Back to announcement
20260219_SOHO_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_32027912_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review SOHOSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 67
Page 1 OCR 0.901
KJPP Wawat Jatmika & Rekan Registered Property & Business Valuer . Licence No. 2.15.0133 —— Working Region: Republic of Indonesia KMK No. 851/KM.1/2015 Prudential Tower, 164 Floor Jl. Jend. Sudirman Kav. 79 Jakarta 12910 - Indonesia LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PT SOHO GLOBAL HEALTH TBK 30 SEPTEMBER 2025 Laporan No. 00006/2.0133-00/BS/10/0603/1/11/2026 Tanggal: 19 Februari 2026 KJPP WAWAT JATMIKA & REKAN n Indonesian partnership, Is a member of BDO International Limited, a UK company limited by guarantee, member firms. KJPP Wawat Jatmika & Rekan (Registered Public Valuer F and forms part of the international BDO network of Indep:
Page 2 OCR 0.920
Tel : 62-21 5795 7300 KJPP Wawat Jatmika & Rekan
Fax : 462-21 5795 7301 Registered Property & Business Valuer
www.bdo.co.id Licence No. 2.15.0133
————— Working Region: Republic of Indonesia
KMK No. 851/KM.1/2015
Prudential Tower, 16" Floor
JL. Jend. Sudirman Kav. 79
Jakarta 12910 - Indonesia
No. 00006/2.0133-00/BS/10/0603/1/11/2026
Jakarta, 19 Februari 2026
Kepada Yth.
Direksi
PT Soho Global Health Tbk
Jl. Rawa Sumur II Kav BB No. 3
Kawasan Industri Pulogadung
Jatinegara, Cakung
Jakarta Timur 13920
Indonesia
Perihal: Studi Kelayakan Bisnis Penambahan Kegiatan Usaha PT Soho Global Health Tbk
Dengan Hormat,
Bertalian dengan Surat Perikatan No. S1453/AV25/008-KJPP/09-25 tanggal 19 September 2025
mengenai Jasa Studi Kelayakan Bisnis PT Soho Global Health Tbk ("SOHO”), dengan ini menyatakan
bahwa kami telah melakukan inspeksi dan analisis, dan menyampaikan laporan terlampir berikut ini.
“ta STATUS PENILAI
3 3 PA Pekerjaan ini akan dilaksanakan oleh penilai independen yang merupakan salah satu Penilai
Publik pada KJPP Wawat Jatmika & Rekan (“KJPP-WJR"). Penilai Publik dan KJPP-WJR
dimaksud telah memiliki perizinan dan terdaftar sebagai Penilai di Kementerian Keuangan
Republik Indonesia dengan izin usaha No. 2.15.0133 dan Otoritas Jasa Keuangan dengan STTD
No. STTD.PB-55/PM.223/2022.
12. Penilaian ini dilakukan secara objektif dan tidak memihak serta Penilai juga tidak
mempunyai potensi benturan kepentingan dengan Objek Penilaian, Pemberi Tugas dan
Pengguna Laporan. Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu
kesatuan tim penugasan di bawah koordinator Penilai Berizin atau penanggung jawab
penilaian yang memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian.
KJPP WAWAT JATMIKA & REKAN
KJPP Wawat Jatmika & Rekan (Registered Public Valuer Firm), an Indonesian partnership, Is a member of BDO International Limited, a UK company limited by guarantee,
and forms part of the international BDO network of Independent member firms.
Page 3 OCR 0.926
2: Site IDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN a. Identitas pemberi tugas adalah sebagai berikut: Nama Perseroan Alamat Telepon/Fax Situs web : PT Soho Global Health Tbk (“SOHO”) 1 JL Rawa Sumur II Kav BB No. 3 Kawasan Industri Pulogadung Jatinegara, Cakung Jakarta Timur 13920 : (021) 4683 4411 / (021) 4683 0505 : www.sohoglobalhealth.com b. Pengguna laporan penilaian adalah SOHO dan pemegang saham SOHO. OBJEK STUDI KELAYAKAN BISNIS Objek studi kelayakan bisnis adalah rencana SOHO untuk melakukan penambahan kegiatan usaha dan 5 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) di dalam Anggaran Dasarnya sebagai berikut: No. KBLI Nama KBLI Penjelasan KBLI Kelompok ini mencakup usaha perdagangan eceran khusus berbagai macam jamu (obat 47723 Perdagangan Eceran Obat tradisional) untuk manusia yang bahannya Tradisional untuk Manusia berasal dari tumbuh-tumbuhan, hewan atau mineral misalnya yang berbentuk pil, kapsul, bubuk dan bentuk cair di dalam bangunan. Kelompok ini mencakup usaha perdagangan eceran berbagai jenis barang makanan, Perdagangan Eceran Melalui minuman, tembakau, kimia, farmasi, Media untuk Komoditi kosmetik dan alat laboratorium melalu 47911 Makanan, Minuman, pesanan (surat, telepon atau internet) dan Tembakau, Kimia, Farmasi, barang akan dikirim kepada pembeli sesuai Kosmetik dan Alat dengan barang yang diinginkan berdasarkan Laboratorium katalog, iklan, model, telepon, radio, televisi, internet, media massa dan sejenisnya. Kelompok ini mencakup usaha perdagangan eceran berbagai jenis barang campuran Perdagangan Eceran Melalui sebagaimana tersebut dalam 47911 s.d. Media untuk Barang 47913 melalui pesanan (surat, telepon atau 47914 Campuran Sebagaimana internet) dan barang akan dikirim kepada Tersebut Dalam 47911 s.d. pembeli sesuai dengan barang yang 47913 diinginkan berdasarkan katalog, iklan, model, telepon, radio, televisi, internet, media massa dan sejenisnya. . Kelompok ini mencakup usaha perdagangan 47919 Pe aeanan £ asas (ma tu eceran berbagai barang lainnya melalui Barang Lainnya pesanan dan barang akan dikirimkan kepada pembeli sesuai dengan barang yang
Page 4 OCR 0.955
32, No. KBLI Nama KBLI Penjelasan KBLI diinginkan berdasarkan katalog, model, telepon, tv, internet, media massa, dan sejenisnya. Kelompok ini mencakup usaha perdagangan Perdagangan Eceran Atas perantara (makelar), seperti agen komisi 47920 Dasar Balas Jasa (Fee) atau perdagangan eceran lainnya yang Kontrak memperdagangkan barang-barang di dalam negeri atas nama pihak lain. Berdasarkan rencana penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tersebut, berikut adalah profil kegiatan usaha dan rincian barang yang akan diperdagangkan oleh SOHO: a) b) c) KBLI 47723 Kegiatan usaha pada klasifikasi ini difokuskan pada perdagangan eceran obat tradisional dan produk berbahan alam. Produk utama yang direncanakan akan diperdagangkan mencakup produk-produk kesehatan yang berasal dari bahan alam dan herbal, termasuk produk dalam segmen Professional Products (PP) dan Consumer Health (CH). Contoh produk yang diperdagangkan antara lain Imboost, Curcuma Plus, Diapet, Laxing, dan Lelap. KBLI 47911, 47914, 47919 Kelompok KBLI ini merepresentasikan kegiatan distribusi SOHO melalui platform digital. Mekanisme penjualan dilakukan melalui sistem pemesanan via internet, seperti marketplace dan/atau situs web resmi, serta katalog digital, dengan pengiriman barang langsung kepada konsumen akhir. Profil produk yang ditawarkan melalui kanal ini mencakup produk kesehatan konsumen dan produk kesehatan lainnya dalam segmen Professional Products (PP) dan Consumer Health (CH). Contoh produk yang diperdagangkan antara lain Imboost, Curcuma Plus, Diapet, Laxing, dan Lelap. KBLI 47920 Pada klasifikasi ini, SOHO bertindak sebagai perantara perdagangan (agen/komisioner) yang memfasilitasi kegiatan pemasaran dan penjualan produk-produk milik entitas anak perusahaan. Dalam kegiatan ini, SOHO tidak melakukan pembelian maupun kepemilikan persediaan barang, melainkan menyediakan jasa pemasaran, penjualan, dan perluasan akses pasar. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dan tujuan perikatan Studi Kelayakan Bisnis terkait rencana SOHO untuk melakukan penambahan kegiatan usaha dan 5 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) di dalam Anggaran Dasar SOHO. Studi Kelayakan Usaha ini ditujukan dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 (“POJK 17”) tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. TANGGAL PENILAIAN Tanggal penilaian terkait Studi Kelayakan Bisnis adalah 30 September 2025. iii
Page 5 OCR 0.949
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI Studi Kelayakan Bisnis ini dilakukan dengan investigasi yang meliputi pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen Perseroan yang selanjutnya diverifikasi melalu wawancara. Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut: a) b) 0) d) e) Uji tuntas atas laporan keuangan tidak dilakukan dan penelaahan atas informasi pada laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan penugasan, Uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek studi kelayakan bisnis tidak dilakukan, Analisis dampak pajak terkait objek studi kelayakan bisnis, Kegiatan-kegiatan usaha lain selain yang disebutkan dalam objek studi kelayakan bisnis, Hal-hal yang berbeda secara signifikan dari tingkat kedalaman investigasi, akan dinyatakan dan dicantumkan dalam laporan secara tertulis. SIFAT DAN INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi dapat disetujui untuk digunakan sepanjang sumber data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional maupun internasional. Sumber data tersebut antara lain: Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia atau negara lain: Biro Pusat Statistik, Data riset dari lembaga independen, Informasi dari media massa elektronik, DASAR INFORMASI Laporan penugasan ini dibuat berdasarkan informasi yang diterima dari pemberi tugas, sebagai berikut: Laporan keuangan konsolidasian auditan SOHO dan entitas anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan Laporan Auditor Independen No. 00292/2.1032/AU.1/05/1561-1/1/111/2021 tanggal 29 Maret 2021 dengan pendapatan Wajar Tanpa Pengecualian, Laporan keuangan konsolidasian auditan SOHO dan entitas anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2021, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan Laporan Auditor Independen No. 00389/2.1032/AU.1/10/0685-1/1/111/2022 tanggal 31 Maret 2022 dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian, Laporan keuangan konsolidasian auditan SOHO dan entitas anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2022, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan Laporan Auditor Independen No. 00462/2.1032/AU.1/10/1561-2/1/111/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian, Laporan keuangan konsolidasian auditan SOHO dan entitas anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan Laporan Auditor Independen No. 00322/2.1032/AU.1/10/1561-3/1/111/2024 tanggal 26 April 2024 dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian,
Page 6 OCR 0.939
10, # Laporan keuangan konsolidasian auditan SOHO dan entitas anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan Laporan Auditor Independen No. 00376/2.1032/AU.1/10/1561-4/4/111/2025 tanggal 25 Maret 2025 dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian, e Laporan keuangan konsolidasian auditan interim SOHO dan entitas anak pada tanggal dan untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir 30 September 2025, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan Laporan Auditor Independen No. 00336/2.1505/AU.1/10/1561-5/1/X11/2025 tanggal 18 Desember 2025 dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian, e Proyeksi keuangan konsolidasian SOHO dan entitas anak tanpa penambahan kegiatan usaha untuk 3 (tiga) bulan dan 5 (lima) tahun mendatang (Oktober 2025 - Desember 2030) beserta asumsi dan formula-formulanya, e Proyeksi keuangan konsolidasian SOHO dan entitas anak untuk penambahan kegiatan Usaha baru untuk 3 (tiga) bulan dan 5 (lima) tahun mendatang (Oktober 2025 - Desember 2030) beserta asumsi dan formula-formulanya, e Kontrak-kontrak dan Perjanjian-perjanjian dengan pihak ketiga atau pihak berelasi, e Salinan Akta Pendirian dan Perubahan Anggaran Dasar SOHO, e Surat Representasi dan Surat Konfirmasi tertanggal 19 Februari 2026 yang disediakan SOHO sehubungan dengan penugasan ini, « Wawancara dan tanya jawab dengan manajemen SOHO yang dilakukan pada saat inspeksi pada tanggal 15 Desember 2025 dan bertemu dengan Bapak Lucky Setiawan selaku Accounting & Treasury Director dan Bapak Oscar Anawar selaku Accounting, Budgeting & Reporting Manager, dan selama periode penugasan, Selain informasi dari Pemberi Tugas, kami juga menggunakan informasi lain yang mendukung penugasan ini, yaitu: e Berbagai data pasar dan industri yang dikumpulkan dan diolah oleh KJPP Wawat Jatmika & Rekan, « Data ekonomi makro yang diambil dari berbagai laporan yang dikeluarkan oleh IMF, Bank Indonesia, Biro Pusat Statistik dan data terkait yang diperlukan dalam penugasan ini seperti yang dikeluarkan oleh Aswath Damodaran dan S&P Capital IO. ASUMSI STUDI KELAYAKAN BISNIS a) Laporan Studi Kelayakan Bisnis yang dihasilkan bersifat non-disclaimer opinion. b) Studi Kelayakan Bisnis ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam penugasan ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan Pemberi Tugas atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan. c) Kami mengasumsikan bahwa semua informasi dan data dari Pemberi Tugas terkait penugasan adalah benar, lengkap dan dapat diandalkan, dan tidak ada yang tidak terungkap yang akan mempengaruhi penilaian ini. KONDISI PEMBATAS a) Studi Kelayakan Bisnis ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
Page 7 OCR 0.957
1. b) c) d) e) ? 9) h) | k) mendasari pendapat tersebut. Penyusunan Studi Kelayakan Bisnis ini merupakan suatu proses yang kompleks dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap. Studi Kelayakan Bisnis ini disusun berdasarkan kondisi umum keuangan, moneter, peraturan dan kondisi pasar yang ada saat laporan diterbitkan. Studi Kelayakan Bisnis ini menggunakan proyeksi keuangan yang dibuat manajemen yang telah kami reviu kewajarannya, manajemen bertanggung jawab atas pencapaian proyeksi keuangan dan kinerja keuangan Perseroan di masa mendatang. Kami bertanggung jawab atas opini kelayakan bisnis. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan. Kami tidak melakukan penyelidikan atau evaluasi atas keabsahan Objek Studi Kelayakan Bisnis dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan, maka dari itu kami tidak memberikan pendapat atas dampak hukum dan perpajakan dari Studi Kelayakan Bisnis ini. Jasa-jasa yang kami berikan kepada Pemberi Tugas dalam kaitan dengan penugasan ini hanya merupakan pemberian opini atas kelayakan suatu bisnis yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis kegiatan-kegiatan usaha di luar objek studi kelayakan bisnis yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari kegiatan-kegiatan usaha tersebut terhadap Perseroan, dan juga bukan merupakan analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari objek studi kelayakan bisnis. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi ini tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisis suatu bentuk kegiatan-kegiatan usaha lainnya di luar objek studi kelayakan bisnis yang ada dan mungkin tersedia untuk Pemberi Tugas serta pengaruh dari kegiatan-kegiatan usaha tersebut terhadap studi kelayakan bisnis ini. Penugasan kami juga tidak termasuk untuk memberikan keterangan di muka pengadilan, kantor pajak, atau lembaga lainnya. Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan Bisnis, KJPP-WJR bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KJPP-WJR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI Laporan Studi Kelayakan Bisnis bersifat terbuka untuk publik, namun demikian publikasi atas sebagian atau keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari Pemberi Tugas, mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia dan dapat mempengaruhi kompetisi dan operasional Perseroan. Segala akibat yang timbul karena penggunaan Laporan Studi Kelayakan Bisnis di luar tujuan penugasan, bukan merupakan tanggung jawab KJPP- WJR. vi
Page 8 OCR 0.946
12.
12.2.
12.3.
13.
13.1.
B2.
KONFIRMASI TERHADAP STANDAR PENILAIAN INDONESIA DAN PERATURAN OJK
Sebagai konfirmasi bahwa penilaian ini dilakukan sesuai Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI)
dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 dan Edisi Revisi 2020 yang berlaku efektif
1 September 2020, POJK 17 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, POJK
35 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Surat Edaran
OJK Republik Indonesia No. 17/SEOJK.04/2020.
Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini merupakan laporan revisi untuk menggantikan Laporan
Studi Kelayakan Bisnis No. 00001/2.0133-00/BS/05/0603/1/1/2026 tanggal 14 Januari 2026.
Revisi Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini dilakukan untuk memenuhi permintaan tambahan
informasi berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan ("OJK) dengan nomor S-2/PM.212/2026
tanggal 26 Januari 2026 perihal Perubahan dan/atau Tambahan Informasi atas Rencana
Transaksi Penambahan Kegiatan Usaha PT Soho Global Health Tbk serta entitas anak yaitu
PT Parit Padang Global dan PT Soho Industri Pharmasi.
Beberapa penyesuaian yang dilakukan, terdapat pada bagian berikut ini:
e 1.3 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
e 1.5 Objek Studi Kelayakan Bisnis
e 3.8 Prospek Industri Obat Tradisional
e 3.9 Prospek Industri E-Commerce
e 3.10 Prospek Usaha Jasa Keagenan dan Distribusi
e 3.11 Pesaing
» 6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja
e 6.3 Manajemen Risiko
e 6.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
e 6.5 Struktur Organisasi
e 7.6 Dampak Keuangan
PENDEKATAN DAN METODE YANG DIGUNAKAN
Pendekatan yang digunakan dalam menganalisa kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Perseroan adalah dengan melakukan analisis atas kelayakan pasar, kelayakan pola bisnis,
kelayakan model manajemen dan kelayakan keuangan.
Dari kajian kelayakan pasar, dengan adanya penambahan KBLI maka tidak ada perubahan
pangsa pasar, potensi pasar dan potensi nilai pasar Perseroan secara konsolidasian.
Penambahan KBLI tersebut memungkinkan Perseroan selaku perusahaan induk untuk
melakukan penjualan langsung kepada konsumen (direct-to-consumer), yang sebelumnya
dilakukan oleh anak perusahaan melalui mekanisme penjualan tidak langsung melalui pihak
ketiga. Perubahan tersebut tidak memperluas segmen pasar baru, melainkan merupakan
penyesuaian kanal distribusi untuk menjangkau konsumen akhir yang sama.
Dari kajian kelayakan teknis, penambahan KBLI memungkinkan Perseroan untuk mengelola
penjualan digital secara langsung melalui kanal e-commerce dan marketplace, yang
sebelumnya dilakukan melalui anak perusahaan dan pihak perantara. Perubahan ini
meningkatkan integrasi dan efisiensi proses penjualan tanpa memerlukan investasi baru
dalam bentuk belanja modal, karena kebutuhan sistem dapat dipenuhi dari modal kerja yang
ada. Dengan pengelolaan langsung, Perseroan memperoleh visibilitas yang lebih baik atas
permintaan dan pergerakan barang, sehingga mendukung pengambilan keputusan
operasional dan perencanaan rantai pasok secara lebih efektif.
vii
Page 9 OCR 0.907
13.4. 14. 141 14.2 Dari kajian kelayakan pola bisnis, penambahan KBLI mengakibatkan penyesuaian terbatas pada kanal distribusi, yaitu memungkinkan Perseroan selaku induk perusahaan untuk melakukan penjualan langsung kepada konsumen. Meskipun demikian, dengan adanya penambahan usaha tersebut, maka pola bisnis Perseroan tidak mengalami perubahan. Model bisnis utama, jenis produk, serta rantai nilai secara keseluruhan tetap tidak berubah, karena kegiatan usaha tersebut sebelumnya telah dijalankan oleh anak perusahaan melalui pihak ketiga. Dengan demikian, perubahan ini bersifat operasional pada kanal penjualan, namun tidak mengubah karakteristik bisnis utama Perseroan secara konsolidasian. Dari kajian kelayakan model manajemen, menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan usaha, maka model manajemen Perseroan secara konsolidasian tidak mengalami perubahan. Pengelolaan kegiatan penjualan langsung kepada konsumen oleh Perseroan induk akan memanfaatkan sistem, kebijakan, dan tata kelola yang telah ada dalam grup SOHO, sehingga tidak menimbulkan kebutuhan pembentukan fungsi manajemen baru. Pada kajian kelayakan keuangan, tidak menimbulkan dampak keuangan ataupun manfaat secara kuantitatif yang material secara konsolidasian akibat penambahan KBLI tersebut. Hal ini disebabkan karena penjualan kepada konsumen akhir sebelumnya telah terjadi melalui pihak ketiga yang ditunjuk oleh anak perusahaan, sehingga secara total pendapatan grup SOHO tidak mengalami peningkatan yang signifikan, melainkan hanya terjadi pergeseran mekanisme pengakuan penjualan di tingkat entitas. Sehingga, dengan penambahan KBLI tersebut tidak menimbulkan perubahan atas kinerja keuangan Perseroan secara konsolidasian secara material ke depannya. DAMPAK KEUANGAN Berdasarkan analisis inkremental dapat dilihat bahwa dengan adanya penambahan kegiatan baru, tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap keuangan Grup SOHO. Berikut adalah perbandingan rasio-rasio proyeksi laporan keuangan Grup SOHO tanpa penambahan kegiatan usaha dan dengan penambahan kegiatan usaha. Dalam jutaan Rupiah 31 Desember Keterangan 2027 2028 Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Marjin Laba Kotor 15,564 16,284 18,445 19,041 19,647 20,094 20,534 Marjin Laba Usaha 5,074 6,475 7,990 8,791 9,585 10,172 10,775 Marjin Laba Bersih 4,981 5,411 6,354 6,971 7,584 8,045 8,514 Imbal Balik Aset mr 9,254 10,634 11,302 11,785 11,895 11,921 Imbal Balik Ekuitas Mr 19, 107 21,574 22,301 22,454 21,804 21,041 Rasio Kas mr 0,34 0,40 0,50 0,61 0,74 0,88 Rasio Cepat Mr 1,84 1,1 2,00 21 2,24 2,38 Rasio Lancar n.r 1,31 1,38 1,47 1,58 1,71 1,84 viti
Page 10 OCR 0.812
Dalam jutaan RL Okt-Des Keterangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Marjin Laba Kotor 16,182 | ore,aas | o1ge7e Dorong Potg,o2x | 20,38x | 20,821 Marjin Laba Usaha 5,366 6,548 8,163 8,984 9,785 | 1038 | 10,985 Marjin Laba Bersih 5,208 5,476 6,484 7,124 7,741 8,218 8,675 Imbalan Balik Aset n.r gass Dowogas Domn,sox Dom,ore D 12058 | 12,016 Imbalan Balik Ekuitas n.r 19276 | 21,93x | 22,58x | 22,658 | 21,928 | 21,101 Rasio Kas n.r 0,34 0,41 0,51 0,63 0,76 0,91 Rasio Cepat mr 1,85 1,92 2,01 2,13 2,26 241 Rasio Lancar n.r 1,31 1,38 1,48 1,59 1,73 1,87 14.3 Dapat dilihat bahwa dengan adanya penambahan kegiatan usaha baru tidak memberikan dampak yang signifikan baik dari rasio profitabilitas dan rasio likuiditas. 14.4 Perbandingan proyeksi laporan posisi keuangan Grup SOHO dengan penambahan kegiatan usaha dan tanpa penambahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut: Dalam jutaan Rupiah 31 Desember 2025 026 2027 2028 2030 Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Total Aset 6.140.121 | 6.791.446 | 7.610.847 | 8.615.184 | 9.783.634 | 11.151.364 Total Liabilitas 3.165.215 | 3.444.496 | 3.754.020 | 4.093.291 | 4.448.680 | 4.837.705 Total Ekuitas 2.974.906 | 3.346.950 | 3.856.827 | 4.521.893 | 5.334.954 | 6.313.659 Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Total Aset 6.146.715 | 6.818.077 | 7.660.365 | 8.690.969 | 9.888.379 | 11.287.673 Total Liabilitas 3.165.215 | 3.447.389 | 3.758.451 | 4.098.978 | 4.455.282 | 4.845.079 Total Ekuitas 2.981.500 | 3.370.688 | 3.901.914 | 4.591.991 | 5.433.097 | 6.442.594 14.5 Total aset, total liabilitas dan total ekuitas baik tanpa adanya penambahan kegiatan usaha baru maupun dengan adanya penambahan kegiatan usaha baru tidak ada ada perubahan yang signifikan. Dalam jutaan Rt Keterangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Pendapatan 2.571.044 | 10.495.550 | 11.373.357 | 12.340.092 | 13.389.000 | 14.460.120 | 15.616.930 endasatan (9 - 4,354 8,361 8,508 8,504 8,001 3,001 Laba bersih 127878 | sersea| 722015 | as9a77 | 1.015.064 | 1.163.001 | 1.328.706 Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Pendapatan 2.590.265 | 10.514.771 | 11.405.753 | 12.380.414 | 13.436.262 | 14.513.002 | 15.675.017 endagara ni . 4,545 8,475 8,554 8,538 2015 8,012 Laba bersih 1aam | s7asea | o7aoas9 | 881225 | 1040075 | 191.100 | 1.359.498
Page 11 OCR 0.955
14.6 Pendapatan Grup Soho tanpa adanya penambahan kegiatan usaha baru dibandingkan dengan penambahan kegiatan usaha baru tidak memberikan dampak yang signifikan karena penambahan kegiatan usaha baru hanya memberikan dampak dibawah 19 dari total pendapatan Perseroan. 14.7 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha baru tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap keuangan Perseroan di masa mendatang. 15. KESIMPULAN Berdasarkan hal-hal sebagaimana diungkapkan di atas maka kami berpendapat bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Soho Global Health Tbk dimaksud adalah “LAYAK”. Laporan ini sah apabila telah ditandatangani dan dibubuhi stempel. Hormat Kami, KJPP Wawat Jatmika & Rekan Budi Prasetyo, MAPPI (Cert) Klasifikasi Izin Penilai : Bisnis Izin Penilai Publik No. : B-1.21.00603
Page 12 OCR 0.946
PERNYATAAN PENILAI Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa: te Pernyataan dalam laporan penilaian ini, adalah benar dan akurat sebatas pengetahuan kami. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap objek penilaian dalam laporan ini, maupun kepentingan pribadi atau keberpihakan sehubungan dengan hal-hal dalam laporan ini atau pihak-pihak terkait. Analisis, pendapat, dan kesimpulan yang dinyatakan dalam laporan penilaian ini dibatasi oleh asumsi dan batasan tersebut yang dijelaskan dalam Laporan Penilaian, yang didasarkan pada analisis, opini dan kesimpulan penilai yang tidak memihak dan tidak memiliki konflik kepentingan. Kompensasi yang diterima oleh Penilai untuk menyelesaikan penugasan ini tidak tergantung pada pengembangan atau pelaporan nilai yang telah ditentukan atau arahan untuk menghasilkan nilai yang subyektif, besaran nilai, penentuan pencapaian nilai, atau peristiwa yang terjadi di kemudian hari yang langsung berhubungan dengan tujuan penggunaan dari penilaian ini. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan opini laporan studi kelayakan bisnis. Penilai telah melakukan analisis terhadap objek studi kelayakan pada tanggal penilaian per 30 September 2025. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penilaian telah dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII 2018 dan Edisi Revisi 2020 yang berlaku efektif 1 September 2020, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 dan Surat Edaran OJK Republik Indonesia No. 17/SEOJK.04/2020. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada Laporan Studi Kelayakan ini. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut: e Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan, objek, dasar dan definisi penilaian, dan tanggal penilaian). e Pengumpulan data dan wawancara dengan manajemen. & Analisis data dan penilaian menggunakan asumsi dan pendekatan penilaian yang sesuai. e Penulisan laporan. xi
Page 13 OCR 0.944
9. Penilai melakukan inspeksi terhadap objek studi kelayakan pada tanggal 15 Desember 2025, dan bertemu dengan manajemen SOHO. 10. Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Penilaian ini. 11. Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/ dilaksanakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI). 12: Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan objek dan/atau jenis industri yang dinilai. 13. Tidak ada penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan dalam laporan penilaian ini. NAMA Penanggung Jawab Budi Prasetyo, MAPPI (Cert) Ijin Penilai/ Valuer License No. B-1.21.00603 STTD OJK No. STTD.PB-55/PM.223/2022 Register Penilai No. RMK-2017.00424 MAPPI No. 06-S-02004 Pemeriksa/Reviewer Ferdy Adiwidjaya Register Penilai/ Valuer Register No. RMK-2018.02590 MAPPI No. 17-T-07840 Tim Penilai/Valuation Team Kelvin Aulia Register Penilai/ Valuer Register No. RMK-2020.03587 MAPPI No. 20-T-10295 KLASIFIKASI Penilai Bisnis/ Business Valuer Penilai/ Valuer Penilai/ Valuer TANDA TANGAN xii
Page 14 OCR 0.928
DAFTAR ISI BAB Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 SURAT PENGANTAR PERNYATAAN PENILAI DAFTAR ISI DAFTAR SINGKATAN PENDAHULUAN PROFIL PERUSAHAAN KAJIAN KELAYAKAN PASAR KAJIAN KELAYAKAN TEKNIS KAJIAN KELAYAKAN POLA BISNIS KAJIAN MODEL MANAJEMEN KAJIAN KELAYAKAN KEUANGAN KESIMPULAN STUDI KELAYAKAN BISNIS LAMPIRAN Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Proyeksi Laporan Laba Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Proyeksi Laporan Laba Rugi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha xi xifi xiv A1 A-6 A-10 xii
Page 15 OCR 0.945
DAFTAR SINGKATAN B2B Business-to-Business B3 Bahan Berbahaya dan Beracun BEI Bursa Efek Indonesia BCP Business Continuity Plan BI Bank Indonesia BKPM Badan Koordinasi Penanaman Modal BPOM Badan Pengawas Obat dan Makanan BPS Badan Pusat Statistik CAGR Tingkat Pertumbuhan Tahunan Gabungan CH Consumer Health ctc cumulative-to-cumulative DRP Disaster Recovery Plan Gernas BBI Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia IHK Indeks Harga Konsumen IMF Dana Moneter Internasional KAP Kantor Akuntan Publik KBLI Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2020 KEPI Kode Etik Penilai Indonesia xiv
Page 16 OCR 0.952
DAFTAR SINGKATAN KJPP-WJR KJPP Wawat Jatmika & Rekan MAPPI Masyarakat Profesi Penilai Indonesia NIB Nomor Induk Berusaha OJK Otoritas Jasa Keuangan PBF Pedagang Besar Farmasi PDB Pendapatan Domestik Bruto PKU Penambahan Kegiatan Usaha PMA Penanaman Modal Asing PMDN Penanaman Modal Dalam Negeri POJK Peraturan Otoritas Jasa Keuangan PP Professional Products ptp point-to-point SDM Sumber Daya Manusia SEOJK Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan SLA Service Level Agreement SOHO PT Soho Global Health Tbk SOP Standar Operasional Prosedur SPI Standar Penilaian Indonesia
Page 17 OCR 0.939
DAFTAR SINGKATAN UMKM Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah USD Dolar Amerika Serikat yoy year-on-year xvi
Page 18 OCR 0.946
11
1.2
12
1.3
14
14
PENDAHULUAN
Deskripsi Penugasan
Sesuai dengan penugasan oleh PT Soho Global Health Tbk ("SOHO”), berdasarkan Surat
Perikatan S1453/BV25/008-KJPP/09-25 tanggal 19 September 2025, kami ditugaskan untuk
melakukan studi kelayakan bisnis terhadap rencana penambahan kegiatan usaha, yakni
5 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020 ke dalam Anggaran Dasar SOHO.
Status Penilai
Pekerjaan ini akan dilaksanakan oleh penilai independen yang merupakan salah satu Penilai
Publik pada KJPP Wawat Jatmika & Rekan (“KJPP-WJR”). Penilai Publik dan KJPP-WJR
dimaksud telah memiliki perizinan dan terdaftar sebagai Penilai di Kementerian Keuangan
Republik Indonesia dengan izin usaha No. 2.15.0133 dan Otoritas Jasa Keuangan dengan STTD
No. STTD.PB-55/PM.223/2022.
Penilaian ini dilakukan secara objektif dan tidak memihak serta Penilai juga tidak
mempunyai potensi benturan kepentingan dengan Objek Penilaian, Pemberi Tugas dan
Pengguna Laporan. Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu
kesatuan tim penugasan di bawah koordinator Penilai Berizin atau penanggung jawab
penilaian yang memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian.
Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna laporan
a. Identitas pemberi tugas adalah sebagai berikut:
Nama Perseroan : PT Soho Global Health Tbk (“SOHO”)
Alamat : JL Rawa Sumur II Kav BB No. 3
Kawasan Industri Pulogadung
Jatinegara, Cakung
Jakarta Timur 13920
Telepon/Fax 1 (021) 4683 4411 / (O21) 4683 0505
Situs web : www.sohoglobalhealth.com
b. Pengguna laporan penilaian adalah SOHO dan pemegang saham SOHO.
Latar Belakang
PT Soho Global Health Tbk (“SOHO”) merupakan perusahaan terbuka (publicly listed
company), yang didirikan pada tanggal 27 Agustus 1956 dengan nama PT Parit Padang.
Berdasarkan Akta No. 23 tanggal 29 Oktober 2010 yang dibuat di hadapan Yani Indrawati
Wibaya S.H., Notaris di Jakarta, pemegang saham Perseroan menyetujui untuk mengubah
nama perseroan menjadi PT Soho Global Health. Pada tahun 2020, status Perseroan sebagai
perusahaan tertutup diubah menjadi perusahaan terbuka sehingga nama Perseroan kembali
mengalami perubahan menjadi PT Soho Global Health Tbk., yang mana perubahan tersebut
tercantum dalam Akta No. 126 tanggal 19 Juni 2020 yang dibuat di hadapan Jimmy Tanal,
S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Selatan.
14
Page 19 OCR 0.958
1.4.2 14.3 Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 126 tanggal 19 Juni 2020 oleh Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, dan dengan mengacu pada Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) 2020 yang berlaku pada tanggal dikeluarkannya Studi Kelayakan Bisnis ini, bidang usaha yang dijalankan oleh SOHO tercakup dalam 2 KBLI dengan rincian sebagai berikut: a) b) Aktivitas perusahaan holding Mencakup kegiatan dari perusahaan holding (holding companies), yaitu perusahaan yang menguasai aset dari sekelompok perusahaan subsidiari dan kegiatan utamanya adalah kepemilikan kelompok tersebut. "Holding Companies" tidak terlibat dalam kegiatan usaha perusahaan subsidiarinya. Aktivitas konsultasi manajemen Mencakup kegiatan penyediaan nasihat, petunjuk dan bantuan operasional untuk usaha dan organisasi lain pada berbagai persoalan manajemen, penyediaan jasa bisnis ini dapat mencakup nasihat, petunjuk dan bantuan operasional untuk usaha dan layanan masyarakat atau umum pada berbagai aspek manajemen dan operasional. Subgolongan ini juga mencakup penyediaan bantuan nasihat, bimbingan dan operasional usaha dan permasalahan organisasi dan manajemen lainnya, seperti perencanaan strategi dan organisasi: keputusan yang berkaitan dengan keuangan, tujuan dan kebijakan pemasaran: perencanaan, praktik dan kebijakan sumber daya manusia, perencanaan penjadwalan dan pengontrolan produksi. Penyediaan jasa usaha ini dapat mencakup bantuan nasihat, bimbingan dan asistensi operasional suatu usaha dan pelayanan masyarakat mengenai hubungan masyarakat (public relations) dan komunikasi masyarakat atau umum, kegiatan lobi, rancangan dari metode dan prosedur akuntansi, program akuntansi biaya, prosedur pengawasan anggaran belanja, pemberian nasihat dan bantuan untuk usaha dan pelayanan masyarakat dalam perencanaan, pengorganisasian, efisiensi dan pengawasan, informasi manajemen dan lain-lain. SOHO berencana untuk menambah dan menjalankan beberapa bidang usaha baru, yaitu: Perdagangan Eceran Obat Tradisional Untuk Manusia yang berdasarkan KBLI saat ini mencakup kegiatan usaha sebagai berikut: Mencakup usaha perdagangan eceran khusus berbagai macam jamu (obat tradisional) untuk manusia yang bahannya berasal dari tumbuh-tumbuhan, hewan atau mineral misalnya yang berbentuk pil, kapsul, bubuk dan bentuk cair di dalam bangunan. Perdagangan Eceran Melalui Media Untuk Komoditi Makanan, Minuman, Tembakau, Kimia, Farmasi, Kosmetik Dan Alat Laboratorium yang berdasarkan KBLI saat ini mencakup kegiatan usaha sebagai berikut: Mencakup usaha perdagangan eceran berbagai jenis barang makanan, minuman, tembakau, kimia, farmasi, kosmetik dan alat laboratorium melalui pesanan (surat, telepon atau internet) dan barang akan dikirim kepada pembeli sesuai dengan barang yang diinginkan berdasarkan katalog, iklan, model, telepon, radio, televisi, internet, media massa dan sejenisnya. Perdagangan Eceran Melalui Media Untuk Barang Campuran Sebagaimana Tersebut Dalam 47911 S.D. 47913, yang berdasarkan KBLI saat ini mencakup kegiatan usaha sebagai berikut: Mencakup usaha perdagangan eceran berbagai jenis barang campuran sebagaimana tersebut dalam 47911 s.d. 47913 melalui pesanan (surat, telepon atau internet) dan barang akan dikirim kepada pembeli sesuai dengan barang yang diinginkan berdasarkan katalog, iklan, model, telepon, radio, televisi, internet, media massa dan sejenisnya.
Page 20 OCR 0.948
144 1.4.5 e Perdagangan Eceran Melalui Media Untuk Berbagai Macam Barang Lainnya, yang berdasarkan KBLI saat ini mencakup kegiatan usaha sebagai berikut: Mencakup usaha perdagangan eceran berbagai barang lainnya melalui pesanan dan barang akan dikirim kepada pembeli sesuai dengan barang yang diinginkan berdasarkan katalog, model, telepon, tv, internet, media massa, dan sejenisnya. # Perdagangan Eceran Atas Dasar Balas Jasa (Fee) Atau Kontrak, yang berdasarkan KBLI saat ini mencakup kegiatan usaha sebagai berikut: Mencakup usaha pedagang perantara (makelar), seperti agen komisi perdagangan eceran yang menerima komisi dari pedagang eceran lainnya yang memperdagangkan barang- barang di dalam negeri atas nama pihak lain. Sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Bidang Usaha, SOHO harus menyiapkan Studi Kelayakan Bisnis sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan atas penambahan bidang usaha yang hendak dijalankannya tersebut. Dalam rangka pemenuhan persyaratan Studi Kelayakan Bisnis Penambahan Bidang Usaha, SOHO telah menunjuk KJPP-WJR untuk melakukan penyusunan Studi Kelayakan Bisnis Penambahan Bidang Usaha atas penambahan KBLI sebagaimana diungkapkan pada bagian 1,5. Penomoran dan uraian KBLI yang digunakan dalam studi kelayakan bisnis ini mengacu pada KBLI 2020, meskipun telah diterbitkan KBLI 2025, mengingat KBLI 2020 merupakan klasifikasi yang dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan dan pelaksanaan studi kelayakan bisnis ini. 1.5 Objek Studi Kelayakan Bisnis 1.51 Objek studi kelayakan bisnis adalah rencana SOHO untuk melakukan penambahan kegiatan usaha dan 5 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) di dalam Anggaran Dasarnya sebagai berikut: No. KBLI Nama KBLI Penjelasan KBLI Kelompok ini mencakup usaha perdagangan eceran khusus berbagai macam jamu (obat 47723 Perdagangan Eceran Obat tradisional) untuk manusia yang bahannya Tradisional untuk Manusia berasal dari tumbuh-tumbuhan, hewan atau mineral misalnya yang berbentuk pil, kapsul, bubuk dan bentuk cair di dalam bangunan. Kelompok ini mencakup usaha perdagangan eceran berbagai jenis barang makanan, Perdagangan Eceran Melalui minuman, tembakau, kimia, farmasi, Media untuk Komoditi kosmetik dan alat laboratorium melalu 47911 Makanan, Minuman, pesanan (surat, telepon atau internet) dan Tembakau, Kimia, Farmasi, barang akan dikirim kepada pembeli sesuai Kosmetik dan Alat dengan barang yang diinginkan berdasarkan Laboratorium katalog, iklan, model, telepon, radio, televisi, internet, media massa dan sejenisnya. Perdagangan Eceran Melalui — Kelompok ini mencakup usaha perdagangan Media untuk Barang eceran berbagai jenis barang campuran 4714 Campuran Sebagaimana sebagaimana tersebut dalam 47911 s.d. Tersebut Dalam 47911 s.d. 47913 47913 melalui pesanan (surat, telepon atau internet) dan barang akan dikirim kepada
Page 21 OCR 0.952
No. KBLI Nama KBLI Penjelasan KBLI pembeli sesuai dengan barang yang diinginkan berdasarkan katalog, iklan, model, telepon, radio, televisi, internet, media massa dan sejenisnya. Kelompok ini mencakup usaha perdagangan eceran berbagai barang lainnya melalui Perdagangan Eceran Melalui pesanan dan barang akan dikirimkan kepada 47919 Media untuk Berbagai Macam pembeli sesuai dengan barang yang Barang Lainnya diinginkan berdasarkan katalog, model, telepon, tv, internet, media massa, dan sejenisnya. Kelompok ini mencakup usaha perdagangan Perdagangan Eceran Atas perantara (makelar), seperti agen komisi 47920 Dasar Balas Jasa (Fee) atau perdagangan eceran lainnya yang Kontrak memperdagangkan barang-barang di dalam negeri atas nama pihak lain. Berdasarkan rencana penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tersebut, berikut adalah profil kegiatan usaha dan rincian barang yang akan diperdagangkan oleh SOHO: 2) b) c) KBLI 47723 Kegiatan usaha pada klasifikasi ini difokuskan pada perdagangan eceran obat tradisional dan produk berbahan alam. Produk utama yang direncanakan akan diperdagangkan mencakup produk-produk kesehatan yang berasal dari bahan alam dan herbal, termasuk produk dalam segmen Professional Products (PP) dan Consumer Health (CH). Contoh produk yang diperdagangkan antara lain Imboost, Curcuma Plus, Diapet, Laxing, dan Lelap. KBLI 47911, 47914, 47919 Kelompok KBLI ini merepresentasikan kegiatan distribusi SOHO melalui platform digital. Mekanisme penjualan dilakukan melalui sistem pemesanan via internet, seperti marketplace dan/atau situs web resmi, serta katalog digital, dengan pengiriman barang langsung kepada konsumen akhir. Profil produk yang ditawarkan melalui kanal ini mencakup produk kesehatan konsumen dan produk kesehatan lainnya dalam segmen Professional Products (PP) dan Consumer Health (CH). Contoh produk yang diperdagangkan antara lain Imboost, Curcuma Plus, Diapet, Laxing, dan Lelap. KBLI 47920 Pada klasifikasi ini, SOHO bertindak sebagai perantara perdagangan (agen/komisioner) yang memfasilitasi kegiatan pemasaran dan penjualan produk-produk milik entitas anak perusahaan. Dalam kegiatan ini, SOHO tidak melakukan pembelian maupun kepemilikan persediaan barang, melainkan menyediakan jasa pemasaran, penjualan, dan perluasan akses pasar.
Page 22 OCR 0.951
1.6 1.7 1.8 1.9 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan perikatan Studi Kelayakan Bisnis terkait rencana SOHO, untuk melakukan penambahan kegiatan usaha dan 5 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) di dalam Anggaran Dasar SOHO. Studi Kelayakan Usaha ini ditujukan dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 (“POJK 17”) tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Tanggal Penilaian Tanggal penilaian terkait Studi Kelayakan Bisnis adalah 30 September 2025. Ruang Lingkup Penugasan Ruang lingkup penugasan ini mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 (“POJK 35”) tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, yang dapat dijelaskan sebagai berikut: Penyampaian Tingkat Kedalaman Investigasi Studi Kelayakan Bisnis ini dilakukan dengan investigasi yang meliputi pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen Perseroan yang selanjutnya diverifikasi melalui wawancara. Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut: a) Uji tuntas atas laporan keuangan tidak dilakukan dan penelaahan atas informasi pada laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan penugasan: b) Uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek studi kelayakan bisnis tidak dilakukan, C) Analisis dampak pajak terkait objek studi kelayakan bisnis, d) Kegiatan-kegiatan usaha lain selain yang disebutkan dalam objek studi kelayakan bisnis, e) Hal-hal yang berbeda secara signifikan dari tingkat kedalaman investigasi, akan dinyatakan dan dicantumkan dalam laporan secara tertulis. 13
Page 23 OCR 0.957
1.10 Sifat dan Informasi Yang Dapat Diandalkan Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi dapat disetujui untuk digunakan sepanjang sumber data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional maupun internasional. Sumber data tersebut antara lain: Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia atau negara lain, Biro Pusat Statistik, Data riset dari lembaga independen, Informasi dari media massa elektronik, Asumsi Studi Kelayakan Bisnis a) b) Cc) Laporan Studi Kelayakan Bisnis yang dihasilkan bersifat non-disclaimer opinion. Studi Kelayakan Bisnis ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam penugasan ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan Pemberi Tugas atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan. Kami mengasumsikan bahwa semua informasi dan data dari Pemberi Tugas terkait penugasan adalah benar, lengkap dan dapat diandalkan, dan tidak ada yang tidak terungkap yang akan mempengaruhi penilaian ini. Kondisi Pembatas a) b) ka d) e) 4) 3) Studi Kelayakan Bisnis ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat tersebut. Penyusunan Studi Kelayakan Bisnis ini merupakan suatu proses yang kompleks dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap. Studi Kelayakan Bisnis ini disusun berdasarkan kondisi umum keuangan, moneter, peraturan dan kondisi pasar yang ada saat laporan diterbitkan. Studi Kelayakan Bisnis ini menggunakan proyeksi keuangan yang dibuat manajemen yang telah kami reviu kewajarannya, manajemen bertanggung jawab atas pencapaian proyeksi keuangan dan kinerja keuangan Perseroan di masa mendatang. Kami bertanggung jawab atas opini kelayakan bisnis. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan. Kami tidak melakukan penyelidikan atau evaluasi atas keabsahan Objek Studi Kelayakan Bisnis dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan, maka dari itu kami tidak memberikan pendapat atas dampak hukum dan perpajakan dari Studi Kelayakan Bisnis ini. Jasa-jasa yang kami berikan kepada Pemberi Tugas dalam kaitan dengan penugasan ini hanya merupakan pemberian opini atas kelayakan suatu bisnis yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis kegiatan-kegiatan usaha di luar objek studi kelayakan bisnis yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari kegiatan-kegiatan usaha tersebut terhadap Perseroan, dan juga bukan merupakan analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari objek studi kelayakan bisnis. 1-6
Page 24 OCR 0.948
h
) Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi ini tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan,
atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami
tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan
menganalisis suatu bentuk kegiatan-kegiatan usaha lainnya di luar objek studi kelayakan
bisnis yang ada dan mungkin tersedia untuk Pemberi Tugas serta pengaruh dari kegiatan-
kegiatan usaha tersebut terhadap studi kelayakan bisnis ini.
Penugasan kami juga tidak termasuk untuk memberikan keterangan di muka pengadilan,
kantor pajak, atau lembaga lainnya.
j) Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi
k
P
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
) Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan Bisnis, KJPP-WJR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KJPP-WJR juga tidak memiliki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
ersyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
Laporan Studi Kelayakan Bisnis bersifat terbuka untuk publik, namun demikian publikasi atas
sebagian atau keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari Pemberi Tugas,
mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia dan dapat mempengaruhi
kompetisi dan operasional Perusahaan. Segala akibat yang timbul karena penggunaan Laporan
Studi Kelayakan Bisnis di luar tujuan penugasan, bukan merupakan tanggung jawab KJPP-WJR.
1.14 Konfirmasi Terhadap Standar Penilaian dan Peraturan OJK
1.141 Sebagai konfirmasi bahwa penilaian ini dilakukan sesuai Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI)
114.2
114.3
dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 dan Edisi Revisi 2020 yang berlaku efektif
1 September 2020, POJK 17 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha,
POJK 35 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Surat
Edaran OJK Republik Indonesia No. 17/SEOJK.04/2020.
Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini merupakan laporan revisi untuk menggantikan Laporan
Studi Kelayakan Bisnis No. 00001/2.0133-00/BS/05/0603/1/1/2026 tanggal 14 Januari 2026.
Revisi Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini dilakukan untuk memenuhi permintaan tambahan
informasi berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan ("OJK) dengan nomor S-2/PM.212/2026
tanggal 26 Januari 2026 perihal Perubahan dan/atau Tambahan Informasi atas Rencana
Transaksi Penambahan Kegiatan Usaha PT Soho Global Health Tbk serta entitas anak yaitu
PT Parit Padang Global dan PT Soho Industri Pharmasi.
Beberapa penyesuaian yang dilakukan, terdapat pada bagian berikut ini:
e 1.3 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
e 1.5 Objek Studi Kelayakan Bisnis
e 3.8 Prospek Industri Obat Tradisional
» 3.9 Prospek Industri E-Commerce
e 3.10 Prospek Usaha Jasa Keagenan dan Distribusi
e 3.11 Pesaing
1504
Page 25 OCR 0.924
» 6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja e 6.3 Manajemen Risiko es 6.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen e 6.5 Struktur Organisasi e 7.6 Dampak Keuangan 1.15 Dasar Informasi Laporan penugasan ini dibuat berdasarkan informasi yang diterima dari pemberi tugas, sebagai berikut: e Laporan keuangan konsolidasian auditan SOHO dan entitas anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan Laporan Auditor Independen No. 00292/2.1032/AU.1/05/1561-1/1/111/2021 tanggal 29 Maret 2021 dengan pendapatan Wajar Tanpa Pengecualian: e Laporan keuangan konsolidasian auditan SOHO dan entitas anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2021, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan Laporan Auditor Independen No. 00389/2.1032/AU.1/10/0685-1/1/111/2022 tanggal 31 Maret 2022 dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian, e Laporan keuangan konsolidasian auditan SOHO dan entitas anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2022, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan Laporan Auditor Independen No. 00462/2.1032/AU.1/10/1561-2/1/111/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian, e Laporan keuangan konsolidasian auditan SOHO dan entitas anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan Laporan Auditor Independen No. 00322/2.1032/AU.1/10/1561-3/1/11/2024 tanggal 26 April 2024 dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian, # Laporan keuangan konsolidasian auditan SOHO dan entitas anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan Laporan Auditor Independen No. 00376/2.1032/AU.1/10/1561-4/1/111/2025 tanggal 25 Maret 2025 dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian, e Laporan keuangan konsolidasian auditan interim SOHO dan entitas anak pada tanggal dan untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir 30 September 2025, yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan Laporan Auditor Independen No. 00336/2.1505/AU.1/10/1561-5/1/X11/2025 tanggal 18 Desember 2025 dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian, » Proyeksi keuangan konsolidasian SOHO dan entitas anak tanpa penambahan kegiatan usaha untuk 3 (tiga) bulan dan 5 (lima) tahun mendatang (Oktober 2025 - Desember 2030) beserta asumsi dan formula-formulanya, e Proyeksi keuangan konsolidasian SOHO dan entitas anak untuk penambahan kegiatan usaha baru untuk 3 (tiga) bulan dan 5 (lima) tahun mendatang (Oktober 2025 - Desember 2030) beserta asumsi dan formula-formulanya, e Kontrak-kontrak dan Perjanjian-perjanjian dengan pihak ketiga atau pihak berelasi, # Salinan Akta Pendirian dan Perubahan Anggaran Dasar SOHO, e Surat Representasi dan Surat Konfirmasi tertanggal 19 Februari 2026 yang disediakan SOHO sehubungan dengan penugasan ini, 1-8
Page 26 OCR 0.938
e Wawancara dan tanya jawab dengan manajemen SOHO yang dilakukan pada saat inspeksi pada tanggal 15 Desember 2025 dan bertemu dengan Bapak Lucky Setiawan selaku Accounting & Treasury Director dan Bapak Oscar Anwar selaku Accounting, Budgeting & Reporting Manager, dan selama periode penugasan, Selain informasi dari Pemberi Tugas, kami juga menggunakan informasi lain yang mendukung penugasan ini, yaitu: e Berbagai data pasar dan industri yang dikumpulkan dan diolah oleh KJPP Wawat Jatmika & Rekan, e Data ekonomi makro yang diambil dari berbagai laporan yang dikeluarkan oleh IMF, Bank Indonesia, Biro Pusat Statistik dan data terkait yang diperlukan dalam penugasan ini seperti yang dikeluarkan oleh Aswath Damodaran dan S&P Capital IO.
Page 27 OCR 0.956
2 2A ZA 2.2 PROFIL PERUSAHAAN Ringkasan Informasi PT Soho Global Health Tbk (“SOHO”) didirikan di Jakarta berdasarkan Akta Notaris Elisa Pondaag, S.H., No. 116 tanggal 27 Agustus 1956 dengan nama PT Parit Padang. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. J.A.5/16/14 tanggal 8 Februari 1957, dan dipublikasikan di Berita Negara Republik Indonesia No. 39, Tambahan No. 517 tanggal 14 Mei 1957. Berdasarkan Akta No. 23 tanggal 29 Oktober 2010 yang dibuat di hadapan Yani Indrawati Wibaya S.H., Notaris di Jakarta, nama Perseroan berubah menjadi PT Soho Global Health. Pada tahun 2020, status Perseroan sebagai perusahaan tertutup diubah menjadi perusahaan terbuka sehingga nama Perseroan kembali mengalami perubahan menjadi PT Soho Global Health Tbk., yang mana perubahan tersebut tercantum dalam Akta No. 126 tanggal 19 Juni 2020 yang dibuat di hadapan Jimmy Tanal, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Selatan. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir berdasarkan Akta No. 102 tanggal 16 September 2025 oleh Jimmy Tanal, SH., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, mengenai perubahan Direksi dan Komisaris yang pemberitahuan perubahan datanya telah diterima dan dicatat di dalam sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan suratnya No. AHU- AH.01.09-0344487 tanggal 30 September 2025. Kegiatan usaha utama SOHO adalah sebagai perusahaan holding dan aktivitas konsultasi manajemen. Kantor pusat SOHO berlokasi di Jl. Rawa Sumur II Kav. BB No. 3, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur, DKI Jakarta. Dewan Komisaris dan Direksi Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi SOHO pada tanggal 30 September 2025 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama Eng Liang Tan Komisaris Andy Nugroho Purwohardono Komisaris Independen Harry Salam Direksi Direktur Utama Ery Yunasri Direktur Piero Brambati Direktur Yuliana Direktur Richard Kidarsa Direktur Lim Chern Han Direktur Pandy Harianto
Page 28 OCR 0.918
2.3 Struktur Kepemilikan Saham Susunan pemegang saham SOHO pada tanggal 30 September 2025 sebagai berikut: No Pemegang Saham Lembar Saham | Jumlah (Rp) Persentase 1. Tiberias 96 Pty Ltd. 240.618 4.812.370.310 37,924 pe A Medisia Investment Holding Pte. 142.587 2.851.733.000 22,471 3. Cascade Creek Pty Ltd. 76.868 1.537.362.000 12,119 4. Fraburg Pty Ltd. 60.121 1.202.423.910 9,474 5. Tan Giok Nio 57.199 1.143.986.170 9,015 6. Masyarakat 57AM 1.143.807.000 9,021 Jumlah 634.584 12.691.682.390 100,004 2.4 Struktur Organisasi Perusahaan Struktur Organisasi SOHO disusun dengan memperhatikan tata kelola perusahaan yang baik dan hukum serta peraturan yang berlaku. Grafik 2.1 Bagan Struktur Organisasi SOHO 2.5 Produk yang Dihasilkan 2.5.1 SOHO beserta dengan anak-anak perusahaannya (“Grup SOHO”) didirikan dengan tujuan sebagai manufaktur, distribusi, produsen obat-obatan dan perdagangan obat-obatan termasuk impor dan ekspor untuk semua produk medis serta hal lain yang berkaitan dengannya. Produk-produk Grup SOHO antara lain: Professional Products (“PP”) 2.5.2 Produk-produk di segmen ini dipasarkan dan diresepkan oleh penyedia layanan kesehatan di rumah sakit dan klinik di Indonesia. Produk ini umumnya direkomendasikan dan diresepkan oleh tenaga kesehatan profesional namun dapat juga dibeli secara bebas tanpa z2
Page 29 OCR 0.954
2.5.4 2.6 2.61 2.6.2 2.7 2.8 menggunakan resep dokter. Beberapa contoh produk unggulan yang dihasilkan seperti Asthin, Curvit, Curcuma Group, Oste Forte, Gastin Force, Probio Force, Noroid dan Dermakel. Consumer Health (“CH”) Produk kesehatan konsumen mengkhususkan diri pada produk OTC yang dijual melalui gerai ritel dan daring (online). Produk CH dipasarkan langsung ke konsumen melalui perantara retailer luring dan daring di seluruh Indonesia. Beberapa contoh produk unggulan yang dihasilkan seperti Imboost, Curcuma Plus, Diapet, Laxing dan Lelap. Alliance and In-licensing Alliance dan layanan berfokus pada pendaftaran produk, intelijen pemasaran, dukungan penjualan dan pemasaran untuk menyesuaikan solusi untuk kebutuhan spesifik produk klien. Alliance dan layanan dirancang untuk membantu Grup SOHO mengembangkan produk untuk mengakses pasar Indonesia dan menjadi penghubung antara pelaku perawatan kesehatan, dokter yang mengupayakan pengobatan dan pasien. Pola Bisnis Pola Bisnis yang dimiliki Grup SOHO saat ini adalah sebagai manufaktur, distribusi, produsen obat-obatan dan perdagangan untuk produk kesehatan. Produk-produk kesehatan yang diimpor dan diproduksi oleh Grup SOHO akan didistribusikan melalui PT Parit Padang Global yang merupakan anak perusahaan. Sumber Daya Manusia Per tanggal 30 September 2025, Grup SOHO secara keseluruhan memiliki sumber daya manusia (SDM) sebanyak 2.313 orang (termasuk Dewan Komisaris dan Direksi), dengan rincian seperti disajikan: Tabel 2.1 Daftar SDM Berdasarkan Jabatan Jabatan Jumlah Direktur 19 Manager 149 Non Manager 2.145 Total 2.313 Aspek Lingkungan Grup SOHO melakukan kegiatan operasional dengan memperhatikan tanggung jawab terhadap lingkungan yaitu dengan melakukan: e Melakukan pemantauan kualitas udara ambien, kebauan, emisi cerobong, udara, emisi boiler, emisi sumber bergerak. e Pemantauan kebisingan ambien dan air limbah industri.
Page 30 OCR 0.924
e Pemantauan limbah padat non B3 dan B3 e Melakukan Inovasi ramah lingkungan dengan menerapkan teknologi hijau dalam menjalankan proses bisnis antara lain memaksimalkan pemanfaatan limbah hasil ekstraksi menjadi kompos dan mengurangi kandungan alumunium foil pada beberapa bahan kemasan. 2.9 Laporan Keuangan Grup SOHO 2.94 Analisis berikut berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Auditan SOHO dan entitas anak pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2020 sampai dengan 2024 dan Laporan Keuangan Auditan Interim untuk untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir 30 September 2025. Dalam jutaan Rupiah Keterangan 2021 2023 2024 2025 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Pendapatan 6.163.939 | 7.076.164 | 7.290.121 8.197.755 | 10.057.938 7.924.506 Laba Kotor 1.346.313 | 1.569.353 | 1.338.391 1.309.356 | 1.540.838 1.309.082 Laba Usaha 259.843 677.289 443.659 438.670 571.247 548.422 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 249.674 691.157 455.637 463.396 588.038 563.299 Laba Bersih 172.200 551.001 357.015 371.341 462.651 440.092 Laba Komprehensif 164.806 553.710 372.904 371.331 468.418 432.604 Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasiai Dalam jutaan Rupiah Keterangan Konsotidasian Auditan Interim 30 September 2025 2020 n Auditan SOHO dan Entitas 31 Desi 2021 Anak per 31 Desember 2020: ember 2022 2024 -2024 dan Laporan Keuangan 30 September 2025 Laporan Posisi Keuangan Aset lancar 3.405.989 | 3.341.171 3.873.438 | 4.140.019 | 4.749.357 5.354.074 Aset tidak lancar 774.254 680.748 601.161 606.941 662.666 660.859 Jumlah Aset 4.180.243 | 4.021.919 | 4.474.599 | 4.746.960 | 5.412.023 | 6.014.933 Liabilitas jangka pendek 1.797.440 | 1.654.049 | 1.898.934 | 2.186.112 | 2.526.572 2.979.043 Liabilitas jangka panjang 176.701 159.579 148.110 161.750 170.235 188.862 Jumlah Liabilitas 1.974.141 | 1.813.628 | 2.047.044 | 2.347.862 | 2.696.807 | 3.167.906 Jumlah Ekuitas 2.206.102 | 2.208.291 | 2.427.555 | 2.399.098 | 2.715.216 | 2.847.027 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 4.180.243 | 4.021.919 | 4.474.599 | 4.746.960 | 5.412.023 | 6.014.933 Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Auditan SOHO dan Entitas Konsolidasian Auditan Interim 30 September 2025 Anak per 31 Desember 2020: -2024 dan Laporan Keuangan Dalam jutaan Rupiah 31 Desen 30 September Keterangan 2022 2023 202 2025 Marjin Laba Kotor 22,184 18,361 15,971 15,321 16,521 Marjin Laba Usaha 9,581 6,094 5,354 5,681 6,554 Marjin Laba Bersih 7,790 4,905 4,539 4,605 5,554 Imbalan Balik Aset 13,701 7,984 7,825 8,554 7,325 Imbalan Balik Ekuitas 24,961 14,719 15,481 17,041 15,461 Rasio Lancar 2,02 2,04 1,89 1,88 1,80 Rasio Cepat 1,34 1,44 1,26 1,24 1,29 2-4
Page 31 OCR 0.950
2.9.3 2.9.4 2.9.6 2 2.9.8 2.910 Penjualan dan Marjin Laba Kotor Penjualan Grup SOHO dari tahun 2020 sampai dengan 30 September 2025 cenderung mengalami kenaikan setiap tahunya dengan kenaikan tertinggi pada tahun 2024 sebesar 22,694 yang disebabkan oleh peningkatan pada segmen distribusi yang meningkat sebesar Rp 1,7 triliun atau naik sebesar 23,99 dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan penjualan produk prinsipal, penambahan beberapa prinsipal baru serta semakin meningkatnya kontribusi penjualan dari platform digital selain itu adanya perubahan pola konsumsi masyarakat setelah pandemi Covid-19 yang lebih memperhatikan kesehatan pribadi juga berkontribusi terhadap penjualan produk kesehatan. Marjin laba kotor Grup SOHO mengalami fluktuasi dari tahun 2020 sampai dengan tanggal 30 September 2025 dengan marjin laba kotor tertinggi sebesar 22,184 di tahun 2021 dan yang terendah pada tahun 2024 sebesar 15,324. Laba Bersih dan Marjin Laba Bersih Berbeda dengan penjualan, pertumbuhan laba bersih Grup SOHO berfluktuatif setiap tahunnya dengan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar 35,224 dan yang tertinggi yaitu pada tahun 2021 sebesar 2205 dibandingkan tahun sebelumnya. Berbeda dengan laba bersih, marjin laba bersih Grup SOHO cenderung stabil dengan rata- rata sebesar 54 setiap tahunnya. Stabilitas ini menandakan kemampuan manajemen dalam menjaga efisiensi beban operasional meskipun margin kotor sedang tertekan, sehingga keuntungan akhir bagi pemegang saham tetap terjaga. Jumlah Aset Jumlah aset Grup SOHO dari tahun 2020 sampai dengan 30 September 2025 terus mengalami kenaikan setiap tahunnya dengan kenaikan terbesar terjadi pada tahun 2024 sebesar 145 dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan jumlah aset Grup SOHO pada tahun 2024 disebabkan oleh peningkatan pada piutang usaha, persediaan dan pajak dibayar di muka. Kenaikan piutang usaha pada tahun 2024 terutama disebabkan oleh pertumbuhan penjualan yang cukup signifikan pada periode berjalan. Jumlah Liabilitas Sejalan dengan jumlah aset, kenaikan jumlah liabiltas Grup SOHO juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan yang tertinggi yaitu pada tanggal 30 September 2025. Kenaikan jumlah liabilitas pada tanggal 30 September 2025 sebagian besar terjadi karena adanya peningkatan pada utang usaha yang dipengaruhi oleh peningkatan volume pembelian bahan baku dan barang dagangan guna mendukung pertumbuhan penjualan. Selain itu, optimalisasi working capital melalui pemanfaatan termin pembayaran kepada pemasok juga berkontribusi terhadap kenaikan utang usaha Za
Page 32 OCR 0.955
BA 29.12 2913 Jumlah Ekuitas Jumlah ekuitas Grup SOHO dari tahun 2020 sampai dengan tanggal 30 September 2025 terus mengalami kenaikan setiap tahunnya yang disebabkan karena perusahaan selalu berhasil mencatatkan keuntungan setiap tahunnya. Perusahaan juga secara rutin melakukan pembayaran dividen setiap tahunnya kepada pemegang saham. Perputaran Piutang Usaha dan Perputaran Utang Usaha Perputaran piutang usaha Grup SOHO dari tahun 2020 sampai dengan tanggal 30 September 2025 cenderung mengalami kenaikan dengan rata-rata selama 63 hari. Perputaran piutang usaha terlama terjadi pada tanggal 30 September 2025 selama 74 hari dan yang tercepat pada tahun 2021 selama 47 hari. Berbeda dengan perputaran piutang, perputaran utang usaha Grup SOHO dari tahun 2020 sampai dengan 30 September 2025 berfluktuasi setiap tahunnya dengan yang terlama terjadi pada tahun 2020 selama 114 hari dan yang tecepat pada tahun 2021 selama 85 hari. 2-6
Page 33 OCR 0.883
3 KAJIAN KELAYAKAN PASAR 3.1 Gambaran Historis Pertumbuhan Ekonomi Dunia Menurut laporan yang diterbitkan oleh Bank Dunia, pertumbuhan global mulai stabil karena inflasi kembali mendekati target dan pelonggaran moneter mendukung aktivitas baik di negara maju maupun di negara berkembang dan pasar negara berkembang (EMDEs)'. Grafik 3.1 Pertumbuhan Ekonomi Dunia 6,0 4,0 2,0 | Opo — 2,0 0 2020 2021| 2022 2023| 2024 II 29 64 | 3,2 | 27 | 27 Sumber: Bank Dunia 3.2 Gambaran Historis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menurut laporan yang dikeluarkan oleh BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia telah menunjukkan kestabilan. Pada Triwulan-lll 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,044 (yoy), walaupun dibandingkan tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,014 (ct). Grafik 3.2 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 03 2025 5,04 3 2022 4 2023 2024 |. 012025 | 02 2025 531 5,05 5,03 | 4,87 5,12 Sumber: Badan Pusat Statistik 1 Global Economic Prospect Report by World Bank
Page 34 OCR 0.944
3.3 3.3 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Menurut laporan yang dikeluarkan oleh Bank Dunia, pertumbuhan global pada tahun 2025- 2026 diproyeksikan akan stabil sebesar 2,795. Namun, ekonomi global tampaknya menetap pada tingkat pertumbuhan yang rendah yang tidak akan cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan kemungkinan hambatan lebih lanjut dari ketidakpastian kebijakan yang meningkat dan pergeseran kebijakan perdagangan yang merugikan, ketengangan geopolitik, dan inflasi yang terus-menerus. Grafik 3.3 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia & 4,00 2,00 0,00 : 2025 2026 | 2,70 2,70 3.4 Sumber: Bank Dunia Bank Indonesia memperkirakan ketidakpastian pasar keuangan global kembali meningkat, di tengah konvergensi kebijakan moneter negara maju. Pertumbuhan ekonomi dunia pada 2025 diperkirakan tumbuh sebesar 3,395 dengan kecenderungan yang melambat. Inflasi global dalam tren penurunan sehingga mendorong konvergensi pelonggaran kebijakan moneter, khususnya di negara maju. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan III 2025 di bawah prakiraan, melambat dibandingkan triwulan sebelumnya, yang dipengaruhi oleh beberapa factor, terutama lesunya belanja pemerintah dan pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan sekitar 4,74-5,5X pada tahun 2025, sedikit lebih rendah dari proyeksi tahun sebelumnya. Bank Dunia memperkirakan bahwa PDB Indonesia tumbuh sebesar 5x pada tahun 2024 dan 5,14 pada tahun 2025-2026. Di tahun 2030, Capital IO memperkirakan pertumbuhan PDB Indonesia sebesar 4,914. Nilai Tukar Rupiah Berdasarkan laporan Bank Indonesia, nilai tukar Rupiah terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai tukar tengah BI pada 30 September 2025 melemah 2,684 menjadi Rp16.680 dibandingkan 30 Juni 2025 sebesar Rp16.233. 3-2
Page 35 OCR 0.906
3.5 3:54 Inflasi Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi inflasi sebesar 2,654 (yoy) pada September 2025, di mana tingkat inflasi bulanan September 2025 ini menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan inflasi bulanan Agustus 2025, dengan peningkatan sebesar 0,218 (mtm). Secara kesimpulan, inflasi bulan September 2025 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. 3.5.2 Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tahun 2024 dan 2025 terkendali dalam kisaran 2,5t1X, dengan tetap mendukung upaya penguatan pertumbuhan ekonomi. 3.5.3 Menurut IMF, tingkat inflasi Indonesia pada tahun 2025 hingga tahun 2030 diproyeksikan cenderung stabil. Grafik 3.5 Proyeksi Tingkat Inflasi Indonesia 5,002 4,005 3,002 2,002 1,005 0,002 -— 2025 | 2026 2027 2028 2029 12030 | Indonesia|” 1,688 | 2,518 2508 | 2,528 2524 | 2528 | 3.6 Sumber: IMF Realisasi Investasi Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis data realisasi investasi pada periode Juli-September 2025 sebesar Rp491,4 triliun, tumbuh 2,874 jika dibandingkan capaian periode April-Juni 2025. Kemudian, realisasi investasi untuk periode Juli-September 2025 tumbuh sekitar 13,88X dibandingkan tahun sebelumnya. Tabel 3.1 Realisasi Investasi (dalam triliun Rupiah) 279,4 PMA 230,4 202,2 | 212,0 | TOTAL 465,2 277,7 491,4 Sumber: BPKM 3.7 Kesimpulan Makro Ekonomi Berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai sumber, dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan sekitar 3x. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh baik sekitar 596, dengan tingkat inflasi jangka panjang berkisar 2-396.
Page 36 OCR 0.958
3.8 3.84 3.8.2 3.8.5 3.9 3.91 Prospek Industri Obat Tradisional Indonesia merupakan negara dengan keragaman budaya yang luas dan tersebar di berbagai pulau, sehingga praktik pengobatan tradisional telah terintegrasi secara historis dalam sistem kesehatan masyarakat dan hingga saat ini, obat tradisional tetap menjadi salah satu opsi terapi yang banyak digunakan, baik untuk pemeliharaan kesehatan maupun penanganan keluhan penyakit ringan. Pada tahun 2024, ukuran pasar industri obat tradisional di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar USD 13.732, yang menunjukkan potensi ekonomi signifikan bagi pengembangan produk berbasis bahan alam serta penguatan rantai nilai industri jamu dan obat tradisional?. Industri obat tradisional di Indonesia menunjukkan prospek pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat serta kecenderungan penggunaan produk berbahan alam sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pemeliharaan kesehatan. Dukungan budaya lokal, kekayaan sumber daya alam, serta penerimaan masyarakat yang luas menjadi faktor pendorong utama pertumbuhan industri ini. Pada tahun 2033, ukuran pasar industri obat tradisional di Indonesia diperkirakan mencapai USD 25.459,1 juta, dengan proyeksi tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 7,14 sepanjang periode 2024-2033". Dari sisi potensi, industri obat tradisional memiliki peluang pengembangan yang signifikan baik di pasar domestik maupun ekspor, didukung oleh inovasi produk, peningkatan standar mutu, serta penguatan regulasi yang memberikan kepastian usaha. Kesinambungan industri ini juga didukung oleh ketersediaan bahan baku, pengembangan penelitian dan pengolahan berbasis teknologi, serta integrasi dengan sistem distribusi modern, sehingga industri obat tradisional dipandang memiliki daya saing dan prospek jangka panjang yang positif. Dari sisi pangsa pasar, industri obat tradisional di Indonesia masih didominasi oleh pelaku usaha nasional dengan portofolio produk yang kuat di segmen jamu dan suplemen herbal modern. Struktur pasar cenderung terfragmentasi dengan kombinasi pemain berskala besar dan menengah, sehingga menciptakan ruang kompetisi yang dinamis. Meskipun beberapa perusahaan besar memiliki distribusi nasional yang luas, peluang peningkatan pangsa pasar tetap terbuka melalui diferensiasi produk, penguatan merek, inovasi formulasi, serta optimalisasi kanal distribusi, termasuk melalui e-commerce dan sistem distribusi terintegrasi. Dengan karakter pasar yang masih berkembang dan tingkat penetrasi produk herbal yang terus meningkat, terdapat ruang pertumbuhan yang memadai bagi pelaku usaha yang memiliki kapabilitas manufaktur dan distribusi yang kuat. Prospek Industri E-commerce Pertumbuhan industri e-commerce di Indonesia disebabkan karena beberapa faktor seperti pertumbuhan penetrasi internet dan smartphone yang terus meningkat di seluruh Indonesia. Selain itu, perubahan perilaku konsumen yang semakin terbiasa berbelanja daring pasca pandemi. Perubahan perilaku konsumen juga disebabkan karena urbanisasi dan gaya hidup praktis yang mendorong permintaan belanja cepat dan mudah. 2 Indonesia Herbal Medicine Market 2024-2033 - Customer Market Insights 3 Indonesia Herbal Supplements Market Report - insights10 3-4
Page 37 OCR 0.957
3.9.2 3.913 3.9.4 3.9.5 3.9.6 3:97 Perkembangan teknologi, baik secara global maupun di Indonesia, sangat mendukung aktivitas perdagangan melalui internet Peningkatan infrastruktur internet dan jaringan mobile, termasuk perluasan jaringan 4G dan 5G, memungkinkan akses aplikasi digital yang lebih cepat dan stabil. Dari sisi sistem, kemajuan cloud computing memungkinkan pengelolaan data dan aplikasi secara andal, aman, dan terskala. Perkembangan sistem pembayaran digital seperti virtual account, internet banking, dan e-wallet juga mempermudah transaksi non-tunai yang aman dan efisien. Selain itu, pemanfaatan data analytics dan integrasi sistem memungkinkan pengelolaan transaksi, pelacakan pesanan, serta pencatatan data yang lebih akurat dan terdokumentasi. Secara keseluruhan, perkembangan teknologi tersebut secara signifikan mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan perdagangan melalui internet, termasuk platform B2B e-commerce di sektor farmasi. Pertumbuhan e-commerce juga mendorong masyarakat untuk melakukan pembelian produk farmasi secara daring. Seiring bertumbuhnya e-commerce secara umum, sektor lain seperti e-Farmasi juga bertumbuh. Hal tersebut dapat disebabkan oleh meningkatnya pelanggan yang membeli produk farmasi melalui aplikasi e-commerce atau online marketplace yang didukung oleh munculnya health-tech & e-Farmasi, perubahan regulasi yang mengizinkan penjualan obat tertentu secara daring, serta tingginya adopsi marketplace oleh masyarakat atau konsumen kelas menengah. Menurut laporan Orissa International, sektor kesehatan digital di Indonesia diproyeksikan mencapai nilai USD 3,67 miliar pada tahun 2029, sementara segmen telemedicine diperkirakan mencapai USD 2,4 miliar dengan CAGR sebesar 28,184 pada periode yang sama. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya adopsi layanan farmasi dan kesehatan digital yang menyediakan konsultasi daring hingga layanan pengantaran obat. Dalam sektor e-commerce kesehatan, Jaringan apotek terkemuka seperti Kimia Farma dan Apotek K-24 mulai menawarkan produk bebas melalui aplikasi seluler untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang terus meningkat dalam konteks solusi kesehatan digital, sebagai contoh seperti aplikasi kimia farma yakni Kimia Farma Mobile. Segmen pasar ini menjadi segmen yang menarik bagi investor, di mana setidaknya terdapat 35 investor yang mengalirkan modal ke dalam startup e-farmasi lokal dalam periode Januri 2015 hingga Desember 2024. Pertumbuhan nilai transaksi e-commerce tahunan diproyeksikan mencapai dua digit dengan Indonesia sebagai pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, dengan itu pasar e- Farmasi juga akan bertumbuh secara signifikan. Pertumbuhan pasar e-Farmasi juga berkaitan dengan sektor kesehatan dan farmasi yang menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat seiring meningkatnya kesadaran kesehatan masyarakat. Pertumbuhan ini juga didukung oleh dukungan dari lembaga pemerintahan seperti dukungan Kementerian Perdagangan, Kementerian Kominfo, dan BPOM dalam melakukan transformasi digital sektor kesehatan serta regulasi dari pemerintah dalam memberikan kepastian hukum perdagangan elektronik. Pemerintah juga berupaya mendukung transformasi digital dengan menerapkan program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang berupaya untuk mendorong digitalisasi UMKM, pelatihan, akses modal (KUR/UMI), dan kampanye publik, serta diintegrasikan dengan kebijakan pemerintah untuk belanja produk dalam negeri. 3:5
Page 38 OCR 0.959
3.9.8 39.9 3.9.0 3.9.1 SID Seiring dengan perkembangan teknologi digital dan perubahan perilaku konsumen dalam memperoleh produk kesehatan, Grup SOHO melihat adanya peluang pertumbuhan melalui pemanfaatan kanal e-commerce. Kehadiran kanal digital memungkinkan Grup SOHO untuk menjangkau konsumen secara lebih luas dan langsung, serta membuka akses terhadap saluran penjualan baru di luar jalur distribusi konvensional. Selain itu, pemanfaatan e-commerce juga mendukung diversifikasi sumber pendapatan dan peningkatan penetrasi pasar secara nasional, sekaligus memperkuat posisi Grup SOHO sebagai perusahaan farmasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Grup SOHO menerapkan berbagai strategi yang berfokus pada penguatan ekosistem digital dan efisiensi operasional. Strategi tersebut meliputi integrasi sistem distribusi dengan platform digital, kerja sama dengan marketplace dan mitra logistik, serta optimalisasi portofolio produk yang sesuai untuk dipasarkan melalui kanal e-commerce. Grup SOHO juga menempatkan kepatuhan terhadap regulasi sebagai salah satu faktor penting dalam pengelolaan kanal digital, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen serta mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Kegiatan usaha baru memiliki prospek pasar yang positif seiring dengan pertumbuhan perdagangan ritel dan e-commerce di Indonesia. Pangsa pasar bersifat kompetitif dan terfragmentasi, dengan potensi pasar yang masih terbuka luas didukung oleh perubahan perilaku konsumen dan peningkatan penggunaan platform digital. Kesinambungan pasar didukung oleh permintaan yang stabil, baik untuk perdagangan produk secara langsung, perdagangan melalui media elektronik, maupun perdagangan berbasis kontrak/balas jasa. Sasaran pasar Perseroan difokuskan pada segmen yang relevan dengan kegiatan usaha utama Perseroan, dengan potensi nilai pasar yang memadai dan berkelanjutan. Dari sisi pangsa pasar segmen e-commerce farmasi merupakan bagian dari kategori kesehatan dalam industri e-commerce nasional yang bertumbuh dua digit setiap tahun. Meskipun kontribusinya terhadap total nilai transaksi e-commerce nasional masih lebih kecil dibandingkan kategori utama lainnya, pertumbuhannya termasuk yang tercepat seiring meningkatnya pembelian produk kesehatan secara daring. Struktur pasar yang relatif terfragmentasi memberikan ruang penetrasi bagi pelaku usaha dengan kapabilitas distribusi dan portofolio produk yang kuat. Dalam konteks tersebut, Perseroan memiliki peluang untuk meningkatkan pangsa pasar secara bertahap sejalan dengan pertumbuhan industri dan penguatan kanal digital yang dimiliki. 3.10 Prospek Usaha Jasa Keagenan dan Distribusi 3.101 3.10.2 Prospek usaha jasa keagenan dan distribusi di industri obat tradisional di Indonesia dinilai positif dan berkelanjutan, sejalan dengan pertumbuhan industri obat tradisional secara umum. Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan serta preferensi terhadap produk berbahan alam mendorong permintaan yang stabil atas produk obat tradisional, yang pada gilirannya meningkatkan kebutuhan akan jasa keagenan dan distribusi yang efektif dan terstruktur. Dari sisi potensi, usaha jasa keagenan dan distribusi memiliki peluang yang luas seiring dengan meningkatnya variasi produk, perluasan jaringan pemasaran, serta pemanfaatan kanal distribusi modern, termasuk distribusi ritel dan digital. Kesinambungan usaha ini 3-6
Page 39 OCR 0.943
3.10.3 3.10.4 didukung oleh hubungan jangka panjang antara produsen dan agen distribusi, kepastian permintaan pasar, serta peran strategis agen dalam memperluas akses pasar, sehingga usaha jasa keagenan dan distribusi di industri obat tradisional memiliki prospek jangka panjang yang positif. Dari sisi pangsa pasar, jasa keagenan dan distribusi pada industri obat tradisional memiliki struktur pasar yang kompetitif namun masih terfragmentasi, dengan keterlibatan distributor nasional maupun regional. Seiring pertumbuhan industri obat tradisional yang berkelanjutan, kebutuhan akan jaringan distribusi yang efisien dan terintegrasi diperkirakan turut meningkat. Dengan penambahan KBLI yang memungkinkan Perseroan melakukan distribusi secara langsung, Perseroan memiliki peluang untuk meningkatkan penetrasi dan pangsa pasar secara bertahap, baik melalui penguatan jaringan distribusi konvensional maupun pemanfaatan kanal distribusi modern dan digital. Penambahan KBLI ini dimaksudkan untuk melengkapi kegiatan usaha SGH sehingga SGH dapat melakukan penjualan dan distribusi atas produknya sendiri secara langsung. Hal ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kemampuan Perseroan dalam mengoptimalkan akses pasar melalui berbagai kanal distribusi. 3.41 Pesaing 311 3.11.2 3.113 3.1.4 Dalam industri farmasi berupa obat untuk manusia, Grup SOHO menghadapi beberapa pesaing dari berbagai segmen industri seperti: » PT Dexa Medica e PT Sanbe Farma e PT Hexapharm Jaya Laboratories e PT Novell Pharmaceutical Laboratories # PT Kalbe Farma Tbk Industri farmasi nasional saat ini didominasi oleh beberapa entitas bisnis berskala besar yang memiliki keunggulan kompetitif dalam hal integrasi rantai pasok dan skala ekonomi, khususnya pada segmen obat generik dan resep sehingga kondisi ini menciptakan tantangan signifikan bagi pelaku usaha lain untuk bersaing jika hanya mengandalkan volume produksi dan strategi harga di pasar massal. Kendati demikian, Grup SOHO memiliki peluang strategis untuk tetap bersaing secara efektif melalui kekuatan pada kegiatan manufaktur dan distribusi yang telah berjalan, didukung oleh pengalaman panjang dalam pengembangan produk, pengendalian mutu, serta jaringan distribusi yang luas. Pendekatan ini memungkinkan Grup SOHO untuk fokus pada konsistensi pasokan, kualitas produk, serta keberlanjutan hubungan dengan mitra usaha dan tenaga kesehatan, tanpa harus bergantung pada persaingan harga semata. Dalam industri e-commerce untuk produk farmasi di Indonesia, Grup SOHO menghadapi beberapa pesaing dari berbagai segmen industri seperti: e Distributor farmasi besar dengan kanal digital. Contohnya seperti Sahabat Kesehatan (Kalbe) # Apotek jaringan nasional yang masuk e-commerce. Contohnya seperti Apotek Mandjur dan Guardian 37
Page 40 OCR 0.946
3.1.5 3.11.6 3lah 3.11.8 3.119 e Platform health-tech dan online pharmacy. Contohnya seperti Halodoc dan GrabHealth e Marketplace yang memiliki kategori Kesehatan. e Perusahaan farmasi dengan model distribusi digital first. Contohnya seperti CoolVita, XpertBoost, dan Vitabumin Persaingan dalam industri e-commerce produk farmasi di Indonesia bersifat terfragmentasi, dengan berbagai kelompok pelaku yang beroperasi pada segmen dan model bisnis berbeda. Meskipun terdapat distributor farmasi digital, apotek jaringan, platform health-tech, marketplace, dan perusahaan dengan model digital-first, tidak terdapat satu pelaku pun yang mendominasi secara menyeluruh. Dalam ekosistem digital dan e-commerce farmasi, dominasi pasar saat ini cenderung dipegang oleh platform teknologi aggregator dan marketplace yang menguasai akses konsumen akhir. Namun demikian, Grup SOHO tidak memposisikan diri sebagai penyedia platform digital, melainkan memanfaatkan kanal digital sebagai perpanjangan dari kegiatan distribusi yang telah ada. Dengan basis manufaktur yang kuat dan penguasaan rantai pasok, Grup SOHO memiliki peluang strategis untuk tetap bersaing melalui ketersediaan produk yang andal, integrasi distribusi luring dan daring, serta pengelolaan hubungan dengan mitra distribusi dan kanal penjualan digital. Penambahan kegiatan usaha ini bertujuan untuk mendiversifikasi kanal distribusi Perseroan. Melalui perluasan kanal tersebut, Perseroan dapat memperkuat jangkauan pasar, meningkatkan ketahanan serta reliabilitas rantai pasok, dan mengoptimalkan pemanfaatan berbagai saluran penjualan baik luring maupun daring secara lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan. Dalam usaha jasa keagenan dan distribusi untuk produk farmasi di Indonesia, Grup SOHO menghadapi beberapa pesaing dari berbagai segmen industri seperti: e Distributor farmasi nasional dan regional, e Entitas distribusi yang terafiliasi dengan grup manufaktur farmasi, # Perusahaan distribusi yang memiliki jaringan logistik dan penyimpanan sendiri. Persaingan dalam usaha jasa keagenan dan distribusi produk farmasi di Indonesia bersifat terfragmentasi, dengan berbagai kelompok pelaku yang beroperasi melalui model dan kapasitas distribusi yang berbeda. Keragaman pelaku tersebut membuat tidak ada satu entitas pun yang secara jelas mendominasi pasar dengan demikian, kompetisi berlangsung secara seimbang di antara berbagai penyedia layanan distribusi, tanpa keberadaan pemain tunggal yang menguasai keseluruhan segmen. 3.12 Target Pasar 3st Penentuan target pasar yang dituju sangat penting karena berkaitan dengan strategi Grup SOHO dalam melayani seluruh konsumen yang ada di pasar tersebut. Target pasar Grup SOHO dapat dikategorikan menjadi target pasar Business-to-Consumer (B2C) dan target pasar Business-to-Business (B2B). Pada sisi B2C, target pasar Grup SOHO merupakan konsumen urban & semi urban (perkotaan) yang berusia produktif, berumur sekitar 20-55 tahun, yang terbiasa dengan media digital seperti Tiktok, Youtube, Instagram, dan media lain sebagainya. Pada sisi B2C, target pasar Grup SOHO merupakan institusi seperti klinik, apotek, dan fasilitas kesehatan lokal. 3-8
Page 41 OCR 0.955
3.12.2 Grup SOHO melakukan fokus pada segmen target pasar B2C tersebut karena merupakan 312.3 segmen yang memiliki daya beli tinggi, tingkat adopsi digital yang tinggi, dan tingkat konsumsi produk kesehatan berkelanjutan. Untuk menjangkau target pasar tersebut, Grup SOHO berupaya untuk melakukan optimalisasi marketplace & website resmi untuk memastikan kelancaran, kemudahan, dan kenyamanan konsumen dalam menggunakan platform digital Grup SOHO. Selain optimalisasi marketplace & website, Grup SOHO juga berupaya untuk melakukan digital marketing yang lebih fokus pada platform digital Grup SOHO serta melakukan edukasi kesehatan. Grup SOHO juga menawarkan program loyalitas pelanggan untuk mempertahankan konsumen yang dimiliki pada saat ini serta untuk menarik pelanggan baru. Hal ini dapat dilakukan dengan rencana Grup SOHO untuk bekerja sama dengan platform B2B digital. 3.13 Strategi Pemasaran 33.1 Berikut adalah strategi usaha yang akan dilakukan Grup SOHO dalam meningkatkan pangsa pasar dalam beberapa tahun ke depan, yaitu: Diferensiasi layanan: Grup SOHO menekankan diferensiasi layanan melalui jaminan keaslian produk serta kecepatan dan ketepatan distribusi. Hal ini menjadi nilai tambah penting bagi target pasar B2B (mitra klinik, apotek, dan fasilitas kesehatan lokal) yang mengutamakan keamanan, kepastian pasokan, dan keandalan dari Grup SOHO. Untuk target pasar B2C hal ini dapat meningkatkan rasa kepercayaan konsumen dalam memperoleh produk kesehatan. Penetapan harga yang kompetitif: Pendekatan ini dapat dilakukan melalui efisiensi distribusi, optimalisasi volume penjualan, serta skema harga yang disesuaikan dengan skala mitra B2B, sehingga Grup SOHO dapat bersaing tanpa mengorbankan profitabilitas jangka panjang. Dalam sisi B2C, penetapan harga kompetitif bertujuan untuk menunjukkan kualitas dari produk Grup SOHO, tetapi dengan harga yang terjangkau. Strategi bundling program kesehatan: Pada sisi B2B, hal ini difokuskan pada paket pengadaan yang lebih lengkap dengan tujuan meningkatkan efisiensi pembelian. Pada sisi B2C, strategi ini dilakukan untuk mendorong pembelian berulang melalui paket produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen. Penguatan brand trust: Hal ini menjadi kunci dalam menjangkau segmen B2B dan B2C. Dengan mengutamakan kepercayaan merek, hal tersebut diharapkan untuk dapat menciptakan loyalitas jangka panjang, memperluas cakupan perusahaan, serta mendukung pertumbuhan pangsa pasar secara berkelanjutan. 3.13.2 Dengan diterapkannya strategi pemasaran, diharapkan Grup SOHO meningkatkan brand awareness, membangun loyalitas pelanggan jangka panjang, meningkatkan margin jangka panjang perusahaan, dan dapat menciptakan pendapatan berulang untuk jangka panjang. 3-9
Page 42 OCR 0.960
AA 42 4.3 4.4 KAJIAN KELAYAKAN TEKNIS Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha, PT Soho Global Health (“SGH”) selaku perusahaan induk dalam Grup SOHO berencana memperluas perannya dengan bertindak sebagai entitas yang secara langsung mengelola penjualan produk kepada konsumen akhir melalui kanal digital, termasuk e-commerce dan marketplace. Sebelum adanya penambahan kegiatan usaha ini, penjualan produk Grup SOHO ke kanal marketplace dilakukan secara tidak langsung melalui anak perusahaan, yaitu PT Parit Padang Global (“PPG”), di mana PPG melakukan penjualan kepada pihak perantara atau enabler yang selanjutnya memasarkan produk tersebut melalui platform marketplace. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, pengelolaan penjualan ke marketplace akan dialihkan dan dikelola secara terpusat oleh SGH. Sejalan dengan hal tersebut, penjualan dari PPG kepada pihak perantara atau enabler akan dihentikan. Perubahan alur kegiatan ini memungkinkan SGH untuk memiliki kontrol yang lebih baik atas strategi distribusi digital, pengelolaan penjualan, serta hubungan dengan platform marketplace, sehingga proses bisnis menjadi lebih terintegrasi dan efisien. Dari sisi teknis operasional, penambahan kegiatan usaha ini tidak memerlukan investasi baru dalam bentuk belanja modal. Kebutuhan pendanaan yang timbul dapat dipenuhi dengan modal kerja Perseroan saat ini termasuk untuk mendukung pengembangan dan penyempurnaan sistem pendukung penjualan digital, termasuk sistem pemesanan, pelaporan, dan integrasi dengan platform marketplace. Selain itu, diperlukan penguatan dari sisi sumber daya manusia, yang akan dilakukan melalui penggabungan fungsi yang telah ada serta penambahan tenaga kerja dari internal Grup SOHO. Dari sisi potensi operasional, perubahan model bisnis ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan SGH dalam mengelola persediaan dan memperoleh visibilitas yang lebih baik atas pola permintaan di kanal digital. Dengan pengelolaan penjualan marketplace yang dilakukan secara langsung, SGH dapat memantau pergerakan barang secara lebih akurat, mengidentifikasi produk dengan permintaan tinggi, serta merencanakan kebutuhan produksi dan distribusi secara lebih tepat sehingga hal ini dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih responsif dan efisien dalam pengelolaan rantai pasok Perseroan.
Page 43 OCR 0.959
5 5. 5AA 52 5.2 5.3 KAJIAN KELAYAKAN POLA BISNIS Keunggulan Kompetitif Grup SOHO memiliki jaringan distribusi yang telah terbangun secara luas dan terintegrasi dengan integrasi supply chain dari hulu hingga hilir yang memungkinkan efisiensi operasional secara optimal. Grup SOHO juga memiliki kepatuhan serta komitmen yang kuat terhadap regulasi farmasi, sehingga menjamin keandalan dari pasokan. Selain itu, reputasi dan tingkat kepercayaan pasar yang dimiliki oleh Grup SOHO sebagai grup farmasi nasional juga memperkuat posisi kompetitif perusahaan dalam kanal digital. Grup SOHO memiliki produk-produk bermerek yang resmi dan terdaftar dalam BPOM yang secara kompetitif lebih unggul dibandingkan kompetitor lain, dengan produk seperti Imboost dan Curcuma. Grup SOHO juga memasarkan produk farmasi seperti Ashtin Force dan Noroid yang merupakan produk permintaan tinggi dalam kanal digital, di mana hal ini dapat memberikan daya tarik tambahan serta meningkatkan potensi penjualan serta loyalitas konsumen di platform e-commerce. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk Secara umum, konsep e-commerce dalam industri farmasi dapat ditiru oleh pelaku lain. Namun, keunggulan kompetitif Grup SOHO terletak pada kombinasi kepatuhan regulasi yang ketat, jaringan distribusi yang telah terbangun, serta integrasi ekosistem seperti integrasi sistem, logistik, dan data antar entitas dalam Grup SOHO yang secara keseluruhan tidak mudah untuk ditiru oleh pesaing tanpa investasi besar dan struktur bisnis yang serupa. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai Rencana penambahan kegiatan usaha ini berupa platform e-commerce yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan serta memperluas customer base atau basis pelanggan. Grup SOHO melalui ekspansi kanal penjualan digital. Kehadiran platform ini memungkinkan perusahaan menjangkau segmen pelanggan yang lebih luas, baik dari sisi institusi kesehatan maupun konsumen akhir dengan akses yang lebih mudah dan efisien. Pemanfaatan kanal digital diharapkan dapat meningkatkan frekuensi transaksi, memperluas distribusi produk unggulan, serta optimalisasi penetrasi pasar tanpa keterbatasan geografis yang signifikan. 5-1
Page 44 OCR 0.960
6 6.1 6AA 61.4 6.1.6 KAJIAN KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN Ketersediaan Tenaga Kerja Per 30 September 2025, tenaga kerja Grup SOHO berjumlah sebanyak 2.313 karyawan. Dalam pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia (SDM), Grup SOHO secara aktif melakukan rekrutmen yang berbasis kompetensi pada lulusan baru maupun profesional dengan fokus rekrutmen pada individu yang memiliki latar belakang farmasi, IT, bisnis, dan "logistik. Sebelum memulai proses seleksi calon karyawan, tim rekrutmen terlebih dahulu menyusun perencanaan kebutuhan tenaga kerja dalam kurun waktu tertentu dan dipetakan setiap tahun. Proses rekrutmen melibatkan identifikasi dan pemilihan kandidat yang tepat untuk posisi pekerjaan berdasarkan kualifikasi, keterampilan, dan kesesuaian terhadap budaya dan tujuan Grup SOHO. Dengan adanya penambahan KBLI usaha, Grup SOHO akan membentuk unit atau divisi khusus e-commerce. Grup SOHO akan memprioritaskan untuk memanfaatkan tim IT yang sudah ada dalam struktur organisasi dan juga bisa menggunakan vendor teknologi eksternal. Sehubungan dengan penambahan KBLI baru, Perseroan tidak membentuk unit atau divisi baru secara terpisah, melainkan mengoptimalkan struktur organisasi serta sumber daya manusia yang telah tersedia. Saat ini, Perseroan telah memiliki tim internal yang menangani kegiatan perdagangan eceran dan penjualan melalui kanal e-commerce, yang selanjutnya juga akan mendukung kegiatan usaha berbasis balas jasa sesuai dengan KBLI yang ditambahkan. Secara keseluruhan, sekitar 12 (dua belas) karyawan akan dialokasikan untuk mendukung pelaksanaan KBLI yang akan ditambahkan. Komposisi tenaga kerja tersebut mencakup fungsi sales dan marketing, supply chain, pembukuan, serta pengelolaan sistem. Penyesuaian dan penguatan alokasi tenaga kerja akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan operasional Perseroan. Guna menjalankan kegiatan usaha baru tersebut secara optimal, diperlukan keahlian yang relevan dan saling melengkapi, antara lain keahlian dalam perdagangan barang, pengelolaan usaha berbasis balas jasa, serta pengelolaan penjualan melalui kanal e-commerce. Keahlian tersebut pada saat ini telah tersedia dalam tim Perseroan, dan akan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan bisnis. 6.2 Hak Atas Kekayaan Intelektual 6.21 Manajemen hak atas kekayaan intelektual adalah pengelolaan dan pengaturan penggunaan gagasan-gagasan dan ekspresi yang diciptakan oleh sumber daya manusia yang dimiliki untuk jangka waktu tertentu. Istilah hak atas kekayaan intelektual merupakan hasil pikiran atau intelektualitas yang dapat menghasilkan suatu karya. Sedangkan prinsip hak atas kekayaan intelektual merupakan suatu kekayaan yang berada dalam ruang lingkup kehidupan manusia di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, maupun seni dan sastra, sehingga pemiliknya bukan terhadap barangnya melainkan terhadap hasil kemampuan intelektual manusianya. Hak atas kekayaan intelektual meliputi dua hal yaitu:
Page 45 OCR 0.951
6.2.2 6.2.3 e Industrial property right, berkaitan dengan penemuan/inovasi yang berhubungan dengan kegiatan industri, antara lain terdiri dari paten, merek, desain industri, rahasia dagang, dan desain tata letak terpadu. e Copyright atau Hak Cipta, memberikan perlindungan terhadap karya seni, sastra dan ilmu pengetahuan seperti film, lukisan, novel, program komputer, tarian, lagu, dan sebagainya. Dengan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki oleh sumber daya manusia diharapkan akan lahirnya inovasi-inovasi baru yang muaranya bertujuan untuk mengefisienkan dan mengefektifkan pekerjaan. Untuk memotivasi setiap sumber daya manusia yang dimiliki agar dapat menggunakan kekayaan intelektual berupa lahirnya inovasi- inovasi baru terhadap sumber daya manusia adalah melalui pemberian penghargaan (reward) seperti promosi jabatan dan bonus. Dalam kaitannya dengan hal ini, Grup SOHO akan memastikan sumber daya manusia memiliki kompetensi teknis yang diperlukan dengan diterapkan tiga langkah dalam mempersiapkan sumber daya manusia, yaitu: e Melakukan perekrutan karyawan yang sudah berpengalaman pada bidang usaha yang sama atau ada relevansinya dengan bidang farmasi, khususnya disiplin teknologi terkait dengan pemasaran, keuangan dan pola manajemen. e Melakukan perekrutan karyawan yang baru keluar dari sekolah atau perguruan tinggi dengan kriteria yang memenuhi standar industri. e Melakukan pelatihan dan pendidikan bagi karyawan melalui kerjasama dengan instansi pemerintah maupun lembaga-lembaga independen. 6.3 Manajemen Risiko 6.31 6.3.3 Dalam melakukan kegiatan usahanya, Grup SOHO menanggung beberapa risiko. Berikut risiko dan upaya Grup SOHO dalam memitigasi atau mengatasi risiko-risiko tersebut: Risiko regulasi dan kepatuhan Risiko regulasi dan kepatuhan merupakan risiko yang timbul akibat ketidaksesuaian aktivitas usaha dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya dalam penjualan dan distribusi produk kesehatan melalui kanal digital. Untuk memitigasi risiko ini, Grup SOHO menerapkan standar operasional prosedur (SOP) kepatuhan yang ketat, melakukan audit internal secara berkala, serta melakukan konsultasi regulasi secara rutin untuk memastikan bahwa seluruh aktivitas e-commerce tetap sejalan dengan ketentuan yang ditetapkan oleh regulator. Dalam menjalankan kegiatan usaha pada KBLI 47723, terdapat risiko terkait dengan perubahan regulasi di bidang perdagangan dan peredaran obat tradisional, termasuk ketentuan perizinan, pelabelan, serta standar mutu produk. Selain itu, terdapat risiko permintaan pasar yang dipengaruhi oleh tren konsumsi dan preferensi konsumen, serta risiko persaingan dengan pelaku usaha lain yang menawarkan produk sejenis melalui berbagai kanal distribusi. |
Page 46 OCR 0.959
6.3.4 6.3.8 Risiko operasional Risiko operasional merujuk pada potensi gangguan dalam proses operasional e-commerce, seperti keterlambatan pemenuhan pesanan, kesalahan pengiriman, maupun kendala layanan kepada pelanggan. Manajemen Grup SOHO mengelola risiko ini melalui penerapan Service Level Agreement (SLA) dengan mitra logistik, penggunaan sistem pemantauan pesanan secara real-time, serta pengelolaan keluhan pelanggan yang terstruktur untuk menjaga kualitas layanan dan kepuasan pelanggan. Risiko teknologi dan keamanan data Risiko teknologi dan keamanan data merujuk pada potensi gangguan sistem digital serta ancaman keamanan siber, seperti peretasan dan kehilangan data. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Grup SOHO memiliki kebijakan Business Continuity Plan (BCP) dan Disaster Recovery Plan (DRP), melakukan pencadangan data secara berkala, serta didukung oleh tim IT dan cyber-security internal dan juga pihak ketiga untuk memastikan keandalan dan keamanan sistem digital perusahaan. Risiko keuangan Risiko keuangan dapat timbul akibat peningkatan biaya operasional serta potensi tekanan terhadap margin seiring dengan perkembangan kanal digital. Dalam mengelola risiko tersebut, Grup SOHO berfokus pada efisiensi operasional melalui pengembangan bisnis digital yang terarah serta optimalisasi margin produk dengan menjaga struktur biaya pokok penjualan (COGS) agar tetap terkendali, sehingga profitabilitas perusahaan dapat dipertahankan. Risiko persaingan Risiko persaingan muncul seiring dengan meningkatnya jumlah pelaku industri farmasi dan kesehatan yang memanfaatkan kanal e-commerce. Untuk menjaga keberlanjutan keunggulan kompetitif, Grup SOHO secara berkelanjutan melakukan inovasi produk dan layanan, menerapkan diferensiasi layanan, serta memperkuat ekosistem digital dan loyalitas pelanggan untuk mempertahankan posisi perusahaan di tengah persaingan yang semakin ketat. Risiko kinerja dan keberlanjutan mitra usaha Dalam menjalankan kegiatan usaha pada KBLI 47920, terdapat risiko yang berkaitan dengan ketergantungan pada kinerja dan keberlanjutan mitra usaha, termasuk entitas anak atau pihak ketiga, serta risiko pencapaian volume transaksi yang memengaruhi besaran pendapatan berbasis balas jasa. Selain itu, terdapat risiko operasional dan kepatuhan yang berkaitan dengan pengelolaan perjanjian kerja sama, pelaksanaan kontrak, serta pengendalian kualitas layanan yang diberikan. 6.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen 6.41 Pemenuhan SDM dengan kompetensi yang mumpuni sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas serta pengembangan tim yang kuat pada Grup SOHO. Grup SOHO menyadari 6-3
Page 47 OCR 0.961
6.4.2 6.4.3 6.5 6.5 6.5.2 6.5.3 bahwa SDM sangat penting bagi perkembangan dan keberhasilan SOHO guna mempertahankan tim kerja yang baik, Grup SOHO selalu memilih, melatih, memotivasi serta memberikan penghargaan kepada karyawan-karyawan yang memiliki potensi cukup baik di Grup SOHO. Pengembangan SDM diarahkan juga untuk membantu karyawan dalam membangun pribadi mereka masing-masing dan meningkatkan keahlian berorganisasi, pengetahuan, dan kemampuan bekerja. Untuk itu, Grup SOHO selalu memberikan kesempatan kepada para karyawan untuk mengembangkan karier mereka dengan mengikuti berbagai seminar, praktik kerja, serta program pelatihan khusus. Secara spesifik terkait kegiatan usaha baru, Grup SOHO saat ini telah memiliki kapasitas manajemen yang memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan usaha yang akan ditambahkan. Kapasitas manajemen yang ada saat ini didukung oleh pengalaman Grup SOHO dalam menjalankan kegiatan manufaktur, distribusi, perdagangan produk kesehatan, serta pengelolaan kanal penjualan digital. Selain itu, manajemen Grup SOHO juga telah memiliki pemahaman atas pengelolaan hubungan dengan mitra usaha, pengendalian rantai pasok, serta pengembangan strategi pemasaran dan penjualan yang terintegrasi. Dalam hal terdapat kebutuhan kompetensi manajemen yang belum sepenuhnya tersedia secara internal, Grup SOHO akan melakukan penguatan kapasitas melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia, rekrutmen tenaga profesional yang memiliki keahlian spesifik, serta pemanfaatan dukungan konsultan atau mitra strategis sesuai dengan kebutuhan pengembangan kegiatan usaha. Struktur Organisasi Struktur organisasi Grup SOHO dibuat sesuai dengan fungsi operasi Grup SOHO yang dipisahkan menjadi departemen yang berbeda. Semua departemen dalam Perseroan dikelola oleh pimpinan pada tingkat manajemen sesuai keahliannya masing-masing dan dipantau oleh masing-masing Direktur sesuai strukturnya. Masing-masing departemen telah berjalan sesuai fungsinya masing-masing dan telah sesuai antara struktur yang dibuat dengan manajemen yang mengelola operasional Grup SOHO. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, maka tidak ada perubahan pada struktur organisasi Grup SOHO. Terkait dengan penambahan kegiatan usaha baru, struktur organisasi yang ada saat ini dinilai masih memiliki kesesuaian dan kapasitas untuk mengakomodasi rencana penambahan kegiatan usaha tersebut. Hal ini dikarenakan kegiatan usaha yang akan ditambahkan masih sejalan dan saling mendukung dengan fungsi-fungsi yang telah ada, khususnya pada aspek manajemen, operasional, pemasaran, penjualan, dan pengendalian internal, sehingga dapat dikelola secara efektif melalui optimalisasi struktur dan sumber daya yang telah berjalan. Namun demikian, dalam hal di kemudian hari terdapat ketidaksesuaian akibat perkembangan skala bisnis yang pesat atau kebutuhan spesialisasi yang mendesak, Grup SOHO siap melakukan langkah penyesuaian. Penyesuaian yang akan dilakukan meliputi penataan ulang fungsi dan tanggung jawab organisasi, penambahan atau penguatan peran tertentu sesuai kebutuhan operasional, serta penyesuaian struktur organisasi guna memastikan efektivitas pengelolaan dan pengendalian kegiatan usaha yang dijalankan. 6-4
Page 48 OCR 0.948
7 KAJIAN KELAYAKAN KEUANGAN 7. Asumsi Umum ZA Studi kelayakan ini didasarkan atas laporan keuangan konsolidasian auditan SOHO dan entitas anak untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 dan laporan keuangan konsolidasian auditan interim SOHO dan entitas anak pada tanggal dan untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir 30 September 2025. 7.1.2 Proyeksi keuangan yang dipergunakan dalam studi kelayakan ini disusun oleh manajemen perusahaan dan kami telah melakukan reviu kewajaran asumsi dan penyesuaian terhadap proyeksi keuangan. 7.1.3 Periode proyeksi keuangan yang dipergunakan dalam studi kelayakan ini adalah selama 5 (lima) tahun dikarenakan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha ini hanya berupa penambahan jalur distribusi, sehingga diasumsikan bahwa periode proyeksi keuangan tersebut telah cukup menggambarkan kondisi normal penjualan. 7.1.4 Dalam studi kelayakan ini, kami mengasumsikan bahwa informasi dalam laporan keuangan adalah benar dan tidak ada hal yang signifikan yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan Grup SOHO di masa yang akan datang. 7.1.5 Metode yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini adalah dengan membandingkan proyeksi keuangan Grup SOHO dengan adanya PKU dan tanpa adanya PKU. 7.1.6 Kami tidak melakukan perhitungan terkait kelayakan investasi keuangan dikarenakan tidak ada investasi yang dilakukan oleh pemegang saham dalam bentuk penambahan setoran modal ataupun pembelanjaan modal. Penambahan kegiatan usaha ini hanya menggunakan modal kerja yang telah tersedia di perusahaan saat ini. 7.1.7 Asumsi tingkat inflasi berdasarkan data dari Dana Moneter Internasional (“IMF”) per April 2025 yang disajikan sebagai berikut: Keterangan 2029 Inflasi Indon 1,684 2,518 2,505 2,524 2,524 2,524 7.2 Proyeksi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha 7.24 Proyeksi keuangan tanpa penambahan kegiatan usaha didasarkan atas proyeksi keuangan yang disusun oleh manajemen dan kami telah melakukan reviu dan penyesuaian atas proyeksi keuangan manajemen berdasarkan pada kinerja keuangan dan performa historis Grup SOHO, analisia makro ekonomi dan analisa industri, baik secara historis maupun gambaran industri di masa depan dan data serta informasi yang tersedia pada tanggal studi kelayakan. Penjualan 7.2.2 Kami telah melakukan kajian terhadap asumsi atas penjualan yang digunakan manajemen Grup SOHO, data historis, informasi dan data pendukung lain yang relevan, serta diskusi dengan manajemen.
Page 49 OCR 0.923
7.2.3 Berdasarkan proyeksi yang disediakan oleh manajemen Grup SOHO, asumsi atas pendapatan yang digunakan manajemen Grup SOHO di dalam proyeksi keuangan adalah sebagai berikut: Dalam jutaan Rupiah 31 Desember Keterangan Penjualan 571. 10.495.550 | 11.373.357 | 12.340.092 | 13.389.000 | 14.460.120 | 15.616.930 Pertumbuhan penjualan (6) 4,354 8,364 8,504 8,50x 8,001 8,001, Piutang Usaha 7.2.4 Berdasarkan asumsi atas piutang usaha yang digunakan manajemen Grup SOHO di dalam proyeksi keuangan, analisis data yang relevan dan diskusi yang dilakukan, kami telah melakukan penyesuaian sehingga asumsi perputaran piutang usaha dan saldo piutang usaha selama periode proyeksi yang digunakan untuk kepentingan penilaian ini menjadi sebagai berikut: Dalam jutaan Rupiah 34 Desember rangan Piutang usaha 1.981.386 2.147.101 2.329.605 2.527.621 2.729.831 2.948.218 Perputaran piutang usaha (hari) 69 69 69 69 69 69 Beban Pokok Pendapatan 7.2.5 Kami telah melakukan kajian terhadap asumsi atas beban pokok penjualan yang digunakan manajemen Grup SOHO, data historis, informasi dan data pendukung lain yang relevan, serta diskusi dengan manajemen. 7.2.6 Berdasarkan proyeksi yang disediakan oleh manajemen Grup SOHO, asumsi atas beban pokok penjualan yang digunakan manajemen Grup SOHO di dalam proyeksi keuangan adalah sebagai berikut: Dalam jutaan Rupiah 31 Desember Keterangan 2025 2027 2028 2029 Beban pokok pendapatan 9.275.114 10.759.402 | 11.555.597 | 12.410.711 Persediaan 7.2.7 Berdasarkan asumsi atas persediaan yang digunakan manajemen Grup SOHO di dalam proyeksi keuangan, analisis data yang relevan dan diskusi yang dilakukan, kami telah melakukan penyesuaian sehingga asumsi perputaran piutang usaha dan saldo piutang usaha selama periode proyeksi yang digunakan untuk kepentingan penilaian ini menjadi sebagai berikut: Dalam jutaan Rupiah 31 Desember Keterangan 2025 2026 2027 2030 Persediaan 1.581.211 | 1.713.457 | 1.859.101 | 2017125 | 2.178.495 | 2.352.774 Perputaran persediaan (hari) 66 67 68 69 69 69
Page 50 OCR 0.924
Utang Usaha 7.2.8 Berdasarkan asumsi atas utang usaha yang digunakan manajemen Grup SOHO di dalam proyeksi keuangan, analisis data yang relevan dan diskusi yang dilakukan, kami telah melakukan penyesuaian sehingga asumsi perputaran piutang usaha dan saldo piutang usaha selama periode proyeksi yang digunakan untuk kepentingan penilaian ini menjadi sebagai berikut: Dalam jutaan Rupiah 31 Desember Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030 Utang usaha 2.629.468 | 2.849.386 | 3.091.584 | 3.354.368 | 3.622.718 | 3.912.535 Perputaran utang usaha (hari) 109 112 113 114 114 115 Pembelanjaan Barang Modal 7.2.9 Manajemen Grup SOHO tidak mengungkapkan asumsi terkait dengan pembelanjaan barang modal selama periode proyeksi keuangan. Berdasarkan data historis, kami mengasumsikan pembelanjaan barang modal selama periode proyeksi menjadi sebagai berikut: Dalam jutaan Rupiah 31 Desember Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030 Akuisisi aset tetap 39.704 37.250 37.250 37.250 37.250 37.250 Akuisisi hak guna aset 23.267 22.602 22.602 22.602 22.602 22.602 Akuisisi aset tidak berwujud! 1.859 7.649 7.649 7.649 7.649 7.649 Beban Operasional 7.210 Kami telah melakukan kajian atas asumsi beban operasional yang disediakan oleh manajemen Grup SOHO, dan berdasarkan data historis, informasi dan data pendukung lain yang relevan, kami melakukan penyesuaian atas perhitungan beban penyusutan untuk kepentingan penilaian ini. Atas penyesuaian tersebut, maka jumlah beban operasional yang terdiri dari beban penjualan, beban umum dan administrasi dan beban penelitian dan pengembangan selama periode proyeksi menjadi sebagai berikut: Dalam jutaan Rupiah Okt-Des Keterang 2025 2025 2026 2029 2030 Beban penjualan 200.216 | 847.192 | 992.967 1.132.602 | 1.209.619 | 1.291.873 Beban umum dan administrasi 30.483 | 138.921 | 160.435 | “168.018 | 175.912 | 183.358 | 189.686 Beban penelitian dan Hery enbangan 6.614 27.765 30.171 31.438 32.759 34.135 35.568 7.241 Beban penyusutan dan amortisasi dihitung sesuai dengan kebijakan akuntansi yang berlaku. Pajak Penghasilan Badan 7.212 Asumsi pajak penghasilan badan diperhitungkan dari laba sebelum pajak penghasilan, dan tarif pajak penghasilan badan adalah sebesar 229 pada tahun 2025 sampai 2030. 73
Page 51 OCR 0.899
7.3 Rasio Keuangan Proyeksi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha 7.3.1 Rasio Profitabilitas Laba Kotor 15,568 16,284 18, 44X 19,045 19, 64K, 20,095 20,535 Marjin Laba Usaha 5,07x 6,474 7,994 8,781 9,584 10,171 10,774 Marjin Laba Bersih 4974 5,414 6,354 6,971 7,584 8,042 8,519 Imbal Balik Aset n.r 9,254 10, 6316 11,304 11,78X 11,89X 11,921 Imbal Balik Ekuitas mn. 19,091 21,578 22,294 22,45K 21,805 21,04x Selama periode proyeksi, seluruh rasio profitabilitas tanpa penambahan kegiatan usaha terus mengalami kenaikan tiap tahunnya. Rasio profitabilitas yang cenderung meningkat menggambarkan bahwa Grup SOHO mengelola aspek keuangan dengan baik. 7.3.2 Rasio Likuiditas Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030 Rasio Kas 0,33 0,40 0,49 0,61 0,74 0,88 Rasio Cepat 1,84 11 2,00 2,11 2,24 2,38 Rasio Lancar 1,31 1,37 147 1,58 1,70 1,84 Selama periode proyeksi, seluruh rasio Likuiditas tanpa penambahan kegiatan usaha terus mengalami kenaikan tiap tahunnya. 7.3.3 Rasio Aktivitas Keterangan Perputaran Piutang Usaha 69 69 69 69 69 69 Perputaran Persediaan 66 67 68 69 69 69 Perputaran Utang Usaha 109 112 113 114 114 115 Rasio aktivitas selama periode proyeksi tanpa penambahan kegiatan usaha stabil dari tahun 2024 sampai dengan 2030. Rasio aktivitas yang digunakan ditentukan dengan menggunakan rata-rata data keuangan historis Grup SOHO. 7.4 Proyeksi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha 7.44 Proyeksi keuangan dengan penambahan kegiatan usaha didasarkan atas proyeksi keuangan yang disusun oleh manajemen dan kami telah melakukan reviu dan penyesuaian atas proyeksi keuangan manajemen berdasarkan pada kinerja keuangan dan performa historis Grup SOHO, analisia makro ekonomi dan analisa industri, baik secara historis maupun gambaran industri di masa depan dan data serta informasi yang tersedia pada tanggal studi kelayakan. 7-4
Page 52 OCR 0.934
Pendapatan 7.4.2 Kami telah melakukan kajian terhadap asumsi atas pendapatan yang digunakan manajemen Grup SOHO, data historis, informasi dan data pendukung lain yang relevan, serta diskusi dengan manajemen. 7.4.3 Berdasarkan proyeksi yang disediakan oleh manajemen Grup SOHO, asumsi atas pendapatan yang digunakan manajemen Grup SOHO di dalam proyeksi keuangan adalah sebagai berikut: Dala aan Rupia Okt-De D ang 0 0 0 () 028 030 Pendapatan 2.590.265 | 10.514.771 | 11.405.753 | 12.380.414 | 13.436.262 | 14.513.002 | 15.675.017 Pertumbuhan pendapatan (4) 4,54x 8,475 8,554 8,534 8,014 8,014 Piutang Usaha 7.44 Berdasarkan asumsi atas piutang usaha yang digunakan manajemen Grup SOHO di dalam proyeksi keuangan, analisis data yang relevan dan diskusi yang dilakukan, kami telah melakukan penyesuaian sehingga asumsi perputaran piutang usaha dan saldo piutang usaha selama periode proyeksi yang digunakan untuk kepentingan penilaian ini menjadi sebagai berikut: Dalam jutaan Rupiah 31 Desember Keterangan 2027 2028 Piutang usaha 1.981.386 2.149.281 2.332.945 2.531.907 2.734.806 2.953.774 Perputaran piutang usaha (hari) 69 69 69 69 69 69 Beban Pokok Pendapatan 7.4.5 Kami telah melakukan kajian terhadap asumsi atas beban pokok penjualan yang digunakan manajemen Grup SOHO, data historis, informasi dan data pendukung lain yang relevan, serta diskusi dengan manajemen. 7.4.6 Berdasarkan proyeksi yang disediakan oleh manajemen Grup SOHO, asumsi atas beban pokok penjualan yang digunakan manajemen Grup SOHO di dalam proyeksi keuangan adalah sebagai berikut: Dalam jutaan Rupiah Okt-Des 31 Desember Keterangan 2025 2025 2026 2027 2028 2029 Beban pokok pendapatan | 2.171.084 8.786.508 9.275.M4| 9.990.159 | 10.759.402 | 11.555.597 | 12.410.711 Persediaan 7.4.7 Berdasarkan asumsi atas persediaan yang digunakan manajemen Grup SOHO di dalam proyeksi keuangan, analisis data yang relevan dan diskusi yang dilakukan, kami telah melakukan penyesuaian sehingga asumsi perputaran piutang usaha dan saldo piutang usaha selama periode proyeksi yang digunakan untuk kepentingan penilaian ini menjadi sebagai berikut: 7-5
Page 53 OCR 0.949
anga 6 O 8 029 0 Persediaan 1.581.211 1.715.97 1.861.766 2.020.545 2.182.465 2.357.209 Perputaran persediaan (hari) 66 67 68 69 69 69 Utang Usaha 7.4.8 Berdasarkan asumsi atas utang usaha yang digunakan manajemen Grup SOHO di dalam proyeksi keuangan, analisis data yang relevan dan diskusi yang dilakukan, kami telah melakukan penyesuaian sehingga asumsi perputaran piutang usaha dan saldo piutang usaha selama periode proyeksi yang digunakan untuk kepentingan penilaian ini menjadi sebagai berikut: Dalam jutaan Rupiah 31 Desember Keterangan 2026 2027 2028 Utang usaha 2.629.468 2.852.279 3.096.016 3.360.056 3.629.320 3.919.909 Perputaran utang usaha (hari) 109 112 13 114 15 115 Pembelanjaan Barang Modal 7.4.9 Manajemen Grup SOHO tidak mengungkapkan asumsi terkait dengan pembelanjaan barang modal selama periode proyeksi keuangan. Berdasarkan data historis, kami mengasumsikan pembelanjaan barang modal selama periode proyeksi menjadi sebagai berikut: Dalam jutaan Rupiah 31 Desember Keterangan 2027 2028 Akuisisi aset tetap 39.704 37.250 37.250 37.250 37.250 37.250 Akuisisi hak guna aset 23.267 22.602 22.602 22.602 22.602 22.602 Akuisisi aset tidak berwujud 1.859 7.649 7.649 7.649 7.649 7.649 Beban Operasional 7.410 Kami telah melakukan kajian atas asumsi beban operasional yang disediakan oleh manajemen Grup SOHO, dan berdasarkan data historis, informasi dan data pendukung lain yang relevan, kami melakukan penyesuaian atas perhitungan beban penyusutan untuk kepentingan penilaian ini. Atas penyesuaian tersebut, maka jumlah beban operasional yang terdiri dari beban penjualan, beban umum dan administrasi dan beban penelitian dan pengembangan selama periode proyeksi menjadi sebagai berikut: Dalam jutaan Rupiah 31 Desember Keterangan 2026 2027 2028 Beban penjualan 210.984 857.959 | 1.003.383 | 1.073.442 | 1.147.799 | 1.226.546 | 1.310.483 Beban umum dan administrasi 30.483 138.921 160.435 168.018 175.912 183.358 189.686 Beban penelitian dan BensaNAn 6.614 27.765 30.71 31.438 32.759 34.135 35.568 7.411 Beban penyusutan dan amortisasi dihitung sesuai dengan kebijakan akuntansi yang berlaku. 7-6
Page 54 OCR 0.893
Pajak Penghasilan Badan 7.412 Asumsi pajak penghasilan badan diperhitungkan dari laba sebelum pajak penghasilan, dan tarif pajak penghasilan badan adalah sebesar 2296 pada tahun 2025 sampai 2030. 7.5 Rasio Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha 7.5 Rasio Profitabilitas Marjin Laba Kotor 16, 18x 16, 44X 18,674 19,311 19,921 20, 3846 20,821 Marjin Laba Usaha 5,364 6,541 8,16x 8,98X 9,784 10, 3816 10,981 Marjin Laba Bersih 5,198 5,468 6,481 7,129 T,7Ah 8,21x 8,671 Imbal Balik Aset mr 9,356 10,844, 11,501 1,971 12,054 12,041, Imbal Balik Ekuitas rr 19,274 21,938 22,584 22,654 21,92 21,108 Selama periode proyeksi dengan penambahan kegiatan usaha, rasio profitabilitas cenderung mengalami kenaikan tiap tahunnya. Bila dibandingkan dengan proyeksi keuangan tanpa penambahan kegiatan usaha, marjin laba kotor, marjin laba usaha dan marjin laba bersih terjadi kenaikan kurang lebih sebesar 1X sehingga menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan kegiatan usaha maka hal tersebut tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja keuangan Grup SOHO. 7.5.2 Rasio Likuiditas Keterangan Rasio Kas 0,34 0,41 0,51 0,63 0,76 0,91 Rasio Cepat 1,84 11 2,01 2,13 2,26 2,41 Rasio Lancar 1,31 1,38 1,48 1,59 1,73 1,87 Selama periode proyeksi dengan penambahan kegiatan usaha, rasio likuiditas juga tidak peningkatan yang signifikan tiap tahunnya dibandingkan tanpa penambahan kegiatan usaha. 7.5.3 Rasio Aktivitas Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030 Perputaran Piutang Usaha 69 69 69 69 69 69 Perputaran Persediaan 66 67 68 69 69 69 Perputaran Utang Usaha 109 12 13 114 15 15 Selama periode proyeksi dengan penambahan kegiatan usaha, tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio aktivitas dibandingkan dengan proyeksi tanpa penambahan kegiatan usaha.
Page 55 OCR 0.836
7.6 Dampak Keuangan 7.6.1 Berdasarkan analisis inkremental dapat dilihat bahwa dengan adanya penambahan kegiatan baru, tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap keuangan Grup SOHO. 7.6.2 Berikut adalah perbandingan rasio-rasio proyeksi laporan keuangan Grup SOHO tanpa penambahan kegiatan usaha dan dengan penambahan kegiatan usaha. Dalam jutaan Rupiah 31 Desember 2025 2026 2027 2028 2029 2030 Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Marjin Laba Kotor 15,564 16,284 18, 44X, 19,041 19, 6456 20,094 20,534 Marjin Laba Usaha 5,071, 6,476 1,996 8,791 9,58x 10,171 10,772 Marjin Laba Bersih 4,985 5,415 6,354 6,971 7,58x 8,04x 8,51 Imbal Balik Aset ar 9,254 10, 631, 11,301 11,784 11,891 11,921 Imbal Balik Ekuitas mr 19, 101, 21,575 22,301 22,454 21, 801 21,049 Rasio Kas ne 0,34 0,40 0,50 0,61 0,74 0,88 Rasio Cepat n.r 1,84 1 2,00 211 2,24 2,38 Rasio Lancar nan 131 1,38 1,47 1,58 17 1,84 Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Marjin Laba Kotor 16, 1816 16,445 18,671 19,314 19,9216 20,381 20,821 Marjin Laba Usaha 5,364 6,545 8,161 8,985 9,184 10, 3816 10,981 Marjin Laba Bersih 5,20x 5,479 6,481 7,129 7,741 8,214 8,671 Imbalan Balik Aset mr 9,355 10,841 11,502 11,971 12,054 12,041 Imbalan Batik Ekuitas mr 19,274 21,939 22,584 22,655 21,921 21, 10x Rasio Kas ne 0,34 0,41 0,51 0,63 0,76 0,1 Rasio Cepat mr 1,85 192 2,01 2,13 2,26 2,41 Rasio Lancar mr 1,31 1,38 1,48 1,59 1,73 1,87 7.6.3 Dapat dilihat bahwa dengan adanya penambahan kegiatan usaha baru tidak memberikan dampak yang signifikan baik dari rasio profitabilitas dan rasio likuiditas. 7.6.4 Perbandingan proyeksi laporan posisi keuangan Grup SOHO dengan penambahan kegiatan usaha dan tanpa penambahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut: Dalam jutaan Rupiah 31 Dese Keterangan 2025 2026 202 2028 2030 Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Total Aset 6.140.121 | 6.791.446 | 7.610.847 | 8.615.184 | 9.783.634 | 11.151.364 Total Liabilitas 3.165.215 | 3.444.496 | 3.754.020 | 4.093.291 | 4.448.680 | 4.837.705 Total Ekuitas 2.974.906 | 3.346.950 | 3.856.827 | 4.521.893 | 5.334.954 | 6,313,659 Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Total Aset 6.146.715 | 6.818.077 | 7.660.365 | 8.690.969 | 9.888.379 | 11.287.673 Total Liabilitas 3.165.215 | 3.447.389 | 3.758.451 | 4.098.978 | 4.455.282 | 4.845.079 Total Ekuitas 2.981.500 | 3.370.688 | 3.901.914 | 4.591.991 | 5.433.097 | 6.442.594 7-8
Page 56 OCR 0.880
7.6.5 Total aset, total liabilitas dan total ekuitas baik tanpa adanya penambahan kegiatan usaha baru maupun dengan adanya penambahan kegiatan usaha baru tidak ada ada perubahan yang signifikan. Dalam jutaan Rupiah Okt- 31 Desember Keterangan 2025 20 2026 2027 2028 2029 2030 Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Pendapatan 2:571.044 | 10.495.550 | 11.373.357 | 12-340.092 | 13.389.000 | 14.460.120 | 15.616.930 Kengikan - 4,351 8,368 8,50 8,501 3,005 3,005 pendapatan (45) Laba bersih tansra | serses| 722045) ss9s77| 101.064 | 1163001 | 1.328.706 Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Pendapatan 2.590.265 | 10.514.771 | 11.405.753 | 12.380.414 | 13.430.262 | 14.513.002 | 15.675.017 Kenaikan Se bi & 4,5at B,a7g 8,551 8,538 3,016 8,016 Laba bersih Taat | srasea| 7a0ns0 | 881225) 1040075 | 191-106 | 1.359.498 7.6.6 Pendapatan Perseroan tanpa adanya penambahan kegiatan usaha baru dibandingkan dengan penambahan kegiatan usaha baru tidak memberikan dampak yang signifikan karena penambahan kegiatan usaha baru hanya memberikan dampak dibawah 14 dari total pendapatan Perseroan. 7.6.7 Sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha pada Perdagangan Obat Tradisional, Perdagangan Melalui Media/E-Commerce, serta Jasa Perantara Perdagangan, Perseroan tidak memerlukan investasi baru dalam bentuk belanja modal. Seluruh kebutuhan yang timbul dibiayai oleh modal kerja, yang digunakan untuk mendukung pengembangan dan penyesuaian sistem pendukung operasional khususnya sistem digital untuk pengelolaan penjualan, pencatatan transaksi, pelaporan, serta integrasi dengan kanal penjualan daring. Selain itu, kebutuhan modal kerja juga mencakup pemenuhan persediaan sesuai kebutuhan operasional serta penyesuaian fungsi pendukung yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan usaha tersebut. 7.6.8 Kebutuhan modal kerja dan biaya operasional mencakup biaya persediaan, biaya tenaga kerja, pemeliharaan sistem, aktivitas pemasaran, serta biaya operasional pendukung lainnya yang relevan dengan masing-masing kegiatan usaha. Seluruh kebutuhan pendanaan atas penambahan kegiatan usaha tersebut direncanakan akan dibiayai dari modal kerja Perseroan (working capital). Berdasarkan evaluasi dan pertimbangan manajemen, penambahan kegiatan usaha ini diyakini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan Perseroan melalui peningkatan efektivitas model bisnis, optimalisasi saluran penjualan, serta potensi peningkatan kontribusi pendapatan secara berkelanjutan. 7.6.9 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha baru tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap keuangan Perseroan di masa mendatang. 7.7 Manfaat Manfaat kualitatif yang diperoleh Grup SOHO dengan adanya penambahan kegiatan usaha ini adalah penambahan portofolio produk sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Sedangkan manfaat kuantitatif adalah meningkatkan penjualan dan laba Grup SOHO.
Page 57 OCR 0.962
81 8.2 8.3 8.4 8.5 8.6 KESIMPULAN STUDI KELAYAKAN BISNIS Dari kajian kelayakan pasar, dengan adanya penambahan KBLI maka tidak ada perubahan pangsa pasar, potensi pasar dan potensi nilai pasar Perseroan secara konsolidasian. Penambahan KBLI tersebut memungkinkan Perseroan selaku perusahaan induk untuk melakukan penjualan langsung kepada konsumen (direct-to-consumer), yang sebelumnya dilakukan oleh anak perusahaan melalui mekanisme penjualan tidak langsung melalui pihak ketiga. Perubahan tersebut tidak memperluas segmen pasar baru, melainkan merupakan penyesuaian kanal distribusi untuk menjangkau konsumen akhir yang sama. Dari kajian kelayakan teknis, penambahan KBLI memungkinkan Perseroan untuk mengelola penjualan digital secara langsung melalui kanal e-commerce dan marketplace, yang sebelumnya dilakukan melalui anak perusahaan dan pihak perantara. Perubahan ini meningkatkan integrasi dan efisiensi proses penjualan tanpa memerlukan investasi baru dalam bentuk belanja modal, karena kebutuhan sistem dapat dipenuhi dari modal kerja yang ada. Dengan pengelolaan langsung, Perseroan memperoleh visibilitas yang lebih baik atas permintaan dan pergerakan barang, sehingga mendukung pengambilan keputusan operasional dan perencanaan rantai pasok secara lebih efektif Dari kajian kelayakan pola bisnis, penambahan KBLI mengakibatkan penyesuaian terbatas pada kanal distribusi, yaitu memungkinkan Perseroan selaku induk perusahaan untuk melakukan penjualan langsung kepada konsumen. Meskipun demikian, dengan adanya penambahan usaha tersebut, maka pola bisnis Perseroan tidak mengalami perubahan. Model bisnis utama, jenis produk, serta rantai nilai secara keseluruhan tetap tidak berubah, karena kegiatan usaha tersebut sebelumnya telah dijalankan oleh anak perusahaan melalui pihak ketiga. Dengan demikian, perubahan ini bersifat operasional pada kanal penjualan, namun tidak mengubah karakteristik bisnis utama Perseroan secara konsolidasian. Dari kajian kelayakan model manajemen, menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan usaha, maka model manajemen Perseroan secara konsolidasian tidak mengalami perubahan. Pengelolaan kegiatan penjualan langsung kepada konsumen oleh Perseroan induk akan memanfaatkan sistem, kebijakan, dan tata kelola yang telah ada dalam grup SOHO, sehingga tidak menimbulkan kebutuhan pembentukan fungsi manajemen baru. Pada kajian kelayakan keuangan, tidak menimbulkan dampak keuangan ataupun manfaat secara kuantitatif yang material secara konsolidasian akibat penambahan KBLI tersebut. Hal ini disebabkan karena penjualan kepada konsumen akhir sebelumnya telah terjadi melalui pihak ketiga yang ditunjuk oleh anak perusahaan, sehingga secara total pendapatan grup SOHO tidak mengalami peningkatan yang signifikan, melainkan hanya terjadi pergeseran mekanisme pengakuan penjualan di tingkat entitas. Sehingga, dengan penambahan KBLI tersebut tidak menimbulkan perubahan atas kinerja keuangan Perseroan secara konsolidasian secara material ke depannya. Berdasarkan hal-hal sebagaimana diungkapkan di atas maka kami berpendapat bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Soho Global Health Tbk dimaksud adalah “LAYAK”. 8-1
Page 58 OCR 0.952
Lampiran 1 - PT Soho Global Health Tbk Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Pada tanggal 31 Desember (Dalam jutaan Rupiah) Proyeksi Keterangan 2025 202 2028 2029 2030 Aset Aset lancar Kas dan setara kas 990.036 1.288.125 1.721.656 2.297.130 3.006.367 3.862.961 Piutang usaha - pihak ketiga 1.981.386 2.147.101 2.329.605 2.527.621 2.729.831 2.948.218 Piutang lain-lain - Pihak ketiga 323.231 355.555 39.110 430.221 473.243 520.567 Persediaan 1.581.211 1.713.457 1.859.101 2.017.125 2.178.495 2.352.774 Pajak dibayar di muka 464.267 484.958 506.571 529.148 552.730 577.364 Uang muka 9.074 9.982 10.980 12.078 13.286 14.614 Biaya dibayar di muka 6.074 6.682 7.350 8.085 8.893 9.783 Aset keuangan lancar lainnya 110.145 121.159 133.275 146.602 161.262 177.389 Jumlah aset lancar 5.465.424 6.127.019 6.959.648 7.968.010 9.124.107 10.463.670
Page 59 OCR 0.938
Lampiran 1 - PT Soho Global Health Tbk Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Pada tanggal 31 Desember (Dalam jutaan Rupiah) Keterang: Aset tidak lancar Uang muka pembelian aset tetap Uang muka pembelian aset takberwujud Uang muka aset hak guna Piutang kepada pihak berelasi Taksiran pengembalian pajak Aset keuangan tidak lancar lainnya Aset tetap, neto Aset hak guna, neto Aset pajak tangguhan, neto Aset takberwujud, neto Aset tidak lancar lainnya Jumlah aset tidak lancar Jumlah aset Proyeksi 2025 2026 2027 2028 2029 2030 3.839 4.223 4.646 5.110 5.621 6.183 1.408 1.549 1.704 1.874 2.061 2.268 54.707 60.178 66.195 72.815 30.096 88.106 5.500 6.050 6.655 7.321 8.053 8.858 275 - - - - - 4.311 4.742 5.216 5.737 6.311 6.942 396.306 384.550 368.963 349.656 332.776 329.799 52.787 31.154 9.521 - - - 139.478 153.425 168.768 185.645 204.209 224.630 12.603 14.725 15.317 14.380 15.299 15.298 3.483 3.831 4.214 4.636 5.101 5.610 674.697 664.427 651.199 647.174 659.527 687.694 6.140.121 6.791.446 7.610.847 8.615.184 9.783.634 11.151.364
Page 60 OCR 0.949
Lampiran 1 - PT Soho Global Health Tbk Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Pada tanggal 31 Desember (Dalam jutaan Rupiah) Keterangan Liabilitas dan Ekuitas Liabilitas Liabilitas jangka pendek Utang usaha - pihak ketiga Utang lain-lain - pihak ketiga Utang pajak Beban akrual Liabilitas imbalan kerja karyawan - jangka pendek Liabilitas sewa - jangka pendek Jumlah liabilitas jangka pendek Liabilitas jangka panjang Liabilitas sewa - jangka panjang Liabilitas imbalan kerja karyawan Jumlah liabilitas jangka panjang Jumlah liabilitas 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2.629.468 2.849.386 3.091.584 3.354.368 3.622.718 3.912.535 84.834 93.317 102.649 112.913 124.205 136.625 27.382 30.120 33.132 36.445 40.090 44.099 165.852 174.144 182.851 191.994 201.594 211.673 49.425 54.367 59.804 65.785 72.363 79.599 8.996 9.897 10.887 11.976 13.173 14.492 2.965.957 3.211.231 3.480.907 3.773.481 4.074.143 4.399.023 7.357 8.093 8.903 9.792 10.771 11.848 191.901 225.72 264.210 310.018 363.766 426.834 199.258 233.265 273.113 319.810 374.537 438.682 3.165.215 3.444.496 3.754.020 4.093.291 4.448.680 4.837.705
Page 61 OCR 0.945
Lampiran 1 - PT Soho Global Health Tbk Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Pada tanggal 31 Desember (Dalam jutaan Rupiah) 'royeksi Keterangan 2025 2026 2027 28 2029 2030 Ekuitas Modal saham 634.584 634.584 634.584 634.584 634.584 634.584 Tambahan modal disetor, neto 1.061.098 1.061.098 1.061.098 1.061.098 1.061.098 1.061.098 Selisih transkasi dengan pihak nonpengendali (3.662) (3.662) (3.662) (3.662) (3.662) (3.662) Saldo laba: Telah ditentukan penggunaannya 126.917 126.917 126.917 126.917 126.917 126.917 belum ditentukan penggunaannya 1.155.969 1.528.013 2.037.890 2.702.956 3.516.017 4.494.722 Jumlah ekuitas 2.974.906 3.346.950 3.856.827 4.521.893 5.334.954 6.313.659 Jumlah liabilitas dan ekuitas 6.140.121 6.791.446 7.610.847 8.615.184 9.783.634 11.151.364
Page 62 OCR 0.955
Lampiran 2 - PT Soho Global Health Tbk Proyeksi Laporan Laba Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Untuk periode/tahun yang berakhir 31 Desember (Dalam jutaan Rupiah) Pendapatan Beban pokok penjualan Laba kotor Beban penjualan Beban umum dan administrasi Beban penelitian dan pengembangan Pendapatan lain Beban lain Laba operasi Pendapatan keuangan Beban keuangan Laba sebelum pajak penghasilan badan Beban pajak penghasilan badan Laba bersih Proyeksi Okt-Des 2025 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2.571.044 10.495.550 11.373.357 12.340.092 13.389.000 14.460.120 15.616.930 (2.171.084) (8.786.508) (9.275.914) (9.990.159) (10.759.402) (11.555.597) (12.410.711) 399.960 1.709.042 2.097.443 2.349.933 2.629.598 2.904.523 3.206.219 (200.216) (847.192) (992.967) (1.060.489) (1.132.602) (1.209.619) (1.291.873) (30.483) (138.921) (160.435) (168.018) (175.912) (183.358) (189.686) (6.614) (27.765) (30.171) (31.438) (32.759) (34.135) (35.568) (30.050) 4.573 6.120 6.426 6.747 7.085 7.439 (2.292) (21.012) (11.752) (12.340) (12.957) (13.604) (14.285) 130.305 678.725 908.238 1.084.074 1.282.115 1.470.892 1.682.246 34.928 50.074 18.360 19.278 20.242 21.254 22.317 (365) (634) (900) (945) (992) (1.042) (1.094) 164.868 728.165 925.698 1.102.407 1.301.365 1.491.104 1.703.469 (36.990) (160.197) (203.653) (242.530) (286.301) (328.043) (374.763) 127.878 567.968 722.045 859.877 1.015.064 1.163.061 1.328.706
Page 63 OCR 0.945
Lampiran 3 - PT Soho Global Health Tbk Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Pada tanggal 31 Desember (Dalam jutaan Rupiah) Keterangan Teki 2025 2026 2027 2028 2029 Aset Aset lancar Kas dan setara kas 996.630 1.310.837 1.765.170 2.365.209 3.102.166 3.989.279 Piutang usaha - pihak ketiga 1.981.386 2.149.281 2.332.945 2.531.907 2.734.806 2.953.774 Piutang lain-lain - Pihak ketiga 323.231 355.555 391.110 430.221 473.243 520.567 Persediaan 1.581.211 171597 1.861.766 2.020.545 2.182.465 2.357.209 Pajak dibayar di muka 464.267 484.958 506.571 529.148 552.730 577.364 Uang muka 9.074 9.982 10.980 12.078 13.286 14.614 Biaya dibayar di muka 6.074 6.682 7.350 8.085 8.893 9.782 Aset keuangan lancar lainnya 110.145 121.157 133.274 146.602 161.263 177.389 Jumlah aset lancar 5.472.018 6.153.649 7.009.166 8.043.795 9.228.852 10.599.979
Page 64 OCR 0.937
Lampiran 3 - PT Soho Global Health Tbk Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Pada tanggal 31 Desember (Dalam jutaan Rupiah) Keterangan Aset tidak lancar Uang muka pembelian aset tetap Uang muka pembelian aset takberwujud Uang muka aset hak guna Piutang kepada pihak berelasi Taksiran pengembalian pajak Aset keuangan tidak lancar lainnya Aset tetap, neto Aset hak guna, neto Aset pajak tangguhan, neto Aset takberwujud, neto Aset tidak lancar lainnya Jumlah aset tidak lancar Jumlah aset Proyel 2025 2026 202 2028 2029 3.839 4.223 4.646 5.110 5.621 6.183 1.408 1.549 1.704 1.874 2.061 2.268 54.707 60.178 66.195 72.815 30.096 88.106 5.500 6.050 6.655 7.324 8.053 8.858 275 : : - - - 4.311 4.742 5.216 5.737 6.311 6.942 396.306 384.550 368.963 349.656 332.776 329.799 52.787 31.154 9.521 - - - 139.478 153.425 168.768 185.645 204.209 224.630 12.603 14.725 15.317 14.380 15.299 15.298 3.483 3.832 4.214 4.636 5.101 5.610 674.697 664.428 651.199 647.174 659.527 687.694 6.146.715 6.818.077 7.660.365 8.690.969 9.888.379 11.287.673
Page 65 OCR 0.947
Lampiran 3 - PT Soho Global Health Tbk Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Pada tanggal 31 Desember (Dalam jutaan Rupiah) Keterangan Liabilitas dan Ekuitas Liabilitas Liabilitas jangka pendek Utang usaha - pihak ketiga Utang lain-lain - pihak ketiga Utang pajak Beban akrual Liabilitas imbalan kerja karyawan - jangka pendek Liabilitas sewa - jangka pendek Jumlah liabilitas jangka pendek Liabilitas jangka panjang Liabilitas sewa - jangka panjang Liabilitas imbalan kerja karyawan Jumlah liabilitas jangka panjang Jumlah liabilitas 2025 2026 2029 2.629.468 2.852.279 3.096.016 3.360.056 3.629.320 3.919.909 84.834 93.317 102.649 112.03 124.205 136.625 27.382 30.120 33.132 36.445 40.090 44.099 165.852 174.44 182.851 191.994 201.594 21.673 49.425 54.367 59.804 65.785 72.363 79.599 8.996 9.897 10.887 11.976 13.173 14.492 2.965.957 3.214.124 3.485.339 3.779.169 4.080.745 4.406.397 7.357 8.093 8.902 9.792 10.771 11.848 191.901 225.172 264.210 310.017 363.766 426.834 199.258 233.265 273.112 319.809 374.537 438.682 3.165.215 3.447.389 3.758.451 4.098.978 4.455.282 4.845.079
Page 66 OCR 0.954
Lampiran 3 - PT Soho Global Health Tbk Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Pada tanggal 31 Desember (Dalam jutaan Rupiah) Proyeksi Keterangan 2025 26 2028 2029 2030 Ekuitas Modal saham 634.584 634.584 634.584 634.584 634.584 634.584 Tambahan modal disetor, neto 1.061.098 1.061.098 1.061.098 1.061.098 1.061.098 1.061.098 Selisih transkasi dengan pihak nonpengendali (3.662) (3.662) (3.662) (3.662) (3.662) (3.662) Saldo laba: Telah ditentukan penggunaannya 126.917 126.917 126.917 126.917 126.917 126.917 belum ditentukan penggunaannya 1.162.563 1.551.751 2.082.977 2.773.054 3.614.160 4.623.657 Jumlah ekuitas 2.981.500 3.370.688 3.901.914 4.591.991 5.433.097 6.442.594 Jumlah liabilitas dan ekuitas 6.146.715 6.818.077 7.660.365 8.690.969 9.888.379 11.287.673
Page 67 OCR 0.944
Lampiran 4 - PT Soho Global Health Tbk Proyeksi Laporan Laba Rugi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Untuk periode/tahun yang berakhir 31 Desember (Dalam jutaan Rupiah) Proyeksi Keterangan Okt-Des 2025 2027 Pendapatan 2.590.265 10.514.771 11.405.753 12.380.414 13.436.262 14.513.002 15.675.017 Beban pokok penjualan (2.171.084) (8.786.508) (9.275.914) (9.990.159) (10.759.402) (11.555.597) (12.410.711) Laba kotor 419.181 1.728.263 2.129.839 2.390.255 2.676.860 2.957.405 3.264.306 Beban penjualan (210.984) (857.959) (1.003.383) (1.073.442) (1.147.799) (1.226.546) (1.310.483) Beban umum dan administrasi (30.483) (138.921) (160.435) (168.018) (175.012) (183.358) (189.686) Beban penelitian dan pengembangan (6.614) (27.765) (30.171) (31.438) (32.759) (34.135) (35.568) Pendapatan lain (30.050) 4.573 6.120 6.426 6.747 7.085 7.439 Beban lain (2.292) (21.012) (11.752) (12.340) (12.957) (13.604) (14.285) Laba operasi 138,758 687.179 930.218 111.443 1.314.180 1.506.847 1.721.723 Pendapatan keuangan 34.928 50.074 18.360 19.278 20.242 21.254 22.317 Beban keuangan (365) (634) (900) (945) (992) (1.042) (1.094) Laba sebelum pajak penghasilan badan 173.321 736.619 947.678 1.129.776 1.333.430 1.527.059 1.742.946 Beban pajak penghasilan badan (38.850) (162.056) (208.489) (248.551) (293.355) (335.953) (383.448) Laba bersih 134.471 574.563 739.189 881.225 1.040.075 1.191.106 1.359.498
Names mentioned 51 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Wawat Jatmika & Rekan
p.1 ×11
unresolved
org
KJPP Wawat Jatmika
p.1 ×12
unresolved
org
BDO International Limited
p.1 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.5 ×11
unresolved
org
Purwantono
p.5 ×12
unresolved
person
Lucky Setiawan
p.6 ×2
unresolved
person
Oscar Anawar
p.6
unresolved
org
PT Soho Industri Pharmasi. Beberapa
p.8 ×2
unresolved
org
Rekan Budi Prasetyo
p.11
unresolved
person
NAMA Penanggung Jawab Budi Prasetyo
p.13
unresolved
org
Bank Indonesia BKPM Badan Koordinasi Penanaman Modal BPOM
p.15
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik KBLI Klasifikasi Baku Lapangan
p.15
unresolved
org
DAFTAR SINGKATAN KJPP-WJR KJPP Wawat Jatmika & Rekan
p.16
unresolved
org
PT Parit Padang. Berdasarkan Akta
p.18
unresolved
person
Yani Indrawati Wibaya S.H.
· Notaris
p.18 ×2
unresolved
person
Jimmy Tanal
· Notaris
p.18 ×7
unresolved
person
Oscar Anwar
p.26
unresolved
person
Akta Notaris Elisa Pondaag
p.27
unresolved
org
PT Parit Padang. Akta Pendirian
p.27
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.27
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.27
unresolved
org
Pty Ltd.
p.28
unresolved
org
Pusat Statistik
p.33 ×2
unresolved
org
Kementerian Investasi
p.35
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.35
unresolved
org
Kementerian Perdagangan
p.37
unresolved
org
Kementerian Kominfo
p.37
unresolved
org
PT Dexa Medica
p.39
unresolved
org
PT Sanbe Farma
p.39
unresolved
org
PT Hexapharm Jaya Laboratories
p.39
unresolved
org
PT Novell Pharmaceutical Laboratories
p.39
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
2668 ms
13 Sep 2026 15:12
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [{'name': '32, Berdasarkan rencana penambahan Klasifikasi Baku '
'Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)',
'relationship': ''}],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}