Skip to content
Back to announcement

20260219_SOHO_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_32028112_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review SOHO

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 47

Page 1

          
Page 2
                      TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI
                          KEPADA PEMEGANG SAHAM
                              TERKAIT DENGAN
                        PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
                      PERUSAHAAN TERKENDALI PERSEROAN




                         PT SOHO GLOBAL HEALTH TBK
                                (“Perseroan”)
                          Berkedudukan di Jakarta Timur, Indonesia

                                          Bidang Usaha
                                   Kesehatan/ Industri Farmasi
                                         Kegiatan Usaha
             Aktivitas perusahaan holding; Aktivitas konsultasi manajemen lainnya
                                          Kantor Pusat
                 Jl. Rawa Sumur II Kav BB No. 3, Kawasan Industri Pulogadung
                 Kel. Jatinegara, Kec. Cakung, Jakarta Timur, 13930, Indonesia
                                   Telepon: +62 21 4683 2588
                                  Faksimile: +62 21 4683 2589
                   Alamat Email: corporate.secretary@sohoglobalhealth.com
                             Website: www.sohoglobalhealth.com

Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama,
menyatakan bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran dan kelengkapan informasi
sebagaimana diungkapkan di dalam tambahan keterbukaan informasi ini (“Tambahan Keterbukaan
Informasi”) dan setelah melakukan penelitian secara seksama, menegaskan bahwa informasi yang
diungkapkan dalam Tambahan Keterbukaan Informasi ini adalah benar dan tidak ada fakta penting
material dan relevan yang tidak diungkapkan atau dihilangkan, sehingga menyebabkan informasi
sebagaimana diungkapkan dalam Tambahan Keterbukaan Informasi ini menjadi tidak benar
dan/atau menyesatkan.

Penambahan atas Keterbukaan Informasi ini dibuat untuk kepentingan Pemegang Saham
Perseroan, agar Pemegang Saham Perseroan mendapatkan informasi secara lebih lengkap
mengenai transaksi terkait rencana perubahan dan atau penambahan kegiatan usaha yang akan
dilakukan oleh PT Soho Industri Pharmasi yang merupakan Perusahaan Terkendali dari Perseroan,
berupa penambahan kegiatan usaha. Penambahan Keterbukaan Informasi ini disampaikan
sehubungan dengan Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-2/PM.212/2026 tanggal 26 Januari 2026
dan dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK No. 17/2020”).



                                              1
Page 3
     Penambahan atas Keterbukaan Informasi ini merupakan tambahan atas Keterbukaan Informasi
     yang telah diterbitkan pada tanggal 15 Januari 2026.


                            Keterbukaan Informasi ini diterbitkan di Jakarta
                                   pada tanggal 19 Februari 2026

I.       PENDAHULUAN
         Penambahan Keterbukaan Informasi ini disusun dalam rangka pemenuhan kewajiban Perseroan
         untuk mengumumkan Keterbukaan Informasi mengenai perubahan dan atau penambahan
         kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh perusahaan terkendali Perseroan yakni, PT Soho
         Industri Pharmasi (“SIP”). Perseroan wajib memperoleh persetujuan dari para Pemegang Saham
         Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) sehubungan dengan penambahan
         kegiatan usaha Perseroan.

II.      INFORMASI MENGENAI PERSEROAN DAN SIP

         1.   PT Soho Global Health Tbk (“Perseroan”)

              Keterangan Umum Perseroan
              Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas yang berstatus perusahaan publik ,
              berkedudukan di Jakarta Timur, didirikan pada tahun 1956 berdasarkan peraturan
              perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia, dengan nama PT
              Perseroan Dagang dan Industri Pharmasi Parit Padang atau disingkat PT Parit Padang
              berdasarkan Akta Pendirian No. 116 tanggal 27 Agustus 1956, yang dibuat di hadapan Eliza
              Pondaag, Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan
              Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (“Menkumham”) berdasarkan Surat Keputusan No.
              J.A.5/16/14 tanggal 8 Februari 1957, telah didaftarkan dalam buku register pada Kantor
              Pengadilan Negeri Jakarta di bawah No. 377 tanggal 16 Februari 1957, serta telah
              diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia (“BNRI”) No. 39 tanggal 14 Mei 1957,
              Tambahan No. 517.

              Pada tahun 2010, Perseroan melakukan perubahan nama menjadi PT Soho Global Health
              berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham No. 23 tanggal 29
              Oktober 2010, yang dibuat di hadapan Yani Indrawaty Wibawa, S.H., Notaris di Jakarta,
              yang telah mendapatkan persetujuan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No.
              AHU-54235.AH.01.02.Tahun 2010 tanggal 18 November 2010 dan telah didaftarkan dalam
              Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
              (“Kemenkumham”) No. AHU-0083819.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal 18 November 2010
              dan telah diberitahukan kepada Menkumham sebagaimana ternyata dalam Surat
              Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.10-31225 tanggal
              6 Desember 2010 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkumham No.
              AHU-0088241.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal 6 Desember 2010, serta telah diumumkan
              dalam BNRI No. 26 tanggal 30 Maret 2012, Tambahan No. 13396 dan BNRI No. 59 tanggal
              24 Juli 2012, Tambahan No. 1903/L.



                                                   2
Page 4
Pada tahun 2020, Perseroan melakukan perubahan nama menjadi PT Soho Global Health
Tbk serta menyesuaikan seluruh ketentuan anggaran dasarnya yang mana hal ini dilakukan
untuk tunduk pada ketentuan yang berlaku terkait dengan perubahan status Perseroan
dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan publik. Perubahan tersebut tercantum
dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 126 tanggal 19 Juni 2020, yang dibuat di
hadapan Jimmy Tanal, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Selatan, yang telah mendapatkan
persetujuan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0042289.AH.01.02.TAHUN 2020 tanggal 23 Juni 2020 dan telah didaftarkan dalam Daftar
Perseroan Kemenkumham No. AHU-0098281.AH.01.11.TAHUN 2020 tanggal 23 Juni 2020
dan telah diberitahukan kepada Menkumham sebagaimana ternyata dalam Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar dengan 2 (dua) Suratnya No. AHU-
AH.01.03-0255808 dan No. AHU-AH.01.03-0255815 keduanya tertanggal 23 Juni 2020 dan
telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkumham No. AHU-
0098281.AH.01.11.TAHUN 2020 tanggal 23 Juni 2020 serta telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia Nomor 176 tanggal 26 Oktober 2020, tambahan 13478.
Perseroan mencatatkan sahamnya pada Bursa Efek Indonesia melalui Penawaran Umum
Perdana pada tanggal 8 September 2020.

Perubahan terakhir pada Anggaran Dasar Perseroan dicatat dalam Akta Berita Acara Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa Nomor 175 tanggal 19 Oktober 2023, dibuat
dihadapan Jimmy Tanal S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Selatan yang perubahan datanya
telah diterima dan dicatat di dalam database SABH Kemenkumham dengan Suratnya No.
AHU-AH.01.03-0134270 tanggal 27 Oktober 2023 serta telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia Nomor 90 tanggal 10 November 2023, tambahan 35319, yang
mengatur perubahan struktur permodalan Perseroan. Sementara itu, jajaran direksi
Perseroan terakhir diubah dalam Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Biasa No. 102 tanggal 16 September 2025, dibuat di hadapan Jimmy Tanal S.H., M.Kn,
Notaris di Jakarta Selatan, yang pemberitahuan perubahan datanya telah diterima dan
dicatat di dalam database SABH Kemenkumham dengan Suratnya No. AHU-AH.01.09-
0344487 tanggal 30 September 2025.

Mengacu pada Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 126 tanggal 19 Juni 2020 yang dibuat
dihadapan oleh Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, bidang usaha yang
dijalankan oleh Perseroan saat ini adalah sebagai berikut (mengacu pada KBLI 2020):

a)   Aktivitas perusahaan holding (KBLI 2020 - 64200)
     Mencakup kegiatan dari perusahaan holding (holding companies), yaitu perusahaan
     yang menguasai aset dari sekelompok perusahaan subsidiari dan kegiatan utamanya
     adalah kepemilikan kelompok tersebut. "Holding Companies" tidak terlibat dalam
     kegiatan usaha perusahaan subsidiarinya.

b)   Aktivitas konsultasi manajemen lainnya (KBLI 2020 - 70209)
     Mencakup kegiatan penyediaan nasihat, petunjuk dan bantuan operasional untuk
     usaha dan organisasi lain pada berbagai persoalan manajemen, penyediaan jasa bisnis
     ini dapat mencakup nasihat, petunjuk dan bantuan operasional untuk usaha dan

                                      3
Page 5
    layanan masyarakat atau umum pada berbagai aspek manajemen dan operasional.
    Subgolongan ini juga mencakup penyediaan bantuan nasihat, bimbingan dan
    operasional usaha dan permasalahan organisasi dan manajemen lainnya, seperti
    perencanaan strategi dan organisasi; keputusan yang berkaitan dengan keuangan;
    tujuan dan kebijakan pemasaran; perencanaan, praktik dan kebijakan sumber daya
    manusia; perencanaan penjadwalan dan pengontrolan produksi. Penyediaan jasa
    usaha ini dapat mencakup bantuan nasihat, bimbingan dan asistensi operasional suatu
    usaha dan pelayanan masyarakat mengenai hubungan masyarakat (public relations)
    dan komunikasi masyarakat atau umum, kegiatan lobi, rancangan dari metode dan
    prosedur akuntansi, program akuntansi biaya, prosedur pengawasan anggaran
    belanja, pemberian nasihat dan bantuan untuk usaha dan pelayanan masyarakat
    dalam perencanaan, pengorganisasian, efisiensi dan pengawasan, informasi
    manajemen dan lain-lain.

Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Perseroan
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan yakni jumlah saham dalam
portepel, serta menambahkan informasi mengenai modal dasar, modal ditempatkan dan
disetor penuh, serta saham dalam portepel dalam tabel berikut disusun mengacu pada: (i)
Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Nomor 175, tanggal 19
Oktober 2023, dibuat dihadapan Jimmy Tanal S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Selatan yang
perubahan datanya telah diterima dan dicatat di dalam database SABH Kemenkumham
dengan Suratnya No. AHU-AH.01.03-0134270 tanggal 27 Oktober 2023 serta telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 90 tanggal 10 November 2023,
tambahan 35319; dan (ii) Daftar Pemegang Saham (DPS) bulanan Perseroan yang
diterbitkan oleh Biro Administrasi Efek Perseroan, PT Datindo Entrycom, per 31 Januari
2026 adalah sebagai berikut:

❖   Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan

                                                                          Persentase
                                    Jumlah Saham       Nilai Nominal
             Keterangan                                                  Kepemilikan
                                      (lembar)            (Rupiah)
                                                                              (%)
     Modal Dasar                   28.635.121.560 1.431.756.078.000
     Cascade Creek Pty Ltd         1.537.362.000   76.868.100.000           12,113
     Fraburg Pty Limited           1.201.822.210   60.091.110.500           9,469
     Medisia Investment            2.851.733.000   142.586.650.000          22,469
     Holdings Pte. Ltd.
     Tan Giok Nio                   1.143.986.170     57.199.308.500        9,014
     Tiberias 96 Pty Ltd            4.812.370.310     240.618.515.500       37,918
     Publik                         1.143.807.000     57.190.350.000        9,012
     (masing-masing di bawah
     5%)
     Modal Ditempatkan dan         12.691.682.390     634.584.119.500       100,00
     Disetor Penuh
     Saham Dalam Portepel          15.943.439.170     797.171.958.500          -

                                     4
Page 6
    o Nilai Nominal
      Masing-masing saham memiliki nilai nominal sebesar Rp 50,- (lima puluh Rupiah)
      per saham.

❖   Pengendali Perseroan

    Berdasarkan Pasal 85 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
    3/POJK.04/2021 mengenai Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal juncto
    Pasal 1 angka 4 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
    9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka, maka pihak yang
    merupakan Pengendali Perseroan adalah sebagai berikut:

                                      Jumlah Saham    Jumlah Nominal    Kepemilikan
          Pemegang Saham
                                         (lembar)         (Rupiah)          (%)
     Cascade Creek Pty Ltd            1.537.362.000    76.868.100.000     12,113
     Tiberias 96 Pty Ltd              4.812.370.310   240.618.515.500     37,918

    Informasi ini juga senantiasa Perseroan umumkan setiap bulannya kepada Publik
    dalam Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek.

❖   Pemilik Manfaat Akhir Perseroan

    Nama individu Pemilik Manfaat Akhir Perseroan adalah Bapak Eng Liang Tan.
    Informasi ini juga senantiasa Perseroan umumkan setiap bulannya kepada Publik
    dalam Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek melalui Sistem Pelaporan
    Elektronik.

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan Nomor 102 tanggal 16
September 2025 yang datanya telah diterima dan dicatat di dalam SABH Kemenkumham
dengan Suratnya No. AHU-AH.01.09-0344487 tanggal 30 September 2025, maka Susunan
Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal Keterbukaan Informasi ini adalah
sebagai berikut:

    Dewan Komisaris
    Presiden Komisaris   : Eng Liang Tan
    Komisaris Independen : Harry Salam
    Komisaris            : Andy Nugroho Purwohardono

    Direksi
    Presiden Direktur        : Ery Yunasri
    Direktur                 : Piero Brambati
    Direktur                 : Yuliana
    Direktur                 : Richard Kidarsa

                                      5
Page 7
            Direktur                        : Lim Chern Han
            Direktur                        : Pandy Harianto

Laporan Keuangan Grup Perseroan
Laporan Keuangan Konsolidasian Auditan Perseroan dan entitas anak pada tanggal dan untuk
tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2020 sampai dengan 2024 dan Laporan Keuangan
Auditan Interim untuk untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada 30 September 2025
adalah sebagai berikut:

 Dalam jutaan Rupiah                                                      31 Desember                                   30
                                                                                                                    September
 Keterangan                                   2020             2021          2022         2023          2024           2025
 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
 Komprehensif Lain
 Pendapatan                                  6.163.939        7.076.164     7.290.121   8.197.755     10.057.938      7.924.506
 Laba Kotor                                  1.346.313        1.569.353     1.338.391   1.309.356      1.540.838      1.309.082
 Laba Usaha                                    259.843         677.289       443.659      438.670        571.247        548.422
 Laba Sebelum Pajak Penghasilan                249.674         691.157       455.637      463.396        588.038        563.299
 Laba Bersih                                   172.200         551.091       357.015      371.341        462.651        440.092
 Laba Komprehensif                             164.806         553.710       372.904      371.331        468.418        432.604
Sumber: Laporan Keuangan Auditan Konsolidasian Grup SOHO per 31 Desember 2020-2024 dan Laporan Keuangan Auditan Interim 30
September 2025



 Dalam jutaan Rupiah                                              31 Desember                                           30
                                                                                                                    September
 Keterangan                                   2020             2021          2022         2023          2024           2025
 Laporan Posisi Keuangan
 Aset lancar                                3.405.989        3.341.171      3.873.438   4.140.019      4.749.357      5.354.074
 Aset tidak lancar                            774.254          680.748       601.161      606.941        662.666        660.859
 Jumlah Aset                                4.180.243        4.021.919     4.474.599    4.746.960     5.412.023      6.014.933
 Liabilitas jangka pendek                   1.797.440        1.654.049      1.898.934   2.186.112      2.526.572      2.979.043
 Liabilitas jangka panjang                    176.701          159.579       148.110      161.750        170.235        188.862
 Jumlah Liabilitas                          1.974.141        1.813.628     2.047.044    2.347.862     2.696.807      3.167.906
 Jumlah Ekuitas                             2.206.102        2.208.291     2.427.555    2.399.098     2.715.216      2.847.027
 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas              4.180.243        4.021.919     4.474.599    4.746.960     5.412.023      6.014.933
Sumber: Laporan Keuangan Auditan Konsolidasian Grup SOHO per 31 Desember 2020-2024 dan Laporan Keuangan Auditan Interim 30
September 2025



 Dalam jutaan Rupiah                                                      31 Desember                                   30
                                                                                                                    September
 Keterangan                                   2020             2021          2022         2023          2024           2025
 Marjin Laba Kotor                              21,84%          22,18%        18,36%       15,97%         15,32%        16,52%
 Marjin Laba Usaha                               4,22%           9,58%          6,09%       5,35%          5,68%             6,55%
 Marjin Laba Bersih                              2,79%           7,79%          4,90%       4,53%          4,60%             5,55%
 Imbalan Balik Aset                              4,12%          13,70%          7,98%       7,82%          8,55%             7,32%
 Imbalan Balik Ekuitas                           7,81%          24,96%        14,71%       15,48%         17,04%         15,46%
 Rasio Lancar                                     1,89             2,02          2,04         1,89           1,88             1,80
 Rasio Cepat                                      1,31             1,34          1,44         1,26           1,24             1,29
Sumber: Laporan Keuangan Auditan Konsolidasian Grup SOHO per 31 Desember 2020-2024 dan Laporan Keuangan Auditan Interim 30
September 2025




                                                         6
Page 8
2.   PT Soho Industri Pharmasi (“SIP”)

     Keterangan Umum SIP
     SIP merupakan perusahaan tertutup, berkedudukan di Jakarta Timur, didirikan dengan
     nama N.V. Soho Pharmaceutische Industrie En Handel Maatschappij berdasarkan Akta
     Pendirian No. 39 tanggal 18 Juli 1951, yang dibuat di hadapan Raden Kadiman, Notaris di
     Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan dari Menkumham berdasarkan Surat
     Keputusan No. J.A.5/61/20 tanggal 23 April 1952, dan telah didaftarkan dalam buku
     register pada Kantor Pengadilan Negeri Jakarta di bawah No. 586 tertanggal 11 Mei 1952,
     serta telah diumumkan dalam BNRI No. 61 tanggal 29 Juli 1952, Tambahan No. 852.

     SIP merupakan perusahaan terkendali dari Perseroan yang dikendalikan secara langsung
     oleh Perseroan dimana Perseroan memiliki 99,64% saham langsung di SIP. Laporan
     Keuangan SIP juga dikonsolidasikan dengan Perseroan.

     Pada tahun 1958, SIP melakukan perubahan nama menjadi PT Soho Industri Pharmasi
     berdasarkan Akta Perubahan No. 104 tanggal 25 Maret 1958, yang dibuat di hadapan Eliza
     Pondaag, Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan dari Menkumham
     berdasarkan Surat keputusan No J.A.5/36/18 tanggal 9 April 1958, telah didaftarkan dalam
     buku register pada Kantor Pengadilan Negeri Jakarta di bawah No.822 tanggal 5 Mei 1958,
     serta telah diumumkan dalam BNRI No. 92 tanggal 18 November 1958, Tambahan No. 820.

     Anggaran Dasar SIP yang dimuat dalam Akta Pendirian SIP telah mengalami beberapa kali
     perubahan sejak pendirian, dengan perubahan Anggaran Dasar terakhir sebagaimana
     tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham SIP No. 1 tanggal 1 Agustus
     2024, dibuat dihadapan Jimmy Tanal S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Selatan, yang
     pemberitahuan perubahan datanya telah diterima dan dicatat di dalam database SABH
     Kemenkumham dengan Suratnya No. AHU-AH.01.09-0334848 tanggal 8 September 2025
     yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2024
     Tambahan Berita Negara Republik Indonesia Nomor 28218 sedangkan Akta Nomor 32
     tanggal 4 September 2025 hanya mengatur mengenai perubahan susunan Direksi PT Soho
     Industri Pharmasi.

     Mengacu pada Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 1 tanggal 1 Agustus 2024
     yang dibuat di hadapan Jimmy Tanal, SH., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, bidang usaha
     yang dijalankan oleh SIP tercakup dalam 17 KBLI dengan rincian sebagai berikut (mengacu
     pada KBLI 2020):

     a.   Industri Pengolahan Susu Bubuk dan Susu Kental (KBLI 2020 – 10520);
          Mencakup : Industri pengolahan susu bubuk, susu kental, atau krimer kental dengan
          pemanis atau tidak - Industri pengolahan susu atau krim dalam bentuk yang padat
     b.   Industri Penggilingan Aneka Umbi dan Sayuran (Termasuk Rhizoma) (KBLI 2020 –
          10613);



                                          7
Page 9
     Mencakup usaha pembuatan tepung dari aneka umbi dan sayuran termasuk rhizoma
     melalui proses penggilingan, seperti tepung dari ubi kayu (gaplek), ubi jalar, talas, irut,
     jahe, temulawak, kunyit dan kapulaga dan sayuran.
c.   Industri Glukosa dan Sejenisnya (KBLI 2020 – 10623);
     Mencakup usaha pembuatan gula glukosa, selain yang termasuk dalam kelompok
     10721 dan 10722, seperti glucosa, fructosa, lactosa, maltosa, sacharosa, dan sediaan
     pemanis lainnya. Termasuk pemanis buatan.
d.   Industri Pati dan Produk Pati lainnya (KBLI 2020 – 10629);
     Mencakup usaha pembuatan berbagai macam pati melalui proses ekstraksi yang
     belum termasuk kelompok 10621 s.d. 10623, seperti pati kentang, pati bengkoang,
     pati temulawak, pati irut dan pati biji mangga.
e.   Industri Makanan Dari Cokelat dan Kembang Gula dari Coklat (KBLI 2020 – 10732);
     Mencakup usaha pembuatan segala macam makanan yang bahan utamanya dari
     cokelat seperti cokelat, cokelat compound, coklat couverture, cokelat imitasi, coklat
     putih, gula-gula dari cokelat, olesan dan isian berbasis kakao. Termasuk industri
     minuman dari cokelat dalam bentuk bubuk maupun cair.
f.   Industri Kembang Gula (KBLI 2020 – 10734);
     Mencakup usaha pembuatan kembang gula termasuk seluruh kembang gula keras,
     kembang gula lunak, kembang gula karet, caramel, cachous, nougat, foundant, dan
     marzipan, yang bahan utamanya bukan dari coklat.
g.   Industri Kembang Gula Lainnya (KBLI 2020 – 10739);
     Mencakup usaha industri kembang gula lainnya yang tidak termasuk kategori 10731
     s.d. 10734 seperti permen karet dan permen obat batuk dan pastilles.
h.   Industri Minuman Ringan (KBLI 2020 – 11040);
     Kelompok ini mencakup usaha industri minuman yang tidak mengandung alkohol,
     kecuali bir dan anggur tanpa alkohol. Termasuk industri minuman ringan beraroma
     tanpa alkohol dan atau rasa manis, seperti lemonade, orangeade, cola, minuman
     buah, air tonik, limun, air soda, krim soda dan air anggur, minuman yang dikarbonasi
     maupun tidak, dan minuman yang mengandung konsentrat, dan minuman serbuk.
i.   Industri Minuman Lainnya (KBLI 2020 – 11090);
     Mencakup usaha industri minuman lainnya yang tidak termasuk dalam subgolongan
     1101 s.d 1105, seperti minuman penyegar, nira, air tebu, air kelapa, minuman sereal
     panas, serbuk sekoteng, dan serealia celup.
j.   Industri Kosmetik Untuk Manusia, Termasuk Pasta Gigi (KBLI 2020 – 20232);
     Mencakup usaha pembuatan kosmetik untuk manusia, seperti tata rias muka, wangi-
     wangian atau parfum, produk perawatan rambut (shampo, obat pengeriting dan
     pelurus rambut, dan lain-lain), produk perawatan kuku atau menikur dan pedikur,
     produk perawatan kulit (krim atau lotion pencegah terbakar sinar matahari dan krim
     atau lotion agar kulit terlihat cokelat setelah berjemur), produk untuk kebersihan
     badan (sabun kosmetik, sabun mandi, sabun antiseptik, external intimate hygiene,
     deodorant, garam mandi dan lain-lain), produk untuk bercukur. Kosmetik dekoratif
     seperti tata rias muka, tata rias mata, wangi-wangian atau parfum, tata rias kuku dan
     tata rias rambut termasuk pewarna rambut. Termasuk pasta gigi dan produk untuk
     menjaga higienitas mulut, termasuk produk kosmetik pemutih gigi.
k.   Industri Produk Farmasi Untuk Manusia (KBLI 2020 – 21012);

                                         8
Page 10
   Mencakup usaha pembuatan dan pengolahan obat-obatan, suplemen
   kesehatan/makanan, yang berbentuk jadi (sediaan) untuk manusia, misalnya dalam
   bentuk tablet, kapsul, salep, bubuk, larutan, larutan parenteral dan suspensi, obat
   kontrasepsi hormonal, industri produksi radiofarmaka, dan industri farmasi
   bioteknologi.
l. Industri Bahan Baku Obat Tradisional Untuk Manusia (KBLI 2020 – 21021);
   Mencakup usaha pengolahan macam-macam ekstrak dan simplisia, sediaan galenik,
   bahan tambahan atau bahan lainnya, baik yang berkhasiat maupun yang tidak
   berkhasiat, yang berubah maupun yang tidak berubah, yang digunakan dalam
   pengolahan obat tradisional, walaupun tidak semua bahan tersebut masih terdapat
   di dalam produk ruahan.
m. Industri Produk Obat Tradisional untuk Manusia (KBLI 2020 – 21022);
   Mencakup usaha pengolahan macam-macam produk obat tradisional yang bahannya
   berasal dari tumbuh-tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian
   (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang berbentuk serbuk, rajangan, pil,
   dodol/jenang, pastiles, tablet, kapsul, cairan, larutan, emulsi dan suspensi, salep, krim
   dan gel, supositoria. Termasuk industri minuman jamu dan suplemen
   kesehatan/makanan bukan produk farmasi.
n. Perdagangan Besar Susu dan Produk Susu (KBLI 2020 – 46326);
   Mencakup usaha perdagangan besar susu dan produk susu.
o. Perdagangan Besar Gula, Coklat Dan Kembang Gula (KBLI 2020 – 46331);
   Mencakup usaha perdagangan besar gula, coklat, kembang gula dan sediaan pemanis.
p. Perdagangan Besar Minuman Non Alkohol Bukan Susu (KBLI 2020 – 46334);
   Mencakup usaha perdagangan besar minuman non alkohol, seperti sari buah, jus,
   minuman ringan, air mineral, air kemasan, dan produk sejenis lainnya.
q. Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat Farmasi dan Alat Kedokteran Untuk
   Manusia (KBLI 2020 – 46691).
   Mencakup usaha perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan alat
   kedokteran untuk manusia.
r. Perdagangan Besar Komestik Untuk Manusia (KBLI 2020 – 46443).
   Mencakup usaha perdagangan besar kosmetik untuk manusia seperti parfum, sabun,
   bedak dan lainnya.


Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham SIP
Struktur permodalan SIP berdasarkan Akta Berita Acara Rapat SIP Nomor 07, tanggal 5 Mei
2008, dibuat dihadapan Yani Indrawaty Wibawa, S.H., Notaris di Jakarta Pusat yang
perubahan datanya telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi
Badan Hukum Kemenkumham dengan Suratnya No. AHU-32207.AH.01.02 tanggal 11 Juni
2008 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 6 tanggal 20
Januari 2009, tambahan 1878. Sementara itu, susunan pemegang saham terkini SIP dimuat
dalam Akta Berita Acara Rapat SIP Nomor 220, tanggal 30 Juni 2022, dibuat dihadapan
Jimmy Tanal S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Selatan yang perubahan datanya telah diterima
dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kemenkumham dengan
Suratnya No. AHU-AH.01.09-0039304 tanggal 2 Agustus 2022 pada tanggal Keterbukaan
Informasi ini adalah sebagai berikut:


                                       9
Page 11
❖   Struktur Permodalan
    o Modal Dasar
       Jumlah Saham:               275 lembar
                                   (terdiri dari 25 lembar saham Seri A dan 250 lembar
                                   saham Seri B)
    Jumlah Nominal:                Rp 73.500.000,-

    o Modal Ditempatkan dan Disetor
      Jumlah Saham:              275 lembar
                                 (terdiri dari 25 lembar saham Seri A dan 250
                                 lembar saham Seri B)
      Jumlah                     Rp 73.500.000,-
      Nominal:

    o Nilai Nominal
      Saham Seri A:                    Memiliki nilai nominal sebesar Rp 140.000,- per
                                       saham
       Saham Seri B:                   Memiliki nilai nominal sebesar Rp 280.000,- per
                                       saham

❖   Susunan Pemegang Saham SIP

                                        Jumlah Saham         Jumlah Nominal   Kepemilikan
        Pemegang Saham
                                           (lembar)             (Rupiah)          (%)
     PT Soho Global Health Tbk        274 lembar saham         73.360.000        99,64
     (Perseroan)                   (terdiri dari 24 lembar
                                   saham Seri A dan 250
                                    lembar saham Seri B)
     PT Parit Padang Global        1 lembar saham Seri A         140.000          0,36

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SIP
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat SIP Nomor 32 tanggal 4 September 2025
yang datanya telah diterima dan dicatat di dalam SABH Kemenkumham dengan Suratnya
No. AHU-AH.01.09-0334848 tanggal 8 September 2025, maka Susunan Dewan Komisaris
dan Direksi SIP pada tanggal Keterbukaan Informasi ini adalah sebagai berikut:

    Dewan Komisaris
    Komisaris                 : Andy Nugroho Purwohardono

    Direksi
    Presiden Direktur         : Ery Yunasri
    Direktur                  : Piero Brambati
    Direktur                  : Kalista Utama
    Direktur                  : Ir. Raphael Aswin Susilowidodo, M.Si.
    Direktur                  : Pandy Harianto



                                       10
Page 12
III.   RINGKASAN STUDI KELAYAKAN PERUBAHAN DAN ATAU PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

       SIP telah menunjuk Bapak Budi Prasetyo, MAPPI (Cert), seorang penilai independen yang
       merupakan salah satu Penilai Publik pada Kantor Jasa Penilai Publik Wawat Jatmika & Rekan
       (“KJPP-WJR”), yang mana Penilai Publik dan KJPP-WJR dimaksud telah memiliki perizinan dan
       terdaftar sebagai Penilai di Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan izin usaha No.
       2.15.0133 dan Otoritas Jasa Keuangan dengan STTD No. STTD.PB-55/PM.223/2022. Penunjukan
       tersebut berdasarkan Surat Perikatan No. S1371/BV25/013-KJPP/11-2 tanggal 28 November
       2025 mengenai Jasa Studi Kelayakan Bisnis PT Soho Industri Pharmasi.

       Berikut adalah ringkasan laporan studi kelayakan atas Perubahan dan atau penambahan
       Kegiatan Usaha SIP sebagaimana dituangkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis SIP dengan
       No. 00002/2.0133-00/BS/05/0603/1/I/2026 tanggal 14 Januari 2026 sebagaimana telah direvisi
       lebih lanjut dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis PT Soho Global Health Tbk dengan No. [*]
       tanggal 19 Februari 2026 (“Laporan Studi Kelayakan Bisnis”):

       A.   MAKSUD DAN TUJUAN
            Maksud dan tujuan pelaksanaan Studi Kelayakan Bisnis ini adalah terkait rencana SIP
            sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan atas rencana SIP untuk melakukan
            penambahan kegiatan usaha berupa 1 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) ke
            dalam Anggaran Dasar SIP, serta pelaksanaan 1 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
            (KBLI) yang telah tercantum sebelumnya dalam Anggaran Dasar SIP dan akan dijalankan
            serta dituangkan dalam perizinan operasional SIP. Studi Kelayakan Usaha ini ditujukan
            dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
            17/POJK.04/2020 (“POJK 17”) tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
            Usaha.

       B.    TANGGAL LAPORAN PENILAIAN
            Tanggal penilaian terkait Studi Kelayakan Bisnis adalah 30 September 2025

       C.   OBJEK STUDI KELAYAKAN BISNIS
            Objek studi kelayakan bisnis adalah rencana SIP untuk melakukan penambahan kegiatan
            usaha dan 1 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dengan mengacu pada KBLI
            2020 ke dalam Anggaran Dasarnya sebagai berikut, serta pelaksanaan 1 Klasifikasi Baku
            Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020 yang telah tercantum sebelumnya dalam
            Anggaran Dasar SIP dan akan dijalankan serta dituangkan dalam perizinan operasional
            SIP sebagai berikut (“Rencana Transaksi”):

            • Pergudangan dan Penyimpanan (KBLI 2020 - 52101), yang mencakup kegiatan usaha
              sebagai berikut:
              Mencakup usaha yang melakukan kegiatan penyimpanan barang sementara sebelum
              barang tersebut di kirim ke tujuan akhir, dengan tujuan komersil; dan

            • Industri Bahan Baku Obat Tradisional Untuk Manusia (KBLI 2020 - 21021), yang
              mencakup kegiatan usaha sebagai berikut:

                                                  11
Page 13
       Mencakup usaha pengolahan macam-macam ekstrak dan simplisia, sediaan galenik,
       bahan tambahan atau bahan lainnya, baik yang berkhasiat maupun yang tidak
       berkhasiat, yang berubah maupun yang tidak berubah, yang digunakan dalam
       pengolahan obat tradisional, walaupun tidak semua bahan tersebut masih terdapat di
       dalam produk ruahan.

       Bidang usaha ini sebelumnya telah tercantum dalam Anggaran Dasar SIP, namun belum
       dimuat dalam ijin usaha (Nomor Induk Berusaha/NIB) SIP.

D.   ANALISA PROYEKSI KEUANGAN
     A)    PROYEKSI KEUANGAN TANPA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
     (i)   Berikut ini adalah proyeksi Laporan Posisi Keuangan SIP tanpa penambahan
           kegiatan usaha pada tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan 2030.




                                        12
Page 14
 (ii)        Berikut ini adalah proyeksi Laporan Laba Rugi SIP tanpa penambahan kegiatan
             usaha pada tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan 2030




 (iii)       Rasio Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

 Rasio Profitabilitas
                          Okt-Des
   Keterangan              2025            2025            2026      2027     2028    2029     2030

   Marjin Laba Kotor       73,67%          74,82%      75,05%       75,23%   75,41%   75,55%   75,69%
   Marjin Laba Usaha       18,56%          19,42%      18,78%       20,16%   21,38%   22,58%   23,46%
   Marjin Laba Bersih      15,06%          15,25%      15,11%       15,72%   16,67%   17,60%   18,29%
   Imbal Balik Aset         n.r            24,90%      23,38%       22,03%   20,77%   19,34%   18,12%
   Imbal Balik Ekuitas      n.r            44,81%      38,66%       34,03%   30,35%   27,06%   24,48%




Selama periode proyeksi, seluruh rasio profitabilitas tanpa penambahan kegiatan usaha
terus mengalami kenaikan tiap tahunnya. Rasio profitabilitas yang cenderung meningkat
menggambarkan bahwa SIP mengelola aspek keuangan dengan baik.

Rasio Likuiditas

 Keterangan                         2025            2026          2027       2028     2029     2030
 Rasio Kas                          0,06            0,46          0,91       1,38     1,86      2,32
 Rasio Cepat                        1,92            2,33          2,77       3,24     3,71      4,16
 Rasio Lancar                       1,52            1,93          2,38       2,85     3,32      3,78


Selama periode proyeksi, seluruh rasio Likuiditas tanpa penambahan kegiatan usaha terus
mengalami kenaikan tiap tahunnya.


                                               13
Page 15
Rasio Aktivitas

 Keterangan                   2025          2026       2027        2028        2029     2030
 Perputaran Piutang Usaha      110          110        110         111         110          110
 Perputaran Persediaan         123          123        123         123         123          123
 Perputaran Utang Usaha        24            24         24          24          24          24


Rasio aktivitas selama periode proyeksi tanpa penambahan kegiatan usaha stabil dari tahun
2025 sampai dengan 2030. Rasio aktivitas yang digunakan ditentukan dengan
menggunakan rata-rata data keuangan historis SIP.

 B)        PROYEKSI KEUANGAN DENGAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

 (i)      Berikut ini adalah proyeksi Laporan Posisi Keuangan SIP dengan penambahan
          kegiatan usaha pada tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan 2030.




                                       14
Page 16
  (ii)          Berikut ini adalah proyeksi Laporan Laba Rugi SIP dengan penambahan kegiatan
                usaha pada tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan 2030




  (iii)         Rasio Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

Rasio Profitabilitas

                            Okt-Des
             Keterangan      2025      2025          2026     2027     2028    2029      2030

    Marjin Laba Kotor       73,67%    74,82%        74,48%   74,67%   74,86%   75,00%   75,14%
   Marjin Laba Usaha        18,56%    19,42%        18,78%   20,51%   21,71%   22,89%   23,77%
   Marjin Laba Bersih       15,06%    15,25%        15,11%   15,99%   16,93%   17,85%   18,53%
         Imbal Balik Aset     n.r     24,90%        23,93%   22,40%   21,01%   19,50%   18,22%
   Imbal Balik Ekuitas        n.r     44,81%        39,42%   34,39%   30,49%   27,09%   24,46%



                                               15
Page 17
     Bila dibandingkan dengan proyeksi keuangan tanpa penambahan kegiatan usaha, marjin
     laba kotor, marjin laba usaha dan marjin laba bersih hanya mengalami selisih kenaikan yang
     sangat tipis (di bawah 1%), sehingga menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan
     kegiatan usaha maka hal tersebut tidak memberikan dampak yang signifikan atau
     perbedaan yang mencolok terhadap kinerja profitabilitas keuangan SIP dibandingkan jika
     tidak melakukan penambahan usaha.

     Rasio Likuiditas

          Keterangan        2025    2026          2027      2028        2029         2030
            Rasio Kas       0,06    0,47           0,94      1,43        1,93        2,41
          Rasio Cepat       1,92    2,35           2,81      3,30        3,78        4,25
         Rasio Lancar       1,52    1,94           2,41      2,89        3,39        3,86


     Selama periode proyeksi dengan penambahan kegiatan usaha, rasio likuiditas juga tidak
     peningkatan yang signifikan tiap tahunnya dibandingkan tanpa penambahan kegiatan
     usaha.

     Rasio Aktivitas

                    Keterangan     2025           2026      2027        2028        2029          2030
       Perputaran Piutang Usaha     110            110       110         111         110           110
          Perputaran Persediaan     123            123       123         123         123           123
        Perputaran Utang Usaha       24             24        24          24          24            24


     Selama periode proyeksi dengan penambahan kegiatan usaha, tidak terdapat perbedaan
     pada rasio aktivitas dibandingkan dengan proyeksi tanpa penambahan kegiatan usaha.



E.     ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
       Asumsi Studi Kelayakan Bisnis
       a) Laporan Studi Kelayakan Bisnis yang dihasilkan bersifat non-disclaimer opinion.
       b) Studi Kelayakan Bisnis disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data.
          Dalam penugasan ini, KJPP-WJR melandaskan dan berdasarkan pada keakuratan,
          kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
          lain yang diberikan SIP atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
          benar, lengkap dan tidak menyesatkan.
       c) KJPP-WJR mengasumsikan bahwa semua informasi dan data dari SIP terkait
          penugasan adalah benar, lengkap dan dapat diandalkan, dan tidak ada yang tidak
          terungkap yang akan mempengaruhi penilaian ini.

       Kondisi Pembatas
       a) Studi Kelayakan Bisnis harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan
           sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi
           dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang


                                             16
Page 18
     mendasari pendapat tersebut. Penyusunan Studi Kelayakan Bisnis ini merupakan
     suatu proses yang kompleks dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang
     tidak lengkap.
b)   Studi Kelayakan Bisnis disusun berdasarkan kondisi umum keuangan, moneter,
     peraturan dan kondisi pasar yang ada saat laporan diterbitkan.
c)   Studi Kelayakan Bisnis menggunakan proyeksi keuangan yang dibuat manajemen yang
     telah KJPP-WJR reviu kewajarannya, manajemen bertanggung jawab atas pencapaian
     proyeksi keuangan dan kinerja keuangan SIP di masa mendatang.
d)   KJPP-WJR bertanggung jawab atas opini kelayakan bisnis.
e)   KJPP-WJR bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
     keuangan yang telah disesuaikan.
f)   KJPP-WJR tidak melakukan penyelidikan atau evaluasi atas keabsahan Objek Studi
     Kelayakan Bisnis dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan, maka dari itu KJPP-
     WJR tidak memberikan pendapat atas dampak hukum dan perpajakan dari Studi
     Kelayakan Bisnis tersebut. Jasa-jasa yang KJPP-WJR berikan kepada SIP dalam kaitan
     dengan penugasan tersebut hanya merupakan pemberian opini atas kelayakan suatu
     bisnis yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
g)   KJPP-WJR menyatakan bahwa penugasan KJPP-WJR tidak termasuk menganalisis
     kegiatan-kegiatan usaha di luar objek studi kelayakan bisnis yang mungkin tersedia
     bagi SIP serta pengaruh dari kegiatan-kegiatan usaha tersebut terhadap SIP, dan juga
     bukan merupakan analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari objek
     studi kelayakan bisnis.
h)   Pekerjaan KJPP-WJR yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan
     tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
     pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
     juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
     internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
     hukum.
i)   Penugasan KJPP-WJR juga tidak termasuk untuk memberikan keterangan di muka
     pengadilan, kantor pajak, atau lembaga lainnya.
j)   Laporan Studi Kelayakan Bisnis tersebut terbuka untuk publik, kecuali terdapat
     informasi bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional SIP.
k)   Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan Bisnis, KJPP-WJR bertindak secara
     independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan SIP
     ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan SIP. KJPP-WJR juga tidak memiliki
     kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.




                                     17
Page 19
F.    PENDEKATAN DAN METODE PENYUSUNAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS
     a) Pendekatan yang digunakan dalam menganalisa kelayakan penambahan dan
        pelaksanaan kegiatan usaha SIP adalah dengan melakukan analisis atas kelayakan pasar,
        kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen dan kelayakan keuangan.
     b) Dari kajian kelayakan pasar, dengan adanya penambahan satu (1) KBLI baru ke dalam Anggaran
         Dasar Perseroan serta pelaksanaan satu (1) KBLI yang telah tercantum sebelumnya dalam
         Anggaran Dasar Perseroan namun belum dijalankan, maka diharapkan dapat memberikan
         perkembangan pada segi pangsa pasar, potensi pasar dan potensi nilai pasar Perseroan.
         Perkembangan ini juga sejalan dengan semakin berkembangnya industri perawatan kulit dari
         tahun-ketahun untuk pasar Indonesia sehingga dengan memperhatikan perkembangan usaha,
         potensi pasar dan kondisi perekonomian Indonesia, maka penambahan KBLI secara pasar layak
         untuk dilaksanakan.
     c) Dari kajian kelayakan teknis, menunjukkan bahwa secara legalitas, dengan adanya
        penambahan usaha, maka kedepannya, perijinan Perseroan terkait klasifikasi KBLI yang
        dimiliki menjadi sesuai dengan kegiatan usahanya yang telah berjalan selama ini. Selain
        itu, dengan penambahan satu (1) KBLI baru ke dalam Anggaran Dasar Perseroan serta
        pelaksanaan satu (1) KBLI yang telah tercantum sebelumnya dalam Anggaran Dasar
        Perseroan namun belum dijalankan, maka mesin yang digunakan untuk produksi dan alur
        proses produksi Perseroan tidak mengalami perubahan.
     d) Dari kajian kelayakan pola bisnis, menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan usaha
         maka pola bisnis Perseroan akan semakin beragam dan diharapkan dapat memberikan keunggulan
         untuk menjangkau beragam calon konsumen berdasarkan kemampuan daya beli serta menjadi
         keunggulan tersendiri bagi Perseroan untuk dapat bersaing dengan kompetitor pada jenis industri
         yang sama. Dengan memperhatikan pola bisnis yang diterapkan oleh Perseroan maka
         penambahan satu (1) KBLI baru ke dalam Anggaran Dasar Perseroan serta pelaksanaan satu (1)
         KBLI yang telah tercantum sebelumnya dalam Anggaran Dasar Perseroan namun belum dijalankan
         tersebut, secara pola bisnis layak untuk dilaksanakan.
     e) Dari kajian kelayakan model manajemen, dengan adanya penambahan satu (1) KBLI baru
        ke dalam Anggaran Dasar Perseroan serta pelaksanaan satu (1) KBLI yang telah tercantum
        sebelumnya dalam Anggaran Dasar Perseroan namun belum dijalankan, tidak ada
        penambahan jumlah tenaga kerja baru namun tenaga kerja yang telah tersedia pada
        usaha eksisting akan lebih dioptimalkan dan akan ditingkatkan kompetensinya melalui
        pendidikan dan pelatihan. Dengan memperhatikan rencana manajemen Perseroan untuk
        mendukung operasionalnya maka penambahan KBLI secara model manajemen layak
        untuk dilaksanakan.
     f) Pada kajian kelayakan keuangan, berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan
        informasi yang telah diterima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan
        yang mempengaruhi dalam analisis kelayakan ini maka penambahan satu (1) KBLI baru ke
        dalam Anggaran Dasar Perseroan serta pelaksanaan satu (1) KBLI yang telah tercantum
        sebelumnya dalam Anggaran Dasar Perseroan namun belum dijalankan tersebut layak
        untuk dilaksanakan.



G.    KESIMPULAN
     Berdasarkan hal-hal sebagaimana diungkapkan di atas maka kami berpendapat bahwa

                                               18
Page 20
         Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Soho Industri Pharmasi dimaksud adalah “LAYAK”.



IV.   KETERSEDIAAN TENAGA AHLI BERKAITAN DENGAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
      Sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha baru, PT Soho Industri Pharmasi tidak
      membentuk unit atau divisi khusus. Kegiatan usaha industri bahan baku obat tradisional akan
      dilaksanakan oleh tim internal yang saat ini juga menangani kegiatan industri yang telah berjalan,
      dengan sekitar 10 (sepuluh) orang yang dialokasikan untuk mendukung fungsi produksi,
      pembukuan, serta penjualan dan pemasaran (sales dan marketing).
      Adapun kegiatan usaha pergudangan dan penyimpanan akan dijalankan dengan dukungan
      karyawan pada fungsi operasional, dengan sekitar 2 (dua) orang yang secara khusus akan
      mengoordinasikan dan menangani operasional pergudangan.
      Pada tahap awal pelaksanaan, seluruh tenaga kerja yang mendukung kegiatan usaha baru tersebut
      berasal dari sumber daya internal yang telah tersedia dan dialokasikan sesuai kebutuhan masing-
      masing kegiatan usaha. Jumlah dan komposisi tenaga kerja tersebut dinilai memadai untuk
      menunjang operasional industri bahan baku obat tradisional maupun kegiatan pergudangan dan
      penyimpanan, tanpa adanya penambahan headcount pada taha awal. PT Soho Industri Pharmasi
      tetap membuka kemungkinan untuk melakukan penambahan tenaga kerja apabila diperlukan
      seiring dengan perkembangan skala usaha di kemudian hari.

V.    PENJELASAN, PERTIMBANGAN, DAN ALASAN DILAKUKANNYA PENAMBAHAN KEGIATAN
      USAHA
      Penambahan dan pelaksanaan kegiatan usaha dilakukan dalam rangka mendukung
      pengembangan kegiatan usaha SIP secara terukur dan berkelanjutan, dengan tujuan untuk
      menciptakan sumber pendapatan baru bagi SIP. Penambahan dan pelaksanaan kegiatan usaha ini
      tetap berada dalam koridor kegiatan usaha yang relevan dengan kompetensi inti SIP dan tidak
      mengubah karakteristik usaha utama, pola bisnis, maupun model manajemen SIP secara
      keseluruhan.

      Adapun pertimbangan dan alasan SIP untuk melakukan perubahan dan/atau penambahan serta
      pelaksanaan kegiatan usaha adalah sebagai berikut:

      a) Pengembangan ruang lingkup kegiatan usaha untuk mendukung pertumbuhan usaha
      Penambahan dan pelaksanaan kegiatan usaha dimaksudkan untuk memberikan landasan hukum
      bagi SIP dalam mengembangkan kegiatan usaha yang berpotensi memberikan kontribusi
      tambahan terhadap pendapatan. Kegiatan usaha yang ditambahkan dan dilaksanakan dirancang
      untuk melengkapi dan memperluas ruang lingkup usaha SIP tanpa menggeser fokus usaha utama
      yang telah dijalankan.

      b) Pemanfaatan peluang pasar yang relevan dengan kompetensi SIP
      Berdasarkan Studi Kelayakan Bisnis, kegiatan usaha yang ditambahkan dan pelaksanaan memiliki
      keterkaitan dengan kegiatan usaha SIP serta didukung oleh potensi permintaan pasar yang
      memadai. Dengan demikian, penambahan dan pelaksanaan kegiatan usaha ini diharapkan dapat
      membuka peluang pertumbuhan usaha tanpa mengubah segmen pasar utama SIP.



                                                  19
Page 21
       c) Tidak mengubah pola bisnis dan model manajemen SIP
       Penambahan dan pelaksanaan kegiatan usaha tidak mengakibatkan perubahan terhadap pola
       bisnis maupun model manajemen SIP, karena pelaksanaannya tetap mengacu pada struktur
       organisasi, sistem pengelolaan, serta kebijakan operasional yang telah berlaku. Dengan demikian,
       kegiatan usaha yang ditambahkan dan dilaksanakan dapat dijalankan secara terintegrasi dengan
       kegiatan usaha SIP yang telah ada.

       d) Keselarasan dengan rencana pengembangan usaha jangka menengah dan panjang
       Perubahan dan/atau penambahan kegiatan serta pelaksanaan usaha ini sejalan dengan rencana
       pengembangan usaha SIP dalam jangka menengah dan panjang sebagaimana dianalisis dalam
       Studi Kelayakan Bisnis, serta diharapkan dapat memperkuat posisi SIP dalam mendukung
       pertumbuhan usaha secara berkesinambungan.

       Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, Direksi SIP berpendapat bahwa rencana perubahan
       dan/atau penambahan serta pelaksanaan kegiatan usaha merupakan langkah yang wajar dan
       rasional serta sejalan dengan kepentingan usaha SIP.

       e) Hal Material Lainnya
       Untuk kegiatan usaha pergudangan dan penyimpanan, Perseroan telah memiliki fasilitas yang
       memadai sehingga tidak memerlukan tambahan belanja modal selain penyesuaian kecil bersifat
       operasional yang dapat dipenuhi melalui modal kerja. Dengan demikian, penambahan kegiatan
       usaha ini tidak menimbulkan kebutuhan investasi yang signifikan dan tidak diperkirakan
       memberikan dampak negatif yang material terhadap kondisi Keuangan Perseroan.


VI.    PENJELASAN TENTANG PENGARUH PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PADA KONDISI
       KEUANGAN PERSEROAN
       Perseroan menyampaikan bahwa analisis mengenai dampak perubahan kegiatan usaha terhadap
       kondisi keuangan Perseroan dan PT Soho Industri Pharmasi, termasuk pengaruh terhadap
       pendapatan, beban, laba, perubahan aset dan liabilitas (jika ada), serta dampaknya terhadap rasio
       keuangan Perseroan dan PT Soho Industri Pharmasi, pada prinsipnya telah diungkapkan
       sebelumnya dalam Bagian D (Analisa Proyeksi Keuangan) pada Bab III mengenai Ringkasan Studi
       Kelayakan dalam Keterbukaan Informasi PT Soho Industri Pharmasi tertanggal 15 Januari 2026.


VII.   INFORMASI PENYELENGGARAAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
       Perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) dengan
       rincian jadwal pelaksanaannya sebagaimana telah diungkapkan Perseroan dalam Keterbukaan
       Informasi tertanggal 15 Januari 2026 yakni sebagai berikut:


       No    Kegiatan                                                         Tanggal
       1     Pengumuman RUPSLB kepada Pemegang Saham                          15 Januari 2026
       2     Batas tanggal terakhir pengajuan usulan mata acara RUPSLB Maksimal 23 Januari
             dari Pemegang Saham                                       2026



                                                   20
Page 22
  3    Tanggal Pencatatan Pemegang Saham yang berhak hadir dalam 29 Januari 2026
       RUPSLB (Recording Date)
  4    Pemanggilan RUPSLB kepada Pemegang Saham                            30 Januari 2026
  5    Penyelenggaraan RUPSLB                                              23 Februari 2026
  6    Pengumuman Ringkasan Risalah RUPSLB                                 23 Februari 2026
  7    Penyampaian Risalah RUPS Tahunan                                    Maksimal 25 Maret
                                                                           2026

Mata acara yang akan dimohonkan sehubungan dengan rencana Transaksi adalah:
  1. Pembahasan Studi Kelayakan tentang Perubahan dan atau Penambahan Kegiatan Usaha
       Perseroan, untuk memenuhi persyaratan dan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
       No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha
  2. Persetujuan atas Rencana Perubahan dan atau Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan.
  3. Pembahasan Studi Kelayakan tentang Perubahan dan atau Penambahan Kegiatan Usaha
       Perusahaan Terkendali Perseroan yaitu PT Parit Padang Global, untuk memenuhi
       persyaratan dan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020
       tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
  4. Persetujuan Rencana Perubahan dan/atau penambahan Kegiatan Usaha Perusahaan
       Terkendali, yakni PT Parit Padang Global
  5. Pembahasan Studi Kelayakan tentang Perubahan dan atau Penambahan Kegiatan Usaha
       Perusahaan Terkendali Perseroan yaitu PT Soho Industri Pharmasi, untuk memenuhi
       persyaratan dan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020
       tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
  6. Persetujuan Rencana Perubahan dan/atau penambahan Kegiatan Usaha Perusahaan
       Terkendali, yakni PT Soho Industri Pharmasi
  7. Persetujuan Pengangkatan Kembali/Perubahan Susunan Dewan Komisaris

Pengumuman, Pemanggilan, dan Pengumuman Ringkasan Risalah terkait RUPSLB Perseroan
tersebut akan Perseroan sampaikan melalui (i) Sarana Pelaporan Elektronik Terintegrasi Emiten dan
Perusahaan Publik IDX dan OJK, (ii) situs web (website) resmi Perseroan, dan (iii) Aplikasi Electronic
General Meeting System KSEI (eASY.KSEI), sesuai jadwal di atas dan dengan berpedoman pada
peraturan yang berlaku.


Kuorum Kehadiran dan Kuorum Keputusan
RUPS akan diselenggarakan dengan mengacu pada ketentuan Pasal 42 POJK No. 15/2020,
maka RUPS dapat dilangsungkan untuk membahas mata acara tersebut jika:
  1. RUPS Pertama
       RUPS dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh pemegang saham atau penerima
       kuasanya yang mewakili lebih dari 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh
       saham dengan hak suara yang sah.
       Keputusan RUPS adalah sah apabila disetujui oleh lebih dari 2/3 (dua per tiga)
       bagian dari seluruh saham dengan hak suara yang hadir dalam RUPS.



                                               21
Page 23
       2.   RUPS Kedua
            Dalam hal kuorum kehadiran RUPS pertama sebagaimana dimaksud ditatas tidak
            tercapai, RUPS kedua dapat dilangsungkan dengan ketentuan RUPS kedua sah dan
            berhak mengambil keputusan jika dalam RUPS dihadiri oleh pemegang saham atau
            penerima kuasanya yang mewakili paling sedikit 3/5 (tiga per lima) bagian dari
            jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah.
            Keputusan RUPS kedua adalah sah apabila disetujui oleh lebih dari 1/2 (satu per
            dua) bagian dari seluruh saham dengan hak suara yang hadir.
       3.   RUPS Ketiga
            Dalam hal kuorum kehadiran pada RUPS kedua sebagaimana dimaksud diatas tidak
            tercapai, maka RUPS ketiga dapat diadakan dengan ketentuan RUPS ketiga sah dan
            berhak mengambil keputusan jika dihadiri oleh pemegang saham dari saham dengan
            hak suara yang sah dalam kuorum kehadiran dan kuorum keputusan yang
            ditetapkan oleh OJK atas permohonan Perseroan.
       Berdasarkan POJK No. 17/2020, dalam hal Rencana Perubahan Kegiatan Usaha tidak
       memperoleh persetujuan RUPS, maka Rencana Perubahan Kegiatan Usaha tersebut dapat
       dimintakan persetujuan RUPS kembali paling singkat 12 (dua belas) bulan setelah
       pelaksanaan RUPS yang tidak menyetujui tersebut.
       Sehubungan dengan penambahan KBLI yang mengakibatkan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar
       mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan, perubahan tersebut merupakan
       perubahan Anggaran Dasar yang memerlukan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
       Manusia Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
       berlaku.

VIII. LAIN-LAIN
  (i) Perseroan menyampaikan bahwa setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang
      Saham atas Perubahan Kegiatan Usaha, Perseroan dan Perusahaan Anak akan melakukan
      penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dalam Nomor Induk Berusaha
      (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS).
      Selanjutnya, Perusahaan Anak akan memenuhi perizinan teknis yang relevan sesuai dengan
      ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Adapun perizinan tambahan yang akan
      dipenuhi oleh Perusahaan Anak adalah sebagai berikut:
 (ii) PT Soho Industri Pharmasi akan mengajukan Tanda Daftar Gudang (TDG) sebagai bukti
      pendaftaran atas gudang yang dimilikinya melalui sistem OSS, dengan mengacu pada Peraturan
      Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. 90/M-DAG/PER/12/2014 tentang Penataan dan
      Pembinaan Gudang, sehingga gudang tersebut dapat disewakan sesuai dengan ketentuan yang
      berlaku.
(iii) Keberatan dari pihak-pihak terkait rencana perubahan dan/atau penambahan kegiatan usaha
      oleh Perseroan
      Sampai dengan tanggal penerbitan Penambahan Keterbukaan Informasi ini, Perseroan tidak
      menerima adanya keberatan dari pihak-pihak tertentu terkait dengan rencana perubahan
      dan/atau penambahan kegiatan usaha oleh Perseroan.




                                              22
Page 24
(iv)   Persetujuan dan/atau perizinan dan/atau pemberitahuan dari pemerintah atau badan atau
       institusi lain atau pihak ketiga lainnya yang harus dipenuhi oleh Perseroan dan/atau
       Perusahaan Anak selain kewajiban yang diatur POJK No. 17/POJK.04/2020 dalam rangka
       Perubahan dan/atau Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan
       Setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham atas Perubahan Kegiatan
       Usaha, Perseroan akan melakukan penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
       dalam Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS).
       Selain itu, Perseroan tidak memiliki kewajiban pengajuan perizinan tambahan sehubungan
       dengan penyelenggaraan perdagangan melalui sistem elektronik, mengingat Perseroan tidak
       menyediakan dan/atau mengoperasikan platform elektronik sendiri, melainkan hanya melakukan
       kegiatan penjualan ritel melalui platform e-commerce pihak ketiga.

(v)    Perseroan menyampaikan bahwa pada tahap awal tidak terdapat rencana pembangunan fasilitas
       produksi baru dalam rangka penambahan kegiatan usaha PT Soho Industri Pharmasi sebagaimana
       dimaksud, mengingat PT Soho Industri Pharmasi akan memanfaatkan fasilitas dan peralatan
       produksi yang telah tersedia saat ini.
       Namun demikian, apabila di kemudian hari terdapat rencana produksi atas bahan baku yang saat
       ini belum diproduksi oleh PT Soho Industri Pharmasi, maka belanja modal yang signifikan
       berpotensi timbul, yang pada umumnya akan berupa investasi pada mesin produksi yang
       diperlukan untuk mendukung kegiatan tersebut.
       Penambahan informasi tersebut dapat dilihat pada halaman 3 dari Tambahan Keterbukaan
       Informasi PT Soho Industri Pharmasi.


IX.    INFORMASI TAMBAHAN
       Bagi Pemegang Saham yang memerlukan informasi tambahan sehubungan dengan Penambahan
       Keterbukaan Informasi ini, dapat menghubungi Perseroan dengan alamat sebagai berikut:

       PT SOHO GLOBAL HEALTH TBK
       u.p: Sekretaris Perusahaan/ Corporate Secretary
       Jl. Rawa Sumur II Kav BB No. 3, Kawasan Industri Pulogadung
       Kel. Jatinegara, Kec. Cakung,
       Jakarta Timur, 13930, Indonesia
       Telepon: +62 21 4683 2588
       Faksimile: +62 21 4683 2589
       Email address: corporate.secretary@sohoglobalhealth.com
       Website: www.sohoglobalhealth.com




                                                 23
Page 25
              ADDITION TO THE DISCLOSURE OF INFORMATION
                           TO SHAREHOLDERS
                              REGARDING
          THE CHANGE AND/OR ADDITION OF BUSINESS ACTIVITIES
      OF THE COMPANY AND THE COMPANY’S CONTROLLED COMPANIES




                           PT SOHO GLOBAL HEALTH TBK
                                  (“Company”)

                               Domiciled in East Jakarta, Indonesia

                                           Business Sector
                               Healthcare/Pharmaceutical Industry
                                          Business Activities
                  Holding Company Activities; Management Consulting Activities.
                                             Head Office
                   Jl. Rawa Sumur II Kav BB No. 3, Kawasan Industri Pulogadung
                   Kel. Jatinegara, Kec. Cakung, Jakarta Timur, 13930, Indonesia
                                    Telephone: +62 21 4683 2588
                                     Facsimile: +62 21 4683 2589
                    Email Address: corporate.secretary@sohoglobalhealth.com
                               Website: www.sohoglobalhealth.com

The Board of Directors and the Board of Commissioners of the Company, either individually or
jointly, hereby declare that they are fully responsible for the accuracy and completeness of the
information disclosed in this information disclosure (‘Information Disclosure’), and after having
conducted a careful examination, affirm that the information disclosed in this Information
Disclosure is true and that there are no material and relevant facts that have been omitted or not
disclosed, which could cause the information disclosed herein to be untrue and/or misleading.

This Information Disclosure is prepared for the benefit of the Company’s Shareholders in order to
provide the Company’s Shareholders with complete information regarding the transaction relating
to the planned change and/or addition of business activities of PT PPG, which is a Controlled
Company of the Company. This Information Disclosure is submitted in compliance with the
Regulation of the Financial Services Authority of the Republic of Indonesia Number
17/POJK.04/2020 concerning Material Transactions and Changes in Business Activities (‘POJK No.
17/2020’)




                                                24
Page 26
     This Supplementary Disclosure constitutes an addition to the Disclosure of Information previously
     published on 15 January 2026.

                            This Disclosure of Information is published in Jakarta
                                             on 19 February 2026



I.        PRELIMINARY
          This Additional Information Disclosure is prepared in order to fulfill the Company's obligation to
          announce Information Disclosure regarding changes and/or additions to business activities to be
          carried out by the Company. The Company is required to obtain approval from the Company's
          Shareholders in the General Meeting of Shareholders ("GMS") in connection with the addition
          and/or changes to the Company's business activities.
II.       INFORMATION OF THE COMPANY AND PT SIP

          1.   PT Soho Global Health Tbk (“Company”)

               General Information of the Company
               The Company is a limited liability company with the status of a public company, domiciled in
               East Jakarta, established in 1956 by the prevailing laws and regulations in the Republic of
               Indonesia, under the name PT Perseroan Dagang dan Industri Pharmasi Parit Padang or
               abbreviated as PT Parit Padang, based on the Deed of Establishment No. 116 dated August
               27, 1956, made before Eliza Pondaag, Notary in Jakarta. It has obtained approval from the
               Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia (“MLHR”) based on Decree
               No. J.A.5/16/14 dated February 8, 1957, registered in the register book at the Jakarta District
               Court under No. 377 dated February 16, 1957, and announced in the State Gazette of the
               Republic of Indonesia (“BNRI”) No. 39 dated May 14, 1957, Supplement No. 517.

               In 2010, the Company changed its name to PT Soho Global Health based on the Deed of
               Statement of Circular Resolutions of Shareholders No. 23 dated October 29, 2010, made
               before Yani Indrawaty Wibawa, S.H., Notary in Jakarta. This change was approved by the
               MLHR through Decree No. AHU-54235.AH.01.02.Tahun 2010 dated November 18, 2010, and
               registered in the Company Register at the Ministry of Law and Human Rights of the Republic
               of Indonesia (“MOLHR”) No. AHU-0083819.AH.01.09.Tahun 2010 dated November 18, 2010.
               It was also notified to MLHR as evidenced by the Receipt of Notification of Amendment to
               the Articles of Association No. AHU-AH.01.10-31225 dated December 6, 2010, and registered
               in the Company Register at MOLHR No. AHU-0088241.AH.01.09.Tahun 2010 dated
               December 6, 2010, and announced in the BNRI No. 26 dated March 30, 2012, Supplement
               No. 13396, and BNRI No. 59 dated July 24, 2012, Supplement No. 1903/L.

               In 2020, the Company changed its name to PT Soho Global Health Tbk and adjusted all
               provisions of its articles of association to comply with the applicable regulations regarding
               the change of the Company’s status from a closed company to a publicly held company. This
               change was stated in the Deed of Statement of Meeting Resolutions No. 126 dated June 19,
               2020, made before Jimmy Tanal, S.H., M.Kn, Notary in South Jakarta. It received approval

                                                       25
Page 27
from the MLHR through Decree No. AHU-0042289.AH.01.02.TAHUN 2020 dated June 23,
2020, was registered in the Company Register at the MOLHR No. AHU-
0098281.AH.01.11.TAHUN 2020 dated June 23, 2020. It was also notified to MLHR as
evidenced by the Receipt of Notification of Amendment to the Articles of Association with 2
(two) letters No. AHU-AH.01.03-0255808 and No. AHU-AH.01.03-0255815 both dated June
23, 2020, and registered in the Company Register at MOLHR No. AHU-
0098281.AH.01.11.TAHUN 2020 dated June 23, 2020 and has been announced in the State
Gazette of the Republic of Indonesia No. 176 dated 26 October 2020, Supplement No.
13,478. The Company listed its shares on the Indonesia Stock Exchange through an Initial
Public Offering on September 8, 2020.

The latest changes to the Company's Articles of Association are recorded in the Deed of
Minutes of the Extraordinary General Meeting of Shareholders Number 175 dated October
19, 2023, made before Jimmy Tanal S.H., M.Kn, Notary in South Jakarta, whose data changes
have been received and recorded in the SABH database of the Ministry of Law and Human
Rights with his Letter No. AHU-AH.01.03-0134270 dated October 27, 2023 and have been
announced in the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 90 dated November
10, 2023, supplement 35319, which regulates changes to the Company's capital structure.
Meanwhile, the Company's board of directors was last changed in the Deed of Minutes of
the Extraordinary General Meeting of Shareholders No. 102 dated September 16, 2025,
made before Jimmy Tanal S.H., M.Kn, Notary in South Jakarta, whose notification of data
changes has been received and recorded in the SABH database of the Ministry of Law and
Human Rights with his Letter No. AHU-AH.01.09-0344487 dated September 30, 2025.

Based on the Company’s Articles of Association as set forth in Deed No. 126 dated 19 June
2020 drawn up before Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notary in South Jakarta the business
activities carried out by the Company (in reference to the 2020 KBLI), as detailed below:

a) Holding Company Activities (KBLI 2020 - 64200)

   This classification covers the activities of holding companies, namely companies that
   control the assets of a group of subsidiary companies and whose principal activity is the
   ownership of such a group. “Holding Companies” are not involved in the operational
   business activities of their subsidiaries.

b) Other Management Consulting Activities (KBLI 2020 - 70209)

   This classification covers the provision of advice, guidance, and operational assistance to
   other businesses and organizations on various management issues. Such business
   services may include advice, guidance, and operational assistance to business entities and
   public or community services in various management and operational aspects.
   This sub-classification also includes the provision of advisory, guidance, and operational
   assistance regarding organizational and management issues, such as strategic and
   organizational planning; financial decision-making; marketing objectives and policies;
   human resource planning, practices, and policies; production scheduling, planning, and
   control.



                                       26
Page 28
    These services may include advisory assistance, guidance, and operational support to
    businesses and public services relating to public relations and public communications,
    lobbying activities, the design of accounting methods and procedures, cost accounting
    programs, budgetary control procedures, as well as advice and assistance in planning,
    organizing, efficiency, and supervision, management information, and other related
    matters.

As a note, the latest changes to the business fields carried out by the Company are set out in
the Deed of Statement of Meeting Resolutions No. 126 dated June 19, 2020. Meanwhile,
general changes to the Company's Articles of Association are contained in the Deed of
Minutes of the Extraordinary General Meeting of Shareholders No. 102 dated September 16,
2025. There is no change in the business activities carried out by the Company between Deed
No. 126 dated 19 June 2020 and Deed No. 102 dated 16 September 2025.

Capital Structure and Shareholders' Composition of the Company
The capital structure and composition of the Company's shareholders, namely the number
of shares in the portfolio, as well as adding information regarding authorized capital, issued
and fully paid capital, and shares in the portfolio in the following table are prepared with
reference to: (i) Deed of Minutes of the Extraordinary General Meeting of Shareholders
Number 175 dated October 19, 2023, made before Jimmy Tanal S.H., M.Kn, Notary in South
Jakarta, the changes to the data of which have been received and recorded in the SABH
database of the Ministry of Law and Human Rights with its Letter No. AHU-AH.01.03-0134270
dated October 27, 2023 and has been announced in the State Gazette of the Republic of
Indonesia Number 90 dated November 10, 2023, supplement 35319; and (ii) The Company's
monthly List of Shareholders (DPS) published by the Company's Securities Administration
Bureau, PT Datindo Entrycom, as of January 31, 2026 is as follows:

❖    Capital Structure and Shareholders' Composition of the Company

                                         Number of    Nominal Amount          Ownership
              Explanation
                                      Shares (shares)       (IDR)                (%)
      Authorized Capital              28,635,121,560 1,431,756,078,000            -
      Cascade Creek Pty Ltd            1,537,362,000   76,868,100,000          12.113
      Fraburg Pty Limited              1,201,822,210   60,091,110,500           9.469
      Medisia Investment               2,851,733,000  142,586,650,000          22.469
      Holdings Pte. Ltd.
      Tan Giok Nio                    1,143,986,170      57,199,308,500          9.014
      Tiberias 96 Pty Ltd             4,812,370,310      240,618,515,500         37.918
      Publik                          1,143,807,000      57,190,350,000          9.012
      ((each under 5%)
      Issued and Paid-up Capital      12,691,682,390     634,584,119,500         100.00
      Authorized but unissued         15,943,439,170     797,171,958,500           -
      shares

     o Nominal Value

                                        27
Page 29
       Each share has a nominal value of IDR 50 per share



❖   Controlling Shareholders of the Company
    Pursuant to Article 85 of Regulation of the Financial Services Authority of the Republic
    of Indonesia No. 3/POJK.04/2021 concerning the Implementation of Activities in the
    Capital Market Sector, in conjunction with Article 1 point 4 of Regulation of the Financial
    Services Authority of the Republic of Indonesia No. 9/POJK.04/2018 concerning the
    Takeover of Public Companies, the parties that qualify as the Controlling Shareholders
    of the Company are as follows:

                                           Number of       Nominal Amount        Ownership
               Shareholders
                                        Shares (shares)          (IDR)             (%)
        Cascade Creek Pty Ltd            1,537,362,000      76,868,100,000        12.113
        Tiberias 96 Pty Ltd              4,812,370,310     240,618,515,500        37.918

    This information is also consistently disclosed by the Company to the public on a
    monthly basis through the Monthly Report on the Registration of Securities Holders.

❖   Ultimate Beneficial Owner of the Company
    The individual who is the Ultimate Beneficial Owner of the Company is Mr. Eng Liang
    Tan. This information is also consistently disclosed by the Company to the public on a
    monthly basis through the Monthly Report on the Registration of Securities Holders
    via the Electronic Reporting System.

Board of Commissioners and Board of Directors Composition of the Company
Based on the Deed of Statement of the Company’s Meeting Resolutions No. 102 dated 16
September 2025, the data of which has been received and recorded in the Legal Entity
Administration System (“SABH”) of the Ministry of Law and Human Rights under its Letter
No. AHU-AH.01.09-0344487 dated 30 September 2025, the composition of the Company’s
Board of Commissioners and Board of Directors as of the date of this Information Disclosure
is as follows:

    Board of Commissioners
    President Commissioner           : Eng Liang Tan
    Independent Commissioner         : Harry Salam
    Commissioner                     : Andy Nugroho Purwohardono

    Board of Directors
    President Director               : Ery Yunasri
    Director                         : Piero Brambati
    Director                         : Yuliana
    Director                         : Richard Kidarsa
    Director                         : Lim Chern Han
    Director                         : Pandy Harianto

                                       28
Page 30
     The Company’s Company Group Financial Statements
     The Audited Consolidated Financial Statements of the Company and its subsidiaries for the
     years ended December 31, 2020, through 2024, and the Interim Audited Financial
     Statements for the nine-month period ended September 30, 2025, are as follows:

      In millions Rupiah                                                       31 December                                   30
                                                                                                                         September
      Description                                    2020           2021          2022           2023           2024        2025
      Statement of Profit or Loss and Other
      Comprehensive Income
      Revenue                                    6.163.939        7.076.164      7.290.121      8.197.755 10.057.938 7.924.506
      Gross Profit                               1.346.313        1.569.353      1.338.391      1.309.356     1.540.838 1.309.082
      Operating Profit                             259.843          677.289        443.659        438.670      571.247     548.422
      Profit Before Income Tax                     249.674          691.157        455.637        463.396      588.038     563.299
      Net Profit                                   172.200          551.091        357.015        371.341      462.651     440.092
      Comprehensive Income                         164.806          553.710        372.904        371.331      468.418     432.604


     Source: SOHO Group Consolidated Audited Financial Statements as of December 31, 2020-
     2024 and Interim Audited Financial Statements as of September 30, 2025

      In millions Rupiah                                           31 December                                               30
                                                                                                                         September
      Description                             2020              2021           2022           2023           2024           2025
      Statement of Financial Position
      Current Assets                         3.405.989         3.341.171      3.873.438      4.140.019      4.749.357     5.354.074
      Non-Current Assets                       774.254          680.748         601.161        606.941        662.666       660.859
      Total Assets                          4.180.243      4.021.919          4.474.599      4.746.960      5.412.023    6.014.933
      Current Liabilities                    1.797.440         1.654.049      1.898.934      2.186.112      2.526.572     2.979.043
      Non-Current Liabilities                  176.701          159.579         148.110        161.750        170.235       188.862
      Total Liabilities                     1.974.141      1.813.628          2.047.044      2.347.862      2.696.807    3.167.906
      Total Equity                          2.206.102      2.208.291          2.427.555      2.399.098      2.715.216    2.847.027
      Total Liabilities and Equity          4.180.243      4.021.919          4.474.599      4.746.960      5.412.023    6.014.933
     Source: SOHO Group Consolidated Audited Financial Statements as of December 31, 2020-
     2024 and Interim Audited Financial Statements as of September 30, 2025

      In millions Rupiah                                                   31 December                                       30
                                                                                                                         September
      Description                             2020              2021            2022          2023           2024           2025
      Gross Profit Margin                       21,84%           22,18%          18,36%         15,97%         15,32%         16,52%
      Operating Profit Margin                    4,22%             9,58%          6,09%          5,35%          5,68%         6,55%
      Net Profit Margin                          2,79%             7,79%          4,90%          4,53%          4,60%         5,55%
      Return on Assets                           4,12%           13,70%           7,98%          7,82%          8,55%         7,32%
      Return on Equity                           7,81%           24,96%          14,71%         15,48%         17,04%        15,46%
      Current Ratio                                1,89             2,02           2,04           1,89           1,88           1,80
      Quick Ratio                                  1,31             1,34           1,44           1,26           1,24           1,29
     Source: SOHO Group Consolidated Audited Financial Statements as of December 31, 2020-2024 and Interim Audited Financial
     Statements as of September 30, 2025




2.   PT Soho Industri Pharmasi (“SIP”)


                                                          29
Page 31
General Information of the SIP
SIP is a privately held company, domiciled in East Jakarta, originally established under the
name N.V. Soho Pharmaceutische Industrie En Handel Maatschappij pursuant to Deed of
Establishment No. 39 dated 18 July 1951, drawn up before Raden Kadiman, Notary in Jakarta,
which obtained approval from the Minister of Law and Human Rights of the Republic of
Indonesia under Decree No. J.A.5/61/20 dated 23 April 1952, and was registered in the
registry book of the Jakarta District Court under No. 586 dated 11 May 1952, and was
announced in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 61 dated 29 July 1952,
Supplement No. 852.

SIP is a Controlled Company of the Company, directly controlled by the Company, whereby
the Company holds 99.64% of the issued and paid-up shares in SIP. The financial statements
of SIP are also consolidated into the Company’s financial statements.

In 1958, SIP changed its name to PT Soho Industri Pharmasi pursuant to Deed of Amendment
No. 104 dated 25 March 1958, drawn up before Eliza Pondaag, Notary in Jakarta, which
obtained approval from the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia
under Decree No. J.A.5/36/18 dated 9 April 1958, was registered in the registry book of the
Jakarta District Court under No. 822 dated 5 May 1958, and was announced in the State
Gazette of the Republic of Indonesia No. 92 dated 18 November 1958, Supplement No. 820.

The Articles of Association of SIP as contained in the Deed of Establishment have been
amended several times since its establishment, with the latest amendment being as stated
in the Deed of Statement of Shareholders’ Resolutions of SIP No. 32 dated 4 September 2025,
drawn up before Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notary in South Jakarta, the notification of which
has been received and recorded in the Legal Entity Administration System (SABH) database
of the Ministry of Law and Human Rights under Letter No. AHU-AH.01.09-0334848 dated 8
September 2025 which has been announced in the State Gazette of the Republic of Indonesia
Number 72 of 2024 Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number
28218 while Deed Number 32 dated September 4, 2025 only regulates changes to the
composition of the Board of Directors of PT Soho Industri Pharmasi.

Based on the Company’s Articles of Association as stipulated in Deed No. 1 dated 1 August
2024, drawn up before Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notary in South Jakarta, and by referring to
the Indonesian Standard Classification of Business Fields (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia – “KBLI”) applicable as of the date of issuance of this Business Feasibility Study,
the business activities conducted by SIP are classified under 17 KBLI categories, with details
as follows:

a. Powdered Milk and Condensed Milk Processing Industry (KBLI 2020 – 10520);
   Covers the processing industry of powdered milk, condensed milk, or creamer, with or
   without sweeteners, including the processing of milk or cream in solid form.
b. Milling Industry of Various Tubers and Vegetables (Including Rhizomes) KBLI 2020 –
   10613);
   Covers the production of flour from various tubers and vegetables, including rhizomes,

                                        30
Page 32
     through milling processes, such as flour from cassava, sweet potatoes, taro, irut, ginger,
     curcuma, turmeric, cardamom, and vegetables.
c.   Glucose       and     Similar    Products    Industry    (KBLI     2020    –      10623);
     Covers the manufacture of glucose and other sugars not classified under groups 10721
     and 10722, including glucose, fructose, lactose, maltose, sucrose, and other sweetening
     preparations, including artificial sweeteners.
d.   Starch and Other Starch Products Industry (KBLI 2020 – 10629);
     Covers the production of various types of starch through extraction processes not
     classified under groups 10621 to 10623, such as potato starch, jicama starch, curcuma
     starch, irut starch, and mango seed starch.
e.   Chocolate and Chocolate Confectionery Products Industry (KBLI 2020 – 10732);
     Covers the manufacture of all types of food products primarily made from chocolate,
     including chocolate, compound chocolate, couverture chocolate, imitation chocolate,
     white chocolate, chocolate confectionery, cocoa-based spreads and fillings, including
     chocolate beverages in powder or liquid form.
f.   Confectionery Industry (KBLI 2020 – 10734);
     Covers the manufacture of all types of confectionery products, including hard candy,
     soft candy, chewing gum, caramel, cachous, nougat, fondant, and marzipan, with raw
     materials not primarily derived from chocolate.
g.   Other Confectionery Industry (KBLI 2020 – 10739);
     Covers the manufacture of confectionery products as described above whose primary
     ingredients are not chocolate-based.
h.   Soft Drinks Industry (KBLI 2020 – 11040);
     Covers businesses in the non-alcoholic beverage industry, except for non-alcoholic beer
     and wine. It also includes non-alcoholic and/or sweetened flavored soft drinks, such as
     lemonade, orangeade, cola, fruit drinks, tonic water, lemonade, soda water, cream
     soda, and grape juice, both carbonated and non-carbonated beverages, and beverages
     containing concentrates and powdered drinks.
i.   Other Beverages Industry (KBLI 2020 – 11090);
     Covers the manufacture of beverages not classified under subgroups 1101 to 1105,
     including refreshing drinks, palm sap drinks, sugarcane juice, coconut water, hot cereal
     beverages, sekoteng powder, and cereal infusion drinks.
j.   Cosmetics Industry for Human Use, Including Toothpaste (KBLI 2020 – 20232);
     Covers the manufacture of cosmetics for human use, including facial cosmetics,
     fragrances and perfumes, hair care products (such as shampoo, curling and straightening
     products), nail care products (manicure and pedicure), skin care products (including sun
     protection and tanning products), personal hygiene products (cosmetic soap, bath soap,
     antiseptic soap, external intimate hygiene products, deodorants, bath salts, and similar
     products), shaving products, decorative cosmetics such as facial makeup, eye makeup,
     nail makeup, hair coloring products, as well as toothpaste and oral hygiene products,
     including teeth-whitening cosmetic products.
k.   Pharmaceutical Products Industry for Human Use (KBLI 2020 – 21012);
     Covers the manufacture and processing of pharmaceutical products and health/food
     supplements in finished dosage forms for human use, including tablets, capsules,
     ointments, powders, solutions, parenteral solutions and suspensions, hormonal
     contraceptives, radiopharmaceutical production, and biotechnology pharmaceutical
     products.
l.   Raw Materials Industry for Traditional Medicine for Human Use (KBLI 2020 – 21021);
     Covers the processing of various extracts and simplicia, galenic preparations, additives,
     and other materials, whether active or inactive, modified or unmodified, used in the



                                        31
Page 33
   manufacture of traditional medicines, although not all such materials may remain in the
   bulk product.
m. Traditional Medicine Products Industry for Human Use (KBLI 2020 – 21022);
   Covers the manufacture of various traditional medicine products derived from plant
   materials, animal materials, mineral materials, galenic preparations, or mixtures thereof
   in the form of powders, slices, pills, pastilles, tablets, capsules, liquids, solutions,
   emulsions and suspensions, ointments, creams, gels, and suppositories, including herbal
   beverages and health/food supplements that are not pharmaceutical products.
n. Wholesale Trade of Milk and Dairy Products (KBLI 2020 – 46326);
   Covers wholesale trading of milk and dairy products.
o. Wholesale Trade of Sugar, Chocolate, and Confectionery (KBLI 2020 – 46331);
   Covers wholesale trading of sugar, chocolate, confectionery, and sweetening
   preparations.
p. Wholesale Trade of Non-Alcoholic Beverages (Non-Dairy) (KBLI 2020 – 46334);
   Covers wholesale trading of non-alcoholic beverages, including fruit juice, soft drinks,
   mineral water, bottled water, and similar products.
q. Wholesale Trade of Laboratory Equipment, Pharmaceutical Equipment, and Medical
   Devices for Human Use (KBLI 2020 – 46691);
   Covers wholesale trading of laboratory equipment, pharmaceutical equipment, and
   medical devices for human use.
r. Wholesale Trade of Cosmetics for Human Use (KBLI 2020 – 46443).
   Includes wholesale trading activities of cosmetics for human use such as perfume,
   soap, powder, and other similar products.

Capital Structure and Shareholder Composition of SIP
SIP’s Capital Structure based on the Minutes of SIP’s Meeting Deed No. 07 dated 5 May 2008,
drawn up before Yani Indrawaty Wibawa, S.H., Notary in Central Jakarta, the amendments
of which have been received and recorded in the database of the Legal Entity Administration
System of the Ministry of Law and Human Rights with Letter No. AHU-32207.AH.01.02 dated
11 June 2008, and have been published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No.
6 dated 20 January 2009, Supplement No. 1878. The composition of SIP’s shareholders,
based on the Minutes of SIP’s Meeting Deed No. 220 dated 30 June 2022, drawn up before
Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notary in South Jakarta, the amendments of which have been
received and recorded in the SABH database of the Ministry of Law and Human Rights with
Letter No. AHU-AH.01.09-0039304 dated 2 August 2022, are as follows:

❖   Capital Structure
    o Authorized Capital
      Number of Shares:      275 shares
                             (consisting of 25 Series A shares and 250 Series B shares)
       Nominal Amount:       IDR 73,500,000

    o Issued and Paid-up Capital
      Number of Shares: 275 shares
                           (consisting of 25 Series A shares and 250 Series B shares)
      Nominal Amount:      IDR 73,500,000

    o Nominal Value

                                       32
Page 34
                    Series A shares:       Series A shares with a nominal value of IDR 140,000 per share
                    Series B shares:       Series B shares with a nominal value of IDR 280,000 per share

            ❖    Shareholders’ Composition of SIP
                                                                               Nominal
                                                  Number of Shares                              Ownership
                        Shareholders                                           Amount
                                                     (shares)                                     (%)
                                                                                 (IDR)
                  PT Soho Global Health Tbk           274                     73,360,000           99.64
                  (Company)                 (consisting of 24 Series
                                               A shares and 250
                                                Series B shares)
                  PT Parit Padang Global       1 Series A share                140,000              0.36

            Board of Commissioners and Board of Directors Composition of SIP
            Based on the Deed of Statement of Meeting Resolutions of SIP Number 151 dated December
            15, 2022, whose data has been received and recorded in the SABH of the Ministry of Law and
            Human Rights with its Letter No. AHU-AH.01.09-0000621 dated January 2, 2023, the
            composition of the Board of Commissioners and Directors of SIP as of this Information
            Disclosure date are as follows:

                 Board of Commissioners
                 Commissioner          : Andy Nugroho Purwohardono

                 Board of Directors
                 President Director       : Ery Yunasri
                 Director                 : Piero Brambati
                 Director                 : Kalista Utama
                 Director                 : Ir. Raphael Aswin Susilowidodo, M.Si.
                 Director                 : Pandy Harianto

III.   SUMMARY OF FEASIBILITY STUDY OF CHANGE BUSINESS ACTIVITY

       SIP has appointed Mr. Budi Prasetyo, MAPPI (Cert), an independent appraiser, who is one of the
       Public Appraisers at Wawat Jatmika & Rekan Public Appraisal Firm (“KJPP-WJR”), where both the
       Public Appraiser and KJPP-WJR are duly licensed and registered with the Ministry of Finance of
       the Republic of Indonesia under business license No. 2.15.0133 and with the Financial Services
       Authority under Registration Certificate No. STTD.PB-55/PM.223/2022. Such an appointment was
       made pursuant to the Engagement Letter No. S1371/BV25/013-KJPP/11-2 dated 28 November
       2025 concerning the provision of Business Feasibility Study services for SIP.

       The following is a summary of the business feasibility study report on the change and/or addition
       of SIP’s business activities as set forth in the Business Feasibility Study Report of PT Soho Industri
       Pharmasi No. 00002/21.133-00/BF/05/0603/1/I/2026 dated 14 January 2026 as further revised
       in the Business Feasibility Study Report of PT Soho Global Health Tbk with No. [*] dated February
       19, 2026 (“Business Feasibility Study Report”):

                                                     33
Page 35
A.   PURPOSE AND OBJECTIVE

     The purpose and objective of this Business Feasibility Study are to fulfill the requirements for
     the implementation of SIP’s plan, as part of the compliance requirements for SIP’s plan to (i)
     add one (1) new 2020 Indonesian Standard Industrial Classification (KBLI) into SIP’s Articles
     of Association, and (ii) implement one (1) 2020 Indonesian Standard Industrial Classification
     (KBLI) that has previously been stipulated in SIP’s Articles of Association and will be carried
     out         and           reflected        in         SIP’s        operational         licensing.
     This Business Feasibility Study is specifically prepared in order to comply with the provisions
     of Financial Services Authority Regulation No. 17/POJK.04/2020 (“POJK 17”) concerning
     Material Transactions and Changes in Business Activities.

B.   DATE OF ASSESSMENT
     The assessment date for the Business Feasibility Study is September 30, 2025 as further
     supplemented by Business Feasibility Study dated February 19, 2026..

C.   OBJECT OF BUSINESS FEASIBILITY STUDY
     The object of this Business Feasibility Study is SIP’s plan to add new business activities and
     one (1) Indonesian Standard Industrial Classification (KBLI) into its Articles of Association, as
     well as to implement one (1) 2020 Indonesian Standard Industrial Classification (KBLI) that
     has previously been stipulated in SIP’s Articles of Association and will be carried out and
     reflected              in               SIP’s               operational                licensing.
     The KBLI descriptions used in this Business Feasibility Study refer to KBLI 2020, although KBLI
     2025 has been issued, considering that KBLI 2020 is the classification used as the reference
     in the preparation and implementation of this Business Feasibility Study:

     • Warehousing and Storage (KBLI 2020 - 52101), which under the prevailing KBLI
       classification covers the following business activities:
       Covers businesses that carry out temporary storage activities for goods before they are
       sent to their final destination, for commercial purposes;

        SIP intends to carry out the plan to add the above business activities in accordance with
        Regulation of the Minister of Trade of the Republic of Indonesia No. 90/M-
        DAG/PER/12/2014 on the Arrangement and Development of Warehouses, where Article
        3 paragraph (1) stipulates that a warehouse owner is required to have a Warehouse
        Registration Certificate (Tanda Daftar Gudang / “TDG”).

        During the submission of the TDG through the OSS RBA (Online Single Submission – Risk-
        Based Approach) system and during the survey conducted by the Office of Industry,
        Trade, Cooperatives, and Small and Medium Enterprises (DPPKUKM), PT Soho Industri
        Pharmasi was requested by DPPKUKM to apply for the TDG through OSS RBA using the
        Warehousing and Storage KBLI. Accordingly, PT Soho Industri Pharmasi submitted an
        application for the addition of such business activity.


                                              34
Page 36
     • Raw Materials Industry for Traditional Medicine for Human Use (KBLI 2020 - 21021),
       which under the prevailing KBLI classification covers the following business activities:
       Covers the processing of various extracts and simplicia, galenic preparations, additives,
       and other materials, whether active or inactive, modified or unmodified, used in the
       manufacture of traditional medicine, although not all such materials remain in the bulk
       product.

          This line of business had previously been stated in the Articles of Association of SIP, but
          had not yet been reflected in SIP’s business license (Business Identification Number /
          Nomor Induk Berusaha – NIB).

D.   FINANCIAL PROJECTION ANALYSIS

     A)    FINANCIAL PROJECTIONS WITHOUT ADDITIONAL BUSINESS ACTIVITIES

     i.    The following are the projected Statement of Financial Position of SIP without the
           addition of new business activities as of 31 December 2025 through 2030.




                                              35
Page 37
ii.   The following are the projected Statement of Profit or Loss of SIP without the addition
      of new business activities as of 31 December 2025 through 2030.




      (iii) Financial Ratios With the Addition of New Business Activities

      Profitability Ratio
                              Okt-Des
        Description            2025       2025       2026       2027        2028     2029       2030

        Gross Profit Margin   73,67%     74,82%     75,05%      75,23%      75,41%   75,55%     75,69%

        Operating Profit      18,56%     19,42%     18,78%      20,16%      21,38%   22,58%     23,46%
        Margin
        Net Profit Margin     15,06%     15,25%     15,11%      15,72%      16,67%   17,60%     18,29%

        Return on Assets        n.r      24,90%     23,38%      22,03%      20,77%   19,34%     18,12%



                                        36
Page 38
         Return on Equity              n.r          44,81%         38,66%    34,03%   30,35%   27,06%   24,48%


       During the projection period, all profitability ratios without the addition of new
       business activities continue to increase each year. The consistently improving
       profitability ratios indicate that SIP manages its financial aspects effectively.

       Liquidity Ratio
        Description                          2025            2026           2027      2028      2029      2030

        Cash Ratio                           0,06            0,46           0,91      1,38      1,86      2,32

        Quick Ratio                          1,92            2,33           2,77      3,24      3,71      4,16

        Current Ratio                        1,52            1,93           2,38      2,85      3,32      3,78


       During the projection period, all liquidity ratios without the addition of new business activities
       continue to increase each year.

       Activity Ratio

        Keterangan                           2025            2026           2027      2028      2029     2030
        Accounts Receivable Turnover         110             110            110       111       110       110
        Inventory Turnover                   123             123            123       123       123       123
        Accounts Payable Turnover             24              24             24        24        24       24


       The activity ratios during the projection period without the addition of new business
       activities remain stable from 2025 to 2030. The activity ratios used are determined
       based on the average of SIP’s historical financial data.

B)     FINANCIAL PROJECTIONS WITH ADDITIONAL BUSINESS ACTIVITIES

 (i)      The following is the projected Statement of Financial Position of SIP with the addition
          of new business activities as of 31 December 2025 to 2030




                                                   37
Page 39
(ii)    The following is the projected Statement of Profit or Loss of SIP with the addition of
        new business activities as of 31 December 2025 to 2030.




(iii)   Financial Ratios with the Addition of New Business Activities


                                       38
Page 40
             Profitability Ratio

                                    Okt-Des
                  Description        2025           2025       2026    2027      2028           2029           2030
                  Gross Profit      73,67%         74,82%     74,48%   74,67%    74,86%        75,00%          75,14%
                        Margin
              Operating Profit          18,56%     19,42%     18,78%   20,51%    21,71%        22,89%          23,77%
                        Margin
             Net Profit Margin          15,06%     15,25%     15,11%   15,99%    16,93%        17,85%          18,53%
              Return on Assets           n.r       24,90%     23,93%   22,40%    21,01%        19,50%          18,22%
              Return on Equity           n.r       44,81%     39,42%   34,39%    30,49%        27,09%          24,46%


           When compared to the financial projections without the addition of new business
           activities, the gross profit margin, operating profit margin, and net profit margin
           show only a very slight increase (below 1%). This indicates that the addition of new
           business activities does not have a significant impact or result in any material
           difference on SIP’s financial profitability performance compared to a scenario without
           the business expansion.

          Liquidity Ratio

            Description          2025            2026         2027       2028           2029            2030
             Cash Ratio          0,06             0,47         0,94       1,43          1,93            2,41
            Quick Ratio          1,92             2,35         2,81       3,30          3,78            4,25
           Current Ratio         1,52             1,94         2,41       2,89          3,39            3,86


           During the projection period with the addition of new business activities, the liquidity
           ratios also do not show a significant year-on-year increase when compared to the
           projections without the addition of new business activities.

          Activity Ratio

                      Description                2025         2026       2027        2028               2029            2030
              Accounts Receivable                 110          110        110           111              110             110
                         Turnover
               Inventory Turnover                 123          123        123           123              123             123
                 Accounts Payable                  24           24         24             24              24              24
                        Turnover


        During the projection period with the addition of new business activities, the liquidity
        ratios also do not show a significant year-on-year increase when compared to the
        projections without the addition of new business activities.

E.   ASSUMPTIONS AND LIMITING CONDITIONS
     Business Feasibility Study Assumptions
     a) The resulting Business Feasibility Study Report constitutes a non-disclaimer opinion.
     b) This Business Feasibility Study has been prepared based on the principles of integrity of
         information and data. In carrying out this engagement, we rely upon and base our work
         on the accuracy, reliability, and completeness of all financial information and other
         information provided by the SIP or otherwise available to the public, which is
         fundamentally true, complete, and not misleading.



                                                         39
Page 41
     c)   KJPP-WJR assume that all information and data provided by the SIP in connection with
          this engagement are true, complete, and reliable, and that there is no undisclosed
          information that would affect this assessment.

     Limiting Conditions
     a) This Business Feasibility Study must be considered as a whole, and the use of any part
          of the analysis and information without taking into account the entire information and
          analysis may result in a misleading view of the underlying process on which the opinion
          is based. The preparation of this Business Feasibility Study constitutes a complex
          process and may not be adequately performed through incomplete analysis.
     b) This Business Feasibility Study has been prepared based on the prevailing general
          financial, monetary, regulatory, and market conditions existing at the time this report is
          issued.
     c) This Business Feasibility Study utilizes financial projections prepared by management,
          the reasonableness of which has been reviewed by KJPP-WJR. Management remains
          fully responsible for the achievement of such financial projections and for the future
          financial performance of SIP.
     d) KJPP-WJR are responsible for the business feasibility opinion.
     e) KJPP-WJR are responsible for the execution of the valuation and for assessing the
          reasonableness of the adjusted financial projections.
     f) KJPP-WJR have not conducted any investigation or evaluation regarding the legal
          validity of the Business Feasibility Study Object nor its taxation implications; therefore,
          we express no opinion on the legal and tax impacts of this Business Feasibility Study.
          The services we provide to the SIP in connection with this engagement are limited solely
          to the provision of a business feasibility opinion and do not constitute accounting, audit,
          or tax services.
     g) KJPP-WJR hereby state that our engagement does not include the analysis of business
          activities outside the scope of the Business Feasibility Study Object that may be available
          to SIP, nor the impact of such business activities on SIP, and does not constitute an
          analysis of the highest and best use of the Business Feasibility Study Object.
     h) Our work in relation to this Proposed Transaction does not constitute and shall not be
          construed in any form as a review or audit or the performance of any specific procedures
          on financial information. Such work is also not intended to disclose weaknesses in
          internal controls, errors, or irregularities in the financial statements, or violations of law.
     i) Our engagement also does not include the provision of testimony before any court, tax
          authority, or other institution.
     j) This Business Feasibility Study Report is open to the public, except for information of a
          confidential nature that may affect SIP's operations.
     k) In preparing this Business Feasibility Study Report, KJPP-WJR has acted independently,
          free from any conflict of interest, and is not affiliated with SIP or any parties affiliated
          with SIP. KJPP-WJR also has no interest or personal benefit in connection with this
          engagement.

F.   APPROACHES AND METHODS FOR PREPARING BUSINESS FEASIBILITY STUDY REPORTS


                                               40
Page 42
     a) The approach used in analyzing the feasibility of the addition and implementation of
        business activities is conducted through an assessment of market feasibility, business
        model feasibility, management model feasibility, and financial feasibility.
     b) Based on the market feasibility assessment, the addition of one (1) new KBLI to the
        Company’s Articles of Association, together with the implementation of one (1) KBLI
        that has previously been included in the Company’s Articles of Association but has not
        yet been carried out, is expected to contribute to growth in the Company’s market
        share, market potential, and market value potential. This development is also in line
        with the continued growth of the skincare industry in the Indonesian market from year
        to year. Accordingly, taking into account business developments, market potential, and
        Indonesia’s economic conditions, the addition of the KBLI is deemed feasible from a
        market perspective.
     c)   From the technical feasibility assessment, it is indicated that, from a legal perspective,
          the addition of the business activity will ensure that, going forward, the Company’s
          licensing in relation to its KBLI classification is aligned with the business activities that
          have been carried out to date. In addition, with the addition of one (1) new KBLI to the
          Company’s Articles of Association and the implementation of one (1) KBLI that has
          previously been included in the Company’s Articles of Association but has not yet been
          carried out, there will be no changes to the production machinery used or to the
          Company’s production process flow.
     d) Based on the business model feasibility assessment, it is indicated that the addition of
        the business activity will result in a more diversified business model and is expected to
        provide advantages in reaching a broader range of potential consumers based on
        purchasing power, as well as a competitive advantage for the Company in competing
        with other players in the same industry. Taking into account the business model applied
        by the Company, the addition of one (1) new KBLI to the Company’s Articles of
        Association and the implementation of one (1) KBLI that has previously been included
        in the Company’s Articles of Association but has not yet been carried out are deemed
        feasible from a business model perspective.
     e) Based on the management model feasibility assessment, with the addition of one (1)
        new KBLI to the Company’s Articles of Association and the implementation of one (1)
        KBLI that has previously been included in the Company’s Articles of Association but has
        not yet been carried out, there will be no increase in the number of employees. Instead,
        the workforce currently available in the existing business will be further optimized, and
        their competencies will be enhanced through education and training. Taking into
        account the Company’s management plans to support its operations, the addition of
        the KBLI is deemed feasible from a management model perspective.
     f) In the financial feasibility assessment, based on the results of the analysis of all data
        and information that has been received and by considering all relevant factors that
        influence this feasibility analysis, the addition of one (1) new KBLI to the Company's
        Articles of Association and the implementation of one (1) KBLI that was previously listed
        in the Company's Articles of Association but has not yet been implemented is feasible
        to be implemented.
G.   CONCLUSION

                                              41
Page 43
      Based on the foregoing, KJPP-WJR are of the opinion that the proposed plan for the addition
      and implementation of business activities of PT Soho Industri Pharmasi is “FEASIBLE.”


IV.   AVAILABILITY OF EXPERTS IS RELATED TO ADDITION OF IN BUSINESS ACTIVITIES
      In connection with the addition of new business activities, PT Soho Industri Pharmasi has not
      established a dedicated unit or division. The traditional medicine raw materials industry will be
      managed by an internal team that currently handles existing business activities, with approximately
      10 people allocated to support production, bookkeeping, and sales and marketing.
      Meanwhile, warehousing and storage activities will be supported by operational employees, with
      approximately two people specifically coordinating and managing warehousing operations.
      In the initial implementation phase, all personnel supporting these new business activities will be
      drawn from existing internal resources and allocated according to the needs of each business
      activity. The number and composition of this workforce are deemed adequate to support both the
      traditional medicine raw materials industry and warehousing and storage activities, without any
      additional headcount in the initial phase. PT Soho Industri Pharmasi remains open to additional
      staffing if necessary as the business scale expands in the future.

V.    EXPLANATIONS, CONSIDERATIONS AND REASONS FOR IMPLEMENTING THE ADDITION OF
      CHANGES IN BUSINESS ACTIVITIES

      The addition and implementation of business activities are carried out in order to support the
      measured and sustainable development of SIP’s business, with the objective of creating new
      sources of revenue for SIP. Such addition and implementation of business activities remain within
      the scope of business activities relevant to SIP’s core competencies and do not alter the
      characteristics of SIP’s principal business, business pattern, or overall management model.

      The considerations and reasons underlying SIP’s decision to effect changes to and/or additions
      and implementation of business activities are as follows:

      a) Expansion of business scope to support business growth
      The addition and implementation of business activities are intended to provide a legal basis for
      SIP to develop business activities that have the potential to contribute additional revenue. The
      business activities to be added and implemented are designed to complement and expand SIP’s
      business scope without shifting the focus of SIP’s existing principal business.

      b) Utilization of market opportunities relevant to SIP’s competencies
      Based on the Business Feasibility Study, the business activities to be added and implemented are
      related to SIP’s existing business activities and are supported by adequate potential market
      demand. Accordingly, the addition and implementation of such business activities are expected
      to open opportunities for business growth without altering SIP’s main market segment.

      c) No change to SIP’s business pattern and management model
      The addition and implementation of business activities do not result in any changes to SIP’s
      business pattern or management model, as their implementation continues to refer to the
      existing organizational structure, management systems, and operational policies. As such, the



                                                  42
Page 44
        business activities to be added and implemented can be carried out in an integrated manner with
        SIP’s existing business activities.

        d) Alignment with SIP’s medium- and long-term business development plans
        The changes to and/or addition and implementation of business activities are aligned with SIP’s
        medium- and long-term business development plans as analyzed in the Business Feasibility Study
        and are expected to strengthen SIP’s position in supporting sustainable business growth.

        Based on the foregoing considerations, the Board of Directors of SIP is of the opinion that the plan
        for changes to and/or additions and implementation of business activities constitutes a
        reasonable and rational step and is in line with SIP’s business interests.

        e) Other Material Matters

        For warehousing and storage business activities, the Company already has adequate facilities and
        therefore does not require additional capital expenditures other than minor operational
        adjustments that can be covered through working capital. Therefore, this additional business
        activity does not require significant investment requirements and is not expected to have a
        material adverse impact on the Company's financial condition.

VI.     EXPLANATION OF THE EFFECT OF ADDITION IN BUSINESS ACTIVITIES ON THE COMPANY'S
        FINANCIAL CONDITION

        The Company conveys that the analysis regarding the impact of changes in business
        activities on the financial condition of the Company and PT Soho Industri Pharmasi,
        including the impact on revenue, expenses, profits, changes in assets and liabilities (if
        any), as well as the impact on the financial ratios of the Company and PT Soho Industri
        Pharmasi, has in principle been previously disclosed in Section D (Financial Projection
        Analysis) in Chapter III regarding the Feasibility Study Summary in the Information
        Disclosure of PT Soho Industri Pharmasi dated January 15, 2026.

VII.     INFORMATION OF THE GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS
       The Company will convene an Extraordinary General Meeting of Shareholders (“EGMS”) with the
       following implementation schedule:


          No   Activity                                                            Date
          1    Announcement of the AGMS to Shareholders                            15 January 2026

          2    Deadline for the submission of agenda proposals for the AGMS At the latest on 23
               by Shareholders                                              January 2026

          3    Recording Date (for Shareholders who are eligible to attend the 29 January 2026
               AGMS)



                                                     43
Page 45
        4    Summon/Notice of the AGMS to Shareholders                         30 January 2026

        5    Conducting the AGMS                                               23 February 2026

        6    Announcement of Summary Minutes of the AGMS                       23 February 2026

        7    Submission of the AGMS Minutes                                    At the latest on 25
                                                                               March 2026


The agenda items to be proposed in relation to the Transaction plan are as follows:
   1.   Discussion of the Feasibility Study on the Change and/or Addition of the Company’s Business
        Activities, for the purpose of fulfilling the requirements and provisions of Financial Services
        Authority Regulation No. 17/POJK.04/2020 on Material Transactions and Changes in Business
        Activities.
   2.   Approval of the Plan for the Change and/or Addition of the Company’s Business Activities.
   3.   Discussion of the Feasibility Study on the Change and/or Addition of Business Activities of the
        Company’s Controlled Entity, namely PT Parit Padang Global, for the purpose of fulfilling the
        requirements and provisions of Financial Services Authority Regulation No. 17/POJK.04/2020
        on Material Transactions and Changes in Business Activities.
   4.   Approval of the Planned Changes and/or Additions to the Business Activities of the Controlled
        Company, namely PT Parit Padang Global
   5.   Discussion of the Feasibility Study on the Change and/or Addition of Business Activities of the
        Company’s Controlled Entity, namely PT Soho Industri Pharmasi,for the purpose of fulfilling
        the requirements and provisions of Financial Services Authority Regulation No.
        17/POJK.04/2020 on Material Transactions and Changes in Business Activities.
   6.   Approval of the Planned Changes and/or Additions to the Business Activities of the Controlled
        Company, namely PT Soho Industri Pharmasi
   7.   Approval of the Reappointment/Changes to the Composition of the Board of Commissioners

The announcement, notice of meeting, and publication of the summary minutes in relation to the
Company’s Extraordinary General Meeting of Shareholders (“EGMS”) will be delivered by the Company
through: (i) the Integrated Electronic Reporting System for Issuers and Public Companies of the IDX and
the Financial Services Authority (OJK), (ii) the Company’s official website, and
(iii) the KSEI Electronic General Meeting System Application (eASY.KSEI), in accordance with the above
schedule and in compliance with the applicable regulations.

Attendance Quorum and Decision Quorum
The GMS will be held in accordance with Article 42 of POJK No. 15/2020. A GMS may be held to discuss
the agenda item if:
1. First GMS
A GMS may be held if attended by shareholders or their proxies representing more than 2/3 (two-thirds)
of the total shares with valid voting rights.
GMS decisions are valid if approved by more than 2/3 (two-thirds) of the total shares with valid voting
rights present at the GMS.
2. Second GMS


                                                  44
Page 46
If the attendance quorum for the first GMS as referred to in paragraph (1) is not achieved, a second GMS
may be held, provided that the second GMS is valid and has the right to make decisions if attended by
shareholders or their proxies representing at least 3/5 (three-fifths) of the total shares with valid voting
rights.
The resolution of the second GMS is valid if approved by more than 1/2 (one half) of the total shares
with voting rights present.
3. Third GMS
If the attendance quorum for the second GMS as referred to above is not reached, a third GMS may be
held, provided that the third GMS is valid and has the right to make decisions if attended by shareholders
of shares with valid voting rights within the attendance quorum and decision quorum determined by
the OJK upon the Company's request.

In the event that changes to Business Activities do not obtain approval from the GMS, the Company will
request approval from the GMS again no later than 12 months after the GMS that did not approve the
changes to Business Activities.

In connection with the addition of KBLI which results in changes to Article 3 of the Articles of Association
regarding the aims and objectives and business activities of the Company, these changes constitute
changes to the Articles of Association which require approval from the Minister of Law and Human
Rights of the Republic of Indonesia.

VIII. MISCELLANEOUS
(i) The Company informs that after obtaining approval from the General Meeting of Shareholders
regarding the Change in Business Activities, the Company and its Subsidiaries will add the Indonesian
Standard Industrial Classification (KBLI) to the Business Identification Number (NIB) through the Online
Single Submission (OSS) system.
The Subsidiaries will then fulfill the relevant technical licensing requirements in accordance with
applicable laws and regulations. The additional licensing requirements to be fulfilled by the Subsidiaries
are as follows:
(ii) PT Soho Industri Pharmasi will submit a Warehouse Registration Certificate (TDG) as proof of
registration of its warehouse through the OSS system, in accordance with Regulation of the Minister of
Trade of the Republic of Indonesia No. 90/M-DAG/PER/12/2014 concerning Warehouse Arrangement
and Development, so that the warehouse can be leased in accordance with applicable regulations.
(iii) Objections from parties related to the Company's planned changes and/or additions to its business
activities As of the date of issuance of this Additional Disclosure of Information, the Company has not
received any objections from any parties regarding the Company's planned changes and/or additions to
its business activities.
(iv) Approvals and/or permits and/or notifications from the government, other bodies or institutions, or
other third parties that must be fulfilled by the Company and/or its Subsidiaries, in addition to the
obligations stipulated in POJK No. 17/POJK.04/2020 regarding Changes and/or Additions to the
Company's Business Activities.
After obtaining approval from the General Meeting of Shareholders regarding the Changes to Business
Activities, the Company will add the Indonesian Standard Industrial Classification (KBLI) to its Business
Identification Number (NIB) through the Online Single Submission (OSS) system.

Furthermore, the Company is not required to apply for additional permits related to conducting
electronic commerce, as the Company does not provide and/or operate its own electronic platform, but
rather only conducts retail sales activities through third-party e-commerce platforms.

                                                    45
Page 47
(v) The Company confirms that in the initial phase, there are no plans to build new production facilities
to expand PT Soho Industri Pharmasi's business activities as referred to, as PT Soho Industri Pharmasi
will utilize existing production facilities and equipment.
However, if there are future production plans for raw materials not currently produced by PT Soho
Industri Pharmasi, significant capital expenditures could potentially arise, which would generally involve
investments in the production machinery needed to support these activities.
Additional information on this can be found on page 3 of PT Soho Industri Pharmasi's Additional
Disclosure of Information.

IX.   ADDITIONAL INFORMATION
      The Shareholders who require additional information in connection with this Disclosure of
      Information, may contact the Company at the following address:

      PT SOHO GLOBAL HEALTH TBK
      Attn: Corporate Secretary
      Jl. Rawa Sumur II Kav BB No. 3, Kawasan Industri Pulogadung
      Kel. Jatinegara, Kec. Cakung,
      Jakarta Timur, 13930, Indonesia
      Phone: +62 21 4683 2588
      Facsimile: +62 21 4683 2589
      Email address: corporate.secretary@sohoglobalhealth.com
      Website: www.sohoglobalhealth.com




                                                   46

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.3 MB
Published19 Feb 2026
Pages47
Characters128,865
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 55 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SOHO GLOBAL HEALTH TBK p.2 ×39
linked — Tan Giok Nio p.5 ×2
linked person Harry Salam · Komisaris Independen p.6 ×2
linked person Andy Nugroho Purwohardono p.6 ×4
linked person Piero Brambati p.6 ×4
linked person Richard Kidarsa p.6 ×2
linked person Lim Chern Han p.7 ×2
linked person Pandy Harianto p.7 ×4
linked org PT Parit Padang Global p.11 ×11
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×6
possible org Negara Republik Indonesia p.3 ×8
possible org Bursa Efek Indonesia p.4
possible org Cascade Creek Pty Ltd p.5 ×7
possible org Fraburg Pty Limited p.5 ×2
possible person Ery Yunasri p.6 ×4
unresolved org PT Soho Industri Pharmasi p.2 ×32
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.2 ×3
unresolved org PT Perseroan Dagang p.3 ×2
unresolved org PT Parit Padang p.3 ×2
unresolved person Eliza Pondaag · Notaris p.3 ×4
unresolved org Menteri p.3
unresolved org Pengadilan Negeri p.3 ×3
unresolved person Yani Indrawaty Wibawa · Notaris p.3 ×7
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.3
unresolved person Jimmy Tanal · Notaris p.4 ×31
unresolved org PT Datindo Entrycom p.5 ×2
unresolved org Holdings Pte. Ltd. p.5 ×2
unresolved org Pty Ltd p.5 ×4
unresolved person Raden Kadiman · Notaris p.8 ×2
unresolved org PT Soho Industri Pharmasi. Mengacu p.8
unresolved org Kemenkumham p.10 ×2
unresolved person Ir. Raphael Aswin Susilowidodo p.11 ×4
unresolved person Budi Prasetyo p.12 ×3
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Wawat Jatmika & Rekan p.12
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Wawat Jatmika p.12
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.12
unresolved org PT Soho Industri Pharmasi. Berikut p.12
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.23
unresolved org Menteri Perdagangan Republik Indonesia p.23
unresolved org PT Soho Industri Pharmasi. IX. p.24
unresolved org PT PPG p.25
unresolved org Financial Services Authority p.25 ×9
unresolved org PT SIP p.26
unresolved org Minister of Law and Human Rights p.26 ×4
unresolved org District Court p.26 ×3
unresolved org Ministry of Law and Human Rights p.26 ×7
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.27
unresolved org Ministry of Law p.27 ×2
unresolved person Eng Liang Tan. This p.29 ×5
unresolved org PT Soho Industri Pharmasi. Based p.31
unresolved org Wawat Jatmika & Rekan p.34
unresolved org Ministry of Finance p.34
unresolved org Minister of Trade p.35 ×2
unresolved org PT Soho Industri Pharmasi's p.47
unresolved org PT Soho Industri Pharmasi's Additional Disclosure p.47

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 9448 ms 12 Sep 2026 22:31
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': '2025-09-30',
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result