akan berjalan terus meskipun terjadi pergantian pada
pemilik atau manajemen perusahaan.
Kondisi going concern adalah suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang
beroperasi atau sekurang-kurangnya dalam proses konstruksi atau suatu premis dalam
penilaian dimana Penilai menganggap suatu perusahaan akan terus melanjutkan
operasinya secara berkelanjutan.
Dasar Nilai dan opini nilai yang diungkapkan adalah Nilai Pasar.
1.6. OBJEK PENILAIAN
Objek penilaian adalah 511 saham atau 100% saham IMR per 31 Desember 2022.
Informasi singkat mengenai objek penilaian adalah:
Nama Perusahaan : PT Inti Medicom Retailindo
Bidang Usaha : Perdagangan besar dan eceran
Alamat Kantor Pusat : Jl. Kencanasari Barat I, No.A4, Kelurahan Dukuh Pakis,
Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya, Jawa Timur
No. Telepon/Fax : (031) 5663931
Email : medicomalkes@gmail.com
Website : www.onemedstore.id
1.7. BENTUK KEPEMILIKAN
Objek penilaian merupakan kepemilikan mayoritas di Perusahaan.
1.8. TANGGAL PENILAIAN (CUT OFF DATE)
Tanggal penilaian adalah per 31 Desember 2022, dimana batas tersebut diambil atas dasar
laporan keuangan Perusahaan (audited).
1.9. JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN
Jenis mata uang yang digunakan dalam penilaian ini sesuai dengan laporan keuangan yang
disajikan dalam Rupiah.
1.10. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup penilaian, antara lain:
a. Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi penilaian dan
tanggal penilaian),
b. Pengumpulan data,
c. Analisis data,
d. Estimasi nilai dengan menggunakan pendekatan penilaian,
e. Penulisan laporan.
1.11. TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Tingkat kedalaman investigasi dalam melakukan penilaian ini adalah sebagai berikut:
- Penilai tidak melakukan uji tuntas terhadap laporan keuangan dan implikasi aspek
perpajakan perusahaan.
- Penilai tidak melakukan penyelidikan atas legalitas dokumen-dokumen yang
digunakan dalam proses penilaian.
- Terdapat data dan informasi yang relevan yang diambil dari sumber yang layak.
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo I-2
Page 10
- Penelaahan, perhitungan dan analisis dapat dilakukan dengan baik tanpa terhalang
oleh informasi yang tersembunyi atau sengaja disembunyikan.
1.12. ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS
Asumsi dan asumsi khusus dalam penilaian ini adalah sebagai berikut :
- Laporan keuangan yang digunakan dalam penilaian ini disajikan secara professional
oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) sehingga diasumsikan tidak ada kesalahan
pencatatan dalam laporan keuangan tersebut yang berpengaruh signifikan pada
kesimpulan nilai.
- Legalitas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian adalah benar dan
tidak menyesatkan.
- Data dan informasi yang relevan yang diperoleh dari berbagai sumber yang layak
adalah benar, dapat dipertanggungjawabkan dan tidak menyesatkan.
- Pemberi Tugas telah memberikan informasi yang lengkap mengenai objek penilaian
dan tidak ada hal-hal yang disembunyikan yang dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap kesimpulan nilai.
- Data/informasi yang diperoleh dari Pemberi Tugas adalah benar sesuai dengan
keadaan sesungguhnya.
1.13. SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui
untuk digunakan sepanjang sumber data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional
maupun internasional. Sumber data tersebut antara lain:
- Bank Indonesia
- Damodaran
- Bursa Efek Indonesia
- Badan Pusat Statistik
- Indopremier
- Reuters
- Informasi dan media massa elektronik lainnya.
1.14. KONFIRMASI BAHWA PENILAIAN DILAKUKAN BERDASARKAN SPI
Penilaian ini dilakukan berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII -2018 yang
berlaku.
Selain itu, kami juga merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.
35/POJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal.
1.15. DEFINISI DAN ISTILAH YANG DIGUNAKAN DALAM PENILAIAN
Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu
aset atau liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan
penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya
dilakukan secara layak, di mana kedua Pihak masing–masing bertindak atas dasar
pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan (Peraturan OJK No.
35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 14).
Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar
untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo I-3
Page 11
berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas
ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak mas ing-masing
bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan (SPI
101 Edisi VII-2018 angka 3.1).
Diskon Tanpa Pengendalian (Discount for Lack of Control) adalah suatu jumlah atau
persentase tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu ekuitas sebagai cerminan
dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek Penilaian. (Peraturan OJK No.
35/POJK.04/2020 pasal 1 ayat 28).
Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketabilities) adalah suatu jumlah atau
persentase tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu ekuitas sebagai cerminan
dari kurangnya likuiditas objek Penilaian. (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1
ayat 29).
Premi Pengendalian (Premium for Control) adalah suatu jumlah atau persentase tertentu
yang merupakan penambah dari Nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari tingkat
pengendalian atas objek Penilaian. (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 ayat 31).
Tingkat Diskonto adalah suatu Tingkat Imbal Balik untuk mengkonversikan nilai di masa
depan ke nilai sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang dan ketidakpastian atas
terealisasinya pendapatan ekonomi. (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 ayat 35).
Tenaga Ahli adalah orang yang mempunyai keahlian dan kualifikasi pada suatu bidang
tertentu di luar ruang lingkup kegiatan Penilaian dan tidak bekerja pada kantor jasa Penilai
publik. (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 ayat 26).
1.16. PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN PUBLIKASI
Siapapun kecuali Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan yang mendapat laporan ini atau
tembusan daripadanya tidak ada hak untuk melakukan publikasi dan/atau menggunakan
informasi baik secara keseluruhan ataupun sebagian dari laporan ini untuk keperluan
apapun tanpa izin tertulis dari Penilai.
1.17. KONDISI DAN SYARAT PEMBATAS SERTA SKENARIO HIPOTESIS YANG SECARA LANGSUNG
MEMPENGARUHI PENILAIAN
a. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
b. Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses penilaian.
c. Data dan Informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
keakuratannya.
d. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi keuangan.
e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan.
f. Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
g. Penilai memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.
h. Penilai tidak melakukan penyelidikan atas legalitas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses penilaian dan tidak melakukan penyelidikan atas aspek akuntansi dan
keuangan serta implikasi perpajakan.
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo I-4
Page 12
i. Adalah bukan tugas Penilai untuk melakukan uji tuntas (due diligence) dari aspek
hukum atas catatan publik serta catatan kepemilikan.
j. Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar dan
dapat dipertanggungjawabkan dan apabila ternyata data dan informasi tersebut tidak
benar maka Pemberi Tugas membebaskan IDR dari tanggung jawab atas hasil penilaian
yang tidak tepat dikarenakan kesalahan tersebut.
k. Penilai dibebaskan dari segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan dengan
penggunaan laporan yang tidak sesuai dengan tujuan dan kepentingan dari laporan
penilaian.
l. Pemberi Tugas adalah seseorang atau badan usaha yang memberi instruksi kepada
penilai termasuk direksi, penasehat profesionalnya atau contact person atau yang
mewakilinya yang memberikan data dan informasi mengenai objek penilaian termasuk
yang menunjukkan letak lokasi tempat objek penilaian.
m. Pengguna laporan merujuk kepada seseorang, kelompok atau suatu entitas atau yang
mewakilinya atau penasihat profesionalnya sebagai pengguna hasil penilaian yang
didasarkan dari hasil perikatan penugasan antara IDR dan Pemberi Tugas.
n. Informasi yang telah diberikan oleh pihak lain kepada Penilai seperti yang telah
disebutkan dalam laporan penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi P enilai tidak
bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai
dengan hal yang sesungguhnya. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran
informasi tersebut sepenuhnya berada di Pihak Pemberi Tugas.
o. Penilaian ini dilakukan dalam kondisi yang tidak menentu (tingginya tingkat
ketidakpastian) sebagai akibat dari adanya Pandemi wabah Covid-19 sehingga
pengguna laporan penilaian diminta untuk berhati-hati dalam menentukan relevansi
antara hasil penilaian dengan kebutuhannya (terkait penggunaannya hasil penilaian),
khususnya berkenaan dengan perbedaan antara tanggal penilaian dan waktu
penggunaan hasil penilaian dalam pengambilan keputusan bisnis dan
ekonomi/keuangan.
p. Perbedaan kondisi yang mungkin terjadi antara tanggal penilaian dengan waktu
penggunaan hasil penilaian dapat menurunkan relevansi opini nilai terhadap
kebutuhan pengguna hasil penilaian, dikarenakan adanya perbedaan akses data dan
informasi serta asumsi dan analisis penilaian. Apabila pengguna hasil penilaian
menemukan kondisi tersebut, disarankan untuk menugaskan Penilai melakukan reviu
terhadap penugasan yang telah dilaksanakan dan apabila dimungkinkan dan
dibutuhkan, Penilai dapat melakukan penilaian ulang dengan mengulang kembali
prosedur penilaian yang sebelumnya dilakukan, secara lebih lengkap. Proses dan
prosedur tersebut harus dituangkan dalam penugasan yang berdiri sendiri dan berbeda
dengan penugasan penilaian sebelumnya.
q. Laporan ini bukan merupakan rekomendasi untuk melakukan atau tidak melakukan
suatu transaksi sesuai dengan tujuan dalam laporan ini, dan laporan ini tidak terikat
dengan transaksi yang dilakukan dan transaksi yang dilakukan adalah mutlak
keputusan dari pihak-pihak yang bertransaksi.
r. Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tandatangan asli/basah Pemimpin
Rekan/Rekan dan stempel/seal perusahaan KJPP Iskandar dan Rekan serta tidak dapat
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo I-5
Page 13
dipertanggungjawabkan bilamana Pemberi Tugas tidak melunasi imbalan jasa atas
pekerjaan penilaian ini.
s. Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan
(integral) dari laporan penilaian.
1.18. TANGGUNG JAWAB PENILAI TERHADAP PIHAK LAIN
Penilai tidak bertanggung jawab terhadap pihak-pihak lain, kecuali kepada Pemberi Tugas
seperti yang disebutkan dalam laporan penilaian sesuai dengan tujuan penilaian.
1.19. PERNYATAAN INDEPENDENSI
1. Dalam mempersiapkan laporan ini, kami tidak memiliki benturan kepentingan dengan
Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan transaksi yang akan
dilakukan Perseroan.
2. Dalam mempersiapkan laporan ini, kami telah bertindak secara independen tanpa
adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham
Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga
tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan
ini. Selanjutnya, laporan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntu ngan atau
kerugian pada pihak manapun.
3. Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai kami yang memiliki kepentingan
dalam bentuk apapun yang dapat menghalangi kami untuk melakukan penilaian secara
independen. Kompensasi dan honorarium kami tidak bergantu ng kepada kejadian
maupun kesimpulan yang diambil oleh Perseroan sebagai akibat dari laporan kami ini.
1.20. PEMBATASAN KEWAJIBAN
Pemberi Tugas dengan ini secara tegas membebaskan KJPP Iskandar dan Rekan terhadap
tuntutan pihak lain dan berjanji untuk membayar ganti rugi kepada KJPP Iskandar dan
Rekan, jika KJPP Iskandar dan Rekan karena sebab apapun dirugikan oleh pihak lain terkait
dengan penugasan penilaian ini.
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo I-6
Page 14
BAB II
DATA DAN INFORMASI
2.1. HASIL PELAKSANAAN INSPEKSI
Pengumpulan data terhadap objek penilaian telah dilakukan pada tanggal 27 Februari
2023 – 12 Juni 2023, dengan melakukan wawancara dengan Manajemen untuk
kelengkapan data dan informasi.
2.2. HASIL PEMERIKSAAN ATAS DOKUMEN HUKUM YANG RELEVAN DENGAN OB JEK
PENILAIAN
Kami menerima salinan dokumen-dokumen hukum milik Perusahaan, namun kami tidak
melakukan pengecekan keabsahan dari dokumen hukum tersebut.
Berdasarkan hasil konfirmasi dengan Pemberi Tugas, objek penilaian telah memiliki
legalitas formal dan operasional serta perizinan dalam menjalankan usahanya.
2.3. PENJELASAN MENGENAI TINGKAT KEPEMILIKAN DAN SIFAT PENGENDALIAN OB JEK
PENILAIAN (CONTROLLING)
Pemegang saham Perseroan adalah PT Intisumber Hasil Sempurna Global sebagai
pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sebesar 261 saham atau 51,08% saham,
Yacobus Jemmy Hartanto dengan kepemilikan sebesar 75 saham atau 14,68% saham,
Siane Soetanto dengan kepemilikan sebesar 75 saham atau 14,68% saham, Leonard
Hariadi Hartanto dengan kepemilikan sebesar 50 saham atau 9,78% saham dan Louis
Krisnandi Hartanto dengan kepemilikan sebesar 50 saham atau 9,78% saham.
Pengendalian Perseroan dilakukan langsung oleh Direksi yang dibantu oleh Staff yang
bertugas sesuai dengan penugasan yang diberikan oleh Direksi.
2.4. PENJELASAN MENGENAI TINGKAT LIKUIDITAS PASAR OBJEK PENILAIAN
(MARKETABILITY)
IMR adalah Perseroan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjual-belikan di pasar
modal maka objek penilaian bersifat tidak likuid.
2.5. URAIAN MENGENAI TENAGA AHLI DAN HASIL PEKERJAAN TENAGA AHLI
Dalam penilaian ini kami tidak menggunakan tenaga ahli dan hasil pekerjaan tenaga ahli.
Dengan demikian informasi mengenai tenaga ahli dan hasil pekerjaan tenaga ahli tidak
ada.
2.6. URAIAN MENGENAI PENILAI PROPERTI DAN HASIL PENILAIAN PROPERTI
Dalam penilaian ini, kami tidak menggunakan penilai properti dan hasil pekerjaan penilai
properti lain. Dengan demikian informasi mengenai penilai properti dan hasil pekerjaan
penilai properti dari penilai properti lain tidak ada.
2.7. PENJELASAN MENGENAI KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN
(SUBSEQUENT EVENT)
Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian
yang dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo II-1
Page 15
2.8. URAIAN MENGENAI KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG TERKAIT
DENGAN OBJEK PENILAIAN
Ketentuan peraturan perundang-undangan dan peraturan pemerintah yang terkait
dengan objek penilaian adalah sebagai berikut:
a. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
b. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.
c. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.
d. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi
dan Alat Kesehatan.
e. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1191 Tahun 2010 tentang
Penyaluran Alat Kesehatan.
f. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22/M-DAG/PER/3/2016 tentang Ketentuan
Umum Distribusi Barang.
g. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 62 Tahun 2017 tentang Izin Edar Alat Kesehatan,
Alat Kesehatan Diagnostik In Vitro, dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga.
h. Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan
Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi Dalam
Rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pelaksanaan
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
2.9. HASIL IDENTIFIKASI ATAS ASET NON OPERASIONAL, KEWAJIBAN NON OPERASIONAL
DAN KELEBIHAN ATAU KEKURANGAN ASET OPERASIONAL (EXCESS OR DEFICIENT) YANG
TERKAIT DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENILAIAN
Berdasarkan hasil identifikasi atas setiap aset dan kewajiban dari laporan keuangan per
31 Desember 2022 (audited) IMR memiliki aset non operasional berupa kas dan setara kas
namun IMR tidak memiliki kewajiban non operasional. IMR tidak ada kekurangan atau
kelebihan atas aset operasional untuk melaksanakan kegiatan operasinya saat ini.
Pengaruhnya terhadap penilaian, aset non operasional akan ditambahkan dan kewajiban
non operasional sebagai pengurang pada indikasi nilai ekuitas yang diperoleh dari
pendekatan pendapatan, jika menggunakan pendekatan pendapatan.
2.10. INFORMASI MENGENAI IDENTITAS DAN JABATAN PIHAK-PIHAK YANG TELAH
DIWAWANCARAI DAN HUBUNGANNYA DENGAN OBJEK PENILAIAN
Kami telah melakukan diskusi dan wawancara dengan manajemen Pemberi Tugas dan
Objek Penilaian pada tanggal 27 Februari 2023 – 12 Juni 2023. Identitas yang kami
wawancarai adalah Ibu Felicia sebagai representatif Pemberi Tugas dan Perseroan.
2.11. INFORMASI KEUANGAN
Informasi keuangan historis Perusahaan diperoleh dari laporan keuangan yang berakhir
pada periode 31 Desember 2018 – 31 Desember 2022 (audited).
2.12. DATA INDUSTRI, DATA PASAR, DATA EKONOMI DAN INFORMASI EMPIRIS LAINNYA
YANG MENDUKUNG PENILAIAN
Perkembangan Industri Alat Kesehatan
Data Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan
menunjukkan pertumbuhan sarana produksi alat kesehatan terus meningkat. Dari 193
perusahaan pada 2015, telah mencapai 891 perusahaan pada 2021. Dalam lima tahun
terakhir, industri alat kesehatan dalam negeri tumbuh sebanyak 698 industri atau
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo II-2
Page 16
meningkat 361,66%. Ketika Covid-19 melanda Indonesia, permintaan terhadap berbagai
vitamin, suplemen dan obat-obatan untuk meningkatkan kekebalan tubuh meningkat
drastis. Sektor industri alat kesehatan dan farmasi masuk dalam kategori high demand di
tengah pandemi Covid-19. Begitu pula halnya dengan permintaan alat tes rapid antigen
di saat pandemi Covid-19 dua tahun terakhir cukup tinggi, baik untuk memenuhi
kebutuhan di dalam negeri, maupun untuk diekspor ke luar negeri.
Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE)
Kementerian Perindustrian mengatakan, saat ini sudah banyak merek-merek alat tes rapid
antigen yang beredar di pasaran. Sebagian besar yang memiliki izin edar adalah produsen
rapid test berasal dari perusahaan luar negeri. Namun demikian, banyak juga produsen
rapid tes antigen yang berasal dari dalam negeri. Bendahara Asosiasi Alat Kesehatan
secara terpisah mengemukakan tantangannya agar produk rapid antigen lokal harus dapat
mencapai kualitas produk minimal sebagaimana produk global yang sudah memiliki izin
penggunaan dari WHO.
Sekretaris Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemkes menyampaikan,
Kementerian Kesehatan (Kemkes) telah membuat sebuah peta jalan untuk mengakselerasi
perkembangan industri farmasi dan alat kesehatan menuju industri 4.0, sejalan dengan
program Making Indonesia 4.0 yang dipimpin oleh Kementerian Perindustrian
(Kemenperin). Peta jalan tersebut mengakselerasi perkembangan industri farmasi dan alat
kesehatan, mencakup langkah yang harus dilalui, target perkembangan produk, serta
jangka waktu. Target dari peta jalan tersebut adalah kemajuan industri untuk
menghasilkan produk bahan baku yang berteknologi tinggi. Menperin meminta dunia
usaha memanfaatkan peluang mengisi pasar alat kesehatan di dalam negeri, sekaligus
meningkatkan kualitas alat kesehatan untuk merebut pasar ekspor.
Permintaan tersebut disampaikan Menperin beberapa waktu yang lalu, mengingat
Kementerian Perindustrian telah menempatkan industri farmasi dan alat kesehatan
sebagai sektor strategis dalam penerapan industri 4.0. Kementerian Investasi/Badan
Koordinasi Penanaman Modal melalui juru bicaranya mengemukakan, salah satu sektor
yang tumbuh di tengah situasi pandemi ini adalah sektor kesehatan dan
manufaktur. Berdasar catatan Badan Pusat Statistik (BPS) produk domestik bruto (PDB)
atas dasar harga konstan (ADHK) industri kimia, farmasi, dan obat tradisional mencapai
Rp59,88 triliun pada kuartal I/2022. PDB industri tersebut masih tumbuh 6,47%
dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Prospek Pasar Industri Alat Kesehatan
Pasar alat kesehatan di Indonesia saat ini masih didominasi oleh produsen luar negeri. Hal
tersebut menunjukkan kebutuhan dan potensi pasar peralatan medis merek lokal untuk
dapat bersaing mengingat banyaknya fasilitas kesehatan serta meningkatnya kebutuhan
berobat masyarakat. Terlebih, dengan banyaknya produk impor alat kesehatan yang
beredar, kondisi ini seharusnya dapat menjadi motivasi untuk tidak bergantung pada alat
kesehatan impor. Obat dan alat kesehatan merupakan dua komponen terbesar dari total
biaya kesehatan saat ini. Alat-alat kesehatan seperti mesin X-Ray (Roetgen), CT-Scan, MRI,
Cathlab, USG, serta produk alat perlindungan dan beragam peralatan medis lainnya
hampir seluruhnya diimpor dari luar dan dikenakan bea masuk serta pajak penjualan. Jika
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo II-3
Page 17
alat tersebut dapat diproduksi mandiri, maka biaya pengobatan masyarakat tentunya
dapat bisa lebih terjangkau. Produsen alat kesehatan dalam negeri terus berupaya
mengurangi ketergantungan pada barang impor, dengan mulai memproduksi produk alat
kesehatan mandiri.
Keberadaan 3.100 rumah sakit dan sekitar 10.000 puskesmas dan klinik, menjadikan
Indonesia memiliki potensi tersembunyi untuk pasar alat kesehatan. Sebagaimana
diketahui, alat kesehatan merupakan salah satu komponen terbesar dalam biaya
kesehatan selain obat. Jika alat-alat kesehatan dapat diproduksi secara mandiri oleh
perusahaan dalam negeri, maka biaya pengobatan di Indonesia dapat menjadi lebih
terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan
kesadaran masyarakat Indonesia atas kualitas kesehatan, pertumbuhan industri alat
kesehatan diperkirakan sebesar 10%-15% setiap tahunnya. Nilai pasar alat kesehatan di
Indonesia diperkirakan telah tumbuh dari sekitar Rp65 triliun di tahun 2016 hingga
menjadi Rp85 triliun di tahun 2020, dan sekitar Rp94 triliun pada tahun 2021. Pemerintah
sendiri menargetkan perusahaan dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan alat
kesehatan Indonesia hingga 30% pada 2030, dimana saat ini masih hanya sebesar 7%.
Berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 2 Tahun 2022, pemerintah telah
mendorong penggunaan produk dalam negeri sehingga menjadi sebuah kesempatan yang
sangat baik untuk berbagai industri, termasuk industri alat kesehatan untuk dapat
memenuhi peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Bahwa dengan adanya Inpres
No. 2 tahun 2022 tersebut, membuka peluang yang besar bagi Perseroan untuk
memproduksi produk alat kesehatan yang akan digunakan untuk keperluan dalam negeri.
Salah satu instruksi untuk Menteri Kesehatan adalah mendorong Kementerian Kesehatan
untuk melakukan perubahan ekosistem industri alat kesehatan dalam negeri menjadi
menjadi industri yang berfokus pengembangan alat kesehatan dalam negeri. Kemenkes
telah menetapkan program prioritas dalam pengembangan industri alat kesehatan dalam
negeri antara lain penyusunan regulasi alat kesehatan produksi dalam negeri, pemenuhan
kebutuhan 10 alat kesehatan terbesar (by value dan by volume) produksi dalam negeri,
hilirisasi hasil riset/inovasi dan uji klinik alat kesehatan produksi dalam negeri.
Strategi kemandirian alat kesehatan dilakukan dengan cara peningkatan belanja dalam
negeri untuk 16 dari 19 alkes terbesar by value & volume produksi dalam negeri dan
produksi alkes berteknologi tinggi (CT scan, Endoskopi dan MRI). Berdasarkan strategi
tersebut, maka arah pengembangan alat kesehatan dilaksanakan sesuai dengan 10 alkes
by volume dan by value. Dalam upaya meningkatkan akses, kemandirian, dan mutu alat
kesehatan, perlu dibangun ekosistem riset dan pengembangan yang terintegrasi antara
akademisi, swasta dan pemerintah. Ekosistem yang lengkap dapat terbentuk oleh adanya
kemitraan 3 pihak yang kuat, triple helix antara dunia penelitian (akademisi), dunia swasta
(pelaku usaha) sebagai pihak yang memanfaatkan hasil penelitian, dan pemerintah yang
memfasilitasi terjadinya inovasi.
2.13. DOKUMEN DAN SUMBER INFORMASI YANG DISEDIAKAN OLEH ATAU YANG TERKAIT
DENGAN ENTITAS
Dokumen hukum dan perizinan yang kami peroleh dari manajemen Perusahaan dan
Pemberi Tugas adalah sebagai berikut :
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo II-4
Page 18
• Akta pendirian PT Inti Medicom Retailindo berdasarkan Akta No. 55 tanggal 15
Desember 2012 dari DR. J. Andy Hartanto, S.H., M.H., Ir., M.M.T, notaris di Surabaya,
yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan surat keputusan No. AHU-16432.AH.01.01 Tahun 2013 tanggal 1
April 2013.
• Anggaran dasar perubahan terakhir berdasarkan Akta no. 7 tanggal 1 Maret 2022 dari
Julia Seloadji, S.H., notaris di Surabaya, mengenai perubahan pasal 3 anggaran dasar
Perseroan.
• Nomor Izin Berusaha 0607220033018 atas nama PT Inti Medicom Retailindo.
• Nomor Pokok Wajib Pajak 31.804.818.8-618.000 atas nama PT Inti Medicom
Retailindo.
Dokumen informasi keuangan yang kami peroleh dari manajemen Perusahaan dan
Pemberi Tugas adalah sebagai berikut:
• Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
diaudit oleh Akuntan Publik Maradona Manurung dari KAP Tanubrata, Sutanto, Fahmi,
Bambang & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
• Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
diaudit oleh Akuntan Publik Herry Sunarto dari KAP Tanubrata, Sutanto, Fahmi,
Bambang & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
• Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20 20 yang
diaudit oleh Akuntan Publik Yuliana Setiawati dari KAP Suharli, Sugiharto & Rekan
dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
• Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20 19 yang
diaudit oleh Akuntan Publik Yuliana Setiawati dari KAP Suharli, Sugiharto & Rekan
dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
• Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20 18 yang
diaudit oleh Akuntan Publik Yuliana Setiawati dari KAP Suharli, Sugiharto & Rekan
dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
• Proyeksi keuangan dari manajemen IMR.
Data dan informasi lainnya yang terkait dengan entitas objek penilaian kami peroleh dari
sumber-sumber yang dapat dipercaya yaitu antara lain: IndoPremier
(www.indopremier.com) dan BEI (www.idx.co.id) serta hasil diskusi dan wawancara
dengan manajemen Perseroan dan pemberi tugas.
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo II-5
Page 19
BAB III
INFORMASI NON KEUANGAN
3.1. SIFAT, LATAR BELAKANG DAN RIWAYAT PERUSAHAAN
PT Inti Medicom Retailindo didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 55 tanggal 15
Desember 2012 dari DR. J. Andy Hartanto, S.H., M.H., Ir., M.M.T, notaris di Surabaya. Akta
Pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusannya No. AHU-16432.AH.01.01 tanggal 1 April 2013. Anggaran Dasar
Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta no. 7
tanggal 1 Maret 2022 dari notaris Julia Seloadji, S.H., berkedudukan di Surabaya tentang
perubahan pasal 3 anggaran dasar Perseroan. Perubahan ini telah disahkan oleh
Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.
AHU-0015381.AH.01.02 Tahun 2022 tanggal 4 Maret 2022.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaa n
antara lain meliputi perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
sepeda motor: terkhusus pada perdagangan eceran alat laboratorium, alat farmasi dan
alat kesehatan manusia; perdagangan eceran khusus barang dan obat farmasi, alat
kedokteran, parfum dan kosmetik lainnya; perdagangan eceran melalui media untuk
komoditi makanan, minuman, tembakau, kimia, farmasi, kosmetik dan alat laboratorium;
perdagangan eceran melalui media untuk berbagai macam barang lainnya, dan informasi
dan komunikasi: portal web dan/atau platform digital dengan tujuan komersial.
Perusahaan memulai kegiatan komersilnya sejak tahun 2012.
Perusahaan berdomisili di Jl. Kencanasari Barat II, No. A4, Kelurahan Dukuh Pakis,
Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya, Jawa Timur.
3.2. FASILITAS OPERASIONAL
Perusahaan memiliki aset operasional dan fasilitas untuk mendukung kegiatan
operasionalnya, yaitu kendaraan, inventaris kantor dan aset hak guna.
3.3. STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi Perusahaan meliputi Dewan Komisaris yang melakukan fungsi
pengawasan terhadap Direksi. Penanggung Jawab kegiatan Perusahaan secara
keseluruhan oleh Direksi.
3.4. MANAJEMEN, TERMASUK DIREKTUR, KOMISARIS DAN KARYAWAN KUNCI
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan laporan keuangan 31 Desember 2022
(audited) adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Yacobus Jemmy Hartanto
Direksi
Direktur Utama : Rahmad Zainuddin
Direktur : Ira Agustin
Direktur : Wendy Fransisca Wiryono
Berdasarkan informasi dari pihak manajemen, Perusahaan tidak memiliki karyawan kunci.
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo III-1
Page 20
3.5. JENIS-JENIS EKUITAS DAN HAK YANG MELEKAT
Jenis ekuitas objek penilaian adalah saham dengan hak yang sama. Semua saham yang
dikeluarkan oleh Perusahaan adalah saham atas nama.
Susunan pemegang saham Perusahaan berdasarkan laporan keuangan 31 Desember 2022
(audited) adalah sebagai berikut:
Jumlah Jumlah
No. Pemegang Saham (%)
Saham (Rp)
1 PT Intisumber Hasil Sempurna Global 261 51,08% 261.000.000
2 Yacobus Jemmy Hartanto 75 14,68% 75.000.000
3 Siane Soetanto 75 14,68% 75.000.000
4 Leonard Hariadi Hartanto 50 9,78% 50.000.000
5 Louis Krisnandi Hartanto 50 9,78% 50.000.000
Jumlah 511 100,00% 511.000.000
3.6. PRODUK/JASA YANG DIHASILKAN
Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi usaha dalam bidang perdagangan besar dan
eceran khusus barang dan obat farmasi, alat kedokteran seperti medis sekali pakai,
antiseptik, dialisis, diagnostik dan peralatan rumah sakit.
3.7. LATAR BELAKANG EKONOMI
Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2022 (c-to-c)
Ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh sebesar 5,31%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah
Transportasi dan Pergudangan sebesar 19,87%, diikuti Penyediaan Akomodasi dan Makan
Minum sebesar 11,97%, dan Jasa Lainnya sebesar 9,47%. Sementara itu, Industri
Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 4,89%. Sedangkan Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan
Sepeda Motor masing-masing tumbuh sebesar 2,25% dan 5,52%.
Gambar 1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (c-to-c) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2022
tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,34%; diikuti oleh Perdagangan Besar dan
Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,85%; Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan sebesar 12,40%; Pertambangan dan Penggalian sebesar 12,22%; serta
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo III-2
Page 21
Konstruksi sebesar 9,77%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian
Indonesia mencapai 65,58%.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2022 Terhadap Triwulan IV-2021 (y-on-y)
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2022 terhadap triwulan IV-2021 (y-on-y) tumbuh sebesar
5,01%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh
signifikan adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 16,99%, diikuti Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum sebesar 13,81%, serta Jasa Lainnya sebesar 11,14%. Sebagai
lapangan usaha yang memiliki peran dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar
5,64%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan
Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh sebesar 4,51% dan
6,55%.
Gambar 2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-on-y) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2022 Terhadap Triwulan III-2022 (q-to-q)
Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2022 tumbuh sebesar 0,36% (q-to-q) dibanding
triwulan III-2022. Hampir seluruh lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan Usaha
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh signifikan
sebesar 10,56%, diikuti Jasa Pendidikan sebesar 9,22%, serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan
Sosial sebesar 8,48%. Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 1,60%.
Sementara untuk Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami kontraksi
pertumbuhan sebesar 17,40% serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan
Sepeda Motor tumbuh sebesar 0,69%.
Gambar 3. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (q-to-q) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo III-3
Page 22
PDB Menurut Pengeluaran, Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2022 (c-to-c)
Ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh sebesar 5,31%. Pertumbuhan terjadi pada hampir
semua komponen pengeluaran kecuali Komponen PK-P yang terkontraksi sebesar 4,51%.
Komponen pengeluaran yang tumbuh signifikan adalah Komponen Ekspor Barang dan Jasa
sebesar 16,28%, diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang
Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 5,64%, Komponen Pengeluaran Konsumsi
Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,93%, dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto
(PMTB) sebesar 3,87%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan
faktor pengurang dalam PDB menurut pengeluaran) tumbuh sebesar 14,75%.
Gambar 4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (c-to-c) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2022 tidak
menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 51,87%,
diikuti oleh komponen PMTB sebesar 29,08%, Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar
24,49%, Komponen PK-P sebesar 7,66%, Komponen PK-LNPRT sebesar 1,17%, dan
Komponen Perubahan Inventori sebesar 0,66%. Sementara itu, Komponen Impor Barang
dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDB memiliki peran sebesar 20,90%.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2022 Terhadap Triwulan IV-2021 (y-on-y)
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2022 terhadap triwulan IV-2021 tumbuh sebesar 5,01% (y-
on-y). Pertumbuhan terjadi pada hampir semua komponen pengeluaran, kecuali
Komponen PK-P yang terkontraksi sebesar 4,77%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada
Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh sebesar 14,93%, diikuti oleh Komponen
PK-LNPRT, Komponen PK-RT, dan Komponen PMTB yang masing-masing tumbuh sebesar
5,70%, 4,48%, dan 3,33%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh
sebesar 6,25%.
Gambar 5. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo III-4
Page 23
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2022 Terhadap Triwulan III-2022 (q-to-q)
Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2022 dibanding triwulan III-2022 (q-to-q) tumbuh
sebesar 0,36%. Pertumbuhan terjadi pada semua Komponen Pengeluaran kecuali
Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang terkontraksi sebesar 0,25%. Pertumbuhan
tertinggi terjadi pada Komponen PK-P sebesar 30,13%, diikuti oleh Komponen PMTB,
Komponen PK-RT, dan Komponen PK-LNPRT yang masing-masing tumbuh sebesar 3,31%;
2,12%; dan 0,46%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa mengalami kontraksi
pertumbuhan sebesar 2,53%.
Gambar 6. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (q-to-q) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
3.8. PASAR GEOGRAFIS
Perusahaan bergerak di bidang perdagangan eceran alat laboratorium, alat farmasi dan
alat kesehatan manusia, perdagangan eceran khusus barang dan obat farmasi, alat
kedokteran dengan pasar geografis meliputi seluruh Indonesia.
3.9. PASAR INDUSTRI
Pasar industri IMR adalah Perusahaan atau Perseorangan yang membutuhkan produk
kesehatan.
3.10. PEMASOK DAN PELANGGAN KUNCI
Berdasarkan informasi manajemen, Perseroan memiliki pemasok kunci yaitu PT
Intisumber Hasil Sempurna Global namun Perseroan tidak memiliki pelanggan kunci.
3.11. PERSAINGAN
Persaingan usaha antar perusahaan sejenis tergolong dalam intensitas sedang. Oleh
karena itu, Perseroan mengandalkan kemampuan inovasi, kolaborasi dan upaya -upaya
berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan jasa didukung oleh
sumber daya yang berkualitas serta manajemen perusahaan yang baik sehingga menjamin
kepuasan pelanggan dan mampu menghadapi persaingan usaha.
3.12. RISIKO USAHA
Risiko yang dihadapi Perusahaan di antaranya adalah:
• Risiko Kredit
Risiko kredit yang dihadapi oleh Perusahaan berasal dari kredit yang diberikan kepada
pelanggan. Untuk meringankan risiko ini, ada kebijakan untuk memastikan penjualan
produk hanya dibuat kepada pelanggan yang dapat dipercaya dan terbukti mempunyai
sejarah kredit yang baik.
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo III-5
Page 24
• Risiko Likuiditas
Perusahaan mengelola profil likuiditasnya untuk dapat mendanai pengeluaran
modalnya dan mengelola utang yang jatuh tempo dengan mengatur kas dan
ketersediaan pendanaan melalui jumlah komitmen fasilitas kredit yang cukup.
3.13. STRATEGI DAN RENCANA MASA DEPAN PERUSAHAAN
Dalam menghadapi kondisi bisnis, manajemen tetap berhati-hati (prudent) dalam
mengelola dan menjalankan operasi. Manajemen Perusahaan memiliki langkah-langkah
strategis dan rencana masa depan sebagai berikut:
• Meningkatkan promosi digital marketing dan media konvensional.
• Menjalin kerjasama strategis yang saling menguntungkan dengan semua relasi demi
kelancaran operasional perusahaan.
• Memaksimalkan dukungan pendanaan dari pemegang saham.
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo III-6
Page 25
BAB IV
LAPORAN KEUANGAN DAN INFORMASI KEUANGAN LAINNYA
4.1. LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan Perusahaan yang berakhir pada tahun 2018 – 2022 adalah sebagai
berikut:
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Laba Rugi (Rp. Juta) (5.472) (6.305) (11.979) (16.664) (16.115)
Tahun
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022
PENJUALAN 54.816 56.923 116.384 168.992 143.163
BEBAN POKOK PENJUALAN (48.565) (49.176) (95.141) (141.197) (120.134)
LABA (RUGI) KOTOR 6.252 7.747 21.243 27.795 23.029
Beban penjualan (1.297) (1.818) (5.827) (7.674) (4.227)
Beban umum dan administrasi (4.175) (4.487) (6.152) (8.990) (11.888)
LABA (RUGI) USAHA 780 1.442 9.264 11.131 6.914
Pendapatan keuangan 10 11 355 776 1.335
Beban keuangan - - (111) (16) (26)
Pendapatan lainnya - 16 - 2 24
Laba atas penjualan aset tetap - - - - 0,04
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 790 1.469 9.508 11.893 8.248
Pajak (369) (373) (2.020) (2.303) (1.721)
LABA (RUGI) BERSIH 421 1.095 7.488 9.591 6.527
Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja (123) (39) (20) (71) (246)
Pajak terkait dengan komponen kerugian
komprehensif lain 31 10 (0,44) 16 54
LABA KOMPREHENSIF 329 1.066 7.467 9.535 6.335
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2018-2022
Margin Laba Kotor 15,16% 11,40% 13,61% 18,25% 16,45% 16,09%
Margin Laba Usaha 4,67% 1,42% 2,53% 7,96% 6,59% 4,83%
Margin Laba Sebelum Pajak 5,00% 1,44% 2,58% 8,17% 7,04% 5,76%
Margin Laba Bersih 3,87% 0,77% 1,92% 6,43% 5,68% 4,56%
Sumber: Laporan Keuangan 2018 – 2022 (audited)
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo IV-1
Page 26
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Posisi Keuangan (Rp. Juta)
Tahun
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2.727 4.487 13.156 33.249 34.589
Piutang usaha 349 98 1.199 810 787
Persediaan 1.592 1.504 2.457 4.210 8.403
Pembayaran dimuka 176 165 14 90 101
Pajak dibayar di muka - - 1 - -
Uang muka pembelian - 70 - - -
Jumlah Aset Lancar 4.844 6.324 16.827 38.360 43.880
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap
Nilai perolehan 1.406 1.482 1.892 2.283 2.839
Akumulasi penyusutan 618 711 928 1.216 1.573
Nilai buku 787 771 963 1.067 1.266
Aset takberwujud
Nilai perolehan - - 100 100 100
Akumulasi amortisasi - - 25 50 75
Nilai buku - - 75 50 25
Aset hak-guna
Nilai perolehan - - 2.724 3.507 9.762
Akumulasi amortisasi - - 1.288 3.065 6.001
Nilai buku - - 1.436 442 3.761
Taksiran klaim pajak penghasilan - - - - 786
Aset pajak tangguhan 37 61 93 189 190
Jaminan 20 5 6 11 11
Jumlah Aset Tidak Lancar 844 837 2.573 1.759 6.039
JUMLAH ASET 5.688 7.161 19.401 40.119 49.920
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - - - 1.136 1.727
Utang lain-lain 5 6 228 - -
Uang muka pelanggan - - - 27 54
Utang pajak 68 132 2.085 1.020 276
Biaya masih harus dibayar 509 756 1.918 6 -
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun:
Liabilitas sewa - - 1.329 - 3.410
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 583 895 5.561 2.189 5.468
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Liabilitas sewa - - - - 46
Liabilitas imbalan kerja 148 243 349 419 559
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 148 243 349 419 605
JUMLAH LIABILITAS 731 1.138 5.910 2.608 6.073
EKUITAS
Modal saham 250 250 250 511 511
Tambahan modal disetor - - - 24.224 24.224
Rugi komprehensif lainnya (93) (122) (142) (198) (389)
Saldo laba 4.800 5.895 13.383 12.974 19.501
Jumlah Ekuitas 4.957 6.024 13.491 37.512 43.847
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 5.688 7.161 19.401 40.119 49.920
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2018-2022
Current Ratio 879,26% 831,49% 706,94% 302,62% 1752,67% 802,56%
Debt to Equity Ratio 19,65% 14,74% 18,88% 43,80% 6,95% 13,85%
Debt to Asset Ratio 15,57% 12,85% 15,88% 30,46% 6,50% 12,17%
Sumber: Laporan Keuangan 2018 – 2022 (audited)
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo IV-2
Page 27
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Arus Kas (Rp. Juta)
Tahun
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 54.658 57.230 114.551 169.180 143.214
Penerimaan kas dari pendapatan lainnya - - - 2 24
Penerimaan kas dari pendapatan bunga 10 11 355 776 1.335
Pembayaran kas kepada pemasok (51.760) (51.166) (98.779) (151.474) (127.978)
Pembayaran kas kepada karyawan (2.130) (2.371) (3.501) (5.124) (6.277)
Pembayaran kas untuk beban operasional - - - (2.833) (3.926)
Pembayaran pajak penghasilan (375) (387) (2.053) (2.383) (1.668)
Pembayaran pada perusahaan asuransi - - (39) - -
Pembayaran pada perusahaan sewa (108) (1.332) (1.356) - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi 294 1.984 9.178 8.143 4.725
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (140) (223) (410) (391) (561)
Harga jual aset tetap - - - - 0,35
Perolehan aset tak berwujud - - (100) - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi (140) (223) (510) (391) (560)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran liabilitas sewa - - - (2.143) (2.825)
Penerimaan dan pembayaran modal - - - 24.485 -
Pembayaran dividen - - - (10.000) -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan - - - 12.342 (2.825)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS 155 1.761 8.668 20.094 1.340
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN 2.572 2.727 4.487 13.156 33.249
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN 2.727 4.487 13.156 33.249 34.589
Sumber: Laporan Keuangan 2018 – 2022 (audited)
4.2. PENYESUAIAN TERHADAP DATA LAPORAN KEUANGAN
Penyesuaian laporan laba rugi meliputi normalizing adjustment atau penyesuaian
pencatatan akuntansi dan eliminasi pos-pos yang bersifat non-recurring, controlling
adjustment serta pemisahan pos-pos operating dan non-operating.
Berdasarkan analisis terhadap pos-pos dalam laporan laba rugi yang bersifat memiliki
kepentingan kendali seperti dengan pihak-pihak terafiliasi yang memiliki kendali, antara
lain berupa kompensasi gaji manajemen, biaya dan beban operasional setelah kami
konfirmasikan dengan manajemen adalah normal.
Penyesuaian dilakukan terhadap pencatatan dalam pos-pos laporan laba rugi antara lain
dengan:
• Pemisahan biaya penyusutan dari beban pokok penjualan.
• Pemisahan biaya penyusutan dari beban penjualan, umum dan administrasi.
Dengan penyesuaian tersebut laporan laba rugi yang telah disesuaikan mencakup EBITDA,
EBIT dan EBT. Pos-pos non-recurring berupa pendapatan lain-lain dan beban lain-lain tidak
diperhitungkan kedalam proyeksi keuangan.
Berdasarkan analisis terhadap pos-pos dalam laporan posisi keuangan, pada ekuitas
tercatat tambahan modal disetor yang merupakan agio saham yang termasuk objek
penilaian, sehingga terhadap laporan posisi keuangan tidak dilakukan penyesuaian.
4.3. LAPORAN KEUANGAN YANG DISESUAIKAN
Penyesuaian laporan keuangan dilakukan terhadap pencatatan dalam pos -pos laporan
laba rugi.
Laporan laba rugi yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo IV-3
Page 28
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Laba Rugi Penyesuaian (Rp. Juta)
Tahun
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022
PENJUALAN 54.816 56.923 116.384 168.992 143.163
BEBAN POKOK PENJUALAN (48.565) (49.176) (95.141) (141.197) (120.134)
LABA KOTOR 6.252 7.747 21.243 27.795 23.029
Beban penjualan (1.297) (1.818) (5.827) (7.674) (4.227)
Beban umum dan administrasi (4.004) (4.288) (4.647) (6.925) (8.591)
EBITDA 951 1.641 10.769 13.196 10.211
Depresiasi dan amortisasi (171) (199) (1.505) (2.065) (3.297)
EBIT 780 1.442 9.264 11.131 6.914
Pendapatan keuangan 10 11 355 776 1.335
Beban keuangan - - (111) (16) (26)
Pendapatan lainnya - 16 - 2 24
Laba atas penjualan aset tetap - - - - 0,04
EBT 790 1.469 9.508 11.893 8.248
Pajak (369) (373) (2.020) (2.303) (1.721)
LABA BERSIH (EAT) 421 1.095 7.488 9.591 6.527
Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja (123) (39) (20) (71) (246)
Pajak terkait dengan komponen kerugian
komprehensif lain 31 10 (0,44) 16 54
LABA KOMPREHENSIF 329 1.066 7.467 9.535 6.335
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2018-2022
Laba Kotor/Sales 15,16% 11,40% 13,61% 18,25% 16,45% 16,09%
EBITDA/Sales 5,76% 1,74% 2,88% 9,25% 7,81% 7,13%
EBIT/Sales 4,67% 1,42% 2,53% 7,96% 6,59% 4,83%
EBT/Sales 5,00% 1,44% 2,58% 8,17% 7,04% 5,76%
EAT/Sales 3,87% 0,77% 1,92% 6,43% 5,68% 4,56%
4.4. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
4.4.1. Analisis Kemampuan Nilai Uang
Laporan keuangan Perseroan menggunakan mata uang Rupiah. Analisis kemampuan nilai
uang dilakukan terhadap nilai tukar dan inflasi. Nilai tukar sampai dengan 21 Desember
2022, terdepresiasi 8,56% (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2021. Depresiasi nilai
tukar Rupiah tersebut relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang
sejumlah negara lain di kawasan, seperti Tiongkok 8,96% (ytd) dan India 10,24% (ytd). Ke
depan, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar
sejalan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas
makroekonomi.
Ekspektasi inflasi dan inflasi secara bulanan terus menurun dan lebih rendah dari
prakiraan awal, meskipun masih tinggi. Inflasi IHK November 2022 tercatat lebih rendah
dari prakiraan dan inflasi bulan sebelumnya, meski masih tinggi sebesar 5,42% (yoy) dan
di atas sasaran 3,0±1%. Inflasi kelompok volatile food juga turun menjadi 5,70% (yoy) baik
secara nasional maupun di sebagian besar wilayah Indonesia, didukung sinergi dan
koordinasi kebijakan yang erat antara Pemerintah (Pusat dan Daerah), Bank Indonesia,
dan para mitra strategis melalui TPIP-TPID dan GNPIP. Inflasi administered prices juga
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo IV-4
Page 29
tercatat turun menjadi sebesar 13,01% (yoy) sejalan dengan menurunnya tarif angkutan
udara dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Sementara itu, inflasi inti kembali
menurun menjadi 3,30% (yoy), dipengaruhi oleh dampak lanjutan penyesuaian harga BBM
terhadap inflasi inti yang terbatas dan tekanan inflasi dari sisi permintaan yang belum
kuat. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat respons kebijakan guna
memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi sehingga inflasi
inti tetap terjaga dalam kisaran 3,0±1%.
4.4.2. Analisis Common Size Percentage
Analisis common size percentage dari penjualan dalam laporan laba rugi adalah sebagai
berikut:
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Analisis Vertikal Laba Rugi Penyesuaian
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
PENJUALAN 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
BEBAN POKOK PENJUALAN -88,60% -86,39% -81,75% -83,55% -83,91% -84,84%
LABA KOTOR 11,40% 13,61% 18,25% 16,45% 16,09% 15,16%
Beban penjualan -2,37% -3,19% -5,01% -4,54% -2,95% -3,61%
Beban umum dan administrasi -7,30% -7,53% -3,99% -4,10% -6,00% -5,79%
EBITDA 1,74% 2,88% 9,25% 7,81% 7,13% 5,76%
Depresiasi dan amortisasi -0,31% -0,35% -1,29% -1,22% -2,30% -1,10%
EBIT 1,42% 2,53% 7,96% 6,59% 4,83% 4,67%
Pendapatan keuangan 0,02% 0,02% 0,30% 0,46% 0,93% 0,35%
Beban keuangan 0,00% 0,00% -0,10% -0,01% -0,02% -0,02%
Pendapatan lainnya 0,00% 0,03% 0,00% 0,00% 0,02% 0,01%
Laba atas penjualan aset tetap 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
EBT 1,44% 2,58% 8,17% 7,04% 5,76% 5,00%
Pajak -0,67% -0,66% -1,74% -1,36% -1,20% -1,13%
LABA BERSIH (EAT) 0,77% 1,92% 6,43% 5,68% 4,56% 3,87%
Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja -0,23% -0,07% -0,02% -0,04% -0,17% -0,10%
Pajak terkait dengan komponen kerugian
komprehensif lain 0,06% 0,02% 0,00% 0,01% 0,04% 0,02%
LABA KOMPREHENSIF 0,60% 1,87% 6,42% 5,64% 4,43% 3,79%
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo IV-5
Page 30
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Analisis Horizontal Laba Rugi Penyesuaian
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
PENJUALAN n/a 3,84% 104,46% 45,20% -15,28% 34,55%
BEBAN POKOK PENJUALAN n/a 1,26% 93,47% 48,41% -14,92% 32,06%
LABA KOTOR n/a 23,92% 174,20% 30,84% -17,15% 52,95%
Beban penjualan n/a 40,22% 220,44% 31,72% -44,92% 61,86%
Beban umum dan administrasi n/a 7,09% 8,40% 49,00% 24,07% 22,14%
EBITDA n/a 72,55% 556,08% 22,54% -22,62% 157,14%
Depresiasi dan amortisasi n/a 16,50% 654,73% 37,25% 59,63% 192,03%
EBIT n/a 84,84% 542,45% 20,15% -37,88% 152,39%
Pendapatan keuangan n/a 10,81% 3127,18% 118,58% 72,09% 832,17%
Beban keuangan n/a n/a n/a -85,88% 64,81% -10,54%
Pendapatan lainnya n/a n/a -100,00% n/a 948,09% 424,05%
Laba atas penjualan aset tetap n/a n/a n/a n/a n/a n/a
EBT n/a 85,87% 547,46% 25,08% -30,65% 156,94%
Pajak n/a 1,25% 441,16% 13,97% -25,26% 107,78%
LABA BERSIH (EAT) n/a 159,91% 583,70% 28,08% -31,95% 184,94%
Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja n/a -68,53% -48,15% 252,76% 245,81% 95,47%
Pajak terkait dengan komponen kerugian
komprehensif lain n/a -68,53% -104,50% -3676,56% 245,81% -900,95%
LABA KOMPREHENSIF n/a 224,20% 600,44% 27,69% -33,56% 204,69%
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo IV-6
Page 31
Analisis common size percentage dari total aset dalam laporan posisi keuangan adalah
sebagai berikut:
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Analisis Vertikal Laporan Posisi Keuangan
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 47,94% 62,66% 67,81% 82,88% 69,29% 66,12%
Piutang usaha 6,13% 1,37% 6,18% 2,02% 1,58% 3,46%
Persediaan 27,99% 21,00% 12,67% 10,49% 16,83% 17,80%
Pembayaran dimuka 3,10% 2,30% 0,07% 0,23% 0,20% 1,18%
Pajak dibayar di muka 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Uang muka pembelian 0,00% 0,98% 0,00% 0,00% 0,00% 0,20%
Jumlah Aset Lancar 85,16% 88,31% 86,74% 95,62% 87,90% 88,75%
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap
Nilai perolehan 24,71% 20,70% 9,75% 5,69% 5,69% 13,31%
Akumulasi penyusutan 10,87% 9,93% 4,78% 3,03% 3,15% 6,35%
Nilai buku 13,84% 10,77% 4,97% 2,66% 2,54% 6,95%
Aset takberwujud
Nilai perolehan 0,00% 0,00% 0,39% 0,12% 0,05% 0,11%
Akumulasi amortisasi 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Nilai buku 0,00% 0,00% 0,39% 0,12% 0,05% 0,11%
Aset hak-guna
Nilai perolehan 0,00% 0,00% 14,04% 8,74% 19,56% 8,47%
Akumulasi amortisasi 0,00% 0,00% 6,64% 7,64% 12,02% 5,26%
Nilai buku 0,00% 0,00% 7,40% 1,10% 7,53% 3,21%
Taksiran klaim pajak penghasilan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 1,57% 0,31%
Aset pajak tangguhan 0,65% 0,85% 0,48% 0,47% 0,38% 0,57%
Jaminan 0,35% 0,07% 0,03% 0,03% 0,02% 0,10%
Jumlah Aset Tidak Lancar 14,84% 11,69% 13,26% 4,38% 12,10% 11,25%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 0,00% 0,00% 0,00% 2,83% 3,46% 1,26%
Utang lain-lain 0,10% 0,09% 1,18% 0,00% 0,00% 0,27%
Uang muka pelanggan 0,00% 0,00% 0,00% 0,07% 0,11% 0,04%
Utang pajak 1,19% 1,85% 10,75% 2,54% 0,55% 3,38%
Biaya masih harus dibayar 8,95% 10,56% 9,89% 0,01% 0,00% 5,88%
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun:
Liabilitas sewa 0,00% 0,00% 6,85% 0,00% 6,83% 2,74%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 10,24% 12,49% 28,66% 5,46% 10,95% 13,56%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Liabilitas sewa 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,09% 0,02%
Liabilitas imbalan kerja 2,61% 3,39% 1,80% 1,04% 1,12% 1,99%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 2,61% 3,39% 1,80% 1,04% 1,21% 2,01%
JUMLAH LIABILITAS 12,85% 15,88% 30,46% 6,50% 12,17% 15,57%
EKUITAS
Modal saham 4,39% 3,49% 1,29% 1,27% 1,02% 2,29%
Tambahan modal disetor 0,00% 0,00% 0,00% 60,38% 48,53% 21,78%
Rugi komprehensif lainnya -1,63% -1,70% -0,73% -0,49% -0,78% -1,07%
Saldo laba 84,38% 82,32% 68,98% 32,34% 39,06% 61,42%
Jumlah Ekuitas 87,15% 84,12% 69,54% 93,50% 87,83% 84,43%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo IV-7
Page 32
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Analisis Horizontal Laporan Posisi Keuangan
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas n/a 64,57% 193,18% 152,74% 4,03% 103,63%
Piutang usaha n/a -71,92% 1124,35% -32,44% -2,91% 254,27%
Persediaan n/a -5,54% 63,39% 71,34% 99,57% 57,19%
Pembayaran dimuka n/a -6,46% -91,57% 548,88% 12,42% 115,82%
Pajak dibayar di muka n/a n/a n/a -100,00% n/a -100,00%
Uang muka pembelian n/a n/a -100,00% n/a n/a -100,00%
Jumlah Aset Lancar n/a 30,56% 166,07% 127,97% 14,39% 84,75%
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap
Nilai perolehan n/a 5,44% 27,63% 20,68% 24,38% 19,53%
Akumulasi penyusutan n/a 14,97% 30,54% 30,99% 29,37% 26,47%
Nilai buku n/a -2,04% 24,95% 10,75% 18,69% 13,09%
Aset takberwujud
Nilai perolehan n/a n/a n/a -33,33% -50,00% -41,67%
Akumulasi amortisasi n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Nilai buku n/a n/a n/a -33,33% -50,00% -41,67%
Aset hak-guna
Nilai perolehan n/a n/a n/a 28,76% 178,37% 103,56%
Akumulasi amortisasi n/a n/a n/a 138,06% 95,78% 116,92%
Nilai buku n/a n/a n/a -69,24% 751,44% 341,10%
Taksiran klaim pajak penghasilan n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Aset pajak tangguhan n/a 63,82% 53,13% 103,67% 0,34% 55,24%
Jaminan n/a -75,00% 20,00% 83,33% 0,00% 7,08%
Jumlah Aset Tidak Lancar n/a -0,88% 207,53% -31,64% 243,31% 104,58%
JUMLAH ASET n/a 25,89% 170,92% 106,79% 24,43% 82,01%
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha n/a n/a n/a n/a 52,05% 52,05%
Utang lain-lain n/a 17,65% 3457,12% -100,00% n/a 1124,92%
Uang muka pelanggan n/a n/a n/a n/a 103,73% 103,73%
Utang pajak n/a 95,05% 1478,27% -51,07% -72,97% 362,32%
Biaya masih harus dibayar n/a 48,43% 153,69% -99,71% -100,00% 0,60%
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun:
Liabilitas sewa n/a n/a n/a -100,00% n/a -100,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek n/a 53,56% 521,57% -60,64% 149,81% 166,07%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Liabilitas sewa n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Liabilitas imbalan kerja n/a 63,82% 43,72% 20,07% 33,36% 40,24%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang n/a 63,82% 43,72% 20,07% 44,44% 43,01%
JUMLAH LIABILITAS n/a 55,64% 419,52% -55,87% 132,87% 138,04%
EKUITAS
Modal saham n/a 0,00% 0,00% 104,40% 0,00% 26,10%
Tambahan modal disetor n/a n/a n/a n/a 0,00% 0,00%
Rugi komprehensif lainnya n/a 31,47% 16,91% 38,95% 96,94% 46,07%
Saldo laba n/a 22,82% 127,02% -3,06% 50,31% 49,27%
Jumlah Ekuitas n/a 21,51% 123,97% 178,05% 16,89% 85,10%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS n/a 25,89% 170,92% 106,79% 24,43% 82,01%
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo IV-8
Page 33
4.4.3.Potensi Penjualan
Penjualan merupakan besaran arus kas masuk selama satu periode yang ditimbulkan oleh
kegiatan operasi inti perusahaan. Pertumbuhan penjualan Perseroan disajikan sebagai
berikut:
Pertumbuhan Pendapatan
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
(%)
Penjualan n/a 3,84% 104,46% 45,20% -15,28% 34,55%
Total pertumbuhan n/a 3,84% 104,46% 45,20% -15,28% 34,55%
(Rp. Juta)
Penjualan 54.816 56.923 116.384 168.992 143.163
Total Pendapatan 54.816 56.923 116.384 168.992 143.163
Pertumbuhan penjualan Perseroan pada tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif dengan
rata-rata pertumbuhan penjualan sebesar 34,55%. Pada tahun 2018, Perseroan
membukukan penjualan sebesar Rp 54.816 juta. Di tahun 2019, pertumbuhan penjualan
Perseroan meningkat sebesar 3,84% menjadi Rp 56.923 juta. Tahun 2020, penjualan
Perseroan meningkat signifikan sebesar 104,46% menjadi Rp 116.384 juta. Tahun 2021,
penjualan Perseroan meningkat sebesar 45,20% menjadi Rp 168.992. Tahun 2022,
penjualan Perseroan menurun sebesar 15,28% menjadi Rp 143.163 juta.
4.4.4.Aset
Aset adalah sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh perusahaan yang dapat diukur secara
jelas menggunakan satuan uang serta diurutkan pada Laporan Posisi Keuangan dengan
sistem pengurutan berdasarkan seberapa cepat perubahannya dikonversi menjadi satuan
uang kas.
Berdasarkan Laporan Posisi Keuangan tahun 2018 – 2022, berikut disajikan komposisi aset
perusahaan:
Komposisi Aset
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
(%)
Aset Lancar 85,16% 88,31% 86,74% 95,62% 87,90% 88,75%
Aset Tidak Lancar 14,84% 11,69% 13,26% 4,38% 12,10% 11,25%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp. Juta)
Aset Lancar 4.844 6.324 16.827 38.360 43.880
Aset Tidak Lancar 844 837 2.573 1.759 6.039
Jumlah 5.688 7.161 19.401 40.119 49.920
Selama tahun 2018 - 2022, mayoritas komposisi aset Perseroan berupa aset lancar dengan
rata-rata proporsi terhadap total aset sebesar 88,75% diikuti oleh aset tidak lancar sebesar
11,25%. Komposisi aset lancar terbesar berupa kas dan setara kas, sedangkan komposisi
aset tidak lancar didominasi oleh aset hak guna. Tahun 2021, komposisi aset Perseroan
terdiri dari 95,62% aset lancar dan 4,38% aset tidak lancar. Tahun 2022, komposisi aset
Perseroan terdiri dari 87,90% aset lancar dan 12,10% aset tidak lancar.
Selanjutnya, pertumbuhan aset perusahaan disajikan sebagai berikut:
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo IV-9
Page 34
Pertumbuhan Aset
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
(%)
Aset Lancar n/a 30,56% 166,07% 127,97% 14,39% 84,75%
Aset Tidak Lancar n/a -0,88% 207,53% -31,64% 243,31% 104,58%
Jumlah n/a 25,89% 170,92% 106,79% 24,43% 82,01%
Pertumbuhan aset Perseroan pada tahun 2018 - 2022 cenderung meningkat dengan rata-
rata pertumbuhan sebesar 82,01%. Pada tahun 2018, Perseroan membukukan aset
sebesar Rp 5.688 juta. Di tahun 2019, pertumbuhan aset meningkat sebesar 25,89%
sehingga total aset menjadi Rp 7.161 juta. Tahun 2020, pertumbuhan aset Perseroan
meningkat sebesar 170,92% menjadi Rp 19.401 juta. Tahun 2021, pertumbuhan aset
Perseroan meningkat sebesar 106,79% menjadi Rp 40.119 juta. Tahun 2022, pertumbuhan
aset Perseroan meningkat sebesar 24,43% menjadi Rp 49.920 juta.
4.4.5. Liabilitas
Liabilitas merupakan kewajiban entitas masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu,
penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya entitas yang
mengandung manfaat ekonomi.
Berdasarkan Laporan Posisi Keuangan tahun 2018 – 2022, berikut disajikan komposisi
liabilitas perusahaan:
Komposisi Liabilitas
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
(%)
Liabilitas Jangka Pendek 79,71% 78,65% 94,09% 83,93% 90,03% 85,28%
Liabilitas Jangka Panjang 20,29% 21,35% 5,91% 16,07% 9,97% 14,72%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp. Juta)
Liabilitas Jangka Pendek 583 895 5.561 2.189 5.468
Liabilitas Jangka Panjang 148 243 349 419 605
Jumlah 731 1.138 5.910 2.608 6.073
Selama tahun 2018 - 2022, mayoritas komposisi liabilitas Perseroan berupa liabilitas
jangka pendek dengan rata-rata proporsi sebesar 85,28% diikuti oleh liabilitas jangka
panjang sebesar 14,72%. Pada tahun 2021, komposisi liabilitas Perseroan terdiri dari
83,93% liabilitas jangka pendek dan 16,07% liabilitas jangka panjang. Di tahun 2022,
komposisi liabilitas Perseroan terdiri dari 90,03% liabilitas jangka pendek dan 9,97%
liabilitas jangka panjang.
Selanjutnya, pertumbuhan liabilitas perusahaan disajikan sebagai berikut:
Pertumbuhan Liabilitas
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
(%)
Liabilitas Jangka Pendek n/a 53,56% 521,57% -60,64% 149,81% 166,07%
Liabilitas Jangka Panjang n/a 63,82% 43,72% 20,07% 44,44% 43,01%
Jumlah n/a 55,64% 419,52% -55,87% 132,87% 138,04%
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo IV-10
Page 35
Pada tahun 2018 - 2022, pertumbuhan liabilitas Perseroan cenderung fluktuatif dengan
rata-rata pertumbuhan sebesar 138,04%. Pada tahun 2018, Perseroan mencatatkan total
liabilitas sebesar Rp 731 juta. Di tahun 2019, pertumbuhan liabilitas Perseroan meningkat
55,64% menjadi Rp 1.138 juta. Tahun 2020, liabilitas Perseroan meningkat 419,52%
menjadi Rp 5.910 juta. Tahun 2021, pertumbuhan liabilitas menurun -55,87% menjadi Rp
2.608 juta. Pada tahun 2022, pertumbuhan liabilitas meningkat 132,87% menjadi Rp 6.073
juta.
4.4.6. Analisis Rasio
Rasio-rasio keuangan penting dari laporan keuangan adalah sebagai berikut:
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Analisis Rasio
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
Pertumbuhan Pendapatan n/a 3,84% 104,46% 45,20% -15,28% 34,55%
Rasio Profitabilitas
EBITDA/Sales 1,74% 2,88% 9,25% 7,81% 7,13% 5,76%
EBIT/Sales 1,42% 2,53% 7,96% 6,59% 4,83% 4,67%
EBT/Sales 1,44% 2,58% 8,17% 7,04% 5,76% 5,00%
EAT/Sales 0,77% 1,92% 6,43% 5,68% 4,56% 3,87%
ROE 8,50% 18,18% 55,50% 25,57% 14,89% 24,53%
ROA 7,41% 15,29% 38,60% 23,91% 13,07% 19,66%
Rasio Efektivitas
Perputaran Piutang Usaha 157,15 x 581,07 x 97,04 x 208,57 x 181,99 x 245,16 x
Perputaran Persediaan 30,50 x 32,70 x 38,72 x 33,53 x 14,30 x 29,95 x
Perputaran Aset 9,64 x 7,95 x 6,00 x 4,21 x 2,87 x 6,13 x
Perputaran Utang Usaha n/a n/a n/a 124,29 x 69,54 x 96,91 x
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Current Ratio 8,31 x 7,07 x 3,03 x 17,53 x 8,03 x 8,79 x
Debt to Equity 0,15 x 0,19 x 0,44 x 0,07 x 0,14 x 0,20 x
Debt to Asset 0,13 x 0,16 x 0,30 x 0,07 x 0,12 x 0,16 x
Analisis Profitabilitas
Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba selama periode
tertentu dari kegiatan bisnis yang dilakukannya. Selama tahun 2018 – 2022, rasio
profitabilitas Perseroan cenderung meningkat. Rata-rata profitabilitas Perseroan yang
diukur menggunakan EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales berturut-turut
adalah 5,76%, 4,67%, 5,00% dan 3,87%. Artinya, perusahaan memperoleh laba rata-rata
Rp 0,0576 EBITDA, Rp 0,0467 EBIT, Rp 0,0500 EBT dan Rp 0,0387 EAT untuk setiap Rp 1
pendapatan usaha yang berhasil dilakukan. Pada tahun 2022, EBITDA/Sales, EBIT/Sales,
EBT/Sales, dan EAT/Sales Perseroan berturut-turut adalah 7,13%, 4,83%, 5,76% dan
4,56%.
Sedangkan profitabilitas Perseroan yang dikaitkan dengan pengembalian terhadap
perusahaan dan pemegang saham diukur dengan Return on Equity (ROE) dan Return on
Asset (ROA). Rata-rata ROE dan ROA Perseroan dalam tahun 2018 – 2022 masing - masing
adalah 24,53% dan 19,66%. Pada tahun 2022, ROE dan ROA Perseroan masing-masing
adalah 14,89% dan 13,07%.
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo IV-11
Page 36
Analisis Efektivitas
Efektivitas adalah kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan seluruh sumber daya
yang dimilikinya. Efektivitas dapat diukur dengan rasio perputaran piutang usaha,
perputaran persediaan, perputaran aset dan perputaran utang usaha.
Rasio perputaran piutang usaha dalam tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif dari
157,15x pada tahun 2018 menjadi 181,99x di tahun 2022 atau selama tahun tersebut rata-
rata sebesar 245,16x. Pada tahun 2022, tingkat perputaran piutang usaha sebesar
181,99x, artinya dalam satu tahun Perseroan dapat menagih piutang usahanya selama + 2
hari.
Rasio perputaran persediaan dalam tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif dari 30,50x
pada tahun 2018 menjadi 14,30x di tahun 2022 atau selama tahun tersebut rata-rata
sebesar 29,95x. Pada tahun 2022, tingkat persediaan sebesar 14,30x, artinya dalam satu
tahun Perseroan dapat menghabiskan persediaannya selama + 26 hari.
Rasio perputaran aset dalam tahun 2018 - 2022 cenderung menurun dari 9,64x pada tahun
2018 menjadi 2,87x pada tahun 2022 atau selama tahun tersebut rata-rata sebesar 6,13x.
Pada tahun 2022, tingkat perputaran aset Perseroan sebesar 2,87x, artinya Perseroan
menginvestasikan asetnya selama + 127 hari untuk memperoleh pendapatan.
Rasio perputaran utang usaha dalam tahun 2018 - 2022 meningkat dari tidak ada pada
tahun 2018 menjadi 69,54x pada tahun 2022 atau rata-rata sebesar 96,91x. Pada tahun
2022, tingkat perputaran utang usaha sebesar 69,54x, artinya perseroan dapat melunasi
utang usahanya dalam waktu + 5 hari.
Analisis Likuiditas dan Solvabilitas
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek
yang harus dibayar dengan aset lancarnya maka dalam mengukur tingkat likuiditas
perusahaan, digunakan Current Ratio (CR). Semakin tinggi CR maka semakin tinggi
likuiditas perusahaan. Pada tahun 2018 – 2022, likuiditas perusahaan cenderung fluktuatif
dengan CR tahun 2022 sebesar 8,03x artinya Perseroan memiliki Rp 8,03 aset lancar yang
dapat digunakan untuk memenuhi setiap Rp 1 utang lancarnya.
Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya
ketika dilikuidasi yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio
(DAR). Semakin tinggi DER dan DAR maka semakin rendah solvabilitas perusahaan.
Semakin tinggi solvabilitas perusahaan, maka semakin rendah risiko kebangkrutan
perusahaan. Solvabilitas Perseroan tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif dengan Debt
to Equity dan Debt to Asset pada tahun 2022 masing-masing adalah 0,14x dan 0,12x.
Artinya, perusahaan memiliki utang Rp 0,14 untuk setiap Rp 1 ekuitas yang dimilikinya
serta setiap Rp 1 aset perusahaan dibiayai oleh utang sebesar Rp 0,12.
Analisis Arus Kas
Pada tahun 2018, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 294 juta
yang utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan. Pada tahun 2019, Perseroan
memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 1.984 juta yang utamanya berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan. Pada tahun 2020, Perseroan memperoleh kas dari
aktivitas operasi sebesar Rp 9.178 juta yang utamanya berasal dari penerimaan kas dari
pelanggan. Di tahun 2021, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo IV-12
Page 37
Rp 8.143 juta yang utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan. Tahun 2022,
Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 4.725 juta yang utamanya
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan.
Selanjutnya tahun 2018, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp
140 juta yang seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap. Di tahun 2019, Perseroan
menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 223 juta yang seluruhnya berasal
dari perolehan aset tetap. Pada tahun 2020, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
investasi sebesar Rp 510 juta yang utamanya disebabkan oleh perolehan aset tetap. Pada
tahun 2021, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 391 yang
seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap. Tahun 2022, Perseroan menggunakan kas
untuk aktivitas investasi sebesar Rp 560 juta yang utamanya disebabkan oleh perolehan
aset tetap.
Selama tahun 2018-2020 Perseroan tercatat tidak memperoleh maupun menggunakan kas
untuk aktivitas pendanaan. Pada tahun 2021, Perseroan memperoleh kas untuk aktivitas
pendanaan sebesar Rp 12.342 juta yang utamanya berasal dari penerimaan dan
pembayaran modal. Pada tahun 2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
pendanaan sebesar Rp 2.825 juta yang seluruhnya berasal dari pembayaran liabilitas sewa.
Kas Perseroan di tahun 2018 tercatat sebesar Rp 2.727 juta. Tahun 2019, kas Perseroan
meningkat sebesar 64,57% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 4.487 juta yang berasal dari
kas aktivitas operasi yang tercatat positif. Di tahun 2020, kas Perseroan meningkat
signifikan sebesar 193,18% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 13.156 juta yang berasal
dari kas aktivitas operasi yang positif. Pada tahun 2021, kas Perseroan kembali meningkat
signifikan sebesar 152,74% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 33.249 juta yang berasal
dari kas aktivitas pendanaan yang tercatat positif. Pada tahun 2022, kas Perseroan
meningkat sebesar 4,03% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 34.589 juta yang berasal dari
kas aktivitas operasi yang tercatat positif.
Saldo kas pada setiap tahun selalu positif karena kebutuhan kas untuk operasi dan
investasi disesuaikan dengan pendanaannya.
4.5. INFORMASI KEUANGAN PROSPEKTIF
Kami menerima informasi keuangan prospektif berupa proyeksi keuangan Perseroan.
Terhadap proyeksi keuangan tersebut, kami lakukan penyesuaian agar mencerminkan
kewajaran atas pencapaian proyeksi tersebut untuk perhitungan nilai.
4.6. PERBANDINGAN INFORMASI KEUANGAN INDUSTRI YANG SEBANDING UNTUK PERIODE
YANG SESUAI
Perusahaan-perusahaan pembanding yang kami gunakan merupakan perusahaan yang
tercatat di bursa efek dan sahamnya ditransaksikan selama 60 hari bursa dalam jangka
waktu 90 hari bursa terakhir sebelum tanggal penilaian, yang bergerak di sektor industri
sejenis yang sudah tercatat di Bursa Efek, yaitu: Sri Trang Gloves PCL (STGTf.BK), PT
Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC.JK), Adventa Berhad (ADVE.KL), PT
Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT.JK), PT Supermax Corporation Berhad (SUPM.KL),
Techno Medical Public Company Limited (TMm.BK), Careplus Group Bhd (CARE.KL) dan
Top Glove Corporation Bhd (TPGC.KL).
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo IV-13
Page 38
Laporan keuangan perusahaan pembanding kami peroleh dari IndoPremier
(www.indopremier.com), BEI (www.idx.co.id), Damodaran, dan Reuters. Kami telah
menganalisis laporan keuangan perusahaan pembanding:
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Kinerja Keuangan Perusahaan Pembanding
Perusahaan Pembanding Kisaran
Uraian Rata-rata
STGTf.BK SDPC.JK ADVE.KL EPMT.JK SUPM.KL TMm.BK CARE.KL TPGC.KL Min Max
Tanggal laporan keuangan 31 Des 22 31 Des 22 31 Des 22 31 Des 22 31 Des 22 31 Des 22 31 Des 22 31 Des 22
GROWTH RATES
Revenue Growth (YoY) -50,99% 7,06% -39,54% -62,49% -50,26% -4,50% -62,65% -65,94% -41,16% -65,94% 7,06%
Revenue Growth Rate (5Y) n/a 8,68% n/a 7,34% n/a 0,45% -9,61% 59,85% 13,34% -9,61% 59,85%
FINANCIAL STRENGTH
Current Ratio 4,62 x 1,14 x 5,25 x 0,41 x 4,95 x 1,54 x 1,84 x 2,12 x 2,73 x 0,41 x 5,25 x
Total Debt/Total Equity 0,32 x 4,41 x 0,18 x 0,46 x 0,18 x 0,90 x 0,39 x n/a 0,98 x 0,18 x 4,41 x
PROFITABILITY RATIOS
Operating Margin 7,71% 2,31% -8,46% 42,43% 12,20% 2,88% -34,43% 4,55% 3,65% -34,43% 42,43%
Operating Margin (5Y) n/a 2,24% n/a 3,90% n/a 8,50% -5,72% 14,97% 4,78% -5,72% 14,97%
Net Profit Margin 7,09% 0,77% -8,72% 26,75% 0,63% 2,01% -46,69% 4,95% -1,65% -46,69% 26,75%
Net Profit Margin (5Y) n/a 0,46% n/a 3,03% n/a 5,83% -7,90% 11,13% 2,51% -7,90% 11,13%
MANAGEMENT EFFECTIVENESS
Return On Equity 4,49% 9,46% -8,17% 35,78% 0,00% 2,66% -33,27% 4,06% 1,88% -33,27% 35,78%
Return On Average Equity (5Y) n/a 5,49% n/a 11,49% n/a 8,95% 5,86% 20,19% 10,40% 5,49% 20,19%
Return On Assets 3,40% 1,75% -6,92% 24,43% 0,00% 1,40% -23,90% 3,40% 0,45% -23,90% 24,43%
Return On Average Assets (5Y) n/a 1,08% n/a 8,03% n/a 4,89% -6,33% 9,80% 3,49% -6,33% 9,80%
4.7. INFORMASI PERPAJAKAN
Informasi perpajakan Perusahaan berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2022
(audited) adalah sebagai berikut:
• Taksiran klaim pajak penghasilan : Rp 786 juta,
• Aset pajak tangguhan : Rp 190 juta,
• Utang pajak : Rp 276 juta.
4.8. INFORMASI KOMPENSASI BAGI PEMEGANG SAHAM
Kami tidak menerima informasi kebijakan manajemen mengenai kompensasi bagi
pemegang saham. Namun, Perseroan merencanakan untuk membayar dividen tunai
sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun. Besarnya dividen yang akan dibayarkan
dikaitkan dengan keuntungan dan keadaan keuangan Perseroan pada tahun buku yang
bersangkutan.
4.9. INFORMASI MENGENAI ASURANSI YANG DITANGGUNG OLEH PERUSAHAAN UNTUK
KARYAWAN KUNCI
Kami tidak menerima kebijakan manajemen mengenai asuransi yang ditanggung oleh
Perseroan untuk karyawan maupun karyawan kunci.
4.10. ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN
4.10.1. Keuntungan Dan Kerugian Atas Kontrak Usaha
Perusahaan tidak pernah mengalami kerugian atas kontrak usaha.
4.10.2. Aset Dan Kewajiban Di Luar Neraca (Kontijensi)
Perusahaan tidak memiliki aset dan kewajiban diluar neraca (kontijensi).
4.10.3. Hasil Penjualan Oleh Perusahaan Pada Periode Sebelumnya
Berikut adalah penjualan Perusahaan untuk tahun 2018 – 2022:
Tahun
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022
(Rp. Juta)
Penjualan 54.816 56.923 116.384 168.992 143.163
Total Pendapatan 54.816 56.923 116.384 168.992 143.163
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo IV-14
Page 39
4.10.4. Perbandingan Kinerja Saat Ini Dengan Kinerja Historis Pada Objek Penilaian
Perbandingan kinerja saat ini dengan kinerja historis Perusahaan adalah sebagai berikut:
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Analisis Rasio
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
Pertumbuhan Pendapatan n/a 3,84% 104,46% 45,20% -15,28% 34,55%
Rasio Profitabilitas
EBITDA/Sales 1,74% 2,88% 9,25% 7,81% 7,13% 5,76%
EBIT/Sales 1,42% 2,53% 7,96% 6,59% 4,83% 4,67%
EBT/Sales 1,44% 2,58% 8,17% 7,04% 5,76% 5,00%
EAT/Sales 0,77% 1,92% 6,43% 5,68% 4,56% 3,87%
ROE 8,50% 18,18% 55,50% 25,57% 14,89% 24,53%
ROA 7,41% 15,29% 38,60% 23,91% 13,07% 19,66%
Rasio Efektivitas
Perputaran Piutang Usaha 157,15 x 581,07 x 97,04 x 208,57 x 181,99 x 245,16 x
Perputaran Persediaan 30,50 x 32,70 x 38,72 x 33,53 x 14,30 x 29,95 x
Perputaran Aset 9,64 x 7,95 x 6,00 x 4,21 x 2,87 x 6,13 x
Perputaran Utang Usaha n/a n/a n/a 124,29 x 69,54 x 96,91 x
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Current Ratio 8,31 x 7,07 x 3,03 x 17,53 x 8,03 x 8,79 x
Debt to Equity 0,15 x 0,19 x 0,44 x 0,07 x 0,14 x 0,20 x
Debt to Asset 0,13 x 0,16 x 0,30 x 0,07 x 0,12 x 0,16 x
4.10.5. Perbandingan Kinerja Objek Penilaian Dengan Tren Industri Yang Sesuai
Perbandingan informasi kinerja keuangan industri sejenis diambil dari rata-rata dan
kisaran informasi kinerja keuangan perusahaan pembanding terhadap kinerja
Perusahaan disajikan pada tabel berikut:
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Kinerja Keuangan Perusahaan Pembanding dan Perseroan
Kisaran
Uraian Rata-rata Perseroan
Min Max
GROWTH RATES
Revenue Growth (YoY) -41,16% -65,94% 7,06% -15,28%
Revenue Growth Rate (5Y) 13,34% -9,61% 59,85% 34,55%
FINANCIAL STRENGTH
Current Ratio 2,73 x 0,41 x 5,25 x 8,03 x
Total Debt/Total Equity 0,98 x 0,18 x 4,41 x 0,14 x
PROFITABILITY RATIOS
Operating Margin 3,65% -34,43% 42,43% 4,83%
Operating Margin (5Y) 4,78% -5,72% 14,97% 4,67%
Net Profit Margin -1,65% -46,69% 26,75% 4,56%
Net Profit Margin (5Y) 2,51% -7,90% 11,13% 3,87%
MANAGEMENT EFFECTIVENESS
Return On Equity 1,88% -33,27% 35,78% 14,89%
Return On Average Equity (5Y) 10,40% 5,49% 20,19% 24,53%
Return On Assets 0,45% -23,90% 24,43% 13,07%
Return On Average Assets (5Y) 3,49% -6,33% 9,80% 19,66%
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo IV-15
Page 40
Pertumbuhan industri dari rata-rata perusahaan pembanding berdasarkan pertumbuhan
pendapatan dalam lima tahun terakhir adalah 13,34% dengan kisaran -9,61% - 59,85%
sedangkan Perseroan berada diatas rata-rata yaitu 34,55%.
Likuiditas yang ditunjukkan oleh Current Ratio rata-rata perusahaan pembanding adalah
2,73x dengan kisaran antara 0,41x – 5,25x sedangkan Perseroan berada diatas rata-rata
yaitu 8,03x dan solvabilitas yang ditunjukkan oleh Total Debt to Equity Ratio rata-rata
perusahaan pembanding adalah 0,98x dengan kisaran antara 0,18x – 4,41x sedangkan
Perseroan dibawah rata-rata yaitu 0,14x.
Operating Margin selama lima tahun terakhir rata-rata perusahaan pembanding adalah
4,78% dengan kisaran antara -5,72% - 14,97% sedangkan Perseroan berada dibawah
rata-rata yaitu 4,67%. Net Profit Margin selama lima tahun terakhir rata-rata perusahaan
pembanding adalah 2,51% dengan kisaran antara -7,90% - 11,13% sedangkan Perseroan
berada diatas rata-rata yaitu 3,87%.
Efektivitas manajemen yang di tunjukkan oleh ROE dan ROA rata -rata perusahaan
pembanding dalam lima tahun terakhir adalah 10,40% dan 3,49% dengan kisaran
masing-masing 5,49% - 20,19% dan -6,33% - 9,80% sedangkan Perseroan masing-masing
selama lima tahun terakhir adalah 24,53% dan 19,66%.
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo IV-16
Page 41
BAB V
PENILAIAN SAHAM
5.1. PERTIMBANGAN PENDEKATAN DAN METODE PENILAIAN SERTA PENENTUAN DLOM DAN
DLOC/PFC
5.1.1. Pendekatan Dan Metode Penilaian
Untuk penilaian bisnis, prosedur penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan
pendekatan dan metode penilaian bisnis yang berlaku umum dalam penilaian perusahaan
atau ekuitas sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang ditetapkan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020.
Pendekatan yang lazim dalam penilaian bisnis adalah pendekatan pendapatan,
pendekatan biaya dan pendekatan pasar.
Pendekatan Pendapatan (Income Approach), adalah pendekatan penilaian dengan cara
mengkonversi manfaat ekonomis atau pendapatan yang diperkirakan akan dihasilkan oleh
objek penilaian dengan tingkat diskonto tertentu.
Metode yang digunakan dalam pendekatan pendapatan adalah metode Diskonto Arus Kas
(Discounted Cash Flow Method, DCF).
Metode DCF sangat sesuai diterapkan untuk menilai perusahaan yang pendapatannya
dimasa mendatang dapat diperkirakan.
Pendekatan Aset (Asset Approach), adalah pendekatan penilaian berdasarkan laporan
keuangan historis objek penilaian yang telah diaudit, dengan cara meny esuaikan seluruh
aset dan kewajiban menjadi nilai wajar sesuai dengan premis nilai yang digunakan dalam
penilaian bisnis.
Metode yang dapat digunakan dalam pendekatan aset adalah metode kelebihan
pendapatan (Excess Earning Method, EEM) dan metode Akumulasi Aset (Asset
Accumulation Method, AAM).
Metode AAM wajib digunakan untuk menilai:
a. Ekuitas suatu perusahaan dimana nilai perusahaan sangat bergantung pada nilai aset
tetap, seperti perusahaan real estate,
b. Ekuitas dari holding company,
c. Perusahaan yang tidak memiliki riwayat pendapatan yang mempunyai prospek
positif, perusahaan yang memiliki pendapatan yang berfluktuasi, perusahaan yang
diragukan kemampuannya untuk melanjutkan operasi yang bersifat going concern,
seperti perusahaan yang baru berdiri atau perusahaan yang berada dalam kesulitan
untuk memperoleh pendapatan,
d. Perusahaan yang memiliki/menguasai aset berwujud dalam jumlah yang signifikan,
e. Perusahaan yang memiliki tenaga kerja yang memberikan nilai tambah relatif kecil
terhadap barang/jasa yang dihasilkan perusahaan,
f. Perusahaan yang memiliki Aset Tak Berwujud dalam jumlah yang tidak signifikan.
Pendekatan Pasar (Market Approach) adalah pendekatan penilaian dengan cara
membandingkan objek penilaian dengan objek lain yang sebanding dan sejenis serta telah
memiliki harga jual.
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo V-1
Page 42
Metode yang digunakan dalam pendekatan pasar adalah metode pembanding perusahaan
tercatat di Bursa Efek (Guideline Publicly Traded Company Method).
Perusahaan pembanding yang digunakan wajib memenuhi kriteria sebaga i berikut:
• Memiliki industri, kegiatan usaha, dan risiko usaha yang sebanding.
• Karakteristik pertumbuhan (growth in sales and earning) dan struktur permodalan
adalah sebanding.
• Kinerja keuangan historis selama 5 tahun terakhir adalah sebanding.
• Ukuran perusahaan (total asset) adalah sebanding.
• Pangsa pasar (market shared) adalah sebanding.
Pendekatan dan metode penilaian yang diterapkan tergantung pada hasil identifikasi
objek penilaian, ketersediaan data dan analisis data.
5.1.2. Pemilihan Pendekatan Dan Metode Penilaian
Dalam melakukan penilaian saham Perusahaan kami menggunakan dua pendekatan, yaitu
pendekatan pendapatan (income-based approach) dan pendekatan pasar (market-based
approach).
Pertimbangan menggunakan pendekatan pendapatan adalah karena perusahaan telah
beroperasi secara komersial dan pendapatannya dimasa mendatang dapat diperkirakan.
Sedangkan pertimbangan menggunakan pendekatan pasar karena data pasar perusahaan
untuk industri yang sejenis cukup tersedia.
Metode yang digunakan untuk pendekatan pendapatan adalah metode diskonto untuk
pendapatan mendatang (Multi Period of Income Discounting), adalah metode penilaian
yang digunakan untuk menentukan nilai sekarang suatu pendapatan yang akan diterima
di masa yang akan datang atas objek penilaian, dengan suatu tingkat diskonto atau
metode Discounted Cash Flow (DCF).
Metode yang digunakan untuk pendekatan pasar adalah metode pembanding perusahaan
tercatat di bursa efek (Guideline Publicly Trade Company Method) adalah metode
menghitung nilai dengan rasio penilaian atau key valuation ratio yang dicari dari
perusahaan pembanding yang sahamnya telah memiliki nilai pasar.
Pendekatan dan metode penilaian diatas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Objek
Penilaian dan Pemberi Tugas.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan untuk menghasilkan kesimpulan nilai .
5.1.3. Discount For Lack Marketability (DLOM)
Diskon atas ketidakmampuan dipasarkan (DLOM) merupakan potongan yang diaplikasikan
kepada suatu indikasi nilai ekuitas dari suatu perusahaan karena keterbatasan ekuitas
tersebut untuk ditukarkan secara cepat menjadi uang tunai. Diskon atas ketidakm ampuan
dipasarkan mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari penyertaan di perusahaan
sebagai pengaruh dari tidak likuidnya objek penilaian untuk diperdagangkan. Merujuk
peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 untuk perusahaan tertutup DLOM saham mayoritas
20%-40% dan DLOM saham minoritas 30% - 50%.
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo V-2
Page 43
Perseroan merupakan perusahaan tertutup (Ttp) yang sahamnya tidak diperjualbelikan di
bursa sehingga sifatnya tidak likuid karena keterbatasan ekuitas tersebut untuk ditukarkan
secara cepat menjadi uang tunai. Ketidakmampuan dipasarkan mencerminkan
pengurangan terhadap nilai dari penyertaan di perusahaan sebagai pengaruh dari tidak
likuidnya objek penilaian untuk diperdagangkan, maka dari itu DLOM perlu diaplikasikan.
Besarnya DLOM antara lain dengan pertimbangan sebagai berikut:
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Pertimbangan DLOM
No. Faktor Pertimbangan Pengukuran Skor
1 Entry Barier Perijinan Apakah telah ada pembatasan atas perijinan usaha, namun banyak investor 1,0
Usaha yang berminat disebabkan prospek usaha dibidang industri tersebut memiliki
prospek yang cerah ? Ada (moratorium) (marketabilitas tinggi = 0), Terbatas
(marketabilitas sedang = 0,5), Tidak ada (marketabilitas rendah = 1)
2 Entry Barier Skala Apakah untuk industri tersebut membutuhkan skala ekonomis usaha yang 0,5
Ekonomis Usaha besar, sehingga hanya investor tertentu dengan modal besar yang dapat masuk
dibidang industri tersebut ? Tidak terbatas (marketabilitas tinggi = 0), Terbatas
pada segmen tertentu (marketabilitas sedang = 0,5), Terbatas pada skala besar
(marketabilitas rendah = 1)
3 Dividen Apakah kebijakan dividen perusahaan telah diputuskan setiap tahun melalui 0,5
RUPS, serta ada pembagian dividen setiap tahun ? Ya (marketabilitas tinggi = 0),
Kadang-Kadang (marketabilitas sedang = 0,5), Tidak (marketabilitas rendah = 1)
4 Profitabilitas Apakah tingkat profitabilitas (Operating Margin) perusahaan sesuai dengan 1,0
(Operating Margin) tingkat profitabilitas industri sejenis ? Diatas (marketabilitas tinggi = 0), Rata-
rata (marketabilitas sedang = 0,5), Dibawah (marketabilitas rendah = 1)
5 Fluktuasi laba bersih Apakah laba bersih perusahaan berfluktuasi ? Tidak, cenderung meningkat 0,0
(marketabilitas tinggi = 0), Sedang, cenderung stabil (marketabilitas sedang =
0,5), Ya, cenderung menurun (marketabilitas rendah = 1)
6 Struktur permodalan Apakah struktur permodalan (debt to equity ratio ) perusahaan sesuai dengan 0,0
rata-rata industri sejenis ? Dibawah (marketabilitas tinggi = 0), Rata-rata
(marketabilitas sedang = 0,5), Diatas (marketabilitas rendah = 1)
7 Likuiditas Apakah likuiditas (current ratio ) perusahaan sesuai dengan rata-rata industri 0,0
sejenis ? Diatas(marketabilitas tinggi = 0), Rata-rata (marketabilitas sedang =
0,5), Dibawah (marketabilitas rendah = 1)
8 Pertumbuhan Pertumbuhan penjualan perusahaan dibandingkan dengan rata-rata industri 0,0
penjualan sejenis ? Lebih besar (marketabilitas tinggi = 0), Rata-rata (marketabilitas
sedang = 0,5), Lebih kecil (marketabilitas rendah = 1)
9 Prospek perusahaan Bagaimana prospek perusahaan maupun industrinya dimasa mendatang ? 0,5
dan industri Cerah (marketabilitas tinggi = 0), Seperti adanya saat ini (marketabilitas sedang
= 0,5), Menurun (marketabilitas rendah = 1)
10 Kualitas manajemen Apakah kualitas manajemen perusahaan dapat mencapai tingkat keberhasilan 0,5
operasi dan keuangan perusahaan serta mempunyai profitabilitas yang tinggi
untuk memperoleh hasil yang diharapkan ? Ya (marketabilitas tinggi = 0),
Seperti adanya saat ini (marketabilitas sedang = 0,5), Tidak (marketabilitas
rendah = 1)
Jumlah 4,0
Perhitungan DLOM
Maksimum Skor = 10,0
DLOM perusahaan tertutup sesuai peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 adalah 20%-40%
Jumlah Skor = 4,0
DLOM Objek Penilaian 28,00%
Dalam penilaian ini, kami mengaplikasikan DLOM sebesar 28%.
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo V-3
Page 44
5.1.4. Premium For Control (PFC)
PFC merupakan penambah yang diaplikasikan pada suatu indikasi nilai ekuitas karena
kemampuan tingkat pengendalian yang melekat pada ekuitas tersebut. Merujuk peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 untuk perusahaan terbuka PFC sebesar 20% – 35% dan
perusahaan tertutup PFC sebesar 30% - 70%.
Pengaplikasian PFC untuk menyamakan level indikasi nilai yang diperoleh dari pendekatan
yang digunakan dengan level saham yang dinilai, sebagai saham mayoritas atau minoritas.
Mengingat yang dinilai saham mayoritas dan nilai yang dihasilkan dari pendekatan
pendapatan bersifat mayoritas maka kami tidak mengaplikasikan PFC. Sedangkan nilai
yang dihasilkan dari pendekatan pasar bersifat minoritas maka kami menggunakan PFC.
Besarnya PFC antara lain dengan pertimbangan sebagai berikut:
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Pertimbangan PFC
No. Faktor Pertimbangan Pengukuran Skor
1 Perjanjian antara Apakah terdapat perjanjian dari pemegang saham yang mengatur posisi dalam 1,0
pemegang saham susunan manajemen perusahaan yang akan menjalankan perusahaan tanpa
melihat jumlah kepemilikan saham ? Ada (Kendali mayoritas rendah = 0), Tidak
ada (Kendali mayoritas tinggi = 1)
2 Pemegang saham Hal-hal yang dilakukan oleh pemegang saham pengendali terhadap perusahaan 0,5
pengendali yang dikendalikan untuk membuat saham yang dimilikinya lebih
menguntungkan ? Rendah (Kendali mayoritas rendah = 0), Moderat (Kendali
mayoritas sedang = 0,5), Dominan (Kendali mayoritas tinggi = 1)
3 Penunjukkan manajemen Apakah manajemen perusahaan ditunjuk oleh pemegang saham mayoritas ? 0,5
Tidak ada (Kendali mayoritas rendah = 0), Sebagian (Kendali mayoritas sedang =
0,5), Seluruhnya (Kendali mayoritas tinggi = 1)
4 Pengendalian operasional Apakah pemegang saham mayoritas sebagai pengendali operasional 0,5
perusahaan perusahaan ? Tidak (Kendali mayoritas rendah = 0), Sebagian (Kendali
mayoritas sedang = 0,5), Ya (Kendali mayoritas tinggi = 1)
Jumlah 2,5
Perhitungan PFC
Maksimum Skor = 4,0
PFC perusahaan tertutup merujuk peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 adalah 30%-70%
Jumlah Skor = 2,5
PFC Objek Penilaian 55,00%
Dalam penilaian ini, kami mengaplikasikan PFC sebesar 55%.
5.2. PERHITUNGAN INDIKASI NILAI
5.2.1. Perhitungan Nilai Pasar Dengan Pendekatan Pendapatan
5.2.1.1. Pemilihan Arus Kas
Untuk penilaian dengan pendekatan pendapatan dengan menggunakan metode DCF,
terdapat 3 (tiga) pilihan arus kas untuk didiskonto yaitu dividen, arus kas bersih untuk
ekuitas dan arus kas bersih untuk perusahaan/kapital.
Dalam penilaian ini, Arus Kas Bersih (AKB) yang akan digunakan sebagai economic
income yang didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai saham adalah AKB untuk kapital
(Free Cash Flow to Firm).
Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban
penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan untuk
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo V-4
Page 45
penggantian (reserve for replacement), modal kerja, dan untuk pertumbuhan melalui
penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung sebagai berikut:
EAT
+ Depresiasi dan Amortisasi
+ Bunga (1-T), dimana T adalah Pajak
+/- Perubahan modal kerja
+/- Perubahan investasi (capex)
= Arus Kas Bersih Untuk Kapital (Free Cash Flow to Firm)
Alasan pemilihan Arus Kas Bersih untuk Kapital adalah karena tingkat leverage
perusahaan berubah selama periode proyeksi, oleh karena itu perlu diperhitungkan
penyesuaian terhadap paduan struktur modal yang optimal sesuai dengan industri yang
merupakan paduan antara ekuitas dan utang yang akan mengoptimalkan tingkat
pengembalian kepada pemegang saham.
Arus Kas Bersih untuk Kapital merupakan arus kas yang tersedia untuk semua penyedia
kapital dan akan menghasilkan nilai perusahaan. Nilai ekuitas diperoleh dengan
mengurangkan nilai perusahaan dengan nilai pasar dari modal senior (saham preferen
dalam hal perusahaan mengeluarkan saham preferen) dikurangi utang berbunga dan
ditambahkan dengan aset non operasional dan dikurangi dengan kewajiban non
operasional.
5.2.1.2. Penentuan Tingkat Diskonto
Tingkat diskonto diperoleh dengan mengaplikasikan model biaya modal rata-rata
tertimbang (Weighted Average Cost of Capital, WACC) dengan formula sebagai berikut:
WACC = Ke.We + Kd(1-T).Wd
Dimana:
WACC = Biaya modal rata-rata tertimbang
Ke = Biaya ekuitas
We = Proporsi ekuitas dalam struktur modal
Kd = Biaya utang
Wd = Proporsi utang dalam struktur modal
T = Pajak
Biaya ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model
(CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah
premium untuk menutup risiko sistimatis dari sekuritas saham, tambahan premi juga
diperlukan untuk dapat menarik ekuitas ke dalam suatu investasi dan untuk meliput
dampak dari skala usaha dan kondisi spesifik subjek perusahaan.
Formula biaya ekuitas sebagai berikut:
Ke = Rf + ß.Rpm
Dimana:
Rf = Tingkat pendapatan bebas risiko
ß = Beta, yaitu faktor yang meliputi risiko sistematis dari suatu ekuitas
Rpm = Premi risiko ekuitas pasar
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo V-5
Page 46
Berdasarkan uraian tersebut diatas maka biaya modal (WACC) yang merupakan tingkat
diskonto adalah sebagai berikut:
Uraian Nilai Sumber Keterangan
Harga dan Yield Obligasi Pemerintah
Penilai Harga Efek
Rf = 7,27% Republik Indonesia Tenor 30 Tahun
Indonesia
Per 30 Desember 2022
RPm = 9,23% Damodaran Publikasi Januari 2023
Credit Default Spread (CDS) = 2,33% Damodaran Publikasi Januari 2023
Healthcare Product
Unlevered Beta = 1,094 Damodaran
Publikasi Januari 2023
Tax 22,00% PPh Badan
Healthcare Product
DER Industri = 3,99% Damodaran
Publikasi Januari 2023
Beta Relevered = 1,128 Hasil Perhitungan Bu x (1+((1-Tax)*DER))
Cost of Equity (Ke) = 15,35% Hasil Perhitungan (Rf+(Beta * RPm)+Rs) - CDS
We = 96,17% Struktur Modal Rata-rata Industri
Wd = 3,83% Struktur Modal Rata-rata Industri
Suku bunga Rata-rata pinjaman investasi Bank Pemerintah
Kd = 8,72%
Bulan Desember 2022
Tingkat Diskonto = 15,02% Hasil Perhitungan (Kd x Wd (1-T)) + (Ke x We)
Dengan demikian tingkat diskonto adalah 15,02%.
5.2.1.3 Metode Discounted Cash Flow (DCF)
Dalam penilaian dengan metode DCF diperlukan proyeksi pendapatan ekonomi
berdasarkan rencana bisnis manajemen perusahaan yang disesuaikan. Proyeksi
pendapatan perusahaan berdasarkan analisis dan penyesuaian terhadap laporan
keuangan perusahaan dengan memperhatikan kondisi yang akan terjadi di masa depan
dan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan usaha dengan tingkat pendapatan
perusahaan.
5.2.1.3.1. Asumsi Proyeksi Keuangan
Asumsi proyeksi keuangan IMR adalah sebagai berikut:
Jangka Waktu Proyeksi
Proyeksi keuangan disajikan mulai dari periode 1 Januari 2023 – 31 Desember 2027.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Perhitungan pendapatan diasumsikan meningkat 2,00% dari tahun sebelumnya.
▪ Beban pokok penjualan diasumsikan 84,50% dari pendapatan setiap tahun.
▪ Beban penjualan diasumsikan 4,00% dari pendapatan setiap tahun
▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan 6,00% dari pendapatan setiap tahun.
▪ Perhitungan depresiasi dan amortisasi disajikan pada lampiran 1.
▪ Pendapatan keuangan diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Beban keuangan diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Pendapatan keuangan diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Laba atas penjualan aset tetap diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan
menerapkan tax loss carry forward.
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo V-6
Page 47
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Piutang usaha diasumsikan 2 hari dari pendapatan setiap tahun.
− Persediaan diasumsikan 25 hari dari beban pokok penjualan setiap tahun.
− Pembayaran di muka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2022.
− Pajak dibayar di muka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2022.
− Uang muka pembelian diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2022.
▪ Aset tidak lancar
− Perhitungan aset tetap disajikan pada lampiran 1.
− Perhitungan aset tak berwujud disajikan pada lampiran 1.
− Perhitungan aset hak guna disajikan pada lampiran 1.
− Taksiran klaim pajak penghasilan diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2022.
− Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2022.
− Jaminan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Utang usaha diasumsikan 5 hari dari beban pokok penjualan setiap tahun.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Uang muka pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2022.
− Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Biaya masih harus dibayar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2022.
− Liabilitas sewa-jangka pendek diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2022.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Liabilitas sewa-jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2022.
− Liabilitas imbalan kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2022.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2022.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2022.
− Rugi komprehensif lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2022.
− Saldo (rugi) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode
berjalan dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo V-7
Page 48
5.2.1.3.2. Hasil Proyeksi Keuangan
Hasil proyeksi keuangan yang telah disesuaikan disajikan pada tabel berikut:
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Proyeksi Laba Rugi (Rp. Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2022 2023 2024 2025 2026 2027
PENJUALAN 143.163 146.026 148.946 151.925 154.964 158.063
BEBAN POKOK PENJUALAN (120.134) (123.392) (125.860) (128.377) (130.944) (133.563)
LABA KOTOR 23.029 22.634 23.087 23.548 24.019 24.500
Beban penjualan (4.227) (5.841) (5.958) (6.077) (6.199) (6.323)
Beban umum dan administrasi (8.591) (8.762) (8.937) (9.116) (9.298) (9.484)
EBITDA 10.211 8.031 8.192 8.356 8.523 8.693
Depresiasi dan amortisasi (3.297) (2.466) (3.028) (3.730) (4.526) (5.053)
EBIT 6.914 5.565 5.164 4.626 3.997 3.640
Pendapatan keuangan 1.335 - - - - -
Beban keuangan (26) - - - - -
Pendapatan lainnya 24 - - - - -
Laba atas penjualan aset tetap 0,04 - - - - -
EBT 8.248 5.565 5.164 4.626 3.997 3.640
Pajak (1.721) (1.224) (1.136) (1.018) (879) (801)
LABA BERSIH (EAT) 6.527 4.341 4.028 3.608 3.118 2.839
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2023-2027
Laba Kotor/Sales 15,50% 16,09% 15,50% 15,50% 15,50% 15,50% 15,50%
EBITDA/Sales 5,50% 7,13% 5,50% 5,50% 5,50% 5,50% 5,50%
EBIT/Sales 3,04% 4,83% 3,81% 3,47% 3,04% 2,58% 2,30%
EBT/Sales 3,04% 5,76% 3,81% 3,47% 3,04% 2,58% 2,30%
EAT/Sales 2,37% 4,56% 2,97% 2,70% 2,38% 2,01% 1,80%
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo V-8
Page 49
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Proyeksi Posisi Keuangan (Rp. Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2022 2023 2024 2025 2026 2027
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 34.589 37.317 40.241 43.444 46.949 50.701
Piutang usaha 787 800 816 832 849 866
Persediaan 8.403 8.451 8.621 8.793 8.969 9.148
Pembayaran dimuka 101 101 101 101 101 101
Pajak dibayar di muka - - - - - -
Uang muka pembelian - - - - - -
Jumlah Aset Lancar 43.880 46.670 49.779 53.171 56.869 60.817
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap
Nilai perolehan 2.839 3.379 3.918 4.458 4.997 5.537
Akumulasi penyusutan 1.573 1.928 2.368 2.864 3.469 3.918
Nilai buku 1.266 1.451 1.551 1.594 1.529 1.618
Aset takberwujud
Nilai perolehan 25 25 25 25 25 25
Akumulasi amortisasi - 6 13 19 25 25
Nilai buku 25 19 13 6 - -
Aset hak-guna
Nilai perolehan 9.762 13.203 16.644 20.086 23.527 26.968
Akumulasi amortisasi 6.001 8.106 10.688 13.915 17.830 22.434
Nilai buku 3.761 5.097 5.956 6.170 5.696 4.534
Taksiran klaim pajak penghasilan 786 786 786 786 786 786
Aset pajak tangguhan 190 190 190 190 190 190
Jaminan 11 11 11 11 11 11
Jumlah Aset Tidak Lancar 6.039 7.554 8.506 8.757 8.212 7.139
JUMLAH ASET 49.920 54.223 58.285 61.928 65.081 67.956
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 1.727 1.690 1.724 1.759 1.794 1.830
Utang lain-lain - - - - - -
Uang muka pelanggan 54 54 54 54 54 54
Utang pajak 276 276 276 276 276 276
Biaya masih harus dibayar - - - - - -
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun:
Liabilitas sewa 3.410 3.410 3.410 3.410 3.410 3.410
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 5.468 5.430 5.464 5.499 5.534 5.570
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Liabilitas sewa 46 46 46 46 46 46
Liabilitas imbalan kerja 559 559 559 559 559 559
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 605 605 605 605 605 605
JUMLAH LIABILITAS 6.073 6.036 6.070 6.104 6.139 6.175
EKUITAS
Modal saham 511 511 511 511 511 511
Tambahan modal disetor 24.224 24.224 24.224 24.224 24.224 24.224
Rugi komprehensif lainnya (389) (389) (389) (389) (389) (389)
Saldo laba 19.501 23.841 27.869 31.478 34.595 37.435
Jumlah Ekuitas 43.847 48.187 52.215 55.824 58.941 61.781
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 49.920 54.223 58.285 61.928 65.081 67.956
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2023-2027
Current Ratio 971,39% 802,56% 859,41% 911,00% 966,97% 1027,65% 1091,91%
Debt to Equity Ratio 11,10% 13,85% 12,53% 11,62% 10,93% 10,42% 10,00%
Debt to Asset Ratio 9,98% 12,17% 11,13% 10,41% 9,86% 9,43% 9,09%
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo V-9
Page 50
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Proyeksi Arus Kas (Rp. Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih 4.341 4.028 3.608 3.118 2.839
Depresiasi 2.466 3.028 3.730 4.526 5.053
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha (13) (16) (16) (17) (17)
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (49) (169) (172) (176) (179)
(Kenaikan) Penurunan Pembayaran dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar di muka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka pembelian - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Taksiran klaim pajak penghasilan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Jaminan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha (37) 34 34 35 36
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka pelanggan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Biaya masih harus dibayar - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun:
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas sewa - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas sewa - - - - -
Perubahan Modal Kerja (99) (151) (154) (157) (160)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi 6.708 6.905 7.184 7.486 7.732
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (539) (539) (539) (539) (539)
(Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset hak-guna (3.441) (3.441) (3.441) (3.441) (3.441)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi (3.981) (3.981) (3.981) (3.981) (3.981)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Rugi komprehensif lainnya - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan - - - - -
Penyesuaian - - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS 2.727 2.924 3.203 3.506 3.751
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN 34.589 37.317 40.241 43.444 46.949
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN 37.317 40.241 43.444 46.949 50.701
5.2.1.4. Pemilihan Tingkat Pertumbuhan Perpetuitas
Nilai terminal (terminal value) diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih periode
kekal dengan capitalization rate yang sesuai dengan tingkat diskonto. Dalam hal ini,
asumsi yang digunakan terhadap subjek penilaian adalah perusahaan yang bersifat
going concern, dimana perusahaan akan berjalan terus meskipun terjadi pergantian
pada pemilik atau manajemen perusahaan.
Dalam perhitungan ini, kami menggunakan tingkat pertumbuhan sebesar 2,00%
sehingga capitalization rate yang kami gunakan adalah sebesar 15,02% - 2,00% =
13,02%.
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo V-10
Page 51
5.2.1.5. Indikasi Nilai
Perhitungan indikasi Nilai Pasar dengan metode DCF disajikan pada tabel dibawah ini:
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Indikasi Nilai Pasar Saham Dengan Pendekatan Pendapatan (Rp. Juta)
Tahun
Uraian Kini
2023 2024 2025 2026 2027
Free Cash Flow to Firm :
Laba bersih 4.341 4.028 3.608 3.118 2.839
Depresiasi dan amortisasi 2.466 3.028 3.730 4.526 5.053
Bunga (1-T) - - - - -
Perubahan Modal Kerja (99) (151) (154) (157) (160)
Perubahan Investasi (Capex) (3.981) (3.981) (3.981) (3.981) (3.981)
Jumlah arus kas bebas untuk kapital 2.727 2.924 3.203 3.506 3.751
Nilai Terminal
Tingkat Diskonto 15,02%
Tingkat Pertumbuhan Perpetuitas 2,00%
Tingkat Kapitalisasi 13,02%
Jumlah Nilai Terminal 29.385
Biaya Modal untuk Kapital 15,02% 15,02% 15,02% 15,02% 15,02%
Faktor Diskonto 0,869 0,756 0,657 0,571 0,497
Nilai kini dari arus kas bebas untuk kapital 2.371 2.210 2.105 2.003 16.459
Jumlah Nilai kini dari arus kas bebas untuk Kapital 25.148
Ditambah Aset Non Operasional:
(+) Kas dan setara kas 34.589 7,22% 9,55% 9,44% 7,01%
Indikasi Nilai 100% Ekuitas atau 511 saham 59.737
Discount For Lack Of Marketability (DLOM) -28,00% (16.726)
Indikasi Nilai Pasar saham 43.011
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, indikasi Nilai Pasar 511 saham atau 100%
saham IMR per 31 Desember 2022 dengan pendekatan pendapatan adalah sebesar
Rp 43.011 juta.
5.2.2. Perhitungan Nilai Pasar Dengan Pendekatan Pasar
Perhitungan Nilai Pasar dengan Pendekatan Pasar dengan metode pembanding
perusahaan tercatat di Bursa Efek (Guideline Publicly Traded Company Method).
Perusahaan-perusahaan pembanding yang kami gunakan adalah perusahaan yang
sudah tercatat di Pasar Modal yang memiliki sektor industri yang sejenis dengan sektor
industri perusahaan yang dinilai.
Perusahaan-perusahaan pembanding yang kami gunakan merupakan perusahaan yang
tercatat di bursa efek dan sahamnya ditransaksikan selama 60 hari bursa dalam jangka
waktu 90 hari bursa terakhir sebelum tanggal penilaian, yang bergerak di sektor industri
sejenis yang sudah tercatat di Bursa Efek, yaitu: Sri Trang Gloves PCL (STGTf.BK), PT
Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC.JK), Adventa Berhad (ADVE.KL), PT
Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT.JK), PT Supermax Corporation Berhad
(SUPM.KL), Techno Medical Public Company Limited (TMm.BK), Careplus Group Bhd
(CARE.KL) dan Top Glove Corporation Bhd (TPGC.KL).
Laporan keuangan perusahaan pembanding kami peroleh dari IndoPremier
(www.indopremier.com), Reuters (www.reuters.com), Damodaran dan BEI
(www.idx.co.id). Kami telah menganalisis laporan keuangan perusahaan pembanding
dan perusahaan.
Analisis perbandingan Perseroan dengan perusahaan pembanding adalah sebagai
berikut:
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo V-11
Page 52
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Kriteria Perusahaan Pembanding
Perusahaan Pembanding
No. Kriteria Perseroan Kesimpulan
STGTf.BK SDPC.JK ADVE.KL EPMT.JK SUPM.KL TMm.BK CARE.KL TPGC.KL
Healthcare
Healthcare Healthcare Healthcare Healthcare Healthcare Healthcare Healthcare Healthcare
1 Industri Support Sebanding
Support Services Support Services Support Services Support Services Products Support Services Support Services Support Services
Services
2 Karakteristik Pertumbuhan dan
Struktur Permodalan:
Sebanding
Sales (TTM) vs TTM 1 Yr. Ago -50,99% 7,06% -39,54% -62,49% -50,26% -4,50% -62,65% -65,94% -15,28%
Total Debt to Equity (MRQ) 0,32 x 4,41 x 0,18 x 0,46 x 0,18 x 0,90 x 0,39 x n/a 0,14 x
3 Kinerja keuangan 5 thn terakhir:
Sales - 5 Yr. Growth Rate n/a 8,68% n/a 7,34% n/a 0,45% -9,61% 59,85% 34,55%
Operating Margin - 5 Yr. Avg. n/a 2,24% n/a 3,90% n/a 8,50% -5,72% 14,97% 4,67%
Sebanding
Net Profit Margin - 5 Yr. Avg. n/a 0,46% n/a 3,03% n/a 5,83% -7,90% 11,13% 3,87%
Return on Equity - 5 Yr. Avg. n/a 5,49% n/a 11,49% n/a 8,95% 5,86% 20,19% 24,53%
Return on Assets - 5 Yr. Avg. n/a 1,08% n/a 8,03% n/a 4,89% -6,33% 9,80% 19,66%
4 Ukuran Perusahaan: Tidak
Total Asset (Rp.Miliar) 21.822 1.400 263 10.400 21.052 418 1.806 28.685 50 Sebanding
5 Market Share:
Sebanding
Sales (Rp.Miliar) 10.479 3.200 209 9.497 38 290 924 19.693 143
Berdasarkan data perusahaan-perusahaan pembanding yang diperoleh, digunakan key
valuation ratio berupa rasio ekuitas dan kapital perusahaan-perusahaan tersebut
sebagai acuan dalam menentukan indikasi nilai saham perusahaan.
Key Valuation Ratio yang dapat digunakan adalah Price to Book Value (P/BV) dengan
pertimbangan nilai buku aset perusahaan pembanding telah disesuaikan ke dalam nilai
pasar, Price to Earning (P/E) diterapkan jika nilai depresiasi tidak merupakan biaya yang
signifikan pada unsur biaya, MVIC to gross cash flow before depreciation and taxes
(MVIC/GCF) dengan pertimbangan nilai depresiasi merupakan nilai yang signifikan, Price
to Sales (P/Sales), MVIC to sales (MVIC/Sales) diterapkan jika antara objek penilaian dan
perusahaan pembanding mempunyai karakteristik usaha yang sama, MVIC to Earning
before interest, taxes, depreciation and amortization (MVIC/EBITDA), MVIC to Earning
before interest and taxes (MVIC/EBIT), dan MVIC to Book Value Invested Capital
(MVIC/BVIC).
Rasio kapital perusahaan-perusahaan pembanding per 31 Desember 2022 adalah sebagai
berikut:
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Perhitungan Rasio Perusahaan Pembanding
Perusahaan Pembanding
Indikator Median
STGTf.BK SDPC.JK ADVE.KL EPMT.JK SUPM.KL TMm.BK CARE.KL TPGC.KL
Key Valuation Ratio Invested Capital
MVIC/GCF 9,52 24,38 (24,18) 2,92 2528,01 38,66 (3,43) 12,42 18,40
MVIC/Sales 1,24 0,31 1,77 0,86 210,36 1,73 1,27 1,37 1,32
MVIC/EBITDA 9,08 11,05 (25,06) 1,91 1057,42 32,41 (5,13) 12,88 11,96
MVIC/EBIT 16,07 13,51 (20,90) 2,02 1724,05 60,09 (3,68) 30,08 23,08
MVIC/BVIC 0,78 1,21 1,57 1,04 0,45 1,43 0,79 1,07 1,06
Perhitungan indikasi Nilai Pasar dengan metode Guideline Publicly Traded Company
Method dengan rasio kapital disajikan pada tabel dibawah ini:
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo V-12
Page 53
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Indikasi Nilai Pasar Saham Dengan Pendekatan Pasar (Rp. Juta)
Var. Indikasi Nilai
Uraian Multiples Nilai MVIC (-) IBD Bobot Nilai Bobot
Fundamental Ekuitas
MVIC/GCF 18,40 9.823 180.756 - 180.756 0,00% -
MVIC/Sales 1,32 143.163 188.814 - 188.814 0,00% -
MVIC/EBITDA 11,96 10.211 122.154 - 122.154 0,00% -
MVIC/EBIT 23,08 6.914 159.561 - 159.561 0,00% -
MVIC/BVIC 1,06 43.847 46.274 - 46.274 100,00% 46.274
Indikasi Nilai 100% Ekuitas atau 511 saham 46.274
Premi For Control (PFC) 55,00% 25.451
Indikasi Nilai 100% Ekuitas ditambah PFC 71.725
Discount For Lack Of Marketability (DLOM) -28,00% (20.083)
Indikasi Nilai Pasar Saham 51.642
Kami memberikan bobot 100% pada indikasi nilai yang dihasilkan oleh MVIC/BVIC.
Sedangkan indikasi nilai yang dihasilkan oleh rasio lainnya diberi bobot 0 ,00% dengan
pertimbangan indikasi nilai ekuitas dari rasio tersebut tidak mencerminkan nilai pasar
sehingga tidak digunakan.
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut indikasi Nilai Pasar 511 saham atau 100% saham
IMR per 31 Desember 2022 dengan pendekatan pasar adalah sebesar Rp 51.642 juta.
5.3. REKONSILIASI NILAI
Perhitungan Nilai Pasar saham dengan melakukan rekonsiliasi nilai terhadap indikasi nilai
yang diperoleh dari pendekatan penilaian yang digunakan dengan cara pembobotan.
Besarnya bobot ditentukan oleh “professional judgement” berdasarkan keyakinan penilai
dan relevansi pendekatan penilaian yang digunakan.
Dalam memberikan bobot, Penilai mempertimbangkan kondisi berikut:
- Perusahaan telah beroperasi secara komersial dan pendapatannya dimasa mendatang
dapat diperkirakan.
- Informasi transaksi di pasar tersedia, namun perusahaan sejenis memiliki perbedaan
signifikan terhadap objek penilaian dan membutuhkan penyesuaian yang subjektif.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, Penilai berkeyakinan pendekatan pendapatan lebih
relevan digunakan dibanding dengan pendekatan pasar.
Perhitungan rekonsiliasi untuk memperoleh Nilai Pasar saham adalah sebagai berikut:
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo V-13
Page 54
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Perhitungan Rekonsiliasi Nilai Pasar Saham (Rp.Juta)
Indikasi Nilai Indikasi Nilai
Rekonsiliasi
Pendekatan Metode Sebelum DLOM DLOM Setelah DLOM Bobot
(Rp.Juta)
(Rp.Juta) (Rp.Juta)
Pendekatan Pendapatan Discounted Cash Flow
59.737 28,00% 43.011 90,00% 38.710
Method (DCF)
Pendekatan Pasar Guideline Publicly Traded
71.725 28,00% 51.642 10,00% 5.164
Company Method (GPTC)
Nilai Pasar Saham (Rp.Juta) 94.653 0,00% 43.874
Nilai Pasar Saham (pembulatan) 43.900
Jumlah Saham 511
Nilai Pasar per Saham (Rp) 85.909.980
Berdasarkan hasil perhitungan rekonsiliasi, Nilai Pasar 511 saham atau 100% saham IMR
per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp 43.900 juta.
5.4. KESIMPULAN NILAI
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian,
maka menurut pendapat kami Nilai Pasar 511 saham atau 100% saham IMR per 31
Desember 2022 adalah:
Rp 43.900.000.000,-
(EMPAT PULUH TIGA MILIAR SEMBILAN RATUS JUTA RUPIAH)
atau untuk setiap saham adalah:
Rp 85.909.980,-
(DELAPAN PULUH LIMA JUTA SEMBILAN RATUS SEMBILAN RIBU
SEMBILAN RATUS DELAPAN PULUH RUPIAH)
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo V-14
Page 55
LAMPIRAN Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo V-15
Page 56
Lampiran 1
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp. Juta)
Umur Tahun
Uraian
Ekonomis 2022 2023 2024 2025 2026 2027
ASET TETAP
Nilai Perolehan
Kendaraan 593 593 593 593 593 593
Inventaris kantor 2.247 2.247 2.247 2.247 2.247 2.247
Capex 2023 539 539 539 539 539 539
Capex 2024 539 539 539 539 539
Capex 2025 539 539 539 539
Capex 2026 539 539 539
Capex 2027 539 539
Jumlah Nilai Perolehan 2.839 3.379 3.918 4.458 4.997 5.537
Penyusutan Aset Tetap
Kendaraan 593 8 74 51 - - -
Inventaris kantor 2.247 8 281 281 281 281 18
Capex 2023 539 5 108 108 108 108
Capex 2024 539 5 108 108 108
Capex 2025 539 5 108 108
Capex 2026 539 5 108
Capex 2027 539 5
Jumlah Penyusutan Aset Tetap 355 440 497 605 450
Akumulasi Penyusutan
Kendaraan 468 542 593 593 593 593
Inventaris kantor 1.105 1.386 1.667 1.948 2.229 2.247
Capex 2023 - - 108 216 324 432
Capex 2024 - - - 108 216 324
Capex 2025 - - - - 108 216
Capex 2026 - - - - - 108
Capex 2027 - - - - - -
Jumlah Akumulasi Penyusutan 1.573 1.928 2.368 2.864 3.469 3.918
Nilai Buku
Kendaraan 125 51 - - - -
Inventaris kantor 1.141 861 580 299 18 -
Capex 2023 - 539 432 324 216 108
Capex 2024 - - 539 432 324 216
Capex 2025 - - - 539 432 324
Capex 2026 - - - - 539 432
Capex 2027 - - - - - 539
Jumlah Nilai Buku 1.266 1.451 1.551 1.594 1.529 1.618
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo V-16
Page 57
Lampiran 1 (Lanjutan)
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Perhitungan Nilai Perolehan, Amortisasi dan Akumulasi Amortisasi Aset Tak berwujud (Rp. Juta)
Umur Tahun
Uraian
Ekonomis 2022 2023 2024 2025 2026 2027
ASET TAKBERWUJUD
Nilai Perolehan
Sistem informasi akuntansi 25 25 25 25 25 25
Jumlah Nilai Perolehan 25 25 25 25 25 25
Amortisasi Aset Takberwujud
Sistem informasi akuntansi 25 4 6 6 6 6 -
Jumlah Amortisasi Aset Takberwujud 6 6 6 6 -
Akumulasi Amortisasi
Sistem informasi akuntansi - 6 13 19 25 25
Jumlah Akumulasi Amortisasi - 6 13 19 25 25
Nilai Buku
Sistem informasi akuntansi 25 19 13 6 - -
Jumlah Nilai Buku 25 19 13 6 - -
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Perhitungan Nilai Perolehan, Amortisasi dan Akumulasi Amortisasi Aset Hak-Guna (Rp. Juta)
Umur Tahun
Uraian
Ekonomis 2022 2023 2024 2025 2026 2027
ASET HAK-GUNA
Nilai Perolehan
Bangunan 9.252 12.694 16.135 19.576 23.017 26.459
Kendaraan 509 509 509 509 509 509
Jumlah Nilai Perolehan 9.762 13.203 16.644 20.086 23.527 26.968
Amortisasi Aset Hak-Guna
Bangunan 9.252 5 1.850 2.539 3.227 3.915 4.603
Kendaraan 509 2 255 43 - - -
Jumlah Amortisasi Aset Hak-Guna 2.105 2.582 3.227 3.915 4.603
Akumulasi Amortisasi
Bangunan 5.789 7.640 10.179 13.406 17.321 21.924
Kendaraan 211 466 509 509 509 509
Jumlah Akumulasi Amortisasi 6.001 8.106 10.688 13.915 17.830 22.434
Nilai Buku
Bangunan 3.463 5.054 5.956 6.170 5.696 4.534
Kendaraan 298 43 - - - -
Jumlah Nilai Buku 3.761 5.097 5.956 6.170 5.696 4.534
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo V-17
Page 58
Lampiran 2
PT INTI MEDICOM RETAILINDO
Perhitungan Rasio Perusahaan Pembanding
Perusahaan Pembanding
Indikator Satuan Median
STGTf.BK SDPC.JK ADVE.KL EPMT.JK SUPM.KL TMm.BK CARE.KL TPGC.KL
Book Value Aset Rp Miliar 21821,73 1400,00 262,77 10400,00 21052,19 418,08 1805,98 28684,86 6102,99
Book Value Liabilitas Rp Miliar 5269,13 1141,10 40,23 3300,00 3268,41 198,30 508,94 4677,23 2204,75
Book Value Ekuitas [BV] Rp Miliar 16552,60 258,90 222,54 7100,00 17783,78 219,78 1297,05 24007,63 4198,52
Sales Rp Miliar 10479,43 3200,00 208,51 9496,79 37,70 290,05 924,38 19692,96 2062,19
EBITDA Rp Miliar 1430,90 90,50 (14,71) 4274,18 7,50 15,47 (228,46) 2094,14 52,99
EBIT Rp Miliar 808,37 74,00 (17,63) 4029,36 4,60 8,34 (318,28) 896,72 41,17
EAT [E] Rp Miliar 742,87 24,50 (18,17) 2540,65 0,24 5,84 (431,57) 974,44 15,17
Beban Bunga Rp Miliar 84,51 38,50 0,57 20,16 0,76 2,82 5,99 15,62 10,81
Beban Depresiasi Rp Miliar 622,53 16,50 2,93 244,82 2,90 7,13 89,82 1197,42 53,16
Gross Cash Flow (GCF) Rp Miliar 1365,41 41,00 (15,25) 2785,47 3,14 12,97 (341,76) 2171,86 26,98
Jumlah Saham Paid-Up Juta 2865,18 1300,00 152,79 2700,00 2576,12 308,00 578,09 8007,69 1938,06
Harga Saham Rp 4496,68 332,00 2332,47 2750,00 3074,62 1205,11 1696,34 3215,99 2541,24
Market Value Ekuitas ([P] Rp Miliar 12883,80 431,60 356,37 7425,00 7920,60 371,17 980,65 25752,61 4202,82
MVIC (MV Ekuitas + IDB) Rp Miliar 12994,36 999,66 368,66 8146,97 7930,63 501,45 1172,17 26973,33 4551,40
BVIC (BV Ekuitas + IDB) Rp Miliar 16663,16 826,96 234,83 7821,97 17793,82 350,06 1488,57 25228,35 4655,27
Net Cash Flow [NCF] Rp Miliar 1365,41 41,00 (15,25) 2785,47 3,14 12,97 (341,76) 2171,86 26,98
Key Valuation Ratio Invested Capital
MVIC/GCF 9,52 24,38 (24,18) 2,92 2528,01 38,66 (3,43) 12,42 18,40
MVIC/Sales 1,24 0,31 1,77 0,86 210,36 1,73 1,27 1,37 1,32
MVIC/EBITDA 9,08 11,05 (25,06) 1,91 1057,42 32,41 (5,13) 12,88 11,96
MVIC/EBIT 16,07 13,51 (20,90) 2,02 1724,05 60,09 (3,68) 30,08 23,08
MVIC/BVIC 0,78 1,21 1,57 1,04 0,45 1,43 0,79 1,07 1,06
Catatan: Angka negatif tidak diperhitungkan
Sumber: www.indopremier.com, www.finance.yahoo.com, www.idx.co.id, www.capitaliq.spglobal.com
Penilaian Saham PT Inti Medicom Retailindo V-18
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
6788 ms
12 Sep 2026 22:10
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}