Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 121
Page 1
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE LAPORAN KEUANGAN/FINANCIAL STATEMENTS 31 DESEMBER 2025 DAN 2024/ 31 DECEMBER 2025 AND 2024
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Bagaimana audit kami merespons Hal Audit Utama How our audit addressed the Key Audit Matter
Kami melakukan prosedur audit atas hal ini untuk We performed audit procedures over this matter to
mendapatkan bukti audit yang cukup dan tepat obtain sufficient and appropriate audit evidence
termasuk: including:
● Kami memperoleh suatu pemahaman tentang ● We obtained an understanding of management’s
pengendalian dan proses manajemen dalam controls and processes in determining the
menentukan cadangan kerugian penurunan nilai allowance for impairment losses on the finance
atas piutang sewa pembiayaan, piutang lease receivables, consumer financing
pembiayaan konsumen, piutang pembiayaan receivables, working capital financing receivables
modal usaha dan tagihan anjak piutang, termasuk and factoring receivables, including risk
risiko terkait dengan pemodelan kredit dan associated with credit modelling and estimation
ketidakpastian estimasi. uncertainties.
● Kami menguji efektivitas desain dan operasi ● We tested the design and operating effectiveness
pengendalian internal utama atas proses of key internal controls over the financing
peninjauan dan persetujuan pemberian piutang receivables review and approval processes by
pembiayaan oleh manajemen. management.
● Kami menilai apakah asumsi manajemen yang ● We assessed whether the management’s
digunakan dalam model kerugian kredit assumptions used in the expected credit loss
ekspektasian didukung oleh data historis yang models were supported by available historical
tersedia, standar industri, dan kondisi pasar saat data, industry standards, and current market
ini. conditions.
● Dalam mempertimbangkan ketepatan cadangan ● In considering the appropriateness of the
kerugian penurunan nilai, kami juga menilai allowance for impairment losses, we also
apakah piutang sewa pembiayaan, piutang assessed whether finance lease receivables,
pembiayaan konsumen, piutang pembiayaan consumer financing receivables, working capital
modal usaha, dan tagihan anjak piutang yang financing receivables, and factoring receivables
memiliki risiko lebih tinggi telah dipertimbangkan with higher risks had been appropriately
dan dicakup dengan tepat dalam penilaian considered and captured in the impairment
penurunan nilai dengan menanyakan kepada assessment by inquiring management of their
manajemen pertimbangan penting yang key areas of judgement, including the period of
digunakan, termasuk periode dari data historis historical data used, identification of the most
yang digunakan, identifikasi faktor ekonomi makro relevant macroeconomic factors, and estimated
yang paling relevan, dan estimasi nilai pasar untuk market value for collaterals held based on current
jaminan yang dimiliki berdasarkan kondisi pasar market conditions.
masa kini.
● Kami memperoleh suatu pemahaman dan ● We obtained an understanding and evaluated
mengevaluasi dasar pertimbangan manajemen management’s basis for identifying significant
untuk mengidentifikasi peningkatan signifikan atas increases in credit risk and default definition,
risiko kredit dan definisi gagal bayar, termasuk including portfolio segmentation and criteria
segmentasi portofolio serta kriteria yang used.
digunakan.
00139/2.1457/AU.1/09/1849-2/1/II/2026
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
LAPORAN POSISI KEUANGAN STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DESEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Catatan/ 31 Desember/ 31 Desember/
Notes December 2025 December 2024
ASET ASSETS
Kas dan kas di bank Cash and cash in banks
- Pihak ketiga 4 86,561 196,301 Third parties -
- Pihak berelasi 4,23 36,537 15,005 Related parties -
Piutang sewa pembiayaan - Finance lease receivables
setelah dikurangi penyisihan - net of allowance
kerugian penurunan nilai for impairment losses of
sebesar Rp277.585 Rp277,585
(2024: Rp289.316) (2024: Rp289,316)
- Pihak ketiga 5 6,016,369 5,673,289 Third parties -
- Pihak berelasi 5,23 147,833 191,035 Related parties -
Piutang pembiayaan konsumen - Consumer financing
setelah dikurangi penyisihan receivables - net of
kerugian penurunan nilai allowance for impairment
sebesar Rp83.854 losses of Rp83,854
(2024: Rp62.096) (2024: Rp62,096)
- Pihak ketiga 6 969,152 860,989 Third parties -
Piutang pembiayaan modal usaha - Working capital financing
setelah dikurangi penyisihan receivables - net of
kerugian penurunan nilai allowance for impairment
sebesar Rp426 losses of Rp426
(2024: Rp6) (2024: Rp6)
- Pihak ketiga 7 48,338 274 Third parties -
Tagihan anjak piutang bersih - Factoring receivables - net
setelah dikurangi penyisihan of allowance for
kerugian penurunan nilai impairment losses of
sebesar Rp3.047 Rp3,047
(2024: Rp6.810) (2024: Rp6,810)
- Pihak ketiga 8 200,699 73,098 Third parties -
- Pihak berelasi 8,23 65,973 79,047 Related parties -
Beban dibayar dimuka Prepaid expenses
- Pihak ketiga 9 2,268 1,520 Third parties -
- Pihak berelasi 9,23 2,364 1,503 Related parties -
Piutang lain-lain Other receivables
dan uang muka - bersih and advances - net
- Pihak ketiga 10 47,034 43,157 Third parties -
- Pihak berelasi 10,23 9,396 11,905 Related parties -
Aset derivatif 11 6,831 11,150 Derivative assets
Aset tetap - bersih 12 65,982 51,121 Fixed assets - net
Aset hak guna - bersih 12 5,169 3,898 Right-of-use assets - net
Aset pajak tangguhan 15c 20,060 22,615 Deferred tax assets
Aset lain-lain 925 925 Other assets
JUMLAH ASET 7,731,491 7,236,832 TOTAL ASSETS
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak The accompanying notes form an integral part
terpisahkan dari laporan keuangan. of these financial statements.
Halaman -1/1- Page
Page 11
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
LAPORAN POSISI KEUANGAN STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DESEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Catatan/ 31 Desember/ 31 Desember/
Notes December 2025 December 2024
LIABILITAS LIABILITIES
Pinjaman yang diterima - bersih Borrowings - net
- Pihak ketiga 13 1,716,524 1,699,742 Third parties -
- Pihak berelasi 13,23 1,221,761 1,492,377 Related parties -
Biaya akrual Accrued expenses
- Pihak ketiga 17 47,934 29,037 Third parties -
- Pihak berelasi 17,23 5,497 6,886 Related parties -
Liabilitas pajak Taxes liabilities
- Pajak penghasilan badan 15a 3,057 8,635 Corporate income tax -
- Pajak lainnya 15a 9,160 8,701 Other taxes -
Utang obligasi - bersih 14 3,043,559 2,494,648 Bonds payable - net
Liabilitas derivatif 11 7,134 - Derivative liabilities
Liabilitas sewa Lease liabilities
- Pihak ketiga 1,915 1,637 Third parties -
- Pihak berelasi 23 2,361 591 Related parties -
Liabilitas imbalan kerja 24 37,710 29,484 Employee benefits obligation
Utang lain-lain Other payables
- Pihak ketiga 16 145,243 132,493 Third parties -
- Pihak berelasi 16,23 43,342 54,781 Related parties -
Jumlah liabilitas 6,285,197 5,959,012 Total liabilities
EKUITAS EQUITY
Modal saham - nilai nominal Share capital - par value
Rp1.000 per saham Rp1,000 per share
(dalam satuan penuh) (in full amount)
- Modal dasar - 2.000.000.000 Authorised -
saham 2,000,000,000 shares
- Modal ditempatkan dan disetor Issued and fully paid -
penuh - 574.885.067 saham 18 574,885 574,885 574,885,067 shares
Capital paid in excess of
Agio saham 18 47,937 47,937 par value
Cadangan lindung nilai arus kas 11 (13,272) (789) Cash flow hedging reserve
Saldo laba Retained earnings
- Dicadangkan 19 500 475 Appropriated -
- Belum dicadangkan 836,244 655,312 Unappropriated -
Jumlah ekuitas 1,446,294 1,277,820 Total equity
JUMLAH LIABILITAS TOTAL LIABILITIES AND
DAN EKUITAS 7,731,491 7,236,832 EQUITY
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak The accompanying notes form an integral part
terpisahkan dari laporan keuangan. of these financial statements.
Halaman -1/2- Page
Page 12
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
LAPORAN LABA RUGI DAN STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN OTHER COMPREHENSIVE INCOME
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DESEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Catatan/ 31 Desember/ 31 Desember/
Notes December 2025 December 2024
PENDAPATAN INCOME
Sewa pembiayaan 20a,23 749,904 694,109 Finance lease
Pembiayaan konsumen 20b 138,094 100,242 Consumer financing
Pembiayaan modal usaha 20c,23 2,004 18 Working capital financing
Anjak piutang 20d 21,439 19,845 Factoring
Pendapatan bunga dan lain-lain 20e 21,515 21,379 Interest and other income
Jumlah pendapatan 932,956 835,593 Total income
BEBAN EXPENSES
Interest and financing
Beban bunga dan keuangan 21,23 416,142 352,740 charges
Beban usaha 22,23 165,437 150,430 Operating expenses
Penyisihan kerugian Allowance for
penurunan nilai 5,6,7,8,10 41,089 61,283 impairment losses
Beban pajak final 1,196 852 Final tax expenses
Jumlah beban 623,864 565,305 Total expenses
LABA SEBELUM PROFIT BEFORE
PAJAK PENGHASILAN 309,092 270,288 INCOME TAX
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 15b (59,943) (54,337) INCOME TAX EXPENSE
LABA TAHUN PROFIT FOR
BERJALAN 249,149 215,951 THE YEAR
PENGHASILAN/(RUGI) OTHER COMPREHENSIVE
KOMPREHENSIF LAIN: INCOME/(LOSS):
Item that will not be
Pos yang tidak akan reclassified to
direklasifikasi ke laba rugi profit or loss
Pengukuran kembali Remeasurements of post-
imbalan pascakerja 24 1,757 (1,638) employment benefits
Pajak penghasilan terkait 15c (386) 360 Related income tax
1,371 (1,278)
Item that will be
Pos yang akan direklasifikasi reclassified to profit
ke laba rugi or loss
Lindung nilai arus kas (16,003) (1,958) Cash flow hedges
Pajak penghasilan terkait 15c 3,520 431 Related income tax
(12,483) (1,527)
RUGI KOMPREHENSIF OTHER COMPREHENSIVE
LAIN TAHUN BERJALAN, LOSS FOR THE YEAR,
SETELAH PAJAK (11,112) (2,805) NET OF TAX
JUMLAH PENGHASILAN TOTAL COMPREHENSIVE
KOMPREHENSIF INCOME FOR
TAHUN BERJALAN 238,037 213,146 THE YEAR
LABA PER SAHAM - EARNINGS PER SHARE -
DASAR DAN DILUSIAN BASIC AND DILUTED
(dalam Rupiah penuh) 27 433 376 (in full Rupiah amount)
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak The accompanying notes form an integral part
terpisahkan dari laporan keuangan. of these financial statements.
Halaman -2- Page
Page 13
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 DAN 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
Cadangan lindung Saldo laba/Retained earnings
Agio saham/Capital nilai arus kas/ Belum
Catatan/ Modal saham/ paid in excess of Cash flow hedging Dicadangkan/ dicadangkan/ Jumlah/
Notes Share capital par value reserve Appropriated Unappropriated Total
Saldo 1 Januari 2024 574,885 47,937 738 450 458,485 1,082,495 Balance at 1 January 2024
Laba bersih tahun berjalan - - - - 215,951 215,951 Net profit for the year
Pengukuran kembali Remeasurements of
imbalan pascakerja - bersih 24 - - - - (1,278) (1,278) post-employee benefits - net
Kerugian penyesuaian nilai Loss on fair value adjustment
wajar lindung nilai arus kas - bersih - - (1,527) - - (1,527) cash flow hedge - net
Dividen - - - - (17,821) (17,821) Dividend
Alokasi cadangan wajib - - - 25 (25) - Allocation to statutory reserves
Saldo 31 Desember 2024 574,885 47,937 (789) 475 655,312 1,277,820 Balance at 31 December 2024
Laba bersih tahun berjalan - - - - 249,149 249,149 Net profit for the year
Pengukuran kembali Remeasurements of
imbalan pascakerja - bersih 24 - - - - 1,371 1,371 post-employee benefits - net
Kerugian penyesuaian nilai Loss on fair value adjustment
wajar lindung nilai arus kas - bersih - - (12,483) - - (12,483) cash flow hedge - net
Dividen 19 - - - (69,563) (69,563) Dividend
Alokasi cadangan wajib - - - 25 (25) - Allocation to statutory reserves
Saldo 31 Desember 2025 574,885 47,937 (13,272) 500 836,244 1,446,294 Balance at 31 December 2025
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. The accompanying notes form an integral part of these financial statements.
Halaman -3- Page
Page 14
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
LAPORAN ARUS KAS STATEMENTS OF CASH FLOWS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DESEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Catatan/ 31 Desember/ 31 Desember/
Notes December 2025 December 2024
Cash flows from operating
Arus kas dari aktivitas operasi activities
Penerimaan kas dari: Cash received from:
- Pelanggan 9,120,824 7,106,555 Customers -
- Bunga bank 4,301 3,407 Interest from bank -
- Lain-lain 9,288 7,738 Others -
Jumlah penerimaan kas 9,134,413 7,117,700 Total cash receipts
Pengeluaran kas untuk: Cash disbursements for:
- Pembayaran ke pemasok (8,817,474) (7,621,879) Payment to suppliers -
Interest and financing -
- Beban bunga dan keuangan (398,121) (347,851) charges
- Beban usaha (111,743) (116,297) Operating expenses -
- Pajak penghasilan badan 15 (59,831) (67,825) Corporate income tax -
- Pajak penghasilan lain-lain (32,304) (30,225) Other income tax -
- Lain-lain (4,510) (12,695) Others -
Jumlah pengeluaran kas (9,423,983) (8,196,772) Total cash disbursements
Arus kas bersih digunakan untuk Net cash flows used in
aktivitas operasi (289,570) (1,079,072) operating activities
Cash flows from
Arus kas dari aktivitas investasi investing activities
Pembelian aset tetap 12 (22,256) (9,023) Purchase of fixed assets
Penjualan aset tetap 12 - 817 Sales of fixed assets
Arus kas bersih digunakan Net cash flows used in
untuk aktivitas investasi (22,256) (8,206) investing activities
Arus kas dari aktivitas Cash flows from
pendanaan financing activities
Penerimaan pinjaman 28 6,864,629 5,172,628 Proceed from borrowings
Penerimaan atas obligasi Proceeds from bonds
yang diterbitkan 14 1,353,000 750,000 issuance
Pembayaran pinjaman 28 (7,122,879) (4,598,807) Payment of borrowings
Pembayaran utang obligasi 14 (800,000) (350,000) Payment of bonds
Payment of
Pembayaran liabilitas sewa (1,765) (1,646) lease liabilities
Pembayaran dividen 19 (69,563) (17,821) Payment of dividend
Net cash flows
Arus kas bersih diperoleh dari provided from
aktivitas pendanaan 223,422 954,354 financing activities
Net decrease in
Penurunan bersih kas cash and cash
dan kas di bank (88,404) (132,924) equivalents
Adjustments of foreign
exchange differences
Penyesuaian atas selisih kurs in cash and cash
dari saldo kas dan kas di bank 196 (63) equivalents
Kas dan kas di bank pada Cash and cash in banks
awal tahun 4 211,306 344,293 at beginning of year
Kas dan kas di bank pada akhir 4 Cash and cash in banks
tahun 123,098 211,306 at end of year
Halaman -4- Page
Page 15
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
1. INFORMASI UMUM 1. GENERAL INFORMATION
a. Pendirian dan informasi umum a. Establishment and general information
PT Surya Artha Nusantara Finance PT Surya Artha Nusantara Finance (the
(“Perseroan”) didirikan dengan nama “Company”) was established under the name
PT Sangga Loka Subur berdasarkan Akta of PT Sangga Loka Subur based on Notarial
Notaris Nyonya Rukmasanti Hardjasatya, S.H., Deed of Mrs. Rukmasanti Hardjasatya, S.H.,
No. 58, tanggal 25 Agustus 1983. Akta No. 58 dated 25 August 1983. The deed was
pendirian ini telah disetujui oleh Menteri approved by the Minister of Justice of the
Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal Republic of Indonesia on 19 January 1984
19 Januari 1984 melalui Surat Keputusan based on its Decision Letter No.C2-423
No. C2-423 HT01.01-Th84, dan didaftarkan HT01.01-Th84, and registered in Register
dalam Buku Register di Pengadilan Negeri Book at Central Jakarta District Court
Jakarta Pusat No.697/1984 tanggal No.697/1984 dated 6 March 1984, and also
6 Maret 1984, serta diumumkan dalam Berita published in State Gazette No. 38 dated
Negara Republik Indonesia No. 38 tanggal 15 May 1984, Supplement No. 484.
15 Mei 1984, Tambahan Berita Negara
Republik Indonesia No. 484.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami The Articles of Association have been
beberapa kali perubahan dan yang terakhir amended several times and the latest by
berdasarkan Akta Notaris Wiwik Condro, S.H., Notarial Deed of Wiwik Condro, S.H., No. 53
No. 53 tanggal 14 September 2022 mengenai dated 14 September 2022 concerning the
penyesuaian maksud dan tujuan serta alignment of its objective and purpose as well
kegiatan usaha Perseroan terhadap as business activities with the Article 2
Pasal 2 ayat 2 Peraturan Otoritas Jasa Paragraph 2 of Financial Services Authority
Keuangan Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Regulation Number 35/POJK.05/2018
Penyelenggaraan Usaha Perusahaan regarding the Organisation of the Business
Pembiayaan. Perubahan ini telah disetujui oleh Activities of Financing Companies. The
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia changes had been approved by the Minister
Republik Indonesia melalui Surat of Law and Human Rights of Republic of
Keputusannya No. AHU-0066835.AH.01.02 Indonesia through its Decision Letter
Tahun 2022 tanggal 16 September 2022, dan No. AHU-0066835.AH.01.02 Year 2022
didaftarkan dalam Daftar Perseroan dated 16 September 2022, and registered in
No. AHU-0184479.AH.01.11 Tahun 2022 the Company Registration Office of Jakarta
tanggal 16 September 2022. No. AHU-0184479.AH.01.11 Year 2022
dated 16 September 2022.
Perseroan memperoleh izin usaha dalam The Company obtained its license to operate
bidang usaha lembaga pembiayaan as a financing company from the Minister of
dari Menteri Keuangan Republik Indonesia Finance of the Republic of Indonesia based
berdasarkan Surat Keputusan on its Decision Letter
No.1660/KMK.013/1990 tanggal No. 1660/KMK.013/1990 dated
31 Desember 1990. Perseroan mulai 31 December 1990. The Company
beroperasi secara komersial pada tahun 1985. commenced its commercial operations in
1985.
Perseroan bergerak di bidang: The Company is engaged in:
(a) pembiayaan investasi dengan cara sewa (a) investment financing through finance
pembiayaan, jual dan sewa balik, anjak lease, sales and leaseback, factoring
piutang dengan pemberian jaminan dari with recourse, factoring without recourse,
penjual piutang, anjak piutang tanpa installment financing, project financing,
pemberian jaminan dari penjual piutang, and infrastructure financing;
pembelian dengan pembayaran secara
angsuran, pembiayaan proyek, dan
pembiayaan infrastruktur;
Halaman -5/1- Page
Page 16
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)
a. Pendirian dan informasi umum (lanjutan) a. Establishment and general information
(continued)
Perseroan bergerak di bidang: (lanjutan) The Company is engaged in: (continued)
(b) pembiayaan modal kerja dengan cara jual (b) working capital financing through sales
dan sewa balik, pembelian dengan and leaseback, installment financing,
pembayaran secara angsuran, anjak factoring with recourse, factoring without
piutang dengan pemberian jaminan dari recourse, and working capital facility;
penjual piutang, anjak piutang tanpa
pemberian jaminan dari penjual piutang,
dan fasilitas modal usaha;
(c) pembiayaan multiguna dengan cara sewa (c) multipurpose financing through finance
pembiayaan, pembelian dengan lease, installment financing, and fund
pembayaran secara angsuran, dan facilities;
fasilitas dana;
(d) kegiatan usaha pembiayaan lain (d) other financing business activities based
berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa on the approval of the Financial Services
Keuangan; dan Authority; and
(e) kegiatan usaha pembiayaan sewa operasi (e) operational lease financing business
(operating lease) dan/atau kegiatan activities and/or fee-based activities.
berbasis imbal jasa.
Kantor pusat Perseroan berdomisili di 18 Office The Company’s head office is located at
Park Lantai 23, Jalan T.B. Simatupang No. 18, 18 Office Park 23rd Floor, Jalan T.B.
Jakarta 12520. Perseroan juga mempunyai 17 Simatupang No. 18, Jakarta 12520. The
jaringan pemasaran (tidak diaudit) yang Company also has 17 marketing network
berlokasi di Medan, Pekanbaru, Palembang, offices (unaudited) located in Medan,
Jambi, DKI Jakarta, Surabaya, Makassar, Pekanbaru, Palembang, Jambi, DKI Jakarta,
Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Surabaya, Makassar, Banjarmasin,
Pontianak, dan Semarang. Balikpapan, Samarinda, Pontianak, and
Semarang.
Entitas induk langsung Perseroan adalah The Company’s immediate parent company
PT Sedaya Multi Investama (“SMI”), is PT Sedaya Multi Investama (“SMI”), a
perusahaan yang berdomisili di Indonesia, company domiciled in Indonesia and its
sedangkan entitas induk utama Perseroan ultimate parent company is Jardine Matheson
adalah Jardine Matheson Holdings Limited, Holdings Limited, a company domiciled in
perusahaan yang berdomisili di Bermuda. Bermuda.
b. Surat berharga yang diterbitkan b. Securities issued
Obligasi Bonds
Tanggal Jumlah Tanggal
efektif/ pokok/ Jangka jatuh tempo/ Tingkat
Effective Persetujuan/ Nominal waktu/ Maturity bunga/
Nama/Name date Approval value Tenor date Interest rate
Obligasi Berkelanjutan 16 Maret/ Dinyatakan Seri/Series Seri/Series B: Seri/Series B: Seri/Series B:
IV SANF dengan March 2023 efektif oleh B: 900,000 36 bulan/ 16 Maret/ 7.00%
Tingkat Suku Bunga Otoritas Jasa Months March 2026
Tetap Tahap II Tahun Keuangan,
2023/SANF Shelf berdasarkan Seri/Series Seri/Series Seri/Series Seri/Series C:
Registration Bond IV Surat C:250,000 C: 60 bulan/ C: 16 Maret/ 7.25%
with Fixed Interest Keputusan No. months March 2028
Rate Phase II Year S-90/D.04/2022/
2023 Became
effective by
Financial
Services
Authority in its
letter No. S-
90/D.04/2022
Halaman -5/2- Page
Page 17
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)
b. Surat berharga yang diterbitkan (lanjutan) b. Securities issued (continued)
Obligasi (lanjutan) Bonds (continued)
Tanggal Jumlah Tanggal
efektif/ pokok/ Jangka jatuh tempo/ Tingkat
Effective Persetujuan/ Nominal waktu/ Maturity bunga/
Nama/Name date Approval value Tenor date Interest rate
Obligasi Berkelanjutan 20 Juni/ Dinyatakan Seri/Series Seri/Series B: Seri/Series B: Seri/Series B:
IV SANF dengan June 2024 efektif oleh B: 550,000 36 bulan/ 20 Juni/June 7.00%
Tingkat Suku Bunga Otoritas Jasa months 2027
Tetap Tahap III Tahun Keuangan,
2024/SANF Shelf berdasarkan
Registration Bond IV Surat
with Fixed Interest Keputusan No.
Rate Phase III Year S-90/D.04/2022/
2024 Became
effective by
Financial
Services
Authority in its
letter No. S-
90/D.04/2022
Obligasi Berkelanjutan 20 Juni/ Dinyatakan Seri/Series Seri/Series A: Seri/Series A: Seri/Series A:
V SANF dengan June 2025 efektif oleh A: 500,000 370 hari/ 18 Juli/ July 6.25%
Tingkat Suku Bunga Otoritas Jasa days 2026
Tetap Tahap I Tahun Keuangan,
2025/SANF Shelf berdasarkan Seri/Series Seri/Series B: Seri/Series B: Seri/Series B:
Registration Bond V Surat B:853,000 36 bulan/ 8 Juli/ July 6.75%
with Fixed Interest Keputusan No. months 2028
Rate Phase I Year S-69/D.04/2025/
2025 Became
effective by
Financial
Services
Authority in its
letter No. S-
69/D.04/2025
c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, c. Board of Commissioners, Board of
Komite Nominasi dan Remunerasi, Komite Directors, Audit Committee, Nomination
Pemantau Risiko, Satuan Kerja Audit and Remuneration Committee, Risk
Internal, dan Sekretaris Perseroan Monitoring Committee, Internal Audit Unit,
and Corporate Secretary
Susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan The composition of the Company’s Board of
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 Commissioners as at 31 December 2025 and
adalah sebagai berikut: 2024 are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
President
Presiden Komisaris FXL Kesuma FXL Kesuma Commissioner
Komisaris Arietta Adrianti Arietta Adrianti Commissioner
Komisaris Takayuki Akiyama Takayuki Akiyama Commissioner
Independent
Komisaris Independen Buntoro Muljono Buntoro Muljono Commissioner
Independent
Komisaris Independen Handoko Pranoto Handoko Pranoto Commissioner
Halaman -5/3- Page
Page 18
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)
c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, c. Board of Commissioners, Board of
Komite Nominasi dan Remunerasi, Komite Directors, Audit Committee, Nomination
Pemantau Risiko, Satuan Kerja Audit and Remuneration Committee, Risk
Internal, dan Sekretaris Perseroan (lanjutan) Monitoring Committee, Internal Audit
Unit, and Corporate Secretary (continued)
Susunan anggota Direksi Perseroan pada The composition of the Company’s Board of
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah Commissioners Directors as at 31 December
sebagai berikut: 2025 and 2024 are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Presiden Direktur Wempy Kunto Wiambodo Wempy Kunto Wiambodo President Director
Direktur Keuangan Handy Hartono Handy Hartono Finance Director
Direktur Operasi Handri Susanto Handri Susanto Operation Director
Risk Management
Direktur Manajemen Risiko Kiyoshi Kuribara Kiyoshi Kuribara Director
Susunan Komite Audit Perseroan adalah The Company’s Audit Committee are as
sebagai berikut: follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Ketua Handoko Pranoto Handoko Pranoto Chairman
Anggota Eduardus Paulus Supit Eduardus Paulus Supit Member
Anggota Lukito Dewandaya Lukito Dewandaya Member
Susunan Komite Nominasi dan Remunerasi The Company’s Nomination and
Perseroan adalah sebagai berikut: Remuneration Committee are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Ketua Buntoro Muljono Buntoro Muljono Chairman
Anggota FXL Kesuma FXL Kesuma Member
Anggota Theresia S. Nayuti Theresia S. Nayuti Member
Susunan Komite Pemantau Risiko Perseroan The Company’s Risk Monitoring Committee
adalah sebagai berikut: are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Ketua Buntoro Muljono Buntoro Muljono Chairman
Anggota Handoko Pranoto Handoko Pranoto Member
Anggota Eduardus Paulus Supit Eduardus Paulus Supit Member
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Based on Decision Letter of the Company’s
No. 7/SANF/SK-BOD/XII/2022 tanggal Board of Directors No. 7/SANF/SK-
31 Desember 2022 yang efektif terhitung sejak BOD/XII/2022 dated 31 December 2022
tanggal 1 Januari 2023, Kepala Satuan Kerja which effective as at 1 January 2023, the
Audit Internal pada tanggal 31 Desember 2025 Head of Internal Audit as at 31 December
dan 2024 adalah Tania Arthadora Saragih. 2025 and 2024 is Tania Arthadora Saragih.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Based on Decision Letter of the
No. 312/LSANF/BOD/V/2019 tanggal Company’s Board of Directors No.
22 Mei 2019, Sekretaris Perseroan pada 312/LSANF/BOD/V/2019 dated 22 May 2019,
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah the Corporate Secretary as at
Davin Susanto. 31 December 2025 and 2024 is Davin
Susanto.
Halaman -5/4- Page
Page 19
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)
c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, c. Board of Commissioners, Board of
Komite Nominasi dan Remunerasi, Komite Directors, Audit Committee, Nomination
Pemantau Risiko, Satuan Kerja Audit and Remuneration Committee, Risk
Internal, dan Sekretaris Perseroan (lanjutan) Monitoring Committee, Internal Audit
Unit, and Corporate Secretary (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2025, Perseroan As at 31 December 2025, the Company has
mempunyai 231 karyawan (tidak diaudit) 231 employees (unaudited)
(31 Desember 2024: 220 karyawan (31 December 2024: 220 employees
(tidak diaudit)). (unaudited)).
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
Laporan keuangan disusun dan diotorisasi oleh The financial statements have been prepared
Direksi untuk terbit pada tanggal 20 Februari 2026. and authorised by the Board of Directors for
issuance on 20 February 2026.
Berikut ini adalah kebijakan akuntansi utama yang Presented below are the principal accounting
diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan. policies adopted in preparing the financial
statements.
a. Dasar penyusunan laporan keuangan a. Basis of preparation
Laporan keuangan Perseroan telah disusun The Company’s financial statements have
dan disajikan sesuai dengan Standar been prepared and presented in
Akuntansi Keuangan Indonesia yang accordance with the Indonesian Financial
dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dan Accounting Standards issued by the
Peraturan Bapepam dan Lembaga Keuangan Indonesian Institute of Accountants and
(”LK”) No. VIII.G.7., (Otoritas Jasa Keuangan Bapepam and Financial Institution (”LK”)
(”OJK”) telah mengambil alih fungsi dari Regulation No.VIII.G.7., (Financial Services
Bapepam-LK) No. KEP-347/BL/2012 tanggal Authority (”OJK”) takes over the function of
25 September 2012 tentang “Pedoman Bapepam-LK) No. KEP-347/BL/2012 dated
Penyajian dan Pengungkapan Laporan 25 September 2012 regarding “Guidelines
Keuangan Emiten atau Perseroan Publik”. for Financial Statements Presentation and
Disclosures for Issuers or Public Entities”.
Laporan keuangan disusun berdasarkan The financial statements have been
konsep harga perolehan, kecuali untuk aset prepared under the historical cost
dan liabilitas keuangan yang ditetapkan dan convention, except for financial assets and
efektif sebagai instrumen lindung nilai, yang liabilities designated and effective as
diukur berdasarkan nilai wajar. Laporan hedging instruments, which are measured at
keuangan disusun berdasarkan akuntansi fair value. The financial statements are
berbasis akrual, kecuali laporan arus kas. prepared under the accrual basis of
accounting, except for the statements of
cash flows.
Laporan arus kas disusun menggunakan The statements of cash flows are prepared
metode langsung dengan mengelompokkan based on the direct method by classifying
arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi cash flows into operating, investing and
dan pendanaan. Untuk tujuan laporan arus financing activities. For the purpose of the
kas, kas dan kas di bank mencakup kas dan statements of cash flows, cash and cash in
kas di bank yang tidak dibatasi banks include cash on hand and cash in
penggunaannya dan tidak digunakan sebagai banks which are not restricted and pledged
jaminan pinjaman. as collateral for any borrowings.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam The reporting currency used in the financial
laporan keuangan adalah mata uang Rupiah statements is Rupiah (“Rp”) which is also the
(“Rp”) yang juga merupakan mata uang Company’s functional currency. The figures
fungsional. Angka-angka yang disajikan dalam presented in the financial statements,
laporan keuangan, kecuali bila dinyatakan unless otherwise stated, are rounded in
secara khusus, adalah dibulatkan dalam jutaan millions of Rupiah.
Rupiah.
Halaman -5/5- Page
Page 20
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
a. Dasar penyusunan laporan keuangan a. Basis of preparation (continued)
(lanjutan)
Kecuali dinyatakan di bawah ini, kebijakan Except as this disclosed below, the
akuntansi telah diterapkan secara konsisten accounting policies applied are consistent
dengan laporan keuangan pada tanggal with those of the financial statements as at
31 Desember 2024, yang telah sesuai dengan 31 December 2024, which confirm to the
Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. Indonesian Financial Accounting Standards.
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan The preparation of financial statements in
Standar Akuntansi Keuangan Indonesia conformity with Indonesian Financial
mengharuskan penggunaan estimasi dan Accounting Standards requires the use of
asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan certain critical accounting estimates and
manajemen untuk membuat pertimbangan assumptions. It also requires management
dalam proses penerapan kebijakan akuntansi to exercise its judgement in the process of
Perseroan. Area yang kompleks atau applying the Company’s accounting
memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih policies. The areas involving a higher
tinggi atau area di mana asumsi dan estimasi degree of judgement or complexity, or areas
dapat berdampak signifikan terhadap laporan where assumptions and estimates are
keuangan diungkapkan di Catatan 3. significant to the financial statements are
disclosed in Note 3.
Perubahan pada Pernyataan Standar Changes to the Statement of Financial
Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Accounting Standards (“SFAS”) and
interpretasi pernyataan standar akuntansi interpretations of statement of financial
keuangan accounting standards
Berikut ini adalah standar akuntansi keuangan, The following are financial accounting
perubahan, dan interpretasi standar akuntansi standard, amendments and interpretation of
keuangan yang berlaku efektif sejak financial accounting standard which become
1 Januari 2025: effective 1 January 2025:
- PSAK 117: “Kontrak Asuransi”; dan - SFAS 117: “Insurance Contracts”; and
- Amendemen PSAK 221: “Pengaruh - Amendment of SFAS 221 “The Effects of
Perubahan Kurs Valuta Asing” - Changes in Foreign Exchanges Rates” -
Kekurangan Ketertukaran Lack of Exchangeability
Implementasi dari standar-standar tersebut The implementation of the above standards
tidak menghasilkan perubahan substansial did not result in substantial changes to the
terhadap kebijakan akuntansi Perseroan dan Company’s accounting policies and had no
tidak memiliki dampak yang material terhadap material impact to the financial statements
laporan keuangan di periode berjalan atau for current period or prior financial years.
tahun sebelumnya.
Berikut ini adalah standar akuntansi keuangan, The following are financial accounting
perubahan, dan interpretasi standar akuntansi standard, amendments and interpretation of
keuangan yang akan berlaku efektif pada financial accounting standard which will be
tahun 2026 - 2027: effective in 2026 - 2027:
- Amendemen PSAK 107: ”Instrumen - Amendment of SFAS 107: ”Financial
Keuangan: Pengungkapan”; Instruments: Disclosures”;
- Amendemen PSAK 109: “Instrumen - Amendment of SFAS 109: ”Financial
Keuangan”; dan Instruments”; and
- PSAK 118: ”Penyajian dan Pengungkapan - SFAS 118: “Presentation and Disclosure
dalam Laporan Keuangan”. in Financial Statements”.
Pada saat penerbitan laporan keuangan, As at the authorisation date of financial
Perseroan masih mempelajari dampak yang statements, the Company is still evaluating
mungkin timbul dari penerapan standar baru the potential impact of these new and
dan revisi tersebut serta pengaruhnya pada revised standards to the financial
laporan keuangan. statements.
Halaman -5/6- Page
Page 21
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
b. Penjabaran mata uang asing b. Foreign currency translation
Perseroan menyelenggarakan catatan The Company maintains its accounting
akuntansinya dalam Rupiah Indonesia records in Indonesian Rupiah as the
sebagai mata uang fungsional. Transaksi functional currency. Transactions
dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam denominated in a foreign currency are
mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs translated into Rupiah at the exchange rate
yang berlaku pada tanggal transaksi. prevailing at the date of the transactions.
Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset At the financial position date, monetary
dan liabilitas moneter dalam mata uang asing assets and liabilities in foreign currencies
dijabarkan dengan kurs yang berlaku pada are translated at the exchange rates
tanggal laporan posisi keuangan. prevailing at that date.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang Foreign exchange gains and losses resulting
timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata from the settlement of foreign currency
uang asing dan dari penjabaran aset dan transactions and from the translation of
liabilitas moneter dalam mata uang asing monetary assets and liabilities denominated
diakui di dalam laba rugi, kecuali apabila in foreign currencies are recognised in profit
ditangguhkan di dalam ekuitas sebagai or loss, except when recognised in equity as
lindung nilai arus kas yang memenuhi syarat. qualifying cash flow hedges.
Kurs nilai tukar utama yang digunakan adalah The main exchange rates used are the Bank
kurs tengah Bank Indonesia. Berikut ini adalah Indonesia middle rate. Below are the
kurs nilai tukar yang digunakan (nilai penuh): exchange rate used (full amount):
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
1 Dolar Amerika Serikat 1 United States Dollar
(“Dolar AS”) 16,782 16,162 (“USD”)
c. Aset dan liabilitas keuangan c. Financial assets and liabilities
Perseroan mengklasifikasikan instrumen The Company classified its financial
keuangan dalam bentuk aset keuangan dan instruments into financial assets and
liabilitas keuangan. liabilities.
(i) Aset keuangan (i) Financial assets
Sesuai dengan PSAK 109, Perseroan In accordance with SFAS 109,
mengklasifikasikan aset keuangannya Company classifies its financial assets
dalam kategori: into three categories:
(a) aset keuangan yang diukur pada (a) at amortised cost;
nilai perolehan yang diamortisasi;
(b) aset keuangan yang diukur pada (b) fair value through other
nilai wajar melalui penghasilan comprehensive income (“FVOCI”);
komprehensif lain (“FVOCI”); dan and
(c) aset keuangan yang diukur pada (c) fair value through profit or loss
nilai wajar melalui laba rugi (“FVPL”). (“FVPL”).
Aset keuangan diklasifikasikan menjadi Financial assets are classified into these
kategori di atas berdasarkan model bisnis categories based on the business model
dimana aset keuangan tersebut dimiliki within which they are held and their
dan karakteristik arus kas kontraktualnya. contractual cash flow characteristics.
Model bisnis merefleksikan bagaimana The business model reflects how groups
kelompok aset keuangan dikelola untuk of financial assets are managed to
mencapai tujuan bisnis tertentu. achieve a particular business objective.
Halaman -5/7- Page
Page 22
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
(i) Aset keuangan (lanjutan) (i) Financial assets (continued)
Perseroan hanya memiliki aset keuangan The Company only has financial assets
dalam kategori yang diukur pada nilai categorised as measured at amortised
perolehan yang diamortisasi dan pada cost and fair value through profit or loss
nilai wajar melalui laba rugi (“FVPL”). (“FVPL”).
Perseroan tidak memiliki aset keuangan The Company has no financial assets
dalam kategori yang diukur pada nilai categorised as fair value through other
wajar melalui penghasilan komprehensif comprehensive income hence the
lain sehingga kebijakan akuntansi untuk accounting policies relating to such
aset tersebut tidak diungkapkan. assets have not been disclosed.
Aset keuangan dengan biaya perolehan Financial assets at amortised costs
diamortisasi
Aset keuangan dapat diukur dengan biaya A financial asset is measured at
perolehan diamortisasi hanya jika amortised cost only if it meets both of the
memenuhi kedua kondisi berikut dan tidak following conditions and it is not
ditetapkan sebagai FVPL: designated as at FVPL:
- Aset keuangan dikelola dalam model - The financial assets is held within a
bisnis yang bertujuan untuk memiliki business model whose objective is to
aset keuangan untuk tujuan hold the asset to collect contractual
mendapatkan arus kas kontraktual cash flows (held to collect); and
(held to collect); dan
- Kriteria kontraktual dari aset - Its contractual terms give rise on
keuangan yang pada tanggal tertentu specified dates to cash flows that are
menghasilkan arus kas yang solely payments of principal and
merupakan pembayaran pokok dan interest (“SPPI”) on the principal
bunga semata (“SPPI”) dari jumlah amount outstanding.
pokok terutang.
Aset keuangan pada nilai wajar melalui Financial assets at fair value through
laba rugi (“FVPL”) profit or loss (“FVPL”)
Seluruh aset keuangan yang tidak All financial assets not classified as
diklasifikasikan sebagai diukur dengan measured at amortised cost or FVOCI as
biaya perolehan diamortisasi atau FVOCI described above are measured at FVPL.
sebagaimana ketentuan di atas diukur
dengan FVPL.
Perseroan menggunakan tanggal The Company uses trade date
transaksi untuk kontrak regular ketika accounting for regular contracts when
mencatat transaksi aset keuangan. recording financial assets transactions.
Pengukuran aset keuangan setelah The subsequent measurement of
pengakuan awal tergantung pada financial assets depends on their
klasifikasi aset keuangan tersebut. classification.
Halaman -5/8- Page
Page 23
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
(i) Aset keuangan (lanjutan) (i) Financial assets (continued)
Penilaian apakah arus kas kontraktual Assessment of whether contractual
hanya merupakan pembayaran pokok cash flows are solely payments of
dan bunga semata (“SPPI”) principal and interest (“SPPI”)
Untuk tujuan penilaian ini, 'pokok' For the purposes of this assessment,
didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset ‘principal’ is defined as the fair value of
keuangan pada pengakuan awal. 'Bunga' the financial asset on initial recognition.
didefinisikan sebagai imbalan untuk nilai ‘Interest’ is defined as consideration for
waktu atas uang dan untuk risiko kredit the time value of money and for the
yang terkait dengan jumlah pokok yang credit risk associated with the principal
terutang selama periode waktu tertentu amount outstanding during a particular
dan untuk risiko dan biaya pinjaman dasar period of time and for other basic
lainnya (misalnya risiko likuiditas dan lending risks and costs (e.g. liquidity risk
biaya administrasi), serta margin and administrative costs), as well as
keuntungan. profit margin.
Dalam menilai apakah arus kas In assessing whether the contractual
kontraktual adalah SPPI, Perseroan cash flows are SPPI, the Company
mempertimbangkan ketentuan considers the contractual terms of the
kontraktual instrumen tersebut. Hal ini instrument. This includes assessing
termasuk menilai apakah aset keuangan whether the financial asset contains a
mengandung ketentuan kontraktual yang contractual term that could change the
dapat mengubah waktu atau jumlah arus timing or amount of contractual cash
kas kontraktual sehingga tidak memenuhi flows such that it would not meet this
kondisi ini. condition.
Penilaian model bisnis Business model assessment
Model bisnis mengacu pada bagaimana Business model refers to how financial
aset keuangan dikelola bersama untuk assets are managed together to
menghasilkan arus kas untuk Perseroan. generate cash flows for the Company.
Arus kas mungkin dihasilkan dengan This may be collecting contractual cash
menerima arus kas kontraktual, menjual flows, selling financial assets or both.
aset keuangan atau keduanya. Model Business models are determined at a
bisnis ditentukan pada tingkat agregasi di level of aggregation where groups of
mana kelompok aset dikelola bersama assets are managed together to
untuk mencapai tujuan tertentu dan tidak achieve a particular objective and do
bergantung pada niat manajemen pada not depend on management’s
instrumen individual. intentions for individual instruments.
Pengukuran Measurement
Pada pengakuan awal, Perseroan At initial recognition, the Company
mengukur aset keuangan pada nilai measures a financial asset at its fair
wajarnya ditambah, dalam hal aset value plus, in the case of a financial
keuangan tidak diukur pada nilai wajar asset not at fair value through profit or
melalui laporan laba rugi, biaya transaksi loss, transaction costs that are directly
yang dapat diatribusikan secara attributable to the acquisition of the
langsung dengan perolehan aset financial asset. Transaction costs of
keuangan. Biaya transaksi dari aset financial assets carried at fair value
keuangan yang dicatat pada nilai wajar through profit or loss are expensed in
melalui laporan laba rugi dibebankan profit or loss.
pada laporan laba rugi.
Halaman -5/9- Page
Page 24
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
(i) Aset keuangan (lanjutan) (i) Financial assets (continued)
Pengukuran (lanjutan) Measurement (continued)
Pengukuran selanjutnya aset keuangan Subsequent measurement of financial
bergantung pada model bisnis Perseroan assets depends on the Company’s
dalam mengelola aset dan karakteristik business model for managing the asset
arus kas dari aset tersebut. and the cash flow characteristics of the
asset.
Aset keuangan dengan biaya perolehan Financial assets at amortised costs
diamortisasi
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari Any gain or loss arising on derecognition
penghentian pengakuan diakui secara is recognised directly in profit or loss and
langsung dalam laba rugi dan disajikan presented in other gains/(losses)
dalam keuntungan/(kerugian) lain-lain together with foreign exchange gains
bersama dengan keuntungan dan and losses. Interest income from these
kerugian selisih kurs. Pendapatan bunga financial assets is included in finance
dari aset keuangan tersebut dimasukkan income using the effective interest rate
ke dalam pendapatan keuangan dengan method.
menggunakan metode suku bunga efektif.
Aset keuangan pada nilai wajar melalui Financial assets at fair value through
laba rugi (“FVPL”) profit or loss (“FVPL”)
Keuntungan atau kerugian dari aset A gain or loss on a financial asset at
keuangan FVPL yang selanjutnya diukur FVPL that is subsequently measured at
pada nilai wajar melalui laporan laba rugi fair value through profit or loss and is not
dan bukan merupakan bagian dari part of a hedging relationship is
hubungan lindung nilai, diakui dalam recognised in profit or loss and
laporan laba rugi dan disajikan bersih presented net in the statements of profit
dalam laporan laba rugi di dalam or loss within other gains/(losses) in the
keuntungan/(kerugian) lainnya dalam period in which it arises.
periode terjadinya.
(ii) Liabilitas keuangan (ii) Financial liabilities
Perseroan mengklasifikasikan liabilitas The Company classified its financial
keuangan dalam kategori liabilitas liabilities in the category of financial
keuangan yang diukur dengan biaya liabilities measured at amortised cost
perolehan diamortisasi dan liabilitas and financial liabilities at fair value
keuangan yang diukur pada nilai wajar through profit or loss.
melalui laporan laba rugi.
Liabilitas keuangan yang diukur dengan Financial liabilities at amortised cost
biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan yang tidak Financial liabilities that are not classified
diklasifikasikan sebagai liabilitas as fair value through profit and loss are
keuangan yang diukur pada nilai wajar categorised into financial liabilities
melalui laporan laba rugi dikategorikan ke measured at amortised cost.
dalam liabilitas keuangan yang diukur
dengan biaya perolehan diamortisasi.
Halaman -5/10- Page
Page 25
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
(ii) Liabilitas keuangan (lanjutan) (ii) Financial liabilities (continued)
Liabilitas keuangan yang diukur dengan Financial liabilities at amortised cost
biaya perolehan diamortisasi (lanjutan) (conitnued)
Pada saat pengakuan awal, liabilitas Financial liabilities measured at
keuangan yang diukur dengan biaya amortised cost are initially recognised at
perolehan yang diamortisasi diukur pada fair value plus transaction cost (if any)
nilai wajar ditambah biaya transaksi (jika that are directly attributable to the
ada) yang dapat diatribusikan secara financial liabilities and subsequently
langsung dengan liabilitas keuangan measured at amortised cost using
tersebut dan selanjutnya diukur pada effective interest rate. Effective interest
biaya perolehan diamortisasi dengan rate amortisation is recognised in the
menggunakan metode suku bunga efektif. profit and loss as “Interest and financing
Amortisasi suku bunga efektif diakui di charges”.
dalam laporan laba rugi sebagai “Beban
bunga dan keuangan”.
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai Financial liabilities at fair value through
wajar melalui laba rugi profit or loss
Liabilitas keuangan diklasifikasikan Financial liabilities are classified as
sebagai liabilitas keuangan yang diukur financial liabilities at fair value through
pada nilai wajar melalui laba rugi jika profit or loss if they are acquired or
diperoleh atau dimiliki terutama untuk incurred principally for the purpose of
tujuan dijual atau dibeli kembali dalam selling or repurchasing in the near term
waktu dekat atau jika merupakan bagian or if they are part of a portfolio of
dari portofolio instrumen keuangan identified financial instruments that are
tertentu yang dikelola bersama dan managed together and there is
terdapat bukti mengenai pola ambil untung evidence of a pattern of short-term
dalam jangka pendek (short-term profit- profit-taking. Derivatives are classified
taking) yang terkini. Derivatif as financial liabilities instruments at fair
diklasifikasikan sebagai instrumen value through profit or loss unless
liabilitas keuangan yang diukur pada nilai designated and effective as hedging
wajar melalui laba rugi kecuali ditetapkan instruments.
dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.
Keuntungan dan kerugian yang timbul dari Gains and losses arising from changes
perubahan nilai wajar liabilitas keuangan in the fair value of financial liabilities
yang diklasifikasikan sebagai liabilitas classified as financial liabilities at fair
keuangan yang diukur pada nilai wajar value through profit or loss are recorded
melalui laba rugi dicatat dalam laporan in the profit or loss as “Gain/ (loss) from
laba rugi sebagai “Keuntungan/ (kerugian) changes in fair value of financial
dari perubahan nilai wajar instrumen instruments”. Interest expense on
keuangan”. Beban bunga dari liabilitas financial liabilities classified as financial
keuangan diklasifikasikan sebagai liabilities at fair value through profit or
liabilitas keuangan yang diukur pada nilai loss is recorded as “Interest and
wajar melalui laba rugi dicatat sebagai financing charges”.
“Beban bunga dan keuangan”.
Perubahan nilai wajar terkait dengan
liabilitas keuangan yang ditetapkan untuk Changes in fair value of financial
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi liabilities that are measured at fair value
diakui di dalam “Keuntungan/(kerugian) through profit or loss are recognised as
dari perubahan nilai wajar instrumen “Gain/(loss) from changes in fair value
keuangan”. of financial instruments”.
Halaman -5/11- Page
Page 26
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
(iii) Penentuan nilai wajar (iii) Determination of fair value
Nilai wajar adalah harga yang akan Fair value is the price that would be
diterima untuk menjual suatu aset atau received to sell an asset or paid to
harga yang akan dibayar untuk transfer a liability in an orderly
mengalihkan suatu liabilitas dalam transaction between market participants
transaksi teratur (orderly transaction) at the measurement date in the principal
antara pelaku pasar (market participants) market or, in its absence, the most
pada tanggal pengukuran di pasar utama advantageous market to which the
atau, jika tidak terdapat pasar utama, Company has access at that date.
di pasar yang paling menguntungkan The fair value of a liability reflects its
dimana Perseroan memiliki akses pada non-performance risk.
tanggal tersebut. Nilai wajar liabilitas
mencerminkan risiko wanprestasinya.
Jika tersedia, Perseroan mengukur nilai When available, the Company
wajar instrumen keuangan dengan measures the fair value of a financial
menggunakan harga kuotasian di pasar instrument using the quoted price in an
aktif untuk instrumen tersebut. active market for that instrument.
Nilai wajar untuk instrumen keuangan The fair value of financial instruments
yang diperdagangkan di pasar aktif traded in active markets is determined
ditentukan berdasarkan nilai pasar yang based on quoted market prices at the
berlaku pada tanggal laporan posisi statements of financial position date and
keuangan menggunakan harga yang based on routinely published and
dipublikasikan secara rutin dan berasal reputable sources such as quoted
dari sumber yang terpercaya, seperti market prices or broker’s quoted price
quoted market price atau broker’s quoted from Bloomberg and Reuters.
price dari Bloomberg dan Reuters.
Instrumen keuangan dianggap memiliki A financial instrument is considered
kuotasi di pasar aktif, jika harga kuotasi having quote in an active market,
tersedia sewaktu-waktu dan dapat if quoted prices are readily and regularly
diperoleh secara rutin dari bursa, available from an exchange, dealer,
pedagang efek (dealer), perantara efek broker, industry group, pricing service or
(broker), kelompok industri, badan regulatory agency, and those prices
pengawas (pricing service atau regulatory represent actual and regularly occurring
agency), dan harga tersebut market transactions on an arm’s length
mencerminkan transaksi pasar yang basis. If the above criteria are not met,
aktual dan rutin dalam suatu transaksi the market is regarded as being inactive.
yang wajar. Jika kriteria di atas tidak Indications that a market is inactive are
terpenuhi, maka pasar aktif dinyatakan when there is a wide bid-offer spread
tidak tersedia. Indikasi-indikasi dari pasar or significant increase in the bid-offer
tidak aktif adalah terdapat selisih yang spread or there are few recent
besar antara harga penawaran dan transactions.
permintaan atau kenaikan signifikan
dalam selisih harga penawaran dan
permintaan dan hanya terdapat beberapa
transaksi terkini.
Untuk instrumen keuangan yang tidak For financial instruments with no quoted
mempunyai harga pasar, estimasi atas market price, a reasonable estimate of
nilai wajar ditetapkan dengan mengacu the fair value is determined by reference
pada nilai wajar instrumen lain yang to the current market value of another
secara substansi memiliki karakteristik instrument which substantially have the
yang sama atau dihitung berdasarkan same characteristic or calculated based
ekspektasi arus kas yang didiskonto on the expected cash flows discounted
dengan tingkat suku bunga pasar yang by relevant market rates.
relevan.
Halaman -5/12- Page
Page 27
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
(iii) Penentuan nilai wajar (lanjutan) (iii) Determination of fair value
(continued)
Bukti terbaik dari nilai wajar pada saat The best evidence of fair value at initial
pengakuan awal adalah harga recognition is the transaction price (that
transaksinya (yaitu nilai wajar is the fair value of the consideration
pembayaran yang diserahkan atau given or received), unless the fair value
diterima), kecuali nilai wajar dari of that instrument is evidenced by
instrumen tersebut dapat dibuktikan comparison with other observable
dengan perbandingan transaksi untuk current market transactions in the same
instrumen yang sama di pasar terkini instrument (that is without modification
yang dapat diobservasi (yaitu yang tanpa or re-packaging) or based on a valuation
modifikasi atau re-packaging) atau technique whose variables include only
berdasarkan teknik penilaian dimana data from observable markets.
variabelnya hanya data dari pasar yang
dapat diobservasi.
Untuk instrumen keuangan yang diukur For financial instruments measured at
menggunakan nilai wajar, Perseroan fair value, the Company uses the fair
menggunakan hierarki nilai wajar yang value hierarchy which reflects the
mencerminkan signifikansi input yang significance of input used in the
digunakan dalam melakukan pengukuran measurement (level 1, 2, and 3) as
(tingkat 1, 2, dan 3) seperti dijelaskan explained in Note 26e.
pada Catatan 26e.
(iv) Penghentian pengakuan (iv) Derecognition
Penghentian pengakuan aset keuangan Financial assets are derecognised
dilakukan ketika hak kontraktual atas arus when the contractual rights to receive
kas yang berasal dari aset keuangan the cash flows from these assets have
tersebut berakhir, atau ketika aset ceased to exist or the assets have been
keuangan tersebut telah ditransfer dan transferred and substantially all the risks
secara substansial seluruh risiko dan and rewards of ownership of the assets
manfaat atas kepemilikan aset tersebut are also transferred (if substantially all
telah ditransfer (jika secara substansial the risks and rewards are not
seluruh risiko dan manfaat tidak ditransfer, transferred, hence the Company
maka Perseroan melakukan evaluasi evaluates to ensure that continuing
untuk memastikan keterlibatan involvement on the basis of any retained
berkelanjutan atas kendali yang masih powers of control does not prevent
dimiliki tidak mencegah penghentian derecognition). Financial liabilities are
pengakuan). Liabilitas keuangan derecognised when they have been
dihentikan pengakuannya ketika liabilitas redeemed or otherwise extinguished.
telah dilepaskan atau dibatalkan atau
kedaluwarsa.
(v) Saling hapus (v) Offsetting
Aset keuangan dan liabilitas keuangan Financial assets and liabilities are offset
disalinghapuskan dan jumlah bersihnya and the net amount is presented in the
disajikan pada laporan posisi keuangan statements of financial position when,
jika, dan hanya jika Perseroan memiliki and only when the Company has a legal
hak yang berkekuatan hukum untuk enforceable right to offset the
melakukan saling hapus atas jumlah yang recognised amounts and there is an
telah diakui tersebut dan adanya maksud intention to settle on a net basis, or
untuk menyelesaikan secara bersih, atau realise the assets and settle the
untuk merealisasikan aset dan liabilities simultaneously.
menyelesaikan liabilitas secara
bersamaan.
Halaman -5/13- Page
Page 28
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
(v) Saling hapus (lanjutan) (v) Offsetting (continued)
Hak berkekuatan hukum tersebut haruslah The legally enforceable right must not
tidak bergantung pada kondisi masa be contingent on future events and
depan dan hak tersebut harus dapat tetap must be enforceable in the normal
didapatkan dalam kondisi bisnis normal course of business and in the event of
dan dalam hal terjadinya kegagalan, default, insolvency or bankruptcy of the
ketidakmampuan membayar maupun Company or the counterparty.
kebangkrutan dari Perseroan ataupun
pihak rekanan.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan As at 31 December 2025 and 2024,
2024, tidak terdapat aset dan liabilitas there is no financial assets and liabilities
keuangan yang saling hapus pada that are subject to offsetting in the
laporan posisi keuangan. statements of financial position.
(vi) Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan (vi) Classification of financial assets and
liabilities
Perseroan mengklasifikasikan instrumen The Company classifies the financial
keuangan ke dalam klasifikasi tertentu instruments into classes that reflects
yang mencerminkan sifat dari informasi the nature of information and takes into
dan mempertimbangkan karakteristik dari account the characteristic of those
instrumen keuangan tersebut. Klasifikasi financial instruments. The
ini dapat dilihat pada tabel berikut: classification can be seen in the table
below:
Kategori yang didefinisikan oleh PSAK
Golongan/Classes Subgolongan/Sub-classes
109/Category as defined by SFAS 109
Aset keuangan/Financial assets
Kas dan kas di
bank/Cash and cash in Kas di bank/Cash in banks
banks
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan Piutang sewa pembiayaan/Finance lease receivables
diamortisasi/ Financial assets measured at Piutang pembiayaan konsumen/Consumer financing receivables
amortised cost
Piutang pembiayaan modal usaha/Working capital financing receivables
Tagihan anjak piutang/Factoring
Piutang lain-lain /Other receivables
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui Lindung nilai atas arus
Aset derivatif - lindung nilai atas arus
laba rugi/ kas/Hedging
kas/Derivatives assets - Hedging instruments
Financial assets measured at fair value through profit instruments in cash
in cash flow hedges
or loss flow hedges
Liabilitas keuangan/Financial liabilities
Pinjaman yang diterima/Borrowings
Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya Biaya akrual/Accrued expenses
perolehan diamortisasi/ Utang obligasi/Bonds payable
Financial liabilities at amortised cost Liabilitas sewa/Lease liabilities
Utang lain-lain/Other payables
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar Lindung nilai atas arus
Liabilitas derivatif - lindung nilai atas arus
melalui laba rugi/ kas/Hedging
kas/Derivatives liabilities - Hedging
Financial liabilities measured at fair value through instruments in cash
instruments in cash flow hedges
profit or loss flow hedges
(vii) Penurunan nilai dari aset keuangan (vii) Impairment of financial assets
PSAK 109 mengharuskan cadangan SFAS 109 requires a loss allowance to
kerugian diakui sebesar kerugian kredit be recognised at an amount equal to
ekspektasian 12 bulan (12-month ECL) either 12-month expected credit losses
atau kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) or lifetime ECL. Lifetime ECL
sepanjang umurnya aset keuangan are the ECL that result from all possible
(lifetime ECL). Lifetime ECL adalah default events over the expected life of
kerugian kredit ekspektasian yang berasal a financial instrument, whereas 12-
dari semua kemungkinan kejadian gagal month ECL are the portion of ECL that
bayar sepanjang umur ekspektasian suatu result from default events that are
instrumen keuangan, sedangkan possible within the 12 months after
ECL 12 bulan adalah porsi dari kerugian reporting date.
kredit ekspektasian yang berasal dari
kemungkinan kejadian gagal bayar dalam
12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Halaman -5/14- Page
Page 29
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
(vii) Penurunan nilai dari aset keuangan (vii) Impairment of financial assets
(lanjutan) (continued)
Perseroan mengakui cadangan kerugian The Company recognises loss
untuk ECL pada instrumen keuangan yang allowances for ECL on the financial
tidak diukur pada FVPL. instruments that are not measured at
FVPL.
Kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) Expected Credit Losses (“ECL”) are
diakui untuk seluruh instrumen utang recognised for all financial debt
keuangan yang diklasifikasikan sebagai instruments that are classified as hold to
hold to collect/hold to collect and sell dan collect/hold to collect and sell and have
memiliki arus kas SPPI. cash flows that are solely payments of
principal and interest.
Perseroan menggunakan model yang The Company primarily uses
kompleks yang menggunakan matriks sophisticated models that utilise the
kemungkinan gagal bayar, estimasi probability of default (“PD”), estimated
kerugian jika terjadi gagal bayar, dan losses in the event of default and
eksposur saat gagal bayar (“EAD”), yang exposure at default (“EAD”) metrics,
didiskontokan menggunakan suku bunga discounted using the effective interest
efektif. rate.
a. Kemungkinan Gagal Bayar (“PD”) a. Probability of Default (“PD”)
Probabilitas yang timbul di suatu waktu The probability at a point in time that
dimana debitur mengalami gagal a counterparty will default, calibrated
bayar, dikalibrasikan sampai dengan over up to 12 months from the
periode 12 bulan dari tanggal laporan reporting date (Stage 1) or over the
(Tahap 1) atau sepanjang umur lifetime of the product (Stage 2 and 3)
(Tahap 2 dan 3) dan digabungkan pada and incorporating the impact of
dampak asumsi ekonomi masa depan forward-looking economic
yang memiliki risiko kredit. PD assumptions that have an effect on
diestimasikan pada point in time credit risk. PD is estimated at a point
dimana hal ini berfluktuasi sejalan in time that means it will fluctuate in
dengan siklus ekonomi. line with the economic cycle.
b. Estimasi Kerugian Jika Terjadi Gagal b. Estimated Lossess in the Event of
Bayar Default
Kerugian yang diperkirakan akan The loss that is expected to arise on
timbul dari debitur yang mengalami default, incorporating the impact of
gagal bayar dengan menggabungkan relevant forward looking economic
dampak dari asumsi ekonomi masa assumptions (if any), which
depan yang relevan (jika ada) dimana represents the difference between
hal ini mewakili perbedaan antara arus the contractual cash flows due and
kas kontraktual yang akan jatuh tempo those that the Company expects to
dengan arus kas yang diharapkan receive. The Company estimates loss
untuk diterima. Perseroan in the event of default based on the
mengestimasikan kerugian akibat historical recovery rates and
gagal bayar berdasarkan data historis considers the recovery of any
dari tingkat pemulihan dan collateral that is integral to the
memperhitungkan pemulihan yang financial assets.
berasal dari jaminan terhadap aset
keuangan.
Halaman -5/15- Page
Page 30
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
(vii) Penurunan nilai dari aset keuangan (vii) Impairment of financial assets
(lanjutan) (continued)
c. Eksposur saat Gagal Bayar (“EAD”) c. Exposure at Default (“EAD”)
Perkiraan nilai eksposur neraca pada The expected balance sheet
saat gagal bayar dengan exposure at the time of default, taking
mempertimbangkan bahwa perubahan into account that expected change in
ekspektasi yang diharapkan selama exposure over the lifetime of the
masa eksposur. Hal ini exposure. This incorporates the
menggabungkan pembayaran pokok, repayments of principal, amortisation
amortisasi dan pembayaran and prepayments, together with the
dipercepat, bersama dengan dampak impact of forward looking economic
asumsi ekonomi masa depan jika assumptions where relevant.
relevan.
Penurunan nilai dari aset keuangan yang Impairment of financial assets that have
mengalami penurunan nilai kredit atau impaired or default is calculated
gagal bayar dinilai menggunakan cara individually. Impairment of financial
individual. Penurunan nilai dari aset assets that categorised as 12-month
keuangan yang berada pada kategori expected credit losses and significant
mengalami kerugian kredit ekspektasian increase in credit risk are assessed
12 bulan dan aset keuangan yang collectively.
mengalami peningkatan risiko kredit yang
signifikan dilakukan penilaian secara
kolektif.
Periode yang diperhitungkan ketika The period considered when measuring
mengukur kerugian kredit ekspektasian expected credit loss is using the
adalah menggunakan umur ekspektasian expected life based on average tenor.
berdasarkan rata-rata periode kontrak.
Selanjutnya, Perseroan mengelompokkan Furthermore, the Company classifies
aset keuangan berdasarkan hasil evaluasi financial assets based on the evaluation
tersebut yang mencerminkan tingkat risiko results which reflect the level of credit
kredit aset keuangan. risk of financial assets.
Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan 12-month expected credit losses
(Tahap 1) (Stage 1)
Kerugian kredit ekspektasian diakui pada Expected credit losses are recognised
saat pengakuan awal instrumen keuangan at the time of initial recognition of a
dan merepresentasikan kekurangan kas financial instrument and represent the
sepanjang umur aset yang timbul dari lifetime cash shortfalls arising from
kemungkinan gagal bayar di masa yang possible default events up to twelve
akan datang dalam kurun waktu dua belas months into the future from the reporting
bulan sejak tanggal pelaporan. Kerugian date. Expected credit losses continue to
kredit ekspektasian terus ditentukan oleh be determined on this basis until there is
dasar ini sampai timbul peningkatan risiko either a significant increase in the credit
kredit yang signifikan pada instrumen risk of an instrument or the instrument
tersebut atau instrumen tersebut telah becomes credit-impaired.
mengalami penurunan nilai kredit.
Halaman -5/16- Page
Page 31
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
(vii) Penurunan nilai dari aset keuangan (vii) Impairment of financial assets
(lanjutan) (continued)
Peningkatan risiko kredit yang Significant increase in credit risk
signifikan (Tahap 2) (Stage 2)
Jika aset keuangan mengalami If a financial asset experiences a
peningkatan risiko kredit yang signifikan significant increase in credit risk
(“SICR”) sejak pengakuan awal, kerugian (“SICR”) since initial recognition, an
kredit ekspektasian diakui atas kejadian expected credit loss provision is
gagal bayar yang mungkin terjadi recognised for default events that may
sepanjang umur aset. Peningkatan occur over the lifetime of the asset.
signifikan dalam risiko kredit dinilai dengan Significant increase in credit risk is
membandingkan risiko gagal bayar atas assessed by comparing the risk of
eksposur pada tanggal pelaporan dengan default of an exposure at the reporting
risiko gagal bayar saat pengakuan awal date to the risk of default at origination
(setelah memperhitungkan perjalanan (after taking into account the passage of
waktu dari akun tersebut). Signifikan tidak time). Significant does not mean
berarti signifikan secara statistik, juga statistically significant nor is it assessed
tidak dinilai dalam konteks perubahan in the context of changes in expected
dalam cadangan kerugian kredit credit loss. Whether a change in the risk
ekspektasian. Perubahan atas risiko gagal of default is significant or not is assessed
bayar dinilai signifikan atau tidak, dinilai using a number of quantitative and
menggunakan sejumlah faktor kuantitatif qualitative factors, the weight of which
dan kualitatif, yang bobotnya bergantung depends on the type of product and
pada tipe produk dan pihak lawan. Aset counterparty. Financial assets that are
keuangan dengan tunggakan 31 sampai 31 until 90 days past due and not credit-
dengan 90 hari atau lebih dan tidak impaired will always be considered to
mengalami penurunan nilai akan selalu have experienced a significant increase
dianggap telah mengalami peningkatan in credit risk. If an instrument is no longer
risiko kredit yang signifikan. Jika suatu considered to exhibit a significant
instrumen tidak lagi dianggap increase in credit risk, expected credit
menunjukkan peningkatan risiko kredit losses will revert to being determined on
yang signifikan, maka kerugian kredit a twelve month basis.
ekspektasian dihitung kembali
berdasarkan basis dua belas bulan.
Mengalami penurunan nilai kredit (atau Credit impaired (or defaulted) (Stage
gagal bayar) (Tahap 3) 3)
Aset keuangan yang mengalami Financial assets that are credit impaired
penurunan nilai kredit (atau gagal bayar) (or in default) represent those that are at
merupakan aset yang setidaknya telah least 90 days past due in respect of
memiliki tunggakan lebih dari 90 hari atas receivables amount, or customer group
nilai piutang, atau grup pelanggan who have repossessed assets, or
mengalami penarikan aset, atau grup customer group who has a history of
pelanggan pernah mengalami rescheduling or customer group who is
restrukturisasi piutang atau pembayaran overdue for more than 30 days within the
grup pelanggan mengalami keterlambatan first 6 months of the contract start date
lebih dari 30 hari dalam 6 bulan pertama and have overdue more than 60 days
setelah tanggal mulai kontrak dan setelah after being granted relaxation program,
itu mengalami keterlambatan pembayaran or customer group whose portfolio are of
lebih dari 60 hari, atau grup pelanggan special mention due to their financing
yang portofolionya masuk dalam perhatian history at the Company.
khusus akibat histori pembiayaannya di
Perseroan.
Halaman -5/17- Page
Page 32
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
(vii) Penurunan nilai dari aset keuangan (vii) Impairment of financial assets
(lanjutan) (continued)
Eksposur yang mengalami penurunan Credit impaired (or default)
nilai kredit (atau gagal bayar) exposures (Stage 3) (continued)
(Tahap 3) (lanjutan)
Cadangan kerugian penurunan nilai Loss provisions against credit impaired
terhadap aset keuangan yang mengalami financial assets are determined based
penurunan nilai ditentukan berdasarkan on an assessment of the recoverable
penilaian terhadap arus kas yang dapat cash flows under a range of scenarios,
dipulihkan berdasarkan sejumlah including the realisation of any collateral
skenario, termasuk realisasi jaminan yang held where appropriate. The expected
dimiliki jika memungkinkan. Kerugian credit losses will reflect weighted
kredit ekspektasian akan mencerminkan average of the scenarios based on the
rata-rata tertimbang dari skenario probability of the relevant scenario to
berdasarkan probabilitas dari skenario occur. The loss provisions held
yang relevan untuk terjadi. Cadangan represent the difference between the
kerugian penurunan nilai merupakan present value of the cash flows
selisih antara nilai sekarang dari arus kas expected to be recovered and the gross
yang diperkirakan akan dipulihkan dan carrying value of the instrument prior to
nilai tercatat bruto instrumen sebelum any credit impairment.
penurunan nilai kredit.
d. Instrumen keuangan derivatif dan d. Derivative financial instruments and
akuntansi lindung nilai hedge accounting
Instrumen derivatif pada awalnya diakui Derivative instruments are initially
sebesar nilai wajar pada tanggal kontrak recognised at fair value on the date the
derivatif disepakati dan selanjutnya diukur contracts are entered into and are
kembali sebesar nilai wajarnya. Derivatif subsequently remeasured at their fair
dicatat sebagai aset apabila memiliki nilai values. Derivatives are carried as assets
wajar positif dan sebagai liabilitas apabila when the fair value is positive and as
memiliki nilai wajar negatif. liabilities when the fair value is negative.
Metode pengakuan keuntungan atau kerugian The method of recognising the resulting fair
perubahan nilai wajar tergantung apakah value gain or loss depends on whether the
derivatif dirancang dan memenuhi kriteria derivative is designated and qualifies as a
sebagai instrumen lindung nilai, dan jika hedging instrument, and if so, the nature of
demikian, sifat dari unsur yang the item being hedged.
dilindungnilaikan.
Lindung nilai dinyatakan efektif oleh Perseroan The Company regard a hedge as highly
hanya jika memenuhi kriteria sebagai berikut: effective only if the following criteria are met:
i) pada saat terjadinya transaksi lindung nilai i) the Company documents its assessment,
dan pada periode berikutnya, Perseroan both at the hedge inception and on an
melakukan dokumentasi atas penilaian apakah ongoing basis, as to whether the derivatives
derivatif yang digunakan sebagai transaksi that are used in hedging transactions are
lindung nilai memiliki efektivitas yang tinggi highly effective in offsetting changes in fair
dalam menandingi (offsetting) perubahan nilai values or cash flows of hedged items, and
wajar atau arus kas dari unsur yang dilindungi ii) actual results of the hedge.
nilainya, dan ii) tingkat efektivitas lindung nilai.
Halaman -5/18- Page
Page 33
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
d. Instrumen keuangan derivatif dan d. Derivative financial instruments and
akuntansi lindung nilai (lanjutan) hedge accounting (continued)
Perseroan menggunakan instrumen keuangan The Company uses derivative instruments,
derivatif, cross currency, dan interest rate cross currency, and interest rate swap as
swap, sebagai bagian dari aktivitas part of its asset and liability management
manajemen aset dan liabilitas untuk activities to manage exposures to interest
melindungi dampak risiko tingkat suku bunga rate and foreign currency risks. The
dan risiko mata uang asing. Perseroan Company applies cash flow hedge
menerapkan akuntansi lindung nilai arus kas accounting when transactions meet the
pada saat transaksi tersebut memenuhi kriteria specified criteria for hedge accounting
perlakuan akuntansi lindung nilai. treatment.
Perseroan akan menghentikan penerapan The Company discontinue hedge
akuntansi lindung nilai ketika derivatif tersebut accounting when it determines that a
tidak atau tidak lagi efektif; ketika instrumen derivative is not, or has ceased to be, highly
lindung nilai kedaluwarsa atau dijual; effective as a hedge; when the derivative
dihentikan; atau dibayar pada saat unsur yang expires or is sold, terminated or exercised;
dilindungi tersebut jatuh tempo, dijual atau when the hedged item matures, is sold or
dibayar kembali; atau ketika transaksi yang repaid; or when a forecast transactions is no
diperkirakan akan terjadi tidak lagi diperkirakan longer deemed highly probable.
akan terjadi.
Lindung nilai arus kas Cash flow hedges
Bagian yang efektif atas perubahan nilai wajar The effective portion of changes in the fair
derivatif yang ditujukan dan memenuhi value of derivatives that are designated and
kualifikasi sebagai lindung nilai arus kas, diakui qualify as cash flow hedges are recognised
sebagai cadangan lindung nilai arus kas pada in other comprehensive income under cash
bagian penghasilan komprehensif lain. flow hedging reserves. The gain or loss
Keuntungan atau kerugian atas bagian yang relating to the ineffective portion (if any) is
tidak efektif (jika ada) diakui langsung pada recognised immediately in the statement of
laporan laba rugi. Jumlah akumulasi dalam profit and loss. Amounts accumulated in
ekuitas dibebankan ke laporan laba rugi ketika equity are recycled to the statement of profit
unsur yang dilindungi nilainya mempengaruhi and loss in the period in which the hedged
laba bersih. Ketika instrumen lindung nilai item will affect net income. When a hedging
kedaluwarsa atau dijual atau ketika suatu instrument expires or is sold, or when a
lindung nilai tidak lagi memenuhi persyaratan hedge no longer meets the criteria for hedge
sebagai akuntansi lindung nilai, akumulasi accounting, any cumulative gain or loss
penghasilan komprehensif lain yang ada diakui existing in the other comprehensive income
pada laporan laba rugi. at that time is recognised in the statement of
profit or loss.
Ketika instrumen lindung nilai kedaluwarsa When a hedging instrument expires or is
atau dijual atau ketika suatu lindung nilai tidak sold, or when a hedge no longer meets the
lagi memenuhi persyaratan sebagai akuntansi criteria for hedge accounting, any
lindung nilai, akumulasi keuntungan maupun cumulative gain or loss existing in equity at
kerugian yang ada pada ekuitas saat itu that time remains in equity and is recognised
dibebankan dalam laba rugi. Ketika suatu when the forecast transaction is ultimately
transaksi lindung nilai perkiraan tidak lagi recognised in the consolidated profit or loss.
mungkin terjadi, akumulasi keuntungan atau When a forecast transaction is no longer
kerugian yang ada pada ekuitas saat itu expected to occur, the cumulative gain or
dibebankan dalam laporan laba rugi. loss that was reported in equity is
immediately transferred to the profit or loss.
e. Kas dan kas di bank e. Cash and cash in banks
Kas dan kas di bank mencakup kas dan kas di Cash and cash in banks include cash on
bank yang tidak dibatasi penggunaannya dan hand and cash in banks which are not
tidak digunakan sebagai jaminan atas restricted and pledged as collateral for any
pinjaman. borrowings.
Halaman -5/19- Page
Page 34
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
f. Piutang sewa pembiayaan f. Finance lease receivables
Piutang sewa pembiayaan pada awalnya Finance lease receivables are recognised
diakui sebesar nilai wajar dikurangi initially at fair value, deducted by
pendapatan administrasi dan ditambah administration income and plus directly
biaya-biaya transaksi (jika ada) yang dapat attributable transactions costs (if any) and
diatribusikan secara langsung dan selanjutnya subsequently measured at amortised cost
diukur dengan biaya perolehan diamortisasi using the effective interest rate method net
menggunakan metode tingkat bunga efektif of unearned income on finance lease
setelah dikurangi dengan pendapatan piutang receivables, and allowance for impairment
sewa pembiayaan yang belum diakui, dan losses.
penyisihan kerugian penurunan nilai.
Pada saat pengakuan awal, nilai wajar piutang At initial recognition, the fair value of finance
sewa pembiayaan merupakan jumlah piutang lease receivables represents finance lease
sewa pembiayaan ditambah nilai sisa yang receivables plus the residual value at the
akan diterima oleh Perseroan pada akhir masa end of the lease period deducted by
sewa pembiayaan dikurangi dengan unearned lease income and security
pendapatan sewa pembiayaan yang deposits. The difference between total
ditangguhkan dan simpanan jaminan. Selisih installments to be received from customers
antara nilai cicilan yang akan diterima dari and the total financing is recognised as
customer dan nilai pembiayaan diakui sebagai unearned lease income. Unearned lease
pendapatan sewa pembiayaan yang belum income is allocated to the current year
diakui. Pendapatan sewa pembiayaan yang statement of profit or loss using the effective
belum diakui dialokasikan sebagai pendapatan interest rate. Finance lease receivables are
tahun berjalan menggunakan metode tingkat classified as financial assets at amortised
suku bunga efektif. Piutang sewa pembiayaan cost. Refer to Note 2c for the accounting
diklasifikasikan sebagai biaya perolehan policy of financial instrument.
diamortisasi. Lihat Catatan 2c untuk kebijakan
akuntansi atas aset keuangan.
Penyewa memiliki hak opsi untuk membeli The lessee has the option to purchase the
aset yang disewa-pembiayaankan pada akhir leased asset at the end of the lease period
masa sewa pembiayaan dengan harga yang at a price mutually agreed at the
telah disetujui bersama pada saat dimulainya commencement of the agreement.
perjanjian sewa pembiayaan.
Penyelesaian kontrak sebelum masa sewa Early termination is treated as a cancellation
pembiayaan berakhir diperlakukan sebagai of an existing contract and the resulting gain
pembatalan kontrak sewa dan laba atau rugi or loss is credited or charged to the current
yang timbul dibebankan pada laporan laba rugi year profit or loss at the transaction date.
tahun berjalan pada tanggal terjadinya
transaksi.
Dalam hal restrukturisasi, piutang sewa In terms of restructuring, finance lease is
pembiayaan dilakukan dengan modifikasi carried out through modification of financing
persyaratan pembiayaan. Kewajiban terms. The additional obligations as well as
tambahan yang timbul maupun yang tertunda the delayed obligations arising from this
dari restrukturisasi ini ditambahkan ke dalam restructuring are added to the outstanding of
jumlah sisa pembiayaan yang harus consumer financing which has to be paid by
dibayarkan oleh konsumen. Dampak the customer. The impact of restructured
pembiayaan yang direstrukturisasi diakui financing is recognised to profit or loss.
dalam laba rugi.
Setelah restrukturisasi, seluruh arus kas After the restructuring, all the contractual
kontraktual dalam persyaratan baru dicatat cash flows under the new terms shall be
sebagai pengembalian pokok pembiayaan accounted for as the repayment of principal
yang diberikan dan pendapatan bunga sesuai and interest income, in accordance with the
dengan syarat-syarat restrukturisasi. restructuring scheme.
Halaman -5/20- Page
Page 35
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
f. Piutang sewa pembiayaan (lanjutan) f. Finance lease receivables (continued)
Piutang pembiayaan yang dibiayai bersama Joint financing receivables where the
pihak lain di mana masing-masing pihak Company and joint financing providers bear
menanggung risiko kredit sesuai porsinya credit risk in accordance with their portion
(without recourse) disajikan di laporan posisi (without recourse) are presented on a net
keuangan secara bersih. Pendapatan basis in the statements of financial position.
pembiayaan dan beban bunga yang terkait Financing income and interest expenses
dengan pembiayaan bersama without related to joint financing without recourse
recourse disajikan secara bersih di laporan are also presented in a net basis in the
laba rugi. statements of profit or loss.
Dalam pembiayaan bersama without recourse, For joint financing without recourse, the
Perseroan berhak menentukan tingkat bunga Company has the right to set higher interest
yang ditetapkan dalam perjanjian dengan rates to customers than those as stated in
pembiayaan bersama. Selisihnya, diakui the joint financing agreements with joint
sebagai pendapatan pembiayaan yang belum financing providers. The difference is
diakui dan diakui sebagai pendapatan sesuai recognised as part of unearned financing
dengan jangka waktu kontrak dengan income and recognised as income over the
menggunakan metode suku bunga efektif. term of the contract using effective interest
method.
g. Pembiayaan konsumen g. Consumer financing
Piutang pembiayaan konsumen diakui pada Consumer financing receivables are
awalnya dengan nilai wajar dikurangi recognised initially at fair value, deducted by
pendapatan administrasi dan ditambah administration income and plus directly
biaya-biaya transaksi (jika ada) yang dapat attributable transactions costs (if any) and
diatribusikan secara langsung dan selanjutnya subsequently measured at amortised cost
diukur dengan biaya perolehan diamortisasi using the effective interest rate method net
menggunakan metode tingkat suku bunga of unearned income on consumer financing,
efektif setelah dikurangi dengan pendapatan and allowance for impairment losses.
pembiayaan konsumen yang belum diakui,
dan penyisihan kerugian penurunan nilai.
Pendapatan pembiayaan konsumen yang Unearned consumer financing income is the
belum diakui merupakan selisih antara jumlah difference between total installments to be
keseluruhan pembayaran angsuran yang akan received from customers and the total
diterima dari konsumen dengan jumlah pokok financing which is recognised as income
pembiayaan, yang akan diakui sebagai over the term of the contract using the
penghasilan sesuai dengan jangka waktu effective interest rate. Consumer financing
kontrak dengan menggunakan metode tingkat receivables are classified as financial assets
suku bunga efektif. Piutang pembiayaan at amortised cost. Refer to Note 2c for the
konsumen diklasifikasikan sebagai aset accounting policy of financial instruments.
keuangan dalam kelompok biaya perolehan
diamortisasi. Lihat Catatan 2c untuk kebijakan
akuntansi atas aset keuangan.
Penyelesaian kontrak sebelum masa Early termination is treated as cancellation
pembiayaan konsumen berakhir diperlakukan of an existing contract and the resulting gain
sebagai pembatalan kontrak pembiayaan or loss is credited or charged to the current
konsumen dan laba atau rugi yang terjadi pada year statements of profit or loss at the
saat transaksi timbul diakui dalam laporan laba transaction date.
rugi tahun berjalan pada tanggal terjadinya
transaksi.
Halaman -5/21- Page
Page 36
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
g. Pembiayaan konsumen (lanjutan) g. Consumer financing (lanjutan)
Dalam hal restrukturisasi pembiayaan In terms of restructuring, finance lease is
konsumen dilakukan dengan modifikasi carried out through modification of financing
persyaratan pembiayaan. Kewajiban terms. The additional obligations as well as
tambahan yang timbul maupun yang tertunda the delayed obligations arising from this
dari restrukturisasi ini ditambahkan ke dalam restructuring are added to the outstanding of
jumlah sisa pembiayaan yang harus consumer financing which has to be paid by
dibayarkan oleh konsumen. Dampak the customer. The impact of restructured
pembiayaan yang direstrukturisasi diakui financing is recognised to profit or loss.
dalam laba rugi.
Setelah restrukturisasi, seluruh arus kas After resctructuring, all the contractual cash
kontraktual dalam persyaratan baru dicatat flows under the new terms shall be
sebagai pengembalian pokok pembiayaan accounted for as the repayment of principal
yang diberikan dan pendapatan bunga sesuai and interest income, in accordance with the
dengan syarat-syarat restrukturisasi. restructuring scheme.
Piutang pembiayaan penerusan diakui pada Channelling financing receivables are
awalnya dengan nilai wajar ditambah recognised initially at fair value added by
biaya-biaya transaksi (jika ada) yang dapat attributable transactions costs (if any) and
diatribusikan secara langsung dan subsequently measured at amortised cost
selanjutnya diukur dengan biaya perolehan using the effective interest rate method net
diamortisasi menggunakan metode tingkat of unearned income on channelling
suku bunga efektif setelah dikurangi dengan financing, and allowance for impairment
pendapatan pembiayaan penerusan yang losses.
belum diakui, dan penyisihan kerugian
penurunan nilai.
h. Pembiayaan modal usaha h. Working capital financing
Piutang pembiayaan modal usaha diakui Working capital financing receivables are
pada awalnya dengan nilai wajar dikurangi recognised initially at fair value, deducted by
pendapatan administrasi, dan penyisihan administration income and, allowance for
kerugian penurunan nilai. impairment losses.
Tagihan pembiayaan modal usaha Working capital financing are classified as
diklasifikasikan sebagai aset keuangan financial assets at amortised cost. Refer to
dalam kelompok biaya perolehan Note 2c for the accounting policy financial
diamortisasi. Lihat Catatan 2c untuk instruments.
kebijakan akuntansi instrumen keuangan.
i. Tagihan anjak piutang i. Factoring receivables
Tagihan anjak piutang without recourse Factoring receivables acquired without
diakui pada awalnya dengan nilai wajar recourse are recognised initially at fair value
setelah dikurangi penyisihan kerugian deducted by the allowance for impairment
penurunan nilai. losses.
Tagihan anjak piutang without recourse Factoring receivables without recourse are
diklasifikasikan sebagai aset keuangan classified as financial assets at amortised
dalam kelompok biaya perolehan cost. Refer to Note 2c for the accounting
diamortisasi. Lihat Catatan 2c untuk policy financial instruments.
kebijakan akuntansi instrumen keuangan.
Halaman -5/22- Page
Page 37
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
j. Piutang lain-lain dan uang muka j. Other receivables and advances
Piutang lain-lain terdiri dari piutang premi Other receivables consist of insurance
asuransi, tagihan kepada pihak ketiga, premium receivable, receivables from third
pinjaman karyawan, dan piutang pembiayaan parties, employee loan, and financing
dalam perhatian khusus. receivables with special attention.
Uang muka terdiri dari pembayaran uang Advances consist of the advance payment
muka kepada pihak ketiga. from third parties.
Piutang lain-lain dan uang muka merupakan Other receivables and advances are the
instrumen aset keuangan yang termasuk financial assets instruments which
dalam kategori biaya perolehan diamortisasi. categorised as amortised cost. Refer to Note
Lihat Catatan 2c untuk perlakuan pengukuran 2c for the measurement and recognition
dan pengakuan. method.
k. Piutang pembiayaan dalam perhatian k. Financing receivables with special
khusus attention
Ketika jaminan ditarik karena konsumen tidak When collateral assets are repossessed
dapat memenuhi kewajibannya, piutang dari because customers cannot fulfill their
jaminan yang dikuasai kembali obligations, receivables from collateral are
direklasifikasikan menjadi piutang dengan reclassified to receivables with special
perhatian khusus. Piutang dalam perhatian attention. Receivables with special attention
khusus dinyatakan berdasarkan nilai realisasi are stated at net realisable value, which is
bersih yaitu nilai tercatat piutang pembiayaan the carrying value of related financing
terkait dikurangi penyisihan kerugian receivables deducted by allowance for
penurunan nilai atas piutang tersebut. Piutang impairment losses of receivables with
dalam perhatian khusus diklasifikasikan special attention. Financing receivables with
sebagai piutang lain-lain. Selisih antara nilai special attention is classified as other
tercatat piutang terkait dengan nilai realisasi receivables. Difference between carrying
bersih dicatat sebagai “penyisihan kerugian value of related receivables and net
penurunan nilai”. realisable value is recorded as “allowance
for impairment losses”.
Konsumen memberi kuasa kepada Perseroan The consumer gives the Company the right
untuk menjual ataupun melakukan tindakan to sell the receivables from collateral or take
lainnya dalam upaya penyelesaian pinjaman any other actions to settle the outstanding
konsumen bila terjadi wanprestasi terhadap receivables. Consumers are entitled to the
perjanjian pembiayaan. Konsumen berhak positive differences between the proceeds
atas selisih lebih antara nilai penjualan dengan from the sales of receivables from collateral
liabilitas bersih konsumen. Jika terjadi selisih and the outstanding loans. If there are
kurang, Perseroan akan mencatat sebagai negative differences, the Company will
kerugian atas penjualan piutang dari jaminan record these as losses from disposal of
yang dikuasai kembali. receivables from collateral.
Halaman -5/23- Page
Page 38
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
l. Aset tetap dan penyusutan l. Fixed assets and depreciation
Pada saat pengakuan awal, aset tetap diakui Fixed assets are initially stated at cost, and
sebesar harga perolehan, dan selanjutnya subsequently stated at cost less
dicatat sebesar harga perolehan dikurangi accumulated depreciation and accumulated
akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi impairment (if any).
penurunan nilai (jika ada).
Semua aset tetap disusutkan sampai nilai Fixed assets are depreciated to its residual
sisanya berdasarkan metode garis lurus value using the straight line method over
selama estimasi masa manfaat aset sebagai their expected useful lives which are as
berikut: follows:
Tahun/Years Tarif/Rate
Gedung 20 5% Buildings
Kendaraan 5 20% Motor vehicles
Peralatan dan perabot kantor 5 20% Office equipment and fixtures
Prasarana 5 20% Leasehold improvements
Nilai sisa aset, masa manfaat, dan metode The assets’ residual value, useful lives, and
penyusutan ditelaah jika perlu disesuaikan, depreciation method are reviewed and
pada setiap akhir periode pelaporan. adjusted if appropriate, at the end of each
reporting period.
Nilai sisa adalah estimasi jumlah yang dapat Residual value is the estimated amount that
diperoleh saat ini dari pelepasan aset tetap, the entity would currently obtain from
setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan, disposal of the asset, after deducting the
jika aset telah mencapai kondisi yang estimated costs of disposal, if the assets
diperkirakan pada akhir umur manfaatnya. were already of the age and in the condition
expected at the end of its useful life.
Biaya perbaikan dan pemeliharaan Repair and maintenance costs are charged
dibebankan ke dalam laporan laba rugi to the statement of profit or loss during the
selama periode dimana biaya-biaya tersebut financial period in which they are incurred.
terjadi. Pengeluaran yang memperpanjang Expenditures which extend the future life of
masa manfaat aset atau yang memberikan assets or provide further economic benefits
tambahan manfaat ekonomis dikapitalisasi are capitalised and depreciated.
dan disusutkan.
Apabila nilai tercatat aset lebih besar dari nilai When the carrying amount of an asset is
yang dapat diperoleh kembali, nilai tercatat greater than its estimated recoverable
aset diturunkan menjadi sebesar nilai yang amount, it is written down immediately to its
dapat diperoleh kembali, yang ditentukan recoverable amount, which is determined
berdasarkan nilai tertinggi antara harga jual based on the higher of net selling price or
bersih dan nilai pakai. value in use.
Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau When fixed assets are retired or disposed,
dijual, maka harga perolehan dan akumulasi their costs and the related accumulated
penyusutannya dikeluarkan dari laporan depreciation are eliminated from the
keuangan dan keuntungan atau kerugian yang financial statements and the resulting gains
terjadi diakui dalam laporan laba rugi. or losses are recognised in the statements
of profit or loss.
Halaman -5/24- Page
Page 39
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
m. Pinjaman yang diterima m. Borrowings
Pinjaman yang diterima pada awalnya diakui Borrowings are recognised initially at fair
sebesar nilai wajar setelah dikurangi biaya- value, net of directly attributable transaction
biaya transaksi (jika ada) yang dapat costs (if any). Borrowings are subsequently
diatribusikan secara langsung. Pinjaman yang stated at amortised cost, any difference
diterima selanjutnya dicatat menggunakan between the proceeds (net of transaction
biaya perolehan diamortisasi, selisih antara costs) and the redemption value is
jumlah yang diterima (bersih setelah dikurangi recognised in the profit or loss over the
biaya-biaya transaksi) dan nilai penyelesaian period of the borrowings using the effective
pinjaman yang diterima tersebut diakui dalam interest method. Borrowings are classified
laporan laba rugi sepanjang masa pinjaman as financial liabilities at amortised cost.
dengan menggunakan metode bunga efektif.
Pinjaman yang diterima diklasifikasikan
sebagai liabilitas keuangan yang diukur
dengan biaya perolehan diamortisasi.
Biaya yang dibayarkan pada saat pembukaan Fees paid on the establishment of loan
fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya facilities are recognised as transaction costs
transaksi pinjaman sepanjang besar of the loan to the extent that it is probable
kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas that some or all of the facility will be drawn
akan ditarik. Dalam hal ini, biaya tersebut down. In this case, the fee is deferred until
ditangguhkan sampai penarikan terjadi. the draw-down occurs. To the extent there is
Sepanjang tidak terdapat bukti bahwa besar no evidence that it is probable that some or
kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas all of the facility will be drawn down, the fee
akan ditarik, biaya tersebut dikapitalisasi is capitalised as a prepayment of liquidity
sebagai pembayaran di muka atas layanan services and amortised over the period of
likuiditas dan diamortisasi selama jangka the facility to which it relates.
waktu fasilitas terkait.
Biaya pinjaman akan dihentikan Borrowings are removed from the
pengakuannya dari laporan posisi keuangan statements of financial position when the
ketika kewajiban yang tertulis pada kontrak obligation specified in the contract is
dibatalkan, atau sudah tidak berlaku. Selisih discharged, canceled or expired. The
antara nilai tercatat dari liabilitas keuangan difference between the carrying amount of a
yang sudah berakhir atau dialihkan ke pihak financial liability that has been extinguished
lain, dan imbalan yang dibayarkan, termasuk or transferred to another party and the
aset non kas yang dialihkan atau liabilitas yang consideration paid, including any non-cash
ditanggung, diakui dalam laba rugi sebagai assets transferred or liabilities assumed, is
pendapatan lain-lain atau biaya keuangan. recognised in profit or loss as other income
or finance costs.
Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi
atas liabilitas keuangan yang diukur dengan Refer to Note 2c for the accounting policy of
biaya perolehan diamortisasi. financial liabilities at amortised cost.
n. Imbalan kerja n. Employee benefits
Imbalan kerja jangka pendek Short-term employee benefits
Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat Short-term employee benefits are
terutang kepada karyawan. Imbalan kerja recognised when they accrue to the
jangka pendek termasuk merupakan upah employees. Short-term employee benefits
dan gaji yang akan diselesaikan dalam waktu include wages and salaries that will be
12 bulan setelah akhir dari periode ketika settled within 12 months after the end of the
pekerja memberikan jasa hingga akhir dari period when the employee renders the
periode pelaporan dan dihitung pada jumlah related services until the end of the reporting
yang diperkirakan akan dibayar ketika period and is calculated at the amount
liabilitas diselesaikan. expected to be paid when the liability is
settled.
Halaman -5/25- Page
Page 40
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
n. Imbalan kerja (lanjutan) n. Employee benefits (continued)
Imbalan pensiun dan imbalan pascakerja Pension benefits and other post-
lainnya employment benefits
Perseroan memiliki program pensiun imbalan The Company has defined benefit and
pasti dan iuran pasti. defined contribution pension plans.
Program iuran pasti merupakan program A defined contribution plan is a pension plan
pensiun dimana Perseroan membayar under which the Company pays fixed
sejumlah iuran tertentu kepada entitas yang contributions into a separate entity. The
terpisah. Perseroan tidak memiliki kewajiban Company has no legal or constructive
hukum atau konstruktif untuk membayar iuran obligations to pay further contributions if the
lebih lanjut jika entitas tersebut tidak memiliki fund does not hold sufficient assets to pay
aset yang cukup untuk membayar seluruh all employees the benefits relating to
imbalan atas jasa yang diberikan pekerja pada employee service in the current and prior
periode berjalan maupun periode lalu. periods.
Untuk program iuran pasti, Perseroan For defined contribution plan, the Company
membayar iuran program pensiun baik karena pays contributions to pension plans on a
diwajibkan, berdasarkan kontrak atau mandatory, contractual or voluntary basis.
sukarela. Namun karena Undang-Undang However, since Job Creation Law No. 11 of
Cipta Kerja No. 11 tahun 2020 mengharuskan 2020 requires an entity to pay to a worker
entitas membayar jumlah tertentu kepada para entering into pension age a certain amount
pekerja yang telah memasuki usia pensiun based on the worker’s length of service, the
yang ditentukan berdasarkan masa kerja, Company is exposed to the possibility of
Perseroan rentan terhadap kemungkinan having to make further payments to reach
untuk membayar kekurangan apabila iuran that certain amount in particular when the
kumulatif kurang dari jumlah tertentu. Sebagai cumulative contributions are less than that
akibatnya untuk tujuan pelaporan keuangan, amount. Consequently for financial
program iuran pasti secara efektif diberlakukan reporting purposes, defined contribution
seolah-olah sebagai program imbalan pasti. plans are effectively treated as if they were
defined benefit plans.
Program pensiun imbalan pasti ditujukan untuk Defined benefit pension plan is designated
karyawan yang telah menjadi peserta Dana for all employees who became member of
Pensiun Astra 1 sebelum atau pada tanggal Dana Pension Astra 1 on or before 20 April
20 April 1992. Sedangkan program pensiun 1992. Hence, defined contribution pension
iuran pasti ditujukan untuk karyawan yang plan is designated for employees who
menjadi peserta Dana Pensiun Astra 2 become a member of Dana Pensiun Astra 2
sesudah tanggal 20 April 1992. after 20 April 1992.
Liabilitas program pensiun imbalan pasti yang The liability recognised in the statements of
diakui di laporan posisi keuangan adalah nilai financial position in respect of defined
kini liabilitas imbalan pasti pada tanggal benefit pension plans is the present value of
laporan posisi keuangan dikurangi nilai wajar the defined benefit obligation at the
aset program. Liabilitas imbalan pasti dihitung statements of financial position’s date less
setiap tahun oleh aktuaris independen dengan the fair value of plan assets. The defined
menggunakan metode Projected Unit Credit. benefit obligation is calculated annually by
Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan independent actuaries using the Projected
dengan mendiskontokan estimasi arus kas Unit Credit method. The present value of the
keluar di masa yang akan datang dengan defined benefit obligation is determined by
menggunakan tingkat bunga Obligasi discounting the estimated future cash
Pemerintah dalam mata uang yang sama outflows using interest rates of Government
dengan mata uang pensiun yang akan Bonds that are denominated in the currency
dibayarkan dan waktu jatuh tempo yang in which the pension will be paid, and that
kurang lebih sama dengan waktu jatuh tempo have terms to maturity approximating the
pensiun yang bersangkutan. terms of the related pension liability.
Halaman -5/26- Page
Page 41
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
n. Imbalan kerja (lanjutan) n. Employee benefits (continued)
Imbalan pensiun dan imbalan pascakerja Pension benefits and other post-
lainnya (lanjutan) employment benefits (continued)
Biaya bunga bersih dihitung dengan The net interest cost is calculated by
menerapkan tingkat diskonto terhadap saldo applying the discount rate to the net balance
bersih kewajiban imbalan pasti dan nilai wajar of the defined benefit obligation and the fair
aset program. Biaya ini termasuk dalam beban value of plan assets. This cost is included in
imbalan kerja dalam laporan laba rugi. employee benefit expense in the statement
of profit or loss.
Keuntungan dan kerugian atas pengukuran Remeasurement gains and losses arising
kembali yang timbul dari penyesuaian dan from experience adjustments and changes
perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial in actuarial assumptions are charged or
langsung diakui seluruhnya melalui credited to equity in other comprehensive
pendapatan komprehensif lainnya pada saat income in the period in which they arise.
terjadinya. Keuntungan dan kerugian ini They are included in retained earnings in the
termasuk didalam laba ditahan pada laporan statements of changes in equity and in the
perubahan ekuitas dan pada laporan posisi statements of financial position.
keuangan.
Perubahan nilai kini atas kewajiban imbalan Changes in the present value of the defined
pasti yang timbul dari Amendemen rencana benefit obligation resulting from plan
atau pembatasan langsung diakui dalam amendments or curtailments are recognised
laporan laba rugi sebagai biaya jasa lalu. immediately in a profit or loss as past service
costs.
Keuntungan dan kerugian dari kurtailmen atau Gains or losses on the curtailment or
penyelesaian program manfaat pasti diakui di settlement of a defined benefit plan are
laba rugi ketika kurtailmen atau penyelesaian recognised in profit or loss when the
tersebut terjadi. Perseroan juga memberikan curtailment or settlement occurs. The
imbalan pascakerja lainnya, seperti uang Company also provide other post-
penghargaan dan uang pisah. employment benefits, service pay and
separation pay.
Imbalan berupa uang penghargaan diberikan The service pay benefit vests when the
apabila karyawan bekerja hingga mencapai employees reach their retirement age. The
usia pensiun. Sedangkan imbalan berupa separation pay benefit is paid to employees
uang pisah, dibayarkan kepada karyawan in the case of voluntary resignation, subject
yang mengundurkan diri secara sukarela, to a minimum number of years of service.
setelah memenuhi minimal masa kerja These benefits have been accounted for
tertentu. Imbalan ini dihitung dengan using the same methodology as for the
menggunakan metodologi yang sama dengan defined benefit pension plan.
metodologi yang digunakan dalam perhitungan
program pensiun imbalan pasti.
Imbalan jangka panjang lainnya Other long-term benefits
Imbalan jangka panjang lainnya seperti cuti Other long-term employee benefits such as
berimbalan jangka panjang dan penghargaan long service leave and jubilee awards are
jubilee dihitung dengan menggunakan metode calculated using the projected unit credit
Projected Unit Credit dan didiskontokan ke method and discounted to present value.
nilai kini. Kewajiban ini dinilai setiap tahun oleh These obligations are valued annually by
aktuaris independen yang memenuhi syarat. independent qualified actuaries. These
Imbalan ini dihitung dengan menggunakan benefits are accounted for using the same
metodologi yang sama dengan metodologi methodology as for the defined benefit
yang digunakan dalam perhitungan program pension plan, except for remeasurements
pensiun imbalan pasti, kecuali untuk which are recognised in profit or loss.
pengukuran kembali yang diakui pada laba
rugi.
Halaman -5/27- Page
Page 42
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
o. Pengakuan pendapatan dan beban o. Income and expense recognition
Pendapatan dari sewa pembiayaan Income from finance lease (refer to Note 2f),
(lihat Catatan 2f), pembiayaan konsumen consumer financing (refer to Note 2g),
(lihat Catatan 2g), pembiayaan modal usaha working capital financing (refer to Note 2h),
(lihat Catatan 2h), dan anjak piutang and factoring (refer to Note 2i) are
(lihat Catatan 2i) diakui sesuai dengan jangka recognised over the term of the respective
waktu kontrak berdasarkan metode suku contracts using the effective interest
bunga efektif. method.
Metode suku bunga efektif adalah metode The effective interest method is a method of
yang digunakan untuk menghitung biaya calculating the amortised cost of a financial
perolehan diamortisasi dari aset keuangan asset or a financial liability and of allocating
atau liabilitas keuangan dan metode untuk the interest income or interest expense over
mengalokasikan pendapatan bunga atau the relevant period. The effective interest
beban bunga selama periode yang relevan. rate is the rate that exactly discounts
Suku bunga efektif adalah suku bunga yang estimated future cash payments or receipts
secara tepat mendiskontokan estimasi through the expected life of the financial
pembayaran atau penerimaan kas di masa instrument to the net carrying amount of the
datang selama perkiraan umur dari instrumen financial asset or financial liability. When
keuangan untuk memperoleh nilai tercatat calculating the effective interest rate, the
bersih dari aset keuangan atau liabilitas Company estimates cash flows considering
keuangan. Pada saat menghitung suku bunga all contractual terms of the financial
efektif, Perseroan mengestimasi arus kas instrument but does not consider future
dengan mempertimbangkan seluruh credit losses. These calculations include
persyaratan kontraktual dalam instrumen transaction costs (if any).
keuangan tersebut, namun tidak
mempertimbangkan kerugian kredit di masa
datang. Perhitungan ini mencakup biaya
transaksi (jika ada).
Pendapatan bunga disajikan sebagai Interest income is presented as financial
pendapatan keuangan yang diperoleh dari income obtained from financial assets held
aset keuangan yang dimiliki untuk tujuan for cash management purposes.
pengelolaan kas.
Pendapatan penalti dikenakan kepada Penalty income is charged to consumers
konsumen yang menyelesaikan kontrak who terminated their contracts before
sebelum masa pembiayaan berakhir dan financing period ends and consumers who
konsumen yang terlambat melakukan are late making payments.
pembayaran.
Lain-lain merupakan pendapatan bunga masa Others represents grace period interest
tenggang terkait tunggakan dan pendapatan income related to overdue and interest
bunga yang berasal dari pinjaman karyawan. income from employee loans.
Pendapatan bunga, pendapatan penalti, dan Interest income, penalty income, and others
lain-lain diakui pada saat penerimaan dapat are recognised when realisation is certain.
dipastikan.
Beban diakui pada saat terjadinya, dengan Expenses are recognised as incurred on an
menggunakan dasar akrual. accruals basis.
Halaman -5/28- Page
Page 43
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
p. Pajak penghasilan kini dan tangguhan p. Current and deferred income tax
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan The tax expenses comprises of current and
tangguhan. Pajak diakui dalam laporan laba deferred tax. Tax is recognised in
rugi, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan statements of profit and loss, except to the
transaksi atau kejadian yang langsung diakui extent that it relates to items recognised
ke penghasilan komprehensif lain atau directly in other comprehensive income or
langsung diakui ke ekuitas. Dalam hal ini pajak directly in equity. In this case, the tax is also
tersebut masing-masing diakui dalam recognised in other comprehensive income
penghasilan komprehensif lain atau ekuitas. or equity, respectively.
Beban pajak kini dihitung berdasarkan The current income tax charge is calculated
peraturan perpajakan yang sudah berlaku on the basis of the tax laws enacted at the
pada periode pelaporan keuangan, di negara reporting period in the countries where the
dimana Perseroan beroperasi dan Company’s operate and generate taxable
menghasilkan pendapatan kena pajak. income. Management periodically evaluates
Manajemen secara periodik mengevaluasi positions taken in tax returns with respect
posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan situation in which applicable tax regulation is
Tahunan (“SPT”) sehubungan dengan situasi subject to interpretation. It establishes
di mana aturan pajak yang berlaku provisions where appropriate on the basis of
membutuhkan interpretasi. Jika perlu, amounts expected to be paid to the tax
manajemen menentukan provisi berdasarkan authorities.
jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada
otoritas pajak.
Pajak penghasilan tangguhan diakui Deferred income tax is provided in full, using
sepenuhnya, dengan menggunakan metode the liability method, on temporary
liabilitas untuk semua perbedaan temporer differences which arise from the difference
yang berasal dari selisih antara dasar between the tax bases of assets and
pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan liabilities and their carrying amounts in the
nilai tercatatnya pada laporan keuangan. financial statements. However, deferred tax
Namun, liabilitas pajak penghasilan liabilities are not recognised if they arise
tangguhan tidak diakui jika berasal dari from the initial recognition of goodwill.
pengakuan awal goodwill. Pajak penghasilan Deferred income tax is also not accounted
tangguhan juga tidak diperhitungkan jika pajak for if it arises from initial recognition of an
penghasilan tangguhan tersebut timbul dari asset or liability in a transaction other than a
pengakuan awal aset atau pengakuan awal business combination that at the time of the
liabilitas dalam transaksi yang bukan transaction affects neither accounting nor
kombinasi bisnis yang pada saat transaksi taxable profit or loss.
tidak mempengaruhi laba akuntansi maupun
laba kena pajak/rugi pajak.
Pajak penghasilan tangguhan diukur dengan Deferred income tax is determined using tax
menggunakan tarif pajak yang sudah rates that have been enacted or
diberlakukan atau secara substantif berlaku substantially enacted by the end of the
pada akhir periode pelaporan dan reporting period and are expected to apply
diekspektasi akan digunakan ketika aset pajak when the related deferred income tax asset
tangguhan yang berhubungan direalisasi atau is realised or the deferred income tax liability
liabilitas pajak tangguhan diselesaikan. is settled.
Aset pajak tangguhan diakui hanya jika Deferred tax assets are recognised only if it
kemungkinan jumlah penghasilan kena pajak is probable that future taxable amounts will
dimasa depan akan memadai untuk be available to utilise those temporary
dikompensasi dengan perbedaan temporer differences and losses.
yang masih dapat dimanfaatkan.
Halaman -5/29- Page
Page 44
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
p. Pajak penghasilan kini dan tangguhan p. Current and deferred income tax
(lanjutan) (continued)
Aset dan liabilitas pajak penghasilan Deferred tax assets and liabilities are offset
tangguhan dapat saling hapus apabila when there is a legally enforceable right to
terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk offset current tax assets and liabilities and
melakukan saling hapus antara aset pajak kini when the deferred tax balances relate to the
dengan liabilitas pajak kini dan apabila aset same taxation authority. Current tax assets
dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan and tax liabilities are offset where the entity
dikenakan oleh otoritas perpajakan yang has a legally enforceable right to offset and
sama. Aset pajak kini dan liabilitas pajak kini intends either to settle on a net basis, or to
akan saling hapus ketika entitas memiliki hak realise the asset and settle the liability
yang berkekuatan hukum untuk melakukan simultaneously.
saling hapus dan adanya niat untuk
melakukan penyelesaian saldo-saldo tersebut
secara bersih atau untuk merealisasikan dan
menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
q. Utang obligasi q. Bonds payable
Utang obligasi dicatat sebesar nilai nominal Bonds payable are presented at nominal
dikurangi dengan biaya emisi yang belum value net of unamortised securities issuance
diamortisasi. Biaya emisi adalah biaya yang cost. Costs incurred in connection with
terjadi sehubungan dengan utang obligasi, bonds payable are recognised as a discount
diakui sebagai diskonto dan dikurangkan and offset directly from the proceeds derived
langsung dari hasil emisi dan diamortisasi from such offerings and amortised over the
selama jangka waktu utang obligasi tersebut period of the bonds payable using effective
dengan menggunakan metode suku bunga interest rate method. Bonds payable are
efektif. Utang obligasi diklasifikasikan sebagai classified as financial liabilities at amortised
liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya cost. Refer to Note 2c for the accounting
perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2c untuk policy of financial liabilities at amortised cost.
kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan
yang diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi.
Bunga atas utang obligasi diakui sebagai Interest on bonds payable are recorded as
beban bunga dan keuangan berdasarkan interest and financing charges using accrual
basis akrual. basis.
r. Transaksi sewa r. Lease transaction
Pada tanggal permulaan kontrak, Perseroan At the inception of a contract, the Company
menilai apakah kontrak merupakan atau assesses whether the contract is or contains
mengandung sewa. Suatu kontrak merupakan a leases. A contract is or contains a leases if
atau mengandung sewa jika kontrak tersebut the contract conveys the right to control the
memberikan hak untuk mengendalikan use of an identified assets for a period of
penggunaan aset identifikasian selama suatu time in exchange for consideration. The
jangka waktu untuk dipertukarkan dengan Company can choose not to recognise the
imbalan. Perseroan dapat memilih untuk tidak right-of-use asset and lease liabilities for:
mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa
untuk:
- Sewa jangka pendek; dan - Short-term lease; and
- Sewa yang aset pendasarnya bernilai - Low value assets
rendah
Halaman -5/30- Page
Page 45
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
r. Transaksi sewa (lanjutan) r. Lease transaction (continued)
Untuk menilai apakah kontrak memberikan To assess whether a contract conveys the
hak untuk mengendalikan penggunaan aset right to control the use of an identified asset,
identifikasian, Perseroan harus menilai the Company shall assess whether:
apakah:
- Perseroan memiliki hak untuk - The Company has the right to obtain
mendapatkan secara substansial secara substantially all the economic benefit
ekonomi dari penggunaan aset from use of the asset throughout the
identifikasian; dan period of use; and
- Perseroan memiliki hak untuk - The Company has the right to direct the
mengarahkan penggunaan aset use of the asset. The Company owns
identifikasian. Perseroan memiliki hak this right when it has a relevant
untuk pengambilan keputusan yang decision-making right to change how
relevan tentang bagaimana dan untuk and for what purpose the asset is used
tujuan apa aset digunakan telah predeterminately and:
ditentukan sebelumnya dan:
1. Perseroan memiliki hak untuk 1. The Company has the right to
mengoperasikan aset; atau operate the asset; or
2. Perseroan telah mendesain aset 2. The Company has designed the
dengan cara menetapkan sebelumnya asset in a way that predetermines
bagaimana dan untuk tujuan apa aset how and for what purpose it will be
akan digunakan selama periode used.
penggunaan.
Pada tanggal permulaan sewa, Perseroan The Company recognises a right-of-use
mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa. asset and a leases liability at the leases
Aset hak guna diukur pada biaya perolehan, commencement date. The right-of-use asset
dimana meliputi jumlah pengukuran awal is initially measured at cost, which
liabilitas sewa yang disesuaikan dengan comprises the initial amount of the leases
pembayaran sewa yang dilakukan pada atau liability adjusted for any leases payment
sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan made at or before the commencement date,
biaya langsung awal yang dikeluarkan. Aset plus any initial direct cost incurred. The right-
hak guna disusutkan dengan menggunakan of-use asset is depreciated over the straight
metode garis lurus sepanjang jangka waktu line method throughout the lease term.
sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini The lease liability is initially measured at the
pembayaran sewa yang belum dibayar pada present value of the lease payments that are
tanggal permulaan, didiskontokan dengan not paid at the commencement date,
menggunakan suku bunga implisit dalam discounted using the interest rate implicit in
sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat the lease or, if that right cannot be readily
ditentukan, maka menggunakan suku bunga determined, using incremental borrowing
pinjaman inkremental. rate.
Pembayaran sewa dialokasikan menjadi Each lease payment is allocated into the
bagian pokok dan biaya bunga. Biaya bunga lease liabilities and interest cost. The
dibebankan pada laba rugi selama periode interest cost is charged to profit or loss over
sewa sehingga menghasilkan tingkat suku the leases period so as to produce a
bunga periodik yang konstan atas saldo constant periodic rate of interest on the
liabilitas untuk setiap periode. remaining balance of the liability for each
period.
s. Laba per saham s. Earnings per share
Laba per saham dasar dihitung dengan Basic earning per share is calculated by
membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata dividing net income in the year by the
tertimbang jumlah saham biasa yang beredar weighted average number of ordinary
sepanjang tahun. shares outstanding during the year.
Laba bersih per saham dilusian dihitung Diluted earnings per share is calculated by
dengan menyesuaikan jumlah rata-rata adjusting the weighted average number of
tertimbang saham biasa yang beredar dengan ordinary shares outstanding to assume
asumsi bahwa semua efek berpotensi saham conversion of all potential dilutive ordinary
biasa yang sifatnya dilutif dikonversi. shares.
Halaman -5/31- Page
Page 46
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
t. Transaksi dengan pihak berelasi t. Transaction with related parties
Perseroan melakukan transaksi dengan pihak The Company has transactions with related
berelasi sebagaimana didefinisikan dalam parties as defined in SFAS 224 regarding
PSAK 224 “Pengungkapan Pihak-pihak yang “Related Parties Disclosure”, the meaning of
Berelasi”, yang dimaksud dengan pihak yang a related party is a person or entity that is
berelasi adalah orang atau entitas yang related to a reporting entity as follows:
berelasi dengan entitas pelapor sebagai
berikut:
a. Orang atau anggota keluarga terdekatnya a. A person or a close member of that
berelasi dengan entitas pelapor jika orang person’s family is related to a reporting
tersebut: entity if that person:
i. memiliki pengendalian atau i. has control or joint control over the
pengendalian bersama terhadap reporting entity;
entitas pelapor;
ii. memiliki pengaruh signifikan terhadap ii. has significant influence over the
entitas pelapor; atau reporting entity; or
iii. personil manajemen kunci entitas iii. is member of the key management
pelapor atau entitas induk pelapor. personnel of the reporting entity of a
parent of the reporting entity.
b. Suatu entitas berelasi dengan entitas b. An entity is related to a reporting entity if
pelapor jika memenuhi hal-hal sebagai any of the following conditions applies:
berikut:
i. entitas dan entitas pelapor adalah i. the entity and the reporting entity are
anggota dari kelompok usaha yang members of the same the Company
sama (artinya entitas induk, entitas (which means that each parent,
anak dan entitas anak berikutnya subsidiary and fellow subsidiary is
terkait dengan entitas lain); related to the others);
ii. suatu entitas adalah entitas asosiasi ii. one entity is an associate or joint
atau ventura bersama bagi entitas lain venture of the other entity (or an
(atau entitas asosiasi atau ventura associate or joint venture of member
bersama yang merupakan anggota of a company of which the other
suatu kelompok usaha, dimana entitas entity is a member);
lain tersebut adalah anggotanya);
iii. kedua entitas tersebut adalah ventura iii. both entities are joint ventures of the
bersama dari pihak ketiga yang sama; same third party;
iv. suatu entitas adalah ventura bersama iv. one entity is a joint venture of a third
dari entitas ketiga dan entitas yang entity and the other entity is an
lain adalah entitas asosiasi dari entitas associate of the third entity;
ketiga;
v. entitas tersebut adalah suatu program v. the entity is a post-employment
imbalan pascakerja untuk imbalan benefit plan for the benefit of
kerja dari suatu entitas pelapor atau employees of either the reporting
entitas yang terkait dengan entitas entity or an entity related to the
pelapor; reporting entity;
vi. entitas yang dikendalikan atau vi. the entity controlled or jointly
dikendalikan bersama oleh orang controlled by a person identified in
yang diidentifikasi dalam butir (a); (a);
vii. orang yang diidentifikasi, dalam butir vii. a person identified in (a) (i) has
(a) (i) memiliki pengaruh signifikan significant influence over the entity
terhadap entitas atau anggota personil or is a member of the key
manajemen kunci entitas (atau entitas management personnel of the entity
induk dari entitas); (or of a parent of the entity);
viii. entitas, atau anggota dari kelompok di viii. an entity, or any member of a group
mana entitas merupakan bagian dari of which it is a part, that provides key
kelompok tersebut, menyediakan jasa management personnel services to
personil manajemen kunci kepada the reporting entity or it is parent.
entitas pelapor atau kepada entitas
induk dari entitas pelapor.
Jenis transaksi dan saldo dengan pihak The nature of transactions and balances of
berelasi, diungkapkan dalam Catatan 23. accounts with related parties, are disclosed
in the Note 23.
Halaman -5/32- Page
Page 47
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICIES
(lanjutan) (continued)
u. Informasi segmen u. Segment information
Sebuah segmen operasi adalah suatu An operating segment is a component of
komponen dari entitas: entity which:
i. yang terlihat dalam aktivitas bisnis yang i. involves with business activities to
memperoleh pendapatan dan generate income and expenses (include
menimbulkan beban (termasuk income and expenses relating to the
pendapatan dan beban yang terkait transactions with other components with
dengan transaksi dengan komponen lain the same entity);
dari entitas yang sama);
ii. hasil operasinya dikaji ulang secara ii. operations result is observed regularly
berkala oleh kepala operasional untuk by chief decision maker to make
pembuatan keputusan tentang sumber decisions regarding the allocation of
daya yang dialokasikan pada segmen resources and to evaluate the works;
tersebut dan menilai kinerjanya; dan and
iii. tersedia informasi keuangan yang dapat iii. separate financial information is
dipisahkan. available.
Segmen operasi Perseroan disajikan The Company discloses the operating
berdasarkan segmen bisnis yang terdiri dari segment based on business segments that
sewa pembiayaan, pembiayaan konsumen, consists of: finance leases, consumer
anjak piutang, pembiayaan modal kerja, dan financing, factoring, working capital
tidak dapat dialokasikan (lihat Catatan 25). financing, and unallocated (refer to Note 25).
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND
YANG PENTING JUDGEMENTS
Beberapa estimasi dan asumsi dibuat dalam Certain estimates and assumptions are made in
rangka penyusunan laporan keuangan dimana the preparation of the financial statements.
dibutuhkan pertimbangan manajemen dalam These often require management judgement in
menentukan metodologi yang tepat untuk penilaian determining the appropriate methodology for
aset dan liabilitas. valuation of assets and liabilities.
Manajemen membuat estimasi dan asumsi yang Management makes estimates and assumptions
berimplikasi pada pelaporan nilai aset dan liabilitas that affect the reported amounts of assets and
atas tahun keuangan satu tahun kedepan. Semua liabilities within the next financial year. All
estimasi dan asumsi yang diharuskan oleh PSAK estimates and assumptions required in
adalah estimasi terbaik yang didasarkan standar conformity with SFAS are best estimates
yang berlaku. Estimasi dan pertimbangan undertaken in accordance with the applicable
dievaluasi secara terus menerus dan berdasarkan standard. Estimates and judgements are
pengalaman masa lalu dan faktor-faktor lain evaluated on a continuous basis, and are based
termasuk harapan atas kejadian yang akan datang. on past experience and other factors, including
expectations with regard to future events.
Walaupun estimasi dan asumsi ini dibuat Although these estimates and assumptions are
berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas based on management’s best knowledge of
kejadian dan tindakan saat ini, hasil yang timbul current events and activities, actual result may
mungkin berbeda dengan estimasi dan asumsi differ from those estimates and assumption.
semula.
Sumber utama ketidakpastian estimasi: Key sources of estimation uncertainty:
a. Penyisihan kerugian penurunan nilai aset a. Allowance for impairment losses of
keuangan financial assets
Perseroan melakukan reviu atas aset The Company reviews its financial assets at
keuangan pada setiap tanggal laporan untuk reporting date to evaluate the allowance for
melakukan penilaian atas penyisihan kerugian impairment losses. Management’s
penurunan nilai yang telah dicatat. judgement is applied in the estimation when
Pertimbangan manajemen diperlukan dalam determining the level of allowance required.
menentukan estimasi yang digunakan untuk
menentukan tingkat penyisihan yang
dibutuhkan.
Halaman -5/33- Page
Page 48
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND
YANG PENTING (lanjutan) JUDGEMENTS (continued)
Sumber utama ketidakpastian estimasi: Key sources of estimation uncertainty:
(lanjutan) (continued)
a. Penyisihan kerugian penurunan nilai aset a. Allowance for impairment losses of
keuangan (lanjutan) financial assets (continued)
Kondisi spesifik penurunan nilai debitur dalam The specific debtors' conditions in
pembentukan penyisihan kerugian penurunan determining allowance for impairment
nilai atas aset keuangan dievaluasi secara amount of the financial assets is evaluated
individu berdasarkan estimasi terbaik individually and is based upon
manajemen atas nilai kini arus kas yang management's best estimate of the present
diharapkan akan diterima. Dalam value of the cash flows that are expected to
mengestimasi arus kas tersebut, manajemen be received. In estimating these cash flows,
membuat pertimbangan tentang segmentasi management makes judgements about the
portofolio piutang sewa pembiayaan, piutang segmentation of the portfolio of finance
pembiayaan konsumen, dan tagihan anjak lease receivables, consumer financing
piutang, periode dari data kerugian historis receivables, and factoring receivables, the
yang digunakan, identifikasi faktor ekonomi period of historical loss data used,
makro yang paling relevan yang identification of the most relevant
mempengaruhi pelunasan jumlah piutang macroeconomic factors affecting the
pembiayaan sewa, piutang pembiayaan settlement of the amounts due from finance
konsumen, dan tagihan anjak piutang, situasi lease receivables, consumer financing
keuangan debitur dan nilai realisasi bersih receivables, and factoring receivables,
berdasarkan jaminan estimasi nilai pasar untuk debtors' financial situation and the net
jaminan yang dimiliki berdasarkan kondisi realisable value of any underlying collateral
pasar masa kini. Setiap aset yang mengalami based on estimated market value for
penurunan nilai dinilai sesuai dengan manfaat collaterals held in the current market
yang ada dan strategi penyelesaian serta conditions. Each impaired asset is assessed
estimasi arus kas yang diperkirakan dapat on its merits and the workout strategy and
diterima disetujui secara independen oleh estimated cash flows considered
Manajemen Risiko. recoverable are independently approved by
the Risk Management.
Evaluasi cadangan kerugian penurunan nilai Evaluation on collective impairment
secara kolektif meliputi kerugian kredit yang allowance covers credit losses inherent in
melekat pada portofolio piutang sewa portfolios of finance lease receivables,
pembiayaan, piutang pembiayaan konsumen, consumer financing receivables, working
piutang pembiayaan modal usaha, dan capital receivables, factoring receivables
pembiayaan anjak piutang dengan with similar economic characteristics based
karakteristik ekonomi yang serupa on expected credit losses calculation but the
berdasarkan perhitungan kerugian kredit individual impaired items cannot yet be
eskpektasian namun penurunan nilai secara identified. In assessing the need for
individu belum dapat diidentifikasi. Dalam allowance for collective impairment losses,
menentukan perlunya untuk membentuk management considers factors such as
cadangan kerugian penurunan nilai secara credit quality, portfolio size, credit
kolektif, manajemen mempertimbangkan concentrations, and economic factors.
faktor-faktor seperti kualitas kredit, portofolio,
konsentrasi kredit, dan faktor ekonomi.
Guna membuat estimasi penyisihan yang In order to estimate the required allowance,
diperlukan, manajemen membuat asumsi assumptions are made to define the way
untuk menentukan kerugian yang melekat, dan inherent losses are modelled and to
untuk menentukan parameter input yang determine the required input parameters,
diperlukan, berdasarkan pengalaman masa based on historical experience and current
lalu dan kondisi ekonomi saat ini. economic conditions.
Keakuratan penyisihan tergantung pada The accuracy of the allowances depends on
seberapa baik estimasi arus kas masa depan how well these estimate future cash flows for
untuk cadangan counterparty tertentu dan specific counterparty allowances and
asumsi model dan parameter yang digunakan the model assumptions and parameters
dalam menentukan penyisihan penurunan nilai used in determining collective impairment
kolektif. allowances.
Halaman -5/34- Page
Page 49
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND
YANG PENTING (lanjutan) JUDGEMENTS (continued)
Sumber utama ketidakpastian estimasi: Key sources of estimation uncertainty:
(lanjutan) (continued)
b. Nilai wajar dari instrumen keuangan b. Fair value of financial instruments
Dalam menentukan nilai wajar aset keuangan In determining the fair value for financial
dan liabilitas yang tidak mempunyai harga assets and financial liabilities for which there
pasar, Perseroan menggunakan teknik is no observable market price, the Company
penilaian seperti yang dijelaskan dalam uses the valuation techniques as described
Catatan 2c. Untuk instrumen keuangan yang in Note 2c. For financial instruments that are
jarang diperdagangkan dan memiliki informasi traded infrequently and lack of price
harga yang terbatas, nilai wajar menjadi transparency, fair value is less objective and
kurang objektif dan membutuhkan berbagai requires varying degrees of judgement
tingkat penilaian tergantung pada likuiditas, depending on liquidity, concentration,
konsentrasi, faktor ketidakpastian pasar, uncertainty of market factors, pricing
asumsi harga dan risiko lainnya. assumptions and other risks affecting the
specific instrument.
c. Imbalan kerja c. Employee benefits
Nilai kini imbalan kerja karyawan tergantung The present value of the employee benefit
pada beberapa faktor yang ditentukan dengan obligations depends on a number of factors
dasar aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. that are determined on an actuarial basis
Perubahan atas asumsi-asumsi ini akan using a number of assumptions. Any
mempengaruhi jumlah tercatat atas imbalan changes in these assumptions will impact
kerja karyawan. the carrying amount of employee benefit
obligations.
Asumsi yang digunakan dalam menentukan The assumptions used in determining the
biaya/(pendapatan) bersih untuk imbalan kerja net cost/(income) for employee’s benefit
karyawan antara lain tingkat diskonto, tingkat included the discount rate, salary increment
kenaikan gaji di masa datang, usia pensiun rate, normal pension age, mortality rate, and
normal, tingkat mortalitas, dan lain-lain. others.
Perseroan menentukan tingkat diskonto yang The Company determines the appropriate
tepat pada setiap akhir periode pelaporan. Ini discount rate at the end of each reporting
merupakan tingkat suku bunga yang harus period. This is the interest rate that should
digunakan untuk menentukan nilai kini atas be used to determine the present value of
arus kas keluar masa depan yang diestimasi estimated future cash outflows expected to
dan akan digunakan untuk membayar imbalan be required to settle the employee’s benefit
kerja karyawan. Dalam menentukan tingkat obligations. In determining the appropriate
diskonto yang tepat, Perseroan discount rate, the Company considers the
mempertimbangkan tingkat imbal hasil obligasi yield of government bonds that have terms
pemerintah yang mempunyai jangka waktu to maturity approximating the terms of the
yang menyerupai jangka waktu imbalan kerja related employee’s benefit liability.
karyawan.
Tingkat kenaikan gaji per tahun didasarkan Annual salary increment rate is determined
pada informasi historis atas tingkat kenaikan based on historical information of previous
gaji sebelumnya, tingkat inflasi, dan masa salary increment rate, inflation rate, and
kerja. length of service.
Asumsi tingkat mortalitas telah didasarkan Mortality rate assumption is based on the
pada tabel mortalitas terbaru yang dihitung latest mortality table which is calculated
dengan menggunakan metode aktuaria yang using generally accepted actuarial method.
diterima secara umum.
Tingkat pengembalian investasi didasarkan Expected rate of return on investment is
pada informasi historis dan proyeksi pasar ke based on historical information and future
depan. market projections.
Asumsi tingkat pengunduran diri didasarkan Resignation rate assumption is based on
pada informasi historis dan disesuaikan historical information and adjusted for
dengan kondisi saat ini. current condition.
Halaman -5/35- Page
Page 50
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
4. KAS DAN KAS DI BANK 4. CASH AND CASH IN BANKS
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Kas 280 260 Cash
Kas di bank Cash in banks
Pihak ketiga Third parties
Rupiah Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 39,299 2,477 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Permata Tbk 31,261 1,822 PT Bank Permata Tbk
PT Bank Jago Tbk 4,637 6 PT Bank JagoTbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 4,409 729 (Persero) Tbk
Standard Chartered Bank, Standard Chartered Bank,
Indonesia 713 658 Indonesia
PT Bank Central Asia Tbk 687 439 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Mizuho Indonesia 379 60,194 PT Bank Mizuho Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 177 60,472 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT SMBC Indonesia Tbk 156 151 PT SMBC Indonesia Tbk
PT Bank HSBC Indonesia 86 - PT Bank HSBC Indonesia
PT Bank CIMB Niaga Tbk 83 65,073 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 28 16 PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank UOB Indonesia 16 17 PT Bank UOB Indonesia
PT Bank ANZ Indonesia 12 12 PT Bank ANZ Indonesia
PT Bank Pan Indonesia Tbk 4 5 PT Bank Pan Indonesia Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk 4 5 PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank Shinhan Indonesia 3 - PT Bank Shinhan Indonesia
81,954 192,076
Dolar AS US Dollar
PT Bank Permata Tbk 3,505 3,167 PT Bank Permata Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 300 289 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 247 235 PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Standard Chartered Bank, Standard Chartered Bank,
Indonesia 190 183 Indonesia
PT Bank Mizuho Indonesia 34 33 PT Bank Mizuho Indonesia
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 30 30 (Persero) Tbk
PT Bank ANZ Indonesia 16 15 PT Bank ANZ Indonesia
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 5 13 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
4,327 3,965
Pihak berelasi Related parties
Rupiah Rupiah
PT Bank Saqu Indonesia PT Bank Saqu Indonesia
(dahulu PT Bank Jasa Jakarta) 36,537 15,005 (previously PT Bank Jasa Jakarta)
Jumlah kas di bank 122,818 211,046 Total cash in banks
Jumlah kas dan kas di bank 123,098 211,306 Total cash and cash in banks
Suku bunga rekening bank per tahun berkisar Cash in bank accounts earned annual interest
antara 0,25% - 4,50% pada 31 Desember 2025 rates ranging between 0.25% - 4.50% for the
untuk mata uang Rupiah (31 Desember 2024: year ended 31 December 2025 for Rupiah
0,25% - 4,74%) dan 0,10% - 1,75% untuk mata currency (31 December 2024: 0.25% - 4.74%)
uang Dolar AS (31 Desember 2024: 0,10% - and 0.10% - 1.75% for US Dollar currency (31
0,13%). December 2024: 0.10%% - 0.13%).
Tidak terdapat saldo kas dan kas di bank yang There is no cash and cash in banks that is
dibatasi penggunaannya pada tanggal restricted as at 31 December 2025 and 2024.
31 Desember 2025 dan 2024.
Direksi berpendapat bahwa tidak diperlukan The Board of Directors believe that no
penyisihan kerugian penurunan nilai untuk kas dan allowance for impairment losses are required for
kas di bank. cash and cash in banks.
Halaman -5/36- Page
Page 51
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
5. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN 5. FINANCE LEASE RECEIVABLES
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Piutang sewa pembiayaan - kotor Finance lease receivables - gross
- Pihak berelasi Related parties -
Pembiayaan sendiri 165,553 225,029 Direct financing
- Pihak ketiga Third parties -
Pembiayaan sendiri 6,960,857 6,678,918 Direct financing
- Pembiayaan yang dibiayai
bersama pihak lain 1,065,167 172,238 Joint financing
Dikurangi: pembiayaan bersama
without recourse bagian yang Less: joint financing without recourse
dibiayai pihak lain (925,189) (144,821) amount financed by other parties
Piutang sewa pembiayaan - kotor 7,266,388 6,931,364 Finance lease receivables - gross
Nilai sisa 2,278,478 2,177,314 Residual value
Pendapatan sewa pembiayaan Unearned income on finance
yang belum diakui: lease:
- Pembiayaan sendiri (734,654) (767,509) Direct financing -
- Pembiayaan yang dibiayai
bersama pihak lain (125,303) (24,301) Joint financing -
(859,957) (791,810)
Dikurangi: pembiayaan bersama
without recourse bagian yang Less: joint financing without recourse
dibiayai pihak lain 35,356 14,086 amount financed by other parties
(824,601) (777,724)
Simpanan jaminan (2,278,478) (2,177,314) Security deposits
6,441,787 6,153,640
Dikurangi: Less:
Penyisihan kerugian penurunan nilai (277,585) (289,316) Allowance for impairment losses
Bersih 6,164,202 5,864,324 Net
Piutang sewa pembiayaan - kotor (cicilan) yang The above finance lease receivables - gross
akan diterima dari konsumen sesuai dengan (installment) have the following maturity profile:
tanggal jatuh temponya:
31 December/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
< 1 tahun 4,068,438 3,954,313 < 1 year
1 - 2 tahun 2,270,880 2,041,211 1 - 2 years
> 2 tahun 927,070 935,840 > 2 years
7,266,388 6,931,364
Jangka waktu kontrak sewa pembiayaan alat-alat The period of finance lease contracts for heavy
berat dan kendaraan yang disalurkan oleh equipments and vehicles ranged from 36 - 60
Perseroan berkisar antara 36 - 60 bulan months (31 December 2024: 36 - 60 months).
(31 Desember 2024: 36 - 60 bulan).
Analisis umur piutang sewa pembiayaan - kotor Aging analysis of finance lease receivables -
adalah sebagai berikut: gross is as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Belum jatuh tempo 6,902,120 6,727,343 Not yet overdue
Lewat jatuh tempo: Overdue:
1 - 30 hari 296,607 164,114 1 - 30 days
31 - 60 hari 46,325 27,974 31 - 60 days
61 - 90 hari 8,910 5,271 61 - 90 days
>90 hari 12,426 6,662 >90 days
7,266,388 6,931,364
Halaman -5/37- Page
Page 52
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
5. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN (lanjutan) 5. FINANCE LEASE RECEIVABLES (continued)
Analisis saldo dan jumlah penyisihan kerugian Analysis of total balance and allowance for
penurunan nilai adalah sebagai berikut: impairment losses are as follows:
31 Desember/December 2025
Saldo piutang sewa Penyisihan kerugian
pembiayaan/Balance of penurunan nilai/Allowance
finance lease receivables for impairment losses
Penilaian secara individual 436,699 (151,779) Individual assessments
Penilaian secara kolektif 6,005,088 (125,806) Collective assessments
6,441,787 (277,585)
31 Desember/December 2024
Saldo piutang sewa Penyisihan kerugian
pembiayaan/Balance of penurunan nilai/Allowance
finance lease receivables for impairment losses
Penilaian secara individual 294,514 (137,006) Individual assessments
Penilaian secara kolektif 5,859,126 (152,310) Collective assessments
6,153,640 (289,316)
Berikut adalah perubahan jumlah piutang sewa Below is movement of finance lease
pembiayaan yang diberikan berdasarkan tahapan receivables based on stages during the year
selama tahun berakhir 31 Desember 2025 dan ended 31 December 2025 and 2024:
2024:
31 Desember/December 2025
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 6,582,723 5,518 343,123 6,931,364 Balance, beginning of year
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 2 (44,223) 44,223 - - to Stage 2
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 3 (398,403) - 398,403 - to Stage 3
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 1 777 (777) - - to Stage 1
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 3 - (1,277) 1,277 - to Stage 3
Transfer dari Tahap 3 Transfer from Stage 3
ke Tahap 2 - 95,207 (95,207) - to Stage 2
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran kembali*) 418,826 72,419 (156,221) 335,024 and remeasurement*)
Saldo, akhir tahun 6,559,700 215,313 491,375 7,266,388 Balance, end of year
31 Desember/December 2024
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 5,633,839 3,282 271,203 5,908,324 Balance, beginning of year
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 2 (5,659) 5,659 - - to Stage 2
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 3 (95,219) - 95,219 - to Stage 3
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 1 - - - - to Stage 1
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 3 - - - - to Stage 3
Transfer dari Tahap 3 Transfer from Stage 3
ke Tahap 2 - - - - to Stage 2
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran kembali*) 1,049,762 (3,423) (23,299) 1,023,040 and remeasurement*)
Saldo, akhir tahun 6,582,723 5,518 343,123 6,931,364 Balance, end of year
*) Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran *) Included in the net change in exposure and remeasurement
kembali adalah penambahan eksposur tahun berjalan serta are additional exposure during the year, its changes/transfer
perubahan/transfer sepanjang tahun, pelunasan, penghapusan, during the year, repayment, write-off, and recovery.
dan pemulihan.
Halaman -5/38- Page
Page 53
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
5. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN (lanjutan) 5. FINANCE LEASE RECEIVABLES (continued)
Perubahan jumlah cadangan kerugian penurunan Movement of allowance for impairment losses
nilai sewa pembiayaan adalah sebagai berikut: of finance lease receivables as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Saldo awal 289,316 267,853 Beginning balance
(Pembalikan)/Penambahan (21,809) 5,057 (Reversal)/Addition
Penghapusan (2,016) (3,654) Write-off
Pemulihan 12,094 20,060 Recovery
Saldo akhir 277,585 289,316 Ending balance
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai The movement of allowance of impairment
(“CKPN”) piutang sewa pembiayaan yang losses (“CKPN”) finance lease receivables
diberikan berdasarkan tahapan untuk tahun based on staging during the year ended
berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 adalah 31 December 2025 and 2024 was as follows:
sebagai berikut:
31 Desember/December 2025
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 151,750 560 137,006 289,316 Balance, beginning of year
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 2 (1,030) 1,030 - - to Stage 2
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 3 (9,144) - 9,144 - to Stage 3
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 1 79 (79) - - to Stage 1
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 3 - (130) 130 - to Stage 3
Transfer dari Tahap 3 Transfer from Stage 3
ke Tahap 2 - 48,431 (48,431) - to Stage 2
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran kembali*) (55,843) (9,818) 53,930 (11,731) and remeasurement
Saldo, akhir tahun 85,812 39,994 151,779 277,585 Balance, end of year
31 Desember/December 2024
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 161,755 380 105,718 267,853 Balance, beginning of year
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 2 (161) 161 - - to Stage 2
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 3 (2,670) - 2,670 - to Stage 3
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 1 - - - - to Stage 1
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 3 - - - - to Stage 3
Transfer dari Tahap 3 Transfer from Stage 3
ke Tahap 2 - - - - to Stage 2
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran kembali*) (7,174) 19 28,618 21,463 and remeasurement
Saldo, akhir tahun 151,750 560 137,006 289,316 Balance, end of year
*) Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran *) Included in the net change in exposure and remeasurement are
kembali adalah penambahan ECL sehubungan dengan additional ECL for new financial assets originated and its
penambahan aset keuangan baru dan perubahan/perpindahan exposure changes/transfer during the year, write off, recovery,
eksposur sepanjang tahun, penghapusan, pemulihan, dan dampak and the impact on changes in assumptions used to calculate
perubahan asumsi pada perhitungan ECL. the ECL.
Direksi berpendapat bahwa jumlah penyisihan The Board of Directors believe that the above
kerugian penurunan nilai di atas cukup untuk allowance for impairment losses are adequate
menutupi kemungkinan kerugian atas tidak to cover possible losses arising from
tertagihnya piutang sewa pembiayaan. uncollectible finance lease receivables.
Halaman -5/39- Page
Page 54
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
5. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN (lanjutan) 5. FINANCE LEASE RECEIVABLES (continued)
Suku bunga efektif portofolio sewa pembiayaan per Effective annual interest rates of finance lease
tahun berkisar sebagai berikut: portfolio ranged as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Rupiah 7.50% - 17.79% 7.50% - 17.79% Rupiah
Dolar AS - 7.33% US Dollar
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, tidak As at 31 December 2025 and 2024, there was
terdapat piutang sewa pembiayaan - kotor yang no finance lease receivables - gross are used
digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang as collateral for borrowings and securities
diterima dan surat berharga yang diterbitkan. issued.
6. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN 6. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Piutang pembiayaan konsumen - kotor Consumer financing receivables - gross
- Pembiayaan sendiri 1,227,706 1,095,311 Direct financing -
- Pembiayaan yang dibiayai
bersama pihak lain 1,555 - Joint financing -
Dikurangi: pembiayaan bersama
without recourse bagian yang Less: joint financing without recourse
dibiayai pihak lain (1,265) - amount financed by other parties
Piutang pembiayaan konsumen - kotor 1,227,996 1,095,311 Consumer financing receivables - gross
Pendapatan pembiayaan konsumen Unearned income on consumer
yang belum diakui: finance:
- Pembiayaan sendiri (174,907) (172,226) Direct financing -
- Pembiayaan yang dibiayai
bersama pihak lain (215) - Joint financing -
(175,122) (172,226)
Dikurangi: pembiayaan bersama
without recourse bagian yang Less: joint financing without recourse
dibiayai pihak lain 132 - amount financed by other parties
(174,990) (172,226)
1,053,006 923,085
Dikurangi: Less:
Penyisihan kerugian
penurunan nilai (83,854) (62,096) Allowance for impairment losses
Bersih 969,152 860,989 Net
Tidak terdapat piutang pembiayaan konsumen There are no consumer financing receivables
dengan pihak berelasi. with related party.
Piutang pembiayaan konsumen - kotor (cicilan) The above consumer financing receivables -
yang akan diterima dari konsumen sesuai dengan gross (installment) have the following maturity
tanggal jatuh temponya: profile:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
< 1 tahun 559,272 487,286 < 1 year
1 - 2 tahun 387,496 332,233 1 - 2 years
> 2 tahun 281,228 275,792 > 2 years
1,227,996 1,095,311
Halaman -5/40- Page
Page 55
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
6. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan) 6. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES
(continued)
Jangka waktu kontrak pembiayaan konsumen The period of consumer financing contracts for
untuk kendaraan dan alat-alat berat yang vehicles and heavy equipments ranged from 2 -
disalurkan oleh Perseroan berkisar antara 2 - 60 60 months (31 December 2024: 2 - 60 months).
bulan (31 Desember 2024: 2 - 60 bulan).
Analisis umur piutang pembiayaan konsumen - Aging analysis of consumer financing
kotor adalah sebagai berikut: receivables - gross is as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Belum jatuh tempo 1,107,226 963,243 Not yet overdue
Lewat jatuh tempo: Overdue:
1 - 30 hari 76,573 96,357 1 - 30 days
31 - 60 hari 24,727 15,723 31 - 60 days
61 - 90 hari 8,070 8,843 61 - 90 days
> 90 hari 11,400 11,145 > 90 days
1,227,996 1,095,311
Analisis saldo dan jumlah penyisihan kerugian Analysis of total balance and allowance for
penurunan nilai adalah sebagai berikut: impairment losses are as follows:
31 Desember/December 2025
Saldo piutang pembiayaan
konsumen/Balance of Penyisihan kerugian
consumer financing penurunan nilai/Allowance
receivables for impairment losses
Penilaian secara individual 81,783 (45,390) Individual assessments
Penilaian secara kolektif 971,223 (38,464) Collective assessments
1,053,006 (83,854)
31 Desember/December 2024
Saldo piutang pembiayaan
konsumen/Balance of Penyisihan kerugian
consumer financing penurunan nilai/Allowance
receivables for impairment losses
Penilaian secara individual 31,695 (17,716) Individual assessments
Penilaian secara kolektif 891,390 (44,380) Collective assessments
923,085 (62,096)
Berikut adalah perubahan jumlah piutang Below is movement of consumer financing
pembiayaan konsumen - kotor yang diberikan receivables - gross based on stages during the
berdasarkan tahapan selama tahun berakhir year ended 31 December 2025 and 2024:
31 Desember 2025 dan 2024:
31 Desember/December 2025
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 1,051,625 4,410 39,276 1,095,311 Balance, beginning of year
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 2 (18,006) 18,006 - - to Stage 2
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 3 (98,503) - 98,503 - to Stage 3
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 1 - - - - to Stage 1
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 3 - (2,292) 2,292 - to Stage 3
Transfer dari Tahap 3 Transfer from Stage 3
ke Tahap 2 - - - - to Stage 2
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran kembali*) 174,131 936 (42,382) 132,685 and remeasurement*)
Saldo, akhir tahun 1,109,247 21,060 97,689 1,227,996 Balance, end of year
Halaman -5/41- Page
Page 56
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
6. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan) 6. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES
(continued)
Berikut adalah perubahan jumlah piutang Below is movement of consumer financing
pembiayaan konsumen - kotor yang diberikan receivables - gross based on stages during the
berdasarkan tahapan selama tahun berakhir year ended 31 December 2025 and 2024:
31 Desember 2025 dan 2024: (lanjutan) (continued)
31 Desember/December 2024
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 648,045 1,461 15,921 665,427 Balance, beginning of year
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 2 (4,902) 4,902 - - to Stage 2
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 3 (24,949) - 24,949 - to Stage 3
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 1 - - - - to Stage 1
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 3 - - - - to Stage 3
Transfer dari Tahap 3 Transfer from Stage 3
ke Tahap 2 - - - - to Stage 2
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran kembali*) 433,431 (1,953) (1,594) 429,884 and remeasurement*)
Saldo, akhir tahun 1,051,625 4,410 39,276 1,095,311 Balance, end of year
*) Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran *) Included in the net change in exposure and remeasurement
kembali adalah penambahan eksposur tahun berjalan, are additional exposure during the year, its changes/transfer
perubahan/transfer sepanjang tahun, serta pelunasan. during the year, and repayment.
Perubahan jumlah cadangan kerugian penurunan Movement of allowance for impairment losses
nilai piutang pembiayaan konsumen adalah of consumer financing receivables as follows:
sebagai berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Saldo awal 62,096 42,537 Beginning balance
Penambahan 24,719 23,534 Addition
Penghapusan (8,899) (4,235) Write-off
Pemulihan 5,938 260 Recovery
Saldo akhir 83,854 62,096 Ending balance
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai The movement of allowance of impairment
(“CKPN”) piutang pembiayaan konsumen yang losses (“CKPN”) consumer financing
diberikan berdasarkan tahapan selama tahun receivables based on staging during the period
berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 adalah ended 31 December 2025 and 2024 was as
sebagai berikut: follows:
31 Desember/December 2025
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 43,983 397 17,716 62,096 Balance, beginning of year
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 2 (730) 730 - - to Stage 2
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 3 (3,918) - 3,918 - to Stage 3
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 1 - - - - to Stage 1
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 3 - (202) 202 - to Stage 3
Transfer dari Tahap 3 Transfer from Stage 3
ke Tahap 2 - - - - to Stage 2
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran kembali*) (4,088) 2,292 23,554 21,758 and remeasurement*)
Saldo, akhir tahun 35,247 3,217 45,390 83,854 Balance, end of year
Halaman -5/42- Page
Page 57
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
6. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan) 6. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES
(continued)
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai The movement of allowance of impairment
(“CKPN”) piutang pembiayaan konsumen yang losses (“CKPN”) consumer financing
diberikan berdasarkan tahapan selama tahun receivables based on staging during the period
berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 adalah ended 31 December 2025 and 2024 was as
sebagai berikut: (lanjutan) follows: (continued)
31 Desember/December 2024
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 35,354 130 7,053 42,537 Balance, beginning of year
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 2 (251) 251 - - to Stage 2
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 3 (1,279) - 1,279 - to Stage 3
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 1 - - - - to Stage 1
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 3 - - - - to Stage 3
Transfer dari Tahap 3 Transfer from Stage 3
ke Tahap 2 - - - - to Stage 2
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran kembali*) 10,159 16 9,384 19,559 and remeasurement*)
Saldo, akhir tahun 43,983 397 17,716 62,096 Balance, end of year
*) *)
Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran Include in the net change in exposure and remeasurement are
kembali adalah penambahan ECL sehubungan dengan additional ECL for new financial assets originated and its
penambahan aset keuangan baru dan perubahan/perpindahan exposure changes/transfer during the year and the impact on
eksposur sepanjang tahun dan dampak perubahan asumsi pada changes in assumptions used to calculate the ECL.
perhitungan ECL.
Direksi berpendapat bahwa jumlah penyisihan The Board of Directors believe that the above
kerugian penurunan nilai di atas cukup untuk allowance for impairment losses are adequate
menutupi kemungkinan kerugian atas tidak to cover possible losses arising from
tertagihnya piutang pembiayaan konsumen. uncollectible consumer financing receivables.
Suku bunga efektif portofolio pembiayaan Effective annual interest rates of consumer
konsumen per tahun berkisar sebagai berikut: financing portfolio are ranged are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Rupiah 8.38% - 18.29% 8.38% - 18.29% Rupiah
Sebagai jaminan atas piutang pembiayaan The consumer financing receivables are mainly
konsumen, Perseroan menerima jaminan fidusia secured by fiduciary on vehicles financed by the
dari konsumen atas kendaraan bermotor yang Company.
dibiayai Perseroan.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, tidak As at 31 December 2025 and 2024, there was no
terdapat piutang pembiayaan konsumen - kotor consumer financing receivables - gross are used
yang digunakan sebagai jaminan atas pinjaman as collateral for borrowings and securities
yang diterima dan surat berharga yang diterbitkan. issued.
Halaman -5/43- Page
Page 58
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
7. PIUTANG PEMBIAYAAN MODAL USAHA 7. WORKING CAPITAL FINANCING
RECEIVABLES
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Piutang pembiayaan Working capital financing
modal usaha - kotor 52,084 318 receivables - gross
Dikurangi: Less:
Pendapatan pembiayaan Unearned income
modal usaha yang belum diakui (3,320) (38) on working capital financing
48,764 280
Dikurangi: Less:
Penyisihan kerugian penurunan nilai (426) (6) Allowance for impairment losses
Bersih 48,338 274 Net
Piutang pembiayaan modal usaha - kotor (cicilan) The above working capital financing receivables
yang akan diterima dari konsumen sesuai dengan - gross (installment) have the following maturity
tanggal jatuh temponya: profile:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
< 1 tahun 42,143 190 < 1 year
1 - 2 tahun 6,082 128 1 - 2 years
> 2 tahun 3,859 - > 2 years
52,084 318
Jangka waktu kontrak pembiayaan modal usaha The period of working capital financing contracts
berkisar antara 24 - 36 bulan. ranged from 24 - 36 months.
Analisis umur piutang pembiayaan modal usaha - Aging analysis of working capital financing
kotor adalah sebagai berikut: receivables - gross is as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Belum jatuh tempo 52,084 318 Not yet overdue
Analisis saldo dan jumlah penyisihan kerugian Analysis of total balance and allowance for
penurunan nilai adalah sebagai berikut: impairment losses are as follows:
31 Desember/December 2025
Saldo piutang pembiayaan
modal usaha/Balance of Penyisihan kerugian
working capital financing penurunan nilai/Allowance
receivables for impairment losses
Penilaian secara kolektif 48,764 (426) Collective assessments
31 Desember/December 2024
Saldo piutang pembiayaan
konsumen/Balance of Penyisihan kerugian
consumer financing penurunan nilai/Allowance
receivables for impairment losses
Penilaian secara kolektif 280 (6) Collective assessments
Halaman -5/44- Page
Page 59
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
7. PIUTANG PEMBIAYAAN MODAL USAHA 7. WORKING CAPITAL FINANCING
(lanjutan) RECEIVABLES (continued)
Berikut adalah perubahan jumlah piutang Below is movement of working capital financing
pembiayaan modal usaha yang diberikan receivables based on stages during the year
berdasarkan tahapan selama tahun berakhir ended 31 December 2025 and 2024:
31 Desember 2025 dan 2024:
31 Desember/December 2025
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 318 - - 318 Balance, beginning of year
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 2 - - - - to Stage 2
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 3 - - - - to Stage 3
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 1 - - - - to Stage 1
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 3 - - - - to Stage 3
Transfer dari Tahap 3 Transfer from Stage 3
ke Tahap 2 - - - - to Stage 2
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran kembali*) 51,766 - - 51,766 and remeasurement*)
Saldo, akhir tahun 52,084 - - 52,084 Balance, end of year
31 Desember/December 2024
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun - - - - Balance, beginning of year
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 2 - - - - to Stage 2
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 3 - - - - to Stage 3
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 1 - - - - to Stage 1
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 3 - - - - to Stage 3
Transfer dari Tahap 3 Transfer from Stage 3
ke Tahap 2 - - - - to Stage 2
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran kembali*) 318 - - 318 and remeasurement*)
Saldo, akhir tahun 318 - - 318 Balance, end of year
*) Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan *) Included in the net change in exposure and remeasurement are
pengukuran kembali penambahan eksposur tahun berjalan serta additional exposure during the year and its changes/transfer
perubahan/transfer sepanjang tahun dan pelunasan. during the year and repayment.
Perubahan jumlah cadangan kerugian penurunan Movement of allowance for impairment losses of
nilai piutang pembiayaan modal usaha adalah working capital financing receivables as follows:
sebagai berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Saldo awal 6 - Beginning balance
Penambahan 420 6 Additions
Saldo akhir 426 6 Ending balance
Halaman -5/45- Page
Page 60
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
7. PIUTANG PEMBIAYAAN MODAL USAHA 7. WORKING CAPITAL FINANCING
(lanjutan) RECEIVABLES (continued)
Perubahan jumlah 46embali46 kerugian Movement of allowance for impairment losses of
penurunan nilai piutang pembiayaan modal usaha working capital financing receivables as follows:
46embal sebagai berikut: (lanjutan) (continued)
31 Desember/December 2025
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun (6) - - (6) Balance, beginning of year
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 2 - - - - to Stage 2
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 3 - - - - to Stage 3
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 1 - - - - to Stage 1
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 3 - - - - to Stage 3
Transfer dari Tahap 3 Transfer from Stage 3
ke Tahap 2 - - - - to Stage 2
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran kembali*) (420) - - (420) and remeasurement*)
Saldo, akhir tahun (426) - - (426) Balance, end of year
31 Desember/December 2024
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun - - - - Balance, beginning of year
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 2 - - - - to Stage 2
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 3 - - - - to Stage 3
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 1 - - - - to Stage 1
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 3 - - - - to Stage 3
Transfer dari Tahap 3 Transfer from Stage 3
ke Tahap 2 - - - - to Stage 2
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran kembali*) (6) - - (6) and remeasurement*)
Saldo, akhir tahun (6) - - (6) Balance, end of year
*) Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran *) Include in the net change in exposure and remeasurement are
kembali adalah penambahan ECL sehubungan dengan additional ECL for new financial assets originated and its
penambahan aset keuangan baru dan perubahan/perpindahan exposure changes/transfer during the year and the impact on
eksposur sepanjang tahun dan dampak perubahan asumsi pada changes in assumptions used to calculate the ECL.
perhitungan ECL.
Direksi berpendapat bahwa jumlah penyisihan The Board of Directors believe that the above
kerugian penurunan nilai di atas cukup untuk allowance for impairment losses are adequate to
menutupi kemungkinan kerugian atas tidak cover possible losses arising from uncollectible
tertagihnya pembiayaan modal usaha. of working capital financing.
Suku bunga efektif portofolio per tahun berkisar Effective annual interest rates portfolio ranged
sebagai berikut: are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Rupiah 11.00% - 15.00% 15.00% Rupiah
Perseroan mensyaratkan agunan sebagai bagian The Company requires collateral as part of its
dari persyaratan kredit. Umumnya, Perseroan credit requirement. Typically, the Company
menerima agunan dalam bentuk kendaraan, alat- accepts vehicle, heavy equipment, land and
alat berat, tanah dan bangunan. Tidak terdapat building. There are no working capital
piutang pembiayaan modal usaha dengan pihak receivables with related parties.
berelasi.
Halaman -5/46- Page
Page 61
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
7. PIUTANG PEMBIAYAAN MODAL USAHA 7. WORKING CAPITAL FINANCING
(lanjutan) RECEIVABLES (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, tidak As at 31 December 2025 and 2024, there was no
terdapat piutang pembiayaan modal usaha kotor working capital financing receivables gross are
yang digunakan sebagai jaminan atas pinjaman used as collateral for borrowings and securities
yang diterima dan surat berharga yang diterbitkan. issued.
8. TAGIHAN ANJAK PIUTANG 8. FACTORING RECEIVABLES
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Tagihan anjak piutang - kotor: Factoring receivables - gross:
- Pihak ketiga 205,158 75,362 Third parties -
- Pihak berelasi 66,905 84,611 Related parties -
272,063 159,973
Dikurangi: Less:
Pendapatan anjak piutang Unearned income
yang belum diakui: on factoring financing:
- Pihak ketiga (1,473) (548) Third parties -
- Pihak berelasi (413) (470) Related parties -
(1,886) (1,018)
270,177 158,955
Retensi (458) - Retention
269,719 158,955
Dikurangi: Less:
Penyisihan kerugian penurunan nilai (3,047) (6,810) Allowance for impairment losses
Bersih 266,672 152,145 Net
Tagihan anjak piutang - kotor yang akan diterima The above factoring receivables - gross have
dari konsumen sesuai dengan tanggal jatuh the following maturity profile:
temponya:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
< 1 tahun 272,063 159,973 < 1 year
272,063 159,973
Jangka waktu kontrak anjak piutang berkisar The period of factoring contracts ranged from
antara 1 - 6 bulan (31 Desember 2024: 2 - 6 bulan). 1 - 6 months (31 December 2024: 2 - 6 months).
Analisa umur tagihan anjak piutang - kotor adalah Aging analysis of the factoring receivables -
sebagai berikut: gross is as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Belum jatuh tempo 267,755 159,973 Not yet overdue
Lewat jatuh tempo: Overdue:
1 - 30 hari 4,308 - 1 - 30 days
272,063 159,973
Halaman -5/47- Page
Page 62
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
8. TAGIHAN ANJAK PIUTANG (lanjutan) 8. FACTORING RECEIVABLES (continued)
Analisis saldo dan jumlah penyisihan kerugian Analysis of total balance and allowance for
penurunan nilai adalah sebagai berikut: impairment losses are as follows:
31 Desember/December 2025
Saldo tagihan anjak Penyisihan kerugian
piutang/Balance of penurunan nilai/Allowance
factoring receivables for impairment losses
Penilaian secara individual 1,826 (15) Individual assessments
Penilaian secara kolektif 267,893 (3,032) Collective assessments
269,719 (3,047)
31 Desember/December 2024
Saldo tagihan anjak Penyisihan kerugian
piutang/Balance of penurunan nilai/Allowance
factoring receivables for impairment losses
Penilaian secara individual 4,964 (3,240) Individual assessments
Penilaian secara kolektif 153,991 (3,570) Collective assessments
158,955 (6,810)
Berikut adalah perubahan jumlah tagihan anjak Below is movement of factoring receivable -
piutang - kotor yang diberikan berdasarkan gross based on stages during the year ended
tahapan selama tahun berakhir 31 Desember 2025 31 December 2025 and 2024:
2024:
31 Desember/December 2025
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 154,977 - 4,996 159,973 Balance, beginning of year
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 2 - - - - to Stage 2
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 3 - - - - to Stage 3
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 1 - - - - to Stage 1
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 3 - - - - to Stage 3
Transfer dari Tahap 3 Transfer from Stage 3
ke Tahap 2 - - - - to Stage 2
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran kembali*) 110,260 4,992 (3,162) 112,090 and remeasurement*)
Saldo, akhir tahun 265,237 4,992 1,834 272,063 Balance, end of year
31 Desember/December 2024
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 137,765 - - 137,765 Balance, beginning of year
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 2 - - - - to Stage 2
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 3 - - - - to Stage 3
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 1 - - - - to Stage 1
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 3 - - - - to Stage 3
Transfer dari Tahap 3 Transfer from Stage 3
ke Tahap 2 - - - - to Stage 2
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran kembali*) 17,212 - 4,996 22,208 and remeasurement*)
Saldo, akhir tahun 154,977 - 4,996 159,973 Balance, end of year
*) Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran *) Included in the net change in exposure and remeasurement
kembali adalah penambahan eksposur tahun berjalan serta are additional exposure during the year and its
perubahan/transfer sepanjang tahun dan pelunasan. changes/transfer during the year and repayment.
Halaman -5/48- Page
Page 63
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
8. TAGIHAN ANJAK PIUTANG (lanjutan) 8. FACTORING RECEIVABLES (continued)
Perubahan jumlah cadangan kerugian penurunan Movement of allowance for impairment losses of
nilai tagihan anjak piutang adalah sebagai berikut: factoring receivables as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Saldo awal 6,810 3,896 Beginning balance
(Pembalikan)/Penambahan (3,763) 2,914 (Reversal)/Addition
Saldo akhir 3,047 6,810 Ending balance
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai The movement of allowance of impairment
(“CKPN”) tagihan anjak piutang yang diberikan losses (“CKPN”) factoring receivables based on
berdasarkan tahapan untuk tahun berakhir staging for the year ended 31 December 2025
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai and 2024 was as follows:
berikut:
31 Desember/December 2025
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 3,570 - 3,240 6,810 Balance, beginning of year
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 2 - - - - to Stage 2
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 3 - - - - to Stage 3
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 1 - - - - to Stage 1
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 3 - - - - to Stage 3
Transfer dari Tahap 3 Transfer from Stage 3
ke Tahap 2 - - - - to Stage 2
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran kembali*) (1,521) 983 (3,225) (3,763) and remeasurement*)
Saldo, akhir tahun 2,049 983 15 3,047 Balance, end of year
31 Desember/December 2024
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo, awal tahun 3,896 - - 3,896 Balance, beginning of year
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 2 - - - - to Stage 2
Transfer dari Tahap 1 Transfer from Stage 1
ke Tahap 3 - - - - to Stage 3
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 1 - - - - to Stage 1
Transfer dari Tahap 2 Transfer from Stage 2
ke Tahap 3 - - - - to Stage 3
Transfer dari Tahap 3 Transfer from Stage 3
ke Tahap 2 - - - - to Stage 2
Perubahan bersih pada
eksposur dan Net change in exposure
pengukuran kembali*) (326) - 3,240 2,914 and remeasurement*)
Saldo, akhir tahun 3,570 - 3,240 6,810 Balance, end of year
*) *)
Termasuk dalam perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran Included in the net change in exposure and remeasurement are
kembali adalah penambahan ECL sehubungan dengan additional ECL for new financial assets originated and its
penambahan aset keuangan baru dan perubahan/perpindahan exposure changes/transfer during the year and the impact on
eksposur sepanjang tahun dan dampak perubahan asumsi pada changes in assumptions used to calculate the ECL.
perhitungan ECL.
Direksi berpendapat bahwa jumlah penyisihan The Board of Directors believe that the above
kerugian penurunan nilai di atas cukup untuk allowance for impairment losses are adequate to
menutupi kemungkinan kerugian atas tidak cover possible losses arising from uncollectible
tertagihnya tagihan anjak piutang. factoring receivables.
Halaman -5/49- Page
Page 64
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
8. TAGIHAN ANJAK PIUTANG (lanjutan) 8. FACTORING RECEIVABLES (continued)
Suku bunga efektif portofolio anjak piutang per Effective annual interest rates of factoring
tahun berkisar sebagai berikut: portfolio ranged are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Rupiah 8.00% - 16.87% 9.00% - 18.00% Rupiah
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, tidak As at 31 December 2025 and 2024, there was no
terdapat tagihan anjak piutang - kotor yang factoring receivables - gross are used as
digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang collateral for borrowings and securities issued.
diterima dan surat berharga yang diterbitkan.
9. BEBAN DIBAYAR DIMUKA 9. PREPAID EXPENSES
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Beban dibayar dimuka Prepaid expenses
Pihak ketiga: Third party:
- Sewa 2,268 1,520 Rental -
Pihak berelasi: Related parties:
- Asuransi 2,364 1,503 Insurance -
4,632 3,023
Lihat Catatan 23 untuk rincian saldo dan transaksi Refer to Note 23 for details of related parties
pihak berelasi. balances and transactions.
10. PIUTANG LAIN - LAIN DAN UANG MUKA 10. OTHER RECEIVABLES AND ADVANCES
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Piutang lain-lain Other receivables
Pihak berelasi: Related parties:
- Tagihan asuransi 9,136 9,117 Insurance receivables -
- Klaim biaya operasional 260 2,788 Operating expense claim -
9,396 11,905
Pihak ketiga: Third parties:
- Tagihan kepada pihak ketiga 119,477 119,477 Receivables from third parties -
- Piutang pembiayaan dalam Financing receivables with -
perhatian khusus 36,580 18,366 special attention
- Pinjaman karyawan 14,626 16,138 Employee loans -
Piutang premi asuransi 1,795 564 Insurance premium receivables -
172,478 154,545
181,874 166,450
Dikurangi: Less:
Penyisihan kerugian penurunan nilai (136,801) (127,764) Allowance for impairment losses
45,073 38,686
Uang muka Advances
Pihak ketiga 11,357 16,376 Third parties
56,430 55,062
Halaman -5/50- Page
Page 65
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
10. PIUTANG LAIN - LAIN DAN UANG MUKA 10. OTHER RECEIVABLES AND ADVANCES
(lanjutan) (continued)
Perubahan jumlah cadangan kerugian penurunan Movement of allowance for impairment losses is
nilai adalah sebagai berikut: as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Saldo awal 127,764 119,441 Beginning balance
Penambahan 41,522 29,772 Addition
Penghapusan (32,485) (21,449) Write-off
Saldo akhir 136,801 127,764 Ending balance
Tagihan kepada pihak ketiga adalah tagihan Receivable from third parties is receivable from
kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
(“BTN”) dan lainnya. (“BTN”) and others.
Piutang pembiayaan dalam perhatian khusus Financing receivables with special attention
merupakan piutang pelanggan dimana jaminan represents customers receivables that the
yang melekatnya telah dikuasai kembali oleh collaterals have been repossesed by the
Perseroan. Company.
Pinjaman karyawan terdiri dari pinjaman untuk Employee loans consist of vehicle and housing
pembelian kendaraan dan rumah dengan berbagai loans with various loan terms, the repayment of
jangka waktu yang pelunasannya dilakukan which will be made through monthly salary
melalui pemotongan gaji setiap bulan. deductions.
Direksi berpendapat bahwa jumlah penyisihan The Board of Directors believe that the above
kerugian penurunan nilai di atas cukup untuk allowance for impairment losses are adequate to
menutupi kemungkinan kerugian atas tidak cover possible losses arising from uncollectible
tertagihnya piutang lain-lain. other receivables.
Uang muka merupakan uang muka yang Advance represents advance provided for
digunakan untuk keperluan perjalanan dinas dan business travel and other operational purposes.
keperluan operasional lain.
11. ASET DAN LIABILITAS DERIVATIF 11. DERIVATIVE ASSETS AND LIABILITIES
Perseroan melakukan kontrak cross currency The Company entered into cross currency swap
swap dan foreign currency forward dalam rangka & foreign currency forward in order to mitigate
mengantisipasi risiko fluktuasi tingkat bunga dan the risk of fluctuations in exchange rates and
nilai tukar atas pinjaman bank dalam mata uang interest rate from bank loans denominated in
asing. foreign currency.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, nilai The fair value of the outstanding cross currency
wajar dari kontrak cross currency swap dan foreign swap and foreign currency forward as at
currency forward yang masih berjalan adalah 31 December 2025 and 2024 are as follows:
sebagai berikut:
31 Desember/December 2025
Nilai wajar/Fair values
Jumlah nosional Tanggal Aset Liabilitas
(nilai penuh)/ perjanjian/ Tanggal jatuh derivatif/ derivatif/
Instrumen/ Notional amount Agreement tempo/ Derivative Derivative
Instruments (full amount) Date Maturity date assets liabilities
Cross currency swap
- PT Bank ANZ Indonesia USD 6,250,000 27-Mar-2024 27-Mar-2027 4,666 -
- PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 12,500,000 30-Apr-2025 28-Apr-2028 - (7,134)
- PT Bank Permata Tbk USD 16,666,667 25-Jun-2025 25-Jun-2028 1,717 -
- PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 8,333,333 25-Jun-2025 28-Jun-2028 448 -
6,831 (7,134)
Halaman -5/51- Page
Page 66
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
11. ASET DAN LIABILITAS DERIVATIF (lanjutan) 11. DERIVATIVE ASSETS AND LIABILITIES
(continued)
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, nilai The fair value of the outstanding cross currency
wajar dari kontrak cross currency swap dan foreign swap and foreign currency forward as at
currency forward yang masih berjalan adalah 31 December 2025 and 2024 are as follows:
sebagai berikut: (lanjutan) (continued)
31 Desember/December 2024
Nilai wajar/Fair values
Jumlah nosional Tanggal Aset Liabilitas
(nilai penuh)/ perjanjian/ Tanggal jatuh derivatif/ derivatif/
Instrumen/ Notional amount Agreement tempo/ Derivative Derivative
Instruments (full amount) date Maturity date assets liabilities
Cross Currency Swap
- PT Bank Mizuho Indonesia USD 1,250,000 25-May-2022 23-May-2025 1,837 -
- PT Bank ANZ Indonesia USD 11,250,000 27-Mar-2024 27-Mar-2027 5,058 -
6,895 -
Foreign Currency Forward
- PT Bank Danamon
Indonesia USD 8,188,976 11-Dec-2024 10-Jan-2025 1,734 -
- PT Bank ANZ Indonesia USD 6,297,229 11-Dec-2024 13-Jan-2025 1,304 -
- PT Bank ANZ Indonesia USD 5,958,728 13-Dec-2024 13-Jan-2025 863 -
- PT Bank Danamon
Indonesia USD 4,058,695 18-Dec-2024 17-Jan-2025 302 -
- PT Bank ANZ Indonesia USD 2,178,649 18-Dec-2024 17-Jan-2025 52 -
4,255 -
11,150 -
Perubahan atas nilai wajar dari kontrak cross Changes in the fair value of the cross currency
currency swap dan foreign currency swap yang swap and foreign currency swap designated
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai, yang hedging instruments that effectively offset the
secara efektif menghapus variabilitas arus kas dari variability of cash flows associated with the
pinjaman terkait, dicatat di ekuitas. borrowings are recorded in equity.
Nilai ini kemudian diakui dalam laporan laba rugi The amounts subsequently are recognised in the
sebagai penyesuaian atas laba atau rugi selisih profit or loss as adjustments of the exchange rate
kurs dan beban bunga pinjaman terkait yang differences and interest payments related to the
dilindungi nilai pada periode yang sama dimana hedged borrowings in the same period in which
selisih kurs dan beban bunga tersebut diakui pada the related exchange rate differences and
perkiraan laba rugi. interest affects profit or loss.
Nilai wajar bersih dari aset dan liabilitas derivatif The net fair value of derivatives assets and
setelah pajak, pada tanggal 31 Desember 2025 liabilities net of tax, as at 31 December 2025
sejumlah Rp13.272 debit (31 Desember 2024: amounting to Rp13,272 debit (31 December
Rp789 - debit) dicatat sebagai “Cadangan lindung 2024: Rp789 - debit) is recorded as “Cash flow
nilai arus kas” pada Ekuitas. Untuk tahun yang hedging reserve” in the Equity. For the year
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah ended 31 December 2025, the total amount of
sebesar Rp8.933 (kredit) telah direklasifikasikan Rp8,933 (credit) has been reclassified from
dari ekuitas ke laba rugi tahun berjalan equity to the current year profit and loss
(31 Desember 2024: Rp2.580 (debit)). Jumlah (31 December 2024: Rp2,580 (debit)). The
tersebut terdiri dari Rp21.416 yang dikreditkan amount consists of Rp21,416 credited to gain on
pada untung selisih kurs - bersih dan Rp12.483 foreign exchange - net and Rp12,483 debited to
yang didebitkan pada beban bunga dan keuangan interest and financing charges in profit and loss
di laba rugi (31 Desember 2024: Rp4.107 (kredit) (31 December 2024: Rp4,107 (credit) and
dan Rp1.527 (debit)). Rp1,527 (debit)).
Halaman -5/52- Page
Page 67
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
12. ASET TETAP DAN ASET HAK GUNA 12. FIXED ASSETS AND RIGHT-OF-USE ASSETS
31 Desember/December 2025
Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Saldo akhir/
Beginning balance Additions Disposals Ending balance
Kepemilikan langsung Directly owned
Harga perolehan Acquisition cost
Bangunan 67,220 5,500 - 72,720 Building
Kendaraan 5,662 3,648 - 9,310 Motor vehicles
Peralatan dan Office equipment
perabot kantor 21,579 3,778 - 25,357 and fixtures
Leasehold
Prasarana 9,604 9,330 - 18,934 improvements
104,065 22,256 - 126,321
Accumulated
Akumulasi penyusutan depreciation
Bangunan 25,198 3,589 - 28,787 Building
Kendaraan 3,325 611 - 3,936 Vehicles
Peralatan dan Office equipment
perabot kantor 17,214 1,989 - 19,203 and fixtures
Leasehold
Prasarana 7,207 1,206 - 8,413 improvements
52,944 7,395 - 60,339
Nilai buku bersih 51,121 65,982 Net book value
31 Desember/December 2024
Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Saldo akhir/
Beginning balance Additions Disposals Ending balance
Kepemilikan langsung Directly owned
Harga perolehan Acquisition cost
Bangunan 63,020 4,200 - 67,220 Building
Kendaraan 5,492 2,203 (2,033) 5,662 Motor vehicles
Peralatan dan Office equipment
perabot kantor 20,052 1,527 - 21,579 and fixtures
Leasehold
Prasarana 8,511 1,093 - 9,604 improvements
97,075 9,023 (2,033) 104,065
Accumulated
Akumulasi penyusutan depreciation
Bangunan 21,823 3,375 - 25,198 Building
Kendaraan 4,216 526 (1,417) 3,325 Motor vehicles
Peralatan dan Office equipment
perabot kantor 15,535 1,679 - 17,214 and fixtures
Leasehold
Prasarana 6,719 488 - 7,207 improvements
48,293 6,068 (1,417) 52,944
Nilai buku bersih 48,782 51,121 Net book value
31 Desember/December 2025
Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Saldo akhir/
Beginning balance Additions Disposals Ending balance
Aset hak guna Right-of-use assets
Harga perolehan Acquisition cost
Bangunan 11,590 1,546 - 13,136 Building
Kendaraan 7,730 3,601 - 11,331 Motor vehicles
19,320 5,147 - 24,467
Accumulated
Akumulasi penyusutan depreciation
Bangunan 9,560 2,286 - 11,846 Building
Kendaraan 5,862 1,590 - 7,452 Motor vehicles
15,422 3,876 - 19,298
Nilai buku bersih 3,898 5,169 Net book value
Halaman -5/53- Page
Page 68
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
12. ASET TETAP DAN ASET HAK GUNA (lanjutan) 12. FIXED ASSETS AND RIGHT-OF-USE ASSETS
(continued)
31 Desember/December 2024
Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Saldo akhir/
Beginning balance Additions Disposals Ending balance
Aset hak guna Right-of-use assets
Harga perolehan Acquisition cost
Bangunan 9,023 2,567 - 11,590 Building
Kendaraan 6,384 1,346 - 7,730 Motor vehicles
15,407 3,913 - 19,320
Accumulated
Akumulasi penyusutan depreciation
Bangunan 7,427 2,133 - 9,560 Building
Kendaraan 4,278 1,584 - 5,862 Motor vehicles
11,705 3,717 - 15,422
Nilai buku bersih 3,702 3,898 Net book value
Berdasarkan evaluasi Direksi, tidak terdapat Based on the Directors’ assessment, there have
kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan been no events or changes in circumstances
keadaan yang mengindikasikan adanya which may indicate impairment in value of fixed
penurunan nilai aset tetap pada tanggal assets as at 31 December 2025 and 2024.
31 Desember 2025 dan 2024.
Perseroan melakukan peninjauan atas masa The Company performed a review on useful
manfaat, metode penyusutan, dan nilai residu aset lives, depreciation method, and residual value of
tetap secara berkala dan menyimpulkan bahwa fixed assets on a regular basis and concluded
tidak terdapat perubahan atas metode dan asumsi that there is no change on the methodology and
tersebut. assumptions.
Setiap tiga tahun, Perseroan mempekerjakan On a three-year basis, the Company engages
penilai eksternal independen dan berkualifikasi external, independent and qualified appraiser to
untuk mengevaluasi nilai wajar bangunan. Pada evaluate the fair values of buildings. As at
31 Desember 2025, nilai wajar bangunan 31 December 2025, the fair values of buildings
dievaluasi oleh KJPP Ayon Suherman dan Rekan. have been evaluated by KJPP Ayon Suherman
Tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai and Partner. There is no significant difference
wajar dengan nilai tercatatnya. between the fair values and carrying values.
Estimasi nilai wajar bangunan berdasarkan The estimated fair value of building based on
laporan No. 11180001/ASR.PNW.DP02/DR/24 report No. 11180001/ASR.PNW.DP02/DR/24
tertanggal 20 Januari 2025 yang dilakukan oleh dated 20 January 2025 which was performed by
penilai independen Dwi Rohmawati, S.P, MAPPI independent appraiser, Dwi Rohmawati, S.P,
(Cert.) dari KJPP Ayon Suherman dan Rekan MAPPI (Cert.) from KJPP Ayon Suherman and
adalah sebesar Rp49.524 (tingkat 3 - hierarki nilai Partner amounting to Rp49,524 (level 3 - fair
wajar). value hierarchy).
Semua aset tetap pada tanggal pelaporan All of the fixed assets as at the reporting date are
digunakan untuk menunjang aktivitas operasi fully used to support the Company’s operation
Perseroan. Pada tanggal 31 Desember 2025, activities. As at 31 Desember 2025, cost of fixed
harga perolehan aset tetap yang telah disusutkan assets which are fully depreciated but still being
secara penuh namun masih digunakan adalah used amounted to Rp23,738 (31 December
Rp23.738 (31 Desember 2024: Rp22.645). Tidak 2024: Rp22,645). There are no fixed assets
terdapat aset tetap yang dijaminkan sebagai pledged as security collateral for the Company’s
jaminan sehubungan dengan fasilitas pinjaman credit facilities.
yang diperoleh Perseroan.
Halaman -5/54- Page
Page 69
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
12. ASET TETAP DAN ASET HAK GUNA (lanjutan) 12. FIXED ASSETS AND RIGHT-OF-USE ASSETS
(continued)
Pada tanggal 31 Desember 2025, seluruh aset As at 31 December 2025, the Company’s assets
Perseroan diasuransikan kepada PT Asuransi are insured with PT Asuransi Astra Buana, a
Astra Buana, pihak berelasi, terhadap seluruh related party, against all risk insurance cover
risiko termasuk risiko pemogokan, huru-hara dan including losses arising from strikes, riots and
kerusuhan sipil dengan nilai pertanggungan civil unrest with sum insured of Rp29,786 (31
sebesar Rp29.786 (31 Desember 2024: December 2024: Rp21,015). The Directors
Rp21.015). Direksi berpendapat bahwa nilai believe that the insurance coverage is adequate
pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi to cover possible losses on the assets insured.
kemungkinan kerugian atas aset yang
dipertanggungkan.
Pada tanggal 31 Desember 2025, tidak terdapat As at 31 December 2025, there are no disposals
pengurangan aset tetap. Pada tanggal 31 of fixed asset. As at 31 December 2024,
Desember 2024, pengurangan aset tetap terdiri disposals of fixed asset consists of sales and
dari penjualan dan hapus buku. Atas penjualan write-off. The Company received cash of Rp817
tersebut, Perseroan menerima kas sebesar Rp817 for the sale of fixed assets with acquisition cost,
atas nilai perolehan, akumulasi depesiasi, dan accumulated depreciation, and gain on sale of
keuntungan atas penjualan aset masing-masing assets of Rp1,478, Rp862, and Rp201,
sebesar Rp1.478, Rp862, dan Rp201. respectively.
13. PINJAMAN YANG DITERIMA 13. BORROWINGS
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Bank Banks
Pihak ketiga: Third parties:
Dolar AS US Dollar
PT Bank Mizuho Indonesia 629,325 23,570 PT Bank Mizuho Indonesia
PT Bank ANZ Indonesia 104,888 415,115 PT Bank ANZ Indonesia
PT Bank Danamon Indonesia Tbk - 197,947 PT Bank Danamon Indonesia Tbk
734,213 636,632
Rupiah Rupiah
PT Bank HSBC Indonesia 375,000 - PT Bank HSBC Indonesia
PT Bank Shinhan Indonesia 225,000 - PT Bank Shinhan Indonesia
PT Bank Mizuho Indonesia 165,000 - PT Bank Mizuho Indonesia
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 154,545 274,242 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Standard Chartered Bank, Standard Chartered Bank,
Indonesia 33,334 479,167 Indonesia
PT Bank Central Asia Tbk 31,250 - PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank SMBC Indonesia Tbk - 185,000 PT Bank SMBC Indonesia Tbk
PT Bank Permata Tbk - 100,000 PT Bank Pertama Tbk
PT Bank ANZ Indonesia - 27,500 PT Bank ANZ Indonesia
984,129 1,065,909
Dikurangi: Less:
Biaya provisi dan administrasi (1,818) (2,799) Provision and administration fees
1,716,524 1,699,742
Bukan bank Non banks
Pihak berelasi: Related parties:
Rupiah Rupiah
PT United Tractors Tbk 1,221,761 1,492,377 PT United Tractors Tbk
Jumlah 2,938,285 3,192,119 Total
Halaman -5/55- Page
Page 70
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
13. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 13. BORROWINGS (continued)
Cicilan pokok pinjaman sesuai dengan tanggal Installments of borrowings principal based on its
jatuh temponya: maturity profile:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
< 1 tahun 1,623,856 2,125,992 < 1 year
1 - 2 tahun 925,988 776,336 1 - 2 years
2 - 3 tahun 359,910 255,127 2 - 3 years
> 3 tahun 30,349 37,463 > 3 years
2,940,103 3,194,918
Sepanjang tahun 2025, Perseroan melakukan During 2025, the Company drawdowns new
penarikan pinjaman baru dalam mata uang Rupiah loans in Rupiah and in US Dollar with bear
dan Dolar AS dengan tingkat bunga sebesar interest rates of 6.50% - 7.15% for loans in
6,50% - 7,15% untuk mata uang Rupiah dan Rupiah and 4.65% - 6.00% for loans in US Dollar
4,65% - 6,00% untuk mata uang Dolar AS (31 December 2024: 5.90% - 7.05% for loans in
(31 Desember 2024: 5,90% - 7,05% untuk mata Rupiah and 4.81% - 5.76% for loans in US
uang Rupiah dan 4,81% - 5,76% untuk mata uang Dollar).
Dolar AS).
Perseroan telah melakukan kontrak cross currency The Company has entered into cross currency
swap dan foreign currency forward untuk swap and foreign currency forward in order to
mengantisipasi risiko fluktuasi tingkat bunga dan mitigate the risk of fluctuation in interest rate and
nilai tukar atas pinjaman dalam mata uang Dolar exchange rate to support its business operation
AS untuk memenuhi kebutuhan operasional needs (refer to Note 11).
Perseroan (lihat Catatan 11).
Semua pinjaman yang diterima Perseroan All Company’s borrowings are used for working
digunakan untuk modal kerja. capital.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan As at 31 December 2025 and
2024, tidak ada aset yang dijaminkan atas seluruh 2024, there are no collateral assets secured for
pinjaman yang diterima oleh Perseroan. all borrowings owned by the Company.
Fasilitas pinjaman dari beberapa bank Loan facilities from several banks require the
mensyaratkan Perseroan untuk memberikan Company to provide written notice in respect of
pemberitahuan tertulis dalam hal perubahan modal changes of capital and shareholders, changes of
dan pemegang saham, perubahan susunan Direksi Directors and Commissioners, and changes of
dan Komisaris serta perubahan bisnis utama. main business activities. Under the loan
Dalam perjanjian pinjaman tersebut, Perseroan agreements, the Company is also obliged to
diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimal maintain gearing ratio at the maximum 10:1 and
10:1 dan kewajiban penyampaian laporan lainnya. other reporting obligations.
Pada tanggal 31 December 2025 dan 2024, As at 31 December 2025 and 2024, the
Perseroan telah memenuhi semua persyaratan Company has fulfilled all covenants
yang ditetapkan dalam semua perjanjian pinjaman requirements stipulated in all of the borrowing
yang diterima. agreements.
Pada tanggal 31 December 2025, nilai tercatat As at 31 December 2025, the carrying value of
pinjaman yang diterima adalah Rp2.950.631 borrowing is Rp2,950,631 (31 December 2024:
(31 Desember 2024: Rp3.204.048) yang Rp3,204,048) which includes the nominal
mencakup nilai nominal pinjaman, biaya provisi amount of the borrowing, unamortised provision
yang belum diamortisasi, dan utang bunga. costs, and interest payable.
Halaman -5/56- Page
Page 71
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
13. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 13. BORROWINGS (continued)
PT Bank Mizuho Indonesia PT Bank Mizuho Indonesia
Pada tanggal 29 Februari 2024, Perseroan On 29 February 2024, the Company obtained a
memperoleh fasilitas pinjaman berjangka sebesar term loan facility amounting US Dollar
Dolar AS 45.000.000 (nilai penuh) setara dengan 45,000,000 (full amount) equivalent to
Rp755.190 untuk jangka waktu ketersediaan 1 Rp755.190 for 1 (one) year availability facility.
(satu) tahun. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh This facility will mature in 3 (three) years after the
tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan. drawdown date.
Pada tanggal 23 Mei 2025, Perseroan memperoleh On 23 May 2025, the Company obtained a
fasilitas pinjaman money market line sebesar money market line facility amounting
Rp250.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada Rp250,000. This facility will mature on
23 Mei 2026. 23 May 2026.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah During 2025, the Company has made payments
melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman for the term loan facility amounting to US Dollar
berjangka sebesar Dolar AS 8.958.333 (nilai 8,958,333 (full amount) equivalent to
penuh) setara dengan Rp150.339. Pembayaran Rp150,339. The interest and principal have been
bunga dan pokok pinjaman telah dibayarkan sesuai paid in accordance with the due dates.
tanggal jatuh tempo.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah saldo As at 31 December 2025, the outstanding
atas fasilitas pinjaman berjangka adalah sebesar balance related to the term loan facility was US
Dolar AS 37.500.000 (nilai penuh) setara dengan Dollar 37,500,000 (full amount) equivalent to
Rp629.325 (31 Desember 2024: Dolar AS Rp629,325 (31 December 2024: US Dollar
1.458.333 (nilai penuh) setara dengan Rp23.570) 1,458,333 (full amount) equivalent to Rp23,570)
dan jumlah saldo atas pinjaman money market line and the outstanding balance related to the
adalah sebesar Rp165.000 (31 Desember 2024: money market facility Rp165,000
Rp nihil). (31 December 2024: Rp nil).
PT Bank ANZ Indonesia PT Bank ANZ Indonesia
Pada tanggal 20 Desember 2018, Perseroan On 20 December 2018, the Company obtained a
memperoleh fasilitas pinjaman short term revolving short term revolving loan facility amounting to US
sebesar Dolar AS 15.000.000 (nilai penuh) setara Dollar 15,000,000 (full amount) equivalent to
dengan Rp251.730. Rp251,730.
Pada tanggal 18 Desember 2020, periode On 18 December 2020, the availability period of
ketersediaan fasilitas diperpanjang hingga 20 the facility was extended until 20 December
Desember 2021. Pada tanggal 17 Desember 2021, 2021. On 17 December 2021, the Company
Perseroan melakukan adendum perjanjian yang conducted an amendment of that agreement that
memperpanjang periode ketersediaan fasilitas extended the availability period of the facility until
hingga 20 Desember 2022. Pada tanggal 20 December 2022. On 5 August 2022, the
5 Agustus 2022, Perseroan melakukan adendum Company conducted an amendment of that
perjanjian yang memperpanjang periode agreement that extended the availability period
ketersediaan fasilitas hingga 30 Juni 2023. Pada of the facility until 30 June 2023. On 30 June
30 Juni 2023, fasiltas ini telah diperpanjang dan 2023, the facility was renewed and will mature
akan jatuh tempo pada tanggal 28 Juni 2024. on 28 June 2024.
Pada tanggal 28 Juni 2024, Perseroan melakukan On 28 June 2024, the Company has signed the
addendum perjanjian yang memperpanjang addendum of the facility to extend the availability
periode ketersediaaan fasilitas hingga 30 Juni period until 30 June 2025. On 26 June 2025, the
2025. Pada tanggal 26 Juni 2025, Perseroan Company conducted an amendment of that
melakukan addendum perjanjian yang agreement that extended the availability period
memperpanjang periode ketersediaan fasilitas of the facility until 30 June 2026.
hingga 30 Juni 2026.
Halaman -5/57- Page
Page 72
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
13. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 13. BORROWINGS (continued)
PT Bank ANZ Indonesia (lanjutan) PT Bank ANZ Indonesia (continued)
Sepanjang tahun 2025, Pembayaran bunga dan During 2025, the Company has paid interest and
pokok pinjaman untuk fasilitas short term revolving principal for short term revolving loan facility has
telah dibayarkan sesuai tanggal jatuh tempo. been paid on the due date.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah saldo As at 31 December 2025, the Company has
atas fasilitas pinjaman short term revolving adalah outstanding loan of short term revolving loan
sebesar Rp nihil (31 Desember 2024: Dolar AS facility amounting Rp nil (31 December 2024: US
14.434.606 (nilai penuh) setara dengan Dollar 14,434,606 (full amount) equivalent to
Rp233.292). Rp233,292).
Pada tanggal 31 Agustus 2023, Perseroan On 31 August 2023, the Company obtained a
memperoleh fasilitas pinjaman bilateral sebesar bilateral loan facility amounting of
Dolar AS 15.000.000 (nilai penuh) setara dengan US Dollar 15,000,000 (full amount) equivalent to
Rp251.730. Pada tanggal 27 Maret 2024, Rp251,730. On 27 March 2024, the Company
Perseroan telah melakukan penarikan seluruh has utilized the facility with amount US Dollar
fasilitas Dolar AS 15.000.000 (nilai penuh) setara 15,000,000 (full amount) equivalent to
dengan Rp251.730. Fasilitas pinjaman ini akan Rp251,730. This facility will mature in 3 (three)
jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal years after the drawdown date.
penarikan.
Pada tanggal 11 September 2025, Perseroan On 11 September 2025, the Company obtained
memperoleh fasilitas pinjaman bilateral sebesar a bilateral loan facility amounting of
Dolar AS 15.000.000 (nilai penuh) setara dengan US Dollar 15,000,000 (full amount) equivalent to
Rp251.730. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada 3 Rp251,730. This facility will mature in
(tiga) tahun setelah penarikan. 3 (three) years after the drawdown date.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah During 2025, the Company has paid bilateral
melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman loan facilities amounted to Rp27,500 and US
bilateral sebesar Rp27.500 dan Dolar AS Dollar 5,000,000 (full amount) equivalent to
5.000.000 (nilai penuh) setara dengan Rp83.910. Rp83,910. Interest and principal have been paid
Pembayaran bunga dan pokok pinjaman telah on the due date.
dibayarkan sesuai tanggal jatuh tempo.
Pada tanggal 31 Desember 2025, Perseroan As at 31 December 2025, the Company has
memiliki saldo pinjaman atas fasilitas pinjaman outstanding loan of bilateral facility amounting of
bilateral sebesar Dolar AS 6.250.000 (nilai penuh) US Dollar 6,250,000 (full amount) equivalent to
setara dengan Rp104.888 (31 Desember 2024: Rp104,888 (31 December 2024: US Dollar
Dolar AS 11.250.000 (nilai penuh) setara dengan 11,250,000 (full amount) equivalent to
Rp181.823). Rp181,823).
PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Pada tanggal 10 Februari 2010, Perseroan On 10 February 2010, the Company obtained
memperoleh fasilitas pinjaman revolving working revolving working capital facility amounting
capital sebesar Rp100.000, revolving term facility Rp100,000, revolving term loan facility
sebesar Rp200.000, dan revolving working capital amounting Rp200,000, and revolving working
II sebesar Dolar AS 10.000.000 (nilai penuh). capital II amounting US Dollar 10,000,000 (full
amount).
Pada tanggal 30 September 2020, Perseroan On 30 September 2020, the Company
melakukan addendum perjanjian untuk menutup conducted an amendment of the agreement to
revolving term loan facility dan revolving working close revolving term loan facility and revolving
capital II serta memperpanjang periode working capital II facility and extended the
ketersediaan fasilitas revolving working capital availability period of the revolving working capital
facility sebesar Rp100.000 hingga 30 Agustus facility amounting Rp100,000 until 30 August
2021. 2021.
Halaman -5/58- Page
Page 73
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
13. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 13. BORROWINGS (continued)
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (lanjutan) PT Bank Danamon Indonesia Tbk (continued)
Pada tanggal 30 Agustus 2021, periode On 30 August 2021, the availability period of the
ketersediaan fasilitas diperpanjang hingga facility was extended until 31 October 2021 and
31 Oktober 2021 dan kemudian diperpanjang lagi it was extended again until 31 August 2022.
hingga 31 Agustus 2022.
Pada tanggal 20 Desember 2021 Perseroan On 20 December 2021 the Company obtained
memperoleh tambahan fasilitas revolving working additional revolving working capital facility
capital sebesar Rp100.000 sehingga jumlah amounting Rp100,000 thereby, the total facility of
fasilitas pinjaman Perseroan menjadi Rp200.000. revolving working capital facility amounting
Rp200,000.
Pada tanggal 31 Agustus 2022, periode On 31 August 2022, the availability period of the
ketersediaan fasilitas diperpanjang hingga facility was extended until 31 October 2022. On
31 Oktober 2022. Pada tanggal 31 Oktober 2022 31 October 2022, the availability period of the
periode ketersediaan fasilitas diperpanjang hingga facility was extended until 30 November 2022.
30 November 2022. Dan pada tanggal On 30 November 2022 the availability period of
30 November 2022 periode ketersediaan fasilitas the facility was extended until 31 August 2023.
diperpanjang hingga 31 Agustus 2023. Pada On 31 August 2023 the availabillity period of the
tanggal 31 Agustus 2023 periode ketersediaan facility was extended until 30 September 2023,
fasilitas diperpanjang hingga 30 September 2023, and on 30 September 2023 the availability period
dan pada tanggal 30 September 2023 periode of the facility was extended until 31
ketersediaan fasilitas diperpanjang hingga October 2023 and extended again to
31 Oktober 2023 dan diperpanjang kembali hingga 30 November 2023. On 30 November 2023, the
30 November 2023. Pada tanggal 30 November availability period of the facility was extended
2023, periode ketersediaan fasilitas diperpanjang until 30 August 2024.
hingga 30 Agustus 2024.
Pada tanggal 30 Agustus 2024, fasilitas On 30 August 2024, the facility was extended
diperpanjang hingga 30 September 2024 dan until 30 September 2024 and further extended
kemudian diperpanjang kembali hingga until 30 August 2025. On 30 August 2025 the
30 Agustus 2025. Pada tanggal 30 Agustus 2025 availabillity period of the facility was extended
periode ketersediaan fasilitas diperpanjang hingga until 30 September 2025, and on 30 September
30 September 2025, dan pada tanggal 30 2025 the availability period of the facility was
September 2025 periode ketersediaan fasilitas extended until 30 October 2025 and further
diperpanjang hingga 30 Oktober 2025 dan extended until 30 August 2026.
kemudian diperpanjang kembali hingga
30 Agustus 2026.
Pada tanggal 22 April 2025, Perseroan mendapat On 22 April 2025, the Compay has obtained term
term loan facility sebesar Rp200.000 dan loan facility amounting Rp200,000 and additional
penambahan revolving working capital facility revolving working capital facility amounting
sebesar Rp50.000 menjadi Rp250.000. Rp50,000 and bring the total amount Rp250,000.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah During 2025, the company has paid the interest
melakukan pembayaran atas bunga dan pokok and principal on the due date.
pinjaman sesuai tanggal jatuh tempo.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah saldo As at 31 December 2025, the outstanding
atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar Rp nihil balance related to the loan facility was Rp nil (31
(31 Desember 2024: Dolar AS 12.247.671 (nilai December 2024: US Dollar 12,247,671 (full
penuh) setara dengan Rp197.947). amount) equivalent to Rp197,947).
Halaman -5/59- Page
Page 74
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
13. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 13. BORROWINGS (continued)
PT Bank HSBC Indonesia PT Bank HSBC Indonesia
Pada tanggal 25 Maret 2025, Perseroan On 25 March 2025, the Company obtained a
memperoleh fasilitas pinjaman bilateral sebesar bilateral loan facility amounting
Rp500.000. Pada tanggal 26 Maret 2025, Rp500,000. On March 26, 2025, the Company
Perseroan telah melakukan penarikan seluruh has withdrawn all facilities amounting
fasilitas sebesar Rp500.000. Fasilitas pinjaman ini Rp500,000. This facility will mature in 3 (three)
akan jatuh tempo sampai 3 (tiga) tahun setelah years after the drawdown date.
tanggal penarikan.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah During 2025, the Company has paid loan
melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman facilities amounted to Rp125,000. Interest and
sebesar Rp125.000. Pembayaran bunga dan principal have been paid on the due date.
pokok pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal
jatuh tempo.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah saldo As at 31 December 2025, the outstanding
atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar balance related to the loan facility was
Rp375.000 (31 Desember 2024: Rp nihil). Rp375,000 (31 December 2024: Rp nil).
PT Bank Shinhan Indonesia PT Bank Shinhan Indonesia
Pada tanggal 22 Januari 2025, Perseroan On 22 January 2025, the Company obtained a
memperoleh fasilitas pinjaman bilateral sebesar bilateral loan facility amounting Rp300,000. On
Rp300.000 Pada tanggal 29 Januari 2025, 29 January 2025, the Company has drawn all the
Perseroan telah melakukan penarikan seluruh available facility Rp300,000. This facility will
fasilitas sebesar Rp300.000. Fasilitas pinjaman ini mature in 3 (three) years after the drawdown
akan jatuh tempo sampai 3 (tiga) tahun setelah date.
tanggal penarikan.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah During 2025, the Company has paid loan
melakukan pembayaran atas fasiltas pinjaman facilities amounted to Rp75,000. Interest and
sebesar Rp75.000. Pembayaran bunga dan pokok principal have been paid on the due date.
pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal jatuh
tempo.
Pada tanggal 31 December 2025, jumlah saldo As at 31 December 2025, the outstanding
atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar balance related to the loan facility was
Rp225.000 (31 Desember 2024: Rp nihil). Rp225,000 (31 December 2024: Rp nil).
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Pada tanggal 29 Desember 2022, Perseroan On 29 December 2022, the Company obtained a
memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja short term revolving loan facility amounting
sebesar Rp300.000. Pada tanggal 29 Desember Rp300,000. On 29 Desember 2023, the
2023, Perseroan melakukan adendum perjanjian Company conducted an amendment of that
yang memperpanjang periode ketersediaan agreement that extended the availability period
fasilitas hingga 28 Juni 2024. Perseroan telah of the facility until 28 June 2024. On 30 April
melakukan penarikan sebesar Rp100.000 pada 2024, the Company has drawn the facility
tanggal 30 April 2024. amounting Rp100,000.
Halaman -5/60- Page
Page 75
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
13. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 13. BORROWINGS (continued)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (lanjutan) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (continued)
Fasilitas pinjaman modal kerja ini akan jatuh tempo This working capital loan facility will mature up to
sampai 4 (empat) tahun setelah tanggal penarikan. 4 (four) years after the drawdown date. On
Pada tanggal 13 Juni 2024, fasilitas tersebut 13 June 2024, the facility was extended to
diperpanjang hingga 28 September 2024, dan 28 September 2024 and was extended to
diperpanjang kembali hingga 31 Desember 2024. 31 December 2024. On 30 September 2024, the
Pada tanggal 30 September 2024, Perseroan Company has drawn the facility amounting
melakukan penarikan fasilitas sebesar Rp100,000. On 27 December 2024, the
Rp100.000. Pada tanggal 27 Desember 2024, company has drawn all the available facility
Perseroan melakukan penarikan fasilitas yang amounting to Rp100,000.
tersedia seluruhnya sebesar Rp100.000.
Pada tanggal 30 Desember 2025, Perseroan On 30 December 2025, the Company obtained a
memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja working capital loan facility amounting to
sebesar Rp500.000. Fasilitas pinjaman ini akan Rp500,000. This loan facility will mature in 3
jatuh tempo sampai 3 (tiga) tahun setelah tanggal (three) years after the drawdown date.
penarikan.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah During 2025, the Company has paid loan
melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman facilities amounted to Rp119,697. Interest and
sebesar Rp119.697. Pembayaran bunga dan principal have been paid on the due date.
pokok pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal
jatuh tempo.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah saldo As at 31 December 2025, the outstanding
atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar balance related to the loan facility was
Rp154.545 (31 Desember 2024: 274.242). Rp154,545 (31 December 2024: Rp274,242).
Standard Chartered Bank, Indonesia Standard Chartered Bank, Indonesia
Pada tanggal 30 Agustus 2022, Perseroan On 30 August 2022, the Company obtained a
memperoleh fasilitas pinjaman bilateral sebesar bilateral loan facility amounting of Rp1,400,000.
Rp1.400.000. Perseroan telah menarik fasilitas ini The Company has drawn this facility amounting
sebesar Rp300.000 pada tanggal Rp300,000 on 14 September 2022, Rp100,000
14 September 2022, Rp100.000 pada tanggal on 12 October 2022, Rp100,000 on
12 Oktober 2022, Rp100.000 pada tanggal 30 November 2022, Rp500,000 on
30 November 2022, Rp500.000 pada tanggal 28 December 2022, Rp200,000 on
28 Desember 2022, Rp200.000 pada tanggal 31 January 2023, and Rp200,000 on
31 Januari 2023, dan Rp200.000 pada tanggal 17 February 2023. This facility will mature in 3
17 Februari 2023. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh (three) years after the drawdown date.
tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan.
Pada tanggal 30 September 2025, Perseroan On 30 September 2025, the Company obtained
memperoleh short term loan facility sebesar a short term loan facility amounting of
Rp350.000. Rp350,000.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah During 2025, the Company has paid loan
melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman bilateral facilities amounted to Rp445,833.
bilateral sebesar Rp445.833 Pembayaran bunga Interest and principal have been paid on the due
dan pokok pinjaman telah dibayarkan sesuai date.
tanggal jatuh tempo.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah saldo As at 31 December 2025, the outstanding
atas fasilitas pinjaman short term loan facility balance of the short term loan facility was Rp nil
adalah sebesar Rp nihil (31 Desember 2024: Rp (31 December 2024: Rp nil) and the outstanding
nihil) dan saldo atas fasilitas bilateral adalah balance of the bilateral facility was Rp33,334
sebesar Rp33.334 (31 Desember 2024: (31 December 2024: Rp479,167).
Rp479.167).
Halaman -5/61- Page
Page 76
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
13. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 13. BORROWINGS (continued)
PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 24 Februari 2022, Perseroan On 24 February 2022, the Company obtained a
memperoleh fasilitas pinjaman bilateral sebesar bilateral loan facility amounting of Rp300,000
Rp300.000 dan fasilitas pinjaman short term and short term revolving loan facility amounting
revolving sebesar Rp200.000. Fasilitas pinjaman Rp200,000. This facility will mature up to 5 (five)
ini akan jatuh tempo sampai 5 (lima) tahun setelah years after the drawdown date.
tanggal penarikan.
Pada 24 Februari 2024, fasilitas pinjaman bilateral On 24 February 2024, the bilateral facility was
diperpanjang hingga 24 Februari 2025. Pada 24 extended to 24 February 2025. On 24 February
Februari 2025, fasilitas tersebut kembali 2025, the facility was extended to 24 August
diperpanjang hingga 24 Agustus 2025. Pada 24 2025. On 24 August 2025, the facility was
Agustus 2025, fasilitas tersebut kembali extended to 24 November 2025. On 20
diperpanjang hingga 24 November 2025. Pada 20 November 2025, the facility was extended to 24
November 2025, fasilitas tersebut kembali August 2026.
diperpanjang hingga 24 Agustus 2026.
Perseroan telah melakukan penarikan fasilitas The Company has drawn bilateral loan facility
pinjaman bilateral sebesar Rp50.000 pada 31 amounting Rp50,000 on 31 January 2025. This
Januari 2025. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada 2 facility will mature in 2 (two) years after the
(dua) tahun setelah penarikan. drawdown date.
Pada 26 Juni 2024, fasilitas pinjaman short term On 26 June 2024, the short term revolving loan
revolving diperpanjang hingga 24 November 2025. facility was extended to 24 November 2025. On
Pada 20 November 2025, fasilitas pinjaman short 20 November 2025, the short term revolving loan
term revolving diperpanjang hingga 24 Agustus facility was extended to 24 August 2026.
2026.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah During 2025, the Company has paid bilateral
melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman loan facilities amounted to Rp18,750. Interest
bilateral sebesar Rp18.750. Pembayaran bunga and principal have been paid on the due date.
dan pokok pinjaman telah dibayarkan sesuai
tanggal jatuh tempo.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah saldo As at 31 December 2025, the outstanding
atas fasilitas pinjaman bilateral adalah sebesar balance related to the bilateral loan facility was
Rp31.250 (31 Desember 2024: Rp nihil) dan jumlah Rp31,250 (31 December 2024: Rp nil) and the
saldo atas fasilitas pinjaman short term revolving outstanding balance related to the short term
adalah sebesar Rp nihil (31 Desember 2024: Rp revolving loan facility was Rp nil (31 December
nihil). 2024: Rp nil).
PT United Tractors Tbk PT United Tractors Tbk
Pada tanggal 18 Mei 2016, Perseroan memperoleh On 18 May 2016, the Company obtained a loan
fasilitas pinjaman dari PT United Tractors Tbk facility from PT United Tractors Tbk with a
dengan jumlah maksimum penarikan sebesar maximum credit limit amounting to Rp1,000,000
Rp1.000.000 dengan cicilan pembayaran pokok with monthly repayment commenced three
pinjaman tiga bulan setelah setiap tanggal months after each drawdown date. The facility
penarikan. Fasilitas ini telah diperbaharui kembali was renewed on 25 May 2018 which increased
pada tanggal 25 Mei 2018, dengan menambah the maximum of credit limit to Rp1,750,000.
jumlah maksimum penarikan menjadi
Rp1.750.000.
Pada tanggal 14 September 2019, fasilitas ini telah On 14 September 2019, the facility was renewed
diperbaharui kembali dengan menambah jumlah with increased the maximum of credit limit to
maksimum penarikan menjadi Rp1.800.000. Pada Rp1,800,000. On 31 August 2022, the facility
tanggal 31 Agustus 2022, fasilitas ini telah was renewed and will mature on 30 June 2023.
diperpanjang dan akan jatuh tempo pada tanggal
30 Juni 2023.
Halaman -5/62- Page
Page 77
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
13. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 13. BORROWINGS (continued)
PT United Tractors Tbk (lanjutan) PT United Tractors Tbk (continued)
Pada tanggal 30 September 2023, fasilitas ini telah On 30 September 2023, the facility was renewed
diperpanjang dan akan jatuh tempo pada tanggal and will mature on 30 September 2024. On
30 September 2024. Pada tanggal 28 September 28 September 2024, the facility was extended
2024, fasilitas ini kembali diperpanjang hingga 30 until 30 June 2025. On 30 June 2025, the facility
Juni 2025. Pada tanggal 30 Juni 2025, fasilitas ini was extended until 30 June 2026.
kembali di perpanjang hingga 30 Juni 2026.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah During 2025, the Company has paid loan
melakukan pembayaran atas fasiltas pinjaman facilities amounted to Rp742,745. Interest and
sebesar Rp742.745. Pembayaran bunga dan principal have been paid on the due date.
pokok pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal
jatuh tempo.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah saldo As at 31 December 2025, the outstanding
atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar balance related to the loan facility was
Rp1.221.761 (31 Desember 2024: Rp1.492.377). Rp1,221,761 (31 December 2024:
Rp1,492,377).
PT Bank SMBC Indonesia Tbk PT Bank SMBC Indonesia Tbk
Pada tanggal 27 April 2022, Perseroan On 27 April 2022, the Company obtained a short
memperoleh fasilitas pinjaman short term revolving term revolving loan facility amounting
sebesar Rp250.000 hingga 31 Maret 2023. Pada Rp250,000 until 31 March 2023. On 31 March
31 Maret 2023, Perseroan melakukan adendum 2023, the Company conducted an amendment of
perjanjian yang memperpanjang periode that agreement that extended the availability
ketersediaan fasilitas hingga 29 Maret 2024. Pada period of the facility until 29 March 2024. On
28 Maret 2024, Perseroan kembali 28 March 2024, the Company was extended the
memperpanjang fasilitas hingga 30 Maret 2025. facility to 30 March 2025.
Pada 22 November 2024, Perseroan telah On 22 November 2024, the Company has
melakukan addendum dengan menambah fasilitas obtained additional facility to Rp500,000 and the
menjadi Rp500.000 dan diperpanjang hingga facilty extended to 28 November 2025. On
28 November 2025. Pada 28 November 2025, 28 November 2025, the facility was extended to
fasilitas tersebut kembali diperpanjang hingga 30 30 November 2026.
November 2026.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah During 2025, the Company has paid the interest
melakukan pembayaran bunga dan pokok and principal on the due date.
pinjaman sesuai tanggal jatuh tempo.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah saldo As at 31 December 2025, the outstanding
atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar Rp nihil balance related to the loan facility was Rp nil (31
(31 Desember 2024: Rp185.000). December 2024: Rp185,000).
PT Bank Permata Tbk PT Bank Permata Tbk
Pada tanggal 31 Maret 2021, Perseroan On 31 March 2021, the Company obtained
memperoleh fasilitas pinjaman money market line money market line loan facility amounting
sebesar Rp100.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo Rp100,000. This facility will mature on 30
pada 30 September 2021. Pada tanggal September 2021. On 30 September 2021, the
30 September 2021, fasilitas pinjaman money money market line loan facility has been
market line telah diperpanjang oleh pihak Bank extended until 31 March 2022. The Company
hingga 31 Maret 2022. Perseroan telah melakukan amended the agreement several times to extend
beberapa kali addendum perjanjian untuk the availability period of the money market line
memperpanjang periode ketersediaan fasilitas loan facility amounting Rp80,000 until
money market line sebesar Rp80.000 hingga 31 March 2023.
31 Maret 2023.
Halaman -5/63- Page
Page 78
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
13. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 13. BORROWINGS (continued)
PT Bank Permata Tbk (lanjutan) PT Bank Permata Tbk (continued)
Pada tanggal 31 Maret 2023, Perseroan telah On 31 March 2023, the Company conducted an
melakukan perpanjangan periode ketersediaan amendment of the agreement to extend the
fasilitas pinjaman money market line sebesar availability period of the money market line loan
Rp80.000 hingga 30 September 2023. Pada facility amounting Rp80,000 until 30 September
tanggal 30 September 2023, Perseroan telah 2023. On 30 September 2023 the Company
melakukan perpanjangan periode ketersediaan conducted an amendment of the agreement to
fasilitas money market line sebesar Rp80.000 extend the availability period of the money
hingga 31 Desember 2023. market line facility amounting Rp80,000 until
31 December 2023.
Pada tanggal 31 Desember 2023, Perseroan telah On 31 December 2023, the Company conducted
melakukan perpanjangan periode ketersediaan an amendment of the agreement to extend the
fasilitas money market line hingga 31 Maret 2024. availability period of money market line until
Pada tanggal 31 Maret 2024, Perseroan 31 March 2024. On 31 March 2024, the
memperoleh fasilitas tambahan menjadi Company has additional facilities to Rp100,000
Rp100.000 hingga 30 September 2024 dan telah until 30 September 2024 and was extended
diperpanjang otomatis hingga 31 Desember 2024. automatically until 31 December 2024. On 20
Pada tanggal 20 Desember 2024 fasilitas telah December 2024, the company has extended the
diperpanjang kembali hingga 30 Maret 2025. facilities to 30 March 2025.
Pada tanggal 27 Maret 2025, Perseroan telah On 27 March 2025, the Company conducted an
melakukan perpanjangan periode ketersediaan amendment of the agreement to extend the
fasilitas money market line hingga 30 September availability period of the money market line
2025 dan telah diperpanjang otomatis hingga 30 facility until 30 September 2025 and was
Maret 2026. automatically extended until 30 March 2026.
Sepanjang tahun 2025, Pembayaran bunga dan During 2025, the interest and principal have
pokok pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal been paid on the due date.
jatuh tempo.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah saldo As at 31 December 2025, the outstanding
atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar Rp nihil balance related to the loan facility was Rp nil (31
(31 Desember 2024: Rp100.000). December 2024: Rp100,000).
PT Bank Pan Indonesia Tbk PT Bank Pan Indonesia Tbk
Pada tanggal 28 Mei 2025, Perseroan memperoleh On 28 May 2025, the Company obtained a
fasilitas pinjaman bilateral sebesar Rp300.000. bilateral loan facility amounting to Rp300,000.
Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo sampai 3 This facility will mature in 3 (three) years after the
(tiga) tahun setelah tanggal penarikan. drawdown date.
Jumlah saldo atas fasilitas pinjaman ini per tanggal As at 31 December 2025, the outstanding
31 Desember 2025 adalah Rp nihil (31 Desember balance related to the loan facility was Rp nil (31
2024: Rp nihil). December 2024: Rp nil).
PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk
Pada tanggal 27 Mei 2025, Perseroan memperoleh On 27 May 2025, the Company obtained a short
fasilitas pinjaman short term loan sebesar term loan facility amounting to Rp250,000.
Rp250.000.
Sepanjang tahun 2025, pembayaran bunga dan During 2025, interest and principal have been
pokok pinjaman telah dibayarkan sesuai tanggal paid on the due date.
jatuh tempo.
Jumlah saldo atas fasilitas pinjaman ini per tanggal As at 31 December 2025, the outstanding
31 Desember 2025 adalah Rp nihil (31 Desember balance related to the loan facility was Rp nil (31
2024: Rp nihil). December 2024: Rp nil).
Halaman -5/64- Page
Page 79
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
14. UTANG OBLIGASI 14. BONDS PAYABLE
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Nilai nominal Par value
- Obligasi Berkelanjutan SANF SANF Shelf Registration Bonds -
IV Tahap I Tahun 2022 Seri B - 600,000 IV Phase I Year 2022 Series B
- Obligasi Berkelanjutan SANF SANF Shelf Registration Bonds -
IV Tahap II Tahun 2023 Seri B 900,000 900,000 IV Phase II Year 2023 Series B
- Obligasi Berkelanjutan SANF SANF Shelf Registration Bonds -
IV Tahap II Tahun 2023 Seri C 250,000 250,000 IV Phase II Year 2023 Series C
- Obligasi Berkelanjutan SANF SANF Shelf Registration Bonds -
IV Tahap III Tahun 2024 Seri A - 200,000 IV Phase III Year 2024 Series A
- Obligasi Berkelanjutan SANF SANF Shelf Registration Bonds -
IV Tahap III Tahun 2024 Seri B 550,000 550,000 IV Phase III Year 2024 Series B
- Obligasi Berkelanjutan SANF SANF Shelf Registration Bonds -
V Tahap I Tahun 2025 Seri A 500,000 - V Phase I Year 2025 Series A
- Obligasi Berkelanjutan SANF SANF Shelf Registration Bonds -
V Tahap I Tahun 2025 Seri B 853,000 - V Phase I Year 2025 Series B
3,053,000 2,500,000
Dikurangi: Less:
Biaya emisi obligasi yang belum Unamortised bond
diamortisasi (9,441) (5,352) issuance costs
Bersih 3,043,559 2,494,648 Net
Amortisation of bonds
Beban amortisasi emisi obligasi 5,942 4,861 issuance costs
Obligasi Berkelanjutan PT Surya Artha Nusantara Shelf Registration Bonds PT Surya Artha
Finance IV Tahap I Tahun 2022 seri B dan Tahap Nusantara Finance IV Phase I Year 2022 Series
III Tahun 2024 seri A telah dibayar lunas pada B and Phase III Year 2024 Series A have been
tanggal 05 Juni 2025 dan 26 Juni 2025. fully paid on 05 June 2025 and 26 June 2025
Informasi lain mengenai obligasi pada tanggal Other information relating to bonds as at
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut: 31 December 2025 are as follows:
Tanggal Tingkat
Tanggal efektif/ Persetujuan/ Jumlah pokok/ Jangka waktu/ jatuh tempo/ bunga/
Nama/Name Effective date Approval Nominal value Tenor Maturity date Interest rate
Obligasi Berkelanjutan 16 Maret/March Dinyatakan efektif Seri/Series B: Seri/Series B: Seri/Series B: Seri/Series B:
IV SANF dengan 2023 oleh Otoritas Jasa 900,000 36 16 7.00%
Tingkat Suku Bunga Keuangan, bulan/months Maret/March
Tetap Tahap II Tahun berdasarkan Surat 2026
2023/SANF Shelf Keputusan No.
Registration Bond IV S-90/D.04/2022/ Seri/Series C: Seri/Series C: Seri/Series C: Seri/Series C:
with Fixed Interest Rate Became effective by 250,000 60 16 7.25%
Phase II Year 2023 Financial Services bulan/months Maret/March
Authority in its letter 2028
No. S-90/D.04/2022
Obligasi Berkelanjutan 20 Juni/June Dinyatakan efektif Seri/Series B: Seri/Series B: Seri/Series B: Seri/Series B:
IV SANF dengan 2024 oleh Otoritas Jasa 550,000 36 20 Juni/June 7.00%
Tingkat Suku Bunga Keuangan, bulan/months 2027
Tetap Tahap III Tahun berdasarkan Surat
2024/SANF Shelf Keputusan No.
Registration Bond IV S-90/D.04/2022/
with Fixed Interest Rate Became effective by
Phase III Year 2024 Financial Services
Authority in its letter
No. S-90/D.04/2022
Obligasi Berkelanjutan V 30 Juni/ June Dinyatakan efektif Seri/Series A: Seri/Series A: Seri/Series A: Seri/Series A:
SANF dengan Tingkat 2025 oleh Otoritas Jasa 500,000 370 hari/ 18 Juli/ July 6.25%
Suku Bunga Tetap Keuangan, days 2026
Tahap I Tahun 2025 berdasarkan Surat
/SANF Shelf Keputusan No. S- Seri/Series B: Seri/Series B: Seri/Series B: Seri/Series B:
Registration Bond V with 69/D.04/2025/ 853,000 36 bulan/ 8 Juli/ July 6.75%
Fixed Interest Rate Became effective by months 2028
Phase I Year 2025 Financial Services
Authority in its letter
No. S-69/D.04/2025
Halaman -5/65- Page
Page 80
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
14. UTANG OBLIGASI (lanjutan) 14. BONDS PAYABLE (continued)
Informasi lain mengenai obligasi pada tanggal Other information relating to bonds as at
31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 31 December 2025 and 31 December 2024 are
adalah sebagai berikut: as follows:
Nilai
nominal/
Surat berharga/ Nominal Tingkat bunga/ Jatuh tempo/ Cicilan/
Securities value Interest rate Due date Installment
Obligasi Berkelanjutan 600,000 7.05% 10 Juni/June Pembayaran pokok obligasi secara
IV SANF dengan tingkat 2025 penuh telah dilakukan pada tanggal jatuh
Suku Bunga Tetap tempo. Pembayaran bunga dibayarkan
Tahap I Tahun 2022 setiap triwulan/The bond’s principal
Seri A/SANF Shelf amount has been paid in a lump sum
Registration IV with amount on the due date. Interest is paid
Fixed Rate Phase I Year on a quarterly basis
2022 Series B
Obligasi Berkelanjutan 900,000 7.00% 16 Maret/March Pembayaran pokok obligasi secara
IV SANF dengan 2026 penuh akan dilakukan pada tanggal jatuh
Tingkat Suku Bunga tempo. Pembayaran bunga dibayarkan
Tetap Tahap II Tahun setiap triwulan/The bond’s principal
2023 Seri B/SANF Shelf amount will be paid in a lump sum
Registration Bond IV amount on the due date. Interest is paid
with Fixed Rate Phase II on a quarterly basis
Year 2023 Series B
Obligasi Berkelanjutan IV 250,000 7.25% 16 Maret/March Pembayaran pokok obligasi secara
SANF dengan Tingkat 2028 penuh akan dilakukan pada tanggal jatuh
Suku Bunga Tetap tempo. Pembayaran bunga dibayarkan
Tahap II Tahun 2023 setiap triwulan/The bond’s principal
Seri C/SANF Shelf amount will be paid in a lump sum
Registration Bond IV with amount on the due date. Interest is paid
Fixed Rate Phase II Year on a quarterly basis
2023 Series C
Obligasi Berkelanjutan IV 200,000 6.70% 30 Juni/June Pembayaran pokok obligasi secara
SANF dengan Tingkat 2025 penuh telah dilakukan pada tanggal jatuh
Suku Bunga Tetap tempo. Pembayaran bunga dibayarkan
Tahap III Tahun 2024 setiap triwulan/The bond’s principal
Seri A/SANF Shelf amount will be paid in a lump sum
Registration Bond IV with amount on the due date. Interest is paid
Fixed Rate Phase III on a quarterly basis
Year 2024 Series A
Obligasi Berkelanjutan IV 550,000 7.00% 20 Juni/June Pembayaran pokok obligasi secara
SANF dengan Tingkat 2027 penuh akan dilakukan pada tanggal jatuh
Suku Bunga Tetap tempo. Pembayaran bunga dibayarkan
Tahap III Tahun 2024 setiap triwulan/The bond’s principal
Seri B/SANF Shelf amount will be paid in a lump sum
Registration Bond IV with amount on the due date. Interest is paid
Fixed Rate Phase III on a quarterly basis
Year 2024 Series B
Obligasi Berkelanjutan V 500,000 6.25% 18 Juli/July Pembayaran pokok obligasi secara
SANF dengan Tingkat 2026 penuh akan dilakukan pada tanggal jatuh
Suku Bunga Tetap tempo. Pembayaran bunga dibayarkan
Tahap I Tahun 2025 Seri setiap triwulan/The bond’s principal
A/SANF Shelf amount will be paid in a lump sum
Registration Bond V with amount on the due date. Interest is paid
Fixed Rate Phase I Year on a quarterly basis
2025 Series A
8 Juli/July Pembayaran pokok obligasi secara
Obligasi Berkelanjutan V 853,000 6.75% 2028 penuh akan dilakukan pada tanggal jatuh
SANF dengan Tingkat tempo. Pembayaran bunga dibayarkan
Suku Bunga Tetap setiap triwulan/The bond’s principal
Tahap I Tahun 2025 Seri amount will be paid in a lump sum
B/SANF Shelf amount on the due date. Interest is paid
Registration Bond V with on a quarterly basis
Fixed Rate Phase I Year
2025 Series B
Halaman -5/66- Page
Page 81
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
14. UTANG OBLIGASI (lanjutan) 14. BONDS PAYABLE (continued)
Informasi mengenai peringkat obligasi pada Information related to bonds rating as at
tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai 31 December 2025 are as follows:
berikut:
Surat berharga/ Peringkat/ Tanggal/ Sumber/
Securities Rating Date Source
Obligasi Berkelanjutan V idAA+ 28 Agustus/August 2025 PT Fitch Ratings Indonesia
SANF Tahap I Tahun 2025/ (Double A Plus) dengan surat/with letter
SANF Shelf Registration No.161/DIR/RATLTR/VIII/2025
Bond V Phase I Year 2025
Obligasi Berkelanjutan IV idAA+ 3 Februari/February 2025 PT Pemeringkat Efek Indonesia
SANF Tahap I Tahun 2022/ (Double A Plus) dengan surat/with letter No. RC-
SANF Regitration Bond IV 032/PEF-DIR/II/2025
Phase I Year 2022
Obligasi Berkelanjutan IV idAA+ PT Pemeringkat Efek Indonesia
SANF Tahap II Tahun 2023/ (Double A Plus) 3 Februari/February 2025 dengan surat/with letter No. RC-
SANF Regitration Bond IV 032/PEF-DIR/II/2025
Phase II Year 2023
Obligasi Berkelanjutan IV AA+(idn) 5 September 2024 PT Fitch Ratings Indonesia
SANF Tahap III Tahun (Double A plus) dengan surat/with letter
2024/SANF Shelf No.171/DIR/RATLTR/IX/2024
Registration Bond IV Phase
III Year 2024
Dalam perjanjian perwaliamanatan obligasi diatur The bonds trustee agreements require several
beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh negative covenants to the Company, among
Perseroan, antara lain rasio jumlah pinjaman others debt to equity ratio at the maximum 10:1
terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1 dan jika and if the Company breached this covenant, the
Perseroan melanggar pembatasan tersebut, Company is not allowed to declare dividends or
Perseroan tidak diperkenankan membagi dividen other payment distributions to the Company’s
atau distribusi pembayaran lain kepada shareholders. Furthermore, in the event the
pemegang saham Perseroan. Selain itu, apabila Company defaults on its bonds obligations, the
Perseroan lalai dalam membayar jumlah Company is not allowed to sell, rent, transfer or
terhutang obligasi, Perseroan tidak hands over more than 40% of the the
diperkenankan menjual, menyewakan, Company’s total non-financing receivables
mentransfer atau mengalihkan lebih dari 40% unless the transfer is approved by the trustee or
total aset Perseroan yang bukan piutang on the ordinary course of business. The
pembiayaan kecuali pengalihan yang disetujui Company has complied with the covenants
oleh wali amanat atau pengalihan dalam rangka requirements stipulated in the trustee
kegiatan usaha sehari-hari. Perseroan telah agreements.
memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan
dalam perjanjian tersebut.
Obligasi Berkelanjutan IV SANF dengan Tingkat SANF Shelf Registration Bond IV with Fixed
Suku Bunga Tetap Tahap II Tahun 2023, Obligasi Rate Phase II Year 2023, SANF Shelf
Berkelanjutan IV SANF dengan Tingkat Suku Registration Bond IV with Fixed Rate Phase III
Bunga Tetap Tahap III Tahun 2024, dan Obligasi Year 2024, and SANF Shelf Registration Bond
Berkelanjutan V SANF dengan Tingkat Suku V with Fixed Rate Phase I Year 2025 are not
Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 tidak dijamin covered by any collateral or other parties.
dengan jaminan khusus maupun pihak lain.
Halaman -5/67- Page
Page 82
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
14. UTANG OBLIGASI (lanjutan) 14. BONDS PAYABLE (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, As at 31 December 2025 and 2024, the
Perseroan telah memenuhi semua persyaratan Company has fulfilled all covenants
yang ditetapkan dalam perjanjian yang diterima. requirements stipulated in the borrowing
agreements.
Pada tanggal 31 Desember 2025, nilai tercatat As at 31 December 2025, the carrying value of
utang obligasi adalah Rp3.068.391 bonds payable is Rp3,068,391
(31 Desember 2024: Rp2.501.879) yang (31 December 2024: Rp2,501,879) which
mencakup nilai nominal utang obligasi, biaya includes the nominal amount of the bonds
emisi obligasi yang belum diamortisasi, dan utang payable, unamortised bonds issuance costs,
bunga. and interest payable.
15. PERPAJAKAN 15. TAXATION
a. Liabilitas pajak a. Taxes liabilities
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Pajak penghasilan badan: Corporate income tax:
Pasal 29 3,057 8,635 Article 29
Pajak lainnya: Other taxes:
- Pasal 21, 23 dan 26 9,043 8,591 Article 21, 23 and 26 -
- Pasal 4 (2) 36 48 Article 4 (2) -
- PPN 81 62 VAT -
9,160 8,701
b. Beban pajak penghasilan b. Income tax expense
31 Desember/ 30 Desember/
December 2025 December 2024
Pajak penghasilan kini 54,254 52,461 Current income tax
Pajak tangguhan 5,689 1,876 Deferred tax
59,943 54,337
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan The reconciliation between income tax
dengan hasil perkalian laba akuntansi sebelum expense and the theoretical tax amount on the
pajak penghasilan dan tarif pajak yang berlaku Company’s profit before income tax are as
adalah sebagai berikut: follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Laba sebelum pajak penghasilan 309,092 270,288 Profit before income tax
Pajak dihitung Tax calculated
menggunakan tarif pajak 68,000 59,463 at tax rates
Penyesuaian akibat perubahan Adjustment due to
Peraturan pajak - (10,483) change in tax regulation
(Pendapatan)/biaya yang Non deductible
tidak diperkenankan (6,875) 6,294 (income)/expenses
Penghasilan yang dikenakan
pajak final (1,182) (937) Income subject to final tax
59,943 54,337
Halaman -5/68- Page
Page 83
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
15. PERPAJAKAN (lanjutan) 15. TAXATION (continued)
b. Beban pajak penghasilan (lanjutan) b. Income tax expense (continued)
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak The reconciliation between profit before
Perseroan dengan penghasilan kena pajak income tax of the Company and the
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada Company’s estimated taxable income for the
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah year ended 31 December 2025 and 2024 is
sebagai berikut: as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Laba sebelum pajak penghasilan 309,092 270,288 Profit before income tax
Perbedaan waktu: Timing differences:
- Penyisihan kerugian penurunan nilai (35,329) (14,495) Allowance for impairment losses -
- Beban imbalan kerja 2,134 5,318 Employee benefits expense -
- Selisih antara penyusutan Difference between commercial -
komersial dan fiskal 31 (1,195) and tax depreciation
- Lain-lain - bersih 7,304 1,845 Others - net -
(25,860) (8,527)
Perbedaan tetap: Permanent differences:
- Pendapatan yang belum
diperkenankan - bersih (31,249) (19,041) Non-deductible income - net -
- Penghasilan yang
dikenakan pajak final: Income subject to final tax: -
Pendapatan bunga (5,377) (4,261) Interest income
(36,626) (23,302)
Penghasilan kena pajak 246,606 238,459 Taxable income
Estimasi beban pajak penghasilan 54,254 52,461 Estimated income tax expense
Dikurangi: Less:
Pajak dibayar dimuka (51,197) (43,826) Prepaid taxes
Liabilitas pajak kini 3,057 8,635 Current tax liabilities
Perhitungan pajak penghasilan badan untuk The corporate income tax calculation for the
tahun yang berakhir 31 Desember 2025 adalah year ended 31 December 2025 is a
suatu perhitungan sementara yang dibuat untuk preliminary estimate made for financial
tujuan pelaporan keuangan yang merupakan reporting purposes, which is the basis in
dasar dalam pengisian Surat Pemberitahuan filing the Company’s Annual Corporate
Tahunan (“SPT”) PPh Badan Perseroan, namun Income Tax Return, however, it is subject to
dapat berubah pada saat Perseroan revision when the Company lodges its
menyampaikan SPT pajaknya. Annual Corporate Income Tax Return.
Perhitungan pajak penghasilan badan untuk The calculation of income tax for the year
tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2024 ended 31 December 2024 conform to the
adalah sesuai dengan SPT Perseroan. Company’s Annual Corporate Income Tax
Return.
Halaman -5/69- Page
Page 84
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
15. PERPAJAKAN (lanjutan) 15. TAXATION (continued)
c. Aset pajak tangguhan c. Deferred tax assets
31 Desember/December 2025
(Dibeban-
(Dibebankan)/ kan)/
dikreditkan dikreditkan
ke laba rugi/ ke ekuitas/
Saldo awal/ (Charged)/ (Charged)/ Saldo akhir/
Beginning credited to profit credited to Ending
balance or loss equity balance
Penyisihan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai 13,113 (7,772) - 5,341 losses
Penyisihan imbalan kerja 5,417 469 (386) 5,500 Provision for employee benefits
Aset tetap 170 7 - 177 Fixed assets
Lain-lain 3,692 1,607 - 5,299 Others
Cadangan lindung nilai Cash flow hedges
arus kas 223 - 3,520 3,743 reserve
22,615 (5,689) 3,134 20,060
31 Desember/December 2024
(Dibebankan)/
dikreditkan
ke laba rugi/ Dikreditkan
Saldo awal/ (Charged)/ ke ekuitas/ Saldo akhir/
Beginning credited to profit Credited Ending
balance or loss to equity balance
Penyisihan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai 16,302 (3,189) - 13,113 losses
Penyisihan imbalan kerja 3,887 1,170 360 5,417 Provision for employee benefits
Aset tetap 433 (263) - 170 Fixed assets
Lain-lain 3,286 406 - 3,692 Others
Cadangan lindung nilai Cash flow hedges
arus kas (208) - 431 223 reserve
23,700 (1,876) 791 22,615
d. Administrasi d. Administration
Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang Under the taxation laws of Indonesia, the
berlaku di Indonesia, Perseroan menghitung, Company submits tax returns on the basis of
menetapkan, dan membayar sendiri besarnya self assessment. The Director General of
jumlah pajak yang terhutang. Direktur Jenderal Tax (“DGT”) may assess or amend taxes
Pajak ("DJP") dapat menetapkan atau within five years since the tax becomes due.
mengubah kewajiban pajak tersebut dalam
batas waktu lima tahun sejak saat terhutangnya
pajak.
Sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun Based on Law No.7 Year 2021 regarding
2021 tentang Harmonisasi Peraturan Harmonization of Tax Regulation, for tax
Perpajakan, untuk pajak tahun 2025 dan 2024, year 2025 and 2024, the Company has used
Perseroan telah menggunakan tarif pajak tax rate of 22%.
sebesar 22%.
Peraturan Menteri Keuangan No. PMK-136 The Minister of Finance Regulation No.
Tahun 2024 ("PMK-136") telah disahkan di PMK-136 Year 2024 ("PMK-136") was
Indonesia, yurisdiksi di mana perusahaan enacted in Indonesia, the jurisdiction in
didirikan, dan mulai berlaku pada which the company is incorporated, and
1 Januari 2025. Pelaporan pertama adalah came into effect from 1 January 2025. The
untuk tahun pajak yang berakhir pada first filing is for the fiscal year ending on
31 Desember 2025, akan jatuh tempo pada 31 December 2025 which will be due by
30 Juni 2027. 30 June 2027.
Halaman -5/70- Page
Page 85
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
15. PERPAJAKAN (lanjutan) 15. TAXATION (continued)
d. Administrasi (lanjutan) d. Administration (continued)
Perseroan berada dalam lingkup aturan model The Company is within the scope of the
Organisation for Economic Co-operation and Organisation for Economic Co-operation
Development Pilar Dua dan menerapkan and Development Pillar Two model rules and
pengecualian dalam pengakuan serta applied the exception to recognising and
pengungkapan informasi mengenai aset dan disclosing information about deferred tax
liabilitas pajak tangguhan yang terkait dengan assets and liabilities relating to Pillar Two
pajak penghasilan Pilar Dua mulai income taxes from 1 January 2025.
1 Januari 2025.
Perseroan telah melakukan penilaian atas The Company has performed an
potensi eksposur Perseroan terhadap pajak assessment of the Company's potential
penghasilan Pilar Dua. exposure to Pillar Two income taxes.
Berdasarkan penilaian tersebut, sebagian besar Based on the assessment, most of the
entitas dalam Perseroan beroperasi pada entities in the Company operate in
yurisdiksi yang memiliki effective tax rate di atas jurisdiction that have an effective tax rate
15%, sehingga beban pajak penghasilan terkait above 15%, hence the income tax expense
pajak penghasilan Pilar Dua di yuridiksi terkait related to Pillar Two income taxes in the
dinilai tidak material. relevant juridictions is assessed to be
immaterial.
e. Surat ketetapan pajak e. Tax assessment letter
Pada tanggal 18 Desember 2025, Perseroan On 18 December 2025, the Company
menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar received an Underpayment Tax Assessment
(“SKPKB”) Pajak Penghasilan Pasal 21 (“PPh Letter (“SKPKB”) for Income Tax Article 21
21”) untuk masa pajak Desember 2020 senilai (“PPh 21”) its December 2020 fiscal period
Rp122. Pada 30 Desember 2025, Perseroan totaling to Rp122. On 30 December 2025,
telah melakukan pembayaran atas pajak yang the Company has paid the tax which is
dinyatakan kurang bayar tersebut. declared underpaid.
16. UTANG LAIN-LAIN 16. OTHER PAYABLES
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Utang lain-lain Other payables
Pihak ketiga: Third parties:
- Uang muka pelanggan 134,916 129,581 Advance from customers -
- Utang pemasok 7,485 592 Supplier payable -
- Utang asuransi 1,261 1,242 Insurance payables -
- Utang fidusia 1,457 880 Fiducia payable -
- Lain-lain 124 198 Others -
145,243 132,493
Pihak berelasi: Related parties:
- Utang asuransi 25,781 35,761 Insurance payable -
- Utang pemasok 14,638 15,847 Suppliers payable -
- Uang muka pelanggan 2,923 3,173 Advance from customers -
43,342 54,781
188,585 187,274
Halaman -5/71- Page
Page 86
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
16. UTANG LAIN-LAIN (lanjutan) 16. OTHER PAYABLES (continued)
Termasuk dalam uang muka pelanggan adalah Included in the advance from customers is
penerimaan uang dari PT United Tractors Tbk money received from PT United Tractors Tbk
(“UT”) sehubungan dengan piutang sewa (“UT”) related to finance lease receivables where
pembiayaan dimana UT akan menanggung seluruh UT bear the whole risk of loss from unpaid
risiko kerugian dari kewajiban pelanggan. customer obligation.
17. BIAYA AKRUAL 17. ACCRUED EXPENSES
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Pihak ketiga: Third parties:
- Bunga 31,680 12,547 Interest -
- Biaya pinjaman yang belum diamortisasi 3,339 1,935 Unamortised loan cost -
- Tenaga ahli 1,572 3,159 Professional fees -
- Lain-lain 11,343 11,396 Others -
47,934 29,037
Pihak berelasi: Related parties:
- Bunga 5,497 6,886 Interest -
53,431 35,923
18. MODAL SAHAM DAN AGIO SAHAM 18. SHARE CAPITAL AND CAPITAL PAID IN
EXCESS OF PAR VALUE
Komposisi para pemegang saham Perseroan pada The Company’s shareholders composition as at
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah 31 December 2025 and 2024 are as follows:
sebagai berikut:
Jumlah saham yang
ditempatkan dan
disetor penuh Persentase
(dalam nilai penuh)/ pemilikan/
Pemegang saham/ Number of shares issued and Percentage of Jumlah/
Shareholders fully paid (in full amount) ownership Amount
PT Sedaya Multi Investama 344,931,040 60% 344,931
Marubeni Corporation, Japan 201,209,774 35% 201,210
PT Marubeni Indonesia 28,744,253 5% 28,744
574,885,067 100% 574,885
Pada tanggal 30 Januari 2006, Rapat Umum On 30 January 2006, the General Meeting of
Pemegang Saham menyetujui peningkatan modal Shareholders approved the increase in the
dasar Perseroan dari Rp50.000 menjadi Company’s authorised capital from Rp50,000 to
Rp250.000 dan peningkatan modal disetor dari Rp250,000 and the increase in paid in capital
Rp47.252 menjadi Rp74.885. Pada tanggal from Rp47,252 to Rp74,885. On 2 February
2 Februari 2006, Marubeni membayar tambahan 2006, Marubeni has paid the additional paid in
modal disetor ini sebesar Rp77.000 dan selisih capital amounting to Rp77,000 and the
sebesar Rp49.367 dengan nilai nominal saham difference of Rp49,367 with the shares par value
dicatat sebagai "Agio Saham". is recognised as “Capital paid in excess of par
value”.
Pada tangal 27 Maret 2018, Perseroan melepas On 27 March 2018, the Company divest 99% of
99% dari total kepemilikan saham yang its ownership shares placed in
ditempatkan pada PT Surya Cakra Anugerah PT Surya Cakra Anugerah Nusantara with the
Nusantara dengan nilai Rp99.000. Selisih antara value Rp99,000. The difference between the
harga pengalihan dan nilai buku dari pengalihan transfer price and book value of the assets and
aset dan kewajiban dalam transaksi restrukturisasi liabilities transfer in the restructuring transaction
entitas sepengendali sebesar Rp1.430 dicatat of entities unde common control amounted to
pada pos "Agio Saham" pada bagian ekuitas. Rp1,430 is recorded on the “Capital paid in
excess of par value” in the equity section.
Halaman -5/72- Page
Page 87
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
19. SALDO LABA 19. RETAINED EARNINGS
Dividen Dividend
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Based on the Company’s Annual General
Tahunan Perseroan tanggal 21 April 2025, Meeting of Shareholders dated 21 April 2025, the
pemegang saham memutuskan untuk pembagian shareholders decided on a final dividend
dividen final atas laba tahun buku 2024 sejumlah distribution from profit for the financial year 2024
Rp47.141 atau Rp82 (dalam satuan rupiah) per of Rp47,141 or Rp82 (full Rupiah) per ordinary
saham biasa. Dividen kas tersebut telah share. The cash dividend was paid on 28 May
dibayarkan pada tanggal 28 Mei 2025. 2025.
Berdasarkan Keputusan Sirkuler Direksi tanggal Based on Circular Resolution of the Board of
13 Oktober 2025, Direksi menyetujui pembagian Directors dated 13 October 2025, the Board
dividen interim atas laba tahun buku 2025 sejumlah approved on the distribution of an interim
Rp22.422 atau Rp39 (dalam satuan rupiah) per dividend from profit for the financial year 2025 of
saham biasa. Dividen kas tersebut telah Rp22,422 or Rp39 (full Rupiah) per ordinary
dibayarkan pada tanggal 24 Oktober 2025. share. The cash dividend was paid on 24
October 2025.
Saldo laba dicadangkan Appropiated retained earnings
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun Under the Undang-Undang Nomor 40 Tahun
2007 tentang “Perseroan Terbatas”, Perseroan 2007 regarding “Limited Company”, the
diharuskan untuk membuat penyisihan cadangan Company is required to allocate a statutory
wajib setiap tahunnya hingga sekurang-kurangnya reserve in annual basis amounting to at least
20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan 20% of the Company’s issued and paid up
disetor penuh. capital.
Saldo laba yang dicadangkan Perseroan pada The balance of the appropriated retained
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah earnings reserve of the Company as at
masing-masing sebesar Rp500 dan Rp475. 31 December 2025 and 2024 amounted to
Rp500 and Rp475.
20. PENDAPATAN 20. INCOME
a. Sewa pembiayaan a. Finance lease
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Pendapatan sewa Finance lease
pembiayaan: income:
Pihak ketiga: Third parties:
- Pembiayaan sendiri 706,631 672,282 Direct financing -
- Pembiayaan bersama Joint financing -
without recourse 22,279 1,639 without recourse
728,982 673,921
Pihak berelasi: Related parties:
- Pembiayaan sendiri 20,994 20,188 Direct financing -
749,904 694,109
Lihat Catatan 23 untuk rincian saldo dan Refer to Note 23 for details of related parties
transaksi pihak berelasi. balances and transactions.
b. Pembiayaan konsumen b. Consumer financing
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Pembiayaan konsumen: Consumer financing:
Pihak ketiga: Third parties:
- Pembiayaan sendiri 138,092 100,242 Direct financing -
- Pembiayaan bersama Joint financing -
without recourse 2 - without recourse
138,094 100,242
Tidak terdapat transaksi dengan pihak berelasi. There is no transaction with related party.
Halaman -5/73- Page
Page 88
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
20. PENDAPATAN (lanjutan) 20. INCOME (continued)
c. Pembiayaan modal usaha c. Working capital financing
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Pendapatan pembiayaan Working capital financing
modal usaha 2,004 18 income
Tidak terdapat transaksi dengan pihak berelasi. There is no transaction with related party.
d. Anjak piutang d. Factoring
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Pendapatan anjak piutang: Factoring income:
- Pihak ketiga 13,889 9,547 Third parties -
- Pihak berelasi 7,550 10,298 Related parties -
21,439 19,845
Lihat Catatan 23 untuk rincian saldo dan Refer to Note 23 for details of related parties
transaksi pihak berelasi. balances and transactions.
e. Pendapatan bunga dan lain-lain e. Interest and other income
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Pihak ketiga: Third parties:
- Pendapatan penalti 9,428 5,759 Penalty income -
- Bunga 5,278 5,028 Interest -
- Lain-lain 6,710 10,592 Others -
21,416 21,379
Pihak berelasi: Related parties:
- Bunga 99 - Interest -
21,515 21,379
Pendapatan bunga terdiri dari bunga yang Interest income comprises interest earned
diperoleh dari penempatan dana di bank. from deposit in banks. Other income includes
Pendapatan lain-lain meliputi pendapatan dari interest received during the grace period,
bunga yang diterima selama masa tenggang, interest on loans granted to employees, as
bunga atas pinjaman kepada karyawan, serta well as other income. Refer to Note 23 for
pendapatan lainnya. Lihat Catatan 23 untuk details of related parties balances and
rincian saldo dan transaksi pihak berelasi. transactions.
21. BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN 21. INTEREST AND FINANCING CHARGES
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Pihak ketiga: Third parties:
- Bunga obligasi 187,656 155,425 Interest for bonds -
- Bunga pinjaman 136,402 89,748 Interest for borrowings -
- Amortisasi beban dibayar Amortisation of upfront charges -
dimuka pinjaman dan obligasi 10,126 12,003 of borrowings and bonds
- (Keuntungan)/kerugian (Gain)/loss -
selisih kurs - bersih (133) 12 on foreign exchange - net
- Lain-lain 3,353 2,855 Others -
337,404 260,043
Pihak berelasi: Related parties:
- Bunga pinjaman 78,738 92,697 Interest for borrowings -
416,142 352,740
Lihat Catatan 23 untuk rincian saldo dan transaksi Refer to Note 23 for details of balances and
dengan pihak berelasi. transactions with related parties.
Halaman -5/74- Page
Page 89
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
22. BEBAN USAHA 22. OPERATING EXPENSES
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Pihak ketiga: Third parties:
- Gaji, tunjangan dan Salaries, allowance and -
imbalan kerja 103,222 90,502 employee benefits
- Iklan, pemasaran Advertising, marketing -
dan promosi 7,962 7,159 and promotion
- Penyusutan aset tetap 7,395 6,068 Depreciation fixed assets -
- Keperluan kantor 6,790 6,478 Office expenses -
- Transportasi dan perjalanan 6,087 5,972 Travelling and accomodation -
- Rekrutmen dan pelatihan 5,650 6,144 Recruitment and training -
- Jasa ahli 4,589 4,182 Professional fees -
- Penyusutan aset hak guna 3,876 3,717 Depreciation right-of-use assets -
- Sewa 3,642 3,241 Rental -
- Perbaikan dan pemeliharaan 2,699 2,616 Repairs and maintenance -
- Pensiun dan Jamsostek 1,213 1,158 Pension and Jamsostek -
- Biaya Otoritas Jasa Keuangan 816 730 Financial Services Authority fees -
- Telekomunikasi 631 663 Telecommunication -
- Utilitas 147 701 Utilities -
- Lain-lain 3,522 3,045 Others -
158,241 142,376
Pihak berelasi: Related parties:
- Imbalan kerja 3,960 4,558 Employee benefit -
- Sewa 1,101 1,399 Rental -
- Pensiun 1,419 1,373 Pension -
- Asuransi 716 724 Insurance -
7,196 8,054
165,437 150,430
Lihat Catatan 23 untuk rincian saldo dan transaksi Refer to Note 23 for details of balances and
dengan pihak berelasi. transactions with related parties.
23. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI 23. RELATED PARTIES TRANSACTIONS
Perseroan dikendalikan oleh Grup PT Astra The Company is controlled by PT Astra
International Tbk (“AI”). Sisa kepemilikan dipegang International Tbk (“AI”) Group. The remaining
dan dimiliki oleh Grup Marubeni sebagai shares are held by the Marubeni Group as
pemegang saham dengan pengaruh signifikan. shareholders with significant influence.
Dalam melakukan kegiatan usahanya, Perseroan In the normal course of business, the Company
melakukan transaksi dengan pihak berelasi yang engages in transactions with related parties
berada di bawah pengendalian pemegang saham through common ownership within the Astra
yang sama dengan Grup Astra. Group.
Berikut adalah rincian sifat hubungan berelasi The nature of relationships for related parties
untuk pihak-pihak yang memiliki transaksi which have significant transactions with the
signifikan dengan Perseroan: Company:
Pihak berelasi/ Sifat dari hubungan/ Sifat dari transaksi/
Related party Nature of relationship Nature of transactions
PT Astra International Tbk (“AI”) AI merupakan pemegang saham AI adalah vendor atas aset tetap
pengendali dari Perseroan/AI is the Perseroan/AI is vendor of the Company’s
controlling shareholder of the Company. fixed assets.
PT Sedaya Multi Investama (“SMI”) SMI merupakan entitas induk langsung Pada 31 Desember 2025, Perseroan
Perseroan/SMI is the Company’s belum memiliki transaksi dengan SMI/
immediate parent. As at 31 December 2025, the Company
did not have any transactions with SMI.
Halaman -5/75- Page
Page 90
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
23. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI 23. RELATED PARTIES TRANSACTIONS
(lanjutan) (continued)
Berikut adalah rincian sifat hubungan berelasi The nature of relationships for related parties
untuk pihak-pihak yang memiliki transaksi which have significant transactions with the
signifikan dengan Perseroan: (lanjutan) Company: (continued)
Pihak berelasi/ Sifat dari hubungan/ Sifat dari transaksi/
Related party Nature of relationship Nature of transactions
PT United Tractors Tbk (“UT”) AI merupakan pemegang saham utama UT adalah pemasok utama unit yang
dari UT/AI is the majority shareholder of dibiayai oleh Perseroan. Perseroan juga
UT. memiliki fasilitas pinjaman dari UT/UT is
the main supplier of units financed by the
Company. The Company also has loan
facility from UT.
PT Pamapersada Nusantara UT merupakan pemegang saham utama Perseroan memberikan pembiayaan
(“PAMA”) dari PAMA/UT is the majority shareholder anjak piutang kepada PAMA/The
of PAMA Company provides factoring financing to
PAMA.
Dana Pensiun Astra (“DPA”) Dana Pensiun Astra didirikan oleh AI untuk DPA mengelola program pensiun untuk
menyelenggarakan program pensiun karyawan yang telah menjadi peserta
manfaat pasti (DPA 1) dan iuran pasti DPA/DPA is managing pension benefit
(DPA 2)/Dana Pensiun Astra is plan for employees who became
established by AI to facilitate defined members of DPA.
benefit pension plan (DPA 1) and defined
contribution pension plan (DPA 2).
PT Bank Saqu Indonesia (“SAQU”) SMI merupakan pemegang saham utama Perseroan memiliki rekening bank di
(dahulu/previously PT Bank Jasa dari SAQU/SMI is the majority shareholder SAQU dan memperoleh pendapatan
Jakarta) of SAQU. bunga. Pada bulan September 2025,
Perseroan mengadakan perjanjian kerja
sama pembiayaan bersama dengan
SAQU/The Company has bank accounts
in SAQU and received interest income. In
September 2025, the Company has
entered a joint financing cooperation
agreement with SAQU.
PT Serasi Autoraya (“SERA”) AI merupakan pemegang saham utama Sejak bulan Januari 2010, Perseroan
SERA/AI is the majority shareholder of mengadakan perjanjian kerjasama
SERA. dengan SERA dalam rangka pengadaan
mobil untuk kebutuhan operasional
maupun karyawan Perseroan/Since
January 2010, the Company has entered
into cooperation with SERA to provide
procurement of cars for operational and
employee needs.
PT Asuransi Astra Buana (“AAB”) SMI merupakan pemegang saham utama Sebagian besar unit yang dibiayai oleh
dari AAB/SMI is the majority shareholder Perseroan diasuransikan melalui AAB
of AAB. serta AAB menyediakan asuransi
kesehatan bagi karyawan Perseroan.
Perseroan juga mengasuransikan
pendanaan dari bisnis pembiayaan
penerusan/Most of the financed vehicles
are insured through AAB and AAB
provides health insurance for the
Company’s employee. The Company
also insured their financing of
channelling business.
PT Surya Cakra Anugerah Nusantara PT Garda Era Sedaya (“GES”) yang Perseroan memberikan sewa
(“SCAN”) merupakan entitas anak AI adalah pembiayaan kepada SCAN/The
pemegang saham utama SCAN/PT Garda Company provides financing lease to
Era Sedaya (“GES”), which is a subsidiary SCAN.
of AI, is the main shareholder of SCAN.
Halaman -5/76- Page
Page 91
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
23. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI 23. RELATED PARTIES TRANSACTIONS
(lanjutan) (continued)
Berikut adalah rincian sifat hubungan berelasi The nature of relationships for related parties
untuk pihak-pihak yang memiliki transaksi which have significant transactions with the
signifikan dengan Perseroan: (lanjutan) Company: (continued)
Pihak berelasi/ Sifat dari hubungan/ Sifat dari transaksi/
Related party Nature of relationship Nature of transactions
PT Asuransi Jiwa Astra (“Astra Life”) Astra Life merupakan perusahaan Perseroan memiliki transaksi dengan
penyedia asuransi jiwa yang dimiliki AI, Astra Life terkait dengan asuransi
SMI dan Koperasi Astra karyawan/The Company has
International/Astra Life is a life insurance transactions with Astra Life related to the
company owned by AI, SMI, and Koperasi employee’s insurance.
Astra International.
PT Astra Mitra Ventura (“AMV”) SMI merupakan pemegang saham utama Pada bulan Agustus 2025, Perseroan
dari AMV/SMI is the majority shareholder mengadakan perjanjian kerja sama
of AMV. pembiayaan bersama dengan AMV/In
August 2025, the Company has entered
a joint financing cooperation agreement
with AMV.
PT Kalimantan Prima Persada PAMA merupakan pemegang saham Perseroan memberikan pembiayaan
(“KPP”) terbesar KPP/PAMA is the majority anjak piutang kepada KPP/The Company
shareholder of KPP. provides factoring financing to KPP.
PT Pama Indo Mining (“PIM”) PAMA merupakan pemegang saham Perseroan memberikan sewa
terbesar PIM/PAMA is the majority pembiayaan kepada PIM/The Company
shareholder of PIM provides financing lease to PIM.
Ringkasan saldo dan transaksi dengan pihak The summary of balances and transactions with
berelasi adalah sebagai berikut: related parties are as follows:
Catatan/ 31 Desember/ 31 Desember/
Notes Desember 2025 December 2024
Aset Assets
Kas dan kas di bank 4 Cash and cash in banks
- SAQU 36,537 15,005 SAQU -
Piutang sewa pembiayaan 5 Finance lease receiveables
- SCAN 147,653 194,995 SCAN -
- PIM 180 1,123 PIM -
Tagihan anjak piutang 8 Factoring receivables
- PAMA 49,767 70,722 PAMA -
- KPP 16,206 13,419 KPP -
Beban dibayar dimuka 9 Prepaid expenses
- AAB 2,364 1,503 AAB -
Piutang lain-lain 10 Other receivables
- AAB 9,136 9,117 AAB -
- SCAN 260 2,788 SCAN -
Jumlah aset yang terkait Total assets with
dengan pihak berelasi 262,103 308,672 related parties
Persentase terhadap total aset 3.39% 4.27% Percentage of total assets
Liabilitas Liabilities
Pinjaman yang diterima: 13 Borrowings:
- UT 1,221,761 1,492,377 UT -
Biaya akrual: 17 Accrued expenses:
- UT 5,497 6,886 UT -
Liabilitas sewa: Lease liabilities:
- SCAN 1,460 400 SCAN -
- SERA 901 191 SERA -
Utang lain-lain: 16 Other payables:
- UT 15,734 19,020 UT -
- AI 1,827 - AI -
- AAB 25,781 35,761 AAB -
Jumlah liabilitas yang terkait Total liabilities due to
dengan pihak berelasi 1,272,961 1,554,635 related parties
Persentase terhadap total liabilitas 20.25% 26.09% Percentage of total liabilities
Halaman -5/77- Page
Page 92
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
23. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI 23. RELATED PARTIES TRANSACTIONS
(lanjutan) (continued)
Ringkasan saldo dan transaksi dengan pihak The summary of balances and transactions with
berelasi adalah sebagai berikut: (lanjutan) related parties are as follows: (continued)
Catatan/ 31 Desember/ 31 Desember/
Notes December 2025 December 2024
Pendapatan Income
Pendapatan sewa pembiayaan: 20a Finance lease income:
- SCAN 20,922 20,019 SCAN -
- PIM 72 169 PIM -
Pendapatan anjak piutang: 20d Factoring income:
- PAMA 5,092 7,787 PAMA -
- SCAN 862 - SCAN -
- KPP 1,596 2,511 KPP -
Pendapatan bunga dan lain-lain: 20e Interest and other income:
- SAQU 99 - SAQU -
Jumlah pendapatan yang terkait Total income derived from
dengan pihak berelasi 28,643 30,486 related parties
Persentase terhadap total
pendapatan 3.07% 3.65% Percentage of total income
Beban Expenses
Beban bunga dan keuangan: 21 Interest and financing charges:
- UT 78,738 92,697 UT -
Beban usaha: 22 Operating expenses:
- AAB 3,960 4,558 AAB -
- SERA 1,101 1,399 SERA -
- DPA 1,419 1,373 DPA -
- Astra Life 716 724 Astra Life -
Jumlah beban yang terkait dengan Total expense derived from
dengan pihak berelasi 85,934 100,751 related parties
Persentase terhadap total beban 13.77% 17.82% Percentage of total expenses
Kompensasi manjemen kunci Key management compensation
Personil manajemen kunci adalah orang-orang Key management personnel are those people
yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab whom have the authority and responsibility to
untuk merencanakan, memimpin, dan plan, lead, and control activities of the Company,
mengendalikan aktivitas Perseroan, secara directly or indirectly, are the Board of Directors
langsung atau tidak langsung, yaitu Direktur dan and Commissioners of the Company.
Komisaris dari Perseroan.
Kompensasi manajemen kunci adalah sebagai Compensation of key management are as
berikut: follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Imbalan jangka pendek Short-term employee benefits
- Direksi 14,550 13,663 Board of Directors -
- Dewan Komisaris 2,021 2,021 Board of Commissioners -
Imbalan pascakerja dan imbalan Post-employment benefits and
jangka panjang lainnya other long-term benefits
- Direksi 61 1,228 Board of Directors -
Jumlah 16,632 16,912 Total
Informasi signifikan lainnya Other significant information
Utang lain-lain kepada UT terdiri atas jumlah yang Other payables to UT consist of the amount that
harus dibayarkan Perseroan untuk tagihan atas must be paid by the Company for heavy
alat berat terkait pembiayaan kepada pelanggan equipment financing bills to customers and the
dan uang muka pelanggan yang merupakan advance from customers which is money
penerimaan uang dari UT sehubungan dengan received from UT related to finance lease
piutang sewa pembiayaan dimana UT akan receivables where UT bear the whole risk of loss
menanggung seluruh risiko kerugian dari from unpaid customer obligation.
kewajiban pelanggan.
Halaman -5/78- Page
Page 93
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
23. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI 23. RELATED PARTIES TRANSACTIONS
(lanjutan) (continued)
Informasi signifikan lainnya (lanjutan) Other significant information (continued)
Pinjaman yang diterima beserta beban bunga dan The borrowings and interest and financing
keuangan ke UT berkaitan dengan perjanjian charges to UT is related to loan agreement (refer
pinjaman (lihat Catatan 13). to Note 13).
24. LIABILITAS IMBALAN KERJA 24. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION
Liabilitas imbalan kerja yang diakui di laporan The employee benefits obligation recognised in
posisi keuangan adalah sebagai berikut: the statement of financial position are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Imbalan kerja jangka pendek 12,704 4,856 Short-term employee benefits
Imbalan pensiun dan Pension benefits and other
pascakerja lainnya 14,639 16,495 post-employment benefits
Imbalan jangka panjang lainnya 10,367 8,133 Other long-term benefits
37,710 29,484
Liabilitas imbalan kerja untuk tahun yang berakhir The liability for employee benefits for the year
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 dihitung ended 31 Desember 2025 and 2024 is calculated
menggunakan metode projected unit credit oleh using the projected unit credit method by an
aktuaris independen KKA Halim & Rekan (dahulu independent actuary KKA Halim & Rekan
PT Milliman Indonesia) sesuai dengan laporan (formerly PT Milliman Indonesia) based on the
aktuaria yang diterbitkan masing-masing pada actuarial report that was issued on
tanggal 15 Januari 2026 dan 15 Januari 2025. 15 January 2026 and 15 January 2025,
respectively.
Perseroan menghitung liabilitas imbalan The Company calculated its post employment
pascakerja sesuai dengan Undang-undang No. benefits obligations in accordance with the Law
11/2020 dan Peraturan Pemerintah No. 35/2021 No. 11/2020 and Government Regulation No.
berupa uang pesangon, uang penghargaan masa 35/2021 in the form of severance pay, long
kerja dan uang penggantian hak, Perseroan wajib service awards and compensation payments, the
memberikan imbalan pascakerja kepada Company is obliged to provide post-employment
karyawannya pada saat meninggal, sakit benefits to its employees at the time of death,
berkepanjangan/cacat atau pada saat karyawan prolonged illness/disability or when the
menyelesaikan masa kerjanya. Imbalan pascakerja employee completes his tenure. These post
ini diberikan terutama berdasarkan masa kerja dan employment benefits are provided primarily
kompensasi karyawan pada saat pemutusan based on years of service and employee
hubungan kerja atau selesainya masa kerja. compensation upon termination of employment
or completion of service period.
Berikut ini adalah asumsi aktuarial utama penting The following is principal actuarial assumptions
yang diungkapkan dalam laporan aktuaria: in the actuarial report:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Asumsi keuangan: Financial assumptions:
- Tingkat diskonto 6.00% - 6.50% 6.25% - 6.50% Discount rate -
- Tingkat kenaikan gaji masa Future salary increase -
6.00% 6.50%
datang
Asumsi lainnya: Other assumptions:
- Tingkat kematian Tabel Mortalitas Indonesia (“TMI”) IV Tahun 2019/ Mortality rate -
Indonesian Mortality Table IV Year 2019
- Tingkat cacat 5% dari tingkat mortalitas/ Disability rate -
5% of mortality rate
- Tingkat pengunduran diri 10% per tahun sampai dengan usia 25 tahun dan Withdrawal rate -
peserta berkurang hingga 1% pada usia 45 tahun dan
selanjutnya/
10% per annum up to age 25 and reducing linearly to
1% for age 45 and there after
- Usia pensiun normal 55 Normal retirement age -
Halaman -5/79- Page
Page 94
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
24. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 24. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION
(continued)
Sebelum tanggal 6 September 2005, Perseroan Prior to 6 September 2005, the Company had a
menyelenggarakan program pensiun imbalan pasti defined benefit pension plan covering all
untuk seluruh karyawan tetapnya yang dikelola permanent employees which was managed by
oleh Dana Pensiun Astra. Sejak tanggal Dana Pensiun Astra. Since 6 September 2005,
6 September 2005, Perseroan memiliki dua jenis the Company’s pension arrangements were
program pensiun, yaitu program pensiun imbalan reorganised to include both defined benefit
pasti dan program pensiun iuran pasti. pension plan and defined contribution plan.
Sejak tanggal 6 September 2005, Dana Pensiun Effective from 6 September 2005, Dana Pensiun
Astra dilanjutkan menjadi Dana Pensiun Astra Satu Astra was continued under a new scheme called
(“DPA 1”), yang khusus menangani program Dana Pensiun Astra Satu (“DPA 1”), specifically
pensiun imbalan pasti, yang ditujukan untuk designed for the defined benefit pension plan,
karyawan yang telah menjadi peserta Dana which is designated for all employees who
Pensiun Astra sebelum atau pada tanggal 20 April became member of Dana Pensiun Astra on or
1992. Sedangkan program pensiun iuran pasti before 20 April 1992. The defined contribution
dikelola oleh Dana Pensiun Astra Dua (“DPA 2”) pension plan Dana Pensiun Astra Dua (“DPA 2”)
ditujukan untuk karyawan yang menjadi peserta is designated for employees who became
Dana Pensiun Astra sesudah tanggal members of Dana Pensiun Astra after
20 April 1992. 20 April 1992.
Imbalan pensiun dan pascakerja lainnya Pension and other post-employment benefits
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah peserta As at 31 Desember 2025, the number of DPA
DPA adalah 171 orang (31 Desember 2024: 169 participants was 171 people
orang) (tidak diaudit). (31 December 2024: 169 people) (unaudited).
Liabilitas imbalan pensiun pada laporan posisi The pension benefit recognised in the statement
keuangan adalah sebagai berikut: of financial position are determined as follows:
30 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Nilai kini liabilitas 14,641 16,498 Present value of obligations
Nilai wajar aset program (2) (3) Fair value of plan assets
14,639 16,495
Mutasi liabilitas imbalan pensiun yang diakui pada The movement of pension liabilities recognised
laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut: in the statement of financial position are as
follows:
30 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Awal tahun 16,495 12,402 Beginning of the year
Penyesuaian saldo awal - 1,309 Adjustment in beginning balance
Jumlah yang dibebankan Total expense charged in the
pada laporan laba rugi 1,846 1,988 profit or loss
Jumlah beban yang (dikreditkan)/ Total expense (credited)/
dibebankan pada pendapatan charged in the
komprehensif lainnya (1,757) 1,638 other comprehensive income
Liabilitas/(aset) yang dipindahkan Transferred liabilities/(assets)
karena mutasi karyawan 5 (653) due to employee mutation
Imbalan yang dibayarkan (1,950) (189) Benefit paid
Pada akhir tahun 14,639 16,495 At the end of year
Halaman -5/80- Page
Page 95
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
24. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 24. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION
(continued)
Imbalan pensiun dan pascakerja lainnya Pension and other post-employment benefits
(lanjutan) (continued)
Jumlah yang diakui pada laporan laba rugi dan The amounts recognised in the statements of
penghasilan komprehensif lain adalah sebagai profit or loss and other comprehensive income
berikut: are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Biaya jasa kini 1,291 1,038 Current service cost
Biaya jasa lalu (450) - Past service cost
Biaya bunga 1,005 950 Interest cost
1,846 1,988
Biaya ini dibukukan sebagai biaya gaji, tunjangan, The expense is accounted for as salaries,
dan imbalan kerja dalam laporan laba rugi dan allowance, and employee benefits in the
penghasilan komprehensif lain. statements of profit or loss and other
comprehensive income.
Mutasi liabilitas imbalan pascakerja adalah sebagai The movement of post-employment benefit
berikut: liabilities are as follows:
31 Desember/December 2025
Liabilitas
imbalan
pascakerja/
Nilai kini Nilai wajar Post-
kewajiban/ aset program/ employment
Present value Fair value of benefit
of obligation plan assets obligations
Pada awal tahun 16,498 (3) 16,495 At the beginning of year
Biaya jasa kini 1,291 - 1,291 Current service cost
Biaya jasa lalu (450) - (450) Past service cost
Beban bunga 1,005 - 1,005 Interest expense
Biaya pemindahan karyawan 5 - 5 Transfer employee cost
Pengukuran kembali: Remeasurement:
- Imbal hasil atas aset Return on plan assets, -
program, tidak termasuk excluding amounts
jumlah dalam beban included in interest
bunga - 1 1 expense
- Perubahan dalam asumsi Change in financial -
keuangan (723) - (723) assumptions
- Penyesuaian pengalaman Experience adjustment -
kewajiban (1,035) - (1,035) on obligation
Imbalan yang dibayar (1,950) - (1,950) Benefits paid
Pada akhir tahun 14,641 (2) 14,639 At end of year
Bagian jangka pendek 5,771 Current portion
Bagian jangka panjang 8,868 Non-current portion
Halaman -5/81- Page
Page 96
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
24. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 24. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION
(continued)
Imbalan pensiun dan pascakerja lainnya Pension and other post-employment benefits
(lanjutan) (continued)
Mutasi liabilitas imbalan pascakerja adalah sebagai The movement of post-employment benefit
berikut: (lanjutan) liabilities are as follows: (continued)
31 Desember/December 2024
Liabilitas
imbalan
pascakerja/
Nilai kini Nilai wajar aset Post-
kewajiban/ program/ employment
Present value Fair value of benefit
of obligation plan assets obligations
Pada awal tahun 12,423 (21) 12,402 At the beginning of year
Biaya jasa kini 1,038 - 1,038 Current service cost
Penyesuaian karena perubahan Adjustment due to change in
metode atribusi manfaat 1,309 - 1,309 benefit attribution method
Beban bunga 950 - 950 Interest expense
Biaya pemindahan karyawan (653) - (653) Transfer employee cost
Pengukuran kembali: Remeasurement:
- Imbal hasil atas aset Return on plan assets, -
program, tidak termasuk excluding amounts
jumlah dalam beban included in interest
bunga 943 - 943 expense
- Perubahan dalam asumsi Change in financial -
keuangan 695 - 695 assumptions
Imbalan yang dibayar (207) 18 (189) Benefits paid
Pada akhir tahun 16,498 (3) 16,495 At end of year
Bagian jangka pendek 2,695 Current portion
Bagian jangka panjang 13,800 Non-current portion
Durasi rata-rata tertimbang dari liabilitas program The weighted average duration of the defined
pensiun imbalan pasti pada tanggal benefit pension obligation as at
31 Desember 2025 adalah 11 tahun 31 December 2025 is 11 years
(31 Desember 2024: 13 tahun). (31 Desember 2024: 13 years).
Keuntungan aktual aset program pensiun imbalan The actual gain on plan assets of the defined
pasti pada tanggal 31 Desember 2025 adalah Rp benefit pension plan as at 31 December 2025
nihil (31 Desember 2024: Rp nihil). was Rp nil (31 December 2024: Rp nil).
Analisis jatuh tempo yang diharapkan dari manfaat Expected maturity analysis of undiscounted
pensiun tidak didiskontokan adalah sebagai pension benefits are as follows:
berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
< 1 tahun 5,771 2,695 < 1 year
1 - 2 tahun 11,113 5,822 1 - 2 years
2 - 5 tahun 2,622 3,210 2 - 5 years
>5 tahun 101,039 98,592 >5 years
120,545 110,319
Halaman -5/82- Page
Page 97
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
24. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 24. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION
(continued)
Imbalan pensiun dan pascakerja lainnya Pension and other post-employment benefits
(lanjutan) (continued)
Sensitivitas dari kewajiban imbalan pasti terhadap The sensitivity of the defined benefit obligation to
perubahan asumsi aktuarial utama adalah sebagai changes in the principal actuarial assumptions
berikut: are as follows:
31 Desember/December 2025
Dampak atas kewajiban imbalan pasti/
Impact on defined benefit obligation
Perubahan Kenaikan Penurunan
asumsi/ liabilitas/ liabilitas/
Change in Increase in Decrease in
assumption liabilities liabilities
Tingkat diskonto 1% (1,201) 1,474 Discount rate
Tingkat kenaikan gaji di masa
depan 1% 1,622 (1,332) Salary growth rate
31 Desember/December 2024
Dampak atas kewajiban imbalan pasti/
Impact on defined benefit obligation
Perubahan Kenaikan Penurunan
asumsi/ liabilitas/ liabilitas/
Change in Increase in Decrease in
assumption liabilities liabilities
Tingkat diskonto 1% (1,242) 1,513 Discount rate
Tingkat kenaikan gaji di masa
depan 1% 1,690 (1,408) Salary growth rate
Analisa sensitivitas didasarkan pada perubahan The sensitivity analysis are based on a change
atas satu asumsi aktuarial dimana asumsi lainnya in an assumption while holding all other
dianggap konstan. Dalam praktiknya, hal ini jarang assumptions constant. In practice, this is unlikely
terjadi dan perubahan beberapa asumsi mungkin to occur, and changes in some of the
saling berkorelasi. Dalam perhitungan sensitivitas assumptions may be correlated. When
kewajiban imbalan pasti atas asumsi aktuarial calculating the sensitivity of the defined benefit
utama, metode yang sama (perhitungan nilai kini obligation to significant actuarial assumptions
kewajiban imbalan pasti dengan menggunakan the same method (present value of the defined
metode projected unit credit di akhir periode) telah benefit obligation calculated with the projected
diterapkan seperti dalam penghitungan kewajiban unit credit method at the end of the reporting
pensiun yang diakui dalam laporan posisi period) has been applied as when calculating the
keuangan. pension liability recognised within the statement
of financial position.
Aset program terdiri dari: Plan assets comprise the following:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Instrumen utang pemerintah 58% 52% Government bonds
Instrumen utang korporasi 31% 0% Corporate bonds
Deposito on call 7% 0% Deposits on call
Deposito berjangka 2% 0% Time deposits
Instrumen ekuitas 0% 27% Equity instruments
Lain-lain 2% 21% Others
Halaman -5/83- Page
Page 98
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
24. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 24. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION
(continued)
Imbalan pensiun dan pascakerja lainnya Pension and other post-employment benefits
(lanjutan) (continued)
Melalui program pensiun imbalan pasti, Perseroan Through its defined benefits pension plans, the
terekspos beberapa risiko seperti volatilitas aset Company is exposed to a number of risk such as
dan perubahan imbal hasil obligasi, sebagai berikut: assets volatility and changes in bonds yields, as
follows:
Volatilitas aset Asset volatility
Liabilitas program dihitung menggunakan tingkat The plan liabilities are calculated using a
diskonto yang merujuk kepada tingkat imbal hasil discount rate set with reference to government
obligasi pemerintah, jika imbal hasil aset program bond yields, if plan assets under perform this
lebih rendah, maka akan menghasilkan defisit yield, this will create a deficit. The Company’s
program. Program pensiun imbalan pasti Perseroan defined benefit pension plans hold a significant
memiliki porsi ekuitas yang signifikan, yang proportion of equities, which are expected to
diharapkan untuk menghasilkan imbal hasil yang outperform government and corporate bonds in
lebih tinggi dibandingkan obligasi pemerintah dan the long-term while providing volatility and risk in
Perseroan jangka panjang sementara memberikan the short-term.
volatilitas dan risiko dalam jangka pendek.
Perubahan imbal hasil obligasi Changes in bond yields
Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah akan A decrease in government bond yields will
meningkatkan liabilitas program, walaupun hal ini increase plan liabilities, although this will be
akan saling hapus secara sebagian dengan partially offset by an increase in the value of the
kenaikan dari nilai obligasi program yang dimiliki. plan’s bond holdings.
PT Astra International Tbk (“AI”) selaku pendiri PT Astra International Tbk (“AI”) as the founder
Dana Pensiun Astra memastikan bahwa posisi of Dana Pensiun Astra ensures that the
investasi telah diatur dalam kerangka asset-liability investment positions are managed within an
matching (“ALM”) yang telah dibentuk untuk asset-liability matching (“ALM”) framework that is
mencapai hasil jangka panjang yang sejalan developed to achieve long-term returns that are
dengan liabilitas pada program pensiun imbalan in line with the obligation in defined benefit
pasti. Dalam kerangka ALM, tujuan AI adalah untuk pension plans. Within this ALM framework, AI’s
menyesuaikan aset-aset dan liabilitas pensiun objective is to match assets and the pension
dengan berinvestasi pada portofolio yang obligations by investing in a well-diversified
terdiversifikasi dengan baik dalam menghasilkan portfolio the generates sufficient risk-adjusted
tingkat pengembalian yang cukup, disesuaikan returns the match the benefit payments. AI also
dengan risiko yang ada, untuk disesuaikan dengan actively monitors the duration and the expected
pembayaran imbalan. AI juga secara aktif yield of the investments to ensure it matches the
memantau durasi dan imbal hasil investasi yang expected cash outflows arising from the pension
diharapkan untuk memastikan bahwa telah sesuai obligations.
dengan arus kas keluar yang diharapkan timbul dari
kewajiban pensiun.
Investasi pada program telah terdiversifikasi Investment across the plans are well diversified,
dengan baik, sehingga kinerja buruk satu investasi such that the failure of any single investment
tidak akan memberikan dampak material bagi would not have a material impact on the overall
seluruh kelompok aset. level of assets.
Halaman -5/84- Page
Page 99
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
24. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 24. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION
(continued)
Imbalan jangka panjang lainnya Other long-term benefits
Mutasi liabilitas yang diakui pada laporan posisi The movement of liability recognised in the
keuangan adalah sebagai berikut: statement of financial position is as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Awal tahun 8,133 5,271 Beginning of the year
Jumlah yang dibebankan Total expense charged in the
pada laporan laba rugi 2,664 1,508 profit or loss
Iuran yang dibayarkan (880) (447) Contributions paid
Pengukuran kembali: Remeasurement:
Keuntungan aktuarial
bersih yang diakui selama Net actuarial gains
tahun berjalan 450 1,801 recognised during the year
Saldo akhir 10,367 8,133 Ending balance
Jumlah yang diakui pada laporan laba rugi adalah The amounts recognised in the profit or loss are
sebagai berikut: as follows:
31 Desember/ 31 Desember /
December 2025 December 2024
Biaya jasa kini 2,168 1,158 Current service cost
Biaya bunga 496 350 Interest cost
2,664 1,508
Biaya ini dibukukan sebagai biaya gaji dan imbalan The expense is accounted for salaries and
kerja dalam laporan laba rugi. employee benefits in the statement of profit or
loss.
25. SEGMEN OPERASI 25. OPERATING SEGMENT
Bentuk pelaporan berdasarkan segmen usaha Reporting format based on business
segments
Segmen operasi Perseroan dibagi berdasarkan The Company’s operating segments represent
produk usaha, sebagai berikut: sewa pembiayaan, the product, as follows: finance leases,
pembiayaan konsumen, anjak piutang, consumer financing, factoring, working capital
pembiayaan modal kerja, dan lain-lain. Segmen financing, and others. Operating segments are
operasi dilaporkan sesuai dengan laporan internal reported in accordance with the internal reporting
yang disiapkan untuk pengambil keputusan provided to the chief operating decision maker,
operasional yang bertanggung jawab untuk which is responsible for allocating resources to
mengalokasikan sumber daya ke segmen tertentu the reportable segments and assesses its
dan melakukan penilaian atas performanya. performance.
Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan laporan Operating segments are reported in accordance
internal yang disiapkan untuk Direksi yang with the internal reporting provided to the Board
bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber of Directors, which is responsible for allocating
daya ke segmen dan melakukan penilaian atas resources to the reportable segments and
performanya. Seluruh segmen operasi yang assesses its performance. All operating
digunakan oleh Perseroan telah memenuhi kriteria segments used by the Company meet the
pelaporan berdasarkan PSAK 108, “Segmen definition of a reportable segment under SFAS
Operasi”. 108, “Operating Segment”.
Halaman -5/85- Page
Page 100
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
25. SEGMEN OPERASI (lanjutan) 25. OPERATING SEGMENT (continued)
Bentuk pelaporan berdasarkan segmen usaha Reporting format based on business
(lanjutan) segments (continued)
Direksi berkeyakinan bahwa informasi tersebut The Board of Directors believes that such
paling relevan dalam mengevaluasi hasil segmen information is the most relevant in evaluating the
tersebut relatif terhadap entitas lain yang results of those segments relative to other
beroperasi dalam industri tersebut, sebagaimana entities that operate within these industries, as
disajikan dalam tabel di bawah ini: set out in the table below:
31 Desember/December 2025
Pembiayaan
Pembiayaan modal
Sewa konsumen/ kerja/Working Tidak dapat
pembiayaan/ Consumer Anjak piutang/ capital dialokasikan/
Finance leases financing Factoring financing Unallocated Jumlah/Total
Laporan laba rugi Statement of profit or loss
Pendapatan Income
Sewa pembiayaan 749,904 - - - - 749,904 Finance lease
Pembiayaan konsumen - 138,094 - - - 138,094 Consumer financing
Pembiayaan modal usaha - - - 2,004 - 2,004 Working capital financing
Anjak piutang - - 21,439 - - 21,439 Factoring
Pendapatan bunga Interest and
dan lain - lain 14,397 598 487 3 6,030 21,515 other income
Jumlah pendapatan 764,301 138,692 21,926 2,007 6,030 932,956 Total income
Beban Expenses
Beban usaha - - - - 158,042 158,042 Operating expenses
Beban penyusutan - - - - 7,395 7,395 Depreciation expenses
Beban bunga dan keuangan - - - - 416,142 416,142 Interest and financing charges
Penyisihan kerugian
penurunan nilai Allowance for impairment
dan lainnya (21,809) 24,719 (3,763) 420 41,522 41,089 loss and others
Beban pajak final - - - - 1,196 1,196 Final tax expenses
Jumlah beban (21,809) 24,719 (3,763) 420 624,297 623,864 Total expense
Laba sebelum pajak
penghasilan 786,110 113,973 25,689 1,587 (618,267) 309,092 Profit before income tax
Beban pajak penghasilan - - - - 59,943 59,943 Income tax expense
Laba tahun berjalan 786,110 113,973 25,689 1,587 (678,210) 249,149 Profit for the year
Jumlah aset 6,164,202 969,152 266,672 48,338 283,127 7,731,491 Total assets
Jumlah liabilitas - - - - 6,285,197 6,285,197 Total liabilities
31 Desember/December 2024
Pembiayaan
Pembiayaan modal
Sewa konsumen/ kerja/Working Tidak dapat
pembiayaan/ Consumer Anjak piutang/ capital dialokasikan/
Finance leases financing Factoring financing Unallocated Jumlah/Total
Laporan laba rugi Statement of profit or loss
Pendapatan Income
Sewa pembiayaan 694,109 - - - - 694,109 Finance lease
Pembiayaan konsumen - 100,242 - - - 100,242 Consumer financing
Pembiayaan modal usaha - - - 18 - 18 Working capital financing
Anjak piutang - - 19,845 - - 19,845 Factoring
Pendapatan bunga Interest and
dan lain - lain 5,481 697 348 - 14,853 21,379 other income
Jumlah pendapatan 699,590 100,939 20,193 18 14,853 835,593 Total income
Beban Expenses
Beban usaha - - - - 144,352 144,352 Operating expenses
Beban penyusutan - - - - 6,068 6,068 Depreciation expenses
Beban bunga dan keuangan - - - - 352,740 352,740 Interest and financing charges
Penyisihan kerugian
penurunan nilai Allowance for impairment
dan lainnya 5,056 23,534 2,913 6 29,774 61,283 loss and others
Beban pajak final - - - - 852 852 Final tax expenses
Jumlah beban 5,056 23,534 2,913 6 533,796 565,305 Total expense
Laba sebelum pajak
penghasilan 694,534 77,405 17,280 12 (525,011) 270,288 Profit before income tax
Beban pajak penghasilan - - - - (54,337) (54,337) Income tax expense
Laba tahun berjalan 694,534 77,405 17,280 12 (573,280) 215,951 Profit for the year
Jumlah aset 5,864,324 860,989 152,145 274 359,100 7,236,832 Total assets
Jumlah liabilitas - - - - 5,959,012 5,959,012 Total liabilities
Halaman -5/86- Page
Page 101
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
25. SEGMEN OPERASI (lanjutan) 25. OPERATING SEGMENT (continued)
Bentuk pelaporan berdasarkan segmen usaha Reporting format based on business
(lanjutan) segments (continued)
Segmen berdasarkan geografis terdiri dari Geographical segment consists of 17 marketing
17 jaringan pemasaran yang terbagi menjadi networks that are divided into 5 areas, namely
5 area yaitu DKI Jakarta, Jawa, Kalimantan, DKI Jakarta, Java, Kalimantan, Sumatera, and
Sumatera, dan Sulawesi. Sulawesi.
Segmen informasi berdasarkan geografis adalah Segment information based on geographical
sebagai berikut: segments is as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Pendapatan Income
- Area DKI Jakarta 370,036 331,767 DKI Jakarta area -
- Area Kalimantan 241,698 213,858 Kalimantan area -
- Area Sumatera 163,093 78,384 Sumatera area -
- Area Jawa 98,670 125,887 Java area -
- Area Sulawesi 51,129 71,061 Sulawesi area -
924,626 820,957
Pendapatan yang tidak
dapat dialokasikan 8,330 14,636 Unallocated income
Jumlah pendapatan 932,956 835,593 Total income
26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT
Aktivitas Perseroan mengandung berbagai macam The Company’s activities expose it to a variety of
risiko-risiko keuangan: risiko nilai tukar mata uang financial risks: foreign exchange risk and interest
asing dan suku bunga, risiko kredit dan risiko rate, credit risk and liquidity risk. The Company’s
likuiditas. Secara keseluruhan, program overall risk management program focuses on the
manajemen risiko keuangan Perseroan terfokus unpredictability of financial markets and seeks to
pada ketidakpastian pasar keuangan dan minimise potential adverse effects on the
meminimalisasi potensi kerugian yang berdampak Company’s financial performance. The
pada kinerja keuangan Perseroan. Perseroan Company uses derivative financial instrument to
menggunakan instrumen keuangan derivatif untuk hedge certain risk exposures.
mengantisipasi risiko-risiko yang mungkin terjadi.
Manajemen risiko dilaksanakan dengan kebijakan- Risk management is carried out under policies
kebijakan yang disetujui oleh Direksi. Direksi approved by the Board of Directors. The Board
memberikan kebijakan atas manajemen risiko of Directors provides principles for overall risk
secara keseluruhan, termasuk kebijakan yang management, as well as policies covering
mencakup area khusus, seperti risiko nilai tukar, specific areas, such as foreign exchange risk,
risiko suku bunga, risiko kredit, dan pemanfaatan interest rate risk, credit risk, and use of financial
instrumen keuangan. Risiko yang berasal dari instrument. The risk arising from financial
instrumen keuangan yang dihadapi oleh Perseroan instruments to which the Company is exposed
mengandung risiko keuangan, termasuk juga risiko are financial risks, which includes market risk,
pasar, risiko kredit, dan risiko likuiditas. credit risk, and liquidity risk.
a. Risiko pasar a. Market risk
Perseroan menghadapi eksposur terhadap The Company is exposed to market risks
risiko pasar, yaitu risiko dimana nilai wajar atas which are the risks that the fair value of future
arus kas masa depan atas suatu instrumen cash flows of financial instrument will
keuangan berfluktuasi karena perubahan pada fluctuate because of changes in market
harga pasar. Risiko pasar berasal dari posisi prices. Market risks arise from open positions
terbuka yang terkait dengan produk-produk in interest rate, currency and equity products,
suku bunga, mata uang dan ekuitas, yang all of which are exposed to the general and
seluruhnya dipengaruhi oleh pergerakan pasar specific market movements and changes in
baik secara spesifik maupun umum, dan the level of volatility or market rates or prices
perubahan volatilitas tingkat suku bunga pasar such as interest rates, foreign exchange
atau harga seperti suku bunga, nilai tukar, dan rates, and equity products.
produk ekuitas.
Halaman -5/87- Page
Page 102
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT
a. Risiko pasar (lanjutan) a. Market risk (continued)
Risiko tingkat bunga Interest rate risk
Perseroan terekspos risiko tingkat suku bunga The Company is exposed to interest rate risk
yang berasal dari perubahan tingkat bunga through the impact of rate changes on interest
atas aset dan liabilitas yang dikenakan bunga. bearing assets and liabilities. These exposures
Risiko ini dikelola pada umumnya dengan are managed mainly through the use of cross
menggunakan cross currency swap dan currency swap and foreign currency forward,
foreign currency forward untuk mengkonversi which have the economic effect of converting
pinjaman dengan tingkat bunga mengambang borrowings from floating rate to fixed rate in
menjadi tingkat bunga tetap dengan tujuan order to hedge the interest rate and foreign
melakukan aktivitas lindung nilai atas exchange uncertainty that will arise from the
ketidakpastian suku bunga dan mata uang variability in cash flows arising from principal
asing yang timbul dari ketidakpastian arus kas and interest on the foreign currencies
atas pokok dan bunga pinjaman dalam mata borrowings.
uang asing.
Perseroan meminimalisasi eksposur tingkat The Company minimise interest rate exposure
bunga dengan mengutamakan ketersediaan with prioritising on matching funding availability
dana yang berimbang sesuai dengan Panduan in compliance with Transactions
Transaksi/Kontrak Derivatif. Guidelines/Derivative Contract.
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan aset dan The table below summarise the Company’s
liabilitas keuangan berbunga Perseroan pada interest earning financial assets and interest
nilai tercatat, yang dikategorikan menurut bearing financial liabilities at carrying amounts,
mana yang terlebih dahulu antara tanggal categorised by the earlier of contractual
repricing secara kontraktual (contractual repricing or maturity dates:
repricing) atau tanggal jatuh tempo:
31 Desember/December 2025
Suku bunga variabel/ Suku bunga tetap/
Variable interest rate Fixed interest rate
Tidak
Kurang Lebih Kurang dikenakan
dari dari dari bunga/
satu tahun/ 1-2 2-3 3 tahun/ satu tahun/ 1-2 2-3 3 tahun/ Non-
Less than tahun/ tahun/ More than Less than tahun/ tahun/ More than interest Jumlah/
one year years years 3 years one year years years 3 years bearing Total
ASET ASSETS
Cash and cash
Kas dan kas di bank 122,818 - - - - - - - 280 123,098 in banks
Piutang sewa Finance lease
pembiayaan - bersih - - - - 3,379,112 1,919,134 728,583 137,373 - 6,164,202 receivables - net
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen - bersih - - - - 424,119 287,851 184,111 73,071 - 969,152 receivables - net
Piutang pembiayaan Working capital
modal usaha - bersih - - - - 39,450 5,210 3,678 - - 48,338 receivables - net
Tagihan anjak piutang
- bersih - - - - 266,672 - - - - 266,672 Factoring receivables - net
Piutang lain-lain dan Other receivables
dan uang muka - - - - - - - - 56,430 56,430 and advances
Aset lain-lain - - - - - - - - 925 925 Other assets
Jumlah aset 122,818 - - - 4,109,353 2,212,195 916,372 210,444 57,635 7,628,817 Total assets
LIABILITAS LIABILITIES
Utang lain-lain, Other payables,
liabilitas sewa, dan lease liabilities, and
biaya akrual - - - - 2,501 1,308 467 - 242,015 246,291 accrued expenses
Pinjaman
yang diterima - bersih: Borrowings - net:
- Rupiah - - - - 1,287,862 653,281 233,902 30,346 - 2,205,391 Rupiah -
- Dolar AS 334,328 272,708 125,858 - - - - - - 732,894 US Dollar -
Utang
obligasi - bersih - - - - 1,394,503 549,602 1,099,454 - - 3,043,559 Bonds payables - net
Jumlah liabilitas 334,328 272,708 125,858 - 2,684,866 1,204,191 1,333,823 30,346 242,015 6,228,135 Total liabilities
Jumlah selisih penilaian
bunga sebelum Total interest repricing
derivatif (211,510) (272,708) (125,858) - 1,424,487 1,008,004 (417,451) 180,098 (184,380) 1,400,682 gap before derivative
Derivatif: Derivatives:
- Cross currency swap (5,194) 1,318 3,573 - 5,194 (1,318) (3,573) - - - Cross currency swap -
Jumlah selisih bunga Total interest repricing
setelah derivatif (216,704) (271,390) (122,285) - 1,429,681 1,006,686 (421,024) 180,098 (184,380) 1,400,682 gap after derivative
Halaman -5/88- Page
Page 103
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
a. Risiko pasar (lanjutan) a. Market risk (continued)
Risiko tingkat bunga (lanjutan) Interest rate risk (continued)
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan aset dan The table below summarise the Company’s
liabilitas keuangan berbunga Perseroan pada interest earning financial assets and interest
nilai tercatat, yang dikategorikan menurut bearing financial liabilities at carrying amounts,
mana yang terlebih dahulu antara tanggal categorised by the earlier of contractual
repricing secara kontraktual (contractual repricing or maturity dates: (continued)
repricing) atau tanggal jatuh tempo: (lanjutan)
31 Desember/December 2024
Suku bunga variabel/ Suku bunga tetap/
Variable interest rate Fixed interest rate
Tidak
Kurang Lebih Kurang dikenakan
dari dari dari bunga/
satu tahun/ 1-2 2-3 3 tahun/ satu tahun/ 1-2 2-3 3 tahun/ Non-
Less than tahun/ tahun/ More than Less than tahun/ tahun/ More than interest Jumlah/
one year years years 3 years one year years years 3 years bearing Total
ASET ASSETS
Cash and cash
Kas dan kas di bank 211,046 - - - - - - - 260 211,306 in banks
Piutang sewa Finance lease
pembiayaan - bersih 1,774 - - - 3,282,045 1,704,739 712,269 163,497 - 5,864,324 receivables - net
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen - bersih - - - - 369,466 242,488 177,363 71,672 - 860,989 receivables - net
Piutang pembiayaan Working capital
modal usaha - bersih - - - - 156 118 - - - 274 receivables - net
Tagihan anjak piutang
- bersih - - - - 152,145 - - - - 152,145 Factoring receivables - net
Piutang lain-lain dan Other receivables
dan uang muka - - - - - - - - 20,319 20,319 and advances
Aset lain-lain - - - - - - - - 925 925 Other assets
Jumlah aset 212,820 - - - 3,803,812 1,947,345 889,632 235,169 21,504 7,110,252 Total assets
LIABILITAS LIABILITIES
Utang lain-lain, Other payables,
liabilitas sewa, dan lease liabilities, and
biaya akrual - - - - 2,228 - - - 223,197 225,425 accrued expenses
Pinjaman
yang diterima - bersih: Borrowings - net:
- Rupiah - - - - 1,587,585 695,517 234,924 37,461 - 2,555,487 Rupiah -
- Dolar AS 535,734 80,702 20,196 - - - - - - 636,632 US Dollar -
Utang
obligasi - bersih - - - - 796,580 898,730 549,385 249,953 - 2,494,648 Bonds payables - net
Jumlah liabilitas 535,734 80,702 20,196 - 2,386,393 1,594,247 784,309 287,414 223,197 5,912,192 Total liabilities
Jumlah selisih penilaian
bunga sebelum Total interest repricing
derivatif (322,914) (80,702) (20,196) - 1,417,418 353,098 105,323 (52,245) (166,950) 1,232,832 gap before derivative
Derivatif: Derivatives:
- Cross currency swap 1,964 1,020 396 - (1,964) (1,020) (396) - - - Cross currency swap -
Jumlah selisih bunga Total interest repricing
setelah derivatif (320,950) (79,682) (19,800) - 1,415,454 352,078 104,927 (52,245) (166,950) 1,232,832 gap after derivative
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan sensitivitas The table below shows the sensitivity of the
laba bersih Perseroan pada tanggal Company’s net income to movement of interest
31 Desember 2025 dan 2024 atas perubahan rates as at 31 December 2025 and 2024:
tingkat suku bunga:
Pengaruh terhadap laba bersih/
Impact to net income
Peningkatan/ Penurunan/
Increase by Decrease by
1% 1%
31 Desember 2025 958 (958) 31 December 2025
31 Desember 2024 1,646 (1,646) 31 December 2024
Proyeksi di atas mengasumsikan bahwa The projection assumes that the change in
perubahan tingkat suku bunga telah terjadi interest rate had occured at the reporting date
pada tanggal pelaporan dan telah and had been applied to the exposure to
diperhitungkan dalam perhitungan eksposur interest rate risk for both derivative and
atas risiko tingkat suku bunga baik untuk non-derivative financial instruments held on
instrumen keuangan derivatif maupun that date.
nonderivatif yang dimiliki pada tanggal
tersebut.
Halaman -5/89- Page
Page 104
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
a. Risiko pasar (lanjutan) a. Market risk (continued)
Risiko nilai tukar mata uang asing Foreign exchange risk
Perseroan rentan terhadap risiko nilai tukar The Company is exposed to foreign exchange
mata uang asing yang timbul dari eksposur risk arising from US Dollar. Foreign exchange
mata uang Dolar AS. Risiko nilai tukar mata risk arises when future commercial
uang asing timbul ketika transaksi komersial transactions or recognised assets or liabilities
masa depan atau aset dan liabilitas yang diakui are denominated in a currency that is not the
didenominasikan dalam mata uang yang entity’s functional currency. The risk is
bukan mata uang fungsional. Risiko diukur measured using cash flow forecasts with
dengan menggunakan perkiraan atas arus kas sensitivity analysis. The Company’s risk
dengan analisis sensitivitas. Kebijakan management policy is to hedge 100%
manajemen risiko Perseroan adalah borrowings in US Dollar hedge accounting
melindungi nilai arus kas yang diantisipasi purposes.
100% dari nilai pinjaman dalam Dolar AS untuk
tujuan akuntansi lindung nilai.
Tabel dibawah ini mengikhtisarkan aset The table below summarises the Company’s
keuangan dan liabilitas keuangan Perseroan financial assets and liabilities exposure to
terhadap risiko nilai tukar mata uang asing. foreign exchange rate risk.
Dolar AS/US Dollar
(dalam ribuan/in thousand)
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
ASET ASSETS
Kas dan kas di bank 258 245 Cash and cash in banks
Piutang sewa pembiayaan - 256 Finance lease receivables
Jumlah aset 258 501 Total assets
LIABILITAS LIABILITIES
Utang lain - lain Other payables and
dan akrual 115 142 accrued expenses
Pinjaman yang diterima Borrowings
- Pinjaman yang Borrowings -
diterima - kotor 43,750 39,391 - gross
- Pinjaman yang dilindung nilai (43,750) (39,182) Hedged borrowings -
Pinjaman yang
diterima - bersih - 209 Borrowings - net
Jumlah liabilitas 115 351 Total liabilities
Bersih 143 150 Net
Perseroan tidak memiliki eksposur aset dan The Company has no significant exposure to
liabilitas keuangan dalam mata uang asing financial assets and liabilities denominated in
yang signifikan, sehingga perubahan nilai tukar foreign currency, therefore movement in
mata uang asing tidak memiliki efek yang foreign exchange rate has no significant effect
signifikan terhadap laba bersih Perseroan. to the Company’s net income.
b. Risiko kredit b. Credit risk
Perseroan menghadapi risiko pembiayaan, The Company is exposed to credit risk mainly
terutama berasal dari ketidakmampuan from the defaulting customers. Improper
nasabah untuk membayar kembali assessment on customer’s credit worthiness
pembiayaan yang diberikan. Risiko ini terjadi and collection management will trigger the
jika kelayakan nasabah dan piutang credit risk. The Company applies prudent
pembiayaan tidak dikelola dengan baik. credit acceptance policies, perform ongoing
Perseroan menerapkan kebijakan pemberian credit portfolio monitoring as well as
kredit berdasarkan prinsip kehati-hatian, managing the collection of customer financing
melakukan pengawasan portofolio kredit receivables in order to minimise the credit risk
secara berkesinambungan dan melakukan exposure.
pengelolaan atas penagihan angsuran untuk
meminimalisasi risiko kredit.
Halaman -5/90- Page
Page 105
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
b. Risiko kredit b. Credit risk
Pengukuran risiko kredit Credit risk measurement
Kualitas kredit dari aset keuangan baik yang The credit quality of financial assets that are
belum jatuh tempo atau tidak mengalami neither past due nor impaired can be assessed
penurunan nilai dapat dinilai dengan mengacu by historical information about counterparty
pada informasi historis mengenai tingkat gagal default rates.
bayar debitur.
Estimasi terhadap eksposur kredit adalah The estimation of credit exposure is complex
proses yang kompleks dan memerlukan and requires the use of models, as the value of
penggunaan model, dimana nilai dari suatu a product varies with changes in market
produk bervariasi tergantung dengan variables, expected cash flows and the
perubahan pada variabel-variabel pasar, arus passage of time. The assessment of credit risk
kas masa depan dan rentang waktu. Penilaian of a portfolio of assets entails further
risiko kredit atas suatu portofolio aset estimations as to the likelihood of defaults
memerlukan estimasi-estimasi, seperti occurring, of the associated loss ratios and of
kemungkinan terjadinya wanprestasi, rasio default correlations between counterparties.
kerugian dan korelasi wanprestasi antar
rekanan.
Saldo akhir penyisihan kerugian piutang usaha The ending balance of loss allowances for
dan piutang dengan perhatian khusus pada trade receivables and receivables with special
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 attention as at 31 December 2025 and 2024
direkonsiliasi dengan penyisihan kerugian awal reconcile to the opening loss allowances as
sebagai berikut: follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Penyisihan kerugian awal pada Opening loss allowance as at
awal tahun 366,552 314,287 beginning of the year
Peningkatan penyisihan kerugian Increase in loan loss allowance
pinjaman yang diakui dalam laporan recognised in profit or loss during
laba rugi selama tahun berjalan 38,602 61,282 the year as uncollectible
Piutang dihapuskan sepanjang tahun Receivables written off during
sebagai tidak tertagih (43,400) (29,338) the year as uncollectible
Pemulihan 18,032 20,321 Recovery
Pada akhir tahun 379,786 366,552 At the end of the year
Piutang pembiayaan dan pembiayaan Financing receivables and consumer financing
konsumen dihapuskan jika tidak ada are written off when there is no reasonable
ekspektasi pemulihan yang wajar. Indikator expectation of recovery. Indicators that there is
bahwa tidak ada ekspektasi pemulihan yang no reasonable expectation of recovery include,
wajar mencakup, antara lain, kegagalan amongst others, the failure of a debtor to
debitur untuk melaksanakan rencana engage in a repayment plan with the Company,
pelunasan utang pada Perseroan, dan and a failure to make contractual payments for
kegagalan melakukan pembayaran kontraktual a period of greater than 180 days past due.
untuk jangka waktu lebih dari 180 hari lewat
jatuh tempo.
Halaman -5/91- Page
Page 106
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
b. Risiko kredit (lanjutan) b. Credit risk (continued)
Pengukuran risiko kredit (lanjutan) Credit risk measurement (continued)
Kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan Impairment losses on financing receivables are
disajikan sebagai kerugian penurunan nilai presented as net impairment losses within
bersih dalam laba operasi. Pemulihan operating profit. Subsequent recoveries of
selanjutnya dari jumlah yang dihapuskan amounts previously written off are credited
sebelumnya dikreditkan ke item baris yang against the same line item.
sama.
Perseroan menerapkan berbagai kebijakan The Company implements a range of policies
dan praktik untuk memitigasi risiko kredit. and practices to mitigate credit risk. The most
Praktik yang umum dilakukan adalah dengan common practice to mitigate this risk is by
meminta jaminan. Perseroan menerapkan requiring collateral. The Company implements
berbagai panduan atas jenis-jenis jaminan guidelines on the acceptability of specific
yang dapat diterima dalam rangka memitigasi classes of collateral for credit risk mitigation.
risiko kredit.
Perseroan dalam menghitung kerugian The Company in calculating impairment losses
penurunan nilai atas grup pelanggan dalam for special mention customer groups, will be
perhatian khusus, akan langsung immediately categorised into stage
dikategorikan kedalam perhitungan tahap 3. 3 calculations. This categorisation is carried out
Pengkategorian tersebut dilakukan Perseroan by the Company to mitigate credit risk due to
untuk memitigasi risiko kredit karena adanya historical losses that were recorded from those
kerugian historis yang sempat dibukukan dari customer group.
grup pelanggan tersebut.
Manajemen percaya akan kemampuannya Management is confident in its ability to
untuk mengendalikan dan memelihara continue to control and sustain minimal
eksposur risiko kredit pada tingkat yang exposure of credit risk to the Company based
minimum berdasarkan hal-hal sebagai berikut: on the following:
- Perseroan telah membentuk penyisihan - The Company have provided sufficient
kerugian penurunan nilai yang memadai allowance for impairment losses to cover
untuk menutupi kemungkinan kerugian incurred losses arising from uncollectible
atas tidak tertagihnya piutang tersebut receivables based on existing historical
berdasarkan data historis kerugian yang loss.
ada.
- Sewa pembiayaan, pembiayaan - Finance leases, consumer financing,
konsumen, pembiayaan modal usaha dan working capital financing and factoring
tagihan anjak piutang, yang merupakan receivables which represent the biggest
portofolio terbesar dilindungi dengan portfolio, are secured by sufficient
jaminan yang mencukupi. collaterals.
Berdasarkan kualitas aset keuangan Based on quality of financial assets
Dalam proses penentuan kualitas kredit, The Company’s credit quality determination
Perseroan membedakan eksposur untuk processes differentiate exposures in order to
menentukan eksposur mana yang memiliki highlight those with greater risk factors and
faktor risiko lebih besar dan tingkat kerugian higher potential severity of loss. The credit
potensial yang lebih tinggi. Kualitas kredit quality for each financial asset is reviewed
setiap aset keuangan ditelaah secara berkala regularly and any amendments are
dan perubahannya diimplementasikan secara implemented in a timely manner.
tepat waktu.
Halaman -5/92- Page
Page 107
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
b. Risiko kredit (lanjutan) b. Credit risk (continued)
Berdasarkan kualitas aset keuangan (lanjutan) Based on quality of financial assets (continued)
Tabel berikut ini menyajikan aset keuangan The following table presents the financial
berdasarkan tahapan sesuai PSAK 109: assets based on stage in accordance with
SFAS 109:
31 Desember/December 2025
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
ASET ASSETS
Cash and cash
Kas dan kas di bank 123,098 - - 123,098 equivalents
Piutang sewa Finance lease
pembiayaan 5,815,871 189,217 436,699 6,441,787 receivables
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen 953,178 18,045 81,783 1,053,006 receivables
Piutang pembiayaan Working capital financing
modal usaha 48,764 - - 48,764 receivables
Tagihan anjak piutang 262,946 4,947 1,826 269,719 Factoring receivables
Aset derivatif 6,831 - - 6,831 Derivative assets
Piutang lain-lain Other receivables
dan uang muka 37,211 - 156,019 193,230 and advances
Jumlah aset 7,247,899 212,209 676,327 8,136,435 Total assets
Dikurangi: Less:
Penyisihan kerugian Allowance for
penurunan nilai (501,713) impairment losses
7,634,722
31 Desember/December 2024
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
ASET ASSETS
Cash and cash
Kas dan kas di bank 211,046 - - 211,046 equivalents
Piutang sewa Finance lease
pembiayaan 5,853,832 5,294 294,514 6,153,640 receivables
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen 887,634 3,755 31,696 923,085 receivables
Piutang pembiayaan Working capital financing
modal usaha 280 - - 280 receivables
Tagihan anjak piutang 153,990 - 4,965 158,955 Factoring receivables
Aset derivatif 11,150 - - 11,150 Derivative assets
Piutang lain-lain Other receivables
dan uang muka 10,277 137,806 148,083 and advances
7,128,209 9,049 468,981 7,606,239
Jumlah aset Total assets
Dikurangi: Less:
Penyisihan kerugian Allowance for
penurunan nilai (485,992) impairment losses
7,120,247
c. Risiko likuiditas c. Liquidity risk
Risiko likuiditas timbul jika Perseroan Liquidity risk arises in situations where the
mengalami kesulitan dalam mendapatkan Company has difficulties in obtaining funding.
sumber pendanaan. Risiko likuiditas dapat Liquidity risk also arises from situations in
juga berupa ketidaksesuaian atas jangka which the Company has a mismatch between
waktu sumber dana yang dimiliki dengan the maturity of its funding and the maturity of
jangka waktu pembiayaan. Perseroan its consumer financing receivables. The
melakukan evaluasi dan menelaah struktur Company evaluates and reviews its balance
laporan posisi keuangan dan melakukan sheet structure, by analysing and measuring
analisis serta pengukuran risiko likuiditas. liquidity risk.
Halaman -5/93- Page
Page 108
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
c. Risiko likuiditas (lanjutan) c. Liquidity risk (continued)
Tabel jatuh tempo berikut ini menyajikan The maturity table below provide information
informasi mengenai perkiraan jatuh tempo dari about maturities on a contractual undiscounted
liabilitas sesuai kontrak menjadi arus kas tidak cashflows of liabilities as at
didiskontokan pada tanggal 31 December 2025 and 2024.
31 Desember 2025 dan 2024.
31 Desember/December 2025
Kurang dari Lebih dari 3
satu tahun/ tahun/
Less than 1-2 2-3 More than 3 Jumlah/
one year tahun/years tahun/years years Total
LIABILITAS LIABILITIES
Pinjaman
yang diterima 1,768,083 986,699 372,031 31,419 3,158,232 Borrowings
Utang lain-lain, Other payables,
liabilitas sewa, lease liabilities, and
dan biaya akrual 244,728 1,388 477 - 246,593 accrued expenses
Utang obligasi 1,554,258 644,953 1,150,714 - 3,349,925 Bonds payable
Jumlah liabilitas 3,567,069 1,633,040 1,523,222 31,419 6,754,750 Total liabilities
Instrumen derivatif 4,260 1,876 (390) - 5,746 Derivative instrument
31 Desember/December 2024
Kurang dari Lebih dari 3
satu tahun/ tahun/
Less than 1-2 2-3 More than 3 Jumlah/
one year tahun/years tahun/years years Total
LIABILITAS LIABILITIES
Pinjaman
yang diterima 2,245,892 821,148 264,091 38,397 3,369,528 Borrowings
Utang lain-lain, Other payables,
liabilitas sewa, lease liabilities, and
dan biaya akrual 225,425 - - - 225,425 accrued expenses
Utang obligasi 947,847 972,375 587,375 254,531 2,762,128 Bonds payable
Jumlah liabilitas 3,419,164 1,793,523 851,466 292,928 6,357,081 Total liabilities
Instrumen derivatif 1,964 1,020 396 - 3,380 Derivative instrument
d. Risiko permodalan d. Capital risk
Tujuan Perseroan dalam mengelola The Company’s objectives when managing
permodalannya adalah untuk menjaga capital are to safeguard the Company’s ability
kelangsungan usaha Perseroan untuk dapat to continue as a going concern in order to
memberikan hasil kepada pemegang saham provide returns for shareholders and benefits
dan manfaat kepada stakeholders lainnya dan for other stakeholders and to maintain an
memelihara optimalisasi struktur permodalan optimal capital structure to reduce the cost of
untuk mengurangi biaya modal capital.
(cost of capital).
Dalam rangka memelihara atau menyesuaikan In order to maintain or adjust the capital
struktur permodalan, Perseroan dapat structure, the Company may adjust the amount
menyesuaikan jumlah dividen yang dibayarkan of dividends paid to shareholders, return capital
kepada pemegang saham, imbal hasil modal to shareholders or issue new shares to reduce
kepada pemegang saham atau menerbitkan debt.
saham baru untuk mengurangi pinjaman.
Konsisten dengan pelaku industri lainnya, Consistent with others in the industry, the
Perseroan memonitor permodalan Company monitors capital on the basis of the
berdasarkan gearing ratio. Rasio ini dihitung gearing ratio. This ratio is calculated as debt
dari pinjaman (termasuk utang obligasi) dibagi (including bonds payable) divided by total
dengan jumlah modal. Jumlah modal diambil capital. Total capital is calculated as ‘equity’ as
dari ekuitas yang tercantum dalam laporan shown in the statement of financial position.
posisi keuangan.
Halaman -5/94- Page
Page 109
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
d. Risiko permodalan (lanjutan) d. Capital risk (continued)
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Pinjaman Debt
- Pinjaman yang diterima 2,940,103 3,194,918 Borrowings -
- Utang obligasi 3,053,000 2,500,000 Bonds payable -
Jumlah pinjaman 5,993,103 5,694,918 Total debt
Jumlah modal 1,446,294 1,277,820 Total capital
Gearing ratio 4.1 kali/times 4.5 kali/times Gearing ratio
e. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan e. Fair value of financial assets and liabilities
Aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada Financial assets and liabilities measured at fair
nilai wajar menggunakan hierarki nilai wajar value using the fair value hierarchy as follows:
sebagai berikut:
a. Tingkat 1 a. Level 1
Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam Quoted prices (unadjusted) in active
pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang markets for identical assets or liabilities;
identik;
b. Tingkat 2 b. Level 2
Input selain harga kuotasian yang termasuk Inputs other than quoted prices included
dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi within level 1 that are observable for the
untuk aset atau liabilitas, baik secara assets or liabilities, either directly (that is,
langsung (misalnya harga) maupun tidak as prices) or indirectly (that is, derived
langsung (misalnya derivasi harga); dan from prices); and
c. Tingkat 3 c. Level 3
Input untuk aset atau liabilitas yang bukan Inputs for the assets or liabilities that are
berdasarkan data pasar yang dapat not based on observable market data
diobservasi (input yang tidak dapat (unobservable inputs).
diobservasi).
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, As at 31 December 2025 and 2024, financial
aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada assets and liabilities measured at fair value
nilai wajar diukur dengan menggunakan based on the following fair value hierarchy:
hierarki nilai wajar sebagai berikut:
31 Desember/December 2025
Nilai tercatat/
Carrying Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/ Nilai wajar/
Value Level 1 Level 2 Level 3 Fair value
Aset Assets
Aset derivatif 6,831 - 6,831 - 6,831 Derivative assets
Liabilitas Liabilities
Liabilitas derivatif (7,134) - (7,134) - (7,134) Derivative liabilities
31 Desember/December 2024
Nilai tercatat/
Carrying Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/ Nilai wajar/
Value Level 1 Level 2 Level 3 Fair value
Aset Assets
Aset derivatif 11,150 - 11,150 - 11,150 Derivative assets
Liabilitas Liabilities
Liabilitas derivatif - - - - - Derivative liabilities
Halaman -5/95- Page
Page 110
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
e. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan e. Fair value of financial assets and liabilities
(lanjutan) (continued)
Tabel di bawah ini menggambarkan nilai The table below sets out the carrying amounts
tercatat dan nilai wajar dari instrumen and fair value of those financial instruments
keuangan yang tidak diukur dalam nilai wajar which are not measured at fair value on the
yang tersaji di laporan posisi keuangan Company’s statements of financial positions:
Perseroan:
31 Desember/December 2025
Nilai tercatat/ Nilai wajar/
Carrying value Fair value
Aset keuangan: Financial assets:
Kas dan kas di bank 123,098 123,098 Cash and cash in banks
Piutang sewa Finance lease
pembiayaan 6,164,202 6,004,880 receivables
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen 969,152 958,106 receivables
Piutang pembiayaan Working capital financing
modal usaha 48,338 47,466 receivables
Tagihan anjak piutang 266,672 266,672 Factoring receivables
Piutang lain-lain Other receivables
dan uang muka 56,431 55,876 and advances
Aset lain-lain 925 444 Other assets
Liabilitas keuangan: Financial liabilities:
Utang lain-lain, Other payables,
liabilitas sewa, dan lease liabilities, and
biaya akrual 246,291 246,291 accrued expenses
Pinjaman yang diterima
- bersih 2,938,285 2,857,776 Borrowings - net
Utang obligasi - bersih 3,043,559 3,096,769 Bonds payable - net
31 Desember/December 2024
Nilai tercatat/ Nilai wajar/
Carrying value Fair value
Aset keuangan: Financial assets:
Kas dan kas di bank 211,306 211,306 Cash and cash in banks
Piutang sewa Finance lease
pembiayaan 5,864,324 5,705,680 receivables
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen 860,989 846,444 receivables
Piutang pembiayaan Working capital financing
modal usaha 274 274 receivables
Tagihan anjak piutang 152,145 152,145 Factoring receivables
Piutang lain-lain Other receivables
dan uang muka 20,319 19,512 and advances
Aset lain-lain 925 452 Other assets
Liabilitas keuangan: Financial liabilities:
Utang lain-lain, Other payables,
liabilitas sewa, dan lease liabilities, and
biaya akrual 225,425 225,425 accrued expenses
Pinjaman yang diterima
- bersih 3,192,119 3,026,737 Borrowings - net
Utang obligasi - bersih 2,494,648 2,501,299 Bonds payable - net
Kas dan kas di bank Cash and cash in banks
Estimasi nilai wajar dari kas dan kas di bank For estimated fair value of cash and cash
dikarenakan jatuh temponya dibawah satu equivalent, since the maturity is below one
tahun, nilai tercatat merupakan perkiraan yang year, the carrying value is a reasonable
layak atas nilai wajarnya. approximation of fair value.
Halaman -5/96- Page
Page 111
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
e. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan e. Fair value of financial assets and liabilities
(lanjutan) (continued)
Piutang sewa pembiayaan, piutang Finance lease receivables, consumer
pembiayaan konsumen, anjak piutang, dan financing receivables, factoring, and
pembiayaan modal usaha working capital financing receivables
Nilai wajar dari piutang sewa pembiayaan, The fair value of finance lease receivables,
piutang pembiayaan konsumen, anjak piutang, consumer financing receivables, factoring, and
dan pembiayaan modal usaha diestimasi working capital financing receivables are
menggunakan diskonto arus kas, dengan estimated by using discounted cash flows
mengacu pada rata-rata tertimbang dari tingkat applying weighted average market rates
suku bunga pasar yang diberikan Perseroan offered by the Company at statements of
untuk aset keuangan yang memiliki financial position date for financial assets that
karakteristik yang sama dengan aset have similar characteristics with the above
keuangan tersebut pada tanggal laporan posisi mentioned financial assets (level 3 - fair value
keuangan (tingkat 3 - hierarki nilai wajar). hierarchy).
Piutang lain-lain Other receivables
Termasuk di dalam piutang lain-lain adalah Included in other receivables are employee
piutang karyawan yang nilai wajarnya dinilai loans which the fair value is estimated by using
menggunakan tingkat suku bunga yang interest rate applied by Astra Group Company
digunakan oleh Grup Perseroan Astra (tingkat (level 3 - fair value hierarchy). For receivable
3 - hierarki nilai wajar). Sehubungan dengan from BTN, the carrying value approximate the
tagihan kepada BTN, nilai tercatat merupakan fair value based on Directors’ assessment of
perkiraan atas nilai wajarnya berdasarkan similar past customers recoveries from other
kajian dari Direksi atas ketertagihan dari banks (level 3 - fair value hierarchy).
nasabah lain yang serupa yang diperoleh dari
bank lain (tingkat 3 - hierarki nilai wajar).
Utang obligasi Bonds payable
Nilai wajar obligasi diestimasi menggunakan The fair value of bonds are estimated by using
nilai kuotasi pasar terakhir (tingkat 2 - hierarki the last quoted market price (level 2 - fair value
nilai wajar). hierarchy).
Pinjaman yang diterima Borrowings
Nilai wajar pinjaman yang diterima diestimasi The fair value of borrowings is estimated by
menggunakan diskonto arus kas, dengan using discounted cash flows applying weighted
mengacu pada rata-rata tertimbang dari tingkat average market rates offered by the Company
suku bunga pasar yang diberikan Perseroan at statements of financial position date for
untuk liabilitas keuangan yang memiliki financial liabilities that have similar
karakteristik yang sama dengan liabilitas characteristics with the above mentioned
keuangan tersebut pada tanggal laporan posisi financial liabilities (level 3 - fair value hierarchy).
keuangan (tingkat 3 - hierarki nilai wajar).
Utang lain-lain dan biaya akrual Other payables and accrued expenses
Estimasi nilai wajar dari utang lain-lain dan For estimated fair value of other payables and
biaya akrual dikarenakan jatuh temponya di accrued expenses, since the maturity is below
bawah satu tahun, nilai tercatat merupakan one year, the carrying value is a reasonable
perkiraan yang layak atas nilai wajarnya. approximation of fair value.
Halaman -5/97- Page
Page 112
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
27. LABA PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN 27. BASIC AND DILUTIVE EARNINGS PER
SHARE
Laba per saham dasar Basic earnings per share
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi Basic earnings per share is calculated by dividing
laba bersih pemegang saham dengan rata-rata the net profit attributable to shareholders by the
tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun weighted average number of ordinary shares
yang bersangkutan. outstanding during the year.
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Laba bersih yang tersedia Net profit attributable to
bagi pemegang saham 249,149 215,951 shareholders
Rata-rata tertimbang saham Weighted average number
biasa yang beredar (dalam of ordinary share on
jutaan) issue (in millions)
575 575
Laba per saham dasar Basic earnings per share
(nilai penuh) 433 376 (full amount)
Laba per saham dilusian Diluted earnings per share
Dalam perhitungan laba bersih per saham dilusian Diluted earnings per share is calculated by
jumlah rata-rata tertimbang jumlah yang beredar adjusting the weighted average number of ordinary
disesuaikan dengan asumsi bahwa semua efek shares outstanding to assume conversion of all
berpotensi saham biasa yang sifatnya dilutif potential dilutive ordinary shares.
dikonversi.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, As at 31 December 2025 and 2024, the Company
Perseroan tidak memiliki potensi saham yang has no potential dilutive shares.
bersifat dilutif.
28. REKONSILIASI AKTIVITAS PENDANAAN 28. NET FINANCING ACTIVITIES
BERSIH RECONCILIATION
Rekonsiliasi dari aktivitas pendanaan adalah Reconciliation from financing activities are as
sebagai berikut: follows:
31 Desember/December 2025
Perubahan nonkas/
Non-cash changes
Pergerakan
valuta asing/ Pergerakan
Saldo awal/ Movement of beban transaksi/ Saldo akhir/
Beginning Arus kas/ foreign Changes in Ending
balance Cashflow exchange*) transaction cost balance
Pinjaman yang diterima 3,192,119 (258,250) 3,436 980 2,938,285 Borrowings
Utang obligasi 2,494,648 553,000 - (4,089) 3,043,559 Bond payables
Liabilitas sewa 2,228 (1,765) - 3,813 4,276 Lease liabilities
Total liabilities
Jumlah liabilitas dari from financing
aktivitas pendanaan 5,688,995 292,985 3,436 704 5,986,120 activities
*) Perseroan telah menerapkan kebijakan lindung nilai untuk *) The Company has applied hedging policy for significant portion
sebagian besar pinjaman yang diterima dalam mata uang asing of borrowings denominated in foreign currencies with floating
dan memiliki tingkat suku bunga mengambang (lihat Catatan 11). interest rates (refer to Note 11).
Halaman -5/98- Page
Page 113
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
28. REKONSILIASI AKTIVITAS PENDANAAN 28. NET FINANCING ACTIVITIES
BERSIH (lanjutan) RECONCILIATION (continued)
Rekonsiliasi dari aktivitas pendanaan adalah Reconciliation from financing activities are as
sebagai berikut: follows:
31 Desember/December 2024
Perubahan nonkas/
Non-cash changes
Pergerakan
valuta asing/ Pergerakan
Saldo awal/ Movement of beban transaksi/ Saldo akhir/
Beginning Arus kas/ foreign Changes in Ending
balance Cashflow exchange*) transaction cost balance
Pinjaman yang diterima 2,610,383 573,821 5,520 2,395 3,192,119 Borrowings
Utang obligasi 2,093,862 400,000 - 786 2,494,648 Bond payables
Liabilitas sewa 2,154 (1,646) - 1,720 2,228 Lease liabilities
Total liabilities
Jumlah liabilitas dari from financing
aktivitas pendanaan 4,706,399 972,175 5,520 4,901 5,688,995 activities
*) Perseroan telah menerapkan kebijakan lindung nilai untuk *) The Company has applied hedging policy for significant portion
sebagian besar pinjaman yang diterima dalam mata uang asing of borrowings denominated in foreign currencies with floating
dan memiliki tingkat suku bunga mengambang (lihat Catatan 11). interest rates (refer to Note 11).
29. PERJANJIAN KERJASAMA 29. COOPERATION AGREEMENTS
PT Bank Permata Tbk (“Permata”) PT Bank Permata Tbk (“Permata”)
Pada tanggal 25 Maret 2009, Perseroan On 25 March 2009, the Company entered into a
mengadakan perjanjian Pelaksanaan Jasa Post-Dated Cheque (PDC) Intake Service
Layanan Pengambilan Post-Dated Cheque Agreement with Permata and its last amendment
(“PDC”) dengan Permata dan telah dilakukan was on 4 April 2018. This agreement will expire if
perubahan perjanjian terakhir pada tanggal 4 April one of the party terminate this agreement through
2018. Perjanjian ini akan berakhir apabila terdapat a written notification.
penghentian dari salah satu pihak secara tertulis.
Pada tanggal 28 Juni 2010, Perseroan On 28 June 2010, the Company entered into
mengadakan perjanjian kerjasama layanan produk Virtual Account Services agreement with Permata.
perbankan berupa Virtual Account dengan This agreement will expire if one of the parties
Permata. Perjanjian ini akan berakhir apabila terminate this agreement through a written
terdapat penghentian dari salah satu pihak secara notification.
tertulis.
Pada tanggal 1 Mei 2013, Perseroan mengadakan On 1 May 2013, the Company entered into Mass
Perjanjian Kerjasama Penggunaan Layanan Bank Payment Transactions agreement with Permata.
untuk melakukan Transaksi Pembayaran Massal This agreement will expire if one of the parties
dengan Permata. Perjanjian ini akan berakhir terminate this agreement through a written
apabila terdapat penghentian dari salah satu pihak notification.
secara tertulis.
PT United Tractors Tbk (“UT”) PT United Tractors Tbk (“UT”)
Pada tanggal 11 April 2014, Perseroan On 11 April 2014, the Company entered into a
mengadakan perjanjian kerjasama dengan UT cooperation agreement with UT to provide an
untuk memberikan fasilitas pembiayaan alat berat interesting and competitive financing facility of
yang menarik dan kompetitif kepada pelanggan heavy equipments in the form of New Generation
dalam bentuk Fasilitas New Generation dan telah Facility and its last amendment was on 26 July
dilakukan perubahan perjanjian terakhir pada 2016. This agreement will expire if one of the party
tanggal 26 Juli 2016. Perjanjian ini akan berakhir terminate this agreement through a written
sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak notification.
secara tertulis.
Halaman -5/99- Page
Page 114
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
29. PERJANJIAN KERJASAMA (lanjutan) 29. COOPERATION AGREEMENTS (continued)
PT United Tractors Tbk (“UT”) (lanjutan) PT United Tractors Tbk (“UT”) (continued)
Pada tanggal 12 Mei 2016, Perseroan mengadakan On 12 May 2016, the Company entered into a
perjanjian kerjasama dengan UT untuk cooperation agreement with UT to provide an
memberikan fasilitas pembiayaan alat berat yang interesting and competitive financing facility of
menarik dan kompetitif kepada pelanggan dalam heavy equipments in the form of G 16 Facility. This
bentuk Fasilitas G 16. Perjanjian ini akan berakhir agreement will expire if one of the parties terminate
sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak this agreement through a written notification
secara tertulis.
Pada tanggal 11 September 2019, Perseroan On 11 September 2019, the Company entered into
mengadakan perjanjian kerjasama dengan UT a cooperation agreement with UT to provide an
untuk memberikan fasilitas pembiayaan suku interesting and competitive financing facility of
cadang dan/atau layanan perbaikan dan spare part and/or maintenance service and after
pemeliharaan (purna jual) bagi pelanggan dalam sales for customers in the form of Product Support
bentuk Fasilitas Pembiayaan Product Support. Financing. This agreement will expire if one of the
Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada party terminate this agreement through a written
penghentian dari salah satu pihak secara tertulis. notification.
Pada tanggal 24 Februari 2020, Perseroan On 24 February 2020, the Company entered into
mengadakan kesepakatan bersama dengan UT mutual agreement with UT to provide an interesting
untuk memberikan fasilitas pembiayaan atas alat and competitive financing facility of heavy
berat Komatsu Hydraulic Excavator PC210 bagi equipment Komatsu Hydraulic Excavator PC210
pelanggan dalam bentuk Fasilitas Paket for customers in the form of UT-PC210 Financing
UT-PC210. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika Facility. This agreement will expire if one of the
ada penghentian dari salah satu pihak secara party terminate this agreement through a written
tertulis. notification.
Pada tanggal 17 November 2021, Perseroan On 17 November 2021, the Company entered into
mengadakan perjanjian kerjasama dengan UT cooperation agreement with UT to provide an
untuk memberikan fasilitas pembiayaan atas alat interesting and competitive financing facility of
berat bagi pelanggan yang bergerak di bidang heavy equipment for customers engaged in
usaha pertambangan bauksit dalam bentuk bauxite mining business sector in the form of
Fasilitas Pembiayaan Paket Bauksit. Perjanjian ini Bauxite Package Financing Facility. This
akan berakhir sampai jika ada penghentian dari agreement will expire if one of the parties terminate
salah satu pihak secara tertulis. this agreement through a written notification.
Pada tanggal 17 Oktober 2023, Perseroan On 17 October 2023, the Company entered into
mengadakan perjanjian kerjasama dengan UT cooperation agreement with UT to provide a
untuk memberikan fasilitas pembiayaan financing facility related to General Overhaul
sehubungan dengan kebutuhan pelaksanaan activities of heavy equipment for customers in the
General Overhaul atas alat berat bagi pelanggan form of General Overhaul Financing Facility. This
dalam bentuk Fasilitas Pembiayaan General agreement will expire if one of the parties terminate
Overhaul. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika this agreement through a written notification.
ada penghentian dari salah satu pihak secara
tertulis.
PT Serasi Autoraya PT Serasi Autoraya
Pada tanggal 26 Januari 2010, Perseroan On 26 January 2010, the Company entered into a
mengadakan kerjasama pengadaan sejumlah procurement of cars for operational and employee
mobil untuk kebutuhan operasional maupun needs with PT Serasi Autoraya. This agreement
karyawan Perseroan dengan PT Serasi Autoraya. will expire if one of the parties terminate this
Perjanjian ini akan berakhir sesuai tanggal periode agreement through a written notification.
sewa yang tercantum dalam lampiran perjanjian.
PT Pamapersada Nusantara PT Pamapersada Nusantara
Pada tanggal 16 April 2019, Perseroan dan On 16 April 2019, the Company has entered into
PT Pamapersada Nusantara telah a mutual agreement with PT Pamapersada
menandatangani kesepakatan bersama untuk Nusantara to offer factoring financing facility in
memberikan fasilitas pembiayaan anjak piutang the form of PAMA Factoring Facility. This
bagi pelanggan dalam bentuk Fasilitas agreement will expire if one of the parties
Pembiayaan Factoring PAMA. Perjanjian ini akan terminate this agreement through a written
berakhir sampai jika ada penghentian dari salah notification.
satu pihak secara tertulis.
Halaman -5/100- Page
Page 115
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
29. PERJANJIAN KERJASAMA (lanjutan) 29. COOPERATION AGREEMENTS (continued)
PT Astra International Tbk - UD Trucks Sales PT Astra International Tbk - UD Trucks Sales
Operation Operation
Pada tanggal 28 November 2019, Perseroan dan On 28 November 2019, the Company entered
PT Astra International Tbk - UD Trucks Sales into a cooperation agreement with
Operation telah menandatangani perjanjian kerja PT Astra International Tbk - UD Trucks Sales
sama untuk memberikan fasilitas pembiayaan bagi Operation to offer financing facility for customers
pelanggan dalam bentuk Fasilitas Pembiayaan in the form of Vehicle Financing Facility. This
Kendaraan Bermotor. Perjanjian ini akan berakhir agreement will be expired if one of the parties
sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak terminate this agremeent through a written
secara tertulis. notification.
PT Astra Graphia Tbk PT Astra Graphia Tbk
Pada tanggal 11 Juni 2019, Perseroan dan PT On 11 June 2019, the Company entered into a
Astra Graphia Tbk telah menandatangani cooperation agreement with PT Astra Graphia Tbk
perjanjian kerja sama untuk memberikan fasilitas to offer financing facility for customers. This
pembiayaan bagi pelanggan. Perjanjian ini akan agreement will be expired if one of the parties
berakhir sampai jika ada penghentian dari salah terminate this agreement through a written
satu pihak secara tertulis. notification.
PT Astra International Tbk - Isuzu Sales PT Astra International Tbk - Isuzu Sales
Operation Operation
Pada tanggal 9 April 2020, Perseroan dan On 9 April 2020, the Company entered into a
PT Astra International Tbk - Isuzu Sales Operation cooperation agreement with PT Astra
telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk International Tbk - Isuzu Sales Operation to offer
memberikan fasilitas pembiayaan bagi pelanggan financing facility for customers in the form of
dalam bentuk Fasilitas Pembiayaan Kendaraan Vehicle Financing Facility. This agreement will
Bermotor. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika be expired if one of the parties terminate this
ada penghentian dari salah satu pihak secara agremeent through a written notification.
tertulis.
PT Asuransi Astra Buana PT Asuransi Astra Buana
Pada tanggal 2 Oktober 2020, Perseroan telah On 2 October 2020, the Company has entered
melakukan kontrak dengan PT Asuransi Astra an agreement with PT Asuransi Astra Buana to
Buana, pihak berelasi, untuk mengasuransikan insure the financing receivables from the
piutang pembiayaan dari bisnis pembiayaan channelling business.
penerusan.
PT Serasi Logistics Indonesia PT Serasi Logistics Indonesia
Pada tanggal 2 Maret 2020, Perseroan dan On 2 March 2020, the Company has entered into
PT Serasi Logistics Indonesia telah a mutual agreement with PT Serasi Logistics
menandatangani kesepakatan bersama untuk Indonesia to offer factoring financing facility in the
memberikan fasilitas anjak piutang bagi pelanggan form of SELOG Factoring Facility. This
dalam bentuk Fasilitas Pembiayaan Factoring agreement will expire if one of the parties
SELOG. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika terminate this agreement through a written
ada penghentian dari salah satu pihak secara notification.
tertulis.
PT Astra Agro Lestari Tbk PT Astra Agro Lestari Tbk
Pada tanggal 1 Maret 2021, Perseroan dan On 1 March 2021, the Company has entered into
PT Astra Agro Lestari Tbk telah menandatangani a cooperation agreement with PT Astra Agro
perjanjian kerjasama untuk memberikan fasilitas Lestari Tbk to offer fertilizer financing facility for
pembiayaan atas pupuk bagi mitra prioritas dalam priority customers in the form of Fertilizer
bentuk Program Fasilitas Pembiayaan Pupuk. Financing Facility Program. This agreement will
Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada expire if one of the parties terminate this
penghentian dari salah satu pihak secara tertulis. agreement through a written notification.
Halaman -5/101- Page
Page 116
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
29. PERJANJIAN KERJASAMA (lanjutan) 29. COOPERATION AGREEMENTS (continued)
PT Kalimantan Prima Persada PT Kalimantan Prima Persada
Pada tanggal 26 Maret 2021, Perseroan dan On 26 March 2021, the Company has entered
PT Kalimantan Prima Persada telah into a cooperation agreement with
menandatangani perjanjian kerjasama untuk PT Kalimantan Prima Persada to offer factoring
memberikan fasilitas pembiayaan anjak piutang financing facility in the form of KPP Factoring
bagi pelanggan dalam bentuk Fasilitas Facility. This agreement will expire if one of the
Pembiayaan Factoring KPP. Perjanjian ini akan parties terminate this agreement through a
berakhir sampai jika ada penghentian dari salah written notification.
satu pihak secara tertulis.
PT Harmoni Mitra Utama PT Harmoni Mitra Utama
Pada tanggal 22 September 2021, Perseroan dan On 22 September 2021, the Company entered
PT Harmoni Mitra Utama telah telah into a cooperation agreement with PT Harmoni
menandatangani perjanjian kerja sama untuk Mitra Utama Perseroan to offer factoring
memberikan fasilitas pembiayaan anjak piutang financing facility for customers. This agreement
bagi pelanggan. Perjanjian ini akan berakhir will expire if one of the parties terminate this
sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak agreement through a written notification.
secara tertulis.
PT Bina Pertiwi PT Bina Pertiwi
Pada tanggal 5 Januari 2021, Perseroan On 5 January 2021, the Company entered into a
mengadakan perjanjian kerjasama dengan cooperation agreement with PT Bina Pertiwi to
PT Bina Pertiwi untuk memberikan fasilitas provide an interesting and competitive financing
pembiayaan suku cadang dan/atau layanan facility of spare part and/or maintenance service
perbaikan dan pemeliharaan (purna jual) bagi and after sales for customers in the form of Product
pelanggan dalam bentuk Fasilitas Pembiayaan Support Financing. This agreement will expire if
Product Support. Perjanjian ini akan berakhir one of the parties terminate this agreement
sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak through a written notification.
secara tertulis
PT Patria Maritime Lines PT Patria Maritime Lines
Pada tanggal 21 Desember 2021, Perseroan dan On 21 December 2021, the Company has
PT Patria Maritime Lines telah menandatangani entered into a mutual agreement with
kesepakatan bersama untuk memberikan fasilitas PT Patria Maritime Lines to offer factoring
anjak piutang bagi pelanggan dalam bentuk financing facility for customers. This agreement
Fasilitas Pembiayaan Factoring. Perjanjian ini will expire if one of the parties terminate this
akan berakhir sampai jika ada penghentian dari agreement through a written notification.
salah satu pihak secara tertulis.
PT United Tractors Pandu Engineering PT United Tractors Pandu Engineering
Pada tanggal 27 August 2021, Perseroan On 27 August 2021, the Company entered into a
mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT cooperation agreement with PT United Tractors
United Tractors Pandu Engineering untuk Pandu Engineering to provide an interesting and
memberikan fasilitas pembiayaan suku cadang competitive financing facility of spare part and/or
dan/atau layanan perbaikan dan pemeliharaan maintenance service and after sales for
(purna jual) bagi pelanggan dalam bentuk Fasilitas customers in the form of Product Support
Pembiayaan Product Support. Perjanjian ini akan Financing. This agreement will expire if one of
berakhir sampai jika ada penghentian dari salah the parties terminate this agreement through a
satu pihak secara tertulis. written notification.
PT Traktor Nusantara PT Traktor Nusantara
Pada tanggal 21 April 2022, Perseroan On 21 April 2022, the Company entered into a
mengadakan perjanjian kerjasama dengan cooperation agreement with PT Traktor Nusantara
PT Traktor Nusantara untuk memberikan fasilitas to provide an interesting and competitive financing
pembiayaan alat berat yang menarik dan facility of heavy equipments. This agreement will
kompetitif kepada pelanggan. Perjanjian ini akan expire if one of the parties terminate this
berakhir sampai jika ada penghentian dari salah agreement through a written notification.
satu pihak secara tertulis.
Halaman -5/102- Page
Page 117
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
29. PERJANJIAN KERJASAMA (lanjutan) 29. COOPERATION AGREEMENTS (continued)
PT Patria Maritim Perkasa PT Patria Maritim Perkasa
Pada tanggal 21 Desember 2022, Perseroan dan On 21 December 2022, the Company has entered
PT Patria Maritim Perkasa telah menandatangani into a mutual agreement with PT Patria Maritim
kesepakatan bersama untuk memberikan fasilitas Perkasa to offer factoring financing facility in the
pembiayaan anjak piutang bagi pelanggan dalam form of PMP Factoring Facility. This agreement will
bentuk Fasilitas Pembiayaan Factoring PMP. expire if one of the parties terminate this
Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada agreement through a written notification.
penghentian dari salah satu pihak secara tertulis.
PT Bank Jago Tbk PT Bank Jago Tbk
Pada tanggal 26 September 2024, Perseroan dan On 26 September 2024, the Company has entered
PT Bank Jago Tbk telah menandatangani into a cooperation agreement in a form of joint
perjanjian kerja sama pembiayaan bersama (joint financing agreement to offer financing facility for
financing) untuk menyalurkan pembiayaan kepada customers. This agreement is valid for 3 (three)
pelanggan. Perjanjian kerja sama berlaku selama 3 years since the signing date of the cooperation
(tiga) tahun sejak ditandatanganinya perjanjian agreement.
kerja sama.
PT Bank Saqu Indonesia (dahulu PT Bank Jasa PT Bank Saqu Indonesia (previously PT Bank
Jakarta) Jasa Jakarta)
Pada tanggal 30 Juni 2025, Perseroan dan PT On 30 June 2025, the Company has entered into
Bank Saqu Indonesia telah menandatangani a cooperation agreement with PT Bank Saqu
perjanjian kerjasama untuk menyediakan layanan Indonesia to provide account services for payroll
rekening untuk menampung gaji dan tunjangan and other allowances for employees. This
lainnya untuk karyawan. Perjanjian ini akan agreement will expire if one of the parties terminate
berakhir sampai jika ada penghentian dari salah this agreement through a written notification.
satu pihak secara tertulis.
Pada tanggal 18 September 2025, Perseroan dan On 18 September 2025, the Company has entered
PT Bank Saqu Indonesia telah menandatangani into a cooperation agreement with PT Bank Saqu
perjanjian kerjasama pembiayaan bersama (joint Indonesia in a form of joint financing agreement to
financing) untuk menyalurkan pembiayaan kepada offer financing facility for customers. This
pelanggan. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika agreement will expire if one of the parties terminate
ada penghentian dari salah satu pihak secara this agreement through a written notification.
tertulis.
PT Astra Mitra Ventura PT Astra Mitra Ventura
Pada tanggal 25 Juli 2025, Perseroan dan PT On 25 July 2025, the Company has entered into a
Astra Mitra Ventura telah menandatangani cooperation agreement with PT Astra Mitra
perjanjian kerjasama pembiayaan bersama (joint Ventura in a form of joint financing agreement to
financing) untuk menyalurkan pembiayaan kepada offer financing facility for customers. This
pelanggan. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika agreement will expire if one of the parties terminate
ada penghentian dari salah satu pihak secara this agreement through a written notification.
tertulis.
30. KASUS LITIGASI 30. LITIGATION CASE
Perseroan mengajukan gugatan hukum perdata The Company has filed a civil lawsuit which was
yang telah didaftarkan di Pengadilan Negeri registered at the Central Jakarta District Court on
Jakarta Pusat pada tanggal 14 Maret 2017 terkait 14 March 2017 related to the Company’s funds
dengan dana Perseroan sebesar Rp110.000 pada amounting to Rp110,000 at one of the national
salah satu bank nasional (“Bank”) yang belum banks (the “Bank”) which had not been
dapat ditarik kembali oleh Perseroan. Bank withdrawn by the Company. The Bank informed
menginformasikan bahwa dana tersebut menjadi that the funds become the object of investigation
objek investigasi pihak yang berwenang terkait by the authorities on the alleged criminal offense
dugaan tindak pidana pemalsuan dan/atau tindak of forgery and/or money laundering.
pidana pencucian uang.
Halaman -5/103- Page
Page 118
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
30. KASUS LITIGASI (lanjutan) 30. LITIGATION CASE (continued)
Berdasarkan gugatan tersebut, pada tanggal Based on the civil claim, on 12 September 2017,
12 September 2017, Pengadilan Negeri Jakarta the Central Jakarta District Court
Pusat mengeluarkan putusan nomor issued its verdict number
154/PDT.G/2017/PN.JKT.PST yang mengatakan 154/PDT.G/2017/PN.JKT.PST which stated that
bahwa eksepsi dari Bank tidak dapat diterima serta the exception from the Bank is not acceptable
gugatan Perseroan tidak dapat diterima. and also that the civil claim of the Company is
also not acceptable.
Atas putusan tersebut, Bank telah mengajukan For this decision, the Bank has submitted an
banding kepada Pengadilan Tinggi Jakarta dan appeal to the DKI Jakarta High Court and on
pada tanggal 7 Juni 2018, Pengadilan Tinggi 7 June 2018, the DKI Jakarta High Court through
Jakarta melalui putusan Nomor Decision Number 170/PDT/2018/PT.DKI
170/PDT/2018/PT.DKI memutuskan untuk decided to grant the appeal filed by the Bank and
mengabulkan banding yang diajukan oleh Bank confirmed the Decision of the Jakarta Pusat
dan menegaskan putusan Pengadilan Negeri District Court.
Jakarta Pusat.
Bank kemudian mengajukan permohonan Kasasi The Bank then submitted a Cassation application
atas Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta for the Decision of the DKI Jakarta High Court
tersebut yang telah diterima dan terdaftar di which was received and registered with the
Mahkamah Agung Republik Indonesia pada Supreme Court of the Republic of Indonesia on
tanggal 8 Agustus 2018. Atas permohonan Kasasi 8 August 2018. Upon the request for Cassation,
tersebut, Mahkamah Agung Republik Indonesia the Supreme Court of the Republic of Indonesia
melalui Putusan Nomor 3556 K/Pdt/2018 through Decision Number 3556 K/Pdt/2018
tertanggal 30 Januari 2019 memutuskan untuk dated 30 January 2019 decided to grant the
mengabulkan permohonan Kasasi dari Bank dan cassation request from the Bank and the
gugatan Perseroan dinyatakan ditolak. Company's lawsuit was rejected.
Atas Putusan Kasasi tersebut, Perseroan telah Based on the Cassation decision, the Company
mengajukan permohonan Peninjauan Kembali ke has submitted an application for Judicial Review
Mahkamah Agung Republik Indonesia pada to the Supreme Court of the Republic of
tanggal 3 Oktober 2019. Berdasarkan permohonan Indonesia on 3 October 2019. Based on the
Peninjauan Kembali tersebut, Mahkamah Agung request for Judicial Review, the Supreme Court
Republik Indonesia telah mengeluarkan Putusan of the Republic of Indonesia has issued Decision
Nomor 342 PK/Pdt/2020 tertanggal 18 Februari Number 342 PK/Pdt/2020 dated
2021 yang baru disampaikan kepada Kuasa 18 February 2021 which has just been submitted
Hukum Perseroan pada 17 September 2021 yang to the Company's Attorney on
menyatakan bahwa permohonan Peninjauan 17 September 2021, which stated that the
Kembali Perseroan dikabulkan, membatalkan application for Judicial Review of the Company
Putusan Mahkamah Agung Nomor 3556 was granted, canceled the Supreme Court's
K/Pdt/2018 tanggal 30 Januari 2019, dan Decision Number 3556 K/Pdt/2018 dated
menyatakan gugatan Perseroan tidak dapat 30 January 2019 and stated that the Company's
diterima. lawsuit was inadmissable.
Pada 17 Juli 2023, Perseroan melalui kuasa On 17 July 2023, the Company through its Legal
hukumnya telah mengajukan gugatan baru Attorney has filed a new lawsuit against the Bank
terhadap Bank di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat at Central Jakarta District Court and registered
dan terdaftar dengan Nomor Perkara with Case Number 452/Pdt.G/2023.PN.Jkt.Pst.
452/Pdt.G/2023.PN.Jkt.Pst. Terhadap gugatan Regarding to this lawsuit, Central Jakarta
tersebut, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah Disctrict Court has issued a decision stating that
mengeluarkan putusan yang menyatakan bahwa Company’s lawsuit is rejected.
gugatan Perseroan ditolak.
Atas putusan tersebut, Perseroan mengajukan Based on that decision, the Company submitted
upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi an appeal to the DKI Jakarta High Court on
Jakarta pada tanggal 31 Mei 2024 dengan Nomor 31 May 2024 with Case Number
Perkara 941/PDT/PT.DKI. Terhadap putusan 941/PDT/PT.DKI. Regarding this decision, the
tersebut, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah DKI Jakarta High Court issued a decision dated
mengeluarkan putusan tertanggal 24 Juli 2024 24 July 2024 stating that the Company’s appeal
yang menyatakan bahwa pengajuan banding was granted and confirmed the Decision of the
Perseroan dikabulkan dan menegaskan Putusan Central Jakarta District Court Number
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 452/Pdt.G/2023.PN.Jkt.Pst.
452/Pdt.G/2023.PN.Jkt.Pst.
Halaman -5/104- Page
Page 119
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
30. KASUS LITIGASI (lanjutan) 30. LITIGATION CASE (continued)
Perseroan melalui melalui kuasa hukumnya telah The Company through its attorney has submitted
mengajukan upaya hukum kasasi tertanggal 5 a cassation legal action dated 5 August 2024 to
Agustus 2024 ke Mahkamah Agung Republik the Supreme Court of the Republic of Indonesia.
Indonesia. Sampai dengan saat ini, Perseroan To date, the Company is still waiting for the
masih menunggu putusan Kasasi dari Mahkamah Petition of Cassation decision from the Supreme
Agung Republik Indonesia. Court of Republic Indonesia.
32. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK 32. ADDITIONAL INFORMATION THAT IS NOT
DIPERSYARATKAN OLEH STANDAR REQUIRED BY INDONESIAN ACCOUNTING
AKUNTANSI INDONESIA STANDARDS
a. Manajemen risiko keuangan a. Financial risk management
Risiko kredit Credit risk
Penyisihan kerugian berdasarkan POJK The loss allowance based on POJK
No. 35/POJK.05/2018 pada tanggal No. 35/POJK.05/2018 as at
31 Desember 2025 dan 2024 ditetapkan 31 December 2025 and 2024 was determined
sebagai berikut untuk piutang pembiayaan: as follows for financing receivables:
(tidak diaudit) (unaudited)
31 Desember/December 2025
Dalam
perhatian
khusus/ Kurang
Lancar/ Special lancar/ Diragukan/ Macet/ Jumlah/
Current mention Substandard Doubtful Loss Total
Piutang sewa Finance lease
pembiayaan 250,829 18,807 2,781 313 4,855 277,585 receivables
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen 58,851 20,733 2,131 149 1,990 83,854 receivables
Working capital
Piutang pembiayaan financing
modal usaha 426 - - - - 426 receivables
Tagihan anjak Factoring
piutang 3,021 26 - - - 3,047 receivables
313,127 39,566 4,912 462 6,845 364,912
31 Desember/December 2024
Dalam
perhatian
khusus/ Kurang
Lancar/ Special lancar/ Diragukan/ Macet/ Jumlah/
Current mention Substandard Doubtful Loss Total
Piutang sewa Finance lease
pembiayaan 271,747 15,728 10 536 1,295 289,316 receivables
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen 46,674 10,189 682 4,551 - 62,096 receivables
Working capital
Piutang pembiayaan financing
modal usaha 6 - - - - 6 receivables
Tagihan anjak Factoring
piutang 6,810 - - - - 6,810 receivables
325,237 25,917 692 5,087 1,295 358,228
Halaman -5/105- Page
Page 120
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
32. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK 32. ADDITIONAL INFORMATION THAT IS NOT
DIPERSYARATKAN OLEH STANDAR REQUIRED BY INDONESIAN ACCOUNTING
AKUNTANSI INDONESIA (lanjutan) STANDARDS (continued)
a. Manajemen risiko keuangan (lanjutan) a. Financial risk management (continued)
Risiko kredit (lanjutan) Credit risk (continued)
Analisis kualitas piutang pembiayaan yang An analysis of financing receivables quality
diberikan berdasarkan POJK No. based on POJK No. 35/POJK.05/2018 on
35/POJK.05/2018 tanggal 31 Desember 2025 31 December 2025 and 2024 is set out below:
dan 2024 adalah sebagai berikut: (tidak (unaudited)
diaudit)
31 Desember/December 2025
Dalam
perhatian
khusus/ Kurang
Lancar/ Special lancar/ Diragukan/ Macet/ Jumlah/
Current mention Substandard Doubtful Loss Total
Piutang sewa Finance lease
pembiayaan 6,328,789 102,780 3,522 2,316 4,380 6,441,787 receivables
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen 994,085 49,066 4,978 941 3,936 1,053,006 receivables
Working capital
Piutang pembiayaan financing
modal usaha 48,764 - - - - 48,764 receivables
Tagihan anjak Factoring
piutang 266,398 3,321 - - - 269,719 receivables
7,638,036 155,167 8,500 3,257 8,316 7,813,276
31 Desember/December 2024
Dalam
perhatian
khusus/ Kurang
Lancar/ Special lancar/ Diragukan/ Macet/ Jumlah/
Current mention Substandard Doubtful Loss Total
Piutang sewa Finance lease
pembiayaan 6,095,024 52,669 334 2,507 3,106 6,153,640 receivables
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen 879,917 34,592 1,122 7,454 - 923,085 receivables
Working capital
Piutang pembiayaan financing
modal usaha 280 - - - - 280 receivables
Tagihan anjak Factoring
piutang 158,955 - - - - 158,955 receivables
7,134,176 87,261 1,456 9,961 3,106 7,235,960
b. Rasio keuangan berdasarkan regulasi OJK b. Financial ratio based on OJK regulation
Berdasarkan POJK No. 35/POJK.05/2018 Based on POJK No. 35/POJK.05/2018 dated
tanggal 31 Desember 2018 tentang 31 December 2018 regarding the
Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Organisation of Financial Company Business,
Pembiayaan, Perseroan diharuskan untuk the Company is required to comply with
memenuhi sejumlah rasio keuangan tertentu. several financial ratios. These financial ratios
Rasio keuangan tersebut dihitung berdasarkan are calculated based on POJK No.
POJK No. 35/POJK.05/2018 dan mungkin tidak 35/POJK.05/2018 and may not be consistent
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan with Indonesian Financial Accounting
Indonesia. Standards.
Halaman -5/106- Page
Page 121
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
32. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK 32. ADDITIONAL INFORMATION THAT IS NOT
DIPERSYARATKAN OLEH STANDAR REQUIRED BY INDONESIAN ACCOUNTING
AKUNTANSI INDONESIA (lanjutan) STANDARDS (continued)
b. Rasio keuangan berdasarkan regulasi OJK b. Financial ratio based on OJK regulation
(lanjutan) (continued)
Berikut ini adalah beberapa rasio keuangan The following are some of the financial ratios
berdasarkan Peraturan OJK: based on OJK Regulation: (unaudited)
(tidak diaudit)
31 Desember/ 31 Desember/
Desember December
2025 2024
Financing to asset ratio 96.34% 95.15% Financing to asset ratio
Rasio saldo piutang pembiayaan bersih
terhadap total pendanaan yang
diterima 131.32% 118.65% Net financing receivables to funding ratio
Rasio saldo piutang pembiayaan untuk
Pembiayaan investasi dan modal Net financing receivables for investment
kerja dibandingkan dengan working capital financing to total
total saldo piutang pembiayaan 100% 100% financing receivables ratio
Rasio piutang pembiayaan bermasalah
(“NPF”) - kotor 0.56% 0.33% Non-performing financing ratio (“NPF”) - gross
Rasio permodalan 33.97% 32.62% Capital ratio
Rasio ekuitas terhadap modal disetor 251.58% 222.27% Equity to paid up capital ratio
Halaman -5/107- Page
Names mentioned 61 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS
p.15 ×65
unresolved
org
PT Sangga Loka Subur
p.15 ×2
unresolved
person
Notarial Notaris Nyonya Rukmasanti Hardjasatya
p.15 ×3
unresolved
org
Minister of Justice
p.15
unresolved
org
Central Jakarta District Court
p.15
unresolved
person
Akta Notaris Wiwik Condro
p.15 ×2
unresolved
org
Financial Services Authority
p.15 ×4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.15
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.15
unresolved
—
1660/KMK.013/1990
p.15
unresolved
org
PT Sedaya Multi Investama
p.16 ×2
unresolved
org
Jardine Matheson Holdings Limited
p.16
unresolved
org
Holdings Limited
p.16
unresolved
person
Eduardus Paulus Supit
· Anggota
p.18 ×2
unresolved
person
Lukito Dewandaya
· Anggota
p.18
unresolved
person
Theresia S. Nayuti
· Anggota
p.18
unresolved
org
Bapepam
p.19 ×4
unresolved
org
Bapepam-LK
p.19 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.21
unresolved
org
Dana Pensiun Astra
p.40 ×2
unresolved
org
PT Bank JagoTbk
p.50
unresolved
org
PT SMBC Indonesia Tbk
p.50 ×2
unresolved
org
Indonesia Tbk
p.50 ×2
unresolved
org
PT Bank ANZ Indonesia
p.50 ×17
unresolved
org
KJPP Ayon Suherman dan Rekan
p.68 ×2
unresolved
org
KJPP Ayon Suherman
p.68 ×4
unresolved
org
PT Asuransi Astra Buana
p.69
unresolved
org
Bank Pertama Tbk
p.69 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.